e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/8352.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Murung Raya > DWP DINAS KESEHATAN KABUPATEN MURUNG RAYA

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-01-2026

Penyerahan doorprize dari DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya oleh Ketua DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya Ny. Debby Rumondang Suwirman Hutagalung Selaku Ketua Pelaksana bagi pemenang Undian doorprize pada Acara Pertemuan Pengajian Dharma Wanita pada hari Selasa 20 Januari 2026 di Aula Kantor PUPR.

../images/kegiatan/8351.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Wonosobo > Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

  • Oleh: Sekretariat
  • 09-01-2026

LAPORAN KEGIATAN

RAPAT KERJA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP)
BAPPEDA KABUPATEN WONOSOBO

A. Pendahuluan

Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai organisasi pendamping Aparatur Sipil Negara memiliki peran strategis dalam mendukung tugas dan fungsi instansi, sekaligus sebagai wadah pembinaan, silaturahmi, dan penguatan peran perempuan dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat, dan berkeluarga. Melalui kegiatan rutin yang terencana dan berkesinambungan, DWP diharapkan mampu menjaga kekompakan anggota, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah berbagai dinamika dan keterbatasan yang ada.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja DWP, sebagaimana tertuang dalam Surat Undangan Nomor: 01/DWP.BAPPEDA/I/2026 tanggal 5 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum evaluasi, koordinasi, serta penyampaian saran dan usulan terkait pelaksanaan kegiatan DWP ke depan, sekaligus sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota.

Rapat kerja ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Wonosobo, dan dihadiri oleh 11 (sebelas) orang anggota DWP. Adapun kepanitiaan dan petugas kegiatan berasal dari Bidang IV, dengan pelaksanaan acara dipandu oleh Ibu Azka selaku pembawa acara (MC).

B. Jalannya Acara

Kegiatan Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Wonosobo dimulai pada pukul 10.00 WIB dan berlangsung dengan tertib, lancar, serta penuh keakraban. Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Ibu Azka selaku MC. Dalam pembukaannya, MC menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para anggota, sekaligus harapan agar kegiatan rapat kerja ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota DWP.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan perwakilan pengurus yang disampaikan oleh Ibu Iwan. Dalam sambutannya, Ibu Iwan menyampaikan pentingnya menjaga keberlangsungan kegiatan Dharma Wanita Persatuan, khususnya pertemuan rutin, sebagai sarana untuk menyambung dan mempererat silaturahmi antaranggota. Disampaikan pula bahwa meskipun dalam pelaksanaannya terkadang jumlah anggota yang hadir belum dapat maksimal, namun hal tersebut tidak boleh mengurangi semangat kebersamaan dan komitmen untuk tetap melaksanakan kegiatan DWP secara konsisten. Ibu Iwan mengajak seluruh anggota untuk tetap berpartisipasi aktif, saling mendukung, dan menjaga semangat kebersamaan demi kemajuan organisasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang berisi tausiyah singkat mengenai upaya meraih hidup bahagia sesuai tuntunan ajaran Islam. Dalam kultum tersebut disampaikan beberapa poin penting, antara lain bahwa kebahagiaan hidup tidak semata-mata diukur dari kelimpahan materi, melainkan dari keberkahan dan ketenangan jiwa. Beberapa kunci hidup bahagia yang disampaikan meliputi pentingnya memperoleh dan menjaga rezeki yang halal, karena rezeki yang halal akan membawa keberkahan, ketenteraman dalam keluarga, serta semangat dalam beribadah.

Selain itu, disampaikan pula pentingnya memiliki sifat qanaah, yaitu sikap menerima dan ridha atas segala ketentuan Allah SWT. Dengan qanaah, seseorang akan terhindar dari rasa iri dan tidak pernah merasa kekurangan, sehingga hidup menjadi lebih tenang dan bahagia. Poin berikutnya adalah mendapatkan pertolongan Allah dalam ketaatan, yakni kemudahan untuk melakukan amal kebaikan dan ibadah. Orang yang senantiasa berusaha taat dan berbuat baik akan mendapatkan pertolongan Allah dalam setiap langkah kehidupannya. Terakhir, disampaikan pula mengenai manisnya iman, yaitu kondisi di mana seseorang dapat merasakan kenikmatan dalam beribadah dan berbuat kebaikan, sehingga hidup dijalani dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

Setelah kultum, acara dilanjutkan dengan rapat dan diskusi yang membahas berbagai hal terkait pelaksanaan kegiatan DWP. Dari hasil diskusi tersebut, diperoleh beberapa saran dan usulan dari anggota, di antaranya adalah agar jadwal kegiatan senam dan pengajian tetap dibagikan (di-share) melalui grup WhatsApp DWP, sehingga seluruh anggota, baik yang bertugas maupun yang tidak bertugas, dapat mengetahui jadwal kegiatan dan memiliki kesempatan untuk ikut hadir sesuai dengan waktu dan kondisi masing-masing.

Selain itu, disepakati pula bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ke depan, khususnya terkait doorprize, perlu dilakukan pembedaan antara DWP murni dan DWP karyawan, dengan ketentuan pembagian doorprize untuk DWP murni sebanyak 3 (tiga) orang dan DWP karyawan sebanyak 2 (dua) orang. Hal ini dimaksudkan agar pembagian doorprize dapat lebih adil dan tertib.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa anggota yang tidak dapat hadir saat mendapat tugas diharapkan dapat digantikan oleh anggota lain, serta wajib menyampaikan informasi ketidakhadiran dan penggantian tersebut melalui grup WhatsApp DWP, guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan dan koordinasi antaranggota.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan pembagian doorprize kepada anggota yang beruntung. Adapun anggota yang mendapatkan doorprize pada kegiatan Rapat Kerja DWP ini adalah Bu Galuh, Bu Arfan, Bu Hendrik, Bu Iwan, Bu Wisnu, Bu Teguh, dan Bu Agus. Pembagian doorprize berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan kebersamaan, menambah semangat serta keceriaan seluruh peserta yang hadir.

C. Penutup

Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Wonosobo yang dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026 ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana koordinasi dan penyampaian saran usulan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan antaranggota DWP.

Melalui rapat kerja ini, diharapkan seluruh anggota DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo dapat semakin solid, aktif, dan berkomitmen dalam mendukung setiap kegiatan organisasi. Saran dan kesepakatan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan DWP ke depan.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi kegiatan Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Wonosobo. Semoga kegiatan yang telah dilaksanakan membawa manfaat dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.

../images/kegiatan/8350.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Murung Raya > DWP DINAS KESEHATAN KABUPATEN MURUNG RAYA

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-01-2026

Ketua Pengajian Dharma Wanita Kabupaten Murung Raya Ny. Hj Lisnur Ain Marzuki Rahman menyampaikan sambutan pada Acara Pertemuan Pengajian Dharma Wanita pada hari Selasa 20 Januari 2026 di Aula Kantor PUPR. Beliau menyampaian bahwa Mengawali tahun 2026 usia pengajian baru beberapa bulan yaitu pertemuan yg ke 7 Dimana atas dasar instruksi dari DWP yang dilakukan setiap bulan di tanggal 20. Acara pengajian DWP bulan ini bertepatan dengan peringatan isra miraj dan masih disuasana bulan rajab Pada pertemuan kali ini untuk pertama kalinya DWP mengundang penceramah untuk mengisi acara pengajian DWP. Untuk acara pengajian berikutnya beliau mengusulkan bahwa selain mmbaca surat2 Al-Quran juga mengupas kajian fiqih islam. Beliau juga menyampaikan pada pertemuan kalo ini ada doorprize untuk memeriahkan acara Pertemuan pengajian DWP ini bisa menjadi kesempatan untuk tali silaturahmi untuk seluruh OPD kabupaten Murung Raya ucap beliau.

../images/kegiatan/8349.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Murung Raya > DWP DINAS KESEHATAN KABUPATEN MURUNG RAYA

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-01-2026

Bapak H. Marzuki Rahmad M.Pd selaku Ketua Kantor Kementrian agama Kabupaten Murung Raya meyampaikan tausyiah beliau dalam acara Pertemuan Pengajian Dharma Wanita pada hari Selasa 20 Januari 2026 di Aula Kantor PUPR. Beliau menyampaikan bahwa rasa syukur DWP sudah melaksanakan peringatan Isra Mi raj. sebagai pedoman dasar penyelenggaraan peringatan Isra Miraj yaitu Al-Isra ayat 1 adalah ayat pertama dari Surah Al-Isra dalam Al-Qur'an. Ayat ini berbunyi: "Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Beliau menyampaikan makna dari Makna dari ayat ini adalah bahwa Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidilharam (Mekah) ke Masjidilaqsa (Yerusalem) pada suatu malam, untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah. Ayat ini merupakan awal dari kisah Isra' dan Mi'raj, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit dan pertemuan dengan Allah. Dalam tafsir, ayat ini juga diartikan sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan derajatnya dan memperlihatkan kebesaran Allah. Beliau juga menyampaikan cerita tentang sholat 50 kali berasal dari kisah Isra' dan Mi'raj, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit. Saat itu, Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah untuk melaksanakan sholat 50 kali sehari semalam. Namun, ketika Nabi Muhammad SAW kembali ke bumi, beliau bertemu dengan Nabi Musa AS yang menyarankan agar beliau meminta keringanan kepada Allah karena umatnya tidak akan mampu melaksanakan sholat 50 kali sehari semalam. Nabi Muhammad SAW kemudian kembali ke hadapan Allah dan meminta keringanan. Allah kemudian mengurangi jumlah sholat menjadi 40 kali sehari semalam. Namun, Nabi Muhammad SAW masih merasa bahwa itu terlalu banyak, sehingga beliau kembali meminta keringanan.Proses ini berlanjut hingga akhirnya Allah mengurangi jumlah sholat menjadi 5 kali sehari semalam. Nabi Muhammad SAW kemudian kembali ke bumi dan memberitahu umatnya bahwa Allah telah menetapkan sholat 5 kali sehari semalam sebagai kewajiban.Kisah ini menunjukkan bahwa Allah sangat peduli dengan umatnya dan ingin memudahkan mereka dalam melaksanakan ibadah. Beliau menambahkan gerakkan sholat Subuh memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa! Berikut adalah beberapa makna gerakan sholat Subuh untuk kesehatan: 1. Takbiratul Ihram (Allahu Akbar): Mengangkat tangan dan mengucapkan "Allahu Akbar" dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi stres. 2. Berdiri dalam sholat Subuh dapat membantu meningkatkan postur tubuh, mengurangi risiko osteoporosis, dan meningkatkan keseimbangan. 3. Rukuk dapat membantu meningkatkan fleksibilitas punggung, mengurangi tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah ke otak. 4. Sujud dapat membantu meningkatkan fleksibilitas leher dan punggung, mengurangi stres, dan meningkatkan sirkulasi darah ke otak. 5. Dudukan antara dua sujud dapat membantu meningkatkan fleksibilitas lutut dan pinggul, mengurangi tekanan darah, dan meningkatkan keseimbangan. 6. Salam dapat membantu meningkatkan kesadaran dan keseimbangan, serta mengurangi stres. Dengan melakukan sholat Subuh secara rutin, kita dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta meningkatkan kualitas hidup. Beliau menyampaikan Peran seorang ibu dalam rumah tangga sangatlah penting begitu juga dalam program pemerintah salah satu contoh dalam program pencegahan stunting,penting sekali peran seorang ibu dalam keberhasilan program tersebut, Terakhir beliau menyampaikan agar mempersiapkan diri untuk menghadapi bulan Ramadhan yang kian dekat. Mempersiapkan bulan Ramadhan sangat penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendapatkan manfaat yang maksimal dari bulan yang penuh berkah ini. Dengan mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual, dapat meningkatkan kualitas ibadah dan mendapatkan manfaat yang maksimal dari bulan Ramadhan.

../images/kegiatan/8348.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Kepahiang >

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 08-01-2026

Daharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepahiang menhadiri acara umbung Kutei dengan berpartisipasi mengikuti stand produk UMKM dan Masakan Tradisional yg di laksanakan di Halaman Rumah Adat Kepahiang pada hari Kamis, tanggal 8 Januari 2026 yg diikuti oleh 15 orang pengurus antara lain : 1. Ny. Elfi Adriani Hartono 2. Ny.Wirda Edi 3. Ny. Nunik Yunanto 4. Ny. Santi Adrian 5. Ny. Lisa Tedy 6. Ny. Luvi Yoyon 7. Ny. Mimi Dendi 8. Ny. Lezy Bule 9. Ny. Gadis Idris 10. Ny. Sri Saipul 11. Ny. Lora 12. Ny. Susi Marwan 13. Ny. Pipi Dede 14. Ny. Iis Dian 15. Ny. Sri Dedi Dalam Acara ini Unsur pimpinan Kabupaten Kepahiang menerima gelar adat dari Lembaga Adat Rejang Kepahiang (LARK) pada pelaksanaan Umbung Kutei IV Tahun 2026 yang digelar di halaman Rumah Adat Kepahiang, Pengukuhan gelar adat tersebut diberikan kepada Bupati Kepahiang H. Zurdinata, S.IP dengan gelar Ario Menang Pasak Bumei, Wakil Bupati Kepahiang Ir. Abdul Hafizh, M.Si dengan gelar Depatei Setapak Tunggea Mengkuto Alam, serta Ketua DPRD Kepahiang Gregory Dayefiandro, S.E., M.Sc dengan gelar Depati Mangku Bumi VI. Gelar Ario Menang Pasak Bumei dimaknai sebagai pemimpin yang menjaga semangat bumi, menjadi tiang utama dari Ulu Merigi hingga Ilir Bermani, serta pelindung rakyat yang teguh menghadapi perubahan zaman, agar Tanah Rejang Kepahiang senantiasa terjaga keseimbangannya dengan adat yang bersendikan Kitabullah. Sementara itu, gelar Depatei Setapak Tunggea Mengkuto Alam bermakna pemimpin yang melangkah pada satu jalan kebenaran, setia dan tidak tergoyahkan dalam menjaga alam sebagai benteng kehidupan manusia dan bumi, dengan tetap berpegang pada adat yang bersendikan Kitabullah. Adapun gelar Depati Mangku Bumi VI dimaknai sebagai pemimpin yang memahami nilai kebijaksanaan, mampu menimbang setiap keputusan demi kemanfaatan bersama, serta menjaga harmoni adat yang bersendikan Kitabullah. Bupati Kepahiang H. Zurdi nata,S.Ip mengatakan Umbung Kutei merupakan salah satu wadah pemerintah daerah dalam melestarikan adat dan budaya di tengah perkembangan modernisasi dan digitalisasi. “Budaya dan adat daerah harus terus dilestarikan agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman. Penganugerahan gelar adat ini menjadi amanah bagi kami untuk memajukan daerah dengan tetap mengutamakan nilai adat istiadat,” kata Bupati. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang Dr. Nining Fawely Pasju, S.Pt., M.M menyampaikan bahwa pelaksanaan Umbung Kutei IV Tahun 2026 digelar dengan pola yang sama seperti tiga tahun sebelumnya. Penyematan gelar adat kepada unsur pimpinan daerah merupakan amanah sekaligus tanggung jawab secara adat. Ia menjelaskan, salah satu bidang pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang membidangi kebudayaan, sesuai Standar Pelayanan Minimal berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 43, memiliki tanggung jawab dalam pelestarian budaya tak benda, seperti tarian, bahasa, adat istiadat, hingga pembinaan kesenian daerah. “Pada Umbung Kutei IV tahun ini terdapat tiga indikator yang dilaksanakan sebagai bentuk kemajuan kebudayaan daerah, dengan 10 objek pemajuan kebudayaan, antara lain tradisi lisan, adat istiadat, keagamaan, teknologi tradisional, serta objek pemajuan kebudayaan lainnya,” Ia menambahkan, upaya pelestarian kebudayaan yang dilakukan pemerintah daerah meliputi edukasi dan pewarisan kepada generasi muda melalui lomba tari dan seni tutur, promosi serta pementasan budaya, pendokumentasian dan perlindungan melalui inventarisasi dan pendaftaran warisan budaya tak benda, serta pemberdayaan masyarakat melalui fasilitasi kegiatan dan penguatan komunitas adat. Langkah tersebut bertujuan menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya lokal di Kabupaten Kepahiang. Umbung Kutei adalah festival budaya tahunan di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, yang berasal dari tradisi adat Suku Rejang, bermakna "berkumpulnya lembaga adat/budaya" untuk melestarikan nilai-nilai lokal, persatuan, dan warisan budaya Rejang melalui berbagai kegiatan adat seperti tarian sakral, upacara, dan gelar adat, yang menjadi wadah edukasi dan kebanggaan masyarakat. Makna dan Tujuan: 1. Umbung: Berkumpul, bermusyawarah. Kutei: Lembaga adat atau budaya. 2. Secara harfiah, berarti berkumpulnya lembaga adat/budaya. 3. Melestarikan, mengembangkan, dan mewariskan adat serta kearifan lokal Suku Rejang kepada generasi muda. 4. Memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Kepahiang. Kegiatan dan Tradisi: 5. Menjadi wadah revitalisasi tradisi Suku Rejang yang sempat memudar. 6. Menampilkan berbagai tarian sakral, seperti Tari Kejei yang dipercaya sudah ada sejak lama dan mengandung nilai historis. 7. Melibatkan pemberian gelar adat dan perayaan adat besar. Dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepahiang sebagai agenda tahunan. Pelaksanaan: Digelar secara rutin, biasanya dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Kepahiang. Menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pejabat daerah dan masyarakat luas. Dengan demikian, Umbung Kutei adalah festival penting yang menghidupkan kembali identitas budaya Suku Rejang di Kepahiang, menjadikannya ajang edukasi sekaligus simbol kebersamaan.

../images/kegiatan/8347.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Murung Raya > DWP DINAS KESEHATAN KABUPATEN MURUNG RAYA

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-01-2026

DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya mengikuti Acara Pengajian DWP seluruh OPD Kabupaten Murung Raya pada hari Selasa 20 Januari 2026 di Aula Kantor PUPR. Pada pertemuan kali ini Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya menjadi salah satu panitia penyelenggara. Ketua DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya, Ny. Debby Rumondang Suwirman Hutagalung Selaku Ketua Pelaksana memberikan sambutan. Beliau menyampaikan bahwa pengajian kali ini sekaligus memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447H dengan tema Peringatan Isra Mi’raj Sebagai Momentum Memperteguh Iman & Mempererat Tali Silaturahmi. Makna pelajaran Isra Mi'raj sendiri adalah tentang peningkatan keimanan, kekuatan spiritual, dan perintah salat lima waktu sebagai tiang agama, mengajarkan kedisiplinan, kebersihan diri, dan keteguhan menghadapi cobaan dengan pertolongan Allah. Peristiwa ini menunjukkan kebesaran Allah, kemuliaan Nabi Muhammad, pentingnya keikhlasan, serta mendorong umat Islam untuk membangun peradaban mulia dan tidak mudah putus asa, dengan menjadikan risalah Nabi sebagai pedoman hidup. Beliau menyampaikan ucapan yang sebesar – besarnya kepada Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Murung Raya atas kesediannya untuk  dapat memberikan tausyiah dan juga berkat dukungan dari ibu – ibu DWP Kabupaten Murung Raya acara dapat terselenggara dengan baik. Beliau juga menyampaikan agar menjadikan hikmah Isra Mi'raj ini sebagai penguat keimanan, penuntun dalam berperilaku, serta inspirasi untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.

../images/kegiatan/8346.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sidoarjo > Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo

Dharma Wanita Persatuan Sub Unit SMP Negeri 3 Taman
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi dan Humas.
Kegiatan : Membersamai Pendampingan Calon Sekolah Adiwiyata Nasional SMP Negeri 3 Taman tahun 2026.

Keterangan Kegiatan
1. Dharma Wanita Persatuan Sub Unit SMP Negeri 3 Taman
2. Hari/Tanggal : Rabu, 21 Januari 2026
3. Waktu : 09.00 - 12.30
4. Peserta : 50 orang
5. Tempat : Meeting Room SMP Negeri 3 Taman
6. Detil Acara : Pendampingan Calon Sekolah Adiwinata SMP Negeri 3 Taman tahun 2026.

Sidoarjo, 21 Januari 2026 - Program Adiwiyata merupakan program nasional yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. SMP Negeri 3 Taman sebagai salah satu calon Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2026 berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekolah secara berkelanjutan.<.br>

Dalam rangka mendukung pencapaian tersebut, Dinas lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Sidoarjo melaksanaan kegiatan pendampingan kepada SMP Negeri Taman. Dharma Wanita Sub Unit SMP Negeri 3 Taman turut berperan aktif dalam membersamai dan mendukung kegiatan pendampingan tersebut sebagai bentuk partisipasi nyata dalam pembangungan berkarakter peduli lingkungan di lingkungan sekolah.

Tujuan Kegiatan
Tujuan pendampingan Sekolah Calon Adiwiyata Nasional adalah sebagai berikut:
1. Memberikan arahan pada Tim Adiwiyata sekolah untuk mempersiapkan berkas adminitrasi dan aksi nyata yang dilakukan oleh sekolah.
2. Mendukung pelaksanaan pendampingan Calon Sekolah Adwiyata di SMP Negeri 3 Taman.
3. Meningkatkan peran serta anggota Dharma Wanita dalam kegiatan peduli dan berbudaya lingkungan.
4. Mendukung sinergi antara sekolah, Dharma Wanita, dan DLHK Kabupaten Sidoarjo.

Peserta Kegiatan
1. Kepala Sekolah, Guru dan Karyawan SMP Negeri 3 Taman
2. Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Sub Unit SMP Negeri 3 Taman
3. Petugas Dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo.

Bentuk Kegiatan
Bentuk Kegiatan pendampingan bagi Calon Sekolah Adiwiyata Nasional adalah sebagai berikut:
1. Opening Ceremonial
Dalam kegiatan pendampingan tersebut diawali dengan kegiatan formal yang dipandu oleh Bapak Yoyok Harianto, S.Pd
2. Menyanyikan Lagu Indonesia dan Mars Adiwiyata
Kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Adiwiyata, dipandu oleh Ibu Dra. Sri Widjajanti, M.Pd
3. Sambutan Kepala SMP Negeri 3 Taman yang disampaikan oleh Ibu. Dra. Sumarti, M.Pd.
4. Penyampaian Materi dari Dinas Lingkugan Hidup dan Kebersihan.
5. Pembaca do'a dan Penutup, yang dipandu oleh Bapak. Achmad Zainuri, S.Pd, M.Pd.

Makna Kegiatan
Makna Kegiatan Pendampingan bagi Calon Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2026 adalah sebagai berikut:
1. Penguatan budaya peduli lingkungan untuk membentuk kebiasaan dan perilaku ramah lingkungan yang konsisten di sekolah.
2. Memperoleh arahan teknis untuk meningkatkan tata kelola sekolah berbasis lingkungan yang terintegrasi dalam manajemen sekolah.
3. Menjadi momentum evaluasi dan perbaikan berkelanjutan sebagai dasar tindak lanjut menuju Sekolah Adiwiyata nasional.
4. Penguatan kolaborasi sinergis antara sekolah, Dharma Wanita Persatuan dan Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan kabupaten Sidoarjo,
5. Pembentukan karakter warga SMP Negeri 3 Taman yang berwawasan lingkungan.
6. Pembimbingan yang terarah dan tepat sasaran sesuai kebutuhan Calon Sekolah Adiwiyata Nasional.

Penutup
Demikian laporan Dharma Wanita Persatuan dalam membersamai Pendampingan Sekolah Adiwiyata Nasional SMP Negeri 3 Taman tahun 2026. Semoga SMP Negeri 3 Taman meraih prestasi sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.

Reported. by: Siti Romlah Bambang Ardianto, S.Pd. M.M.

../images/kegiatan/8345.jpg
Info Baru

DWP Kota Salatiga > DWP DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-01-2026

UP DISBUDPAR Mengikuti Rapat Pleno DWP Kota Salatiga . Yang diselenggarakan Aula Rumah Dinas Wali Kota Salatiga. Dalam Acara ini ada Pengisian dari BPBD yang di Sampaikan oleh Bapak Sutarto SH yang berjudul Peran BPBD dalam .Mengantisipasi Bencana Hidro Meteorologi dan Cuaca Ekstrim .

../images/kegiatan/8344.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sukabumi > DWP Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 21-01-2026

*Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sukabumi* Bidang : Sosial Budaya Program : Ketahanan Keluarga Kegiatan : Iman dan takwa *Deskripsi Kegiatan :* Dharma Wanita Persatuan Dinas PMD Kabupaten Sukabumi telah mengikuti kegiatan : Pengajian Rutin Mingguan Majelis Taklim Mubarakah yang diisi dengan Peringatan Isra Mi'raj 1447 H. diselenggarakan oleh TP. PKK Kabupaten Sukabumi yang bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukabumi yang dilaksanakan pada : Hari/Tanggal : Rabu, 21 Januari 2026 Waktu : 08.30 s/d 11.00 Wib Tempat : Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi Jalan A. Yani No.36 Kota Sukabumi *Dihadiri oleh :* 1. Ibu Hj. Rina Asep Japar (Ibu Bupati Sukabumi sekaligus Ketua PKK Kabupaten Sukabumi) 2. Ibu Hj.Erni Ade Suryaman (Ibu Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukabumi) 3. Dharma Wanita Persatuan Perangkat Daerah dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi 4. Jemaah Majlis Taklim Mubarakah Pendopo Sukabumi. *Kegiatan Program :* 1. Kegiatan diawali dengan kegiatan shalawat hadroh dimana hadroh ini adalah seni musik Islami tradisional yang menggunakan alat perkusi seperti rebana untuk mengiringi lantunan shalawat, pujian kepada Allah SWT, dan syair bernuansa agama dengan tujuan dakwah serta hiburan yang berfungsi untuk menumbuhkan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW dan nilai-nilai Islam. 2. Laporan Ketua Panitia oleh Ibu Dra. Hj.Elis Muslimah, MM., Beliau menyampaikan tentang makna dari Isra Mi’raj ini dimana Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina) dan Mi’raj adalah perjalanan Nabi SAW naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini terjadi dalam satu malam, dengan kehendak dan kekuasaan Allah SAW bukan mimpi, tetapi perjalanan yang nyata. Hikmah dari Isra Mi’raj ini adalah : A. Perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam. B. Menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW C. Bukti kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas D. Menguatkan iman orang beriman dan menguji keimanan manusia. 3. Sambutan dari Ibu Hj. Rina Asep Japar (Ketua PKK Kabupaten Sukabumi) Beliau menyampaikan bahwa Kegiatan Peringatan Isra Mi’raj ini diadakan untuk mengingat dan meneladani Nabi Muhammad SAW khususnya perjuangan, kesabaran, dan ketaatan beliau kepada Allah SWT Makna peringatan Isra Mi’raj antara lain mengingat Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah yang menerima perintah shalat langsung dari Allah SWT. Meneladani akhlak Nabi SAW dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup, Menguatkan iman dan cinta kepada Rasulullah SAW, mengajak umat Islam memperbaiki kualitas shalat, karena shalat adalah buah utama Isra Mi’raj. Peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremonial, tetapi momentum muhasabah agar kita lebih dekat kepada Allah, lebih taat beribadah dan lebih mengikuti sunnah Nabi. Bulan Ra’jab merupakan bulan menanam, Syaban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen. Bulan Ra’jab ini adalah waktu menanam amal baik, Syaban memelihara dan menyiramnya dengan istiqomah, agar di bulan Ramadhan dapat memetik hasil panen pahala yang melimpah. Bulan Rajab dijadikan bulan penuh rahmat. Dengan semangat Isra Mi’raj kita tingkatkan kepedlian sosial menuju Kabupaten Sukabumi yang mubarakah. Allah mampu mewujudkan segalanya tetapi Allah tidak bisa menolak do’a hambanya. 4. Kegiatan istigoshah yang dipimpin oleh Ustadz Suhendi Istigosah ini merupakan do’a bersama yang bertujuan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Kegiatan ini berisi bacaan-bacaan dzikir, shalawat, dan do’a dari Al.Qur’an untuk momohon pertolongan kepada Allah SWT. Kegiatan istigoshah ini juga bertujuan untuk memperkuat iman, menumbuhkan ketenangan batin. Kegiatan istigosah ini dilaksanakan dengan khusyuk dan penuh konsentrasi. 5. Penyampaian materi oleh Ustadz Dr. H. Abdullah Mu’min M.Ag. Momentum Isra Mi’raj 1447 H ini bersamaan dengan pergantian tahun masehi 2026, dimana momentum ini untuk melakukan refleksi diri dengan semangat perubahan menuju arah yang lebih baik. Rumus sehat dalam Islam dengan cara bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita. Tidak melihat rezeki orang lain dan selalu berpikiran positif. Nikmat Allah yang diberikan kepada kita tidak terhitung nilainya. Allah menciptakan 5 jari dengan makna yang berbeda-beda. Dalam Islam, makna 5 jari tangan sering dijadikan simbol pengingat nilai-nilai penting, terutama yang berkaitan dengan rukun Islam dan akhlak. - Ibu jari untuk menunjukkan sesuatu yang disejajarkan dengan kebaikan. -Telunjuk untuk membedakan mana yang hak dan yang bathil -Jari Tengah sebagai penengah -Jari manis berfungsi sebagai tanda cinta -Klingking mempunyai makna persahabatan, perendahan seseorang yang dianggap kecil, dan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Pada saat wa’da Nabi SAW memberi Pelajaran penting kepada para sahabat Nabi, Pelajaran itu tentu sangat beguna untuk mempererat fondasi keselamatan kita. *Spirit perubahan :* 1. Mu’kmin yaitu memberikan rasa aman untuk jiwa dan harta 2. Muslim yaitu memastikan ucapan dan Tindakan tidak menyakiti orang lain 3. Mu’jahid yaitu bersungguh-sungg dalam ketaatan kepada Allah SWT Contohnya sahabat Nabi yang bernama Sya’ban, beliau tidak pernah ketinggalan shalat berjamaah walaupun jarak untuk sampai ke masjid itu jauh. Maka Allah turunka surat Qaf ayat 21 yang artinya Dan datanglah setiap jiwa, bersama dengannya seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat menjadi saksi. Setiap manusia akan menghadap Allah pada hari kiamat, Malaikat penggiring membawa manusia ke hadapan Allah dan Malaikat saksi mencatat dan memberi kesaksian atas amal perbuatannya. Setiap amal perbuatan kita akan dihitung oleh Allah SWT. 4. Mu’hajir yaitu meninggalkan kesalahan dan dosa Hijah dari kesalahan dosa maka dari itu kita harus banyak bertaubat kepada Allah SWT memohon ampunan atas apa yang telah kita perbuat dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali. 5. Do’a penutup dipimpin oleh Ibu Hj. Sodah Dharma Wanita Persatuan Dinas PMD yang mengikuti 10 orang : 1. Ny. Mia Samsul (Ketua) 2. Ny. Ratih Andriyansyah (Wakil Ketua) 3. Ny. Tina Sundayani (Sekretaris 2) 4. Ny. Liya Budiarto (Bendahara) 5. Ny. Luly Agus (Ketua Bidang Pendidikan) 6. Ny. Ati Deviana (Wakil Ketua Bidang Sosial Budaya) 7. Ny. Dhina Andri (Wakil Ketua Bidang Pendidikan) 8. Ny. Ratna Sanusi (Wakil Ketua Bidang Ekonomi) 9. Ny. Eri Deden (Anggota Bidang Ekonomi) 10. Ny. Susi Abdul (Anggota Bidang Sosial Budaya)

../images/kegiatan/8343.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Kaur > DWP Dinas Perhubungan

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-01-2026

Rapat rutin Dharma wanita persatuan dan pembentukan kepengurusan anggota, dan Syukuran menjalin tali silaturahmi dengan seluruh pegawai dan anggota Dharma wanita persatuan Dinas perhubungan kabupaten kaur

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID