E-REPORTING DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN SUKOHARJO DALAM RANGKA CAPACITY BUILDING DI RAWA JOMBOR KLATEN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN KUALITAS ANGGOTA DWP
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026 dengan lokasi kegiatan di kawasan Rowo Jombor, Klaten. Perserta berkumpul di Lobby Gedung Menara Wijaya Sukoharjo dan berangkat pada pukul 08.00 WIB. Rombongan tiba di kawasan Rowo Jombor sekitar pukul 09.15 WIB.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kegiatan outbond sederhana di Bukit Sidoguro. Kegiatan ini dikemas secara santai dan interaktif untuk membangun kebersamaan, meningkatkan komunikasi, serta memperkuat kerja sama antaranggota.
Setelah kegiatan outbond selesai, peserta melanjutkan perjalanan menuju kapal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan ramah tamah di atas kapal sambil menikmati suasana kawasan Rowo Jombor. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan meningkatkan keakraban antaranggota DWP.
Dalam perjalanan kembali, rombongan juga berkunjung ke industri rumahan gerabah. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal secara langsung proses dan aktivitas usaha kerajinan gerabah yang berkembang di masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan selesai dan rombongan kembali ke Gedung Menara Wijaya Sukoharjo sekitar pukul 15.00 WIB.
Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM anggota DWP agar mampu berperan secara aktif dan efektif dalam mendukung pelaksanaan berbagai program dan kegiatan organisasi.
selain itu, kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan, komunikasi, kerja sama, serta kekompakan antaranggota DWP, sehingga tercipta hubungan organisasi yang lebih harmonis dan mendukung pelaksanaan tugas serta program DWP secara optimal.
Melalui kegiatan ini, anggota DWP diharapkan memperoleh pengalaman dan wawasan baru, memiliki hubungan kerja sama yang semakin baik, serta semakin termotivasi untuk berpartisipasi secara aktif dalam mendukung program dan kegiatan DWP. #DWPCerdasLiterasi
Ketua DWP Kecamatan Tegineneng beserta pengurus DWP Kecamatan Tegineneng mengadakan Rapat Koordinasi yang berkaitan dengan Pemutakhiran Data Anggota DWP karena ada beberapa Pegawai yang Mutasi Keluar dan Masuk sehingga menyebabkan pergantian Anggota DWP selanjutnya mengecek kelengkapan dan kesiapan Buku Administrasi DWP yang akan dilaksanakan penilaian oleh TIM dari DWP Kabupaten Pesawaran
Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang
Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Peningkatan Status Kesehatan Perempuan , Fasilitasi dan Pelaksanaan Vaksinasi CA-Servics
Keterangan Program
7. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang
8. Hari / Tanggal : Selasa, 01 September 2026
9. Waktu : Pukul 08.00 WIB
10. Tempat : Puskesmas Rogotrunan Lumajang
11. Peserta :1 orang (Ny. Shinta Kumala Sari Rasmin)
12. Acara Pemeriksaan HPV DNA CO Testing IVA
A. LATAR BELAKANG
Pemeriksaan HPV DNA, CO Testing dan IVA merupakan salah satu upaya deteksi dini kanker serviks pada perempuan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mendorong anggota DWP dan karyawati untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan dini.
B. TUJUAN KEGIATAN
5. Meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kanker serviks.
6. Menjaga kesehatan reproduksi perempuan.
7. Memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kanker serviks.
8. Mendukung program kesehatan perempuan melalui pemeriksaan rutin.
C. RANGKAIAN KEGIATAN
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dilanjutkan dengan pengarahan dari petugas kesehatan mengenai pentingnya pemeriksaan HPV DNA, CO Testing dan IVA sebagai langkah deteksi dini kanker serviks.
Selanjutnya peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh tenaga medis. Kegiatan berlangsung tertib, lancar dan mendapat antusiasme yang baik dari peserta.
D. HASIL KEGIATAN
5. Peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks.
6. Peserta dapat mengetahui kondisi kesehatan reproduksi melalui pemeriksaan yang dilakukan.
7. Meningkatnya kesadaran anggota DWP dan karyawati terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
8. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar.
E. PENUTUP
Demikian laporan kegiatan mengikuti pemeriksaan HPV DNA, CO Testing dan IVA ini dibuat sebagai bahan dokumentasi dan e-reporting kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan Kabupaten Jember.
Pelatihan Senam Ceria di Griya Agung Palembang berjalan dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat kebugaran fisik, tetapi juga membangun suasana kebersamaan yang harmonis bagi seluruh peserta. Disarankan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala guna mendukung gaya hidup sehat.
Pada hari ini Selasa tanggal 01 September 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan DWP Mengajar bertempat di TK Idhata Manado. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan peran dan kepedulian DWP dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini, sekaligus sebagai wujud kontribusi nyata DWP dalam membangun karakter dan mengembangkan potensi anak sejak usia dini. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua DWP Provinsi Sulawesi Utara Ny. Resky Amalia Gallang bersama Ketua DWP BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara Ny. Natalia Tintingon Mengko selaku Koordinator Bidang Pendidikan DWP Provinsi Sulawesi Utara serta jajaran pengurus/anggota DWP berjumlah 11 orang, serta pihak sekolah dan para guru TK Idhata Manado. Kehadiran pengurus DWP secara langsung di lingkungan sekolah menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pendidikan serta memperkuat sinergi antara DWP dan satuan pendidikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, dan bermakna bagi anak-anak. Pelaksanaan kegiatan DWP Mengajar dilakukan melalui pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, yaitu belajar sambil bermain dan kegiatan interaktif. Anak-anak diajak untuk mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti bernyanyi bersama, bercerita, berkomunikasi dan berinteraksi, serta kegiatan pembelajaran sederhana yang dapat merangsang kreativitas, keberanian, daya pikir, kemampuan motorik, dan kemampuan bersosialisasi. Dalam kegiatan pembelajaran, pengurus DWP memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter anak dengan memperkenalkan dan membiasakan nilai-nilai positif, antara lain kedisiplinan, kemandirian, kebersihan, tanggung jawab, sopan santun, saling menghargai, berbagi, bekerja sama, serta membangun rasa percaya diri. Penyampaian materi dilakukan dengan suasana yang ramah, komunikatif, dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan antusias tanpa merasa terbebani. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi DWP untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung dengan para guru dalam rangka memahami kebutuhan serta kondisi pembelajaran anak usia dini. Melalui komunikasi dan kebersamaan tersebut, diharapkan terbangun hubungan yang harmonis dan sinergis antara DWP, tenaga pendidik, dan pihak sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Hasil dan capaian kegiatan terlihat dari antusiasme dan partisipasi aktif anak-anak selama mengikuti rangkaian kegiatan. Anak-anak mampu mengikuti arahan, berinteraksi dengan pengurus DWP dan guru, serta menunjukkan keberanian dalam mengikuti aktivitas pembelajaran. Kegiatan juga memberikan suasana belajar yang lebih variatif dan menyenangkan bagi peserta didik. Bagi DWP Provinsi Sulawesi Utara, kegiatan DWP Mengajar menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial dan pendidikan, memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, serta mendorong keterlibatan aktif anggota DWP dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat. Khususnya melalui koordinasi Bidang Pendidikan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung pendidikan anak usia dini dan pembentukan generasi yang cerdas, kreatif, mandiri, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai positif sejak dini. Kegiatan DWP Mengajar di TK Idhata Manado berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh antusiasme. DWP Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan di bidang pendidikan melalui program-program yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik, tenaga pendidik, maupun lingkungan sekolah. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk nyata pengabdian dan kontribusi DWP dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. #DWPMengajar #DWPBPSDMD
Selong, 8 Agustus 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Bappeda Kabupaten Lombok Timur turut berpartisipasi dalam kegiatan Lomba Mewarnai dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026 dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Pendopo 2 Wakil Bupati Lombok Timur. Lomba diikuti oleh anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) yang merupakan perwakilan dari lima kecamatan di sekitar Pendopo 2. Kegiatan lomba mewarnai menjadi salah satu bentuk kegiatan positif dalam memperingati Hari Anak Nasional sekaligus menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Melalui kegiatan ini, anak-anak diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, keberanian, serta kemampuan seni sejak usia dini dalam suasana yang menyenangkan. Ketua DWP Unit Bappeda Kabupaten Lombok Timur turut hadir dan menyaksikan secara langsung pelaksanaan lomba. Kehadiran DWP Unit Bappeda merupakan bentuk partisipasi dan dukungan terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Lombok Timur, khususnya kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan mengembangkan potensi mereka. Selain perlombaan, suasana kegiatan juga berlangsung meriah dengan kehadiran anak-anak peserta lomba yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Para peserta tampak bersemangat menuangkan kreativitas mereka melalui warna dan gambar yang dikerjakan selama perlombaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus membangun suasana yang mendukung anak untuk tumbuh secara kreatif, percaya diri, dan bahagia. Partisipasi DWP Unit Bappeda juga menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung kegiatan organisasi wanita di Kabupaten Lombok Timur yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan Lomba Mewarnai dalam rangka Hari Anak Nasional dan HUT RI ke-81 berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh antusiasme dari para peserta. Kehadiran DWP Unit Bappeda Kabupaten Lombok Timur dalam kegiatan tersebut turut mempererat silaturahmi dan sinergi dengan GOW serta organisasi wanita lainnya di Kabupaten Lombok Timur.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kabupaten Penajam Paser Utara menghadiri undangan pertemuan rutin kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Penajam Paser Utara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan , Perlindungan Anak, Pengendelian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Penejam Paser Utara kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis 20 Agustus 2026 bertempat di Aula Pertemuan Lantai 1 Kantor Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara yang dimulai pada pukul 13.30 Wita yang dihadiri oleh Pengurus dan anggota DWP Kabupaten Penajam Paser Utara, Ketua DWP UP beserta anggota se- Kab. PPU, Ketua DWP Instansi Vertikal beserta Anggota se- Kab.PPU dan sebagai pembawa materi dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Penajam Paser Utara tentang " Peran Perempuan dalam Pengawasan Pemilu " . Perempuan merupakan kelompok mayoritas di masyarakat, perempuan memiliki kepekaan terhdap isu - isu keadilan dan kesetaraan , perempuan memiliki kemampuan komunikasi dan empati yang tinggi untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Demikian laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dharma Wanita Pesatuan Kecamatan Cisolok Ny. Hilda Yolanda Okkih, Menghadiri Undangan dan pemberitahuan RAT koperasi HPS yang diadakan pada hari Selasa,1 September 2026 bertempat di Aula Pendopo kabupaten Sukabumi.
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Cisolok mengikuti acara Senam Bersama Memeriahkan Hut RI ke - 81, dalam Menyemarakan Hari jadi Sukabumi ke - 156 yang diadakan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Acara yang berlangsung pada hari : Sabtu, 22 Agustus 2026, yang bertempat di Lapang Cangehgar Palabuahanratu, acara yang di mulai pada pukul 07.00 sampai dengan selesai. Anggota DWP kecamatan Cisolok yang hadir pada acara ini Hilda yolanda(ketua) Nurlia Melki (bendahara) Silvi Nur Awal (bid ekonomi) Nonah Deden ( bid Soabud)
LAPORAN KEGIATAN SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG TAHUN 2026 I. PENDAHULUAN: PELAKSANAAN Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang Tahun 2026 telah dilaksanakan pada: Hari, Tanggal: Selasa, 01 September 2026 Pukul: 08.00 WITA - Selesai Tempat: Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima. II. Peserta: Kepala Puskesamas se-Kota Bima, Organisasi wanita: TP. PKK, GOW, DWP, LPA dan Stakholder terkait. JALANNYA ACARA 1. Ketua Dharma Wanita Persatuan(DWP) Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima Nj. Hj. Erni Wahyuni H.Junaidin bersama ketua DWP Kota Bima Ny..Hj. Siti Atika H.Muhammad Fakhrunraji, Sekretaris I Ny. Mahaerani H.Ikhwanul Muslimin, dan Ketua Bidang Pendidikan Ny. Hikmah Syarif mengikuti acara sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap dan tindak pidana perdagangan orang tingkat Kota Bima tahun 2026. Pembukaan Acara dibuka secara resmi oleh panitia dengan menyambut seluruh peserta aktif, undangan, serta jajaran pejabat yang hadir. 2. Pembacaan doa untuk memohon kelancaran, keberkahan, dan kelancaran jalannya seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Bima. 3. Arahan Kepala Dinas Bapak SYAHRUDDIN, SH., MM. memberikan arahan mengenai urgensi pencegahan kekerasan di wilayah Kota Bima dengan poin-poin utama sebagai berikut:Kekerasan di Kota Bima harus dihindari dan diminimalisir melalui komitmen bersama. Tujuan utama sosialisasi ini adalah membangun kolaborasi antarpasien dan instansi untuk memikul tanggung jawab bersama demi generasi penerus bangsa agar menjadi andalan Kota Bima.Kekerasan secara nyata merusak diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat.Setiap kekerasan memiliki hubungan sebab-akibat, sehingga langkah preventif paling utama adalah keberanian untuk segera melaporkan setiap kali ditemukan indikasi atau tindakan kekerasan. 4. Arahan Staf Ahli Kota Sambutan oleh Hj. Suharni, SE selaku Staf Ahli yang menyampaikan harapan dari Wali Kota Bima:Anak-anak adalah masa depan Kota Bima; nilai agama yang ditanamkan pada mereka hari ini akan menentukan wajah kota di masa yang akan datang.Penanganan kekerasan merupakan persoalan bersama. Anak harus dipastikan mendapatkan rasa aman dan nyaman serta hidup di lingkungan yang mendukung perkembangannya. Bentuk kekerasan yang diwaspadai meliputi kekerasan fisik, verbal, hingga digital bullying.Di sisi lain, kemajuan teknologi harus diarahkan untuk belajar, bukan untuk eksploitasi.Diperlukan edukasi lintas sektor serta penanganan yang tepat dari berbagai pihak yang menjadi benteng bagi anak, mulai dari sekolah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan. 5. Pemaparan Materi oleh ibu Nely Ilmi Qhotiyah, M.Psi. pertama berfokus pada pendekatan psikologis dan penanganan korban di ruang bimbingan konseling (BK):Filosofi dan Dampak Psikis: Anak diibaratkan memiliki jiwa yang bersih. Jika anak di sekitar kita menjadi kusut dan tertekan, mereka akan membawa bekas trauma yang mendalam. Korban pelecehan mengalami trauma yang membutuhkan waktu sangat lama untuk pulih dan tumbuh dengan baik, sehingga membutuhkan lingkungan yang bersih. Pertanyaan Refleksi (Momentum Awal):Bom Waktu Jiwa: Luka fisik terlihat jelas dan cepat kering, sedangkan luka psikologis akibat pelecehan tersembunyi dan membusuk di dalam dada anak.Pergeseran Paradigma Konseling: Pengajar atau konselor harus berhenti bertanya "Kenapa anak ini nakal/aneh?", melainkan mulai bertanya "Apa yang sudah menimpa anak ini?".Tujuan Utama: Membangun empati profesional dan menghadirkan rasa aman penuh di ruang BK sebelum melakukan tindakan interogasi. Membongkar Modus Pelaku (Tactical Grooming):Hunting (Incar Target): Pelaku membidik anak yang kurang perhatian, kesepian, memiliki orang tua yang terlalu mengekang (strict parents), atau berasal dari keluarga broken home.Love Bombing (Hujan Perhatian): Pelaku menghujani korban dengan pujian khusus secara konstan, membelikan jajanan, meminjamkan HP, atau memberi modal top-up game.The Secret (Pengunci Rahasia): Pelaku menggunakan kalimat jebakan seperti "Ini rahasia kita berdua saja ya nak, jangan cerita ke orang lain nanti mereka marah."Paksaan & Ancaman: Pelaku membalikkan fakta dan menanamkan rasa bersalah yang besar agar korban ketakutan, menjadi pemarah, lalu memilih diam. Alarm Tersembunyi Korban (Deteksi Dini Emosi & Perilaku): Perubahan Emosi Ekstrem: Anak ceria tiba-tiba berubah menjadi super pendiam dan menarik diri, atau anak yang tenang menjadi gampang mengamuk dan kasar.Mati Rasa Emosional (Numbing): Jangan terkecoh jika anak tampak tenang/biasa saja setelah kejadian, karena itu tanda otaknya sedang mengalami disosiasi (mati rasa).Sikap Defensif Tubuh: Anak melompat kaget, ketakutan, atau menarik tubuhnya secara protektif saat didekati atau disentuh secara wajar.Psikosomatis (Protes Tubuh): Anak mengeluh pusing, mual, muntah, atau diare tanpa sebab medis, terutama menjelang jam pelajaran tertentu.Kemunduran Perilaku (Regresi Usia): Kembali melakukan kebiasaan masa kecil saat cemas, seperti mengisap jempol, menggigit kuku sampai luka, atau mengompol.Anjlok Kognitif & Fobia Sekolah: Nilai pelajaran merosot tajam secara radikal, sering melamun, serta muncul penolakan kuat untuk pergi ke sekolah. Protokol 3-T di Ruang BK/Konseling: TENANGKAN: Amankan kondisi fisik dan redakan kecemasan ekstrem atau panik anak di menit-menit awal. Jangan langsung menanyakan kronologi kejadian. TERIMA: Berikan validasi penuh atas keberanian anak untuk melapor, serta singkirkan beban rasa bersalah dari pundak korban secara terapeutik. TINDAK LANJUTI: Kunci kerahasiaan identitas korban secara mutlak agar terhindar dari stigma sosial, lalu lakukan rujukan klinis ke ahli jika ada indikasi melukai diri sendiri. 6. Pemaparan Materi II (Bapak Arif - Densus 88 / Satgaswil NTB ) Materi kedua menyampaikan "Paparan Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan Terhadap Anak":Tren Modus Baru Perekrutan: Kelompok ekstremisme berbasis kekerasan kini memanfaatkan True Crime Community (TCC)—yaitu komunitas atau kelompok orang yang memiliki ketertarikan terhadap kasus kejahatan nyata seperti pembunuhan, penculikan, terorisme, kekerasan, kasus orang hilang, dan kejahatan lainnya.Hal-Hal yang Perlu Diwaspadai dalam Komunitas TCC:Romantisasi atau glorifikasi pelaku kejahatan, terutama pembunuh berantai atau pelaku teror.Menjadikan pelaku kejahatan sebagai figur terkenal atau "idola".Penyebaran foto/video kekerasan serta materi ekstrem.Penyebaran informasi pribadi korban, keluarga, atau pelaku (doxxing).Spekulasi dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi secara hukum.Victim blaming atau tindakan menyalahkan korban atas kejahatan yang dialaminya.Target Komunitas TCC: Proses rekrutmen ini menyasar para pemuda yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri dan identitas, serta menempatkan perempuan dan anak sebagai pelaku teror. 7. Tanya Jawab Sesi diskusi dibuka untuk memberikan kesempatan kepada para peserta aktif berdialog langsung dengan para pemateri. Peserta menyampaikan pertanyaan seputar langkah taktis penanganan korban di lingkungan sekolah serta cara memantau aktivitas digital anak agar terhindar dari paparan komunitas ekstremis seperti TCC. Pemateri memberikan jawaban yang solutif dengan menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi antara anak, orang tua, dan guru. 8. PenutupAcara sosialisasi ditutup dengan penegasan kembali mengenai komitmen lintas sektor di Kota Bima untuk bersama-sama melindungi anak dari kekerasan, perdagangan orang, dan radikalisme. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.