LAPORAN E-REPORTING KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) KEKURAHAN CIREUNDEU KECAMATAN CIPUTAT TIMUR KOTA TANGERANG SELATAN MENGIKUTI PELATIHAN KERAJINAN TANGAN "CHUNKY BAG" Bidang : Pendidikan Program Pendidikan Non Formal/ Informal Kegiatan : Pelatihan/ Kursus Penyelenggara : DP3AP2KB Nara Sumber : Ibu Rizky Amalia PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memberdayakan anggota Dharma Wanita Persatuan agar memiliki keterampilan yang produktif, Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kerajinan Tangan Chucky (Chunky) Bag dengan tema "Dari Benang Menjadi Peluang: Membangun Kreativitas dan Kemandirian Anggota DWP." Tema dan penyelenggaraan kegiatan ini sesuai dengan undangan resmi yang diterbitkan oleh DWP Kota Tangerang Selatan. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada anggota DWP agar mampu menghasilkan produk kerajinan bernilai ekonomis. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota tidak hanya memperoleh pengalaman baru dalam bidang keterampilan, tetapi juga dapat mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ciputat Timur berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan sebanyak 25 orang peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota DWP Kecamatan Ciputat Timur. B. Dasar Kegiatan Program kerja Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan Tahun 2026. Surat Undangan DWP Kota Tangerang Selatan Nomor: 24/Sekr/DWP.KTS/VII/2026 tanggal 1 Juli 2026 mengenai Pelatihan Kerajinan Tangan. C. Tujuan Kegiatan ini bertujuan untuk: Meningkatkan keterampilan anggota DWP dalam bidang kerajinan tangan. Menumbuhkan kreativitas dan inovasi anggota. Memberikan bekal keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Mempererat silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan. Mendukung pemberdayaan perempuan menuju keluarga yang mandiri dan produktif. PELAKSANAAN KEGIATAN A. Nama Kegiatan Pelatihan Kerajinan Tangan Chunky Bag. B. Tema "Dari Benang Menjadi Peluang: Membangun Kreativitas dan Kemandirian Anggota DWP." C. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal : Rabu, 8 Juli 2026 Waktu : 07.30 WIB – selesai Tempat : Aula Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. D. Peserta Jumlah peserta dari DWP Kecamatan Ciputat Timur sebanyak 25 orang. E. Pejabat yang Hadir Kegiatan dihadiri oleh: 1. Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Tangerang Selatan, Bapak Cahyadi. Ibu Ina. 2. Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan. 3. Ketua DWP Kecamatan Ciputat Timur Ibu Rosa Purnamasari 4. Pengurus serta anggota DWP Kecamatan Ciputat Timur. F. Petugas Acara MC : Ibu Maesyaroh Pembaca Doa : Ibu Siti Salbiyah JALANNYA KEGIATAN Pelatihan Kerajinan Tangan Chunky Bag berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta sejak pukul 07.30 WIB. Seluruh peserta melakukan daftar hadir dan menerima perlengkapan pelatihan yang telah disiapkan panitia. Acara resmi dibuka oleh MC, Ibu Maesyaroh, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, narasumber, dan peserta. Selanjutnya dilakukan sambutan dari Ketua DWP Kecamatan Ciputat Timur yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat mengikuti kegiatan pelatihan sebagai bagian dari peningkatan kompetensi anggota Dharma Wanita Persatuan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua DWP Kota Tangerang Selatan yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Selanjutnya, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Tangerang Selatan, Bapak Cahyadi, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan kreativitas dan keterampilan. Beliau juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi anggota Dharma Wanita Persatuan. Setelah sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ibu Siti Salbiyah agar kegiatan berjalan lancar, memberikan manfaat, serta menjadi amal kebaikan bagi seluruh peserta. Usai waktu istirahat singkat, seluruh peserta mengikuti sesi praktik pembuatan Chunky Bag yang dipandu oleh narasumber dari Waktu Luang Creative Class. Peserta memperoleh penjelasan mengenai jenis bahan yang digunakan, teknik dasar merangkai benang chunky, cara membentuk pola tas, teknik penyelesaian akhir, hingga tips menghasilkan produk yang rapi dan bernilai jual. Selama pelaksanaan praktik, peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan. Narasumber memberikan pendampingan secara langsung sehingga peserta mampu menyelesaikan hasil kerajinan masing-masing dengan baik. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman mengenai peluang usaha kerajinan tangan. Pelatihan ditutup pada pukul 14.00 WIB dengan penutupan resmi serta dokumentasi bersama seluruh peserta, narasumber, dan tamu undangan. HASIL KEGIATAN Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain: 1. Peserta memahami teknik dasar pembuatan Chunky Bag. 2. Peserta mampu mempraktikkan secara langsung proses pembuatan tas dari benang chunky. 3. Meningkatnya kreativitas dan keterampilan anggota DWP Kecamatan Ciputat Timur. 4. Terbangunnya motivasi peserta untuk mengembangkan hasil kerajinan sebagai peluang usaha rumahan. 5. Terjalinnya silaturahmi dan kerja sama yang lebih erat antaranggota Dharma Wanita Persatuan. SUSUNAN ACARA (NARASI) Pelaksanaan kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta yang dilakukan oleh panitia. Setelah seluruh peserta hadir, acara dibuka secara resmi oleh MC, Ibu Maesyaroh, yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ciputat Timur yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal keterampilan yang bermanfaat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan yang menekankan pentingnya kreativitas perempuan dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Tangerang Selatan, Bapak Cahyadi, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan serta berharap keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Sebelum memasuki sesi pelatihan, Ibu Siti Salbiyah memimpin pembacaan doa agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi semua pihak. Setelah waktu istirahat singkat, peserta mengikuti praktik pembuatan Chunky Bag bersama narasumber dari Waktu Luang Creative Class. Seluruh peserta mendapatkan pendampingan secara langsung mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar merajut dan merangkai benang, hingga menghasilkan produk tas yang siap digunakan. Acara ditutup dengan evaluasi singkat, penyampaian ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, serta sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan. PENUTUP Pelaksanaan Pelatihan Kerajinan Tangan Chunky Bag berjalan dengan baik, tertib, dan mencapai tujuan yang diharapkan. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ciputat Timur dalam meningkatkan keterampilan serta kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan serta peningkatan kualitas sumber daya anggota Dharma Wanita Persatuan sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat.
DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT PELAKSANA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR
Menindaklanjuti surat undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar pada tanggal 01 Juli 2026 nomor B.60/DWP.Kab/VII/2026 perihal Undangan. Ketua Dharma Wanita Persatuan UP DWP sekretariat Daerah Ibu Unun Badrodin , Ibu Wakil Ketua dan Ibu Staf Ahli beserta Ketua UP Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar Menghadiri undangan dalam rangka pelaksanaan Program Kerja DWP Kab. Blitar Tahun 2026 khususnya Bidang Sosial Budaya, akan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan yang dilaksanakan pada hari rabu tanggal 08 Juli 2026 di Wisata Hutan Pinus Loji Kecamatan Gandusari.
Dharma Wanita Persatuan UP DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahan Keluarga - gerakan sehat
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan UP DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Rabu/ 8 Juli 2026
3. Pukul : 09.00 – selesai
4. Peserta : 70 orang (terdiri dari seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan se Kabupaten Blitar
5. Tempat : Wisata Hutan Pinus Loji Kecamatan Gandusari
6. Acara : Pelaksanaan Program Kerja bidang sosial budaya DWP Kabupaten Blitar Tahun 2026 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan bagi Anggota DWP kabupaten Blitar menuju Perempuan Berdaya dan Berjaya
7. Narasumber : dr. Brian Dhananjaya Sp.OTdari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana se kabupaten Blitar dan seluruh pengurus DWP kabupaten Blitar. adapun susunan acara sebagai berikut :
1. Acara diawali dengan proses registrasi peserta
2. Pembukaan oleh Ibu Tyas Alwi selaku pembawa acara.
3. Santunan Anak Yatim
4. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan di pimpin oleh Ibu Yanti Prasetyo
5. Doa di pandu oleh Ibu Heny mulyadi
6. Sambutan dari Ibu Ninik Rijanto selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
Dalam sambutan nya Beliau selaku Ibu Penasehat DWP Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik sebagai istri Aparatur Sipil Negara maupun sebagai anggota organisasi Dharma Wanita Persatuan. Kesehatan yang baik akan berdampak terhadap kualitas kehidupan keluarga, produktivitas, serta kemampuan memberikan dukungan kepada suami dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas anggotanya melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata, salah satunya melalui penyelenggaraan sosialisasi kesehatan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh anggota akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat, menjaga pola makan bergizi, berolahraga secara teratur, mengelola stres dengan baik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Beliau juga mengajak seluruh anggota agar menjadikan keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun budaya hidup sehat. Peran seorang ibu sangat penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga, mulai dari penyediaan makanan bergizi, membiasakan aktivitas fisik, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memberikan edukasi kesehatan kepada seluruh anggota keluarga. Dengan demikian diharapkan tercipta keluarga yang sehat, harmonis, produktif, serta memiliki ketahanan yang baik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selain menjadi sarana peningkatan wawasan, kegiatan ini juga menjadi media mempererat silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Blitar. Kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan organisasi diharapkan mampu memperkuat koordinasi, komunikasi, serta meningkatkan rasa kekeluargaan sehingga pelaksanaan program kerja organisasi dapat berjalan semakin optimal.
6. Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, Ibu Ita Eko Susanto.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Kesehatan yang dilaksanakan pada hari tersebut, termasuk informasi mengenai sumber pendanaan kegiatan yang berasal dari anggaran Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar sesuai dengan program kerja Bidang Sosial Budaya Tahun 2026. Beliau juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia pelaksana, khususnya Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan dengan baik sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung tertib, lancar, dan sukses. efektif antaranggota Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.
7. Sosialisasi kesehatan oleh Dr. Brian Dhananjaya, Sp.OT
Penyampaian materi Sosialisasi Kesehatan dengan tema Pencegahan dan Penanganan Osteoarthritis (Pengapuran Sendi). Oleh Dr. Brian Dhananjaya, Sp.OT dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi yang terjadi karena kerusakan atau penipisan tulang rawan pada ujung tulang. Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan sendi agar tulang dapat bergerak dengan halus Jika bantalan ini menipis:
• Tulang saling bergesekan
• Timbul nyeri
• Sendi menjadi kaku
Sendi yang paling sering terkena:
• Lutut
• Panggul
• Tangan
• Tulang belakang
Osteoarthritis adalah peradangan kronis di sendi akibat kerusakan pada tulang rawan sehingga sendi menjadi sakit, kaku, dan bengkak. Osteoarthritis merupakan jenis arthritis yang paling sering ditemukan, dan umumnya berkembang secara perlahan, terutama pada usia lanjut.
Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif, artinya kerusakan sendi terjadi secara bertahap seiring waktu. Kondisi ini dapat menyerang berbagai sendi, tetapi paling sering terjadi pada lutut, pinggul, jari tangan, dan tulang belakang. Dengan berkembangnya penyakit, aktivitas sehari-hari penderitanya bisa menjadi terbatas.
Osteoarthritis memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Meski demikian, ada sejumlah tindakan yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala, mencegah perburukan, dan membantu penderitanya agar bisa beraktivitas kembali secara mandiri.
Osteoarthritis disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan dan sendi. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang merupakan bantalan pelindung tulang kehilangan elastisitasnya.
Akibatnya, terjadi gesekan antartulang yang membuatnya lebih rentan mengalami kerusakan dan menyebabkan radang sendi.
Pertambahan usia adalah salah satu faktor utama terjadinya osteoarthritis. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita osteoarthritis, yaitu:
1. Menderita obesitas
2. Mengalami cedera pada sendi
3. Memiliki riwayat osteoarthritis dalam keluarga
4. Memiliki riwayat operasi pada tulang dan sendi
5. Berjenis kelamin perempuan, terutama yang sudah menopause
6. Memiliki kelainan bawaan pada tulang rawan atau sendi
7. Menderita penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis dan hemokromatosis
8. Melakukan pekerjaan atau aktivitas fisik yang menyebabkan sendi tertekan secara terus-menerus, misalnya mengenakan sepatu hak tinggi
Mengapa Osteoarthritis Terjadi :
1. Penuaan:
Tulang rawan semakin menurun kualitasnya.
2. Kegemukan / Obesitas:
Beban berlebih pada sendi terutama lutut.
3. Cedera sendi:
Riwayat kecelakaan atau cedera olahraga.
4. Faktor genetik:
Riwayat keluarga dengan OA
5. Jenis kelamin:
Lebih sering pada wanita setelah menopause.
Pada tahap awal, penderita osteoarthritis dapat mengalami keluhan rasa sakit atau nyeri sendi dan sendi kaku. Gejala tersebut akan berkembang secara perlahan dan makin parah seiring waktu. Kondisi ini menyebabkan penderita kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Tantangan Unik Kesehatan Mental Perempuan
1. Faktor Hormonal Fluktuasi hormon selama menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental secara signifikan.
2. Peran Ganda Tuntutan sebagai pekerja profesional sekaligus pengurus rumah tangga menciptakan stres yang berkelanjutan dan burnout
3. Stigma Sosial Masyarakat sering menilai negatif perempuan yang mencari bantuan mental, membuat mereka menunda perawatan yang dibutuhkan.
Faktor-faktor risiko penyakit osteoarthritis adalah sebagai berikut :
1. Berjenis kelamin wanita. Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti. Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena osteoarthritis.
2. Obesitas. Berat badan berlebih atau obesitas memberi tekanan ekstra pada sendi (terutama lutut dan pinggul) dan memicu peradangan.
3. Riwayat cedera. Pernah mengalami trauma atau cedera saat berolahraga maupun kecelakaan, bisa meningkatkan risiko osteoartritis. Bahkan meskipun cedera tersebut telah sembuh sekali pun.
4. Tekanan berulang pada sendi. Pekerjaan atau olahraga yang memberi tekanan terus-menerus pada sendi meningkatkan risiko OA.
5. Faktor genetik. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan OA lebih mungkin mengembangkan penyakit ini pada masa mendatang
6. Kelainan bentuk tulang. Seseorang yang memiliki kelainan kongenital atau kelainan bawaan sejak lahir terkait sendi dan tulang berisiko lebih besar untuk mengalami penyakit sendi ini
7. Penyakit tertentu. Jika Anda memiliki diabetes, hiperlipidemia (kolesterol tinggi), atau penyakit arthritis lainnya, seperti penyakit asam urat dan rheumatoid arthritis, Anda juga bisa saja mengalami pengapuran sendi Osteoarthritis adalah kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan. Meski demikian, penderitanya perlu mendapat pengobatan untuk meredakan gejala dan mencegah penyakitnya semakin parah Osteoarthritis merupakan penyakit yang sulit dicegah. Namun, Anda dapat mengurangi risiko terkena kondisi ini dengan menghindari cedera atau trauma serta menjalani gaya hidup sehat.
Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah osteoarthritis:
• Lakukan olahraga yang baik untuk kesehatan sendi, seperti berenang, bersepeda, atau jalan cepat, selama 150 menit setiap minggu.
• Lakukan latihan kekuatan selama 2 hari dalam seminggu.
• Hindari olahraga yang membebani sendi, seperti lari dan Latihan angkat beban.
• Pertahankan postur tubuh yang baik dan menghindari posisi yang sama terlalu lama. Bila Anda bekerja di meja, sebaiknya Anda sesekali bergerak dan atur posisi duduk yang nyaman.
• Jaga berat badan tetap ideal. Bila Anda obesitas, sebaiknya Anda menurunkan berat badan. Osteoarthritis (OA) adalah radang sendi akibat kerusakan tulang rawan yang menyebabkan nyeri, kaku, dan keterbatasan gerak, terutama di lutut, pinggul, jari, dan punggung. Gejala berkembang perlahan, mulai dari rasa tidak nyaman hingga nyeri hebat dan pembengkakan. Risiko meningkat seiring usia, terutama pada wanita, penderita obesitas, riwayat cedera, tekanan sendi berulang, atau faktor genetik.
OA tidak bisa disembuhkan, tapi gejalanya bisa dikelola dengan obat, terapi, prosedur medis, serta gaya hidup sehat dan olahraga teratur.
Sendi yang sehat menjaga kita tetap bergerak Merawatnya hari ini adalah investasi untuk tetap aktif di masa depan.
kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kebersamaan para anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dengan senyum bahagia dan kenangan indah dari hal yang penuh keakraban tersebut.
8. Kegiatan Outbond
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti berbagai permainan edukatif serta aktivitas kerja sama tim yang dipandu oleh fasilitator. Setiap permainan dirancang untuk melatih kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, koordinasi, konsentrasi, dan saling percaya antaranggota. Suasana berlangsung meriah, penuh semangat, dan diwarnai canda tawa sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang semakin erat di antara seluruh peserta. Melalui berbagai permainan kelompok, peserta diajak untuk menyelesaikan tantangan secara bersama-sama dengan mengedepankan kekompakan, strategi, serta saling mendukung dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan outbound tersebut. Selain sebagai sarana rekreasi, outbound juga menjadi media untuk mengurangi kejenuhan dari rutinitas sehari-hari sekaligus menjaga kesehatan fisik melalui aktivitas yang melibatkan gerak tubuh. Kegiatan ini sejalan dengan tema sosialisasi kesehatan yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu pentingnya menjaga kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik yang teratur sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Melalui kegiatan outbound ini diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antar anggota Dharma Wanita Persatuan sehingga mampu meningkatkan sinergi dan semangat kebersamaan dalam mendukung pelaksanaan berbagai program organisasi di masa mendatang
Demikian rangkaian kegiatan sosialisasi Kesehatan dan Outbond telah di laksanakan dengan lancar
Penulis : H_M
DWP SETDA KAB BLITAR
DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang di wakili oleh Ibu Nurul Tantowi, Ibu Eva Eko dan Ibu Asyik F pada tanggal 15 Juli 2026 bertempat di halaman belakang Pendopo RHN Blitar yang juga di dampingi Ibu Ketua DWP Kabupaten Blitar telah melaksankan kegiatan pembuatan menu Khas Daerah dengan 5 menu yaitu
1. BLENDI TEWEL / SAYUR NANGKA MUDA
(Menu Utama Dewasa)
Blendi Tewel merupakan salah satu masakan tradisional yang sangat lekat dengan masyarakat Blitar. Hidangan ini berbahan utama tewel (nangka muda) yang dimasak dengan santan kental, aneka rempah, dan cabai rawit dalam jumlah banyak sehingga menghasilkan cita rasa gurih, pedas, dan sedikit manis.
Dalam tradisi masyarakat Blitar, Blendi Tewel telah lama menjadi menu rumahan, terutama untuk acara kenduri, selamatan, syukuran, hingga Hari Raya. Biasanya disajikan bersama nasi hangat, ikan asin, tempe, tahu, atau ayam kampung.
Langkah PembuatanPersiapan Tewel: Rebus nangka muda (tewel) hingga empuk, tiriskan, lalu tumbuk kasar.Membuat Bumbu Halus: Ulek bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit hingga halus.Tumis Bumbu: Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus bersama lengkuas dan daun salam hingga harum dan matang.Pencampuran: Masukkan nangka muda yang sudah ditumbuk ke dalam tumisan bumbu. Tambahkan garam, kaldu jamur, dan gula merah. Aduk rata.Tambahkan Santan: Tuang santan kental, aduk terus agar santan tidak pecah, masak hingga air menyusut dan bumbu meresap. Matikan api.Kocok Telur: Kocok lepas telur ayam dan iris tipis daun bawang. Campurkan ke dalam adonan tewel yang sudah agak dingin.Bungkus: Ambil daun pisang, beri adonan secukupnya, lalu bungkus dan sematkan dengan lidi. Lakukan sampai adonan habis.Kukus: Kukus botok tewel selama kurang lebih 20-30 menit hingga matang sempurna. Angkat dan sajikan.
2. NASI PECEL / PECEL ROLL
(Menu Utama Anak-Anak)
Nasi Pecel diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Blitar sejak puluhan tahun lalu sebagai makanan sehari-hari para petani karena sederhana, bergizi, dan mudah dibuat.
Ciri khasnya terletak pada bumbu pecel yang lebih halus, gurih, sedikit manis, serta kaya aroma kencur, daun jeruk, ketumbar, dan kemiri. Bumbu tersebut disiram di atas nasi dengan aneka sayuran rebus, lalu dilengkapi tempe, tahu, rempeyek, dan berbagai lauk sesuai selera.
Goreng kacang tanah, cabai merah, cabai rawit, dan bawang putih hingga harum.
Menghaluskan: taruh semua bahan dilemper lalu haluskan Ulek) semua bahan sambal beserta kencur, daun jeruk, garam, dan asam jawa. Ulek terus hingga kacang mengeluarkan minyak alami.
Dawet Pleret merupakan minuman tradisional khas Blitar yang telah dikenal dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Minuman ini menjadi salah satu identitas kuliner daerah yang banyak dijumpai di pasar tradisional maupun pada berbagai acara adat dan perayaan masyarakat Blitar.
Nama "pleret" berasal dari bahasa Jawa yang berarti dipleret atau dibentuk dengan telapak tangan. Sebutan ini mengacu pada proses pembuatan adonan tepung beras yang dipijat dan dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil yang kenyal sebelum direbus. Ciri khas inilah yang membedakan dawet pleret dari dawet di daerah lain yang umumnya berbentuk cendol.
Bahan bahan Es Pleret
Bahan utama;
250 gram tepung beras
50 gram tepung tapioca
300 ml air panas
1/2 sendok teh garam
Pewarna makanan merah muda dan hijau opsional
Bahan kuah santan :
500 ml santan sedang
2 lembar daun pandan
1/2 sendok teh garam
Bahan sirup gula merah :
200 gram gula merah disisir
150 ml air
1 lembar daun pandan
Asal-usul kue tradisional ini berakar dari kreativitas warga lokal dalam memanfaatkan bahan baku yang melimpah di pedesaan, seperti tepung beras, santan kelapa, gula, dan telur.
Penamaan "Gambir" sendiri diambil karena bentuknya yang tipis melingkar atau digulung menyerupai bunga gambir.Pada masa lalu, Opak Gambir merupakan camilan yang dibuat secara turun-temurun dan gotong royong oleh masyarakat untuk menyambut hari raya, seperti Idul Fitri.
Berjalannya waktu, produksi kue ini bertransformasi menjadi sektor industri rumahan yang strategis.Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai Opak Gambir khas Blitar, berikut adalah beberapa catatan sejarah dan perkembangannya:Pusat Industri: Sentra pembuatan Opak Gambir di Blitar salah satunya berada di Desa Sumberbendo, Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar.
Di wilayah ini, industri rumahan berkembang pesat bahkan mencapai ribuan unit usaha.
Bahan Bahan :
Telur
Tepung terigu 50 gr
Tepung tapioka 250 gr
Gula pasir 100 gr
Margarin 30 gr
Santan encer 300 ml dan vanili 1/2 sdt
Nanas yang di haluskan
Bolen nanas merupakan salah satu variasi kue bolen yang berkembang di Indonesia sebagai hasil perpaduan teknik pembuatan pastry Eropa dengan bahan-bahan lokal. Kata "bolen" berasal dari bahasa Belanda bol atau gebak bolen, yang merujuk pada kue berlapis dari adonan berlemak (pastry).
Saat ini, bolen nanas hadir dalam berbagai inovasi, seperti tambahan keju, cokelat, atau kismis. Meski demikian, bolen nanas klasik tetap menjadi favorit karena memadukan tekstur pastry yang berlapis dengan rasa segar manis-asam dari nanas.
Pada harI Senin, Tanggal 20 Juli 2026, DWP BKN Pusat mengundang rapat konsolidasi DWP BKN melalui zoom meeting yang diikuti oleh : - Ketua DWP BKN - Wakil Ketua DWP BKN - Ketua Koordinator Bidang di DWP BKN - Ketua DWP Kanreg I sd XIV BKN - Pengurus DWP BKN Ketua DWP Kanreg X BKN Ny. Anugerah Satya Pratama beserta perwakilan dari pengurus, turut menghadiri Rapat Konsolidasi Dharma Wanita Persatuan BKN Pusat dan Kantor Regional I - XIV. Adapun beberapa hal yang disampaikan dalam Rapat konsolidasi ini antara lain : membahas evaluasi pelaksanaan program kerja, penyelarasan rencana kegiatan, penguatan koordinasi organisasi, serta tindak lanjut program prioritas DWP BK Ketua DWP Kantor Regional I-XIV Pada rapat konsolidasi ini juga dibahas mengenai salah satu Program Kerja "Gerakan Keluarga Bahagia", dimana di masing-masing DWP BKN Pusat dan DWP Kantor Regional akan melaporkan Pelaksanaan Gerakan Keluarga Bahagia tersebut melalui format yang telah disiapkan dan paling lambat dikumpulkan tanggal 3 Agustus 2026.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Palu kembali melaksanakan Pertemuan Rutin Bulanan pada hari sabtu tanggal 18 juli 2026,Jam 15.30 wita sampai selesai ,bertempat diKantor Dinas Perhubungan Kota Palu jalan Ladjera kelurahan Mamboro.Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Bapak Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Bapak Trisno Yunianto,DP, S.H M.H .Dalam sambutannya Mengharapkan kepada seluruh anggota Dwp Dishub kota palu agar selalu menjalin silaturahmi yang baik serta selalu bekerja sama dalam setiap kegiatan dan selalu saling menghargai antara sesama anggota Dwp sehingga selalu tercipta rasa kekeluargaan dalam satu organisasi.Ibu ketua Dwp Dishub Kota palu Ny.Sari Trisno juga memberikan sambutannya.antara lain, 1.penyampaian hasil dari pertemuan Bulanan Dwp Kota Palu pada tanggal 03 juli 2026,tentang seminar dr.Aisyah Dahlan.CM,NLP,CCHT.,CI yang akan diselenggarakan oleh Dwp Kota Palu pada bulan Oktober mendatang. 2.penyampain kepada seluruh anggota Dwp Dishub Kota Palu agar selalu aktif dalam setiap kegiatan Dwp. 3.mengingatkan kepada seluruh anggota Dwp agar senantiasa datang dikegiatan Dwp tepat waktu dan memperhatikan keseragam dalam berpakaian disaat pelaksanaan kegiatan Pertemuan Bulanan maupun kegiatan Dwp lainnya. Adapun anggota yang hadir saat pertemuan bulanan sebanyak 17 orang.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bondowoso Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Dharma Wanita Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi
Bidang : Sosial Budaya
Program :Penataan Organisasi
Kegiatan: Koordinasi dan Rapat Pengurus membahas kegiatan pertemuan anggota di bulan juli
Dengan tema kegiatan Bersama Dharma Wanita Ciptakan Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak dilingkungan Kita
Waktu pelaksanaan
1. hari Rabu, 8 Juli 2026
2. pukul 11.00 WIB
3. Acara Rapat PengurusPengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi
4.Tempat pelaksanaan bertempat di Wita Resto.
Kegiatan ini dihadiri oleh 10 orang anggota pengurus serta 2 orang staf kantor yang turut membantu kelancaran pelaksanaan rapat.
Acara dipimpin oleh ibu ketua dharma wanita persatuan Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi ibu Dewi Cahyanto.
Pelaporan yang dilakukan terkait dana keluar dan masuk dari bendahara dan sie ekonomi.
Dalam pembahasan rapat, pengurus mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya sebagai bahan perbaikan pada kegiatan berikutnya. Selain itu, dibahas pula persiapan keikutsertaan DWP Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banyuwangi. Koordinasi mengenai administrasi organisasi, pelaporan kegiatan, serta pembagian tugas kepada masing-masing
Seluruh peserta hadir dengan mengenakan pakaian bebas rapi sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya.
Uraian Acara
Rapat pengurus ini diselenggarakan sebagai agenda rutin organisasi untuk membahas berbagai program kerja, mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, serta menyusun rencana kegiatan yang akan datang. Suasana rapat berlangsung dengan tertib, penuh keakraban, dan semangat kebersamaan. Setiap anggota pengurus diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, masukan, maupun usulan demi kemajuan organisasi. Kegiatan yang akan datang tentang perlindungan anak dan perempuan yang mana akan mendatangkan pemateri dari dinsos yaitu psikolog dan mendalami di bidang perlindungan perempuan dan anak.
masing pengurus juga menjadi fokus pembahasan agar seluruh program dapat terlaksana secara efektif dan tepat waktu.
Kehadiran dua orang staf kantor turut memberikan dukungan administratif sehingga jalannya rapat berlangsung lebih tertata. Sinergi antara pengurus dan staf diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan organisasi serta memperkuat koordinasi dalam setiap pelaksanaan kegiatan.
Tujuan Rapat Pengurus
Melalui rapat ini, seluruh pengurus berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja organisasi dengan mengedepankan kerja sama, komunikasi yang baik, dan rasa tanggung jawab. Diharapkan hasil rapat dapat menjadi pedoman dalam menjalankan program-program Dharma Wanita Persatuan Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, sehingga organisasi dapat terus memberikan kontribusi positif bagi anggota, instansi, dan masyarakat secara umum.
Laporan ini ditulis oleh Qori Sandy pengelola e-reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi
Sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan (gemarikan) untuk anak-anak sekolah dasar di SDN 125 dan SDN 127 , ini merupakan program edukasi gizi untuk menanamkan kebiasaan mengonsumsi protein hewani sejak dini. Kegiatan ini biasanya menyasar siswa sekolah dasar melalui penyuluhan manfaat ikan bagi kecerdasan otak dan pencegahan stunting, demo pengolahan makanan berbahan ikan, serta pembagian makanan bergizi gratis. Kegiatan ini di hadiri secara langsung oleh bunda PAUD kab. Oku sekaligus ketua TP PKK kab.oku, ibu Hj. Zwesti karenia Teddy. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut adalah perwakilan Dinas Pendidikan kab.oku, perwakilan Dinas Perikanan kab.oku, ada juga bapak camat kec.ulu ogan beserta ketua PKK kec. Ulu ogan beserta anggota. Dalam kesempatannya ibu Hj. Zwesti karenia Teddy menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas penyelenggarakan MPLS yang disusun dengan suasana ramah dan menyenangkan. Mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menerapkan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan inspiratif, sehingga peserta didijk baru berani beradaptasi mengenal teman dan guru serta memiliki semangat tinggi untuk menuntut ilmu.
Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pengajian Rutin Bulanan DWP Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada periode kali ini, DWP Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara bertindak selaku penyelenggara
Majelis keagamaan ini dilangsungkan pada hari Kamis, 16 Juli 2026, yang berlokasi di Jalan Abunawas, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Dalam agenda tersebut, Dharma Wanita Persatuan Badab Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara diwakili oleh Ny. Fitriah Kamal Nursiswadi dan Ny. Henny Yulianti Gatot
Acara dihadiri langsung oleh Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Norma Azazi Fadlansyah, beserta jajaran Ketua dan anggota DWP dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara
Rangkaian acara dimulai tepat pukul 15.00 WITA dengan mengusung tema "Keluarga Harmonis, Bangsa Berkualitas, Peran Dharma Wanita Mewujudkan Rumah Tangga Sakinah". Tausiah utama dipimpin oleh penceramah Ustadz Dr. Aris Tri Andreas Putra, M.Pd. Jalannya agenda dipandu oleh Ny. Juharni Candra Alam selaku pembawa acara (Master of Ceremony), yang mengawali majelis dengan untaian puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an (Surah Luqman ayat 1113) dibawakan secara khidmat oleh Ny. Usmawati, dilanjutkan dengan penyampaian sari tilawah oleh Ny. Muliyati Dewi Kusuma Al Basyir, serta pembacaan salawat bersama yang dipimpin oleh Ny. Suharni
Pada sesi sambutan, Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Norma Azazi Fadlansyah, menegaskan bahwa pengajian berkala ini bukan sekadar rutinitas organisasi semata, melainkan sarana krusial dalam memelihara kualitas iman, memperdalam pemahaman keagamaan, serta mempererat tali ukhuwah antaranggota. Beliau berharap nilai-nilai keislaman senantiasa diimplementasikan oleh seluruh anggota dalam menjalankan perannya di keluarga maupun di tengah masyarakat
Ny. Norma Azazi Fadlansyah juga memotivasi peserta untuk istiqamah menghadiri majelis ilmu, merujuk pada hadis riwayat Imam Muslim mengenai keutamaan orang yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu. Mengakhiri arahannya, beliau mengimbau seluruh hadirin untuk menyimak tausiah dengan saksama dan mengaplikasikannya dalam kehidupan harian, serta menyampaikan rasa terima kasih kepada penceramah atas ilmu yang dibagikan
Memasuki sesi ceramah, Ustadz Dr. Aris Tri Andreas Putra, M.Pd., memaparkan pentingnya fondasi iman, rasa syukur, dan keagungan akhlak dalam membina rumah tangga sakinah. Beliau menekankan pentingnya membiasakan zikir Alhamdulillah dan menumbuhkan kecantikan batin (inner beauty) melalui kelembutan tutur kata, kesantunan, dan senyuman yang tulus. Peserta juga diingatkan untuk merutinkan empat amalan zikir mulia (Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar)
Lebih lanjut lagi, Ustadz menyampaikan bahwa Korelasi Antara Keluarga, Organisasi, dan Negara yaitu
" Keluarga sebagai Unit Terkecil Peradaban: Bangsa yang kuat dan berkualitas tidak dibangun dari gedung-gedung yang megah, melainkan dari rumah tangga-rumah tangga yang kokoh, sehat secara mental, dan bernilai secara spiritual
" Peran Strategis Dharma Wanita: Sebagai pendamping aparatur sipil negara (ASN) sekaligus ibu rumah tangga, anggota Dharma Wanita memiliki posisi pilar (musnidah). Ketika rumah tangga para ASN tenteram, produktivitas dan integritas dalam pelayanan publik pun akan meningkat secara langsung
Selanjutnya disampaikan bahwa pilar utama mewujudkan rumah tangga Sakinah terdiri dari
a. Penguatan Iman dan Rasa Syukur, Landasan Utama: Rumah tangga yang berketahanan fondasinya adalah tauhid dan ketaatan kepada Allah SWT, Pentingnya Memperbanyak Rasa Syukur: Bersyukur tidak hanya ketika menerima nikmat besar, tetapi juga membiasakan mengagungkan Allah SWT lewat ucapan Alhamdulillahirabbil 'alamin atas setiap ketetapan harian dan Prinsip Memandang Kehidupan (Menjaga Keseimbangan Jiwa) meliputi : Dalam Urusan Harta dan Duniawi: Hendaknya senantiasa melihat ke bawah (melihat pihak yang serba kekurangan). Hal ini bertujuan untuk memupuk rasa syukur, mencegah sifat kufur nikmat, serta menghindarkan suami dari tuntutan hidup yang melampaui kemampuan dan Dalam Urusan Ibadah dan Kebajikan: Hendaknya senantiasa melihat ke atas (meneladani orang yang lebih saleh dan tekun). Prinsip ini berfungsi sebagai pemacu motivasi untuk terus memperbaiki kualitas keimanan dan tidak cepat merasa puas dengan amal yang ada
b. Menumbuhkan Inner Beauty dan Akhlak Mulia dalam Rumah Tangga : Kecantikan Batin (Inner Beauty): Keharmonisan jangka panjang tidak semata-mata ditopang oleh penampilan fisik, melainkan oleh keanggunan sikap, kelembutan tutur kata, dan kebersihan hati Senyum sebagai Sedekah dan Cerminan Hati, sebagai contoh Senyuman yang tulus dari seorang istri/ibu di dalam rumah adalah sumber kedamaian keluarga dan Hati yang bersih melahirkan tutur kata yang santun dan senyuman yang menyejukkan. Senyum tidak hanya menjadi ibadah yang mudah (shadaqah), tetapi juga merupakan perekat hubungan antara suami, istri, dan anak-anak
c. Merutinkan Zikir Penenteram Hati, Membiasakan rumah tangga dipenuhi dengan ucapan 4 kalimat yang sangat dicintai oleh Allah SWT , dengan melakukan zikir yaitu Subhanallah, Alhamdulillah. Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Dampak Zikir terhadap Keluarga: Rumah yang rutin dihiasi dengan zikir akan dijauhkan dari gangguan syaitan, diangkat rasa cemasnya, serta dialiri ketenangan (sakinah) oleh Allah SWT
Selanjutnya dikatakan bahwa peran Dharma Wanita Persatuan dalam mwwujudkan bangsa berkualitas yaitu : Pertama Sebagai Maddrasatul Ula (Sekolah Pertama Anak), Ibu merupakan pendidik utama yang menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan moralitas sejak dini kepada anak-anak, sehingga lahir generasi penerus bangsa yang unggul dan berakhlak mulia, kedua Sebagai Benteng Penyeimbang Suami : Istri yang salehah mampu memberikan kedamaian di rumah (sakinah), sehingga suami dapat menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada negara dengan jujur, tenang, dan berintegritas dan ketiga Sebagai Pelopor Kebaikan di Masyarakat : Melalui wadah Dharma Wanita Persatuan, para anggota menyebarkan energi positif, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan saling mendukung dalam program-program sosial-keagamaan
Kesimpulan dari ceramah yang disampaikan oleh pa ustazd yaitu
1. Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah adalah modal awal menciptakan masyarakat yang beradab dan bangsa yang berkualitas
2. Kebahagiaan rumah tangga diawali dari hati yang senantiasa bersyukur, lisan yang basah oleh zikir, serta sikap yang penuh kelembutan dan kesantunan
3. Peran wanita/ibu dalam Dharma Wanita sangat menentukan masa depan generasi penerus dan ketahanan moral bangsa
Di samping itu, beliau menyampaikan nasihat agar dalam perkara harta seseorang senantiasa melihat ke bawah demi memupuk rasa syukur, sedangkan dalam hal ibadah dan kebajikan hendaknya meneladani yang lebih baik agar senantiasa terdorong meningkatkan kualitas diri
Melalui keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam pengajian ini, diharapkan seluruh pesan ceramah dapat menjadi pedoman untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, berkualitass, serta berakhlak karimah
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga berakhir pada pukul 17.25 WITA, yang kemudian ditutup dengan sesi foto dokumentasi bersama, Semoga segala kegiatan yang kita lakukan bernilai ibadah dan diterima di sisi Allah
Pada hari Selasa, 14 Juli 2026 Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Daerah Provinsi Bengkulu mendampingi Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja serta konsolidasi ke Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, pukul 9.00 WIB s.d selesai, acara ini dihadiri seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Pariwisata Provinsi dan dihadiri juga oleh penasehat Dharma Wanita Persatuan Pariwista Bapak Murlin Hanizar. Tujuan kunjungan kerja serta konsolidasi Dharma Wanita Persatuan Provinsi adalah untuk mempererat silaturhami, menyamakan visi program kerja, dan memperkuat manajemen organisasi hingga ke tingkat daerah, kegiatan ini memastikan roda organisasi berjalan dengan baik dan mendukung kesejahteraan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) selain itu tujuan dari kegiatan ini juga meliputi : 1. penyampaian informasi dan aturan yaitu mensosialisasikan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) agar seluruh pengurus memahami pedoman berorganisasi 2. evaluasi program, membahas, memonitor, dan mengevaluasi capaian program kerja yang telah dijalankan di berbagai bidang 3. peningkatan kapasitas, memberikan pembinaan dan pelatihan manajemen kesekretariatan, administrasi, serta keuangan agar tata kelola organisasi lebih profesional 4. sinergi Pemerintah. menyelaraskan program Dharma Wanita Persatuan agar dapat mendukung program kerja pemerintah daerah secara optimal