| Bidang | : Sekretariat |
| Program Kerja | : Informasi & Humas |
| Kegiatan | : Rapat Koordinasi/Konsolidasi (#DWPCERDASLITERASI) |
| No | Uraian | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Judul Kegiatan | Rapat Koordinasi/Konsolidasi Persiapan Lomba Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026. |
| 2 | Hari / Tanggal | Selasa, 4 Agustus 2026 |
| 3 | Waktu | 09.32 WIB s.d. 10.11 WIB |
| 4 | Tempat | Zoom Meeting (Daring) |
| 5 | Penyelenggara | Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta bersama Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. |
| 6 | Pimpinan Rapat | Ibu Herlina Iqbal |
| 7 | Jumlah Peserta | 48 Orang |
| 8 | Peserta |
|
| Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui panitia ASN menyelenggarakan berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh Perangkat Daerah, termasuk Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dan Dharma Wanita Persatuan. Untuk memastikan seluruh peserta memahami jadwal, tata tertib, ketentuan peserta, serta teknis pelaksanaan perlombaan, diselenggarakan rapat koordinasi secara daring sebagai bentuk konsolidasi akhir sebelum kegiatan berlangsung. |
|
| Tahapan | Uraian |
|---|---|
| Pembukaan | Rapat dibuka oleh Ibu Herlina Iqbal dengan salam pembuka, doa bersama, serta penyampaian maksud dan tujuan rapat sebagai koordinasi akhir sebelum pelaksanaan perlombaan. |
| Penyampaian Materi |
|
| Tanya Jawab | Peserta menyampaikan pertanyaan mengenai jadwal gladi resik, ketentuan peserta PPPK, pakaian atlet, jadwal pertandingan hari kedua, mekanisme pendaftaran bulu tangkis, serta teknis perlombaan. |
| Penutup | Rapat ditutup dengan arahan agar seluruh peserta melakukan persiapan, menjaga kekompakan, serta diakhiri dengan foto bersama secara virtual. |
|
|
|
| Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan Rapat Koordinasi/Konsolidasi Persiapan Lomba HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026. Diharapkan seluruh hasil koordinasi dapat dilaksanakan dengan baik sehingga kegiatan berlangsung tertib, aman, dan sukses. |
|
|
Laporan diinput oleh Bu Tati Rudi |
Mengetahui, DWP Bidang Pemberdayaan Sosial |
E.(VII) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SMA NEGERI 16 BANDUNG CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan: Sosialisasi Hari, tanggal : Senin , 3 Agustus 2026 Waktu : 08.00 s.d. selesai Tempat : Ruang Guru SMAN 16 Bandung Penyelenggara : DWP SMAN 16 Bandung Bidang : Pendidikan Judul : Sosialisasi Intoleransi pada remaja Jumlah Partisipan : 35 orang Pengurus yg hadir : 9 orang 1. Ibu Juni Ramadhania (Keserkretariatan) 2. Ibu Titin Sutinah (Bidang Pendidikan) 3. Ibu Ika Setiawati (Bidang Pendidikan) 4. Ibu Nenden Sri Mulyati (Bidang E - Reporting) 5. Ibu Siti Nurhayati (Bidang E-Reporting) Kegiatan Program: Dharma Wanita Persatuan unit pelaksana SMAN 16 Bandung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII mengadakan kegiatan sosialiasi sebagai bagian dari program kerja bidang pendidikan pada hari Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 35 partisipan, termasuk lima orang pengurus DWP unit SMAN 16 Bandung. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Ibu Dian Indriani dilanjutkan dengan menyanyikan lagu indonesia raya Setelah itu, disampaikan materi dari seorang psikolong yaitu ibu Rini Rachmawati , M. Psi. Ketika mendengar kata "intoleransi", pikiran kita sering kali langsung melompat pada isu-isu besar: penolakan rumah ibadah, konflik antarsuku, atau diskriminasi rasial. Padahal, dalam keseharian kita, intoleransi punya wajah yang jauh lebih kasual dan sering kali bersembunyi di balik kata "bercanda" atau "kebenaran mutlak".Misalnya Menganggap orang yang beda pilihan politik sebagai musuh bebuyutan, merundung (bully) seseorang di kolom komentar hanya karena selera musik atau gaya berpakaiannya tidak sesuai standar kita, menilai moralitas seseorang hanya dari apa yang dia makan atau bagaimana dia menghabiskan akhir pekannya. Adapun materi yang disampaikan oleh ibu Rini intinya sebagai berikut: Agar para remaja tidak terjebak menjadi manusia yang intoleran sebenarnya sederhana, meski praktiknya butuh kedewasaan: 1. Sering-Sering "Main" yang Jauh: Jangan cuma bergaul dengan orang yang satu frekuensi, satu agama, atau satu hobi. Sapalah mereka yang berbeda. Saat kita mulai mengobrol dan mendengar cerita mereka, kita akan sadar bahwa di balik perbedaan baju atau keyakinan, kita sama-sama manusia yang punya rasa takut, harapan, dan cinta yang sama. 2. Miliki Tombol Pause di Kepala: Saat melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut, jangan langsung marah atau menghujat. Ambil jeda. Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah hal ini merugikan hidup saya? Ataukah saya hanya egois karena ingin mendikte hidup orang lain?" 3. Latih Otot Empati: Empati itu seperti otot; kalau tidak pernah dilatih, dia akan mengecil. Cobalah sesekali berdiri di sepatu orang lain, terutama mereka yang posisinya minoritas atau kurang beruntung. Tujuan Tujuan dari mengikuti kegiatan sosialisasi ini adalah agar para anggota DWP memahami dan bisa menyiasati agar para remaja tidak terjebak dalam intoleransi dalam kesehariannya. Harapan dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pemahaman dari para anggota DWP unit SMAN 16 Bandung dalam mencegah para remaja di sekitarnya dari intolerasi ; juga untuk menjalin tali silaturahmi yang terjaga antar sesama anggota dan pengurus DWP SMAN 16 Bandung Pembuat laporan : Ny. Eka Toto Suharya
Anggota DWP kecamatan buahdua menghadiri pengajian rutin tingkat desa yang diselenggarakan di masjid nurul iman dusun hariang desa hariang kecamatan buahdua
(E.VII) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SEKOLAH SMAN 15 BANDUNG CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Peningkatan Ketahanan Keluarga melalui Penguatan Komunikasi Efektif dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis Hari, Tanggal : Senin, 3 Agustus 2026 Waktu : 12.30–13.30 WIB Tempat : Aula SMAN 15 Bandung Penyelenggara : DWP SMAN 15 Bandung Bidang : Sosial Budaya Judul "Membangun Ketahanan Keluarga melalui Komunikasi Efektif, Kebersamaan, dan Penguatan Nilai-Nilai Keharmonisan" Jumlah Partisipan : 20 orang Pengurus yang Hadir : 4 orang Desti Resnawati (Bidang Sosial Budaya) Eulis Rina (Bidang Pendidikan) Tuti Artiyanti (Kesekretariatan) Wida Komala Dewi (Kesekretariatan) Keterangan Program Dharma Wanita Persatuan Unit SMAN 15 Bandung melaksanakan kegiatan Bidang Sosial Budaya bertema Peningkatan Ketahanan Keluarga melalui Penguatan Komunikasi Efektif dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis pada hari Senin, 3 Agustus 2026 pukul 12.30–13.30 WIB di Aula SMAN 15 Bandung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota DWP mengenai pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat, harmonis, dan berkarakter. Ketahanan keluarga merupakan kemampuan setiap keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik tantangan ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, maupun perkembangan teknologi. Keluarga yang memiliki komunikasi yang baik, saling menghargai, dan mampu menyelesaikan permasalahan melalui musyawarah akan lebih siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral, agama, dan budaya. Melalui kegiatan ini peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan, saling menghargai pendapat, serta menciptakan suasana rumah yang penuh kasih sayang. Keluarga juga memiliki peran sebagai tempat pertama dalam menanamkan pendidikan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak. Oleh karena itu, peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga menjadi sangat penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab. Uraian Program Kegiatan diawali dengan pembacaan Basmalah dan doa bersama yang dipandu oleh Ibu Tuti Artiyanti sebagai pembawa acara. Selanjutnya, Ibu Desti Resnawati selaku perwakilan pengurus DWP SMAN 15 Bandung menyampaikan sambutan mengenai pentingnya memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai perubahan sosial yang terjadi saat ini. Dalam sambutannya disampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter setiap individu sehingga perlu dijaga keharmonisan dan kebersamaannya. Materi kemudian disampaikan oleh Ibu Eulis Rina yang menjelaskan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup kemampuan keluarga dalam menjaga komunikasi yang sehat, membangun hubungan yang penuh kasih sayang, saling menghormati, serta menyelesaikan permasalahan secara bijaksana. Narasumber menekankan bahwa komunikasi yang baik akan menciptakan rasa aman, nyaman, dan saling percaya di antara anggota keluarga sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah. Dalam pemaparannya dijelaskan pula berbagai tantangan yang dihadapi keluarga saat ini, seperti kesibukan pekerjaan, penggunaan gawai yang berlebihan, pengaruh media sosial, berkurangnya waktu berkumpul bersama keluarga, serta perubahan pola komunikasi antara orang tua dan anak. Apabila tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat mengurangi kedekatan emosional antaranggota keluarga dan memengaruhi perkembangan karakter anak. Peserta diajak memahami pentingnya menyediakan waktu berkualitas bersama keluarga, seperti makan bersama tanpa menggunakan telepon genggam, berdiskusi mengenai aktivitas sehari-hari, melaksanakan ibadah bersama, memberikan perhatian kepada setiap anggota keluarga, serta membangun kebiasaan saling menghargai dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber juga memberikan contoh sederhana bagaimana komunikasi yang positif dapat meningkatkan kepercayaan diri anak, mempererat hubungan suami istri, dan menciptakan suasana rumah yang nyaman. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan berbagi pengalaman. Peserta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam membangun komunikasi dengan anak maupun pasangan. Berbagai solusi juga dibahas bersama, di antaranya membiasakan komunikasi yang santun, mengurangi penggunaan gawai saat berkumpul bersama keluarga, memberikan teladan melalui perilaku sehari-hari, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sejak usia dini. Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan interaktif. Seluruh peserta aktif memberikan pendapat, bertanya, serta berbagi pengalaman mengenai cara menjaga keharmonisan keluarga di tengah kesibukan masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan penyampaian kesimpulan, pembacaan Hamdalah, doa bersama, serta komitmen seluruh peserta untuk terus membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkarakter. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya ketahanan keluarga sebagai dasar terbentuknya masyarakat yang berkualitas. Peserta semakin menyadari bahwa komunikasi yang efektif, kebersamaan, kasih sayang, serta penanaman nilai-nilai moral dan agama merupakan faktor utama dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan tangguh menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, aktif, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Harapan Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan SMAN 15 Bandung mampu menerapkan komunikasi yang positif dalam keluarga, meningkatkan kualitas kebersamaan, serta menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkarakter. Diharapkan pula ketahanan keluarga semakin kuat sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Tujuan Meningkatkan pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan mengenai pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, terbuka, dan penuh rasa saling menghargai dalam keluarga. Meningkatkan peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai agama, karakter, disiplin, dan tanggung jawab kepada anak. Memperkuat hubungan antaranggota keluarga melalui kebersamaan, kepedulian, dan kerja sama yang harmonis. Menumbuhkan komitmen anggota DWP untuk menjadi teladan dalam mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, tangguh, dan berkualitas. Pembuat Laporan Ny. Eka Toto Suharya
Dalam rangka memastikan pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Badan Informasi Geospasial (DWP BIG) berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan sesuai dengan rencana, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi untuk Konsolidasi Program Kerja Bulan Juli–Agustus 2026 pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Gedung S Lantai 1, BIG. Rapat dipimpin oleh Ketua DWP BIG, Ibu Hanin Arief Syafei, dan dihadiri oleh 10 orang pengurus DWP BIG. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum koordinasi untuk membahas perkembangan pelaksanaan program, melakukan konsolidasi antarbidang, serta menyusun langkah tindak lanjut terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan selama periode Juli–Agustus 2026. Dalam rapat tersebut, masing-masing bidang menyampaikan informasi mengenai rencana kegiatan, kebutuhan dukungan, serta hal-hal yang perlu dikoordinasikan bersama. Pembahasan juga mencakup penyelarasan jadwal kegiatan, pembagian tugas dan tanggung jawab, kesiapan pelaksanaan program, serta penguatan komunikasi dan sinergi antar pengurus. Sekretariat DWP BIG berperan dalam mendukung kelancaran rapat melalui penyiapan administrasi, koordinasi peserta, pencatatan hasil pembahasan, serta penyusunan tindak lanjut atas kesepakatan yang telah dihasilkan. Hasil rapat diharapkan dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan program kerja DWP BIG agar dapat berjalan secara efektif, tertib, dan tepat sasaran. Melalui kegiatan rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun komitmen dan kerja sama yang semakin kuat antar pengurus, sehingga seluruh program kerja DWP BIG pada periode Juli–Agustus 2026 dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat yang optimal bagi anggota dan organisasi.
Menyampaikan dokumentasi kegiatan kunjungan Darma Wanita Persatuan ( DWP) yang dilaksanakan pada : Hari/tanggal : Selasa, 04 Agustus 2026 Pukul : 09.00 wib s.d Selesai Tempat : Posyandu Mekar 2 jalan belly Kpn Asem Rw 09 Kelurahan Cijantung Kecamatan Pasar Rebo Kota Administrasi Jakarta Timur Kegiatan : Gebyar Posyandu Dihadiri : 1. Kasie Kesra Kelurahan Cijantung 2. Pustu Kelurahan Cijantung 3. PKK Kelurahan Cijantung
Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkung Hidup Kabupaten TOLI-TOLI. Dharma Wanita Persatuan bukan sekadar berorganisasi, melainkan sebuah ikatan kekeluargaan yang berlandaskan pada visi mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota. Salah satu misi utama yang menjadi landasan DWP adalah memperkuat rasa kepedulian, kesetiakawanan sosial, dan kesejahteraan mental spiritual para anggotanya. Ketika salah satu bagian dari keluarga besar DWP DLH mengalami duka, organisasi hadir secara nyata sebagai pilar pendukung moral. Hubungan emosional yang erat inilah yang melandasi pentingnya kepedulian sosial di dalam internal organisasi. Sebagai wujud nyata dari implementasi visi dan misi tersebut, pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 19.00 WITA, perwakilan pengurus DWP Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, melaksanakan kunjungan duka cita. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP DLH Kabupaten Toli-Toli, Ny. Dwi Astuti Didi, dengan didampingi oleh Sekretaris beserta pengurus DWP DLH hadir memberikan penguatan berjumlah 7 orang.alamat rumah duka di Jl. Malatuang , samping TK Pembina , Kecamatan Baolan, Kabupaten Toli-Toli. Kunjungan ini ditujukan untuk melayat atas berpulangnya ayahanda tercinta dari salah satu pengurus DWP, Ibu Rina Rotikan, yaitu almarhum Bapak Agus Rotikan. Tujuan Kunjungan Kunjungan kasih ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk Menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam secara langsung dari keluarga besar DWP DLH Kabupaten Toli-Toli kepada Ibu Rina Rotikan dan keluarga besar yang ditinggalkan. Memberikan penghiburan, kekuatan psikologis, dan dukungan moril agar anggota yang sedang berduka diberikan ketabahan serta keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.dan Mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antar pengurus. membuktikan bahwa DWP hadir dalam setiap fase kehidupan anggotanya, baik dalam suasana suka maupun duka.Suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti pertemuan malam ini. Kehadiran pengurus disambut hangat oleh Ibu Rina Rotikan beserta keluarga besar di tengah kedukaan mereka.Di sela-sela kunjungan tersebut, Ketua DWP DLH Kabupaten Toli-Toli, Ny. Dwi Astuti Didi, menyampaikan untaian kata penghiburan. Beliau secara personal memeluk dan menguatkan Ibu Rina Rotikan, sembari mendoakan agar almarhum Bapak Agus Rotikan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keteguhan iman.Selain memberikan penguatan kepada yang berduka, Ny. Dwi Astuti Didi juga memberikan apresiasi mendalam kepada para pengurus yang ikut melayat. Beliau menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kerelaan waktu para ibu pengurus yang telah menyempatkan diri hadir pada malam hari di sela kesibukan masing-masing. Kehadiran ini menjadi bukti konkret betapa kuatnya rasa empati dan solidnya komitmen kepengurusan DWP DLH Kabupaten Toli-Toli.Kegiatan takziah ini berjalan dengan lancar dan penuh keharuan. Melalui momentum ini, DWP DLH Kabupaten Toli-Toli kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai organisasi profesi istri ASN, melainkan sebagai sebuah keluarga utuh yang saling menopang, peka terhadap sesama, dan senantiasa berpijak pada nilai nilai kemanusiaan yang luhur.
Menyampaikan informasi kegiatan kunjungan Darma Wanita Persatuan ( DWP) yang dilaksanakan pada : Hari/tanggal : Selasa, 04 Agustus 2026 Pukul : 09.00 wib s.d Selesai Tempat : Posyandu Mekar 2 jalan belly Kpn Asem Rw 09 Kelurahan Cijantung Kecamatan Pasar Rebo Kota Administrasi Jakarta Timur Kegiatan : Gebyar Posyandu
Anggota DWP kecamatan buahdua mengikuti kegiatan senam sehat yang diselenggarakan oleh desa mekarmukti dan bertempat di dusun citunggul serta diikuti oleh warga masyarakat sekitar
(E.VII) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SEKOLAH SMAN 16 BANDUNG CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Pemeliharaan Pohon Mangga Hari, Tanggal : Selasa, 4 Agustus 2026 Waktu : 08.00 s.d 10.30 WIB Tempat : Jalan Sukaresmi Bidang : sosial budaya Judul : Menanam Pohon yang Produktif Jumlah Partisipan : 4 orang. Pengurus yang hadir 1 orang. Ibu Siti Nurhayati (Bidang E-Reporting) Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana SMAN 16 Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat mengadakan kegiatan pemeliharaan pohon mangga pada hari Selasa, 4 Agustus 2026 pada pukul 08.00 sampai pukul 10.30 WIB Bertempat di Jalan Sukaresmi. Jumlah partisipan yang hadir dalam kegiatan pemeliharaan pohon mangga sebanyak 4 orang, dan Pengurus DWP SMAN 16 Bandung yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 1 orang. Pohon mangga adalah tanaman buah tahunan berukuran besar yang berasal dari wilayah sekitar India dan Myanmar, memiliki nama ilmiah Mangifera indica, dan termasuk dalam suku suku Anacardiaceae. Tanaman ini sangat populer di daerah tropis karena menghasilkan buah yang manis dan segar. Pemeliharaan pohon mangga meliputi penyiraman rutin, pemupukan berkala, dan pemangkasan dahan. Perawatan yang baik membuat pohon tumbuh subur dan cepat berbuah Rangkaian kegiatan : Dalam kegiatan pemeliharaan pohon mangga, peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) sangat penting sebagai penggerak, pendamping, dan pengembang program di lingkungan anggota maupun masyarakat. Adapun uraian kegiatannya sebagai berikut : 1. Penyiraman: tanaman diberi air sekali seminggu pada sore hari agar tidak cepat menguap. 2. Pemangkasan: Potong ranting yang kering atau mati agar nutrisi fokus ke buah. 3. Pembasmian Hama: Semprot obat Hama jika ada serangga perusak daun atau buah Tujuan: Tujuan utama anggota Dharma Wanita melakukan pemeliharaan tanaman mangga adalah untuk mendukung penghijauan lingkungan, mewujudkan ketahanan pangan keluarga, serta mempererat kebersamaan antaranggota. Penghijauan Lingkungan membuat suasana area pekarangan menjadi lebih rindang, sejuk, asri, dan nyaman, juga untuk memanfaatkan ruang atau lahan tidur agar bernilai guna tinggi dan ramah lingkungan. Selain itu untuk menyediakan sumber buah segar mandiri yang hasil panennya dapat dikonsumsi keluarga atau diolah kembali. Harapan: * Harapan setelah melakukan pemeliharaan tanaman mangga adalah agar tanaman tumbuh subur, berbuah lebat, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta kesejahteraan keluarga Pembuat laporan : Ny. Eka Toto Suharya