Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kediri kembali menyelenggarakan kegiatan pertemuan pada hari Selasa, tanggal 26 Mei 2026 di Ruang Rapat Disarpus Kabupaten Kediri. Rapat dipimpin oleh Ny. Drg. Ana Ilham selaku Ketua DWP Disarpus Kabupaten Kediri. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terakhir purna tugas salah satu pengurus DWP Disarpus Kabupaten Kediri Ny. Dyah Isworini, yang akan purna tugas sebagai ASN per bulan Juni 2026 sekaligus mengundurkan diri dari kepengurusan DWP Disarpus Kabupaten Kediri. Pertemuan ini tentunya juga dapat menginspirasi teman kerja / pengurus yang lain agar tetap loyal, semangat dan tekun dalam bekerja meskipun usia semakin bertambah. Menjadi tua sambil tetap loyal dan tekun adalah bukti kedewasaan dan integritas. Prinsip dan inspirasi untuk menjaga semangat kerja di usia senja: " Karya sebagai Ibadah dan Aktualisasi Diri: Di usia matang, bekerja bukan lagi sekadar mencari materi, melainkan wadah untuk berkontribusi, menjaga pikiran tetap tajam, dan menebar manfaat bagi lingkungan. " Pengalaman adalah Guru Terbaik: Anda memiliki kekayaan wawasan dan penyelesaian masalah yang tidak dimiliki generasi muda. Ketekunan Anda menjadi teladan dan jangkar kestabilan di tempat kerja. " Fokus pada Proses, Bukan Beban: Seperti filosofi ketekunan, nikmati setiap prosesnya. Loyalitas tumbuh ketika Anda menghargai setiap langkah kecil yang telah dibangun dari nol. Ingatlah pesan dari Merry Riana: "Orang yang pensiun masih tetap bekerja, hanya saja ia tak lagi bekerja untuk mendapatkan uang, tapi ia bekerja untuk mendapatkan kebahagiaan". Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk meninggalkan warisan karya yang berarti.
DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN PAMEKASAN Dharma Wanita Persatuan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Pamekasan melaksanakan Kegiatan Bidang Sekretariat dengan program kerja penataan organisasi dalam bentuk kegiatan rapat koordinasi/konsolidasi dengan para pengurus. Kegiatan pertemuan pengurus ini diadakan pada hari Rabu, tanggal 13 Mei 2026 di Ruang pertemuan Kantor BPKPD, Jl. Stadion No. 58A Kabupaten Pamekasan. Dari 21 orang pengurus, ada beberapa orang yang berhalangan untuk hadir, sehingga hanya ada 17 orang pengurus yang menghadiri pertemuan hari ini. Acara pertemuan pengurus dimulai tepat pukul 11.00 WIB dengan pemandu acara yaitu sekretaris 1, Ny. Putri Ardika yang membuka acara dengan mengajak para pengurus yang hadir untuk membaca Basmallah bersama-sama. Setelah pembukaan kegiatan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ibu ketua Dharma Wanita Persatuan BPKPD, Ny. Aniek Sahrul. Beliau menyampaikan terima kasih kepada para pengurus yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam pertemuan pengurus hari ini. Setelah memberikan sambutan, beliau langsung melanjutkan dengan pembahasan agenda pertemuan pengurus hari ini. Agenda yang akan dibahas pada pertemuan pengurus kali ini antara lain; 1. Evaluasi dari pengurus dan ketua bidang berkaitan dengan kinerja dan atau program kerja, 2. Pembahasan program kerja bulan Mei, 3. Pembahasan program kerja bulan Juni, 4. Rencana pertemuan pengurus berikutnya. Pembahasan pertama tentang evaluasi dari pengurus dan ketua bidang berkaitan dengan kinerja dan atau program kerja. Sehubungan dengan adanya beberapa pengurus yang sudah memasuki masa purna tugas, maka ada sedikit perubahan dalam kepengurusan. Sehingga kegiatan masing-masing bidang yang sudah dibuat rencana program kerja tahunan nantinya bisa berjalan dengan lancar. Ny. Elsa Andi yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris 3 berpindah ke bidang sosial budaya. Ny. Yulianie yang sebelumnya menjadi anggota bidang pendidikan, berpindah menjadi ketua bidang pendidikan. Ny. Sri wahyuni yang sebelumnya menjadi wakil ketua 2 akan berpindah menjadi wakil ketua 1 pada bulan Agustus, menggantikan Ny. Lisa Widyawati yang akan purna tugas pada bulan tersebut. Pembahasan berikutnya adalah tentang program kerja bulan Mei, yang mana telah dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 08 Mei 2026 dengan kegiatan Bazar dan senam bersama. Petugas yang mengisi bazar adalah dari bidang Sekretariat kantor BPKPD. Untuk pelaksanaan bazar ada beberapa evaluasi yang perlu dibenahi. Sehingga pelaksanaan bazar berikutnya bisa berjalan dengan baik, pertukaran ekonomi dari dari dan untuk ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan BPKPD juga bisa terlaksana. Setelah itu memasuki pembahasan yang ketiga yakni berkaitan dengan program kerja bulan Juni. Pada bulan Juni bertepatan dengan tahun baru Islam 1448H, yang mana biasanya pada bulan Muharram tersebut sering diadakan kegiatan ceramah agama dan berbagi rezeki atau santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan santunan untuk anak yatim yang biasanya diadakan di Kantor BPKPD, untuk tahun ini akan ada perubahan. Kegiatan untuk tahun ini tidak menyuruh anak yatim untuk datang ke kantor, tetapi para pengurus Dharma Wanita Persatuan BPKPD yang akan mendatangi Panti asuhan untuk berbagi santunan anak yatim. Panti asuhan yang akan dikunjungi adalah Panti asuhan yang lokasinya tidak berada di kecamatan Pamekasan. Nantinya akan dicari Panti asuhan yang berada agak jauh dari kecamatan Pamekasan. Hal ini dimaksudkan agar pemberian santunan bisa dirasakan oleh anak-anak yang berada di Panti asuhan yang lokasinya jauh dari Kecamatan Pamekasan. Untuk pelaksanaannya akan diadakan di minggu ketiga bulan Juni. Pembahasan yang ke-empat adalah tentang rencana pertemuan pengurus berikutnya yang akan diadakan pada bulan Juli dengan penanggung jawab pertemuan Ny. Lisa Widyawati. Setelah selesai semua agenda pembahasan pada pertemuan pengurus, acara pun ditutup dengan bacaan Hamdalah dan foto bersama. Kegiatan pertemuan pengurus akhir tahun 2025 berakhir pada pukul 13.00 WIB.
Dokumentasi dan Share Ke Media Sosial Kegiatan : Pengajian Majelis Taklim Hari : Rabu, 13 Mei 2026 Waktu : 09.00 - selesai Tempat : Gedung PKK lantai 3 Bidang : Sosial Budaya Penyelenggara : DWP Kota Semarang Jumlah Partisipan : +- 70 orang dengan OPD Lain Pengurus : 32 orang Rapat Kerja dipimpin oleh : Ny dr Tri Rini Budi Prakosa, M.Kes selaku Ketua DWP Kota Semarang Didampingi oleh : Wakil Ketua I : Ibu Yanti Ulfi Wakil Ketua II : Ibu Trijoto Wakil Ketua III : Ibu Yanti Tri Wakil Ketua IV : Ibu Nungki Bambang Dihadiri oleh seluruh pengurus dan Ketua Unsur DWP , Unsur pelaksana Se Kota Smg dan yang menghadiri dari DWP Satpol PP Kota Smg yaitu Bu Nana dan Bu Wida Sambutan dari Ny dr Tri Rini Budi Prakosa, M.Kes Selaku Ketua DWP Kota Semarang Narasumber : Ustadz Rohadi Tema : Ikhlas Berkurban di Hari Raya Idhul Adha Hasil Rapat : Ikhlas berkurban di Hari Raya Idhul Adha Ustadz : Ustadz Rohadi Bulan haji adalah bulan yg istimewa sebaik baiknya bekal adalah bertaqwa kepada Allah SWT , yaitu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya Hikmah Berkurban : Amalan yg dicintai Allah Mendapat banyak kebaikan Meraih ketaqwaan Meningkatkan ketaqwaan Wujud rasa syukur Penyucian jiwa dan harta Jangan sering membenci orang lain karena akan diputus nikmat tenangnya oleh Allah Berkurban itu diniatkan untuk wali yang masih hidup Atas nama yg masih hidup, hadiahnya disiapkan untuk wali yg sudah meninggal. Semua kegiatan baik kita ada kunci agar niat kita diterima Allah yaitu kuncinya kita harus melaksanakan sholat 5 waktu Hari Raya Idul adha selalu hadir sebagai momen refleksi yang mendalam tentang arti sebuah pengorbanan. Di balik riuh gema takbir yang mengangkasa, terdapat sebuah esensi sejati yang melampaui ritual penyembelihan hewan kurban, yaitu keikhlasan yang murni di dalam hati setiap insan. Ikhlas berkurban bukanlah sekadar menyerahkan sebagian harta untuk membeli hewan ternak, lalu membagikan dagingnya kepada sesama. Lebih dari itu, kurban adalah perwujudan ketundukan jiwa secara total kepada Sang Pencipta, meniru keluhuran budi Nabi Ibrahim Alaihissalam dan keteguhan hati Nabi Ismail Alaihissalam. Ketika perintah Allah SWT turun untuk mengorbankan putra tercinta, tidak ada keraguan, pemberontakan, ataupun pamrih di dalam dada mereka. Yang ada hanyalah kepasrahan mutlak yang bersumber dari cinta yang paling tinggi kepada Allah SWT. Esensi keikhlasan tersebut diuji dengan cara yang berbeda. Manusia sering kali terjebak dalam keduniawian, merasa kepemilikan harta adalah mutlak hasil jerih payah sendiri. Oleh karena itu, ibadah kurban hadir sebagai instrumen untuk mengikis sifat kikir dan egoisme ragawi. Menyerahkan hewan kurban terbaik dengan hati yang lapang berarti menyadari bahwa seluruh nikmat yang digenggam hanyalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan. Keikhlasan sejati menuntut seseorang untuk melepaskan apa yang dicintainya tanpa mengharapkan pujian, penghormatan, ataupun status sosial di mata manusia. Dampak dari keikhlasan kurban ini tidak hanya berhenti pada dimensi vertikal antara hamba dan Penciptanya, tetapi juga memancar secara horizontal dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui daging kurban yang didistribusikan tanpa pandang bulu, sekat-sekat sosial yang memisahkan antara si kaya dan si miskin seketika runtuh. Rasa empati, kepedulian, dan persaudaraan tumbuh subur di atas landasan berbagi. Senyum yang tersungging dari para penerima kurban menjadi bukti nyata bahwa keikhlasan satu individu mampu membawa maslahat dan kebahagiaan bagi banyak jiwa. Pada akhirnya, Iduladha mengajarkan bahwa apa yang sampai kepada Allah SWT bukanlah daging atau darah dari hewan yang dikorbankan, melainkan ketakwaan dan keikhlasan yang bersemayam di dalam dada. Menjaga kemurnian niat di tengah hiruk-pikuk dunia adalah perjuangan batin yang sesungguhnya. Semoga momentum hari raya ini mampu mentransformasi diri kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa, yang senantiasa siap mengorbankan kepentingan pribadi demi meraih keridaan Sang Khalik dan kemaslahatan sesama manusia.
DWP Satpol-PP Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan Pengajian Rutin Majlis Ta'lim Mubarokah Pendopo Kabupaten Sukabumi, pada hari Rabu, tanggal 20 Mei 2026 pukul 08.30 wib s/d 11.00 wib, bertempat di Mushola Pendopo Kabupaten Sukabumi, yang dilaksanakan oleh TP.PKK Kabupaten Sukabumi yabg bekerjasama dengan DWP Kabupaten Sukabumi, yang diisi dengan Istigosah yang dipimpin oleh Ustadz Suhendi. Yang mengikuti kegiatan : 1. Ny. Vini Oktavia Hasbulwafi (wakil ketua DWP Satpol-PP Kabupaten Sukabumi), 2. Ny. Siti Munajat.
Kegiatan : Pengajian Majelis Taklim Hari : Rabu, 13 Mei 2026 Waktu : 09.00 - selesai Tempat : Gedung PKK lantai 3 Bidang : Sosial Budaya Penyelenggara : DWP Kota Semarang Jumlah Partisipan : +- 70 orang dengan OPD Lain Pengurus : 32 orang Rapat Kerja dipimpin oleh : Ny dr Tri Rini Budi Prakosa, M.Kes selaku Ketua DWP Kota Semarang Didampingi oleh : Wakil Ketua I : Ibu Yanti Ulfi Wakil Ketua II : Ibu Trijoto Wakil Ketua III : Ibu Yanti Tri Wakil Ketua IV : Ibu Nungki Bambang Dihadiri oleh seluruh pengurus dan Ketua Unsur DWP , Unsur pelaksana Se Kota Smg dan yang menghadiri dari DWP Satpol PP Kota Smg yaitu Bu Nana dan Bu Wida Sambutan dari Ny dr Tri Rini Budi Prakosa, M.Kes Selaku Ketua DWP Kota Semarang Narasumber : Ustadz Rohadi Tema : Ikhlas Berkurban di Hari Raya Idhul Adha Hasil Rapat : Ikhlas berkurban di Hari Raya Idhul Adha Ustadz : Ustadz Rohadi Bulan haji adalah bulan yg istimewa sebaik baiknya bekal adalah bertaqwa kepada Allah SWT , yaitu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya Hikmah Berkurban : Amalan yg dicintai Allah Mendapat banyak kebaikan Meraih ketaqwaan Meningkatkan ketaqwaan Wujud rasa syukur Penyucian jiwa dan harta Jangan sering membenci orang lain karena akan diputus nikmat tenangnya oleh Allah Berkurban itu diniatkan untuk wali yang masih hidup Atas nama yg masih hidup, hadiahnya disiapkan untuk wali yg sudah meninggal. Semua kegiatan baik kita ada kunci agar niat kita diterima Allah yaitu kuncinya kita harus melaksanakan sholat 5 waktu Hari Raya Idul adha selalu hadir sebagai momen refleksi yang mendalam tentang arti sebuah pengorbanan. Di balik riuh gema takbir yang mengangkasa, terdapat sebuah esensi sejati yang melampaui ritual penyembelihan hewan kurban, yaitu keikhlasan yang murni di dalam hati setiap insan. Ikhlas berkurban bukanlah sekadar menyerahkan sebagian harta untuk membeli hewan ternak, lalu membagikan dagingnya kepada sesama. Lebih dari itu, kurban adalah perwujudan ketundukan jiwa secara total kepada Sang Pencipta, meniru keluhuran budi Nabi Ibrahim Alaihissalam dan keteguhan hati Nabi Ismail Alaihissalam. Ketika perintah Allah SWT turun untuk mengorbankan putra tercinta, tidak ada keraguan, pemberontakan, ataupun pamrih di dalam dada mereka. Yang ada hanyalah kepasrahan mutlak yang bersumber dari cinta yang paling tinggi kepada Allah SWT. Esensi keikhlasan tersebut diuji dengan cara yang berbeda. Manusia sering kali terjebak dalam keduniawian, merasa kepemilikan harta adalah mutlak hasil jerih payah sendiri. Oleh karena itu, ibadah kurban hadir sebagai instrumen untuk mengikis sifat kikir dan egoisme ragawi. Menyerahkan hewan kurban terbaik dengan hati yang lapang berarti menyadari bahwa seluruh nikmat yang digenggam hanyalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan. Keikhlasan sejati menuntut seseorang untuk melepaskan apa yang dicintainya tanpa mengharapkan pujian, penghormatan, ataupun status sosial di mata manusia. Dampak dari keikhlasan kurban ini tidak hanya berhenti pada dimensi vertikal antara hamba dan Penciptanya, tetapi juga memancar secara horizontal dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui daging kurban yang didistribusikan tanpa pandang bulu, sekat-sekat sosial yang memisahkan antara si kaya dan si miskin seketika runtuh. Rasa empati, kepedulian, dan persaudaraan tumbuh subur di atas landasan berbagi. Senyum yang tersungging dari para penerima kurban menjadi bukti nyata bahwa keikhlasan satu individu mampu membawa maslahat dan kebahagiaan bagi banyak jiwa. Pada akhirnya, Iduladha mengajarkan bahwa apa yang sampai kepada Allah SWT bukanlah daging atau darah dari hewan yang dikorbankan, melainkan ketakwaan dan keikhlasan yang bersemayam di dalam dada. Menjaga kemurnian niat di tengah hiruk-pikuk dunia adalah perjuangan batin yang sesungguhnya. Semoga momentum hari raya ini mampu mentransformasi diri kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa, yang senantiasa siap mengorbankan kepentingan pribadi demi meraih keridaan Sang Khalik dan kemaslahatan sesama manusia.
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang telah menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga , Iman dan Taqwa
Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang
2. Hari / Tanggal : Jumat, 22 Mei 2026 2026
3. Waktu : Pukul 15.00 WIB
4. Peserta : Berjumlah 15 Peserta yang terdiri dari 10 DWP Dinas Instansi dan 5 DWP Kecamatan
Kecamatan Ranuyoso hadir : 1 (satu) orang yaitu Ny. Sri Wulanjani (Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ranuyoso)
6. Lokasi : Mushola Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang
6. Acara : Pengajian Forum Wanita
7. Narasumber : Ustadzah Tsaniyatul Khasanah, M.Th.I
8. Pengisian : Khairun Nisa Dari Rumah Menuju Pengabdian Tanpa Batas
Khairu Nisa: Dari Rumah Menuju Pengabdian Tanpa Batas berisi tentang kurikulum pembinaan perempuan yang dirancang untuk membentuk pribadi muslimah yang tangguh, berilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat. Materi diawali dengan penjelasan bahwa perempuan sering menghadapi berbagai beban pikiran dan tantangan kehidupan sehingga memerlukan proses pembinaan yang terarah. Kurikulum ini digambarkan melalui tiga tahapan utama, yaitu menata hati, menata rumah, dan pengabdian tanpa batas, yang terinspirasi dari teladan perempuan-perempuan mulia dalam sejarah Islam.
- Pada tahap pertama, peserta diajak meneladani Siti Hajar sebagai simbol ketangguhan dan keimanan. Tahap ini berfokus pada pembinaan hati agar seseorang mampu mengelola diri, memperkuat hubungan dengan Allah, serta memiliki keteguhan dalam menghadapi ujian hidup.
