SINJAI - Kamis, 18 Juni 2026, Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap sekolah binaan, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Sinjai dalam hal ini Bidang Pendidikan, menghadiri penamatan dan perpisahan Raudhatul Athfal (RA) Perwanida III Sinjai. Kegiatan berlangsung dengan sukses dan lancar hingga akhir acara.
Kota Pagar Alam DHARMA WANITA PERSATUAN KEMENAG KOTA PAGAR ALAM 1. DATA KEGIATAN Nama Kegiatan : Pelepasan Purna Bakti Tenaga Pendidik Hari / Tanggal : Senin, 20 Juli 2026 Waktu : 09 WIB - Selesai Tempat di RM Lesehan Mufazza : SD Negeri 25 Kota Pagar Alam Bentuk Kegiatan : Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan Penanggung Jawab : Ny. Dwi Yunidar Albarr - Ketua DWP Kemenag Kota Pagar AlamYang Mewakili : Ny. Nomidian - Anggota DWP Kemenag Kota Pagar Alam 2. PESERTA Sasaran : Kepala Sekolah, Dewan Guru, Staf, dan Siswa SD Negeri 25 Pagar Alam serta Perwakilan DWP Kemenag Kota Pagar AlamJumlah Peserta : 25 orang Tokoh yang Dihormati : Ibu Sutriana, S.Pd.SD 3. URAIAN KEGIATAN Pertemuan dan kegiatan pelepasan purna bakti ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri dengan sepenuh hati di dunia pendidikan. Kehadiran perwakilan DWP Kemenag Kota Pagar Alam pada kegiatan ini merupakan wujud dukungan dan kepedulian organisasi terhadap insan pendidikan di lingkungan Kota Pagar Alam. Acara pelepasan purna bakti Ibu Sutriana, S.Pd.SD berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Dalam sambutannya, disampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan jasa beliau selama bertugas mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa. 4. HASIL / TINDAK LANJUT Mempererat tali silaturahmi antara DWP Kemenag Kota Pagar Alam dengan instansi pendidikan di wilayah Kota Pagar Alam.Memberikan motivasi kepada tenaga pendidik lainnya untuk terus mengabdi dengan ikhlas.Menjalin sinergi antara DWP Kemenag dengan sekolah-sekolah dalam mendukung program pendidikan.Dengan mengucapkan "Selamat Purna Bakti Ibu Sutriana, S.Pd.SD. Terima kasih atas dedikasi dan jasa yang tak ternilai. Puluhan tahun Ibu telah menjadi pelita di ruang kelas, menanamkan ilmu, akhlak, dan cinta kepada anak bangsa dengan penuh keikhlasan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan kepada Ibu beserta keluarga. Pengabdian Ibu akan selalu menjadi inspirasi dan teladan bagi kami semua." 5. PENUTUP / KESAN Dengan mengucapkan "Selamat Purna Bakti Ibu Sutriana, S.Pd.SD. Terima kasih atas dedikasi dan jasa yang tak ternilai. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan kepada Ibu beserta keluarga. "Demikian laporan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.Pagar Alam, 20 Juli 2026
LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KESEHATAN *Unsur Pelaksana : DWP Dinas Kesehatan Kab.Tanjung Jabung Timur *Bidang : Sosial Budaya *Program : Kepedulian & Kesetiakawanan *Kegiatan : Dana Sosial *Nama Kegiatan : Jimpitan GEMASSS A. PELAKSANAAN KEGIATAN *Hari / Tanggal : Senin /20 Juli 2026 *Waktu : 09.00 WIB s.d Selesai *Tempat : Aula Kantor Dinas Kesehatan Kab. Tanjung Jabung Timur *Dihadiri Oleh : 1. Ny. Aris Liandra ( Sekretaris DWP Dinkes ) 2. Ibu Iswi Hastuti ( Anggota DWP Bid.Pendidikan Dinas Kesehatan Kab.Tanjung Jabung Timur ) 3. Ibu Zara Nor Hartini ( Bendahara DWP Dinas Kesehatan Kab.Tanjung Jabung Timur ) 4. Ibu Ika Setiani ( Anggota DWP Bidang Sosial Budaya ) *Tamu Undangan & Peserta : 72 ASN dan 10 PHTT Dinas Kesehatan Kab.Tanjung Jabung Timur ) B. DESKRIPSI JALANNYA KEGIATAN : "Kegiatan Jimpitan GEMASSS dilaksanakan pada hari Senin, 20 Juli 2026, oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kegiatan dilaksanakan dengan mengunjungi setiap ruangan Bid.Sekretariat,Yankes,Kesmas,dan P2p di lingkungan Dinas Kesehatan untuk mengumpulkan sumbangan jimpitan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi dalam mendukung program sosial GEMASSS. Selama pelaksanaan kegiatan, proses pengumpulan jimpitan berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat sambutan serta partisipasi yang baik dari seluruh pegawai. Dari hasil pengumpulan jimpitan pada hari tersebut, diperoleh dana sebesar Rp409.000,- (empat ratus sembilan ribu rupiah). Dana yang terkumpul selanjutnya akan dikelola sesuai dengan ketentuan dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial serta program-program Dharma Wanita Persatuan serta diserahkan kepada ibu Zara Nor Hartini." C. TUJUAN : "*Menumbuhkan semangat kepedulian sosial, kebersamaan, dan budaya gotong royong di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. *Menghimpun dana sosial secara sukarela sebagai bentuk partisipasi bersama dalam mendukung Program GEMASSS. *Meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian antarpegawai serta anggota Dharma Wanita Persatuan. *Mendukung pelaksanaan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. " D. MANFAAT KEGIATAN : "*Menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di antara pengurus, anggota Dharma Wanita Persatuan, dan seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. *Menghimpun dana sosial secara berkelanjutan melalui partisipasi sukarela untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. *Memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program-program sosial yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat. *Meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya berbagi dan saling membantu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. *Mendukung keberlangsungan Program GEMASSS sebagai salah satu bentuk penguatan kegiatan sosial di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur." E.PERAN FUNGSI DAN DUKUNGAN TERHADAP PROGRAM PEMERINTAH : "*Kegiatan Jimpitan GEMASSS merupakan salah satu bentuk peran aktif Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam mendukung program pemerintah di bidang pemberdayaan masyarakat, penguatan nilai-nilai sosial, serta peningkatan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan menjalankan fungsinya sebagai organisasi yang mendorong tumbuhnya semangat gotong royong, solidaritas, dan partisipasi sosial di lingkungan kerja. *Selain itu, kegiatan ini mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui budaya berbagi, meningkatkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan, serta membangun sinergi antara aparatur sipil negara dan organisasi pendamping dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, peduli, dan berdaya." F.TINDAK LANJUT : "*Menyusun dan menetapkan program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tanjung Jabung TimurSebagai tindak lanjut dari kegiatan Jimpitan GEMASSS yang dilaksanakan pada hari Senin, 13 Juli 2026, dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 409.000 ,- (empat ratus sembilan ribu rupiah) akan dicatat dan dikelola secara transparan serta akuntabel oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. *Selanjutnya, dana tersebut akan dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sosial dan program GEMASSS. Kegiatan jimpitan akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya menjaga keberlangsungan program, meningkatkan partisipasi seluruh pegawai, serta memperkuat semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Masa Bhakti 2025–2030 yang selaras dengan visi dan misi organisasi serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur."
Laporan : <0 Kecamatan Rantau Bayur SP telah mengikuti kegiatan, : Pendidikan Bidang : Sekolah yang dibina/p> Keterangan : PAUD Program : 1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin 2. 2. Hari / Tanggal : Kamis 23 Juli 2026 3. Pukul : 07..30 -- selesai 4. Peserta : 50 orang 5. Lokasi : Paud Maju Bersama Desa Lubuk Rengas Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin 5. Acara : Upacara Peringatan Hari Anak Nasional ( HAN) Tahun 2026 < Yang di pimpin oleh Kepala Sekolah KB Maju Bersama Desa Lubuk Rengas kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Susunan Acara : 1.Pemimpin Barisan Menyiapkan barisan masing- masing 2. Komandan Upacara Memasuki Lapangan Upacarap>. 3. Penghormatan kepada Komandan Upacara/p> 4.Laporan Pemimpin barisan kepada Komandan Upacara 5..Inspektur Upacara Memasuki Lapangan Upacara 6.Penghormatan Kepada Inspektur Upacara 7.Mengheningkan Cufta 8.Pengibaran Bendera Merah putih diikuti lagi Indonesia Raya 9.Pembacaan Teks Pancasila 10.Pembacaan UUD 1945 11.Amanat Inspektur Upacara 11.Menyanyikan Lagu - Lagu Nasional 12.Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara bahwa Upacara selesai 13.Penghormagan Kepada Inspektur Upacara 14.Inspektyr Upacara meninggalkan Lapangan Upacara 15.Penghormatan kepada Komandan Upacara 16.Komandan Upacara meninggalkan Lapangan Upacara 17.Barisan dibubarkan 18.Poto Bersama Bersama Tujuan dari kegiatan ini sebagai sarana untuk memberikan pemahaman bagi para anggota DWP Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin untuk Mengikuti kegiatan secara tepat. baik dan berkembang.
DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN JOMBANG
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jombang telah mengikuti kegiatan,
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Progam : Kesetaraan Gender melalui Pemberdayaanb Perempuan
Kegiatan : Edukasi dan penguatan kesadaran pemvberdayaan perempuan
Keterangan Progam
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jombang
2. Hari/tanggal : Kamis, 16 Juli 2026
3. Pukul : 08.00 - Selesai
4. Lokasi : Ruang Pertemuan Bhakti Kencana Jl. Presden K.H Abdurrahman Wahid No. 161, Candi MUlyo Kec. Jombang
5. Acara : Pemantapan Forum Puspa
6. Peserta : 40 orang
Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
3. Sambutan Kepala Dinas PPKB,PPPA Kabupaten Jombang
4. Penyampaian materi "Strategi Kolaboratif PUSPA dalam Mewujudkan Jombang yang ramah Prempuan dan Anak "
5. Tanya jawab
6. Penutup
Ringkasan Materi
Strategi Kolaboratif PUSPA dalam Mewujudkan Jombang yang ramah Prempuan dan Anak
Latar belakang pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pencegahan, pananganan, perlindungan dan pemulihan korban kekerasan seksual di wilayahnya. Hal ini meliput pembentukan layanan terpadu penyediaan sumber daya manusia terlatih, serta penguatan koordinasi antar lembaga termasuk satuan pendidikan, lembaga layanan berbasis mayarakat, dan aparat penegak hukum.
Forum partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (Forum Puspa) merupakan wadah kolaborasi multipihak yang menghimpun unsur :
- Pemerintah
- Organisasi masyarakat sipil
- dunia usaha
- akademi
- media
- komunitas
- Hingga tokoh masyarakat
Tujuan : memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak
Pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak yang selanjutnya disebut P2T-P2A adalah lembaga penyedia layanan yang berbasis Rumah Sakit terhadap korban kekerasan khususnya perempuan dan anak yang dikelola secara bersam-sama pemerintah daerah dan masyarakat yang bergabung dalam Tim yang dilakukan secara lintas fungsi dan lintas sektoral dalam bentuk pelayanan medis (termasuk medico-legal) psiko sosial danpelayanan hukum.
< KEKERASAN
- Perbuatan, tindakan dan anak keputusan
- Menimbulkan : rasa sakit, luka atau kematian, penderitaan seksual/reproduksi, berkurang atau tidak berfungsinya sebagian dan atau seluruh anggota tubuh secara fisik, intelektual atau mental
- Hilangnya kesempatan : mendapatkan pendidikan atau pekerjaan dengan aman dan optimal, hilangnya kesempatan untuk pemenuhan hak asasi manusia, ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk untuk bertindak, rasa tidak berdaya, kerugian ekonomi dan atau bentuk kerugian lain yang sejenis.
Rekomendasi Strategi Advokasi Puspa :
- Mendorong penguatan kebijakan yang mengintregasikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif ke dalam kurikulum dan kegiatan pempembelajaran sesuai jenjang pendidikan sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan seksual , perkawinan anak, dan kehamilan yang tidak diinginkan
- Mendorong percepatan penyusunan dan penesahan Peraturan Bupati (Perbup) sebagaiaturan pelaksana Perda Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak ,
- Mendorong implementasi efektif permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang sekolah aman dan nyaman.
DWP Kabupaten Jombang yang dihadiri oleh Ny. Miftahul Ulum
Pembuat laporan Ny. Miftahul Ulum Bidang Sosial Bufdaya DWP Kabupaten Jombang
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur Turut andil dalam acara Sosialisasi dan Pembinaan Teknologi Bioflok Bagi Pembudidaya Ikan dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang perikanan budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan dilaksanakan pada hari pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 09.00 WITA bertempat di Kecamatan Selong Kegiatan ini diselenggarakan di Pokdakan Harapan Baru, RT. 01 Lingkungan Jorong, Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong. Acara dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Bapak Mastur, SP. M.Si selaku narasumber, Penyuluh Perikanan Ahli Madya sebagai narasumber kedua, peserta dari kelompok pembudidaya ikan se-Kecamatan Selong, Tim Pelaksana Kegiatan yang di dalamnya turut melibatkan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Kelautan dan Perikanan, BUMDes Denggen Timur, serta Kepala Desa Denggen Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis para pembudidaya, memperkuat manajemen usaha budidaya ikan, sekaligus memperkokoh kelembagaan kelompok pembudidaya agar mampu mengembangkan usaha yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Ibu Ida Fitriani, Penyuluh Perikanan, yang menyampaikan susunan acara sekaligus memberikan semangat kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Selanjutnya, materi pertama disampaikan oleh Bapak Mastur, S.Pi., M.Si., Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya, yang memaparkan perkembangan penerapan teknologi bioflok di Kabupaten Lombok Timur. Beliau menjelaskan bahwa sistem bioflok telah berhasil diterapkan di BUMDes Denggen Timur maupun beberapa kelompok pembudidaya di wilayah Mending Nangka, sehingga menjadi contoh nyata bahwa teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas budidaya ikan apabila dikelola dengan baik. Selain itu, beliau juga mendorong para pembudidaya agar terus terbuka terhadap inovasi dan memanfaatkan pendampingan dari pemerintah sebagai upaya meningkatkan hasil usaha. Materi kedua disampaikan oleh Bapak Amir Mas'ud, Penyuluh Perikanan Ahli Madya, yang mengulas secara mendalam mengenai prinsip kerja teknologi bioflok. Beliau menjelaskan bahwa bioflok merupakan teknologi budidaya yang memanfaatkan bakteri baik untuk menguraikan sisa pakan dan kotoran ikan menjadi flok yang kemudian dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber pakan alami. Dengan sistem ini, penggunaan air menjadi jauh lebih hemat karena tidak memerlukan pergantian air secara terus-menerus. Selain itu, bioflok juga memungkinkan budidaya dilakukan pada lahan yang relatif sempit, seperti kolam berukuran 3 x 3 meter, namun tetap mampu menampung kepadatan tebar hingga sekitar 100 ekor ikan per meter kubik, bahkan dapat ditingkatkan apabila pengelola telah berpengalaman. Teknologi ini juga mampu menghemat penggunaan pakan sekitar 20–30 persen karena flok yang terbentuk dapat dimanfaatkan kembali oleh ikan sebagai sumber nutrisi tambahan. Dalam penyampaiannya, narasumber juga menjelaskan bahwa keberhasilan sistem bioflok sangat bergantung pada manajemen budidaya yang baik, terutama dalam menjaga kualitas air dan ketersediaan oksigen. Salah satu kelemahan sistem ini adalah ketergantungannya terhadap pasokan listrik karena aerasi harus bekerja secara terus-menerus untuk menjaga kehidupan bakteri dan ikan. Apabila aerasi berhenti dalam waktu yang cukup lama, risiko kematian ikan akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya investasi awal berupa kolam yang sesuai, sistem aerasi, serta perlengkapan pendukung lainnya. Narasumber juga memaparkan tahapan penerapan bioflok, mulai dari sterilisasi kolam, pemilihan benih berukuran minimal 20–30 gram dengan kualitas yang seragam, pemberian pakan sesuai kebutuhan, hingga penggunaan probiotik, molase, serta mikro mineral sebagai pendukung pembentukan flok. Sesi diskusi berlangsung dengan sangat aktif. Para peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari tingginya harga pakan, sulitnya memperoleh bibit ikan unggul, hingga kebutuhan subsidi dari pemerintah. Salah satu peserta, Bapak H. Badar, berharap adanya bantuan pakan untuk meringankan biaya produksi. Menanggapi hal tersebut, Bapak Mastur menjelaskan bahwa salah satu tujuan penerapan teknologi bioflok adalah menekan biaya pakan melalui efisiensi penggunaan pakan. Beliau juga menegaskan bahwa apabila ditemukan ketidaksesuaian kandungan protein pakan dengan label yang tertera, pemerintah akan melakukan penelusuran kepada perusahaan produsen sesuai ketentuan yang berlaku. Diskusi juga diwarnai dengan berbagai masukan dari para pembudidaya. Perwakilan Pokdakan Harapan Baru, Bapak Hizbun Nasri, membagikan pengalaman keberhasilan melakukan pendederan ikan di kolam terpal dengan tingkat kepadatan yang cukup tinggi. Sementara itu, Bapak Tamrin menyampaikan pentingnya penyediaan bibit unggul lokal agar pembudidaya di Lombok Timur tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah. Peserta lainnya juga mengusulkan adanya studi banding ke kelompok yang telah berhasil menerapkan sistem bioflok, serta pertemuan rutin antar pembudidaya sebagai wadah bertukar pengalaman dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan budidaya ikan. Pada akhir kegiatan, Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus memberikan pembinaan secara berkelanjutan kepada kelompok pembudidaya ikan. Beliau menyampaikan bahwa ke depan akan diupayakan pelaksanaan pertemuan dan pembinaan secara rutin, sehingga kelompok-kelompok yang belum mendapatkan pendampingan juga dapat memperoleh perhatian dan sentuhan program dari pemerintah. Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan ini, para pembudidaya ikan di Kecamatan Selong semakin memahami penerapan teknologi bioflok, mampu meningkatkan produktivitas usaha budidaya secara efisien, memperkuat kerja sama antar kelompok, serta mendorong terwujudnya sektor perikanan budidaya yang maju, mandiri, dan berdaya saing di Kabupaten Lombok Timur.
DWP BAPPERIDA Kabupaten Sukabumi 1. Ibu Miranti Yuki (Wa. Ketua) 2. Ibu Nur Djanah Agus (Anggota) Telah mengikuti kegiatan Pengajian Rutin Majelis Taklim Mubarokah yang diselenggarakan oleh TP PKK Pokja 1 dan DWP Kabupaten Sukabumi dengan pemateri Ustad Suhendi dengan tema; istighosah Istighosah adalah kegiatan doa bersama yang dilakukan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai kesulitan. Baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Doa istighosah bisa dipanjatkan sendiri maupun bersama-sama. Khususnya pada acara-acara penting atau saat bencana melanda. Manfaat utama yang dirasakan setelah melakukan kegiatan do'a bersama, di antaranya : 1. Nikmat berkah, segala sesuatu kenikmatan tidak bisa di ukur dengan uang; 2. Nikmat sehat merupakan nikmat yang paling utama; 3. Nikmat ketenangan adalah kunci segala ketenangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada; Hari : Rabu Tanggal : 22 Juli 2026 Waktu : 08.30 wib s/d 11.00 wib Tempat : Mushola Pendopo Kabupaten Sukabumi Jln Ahmad Yani Sukabumi
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan Mengadakan Kegiatan Bazar Pasar Krempyeng dalam Rangka Festival Rontek 2026
Bidang : Ekonomi
Program Kerja : Program Prioritas Kegiatan Usaha
Kegiatan : Penyelenggaraan Bazar/Pameran
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan.
2. Hari/Tanggal : JumatMinggu, 1719 Juli 2026.
3. Waktu : Pukul 16.00 WIB selesai.
4. Tempat : Alun-Alun Pacitan.
5. Alamat : Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pacitan, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 63512.
6. Peserta : Dipimpin oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan, Ny. Tri Astuti Dewiningsih Muniirul, bersama anggota Dharma Wanita Persatuan.
7. Acara : Bazar Pasar Krempyeng Festival Rontek 2026.
8. Pakaian : Seragam sesuai ketentuan Dharma Wanita Persatuan.
9. Catatan : Seluruh anggota bertugas sesuai jadwal piket yang telah ditentukan.
Susunan Acara :
1. Pembukaan Pasar Krempyeng oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Bapak Heru Wiwoho.
2. Peninjauan stan bazar oleh tamu undangan.
3. Penjualan dan promosi produk unggulan DWP Disparbudpora Kabupaten Pacitan.
4. Penutupan kegiatan pada hari ketiga.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan berpartisipasi dalam Bazar Pasar Krempyeng sebagai bagian dari Program Kerja Bidang Ekonomi melalui Program Prioritas Kegiatan Usaha Penyelenggaraan Bazar/Pameran. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1719 Juli 2026 di Alun-Alun Pacitan dalam rangka memeriahkan Festival Rontek 2026. Kegiatan dipimpin oleh Ketua DWP Disparbudpora Kabupaten Pacitan, Ny. Tri Astuti Dewiningsih Muniirul, bersama anggota yang bertugas secara bergiliran selama pelaksanaan bazar.
Kegiatan diawali dengan pembukaan Pasar Krempyeng oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Bapak Heru Wiwoho, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan bazar bersama tamu undangan. Stan Dharma Wanita Persatuan Disparbudpora menampilkan berbagai produk kuliner khas Pacitan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian kuliner tradisional, dan promosi potensi daerah kepada masyarakat maupun wisatawan.
Selama tiga hari pelaksanaan, Dharma Wanita Persatuan menjual beragam produk unggulan, yaitu Rujak Cireng, Bakwan Gabut, Pempek, Pepes Ikan Banyar, Sosis Ayam Goreng, Ikan Asin Kriuk, Kripik Tales, Criping Singkong, Sale, Sambal Tuna, Brownies, Lumpur Surga, Bikang, dan Wedang Djancuk. Seluruh produk dipersiapkan oleh anggota dengan mengutamakan kualitas, kebersihan, cita rasa, dan penyajian yang menarik sehingga mampu menarik minat pengunjung Festival Rontek.
Selama bazar berlangsung, anggota DWP secara aktif melayani pembeli, memberikan informasi mengenai produk yang dijual, serta mempromosikan kuliner khas Pacitan. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang mendatangi stan DWP. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk lokal, tetapi juga memberikan pengalaman kepada anggota dalam pengelolaan usaha, pelayanan konsumen, dan pemasaran produk.
Partisipasi dalam Bazar Pasar Krempyeng bertujuan meningkatkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi anggota Dharma Wanita Persatuan, sekaligus memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Pacitan kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi anggota, mendukung perkembangan UMKM, serta menjadi bagian dari upaya memajukan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar selama tiga hari. Seluruh anggota menunjukkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan berharap dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi anggota, pelestarian kuliner tradisional, serta mendukung promosi pariwisata Kabupaten Pacitan melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pembuat Laporan: Nn. Dona Cahyanti, Operator E-Reporting Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan.
Pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026 Pengurus Dharma Wanita Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir peduli sesama anggota dengan mengadakan kunjungan sosial ke rumah salah satu anggota Dharma Wanita Badan Pendapatan Daerah yang keluarga/ anaknya sakit serta doa bersama untuk kesembuhan anakny, yang bertempat di Simpang Airpot Kelurahan Handayani Mulya.