Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Kegiatan Senam Rutin Dan Jumsih Dalam rangka pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya DWP UPTD BBPP Distanhorti Prov Jabar menyelenggarakan kegiatan senam rutin bekerja sama dengan Klub KJS BONJOPI. Jum'at 25 September 2026 pukul 07..30 sd selesai tempat Lapang jemur UPTD BBPP Jl Terusan Moch Ali Bojongpicung Cianjur. Pelaksana kegiatan Ibu Rinrin Sarinungrum Waka DWP BBPP beserta Pengurus dan Anggota DWP BBPP Kegiatan senam dimulai dengan pemanasan, aerobik, senam kreasi dan pendinginan dengan instruktur senam Ibu Hj Ida Selesai senam dilanjutkan dengan kegiatan Jumsih yaitu kerja bhakti membersihkan Mushola kantor sasaran pembersihan adalah menyapu dan merapihkan area tempat ibadah, menata tanaman dan membersihkan halaman, agar tercipta tempat ibadah yang bersih, asri dan nyaman untuk digunakan. Tujuan menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran jasmani, silaturahmi dan mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong antar anggota DWP.
Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Banyuwangi - Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Banyuwangi Dampingi Lansia dalam Layanan Fisioterapi Rumah Sakit (RS) Bhakti Husada Glenmore
Bidang : Sosial Budaya
Program : Gerakan Sehat
Kegiatan : Terapy
Keterangan Program
Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT PSTW Banyuwangi melakukan pendampingan terhadap para lansia yang menerima layanan fisioterapi dari RS Bhakti Husada Glenmore. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi lanjut usia. Program fisioterapi ini ditujukan bagi lansia yang membutuhkan penanganan khusus untuk menjaga dan meningkatkan fungsi gerak tubuh, mengurangi keluhan nyeri, serta menunjang kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Pelaksanaan terapi dilakukan langsung di lingkungan UPT PSTW Banyuwangi sehingga para lansia dapat memperoleh layanan secara nyaman dan aman tanpa harus keluar dari panti. Dalam program ini, tenaga fisioterapis dari RS Bhakti Husada Glenmore dijadwalkan hadir sebanyak dua kali dalam satu bulan. Setiap sesi terapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lansia berdasarkan rekomendasi dari tim perawat UPT PSTW Banyuwangi yang sebelumnya telah melakukan asesmen kesehatan secara menyeluruh. Dharma Wanita UPT PSTW Banyuwangi berperan aktif dalam melakukan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada para lansia, membantu proses mobilisasi, serta memastikan lansia merasa aman dan nyaman saat menjalani terapi. Kehadiran anggota Dharma Wanita juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa semangat dan kepercayaan diri lansia dalam mengikuti setiap tahapan fisioterapi. Para anggota DWP antusias melakukan pendampingan karena para lansia juga menyambut baik terapi ini.
Kerja sama antara UPT PSTW Banyuwangi dan RS Bhakti Husada Glenmore ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan layanan kesehatan terpadu bagi lansia. Melalui sinergi lintas sektor, diharapkan pelayanan yang diberikan tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan rehabilitatif, sehingga kualitas hidup lansia dapat terus terjaga. Dengan dilaksanakannya program fisioterapi rutin ini, UPT PSTW Banyuwangi berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang responsif terhadap kebutuhan lansia. Program ini sekaligus menjadi wujud kepedulian bersama antara pemerintah dan mitra layanan kesehatan dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan menyehatkan bagi lanjut usia.
Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo dilaksanakan pada 21 September 2026, bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo, Ibu Eva Nora Eryanto, serta dihadiri oleh anggota DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo. Pertemuan rutin merupakan salah satu agenda organisasi yang dilaksanakan secara berkala sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan komunikasi dan koordinasi antaranggota, serta memastikan pelaksanaan program kerja organisasi berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Selain menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai informasi organisasi, pertemuan rutin juga dimanfaatkan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan pelaksanaan program kerja pada masing-masing bidang. Pada pertemuan kali ini, salah satu agenda utama yang dilaksanakan adalah penyampaian laporan dan evaluasi kegiatan oleh masing-masing bidang dalam kepengurusan DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo. Penyampaian laporan meliputi kegiatan yang telah dilaksanakan maupun kegiatan yang masih belum terlaksana sesuai dengan rencana program kerja. Laporan tersebut disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban masing-masing bidang sekaligus sebagai bahan evaluasi bersama terhadap pelaksanaan program organisasi. Masing-masing bidang diberikan kesempatan untuk menyampaikan perkembangan program kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam penyampaian laporan tersebut, setiap bidang memberikan gambaran mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan, bentuk kegiatan, waktu pelaksanaan, keterlibatan anggota, serta hasil yang telah dicapai. Penyampaian laporan dilakukan untuk memberikan informasi secara menyeluruh kepada pengurus dan anggota mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan DWP. Kegiatan yang telah terlaksana menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana program kerja yang telah direncanakan dapat direalisasikan. Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian antara rencana dan pelaksanaan, tingkat partisipasi anggota, manfaat kegiatan, serta berbagai hal yang perlu ditingkatkan pada pelaksanaan kegiatan berikutnya. Dengan demikian, setiap kegiatan yang telah dilaksanakan tidak hanya menjadi bagian dari dokumentasi organisasi, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program kerja di masa mendatang. Selain laporan kegiatan yang telah terlaksana, masing-masing bidang juga menyampaikan program kerja yang masih belum dilaksanakan. Penyampaian tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi karena dapat memberikan gambaran mengenai program yang masih perlu ditindaklanjuti. Berbagai faktor yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan turut diperhatikan, sehingga pengurus dapat menentukan langkah yang diperlukan agar kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara optimal. Pembahasan terhadap kegiatan yang belum terlaksana juga menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi antarbidang. Setiap bidang diharapkan dapat menyusun kembali rencana pelaksanaan dengan mempertimbangkan waktu, kesiapan sumber daya, ketersediaan anggaran atau dukungan yang diperlukan, serta kondisi dan kebutuhan organisasi. Dengan perencanaan yang lebih matang, diharapkan kegiatan yang masih tertunda dapat direalisasikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo memberikan arahan agar seluruh bidang dapat meningkatkan komitmen dan tanggung jawab dalam melaksanakan program kerja. Setiap bidang diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing serta senantiasa melakukan koordinasi apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan. Ketua DWP juga menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antaranggota dalam mendukung keberhasilan program organisasi. Pelaksanaan program kerja tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus atau bidang tertentu, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh anggota. Oleh karena itu, kebersamaan dan koordinasi perlu terus dibangun agar setiap kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota. Penyampaian laporan dan evaluasi juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan tertib administrasi organisasi. Setiap kegiatan yang telah dilaksanakan perlu didokumentasikan dan dilaporkan secara sistematis sebagai bahan pertanggungjawaban organisasi. Laporan kegiatan juga menjadi salah satu sumber informasi dalam melakukan evaluasi terhadap capaian program kerja dan menyusun perencanaan kegiatan selanjutnya. Melalui proses evaluasi secara berkala, pengurus dapat mengetahui perkembangan pelaksanaan program kerja secara lebih terukur. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik dapat dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan kegiatan yang masih memiliki kekurangan dapat diperbaiki melalui tindak lanjut dan perencanaan yang lebih baik. Dengan demikian, evaluasi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelaksanaan program kerja DWP. Selain aspek pelaksanaan program, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendengarkan masukan dan saran dari anggota. Partisipasi anggota dalam memberikan masukan diharapkan dapat membantu pengurus dalam memahami kebutuhan organisasi dan menentukan kegiatan yang relevan dengan kondisi anggota. Dengan adanya komunikasi dua arah, pelaksanaan kegiatan DWP diharapkan dapat semakin efektif, partisipatif, dan memberikan manfaat yang lebih luas. Penyampaian laporan dan evaluasi program kerja juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan kegiatan organisasi. Setiap bidang memiliki kesempatan untuk menyampaikan perkembangan program secara terbuka, sehingga seluruh pengurus dan anggota dapat mengetahui kegiatan yang telah dilaksanakan maupun program yang masih dalam tahap perencanaan atau tindak lanjut. Hal tersebut diharapkan dapat membangun rasa saling percaya dan meningkatkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjalankan organisasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk melakukan pemantauan terhadap pencapaian program kerja secara berkala. Dengan adanya pemantauan dan evaluasi, pengurus dapat mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperbaiki sejak dini sehingga tidak menghambat pelaksanaan program kerja secara keseluruhan. Hasil evaluasi selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas kegiatan dan menyusun langkah tindak lanjut. Secara keseluruhan, kegiatan penyampaian laporan dan evaluasi program kerja berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh suasana kebersamaan. Seluruh bidang dapat menyampaikan perkembangan kegiatan masing-masing, baik kegiatan yang telah terlaksana maupun kegiatan yang masih perlu ditindaklanjuti. Pertemuan ini memberikan gambaran mengenai capaian program kerja sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antaranggota DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo. Melalui kegiatan penyampaian laporan dan evaluasi ini, DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat koordinasi antarbidang, serta memastikan program kerja dapat dilaksanakan secara terarah dan berkesinambungan. Evaluasi yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan dan mengoptimalkan manfaat yang diberikan kepada anggota maupun lingkungan sekitar. Dengan adanya komitmen, koordinasi, dan partisipasi aktif dari seluruh pengurus dan anggota, diharapkan seluruh program kerja DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo dapat terlaksana sesuai dengan rencana. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat kerja sama dalam menjalankan roda organisasi, sehingga DWP dapat terus berkembang menjadi organisasi yang tertib, aktif, harmonis, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya. #DWPCerdasLiterasi
Pada hari Rabu, 23 September 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten menyelenggarakan Pertemuan Rutin bertempat di Ruang DWP DKP Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Pertemuan rutin ini berfokus pada pembahasan dan pemantapan persiapan berbagai agenda kegiatan DWP yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dalam forum diskusi tersebut, para pengurus merumuskan rencana kerja, menyusun pembagian tugas, serta mendata teknis kebutuhan operasional guna memastikan setiap program kerja dapat terealisasi secara optimal, baik, dan lancar. Melalui sinergi dan koordinasi berkala ini, diharapkan hubungan silaturahmi serta komunikasi antaranggota semakin erat, sehingga seluruh rencana strategis dan kegiatan DWP DKP Provinsi Banten dapat terlaksana dengan tertib, terukur, dan tepat sasaran.
Pada hari ini,Jumad tanggal 25 September 2026 telah dilaksanakan pertemuan Dharma wanita Persatuan UP Bapenda Flotim di pimpin langsung oleh ibu sekretaris DWP Bapenda dengan jumlah anggota sebanyak 4 orang. Dalam pertemuan ini juga dibawakan tips tips dalam bermedia sosial yang baik dan benar.
Tim juri lomba administrasi selalu memeriksa apakah kepengurusan Dharma Wanita Persatuan (DWP) di instansi memiliki struktur resmi yang sah. Ini mencakup adanya Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta bidang-bidang untuk itu kami DWP DLH pd hari Jmt 18 September 2026 mempersiapkan ruangan DWP DLH dengan struktur organisasi yg benar yg sesuai dengan ketentuaan tak lupa disertai pas photo 4x6 , terlihat km sedang menempel2 foto2
DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA A. Identitas Kegiatan Nama Kegiatan : Budidaya Tanaman Hortikultura di Lahan Kebun Dapur Ibu (KEDAI) Dharma Wanita Persatuan Penanaman Modal dan PTSP Kota Baubau Hari/Tanggal Pelaksanaan : Jumat, 25 September 2026 Waktu Pelaksanaan : Pukul 08.00-10.30 WITA Tempat : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Jl. Raya Palagimata, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Baubau Bidang : Sosial Budaya Jumlah Peserta : 20 orang Pengurus Dharma Wanita DPM & PTSP Kota Baubau yang berkesempatan hadir yaitu : 1. Ibu Sawalia Nasrun (Ketua Dharma Wanita Persatuan DPM dan PTSP Kota Baubau) 2. Ibu Harwiyanti Ahmad Yani 3. Ibu Nur Sahara Syafruddin 4. Ibu Lina Hafid 5. Ibu Wa Ode Muslimah Maksuddin Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Baubau, Ibu Fanti Frida Yanti, S.S., M.M beserta karyawati Lingkup Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Baubau. B. Latar Belakang dan Tujuan Pelaksanaan Kegiatan Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu upaya dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan. Lahan pekarangan dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman diantaranya tanaman sayuran, buah-buahan dan tanaman obat keluarga. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menyikapi hal tersebut, DWP Kota Baubau mencanangkan Program Kebun Dapur Ibu (KEDAI). Program Kedai ini bertujuan sebagai sarana edukasi bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Baubau. Melalui program ini para anggota diajak untuk memahami siklus budidaya tanaman, mulai dari menyiapkan lahan, memilih benih dan bibit yang berkualitas, menyemai benih, merawat tanaman dengan telaten hingga memetik hasil panen. C. Uraian Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan budidaya tanaman Hortikultura di Lahan Kebun Dapur Ibu (KEDAI) Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Baubau, diawali dengan melakukan penyemaian benih Pakcoy di talang semai. Penyemaian dilakukan secara bersama-sama oleh anggota Dharma Wanita dengan menggunakan media tanam berupa rockwoll yang sebelumnya telah dibasahi dengan air. Benih Pakcoy tersebut nantinya akan dibudidayakan dengan menggunakan sistem Hidroponik. Jenis tanaman lainnya yang dibudidayakan di lahan Kedai yaitu Bayam Merah, Bayam Brazil, Cabai Rawit, Kangkung dan Terung. Penanamannya dilakukan di dalam Raised Bed dengan media tanam berupa campuran tanah humus, sekam mentah, sekam bakar dan kotoran hewan kambing. Tanaman kangkung, penanaman telah dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2026 dan telah memasuki masa panen. Sedangkan tanaman lainnya dilakukan penyiangan atau pencabutan gulma, penyiraman dan pemupukan guna mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman. D. Dampak Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Budidaya Tanaman Hortikultura, memberikan dampak berupa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota tentang kegiatan budidaya tanaman. Selain itu melalui kegiatan ini tercipta semangat gotong royong, kebersamaan dan partisipasi anggota Dharma Wanita dalam mendukung terlaksananya program pemanfaatan lahan pekarangan melalui Kebun Dapur Ibu (Kedai). E. Harapan dan Penutup Setelah mengikuti kegiatan ini, Ketua DWP Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Baubau bersama anggota, diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program, melainkan tumbuh menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi dan menggerakkan masyarakat sekitar demi mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan pekarangan guna mewujudkan kemandirian pangan. Demikian laporan kegiatan ini disusun, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Baubau periode September 2026. Semoga laporan ini dapat memberikan gambaran serta menjadi bahan evaluasi, guna pengembangan dan peningkatan kinerja organisasi di masa yang akan datang. Pembuat Laporan : Wa Ode Muslimah Maksuddin Penanggung Jawab : Ibu Sawalia Nasrun
Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM dan keaktifan anggota DWP, Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM menyelenggarakan pertemuan rutin pada hari Jumat, 25 September 2026 pada pukul 14.00-16.00 WITA. Kegiatan ini bertempat di Ruang Sekretariat DWP ini diinisiasi oleh Bidang Pendidikan, Ny Armini Rusli (Ketua Bidang Pendidikan) dan dihadiri oleh Ketua DWP Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Ny Astri Indira Ayyub beserta 11 pengurus lainnya yakni Ny. Sri Wahyuni Ismail (Wakil Ketua), Ny Rukmiani Hendra (Sekertaris), Ny Habiba Fatri Asmal (Bendahara), Ny Nurliana A Mursid (Wakil Sekertaris), Ny Zuraidah A Rusty (Wakil Bendahara), Ny Masyita Erin (Ketua Bidang ekonomi), Ny Rusliana Sulaiman (Bidang Pendidikan), Ny Mulhama Rahmat Hidaya (Bidang Ekonomi), Ny Haryanti Ilham (Bidang Ekonomi) Melalui Pertemuan ini diharapkan para pengurus inti dan anggota DWP dapat lebih memahami tugas dan fungsi masing-masing bidang serta meningkatkan keaktifan dalam berorganisasi.
Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo dilaksanakan pada 21 September 2026, bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo, Ibu Eva Nora Eryanto, dan dihadiri oleh anggota DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo. Pertemuan rutin merupakan salah satu agenda organisasi yang dilaksanakan secara berkala sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan komunikasi dan kebersamaan antaranggota, serta mendukung pelaksanaan berbagai program kerja DWP. Selain menjadi wadah untuk menyampaikan informasi dan melakukan koordinasi organisasi, pertemuan rutin juga dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan yang memiliki nilai sosial dan kemasyarakatan. Dalam pertemuan rutin kali ini, dilaksanakan kegiatan pengumpulan dana sosial yang merupakan salah satu program kerja rutin Bidang Sosial Budaya DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo. Kegiatan pengumpulan dana sosial dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antaranggota dalam mendukung berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja organisasi. Pengumpulan dana sosial merupakan salah satu bentuk partisipasi anggota dalam mendukung kegiatan sosial secara bersama-sama. Dana yang dihimpun berasal dari kontribusi anggota dan selanjutnya dikelola untuk mendukung kegiatan sosial yang telah direncanakan oleh organisasi. Melalui mekanisme tersebut, setiap anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing dalam mewujudkan semangat saling membantu dan berbagi. Dana sosial yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah pemberian bantuan berupa perlengkapan sekolah kepada anak-anak yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pendidikan anak dan memberikan manfaat dalam menunjang kegiatan belajar mereka. Selain itu, dana sosial juga direncanakan untuk dimanfaatkan dalam memberikan bantuan kepada anak dari anggota DWP yang memerlukan dukungan. Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian organisasi terhadap anggota beserta keluarganya, khususnya ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. Dengan adanya dana sosial, organisasi diharapkan dapat memberikan respons yang lebih baik terhadap kebutuhan sosial yang muncul di lingkungan anggota. Pelaksanaan kegiatan pengumpulan dana sosial juga mencerminkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi DWP. Kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan yang bersifat formal, tetapi juga melalui tindakan nyata berupa kesediaan untuk berbagi dan membantu anggota maupun masyarakat yang membutuhkan. Semangat tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif di lingkungan organisasi. Melalui kegiatan ini, anggota DWP tidak hanya berperan sebagai peserta dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi secara langsung dalam mendukung program sosial. Partisipasi anggota dalam pengumpulan dana sosial menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program kerja Bidang Sosial Budaya serta menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap kebutuhan sosial di lingkungan sekitar. Kegiatan pengumpulan dana sosial juga diharapkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab sosial dan memperkuat solidaritas antaranggota. Dengan adanya kepedulian dan dukungan yang diberikan secara bersama-sama, diharapkan hubungan kekeluargaan antaranggota DWP dapat semakin erat. Semangat untuk saling membantu diharapkan tidak hanya terbatas pada pelaksanaan kegiatan organisasi, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan manfaat bagi penerima bantuan, kegiatan ini juga memberikan nilai pembelajaran bagi seluruh anggota mengenai pentingnya berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama. Setiap kontribusi yang diberikan, meskipun dalam jumlah yang sederhana, apabila dihimpun dan dikelola secara bersama-sama dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi mereka yang membutuhkan. Pelaksanaan pengumpulan dana sosial ini merupakan bagian dari upaya DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo untuk melaksanakan program kerja Bidang Sosial Budaya secara berkelanjutan. Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan anggota dan lingkungan sekitar, sehingga keberadaan DWP tidak hanya berfungsi sebagai wadah organisasi, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sosial. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat partisipasi dari anggota DWP yang hadir. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program kerja organisasi. Dengan adanya partisipasi dan dukungan dari seluruh anggota, diharapkan kegiatan sosial dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan manfaat yang lebih luas. Melalui kegiatan pengumpulan dana sosial ini, DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo terus berkomitmen untuk memperkuat nilai kepedulian sosial, solidaritas, kebersamaan, dan kekeluargaan antaranggota. Dana yang terkumpul diharapkan dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk mendukung anak-anak yang membutuhkan perlengkapan sekolah maupun anak dari anggota DWP yang memerlukan dukungan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kegiatan pengumpulan dana sosial diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang harmonis, peduli, dan responsif terhadap kondisi sosial di lingkungan anggota maupun masyarakat. Pelaksanaan program secara berkelanjutan juga diharapkan dapat memperkuat peran DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo dalam memberikan kontribusi positif melalui kegiatan sosial yang bermanfaat dan berkesinambungan. #DWPPeduli
Nama Kegiatan : Festival Literasi Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembanga zaman, kemampuan membaca, memahami informasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi semakin penting. Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dharma Wanita Persatuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ciamis Ny. Erliana Husain Yayan menghadiri acara tersebut. Kegiatan ini di hadiri oleh Bapak Bupati dan Ibu Bupati Ciamis, Kepala Dinas Perpusip, Pengelola Perpustakaan, FTBM, Pengelola Perpustakaan Desa, Masyarakat Umum, Siswa, Mahasiswa, DWP, PKK, dan Bunda Literasi. Hari/Tanggal : Selasa-Kamis (22-24 September 2026) Pukul : 08.00 s.d 16.00 WIB Tempat : Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Adapun susunan acara sebagai berikut : 1. Pembukaan yang di pandu oleh Zahra dan Miftah sebagai MC 2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Perpustakaan 3. Pembacaan Do’a 4. Sambutan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan 5. Sambutan Bupati Ciamis 6. Talkshow “ Transformasi Perpustakaan : Bersinergi untuk Literasi Ciamis Maju dan berkelanjutan” 7. Talkshow “Membaca Berkarya, dan Menginspirasi: Bersama Membangun Generasi Literat Ciamis” 8. Talkshow “Bersinergi dari Rumah: Membangun Keluarga Literat untuk Ciamis yang Maju dan Berkelanjutan”. Pembangunan sebuah daerah yang maju dan berkelanjutan tidak cukup hanya ditopang oleh pembangunan fisik dan infrastruktur semata. Lebih dari itu, tumpuan utamanya terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Dalam konteks pembentukan karakter dan daya pikir manusia, literasi memegang peranan yang sangat fundamental. Literasi tidak sekadar dipahami sebagai kemampuan mekanis membaca dan menulis, melainkan sebuah proses pembentukan manusia agar mampu membaca keadaan, memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, serta belajar sepanjang hayat. Untuk mewujudkan masyarakat yang literat di Kabupaten Ciamis, proses panjang ini harus berakar dan dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu rumah dan keluarga. Keluarga merupakan sekolah pertama dan lingkungan paling awal tempat budaya literasi tumbuh. Sebelum anak mengenal lembaga pendidikan formal atau ruang perpustakaan, mereka terlebih dahulu berinteraksi dengan orang tua dan mendengarkan cerita di dalam rumah. Pembentukan budaya literasi tidak harus menuntut ketersediaan koleksi buku yang melimpah, melainkan hadir melalui kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari. Keteladanan orang tua menjadi kunci utama; anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya dibanding sekadar mendengarkan instruksi. Ketika orang tua menunjukkan kebiasaan membaca, berdiskusi, serta menyaring informasi dengan bijak, anak akan tumbuh dengan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupannya. Gerakan praktis seperti "15 Menit Literasi dari Rumah"—yang memadukan kegiatan membaca, berdiskusi, dan berkarya selama 15 menit setiap hari—dapat menjadi langkah nyata membangun fondasi tersebut secara konsisten. Di era modern, pemahaman mengenai literasi juga perlu diperluas agar relevan dengan tantangan zaman. Literasi dalam keluarga tidak hanya terbatas pada literasi baca-tulis, tetapi juga mencakup literasi numerasi, finansial, sains, hingga budaya lokal. Di tengah masifnya arus teknologi, literasi digital menjadi krusial agar anak-anak tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan pengguna teknologi yang kritis dan bertanggung jawab. Orang tua dituntut hadir sebagai pendamping digital yang aktif berdialog mengenai kebenaran dan manfaat informasi yang diterima anak. Di samping itu, pengenalan sejarah, tradisi, dan kearifan lokal Ciamis di dalam rumah menjadi bentuk literasi budaya yang penting agar generasi muda tetap berakar pada identitas daerahnya. Kendati keluarga menjadi fondasi utama, ikhtiar membudayakan literasi tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya ekosistem pendukung di masyarakat. Di sinilah pentingnya sinergi antara keluarga, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat 9. Talkshow “Literasi untuk Pemberdayaan Ekonomi Bersinergi Mengembangkan UMKM Lokal melalui Perpustakaan”. Transformasi digital telah menjadi kebutuhan utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Melalui adopsi teknologi digital (go digital), pelaku usaha dapat menembus keterbatasan geografis—mengubah jangkauan pasar yang tadinya terbatas di tingkat lokal menjadi skala nasional hingga ekspor. Selain itu, digitalisasi menekan biaya operasional secara signifikan dengan mengurangi ketergantungan pada toko fisik, sekaligus membangun rekam jejak digital (digital footprint) yang meningkatkan kepercayaan konsumen. Namun, dalam perjalanannya, UMKM lokal masih menghadapi berbagai tantangan mendasar seperti kualitas produk yang kurang stabil, keterbatasan literasi digital, manajemen keuangan yang belum terpisah dari kebutuhan pribadi, serta ketidakkonsistenan dalam memproduksi konten promosi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, langkah awal yang mutlak dilakukan adalah penguatan internal dan kualitas produk. Pemasaran digital yang masif tidak akan efektif jika produk dasar yang ditawarkan belum siap. Penguatan produk diawali dengan pemenuhan legalitas dasar seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS, Sertifikasi Halal, izin P-IRT/BPOM untuk jaminan keamanan, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk perlindungan merek. Di samping legalitas, kemasan produk (packaging) berperan sebagai "wiraniaga diam" yang harus memenuhi fungsi proteksi saat pengiriman, estetika visual yang menarik, dan kelengkapan informasi produk. Pelaku usaha juga harus memiliki Value Proposition yang jelas untuk menentukan nilai unik dan keunggulan bersaing produk dibanding kompetitor. Setelah fondasi produk kuat, pilar berikutnya adalah pemasaran digital dan pengelolaan konten. Pemasaran dapat dilakukan melalui perpaduan media sosial, marketplace, dan website. Agar pemasaran media sosial berjalan optimal, akun harus dikelola secara profesional, terstruktur, dan didukung promosi berbayar jika diperlukan. Penerapan content pillar sangat disarankan untuk menjaga variasi konten, mulai dari konten pembangun kredibilitas (testimoni, behind the scene, profil), konten pamer keunikan dan edukasi (berbagi pengetahuan), hingga konten konversi (diskon dan promo paket). Terakhir, keberhasilan transformasi digital harus ditopang oleh efisiensi transaksi dan operasional digital. Pelaku UMKM perlu mengadopsi metode pembayaran cashless seperti QRIS, transfer bank, maupun COD untuk kemudahan konsumen. Di sisi operasional, peralihan dari pencatatan manual ke aplikasi pencatatan/kasir digital (seperti BukuKas, BukuWarung, atau Kasir Pintar) sangat penting. Hal ini memungkinkan pelaku usaha memantau stok secara real-time, mengetahui laba rugi harian, dan secara tegas memisahkan dana modal dengan keuntungan usaha. secara keseluruhan, penguatan daya saing UMKM lokal di era digital membutuhkan pendekatan holistik—menggabungkan legalitas dan kualitas produk yang prima, strategi digital marketing yang konsisten, serta efisiensi tata kelola operasional dan keuangan berbasis teknologi. 10. Penutupan. Pembuat Laporan : Erliana Husain Yayan.