- Selanjutnya, tahap kedua meneladani Ibunda Khadijah yang menggambarkan ketenangan dan kekuatan dalam membangun rumah tangga. Pada fase ini peserta dibimbing untuk menciptakan keluarga yang harmonis, memberikan dukungan emosional, serta menjalankan peran rumah tangga dengan penuh tanggung jawab.
- Tahap ketiga mengambil teladan Ibunda Aisyah sebagai simbol kecerdasan dan kontribusi kepada masyarakat. Setelah memiliki hati yang kuat dan keluarga yang kokoh, perempuan didorong untuk mengembangkan ilmu, kemampuan berpikir, serta berkontribusi melalui berbagai bentuk pengabdian yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Pada Tausiah ini juga menjelaskan bahwa pengabdian yang dilakukan dengan niat yang benar akan menjadi amal jariyah yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Secara keseluruhan, hal ini menekankan bahwa perjalanan seorang perempuan dimulai dari pembinaan diri dan keluarga, kemudian berkembang menjadi pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat. Kurikulum Khairu Nisa bertujuan melahirkan perempuan yang memiliki ketangguhan hati, ketenangan dalam keluarga, kecerdasan dalam bertindak, serta semangat memberikan manfaat tanpa batas bagi peradaban
Materi Khairu Nisa: Dari Rumah Menuju Pengabdian Tanpa Batas sangat relevan dengan peran ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP), karena pada dasarnya DWP memiliki tujuan meningkatkan kualitas perempuan, memperkuat keluarga, serta mendorong partisipasi anggota dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Hubungannya dapat dilihat pada tiga tahapan yang dibahas dalam materi tersebut yaitu :
1. Menata hati mengajarkan pentingnya membangun karakter, integritas, dan ketakwaan, yang menjadi dasar bagi anggota DWP dalam menjalankan peran sebagai istri, ibu, maupun anggota organisasi.
2. Menata rumah sejalan dengan tugas anggota DWP dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mendukung suami dalam menjalankan tugas kedinasan, serta mendidik anak-anak dengan baik.
3. Sementara itu, pengabdian tanpa batas mencerminkan berbagai kegiatan DWP seperti bakti sosial, pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, kegiatan kesehatan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, materi ini dapat menjadi motivasi bagi ibu-ibu DWP khususnya di Kabupaten Lumajang bahwa pengabdian tidak hanya dilakukan di lingkungan organisasi, tetapi juga dimulai dari pembinaan diri dan keluarga. Ketika seorang ibu memiliki karakter yang kuat dan keluarga yang harmonis, ia akan lebih mampu berkontribusi dalam kegiatan sosial, mendukung pembangunan masyarakat, serta menjalankan program-program DWP secara optimal,
Dharma Wanita Persatuan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah menggelar pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Dini Bahaya Narkoba di Lingkungan Keluarga, di laksanakan pada : Hari / Tanggal : Hari Kamis, 21 Mei 2026 Waktu : Jam 13.30 Wita samapi selesai. Tempat : Ruang Rapat Kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP Dinas BMPR Provinsi Sulteng Ny. Irmawaty Faidul Keteng beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota. Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, DWP Dinas BMPR menghadirkan Tim penyuluh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah sebagai narasumber. Dalam sambutannya, Ketua DWP Dinas BMPR Ny. Irmawaty Faidul menekankan pentingnya peran seorang ibu dan istri sebagai benteng utama dalam keluarga. Keluarga adalah madrasah pertama. Melalui sosialisasi bersama BNN ini, diharapkan ibu-ibu DWP memiliki bekal pengetahuan untuk mendeteksi secara dini dan melindungi anak-anak serta keluarga dari ancaman nyata penyalahgunaan narkoba. Ibu Hartini, S.Sos., M.AP., selaku Narasumber dalam paparannya menjelaskan berbagai modus operandi peredaran narkoba terkini, gejala klinis pengguna, serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan dari dalam rumah. Ibu Hartini menjelaskan materi tentang, Apa Itu Narkoba? Narkoba terbagi menjadi 2 yaitu NARKOTIKA adalah Zat atau obat yang berasal dari tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Sedangkan PSIKOTROPIKA adalag zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental perilaku. Serta BAHAN ADIKTIF adalah Bahan-bahan yang dapat menimbulkan kecanduan. Penggolongan ini sudah tertuang dalam undang-undang Penggolongan NARKOTIKA BERDASARKAN HUKUM UU NO.35/2009, PASAL 127 yang berbunyi dilarang sangat keras menggunakan pengobatan psikotropika tanpa resep dokter di layanan kesehatan. GOLONGAN I Pada gambar Digunakan terbatas untuk penelitian atas rekomendasi Kemenkes. Sanksi pidana 4 tahun. GOLONGAN II, Digunakan dalam pengobatan sebagai pilihan terakhir, Bisa menyebabkan ketergantungan, dan Sanksi pidana 2 tahun. GOLONGAN III, Digunakan dalam pengobatan, Bisa menyebabkan ketergantungan ringan, dan Sanksi pidana 1 tahun. Kemudian di jelaskan tentang, Bahan Dasar Shabu yaitu -KOREK API Fosfor merah yang terkandung di dalam kepala korek api yang dikombinasikan dengan yodium dapat menjadi zat yang disebut Hydrionic Asam yang dimana merupakan bahan baku Methamphetamines. -YODIUM Merupakan racun yang berbahaya jika tertelan dalam jumlah besar yang dapat mempengaruhi fungsi Tiroid. -EFEDRIN Efedrin mempunyai efek samping dari melepas dopamin di dalam otak yang membangkitkan sensasi kenikmatan seperti yang dirasakan ketika makan makanan atau melakukan seks. -LIGHTER FLUID BUTANA Jaringan ringan yang digunakan selama memasak sabu. Mungkin anda mulai mengerti mengapa begitu sering pabrik sabu mudah terbakar. Dan KANDUNGAN GANJA Tanaman ganja memiliki kandungan THC (Tetra Hydro Cinnabinol). THC sendiri merupakan zat yang berefek halusinasi dan ini terdapat dalam keseluruhan bagian pada tanaman ganja, baik daunnya, rantingnya, ataupun bijinya. Indonesia darurat Narkoba yaitu -DAYA RUSAK Daya rusak Narkoba lebih serius dibanding korupsi dan terorisme karena dapat merusak otak yang tidak ada jaminan sembuh. -POTENSI PASAR prevelensi penyalahgunaan Narkoba di Indonesia sebesar 1,77 % (setara 3,3 juta orang) -APARAT TERJERAT Seluruh lapisan masyarakat telah terkontaminasi Narkoba (Pejabat, Aparat TNI, POLRI, BNN, Jaksa dan Hakim). -TEMUAN JENIS BARU Ditemukan 74 jenis Narkoba baru (NPS) 66 jenis NPS telah di atur dalam Permenkes Nomor 20 Tahun 2018 dan 8 jenis NPS belum di atur. -WILAYAH SEBARAN Narkoba telah menyebar ke seluruh pelosok wilayah dan menyasar kalangan anak-anak (regenerasi pangsa pasar) -KERUGIAN JIWA & MATERIAL Diperkirakan 30 orang meninggal dunia per hari karena narkoba (potensi loss generation) dan kerugian akibat penyalah gunaan Rp. 84,7 trilyun rupiah. Ciri-ciri Penyalah gunaan Narkoba yaitu Perubahan Perilaku dan Sikap: -Sangat emosional atau mudah tersinggung. -Brutal. -Menjauh dari Keluarga. -Tidak patuh terhadap nasehat. -Apatis. -Paranoid. -Sering Berbohong atau banyak alasan. -Sering meminta uang tanpa alasan yg jelas. APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA ADA KELUARGA, KERABAT atau TETANGGA SEBAGAI PENYALAHGUNA NARKOBA? Laporkan pada relawan atau penggiat anti narkoba, pengurus RT atau RW setempat, IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) Kemenkes, Kemensos, BNN. Dengan memenuhi proses wajib lapor, penyalahgunaan akan mendapatkan rehabilitasi dan KARTU WAJIB LAPOR sehingga tidak dipidanakan atau diproses hukum. Kartu Lapor Diri berlaku 2x masa perawatan rehabilitasi sehingga pecandu tidak dipidanakan (Depenalisasi). Apa Langkah yang dilakukan jika menemukan penyalahguna narkoba : -Tetap tenang dan jangan langsung menghakimi. -Ajak anak berbicara baik-baik. -Segera konsultasi ke pihak berwenang atau layanan rehabilitasi. -Libatkan keluarga untuk mendukung proses pemulihan. Proses Rehabilitasi : -Klien datang sendiri atau lewat penjangkauan. -Dilakukan Assesmen medis untuk memperoleh data tentang usia dan riwayat penggunaan, gejala ketergantungan, serta penyakit penyerta, pemeriksaan dan laboratorium (tes urin atau lab). -Kemudian ditentukan rencana terapi (metode dan waktu). -Rehabilitasi rawat jalan atau rawat inap sesuai dengan kondisi klien -Lamanya perawatan rehabilitasi tergantung kondisi penyalah guna (3-12 bulan). -Setelah rehabilitasi masuk ke program pasca rehabilitasi yang bertujuan memelihara kepulihan dan mencapai hidup sehat mandiri dan produktif. Cara Mencegah Narkoba : -Tolak ajakan merokok, merokok merupakan pintu gerbang penyalah gunaan narkotika. -Hindari pergaulan, tempat nongkrong, atau ajakan yang tidak sehat. -Isi waktu luang dengan kegiatan positif seperti olahraga, les musik, pramuka dll. -Ingat Bahwa tiada ajaran agama yang membenarkan penyalahgunaan narkoba. -Ada keluarga yang menyayangi kita dan selalu menciptakan komunikasi yang baik. -Untuk menghindari kelompok atau teman nongkrong yang tidak sehat sapa lalu pergi lakukan dalam 3 detik. Peran Masyarakat dan UU NARKOTIKA NOMOR 35 th 2009 PASAL 104 : Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. PASAL 105 : Masyarakat mempunyai hak dan kewajiban dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. PASAL 106 : Hak masyarakat diwujudkan dalam bentuk mencari, memperoleh, dan memberikan informasi, memperoleh pelayanan, menyampaikan saran dan pendapat. Pasal 107 : Masyarakat dapat melaporkan kepada pejabat yang berwenang atau BNN jika mengetahui ada penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. PERAN KITA : -Melindungi diri dan keluarga dari bahaya narkoba. Memberikan informasi bila ada hal yang mencurigakan di sekitar kita (Call Center BNN 08114511344). -Menjadi relawan atau SATGAS atau Penggiat anti narkoba di lingkungan tempat tinggal. -Ikut mensosialisasikan bahaya narkoba dan peredaran gelap narkoba. -Ikut mengkampanyekan stop narkoba melalui stiker, spanduk atau baliho atau melalui media sosial. "Mau melakukan test urine untuk deteksi dini. CARA MENGATAKAN TIDAK PADA NARKOBA. Sadarilah bahaya obat-obatan terlarang. Gali Potensi Diri, Hindari dan Tolak dengan Tegas Tetap Teguh pada Pendirian. selanjutnya, acara di lanjutkan kembali kemudian Ibu Ketua Menyampaikan dan mengucapkan terima kasih kepada Narasumber dari Kantor BNN yang sudah hadir. Kemudian Ibu Ketua menyampaikan pesan dari hasil pertemuan DWP Provinsi yaitu tentang surat edar terbaru dari DWP Pusar tentang Penggunaan Batik DWP baru di Setiap Pertemuan Rutin dan Wajib Memakai Pin Resmi Dharma Wanita Persatuan. Terkait Undangan Turnamen Gateball Kantor BPJN, Tim Gateball DWP BMPR akan ikut serta selama 2 hari turnamen. Kemudian Ibu ketua Mengingatkan kembali tentang Iuran terbaru DWP yang akan terpotong payroll dari gaji semua ASN dan di lanjutkan dengan perkenalan Anggota DWP yang baru yakni Ibu Diah Adika dari Bidang Program. Di pertemuan kali ini anggota yang hadir berjumlah 25 orang anggota. Anggota yang bertugas MC oleh Ny. Indah Hamsan, Dirigen oleh Ny. Heis Ramli, Pembacaan Doa oleh Ny. Aty Rusly, Laporan Notulen oleh Ibu Novan, Laporan Sekretariat oleh Ny. Nurhayati Noval, Laporan Bendahara oleh Ny. Rosmila Ahmad, Laporan Bidang Pendidikan oleh Ny. Noerlaila Mamat, Laporan Bidang Ekonomi oleh Ny. Jeane Rusdiono dan Laporan Bidang Sosial Budaya oleh Ny. Rosmiyati Wahyuddin. Pertemuan rutin ini berjalan dengan interaktif, diwarnai dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para anggota DWP. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga ASN yang sehat, cerdas, dan bersih dari narkoba (Bersinar). Sehat dan berdaya DHARMA WANITA PERSATUAN BMPR.
[Kab. Lamandau]
Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PUPRPERKIMTAN Kabupaten Lamandau
Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PUPRPERKIMTAN Kabupaten Lamandau melaksanakan kegiatan pada Bidang Sekretariat melalui Program Informasi dan Humas dengan jenis kegiatan Penyampaian Informasi.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PUPRPERKIMTAN Kabupaten Lamandau, Ny. Butsi Nurkayani Joni Elen, bersama 7 (tujuh) orang anggota mengikuti kegiatan Pertemuan Rutin Bulanan DWP Kabupaten Lamandau yang dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di Aula BAPPERIDA Kabupaten Lamandau.
Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dengan agenda pertemuan rutin bulanan, penyampaian informasi dan hal-hal penting, serta pengundian doorprize bagi anggota yang hadir. Pertemuan dihadiri oleh Ketua DWP Unit beserta anggota dari berbagai perangkat daerah dengan jumlah peserta sekitar 95 orang. Seluruh peserta mengenakan batik DWP atau menyesuaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertemuan dipimpin oleh Wakil Ketua I, Ny. Glorine Penyang Lanen, yang didampingi oleh Sekretaris, Ny. Herni Tiryan Kuderon. Dalam kesempatan tersebut, DWP Unit Dinas BAPPERIDA bertindak sebagai tuan rumah dan memfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan. Adapun petugas dalam kegiatan tersebut yaitu pembawa acara (MC) dari Unit BAPPERIDA, pembaca doa dari Unit Bakesbangpol, serta pemimpin lagu dari Unit Dinas Nakertrans.
Dalam arahannya, Wakil Ketua I menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota serta mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP untuk tetap semangat dalam melaksanakan program kerja organisasi. Selain itu, anggota juga diharapkan terus berperan aktif dalam mengikuti setiap kegiatan dan pertemuan yang telah diagendakan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program DWP.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, dan penuh keakraban. Sebagai penutup, seluruh pengurus dan anggota DWP yang hadir mengikuti sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi kegiatan.
Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso Dinas Sosial senam pagi bersama Penerima Manfaat
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan: olahraga
Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Jum’at, 29 Mei 2026
3 Pukul : 07.00 WIB - 08.00 WIB
4 Peserta : Ibu-Ibu DWP, para pegawai, dan Penerima Manfaat
5 Lokasi : Halaman UPT PSTW BONDOWOSO
6 Acara : Senam pagi
Susunan Acara
1. 07.00 WIB - 07.10 WIB Mempersiapkan barisan
2. 07.10 WIB - 07.20 WIB Senam dimulai dengan gerakan pemanasan
3. 07.20 WIB - 07.50 WIB gerakan inti senam
4. 07.50 WIB - 08.00 WIB gerakan pendinginan dan selesai
Pada hari Jum’at, 29 Mei 2026, Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan senam pagi bersama Penerima Manfaat di halaman UPT PSTW Bondowoso. Kegiatan yang termasuk dalam bidang Sosial Budaya dengan program Ketahanan Keluarga ini diikuti oleh ibu-ibu DWP, para pegawai, serta Penerima Manfaat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB dengan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.
Kegiatan diawali pada pukul 07.00 WIB dengan persiapan dan pengaturan barisan peserta senam. Selanjutnya, pada pukul 07.10 WIB kegiatan senam dimulai dengan gerakan pemanasan guna membantu peserta mempersiapkan kondisi tubuh sebelum melakukan gerakan inti. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan gerakan inti senam yang berlangsung hingga pukul 07.50 WIB. Seluruh peserta mengikuti gerakan dengan antusias dan tertib dipandu oleh instruktur senam.
Pukul 07.50 WIB kegiatan memasuki tahap pendinginan untuk membantu tubuh kembali rileks setelah berolahraga. Kegiatan senam pagi selesai pada pukul 08.00 WIB dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan fisik, menjaga kebugaran tubuh, serta mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan antara pegawai, anggota Dharma Wanita Persatuan, dan Penerima Manfaat di lingkungan UPT PSTW Bondowoso.
Ketua DWP Unit Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Wakatobi turut hadir mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kabupaten Wakatobi yang diselenggarakan dengan khidmat di Halaman Sekretariat Daerah. Kehadiran ini merupakan wujud nyata dukungan organisasi terhadap kemajuan pendidikan sekaligus upaya menumbuhkan semangat kebangsaan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Wakatobi, serta perwakilan siswa dan mahasiswa di wilayah Wangi-Wangi. Guna memupuk rasa kebanggaan dan melestarikan identitas daerah, seluruh peserta upacara maupun tamu undangan, termasuk perwakilan DWP, hadir mengenakan busana adat Wakatobi yang menghadirkan nuansa budaya lokal yang kental. Pelaksanaan upacara berjalan secara tertib dan terstruktur, diawali dengan penyiapan barisan oleh Pemimpin Upacara hingga kedatangan Bupati Wakatobi, Bapak H. Haliana, yang bertindak selaku Inspektur Upacara. Setelah penghormatan umum dan laporan, prosesi dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, serta pembacaan Teks Pancasila dan Naskah Pembukaan UUD 1945. Memasuki acara inti, Inspektur Upacara membacakan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang menegaskan bahwa pendidikan adalah pilar utama untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di era global. Rangkaian upacara kemudian diakhiri dengan pembacaan doa, laporan penutup dari Pemimpin Upacara, serta penghormatan umum sebelum Inspektur Upacara berkenan meninggalkan lapangan dan barisan dibubarkan. Melalui partisipasi aktif dalam peringatan Hardiknas ini, diharapkan sinergi antara DWP dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional dapat terus meningkat, sejalan dengan komitmen untuk terus memelihara kelestarian budaya daerah.