Sebagai wujud nyata dari rasa kepedulian, empati, dan penguatan tali silaturahmi antaranggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) BMKG Provinsi Kalimantan Selatan telah melaksanakan kegiatan kunjungan sosial dan penyerahan santunan. Kegiatan ini ditujukan khusus untuk menjenguk serta memberikan dukungan moral maupun materiil kepada suami dari salah satu pengurus DWP BMKG Provinsi Kalimantan Selatan yang saat ini sedang menjalani masa perawatan medis (opname). Melalui aksi kepedulian ini, segenap pengurus yang hadir berkomitmen untuk memberikan perhatian tulus, menyemangati, serta memanjatkan doa bersama demi kesembuhan dan kekuatan bagi keluarga pengurus yang sedang diuji dengan cobaan sakit. Adapun detail pelaksanaan kegiatan sosial tersebut dijabarkan sebagai berikut: Hari / Tanggal: Selasa, 26 Mei 2026 Waktu: Pukul 09.00 WITA s/d Selesai Tempat: Kediaman/Rumah Ibu Panji Pakaian: Seragam Batik DWP BMKG Pusat
Laporan Kegiatan: Peringatan Hari Kartini DWP Provinsi Kalimantan Selatan Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi sekaligus menggelorakan semangat perjuangan emansipasi wanita di era modern, Dharma Wanita Persatuan (DWP) BMKG Provinsi Kalimantan Selatan menghadiri undangan pertemuan rutin yang diselenggarakan oleh pengurus DWP Provinsi Kalimantan Selatan. Pertemuan berkala ini dirangkai secara khusus dengan acara peringatan Hari Kartini yang mengusung tema sentral: "Semangat Kartini Masa Kini, Perempuan Banua Berkarya & Berdaya". Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan seremonial dan edukatif ini dilaksanakan secara khidmat pada: Hari / Tanggal: Kamis, 07 Mei 2026 Waktu: Pukul 09.00 WITA sampai dengan selesai Tempat: Gedung Auditorium K.H. Idham Chalid, Banjarbaru, Kalimantan Selatan Kehadiran Peserta dan Suasana Acara Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota DWP BMKG Provinsi Kalimantan Selatan, yang membaur bersama seluruh elemen perwakilan DWP Instansi Vertikal dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kehadiran publik yang terdiri dari berbagai organisasi wanita ini memberikan atmosfer yang representatif bagi sinergi perempuan di Banua. Menyesuaikan dengan momentum hari besar nasional tersebut, seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir tampak anggun dan serasi mengenakan pakaian adat Kebaya. Pemilihan busana ini tidak sekadar memenuhi ketentuan estetika formal, melainkan menjadi simbol pelestarian budaya bangsa serta bentuk penghormatan terhadap identitas perempuan Indonesia yang dicita-citakan oleh Raden Adjeng Kartini. Inti dan Tujuan Acara Pertemuan rutin sekaligus peringatan ini diisi dengan berbagai agenda yang bertujuan untuk memotivasi kaum perempuan di Kalimantan Selatan agar terus meningkatkan kapasitas diri, mandiri, serta mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Melalui tema "Perempuan Banua Berkarya & Berdaya", forum ini menekankan pentingnya kontribusi nyata wanita modern dalam menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan kodrat dan akar budayanya. Keikutsertaan DWP BMKG Provinsi Kalimantan Selatan dalam kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi untuk selalu aktif mendukung program-program pemberdayaan perempuan, baik di internal instansi maupun dalam ruang lingkup kemasyarakatan yang lebih luas. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh rasa kebersamaan.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) BMKG Provinsi Kalimantan Selatan Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas dan kepedulian anggota terhadap isu lingkungan hidup, Dharma Wanita Persatuan (DWP) BMKG Provinsi Kalimantan Selatan telah melaksanakan agenda kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan pertemuan rutin bulanan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pengurus dan anggota DWP BMKG Provinsi Kalimantan Selatan selaku pilar utama organisasi. Pelaksanaan Kegiatan Acara ini diselenggarakan secara resmi pada: Hari / Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2026 