e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/130872.jpg
Info Baru

DWP Kota Kediri > DINAS PENDIDIKAN

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 12-06-2026

Dharma Wanita Persatuan Sub Unsur SMP Negeri 2 Kediri melaksanakan kegiatan Bantuan Sosial “Muharam Peduli Berbagi” pada hari Jumat, 12 Juni 2026 pukul 09.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Guru SMP Negeri 2 Kediri dengan dihadiri 31 anggota. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati 1 Muharam 1448 H. Ketua DWP Sub Unsur SMP Negeri 2 Kediri, Ny. Zuli Astutik Handoko Wiyono, secara simbolis menyerahkan 15 amplop berisi bantuan uang tunai sebagai bentuk kepedulian sosial dan kasih sayang kepada sesama. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sehingga dapat berjalan dengan tertib dan lancar, serta memberikan motivasi kepada anak-anak penerima santunan agar tetap semangat dan rajin belajar demi meraih cita-cita. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap welas asih, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di kalangan anggota Dharma Wanita Persatuan.

../images/kegiatan/130870.jpg
Info Baru

DWP Kota Palangka Raya >

  • Oleh: Sekretariat
  • 05-06-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya

Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya mengikuti kegiatan:
Bidang: Sekretariat
Program Kerja: Informasi & Humas
Kegiatan: Dokumentasi & Publikasi

Keterangan Program:
1. Penyelenggara: Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya
2. Hari / Tanggal: Jumat / 5 Juni 2026
3. Waktu: 12.00 WIB sampai dengan selesai
4. Pimpinan kegiatan: Ibu ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya, Ny. Pelita Miluwati Arbert Tombak
5. Anggota: Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya, Ny. Pastina Martin Sihombing. Bendahara, Ny. Elma Sutiah Rendro Riadi. Wakil Sekretaris, Ny. Desi Dotriana Novitas Asi
6. Lokasi: Di Pemancingan Datu Mangku Jalan Mangkuraya, Manduhara, Kelurahan Sabaru Palangka Raya
7. Acara: Survey Lokasi Pelaksanaan Kegiatan Capacity Building

RANGKAIAN KEGIATAN
Pada hari Jumat tanggal 5 Juni 2026 pada pukul: 12.00 WIB sampai dengan selesai, Ibu ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya, Ny. Pelita Miluwati Arbert Tombak bersama dengan Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya, Ny. Pastina Martin Sihombing, dan Bendahara, Ny. Elma Sutiah Rendro Riadi, serta Wakil Sekretaris, Ny. Desi Dotriana Novitas Asi, telah melaksanakan koordinasi dengan pemilik pemancingan yaitu bapak Nurdin dengan maksud dan tujuan kedatangan adalah melakukan survey lokasi untuk persiapan pelaksanaan Kegiatan Capacity Building yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026 mendatang. Rencana kegiatan tersebut akan turut mengundang Ibu penasehat dari Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya yaitu Ny. Avina Fairid Naparin dan Ny. Merty Ilona Achmad Zaini. Kegiatan Capacity Building merupakan pelaksanaan kegiatan berdasarkan arahan program kerja dari Dharma Wanita Persatuan Pusat yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas Sumber Daya Manusia pada anggota Dharma Wanita Persatuan agar mampu berperan aktif dan efektif dalam mendukung program dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya.

Pembuat Laporan: Wakil Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Kota Palangka Raya.

../images/kegiatan/130869.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Blitar > Sekretariat Daerah

  • Oleh: Sekretariat
  • 13-06-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Dharma Wanita Persatuan Up Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar telah melaksankan Pertemuan Rutin pada :
Hari / Tanggal : Kamis / 4 Juni 2026
Waktu : Pukul 08.00 - selesai
Tempat : Ruang rapat Candi Simping , Kantor Bupati Blitar Kanigoro , Jl Kusuma Bangsa no 60 Kanigoro
Pimpinan Rapat : Ketua DWP Sekretariat Daerah

Pada hari Kamis tanggal 04 Juni 2026 DWP Setda melaksanakan Pertemuan Rutin , acara di buka oleh Mc Ibu Kuntum dan di lanjutkan dengan menyanyikan mars Dharma Wanita di pimpin oleh Ibu Ria , dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ibu Tunjung

Acara selanjutnya pembacaan Notulen oleh sekretaris DWP Setda Ibu Heny Mulyadi selanjutnya Sambutan Ibu Ketua DWP Setda Ibu Unun Badrodin
Dalam sambutannya Ibu Unun Badrodin mengucapkan terima Kasih kepada bagian Kesra yang telah berugas dan mempersiapkan materi tentang kesehatan tentang kanker serviks , beliau berharap Ibu Ibu anggota DWP Setda bisa mendapatkan ilmu dan bisa bertanya tanya langsung kepada Narasumber

Ibu Ketua juga mengucapkan terima kasih kepada anggota yang telah mengikuti pelatihan pembuatan kawat bulu pada tanggal 21 Mei 2026 di ruang Perdana Kantor Pemkab lama Dan juga Ucapan terima kasih kepada anggota yang telah mengikuti Upacara hari lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2026 di aloo aloon Kanigoro

Ibu Ketua juga membahas tentang seragam , bawasan nya ketika kita memakai seragam harus sesuai ketentuan yang berlaku , hanya boleh memakai jam tangan dan cincin nikah , sepatu hitam dan Tas Hitam

Sambutan Ibu Wakil Ketua Ibu Yanis Haris , beliau menyampaikan :
1. Semua anggota DWP Aktif ( Istri ASN ) diharapkan memakai name tag ( Nama kita dan belakang nya nama suami , contoh : Ny Unun Badrodin , dan sesuai kesepakatan kita pesan sendiri² dan pertemuan bulan depan sudah harus memakai
2. Ibu Wakil ketua berharap semua anggota DWP mempunyai seragam resmi DWP PDH dan Batik terbaru
3. Untuk Seragam Batik pemesanan lewat 1 Pintu karena hanya di produksi di DWP Pusat / tidak di perjual belikan bebas bisa pesan di bidang Ekonomi DWP Kab Blitar ( Ibu Eri Anang )
4. Sesuai kesepakatan Ibu² ketua Up menyetorkan list pemesanan kain untuk anggota paling lambat tanggal 15 Juni 2026
5. Pertemuan selanjutnya diharapkan sudah bisa memakai seragam semua ( pertemuan setiap 2 bulan sekali

Acara inti tentang Kanker servik dengan Narasumber Dr. Lintang Gumelar SpOG

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi menetap Human Papillomavirus (HPV), terutama HPV tipe 16 dan 18, yang merupakan tipe berisiko tinggi penyebab sekitar 70% kasus kanker serviks di dunia.

Untuk menemukan kelainan sejak dini dilakukan skrining, yaitu pemeriksaan pada wanita yang belum memiliki gejala. Skrining bertujuan mendeteksi infeksi HPV atau lesi pra kanker sehingga dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kanker. Metode skrining meliputi IVA Test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), Pap Smear, dan HPV DNA Test. Rekomendasi skrining dilakukan secara berkala pada wanita usia reproduksi sesuai pedoman kesehatan yang berlaku.

Perjalanan terjadinya kanker serviks dimulai dari paparan HPV melalui hubungan seksual. Virus menginfeksi sel-sel serviks dan pada sebagian wanita infeksi dapat menetap dalam waktu lama. Infeksi persisten HPV risiko tinggi menyebabkan perubahan genetik pada sel serviks sehingga terbentuk lesi pra kanker. Lesi tersebut dapat berkembang menjadi kanker invasif jika tidak diobati.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker serviks antara lain:
Berganti-ganti pasangan seksual.
Memiliki pasangan yang sering berganti pasangan. Menikah atau melakukan hubungan seksual pada usia kurang dari 18 tahun.
Riwayat keluarga dengan kanker serviks.
Memiliki banyak anak (multiparitas).
Sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala. Tanda dan gejala yang dapat muncul antara lain perdarahan di luar menstruasi, perdarahan setelah hubungan seksual, keputihan berbau, nyeri panggul, dan penurunan berat badan pada stadium lanjut.

Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan. Pemeriksaan yang digunakan meliputi:
1. IVA Test, yaitu pemeriksaan sederhana dengan mengoleskan asam asetat pada serviks.
2. Pap Smear, untuk melihat perubahan sel serviks di laboratorium.
3. HPV DNA Test, untuk mendeteksi keberadaan HPV risiko tinggi.
4. Kolposkopi, yaitu pemeriksaan serviks menggunakan alat pembesar.
5. Biopsi, pengambilan sampel jaringan untuk memastikan diagnosis.

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV dan perilaku hidup sehat. Vaksin HPV diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual agar memberikan perlindungan optimal terhadap HPV tipe risiko tinggi. Efek pemberian vaksin HPV adalah menurunkan risiko infeksi HPV, mencegah lesi pra kanker, dan mengurangi kejadian kanker serviks di masa depan.

Pencegahan primer meliputi vaksinasi HPV, tidak merokok, menjaga kebersihan organ reproduksi, setia pada satu pasangan, serta menerapkan pola hidup sehat.

Dalam penanganan lesi pra kanker, salah satu metode yang digunakan adalah krioterapi, yaitu pembekuan jaringan abnormal pada serviks. Kandidat krioterapi adalah wanita dengan lesi pra kanker yang memenuhi syarat berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

Apabila sudah terjadi kanker serviks, pengobatan disesuaikan dengan stadium penyakit. Pilihan terapi meliputi pembedahan untuk mengangkat jaringan kanker, radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan sel kanker, dan kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Kombinasi beberapa metode terapi sering digunakan untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal. Dengan skrining rutin, vaksinasi HPV, dan deteksi dini, kanker serviks dapat dicegah dan ditangani dengan lebih efektif.

Demikian Laporan pertemuan Rutin DWP Setda

Penulis : H_M
DWP SETDA

../images/kegiatan/130868.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Paser > Badan Penanggulangan Bencana Daerah

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 13-06-2026

LAPORAN KEGIATAN Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser Tahun 2026 A. DASAR KEGIATAN 1. Program Kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Paser Tahun 2026. 2. Surat Undangan Ketua DWP Kabupaten Paser Nomor: SET-027/DWPK.PSR/VI/2026 tanggal 11 Juni 2026 perihal Undangan Pertemuan Rutin DWP Kabupaten Paser. B. BENTUK KEGIATAN 1. Seminar dengan tema "Sehat Diseruput, Cuan Dijemput: Penguatan Ekonomi Perempuan Melalui Inovasi Produk Kombucha". 2. Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser. C. TUJUAN KEGIATAN 1. Meningkatkan pengetahuan anggota DWP mengenai peluang usaha dan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui inovasi produk Kombucha. 2. Mempererat silaturahmi antar anggota DWP Unit OPD, Kecamatan, dan BUMD se-Kabupaten Paser. 3. Melaksanakan evaluasi pelaksanaan program kerja DWP Unit OPD, Kecamatan, dan BUMD. 4. Meningkatkan keaktifan dan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi. D. DATA PELAKSANAAN KEGIATAN Evaluasi Program Kerja DWP Unit Berdasarkan laporan yang disampaikan masing-masing DWP Unit OPD, Kecamatan, dan BUMD, secara umum program kerja semester I Tahun 2026 telah berjalan sesuai rencana. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi: • Pertemuan rutin bulanan. • Pembinaan anggota DWP. • Kegiatan sosial kemasyarakatan. • Pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. • Partisipasi dalam kegiatan pemerintah daerah. DWP Kabupaten Paser memberikan arahan agar seluruh unit terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program kerja dan ketertiban administrasi organisasi. E. WHAT, WHEN, WHERE, WHO (W) 1. What (Apa) Kegiatan Seminar dan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser Tahun 2026. 2. When (Kapan) Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Juni 2026 Waktu : 09.00 WITA s.d. selesai 3. Where (Di Mana) Ruang Rapat Simpepeda Bappedalitbang Kabupaten Paser, Kompleks Perkantoran Jalan Kusuma Bangsa, Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot. 4. Who (Siapa) Hadir dalam kegiatan: • Ketua DWP Kabupaten Paser. • Pengurus DWP Kabupaten Paser. • Ketua dan anggota DWP Unit OPD se-Kabupaten Paser. • Ketua dan anggota DWP Kecamatan se-Kabupaten Paser. • Ketua dan anggota DWP BUMD se-Kabupaten Paser. • Narasumber seminar tentang inovasi produk Kombucha. • Undangan lainnya. F. JALANNYA KEGIATAN 1. Registrasi peserta. 2. Pembukaan oleh pembawa acara. 3. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Paser. 4. Penyampaian materi seminar bertema "Sehat Diseruput, Cuan Dijemput: Penguatan Ekonomi Perempuan Melalui Inovasi Produk Kombucha". 5. Sesi diskusi dan tanya jawab. 6. Pertemuan rutin organisasi yang membahas: o Evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan. o Penyampaian informasi program kerja berikutnya. o Penguatan peran DWP dalam mendukung pembangunan daerah. 7. Penutup. G. HASIL KEGIATAN 1. Peserta memperoleh wawasan mengenai pengembangan usaha berbasis produk Kombucha sebagai peluang peningkatan ekonomi keluarga. 2. Terjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antar DWP Unit OPD, Kecamatan, dan BUMD. 3. Diperoleh data pelaksanaan program kerja dan tingkat keaktifan anggota DWP sebagai bahan evaluasi organisasi. 4. Meningkatnya motivasi anggota untuk berpartisipasi dalam kegiatan organisasi dan pemberdayaan ekonomi perempuan. H. PUBLIKASI KEGIATAN Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, kegiatan didokumentasikan melalui: • Foto dan video kegiatan. • Publikasi pada media sosial resmi DWP Kabupaten Paser. • Dokumentasi berita pada website atau media informasi Pemerintah Kabupaten Paser. • Laporan kegiatan kepada Ketua DWP Kabupaten Paser sebagai bahan monitoring dan evaluasi. I. PENUTUP Demikian laporan kegiatan Pertemuan Rutin/Arisan Bulanan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser Tahun 2026 ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan bahan evaluasi organisasi guna meningkatkan kualitas program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser pada masa yang akan datang. Tanah Grogot, 13 Juni 2026 Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser

../images/kegiatan/130867.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sumenep > DINAS PENDIDIKAN KAB. SUMENEP

  • Oleh: Sekretariat
  • 12-06-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUMENEP

LAPORAN KEGIATAN SEMINAR KESEHATAN WANITA “MAHKOTA KESEHATAN WANITA: EDUKASI DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DAN KANKER PAYUDARA”

I. DASAR KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan: 1. Surat Undangan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep Nomor B.56/SET/DWP.KAB.SMP/VI/2026 tentang Seminar Kesehatan “Mahkota Kesehatan Wanita” Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara. 2. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan bahwa kanker payudara masih menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan, baik di Indonesia maupun dunia. Sementara itu, kanker serviks juga masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan serta deteksi dini. 3. Tingginya risiko kanker payudara yang diperkirakan dapat dialami oleh 1 dari 8 perempuan serta meningkatnya kasus kanker serviks yang sebagian besar terdeteksi pada stadium lanjut.

II. WAKTU DAN TEMPAT
• Hari/Tanggal : Jumat, 12 Juni 2026 • Waktu : 08.00 WIB s.d. selesai • Tempat : Ruang Rapat Arya Wiraraja Lantai 2 Kantor Bupati Sumenep, Jl. Dr. Cipto No. 33 Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep.

III. PESERTA KEGIATAN
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, yaitu Tutik Sujono beliau sebagai (Ketua Bidang Pendidikan), serta dihadiri oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

IV. NARASUMBER
Narasumber kegiatan adalah dr. Husnul Ghaib, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K), Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam bidang diagnosis, penanganan, dan edukasi kanker.

V. URAIAN KEGIATAN
Dalam rangka meningkatkan wawasan dan kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Seminar Kesehatan Wanita dengan tema “Mahkota Kesehatan Wanita: Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara”. Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari para anggota Dharma Wanita Persatuan yang hadir dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Sumenep. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yang diwakili oleh Ibu Tutik Sujono beliau sebagai (Ketua Bidang Pendidikan). Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya komitmen anggota Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program peningkatan kualitas hidup perempuan melalui edukasi kesehatan. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan dipandu oleh Ibu Anis Mustangin selaku pembawa acara. Seluruh peserta kemudian bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars Dharma Wanita Persatuan yang dipimpin oleh Ibu Lina Joko Satrio. Suasana yang penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan sejak awal acara. Selanjutnya Ketua Pelaksana, Ibu Asri Wahyu, menyampaikan laporan kegiatan. Dalam laporannya dijelaskan bahwa seminar ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan perempuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, khususnya dalam pencegahan kanker payudara dan kanker serviks yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia. Setelah laporan panitia, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ibu Ida Syahwan agar kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang hadir. Pada sesi sambutan, Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep, Ibu Yanti Madjid, menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga sehingga kesehatan perempuan harus menjadi perhatian utama. Beliau mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan diri serta tidak menunda pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit yang berisiko. Acara inti menghadirkan narasumber dr. Husnul Ghaib, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K), seorang Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi yang memiliki pengalaman luas dalam diagnosis dan penanganan kanker di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Penyampaian materi dipandu oleh Ibu Dewi Eksan selaku moderator dan berlangsung secara interaktif sehingga peserta dapat memahami materi dengan baik. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa berdasarkan data WHO tahun 2022 yang dirilis pada tahun 2025, kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia yaitu mencapai 65.271 kasus dan menduduki peringkat pertama di dunia. Sementara itu, kanker serviks berada pada peringkat keempat di dunia dan peringkat ketiga di Indonesia. Data tersebut menunjukkan bahwa kedua jenis kanker ini masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat. Narasumber juga menjelaskan bahwa angka kejadian kanker payudara menunjukkan risiko yang cukup tinggi, yaitu sekitar 1 dari 8 perempuan dan 1 dari 1.000 laki-laki berpotensi terdiagnosis kanker payudara. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pemeriksaan secara rutin sangat diperlukan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebenarnya sebagian besar kasus kanker payudara dapat dicegah dan memiliki peluang kesembuhan yang tinggi apabila ditemukan pada tahap awal. Namun kenyataannya, sekitar 60–70% pasien di Indonesia baru memeriksakan diri ketika penyakit telah berada pada stadium lanjut. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengobatan menjadi lebih kompleks dan peluang kesembuhan menjadi lebih rendah. Untuk membantu peserta memahami proses penyebaran kanker, narasumber menggunakan ilustrasi "Terminal Bus". Dalam analogi tersebut, sel kanker diibaratkan sebagai penumpang, pembuluh getah bening sebagai bus, dan kelenjar getah bening sebagai terminal. Ketika sel kanker berhasil keluar dari terminal tersebut, maka sel kanker dapat menyebar ke berbagai organ tubuh seperti paru-paru, hati, tulang, hingga otak. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman yang lebih mudah kepada peserta mengenai pentingnya menghentikan perkembangan kanker sedini mungkin. Selain menjelaskan proses penyebaran kanker, narasumber juga memaparkan berbagai faktor risiko kanker payudara. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor genetik, faktor reproduksi seperti tidak menyusui atau melahirkan anak pertama setelah usia 30 tahun, penggunaan kontrasepsi hormonal dan terapi hormon jangka panjang, obesitas, menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, serta pola hidup tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol. Sebagai bentuk pencegahan, peserta dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengelola stres, menghindari rokok dan alkohol, serta memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Narasumber juga menegaskan pentingnya melakukan pemeriksaan dini melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri), SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis), dan mammografi mulai usia 35 tahun. Menurut beliau, deteksi dini dapat meningkatkan harapan hidup penderita hingga 95 persen. Pada sesi berikutnya, pembahasan beralih pada kanker serviks yang merupakan kanker pada leher rahim. Narasumber menjelaskan bahwa kanker serviks menjadi penyebab kematian kedua tertinggi pada perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Hampir 95% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) terutama tipe 16 dan 18. Kanker serviks dikenal sebagai penyakit yang berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, banyak penderita yang baru mengetahui penyakitnya setelah memasuki stadium lanjut. Narasumber menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu alasan mengapa kanker serviks sering disebut sebagai "ancaman sunyi" bagi perempuan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai faktor risiko kanker serviks, di antaranya menikah atau melakukan hubungan seksual pada usia terlalu muda, berganti-ganti pasangan seksual, merokok, kekurangan vitamin A dan asam folat, serta melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan dengan pasangan yang memiliki risiko tinggi. Selain itu, peserta diingatkan untuk mengenali gejala-gejala yang perlu diwaspadai seperti keputihan yang tidak normal, cair dan berbau tidak sedap, pendarahan di luar siklus menstruasi, pendarahan setelah menopause, nyeri saat berhubungan intim, serta nyeri berkepanjangan pada area panggul. Gejala-gejala tersebut harus segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat. Dalam kesempatan tersebut narasumber juga menegaskan bahwa kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang hampir dapat dicegah hingga 100 persen melalui vaksinasi HPV dan pemeriksaan deteksi dini secara rutin. Dengan jumlah sekitar 36.000 kasus baru setiap tahun, kesadaran masyarakat untuk melakukan Tes IVA maupun pemeriksaan kesehatan reproduksi lainnya harus terus ditingkatkan. Selama seminar berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan antusiasme. Banyak peserta yang memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai faktor risiko, tanda-tanda awal kanker, metode pemeriksaan kesehatan, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi yang berlangsung secara aktif menunjukkan tingginya kepedulian anggota Dharma Wanita Persatuan terhadap kesehatan perempuan. Di akhir kegiatan dilaksanakan sesi foto bersama antara narasumber, pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep, dan seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk dokumentasi kegiatan. Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dapat menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat serta turut mengajak perempuan lain untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Seminar ini memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai kanker payudara dan kanker serviks. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan semakin memahami bahwa gaya hidup sehat, vaksinasi HPV, pemeriksaan SADARI, SADANIS, mammografi, Pap Smear, dan Tes IVA merupakan langkah penting dalam mencegah serta mendeteksi kanker sejak dini demi terwujudnya perempuan yang sehat, produktif, dan berkualitas.

VI. HASIL DAN MANFAAT KEGIATAN
1. Meningkatnya pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan mengenai kanker payudara dan kanker serviks. 2. Bertambahnya kesadaran peserta tentang pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. 3. Meningkatnya motivasi anggota untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. 4. Terbangunnya komitmen anggota Dharma Wanita Persatuan untuk menjadi pelopor edukasi kesehatan perempuan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

VII. PENUTUP
Partisipasi Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam Seminar Kesehatan Wanita “Mahkota Kesehatan Wanita” memberikan wawasan yang sangat bermanfaat mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi perempuan melalui pola hidup sehat dan deteksi dini. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian anggota terhadap kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Melalui pengetahuan yang diperoleh, anggota Dharma Wanita Persatuan diharapkan dapat menjadi perempuan yang sehat, tangguh, dan berdaya serta turut menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar kepada masyarakat. "Deteksi Dini adalah Bentuk Kepedulian Terbaik terhadap Diri Sendiri. Perempuan Sehat, Keluarga Kuat, Bangsa Hebat."

../images/kegiatan/130866.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Banyuwangi > Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 13-06-2026

Banyuwangi, Sabtu, 13 Juni 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyuwangi menggelar pertemuan rutin anggota yang bertempat di Kantor Selatan DPMPTSP Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada para pengemudi ojek online serta acara pelepasan salah satu anggota DWP DPMPTSP yang mengikuti suami berpindah tugas. Sebagai wujud kepedulian sosial, DWP DPMPTSP Kabupaten Banyuwangi berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan dan kebersamaan antara organisasi dengan lingkungan sekitar. Melalui kegiatan tersebut, DWP DPMPTSP Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat, memperkuat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat berbagi, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

../images/kegiatan/130865.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Banggai Kepulauan > Dinas PUPR Kabupaten Banggai Kepulauan

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 13-06-2026

Pada hari ini Sabtu, 13 Juni 2026, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Peling Tengah. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying). Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai narasumber yang memberikan materi dengan tema "Anti Bullying". Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Melalui sosialisasi ini diharapkan para siswa dapat memahami pentingnya sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat dan positif. Selain itu, kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

../images/kegiatan/130864.jpg
Info Baru

DWP Badan Pusat Statistik > BPS JAWA BARAT

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 04-06-2026

Pada hari Kamis, 04 Juni 2026, Pukul 09.00 Wib s.d 11.00 Wib Dharma Wanita Persatuan BPS Kota Sukabumi mengadakan Pertemuan Rutin Bulanan yang bertempat di Rumah Ibu Riri Deni, beralamat di Jalan Goalpara - Kabupaten Sukabumi.Dengan Materi Praktek Keterampilan Pembuatan Cendol untuk Wirausaha, Narasumber : Ibu Nisa. Giat ini dihadiri oleh : Ibu Dewi Dani ( Ketua ), Ibu Siti Surya (Bendahara), Ibu Resti Taufik (Bidang Sosial), Ibu Riri Deni (Bidang Pendidikan) dan Ibu Nisa (Bidang Ekonomi). Acara diawali dengan Pembacaan doa oleh Ibu Riri Deni, dilanjutkan dengan Sambutan dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan BPS Kota Sukabumi (Ibu Dewi Dani).Beliau memaparkan Sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan kita memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai pendamping suami dan ibu dari anak anak kita, tapi juga sebagai mitra membangun kesejahteraan keluarga. Ditengah kebutuhan hidup yang semakin meningkat, memiliki keterempilan yang dapat menghasilkan nilai ekonomi keluarga merupakan bekal yang sangat bermanfaat. Pelatihan pembuatan cendol bukan sekedar belajar membuat minuman, tetapi juga bisa sebagai cara mencari ilmu untuk menambah peluang usaha yang dapat dijalankan dari rumah dengan modal yg relatif terjangkau. Ilmu ini sebagai ikhtiar membantu suami dalam menambah penghasilan keluarga, sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi. Membuka pintu rejeki yang halal dan luas, serta menjadkan keluarga kita semakin samawa. Acara dilanjutkan dengan praktek pembuatan cendol, oleh narasumber : Ibu Nisa. BAHAN DAN CARA MEMBUAT CENDOL Bahan Cendol Sagu aren : 250 gr Air : 1.250 ml Garam : 1 sdt Daun pandan : 15 gr Daun suji : 20 gr Baskom berisi air yang diberi es batu untuk mencetak cendol Cara Membuat : 1. Didihkan air 625 ml. 2. Blender daun suji dan daun pandan yang sudah dipotong-potong dengan 625 ml air sampai halus. 3. Masukkan 250 gr sagu aren ke dalam wadah, setelah itu tuangkan air pandan suji sambil disaring, aduk rata. 4. Masukkan larutan sagu aren yang sudah diberi air pandan suji ke dalam air mendidih, saring. 5. Aduk perlahan sampai adonan cendol terlihat mengkilap. 6. Setelah itu masukkan adonan cendol ke dalam cetakan cendol, lalu tekan ke air es yang sudah disiapkan. Sisihkan. Note : Kalau dirasa adonan cendol terlalu keras bisa ditambahkan air +/- 150 ml sesuai selera. BAHAN DAN CARA MEMBUAT KINCA Bahan Kinca : Gula merah : 200 gr Air kelapa/ air biasa : 200 ml Gula pasir : 45 gr Maizena : 20 gr (Larutkan dengan 3 SDM air) Daun pandan : 1 lembar Cara Membuat : 1. Potong-potong gula merah masukkan ke dalam sauce pan. 2. Kemudian masukkan air, pandan, beserta gula pasir, didihkan. Setelah gula larut, masukkan larutan maizena, aduk sebentar. 3. Angkat dan diamkan sampai dingin. BAHAN DAN CARA MEMBUAT SANTAN Bahan Santan : Santan : 300 ml Daun pandan : 1 lembar Garam : 1 sdt Cara Membuat : 1. Siapkan sauce pan tuangkan santan, beri pandan, dan garam. 2. Aduk dengan api kecil supaya santan tidak pecah. 3. Setelah mendidih, angkat, dan dinginkan. SARAN PENYAJIAN Cendol : 200 gr Es batu : 100 gr Kinca / air gula : 60 gr Santan : 50 gr Selamat menikmati ANALISIS BIAYA DAN KEUNTUNGAN BISNIS Rincian Modal / Bahan Baku : Tepung sagu aren 2 kg : Rp. 24.000 Gula merah 3 pack : Rp. 36.000 Daun pandan 160 gr : Rp. 10.000 Daun Suji 200 gr : Rp. 10.000 Santan 2 liter : Rp. 20.000 Essence pandan : Rp. 7.000 Plastik : Rp. 20.000 Es batu : Rp. 10.000 Air kelapa : Rp. 10.000 Garam + gas : Rp. 3.000 Total Modal : Rp. 150.000 Perhitungan Penjualan & Keuntungan : Harga jual : Rp. 7.000 Banyak cendol : 35 bungkus Total Penjualan : 7.000 x 35 = Rp. 245.000 Keuntungan Bersih : Rp. 245.000 (total penjualan) - Rp. 150.000 (modal) = Rp. 95.000 Untung keseluruhan : Rp. 95.000 Menghitung Persentase Keuntungan : 95.000 : 150.000 x 100% = 63,33%. Giat ini diakhiri dengan ramah tamah, makan cendol dan berfoto bersama.

../images/kegiatan/130863.jpg
Info Baru

DWP Kota Tangerang > Kecamatan Larangan

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 11-06-2026

DWP Kota Tangerang bekerja sama dengan DP3AP2KB melaksanakan kegiatan Bidang Pendidikan “Peran Pengasuhan Orang Tua di Era Digital” yang berlangsung di Gedung Nyimas Melati Kota Tangerang pada hari Kamis (11/6/26) Dalam sambutannya Ketua DWP Kota Tangerang menyatakan “pentingnya peran orangtua dalam pembentukan karakter anak. Hal ini juga berkaitan dengan berkembangnya teknologi di era saat ini. Oleh karena itu, penting bagi orangtua melakukan pembatasan pada anak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”. “Sebagai orangtua pun harus “melek” akan teknologi agar dapat menyeimbangi kegiatan anak”, tambahnya. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Irma Agustina Adriani, S.Psi., M.Psi., Psikolog seorang praktisi di bidang psikologi anak, remaja, dan keluarga. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa “Teknologi memiliki banyak manfaat, tetapi jika tidak ada pembatasan maka dapat menyebabkan anak melakukan tindakan negatif, seperti pencabulan, radikalisme, dan juga mengalami stres”. Kemudian Ibu Irma juga menambahkan “Fenomena Infiniti Scroll dapat menyebabkan fokus dan mentalitas anak terganggu”. Acara ini turut dihadiri oleh Ibu Yayat Sugiarti Herman, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang dan perwakilan dari DP3AP2KB. Selain itu, kegiatan ini juga turut diikuti oleh DWP Unsur Pelaksana Instansi Pemerintah dan DWP Kecamatan/Kelurahan Kota Tangerang hingga selesai. Seluruh peserta kegiatan terlihat aktif berdiskusi pada sesi-sesi tertentu.

../images/kegiatan/130862.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Pinrang > DWP Kecamatan Patampanua

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 12-06-2026

Pada hari Jumat, 12 Juni 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Patampanua Ny. Andi Fatmawati Ashar bersama beberapa anggota DWP Kecamatan Patampanua bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK, petugas Puskesmas Teppo, serta masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kampung Bebas Jentik Nyamuk di Kelurahan Benteng, Kecamatan Patampanua. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Bapak Camat Patampanua, Bapak Lurah Benteng, serta warga sekitar yang turut ambil bagian dalam membersihkan lingkungan, saluran air, pekarangan rumah, dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Selain kerja bakti, petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui langkah 3M Plus. Melalui kegiatan ini, seluruh pihak menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari risiko penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, khususnya demam berdarah dengue (DBD). Tujuan Kegiatan: Mendukung pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kampung Bebas Jentik Nyamuk di Kelurahan Benteng. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk. Mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, terutama DBD. Mempererat sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, DWP, PKK, petugas kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat. Menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh semangat kebersamaan, serta diharapkan dapat menjadi contoh positif dalam menjaga kebersihan lingkungan demi terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID