Dharma Wanita Persatuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengadakan pertemuan rutin bulanan dengan agenda "Jadwal Kegiatan untuk Tahun 2026". Pertemuan ini membahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026, termasuk program sosial, pendidikan, dan kegiatan lainnya.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir mengadakan pertemuan rutin bulanan di Ruang Rapat Setda Kabupaten Pali. Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota, dan diisi dengan sambutan, laporan kegiatan, dan kegiatan sosial. Tujuan pertemuan ini adalah meningkatkan kebersamaan dan kepedulian antar anggota, serta mempromosikan program-program Dharma Wanita Persatuan.
Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Sekretariat Daerah kabupaten Sumbawa Barat. Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat yang diwakili oleh NSekretaris Nyonya Ervina Beri Hamdan, SP. mengikuti Talk Show Inspiratif Resepsi Hari Ibu Ferstival Riset PAUD/TK Bakti Stunting di Gedung Pertemuan Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 09.00–12.30 WITA. Kegiatan ini bertema “Suara Perempuan, Arah Baru Desa Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan ini dihadiril Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST. M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesra sekaligus Ketrua TP PKK Kabupaten Sumbawa Barat Ibu Khusnarti, S.Pd., MM. Inov., Camat Brang Rea Arkamuddin, S.Pi., M.Si., Ketua TP PKK Kecamatan Brang Rea Nyonya Mardiana Arkamuddin, S.Pd. Kepala Desa Tepas Hendra Kusuma, S.T., Ketua TP PKK Desa Tepas Amika Rinawati, S.T., Ketua Persit Candra Kirana Kodim 1628 Sumbawa Barat, Perwakilan GOW, Perwakilan Dharma Wanita Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Desa dan Ketua TP PKK Desa se Kabupaten Sumbawa Barat dan undangan lainnya yang berjumlah sekitar 400 orang peserta. Acara dibuka oleh MS Nilam Julia dan diawali dengan persembahan Tarian tradisional oleh sanggar Caya Matano yaitu Dadara pitu anak-anak muda Desa Tepas yang membawakan tarian Swasembada Pangan. Pembacaan Do'a dan dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars PKK dan Mars Desa Tepas oleh Tim Penggerak PKK Desa Tepas. Dalam sambutannya Kepala Desa tepas Hendra Kusuma, ST. menyampaikan bahwa suara perermpuan diwilayah desa masing-masing bisa disuarakan dan melakukan suatu kegiatan tau perbuatan agar desa bisa membangun sesuatu yang ada di desa supaya bisa terpenuhi. Kades berharap dengan diundangnya semua ketua TP PKK Desa se Kabupaten Sumbawa Barat bisa saling berkolaborasi mengangkat semua talenta yang ada di desa. Dengan harapan semoga kegiatasn Talk Show ini berjalan dengan lancar. Dalam sambutannya ketua TP PKK Desa Tepas Nyonya Amika Rinawati, ST. menyampaikan agar Pkk bisa menjadi penggerak didesanya masing-masing. Harapannya agar setelah acara in i bisa melahirkan semangat baru bahwa perempuan itu bukan tidak berdaya tapi harus berkarya, berjaya, dengan kemampuan yang dimiliki jangan lupa suarakan dari hati kemudian berbuat didalam masyarkat dalam mendukung suami dalam pembangunan berkelanjutan. Jayalah PKK jadikan perempuan pembangun perempuan bukan perermpuan penghancur perempuan. Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST. M.Si. dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan Talk Show dengan tema "Suara Perempuan Arah Baru Desa Menuju Indonesian Emas 2045 bahwa perempuan terus mendapatkan kesempatan untuk mengambil peran dan mendapat tempat yang memang mempunyai arti yang sangat strategis. Ternyata memang arah kehidupan ternya perempuan mempunyai potensi yang bisa menggerakkan, bisa memberikan perubahan, bisa menentukan arah perjalanan. Pola pikir perempuan berubah seperti dalam program TBA yang isinya perempuan semua yang bisa mempengaruhi mindset atau cara berpikir. Pderempuan memegang peranan yang besar dalam merubah pola pikir ketika permpuan tersebut menjadi orang nomor satu didalam keluarga. Ada peran strategis yang bisa menjadikan sebuah energi besar dalam perempuan. Sehingga dibuatlah organisasi-organisasi wanita yang bisa memformulasikan peran-peran perempuan. Dalam penyampaian Keynot Speechnya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa Barat Nyonya Khusnarti, S.Pd. MM. Inov., menyampaikan bahwa PKK itu Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Bagaimana Peran PKK untuk mewujudkan peran perempuan untuk menentukan arah baru Desa menuju Indonesia Emas 2045. Adapun Narasumber dari keggiatan Talk Show ini adalah Ibu Lin Wahyulia, ST. dari Dinas Pmeberdayaan Masyarakat Desa dan Dukcapil Propinsi NTB dan Bapak Denny Apriyanto, S.Gz.M. Gizi. dari Ketua Pergasi (Persatuan Ahli Gizi) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Deskripsi Kegiatan Talk show ini diselenggarakan untuk menginspirasi peran perempuan dalam pembangunan desa. Peserta DWP UP Sekretariat Daerah hadir sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa. Acara berlangsung lancar dengan diskusi panel dan sesi tanya jawab. Peserta dan Kehadiran Anggota DWP UP Sekretariat Daeerah sebagai peserta utama.Tokoh masyarakat Desa Tepas dan perwakilan kecamatan.Narasumber terkait pemberdayaan perempuan dan desa. Kehadiran DWP mendukung sinergi antarinstansi pemerintah daerah di Sumbawa Barat. Manfaat dan Tindak Lanjut Kegiatan ini memperkuat komitmen DWP dalam program sosial dan pemberdayaan desa. Rencana tindak lanjut meliputi kolaborasi lanjutan dengan desa setempat. Seluruh peserta merasa termotivasi untuk aksi nyata. Talk show atau dialog mengenai "Suara Perempuan: Arah Baru Desa Menuju Indonesia Emas 2045" di Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, merupakan bagian dari upaya pemberdayaan perempuan dan peningkatan peran aktif dalam pembangunan pedesaan. Berikut adalah poin-poin kunci terkait tema tersebut, berdasarkan inisiatif di Desa Tepas dan konteks Indonesia Emas 2045: 1. Pemberdayaan Perempuan di Desa Tepas Peran Aktif PKK dan UMKM: Pemerintah Desa Tepas, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Hendra Kusuma dan Ketua TP PKK Desa Tepas Amika Rinawati, secara aktif mendorong peran perempuan, salah satunya melalui pengembangan UMKM berbasis lokal seperti olahan kelor. Perlindungan Perempuan dan Anak: Desa Tepas berkomitmen menjadi Desa Layak Anak dan Ramah Perempuan. Hal ini ditandai dengan pembentukan relawan dan pengurus Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) serta penetapan peraturan desa (Perdes) terkait. Desa Cinta Statistik (Desa Cantik): Pencanangan Desa Tepas sebagai Desa Cantik pada Agustus 2024 juga melibatkan peran perempuan dalam pengelolaan data desa yang lebih baik, yang krusial bagi pengambilan keputusan pembangunan berbasis data. 2. Arah Baru Desa Menuju Indonesia Emas 2045 Perempuan sebagai Pengendali Peradaban: Perempuan di tingkat desa diposisikan sebagai "ibu bangsa" yang strategis dalam mendidik generasi muda, mencegah stunting, dan membangun ketahanan keluarga untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Inovasi dan Kemandirian: Tema "arah baru desa" menuntut perempuan desa tidak hanya menjadi penerima pembangunan, tetapi partisipan aktif dalam pengambilan keputusan, peningkatan ekonomi keluarga melalui UMKM, dan optimalisasi sumber daya lokal. Kesehatan dan Pencegahan Kekerasan: Suara perempuan di pedesaan difokuskan pada penguatan kesehatan keluarga dan pencegahan kekerasan berbasis gender untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan aman. 3. Konteks Hari Ibu dan Nasional Kegiatan semacam ini sejalan dengan tema nasional Peringatan Hari Ibu ke-96 tahun 2024, yaitu "Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045", yang bertujuan mengoptimalkan potensi perempuan di berbagai bidang, termasuk pedesaan. Dengan demikian, talk show di Desa Tepas menekankan bahwa perempuan memiliki posisi sentral dalam pembangunan, di mana suara dan kiprah mereka merupakan kunci dalam membawa desa ke arah yang lebih maju, berdaya, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua DWP Semendo Darat Laut Ny.Desi Hasbullah dan selaku ketua pkk serta Anggota DWP Ny.Supaya Ridwan dan Ny Herawati Roihan mengikuti kegiatan Menanam dan Panen Cabe pada Minggu ,tanggal 1 Februari 2026, di Desa Babatan Semendo Darat Laut .Yang dihadiri oleh. Bapak Camat, Hasbullah Yusuf SH.MM. Kades Desa Babatan Dedi ,Babinkamtibmas, Babinsa, BPD, Perangkat Desa, PKK, staf Kecamatan, KB, dalam sambutannya Camat.Semendo Darat Laut Menyampaikan ucapak terimakasih kepada DWP yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini ,membantu bersama-sama pkk dalam segala kegiatan.Diharapkan agar bisa membantu penurunan stunting di Semendo Darat Laut . penanaman cabe untuk membantu penurunan stunting Penanaman cabai (GERTAM CABE - Gerakan Tanam Cabai) yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama PKK adalah upaya strategis untuk membantu penurunan angka stunting di Indonesia. Program ini berfokus pada pemanfaatan pekarangan rumah untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Berikut adalah kaitan antara penanaman cabai oleh DWP dan penurunan stunting: 1. Meningkatkan Gizi Keluarga (Ketahanan Pangan) Akses Nutrisi: Dengan menanam cabai sendiri, keluarga anggota DWP dan masyarakat sekitar memiliki akses mudah ke sumber vitamin C dan antioksidan yang penting bagi kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.Pangan Mandiri: Gerakan ini bertujuan agar keluarga tidak bergantung penuh pada pasar untuk kebutuhan bumbu dapur. Lahan pekarangan yang produktif menyediakan pangan yang lebih segar. 2. Mengatasi Dampak Ekonomi pada Stunting Mengurangi Inflasi Pangan: Harga cabai yang sering melonjak dapat mempengaruhi daya beli keluarga, terutama dalam memenuhi nutrisi seimbang (protein hewani, sayur, buah). Penanaman mandiri membantu meredam inflasi tersebut. Penghematan Anggaran: Uang yang seharusnya digunakan membeli cabai dapat dialihkan untuk membeli sumber protein hewani (telur, ikan, daging) yang sangat penting untuk mencegah stunting. 3. Peran DWP sebagai Motor Penggerak Kaderisasi: Anggota DWP menjadi contoh (role model) bagi masyarakat sekitar dalam memanfaatkan lahan kosong, yang mendorong kesadaran akan gizi keluarga. 4. Edukasi Pola Hidup Sehat Selain menanam cabai, gerakan ini sering dibarengi dengan penyuluhan tentang gizi seimbang untuk mencegah stunting, seperti pentingnya ASI eksklusif dan MPASI berkualitas. Program ini sejalan dengan target penurunan stunting nasional, di mana ibu-ibu rumah tangga diharapkan bergerak bersama memanfaatkan lahan pekarangan untuk menyediakan bahan pangan sehat dan bernutrisi.Berikut adalah komponen program ketahanan pangan desa untuk peningkatan pangan keluarga: Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) / Kebun Bibit Desa: Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayur, buah, dan bumbu. Ini membantu menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp20 ribu per hari. Budidaya Ikan dan Ternak Skala Rumah Tangga: Pengembangan kolam bioflok, budidaya ikan dalam ember (Budikdamber), dan pengadaan bibit ternak (domba/ayam petelur) untuk sumber protein keluarga. Pengembangan Lahan Pertanian/Perkebunan: Diversifikasi pangan melalui penanaman tanaman pangan lokal (jagung, kedelai, umbi-umbian) untuk meningkatkan produktivitas. Penguatan Lumbung Pangan Desa & BUMDes: Penyertaan modal BUMDes untuk mengelola, mendistribusikan, dan memasarkan hasil pertanian atau peternakan desa secara transparan. Pangan Olahan dan Diversifikasi: Pelatihan pengolahan pangan lokal (seperti olahan ikan atau umbi) untuk meningkatkan nilai gizi dan ekonomi keluarga. Tujuan Akhir: Mewujudkan kemandirian pangan tingkat rumah tangga melalui konsumsi makanan yang sehat, beragam, dan bergizi seimbang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar. Dalam sambutannya juga mengatakan dengan menanam cabe bisa membantu untuk stunting.Secara langsung, menanam cabai tidak akan mencegah atau mengatasi stunting. Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak secara permanen. Pengentasan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif, terutama berfokus pada: Nutrisi yang Cukup: Asupan protein hewani dan gizi seimbang sangat penting selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Kesehatan Lingkungan: Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Layanan Kesehatan: Akses ke fasilitas kesehatan dan imunisasi. Pola Asuh: Praktik pemberian makan yang benar dan pola asuh yang mendukung. Meskipun demikian, menanam cabai dapat memberikan kontribusi secara tidak langsung melalui beberapa cara: Peningkatan Keragaman Diet: Cabai mengandung vitamin A dan C, yang penting untuk kekebalan tubuh dan kesehatan mata. Ketersediaan cabai di rumah dapat menambah vitamin pada makanan keluarga.Pemberdayaan Ekonomi Keluarga: Hasil panen cabai, jika berlebih, dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Pendapatan tambahan ini dapat digunakan untuk membeli sumber protein hewani (seperti telur, ikan, atau daging) dan bahan makanan bergizi lainnya yang sangat dibutuhkan untuk mencegah stunting. Ketahanan Pangan Rumah Tangga: Adanya kebun di rumah dapat memastikan ketersediaan beberapa jenis bahan pangan, mengurangi pengeluaran belanja harian, dan meningkatkan akses keluarga terhadap makanan segar. Jadi, menanam cabai adalah inisiatif ketahanan pangan rumah tangga yang baik, tetapi harus digabungkan dengan upaya yang lebih luas untuk memastikan asupan gizi yang cukup, terutama protein hewani, untuk mencegah stunting.Acara diakhiri dengan foto bersama dan panen cabe bersama.
Pada hari rabu tanggal 28 januari 2026, Ny. Pisi Pebriani Fredi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Saling bersama Anggota DWP Kantor Camat Saling menghadiri acara Kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) yang ke XIII Tingkat Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang. Acara tersebut dimulai pada Pukul 08.00 WIB sampai dengan Selesai. Selanjutnya acara Pembacaan Kitab Suci Al-Qur'an oleh Ustad Zaki, setelah itu Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, Kemudian Laporan Ketua Pelaksana MTQ Tingkat Kecamatan Saling yaitu Bapak A. Armansyah, S.Ag,.MM. Pada Pukul 08.20 WIB Sambutan dari Bapak Camat Saling yaitu Bapak Fredi Pranata, ST sekaligus pembukaan acara STQ/ MTQ Tingkat Kecamatan Saling. Adapun kegiatan yang akan dilombakan pada MTQ Tingkat Kecamatan Saling yaitu sebagai berikut : A.CABANG TILAWA AL-QUR’AN 1.Golongan Anak-anak Putra dan Putri, Umur maksimal 14 Tahun 11 Bulan 29 Hari 2.Golongan Remaja Putra dan Putri, Umur maksimal 19 Tahun 11 Bulan 29 Hari 3.Golongan Dewasa Putra dan Putri, Umur maksimal 40 Tahun 11 Bulan 29 Hari B.CABANG TARTIL AL-QUR’AN 1.Golongan Anak-anak Putra, Umur maksimal 10 Tahun 11 Bulan 29 Hari 2.Golongan Anak-anak Putri, Umur maksimal 10 Tahun 11 Bulan 29 Hari C.CABANG HIFZHIL AL-QUR’AN 1.Golongan 1 Jus dan Tilawa Putra dan Putri, Umur maksimal 15 Tahun 11 Bulan 29 Hari 2.Golongan 5 Jus dan Tilawa Putra dan Putri, Umur maksimal 20 Tahun 11 Bulan 29 Hari 3.Golongan 10 Jus Putra dan Putri, Umur maksimal 22 Tahun 11 Bulan 29 Hari 4.Golongan 20 Jus Putra dan Putri, Umur maksimal 24 Tahun 11 Bulan 29 Hari 5.Golongan 30 Jus Putra dan Putri, Umur maksimal 26 Tahun 11 Bulan 29 Hari D.CABANG FAHMIL AL-QUR’AN 1. Satu (1) Regu terdiri dari Tiga (3) Orang Remaja Putri 2. Satu (1) Regu terdiri dari Tiga (3) Orang Remaja Putra Dengan Pendidikan MTS/SMP atau MAN/SMU, Umur Maksimal 18 Tahun 11 Bulan 29 Hari E.CABANG SYARHIL AL-QUR’AN 1. Satu (1) Regu terdiri dari Tiga (3) Orang Remaja Putri 2. Satu (1) Regu terdiri dari Tiga (3) Orang Remaja Putra Dengan Pendidikan MTS/SMP atau MAN/SMU, Umur Maksimal 18 Tahun 11 Bulan 29 Hari F.CABANG KHATH AL-QUR’AN 1.Golongan Naska (Penulis Buku) Putra dan Putri 2.Golongan Hiasan Mushaf Putra dan Putri 3.Golongan Dekorasi Putra dan Putri Golongan Kontemporer Putra dan Putri Dalam Kegiatan lomba tersebut ada enam Cabang yang dilombakan dimana 6 Cabang ini akan dinilai oleh Dewan Juri/Hakim pada STQ/MTQ yang dilaksanakan pada Aula Kantor Camat Saling. MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) Tingkat kecamatan adalah seleksi seni baca, hafalan, dan pemahaman Al-Qur'an tingkat wilayah Kecamatan saling untuk menjaring qari/qariah terbaik, memotivasi generasi muda, dan memperkuat syiar agama. Kegiatan tersebut di hadiri juga Kapolsek Tebing Tinggi, Danramil Tebing Tinggi, Staf KUA Kecamatan Saling, Kepala Puskesmas Saling, Penyuluh Kantor KB, Kepala Desa se-Kecamatan Saling, Toka Agama dan Toko Masyarakat se-Kecamatan saling. Pada Pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan saling kali ini bertema melalui MTQ Tingkat Kecamatan Saling kita Wujudkan Generasi Qur'an yang berkarakter, cerdas, amanah, dan berahlak mulia untuk mewujudkan Empat Lawang Madani. Pada pukul 14.15 WIB acara MTQ Tingkat Kecamatan Saling telah terlaksananya dan Pembagian Piala serta Piagam Penghargaan kepada para pemenang Lomba MTQ Tingkat Kecamatan saling Kabupaten Empat Lawang Tahun 2026. Dengan adanya seleksi ini, peserta dari Kecamatan Saling mampu bersaing dan akan bisa mengharumkan nama Kecamatan di Tingkat Kabupaten nantinya.
DWP BBIB SINGOSARI mengahdiri pembukaan perdana acara SUNMORI VIBES (Sunday morning vibes) kerjasama BBIB SINGOSARI dengan DWP BBIB SINGOSARI, kegiatan ini diisi dengan berbagai acara dari senam bersama, pemeriksaan gratis dan bazar UMKM. Dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 1 februari 2026, kegiatan ini dilaksanakan di pelataran gapura BBIB SINGOSARI.
DWP BPTU HPT PADANG MANGATAS melaksanakan kegiatan koordinasi dengan para pengurus untuk kegiatan bulan februari yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 1 februari 2026 di kantor DWP BPTU HPT PADANG MANGATAS.
DWP BVET LAMPUNG melaksanakan kegiatan lapak baca kesehatan hewan (Bakwan) dengan tema "cerdas pilih pangan ASUH" dan lomba mewarnai. Dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 1 februari 2026. Bertempat di taman embung UNILA.
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PUTR Kota Tasikmalaya mengadakan Gathering yang dilaksanakan pada : Hari / Tanggal : Sabtu / 31 Januari 2026 Pukul :05.00 - Selesai Tempat : Kabupaten Majalengka , Kabupaten Kuningan. Jumlah Peserta : 18 Orang. Acara Gathering di mulai dengan do'a bersama yang dipandu oleh ibu Hj Yeni Yayan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua DWP PUTR Kota Tasikmalaya ibu Lina Hendra setelah itu berangkat ke obyek wisata yang pertama ke Situ Cipanten di Kabupaten Majalengka, lalu menuju ke Joglo Arunika yang terletak di Kabupaten Kuningan , dan kemudian ke Jagara Eco Park lalu pulang menuju Kota Tasikmalaya. Pembuat Laporan : Shinta Andri
Pada hari Minggu, 1 Februari 2026, pukul 09.00 WIB, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Bansos) sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran aktif Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung upaya kemanusiaan serta pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana. Rombongan DWP Dindikbud Kabupaten Purbalingga dipimpin langsung oleh Ketua DWP Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Ibu Erny Heru Sri Wibowo, dan diikuti oleh jajaran pengurus, antara lain Ibu Suseno, Ibu Dartini, Ibu Joko Widodo, Ibu Yunanta, Ibu Windi, Ibu Amron, Ibu Widi, Ibu Suparman, Ibu Andri, Ibu Prapto, Ibu Masrun, dan Ibu Slamet. Setibanya di lokasi, rombongan menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada Posko Tanggap Darurat Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, meliputi kasur, selimut, mukena, sarung, sajadah, ikan sarden, kecap, sabun mandi cair, sabun cuci cair, pasta gigi, ember, dan gayung. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Setelah penyerahan bantuan di posko utama, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Posko Pengungsian Villa Eyang Uti Sambas, yang merupakan salah satu lokasi pengungsian warga terdampak banjir bandang. Di tempat ini, anggota Dharma Wanita Persatuan tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan dukungan psikososial bagi para pengungsi, khususnya anak-anak dan ibu-ibu. Di tengah suasana duka pascabencana, kehangatan dan kepedulian hadir melalui berbagai aktivitas kebersamaan. Anggota DWP Dindikbud mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, dan berinteraksi secara langsung untuk menciptakan suasana ceria. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengurangi trauma serta menghadirkan kembali rasa aman dan kebahagiaan pada anak-anak yang terdampak bencana. Sementara itu, ibu-ibu pengungsi diajak bernyanyi dan berbincang bersama sebagai bentuk penguatan emosional dan dukungan moral. Ketua DWP Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Ibu Erny Heru Sri Wibowo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kehadiran Dharma Wanita Persatuan dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban masyarakat, serta menguatkan semangat warga Desa Serang untuk bangkit dan kembali menata kehidupan pascabencana. Beliau menegaskan bahwa kepedulian dan kebersamaan merupakan kunci utama dalam menghadapi dan melewati masa-masa sulit. Melalui kegiatan bakti sosial ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga saat masyarakat menghadapi musibah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di balik setiap ujian, selalu ada tangan-tangan tulus yang siap menguatkan dan menumbuhkan harapan. Bersama, kita pulihkan harapan. Bersama, kita kuat.