Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 06.00 WITA, bertempat di Pasar Rakyat Sansarino, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Tojo Una-Una mengikuti kegiatan Senam Sehat Bersama yang dilaksanakan oleh DWP Kabupaten Tojo Una-Una. Melalui kegiatan senam bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan langkah strategis yang efektif. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga membangun kebersamaan, meningkatkan mood, dan mempererat silaturahmi antaranggota.
Rapat internal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan pasca pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan IVA Test, dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2026 Pukul 14.00 Wita di ruang sekretaris dinas kesehatan. Rapat ini dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan acara serta membahas agenda kegiatan selanjutnya. Rapat dipimpin langsung oleh ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Ny. Nasra Ahsan Zainuddin beserta jajaran pengurus. Pada rapat ini setiap pengurus yang terlibat dalam kepanitiaan kegiatan menyampaikan evaluasi pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas masing-masing. Secara umum ketua panitia pelaksana Ny.Triani Nastiti Sugeng melaporkan bahwa pelaksanaan acara berlangsung sukses dengan jumlah peserta sebanyak 140 orang dari 26 DWP SKPD yang mendaftarkan diri. selanjutnya rapat ini juga membahas agenda kerja selanjutnya serta koordinasi kepada seluruh koordinator bidang agar proaktif menghubungi anggotanya yang belum bisa berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan DWP Dinkes maupun Kegiatan-kegiatan DWP Kabupaten berikutnya. Jumlah partisipasi pengurus dalam kegiatan ini sebanyak 22 pengurus dari 45 pengurus yang ada. Semoga rapat konsolidasi ini membuat para pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatanlebih solid dan lebih proaktif dalam setiap kegiatan-kegiatan selanjutnya.
Kegiatan pelepasan tukik atau anak penyu dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jepara di kawasan Taman Nasional Karimunjawa pada hari Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Pelepasan tukik dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem laut. Bekerja sama dengan Dinsospermasdes yang juga memiliki kegiatan Jepara Care. Begitu halnya dengan slogan DWP Kabupaten Jepara dalam DWP Peduli. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh 30 peserta yang hadir. Rombongan DWP Kabupaten Jepara hadir bersama pengurus DWP Kecamatan Karimunjawa. Kegiatan juga dihadiri oleh Penasehat DWP Kabupaten Jepara, Ibu Laila Saidah Witiarso. Ketua DWP Kabupaten Jepara, Ibu Erna Ary Bachtiar turut hadir mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Suasana kegiatan berlangsung penuh kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Pelepasan tukik dilakukan langsung di area pesisir kawasan konservasi Karimunjawa. Jumlah tukik yang dilepaskan ke laut sebanyak 100 ekor. Seluruh peserta tampak bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Tukik yang dilepas merupakan hasil penangkaran yang dikelola secara khusus oleh petugas konservasi. Penangkaran tukik merupakan salah satu aktivitas penting yang dilakukan di kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Kegiatan konservasi tersebut bertujuan menjaga kelestarian populasi penyu di habitat aslinya. Penyu termasuk satwa yang dilindungi karena keberadaannya semakin berkurang. Oleh karena itu pelestarian penyu menjadi perhatian penting pemerintah dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut rombongan DWP Kabupaten Jepara disambut dengan baik oleh petugas taman nasional. Petugas memberikan penjelasan mengenai program konservasi yang dijalankan di kawasan tersebut. Seluruh peserta mendengarkan penjelasan dengan penuh perhatian. Petugas yang bertugas di kawasan tersebut merupakan unit pelaksana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Mereka memiliki tanggung jawab dalam mengelola kawasan konservasi. Selain itu mereka juga bertugas melindungi dan mengawasi ekosistem darat maupun perairan di wilayah Taman Nasional Karimunjawa. Kawasan tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang sangat penting untuk dijaga. Petugas juga menjelaskan mengenai jenis-jenis penyu yang dilindungi di Indonesia. Penjelasan tersebut memberikan wawasan baru bagi para peserta kegiatan. Beberapa jenis penyu yang dijelaskan antara lain penyu hijau dan penyu sisik. Kedua jenis penyu tersebut termasuk satwa yang dilindungi keberadaannya. Petugas juga menjelaskan proses penangkaran tukik hingga siap dilepaskan ke laut. Proses penangkaran dilakukan dengan sangat hati-hati agar tukik dapat tumbuh dengan baik. Tukik yang baru menetas dirawat terlebih dahulu sebelum dilepas ke habitat aslinya. Hal tersebut dilakukan agar tingkat kelangsungan hidup tukik menjadi lebih tinggi. Peserta terlihat sangat tertarik mendengarkan penjelasan mengenai konservasi penyu. Kegiatan edukasi tersebut memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta. Setelah penjelasan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan proses pelepasan tukik ke laut. Pelepasan dilakukan secara bersama-sama oleh Penasehat DWP, Ketua DWP Kabupaten Jepara, pengurus DWP Kabupaten Jepara dan pengurus DWP Kecamatan Karimunjawa. Cara melepaskan tukik adalah dengan menghadapakan anak penyu tersebut ke arah kita, dengan maksud agar suatu hari nanti ketika mereka sudah dewasa dan bertelur akan kembali lagi. Saat dihadapkan ke arah kita, diharapkan dia mengenali lingkungan dimana dia lahir dan ditangkarkan sebagaimana rumahnya. Para peserta tampak bahagia saat melepas tukik menuju lautan lepas. Anak-anak penyu tersebut bergerak perlahan menuju air laut. Momen pelepasan tukik menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi seluruh peserta. Suasana pantai terlihat indah dan mendukung jalannya kegiatan konservasi tersebut. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan DWP terhadap pelestarian lingkungan hidup. Selain itu kegiatan tersebut mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Penyu memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem laut agar tetap sehat. Oleh sebab itu keberadaan penyu harus dijaga bersama-sama. Kegiatan pelepasan tukik juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi para pengurus DWP. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi alam. Rombongan DWP Kabupaten Jepara merasa senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Kebersamaan antara DWP Kabupaten dan DWP Kecamatan Karimunjawa juga semakin terjalin dengan baik. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh makna. Para peserta mengabadikan momen kegiatan melalui dokumentasi bersama. Kegiatan pelepasan tukik ini memberikan pengalaman yang bermanfaat dan inspiratif bagi seluruh peserta. DWP Kabupaten Jepara berharap kegiatan pelestarian lingkungan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. Kegiatan selesai pada pukul 16.30 WIB dalam suasana penuh kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Bu Mindarti selaku Perwakilan Dharma Wanita Persatuan RSUD Campurdarat dr Karneni pada Hari Jumat tanggal 8 Mei 2026 mengikuti kegiatan rutin Cafe Sampah di halaman Pendopo Kongasarum Kusumaningbangsa. Acara dimulai pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Acara ini diikuti oleh perwakilan seluruh anggota DWP se-Kabupaten Tulungagung baik itu unsur Dinas, Badan, Sekretariat Daerah, maupun Kecamatan. Ibu Wati menyerahkan 3 kantong kresek besar berisi kerdus bekas seberat 6 kilogram. Kerdus bekas ini didapat dari sisa penggunaan pegawai di rumah sakit. Cafe sampah atau Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat Pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis. Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi Barang Ekonomi. Saat ini sampah tidak hanya cukup dibuang pada tempatnya, namun juga perlu diolah menjadi sesuatu yang mempunyai manfaat dan nilai guna. Salah satu cara kreatif untuk mengolah sampah adalah dengan bank sampah yang menggunakan paradigma mencegah timbulnya sampah (reduce), menggunakan ulang sampah (reuse), serta mendaur ulang sampah (recycle) (Sriwijayanti, Hasanah, Munawarah, Ridho, & Sejatu, 2022). Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering rumah tangga, seperti plastik, kertas, kaleng, dan lain-lain yang menerapkan sistem konversi dari sampah menjadi uang, untuk meningkatkan partisipasi warga dalam memilah serta mendaur ulang sampah (Marwati, Savitri Noor, Laksmitawati, Nurhidayati, & Noor, 2022). Bank sampah memberikan dampak yang baik bagi masyrakat serta menghindari masyarakat dari paparan bakteri dan penyakit yang di akibatkan oleh tumpukan sampah yang tidak dapat dikelola secara baik dan benar. Keberadaan bank sampah secara perlahan dapat mengubah stigma masyarakat agar memaknai sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai yang dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai sekaligus mengurangi jumlah sampah nasional. Pentingnya peran program bank sampah, sehingga dalam pengelolaannya memerlukan perhatian serta kontribusi dari seluruh pihak agar tetap mampu menjaga kelestarian lingkungan (Hasbiah, Yustiani, & Permatasari, 2021; Muhtadi, 2017). Program bank sampah tentunya akan membawa dampak terhadap keberlanjutan pembangunan nasional. Kegiatan Bank Sampah ini sudah rutin dilaksanakan selama bertahun-tahun sebagai wujud kepedulian Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Tulungagung pada umumnya, dan RSUD Campurdarat dr Karneni pada khususnya terhadap lingkungan sekitar.
Dalam rangka pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan, terkait pelaksanaan sosialisasi kesehatan kepada anggota DWP SKPD Se kabupaten Kutai Timur, maka diadakan rapat pendahuluan secara online kepada semua pengurus pada tanggal 8 Mei 2026. Agenda pembahasan adalah persiapan pelaksanaan kegiatan. Rapat dipimpin oleh ketua DWP Dinkes Ny, Nasra Ahsan. Hadir dalam rapat virtual ini ibu kepala Dinas Kesehatan dr. Yuwana Srikurniawati, M.Si. beliau memberikan arahan terkait rencana kegiatan ini dan beliau mendukung kegiatan ini serta bersedia memberikan bantuan yang diperlukan. Hasil keputusan rapat menyepakati tanggal pelaksanaan kegiatan pada tanggal 13 Mei 2026, dengan sasaran peserta adalah anggota DWP SKPD Se Kabupaten Kutai Timur ( 3 orang perwakilan dari setiap DWP SKPD). HASIL KEPUTUSAN : Acara pelaksanaan sosialisasi dan pemeriksaaan IVA Test dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2026, di Aula Dinkes. Peserta adalah anggota DWP dari SKPD yang telah menikah. Setiap DWP SKPD mengirimkan peserta sebanyak 3 orang per SKPD, menyesuaikan dengan kapasitas ruang pertemuan (aula). Seluruh anggota DWP DINKES WAJIB HADIR,memakai baju batik orange DWP Narasumber kegiatan : dr. Sandry, Sp.OG Moderator : Sekretaris Dinkes Petugas pemeriksaan : Bidan/Perawat dari puskesmas Susunan panitia kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan IVA test : Penanggung jawab : Ny. Nasra Ahsan Ketua pelaksana : Ny. Triyani Nastiti Wakil Ketua : Ny. Saniah Asep Kuswali Sekretaris : Ny. Ika Muryani Nurkholis Koordinator Pemeriksaan : Ny. Astuti AS Anggota : Ny. Mastaniah Ny. Nurul Ahkam Kosasi Ny. Suhartini Jemmy Mende Koordinator perlengkapan : Ny. Husna Anggota Tim PTM Ny. Sitti Subaedah Yusuf Ny. Icha Ade Saputri Ali yahmi Koordinator konsumsi : Ny. Nunuk Sudarmiati Anggota Ny. Nurul hidayati Mardin L Ny. Tanti Herlina Pungki Y Ny. Agustina Purwanto Ny. Mutmainnah Muliyadi Koordinator acara : Ny. Harwati Mirwan Anggota Ny. Ploriska Ny. Sani Puspita Ny. Indah Akhmad Suryadi Ny. Dwi Amelia Dengan dilaksanakannya rapat persiapan ini, maka rencana kegiatan menjadi lebih terarah, terkontrol dan menjadi panduan dalam pelaksanaan agar kegiatan berjalan lancar dan sukses.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara mengikuti kegiatan pertemuan pada hari Rabu,13 Mei 2026 pada pukul 08.00 WITA sampai selesai. Kegiatan ini yang bertugas adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Dinas Kesehatan. Bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini di hadiri dari ibu ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Kehutanan sendiri bersama Ny.Endang Susilowaty Ardiansyah,Ny.Mustianah Rafiudin dan Ny. Ita Putra Fiad. Selain itu pula hadir juga Ny.Veronika Mahbub dari OPD Badan Pendapatan Daerah,Ny.Silvia Imran dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara,dihadiri pula Ny.Andi Yulia dan Ny.Hartini dari Dharma Wanita Persatuan Rumah Sakit umum Bahteramas.
Dalam Pertemuan Rutin Bulanan ini, Sosialisasi Kesehatan dengan Tema"Pencegahan Kanker Serviks". Tetapi sebelum memulai acara sosialisasi ini, laporan kegiatan pelaksanaan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Herti Wiharti Andi Edy. Kemudian sambutan diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Sambutan oleh PJ Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Tenggara Ny.Norma Aziza Fadhlansyah. Kegiatan ini di hadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara selaku penasihat,dr.Andi Edy Surahmat,SE,MM., Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Ny.Herty Winarti Andi Edy. Serta Kepala Cabang Prodia Kendari,yaitu Bapak Happy Pilas beserta team pemeriksa kesehatan.
Pertemuan ini dirangkaikan dengan pemeriksaan gratis meliputi pemeriksaan status gizi, tekanan darah,cek gula darah, kesehatan gigi dan pap smear,serta sosialisasi pencegahan kanker serviks oleh narasumber dr.Steven Ridwan,M.Kes,Sp.OG,Subsp.Onk. kegiatan ini di mulai jam 09.00 WITA pagi dibuka oleh Master Of Ceremony (MC) Ny.Asma Sultan dengan membuka acara dan dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan lagu Hymne Dharmawanita di pimpin oleh dirigen Ny.Anita Aditya. Pembacaan Doa oleh Ny.Umrah Kamarullah, dilanjutkan dengan laporan pelaksanaan oleh Ny. Herti Winarti Andi Edy. Dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting tidak hanya sebagai organisasi perempuan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mampu memberikan energi positif dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Dukungan Dharma Wanita Persatuan menjadi kekuatan moral bagi pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan yang penuh tantangan dan tanggung jawab. Keharmonisan keluarga dinilai berpengaruh besar terhadap kinerja aparatur,sehingga dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan menjadi kekuatan moral bagi pegawai dalam menjalankan tugas. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan ini mempererat silaturrahmi, meningkatkan kapasitas Anggota,serta menghadirkan kegiatan yang positif untuk di dukung. Dharma Wanita Persatuan menjadi organisasi yang aktif ,kreatif dan inovatif tidak hanya dalam kegiatan seremonial tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan sosial,edukasi Keluarga, pemberdayaan perempuan dan mendukung terhadap program pemerintah daerah.
Pejabat (PJ) Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Tenggara dalam sambutannya menekankan pentingnya kekuatan organisasi dan semangat saling mendukung Anggota. Organisasi yang baik tidak hanya berfokus pada program kerja,tetapi juga di bangun melalui kepedulian dan kebersamaan. Diharapkan kepada setiap Ketua OPD Dharma Wanita Persatuan Dinas unit masing masing sebagai sarana pemberdayaan sekaligus ajang silahturahmi. Beliau juga menegaskan pentingnya dukungan seluruh Ketua OPD agar e-reporting Provinsi Sulawesi Tenggara senantiasa berada pada posisi terbaik Nasional. Apresiasi dan terima kasih disampaikan kepada seluruh unsur pelaksana kegiatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara selaku penasihat atas dukungan yang terus diberikan.
Selanjutnya pemaparan materi Sosialisasi Kesehatan Pencegahan Kanker Serviks oleh dr.Steven Ridwan,M.Kes.,Sp.OG,Subsp.Onk. Disampaikan bahwa Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks. Tipe HPV risiko tinggi (high risk) terutama tipe 16 dan 18, sedangkan tipe risiko rendah (low risk) antara lain tipe 6 dan 11 yang dapat menyebabkan kutil kelamin. Sebagian besar perempuan dan laki-laki dapat terinfeksi HPV tanpa disadari, dengan penularan utama melalui hubungan seksual. Kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua pada perempuan di Indonesia setelah kanker payudara. Kanker serviks berkembang secara bertahap dalam waktu bertahun-tahun. Infeksi HPV yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani dapat menyebabkan perubahan sel menjadi pra-kanker hingga berkembang menjadi kanker. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV serta deteksi dini melalui pap smear atau pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Vaksin HPV direkomendasikan bagi perempuan dan laki-laki mulai usia 9 tahun, dengan dosis yang disesuaikan kelompok usia. Selanjutnya disampaikan penyuluhan kesehatan oleh Kepala Cabang Prodia Kendari mengenai prosedur vaksinasi HPV di Prodia serta pentingnya skrining rutin HPV-DNA sebagai langkah pencegahan kanker serviks.
Tujuan Kegiatan Utama kanker Serviks adalah menurunkan angka kematian dan morbiditas akibat kanker leher rahim melalui deteksi dini(skrining) seperti IVA,tes,Pap Smear atau HPV DNA. Kegiatan ini bertujuan, meningkatkan pemahaman masyarakat apalgi kita sebagai ibu ibu Dharma Wanita Persatuan agar bisa mengetahui sejak dini dan menemukan lesi pra-kanker lebih awal agar pengobatan lebih efektif,serta mendorong perilaku sadar kesehatan reproduksi. Dengan melalui penyuluhan dan pemeriksaan diharapkan kita lebih sadar untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian laporan bendahara dan informasi dari unsur sekretariat bahwa pelaksana pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Tenggara bulan Juni adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, serta kegiatan pengajian bulan Mei akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei di Rumah Jabatan Merah Putih. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.45 WITA dan ditutup dengan sesi foto bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan, kepedulian terhadap kesehatan, serta mendukung peran Dharma Wanita Persatuan dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga.
Dalam rangka pelaksanaan program Peningkatan Kualitas Keluarga dan Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak ( KLA ) berdasarkan peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 4 Tahun 2022 maka Dinas PPKBP3A melalui pusat Pembelajaran Keluarga ( Puspaga ) SANGGAM mengadakan kegiatan Advokasi Penguatan Peran Lembaga Peningkatan Kualitas Keluarga Menuju Kesehatan Mental dan Pendidikan yang Aman, Inklusif, serta Berkarakter. Kegiatan ini di hadiri dua orang Narasumber. Narasumbernya adalah Muhammad Ali Husni, S.Psi.,M.P.si,Psikolog dan Agustam,SPd.CIB,CCLS,CTRS,CCHS yang dilaksanakan pada hari selasa 12 Mei 2026 jam 8.00 Wita sampai dengan selesai. Tempat kegiatan Ruang Pertemuan BPBD Jl. H. Isa 1, Tanjung Redeb. Yang dihadiri oleh DWP Kab. Berau, Ibu ibu PKK, Para Guru guru sekolah dan beberapa organisasi yang ada di Kabupaten Berau. Acara tersebut dihadiri sekitar 50 orang. Adapun susunan acaranya dibuka oleh MC selaku panitia acara, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Pembacaan Doa dipandu langsung oleh MC. Dilanjut dengan laporan ketua panitia oleh Ibu Mulyati Syafariah S.H. Kabid Pemenuhan Hak Anak. Dalam sambutannya Beliau mengatakan kegiatan advokasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan peran lembaga dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental, pendidikan yang aman, inklusif, serta pembentukan karakter positif bagi anak dan masyarakat agar dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya kesehatan mental dalam keluarga dan pendidikan, beliau juga berharap melalui kegiatan Advokasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas keluarga dan pendidikan sehingga tercipta generasi yang sehat secara mental, berkarakter, serta mampu berkembang dilingkungan yang aman dan inklusif. Dilanjut kata sambutan dari Sekretaris DPPKBP3A oleh DR. Hj. Halijah Yasin dalam sambutannya beliau mengatakan Keluarga adalah tempat pertama bagi anak anak untuk belajar tentang kehidupan. Dari keluarga anak mengenal kasih sayang, mendapatkan pendidikan moral, kedisiplinan serta belajar cara membangun hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu kualitas keluarga sangat menentukan kualitas generasi masa depan terutama di Kabupaten Berau. Beliau juga mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi keluarga saat inisemakin kompleks, terutama dengan kehadiran media sosial yang sangat besar pengaruhnya terhadap anak anak kita. Karena itulah kita sebagai orang tua harus mampu menyaring dan memilah hal hal apa saja yang pantas diajarkan dan diperbolehkan dirumah. Melalui kegiatan advokasi ini, kita ingin kembali memperkuat peran lembaga pendidikan kualitas keluarga, agar mampu berdiri sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang sehat baik secara fisik maupun mental. Beliau juga berharap kepada seluruh peserta yang hadir dapat menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi dan kebersamaan kita, demi terwujudnya generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia. Dan tibalah pada acara inti yang akan di bawakan oleh Narasumber yang pertama yaitu Bapak Muhammad Ali Husni, S.Psi, M.Psi. Psikolog dengan Tema Kesehatan Mental Keluarga Membangun Fondasi Kesejahteraan Psikologis dari Rumah. Dalam seminarnya beliau menjelaskan What is Family Mental Health ? Kesehatan mental keluarga merupakan kondisi keluarga mampu menjalankan perannya dengan baik, memiliki hubungan yang hangat, saling mendukung, serta mampu menghadapi tekanan dan permasalahan sehari hari secara sehat. Karena keluarga menjadi lingkungan Pertama dan utama dalam pembentukan karakter, rasa aman serta perkembangan emosi anak. Keluarga yang sehat mental ditandai dengan adanya komnikasi yang terbuka dan saling menghargai, anggota keluarga merasa aman untuk bercerita, orang tua mampu memberikan dukungan emosional adanya perhatian terhadap kebutuhan fisik, psikologis, sosial dan spiritual anggota keluarga. Adapun kesimpulan dari seminar yang beliau sampaikan adalah Kesehatan mental keluarga tercapai ketika rumah menjadi ruang aman ( Safe Space ) dimana setiap anggota merasa didengar, dihargai,dan diterima tanpa syarat. Kesehatan mental keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Melalui penguatan peran keluarga dan lembaga masyarakat diharapkan tercipta lingkungan yang aman, inklusif dan mendukung kesejahteraan psikologis seluruh anggota keluarga. Karna Keluarga sehat mental adalah tempat dimana setiap anggota berani berkata SAYA TIDAK BAI BAIK SAJA dan mendapat jawaban TIDAK APA APA Kita hadapi bersama. Dilanjut narasumber kedua yaitu Oleh Bapak Agustam S.Pd.CIB.CCLS.CTRS.CCHS Beliau membawakan seminar hari ini dengan tema Pendidikan Keluarga yang aman inklusif dan berkarakter Mengakomodir Anak Berkebutuhan Khusus dan Perbedaan Latar Belakang. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah Untuk memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama pendidikan yang aman dan inklusif, meningkatkan pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus (ABK) dan keberagaman latar belakang, membangun kesehatan mental keluarga melalui komunikasi efektif, serta mendorong advokasi lembaga peningkatan kualitas keluarga ditingkat komunitas. Beliau juga menjelaskan Apa itu pendidikan keluarga yang aman yaitu bebas dari kekerasan fisik, verbal, dan psikologis, anak merasa didengar, dihargai dan dilindungi, tidak ada diskriminasi berdasarkan kondisi fisik, intelektual, sosial atau budaya, orang tua sebagi pendamping, bukan penghakim dan komunikasi efektif dengan anak. Adapun komunikasi efektif antar lain Bicara jangan tergesa gesa, kenali diri sendiri dan anak dll. Dengan adanya kegiatan ini dapat memeberikan pemahaman tentang pentingnya peran keluarga dan lembaga dalam mendukung kesehatan mental serta menciptakan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter bagi seluruh anak termasuk ABK.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan (DWP-DINKES) mengadakan kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan IVA Test bagi para anggota Dharma Wanita SKPD Se Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan bekerjasama dengan Dinas kesehatan khususnya Bidang pengendalian penyakit menular (P2M). Kegiatan ini dilaksanaka pada tanggal 13 Mei 2026, bertempat di ruan Aula pertemuan Dinas kesehatan, Kompleks perkantoran bukit pelangi Kabupaten Kutai Timur. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan ibu dr. Yuwana Sri Kurniawati, M.Si . Dalam sambutannya beliau menekankan agar perempuan peduli pada kesehatan reproduksinya dengan mengecek melalu pemeriksaan IVA Tes, ini untuk mendeteksi jika sekiranya ada gejala awal kanker mulut rahim. Lebih lanjut disampikan oleh beliau bahwa perempuan juga harus membiasakan pola hidup sehat sebagaimana semboyan kementerian kesehatan yaitu CERDIK ( Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres). Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota DWP SKPD Se kabupaten Kutai timur, dimana setiap DWP mengirimkan perwakilannya sebanyak 3 orang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan kabupaten kutai timur yang dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakn oleh DWP Dinkes dan menghimbau kepada semua peserta unutk tidak takut dalam memeriksakan diri dalam IVA Tes ini. Hal ini disampaikan langsung oleh ibu Ny. Tri Wahyuni Misliansyah sebagai perwakilan DWP Kabupaten Kutai Timur. Ketua DWP Dinkes Ny. Nasra ahsan zainuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kepala dinas dan seluruh jajarannya yang mendukung program kerja DWP Dinkes ini, serta berharap seluruh peserta dapat mengikuti pemeriksaan ini bukan hanya sekedar datang mendengarkan sosialisasinya tapi juga mau dan berani memeriksanakn diri, karena perempuan adalah tumpuan keharmonisan keluarga, sehingga perempuan harus sehat agar keluarga sejahtera. Narasumber kegiatan dr. Sandry, Sp. OG memaparkan bahwa kanker serviks adalah pembunuh No.2 bagi perempuan di Indonesia, untuk itu perempuan harus mengerti dan memahami dengan baik apa saja gelaja awal kanker serviks, dan bagaimana pencegahannya secara dini. Dalam paparannya dr. Sandry,Sp.OG menyampaikan pentingnya pengetahuan sejak awal mulut rahim agar bisa segera mendapatkan penanganan jika sekiranya ditemukan gejala awal. Pencegahan dini melalui IVA test ini sangat penting dan juga pemberian vaksin HPV sejak dini untuk mencegah penularan virus HPV ini. Semoga acara ini membawa manfaat bagi seluruh peserta, menambah wawasan dibidang kesehatan agar tercipta perempuan-perempuan yang sehat, yang tangguh untuk kesejahteraan keluarga.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jepara mengikuti kegiatan Capacity Building Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Kota Solo. Acara diikuti oleh 35 Dharma Wanita Persatuan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Kehadiran peserta menunjukkan semangat kebersamaan dan penguatan organisasi perempuan di lingkungan DWP. DWP Kabupaten Jepara dihadiri langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Jepara, yaitu Ibu Erna Ary Bachtiar. Beliau hadir didampingi Sekretaris IV DWP Kabupaten Jepara, Ibu Lina Widodo. Kegiatan mengangkat tema Kepemimpinan Perempuan dalam Organisasi. Tema tersebut dipilih untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas perempuan dalam menjalankan organisasi secara profesional. Acara berlangsung mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00 WIB. Seluruh peserta yang berjumlah sekitar 90 orang, hadir dengan penuh antusias dan semangat mengikuti rangkaian kegiatan. Suasana Balai Kota Solo terlihat tertib dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara atau MC. Setelah itu seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.Dilanjutkan Lagu Mars Dharma Wanita Persatuan, juga dinyanyikan bersama dengan penuh semangat. Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta mengikuti rangkaian acara pembukaan. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan dan mars organisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Doa dipanjatkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh peserta. Seluruh peserta mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan. Setelah pembacaan doa, kegiatan Capacity Building resmi dibuka.Ucapan selamat datang disampaikan oleh Penasehat DWP Kota Surakarta, Ibu Venesia Winasian Respati. Disampaikan oleh beliau bahwa jabatan ibu-ibu dalam mengelola organisasi memang melekat dan mau tidak mau harus dijalankan. Kepemimpinan yang kolaboratif akan memberikan dampak organisasi yang baik. Pembukaan dilakukan oleh Ketua DWP Provinsi Jawa Tengah, Ibu Wahyu Indah Anggraeni Sumarno. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan dalam organisasi. Beliau juga menekankan pentingnyaetika, kerja sama dan komunikasi yang baik dalam menjalankan program organisasi. Para peserta menyimak sambutan dengan penuh perhatian. Setelah pembukaan selesai, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama. Pemateri pertama adalah Ibu Astrid Widayani, SS, SE, MBA selaku Wakil Wali Kota Solo. Seorang aktivis perempuan dengan segudang organisasi yang diikuti. Beliau menyampaikan materi mengenai kepemimpinan perempuan yang adaptif dan inspiratif. Materi yang disampaikan sangat menarik dan relevan dengan kondisi organisasi saat ini. Ibu Astrid juga memberikan motivasi kepada peserta agar perempuan mampu menjadi pemimpin yang bijaksana dan berintegritas. Para peserta terlihat antusias mencatat poin-poin penting yang disampaikan narasumber. Pemateri juga memberikan contoh nyata kepemimpinan perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya di Solo, kepemimpinan dan keterwakilan perempuan baru ada di periode ini. Materi pertama berlangsung interaktif dan komunikatif. Setelah sesi pertama selesai, acara dilanjutkan dengan materi kedua. Pemateri kedua adalah Prof. Sunny Ummul Firdausi selaku Guru Besar Fakultas Hukum UNS. Beliau menyampaikan materi tentang peran perempuan dalam membangun organisasi yang kuat dan beretika. Materi disampaikan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami peserta. Prof. Sunny juga menjelaskan pentingnya perempuan memiliki kemampuan komunikasi dan pengambilan keputusan yang baik. Peserta tampak aktif mengikuti sesi materi kedua. Setelah seluruh materi selesai disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tersebut banyak peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Salah satu pertanyaan yang menarik adalah mengenai cara mengatur waktu antara tanggung jawab rumah tangga dan kegiatan organisasi. Pertanyaan tersebut mendapat perhatian dari seluruh peserta yang hadir. Narasumber memberikan jawaban bahwa perempuan harus mampu membuat prioritas dan membangun komunikasi yang baik dengan keluarga. Selain itu, perempuan juga perlu menjaga keseimbangan antara tugas rumah tangga dan aktivitas organisasi. Jawaban tersebut memberikan motivasi dan inspirasi bagi seluruh peserta kegiatan. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Setelah sesi Capacity Building selesai, peserta melanjutkan kegiatan city tour. City tour dilaksanakan menggunakan bus tingkat milik pemerintah daerah setempat. Seluruh peserta terlihat menikmati suasana kota Solo selama perjalanan berlangsung. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Rumah Dinas Wali Kota Solo. Peserta juga berkesempatan mengunjungi Museum Keris Nusantara. Selain itu peserta mengunjungi pusat batik Solo untuk melihat berbagai produk batik khas daerah tersebut. Kegiatan city tour berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan. Seluruh peserta tampak menikmati rangkaian kegiatan hingga akhir acara. Kegiatan Capacity Building DWP Provinsi Jawa Tengah ini memberikan banyak manfaat dan pengalaman bagi peserta. DWP Kabupaten Jepara merasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan perempuan dalam organisasi. Kegiatan selesai tepat pukul 14.00 WIB dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Dharma wanita Persatuan Kabupaten Jepara.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten unit kerja SMPN 2 Delanggu pada hari Kamis 14 Mei 2026 pada pukul 10.00 wib mengadakan kegiatan Tadzabur Alam. Kegiatan tersebut bertempat di wisata alam Kalitalang Balerante Klaten dengan tema Gas Bareng, Dolan Gayeng. Pengurus dan anggota DWP SMPN 2 Delanggu yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 21 orang dengan Ketua DWP Ny Hj. Asih Fatonah dan sebagai Pembina DWP Bapak Budi Wahyono, S.Pd.I, M.Pd.