Koordinator Bidang Pendidikan Dampingi Kepala Kemenag Singkawang Laksanakan Monev Persiapan Peresmian RKB MIN Singkawang Singkawang — Koordinator Bidang Pendidikan, Hj. Rohmawati, mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) persiapan peresmian Ruang Kelas Baru (RKB) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Singkawang yang dibangun melalui dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Kegiatan monev tersebut dilaksanakan pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di MIN Singkawang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh aspek kesiapan menjelang peresmian gedung RKB agar dapat berjalan dengan lancar dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan monev, Kepala Kantor Kemenag Singkawang beserta rombongan meninjau secara langsung kesiapan fisik gedung, meliputi tahap finishing bangunan, kebersihan ruangan, serta fungsi utilitas pendukung. Selain itu, dilakukan pula pengecekan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, seperti ketersediaan listrik, air bersih, jaringan teknologi informasi (IT), area parkir, serta sistem keamanan lingkungan madrasah. Tidak hanya itu, rombongan juga memantau kesiapan area acara peresmian, termasuk penataan panggung, kesiapan sound system, dekorasi, serta pemasangan signage sebagai penunjang kelancaran kegiatan peresmian. Melalui kegiatan monev ini, diharapkan seluruh persiapan peresmian RKB MIN Singkawang dapat terselenggara secara optimal, sehingga gedung yang dibangun dengan dana SBSN tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah di Kota Singkawang.
Pada hari Senin, tanggal 02 Februari 2026 Ketua DWP BPBD Ny. Junengsih Udin beserta pengurus DWP BPBD Ny. Ade Darmono, Ny. Yeni, dan Ny. Riksa melalui Bidang Sosial dan Budaya telah mengikuti Acara Penyerahan Donasi/ Bantuan Sosial untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang yang di hadiri langsung oleh IIC (Ikatan Istri Camat) dan IIKO (Ikatan Istri Kepala OPD), dan IIKAD (Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan) se-Kabupaten Subang. Adapun Bantuan yang diberikan yaitu berupa Mie Instan Sebanyak 5 dus, Susu 3 dus, Biskuit sebanyak 3 dus, Beras 100 kg, Kecap 1 dus, Pampers Bayi 3 dus, Pempers Dewasa 1 dus dan Uang Tunai.
UP DWP Kecamatan Pakis Aji mengadakan kegiatan Rapat Anggota Bulan Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan rutinan DWP Kecamatan Pakis Aji. Rangkaian kegiatan terdiri atas Rapat Kerja, Sosialisasi Pengisian E-Reporting, kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat. Tanggal pelaksanaan kegiatan adalah 2 Februari 2026. Tempat kegiatan bertempat di Pendopo Kecamatan Pakis Aji. Jumlah peserta yang hadir pada kegiatan tersebut sebanyak 2 orang. Rapat dimulai pukul 11.00 WIB. Rapat Kerja dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kecamatan Pakis Aji. Ketua DWP Pakis Aji Ny. Sunarti Mujoko hadir Wakil Ketua DWP Kecamatan Pakis Aji didampingi oleh satu orang anggota. Anggota yang hadir adalah Ny. Wilissawitri Dwiana Santhi Abdul Haris dan Anggota Ibu Pik abdi manaf. Rapat Anggota ini merupakan salah satu Program Kerja Sekretaris DWP Kecamatan Pakis Aji. Pelaksanaan rapat dimulai pada pukul 11.00 WIB. Agenda utama rapat adalah Sosialisasi E-Reporting. Sosialisasi ini ditujukan bagi pengurus DWP Kecamatan Pakis Aji Kegiatan diawali dengan pra acara Menyanyikan Mars dan himne dharma Wanita dan mars Jepara oleh Ny. Kristiyani, acara 1. Pembukaan Ny. Pik Abdi Manaf,2 sambutan dan pengarahan ketua DWP Kec. Pakis Aji,Ny. Sunarti Mujoko penyampaian materi e-reporting, dan nanti ketua DWP Kab. Jepara berkunjung ke masing-masing unsur pelaksana untuk melihat administrasi, mohon bantuan ibu-ibu dapat membuat buku administrasi. Dasar Pembuatan LPPK: LPPK merupakan sistem pelaporan elektronik untuk mempermudah penyampaian laporan kegiatan DWP secara online: Data, 4 W, Pelaporan Platform resminya: lppkdwp.or.id Ketentuan Laporan E-Reporting Bidang Sekretaris, Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi, Bidang Sosial Budaya Kegiatan yang dilaporkan harus sesuai dengan Program Kerja Memasukkan laporan jangan salah kamar Laporan kegiatan organisasi, bukan kegiatan individu dan tidak boleh mengada-ada Kegiatan Pengurus DWP Kabupaten tidak boleh dilaporkan sebagai kegiatan DWP Unsur Pelaksana Kegiatan Kantor Unsur Pelaksana tidak boleh dilaporkan sebagai kegiatan DWP unsur pelaksananya, jika mengikuti pilih kegiatan yang logis.membayar koperasi, sumbangan atau menyerahkan iuran tidak boleh dilaporkan sebagai kegiatan DWP unsur pelaksana Mengikuti Zoom harus ada undangannya, jadi tidak boleh melaporkan mengikuti Zoom sesukanya Rapat persiapan tidak boleh dilaporkan, yang dilaporkan pelaksanaan kegiatan, Undangan, ucapan selamat tidak boleh dilaporkan, Foto kegiatan harus mendiskripsikan kegiatan tersebut dan berkelompok Untuk pelaporan E Reporting mulai tahun 2025, ada perubahan skor, yaitu menggunakan indeks Ketentuan pelaporan E Reporting : Waktu pelaporan tidak boleh ditunda, jadi harus segera dilaporkan pada bulan itu juga, karena jika pelaporannya setelah bulan tersebut tidak dapat terhitung dalam indeks artinya indeks nya 0, hanya penambahan jumlahnya saja Pelaporan harus lengkap seperti notulen Gunakan FORMULASI DWP Yaitu narasi laporan kepada Ibu Ketua DWP satu tingkat diatasnya FORMULASI DWP . Laporan harus memuat unsur D yaitu Data : tuliskan dalam laporan perihal data apa saja yang terkait dengan kegiatan yang diselenggarakan atau dilaksanakan. laporan sebaiknya menjelaskan tentang empat W yaitu What ( Apa ), yakni penjelasan lengkap kenapa kegiatan yang bersangkutan harus dilaksanakan.laporan memuat penjelasan tentang Where ( di mana ), yaitu penjelasan lengkap di mana kegiatan berlangsung atau diadakan, Laporan juga memuat perihal When (kapan) yakni penjelasan tentang kapan diselenggarakan acaranya, W terakhir adalah Who ( siapa ) adalah siapa saja yang hadir dalam kegiatan tersebut, bisa pejabat, tokoh, pengurus DWP atau narasumber. Laporan harus bersifat P yakni Public jangan melaporkan hal-hal yang bersifat pribadi. Terpenting Laporan harus lengkap, tetapi tidak seperti materi seminar banyak rujukan dan meluas, Laporan tidak seperti koran berlembar-lembar Laporan DWP tidak membahas OPD lain Laporan sesuai program kerja DWP OPD Laporan DWP itu tidak membahas instansi lain, seperti program PKK, Kecamatan atau Pemda. Laporan DWP adalah Program Kerja DWP KIAT - KIAT Kegiatan yang dilaporkan merupakan kegiatan DWP jika menghadiri undangan kegiatan Unsur Pelaksana harus sesuai dan berhubungan dengan kegiatan DWP, perayaan, peringatan hari besar Nasional. Saat menghadiri undangan diusahakan mengenakan seragam DWP Jika tidak menggunakan seragam menggunakan identitas DWP, bisa berupa MMT (Multi Media Technology), selempang. Dalam satu kegiatan bisa dilaporkan beberapa kegiatan sesuai bidang masing-masing yang sesuai. Misalnya saat melaksanakan Rapat Kerja, bidang : Sekretaris melaporkan kegiatan Rapat Anggota,Pendidikan melaporkan kegiatan Lomba atau Pengisian Sosialisasi, Ekonomi melaporkan kegiatan Bazar, Sosbud melaporkan kegiatan pemberian doorprize. Lppk dilaporkan melalui online, nilainya akan muncul sistem atau ai. Laporan pelaksanaan program kerja yang merupakan laporan dan evaluasi program kerja selama kurun waktu 12 bulan dimulai dari Januari s.d Desember . membuat video paling bagus untuk didokumentasikan buat lomba. Mengikuti zoom bisa untuk reporting. Bisa menginput 4 laporan dalam 1 kegiatan, Foto bersama bisa masuk laporan dokumentasi. Harus 50 kalimat dalam pengisian. Rapat Kerja DWP Kabupaten Jepara Bulan Januari 2026 ditutup dengan bacaan hamdalah bersama. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan Rapat Kerja dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Demikian laporan Rapat Kerja DWP Kabupaten Jepara BulanFebruari 2026. DWP Kecamatan Pakis Aji
Pada hr Senin 2 feb 2026. Dwp Satpol PP JB bidang sosbud mengadakan rapat persiapan untuk mengikuti kegiatan pertin tingkat provinsi, yg akan dilaksanakan pada hari selasa 3 Feb 2026 di Saung M. Udjo Bandung. Rapat sekaligus pembagian kaos seragam wilayah & latihan untuk lomba yel-yel. Rapat dimulai dr jam 10.00 s/d jam 13.00 di ruang rapat satpol pp jb lt.12
Hari Senin tanggal 02 Februari 2026 Bertempat di Stasiun TVRI Sumatera Selatan Istri Wawako Palembang Unjuk Kemampuan Jadi Penyiar Berita di TVRI Sumsel.Staf Ahli TP PKK Kota Palembang sekaligus Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Palembang, Putri Azizah Prima Salam, tampil memukau saat menjadi penyiar tamu dalam program berita di Stasiun Televisi TVRI Sumatera Selatan, Hadir langsung di ruang studio siaran, Putri Azizah membawakan sejumlah segmen berita dengan artikulasi jelas, intonasi stabil, serta gestur yang percaya diri.Tanpa terlihat canggung ataupun terbata-bata, istri Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tersebut tampil seakan telah terbiasa berada di depan kamera membawakan narasi berita.Kemampuannya menjaga tempo membaca naskah serta penguasaan bahasa tubuh menjadi nilai tambah yang membuat siaran berlangsung lancar hingga akhir segmen.Ketua Tim Perencana dan Pengendali Berita TVRI Sumsel, Eka Budi W, menjelaskan bahwa kehadiran Putri Azizah sebagai penyiar tamu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TVRI Sumsel ke-52.“Kami memang mengundang Ibu Putri Azizah dalam rangkaian HUT TVRI Sumsel. Selain sebagai bentuk kolaborasi dengan pemerintah daerah dan tokoh perempuan, kami juga ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa menjadi penyiar bukan hal yang mustahil. Semua warga memiliki kesempatan untuk belajar dan mencoba, Selain itu Hadir Juga Ibu Dharma Wanita Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang Ibu Maya Adi Zahri” ujar Eka.Menurutnya, program penyiar tamu ini juga menjadi bagian dari upaya TVRI Sumsel untuk lebih dekat dengan masyarakat serta membuka ruang partisipasi publik dalam dunia penyiaran, khususnya pada program berita yang selama ini identik dengan profesional internal stasiun televisi.Tidak hanya menghadirkan tokoh perempuan, TVRI Sumsel juga merencanakan menghadirkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai penyiar tamu dalam beberapa hari ke depan.
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Pendidikan Kota Surakarta Sub SMP Negeri 12 Kota Surakarta yang diwakili oleh Ibu Isnainingsih, Ibu Aprilia, Ibu Roosiani, dan Ibu Unarwati menghadiri pengajian pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 14.00 di Aula manarulIlmi Dinas Pendidikan Kota Surakarta Jl.DI. Panjaitan No.7, Setabelan, Banjarsari, Surakarta. Pengajian diselenggarakan oleh Sub SMP Negeri 25 Kota Surakarta yang diketuai oleh Ibu Nurhayati Yoga Ningsih Sutrisno.
Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Jepara melaksanakan kegiatan perpisahan dengan Ny. Maria Ulfa Anjar Jambore Widodo sehubungan dengan perpindahan tugas yang bersangkutan menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi, kebersamaan, serta apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan selama mendampingi dan menjadi bagian dari Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Jepara. Kegiatan perpisahan dilaksanakan pada hari Minggu, 01 Februari 2026 bertempat di Desa Palagan, Yogyakarta, dan diikuti oleh 18 orang pengurus Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Jepara. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan kebersamaan seluruh peserta, dilanjutkan dengan kegiatan silaturahmi dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar pengurus serta memperkuat rasa kebersamaan dalam organisasi. Pada rangkaian kegiatan inti disampaikan kesan dan pesan oleh Ketua Mandat Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Jepara yang menekankan pentingnya menjaga kekompakan, solidaritas, dan komunikasi yang baik dalam organisasi. Selanjutnya disampaikan kata perpisahan dari Ny. Maria Ulfa Anjar Jambore Widodo sebagai ungkapan terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan jalinan silaturahmi yang telah terbangun selama ini. Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, dilakukan pemberian cenderamata kepada Ny. Maria Ulfa Anjar Jambore Widodo, serta dilanjutkan dengan kegiatan dokumentasi bersama sebagai bagian dari arsip dan laporan kegiatan organisasi. Melalui kegiatan perpisahan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar pengurus, meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan solidaritas, serta memperkuat keharmonisan dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Jepara. Kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif, serta memberikan dampak positif terhadap penguatan peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung keberlangsungan organisasi dan tugas pendampingan aparatur.
Anggota Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Unit Sekretariat DPRD Ny Zubaidah Bayu melaksanakan kegiatan Posyandu bertempat di Posyandu Melati II Desa Pagar Agung, Kecamatan Pagar Alam Selatan pada hari Senin tanggal 02 Februari 2026 mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Kegiatan posyandu ini selain pemeriksaan balita, pemberian imunisasi pada balita, juga dilaksanakan pemeriksaan ibu hamil dan kelas ibu hamil. Adapun alur kegiatannya dimulai dengan Pendaftaran balita dan ibu hamil. Kemudian dilanjutkan dengan Penimbangan dan Pengukuran balita dan ibu hamil yang dicatat dalam buku KIA. Dilanjutkan dengan Penyuluhan dan Pelayanan Gizi yang difokuskan pada pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang, pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta pemantauan tumbuh kembang. Kegiatan ini mencakup pola makan sehat, ASI eksklusif, MPASI, konsumsi protein hewani, dan suplementasi zat besi/vitamin A. Ny Zubaidah Bayu sebagai Bidan mengedukasi tentang Pentingnya gizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur, buah) dan konsumsi protein hewani untuk mencegah stunting sejak dalam kandungan, Pemberian ASI eksklusif (0-6 bulan) dan MPASI bergizi setelah 6 bulan. Ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan janin dan menjaga kesehatan diri sendiri. Beberapa manfaat utama gizi seimbang bagi ibu hamil antara lain: 1. Mendukung Pertumbuhan Janin – Nutrisi yang cukup membantu perkembangan organ janin dengan optimal. 2. Mencegah Anemia – Zat besi yang cukup dalam makanan dapat mencegah anemia yang berisiko bagi ibu dan janin. 3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh – Konsumsi vitamin dan mineral yang cukup dapat membantu ibu hamil tetap sehat selama kehamilan. 4. Mengurangi Resiko Komplikasi Kehamilan – Asupan gizi yang baik dapat mengurangi risiko preeklamsia, bayi lahir prematur, dan berat badan lahir rendah. Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi seimbang sebagai berikut: Karbohidrat: Sumber energi utama, seperti nasi, ubi, kentang, dan roti. Protein: Untuk pertumbuhan janin, seperti telur, ikan, daging, tempe, dan tahu. Zat Besi: Mencegah anemia, terdapat dalam bayam, hati ayam, dan daging merah. Asam Folat: Penting untuk perkembangan otak janin, terdapat dalam sayuran hijau dan kacang-kacangan. Kalsium: Memperkuat tulang ibu dan bayi, terdapat dalam susu, keju, dan yogurt. Vitamin dan Mineral: Mendukung metabolisme tubuh, diperoleh dari buah-buahan dan sayuran. Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan yang membutuhkan asupan nutrisi optimal. Gizi seimbang pada balita berfungsi untuk: Mendukung Pertumbuhan Fisik dan Kognitif – Nutrisi yang cukup membantu perkembangan otak dan organ tubuh. Meningkatkan Imunitas – Asupan makanan yang kaya vitamin dan mineral membantu melindungi anak dari penyakit. Mencegah Stunting – Gizi yang cukup sejak dini mengurangi risiko terhambatnya pertumbuhan anak. Balita sebaiknya diberikan makanan bergizi dengan memperhatikan: ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan MP-ASI yang bergizi. Karbohidrat Sehat, seperti nasi, kentang, dan sereal. Protein Hewani dan Nabati, seperti ikan, daging, telur, tempe, dan tahu. Sayuran dan Buah yang kaya akan vitamin dan serat. Susu dan Produk Olahannya untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Lemak Sehat, seperti minyak kelapa, mentega, dan kacang-kacangan. Gizi seimbang sangat penting bagi ibu hamil dan balita untuk memastikan tumbuh kembang yang optimal dan mencegah berbagai masalah kesehatan. Dengan edukasi yang tepat dan peran aktif tenaga kesehatan, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pola makan sehat demi menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Selesai penyuluhan, dilanjutkan dengan pemberian vitamin dan imunisasi. Vitamin yang diberikan yaitu vitamin A untuk balita dan tablet tambah darah untuk ibu hamil. Imunisasi merupakan Layanan kesehatan gratis untuk memberikan kekebalan aktif pada anak dari penyakit berbahaya seperti TBC, Hepatitis B, Polio, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hib, campak, dan pneumonia. Imunisasi wajib diberikan sesuai usia (0-18 bulan) dan mencakup vaksin dasar hingga lanjutan, yang dicatat di buku KIA. Jadwal imunisasi rutin di Posyandu Melati II berdasarkan usia: 0 Bulan: Hepatitis B (HB-0). 1 Bulan: BCG (TBC) & Polio 1. 2 Bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, PCV 1, Rotavirus 1. 3 Bulan: DPT-HB-Hib 2, Polio 3, PCV 2, Rotavirus 2. 4 Bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4, Polio Suntik (IPV) 1, Rotavirus 3. 9 Bulan: Campak/MR (Measles-Rubella). 18 Bulan (Baduta/Bayi di bawah dua tahun): Lanjutan DPT-HB-Hib & Campak/MR. Imunisasi diberikan saat anak dalam kondisi sehat. Proses imunisasi ini dilakukan melalui pemberian vaksin, baik berupa suntikan ataupun minum. Tujuan imunisasi dasar adalah mencegah terjadinya penyakit, kecacatan, atau kematian. Dengan begitu, anak tidak rentan terkena berbagai penyakit selama pertumbuhannya dan dapat melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Imunisasi juga menjadi salah satu upaya untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). Herd immunity penting untuk dicapai guna mencegah penyebaran penyakit berbahaya pada orang yang tidak bisa mendapatkan imunisasi, misalnya karena kondisi kesehatan tertentu. Jadi, semakin banyak orang yang mendapatkan vaksin, maka semakin sedikit orang yang terinfeksi penyakit. Imunisasi terkadang menimbulkan beberapa efek samping. Meski begitu, hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena reaksi yang timbul umumnya bersifat ringan. Rata-rata efek samping akibat imunisasi dasar lengkap ini adalah ruam, demam ringan, dan nyeri di area suntikan. Reaksi ringan tersebut sebenarnya merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang membentuk antibodi. Dilanjutkan dengan imunisasi TT untuk ibu hamil. Jika belum pernah vaksin atau riwayat tidak jelas: TT1: saat hamil paling ideal di TM 2 kehamilan. TT2: 4 minggu setelah TT1. TT3: 6-12 bulan setelah TT2 (untuk kehamilan berikutnya). TT4: 1 tahun setelah TT3. TT5: 1 tahun setelah TT4 (untuk perlindungan lebih lama). Jika sudah lengkap vaksin sebelum hamil: Pada kehamilan pertama, biasanya 2 dosis (interval 4 minggu) untuk melindungi ibu dan bayi baru lahir (tetanus neonatorum). Dipenghujung kegiatan Ny Zubaidah Bayu mengajarkan prenatal gentle yoga kepada para ibu hamil. Modifikasi Hatha yoga yang dirancang khusus untuk ibu hamil, berfokus pada gerakan lambat, lembut, dan aman yang dipadukan dengan pernapasan serta relaksasi. Yoga ini bertujuan mempersiapkan fisik dan mental, mengurangi ketidaknyamanan kehamilan, mengoptimalkan posisi janin, serta membantu persalinan yang lebih tenang, minim trauma (gentle birth). Kegiatan ditutup dengan pembagian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan telur rebus kepada seluruh balita dan ibu hamil yang hadir. Ny Zubaidah Bayu mengucapkan terima kasih kepada para ibu balita yang datang untuk memeriksakan kesehatan dan tumbuh kembang anak, mengikuti imunisasi rutin, serta kepada para lansia yang memeriksakan kesehatan dan menerima vitamin serta obat-obatan sederhana. Kami berharap Posyandu ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya.
LAPORAN KEGIATAN Pembuatan Video Edukasi Tempah Dedoro Organik Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Kegiatan ini merupakan pembuatan video edukasi Tempah Dedoro Organik yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Video ini bertujuan sebagai media edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik secara mandiri, sederhana, dan ramah lingkungan melalui penerapan Tempah Dedoro Organik di lingkungan rumah tangga, perkantoran, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.bKegiatan dilaksanakan oleh Ketua DWP Unit Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Ny. Atikah Alkaf, bersama anggota DWP Unit DLH Kota Mataram. Seluruh peserta berperan aktif dalam proses pembuatan video, mulai dari penjelasan konsep, manfaat, hingga praktik pemanfaatan Tempah Dedoro Organik sebagai solusi pengolahan sampah organik di sumbernya. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 2 Februari 2025, pukul 10.00 WITA. Kegiatan bertempat di kediaman Ny. Atikah Alkaf, berlokasi di BTN Kodya Asri, Kota Mataram. Lokasi ini dipilih sebagai contoh penerapan Tempah Dedoro Organik di lingkungan rumah tangga yang dapat direplikasi oleh masyarakat luas. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan nyata DWP Unit DLH Kota Mataram terhadap upaya pengurangan timbulan sampah, khususnya sampah organik yang jumlahnya mencapai sekitar setengah dari total timbulan sampah rumah tangga. Selama ini, sampah organik masih banyak berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga menambah beban pengelolaan sampah kota. Melalui kegiatan ini, DWP Unit DLH berupaya menghadirkan solusi sederhana, murah, dan praktis agar masyarakat dapat mengolah sampah organik secara mandiri, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai Tempah Dedoro Organik, yaitu lubang pengurai sampah organik di pekarangan yang berfungsi mengolah dedaunan dan sampah dapur menjadi kompos alami yang menyuburkan tanah. Tempah Dedoro Organik dibuat dengan menggali tanah sedalam kurang lebih 1–1,5 meter, kemudian pada bagian atas lubang dipasang buis beton dan ditutup dengan penutup buis beton. Untuk menambah nilai estetika dan fungsi, Tempah Dedoro Organik dapat dilengkapi tempat duduk, dicat, serta dipercantik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat duduk santai di halaman rumah. Dalam video yang dibuat, dijelaskan pula berbagai keunggulan Tempah Dedoro Organik, antara lain mudah dibuat, biaya murah, praktis, efektif mengurangi sampah organik, serta ramah lingkungan karena proses pengomposan berlangsung secara alami dan tidak menimbulkan bau menyengat apabila dikelola dengan baik. Selain itu, dipaparkan manfaatnya, yaitu mengurangi timbulan sampah, menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA, menghasilkan pupuk kompos kaya nutrisi, serta menyuburkan tanah di kebun, taman, dan lahan pertanian. Video edukasi ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang mudah dipahami dan menarik, serta mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah organik dari sumbernya, baik di rumah, kantor, sekolah, maupun fasilitas umum lainnya. Melalui kegiatan pembuatan video Tempah Dedoro Organik ini, DWP Unit Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram menunjukkan komitmen dan peran aktif dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Dengan langkah sederhana namun berdampak besar ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam mewujudkan Kota Mataram yang bersih, indah, sehat, dan nyaman, sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.