e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/270873.jpg
Info Baru

DWP Kota Tangerang Selatan > DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 20-10-2026

LAPORAN KEGIATAN DWP DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KOTA TANGERANG SELATAN Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi yang berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarga melalui berbagai kegiatan pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, serta kesehatan. Dalam menjalankan peran tersebut, kesehatan fisik dan kesejahteraan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Aktivitas sehari-hari, tanggung jawab pekerjaan, dan peran dalam keluarga sering kali menuntut perempuan untuk mampu mengelola waktu, energi, serta kondisi emosional secara seimbang. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang dapat memberikan ruang bagi anggota untuk menjaga kebugaran tubuh, mengurangi ketegangan, dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perawatan diri. Sebagai salah satu upaya tersebut, DWP Disperkimta Kota Tangerang Selatan melalui Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) menyelenggarakan kegiatan Wellness Healing Body & Soul dengan tema Gentle Flow Yoga and Sound Healing with Kemuning Wellness Centre. Kegiatan ini menggabungkan gerakan yoga ringan dengan sesi relaksasi melalui suara yang dirancang untuk membantu peserta menciptakan suasana tenang, meningkatkan kesadaran tubuh, dan memberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota DWP semakin memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup keseimbangan emosional, pengelolaan stres, dan penerapan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Adapun Keterangan Kegiatan ini, yaitu: 1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan 2. Hari/Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026 3. Waktu: 07.30 WIB - Selesai 4. Peserta: 18 Orang 5. Tempat: Gedung Galeri Koperasi & UMKM Kota Tangerang Selatan 6. Bidang: Bidang Sosial dan Budaya (Prasarana, Sarana & Utilitas Disperkimta) Susunan Acara: a. Registrasi b. Pembukaan c. Gentel Yoga with Sound Healing d. Mindfulness Session e. Onwards (Closing & Lunch) Sebagai pilar pendukung utama ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan memiliki peran ganda yang luar biasa tangguh. Ditengah kesibukan mengelola rumah tangga, bekerja, sekaligus mendampingi suami, dan berkontribusi dalam organisasi, menjaga kesehatan holistic (mind, body, and soul) menjadi sebuah kebutuhan mutlak. Tingginya aktivitas harian sering kali memicu kejenuhan dan stress tersembunyi. Oleh karena itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan memandang perlu untuk mengadakan sebuah wadah relaksasi khusus kegiatan Wellness Day, dirancang sebagai sarana pemulihan energy (recharge), pengenalan kesehatan mental, dan penguatan tali silaturahmi antara anggota melalui pendekatan yang menenangkan dan optimal. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana edukasi dan praktik sederhana bagi anggota DWP dalam menjaga kesehatan fisik, membangun ketenangan batin, serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keseimbangan antara aktivitas dan waktu pemulihan diri. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung yang meliputi: 1. Gentle Flow Yoga, yaitu aktivitas gerakan yoga ringan yang mengutamakan kelenturan, keseimbangan, kesadaran tubuh, dan pengaturan napas. 2. Sound Healing, yaitu sesi relaksasi menggunakan suara atau instrumen tertentu untuk membantu menciptakan suasana yang tenang. 3. Edukasi gaya hidup sehat, berupa pengenalan pentingnya menjaga keseimbangan aktivitas, istirahat, dan kesehatan diri. 4. Interaksi dan kebersamaan, sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota DWP. Kegiatan Wellness Healing Body & Soul diselenggarakan sebagai bagian dari upaya DWP Disperkimta Kota Tangerang Selatan dalam mendorong kesadaran anggota terhadap pentingnya kesehatan dan keseimbangan diri. Pembukaan kegiatan menjadi kesempatan untuk menyampaikan tujuan penyelenggaraan, memperkenalkan rangkaian aktivitas, serta mengajak peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Sesi gentle flow yoga merupakan aktivitas gerakan yoga ringan yang berfokus pada kelenturan, keseimbangan, koordinasi gerak, dan pengaturan pernapasan. Dalam pelaksanaannya, peserta diarahkan untuk mengikuti gerakan sesuai kemampuan masing-masing, tidak memaksakan tubuh, serta memperhatikan kenyamanan selama latihan. Melalui sesi ini, peserta diperkenalkan pada aktivitas fisik yang dapat menjadi bagian dari rutinitas hidup sehat. Gerakan dan intensitas latihan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan peserta serta arahan instruktur. Sesi sound healing menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang bertujuan menghadirkan suasana relaksasi melalui suara atau instrumen tertentu. Peserta memperoleh kesempatan untuk beristirahat dari rutinitas, memusatkan perhatian pada pernapasan, dan menikmati suasana yang mendukung ketenangan. Kegiatan ini merupakan pendekatan pendukung untuk relaksasi dan bukan pengganti pemeriksaan maupun pengobatan medis apabila diperlukan. Kegiatan Wellness Healing Body & Soul: Gentle Flow Yoga and Sound Healing with Kemuning Wellness Centre merupakan salah satu bentuk kegiatan DWP Disperkimta Kota Tangerang Selatan melalui Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran anggota terhadap pentingnya kesehatan, kebugaran, dan keseimbangan diri. Melalui pengenalan yoga ringan dan sesi relaksasi, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta pengalaman yang mendorong peserta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antaranggota DWP.

../images/kegiatan/270872.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Kota Baru > DWP KECAMATAN PULAU LAUT TENGAH

  • Oleh: Sekretariat
  • 19-10-2026

Menghadiri Kegiatan Pertemuan Rutin Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kotabaru Yang Telah dilaksanakan di Ratu Intan Kabupaten Kotabaru pada Tanggal 19 Oktober 2026 Telah Selesai di Laksanakan.

../images/kegiatan/270871.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Blora > SKPD SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 20-10-2026

Ketua dan Pengurus DWP Satpol PP Damkar Kab.Blora menghadiri Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan Kab.Blora dirangkai dengan Sosialisasi Minyak Jelantah Menjadi Rupiah dan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah, Selasa(20-10-26). Acara diawali dengan penyampaian oleh Sekretaris DWP Kab.Blora Ny.Indak Luluk ,beliau menyampaikan terkait Hari Ulang Tahun DWP Blora Ke-27 tahun pada tanggal 7 Desember 2026. Dan dilanjutkan Sambutan oleh Ny.Yulidewi Ratih Dasiran.

../images/kegiatan/270870.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Semarang > Kecamatan Ungaran Barat

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-10-2026

Dalam rangka melaksanakan kegiatan Bidang Sekretariat, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang mengikuti Dialog serasi bersama KONI Kabupaten Semarang hari Selasa, 20 Oktober 2026 jam 11.00 sampai dengan 12.00 wib dengan Narasumber Bapak Hendro Tegus Prastowo selaku Humas KONI Kabupaten Semarang dengan tema dialog: “Kabupaten Semarang Tuan Rumah 10 Cabor Porprov 2026!”, didampingi oleh Ibu Lovi Laluna, Penyiar Radio Suara Serasi Kabupaten Semarang 107.3 FM bertempat di Kantor Radio Suara Serasi, Jalan Diponegoro Ungaran Barat Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Komplek Kantor Bupati Semarang, dan disimak melalui link youtube https://www.youtube.com/watch?v=aIUHtTA1gvc, yang dihadiri secara online oleh 40 orang. Pengurus yang menyimak adalah sekretaris. Isi informasi : Kabupaten Semarang secara resmi telah ditunjuk untuk mengoordinasikan dan menyelenggarakan pertandingan bagi 10 cabang olahraga (cabor) pilihan dalam ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang bersama pemerintah daerah kini tengah mematangkan seluruh persiapan fasilitas untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII. Sesuai dengan jadwal yang telah disepakati oleh tim koordinator Semarang Raya, kompetisi multi-event ini akan berlangsung pada 25 hingga 31 Oktober 2026 di berbagai fasilitas olahraga yang tersebar di wilayah Kabupaten Semarang. Sekretaris KONI Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menegaskan bahwa penunjukan ini menjadi momentum penting untuk membuktikan kualitas infrastruktur dan sportivitas atlet lokal di panggung regional. "Kepercayaan menjadi tuan rumah 10 cabor ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kabupaten Semarang. Kami terus bergerak cepat memperbaiki, mempercantik, dan memastikan seluruh venue pertandingan memenuhi standar kelayakan demi kenyamanan para atlet yang berlaga," Menyambut perhelatan besar ini, seluruh lapisan masyarakat, pelaku UMKM, dan para pencinta olahraga di Jawa Tengah diundang untuk ikut menyemarakkan serta menyukseskan acara. Dukungan publik tidak hanya akan membakar semangat para atlet yang bertanding, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama sepekan kompetisi berjalan. Kegiatan menyimak Dialog Serasi ini sebagai laporan kepada Ibu Ketua Dharma Wanita dan dapat disampaikan kepada anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang dengan harapan dan bertujuan agar anggota Dharma Wanita Persatuan dapat memperoleh informasi serta dapat membagikan ilmu yang diperoleh kepada sesama anggota, keluarga ataupun masyarakat sekitarnya berkaitan dengan Kabupaten Semarang Tuan Rumah 10 Cabor Porprov 2026!

../images/kegiatan/270869.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Blora > SKPD KANTOR PEMILIHAN UMUM

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-10-2026

Mengikuti rapat kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blora bulan Oktober 2026 dirangkaikan dengan acara kegiatan Sosialisasi Minyak Jelantah Menjadi Rupiah dan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah dengan Narasumber ibu Malicha Tedi.

../images/kegiatan/270867.jpg
Info Baru

DWP Kementerian Agama > Kantor KEMENAG PROV JAWA TIMUR

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 02-10-2026

Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri

Cegah Sejak Dini: Pemeriksaan Jentik-Jentik Nyamuk Bersama Siswa Kelas 5 MIN 2 Kediri
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga dan Gerakan Hidup Sehat

Keterangan Program

  1. Pelaksanaan Kegiatan : Dharma Wanita Persatuan (DWP) MIN 2 Kediri
  2. Hari/Tanggal : Jumat, 2 Oktober 2026
  3. Waktu : 08.00 WIB – Selesai
  4. Pendamping : Ibu Umi Khoiriyah, Ibu Sito Kobsoh, dan Ibu Karimatun Nisa'
  5. Jumlah peserta yang hadir : 10 orang (Siswa kelas 5)
  6. Tempat Kegiatan : MIN 2 Kediri
  7. Acara : Pemeriksaan Jentik-Jentik Nyamuk bersama siswa kelas 5 MIN 2 Kediri dalam rangka mewujudkan Gerakan Hidup Sehat
  8. Susunan Acara :
    1. Pembukaan dan pengarahan oleh pendamping Ibu Umi Khoiriyah.
    2. Pemeriksaan jentik-jentik nyamuk di lingkungan MIN 2 Kediri bersama siswa kelas 5.
    3. Dokumentasi
    4. Penutup Acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan bacaan Hamdallah

Detail Kegiatan

Cegah Sejak Dini: Pemeriksaan Jentik-Jentik Nyamuk Bersama Siswa Kelas 5 MIN 2 Kediri

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengarahan oleh ibu-ibu pendamping, yaitu Ibu Karimatun Nisa'. Seluruh peserta diajak membaca basmalah agar rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan memperoleh keberkahan. Para siswa juga diberi penjelasan singkat mengenai bahaya jentik nyamuk, khususnya nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Acara inti berupa pemeriksaan jentik-jentik nyamuk yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 5 MIN 2 Kediri dengan didampingi oleh ibu-ibu DWP. Pemeriksaan dilakukan di berbagai sudut lingkungan madrasah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti bak penampungan air, kamar mandi, tempat wudhu, talang air, pot tanaman, dan genangan air di sekitar madrasah. Para siswa mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat, rasa ingin tahu, dan kekompakan, serta belajar langsung cara memeriksa dan mengenali jentik nyamuk.

Melalui kegiatan ini, siswa juga diajak membiasakan Gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi berupa foto bersama seluruh peserta dan pendamping sebagai bentuk kebersamaan serta laporan pelaksanaan program Bidang Sosial Budaya DWP MIN 2 Kediri.

Penutup Acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan bacaan Hamdallah.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak dini. Kegiatan ini juga bertujuan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan, serta memperkuat peran anggota DWP dalam mendukung Ketahanan Keluarga dan Gerakan Hidup Sehat di lingkungan madrasah.

Penutup Acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan bacaan Hamdallah.

Susi Hariyati

../images/kegiatan/270866.jpg
Info Baru

DWP Kota Tangerang > Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

  • Oleh: Sekretariat
  • 15-10-2026

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menghadiri pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang pada hari Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 08.30 WIB bertempat di Aula Gedung Nyimas Melati Jl, Daan Mogot No. 69 Tangerang dengan tema “Stay Healthy, Stay Beautiful Strategi anti aging menghadapi cuaca ekstrem dan gaya hidup modern”. Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Hj. Yayat Sugiarti Herman, SE. mengawali sambutannya beliau mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya pertemuan rutin dalam keadaan sehat. Beliau menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pengurus dan panita yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Pertemuan rutin ini tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah untuk menambah wawasan dan meningkatkan kualitas diri perempuan. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika perubahan cuaca ektrem, paparan sinar matahari, polusi, serta kesibukan akibat gaya hidup modern dapat mempengaruhi kesehatan. Oleh karena itu perempuan perlu lebih memperhatikan kesehatan dan perawatan diri. Upaya anti-aging bukan berarti menolak proses penuaan, melainkan berusaha menjalani usia dengan sehat, bugar, percaya diri dan bahagia. Dalam sambutannya beliau menyampaikan 5 langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan yaitu pertama menerapkan pola makan bergizi seimbang, dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, protein dan air putih serta membatasi gula, garam dan lemak berlebih. Kedua melindungi dari cuaca ekstrem, dengan gunakan payung, topi, pakaian yang nyaman, tabir surya, mencukupi kebutuhan cairan. Ketiga aktif bergerak dan olahraga secara teratur, seperti berjalan kaki, senam, bersepeda. Keempat menjaga kualitas tidur dan mengelola stres, dengan menyediakan waktu untuk beristirahat, beribadah, melakukan kegiatan yang menyenangkan. Kelima bijak menjalani gaya hidup modern, dengan memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi kesehatan yang benar, memilih perawatan yang aman sesuai kebutuhan. Di akhir sambutan, beliau berharap pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) terus menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, salin gmendukung dan memperkuat persaudaraan. Seluruh anggota diajak untuk menerapkan pola hidup sehat. Sambutan ditutup dengan ucapan terimakasih kepada narasumber, panitia dan seluruh peserta disertai harapan agar kegiatan berjalan lancar membawa keberkahan bagi semua. Untuk narasumber pada kesempatan ini yaitu Ibu Dr Dela Masiyandara Afandi dari La'Zola Aesthetic Clinic, dalam paparan materinya beliau menyampaikan bahwa pentingnya menjaga kesehatan dan kecantikan kulit melalui perawatan yang tepat serta penerapan gaya hidup sehat untuk menghadapi cuaca ekstrem dan tuntutan kehidupan modern. Penuaan dini merupakan kondisi ketika tanda-tanda penuaan pada kulit muncul lebih cepat dari biasanya, sementara Anti-Aging adalah berbagai bentuk perawatan, produk dan kebiasaan yang bertujuan mencegah, memperlambat serta menyamarkan tanda-tanda penuaan pada kulit dan tubuh. Penuaan dini dipengaruhi oleh faktor internal yakni genetik dn penurunan hormon yang mempengaruhi proses regenerasi sel kulit dan faktor ekternal seperti paparan sinar matahari berlebihan, polusi udara, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan tinggi gula dan lemak, kurang tidur dan stres. Beberapa faktor yang dapat mempercepat penuaan kulit antara lain radiasi sinar UV dapat merusak kolagen dan memicu munculnya flek hitam, perubahan suhu mengurangi kelembapan alami kulit, polusi udara dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan jerawat, paparan layar gadget berlebihan, stres dan kurang tidur dapat memicu peradangan serta menghambat regenerasi sel kulit. Beliau menekankan beberapa langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit seperti perlinungan kulit sehari-hari dengan menggunakan tabir surya minimal SPF 30 PA, menggunakan produk antioksidan serta membersihkan wajah. Menjaga nutrisi dan hidrasi dengan membatasi gula olahan, memperbanyak konsumsi sayur, buah. Mengatur kebiasan sehari-hari dengan membatasi penggunaan layar gadget, tidur berkualitas, mengelola stres melalui yoga dan meditasi. Dalam meteri nya beliau juga sampaikan rekomendasi perawatan anti-aging yaitu Dermal Filler membantu mengisi area wajah yang kehilangan volume, Thread Lift membantu mengangkat jaringan kulit yang kendur, Laser Rejuvenation atau Pico Laser membantu meratakan warna kulit, memudarkan flek hitam, dan merangsang kolagen. Chemical Peeling mengangkat sel kulit mati, Skinbooster DNA Salmon, bertujuan untuk memperbaiki kualitas kelembapan serta menyamarkan kerutan halus. Beliau juga memperkenalkan produk perawatan seperti rejuran, Luwen Collagen, Collost Micro dan Illuma Crystal Rose dengan fungsi yang mencakup perbaikan lapisan pelindung kulit, peningkatan elastisitas, kelembapan dan produksi kolagen. Pemilihan tindakan dan produk perawatan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan dikonsultasikan kepada tenaga medis yang kompeten. adapun kesimpulan pada penyampaian materi ini adalah bahwa anti-aging bukan berarti menghentikan proses penuaan, melainkan menjaga kualitas hidup agar tetap sehat, bugar, percaya diri seiring bertambahnya usia. Perawatan kulit tidak harus selalu dimulai dengan tindakan estetika, langkah mendasar seperti menggunakan tabir surya, mengkonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan, tidur yang cukup dan mengelola stres merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan kulit. Kebiasaan hidup sehat dan perawatan diri perlu dimulai sejak sekarang agar kesehatan dan kualitas kulit dapat terjaga dengan lebih baik. kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Badan, Dinas OPD se-Kota Tangerang, turut hadir juga perwakilan dari DP3AP2KB. Pukul 12.00 WIB acara selesai dilaksanakan dan berjalan dengan lancar dan tertib.

../images/kegiatan/270864.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Kotawaringin Barat > Badan Pendapatan Daerah

  • Oleh: Sekretariat
  • 01-10-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah (DWP Bapenda) Kotawaringin Barat Keterangan Program : 1. Nama : Pertemuan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kotawaringin Barat 2. Hari/Tanggal : Kamis/1 Oktober 2026 3. Waktu : 13.30 – 16.30 WIB 4. Tempat : Kantor Sekretariat DWP Kotawaringin Barat 5. Pembawa Acara : Ny. Erma Yanti Yudhi Hudaya 6. Pembaca Doa : Ny. Susi Salamah Hazriansyah 7. Dirigen : Ny. Kezia Isno Pandowo 8. Peserta : 29 orang pengurus DWP Kotawaringin Barat 9. Perwakilan Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah (DWP Bapenda) Kotawaringin Barat yang hadir : Ny. Dhenok Lusi Ikhsan. Keterangan Kegiatan : Kamis, 1 Oktober 2026 Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah (DWP Bapenda) Kotawaringin Barat, Ny. Dhenok Lusi Ikhsan menghadiri pertemuan pengurus DWP Kabupaten di Kantor Sekretariat DWP Kotawaringin Barat. Pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kotawaringin Barat, Ny. Eko Yulianti Rody Iskandar diawali dengan pembukaan, kemudian menyanyikan lagu Mars DWP, pembacaan doa dilanjutkan dengan sambutan sekaligus arahan yang disampaikan Ketua DWP Kotawaringin Barat. Pada pertemuan kali ini membahas beberapa hal sebagai berikut : a. Arahan terkait pengambilan video ucapan untuk Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Kotawaringin Barat memakai baju adat Teluk Belanga setelah pertemuan rutin pengurus, b. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kotawaringin Barat memakai baju Teluk Belanga pada hari Selasa tanggal 6 Oktober 2026, c. menghimbau agar jangan membeli seragam batik Dharma Wanita Persatuan (DWP) secara online, d. Pertemuan gabungan DWP Kotawaringin Barat dilaksanakan hari Kamis, 15 Oktober 2026 di aula Sangga Banua, e. Petugas pertemuan gabungan adalah DWP Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Barat, DWP Dinas Pariwisata (Dispar) Kotawaringin Barat dan DWP Kementrian Agama (Kemenag) Kotawaringin Barat, f. Pada bulan Desember yang bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP yang akan bertugas adalah 7 (tujuh) DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kotawaringin Barat, g. Petugas Inti Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP adalah DWP Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotawaringin Barat, DWP Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotawaringin Barat, DWP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat, DWP Dinas Pertanian (Distan) Kotawaringin Barat, DWP Sekretariat Daerah (Setda) 1, DWP Setda 2 dan DWP Balai Taman Nasional Tanjung Puting (BTNTP) Kotawaringin Barat, h. Pertengahan bulan oktober akan di laksanakan kegiatan bidang Pendidikan DWP Kotawaringin Barat terkait dengan sosialisasi anti kekerasan dalam lingkungan sekolah dasar dan sosialisasi pergaulan bebas terhadap anak SMP, pada tanggal 07 Oktober 2026. i. Kegiatan rutin pengajian asyifa DWP Kotawaringin Barat dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2026 di Mushola Al Khairat, j. Petugas pengajian Asyifa adalah DWP Dinas Sosial (Dinsos) dan DWP Balai Taman Nasional Tanjung Puting (BTNTP) Kotawaringin Barat, Demikian pembahasan pada pertemuan pengurus bulan Oktober ini. Hadir beberapa pengurus pada pertemuan kali ini antara lain Ny. Fidiyah Hasyim Mualim, Ny. Fitri Amir Hadi, Ny. Indah Tengku Ali Syahbana, Ny. Nani Alamsyah, Ny. Dwi Ovi Hasan Basri, Ny. Nafiatun Ahmad Rois, Ny. Tati Dewayanti Syahyani, Ny. Yani Abimayu, Ny. Melianawati Rawandi, Ny. Diyah Rubiansyah, Ny. Yuniar Robby Setiawan, Ny. Ana Hardino, Ny. Anita Sulistiani Sigit Imam Mulia, Ny. Sekar Amoni Hulu, Ny. Robiyah Letus Kilat, Ny. Martiana Indra Wardana, Ny. Rina Julanda Rifan, Ny. Sinar Edy Kusnandar, Ny. Emi Suhendra, Ny. Reneli Samuel, Ny. Dana Suhartono, Ny. Liah Alwan, Ny. Mariami Prabowo dan Ny. Umi Kusnita Harahap. Kemudian pertemuan diakhiri dengan foto bersama. Salam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sehat Berdaya.

../images/kegiatan/270862.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Tulungagung > SKPD Dinas Ketahanan Pangan

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 20-10-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur

Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan telah berpatisipasi dalam kegiatan Pembagian Bantuan Untuk Balita Stunting Desa Nyawangan Kecamatan Sendang. Bidang : Sosial Budidaya
Program : Penguatan Peran Keluarga dalam Penanganan Stunting
Keterangan Prgram :
Pembagian Bantuan Untuk Balita Stunting ini merupakan kegiatan prioritas Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung yang di laksanakan berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan anggota mengenai kondisi di mana anak-anak berusia di bawah 5 tahun mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi. Tujuan dari kegiatan ini ialah meningkatkan pemahaman anggota DWP mengenai penyebab stunting pada balita kurangnya asupan nutrisi yang adekuat, terutama protein, vitamin, dan mineral, dapat menyebabkan stunting, Infeksi yang berulang-ulang dapat menyebabkan stunting, Kondisi kesehatan ibu yang tidak baik selama kehamilan dapat menyebabkan stunting pada anak, kurangnya perawatan dan perhatian yang adekuat dari orang tua dapat menyebabkan stunting. Hari/Tanggal : Selasa, 20 Oktober 2026
Pukul : 08.00 WIB – selesai
Peserta : 107 orang
Kegiatan ini di hadiri oleh :
1. Ny. Endah Y. Masrur, Ketua DWP Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung
2. Pengurus dan Unsur Pelaksana DWP Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung
3. Ny. Bina Ashari selaku Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung
Lokasi :
1. Balai Desa Nyawangan Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung
2. Balai Desa Geger Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung
3. Balai Desa Kedoyo Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung
Acara : Pembagian Bantuan Untuk Balita Stunting
Uraian Kegiatan :
Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Kepala Dinas Ketahanan Pangan yang didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Ny. Endah Y. Masrur. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa stunting dapat menyebabkan anak-anak memiliki tinggi badan yang lebih rendah dari anak-anak lain seusianya. Penyebab Stunting pada Balita kurangnya asupan nutrisi yang adekuat, terutama protein, vitamin, dan mineral, dapat menyebabkan stunting, Infeksi yang berulang-ulang dapat menyebabkan stunting, Kondisi kesehatan ibu yang tidak baik selama kehamilan dapat menyebabkan stunting pada anak, kurangnya perawatan dan perhatian yang kuat dari orang tua dapat menyebabkan stunting. Gejala Stunting pada Balita Anak-anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih rendah dari anak-anak lain seusianya, Anak-anak yang mengalami stunting memiliki berat badan yang lebih rendah dari anak-anak lain seusianya, Anak-anak yang mengalami stunting memiliki pertumbuhan yang lambat, Anak-anak yang mengalami stunting dapat mengalami keterlambatan perkembangan. Pencegahan Stunting pada Balita Pastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang kuat, terutama protein, vitamin, dan mineral. Memberikan perawatan yang baik dan perhatian yang adekuat kepada anak-anak, Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin kepada anak-anak untuk mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin terjadi, memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua dan masyarakat tentang pentingnya asupan nutrisi yang adekuat dan perawatan yang baik untuk anak-anak. Makanan yang dapat mencegah stunting adalah makanan yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian bantuan secara langsung kepada balita stunting sebanyak 39 anak untuk Desa Nyawangan Kecamatan Sendang, 36 anak untuk Desa Geger Kecamatan Sendang dan 32 anak untuk Desa Kedoyo Kecamatan Sendang, dengan isi bantuan meliputi telur, kacang ijo, dan susu UHT. Kehadiran Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program peningkatan kapasitas anggota, khususnya dalam memahami gejala stunting pada balita. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kesadaran anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung mengenai pentingnya pemahapan pencegahan stunting pada balita dan memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang kuat, terutama protein, vitamin, dan mineral.

../images/kegiatan/270861.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Ogan Komering Ilir > Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 01-10-2026

A. DATA 1. Organisasi : Dharma Wanita Persatuan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir. 2. Kegiatan : Pembelian Baju Seragam Bagian Ekonomi. 3. Peserta : Pengurus DWP Kab. OKI 4. Hari dan Tanggal Kegiatan : Kamis, 1 Oktober 2026. 5. Tempat Pelaksanaan : Gedung DWP Pusat Jakarta. B. WHAT / WHEN / WHERE / WHO 1. What (Apa) : Pembelian Baju Seragam Bagian Ekonomi. 2. When (Kapan) : Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Oktober 2026. 3. Where (Di mana) : Gedung DWP Pusat Jakarta. 4. Who (Siapa) : Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir yaitu Ny. Anna Farlidena, SST. C. PUBLIC Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi yang memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kapasitas anggota, penguatan kebersamaan, serta pelaksanaan berbagai program yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan organisasi. Dalam menjalankan perannya, Dharma Wanita Persatuan melaksanakan kegiatan yang mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, sosial budaya, ekonomi, dan kegiatan pendukung lainnya sesuai dengan program kerja organisasi. Pada tanggal 1 Oktober 2026 pukul 10.00 wib s/d selesai di Gedung DWP Pusat Jakarta, Pengurus DWP Kab. OKI melaksanakan Pembelian Baju Seragam. Salah satu aspek penting dalam pelaksanaan kegiatan organisasi adalah adanya identitas bersama yang dapat memperkuat rasa kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, dan kebanggaan terhadap organisasi. Identitas tersebut dapat diwujudkan melalui penggunaan atribut organisasi, termasuk baju seragam yang digunakan dalam kegiatan resmi, pertemuan, koordinasi, pembinaan, maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas organisasi. Baju seragam tidak hanya berfungsi sebagai pakaian yang dikenakan pada saat kegiatan berlangsung. Dalam konteks organisasi, seragam juga dapat menjadi simbol kesatuan, keteraturan, dan komitmen bersama. Penggunaan seragam yang sesuai dengan ketentuan organisasi dapat membantu memperlihatkan keseragaman penampilan serta memberikan identitas yang mudah dikenali oleh sesama anggota maupun masyarakat. Bagi pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir, keberadaan seragam yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan organisasi merupakan salah satu unsur pendukung dalam menjalankan program kerja secara tertib dan terencana. Kebutuhan tersebut perlu diperhatikan agar setiap kegiatan yang diselenggarakan dapat didukung oleh perlengkapan yang memadai, tanpa mengabaikan prinsip efisiensi, kepatutan, kualitas, dan pertanggungjawaban. Dalam pelaksanaan program kerja, Bagian Ekonomi memiliki ruang kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan potensi ekonomi, peningkatan keterampilan, penguatan kemandirian, serta dukungan terhadap aktivitas produktif anggota sesuai dengan program yang ditetapkan organisasi. Untuk menunjang pelaksanaan program tersebut, diperlukan perencanaan kegiatan dan pengelolaan kebutuhan organisasi secara cermat. Pembelian baju seragam bagi Bagian Ekonomi merupakan kegiatan yang perlu direncanakan dan didokumentasikan dengan baik. Dokumentasi diperlukan agar tujuan kegiatan, proses pelaksanaan, penggunaan sumber daya, hasil yang diperoleh, dan tindak lanjutnya dapat diketahui secara jelas oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan publik ini disusun untuk mendokumentasikan kegiatan pembelian baju seragam Bagian Ekonomi oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir yang dijadwalkan dan dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Gedung DWP Pusat, Jakarta. Penyusunan laporan ini menjadi bagian dari upaya membangun administrasi organisasi yang tertib, transparan, informatif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui laporan tertulis, informasi mengenai kegiatan dapat dihimpun dalam satu dokumen sehingga memudahkan proses evaluasi, pengarsipan, penyusunan laporan program kerja, serta penyampaian informasi kepada anggota dan pihak terkait. Laporan ini juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai pentingnya perencanaan pembelian seragam, koordinasi antaranggota pengurus, penentuan kebutuhan, pemilihan barang, pemeriksaan kualitas, pengelolaan anggaran, dan pencatatan hasil pembelian. Seluruh aspek tersebut perlu diperhatikan agar kegiatan tidak hanya menghasilkan barang yang dibutuhkan, tetapi juga berjalan sesuai dengan prinsip administrasi yang baik. Dalam pelaksanaannya, setiap keputusan pembelian perlu mempertimbangkan kesesuaian model, ukuran, bahan, warna, jumlah, mutu, harga, serta kegunaan seragam. Apabila terdapat ketentuan atau pedoman khusus dari organisasi mengenai pakaian seragam, ketentuan tersebut perlu dijadikan acuan dalam proses pemilihan dan pembelian. Selain memperhatikan aspek teknis, kegiatan pembelian juga perlu memperhatikan aspek komunikasi dan koordinasi. Pengurus perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai kebutuhan seragam, jumlah anggota yang akan menerima atau menggunakan seragam, jadwal penggunaan, serta mekanisme penyelesaian apabila ditemukan ketidaksesuaian barang. Dengan perencanaan yang baik, pembelian seragam diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan organisasi, meningkatkan kesiapan anggota, dan membantu menjaga keseragaman penampilan dalam berbagai agenda resmi. Harapan tersebut perlu diikuti dengan administrasi yang memadai, seperti pencatatan pesanan, bukti transaksi, dokumentasi kegiatan, dan berita acara penerimaan barang apabila diperlukan. A. Dasar Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pembelian baju seragam Bagian Ekonomi perlu memiliki dasar pelaksanaan yang jelas agar prosesnya sejalan dengan kebutuhan organisasi dan program kerja yang berlaku. Dasar pelaksanaan kegiatan ini dapat mencakup beberapa hal berikut, 1. Program kerja organisasi, Pembelian seragam dapat dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan perlengkapan pendukung kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kesesuaian kegiatan dengan program kerja perlu dibuktikan melalui dokumen program kerja, keputusan pengurus, atau dokumen lain yang relevan. 2. Kebutuhan Bagian Ekonomi. Pengadaan seragam perlu didasarkan pada kebutuhan nyata bagian yang bersangkutan. Kebutuhan tersebut dapat berkaitan dengan kegiatan koordinasi, pertemuan, pembinaan, pelaksanaan program ekonomi, maupun agenda resmi lainnya sesuai dengan ketentuan organisasi. 3. Hasil koordinasi pengurus. Keputusan pembelian idealnya didukung oleh komunikasi dan koordinasi di antara pengurus yang bertanggung jawab. Koordinasi diperlukan untuk memastikan bahwa barang yang dibeli sesuai dengan kebutuhan, anggaran, dan rencana pemanfaatannya. 4. Ketersediaan anggaran. Sebelum transaksi dilakukan, pengurus perlu memastikan bahwa pembelian didukung oleh sumber dana yang sah, tersedia, dan penggunaannya sesuai dengan ketentuan organisasi. Apabila pembelian menggunakan dana organisasi, pencatatannya perlu mengikuti mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang berlaku. 5. Ketentuan administrasi organisasi. Proses pembelian perlu memperhatikan ketentuan internal mengenai persetujuan kegiatan, pelaksanaan transaksi, penyimpanan bukti pembayaran, penerimaan barang, dan penyusunan laporan. 6. Kebutuhan dokumentasi dan akuntabilitas. Kegiatan yang menggunakan sumber daya organisasi perlu didokumentasikan secara memadai agar hasil pelaksanaannya dapat diperiksa, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan. Dasar-dasar tersebut merupakan kerangka yang dapat digunakan untuk menjelaskan alasan dan legitimasi pelaksanaan kegiatan. Dalam dokumen final, dasar pelaksanaan perlu dilengkapi dengan nama dokumen, nomor surat, tanggal keputusan, atau keterangan persetujuan apabila memang tersedia. B. Maksud Penyusunan Laporan Penyusunan laporan publik kegiatan pembelian baju seragam Bagian Ekonomi dimaksudkan untuk menyajikan informasi tertulis mengenai kegiatan secara sistematis, mudah dipahami, dan dapat digunakan sebagai bahan administrasi organisasi. Laporan ini menjadi sarana untuk menghimpun informasi mengenai latar belakang kegiatan, tujuan pembelian, lokasi dan waktu pelaksanaan, tahapan kegiatan, kebutuhan seragam, aspek administrasi, pengelolaan anggaran, hasil pembelian, kendala yang ditemukan, serta rekomendasi tindak lanjut. Selain itu, laporan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai pentingnya pengelolaan kebutuhan organisasi yang dilakukan secara terencana. Pembelian seragam yang tampak sederhana tetap memerlukan perencanaan, pengambilan keputusan, pengendalian kualitas, dan dokumentasi yang memadai. Penyusunan laporan juga dimaksudkan untuk memudahkan pengurus dalam melakukan penelusuran informasi apabila pada kemudian hari diperlukan data mengenai spesifikasi seragam, jumlah barang, harga pembelian, pihak penyedia, bukti pembayaran, atau distribusi barang kepada anggota. Dengan adanya laporan yang terdokumentasi secara tertib, organisasi dapat mengurangi risiko kehilangan informasi, ketidaksesuaian pencatatan, dan kesulitan dalam melakukan evaluasi kegiatan. C. Tujuan Kegiatan Kegiatan pembelian baju seragam Bagian Ekonomi memiliki tujuan umum untuk memenuhi kebutuhan seragam organisasi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara khusus, tujuan kegiatan dapat dijabarkan sebagai berikut. 1. Memenuhi kebutuhan baju seragam bagi Bagian Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir sesuai dengan jumlah dan spesifikasi yang telah disepakati. 2. Mendukung keseragaman penampilan pengurus dan anggota dalam kegiatan organisasi. 3. Memperkuat identitas organisasi melalui penggunaan seragam yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. Mendukung kelancaran kegiatan Bagian Ekonomi melalui penyediaan perlengkapan yang dibutuhkan. 5. Mendorong koordinasi dan kerja sama di antara pengurus dalam menentukan kebutuhan, memilih barang, dan menyelesaikan proses pembelian. 6. Memastikan bahwa pemilihan seragam mempertimbangkan kualitas, kenyamanan, ketahanan bahan, ukuran, dan kesesuaian harga. 7. Mendorong pengelolaan anggaran yang efisien dan bertanggung jawab. 8. Menyediakan dokumentasi yang dapat digunakan sebagai bahan laporan program kerja. 9. Meningkatkan ketertiban administrasi melalui pencatatan kebutuhan, pemesanan, pembayaran, penerimaan, dan distribusi barang. 10. Menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan pengadaan seragam berikutnya. Tujuan-tujuan tersebut perlu disesuaikan dengan keputusan dan kebutuhan aktual pengurus. Apabila terdapat tujuan tambahan yang telah ditetapkan dalam rapat atau dokumen organisasi, tujuan tersebut dapat dimasukkan ke dalam laporan final. D. Manfaat Kegiatan Pembelian baju seragam dapat memberikan manfaat bagi organisasi apabila dilaksanakan sesuai kebutuhan, direncanakan secara baik, dan diikuti dengan pengelolaan barang yang tertib. 1. Manfaat bagi organisasi Bagi organisasi, tersedianya seragam yang sesuai dapat membantu membangun identitas visual yang konsisten. Keseragaman penampilan dalam kegiatan resmi dapat mendukung citra organisasi yang tertib dan terorganisasi. Seragam juga dapat menjadi perlengkapan pendukung yang memudahkan pengurus menyiapkan kebutuhan kegiatan. Dengan adanya standar pakaian yang telah ditetapkan, anggota dapat memperoleh kejelasan mengenai pakaian yang digunakan pada agenda tertentu. Manfaat tersebut perlu dipahami sebagai manfaat yang diharapkan. Penilaian atas keberhasilannya tetap perlu dilakukan berdasarkan pemanfaatan seragam dalam kegiatan nyata. 2. Manfaat bagi pengurus Bagi pengurus, kegiatan pembelian seragam dapat menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi, pembagian tanggung jawab, dan keterampilan administratif. Proses pembelian memerlukan kesepakatan mengenai spesifikasi barang, penentuan jumlah, perencanaan anggaran, komunikasi dengan penyedia, pemeriksaan barang, dan penyimpanan dokumen. Tahapan tersebut dapat memperkuat kemampuan pengurus dalam melaksanakan kegiatan organisasi secara tertib. 3. Manfaat bagi anggota Bagi anggota yang menjadi penerima atau pengguna seragam, manfaat yang diharapkan meliputi kemudahan dalam mempersiapkan pakaian kegiatan, keseragaman penampilan, serta tersedianya pakaian yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Agar manfaat tersebut benar-benar dirasakan, seragam harus memiliki ukuran yang sesuai, bahan yang nyaman, dan kualitas yang layak. Penentuan ukuran dan spesifikasi perlu dilakukan secara cermat sehingga mengurangi kemungkinan ketidaksesuaian barang. 4. Manfaat bagi administrasi organisasi Dari sisi administrasi, kegiatan ini dapat menjadi contoh penerapan pencatatan yang terstruktur. Informasi tentang kebutuhan, anggaran, transaksi, dan penerimaan barang dapat dihimpun sebagai dokumen yang mendukung pertanggungjawaban kegiatan. Dokumentasi yang baik juga dapat memudahkan proses evaluasi, penyusunan rencana kebutuhan berikutnya, dan perbandingan harga apabila organisasi melakukan pembelian serupa pada masa mendatang. 5. Manfaat bagi transparansi public Laporan publik dapat membantu menyampaikan informasi kegiatan kepada anggota dan pihak berkepentingan secara proporsional. Transparansi tidak berarti seluruh data pribadi atau informasi yang bersifat rahasia harus dipublikasikan. Informasi yang disampaikan harus tetap memperhatikan kepatutan, perlindungan data pribadi, dan ketentuan organisasi. Informasi yang relevan untuk publikasi antara lain tujuan kegiatan, waktu dan tempat, gambaran umum proses, hasil yang telah diverifikasi, serta tindak lanjut. Sementara itu, dokumen yang memuat data pribadi atau informasi keuangan sensitif dapat disimpan dalam arsip internal dan diakses sesuai kewenangan. E. Ruang Lingkup Laporan Ruang lingkup laporan ini meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan kegiatan pembelian baju seragam Bagian Ekonomi oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Aspek pertama adalah identitas kegiatan, termasuk nama kegiatan, pelaksana, waktu, lokasi, dan bidang yang bertanggung jawab. Aspek kedua adalah perencanaan kegiatan, yang meliputi identifikasi kebutuhan seragam, penentuan spesifikasi, pendataan ukuran, perkiraan anggaran, dan koordinasi pengurus. Aspek ketiga adalah pelaksanaan pembelian, termasuk proses pencarian atau pemilihan penyedia, pemeriksaan barang, kesesuaian harga, dan penyelesaian transaksi sesuai bukti yang tersedia. Aspek keempat adalah administrasi keuangan, termasuk pencatatan nilai transaksi, sumber dana, bukti pembayaran, dan mekanisme pertanggungjawaban sesuai ketentuan organisasi. Aspek kelima adalah penerimaan dan pengelolaan barang, termasuk pemeriksaan jumlah, kualitas, ukuran, kesesuaian pesanan, penyimpanan, serta distribusi kepada penerima yang berhak. Aspek keenam adalah dokumentasi dan pelaporan, termasuk pengumpulan bukti kegiatan, foto apabila tersedia, nota atau kuitansi, daftar penerimaan, dan dokumen pendukung lainnya. Aspek ketujuh adalah evaluasi, yang mencakup penilaian terhadap ketepatan perencanaan, kelancaran pelaksanaan, kualitas barang, pengelolaan dana, serta rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. Ruang lingkup tersebut merupakan kerangka penyusunan laporan. Bagian yang belum didukung oleh bukti pelaksanaan harus dilengkapi berdasarkan catatan dan dokumen aktual sebelum laporan dinyatakan final. F. Metode Penyusunan Laporan Laporan ini disusun menggunakan pendekatan deskriptif administratif. Pendekatan tersebut digunakan untuk menjelaskan kegiatan secara teratur, mulai dari latar belakang hingga rekomendasi tindak lanjut. Penyusunan laporan final sebaiknya menggunakan beberapa sumber informasi berikut. 1. Dokumen kegiatan, seperti program kerja, undangan, surat tugas, atau hasil rapat yang berkaitan dengan pembelian seragam. 2. Keterangan pengurus, khususnya pihak yang bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi kegiatan. 3. Dokumen transaksi, seperti nota, kuitansi, faktur, bukti transfer, atau dokumen pembayaran lain yang sah. 4. Dokumen barang, seperti daftar pesanan, rincian ukuran, catatan penerimaan, dan daftar distribusi. 5. Dokumentasi visual, seperti foto kegiatan, foto barang, dan dokumentasi penyerahan seragam apabila tersedia. 6. Catatan evaluasi, yaitu informasi mengenai kesesuaian hasil pembelian dengan rencana dan kendala yang benar-benar terjadi. Setiap informasi yang dicantumkan dalam laporan final perlu diperiksa kesesuaiannya dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Apabila terdapat perbedaan informasi antara satu dokumen dan dokumen lain, perbedaan tersebut perlu diklarifikasi terlebih dahulu. Penyusunan laporan tidak boleh mengganti bukti yang belum tersedia dengan perkiraan yang ditampilkan seolah-olah merupakan fakta. Oleh karena itu, data mengenai jumlah barang, nilai transaksi, nama penyedia, jumlah peserta, dan hasil akhir kegiatan harus diisi berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi. Sebelum pembelian dilakukan, pengurus perlu memastikan beberapa hal pokok. Pertama, kebutuhan telah ditentukan dan disepakati. Kedua, spesifikasi barang sudah jelas. Ketiga, jumlah dan ukuran telah diperiksa. Keempat, harga dan anggaran telah diverifikasi. Kelima, penyedia telah dipilih sesuai pertimbangan yang wajar. Keenam, kewenangan persetujuan telah dipenuhi. Ketujuh, dokumen yang diperlukan telah disiapkan. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan menggunakan daftar periksa sederhana. Apabila ada unsur yang belum terpenuhi, pengurus dapat menunda pesanan sampai informasi yang diperlukan tersedia. Tujuan pemeriksaan bukan untuk mempersulit proses, melainkan untuk mengurangi kemungkinan kesalahan yang justru dapat menimbulkan biaya dan pekerjaan tambahan. Tahap persiapan dapat menghadapi sejumlah risiko, seperti data ukuran yang tidak lengkap, perubahan jumlah kebutuhan, ketidakjelasan spesifikasi, perbedaan pemahaman antaranggota, keterbatasan anggaran, dan keterlambatan memperoleh persetujuan. Risiko tersebut dapat dikurangi melalui komunikasi yang jelas, pencatatan keputusan, pemeriksaan data, dan penetapan batas waktu pengumpulan kebutuhan. Apabila terjadi perubahan spesifikasi setelah pesanan dibuat, perubahan tersebut perlu dikomunikasikan kepada penyedia dan dicatat. Perubahan yang berdampak pada harga atau waktu penyelesaian sebaiknya mendapat persetujuan sesuai kewenangan. Dengan persiapan yang memadai, pengurus dapat melaksanakan pembelian secara lebih terarah serta memiliki dasar yang kuat untuk menyusun laporan pertanggungjawaban. Gambaran Umum Pelaksanaan Kegiatan yang menjadi objek laporan ini adalah pembelian baju seragam Bagian Ekonomi oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Gedung DWP Pusat, Jakarta. Bagian pelaksanaan ini disusun untuk menjelaskan tahapan yang perlu didokumentasikan dalam laporan kegiatan. Rincian transaksi dan urutan aktivitas aktual harus disesuaikan dengan catatan pengurus serta bukti yang tersedia. Secara administratif, pelaksanaan pembelian dapat mencakup koordinasi awal, pemeriksaan kebutuhan, peninjauan atau pemilihan produk, konfirmasi spesifikasi, kesepakatan harga, pemesanan, pembayaran, serta pemeriksaan barang. Tidak semua tahapan tersebut harus berlangsung di lokasi yang sama atau pada waktu yang sama. Oleh karena itu, laporan final perlu membedakan aktivitas yang benar-benar dilaksanakan pada tanggal kegiatan dari proses persiapan maupun tindak lanjut yang terjadi pada tanggal lain. Pemilihan model dan bahan harus mengacu pada spesifikasi yang telah disepakati. Pengurus perlu mempertimbangkan kenyamanan, tampilan, daya tahan, kemudahan perawatan, dan kesesuaian dengan kebutuhan penggunaan. Jika tersedia beberapa alternatif, pengurus dapat membandingkan karakteristiknya sebelum menetapkan pilihan. Penilaian dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas bahan, kerapian jahitan, ketepatan warna, ketahanan setelah pencucian, dan kesesuaian dengan anggaran. Apabila seragam menggunakan identitas organisasi, desain dan penempatannya perlu diperiksa sebelum produksi atau pembelian diselesaikan. Laporan final sebaiknya menyebutkan model dan bahan yang benar-benar dipilih, bukan hanya menyatakan bahwa kualitasnya baik. Pernyataan mengenai kualitas harus didasarkan pada pemeriksaan barang atau informasi produk yang dapat dipertanggungjawabkan. Konfirmasi harga diperlukan untuk memastikan bahwa nilai pembelian dipahami oleh pihak yang terlibat sebelum transaksi dilakukan. Informasi harga sebaiknya mencakup harga per unit, jumlah unit, biaya tambahan jika ada, serta total biaya. Apabila penyedia memberikan penawaran tertulis, dokumen tersebut perlu disimpan. Jika terdapat perubahan harga dari penawaran awal, perubahan tersebut perlu dikonfirmasi dan dijelaskan. Perbedaan harga dapat terjadi karena perubahan bahan, jumlah pesanan, penyesuaian ukuran, atau biaya tambahan yang disepakati. Namun, alasan yang dicantumkan dalam laporan harus mengikuti kejadian sebenarnya. Nilai pembelian tidak dapat ditentukan hanya dari perkiraan harga pasar. Total biaya yang dilaporkan harus mengacu pada bukti transaksi yang sah dan telah diperiksa. Setelah spesifikasi, jumlah, dan harga disepakati, pemesanan dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Dokumen pemesanan sebaiknya mencantumkan rincian barang, jumlah, ukuran, harga, waktu penyelesaian, lokasi penyerahan, serta ketentuan apabila terdapat ketidaksesuaian. Jika pemesanan dilakukan secara lisan atau melalui komunikasi elektronik, pengurus perlu menyimpan catatan komunikasi yang relevan untuk mendukung penelusuran kesepakatan. Pemesanan perlu diperiksa kembali sebelum dikonfirmasi kepada penyedia. Langkah ini membantu mengurangi risiko kesalahan jumlah, ukuran, atau spesifikasi yang dapat menimbulkan biaya tambahan. Pelaksanaan transaksi harus mengikuti kesepakatan dan ketentuan keuangan yang berlaku. Pembayaran dapat dilakukan melalui metode yang disetujui dan didukung bukti yang memadai. Metode pembayaran yang sebenarnya harus dicantumkan sesuai transaksi, misalnya pembayaran tunai atau transfer, apabila informasi tersebut telah dikonfirmasi. Pengurus perlu memastikan bahwa nilai pembayaran sesuai dengan nilai yang disepakati. Jika pembayaran dilakukan secara bertahap, setiap pembayaran harus dicatat dengan tanggal dan jumlah yang jelas. Apabila terdapat uang muka, pelunasan, atau pengembalian dana, seluruhnya perlu dicatat dalam administrasi transaksi. Laporan publik dapat menyajikan ringkasan nilai pembayaran, sedangkan rincian bukti disimpan dalam arsip keuangan sesuai kewenangan. Penyebutan bahwa transaksi telah selesai hanya dapat dilakukan apabila pembayaran dan kewajiban terkait memang telah diselesaikan. Jika masih ada kewajiban yang belum dipenuhi, statusnya harus dijelaskan. Pemeriksaan barang merupakan tahap penting untuk memastikan bahwa seragam yang diterima sesuai dengan pesanan. Pemeriksaan dapat mencakup jumlah unit, ukuran, warna, model, bahan, kerapian jahitan, kondisi fisik, dan atribut organisasi apabila ada. Barang yang diterima perlu dibandingkan dengan dokumen pesanan. Apabila ditemukan perbedaan, pengurus harus mencatat jenis ketidaksesuaian, jumlah barang yang terdampak, dan langkah penyelesaian yang disepakati dengan penyedia. Jika barang diterima dalam beberapa tahap, setiap penerimaan sebaiknya memiliki catatan tersendiri. Cara ini memudahkan pengurus mengetahui jumlah yang telah diterima dan jumlah yang masih harus dipenuhi. Laporan final perlu membedakan antara barang yang telah dipesan, barang yang telah dibayar, dan barang yang telah diterima. Ketiga status tersebut tidak selalu sama. Setelah proses pembelian dilaksanakan, hasilnya perlu dicatat secara sistematis. Pencatatan sekurang-kurangnya dapat memuat jenis barang, jumlah pesanan, jumlah yang diterima, jumlah yang dibayar, nilai transaksi, tanggal penerimaan, dan status pemeriksaan. Apabila terdapat selisih antara pesanan dan penerimaan, selisih tersebut harus dijelaskan. Apabila seluruh barang telah diterima sesuai pesanan, keterangan tersebut dapat ditulis setelah didukung oleh hasil pemeriksaan. Dokumen hasil pembelian merupakan dasar bagi penyusunan bagian hasil kegiatan dan evaluasi. Karena itu, pengurus perlu memastikan bahwa angka yang dicantumkan dalam laporan sama dengan angka dalam dokumen transaksi dan penerimaan. Dokumentasi merupakan bagian pendukung yang dapat memperkuat laporan. Dokumentasi dapat berupa foto kegiatan, foto barang, bukti transaksi, daftar pesanan, berita acara penerimaan, dan catatan koordinasi. Foto kegiatan sebaiknya digunakan secara proporsional dan tidak dijadikan pengganti bukti transaksi. Foto dapat menunjukkan konteks kegiatan, tetapi tidak selalu dapat membuktikan jumlah atau nilai pembelian. Bukti pembayaran dan dokumen barang harus disimpan sebagai dokumen tersendiri. Apabila laporan dipublikasikan, bagian yang memuat nomor rekening, tanda tangan, nomor identitas, atau data pribadi lain perlu disamarkan apabila tidak diperlukan untuk kepentingan publik. Keterangan foto harus sesuai dengan peristiwa yang benar-benar terlihat atau dapat diverifikasi. Foto dari kegiatan lain tidak boleh digunakan seolah-olah menggambarkan pembelian pada tanggal 1 Oktober 2026. Arsip kegiatan perlu disimpan agar dapat digunakan untuk keperluan evaluasi, pemeriksaan, dan penyusunan laporan berikutnya. Arsip dapat dikelompokkan menjadi dokumen perencanaan, dokumen transaksi, dokumen penerimaan barang, dokumentasi visual, dan laporan akhir. Pengurus sebaiknya menetapkan lokasi penyimpanan yang jelas serta pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan arsip. Dokumen digital perlu memiliki nama berkas yang mudah ditelusuri dan salinan cadangan apabila diperlukan. Penyimpanan harus mengikuti ketentuan organisasi mengenai masa retensi dan akses dokumen. Hasil utama yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terpenuhinya kebutuhan baju seragam Bagian Ekonomi sesuai dengan jumlah, ukuran, spesifikasi, dan anggaran yang telah disepakati. Selain hasil berupa barang, kegiatan juga diharapkan menghasilkan dokumen administrasi yang memadai. Dokumen tersebut mencakup catatan kebutuhan, pesanan, bukti transaksi, penerimaan barang, dan laporan kegiatan. Hasil yang diharapkan perlu dibedakan dari hasil aktual. Sebelum laporan ditetapkan sebagai laporan pelaksanaan final, pengurus perlu mengonfirmasi jumlah barang yang benar-benar dibeli dan diterima serta status pembayaran yang sebenarnya. Kesimpulan Kegiatan pembelian baju seragam Bagian Ekonomi oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan perlengkapan organisasi. Kegiatan ini dicatat pada Kamis, 1 Oktober 2026, mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Gedung DWP Pusat, Jakarta. Pembelian seragam memerlukan perencanaan yang baik, mulai dari identifikasi kebutuhan, penentuan spesifikasi, pendataan ukuran, penyusunan anggaran, pemilihan penyedia, hingga pelaksanaan transaksi dan pemeriksaan barang. Selain penyediaan barang, kegiatan juga memerlukan administrasi yang tertib. Bukti transaksi, catatan penerimaan, dokumentasi, dan laporan merupakan unsur yang mendukung akuntabilitas serta memudahkan evaluasi. Keberhasilan kegiatan perlu dinilai berdasarkan hasil aktual, termasuk kesesuaian barang, penyelesaian transaksi, ketepatan penggunaan anggaran, dan kelengkapan dokumen. Karena data rinci mengenai transaksi dan hasil penerimaan belum tercantum dalam bahan awal, kesimpulan mengenai jumlah barang, total biaya, kualitas seragam, serta status penyelesaian harus ditetapkan setelah verifikasi dokumen. Dengan penyusunan laporan yang akurat dan lengkap, kegiatan ini diharapkan dapat terdokumentasi secara tertib serta menjadi bahan pembelajaran untuk peningkatan pengelolaan kegiatan organisasi di masa mendatang. Saran Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir disarankan untuk melengkapi laporan dengan dokumen pendukung yang relevan sebelum digunakan sebagai laporan resmi. Dokumen yang perlu diperiksa meliputi daftar kebutuhan, spesifikasi seragam, bukti persetujuan, rincian transaksi, bukti pembayaran, catatan penerimaan barang, dan dokumentasi kegiatan apabila tersedia. Pengurus juga disarankan melakukan evaluasi terhadap kesesuaian barang dan ketertiban administrasi. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk memperbaiki proses perencanaan dan pembelian seragam pada kegiatan berikutnya. Untuk kepentingan publikasi, informasi perlu disampaikan secara proporsional dengan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi dan konsistensi antara laporan publik dengan arsip internal organisasi. Demikian laporan publik kegiatan pembelian baju seragam Bagian Ekonomi oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir ini disusun sebagai draf dokumentasi dan bahan pertanggungjawaban kegiatan. Dokumen ini perlu ditinjau, dilengkapi, dan disahkan oleh pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan organisasi sebelum dipublikasikan atau digunakan sebagai laporan final. Semoga laporan ini dapat mendukung tertib administrasi, memperkuat transparansi, dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ogan Komering Ilir. #DWPBidangEkonomi

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID