PENGUMPULAN MINYAK JELANTAH Pada Hari Senin Tanggal 26 Oktober 2026 Perwakilan UP DWP PDAM Kota Salatiga Mengirimkan Hasil pengumpulam Minyak Jelantah yang terkumpul 9,2 liter minyak Jelantah dan dikirim ke Dinas Lingkungan Hidup Kegiatan inii juga Rutin di Laksanakan Oleh Anggota DWP PDAM sebagai Wujud Mensukseskan Program dan Ikut Berperan dalam Kegiatan Peduli Lingkungan Bagi Seluruh Anggota DWP PDAM Kota Salatiga.
ACARA BA MANDI MANDI 7 BULANAN. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Barito Kuala Dharma Wanita Sekreta riat DPRD Kabupaten Barito Kuala menghadiri acara Ba mandi Mandi puteri Ny Noormiliyani SH pada Hari Jum at 02 Oktober 2026 pukul 14.00 wit sampai selesai di kediaman beliau di Desa Bagus Marabahan. 1.KETERANGAN PROGRAM Dharma wanita Persatuan Sekretariat DPRD kabupa ten Barito Kuala menghadiri acara Ba mandi Mandi pada : 1. Hari/ Tanggal. : Jum at/02 Oktober 2026 2. Waktu. : 14.00 wit sampai selesai 3. Tempat. : Kediaman Ny Noormiliyani 4. Acara. : Ba mandi mandi 5. Program. : DWP Sekretariat DPRD kabupaten Barito Kuala 6. Partisipan. : 80 orang Acara Ba mandi mandi 7 Bulanan kehamilan dihadiri oleh staff Ahli Bupati dan istri,Asisten dan istri,kepala Dinas dan ketua ketua DWP Unsur Pelaksana,tokoh masyarakat,ulama dan masyarakat umum lainnya.DWP Sekretariat DPRD kabupaten Barito Kuala diwakili oleh ketuanya Ny Erly Lesmariati M Haris. II. LATAR BELAKANG Pada Adat Banjar, acara 7 bulanan namanya *Ba-Mandi-Mandi / Bapalas Tujuh Bulan / Tingkeban* - tujuannya selamatan ibu & bayi biar selamat sampai lahiran. III. *RANGKAIAN ACARA BA-MANDI-MANDI 7 BULANAN ADAT BANJAR* *1. Persiapan* - Hari ditentukan yang baik (biasanya hari Selasa / Jumat) - Disiapkan: 7 sarung tapih, air 7 kumpai / 7 sungai, bunga 7 rupa, mayang pinang, beras kuning, lilin, benang jawat *2. Pembukaan - Doa Selamatan* - Kumpul keluarga besar - Dibacakan *Syair Maulid Habsy* + *Doa Tolak Bala* oleh Tetuha / Kaum - Ibu hamil duduk di tengah dikelilingi 7 sarung batik Sasirangan *3. Ba-Urut & Ba-Lulur* - Ibu diurut halus oleh dukun beranak / bidan kampung - Dilulur dengan bedak dingin + beras kuning *4. Inti Acara - Mandi 7* - Ibu diselimuti 7 lapis sarung tapih, tiap lapis dibuka oleh 1 orang sesepuh sambil berdoa: _"Mudahan selamat, mudah lahirannya, anak jadi anak saleh/salehah"_ - Disiram air kembang 7 rupa dari atas kepala sampai kaki, diambil dari 7 sumber air - Jumlah siraman biasanya 7 gayung, tiap gayung diselingi selawat *5. Ba-Palas / Memecahkan Kendi* - Ibu menahan kendi / tempayan kecil pakai kaki, lalu kendi dipecahkan - Maknanya: memecah kesulitan, biar jalan lahiran lancar *6. Berganti Pakaian Baru* - Ibu ganti baju baru (biasanya kebaya putih + tapih baru) - Dililit benang jawat 7 lilitan di perut, lalu diputus *7. Penutup - Ba-Pidara & Makan Bersama* - Dibagi *wadai 7 macam*: apam, cucur, ketupat, klepon dll - Makan besamaan nasi kuning + ayam panggang - Tamu diberi berkat untuk dibawa pulang, isinya nasi + telur + uang receh (sedekah tolak bala) *Makna Pentingnya:* Unsur Makna Angka 7 Kesempurnaan, 7 lapis langit, 7 bulan kandungan sudah sempurna Air 7 sumber Membersihkan lahir batin 7 Sarung Melindungi ibu & bayi Kendi pecah Membuka jalan rezeki & lahir *Catatan Adat Pagatan / Kusan Hilir:* Di Pagatan biasanya ditambah *Bausung / Baayun* kecil + baca *Surah Yusuf / Maryam* biar anak ganteng/cantik akhlaknya. III. MANFAAT KEGIATAN 1. Kegiatan merupakan adat istiadat Urang Banjar yang diwariskan secara turun temurun, 2. Kegiatan merupakan bentuk rasa syukur yang berlaku pada masyarakat adat Banjar, 3. Kegiatan merupaka. peristiwa budaya yang menjadi kekayaan budaya nusantara 4. Kegiatan merupakan promo kebudayaan yang efektif bagi generasi muda dan suku lain, 5, Kegiatan dilaksanaan dengan nuansa Islami 6. Kegiatan dapat dijadikan sebagai bahan laporan Ereporting, IV .PENUTUP Laporan Ereporting ini ditulis oleh admin Ereporting DWP Sekretariat DPRD Kabupaten Barito Kuala Erly Lesmariati S Pd.
#DWPTertibAdministrasi Dalam setiap kegiatan, DWP Bapenda Bidang Sekretariat bertanggung jawab untuk menghimpun, menyeleksi, mengedit, dan mengarsipkan foto serta video kegiatan agar sesuai standar e-Reporting DWP Pusat/Provinsi. Mengupload foto terpilih ke aplikasi E-Reporting DWP. - Menuliskan narasi singkat pada setiap foto (keterangan kegiatan, tempat, dan hasil). - Memastikan setiap kegiatan memiliki minimal 3 foto dokumentasi.
Laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. Mengikuti kegiatan Pengajian Majelis Taklim Mubarokah Pendopo Sukabumi. Kegiatan Bidang Sosial Budaya, Program Kerja Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Takwa. Pada hari Rabu tanggal 7 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB sd. selesai di Aula Pendopo Sukabum. DWP Dinas Pertanian yang diwakili oleh ibu Ketua DWP Dinas Pertanian ibu Atis Aep telah mengikuti Pengajian Majelis Taklim Mubarokah Pendopo Sukabumi. Pengajian diisi dengan materi berjudul 4 Amalan Yang Membuat Hati Lebih Mudah Mendapatkan Cahaya Iman. Materi disampaikan oleh Ustadz KH. Husni Thamrin, MA. Berikut uraian materi pengajian : 4 Amalan Yang membuat Hati Lebih Mudah Mendapatkan Cahaya Iman. Amalan ke 1 yaitu mengurangi makan, dalam QS. Al-A'raf : 31 ditekankan untuk kita agar tidak makan secara berlebihan, makan secukupnya agar kita mudah dan kuat untuk beribadah. Mengurangi makan menjadikan hati lebih ringan untuk ibadah. Amalan ke 2 yaitu mengurangi tidur, dalam QS. Adz-Dzariyat : 17-18 dan QS. Al-Muzzammil : 2, mengurangi tidur untuk tahajud, dzikir dan ibadah malam lainnya tanpa berlebihan, kita perlu juga mencukupi tidur, dengan mengurangi tidur akan lebih banyak waktu untuk ibadah kepada Allah SWT. Amalan ke 3 yaitu mengurangi pergaulan dan maksiat, dalam QS. Hud : 113 perumpamaan berteman dengan teman yang sholeh dan berteman dengan teman yang tidak baik bagaikan orang yang membawa minyak kasturi dengan orang yang meniup tungku asap, perbanyak berteman dengan orang sholeh, ulama, ahli dzikir dan orang yang mengingatkan kepada Allah sehingga iman kita lebih terjaga. Amalan ke 4 yaitu mengurangi bicara, dalam QS. Qaf : 18 mengurangi bicara yang tidak ada mamfaatnya atau lebih baik diamdaripada bicara yang tidak bermanfaat sehingga dosa lisan kita jauh terjaga. Jadi kalau kita ingin hati bersinar dengan cahaya iman dan hidup beribadah kepada Allah Yang Maha Suci kita harus belajar mengendalikan diri sebab cahaya iman tidak diukur dari banyaknya amal tapi juga dari mengurangi perkara yang menyebabkan hati gelap. Pengajian Majelis Taklim Mubarokah Pendopo Sukabumi diselenggarakan oleh TP PKK Kab. Sukabumi bekerjasama dengan DWP Kab. Sukabumi. Diikuti oleh jamaah dari masyarakat sekitar Pendopo Sukabumi juga perwakilan anggota DWP OPD, DWP Kecamatan dan PKK se-Kabupaten Sukabumi.
Kota Bengkulu, Dalam rangka mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi, MTsN 1 Kota Bengkulu melaksanakan kegiatan Jumat Berkah melalui makan bersama seluruh warga madrasah, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di ruang kantor guru tersebut diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari Kepala Madrasah (Kamad), Wakil Kepala Madrasah, para guru, tenaga tata usaha (TU), hingga satpam, petugas kebersihan, dan penjaga sekolah. Kegiatan Jumat Berkah ini terlaksana berkat infaq yang dikumpulkan dari para guru yang mengajar di MTsN 1 Kota Bengkulu. Infaq tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk hidangan makan bersama sebagai sarana berbagi dan mempererat kebersamaan di lingkungan madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Ny. Ritasari Fahrurrazi, turut hadir dan mengikuti kegiatan makan bersama. Kehadirannya merupakan bentuk dukungan DWP terhadap kegiatan sosial dan kebersamaan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah, sekaligus mewakili Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Ny. Novi Zusrianti Nopian. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kebersamaan antara pimpinan, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur pendukung madrasah menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan saling peduli. Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, diharapkan semangat berbagi, kepedulian, dan kebersamaan dapat terus tumbuh serta menjadi budaya positif di lingkungan madrasah.
PENGAJIAN RUTIN DWP Kota Salatiga Pada Hari Kamis Tanggal 22 Oktober 2026 telah di selenggarakan kegiatan Pengajian Rutin di Ruang Tamansari Lt 4 Gd Setda Kota Salatiga Mubaligh : Drs .H . Darmanto ,SE., M.P., M.M., Tema : Perempuan Cerdas ,Keluarga Berdaya Melalui Penguatan Literasi ZIS ( Zakat ,Infak ,dan Sedekah) yang di hadiri 25 UP perwakilan termasuk UP DWP PDAM Kota Salatiga .Kegiatan ini di maksudkan agar anggota juga mendapatkan Ilmu serta manfaat dalam Kegiatan Rutin Pengajian serta dapat berbagi ilmu nya kepada seluruh anggota DWP PDAM Kota Salatiga.
DWP Kecamatan Glenmore Mengikuti Jalan Sehat, Senam Bersama, dan Santunan Kaum Dhuafa
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Glenmore mengikuti rangkaian kegiatan Jumat Sehat, Jalan Sehat, Senam Bersama, serta Jumat Sedekah. Pada kesempatan kali ini Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Glenmore turut berpartisipasi dalam kegiatan Hari Jumat Sehat yang diisi dengan kegiatan jalan sehat, senam bersama, dan pemberian santunan kepada kaum dhuafa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat 16 Oktober 2026 jam 06.30 WIB sampai dengan selesai, bertempat di halaman Kebun Banyuwangi Raya (Ex Kebun PT Glenmore/Besaran) Desa Margomulyo Kecamatan Glenmore. Diawali dengan jalan sehat bersama yang berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta mengikuti kegiatan ini untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan antaranggota dan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Forpimka Kecamatan Glenmore, Kepala Instansi se Kecamatan Glenmore beserta staffnya, Pengurus Dharmawanita persatuan (DWP) Kecamatan Glenmore, Korwilkersatdik, General Manager PT. Sinergi Gula Nusantara, Kepala Desa se Kecamatan Glenmore, pimpinan Perkebunan, pimpinan perbankan, Kepala Sekolah SMP/MTs/SMA/SMK/MA se kecamatan Glenmore dan Koordinator SPPG Wilayah Glenmore, Bhayangkari, Pewrsit Kartika Candrakirana, PKK, BPD dan LPMD.
Jumat sehat ini diawali dengan jalan sehat bersama yang dibuka oleh Camat Glenmore. Setelah jalan sehat melalui rute sejauh 1,5 km para peserta dihimbau untuk menyalurkan Sebagian besar rejekinya pada kotak amal untuk Jumat Bersedekah. Setelah itu dilanjutkan dengan Santunan untuk kaum dhuafa yang merupakan masyarakat sekitar. Ibu Ketua DWP Kecamatan Glenmore turut serta menyerahkan Santunan kepada kaum dhuafa tersebut. Sebagai wujud kepedulian dan rasa syukur, kegiatan pemberian santunan kepada kaum dhuafa diharapkan terus dapat dilakukan. Santunan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan penerima serta menjadi bentuk nyata kepedulian dan kasih sayang kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang dipimpin oleh instruktur yang berkompeten dan diikuti dengan antusias oleh para peserta. Suasana penuh keceriaan dan kekompakan menambah semangat para peserta dalam menerapkan pola hidup sehat dan aktif. Setelah kegiatan senam bersama dilanjutkan dengan kegiatan ramah Tamah di Aula Kebun Banyuwangi Raya. Partisipasi DWP Kecamatan Glenmore dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan Hari Jumat Sehat dan Bersedekah, diharapkan semangat hidup sehat, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, harmonis, dan Sejahtera. Acara ini dilaksanakan setiap hari Jumat kedua setiap bulannya dengan lokasi yang berbeda-beda di lingkup instansi se Kecamatan Glenmore. Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi dan kebersamaan Membangun kekompakan, keakraban, serta semangat gotong royong antarpegawai, unsur Forpimka, dan Masyarakat.
#DWPKreatif pada hari Jumat, 23-10-2026, DWP Bapenda bidang sekretariat melaksanakan Rapat Pengurus dan Melaksanakan rapat koordinasi pengurus DWP Bapenda untuk membahas sisa program kerja yang akan di jalankan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DWP, Wakil Ketua, dan Pengurus Bidang untuk Pembahasan rencana kegiatan bulan di akhir tahun dan evaluasi kegiatan sebelumnya. Pembahasan jg meliputi Penyusunan dan Pengelolaan E-Reporting yang akan berakhir di awal bulan Desember. Menghimpun laporan dari masing-masing bidang (Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya). Melakukan input laporan kegiatan ke dalam aplikasi E-Reporting DWP. Melakukan verifikasi kelengkapan data dan dokumentasi foto kegiatan. - Salah satu kegiatan yang dilaporkan adalah *Pengelolaan Pojok Kantin DWP Bapenda* sebagai program bidang Ekonomi yang dikelola bersama bidang Sekretariat. Melakukan Dokumentasi dan Publikasi dengan cara - Mengumpulkan dan merapikan dokumentasi foto setiap kegiatan DWP. - Menyimpan arsip digital kegiatan sebagai bahan laporan. - Menyiapkan materi publikasi kegiatan untuk grup DWP. Kegiatan ini diharapkan dapat: - Tertibnya administrasi surat dan arsip DWP Bapenda. - Tersusunnya data keanggotaan yang update. - Terlaksananya input E-Reporting tepat waktu dan lengkap. - Terjalinnya koordinasi yang baik antar bidang dalam pengumpulan laporan. - Tersedianya dokumentasi kegiatan yang rapi sebagai bukti fisik pelaksanaan program kerja.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bondowoso
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ijen telah mengikuti kegiatan
Bidang Sekretariat
Program : Rapat Kerja, Programn Pembinaan Hubungan keluar
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bondowoso
2. Hari / Tanggal : Kamis, 22 Oktober 2026
3. Pukul : 08.00 Wib - selesai
4. Peserta : 130 orang ( Ketua DWP Kecamatan dan OPD Sekretaris DWP Kecamatan dan OPD,
serta Anggota DWP Kecamatan dan OPD
5. Lokasi : Pendopo Bupati Bondowoso
6. Acara : Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bondowoso dan Pelatihan "JEPRET CANTIK".
KELAS KREATIF FOOD STYLING DAN KONTEN PROMOSI MELALUI MEDIA SOSIAL
Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan
3. Laporan Bidang - bidang, Sekretaris, Bidang Ekonomi, BIdang Pendidikan, dan Bidang Sosial
4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabu[aten Bondowoso
5. Absensi
6. Laporan Ketua Panitia
7. Doa
8. Pelatihan JEPRET CANTIK
9. Penutup
Tujuan dari kegiatan ini adalah Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bondowoso melaksanakan kegiatan Rapat Kerja yang dirangkaikan dengan pelatihan kreatif bertajuk “Jepret Cantik: Kelas Kreatif Food Styling dan Konten Promosi melalui Media Sosial” pada tanggal 22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya DWP Kabupaten Bondowoso dalam meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan keterampilan anggotanya, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana komunikasi, promosi, dan pengembangan potensi usaha.Kegiatan menghadirkan Bapak Rizky Adhitya Nugroho, Dosen Program Studi Bisnis Digital Politeknik Negeri Jember, sebagai narasumber, dengan peserta sebanyak 130 orang ibu anggota DWP unsur pelaksana OPD dan kecamatan. Kehadiran narasumber dari bidang bisnis digital memberikan perspektif yang relevan dengan perkembangan komunikasi dan pemasaran saat ini, terutama mengenai pentingnya kekuatan visual dalam memperkenalkan produk maupun kegiatan kepada masyarakat. Pelatihan tidak hanya membahas bagaimana mengambil gambar menggunakan kamera atau telepon pintar, tetapi juga mengajak peserta memahami bahwa sebuah foto yang baik membutuhkan konsep. Penempatan objek, pencahayaan, warna, latar belakang, sudut pengambilan gambar, hingga cara menyajikan foto di media sosial merupakan bagian yang saling berkaitan. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan tidak lagi memandang kegiatan memotret sebagai sekadar mengambil gambar, melainkan sebagai bagian dari proses menyampaikan pesan.Rapat kerja DWP Kabupaten Bondowoso menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan organisasi. Rapat kerja bukan hanya menjadi forum untuk menyampaikan rencana kegiatan, tetapi juga menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah kegiatan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.Dalam perkembangan saat ini, organisasi dituntut untuk mampu mengikuti perubahan cara masyarakat berkomunikasi. Informasi tidak lagi hanya disampaikan melalui pertemuan secara langsung atau media cetak. Media sosial telah menjadi salah satu ruang utama masyarakat untuk memperoleh informasi, melihat produk, mencari inspirasi, membangun jejaring, dan menentukan pilihan.Kondisi tersebut membuka peluang bagi DWP untuk mengembangkan pola komunikasi yang lebih kreatif. Berbagai kegiatan organisasi, potensi anggota, produk usaha, kegiatan sosial, kuliner, kerajinan, maupun program pemberdayaan dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik melalui media digital.Karena itu, penguatan kapasitas anggota di bidang komunikasi visual dan konten digital menjadi relevan. Kemampuan membuat foto yang menarik dan menyampaikan informasi secara sederhana dapat mendukung kegiatan organisasi sekaligus memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Rapat kerja dan pelatihan yang dilaksanakan pada kesempatan tersebut menjadi dua kegiatan yang saling melengkapi. Rapat kerja memperkuat sisi organisasi dan perencanaan, sedangkan pelatihan memberikan keterampilan praktis yang dapat mendukung pelaksanaan program dan publikasi kegiatan Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan adalah “Jepret Cantik”, yaitu kelas kreatif yang mengajarkan peserta bagaimana menghasilkan foto yang lebih menarik, khususnya untuk kebutuhan food styling dan promosi.Di era media sosial, sebuah foto sering kali menjadi hal pertama yang dilihat sebelum seseorang membaca informasi secara lebih lengkap. Ketika sebuah produk makanan ditampilkan dengan foto yang kurang menarik, calon konsumen dapat kehilangan ketertarikan meskipun produk tersebut sebenarnya memiliki kualitas yang baik.Sebaliknya, foto yang tertata dengan baik dapat membangun perhatian dan memberikan gambaran mengenai kualitas produk. Foto makanan yang menggugah selera, misalnya, tidak hanya bergantung pada jenis makanan yang difoto. Cara makanan tersebut ditata, pilihan alas atau properti, pencahayaan, warna, sudut pengambilan gambar, dan komposisi turut menentukan hasil akhirnya.Peserta diajak memahami bahwa membuat foto yang menarik tidak selalu membutuhkan peralatan mahal. Telepon pintar yang dimiliki sehari-hari dapat menjadi alat yang cukup efektif apabila digunakan dengan teknik yang tepat.Hal yang paling penting adalah memahami prinsip dasar fotografi dan mampu melihat objek dari sudut pandang yang tepat.Salah satu materi penting dalam fotografi produk dan food styling adalah composition atau komposisi.Komposisi berkaitan dengan bagaimana berbagai elemen di dalam sebuah gambar ditempatkan sehingga terlihat seimbang dan nyaman dipandang. Dalam foto makanan, misalnya, makanan menjadi objek utama. Elemen lain seperti piring, sendok, gelas, kain, bunga, bahan makanan, atau ornamen tambahan berfungsi sebagai pendukung.Kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak benda ke dalam satu foto. Keinginan untuk membuat foto terlihat menarik justru dapat membuat perhatian penonton terpecah. Foto menjadi ramai dan objek utama tidak lagi menjadi pusat perhatian.Melalui pelatihan, peserta diajak memahami bahwa tidak semua benda harus dimasukkan ke dalam frame. Properti digunakan secukupnya untuk membantu membangun suasana dan memperkuat cerita visual.Komposisi yang baik juga mempertimbangkan ruang kosong atau negative space. Ruang kosong bukan berarti bagian foto yang tidak berguna. Justru ruang tersebut dapat memberikan keseimbangan dan membuat objek utama terlihat lebih menonjol.Dalam kebutuhan promosi, ruang kosong juga dapat dimanfaatkan untuk menempatkan tulisan, harga, logo, atau informasi singkat mengenai produk. Dengan demikian, foto dapat berfungsi sekaligus sebagai materi visual untuk media sosial maupun marketplace.Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya menentukan objek utama sebelum mengambil gambar. Pertanyaan sederhana seperti “Apa yang ingin saya tunjukkan?” dapat membantu menentukan komposisi. Jika yang ingin ditonjolkan adalah makanan, maka perhatian tidak boleh justru lebih banyak tertuju pada dekorasi.Selain komposisi, lighting atau pencahayaan menjadi unsur penting dalam menghasilkan foto yang baik.Cahaya membantu memperlihatkan bentuk, tekstur, warna, dan detail sebuah objek. Dalam foto makanan, pencahayaan yang tepat dapat membuat makanan terlihat lebih segar dan memiliki tekstur yang lebih jelas.Peserta diberikan pemahaman bahwa cahaya alami dapat dimanfaatkan secara maksimal. Memotret di dekat jendela pada waktu yang tepat dapat menghasilkan pencahayaan yang lembut dan cukup menarik. Namun, cahaya yang terlalu keras juga perlu diperhatikan karena dapat menghasilkan bayangan yang terlalu kuat.Penggunaan cahaya bukan sekadar membuat objek menjadi terang. Cahaya juga dapat digunakan untuk membangun suasana. Cahaya yang lembut dapat memberikan kesan hangat dan natural, sementara pencahayaan yang lebih kontras dapat memberikan karakter yang berbeda.Dalam praktiknya, peserta perlu mencoba beberapa posisi. Objek dapat diletakkan menghadap sumber cahaya, dari samping, maupun dengan pengaturan tertentu agar mendapatkan bayangan yang sesuai.Yang perlu dihindari adalah mengambil gambar dengan sumber cahaya yang tidak terkendali sehingga objek menjadi terlalu gelap atau justru terlalu terang. Penggunaan lampu kilat secara langsung juga perlu dipertimbangkan karena dapat membuat foto makanan terlihat datar dan menghasilkan pantulan yang tidak diinginkan.Materi berikutnya yang tidak kalah penting adalah color tone atau nuansa warna.Warna memiliki pengaruh besar terhadap kesan sebuah foto. Foto makanan dengan warna yang hangat, misalnya, dapat memberikan kesan nyaman dan menggugah selera. Sementara warna yang lebih cerah dan bersih dapat memberikan kesan segar dan modern.Namun, pengaturan warna perlu dilakukan secara proporsional. Pengeditan yang terlalu berlebihan dapat membuat warna makanan terlihat tidak alami. Foto yang sebenarnya bagus dapat menjadi kurang meyakinkan apabila warna makanan berubah terlalu jauh dari kondisi sebenarnya.Dalam konteks promosi, konsistensi warna juga dapat membantu membangun identitas. Apabila sebuah akun media sosial memiliki karakter visual yang konsisten, masyarakat akan lebih mudah mengenali kontennya.Karena itu, peserta diajak untuk tidak sekadar mengejar foto yang “bagus”, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian warna dengan objek, pesan, dan identitas yang ingin dibangun.Dalam pelatihan juga dibahas berbagai hal yang sebaiknya dilakukan dan dihindari ketika membuat konten.Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain memilih objek utama dengan jelas, menjaga kebersihan latar, menggunakan pencahayaan yang cukup, memperhatikan komposisi, menjaga warna tetap natural, serta memastikan foto tidak buram.Sementara itu, beberapa hal yang perlu dihindari antara lain penggunaan properti secara berlebihan, latar belakang yang terlalu ramai, pencahayaan yang terlalu keras, penggunaan filter secara berlebihan, tulisan yang terlalu banyak, serta pengambilan foto tanpa memperhatikan kebersihan objek.Untuk foto makanan, kebersihan menjadi bagian yang sangat penting. Piring, meja, alat makan, maupun properti yang digunakan harus terlihat bersih. Detail kecil yang terabaikan dapat memengaruhi kesan keseluruhan.Dalam membuat konten promosi, peserta juga perlu menghindari kecenderungan memenuhi satu gambar dengan terlalu banyak informasi. Foto yang baik seharusnya memberikan perhatian pertama kepada produk, kemudian informasi pendukung dapat disampaikan melalui teks atau keterangan.Prinsip sederhananya adalah jelas, bersih, menarik, dan tidak berlebihan.Salah satu pembahasan yang relevan dalam pelatihan adalah perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi.Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan dan Pelatihan JEPRET CANTIK ditutup dengan bacaan hamdalah dan ucapan salam oleh pembawa acara
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Poltekkes Kemenkes Semarang menyelenggarakan bazar dalam rangka Puncak Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Lapangan Utama Kampus 1 Poltekkes Kemenkes Semarang. Bazar dilaksanakan dengan melibatkan pengurus dan anggota DWP dalam penjualan makanan, minuman, serta produk usaha kepada keluarga besar kampus yang mengikuti kegiatan. Penyelenggaraan bazar ini menjadi sarana pemberdayaan ekonomi anggota, promosi produk UMKM, serta pengembangan pendapatan organisasi. Melalui kegiatan tersebut, DWP turut memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat silaturahmi, kerja sama, dan semangat gotong royong di lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang.