Dalam rangka memperingati hari jadi provinsi Sulawesi Barat Thn 2026.Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yg terhubung dengan Pemprov melalui tele conference. Wakil ketua Dharma Wanita Bkpsdm Ny. Maryam Rukman mengikuti giat tsb bersama pengurus dwp kabupaten lainnya bertemlaat di Pelataran Tugu Benteng Desa Tobadak Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota DWP dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok, sekaligus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan ekonomi keluarga serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan masyarakat.
| Bidang | : Ekonomi |
| Program | : Ekonomi Produktif |
| Sub Program | : Pelatihan/Kursus |
| Hari/Tanggal | : Jumat, 18 September 2026 |
| Waktu | : 09.00 WITA – Selesai |
| Peserta | : Seluruh Pegawai dan pengurus DWP BPS Kabupaten Luwu |
| Lokasi | : Aula BPS Kabupaten Luwu |
| Kegiatan | : Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP Belopa |
| Ketua | : Ny. Andi Tenri Pada |
Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu pada Jumat, 18 September 2026 dilaksanakan dalam rangka mengikuti kegiatan JUMBO (Jumat Makin Bugar dan Optimis) edisi “Cerdas Kelola Finansial” yang dirangkaikan dengan sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP Belopa. Kegiatan dilaksanakan di Aula BPS Kabupaten Luwu mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai dan diikuti oleh pengurus serta anggota DWP bersama pegawai BPS Kabupaten Luwu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas surat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP Belopa Nomor NRF.R10.Br.Blp/3/02/2026 tanggal 12 Agustus 2026 perihal Permohonan Edukasi Pengelolaan Keuangan Pribadi. Keikutsertaan DWP dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak, terencana, dan bertanggung jawab, baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun mendukung ketahanan ekonomi rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian pengantar mengenai pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan keuangan pribadi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh pendapatan, tetapi juga mencakup kemampuan dalam merencanakan penggunaan pendapatan, menentukan skala prioritas, mengendalikan pengeluaran, menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan, serta mengambil keputusan keuangan secara tepat. Dalam kehidupan keluarga, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena pengelolaan keuangan perlu dilakukan secara bersama-sama dan disesuaikan dengan kondisi serta tujuan keluarga. Melalui kegiatan ini, anggota DWP memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai bagaimana mengelola sumber daya keuangan yang dimiliki secara lebih terarah sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan keluarga.
Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pengelolaan keuangan pribadi yang disampaikan oleh tim dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP Belopa. Materi yang diberikan membahas berbagai aspek dasar dalam pengelolaan keuangan, mulai dari mengenali kondisi keuangan pribadi, menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengendalikan pengeluaran, hingga mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa mendatang. Peserta diberikan pemahaman bahwa pengelolaan keuangan yang baik perlu dimulai dari kebiasaan sederhana dan dilakukan secara konsisten. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran, misalnya, dapat membantu seseorang mengetahui kondisi keuangannya secara lebih jelas serta menjadi dasar dalam menentukan langkah pengelolaan keuangan berikutnya.
Dalam sesi edukasi tersebut, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya menentukan skala prioritas kebutuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai kebutuhan rumah tangga dapat muncul secara bersamaan sehingga diperlukan kemampuan untuk menentukan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan mana yang dapat ditunda. Pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat. Dengan menyusun prioritas secara tepat, pengeluaran dapat lebih terkendali dan pendapatan yang diterima dapat dialokasikan sesuai dengan tujuan keluarga. Hal ini diharapkan dapat membantu anggota DWP dalam menghindari pengeluaran yang tidak direncanakan serta meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya keuangan secara efektif.
Selain pengelolaan pengeluaran, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya menyiapkan dana untuk kebutuhan yang bersifat tidak terduga maupun kebutuhan jangka panjang. Perencanaan keuangan keluarga perlu memperhatikan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi pada masa mendatang sehingga keluarga memiliki kesiapan dalam menghadapi perubahan kondisi keuangan. Kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan secara teratur dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun kesiapan finansial. Peserta juga didorong untuk memiliki tujuan keuangan yang jelas dan realistis, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Dengan adanya tujuan tersebut, pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara lebih terarah dan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan saat ini.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya penyampaian materi, diskusi, dan kesempatan bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Peserta terlihat antusias mengikuti pembahasan karena materi yang disampaikan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Berbagai pengalaman dan kondisi yang dihadapi dalam mengatur kebutuhan keluarga menjadi bagian dari diskusi sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif. Interaksi tersebut juga memberikan kesempatan kepada anggota DWP untuk saling berbagi pandangan mengenai kebiasaan dalam mengatur keuangan serta pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan anggota keluarga dalam menentukan keputusan keuangan.
Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa pengelolaan keuangan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Perencanaan keuangan yang baik membutuhkan komunikasi, keterbukaan, dan kerja sama antara anggota keluarga agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara bersama-sama. Dengan adanya komunikasi mengenai pendapatan, pengeluaran, kebutuhan prioritas, serta rencana keuangan keluarga, setiap anggota keluarga dapat memahami kondisi dan tujuan finansial yang hendak dicapai. Dalam konteks DWP, peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat mendukung anggota dalam menjalankan perannya di keluarga sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya rumah tangga secara bijak.
Pelaksanaan sosialisasi yang dirangkaikan dengan JUMBO (Jumat Makin Bugar dan Optimis) juga memberikan nuansa tersendiri dalam kegiatan. JUMBO menjadi wadah yang tidak hanya mendorong kebugaran dan semangat positif, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan wawasan dan kapasitas pegawai serta anggota DWP melalui tema-tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Edisi “Cerdas Kelola Finansial” memberikan penekanan bahwa kesehatan dan kesejahteraan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan mengelola aspek ekonomi rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan positif secara lebih menyeluruh, mulai dari menjaga kesehatan, meningkatkan pengetahuan, hingga membangun kemampuan mengelola keuangan.
Keikutsertaan DWP dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan BPS Kabupaten Luwu. Selain memperoleh pengetahuan baru, kegiatan bersama seperti ini memberikan kesempatan bagi pengurus dan anggota DWP untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, dan meningkatkan kebersamaan. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh antusiasme. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membuat perencanaan keuangan rumah tangga, mengendalikan pengeluaran, dan mempersiapkan kebutuhan keluarga di masa yang akan datang.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi pengelolaan keuangan pribadi bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP Belopa yang dirangkaikan dalam JUMBO edisi “Cerdas Kelola Finansial” berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi pengurus serta anggota DWP BPS Kabupaten Luwu. Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan literasi dan kesadaran finansial, khususnya mengenai pentingnya perencanaan, pengendalian pengeluaran, penentuan prioritas, serta kesiapan menghadapi kebutuhan keuangan di masa mendatang. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota DWP dapat semakin bijak dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga, membangun kebiasaan finansial yang sehat, serta menerapkan perencanaan keuangan secara konsisten. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya keluarga yang lebih mandiri, sejahtera, dan memiliki ketahanan ekonomi yang baik.
Nama Kegiatan: Pelatihan Public Speaking Hari/Tanggal: Rabu, 09 September 2026 Waktu: Pukul 13.00 WIB Tempat: Ruang Plumpungan, Gedung Setda Pemerintah Kota Salatiga Peserta: 35 anggota DWP UP Pembicara: Dr. (c) Meida Rachmawati, M.M., M.H., P.HD dan Coach Tommy Uraian Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Salatiga menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Public Speaking pada Rabu, 09 September 2026, bertempat di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Pemerintah Kota Salatiga. Kegiatan diikuti oleh 35 anggota DWP UP. Kegiatan pelatihan menghadirkan Dr. (c) Meida Rachmawati, M.M., M.H., P.HD dan Coach Tommy sebagai pembicara. Pelatihan dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan anggota DWP dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi secara efektif, percaya diri, dan menarik di depan umum. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik dasar public speaking, membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan umum, teknik penyampaian pesan yang baik, serta cara berkomunikasi yang efektif dan mudah dipahami oleh audiens. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti praktik dan latihan public speaking sehingga dapat mengembangkan kemampuan berbicara, mengelola rasa gugup, serta menyampaikan ide dan informasi secara lebih terstruktur. Melalui kegiatan Pelatihan Public Speaking ini, anggota DWP memperoleh wawasan dan keterampilan yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan kegiatan organisasi. Kemampuan komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu anggota DWP dalam menyampaikan informasi, berinteraksi dengan anggota maupun masyarakat, serta tampil lebih percaya diri dalam berbagai kegiatan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan kapasitas dan keterampilan anggota DWP, khususnya dalam bidang komunikasi dan kemampuan berbicara di depan publik. Hasil/Manfaat Kegiatan Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota DWP mengenai teknik public speaking. Meningkatkan rasa percaya diri anggota dalam berbicara di depan umum. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif, jelas, dan terstruktur. Membekali anggota dengan keterampilan dalam menyampaikan ide, gagasan, dan informasi kepada audiens. Meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola rasa gugup dan membangun komunikasi yang baik. Mendukung peningkatan kapasitas anggota DWP dalam menunjang kegiatan organisasi dan kehidupan bermasyarakat. Kesimpulan: Kegiatan Pelatihan Public Speaking berjalan dengan baik dan diikuti secara aktif oleh peserta. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota DWP dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri saat berbicara di depan umum. Diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada hari sabtu tanggal 05 September 2026, pukul 06.30 WIB sampai dengan selesai bertempat di halaman Kantor Wali Kota Jalan Merdeka Nomor.1 Kota Palembang, acara kegiatan Sholat Istisqa secara berjamaah dalam rangka meningkatkan ikhtiar dan kepedulian bersama Allah SWT serta memohon rahmat, pertolongan dan turunnya hujan khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca dan musim kemarau di Kota Palembangyang berdampak pada kebakarab hutan .
(W.10)
Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Jombang
Dharma Wanita Persatuan SMK Negeri Mojoagung telah melaksanakan kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program Kerja : Pendidikan Non formal/informal
Kegiatan : Pelatihan/khursus (Edukasi Budidaya Maggot)
Keterangan Program :
1. Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan SMK Negeri Mojoagung
2. Hari / Tanggal : Jumat, 11 September 2026
3. Waktu : 11.00 WIB sd Selesai
4. Peserta : 35 anggota DWP SMK Negeri Mojoagung
5. Tempat : SMK Negeri Mojoagung
6. Narasumber : Ibu Dian Susanti
7. Acara : Edukasi Budidaya Maggot
Susunan Acara :
11.00 – 11.05 WIB Pembukaan dari MC oleh Ibu Cindy Desi Fatikhah Sari
11.05 – 11.10 WIB Menyanyikan Lagu Indonesia Raya oleh Ibu Citra
11.10 – 11.15 WIB Menyanyikan Lagu Mars Dharma Wanita
11.15 – 11.20 WIB Do’a oleh ibu Eni Mas’udah
11.20 – 11.35WIB Penyampaian Arahan Ketua Dharma Wanita Persatuan SMKN Mojoagung oleh Ibu Sri Wulandari Sudarso
11.35 – 12.30 WIB Penyampaian Materi Oleh ibu Dian Susanti
12.30 – 13.00 WIB Penutup dan foto Bersama
Uraian Kegiatan
Kegiatan Edukasi Budidaya Maggot (black soldier Fly / BSF) dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMK Negeri Mojoagung, pada Jumat, tanggal 11 September 2026, pukul 11.00-12.30 WIB, bertempat di area budidaya maggot SMK Negeri Mojoagung yang dikuti 35 peserta terdiri atas ketua dan anggota. DWP SMK Negeri Mojoagung menyelenggarakan pelatihan ini untuk mendukung program kerja Bidang Pendidikan, dan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan serta upaya penanganan sampah mandiri dari skala rumah tangga. Sampah rumah tangga, khususnya sampah organik jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan bau tidak sedap, menjadi sumber penyakit, dan mencemari lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar anggota DWP mengenai pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai pakan yang dapat diterapkan di lingkungan rumah serta pemanfaatan kasgot sebagai pupuk organik.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ibu Cindy Desi Fatikhah Sari selaku pembawa acara (MC), Selesai doa acara dilanjutkan dengan penyampaian arahan Ketua DWP SMK Negeri Mojoagung. Beliau menyampaikan pentingnya kegiatan pendidikan dan keterampilan bagi anggota DWP sebagai upaya menambah wawasan, pengetahuan, serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memasuki acara inti, pukul 11.35 WIB sampai dengan 12.30 WIB, peserta diajak oleh narasumber Ibu Dian Susanti selaku penanggung jawab budidaya maggot di SMK Negeri Mojoagung, ke tempat budidaya maggot dan mendapatkan materi. Materi tersebut mengenai pengenalan maggot, manfaat maggot, serta pengetahuan dasar mengenai cara pemeliharaan dan pengembangbiakan maggot. Ibu Dian menjelaskan Maggot adalah larva/lundi dari lalat Black Soldier Fly (BSF), yang nama ilmiahnya Hermetia illucens. Beliau juga menjelaskan bahwa maggot dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ikan dan unggas serta membantu mengurai limbah organik rumah tangga. Sisa penguraian berupa kasgot juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.
Narasumber memberikan penjelasan mengenai tahapan dasar budidaya maggot, mulai dari penyiapan media, pemberian pakan berupa limbah organik, pemeliharaan kondisi media, hingga pemanenan. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan maggot sebagai pakan ikan dan unggas serta kasgot sebagai hasil samping yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Kegiatan penyampaian materi berlangsung secara edukatif dan diikuti oleh peserta dengan antusias.
Hasil kegiatan dan Manfaat
Peserta memperoleh pemahaman mengenai manfaat maggot dalam pengelolaan limbah organik, mengenal tahapan dasar budidaya maggot, serta melihat secara langsung telur, baby maggot, maggot dewasa/kering, dan kasgot pada lokasi budidaya. Peserta juga memahami potensi pemanfaatan maggot sebagai pakan dan kasgot sebagai pupuk organik. Melalui kegiatan ini peserta sadar bahwa memanfaatkan limbah organik seperti sisa makanan dan sayuran dapat menjadi sesuatu yang bernilai yaitu sebagai pakan maggot dan bernilai ekonomis. Melalui kegiatan ini, setiap anggota DWP diharapkan mampu mengaplikasikan metode sederhana budidaya maggot di lingkungan rumah masing-masing, sehingga kedepannya peserta dapat memanfaatkan limbah organik secara lebih bijak, mendukung kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan dilanjutkan dengan penutup dan foto Bersama.
Pembuat Laporan : Sekretaris Dharma Wanita Persatuan SMKN Mojoagung
#DWPCerdasLiterasi
DWP Provinsi Perkuat Karakter, Ketahanan Keluarga, dan Kepemimpinan Sosial Perempuan melaui Bimtek Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Banten mengikuti Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh Mitra Parlemen (Media Pengembangan Ilmu Pemerintahan Daerah) di Hotel Ibis Bandung Trans Studio, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis–Sabtu, 3–5 September 2026. Mengusung tema “Penguatan Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Membangun Karakter, Ketahanan Keluarga, Kepemimpinan Sosial, dan Kontribusi bagi Pembangunan Daerah”, kegiatan ini diikuti oleh pengurus DWP Provinsi Banten serta para Ketua DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten—termasuk unsur pelaksana dari DWP Inspektorat Daerah Provinsi Banten yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Ny. Tiara Lutfie. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia DWP, sekaligus memperkuat karakter, ketahanan keluarga, kemampuan kepemimpinan, serta sinergi antarpengurus DWP dalam mendukung pelaksanaan program organisasi. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Ketua DWP Provinsi Banten, Ny. Mirra Deden Apriandhi, pada malam pertama pelaksanaan. Turut hadir Sekretaris DP3AKKB Provinsi Banten, Ir. Erminawarti, M.Si., serta Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga DP3AKKB Provinsi Banten, Endang Purwatiningsih, S.Pd., M.Pd., bersama para narasumber dan seluruh peserta Bimtek. Dalam sambutannya, Ny. Mirra Deden Apriandhi menyampaikan bahwa DWP merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan anggota. Sebagai organisasi mitra strategis pemerintah, DWP dituntut untuk terus berkembang menjadi organisasi yang profesional dengan tetap berpegang pada tujuan organisasi, termasuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan anggota, serta memelihara persatuan dan kesatuan. “Sebagai perempuan yang memiliki multiperan, kita semua dituntut untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM secara berkelanjutan dengan memperhatikan peluang dan tantangan globalisasi,” ujar Ny. Mirra. Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas anggota menjadi hal penting agar DWP mampu menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan zaman, sekaligus membentuk sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing. Penguatan Karakter sebagai Fondasi Ketahanan Keluarga Memasuki rangkaian materi, pada malam pertama peserta mendapatkan pembekalan “Penguatan Karakter, Kematangan Mental dan Kecerdasan Emosional DWP sebagai Fondasi Ketahanan Keluarga dan Kepemimpinan Sosial Perempuan” yang disampaikan oleh Coach Samsul Rahman dari LPK Lumosa. Materi menyoroti pentingnya karakter, kematangan mental, dan kecerdasan emosional perempuan dalam membangun keluarga yang tangguh sekaligus menjalankan peran sosial di tengah masyarakat. Peserta diajak memahami posisi perempuan sebagai istri sekaligus bagian dari organisasi, termasuk bagaimana menjadi support system bagi pasangan dan keluarga serta menjaga ketenangan dan kematangan emosional ketika menghadapi berbagai situasi. Dalam penyampaiannya, Coach Samsul Rahman memberikan pesan mengenai sosok perempuan yang kuat dan berintegritas: “Istri yang hebat bukanlah istri yang tampil sempurna. Istri yang hebat adalah perempuan yang mampu tetap tenang ketika keadaan sulit, tetap rendah hati ketika dipuji, tetap kuat ketika suaminya ditekan, tetap bijaksana ketika dikritik, dan tetap memiliki integritas ketika tidak ada yang melihat.” Suasana pembelajaran kemudian dibuat lebih interaktif melalui fun games, yang sekaligus menjadi sarana membangun keakraban dan kebersamaan antarpeserta. Bekali Peserta dengan Wawasan Global dan Keprotokolan Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi “Global Etiquette, Cultural Diplomacy and International Networking bagi DWP Banten Menuju Organisasi Berwawasan Global” yang disampaikan oleh Mahtup Basuki dari Setjen Biro Adpim Kemendagri. Materi tersebut memberikan wawasan kepada peserta mengenai etika global, diplomasi budaya, dan pentingnya kemampuan membangun jejaring dalam mendukung profesionalitas organisasi. Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar keprotokolan yang meliputi tata tempat, tata upacara, tata penghormatan, tata pakaian, dan tata kunjungan kerja berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta sehingga mampu menjalankan peran secara lebih tepat, profesional, dan percaya diri dalam berbagai kegiatan organisasi maupun kedinasan. Team Building Perkuat Kekompakan dan Sinergi Tidak hanya mendapatkan pembekalan secara teoritis, peserta juga mengikuti kegiatan team building yang dirancang untuk memperkuat kerja sama, komunikasi, kekompakan, dan sinergi antara pengurus DWP Provinsi Banten dan DWP OPD se-Provinsi Banten. Berbagai permainan kelompok seperti memindahkan bola, meniup plastik, permainan berpasangan, dan permainan kerja sama lainnya, dilakukan dalam suasana penuh keceriaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk membangun komunikasi dan kepercayaan satu sama lain. Lebih dari sekadar permainan, team building menjadi bagian dari proses membangun semangat kebersamaan dan kerja sama dalam menjalankan organisasi. Ramah Tamah Pererat Silaturahmi Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Sekretaris Daerah Provinsi Banten, H. Deden Apriandhi, Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Drs. Iwan Ardiansyah Sentono, A.P, pengurus DWP Provinsi Banten, serta seluruh peserta Bimtek. Suasana ramah tamah berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan tukar kado yang semakin mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarpeserta. Dalam kesempatan tersebut, H. Deden Apriandhi menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Bimtek. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat positif bagi peserta, baik dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas maupun dalam memperkuat kebersamaan dan sinergi antarpengurus DWP. Ia berharap kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan, jika memungkinkan, dapat diselenggarakan dua kali dalam setahun. DWP Banten Didorong Terus Berkarya Memasuki akhir kegiatan, Ny. Mirra Deden Apriandhi kembali mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP se-Provinsi Banten untuk terus meningkatkan kualitas diri dan menjalankan peran organisasi secara profesional. “Marilah kita bersama-sama selalu berupaya meningkatkan kualitas sebagai anggota organisasi istri ASN agar mampu bekerja secara profesional dalam berjuang mengembangkan organisasi yang kita cintai ini agar lebih bermanfaat bagi seluruh anggota, dan untuk bangsa dan negara yang kita cintai,” tutur Ny. Mirra Deden Apriandhi. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pelaksanaan Bimtek tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi perlu dilanjutkan dengan implementasi pengetahuan dan pengalaman dalam aktivitas organisasi. Berbagai materi yang diperoleh, mulai dari penguatan karakter, kematangan mental, kecerdasan emosional, ketahanan keluarga, etika global, keprotokolan, hingga kerja sama tim, menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam menjalankan peran di lingkungan keluarga, organisasi, dan masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam Bimtek ini, DWP Provinsi Banten terus mendorong terwujudnya organisasi perempuan yang profesional, berdaya, berwawasan global, serta mampu menjalankan peran strategis dalam mendukung keluarga, organisasi, masyarakat, dan pembangunan daerah. Sebagaimana pesan Ny. Mirra Deden Apriandhi, Bimtek berakhir bukan berarti selesai berkarya. Pengetahuan, pengalaman, dan semangat kebersamaan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dibawa kembali dan diterapkan dalam pelaksanaan program DWP di lingkungan masing-masing.
Prabumulih, 06 September 2026 - Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perikanan Kota Prabumulih Ny. Dodi Wijaya menghadiri kegiatan Senam Pagi Bersama Masyarakat Kota Prabumulih yang dilaksanakan di Stadion Talang Jimar Kota Prabumulih. Senam Pagi Bersama Masyarakat ini dilaksanakan setiap hari Minggu di Stadion Talang Jimar Kota Prabumulih bertujuan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, meningkatkan semangat beraktivitas, serta mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara DWP dan masyarakat Kota Prabumulih
Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tebo pada Hari Jum"at Tanggal 18 September 2026, jam 9.00 WIB di Aula utama Kantor Bupati Tebo, menghadiri Pertemuan Rutin PKK Kabupaten Tebo yang beranggotakan 6 Orang yang terdiri dari 1. ketua dan 5 anggota, kegiatan PKK kali ini sebagai tuan rumah adalah Dinas Disporapar Kabupaten Tebo. Acara di awali dengan: 1. Pembukaan 2. Do'a 3. Menyayikan lagu mars dan himne PKK 4. Solawat busro 5. Sambutan dari Ketua panitia penyelengara 6. Sambutan ibu ketua PKK Kabupaten Tebo yaitu ibu Nur hasanah Nazar. SE. MM Dalam sambutan ibu ketua PKK berpesan agar semua Ketua PKK OPD dan Kecamatan berperan aktif dalam kegiatan PKK yang diselengarakan 1 bulan sekali, untuk melatih anggota berdiri , memiliki kemampuan berkarya untuk mendukung tugas tugas suami, dan belakangan ini anak anak kita mulai pembelajaran secara daring dikarenakan kabut asap oleh sebab itu selaku orang tua wajib memperhatikan dan menjaga kesehatan anak anak kita dan menghimbau agar kita sama sama menjaga alam disekitar kita agar tidak terjadi kebakaran hutan. Kegiatan PKK kali ini di dengan sosialisasi tentang literasi zakat infak dan sedekah yang di sampaikan oleh ibu Karyati Inayah. S.S.S.P. ind. Zakar secara istilah adalah sejumlah harta yang di kelurkan dan di berikan kepada orang yang berhak menerimanya jika telah mencapai haul dan ishabnya dan hukumengeliuarkannya wajib. Jenis zakar ada 2 1. Zakat mal yaitu zakat yang di keluarkan setiap satu tahun sekali sesuai dengan nisab dan haulnya 2. Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada saat bulan romadhan. Tujuan zakat adalah: 1. Untuk menghindari mizakki dari sipat kikir 2. Harmonisasi hubungan antara orang kaya dan orang miskin 3. Menumbuhkan keberkatan pada harta yang di zakati Acara di akhiri dengan ramah tama.
DHARMA WANITA PERSATUAN SATPOL PP SUB UNIT KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT
Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Pusat Kecamatan Johar Baru Ibu Henny Rahman dan DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru. Melaksanakan Giat Jumat Berkah Dwp Satpol Pp Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat.
A. DATA PERTEMUAN
Judul Kegiatan : Giat Jumat Berkah Dwp Satpol Pp Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat.
Hari : Jum’at, 04 September 2026
Waktu : 11.00 s/d Selesai
Lokasi : Jl. Tanah Tinggi IV, Kecamatan Johar Baru
Jumlah Peserta : 3 Personil
Penyelenggara : DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru Ibu Henny Rahman
B. LATAR BELAKANG
DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru melaksanakan kegiatan Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Johar Baru.
C. TUJUAN KEGIATAN
1. Meningkatkan kepedulian sosial DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru terhadap masyarakat.
2. Memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan sosial.
3. Mempererat tali silaturahmi antara Satpol PP, DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru, dan masyarakat.
4. Membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
D. URAIAN KEGIATAN SOSIAL
Kegiatan Jumat Berkah DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru dilaksanakan pada hari Jumat, 4 September 2026, mulai pukul 11.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Jl. Tanah Tinggi IV. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan manfaat kepada masyarakat setempat. Sebanyak 120 orang masyarakat menerima manfaat dari kegiatan tersebut.
DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru bersama jajaran yang terlibat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.
Masyarakat setempat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka merasa senang dan bahagia atas perhatian serta kepedulian yang diberikan melalui kegiatan Jumat Berkah. Kegiatan ini dinilai bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan suasana kebersamaan yang positif.
Ikut Serta:
Kasatpol PP Kecamatan Johar Baru
DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru
Anggota Satpol PP Kecamatan Johar Baru
E. HASIL KEGIATAN
1. Kegiatan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat setempat.
2. Tumbuhnya semangat kepedulian dan berbagi kepada sesama di lingkungan masyarakat.
3. Terjalin interaksi dan silaturahmi yang lebih baik antara DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru dengan masyarakat.
F. EVALUASI
Secara umum, pelaksanaan kegiatan Jumat Berkah yang di laksanakan oleh DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat berjalan dengan baik dan lancar. Masyarakat penerima manfaat dapat mengikuti kegiatan dengan tertib dan memberikan respons yang positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya, koordinasi antara panitia, jajaran terkait, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan agar pelaksanaan kegiatan sosial dapat berjalan semakin efektif, tertib, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
G. PENUTUP
Demikian laporan kegiatan Jumat Berkah DWP Satpol PP Kecamatan Johar Baru ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan sosial yang telah dilaksanakan. Diharapkan kegiatan Jumat Berkah dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai wujud kepedulian sosial, mempererat silaturahmi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Johar Baru.
Dalam rangka peningkatan kapasitas anggota Dharma Wanita. Ketua Dharma Wanita Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengikuti bimbingan teknis dengan tema Upgrading Personality di ARTOTEL Jakarta pada tanggal 11 September 2026. Melalui kelas self makeup, attitude, dan personal branding peserta belajar untuk membangun kepercayaan diri, meningkatkan profesionalisme sera menghadirkan personal presence yang lebih berkarakter. Kegiatan yang diikuti oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Murung Raya da juga Seluruh Ketua DWP OPD Kabupaten Murung Raya. Dalam sambutannya Ketua DWP Persatuan Kabupaten Murung Raya menyatakan dengan kegiatan ini semoga memberi manfaat bagi seluruh wanita terutama ketua DWP OPD dalam bersikap dan mengatur organisasi dalam mendampingi suami. Berikut tujuan dan manfaat mengikuti bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota DWP terkait personal branding dan attitude. Tujuan mengikuti bimtek Meningkatkan pemahaman tentang konsep personal branding dan pentingnya membangun citra diri yang positif. Menguatkan attitude profesional (sikap, etika, cara berkomunikasi, dan perilaku) agar lebih percaya diri dan konsisten. Membekali strategi komunikasi: bagaimana menyampaikan gagasan dengan efektif, sopan, dan berempati. Melatih cara tampil dan berinteraksi secara lebih terarah (misalnya di lingkungan kerja, organisasi, maupun publik). Menyamakan perspektif antar anggota DWP tentang nilai-nilai yang ingin ditampilkan melalui karakter dan layanan. Manfaat mengikuti bimtek Citra diri (brand) lebih kuat dan positif karena peserta belajar membangun reputasi lewat sikap dan perilaku. Komunikasi lebih efektif: cara berbicara, menyusun pesan, dan menghadapi situasi sosial/organisasi dengan lebih baik. Kepercayaan diri meningkat saat presentasi, rapat, kegiatan organisasi, atau pergaulan publik. Etika dan profesionalisme lebih terjaga, sehingga peserta lebih siap menunjukkan attitude yang sesuai peran. Lebih peka terhadap cara “terlihat” dan “dinilai” orang lain, termasuk melalui tutur kata, gestur, dan layanan. Terbentuk kebiasaan positif dalam pengembangan diri (refleksi, evaluasi, dan perbaikan sikap secara berkelanjutan). Pengaruh organisasi ikut meningkat: karena anggota DWP tampil lebih profesional, DWP juga dipersepsikan lebih baik oleh lingkungan. Kegiatan diikuti dengan baik dan lancar serta diikuti oleh peserta dengan semangat. Dengan kesempatan inimemberikan manfaat dan menjadi langkah kecil untuk terus bertumbuh menjadi versi terbaik wanita Indonesia. Sebagai Pendamping suami dalam menjalan kan tugas memimpin sebuah Dinas atau Badan di Kabupaten Murung Raya.