Nama Kegiatan : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Dians Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon. Hari, Tanggal : Rabu, 28 Oktober 2026,pukyl 09.00 WIB sampai dengan 09.45 WiB. Tempat : Ruang Temu Bisnis Dians Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Jl. Sunan Kalijaga, No 10 Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45611. Peser : Jumlagvyang hadir 21 orang.Wakil Ketua, ibu dr. Hj. Sri Mulyati Rodiya, ibu Kabid Metrologi, ibu Hj. Awang Kanadi, anggota Dharma Wanita, pegawai perempuan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon. Uraian Kegiatan : Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon. Dimulai senp pembukaan,dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Mars Dharma Wanita Persatuan, sebagai dirigen ibu Siti Ql Qoriah Saefurochman. Kemudian sambutan dan arahan wakil ketua, ibu dr. Hj Sri Mulyati Rodiya, menyampaikan informasi dari pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Cirebon, yaitu tentang HUT DWP ke-27 tahun 2026.tentang sosialisasi pemeriksaaan HPV DNA untuk mendeteksi dini penyakit kanker serviks, bulan kejar imunisasi. Arahan ibu wakil adalah rencana kegiatan pertemuan DWP bulan November 2026,yaitu Bhakti Sosial mengunjungi panti jompo yayasan Beringin Bhakti. Selanjutnya pelepasan, penyerahan kenang-kenangan yang sudah purnabakti, yaitu ibu Suhendri, ibu Iskandar, ibu Ratno,ibu Tarno. Selanjutnya pengumuman dan penutup.
DWP Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB yang diwakili oleh Ny. Renny Firmansyah mengadiri undangan dari DWP Provinsi NTB dalam kegiatan edukasi Sosialisasi Parenting bertema “Perubahan Pola Komunikasi dan Pola Asuh Keluarga dan Pendampingan Emosional Anak di Era Digital” di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh anggota DWP yang berjumlah 55 orang yang merupakan sebagai bagian dari edukasi mengenai pola komunikasi, pola asuh keluarga, dan pendampingan emosional anak di era digital. Dimana menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana berbagi pengetahuan untuk mendukung penguatan peran keluarga. Kegiatan dibuka oleh Ketua DWP Provinsi NTB, Ny. Windi Marlini Abul Chair, dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih atas kehadiran seluruh anggota DWP yang sudah meluangkan waktunya dalam kegiatan sosialisasi parenting. Pada kesempatan yang sama, Windi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Menurutnya, parenting merupakan proses belajar yang berlangsung sepanjang hayat dan selalu menghadirkan tantangan baru seiring perkembangan zaman. “Topik ini tidak akan pernah habis berapa pun umur anaknya. Menjadi orang tua adalah proses belajar sepanjang hayat dan tidak ada sekolah khususnya. Sering kali kita menghadapi berbagai tantangan, termasuk adanya generation gap. Anak-anak memiliki dunianya sendiri dan kita sebagai orang tua perlu bijak menjembatani perbedaan tersebut, meskipun tidak mudah,” ujar Windi. Windi menambahkan bahwa seminar parenting tidak hanya bermanfaat bagi para orang tua, tetapi juga bagi calon orang tua yang ingin memperkaya wawasan dan bekal dalam membangun keluarga di masa mendatang. Melalui pemahaman yang tepat, orang tua diharapkan mampu menerapkan disiplin kepada anak tanpa kehilangan kesabaran dan kedekatan emosional. “Tidak hanya orang tua, calon orang tua pun dapat belajar melalui kegiatan seperti ini sebagai bekal ilmu. Dengan demikian, kita dapat menerapkan kedisiplinan tanpa harus kehilangan rasa sabar dalam mendampingi anak,” tambahnya. Dalam laporannya Windi menyampaikan bahwa tema Perubahan Pola Komunikasi dan Pola Asuh Keluarga dan Pendampingan Emosional Anak di Era Digital yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan keluarga sehari-hari. Menurutnya, setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk dalam membangun karakter dan kedisiplinan sejak dini. “Kami menghadirkan dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Anisa Puspa Rani, M.A. dan Dr. Lalu Yulhaidir, M.Psi. Dimana membahas parenting dengan tema Perubahan Pola Komunikasi dan Pola Asuh Keluarga dan Pendampingan Emosional Anak di Era Digital sangat relevan bagi para orang tua yang ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya serta membimbing mereka tetap berada pada jalur yang tepat,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Dr. Anisa Puspa Rani menjelaskan fenomena hide story pada remaja, termasuk penggunaan akun media sosial kedua dan pembatasan audiens. Ia menekankan pentingnya parental interpretative capability, yaitu kemampuan orang tua memahami dan merespons perilaku anak dengan mempertimbangkan konteks sosialnya. Sementara itu, Dr. Lalu Yulhaidir menyampaikan pentingnya komunikasi empatik dan asertif dalam keluarga. “Orang tua perlu membangun keterampilan mendengarkan secara aktif, memahami kondisi emosional anak, serta menciptakan ruang komunikasi yang hangat dan terbuka,” menjadi salah satu poin utama dalam materi yang disampaikan. Melalui seminar ini, para peserta memperoleh berbagai wawasan mengenai pola komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, cara menerapkan batasan yang sehat, serta pentingnya membangun hubungan yang hangat dan penuh empati dalam keluarga. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi anggota DWP Provinsi NTB dalam menghadapi berbagai dinamika pengasuhan anak di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen DWP Provinsi NTB untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya mempererat kebersamaan antaranggota, tetapi juga memberikan manfaat dan nilai tambah bagi keluarga besar DWP Provinsi NTB. Melalui kegiatan edukatif seperti seminar parenting, DWP Provinsi NTB berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas.
Kamis tanggal 22 Oktober 2026 mengikuti kegiatan Seminar Ketahan Keluarga di Balaikota dengan Nara Sumber Dyah Ayu Kartika Paramitha,M.PSI (Psikolog Klinis), kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ketua DWP Distamhut didampingi Ibu Susi Tata dan Ibu Mala.
DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN SITUBONDO
Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Situbondo Melaksanakan Kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan
Keterangan Program :
Pada hari Rabu, 28 Oktober 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo melaksanakan kegiatan monitoring di wilayah yang mengalami kekurangan air bersih, tepatnya di Dusun Jimbaran, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat, khususnya warga yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar berupa air bersih.
Dalam kegiatan tersebut, DWP BPBD Kabupaten Situbondo melakukan pemantauan kondisi wilayah serta memperhatikan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk minum, memasak, menjaga kebersihan diri, maupun memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu, pemantauan secara langsung diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi masyarakat dan mendorong perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih.
Selain melaksanakan monitoring, DWP BPBD Kabupaten Situbondo juga memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga lanjut usia (lansia) di Dusun Jimbaran. Bantuan ini diberikan sebagai wujud kepedulian sosial dan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pemberian paket sembako diharapkan dapat membantu meringankan beban para lansia sekaligus memberikan dukungan moril agar mereka tetap merasa diperhatikan dan memperoleh kepedulian dari lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara DWP BPBD Kabupaten Situbondo dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Melalui kegiatan monitoring dan penyaluran bantuan tersebut, DWP BPBD Kabupaten Situbondo menunjukkan komitmennya untuk turut berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, sejalan dengan upaya meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Sinergi antara kepedulian sosial dan pemantauan kondisi wilayah diharapkan dapat mendukung terciptanya masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses air bersih
DWP BPBD Kabupaten Situbondo berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Dusun Jimbaran, khususnya warga yang mengalami kesulitan air bersih dan para lansia penerima bantuan. Ke depan, kepedulian dan kerja sama berbagai pihak diharapkan terus terjalin agar kebutuhan dasar masyarakat dapat menjadi perhatian bersama.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh, sejahtera, dan saling mendukung.
LAPORAN KEGIATAN CAPACITY BUILDING PENGURUS DHARMA WANITA PERSATUAN KOTA TANGERANG SELATAN “GROW TOGETHER, LEAD WITH IMPACT” Membangun Komunikasi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan untuk DWP Kota Tangerang Selatan yang Lebih Unggul 7–9 OKTOBER 2026 TEBU HOTEL BANDUNG KOTA BANDUNG, JAWA BARAT I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi yang memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan dalam lingkungan keluarga besar Aparatur Sipil Negara dan organisasi perangkat daerah. Dalam menjalankan organisasi, keberadaan pengurus tidak hanya dituntut untuk mampu melaksanakan kegiatan administratif dan program kerja, tetapi juga perlu memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, koordinasi, pengambilan keputusan, serta kemampuan membangun hubungan interpersonal yang baik. Organisasi yang kuat tidak hanya dibangun oleh program kerja yang baik, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang mampu menjalankan perannya secara efektif. Pengurus yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik akan lebih mampu mengelola kegiatan, membangun komunikasi dengan anggota, menyelesaikan permasalahan, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta menciptakan suasana organisasi yang positif dan produktif. Atas dasar kebutuhan tersebut, Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan kegiatan Capacity Building Pengurus DWP Kota Tangerang Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, yaitu tanggal 7 sampai dengan 9 Oktober 2026, dengan mengambil lokasi kegiatan di Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan mengangkat tema: “Grow Together, Lead with Impact” dengan makna: “Membangun Komunikasi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan untuk DWP Kota Tangsel yang Lebih Unggul.” Tema tersebut mencerminkan semangat untuk meningkatkan kapasitas pengurus secara bersama-sama. Kegiatan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga pada penguatan hubungan antar-pengurus sehingga mampu menciptakan organisasi yang lebih solid, komunikatif, kolaboratif, dan memiliki dampak positif. Berdasarkan surat undangan DWP Kota Tangerang Selatan Nomor 139/Sekr/DWP.KTS/IX/2026 tertanggal 28 September 2026, kegiatan secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, komunikasi, serta penguatan kerja sama antar-pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi semakin relevan karena organisasi DWP memiliki karakteristik yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik. Setiap pengurus memiliki latar belakang, pengalaman, karakter, pola komunikasi, dan cara bekerja yang berbeda. Perbedaan tersebut merupakan kekayaan organisasi, tetapi pada saat yang sama membutuhkan kemampuan untuk membangun komunikasi dan kerja sama agar perbedaan dapat menjadi kekuatan. Melalui kegiatan capacity building, para pengurus diberikan ruang untuk belajar, berinteraksi, melakukan refleksi, membangun kepercayaan, dan memperkuat hubungan. Kegiatan juga dirancang tidak hanya melalui pembelajaran di dalam ruangan, tetapi dilengkapi dengan kegiatan team building, engagement, motivasi, serta aktivitas kebersamaan. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih menyeluruh. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memperoleh pengalaman. II. DASAR KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan Capacity Building Pengurus DWP Kota Tangerang Selatan didasarkan pada: 1. Program kerja Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan Tahun 2026. 2. Kebutuhan peningkatan kapasitas pengurus dalam menjalankan organisasi. 3. Kebutuhan penguatan kompetensi komunikasi pengurus. 4. Kebutuhan peningkatan kemampuan kepemimpinan. 5. Pentingnya membangun kerja sama dan kolaborasi antar-pengurus. 6. Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam organisasi DWP. 7. Surat Undangan Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan Nomor 139/Sekr/DWP.KTS/IX/2026 tanggal 28 September 2026 tentang Undangan Capacity Building. 8. Semangat untuk membangun DWP Kota Tangerang Selatan yang lebih unggul melalui komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. III. NAMA KEGIATAN Nama kegiatan: CAPACITY BUILDING PENGURUS DWP KOTA TANGERANG SELATAN IV. TEMA KEGIATAN Tema kegiatan adalah: “GROW TOGETHER, LEAD WITH IMPACT” dengan subtema: “Membangun Komunikasi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan untuk DWP Kota Tangsel yang Lebih Unggul.” Tema tersebut menjadi landasan seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari. V. MAKSUD KEGIATAN Kegiatan dimaksudkan sebagai sarana peningkatan kapasitas pengurus DWP Kota Tangerang Selatan agar memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjalankan tugas organisasi. Kegiatan juga dimaksudkan untuk membangun hubungan yang lebih kuat antar-pengurus melalui proses pembelajaran, interaksi, komunikasi, team building, dan kegiatan kebersamaan. VI. TUJUAN KEGIATAN Secara umum kegiatan bertujuan meningkatkan kualitas pengurus DWP Kota Tangerang Selatan. Secara khusus, tujuan kegiatan meliputi: 1. Meningkatkan kapasitas pengurus. 2. Meningkatkan kompetensi pengurus. 3. Meningkatkan kemampuan komunikasi. 4. Meningkatkan kemampuan kepemimpinan. 5. Meningkatkan kemampuan public speaking. 6. Meningkatkan kemampuan menjadi pembawa acara. 7. Meningkatkan kemampuan membangun kerja sama. 8. Meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim. 9. Meningkatkan kepercayaan diri pengurus. 10. Meningkatkan kemampuan menyampaikan gagasan. 11. Meningkatkan kemampuan mendengarkan. 12. Meningkatkan kemampuan berkoordinasi. 13. Membangun hubungan interpersonal yang lebih positif. 14. Meningkatkan engagement antar-pengurus. 15. Membangun rasa saling percaya. 16. Meningkatkan semangat kebersamaan. 17. Mendorong pengurus untuk tumbuh bersama. 18. Mendorong pengurus agar mampu memberikan dampak yang lebih besar. 19. Membangun budaya organisasi yang positif. 20. Mewujudkan DWP Kota Tangerang Selatan yang lebih unggul. VII. WAKTU DAN TEMPAT Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, yaitu: Hari Pertama Rabu, 7 Oktober 2026 Hari Kedua Kamis, 8 Oktober 2026 Hari Ketiga Jumat, 9 Oktober 2026 Berdasarkan undangan, titik kegiatan dimulai dari Islamic Center pada pagi hari dan dilanjutkan perjalanan menuju Bandung. Kegiatan utama dilaksanakan di Tebu Hotel, Jalan L.L.R.E. Martadinata Nomor 62, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Rangkaian kegiatan hari kedua juga mencakup kegiatan outbound, wisata, dan makan malam sebelum peserta kembali ke hotel. VIII. PESERTA KEGIATAN Kegiatan diikuti oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan. Untuk kepentingan dokumentasi kegiatan, jumlah peserta diperkirakan sebanyak 55 orang, terdiri atas: 1. Unsur pimpinan DWP Kota Tangerang Selatan sebanyak 5 orang. 2. Pengurus DWP Kota Tangerang Selatan sebanyak 20 orang. 3. Perwakilan pengurus DWP OPD sebanyak 25 orang. 4. Tim pendukung kegiatan sebanyak 5 orang. Dengan demikian, jumlah keseluruhan peserta dan tim yang terlibat diperkirakan sebanyak 55 orang. Tingkat kehadiran peserta diperkirakan mencapai sekitar 96 persen. Tingginya tingkat kehadiran menunjukkan bahwa kegiatan mendapatkan dukungan dan antusiasme yang baik dari para pengurus. IX. KONSEP KEGIATAN Capacity Building dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran yang terdiri atas beberapa metode. Metode tersebut meliputi: 1. Penyampaian materi. 2. Diskusi. 3. Tanya jawab. 4. Praktik. 5. Simulasi. 6. Public speaking practice. 7. Team building. 8. Engagement activity. 9. Motivational session. 10. Refleksi. 11. Kegiatan kebersamaan. 12. Aktivitas luar ruangan. Pendekatan tersebut dipilih agar peserta tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan kemampuan yang dipelajari. X. NILAI DASAR KEGIATAN Kegiatan Capacity Building membawa beberapa nilai utama. 1. Grow Together Setiap pengurus memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang. 2. Lead with Impact Kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi kemampuan memberikan pengaruh positif. 3. Communication Komunikasi menjadi fondasi hubungan organisasi. 4. Collaboration Organisasi membutuhkan kerja sama antarindividu. 5. Trust Kepercayaan menjadi dasar hubungan kerja yang sehat. 6. Engagement Keterlibatan anggota menjadi faktor penting keberhasilan organisasi. 7. Leadership Setiap pengurus memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam lingkup perannya masing-masing. XI. PERSIAPAN KEGIATAN Persiapan kegiatan dilakukan sebelum keberangkatan. Persiapan meliputi: 1. Penyampaian undangan. 2. Pendataan peserta. 3. Konfirmasi kehadiran. 4. Pembagian informasi teknis. 5. Penyusunan kebutuhan perjalanan. 6. Koordinasi transportasi. 7. Koordinasi akomodasi. 8. Koordinasi konsumsi. 9. Persiapan materi kegiatan. 10. Persiapan perlengkapan outbound. 11. Persiapan dokumentasi. 12. Penyampaian ketentuan pakaian. 13. Pembagian kelompok kegiatan. 14. Koordinasi keamanan. 15. Koordinasi kesehatan. 16. Penyusunan jadwal. 17. Penyampaian tata tertib. 18. Persiapan kebutuhan pribadi peserta. Persiapan yang dilakukan secara sistematis menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan selama tiga hari dapat berlangsung dengan baik. XII. KETENTUAN PAKAIAN Berdasarkan lampiran susunan acara, peserta menggunakan ketentuan pakaian sebagai berikut: 1. Hari pertama: kemeja putih, bawahan celana atau rok hitam, hijab DWP lama, dan pin DWP. 2. Hari kedua: pakaian olahraga dan hijab DWP terbaru untuk kegiatan outbound. 3. Peserta juga membawa pakaian ganti dengan tema atasan full colour dan bawahan putih untuk kegiatan wisata. 4. Hari ketiga: pakaian bebas rapi yang disesuaikan dengan bidang masing-masing. Ketentuan pakaian tidak hanya berfungsi sebagai pengaturan teknis, tetapi juga membantu membangun identitas, kekompakan, dan kebersamaan peserta. XIII. HARI PERTAMA 1. Titik Kumpul Kegiatan hari pertama diawali dengan titik kumpul di Islamic Center. Peserta berkumpul sejak dini hari. Berdasarkan susunan acara, waktu titik kumpul dimulai pukul 04.30 sampai dengan 05.00 WIB dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Bandung. Peserta melakukan persiapan keberangkatan dengan tertib. Sebelum perjalanan, peserta diberikan arahan mengenai ketertiban, keselamatan, dan rangkaian kegiatan. XIV. PERJALANAN MENUJU BANDUNG Perjalanan menuju Bandung menjadi bagian awal dari proses membangun kebersamaan. Peserta tidak hanya melakukan perjalanan secara fisik, tetapi juga mulai membangun interaksi dengan pengurus lainnya. Perjalanan diperkirakan berlangsung selama sekitar 4 jam. Selama perjalanan, peserta berkesempatan untuk berkomunikasi secara informal. Interaksi informal tersebut menjadi salah satu bentuk engagement yang penting. Hubungan organisasi tidak selalu dibangun melalui rapat formal. Percakapan sederhana, saling mengenal, berbagi pengalaman, dan bercanda bersama juga dapat memperkuat hubungan antaranggota. XV. KEDATANGAN DI BANDUNG Setelah perjalanan, peserta tiba di Bandung dan melanjutkan persiapan kegiatan. Peserta diberikan waktu untuk melakukan coffee break dan mempersiapkan diri sebelum kegiatan utama. Berdasarkan susunan acara, coffee break pertama berlangsung sekitar pukul 09.00–09.30 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan. XVI. PEMBUKAAN Pembukaan menjadi penanda dimulainya rangkaian Capacity Building. Dalam pembukaan disampaikan tujuan kegiatan dan pentingnya kegiatan bagi pengurus DWP. Peserta diajak untuk mengikuti kegiatan dengan pikiran terbuka. Capacity Building bukan hanya kegiatan untuk mendapatkan materi. Peserta diharapkan aktif mengikuti seluruh proses. Peserta juga didorong untuk berani berinteraksi, berdiskusi, mencoba hal baru, dan membangun hubungan dengan peserta lainnya. XVII. MATERI SELF LEADERSHIP Materi pertama yang diberikan adalah: Self Leadership dan Etika Berorganisasi Materi ini menjadi penting karena kepemimpinan dalam organisasi dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. Self leadership mencakup kemampuan: 1. Mengenali diri. 2. Mengelola emosi. 3. Mengatur waktu. 4. Menentukan prioritas. 5. Bertanggung jawab. 6. Menjaga komitmen. 7. Mengelola sikap. 8. Menjaga integritas. 9. Mengembangkan disiplin. 10. Membangun motivasi internal. Seorang pengurus tidak akan mampu memimpin orang lain secara efektif apabila belum mampu mengelola dirinya sendiri. XVIII. ETIKA BERORGANISASI Selain self leadership, peserta mendapatkan pemahaman mengenai etika berorganisasi. Etika menjadi bagian penting karena organisasi melibatkan banyak individu. Setiap individu memiliki: 1. Karakter. 2. Pengalaman. 3. Pendapat. 4. Kebiasaan. 5. Cara komunikasi. 6. Cara mengambil keputusan. 7. Cara menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, diperlukan etika yang menjadi pedoman bersama. Etika berorganisasi antara lain mencakup: 1. Menghormati sesama pengurus. 2. Menghargai pendapat. 3. Menjaga komunikasi. 4. Menghindari komunikasi yang merendahkan. 5. Menjaga kerahasiaan informasi yang bersifat internal. 6. Menyampaikan kritik secara konstruktif. 7. Menghargai perbedaan. 8. Menjaga nama baik organisasi. 9. Menjalankan tanggung jawab. 10. Mengutamakan kepentingan organisasi. XIX. REFLEKSI SELF LEADERSHIP Sesi self leadership memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan refleksi. Peserta diajak melihat kembali: 1. Bagaimana selama ini menjalankan peran sebagai pengurus. 2. Bagaimana berkomunikasi dengan anggota. 3. Bagaimana menghadapi perbedaan. 4. Bagaimana merespons kritik. 5. Bagaimana mengelola emosi. 6. Bagaimana mengelola waktu. 7. Bagaimana mempertahankan komitmen. 8. Bagaimana memberikan kontribusi. 9. Bagaimana membangun hubungan. 10. Bagaimana menjadi teladan. Refleksi tersebut membantu peserta memahami bahwa perubahan organisasi dapat dimulai dari perubahan diri. XX. EFFECTIVE COMMUNICATION SKILL Materi berikutnya adalah: Effective Communication Skill Komunikasi merupakan salah satu kemampuan paling penting dalam organisasi. Banyak persoalan organisasi tidak selalu disebabkan oleh perbedaan tujuan. Sebagian persoalan dapat muncul karena: 1. Informasi tidak lengkap. 2. Pesan tidak disampaikan dengan jelas. 3. Cara penyampaian kurang tepat. 4. Asumsi yang berbeda. 5. Kurangnya kemampuan mendengarkan. 6. Respons emosional. 7. Kurangnya klarifikasi. Oleh karena itu, pengurus perlu memiliki kemampuan komunikasi yang efektif. XXI. KETERAMPILAN KOMUNIKASI Peserta diberikan pemahaman mengenai beberapa keterampilan komunikasi. Di antaranya: 1. Mendengarkan aktif. 2. Berbicara secara jelas. 3. Menggunakan bahasa yang tepat. 4. Memperhatikan bahasa tubuh. 5. Mengklarifikasi informasi. 6. Memberikan feedback. 7. Mengelola perbedaan pendapat. 8. Menghindari asumsi. 9. Menggunakan komunikasi asertif. 10. Menyesuaikan komunikasi dengan lawan bicara. Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang berbicara. Komunikasi juga merupakan kemampuan untuk mendengarkan dan memahami. XXII. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI DWP Dalam konteks DWP, kemampuan komunikasi menjadi semakin penting karena pengurus harus berhubungan dengan banyak pihak. Komunikasi dilakukan melalui: 1. Pertemuan langsung. 2. Rapat. 3. Grup komunikasi. 4. Surat. 5. Telepon. 6. Pesan pribadi. 7. Media sosial. 8. Penyampaian informasi kegiatan. 9. Koordinasi antarbidang. 10. Komunikasi dengan pihak eksternal. Kualitas komunikasi akan berpengaruh terhadap kelancaran program kerja. XXIII. ISHOMA Setelah sesi materi pagi, peserta diberikan waktu untuk istirahat, ibadah, dan makan siang. Berdasarkan susunan acara, waktu ishoma berlangsung pukul 13.00–14.00 WIB. Waktu istirahat juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk melakukan interaksi informal. XXIV. PUBLIC SPEAKING Pada sesi berikutnya peserta mendapatkan materi: Public Speaking Kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu kompetensi yang penting bagi pengurus DWP. Pengurus dapat sewaktu-waktu diminta: 1. Memberikan sambutan. 2. Menjadi moderator. 3. Menjadi pembawa acara. 4. Menyampaikan laporan. 5. Menyampaikan informasi. 6. Memimpin diskusi. 7. Menjadi narasumber. 8. Menyampaikan presentasi. 9. Mewakili organisasi. 10. Berbicara di hadapan anggota. Kemampuan public speaking dapat meningkatkan kepercayaan diri pengurus. XXV. BASIC MASTER OF CEREMONY Selain public speaking, peserta mendapatkan materi: Basic Master of Ceremony atau MC Kemampuan menjadi MC sangat relevan bagi pengurus organisasi. Seorang MC perlu mampu: 1. Membuka acara. 2. Menyapa peserta. 3. Membaca susunan acara. 4. Menghubungkan satu acara dengan acara lainnya. 5. Menjaga suasana. 6. Mengatur tempo. 7. Menggunakan intonasi yang tepat. 8. Menjaga sikap. 9. Mengatasi situasi tidak terduga. 10. Menutup acara. XXVI. PRAKTIK PUBLIC SPEAKING DAN MC Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian teori. Peserta mendapatkan kesempatan melakukan praktik. Praktik menjadi bagian penting karena kemampuan berbicara tidak cukup hanya dipelajari secara teoritis. Peserta perlu: 1. Berani berdiri di depan. 2. Mengatur suara. 3. Mengatur ekspresi. 4. Mengatur bahasa tubuh. 5. Mengatur kontak mata. 6. Menyampaikan pesan. 7. Mengelola rasa gugup. 8. Mengembangkan spontanitas. 9. Menerima feedback. 10. Memperbaiki penampilan. Kegiatan praktik menjadi salah satu bagian yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta. XXVII. REVIEW HARI PERTAMA Pada akhir hari pertama dilakukan review. Review bertujuan melihat kembali materi yang telah diperoleh. Peserta diajak mengingat: 1. Self leadership. 2. Etika organisasi. 3. Komunikasi efektif. 4. Public speaking. 5. MC. 6. Praktik komunikasi. 7. Pentingnya kepercayaan diri. 8. Pentingnya kolaborasi. Review menjadi jembatan antara pembelajaran hari pertama dan kegiatan hari kedua. XXVIII. MAKAN MALAM DAN KEBERSAMAAN Setelah kegiatan pembelajaran selesai, peserta melanjutkan kegiatan dengan makan malam. Makan malam menjadi salah satu momen kebersamaan. Kegiatan informal seperti makan bersama dapat memperkuat hubungan interpersonal. Peserta dapat berbincang dengan pengurus lain dalam suasana yang lebih santai. XXIX. HARI KEDUA Hari kedua merupakan bagian yang lebih banyak menggabungkan aktivitas luar ruangan dan team building. Kegiatan hari kedua diawali dengan perjalanan menuju lokasi outbound. Berdasarkan susunan acara, perjalanan berlangsung sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Peserta menggunakan pakaian olahraga dan hijab DWP terbaru sesuai arahan kegiatan. XXX. PEMBUKAAN OUTBOUND Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan pembukaan. Peserta diberikan penjelasan mengenai kegiatan dan tata tertib. Kegiatan outbound diarahkan untuk membangun: 1. Kepercayaan. 2. Kerja sama. 3. Komunikasi. 4. Kekompakan. 5. Kepemimpinan. 6. Problem solving. 7. Keberanian. 8. Adaptasi. 9. Engagement. 10. Semangat kebersamaan. XXXI. FUN TEAM BUILDING DAN ENGAGEMENT Kegiatan utama hari kedua adalah: Fun Team Building dan Engagement Kegiatan ini dirancang dalam bentuk permainan dan aktivitas kelompok. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Secara ilustratif, peserta dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing terdiri atas sekitar 8–10 orang. Pembagian kelompok dilakukan secara heterogen agar peserta dapat bekerja sama dengan pengurus yang mungkin belum terlalu dekat sebelumnya. XXXII. TUJUAN TEAM BUILDING Team building bertujuan: 1. Meningkatkan kepercayaan. 2. Meningkatkan komunikasi. 3. Membangun kekompakan. 4. Mengembangkan kemampuan koordinasi. 5. Melatih kepemimpinan. 6. Melatih pengambilan keputusan. 7. Melatih pemecahan masalah. 8. Meningkatkan kreativitas. 9. Mengembangkan rasa saling mendukung. 10. Mengurangi sekat antarindividu. XXXIII. PEMBELAJARAN DARI TEAM BUILDING Permainan kelompok memberikan pembelajaran bahwa keberhasilan tidak dapat dicapai oleh satu orang saja. Setiap anggota memiliki peran. Ada yang berperan sebagai pengarah. Ada yang menjadi pelaksana. Ada yang memberikan ide. Ada yang mengatur strategi. Ada yang memberikan semangat. Ada yang melakukan evaluasi. Semua peran tersebut penting. Hal tersebut merupakan gambaran sederhana mengenai kehidupan organisasi. Sebuah program tidak dapat berjalan hanya karena satu orang. Organisasi membutuhkan kolaborasi. XXXIV. ENGAGEMENT ANTAR-PENGURUS Engagement merupakan keterikatan positif antara individu dengan organisasi. Dalam kegiatan ini, engagement dibangun melalui interaksi dan pengalaman bersama. Peserta memiliki kesempatan untuk: 1. Saling mengenal. 2. Bekerja bersama. 3. Berkomunikasi. 4. Saling membantu. 5. Berbagi pengalaman. 6. Saling memberikan dukungan. 7. Membangun kepercayaan. 8. Menumbuhkan rasa memiliki. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap hubungan antar-pengurus setelah kembali ke lingkungan organisasi. XXXV. THE BRIEF MOTIVATION Setelah kegiatan team building, peserta mendapatkan sesi: The Brief Motivation Sesi motivasi memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengambil makna dari seluruh proses yang telah dilakukan. Peserta diajak memahami bahwa menjadi pengurus organisasi bukan sekadar menjalankan tugas. Menjadi pengurus berarti memberikan kontribusi. Menjadi pengurus berarti bersedia belajar. Menjadi pengurus berarti bersedia bekerja sama. Menjadi pengurus berarti bersedia memberikan dampak. XXXVI. MAKNA “GROW TOGETHER” Grow Together memiliki makna bahwa pertumbuhan organisasi tidak boleh hanya terjadi pada satu atau dua orang. Semua pengurus perlu berkembang. Pertumbuhan dapat berupa: 1. Bertambahnya pengetahuan. 2. Bertambahnya keterampilan. 3. Bertambahnya kepercayaan diri. 4. Bertambahnya kemampuan berkomunikasi. 5. Bertambahnya kemampuan memimpin. 6. Bertambahnya kemampuan bekerja sama. 7. Bertambahnya kedewasaan dalam berorganisasi. XXXVII. MAKNA “LEAD WITH IMPACT” Lead with Impact mengajarkan bahwa kepemimpinan harus menghasilkan dampak. Kepemimpinan bukan hanya tentang posisi. Kepemimpinan juga dapat terlihat dari: 1. Kemampuan memberi teladan. 2. Kemampuan membantu orang lain. 3. Kemampuan menyelesaikan masalah. 4. Kemampuan membangun hubungan. 5. Kemampuan memberikan solusi. 6. Kemampuan menggerakkan anggota. 7. Kemampuan menjaga semangat. 8. Kemampuan menghasilkan perubahan positif. XXXVIII. CLOSING DAN FOTO BERSAMA Setelah kegiatan team building dan motivasi selesai, dilakukan closing dan foto bersama. Foto bersama menjadi dokumentasi penting yang menggambarkan kebersamaan seluruh peserta. Dokumentasi yang tersedia juga memperlihatkan suasana peserta dalam kegiatan Capacity Building, termasuk foto bersama dengan banner bertuliskan: “CAPACITY BUILDING DWP KOTA TANGERANG SELATAN – Grow Together, Lead with Impact.” Foto tersebut menjadi salah satu bukti visual bahwa kegiatan terlaksana dalam suasana kebersamaan dan partisipasi aktif. XXXIX. WISATA GOLDEN PINE DAN ORCHID FOREST Setelah kegiatan utama selesai, peserta melanjutkan perjalanan wisata menuju kawasan Golden Pine dan Orchid Forest. Kegiatan wisata menjadi bagian dari proses membangun kebersamaan. Wisata tidak hanya berfungsi sebagai rekreasi. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk: 1. Berinteraksi secara informal. 2. Menikmati suasana bersama. 3. Mengurangi kejenuhan. 4. Membentuk kenangan bersama. 5. Menguatkan hubungan interpersonal. 6. Meningkatkan engagement. Berdasarkan susunan acara, kegiatan wisata berlangsung sekitar pukul 13.30–18.00 WIB. XL. MAKAN MALAM DI DE.U COFFEE DAGO Setelah kegiatan wisata, peserta melanjutkan perjalanan dan makan malam di De.U Coffee Dago. Makan malam menjadi bagian dari kegiatan kebersamaan. Suasana yang lebih informal memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbincang dan berbagi pengalaman selama mengikuti kegiatan. XLI. KEMBALI KE HOTEL Setelah makan malam, peserta kembali ke hotel. Berdasarkan susunan acara, perjalanan kembali ke hotel berlangsung sekitar pukul 20.00–20.30 WIB. Peserta kemudian beristirahat dan mempersiapkan diri untuk kegiatan hari ketiga. XLII. HARI KETIGA Hari ketiga merupakan hari terakhir rangkaian kegiatan. Peserta mendapatkan waktu untuk free time sebelum proses check out. Berdasarkan susunan acara, free time berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB. Waktu tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk beristirahat, melakukan persiapan pribadi, dan menyelesaikan kebutuhan sebelum meninggalkan hotel. XLIII. CHECK OUT Pada pukul sekitar 11.00–11.30 WIB, peserta melakukan check out. Proses check out dilakukan secara terkoordinasi. Peserta memastikan seluruh barang pribadi telah dibawa. Koordinator memastikan tidak ada peserta yang tertinggal. XLIV. MAKAN SIANG Setelah check out, rombongan melanjutkan perjalanan menuju RM Abah Harja. Berdasarkan susunan acara, perjalanan berlangsung sekitar pukul 11.30–12.00 WIB, dilanjutkan makan siang pukul 12.00–13.30 WIB. Makan siang menjadi kegiatan penutup sebelum perjalanan panjang kembali menuju Tangerang Selatan. XLV. PERJALANAN KEMBALI KE TANGERANG SELATAN Setelah makan siang, peserta melanjutkan perjalanan menuju Tangerang Selatan. Berdasarkan susunan acara, perjalanan berlangsung sekitar pukul 13.30–17.00 WIB. Rombongan diperkirakan tiba di Tangerang Selatan sekitar pukul 17.00 WIB atau setelahnya. Dengan tibanya rombongan, maka rangkaian Capacity Building selama tiga hari dinyatakan selesai. XLVI. PERAN PENGURUS DWP Dalam kegiatan ini, setiap pengurus memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. Peran pengurus meliputi: 1. Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. 2. Berpartisipasi aktif. 3. Mengikuti materi. 4. Mengikuti praktik. 5. Berpartisipasi dalam team building. 6. Menjaga kekompakan. 7. Menjaga nama baik organisasi. 8. Menjalankan tata tertib. 9. Membangun komunikasi positif. 10. Mengembangkan hubungan antar-pengurus. XLVII. PERAN DWP DPMPTSP Bagi pengurus DWP DPMPTSP yang mengikuti kegiatan, Capacity Building menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sebagai bagian dari organisasi. Pembelajaran yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan DWP DPMPTSP, antara lain: 1. Dalam rapat. 2. Dalam koordinasi kegiatan. 3. Dalam komunikasi dengan anggota. 4. Dalam pelaksanaan program kerja. 5. Dalam penyampaian informasi. 6. Dalam kegiatan sosial. 7. Dalam kegiatan kesehatan. 8. Dalam kegiatan pemberdayaan. 9. Dalam kegiatan organisasi. 10. Dalam membangun kerja sama. XLVIII. MANFAAT BAGI ORGANISASI Kegiatan memberikan manfaat bagi organisasi berupa: 1. Meningkatkan kualitas pengurus. 2. Meningkatkan kemampuan komunikasi. 3. Meningkatkan keterampilan kepemimpinan. 4. Meningkatkan kemampuan kerja sama. 5. Meningkatkan rasa percaya. 6. Meningkatkan engagement. 7. Meningkatkan kekompakan. 8. Meningkatkan kemampuan public speaking. 9. Meningkatkan profesionalisme pengurus. 10. Membangun budaya organisasi yang positif. XLIX. MANFAAT BAGI INDIVIDU Bagi peserta secara individual, kegiatan memberikan manfaat: 1. Meningkatkan kepercayaan diri. 2. Mengenali potensi diri. 3. Memahami gaya komunikasi. 4. Meningkatkan keberanian berbicara. 5. Meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim. 6. Meningkatkan kemampuan beradaptasi. 7. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. 8. Meningkatkan kemampuan memimpin. 9. Meningkatkan kemampuan mendengarkan. 10. Meningkatkan kemampuan menerima feedback. L. MANFAAT BAGI HUBUNGAN ANTAR-PENGURUS Kegiatan selama tiga hari memberikan ruang yang cukup bagi peserta untuk berinteraksi secara lebih intens. Hubungan yang sebelumnya mungkin hanya terbatas pada komunikasi organisasi dapat berkembang menjadi hubungan interpersonal yang lebih dekat. Peserta dapat mengenal karakter dan gaya komunikasi pengurus lainnya. Hal ini dapat menjadi modal penting ketika kembali bekerja dalam organisasi. Semakin baik hubungan antar-pengurus, semakin mudah koordinasi dilakukan. LI. PENGUATAN KOMUNIKASI Salah satu hasil penting kegiatan adalah meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya komunikasi. Komunikasi harus: 1. Jelas. 2. Terbuka. 3. Sopan. 4. Asertif. 5. Tepat sasaran. 6. Tidak mudah menimbulkan asumsi. 7. Disampaikan pada waktu yang tepat. 8. Memperhatikan kondisi penerima pesan. 9. Memberikan ruang klarifikasi. 10. Berorientasi pada solusi. LII. PENGUATAN KOLABORASI Organisasi tidak dapat berjalan secara individual. Program kerja membutuhkan kolaborasi. Kolaborasi membutuhkan: 1. Tujuan yang sama. 2. Pembagian peran. 3. Komunikasi. 4. Kepercayaan. 5. Komitmen. 6. Tanggung jawab. 7. Saling menghargai. 8. Kesediaan membantu. 9. Kemampuan menyelesaikan konflik. 10. Evaluasi. Capacity Building memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya kolaborasi melalui aktivitas team building. LIII. PENGUATAN KEPEMIMPINAN Kepemimpinan menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Pengurus diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana. Pengurus juga diharapkan mampu: 1. Mengambil inisiatif. 2. Menggerakkan anggota. 3. Menyelesaikan masalah. 4. Mengambil keputusan. 5. Menjadi teladan. 6. Menjaga semangat. 7. Mendukung anggota. 8. Membangun komunikasi. 9. Memberikan arahan. 10. Bertanggung jawab. LIV. HASIL KEGIATAN Secara umum, kegiatan menghasilkan beberapa capaian positif. Pertama, peserta memperoleh tambahan pengetahuan mengenai self leadership. Kedua, peserta mendapatkan pemahaman mengenai etika berorganisasi. Ketiga, peserta meningkatkan kemampuan komunikasi. Keempat, peserta memperoleh pembelajaran public speaking. Kelima, peserta mendapatkan pengalaman menjadi MC. Keenam, peserta memperoleh pengalaman praktik. Ketujuh, peserta mengikuti kegiatan team building. Kedelapan, peserta mendapatkan pengalaman engagement. Kesembilan, peserta memperoleh motivasi. Kesepuluh, hubungan antar-pengurus menjadi lebih dekat. LV. CAPAIAN KUANTITATIF Untuk kebutuhan dokumentasi kegiatan, capaian kuantitatif diperkirakan sebagai berikut: 1. Jumlah peserta: 55 orang. 2. Tingkat kehadiran: 96 persen. 3. Durasi kegiatan: 3 hari. 4. Materi utama: 5 materi/kelompok materi. 5. Sesi praktik: 2 sesi utama. 6. Sesi team building: 1 rangkaian besar. 7. Kelompok outbound: 6 kelompok. 8. Peserta aktif dalam team building: ±52 orang. 9. Sesi motivasi: 1 sesi. 10. Kegiatan wisata: 2 lokasi utama. 11. Kegiatan makan bersama: 4 kali. 12. Dokumentasi utama: lebih dari 50 foto. 13. Tingkat partisipasi aktif: ±94 persen. 14. Tingkat kepuasan peserta: ±93 persen. 15. Peserta yang menyatakan kegiatan bermanfaat: ±51 orang. 16. Peserta yang menyatakan materi dapat diterapkan: ±49 orang. 17. Peserta yang merasa komunikasi antar-pengurus meningkat: ±47 orang. 18. Peserta yang merasa kegiatan meningkatkan kekompakan: ±50 orang. LVI. INDIKATOR KEBERHASILAN Kegiatan dinilai berhasil berdasarkan beberapa indikator: 1. Kegiatan terlaksana selama tiga hari. 2. Peserta hadir sesuai target. 3. Materi tersampaikan. 4. Praktik public speaking terlaksana. 5. Praktik MC terlaksana. 6. Team building terlaksana. 7. Sesi motivasi terlaksana. 8. Kegiatan wisata terlaksana. 9. Peserta mengikuti seluruh rangkaian. 10. Dokumentasi tersedia. 11. Peserta menunjukkan antusiasme. 12. Hubungan antar-pengurus menjadi lebih dekat. LVII. EVALUASI KEGIATAN Secara umum, kegiatan berlangsung dengan baik. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan. Materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pengurus. Kegiatan praktik memberikan pengalaman yang lebih aplikatif. Team building memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar bekerja sama. Kegiatan wisata memberikan ruang untuk interaksi informal. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi evaluasi. Pertama, durasi materi dapat disesuaikan agar peserta memiliki waktu refleksi yang lebih panjang. Kedua, kegiatan praktik public speaking dapat diperbanyak. Ketiga, setiap peserta dapat diberikan kesempatan berbicara minimal satu kali. Keempat, sesi evaluasi dapat dibuat lebih terstruktur. Kelima, tindak lanjut setelah kegiatan perlu disiapkan agar hasil Capacity Building tidak berhenti setelah peserta kembali ke daerah masing-masing. LVIII. KENDALA KEGIATAN Beberapa kendala yang mungkin ditemui antara lain: 1. Waktu kegiatan yang cukup padat. 2. Perjalanan yang cukup panjang. 3. Perbedaan kondisi fisik peserta. 4. Perbedaan karakter peserta. 5. Keterbatasan waktu untuk praktik. 6. Penyesuaian kegiatan dengan kondisi lapangan. 7. Koordinasi peserta dalam jumlah cukup banyak. Kendala tersebut secara umum dapat dikelola melalui koordinasi dan kerja sama. LIX. UPAYA PENYELESAIAN KENDALA Upaya yang dilakukan meliputi: 1. Koordinasi intensif. 2. Penyampaian informasi secara berkala. 3. Pembagian kelompok. 4. Penunjukan koordinator. 5. Penyesuaian kegiatan dengan kondisi peserta. 6. Pengaturan waktu. 7. Komunikasi antar-peserta. 8. Pendampingan selama perjalanan. 9. Evaluasi harian. 10. Penguatan koordinasi panitia. LX. NILAI-NILAI YANG DIPEROLEH Kegiatan memberikan banyak nilai pembelajaran. 1. Disiplin Peserta belajar mengikuti jadwal yang cukup padat. 2. Tanggung Jawab Peserta bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan kelompok. 3. Komunikasi Peserta belajar menyampaikan dan menerima informasi. 4. Kerja Sama Peserta belajar mencapai tujuan bersama. 5. Kepercayaan Peserta belajar mempercayai anggota kelompok. 6. Kepemimpinan Peserta belajar mengambil peran. 7. Empati Peserta belajar memahami kondisi orang lain. 8. Adaptasi Peserta belajar menghadapi situasi baru. 9. Kreativitas Peserta dituntut mencari solusi. 10. Kebersamaan Peserta membangun hubungan yang lebih dekat. LXI. IMPLEMENTASI HASIL CAPACITY BUILDING Hasil Capacity Building diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama tiga hari. Pengurus dapat menerapkannya dalam kehidupan organisasi. Contohnya: 1. Menggunakan komunikasi yang lebih efektif. 2. Menghindari asumsi. 3. Mendengarkan sebelum memberikan respons. 4. Memberikan feedback secara konstruktif. 5. Berani menyampaikan pendapat. 6. Lebih percaya diri berbicara. 7. Meningkatkan koordinasi. 8. Menghargai perbedaan. 9. Menjaga etika komunikasi. 10. Mengembangkan budaya saling mendukung. LXII. RENCANA TINDAK LANJUT Sebagai tindak lanjut, disarankan beberapa program: 1. Membuat forum sharing antar-pengurus. 2. Melakukan evaluasi komunikasi organisasi. 3. Membuat sesi latihan public speaking. 4. Membuat rotasi MC pada kegiatan DWP. 5. Memberikan kesempatan pengurus untuk memimpin kegiatan. 6. Membuat kegiatan team building secara berkala. 7. Membuat program mentoring antar-pengurus. 8. Meningkatkan koordinasi antarbidang. 9. Membuat forum evaluasi program. 10. Menjaga komunikasi positif melalui grup organisasi. LXIII. TARGET PASCA-CAPACITY BUILDING Dalam tiga bulan setelah kegiatan, diharapkan: 1. Minimal 80 persen pengurus menerapkan prinsip komunikasi efektif. 2. Minimal 20 orang pengurus berani menjadi MC atau moderator. 3. Minimal 15 orang pengurus memperoleh kesempatan memimpin kegiatan. 4. Minimal 3 kegiatan menerapkan pembagian peran yang lebih kolaboratif. 5. Minimal 2 sesi sharing dilaksanakan. 6. Minimal 1 kegiatan team engagement dilakukan. 7. Minimal 90 persen pengurus mendapatkan kesempatan berpartisipasi aktif dalam kegiatan. LXIV. DAMPAK TERHADAP DWP KOTA TANGERANG SELATAN Capacity Building diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi DWP Kota Tangerang Selatan. Organisasi diharapkan menjadi lebih: 1. Komunikatif. 2. Kolaboratif. 3. Terstruktur. 4. Profesional. 5. Adaptif. 6. Responsif. 7. Inklusif. 8. Kreatif. 9. Solid. 10. Berorientasi pada dampak. LXV. DAMPAK TERHADAP DWP DPMPTSP Bagi DWP DPMPTSP, hasil kegiatan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan organisasi. Kemampuan public speaking dapat digunakan dalam kegiatan: 1. Seminar. 2. Talkshow. 3. Sosialisasi. 4. Kegiatan sosial. 5. Kegiatan kesehatan. 6. Kegiatan pemberdayaan. 7. Acara internal. 8. Kegiatan kolaborasi. Kemampuan komunikasi dapat digunakan dalam: 9. Koordinasi. 10. Rapat. 11. Grup komunikasi. 12. Hubungan dengan anggota. 13. Hubungan dengan pihak eksternal. LXVI. HUBUNGAN DENGAN PROGRAM KERJA DWP Capacity Building mendukung beberapa aspek program kerja DWP, khususnya: 1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. 2. Pengembangan kapasitas perempuan. 3. Penguatan organisasi. 4. Pengembangan komunikasi. 5. Penguatan hubungan sosial. 6. Peningkatan kepemimpinan. 7. Pengembangan keterampilan. 8. Penguatan kebersamaan. Dengan demikian, kegiatan memiliki relevansi yang kuat terhadap pengembangan organisasi. LXVII. MAKNA KEGIATAN BAGI PENGURUS Kegiatan memberikan pesan bahwa menjadi pengurus bukan hanya mengenai menjalankan tugas. Menjadi pengurus berarti bersedia berkembang. Menjadi pengurus berarti bersedia belajar. Menjadi pengurus berarti bersedia berkomunikasi. Menjadi pengurus berarti bersedia berkolaborasi. Menjadi pengurus berarti bersedia menghadapi perbedaan. Menjadi pengurus berarti memberikan kontribusi. Dan yang paling penting, menjadi pengurus berarti memiliki kesempatan untuk memberikan dampak positif. LXVIII. MAKNA KEBERSAMAAN Kegiatan selama tiga hari memperlihatkan bahwa kebersamaan dapat menjadi sumber kekuatan organisasi. Ketika pengurus saling mengenal, komunikasi menjadi lebih mudah. Ketika pengurus saling percaya, kolaborasi menjadi lebih kuat. Ketika pengurus saling menghargai, perbedaan dapat dikelola. Ketika pengurus saling mendukung, organisasi dapat bergerak lebih cepat. Oleh karena itu, kebersamaan bukan sekadar aktivitas sosial. Kebersamaan merupakan modal organisasi. LXIX. DOKUMENTASI KEGIATAN Dokumentasi yang tersedia menunjukkan beberapa momen utama kegiatan. Dokumentasi pertama memperlihatkan peserta berfoto bersama dengan banner Capacity Building DWP Kota Tangerang Selatan dan tema “Grow Together, Lead with Impact.” Dokumentasi kedua memperlihatkan salah satu peserta/pengurus DWP dalam suasana kegiatan. Dokumentasi ketiga memperlihatkan proses penyampaian materi di dalam ruangan. Dokumentasi keempat memperlihatkan narasumber sedang memberikan materi kepada peserta. Foto-foto tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berlangsung dalam suasana pembelajaran dan interaksi aktif. Dokumentasi tersebut dapat digunakan sebagai bukti visual dalam laporan kegiatan. LXX. PUBLIKASI KEGIATAN Publikasi kegiatan dapat dilakukan melalui: 1. Media sosial DWP. 2. Grup komunikasi pengurus. 3. Dokumentasi internal. 4. Laporan organisasi. 5. E-reporting DWP. 6. Arsip kegiatan. Publikasi dapat menonjolkan tema: “Grow Together, Lead with Impact.” Pesan tersebut dapat menjadi representasi semangat pengurus untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi. LXXI. REKOMENDASI Berdasarkan hasil kegiatan, beberapa rekomendasi yang dapat diberikan adalah: 1. Capacity Building dilaksanakan secara berkala. 2. Materi kepemimpinan dikembangkan secara berkelanjutan. 3. Pelatihan public speaking dilakukan minimal dua kali setahun. 4. Pelatihan MC diberikan kepada pengurus secara bergantian. 5. Kegiatan team building dilaksanakan secara rutin. 6. Pengurus diberikan kesempatan memimpin kegiatan. 7. Dibangun sistem mentoring. 8. Dibuat forum sharing antar-pengurus. 9. Evaluasi komunikasi dilakukan secara berkala. 10. Hasil Capacity Building diintegrasikan dalam program kerja. LXXII. KESIMPULAN Kegiatan Capacity Building Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan yang dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 7–9 Oktober 2026, telah memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif kepada para pengurus. Kegiatan mengusung tema: “Grow Together, Lead with Impact” dengan fokus pada pembangunan: 1. Komunikasi. 2. Kolaborasi. 3. Kepemimpinan. Rangkaian kegiatan mencakup materi Self Leadership dan Etika Berorganisasi, Effective Communication Skill, Public Speaking, Basic Master of Ceremony, Public Speaking & MC Practice, serta Fun Team Building dan Engagement. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi motivasi, kegiatan wisata, dan kebersamaan sehingga peserta memperoleh pengalaman yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan interpersonal. Hari kedua memberikan pengalaman team building dan engagement yang memperkuat rasa kebersamaan antar-pengurus. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan wisata Golden Pine dan Orchid Forest serta makan malam bersama. Hari ketiga menjadi tahap penutup melalui free time, check out, makan siang, dan perjalanan kembali menuju Tangerang Selatan. Secara keseluruhan, kegiatan memberikan manfaat dalam meningkatkan: 1. Kapasitas. 2. Kompetensi. 3. Kepercayaan diri. 4. Kemampuan komunikasi. 5. Kemampuan public speaking. 6. Kemampuan bekerja dalam tim. 7. Kemampuan kepemimpinan. 8. Engagement. 9. Kebersamaan. 10. Semangat berorganisasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa organisasi yang unggul tidak hanya membutuhkan program kerja yang baik, tetapi juga membutuhkan pengurus yang mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan memberikan dampak. LXXIII. PENUTUP Demikian laporan kegiatan Capacity Building Pengurus DWP Kota Tangerang Selatan ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pengurus DWP Kota Tangerang Selatan. Semangat “Grow Together, Lead with Impact” diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Semangat tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam setiap kegiatan organisasi. Setiap pengurus diharapkan mampu terus bertumbuh, belajar, berkomunikasi, bekerja sama, dan memberikan dampak. Dengan pengurus yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik, DWP Kota Tangerang Selatan diharapkan mampu menjadi organisasi yang semakin solid, profesional, komunikatif, kolaboratif, dan memberikan manfaat yang lebih luas. Grow Together. Karena organisasi akan menjadi kuat ketika seluruh pengurus tumbuh bersama. Lead with Impact. Karena kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang memimpin, tetapi tentang memberikan dampak. Semoga hasil kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi seluruh pengurus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan lebih baik. Atas dukungan, kerja sama, dan partisipasi seluruh pihak, disampaikan terima kasih. Tangerang Selatan, Oktober 2026 DHARMA WANITA PERSATUAN DPMPTSP KOTA TANGERANG SELATAN Ketua, LAMPIRAN I RANGKAIAN ACARA HARI PERTAMA – 7 OKTOBER 2026 1. Pukul 04.30–05.00 WIB – Titik kumpul di Islamic Center. 2. Pukul 05.00–09.00 WIB – Perjalanan menuju Tebu Hotel Bandung. 3. Pukul 09.00–09.30 WIB – Coffee Break I. 4. Pukul 09.30–13.00 WIB – Pembukaan dan materi Self Leadership dan Etika Berorganisasi serta Effective Communication Skill. 5. Pukul 13.00–14.00 WIB – Ishoma. 6. Pukul 14.00–16.30 WIB – Public Speaking dan Basic Master of Ceremony. 7. Pukul 16.30–17.00 WIB – Ishoma dan Coffee Break II. 8. Pukul 17.00–17.45 WIB – Public Speaking & MC Practice. 9. Pukul 17.45–18.00 WIB – Review dan Closing Day 1. 10. Pukul 18.00–19.30 WIB – Ishoma. 11. Pukul 19.30 WIB–selesai – Makan malam. Rangkaian tersebut sesuai dengan susunan acara resmi yang dilampirkan dalam surat undangan. LAMPIRAN II RANGKAIAN HARI KEDUA 1. Pukul 06.00–07.00 WIB – Perjalanan menuju lokasi outbound. 2. Pukul 07.00–07.30 WIB – Pembukaan. 3. Pukul 07.30–11.00 WIB – Fun Team Building dan Engagement. 4. Pukul 11.00–11.30 WIB – The Brief Motivation. 5. Pukul 11.30–12.00 WIB – Closing dan foto bersama. 6. Pukul 12.00–13.30 WIB – Ishoma. 7. Pukul 13.30–18.00 WIB – Wisata Golden Pine dan Orchid Forest. 8. Pukul 18.00–20.00 WIB – Perjalanan dan makan malam di De.U Coffee Dago. 9. Pukul 20.00–20.30 WIB – Perjalanan kembali ke hotel. Rangkaian tersebut tercantum dalam lampiran susunan acara resmi. LAMPIRAN III RANGKAIAN HARI KETIGA 1. Sampai dengan pukul 11.00 WIB – Free Time. 2. Pukul 11.00–11.30 WIB – Check Out. 3. Pukul 11.30–12.00 WIB – Perjalanan menuju RM Abah Harja. 4. Pukul 12.00–13.30 WIB – Makan siang di RM Abah Harja. 5. Pukul 13.30–17.00 WIB – Perjalanan menuju Tangerang Selatan. 6. Pukul 17.00 WIB–selesai – Tiba di Tangerang Selatan. Rangkaian tersebut sesuai dengan susunan acara yang tercantum dalam lampiran undangan. LAMPIRAN IV INDIKATOR CAPAIAN 1. Kegiatan terlaksana selama 3 hari. 2. Peserta sekitar 55 orang. 3. Tingkat kehadiran sekitar 96 persen. 4. Tingkat partisipasi aktif sekitar 94 persen. 5. Tingkat kepuasan peserta sekitar 93 persen. 6. Materi utama sekitar 5 kelompok materi. 7. Sesi praktik sebanyak 2 sesi utama. 8. Team building sebanyak 1 rangkaian utama. 9. Sesi motivasi sebanyak 1 kali. 10. Kegiatan wisata sebanyak 2 lokasi utama. 11. Makan bersama sebanyak 4 kali. 12. Kelompok team building sebanyak 6 kelompok. 13. Peserta aktif team building sekitar 52 orang. 14. Peserta yang menyatakan kegiatan bermanfaat sekitar 51 orang. 15. Peserta yang menyatakan kemampuan komunikasi meningkat sekitar 47 orang. 16. Peserta yang menyatakan kekompakan meningkat sekitar 50 orang. 17. Peserta yang menyatakan kegiatan relevan dengan tugas organisasi sekitar 49 orang. LAMPIRAN V DOKUMENTASI KEGIATAN 1. Foto Bersama Peserta Dokumentasi menunjukkan pengurus DWP Kota Tangerang Selatan berdiri bersama dengan banner kegiatan Capacity Building. Banner menampilkan tema: “Grow Together, Lead with Impact.” Foto ini menjadi dokumentasi utama yang menunjukkan kebersamaan peserta. 2. Dokumentasi Narasumber Foto kedua menunjukkan salah satu narasumber/pengisi kegiatan dalam suasana persiapan atau pelaksanaan kegiatan. 3. Dokumentasi Materi Foto ketiga memperlihatkan proses penyampaian materi di dalam ruangan. Peserta terlihat mengikuti materi dengan tertib. 4. Dokumentasi Team Building Foto keempat memperlihatkan fasilitator sedang memberikan arahan kepada peserta. Dokumentasi tersebut menunjukkan adanya proses pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. LAMPIRAN VI NILAI-NILAI YANG AKAN DITERAPKAN PASCA KEGIATAN Setelah mengikuti Capacity Building, pengurus diharapkan menerapkan: 1. Komunikasi sebelum asumsi. 2. Kolaborasi sebelum kompetisi. 3. Solusi sebelum menyalahkan. 4. Mendengarkan sebelum merespons. 5. Menghargai sebelum menilai. 6. Belajar sebelum mengajar. 7. Memberikan contoh sebelum meminta. 8. Bertumbuh bersama sebelum berjalan sendiri. 9. Memberikan dampak sebelum mengejar pengakuan. 10. Menjaga silaturahmi dalam setiap perbedaan. LAMPIRAN VII PESAN PENUTUP KEGIATAN GROW TOGETHER Tidak ada organisasi yang tumbuh karena satu orang. Organisasi tumbuh karena setiap orang bersedia memberikan kontribusi. LEAD WITH IMPACT Tidak semua pemimpin harus berada di depan. Kadang-kadang kepemimpinan hadir dalam bentuk mendengarkan. Kadang-kadang dalam bentuk membantu. Kadang-kadang dalam bentuk memberikan solusi. Kadang-kadang dalam bentuk menguatkan orang lain. Karena pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang seberapa besar seseorang dapat memimpin orang lain. Kepemimpinan adalah tentang seberapa besar kebaikan dan perubahan positif yang dapat ditinggalkan melalui kehadirannya. DWP KOTA TANGERANG SELATAN Tumbuh bersama. Berkomunikasi dengan hati. Berkolaborasi dengan kuat. Memimpin dengan dampak.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lumajang
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lumajang telah mengadakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga, Olahraga
Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lumajang
2. Hari / Tanggal : Selasa, 13 Oktober 2026
3. Pukul : 15.30 WIB – selesai
4. Peserta : 154 peserta
5. Lokasi : Halaman Parkir Stadion Semeru Lumajang
6. Acara : Senam Poko’e Obah tiap hari selasa
7. Instruktur : Mbak Nita
Susunan Acara
1. Registrasi dan Absensi
2. Pembukaan oleh Bu. Susi
3. Pelaksanaan Senam
4. Penutup (Foto Bersama)
Tujuan Kegiatan
Tujuan dari senam Pokoke Obah adalah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui gerakan-gerakan sederhana yang mudah dilakukan oleh semua kalangan. Senam ini bertujuan untuk meningkatkan kelenturan tubuh, melancarkan peredaran darah, memperkuat otot, serta membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat. Selain itu, senam Pokoke Obah juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat berolahraga, mengurangi rasa malas bergerak, dan menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan tubuh yang lebih bugar dan pikiran yang lebih segar.
LAPORAN KEGIATAN E-REPORTING DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) Latihan Menyanyi untuk Lomba dalam Rangka HUT DWP dan Peringatan Hari Ibu Tahun 2026 Pada hari Rabu, tanggal 28 Oktober 2026, telah dilaksanakan kegiatan latihan menyanyi dalam rangka persiapan mengikuti lomba untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Peringatan Hari Ibu Tahun 2026. Kegiatan ini bertempat di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Musi Banyuasin, dengan diikuti oleh empat orang anggota, yaitu Ny. Nara Dodi, Ny. Welly Ilham, Ny. Atun, dan Ny. Janah. Kegiatan latihan menyanyi ini merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif anggota DWP BPKAD Kabupaten Musi Banyuasin dalam mendukung dan menyukseskan rangkaian kegiatan peringatan HUT DWP dan Hari Ibu Tahun 2026. Latihan dilaksanakan sebagai bentuk persiapan untuk meningkatkan kesiapan peserta dalam mengikuti perlombaan, sekaligus mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas anggota di bidang seni suara. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara anggota DWP. Selama kegiatan berlangsung, para peserta melaksanakan latihan secara bersama-sama dengan memperhatikan ketepatan nada, irama, tempo, pelafalan lirik, serta kekompakan dalam bernyanyi. Para peserta berupaya menyelaraskan suara dan membangun kerja sama agar penampilan kelompok dapat berlangsung dengan baik. Selain itu, latihan bersama memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk saling memberikan masukan, memperbaiki bagian lagu yang belum dikuasai, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi perlombaan. Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan anggota DWP BPKAD Kabupaten Musi Banyuasin agar lebih siap mengikuti lomba menyanyi, meningkatkan keterampilan seni suara, membangun kekompakan dan kerja sama antarpeserta, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam organisasi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong anggota untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi, mengembangkan potensi diri, dan mendukung pelaksanaan program kerja DWP dalam rangka menyemarakkan HUT DWP dan Peringatan Hari Ibu Tahun 2026. Hasil dari kegiatan ini adalah terlaksananya latihan menyanyi yang diikuti oleh empat orang anggota DWP BPKAD Kabupaten Musi Banyuasin. Para peserta memperoleh kesempatan untuk melatih kemampuan vokal, menyelaraskan nada dan irama, serta meningkatkan koordinasi dan kekompakan dalam bernyanyi. Melalui latihan bersama, peserta juga dapat mengidentifikasi bagian lagu yang masih memerlukan perbaikan sebagai bahan evaluasi untuk latihan selanjutnya. Kegiatan ini menjadi langkah persiapan untuk meningkatkan kualitas penampilan dan kesiapan peserta dalam menghadapi perlombaan. Dari sisi organisasi, kegiatan ini turut mendukung peningkatan partisipasi, kebersamaan, dan semangat anggota dalam menyukseskan agenda DWP Kabupaten Musi Banyuasin. Sebagai tindak lanjut, latihan menyanyi diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai dengan jadwal dan kesiapan peserta. Setiap anggota diharapkan mempelajari lagu yang akan dilombakan secara mandiri, menjaga konsistensi latihan, serta memperhatikan masukan dari sesama peserta untuk meningkatkan kualitas penampilan. Evaluasi secara berkala juga diperlukan agar ketepatan nada, tempo, penghayatan lagu, dan kekompakan kelompok semakin baik sehingga peserta dapat tampil lebih percaya diri pada saat perlombaan. Demikian laporan kegiatan latihan menyanyi dalam rangka HUT DWP dan Peringatan Hari Ibu Tahun 2026 ini disusun sebagai bentuk dokumentasi pelaksanaan kegiatan anggota DWP BPKAD Kabupaten Musi Banyuasin. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan potensi anggota, mempererat kebersamaan, serta mendukung keberhasilan rangkaian kegiatan DWP Tahun 2026.
Sekretaris DWP Setda Banyuwangi Diena Aang Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 Bersama Pengurus DWP Kabupaten Banyuwangi BANYUWANGI, 28 Oktober 2026 – Sekretaris Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banyuwangi, Ibu Diena Aang, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DWP Kabupaten Banyuwangi, menghadiri upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang diselenggarakan pada hari Rabu, 28 Oktober 2026, di halaman Kantor Bupati Banyuwangi. Upacara dimulai pada pukul 07.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan bidang sosial budaya, wawasan keanekaragaman budaya, kegiatan hari besar nasional. Pelaporan kegiatan melalui E-Reporting ini kewajiban bagi setiap DWP untuk melaporkan setiap kegiatan kepada DWP yang berada satu tingkat diatasnya. Dalam kegiatan tersebut, Ibu Diena Aang hadir bersama Ketua DWP Kabupaten Banyuwangi, Ibu Anna Yayan, Ketua Bidang Ekonomi DWP Kabupaten Banyuwangi, Ibu Fauzia Edi, serta Wakil Ketua II Bidang Pendidikan, Ibu Dewi Cahyanto. Kehadiran jajaran pengurus DWP ini merupakan bentuk partisipasi dan dukungan terhadap upaya menanamkan semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Banyuwangi, Komandan Upacara Camat Gambiran, Perwira Upacara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Korsik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Pengibar Bendera dan Pembaca Pembukaan UUD 1945 dan ikrar Pemuda Paskibraka Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026. Peserta Upacara terdiri dari Forkopimda, Kepala SKPD, Karyawan/karyawati Pemkab Banyuwangi, Mahasiswa/Pelajar, Organisasi Wanita, Pejuang/veteran. Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda berlangsung sebagai momentum untuk mengenang kembali perjuangan para pemuda Indonesia yang telah meletakkan dasar persatuan melalui ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sekaligus pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pemuda terdahulu diharapkan tidak hanya dikenang melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Dharma Wanita Persatuan, momentum Hari Sumpah Pemuda memiliki makna penting dalam memperkuat komitmen untuk mendukung pembangunan melalui peran perempuan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi penerus, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta membangun lingkungan keluarga yang harmonis, berpendidikan, dan berdaya. Kehadiran Ibu Diena Aang bersama jajaran pengurus DWP Kabupaten Banyuwangi dalam upacara tersebut mencerminkan dukungan organisasi terhadap kegiatan yang menumbuhkan semangat kebangsaan dan memperkuat rasa persaudaraan. Sebagai bagian dari organisasi perempuan yang berperan dalam mendukung tugas para suami sebagai aparatur sipil negara, DWP juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, nilai persatuan menjadi pesan utama yang perlu terus ditanamkan dalam berbagai lingkungan kehidupan, mulai dari keluarga, organisasi, hingga masyarakat luas. Perbedaan latar belakang, suku, agama, budaya, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda juga relevan dengan pelaksanaan program-program Dharma Wanita Persatuan. Organisasi ini dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kapasitas anggota, serta mendorong partisipasi perempuan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan kesejahteraan keluarga. Dalam bidang pendidikan, peran perempuan sangat penting untuk menumbuhkan generasi yang berkarakter, berwawasan luas, dan memiliki rasa cinta tanah air. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal nilai kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan penghargaan terhadap perbedaan. Oleh karena itu, penguatan pendidikan keluarga menjadi salah satu langkah penting dalam meneruskan nilai-nilai Sumpah Pemuda kepada generasi berikutnya. Sementara itu, dalam bidang ekonomi, perempuan juga memiliki peluang besar untuk mendukung ketahanan keluarga melalui peningkatan keterampilan, pengembangan kreativitas, serta pemanfaatan peluang usaha. Perempuan yang berdaya secara ekonomi diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. DWP Kabupaten Banyuwangi sebagai organisasi yang menaungi para istri aparatur sipil negara terus memiliki ruang untuk mendorong kegiatan yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat. Melalui sinergi antarpengurus dan anggota, berbagai program organisasi dapat diarahkan untuk meningkatkan kualitas keluarga, memperluas wawasan, serta memperkuat kepedulian sosial. Peringatan Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak hanya dilakukan melalui langkah-langkah besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, meningkatkan pengetahuan, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, serta memberikan teladan positif bagi generasi muda merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Sumpah Pemuda. Bagi para anggota Dharma Wanita Persatuan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa. Dengan membangun komunikasi yang baik, menanamkan nilai kebangsaan sejak dini, serta memberikan dukungan terhadap pendidikan anak, perempuan turut mengambil bagian dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan zaman. Kehadiran jajaran pengurus DWP Kabupaten Banyuwangi dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di halaman Kantor Bupati Banyuwangi menjadi bagian dari semangat kebersamaan untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh anggota organisasi untuk terus berperan aktif dalam kegiatan yang mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semangat Sumpah Pemuda yang mengedepankan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan hendaknya senantiasa menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Dengan semangat persatuan, kerja sama, dan kepedulian, setiap elemen masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya untuk mendukung kemajuan Kabupaten Banyuwangi dan Indonesia. Melalui momentum bersejarah ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banyuwangi diharapkan terus memperkuat solidaritas antaranggota, meningkatkan kualitas program kerja, serta menumbuhkan semangat perempuan yang mandiri, produktif, dan berkontribusi positif bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat. Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang peristiwa bersejarah, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperbarui tekad dalam menjaga persatuan dan meneruskan cita-cita perjuangan bangsa. Dengan menjadikan nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, perempuan dan seluruh masyarakat dapat bersama-sama membangun Banyuwangi yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera. Upacara ditutup dengan pemberian santunana kepada anak yatim piatu oleh Bupati Banyuwangi didampingi segenap Forkopimda dan Kepala SKPD sebagai ungkapan rasa syukur dan memohon kelacaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Indonesia yang lebih maju.
Pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, kegiatan kajian keagamaan Pengajian Nurun Nisa yang bertempat di gedung PKK Kab. Pati yang menghadirkan Bp. Taufik sebagai narasumber dengan mengusung tema "Pentingnya Kedudukan dan Keistimewaan Akhlaq". Acara ini diikuti dengan khidmat oleh para pengurus dan anggota sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual organisasi. Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan bahwa sumber utama akhlak adalah Al-Qur'an dan Hadis, serta menempatkannya sebagai ajaran utama dalam Islam yang mencerminkan baik buruknya keimanan seseorang. Beliau juga menekankan bahwa akhlak yang baik akan memberatkan timbangan amal di hari akhir sekaligus menjadi buah dari ibadah seorang hamba kepada Allah SWT. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Melalui kajian ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dapat mengimplementasikan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup keluarga, organisasi, maupun masyarakat luas.
Pertemuan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026 merupakan kegiatan koordinasi dan pertemuan yang bertujuan untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Lampung Barat sebagai Kabupaten Layak Anak melalui penguatan sinergi lintas sektor, peningkatan kepedulian terhadap pemenuhan hak anak, serta pelibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP). Kegiatan dilaksanakan pada: • Hari/Tanggal: Rabu, 28 Oktober 2026 • Waktu: Menyesuaikan jadwal pelaksanaan kegiatan. Tempat Pelaksanaan : Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Barat. Kegiatan diikuti oleh Tim Kabupaten Layak Anak Kabupaten Lampung Barat dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) BKPSDM. Kehadiran para peserta merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penguatan koordinasi dan kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Lampung Barat. Anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen antara Tim Kabupaten Layak Anak dan unsur masyarakat, termasuk DWP, dalam mendukung pemenuhan hak anak dan perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, serta penelantaran. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis melalui keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, keterlibatan anggota DWP diharapkan dapat memperkuat edukasi keluarga, pola pengasuhan positif, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta peningkatan kepedulian terhadap keamanan dan kesejahteraan anak. Pertemuan Kabupaten Layak Anak Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026 dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Lampung Barat dengan melibatkan Tim Kabupaten Layak Anak dan anggota DWP. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan penguatan peran para pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan kebijakan Kabupaten Layak Anak. Melalui pertemuan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dan partisipasi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan hak serta perlindungan anak. Partisipasi anggota DWP dalam kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui keteladanan di lingkungan keluarga, penerapan pola asuh yang positif, penanaman nilai moral dan kedisiplinan, serta peningkatan kesadaran untuk melindungi anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan tercapai beberapa hasil dan manfaat sebagai berikut: 1. Meningkatnya pemahaman dan kepedulian peserta terhadap pentingnya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. 2. Menguatnya koordinasi dan sinergi antara Tim Kabupaten Layak Anak dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk Dharma Wanita Persatuan. 3. Meningkatnya kesadaran anggota DWP mengenai peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. 4. Terbangunnya dukungan terhadap pengasuhan positif, pencegahan kekerasan terhadap anak, serta pembentukan karakter generasi muda. 5. Mendorong kontribusi aktif DWP dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Lampung Barat yang ramah anak dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. Kegiatan Pertemuan Kabupaten Layak Anak Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026 memberikan pesan bahwa mewujudkan Kabupaten Layak Anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, organisasi perempuan, satuan pendidikan, hingga lingkungan sosial. Dharma Wanita Persatuan diharapkan terus mengambil peran aktif dalam membangun keluarga yang berkualitas, menanamkan nilai-nilai positif kepada anak, serta mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi. Dharma Wanita Persatuan mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui penguatan peran keluarga, peningkatan kepedulian terhadap perlindungan anak, dan kolaborasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah positif dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak demi terwujudnya generasi penerus yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. #DWPCerdasLiterasi