Laporan : Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wabula meengikuti kegiatan pertemuan rutin dan juga di rangkaikan dengan Sosialisasi tentang pentingnya Air Putih oleh pemateri : Bapak Sani dari PPT Yusti Water yang di laksanakan pada : Hari/ Tanggal : Kamis, 7 Mei 2026 Pukul : 09.00 WITA sampai dengan selesai Bertempat : Ruangan aula kantor bupati takawa,Pasarwajo Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton memiliki tugas pokok, melalui Bidang Sekretariat, salah satunya memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan antaranggota. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pertemuan rutin yang dilaksanakan secara berkala setiap satu bulan sekali. yang menghadiri dari Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wabula Kabupaten Buton yaitu : -Ny. Nurhasnah Syamsudin (Ibu Ketua Kec.Wabula) -Ny.Hermawati -Ny. Gerhanawati -Ny. Andriani -Ny. Yuliana Doa -Ny. Andrini -Ny. Nurfindasari -Ny. Hendriawati -Ny. Susilawati Susunan Acara : - Pembukaan - Di lanjutkan dengan membaca yasin bersama - Mennyayikan Hymne dan Mars Dharmawanita - Arahan dari Ibu Plt Ketua Dharma Wanita Kabupaten Buton - Laporan masing masing bidang yaitu: Bidang Sosial dan Budaya, Bidang Ekonomi,Bidang Pendidikan - Pembacaan Doa - Penutup sekaligus pembacaan lot arisan Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton yaitu : Ny. Sunarlin Ilham Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kekompakan, baik dalam kehadiran pada setiap kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton maupun dalam penyusunan laporan e-reporting secara tepat waktu. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton memiliki tugas pokok, melalui Bidang Sekretariat, salah satunya memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan antaranggota. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pertemuan rutin yang dilaksanakan secara berkala setiap satu bulan sekali. Adapun tujuan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan adalah sebagai berikut: 1. Mempererat hubungan dan kebersamaan, sebagai ajang membangun solidaritas, kekeluargaan, dan keakraban antaranggota. 2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, melalui pembelajaran berbagai topik serta pelatihan pengembangan diri. 3. Mendukung karier suami, dalam rangka menunjang kinerja ASN agar dapat bekerja lebih optimal. 4. Berperan dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat, sebagai sarana perencanaan dan pelaksanaan kegiatan sosial dan kemanusiaan. 5. Memfasilitasi pertukaran informasi, terkait program, kegiatan, dan isu strategis Dharma Wanita Persatuan. 6. Membina mental dan spiritual, guna membentuk pribadi yang bertakwa, berkepribadian, dan berbudi pekerti luhur. Pertemuan Dharma Wanita Persatuan ini tidak hanya menjadi rutinitas bulanan, tetapi juga momen inspiratif untuk membangun semangat kebersamaan dan partisipasi aktif anggota. Diharapkan, kegiatan positif ini terus berlanjut sebagai wujud kontribusi nyata Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton dalam menciptakan suasana yang harmonis. semoga dalam kegiatan ini dapat bermanfaat dan terus maju dan berkembang lagi.
