Giat DWP DLH hari ini, Melakukan kegiatan rapat rutin bulanan, sekaligus pembahasan tentang bagaimana agar ibu DWP unit DLH bisa rajin ikut kegiatan rapat setiap bulan.
Giat DWP DLH, hari ini tanggal 15 mei 2026, Melakukan kegiatan pendampingan Posyandu bekerjasama dengan OPD unit pariwisata dan DWP unit perhubungan di Posyandu Mawar tanjung.
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita PersatuanUnit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Melakukan Kegiatan Senam Rutin
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Gerakan Sehat
Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Jumat, 05 Juni 2026
3 Pukul : 07.00-Selesai
4 Peserta : 15 pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
5 Lokasi : Halaman Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan
6 Acara : Senam Rutin Bersama Pegawai
Kegiatan senam bersama Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program kerja yang berfokus pada peningkatan kesehatan jasmani serta penguatan kebersamaan antar anggota. Kegiatan ini dilaksanakan pada jumat, 05 Juni 2026 bertempat di halaman UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan, dengan melibatkan anggota Dharma Wanita Persatuan dan pegawai UPT.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Kegiatan diawali dengan gerakan pemanasan yang bertujuan untuk mempersiapkan kondisi fisik peserta agar terhindar dari cedera. Selanjutnya, peserta mengikuti gerakan inti senam kebugaran yang dipandu oleh instruktur. Gerakan yang diberikan telah disesuaikan dengan kondisi peserta, sehingga tetap aman, ringan, dan mudah diikuti. Kegiatan kemudian diakhiri dengan gerakan pendinginan untuk membantu mengembalikan kondisi tubuh secara bertahap setelah beraktivitas.
Hasil yang dicapai dari kegiatan ini antara lain meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik, terjaganya kebugaran jasmani, serta semakin eratnya hubungan kekeluargaan di lingkungan UPT. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi sederhana yang menyenangkan. Kegiatan senam bersama Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat kebersamaan di lingkungan UPT.
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Melakukan Kegiatan Tadarus Rutin
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa
Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Kamis, 04 Juni 2026
3 Pukul : 07.30 -Selesai
4 Peserta : 10 anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
5 Lokasi : Musholla Husnul Khotimah Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan
6 Acara : Tadarus Al Qur'an rutin mingguan
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Magetan Dinas Sosial (Dinsos) Jatim telah melaksanakan kegiatan Tadarus Al Qur'an rutin mingguan. Kegiatan tadarus Al Qur'an dilaksanakan dengan membaca ayat-ayat suci Al Qur'an secara bergiliran oleh anggota DWP.
Dalam kegiatan tersebut, anggota DWP melaksanakan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama dengan penuh kekhusyukan. Selain sebagai sarana meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai religius, menumbuhkan ketenangan hati, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan DWP UPT PSTW Magetan.
Dengan suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, para anggota DWP mengikuti kegiatan tadarus rutin sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan organisasi, sosial, dan peningkatan kualitas spiritual.
Ketua DWP UPT PSTW Magetan, Nenti Sarjanti, menyampaikan bahwa kegiatan tadarus rutin ini diharapkan mampu memberikan manfaat positif bagi seluruh anggota DWP.
“Melalui kegiatan tadarus rutin ini, kami berharap anggota DWP dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota. Semoga kegiatan baik ini dapat terus terlaksana dan memberikan keberkahan bagi keluarga besar UPT PSTW Magetan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, DWP UPT PSTW Magetan berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai keagamaan terus tumbuh sehingga mampu memberikan energi positif dalam mendukung pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada penerima manfaat.
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Melakukan Pendampingan Range Of Motion (ROM) di Ruang Perawatan Khusus
Bidang : Sosial Budaya
Program : Sosial Budaya
Kegiatan : Pendampingan Piket di Ruang Perawatan Khusus
Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Jumat, 5 Juni 2026
3 Pukul : 08.00 - Selesai
4 Peserta : 15 anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
5 Lokasi : Ruang Perawatan Khusus Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan
6 Acara : Giat Perawatan Lansia
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Magetan Dinas Sosial (Dinsos) Jatim telah melaksanakan kegiatan pendampingan Range Of Motion (ROM) bagi penerima manfaat pada pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota Dharma Wanita Persatuan dan merupakan bagian dari program kerja Dharma Wanita Persatuan UPT PSTW Magetan di Bidang Sosial dengan fokus pada kepedulian, dan kesetiakawanan, serta bantuan sosial.
