Giat Kewilayahan Kelurahan Tanjung Duren Utara, pada : Hari : Rabu Tanggal : 10 Juni 2026 Waktu : 10.00 WIB. s.d selesai Kegiatan : Bimbingan Teknis Pengarusutamaan Gender (PUG) dan penyusunan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat Hari kedua Lokasi : Zoom meeting Hadir : - Kepala UPT. Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta - Asisten Administrasi dan Kesra Sekko. Adm Jakarta Barat - Ka. Sudis PPAPP Kota Administrasi Jakarta Barat - Staff Kasie Kesra Kel. TDU (Bpk. Syah Putra Adhitama) - Daftar Hadirin terlampir Hasil: - Peningkatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan dari kekerasan - Perlindungan dan pemenuhan hak perempuan bebas dari kekerasan - Urgensi perencanaan penganggaran responsif gender pada Pemerintah Daerah. - Penyusunan perencanaan penganggaran responsif gender pada Pemerintah Daerah.
UIN MADURA_Pelaksanaan dan Hasil Kegiatan Benchmarking DWP UIN Madura ke PAUD dan TPA Griya Nanda UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas organisasi serta penjajakan pengembangan layanan pendidikan anak usia dini di lingkungan perguruan tinggi, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Madura melaksanakan kegiatan benchmarking dan studi banding ke PAUD dan TPA Griya Nanda UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 3 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota DWP UIN Madura dengan tujuan memperoleh informasi, pengalaman, serta praktik baik dalam pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini yang telah terbukti berhasil, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas. Kunjungan ini dilaksanakan di PAUD dan TPA Griya Nanda yang berlokasi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lembaga tersebut dipilih sebagai lokasi benchmarking karena merupakan salah satu unit layanan pendidikan anak usia dini yang lahir dari inisiatif Dharma Wanita Persatuan dan telah berkembang menjadi lembaga yang profesional serta memiliki reputasi baik di tingkat lokal maupun nasional. Selama kegiatan berlangsung, rombongan DWP UIN Madura diterima langsung oleh pengelola dan pendidik PAUD dan TPA Griya Nanda yang memaparkan perjalanan panjang lembaga, sistem pengelolaan, tantangan yang dihadapi, hingga berbagai strategi yang dilakukan untuk menjaga kualitas layanan selama hampir dua dekade. Dalam pemaparannya, pengelola menjelaskan bahwa PAUD Griya Nanda didirikan pada tanggal 1 Desember 2006 dan mulai beroperasi secara aktif pada tahun 2007. Pendirian lembaga ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga terhadap layanan penitipan dan pendidikan anak usia dini yang aman, nyaman, dan berkualitas. Sejak awal, keberadaan lembaga memperoleh dukungan dari Dharma Wanita Persatuan dan pihak universitas sehingga mampu berkembang secara bertahap hingga menjadi salah satu lembaga PAUD dan TPA yang diperhitungkan. Saat ini usia lembaga telah mendekati 20 tahun, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi pengelolaan dan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa PAUD Griya Nanda berada di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sehingga seluruh penyelenggaraan layanan mengikuti regulasi yang berlaku. Pengelola menegaskan bahwa keberadaan payung hukum merupakan aspek yang sangat penting dalam pendirian lembaga pendidikan anak usia dini. Selain itu, PAUD Griya Nanda memiliki dua izin operasional, yaitu izin sebagai PAUD dan izin sebagai Tempat Penitipan Anak (TPA), sehingga layanan yang diberikan dapat menjangkau kebutuhan pendidikan sekaligus pengasuhan anak. Meskipun saat ini telah menjadi lembaga yang mapan, perjalanan PAUD dan TPA Griya Nanda tidak selalu berjalan mulus. Pengelola mengisahkan bahwa lembaga pernah mengalami pasang surut dalam jumlah peserta didik maupun kondisi keuangan, terutama pada masa pandemi Covid-19. Pada periode tersebut, berbagai keterbatasan memengaruhi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Namun demikian, semangat pengelola, pendidik, dan orang tua peserta didik membuat proses pembelajaran tetap berlangsung dengan berbagai penyesuaian. Berbagai inovasi dilakukan agar layanan pendidikan tetap dapat diberikan sesuai kebutuhan anak dan perkembangan situasi pada masa itu. Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan adaptasi lembaga dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang tidak terduga. Dari sisi layanan pendidikan, PAUD dan TPA Griya Nanda melayani peserta didik mulai usia 3 bulan hingga 6 tahun. Rentang usia yang cukup luas tersebut mengharuskan lembaga menerapkan sistem pengelompokan peserta didik berdasarkan tahap perkembangan dan kebutuhan belajar masing-masing anak. Oleh karena itu, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok usia sehingga proses pembelajaran, pengasuhan, dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Pengelola menjelaskan bahwa pada masa awal pendiriannya, lembaga membuka empat kelompok layanan, yaitu Kelas Bayi, Kelas Bintang, Kelas Bulan, dan Kelas Matahari. Pembagian kelas tersebut dirancang untuk memastikan setiap anak memperoleh stimulasi perkembangan yang sesuai dengan usianya. Kegiatan operasional lembaga berlangsung setiap hari Senin hingga Jumat mengikuti jam kerja UIN Sunan Kalijaga. Sistem layanan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan sekaligus pengasuhan anak selama jam kerja berlangsung. Pelayanan diberikan hingga pukul 17.00 WIB. Untuk menjaga kedisiplinan dan ketertiban operasional, lembaga menerapkan biaya tambahan bagi orang tua yang terlambat menjemput anak melewati batas waktu yang telah ditentukan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk penghargaan terhadap waktu kerja pendidik dan pengasuh sekaligus untuk memastikan pengelolaan layanan berjalan secara profesional. Dalam aspek pembelajaran, peserta benchmarking memperoleh penjelasan mengenai sistem perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang diterapkan oleh PAUD dan TPA Griya Nanda. Setiap kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan perkembangan anak. Untuk memastikan konsistensi pelaksanaan program, lembaga juga memiliki buku panduan yang menjadi acuan bagi seluruh pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Selain itu, tersedia buku rapor yang digunakan untuk mendokumentasikan dan melaporkan perkembangan peserta didik kepada orang tua secara berkala. Pemantauan tumbuh kembang anak menjadi salah satu perhatian utama lembaga. Oleh karena itu, setiap bulan dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala guna mengetahui perkembangan fisik anak secara berkala. Data tersebut menjadi dasar bagi pendidik dan orang tua dalam memantau kondisi kesehatan dan perkembangan peserta didik. Di samping itu, suasana belajar yang hangat dan penuh kasih sayang juga menjadi ciri khas PAUD dan TPA Griya Nanda. Seluruh pendidik dipanggil dengan sebutan “Bunda” sebagai upaya membangun kedekatan emosional antara pendidik dan peserta didik sehingga anak merasa aman, nyaman, dan bahagia selama berada di lingkungan sekolah. Salah satu bagian yang paling menarik dalam kegiatan benchmarking ini adalah pemaparan mengenai proses pendirian PAUD dan TPA Griya Nanda. Pengelola menjelaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan tempat yang aman, nyaman, ramah anak, edukatif, dan menyenangkan. Setelah itu, perlu ditentukan sasaran usia peserta didik serta jenis layanan yang akan diberikan. Pada tahap berikutnya dibentuk tim pendiri yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Saat mendirikan Griya Nanda, tim pendiri terdiri atas empat orang yang membidangi ketua, program dan sumber daya manusia, sekretaris dan bendahara, serta sarana dan prasarana. Tim tersebut kemudian merumuskan visi dan misi lembaga yang menjadi arah seluruh program yang akan dijalankan. Filosofi yang disepakati pada saat pendirian adalah menciptakan anak-anak yang ceria, kreatif, dan cerdas. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai program pembelajaran yang memiliki target capaian perkembangan setiap minggu. Pengelola menegaskan bahwa visi yang kuat merupakan fondasi utama dalam membangun lembaga pendidikan yang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Dalam bidang sumber daya manusia, pengelola menekankan bahwa kualitas SDM merupakan faktor penentu keberhasilan lembaga. Oleh karena itu, rekrutmen dilakukan secara selektif dengan kualifikasi minimal S1 bagi pendidik dan minimal SMA atau sederajat bagi pengasuh. Namun demikian, aspek yang paling penting bukan hanya latar belakang pendidikan, melainkan kemauan untuk terus belajar, kemampuan bekerja dalam tim, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak. Setiap tenaga yang diterima akan mendapatkan pembekalan sebelum mulai bekerja. Selain itu, peningkatan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan dan diklat yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun lembaga profesional lainnya. Saat ini kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan telah mengikuti standar Upah Minimum Regional (UMR), yang menunjukkan komitmen lembaga terhadap profesionalisme SDM. Dari sisi pembiayaan, PAUD Griya Nanda memulai operasionalnya dengan modal yang relatif sederhana, yaitu pinjaman lunak sebesar Rp10.000.000 dan hibah sebesar Rp5.000.000 sehingga total modal awal mencapai Rp15.000.000. Dana tersebut digunakan untuk renovasi tempat dan pengadaan berbagai kebutuhan pembelajaran. Selain itu, beberapa sarana dan prasarana diperoleh melalui proposal bantuan kepada pihak universitas. Dukungan UIN Sunan Kalijaga juga diberikan dalam bentuk fasilitas listrik dan air secara gratis serta peminjaman gedung pada masa awal operasional. Seiring berjalannya waktu, lembaga mampu mengembangkan sistem pengelolaan keuangan yang mandiri hingga dapat menyewa gedung sendiri dengan biaya sekitar Rp35.000.000 per tahun yang berasal dari hasil pengelolaan lembaga. Keberhasilan pengelolaan tersebut dibuktikan melalui berbagai prestasi yang diraih. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan meraih Juara I PAUD Inovatif Tingkat Nasional pada tahun 2010. Namun demikian, menurut pengelola, pencapaian terbesar bukanlah penghargaan tersebut, melainkan kemampuan menciptakan lingkungan belajar yang membuat anak-anak tumbuh bahagia, para pendidik bekerja dengan penuh dedikasi, dan seluruh aktivitas lembaga memberikan manfaat serta keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. Melalui kegiatan benchmarking ini, DWP UIN Madura memperoleh gambaran yang sangat jelas mengenai tahapan pendirian, sistem pengelolaan, kebutuhan sumber daya manusia, tata kelola keuangan, serta strategi pengembangan lembaga PAUD dan daycare yang profesional. Hasil kunjungan menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal atau kelengkapan sarana, tetapi juga oleh kekuatan visi, komitmen pengelola, dukungan institusi, kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan. Oleh karena itu, seluruh informasi dan pengalaman yang diperoleh dari PAUD dan TPA Griya Nanda diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi DWP UIN Madura dalam merancang dan mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.
DWP BWS Papua, Jayapura I. PENDAHULUAN Berdasarkan surat dari Dharma Wanita Persatuan Kementerian PU Nomor 27/SEKR DWP DJSDA KEM PU/VI/2026 tanggal 06 Juni 2026 perihal Undangan Pengajian Rutin DWP Kementerian PU dengan mengambil tema “Keluarga yang dirindukan Syurga” oleh Ustadz Hasyim Adnan, Lc,. yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 Juni 2026 Pukul 09.30-11.45 WIB. Kegiatan pengajian ini diikuti oleh seluruh DWP Kementerian PU yang tersebar di wilayah Indonesia baik secara offline maupun online melalui aplikasi Zoom Meeting. DWP BWS Papua sendiri mengikuti secara online melalui aplikasi Zoom Meeting bertempat di ruang sekretariat DWP BWS Papua. Pengajian ini diadakan sebagai ajang silaturahmi DWP Kementerian PU. II. NAMA KEGIATAN Pengajian DWP Ditjen SDA Kementerian PU dengan tema “Keluarga yang dirindukan Syurga” III. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Hari/Tanggal : Rabu, 10 Juni 2026 Waktu : Pukul 09.30 WIB – 11.45 WIB Tempat : Ruangan Sekretariat DWP BWS Papua IV. PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN Bidang Sosial Budaya DWP BWS Papua Ditjen SDA Kementerian PU V. PESERTA KEGIATAN Kegiatan ini diikuti secara daring (online) oleh :Ibu Ketua DWP BWS Papua, Ibu Anthoneta Dave, Ny. Nuryatih Fauzi, Ny. Yunita Patoni, Ny. Septin Kusmiadi, Ny. Nur Indah Arbal dan Ny. Sumiarni Rusdi. VI. KETERANGAN KEGIATAN DWP BWS Papua mengikuti kegiatan Silaturahmi DWP Ditjen SDA yang diadakan secara offline maupun online melalui aplikasi Zoom Meeting. DWP BWS Papua sendiri mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting di ruangan sekretariat DWP BWS Papua pada hari Rabu tanggal 10 Juni 2026, kegiatan tersebut di hadiri oleh Ibu Ketua DWP BWS Papua, Ibu Anthoneta Dave, Ny. Nuryatih Fauzi, Ny. Yunita Patoni, Ny. Septin Kusmiadi, Ny. Nur Indah Arbal dan Ny. Sumiarni Rusdi. Pengajian rutin kali ini mengambil tema “Keluarga yang dirindukan Syurga” oleh Ustadz Hasyim Adnan, Lc. Dalam ceramahnya membahas tentang : 1. Sahabat Rasulullah SAW yaitu Anas bin Malik. 2. Amalan - amalan yang mendatangkan pahala yang banyak sesuai dengan hadist shahih yaitu : - Barang siapa laki – laki yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah di mesjid akan mendapat pahala setara sholat semalam penuh. - Barang siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam. - Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya pahala puasa selama setahun penuh. 3. Surah – surah dalam Al Qur’an salah satunya Surah Ar-Ra’d ayat 23 dimana Allah menjanjikan bahwa orang – orang saleh akan dimasukkan ke surga bersama dengan pasangannya suami/istri dan keturunan mereka yang sholeh. Nama surganya Surga ‘Adn Seluruh rangkaian acara kegiatan berjalan dengan lancar dengan partisipasi aktif peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dan acara ini diakhiri dengan foto bersama. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi DWP Kementerian PU. VII. TUJUAN KEGIATAN Adapun tujuan dari kegiatan kunjungan kasih ini adalah: 1. Meningkatkan silaturahmi DWP Ditjen SDA Kementerian PU 2. Meningkatkan kualitas diri dan menambah wawasan dengan lebih memahami pahala – pahala sesuai dengan Hadist shahih Rasulullah dan Surah – surat dalam Al Quran 3. Menumbuhkan semangat beribadah dan menambah keimanan dan ketakwaan VIII. PENUTUP Demikian laporan kegiatan Pengajian DWP Kementerian PU ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan. Kegiatan ini berjalan dengan sangat baik dan penuh hikmat, di mana para peserta yang hadir sangat penuh perhatian dalam mendengarkan tausiyah yang diberikan dan sangat antusias dalam bertanya. Kami berharap semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan.
Dilanjutkan oleh Ketua DWP UP Dinas Kopdagin melaksanakan Jumat Bersih dan menanan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dipekarangan/ halaman Dinas Kopdagin. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai budaya cinta lingkungan yang Asri, Bersih dan Bersinergi
Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur
Unit Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Bangkalan
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Bangkalan melaksanakan Penandatanganan MoU dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan dalam rangka meningkatkan koleksi buku di Sudut Baca
Bidang : Pendidikan
Program Kerja : Perpustakaan
Jenis Kegiatan : Perpustakaan
Keterangan Program:
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Bangkalan
Hari, Tanggal : Senin, 15 Juni 2026
Pukul : 09.15 WIB - 10.30 WIB
Tempat : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan
Peserta Kegiatan:
Kegiatan ini dihadiri oleh Ny. Ratih Wijanarko selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan UPT PPD Bangkalan dan 10 Pengurus serta Anggota
Susunan Acara :
1. Perjalanan ke Lokasi
2. Pembukaan oleh Dispersip Bangkalan
3. Penandatanganan MoU
4. Penyerahan 25 Buku dari Dispersip Bangkalan ke DWP UPT PPD Bangkalan
5. Foto Bersama
Kegiatan Program :
Dharma Wanita Persatuan UPT PPD Bangkalan melaksanakan kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan pada tanggal 17 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun kerja sama yang berfokus pada peningkatan literasi, pengembangan budaya membaca, serta pemanfaatan sumber daya perpustakaan secara optimal.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua DWP UPT PPD Bangkalan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan diwakili oleh Sekretaris Dinas sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program-program literasi dan pendidikan. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi dan diharapkan menjadi awal dari berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota.
Pada kesempatan yang sama, DWP UPT PPD Bangkalan juga menyerahkan sebanyak 25 buku dengan berbagai kategori bacaan. Buku-buku tersebut mencakup beragam tema yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi, menambah wawasan, serta meningkatkan minat baca. Untuk menjaga keberagaman dan relevansi koleksi, buku-buku tersebut dapat ditukar atau diganti dengan judul lainnya pada periode tertentu sesuai kebutuhan dan minat pembaca, sehingga koleksi bacaan selalu diperbarui dan tetap menarik untuk dibaca. Buku tersebut akan diletakkan pada Sudut Baca Sekretariat DWP UPT PPD Bangkalan untuk menambah minat baca anggota dan dapat dijadikan pembelajaran dalam mengembangkan potensi anggota.
Latar Belakang :
Literasi merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Budaya membaca perlu terus ditumbuhkan agar anggota memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi, pengetahuan, serta wawasan yang dapat mendukung kehidupan sehari-hari maupun pengembangan diri. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara berbagai pihak dalam menyediakan sarana dan bahan bacaan yang mudah diakses.
DWP UPT PPD Bangkalan memiliki komitmen untuk mendukung peningkatan minat baca dan budaya literasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan guna memperluas akses terhadap koleksi buku yang berkualitas dan beragam.
Melalui kerja sama ini diharapkan tercipta ekosistem literasi yang berkelanjutan. Ketersediaan bahan bacaan yang diperbarui secara berkala akan memberikan kesempatan kepada pembaca untuk memperoleh referensi yang lebih variatif sehingga minat membaca dapat terus tumbuh dan berkembang.
Tujuan Program:
1. Menjalin kerja sama antara DWP UPT PPD Bangkalan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan.
2. Meningkatkan minat baca dan budaya literasi.
3. Menyediakan akses terhadap bahan bacaan yang beragam dan berkualitas.
4. Mendukung peningkatan wawasan dan pengetahuan anggota DWP.
5. Mengoptimalkan pemanfaatan layanan perpustakaan melalui sistem rotasi koleksi buku.
Manfaat Program:
1. Menambah ketersediaan bahan bacaan yang mudah diakses di Sudut Baca Sekretariat DWP UPT PPD Bangkalan.
2. Meningkatkan minat membaca dan kebiasaan belajar sepanjang hayat.
3. Memberikan kesempatan kepada pembaca untuk memperoleh berbagai referensi baru melalui pergantian koleksi buku secara berkala.
4. Memperluas wawasan dan pengetahuan anggota dan pegawai.
5. Memperkuat sinergi antara DWP UPT PPD Bangkalan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan.
Penutup:
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dharma Wanita Persatuan UPT PPD Bangkalan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan merupakan langkah nyata dalam mendukung penguatan budaya literasi. Melalui penyediaan koleksi buku yang beragam serta sistem pergantian buku secara berkala, diharapkan kebutuhan bacaan pengguna dapat terus terpenuhi dan minat baca semakin meningkat.
Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan serta memberikan manfaat yang luas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui budaya membaca dan belajar sepanjang hayat.
Catatan:
Kegiatan telah didokumentasikan dan diupload pada akun Instagram Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Bangkalan @dwp_upt.ppd.bangkalan
Penulis Laporan : Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Bangkalan
Dharma Wanita Persatuan Sub Unit SMP Negeri 3 Waru
Dharma Wanita Persatuan Sub Unit SMP Negeri 3 Waru Telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan, Dana Sosial
Keterangan Kegiatan
Nama Kegiatan : Membesuk suami rekan yang sakit, Bapak Heru, suami dari ibu Neny Jalesiani guru mata pelajaran IPA
Hari/Tanggal : Kamis, 11 Juni 2026
Pukul : 14.30 WIB - Selesai
Peserta : 2 Orang Perwakilan Dharma Wanita SMP Negeri 3 Waru
Tempat : Perumahan Istana Aloha Blok F Nomor 1, Jalan Jeruk–Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo
Deskripsi kegiatan
Sebagai bentuk kepedulian dan rasa kekeluargaan yang senantiasa dijunjung tinggi, Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMP Negeri 3 Waru melaksanakan kegiatan sosial berupa kunjungan untuk menjenguk suami dari Ibu Neny Jalesiani, Guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP Negeri 3 Waru, yang sedang menjalani masa pemulihan akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kegiatan menjenguk dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Juni 2026, dengan rombongan berangkat dari sekolah pada pukul 14.30 WIB menuju kediaman keluarga yang beralamat di Perumahan Istana Aloha Blok F Nomor 1, Jalan Jeruk–Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Kunjungan ini diwakili oleh Ny. Yuli Eka dan Ny. Qorima Aditya yang hadir membawa doa, perhatian, serta semangat bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian kesehatan.
Berdasarkan informasi yang diterima, suami Ibu Neny Jalesiani telah mengalami Demam Berdarah selama kurang lebih satu minggu terakhir. Selama masa perawatan, beliau mendapatkan penanganan medis dan dianjurkan untuk beristirahat secara optimal agar kondisi tubuh dapat pulih sepenuhnya. Syukur alhamdulillah, kondisi kesehatan beliau menunjukkan perkembangan yang baik sehingga kini menjalani masa pemulihan di rumah bersama keluarga.
Kedatangan perwakilan Dharma Wanita Persatuan disambut dengan hangat oleh Ibu Neny beserta keluarga. Dalam suasana yang penuh keakraban, rombongan menyampaikan doa dan harapan agar beliau segera diberikan kesembuhan yang sempurna, kesehatan yang berkelanjutan, serta dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Selain itu, dukungan moril juga diberikan kepada keluarga agar tetap semangat dan sabar dalam mendampingi proses pemulihan.
Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari semangat Dharma Wanita Persatuan. Melalui kunjungan sederhana ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antaranggota serta tercipta lingkungan kerja yang harmonis, saling mendukung, dan penuh empati.
Semoga perhatian dan doa yang diberikan oleh keluarga besar Dharma Wanita Persatuan SMP Negeri 3 Waru dapat menjadi penyemangat bagi keluarga yang sedang menghadapi cobaan. DWP berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya saling peduli dan saling menguatkan sebagai wujud nyata persaudaraan dan solidaritas di lingkungan sekolah, sehingga nilai-nilai kekeluargaan senantiasa terpelihara dalam setiap keadaan.
Reported by Siti Uswatun, S.Pd.
Ketua DWP UP Dinas Kopdagin melaksanakan pemuktahiran anggota DWP Dinas Kopdagin untuk laporan internal dimana pelaksanaan rapat koordinasi ini diharapkan semua anggota agar tetap hadir di bulan depan. Himbauan ini langsung diucapkan oleh Ketua DWP UP Dinas Kopdagin di Aula Dinas Kopdagin
Ketua DWP Dinas Ketahanan Kab. Lahat beserta anggota mengikuti senam bersama di Lapangan Tenis pada hari Jum'at, 5 Juni 2026 Pukul 07.30 WIB s/d Selesai dan dihadiri oleh seluruh anggota DWP OPD Kabupaten Lahat.
LAPORAN BIDANG SOSIAL BUDAYA DWP UNIT DINAS SOSIAL KOTA MATARAM DALAM PROGRAM KERJA KEPEDULIAN DAN KESETIAKAWANAN MELALUI KEGIATAN BANTUAN SOSIAL PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA POSYANDU BINAAN UNTUK INTERVENSI STUNTING I. LATAR BELAKANG Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat penurunan angka stunting, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Sosial Kota Mataram mengambil peran aktif melalui pelaksanaan program bantuan sosial berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu binaan. Langkah strategis ini sejalan dengan visi DWP untuk menjadi organisasi istri aparatur sipil negara (ASN) yang profesional untuk memperkuat ketahanan keluarga dan masyarakat, sekaligus berkomitmen dalam misinya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya saing melalui pemenuhan hak-hak dasar, khususnya di bidang kesehatan. Melalui intervensi gizi yang tepat sasaran di posyandu binaan ini, DWP tidak hanya berkontribusi langsung dalam memperbaiki status nutrisi balita pada periode emas pertumbuhannya, tetapi juga memperkokoh fondasi ketahanan keluarga demi melahirkan generasi masa depan bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas. II. WAKTU DAN TEMPAT Waktu dan tempat pelaksanaan agenda ini adalah : 1. Hari/ Tanggal : Rabu, 10 juni 2026. 2. Waktu : Pukul 09.00 S/d selesai. 3. Tempat : Posyandu Lingkungan Karang Genteng Kelurahan Pagutan Kecamatan Mataram. III. PESERTA Peserta yang ikut serta dalam acara antara lain : 1. Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakkir Walad, S.STP. 2. Ketua DWP Unit Dinas Sosial Kota Mataram, Ny. Maya Sarinita Muzakkir Walad. 3. Camat Mataram. 4. Ketua DWP Unit Kecamatan Mataram. 5. Pengurus DWP Unit Dinas Sosial. 6. Anggota DWP Unit Dinas Sosial. 7. Tenaga Kesehatan Posyandu. 8. Kader Posyandu Karang Genteng. 9. Sasaran Posyandu Karang Genteng. IV. SUSUNAN KEGIATAN Adapun susunan kegiatan bantuan sosial pemberia PMT pada Posyandu sebagai berikut : 1. Pembukaan. 2. Sambutan Kepala Dinas Sosial. 3. Sambutan Ketua Unit DWP Dinas Sosial. 4. Pemberian materi terkait kesehatan masyarakat. 5. Pembagian bantuan sosial PMT pada sasaran. 6. Kunjungan rumah pada sasaran disabilitas dan lansia. 7. Penutup. V. URAIAN KEGIATAN Pelaksanaan program bantuan sosial berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu binaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial diawali dengan prosesi pembukaan yang khidmat oleh pembawa acara, yang sekaligus membangun atmosfer penuh semangat kepedulian sosial di antara seluruh kader dan warga yang hadir. Suasana semakin interaktif saat Kepala Dinas Sosial memberikan sambutan hangatnya, yang secara khusus membedah urgensi penerapan teknologi modern melalui aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD); beliau memaparkan bagaimana transformasi digital ini menjadi kunci utama dalam digitalisasi bantuan sosial agar penyalurannya jauh lebih transparan, akurat, dan tepat sasaran, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai efisiensi birokrasi yang dapat mereka nikmati dalam mengakses berbagai program jaminan sosial pemerintah. Estafet komitmen tersebut kemudian disambut secara selaras oleh Ketua Unit DWP Dinas Sosial dalam sambutannya, yang menguraikan secara mendalam mengenai peran strategis dan kontribusi nyata organisasi istri aparatur sipil negara ini sebagai motor penggerak di lini akar rumput dalam intervensi stunting, di mana DWP berkomitmen penuh untuk mengawal serta memastikan bahwa bantuan sosial yang digelontorkan benar-benar memberikan dampak multiplikasi terhadap perbaikan gizi keluarga rentan. Memasuki agenda edukasi, suasana posyandu menjadi ruang diskusi yang hidup saat penyampaian materi kesehatan masyarakat disampaikan secara komprehensif, mencakup panduan taktis mengenai hak pemanfaatan BPJS PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) dan kemudahan akses berobat gratis melalui sistem Universal Health Coverage (UHC), yang kemudian dirangkaikan dengan pemaparan adaptif mengenai strategi menghadapi tantangan pola asuh (parenting) di era modern serta pentingnya pemberdayaan ekonomi dan kemandirian keluarga demi memutus rantai stunting secara berkelanjutan. Puncak kemeriahan acara ditandai dengan pembagian paket bantuan sosial PMT secara langsung dan simbolis kepada para ibu dan balita yang menjadi sasaran program, di mana setiap paket yang dibagikan telah dirancang secara khusus untuk memenuhi standar kecukupan gizi mikro dan makro karena berkomposisikan telur kaya protein, bantuan makanan tambahan bernutrisi tinggi dari Kemensos, serta aneka sayur-sayuran segar hasil bumi lokal. Tidak berhenti di area posyandu saja, kepedulian yang inklusif dan menyentuh hati ditunjukkan melalui agenda kunjungan langsung ke rumah-rumah warga (home visit), sebuah aksi jemput bola yang didedikasikan khusus bagi para penyandang disabilitas berat dan kaum lansia yang memiliki keterbatasan fisik serta mobilitas sehingga tidak memungkinkan mereka untuk hadir secara fisik di lokasi kegiatan, guna memastikan bahwa hak-hak jaminan sosial dan paket nutrisi mereka tetap terpenuhi tanpa ada yang terlewatkan. Seluruh rangkaian kegiatan humanis yang sarat akan nilai gotong royong ini pada akhirnya resmi diakhiri dengan sesi penutup yang diisi dengan doa bersama, menyisakan harapan besar serta optimisme kolektif dari seluruh elemen yang terlibat untuk terus bersinergi dalam membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting. VI. MANFAAT DAN HASIL Secara keseluruhan, pelaksanaan program ini membawa dampak positif yang meluas bagi berbagai lapisan masyarakat dan instansi yang terlibat: 1. Meningkatnya pemenuhan gizi spesifik melalui konsumsi protein dan vitamin dari paket PMT, yang secara langsung berkontribusi pada perbaikan tumbuh kembang anak serta mencegah risiko stunting baru. 2. Meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk kemudahan akses layanan publik, serta pemahaman yang lebih jernih mengenai hak-hak jaminan kesehatan melalui BPJS PBI JK dan mekanisme UHC saat terjadi kondisi darurat medis. 3. Memperoleh bekal ilmu pengasuhan (parenting) yang relevan dengan tantangan zaman, sehingga mampu menciptakan lingkungan domestik yang suportif bagi tumbuh kembang anak secara psikologis maupun fisik. 4. Merasakan langsung kehadiran dan kepedulian negara melaui pendekatan pelayanan yang inklusif, adaptif, dan memanusiakan (jemput bola), sehingga hak-hak sosial mereka tetap terpenuhi tanpa hambatan jarak atau fisik. 5. Memperkuat peran strategis DWP sebagai mitra pemerintah yang aktif di garda depan, sekaligus mengasah kepekaan sosial anggota dalam menggerakkan program kemanusiaan yang terintegrasi. Dari serangkaian agenda yang telah dilaksanakan, berikut adalah hasil nyata yang berhasil dicapai: 1. Tersalurnya Bantuan Nutrisi Tepat Sasaran: Terdistribusinya seluruh paket PMT secara utuh kepada keluarga dengan balita berpotensi stunting yang terdata di posyandu binaan. 2. Peningkatan Kehadiran dan Jangkauan Pelayanan: Terlaksananya kunjungan rumah (home visit) secara menyeluruh bagi sasaran disabilitas berat dan lansia rentan, memastikan tidak ada satu pun target penerima manfaat yang terabaikan (no one left behind). 3. Peningkatan Literasi Digital dan Administrasi Kependudukan: Terstimulasinya kesadaran warga untuk segera melakukan aktivasi IKD, yang ditandai dengan tingginya antusiasme koordinasi dengan petugas setelah pemaparan materi dari Kepala Dinas Sosial. 4. Penguatan Kapasitas Pola Asuh Kesehatan: Terwujudnya pemahaman baru di kalangan ibu-ibu posyandu mengenai pemanfaatan fasilitas kesehatan gratis (UHC) secara bijak, serta komitmen penerapan pola asuh sehat di rumah guna menekan angka stunting di wilayah binaan. 5. Sinergi Kelembagaan yang Kuat: Terciptanya kolaborasi yang solid dan berkesinambungan antara Dinas Sosial, organisasi DWP, kader posyandu, dan tenaga kesehatan dalam merajut program penanganan stunting yang komprehensif. VII. PENUTUP Pada akhirnya, seluruh rangkaian program intervensi stunting dan penyaluran bantuan sosial ini tidak hanya menjadi representasi dari wujud kepedulian sosial yang nyata, melainkan juga sebuah langkah strategis yang berkelanjutan dalam membangun fondasi ketahanan keluarga yang sehat dan berdaya di tengah era transformasi digital. Sinergi yang kuat antara Dinas Sosial, Dharma Wanita Persatuan, kader posyandu, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus terjaga demi terciptanya generasi masa depan yang tangguh serta bebas dari ancaman stunting. Demikian laporan pelaksanaan kegiatan ini dibuat dengan harapan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai capaian program, serta menjadi bahan evaluasi dan acuan yang bermanfaat demi penyempurnaan langkah-langkah pengabdian sosial di masa yang akan datang. Mataram, 17 Juni 2026 Ketua Unit DWP DInas Sosial Kota Mataram
LAPORAN KEGIATAN Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Kuala I. PENDAHULUAN A. Dasar Kegiatan Surat Undangan dari Panitia Pelaksana MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Nomor: 035/PAN-MTQ/VI/2026 tanggal 14 Juni 2026, perihal Undangan Rapat Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. B. Maksud dan Tujuan Mengikuti rapat persiapan untuk mendapatkan informasi rinci mengenai tugas, tanggung jawab, jadwal, dan teknis pelaksanaan tugas sebagai Seksi Penerima Tamu dalam rangka penyelenggaraan MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. II. PELAKSANAAN KEGIATAN A. Waktu dan Tempat - Hari/Tanggal: Senin, 15 Juni 2026 - Waktu: 15.00 – 16.30 WITA - Tempat: Ruang Rapat Asisten I B. Peserta yang Hadir - Perwakilan Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Kuala - Unsur Panitia MTQ Tingkat Provinsi Kalsel - Perwakilan Dari Depag Marabahan C. Pembahasan Utama 1. Gambaran Umum Kegiatan MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan akan diselenggarakan pada tanggal 20 – 25 Juli 2026 di Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. 2. Penetapan Tugas Seksi Penerima Tamu Dharma Wanita Persatuan ditetapkan sebagai Seksi Penerima Tamu dengan tugas pokok:- Menyambut dan mendaftarkan kedatangan rombongan tamu undangan, peserta, dan rombongan pendamping - Mengarahkan tamu ke tempat penginapan, ruang pertemuan, dan lokasi kegiatan - Menyediakan informasi dan panduan selama kegiatan berlangsung - Mengkoordinasikan kebutuhan tamu bersama seksi akomodasi dan konsumsi 3. Jadwal dan Teknis Pelaksanaan- Persiapan tempat pendaftaran dan peralatan penunjang paling lambat 3 hari sebelum acara - Pembagian zona penerimaan tamu sesuai asal daerah dan tingkatan peserta - Koordinasi dengan seksi keamanan dan transportasi untuk kelancaran perpindahan tamu 4. Hal yang Perlu Diperhatikan- Keramahan dan kesigapan petugas penerima tamu - Kelengkapan data tamu dan dokumen administrasi - Komunikasi yang lancar antar seksi panitia III. HASIL DAN TINDAK LANJUT A. Hasil yang Dicapai - Memahami secara jelas tugas dan tanggung jawab Seksi Penerima Tamu - Mendapatkan jadwal kegiatan dan susunan kepanitiaan lengkap - Menyepakati jadwal pertemuan lanjutan untuk pembagian tugas internal B. Rencana Tindak Lanjut - Membentuk tim kecil penerima tamu dari pengurus Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kab. Barito Kuala - Menyusun daftar kebutuhan peralatan dan perlengkapan kerja - Mengadakan rapat internal untuk pembagian tugas dan pembekalan anggota tim - Melakukan koordinasi rutin dengan panitia pusat setiap minggu hingga pelaksanaan kegiatan IV. PENUTUP Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai pertanggungjawaban dan bahan tindak lanjut lebih lanjut. Kami berkomitmen untuk melaksanakan tugas sebagai Seksi Penerima Tamu dengan sebaik-baiknya guna mendukung kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.