Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Gebang mengikuti kegiatan Pembinaan Administrasi DWP Kabupaten Purworejo pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kerja Sekretariat, khususnya penataan organisasi melalui kegiatan pengelolaan administrasi, tersebut diikuti oleh tim dari DWP Kabupaten Purworejo serta pengurus dan anggota DWP Kecamatan Gebang. Kegiatan pembinaan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pengurus terhadap tata kelola administrasi organisasi yang tertib, sistematis, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, pengurus dan anggota mendapatkan arahan mengenai pentingnya pengelolaan administrasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan program kerja organisasi. Dalam sambutannya, Ketua DWP Kecamatan Gebang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembinaan administrasi yang diberikan oleh DWP Kabupaten Purworejo. “Kami sangat berterima kasih atas pembinaan yang diberikan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperbaiki dan menertibkan administrasi organisasi. Kami berharap ilmu dan arahan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan DWP Kecamatan Gebang,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa administrasi yang tertata akan memudahkan pengurus dalam mendokumentasikan setiap kegiatan, menyusun laporan, serta melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan. “Kami berharap seluruh pengurus dapat bersama-sama meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan administrasi, sehingga setiap kegiatan dapat tercatat dan terdokumentasi dengan baik,” tambahnya. Sementara itu, tim DWP Kabupaten Purworejo dalam arahannya menyampaikan bahwa pembinaan administrasi merupakan bagian penting dalam penataan organisasi. “Administrasi bukan sekadar mencatat dan menyimpan dokumen, tetapi menjadi bagian dari tertib organisasi. Dengan administrasi yang baik, setiap kegiatan dapat terdokumentasi, dipertanggungjawabkan, dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan program berikutnya,” disampaikan oleh tim pembina. Tim DWP Kabupaten Purworejo juga mendorong pengurus DWP Kecamatan Gebang untuk terus melakukan pembenahan administrasi secara konsisten. Pengelolaan dokumen, pencatatan kegiatan, dan penyusunan laporan diharapkan dilakukan secara tertib dan berkesinambungan sehingga dapat mendukung pelaksanaan program kerja organisasi secara optimal. Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Pengurus dan anggota DWP Kecamatan Gebang berkesempatan berdiskusi serta menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi organisasi. Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan administrasi sehari-hari. Melalui kegiatan pembinaan ini, DWP Kecamatan Gebang berkomitmen untuk meningkatkan tertib administrasi dan penataan organisasi, sehingga setiap program kerja dapat dilaksanakan, didokumentasikan, dan dilaporkan dengan lebih baik. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi antara DWP Kabupaten Purworejo dan DWP Kecamatan Gebang dalam mendukung keberlangsungan organisasi.
Pada hari Selasa tanggal 29 September 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kelurahan Kedaung menghadiri PEMBUKAAN DAN PERESMIAN BANK SAMPAH AL-IJTIHAD RT 003 RW 01 KELURAHAN PONDOK CABE ILIR KECAMATAN PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN. Giat ini dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain: Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang Selatan Ibu Monalisa Bambang beserta pengurus, Bapak Lurah Prihadiyanto, S.E.,M.A dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kelurahan Pondok Cabe Ilir Ibu Yumi Tri Ayu, S.E serta Sekretaris Kecamatan Bapak H Ade Heri Setiawan, S.E.,M.M beserta Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Pamulang Ibu Zahro Ade Heri, Pengurus dan pegiat Bank Sampah Al Ijtihad, Ketua RT.001, Ibu Hj Siti Romlah, masyarakat sekitar wilayah RW.003 Kelurahan Pondok Cabe Ilir. Tujuan dari bank sampah adalah upaya penanganan sampah berbasis masyarakat sebagai langkah awal menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomis serta mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA sekaligus mengedukasi warga mengenai pemilahan sampah dari sumbernya.
PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI KREATIF Kunjungan kepada Pengrajin Batik Khas Sula dalam rangka Hari Batik Nasional Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2026, Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Sula melaksanakan kegiatan kunjungan kepada salah satu pengrajin batik khas Sula yang berada di Desa Fatce, Kabupaten Kepulauan Sula, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 14.00 WIT. Kegiatan kunjungan tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian dan dukungan DWP Kabupaten Kepulauan Sula terhadap pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis potensi dan kearifan lokal daerah. Kunjungan dipimpin oleh Ny. Hj. Diana Mandaya selaku Ketua Bidang Ekonomi DWP Kabupaten Kepulauan Sula bersama anggota. Dalam kunjungan tersebut, rombongan DWP berkesempatan melihat secara langsung kegiatan dan proses pengembangan kerajinan batik khas Sula yang menjadi salah satu produk ekonomi kreatif masyarakat. Batik khas Sula memiliki keunikan tersendiri dengan mengangkat motif Wansosa sebagai salah satu ciri khas yang mencerminkan identitas dan kekayaan budaya daerah Kepulauan Sula. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi DWP untuk berdialog langsung dengan pengrajin mengenai proses pembuatan batik, pengembangan motif, pemasaran produk, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha batik lokal. Melalui interaksi tersebut, DWP dapat memahami bahwa keberadaan para pengrajin memiliki peranan penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat. DWP Kabupaten Kepulauan Sula memberikan semangat, apresiasi, dan dukungan moril kepada para pengrajin agar terus berkarya, mengembangkan kreativitas, serta mempertahankan ciri khas batik Sula. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi para pelaku usaha untuk terus menghasilkan produk batik yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun masyarakat dari luar daerah. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya DWP dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi kreatif, khususnya melalui pemanfaatan potensi lokal. Pengembangan usaha batik tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan kemandirian ekonomi. Melalui momentum Hari Batik Nasional, DWP Kabupaten Kepulauan Sula berharap batik khas Sula, khususnya motif Wansosa, semakin dikenal, dicintai, dan digunakan oleh masyarakat. DWP juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung produk lokal dengan menggunakan dan mempromosikan batik khas daerah sebagai bagian dari kebanggaan terhadap identitas budaya Kepulauan Sula. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah nyata DWP Kabupaten Kepulauan Sula dalam mendukung pelestarian budaya, memperkuat ekonomi kreatif, memberdayakan pelaku usaha lokal, serta mendorong tumbuhnya produk unggulan daerah yang berkelanjutan. Hasil yang diharapkan: 1. Meningkatnya perhatian dan dukungan terhadap pengrajin batik khas Sula. 2. Meningkatnya motivasi pengrajin dalam mengembangkan kreativitas dan kualitas produk. 3. Terjaganya batik khas Sula sebagai warisan budaya dan identitas daerah. 4. Meningkatnya peluang pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. 5. Mendorong masyarakat untuk lebih mencintai, menggunakan, dan mempromosikan produk batik khas Sula. #DWPKeSula #DWPSehatBerdaya #DWPBerbagi #HariBatikNasional2026 #BatikKhasSula #MotifWansosa #EkonomiKreatif #BanggaProdukLokal #CintaBudayaIndonesia
Makassar, Jumat 2 Oktober 2026 Bidang Sekretariat melalui Program Prioritas Rumah Tangga dan Logistik DWP Kota Makassar melaksanakan kegiatan Konsumsi Tamu pada kegiatan Senam Sehat Bersama pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 08.00–10.00 WITA, bertempat di Kantor Camat Makassar, Kota Makassar. Kegiatan dibuka dan dihadiri oleh Ketua DWP Kota Makassar, Ny. Vivi Andriani A. Mahyuddin, S.STP., MM, bersama Pengurus DWP Kota Makassar, serta Ketua DWP Kecamatan Makassar dan pengurus, dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Ketua DWP Kota Makassar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Senam Sehat Bersama menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus menjaga kebugaran dan kesehatan anggota DWP. Dukungan konsumsi yang disiapkan melalui Program Rumah Tangga dan Logistik merupakan bagian dari pelayanan kegiatan agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian aktivitas dengan nyaman dan penuh semangat. Penyediaan konsumsi ditujukan untuk menunjang kebutuhan peserta selama kegiatan, memberikan kenyamanan dan pelayanan yang baik, serta mendukung terciptanya suasana kebersamaan yang sehat dan harmonis. Sasaran kegiatan mencakup Pengurus DWP Kota Makassar, Ketua dan Pengurus DWP Kecamatan Makassar, serta seluruh peserta Senam Sehat Bersama. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kebersamaan, memperkuat koordinasi dan silaturahmi antaranggota DWP, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan dan kebugaran. Pelaksanaan kegiatan juga menjadi wujud dukungan Sekretariat dalam memastikan kebutuhan rumah tangga dan logistik kegiatan DWP terlaksana secara tertib, efektif, dan sesuai kebutuhan. Semangat kebersamaan dalam kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai DWP Sehat dan semangat Mars DWP untuk terus berkarya, berbakti, dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi serta masyarakat. Harapannya, kegiatan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kebugaran, memperkuat solidaritas, dan mendukung terwujudnya DWP yang sehat, solid, aktif, dan berdaya.
DWP MENGAJAR: PENGENALAN BATIK SEBAGAI WARISAN BUDAYA INDONESIA SEJAK DINI I. NAMA KEGIATAN DWP Mengajar – Pengenalan Batik sebagai Warisan Budaya Indonesia Sejak Dini II. BIDANG Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Sula III. HARI/TANGGAL DAN TEMPAT Hari/Tanggal : Minggu, 4 Oktober 2026 Tempat : TK Dharma Wanita, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula IV. LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak sejak usia dini. Pada masa usia dini, anak berada pada tahap perkembangan yang sangat baik untuk menerima berbagai pengetahuan, nilai, kebiasaan, serta pengalaman yang dapat menjadi dasar bagi pembentukan karakter mereka di masa mendatang. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga mencakup pengenalan terhadap nilai-nilai sosial, budaya, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, pengenalan budaya Indonesia kepada anak sejak dini merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang memiliki rasa cinta, bangga, dan kepedulian terhadap kekayaan budaya bangsa. Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Sula melalui Bidang Pendidikan melaksanakan program DWP Mengajar di TK Dharma Wanita, Desa Fagudu. Kegiatan ini mengangkat tema pengenalan batik kepada anak-anak usia dini dengan pendekatan yang sederhana, edukatif, dan menyenangkan. Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, seni, kreativitas, serta identitas budaya yang perlu terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi penerus. Pengenalan batik tidak harus dilakukan melalui pembelajaran yang kompleks, tetapi dapat dimulai melalui kegiatan sederhana dengan memperlihatkan berbagai motif, mengenalkan makna batik sebagai bagian dari budaya Indonesia, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap hasil karya budaya bangsa. Melalui kegiatan DWP Mengajar ini, Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Kepulauan Sula berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan kepada anak, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Anak-anak diberikan kesempatan untuk mengenal batik dengan cara yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata peran DWP Kabupaten Kepulauan Sula dalam mendukung pendidikan anak usia dini sekaligus melaksanakan program kerja Bidang Pendidikan yang berorientasi pada peningkatan wawasan, kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. V. DASAR KEGIATAN Kegiatan DWP Mengajar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2026 dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Kepulauan Sula, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penguatan pendidikan karakter dan pengenalan budaya Indonesia kepada anak usia dini. VI. MAKSUD DAN TUJUAN Kegiatan DWP Mengajar ini dimaksudkan sebagai salah satu bentuk kontribusi Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Sula dalam mendukung pendidikan anak usia dini melalui pembelajaran yang mengintegrasikan unsur budaya Indonesia. Adapun tujuan kegiatan adalah: 1. Mengenalkan batik kepada anak-anak sejak usia dini. 2. Memberikan pemahaman sederhana bahwa batik merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia. 3. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya bangsa. 4. Mengenalkan keberagaman motif dan bentuk batik secara sederhana kepada anak. 5. Mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas anak melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. 6. Membentuk karakter anak agar memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sosial di sekitarnya. 7. Mendukung pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Kepulauan Sula. 8. Mewujudkan peran aktif DWP dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi anak-anak di lingkungan sekolah binaan. 9. Menjadikan momentum Hari Batik Nasional sebagai sarana edukasi budaya yang dapat diterima dan dipahami oleh anak usia dini. VII. SASARAN KEGIATAN Sasaran utama kegiatan adalah anak-anak TK Dharma Wanita Desa Fagudu sebagai peserta didik usia dini. Selain memberikan manfaat secara langsung kepada anak-anak, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan para pendidik dalam memperkuat pembelajaran berbasis budaya. VIII. PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan DWP Mengajar dilaksanakan pada Minggu, 4 Oktober 2026, bertempat di TK Dharma Wanita Desa Fagudu. Kegiatan dihadiri oleh Ketua Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Kepulauan Sula, Ny. Marhaina Usia, bersama anggota Bidang Pendidikan. Kegiatan diawali dengan perkenalan dan penyampaian maksud kedatangan DWP kepada anak-anak. Suasana pembelajaran dibuat santai, ramah, dan menyenangkan agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman. Selanjutnya, anak-anak diperkenalkan dengan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Pengenalan dilakukan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh anak usia dini. Anak-anak diajak untuk memperhatikan berbagai bentuk dan motif batik serta mengenal bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam. Dalam proses pembelajaran, anak-anak diberikan kesempatan untuk berinteraksi, bertanya, menjawab pertanyaan sederhana, dan menyampaikan apa yang mereka ketahui tentang batik. Pendekatan interaktif tersebut dilakukan agar anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Pesan utama yang disampaikan kepada anak-anak adalah pentingnya mengenal dan mencintai budaya Indonesia sejak dini. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa budaya perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kehadiran Ketua Bidang Pendidikan bersama anggota juga menjadi bentuk dukungan langsung DWP terhadap kegiatan pendidikan di sekolah binaan. Interaksi antara pengurus DWP, guru, dan anak-anak menciptakan suasana kebersamaan yang mendukung terciptanya pembelajaran yang menyenangkan. IX. MATERI KEGIATAN Materi yang diberikan dalam kegiatan DWP Mengajar meliputi pengenalan sederhana mengenai: 1. Pengertian batik secara sederhana dan sesuai dengan usia anak. 2. Batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia. 3. Beragam motif batik yang terdapat di Indonesia. 4. Keindahan dan keunikan batik sebagai hasil kreativitas masyarakat Indonesia. 5. Pentingnya mencintai dan menjaga budaya Indonesia. 6. Menumbuhkan kebanggaan menggunakan batik. 7. Pentingnya memperkenalkan budaya kepada generasi penerus sejak usia dini. Materi disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan komunikatif agar anak-anak dapat memahami bahwa batik merupakan bagian dari kehidupan dan identitas budaya Indonesia. X. HASIL KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan DWP Mengajar berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari anak-anak TK Dharma Wanita Desa Fagudu. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan dan menunjukkan rasa ingin tahu ketika diperkenalkan dengan batik. Kegiatan pembelajaran yang dikemas secara sederhana membuat anak-anak dapat mengikuti proses pengenalan budaya dengan suasana yang menyenangkan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pengetahuan baru mengenai batik dan mulai mengenal bahwa batik merupakan salah satu bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada DWP Kabupaten Kepulauan Sula untuk berinteraksi secara langsung dengan peserta didik sekaligus melihat pentingnya pembelajaran budaya diberikan sejak usia dini. Dari sisi organisasi, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi program kerja Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya dalam memberikan edukasi yang memiliki nilai pendidikan dan pembentukan karakter. XI. MANFAAT KEGIATAN Kegiatan DWP Mengajar memberikan beberapa manfaat, antara lain: 1. Bagi Anak-Anak Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan. Mereka memperoleh pengetahuan baru mengenai batik serta mulai mengenal budaya Indonesia melalui kegiatan yang sesuai dengan usia mereka. 2. Bagi Sekolah Kegiatan ini dapat menjadi bentuk dukungan terhadap proses pembelajaran di TK Dharma Wanita, khususnya dalam mengenalkan nilai budaya dan pendidikan karakter kepada peserta didik. 3. Bagi DWP Kegiatan menjadi sarana bagi DWP Kabupaten Kepulauan Sula untuk menjalankan peran organisasi di bidang pendidikan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. 4. Bagi Pelestarian Budaya Pengenalan batik kepada anak sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap budaya Indonesia sehingga nilai budaya dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. XII. NILAI-NILAI YANG DITANAMKAN Melalui kegiatan ini, terdapat beberapa nilai yang diharapkan dapat ditanamkan kepada anak-anak, yaitu: - Cinta budaya Indonesia, dengan mengenal batik sebagai bagian dari kekayaan bangsa. - Rasa bangga, terhadap hasil karya dan budaya Indonesia. - Kreativitas, melalui pengenalan motif dan keindahan batik. - Rasa ingin tahu, melalui kegiatan tanya jawab dan interaksi. - Kebersamaan, melalui proses belajar bersama. - Kepedulian, terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan budaya bangsa. XIII. EVALUASI Secara umum kegiatan DWP Mengajar berjalan dengan lancar. Anak-anak menunjukkan antusiasme dan dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Penyampaian materi dengan pendekatan sederhana dan interaktif dinilai sesuai dengan karakteristik peserta didik usia dini. Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan metode yang lebih variatif dan melibatkan aktivitas praktik sederhana. Misalnya, anak-anak dapat diberikan kesempatan untuk mewarnai motif batik, membuat pola sederhana, mengenal motif batik melalui permainan edukatif, atau melakukan kegiatan kreativitas lainnya. Pengembangan kegiatan tersebut diharapkan dapat membuat proses pengenalan budaya menjadi semakin menarik dan memberikan pengalaman belajar yang lebih berkesan bagi anak-anak. XIV. TINDAK LANJUT Sebagai tindak lanjut, Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Kepulauan Sula dapat mengembangkan program DWP Mengajar secara berkelanjutan melalui kegiatan edukasi dengan tema yang berbeda. Pengenalan budaya dapat dilanjutkan dengan memperkenalkan berbagai budaya lokal dan nasional lainnya kepada anak-anak, sehingga program DWP Mengajar tidak hanya menjadi kegiatan sesaat dalam memperingati hari nasional, tetapi dapat menjadi bagian dari kegiatan edukasi dan penguatan karakter secara berkelanjutan. DWP juga dapat meningkatkan kolaborasi dengan pihak sekolah dan guru dalam menyusun kegiatan pembelajaran sederhana yang mengintegrasikan unsur budaya, kreativitas, lingkungan, dan nilai-nilai karakter. XV. PENUTUP Kegiatan DWP Mengajar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2026 merupakan salah satu bentuk kepedulian Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Sula melalui Bidang Pendidikan terhadap pentingnya pendidikan budaya bagi anak usia dini. Melalui kegiatan sederhana di TK Dharma Wanita Desa Fagudu, anak-anak diperkenalkan kepada batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Pengenalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan kepedulian terhadap budaya bangsa sejak usia dini. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan budaya dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan dunia anak. Dengan mengenalkan budaya sejak dini, diharapkan generasi penerus memiliki kesadaran untuk menghargai, menjaga, dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Sula melalui Bidang Pendidikan akan terus berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang memberikan manfaat bagi anak-anak, sekolah, keluarga, dan masyarakat. “Mengenal Budaya Sejak Dini, Menumbuhkan Generasi yang Cinta Indonesia.” Selamat Hari Batik Nasional 2026. Bangga Berbatik, Cinta Budaya Indonesia.
Pagi yang cerah membawa semangat baru bagi seluruh keluarga besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Polewali Mandar yang tampak antusias menghadiri acara Family Gathering DWP PUPR yang mengusung tema "Sinergi Mewujudkan Keluarga Sehat dan Tangguh". Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 03 Oktober 2026 Bertempat di halaman upacara kantor Dinas PUPR Kabupaten Polewali Mandar sejak pukul 08.00 WITA, suasana riuh rendah tawa langsung terasa. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua DWP Unit PUPR , Ny. Hj. Titiek Rokhma Husain, pengurus dan anggota DWP Unit Dinas PUPR serta melibatkan juga keluarga masing-masing anggota. Adapun peserta secara keseluruhan berjumlah kurang lebih 50 orang. Seluruh peserta anggota DWP Dinasp PUPR yang hadir mengenakan kaos seragam bernuansa krem dan jilbab senada, sedangkan unsur ASN Dinas PUPR menggunakan kaos seragam sesuai dengan warna bidang masing-masing. Acara diawali dengan sesi Senam Sehat Bersama yang dipandu oleh Ny. Tahira Borahima yang merupakan anggota Bidang Sosial Budaya. Seluruh peserta bergerak kompak mengikuti ritme musik, melepaskan penat sejenak dari rutinitas harian. Geliat semangat ini menjadi modal berharga untuk memasuki agenda utama berikutnya, yaitu lomba spontanitas yang dilakukan baik secara perorangan maupun kelompok, seperti lomba makan kerupuk, lomba estafet kelereng , lomba lari dalam sarung secara berkelompok dan masih banyak lomba lainnya. Suasana semakin pecah saat memasuki permainan kelompok seperti lari dalam sarung. Tidak ada lagi sekat jabatan atau senioritas; semua melebur dalam tawa, saling menyemangati, dan bekerja sama demi membawa timnya menjadi pemenang. Kegiatan ini berhasil memupuk rasa percaya diri, komunikasi, dan kekompakan antar anggota. Setelah puas berdinamika lewat permainan fisik, para peserta diajak untuk beristirahat sejenak sambil menikmati hidangan tradisional dalam sesi Ramah Tamah. Sembari menikmati sop ubi hangat dan rebusan. Sesi ini memberikan ruang bagi para anggota untuk saling berbagi cerita, memperluas wawasan, sekaligus mengasah kreativitas. Acara DWP Gathering ini ditutup dengan momen yang paling dinantikan, yaitu pembagian doorprize dan live music. Sambil mendengarkan lantunan lagu-lagu hits yang dinyanyikan secara sukarela oleh para anggota, panitia membagikan hadiah. Ketua DWP Unit PUPR , Ny. Hj. Titiek Rokhma Husain dalam sambutan penutupnya menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar energi positif yang tercipta hari ini dapat dibawa pulang ke rumah masing-masing. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan dalam organisasi DWP Unit PUPR Kabupaten Polewali Mandar. Acara ditutup dengan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen berharga tersebut. Meskipun lelah fisik terasa, pancaran kebahagiaan dan senyum lebar menghiasi wajah setiap peserta yang bersiap untuk pulang. Mereka pulang tidak hanya membawa hadiah, tetapi juga membawa kenangan indah dan semangat baru untuk terus mendukung roda organisasi Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Polewali Mandar.
LAPORAN KEGIATAN VAKSINASI RABIES GRATIS DALAM RANGKA MEMPERINGATI WORLD RABIES DAY 2026 Dharma Wanita Persatuan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Empat Lawang I. PENDAHULUAN Rabies merupakan penyakit menular yang bersifat mematikan, tidak hanya mengancam kesehatan hewan, melainkan juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, keselamatan keluarga, serta keamanan lingkungan. Peringatan World Rabies Day setiap tahun menjadi momentum penting untuk menyatukan tekad seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut. Sejalan dengan semangat tersebut, Dharma Wanita Persatuan BKPSDM Kabupaten Empat Lawang turut berpartisipasi aktif dan menyokong penuh kegiatan Vaksinasi Rabies Gratis yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, pada tanggal 29 September 2026, bertempat di Lapangan Gedung Serbaguna. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati World Rabies Day 2026. Keikutsertaan ini merupakan wujud nyata dukungan DWP BKPSDM terhadap program Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, sekaligus bukti kepedulian organisasi terhadap isu kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, serta perlindungan keluarga. Kegiatan ini tidak hanya memberikan akses pelayanan vaksinasi secara cuma-cuma, tetapi juga menyampaikan edukasi menyeluruh mengenai pentingnya pemeliharaan hewan peliharaan, tanggung jawab pemilik, serta langkah pencegahan penularan rabies kepada manusia. II. PELAKSANAAN DAN PIHAK YANG HADIR Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026, bertempat di Lapangan Gedung Serbaguna. Tenaga pelaksana pemeriksaan dan pemberian vaksin adalah tenaga profesional di bidang kesehatan hewan. Turut hadir secara langsung dan memberikan dukungan penuh: - Bapak Fauzan, Kepala Daerah Kabupaten Empat Lawang - Bapak Hendra Lezi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang beserta jajaran - Ny. Nur Hayati, Ketua Dharma Wanita Persatuan BKPSDM Kabupaten Empat Lawang - Pengurus dan seluruh anggota DWP BKPSDM Kabupaten Empat Lawang - drh. Rini, Dokter Hewan pelaksana - Masyarakat pemilik hewan peliharaan dari berbagai wilayah di Kabupaten Empat Lawang Kehadiran Ketua DWP BKPSDM, Ny. Nur Hayati, beserta seluruh anggota memperlihatkan perhatian dan kehadiran nyata organisasi di tengah masyarakat, serta mempertegas bahwa peran DWP tidak terbatas pada kegiatan internal, melainkan meluas ke kegiatan sosial, edukatif, dan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. III. SAMBUTAN DAN HARAPAN KEPALA DAERAH KABUPATEN EMPAT LAWANG Dalam kesempatan tersebut, Bapak Fauzan selaku Kepala Daerah Kabupaten Empat Lawang memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh hadirin. Beliau menyampaikan bahwa pencegahan rabies adalah tanggung jawab bersama dan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah semata. Pemerintah memiliki kewajiban menyediakan pelayanan, sarana, serta edukasi yang memadai, sementara masyarakat memegang peranan yang sangat menentukan dalam menjaga, merawat, dan memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi secara rutin dan berkelanjutan. Kepala Daerah mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda gigitan hewan, perubahan perilaku hewan yang mencurigakan, maupun hewan yang berkeliaran tanpa pengawasan. Apabila terjadi hal-hal yang berpotensi menularkan rabies, masyarakat diharapkan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan petugas terkait agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Secara khusus, Bapak Fauzan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pertanian, Dokter Hewan Rini, seluruh petugas pelaksana, serta masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi aktif. Kepada DWP BKPSDM Kabupaten Empat Lawang di bawah kepemimpinan Ny. Nur Hayati beserta seluruh anggota, disampaikan penghargaan atas kehadiran dan perhatiannya terhadap kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan dan keselamatan masyarakat. Sebagai harapan, Bapak Fauzan berpesan: "Semoga kegiatan vaksinasi gratis ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, menjangkau wilayah-wilayah yang lebih luas hingga ke pelosok desa, serta didukung sepenuhnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Mari kita bergandengan tangan mewujudkan Kabupaten Empat Lawang yang bebas dari ancaman rabies, agar keluarga kita terlindungi, lingkungan kita aman, dan generasi mendatang dapat tumbuh sehat tanpa rasa cemas." IV. SAMBUTAN DAN HARAPAN KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN EMPAT LAWANG Sementara itu, Bapak Hendra Lezi selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi pada 29 September 2026 di Lapangan Gedung Serbaguna ini merupakan langkah preventif utama dan paling efektif dalam upaya pengendalian serta pemberantasan penyakit rabies. Beliau menegaskan bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan, dan vaksinasi adalah benteng utama yang melindungi baik hewan maupun manusia dari ancaman penyakit yang mematikan ini. Kepala Dinas Pertanian mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan hewan peliharaan, terutama dengan melakukan vaksinasi secara berkala, memelihara hewan dengan penuh tanggung jawab, serta tidak membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan. Pemahaman harus dibangun sejak dini: pencegahan rabies dimulai dari rumah, dari lingkungan keluarga, dan dari kesadaran setiap pemilik hewan. Hewan yang sehat, terawat, dan tervaksinasi adalah kunci terciptanya lingkungan yang aman bagi seluruh warga. Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan pengendalian rabies sangat bergantung pada kerja sama yang erat antara pemerintah, tenaga profesional — dalam hal ini Dokter Hewan Rini — organisasi kemasyarakatan termasuk DWP BKPSDM, serta masyarakat selaku pemilik hewan. Kepada para pemilik hewan, beliau berharap: "Jangan hanya mengandalkan kegiatan vaksinasi massal ini, melainkan rutinlah memeriksakan hewan peliharaan ke petugas kesehatan hewan terdekat. Sampaikanlah informasi ini kepada kerabat, tetangga, dan lingkungan sekitar agar kesadaran ini tumbuh merata di seluruh penjuru Kabupaten Empat Lawang. Dengan kesadaran yang tumbuh bersama, rabies akan semakin menjauh dari kehidupan kita." V. PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan berjalan secara tertib melalui tahapan-tahapan sebagai berikut. 1. Pendataan — Masyarakat yang membawa hewan peliharaan mengisi data diri dan data hewan yang akan divaksinasi. 2. Pemeriksaan Kesehatan — Dilakukan oleh drh. Rini untuk memastikan setiap hewan dalam keadaan sehat dan memenuhi syarat sebelum diberikan vaksin. 3. Pemberian Vaksin — Dilakukan langsung oleh drh. Rini sesuai prosedur standar pelayanan kesehatan hewan, dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan hewan. 4. Edukasi dan Konsultasi — Dokter Hewan Rini juga memberikan penyuluhan kepada pemilik hewan mengenai pentingnya vaksinasi rutin, cara pemeliharaan, pengawasan perilaku hewan, serta langkah pertolongan pertama apabila terjadi gigitan. Masyarakat berkesempatan berkonsultasi langsung mengenai permasalahan kesehatan hewan peliharaannya. Dalam kegiatan ini, tercatat sebanyak 25 ekor hewan berhasil mendapatkan pelayanan vaksinasi, yang terdiri dari: - Anjing - Kucing - Kera Seluruh proses dilaksanakan pada 29 September 2026 di Lapangan Gedung Serbaguna, berjalan tertib, aman, dan sesuai standar pelayanan yang berlaku. VI. HASIL DAN MANFAAT KEGIATAN A. Hasil Langsung - Terlaksananya kegiatan vaksinasi rabies gratis pada 29 September 2026 di Lapangan Gedung Serbaguna - Terlaksananya vaksinasi terhadap 25 ekor hewan (anjing, kucing, kera) - Seluruh hewan diperiksa dan divaksin oleh drh. Rini, tenaga profesional di bidangnya - Tersampaikannya materi edukasi kepada seluruh pemilik hewan yang hadir - Terjalinnya kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah, Dinas Pertanian, tenaga kesehatan hewan, DWP BKPSDM, dan masyarakat B. Hasil Tidak Langsung - Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan rabies - Tumbuhnya kesadaran untuk melakukan vaksinasi secara rutin dan memelihara hewan secara bertanggung jawab - Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah - Menguatnya peran DWP BKPSDM sebagai mitra pemerintah yang peduli dan hadir di tengah masyarakat melalui kehadiran Ketua beserta seluruh anggota C. Harapan Jangka Panjang Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku yang berkelanjutan. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengikuti kegiatan ini, tetapi terus melakukan vaksinasi rutin, menjaga hewan peliharaannya, serta menyebarluaskan informasi kepada lingkungan sekitar. Dengan demikian, upaya pencegahan rabies di Kabupaten Empat Lawang dapat semakin diperkuat dan berjalan secara menyeluruh. VII. PENUTUP Kegiatan Vaksinasi Rabies Gratis pada 29 September 2026 di Lapangan Gedung Serbaguna ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama. Kehadiran Ny. Nur Hayati, Ketua DWP BKPSDM Kabupaten Empat Lawang, beserta seluruh pengurus dan anggota, memperlihatkan bahwa organisasi ini senantiasa hadir dan berperan aktif mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pencegahan rabies bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua — pemerintah, tenaga profesional, organisasi kemasyarakatan, maupun setiap warga masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa memberikan vaksinasi kepada hewan peliharaan adalah wujud perlindungan terhadap keluarga, lingkungan, dan sesama warga. Semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, sehingga Kabupaten Empat Lawang senantiasa bergerak menuju lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman rabies. Laporan ini disusun sebagai dokumen resmi, bahan pertanggungjawaban, serta pelaporan elektronik Dharma Wanita Persatuan BKPSDM Kabupaten Empat Lawang. Dengan ini laporan kegiatan disampaikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kerja bakti jumat bersih adalah kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar atau tempat kerja yang rutin dilakukan setiap jumat. Kegiatan jumat bersih juga merupakan salah satu program kerja rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tolitoli. Kegiatan Jumat bersih diawal bulan Oktober dilaksanakan pada hari Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 07.00 Wita sampai dengan selesai bertempat di Halaman Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tolitoli Jalan Veteran Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah. Setiap kegiatan Jumat bersih para Anggota Dharma Wanita Persatuan dari Organisasi Perangkat Daerah se Kabupaten Tolitoli diberikan tugas untuk bertanggungjawab pada pelaksanaan jumat bersih dan pada tanggal 2 Oktober 2026 petugas kegiatan rutin jumat bersih adalah salah satunya Dinas kami yaitu Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta 3 Dinas lainnya yaitu Dharma Wanita Persatuan Perusahaan Daerah Air Minum, Dharma Wanita Persatuan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata. Pada Kegiatan jumat bersih tersebut dihadiri oleh Anggota Dharma Wanita yang bertugas dan juga beberapa orang anggota Dharma Wanita Persatuan dari Organisasi Perangkat Daerah lainnya dan yang hadir berjumlah kurang lebih 13 Orang. Dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura diwakili oleh Ny.Wart Syamsuddin. Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan jumat bersih yaitu : 1. Membersihkan Lingkungan : menyapu halaman, mencabut rumput yang tumbuh 2. Menjaga saluran air : membersihkan selokan dari sampah 3. Pengelolaan sampah : memisahkan sampah basah dan kering dan membuangnya ketempat pembuangan sampah. Manfaat yang diperoleh yaitu : 1. Terciptanya lingkungan yang sehat, rapi dan nyaman 2. Mempererat kebersamaan dan semangat gotong rotong antar Aggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tolitoli Harapan utama dari pelaksanaan jumat bersih bagi Dharma Wanita Persatuan adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui penguatan budaya hidup sehat dan bersih. Sebagai organisasi Istri Aparatur Sipil Negara, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjadi pelopor dan motor penggerak aksi sosial, baik dilingkungan instansi pemerintah maupun lingkungan keluarga untuk menjadi teladan lingkungan, mempererat solidaritas organisasi, mendukung program pemerintah dan sebagai edukasi ketahanan keluarga. 1. Menjadi teladan lingkungan diharapkan Anggota Dharma Wanita Persatuan menjadi contoh nyata dalam pengelolaan kebersihan, mulai dari memilah sampah dari rumah hingga menjaga kerapian ruang publik kantor; 2. Mempererat solidasitas organisasi yaitu kegiatan gotong royong diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tali silaturahmi, kekompakan dan rasa kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan; 3. Mendukung program pemerintah yaitu Dharma Wanita Persatuan diharapkan berkontribusi langsung dalam menyukseskan program kerja instansi/pemerintah daerah terkait isu lingkungan hidup, kesehatan masyarakat dan penurunan angka penyakit menular; 4. Edukasi ketahanan pangan diharapkan Dharma Wanita Persatuan mampu menularkan kebiasaan hidup bersih pada suami, anak-anak dan lingkungan sekitar demi menciptakan ketahanan keluarga yang sehat; Dengan adanya kegiatan rutin jumat bersih diharapkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat terus tertanam dalam diri setiap anggota Dharma Wanita Persatuan sebagai motivasi seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari akan adanya berbagai penyakit.
DARMA WANITA PERSATUAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA TELAH MENGIKUTI KEGIATAN PERTEMUAN RUTIN BULANAN DARMA WANITA PERSATUAN (DWP) KOTA PALU Yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta sosialisasi rencana keuangan matang, masa depan lebih tenang. Yang dilaksanakan oleh Bidang Sosial Budaya pada : Hari/Tanggal : Sabtu 2, Oktober 2026 waktu :14.00 wita sampai selesai tempat pelaksanaan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu (DP3A) Pertemuan di ikuti oleh 60 orang yang terdiri dari Ketua Ibu Rahmawati romy sandi agung, wakil ketua 1 ibu Lia saraswati abidin, wakil ketua 2 ibu Enny Rahmawati arif lamakarate, wakil ketua 3 ibu zahra usman, dan perwakilan 2 orang anggota dwp satpol PP yaitu ibu Tiwi sebagai sekretaris dan ibu olla sebagai bendahara 2, serta pengurus DWP kota palu beserta perwakilan 2 orang dari OPD dan kecamatan. Tujuan kegiatan untuk menciptakan ruang aman serta memutus mata rantai kekerasan secara sistematik mendorong keberanian untuk melapor ( speak up) serta membangun literasi keuangan yang kuat, menciptakan finansial, mempersiapkan masa depan yang mandiri dan tenang dan mengenalkan investasi yang tepat. Pendahuluan / Pembukaan Pada, hari sabtu tanggal 2 Oktober 2026, Darma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Dinas Pemberdayaan perempuan dan anak (DP3A) yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta sosialisasi keuangan matang masa depan lebih tenang, Acara di buka oleh pembawa acara ibu Sindi Arista FahruRozi, kemudian menyanyikan Mars DWP yg di pandu oleh ibu Alivyana Adri dan pembacaan doa oleh ibu Arsyad.Pelaksanaan kegiatan (isi) kegiatan pertama berupa pemaparan materi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh Narasumber, dr. Royke M.AP (Kadis DP3A) dan ibu Nunung (Kepala OPTDPPA Perlindungan Anak) pembahasan materi yaitu urgensi perlindungan anak memiliki hak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang, serta perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. Bentuk ancaman Modern : kekerasan fisik, kekerasan verbal dirumah, perundungan (Bullying) di sekolah, hingga bahaya Cyberbullying dan adiksi gawai. Faktor pemicu utama : kondisi ekonomi keluarga yang rentan, pola asuh yang salah dan dampak negatif penggunaan gawai dan paparan lingkungan yang buruk. Bidang Pemeliharaan gak anak : pemenuhan hak anak dan Puspaga ( pusat pembelajaran keluarga) Jika terjadi kekerasan ibu dan anak segera hubungi OPTD PPA Cara melapor penanganan segera menghubungi layanan resmi. Serta undang undang yang mengatur tentang Nikah siri kitab UU No. 1 Tahun 2023 yaitu nikah siri serta merta dilarang atau di pidana jika murni masalah administrasi, namun pelaku nikah siri dapat terjerat sanksi pidana apabila pernikahan melanggar batas hukum. Serta UU No. 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana Kekerasan seksual ( UU TPKS). Jenis tidak pidana kekerasan seksual : 1. Pelecehan Seksual Non-fisik 2.Pelecehan Seksual fisik 3.Pemaksaan kontrasepsi 4.Pemaksaan Sterilisasi. Kegiatan ke Dua sosialisasi rencana keuangan matang masa depan lebih tenang oleh, Narasumber Putra Aspin Rahmatullah (Deputi Bisnis penggadain Area Palu) Pemaparan materi Pentingnya mencatat antara kebutuhan dan keinginan dan investasi masa depan minim resiko, Investasi membeli sesuatu yang dapat memberikan penghasilan kembali, jenis jenis investasi yaitu tabungan, deposit, emas, saham, properti, Obligasi, Valas, Reksadana, dan Crypto. Serta faktor yang diperhatikan dalam investasi : keamanan, resiko rendah, mudah dicairkan, adanya perlindungan, keuntungan jelas. Investasi Emas berupa : Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, Titipan Emas. Selanjutnya Arahan ibu ketua Darma wanita persatuan (DWP) ibu Rahmawati romy sandi agung mengenai laporan e_reporting yang sudah baik, dan akan memberikan reward bulan depan, dan dalam rangka HUT DWP akan mengadakan lomba Line dance dengan Lagu wajib buka pintu, dan lagu pilihan ada tiga yaitu Holiday, satu hati dua laki-laki, mama lovers es mambo, dan memiliki salah satunya jumlah tim minimal 5 orang maksimal 7 orang. Kesimpulan: Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan, sukses. Peserta mendapatkan kesadaran baru mengenai pentingnya menjaga keamanan domestik bebas kekerasan sekaligus stabilitas ekonomi keuangan matang sebagai pilar utama ketenangan hidup janga panjang.
Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Menyelenggarakan Rapat Pengurus yang dirangkaikan dengan arahan Ketua Dharma Wanita Persatuan Bapenda tentang persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan ke 27 Kota Bandung 2026 yang dilaksanakan hari Jumat, 2 Oktober 2026 pada pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB bertempat di Ruang Rapat Bapenda Jl. Wastukencana No.2, Babakan Ciamis, Kota Bandung. Rapat pengurus ini menjadi bagian penting dalam persiapan mengikuti pelaksanaan berbagai kegiatan HUT DWP ke 27 Kota Bandung yang berlangsung mulai bulan Oktober sampai dengan puncak peringatan di bulan Desember 2026 agar rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan tertib dan optimal. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung Ibu DR, Hj. R. Dewi Pertiwi Zulkarnain SE., MM., CMA., secara aktif mendukung penuh kepada seluruh Dharma Wanita Persatuan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota Bandung dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kota Bandung untuk dapat mengikuti dan berpartisipasi berbagai rangkaian kegiatan HUT DWP ke 27 Kota Bandung. Kegiatan Rapat Pengurus dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Hj.Nani Widyawati Gun Gun Sumaryana S.Ip, dengan mengucapkan syukur alhamdulillah dan terimakasih karena kegiatan rapat pengurus ini dihadiri seluruh pengurus dan anggota sehingga memudahkan koordinasi pembagian tugas dalam rangkaian HUT DWP ke 27 Kota Bandung, beliau memberikan arahan dan menentukan koordinator (ketua tim) dalam setiap kegiatan rangkaian HUT DWP ke 27 Kota Bandung diantaranya kegiatan Siraman Rohani dipimpin oleh Ketua Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Bapenda Ibu Yeti Heryati Andri,S.T., kegiatan Senam Bersama dipimpin oleh Ibu Ane Supriatin Deni sebagai pengurus Bidang Pendidikan, kegiatan Donor Darah dipimpin oleh Ketua Bidang Pendidikan Ibu Wilma Shintamia Eko S.Sos, kegiatan Pemberian Parsel Sembako dipimpin oleh Ketua Bidang Ekonomi Ibu Yeny Nurkoedah Ayi., dan kegitan Lomba Vocal Grup dipimpin oleh Ibu Ajeng Tresnaningrum sebagai pengurus Bidang Sosial Budaya. Pelaksanaan rapat pengurus berjalan tertib penuh sukacita dan kerjasama. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Hj. Nani Widyawati Gun Gun Sumaryana S.Ip, Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Listya Apep Insan Parid S.Ip., Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Dewita Syifa S.Kep, Bendahara Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Tresna Dewi Noor Ashry SE, Ketua Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Yetty Heryati Andri,S.T., Anggota Bidang Sosial dan Budaya Ibu Yanti Amir, Ibu Erni Taufik dan Ibu Ajeng Tresnaningrum, Ketua Bidang Ekonomi Ibu Yeny Ayi, Anggota Bidang Ekonomi Ibu Novi Anggia Toto, Ibu Natas dan Ibu Ema Roni, Anggota Bidang Pendidikan Ibu Desi Kirana, Ibu Ane Deni, dan Ibu Henni Heri. Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat koordinasi pembagian tugas agar kegiatan berjalan dengan baik, tertib, selaras dan terarah serta diharapkan dapat memberikan manfaat positif yang inspiratif, menjalin silaturahmi, meningkatkan kekompakan dan kerjasama antara pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung.