Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu telah melaksanakan kegiatan olahraga program kerja ketahanan keluarga bidang sosial budaya yang diselenggarakan oleh Komunitas BEPers Bengkulu. Acara senam Bio Energy Power (senam olah napas) yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Juli 2026, acara dimulai dari pukul 07.30 WIB - Selesai bertempat di Masjid Al-Ikhlas Jalan hibrida 3 Sidomulyo Kota Bengkulu. Dihadiri oleh ketua Komunitas BEPers Bengkulu bersama anggotanya, ibu-ibu warga Desa Sidomulyo dan 2 (dua) orang perwakilan dari DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu yaitu Ny. Lestari Windarto dan Ny. Ningsih Okta. Semua peserta mengenakan pakaian merah muda, celana dan jilbab warna abu-abu. Perwakilan DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu mengenakan baju dengan warna yang sama dilengkapi dengan logo Dharma Wanita Persatuan pada bajunya. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 31 orang. Adapun susunan acara terdiri dari: 1. Pembukaan. MC oleh Ibu Erna Susilawati, 2. Pembacaan doa oleh Ibu Darsih, 3. Sambutan ketua KBI Provinsi Bengkulu oleh Ibu Majestika. Dalam sambutannya beliau mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mengajak seluruh peserta untuk rajin berolahraga dengan teknik olah napas yang dikenal dengan Bio Energy Power (BEP). 4. Sambutan ketua DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu yang diwakilkan oleh Ny. Lestari Windarto. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas antusias semua yang hadir dalam pelaksanaan kegiatan senam bersama ini. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan menciptakan kekompakan DWP DLHK Provinsi Bengkulu bersama ibu-ibu yang hadir, serta meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani dan rohani. 5. Senam bersama. Senam dipimpin langsung oleh ibu Majestika, Ibu Windu dan Ibu Titik Sundari. Semua hadirin melaksanakan senam dengan semangat dan tertib. 6. Penutup. Acara di akhiri dengan foto bersama dan pembagian takjil. Tujuan dan harapannya dengan senam bersama ini agar semakin banyak orang yang sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat mendukung kegiatan yang bersifat produktif, sehat, aktif, religius dan menciptakan semangat kekeluargaan yang tinggi sesuai dengan tujuan organisasi. Pembuat laporan: Depri Agusni Starsy selaku operator e-reporting DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu.
Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat. Melaksanakan kegiatan pemilahan sampah anorganik Bank sampah RPTRA Mustika Rw. 11 Kel. Cideng Baru Kec. Gambir. Pada hari Senin tanggal 06 Juli 2026, pukul 10.00 sampai dengan selesai yang di hadiri oleh Ibu-ibu warga RW.11 dan Ibu - Ibu Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat yaitu Ibu Vera. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan Peraturan Gubernur 77 tahun 2020 dan menyadarkan kepada warga untuk memilah sampah dari sumbernya.
Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat. Melaksanakan kegiatan pemilahan sampah anorganik di Bank sampah RPTRA Mustika Rw. 11 Kel. Cideng Kec. Gambir. Pada hari Senin tanggal 06 Juni 2026, pukul 10.00 sampai dengan selesai yang di hadiri oleh Ibu-ibu warga RW.11 dan Ibu - Ibu Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat yaitu Ibu Vera. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan Peraturan Gubernur 77 tahun 2020 dan menyadarkan kepada warga untuk memilah sampah dari sumbernya.
Pertemuan Bulanan Dharmawanita Persatuan Dinas Pertanian kota Palu, yang dilaksanakan pada hari jumat, tanggal 17 juli 2026, pukul 15.00 sd selesai yang bertempat di aula rapat Dinas Pertanian, dengan jumlah anggota yang badir 30 orang. Adapun Agenda pertemuan Bulanan DWP Pertanian kota palu ialah: 1. Penguatan pada bidang ekonomi, dengan menjalankan programnya menjajakan jualan kepada ibu-ibu Dharmawanita yang hadir pertemuan Bulanan. 2. Memberikan himbauan kepada bidang-bidang yang lain, agar segera menjalankan program kerjanya.
Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat. Melaksanakan kegiatan Sosialisasi Gerakan Pilah Sampah dari Sumbernya RW 01 Kel. Petojo Utara Kec. Gambir pada hari Jumat tanggal 03 Juli 2026, pukul 09.00 sampai dengan selesai yang di hadiri oleh ibu-ibu warga RW.01 dan Ibu - Ibu Dharma Wanita Persatuan Sudin LH Jakarta Pusat yaitu Ibu Banati, Dan Vera. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan Pengurangan sampah dari semubernya sesuai Instruksi Gubernur No. 5 Tahun 2026, yang akan dilaksanakan pembatasan Pembuangan sampah ke Bantar Gebang pada tanggal 1 Agustus 2026.
Hari : Jumat, Tanggal : 10 Juli 2026, Pukul : 12.00, Tempat : Resto Mlinjo.Acara: Rapat Pengurus. Ibu Ketua DWP DPMPTSP Ny Rini Puput beserta pengurus DWP DPMPTSP mengadakan pertemuan pengurus di Bulan Juli 2026. Notula Rapat Pengurus 1. Ada perubahan pengurus 2. hasil raker pengurus dwp kota, dibacakan mana saja dwp yg aktif dan tidak aktif. Dpmptsp masuk dlm 5 dwp terbawah. 3. Ketua dwp diminta agar meningkatkan keaktifan dwp dpmptsp. 4. Kedepan dimohon tdk ada alasan2 yg tdk bs diterima. 5. E reporting spy dicek lagi krn ada indeks nilai kegiatan. Belajar lagi strategi meningkatkan nilai e reporting. Dikasih uraian yg jelas tentang kegiatan yg diupload. 6. Ketua DWP siap support bidang2 untuk membuat kegiatan2. 7. Pada saat rapat pertemuan DWP bisa menjadi 3 e reporting : rapat anggota, pengisian oleh pihak luar, kegiatan bidang ekonomi (jualan). 8. Iuran anggota disesuaikan lagi. 9. Ibu ketua usul sedekah koin 1000 scr rutin tiap minggu atau tiap bulan untuk kemudian disalurkan ke ynag tdk mampu/yg berhak. 10. Agenda 17-an, bila tdk memungkinkan menggunakan kas, bisa menggunakan sumber pendanaan yg lain. Melaksanakan lomba 17an, jenisnya bisa dibahas di grub beserta hadiahnya. 11. Tgl 21 juli ada info lomba melukis balon. Sampe skr blm ada info teknis pelaksanaan lomba. Tujuan Utama Rapat Pengurus ini supaya semua pengurus punya visi, target, dan info yang sama. Nggak ada yang ketinggalan info.Mengambil keputusan bersama .Masalah yang besar diputuskan bareng, bukan sepihak. Hasilnya lebih adil & kuat.Membagi tugas & tanggung jawab.Mengevaluasi program yang sudah jalan,apa yang berhasil, apa yang kurang, apa yang harus diperbaiki.Merencanakan kegiatan ke depan.Menyelesaikan masalah atau kendala .
Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat. Melaksanakan kegiatan Sosialisasi Gerakan Pilah Sampah dari Sumbernya RW 01 Kel. Petojo Utara Kec. Gambir pada hari Jumat tanggal 03 Juli 2026, pukul 09.00 sampai dengan selesai yang di hadiri oleh ibu-ibu warga RW.01 dan Ibu - Ibu Dharma Wanita Persatuan Sudin LH Jakarta Pusat yaitu Ibu Banati, Dan Vera. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan Pengurangan sampah dari semubernya sesuai Instruksi Gubernur No. 5 Tahun 2026, yang akan dilaksanakan pembatasan Pembuangan sampah ke Bantar Gebang pada tanggal 1 Agustus 2026.
Laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Kegiatan Penerimaan Kunjungan Staf Kelurahan Dalam rangka pelaksanaan program kerja bidang Sosial Budaya anggota DWP BPSB Distanhorti Prov Jabar Ibu Iyan menerima kunjungan dari staf kelurahan terkait pemilahan sampah yang baik , Jumat 17 Juli 2026 Pukul 09.00 WIB s/d Selesai Di Rumah Ibu Iyan Kota Bandung Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan anggota DWP tentang cara pemilahan sampah yang baik dan benar serta mendukung program pemerintah Kota Bandung dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Dijelaskan tentang jenis- jenis sampah yaitu : orhanik, anorganik, dan B3 serta dampak positif pilah sampah bagi lingkungan dan kesehatan. Mari kita jadikan pilah sampah sebagai gaya hidup baru agar lingkungan sehat dan bersih
Program Aksi Hijau DWP Bapperida yang diikuti oleh seluruh anggota DWP Bapperida Kab. Tanggamus. dilaksanakan pada Hari Jumat Tanggal 17 Juli 2026 bertempat di Lingkungan Kantor Bapperida Kab. Tanggamus. Program Aksi Hijau ini merupakan wujud nyata kepedulian DWP terhadap kelestarian alam dan ketahanan pangan. Kami percaya bahwa perempuan memegang peranan strategis sebagai agen perubahan dalam menanamkan kesadaran lingkungan mulai dari unit terkecil, yakni keluarga dan masyarakat.
DWP UNIT Unit Kecamatan Sambelia bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Sambelia menggelar aksi nyata peduli lingkungan dan ketahanan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi sinergis dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) padah hari Rabu,15 Juli 2026 berlokasi di halaman Kantor Camat Sambelia.Program kolaborasi ini fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui tiga materi utama, yaitu:Sosialisasi Penanaman Cabai Teknik Hidroponik: Solusi bertani modern di lahan terbatas untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos: Mengedukasi warga dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.Pembuatan Lubang Resapan Biopori: Upaya konservasi air tanah sekaligus pencegahan genangan air di lingkungan pemukiman.Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP, kader PKK, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan warga Sambelia dalam mengelola pekarangan rumah secara produktif dan menjaga kelestarian lingkungan. Dalam upaya mendorong kemandirian pangan keluarga dan menjaga kelestarian lingkungan hidup di tingkat tapak, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Kecamatan Sambelia bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Sambelia menggelar kegiatan sosialisasi Program strategis ini terlaksana berkat kolaborasi sinergis dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kegiatan yang berpusat di Kecamatan Sambelia ini mengusung tiga agenda edukasi utama yang saling terintegrasi, yaitu pengenalan teknik pertanian modern, pengelolaan limbah mandiri, dan konservasi air. 1. Optimalisasi Lahan Terbatas Melalui Hidroponik Cabai Materi pertama fokus pada pemanfaatan pekarangan rumah melalui sosialisasi penanaman cabai menggunakan teknik hidroponik. Mengingat cabai sering menjadi salah satu komoditas pemicu inflasi daerah, teknik ini dikenalkan sebagai solusi praktis bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri tanpa ketergantungan pada lahan yang luas. Mahasiswa KKN UGM memberikan simulasi langsung mulai dari penyemaian benih, pembuatan instalasi hidroponik sederhana berbahan limbah botol plastik, hingga teknik pemberian nutrisi tanaman yang tepat. 2. Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Melengkapi materi pertanian, peserta juga dibekali keterampilan mengolah sampah. Sosialisasi ini mengajarkan warga cara memilah sampah rumah tangga dan mengolah limbah organik (seperti sisa sayuran dan dedaunan) menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pupuk kompos yang dihasilkan dapat langsung digunakan untuk menyuburkan tanaman hidroponik maupun tanaman pekarangan warga, sehingga menekan biaya pembelian pupuk kimia. 3. Konservasi Air Tanah Lewat Lubang Resapan Biopori Sebagai langkah mitigasi bencana kekeringan dan banjir, kolaborasi ini juga mempraktikkan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Mahasiswa KKN UGM bersama kader PKK mempraktikkan cara mengebor tanah, memasang pipa biopori, dan mengisinya dengan sampah organik. Lubang biopori ini berfungsi ganda: memaksimalkan penyerapan air hujan ke dalam tanah guna menjaga ketersediaan air tanah, sekaligus menjadi pabrik kompos alami di dalam tanah berkat aktivitas fauna tanah seperti cacing. Dampak dan Harapan Ke Depan Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pengurus DWP, kader PKK, dan tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi pemicu lahirnya kampung-kampung percontohan yang hijau, bersih, dan mandiri pangan di wilayah Kecamatan Sambelia. Pihak penyelenggara berharap ilmu yang telah dibagikan oleh mahasiswa KKN UGM dapat terus diterapkan oleh kader PKK sebagai penggerak utama di lingkungan keluarga masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi sinergis dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM). Program kolaborasi ini fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui tiga materi utama, yaitu: Sosialisasi Penanaman Cabai Teknik Hidroponik: Solusi bertani modern di lahan terbatas untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos: Mengedukasi warga dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Pembuatan Lubang Resapan Biopori: Upaya konservasi air tanah sekaligus pencegahan genangan air di lingkungan pemukiman. Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP, kader PKK, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan warga Sambelia dalam mengelola pekarangan rumah secara produktif dan menjaga kelestarian lingkungan. 1. Optimalisasi Lahan Terbatas Melalui Hidroponik Cabai Materi pertama fokus pada pemanfaatan pekarangan rumah melalui sosialisasi penanaman cabai menggunakan teknik hidroponik. Mengingat cabai sering menjadi salah satu komoditas pemicu inflasi daerah, teknik ini dikenalkan sebagai solusi praktis bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri tanpa ketergantungan pada lahan yang luas. Mahasiswa KKN UGM memberikan simulasi langsung mulai dari penyemaian benih, pembuatan instalasi hidroponik sederhana berbahan limbah botol plastik, hingga teknik pemberian nutrisi tanaman yang tepat. 2. Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Melengkapi materi pertanian, peserta juga dibekali keterampilan mengolah sampah. Sosialisasi ini mengajarkan warga cara memilah sampah rumah tangga dan mengolah limbah organik (seperti sisa sayuran dan dedaunan) menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pupuk kompos yang dihasilkan dapat langsung digunakan untuk menyuburkan tanaman hidroponik maupun tanaman pekarangan warga, sehingga menekan biaya pembelian pupuk kimia. 3. Konservasi Air Tanah Lewat Lubang Resapan Biopori Sebagai langkah mitigasi bencana kekeringan dan banjir, kolaborasi ini juga mempraktikkan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Mahasiswa KKN UGM bersama kader PKK mempraktikkan cara mengebor tanah, memasang pipa biopori, dan mengisinya dengan sampah organik. Lubang biopori ini berfungsi ganda: memaksimalkan penyerapan air hujan ke dalam tanah guna menjaga ketersediaan air tanah, sekaligus menjadi pabrik kompos alami di dalam tanah berkat aktivitas fauna tanah seperti cacing. Dampak dan Harapan Ke Depan Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pengurus DWP, kader PKK, dan tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi pemicu lahirnya kampung-kampung percontohan yang hijau, bersih, dan mandiri pangan di wilayah Kecamatan Sambelia. Pihak penyelenggara berharap ilmu yang telah dibagikan oleh mahasiswa KKN UGM dapat terus diterapkan oleh kader PKK sebagai penggerak utama di lingkungan keluarga masing-masing. Dampak Nyata Kegiatan: Membangun Kemandirian dari Pekarangan Rumah Pelaksanaan kolaborasi antara DWP, PKK Kecamatan Sambelia, dan Mahasiswa KKN UGM ini bukan sekadar sosialisasi teoritis, melainkan sebuah langkah taktis yang membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Berikut adalah urian manfaat utama dari ketiga materi yang didegasikan: 1. Manfaat Ekonomi dan Ketahanan Pangan (Teknik Hidroponik Cabai) Menekan Inflasi Dapur Keluarga: Cabai merupakan salah satu komoditas meja makan yang harganya paling fluktuatif di pasaran. Dengan menguasai teknik hidroponik, ibu-ibu rumah tangga kini dapat memproduksi cabai sendiri di pekarangan rumah, sehingga mengurangi pengeluaran belanja harian secara signifikan. Solusi Lahan Terbatas dan Keterbatasan Air: Teknik hidroponik sangat efisien dalam penggunaan air dan tidak membutuhkan tanah yang luas. Hal ini menjadi jawaban bagi warga Sambelia yang ingin produktif bertani namun memiliki area halaman yang sempit atau kondisi tanah yang kurang subur. 2. Manfaat Ekologi dan Sanitasi Lingkungan (Pembuatan Pupuk Kompos) Reduksi Sampah dari Sumbernya: Pelatihan ini mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah dapur. Dengan mengolah sisa sayuran dan dedaunan menjadi kompos, volume sampah rumah tangga yang dibuang ke lingkungan atau TPA berkurang drastis, sehingga lingkungan pemukiman menjadi lebih bersih dan sehat. Pertanian Organik yang Ekonomis: Pupuk kompos yang dihasilkan menjadi alternatif nutrisi tanaman yang gratis dan bebas bahan kimia berbahaya. Hal ini mendukung tren hidup sehat melalui konsumsi pangan organik hasil tanaman sendiri. 3. Manfaat Konservasi Air dan Mitigasi Bencana (Lubang Resapan Biopori) Menjaga Cadangan Air Tanah: Sambelia merupakan wilayah yang rentan terhadap dinamika cuaca. Keberadaan lubang biopori membantu mengikat air hujan agar langsung meresap ke dalam tanah (menjadi air tanah), bukan mengalir sia-sia di permukaan atau memicu genangan air saat intensitas hujan tinggi. Menyuburkan Tanah Secara Alami: Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan memancing aktivitas organisme tanah seperti cacing. Proses alami ini menciptakan rongga-rongga tanah baru yang membuat struktur tanah di sekitar pemukiman menjadi lebih gembur dan subur. 4. Manfaat Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Peningkatan Kapasitas Kader: Kegiatan ini sukses meningkatkan keterampilan (up-skilling) para kader PKK dan anggota DWP sebagai agen perubahan (agent of change) di dusun dan desa masing-masing. Transfer Pengetahuan Lintas Generasi: Sinergi bersama mahasiswa KKN UGM menciptakan ruang diskusi yang positif, di mana inovasi teknologi akademis kampus dapat diterapkan secara praktis demi menjawab kebutuhan riil masyarakat di pedesaan. Demikian laporan ini disusun sebagai bentuk transparansi dan dokumentasi atas pelaksanaan kegiatan kolaborasi sosial ini. Segenap panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada Mahasiswa KKN UGM atas transfer ilmunya, serta kepada seluruh kader DWP, PKK, dan warga Sambelia atas partisipasi aktifnya. Semoga ikhtiar kecil yang dimulai dari pekarangan rumah ini dapat menjadi langkah besar dalam mewujudkan Kecamatan Sambelia yang mandiri pangan, asri, dan lestari.