e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/49225.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Pangandaran > DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN PANGANDARAN

  • Oleh: Sekretariat
  • 03-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DISDIKPORA Kabupaten Pangandaran melaksanakan kegiatan keagamaan berupa pengajian subuh bertajuk Kisah Subuh Bersama Guru Soleh dengan tema “Mengobati Penyakit Wahn: Cinta Dunia dan Takut Mati” sebagaimana tercantum dalam poster kegiatan. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pembinaan rohani dan peningkatan keimanan serta ketakwaan bagi anggota Dharma Wanita Persatuan, khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran. Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana refleksi diri sekaligus penguatan karakter spiritual para anggota agar mampu menjalankan peran sebagai istri aparatur sipil negara, pendidik keluarga, serta pendukung utama keberhasilan tugas suami di instansi masing-masing. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Disdikpora Kabupaten Pangandaran, pengurus PGRI Cabang Parigi, serta guru dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam komunitas pendidikan di wilayah Kecamatan Parigi. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias melalui media daring, sehingga memungkinkan partisipasi yang lebih luas tanpa terhalang jarak dan kondisi geografis. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan beberapa unsur penting, antara lain penceramah yang menyampaikan tausiyah, pembaca ayat suci Al-Qur’an, pembaca doa, serta pembawa acara yang mengatur jalannya kegiatan agar berlangsung tertib, khidmat, dan sesuai dengan susunan acara yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan ini, Mega Sri Purwanida selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Disdikpora Kabupaten Pangandaran sekaligus bertindak sebagai pembawa acara, berperan aktif dalam memandu rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir acara. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada hari Rabu, tanggal 4 Maret, dimulai pada pukul 05.00 WIB hingga selesai, menyesuaikan dengan waktu subuh dan durasi materi yang disampaikan oleh penceramah. Waktu pelaksanaan pada pagi hari dipilih dengan pertimbangan agar kegiatan dapat dilaksanakan sebelum aktivitas kedinasan dimulai, sehingga tidak mengganggu tugas pokok para peserta. Selain itu, waktu subuh dipandang sebagai waktu yang penuh keberkahan dan sangat tepat untuk kegiatan pengajian yang bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual serta memperkuat nilai-nilai keimanan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembiasaan untuk memulai hari dengan kegiatan positif dan bernilai ibadah. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti acara dari tempat masing-masing. Pemanfaatan media daring ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi sekaligus upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Dengan sistem daring, peserta dari berbagai sekolah dan satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Pangandaran dapat bergabung tanpa harus hadir secara fisik di satu lokasi tertentu. Hal ini juga mendukung prinsip kebersamaan dan keterbukaan dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan, karena setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan meskipun berada di lokasi yang berbeda-beda. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, yaitu Mega Sri Purwanida selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Disdikpora Kabupaten Pangandaran. Dalam pembukaan, disampaikan ucapan syukur ke hadirat Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan pengajian subuh tersebut, sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang bertujuan untuk membuka kegiatan dengan suasana religius dan khidmat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh penceramah yang mengulas tema “Mengobati Penyakit Wahn: Cinta Dunia dan Takut Mati” dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai contoh-contoh kehidupan sehari-hari. Dalam penyampaian materi, penceramah menjelaskan bahwa penyakit wahn merupakan kondisi ketika seseorang terlalu mencintai kehidupan dunia dan merasa takut menghadapi kematian, sehingga lalai dalam mempersiapkan bekal akhirat. Peserta diajak untuk melakukan introspeksi diri serta memperbaiki niat dan tujuan hidup agar lebih seimbang antara urusan dunia dan akhirat. Nilai-nilai yang disampaikan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anggota Dharma Wanita Persatuan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat keikhlasan dalam menjalankan peran keluarga, serta menumbuhkan sikap sederhana dan bersyukur dalam kehidupan sehari-hari. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti dengan penuh perhatian dan kesungguhan, yang tercermin dari suasana acara yang tertib dan khidmat. Setelah penyampaian tausiyah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai penutup rangkaian acara. Doa dipanjatkan dengan harapan agar seluruh peserta mendapatkan keberkahan ilmu, kesehatan, serta kekuatan dalam mengamalkan nilai-nilai yang telah disampaikan. Pembawa acara kemudian menutup kegiatan dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara, baik panitia, penceramah, maupun seluruh peserta yang telah berpartisipasi secara aktif. Mega Sri Purwanida sebagai Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Disdikpora Kabupaten Pangandaran sekaligus pembawa acara telah menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan rencana dan berjalan dengan lancar. Pelaksanaan kegiatan pengajian subuh ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota Dharma Wanita Persatuan Disdikpora Kabupaten Pangandaran, sekaligus sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan semangat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan tidak hanya berperan aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitar melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai religius. Secara keseluruhan, kegiatan pengajian subuh Kisah Subuh Bersama Guru Soleh yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Disdikpora Kabupaten Pangandaran berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam membina anggotanya secara berkelanjutan, baik dari sisi spiritual maupun moral. Dengan dukungan dan partisipasi aktif seluruh anggota, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program kerja Dharma Wanita Persatuan Disdikpora Kabupaten Pangandaran dalam rangka mewujudkan anggota yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat. Pelapor Ny. Mega Erik

