e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/230941.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Sekretariat
  • 09-09-2026

(E.XI) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SEKOLAH SMAN 4 GARUT CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH XI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Pertemuan Rutin DWP SMAN Cadisdik XI Hari, Tanggal : Rabu, 09 September 2026 Waktu : 08.00 s/d 12.00 Tempat : SMAN 11 Garut Penyelenggara : DWP SMAN Cadisdik Wilayah XI Bidang : Sekertariat Jumlah Partisipan : 50 orang Pengurus yg hadir : 1 orang, yaitu: Rini Astiani, S.Pd. (Ketua Sekertariat Unit) Keterangan Program: Pengurus Dharma Wanita Persatuan Unit SMAN 4 menghadiri kegiatan rutin di bulan September 2026. Selain pertemuan rutin bulan september juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Pertemuan ini di inisiasi oleh DWP Cadisdik Wilayah XI Garut. Adapun uraian kegiatan sebagai berikut: Roundown Acara - Registrasi tamu undangan - Pembukaan : Ny. Nanin Suhartono - Pembacaan Ayat Suci Al-Quran : Ny. Nuraida Agus Supriatna - Do'a : Ny. Rismiyati Agus Hilman - Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mars DWP : Ny. Vera Andi - Laporan Ketua Penyelenggara : Ny. Nia Dadang Mulyadi - Sambutan Ketua DWP SMAN KCD XI : Ny. Rina Sutadi - Sambutan wakil Ketua DWP KCD XI : Ny. Maria Susanti Rozak - Tausyiah : Ny. Nurliana Saepuloh - Penutup : MC - Foto bersama - Ramah tamah Tujuan : 1. Mengikuti kegiatan rutin dan silaturahmi 2. Perayaan Maulid Nabi Pembuat laporan : Ny. Yeni Supriyatin Sonjaya

../images/kegiatan/230940.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sumenep > SEKRETARIAT DAERAH KAB. SUMENEP

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 09-09-2026

Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Sumenep mengikuti kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diadakan oleh DWP Kabupaten Sumenep A. LATAR BELAKANG Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan penanganan awal yang cepat dan tepat. Pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) menjadi salah satu keterampilan penting yang dapat membantu seseorang memberikan pertolongan awal sebelum korban memperoleh penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan. Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan anggota, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan tema “Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Keterampilan Anggota DWP dalam Memberikan Pertolongan pada Kondisi Kegawatdaruratan.” Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Ketua UP DWP OPD, Kecamatan, dan Instansi Vertikal se-Kabupaten Sumenep dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang. DWP Setda Kabupaten Sumenep turut berpartisipasi dengan mengirimkan delapan orang perwakilan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya anggota DWP, khususnya dalam membangun kesiapsiagaan, kepedulian, serta kemampuan memberikan pertolongan awal dalam situasi darurat di lingkungan keluarga maupun masyarakat. B. TUJUAN Pelatihan dilaksanakan untuk: 1. Meningkatkan pemahaman peserta tentang konsep dasar kegawatdaruratan. 2. Meningkatkan kemampuan mengenali kondisi henti jantung dan henti napas. 3. Membekali peserta dengan pengetahuan mengenai langkah awal pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan. 4. Melatih peserta melakukan pemeriksaan respons dan pernapasan korban. 5. Memberikan pemahaman mengenai aktivasi sistem pertolongan kegawatdaruratan. 6. Meningkatkan keterampilan dasar melakukan RJP/CPR dan kompresi dada. 7. Mengenalkan penggunaan AED sesuai prosedur dan kompetensi. 8. Memberikan pengalaman praktik melalui simulasi menggunakan manekin. 9. Meningkatkan kesiapsiagaan anggota DWP agar lebih tanggap ketika menghadapi kondisi darurat. 10. Mendorong terbentuknya anggota DWP yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar. C. PESERTA DARI DWP SETDA KABUPATEN SUMENEP DWP Setda Kabupaten Sumenep mengikutsertakan 8 orang perwakilan, yaitu: 1. Ibu Rike Sunaryanto 2. Ibu Halimah Said 3. Ibu Roufi Andri 4. Ibu Lina Joko 5. Ibu Asri Wahyu 6. Ibu Yeni Dedi 7. Ibu Wulan Ardi 8. Ibu Indra Wedi D. NARASUMBER/INSTRUKTUR Materi disampaikan oleh Tim BHD: 1. Ibu Sri Sumarni 2. Ibu Dian Ika Puspita Sari 3. Ibu Naili Huzaimah E. PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berlangsung sampai selesai. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, dilanjutkan dengan praktik dan simulasi sehingga peserta dapat memahami tahapan Bantuan Hidup Dasar secara lebih nyata. Materi yang diberikan meliputi: 1. Konsep dasar kegawatdaruratan. 2. Pengertian dan tujuan Bantuan Hidup Dasar. 3. Pengenalan kondisi henti jantung dan henti napas. 4. Penilaian keamanan lingkungan dan korban. 5. Pemeriksaan respons korban. 6. Aktivasi sistem pertolongan kegawatdaruratan. 7. Pemeriksaan pernapasan. 8. Teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR). 9. Teknik kompresi dada yang benar. 10. Teknik pemberian bantuan napas sesuai indikasi dan kompetensi. 11. Penggunaan AED. 12. Praktik simulasi Bantuan Hidup Dasar menggunakan manekin. 13. Evaluasi keterampilan peserta. Sesi praktik menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman melakukan simulasi tahapan pertolongan secara langsung dengan menggunakan manekin dan mendapatkan arahan dari instruktur. F. OUTPUT / HASIL LANGSUNG Output yang dihasilkan dari kegiatan ini antara lain: 1. Terlaksananya pelatihan BHD dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang. 2. DWP Setda Kabupaten Sumenep berpartisipasi melalui 8 orang perwakilan. 3. Peserta memperoleh materi yang mencakup 13 topik/kompetensi dasar BHD. 4. Peserta mengikuti praktik simulasi BHD menggunakan manekin. 5. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai RJP/CPR, kompresi dada, bantuan napas sesuai indikasi dan kompetensi, serta pengenalan penggunaan AED. 6. Peserta mendapatkan evaluasi keterampilan sebagai bagian dari proses pembelajaran. G. CAPAIAN TERUKUR Capaian kegiatan dapat dilihat dari: 1. 150 peserta mengikuti kegiatan pelatihan. 2. 8 perwakilan DWP Setda Kabupaten Sumenep mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. 3. 13 materi/kompetensi diberikan dalam pelatihan. 4. Peserta mengikuti praktik simulasi langsung menggunakan manekin. 5. Peserta mendapatkan evaluasi keterampilan setelah mengikuti materi dan praktik. 7. Terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai langkah-langkah dasar yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan. 8. Kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman praktik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta. H. OUTCOME / MANFAAT YANG DIHARAPKAN Outcome yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas anggota DWP dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan dan mengetahui tindakan awal yang tepat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Dengan adanya pembekalan tersebut, anggota DWP diharapkan menjadi lebih siap, tenang, dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat serta mampu mengambil langkah awal yang tepat sambil mengaktifkan sistem pertolongan kegawatdaruratan. Pengetahuan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan keluarga, karena anggota DWP memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sehat, tanggap, dan memiliki kesiapsiagaan terhadap berbagai situasi yang tidak terduga. I. DAMPAK KEGIATAN Secara lebih luas, kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya anggota DWP, khususnya dalam aspek kesehatan, keselamatan, kesiapsiagaan, dan kepedulian sosial. Keterampilan dasar BHD yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dibagikan kepada anggota keluarga maupun lingkungan organisasi. Dengan semakin banyak anggota yang memiliki pengetahuan dasar mengenai kegawatdaruratan, diharapkan terbentuk lingkungan keluarga dan organisasi yang lebih siap dalam menghadapi keadaan darurat. J. KETERKAITAN DENGAN PROGRAM PRIORITAS Kegiatan Pelatihan BHD memiliki keterkaitan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan keluarga, khususnya melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam bidang kesehatan dan keselamatan. Kegiatan ini juga mendukung peran DWP dalam meningkatkan kapasitas perempuan sebagai bagian penting dalam keluarga dan masyarakat. Anggota yang memiliki pengetahuan dasar mengenai pertolongan kegawatdaruratan diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih tanggap, peduli, dan siap memberikan pertolongan sesuai kompetensinya. Dengan demikian, kegiatan BHD tidak hanya memberikan manfaat pada saat pelatihan berlangsung, tetapi juga diharapkan memberikan dampak berkelanjutan terhadap kesiapsiagaan anggota, keluarga, dan lingkungan sosial. K. TINDAK LANJUT Sebagai tindak lanjut kegiatan, DWP Setda Kabupaten Sumenep akan: 1. Mendorong perwakilan yang telah mengikuti pelatihan untuk berbagi pengetahuan dasar BHD kepada pengurus lainnya. 2. Memasukkan edukasi kesehatan dan kesiapsiagaan kegawatdaruratan sebagai salah satu materi yang dapat disampaikan dalam pertemuan rutin DWP. 3. Mendorong dilaksanakannya kegiatan simulasi atau penyegaran BHD secara berkala. 4. Meningkatkan kesadaran anggota mengenai pentingnya mengetahui prosedur pertolongan pertama dalam kondisi darurat. 5. Mendorong koordinasi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan untuk kegiatan edukasi dan pelatihan lanjutan. 6. Mengingatkan bahwa praktik pertolongan harus dilakukan sesuai pengetahuan, pelatihan, dan kompetensi yang telah diberikan. L. INDIKATOR KEBERHASILAN Indikator keberhasilan kegiatan meliputi: 1. Terlaksananya kegiatan sesuai jadwal dan tempat yang telah ditentukan. 2. Kehadiran dan partisipasi aktif 150 peserta. 3. Terlibatnya 8 perwakilan DWP Setda Kabupaten Sumenep. 4. Tersampaikannya seluruh materi pelatihan yang telah direncanakan. 5. Terlaksananya praktik simulasi BHD menggunakan manekin. 6. Terlaksananya evaluasi keterampilan peserta. 7. Peserta memahami tahapan dasar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. 8. Adanya rencana tindak lanjut berupa berbagi pengetahuan dan edukasi kepada anggota DWP lainnya. M. KESIMPULAN Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diselenggarakan oleh DWP Kabupaten Sumenep merupakan kegiatan yang memberikan nilai tambah dalam peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan anggota DWP. Melalui perpaduan materi teori, praktik simulasi menggunakan manekin, serta evaluasi keterampilan, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai cara mengenali dan merespons kondisi kegawatdaruratan. Keikutsertaan 8 perwakilan DWP Setda Kabupaten Sumenep diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pengetahuan mengenai BHD di lingkungan organisasi. Pengetahuan yang diperoleh selanjutnya diharapkan dapat dibagikan kepada pengurus lainnya sehingga manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, interaktif, dan mendapatkan antusiasme peserta.

../images/kegiatan/230939.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Langkat > DWP KECAMATAN BINJAI

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 05-09-2026

Mengikuti olah raga Jalan Santai Bersama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Langkat yang merupakan bagian dari acara Seminar Inspiratif Perempuan "Dharma wanita tangguh,,ibu sehat dan istri bahagia" Dilaksanakan di Le Polonia Hotel Medan, 5 September 2026.

../images/kegiatan/230938.jpg
Info Baru

DWP Kota Bontang > Dinas Komunikasi dan Informatika

  • Oleh: Sekretariat
  • 09-09-2026

Dharma Wanita Unit Pelaksana Diskominfo pada hari Rabu, 9 September 2026 menghadiri acara sosialisasi "Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam mendukung Program Pemerintah untuk Melestarikan Ketahanan Keluarga dan Lingkungan Alam Semesta". Kegiatan ini di hadiri wakil DWP Diskominfo Ny. RUDYANUR YATI, Ny Nursan, dan Ny Nordin. Dharma Wanita sebagai wadah persatuan istri pegawai instansi pemerintah mengambil posisi terdepan dalam mendukung visi tersebut. Melalui berbagai program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah, Dharma Wanita membuktikan bahwa ketahanan keluarga dan kepedulian terhadap lingkungan adalah dua hal yang berjalan secara simultan. Ketahanan keluarga dipandang sebagai fondasi utama ketahanan nasional. Keluarga yang tangguh secara mental, ekonomi, dan sosial akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Dalam praktiknya, Dharma Wanita aktif menginisiasi sosialisasi pola asuh anak yang positif, pencegahan stunting, manajemen keuangan rumah tangga, serta penguatan ketahanan pangan skala rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan. Namun, ketahanan keluarga di era modern juga diuji oleh tantangan ekologis. Kesadaran bahwa masa depan keluarga sangat bergantung pada kelestarian lingkungan membuat Dharma Wanita memperluas cakupan gerakan sosialnya ke sektor pelestarian alam.

../images/kegiatan/230937.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sumenep > KECAMATAN GULUK - GULUK

  • Oleh: Sekretariat
  • 09-09-2026

Ketua DWP Kecamatan Guluk-Guluk Ibu Rina Mariana Halil mengikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dengan tema " Meningkatkan Kesiapsiagaan Dalam Keterampilan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dalam Memberikan Pertolongan Pada Kondisi Kegawatdaruratan" dengan nara sumber ibu Sumarni Zulkarnain yang merupakan salah satu dosen kesehatan di Universitas Arya Wiraraja Sumenep. Kegiatan ini diselenggarakan oleh DWP Kabupaten yang diikuti oleh seluruh Ketua OPD Kabupaten Dan Ketua DWP Kecamatan se Kabupaten Sumenep yang bertempat di Ruang Rapat Arya Wiraraja Lt. II Kantor Bupati Sumenep.

../images/kegiatan/230936.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Indragiri Hilir >

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 09-09-2026

Pada hari Rabu, 9 September 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Indragiri Hilir, Ny. Safari Tantawi beserta perwakilan pengurus DWP mengikuti kegiatan Kick Off DWP Sehat 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan Kick Off secara nasional dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai dengan pusat kegiatan bertempat di Gedung Prof. Dr. Sujudi Lantai 2, Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam rangka mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan perempuan melalui pencegahan kanker serviks, yang diselenggatakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kesimpulan : Kids off vaksin HPV dan deteksi dini kanker payudara. Kita sebagai anggota DWP harus waspada dan menjaga kesehatan serta mau memeriksakan diri (deteksi dini) terhadap penyakit terutama Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) dan Deteksi Dini Kanker Payudara.

../images/kegiatan/230935.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Garut > DWP KECAMATAN CIBATU

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 09-09-2026

Laporan Ketua Dharmawanita Persatuan Kecamatan Cibatu hari Rabu tanggal 9 september 2026 mulai jam 09.00 sampai jam 12.00 WIB ketua Dharma wanita Persatuan Kecamatan Cibatu kab harut NNy. Nengni Budi Dermawan menghadiri Acara Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kecamatan Cibatu Kabptaen Garut yang bertempat di Masjid Besar Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut yang berlangsung dengan jumlah undangan yang hadir kurang lebih 100 orang terdiri dari 11 orang Ketua TP PKK Desa Se Kecamatan Cibatu, 25 Orang Pengurus DWP Kabupaten Garut, Kepala DEsa, Tokoh Masyarakat, Toikoh agama dan majelis Talim Kecamatan Cibatu. pembacaan ayat suci alquran dan sholawat Ibu Kinkin Patonaj dari muslimay NUdirigen ibu Nengkus dari panvawati laporan lanitia oleh ibi hj.Yati yusuf dari alhidayah Nu.Fiana ratna inten lanjutnke acara puncak yaitu olehnustad DR.H ahmad Nazib Komarudim anggota MUI Kab Garut Bidang dakwah tema dari maulid nabu muhammad SAW adalah MENELADANI AHKLAK NABI MUHAMMAD UNTUK LERWMOUAN BERDAYA DAN BERAHLAKUL KARIMAH Maulid Nabi adalah momen yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Perayaan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad Saw. tetapi juga untuk merefleksikan ajaran dan sikap mulia beliau, terutama dalam memperlakukan perempuan dengan penuh penghargaan, kesetaraan, dan kasih sayang. Rasulullah SAW. adalah mencontohkan kesempurnaan dalam menyikapi perempuan dengan adil dan menghormati mereka sebagai individu yang memiliki hak dan martabat yang sama dengan laki-laki. Beliau memandang perempuan sebagai saudara seiman dan juga memastikan mereka memiliki tempat yang penting dalam masyarakat dan agama Islam. Kesetaraan dan Perlindungan terhadap Perempuan Salah satu prinsip utama yang Rasulullah Saw ajarkan adalah kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Beliau memberikan pesan yang kuat bahwa perempuan memiliki hak dan martabat yang perlu dihormati, sebagaimana diungkapkan dalam sabda beliau, “Perempuan adalah saudara laki-laki.” (HR.Abu Dawud). Pesan ini penting untuk mengingatkan umat Islam bahwa gender tidak boleh menjadi dasar diskriminasi, maka setiap individu harus diperlakukan dengan adil dan setara tanpa memandang jenis kelamin. Selain prinsip kesetaraan, Rasulullah Saw. juga memastikan perlindungan hak-hak perempuan. Beliau mendukung hak-hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan, memilih suami, dan berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. memperjuangkan keadilan gender dan memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam masyarakat. Sikap lembut dan kasih sayang Rasulullah SAW terhadap perempuan juga menjadi teladan bagi umat Islam. Beliau memberikan perhatian khusus kepada istri-istri dan anggota keluarganya, mendengarkan dengan penuh pengertian, dan senantiasa memuliakan mereka.Hubungan antara suami dan istri harus didasarkan pada kasih sayang, pengertian, dan kepedulian, serta saling mendukung dan membangun. Baca Juga Perempuan, Hijrah dan Kesalehan Digital Pendidikan dan Pernikahan Berdasar Kasih Sayang Rasulullah SAW juga mendorong perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan pengetahuan. Beliau memotivasi perempuan untuk berpartisipasi dalam diskusi dan memperluas pengetahuannya tentang agama Islam. Ini menunjukkan bahwa dia percaya pada pentingnya pendidikan bagi perempuan sebagai sarana untuk membentuk masyarakat yang lebih baik dan beradab. Tidak hanya itu, Rasulullah SAW memberikan contoh konkret tentang penerimaan kesaksian perempuan dalam berbagai konteks hukum. Serta adanya contoh-contoh kepemimpinan perempuan dalam masa kehidupan beliau. Perempuan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan dan perkembangan masyarakat, serta harus mendapat kesempatan untuk berkontribusi secara aktif. Dalam konteks pernikahan, Rasulullah SAW mengedepankan konsep perkawinan yang berdasar pada kasih sayang, kerjasama, dan keseimbangan dalam hubungan suami-istri. Beliau adalah teladan dalam memperlakukan istri-istri dengan adil dan memberikan kasih sayang kepada mereka. Hal ini menegaskan bahwa hubungan perkawinan harus didasarkan pada cinta, saling pengertian, dan juga rasa hormat yang sama antara suami dan istri. Menghormati Ibu dan Merawat Perempuan Terakhir, Rasulullah SAW secara khusus menekankan penghormatan terhadap ibu dan mengajarkan umat Islam untuk merawat ibu dengan penuh kasih sayang. Beliau menyadari pentingnya peran ibu dalam membentuk generasi yang baik dan berakhlak mulia, sehingga perempuan, terutama ibu, harus dihormati dan dirawat dengan baik. Dalam mewujudkan sikap seperti yang Rasulullah Saw. mengajarkan terhadap perempuan, umat Islam dapat membentuk masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan beradab. Maulid Nabi Muhammad Saw. menjadi momentum untuk merefleksikan ajaran beliau dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam memperlakukan perempuan dengan penuh penghargaan, kasih sayang, dan kesetaraan. Semoga kita dapat mengambil teladan dari sikap mulia Nabi Muhammad Saw. Dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan kita demi membentuk masyarakat yang lebih baik dan lebih manusiawi.Serta adanya contoh-contoh kepemimpinan perempuan dalam masa kehidupan beliau. Perempuan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan dan perkembangan masyarakat, serta harus mendapat kesempatan untuk berkontribusi secara aktif. Dalam konteks pernikahan, Rasulullah SAW mengedepankan konsep perkawinan yang berdasar pada kasih sayang, kerjasama, dan keseimbangan dalam hubungan suami-istri. Beliau adalah teladan dalam memperlakukan istri-istri dengan adil dan memberikan kasih sayang kepada mereka. Hal ini menegaskan bahwa hubungan perkawinan harus didasarkan pada cinta, saling pengertian, dan juga rasa hormat yang sama antara suami dan istri. Menghormati Ibu dan Merawat Perempuan Terakhir, Rasulullah SAW secara khusus menekankan penghormatan terhadap ibu dan mengajarkan umat Islam untuk merawat ibu dengan penuh kasih sayang. Beliau menyadari pentingnya peran ibu dalam membentuk generasi yang baik dan berakhlak mulia, sehingga perempuan, terutama ibu, harus dihormati dan dirawat dengan baik. Dalam mewujudkan sikap seperti yang Rasulullah Saw. mengajarkan terhadap perempuan, umat Islam dapat membentuk masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan beradab. Maulid Nabi Muhammad Saw. menjadi momentum untuk merefleksikan ajaran beliau dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam memperlakukan perempuan dengan penuh penghargaan, kasih sayang, dan kesetaraan. Semoga kita dapat mengambil teladan dari sikap mulia Nabi Muhammad Saw. Dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan kita demi membentuk masyarakat yang lebih baik dan lebih manusiawi.Serta adanya contoh-contoh kepemimpinan perempuan dalam masa kehidupan beliau. Perempuan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan dan perkembangan masyarakat, serta harus mendapat kesempatan untuk berkontribusi secara aktif. Dalam konteks pernikahan, Rasulullah SAW mengedepankan konsep perkawinan yang berdasar pada kasih sayang, kerjasama, dan keseimbangan dalam hubungan suami-istri. Beliau adalah teladan dalam memperlakukan istri-istri dengan adil dan memberikan kasih sayang kepada mereka. Hal ini menegaskan bahwa hubungan perkawinan harus didasarkan pada cinta, saling pengertian, dan juga rasa hormat yang sama antara suami dan istri. Menghormati Ibu dan Merawat Perempuan Terakhir, Rasulullah SAW secara khusus menekankan penghormatan terhadap ibu dan mengajarkan umat Islam untuk merawat ibu dengan penuh kasih sayang. Beliau menyadari pentingnya peran ibu dalam membentuk generasi yang baik dan berakhlak mulia, sehingga perempuan, terutama ibu, harus dihormati dan dirawat dengan baik. Dalam mewujudkan sikap seperti yang Rasulullah Saw. mengajarkan terhadap perempuan, umat Islam dapat membentuk masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan beradab. Maulid Nabi Muhammad Saw. menjadi momentum untuk merefleksikan ajaran beliau dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam memperlakukan perempuan dengan penuh penghargaan, kasih sayang, dan kesetaraan. Semoga kita dapat mengambil teladan dari sikap mulia Nabi Muhammad Saw. Dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan kita demi membentuk masyarakat yang lebih baik dan lebih manusiawi.Semoga kita dapat mengambil teladan dari sikap mulia Nabi Muhammad Saw. Dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan kita demi membentuk masyarakat yang lebih baik dan lebih manusiawi.Semoga kita dapat mengambil teladan dari sikap mulia Nabi Muhammad Saw. Dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan kita demi membentuk masyarakat yang lebih baik dan lebih

../images/kegiatan/230934.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Sekretariat
  • 09-09-2026

(E.XIII) Dharma Wanita Persatuan Unit SMKN 3 Banjar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Nama Kegiatan: Sosialisasi Program Kerja DWP KCD XIII Bulan September Tahun 2026 Hari/Tanggal: Rabu, 9 September 2026. Waktu: Pukul 13.00 s.d. selesai. Tempat: Zoom Meeting, ID Rapat: 5408597629, Kode Sandi: DWP123. Penyelenggara: DWP KCD XIII. Bidang: Sekretariat. Jumlah Partisipan: 74 orang. Pengurus DWP Unit SMKN 3 Banjar yang hadir 2 orang, yaitu : 1. Ny. Heti Dede Ruslianto (Ketua) 2. Ny. Yulia Budi (Anggota) Keterangan Kegiatan: DWP Unit SMKN 3 Banjar mengikuti Rapat Sosialisasi Program Kegiatan DWP KCD Wilayah XIII bulan September 2026 via zoom meeting pada Hari Rabu tanggal 09 September 2026 pkl. 13.00 WIB s.d. selesai. Rapat ini diselenggarakan oleh DWP KCD Wilayah XIII. Adapun Susunan Acara Sebagai berikut: 1. Pembukaan oleh MC Ny. Novi Cepy 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan Doa oleh Ny. Asriyah Sugeng. 3. Sambutan Wakil Ketua DWP KCD XIII oleh Ny. Eva Dede Fajriadi. Pada sambutannya beliau menyampaikan banyak ucapan terimakasih kepada peserta rapat yang telah hadir. Beliau berharap agar semua anggota DWP KCD Wilayah XIII untuk selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan DWP, baik itu yang diselenggarakan oleh DWP KCD Wilayah XIII maupun DWP unit sekolah masing-masing. Beliau juga sangat bersyukur atas potensi yang dimiliki oleh anggota DWP, sehingga banyak diantaranya yang menjadi narasumber kegiatan DWP. 4. Pemaparan Program Kerja oleh Ny. Sri Nendah Oo Kosidin dalam paparannya menyampaikan beberapa rangkaian program kegiatan DWP KCD Wilayah XIII pada bulan September 2026. Adapun kegiatannya sebagai berikut : - Bidang Sekretariat (Penyusunan program kerja bulan September 2026 dan sosialisasinya.) - Bidang Pendidikan (Edukasi tentang P3K di lingkungan rumah dan sekolah, serta edukasi . tentang management stres demi menjaga kesehatan mental.) - Bidang Ekonomi (Webinar tentang menanam tanaman di lahan sempit) - Bidang Sosial budaya (Kegiatan berbasis lingkungan dan pengolahan sampah) 5. Sesi Tanya Jawab. 6. Foto bersama. 7. `Penutup. Manfaat/Tujuan : Manfaat dan tujuan dari kegiatan ini, yaitu: a. meningkatkan koordinasi antar anggota DWP b. menjadi sarana untuk mensosialisasikan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan pada Bulan September 2026. c. Menjalin silaturahmi antar anggota DWP KCD XIII agar seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif dan mendukung kelancaran setiap kegiatan yang telah dilaksankakan. Pembuat Laporan: Rima

../images/kegiatan/230933.jpg
Info Baru

DWP SUMATERA SELATAN > OPD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

  • Oleh: Sekretariat
  • 09-09-2026

Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan mengikuti kegiatan Kick Off Vaksin HP BuV dan Deteksi Dini Kanker Payudara secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan menghadirkan pemateri Ryandra Prakasa Tryastama, dr., SpOG, serta Dr. dr. Deni Joko Purwanto, SpB, SubSp.Onk.(K), M.M., M.H., yang memberikan yg edukasi mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker, khususnya kanker serviks dan kanker payudara. Dalam pemaparan materi dijelaskan mengenai berbagai faktor risiko kanker serviks, antara lain menikah atau memulai aktivitas seksual pada usia muda, berganti-ganti pasangan seksual atau berhubungan seksual dengan individu yang sering berganti pasangan, kebiasaan merokok aktif maupun pasif, penurunan sistem kekebalan tubuh, riwayat keluarga kanker serviks, serta frekuensi kehamilan dan persalinan yang tinggi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perjalanan kanker serviks, yang dapat berkembang secara bertahap mulai dari mild dysplasia atau CIN 1, moderate dysplasia atau CIN 2, CIN 3, carcinoma in situ, hingga menjadi invasive cancer. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya melakukan skrining secara berkala agar kelainan dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Selain itu, kegiatan membahas target eliminasi kanker serviks di Indonesia pada tahun 2030, melalui peningkatan cakupan vaksinasi HPV, skrining kanker leher rahim pada perempuan usia 30–69 tahun, serta penanganan terhadap perempuan yang terdiagnosis prakanker maupun kanker invasif. Melalui kegiatan ini, DWP Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya vaksinasi HPV, skrining, serta deteksi dini kanker. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anggota DWP untuk menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan turut mendukung upaya pencegahan serta pengendalian kanker di Indonesia. Kegiatan melalui Zoom meeting ini dilaksanakan pada hari ini Rabu tanggal 9 September 2026 pukul 09.00.WIB s/d selesai Bertempat di ruang IT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan. Yang mengikuti kegiatan Zoom meeting Ibu Ketua DWP Disnakertrans Provinsi.Sumsel (Ny.Liszariani Bangsawan) bersama pengurus,Ny.Dewi Pelita Wati dan Ny.Nurul Fitriani.

../images/kegiatan/230930.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Sekretariat
  • 09-09-2026

(E.XIII) Dharma Wanita Persatuan Unit SMAN 1 Panawangan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Nama Kegiatan: Sosialisasi Program Kerja DWP KCD XIII Bulan September Tahun 2026 Hari/Tanggal: Rabu, 9 September 2026. Waktu: Pukul 13.00 s.d. selesai. Tempat: Zoom Meeting Penyelenggara: DWP KCD XIII. Bidang: Sekretariat. Jumlah Partisipan: 74 orang. Pengurus DWP Unit SMAN Panawangam yang hadir 2 orang, yaitu : 1. Ny. Tati (Ketua) 2. Ny. Mia Sumiari Dewi (Operator) Keterangan Kegiatan: DWP Unit SMAN 1 Panawangan yaitu Ny. Tati dan Ny. Mia mengikuti kegiatan sosialisasi program kerja DWP KCD XIII untuk bulan September. Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada hari Rabu, tanggal 9 September 2026, mulai pukul 13.00 WIB s.d selesai. Adapun Susunan Acara Sebagai berikut: 1. Pembukaan oleh MC Ny. Novi Cepy 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan Doa oleh Ny. Asriyah Sugeng. 3. Sambutan Wakil Ketua DWP KCD XIII oleh Ny. Eva Dede Fajriadi. Beliau menyampaikan terimakasih kepada peserta yang mengikuti kegiatan. Beliau berharap program yang akan dilaksanakan semuanya lancar. 4. Pemaparan Program Kerja oleh Ny. Sri Nendah Oo Kosidin, Beliau menginformasikan rencana kegiatan DWP KCD XIII yang akan dilaksanakan pada bulan September 2026. Adapun agendanya yaitu : a. Sekretariat : Kegiatan penyusunan program kerja dan anggaran. b. Bidang Pendidikan : Edukasi mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di lingkungan rumah tangga dan sekolah, dan tentang manajemen stres dalam mengelola mental. c. Bidang Ekonomi : Webinar Urban Farming & Hydroponics, membahas pemanfaatan lahan terbatas di rumah untuk menanam sayuran. d. Bidang Sosial Budaya : Kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah, dan kegiatan olahraga 5. Sesi Tanya Jawab 6. Foto bersama. 7. Penutup. Manfaat/Tujuan : 1. Menginformasikan agenda kepada seluruh anggota DWP 2. Mempersiapkan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan kegiatan 3. Meningkatkan kekompakan antar anggota DWP Pembuat Laporan: Rima

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID