e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/92843.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 28-04-2026

E.X) DHARMA WANITA PERSATUAN SMA NEGERI 1 KADUGEDE CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH X DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Berlatih Memasak Bersama DWP Smansaka Hari, Tanggal : Selasa, 28 April 2026 Waktu : 09.00 - 11.00 WIB Tempat : Ruang Tata Boga SMA Negeri 1 Kadugede Penyelenggara : DWP Unit SMA Negeri 1 Kadugede Bidang : Pendidikan Jumlah Partisipan: 6 orang Jumlah Pengurus yang hadir : 3 orang 1. Ny. Evin Rhida (Ketua DWP Unit SMA Negeri 1 Kadugede/Wakil Bendahara 3 DWP Cadisdik Wilayah X) 2. Ny. Rima Irmayanti (Sekretaris 1 DWP Unit SMA Negeri 1 Kadugede) 3. Ny. Susi Meidiastuti (Sekretaris 2 DWP Unit SMA Negeri 1 Kadugede) Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit SMA Negeri 1 Kadugede menyelenggarakan kegiatan pelatihan memasak bersama dengan tema “Meningkatkan Kreativitas dan Kemandirian Melalui Keterampilan Memasak”. Program ini merupakan salah satu program kerja di bidang ekonomi dan sosial budaya yang bertujuan meningkatkan keterampilan anggota dalam mengolah makanan sehat, bergizi, dan bernilai ekonomis. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antaranggota DWP melalui aktivitas yang bermanfaat dan menyenangkan. Tujuan : 1. Meningkatkan keterampilan anggota DWP dalam bidang tata boga dan pengolahan makanan. 2. Menumbuhkan kreativitas anggota dalam menciptakan menu sehat, praktis, dan bernilai jual. 3. Mempererat rasa kebersamaan dan kerja sama antaranggota melalui kegiatan memasak bersama. Harapannya : 1. Semakin meningkatnya keterampilan anggota DWP dalam memasak dan mengolah makanan sehat. 2. Semakin tumbuhnya kreativitas anggota dalam menciptakan peluang usaha di bidang kuliner. 3. Anggota DWP mampu menerapkan keterampilan memasak dalam kehidupan keluarga maupun kegiatan sosial di masyarakat. Pembuat laporan : Ny. Rima Irmayanti Novita (Sekretaris DWP Unit SMA Negeri 1 Kadugede)

../images/kegiatan/92842.jpg
Info Baru

DWP Kota Surakarta > DWP DINAS PENDIDIKAN

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Pendidikan Kota Surakarta Sub SMP Negeri 25 Kota Surakarta, mengadakan acara pertemuan rutin dalam rangka memperingati hari Kartini. Kegiatan ini diadakan di Aula SMP Negeri 25 Kota Surakarta. Acara ini diadakan pada hari Selasa, 21 April 2026, dimulai pukul 13.00-selesai. Dalam kegiatan ini diadakan acara pelatihan dalam bermake up. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Ibu DWP, sebagian ibu among tamu dalam menyambut tamu yang hadir.

../images/kegiatan/92841.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sampang > Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 14-04-2026

Bidang : Sosial Budaya


Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa

PENGAJIAN AL MARDHIYAH
Hari Selasa 14 April 2026
Pukul 18.00 WIB s.d Selesai
Tempat Di Kantor Kecamatan Kota Sampang
Dihadiri oleh :
1. Ny. Syaifuddin
2. Ny. Aldo

LATAR BELAKANG
Dinamika kehidupan di era modernisasi dan globalisasi telah membawa perubahan fundamental dalam struktur sosial maupun perilaku individu. Kemajuan teknologi informasi yang sangat masif, di satu sisi memberikan kemudahan akses ilmu dan komunikasi, namun di sisi lain menciptakan tantangan baru berupa "distraksi digital". Fenomena ini sering kali memicu tekanan psikologis, seperti kecemasan akan eksistensi sosial (FOMO) dan kelelahan mental akibat arus informasi yang tidak terbendung. Dalam perspektif Islam, kesehatan mental adalah aset penting agar seorang mukmin dapat menjalankan fungsi pengabdiannya kepada Allah secara optimal, namun kenyataannya, banyak individu yang kini kehilangan ketenangan batin (tuma’ninah) akibat gagal menyikapi modernitas. Keluarga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat, juga mengalami pergeseran nilai. Kehadiran teknologi yang tidak terkendali di dalam rumah tangga sering kali menciptakan dinding pembatas antara orang tua dan anak, yang menyebabkan komunikasi menjadi hambar dan pendidikan karakter berbasis agama mulai terabaikan. Padahal, keluarga seharusnya menjadi benteng utama dalam menyaring pengaruh negatif dunia luar serta menjadi madrasah pertama dalam pembentukan mentalitas yang tangguh. Selain itu, produktivitas di era modern sering kali hanya diukur melalui pencapaian materi dan efisiensi duniawi semata. Hal ini berisiko menyebabkan penurunan "produktivitas iman", di mana waktu habis untuk urusan teknis tanpa menyisakan ruang bagi peningkatan kualitas ibadah. Seorang muslim dituntut untuk tetap produktif di dunia tanpa melupakan bekal akhirat, dengan menjadikan teknologi sebagai sarana akselerasi amal, bukan penghambat kedekatan kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, pengajian ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada jamaah tentang cara menjaga harmoni antara kesehatan mental, peran keluarga, dan pemanfaatan teknologi. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran baru bahwa menjadi muslim di era modern berarti mampu bersikap adaptif namun tetap memegang teguh prinsip iman demi mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat.

ISI DAN KEGIATAN
Pengajian rutin ini diselenggarakan sebagai respon atas kompleksitas kehidupan di era modernisasi. Perubahan zaman yang begitu cepat, didorong oleh digitalisasi, telah mengubah pola interaksi sosial dan spiritual masyarakat. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan, namun di sisi lain, ia membawa tantangan baru berupa tekanan mental, renggangnya hubungan keluarga, dan potensi penurunan produktivitas iman akibat distraksi digital. Melalui kegiatan ini, jamaah diajak untuk menyeimbangkan antara kebutuhan duniawi (teknologi dan produktivitas) dengan ketenangan batin (kesehatan mental) melalui kacamata syariat Islam.
Inti Materi: Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam Pembahasan pertama menyentuh aspek kesehatan mental. Di era modern, angka stres dan kecemasan meningkat akibat tren komparasi sosial di media sosial. Islam mengajarkan bahwa kesehatan mental berakar pada ketenangan hati (tuma’ninah). Dalam pengajian ini, ditekankan bahwa menjaga kesehatan mental bukan berarti terbebas dari masalah, melainkan memiliki daya tahan (resilience) yang bersumber dari tauhid. Praktik dzikrullah (mengingat Allah) disebut sebagai terapi psikologis utama untuk mengurai kekalutan pikiran. Selain itu, konsep ridha terhadap ketetapan Allah menjadi tameng agar individu tidak terjebak dalam rasa kecewa yang berlebihan terhadap ekspektasi duniawi. Kesehatan mental adalah prasyarat bagi seorang mukmin untuk dapat beribadah dengan khusyuk dan menjalankan fungsi sosialnya secara optimal.
Integrasi Teknologi dan Adab Digital Tema kedua menyoroti peran teknologi. Modernisasi identik dengan gawai dan internet. Pengajian ini menggarisbawahi bahwa teknologi bersifat netral; ia menjadi berkah atau musibah tergantung pada penggunanya. Jamaah diingatkan untuk menerapkan "Adab Digital". Hal ini mencakup verifikasi informasi (tabayyun) untuk menghindari fitnah, serta pembatasan waktu layar agar tidak melalaikan kewajiban ibadah wajib. Teknologi harus diposisikan sebagai wasilah (perantara) untuk kebaikan, seperti mengikuti kajian online, mengakses Al-Qur’an digital, dan mempererat silaturahmi. Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa kontrol diri dapat menyebabkan "kekeringan spiritual", di mana seseorang lebih sibuk dengan dunia maya daripada berinteraksi dengan Sang Pencipta dan lingkungan nyata.
Ketahanan Keluarga di Era Modern Keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang paling terdampak oleh modernisasi. Fenomena "menjauhkan yang dekat" akibat kesibukan masing-masing dengan gawai menjadi sorotan utama. Dalam laporan ini, poin penting yang dihasilkan adalah perlunya mengembalikan fungsi rumah sebagai Madrasatul Ula (sekolah pertama). Modernisasi seringkali menggerus nilai-nilai tradisional kesantunan. Oleh karena itu, penguatan komunikasi interpersonal antar anggota keluarga harus dilakukan tanpa intervensi teknologi pada waktu-waktu sakral, seperti saat makan bersama atau setelah salat berjamaah. Orang tua dituntut tidak hanya melek teknologi secara teknis, tetapi juga secara moral, agar mampu membimbing anak-anak dari paparan konten negatif. Keluarga yang tangguh secara spiritual akan melahirkan generasi yang tidak goyah oleh arus modernisasi yang destruktif.
Produktivitas Iman: Amal Saleh yang Relevan Produktivitas dalam Islam tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi dari seberapa banyak manfaat yang diberikan (Anfa’uhum linnas). Di era modern, produktivitas iman harus diwujudkan melalui efisiensi waktu. Seorang muslim yang produktif adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mempercepat penyebaran dakwah atau mempermudah urusan kemanusiaan. Iman yang produktif juga berarti tetap menjaga rutinitas ibadah di tengah kesibukan kerja profesional. Disiplin waktu salat dijadikan sebagai alat manajemen waktu yang paling efektif. Modernisasi menuntut kita bergerak cepat, namun iman memastikan kita tetap berjalan di jalur yang benar.
Kesimpulan dan Rekomendasi Kegiatan Kegiatan pengajian ini menyimpulkan bahwa kesehatan mental, teknologi, keluarga, dan produktivitas iman adalah empat pilar yang saling berkaitan. Untuk menjaga keseimbangan tersebut, jamaah disarankan untuk: • Melakukan digital detox secara berkala untuk menjaga kesehatan mental. • Mengalokasikan waktu khusus tanpa gawai bagi keluarga guna memperkuat ikatan emosional. • Menjadikan teknologi sebagai sarana peningkatan kapasitas keilmuan dan ibadah. • Selalu melandaskan setiap aktivitas modern dengan niat ibadah agar tetap produktif secara ukhrawi.
Penutup Laporan ini disusun sebagai refleksi atas jalannya pengajian. Diharapkan pemahaman yang diperoleh tidak hanya menjadi wacana, tetapi diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan iman yang kokoh, modernisasi bukan lagi ancaman, melainkan peluang untuk menjadi hamba Allah yang lebih unggul dan menebar rahmat bagi semesta alam.

MANFAAT
Penyelenggaraan pengajian dengan tema multisektoral ini memberikan spektrum manfaat yang luas bagi jamaah, baik secara individual maupun kolektif. Berikut adalah analisis mendalam mengenai manfaat yang dihasilkan:
1. Manfaat Bagi Kesehatan Mental: Restorasi Ketenangan Batin Di tengah hiruk-pikuk modernisasi yang menuntut kecepatan, kesehatan mental sering kali menjadi korban. Manfaat utama dari pengajian ini adalah memberikan "ruang bernapas" spiritual bagi jiwa yang lelah. • Dekonstruksi Stres melalui Tauhid: Pengajian ini memberikan pemahaman bahwa segala sesuatu berada dalam kendali Allah (Qadha dan Qadar). Manfaat praktisnya adalah berkurangnya beban kecemasan (anxiety) terhadap masa depan dan penyesalan mendalam atas masa lalu. Jamaah diajak untuk memahami bahwa tugas manusia hanyalah berikhtiar, sementara hasil adalah hak prerogatif Tuhan, yang secara otomatis menurunkan tingkat kortisol (hormon stres) dalam pikiran. • Literasi Emosi Islami: Jamaah belajar mengenal konsep sabar, syukur, dan tawakkal bukan sekadar kata-kata, melainkan sebagai alat manajemen emosi. Manfaatnya, individu menjadi lebih stabil secara emosional saat menghadapi tekanan kerja atau dinamika sosial yang toksik di era digital. • Penyembuhan melalui Dzikir: Secara neuropsikologis, kegiatan menyimak kajian dan berdzikir bersama dalam pengajian merangsang keluarnya hormon endorfin dan serotonin yang menciptakan rasa tenang. Ini adalah terapi preventif bagi gangguan mental ringan seperti depresi dan insomnia.
2. Manfaat Terhadap Penggunaan Teknologi: Transformasi dari Konsumtif ke Produktif Modernisasi membawa teknologi yang jika tidak dikelola akan menjadi candu. Pengajian ini memberikan manfaat edukatif dalam membedah peran teknologi dalam kehidupan seorang muslim. • Peningkatan Kesadaran Digital (Digital Mindfulness): Manfaat utamanya adalah tumbuhnya kesadaran untuk tidak menjadi "budak" algoritma. Jamaah diajarkan untuk memiliki kendali penuh atas gawai mereka, sehingga teknologi tidak lagi menginterupsi waktu-waktu sakral seperti salat dan waktu keluarga. • Filterisasi Informasi (Tabayyun): Di era hoaks dan fitnah digital, manfaat pengajian ini adalah membekali jamaah dengan nalar kritis berdasarkan Al-Qur'an. Jamaah menjadi lebih berhati-hati dalam menyebarkan berita, memahami dosa jariyah dari penyebaran fitnah, dan lebih bijak dalam berkomentar di media sosial. • Optimalisasi Gadget untuk Dakwah: Teknologi dialihkan fungsinya dari sekadar hiburan menjadi sarana ladang pahala. Manfaatnya terlihat pada meningkatnya penggunaan aplikasi Al-Qur’an, akses kajian streaming, dan kemudahan dalam penyaluran zakat serta sedekah secara digital.
3. Manfaat Bagi Ketahanan Keluarga: Merekat Kembali Ikatan yang Renggang Modernisasi seringkali menciptakan dinding tak kasat mata di dalam rumah. Pengajian ini hadir sebagai pengingat akan esensi keluarga dalam Islam. • Rejuvenasi Komunikasi Interpersonal: Manfaat nyata dari pembahasan ini adalah kesadaran orang tua dan anak untuk meletakkan gawai saat berada di meja makan atau ruang tamu. Tercipta dialog yang lebih berkualitas (quality time) yang didasarkan pada kasih sayang karena Allah (Mawaddah wa Rahmah). • Edukasi Parenting di Era Digital: Para orang tua mendapatkan manfaat berupa strategi dalam membimbing anak-anak menghadapi tantangan zaman, seperti pornografi internet atau perundungan siber (cyber bullying). Keluarga kembali menjadi benteng perlindungan pertama (filter) terhadap nilai-nilai yang bertentangan dengan agama. • Harmonisasi Peran: Pengajian menekankan pentingnya kerja sama antara suami dan istri dalam mengelola rumah tangga di tengah kesibukan modern. Manfaatnya adalah berkurangnya konflik domestik yang dipicu oleh egoisme atau kurangnya apresiasi terhadap peran masing-masing pasangan.
4. Manfaat Terhadap Produktivitas Iman: Sinkronisasi Dunia dan Akhirat Produktivitas sering kali disalahartikan hanya sebagai pencapaian materi. Pengajian ini meluruskan makna produktivitas dalam cakrawala iman. • Manajemen Waktu Berbasis Shalat: Jamaah mendapatkan manfaat berupa pola hidup yang lebih disiplin. Dengan menjadikan waktu salat sebagai poros aktivitas, produktivitas kerja justru meningkat karena adanya jeda spiritual yang menyegarkan pikiran (refreshing). • Konsep Keberkahan dalam Bekerja: Manfaat spiritual yang didapat adalah pergeseran orientasi dari sekadar mencari "gaji" menjadi mencari "berkah". Hal ini mendorong integritas, kejujuran, dan profesionalisme di tempat kerja sebagai bentuk amal saleh. • Pemanfaatan Sisa Waktu untuk Amal: Era modern menawarkan banyak kemudahan yang menyisakan waktu luang. Pengajian memotivasi jamaah untuk mengisi waktu luang tersebut dengan aktivitas yang bermanfaat (seperti belajar skill baru atau berkhidmat di masyarakat) daripada sekadar scrolling media sosial tanpa tujuan.
5. Manfaat Sosiologis: Penguatan Solidaritas Sosial (Ukhuwah) Di tengah gaya hidup individualis perkotaan, pengajian ini berfungsi sebagai perekat sosial. • Membangun Support System: Jamaah merasakan manfaat memiliki komunitas yang saling mendukung (support system). Ketika seseorang mengalami masalah kesehatan mental atau ekonomi, komunitas pengajian menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan moral maupun material. • Demokratisasi Ilmu: Pengajian memungkinkan akses pengetahuan bagi semua lapisan masyarakat, tanpa memandang status ekonomi. Semua duduk sama rendah untuk belajar, yang bermanfaat mengikis sekat-sekat sosial di era modernisasi yang seringkali diskriminatif.
6. Manfaat Jangka Panjang: Kesiapan Menghadapi Perubahan Zaman Secara visioner, pengajian ini menyiapkan mentalitas jamaah agar tidak "gagap" menghadapi masa depan. • Agilitas Spiritual (Spiritual Agility): Jamaah menjadi pribadi yang adaptif namun tetap memegang teguh prinsip. Manfaatnya, mereka tidak mudah terbawa arus tren yang merusak moral, tetapi juga tidak menutup diri dari kemajuan peradaban. • Warisan Nilai untuk Generasi Mendatang: Laporan kegiatan ini mencerminkan upaya sistematis dalam mewariskan pemahaman agama yang moderat dan relevan kepada generasi muda (Gen Z dan Alpha), sehingga estafet keimanan tetap terjaga di tengah badai sekularisasi.p>

TUJUAN KEGIATAN
Penyelenggaraan pengajian ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk menjawab tantangan zaman. Tujuan kegiatan ini dirancang secara multidimensional, mencakup aspek spiritual, psikologis, teknis, dan sosiologis demi terciptanya tatanan masyarakat yang tangguh.
1. Reorientasi Spiritual dan Penguatan Fondasi Tauhid Tujuan fundamental dari pengajian ini adalah melakukan reorientasi atau penataan ulang niat dan tujuan hidup di tengah arus modernisasi yang materialistis. Di era di mana keberhasilan sering diukur dari pencapaian finansial dan eksistensi digital, pengajian ini bertujuan untuk: • Mengembalikan Poros Kehidupan kepada Allah: Menanamkan kesadaran bahwa kemajuan teknologi dan perubahan zaman hanyalah sarana, bukan tujuan akhir. Tujuan utamanya adalah agar jamaah tidak kehilangan identitas sebagai hamba Allah (Abdullah) di tengah gempuran budaya hedonisme. • Membangun Kedalaman Iman yang Adaptif: Membentuk karakter muslim yang tidak kaku terhadap perubahan, namun tetap memiliki prinsip yang kokoh. Iman yang produktif adalah iman yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa harus mengorbankan nilai-nilai syariat.
2. Mitigasi Krisis Kesehatan Mental melalui Pendekatan Spiritual Modernisasi membawa dampak paradoksal; kemudahan fisik meningkat, namun beban mental juga semakin berat. Tujuan pengajian ini dalam aspek kesehatan mental meliputi: • Menyediakan "Pusat Rehabilitasi" Jiwa: Menjadikan majelis ilmu sebagai ruang untuk mendapatkan ketenangan (sakinah). Pengajian bertujuan memberikan literasi bahwa kesehatan mental dalam Islam dimulai dari kesehatan hati (qolbun salim). • Edukasi Manajemen Stres Berbasis Al-Qur'an: Memberikan alat praktis bagi jamaah untuk menghadapi burnout, kecemasan (anxiety), dan depresi. Tujuannya adalah agar jamaah mampu mempraktikkan konsep sabar sebagai daya tahan aktif dan syukur sebagai daya dorong positif dalam menjaga stabilitas emosi. • Menghapus Stigma Masalah Mental: Mengedukasi masyarakat bahwa menjaga kesehatan mental adalah bagian dari menjaga Maqashid Syariah (tujuan syariat), khususnya Hifzh an-Nafs (menjaga jiwa).
3. Literasi dan Transformasi Adab dalam Penggunaan Teknologi Teknologi telah mengubah cara manusia berinteraksi. Tujuan pengajian ini adalah memastikan bahwa teknologi menjadi "kendaraan" menuju surga, bukan jurang menuju dosa. • Membangun Etika Digital (Akhlakul Karimah di Dunia Maya): Merumuskan panduan bagi jamaah agar tetap menjaga lisan dan tulisan di media sosial. Tujuannya adalah meminimalisir penyebaran hoaks, gibah digital, dan konten yang merusak moralitas bangsa. • Optimalisasi Teknologi untuk Dakwah dan Ilmu: Mendorong jamaah agar tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga produser kebaikan. Tujuan teknisnya adalah agar gawai yang dimiliki jamaah diisi dengan aplikasi bermanfaat yang mendukung produktivitas iman, seperti aplikasi jadwal salat, zakat digital, dan perpustakaan kitab online. • Kemandirian Digital: Menumbuhkan kesadaran untuk melakukan digital detox atau pembatasan waktu layar agar teknologi tidak merampas waktu produktif untuk beribadah dan bekerja.
4. Rekonstruksi Ketahanan Keluarga di Era Digital Keluarga seringkali menjadi korban pertama dari distraksi teknologi. Pengajian ini menetapkan tujuan khusus untuk memperbaiki struktur domestik: • Mengembalikan Kehangatan Komunikasi Langsung: Tujuan utamanya adalah menyadarkan anggota keluarga untuk menghadirkan raga dan jiwa secara utuh saat bersama, tanpa terdistraksi oleh ponsel masing-masing. • Edukasi Parenting Islami Kontemporer: Membekali orang tua dengan keterampilan membimbing anak di era internet. Tujuannya agar orang tua mampu menjadi filter pertama bagi pengaruh buruk eksternal dan mampu menanamkan nilai agama sebagai "antivirus" bagi mental anak. • Menjadikan Rumah sebagai Pusat Ibadah: Mengarahkan keluarga agar tetap menjaga tradisi salat berjamaah dan tadarus bersama, sehingga rumah tangga memiliki "imunitas" spiritual menghadapi gempuran modernisasi yang individualis.
5. Akselerasi Produktivitas Iman dan Manajemen Waktu Produktivitas dalam Islam adalah efektivitas dalam mengumpulkan bekal akhirat. Pengajian ini bertujuan untuk: • Mendefinisikan Ulang Makna Sukses: Mengarahkan pandangan jamaah bahwa muslim yang produktif adalah mereka yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (Nafi'un Lighoirihi). • Sinkronisasi Kerja dan Ibadah: Memberikan pemahaman bahwa bekerja secara profesional di era modern adalah bagian dari jihad jika diniatkan untuk menafkahi keluarga dan kejayaan umat. Tujuannya agar tidak ada lagi pemisahan antara aspek duniawi dan ukhrawi dalam benak jamaah. • Disiplin Waktu yang Terintegrasi: Menggunakan jadwal salat lima waktu sebagai kerangka manajemen waktu harian. Dengan disiplin salat, diharapkan produktivitas kerja jamaah juga meningkat karena adanya keteraturan pola hidup.
6. Penguatan Solidaritas Sosial dan Ukhuwah Islamiyah Di era modern yang cenderung egois, pengajian ini memiliki misi sosial: • Membangun Komunitas Pendukung (Support System): Menciptakan lingkungan sosial yang saling peduli. Jika ada jamaah yang mengalami kendala mental atau ekonomi, komunitas ini bertujuan menjadi pihak pertama yang mengulurkan tangan. • Sinkronisasi Nilai dalam Masyarakat: Menyatukan persepsi warga mengenai bagaimana cara menyikapi perubahan zaman, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, aman, dan tetap religius.

RANGKAIAN KEGIATAN:
1. Pembukaan yang dibuka oleh Mc Ny. Desi Imron.
2. Kegiatan dihadiri 132 orang
3. Pembacaan doa yang dipimpin oleh Nyai Alifiah
4. Penceramah oleh Nyai. Hj Astuti
5. Sambutan dari Ibu Kepala Direktur RSUD MOHAMMAD ZYN Kabupaten Sampang

HASIL KEGIATAN
Pelaksanaan pengajian dengan tema "Menjaga Harmoni: Kesehatan Mental, Teknologi, Keluarga, dan Produktivitas Iman di Era Modernisasi" telah menghasilkan sejumlah capaian strategis dan perubahan persepsi di kalangan jamaah. Berikut adalah poin-poin hasil kegiatan yang berhasil dihimpun:
1. Peningkatan Pemahaman Terhadap Kesehatan Mental Islami Hasil utama dari kegiatan ini adalah pergeseran paradigma jamaah mengenai kesehatan mental. Sebelumnya, banyak jamaah menganggap masalah psikologis sebagai tanda kurangnya iman secara mutlak. Melalui kajian ini, diperoleh hasil bahwa: • Jamaah memahami bahwa kesehatan mental adalah bagian dari menjaga amanah Allah atas diri sendiri. • Ditemukannya titik temu antara sains psikologi dan praktik spiritual, seperti penggunaan teknik pernapasan yang dikombinasikan dengan dzikrullah untuk meredakan serangan kecemasan. • Terbentuknya kesadaran untuk saling empati terhadap sesama jamaah yang mengalami tekanan batin, tanpa memberikan penghakiman (judgement) moral yang berlebihan.
2. Perubahan Pola Interaksi dengan Teknologi Dalam aspek teknologi, kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama mengenai "Adab Digital". Hasil nyata yang terlihat pasca-kegiatan meliputi: • Meningkatnya pemahaman jamaah tentang bahaya flexing (pamer) dan komparasi sosial di media sosial yang sering merusak kebahagiaan hati. • Adanya inisiatif untuk melakukan "Puasa Gadget" pada waktu-waktu produktif ibadah, seperti antara waktu Maghrib hingga Isya, guna memastikan interaksi dengan Al-Qur'an tidak terganggu. • Jamaah mulai mengunduh dan memanfaatkan aplikasi penunjang ibadah (seperti pelacak hafalan atau jadwal kajian) sebagai upaya sinkronisasi teknologi dengan kebutuhan ruhani.
3. Penguatan Komunikasi dalam Unit Keluarga Hasil di sektor keluarga menunjukkan adanya kerinduan jamaah akan kedekatan emosional yang murni. Output dari diskusi kelompok dalam pengajian ini adalah: • Kesepakatan untuk menciptakan "Zona Bebas Gawai" di rumah, terutama saat makan bersama dan sebelum tidur, guna mengembalikan fungsi dialog antar anggota keluarga. • Para orang tua melaporkan pemahaman baru mengenai pentingnya mendampingi anak secara digital, bukan sekadar melarang penggunaan teknologi, namun memberikan arahan nilai mana yang sesuai dengan syariat. • Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya figur ayah dan ibu sebagai teladan (uswah hasanah) dalam menjaga keseimbangan mental di rumah tangga.
4. Peningkatan Produktivitas Iman di Tempat Kerja Materi mengenai produktivitas iman menghasilkan transformasi etos kerja di kalangan jamaah. Hasil yang dicapai antara lain: • Jamaah menyadari bahwa bekerja di era modern dengan profesionalisme tinggi adalah bentuk amal jariyah dan jihad ekonomi. • Ditemukannya metode manajemen waktu baru yang mengacu pada jadwal salat (salat sebagai poros aktivitas), sehingga jamaah merasa lebih disiplin dan tenang dalam menyelesaikan target pekerjaan. • Meningkatnya semangat untuk menyisihkan sebagian hasil kerja melalui platform donasi digital, yang menunjukkan bahwa teknologi memudahkan produktivitas amal sosial.
5. Terbentuknya Komunitas Pendukung (Support System) Sebagai hasil sosiologis, pengajian ini berhasil membentuk jejaring sosial yang lebih erat. • Terbentuknya grup komunikasi antar jamaah yang bertujuan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan (tawashau bil haqq) dan memberikan dukungan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan mental atau keluarga. • Tersusunnya rencana kegiatan lanjutan berupa konsultasi keluarga dan bimbingan psikologi Islam secara berkala untuk mendalami isu-isu yang belum tuntas dibahas.

../images/kegiatan/92839.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 28-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SMA NEGERI 1 MANDIRANCAN CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH X DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Berlatih Vokal Hari, Tanggal : Selasa, 28 April 2026 Waktu : 15.00 WIB - 16.30 WIB Tempat : SMA NEGERI 1 MANDIRANCAN Penyelenggara : DWP UNIT SMA NEGERI 1 MANDIRANCAN Bidang : Sosial Budaya Jumlah Partisipan : 25 orang Jumlah Pengurus yang hadir : 5 orang 1. Ny. Mukhiroh Jajuli (Ketua DWP Unit SMAN 1 Mandirancan) 2. Ny. Indri Fajar ( Sekertaris DWP Unit SMAN 1 Mandirancan) 3. Ny. Putri Dicky ( Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Unit SMAN 1 Mandirancan) 4. Ny. Yesi Nurkholik ( Ketua Bidang Pendidikan DWP Unit SMA Negeri 1 Mandirancan) 5. Ny. Anggita Dimas ( Ketua Bidang Perekonomian DWP Unit SMA Negeri 1 Mandirancan) Keterangan Program: DWP Unit SMA Negeri 1 Mandirancan melalui Bidang Sosial Budaya mengadakan kegiatan latihan vokal atau bernyanyi yang dilaksanakan pada hari Selasa, 28 April 2026. Latihan vokal adalah serangkaian aktivitas rutin seperti pemanasan, vokalisasi dan kontrol napas yang dirancang untuk memperkuat otot pita suara, meningkatkan kualitas, jangkauan serta stabilitas suara. Kegiatan tersebut bertujuan: 1. Menjadi wadah bagi anggota DWP Unit SMA Negeri 1 Mandirancan untuk bertemu secara rutin, berkomunikasi dan memperkuat rasa kekeluargaan melalui aktivitas. 2. Mengembangkan bakat menyanyi agar anggota DWP Unit SMA Negeri 1 Mandirancan dapat membawakan lagu-lagu wajib seperti Mars dan Hymne DWP dengan nada yang tepat dan harmonis. Harapan utama kegiatan tersebut adalah: 1. Anggota DWP Unit SMA Negeri 1 Mandirancan diharapkan siap tampil memukau pada momen-momen penting seperti HUT DWP. 2. Selain kemampuan bernyanyi, diharapkan latihan ini berdampak pada kemampuan berbicara anggota DWP Unit SMA Negeri 1 Mandirancan di depan umum. Pembuat Laporan: Indri Fajar (Sekretaris DWP Unit SMAN 1 Mandirancan)

../images/kegiatan/92838.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Karanganyar > OPD BANK KARANGANYAR

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 23-04-2026

Dharma wanita persatuan unsur pelaksana PT BPR Bank Karanganyar mengikuti kegiatan Ngopi Penak. Bidang : Pendidikan Program : Pendidikan Non formal / Formal Kegiatan : Kegiatan Zoom meeting Ngopi Penak Eps 159 oleh DP3AKB Jawa Tengah 1. Hari /tanggal : Kamis, 23 April 2026 2. Waktu : 13:00 s.d selesai 3. Tempat : Zoom meeting 4. Penyelenggara : DP3AKB JATENG 5. Peserta : Pengurus dharma wanita unsur pelaksana PT BPR Bank karanganyar ibu Jaka dan Ibu Affan 6. Kegiatan : Ngopi Penak eps 159, Melanjutkan Jejak Kartini: Perempuan Menggerakkan Narasi Positif di Era Digital 7. Uraian kegiatan :NGOPI PENAK eps. 159 Perempuan memiliki peran penting dalam membangun narasi yang inspiratif, kritis, dan memberdayakan. Dalam rangka Hari Kartini, Ngopi Penak menggelar seminar dengan tema “Melanjutkan Jejak Kartini: Perempuan Menggerakkan Narasi Positif di Era Digital” Hari /tanggalKamis, 23 April 2026 Pukul : 13.00 WIB – selesai Tempat : Zoom Meeting & Live Streaming YouTube DP3AKB Jawa Tengah link via QR https://s.id/DP3AP2KB_NGOPIPENAKJATENG Free E-Sertifikat (BPSDM Prov. Jateng) Dipandu oleh Arida Nuralita, Ngopi Penak kali ini menghadirkan narasumber yang menginspirasi: 1. Dra. Ema Rahmawati, M.Hum (Kadis DP3AKB) "Perspektif Kartini sebagai Pejuang Perempuan" 2. Indah Darmastuti (Penulis & Penggiat Literasi) "Manifesto Kartini untuk Masa Depan: Membedah Kegelisahan Batin dan Gagasan Agen Perubahan di Era Literasi Digital" 3. Intan Nurlaili, S.Sos (Komisioner KPID Jateng) "Napak Tilas Kisah Kartini: Dari Pingitan Hingga Menjadi Inspirasi Penyiaran Modern" Dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, mari bersama memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan di era digital. Saatnya perempuan mengambil peran dalam membentuk ruang digital yang sehat, berdaya, dan penuh makna.

../images/kegiatan/92837.jpg
Info Baru

DWP Kota Surakarta > DWP DINAS PENDIDIKAN

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Pendidikan Kota Surakarta Sub SMP Negeri 25 Kota Surakarta, mengadakan acara pertemuan rutin dalam rangka memperingati hari Kartini. Kegiatan ini diadakan di Aula SMP Negeri 25 Kota Surakarta. Acara ini diadakan pada hari Selasa, 21 April 2026, dimulai pukul 13.00-selesai. Dalam kegiatan ini diadakan acara pelatihan dalam bermake up. Acara ini dibuka oleh Ketua DWP Sub SMP Negeri 25 Kota Surakarta, yakni Ibu Nurhayati Yoganingsih Sutrisno.

../images/kegiatan/92835.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Rembang > DWP DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG

  • Oleh: Sekretariat
  • 28-04-2026

Ketua dan pengurus Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan DPUTARU Kab. Rembang mengadakan anjangsana ke rumah salah satu pengurus yang habis melahirkan, pada hari Selasa, tgl. 28-04-2026, jam 10 WIB, berlokasi di Desa Gedongmulyo, Kec. Lasem, Kab. Rembang.

../images/kegiatan/92834.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Kolaka > SKPD Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 16-04-2026

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kolaka Ibu Sitti Nurhaini Akbar, SE bersama pengurus menghadiri kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-48 Tingkat Kabupaten Kolaka Tahun 2026 dengan Tema "Aktualisasi Nilai-nilai Kandungan Al-Qur'an Untuk Kolaka Yang Berkeadilan, Maju dan Unggul". Acara dilaksanakan pada hari Rabu 16 April 2026. Acara dimulai pada pukul 20.00 WITA bertempat di Lapangan Mokole So’u, Kecamatan Watubanga. Turut hadir pada acara tersebut Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, Bupati Kolaka H.Amri Jamaluddin, S.STP.,M.Si beserta ibu Hj. Andi Rizka Kusumawardani Amri, SE, Wakil Bupati Kolaka H. Husmaluddin bersama Ibu Hj. Marwanah Husmaluddin, S.Tr. Keb, M.Kes, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar, S.Sos, MM bersama Ketua DWP Kabupaten Kolaka Ibu Sitti Nurhaini Akbar, SE, Jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Pelaksanaan MTQ ke-48 dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 22 April 2026 Rangkaian upacara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-48 Tingkat Kabupaten Kolaka, diawali dengan Pawai Ta’aruf oleh kafilah dari 12 kecamatan. Dengan jumlah total peserta 622 orang. Acara selanjutnya Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi. Muhammad Zian Fahrezi yang merupakan Qari’ Internasional. Muhammad Zian Fahrezi merupakan seorang Qari cilik berbakat yang berhasil meraih Juara 1 Kategori Anak-Anak pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-3 yang berlangsung di Karbala, Republik Irak, pada 22 Januari hingga 5 Februari 2026. Ia berhasil mengungguli peserta terbaik perwakilan dari masing-masing negara. Kehadirannya pada acara pembukaan MTQ Ke-48 di Watubangga merupakan sebuah kehormatan serta menjadi inspirasi bagi anak-anak Kabupaten Kolaka untuk optimis bisa mengikuti jejaknya. Acara selanjutnya Pelantikan Dewan Hakim oleh Bupati Kolaka. Melantik dan mengambil sumpah dewan hakim, dewan juri, dan panitera MTQ. Acara Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Bupati Kolaka H. Amri, S.STP, M.Si, Bupati Kolaka menekankan beberapa poin krusial mengenai urgensi pelaksanaan kegiatan tersebut. 1. Sarana Strategis Membumikan Al-Qur’an Bupati menekankan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan seni baca Al-Qur'an, melainkan instrumen penting untuk mendekatkan masyarakat dengan kitab suci. Tujuannya adalah agar nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari warga Kabupaten Kolaka. 2. Penguatan Nilai-Nilai Keagamaan Di tengah tantangan zaman, Bupati memandang MTQ sebagai benteng spiritual. Pelaksanaan ini dianggap mampu memperkuat fondasi keagamaan di tengah masyarakat, sehingga tercipta tatanan sosial yang religius, harmonis, dan memiliki pegangan moral yang kuat. 3. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berakhlak Bupati menempatkan MTQ sebagai bagian integral dari pembangunan manusia. Fokusnya bukan hanya pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter atau akhlakul karimah bagi generasi muda di 12 kecamatan se-Kabupaten Kolaka. 4. Menjaga Kualitas dan Objektivitas Prestasi Dengan melantik Dewan Hakim secara resmi, Bupati menegaskan pentingnya menjaga integritas kompetisi. Hal ini bertujuan agar MTQ benar-benar melahirkan qari dan qariah terbaik yang memiliki kualitas murni untuk mewakili daerah ke tingkat yang lebih tinggi (Provinsi maupun Nasional). 5. Syiar Islam dan Pemersatu Masyarakat Pelaksanaan yang dipusatkan di Kecamatan Watubangga ini menjadi momentum untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat (pemerintah, tokoh agama, dan warga) dalam satu semangat syiar Islam yang damai dan inklusif. Bagi Bupati Kolaka, MTQ adalah investasi jangka panjang dalam membentuk masyarakat yang tidak hanya cerdas secara lahiriah, tetapi juga kaya secara spiritual dan berintegritas tinggi berdasarkan tuntunan Al-Qur'an. Acara kemudian dilanjutkan dengan Sambutan dari Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Ling. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka atas pelaksanaan MTQ ke-48 di Kecamatan Watubangga, yang merupakan agenda rutin tahunan untuk menciptakan generasi-generasi masa depan kabupaten Kolaka yang cinta Al Qur’an. Kegiatan MTQ yang diikuti oleh seluruh kecamatan sejumlah 12 Kecamatan dengan jumlah peserta yang banyak sebagai bukti bahwa Koordinasi pemerintahan yang berjalan dengan baik. MTQ merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Beliau menegaskan bahwa membangun daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusia yang Berakhlak: Memiliki fondasi moral yang kuat berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an, Berdaya Saing: Memiliki kompetensi dan mentalitas juara yang mampu bersaing di kancah yang lebih luas. Dalam mewujudkan Visi dan Misi Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten, Kehadiran beliau menunjukkan dukungan Pemerintah Provinsi terhadap kegiatan-kegiatan religius di tingkat kabupaten. Beliau berharap semangat MTQ di Kolaka ini dapat berkontribusi pada terciptanya masyarakat Sulawesi Tenggara yang lebih harmonis, berbudaya, dan religius secara kolektif. Apresiasi juga beliau sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka yang dapat menghadirkan Qari’ Internasional Muhammad Zian Fahrezi pada acara hari ini, sehingga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para peserta MTQ untuk dapat lebih maju lagi tidak hanya pada ajang Tingkat kabupaten tetapi juga pada ajang Tingkat nasional bahkan Tingkat internasional. Untuk itu perlunya wadah untuk pembinaan bagi generasi-generasi cinta al qur’an, pesantren-pesantren penghafal Al Qur’an dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang mendukung. Pelaksanaan MTQ ke-48 dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 22 April 2026. Acara berlangsung dengan tertib dan lancar pada suasana yang penuh hikmat dan kebersamaan. Kehadiran DWP Kabupaten Kolaka tidak hanya menghadiri acara seremonial akan tetapi juga menjadi bentuk dukungan dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam pembangunan sumber daya manusia yang berbasis nilai-nilai religius. Sebagai istri ASN yang merupakan madrasah pertama bagi anak juga dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan dalam mendidik anak dengan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Pendidikan keagamaan serta menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persatuan bagi Pemerintah Daerah, Kecamatan, Desa Dan Kelurahan. Pemerintah Kabupaten Kolaka berharap pelaksanaan MTQ ini dapat berjalan lancar serta melahirkan Qari dan Qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Kolaka di Level Nasional maupun Internasional. Acara berakhir pada Pukul 01.30 Wita.

../images/kegiatan/92833.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sumenep > INSPEKTORAT KAB. SUMENEP

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 28-04-2026

BIDANG EKONOMI

DHARMA WANITA PERSATUAN INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN SUMENEP

Pelaksanaan Kegiatan

D A T A KEGIATAN

Nama Kegiatan : KEGIATAN USAHA KANTIN
Penyelenggara : BIDANG EKONOMI DHARMA WANITA PERSATUAN INSPEKTORAT DAERAH KAB. SUMENEP
Dasar Kegiatan : 1. Surat DWP Inspektorat Daerah Kab. Sumenep, Tanggal 30 Maret 2026, Nomor: 06/SET/DWP/INSPEKTORAT/III/2026; PERIHAL UNDANGAN (RAPAT PENGURUS).
2. HASIL RAPAT PENGURUS (NOTULENSI)
Hari/Tanggal : PELAKSANAAAN SETIAP HARI SELASA DISETIAP MINGGUNYA;
PENANGGUNGJAWAB MASING MASING IRBANWIL
Tempat : KANTIN BAROKAH DWP INSPEKTORAT DAERAH KAB. SUMENEP
Hadir : SESUAI DENGAN JADWAL JAGA YANG DISEPAKATI (2 ORANG SETIAP MINGGUNYA)

URAIAN KEGIATAN ( what_when_where_who )

Kegiatan Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Daerah Kabupaten Sumenep diwujudkan melalui pengelolaan usaha kantin yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu, tepatnya pada hari Selasa. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi anggota sekaligus mempererat kebersamaan antar pengurus dan anggota DWP. Pelaksanaan usaha kantin ini melibatkan seluruh Irbanwil (Inspektur Pembantu Wilayah) sebagai penanggung jawab secara bergilir, sehingga setiap wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi organisasi.
Setiap pelaksanaan kegiatan, Irbanwil yang bertugas bertanggung jawab penuh terhadap perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan penjualan produk kantin. Hal ini meliputi penentuan menu, pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan dan minuman. Konsep utama yang diusung dalam kegiatan ini adalah penyediaan menu yang unik, sehat, dan menarik, sehingga tidak hanya memberikan nilai ekonomi tetapi juga mendukung pola konsumsi yang lebih baik bagi anggota dan pegawai di lingkungan Inspektorat Daerah.
Menu yang disajikan bervariasi setiap minggunya, mulai dari makanan tradisional khas daerah, olahan pangan lokal, hingga kreasi makanan modern yang dikembangkan dengan sentuhan inovasi. Selain itu, aspek kesehatan menjadi perhatian utama, di mana setiap menu diupayakan menggunakan bahan yang segar, higienis, serta mengurangi penggunaan bahan tambahan yang berisiko bagi kesehatan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memberikan edukasi kepada anggota mengenai pentingnya konsumsi pangan yang sehat dan bergizi.
Kegiatan usaha kantin ini juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi anggota yang terlibat. Melalui kegiatan ini, anggota DWP dapat mengasah keterampilan kewirausahaan, mulai dari perencanaan usaha, manajemen keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran produk. Pengalaman ini menjadi bekal yang berharga dalam mengembangkan usaha mandiri di masa mendatang.
Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antar anggota. Proses persiapan yang dilakukan secara gotong royong menciptakan suasana kekeluargaan yang harmonis. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung juga menjadi sarana komunikasi yang efektif antar anggota dari berbagai wilayah.
Secara keseluruhan, kegiatan usaha kantin yang dilaksanakan setiap hari Selasa ini menjadi wujud nyata peran Bidang Ekonomi DWP Inspektorat Daerah Kabupaten Sumenep dalam mendukung pemberdayaan anggota. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kreativitas, kemandirian, serta kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan sehat.

T U J U A N

Tujuan pelaksanaan kegiatan Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Daerah Kabupaten Sumenep melalui usaha kantin adalah untuk mendorong kemandirian ekonomi anggota serta meningkatkan kemampuan kewirausahaan secara berkelanjutan. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran praktis bagi anggota dalam mengelola usaha sederhana, mulai dari tahap perencanaan, pengolahan produk, hingga pemasaran. Dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan kantin, anggota diharapkan mampu mengembangkan keterampilan ekonomi produktif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai peluang usaha mandiri.
Kegiatan usaha kantin juga bertujuan untuk memperkuat kebersamaan dan kerja sama antar anggota DWP. Proses pelaksanaan yang melibatkan banyak pihak mendorong terciptanya komunikasi yang efektif, koordinasi yang baik, serta semangat gotong royong. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial dalam organisasi. Di samping itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan anggota, baik secara langsung melalui hasil penjualan maupun secara tidak langsung melalui peningkatan kapasitas dan pengalaman berwirausaha. Secara keseluruhan, usaha kantin ini menjadi wadah strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi anggota sekaligus mendukung peran DWP sebagai organisasi yang produktif, kreatif, dan mandiri.

M A N F A A T

Manfaat pelaksanaan kegiatan usaha kantin Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Daerah Kabupaten Sumenep dapat dirasakan secara luas, baik oleh anggota maupun lingkungan organisasi. Secara ekonomi, kegiatan ini memberikan peluang bagi anggota untuk memperoleh tambahan pendapatan melalui hasil penjualan produk kantin. Selain itu, anggota juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola usaha, sehingga dapat meningkatkan keterampilan kewirausahaan seperti manajemen keuangan, pengelolaan produksi, serta strategi pemasaran sederhana. Dari sisi pengembangan kapasitas, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan kreativitas dan inovasi anggota. Melalui penyusunan menu yang unik dan sehat, anggota terdorong untuk mengeksplorasi berbagai ide olahan pangan yang menarik, bergizi, dan memiliki nilai jual. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota terhadap pentingnya penyediaan makanan yang higienis dan berkualitas.
Manfaat lainnya adalah terbangunnya rasa kebersamaan dan solidaritas antar anggota. Proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara bergilir oleh masing-masing Irbanwil menciptakan suasana kerja sama yang harmonis, saling mendukung, dan penuh semangat gotong royong. Interaksi yang intens selama kegiatan berlangsung juga mempererat hubungan sosial dalam organisasi.
Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat edukatif bagi lingkungan kerja, khususnya dalam membudayakan konsumsi makanan sehat. Dengan adanya kantin yang menyediakan menu sehat, anggota dan pegawai di lingkungan Inspektorat Daerah dapat lebih mudah mengakses pilihan makanan yang lebih baik bagi kesehatan.
Secara keseluruhan, kegiatan usaha kantin ini memberikan manfaat yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial, edukatif, dan pengembangan diri, sehingga mendukung terwujudnya anggota DWP yang mandiri, kreatif, dan produktif.

PUBLIKI

Sebagai bentuk transparansi dan dokumentasi kegiatan, pertemuan rutin pengurus ini: • Didokumentasikan dalam bentuk foto kegiatan. • Dilaporkan melalui sistem e-Reporting DWP. • Dipublikasikan melalui media internal/WhatsApp Group DWP.
Demikian laporan kegiatan Bidang EKONOMI DWP Inspektorat ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja serta dokumentasi kegiatan organisasi.

../images/kegiatan/92832.jpg
Info Baru

DWP Kota Surakarta > DWP DINAS PENDIDIKAN

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 20-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Pendidikan Kota Surakarta Sub SMP Negeri 25 Kota Surakarta, membesuk anggota yang sedang sakit. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026 bertempat di Klaten kediaman Ibu Titik. Kegiatan ini sebagai salah satu wujud dari kepedulian dan kesetiakawanan sesama anggota DWP Sub SMP Negeri 25 Kota Surakarta.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID