DWP SEKRETARIAT DPRD ADAKAN TARHIB RAMADHAN DWPSD News : Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1447 H, DWP Sekretariat DPRD Kabupaten Muara Enim Senin (9/2) menggelar Tarhib Ramadhan bertempat di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Muara Enim. Kegiatan Tarhib Ramadhan itu menurut Ketua DWP Sekretariat DPRD Muara Enim Ny. Fitria Edi Susanto dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan dan mempererat tali silaturahmi antar ASN dan anggota DWP Sekretariat DPRD Muara Enim itu sendiri. Tarhib Ramadhan itu bertajuk " Sambut Bulan Mulia Dengan Hati Yang Bersih dan Penuh Syukur " diisi dengan ceramah agama oleh Ustadzah Hj. Misliani, S. Ag., M.Pd I yang juga Kepala MTSN di Muara Enim. Dalam ceramahnya Ustadzah Hj. Misliani, S. Ag. M.Pd. I menekankan pentingnya peningkatan amalan dalam bulan suci Ramadhan, karena pahalanya berlipat ganda dibandingkan dengan bulan- bulan yang lain. Hal lain yang diungkapkan penceramah adalah dalam kehidupan sehari-hari kita harus senantiasa dekat dengan majelis ilmu sehingga kita akan selalu ada peningkatan pengetahuan dalam bidang agama. Sementara itu Ketua DWP Sekretariat DPRD Muara Enim Ny. Fitria Edi menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan semua pihak atas terselenggaranya kegiatan Tarhib Ramadhan ini Dikatakannya bahwa selama bulan suci Ramadhan nanti pihak DWP Sekretariat DPRD juga akan mengisi kegiatan Ramadhan dengan hal-hal yang positif, ujarnya. Kegiatan Tarhib Ramadhan itu diikuti oleh segenap anggota DWP Sekretariat DPRD Muara Enim antara lain Ketua DWP Sekretariat DPRD Ny. Fitria Edi, Ketua I DWP Ny. Evi Romza, Ny. Ledy Almuhadi, Ny. Tia Novirian, Ny. Desi, Ny. Komala Hartoto dan Ny Eny Eka dan sejumlah anggota lainnya. Sementara dari Sekretariat DPRD Muara Enim hadir Kabag Humas dan Protokol, Kabag Umum, Kabag Keuangan dan pejabat Struktural serta pejabat Fungsional lingkup Sekretariat DPRD. Sebagaimana diketahui bahwa tujuan utama tarhib Ramadhan adalah menyambut bulan suci dengan penuh sukacita, kegembiraan, dan kesiapan mental serta spiritual. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan takwa, memotivasi umat untuk beribadah maksimal, serta memberikan pemahaman mengenai keutamaan Ramadhan agar puasa dapat dilaksanakan dengan maksimal. Berikut adalah beberapa poin tujuan utama Tarhib Ramadhan: Persiapan Spiritual & Mental: Melapangkan hati dan jiwa untuk menyambut tamu istimewa, yaitu bulan Ramadhan, sehingga ibadah dapat dilakukan dengan maksimal. Meningkatkan Syiar & Semangat: Mensyiarkan kedatangan Ramadhan agar umat Muslim merasa gembira dan bersemangat dalam berpuasa. Meningkatkan Ilmu & Iman: Menambah pengetahuan agama dan memperkuat iman serta takwa sebelum memasuki bulan puasa. Meningkatkan Kebersamaan: Mempererat silaturahmi dan kerukunan antarumat Muslim melalui berbagai kegiatan bersama, seperti pawai atau kajian. Membentuk Karakter & Motivasi Anak: Menanamkan rasa cinta dan senang beribadah kepada anak-anak sejak dini. Tarhib Ramadhan sering diisi dengan berbagai kegiatan positif seperti pawai, kajian keagamaan, doa bersama, dan pembersihan tempat ibadah.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bidang : Ekonomi. Program : Kegiatan Usaha, Toko (Pembelian Taplak Meja) Keterangan Program 1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 2. Rabu, 04 Februari 2026. 3. Waktu Jam : 11.00 WIB 4. Bertempat di Gerai/outlet DWP Disperindag Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 5. Anggota DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kab. Tanjab Timur Ny. Hajira Yuzelvan melakukan pembelian Taplak meja DWP terbaru dan lainnya di outlet Disperindag. kegiatan ini dilakukan oleh 3 orang. 6. Tujuan dari ini untuk memajukan pelaku usaha di UMKM DWP dibidang ekonomi. 7. Manfaat dari ini perlengkapan DWP jadi baru dan membantu pelaku usaha.
Pertemuan Rutin Bulanan DWP Kabupaten Muara Enim bulan Februari 2026 diselenggarakan pada hari Senin, 09 Februari 2026 oleh DWP Dinas Perkebunan, DWP Dinas Koperasi dan UKM, DWP PDAM Lematang Enim, DWP Kecamatan Tanjung Agung, DWP Kecamatan Empat Petulai Dangku dan DWP Kecamatan Belimbing yang diisi acara ceramah agama menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H bersama Ustadz April Kohar, S.Pd.I.,MM., dengan tema "Keikhlasan dan Kesabaran di Bulan Ramadhan ". Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, Ny. Musrifa Aini Yusrizal hadir bersama 4 orang anggotanya, yaitu Ny. Wiwin Monalisa, Ny. Afriyanti Arik, Ny. Winda Vebriansyah dan Ny. Devia Angga. Salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita semua adalah kembali mempertemukan kita dengan bulan yang sangat agung, yaitu bulan Ramadhan, untuk merasakan kembali nikmat berpuasa. Dengan berpuasa, kita semua bisa lebih mengerti arti dari seteguk air bagi tenggorokan yang haus. Dengan puasa, kita lebih tau manfaat sepiring nasi bagi perut yang sedang lapar. Kendati demikian, puasa tidak hanya memiliki arti menahan diri dari haus dan lapar, lebih dari itu juga mengajarkan kepada kita semua perihal cara untuk melatih diri dengan bersabar. Orang yang sedang berpuasa tidak diperkenankan mengonsumsi dan mengerjakan hal-hal yang diperbolehkan di waktu tidak berpuasa sebelum sampai pada waktunya, yaitu berbuka. Artinya, kita semua dituntut oleh Allah untuk bersabar sebelum mencapai waktu diperbolehkan makan, minum, dan lainnya. Karena itu, tujuan pokok di balik disyariatkannya puasa adalah agar orang-orang yang berpuasa dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran, Allah swt berfirman, yang artinya : Artinya, Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (QS Al-Baqarah: 183). Menarik untuk dibahas dalam hal ini adalah hubungan puasa dengan ketakwaan itu sendiri. Mengapa Allah menjadikan takwa sebagai tujuan pokok daripada puasa, mengapa bukan lainnya? Syekh Muhammad Ali As-Shabuni dalam salah satu karyanya menjelaskan alasan mengapa takwa menjadi tujuan pokok di balik syariat puasa. Menurutnya, takwa adalah pokok dari kesabaran. Orang yang sedang puasa dilatih untuk bertakwa kepada Allah untuk taat kepada-Nya, baik di waktu rahasia maupun terbuka. Dalam keadaan rahasia, bisa saja seseorang tidak taat kepada-Nya dengan cara tidak puasa, namun di saat itulah ketakwaan dan keimanannya diuji oleh Allah. Bisakah dia bersabar dan terus berpuasa hingga mencapai waktu berbuka; atau justru terbawa oleh rayuan nafsu yang jelek, sehingga tidak bersabar dan berhenti puasa. Karena itu, dengan berpuasa seseorang akan semakin terdidik untuk semakin bertakwa kepada Allah dan taat kepada-Nya, sebagaimana dikatakan oleh Syekh Ali As-Shabuni yang artinya, Puasa bisa mendidik jiwa manusia, dengan sesuatu yang telah tertanam dalam jiwanya, berupa takut kepada Allah, dan selalu merasa diawasi, baik di waktu rahasia maupun terbuka. Dan, (puasa) juga menjadikan seseorang bertakwa dan bersih, serta jauh dari setiap sesuatu yang diharamkan oleh Allah. (Muhammad Ali As-Shabuni, Tafsiru Ayatil Ahkam, [Damaskus, Maktabah Al-Ghazali: 1400 H], juz I, halaman 93). Ketakwaan dan kesabaran merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan dalam menjalani ibadah puasa. Keduanya merupakan konsekuensi dari adanya puasa itu sendiri. Artinya, orang yang berpuasa sedang melatih dirinya untuk terus berada di jalan yang telah sariat Islam tentukan, dengan tujuan menjalankan perintah-Nya (imtitsalan li amrih) dan berharap pahala dari-Nya (ihtisaban lil ajri). Ini merupakan intisari di balik syariat puasa. Karenanya, dalam beberapa riwayat Rasulullah menyebutkan bahwa puasa merupakan separuh dari kesabaran. Ramadhan adalah bulan madrasah kesabaran dan keikhlasan. Puasa melatih sabar menahan hawa nafsu, lapar, dan emosi, sekaligus menguji keikhlasan ibadah semata karena Allah, bukan pamer atau kebiasaan. Kesabaran dan keikhlasan ini menjadi kunci meraih derajat takwa, pahala tanpa batas, dan benteng dari kemaksiatan. Alhamdulillah dihadapan kita ada sebuah bulan yang mulia bulan Ramadhan, bulan Ramadhan merupakan bulan kita bershaum yaitu berpuasa. Bulan Ramadhan adalah bulan untuk menempa kesabaran kita. Pada saat kita berpuasa ditempa kesabaran kita di mana kesabaran yang ditempa di bulan Ramadhan ada 3 macam: t Sabar untuk Mentaati Allaah Karena kita berpuasa untuk mentaati perintah Allaah Subhanahu wa Taala. u Sabar untuk Meninggalkan Maksiat Karena saat kita berpuasa kita dianjurkan untuk meninggalkan perbuatan maksiat. v Sabar Menghadapi Musibah Karena dahaga, lapar dan haus kita adalah musibah yang menimpa kita. Maka di bulan Ramadhan ini kesabaran kita betul-betul ditempa, makanya bulan Ramadhan disebutkan juga dengan bulan kesabaran. Karena kesabaran itu merupakan pokok keimanan artinya modal keimanan. Ali bin Abi Thalib berkata, yang artinya : Sabar di dalam keimanan bagaikan kepala untuk badan kita. Sebagaimana badan kita tidak akan hidup tanpa kesabaran artinya badan kita tidak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman kita tidak akan hidup tanpa kesabaran. Karena untuk masuk Surga itu berat, perintah-perintah Allaah tidak sesuai dengan hawa nafsu kita, sementara larangan-larangan Allaah sering kali sesuai dengan syahwat kita. Di situlah kesabaran sangat kita butuhkan. Maka saudaraku sekalian, terlebih betapa agungnya pahala kesabaran. Allh Taala berfirman dalam Al-Quran yang artinya : Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu diberikan pahala tanpa batas. (QS. Az-Zumar ayat 10). Oleh karena itu pahala shaum (puasa) itu tanpa batas. Kalau amalan-amalan lain ditulis oleh Allaah 10 sampai 700 kali lipat. Tapi untuk shaum karena ia berhubungan dengan kesabaran maka pahalanya hanya Allaah yang Maha Tahu. Betapa agungnya saudaraku sekalian shaum dan betapa kita sangat membutuhkan shaum, karena di situlah kesabaran kita sangat ditempa. Di bulan Ramadhan ini kita akan ditempa kesabaran kita, sabar untuk berpuasa, sabar untuk shalat tarawih, sabar untuk membaca Al-Quran, sabar untuk selalu di atas kebaikan, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan yang bisa merusak shaum kita. Maka kita berharap, mudah-mudahan di bulan Ramadhan ini kesabaran kita semakin meningkat, kita tidak lagi berkata bahwa kesabaran saya ada batasnya, tapi dengan adanya bulan Ramadhan kesabaran kita menjadi tidak terbatas. Kita terus bersabar di atas keimanan kita dan ketakwaan sampai kita meninggal dunia. Semoga Allaah memberikan kepada kita kekuatan dengan datangnya bulan Ramadhan ini, dan dijadikan kita sebagai hamba Allaah yang sabar menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan yang menerpa. Sabar untuk mentaati Allaah Subhanahu wa Taala dan sabar untuk meninggalkan kemaksiatan kepada Allaah Azza wa Jalla.
LAPORAN E-REPORTING PROGRAM KERJA BIDANG SOSIAL BUDAYA DHARMA WANITA PERSATUAN UNSUR PELAKSANA KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk telah melaksanakan kegiatan:
Bidang : Sosial Budaya
Pamekasan, 04 Februari 2026. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Ibu Windy Saudi Rahman menghadiri Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pamekasan pada hari Rabu 04 Februari 2026 bertempat di ruang Pertemuan Dharma Wanita Kabupaten Pamekasan. Kegiatan dimulai pukul 08.00 dipandu oleh pembawa acara Ny Nur Fitriani Dwi Putri dari Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan dengan pembacaan basmalah. kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Dharma Wanita Persatuan dan Mars Dharma Wanita yang dipimpin oleh Ny Sri Herlinawati Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Pamekasan. Acara dilanjut dengan pembacaan doa oleh Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Bakorwil IV Pamekasan Ny. Muhyi serta pembacaan absensi surat masuk dan surat keluar oleh sekretaris Dharma Wanita Persatuan dan pembacaan Notula bulan November 2025 oleh Ny. Lian Rahmat. acara dilanjut dengan laporan dari bendahara masing masing bidang dan pengarahan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. dr. Median Taufikurrachman acara selanjutnya yaitu Penyampaian materi dari LARISSA oleh dr Nurul Azizah Lain-Lain yaitu petugas bulan depan MC : DWP Dinas Ketahanan Pangan Lagu : DWP DISPERINDAG Do'a : DWP KEMENAG - Doorprize didapat oleh: 1. DWP Inspektorat 2. DWP Discapil 3. DWP Kecamatan Pelengaan Sesi Foto pertama yaitu Pengurus, ketua Dwp UP, Ketua Dwp Kec terakhir Sesi Foto Bersama dan penutup oleh MC
Kegiatan : Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat melaksanakan kegiatan kunjungan ke tempat pengawetan ikan asin yang dilaksanakan pada: Hari/Tanggal : Minggu, 8 Februari 2026 Waktu : 08.00 - 10.00 wib Tempat : Pengawetan Ikan Asin Mamah Jambal Peserta yang hadir: 1. Ibu Setiowati Aan 2. Ibu Rina Asep 3. Ibu Ira Rahmat 4. Ibu Anni Doni 5. Ibu Rina Dedi 6. Ibu Ai Nur 7. Ibu Opik Uraian Kegiatan: Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat melaksanakan kegiatan kunjungan ke tempat pengawetan ikan asin yang dilaksanakan pada: Hari/Tanggal : Minggu, 8 Februari 2026 Waktu : 08.00 - 10.00 wib Tempat : Pengawetan Ikan Asin Mamah Jambal Kegiatan ini merupakan realisasi dari program kerja Bidang Ekonomi, yaitu melakukan study tiru ke usaha UMKM untuk kegiatan ekonomi produktif. Ikan asin adalah salah satu jenis produk olahan yang sangat populer di Indonesia dan banyak negara lain. Pengasinan adalah metode pengolahan ikan yang tidak hanya berfungsi untuk mengawetkan ikan, tetapi juga memberikan cita rasa yang khas yang digemari oleh banyak orang. Dari metode pengasinan yang dilakukan secara tradisional hingga penggunaan teknologi modern, proses ini telah berkembang pesat. Artikel ini akan membahas teknik pengasinan ikan, mulai dari cara-cara tradisional yang ramah lingkungan hingga metode pengasinan modern yang lebih efisien dan higienis. Pengasinan ikan adalah proses pengawetan yang dilakukan dengan cara menambahkan garam pada ikan, baik dengan cara merendam, menggosok, atau mencampurkan garam ke dalam ikan tersebut. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam ikan dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan pembusukan. Selain itu, garam juga memberi rasa asin yang menjadi ciri khas dari produk ikan asin. Tujuan Pengasinan Ikan Pengasinan bertujuan untuk: 1. Mengawetkan Ikan Garam berfungsi sebagai pengawet alami dengan mengurangi kadar air pada ikan, yang penting untuk memperlambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme. 2. Meningkatkan Rasa Pengasinan juga memberi ikan rasa asin yang sangat disukai banyak orang, memberikan citarasa khas yang menambah kenikmatan saat disantap. 3. Memperpanjang Masa Simpan Dengan menghilangkan air dari ikan dan menggantinya dengan garam, ikan asin bisa bertahan lebih lama dibandingkan ikan segar, yang mudah rusak dalam waktu singkat. Metode Tradisional Pengasinan Ikan 1. Pengasinan Secara Kering (Dry Salting) Metode tradisional pertama yang akan dibahas adalah pengasinan secara kering. Dalam metode ini, ikan yang telah dibersihkan akan dicampur dengan garam kering secara merata. Proses pengasinan ini bisa memakan waktu beberapa hari, tergantung pada ukuran ikan dan tingkat kelembapan udara. Ikan akan disusun dalam lapisan-lapisan garam dan dibiarkan selama beberapa waktu untuk mengeluarkan kadar air dari tubuh ikan. Metode ini sangat sederhana dan ramah lingkungan karena hanya memanfaatkan bahan alami yaitu garam. Namun, pengolahan ini memerlukan waktu yang lebih lama dan seringkali tidak begitu higienis, terutama jika dilakukan dalam jumlah besar atau dalam kondisi yang kurang bersih. 2. Pengasinan Basah (Wet Salting) Metode tradisional lainnya adalah pengasinan basah, di mana ikan dimasukkan ke dalam larutan garam atau air garam yang pekat. Ikan akan direndam dalam larutan garam selama beberapa waktu, kemudian dikeluarkan dan dikeringkan untuk mengurangi kadar air. Metode ini lebih cepat dibandingkan dengan pengasinan kering dan sering digunakan untuk ikan yang lebih besar. Meskipun efektif, pengasinan basah ini membutuhkan jumlah garam yang lebih banyak dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memastikan ikan terendam sempurna dalam larutan garam. Hasilnya adalah ikan asin dengan rasa yang lebih kuat, yang cocok untuk berbagai jenis masakan. 3. Pengeringan Matahari (Sun Drying) Setelah melalui proses pengasinan, ikan asin yang telah diberi garam seringkali dikeringkan di bawah sinar matahari. Proses pengeringan matahari ini merupakan metode tradisional yang sangat umum di Indonesia dan negara tropis lainnya. Ikan yang telah diasinkan akan dijemur di bawah sinar matahari langsung selama beberapa hari hingga kering. Metode ini tidak hanya mengurangi kadar air ikan, tetapi juga memberikan aroma khas pada ikan asin. Namun, pengeringan matahari bisa memakan waktu lama dan bergantung pada cuaca, sehingga prosesnya terkadang tidak konsisten. Di samping itu, pengeringan di bawah sinar matahari bisa berisiko kontaminasi oleh debu atau mikroorganisme Metode Modern Pengasinan Ikan 1. Pengasinan dengan Mesin (Machine Salting) Metode pengasinan modern menggunakan mesin yang lebih efisien dan higienis. Mesin pengasinan bekerja dengan cara yang mirip dengan pengasinan kering, tetapi dalam skala yang lebih besar dan lebih cepat. Ikan yang telah dibersihkan akan dimasukkan ke dalam mesin pengasinan yang mencampur ikan dengan garam secara otomatis. Mesin ini bisa menghasilkan hasil yang lebih konsisten dan merata dibandingkan pengasinan manual. Selain itu, mesin pengasinan dapat menyesuaikan tingkat garam sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak ada kelebihan atau kekurangan garam yang terperangkap dalam ikan. Proses ini lebih cepat dan efektif dalam menghasilkan ikan asin dalam jumlah besar. 2. Pengasinan dengan Larutan Garam Bertekanan Tinggi (High Pressure Salting) Teknologi modern lainnya adalah pengasinan dengan larutan garam bertekanan tinggi. Dalam metode ini, ikan akan direndam dalam larutan garam dengan tekanan yang lebih tinggi untuk mempercepat proses pengasinan dan mengurangi kelembapan dalam ikan lebih cepat. Teknik ini sangat efisien karena dapat mengurangi waktu pengasinan hingga setengahnya, tetapi tetap mempertahankan kualitas rasa ikan asin. Selain itu, penggunaan tekanan tinggi membantu mengurangi kerusakan pada daging ikan, yang sering terjadi pada pengasinan tradisional yang lebih lama. 3. Pengeringan dengan Teknologi Pengeringan Cepat (Rapid Drying Technologies) Di era modern, pengeringan ikan asin menggunakan teknologi pengeringan cepat menjadi semakin populer. Teknologi ini memanfaatkan mesin pengering dengan sistem udara panas atau pemanasan melalui pemancaran gelombang mikro. Hasilnya adalah ikan asin yang lebih cepat kering, higienis, dan terhindar dari paparan debu atau kontaminasi luar. Metode ini tidak hanya mempercepat waktu pengeringan, tetapi juga menghasilkan ikan asin yang lebih bersih dan aman dikonsumsi. Meskipun lebih mahal, teknologi ini memberikan hasil yang lebih konsisten dan dapat diandalkan, terutama untuk produk ikan asin dalam jumlah besar Usaha yang kami kunjungi masih menggunakan metode tradisional dalam pengawetan ikan asinnya. Berikut alasan-alasan yang disampaikan oleh narasumber. Keunggulan Metode Tradisional • Biaya Rendah: Pengolahan ikan asin secara tradisional tidak memerlukan alat atau mesin mahal. • Ramah Lingkungan: Proses pengasinan tradisional lebih ramah lingkungan, karena menggunakan bahan alami (garam) dan sinar matahari sebagai sumber energi untuk pengeringan. Menurut narasumber, ada juga kelemahan yang menjadi tantangan dalam metode tradisional ini yaitu: • Proses Lama: Pengasinan tradisional bisa memakan waktu lama dan bergantung pada faktor cuaca. • Kurang Higienis: Proses manual dan pengeringan matahari bisa mengundang kontaminasi, baik dari debu maupun mikroorganisme
DWP Kecamatan patokbesi. Mengikuti kegiatan bhakti sosial, dengan mengikuti pelaksanaan pembagian MBG B3 ( ibu hamil, ibu menyusui, Balita ) , pada hari senin tanggal 2 febuari 2026, pukul 9.00. WIB bertempat posyandu Nusa indah Dusun Gardu Desa Rancabango, Kecamatan Patokbesi. Adapun Enggota DWP kecamatan Patokbesi yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 1 orang yaitu Ibu Elfa lianti ( bidang sosisal budaya ). Uraian kegiatan : Dwp kecamatan patokbesi Ibu Elfa lianti ( bidang sosial budaya ) dengan kader pkk dan kader posyandu sebanyak 5 orang yaitu 1. Ibu Nurhalimah 2.Ibu Winda 3. Ibu Mia 4.Ibu Iis 5. Ibu Siti bersama sama membagikan Makan gizi gratis ( MBG) yang biasa rutin dibagikan 6 kali dalam satu minggu, yang berjumlah 138 orang yang terdiri dari Ibu hamil sebanyak 7 orang . Ibu menyusui sebanyak 11 orang dan Balita sebanyak 110 orang. MBG merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh pemerintah indonesia untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terutama anak anak dan ibu hamil, MBG adalah program yang diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil. Program MBG memiliki beberapa tujuan diantaranya : 1. Meningkatkan asupan gizi anak-anak untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan perkembangan mereka. 2. Meningkatkan kesehatan ibu hamil untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan meningkatkan kualitas kesehatan bayi. 3. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan. 4. Meningkatkan akses masyarakat ke layanan kesehatan yang berkualitas. Program MBG memiliki beberapa komponen, yaitu: 1.Pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan. 2. Pendidikan gizi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan. 3. Pemeriksaan kesehatan anak-anak dan ibu hamil secara rutin.4. Peningkatan akses masyarakat ke layanan kesehatan yang berkualitas. Program MBG diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil. Manfaat anggota DWP persatuan mengikuti kegiatan pemberian makan gizi gratis ( MBG ) adalah dapat meningkatkan kesehatan anak, dapat meningkatkan kepedulian sosial , dapat meningkatkan kerjasama tim , dapat meningkatkan citra DWP , dapat meningkatkan pengetahuan gizi , dapat meningkatkan rasa empati dan membantu meningkatkan kualitas hidup. Demikian laporan ini dibuat oleh Ms srinurhasanah alief ( wakil ketua DWP Kecamatan patokbesi )
Kunjungan Posyandu Dewi Permanik tempat di desa Babakan Kecamatan Pangandaran,Hari/tanggal:Jumat,6 Februari 2026, pukul 08.00 sampai selesai.dihadiri oleh ketua Dharma Wanita Persatuan dan sekretaris PKK kecamatan Pangandaran,petugas posyandu dari puskesmas dan 10 kader posyandu dengan sasaran 134 orang.Dalam rangka bulan Vitamin A melakukan kunjungan di desa Babakan Kecamatan Pangandaran.selain untuk memberikan support supaya mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu dan untuk melihat tingkat sebanding atau yang resiko stanting maupun kurang gizi dan data mengenai ibu hamil,lansia dan remaja.dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih memperhatikan kesehatan terutama untuk anak-anak kita karena anak-anak adalah masa depan kita,bangsa dan negara.diharapkan masyarakat sehat selalu mengikuti program pemerintah tentang kesehatan terutama posyandu.terimakasih penulis wiwit
[KAB. POLEWALI MANDAR]
Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar Unsur Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Limboro
Bidang: Sekretariat Program: Pembinaan Hubungan Keluar Kegiatan: Rapat Kerja (Raker) Awal Tahun 2026Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar Unsur KUA Kecamatan LimboroTujuan Umum:
Memperkuat peran strategis Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program Kementerian Agama melalui rapat kerja awal tahun yang inovatif, guna merancang kegiatan berbasis pemberdayaan perempuan, pendidikan keagamaan, dan kemitraan masyarakat sepanjang 2026.
Tujuan Khusus:
a. Menyusun rencana kerja tahunan yang terintegrasi dengan prioritas KUA dan Kementerian Agama.Manfaat Kegiatan:
a. Menghasilkan roadmap kegiatan 2026 yang realistis dan inovatif untuk pemberdayaan perempuan di lingkungan KUA.Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan:
Rapat kerja diawali dengan pembukaan dan ice-breaking untuk membangun suasana akrab, dilanjutkan dengan presentasi review capaian 2025 oleh Ketua DWP. Sesi inti mencakup diskusi kelompok tentang rencana program variatif, seperti workshop literasi digital Al-Qur’an, pelatihan penguatan keluarga, dan aksi sosial Ramadhan.
Workshop mini dipandu oleh staf KUA, dengan metode interaktif seperti brainstorming dan role-playing untuk mengasah keterampilan komunikasi. Anggota DWP aktif berpartisipasi dalam menyusun timeline kegiatan, sementara honorer mendukung dokumentasi dan logistik.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan komitmen tertulis dari peserta, memastikan sinergi kuat antara DWP, KUA, dan mitra eksternal dalam mewujudkan visi Kementerian Agama untuk generasi unggul berbasis iman dan iptek.
Berdasarkan surat undangan pelaksanaan MUSRENBANG RKPD tingkat kecamatan pleno 1 no 005/22/Kec.2026 ketua Dharma Wanita Persatuan kecamatan Pangandaran Ny.Siti Laeli Mahfudz dan sekretaris Ny Wiwit Prima menghadiri undangan Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Kabupaten Pangandaran tahun 2027 tingkat kecamatan Pangandaran yang diselenggarakan pada: Hari/tanggal:Senin,2 Februari 2026 Tempat. :Aula Desa Pananjung Waktu. :Pukul 08.00-selesai Seragam. :Batik Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 135 peserta meliputi Bapak Camat Pangandaran,kepala UPTD,pendamping desa,kepala sekolah,ketua PKH,anggota DPRD Pangandaran dll.Acara diawali dengan pembukaan oleh MC Ny.Anih Dadan dilanjutkan dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dipandu oleh dirijen Ny.Anisa.Penyampaian sambutan oleh ketua panitia dan sambutan Bapak camat Pangandaran Bapak Mahfudz Gozali beliau mengucapkan terimakasih atas kehadiran para peserta Musrenbang meliputi anggota DPRD,kepala desa Pananjung,Kapolsek Pangandaran,kepala puskesmas Pangandaran,tim monitoring,kemenag,kepala sekolah SMP,MTS,SMK dll beliau menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD Kabupaten Pangandaran tahun 2027 tingkat kecamatan Pangandaran dengan tema Akselerasi Perekonomian Berbasis Wisata terdiri dari:ekonomi berbasis pariwisata,peningkatan sektor kesehatan,pendidikan,transportasi berbasis digital,pembangunan sosial budaya wawasan nusantara,ketahanan bencana dikawasan pemukiman.Selanjutnya sambutan anggota DPRD Pangandaran Bapak Enjang Andi mengucapkan. Terimakasih sudah diundang untuk menghadiri Musrenbang,beliau menyampaikan dalam rangka meningkatkan pembangunan masyarakat berbasis pariwisata semua kegiatan yang sudah diprioritaskan oleh Bupati Pangandaran diharapkan ke depannya Pangandaran sebagai pariwisata mendunia dan menghasilkan hal yang bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pangandaran.Acara selanjutnya pembukaan sidang Pleno 1 dipimpin oleh Bapak Sugiono dalam sidang meliputi 4 bidang:bidang infrastruktur,pemerintah,perekonomian,bidang sosial budaya.Acara ditutup dengan doa penutup dan sesi foto bersama.penulis wiwit