LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT PERIKANAN KABUPATEN PASER Pertemuan Rutin Bulanan DWP Kabupaten Paser. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Perikanan Kabupaten Paser dapat turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Pertemuan Rutin Bulanan DWP Kabupaten Paser. Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 09.00 WITA sampai dengan selesai, bertempat di Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Kompleks Perkantoran Jalan Kesuma Bangsa, Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Pertemuan rutin bulanan ini mengangkat tema Cerdas Merencanakan Keuangan, Bijak Memilih Hunian, Wujudkan Rumah Impian, dengan fokus pada edukasi perumahan dan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi keluarga. Kegiatan dihadiri oleh Ketua DWP Kabupaten Paser, Ibu Farida Hamid Katsul Wijaya, beserta anggota DWP dari unit Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Kabupaten Paser. DWP Unit Perikanan Kabupaten Paser turut hadir dengan diwakili oleh Ketua DWP Unit Perikanan, Ibu Dede Eli Amalia, S.Pd., M.M., bersama anggota DWP Unit Perikanan. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, serta pembacaan doa. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua DWP Kabupaten Paser, Ibu Farida Hamid Katsul Wijaya, dan sambutan dari Ibu Heri Herlinawati selaku tuan rumah. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh dua narasumber, yaitu Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Paser, Bapak Aji Mohd Tommy, S.E., M.Si., dan Ibu Janiar dari Bank Tabungan Negara (BTN). Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penutupan. Dalam pemaparannya, Bapak Aji Mohd Tommy, S.E., M.Si., menyampaikan edukasi mengenai pentingnya memilih hunian yang layak dan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Pemilihan rumah perlu mempertimbangkan lokasi, kondisi lingkungan, akses terhadap fasilitas umum, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kelengkapan legalitas properti. Perencanaan yang matang diharapkan dapat membantu keluarga menentukan pilihan hunian yang tepat dan mendukung kenyamanan serta kesejahteraan keluarga. Sementara itu, Ibu Janiar dari BTN memberikan pemahaman mengenai perencanaan keuangan dan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dalam merencanakan kepemilikan rumah, keluarga perlu memperhitungkan pendapatan, pengeluaran rutin, kemampuan membayar uang muka, besaran angsuran, jangka waktu pembiayaan, serta biaya lain yang berkaitan dengan pengajuan KPR. Calon debitur juga perlu memahami persyaratan dan ketentuan pembiayaan yang berlaku agar dapat memilih fasilitas KPR sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing. Dengan perencanaan keuangan yang cermat, impian memiliki rumah dapat diupayakan tanpa mengabaikan kebutuhan pokok dan kestabilan ekonomi keluarga. Melalui pemaparan kedua narasumber tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya merencanakan keuangan secara bijak, memilih hunian secara cermat, serta memahami pembiayaan perumahan sebelum mengambil keputusan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anggota DWP dalam mengelola keuangan rumah tangga dan mempersiapkan masa depan keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera. DWP Unit Perikanan Kabupaten Paser menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DWP Unit Perkimtan selaku tuan rumah atas sambutan dan penerimaan yang hangat serta terselenggaranya kegiatan yang bermanfaat ini. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan kebersamaan antaranggota DWP se-Kabupaten Paser. Demikian laporan kegiatan ini disampaikan sebagai bentuk dokumentasi dan pelaporan DWP Unit Perikanan Kabupaten Paser.Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
LAPORAN E-REPORTING DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP)
DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN PROBOLINGGO
DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PROBOLINGGO
Bidang : Ekonomi
Program kerja : Ekonomi Produktif
Kegiatan : Pelatihan/Kursus
Nama Kegiatan: Pelatihan sekaligus Lomba Garnish
A. WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan Pelatihan Tanggap Bencana Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo dilaksanakan pada:
• Hari/Tanggal: Kamis, 08 Oktober 2026
• Waktu: Pukul 08.00 WIB s.d. selesai
• Tempat: : Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo
• Alamat: Jalan A. Yani Nomor 23, Probolinggo
• Penyelenggara: Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo
• Ketua DWP Kabupaten Probolinggo: Ny. Rita Erik Ugas Irwanto
• Tema: Lomba Garnish
B. PENDAHULUAN
Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki peran strategis dalam mendukung peran serta perempuan, baik dalam lingkup keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Selain mempererat tali silaturahmi antaranggota, DWP juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan peran aktif anggotanya dalam menyajikan hidangan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi.
Pengolahan makanan kini tidak hanya berfokus pada cita rasa, tetapi juga pada penataan dan penyajian (food presentation). Seni menghias makanan atau garnish menjadi salah satu bentuk kreativitas yang mampu memberikan nilai tambah pada suatu hidangan, membangkitkan selera makan keluarga, serta melatih ketelitian dan estetika. Oleh karena itu, kegiatan Lomba Menghias Garnish ini diselenggarakan sebagai wadah bagi anggota DWP untuk mengasah bakat, berkreasi, dan mengekspresikan seni dalam kuliner.
C. PESERTA
• Penyelenggara: Dharmawanita Persatuan Kabupaten Probolinggo
• Peserta: Peserta terdiri dari Ibu Ketua DWP setda, asisten, staf ahli, inspektorat,badan, dinas kantor dan bagian se-kabupaten Probolinggo serta DWP kecamatan se kabupaten Probolinggo beserta satu anggota bidang pendidikan.
E. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud: Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menggali kreativitas, mengasah keterampilan, serta mempererat tali silaturahmi antaranggota DWP melalui seni menghias dan menyajikan hidangan (food garnishing)
Tujuan: (1) Mengembangkan Kreativitas: Meningkatkan keahlian anggota dalam mengolah bahan pangan lokal (seperti buah dan sayur) menjadi hiasan hidangan yang bernilai estetika tinggi, (2) Mempererat Silaturahmi: Menjalin kebersamaan, rasa kekeluargaan, dan komunikasi yang lebih erat antaranggota atau antarunit DWP, (3) Meningkatkan Kualitas Penyajian Makanan: Menanamkan kebiasaan menyajikan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga menarik untuk membangkitkan selera makan keluarga, (4) Menumbuhkan Jiwa Wirausaha: Membuka peluang dan inspirasi usaha kuliner bagi para anggota yang ingin memanfaatkan keterampilan garnish secara profesional, (5) Mendorong Kompetisi Sehat: Menjadi wadah unjuk bakat dan apresiasi atas potensi seni kuliner para anggota dalam suasana yang positif.
F. JALANNYA KEGIATAN
1. Tahap Persiapan & Registrasi
• Daftar Ulang: Peserta melakukan registrasi ulang di lokasi untuk mengambil nomor dada/meja lomba.
• Sterilisasi & Setting Meja: Peserta menata peralatan cuti/ukir, alas (talenan), serta bahan pangan (buah/sayur) yang belum dibentuk di meja masing-masing.
• Pemeriksaan Bahan: Panitia dan juri memeriksa bahan untuk memastikan belum ada yang diukir terlebih dahulu di rumah.
2. Tahap Pembukaan & Pengarahan
• Pembukaan Resmi: Menyanyikan Hymne & Mars DWP serta sambutan dari Ketua DWP/Ketua Panitia.
• Pembacaan Tata Tertib: Panitia membacakan aturan main, kriteria penilaian, serta durasi waktu pengerjaan.
3. Tahap Pelaksanaan Lomba (Peluit Start
• Proses Mengukir & Menghias: Peserta mulai memotong, mengukir, dan merangkai buah/sayur menjadi bentuk kreasi garnish sesuai tema.
• Penilaian Proses: Juri keliling mengamati kerapian kerja, kebersihan area, teknik mengukir, serta keselamatan kerja peserta.
• Penghentian Waktu: Waktu pengerjaan selesai (biasanya 45–60 menit) dan seluruh peserta wajib mengangkat tangan serta meninggalkan meja kreasi.
4. Tahap Penilaian & Peninjauan Meja
Presentasi Singkat: Juri mengelilingi setiap meja hasil karya untuk menilai estetika, tingkat kesulitan, kebersihan, dan kesesuaian tema. Beberapa lomba menyertakan penjelasan singkat dari peserta.
5. Tahap Penutup & Pengumuman Juara
• Evaluasi Juri: Penyampaian ulasan umum dan masukan teknik garnish dari dewan juri.
• Pengumuman pemenang: Pembacaan pemenang (Juara 1, 2, 3, dan Harapan/Favorit) dilanjutkan dengan penyerahan piala serta foto bersama.
G. HASIL DAN CAPAIAN KEGIATAN
A. Hasil Kegiatan
1. Terpilihnya Pemenang Lomba: Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang mengacu pada kriteria kerapian, kreativitas, kebersihan, dan kesesuaian tema
2. Karya Seni Garnish: Terciptanya berbagai variasi bentuk garnish bernilai seni tinggi dari bahan lokal seperti wortel, lobak, mentimun, cabai, dan buah-buahan yang disajikan secara estetis oleh para peserta.
3. Dokumentasi & Portofolio: Tersusunnya dokumentasi foto dan video dari seluruh rangkaian acara serta hasil karya sebagai bahan portofolio dan inspirasi kegiatan DWP selanjutnya.
B. Capaian Kegiatan
• Peningkatan Keterampilan (Skill Development): Masing-masing peserta mengalami peningkatan kemampuan teknis dalam mengukir, memotong, dan menata bahan pangan secara presisi dan aman.
• Tingkat Partisipasi yang Tinggi: Kegiatan diikuti secara antusias oleh [Jumlah] peserta yang mewakili [Jumlah] unit/unsur pelaksana DWP.
• Penguatan Keharmonisan & Silaturahmi: Terciptanya suasana kebersamaan dan komunikasi yang positif antaranggota DWP selama acara berlangsung.
• Pemanfaatan Pangan Lokal: Terwujudnya kesadaran peserta dalam memanfaatkan bahan pangan lokal sehari-hari menjadi sajian yang menarik dan dapat diterapkan di lingkungan keluarga.
I. IDENTITAS LAPORAN Nama Instansi / Unit DWP: DWP Kabupaten Pesisir Barat Bidang Kegiatan: Sekretariat / Consolidation & Rapat Koordinasi Pengurus Nama Kegiatan: Rapat Evaluasi Program Kerja dan Persiapan Pelatihan Olahan Sawo serta Peringatan HUT DWP Tanggal Kegiatan: (Sesuaikan dengan tanggal pelaksanaan rapat, misal: Oktober 2026) Tempat Pelaksanaan: Sekretariat DWP Kabupaten Pesisir Barat Jumlah Peserta: Pengurus DWP Kabupaten Pesisir Barat II. URAIAN LAPORAN (NASKAH UTAMA) Judul Kegiatan: Rapat Koordinasi Pengurus DWP Kabupaten Pesisir Barat: Pemantapan Program Kerja Bidang Ekonomi dan Persiapan Peringatan HUT DWP Naskah Ringkasan Kegiatan: Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pesisir Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengurus bertempat di Sekretariat DWP Kabupaten Pesisir Barat. Rapat ini dihadiri oleh jajaran Pengurus DWP Kabupaten Pesisir Barat guna membahas evaluasi program kerja, rencana pelatihan kewirausahaan, serta agenda persiapan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP. Rapat diawali dengan arahan dari Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus atas dedikasi dan kerja sama dalam menyukseskan Program Bidang Pendidikan "DWP Mengajar" di TK DWP Kecamatan Lemong, Pesisir Utara, Karya Penggawa, Ngambur, dan Pesisir Selatan. Beliau juga memotivasi pengurus untuk tetap semangat dalam mengoptimalkan program kerja yang belum terlaksana. Selain itu, disampaikan pula apresiasi khusus dari Ketua DWP Provinsi Lampung atas pencapaian DWP Kabupaten Pesisir Barat sebagai DWP pertama di Provinsi Lampung yang sukses melaksanakan pengukuhan, disertai pesan untuk terus menjaga kekompakan, semangat kerja, serta tali silaturahmi kekeluargaan. Adapun poin-poin utama pembahasan rapat meliputi: Pemantapan Pelaksanaan Program Kerja Bidang Ekonomi: Rencana Kegiatan: Pelatihan Kreasi Olahan Sawo guna mengedukasi peserta mengenai diversifikasi produk olahan buah sawo (sebelumnya akan didiskusikan secara internal oleh Bidang Ekonomi). Waktu & Tempat: Rabu, 4 November 2026, pukul 08.00 WIB s.d. selesai, bertempat di Lobi Gedung Marga Sai Batin (menghadap DPMPTSP). Peserta: Dihadiri 130 peserta, terdiri dari 2 orang perwakilan DWP OPD dan Kecamatan, serta Pengurus DWP Kabupaten. Bagi Ketua/Pengurus DWP OPD yang terdaftar sebagai Pengurus DWP Kabupaten diwajibkan mengutus 2 pengurus lain. Narasumber & Undangan: Narasumber oleh Ny. Nani Fatimah Ibrahim Rozi. Undangan dihadiri oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosPPPAKB), Ibu Penasihat 1, dan Ibu Penasihat 2. Teknis Pelaksanaan: Kegiatan dilengkapi Bazar UMKM (4 stan), penyediaan sampel praktek serta produk jadi olahan sawo untuk dipasarkan, doorprize bagi peserta aktif, serta penyusunan naskah sambutan yang dikoordinasikan penuh oleh Bidang Ekonomi. Persiapan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP (Bulan Desember): Pelaksanaan Peringatan HUT DWP dikordinasikan oleh Sekretariat dan Bidang Sosial Budaya. Pelaksanaan Bakti Sosial dilangsungkan secara terpisah (different day) dari puncak peringatan HUT DWP. Penampilan seni DWP Kabupaten Pesisir Barat akan menampilkan tari khas daerah "Nyambai Pesisir Barat" dengan busana Baju Kebayan dan Siger sederhana. Latihan dikoordinasikan oleh Bidang Sosial Budaya bersama pelatih profesional yang difasilitasi oleh Sekretariat. Pengisian penampilan perwakilan DWP OPD diamanahkan kepada DWP Unit Dinas Perhubungan dan DWP Unit Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan. Kegiatan rapat berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan demi mewujudkan kinerja DWP Kabupaten Pesisir Barat yang semakin berdaya saing dan solid. Pembuat Laporan : Admin e-reporting dharma wanita persatuan kabupaten pesisir barat ny. Olga Fhobiriani Agung
Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan memperingati Hari Batik Nasional Pada hari Jumat, 2 Oktober 2026
Bertempat di Kediaman Ibu Nunung Agung Sungkowo di belakang Pemda jalan Letnan Sudiono No.2 Kali Nangkaan, Dabasah , Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Ny. Dini Sigit Purnomo,Ketua Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso Ny. Dewi Mashadi, bersama Sekretaris Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso Ny. Yulia Prapto, Ny. Santhy Slamet Firdaus, Ny. Avi Rubiyanto, Ny. Rani Edi Mardi, Ny. Sinta, Nn. Dinda, Ny. Farida, Ny. Ny. Fira patricia menghadiri kegiatan Belajar Membatik di Batik Gunung Zaenk dengan Nara sumber bu Nunung Agung Sungkowo pada Hari Jumat, 2 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.
Hari ini kami akan dibagi menjadi dua kelompok, kelompok satu membuat batik jumputan yang terdiri dari Bu Dewi Mashadi, Bu Avi Rubiyanto, Buu Edi Mardi, Sinta, Dinda dan Bu Dini Sigit Purnomo dan kelompok dua membuat batik Lipat dan shibori terdiri dari Bu Santhy Slamet Firdaus, Bu Yulia Prapto, Farida ,Fira, Wilda
Pertama kami siapkan 2 bahan kain untuk Batik Jumputan dan Batik Lipat+ shibori . Dimulai kelompok satu membuat motif jumputan dengan cara di karet ujung2 kain dengan berbagai jarak . Sedangkan Batik lipat dan shibori dimulai dengan melipat kain seperti kipas separuh kain dan selanjutnya kain digulung dan diberi warna sesuai keinginan. Dengan arahan bu Nunung Agung Sungkowo, dua kelompok menyelesaikan tugas masing2 . Setelah selesai , kedua kain tersebut di siram dengan cairan pengunci supaya pewarnaan terkunci di kain tersebut. Kemudian diamkan sampai kain setengah kering
Filosofi batik motif jumputan lingkaran adalah melambangkan perjalanan hidup yang terus berputar dan menyatu dengan alam, serta simbol kesempurnaan dan keharmonisan dengan warna biru melambangkan kedamaian, ketenangan jiwa dan kebijaksanaan
Filosofi Batik Shibori dan lipat adalah Kata shibori berasal dari bahasa Jepang shiboru yang berarti “memeras”, “menekan”, atau “mengikat”. Teknik shibori telah dikenal sejak periode Nara pada 710–794 M, ketika kain berwarna menjadi simbol status sosial dan ekonomi di masyarakat Jepang. Di masa saat itu, pewarna tekstil sulit didapatkan dan tergolong mahal. Oleh karena itu, masyarakat Jepang mengembangkan teknik pewarnaan pada kain yang memungkinkan untuk diolah berulang kali dan menghasilkan pola baru tanpa harus mengganti bahan. Hingga saat ini, teknik shibori berkembang sebagai teknik yang efisien dan bernilai estetika tinggi.
Shibori lebih sering diaplikasikan menggunakan pewarna alam indigofera dan menggunakan kain sutra dan rami. Motif yang dihasilkan dari teknik ini memiliki fungsi sebagai hiasan maupun makna simbolik seperti keberuntungan, perlindungan dan harmoni dengan alam.
Penggunaan tekstil tradisional Jepang sempat mengalami penurunan akibat industrialisasi saat memasuki era modern pasca Perang Dunia II. Namun, shibori mendapat perhatian kembali sejak tahun 1960-an mengikuti dengan meningkatnya minat dunia pada tekstil handmade dan teknik yang ramah lingkungan.
Shibori memiliki keunikan dan filosofi yang kompleks dan terstruktur. Hal ini lah yang menjadi daya tarik dan tak jarang diadopsi oleh seniman tekstil, desainer fashion, maupun pelaku industri kreatif. Teknik shibori juga sudah mulai dikenali oleh masyarakat di Indonesia saat ini melalui berbagai pelatihan dari kriya tekstil, perajin, hingga
Kegiatan belajar membatik sangat menyenangkan dan menarik, apalagi setelah kain terlihat motifnya sangat cantik. Batik adalah produk kesenian Indonesia yang banyak disukai oleh banyak negara. Terbukti bahwa banyak sekali turis mancanegara yang membawa cendramata berupa Batik apabila mereka datang berkunjung ke negara Indonesia. Batik Indonesia adalah produk yang sudah dikenal sejak zaman Majapahit yang awalnya digunakan oleh para Raja serta keluarga-keluarganya. Namun, dengan adanya perkembangan zaman yang pesat membuat batik Indonesia semakin dikenal oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Sampai sekarang, batik dikenal sebagai salah satu karya yang sudah menjadi kebanggaan negara Indonesia. Motif-motif yang ada pada kain batik Indonesia sangat beragam dan masing-masing motif tersebut menggambarkan suatu makna dalam kehidupan-kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itulah batik sudah menjadi suatu pekerjaan sehari-hari bagi para wanita Indonesia terutama para ibu rumah tangga untuk menghasilkan pendapatan melalui karya kesenian batik yang diciptakan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh kita sebagai generasi muda penerus bangsa untuk dapat menjaga batik sebagai kebudayaan dan warisan negara Indonesia adalah dengan menumbuhkan semangat berpakaian batik. Sebagai bagian dari negara Indonesia generasi-generasi muda harus menjadikan batik Indonesia sebagai pakaian yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti di area kampus, rumah, dan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, generasi muda semakin memahami bahwa batik tidak hanya dapat digunakan oleh kaum-kaum penting saja dalam acara formal, tetapi batik justru dapat digabungkan dengan trend fashion modern pada zaman sekarang ini. Selain itu, generasi muda juga dapat menyampaikan perspektif atau pandangan tentang pesan dan nilai dalam batik.
Demikian kegiatan hari ini kami sampaikan terimakasih
Bersamaan dengan penyelenggaraan seminar kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan (DWP) BBGTK Provinsi Jawa Barat dan BBGTK Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Bulan Pendidikan, DWP BBGTK Jabar turut memfasilitasi kegiatan bazar yang terbuka bagi anggota DWP serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berminat untuk berpartisipasi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga dan pengembangan usaha lokal, sekaligus memberikan kesempatan bagi para anggota DWP dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan serta memasarkan produk mereka kepada peserta seminar dan masyarakat di lingkungan BBGTK Jabar. Beragam produk yang ditawarkan diharapkan dapat menarik minat pengunjung sekaligus memperluas jangkauan pemasaran para pelaku usaha. Melalui kegiatan ini, DWP BBGTK Jabar tidak hanya mendukung keberhasilan penyelenggaraan seminar, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan, memperkuat jejaring usaha, dan membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi anggota DWP maupun pelaku UMKM.
Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Samosir dilaksanakan pada tanggal 06-10-2026 di Aula Kantor Bupati Kabupaten Samosir pada pukul 14.00 WIB. Kegiatan diawali dengan ibadah singkat lalu kegiatan Dharma Wanita membuat asinan buah dan minuman jus anggir yang dihadiri oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Samosir. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar.
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) BBGTK Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan berbagai perlombaan dalam agenda pertemuan rutin bulan Agustus 2026. Salah satu perlombaan yang digelar adalah lomba memasak yang diikuti oleh para anggota DWP BBGTK Jawa Barat. Dalam lomba tersebut, peserta ditantang untuk mengolah bahan-bahan yang telah disediakan panitia menjadi tiga menu masakan dalam waktu 60 menit. Tantangan ini mendorong peserta untuk menunjukkan kreativitas, keterampilan memasak, serta kemampuan mengatur waktu dan memanfaatkan bahan yang tersedia. Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah dan penuh keakraban. Selain menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI, lomba memasak ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, dan memperkuat kebersamaan di antara anggota DWP BBGTK Jawa Barat.
#DWPMengajar # DWP Kabupaten Pesisir Barat Laksanakan Penguatan Karakter Anak Lewat DWP Mengajar **Bidang:** Pendidikan **Program Kerja:** Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak **Kegiatan:** Dukungan Pendidikan Karakter/DWP Mengajar **Hari/Tanggal:** Minggu, 11 Oktober 2026 **Lokasi:** PAUD Binaan DWP di Kecamatan Ngambur, Kecamatan Pesisir Selatan, dan Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. **Tema :Mendidik dengan hati, menginspirasi untuk negeri ## A. Latar Belakang Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berintegritas, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Penanaman karakter perlu dimulai sejak usia dini karena masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan, sikap, perilaku, dan nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal dalam kehidupan selanjutnya. Pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan kognitif, seperti mengenal huruf, angka, warna, dan bentuk, tetapi juga perlu memberikan perhatian terhadap pembentukan adab, pembiasaan perilaku baik, kemampuan berinteraksi sosial, pengendalian emosi, serta penghargaan terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, berulang, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua memiliki peran strategis dalam memberikan teladan, membangun komunikasi positif, membiasakan perilaku baik, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Sementara itu, lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi mitra keluarga dalam memperkuat pembelajaran dan pembiasaan karakter melalui kegiatan pendidikan yang terarah. Sejalan dengan hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pesisir Barat melaksanakan program DWP Mengajar sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran keluarga dalam pendidikan karakter anak. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata untuk menghadirkan edukasi yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai religiusitas, kejujuran, kesopanan, kepedulian, toleransi, serta pencegahan perundungan sejak dini. Pelaksanaan DWP Mengajar pada PAUD binaan DWP di Kecamatan Ngambur, Kecamatan Pesisir Selatan, dan Kecamatan Krui Selatan merupakan bentuk kepedulian DWP Kabupaten Pesisir Barat terhadap pentingnya pendidikan karakter di lingkungan satuan PAUD. Kegiatan ini mengusung tema “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri” sebagai wujud kontribusi organisasi dalam mendukung terbentuknya generasi berkualitas menuju Generasi Emas 2045. ## B. Tujuan Kegiatan Kegiatan DWP Mengajar dilaksanakan untuk menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini, membentuk kebiasaan berperilaku baik, memperkuat pemahaman anak tentang adab dan budi pekerti, serta mengenalkan pencegahan perundungan melalui pembelajaran yang sesuai dengan usia anak. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mendukung penguatan literasi dan nilai moral, mendorong keterlibatan keluarga dalam pendidikan karakter, memperkuat kontribusi DWP di bidang pendidikan, serta membangun sinergi antara keluarga, pendidik, dan lingkungan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. ## C. Pelaksanaan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat melaksanakan kegiatan DWP Mengajar pada Minggu, 11 Oktober 2026, dengan sasaran PAUD binaan DWP di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Ngambur, Kecamatan Pesisir Selatan, dan Kecamatan Krui Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Pendidikan dengan fokus pada dukungan pendidikan karakter anak. Pelaksanaannya diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Materi pendidikan karakter berfokus pada penanaman budi pekerti, pembentukan adab, pencegahan perundungan (*bullying*), penguatan literasi, serta pengenalan nilai-nilai moral sejak dini. Penyampaian materi disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini melalui bahasa yang sederhana, contoh perilaku sehari-hari, dan pembiasaan yang mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenal perilaku jujur, membiasakan sikap sopan, menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman, berbagi, mematuhi aturan, serta menghargai perbedaan. Anak-anak juga diperkenalkan pada pentingnya menjaga perasaan orang lain dan membangun pertemanan yang aman serta menyenangkan. Kegiatan DWP Mengajar diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang mendukung peran PAUD dan keluarga dalam membentuk karakter anak secara berkelanjutan. ## D. Penguatan Komitmen melalui Sambutan Ketua DWP Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat, Ny. Elizawati Tedi Zadmiko, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Namun, pendidikan tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu pengetahuan formal di dalam kelas. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk adab, menanamkan akhlak mulia, dan memperkuat karakter anak sejak usia dini. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan anak dalam membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga oleh terbentuknya sikap jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab, serta kemampuan menghargai orang lain. Melalui program nasional DWP Mengajar, DWP Kabupaten Pesisir Barat hadir secara nyata untuk mendukung proses pendidikan anak dengan memberikan edukasi yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian DWP terhadap pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Ketua DWP juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dan guru dalam membangun kebiasaan positif. Anak-anak akan lebih mudah memahami dan menerapkan nilai-nilai kebaikan apabila mendapatkan contoh nyata secara konsisten dari lingkungan terdekatnya. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pendidikan karakter tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari anak. Melalui tema “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, DWP Kabupaten Pesisir Barat berharap dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepribadian yang baik, dan kepedulian terhadap sesama. ## E. Materi Pendidikan Karakter yang Ditekankan Materi DWP Mengajar berfokus pada pembiasaan nilai-nilai karakter yang dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari. **1. Penanaman Nilai Religiusitas** Nilai religiusitas diperkenalkan sebagai dasar pembentukan sikap bersyukur, berperilaku baik, dan menghargai kehidupan. Anak-anak dikenalkan pada kebiasaan berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, seperti makan, belajar, dan bermain. Anak juga diajak mengenal rasa syukur atas anggota tubuh, kesehatan, keluarga, teman, serta lingkungan alam sekitar. Pembiasaan ucapan salam, sikap santun, dan perilaku saling menghormati menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai religiusitas sejak dini. Selain itu, anak-anak perlu dibiasakan menghargai teman yang memiliki perbedaan, menunjukkan kepedulian, dan membantu orang lain sesuai kemampuan mereka. **2. Penguatan Integritas dan Moral Dasar** Integritas dan moral dasar ditanamkan melalui pembiasaan berkata jujur, berani mengakui kesalahan, bertanggung jawab, dan mematuhi aturan sederhana. Salah satu materi utama adalah penerapan empat kata ajaib, yaitu: - **Tolong**, digunakan ketika membutuhkan bantuan orang lain. - **Maaf**, diucapkan ketika melakukan kesalahan atau menyakiti orang lain. - **Terima kasih**, diucapkan sebagai bentuk penghargaan setelah menerima bantuan atau pemberian. - **Permisi**, digunakan untuk menunjukkan kesopanan ketika melewati orang lain atau ketika hendak melakukan sesuatu yang memerlukan izin. Anak-anak juga dikenalkan pada perilaku jujur, seperti mengakui kesalahan, tidak mengambil barang milik teman, serta mengembalikan barang yang bukan miliknya. Melalui pembiasaan tersebut, anak diharapkan mulai memahami pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. **3. Pembentukan Adab dan Budi Pekerti** Pembentukan adab dan budi pekerti diarahkan untuk membangun perilaku santun dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dikenalkan pada pentingnya menghormati guru dan orang tua, berbicara dengan sopan, menyayangi teman, berbagi, menjaga kebersihan, mengantre, dan menunggu giliran. Anak juga diajak memahami bahwa setiap orang perlu diperlakukan dengan baik. Sikap menghargai teman, tidak membeda-bedakan, dan menunjukkan kepedulian terhadap orang lain merupakan bagian penting dari pembentukan karakter. **4. Pencegahan Perundungan (*Bullying*) Sejak Dini** Pencegahan perundungan menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter. Anak-anak dikenalkan pada perilaku yang dapat menyakiti orang lain, baik melalui perkataan maupun tindakan. Pembelajaran menekankan pentingnya tidak mengejek, tidak memukul, tidak menakut-nakuti, serta tidak mengucilkan teman dari kegiatan bermain. Anak-anak juga diarahkan untuk membiasakan sikap saling menyayangi, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, dan meminta bantuan guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau melihat perilaku yang menyakiti. Melalui pengenalan nilai tersebut, diharapkan tumbuh budaya pertemanan yang positif serta lingkungan PAUD yang aman, nyaman, dan ramah anak. **5. Penguatan Literasi dan Nilai Moral** Literasi pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenal huruf dan angka, tetapi juga mencakup kemampuan menyimak, memahami pesan, mengungkapkan pendapat, dan mengenali nilai-nilai baik melalui cerita maupun interaksi. Penguatan literasi dapat dilakukan melalui cerita edukatif yang mengandung pesan kejujuran, keberanian, persahabatan, dan kepedulian. Anak-anak juga didorong untuk menjawab pertanyaan sederhana, mengungkapkan perasaan dengan bahasa yang santun, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar. Dengan pendekatan yang menyenangkan, nilai moral diharapkan dapat dipahami anak melalui contoh perilaku yang dekat dengan kehidupan mereka. **6. Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter** Pendidikan karakter akan lebih efektif apabila terdapat kesinambungan antara pembelajaran di PAUD dan pembiasaan di rumah. Oleh karena itu, keluarga diharapkan memberikan teladan melalui perilaku jujur, santun, disiplin, dan bertanggung jawab. Orang tua dapat memperkuat pendidikan karakter dengan membiasakan empat kata ajaib, mendampingi anak ketika belajar dan bermain, memberikan apresiasi terhadap perilaku baik, serta membangun komunikasi terbuka agar anak berani menyampaikan pengalaman dan perasaannya. Kerja sama antara orang tua dan guru juga penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan di PAUD dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga. ## F. Peran dan Partisipasi Pengurus DWP Kegiatan DWP Mengajar merupakan wujud pelaksanaan program kerja organisasi di bidang pendidikan. Dukungan pengurus dan anggota DWP menjadi bagian penting dalam memperkuat kepedulian organisasi terhadap pendidikan karakter anak usia dini. Pengurus yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi: 1. Ny. Elizawati Tedi Zadmiko, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat. 2. Ny. Apri Haskar Riny Syahrial Abadi, Sekretaris DWP Kabupaten Pesisir Barat. 3. Ny. Eka Ispanur Mizar, Bendahara DWP Kabupaten Pesisir Barat. 4. Ny. Maryuni Unzir, Ketua Bidang Pendidikan. 5. Anggota Bidang Pendidikan. 6. Empat orang perwakilan dari Bidang Sosial Budaya dan Bidang Ekonomi. Keterlibatan pengurus dan anggota menunjukkan dukungan organisasi terhadap pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan yang menyentuh langsung lingkungan pendidikan. Bidang Pendidikan berperan dalam mendukung substansi kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan karakter, sedangkan partisipasi anggota lintas bidang mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kehadiran pengurus DWP di lingkungan PAUD juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada tenaga pendidik dan keluarga untuk terus menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. ## G. Pemberian Bingkisan dan Dukungan kepada Peserta Didik Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak PAUD binaan, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat juga membawa bingkisan berupa makanan ringan (*snack*) dan alat tulis untuk dibagikan kepada peserta didik. Pemberian bingkisan merupakan bentuk perhatian dan dukungan moril kepada anak-anak agar semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar. Alat tulis diharapkan dapat mendukung aktivitas pembelajaran, sedangkan bingkisan makanan ringan menjadi bentuk perhatian yang menambah keceriaan dalam kegiatan. Jumlah penerima manfaat berupa bingkisan dan alat tulis disesuaikan dengan jumlah anak yang hadir di PAUD binaan Kecamatan Ngambur, Kecamatan Pesisir Selatan, dan Kecamatan Krui Selatan. Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Pesisir Barat berupaya menghadirkan suasana edukatif yang menyenangkan sekaligus memperkuat kedekatan organisasi dengan lingkungan pendidikan anak usia dini. ## H. Hasil dan Manfaat Kegiatan Pelaksanaan DWP Mengajar di PAUD binaan DWP Kecamatan Ngambur, Kecamatan Pesisir Selatan, dan Kecamatan Krui Selatan merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter di Kabupaten Pesisir Barat. Hasil kegiatan yang diharapkan meliputi: 1. **Penguatan pendidikan karakter sejak dini.** Anak-anak diperkenalkan pada nilai religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, dan kepedulian terhadap sesama. 2. **Pembiasaan perilaku positif.** Anak-anak didorong membiasakan empat kata ajaib, menghormati guru dan orang tua, berbagi, mengantre, serta mematuhi aturan sederhana. 3. **Peningkatan kesadaran tentang pertemanan yang sehat.** Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya tidak mengejek, tidak menyakiti, dan menghargai perasaan teman. 4. **Dukungan terhadap penguatan literasi dan moral.** Materi pendidikan karakter membantu membangun kebiasaan menyimak, berkomunikasi secara santun, serta memahami nilai-nilai baik. 5. **Penguatan peran keluarga.** Kegiatan mendorong pentingnya keteladanan orang tua dan kesinambungan pendidikan karakter antara rumah dan PAUD. 6. **Implementasi program kerja Bidang Pendidikan.** DWP Mengajar menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata organisasi dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan positif pada anak, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Perubahan perilaku anak perlu terus diperkuat melalui pembiasaan sehari-hari serta komunikasi antara pendidik dan keluarga agar manfaat pendidikan karakter dapat berkelanjutan. ## I. Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Agar nilai-nilai yang disampaikan melalui DWP Mengajar tidak berhenti pada kegiatan satu hari, diperlukan tindak lanjut melalui pembiasaan yang konsisten dan keterlibatan berbagai pihak. Rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan meliputi: 1. **Pembiasaan empat kata ajaib di PAUD.** Guru dan pengelola PAUD didorong membiasakan anak mengucapkan “tolong”, “maaf”, “terima kasih”, dan “permisi” dalam kegiatan belajar dan bermain. 2. **Penguatan keteladanan di lingkungan keluarga.** Orang tua diharapkan menerapkan nilai-nilai yang sama di rumah agar anak memperoleh contoh perilaku yang konsisten. 3. **Pembiasaan perilaku antiperundungan.** Lingkungan PAUD perlu terus membangun budaya saling menyayangi, tidak mengejek, tidak menyakiti, dan melaporkan kepada guru apabila terdapat masalah dalam interaksi anak. 4. **Penguatan komunikasi antara guru dan orang tua.** Komunikasi dapat digunakan untuk berbagi informasi mengenai perkembangan perilaku anak dan menentukan pembiasaan yang perlu diperkuat. 5. **Pelaksanaan kegiatan edukatif berkelanjutan.** Materi pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam cerita, permainan edukatif, kegiatan kelompok, dan aktivitas harian anak. 6. **Pemantauan perkembangan perilaku anak.** Guru dan keluarga dapat mengamati kebiasaan anak dalam berkata sopan, berbagi, menunggu giliran, mengakui kesalahan, dan menghargai teman. 7. **Pengembangan kegiatan DWP Mengajar berikutnya.** Program dapat dilanjutkan dengan materi yang relevan dengan kebutuhan anak dan keluarga sehingga kegiatan Bidang Pendidikan semakin terarah dan memberikan manfaat berkelanjutan. Rencana tindak lanjut tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa pesan pendidikan karakter tidak hanya dipahami selama kegiatan, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. ## J. Penutup Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan karakter anak melalui program DWP Mengajar sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan. Kegiatan di PAUD binaan DWP Kecamatan Ngambur, Kecamatan Pesisir Selatan, dan Kecamatan Krui Selatan menjadi wujud kepedulian organisasi terhadap pentingnya pembentukan adab, akhlak mulia, integritas, literasi, serta lingkungan belajar yang aman dan ramah anak sejak usia dini. Melalui tema “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, DWP Kabupaten Pesisir Barat mengajak keluarga dan lingkungan pendidikan untuk terus membangun sinergi dalam memberikan teladan, menanamkan kebiasaan baik, serta mendampingi anak dalam proses tumbuh kembangnya. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan DWP dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga berkarakter, beretika, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama demi terwujudnya Generasi Emas 2045. **#DWPMengajar #DWPIndonesia #DWPLampung #DWPKabupatenPesisirBarat #BidangPendidikan #PendidikanKarakter #PeranKeluarga #GenerasiEmas2045**
#DWPMengajar
Bidang: Pendidikan
Program Kerja: Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak
Kegiatan: Dukungan Pendidikan Karakter/DWP Mengajar
Hari/Tanggal: Kamis, 8 Oktober 2026
Lokasi: PAUD Binaan DWP di Kecamatan Lemong, Kecamatan Pesisir Utara, dan Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat.
Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berintegritas, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Penanaman karakter perlu dimulai sejak usia dini karena masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan, sikap, perilaku, dan nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal dalam kehidupan selanjutnya.
Pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan kognitif, seperti mengenal huruf, angka, warna, dan bentuk, tetapi juga perlu memberikan perhatian terhadap pembentukan adab, pembiasaan perilaku baik, kemampuan berinteraksi sosial, pengendalian emosi, serta penghargaan terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, berulang, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua memiliki peran strategis dalam memberikan teladan, membangun komunikasi positif, membiasakan perilaku baik, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Sementara itu, lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi mitra keluarga dalam memperkuat pembelajaran dan pembiasaan karakter melalui kegiatan pendidikan yang terarah.
Sejalan dengan hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pesisir Barat melaksanakan program DWP Mengajar sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran keluarga dalam pendidikan karakter anak. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk menghadirkan edukasi yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai religiusitas, kejujuran, kesopanan, kepedulian, toleransi, dan pencegahan perundungan sejak dini.
Kegiatan yang dilaksanakan di PAUD binaan DWP Kecamatan Lemong, Kecamatan Pesisir Utara, dan Kecamatan Karya Penggawa ini merupakan bentuk perhatian DWP Kabupaten Pesisir Barat terhadap pentingnya pendidikan karakter di lingkungan satuan PAUD. Kegiatan mengusung tema nasional DWP Mengajar, “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, sebagai kontribusi organisasi dalam mendukung terbentuknya generasi berkualitas menuju Generasi Emas 2045.
Kegiatan DWP Mengajar dilaksanakan untuk menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini, membentuk kebiasaan berperilaku baik, memperkuat pemahaman anak tentang adab dan budi pekerti, mengenalkan pencegahan perundungan, serta mendukung penguatan literasi dan nilai moral.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan mendorong keterlibatan keluarga dalam pendidikan karakter, memperkuat kontribusi DWP di bidang pendidikan, dan membangun sinergi antara keluarga, pendidik, serta lingkungan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat melaksanakan kegiatan DWP Mengajar pada Kamis, 8 Oktober 2026, di PAUD binaan DWP yang berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Lemong, Kecamatan Pesisir Utara, dan Kecamatan Karya Penggawa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Pendidikan dengan fokus pada dukungan pendidikan karakter anak. Pelaksanaannya melibatkan Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat, jajaran pengurus, anggota Bidang Pendidikan, serta perwakilan Bidang Sosial Budaya dan Bidang Ekonomi.
Narasumber kegiatan adalah Ny. Desi Hamidi, salah satu anggota Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Pesisir Barat yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah TK IT Insan Cendekia Pesisir Barat. Materi difokuskan pada penanaman budi pekerti, pembentukan adab, pencegahan perundungan (bullying), penguatan literasi, serta pengenalan nilai-nilai moral sejak dini.
Penyampaian materi diarahkan pada pengenalan perilaku baik melalui bahasa yang mudah dipahami anak, contoh sederhana, dan pembiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak memahami pentingnya berkata sopan, bersikap jujur, menghargai teman, menaati aturan, serta membangun hubungan sosial yang positif.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat, Ny. Elizawati Tedi Zadmiko, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Namun, pendidikan tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu pengetahuan formal di dalam kelas. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk adab, menanamkan akhlak mulia, dan memperkuat karakter anak sejak usia dini.
Ketua DWP menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan anak dalam membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga oleh terbentuknya sikap jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menghargai orang lain.
Melalui program nasional DWP Mengajar, DWP Kabupaten Pesisir Barat hadir secara nyata dengan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mendampingi para guru dan orang tua dalam memberikan edukasi yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna.
Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih mudah tertanam apabila anak memperoleh contoh nyata dan pembiasaan secara konsisten, baik dari orang tua di rumah maupun dari guru di sekolah. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, dan lingkungan masyarakat perlu terus diperkuat.
Melalui tema “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, DWP Kabupaten Pesisir Barat berharap kegiatan DWP Mengajar dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.
Nilai religiusitas diperkenalkan sebagai dasar pembentukan sikap bersyukur, berperilaku baik, dan menghargai kehidupan. Penanaman nilai ini dilakukan secara sederhana melalui kebiasaan sehari-hari yang dekat dengan pengalaman anak.
Melalui materi ini, anak diharapkan mulai memahami pentingnya bersyukur, menghargai sesama, dan membiasakan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
Integritas dan moral dasar merupakan unsur penting dalam pembentukan karakter anak. Pada usia dini, nilai tersebut dapat ditanamkan melalui pembiasaan berkata jujur, berani mengakui kesalahan, menepati aturan, dan bertanggung jawab atas perilaku sendiri.
Salah satu materi utama yang diperkenalkan adalah empat kata ajaib, yaitu:
Anak-anak juga dikenalkan pada perilaku jujur, seperti mengakui kesalahan, tidak mengambil barang milik teman, dan mengembalikan barang yang bukan miliknya. Selain itu, anak diajak memahami pentingnya mematuhi aturan sederhana ketika bermain, menunggu giliran, berbagi alat permainan, dan menghargai teman.
Pembentukan adab dan budi pekerti diarahkan untuk membangun perilaku santun dalam kehidupan sehari-hari. Anak dikenalkan bahwa sikap baik tidak hanya ditunjukkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan dan cara memperlakukan orang lain.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berulang di lingkungan PAUD maupun keluarga agar berkembang menjadi kebiasaan positif.
Pencegahan perundungan menjadi salah satu perhatian dalam pendidikan karakter. Anak perlu diperkenalkan sejak dini pada pentingnya membangun hubungan pertemanan yang aman, saling menghargai, dan bebas dari perilaku menyakiti.
Anak juga diarahkan untuk memahami bahwa setiap teman berhak merasa aman, dihargai, dan diterima dalam lingkungan belajar. Melalui pengenalan nilai tersebut, diharapkan tumbuh budaya pertemanan yang positif serta lingkungan PAUD yang ramah anak.
Literasi pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenal huruf dan angka, tetapi juga mencakup kemampuan menyimak, memahami pesan, mengungkapkan pendapat, dan mengenali nilai-nilai baik melalui cerita maupun interaksi.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anak memahami nilai moral bukan hanya sebagai nasihat, tetapi juga sebagai perilaku yang dapat dicontoh dan dipraktikkan.
Pendidikan karakter akan lebih efektif apabila terdapat kesinambungan antara pembelajaran di PAUD dan pembiasaan di rumah. Oleh sebab itu, program DWP Mengajar juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dan lingkungan keluarga.
Melalui penguatan peran keluarga, nilai-nilai karakter yang dikenalkan di PAUD diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di rumah sehingga membentuk kebiasaan yang positif.
Kegiatan DWP Mengajar dilaksanakan dengan dukungan pengurus dan anggota DWP Kabupaten Pesisir Barat sebagai wujud pelaksanaan program kerja organisasi di bidang pendidikan.
Pengurus dan anggota yang hadir dalam kegiatan ini meliputi:
Keterlibatan pengurus dan anggota menunjukkan dukungan organisasi terhadap pelaksanaan pendidikan karakter anak melalui kegiatan yang menyentuh langsung lingkungan pendidikan. Bidang Pendidikan berperan dalam mendukung substansi kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan karakter, sedangkan keterlibatan pengurus lintas bidang memperlihatkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.
Kehadiran Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat juga menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi anak-anak serta lingkungan PAUD agar pendidikan karakter terus mendapatkan perhatian dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Selain penyampaian materi pendidikan karakter, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat memberikan bingkisan berupa makanan ringan (snack) dan alat tulis kepada anak-anak PAUD di ketiga kecamatan. Pemberian bingkisan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian DWP terhadap peserta didik sekaligus dukungan terhadap semangat belajar anak.
Jumlah penerima bingkisan tercatat sebanyak 53 anak, dengan rincian sebagai berikut:
Alat tulis diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar anak, sedangkan bingkisan makanan ringan menjadi bentuk perhatian yang menambah keceriaan dalam kegiatan. Pemberian tersebut melengkapi kegiatan edukasi dengan pendekatan yang ramah anak dan memperkuat kedekatan DWP dengan lingkungan PAUD binaan.
Pelaksanaan DWP Mengajar di tiga kecamatan memberikan dukungan langsung terhadap penguatan pendidikan karakter di lingkungan PAUD binaan DWP Kabupaten Pesisir Barat. Hasil kegiatan yang dapat dicatat berdasarkan pelaksanaan meliputi:
Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan positif pada anak, meningkatkan kepedulian terhadap perilaku antarteman, serta memperkuat sinergi keluarga dan satuan pendidikan dalam pembentukan karakter. Dampak terhadap perubahan perilaku anak perlu terus dipantau melalui pembiasaan sehari-hari dan komunikasi antara pendidik dengan keluarga agar manfaat kegiatan dapat berkelanjutan.
Agar nilai-nilai yang disampaikan melalui DWP Mengajar tidak berhenti pada kegiatan satu hari, diperlukan tindak lanjut melalui pembiasaan yang konsisten dan keterlibatan berbagai pihak. Rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan meliputi:
Rencana tindak lanjut tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa pesan pendidikan karakter tidak hanya dipahami selama kegiatan, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan karakter anak melalui program DWP Mengajar sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan.
Kegiatan yang dilaksanakan di PAUD binaan DWP Kecamatan Lemong, Kecamatan Pesisir Utara, dan Kecamatan Karya Penggawa ini menjadi wujud kepedulian organisasi terhadap pentingnya pembentukan adab, akhlak mulia, integritas, literasi, serta lingkungan belajar yang aman dan ramah anak sejak usia dini.
Melalui tema “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, DWP Kabupaten Pesisir Barat mengajak keluarga dan lingkungan pendidikan untuk terus membangun sinergi dalam memberikan teladan, menanamkan kebiasaan baik, serta mendampingi anak dalam proses tumbuh kembangnya.
Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan DWP dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga berkarakter, beretika, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama demi terwujudnya Generasi Emas 2045.
#DWPMengajar #DWPIndonesia #DWPLampung #DWPKabupatenPesisirBarat #BidangPendidikan #PendidikanKarakter #PeranKeluarga #GenerasiEmas2045
Bidang : Pendidikan Program Kerja : Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak Nama Kegiatan: Dukungan Pendidikan Karakter/DWP Mengajar Judul Berita : DWP Kabupaten Pesisir Barat Laksanakan Penguatan Karakter Anak Lewat DWP Mengajar Tanggal Pelaksanaan : Jumat, 10 Oktober 2026 Lokasi :PAUD Binaan DWP Kecamatan Lemong, Pesisir Utara, dan Karya Penggawa Jumlah Penerima Manfaat: 53 anak Tema: Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri # DWP Kabupaten Pesisir Barat Laksanakan Penguatan Karakter Anak Lewat DWP Mengajar **Bidang:** Pendidikan **Program Kerja:** Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak **Nama Kegiatan:** Dukungan Pendidikan Karakter/DWP Mengajar **Hari/Tanggal:** Kamis, 8 Oktober 2026 **Tempat:** PAUD Binaan DWP di Kecamatan Lemong, Kecamatan Pesisir Utara, dan Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat. ## A. Latar Belakang Pendidikan karakter merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berintegritas, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Penanaman karakter perlu dimulai sejak usia dini karena masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan, sikap, perilaku, dan nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal dalam kehidupan selanjutnya. Pendidikan pada anak usia dini tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan kognitif, seperti mengenal huruf, angka, warna, dan bentuk, tetapi juga perlu memberikan perhatian terhadap pembentukan adab, pembiasaan perilaku baik, kemampuan berinteraksi sosial, pengendalian emosi, serta penghargaan terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, berulang, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua memiliki peran strategis dalam memberikan teladan, membangun komunikasi positif, membiasakan perilaku baik, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Sementara itu, lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi mitra keluarga dalam memperkuat pembelajaran dan pembiasaan karakter melalui kegiatan pendidikan yang terarah. Sejalan dengan hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pesisir Barat melaksanakan program DWP Mengajar sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran keluarga dalam pendidikan karakter anak. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk menghadirkan edukasi yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai religiusitas, kejujuran, kesopanan, kepedulian, toleransi, dan pencegahan perundungan sejak dini. Pelaksanaan kegiatan di PAUD binaan DWP Kecamatan Lemong, Kecamatan Pesisir Utara, dan Kecamatan Karya Penggawa merupakan bentuk perhatian DWP Kabupaten Pesisir Barat terhadap pentingnya pemerataan dukungan pendidikan karakter di lingkungan satuan PAUD. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, anak-anak diajak mengenal nilai-nilai kebaikan dengan cara yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat program nasional DWP Mengajar yang mengusung tema **“Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”**, sebagai kontribusi organisasi dalam mendukung terbentuknya generasi yang berkualitas menuju Generasi Emas 2045. ## B. Tujuan Kegiatan Kegiatan DWP Mengajar dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut: 1. **Menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini**, terutama nilai religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kesopanan, dan kepedulian terhadap sesama. 2. **Membentuk kebiasaan berperilaku baik** melalui pembelajaran sederhana yang dapat dipraktikkan anak di rumah, di sekolah, maupun ketika bermain bersama teman. 3. **Memperkuat pemahaman anak tentang adab dan budi pekerti**, termasuk menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman, berbagi, serta mematuhi aturan. 4. **Mengenalkan pencegahan perundungan sejak dini** dengan membangun sikap saling menghargai, tidak mengejek, tidak menyakiti, dan tidak mengucilkan teman. 5. **Mendukung penguatan literasi dan nilai moral** melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini. 6. **Mendorong keterlibatan keluarga dalam pendidikan karakter**, sehingga nilai-nilai yang diperoleh anak di PAUD dapat dilanjutkan dan diperkuat melalui pembiasaan di rumah. 7. **Memperkuat kontribusi DWP dalam bidang pendidikan**, khususnya melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan lingkungan pendidikan. 8. **Mendukung terwujudnya generasi yang berkarakter dan berkualitas** sebagai bagian dari persiapan menyongsong Generasi Emas 2045. ## C. Pelaksanaan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat melaksanakan kegiatan DWP Mengajar pada Kamis, 8 Oktober 2026, di PAUD binaan DWP yang berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Lemong, Kecamatan Pesisir Utara, dan Kecamatan Karya Penggawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan dengan fokus pada dukungan pendidikan karakter anak. Pelaksanaannya melibatkan Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat, jajaran pengurus, anggota Bidang Pendidikan, serta perwakilan Bidang Sosial Budaya dan Bidang Ekonomi. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan materi pendidikan karakter yang disampaikan secara edukatif dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia mereka. Substansi pembelajaran diarahkan pada pengenalan perilaku baik, pembiasaan adab, penguatan nilai moral, dan pentingnya membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya. Narasumber kegiatan adalah Ny. Desi Hamidi, salah satu anggota Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Pesisir Barat yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah TK IT Insan Cendekia Pesisir Barat. Dengan latar belakang di bidang pendidikan anak usia dini, narasumber memberikan materi yang berfokus pada penanaman budi pekerti, pembentukan adab, pencegahan perundungan (*bullying*), penguatan literasi, serta pengenalan nilai-nilai moral sejak dini. Selain penyampaian materi, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat juga memberikan perhatian kepada peserta didik melalui pembagian bingkisan berupa makanan ringan (*snack*) dan alat tulis. Pemberian bingkisan ini menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada anak-anak agar semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar. Jumlah anak yang menerima bingkisan di ketiga lokasi tercatat sebanyak **53 anak**, dengan rincian sebagai berikut: - PAUD binaan DWP di Kecamatan Lemong: 14 anak. - PAUD binaan DWP di Kecamatan Pesisir Utara: 18 anak. - PAUD binaan DWP di Kecamatan Karya Penggawa: 21 anak. Melalui kegiatan tersebut, DWP Kabupaten Pesisir Barat berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan penguatan nilai-nilai positif yang dapat menjadi dasar pembentukan karakter anak. ## D. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat, Ny. Elizawati Tedi Zadmiko, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Namun, pendidikan tidak boleh hanya dipahami sebagai proses transfer ilmu pengetahuan formal di dalam kelas. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk adab, menanamkan akhlak mulia, dan memperkuat karakter anak sejak usia dini. Ketua DWP menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan anak dalam membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga oleh terbentuknya sikap jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menghargai orang lain. Melalui program nasional DWP Mengajar, DWP Kabupaten Pesisir Barat hadir secara nyata dengan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mendukung proses pendidikan dan mendampingi para pendidik serta keluarga dalam memberikan edukasi yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna. Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih mudah tertanam apabila anak memperoleh contoh nyata dan pembiasaan secara konsisten, baik dari orang tua di rumah maupun dari guru di sekolah. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, dan lingkungan masyarakat perlu terus diperkuat. Melalui tema “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, DWP Kabupaten Pesisir Barat berharap kegiatan DWP Mengajar dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama. ## E. Materi Pendidikan Karakter yang Disampaikan Materi DWP Mengajar difokuskan pada pembiasaan nilai-nilai karakter yang dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik anak usia dini, yaitu melalui contoh sederhana, bahasa yang mudah dipahami, dan penguatan kebiasaan positif. ### 1. Penanaman Nilai Religiusitas Nilai religiusitas diperkenalkan sebagai dasar pembentukan sikap bersyukur, berperilaku baik, dan menghargai kehidupan. Penanaman nilai ini dilakukan secara sederhana melalui kebiasaan sehari-hari yang dekat dengan pengalaman anak. Pokok materi yang diberikan meliputi: - Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, seperti makan, belajar, dan bermain. - Mengenalkan rasa syukur atas anggota tubuh, kesehatan, keluarga, teman, serta lingkungan alam sekitar. - Membiasakan ucapan salam dan sikap santun dalam berinteraksi. - Menanamkan sikap saling menghormati dan menghargai teman, termasuk teman yang memiliki perbedaan. - Memberikan pemahaman bahwa perilaku baik, seperti menolong teman, berbagi, dan berkata sopan, merupakan kebiasaan positif yang perlu dilakukan setiap hari. Melalui materi ini, anak diharapkan mulai memahami pentingnya bersyukur, menghargai sesama, dan membiasakan perilaku baik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. ### 2. Penguatan Integritas dan Moral Dasar Integritas dan moral dasar merupakan unsur penting dalam pembentukan karakter anak. Pada usia dini, nilai tersebut dapat ditanamkan melalui pembiasaan berkata jujur, berani mengakui kesalahan, menepati aturan, dan bertanggung jawab atas perilaku sendiri. Salah satu materi utama yang diperkenalkan adalah **empat kata ajaib**, yaitu: - **Tolong:** digunakan ketika membutuhkan bantuan orang lain. - **Maaf:** diucapkan ketika melakukan kesalahan atau menyakiti orang lain. - **Terima kasih:** diucapkan sebagai bentuk penghargaan setelah menerima bantuan atau pemberian. - **Permisi:** digunakan untuk menunjukkan kesopanan ketika melewati orang lain atau ketika hendak melakukan sesuatu yang memerlukan izin. Selain pembiasaan empat kata ajaib, anak-anak juga dikenalkan pada perilaku jujur, seperti mengakui kesalahan, tidak mengambil barang milik teman, dan mengembalikan barang yang bukan miliknya. Anak juga diajak memahami pentingnya mematuhi aturan sederhana ketika bermain, menunggu giliran, berbagi alat permainan, serta menerima hasil permainan dengan sikap yang baik. Pembiasaan ini diharapkan menjadi dasar bagi anak untuk membangun hubungan sosial yang sehat, menghargai hak orang lain, dan mengembangkan rasa tanggung jawab sejak dini. ### 3. Pembentukan Adab dan Budi Pekerti Pembentukan adab dan budi pekerti diarahkan untuk membangun perilaku santun dalam kehidupan sehari-hari. Anak dikenalkan bahwa sikap baik tidak hanya ditunjukkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan dan cara memperlakukan orang lain. Pokok materi meliputi: - Menghormati guru, orang tua, dan orang yang lebih tua. - Berbicara dengan bahasa yang sopan dan tidak membentak. - Menyayangi teman dan tidak membeda-bedakan dalam pergaulan. - Membiasakan berbagi makanan, alat permainan, dan perlengkapan belajar sesuai situasi. - Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. - Membiasakan antre dan menunggu giliran. - Mengucapkan salam serta berpamitan dengan sopan. - Menunjukkan kepedulian kepada teman yang mengalami kesulitan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berulang di lingkungan PAUD maupun keluarga agar berkembang menjadi kebiasaan positif. ### 4. Pencegahan Perundungan (*Bullying*) Sejak Dini Pencegahan perundungan menjadi salah satu perhatian dalam pendidikan karakter. Anak perlu diperkenalkan sejak dini pada pentingnya membangun hubungan pertemanan yang aman, saling menghargai, dan bebas dari perilaku menyakiti. Materi disampaikan melalui contoh yang dekat dengan kehidupan anak, antara lain: - Tidak mengejek nama, penampilan, kemampuan, atau kondisi teman. - Tidak memukul, mendorong, menakut-nakuti, atau melakukan tindakan yang menyakiti. - Tidak mengucilkan teman dari kegiatan bermain. - Menghargai perasaan teman dan belajar meminta maaf apabila melakukan kesalahan. - Membiasakan berbagi dan mengajak teman bermain bersama. - Berani meminta bantuan guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau melihat perilaku yang menyakiti. Anak juga diarahkan untuk memahami bahwa setiap teman berhak merasa aman, dihargai, dan diterima dalam lingkungan belajar. Melalui pengenalan nilai tersebut, diharapkan tumbuh budaya pertemanan yang positif serta lingkungan PAUD yang ramah anak, mendukung perkembangan sosial-emosional, dan mengutamakan sikap saling menghormati. ### 5. Penguatan Literasi dan Nilai Moral Literasi pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenal huruf dan angka, tetapi juga mencakup kemampuan menyimak, memahami pesan, mengungkapkan pendapat, dan mengenali nilai-nilai baik melalui cerita maupun interaksi. Penguatan literasi dan moral dilakukan dengan mendorong anak untuk: - Mendengarkan cerita edukatif yang mengandung pesan kejujuran, keberanian, persahabatan, dan kepedulian. - Menjawab pertanyaan sederhana mengenai perilaku baik dan tidak baik. - Mengungkapkan perasaan dan pendapat menggunakan bahasa yang santun. - Mengenal perilaku positif melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari. - Menumbuhkan minat belajar dan rasa ingin tahu. - Mengembangkan kebiasaan menyimak, berbicara, dan berinteraksi secara positif. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anak memahami nilai moral bukan hanya sebagai nasihat, tetapi juga sebagai perilaku yang dapat dicontoh dan dipraktikkan. ### 6. Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Pendidikan karakter akan lebih efektif apabila terdapat kesinambungan antara pembelajaran di PAUD dan pembiasaan di rumah. Oleh sebab itu, program DWP Mengajar juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dan lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter anak dengan cara: - Memberikan contoh perilaku jujur, santun, disiplin, dan bertanggung jawab. - Membiasakan empat kata ajaib dalam komunikasi sehari-hari. - Mendampingi anak ketika belajar, bermain, dan berinteraksi dengan teman. - Memberikan apresiasi atas perilaku baik yang ditunjukkan anak. - Menegur perilaku yang kurang tepat dengan cara yang mendidik dan tidak merendahkan anak. - Membiasakan komunikasi terbuka agar anak berani bercerita tentang pengalaman dan perasaannya. - Menjalin komunikasi dengan guru untuk memantau perkembangan perilaku dan kebutuhan anak. Melalui penguatan peran keluarga, nilai-nilai karakter yang dikenalkan di PAUD diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di rumah sehingga membentuk kebiasaan yang positif. ## F. Peran dan Partisipasi Pengurus DWP Kegiatan DWP Mengajar dilaksanakan dengan dukungan pengurus dan anggota DWP Kabupaten Pesisir Barat sebagai wujud pelaksanaan program kerja organisasi di bidang pendidikan. Pengurus yang hadir dalam kegiatan ini meliputi: 1. Ny. Elizawati Tedi Zadmiko, Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat. 2. Ny. Apri Haskar Riny Syahrial Abadi, Sekretaris DWP Kabupaten Pesisir Barat. 3. Ny. Eka Ispanur Mizar, Bendahara DWP Kabupaten Pesisir Barat. 4. Ny. Maryuni Unzir, Ketua Bidang Pendidikan. 5. Anggota Bidang Pendidikan. 6. Empat orang perwakilan dari Bidang Sosial Budaya dan Bidang Ekonomi. Keterlibatan pengurus dan anggota menunjukkan dukungan organisasi terhadap pelaksanaan pendidikan karakter anak melalui kegiatan yang menyentuh langsung lingkungan pendidikan. Bidang Pendidikan berperan dalam mendukung substansi kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan karakter. Sementara itu, keterlibatan pengurus dan anggota lintas bidang memperlihatkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak. Kehadiran Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat juga menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi anak-anak, tenaga pendidik, serta pengelola PAUD agar pendidikan karakter terus mendapatkan perhatian dalam kegiatan belajar sehari-hari. ## G. Pemberian Bingkisan sebagai Bentuk Kepedulian Selain penyampaian materi pendidikan karakter, kegiatan DWP Mengajar disertai dengan pembagian bingkisan berupa makanan ringan dan alat tulis kepada anak-anak PAUD di ketiga kecamatan. Bingkisan diberikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian DWP Kabupaten Pesisir Barat terhadap peserta didik. Alat tulis diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar anak, sedangkan pemberian makanan ringan menjadi bentuk perhatian yang menambah keceriaan dalam kegiatan. Jumlah penerima bingkisan sebanyak 53 anak, terdiri atas 14 anak di Kecamatan Lemong, 18 anak di Kecamatan Pesisir Utara, dan 21 anak di Kecamatan Karya Penggawa. Pemberian tersebut melengkapi kegiatan edukasi dengan pendekatan yang ramah anak. Melalui kegiatan ini, DWP ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat kedekatan dengan lingkungan PAUD binaan. ## H. Hasil dan Manfaat Kegiatan Pelaksanaan DWP Mengajar di tiga kecamatan memberikan dukungan langsung terhadap penguatan pendidikan karakter di lingkungan PAUD binaan DWP Kabupaten Pesisir Barat. Hasil kegiatan yang dapat dicatat berdasarkan pelaksanaan meliputi: 1. **Terlaksananya kegiatan pendidikan karakter di tiga kecamatan.** Program DWP Mengajar menjangkau PAUD binaan DWP di Kecamatan Lemong, Kecamatan Pesisir Utara, dan Kecamatan Karya Penggawa. 2. **Terjangkaunya 53 anak sebagai penerima manfaat langsung.** Anak-anak menerima dukungan berupa kegiatan edukasi serta bingkisan makanan ringan dan alat tulis. 3. **Tersampaikannya materi pendidikan karakter.** Materi mencakup nilai religiusitas, integritas, moral dasar, adab, budi pekerti, pencegahan perundungan, literasi, dan penguatan peran keluarga. 4. **Meningkatnya perhatian terhadap pembiasaan karakter sejak dini.** Kegiatan menekankan bahwa pembentukan karakter harus dilakukan melalui teladan dan pembiasaan, bukan hanya melalui penyampaian nasihat. 5. **Menguatnya pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan.** DWP Mengajar menjadi bentuk implementasi program Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak. 6. **Terbangunnya dukungan organisasi terhadap pendidikan anak usia dini.** Kehadiran Ketua dan pengurus DWP memberikan dukungan moril kepada lingkungan pendidikan serta menunjukkan kepedulian organisasi terhadap perkembangan anak. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan positif pada anak, meningkatkan kepedulian terhadap perilaku antarteman, serta memperkuat sinergi keluarga dan satuan pendidikan dalam pembentukan karakter. Dampak terhadap perubahan perilaku anak perlu terus dipantau melalui pembiasaan sehari-hari dan komunikasi antara pendidik dengan keluarga agar manfaat kegiatan dapat berkelanjutan. ## I. Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Agar nilai-nilai yang disampaikan melalui DWP Mengajar tidak berhenti pada kegiatan satu hari, diperlukan tindak lanjut melalui pembiasaan yang konsisten dan keterlibatan berbagai pihak. Rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan meliputi: 1. **Pembiasaan empat kata ajaib di PAUD.** Guru dan pengelola PAUD didorong untuk membiasakan anak mengucapkan “tolong”, “maaf”, “terima kasih”, dan “permisi” dalam kegiatan belajar dan bermain. 2. **Penguatan keteladanan di lingkungan keluarga.** Orang tua diharapkan menerapkan nilai-nilai yang sama di rumah agar anak memperoleh contoh perilaku yang konsisten. 3. **Pembiasaan perilaku antiperundungan.** Lingkungan PAUD perlu terus membangun budaya saling menyayangi, tidak mengejek, tidak menyakiti, serta melaporkan kepada guru apabila terdapat masalah dalam interaksi anak. 4. **Penguatan komunikasi antara guru dan orang tua.** Komunikasi dapat digunakan untuk berbagi informasi mengenai perkembangan perilaku anak dan menentukan pembiasaan yang perlu diperkuat. 5. **Pelaksanaan kegiatan edukatif secara berkelanjutan.** Materi pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam cerita, permainan edukatif, kegiatan kelompok, dan aktivitas harian anak. 6. **Pemantauan perkembangan perilaku anak.** Guru dan keluarga dapat mengamati kebiasaan anak dalam berkata sopan, berbagi, menunggu giliran, mengakui kesalahan, dan menghargai teman. 7. **Pengembangan kegiatan DWP Mengajar berikutnya.** Program dapat dilanjutkan dengan materi yang relevan dengan kebutuhan anak dan keluarga, sehingga kegiatan Bidang Pendidikan semakin terarah dan memberikan manfaat berkelanjutan. Rencana tindak lanjut tersebut menjadi upaya untuk memastikan bahwa pesan pendidikan karakter dapat diterapkan secara nyata, tidak hanya dipahami selama kegiatan, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. ## J. Penutup Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan karakter anak melalui program DWP Mengajar sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan di PAUD binaan DWP Kecamatan Lemong, Kecamatan Pesisir Utara, dan Kecamatan Karya Penggawa ini menjadi wujud kepedulian organisasi terhadap pentingnya pembentukan adab, akhlak mulia, integritas, literasi, serta lingkungan belajar yang aman dan ramah anak sejak usia dini. Melalui tema “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, DWP Kabupaten Pesisir Barat mengajak keluarga dan lingkungan pendidikan untuk terus membangun sinergi dalam memberikan teladan, menanamkan kebiasaan baik, serta mendampingi anak dalam proses tumbuh kembangnya. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan DWP dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga berkarakter, beretika, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama demi terwujudnya Generasi Emas 2045.