DWP Kabupaten Bima Meriahkan Pertemuan Rutin GOW dan Peringatan HUT RI ke-81 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bima turut menghadiri Pertemuan Rutin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, pada Minggu, 16 Agustus 2026, bertempat di Taman Kalaki, Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum GOW Kabupaten Bima, Ny. Hj. Anita H. Irfan Zubaidy, Ketua DWP Kabupaten Bima, Ny. Fitriani Adel Linggi Ardi, serta seluruh anggota organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Bima. Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat dengan rute dari Kantor Basarnas Kabupaten Bima menuju Taman Kalaki. Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan Senam Bersama dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi para peserta. Semangat kebersamaan semakin terasa melalui sesi hiburan fun game yang seru dan penuh keceriaan, di antaranya estafet sarung, tebak gaya, dan sambung kata. Selain menghadirkan suasana penuh kegembiraan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kekompakan antarorganisasi wanita di Kabupaten Bima. Dalam kegiatan tersebut, DWP Kabupaten Bima berhasil meraih predikat sebagai salah satu Organisasi Terkompak, bersama Persit dan Salimah. Predikat ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat kebersamaan, kekompakan, serta partisipasi aktif DWP Kabupaten Bima dalam berbagai kegiatan GOW. DWP Kabupaten Bima terus berkomitmen untuk hadir, bergerak, dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, sekaligus memperkuat sinergi dan kebersamaan dengan seluruh organisasi wanita di Kabupaten Bima. Bersama dalam Kebersamaan, Kompak dalam Pengabdian, Semangat dalam Kemerdekaan.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Mengikuti RAT Koperasi HPS, dalam memenuhi ketentuan AD/ART Koperasi Hemat Pangkal Sejahtera (HPS). Dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 01 September 2026, pukul 20.00 s.d selesai, bertempat di Aula Pendopo Sukabumi - Jl A.Yani No. 36 Sukabumi. Adapun tujuan Rapat AD/ART Koperasi adalah : 1. Menetapkan & Mengesahkan AD/ART 2. Menentukan Arah & Aturan Main Koperasi 3. Memilih & Menetapkan Pengurus 4. Menyepakati Kebijakan Modal & SHU 5. Komitmen Bersama Anggota Dengan berakhirnya tahun buku 2017 - 2025, dan pembentukan kepengurusan baru di tahun 2026 - 2030 yang diketuai oleh Ibu Sekda Di hadiri oleh : 1.Ibu Shumi (Wakil Ketua)
Ketua DWP Kabupaten Bima Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Nuansa Merah Putih dan Tenun Bima Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bima, Ny. Fitriani Adel Linggi Ardi, S.E., bersama jajaran pengurus DWP yang merupakan istri pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima, menghadiri Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bima, Godo, Kecamatan Woha, dengan Bupati Bima, Ady Mahyudi, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Mengusung nuansa dress code merah putih yang dipadukan dengan bawahan kain tenun khas Bima, kehadiran jajaran DWP tidak hanya mencerminkan semangat nasionalisme, tetapi juga menjadi wujud kebanggaan terhadap kekayaan budaya daerah. Perpaduan busana merah putih dan kain tenun Bima menghadirkan pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat berjalan selaras dengan upaya melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya lokal. Upacara berlangsung dengan suasana sakral, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Kehadiran Ketua DWP Kabupaten Bima bersama jajaran pengurus menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan atas perjuangan para pahlawan sekaligus ungkapan rasa syukur atas 81 tahun perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaedy, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bima, pejabat utama TNI-Polri, jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, pelajar, serta tokoh masyarakat. Hadir pula Ketua TP-PKK Kabupaten Bima, Ny. Suci Murniati Ady Mahyudi, Ketua GOW Kabupaten Bima, Ny. Hj. Anita H. dr. Irfan Zubaidy, serta unsur organisasi wanita lainnya. Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi refleksi penting bagi DWP Kabupaten Bima untuk terus memperkuat persatuan, kekompakan, semangat pengabdian, serta kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah. Semangat kemerdekaan diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota DWP untuk terus berkarya, berdaya, dan mengambil peran positif bagi keluarga, masyarakat, dan Kabupaten Bima. #DirgahayuRI81 #dwpkabbima #dwpsehatberdaya #bersamamembangunbersamaberkarya #bersinergiuntukbimayanglebihbaik
Pada hari Selasa tanggal 1 September 2026 pukul : 10.00 Wib s.d selesai, dilaksanakan kegiatqn Penyuntikan Imunisasi Bias di SdN 8 Jarai Lahat bersama Puskesmas Jarai Lahat dengan Petugas Kesehatan Ibu Mutia dan dihadiri juga oleh Ibu DWP Dinas Kesehatan Kabupaaten Lahat (Ny. Neti).
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bima melakukan visit sekaligus meninjau langsung kegiatan Pelatihan Pewarnaan Alami yang diselenggarakan oleh IPEMI Kabupaten Bima, Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Desa Ragi, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Kegiatan ini bertepatan dengan Program Selasa Menyapa Pemerintah Kabupaten Bima yang dilaksanakan di Desa Teke dan Desa Ragi pada 19–20 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, DWP Kabupaten Bima diwakili oleh Ny. Astuti Ruslan Ketua DWP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bima dan Ny. Hijriani Juraidin dari DWP Dinas Perintah Kabupaten Bima Pelatihan tersebut turut mendapat kunjungan dari Bupati Bima Ady Mahyudi, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyati, serta Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita H. Irfan Zubaidy. Kehadiran para pimpinan dan organisasi perempuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan keterampilan, kreativitas, dan pemberdayaan perempuan di masyarakat. Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Bima, Ny. Fitriani Adel Linggi, yang juga merupakan Ketua DWP Kabupaten Bima, menyampaikan bahwa pelatihan pewarnaan alami merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan dan mengembangkan pemanfaatan potensi alam lokal sebagai bahan pewarna kain. Menurutnya, keterampilan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas, khususnya bagi perempuan yang memiliki keterampilan menenun. Pemanfaatan pewarna alami tidak hanya menghasilkan warna yang khas dan bernilai estetika, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk kerajinan lokal. Pewarnaan alami merupakan proses pewarnaan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal dari alam, khususnya tumbuh-tumbuhan, baik dari daun, buah, kulit, batang, maupun bagian tanaman lainnya. Beragam bahan dapat dimanfaatkan sebagai sumber warna alami, di antaranya daun jati, daun mangga, kulit dan akar mengkudu, kulit kayu banten, daun nila/tarung, kayu secang, daun kersen, daun jambu biji, biji kunyit, serabut kelapa, daun kore, dan daun ketapang. Dalam kunjungan tersebut, DWP Kabupaten Bima berkesempatan melihat dan mempelajari secara langsung tahapan proses pewarnaan alami di lapangan, mulai dari pemanfaatan bahan alam hingga proses menghasilkan warna pada kain. Ke depan, pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui pelatihan bagi anggota DWP Kabupaten Bima yang memiliki kemampuan menenun, sehingga mampu menghasilkan kain tenun dengan pewarna alami yang memiliki ciri khas, bernilai seni, sekaligus membuka peluang pengembangan produk UMKM. Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Bima terus mendorong semangat belajar, berkreasi, melestarikan budaya, dan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan melalui pemanfaatan potensi lokal. PROSES PEMBUATAN PEWARNAAN ALAM UNTUK BAHAN TENUN 1. Pewarnaan Alam Pewarnaan alami merupakan proses pewarnaan yang hasil warnanya bisa didapatkan dari tumbuh-tumbuhan baik dari daunnya, buah, kulit, atau batangnya. 2. Manfaat pewarnaan alam : - Ramah lingkungan - Memiliki nilai atau harga jual yang tinggi - Warna yang dihasilkan yaitu warna-warna soft atau dingin - Ampas tidak terbuang percuma bisa digubakan sebagai kompos 3. Bagian tanaman yang bisa digunakan: Daun, Batang, Kulit, Akar, Biji 4. Proses pengolahan pewarnaan Menyediakan alat dan bahan : 1. Baskom Dipakai untuk wadah air TRO, air pengunci seperti tawas, tunjung, kapur 2. Dandang Digunakan untuk memasak bahan pewarnaan, memasak air, 3. Saringan Untuk memisahkan ampas pewarnaan dengan air hasil pewarnaan yang diolah 4. Sarung tangan Untuk digunakan ketika proses pencelupan. 5. Spatula/kayu Digunakan untuk mengaduk pewarnaan, bahan pengunci supaya mudah larut dalam air. 6. Kompor Digunakan untuk memasak air pewarnaan. 7. Tawas Bisa digunakan sebagain bahan untuk mordanting, dan pengunci 8. Tunjung Digunakan sebagai pengunci warna pada proses akhir. 5. Proses mengolah bahan pewarnaan: - Siapkan alat dan bahan (baskom/wadah dan bahan pewarrna) - Bersihkan bahan pewarna dengan cara mencuci pakai air bersih - Jika menggunakan daun maka daunnya dicincang kecil-kecil agar memudahkan dan mempercepat proses pelunturan warna yang terkandung dalam daun, jika bisa di peras manual sampai meghasilkan warna sehingga dapat meciptakan warna yang lebih jelas atau terang - Jika menggunakan akar, kulit, maka dapat di potong kecil-kecil atau ditumbuk - Setelah itu masukan bahan pewarna kedalam panci dan isi air sebanyak bahan yang diolah ( air tidak boleh melebihi banyaknya bahan, banyaknya air yang digunakan rata dengan permukaan bahan/terlihat setara) - Disini kita masak bahan sebanyak 1 dandang yang ukuran 3 kg - Masak bahan yang digunakan sampai air berkurang sebanyak 40-50% atau menjadi 5 liter - Kemudian tiriskan/pisahkan ampas dengan cairan yang berwarna 6. Proses Mordan Benang proses mordan ini yaitu proses sebelum pencelupan dimana kita bisa menggunakan waktu yang sama ketika kita melakukan proses memasak pewarnaan. 1. Tahap I : Mencuci menggunakan TRO (banyak benang yang digunakan yaitu 30 ikat) - Siapkan benang yang akan digunakan - Masukan TRO sebanyak 50 g kedalam 5 liter air/ 1 baskom besar, kemudian diaduk sampai larut dan berbusa - Rendam benang kedalam larutan TRO selama kurang lebih 30 menit - Kemudian bilas dengan air biasa sampai bersih (seperti cuci baju) - Angin-anginkan sampai air tidak menetes 2. Tahap II : setelah tahap I: - Masak air sampai mendidih - Campur air panas dengan air dingin sampai air terasa hangat-hangat kuku - Rendam kedalam air (5 Liter) yang sudah di campur tawas sebanyak 15 g/L - Tunggu sampai 15 menit - Angin-anginkan 7. Proses pencelupan Setelah melakukan tahap I, tahap II dan bahan sudah tersedia maka proses selanjutnya yaitu pencelupan: - Siapkan pewarnaan yang sudah di pisahkan dari ampasnya ke dalam baskom - Pewarnaan sudah jadi 5 Liter untuk benang 30 ikat - Celupkan benang yang ingin di warnai kedalam air pewarnaan sekaligus agar warna terserap dengan merata - Diamkan selama 15 menit lalu angkat 8. Proses fiksasi Proses fiksasi adalah proses akhir dimana tujuannya yaitu untuk mengunci warna warna supaya benang yang sudah dikasih warna tidak luntur. Proses fiksasi bisa menggunakan beberapa bahan : -Tawas 6 g/L (tidak ada perubahan warna) - Tunjung 3 g/L (semakin banyak tawas digunakan semakin pekat warnanya) - Larutkan tawas/tunjung kedalam air panas yang sudah dicampur air biasa sehingga suhu tidak terlalu panas - Celupkan benang yang sudah di rendam dalam pewarnaan dan diamkan selama 5 menit - Cuci sampai bersih agar benang tidak mudah putus ketika proses mengkols benang. - Jemur sampai kering di tempat yang teduh 9. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai pewarnaan : 1. Jati Daun warna coklat 2. Mangga Daun warna Kuning muda 3. mengkudu Kulit akar warna Coklat muda 4. Banten Kulit kayu warna Merah muda/ fiksasi coklat 5. Nila/Tarum Daun warna Biru 6. secang Kayu warna Merah 7. kersen Daun warna Hitam 8. Jambu biji Daun warn Hijau 9. Kunyit biji warna Kuning 10. Kelapa Serabut warna Coklat/krem 11. Kore Daun warna Hijau 12. Ketapang Daun warna Hijau kekuningan ECOPRINT TEKNIK TEAM (KUKUS) 1. ECOPRINT Ecoprint 1adalah metode atau cara membuat motif pada kain polos yang memanfaatkan pewarna alami dari tannin/daun atau zat pada warna daun, akar atau batang yang diletakan pada sehelai kain kemudian di kukus atau di pukul menggunakan palu (teknik pounding). Ecoprint ada 2 yaitu: Ecoprint With Basic Steam (Ecoprint Dengan Teknik Kukus Dasar) dan Ecoprint Medium Botanical With Steam (Ecoprint Lanjutan dengan pewarna alam menggunkan Teknik Kukus). 2. Bahan dan alat yang digunakan dalam ecoprinta alat Plastik alas Digunakan untuk ecoprintmelapis kain yang sudah di tata agar ketika proses memasak zat dalam bahan daun tidak meleber kemana-mana Digunakan untuk mengikat kain yang sudah digulung, semakin kencang ikatan semakin bagus motif yang akan tercetak. Alat pengukus + Dandang Kompor digunakan sebagai alat untuk mengukus Baskom / Baki Digunakan untuk Plastikmencuci kain sampai fiksasi (membuat larutan mordan/pengunci) Kain yang sudah di Mordan. Jenis kain yang digunakan adalah kain dari bahan alami, seperti katun, sutera, wol, linen, dan lain sebagainya. Kain yang mempunyai kandungan protein tinggi (dari hewan) mempunyai daya ikat yang lebih baik. Air, TRO, tawas, Bahan tersebut tunjung, dan cuka diatas digunakan untuk melakukan proses treatment pada kain dan juga terhadap daun tunjung tawas 3. Tahap Pengerjaan Ecoprint Sebelum kita melakukan ecoprint alangkah baiknya kita mengetahui jenis-jenis kain yang akan kita gunakan karena kain yang digunakan akan mempengaruhi hasil dari ecoprint. Hal yang perlu di perhatikan dalam ecoprint yaitu: 1. Bahan yang digunakan atau pemilihan bahan, pemiulihan bahan sangat penting, bahan alam seperti katun, sutra, dan linen merupakan pilihan umum karena dapat menyerap warrna alam dengan baik. 2. Persiapan kain, kain yang digunakan harus dalam keadaan bersih, cuci dan keringkan sebelum mencetak untuk menghilangkan kotorang yang dapat memp[engaruhi hasil cetakan. 3. Pemilihan tanaman, pastikan tanaman yang digunakan dalam ecoprint mengandung tannin atau zat pewarna dan tidak berlendir Proses Ecoprint : a. Tahap I Tahap pertama adalah tahap membersihkan kain dari kotoran-kotoran yang dapat menghambat proses pencetakan motif daun pada kain. Proses ini hamper sama dengan kita mencuci baju. - Siapkan air biasa sebanyak 2 liter untuk 1 m kain - Campur air dengan menggunakan TRO 1 sendok makan - Rendam kain kedalam air TRO lalu kucek sebentar - Cuci sampai bersih - Angin-anginkan b. Tahap II mordan awal Setelah tahap awal kain siap untuk tahap mordan dimana kain kita beri unsur logam supaya dapat mengikat warna dengan sempurna. - Masak air sampai mendidih lalu larutkan tawas 14 gr + soda abu 6 gr. Setelah tercampur masukan kain kedalam air mendidih, kemudian matikan api dan tunggu sampai 6 jam - Setelah itu peras lalu dijemur c. Tahap III pre-mordan Tahap ini tujuannya sama dengan tahap II untuk memberi unsur logam tapi yang membedakan pada tahap ini bisa memilih beberapa bahan seperti: tunjung, tawas, cuka dan kapur. Takaran: -Tunjung 3 g/L (semakin banyak tunjung yang digunakan semakin pekat warnanya) - Tawas 6 g/L - Setelah kita membuat air larutan celupkan kain selama 10 menit - Angin-anginkan jangan sampai keringd. Proses penataan daun - Kain yang sudah ditritmen diletakan diatas tempat yang rata - Lalu letakan daun-daunan yang akan digunakan - Setelah daun-daunan ditata sesuai dengan yang diinginkan tutup dengan kain yang lain - Setelah ditutupin kain tutup dengan plastic supaya nanti warna daun yang tercetak tidak bercampur - Setelahnya pres dengan menggiling seperti giling kue atau injak-unjak supaya daun menempel dengan kain alas dan daunnya tidak bergeser. - Selanjutnya gulung kain menggunakan pipa ataupum selang dan ikat menggunakan tali rafiah, gulung dengan kencang agar membantu mempercepat proses transfer warna daun - Masukan kedalam panci yang airnya sudah mendidih lalu masak selama 2 jam - Setelah itu dinginkan dan buka ikatan - Jemur selama 1 minggu di tempat yang teduh baru dikunci atau fiksasi. Daun yang bisa digunakan1. Daun jati 2. Daun air mata pengantin 3. Daun jarak keypiar 4. Daun kenikir 5. Daun lanang 6. Daun paku 7. Daun insulin 8. Daun gelinggang, Demikian laporan kami, Terima.kasih.
Kegiatan Posyandu balita dilaksanakan oleh Puskesmas Senabing Lahat, dengan petugas 1. Purwani rahayu 2. Sri susanti dihadiri Anggota DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat (Ny Yuniarti) pada hari Senin tanggal 01 September 2026 pukul : 09.00 wib di Desa Giri Mulya Lahat. Kegiatan Posbindu lansia dilaksanakan oleh Puskesmas Senabing Lahat, dengan petugas 1. Ayuning 2. Ristarolas dihadiri Anggota DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat (Ny Atik purwanti) pada hari Senin tanggal 24 Agustus 2026 pukul : 09.00 wib di Desa Purwasari Lahat. Kader Posyandu Melaksanakan kegiatan posyandu yang dilakukan rutin tiap bulan oleh warga Desa. Kegiatan posyandu ini terdiri dari posyandu ibu hamil, anak dan lansia. Pos pelayanan terpadu atau sering disebut posyandu, merupakan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat (UKBM). Tempat pelayanan posyandu yang ada di Desa adalah di Poskesdes yang. Posyandu yang diadakan ada tiga jenis yaitu posyandu untuk balita, ibu hamil dan juga lansia. Saat posyandu balita dilakukan penimbangan rutin berat badan, berat badan ini ditulis dan dipantau bagaimana perkembanganya tiap bulan. Pengukuran tinggi badan juga dilakukan agar bisa melihat bagaimana pertumbuhan tinggi badan balita. Pemberian vitamin juga diberikan agar asupan nutrisi pada balita bisa terpenuhi. Dalam kegiatan posyandu ini juga diberikan imunisasi bagi para balita yang belom di imunisasi. Setelah selesai di imunisasi balita diberi bingkisan atau makanan penambah nutrisi untuk balita. Hal ini dilakukan agar asupan gizi pada balita terpenuhi dan tidak yang mengalami gizi buruk. Posyandu ibu hamil juga rutin dilakukan, beragam kegiatan dilakukan untuk para calon ibu. Mulai dari pengisian buku kesahatan ibu dan anak ( KIA). Pengecekan apakah ibu sudah mendapatkan suplemen atau vitamin dari puskesmas. Serta pengisian stiker perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi yang nantinya akan ditempel di depan rumah agar saat tiba waktu persalinan ibu segera mendapatkan bantuan. Senam kehamilan juga diberikan pada para ibu hamil. Senam ini memiliki berbagai manfaat diantaranya untuk memperkuat otot dan sendi ibu hamil, memperkuat jantung dan paru paru, mengurangi resiko berat badan ibu naik secara berlebihan, mengurangi nyeri punggu yang biasanya sering dialami ibu hamil. Ibu hamil juga di beri sari kacang hijau dan cemilan bernutrisi untuk menambah asupan gizi yang dibutuhkan ibu hamil. Posyandu lansia diadakan untuk menjaga kesahatan para lansia. Penimbangan berat badan dilakukan seacara rutin tiap bulan nya. Selain itu pengecekan tekanan darah juga dilakukan rutin untuk menghindari lansia yang rawan mengalami hipertensi. Lansia juga diberi makanan yang bergizi agar kesehatanya selalu terjaga. Kegiatan posyandu balita, ibu hamil, dan lansia adalah upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa kegiatan yang dilakukan di posyandu, antara lain: 1. Pemeriksaan kesehatan, 2. Penimbangan berat badan, 3. Pengukuran tinggi badan, 4. Pengukuran lingkar kepala, 5. Pemberian imunisasi, 6. Pemberian tablet penambah darah, 7. Pemberian suntikan TT Penyuluhan kesehatan, 8. Penyuluhan gizi. Pencatatan kegiatan posyandu untuk balita, ibu hamil, dan lansia, dilakukan oleh kader posyandu, bidan desa, pemerintah desa, dan dinas kesehatan. Tugas kader Posyandu Lansia adalah menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar, meliputi persiapan (alat & materi), pelaksanaan (pendaftaran, pengukuran fisik seperti tensi/BB/TB, pencatatan KMS, penyuluhan, pendampingan, dan rujukan jika perlu), serta pembinaan berkelanjutan (edukasi kesehatan fisik/mental/sosial, motivasi kepatuhan obat, dan kunjungan rumah), bekerja sukarela untuk memastikan lansia sehat dan sejahtera. Salam Sehat Selalu , Lansia Sehat Indonesia Hebat.
Kegiatan Posyandu balita dilaksanakan oleh Puskesmas Senabing Lahat, dengan petugas 1. Ayu giri 2. Ayuning dihadiri Anggota DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat (Ny Meri Ratna Timor) pada hari Senin tanggal 01 September 2026 pukul : 09.00 wib di Desa Ulak Mas Lahat.
Tanggal 26 agustus 2026, pukul 08.00 wita bertempat di anjungan city of makassar di pantai losari, melalui bidang sosial budaya dengan program kerja peningkatan keanekaragaman budaya kegiatan perayaan hari besar nasional. Dharma Wanita Persatuan unit Kecamatan Rappocini mengikuti kegiatan semarak kemerdekaan Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar dalam rangka memperingati HUT RI ke - 81 dengan tema nasional “Indonesia Berdaulat, adil dan makmur”. Di kegiatan ini di adakan berbagai macam lomba, seperti lomba estafet sarung, lomba baris berbaris, lomba tebak kaya, lomba estafet karton. Dengan total peserta 350 orang.
Kegiatan RAT koperasi HPS dalam memenuhi ketentuan AD/ART koperasi Hemat Pangkal Sejahtera(HPS) dan berakhirnya tahun buku 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada: Hari/ tanggal : Selasa , 01 September 2026 Waktu : pkl 07.30 WIB Pakaian : bebas rapi Tempat : Aula pendopo Sukabumi Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pengurus DWP kabupaten Sukabumi, Diikuti oleh ketua DWP persatuan badab, dinas dan kecamatan se kabupaten Sukabumi.
Ketua DWP Kemenag Kota Palangka Raya, Ny. Hj. Siti Zabidah Muhidin Arifin, didampingi Wakil Ketua, Ny. Hj. Salasiah Gunawan, melakukan kunjungan silaturahmi dan studi amati ke Toko DWP Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 1 September 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk saling berbagi inspirasi, wawasan, serta strategi pengembangan unit usaha ekonomi DWP di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini telah dipublikasikan melalui media sosial resmi Instagram @dwp_kemenagkotapky.