../images/kegiatan/49224.jpg
Info Baru

DWP Badan SAR Nasional > DWP Kantor Pencarian Dan Pertolongan Banjarmasin

  • Oleh: Sekretariat
  • 02-03-2026

Senin, 02 Maret 2026 Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin Bpk. I Putu Sudayana S.E., M. A. P didampingi Kaur Umum Bpk Budiono S.sos, serta Wakil Ketua DWP UP Banjarmasin Ny. Kamriah Budiono beserta pengurus dan anggota, mengikuti Peringatan Tasyakuran dalam rangka HUT ke-54 BASARNAS secara daring.

../images/kegiatan/49223.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Konawe Selatan > DWP KECAMATAN KOLONO

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 27-02-2026

Sinergi antara DWP dan TP PKK Kecamatan Kolono saat kegiatan Bazaar Ramadhan dengan menghadirkan UMKM binaan DWP dan TP PKK Kecamatan Kolono di Lapak UMKM halaman kantor Camat Kolono, saat buka bersama pukul 16.00-18.00 WITA pada hari Jumat 27 Februari 2026.

../images/kegiatan/49222.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Konawe Selatan > DWP KECAMATAN KOLONO

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 03-03-2026

Ketua DWP Kecamatan Kolono Ny. Nunung Indah Aswan mendampingi Camat Kolono saat penarikan mahasiswa KKN Tematik dan PKK-STBM VI di halaman kantor Camat Kolono, Selasa 3 Maret 2026, saat sedang mendengarkan penjelasan mahasiswa KKN Tematik yang berposko di desa awunio tentang hasil karya mereka yaitu alat pengelolaan sampah menjadi pupuk organik

../images/kegiatan/49221.jpg
Info Baru

DWP Kota Bandung > SKPD Setda

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 01-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung pada hari Minggu, 01 Maret 2026, mengikuti rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 H Pemerintah Kota Bandung bertempat di Masjid Raya Bandung. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program bidang Sosial Budaya. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung diwakili langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Kota Bandung, Ibu Dr. Hj. R. Dewi Pertiwi Zulkarnain, S.E., M.M., CMA., didampingi oleh pengurus, Ketua Bidang Ekonomi, Ibu Yani Dicky dan Sekretaris Bidang Pendidikan, Ibu Rosdiana Bira. Acara dimulai pada jam 17.00 WIB dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an selama 30 menit bersama-sama Pemerintah Kota Bandung dan warga masyarakat yang hadir. Sambutan singkat dari Bapak Camat sebagai kegiatan pertama safari Ramadan hari ini, beliau menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan Safari Ramadan dan diberi kepercayaan bertindak sebagai penyelenggara. Bulan Ramadan dapat dijadikan momentum kita untuk lebih meningkatkan ibadah, silaturahmi dan kepedulian sosial dengan ganjaran pahala dari Allah SWT yang berlipat ganda. Pemberian santunan kepada masyarakat oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung kegiatan keagamaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Bulan Ramadan yang suci ini, yang diberikan langsung secara simbolis oleh Wali Kota Bandung, Bapak Muhammad Farhan.S.E., santunan diberikan kepada berbagai pihak, mulai dari petugas gober, linmas, guru ngaji, dai, marbot masjid, Ketua MUI, warga lanjut usia, hingga masjid kelurahan dan kecamatan, warga disabilitas serta penyerahan diberikan kepada 50 anak yatim. Dalam sambutan nya Bapak Wali Kota Bandung menyampaikan bahwa Ramadan sebagai momentum kita untuk dapat memperbaiki diri dan memperkuat silaturahmi, himbauan kepada warga masyarakat bersama-sama untuk aktif dalam kegiatan keagamaan di masjid-masjid di Kota Bandung terkhusus Masjid Raya Kota Bandung ini, mengedepankan budaya sikap tabbayun antara Pemerintah Kota Bandung dengan warga masyarakat, dan antara warga masyarakat itu sendiri akan menjadikan indahnya silaturahmi yang akan terjalin, mempererat persaudaraan umat, seperti tercantum dalam Al Qur’an (QS.Al-Hujarat :6) yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu”. Harapan Wali Kota Bandung untuk setiap warga masyarakat Kota Bandung menjadi warga yang cerdas dalam bermedia sosial sebagai bagian dari tanggung jawab iman, disertai etika dan kehati-hatian salah satunya dengan sikap tabayyun itu. Kritik terhadap algoritma media sosial, algoritma kerap memperkuat infomrasi sesuai kebiasaan penggunanya, meskipun belum tentu benar. Atas kondisi dalam bermedia sosial dan menerima berita apapun diperlukan kesadaran untuk tabayyun juga didukung oleh literasi digital yang baik. Dalam penutupan sambutannya Wali Kota Bandung mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan beribadah disetiap waktu, kesempatan berkumpul dan bersama-sama di tempat mulia ini bersama masyarakat sehingga lebih terjalin silaturahmi yang baik sebagai komitmen bersama menjaga harmoni sosial di Kota Bandung. Apresiasi yang tinggi diberikan kepada seluruh panitia penyelenggara dan seluruh pihak yang berkontribusi sehingga acara ini terlaksana dengan baik. Tausiyah pada malam ke-11 Ramadan disampaikan oleh Ustad Dada Rosada, Bahaya ghibah (menggunjing) adalah perkara yang sangat besar dalam Islam, namun sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, ghibah termasuk dosa besar yang dapat menghapus pahala amal saleh dan menjerumuskan pelakunya ke dalam murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam kehidupan sehari-hari, ghibah sering muncul dalam bentuk obrolan ringan, candaan, bahkan kemasan “curhat” atau “diskusi”. Padahal, hakikatnya ghibah tetaplah menceritakan aib orang lain tanpa hak. Karena itu, setiap Muslim wajib berhati-hati agar lisannya tidak menjadi penyebab kebinasaan di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala menggambarkan perbuatan ghibah dengan gambaran yang sangat mengerikan dalam Al-Qur’an, yang artinya “Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kalian merasa jijik.” (QS. Al-Hujurat: 12). Ayat ini menunjukkan betapa keji perbuatan ghibah di sisi Allah. Seseorang yang menggunjing seakan-akan memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati — tak berdaya dan tak bisa membela diri. Tabayun adalah sikap mencari kejelasan dan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayainya atau menyebarkannya. Sikap ini sangat penting, terutama di era informasi yang serba cepat seperti sekarang ini. Dengan menghindari ghibah dan melaksanakan tabayun, kita dapat menjaga hubungan baik antar sesama, menghindari dosa, dan menciptakan lingkungan yang harmonis. Hati manusia dibagi dalam 4 kondisi, (1). Qolbun Salim (hati yang selamat), dalam Al Qur’an QS. As Surra:89 dinyatakan bahwa Qolbun Salim artinya hati yang bersih. Sementara itu, Imam Al-Ghazali memahami qolbun salim sebagai hati yang sehat.(2).Qolbun Maridh (hati yang sakit), Hati yang sakit adalah hati yang berada dalam kondisi yang berubah-ubah. Terkadang dia taat dan patuh pada aturan Allah SWT, namun sering juga melakukan kemaksiatan dan melanggar aturan Allah. Dorongan fitrah dan hawa nafsu silih berganti menguasai hati. Ketika akal berada pada kesadaran penuh, maka dorongan fitrah menjadi kuat. Saat itulah seseorang menyadari perannya sebagai seorang hamba yang berkewajiban melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT. (3).Qolbun Mayyit (hati yang mati), Qolbun mayyitun atau qolbun mayyit adalah hati yang mati. orang yang hatinya mati tidak dapat menerima nilai-nilai kebenaran. Pemilik qolbun mayyitun diibaratkan seperti orang yang terhalang oleh petunjuk Allah SWT. Ketika dia diingatkan atau tidak diingatkan, orang dengan hati yang mati tetap enggan beriman kepada Sang Khalik, dan (4).Hati yang hidup menuju taubat. Penyembuh hati di antaranya membaca Al-Qur’an, berzikir, bersalawat, berpuasa, serta berkumpul dengan orang-orang saleh. Ramadan adalah anugerah khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW sebagai bulan untuk “mengisi ulang” iman, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki diri. Ramadan menjadi momentum terbaik untuk membersihkan hati. Acara di tutup dengan berkumandang nya adzan Magrib dilanjutkan buka puasa bersama dan shalat Magrib berjamaah. Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan safari Ramadan ini adalah untuk menjalin silaturahmi antar pemerintah dengan masyarakat sehingga terbentuk sinergi dalam menjaga, memajukan kota Bandung, meningkatkan kepedulian sosial dengan memberikan santunan, bantuan dan berbagi antar sesama dan dampak pribadi pada setiap yang hadir adalah mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT untuk menjadikan Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

../images/kegiatan/49220.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Konawe Selatan > DWP KECAMATAN KOLONO

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 03-03-2026

Ketua DWP Kecamatan Kolono Ny. Nunung Indah Aswan bersinergi dengan TP PKK Kecamatan Kolono mengisi event Penarikan mahasiswa KKN Tematik dan PKK-STBM VI di halaman kantor Camat Kolono dengan menggelar lapak UMKM binaan DWP dan PKK Kecamatan Kolono. Pukul 09.00 -12.00, Selasa 3 Maret 2026 dan Alhamdulillah semua habis terjual. Penarikan mahasiswa KKN ditutup oleh Camat Kolono Bapak Muhammad Aswan Yasin SE.,M.Si yang diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN yang tersebar di 10 desa yg berada di kecamatan Kolono dan dihadiri oleh petinggi yayasan dan civitas akademika universitas Mandala Waluya Kendari Sulawesi Tenggara.

../images/kegiatan/49219.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Pacitan > DWP DINAS KOPERASI , USAHA MIKRO DAN PERINDUSTRIAN

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 03-03-2026

LAPORAN E-REPORTING KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN PACITAN BULAN RAMADHAN 1447 H / 2026 M Bidang: Sosial Budaya LATAR BELAKANG Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang memiliki keutamaan dan kemuliaan tinggi dalam ajaran Islam. Pada bulan ini umat Islam diwajibkan melaksanakan ibadah puasa serta dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Ramadhan menjadi momentum strategis untuk melakukan refleksi diri, meningkatkan kualitas spiritual, serta membentuk karakter yang lebih baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185 bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk tersebut serta pembeda antara yang benar dan yang batil. Ayat tersebut menegaskan pentingnya interaksi dengan Al-Qur’an sebagai amalan utama di bulan suci. Sebagai organisasi yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara, Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis dalam mendukung pembinaan mental spiritual anggota. Penguatan nilai-nilai religius tidak hanya berdampak pada kualitas individu, tetapi juga terhadap ketahanan keluarga serta harmonisasi dalam organisasi. Oleh karena itu, partisipasi dalam kegiatan Tadarus Al-Qur’an bersama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan merupakan wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota. DASAR KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan Undangan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan Nomor B.09/SET.DWP.KAB.PCT/II/2026 tanggal 23 Februari 2026 tentang Jadwal Tadarus Al-Qur’an 1447 H / 2026 M. NAMA KEGIATAN Partisipasi Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan dalam kegiatan Tadarus Al-Qur’an bersama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan dalam rangka Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M. WAKTU DAN TEMPAT Hari, Tanggal: Selasa, 3 Maret 2026 Waktu: 08.30 WIB sampai dengan selesai Tempat: Kantor Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan PESERTA Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan, termasuk perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan. Kehadiran peserta dari berbagai unsur perangkat daerah mencerminkan sinergi, komitmen, serta dukungan bersama terhadap program kerja organisasi di bidang keagamaan. MAKSUD DAN TUJUAN Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana pembinaan rohani dan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berorganisasi. Adapun tujuan kegiatan adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota kepada Allah SWT. 2. Membiasakan anggota untuk membaca Al-Qur’an secara rutin dan berkelanjutan. 3. Mempererat ukhuwah Islamiyah antaranggota. 4. Menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. 5. Membentuk pribadi yang berakhlakul karimah dan berintegritas. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran ayat 103 agar umat Islam berpegang teguh pada tali agama Allah dan tidak bercerai-berai, kegiatan ini menjadi sarana penguatan persatuan dan solidaritas dalam organisasi. URAIAN KEGIATAN Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan yang hendaknya dimanfaatkan secara optimal dengan meningkatkan kualitas ibadah, khususnya melalui pembacaan dan penghayatan Al-Qur’an. Selanjutnya kegiatan dilaksanakan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergiliran sesuai pembagian juz yang telah ditentukan. Setiap peserta membaca dengan memperhatikan kaidah tajwid serta adab membaca Al-Qur’an sehingga pelaksanaan tadarus berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kekhusyukan. Suasana selama kegiatan berlangsung kondusif dan sarat nilai spiritual. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menghadirkan ketenangan dan memperkuat rasa kebersamaan antaranggota. Allah SWT berfirman dalam Surat Ar-Ra’d ayat 28 bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Nilai ketenteraman tersebut dirasakan secara nyata selama kegiatan berlangsung. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan serta harapan agar seluruh amal ibadah diterima oleh Allah SWT. HASIL DAN MANFAAT KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan Tadarus Al-Qur’an berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Adapun manfaat yang diperoleh antara lain: 1. Meningkatnya kesadaran spiritual anggota dalam menjalankan ibadah. 2. Terjalinnya silaturahmi yang semakin erat antaranggota dari berbagai perangkat daerah. 3. Tumbuhnya motivasi untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. 4. Terwujudnya suasana religius dan harmonis dalam lingkungan organisasi. Kegiatan ini turut memperkuat komitmen anggota untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik sebagai individu, anggota organisasi, maupun sebagai bagian dari keluarga Aparatur Sipil Negara. EVALUASI DAN RENCANA TINDAK LANJUT Secara umum kegiatan berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti. Koordinasi antarperwakilan perangkat daerah berlangsung efektif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai perencanaan. Sebagai tindak lanjut, kegiatan tadarus akan terus dilaksanakan sesuai jadwal selama bulan Ramadhan. Anggota juga didorong untuk membiasakan membaca Al-Qur’an di lingkungan keluarga masing-masing sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga serta pembinaan generasi yang berakhlak mulia. Laporan E-Reporting kegiatan Tadarus Al-Qur’an Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Diharapkan kegiatan ini memberikan keberkahan, meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan anggota, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang religius, harmonis, dan berintegritas dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Pacitan.

../images/kegiatan/49218.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Barito Kuala > DWP Sekretariat DPRD

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 03-03-2026

PROMO TAS PURUN .Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Barito Kuala Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD melalui ketua nya Ny Erly Lesmariati M Haris memakai dan mempromosikan Tas Purun pada : Hari : Selasa Tanggal : 02 Maret 2026 Tempat : Lapangan Terbuka Hijau Jembatan Rumpiang Kabupaten Barito Kuala Waktu : 16.30 wit sampai selesai Acara : Buka Puasa Bersama Bupati Barito Kuala, Program Bidang : Sosial Budaya Penyelenggara ; DWP Kabupaten Barito Kuala Partisipan : 5000 orang . Tanaman Purun (Lepironia Articulata)adalah jenis tanaman air yang tumbuh di daerah rawa rawa dan sungai d Kalimantan,Indonesia.Tanaman ini memiliki batang yang panjang dan ramping,dengan daun kecil berbentuk seperti jarum.Tanaman Purun memiliki beberapa kegunaan,antara lain: 1. Kerajinan: Batang Purun dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kerajinan seperti Tas ,karanjang ,kipas dan lain lain. 2. Obat obatan: tanaman purun memiliki khasiat sebagai obat obayan tradisional seperti mengobati luka dan mengurangi peradangan, 3. Pakan Ternak: daun purun dapat digunakan sebagai pakan ternak seperti kambing,sapi, 4. Penghijauan:tanaman purun dapat digunakan sebagai tanaman penghijauan untuk mengembalikan ekosistem rawa rawa yang rusak. Dalam konteks Tas Purun ,tanaman purun digunakan sebagai bahan baku utama untuk membu at tas yang kuat dan tahan lama.Proses pembuatan Tas Purun melibatkan proses pengumpulan batang purun ,pengolahan dan penenunan untuk memcipta kan tas yang unik dan berkualitas. LATAR BELAKANG MEMAKAI TAS PURUN LOKAL; 1. Mendukung produk lokal, dengan memakai tas Purun ,kita dapat mendukung para pengrajin lokal dan mempromosikan produk lokal. 2. Melestarikan budaya, Tas Purun Adalah salah satu produk lokal yang memiliki nilai budaya dan keunikan,sehingga dengan memakai nya kiya dapat melestarikan budaya lokal. 3. Mengurangi impor; dengan memakai produk lokal ,kita dapat mengurangi impor luar negeri dan meningkatkan ekonomi lokal 4. Meningkatkan kesadaran ( memakai tas Purun dapat meningkatkan kesadaran masyaakat akan pentingnya mendukung produk lokal dan melestarik an budaya 5. Kebanggaan: Tas Purun adalah salah satu simbol kebanggan masyarakat Batola, sehingga dengan me makai nya kita dapat menunjukkan kebanggaan kita terhadap produk lokal. Dalam konteks DWP Sekretariat DPRD Kabu paten Barito Kuala,memekai Tas Purun juga menun jukkan komitmen organusasi untuk mendukung pro duk lokal dan melestarikan budaya. Di daearh Kabupaten Barito Kuala,tepatnya i kecamatan Belawang ,tumbuh tanaman Purun Tikus yang menjadi khas daerah ini,Bentuknya lebih kecil dari Tanaman Purun biasa. Karena hanya tumbuh di kecamatan ini,maka tanaman ini termasuk langka. Purun Tikus juga dijadikan bahan membuat Tas,tempat tissue,sepatu,ikat Pinggang dan sebagai nya.Tas Purun Tikus merupakan salah satu hasil UMKM masyarakat Barito Kuala.Selain Tas,banyak lagi hasil kerajinan Purun,seperti Tas ,kipas,tempat tissue, Topi, wadah makanan. MANFAAT KEGIATAN : 1. Mendukung produk lokal: dengan memakai tas lo kal ,anggota DWP dapat mendukung produk lokal dan mempromosikan keindahan budaya 2. Meningkatkan kebanggaan: memakai tas lokal dapat meningkatkan kebanggan anggota DWP terha dap produk lokal dan budaya. 3. Mengurangi Impor: dengan memakai produk lokal anggoa DWP dapat mengurangi impor produk luar negeri dan meningkatkan ekonomi lokal. 4. Mengingkatkan kesadaran :memakai tas lokal dapat meningkatkan kesadaran anggota DWP akan pentingnya mendukung produk lokal dan melestarikan budaya. 5. Memperkuat identitas: tas lokal dapat menjadi simbol identitas anggita DWP dan memperkuat rasa kebersamaan . 6. Kegiatan dapat dijafikan sebagai bahan laporan ereporting. Dengan memamai tas lokal ,anggota DWP dapat menunjukkan komitmen mereka untuk mendukung produk lokal dan melestarikan budaya,serta mening katkan kebanggan dan kesadaran akan pentingnya produk n. IV.MANFAAT KEGIATAN : 1. Mendukung produk lokal: dengan memakai tas lo kal ,anggota DWP dapat mendukung produk lokal dan mempromosikan keindahan budaya 2. Meningkatkan kebanggaan: memakai tas lokal dapat meningkatkan kebanggan anggota DWP terha dap produk lokal dan budaya. 3. Mengurangi Impor: dengan memakai produk lokal anggoa DWP dapat mengurangi impor produk luar negeri dan meningkatkan ekonomi lokal. 4. Mengingkatkan kesadaran :memakai tas lokal dapat meningkatkan kesadaran anggota DWP akan pentingnya mendukung produk lokal dan melestarikan budaya. 5. Memperkuat identitas: tas lokal dapat menjadi simbol identitas anggita DWP dan memperkuat rasa kebersamaan . 6. Kegiatan dapat dijafikan sebagai bahan laporan ereporting. Dengan memamai tas lokal ,anggota DWP dapat menunjukkan komitmen mereka untuk mendukung produk lokal dan melestarikan budaya,serta mening katkan kebanggan dan kesadaran akan pentingnya produk lokal. V.OUTPUT MEMAKAI TAS LOKAL : 1. Mendukung ekonomi lokal: membantu meningkat kan wkonomi lokal dengan membeli produk lokal, 2. Melestarikan budaya: membantu melestarikan bu daya dan tradisi lokal melalui produk yang dibuat de ngan tangan. 3. Meningkatkan kebanggan: meningkatkan kebang gaan : meningkatkan kebanggaan : meningkatkan kebanggaan masyarakat lokal terhaap produk lokal 4. Mengurangi impor: mengurangi impor produk luar negeri dan meningkatkan penggunaan produk lokal. 5. Meningkatkan kreativitas: meningkatkan kreativitas dan ibivasi dalam desain dan pembuatan produk lokal, 6. Meningkatkan identitas: meningkatkan identitas lokal dan memperkuat rasa kebersamaan masyara kat. Dengan memakai tas lokal(Tas Purun Tikus),kita dap at membantu ekonomi lokal,melestarikan budaya,meningkatkan kebanggaan masyarakat. VI. PENUTUP Laporan Ereporting ini ditulis oleh admin ereporting DWP Sekretariat DPRD kabupaten Barito Kuala Erly Lesmariati S.Pd.

../images/kegiatan/49217.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Subang > DWP Irda

  • Oleh: Sekretariat
  • 03-03-2026

LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN IRDA KABUPATEN SUBANG. Nama Kegiatan : Safari Ramadhan Tingkat Kabupaten Subang Di Desa Mulyasari Kecamatan Binong. Bidang : Sekretariat. Program Kerja : Penataan Organisasi/manajemen. Hari dan tanggal: Selasa, 03 Maret 2026. Waktu: Pukul 16.30 WIB sampai selesai. Tempat: Desa Mulyasari Kecamatan Binong. Penyelenggara : DWP Kecamatan Binong Kabupaten Subang. Keterangan Program : Ketua DWP Irda ibu Hj.Kustinah Dadang,Menghadiri Acara Safari Ramadhan Tingkat Kabupaten Subang di Desa Mulyasari Kecamatan Binong. Acara Tersebut Turut di hadiri oleh Bupati Subang Beserta Jajaran Forkopimda Kabupaten Subang dengan seluruh jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Subang dan turut di hadiri oleh Para Camat se Kabupaten Subang. Tidak hanya dihadiri para pejabat acara tersebut juga di meriahkan oleh marawis dari SMP NU Terpadu Mulyasari dan ditutup dengan siraman rohani oleh KH.Daroji Sidik S.Pdi selaku Ketua MWC NU Kecamatan Binong. Penulis Laporan : Sekretaris 2 DWP Irda Kabupaten Subang Ibu Ayunita Gama.

../images/kegiatan/49216.jpg
Info Baru

DWP Kementerian Luar Negeri >

  • Oleh: Sekretariat
  • 03-03-2026

Tanggal 3 Maret 2026, DWP Kementerian Luar Negeri meneruskan informasi melalui WhatsApp Group DWP KEMLU perihal kegiatan dari DWP Kementerian Keuangan yang sempat tertunda yaitu Dhawafest Pesona 2026; Persembahan Elok Nusantara, yang insyaAllah akan dilaksanakan pada: hari/tanggal: Rabu-Jumat, 4-6 Maret 2026; waktu: pukul 09.00-17.00 WIB; lokasi: Gedung Dhanapala, Jl. Senen Raya No. 1, Jakarta Pusat. Acara ini terbuka untuk UMUM. Terlampir disampaikan flyer beserta tenant-tenant dan rundown acaranya.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID