Pertemuan Bulanan Dharma Wanita Persatuan / TP PKK Kecamatan di Desa Sei Penjara bersama Ibu ketua Dharma Wanita Kecamatan dan Nara sumber Sahara dari KUA.Kecamatsn Kuala
Pertemuan Bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan menggelar rangkaian kegiatan Serah Terima Kepengurusan, Tepung Tawar Calon Jama’ah Haji Tahun 2026, Purna Tugas, serta Halal Bi Halal pada Kamis, 2 April 2026 di Aula Biro UIN Syahada Padangsidimpuan. Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus menandai pergantian kepemimpinan DWP dari Periode 2022–2026 yang dipimpin oleh Ny. Enila Muhammad Darwis Dasopang kepada kepengurusan baru Periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Ny. JWS Rizki Sumper Mulia Harahap. Dalam prosesi serah terima, dilakukan penandatanganan berita acara sebagai simbol estafet kepemimpinan yang diharapkan mampu melanjutkan program-program strategis organisasi serta memperkuat peran DWP dalam mendukung kemajuan institusi.
LAPORAN KEGIATAN
DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP)
DINAS KOPERASI DAN UKM JAWA TIMUR
Bidang: Sekretariat
Kegiatan: Ikut Serta berpartisipasi membuka stand pada bazar DWP dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1447H
KETERANGAN PROGRAM
Hari/Tanggal : Selasa, 10 Maret 2026
Waktu : 08.30 WIB – selesai
Tempat : Halaman Kantor Sekertariat Daerah Provinsi Jawa Timur
PESERTA YANG HADIR (6 ORANG)
1. Ibu Anna Endy Alim (Ketua)
2. Ibu Arina Nur Fauziyah (Wakil Ketua)
3. Ibu Citus Anjik (Sekretaris)
4. Ibu Mugi Haryo (Ketua Bidang Ekonomi)
5. Ibu Ratih Indhi (Anggota)
6. Ibu Aisyah Aminy (Anggota)
A. PENDAHULUAN
Bulan Ramadhan merupakan momen yang penuh berkah sekaligus menjadi kesempatan untuk meningkatkan kebersamaan dan partisipasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi. Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur turut berpartisipasi dengan membuka stand pada kegiatan bazar DWP sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan organisasi serta pemberdayaan anggota.
B. TUJUAN KEGIATAN
1. Mendukung dan memeriahkan kegiatan bazar Ramadhan DWP
2. Meningkatkan partisipasi dan peran aktif anggota dalam kegiatan organisasi
3. Mendorong semangat kewirausahaan dan kreativitas anggota
C. SUSUNAN ACARA
1. Persiapan stand bazar
2. Pembukaan kegiatan bazar
3. Pelaksanaan kegiatan bazar
4. Penutupan
D. URAIAN PROGRAM
Kegiatan dilaksanakan di halaman kantor dengan diawali persiapan stand oleh peserta. Selanjutnya dilakukan pembukaan bazar dan dilanjutkan dengan kegiatan penjualan produk yang ditampilkan pada stand DWP. Peserta berperan aktif dalam melayani pengunjung serta mempromosikan produk yang tersedia hingga kegiatan berakhir.
E. HASIL KEGIATAN
Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Partisipasi anggota dalam bazar ini mampu meningkatkan kebersamaan serta memberikan pengalaman dalam kegiatan kewirausahaan dan interaksi dengan pengunjung.
F. HARAPAN
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan partisipasi anggota, mengembangkan kreativitas, serta mendukung kegiatan ekonomi dan kebersamaan dalam organisasi.
DHARMA WANITA PERSATUAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Penataan Organisasi/Manajemen
Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek
2. Hari, tanggal : Kamis, 2 April 2026
3. Pukul : 12.30 WIB s.d. selesai
4. Peserta : 54 (lima puluh empat) orang, yaitu :
- Ketua TP PKK Kabupaten bersama Ketua TP PKK Kecamatan se Kabupaten Trenggalek
- Ketua Piawan Kabupaten Trenggalek
- Ketua Bhayangkari Kabupaten Trenggalek
- Ketua Persit Kartika Chandra Kirana
- Ketua Adhyaksa Dharmakarini
- Ketua Dharmayukti Karini Pengadilan Negeri
- Ketua Dharmayukti Karini Pengadilan Agama
- Ketua GOW Kabupaten Trenggalek
- Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Perangkat Daerah se Kabupaten Trenggalek
- Ketua Forum Puspa
5. Lokasi : Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek
6. Acara : Edukasi membangun ketahanan keluarga dalam pencegahan kekerasan terhadap anak dan mitigasi bencana kekeringan dan geopolitik
7. Pakaian : Bebas Rapi
Susunan Acara
1. Pembukaan dipandu oleh Ibu Ardian Novita
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan dengan Dirigen Ibu Nanik Dwi Handayani
3. Sambutan dan Pengarahan Umum dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Trenggalek : Ibu Christina Ambarwati Edy Soepriyanto
Bahwa isu yang dihadapi secara global termasuk Dharma Wanita Persatuan ada 3 (tiga) hal, yaitu :
- Isu Dharma Wanita Persatuan pada bidang Pendidikan, Sosial dan Ekonomi
- Perlunya meyiapkan uang tunai dan bahan pangan (seperti karak, thiwul)
- TPP akan berkurang atau bahkan bisa jadi hilang dan juga beban gaji mencapai 40%. Jadi jangan pamer makan, healing di Sosial Media.
Dihimbau untuk ibu-ibu semakin meningkatkan kewaspadaan keluarga dalam menghadapi isi-isu tersebut.
Acara 1 : Materi dari Bapak Dr. Suripto, S.Ag., M.Pd.I yaitu Family Resilience Pedagogy dalam Menghadapi Kekerasan Terhadap Anak, Bencana Kekeringan dan Dinamika Geopolitik
Berbagai persoalan yang kita hadapi : 1) Kerusakan; 2) Kekerasan: 3) Ketimpangan; 4) Kebodohan; 5) Kemerosotan; 6) Ketidakadilan; 7) Korupsi; 8) Kelaparan; 9) Kemiskinan
A. Keluarga di Tengah Badai Zaman
Ada banyak cerita yang jarang terdengar. Orang tua yang lelah secara ekonomi sering kali tanpa sadar meluapkan emosi kepada anak. Anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam kasih sayang justru menghadapi tekanan, baik secara verbal maupun emosional. Kekerasan terhadap anak bukan lagi sekedar isu jauh, tetapi telah menjadi realitas yang mengintai dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Situasi ini semakin kompleks ketika keluarga juga harus berhadapan dengan perubahan zaman yang begitu cepat. Teknologi digital masuk ke dalam rumah tanpa batas. Anak-anak lebih akrab dengan layar gadget dibandingkan dengan percakapan hangat bersama orang tua. Informasi mengalir deras tanpa filter, membawa dampak positif sekaligus ancaman yang tidak selalu disadari. Di sisi lain, dinamika global seperti kenaikan harga pangan dan ketidakpastian ekonomi akibat kondisi geopolitik turut memperberat beban keluarga, bahkan hingga ke tingkat desa.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keluarga hari ini sedang berada di tengah badai zaman yang tidak sederhana. Tekanan ekonomi, perubahan sosial, dan disrupsi teknologi saling bertemu dan menciptakan tantangan baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Keluarga tidak hanya dituntut untuk bertahan, tetapi juga untuk beradaptasi dengan cepat dalam situasi yang penuh ketidakpastian.
Namun demikian, di tengah berbagai tantangan tersebut, keluarga tidak boleh menyerah. Justru dalam kondisi sulit inilah peran keluarga menjadi semakin penting sebagai benteng utama bagi anak-anak. Keluarga yang kuat bukanlah keluarga yang tidak memiliki masalah, tetapi keluarga yang mampu menghadapi masalah dengan bijak, saling menguatkan, dan menjadikan setiap kesulitan sebagai proses pembelajaran.
