Dalam rangka meningkatkan pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan mengenai pentingnya koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi perempuan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Koperasi Wanita Dharma Bhakti Ibu (Kopwan DBI) Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran koperasi sebagai wadah yang mampu mendukung kesejahteraan anggota melalui kegiatan simpan pinjam dan pengelolaan usaha yang sehat serta berkelanjutan.
Koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggota melalui prinsip gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian ekonomi. Bagi anggota Dharma Wanita Persatuan, keberadaan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas dan partisipasi anggota dalam mendukung program-program organisasi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai tata kelola, hak dan kewajiban anggota, serta manfaat koperasi perlu terus ditingkatkan.
Pada hari Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di Aula Harmoni Kantor Pertanahan Kabupaten Wonosobo, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Koperasi Wanita Dharma Bhakti Ibu (Kopwan DBI) Kabupaten Wonosobo. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB dan diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai unsur pelaksana di Kabupaten Wonosobo.
Sosialisasi disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Ibu Ida Junaedi selaku Wakil Ketua Kopwan DBI Kabupaten Wonosobo dan Ibu Ida Luthfi selaku Bendahara Kopwan DBI Kabupaten Wonosobo. DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo pada kesempatan tersebut diwakili oleh Ibu Dwi Tono Prihatono selaku Ketua DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan penyampaian gambaran umum mengenai Koperasi Wanita Dharma Bhakti Ibu (Kopwan DBI) Kabupaten Wonosobo sebagai salah satu aset organisasi Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Wonosobo yang berada di bawah pembinaan Bidang Ekonomi. Narasumber menjelaskan bahwa koperasi didirikan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pengelolaan usaha simpan pinjam yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Ibu Ida Junaedi menjelaskan struktur kepengurusan Kopwan DBI yang terdiri dari pengurus dan pengawas yang bertugas mengelola serta mengawasi jalannya organisasi koperasi. Struktur kepengurusan yang jelas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan koperasi. Pengurus memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kegiatan operasional koperasi, sementara pengawas bertugas memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya dijelaskan mengenai program kerja koperasi yang meliputi bidang organisasi, bidang usaha, dan bidang administrasi. Pada bidang organisasi, Kopwan DBI berupaya mengoptimalkan peran anggota Dharma Wanita Persatuan agar lebih aktif dalam keanggotaan koperasi. Selain itu, koperasi juga terus mendorong anggota DWP yang belum bergabung agar menjadi anggota koperasi. Upaya ini dilakukan karena koperasi merupakan aset organisasi yang perlu didukung bersama demi keberlanjutan dan kemanfaatannya bagi seluruh anggota.
Pada bidang usaha, koperasi saat ini fokus menjalankan usaha simpan pinjam dengan berbagai ketentuan yang telah disepakati dalam rapat anggota. Kegiatan simpan pinjam menjadi salah satu layanan utama yang dapat dimanfaatkan anggota untuk membantu kebutuhan keuangan secara aman dan terjangkau. Sementara itu, pada bidang administrasi, koperasi terus berupaya meningkatkan tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku agar pengelolaan organisasi semakin profesional dan akuntabel.
Dalam sesi berikutnya, Ibu Ida Luthfi menjelaskan mengenai ketentuan simpanan dan pinjaman bagi anggota koperasi. Dijelaskan bahwa setiap anggota baru wajib membayar simpanan pokok sebesar Rp50.000 yang dibayarkan satu kali pada saat menjadi anggota. Selain itu, anggota juga memiliki kewajiban membayar simpanan wajib sebesar Rp70.000 setiap bulan serta iuran dana pralenen sebesar Rp12.000 per tahun. Koperasi juga menerima simpanan sukarela atau simpanan manasuka yang jumlahnya tidak dibatasi dan dapat diambil sewaktu-waktu sesuai kebutuhan anggota.
Untuk layanan pinjaman, koperasi menyediakan dua jenis pinjaman. Jenis pertama adalah pinjaman sebrangan dengan jangka waktu maksimal tiga bulan. Jenis kedua adalah pinjaman reguler dengan jangka waktu maksimal dua puluh empat bulan. Kedua jenis pinjaman tersebut diberikan berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh koperasi melalui keputusan rapat anggota.
Narasumber juga menjelaskan mengenai hak dan kewajiban anggota koperasi. Anggota memiliki hak untuk memperoleh berbagai manfaat yang diberikan koperasi sesuai kemampuan organisasi, seperti pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), bingkisan hari raya, doorprize, serta berbagai fasilitas lainnya bagi anggota yang aktif dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun demikian, hak tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban anggota, antara lain membayar simpanan pokok dan simpanan wajib, memenuhi kewajiban angsuran pinjaman secara rutin, serta mematuhi seluruh peraturan koperasi.
Dalam sosialisasi juga disampaikan berbagai tantangan yang saat ini dihadapi oleh Kopwan DBI. Salah satu kendala utama adalah jumlah anggota koperasi yang cenderung mengalami penurunan. Selain itu, partisipasi aktif anggota dalam kegiatan koperasi masih belum optimal. Narasumber juga menyampaikan bahwa masih terdapat kredit macet yang memerlukan perhatian bersama agar tidak mengganggu kesehatan keuangan koperasi.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, pengurus koperasi telah menyusun beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk menjadi anggota Kopwan DBI. Pengurus juga terus mendorong anggota agar memanfaatkan fasilitas simpan pinjam yang tersedia secara bertanggung jawab. Selain itu, koperasi berharap adanya dukungan dari pengurus dan penasehat DWP untuk turut mengimbau anggota agar bergabung dan aktif dalam kegiatan koperasi. Upaya penagihan secara aktif atau jemput bola juga dilakukan guna mengurangi risiko kredit macet dan menjaga kesehatan keuangan koperasi.
Para peserta mengikuti kegiatan sosialisasi dengan antusias dan penuh perhatian. Berbagai informasi yang disampaikan memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai manfaat koperasi, mekanisme keanggotaan, serta pentingnya partisipasi aktif anggota dalam mendukung keberlangsungan organisasi koperasi. Bagi DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo, materi yang diperoleh menjadi tambahan wawasan yang dapat disampaikan kepada anggota lainnya sehingga semakin banyak anggota yang memahami manfaat koperasi dan terdorong untuk berpartisipasi secara aktif.
Melalui kegiatan ini, peserta juga semakin memahami bahwa koperasi bukan sekadar tempat menabung atau meminjam dana, tetapi merupakan wadah bersama yang keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi dan komitmen seluruh anggota. Semakin tinggi tingkat partisipasi anggota, maka semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan koperasi kepada seluruh anggotanya.
Kegiatan Sosialisasi Koperasi Wanita Dharma Bhakti Ibu (Kopwan DBI) Kabupaten Wonosobo yang dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Juni 2026 di Aula Harmoni Kantor Pertanahan Kabupaten Wonosobo berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi anggota Dharma Wanita Persatuan.
Melalui materi yang disampaikan oleh Ibu Ida Junaedi dan Ibu Ida Luthfi, peserta memperoleh informasi mengenai program kerja koperasi, mekanisme keanggotaan, hak dan kewajiban anggota, layanan simpan pinjam, serta berbagai tantangan dan strategi pengembangan koperasi di masa mendatang. Informasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi anggota dalam mendukung keberlangsungan dan kemajuan Kopwan DBI Kabupaten Wonosobo.
Kehadiran DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo yang diwakili oleh Ibu Dwi Tono Prihatono menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung program-program pemberdayaan ekonomi yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Wonosobo. Diharapkan hasil sosialisasi ini dapat menjadi bekal bagi anggota untuk lebih memahami manfaat koperasi, meningkatkan kepedulian terhadap organisasi, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
Dalam era digital yang berkembang sangat pesat saat ini, perempuan menghadapi berbagai tantangan baru yang tidak hanya berkaitan dengan peran dalam keluarga dan pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental, keseimbangan emosi, dan kemampuan menerima diri sendiri. Kemajuan teknologi dan media sosial memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan tekanan psikologis apabila tidak disikapi secara bijaksana. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri melalui konsep self love.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kualitas diri anggota Dharma Wanita Persatuan, pada hari Jumat, 5 Juni 2026 telah dilaksanakan kegiatan edukasi dengan tema “Self Love Perempuan Hebat di Era Digital” yang bertempat di Aula Harmoni Kantor Pertanahan Kabupaten Wonosobo. Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB dan diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai unsur pelaksana di Kabupaten Wonosobo.
Materi edukasi disampaikan oleh Ibu Gones Saptowati, S.Psi., M.A., Psikolog, yang merupakan Psikolog RSUD Banjarnegara sekaligus Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Jawa Tengah. DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo pada kegiatan tersebut diwakili oleh Ibu Dwi Tono Prihatono selaku Ketua DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya mencintai diri sendiri secara sehat, menjaga kesehatan mental, serta membangun rasa percaya diri di tengah berbagai tuntutan kehidupan modern yang semakin kompleks.
Kegiatan edukasi berlangsung dengan suasana yang hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Dalam penyampaiannya, narasumber mengawali materi dengan mengajak peserta memahami kondisi perempuan di masa kini yang sering kali memiliki banyak peran sekaligus. Seorang perempuan dapat berperan sebagai istri, ibu, pekerja, anggota masyarakat, sekaligus individu yang memiliki kebutuhan dan harapan pribadi. Dalam menjalankan berbagai peran tersebut, tidak jarang perempuan lebih mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan dirinya sendiri.
Narasumber mengutip pemikiran Gabor Maté yang menjelaskan bahwa banyak perempuan cenderung menjadi sosok yang selalu berusaha kuat untuk orang lain, sulit mengatakan tidak, lebih mendahulukan kepentingan orang lain, serta sering menekan emosi negatif yang dirasakan. Kondisi tersebut apabila berlangsung terus-menerus dapat berdampak terhadap kesehatan fisik maupun kesehatan mental seseorang. Bahkan disebutkan bahwa sebagian besar penderita penyakit autoimun adalah perempuan yang memiliki pola psikologis seperti selalu berusaha menyenangkan orang lain dan mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri.
Sebagai refleksi, peserta diajak untuk menyebutkan tiga orang yang paling dicintai dalam hidupnya. Dari latihan sederhana tersebut, narasumber menunjukkan bahwa sering kali perempuan menyebut suami, anak, orang tua, atau anggota keluarga lainnya, namun lupa menyebut dirinya sendiri. Hal ini menjadi gambaran bahwa banyak perempuan masih kurang memberikan perhatian dan penghargaan terhadap dirinya sendiri.
Selanjutnya dijelaskan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi perempuan di era digital. Tantangan pertama adalah fenomena perbandingan sosial yang muncul akibat penggunaan media sosial. Saat ini media sosial sering menampilkan kehidupan yang tampak sempurna, kesuksesan orang lain, penampilan ideal, hingga berbagai pencapaian yang dipublikasikan secara luas. Kondisi tersebut tanpa disadari dapat memunculkan rasa minder, overthinking, tidak percaya diri, bahkan perasaan bahwa diri sendiri kurang berhasil dibandingkan orang lain.
Tantangan berikutnya adalah tuntutan untuk menjadi perempuan yang serba bisa. Banyak perempuan merasa harus mampu menyelesaikan seluruh tugas dengan sempurna, baik sebagai ibu rumah tangga, pekerja, maupun anggota masyarakat. Narasumber menegaskan bahwa perempuan hebat bukanlah perempuan yang mampu melakukan semuanya sekaligus, melainkan perempuan yang mampu menjalankan berbagai peran secara seimbang dan tetap bahagia.
Selain itu, perempuan juga rentan mengalami kelelahan mental atau mental exhaustion. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain mudah marah, sulit berkonsentrasi, kehilangan semangat, sulit tidur, serta muncul perasaan tidak dihargai. Gejala-gejala tersebut merupakan sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian serta waktu untuk beristirahat.
Memasuki materi utama, narasumber menjelaskan pengertian self love. Self love merupakan kemampuan untuk menerima, menghargai, dan merawat diri sendiri secara sehat tanpa merasa bersalah. Self love bukan berarti egois, bukan pula mementingkan diri sendiri atau merasa paling hebat dibandingkan orang lain. Sebaliknya, self love adalah kemampuan mengenali nilai diri, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menghormati kebutuhan diri sendiri sebagai manusia.
Menurut narasumber, mencintai diri sendiri merupakan langkah penting agar seseorang dapat hidup lebih sehat dan bahagia. Perempuan yang memiliki self love yang baik akan lebih mampu menjaga kesehatan mentalnya, membuat keputusan yang lebih sehat, membangun hubungan sosial yang lebih positif, serta memberikan energi positif kepada orang-orang di sekitarnya.
Dalam sesi berikutnya, narasumber menjelaskan beberapa praktik sederhana yang dapat dilakukan untuk membangun self love dalam kehidupan sehari-hari. Langkah pertama adalah berdamai dengan diri sendiri. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga penting untuk menerima diri apa adanya tanpa terus-menerus menyalahkan diri sendiri atas berbagai kekurangan yang dimiliki.
Langkah kedua adalah memberikan waktu untuk diri sendiri. Di tengah berbagai kesibukan dan tanggung jawab, perempuan perlu menyediakan waktu khusus untuk melakukan hal-hal yang disukai, beristirahat, atau sekadar menikmati waktu tenang. Waktu untuk diri sendiri bukan bentuk kemalasan, melainkan kebutuhan agar kesehatan mental tetap terjaga.
Langkah ketiga adalah belajar mengatakan tidak. Banyak perempuan merasa tidak enak hati ketika harus menolak permintaan orang lain. Padahal kemampuan mengatakan tidak terhadap sesuatu yang melebihi batas kemampuan merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan mental dan menghargai diri sendiri.
Langkah berikutnya adalah membiasakan rasa syukur setiap hari. Narasumber menyarankan agar setiap malam peserta menuliskan tiga hal yang disyukuri pada hari tersebut dan satu pencapaian kecil yang berhasil dilakukan. Kebiasaan sederhana ini terbukti dapat membantu meningkatkan kebahagiaan, ketenangan batin, serta memperkuat rasa percaya diri.
Sebagai penutup sesi edukasi, peserta diajak melakukan praktik sederhana dengan mengucapkan kalimat “Saya bangga pada diri saya karena…”. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mengenali dan menghargai berbagai hal positif yang telah berhasil dilakukan dalam kehidupannya. Beberapa contoh yang diberikan antara lain bangga karena mampu mendidik anak dengan penuh kasih sayang, tetap bekerja dengan integritas, atau terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.
Pesan utama yang disampaikan narasumber adalah bahwa self love bukanlah tentang menjadi orang terbaik di hadapan orang lain, melainkan menjadi sahabat terbaik bagi diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri secara sehat, seseorang akan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mencintai keluarga, melayani masyarakat, dan menjalankan berbagai peran dalam kehidupannya.
Kegiatan edukasi bertema “Self Love Perempuan Hebat di Era Digital” yang disampaikan oleh Ibu Gones Saptowati, S.Psi., M.A., Psikolog berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat yang sangat besar bagi para peserta. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan oleh setiap perempuan di tengah berbagai tuntutan kehidupan modern.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya menerima diri sendiri, menjaga kesehatan mental, mengelola tekanan sosial di era digital, serta membangun rasa syukur dan penghargaan terhadap diri sendiri. Kehadiran DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo yang diwakili oleh Ibu Dwi Tono Prihatono menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya anggotanya.
Diharapkan materi yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga anggota Dharma Wanita Persatuan mampu menjadi perempuan yang sehat secara fisik maupun mental, percaya diri, serta mampu menjalankan berbagai peran dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat dengan lebih seimbang dan bahagia.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata beserta Tim Kesenian melakukan Penyambutan TP PKK Provinsi Sumater Selatan di Kabupaten Musi Rawas dalam rangka peresmian Gedung TP PKK Kabupaten Musi Rawas, pada tanggal 4 juni 2026
DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang telah Mengikuti kegiatan:
Bidang : Sekretaris Keterangan Program
1. Hari/Tanggal : Jumat,5 Juni 2026
2. Waktu : 06.00 WIB – Selesai
3. Lokasi : Alun-alun Trunojoyo Kabupaten Sampang
4. Acara : Senam Bersama Jumat Minggu Pertama Pemerintah Kabupaten Sampang
5. Peserta : 5 Orang Anggota
Dalam rangka mendukung program hidup sehat serta mempererat silaturahmi antar instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang,DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang turut berpartisipasi dalam kegiatan Senam Bersama Jum'at Minggu Pertama yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang.
Kegiatan dilaksanakan pada hari Jum'at, 5 Juni 2026, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai, bertempat di Alun-Alun Trunojoyo Sampang. Pada kesempatan tersebut, DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang diwakili oleh 5 (Lima) orang anggota yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
Cuaca pagi yang cerah dan udara yang segar menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh peserta untuk berolahraga bersama. Kegiatan senam dipandu oleh instruktur dari Sanggar Sila Indah, yaitu Zin Rofah dan tim, yang memimpin gerakan senam dengan energik dan komunikatif sehingga peserta dapat mengikuti setiap gerakan dengan baik.
Rangkaian senam diawali dengan gerakan pemanasan untuk mempersiapkan otot dan persendian, dilanjutkan dengan gerakan inti yang bertujuan meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan. Suasana kebersamaan dan kekompakan terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat hidup sehat yang terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang.
Melalui kegiatan ini,para anggota DWP tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan fisik, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempererat hubungan sosial dan membangun komunikasi yang baik dengan peserta dari berbagai perangkat daerah lainnya.
Kegiatan senam bersama berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keceriaan. DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai salah satu sarana untuk menjaga kesehatan,meningkatkan semangat kerja,serta memperkuat kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang.
Pembuat Laporan :Sekretaris DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Ny.Merry Moh.Hamdani
Pelaksana:Pemerintah Kabupaten Sampang
kegiatan DWP Disnakertrans Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan senam pagi bersama. Anggota DWP bersama ibu- ibu di lingkungan warga comp Pusri Borang Palembang. Setiap Minggu pagi mengikuti senam bersama jantung sehat,Erobik karena dengan rutin kita berolah raga bisa menjaga kesehatan dan kebugaran di tubuh kita terima menjaga jantung kita agar tetap sehat dan menjaga lutut kita agar tidak terjadi estoprosis,senam ini dilaksanakan pada hari ini Minggu tanggal 7 Juni 2026 pukul 6.30 WIB s/d Selesai Bertempat di Lapangan Comp Pusri Borang Palembang Bertempat di lapangan Comp Pusri Borang m oleh Instruktur : Elin Yang melaksanakan senam pagi bersama Anggota peserta senam terdiri dari peserta ibu-ibu: Hj.Erlinda,Nita Lamidi, Asnidar,Anindita,,Desi Retno, Rachma,,Ida Ayu ,Sukma,Maryati,Yuli Martin, Ningsih,Yuliana, Rusmiati,Wati Mirza Surmiati,Budi Ningsih,ferawati,Mardiah Peserta bapak-bapak: A.Rachman,Ujang Cik
Penyambutan TP PKK Provinsi Sumater Selatan di Kabupaten Musi Rawas dalam rangka peresmian Gedung TP PKK Kabupaten Musi Rawas, pada tanggal 4 ajuni 2026
Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, DWP Dinas Nakertrans berpartisipasi aktif dalam aksi kerja bakti massal. Dilaksanakan pada kamis, 4 Juni 2026 Pukul 08.30 WITA s.d. Selesai di pelataran Kantor Bupati Kolaka
Peserta Kegiatan ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh pengurus penasehat DWP Ny.Hj.Riska Amri, SE., dan ketua DWP Ny.Sitti Haerani Akbar dan dihadiri Ny. Atri Aci Ilham, SE (Ketua DWP Dinas Nakertrans) Ny. Sarnelianti Usman (Anggota) Ny. Ramliana Miswar (Anggota) dan ketua unsur dan anggota DWP se-Kab.kolaka.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap kebersihan fasilitas publik serta kawasan pemerintahan di Kabupaten Kolaka. Meskipun bersamaan dengan pemberlakuan kebijakan Car Free Day (CFD) di kawasan tersebut, hal ini tidak mengurangi semangat ibu-ibu untuk hadir di lapangan. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mengurangi emisi, anggota yang hadir memilih menggunakan sepeda dan berjalan kaki menuju lokasi.
Tujuan Kegiatan ini untuk menciptakan lingkungan pelataran kantor yang bersih, indah, dan asri. Membangun semangat gotong-royong dan kebersamaan antaranggota DWP. Mendukung program pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan gaya hidup sehat (bebas kendaraan bermotor). Mengurangi dampak negatif sampah plastik dan materi tidak terurai di area publik.
Fokus Pembersihan Aksi gotong-royong ini difokuskan pada tiga aktivitas utama: Pemungutan Sampah Anorganik: Mengumpulkan sampah plastik, botol, dan kemasan bekas. Menyapu Halaman: Membersihkan guguran daun dan debu di pelataran utama Kantor Bupati. Merapikan Area Sekitar: Menata kawasan taman dan halaman agar tetap terlihat asri dan bersih.
Melalui aksi nyata yang dimulai sejak pagi hari ini, area pelataran Kantor Bupati Kolaka kini menjadi lebih bersih, indah, dan nyaman dipandang. Kegiatan berjalan dengan lancar penuh rasa kebersamaan, sekaligus menjadi contoh penerapan gaya hidup sehat melalui aksi bersepeda dan jalan kaki oleh para anggota.
Kegiatan kerja bakti massal ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan aksi sosial DWP Kabupaten Kolaka. Semoga kegiatan ini dapat terus menginspirasi kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan sekitar.
(E.VII) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SEKOLAH SMKN 2 CIMAHI CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Kajian Majelis Taklim Irhamna Hari/ Tanggal : Minggu, 7 Juni 2026 Waktu : 12.30 – 14.30 WIB Tempat : Masjid Agung Alun Alun Cimahi Judul : Rahasia Merubah Takdir Jodoh, Rezeki, dan Sukses Penceramah : Ustadz Koh Denis Lim Penyelenggara : MT Irhamna Bidang: Kerohanian Jumlah Partisipan : 400 orang Pengurus yang hadir : 1 orang 1. Ibu Tuti Murdayani (Wakil Ketua DWP unit SMKN 2 Cimahi) Keterangan Program: Dharma Wanita Persatuan Unit Sekolah SMKN 2 Cimahi turut menghadiri Kegiatan kajian Islam Majelis Taklim Irhamna yang diselenggarakan pada hari Minggu, 7 Juni 2026 pukul 12.30 sampa dengan pukul 14.30 WIB di Mesjid Agung Alun-alun Cimahi. Kegiatan ini dihadiri oleh satu orang pengurus DWP unit SMKN 2 Cimahi. Rangkaian kegiatan: Kegiatan Kajian Islam yang diikuti oleh pengurus ini merupakan salah satu program kegiatan kerohanian untuk menambah wawasan dan pengetahuan keislaman anggota dan pengurus sesuai program kegiatan DWP unit SMKN 2 Cimahi. Berikut susunan acara kegiatan diawali dengan Pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Kemudian tausiyah dari Ustadz Koh Dennis Lim dan Tanya Jawab. Selanjutnya Doa Bersama memohon ketenangan dan keberkahan yang dipimpin langsung oleh beliau. Berikut ringkasan tausyiah yang disampaikan Ustadz Koh Dennis Lim. Dalam kajian Islam dan teologi ini, pembahasan mengenai merubah takdir (jodoh, rezeki, dan kesuksesan) merupakan salah satu topik yang sangat menarik sekaligus mendalam. Seringkali muncul pertanyaan: “Jika semua sudah tertulis di Lauhul Mahfudz, apakah usaha kita masih berguna?” Untuk memahaminya secara jernih, para ulama membagi takdir menjadi dua jenis utama, serta menjelaskan bagaimana peran doa dan ikhtiar di dalamnya. 1. Dua Jenis Takdir dalam Islam Sebelum membahas bagaimana cara "mengubahnya", kita perlu memahami bahwa takdir itu tidak semuanya kaku. Ada yang sifatnya mutlak, ada yang sifatnya kondisional sebagai berikut. (a) Takdir Mubram: adalah takdir mutlak yang tidak dapat diubah oleh manusia sama sekali, kapan pun dan dengan cara apa pun. Contohnya: kelahiran kita dari orang tua mana, jenis kelamin asli, dan kapan serta di mana kita akan mati. (b) Takdir Mu’allaq: adalah takdir yang bergantung pada ikhtiar, doa, dan sebab-akibat yang dilakukan oleh manusia. Di sinilah ruang bagi jodoh, rezeki, dan kesuksesan berada. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11) 2. Jodoh: Menjemput, Bukan Sekadar Menunggu Banyak orang salah paham dan mengira jodoh akan datang sendiri seiring berjalannya waktu. Padahal, jodoh masuk dalam ranah takdir mu'allaq yang harus dijemput dengan cara yang baik sebagai berikut. (a) Mengubah Kualitas Jodoh: Jodoh adalah cerminan diri (QS. An-Nur: 26). Jika kita ingin merubah takdir mendapatkan jodoh yang baik, caranya adalah dengan memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu (kesalehan, akhlak, dan kemandirian). (b) Ikhtiar Lahir dan Batin: Selain berdoa, ikhtiar nyata seperti membuka diri, meminta bantuan perantara (ta'aruf) yang syar'i, dan memperbaiki komunikasi adalah bentuk usaha merubah ketetapan dari belum bertemu menjadi bertemu. 3. Rezeki: Sudah Dijamin, Tapi Harus Diambil Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa rezeki setiap manusia sudah ditetapkan bahkan sejak di dalam kandungan. Namun, ketetapan itu sifatnya seperti air di dalam sumur; ia tidak akan mengalir ke rumah kita jika kita tidak menimba dan mengambilnya. Ikhtiar yang dapat dilakukan adalah (a) Ikhtiar Profesional: Bekerja keras, belajar keahlian baru, dan berinovasi. (b) Ikhtiar Spiritual (Pintu Langit): Ada amalan-amalan khusus yang secara teks agama disebutkan dapat melapangkan dan merubah jalannya rezeki, di antaranya: Silaturahmi, Istighfar dan Taubat, Sedekah. 4. Sukses: Buah dari Ketetapan dan Ketekunan Kesuksesan hidup—baik dalam karier, akademis, maupun finansial—sangat erat kaitannya dengan hukum alam (Sunnatullah) yang telah Allah ciptakan. Siapa yang menanam, dia yang memanen. • Mengubah Pola Pikir: Sukses tidak mendatangi orang yang malas. Merubah takdir kegagalan menjadi kesuksesan membutuhkan konsistensi, disiplin, dan mental pembelajar. • Tawakal yang Benar: Tawakal bukan pasrah sebelum berjuang, melainkan berserah diri secara penuh setelah seluruh kemampuan terbaik kita kerahkan. 5. Senjata Utama: Kekuatan Doa Bagaimana mungkin doa bisa merubah takdir yang sudah tertulis? Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis sahih: "Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebajikan." (HR. Tirmidzi) Para ulama menjelaskan bahwa di Lauhul Mahfudz mungkin saja tertulis: "Si Fulan akan hidup miskin, kecuali jika ia berdoa dan bekerja keras, maka ia akan sukses." Allah Maha Mengetahui pilihan mana yang akan diambil oleh hamba-Nya, namun dari sudut pandang kita manusia, doa dan usaha kita adalah penentu arah takdir tersebut. Tujuan mengikuti kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai keislaman; melaksanakan ukuwah islamiyah di masyarakat; dan mempererat silaturahmi di dalam majelis taklim Kota Cimahi. Harapan menghadiri kegiatan kajian ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman mengenai keislaman; terciptanya ukuwah islamiyah anggota maupun pengurus; dan tersampaikannya kembali pesan dan amanat yang diperoleh dari kajian tersebut kepada anggota dan pengurus DWP unit SMKN 2 Cimahi. Pembuat laporan : Ny. Eka Toto Suharya
Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Kabupaten Subang. DATA KEGIATAN. Bidang: Sosial Budaya, Program Kerja : Ketahanan Keluarga , Kegiatan : Gerakan Sehat . Nama Kegiatan: Kunjungan ke Posyandu Saliyah Binaan Dharma Wanita Persatuan RSUD Kabupaten Subang. Pelaksanaan : Hari Kamis , tanggal 4 Juni 2026. Waktu: Pukul 08.30 WIB s.d. selesai. Tempat: Posyandu Saliyah beralamat diblok Ciereng RW13 Kelurahan Dangdeur Subang. Pengurus yang Hadir (2 orang) yaitu : 1. Ny. Sri Nana (bendahara DWP RSUD )dan Ny. Erna Endang (anggota bidang sosial budaya). Adapun petugas posyandu yang melayani penimbangan balita ada 5 orang yaitu 1. Ibu Nengsih 2. Ibu Sukaenah 3. Rosmawati 4. Ibu Eti dan 5. Ibu Neni dan satu orang bidan desa yaitu Bidan Enung. Posyandu Saliyah mengadakan pelayanan kesehatan balita , ibu hamil dan lansia diminggu pertama setiap bulannya . Untuk balita yang datang dibulan ini ditimbang dan diperiksa perkembangannya dari usia 0- 11 bulan bayi laki-laki ada 4 orang dan bayi perempuan ada 2 orang , dari usia 12 - 23 bulan laki -laki ada 1 orang dan perempuan ada 4 orang dan untuk bayi 24 - 59 bulan laki-laki ada 12 orang dan perempuan ada 6 orang dengan jumlah total sebanyak 29 orang. URAIAN KEGIATAN : Pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2026 pengurus dharma wanita yang diwakili Ny. Sri Nana ( bendahara) dan Bu Erna Endang (anggota bidang sosial budaya) mengadakan kunjungan ke posyandu saliyah sebagai posyandu binaan DWP RSUD Subang. Kegiatan yang dilaksanakan mulai dari pendataan perkembangan tumbuh kembang anak yang dicatat dIbuku KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak) yang mencakupmenimbang berat badan balita, mengukur tinggi badan balita dan pemberian makanan tambahan bergizi gratis. Posyandu Saliyah juga memberikan pendidikan dan pelayanan kesehatan kepada ibu-ibu tentang cara merawat anak dan menjaga kesehatan anak. juga mensejahterakan keluarga dan masyarakat . Juga pemberian informasi edukasi kepada Ibu hamil dan lansia. MAKSUD DAN TUJUAN : diadakannya kegiatan ini yaitu : 1. Melaksanakan konsolidasi eksternal terhadap posyandu binaan 2. Mengevaluasi perkembangan balita diposyandu binaan 3. Menyeleraskan program bidang sosial budaya 4. Mempererat silaturahmi dengan ibu-ibu kader posyandu 5. Meningkatkan solidaritas dan kekompakan dengan posyandu binaan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. MANFAAT: dari kegiatan mengunjungi posyandu binaan yaitu 1. Terwujudnya koordinasi dan komunikasi mengenai perkembangan balita diposyandu binaan.2.Meningkatnya perkembangan kesehatan balita diposyandu binaan 3. Terciptanya suasana yang harmonis bagi anak balita, ibu hamil dan lansia. 4.Terbangunnya kesinambungan pelaksanaan program kerja yang lebih terarah dan terukur. PUBLIKASI: Melalui pelaksanaan kunjungan Posyandu binaan ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan RSUD Kabupaten Subang semakin meningkatkan kualitas pelayanan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen dalam menjaga konsistensi pelaksanaan program kerja bidang sosial budaya serta mempererat kebersamaan antar pengurus, dengan kader lingkungan setempat sehingga keberadaan Dharma Wanita Persatuan RSUD dapat terus memberikan kontribusi positif dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Subang. Penulis Laporan : Ny. Susan Yaya