DWP Kecamatan Grogol Petamburan mengikuti giat pelatihan kewirausahaan terpadu di Rptra kel. Tanjung Duren Utara pada hari Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 08.00 s.d 12.00. Pelatihan membuat kue brownies puding dengan resep yang mudah dan rasa yg enak. Dihadiri oleh peserta dari kecamatan serta dari kelurahan-kelurahan sekecamatan Grogol Petamburan
Dinas Kominfo Kabupaten Muna Barat turut serta dalam lomba Gerak Jalan Indah memperingati HUT RI ke-81. Barisan ini menghadirkan komposisi personel campuran antara jajaran pegawai laki-laki dan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP). Barisan diawasi secara langsung oleh Kadis Kominfo La Ode Ali Kadirun dan dipimpin oleh Sekrestaris Dinas Hayrili Samandi. Sepanjang rute perlombaan, kekompakan barisan dapat terjaga. Di antara prosesi gerak jalan, barisan Dinas Kominfo menampilkan Variasi Jaringan dan Variasi Putus Jaringan. Pada saat pimpinan barisan menginstruksikan Variasi Jaringan, peserta secara dinamis bergerak membentuk pola ketupat yang presisi sebagai simbol keterpaduan data dan jaringan. Sedangkan saat pimpinan memberikan aba-aba Variasi Putus Jairngan, para peserta menampilkan gerakan teatrikal. Secara tiba-tiba, barisan campuran yang semula rapi dan disiplin langsung berubah menjadi kocar-kacir dan panik akibat visualisasi "kehilangan sinyal". Berbagai gestur ditunjukkan dengan sangat natural, mulai dari mengangkat HP tinggi-tinggi ke udara demi berburu sinyal, berteriak "halo-halo" berkali-kali ke layar ponsel, hingga berekspresi marah dan kecewa karena gagal terhubung ke internet. Penonton yang memadati pinggir jalan pun dibuat tertawa dan terhibur melihat aksi kocak barisan Dinas Kominfo yang sibuk mengoperasikan handphone masing-masing. HIngga garis finsih, peserta masih dalam formasi lengkap dan siap melanjtukan aksi didepan panggung kehormatan. Sekretaris Dinas Kominfo selaku Pemimpin Barisan mengambil komando penuh untuk memberi penghormatan dan dilanjutkan dengan meneriakkan yel-yel dinas. Dengan suara menggelegar, ia berteriak, "Muna Barat!" yang dijawab serentak, "Liwu Mokesa!". Komando berlanjut, "Liwu Mokesa!" yang dibalas dengan kompak, "Tumbuh Sehat Keren!". Sebagai penutup, sang pemimpin memekikkan kata "Kominfo!", yang langsung disambut sorakan lantang dari seluruh pasukan, "Satu Jaringan, Satu Data, Kita Terdepan, Tidak Juara Putus Jaringan!"
Perwakilan Ketua Unit Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin Ibu Hj. Nurul Erliani bersama Ibu DWP Unit Dinas/Badan/Bagian/Instansi Lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin mengikuti kegiatan membagian brosur pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin dan Forum anak Kota Banjarmasin di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh Jalan Jahri Saleh, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kode Pos 70122 pada hari minggu tanggal 09 Agustus 2026.
Pada hari Sabtu, tanggal 15 Agustus 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedurang, Ny. Annisa Indo telah menghadiri kegiatan final lomba bola voli putri yang bertempat di Lapangan Kantor Camat Kedurang. Kegiatan tersebut merupakan pertandingan puncak dari rangkaian perlombaan bola voli yang telah dilaksanakan sebelumnya dan mempertemukan dua tim putri terbaik yang berhasil melaju ke babak final. Kehadiran dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan olahraga serta partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan. Pertandingan final berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme. Kedua tim menunjukkan kemampuan dan semangat yang tinggi, serta berusaha menerapkan strategi dan kerja sama tim dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh kemenangan. Selama pertandingan berlangsung, para pemain menunjukkan sikap disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Dukungan dari penonton juga menambah semangat para pemain dalam mengikuti pertandingan. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang tertib, aman, dan penuh kekeluargaan hingga pertandingan selesai. Kegiatan menghadiri final lomba bola voli putri berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini memberikan dukungan moral kepada para peserta sekaligus menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Selain itu, kegiatan olahraga seperti ini dapat mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran, serta menumbuhkan semangat sportivitas.
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta mempererat tali silaturahmi antar anggota organisasi perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan pengajian rutin yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukabumi. Kegiatan pengajian rutin ini diisi tausiyah oleh Ustadz. Mujib Abdullah yang bertema "Maulid Nabi sebagai momentum perbaikan kesalehan sosial dan peningkatan nasionalime". Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2026. Kegiatan diikuti oleh pengurus dan anggota TP PKK Kabupaten Sukabumi, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukabumi, serta perwakilan DWP perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, termasuk DWP Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sukabumi yang dalam kesempatan ini di hadiri oleh Ibu Wakil Ketua DWP Bakesbangpol Kab.Sukabumi (Ibu Nanih). Tausiyah disampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengajian rutin berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias serta memperoleh tambahan ilmu dan pemahaman mengenai kebesaran Allah SWT melalui penciptaan makhluk-Nya. Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan pengajian rutin yang diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukabumi. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat, meningkatkan kualitas spiritual seluruh anggota, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan antar anggota organisasi perempuan di Kabupaten Sukabumi.
