Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Salatiga mengikuti kegiatan Kebaktian Rutin DWP Kota Salatiga pada Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 12.00 WIB, bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, dengan peserta sebanyak 28 anggota DWP UP se-Kota Salatiga. Kebaktian menghadirkan Pdm. Ir. Lauw Wie Tian sebagai pembicara dengan tema “Keluarga yang Dipulihkan” berdasarkan firman Tuhan dalam Kolose 3:18–21. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh perwakilan DWP UP se-Kota Salatiga, termasuk DWP UP Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Salatiga. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus mempererat kebersamaan dan silaturahmi antaranggota DWP. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anggota DWP memperoleh penguatan iman serta nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih, saling mengampuni, dan saling mendukung.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Cireunghas, Ibu Penty Dwi Utami Yusup, S.Kep., Ners telah mengikuti Kegiatan Jalan Santai dalam rangka Rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 Tahun 2026 dirangkaikan dengan Pisah Sambut Sekretaris Kecamatan dan Kepala Sub Bagian Keuangan, Perencanaan dan Evaluasi yang diselenggarakan oleh Kantor Kecamatan Cireunghas pada hari Minggu, tanggal 23 Agustus 2026 mulai Pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Cireunghas. Acara dimulai dengan senam bersama yang di pimpin oleh Instruktur Ela Nurlaelasari, kemudian sambutan oleh Bapak Camat Cireunghas, Lan Maulana Yusup, S.IP., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa Tujuan utama diadakannya jalan santai ini adalah untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 tingkat Kecamatan Cireunghas sambil mempererat silaturahmi, meningkatkan kebugaran tubuh, serta menumbuhkan semangat gotong royong di masyarakat, menciptakan suasana meriah, gembira, dan penuh kebersamaan dalam memperingati hari kemerdekaan. Kemudian acara dilanjutkan dengan jalan santai yang dibuka langsung oleh Bapak Camat Cireunghas dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Cireunghas, rute jalan santai kali ini dimulai dari halaman Kantor Kecamatan Cireunghas menuju Kampung Cikupa, Pateken, Cilisung, Tanjungpura, Lio, Kembali ke halaman Kantor Kecamatan Cireunghas. Setelah peserta Kembali semua, dilanjutkan dengan pisah sambut Sekretrais Kecamatan Ibu Ai Hamidah dan Bapak Irpan Setiawan dan Kasubbag KPE Ibu Rully Ratna dan Eneng Nety, beliau menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas salah dan khilap selama menjabat di Kecamatan Cireunghas dan ucapan selamat datang kepada Sekretaris Kecamatan dan Kasubbag KPE yang baru. Acara ditutup dengan pembagian door prize kepada peserta jalan santai dengan hadiah utama berupa mesin cuci dan sepeda, untuk mesin cuci dimenangkan oleh Pelajar SMP dari SMPN 1 Cireunghas dan sepeda dimenangkan oleh warga dari Kampung Cilubang Desa Bencoy.
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jombang
2. Hari / Tanggal : Kamis , 20 Agustus 2026
3. Pukul : 08.00 s/d Selesai
4. Peserta : 44 Orang (1 anggota ) perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang yang diwakili oleh Muhadi
5.Lokasi : Gedung PKK, Jl Alun alun No. 1 , Kec. Jombang, Kabupaten Jombang
Susunan Acara :
1. pembukaan
2. do'a
3. penyampaian materi dan praktik
MEMBUAT GANTUNGAN KACAMATA DAN HIASN BUNGA DARI TAS SPUNBOND
TUTORIAL :
alat dan bahan :
1. gantungan baju
2. tas spunbond
3. hiasan renda
4. lem tembak
1. siapkan tas spunbond
2. masukkan bagian bawah tas spunbond ke dalam gantungan baju, lalu rekatkan dengan lem tembak
3. gunting kedua dali tas spunbond
4. rekatkan tali yang sudah digunting di bagian atas, dengan jarak kira-kira 5 jari bagian atas yang sudah direkatkan pada gantungan baju
5. Tempelkan renda sebagai hiasan pada kedua tali
MEMBUAT HIASAN BUNGA DARI TAS SPUNBOND :
alat dan bahan :
1. kawat bunga
2. tas spunbond 2 warna
3. selotip kawat bunga
4. lem tembak
1. potong spunbond sebanyak 4 potong berbentuk persegi
2. lipat masing-masing potongan tersebut menjadi persegi yang lebih kecil
3. lipat sekali lagi menjadi segi tiga kemudian gunting bagian atas hingga menyerupai es krim
4. setelah selesai, buka keempat potongan tadi,kemudian gunting satu sisi ada yang 1 bagian ada yang 2 bagian dan ada yang 3 bagian yang digunting
5. tempelkan potongan mulai dari potongan terkecil sampai yang terbesar secara melingkar
6. ulangi untuk semua potongan sampi terbentuk bunga seperti pada gambar
7. selanjutnya membuat kelopak bunga, potong spunbond berbentuk persegi
8. lipat berbentuk segitiga sebanyak 3 kali lipatan
9. lalu potong seperti gambar
10. hasil potongan tersebut akan menghasilkan bentuk seperti ini
11. selanjutnya masukkan ke dalam tangkai dibawah mahkota bunga rekatkan dengan lem
Laporan ini dibuat oleh Lailatul Khasanah selaku operator e-Reporting
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Rungkut Kota Surabaya, mengikuti kegiatan : Bidang : Ekonomi Program : Kegiatan Usaha Penyelenggaraan Bazar Keterangan Program : 1. Ibu Sri Wahyuni selaku Ketua Dharma Wanita Kecamatan Rungkut Kota Surabaya bersama Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Rungkut kolaborasi dengan PKK Kecamatan Rungkut mengadakan kegiatan Gerakan Pasar Murah (GPM) untuk Pengurus dan Anggota Dharma Wanita, Pengurus dan Anggota PKK juga pelaku UMKM se Kecamatan Rungkut. 2. Hari /Tanggal : Rabu, 12 Agustus 2026 3. Pukul : 09.00 WIB - Selesai 4. Hadir dalam kegiatan : o Camat Rungkut o Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya o Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan o Lurah Se Wilayah Kecamatan Rungkut o Danramil 0831 Rungkut o Polsek Rungkut o Puskesmas Kalirungkut dan Puskesmas Medokan Ayu o Ibu Sri Wahyuni (Ketua DWP Kecamatan Rungkut) beserta pengurus o Ketua TP PKK Keluruahan se Kecamatan Rungkut 5. Lokasi Kegiatan : Halaman Rusunawa Penjaringansari, Kota Surabaya, Propinsi Jawa Timur 60293 6. Acara : Pasar Murah Dan Bazar pelaku UMKM se Kecamatan Rungkut 7. Susunan Acara : a. Pembukaan acara dimulai dengan sambutan dari Ibu Sri Wahyuni selaku Ketua Dharma Wanita Kecamatan Rungkut Kota Surabaya bersama Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Rungkut yang menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan pokok serta membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga di bawah pasaran. Tujuan Utama • Menstabilkan Harga: Mengendalikan lonjakan harga bahan pokok di tingkat konsumen. • Menekan Inflasi: Menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan angka inflasi daerah. • Mempermudah Akses Pangan: Memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang merata bagi seluruh warga. Komoditas yang Dijual: • Beras (seperti beras SPHP) • Minyak goreng (Minyakita) • Gula pasir • Telur dan daging ayam • Bawang merah, bawang putih, dan cabai • Produk olahan UMKM lokal [1, 2, 3, 4] Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah serentak di 31 Kecamatan se Kota Surabaya Rabu, 12 Agustus 2026. Bertempat di Rusunawa Penjaringansari 2 Kecamatan Rungkut , kegiatan ini menghadirkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau mulai dari sembako hingga beragam produk UMKM Melalui Gerakan Pangan Murah ini diharapkan masyarakat semakin mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan serta menjaga daya beli masyarakat di Kota Surabaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Pasar Murah Serentak dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 31 kecamatan, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang salah satunya berlangsung di wilayah Penjaringansari itu menghadirkan sejumlah kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus melibatkan UMKM dan kelompok tani setempat. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma mengatakan tingginya antusiasme warga menunjukkan kegiatan tersebut mendapat respons positif. Menurutnya, komoditas yang ditawarkan memiliki harga lebih rendah dibandingkan pasaran, sementara bahan pokok seperti beras dan minyak dijual dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET). “Antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini cukup tinggi karena komoditas yang dijual memang harganya di bawah harga pasar,” kata Vykka. Tak hanya bahan pokok, kegiatan tersebut juga menghadirkan komoditas hasil produksi kelompok tani dan pelaku UMKM. Salah satunya ikan lele yang dijual sekitar Rp22 ribu per kilogram melalui kelompok tani, lebih rendah dibandingkan harga di pasaran yang berada di kisaran Rp26 ribu-Rp27 ribu per kilogram. Vykka menyebut selisih harga tersebut cukup berarti bagi masyarakat, khususnya warga dengan keterbatasan daya beli. Bahkan, kegiatan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dimanfaatkan pelaku usaha kuliner untuk mendapatkan bahan baku. “Bukan hanya warga yang membeli. Ada juga penjual penyetan yang ikut membeli, sehingga kegiatan seperti ini cukup membantu,” ujarnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Nanik Sukristina mengatakan GPM kali ini dikolaborasikan dengan pasar murah yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag). Seluruh kegiatan berlangsung serentak di 31 kecamatan. Pada kegiatan hari ini, komoditas yang disediakan meliputi beras SPHP sebanyak total 17.000 kilogram atau 3.400 sak, Minyakita 8.160 liter, dan gula sebanyak 2.400 kilogram. Sementara di titik GPM Kecamatan Rungkut, tersedia pula bawang merah 18 kilogram, bawang putih 14 kilogram, cabai rawit 7,5 kilogram, cabai merah besar 9,75 kilogram, serta telur ayam ras 70 kilogram. Nanik menjelaskan, bahan pangan tersebut disediakan melalui kolaborasi dengan Bulog dan sejumlah distributor. Harga yang ditawarkan dibuat lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Minyakita, misalnya, dijual sekitar Rp15.500 per liter, sedangkan SPHP sekitar Rp58 ribu. “Minyak menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dicari karena selisih harganya dengan harga di pasaran cukup jauh. Untuk telur, harga yang ditawarkan sekitar Rp22 ribu per kilogram, sementara harga di pasaran berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram,” jelasnya. Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan pasar murah tidak hanya digelar untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu langkah Pemkot Surabaya dalam menekan inflasi. Menurut Mia, kegiatan tersebut akan digelar secara rutin setiap bulan hingga Desember 2026. Pada pelaksanaannya, satu kecamatan menjadi titik GPM, sedangkan 30 kecamatan lainnya menggelar pasar murah secara serentak. “Komoditas utama yang disediakan dalam pasar murah yakni beras SPHP, Minyakita, dan gula. Pemkot Surabaya juga membuka ruang bagi UKM, kegiatan padat karya, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP) untuk ikut berpartisipasi,” ujar Mia. Mia mengatakan harga beras SPHP dan Minyakita dipastikan maksimal sesuai HET dan dapat ditekan di bawah HET jika memungkinkan. Namun, khusus minyak, harga tetap mempertimbangkan ketersediaan stok dari Bulog. “Kita memastikan beras SPHP dan Minyakita dijual maksimal sesuai HET, atau kalau memungkinkan di bawah HET. Ini untuk memberikan kepastian harga kepada masyarakat,” katanya. Sementara itu, Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan menilai kegiatan pasar murah dapat membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pangan masyarakat. Menurutnya, ketersediaan pangan di Surabaya saat ini masih aman. Kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan inflasi Surabaya. Pada Juli 2026, Surabaya mencatat deflasi bulanan sebesar 0,22 persen, lebih dalam dibandingkan deflasi nasional yang mencapai 0,14 persen. Secara year to date hingga Juli 2026, inflasi Surabaya tercatat sebesar 1,95 persen dan masih terkendali dalam sasaran inflasi 2,5 persen. “Masih aman. Artinya, aman sampai beberapa bulan ke depan untuk stok pangan kita,” ujar Arrief. Bagi warga Penjaringan Sari, Rungkut, program tersebut memberikan manfaat langsung. Retno mengaku membeli sejumlah kebutuhan, mulai dari ayam, telur, beras, sosis hingga minyak. Ia menilai harga yang ditawarkan cukup membantu, terutama untuk memenuhi kebutuhan. “Terima kasih Bapak Wali Eri Cahyadi karena telah memberikan peluang bagi kami untuk mendapatkan kebutuhan dengan harga lebih murah. Semoga kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin karena membantu masyarakat,” pungkasnya. Demikian e-reporting ini disusun sebagai dokumentasi resmi serta sebagai bahan evaluasi kegiatan yang akan datang
Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan dan 2 Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Lebong pada Kamis, 20 Agustus 2026 menghadiri undangan Ketua Dharma Wanita Kabupaten Lebong pertemuan rutin dengan mengangkat tema “Meningkatkan Kepercayaan Diri melalui Personal Grooming dan Beauty Class.” Tema ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, karena penampilan yang rapi, bersih, dan terawat bukan hanya berkaitan dengan kecantikan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun rasa percaya diri serta memberikan kesan positif dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Kegiatan ini di adakan di Aula Pemda Lebong dengan Jumlah Peserta mencapai 300 an yang berasal dari Anggota Dharma Wanita Persatuan sekabupaten Lebong. Melalui kegiatan ini, Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Lebong diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai pentingnya personal grooming serta cara merawat dan menata diri dengan baik. Beauty class juga menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kemampuan dalam merawat diri secara sederhana, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan. Lebih dari sekadar belajar mengenai penampilan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Lebong untuk menumbuhkan rasa percaya diri, menghargai diri sendiri, serta semakin berani tampil positif dalam menjalankan peran, baik sebagai anggota keluarga, bagian dari masyarakat, maupun sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar, memberikan manfaat bagi seluruh peserta, serta semakin mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lebong.
DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BANGGAI Nama Kegiatan: Kunjungan Santunan dan Pemberian Sumbangan Duka Hari/Tanggal: Kamis, 20 Agustus 2026 Waktu: Pukul 13.00 WITA Tempat: Kediaman Ny. Selfi Yulianto Tule’e Bidang: Sosial Budaya Penyelenggara: Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai I. LATAR BELAKANG Sebagai wujud kepedulian, tali kasih, perhatian, dan empati terhadap anggota serta keluarga besar Dharma Wanita Persatuan yang sedang mengalami musibah, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai melalui Bidang Sosial Budaya melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus pemberian santunan dan sumbangan duka kepada Ny. Selfi Yulianto Tule’e, Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Banggai. Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian dari Ketua beserta jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai atas berpulangnya suami tercinta, Bapak Yulianto Tule’e, S.STP. II. MAKSUD DAN TUJUAN Kegiatan ini bertujuan untuk: Menunjukkan rasa empati dan kepedulian Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai kepada keluarga yang sedang berduka. Mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan. Memberikan dukungan moril kepada Ny. Selfi Yulianto Tule’e beserta keluarga agar senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah. Meringankan beban keluarga melalui pemberian santunan dan sumbangan duka sebagai bentuk tali kasih dari keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai. III. PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan kunjungan santunan dan pemberian sumbangan duka dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 13.00 WITA. Santunan dan sumbangan duka diserahkan secara langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai, Ny. Diana Ramli Tongko, didampingi oleh jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai, yaitu: Ny. Norma Jairudin, Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai; Ny. Asni Ariyanti Irfan, Wakil Bendahara; Ny. Eka Syafullah Mambohu, Ketua Bidang Pendidikan dan Beberapa Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua beserta jajaran pengurus menyampaikan rasa turut berduka cita yang mendalam kepada Ny. Selfi Yulianto Tule’e atas berpulangnya suami tercinta, Bapak Yulianto Tule’e, STSP. Pemberian santunan ini merupakan ungkapan tali kasih, perhatian, dan kepedulian dari keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai kepada salah satu anggota keluarga besar yang sedang mengalami kedukaan. IV. HASIL KEGIATAN Kegiatan kunjungan dan pemberian sumbangan duka berlangsung dengan penuh kehangatan, kekeluargaan, dan rasa kebersamaan. Santunan telah diserahkan secara langsung kepada Ny. Selfi Yulianto Tule’e sebagai bentuk dukungan dan kepedulian Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai. Melalui kegiatan ini, terjalin hubungan silaturahmi yang semakin erat serta tumbuh rasa saling peduli dan saling menguatkan di antara keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai, khususnya dalam menghadapi berbagai situasi suka maupun duka. V. PENUTUP Kegiatan kunjungan santunan dan pemberian sumbangan duka ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sosial dan kebersamaan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai kepada keluarga anggota yang sedang mengalami musibah. Semoga santunan dan sumbangan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Semoga Ny. Selfi Yulianto Tule’e beserta keluarga senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi kehilangan ini. Semoga almarhum Bapak Yulianto Tule’e, STSP mendapat tempat terbaik di sisi TUHAN yang maha Kuasa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keteguhan hati dan keikhlasan. Demikian laporan e-reporting kegiatan Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan.
Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Dinas Tenaga Kerja Kab. Pati di hari Minggu 09 Agustus 2026 melaksanakan olah raga bersama dengan Anggota Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja Kab Pati beserta keluarga dan masyarakat yang hadir. kegiatan ini bertepatan dengan acara Carfree day dyang bertempat di Alun - alun Kembang Joyo Pati, Senam bersama dimulai pada pukul 06.30 wib dan selesai pada pukul 08.30
Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur
Keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan Barang Milik Daerah untuk Usaha Kecil Berupa Koperasi dan Kantin DWP Disperpusip Jatim
Bidang : Sekretariat
Program Prioritas : Penataan Organisasi
Kegiatan : Rapat Koordinasi/Konsolidasi
Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur
2. Hari, Tanggal : Kamis, 6 Agustus 2026
3. Waktu : 10.00 s/d Selesai
4. Peserta : 30 orang yang terdiri dari Staff Badan Pengelola keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Timur; Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dan Staff Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur
5. Lokasi : Ruang Rapat Bina Pustaka
6. Acara : Rapat Koordinasi Pemanfaatan Barang Milik Daerah Untuk Usaha Kecil
Hasil Rapat
Rapat difokuskan pada diskusi bersama pihak BPKAD dan Biro Hukum terkait mekanisme perjanjian sewa koperasi dan kantin selasar literasi. Adapun berdasarkan hasil diskusi tersebut didapatkan :
1. Terkait penetapan tarif sewa minimal dengan mendasari hasil inspeksi dan penilaian dari
KJPP, terdapat 2 metode penentuan nilai sewa yakni mengikuti besaran nilai sewa sesuai dengan hasil appraisal KJPP, serta dapat pula menggunakan perhitungan harga dengan menghitung menggunakan faktor inisiasi.
2. Selanjutnya untuk menekan besaran nilai sewa agar tidak terlalu memberatkan pihak pengelola usaha kecil (DWP), diajukan skema perhitungan dengan menghitung tarif pokok sewa x faktor inisiasi, dengan menggunakan besaran nilai faktor inisiasi sebesar 25% menjadi :
Rp 11.000.000x25% = Rp 2.750.000 pertahun atau Rp 229.166/bulan. Dengan pembaharuan perjanjian sewa per 2 tahun.
3. Apabila pihak DWP dan Pengguna menggunakan perhitungan faktor inisiasi untuk proses sewa koperasi dan kantin maka wajib terdapat pengurus DWP yang turut mengelola kantin atau fasilitas tersebut.,
4. Alur proses pengajuan sewa sebagai berikut :
- Langkah 1: Dinas perpustakaan dan arsip selaku Pengguna Barang mengirimkan surat resmi kepada DWP.
- Langkah 2: Rapat internal antara dinas perpustakaandan kearsipan bersama DWP untuk menyepakati besaran harga sewa yang disanggupi dan berdasarkan aturan yang berlaku.
- Langkah 3: Rapat bersama (Disperpusip, DWP, BPKAD, dan Biro Hukum), dengan
hasil Berita Acara (BA) dari rapat tersebut, dinas kita akan mengajukan surat permohonan persetujuan sewa kepada Sekretaris Daerah (Sekda).
- Langkah 4: Setelah Surat Persetujuan Sekda terbit, dilanjutkan dengan penerbitan nomor Virtual Account (VA) pembayaran.
- Langkah 5: Pelunasan pembayaran sewa oleh DWP via VA.
- Langkah 6: Penerbitan dan penandatanganan Perjanjian Sewa secara resmi.
DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BANGGAI Kegiatan: Malam Ramah Tamah dan Penerimaan Hadiah Lomba Gerak Jalan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai turut menghadiri kegiatan malam ramah tamah dan penerimaan hadiah lomba gerak jalan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Alhamdulillah, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai berhasil meraih Juara III Lomba Gerak Jalan Tingkat Umum. Piala dan hadiah berupa uang diserahkan langsung oleh Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, M.M., dan diterima oleh Ny. Eka Fahri Rukli selaku Koordinator Tim Gerak Jalan, sebagai perwakilan DWP Kabupaten Banggai. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026, pukul 23.30 WITA, bertempat di Lapangan Mirkan Bukit Halimun Kabupaten Banggai. Turut hadir Ketua DWP Kabupaten Banggai Ny. Diana Ramli Tongko, Sekretaris Ny. Norma Jairuddin, Ketua Bidang Pendidikan Ny. Eka Syafrullah Mambuhu, Wakil Sekretaris Ny. Fanny Chandra, Wakil Bendahara Ny. Asni Ariyanti Irfan, serta jajaran pengurus dan anggota DWP Kabupaten Banggai. Hasil/Kesan: Prestasi Juara III ini menjadi suatu kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran dan anggota DWP Kabupaten Banggai untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pemerintah Daerah serta turut memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. #JuaraIII #GerakJalan #DWPBanggaiHebat #DWPSehatBerdaya
DWP BBPJN Sulawesi Selatan mengikuti Upacara Perayaan HUT RI ke-81 dengan tema "Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur" di Lapangan BBPJN Sulawesi Selatan Jl. Batara Bira Baddoka Kec. Biringkanaya Kota Makassar Sulawesi Selatan. Dalam kegiatan tsb hadir Ketua DWP BBPJN Sulsel, Ny. Astrid Indra, Ny. Lulia Aqsha, Ny. Hafsah Malik, Ny. Wuri Iwan, Ny. Yuanita Wakhid, Ny. Irma Dian, Ny. Nurhikmah Irwan, Ny. Dessy Rusdy, Ny. Riris Alamsyah, Ny. Nita Irfan, Ny. Nasrha Rizal, Ny. Wahidah Basri, Ny. Astri Pradana dan Ny. Rosdiana Hendra. Dalam rangkaian upacara tsb juga disertakan pengumuman juara pertandingan antar balai yang telah diselenggarakan.