LAPORAN KEGIATAN
DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) KABUPATEN WONOSOBO
TRIP DAN TADABBUR ALAM KE DESA KUMEJING WADASLINTANG
A. Pembukaan
Dalam rangka mempererat kebersamaan serta meningkatkan keimanan dan rasa syukur atas ciptaan Allah SWT, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Wonosobo melaksanakan kegiatan Trip dan Tadabbur Alam ke Desa Kumejing, Kecamatan Wadaslintang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Februari 2026, mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai, dengan lokasi perjalanan melalui jalur Waduk Wadaslintang menuju Dermaga Pesona Kumejing.
Perjalanan tadabbur ini menempuh jarak kurang lebih 11 kilometer melalui jalur darat dan dilanjutkan sekitar 5 kilometer melalui jalur waduk menggunakan kapal motor. Waktu tempuh perjalanan menggunakan kapal kurang lebih 30 menit dengan kapasitas maksimal 20 orang per kapal. Perjalanan dimulai dari Dermaga Tritis di Kelurahan Wadaslintang.
B. Pelaksanaan Kegiatan
Selama perjalanan, peserta menikmati keindahan alam Waduk Wadaslintang yang dikelilingi perbukitan dan hamparan air yang luas. Peserta juga dapat melihat tanggul Bendungan Wadaslintang yang menjadi salah satu infrastruktur penting di wilayah tersebut. Selain itu, rombongan melewati kawasan Lubang Sewu di Desa Erorejo serta Tanjung Serut di Desa Sumbersari, yang menambah keindahan panorama perjalanan.
Setibanya di Dermaga Pesona Kumejing, peserta disambut dengan suasana desa yang asri dan ramah. Di lokasi tersebut juga diselenggarakan bazar UMKM lokal yang diikuti oleh Desa Kumejing, Desa Kaligowong, Desa Lancar, dan Desa Kalidadap, serta hasil karya siswa SMK 1 Wadaslintang. Produk yang dipamerkan antara lain bohlam inovatif, fishkuit, abon lele, dan berbagai olahan pangan lokal lainnya. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan DWP terhadap pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa.
Setelah perjalanan panjang dan menikmati keindahan alam, kegiatan dilanjutkan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) oleh Puskesmas 1 dan Puskesmas 2 Wadaslintang. Layanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan dasar sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anggota dan peserta kegiatan.
Peserta juga berkesempatan menikmati makanan khas Desa Kumejing yaitu Bucu Pendem. Kuliner ini berupa nasi berbentuk tumpeng (bucu) yang berisi ayam kampung panggang utuh yang dipendam di dalamnya. Ayam yang telah dibakar kemudian dimasukkan ke dalam nasi dan dikukus bersama sehingga menghasilkan cita rasa asin, manis, sedikit pedas, dan tekstur yang empuk. Selain itu, tersedia pula camilan khas desa seperti cimplung, kacang sangrai, dan kelapa muda dengan gula aren.
C. Hasil Kegiatan
Kegiatan tadabbur alam ini memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi peserta. Melalui perjalanan melihat langsung keindahan alam, peserta diingatkan pada kebesaran Allah SWT sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Mulk ayat 15 tentang perintah untuk berjalan di muka bumi dan memanfaatkan rezeki yang halal dan thayyib. Kegiatan ini memperkuat rasa syukur, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Trip ke Desa Kumejing berjalan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta, baik dari sisi wisata edukatif, spiritual, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.