Dalam kegiatan tersebut, anggota DWP turut berperan aktif mendampingi PM dalam melaksanakan latihan ROM atau latihan gerak sendi yang bertujuan untuk membantu mempertahankan kemampuan gerak, melatih kekuatan otot, serta mencegah kekakuan sendi pada PM yang mengalami keterbatasan mobilitas.
Ketua DWP UPT PSTW Magetan, Nenti Sarjanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan DWP terhadap kesehatan serta kesejahteraan para lansia.
“Kami ingin hadir memberikan perhatian dan semangat kepada penerima manfaat. Melalui pendampingan ini, kami berharap para lansia tetap termotivasi untuk menjaga kondisi fisik serta merasakan bahwa mereka selalu mendapatkan dukungan dan kasih sayang dari keluarga besar UPT PSTW Magetan,” tuturnya.
Melalui kegiatan pendampingan ROM ini, DWP UPT PSTW Magetan berharap dapat terus berkontribusi dalam memberikan pelayanan terbaik serta menciptakan lingkungan yang penuh kepedulian, sehingga penerima manfaat khususnya lansia dengan kebutuhan perawatan khusus dapat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buton rutin melakukan senam sehat setiap Minggu pagi. Kegiatan senam sehat ini merupakan upaya Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung peningkatan status kesehatan perempuan serta mewujudkan ketahanan keluarga melalui penerapan pola hidup sehat. Pada hari Minggu tanggal 07 Juli 2026 pukul 07.00 WITA sampai selesai, Ketua Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Buton, Ny. Cici Manafu mengikuti kegiatan senam yang dilaksanakan di Halaman Bank Sultra cabang Pasarwajo, Kabupaten Buton. Kegiatan senam ini diikuti sekitar 75 peserta terdiri dari para Ketua Dharma Wanita Persatuan OPD dan Kecamatan serta anggota Dharma Wanita Persatuan. Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton, Ny. Sunarlin Ilham. Pelaksanaan senam sehat tidak hanya diikuti oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar. Keterlibatan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat sinergi antara DWP dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aktif dan harmonis. Kegiatan senam sehat ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan berupaya meningkatkan kualitas hidup anggota, membangun budaya hidup sehat, memperkuat kebersamaan antaranggota, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan produktif. Sebelum memulai olahraga dilakukan pemanasan terlebih dahulu agar mengurangi risiko cedera, meningkatkan fleksibilitas dan kelenturan, mencegah kram dan nyeri otot dan menyiapkan jantung dan pernapasan, kemudian dilanjutkan pada gerakan inti olahraga yaitu melakukan gerakan kekuatan, gerakan kelenturan, gerakan keseimbangan, gerakan kelincahan dan koordinasi dan dilanjutkan dengan senam irama dengan mengikuti alunan musik yang dipandu oleh instruktur senam, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) selama 30 menit. Setelah melakukan olahraga inti diakhiri dengan gerakan pendinginan (cooling down) selama 5 sampai 10 menit agar tubuh kembali ke kondisi normal yang bermanfaat menurunkan detak jantung secara bertahap dan mempercepat proses pemulihan tubuh setelahnya atur kembali pernapasan hingga stabil. Tidak lupa memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan meminum air mineral yang cukup setelah melakukan olahraga. Saat berolahraga tubuh mengeluarkan cairan dan elektrolit melalui keringat sehingga berisiko mengalami dehidrasi apabila tidak segera digantikan. Konsumsi air putih setelah berolahraga sangat penting untuk membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh, menjaga suhu tubuh tetap normal, memperlancar sirkulasi darah, serta membantu proses pemulihan otot setelah aktivitas fisik. Olahraga rutin dan teratur merupakan aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan dengan intensitas yang sesuai. Kebiasaan ini memberikan manfaat menyeluruh bagi kesehatan fisik, mental, dan sosial. Olahraga yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung dan Pembuluh Darah. Olahraga membantu memperkuat otot jantung, melancarkan peredaran darah, serta menjaga tekanan darah tetap stabil. Dengan olahraga teratur otot menjadi lebih kuat dan tubuh tidak mudah lelah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Rutin Olahraga dapat menjaga berat badan ideal. Olahraga membantu membakar kalori dan lemak tubuh. Jika dilakukan secara rutin dan diimbangi pola makan sehat, olahraga dapat mencegah obesitas serta menjaga komposisi tubuh tetap seimbang. Aktivitas fisik memperkuat otot, sendi, dan tulang. Olahraga juga membantu mencegah pengeroposan tulang, terutama pada wanita dan lansia. Yang tidak kalah penting berolahraga dapat mengurangi stres, kecemasan, dan risiko depresi. Olahraga juga membantu memperbaiki kualitas tidur dan meningkatkan suasana hati dan dapat meningkatkan konsentrasi dan produktivitas. Olahraga membantu melancarkan aliran darah ke otak, sehingga meningkatkan fokus, daya ingat, dan kemampuan berpikir. Hal ini berdampak positif pada kinerja dalam pekerjaan maupun aktivitas organisasi. Selain Itu juga aktivitas fisik teratur membantu memperkuat sistem imun sehingga tubuh lebih tahan terhadap penyakit. Olahraga rutin melatih kedisiplinan serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup. Dengan tubuh yang sehat, bugar, dan mental yang baik, seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan olahraga yang telah dilakukan DWP Kabupaten Buton, dapat disimpulkan bahwa olahraga rutin dan teratur memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani serta mental. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kebugaran tubuh, daya tahan fisik, dan keseimbangan mental peserta. Selain itu, pelaksanaan olahraga secara teratur juga mendukung terbentuknya pola hidup sehat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendukung terwujudnya kesehatan dan kesejahteraan keluarga, meningkatkan partisipasi anggota, serta membangun masyarakat yang sehat, aktif, produktif, dan harmonis.
Rutin berolahraga sebagai salah satu upaya untuk menjaga kesehatan tubuh dan memperoleh hidup yang lebih berkualitas. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buton rutin melakukan senam sehat setiap Minggu pagi. Salah satu anggota DWP Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang Kabupaten Buton, Ny. Marwanti Mustamar mengikuti kegiatan senam ini yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 07 Juni 2026 pukul 07.00 WITA sampai selesai di Halaman Bank Sultra cabang Pasarwajo, Kabupaten Buton. Kegiatan senam ini diikuti sekitar 70 peserta terdiri dari para Ketua Dharma Wanita Persatuan OPD dan Kecamatan, anggota Dharma Wanita Persatuan, serta Masyarakat sekitar yang merupakan mitra strategis DWP. Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton, Ny. Sunarlin Ilham. Sebelum memulai olahraga dilakukan pemanasan terlebih dahulu agar mengurangi risiko cedera, meningkatkan fleksibilitas dan kelenturan, mencegah kram dan nyeri otot dan menyiapkan jantung dan pernapasan, kemudian dilanjutkan pada gerakan inti olahraga yaitu melakukan gerakan kekuatan, gerakan kelenturan, gerakan keseimbangan, gerakan kelincahan dan koordinasi dan dilanjutkan dengan senam irama dengan mengikuti alunan musik yang dipandu oleh instruktur senam, Ny. Mas Indawaty Nuhril selama 30 menit. Setelah melakukan olahraga inti diakhiri dengan gerakan pendinginan (cooling down) selama 5 sampai 10 menit agar tubuh kembali ke kondisi normal yang bermanfaat menurunkan detak jantung secara bertahap dan mempercepat proses pemulihan tubuh setelahnya atur kembali pernapasan hingga stabil. Olahraga rutin dan teratur merupakan aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan dengan intensitas yang sesuai. Kebiasaan ini memberikan manfaat menyeluruh bagi kesehatan fisik, mental, dan sosial. Olahraga yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung dan Pembuluh Darah. Olahraga membantu memperkuat otot jantung, melancarkan peredaran darah, serta menjaga tekanan darah tetap stabil. Dengan olahraga teratur otot menjadi lebih kuat dan tubuh tidak mudah lelah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Rutin Olahraga dapat menjaga berat badan ideal. Olahraga membantu membakar kalori dan lemak tubuh. Jika dilakukan secara rutin dan diimbangi pola makan sehat, olahraga dapat mencegah obesitas serta menjaga komposisi tubuh tetap seimbang. Aktivitas fisik memperkuat otot, sendi, dan tulang. Olahraga juga membantu mencegah pengeroposan tulang, terutama pada wanita dan lansia. Yang tidak kalah penting berolahraga dapat mengurangi stres, kecemasan, dan risiko depresi. Olahraga juga membantu memperbaiki kualitas tidur dan meningkatkan suasana hati dan dapat meningkatkan konsentrasi dan produktivitas. Olahraga membantu melancarkan aliran darah ke otak, sehingga meningkatkan fokus, daya ingat, dan kemampuan berpikir. Hal ini berdampak positif pada kinerja dalam pekerjaan maupun aktivitas organisasi. Selain Itu juga aktivitas fisik teratur membantu memperkuat sistem imun sehingga tubuh lebih tahan terhadap penyakit. Olahraga rutin melatih kedisiplinan serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup. Dengan tubuh yang sehat, bugar, dan mental yang baik, seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan olahraga yang telah dilakukan DWP Kabupaten Buton, dapat disimpulkan bahwa olahraga rutin dan teratur memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani serta mental. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kebugaran tubuh, daya tahan fisik, dan keseimbangan mental peserta. Selain itu, pelaksanaan olahraga secara teratur juga mendukung terbentuknya pola hidup sehat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Ibu Ketua DWP Dinas Pendidikan Kota Bandung menghadiri acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung, "Ibu Pertiwi" tahun Buku 2025, dengan pembahasan : - Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Tahun Buku 2025 - Laporan Pertanggungjawaban Pengawas Tahun Buku 2025 - Rencana Kerja dan RAPBK tahun 2025 Kegiatan diselenggarakan pada hari Jum'at, tanggal 5 Juni 2026, pukul 8.30 - 12.00 WIB, bertempat di Aula Gedung Serbaguna Lt. 3, Jl. Wastukencana No. 2 Bandung. Kegiatan dimulai dengan : 1. Pembukaan oleh MC, Ibu Wilma. 2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars koperasi, dirigen Ibu Rahayu 3. Pembacaan doa oleh ibu Sri Murni 4. Laporan ketua koperasi periode 2023-2025, Ibu Hj Ida Gunadi. Dalam laporannya beliau menyampaikan bahwa alhamdulilah terjadi peningkatan jumlah anggota koperasi yang sangat tinggi, berkat dukungan dan kerjasama semua OPD Dinas dan Kecamatan yang asalnya 58 orang menjadi 186 orang. 5. Sambutan dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM, ibu DR. Tris Avianti Ratnajati. 6. Foto bersama 7. Sambutan Pembina "Koperasi Ibu Pertiwi", Ibu Dr. Hj. R. Dewi Pertiwi Zulkarnain, S.E., M.M. RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi sehingga menjadi sarana untuk mengevaluasi kerja, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas serta penyusunan program kerja dan langkah strategis untuk pengembangan koperasi ke depan. Ibu pembina menyampaikan undangan 106 orang yang hadir 70 orang, beliau berharap agar kedepannya lebih banyak yang hadir dalam RAT 8. Pemberian reward diantaranya : - Anggota yg rajin menabung dan konsisten - Rajin meminjam, - Ketua DWP yg anggotanya banyak ikut koperasi, dll. 9. Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Tahun Buku 2025, oleh Ibu Titik Anhar 10. Laporan Pertanggungjawaban Pengawas Tahun Buku 2025, oleh Ibu Hj. ida Gunadi 11. Rencana Kerja dan RAPBK tahun 2025 oleh Ibu Titik Anhar 12. Pemilihan Pengurus periode 2026-2028 Ada 2 mekanisme pemilihan ketua dan pengurus, dalam kegiatan ini pemilihan dipimpin oleh ibu Erna Kabid Dinas Koperasi dan UKM yaitu : - langsung : aklamasi / ditunjuk / dipilih, sesuai persetujuan seluruh anggota maka dipilihlah dulu Ketua, akhirnya dipilihlah Ibu Titik Anhar dan Ketua pengawasnya Ibu Hj Ida Gunadi. - formatur 13. Penutup Dalam kegiatan RAT ini dihadiri oleh Ibu Nani Rosada, Ketua DWP Yang sudah purna tugas tapi masih aktif di koperasi, perwakilan dari 25 Dinas OPD dan OPD Kecamatan, orang yang hadir 70 orang dari 106 orang yang diundang. Perwakilan dari DWP Dinas Pendidikan Kota Bandung yang ikut hadir dalam kegiatan RAT yaitu Ibu Ketua DWP Dinas Pendidikan Kota Bandung, Ibu Feby Rizkiani Gufron, S.Si, Ibu Rina Ahmad Sekretaris 1, Ibu Kusuma Jajang , Bendahara 1, Ibu Elis Ruchjat Bendahara 2 dan Ibu Fani Taufan anggota Bidang Pendidikan. Ibu Ketua dan anggota dalam kegiatan ini mengenaan baju bebas rapi. Kegiatan ini termasuk dalam kegiatan Bidang Ekonomi, Program Kerja Bidang Ekonomi Koperasi, Kegiatan Perkoperasian. Tujuan kegiatan untuk : 1. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai koperasi. 2. Menjalankan kekuasaan tertinggi, mengevaluasi pertanggungjawaban pengurus 3. Memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan koperasi dari, oleh dan untuk kesejahteraan anggota 4. Memilih kepengurusan baru.
Dalam rangka meningkatkan pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan mengenai pentingnya koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi perempuan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Koperasi Wanita Dharma Bhakti Ibu (Kopwan DBI) Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran koperasi sebagai wadah yang mampu mendukung kesejahteraan anggota melalui kegiatan simpan pinjam dan pengelolaan usaha yang sehat serta berkelanjutan.
Koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggota melalui prinsip gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian ekonomi. Bagi anggota Dharma Wanita Persatuan, keberadaan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas dan partisipasi anggota dalam mendukung program-program organisasi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai tata kelola, hak dan kewajiban anggota, serta manfaat koperasi perlu terus ditingkatkan.
Pada hari Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di Aula Harmoni Kantor Pertanahan Kabupaten Wonosobo, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Koperasi Wanita Dharma Bhakti Ibu (Kopwan DBI) Kabupaten Wonosobo. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB dan diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai unsur pelaksana di Kabupaten Wonosobo.
Sosialisasi disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Ibu Ida Junaedi selaku Wakil Ketua Kopwan DBI Kabupaten Wonosobo dan Ibu Ida Luthfi selaku Bendahara Kopwan DBI Kabupaten Wonosobo. DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo pada kesempatan tersebut diwakili oleh Ibu Dwi Tono Prihatono selaku Ketua DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan penyampaian gambaran umum mengenai Koperasi Wanita Dharma Bhakti Ibu (Kopwan DBI) Kabupaten Wonosobo sebagai salah satu aset organisasi Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Wonosobo yang berada di bawah pembinaan Bidang Ekonomi. Narasumber menjelaskan bahwa koperasi didirikan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pengelolaan usaha simpan pinjam yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Ibu Ida Junaedi menjelaskan struktur kepengurusan Kopwan DBI yang terdiri dari pengurus dan pengawas yang bertugas mengelola serta mengawasi jalannya organisasi koperasi. Struktur kepengurusan yang jelas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan koperasi. Pengurus memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kegiatan operasional koperasi, sementara pengawas bertugas memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya dijelaskan mengenai program kerja koperasi yang meliputi bidang organisasi, bidang usaha, dan bidang administrasi. Pada bidang organisasi, Kopwan DBI berupaya mengoptimalkan peran anggota Dharma Wanita Persatuan agar lebih aktif dalam keanggotaan koperasi. Selain itu, koperasi juga terus mendorong anggota DWP yang belum bergabung agar menjadi anggota koperasi. Upaya ini dilakukan karena koperasi merupakan aset organisasi yang perlu didukung bersama demi keberlanjutan dan kemanfaatannya bagi seluruh anggota.
Pada bidang usaha, koperasi saat ini fokus menjalankan usaha simpan pinjam dengan berbagai ketentuan yang telah disepakati dalam rapat anggota. Kegiatan simpan pinjam menjadi salah satu layanan utama yang dapat dimanfaatkan anggota untuk membantu kebutuhan keuangan secara aman dan terjangkau. Sementara itu, pada bidang administrasi, koperasi terus berupaya meningkatkan tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku agar pengelolaan organisasi semakin profesional dan akuntabel.
Dalam sesi berikutnya, Ibu Ida Luthfi menjelaskan mengenai ketentuan simpanan dan pinjaman bagi anggota koperasi. Dijelaskan bahwa setiap anggota baru wajib membayar simpanan pokok sebesar Rp50.000 yang dibayarkan satu kali pada saat menjadi anggota. Selain itu, anggota juga memiliki kewajiban membayar simpanan wajib sebesar Rp70.000 setiap bulan serta iuran dana pralenen sebesar Rp12.000 per tahun. Koperasi juga menerima simpanan sukarela atau simpanan manasuka yang jumlahnya tidak dibatasi dan dapat diambil sewaktu-waktu sesuai kebutuhan anggota.
Untuk layanan pinjaman, koperasi menyediakan dua jenis pinjaman. Jenis pertama adalah pinjaman sebrangan dengan jangka waktu maksimal tiga bulan. Jenis kedua adalah pinjaman reguler dengan jangka waktu maksimal dua puluh empat bulan. Kedua jenis pinjaman tersebut diberikan berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh koperasi melalui keputusan rapat anggota.
Narasumber juga menjelaskan mengenai hak dan kewajiban anggota koperasi. Anggota memiliki hak untuk memperoleh berbagai manfaat yang diberikan koperasi sesuai kemampuan organisasi, seperti pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), bingkisan hari raya, doorprize, serta berbagai fasilitas lainnya bagi anggota yang aktif dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun demikian, hak tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban anggota, antara lain membayar simpanan pokok dan simpanan wajib, memenuhi kewajiban angsuran pinjaman secara rutin, serta mematuhi seluruh peraturan koperasi.
Dalam sosialisasi juga disampaikan berbagai tantangan yang saat ini dihadapi oleh Kopwan DBI. Salah satu kendala utama adalah jumlah anggota koperasi yang cenderung mengalami penurunan. Selain itu, partisipasi aktif anggota dalam kegiatan koperasi masih belum optimal. Narasumber juga menyampaikan bahwa masih terdapat kredit macet yang memerlukan perhatian bersama agar tidak mengganggu kesehatan keuangan koperasi.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, pengurus koperasi telah menyusun beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk menjadi anggota Kopwan DBI. Pengurus juga terus mendorong anggota agar memanfaatkan fasilitas simpan pinjam yang tersedia secara bertanggung jawab. Selain itu, koperasi berharap adanya dukungan dari pengurus dan penasehat DWP untuk turut mengimbau anggota agar bergabung dan aktif dalam kegiatan koperasi. Upaya penagihan secara aktif atau jemput bola juga dilakukan guna mengurangi risiko kredit macet dan menjaga kesehatan keuangan koperasi.
Para peserta mengikuti kegiatan sosialisasi dengan antusias dan penuh perhatian. Berbagai informasi yang disampaikan memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai manfaat koperasi, mekanisme keanggotaan, serta pentingnya partisipasi aktif anggota dalam mendukung keberlangsungan organisasi koperasi. Bagi DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo, materi yang diperoleh menjadi tambahan wawasan yang dapat disampaikan kepada anggota lainnya sehingga semakin banyak anggota yang memahami manfaat koperasi dan terdorong untuk berpartisipasi secara aktif.
Melalui kegiatan ini, peserta juga semakin memahami bahwa koperasi bukan sekadar tempat menabung atau meminjam dana, tetapi merupakan wadah bersama yang keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi dan komitmen seluruh anggota. Semakin tinggi tingkat partisipasi anggota, maka semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan koperasi kepada seluruh anggotanya.
Kegiatan Sosialisasi Koperasi Wanita Dharma Bhakti Ibu (Kopwan DBI) Kabupaten Wonosobo yang dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Juni 2026 di Aula Harmoni Kantor Pertanahan Kabupaten Wonosobo berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi anggota Dharma Wanita Persatuan.
Melalui materi yang disampaikan oleh Ibu Ida Junaedi dan Ibu Ida Luthfi, peserta memperoleh informasi mengenai program kerja koperasi, mekanisme keanggotaan, hak dan kewajiban anggota, layanan simpan pinjam, serta berbagai tantangan dan strategi pengembangan koperasi di masa mendatang. Informasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi anggota dalam mendukung keberlangsungan dan kemajuan Kopwan DBI Kabupaten Wonosobo.
Kehadiran DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo yang diwakili oleh Ibu Dwi Tono Prihatono menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung program-program pemberdayaan ekonomi yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Wonosobo. Diharapkan hasil sosialisasi ini dapat menjadi bekal bagi anggota untuk lebih memahami manfaat koperasi, meningkatkan kepedulian terhadap organisasi, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
Dalam era digital yang berkembang sangat pesat saat ini, perempuan menghadapi berbagai tantangan baru yang tidak hanya berkaitan dengan peran dalam keluarga dan pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental, keseimbangan emosi, dan kemampuan menerima diri sendiri. Kemajuan teknologi dan media sosial memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan tekanan psikologis apabila tidak disikapi secara bijaksana. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri melalui konsep self love.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kualitas diri anggota Dharma Wanita Persatuan, pada hari Jumat, 5 Juni 2026 telah dilaksanakan kegiatan edukasi dengan tema “Self Love Perempuan Hebat di Era Digital” yang bertempat di Aula Harmoni Kantor Pertanahan Kabupaten Wonosobo. Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB dan diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai unsur pelaksana di Kabupaten Wonosobo.
Materi edukasi disampaikan oleh Ibu Gones Saptowati, S.Psi., M.A., Psikolog, yang merupakan Psikolog RSUD Banjarnegara sekaligus Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Jawa Tengah. DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo pada kegiatan tersebut diwakili oleh Ibu Dwi Tono Prihatono selaku Ketua DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya mencintai diri sendiri secara sehat, menjaga kesehatan mental, serta membangun rasa percaya diri di tengah berbagai tuntutan kehidupan modern yang semakin kompleks.
Kegiatan edukasi berlangsung dengan suasana yang hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Dalam penyampaiannya, narasumber mengawali materi dengan mengajak peserta memahami kondisi perempuan di masa kini yang sering kali memiliki banyak peran sekaligus. Seorang perempuan dapat berperan sebagai istri, ibu, pekerja, anggota masyarakat, sekaligus individu yang memiliki kebutuhan dan harapan pribadi. Dalam menjalankan berbagai peran tersebut, tidak jarang perempuan lebih mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan dirinya sendiri.
Narasumber mengutip pemikiran Gabor Maté yang menjelaskan bahwa banyak perempuan cenderung menjadi sosok yang selalu berusaha kuat untuk orang lain, sulit mengatakan tidak, lebih mendahulukan kepentingan orang lain, serta sering menekan emosi negatif yang dirasakan. Kondisi tersebut apabila berlangsung terus-menerus dapat berdampak terhadap kesehatan fisik maupun kesehatan mental seseorang. Bahkan disebutkan bahwa sebagian besar penderita penyakit autoimun adalah perempuan yang memiliki pola psikologis seperti selalu berusaha menyenangkan orang lain dan mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri.
Sebagai refleksi, peserta diajak untuk menyebutkan tiga orang yang paling dicintai dalam hidupnya. Dari latihan sederhana tersebut, narasumber menunjukkan bahwa sering kali perempuan menyebut suami, anak, orang tua, atau anggota keluarga lainnya, namun lupa menyebut dirinya sendiri. Hal ini menjadi gambaran bahwa banyak perempuan masih kurang memberikan perhatian dan penghargaan terhadap dirinya sendiri.
Selanjutnya dijelaskan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi perempuan di era digital. Tantangan pertama adalah fenomena perbandingan sosial yang muncul akibat penggunaan media sosial. Saat ini media sosial sering menampilkan kehidupan yang tampak sempurna, kesuksesan orang lain, penampilan ideal, hingga berbagai pencapaian yang dipublikasikan secara luas. Kondisi tersebut tanpa disadari dapat memunculkan rasa minder, overthinking, tidak percaya diri, bahkan perasaan bahwa diri sendiri kurang berhasil dibandingkan orang lain.
Tantangan berikutnya adalah tuntutan untuk menjadi perempuan yang serba bisa. Banyak perempuan merasa harus mampu menyelesaikan seluruh tugas dengan sempurna, baik sebagai ibu rumah tangga, pekerja, maupun anggota masyarakat. Narasumber menegaskan bahwa perempuan hebat bukanlah perempuan yang mampu melakukan semuanya sekaligus, melainkan perempuan yang mampu menjalankan berbagai peran secara seimbang dan tetap bahagia.
Selain itu, perempuan juga rentan mengalami kelelahan mental atau mental exhaustion. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain mudah marah, sulit berkonsentrasi, kehilangan semangat, sulit tidur, serta muncul perasaan tidak dihargai. Gejala-gejala tersebut merupakan sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian serta waktu untuk beristirahat.
Memasuki materi utama, narasumber menjelaskan pengertian self love. Self love merupakan kemampuan untuk menerima, menghargai, dan merawat diri sendiri secara sehat tanpa merasa bersalah. Self love bukan berarti egois, bukan pula mementingkan diri sendiri atau merasa paling hebat dibandingkan orang lain. Sebaliknya, self love adalah kemampuan mengenali nilai diri, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menghormati kebutuhan diri sendiri sebagai manusia.
Menurut narasumber, mencintai diri sendiri merupakan langkah penting agar seseorang dapat hidup lebih sehat dan bahagia. Perempuan yang memiliki self love yang baik akan lebih mampu menjaga kesehatan mentalnya, membuat keputusan yang lebih sehat, membangun hubungan sosial yang lebih positif, serta memberikan energi positif kepada orang-orang di sekitarnya.
Dalam sesi berikutnya, narasumber menjelaskan beberapa praktik sederhana yang dapat dilakukan untuk membangun self love dalam kehidupan sehari-hari. Langkah pertama adalah berdamai dengan diri sendiri. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga penting untuk menerima diri apa adanya tanpa terus-menerus menyalahkan diri sendiri atas berbagai kekurangan yang dimiliki.
Langkah kedua adalah memberikan waktu untuk diri sendiri. Di tengah berbagai kesibukan dan tanggung jawab, perempuan perlu menyediakan waktu khusus untuk melakukan hal-hal yang disukai, beristirahat, atau sekadar menikmati waktu tenang. Waktu untuk diri sendiri bukan bentuk kemalasan, melainkan kebutuhan agar kesehatan mental tetap terjaga.
Langkah ketiga adalah belajar mengatakan tidak. Banyak perempuan merasa tidak enak hati ketika harus menolak permintaan orang lain. Padahal kemampuan mengatakan tidak terhadap sesuatu yang melebihi batas kemampuan merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan mental dan menghargai diri sendiri.
Langkah berikutnya adalah membiasakan rasa syukur setiap hari. Narasumber menyarankan agar setiap malam peserta menuliskan tiga hal yang disyukuri pada hari tersebut dan satu pencapaian kecil yang berhasil dilakukan. Kebiasaan sederhana ini terbukti dapat membantu meningkatkan kebahagiaan, ketenangan batin, serta memperkuat rasa percaya diri.
Sebagai penutup sesi edukasi, peserta diajak melakukan praktik sederhana dengan mengucapkan kalimat “Saya bangga pada diri saya karena…”. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mengenali dan menghargai berbagai hal positif yang telah berhasil dilakukan dalam kehidupannya. Beberapa contoh yang diberikan antara lain bangga karena mampu mendidik anak dengan penuh kasih sayang, tetap bekerja dengan integritas, atau terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.
Pesan utama yang disampaikan narasumber adalah bahwa self love bukanlah tentang menjadi orang terbaik di hadapan orang lain, melainkan menjadi sahabat terbaik bagi diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri secara sehat, seseorang akan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mencintai keluarga, melayani masyarakat, dan menjalankan berbagai peran dalam kehidupannya.
Kegiatan edukasi bertema “Self Love Perempuan Hebat di Era Digital” yang disampaikan oleh Ibu Gones Saptowati, S.Psi., M.A., Psikolog berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat yang sangat besar bagi para peserta. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan oleh setiap perempuan di tengah berbagai tuntutan kehidupan modern.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya menerima diri sendiri, menjaga kesehatan mental, mengelola tekanan sosial di era digital, serta membangun rasa syukur dan penghargaan terhadap diri sendiri. Kehadiran DWP Bappeda Kabupaten Wonosobo yang diwakili oleh Ibu Dwi Tono Prihatono menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya anggotanya.
Diharapkan materi yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga anggota Dharma Wanita Persatuan mampu menjadi perempuan yang sehat secara fisik maupun mental, percaya diri, serta mampu menjalankan berbagai peran dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat dengan lebih seimbang dan bahagia.