Waktu:Pukul 09.00 WITA s.d. Selesai Tempat: Aula Kantor Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam (GSA), Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan Pakaian: Seragam Batik DWP Nasional Agenda Utama dan Sosialisasi Destinasi utama dari kunjungan kerja kali ini adalah DWP Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam Kotabaru. Selain sebagai momentum memperkuat sinergi internal antar-unit kerja di lingkungan BMKG Kalimantan Selatan, pertemuan ini juga diisi dengan agenda krusial berupa Sosialisasi Materi Hasil Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional). Materi yang diangkat berfokus pada "Pengelolaan Sampah Komprehensif" yang mengusung tema besar: > “Zero Waste - Optimum Contribution - Climate Change, Pertanian Organik - Tanaman Obat Keluarga (TOGA)” Melalui sosialisasi ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya pengurangan limbah rumah tangga menuju target bebas sampah (zero waste). Edukasi ini juga menekankan kontribusi optimal yang dapat diberikan oleh sektor keluarga dalam memitigasi perubahan iklim (climate change), salah satunya melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk pertanian organik serta budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Sasaran dan Dampak Publik Secara luas, kegiatan ini menyasar publik internal dan eksternal. Di ranah internal, program ini bertujuan membentuk karakter anggota DWP yang berwawasan lingkungan agar mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di dalam keluarga besar BMKG. Sementara untuk publik eksternal (masyarakat luas), aksi nyata dari implementasi pengelolaan sampah dan pertanian organik ini diharapkan dapat menjadi stimulus serta contoh aplikatif bagi lingkungan sekitar kantor kedinasan. Langkah ini menegaskan komitmen DWP BMKG Kalsel untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung keberlanjutan bumi di tingkat regional. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan khidmat, lancar, dan penuh kehangatan, serta ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh jajaran pengurus yang hadir.
Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Pacitan, telah menghadiri Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan
Bidang :Sekretariat
Program :Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan :Rapat
PERTEMUAN RUTIN DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN PACITAN
Susunan Acara
Latar Belakang
Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan merupakan agenda berkala yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kooedinasi serta menambah wawasan anggota dalam mendukung program Pemerintah Daerah. Kegiatan ini juga menjadi sarana penyampaian informasi strategi yang berkaitan dengan peran perempuandan keluarga dalam mendukung kebijakan pemerinta
.
Pada kesempatan ini kegiatan dirangkaiakan dengan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan sebagai upaya mengenai pentingnya pendataan ekonomi secara menyeluruh..Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang bertujuan memperoleh data akurat mengenai kondisi dan perkembangan kegiatan usaha di Indonesia sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.
Melalui sosialisasi ini diharapkan Dharma Wanira Persatuan dapat memahami tujuan, manfaat, serta pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus berperan aktif dalam mendukung kaelancaran pendataan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran organisasi tetapi juga mendukung keberhasilan program pemerintah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Tujuan Kegiatan
Uraian Kegiatan
Berdasarkan Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan , tentang Pertemuan Rutin yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan pada hari Selasa , 5 Mei 2026 , pukul 08.00 WIB s/d Selesai , bertempat di Gedung Karya Darma Kabupaten Pacitan, yang dihadiri oleh Ibu Ernes Ponco selaku Wakil Ketua serta Ibu Sonya Busroni. selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan UPT PPD Pacitan,
.