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke- 81., Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Toribuku Turut berpatrisipasi dalam kegiatan SENAM JANTUNG SEHAT yang dilaksanakan di halaman Kantor camat atoribulu. Kegiatan ini berlangsung dengan semangat, keceriaan, dan suasana kekeluargaan. Keikutsertaan DWP merupakan wujud partisipasi dalam memeriahkan hari Kemerdekaan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin terjalin silahturahmi, kebersamaan, dan kekompakan antar DWP, pemerintah kecematan, serta masyarakat dalam menyambut dan memaknai kemerdekaan Republik Indonesia.
Dokumentasi dan Publikasi selesai acara perlombaan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang dihadiri oleh bapak Kepala Plt. Badan Pendapatan Daerah dan Plh Sekretaris Badan Pendapatan Daerah.
Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapin : Menghadiri Literasi Keuangan DWP
Program
Bidang: Pendidikan
Program: Pendidikan Non Formal/Informal
Kegiatan: Menghadiri Literasi Keuangan DWP
Keterangan Kegiatan
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapin
2. Hari, tanggal: Rabu, 14 Agustus 2026
3. Waktu: 10.00- Selesai WITA
4. Peserta: Anggota DWP BPS Kab Tapin
5. Lokasi: Youtube
6. Acara: Menghadiri Literasi Keuangan DWP
Sebagai upaya mendukung program kerja di bidang Pendidikan Non Formal/Informal, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapin berpartisipasi dalam kegiatan Literasi Keuangan yang diselenggarakan oleh DWP Pusat pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 10.00 sampai dengan 13.00 WITA. Kegiatan berbentuk ceramah atau seminar ini digelar secara daring melalui aplikasi Zoom dan disiarkan langsung pada kanal YouTube Dharma Wanita Persatuan Indonesia, sehingga memungkinkan anggota DWP dari berbagai wilayah dan unit kerja di seluruh Indonesia, termasuk DWP BPS Kabupaten Tapin, untuk mengikutinya tanpa terkendala jarak.
Kegiatan ini digagas sebagai bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk memperkuat kemampuan anggota DWP dalam mengelola keuangan, baik dalam konteks rumah tangga maupun dalam menjalankan roda organisasi. Literasi keuangan dipandang krusial karena kecakapan mengelola uang bukan sekadar soal memperoleh dan membelanjakannya, melainkan juga mencakup kemampuan menyusun perencanaan, menetapkan skala prioritas, memitigasi risiko, mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang, hingga memenuhi kewajiban administratif dan perpajakan dengan tepat.
Dua narasumber tampil dengan sudut pandang yang saling melengkapi satu sama lain. Ibu Hatipah Haroen Al-Rasyid, S.H., LL.M., seorang Praktisi Keuangan, mengupas literasi keuangan, tata kelola keuangan organisasi DWP, serta seluk-beluk perpajakan. Sementara itu, Ibu Heru Rizky Jiwayani, S.S., M.M., RFP., AWM., QWM., CWM., yang menjabat Government Business Head Jakarta 2 pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, memaparkan strategi perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi bagi para peserta.
Kedua narasumber menyoroti bahwa persoalan keuangan kerap bersumber dari gaya hidup yang melampaui kapasitas finansial, kecenderungan berbelanja secara impulsif dan konsumtif, kebiasaan berutang tanpa perhitungan matang, minimnya pencatatan arus kas, serta ketiadaan rencana pengembangan dana. Apabila dibiarkan, kebiasaan-kebiasaan tersebut berpotensi membuat penghasilan yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan maupun mencapai tujuan finansial dalam jangka panjang.
Guna mencegah persoalan tersebut, peserta dikenalkan pada strategi pembagian pendapatan dengan formula 50:30:20 — sekitar 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan pokok (living), 30 persen untuk tabungan dan persiapan masa depan (saving), dan 20 persen untuk kesenangan serta gaya hidup (playing). Alokasi pos living mencakup belanja pangan, tempat tinggal beserta utilitasnya, cicilan pinjaman, kebutuhan pribadi dan anak, serta keperluan rutin lain. Pos saving diperuntukkan bagi pembentukan tabungan, dana darurat, sinking fund, dan investasi demi berbagai tujuan finansial di masa depan. Adapun pos playing dapat dimanfaatkan untuk hiburan, hobi, maupun rekreasi selama tetap memperhatikan batas kemampuan keuangan.
Narasumber turut menegaskan pentingnya memiliki cadangan dana darurat untuk mengantisipasi situasi tak terduga. Selain itu, tujuan finansial hendaknya dikelompokkan berdasarkan rentang waktunya: tujuan jangka pendek untuk kebutuhan kurang dari dua tahun, tujuan jangka menengah untuk kebutuhan dua hingga sepuluh tahun seperti biaya pendidikan anak, dan tujuan jangka panjang seperti persiapan dana pensiun. Dengan pemetaan semacam ini, setiap anggota diharapkan lebih memahami kondisi keuangannya secara nyata, mampu menetapkan prioritas, mengendalikan pengeluaran, dan mengarahkan dana sesuai sasaran yang hendak dicapai.
Selain aspek keuangan pribadi, materi dari narasumber pertama juga menyinggung pengelolaan keuangan organisasi DWP dan kewajiban perpajakannya. Pengurus organisasi diajak mencermati tiga pertanyaan mendasar: dari mana sumber dana berasal, untuk keperluan apa dana tersebut digunakan, dan apakah timbul kewajiban pajak dari transaksi yang terjadi. Sumber pendanaan organisasi dapat berasal dari iuran anggota, donasi, hasil bazar, sponsorship, bunga bank, penyewaan aset, maupun sumber lain sesuai aturan organisasi. Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial, pendidikan, pembinaan anggota, aktivitas organisasi, dan kebutuhan operasional.
Poin penting yang digarisbawahi adalah bahwa tidak semua penerimaan yang masuk ke kas organisasi otomatis dikenai pajak — iuran anggota, misalnya, pada umumnya bukan objek pajak. Meski demikian, seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran tetap wajib dicatat, didokumentasikan, dan dapat dipertanggungjawabkan sewaktu-waktu. Kewajiban perpajakan dapat muncul dalam situasi tertentu, misalnya saat organisasi membayar honorarium, memanfaatkan jasa pihak ketiga, atau menyewa tanah dan bangunan. Karena itu, pengurus perlu memahami jenis-jenis transaksi yang berpotensi menimbulkan kewajiban pajak. Materi turut membahas kepemilikan NPWP bagi DWP sebagai badan/organisasi, manfaatnya, persyaratan pendaftaran, kewajiban pembukuan, hingga pemanfaatan sistem Coretax DJP untuk pelaporan SPT, penerbitan bukti potong, penyetoran pajak, dan berbagai layanan administrasi perpajakan lainnya.
Kegiatan Literasi Keuangan DWP membawa manfaat luas bagi anggota DWP BPS Kabupaten Tapin. Dari sisi personal, peserta memperoleh bekal untuk mulai mencatat arus pemasukan dan pengeluaran, menyusun skala prioritas kebutuhan, menghindari sikap konsumtif dan impulsif, mengelola utang secara lebih bijak, membangun dana darurat, serta menyiapkan kebutuhan masa depan melalui tabungan atau instrumen keuangan yang sesuai. Dari sisi kelembagaan, kegiatan ini menegaskan bahwa pengelolaan keuangan DWP harus dijalankan secara tertib, transparan, akuntabel, dan terdokumentasi rapi, dengan setiap transaksi disertai bukti yang jelas agar mudah dipertanggungjawabkan. Pengurus juga menjadi lebih peka terhadap potensi kewajiban perpajakan yang mungkin timbul dari aktivitas organisasi.
Sebagai tindak lanjut, pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengelolaan keuangan anggota maupun organisasi DWP BPS Kabupaten Tapin. Pengurus dapat memperkuat ketertiban administrasi dengan mencatat setiap penerimaan dan pengeluaran secara berkala, menyimpan bukti transaksi dengan rapi, melakukan evaluasi keuangan secara rutin, dan memastikan penggunaan dana selaras dengan program kerja yang telah direncanakan. Pemahaman mengenai perpajakan pun menjadi bekal bagi pengurus untuk lebih cermat menyikapi transaksi yang berpotensi menimbulkan kewajiban pajak, termasuk berkonsultasi bila diperlukan penjelasan lebih lanjut.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, anggota DWP BPS Kabupaten Tapin diharapkan mampu menerapkan prinsip perencanaan keuangan yang lebih matang, mengendalikan pola belanja, menghindari kebiasaan konsumtif, menyiapkan dana darurat serta kebutuhan masa depan, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan yang tertib. Pada tataran organisasi, DWP diharapkan dapat menerapkan prinsip tata kelola yang tertib, transparan, akuntabel, terdokumentasi, dan patuh terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku. Dengan demikian, kegiatan Literasi Keuangan DWP tidak hanya memperkaya wawasan anggota, tetapi juga turut mendorong terwujudnya pengelolaan keuangan keluarga maupun organisasi yang lebih sehat, terarah, profesional, dan bertanggung jawab. Partisipasi DWP BPS Kabupaten Tapin dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap program peningkatan kapasitas anggota DWP sekaligus komitmen berkelanjutan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota, keluarga, organisasi, dan masyarakat luas.
Perwakilan Ketua Unit Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin Ibu Hj. Nurul Erliani Diannor bersama Ibu Ketua Ny. Farida Rachmawati Ichrom Muftezar dan ibu-ibu DWP Unit Dinas/Badan/Bagian/Instansi Lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin mengikuti kegiatan membagian brosur pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin dan Forum anak Kota Banjarmasin di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh Jalan Jahri Saleh, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kode Pos 70122 pada hari sabtu tanggal 08 Agustus 2026.
Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar
Keterangan Program: