DWP Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulo Gadung bersama Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan TP PKK Kelurahan melakukan koordinasi terkait pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kelurahan Kayu Putih. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan data, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta mendukung upaya identifikasi dan penanganan anak yang tidak bersekolah agar dapat memperoleh akses pendidikan yang sesuai. Melalui kegiatan ini diharapkan proses pendataan berjalan akurat, terpadu, dan menjadi dasar dalam penyusunan program tindak lanjut bagi anak-anak di wilayah
Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat. Melaksanakan kegiatan kunjungan dari Kementerian Lingkungan Hidup ke bank sampah baper seven RW 01 Kel.Cempaka Putih Timur Kec.Cempaka Putih pada hari kamis 9 April 2026 pukul 09.14 sampai dengan selesai, yang dihadiri oleh warga RW 01 dan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat yaitu ibu Mega dan ibu Juni. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya agar sampah bernilai guna.
Giat Dharma Wanita Persatuan kecamatan Coblong menghadiri acara Monitoring & Evaluasi PAUD di TKQ Arum Maslachah RW 15, Kel. Lebakgede. Dihadiri oleh Ibu Nofi Nurmalasari S.S selaku ketua TP PKK Kecamatan Coblong sekaligus Ibu Ketua DWP Kecamatan Coblong. Tujuan utama dari Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah memastikan penyelenggaraan layanan pendidikan anak usia dini berjalan secara optimal, aman, berkualitas, dan tepat sasaran. Bandung, 14 Juli 2026
Dokumentasi Kegiatan Ketua DWP Kecamatan Medan Timur NY.IDA DAMAYANTI FERNANDA dalam rangka mengikuti Kegiatan Pembinaan Lembaga Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia ( LPPLU ) dari Dinas P3APMP2KB bertempat di Gedung Serbaguna Kota Medan. Adapun tujuan dari kegiatan pembinaan LPPLU untuk Meningkatkan Kesejahteraan lansia yang di mana memberikan dukungan secara spiritual, dan fisik agar para perempuan lansia dapat menjalani masa tua yang bahagia, berdaya, dan bermakna ; Mendorong Kemandirian dengan tujuan ini dapat memberikan keterampilan atau pelatihan ekonomi produktif yang disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia, sehingga mereka tetap memiliki produktivitas dan tidak tergantung sepenuhnya pada orang lain ; serta Memperkuat Peran dan Partisipasi Sosial untuk memastikan bahwa perempuan lansia tetap memiliki ruang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan sosial, sehingga terhindar dari rasa kesepian atau terisolasi. Kegiatan ini dihadiri oleh badan pengurus LPPLU Kecamatan Sekota Medan dan Seluruh Kecamatan Kota Medan.
Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan bersama Pengurus dan Jajarannya Konsultasi dan Koordinasi Bersama Bapak Bupati dan Bunda PAUD dalam rangka upaya mewujudkan layanan layanan PAUD Berkualitas di Tanjung Jabung Barat
DWP Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulo Gadung menghadiri undangan kegiatan Pertemuan Rutin TP PKK Tingkat Kecamatan Pulogadung yang diselenggarakan di Aula Kelurahan Kayu Putih. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, menyampaikan informasi dan evaluasi pelaksanaan program kerja, serta meningkatkan sinergi antara TP PKK Kecamatan, TP PKK Kelurahan, dan DWP dalam mendukung pemberdayaan keluarga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui pertemuan ini diharapkan seluruh program dapat terlaksana secara efektif, terarah, dan berkesinambungan.
LAPORAN KEGIATAN UNIT BAPPEDA KOTA MATARAM Kegiatan : Sosialisasi E-Reporting Tempat : Ruang Kenari Sekretariat Kota Mataram Hari/Tanggal : Selasa, 28 Juli 2026 Waktu : 09.30 WITA - selesai Pada hari Selasa, 28 Juli 2026, dalam rangka meningkatkan pemahaman dan optimalisasi pelaksanaan E-Reporting Program Kerja Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan kegiatan sosialisasi E-Reporting secara Daring melalui aplikasi zoom meeting yang diikuti oleh seluruh pengurus seluruh tingkatan, ketua unit beserta operatornya dengan memakai pakaian batik DWP. Acara ini bertempat di Aula Lantai 2 Dinas Kesehatan Kota Mataram. Acara yang dimulai sekitar pukul 09.30 WITA hingga selesai. Seperti diketahui, E-Reporting merupakan suatu aplikasi keluaran Kemendagri yang digunakan DWP seluruh Indonesia sebagai wadah untuk mempermudah dalam melaporkan, mengumpulkan kegiatan-kegiatan secara online. Maksud dan tujuan dari sosialisasi ini adalah meningkatkan pemahaman pengurus DWP, memberikan keterampilan dalam penggunaan aplikasi, menyamakan persepsi terkait pelaporan, meningkatkan kualitas dan ketepatan waktu laporan serta mendukung prestasi penilaian E-Reporting. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 3000 orang baik yang mengikuti lewat zoom maupun youtube. DWP Unit Bappeda langsung dihadiri oleh Ibu Ketua Ny. Nina Karina Karim Lalu Bramantio Ganeru bersama operator. Adapun rangkaian dari acara ini yaitu diawali dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Setelah itu, dibukalah kegiatan oleh Moderator yakni ibu Ririe Fakih yang disambung dengan pembacaan doa untuk kelancaran jalannya kegiatan. Selanjutnya, sepatah dua patah kata disampaikan dalam sambutan dari Ibu Ketua Umum DWP Pusat yaitu Ny. Ida Budi Gunadi Sadikin. Lalu langsung saja penyampaian materi oleh narasumber pertama yaitu Sekretaris Jendral DWP Pusat Ny. Naida Yudha Mediawan. Topik pembahasan pertama mengangkat tema Transformasi Tata Kelola DWP melalui E-Reporting. Di dalam DWP, terdapat 7 program prioritas yang dikenal dengan Sapta Program diantaranya DWP mengajar, cerdas literasi, peduli, sehat, berdaya, kreatif dan juga hijau. Dijelaskan bahwa aplikasi ini merupakan media pelaporan program kerja yang memudahkan monitoring dan evaluasi untuk pengukuran capaian program. Alur pelaporannya tingkatan paling tinggi ke rendah dimulai dari DWP IPP, Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga tingkat Kecamatan/Kelurahan. Di akhir penyampaian materi, beliau menyampaikan informasi tentang rencana Sosialisasi terkait Literasi Keuangan yang akan segera dilaksanakan. Materi kedua dilanjutkan oleh Bapak Abdul Mufti sebagai Narasumber Praktisi Sistem Informasi dan Digitalisasi Organisasi sekaligus Penggagas, Pemrogram, Perawat Sistem dan Administrator E-Reporting DWP hingga sekarang. Ia menyebutkan bahwa menjadi organisasi ASN yang profesional untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan nasional. Dijelaskan pada singkatan DWP memiliki makna yaitu D merupakan Data, catatan atas kumpulan fakta, W merupakan simbol dari formula penulisan laporan yakni What (apa), Where (dimana), When (kapan), dan Who (siapa), yang terakhir P merupakan Publik yang berarti untuk orang. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya indeks penilaian penulisan seperti kalimat narasi yang terlalu singkat, yang terlalu panjang seperti artikel, membahas instansi lain di dalamnya, serta bahasa yang terkesan menggurui. Sebaiknya narasi terstruktur yang mengandung 5W dan 1H, tidak menggunakan bahasa yang berbelit-belit, mengandung lebih dari 100 kata, indeks penulisan memiliki nilai 0,9 bahkan lebih, jika kurang dari 0,9 maka sebaiknya dilakukan pengeditan, pilihlah foto yang benar mewakili kegiatan dan sebaiknya tidak di kolase, serta dapat memanfaatkan bantuan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan. Hal-hal tersebut tentunya wajib menjadi perhatian dalam penulisan kedepannya . Sesi penyampaian materi oleh narasumber pun selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dibukalah untuk 5 peserta dimulai dari Provinsi Bengkulu, Disnakertrans Sumatera Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Provinsi Papua Pegunungan yang menyampaikan pertanyaan dan kendala terkait penggunaan aplikasi maupun proses penyusunan laporan. Dari seluruh pertanyaan tersebut, yang dapat dipetik adalah pertama, laporan yang gagal terupload bisa jadi karena misalnya ada simbol atau tata penulisan yang tidak bisa terbaca oleh sistem sehingga sebelum upload terlebih dahulu cek seluruh isi laporan agar bersih dari hal-hal tadi. Kedua, tidak ada format atau contoh tetap untuk pembuatan laporan, operator bebas berkreasi sebaik mungkin. Ketiga, kualitas lebih baik dari kuantitas yang akan menghasilkan indeks penulisan lebih tinggi. Keempat, saat upload tanpa foto dokumentasi bisa tetap tercatat tetapi akan terkesan kurang sehingga lebih baik jika memakai foto. Kelima, admin operator kapanpun bisa diganti sehingga untuk mendaftar akunnya, bisa melakukan registrasi mandiri melalui aplikasi E-Reporting. Keenam, perlu diingat bahwa aplikasi ini tidak memungut biaya apapun. Ketujuh, saat terjadi double entry, bisa dihapus salah satunya. Yang terakhir, untuk kegiatan agama atau ibadah bisa diinput ke dalam Program DWP Berdaya. Diskusi berlangsung dengan suasana yang tertib, kondusif, dan interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan berpartisipasi aktif didalamnya. Berbagai pertanyaan yang disampaikan mencerminkan perhatian peserta terhadap materi serta keinginan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Begitu pula dengan para narasumber telah memberikan jawaban dan penjelasan secara jelas sehingga peserta dapat memahami dengan lebih baik. Sampailah peserta pada sesi pengenalan Batik Baru Dharma Wanita Persatuan Tahun 2025 oleh Ny. Yuni Wisnu sebagai Kabag Organisasi DWP Pusat. Batik ini merupakan identitas resmi organisasi yang menggantikan batik sebelumnya dimana lahir melalui proses perencanaan, lomba desain terbaik, dilanjutkan dengan penyusunan konsep dan penyempuranaan sehingga menghasilkan motif yang memiliki ciri khas yang membedakan DWP dengan organisasi lainnya. Kerjasama ini dilakukan bersama dengan Sarupa by Ikat Indonesia dan terdaftar pada Surat Pencatatan Ciptaan yang berlaku selama 50 tahun serta Sertifikat Desain Industri yang berlaku selama 10 tahun. Batik ini digunakan dengan bawahan celana panjang hitam atau rok hitam lengkap dengan pin DWP, sepatu hitam dan perhiasan seperlunya pada saat pertemuan rutin, kegiatan pembinaan dan sosialisasi, seremonial dan representatif hingga kegiatan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hal tersebut, dihimbau agar menggunakan batik resmi yang ditetapkan DWP Pusat dan memastikan keaslian sebelum membelinya, karena yang asli hanya tersedia di Toko Bidang Ekonomi DWP Pusat. Jika ditemukan pelanggaran, maka akan ditindak sesuai hukum. Tak terasa interaksi terjalin selama kegiatan membawa peserta ke penghujung akhir. Sebelum ditutup, Ny. Ida Budi Gunadi Sadikin menyampaikan ucapan terimakasih dan sedikit informasi mengenai rencana kegiatan akhir tahun dimana akan diadakannya E-Reporting Award yang bertepatan pada Hari Ulang Tahun DWP. Kegiatanpun ditutup dengan mengucapkan rasa syukur dan pengambilan dokumentasi terakhir sebelum pembubaran. Seperti tema kegiatan kali ini Optimalisasi E-Reporting untuk mendukung pelaporan program kerja DWP yang terintegrasi, akuntabel dan berkelanjutan, kami berharap adany kolaborasi, sinergitas dan harmonisasi antara Ketua dan Operator agar laporan yang dibangun menjadi lebih baik kedepannya. Semoga semangat kebersamaan dan pengabdian yang telah terjalin dapat terus terpelihara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Disusun oleh : DWP Unit Bappeda Kota Mataram
Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri
DWP Kemenag Kabupaten Kediri Bersinergi dengan UPZ Salurkan Bantuan bagi Penyandang Disabilitas
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan Sosial
Keterangan Program
Detail Kegiatan
DWP Kemenag Kabupaten Kediri Bersinergi dengan UPZ Salurkan Bantuan bagi Penyandang Disabilitas
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan dana kepada penyandang disabilitas di wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus komitmen bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya penyandang disabilitas agar memperoleh perhatian dan dukungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sinergi antara DWP dan UPZ Kementerian Agama Kabupaten Kediri menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang terus dibangun untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui pengelolaan dana sosial yang tepat sasaran, bantuan yang disalurkan diharapkan mampu meringankan beban para penerima sekaligus memberikan semangat untuk terus menjalani kehidupan dengan optimisme dan kemandirian.
Dalam pelaksanaannya, tim DWP dan UPZ mendatangi lokasi penerima bantuan di Kecamatan Ngasem untuk menyerahkan bantuan dana secara langsung. Penyaluran dilakukan dengan penuh rasa kekeluargaan dan kepedulian, sehingga tidak hanya memberikan dukungan secara materiil, tetapi juga menghadirkan perhatian dan motivasi kepada para penyandang disabilitas beserta keluarganya. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi serta berdialog dengan para penerima guna mengetahui kondisi dan kebutuhan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, DWP Kementerian Agama Kabupaten Kediri menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong harus terus ditanamkan dalam setiap program organisasi. Kehadiran DWP bersama UPZ di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para penyandang disabilitas agar tetap percaya diri, mandiri, dan terus berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi salah satu implementasi nyata semangat berbagi yang diusung Kementerian Agama Kabupaten Kediri melalui kolaborasi berbagai unsur di lingkungan kantor. DWP dan UPZ berharap bantuan yang diberikan tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan antara Kementerian Agama dengan masyarakat. Ke depan, sinergi dalam kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program-program kepedulian yang dilaksanakan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kehangatan hingga kegiatan ditutup dengan doa bersama serta dokumentasi sebagai bentuk laporan dan kenang-kenangan.
Susi Hariyati
Pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2026 pada pukul 08.30 WIb s.d selesai Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Musi Rawas Ny. Siti Supardiyono sebagai Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Musi Rawas dan seluruh Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Musi Rawas menghadiri Sosialisai E – Reporting Program Kerja DWP Pusat melalui Zoom Meeting di Sekretariat Dharma Wanita Persatuan PU Cipta Karya Kabupaten Musi Rawas Muara Beliti. Kegiatan zoom meeting di Kabupaten Musi Rawas ini diikuti oleh Plt Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Musi Rawas Ibu Hj. Nani Oktaviano dan seluruh anggota Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Musi Rawas yang hadir sebagai peserta kegiatan. Kegiatan Sosialisasi E Reporting ini bertujuan dalam rangka memberikan pemahaman kepada pengurus Dharma Wanita Persatuan khususnya Operator Layanan E Reporting tujuan penggunaan aplikasi E Reporting sebagai media pelaporan program kerja Dharma Wanita Persatuan diseluruh tingkatan khususnya di tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah OPD di wilayah Kabupaten Musi Rawas. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua umum Dharma Wanita Persatuan, Ny. Ida Rachmawati Budi G Sadikin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh Ketua DWP OPD, Ketua DWP Kecamatan, pengurus, serta anggota yang telah meluangkan waktu. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan kegiatan ini dapat menjadikan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dapat beradaptasi dalam pengelolaan organisasi sehingga semakin efektif dan efesien. Melalui E Reporting setiap Program Kerja yang dilaksanakan di setiap daerah dimanapun berada bahkan juga di luar negeri dapat terdokumentasi dengan baik dan melalui sosialisai ini Ketua umum Dharma Wanita Persatuan juga mengajak kita semua untuk kembali memperkuat komitmen dan memanfaatkannya secara optimal, setiap kegiatan yang dilaksanakan sesuai program kerja hendaknya dilakukan secara lengkap, akurat, dan tepat waktu dengan demikian data yang tersaji benar-benar mencerminkan kinerja organisasi secara nasional. Beliau berharap seluruh ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan dapat menjadikan pelaporan melalui E Reporting sebagai budaya kerja Organisasi bukan semata-mata memenuhi kewajiban administrasi, laporan yang berkualitas akan menghasilkan data yang berkualitas dan data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan juga ingin mencanangkan sapta progam prioritas Dharma Wanita Persatuan sebagai fokus bersama dalam pelaksaan program kerja organisasi diseluruh Indonesia. Ada tujuh Program Prioritas DWP diantaranya 1.DWP Mengajar 2.DWP Berdaya 3.DWP Cerdas Literasi 4.DWP Sehat 5. DWP Peduli 6.DWP Hijau 7.DWP Kreatif Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan mengajak membangun sistem pelaporan yang tertib, berintegrasi dan berkelanjutan dan semoga melalui sosialisasi ini seluruh peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mampu mengimplemetasikannya di organisasi masing-masing. Setelah ketua Umum DWP menyampaikan sambutan dan arahan kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi pertama dengan tema Transformasi Tata Kelola Dharma Wanita Melalui E Reporting yang akan disampaikan oleh Sekjen Dharma Wanita persatuan Ny. Ida Naida Yuda Meidiawan. Dalam materi pertama ini Ibu Sekjen Dharma Wanita Persatuan menjelaskan Transformasi Tata Kelola melalui E Repoting yaitu mengintegrasikan pelaroparan dari seluruh jenjang atau tingkatan Dharma Wanita Persatuan dengan maksud untun membentuk bank data Dharma Wanita Persatuan dalam melakukan laporan E Reporting itu memudahkan monitoring evaluasi serata pengukuran pencapaian program DWP dan untuk pembinaan organisasi serta penyusunan kebijakan organisasi. Jadi bersama sama kita akan membangun bank data dan persatuan yang terintegrasi sebagai pondasi yang profesional transparan akuntabel dan berkelanjutan. Kemudian untuk pemahaman yang lebih jelas mengenai mekanisme fitur serta tata penggunaan aplikasi E Reporting. Termasuk simulasi penginputan data dan pelaporan program kerja selanjutnya akan di jelaskan oleh Bapak Abdul Mufti selaku pembuat dan pengelola E Reporting Dharma wanita Persatuan Bapak Abdul Mufti menjelaskan Asal Muasal harus ada E Reporting bahwa ada di buku Dharma Wanita Persatuan ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA di pasal 16 butir d itu ada amanat bahwa melaporkan pelaksaan serta hasil program kerja kepada pengurus DWP 1 tingkat diatasnya. Kemudian di pasal 16 butir e memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakna yang dilakukan oleh unsur pelaksana DWP di wilayah kerjanya. Dan di pasal 16 butir melaksanakan pembinaan organisasi pada unsur pelaksana DWP di wilayah kerjanya. Cara penulisan yang baik di E Reporting di singkat DWP, apa itu DWP D Data adalah catatan atas kumpulan fakta jadi data harus disertakan dalam setiap laporan yang disampaikan kepada DWP satu tingkat diatasnya. W What, Where, When , Who didalam laporan DWP satu tingkat diatasnya itu harus mengandung What atau Apa Dalam rangka apa itu haru dicantumkan, kemudian Where atau dimana diselenggarakan kemudian When atau Kapan tanggal dan jamnya harus disampaikan kemudian Who atau siapa orang yang dipentingkan atau di tua kan atau narasumber harus di sampaikan dan apa yang di bahas didalam pertemuan itu. P Publik semua harus tau apa yang dikerjakan atau di lakukan di DWP masing-masing. Formula DWP ini adalah ruang untuk membuka kemampuan literasi. Kemudian pelaporan E Reporting itu minimal harus 20 kata karena itu mempengaruhi indeks penulisan. Di setiap pelaporan yang masuk kedalam servernya DWP itu yang menilai adalah mesin. Apakah laporan itu mengandung kelengkapan, penulisan yang sesuai dengan formula DWP, komprehnsif dan bobot penulisan koten kreatifnya. Dan sistem penilaian dari indeks penulisan itu setiap bulan bukan tahunan. Didalam E Reporting itu juga tidak cuma sekedar formula tetapi kita memberikan rambu ada 4 hal 1.Tidak menggurui pengurus laporan yang disertakan tidak memberi kesan menggurui pengurus DWP 2.Tidak seperti artikel laporan tidak harus berlembar-lembar 3.Tidak bahas instansi lain laporan lengkap tidak melaporkan kegiatan atau program instansi lain. 4.Tidak terlalu singkat laporan tidak terlalu singkat sekurang-kurangnya 20 kata. Kemudian laporan tidak boleh lewat dari bulan yang sudah berjalan agar tidak menghambat laporan. Semakin banyak kata didalam laopran maka semakin besar juga indeks penilaian laporan yang di laporkan di E reporting semakin sedikit kata didalam laporan maka indeks penilaian laporan juga semakin kecil. Setelah penyampaian materi mengenai mekanisme fitur serta tata penggunaan aplikasi E Reporting. Oleh bapak Abdul Mufti dilanjutkan dengan pengenalan seragam batik terbaru Dharma Wanita Persatuan Batik baru Dharma Wanita Persatuan Tahun 2025 merupakan identitas resmi organisasi yang mencerminkan nilai persatuan, profesionalisme, serta semangat transformasi DWP yang akan menggantikan batik DWP sebelumnya. Makna dan simbolik motif batik DWP adalah kebersamaan dan kolaborasi, keanggunan dan kecantikan, kesuburan dan harmoni. HASIL KEGIATAN 1. Sosialisai E Reporting melalui zoom meeting terlaksana dengan baik, tertib, dan lancar. 2. Seluruh Ketua DWP OPD, Ketua DWP Kecamatan, pengurus, operator E Reporting, dan anggota memperoleh pembinaan mengenai pentingnya meningkatkan kualitas administrasi organisasi melalui pelaporan kegiatan pada aplikasi E Reporting. 3. Seluruh Ketua DWP OPD dan operator E Reporting berkomitmen untuk meningkatkan ketepatan waktu, kelengkapan, dan kualitas pelaporan kegiatan sehingga capaian program kerja dapat terdokumentasi dengan baik. 4. Terjalin komunikasi, koordinasi, dan kebersamaan yang semakin erat antar anggota DWP OPD dan DWP Kecamatan melalui kegiatan Sosialiasi E Reporting ini. KESIMPULAN Sosialisai E Reporting Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Musi Rawas yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2026 di Sekretariat DWP Kabupaten Musi Rawas berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh antusiasme. Melalui pembinaan yang disampaikan oleh Ketua umum Dharma Wanita Persatuan dan pejelasan materi pertama dari ibu Sekjen Dharma Wanita Persatuan serta Pemahaman Materi dari bapak Abdul Mufti, memotivasi dalam meningkatkan komitmen untuk melaksanakan pelaporan kegiatan secara tepat waktu, lengkap, dan berkualitas sebagai bentuk akuntabilitas organisasi. Sosialisai E Reporting ini juga memberikan manfaat yang positif bagi seluruh peserta karena mampu meningkatkan wawasan, kreativitas, dan keterampilan anggota dalam Pemahaman tentang mekanisme E Reporting Dharma Wanita Persatuan Selain sosialisasi E Reporting pengenalan batik baru Dharma wanita memberikan pemahaman bahwa batik baru Dharma wanita persatuan adalah identitas resmi. Kegiatan ini sekaligus mempererat tali silaturahmi, meningkatkan koordinasi, memperkuat kekompakan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Musi Rawas. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh jajaran Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Musi Rawas semakin aktif, inovatif, dan profesional dalam menjalankan program kerja organisasi, meningkatkan kualitas administrasi melalui E Reporting, serta terus berkontribusi dalam mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas dan pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Musi Rawas #DWPCerdasLiterasi
Selasa 21 Juli 2026, Ibu Ketua DWP Kecamatan Coblong Sekaligus ketua TP Posyandu bersama dengan anggota TP Posyandu melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Posyandu 6 SPM. Kegiatan ini bertuuan untuk mendekatkan dan mengintegrasikan 6 bidan pelayanan dasar yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman/ketertiban umum, serta sosial) guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyakat langsung di tingkat desa atau kelurahan