(W.13)Laporan:
DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR
Dharma Wanita Persatuan SMA Negeri 1 Barat Magetan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non formal/informal
Kegiatan : Literasi Digital Media Sosial
KETERANGAN PROGRAM:
1. Penyelenggara : DWP SMA Negeri 1 Barat Magetan
2. Hari, tanggal : Rabu , 11 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 – 10.30 WIB
4. Peserta : Pengurus dan anggota DWP SMA Negeri 1 Barat Magetan
5. Tempat : Aula SMAN 1 Barat Magetan
6. Acara : Pertemuan Rutin dan Literasi Digital Media Sosial
7. Pemandu : Ibu Purwaningsih, S.Pd., Gr
URAIAN KEGIATAN:
Di abad ke – 21 perkembangan teknologi informasi semakin berkembang pesat, literasi media sosial menjadi keterampilan penting agar pengguna mampu menyaring informasi, menghindari hoax, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana komunikasi, edukasi, dan promosi kegiatan positif. Begitu pentingnya literasi digital di media sosial maka DWP SMAN 1 Barat Magetan melaksanakan program khusus pada hari Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti 35 anggota DWP SMAN 1 Barat.
Pembuat Laporan: Tim E-Reporting SMA Negeri 1 Barat Magetan
Dharma Wanita Persatuan OPD Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah telah Melaksanakan Kegiatan Bidang : SEKRETARIAT Program PEMBINAAN HUBUNGAN KELUAR Pertemuan rutin bulanan Tingkat unit OPD. Ketua Ny. Balqis Syahriar dan Anggota Dharma Wanita OPD Dinas Kesehatan mengikuti pertemuan rutin bulanan di OPD Dinas Kesehatan pada waktu : Hari/tanggal : Rabu / 4 februari 2026 Pukul : 13.00 – selesai Tempat : Ruang Rapat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Jl. Kartini 11 Kota palu Tema : Persiapan Vaksin HPV dan Pemeriksaan IVA dalam rangka Peringatan Hari Kanker Sedunia Peserta : Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan I. Latar Belakang Dalam rangka mendukung peringatan Hari Kanker Sedunia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan melaksanakan pertemuan bulanan OPD yang difokuskan pada pembahasan persiapan pelaksanaan vaksinasi HPV dan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi perempuan dalam upaya pencegahan kanker serviks melalui deteksi dini dan imunisasi. II. Tujuan Kegiatan 1. Meningkatkan pemahaman anggota DWP tentang pentingnya pencegahan kanker serviks. 2. Mempersiapkan teknis pelaksanaan vaksinasi HPV. 3. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemeriksaan IVA bagi sasaran perempuan usia produktif. 4. Mendukung program Dinas Kesehatan dalam rangka Hari Kanker Sedunia. III. Rencana Rangkaian Kegiatan 1. Pembukaan Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan yang memberikan arahan mengenai pentingnya peran perempuan dalam pencegahan kanker serviks serta dukungan penuh terhadap program vaksinasi HPV dan pemeriksaan IVA. 2. Pemaparan Materi Penjelasan mengenai kanker serviks dan faktor risikonya. Sosialisasi manfaat vaksin HPV sebagai upaya pencegahan primer. Penjelasan prosedur dan manfaat pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker serviks. Penyusunan jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan. 3. Diskusi dan Tanya Jawab Peserta aktif berdiskusi terkait sasaran kegiatan, teknis pelaksanaan, serta strategi sosialisasi kepada masyarakat. IV. Hasil Pertemuan 1. Disepakati pelaksanaan vaksinasi HPV dan pemeriksaan IVA dalam rangka Hari Kanker Sedunia pada tanggal 13 februari 2026 di halaman depan ruangan bidang Kesehatan Masyarakat. 2. Penentuan sasaran peserta kegiatan adalah anggota DWP dinkes dan karyawan Dinkes 3. Pembagian tugas kepada pengurus dan anggota DWP untuk mendukung kelancaran kegiatan. 4. Pada pemeriksaan IVA dan Vaksin HPV berkolaborasi dengan program PTM ( penyakit Tidak Menular ) dan Program survailans dan imunisasi di dinas kesehatan provinsi Sulawesi tengah 5. Komitmen bersama untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks. V. Penutup Pertemuan bulanan OPD Dinas Kesehatan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan berjalan dengan lancar dan Kesimpulan hasil diskusi. Diharapkan melalui kegiatan ini, upaya pencegahan kanker serviks dapat terlaksana secara optimal serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi HPV dan pemeriksaan IVA. Penulis Laporan : Operator E-Reporting Dharma Wanita Persatuan OPD Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
DWP Kabupaten Boyolali. Bidang Sekretariat, program pembinaan hubungan keluar, kegiatan seminar. Keterangan program/Kegiatan : Hari/tanggal : Jum'at 13 Pebruari 2026 Keperluan : Seminar ngopi penak dalam rangka hari internet aman sedunia Yang mengikuti : Ibu Titi alfi Tempat : di Setda Kab. Boyolali metode online Narasumber : Azimah Subagijo, Founder Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi Dra. Ema Rachmawati,M.Hum.kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah. Intan Nurlaili,S.Sos. Komisioner Bid. Pengelolaan Kebijakan dan Sistem Penyiaran KPID Provinsi Jateng. Hasil: Dalam rangka hari internet aman sedunia Konten dan Penyiaran Bercanda atau Berisiko. Bukan soal lucu, tapi soal dampak. Teori dampak media: 1. Belajar sosial Albert Bandura: 'Media adalah guru sosial yang kuat.' Penonton belajar meniru perilaku yang dilihat di media. Contoh: Anak meniru adegan kekerasan atau gaya selebritas di TV; 2. Kultivasi. George Gerbner: 'Menonton televisi jangka panjang menanamkan persepsi tentang realitas.' (normalisasi) Penonton berat TV bisa melihat dunia lebih keras atau menakutkan dari kenyataan. Dampak: pembentukan citra sosial yang bias; 3. Pseudo rality Media menciptakan realitas semu (pseudo reality). Tayangan bukan fakta utuh, tapi hasil konstruksi redaksi. Pemirsa perlu membedakan antara fakta dan opini. 4. Uses dan Grafificatiun 20 . Media menciptakan realitas semu (pseudo reality). Tayangan bukan fakta utuh, tapi hasil konstruksi redaksi.Pemirsa perlu membedakan antara fakta dan opini. 5. Objektifikasi. Fredrickson & Roberts : perempuan direkduksi menjadi tubuh, akibatnya budaya pelecehan & stereotip menguat. Dampak sosial : 1. Desensitisasi moral (contoh: Anak terbiasa melihat cabul/verbal kasar) 2. Pergeseran norma publik (Pelecehan dianggap “sekadar bercanda”) 3. Lingkungan tidak aman bagi perempuan (Kekerasan simbolik menguat) 4. Risiko eksploitasi anak meningkat (contoh: Grooming makin sulit dicegah) 5. Krisis literasi media keluarga (tayangan viral: Orang tua kalah cepat dari algoritma) Tips menjadi audiens kritis Think sebelum share. True? Helpful? Inspiring? Necessary? Kind? Kenali red flags grooming. Rahasia, hadian, manipulasi, emosional Dampingi tontonan keluarga, jangan biarkan anak belajar sendiri di media. Diskusi nilai setelah menonton, ini pantas atau tidak? Kenapa? Laporkan konten bermasalah, KPI,sekolah,komunitas Peran orang tua: Filter terpenting bukan gadget, tapi relasi. Orang tua adalh benteng pertama dari grooming dan pornografi budaya Perlindungan perempuan dan anak di penyiaran sebuah keniscayaan. Negara hadir lewat regulasi;Media wajib bertanggungjawab;Keluarga wajib kritis Dunia penyiaran adalah ruang yang luas, terbuka, dan penuh kemungkinan. Namun, tanpa etika dan keamanan, kita bisa terjebak dalam risiko yang merugikan. Realita konten candaan di media : 1. Body shaming Mengomentari bentuk tubuh Warna kulit Berat badan Kondisi fisik Sering dibungkus HUMOR 2. Seksisme Perempuan dianggap lemah Perempuan objek visual Lelucon dapur-kasur-sumur 3. Normalisasi kekerasan verbal Teriakan Makian Penghinaan sebagai gimick acara 4. Eksploitasi anak Anak dipaksa tampil lucu Anak dijadikan bahan tertawaan Anak menirukan perilaku dewasa DWP Kabupaten Boyolali Bergerak bersama, mandiri, berdaya guna.
DWP BPS KABUPATEN BANYUWANGI
Dharma Wanita Persatuan BPS Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan Bidang Pendidikan berupa ceramah/seminar dalam rangka memperingati Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
Keterangan Program:
Bidang : Pendidikan
Hari, tanggal : Senin, 23 Februari 2026
Waktu : 08.00 WIB s.d. selesai
Peserta : Anggota dan Pengurus DWP se-Kabupaten Banyuwangi
Tempat. : Aula DWP Kabupaten Banyuwangi
Agenda : Kajian Ramadhan I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banyuwangi
Kegiatan Kajian Ramadhan diselenggarakan sebagai bagian dari program pembinaan mental dan spiritual anggota dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Acara diawali dengan pembukaan pada pukul 08.00 WIB.
Selanjutnya, Ketua DWP Kabupaten Banyuwangi, Ny. Hj. Linna Guntur Priambodo, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya meningkatkan kualitas iman dan memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai Ramadhan. Momentum ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar DWP.
Acara berikutnya adalah pembacaan kalam ilahi beserta saritilawah yang menambah kekhidmatan suasana.
Kajian inti kemudian disampaikan oleh Ustadz Andi Hidayat dengan tema peningkatan iman di bulan suci Ramadhan. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya memperbaiki niat, meningkatkan kualitas ibadah, menjaga akhlak, serta menjadikan Ramadhan sebagai sarana transformasi diri dan keluarga menuju kehidupan yang lebih baik.
Kajian inti disampaikan oleh Ustadz Andi Hidayat dengan tema “Upgrade Iman di Bulan Suci Untuk Meraih Kemenangan Ramadhan dan Mencapai Keluarga Sakinah, Mawadah, Warahmah”.
Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan momentum untuk melakukan “upgrade” kualitas iman secara menyeluruh. Upgrade iman dimaknai sebagai peningkatan kesadaran dalam beribadah, memperbaiki niat, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT (hablumminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas).
Beliau menjelaskan bahwa kemenangan Ramadhan tidak hanya diukur dari kemampuan menahan lapar dan dahaga, tetapi dari perubahan sikap dan perilaku setelah Ramadhan berakhir. Tanda keberhasilan Ramadhan terlihat dari meningkatnya kedisiplinan shalat, kecintaan terhadap Al-Qur’an, semangat berbagi, serta kemampuan mengendalikan emosi dan menjaga lisan.
Ustadz Andi Hidayat juga menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya anggota DWP, sebagai madrasah pertama dalam keluarga. Ibu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak dan menciptakan suasana rumah tangga yang religius. Untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah, diperlukan komunikasi yang baik, saling menghargai, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah (pendidikan) yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Melalui ibadah puasa, zakat, infak, dan sedekah, umat Islam diajak untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat sekitar, khususnya mereka yang membutuhkan.
Di akhir kajian, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Setiap anggota DWP diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat, serta membawa nilai-nilai kebaikan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penutup, dengan harapan seluruh peserta memperoleh keberkahan dan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil dan Manfaat Kegiatan
Meningkatkan pemahaman dan kualitas spiritual anggota DWP.
Menumbuhkan kepedulian sosial melalui santunan anak yatim.
Mempererat silaturahmi antaranggota DWP se-Kabupaten Banyuwangi.
Memotivasi anggota untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri dan keluarga.
Dharma Wanita Persatuan DPKP Kota Bandung mengadakan pertemuan rutin di rangkaikan dengan Acara "Tausyiah Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan (Munggahan) pada : Hari : Kamis Tanggal : 12 Februari 2026 Lokasi : Sultan Agung Resto Acara : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Siraman Rohani Tausyiah oleh " Ustadzah Ida Farida" Kegiatan ini di Pimpin dan dihadiri langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan DPKP Ibu Inne Luthfi Firdaus. Pertemuan kali ini diisi dengan tausyiah oleh Ustadzah Ida Farida. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang penuh makna, sekaligus sarana untuk menambah ilmu dan memperkuat keimanan. Dalam tausyiahnya, Ustadzah Ida Farida mengingatkan pentingnya mempersiapkan hati menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Salah satu langkah utama adalah saling memaafkan, membersihkan hati dari rasa dendam, iri, dan prasangka, agar ibadah yang dilakukan menjadi lebih ikhlas dan diterima oleh Allah SWT. Beliau juga mengajak seluruh anggota DWP DPKP untuk menjauhi ghibah karena lisan yang tidak terjaga dapat merusak pahala amal kebaikan. Menjaga ucapan adalah bagian dari menjaga hati, serta wujud keimanan yang sesungguhnya. Selain itu, menjelang Ramadhan kita dianjurkan untuk memperbanyak amal sholeh, semua itu menjadi bekal berharga untuk menyambut bulan penuh rahmat. Ustadzah Ida Farida juga menekankan agar kita meningkatkan sholat dan dzikir karena dengan mengingat Allah, hati menjadi lebih tenang dan hidup terasa lebih bermakna. Suasana pertemuan berlangsung khidmat dan hangat, dipenuhi dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota DWP DPKP Kota Bandung semakin termotivasi untuk terus menebarkan nilai² positif, mempererat persaudaraan, dan berkontribusi dengan penuh ketulusan. Semoga pertemuan ini membawa keberkahan, kedamaian, dan menjadi penguat langkah dalam menjalani aktivitas se hari² dan semoga kita semua diberikan kekuatan untuk memoerbaiki diri untuk menyambut bulan Suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan Aamiin Yra.
Bidang : Sosial Budaya
bulan suci ramadhan ini dikalangan pemerintahan dan tokoh masyarakat
Dengan memanjatkan puji ssyukur kehadirat Alloh SWT,karena limpahanrahmat dan hidayahNya yang diberikan kepada kami sehingga pada hari yang pnuh berkah ini kami dapat mengikuti kegiatan safari Ramadhan bersama Bapak Bupati beserta ibudan Wabup beserta ibu serta Forkopinda,OPD terkait,tokoh masyarakat dan tokoh Agama dalam keadaan sukses dan lancar.Semoga kegiatan ini dapat berlanjut.AAmiin.
I.Pendahuluan
1.Latar Belakang :Meninjaklanjuti surat dari pemerintah kabupaten Tulungagung berupa undangan untuk mengikuti kegiatan Safari ramadhan yang diadakan oleh Bapak bupati Tulungagung,
2.Tujuan Kegiatan :Untuk meningkatkan iman dan Takwa padaserta Masyarakat Tulungagung umumnya.
3.Dasar Kegiatan :Surat Undangan
II.Laporan
1.Nama Kegiatan :Safari Ramadhan
2.Tempat ,Hari dan Tanggal : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa,Selasa,24 Februari 2026
4.Jalannya Kegiatan:Kegiatan dimulai dengan sholat traweh,sambutan Bapak Bupati Tulungagung,Tausiyah dan silahturomi.
III.Hasil Kegiatan :
- Bapak H.Gatot Sunu Wibowo selaku Bupati Tulungagung, menyampaikan,di Bulan Ramadhan ini tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja tetapi hati kita juga harus dijaga,dan memperbanyak amalan - amalan diantaranya shodaqoh,melakukan perbuatan yang baik.
- Kultum oleh Bapak H. Fuat M.Pd: Beliau mengatakan rasa iri dan dengki kan menutup isi hati.Kita juga harus bisa melaksanakan tuntunan Nabi Muhammad SAW,contoh,ketiaka istri Rosululloh (Siti Aisyah) waktu berbuka puasa menyediakan makan,Rosululloh meminta lagi satu porsi persis yang engkau ambilakn kepadaku,kemudian yang satunya diberikan kepada tetangga janda non muslim yang bernama Ibu Kulana.Dari situ kita bisa mengambil hikmahnya bahwa pada bulan puasa kita dapat berbagi kepada tetangga ketika kita berbuka puasa.
IV Penutup
Kesimpulan dan saran :
Pada bulan Ramadhan kita sebagai muslim melaksanakan puasa tidak hanya menahan haus dan lapar namun kita harus bisa menahan nafsu dan menjaga hati agar tetap bersih terhindar dari sifat irui dan dengki.Kita juga meningkatkan perbuatan baik dengan banyak bersedekah terutama kepada para fakir,miskin,yatim piatu dan kaum duafa yang membutuhkan,agar rezeki kita barokah.
Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kota Salatiga yang dilaksanakan sebagai berikt: Hari : Selasa Tanggal : 24 Februari 2026 Waktu : Pukul 10.00 WIB Tempat : Aula Rumah Dinas Wali Kota Salatiga Kegiatan : Pengajian Rutin Tema: Hikmah puasa sebagai benteng diri Peserta : 28 DWP Unsur Pelaksana
(W.13) Laporan
Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur.
Dharma Wanita Persatuan SMA Negeri 1 Kawedanan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo
Bidang : EKONOMI
Program : “Istri Cerdas finansial : Pilar tangguh keluarga di era ketidakpastian”
Kegiatan : Seminar
Keterangan Program
1. Hari/Tanggal : Senin, 9 Februari 2026
2. Waktu : 09.00-selesai WIB
3. Tempat : Ruang Pertemuan, lantai 2 SMAN 1 Kawedanan
4. Peserta : Peserta yang hadir berjumlah 32 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan SMA Negeri 1 Kawedanan
5. Acara : Seminar
Uraian Kegiatan
Pada hari Senin, 9 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMA N 1 Kawedanan telah sukses menyelenggarakan kegiatan pertemuan rutin yang bertempat di Ruang pertemuan SMAN 1 Kawedanan. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP, jajaran pengurus, serta 24 anggota. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota, sekaligus memberikan edukasi guna membangun resiliensi mental dan finansial keluarga di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembukaan dari Ketua DWP . Setelah penyampaian laporan progres rutin dari perwakilan Bidang Kesekretariatan, Ekonomi, Pendidikan, dan Sosial Budaya, acara memasuki sesi inti, yakni pemaparan seminar edukatif yang mengusung tema "Istri Cerdas finansial : Pilar tangguh keluarga di era ketidakpastian". Sesi yang inspiratif ini dibawakan langsung oleh Ibu Munawaroh,S.Pd seorang Ibu rumah tangga, guru aktif dan juga peternak ayam.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya evaluasi anggaran rumah tangga yang lebih ketat dengan membedakan secara tegas antara kebutuhan dan keinginan. Para anggota DWP diedukasi untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan primer dan disiplin menyisihkan dana darurat. Lebih lanjut, narasumber juga mendorong para istri untuk tidak hanya bergantung pada penghasilan tunggal, melainkan mulai menciptakan sumber pendapatan alternatif melalui pemanfaatan keahlian di bidang ekonomi kreatif, seperti kuliner, kerajinan tangan, atau UMKM berbasis digital, beternak seperti beliau dls.
Selain strategi pemasukan, literasi keuangan untuk melindungi aset keluarga juga menjadi sorotan utama. Peserta diberikan wawasan untuk mulai berinvestasi pada instrumen minim risiko, seperti logam mulia atau reksa dana pasar uang, guna melawan inflasi. Narasumber juga secara khusus mengingatkan para anggota untuk menjauhi gaya hidup konsumtif serta bahaya jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal. Tidak hanya berfokus pada angka dan uang, seminar ini turut menyoroti peran krusial istri dalam memberikan dukungan psikologis. Sebagai "menteri keuangan" rumah tangga, istri diharapkan mampu menciptakan suasana rumah yang positif, memberikan dukungan moral kepada suami, dan mengomunikasikan kondisi keuangan secara bijak dan terbuka kepada anak-anak.
Kegiatan pertemuan rutin dan seminar ini berlangsung dengan sangat lancar dan interaktif. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme peserta pada sesi tanya jawab, di mana banyak anggota yang berkonsultasi langsung mengenai strategi mengatur keuangan rumah tangga mereka. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan kemeriahan pembagian doorprize dan doa bersama. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota DWP SMAN 1 Kawedanan dapat semakin berdaya, cerdas secara finansial, dan siap menjadi pilar kekuatan ekonomi yang tangguh bagi keluarga masing-masing.
Pembuat Laporan : tim e-reporting Dharma Wanita Persatuan SMA Negeri 1 Kawedanan
DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN PACITAN Perwakilan Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pacitan menjadi petugas MC (Ibu Indah Kumalasari Farida) dan dirijen (Ibu Turmatin Sugito) pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan yang dirangkaikan dengan Tausiyah Ramadhan 1447 H oleh ustad Ajib. 1. Bidang : Sosial Budaya 2. Program Kerja : Ketahanan Keluarga 3. Kegiatan : Iman dan Taqwa 4. Hari/Tanggal : Selasa, 24 Februari 2026 5. Waktu : 07.30 WIB s.d selesai 6. Tempat : Gedung Karya Dharma Kabupaten Pacitan 7. Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan 8. Tujuan Acara : a. Meningkatkan pemahaman peserta mengenai kebijakan PKB dan BBNKB serta layanan Samsat dan Jasa Raharja. b. Memberikan penguatan spiritual menjelang bulan Ramadhan melalui kegiatan tausiyah. c. Mempererat silaturahmi dan meningkatkan partisipasi anggota Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan organisasi dan sosial. 9. Deskripsi Acara : Pada kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan hadir bersama satu orang anggota/pengurus. Sementara itu, dari Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pacitan yang hadir yaitu Ibu Yuli Dwi Turmudi selaku Ketua dan Ibu Rina Nur Bambang selaku pengurus, yang turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pacitan turut berperan sebagai petugas kegiatan. Ibu Indah Kumalasari Farida bertugas sebagai pembawa acara (MC) yang memandu jalannya kegiatan dari awal hingga akhir dengan tertib dan lancar. Sementara itu, Ibu Turmatin Sugito bertugas sebagai dirijen dalam pelaksanaan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti dengan khidmat dan tertib. Selanjutnya dilaksanakan sosialisasi dari Kantor Samsat Provinsi Jawa Timur terkait Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Samsat merupakan layanan terpadu yang melibatkan tiga instansi, yaitu Jasa Raharja, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Beberapa poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut antara lain bahwa pajak kendaraan bermotor dan parkir berlangganan tidak mengalami kenaikan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan tarif. Balik nama kendaraan (BBN-2) digratiskan khusus untuk kendaraan yang mutasi masuk dari luar Provinsi Jawa Timur ke Jawa Timur, yang sebelumnya dikenakan biaya sekitar 75–80 persen dari pajak kendaraan. Kendaraan berpelat nomor dari Jawa Tengah yang melakukan mutasi ke Jawa Timur juga akan mendapatkan doorprize langsung dari Samsat, serta diikutsertakan dalam program undian hadiah umrah. Samsat juga membuka layanan jemput bola, di mana masyarakat atau instansi dapat mengajukan pelayanan pembayaran pajak kendaraan secara kolektif dan petugas Samsat akan datang langsung ke lokasi. Materi berikutnya disampaikan oleh Bapak Yanuar Nur Rohman dari Jasa Raharja yang menjelaskan tentang SWDKLLJ, yaitu sumbangan wajib yang digunakan untuk santunan korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya maupun kecelakaan angkutan umum di darat, laut, dan udara. Santunan Jasa Raharja mencakup kecelakaan tabrakan antar kendaraan bermotor maupun korban yang tertabrak kendaraan bermotor. Adapun bentuk santunan yang diberikan meliputi biaya perawatan luka hingga maksimal Rp20.000.000, dengan rincian Rp1.000.000 untuk IGD dan Rp500.000 untuk ambulans, serta santunan meninggal dunia maksimal Rp50.000.000. Apabila korban meninggal dunia dan tidak terdaftar dalam Jasa Raharja, diberikan bantuan biaya penguburan sebesar Rp4.000.000. Disampaikan pula bahwa kecelakaan tunggal tidak ditanggung oleh Jasa Raharja. Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, wajib dilaporkan ke Polres Pacitan, korban harus dirawat di rumah sakit, dan pajak kendaraan harus dalam kondisi aktif. Jasa Raharja bekerja sama dengan tiga rumah sakit di Pacitan, yaitu RSUD, RS AM, dan RS Medical Mandiri, serta akan menerbitkan surat jaminan perawatan bagi korban kecelakaan. Selain itu disampaikan pula informasi mengenai SERUT (Surat Izin Kendaraan untuk Perubahan Spesifikasi) yang diterbitkan oleh Dinas Perhubungan, serta BBN-1 untuk kendaraan baru dari dealer yang mendapatkan diskon sebesar 27 persen. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Ulfah Heri Wiwoho yang menyampaikan beberapa rencana kegiatan ke depan. Direncanakan akan dilaksanakan pelatihan pada kisaran bulan April, serta penyaluran baju preloved pada tanggal 2 Maret di Kecamatan Donorojo, mengingat wilayah tersebut terdampak cukup parah saat musim kemarau. Kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan pembagian takjil kepada masyarakat. Selain itu, pada tanggal 3, 4, 5, dan 6 Maret akan dilaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing OPD. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa hal terkait organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP), di antaranya bahwa potongan iuran DWP tidak dikelola oleh Kabupaten, melainkan dikelola secara internal oleh DWP itu sendiri. Disampaikan pula bahwa DWP tidak memiliki anggaran khusus, sehingga dukungan kegiatan DWP sangat bergantung pada peran serta dan dukungan dari para suami selaku pimpinan OPD untuk membantu penganggaran kegiatan DWP di masing-masing perangkat daerah. Dalam tausiyahnya yang disampaikan oleh Ustad Ajib, menjelaskan bahwa shaum secara bahasa berarti menahan diri, sedangkan siyam adalah menahan diri dengan tata cara khusus sesuai dengan tuntunan syariat. Puasa yang diperintahkan dalam Surah Al-Baqarah merupakan bentuk siyam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umat Islam. Beliau juga menjelaskan beberapa istilah dalam bahasa Arab, di antaranya kata “jinah” yang berarti jin, yaitu makhluk yang tidak terlihat oleh manusia dan apabila terlihat berarti telah keluar dari batasan alamnya. Selanjutnya kata “janah” yang berarti surga, yang hakikatnya tidak dapat dilihat, didengar, maupun dibayangkan oleh manusia. Kemudian kata “junah” yang berarti perisai yang tidak terlihat, di mana puasa berfungsi sebagai pelindung bagi manusia dari api neraka serta sebagai benteng untuk menahan diri dari godaan setan. Disampaikan pula bahwa bulan Ramadhan memiliki peran besar dalam membentuk pribadi yang lebih baik, karena Ramadhan mampu mengurangi kemaksiatan seseorang dan meningkatkan kadar kebaikan dalam diri manusia. Ustad Ajib kemudian menyampaikan lima keutamaan bulan Ramadhan. Pertama, Ramadhan disebut sebagai syahrul mubarok, yaitu bulan yang penuh keberkahan dan kecukupan. Kedua, pada bulan Ramadhan dibukakan pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, sehingga umat Islam dimudahkan untuk memaksimalkan ibadah dan amal saleh. Bagi perempuan yang sedang haid tetap dapat memperoleh pahala dengan cara membantu dan memfasilitasi orang lain dalam menjalankan ibadah puasa, seperti memberikan bantuan, kemudahan, dan pelayanan. Setiap kebaikan yang ditunjukkan kepada orang lain akan mendapatkan pahala sebesar amal yang dilakukan oleh orang yang dibantu tersebut. Ketiga, pada bulan Ramadhan Allah menutup pintu-pintu neraka serapat-rapatnya, di mana neraka memiliki tujuh pintu. Keempat, pada bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu sehingga manusia lebih mudah mengendalikan diri dan memperbanyak amal ibadah. Kelima, pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar, yang nilainya setara dengan ibadah selama kurang lebih 83 tahun 4 bulan. 10. Hasil : Hasil dari kegiatan tersebut antara lain: a. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kebijakan dan layanan Samsat terkait Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), termasuk program bebas balik nama, layanan jemput bola, serta program doorprize dan undian umrah. b. Peserta mendapatkan pengetahuan tentang peran Jasa Raharja dalam memberikan santunan kecelakaan lalu lintas, mekanisme klaim, serta kerja sama pelayanan dengan rumah sakit di Kabupaten Pacitan. c. Peserta memperoleh penguatan pemahaman keagamaan melalui tausiyah, khususnya tentang makna puasa, keutamaan bulan Ramadhan, dan motivasi untuk meningkatkan amal ibadah serta kebaikan sosial. d. Terjalinnya koordinasi dan sinergi antara anggota Dharma Wanita Persatuan dengan instansi terkait dalam mendukung pelaksanaan kegiatan dan program sosial ke depan, seperti penyaluran baju preloved, pembagian takjil, dan kegiatan tadarus. e. Meningkatnya partisipasi dan peran aktif anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pacitan dalam pelaksanaan kegiatan organisasi, termasuk tugas sebagai MC dan dirijen, sehingga kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, dan khidmat. 11. Penulis laporan : oleh Zuriati Indah Honestyningrum, Petugas e-Reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pacitan.
Partisipasi Aktif dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Menjelang HBKN 1447 H Pendahuluan dan Latar Belakang Dalam upaya kolektif untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dan memastikan ketahanan pangan masyarakat di wilayah Kabupaten Simalungun, khususnya menjelang momentum krusial Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun turut mengambil peran strategis. Pada hari Selasa, 24 Februari 2026, DWP Kabupaten Simalungun memberikan dukungan penuh atas inisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dalam menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang dipusatkan di Pekan Tapian Dolok, Kecamatan Tapian Dolok ini, menjadi bukti nyata sinergi antara organisasi istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan pemerintah daerah dalam merespons fluktuasi harga pasar yang kerap membebani daya beli masyarakat di ambang hari raya. Pelaksanaan dan Kehadiran Unsur Pimpinan Partisipasi DWP dalam agenda ini dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun, Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, yang didampingi oleh segenap jajaran pengurus, termasuk kehadiran khusus dari Ketua DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan, Ny. Julita Djamahaean Purba. Kehadiran unsur pimpinan DWP ini berdampingan dengan Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih, menciptakan sebuah kolaborasi harmonis dalam memantau distribusi logistik pangan murah. DWP memandang bahwa keterlibatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengabdian sosial untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga, mendapatkan akses yang adil terhadap komoditas pangan berkualitas dengan harga yang jauh di bawah rata-rata pasar. Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat Melalui kegiatan GPM yang kelima kalinya ini, DWP Kabupaten Simalungun turut menyaksikan antusiasme luar biasa dari warga Kecamatan Tapian Dolok dalam memanfaatkan subsidi harga pada berbagai komoditas esensial. Dengan ketersediaan beras SPHP seharga Rp 58.000 per sak, minyak goreng mulai dari Rp 15.000 per liter, hingga gula pasir dan telur ayam dengan harga terjangkau, peran DWP di lapangan adalah memastikan suasana belanja yang tertib dan edukatif. Kami memahami bahwa lonjakan harga pangan menjelang Ramadhan merupakan tantangan signifikan bagi manajemen keuangan keluarga. Oleh karena itu, melalui keterlibatan aktif ini, DWP berkomitmen untuk terus menyosialisasikan pentingnya belanja bijak dan pemanfaatan program pemerintah demi tercapainya perlindungan konsumen dari praktik spekulasi harga yang tidak wajar di pasar umum. Visi Berkelanjutan dan Sinergi Lintas Sektoral Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari struktur pendukung pembangunan daerah, DWP Kabupaten Simalungun sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemkab Simalungun dengan mitra strategis seperti Bank Indonesia, PT. Bulog Cabang Pematangsiantar, serta pihak swasta lainnya. DWP meyakini bahwa penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui langkah konkret seperti GPM ini, yang secara langsung menekan laju inflasi daerah. Ke depannya, Dharma Wanita Persatuan akan terus konsisten mendampingi pemerintah dalam menyisir kecamatan-kecamatan lain di Simalungun, membawa semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial, serta memastikan bahwa kehadiran pemerintah dan organisasi istri ASN benar-benar dirasakan manfaatnya sebagai oase di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.