LAPORAN EMPAT LAWANG Bidang : Sosial Budaya Program Kerja : Wawasan Keanekaragaman Budaya (Peringatan Hari Kartini) Keterangan Program 1. DWP Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang 2. Hari Tanggal : Kamis, 07 Mei 2026 3. Pukul : 08.30 WIB s.d. selesai 4. Acara : Pertemuan Ritin Bulanan & Peringatan Hari Kartini 5. Peserta : 75 Orang 6. Tempat : Aula Kankemenag Kabupaten Empat Lawang DWP Kemenag Empat Lawang Peringati Hari Kartini dengan Sosialisasi Kesehatan. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang menggelar kegiatan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan sosialisasi kesehatan bertema “Perempuan Aktif, Tampil Cantik, Awet Muda serta Percaya Diri Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang, Kamis (07/05/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Raden Bakti Kariono selaku Owner Over Beauty yang memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit, penampilan, serta rasa percaya diri bagi perempuan aktif di era modern. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang, Nazwal Ardhani, Kasubbag TU, para Kasi dan Penyelenggara, Kepala KUA Kecamatan, Ketua DWP Unit KUA Kecamatan dan Madrasah, serta pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang. Sementara itu, Ketua DWP Kemenag Empat Lawang, Nahdiyati Wahyuli Nazwal, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 75 peserta yang terdiri dari anggota DWP KUA Kecamatan, DWP Madrasah, serta pegawai perempuan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang. Adapun rangkaian kegiatan dalam pertemuan rutin kali ini meliputi sosialisasi kesehatan, parade busana Kartini, serta pengumuman pemenang lomba puisi Kartini yang dilaksanakan secara online. Nahdiyati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses. “Semoga melalui kegiatan ini, perempuan Indonesia semakin sehat, berdaya, dan terus menginspirasi dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan kerja,” ujarnya. Selanjutnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang, Nazwal Ardhani, memberikan pembinaan kepada anggota Dharma Wanita agar tetap aktif mengikuti kegiatan rutin bulanan yang telah diprogramkan. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk saling mendukung agar setiap program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sinjai melaksanakan Pelatihan Pembuatan Brownies Kukus Ubi Ungu Tanpa Terigu sebagai kue sehat, ekonomis, dan bergizi berbasis pangan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman Ibu drh. Ratnawati Laode Ahmad yang beralamat di BTN Lamatti Rilau Permai Blok H Nomor 40, Kelurahan Lamatti Rilau, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai. Kegiatan dihadiri oleh sepuluh orang yang terdiri atas Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit, Wakil Ketua, Sekretaris, Ketua Bidang Pendidikan, Ketua Bidang Ekonomi, Ketua Bidang Sosial Budaya, serta empat orang perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sinjai. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu Program Kerja Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sinjai Tahun 2026. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya peningkatan keterampilan anggota Dharma Wanita Persatuan dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi. Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sinjai di bidang tata boga, khususnya dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan sehat yang memiliki nilai gizi tinggi dan bernilai ekonomi. Kegiatan ini juga mendukung pemanfaatan hasil pangan lokal, khususnya ubi ungu, sebagai alternatif bahan makanan sehat bagi keluarga yang memiliki nilai jual. Selain itu, pelatihan diharapkan dapat memberikan inspirasi usaha rumahan bagi anggota Dharma Wanita Persatuan untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga serta mempererat silaturahmi antaranggota. Pelatihan berlangsung dengan suasana antusias dan penuh semangat. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sinjai. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali anggota dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Acara inti berupa demonstrasi memasak dipandu oleh narasumber, Ibu drh. Ratnawati Laode Ahmad. Beliau menjelaskan manfaat ubi ungu yang kaya akan antioksidan, kemudian mempraktikkan langkah-langkah pembuatan brownies kukus ubi ungu, mulai dari persiapan bahan, teknik pengocokan adonan hingga mengembang, sampai proses pengukusan yang benar agar hasil brownies tidak bantat. Hasil yang dicapai dari kegiatan pelatihan ini antara lain anggota Dharma Wanita Persatuan memiliki keterampilan baru dalam membuat brownies kukus ubi ungu, meningkatnya pemahaman anggota mengenai potensi olahan pangan lokal sebagai peluang usaha, terjalinnya kebersamaan dan semangat belajar antaranggota Dharma Wanita Persatuan, serta tersedianya satu resep standar yang dapat dikembangkan sendiri oleh anggota di rumah. Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sinjai menyampaikan harapannya agar pelatihan keterampilan keluarga seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan anggota sekaligus mendukung gerakan pemanfaatan pangan lokal yang sehat, bergizi, dan bernilai ekonomis. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, pencicipan hasil brownies kukus ubi ungu yang telah dibuat bersama oleh para peserta pelatihan, serta foto bersama.
LAPORAN MENGHADIRI ACARA SOSIALISASI TMMD SENGKUYUNG TAHAP II 2026
Ny. Eko Prasetyo selaku ketua DWP Dinsos PMD menghadiri acara sosialisasi PERKAWINAN ANAK X STUNTING Dalam rangka TMMD SENGKUYUNG TAHAP II 2026 sosialisasi tersebut merupakan salah satu kegiatan Sasaran Non Fisik dari 8 kegiatan sasaran non fisik yang dilaksanakan di desa Grugu kecamatan kaliwiro.
Adapun 8 sasaran on fisik tersebut adalah :
1) .sosialisasi Bela Negara dan wawasan kebangsaan oleh Kodim 0707
2) sosialisasi Sadar Hukum dari Kejaksaan Negeri kab Wonosobo
3) Sosialisasi Kamtibmas dari Polres Wonosobo
4) Sosialisasi Posyandu 6 Bidang SPM Dinas Sosial kab Wonosobo
5) sosialisasi kebencanaan BPBD kab Wonosobo
6) pelayanan KB dari dinasDPPKBPPPA kab Wonosobo
7) Posyandu pos bindu PTM dari Dinas Kesehatan Kab Wonosobo
8) Perekam E KTP dari Disdukcapil kab Wonosobo
Adapun sosialisasi Perkawinan Anak X STUNTING dilaksanakan pada
Hari tanggal :kamis ,7 Mei 2026
Bertempat : di Balai Desa Grugu Kecamatan Kaliwiro.
Penyelenggara:Dinas DPPKBPPPA,Dandim0707, Dinas Sosial PMD kab Wonosobo
Narasumber :
1.Ibu Rizqyka Endah Sitorini .S.Psi dan Ibu Lia .dari dinas DPPKBPPPA kab wonosobo.
2.Ibu Robingah SIP MM Kepala Bidang Pemdes Dinsos PMD
peserta : ± 25 orang antara lain dari
- Kader pokja Iv
-Kadus
-Admin Desa ,
-Bidan Desa ibu Lia Wahyu
-Babinsa Desa grugu bpk Wahyu
- Kapolsek Kaliwiro Bapak Susiono
- Kepala Desa Grugu bpk Iwan Widiyanto.
-Kepala Bidang Pemerintahan Desa Ibu Robingah S .ip MM.
-Kantor Kecamatan Kaliwiro bapak Alwi dan bapak iqbal
Bidang : sekretariat
Program kerja : Penataan Organisasi / manajemen
kegiatan : Sosialisasi/konsolidasi
Pakaian : Batik DWP
TUJUAN :
• Peningkatan Kesadaran Dampak Negatif: Memahami risiko pernikahan dini, termasuk risiko kesehatan reproduksi, gangguan mental, dan potensi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
• Pencegahan Putus Sekolah: Mendorong remaja untuk menyelesaikan pendidikan formal dan tidak menghentikannya untuk menikah muda.
• Perubahan Pola Pikir Orang Tua: Mengedukasi orang tua agar lebih bertanggung jawab mendidik anak, serta menghindari anggapan bahwa pernikahan dini adalah solusi masalah ekonomi atau sosial.
• Pemberdayaan Remaja: Membekali remaja dengan wawasan tentang kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, dan bahaya pergaulan bebas.
• Mengurangi Angka Pernikahan Dini: Menurunkan angka pernikahan di bawah umur di masyarakat, yang sering kali memicu tingginya angka perceraian dan kemiskinan.
jalannya kegiatan
1 . pukul 07 30 - 08 30 Wib Absensi dilaksanakan di balai Desa oleh perangkat desa
2 .pukul 08 30 -08. 35 WIB
pembukaan dibuka oleh MC Bp.Setyo Nugroho dengan ucapan selamat datang dan doa agar acara berjalan dengan lancar
3. menyanyikan Lagu Indonesia raya dipimpin oleh petugas ibu tanti
4 Sambutan dari Bapak kepala desa Grugu bapak Iwan Widiyanto antara lain ucapan terima kasih kepada dinas DPPKBPPPA dan Dinas Sosial PMD serta Kodim 0707 harapannya dengan acara sosialisasi dari Dinas DPPKBPPPA.orang tua kususnya dan masyarakat Grugu, umumnya ikut mencegah terjadinya pernikahan dini serta adanya sosialisasi Posyandu masyarakat ikut berperan aktif dalam kegiatan posyandu karena posyandu SPM mencakup 6 bidang tidak hanya menangani balita saja untuk mencegah stunting .
5 pukul 08 35 - 09. 35 WIB pemaparan materi oleh ibu Rizqyka Endah Sitorini S.spi dari kantor dinas DPPKBPPPA tentang PERKAWINAN ANAK X STUNTING beliau menyampaikan melalui PPt antara lain :
Surat edaran tentang pencegahan dan penanggulangan perkawinan anak usia dini kabupaten wonosobo dan layanan yang ditunjuk dari pusat pembelajaran keluarga atau PUSPAGA yang beralamat di mall pelayanan publik tumenggung jogo negoro PUSPAGA merupakan lembaga yang ditunjuk untuk membidang i perempuan dan anak. Puspaga akan menjadi filter pertama karena krusial menjadi penyaring pertama agar data perkawinan anak dapat sinkron antar Puspaga pada pengadilan agama dan kemenag. Adapun Batas usia pernikahan adalah 19 Tahun .
Perkawinan anak di Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu faktor kunci tingginya angka stunting, di mana ketidaksiapan fisik dan psikologis remaja memicu risiko tinggi gizi buruk dan gangguan tumbuh kembang anak. Kasus ini sering berakar dari masalah ekonomi, pendidikan rendah, dan budaya, yang kemudian menciptakan lingkaran setan kemiskinan dan kesehatan buruk.
- hubungan perkawinan anak dan stunting di Wonosobo:
Akar Masalah: Pernikahan Usia Anak (Pernikahan Dini)
• Tingginya Kasus: Angka perkawinan anak di Wonosobo masih cukup tinggi, dengan temuan kasus perempuan menikah di bawah umur 16 tahun.
• Faktor Penyebab: Kompleksitas masalah mencakup faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, budaya, serta ketidaksiapan emosional.
• Dampak Sosial: Pernikahan dini seringkali menghentikan pendidikan anak (putus sekolah), yang membatasi peluang ekonomi masa depan.
Jalur Penghubung ke Stunting
• Kehamilan Remaja: Remaja yang hamil (umur <20 tahun) berisiko tinggi karena organ reproduksi belum berkembang sempurna.
• Kesehatan mental ibu :
- Perasaan malu
- Perasaan tidak berdaya mengurus anak
- Kondisi sosial dan finansial
- Tidak siap dengan perubahan peran
- Kurang mampu menyesuaikan diri
- Stress,kecemasan ,baby blues ,depresi
• Nutrisi Ibu-Janin: Kurangnya pengetahuan tentang gizi (nutrisi ibu hamil) dan penyaluran zat gizi ke janin yang belum sempurna meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau dengan berat rendah.
• Pola Asuh Rendah: Pasangan muda sering kurang pengetahuan tentang pola asuh yang benar, nutrisi anak, dan manajemen kesehatan, yang berujung pada kasus stunting.
Ibu Rizqyka Endah juga menekankan untuk tidak menikah sebelum usia cukup sebagai salah satu upaya dalam mengatasi persoalan stunting pada anak, “Pastikan tidak menikah sebelum usia cukup yaitu minimal 19 tahun sesuai undang-undang. Jika menikah sebelum waktunya secara medis reproduksi belum siap .beliau juga menjelaskan bagaimana Alur Layanan Puspaga .sehingga nantinya dan harapannya masyarakat berperan aktif mencegah pernikahan anak untuk mencegah stunting dan menyampaikan kontak Layanan Puspaga.
Sosialisasi berjalan dengan tertib dan lancar peserta juga menyampaikan pertanyaan dan dijawab langsung oleh ibu Risqyka . Sosialisasi ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang lebih terbuka antara orang tua dan anak mengenai pendidikan seksual dan risiko masa depan.
6 Sosialisasi POSYANDU 6 bidang SPM oleh ibu robingah Sip MM
7 .penutup ditutup.oleh MC .
HARAPAN
Dwp DINSOS PMD khususnya dan Masyarakat pada umumnya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman masyarakat (remaja dan orang tua) mengenai dampak negatif pernikahan dini bagi kesehatan dan masa depan. Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir, mencegah tingginya angka pernikahan di bawah umur, serta merencanakan masa depan anak lebih baik.DWP dinsos diharapkan menjadi agen edukasi yang aktif menyampaikan pentingnya menunda pernikahan anak mengutamakan pendidikan anak serta melindungi hak hak anak perempuan agar tumbuh sehat cerdas dan berdaya .bersama sama menurunkan angka pernikahan anak mewujudkan Generasi Emas Indonesia berkualitas .
Penyusun laporan ny Wasis Munandar sekretaris DWP
Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Lumajang
Bidang :Ekonomi
Program :Kegiatan Usaha
Kegiatan :Bazar UMKM
Uraian kegiatan
LUMAJANG – Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang tidak hanya dipenuhi dengan agenda serius terkait literasi hukum dan rapat organisasi pada Kamis, 7 Mei 2026. Suasana meriah justru tampak di sudut-sudut strategis gedung, di mana Bidang Ekonomi DWP Kemenag Lumajang sukses menyulap sela-sela kegiatan pembinaan dan Rapat Pleno menjadi ajang Bazar UMKM yang produktif dan penuh semangat.
Dimulai sejak pukul 07.30 WIB, Bazar UMKM ini menjadi magnet tersendiri bagi para anggota DWP dari berbagai KUA, Satker, hingga para penyuluh dan pengawas yang hadir. Inisiatif ini merupakan langkah nyata Bidang Ekonomi dalam mendukung gerakan pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus mempererat kebersamaan antara nggota melalui wadah kewirausahaan.
Inovasi Kuliner Bidang Ekonomi
Dengan semangat kemandirian, Bidang Ekonomi DWP Kemenag Lumajang menyajikan berbagai produk kuliner hasil olahan kreatif para anggota. Stand bazar ditata dengan apik, menampilkan aneka hidangan yang menggugah selera dan dikemas secara higienis.
Beberapa menu yang menjadi primadona dalam bazar kali ini antara lain:
Penggerak Roda Ekonomi Organisasi
Ketua Bidang Ekonomi DWP Kemenag Lumajang menyatakan bahwa bazar ini bukan sekadar aktivitas berjualan biasa. Ini adalah upaya untuk menunjukkan bahwa Dharma Wanita memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif. Keuntungan yang didapat dari penjualan ini nantinya akan dikelola kembali untuk mendukung program-program sosial dan kesejahteraan anggota.
Para anggota DWP yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan bazar ini. Menurut mereka, adanya bazar UMKM membuat suasana rapat pleno menjadi tidak membosankan dan sangat praktis. Peserta tidak perlu keluar area kantor untuk mencari konsumsi, sehingga waktu istirahat dapat digunakan secara efektif untuk saling bersilaturahmi sambil menikmati hidangan yang ada.
Ibu Ketua DWP Kemenag Lumajang pun menyempatkan diri meninjau langsung stand bazar. Beliau memberikan jempol atas inisiatif Bidang Ekonomi yang dinilai selaras dengan tema "Partisipasi Semesta". Menurutnya, kemandirian ekonomi adalah salah satu pilar penting dalam mewujudkan keluarga ASN yang tangguh.
Kegiatan bazar berakhir seiring selesainya rangkaian Rapat Pleno. Hampir seluruh dagangan yang disiapkan oleh Bidang Ekonomi ludes terjual (sold out). Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi pengurus untuk menjadikan bazar UMKM sebagai agenda rutin dalam setiap pertemuan besar di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, DWP Kemenag Lumajang tidak hanya berhasil dalam urusan administrasi dan pembinaan mental, tetapi juga membuktikan kesuksesan dalam menggerakkan potensi ekonomi mikro yang bermanfaat langsung bagi anggota dan organisasi.
Senam Sehat Bersama adalah kegiatan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulanan untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan semangat bekerja antar pegawai. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Mei 2026 pukul 15.30 samapai dengan selesai Senam ini bertempat di Aula lantai 3 Kantor BKD Prov. Kaltim dan diikuti oleh seluruh pegawai BKD Prov. Kaltim,Ibu ibu pengurus DWP BKD dan dipandu lansung oleh instruktur senam Kegiatan ini diadakan untuk membudayakan pola hidup sehat, meningkatkan kebugaran jasmani, serta mempererat kebersamaan antar pegawai dengan Ibu Ibu pengurus DWP BKD. Acara dimulai dengan pemanasan dilanjutkan senam aerobik dan gerakan inti, hingga pendinginan. Kegiatan ditutup dengan foto bersama.
Dharma wanita persatuan (DWP) Satpol PP kota bandung menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan nasional yang di selenggarakan pada hari seni tanggal 4 Mei 2026 di Plaza Balai Kota Bandung, Wali kota bandung bertidak selaku Inspektur Upacara, dalam arahannya wali kota bandung menyatakan bahwa Peringatan Hardiknas 2026 di Kota Bandung pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berkelanjutan, upacara peringatan hari pendidikan nasional.
Nama Kegiatan: Pertemuan Rutin bulanan .Unsur Pelaksana: DWP kabupaten Bengkulu Utara .Hari/Tanggal: kamis 07 mei 2026 .Waktu: 08.30 WIB s.d. selesai .Lokasi: Aula Sekretariat DWP Kabupaten Bengkulu Utara .Jumlah Peserta: 115 orang (Pengurus dan Anggota) petugas : dinas penanaman Modal Kabupaten Bengkulu Utara acara : pembuatan kerajinan piring dari lidi sawit deskripsi : kegiatan di mulai dengan pembukaan dengan basmallah dan dilanjtkan dengan pembacaan doa yang di pimpin oleh Ny. sahril, kemudian di lanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Dharmawanita persatuan secara bersama sama yang di pandu oleh dirigen, acara berikutnya sambuatan dari kedua DWP kabupaten bengkulu utara dalam hal ini di wakili oleh Ny. cut Bari beliau menyampakan ;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi. Yang saya hormati seluruh pengurus dan anggota DWP. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam pertemuan rutin bulan ini dalam keadaan sehat.Saya sampaikan permohonan maaf dari ibu ketua ,beliau tidak dapat hadir di karenakan lagi kurang sehat. ucapkan terima kasih kepada tim yang telah menyiapkan pertemuan ini. Saya berharap, melalui pertemuan rutin ini, silaturahmi kita semakin kuat dan kegiatan-kegiatan yang kita rencanakan, seperti pelatihan keterampilan, dapat berjalan lancar untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Mari kita terus berinovasi dan aktif dalam program kerja DWP untuk mendukung kinerja suami. Terakhir, mari kita manfaatkan momen ini untuk berbagi informasi dan mempererat kekompakan kita." kemudian di lanjukan denagn menyanyikan lagu pada mu negeri secara bersama sama. selanjutnya lanju ke acara inti pembuatan pring dari lidi sawit yang di sampaikan oleh nara sumber wakil ketua forum umkm ny.yusniarti beliau menyampaikan Membuat piring lidi memerlukan bahan utama lidi kelapa atau lidi sawit, serta alat sederhana seperti gunting dahan dan pengikat. Alat utamanya adalah lidi yang dibersihkan, sedangkan prosesnya melibatkan teknik anyaman melingkar untuk membentuk dasar dan dinding piring, seringkali dibantu dengan kayu pemukul untuk merapikan hasil akhir.Berikut adalah rincian alat dan bahan untuk membuat piring lidi:Bahan UtamaLidi: Menggunakan lidi kelapa atau lidi sawit. Disarankan memilih lidi yang baru diserut, berwarna hijau, dan lentur agar tidak mudah patah saat dianyam.Tali Pengikat: Tali rafia atau karet digunakan untuk mengikat dasar anyaman sementara.Mule Clear (Opsional): Cairan pelapis untuk membuat piring lebih mengkilap dan awet (finishing). Alat-AlatGunting Dahan/Pisau: Untuk memotong dan merapikan ujung-ujung lidi.Panakol/Kayu Pemukul: Alat untuk memukul atau merapikan pangkal lidi yang menumpuk agar anyaman lebih padat.Koas (Opsional): Untuk mengoleskan mule clear.Teknik Dasar PembuatanPersiapan: Menyiapkan sekitar 72 batang lidi yang dibagi dalam beberapa kelompok untuk pola anyaman.Pembuatan Dasar: Lidi dianyam dengan teknik silang membentuk lingkaran dasar.Penganyaman Sisi: Lidi dinaikkan untuk membentuk sisi piring.Finishing: Merapikan ujung lidi dengan gunting agar rapi dan tidak tajam. Teknik utama yang digunakan untuk membuat kerajinan piring lidi (ingke) adalah teknik menganyam. Proses ini melibatkan penyusunan dan pengikatan lidi kelapa atau sawit secara sistematis, biasanya dimulai dengan pola lingkaran dasar, dilanjutkan ke bagian samping, hingga membentuk piring yang kuat, rapi, dan fungsion Berikut adalah detail prosesnya: Menganyam: Teknik inti yang menuntut ketekunan untuk membentuk lidi menjadi piring. Persiapan Lidi: Lidi dibersihkan dan seringkali digunakan dalam keadaan basah agar lebih fleksibel saat dibentuk. Finishing: Pengikatan atau pengunci bagian pinggir lidi agar anyaman tidak terlepas dan hasil akhir lebih rapi. kemudian acara ditutup dengan arisan dan dorprice hasil yang didapat : Diharapkan ibu ibu DWP dapat terus menjalin silaturahmi, dan dengan adanya pelatihan keterampilan ini dapat bermanfaat bagi semua anggota dan meningkatkan UMKM yang ada di Bengkulu Utara
Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kabupaten wakatobi yang dilaksanakan pada hari Selasa, 5 -5- 2026 di kantor Bapenda. Pertemuan rutin dihadiri oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kabupaten Wakatobi. Dalam sambutannya ketua DWP Bapenda Ny. Sunarti Muhidin mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk aktif dalam kegiatan Dharma Wanita serta terus menjalin silaturahmi di antara sesama anggota. Selain itu, ketua DWP Bapenda juga seluruh pengurus Dharma Wanita Bapenda untuk selalu menjaga memperhatikan pendidikan putra/ putrinya khususnya pendidikan dalam lingkungan keluarga karena saat ini Narkoba dan krisis moral sedang melanda generasi muda di Kabupaten Wakatobi. Pertemuan rutin berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Ciamis telah mengikuti Kegiatan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ciamis Bulan Mei 2026 dengan tema Gerak Sehat, Tubuh Bugar Bersama Senam Lieng Tin Kung di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis pada hari Kamis, tanggal 7 Mei 2025 pukul 08.00 12.00. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan OPD dan kecamatan seKabupaten Ciamis beserta 1 (satu) orang anggotanya sebanyak 135 orang peserta. Adapun peserta yang berasal dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Ciamis yaitu Ny. Anie Wulan Dadan dan Ny. Siti Sapariah Endah. Kegiatan kali dilaksanakan berdasarkan Surat Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ciamis Nomor B.01/BID.SOS.BUD/DWP.KAB.CIAMIS/V/2026 Tanggal 5 Mei 2026 Perihal UNDANGAN dan kegiatan ini terkait dengan Program Bidang Sosial Budaya mengenai Ketahanan Keluarga dengan Kegiatan Gerakan Sehat. Adapun penyelenggaa kegiatan ini terdiri dari Dharma Wanita Persatuan Bapperida, Disdukcapil, Inspektorat, Sekretariat Daerah, BKPSDM, DISBUDPORA, DP2KBP3A, Disdik, Dishub,PDAM, Kecamatan Purwadadi, Rajadesa, Pamarican, Banjaranyar, Sadananya, Sindangkasih, Baregbeg, Cisaga dan Cimaragas. Rangkuman dari kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1.Acara diawali dengan pembukaan oleh MC Ibu Dr. Yoyo. 2. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan dipimpin oleh perwakilan DWP Kecamatan. 3.Laporan ketua penyelenggara disampaikan oleh Ibu Elis Rudi dari DWP Setda. 4. Penyampaian Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ciamis oleh Ibu Syarifah Andang, dimana beliau menyampaikan kegiatan kali ini terdiri dari senam Lieng Tin Kung dan bazar. Senam ini dipilih karena bahwa wanita mempunyai tugas fungsi yang banyak sehingga harus menjaga kesehatan dan kebugaran, salah satunya dengan berolahraga. Senam Lieng Tin Kung merupakan kombinasi gerakan terapi dan relaksasi bagi semua kalangan dengan moto sehat tanpa obat, sehat tanpa alat dan sehat tanpa biaya. Untuk itu seluruh ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan yang hadir diharapkan turut berpartisipasi aktif karena sehat itu murah dan sakit itu mahal. 5. Sambutan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ciamis oleh Ibu Kania Herdiat. Beliau menyampaikan bahwa seringkali wanita abai terhadap kesehatan karena kesibukannya. Padahal tubuh yang sehat merupakan asset dan investasi yang menjadikan hidup tenang, ibadah lebih khusu, serta meminimalisir biaya berobat. Wanita harus rajin berolahraga supaya tetap sehat, kuat dan bugar karena olahraga merupakan terapi bagi penyakit degenaratif akibat bertambahnya usia. Hal tersebut sesuai dengan moto Dharma Wanita Persatuan yaitu sehat berdaya. 6. Pembagian door prize 7. Pemaparan dan praktek senam Senam Lieng Tin Kung dipandu oleh Bapak Eman Sulaeman dan tim dari Sasana Lieng Tin Kung Ciamis. Beliau memaparkan bahwa senam ini berfokus pada tenaga dalam melalui gerakan sederhana, lembut dan tanpa alat dengan teknik utama yaitu empet anut dan jinjit untuk meremajakan tubuh, memperbaiki alirah darah, menyehatkan organ tubuh dan cocok bagi para lansia. Gerakan ini terbukti mengatasi keluhan kolesterol, darah tinggi, diabetes dan menjaga kebugaran di usia lanjut. Praktek senam diikuti oleh ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan dengan penuh antusias dan bersemangat selama 45 menit. Meskipun gerakannya sederhana namun sangat menguras tenaga. Gerakan dari senam ini meliputi pemanasan, cash aki manusia, menata ulang organ tubuh, membangkitkan tenaga titik nol dan pendinginan. 8. Sesi Tanya Jawab dan Pembagian doorprize. 9. Acara terakhir yaitu foto bersama dan penutupan. Demkian laporan yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat. Pembuat laporan Ny. Anie Wulan Dadan.