Kegiatan dipimpin oleh Ibu Siti Ulfah Heru Wiwoho selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan yang dalam sambutannya membahas tentang
Kegiatan ini telah didokumentasikan dan di upload pada akun instagram Dharma Wanita Persatuan UPT PPD Pacitan @dwp_uptppdpacitan
Penulis Laporan :Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Pacitan
[B3]Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur Wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Bojonegoro
Telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Sub Bidang : Penataan Organisasi / Manajemen
Program : Sosialisasi
Keterangan Program :
Kegiatan : Mengikuti seminar SAPA DP3AK melalui zoom meeting
Hari, Tanggal : Senin, 25 Mei 2026
Waktu : 10.00 – selesai WIB
Lokasi : Zoom meeting di Ruangan Dharma Wanita Persatuan UPT PJJ Bojonegoro
Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur
Jumlah pengurus, anggota, dan tamu undangan yang hadir :
1. Pengurus Dharma Wanita Persatuan UPT PJJ Bojonegoro (1 orang) :
> Bidang Pendidikan :
- Nona Nurul (Sekretaris)
2. Narasumber (1 orang) : Mangatur Hadi Putra Simanjuntak
3. Seluruh DWP se-Provinsi Jawa Timur
Uraian Program :
Dalam konteks keimigrasian Indonesia, affidavit adalah dokumen keimigrasian yang diberikan kepada anak berkewarganegaraan ganda terbatas sebagai bukti bahwa anak tersebut memiliki fasilitas keimigrasian untuk masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa harus menggunakan visa. Affidavit biasanya dilekatkan atau dikaitkan dengan paspor asing milik anak. Indonesia pada prinsipnya menganut asas kewarganegaraan tunggal. Namun, terdapat pengecualian bagi anak-anak tertentu yang diperbolehkan memiliki kewarganegaraan ganda secara terbatas.
Dalam praktik administrasi di Indonesia, affidavit dan status anak berkewarganegaraan ganda sering berkaitan dengan pengurusan dokumen kependudukan, pendidikan, keimigrasian, dan pelayanan publik lainnya, termasuk dalam lingkungan DWP (Dharma Wanita Persatuan) yang banyak beranggotakan keluarga aparatur sipil negara dan keluarga Indonesia yang tinggal atau bertugas di luar negeri. Dalam lingkungan DWP (Dharma Wanita Persatuan) khususnya UPT PJJ Bojonegoro bahwa pemahaman tentang affidavit menjadi penting karena hal ini mendukung kelancaran mobilitas, pendidikan, dan kepastian hukum bagi keluarga yang memiliki hubungan lintas negara. Dan kegiatan zoom meeting ini di harapkan dapat menyerap ilmu yang disampaikan dan di publikasikan informasi nya sebbagai bentuk menyebarkan edukasi kepada lapisan masyarakat terutama terkait anak hasil pernikahan campuran.
Susunan Acara :
1. Pukul 10.00 – 10.10 WIB : Pembukaan
Acara dimulai dengan pembukaan salam oleh MC yang di sambut bahagia seluruh undangan yang hadir. Dengan penuh semangat dan kehangatan, salam pembuka menjadi penyemangat zoom meeting yang telah dinantikan oleh para undangan.
2. Pukul 10.10 – 10.15 WIB : Pembacaan Doa
Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama sebagai wujud syukur kepada Allah SWT dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang mengikuti.
3. Pukul 10.15– 10.25 WIB : Sambutan disampaikan oleh Sofie Puspitasari selaku Kepala Bidang DP3AK Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, berharap dengan materi kali ini para undangan yang hadir dapat menyimak penjelasan narasumber dan dapat menyiapkan pertanayaan jika ada yang didiskusikan.
4. Pukul 10.25– 10.30 WIB : Pengalihan MC kepada Moderator acara
Memasuki acara inti, MC mengalihkan tugas kepada moderator untuk memandu jalannya acara inti. Acara dimulai dengan perkenalan narasumber, pengarahan materi, lalu di tutup dengan sesi tanya jawab.
5. Pukul 10.30 – 11.45 WIB : Pengisian acara oleh Mangatur Hadi Putra Simanjuntak
Dalam zoom kali ini, narasumber memberikan secara detail megenai topik diatas. “Affidavit merupakan instrumen penting bagi anak berkewarganegaraan ganda terbatas di Indonesia. Dokumen ini memberikan kemudahan perjalanan dan pengakuan administratif atas status kewarganegaraan anak. Dengan memahami prosedur dan ketentuan hukumnya, orang tua dapat membantu memastikan bahwa hak-hak anak tetap terjamin sesuai hukum Indonesia maupun hukum negara lain yang terkait”, ucap narasumber. Itulah kutipan dari penjelasan Bapak Mangatur, pembahasan ini di akhiri dengan sesi tanya jawab yang disambut dengan baik oleh para peserta.
4. Pukul 11.45 – 12.00 WIB : Penutup
Sebagai akhir dari rangkaian acara, moderator mengembalikan tugas kepada MC untuk menutup kegiatan zoom ini dengan doa bersama. Diharapkan ilmu yang diperoleh dalam zoom meeting ini dapat memberi manfaat bagi seluruh peserta. Penutupan disampaikan dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti.
Pembuat Laporan : Achitya Permata Sari selaku Operator e-Reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Wilayah UPT PJJ Bojonegoro
[B3]Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur Wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Bojonegoro
Telah melaksanakan kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Sub Bidang : Kepedulian dan Kesetiakawanan
Program : Budaya Cinta Lingkungan
Keterangan Program :
Kegiatan : Melaksanakan Gerakan sehat ASRI bersama Ibu Dharma Wanita Persatuan di Lingkungan UPT PJJ Bojonegoro
Hari, Tanggal : Selasa, 27 Mei 2026
Waktu : 08.00 - selesai
Lokasi : Ruang lingkup kerja UPT PJJ Bojonegoro
Penyelenggara : UPT PJJ Bojonegoro
Jumlah pengurus, anggota, dan tamu undangan yang hadir :
1. Pengurus DWP UPT PJJ Bojonegoro (8 orang) :
- Ibu Nur Lailatul (Wakil Ketua II)
- Ibu Listina (Bendahara II)
- Ibu Achitya (Sekretaris III)
> Bidang Ekonomi :
- Ibu Anis Sa’adah (Sekretaris)
- Ibu Titin (Anggota)
>Bidang Sosial Budaya :
- Nona Wardhatul (Anggota)
Uraian Program :
Kerja bakti merupakan kegiatan gotong royong yang dilakukan bersama-sama demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mempererat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Kegiatan kerja bakti biasanya meliputi membersihkan jalan, selokan, halaman rumah, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya. Selain itu, warga juga dapat menanam pohon dan memilah sampah agar lingkungan menjadi lebih hijau dan asri. Kerja bakti memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Lingkungan yang bersih dapat mencegah munculnya penyakit, mengurangi banjir akibat saluran tersumbat, serta menciptakan suasana yang nyaman untuk ditinggali. Tidak hanya itu, kegiatan gotong royong juga memperkuat rasa kebersamaan, persatuan, dan kekompakan antarwarga.
Kerja bakti yang dilaksanakan dalam DWP (Dharma Wanita Persatuan) khususnya DWP UPT PJJ Bojonegoro yang juga sebagai status pegawai merupakan partisipasi melalui Gerakan Sehat ASRI, pegawai diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah dapat di capai dengan baik.
Susunan Acara :
1. Pukul 08.00 - selesai : Kerja Bakti
Gerakan ASRI merupakan kegiatan gotong royong masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Rapi, dan Indah demi kenyamanan bersama baik dilingkungan kerja maupun di lingkungan bermasyarakat. Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) berkumpul di kantor dengan penuh semangat untuk melaksanakan kegiatan Gerakan ASRI. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan kerja maupun lingkungan sekitar masyarakat. Gerakan ASRI memiliki makna Aman, Sehat, Rapi, dan Indah. Sebelum melaksanakan pekerjaan, masing – masing para anggota DWP memulai kegiatan kerja bakti sejak pukul 08.00, mereka membersihkan dan merapikan lemari berkas, laci meja kerja dan bawah kursi masing – masing. Suasana kerja bakti terlihat penuh kebersamaan. Para anggota saling membantu dan bekerja sama tanpa membedakan tugas. Beberapa anggota membersihkan sampah plastik yang berserakan diruang depan, sementara yang lain membersihkan lemari dan kursi sofa di lobby agar lingkungan kerja tampak lebih rapi dan nyaman dipandang. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) dapat bekerja lebih baik, ikhlas, dan penuh tanggung jawab demi kenyamanan bersama.
Pembuat Laporan : Achitya Permata Sari selaku Operator e-Reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Wilayah UPT PJJ Bojonegoro
[B3]Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur Wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Bojonegoro
Telah melaksanakan kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Sub Bidang : Kepedulian dan Kesetiakawanan
Program : Budaya Cinta Lingkungan
Keterangan Program :
Kegiatan : Melaksanakan Gerakan sehat ASRI bersama Ibu Dharma Wanita Persatuan di Lingkungan UPT PJJ Bojonegoro
Hari, Tanggal : Jumat, 22 Mei 2026
Waktu : 07.50 - selesai
Lokasi : Halaman Kantor UPT PJJ Bojonegoro
Penyelenggara : UPT PJJ Bojonegoro
Jumlah pengurus, anggota, dan tamu undangan yang hadir :
1. Pengurus DWP UPT PJJ Bojonegoro (10 orang) :
- Ibu Nur Laila (Wakil Ketua II)
- Listiana (Bendahara II)
- Ibu Ernieta (Sekretaris II)
- Ibu Achitya (Sekretaris II)
> Bidang Ekonomi :
- Ibu Anis Sa’adah (Sekretaris)
- Ibu Titin (Anggota)
>Bidang Pendidikan :
- Nona Nurul (Sekretaris)
- Nona Afridha (Anggota)
>Bidang Sosial Budaya :
- Ibu Annisa’ul (Sekretaris)
- Nona Hanan (Anggota)
Uraian Program :
Gerakan Jumat Asri dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan agar tercipta suasana yang sehat, nyaman, dan kondusif. Gerakan asri juga sama dengan kegiatan kerja bakti yang merupakan kegiatan gotong royong yang dilakukan bersama-sama demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mempererat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Lingkungan yang bersih dapat mencegah munculnya penyakit, mengurangi banjir akibat saluran tersumbat, serta menciptakan suasana yang nyaman untuk ditinggali. Tidak hanya itu, kegiatan gotong royong juga memperkuat rasa kebersamaan, persatuan, dan kekompakan antar warga.
Perkembangan lingkungan yang semakin padat serta meningkatnya permasalahan kebersihan dan kesehatan masyarakat menuntut adanya kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Sebagai organisasi perempuan yang berperan dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat, Dharma Wanita Persatuan memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan budaya hidup bersih, tertib, dan peduli lingkungan. Melalui Gerakan ASRI, diharapkan seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah sehingga tercipta suasana yang nyaman, harmonis, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.
Susunan Acara :
1. Pukul 07.50 - selesai : Gotong Royong
Gotong royong dalam gerakan asri yang dilaksanakan dalam DWP (Dharma Wanita Persatuan) khususnya DWP UPT PJJ Bojonegoro yang juga sebagai status pegawai merupakan partisipasi melalui Gerakan Sehat ASRI yang dilakukan setiap selasa dan jumat, pegawai diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah dapat di capai dengan baik. Untuk menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Rapi, dan Indah demi kenyamanan bersama baik dilingkungan kerja maupun di lingkungan bermasyarakat, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) melaksanakan kegiatan ini setelah senam bersama. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan kerja maupun lingkungan sekitar masyarakat. Gerakan ASRI memiliki makna Aman, Sehat, Rapi, dan Indah. Masing - masing para anggota DWP memulai kegiatan kerja bakti sejak pukul 07.50, mereka ada yang menyapu halaman, mencabut rumput yang kering dan liar, ada juga yang merapikan tanaman. Suasana kerja bakti terlihat penuh kebersamaan. Para anggota saling membantu dan bekerja sama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) dapat bekerja lebih baik, ikhlas, dan penuh tanggung jawab demi kenyamanan bersama.
Pembuat Laporan : Achitya Permata Sari selaku Operator e-Reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Wilayah UPT PJJ Bojonegoro
KABUPATEN SITUBONDO
Dharma Wanita Persatuan Perumda Air Minum Tirta Baluran Kabupaten Situbondo Telah Mengikuti Kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Keterangan Program : Iman dan Takwal
PENDAHULUAN : Istighosah merupakan amalan dalam tradisi Islam berupa doa dan permohonan pertolongan kepada Allah, biasanya dilakukan secara berjamaah dengan membaca dzikir, shalawat, istighfar, dan doa-doa tertentu. Kegiatan istighosah rutin dilaksanakan sekali dalam setiap bulan yakni pada hari Jum’at minggu ke3. Kegiatan istighosah diikuti oleh seluruh karyawan, karyawati perumda kantor pusat yang dilaksanakan di mushollah Al Ikhlas.
TUJUAN : Istighosah dilaksanakan dengan tujuan utama memohon pertolongan dan mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, dzikir, istighfar, dan shalawat. Dalam praktik masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia, istighosah juga memiliki tujuan spiritual dan sosial. Beberapa tujuan istighosah antara lain : 1.Memohon pertolongan Allah Dilakukan ketika menghadapi kesulitan, musibah, penyakit, bencana, atau persoalan hidup agar diberi kemudahan dan jalan keluar. 2.Memohon ampunan dosa Karena di dalam istighosah banyak dibaca istighfar dan doa taubat. 3.Menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah Dzikir dan doa bersama membantu menumbuhkan ketenangan batin serta meningkatkan keimanan. 4.Memohon keberkahan dan keselamatan Misalnya sebelum ujian, perjalanan, kegiatan besar, panen, pembangunan, atau acara penting lainnya. 5.Mendoakan orang lain Bisa ditujukan untuk orang sakit, keluarga, bangsa, para pemimpin, atau orang yang telah wafat. 6.Mempererat ukhuwah Islamiyah Karena biasanya dilakukan berjamaah, istighosah juga memperkuat persaudaraan dan kebersamaan umat. 7.Menumbuhkan kesadaran bahwa manusia bergantung kepada Allah Istighosah mengajarkan sikap tawakal dan rendah hati di hadapan Allah.
Dalil Al-Qur’an Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dan meminta pertolongan: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu. Ayat ini sering dijadikan penjelasan bahwa meminta bantuan kepada makhluk dalam hal yang mampu dilakukan secara wajar diperbolehkan. Dalil Hadis Di antara hadis yang sering dijadikan dasar tawassul dan doa bersama adalah hadis tentang seorang buta yang meminta didoakan Nabi Muhammad agar sembuh. Nabi mengajarkan doa: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad. Ini menjadi dasar bolehnya meminta didoakan orang saleh dan berdoa bersama. Pandangan Ulama 1. Ulama yang membolehkan Banyak ulama dari kalangan: Nahdlatul Ulama, mazhab Syafi’i, sebagian Hanafi, Maliki, dan Hanbali, membolehkan istighosah berjamaah, dzikir bersama, dan tawassul selama: tetap berdoa kepada Allah, tidak meyakini selain Allah punya kekuatan mandiri, tidak mengandung syirik atau keyakinan menyimpang. Mereka memandang istighosah sebagai bentuk doa dan ikhtiar spiritual. 2. Ulama yang mengkritik sebagian praktik Sebagian ulama lain, terutama yang berafiliasi dengan pendekatan salafi, membedakan: meminta langsung kepada Allah meminta kepada makhluk yang sudah wafat dalam bentuk tertentu diperselisihkan atau dianggap tidak boleh Mereka khawatir terjadi pengagungan berlebihan yang bisa mengarah pada syirik.
PENUTUP : Kesimpulan Ringkas Mayoritas ulama membolehkan istighosah jika: tujuan utamanya memohon kepada Allah, tawassul dipahami sebagai perantara doa, bukan penyembahan, tidak ada keyakinan bahwa selain Allah memiliki kuasa mutlak. Yang dilarang dalam Islam adalah: menyembah selain Allah. meyakini makhluk memiliki kekuatan independen dari Allah. praktik yang mengandung kesyirikan.
Memperingati hari raya Idul Adha 1447 H, DWP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, pada hari ini Rabu, tanggal 27 Mei 2026, pukul 06.30 WIB sampai dengan selesai, mengadakan sholat sunah berjamah idul Adha bersama sama di mushola As-Shobirin Tulungagung. Telah hadir Bp. Kepala Dinas selaku Penasehat I DWP ( bp. Lugu Trihandoko, SE,ME) Bersama ibu Ketua DWP ( ibu Ida Lugu Trihandoko), Sekretaris Dinas selaku Penasehat II DWP ( Bp. Joko Irbianto) bersama Wakil ketua DWP (ibu Endang Lestari Joko), serta hadir anggota dan pengurus DWP juga seluruh karyawan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Bp.Penasehat I DWP menyampaikan Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada pagi hari yang penuh berkah ini kita dapat berkumpul bersama untuk menunaikan ibadah Sholat Iduladha berjamaah. Hari Raya Idul Adha kembali hadir membawa pesan mendalam tentang keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian sosial. Bagi kita, keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, momen ini memiliki makna yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di balik setiap tugas mulia para suami yang bertaruh nyawa menjinakkan api dan menyelamatkan sesama, ada pengorbanan serta keikhlasan doa yang terus mengalir dari para istri di rumah. Ketangguhan para suami di medan tugas adalah cerminan dari ketulusan hati kita yang mendampingi dengan penuh rasa syukur. Idul Adha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban. Ini adalah momentum bagi kita untuk menyembelih ego pribadi, memperkuat tali silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. Mari jadikan hari suci ini sebagai pembakar semangat untuk terus menebar manfaat, memperkokoh persatuan, dan mendukung penuh tugas kemanusiaan DWP Dinas Damkarmat. Selamat Hari Raya Idul Adha. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita, memberkahi setiap langkah perjuangan para suami kita, dan senantiasa melimpahkan kedamaian serta keselamatan bagi keluarga kita semua. Diakhir, sambutannya Kadis mengucapkan selamat hari raya Idul Adha dan mendoakan agar seluruh pegawai dapat berangkat haji di tahun yang akan datang. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial para anggota DWP juga seluruh karyawan karyawati Dalam momen itu, Ketua DWP DisDamkarmat membagikan bingkisan secara simbolis kepada salah satu anggota DWP yang disaksikan oleh Kepala Dinas Damkarmat dan seluruh pejabat eselon III serta staf. Sementara itu, Ketua DWP DisDamkarmat ( Ida Lugu Trihandoko), menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota, pengurus DWP dan ASN yang telah hadir dan mendukung kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan tujuan kegiatan untuk peningkatkan ketakwaan, memfasilitasi anggota untuk bersama-sama melaksanakan ibadah sunnah muakkadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Peringatan ini menegaskan bahwa semangat berkurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga panggilan moral untuk selalu bermanfaat, peduli, dan siap menolong sesama dalam situasi apa pun. Acara berlangsung dengan suasana hangat dan ditutup dengan doa bersama serta foto bersama dan pembagian bingkisan, dilanjutkan dengan makan bersama-sama. Disusun oleh: Operator : Sulistiana, S.Sos
Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo
I. PENDAHULUAN
DWP Nakerintrans diwakili oleh Ketua Bidang Sosial Budaya Ny. Farikhah Wahid mengikuti kegiatan pengajian Jum’at Akhir yang disampaikan oleh Ustadzah Tursini, S.Pdi dari Kemenag Kabupaten Wonosobo dengan Tema Fikih Wanita tentang Haid yang dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 22 Mei 2026, Pk. 09. 15 sampai dengan 11. 00 WIB di Kantor DWP Kabupaten Wonosobo
II. MATERI PENGAJIAN
Materi Fiqih Wanita tentang Haid. Haid (menstruasi) adalah proses keluarnya darah dan jaringan dinding rahim dari vagina akibat siklus alami tubuh. Ini terjadi setiap bulan sebagai persiapan tubuh untuk kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, lapisan dinding rahim akan luruh.
Beberapa perubahan fisik dan emosional sering terjadi sebelum dan selama haid, meliputi:
Siklus ini dikendalikan oleh hormon seperti estrogen dan progesteron:
Macam-macam darah yg keluar dari varji (kemaluan) wanita ada 3 yaitu:
1. Darah Haid
Darah Haid yaitu darah yg keluar dr kemaluan perempuan dalam keadaan sehat, bukan karena melahirkan.
Darah haid adalah darah normal yang keluar dari vagina akibat peluruhan lapisan dinding rahim (endometrium). Ini terjadi secara alami dalam siklus bulanan wanita sebagai persiapan tubuh untuk kehamilan; jika tidak terjadi pembuahan, lapisan rahim akan luruh dan keluar bersama darah serta jaringan
Fakta Penting tentang Darah Haid
Macam-macam warna darah haid :
Warna darah haid yang bervariasi—mulai dari merah muda, merah terang, cokelat, hingga hitam—umumnya merupakan hal yang normal. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh usia darah dan seberapa cepat darah tersebut keluar dari rahim sebelum akhirnya teroksidasi.
Berikut adalah panduan berbagai warna darah haid dan maknanya:
Berikut adalah rincian panduan haid menurut syariat Islam:
Bila kita sering mengalami siklus haid yang menyimpang atau di luar kebiasaan, disarankan untuk mencatat tanggal secara rutin setiap bulan. Apabila pendarahan berlangsung lebih dari 15 hari, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan ahli medis terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan Anda
2. Darah Nifas
Darah nifas (lochia) adalah cairan atau darah yang keluar dari vagina sebagai proses pemulihan dan pembersihan rahim setelah melahirkan. Kondisi ini umumnya berlangsung selama 4 hingga 6 minggu (sekitar 40 hari) pascapersalinan, baik pada persalinan normal maupun operasi caesar
Keluarnya darah ini terbagi menjadi beberapa tahapan perubahan warna dan jenis cairan:
Durasi dan volume pembersihan dapat berbeda-beda pada setiap individu. Untuk informasi selengkapnya mengenai tanda pemulihan pascapersalinan.
Melaksanakan mandi nifas sesuai sunnah Rasulullah SAW dapat memastikan kesempurnaan ibadah. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Pastikan setiap bagian tubuh, termasuk sela-sela jari kaki dan lipatan tubuh lainnya, terbasahi oleh air secara sempurna.
Mandi wajib setelah nifas adalah proses membersihkan diri dari hadas besar setelah darah nifas (darah pasca-melahirkan) berhenti. Ritual bersuci ini penting bagi perempuan Muslim agar dapat kembali melaksanakan ibadah seperti salat, puasa, dan aktivitas keagamaan lainnya. Memahami tata cara yang benar adalah kunci untuk memastikan kesucian kembali tercapai.
Mandi wajib setelah nifas, juga dikenal sebagai mandi besar nifas atau mandi junub nifas, merupakan salah satu bentuk thaharah (bersuci) dalam Islam. Mandi ini wajib dilakukan setelah seorang wanita melahirkan dan darah nifasnya telah berhenti total, menandakan berakhirnya masa nifas.
Tujuan utama dari mandi nifas adalah untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan oleh nifas. Dengan hilangnya hadas besar, seorang wanita dianggap suci kembali dan diperbolehkan untuk kembali beribadah fardhu seperti salat lima waktu, puasa Ramadan, membaca Al-Qur’an, dan beribadah lainnya yang mensyaratkan kesucian dari hadas besar. Ini juga memungkinkan wanita untuk kembali berhubungan suami istri.
3. Darah Wiladah
Darah wiladah adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita yang menyertai proses persalinan atau kelahiran anak.
Dalam ilmu fikih, istilah ini memiliki beberapa ketentuan penting:
III. KESIMPULAN
Wanita dianggap suci dari haid jika darah telah berhenti, ditandai dengan keluarnya cairan bening (al-qashshah al-baidha') atau area kemaluan mengering (kapas tetap bersih saat dicek). Setelah tanda ini muncul, Anda wajib melakukan mandi wajib agar kembali sah untuk beribadah seperti salat.
Mandi wajib nifas adalah bersuci dari darah yang keluar pasca melahirkan. Dilakukan hanya setelah darah nifas berhenti total.
yang mensyaratkan kesucian dari hadas besar. Ini juga memungkinkan wanita untuk kembali berhubungan suami istri.