Dari sinilah pentingnya membangun pendekatan baru dalam keluarga, bukan hanya untuk bertahan dari krisis, tetapi juga untuk mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Pendekatan inilah yang dalam tulisan ini disebut sebagai family resilience pedagogy, sebuah cara pandang yang menempatkan keluarga sebagai ruang belajar utama dalam menghadapi tantangan kehidupan.
B. Keluarga adalah Benteng Pertama Anak
Setiap anak lahir dalam keadaan suci, tetapi bagaimana ia tumbuh sangat ditentukan oleh lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Sebelum mengenal sekolah, sebelum memahami dunia luar, anak pertama kali belajar dari rumah. Cara berbicara, cara bersikap, bahkan cara menghadapi masalah, semuanya berawal dari apa yang ia lihat dan rasakan di dalam keluarga. Inilah yang menjadikan keluarga sebagai benteng pertama sekaligus sekolah utama bagi kehidupan anak.
Keluarga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang pendidikan nilai. Di dalam keluarga, anak belajar tentang kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan empati. Nilai-nilai ini tidak diajarkan melalui teori, tetapi melalui contoh nyata dari orang tua. Apa yang dilakukan orang tua setiap hari akan lebih kuat pengaruhnya dibandingkan nasihat yang diucapkan.
Dalam konteks ini, ketahanan keluarga menjadi sangat penting. Ketahanan keluarga bukan berarti keluarga yang tidak pernah mengalami masalah, tetapi keluarga yang mampu menghadapi masalah tanpa kehilangan arah. Keluarga yang tangguh mampu tetap menjaga kasih sayang di tengah kesulitan, tetap berkomunikasi dengan baik saat tekanan datang, dan tetap memberikan ruang aman bagi anak untuk tumbuh.
Namun, tantangan yang dihadapi keluarga saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Tekanan ekonomi, perubahan sosial, hingga pengaruh global membuat peran keluarga semakin berat. Tidak sedikit keluarga yang akhirnya mengalami kelelahan emosional, sehingga tanpa disadari mengurangi kualitas pengasuhan terhadap anak. Dalam kondisi seperti ini, anak menjadi pihak yang paling rentan terdampak.
Oleh karena itu, memperkuat keluarga bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan bangsa.
C. Tantangan Nyata yang Dihadapi Keluarga Hari Ini
Salah satu tantangan paling nyata adalah meningkatnya risiko kekerasan terhadap anak. Bencana kekeringan juga memberikan tekanan tambahan bagi keluarga. Selain itu, dinamika global yang sering kita dengar sebagai isu geopolitik juga memiliki dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kenaikan harga bahan pokok, biaya hidup yang semakin tinggi, dan ketidakpastian ekonomi adalah bentuk nyata dari pengaruh tersebut. Tantangan lain yang tidak kalah besar adalah pengaruh teknologi digital.
D. Kenapa Kekerasan terhadap Anak Bisa Terjadi?
1. Karena adanya faktor tekanan hidup dan stres
2. Kurangnya kemampuan dalam mengelola dan mengontrol emosi
3. Pola asuh yang diwariskan dari generasi sebelumnya
4. Kurangnya komunikasi dalam keluarga
E. Solusi Kunci : Family Resilience Pedagogy
Yang dibutuhkan saat ini adalah kemampuan untuk bertahan sekaligus belajar dari setiap kesulitan yang dihadapi, menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran bagi anak. Artinya, ketika keluarga menghadapi kesulitan, anak tidak hanya melihat tekanan, tetapi juga belajar bagaimana cara menghadapi tekanan tersebut dengan baik.
F. Pilar Family Resilience Pedagogy
1. Nilai dan Keyakinan : seperti kesabaran, rasa syukur, dan keikhlasan
2. Fleksibilitas Keluarga
3. Komunikasi Hangat dan Terbuka
4. Praktik Pedagogi Keluarga
Keluarga yang kuat bukan yang bebas masalah, tetapi yang punya nilai, komunikasi, dan cara mendidik yang tepat saat menghadapi masalah
G. Praktik nyata yang bisa dilakukan Ibu-Ibu di Rumah
1. Ngobrol 10 menit setiap hari
2. Tidak langsung marah
3. Libatkan anak dalam aktivitas
4. Batasi penggunaan gadget
5. Makan bersama, Ibadah bersama, Aktivitas bersama, dan saling menguatkan
6. Belajar mengelola emosi diri sendiri
7. Menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam setiap kesempatan, antara lain : kesabaran, rasa syukur, dan bangkit dan mencoba kembali dari sebuah kegagalan. Keluarga hebat bukan karena tidak punya masalah, tetapi karena tahu bagaimana menghadapi masalah bersama
H. Peran Ibu dalam Ketahanan Keluarga
Ibu memiliki peran yang sangat istimewa dalam keluarga, tidak hanya sebagai pengasuh tetapi juga sebagai pengarah suasana dalam rumah. Dalam konteks family resilience pedagogy, ibu memiliki peran sebagai pendidik utama dalam keluarga. Ibu tidak hanya mengajarkan anak melalui kata-kata, tetapi melalui sikap dan tindakan sehari-hari. Selain itu, ibu juga berperan sebagai jembatan komunikasi dalam keluarga. Ibu sering menjadi pihak yang memahami kondisi anak sekaligus menjembatani komunikasi dengan ayah.
I. Sinergi Keluarga, Komunitas, dan Pemerintah
Keluarga adalah fondasi utama, tetapi keluarga juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. Tantangan yang dihadapi hari ini terlalu kompleks jika hanya diselesaikan oleh keluarga secara individu.
Dalam kehidupan sehari-hari, komunitas memiliki peran yang sangat penting. Lingkungan yang baik akan membantu memperkuat keluarga, sementara lingkungan yang kurang sehat dapat memperberat beban keluarga. Keberadaan organisasi Dharma Wanita menjadi sangat strategis sebagai ruang untuk saling berbagi, belajar, dan menguatkan satu sama lain. Ketika ibu-ibu saling mendukung, maka kekuatan itu akan menjalar ke dalam keluarga masing-masing.
Selain komunitas, peran pemerintah juga tidak kalah penting. Kebijakan yang berpihak pada keluarga, program pemberdayaan ekonomi, serta edukasi parenting menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga.
Ketika keluarga, komunitas, dan pemerintah berjalan searah, maka upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan penguatan ketahanan keluarga akan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
J. Dari Keluarga Tangguh Menuju Indonesia Emas
Melalui pendekatan family resilience pedagogy, keluarga tidak hanya diajak untuk bertahan, tetapi juga untuk tumbuh. Setiap masalah menjadi kesempatan untuk mendidik, setiap kesulitan menjadi ruang untuk membangun ketahanan, dan setiap pengalaman menjadi bekal bagi anak dalam menghadapi masa depan.
Peran ibu, sebagai pilar utama dalam keluarga, menjadi sangat menentukan dalam proses ini. Ketika ibu kuat, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, anak akan terlindungi. Dan ketika anak terlindungi, masa depan bangsa akan lebih terjamin.
Inilah langkah kecil yang sebenarnya memiliki dampak besar. Membangun keluarga yang tangguh bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan yang lebih baik.
Acara 2 : Penyampaian Tali Asih
Penyampaian Tali Asih diberikan kepada Ibu Mimik Agus Setiono dan Ibu Rita Riani Darmujiadi atas Purna Tugas Bapak Agus Setiono (Kepala Dinas Pendidikan) dan Bapak Darmujiadi (Camat Panggul) sekaligus berakhirnya beliau menjadi keanggotaan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Trenggalek.
Penutup diakhiri dengan Do’a
Laporan : Muaradua, Ny. Hj. Yuliyani Tauziah di bulan Ramadhan sambil menunggu Berbuka Puasa yang bertema "Wanita Hamil dan Menyusui Qadha atau Fidyah" Bidang : Sekertariat Program : Dokumentasi & Publikasi Keterangan Program : 1. Dharmawanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan. 2. Hari /Tanggal : Kamis, 05 Mar 2026 3. Pukul : 17.30 wib s.d Selesai 4. Peserta : Penyuluh Agama Islam Kemenag OKU Selatan. 5. Lokasi : Muaradua OKU Selatan 6. Acara : Tauziah di bulan Ramadhan sambil menunggu Berbuka Puasa yang bertema "Wanita Hamil dan Menyusui Qadha atau Fidyah" Perwakilan DWP Kemenag OKU Selatan Membersamai Penyuluh Agama Islam melaksanakan Tauziah di bulan Ramadhan sambil menunggu Berbuka Puasa yang bertema "Wanita Hamil dan Menyusui Qadha atau Fidyah" MUARADUA _ Wanita hamil dan menyusui yang tidak berpuasa Ramadhan wajib mengganti (qadha) jika takut pada kesehatan diri sendiri, atau wajib membayar fidyah (memberi makan miskin) jika hanya takut pada keselamatan bayinya. Namun, sebagian pandangan menyatakan cukup fidyah tanpa qadha. Ketentuan Hukum (Kapan Wajib Qadha/Fidyah) Qadha Saja Jika ibu hamil/menyusui tidak berpuasa karena takut pada kesehatan diri sendiri, atau takut pada diri sendiri sekaligus bayinya. Qadha + Fidyah Menurut sebagian ulama (seperti madzhab Syafi'i dan Hambali), jika tidak berpuasa hanya karena mengkhawatirkan kesehatan janin/bayinya saja (sedangkan ibunya kuat), maka wajib qadha puasa dan membayar fidyah. Fidyah Saja Sebagian ulama (seperti Ibnu Abbas dan Ibnu Umar) berpendapat jika memberatkan, ibu hamil/menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa perlu mengqadha. Qadha di Lain Waktu Jika ibu masih mampu melakukannya setelah masa hamil/menyusui selesai. Cara Membayar Fidyah Takaran Memberi makan 1 orang miskin untuk setiap 1 hari puasa yang ditinggalkan. Jenis Makanan Makanan pokok (beras, gandum, kurma), Bentuk Makanan siap saji (1 porsi lengkap dengan lauk) atau beras. Menurut Hanafiyah, boleh dalam bentuk uang senilai makanan tersebut. Waktu Boleh dibayarkan langsung saat tidak berpuasa atau dicicil hingga Sya'ban berikutnya Cara Mengqadha Mengganti puasa sejumlah hari yang ditinggalkan di luar bulan Ramadan (hari-hari biasa/di luar hari tasyrik). Kesimpulan Utama Pada dasarnya, kewajiban utama adalah qadha puasa (mengganti puasa di hari lain). Fidyah adalah keringanan yang wajib dibayarkan jika kondisi fisik lemah atau hanya mengkhawatirkan bayinya.
Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol Menghadiri Kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi - Manajemen – Sosialisasi-Konsolidasi
1. Undangan dari DWP Bakesbangpol Kota BatuPada tanggal 6 April 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bakesbangpol Kota Batu melaksanakan pertemuan rutin yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting organisasi sebagai sarana untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus membahas berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan.
Pertemuan rutin ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu, Ibu Litha Dahlan, yang dalam arahannya menyampaikan pentingnya peran aktif seluruh anggota dalam mendukung setiap program kerja organisasi. Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan yang akan datang sangat bergantung pada kerja sama, kekompakan, serta partisipasi seluruh anggota.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa agenda kegiatan mendatang yang direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Setiap anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, masukan, serta ide-ide yang konstruktif demi kelancaran dan kesuksesan program yang telah dirancang. Diskusi berlangsung secara interaktif dan penuh antusias, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat di antara para anggota.
Selain membahas rencana kegiatan, pertemuan ini juga menjadi momen yang sangat berarti untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota DWP Bakesbangpol. Dalam suasana yang akrab dan kekeluargaan, para anggota saling berbagi cerita, pengalaman, serta memperkuat hubungan emosional yang harmonis. Hal ini sejalan dengan harapan bahwa DWP tidak hanya menjadi wadah organisasi formal, tetapi juga menjadi keluarga besar yang saling mendukung satu sama lain.
Kehadiran seluruh anggota dalam pertemuan ini menunjukkan komitmen dan dedikasi yang tinggi terhadap organisasi. Dengan adanya pertemuan rutin seperti ini, diharapkan koordinasi antaranggota semakin baik, komunikasi semakin lancar, serta seluruh program kerja dapat terlaksana dengan optimal.
Pertemuan ditutup dengan harapan dari Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu agar semangat kebersamaan dan kekompakan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang, demi kemajuan organisasi serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Laporan : Muaradua, Ny. Hj. Yuliyani Tauziah di bulan Ramadhan sambil menunggu Berbuka Puasa yang bertema "tentang Keringanan berpuasa bagi wanita" Bidang : Sekertariat Program : Dokumentasi & Publikasi Keterangan Program : 1. Dharmawanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan. 2. Hari /Tanggal : Rabu, 04 Mar 2026 3. Pukul : 17.30 wib s.d Selesai 4. Peserta : Penyuluh Agama Islam Kemenag OKU Selatan. 5. Lokasi : Masjid Baiturrahman Desa Belambangan Kecamatan Buat Runjung 6. Acara : Tauziah di bulan Ramadhan sambil menunggu Berbuka Puasa yang bertema "tentang Keringanan berpuasa bagi wanita" MUARADUA _ Puasa Ramadhan yang tertinggal akibat haid, nifas, kehamilan, dan menyusui kerap menjadi pertanyaan di kalangan umat Islam, khususnya terkait kewajiban mengganti puasa atau membayar fidyah. Para ulama menegaskan, Islam telah memberikan ketentuan yang jelas sekaligus keringanan sesuai kondisi yang dialami seorang perempuan. Dalam ajaran Islam, perempuan yang sedang haid atau nifas dilarang menjalankan puasa Ramadhan. Larangan tersebut disertai kewajiban untuk mengganti (qadha) puasa di hari lain di luar bulan Ramadhan. Ketentuan ini merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 184 serta hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA. Aisyah RA menuturkan bahwa para perempuan yang mengalami haid pada masa Rasulullah SAW diperintahkan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan, namun tidak diwajibkan mengganti shalat. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dan menjadi dasar utama kewajiban qadha puasa bagi perempuan yang haid. Qadha Boleh Ditunda karena Uzur Puasa pengganti pada dasarnya dilaksanakan di luar bulan Ramadhan, idealnya sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Namun, jika seorang perempuan tidak mampu mengqadha puasa karena uzur yang berkelanjutan—seperti hamil, melahirkan, atau menyusui—maka qadha boleh ditunda hingga kondisi memungkinkan. Para ulama menjelaskan bahwa penundaan tersebut tidak menghapus kewajiban, selama uzur yang dialami bersifat syar’i dan berkesinambungan.
Ketua DWP DPMPTSP Ny. SAPTUNAH,S.Pd.,M.Pd mendampingi Kepala DPMPTSP Dr. DEDY PALWADI,AP.,M.M Mengikuti Rapat Paripurna DPRD dalam Rangka HUT TUBA ke 29 pada tanggal 1 April 2026 bertempat di Gedung DPRD Kab.Tulang Bawang Pukul 9.00 WIB s/d selesai.
Dharma Wanita Persatuan UPEL Kecamatan Bawen mengikuti kegiatan Edukasi Kesehatan & Peluang Ibu Berdaya (Agen Kepala Dingin Lifebuoy Sampo) di Aula Kecamatan Bawen pada Hari Rabu, Tanggal 1 Aril 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang bekerjasama dengan Unilever. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penasehat DWP Kabupaten Semarang, Ibu Hj. Peni Ngesti Nugraha, perwakilan Dharma Wanita Persatuan UPEL Kecamatan Bawen yakni Ny. Ana Aris Setyawan, Ny. Liya Wisnu, Ny. Umi, Ny. Syifa dan Ny. Novia, ASN Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang, Forkompimcam Bawen (Camat Bawen, Kapolsek Bawen, Danramil Bawen), Ketua TP. PKK Desa/Kelurahan Se-Kecamatan Bawen, STI Kecamatan Bawen, STI Kecamatan Tuntang, STI Kecamatan Bergas, STI Kecamatan Ambarawa dan STI Kecamatan Banyubiru sebanyak 100 orang. Kegiatan tersebut diawali sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang dan Ibu Penasehat DWP Kabupaten Semarang. Dilanjutkan foto bersama dan pembagian doorprize, kemudian dilanjutkan acara inti yaitu edukasi perawatan rambut sehat dan praktek keramas yang benar.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Bondowoso
Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Bondowoso telah melaksanakan kegiatan
Bidang : sosial budaya
Program : bansos, program kepedulian dan kesetiakawanan
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Bondowoso
2. Hari / tanggal : Kamis, 2 April 2026
3. Pukul : 09.00 WIB - selesai
4. Dihadiri : 8 orang ibu
5. Lokasi : kediaman bapak Abdussalam dan kediaman ibu Endah Listiyorini
6. Acara : Takziah dan tasyakuran purna tugas
1. Pada hari Kamis, 2 April 2026, pukul 09.00 WIB, ibu-ibu pengurus dharma wanita persatuan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Bondowoso dari bidang sosial budaya, yang diwakili oleh ibu Sari Gede Budiawan selaku ketua dharma wanita persatuan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Bondowoso, ibu Tri Wulandari, ibu Ririn Ernawati, ibu Cindy ula Aulia, ibu oca, ibu Fauziah, ibu Nensi, dan ibu Sri puji, mengadakan kunjungan ke kediaman bapak Abdussalam ( staf bidang pemuda dan olahraga) yang terletak di jalan santawi gang lanceng untuk takziah atas meninggalnya bapak Mistari ( mertua bapak Abdussalam) . Sebelum meninggal, bapak Mistari menderita stroke dan sesak nafas, pada awal Ramadhan dan beliau dilarikan ke RSUD dr.H. Koesnadi, yang beralamat di jalan Kapten Pierre Tendean no 3, kecamatan Bondowoso, kabupaten Bondowoso. Beliau dirawat di ruang ICU, karena tensinya mencapai 240 mm.Hg, yang artinya tekanan darah sangat tinggi. Selama ±4 hari, beliau dirawat di RSUD dr.H. Koesnadi. Dan setelah dinyatakan sembuh, beliau diijinkan pulang. Kira-kira seminggu di rumah, bapak Mistari sakit lagi dan diputuskan untuk diinfus di rumah selama ±5 hari. Pada hari Selasa, 17 Maret 2026, beliau mengeluh tidak bisa menelan. Karena kondisi beliau semakin memburuk, bapak Abdussalam langsung membawa beliau ke RS Mitra Medika yang terletak di jalan HOS Cokroaminoto , no 98, Kademangan kulon, kecamatan Bondowoso kabupaten Bondowoso. Tepat pada hari Selasa, 24 Maret 2026, bapak Mistari meninggal dunia di RS mitra Medika dalam usia 65 tahun. Semoga almarhum Husnul khatimah dan mendapatkan tempat yang terindah di sisinya.
2. Kunjungan ke 2 pada pukul 10.30 WIB , kami pengurus dharma wanita persatuan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Bondowoso melaksanakan kunjungan ke kediaman ibu Endah Listiyorini, S.Sn ( Kasi seni tradisi pada bidang kebudayaan) yang terletak di kelurahan Badean, tepatnya di depan taman magenda Bondowoso. Beliau banyak berjasa di bidang seni, terutama seni tari. Ibu Endah telah banyak mencetak putra putri bangsa hingga mereka menjadi seniman handal dan mengharumkan nama kota Bondowoso tercinta. Kami semua sangat kehilangan sosok ibu seperti beliau. Semoga beliau sehat selalu.