Hari/Tanggal : Senin, 02 November 2026 Pukul : 10.00 WIB s/d Selesai Tempat : Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jln. Tasuk, Kel. Talang Semut, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang Acara : Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang Ny Ida Royani Aprizal yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketua I Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang Ny Devi Ican dan anggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Palembang menghadiri kegiatan Resepsi Nikah Massal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Palembang untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Palembang Berdaya Palembang Sejahtera yang menjadi tagline Program Kerja Walikota dan Wakil Walikota Palembang Bpk. Drs. H. Ratu Dewa M.Si dan Bpk. H. Prima Salam SH.,M.M. Pemerintah Kota Palembang, melangsungkan pelepasan arak – arakan 44 pasang pengantin yang mengikuti nikah massal, di halaman kantor Wali Kota, Senin (2/11/2026) pagi. Agenda tahunan yang digelar oleh Pemerintah Kota tersebut bekerja sama dengan Pengadilan Agama Kelas I Palembang. Pada kesempatannya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Aprizal Hasyim mengatakan, bahwa acara nikah massal ini merupakan bentuk kepedulian Wali Kota Palembang Ratu Dewa kepada masyarakat. Ia menambahkan, dengan terselenggaranya nikah massal ini, diharapkan dapat menjadi sebuah langkah pasti bagi pasangan yang selama ini belum mendapatkan buku nikah. “Dengan mendapatkan buku nikah, maka pasangan ini telah mendapatkan kepastian hukum dan pernikahan telah diakui negara dengan mendapatkan buku nikah,” jelas Aprizal. Ia juga menyampaikan bahwa agenda nikah massal, akan dilangsungkan terus setiap tahunnya. “Melalui arahan Walikota Kota, agenda nikah massal akan diselenggarakan terus setiap tahunnya,” terang Aprizal. Assiten I Bidang Pemerintahan dan Kesra M Ichsanul Akmal mengatakan, sebanyak 43 pasang tercatat sebagai pasangan lama yang belum memiliki buku nikah, sedangan satu pasangan lagi benar – benar pasangan yang baru menikah. Disampaikannya, kegiatan nikah massal ini sangat penting bagi pasangan baru dan juga pasangan lama yang belum memiliki buku nikah. “Karena selama ini masih banyak pasangan suami-isteri yang belum memiliki buku nikah, ini merupakan agenda untuk melegalkan status pasangan sah secara hukum,” jelasnya. Menurut Ichsanul, dengan tercatatnya status pernikahan sah secara negara, maka pasangan akan mendapatkan dokumen buku pernikahan yang memiliki fungsi untuk mengurus hak anak dan juga waris. “Kedepannya kami juga berharap Kepada Ketua Pengadilan Agama, agar dapat terus bekerjasama dengan Pemkot Palembang, dalam hal membantu masyarakat,” ujar Ichsanul. Pelepasan arak – arakan pengantin sendiri, langsung diiringi dengan Marching Band dan sebanyak 44 pasangan pengantin tersebut diberangkatkan dari pelataran halaman Pemkot, menuju Hotel Swarna Dwipa untuk melangsungkan Resepsi Pernikahan dengan menaiki sembilan mobil odong – odong. Kegiatan ini didampingi Jajaran Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Palembang yang Meliputi Kepala Dinas, Kepala Badan, Inspektur Kota, Asisten, Staf Ahli, Kabag, Dirut BUMD/BUMN, Camat, Polri dan TNI serta unsur forkopimda Kota Palembang. Juga turut hadir Ketua TP. PKK Kota Palembang Ny Dewi Sastrani Ratu Dewa beserta anggota TP. PKK Kota Palembang dan anggota Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang. Pada kegiatan ini pula turut dihadiri Anggota, Kader Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Palembang Ny Cikal Pertiwi, Ny Yuridha Sakinah. Bertempat di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jln. Tasuk, Kel. Talang Semut, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang
(W.22) Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Jumlah anggota / pelaksana : 24 DWP Cabang Dinas Pendidikan Wilayah. DWP Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso bergiat : Bidang : Ekonomi, Program Prioritas : Edukasi Digital, Kegiatan : Pendampingan penggunaan platform digital Keterangan kegiatan : 1.Peserta : Ny. Arfina Jeli P, 11 anggota hadir, 21 tidak hadir. 2.Pemateri : Bapak Ahmad Zaeni, S.Pd. 3.Dilaksanakan oleh : DWP Unit SMA Negeri 1 Bondowoso. 4.Hari / Tanggal : Selasa, 3 November 2026. 5.Jam : Pagi hari, 07.00 WIB sampai 08.00 WIB. 6.Lokasi di : Lab TIK SMA Negeri 1 Bondowoso 7.Judul Acara : DWP Digitalpreneur Maksimalkan Lynk.id untuk Promosi dan Penjualan 8.Latar Belakang dan Tujuan serta Tindak lanjut. Dahulu, promosi dan penjualan dilakukan melalui radio, TV, koran, dan majalah. Sekarang promosi produk dapat dilakukan lebih mudah melalui media digital.Salah satu platform yang dapat dimanfaatkan yaitu Lynk.id. Dengan Lynk.id, berbagai spesifikasi dan tautan produk dapat dikumpulkan dalam satu halaman. Hal ini memudahkan calon pembeli untuk melihat penawaran, menghubungi penjual, maupun melakukan pembelian. Penggunaan Lynk.id juga dapat membantu pelaku usaha mudah dilacak di media sosial. Melalui kegiatan DWP Digitalpreneur, Ketua DWP SMAN 1 Bondowoso Ny. Arfina Jeli P akan memaksimalkan Lynk.id untuk Promosi dan Penjualan. Anggota DWP diajak berselancar dan mempraktikkan penggunaan Lynk.id.Tujuan kegiatan berfokus membimbing anggota DWP perihal pemanfaatan Lynk.id. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari kegiatan dua bulan yang lalu. Dua bulan lalu anggota bergiat membuat worksheet untuk anak dengan alat canva web. Hasil dari worksheet tersebut bisa dijual lewat Lynk.id. 9.Kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal tiga November 2026 hari Selasa pagi. Acara berada di Lab TIK SMAN 1 Bondowoso. Kegiatan diawali dengan pengantar oleh ibu ketua. Beliau mendatangkan narasumber bernama Bapak Ahmad Zaeni bernama panggilan Pak Zen. Pak Zen mengenalkan Lynk.id sebagai media untuk mengumpulkan berbagai tautan dan informasi produk dalam satu halaman. Sebelas anggota disuguhkan latihan keterampilan teknis di Lynk.id. Di antaranya, cara membuat dan mengatur halaman Lynk.id, menambahkan informasi produk, memasukkan tautan yang diperlukan, serta menghubungkannya dengan media sosial atau whatsapp. Ada lima materi yang disajikan oleh Bapak Ahmad Zaeni. Satu, Link in Bio untuk membuat halaman berisi profil dan informasi dalam satu tempat. Dua, Digital Produk untuk menjual produk digital seperti worksheet, ebook, dan file. Tiga, Product/Store untuk menampilkan produk seperti etalase sederhana. Empat, Analytics untuk melihat perkembangan produk seperti jumlah kunjungan, penjualan, dan pendapatan. Lima, Media Promosi untuk membagikan tautan Lynk.id. Pak Zen kemudian menyandingi peserta unjuk kerja. Peserta mencoba membuat halaman Lynk.id sederhana. Terlebih dahulu peserta diarahkan untuk membuat akun atau masuk ke Lynk.id. Sesudah itu, peserta mengatur profil dengan cara klik memilih mengatur tampilan halaman. Selanjutnya peserta mencoba menambahkan tautan, media sosial, dan informasi produk ke dalam halaman Lynk.id. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan dua bulan lalu, peserta menggunakan hasil worksheet untuk anak yang telah dibuat melalui Canva sebagai produk yang akan dijual. Setelah halaman selesai diatur, peserta diarahkan untuk melihat tampilan Lynk.id dari sisi pengguna atau calon pembeli. Masing-masing peserta melakukan pengecekan sederhana untuk memastikan tautan dapat dibuka dan produk tersusun dengan apik. Ibu-ibu DWP juga belajar cara membagikan tautan Lynk.id kepada calon pembeli. Sehingga pembeli gampang melihat produk yang dijajakan. Pada akhir kegiatan, pak Zen memberikan beberapa tips sederhana dalam membuat promosi agar menarik, jelas, dan mudah ditelusuri.Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan kesimpulan. 10.Hasil Kegiatan Kegiatan ini memberikan pengalaman baru. Anggota DWP dapat mendayagunakan teknologi digital untuk menambah nafkah. Ibu ketua menghendaki anggota DWP SMAN 1 Bondowoso memiliki kemampuan khusus tentang pemasaran lewat Lynk.id. 11.Laporan ditulis oleh Niken Puspita Sari dan diunggah oleh Diana Kholida Mr sebagai operator LPPK DWP Wilayah 22. #DWPBerdaya
PEMBELAJARAN DAN PENAMBAHAN WAWASAN DWP SETWAN KABUPATEN BLORA KE BATIK KERIS SOLO. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD Kabupaten Blora melaksanakan kunjungan pembelajaran ke Heritage Batik Keris Solo sebagai upaya menambah wawasan dan pengetahuan tentang kekayaan budaya batik Nusantara. Melalui kunjungan ini, anggota DWP Setwan berkesempatan mengenal lebih dekat sejarah, proses, kreativitas, serta pengembangan produk batik sebagai warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni dan ekonomi.Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan kreativitas, meningkatkan pengetahuan, serta menumbuhkan semangat untuk turut melestarikan budaya bangsa.
Kegiatan Tarhib Ramadan merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPMP Kalimantan Selatan pada tanggal 19 Februari 2026, bertempat di Aula Pangeran Samudera BPMP Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh anggota DWP BPMP Kalimantan Selatan sebagai bentuk penyambutan bulan suci Ramadan sekaligus menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta mempersiapkan diri dalam menyambut dan menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
DHARMA WANITA PERSATUAN
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA BANJARMASIN
Bidang: Sekretariat
Program:Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan:Capacity building (#DWPCerdasLiterasi)
KETERANGAN PROGRAM
Pelaksana: Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin
Hari/Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026
Tempat: Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin
Pukul: 09.00 WITA
Acara: Peringatan Milad Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke-24 Tahun 2026
Pimpinan: Ketua DWP Kemenag Kota Banjarmasin, Ny. Hj. Nazilah Khaikannor Saipudin, selaku Bunda RA Kemenag Kota Banjarmasin
Peserta: Bunda RA Provinsi Kalimantan Selatan, Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Selatan, Bunda RA kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, serta anggota IGRA Provinsi Kalimantan Selatan.
Tema: "24 Tahun Mengabdi untuk Generasi Rabbani."
KETERANGAN KEGIATAN
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin, Ny. Hj. Nazilah Khaikannor Saipudin, yang juga bertugas sebagai Bunda RA Kemenag Kota Banjarmasin, menghadiri peringatan Milad Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke-24 Tahun 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin. Peringatan milad ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar IGRA untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian organisasi dalam dunia pendidikan anak usia dini. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan silaturahmi antara para pendidik, organisasi perempuan, serta unsur pembinaan pendidikan Raudhatul Athfal di Kalimantan Selatan. Kehadiran Ketua DWP Kemenag Kota Banjarmasin merupakan bentuk partisipasi dan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan anak sejak usia dini.
Peringatan Milad IGRA ke-24 tahun ini mengusung tema "24 Tahun Mengabdi untuk Generasi Rabbani". Tema tersebut menggambarkan perjalanan pengabdian IGRA dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian dan akhlak mulia. Melalui tema tersebut, seluruh anggota IGRA diajak untuk terus memperkuat semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Pendidikan Raudhatul Athfal memiliki peran penting dalam memberikan fondasi awal bagi tumbuh kembang anak, khususnya dalam mengenalkan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, momentum milad ini menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan generasi penerus harus dibangun melalui keteladanan, kesabaran, dan kepedulian para pendidik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda RA Provinsi Kalimantan Selatan, Ny. Hj. Lita Ariani Tambrin, serta Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Selatan, Ny. Hj. Fathul Jannah Muhidin. Hadir pula Bunda RA dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Kalimantan Selatan bersama anggota IGRA. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya perhatian dan dukungan bersama terhadap perkembangan pendidikan anak usia dini. Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi para Bunda RA untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta memperkuat komunikasi antardaerah. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat menjadi modal penting dalam membangun sinergi untuk memajukan pendidikan Raudhatul Athfal.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DWP Kemenag Kota Banjarmasin mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Milad IGRA ke-24 sekaligus menjalin silaturahmi dengan para Bunda RA dan undangan yang hadir. Kehadiran beliau sebagai Bunda RA Kemenag Kota Banjarmasin menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap organisasi yang menaungi para pendidik Raudhatul Athfal. Hubungan yang baik antara organisasi perempuan, Bunda RA, dan para pendidik merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pendidikan. Melalui pertemuan tersebut, terbangun ruang kebersamaan untuk memperkuat perhatian terhadap pendidikan anak sejak usia dini. Partisipasi ini sekaligus mencerminkan komitmen DWP dalam mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan dunia pendidikan.
Pendidikan anak usia dini merupakan tahapan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang anak. Pada masa tersebut, anak mulai mengenal berbagai nilai kehidupan melalui proses pembelajaran, pembiasaan, serta keteladanan dari lingkungan sekitarnya. Raudhatul Athfal memiliki kekhasan dalam mengintegrasikan pendidikan umum dengan pengenalan dan penanaman nilai-nilai agama Islam. Melalui pendekatan tersebut, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki dasar keimanan, akhlak yang baik, serta kemampuan bersosialisasi. Peran guru RA menjadi sangat penting karena mereka turut membentuk pengalaman belajar pertama yang akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak pada tahap berikutnya.
Selama 24 tahun perjalanan pengabdiannya, IGRA telah menjadi wadah kebersamaan bagi para guru Raudhatul Athfal dalam mengembangkan kapasitas dan profesionalitas sebagai pendidik. Organisasi ini memiliki peran dalam memperkuat komunikasi, koordinasi, serta kerja sama di antara para guru RA. Berbagai kegiatan organisasi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas dalam melaksanakan proses pembelajaran. Selain itu, kebersamaan dalam organisasi juga memberikan kesempatan bagi para pendidik untuk saling memberikan dukungan dan motivasi. Dengan semangat pengabdian yang terus terjaga, IGRA diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan anak usia dini.
Dalam kaitannya dengan pembentukan generasi Rabbani, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Anak memerlukan pendampingan yang berkesinambungan agar nilai-nilai kebaikan yang diperoleh di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal kedisiplinan, kesopanan, tanggung jawab, serta nilai-nilai keagamaan. Sementara itu, guru berperan memperkuat pembiasaan tersebut melalui proses pendidikan yang terarah dan menyenangkan. Sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan menjadi salah satu kunci dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Ketua DWP Kemenag Kota Banjarmasin, Ny. Hj. Nazilah Khaikannor Saipudin, menyampaikan bahwa peringatan Milad IGRA bukan sekadar perayaan bertambahnya usia organisasi, melainkan juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian para pendidik. Menurut beliau, guru RA memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan fondasi pendidikan dan pembentukan karakter bagi anak sejak usia dini. "Kami berharap IGRA terus menjadi organisasi yang solid dan mampu menguatkan semangat para guru dalam menjalankan tugas pengabdian. Pendidikan anak usia dini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai agama," ungkapnya. Beliau juga menilai bahwa dukungan dan perhatian terhadap para pendidik perlu terus diperkuat agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Pernyataan tersebut menjadi wujud perhatian DWP terhadap pentingnya peran guru dalam membangun generasi penerus bangsa.
Lebih lanjut, Ketua DWP Kemenag Kota Banjarmasin menekankan pentingnya kerja sama antara keluarga, pendidik, dan organisasi dalam mewujudkan pendidikan anak yang berkualitas. Pembentukan karakter tidak dapat dilakukan hanya melalui kegiatan pembelajaran di sekolah, tetapi harus diperkuat melalui lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari. "Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu kita persiapkan sejak dini. Karena itu, mari kita bersama-sama memberikan keteladanan, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta mendukung para guru RA agar dapat terus mengabdi, menginspirasi, dan melahirkan generasi Rabbani yang membanggakan," tuturnya. Beliau berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui organisasi IGRA dapat terus dipelihara dan dikembangkan. Dengan demikian, pendidikan anak usia dini dapat menjadi tanggung jawab bersama yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Momentum peringatan Milad IGRA ke-24 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara DWP Kemenag Kota Banjarmasin dengan organisasi IGRA serta para Bunda RA se-Kalimantan Selatan. Silaturahmi yang terjalin diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dalam berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Komunikasi yang baik antarlembaga menjadi salah satu faktor pendukung dalam menyelaraskan program dan kegiatan yang memiliki tujuan sejalan. Melalui kebersamaan tersebut, berbagai pengalaman dan gagasan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan kegiatan pendidikan yang lebih baik. DWP sebagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap pendidikan keluarga turut mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Selain menjadi wadah silaturahmi, peringatan milad ini juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalitas para pendidik RA. Guru dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan dalam menghadapi perubahan dan kebutuhan pendidikan anak usia dini. Kreativitas dalam menyampaikan materi pembelajaran sangat diperlukan agar anak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan penuh kegembiraan. Penanaman nilai-nilai agama juga perlu dilakukan melalui metode yang sesuai dengan tahap perkembangan dan karakteristik anak. Dengan peningkatan kapasitas pendidik secara berkelanjutan, proses pembelajaran di RA diharapkan semakin berkualitas, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.
DWP Kemenag Kota Banjarmasin memandang bahwa dukungan terhadap pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi masa depan. Pendidikan yang baik harus dimulai dari pembiasaan sederhana, seperti mengajarkan kejujuran, kedisiplinan, rasa hormat, dan kepedulian kepada sesama. Nilai-nilai tersebut akan lebih mudah tertanam apabila anak mendapatkan contoh nyata dari orang dewasa di sekitarnya. Oleh sebab itu, keterlibatan orang tua dan pendidik harus berjalan secara beriringan dalam mendampingi perkembangan anak. Melalui program dan kegiatan organisasi, DWP turut mendorong tumbuhnya kesadaran bersama tentang pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini.
Kehadiran Bunda RA dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan pentingnya kebersamaan dalam mendukung perkembangan pendidikan Raudhatul Athfal. Setiap daerah memiliki pengalaman dan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Melalui pertemuan seperti ini, para peserta memiliki kesempatan untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang lebih luas. Semangat saling mendukung diharapkan dapat memperkuat gerakan bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan RA. Kebersamaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang mampu menjangkau kebutuhan anak dan masyarakat secara lebih baik.
Bagi DWP Kemenag Kota Banjarmasin, partisipasi dalam kegiatan Milad IGRA ke-24 merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan organisasi yang berorientasi pada penguatan pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus. Kegiatan ini memberikan nilai positif dalam memperluas jaringan silaturahmi serta memperkuat hubungan dengan berbagai unsur yang bergerak di bidang pendidikan. Selain itu, kehadiran Ketua DWP sebagai Bunda RA menjadi bentuk perhatian terhadap para pendidik yang selama ini berperan dalam membangun dasar keagamaan dan karakter anak. Dukungan terhadap para guru diharapkan dapat meningkatkan motivasi mereka dalam melaksanakan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, peran organisasi perempuan dapat terus bersinergi dalam mendukung program pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui peringatan Milad IGRA ke-24, diharapkan seluruh anggota IGRA semakin memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik. Semangat mengabdi selama 24 tahun hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Organisasi IGRA juga diharapkan mampu menjadi wadah yang semakin kuat dalam menyatukan para guru RA dari berbagai daerah. Dukungan dari Bunda RA, Bunda PAUD, DWP, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program pembinaan. Dengan kerja sama yang baik, cita-cita melahirkan generasi Rabbani yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia dapat terus diupayakan.
Secara keseluruhan, keikutsertaan Ketua DWP Kemenag Kota Banjarmasin dalam peringatan Milad IGRA ke-24 Tahun 2026 berlangsung sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung penguatan pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun semangat kebersamaan antara organisasi dan para pendidik RA. Nilai-nilai yang diangkat dalam peringatan milad menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Melalui dukungan dan sinergi berbagai pihak, pendidikan Raudhatul Athfal diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Semoga IGRA terus mengabdi, menginspirasi, dan berkarya untuk melahirkan generasi Rabbani yang membanggakan.
HASIL KEGIATAN
MANFAAT KEGIATAN
PENUTUP
Peringatan Milad IGRA ke-24 Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian, kebersamaan, dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Kehadiran Ketua DWP Kemenag Kota Banjarmasin selaku Bunda RA merupakan bentuk dukungan terhadap perjuangan dan pengabdian para pendidik Raudhatul Athfal dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.
DWP Kemenag Kota Banjarmasin senantiasa mendukung berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada penguatan pendidikan keluarga dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Melalui sinergi dan kerja sama yang berkelanjutan, diharapkan IGRA semakin solid, inspiratif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Raudhatul Athfal. Semoga semangat mengabdi untuk generasi Rabbani terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi seluruh pendidik dalam melahirkan generasi masa depan yang membanggakan.
Pada Hari Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan rapat persiapan kegiatan Line Dance melalui Zoom Meeting. Rapat membahas beberapa hal penting meliputi persiapan pelaksanaan kegaitan penentuan lagu dan gerakan, kesiapan peserta, kekompakan dan teknik gerakan, kostum serta kriteria penilaian bagi peserta. Selain itu dibahas pula aspek penilaian yang meliputi ketepatan gerakan mengikuti irama music, kekompakan, teknik langkah, ekspresi formasi dan penampilan. melalui rapat diharapkan seluruh persiapan dapat dikoordinasikan dengan baik sehingga Line Dance dapat berlangsung dengan lancar, tertib, meriah dan sukses.
LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN DISKOPUMDAG KABUPATEN SUKOHARJO MENGIKUTI PENGAJIAN RUTIN BAITUL HIKMAH BULAN NOVEMBER 2026
I. PENDAHULUAN
Kegiatan pengajian rutin merupakan salah satu sarana pembinaan keislaman yang sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga/jamaah, sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan (tafaqquh fiddin). Di tengah dinamika kehidupan modern yang padat, majelis ilmu hadir sebagai penyejuk rohani dan pengingat diri untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.
Pelaksanaan pengajian rutin ini tidak hanya bertujuan untuk memperdalam ilmu agama secara teoretis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, dokumentasi dan pelaporan kegiatan ini menjadi hal yang esensial guna mengevaluasi efektivitas program, serta sebagai bentuk akuntabilitas kepada para pengurus, jamaah, dan pihak-pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan.
II. WAKTU PELAKSANAAN
1. Hari/tanggal : Minggu, 01 November 2026
2. Waktu : 19.300 WIB
3. Tempat : Pendopo Graha Satya Praja Kabupaten Sukoharjo
4. Peserta : Plt. Bupati, Forkopumda, Anggota DPRD, Sekda, Asisten,Staff Ahli,Kepala OPD,Ka.BUMD,Camat,Lurah/Kades,Kemenag,BAZNAS,MUI,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama, ikut hadir pula Ibu Wakil Ketua DWP Diskopumdag Kabupaten Sukoharjo Ibu Paulina Yuli Kusumawardhani S.Sos,M.H dan tamu undangan.
III. SUSUNAN ACARA
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al-Quran : Surah Al Hajr 21 : 22-26 (Sdri. Anisa)
3. Sambutan Plt. Bupati Sukoharjo :
a). Terima kasih kepada Ustadz, Forkopimda, tamu undangan, jemaah pengajian yang sudah hadir dan Kec Polokarto yang bertugas malam ini.
b). Semoga pengajian memberi manfaat, berjalan dengan lancar, menjadi Recharge spiritual, menjaga keseimbangan rohani dan mental, menguatkan iman dan taqwa, supaya lebih dekat kepada Sang Pencipta serta hidup menjadi lebih terarah.
c). Mohon maaf terlambat karena rakor dengan Ormas, Forkopimda dan DPRD.
d). Empati kepada sesama melalui zakat dan infaq yang disalurkan kepada BAZNAS dapat meringankan para Mustahik.
d). Penyaluran BAZNAS untuk Sukoharjo Cerdas, Sukoharjo Sehat, Sukoharjo Peduli, Sukoharjo Makmur dan Sukoharjo Taqwa bulan Oktober 2026 = Rp. 971.553.888.
e). Kita jaga bersama kerukunan kedamaian dan bijak menyikapi perkembangan informasi maupun peristiwa yang terjadi.
f). Hikmah tauziah agar dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari2.
g). Semoga Sukoharjo ayem tentrem adil makmur baldatun toyyibatun warabbun ghafur.
4. Tauziah : Ustad H. Khomsun Nur Arif, S.Ag.
a). Bibit rukun sudah disemai melalui rakor Ormas, Forkopimda dan DPRD.
b). Jika kita memberikan kasih sayang kepada umatnya, maka Allah akan memberikan kasih sayang juga dan Malaikat akan bersama kita.
c). Syarat : welas asih. Dengan kasih sayang, ramah, sedekah senyum dapat membuat rukun.
d). Kepemimpinan itu adalah amanah.
Asasnya :
1. adil adalah pondasi utama. Adil mendekatkan kepada ketaqwaan.
2. Rohnya pemimpin adalah Rohmah/ kasih sayang.
3. Bentengnya kepemimpinan adalah nasehat. Agama adalah nasehat bagi para pemimpin. Pemimpin agar dekat dengan para ahli agama/kyai/ustadz/umarok.
4. Tabayun dengan yang terkait untuk mendapat informasi yang seimbang, tidak mudah menggerutu dan tidak gampang terprovokasi.
5. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban.
e). Sesuatu yang dilarang Allah SWT adalah hal yang tidak baik. Kita agar menjauhi apa yang menjadi larangan.
f). Jadilah orang yang baik, semoga dengan kebaikan, Sukoharjo menjadi kabupaten yang diberkahi Allah SWT.
5. Doa
6. Penutup
Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara pengajian hari ini telah berjalan dengan lancar. Semoga langkah kita menuju majelis ini dicatat sebagai amal saleh dan membawa keberkahan bagi keluarga kita di rumah.
Terkumpul infaq sejml : Rp.1.630.500- diberikan kpd Ponpes Darul Qur'an Sukoharjo.
Yang melaporkan : Ny. Paulina.
Ny. Padma pengurus Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana Kecamatan Kras Kabupaten. Kediri melaksanakan kunjungan ke SDN Kras 1 Kecamatan Kras Kabupaten Kediri dalam rangka monitoring dan melihat porses belajar mengajar pada hari Senin, 2 November 2026 pada pukul 10.00 wib. Tujuan monitoring dan evaluasi (monev) dalam proses belajar mengajar secara umum dibagi menjadi dua aspek utama: memastikan kualitas pembelajaran yang sedang berjalan (monitoring) dan menilai keberhasilan serta dampak dari pembelajaran (evaluasi). Tujuan Monitoring (Pemantauan Proses) Monitoring bersifat formatif dan dilakukan secara berkelanjutan selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuannya meliputi: • Memastikan Kesesuaian Rencana dan Pelaksanaan: Menjamin bahwa kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai dengan kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP/Modul Ajar), dan alokasi waktu yang telah ditetapkan. • Mendeteksi Hambatan Lebih Awal: Mengidentifikasi kendala, kesulitan belajar siswa, atau masalah teknis mengajar secara dini agar dapat segera dilakukan koreksi atau penyesuaian (mid-course correction). • Menjaga Standar Kualitas: Memastikan guru dan siswa menjalankan peran masing-masing sesuai standar proses pembelajaran yang ditetapkan. • Penyediaan Umpan Balik Cepat: Memberikan masukan langsung (real-time feedback) bagi pengajar untuk menyesuaikan strategi mengajar sesuai kebutuhan siswa saat itu. Tujuan Evaluasi (Penilaian Hasil & Dampak) Evaluasi cenderung bersifat sumatif dan dilakukan pada periode tertentu (seperti akhir bab, semester, atau akhir tahun ajaran). Tujuannya meliputi: • Mengukur Pencapaian Tujuan Pembelajaran: Menilai sejauh mana siswa telah menguasai kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan. • Menilai Efektivitas Strategi & Media Pembelajaran: Mengetahui apakah metode, bahan ajar, dan media yang digunakan oleh pengajar efektif dalam membantu siswa belajar. • Bahan Pengambilan Keputusan: Memberikan data objektif untuk menentukan kelulusan, kenaikan kelas, perbaikan kurikulum, atau penentuan program remidial dan pengayaan. • Akuntabilitas Publik: Memberikan laporan pertanggungjawaban mengenai mutu pembelajaran kepada pemangku kepentingan (stakeholders), seperti orang tua siswa, kepala sekolah, dan dinas pendidikan. • Dasar Perencanaan Pembelajaran Berikutnya: Menjadikan hasil pencapaian sebagai rujukan dalam merancang program pembelajaran yang lebih baik di masa depan. Pelajaran menggunting dan menempel (sering disebut kegiatan cut and paste atau kolase) pada jenjang Sekolah Dasar (SD), khususnya kelas awal (kelas 1–3), memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak 1. Pengembangan Motorik & Fisik - Melatih Motorik Halus: Menguatkan otot-otot kecil pada tangan, jemari, dan pergelangan tangan yang sangat dibutuhkan untuk kemampuan menulis (pre-writing skills). - Melatih Koordinasi Mata dan Tangan: Melatih anak mengarahkan gerakan tangan secara presisi sesuai dengan pandangan mata saat mengikuti garis potong atau menempatkan potongan kertas pada area tertentu. - Meningkatkan Keterampilan Bilateral: Mengembangkan kemampuan mengoordinasikan kedua tangan secara bersamaan dengan fungsi yang berbeda (satu tangan memegang dan memutar kertas, tangan lainnya mengoperasikan gunting). 2. Perkembangan Kognitif & Akademik - Mengenal Bentuk, Geometri, dan Spasial: Membantu anak memahami konsep bentuk (lingkaran, segitiga, persegi), ukuran (besar/kecil), serta hubungan spasial saat menata posisi gambar sebelum ditempel. - Melatih Orientasi Arah dan Urutan: Membantu anak belajar memahami petunjuk visual, alur pengerjaan (menggunting dulu, memberi lem secukupnya, baru menempel), serta arah (atas, bawah, kiri, kanan). - Meningkatkan Daya Konsentrasi dan Fokus: Menuntut perhatian penuh agar hasil guntingan rapi dan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. 3. Perkembangan Krestivitas & Psikologis - Menstimulasi Kreativitas dan Ekspresi Diri: Memberi ruang bagi anak untuk menyusun warna, bentuk, dan tekstur menjadi sebuah karya seni atau komposisi baru - Melatih Kesabaran dan Ketelitian: Mengajarkan anak untuk tidak terburu-buru, mengontrol tekanan lem, dan berhati-hati saat menggunakan alat potong. - Membangun Rasa Percaya Diri: Memberikan kepuasan visual dan rasa bangga ketika anak melihat karya utuh yang berhasil mereka selesaikan sendiri. Antusiasme anak-anak saat menggunting dan menempel memang bisa dimanfaatkan untuk menjaga motivasi belajar mereka. Namun, karena penggunaan alat tajam seperti gunting memiliki risiko keselamatan, diperlukan aturan main dan pendampingan yang jelas. pelajaran menggunting butuh kesabaran dan ketelitian memiliki maksud yang sangat mendalam, baik bagi tumbuh kembang anak maupun bagi proses pembentukan karakter mereka. 1. Maksud dari "Ketelitian" (Precision & Focus) • Menjaga Jalur Potong (Sesuai Pola): Menggunting bukan sekadar memotong kertas, melainkan melatih mata (visual focus) dan tangan agar bergerak tepat di atas garis yang telah ditentukan. Hal ini melatih presisi visual. • Memperhatikan Detail Kecil: Ketika anak dihadapkan pada pola yang memiliki tikungan tajam, sudut, atau lekukan (seperti bentuk bintang atau hewan), mereka dituntut untuk teliti menghitung kapan harus memutar kertas dan seberapa pendek bukaan gunting yang diperlukan. • Melatih Kontrol Diri (Inhibisi Motorik): Ketelitian mengajarkan anak untuk tidak terburu-buru. Mereka belajar mengendalikan impuls untuk memotong secara serampangan demi hasil karya yang rapi. 2. Maksud dari "Kesabaran" (Patience & Persistence) • Proses yang Tidak Instan: Menggunting kertas tebal atau pola yang rumit membutuhkan waktu. Anak belajar bahwa hasil yang bagus tidak bisa didapatkan dalam hitungan detik. • Mengelola Frustrasi: Seringkali anak merasa kesal saat kertasnya robek di tengah jalan atau melenceng dari garis. Di sinilah kesabaran diuji; guru atau orang tua mendampingi anak untuk tidak menyerah, memperbaiki, atau mencoba kembali (resilience). • Melatih Konsentrasi Jangka Panjang: Aktivitas ini memaksa anak untuk duduk tenang dan fokus menyelesaikan satu tugas sampai tuntas sebelum beralih ke tahap berikutnya (menempel). Nilai Karakter di Balik Keterampilan Menggunting - .Membangun Konsentrasi dan Ketenangan:Tahap awal menumbuhkan fokus. Anak yang awalnya terbiasa dengan stimulasi serba cepat (seperti layar gawai) diajar untuk memperlambat tempo melalui gerakan tangan yang terarah dan penuh perhitungan. - Mengajarkan Sikap Pantang Menyerah:Tahap menghadapi tantangan. Ketika menemui kesulitan saat memotong sudut yang rumit, anak belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, sehingga mereka terbiasa untuk bersabar dan mengulanginya dengan lebih hati-hati. - Menumbuhkan Rasa Percaya Diri (Self-Esteem):Tahap akhir yang membangun kebanggaan. Hasil karya yang rapi setelah melewati proses yang penuh kesabaran memberikan kepuasan batin dan rasa bangga yang besar bagi anak, yang berdampak positif pada mental dan motivasi belajar mereka.
LAPORAN E-REPORTING LPPK DHARMA WANITA PERSATUAN UNSUR PELAKSANA KECAMATAN PRINGAPUS Nama Kegiatan: Dialog Serasi Bersama Dinas Sosial Kabupaten Semarang Hari/Tanggal: Senin, 2 November 2026 Waktu: Pukul 11.00–12.00 WIB Media: Siaran langsung YouTube LPPL Radio Suara Serasi 107,3 FM Kabupaten Semarang Penyelenggara: Bidang Sosial Budaya Narasumber: Dra. Istichomah, M.Si. Peserta: Ibu Utami Sodiq dan Etik Ambarwati beserta 89 peserta lainnya Tema: “Gerakan Peduli Tetangga melalui Perlinsos” A. DESKRIPSI KEGIATAN Pada hari Senin, 2 November 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP) Kecamatan Pringapus yang diwakili oleh Ibu Utami Sodiq dan Etik Ambarwati mengikuti kegiatan Dialog Serasi Bersama Dinas Sosial Kabupaten Semarang melalui siaran langsung YouTube LPPL Radio Suara Serasi 107,3 FM. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Sosial Budaya ini diikuti bersama 89 peserta lainnya dengan menghadirkan narasumber Dra. Istichomah, M.Si., selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang. Dialog mengangkat tema “Gerakan Peduli Tetangga melalui Perlinsos” yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai program perlindungan sosial serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan. Keikutsertaan DWP UP Kecamatan Pringapus merupakan bentuk pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya, khususnya dalam meningkatkan wawasan anggota, menumbuhkan kepedulian terhadap permasalahan sosial, serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, anggota DWP diharapkan dapat mengembangkan kepekaan sosial dan menerapkan nilai-nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. B. WAKTU DAN PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui siaran langsung kanal YouTube LPPL Radio Suara Serasi 107,3 FM Kabupaten Semarang pada pukul 11.00–12.00 WIB. Dialog berlangsung melalui pembukaan, penyampaian materi oleh narasumber, serta pembahasan dan tanya jawab mengenai program Perlindungan Sosial (Perlinsos). Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Perlinsos merupakan upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Melalui gerakan peduli tetangga, masyarakat diajak berperan aktif menjadi agen Perlinsos dengan membantu mengusulkan diri sendiri, anggota keluarga, saudara, maupun tetangga yang membutuhkan bantuan sosial, termasuk warga yang mengalami perubahan kondisi ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan atau penghasilan. Pendaftaran dilakukan secara digital melalui portal resmi Perlinsos dengan menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai sarana verifikasi identitas. Narasumber menegaskan bahwa pendaftaran tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai penerima bantuan karena setiap usulan tetap harus melalui proses verifikasi dan penyesuaian data berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain itu, dijelaskan bahwa calon penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, termasuk ketentuan desil 1 sampai dengan 4. Apabila ditemukan ketidaksesuaian data, masyarakat dapat mengajukan sanggahan dengan dokumen pendukung atau mengusulkan pemutakhiran data melalui mekanisme yang berlaku. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga keamanan data pribadi, memilih agen yang dapat dipercaya, serta memastikan informasi diperoleh melalui kanal resmi Dinas Sosial. Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pendaftaran, pendampingan dapat diperoleh melalui Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pendamping PKH, maupun Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang memberikan pelayanan di kantor kecamatan mulai pukul 13.00 WIB. Penerima bantuan sosial yang telah terdaftar juga diimbau melakukan pendaftaran ulang atau reaktivasi melalui Perlinsos sebelum akhir Desember 2026 agar bantuan yang diterima tidak berpotensi terhenti pada tahun 2027. C. D-W-P (DHARMA, WANITA, DAN PERSATUAN): WAWASAN DAN PELAJARAN Dari sisi Dharma, kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan kepada anggota DWP mengenai program perlindungan sosial, mekanisme pengusulan bantuan, ketentuan penerima, serta pentingnya ketepatan dan pemutakhiran data. Pengetahuan tersebut menjadi bekal bagi anggota untuk meningkatkan kepedulian, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Anggota juga memperoleh pemahaman bahwa membantu sesama tidak selalu harus diwujudkan melalui pemberian materi, tetapi dapat dimulai dengan memberikan perhatian, menyampaikan informasi yang benar, dan membantu menghubungkan warga yang membutuhkan dengan layanan yang tersedia. Dari sisi Wanita, kegiatan ini memperkuat pemahaman mengenai peran strategis perempuan, khususnya anggota DWP, dalam membangun kepedulian yang dimulai dari lingkungan keluarga. Perempuan dapat menjadi sumber informasi, pendamping, sekaligus penggerak dalam menumbuhkan sikap empati dan perhatian terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Melalui peran tersebut, anggota DWP diharapkan mampu mengajak keluarga untuk lebih peka terhadap kesulitan orang lain, mengenali tetangga yang membutuhkan perhatian, serta berpartisipasi dalam menyebarluaskan informasi mengenai pelayanan perlindungan sosial secara benar dan bijaksana. Dari sisi Persatuan, tema gerakan peduli tetangga mengajarkan pentingnya kebersamaan, solidaritas, gotong royong, dan kepedulian tanpa membedakan latar belakang. Permasalahan sosial di lingkungan masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Melalui semangat persatuan, anggota DWP diharapkan dapat membangun hubungan sosial yang harmonis, saling memperhatikan, dan bersedia membantu warga yang mengalami kesulitan sesuai kemampuan masing-masing. D. HASIL, MANFAAT, PENERAPAN, DAN TINDAK LANJUT Hasil kegiatan: Anggota DWP memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai program Perlinsos, mulai dari tujuan, mekanisme pendaftaran, proses verifikasi, kriteria penerima bantuan, hingga pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap tetangga merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pemerataan perlindungan sosial. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat membantu anggota membedakan informasi resmi dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyampaikan informasi bantuan sosial. Manfaat bagi organisasi: Kegiatan ini menambah wawasan anggota dan mendukung pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya, khususnya dalam membangun kepedulian sosial, meningkatkan partisipasi anggota, serta memperkuat kontribusi DWP dalam mendukung program pemerintah. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan agar anggota DWP tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Manfaat bagi keluarga: Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga dengan membiasakan sikap empati, saling membantu, dan peduli terhadap kondisi orang lain. Anggota DWP juga dapat menjadi sumber informasi bagi keluarga dan kerabat mengenai akses pelayanan perlindungan sosial, sehingga apabila terdapat anggota keluarga yang membutuhkan bantuan, mereka dapat memperoleh informasi dan arahan yang tepat. Manfaat bagi masyarakat: Kegiatan ini mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap tetangga dan warga yang mengalami kesulitan sosial ekonomi. Penyebarluasan informasi yang benar diharapkan dapat membantu masyarakat memahami akses perlindungan sosial, mengurangi kemungkinan warga yang membutuhkan terlewat dari perhatian, serta memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas di lingkungan tempat tinggal. Tindak lanjut: Sebagai tindak lanjut, DWP UP Kecamatan Pringapus akan menyampaikan informasi dan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota melalui kegiatan organisasi maupun komunikasi antaranggota. Selanjutnya, anggota diharapkan meneruskan informasi tersebut kepada keluarga, saudara, dan tetangga dengan tetap memperhatikan kebenaran informasi serta keamanan data pribadi. Anggota juga didorong untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial di lingkungan masing-masing, memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan, serta mengarahkan masyarakat untuk memperoleh informasi dan pendampingan melalui saluran resmi yang tersedia. Dengan langkah tersebut, hasil kegiatan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. E. PENUTUP Melalui kegiatan Dialog Serasi Bersama Dinas Sosial Kabupaten Semarang dengan tema “Gerakan Peduli Tetangga melalui Perlinsos”, anggota DWP UP Kecamatan Pringapus memperoleh wawasan dan pembelajaran mengenai pentingnya perlindungan sosial serta keterlibatan masyarakat dalam membantu sesama. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan anggota, tetapi juga memperkuat nilai pengabdian, peran perempuan, dan semangat persatuan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Diharapkan anggota DWP dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh melalui tindakan sederhana, seperti menyampaikan informasi yang benar, meningkatkan kepedulian terhadap tetangga, dan membangun semangat gotong royong di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, DWP dapat terus berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan mewujudkan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan saling mendukung. Dilaporkan oleh: Etik Ambarwati
Kegiatan Persiapan Workshop Pola Asuh Anak, Kesehatan Mental Remaja, dan Gizi Keluarga merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPMP Kalimantan Selatan pada tanggal 26 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat BPMP Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan workshop agar dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Persiapan kegiatan dihadiri oleh 6 orang yang terdiri atas pengurus dan anggota DWP BPMP Kalimantan Selatan.