Pada Tanggal 15 Januari 2026 Mengikuti pertemuan bulanan Dharma Wanita Persatua Kab.Bolaang Mongondow Timur di ruang Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kab.Bolaang Monhondow Timur, pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dharma wanita Persatuan Kab.Bolaang Mongondow Timur Ny. Fitria Pangalima -Umbola, dan setelah itu kami menghadiri acara syukuran HuT Bupati Kab.Bolaang Mongondow timur di Rumah Dinas Bupati ....
Kamis, 20 Agustus 2026 Kegiatan DWP UP KPP (BASARNAS) Gorontalo: Wakil Ketua Ny. Armawati Halidin dan anggota DWP menyediakan konsumsi Kesamaptaan bagi pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Tempat di KPP Gorontalo
DWP Dinas Sosial Ny. dr. DEBBY WOLAJAN MONTUNG Bersama Penasehat DWP Kab. Minahasa Utara Ny.RIZYA NATASYA GANDA DAVEGA Pada kegiatan Pembukaan LTF oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune JAMES ESAU Ganda,SE., MAP., MM., MSi. Menegaskan Likupang Tourism Festival (LTF) bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari strategi memperkuat posisi Likupang sebagai destinasi pariwisata yang dikenal hingga tingkat internasional. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai PAAL - LIKUPANG Minut pada Jumat 21 Agustus 2026
Ketua DWP Perikanan Kabupaten Buton Ny. Murty Rasmin mengikuti Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan upacara takawa Pasarwajo Kabupaten Buton, Upacara HUT Republik Indonesia ke-81 dipimpin langsung oleh Bupati Buton dengan penuh Khidmat. Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra Sebagai Inspektur Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin, 17 Agustus 2026 di Pelataran Alun-Alun Takawa, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, memimpin upacara peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Pelataran Alun-Alun Takawa, Pasarwajo, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat dan menjadi momentum memperkuat semangat persatuan serta kebersamaan masyarakat Kabupaten Buton. Upacara dihadiri Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Buton, TNI-Polri, pimpinan instansi vertikal, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan teks Pancasila oleh Bupati Buton. Selanjutnya, Pembukaan UUD 1945 dibacakan Sekda Buton La Ode Syamsudin dan teks Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Kabupaten Buton Mararusli Sihaji. Detik-Detik Proklamasi ditandai dengan bunyi sirine, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Buton Tahun 2026. Bertindak sebagai Perwira Upacara AKP Herman Mota, Kabag SDM Polres Buton. Sementara Komandan Upacara dijabat Ipda Parjiono Kapolsek Wolowa. Pasukan Paskibraka dipimpin Ipda La Ode Tansyar, Kanit Regident Satlantas Polres Buton. Pembawa baki dipercayakan kepada Khansa Aulia Putra dari SMA Negeri 1 Pasarwajo, dengan Rindiska Azra Dwimart dari SMA Negeri 1 Wolowa sebagai pembawa baki cadangan. Bupati Busel: Semangat Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata Pengerek bendera terdiri dari Andra dari SMAN 5 Pasarwajo, Fauzi Bachmid dan La Ode Razykhan dari SMAN 1 Pasarwajo. Tim serpihan terdiri dari Shaula Antares Ramadhani dan Lutfiawati Zikra dari SMAN 1 Pasarwajo serta Sri Hairatul Nisa dari SMAN 2 Kapontori. Komandan Pasukan 17 dijabat Pajarkota La Pua dari SMKN 2 Pasarwajo. Sementara Komandan Pasukan 45 Ton 1 dijabat Aji Sartono dari SMAN 1 Pasarwajo dan Komandan Pasukan 45 Ton 2 La Ode Muh. Fathan Al Afghan dari SMAN 1 Lasalimu Selatan. Adapun pengapit terdiri dari Bripda Muh. Syahrun S dari Polres Buton, Bripda La Ode Zainudin dari Satlantas Polres Buton, Sertu Zaemun selaku Babinsa Desa Kaumbu Koramil 1413-02 Pasarwajo, serta La Tadi selaku Babinsa Desa Wolowa Koramil 1413-02 Pasarwajo. Baca juga: Sukseskan Upacara, Adios Apresiasi Paskibraka Dorong Semangat Bangun Daerah Upacara peringatan HUT ke-81 RI juga dirangkaikan dengan pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas bagi bangsa dan daerah. Momentum peringatan kemerdekaan di Kabupaten Buton sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan. Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026, 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Dirgahayu Republik Indonesia.
Kamis, 20 Agustus 2026 Wakil Ketua Ny. Armawati Halidin bersama Pengurus Bidang Sosial Budaya membesuk Pegawai KPP Gorontalo Bapak Brian Ngiu suami dari Ny. Desi Brian yang di rawat di rumah sakit Tempat di RS. Multazam Gorontalo
LAPORAN KEGIATAN Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balitbang Kabupaten Lahat Ny. Lasmi Hartati Subranuddin turut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lahat dengan mengusung tema “sayang anak, lindungi dan bangun masa depan”. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, mulai pukul 09.30 WIB sampai dengan selesai. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lahat, Ibu Widya Ningsih, SH., MH, Bunda Forum Anak sekaligus Ketua TP PKK Ibu Sri Meliyana, Kepala Bapas Lahat, Kepala Lapas II Lahat, Kepala Dinas PPPA Provinsi Sumatera Selatan, Kepala OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Lahat, Organisasi Wanita, Peserta Pelajar Tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat, dilanjutkan dengan pembukaan, laporan Ketua pelaksana kegiatan yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lahat, Hj. Nurlaela, S.Ag., MM., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan HAN tahun ini diawali dengan seminar mengenai ketahanan anak dalam mencegah kenakalan remaja. “Peserta kegiatan berjumlah 140 orang yang terdiri dari siswa-siswi TK, SD, SMP dan SMA,” ujarnya. Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional merupakan bentuk penghormatan terhadap anak sekaligus upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Selain kegiatan seminar, permainan tradisional juga menjadi bagian penting dalam rangkaian HAN. Permainan tersebut diharapkan dapat mengingatkan kembali masyarakat terhadap masa kanak-kanak sekaligus memperkuat peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. sambutan Bunda Forum Anak Kabupaten Lahat sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Ir. Hj. Sri Meliyana, mengatakan bahwa selama menjalankan peran sebagai Bunda Forum Anak, dirinya mendapatkan banyak pengalaman dan hal baru. Ia menjelaskan, Forum Anak merupakan wadah bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengembangkan potensi diri. “Diharapkan Forum Anak akan terus menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi serta menjadi pelopor dan pelapor dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak,” katanya. Sri Meliyana juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. “Mari kita bersama-sama bergandengan tangan untuk mewujudkan Kabupaten Lahat menjadi Kabupaten Layak Anak,” ujarnya. Selanjutnya pembacaan suara anak indonesia. Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan menyanyi dari SLB Lahat, penampilan Kids Take Over, penampilan menyanyi, serta sambutan Bupati Lahat yang diwakili Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH., MH., turut memberikan arahan terkait pentingnya perhatian terhadap generasi muda. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak. Peringatan HAN 2026 ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh pihak terhadap perlindungan anak, pencegahan kenakalan remaja serta pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Lahat. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Jingle SAPA 129 dan penyerahan souvenir secara simbolis kepada anak-anak. Kegiatan kemudian ditutup dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran Ketua DWP Balitbang Kabupaten Lahat dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan partisipasi DWP terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Lahat dalam mewujudkan pemenuhan hak, perlindungan, serta tumbuh kembang anak. Peringatan HAN juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, nyaman, dan mendukung anak agar dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta dan undangan yang hadir.
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Serang, berbagai rangkaian kegiatan digelar dengan melibatkan unsur pemerintah, organisasi masyarakat, serta masyarakat umum. Pada malam puncak perayaan HUT Kota Serang, tanggal 17 Agustus 2026 bertempat di Kawasan Royal Baroe , Ibu Dewi Dewi Sugiri selaku ketua DWP Kecamatan Kasemen turut berpartisipasi dalam pawai budaya. Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan dan partisipasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam menyemarakkan momentum hari jadi Kota Serang. Pawai budaya berlangsung meriah dengan menampilkan beragam busana dan unsur budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat. Para peserta turut menunjukkan semangat kebersamaan serta kecintaan terhadap budaya lokal. Ibu Dewi Sugiri bersama peserta lainnya tampak antusias mengikuti rangkaian pawai. Kehadiran jajaran pemerintah kecamatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan pawai budaya ini, perayaan HUT Kota Serang tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dan perkembangan daerah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa bangga terhadap identitas dan budaya lokal. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam pawai budaya diharapkan dapat terus terjaga, sejalan dengan upaya membangun Kota Serang yang semakin maju, harmonis, dan berbudaya.
LAPORAN E-REPORTING
DHARMA WANITA PERSATUAN UNSUR PELAKSANA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN NGANJUK
BIDANG : SEKRETARIATDHARMA WANITA PERSATUAN UNSUR PELAKSANA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUAPTEN NGANJUK.
Hari/Tanggal : Rabu, 12 Agustus 2026DESKRIPSI KEGIATAN
Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Pusat mengadakan Zoom Meeting Tentang Literasi Keuangan DWP dengan Tema “Peningkatan Literasi Keuangan Organisasi dan Pemahaman Investasi yang Cerdas sebagai Bekal Dalam Mendukung Tata Kelola Organisasi yang Semakin Profesional .Mengawali kegiatan Sambutan disampaikan oleh Ibu Ketua Umum DWP Pusat Periode 2024-2029 yaitu Ibu Ida Rachmawati Budi Guna Sadikin, beliau menyampaikan bahwa Literasi Keuangan sangat penting karena DWP adalah Organisasi yang bekerja untuk Negara dan Juga Dikenakan Pajak Oleh Negara disamping itu walaupun DWP bekerja untuk sosial namun Pelaporan Keuangan Harus dilakukan secara Profesional, baik dan benar, secara accountable dan bisa dipertanggungjawabkan., Disamping itu kita juga belajar tentang Bagaimana Cara Investasi Keuangan, sebagai Isteri ASN kita juga harus cerdas dalam menempatkan keuangan itu agar bisa menghasilkan tambahan
Materi Pertama disampaikan Ibu Hatifah Harun Al Rasyid sebagai Praktisi Keuangan, beliau menyampaikan bahwa Pajak & Laporan Keuangan karena adalah kewajiban kita di DWP untuk perpajakannya, ada konsekuensi setelah adanya CORTEX, CORTEX adalah administrasi perpajakan yang baru, pada saat kita memperoleh penghasilan missal kita menyewakan ruangan pada pihak swasta, pada saat pihak swasta mencatat pengeluaran uang sewa maka di CORTEX nya DWP akan muncul kewajiban pajak dan walaupun kita tidak Lapor/mencatatanya di akhir tahun tetap akan ditagihkan .
Apa perbedaan Pajak dan PNPB, Pajak Adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh Orang Perorangan atau badan berdasarkan UU, tanpa imbalan langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sedangkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Adalah pungutan yang dibayar Masyarakat atau badan kepada pemerintah atas pemanfaatan sumber daya, pelayanan, hak, atau fasilitas yang disediakan oleh negara.
Tidak semua uang yang masuk ke kas DWP adalah objek pajak (misalnya Iuran Anggota), tetapi setiap penerimaan dan pengeluaran harus dapat dipertanggungjawabkan dan didokumentasikan dengan baik.
Pertanyaan Penting
1. Darimana uangnya berasal? Iuran anggota, donasi/sumbangan, kepesertaan bazaar, sponsorship, bunga bank, penyewaan lahan, dll2. Untuk apa uangnya digunakan? Kegiatan sosial, Pendidikan, pembinaan anggota, operasional organisasi, dll.
3. Apakah ada kewajiban pajak yang timbul? Saat menerima penghasilan, saat membayar honor, saat membayar jasa, saat menyewa Gedung, dll.
Pendaftaran NPWP , Wajib pajak adalah orang pribadi atau Badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, untuk itu setiap individu yang sudah berpengasilan wajin memiliki NPWP
Mengapa harus ber NPWP dan Keuntungan ber-NPWP:
1. Legalitas dan Kredibilitas lebih kuat.2. Dapat menjalankan kewajiban Perpajakan dengan Benar. .
3. Menghindari tarif Pemotongan yang lebih tinggi. .
4. Administrasi Keuangan Lebih tertib. .
Jika tidak ber NPWP :
1. Administrasi lebih sederhana.2. Tidak perlu mengurus Pelaporan SPT tahunan.
Risikonya :
1. Sulit membuka rekening atau melakukan Kerjasama tertentu atas nama DWP.2. Dipotong tarif yang lebih tinggi apabila kita bertransaksi dengan pihak lain
Kewajiban Perpajakan DWP (Pada Umumnya) yaitu pajak atas penghasilan, pajak atas gaji ,Pajak atas Jasa atau Sewa Harta dan Pajak Atas Sewa Bangunan, Wajib Pajak Badan memiliki Kewajiban untuk Menyelenggarakan Pembukuan dimana Coretax menjadi sarana untuk pemenuhan kewajiban perpajakan, Sesuai dengan ketentuan perpajakan yang belaku, wajib pajak wajib melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa dan Tahunan sesuai dengan kriteria perpajakan* melalui beberapa sarana (diantaranya melalui Coretax), Coretax juga digunakan untuk pemenuhan kewajiban pajak lain seperti pembuatan Bukti Potong, penyetoran pajak, pengajuan permohonan, melihat saldo/tunggakan pajak, dll
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ibu Heru Rizky Jiwani sebagai vice President Government Bussines Head PT Mandiri Persero Tbk dengan tema “Smart Investment With Living investasi” disini disampaikan bagaimana mengatur keuangan bagaimana uang bekerja untuk kita
Indikator Masalah Keuangan yang sering terjadi, Gaya Hidup Mahal,Impulsif dan Konsumtif, udah Berhutang, tidak Mencatat Keuangan , Tidak memiliki rencana keuangan (Menabung atau mengembangkan dalam investasi. Keuangan kita dinyatakan sehat dimana Aset Bersih = Total Aset – Total Hutang, Proteksi Jiwa sangat diperlukan untuk keadaan yang tak terduga.Jika ingin Keuangan Kita Aman maka Kasnya harus Positif, Harus Punya Management Keuangan Yang Sehat dan Dana Darurat yang ideal, Memiliki Proteksi Kesehatan dan Jiwa dan yang terakhir Investasi, punya Dana Pensiun dan Penghasilan Pasif.
Bagaimana mengatur keuangan yang sehat , yang pertama gaji harus dibagi 50% untuk biaya hidup, untuk menabung 30% dan Untuk Gaya Hidup 20%, untuk Living bisa ditempatkan di tabungan, untuk Saving bisa dipilah untuk Jangka Pendek bisa ditempatkan di Pasar Uang, Jangka Menengah atau Jangka Panjang, Gaya Hidup ditempatkan di Rekening Digital
Dana darurat diperlukan untuk dana yg sewaktu-waktu harus cair, missal untuk sakit, kerusakan rumah /musibah dan harus punya tabungan min 6 kali atau 12 kali dari pendapatan yang disimpan tidak boleh digunakan untuk berjaga-jaga. 5 Point Pilar untuk berinvestasi, tujuan , jangka waktu, profil resiko (konservatif, moderat ) dan alokasi atau peruntukan investasi ,jangan menyimpan dana dalam 1 investasi karena apabila runtuh akan hilang semua.
Berdasarkan instrument atau jenis asset, investasi dibagi atas Saham, Reksadana, Obligasi (Surat Berharga),Deposito ,Emas ,Properti dan Mata Uang Kripto. Dimana Reksadana dibagi lagi menjadi Reksadana Pasar Uang, Reksadana pendapatan Tetap, Reksadana Campuran dan Reksadana Saham. Apa itu Reksadana , Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan uang dari banyak investor, lalu uang tersebut dikelola oleh manajer investasi (ahli keuangan) untuk dimasukkan ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, atau deposito.
Menurut Jangka Waktu dan Tujuan Investasi ada 3 : Jangka Pendek (1 Tahun) contohnya Reksadana Pasar Uang , Jangka Menengah (3 sampai 5 Tahun) contohnya Reksadana Pasar Tetap, Reksadana Campuran, Obligasi Negara Ritel,Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan dan Emas, Jangka Panjang (Diatas 5 Tahun) Reksadana Saham
HASIL KEGIATAN
Pada hari Kamis 20 Agustus 2026 Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten unit kerja SMPN 2 Karangdowo mengadakan pertemuan rutin DWP bulan Agustus bertempat di SMPN 2 Karangdowo. Pertemuan rutin DWP dilanjutkan dengan kegiatan lomba dalam rangka memperingati HUT RI ke 81 tahun dengan Ketua DWP Ny Erni Subroto diikuti 40 orang pengurus dan anggota DWP dan sebagai Pembina DWP Bapak Subroto.Acara dimulai pukul 08.00 dan sebagai narasumber panitia perayaan HUT RI ke 81 tahun.
Laporan Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Singkil dalam Aksi Semarak Kemerdekaan DWP BPS Aceh Singkil
Keterangan Laporan:
Bidang: Bidang Sosial Budaya
Program Kerja: Wawasan Keanekaragaman Budaya
Kegiatan: Kegiatan Hari Besar Nasional
Hari, tanggal: Jumat, 14 Agustus 2026
Peserta: Seluruh Pegawai BPS dan Anggota DWP BPS Kab. Aceh Singkil
Tempat: Kantor BPS Kabupaten Aceh Singkil
Acara: Aksi Semarak Kemerdekaan DWP BPS Aceh Singkil: Dekorasi Kantor Mewujudkan Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPS Kabupaten Aceh Singkil melaksanakan kegiatan gotong royong penataan dan dekorasi lingkungan kantor dengan mengusung tema “Aksi Semarak Kemerdekaan DWP BPS Aceh Singkil: Dekorasi Kantor Mewujudkan Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di lingkungan Kantor BPS Kabupaten Aceh Singkil. Kegiatan merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja DWP pada Bidang Sosial Budaya sekaligus menjadi bentuk partisipasi dalam menyemarakkan momentum kemerdekaan melalui kegiatan positif, kreatif, dan membangun semangat kebersamaan.
Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum penting bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diimplementasikan melalui kegiatan sederhana yang mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Atas dasar semangat tersebut, DWP BPS Kabupaten Aceh Singkil menginisiasi kegiatan dekorasi kantor sebagai sarana untuk menciptakan suasana yang lebih meriah sekaligus membangun semangat nasionalisme di lingkungan kerja.
Kegiatan dekorasi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kolaborasi dan sinergisitas antara pengurus DWP, anggota DWP, dan seluruh pegawai BPS Kabupaten Aceh Singkil. Sejak kegiatan dimulai, para peserta secara bersama-sama membagi tugas sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan penataan lingkungan kantor. Ibu-ibu pengurus dan anggota DWP berperan aktif dalam menyiapkan ornamen, mengatur komposisi dekorasi, serta membantu proses penghiasan sejumlah area kantor. Sementara itu, para pegawai BPS turut membantu dalam proses pemasangan dan penataan dekorasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara efektif dan menyenangkan.
Semangat gotong royong terlihat dari antusiasme seluruh peserta yang bekerja secara bahu-membahu tanpa membedakan peran dan tugas. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa dekorasi kantor, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat interaksi dan komunikasi antara anggota DWP dengan pegawai BPS. Suasana kerja yang biasanya berlangsung dalam rutinitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kedinasan menjadi lebih santai dan penuh keakraban. Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi salah satu nilai penting yang diharapkan dapat terus dipertahankan dalam kehidupan organisasi dan lingkungan kerja.
Penataan dan penghiasan lingkungan kantor dilakukan pada beberapa bagian yang menjadi area penting dan mudah terlihat oleh pegawai maupun masyarakat yang berkunjung. Fokus dekorasi meliputi teras kantor, area lobi utama pelayanan publik, koridor kantor, serta tangga menuju lantai dua. Pemilihan area tersebut dilakukan agar nuansa kemerdekaan dapat dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh keluarga besar BPS Kabupaten Aceh Singkil maupun masyarakat yang datang untuk memperoleh pelayanan. Setiap sudut ditata dengan memperhatikan kerapian, keindahan, dan kesesuaian dengan karakter lingkungan kantor.
Ornamen yang digunakan dalam dekorasi didominasi oleh warna kebangsaan Merah Putih sebagai simbol keberanian dan kesucian serta identitas nasional Indonesia. Perpaduan warna dan berbagai ornamen kemerdekaan ditata secara kreatif sehingga memberikan kesan semarak namun tetap rapi dan representatif. Dekorasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana peringatan kemerdekaan yang lebih hidup di lingkungan kantor. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, dekorasi juga memberikan sentuhan estetis yang membuat lingkungan kerja terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Selain kegiatan dekorasi, aksi semarak kemerdekaan juga diisi dengan kegiatan masak-memasak bersama yang dilakukan oleh ibu-ibu anggota DWP BPS Kabupaten Aceh Singkil. Kegiatan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semangat kebersamaan karena seluruh peserta dapat menikmati hasil masakan yang dipersiapkan secara mandiri. Para anggota DWP berbagi tugas dalam menyiapkan bahan, memasak, menyajikan makanan, dan menyiapkan minuman bagi seluruh peserta gotong royong. Aktivitas tersebut berlangsung dengan suasana penuh keakraban, canda, dan kebersamaan.
Berbagai menu tradisional dan makanan yang menggugah selera disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut. Hidangan yang dibuat antara lain bubur Asyura, mi caluek goreng, mi Aceh, serta minuman segar berupa es buah naga campur cincau. Pemilihan menu tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan kuliner lokal dan budaya masyarakat Aceh. Kegiatan memasak bersama tidak hanya bertujuan menyediakan konsumsi bagi peserta, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota DWP untuk berbagi pengalaman, keterampilan, dan kebersamaan. Nilai kekeluargaan semakin terasa karena seluruh makanan dipersiapkan secara bersama-sama dan dinikmati oleh seluruh peserta setelah menyelesaikan kegiatan penataan kantor.
Kehadiran dapur umum sederhana dalam kegiatan gotong royong memberikan suasana tersendiri. Di sela-sela aktivitas dekorasi, para peserta dapat beristirahat dan menikmati hidangan yang telah disiapkan. Hal tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh peserta untuk menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama. Interaksi yang terjalin di antara peserta juga menunjukkan bahwa kegiatan sederhana dapat menjadi sarana efektif untuk membangun solidaritas dan memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja.