e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/271315.jpg
Info Baru

DWP Kementerian Agama > Kantor KEMENAG PROV KALIMANTAN TIMUR

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 20-10-2026

( DWP KEMENAG KUTIM ) Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur mengikuti Talk Show ' Pentingnya Legalitas Usaha bagi Pelaku UMKM Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kutai Timur. Di selenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kutai Timur Bidang Ekonomi. Dalam sambutannya wakil ketua I Dharma Wanita Kabupaten Kutai Timur menjelaskan bahwa legalitas usaha merupakan pondasi penting untuk memastikan kegiatan usaha berjalan tertib, memiliki perlindungan hukum, serta memperoleh kesempatan pengembangan usaha yang lebih luas. Dengan menghadirkan narasumber Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro ( PUM ) Diskop UKM Kutim, Ny. Junianti, Penata Perizinan Pertama DMPTSP Ny Ana Ubudiyah, Admistrator Ahli Muda Dinas Kesehatan Kutim Ny. Jusmiati dan Pendamping Sertifikasii Halal bpk Mustatho. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 20 Oktober 2026, bertempat di Gedung Wanita Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Pukul 08.30 Wita sd 13.00 Wita. Dihadiri oleh Ny. Kurnia Ilham, Ny Sumayasa Sulchan Arif.

../images/kegiatan/271313.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Banyuasin > Kecamatan Banyuasin III

  • Oleh: Sekretariat
  • 19-10-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banyuasin

Dharma Wanita Persatuan kecamatan Banyuasin III telah mengikuti kegiatan,
Bidang : Sekretariat br> Program : Informasi & Humas.

: Dokumentasi & Publikasi.br> 1. Dharma Wanita Persatuan kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin
2. Hari / Tanggal : Senen, 19 Oktober 2026
3. Pukul :14.00 - selesai
4. Peserta : 250 orang
5. Lokasi : Desa Galang Tinggi, Kecamatan Banyuasin III.br> 6. kegiatan Open Turnamen Sepak Bola Persiga Cup Season-1 Tahun 2026.p> • PANGKALAN BALAI, 19 OKTOBER 2026 • CAMAT BANYUASIN III HADIRI OPEN TURNAMEN SEPAK BOLA PERSIGA CUP SEASON-1 TAHUN 2026 • Camat Banyuasin III, Santo, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Open Turnamen Sepak Bola Persiga Cup Season-1 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Desa Galang Tinggi, Kecamatan Banyuasin III. • Dalam arahannya, Camat Banyuasin III Santo menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan potensi para pemain sepak bola, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat. • Beliau juga berpesan kepada seluruh pemain agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kekompakan, mematuhi peraturan pertandingan, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan. Kepada para suporter dan masyarakat yang hadir, diharapkan turut menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana yang kondusif selama turnamen berlangsung. • Melalui kegiatan ini, diharapkan Open Turnamen Persiga Cup Season-1 Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga, khususnya sepak bola..

../images/kegiatan/271312.jpg
Info Baru

DWP DKI JAKARTA > SKPD Dinas Pertamanan dan Hutan Kota

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 18-10-2026

Pada Minggu, 18 Oktober 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta mengikuti kegiatan Workshop Batik Mangrove yang bertempat di Zona Pameran “Hutan dan Peradaban”, Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Museum Indonesia DKI Jakarta Paramita Jaya bersama Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo, sebagai bentuk dukungan terhadap pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Pameran bertema “Hutan dan Peradaban” ini digelar dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia 2026 dan Hari Kebudayaan Nasional 2026. Workshop ini dihadiri oleh Ketua DWP Distamhut Provinsi DKI Jakarta, Ibu Shinta Fajar Sauri, beserta jajaran dan pengurus. Turut hadir Ibu Wiwik Eko, Ibu Nelis Romi, bersama pengurus DWP Distamhut lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengenal serta mengembangkan batik mangrove sebagai salah satu bentuk kreativitas yang mengangkat potensi alam. Semoga ilmu yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menginspirasi semakin banyak perempuan di lingkungan DWP untuk terus berkarya, berinovasi, dan berdaya. DWP Semakin Berkarya, Perempuan Berdaya!

../images/kegiatan/271311.jpg
Info Baru

DWP Kota Pangkalpinang > OPD Sekretariat Daerah

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-10-2026

Pembahasan mengenai iuran DWP yang disesuaikan dengan jabatan ASN dan PPPK Dihadiri oleh Sekretaris Daerah Staf Ahli Wali Kota Asisten Kepala Bagian dan pengurus DWP Sekretaris Daerah Di Ruang Rapat Sekretaris Daerah pada Tanggal 20 Oktober 2026

../images/kegiatan/271310.jpg
Info Baru

DWP Kota Pekanbaru >

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 20-10-2026

PEMBELAJARAN TEKNIS PELABELAN BUKU UNTUK POJOK BACA TENGKU MAHARATU DWP KOTA PEKANBARU Pendahuluan Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan budaya literasi di lingkungan masyarakat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pekanbaru melalui Bidang Pendidikan terus berupaya melaksanakan berbagai program kerja yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pengembangan sarana pendidikan dan literasi. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut diwujudkan melalui pengelolaan Pojok Baca Tengku Maharatu yang diharapkan dapat menjadi sarana membaca, belajar, dan menambah wawasan bagi masyarakat. Pojok Baca Tengku Maharatu merupakan salah satu bentuk dukungan DWP Kota Pekanbaru dalam menyediakan fasilitas literasi yang tertata, nyaman, dan bermanfaat. Agar keberadaan pojok baca dapat dikelola secara optimal, diperlukan pengelolaan koleksi buku yang baik, mulai dari pendataan, pengelompokan, penataan, hingga pemberian label pada setiap buku. Pelabelan buku menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan perpustakaan karena dapat membantu memberikan identitas pada koleksi, mempermudah proses pencarian, serta mendukung keteraturan administrasi dan penyusunan buku. Sehubungan dengan hal tersebut, Pengurus Bidang Pendidikan beserta anggota DWP Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan pembelajaran teknis pelabelan buku dengan menghadirkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru sebagai narasumber. Kegiatan ini merupakan langkah pembelajaran dan peningkatan kapasitas bagi pengurus agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tata cara pelabelan buku serta mampu menerapkannya dalam pengelolaan Pojok Baca Tengku Maharatu secara tertib, sistematis, dan berkelanjutan. Pelaksanaan Kegiatan Pada hari Selasa, 20 Oktober 2026, Pengurus Bidang Pendidikan beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan pembelajaran teknis pelabelan buku untuk Pojok Baca Tengku Maharatu. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Pojok Baca Tengku Maharatu, Jalan Kerinci, Kota Pekanbaru. Dalam kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru bertindak sebagai narasumber yang memberikan penjelasan dan pembelajaran mengenai tata cara pelabelan buku sebagai bagian dari proses pengelolaan koleksi bacaan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari upaya penataan dan pengembangan Pojok Baca Tengku Maharatu yang dikelola oleh DWP Kota Pekanbaru, khususnya melalui Bidang Pendidikan. Melalui pembelajaran tersebut, para pengurus dan anggota mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan buku yang teratur serta perlunya sistem identifikasi koleksi agar buku-buku yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif oleh para pengunjung. Dalam pelaksanaannya, narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru memberikan penjelasan mengenai proses pelabelan buku, fungsi label dalam pengelolaan koleksi, serta pentingnya ketelitian dalam melakukan penataan dan pengorganisasian buku. Pembelajaran ini juga memberikan gambaran kepada para pengurus mengenai bagaimana pelabelan dapat mendukung kegiatan administrasi perpustakaan, khususnya dalam mempermudah pengenalan dan penelusuran koleksi buku yang tersedia di pojok baca. Pengurus Bidang Pendidikan beserta anggota DWP Kota Pekanbaru mengikuti proses pembelajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola fasilitas literasi organisasi. Dengan adanya pendampingan dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang perpustakaan dan kearsipan, pengurus diharapkan dapat memahami tahapan pelabelan buku secara lebih tepat serta menerapkannya sesuai dengan kebutuhan pengelolaan Pojok Baca Tengku Maharatu. Selain sebagai kegiatan pembelajaran teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi dan penguatan kerja sama antara DWP Kota Pekanbaru dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pengelolaan pojok baca, sehingga fasilitas literasi yang telah disediakan dapat tertata dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas. Tujuan Kegiatan Kegiatan pembelajaran teknis pelabelan buku ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan Pengurus Bidang Pendidikan beserta anggota DWP Kota Pekanbaru dalam melaksanakan pengelolaan koleksi buku di Pojok Baca Tengku Maharatu. Melalui kegiatan ini, para pengurus diharapkan memahami bahwa pelabelan merupakan bagian penting dari tata kelola perpustakaan yang berfungsi membantu proses identifikasi, pengelompokan, penataan, dan pencarian koleksi buku. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung terciptanya sistem pengelolaan koleksi yang lebih tertib dan terorganisasi. Dengan adanya pelabelan yang dilakukan secara tepat dan konsisten, setiap buku diharapkan memiliki identitas yang jelas sehingga dapat lebih mudah dikenali dan ditempatkan sesuai dengan sistem penataan yang diterapkan. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesiapan pengurus dalam menjalankan tugas pengelolaan Pojok Baca Tengku Maharatu, khususnya dalam aspek administrasi dan penataan koleksi. Pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru diharapkan menjadi bekal bagi pengurus untuk melaksanakan pengelolaan pojok baca secara lebih terarah, teratur, dan berkesinambungan. Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan DWP Kota Pekanbaru dalam mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan dan literasi, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan wawasan masyarakat. Materi Pembelajaran dan Proses Pelabelan Buku Dalam kegiatan pembelajaran ini, aspek utama yang menjadi perhatian adalah pemahaman mengenai fungsi dan tata cara pelabelan buku sebagai bagian dari pengelolaan koleksi perpustakaan. Pelabelan buku tidak hanya berkaitan dengan pemberian tanda pada bagian tertentu dari buku, tetapi juga merupakan salah satu langkah untuk membantu menciptakan sistem penyusunan koleksi yang lebih teratur, mudah dikenali, dan mendukung pelayanan kepada pengunjung. Melalui penjelasan yang diberikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Pengurus Bidang Pendidikan beserta anggota DWP Kota Pekanbaru memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan ketepatan informasi, kerapian penempatan label, dan konsistensi dalam proses pelabelan. Hal-hal tersebut diperlukan agar identitas buku dapat terbaca dengan jelas serta membantu pengurus ketika melakukan penataan ulang, pemeriksaan, maupun pencarian koleksi. Proses pembelajaran ini juga menekankan pentingnya ketelitian dalam menangani setiap buku. Pengelolaan koleksi yang baik memerlukan perhatian terhadap kondisi buku, kejelasan identitas, dan kesesuaian penempatan dalam susunan koleksi. Oleh karena itu, pembelajaran teknis ini diharapkan dapat memberikan dasar pengetahuan bagi pengurus untuk melaksanakan proses pelabelan secara lebih terarah dan bertanggung jawab. Dengan adanya pembelajaran tersebut, pengurus diharapkan mampu memahami hubungan antara pelabelan buku, pendataan koleksi, dan penataan rak. Ketiga aspek tersebut saling mendukung dalam membangun pengelolaan pojok baca yang tertib. Buku yang memiliki identitas dan penempatan yang jelas akan lebih mudah ditemukan, sementara pencatatan koleksi yang teratur dapat membantu pengurus mengetahui serta mengawasi keberadaan buku yang tersedia. Peran Bidang Pendidikan DWP Kota Pekanbaru Bidang Pendidikan DWP Kota Pekanbaru memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program-program organisasi yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan, pendidikan, dan budaya literasi. Melalui pengelolaan Pojok Baca Tengku Maharatu, Bidang Pendidikan berupaya mendukung tersedianya sarana membaca yang dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan dan memperluas pengetahuan. Pelaksanaan pembelajaran teknis pelabelan buku menunjukkan adanya upaya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sarana literasi tersebut. Pengurus dan anggota tidak hanya berperan dalam menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga perlu memiliki pemahaman mengenai cara mengelola buku agar tersusun secara rapi, terdata, dan mudah dimanfaatkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan DWP Kota Pekanbaru. Dengan memperoleh pembelajaran langsung dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, para pengurus diharapkan dapat mengembangkan keterampilan praktis yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dalam pengelolaan pojok baca. Melalui keterlibatan aktif Pengurus Bidang Pendidikan beserta anggota, diharapkan pengelolaan Pojok Baca Tengku Maharatu dapat terus mengalami peningkatan, baik dari sisi penataan koleksi, administrasi, maupun kenyamanan pemanfaatan fasilitas. Dengan demikian, program kerja Bidang Pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan budaya literasi. Manfaat dan Hasil yang Diharapkan Kegiatan pembelajaran teknis pelabelan buku ini diharapkan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pengelolaan Pojok Baca Tengku Maharatu. Salah satu manfaat utamanya adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman pengurus mengenai pentingnya pelabelan sebagai bagian dari pengelolaan koleksi buku yang sistematis. Melalui penerapan pengetahuan yang diperoleh, koleksi buku diharapkan dapat ditata dengan lebih teratur dan memiliki identitas yang jelas. Hal ini dapat membantu pengurus dalam melakukan pendataan, pengelompokan, pemeriksaan, serta pencarian buku ketika dibutuhkan. Penataan yang baik juga diharapkan dapat menciptakan suasana pojok baca yang lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung. Selain manfaat dari aspek teknis, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengurus akan pentingnya administrasi yang tertib dalam mengelola fasilitas organisasi. Pengelolaan koleksi yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan akan membantu menjaga keberadaan buku serta mendukung pemanfaatannya secara optimal. Dari sisi pengembangan literasi, keberadaan pojok baca yang dikelola dengan baik diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses bahan bacaan. Koleksi yang tersusun secara sistematis dapat mendukung kegiatan membaca, pembelajaran, dan penambahan wawasan. Dengan demikian, upaya pembenahan pengelolaan buku tidak hanya bermanfaat bagi pengurus, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pengunjung dan masyarakat secara lebih luas. Permasalahan dan Upaya Penyelesaian Dalam pengelolaan pojok baca, penataan koleksi dan pemberian identitas pada setiap buku merupakan aspek yang perlu diperhatikan agar seluruh koleksi dapat dikelola secara tertib. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman teknis yang memadai bagi pengurus supaya proses pelabelan dapat dilakukan dengan benar, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan perpustakaan. Sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pengelolaan tersebut, DWP Kota Pekanbaru melalui Bidang Pendidikan melaksanakan pembelajaran teknis dengan melibatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperoleh pengetahuan, arahan, dan pemahaman mengenai tata cara pelabelan buku yang tepat. Melalui kegiatan pembelajaran ini, diharapkan kendala yang berkaitan dengan pemahaman teknis pelabelan dapat diminimalkan. Selanjutnya, pengetahuan yang diperoleh perlu diterapkan secara konsisten dalam pengelolaan koleksi agar proses penataan, pencatatan, dan pencarian buku dapat berjalan lebih efektif. Evaluasi dan pemeliharaan koleksi secara berkala juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pengelolaan Pojok Baca Tengku Maharatu. Publikasi dan Dokumentasi Kegiatan Kegiatan pembelajaran teknis pelabelan buku yang dilaksanakan oleh Pengurus Bidang Pendidikan beserta anggota DWP Kota Pekanbaru pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Ruang Pojok Baca Tengku Maharatu, Jalan Kerinci, Kota Pekanbaru, merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program kerja organisasi dalam mendukung pengembangan pendidikan dan literasi. Kegiatan ini dapat didokumentasikan sebagai bahan administrasi, pelaporan, dan publikasi kegiatan DWP Kota Pekanbaru. Dokumentasi tersebut menjadi bukti pelaksanaan kegiatan sekaligus bahan informasi mengenai upaya organisasi dalam meningkatkan kemampuan pengurus dan memperbaiki tata kelola sarana literasi. Publikasi melalui media komunikasi organisasi diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai komitmen DWP Kota Pekanbaru dalam mendukung pengembangan budaya membaca. Melalui publikasi yang informatif dan sesuai dengan pelaksanaan kegiatan, DWP Kota Pekanbaru diharapkan dapat memperkenalkan berbagai upaya yang dilakukan Bidang Pendidikan dalam mengembangkan Pojok Baca Tengku Maharatu. Dokumentasi kegiatan juga dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi pelaksanaan program kerja berikutnya. Penutup Kegiatan pembelajaran teknis pelabelan buku untuk Pojok Baca Tengku Maharatu yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, merupakan salah satu langkah penting DWP Kota Pekanbaru melalui Bidang Pendidikan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sarana literasi. Dengan menghadirkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru sebagai narasumber, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada Pengurus Bidang Pendidikan beserta anggota untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai tata cara pelabelan buku yang baik dan benar. Melalui kegiatan ini, DWP Kota Pekanbaru diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pengelolaan koleksi buku, memperkuat administrasi pojok baca, serta menciptakan lingkungan membaca yang tertata dan nyaman. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga pengelolaan Pojok Baca Tengku Maharatu menjadi lebih sistematis, efektif, dan bermanfaat bagi pengunjung. DWP Kota Pekanbaru menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pembelajaran yang diberikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru. Sinergi antara kedua pihak diharapkan terus terjalin dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan literasi di Kota Pekanbaru. Dengan semangat kebersamaan, kerja sama, dan komitmen untuk terus belajar, DWP Kota Pekanbaru melalui Bidang Pendidikan akan terus berupaya mendukung pengembangan Pojok Baca Tengku Maharatu sebagai salah satu sarana untuk menumbuhkan minat baca, memperluas wawasan, dan membangun budaya literasi yang positif di tengah masyarakat.

../images/kegiatan/271309.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Kutai Timur > SKPD Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 20-10-2026

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar talk show terkait pentingnya legalitas usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan diselenggarakan pada hari/tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026 pada jam: 08.30 sd 13.00 Wita bertempat: Gedung wanita kabupaten kutai timur kawasan perkantoran bukit pelangi dengan tema: Pentingnya legalitas usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Yang menghadiri 2 (Dua) orang ibu ketua dwp dinas pemberdayaan masyarakat dan desa dan ibu sumini anggota bidang ekonomi. Uraian Kegiatan : Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota mengenai pentingnya legalitas usaha khususnya bagi anggota DWP yang tengah menjalankan berbagai kegiatan skala kecil khususnya UMKM. 1. Sambutan Wakil Ketua I, Ny. Retno Wahyu Handayani Teguh mewakili Ketua DWP Kabupaten Kutim, Ny. Lisnawarty Rizali Hadi, menyebut hadirnya kegiatan yang mengahadirkan empat narasumber tersebut dilandasi banyaknya anggota DWP yang memiliki berbagai jenis usaha skala kecil, baik kuliner, ekonomi kreatif, sehingga muncul inisiatif untuk memberikan pembekalan terkait pentingnya memiliki pemahamanan tentang legalitas. Potensi tersebut perlu didukung dengan pemahaman mengenai legalitas usaha agar kegiatan ekonomi yang dijalankan dapat berkembang secara optimal, ujarnya saat membuka kegiatan tersebut yang berlangsung di Gedung Wanita, kawasan perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta. Ia menjelaskan bahwa legalitas usaha merupakan fondasi penting untuk memastikan kegiatan usaha berjalan tertib, memiliki perlindungan hukum, serta memperoleh kesempatan pengembangan yang lebih luas. Kelengkapan dokumen dan perizinan juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, membuka akses terhadap permodalan, memperluas jaringan pemasaran, serta mempermudah pelaku usaha menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Melalui talk show tersebut, Retno berharap para anggota DWP Kutim, khususnya yang memiliki UMKM, dapat memahami proses pengurusan legalitas usaha sekaligus manfaatnya bagi keberlangsungan usaha. Ia juga mendorong peserta untuk aktif menyimak materi, bertanya, dan berdiskusi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan usaha masing-masing. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bidang Ekonomi DWP Kutim dalam melakukan pendataan UMKM yang dikelola anggota di lingkungan organisasi. Ia mengingatkan anggota yang belum melengkapi pendataan agar segera memperbarui informasi usahanya sehingga potensi UMKM di setiap perangkat daerah (PD) dapat teridentifikasi dengan baik dan menjadi dasar dalam penyusunan program pembinaan selanjutnya. Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi DWP Kutim, Aweq Ampung Ayub, mengatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu dibekali pengetahuan mengenai legalitas dan perizinan agar mampu menjalankan usaha secara tertib, profesional, serta berorientasi pada keberlanjutan, katanya. Talk show yang berlangsung selama satu hari efektif ini diikuti sekitar 100 peserta. Kegiatan menghadirkan Narasumber dari sejumlah instansi dan pendamping terkait, yakni Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro (PUM) Diskop UKM Kutim Junianti, menyampaikan tujuan talk show 1. Memahami manfaat legalitas untuk usaha mikro dan kecil, Mengenali nomor induk berusaha (NIB) dan dokumen usaha sesuai jenis kegiatan, Mengetahui Jalur pembinaan dan pendampingan UMKN, serta Menyusun langkah pengembangan usaha yang realitis yang di 2. Legalitas adalah langkah awal, bukan tujuan akhir, setiap usaha memiliki kebutuhan perizinan yang berbeda, pembinaan kualitas dan pemasaran perlu berjalan bersama, mualailah dari satu langkah nyata setelah kegiatan. Penata Perizinan Ahli Pertama DPMPTSP Ana Ubudiyah, menyampaikan legalitas berusa dapat berupa 1. Perizina: Segala bentuk persetujuan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Contohnya persetujuan bangunan gedung (PBG) dan sertifikat lain funsi (SLF). 2. Perizinan Berusaha: Legalitas yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan usaha dan kegiatannya. Contohnya Nomor induk berusaha (NIB), Sertifikat standar dan izin. Administrator Ahli Muda Dinas Kesehatan Kutim Jusmiati, menyampaikan sebagai pelaku usaha industri rumah tangga pangan (IRTP) terdapat kewajiban utama yang harus dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan pangan yang berlaku. Pelaku usaha wajib menjaga mutu dan keamanan produk secara konsisten memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan oleh badan POM dan Dinas kesehatan melaporkan kegiatan produksi secara berkala kepada instansi berwenang, serta memperbarui izin edar (SPP-IRT) sesuai ketentuan yang berlaku. Kepatuhan terhadap kewajiban terhadap kewajiban ini merupakan bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam melindungai konsumen dan meningkatkan daya saing produk pangan lokal. serta Pendamping Sertifikasi Halal Mustatho, Materi yang disampaikan meliputi pembinaan dan pengembangan UMKM, prosedur pengurusan NIB, perizinan PIRT, serta tahapan sertifikasi halal. Melalui pemaparan dari para narasumber, peserta memperoleh informasi mengenai persyaratan administrasi dan prosedur yang perlu dipenuhi sesuai dengan karakteristik serta jenis usaha masing-masing. Penutup foto bersama.

../images/kegiatan/271308.jpg
Info Baru

DWP Kota Pangkalpinang > OPD Sekretariat Daerah

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-10-2026

Penjelasan hasil rapat DWP Setdako pada 9 Oktober 2026 dan diskusi terkait rencana program kerja DWP Setdako yang dilaksanakan pada Tanggal 20 Oktober 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Hasil Rapat menentukan besaran iuran untuk anggaran kas DWP bagi ASN atau PPK di Lingkungan Sekretariat Daerah dengan nominal yang telah disepakati bersama Iuran kas akan digunakan untuk keperluan DWP Sekretariat dengan kegiatan acara HUT DWP Kota Ibu melahirkan Menjenguk yang sakit Pensiunan Lomba DWP Family Gathering dll dihadiri oleh Sekretaris Daerah Staf Ahli Wali Kota Asisten dan Kepala Bagian

../images/kegiatan/271307.jpg
Info Baru

DWP Kementerian Agama > UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-10-2026

UIN Ponorogo Gelar Seminar dan Cek Kesehatan Gratis Sambut HUT Ke-27 Dharma Wanita PersatuanPONOROGO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-27 Dharma Wanita Persatuan (DWP), Dharma Wanita Persatuan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo akan menyelenggarakan kegiatan "Seminar & Cek Kesehatan". Mengusung tema "Perempuan Berdaya, Sehat, Peduli, Kreatif, Menginspirasi melalui Edukasi Kesehatan dan Deteksi Dini Penyakit", acara ini ditujukan khusus bagi ASN perempuan dan anggota DWP di lingkungan UIN Ponorogo. Kegiatan akan di laksanakan Jumat, 30 Oktober 2026 mendatang, di Gedung PSB Kampus 2 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, diisi dengan dua agenda utama. Agenda pertama yaitu Seminar Kesehatan Reproduksi & Penyakit Generatif yang menghadirkan narasumber Partini, S.K.M., M.M. bersama Tim Ahli Klinik Prodia. Kegiatan akan dibuka dan dihadiri langsung oleh Rektor UIN Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., serta Ketua DWP, Ny. Hesti Kumarawati Miftahul Huda. Selain seminar, peserta juga akan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Layanan medis yang disediakan mencakup pemeriksaan Pap Smear untuk deteksi dini kanker serviks, serta pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Layanan cek kesehatan gratis ini dibatasi untuk kuota 50 peserta yang telah memenuhi kualifikasi dan persyaratan medis sebelumnya. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para anggota DWP dan ASN wanita akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta deteksi dini penyakit demi mewujudkan perempuan yang sehat dan berdaya. (ES)

../images/kegiatan/271306.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Lembata > KEMENTERIAN AGAMA

  • Oleh: Sekretariat
  • 09-10-2026

Foto ini mendokumentasikan kegiatan Rapat Rutin Bulanan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata di Aula Kemenag Lembata pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ny. Ramlah Abd. Rauf selaku Wakil Ketua mewakili Ketua DWP UP Kemenag Lembata, serta dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota DWP Kemenag Lembata. Dalam arahannya, beliau mengingatkan pentingnya partisipasi dan keterlibatan aktif dari seluruh anggota dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh bidang-bidang DWP Kemenag Lembata. Selain sebagai wadah silaturahmi antaranggota, rapat rutin ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keahlian anggota sebagai ibu yang memiliki peran penting dalam menghidupkan perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan keluarga

../images/kegiatan/271305.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sampang >

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 15-10-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sampang

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sampang telah mengadakan kegiatan Kajian Al-Qur'an dan Hadist sebagai berikut:


Bidang : Sosial Budaya
Program kerja : Kesetaraan Gender Melalui Pemberdayaan Perempuan
Kegiatan : Edukasi dan penguatan kesadaran pemberdayaan perempuan
Keterangan Program

A. Kajian Al-qur'an dan Hadist DWP Kabupaten Sampang.
I. Kegiatan Kajian Al-qur'an dan Hadist DWP Kabupaten Sampang
II. Hari/Tanggal : Kamis, 15 Oktober 2026
III. Waktu : Pukul 15.30 WIB – Selesai
IV. Peserta : Seluruh Pengurus DWP Kabupaten Sampang dengan jumlah kehadiran sebanyak 30 anggota
V. Lokasi : Tuan Rumah Ny. Naymatul Nor Alam, bertempat di Musollah Baitut Tollibin, alamat Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang.

VI. Detail Kegiatan
Dharma wanita persatuan Kabupaten Sampang mengadakan kegiatan kajian Alquran dan hadist yang dilaksanakan rutin bulanan bbertempat di Musollah Baitut Tollibin, alamat Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang.
kegiatan kajian Alquran dan hadist ini rutin dilakukan oleh DWP Kabupaten Sampang yang dinaungi oleh bidang sosial budaya tentunya kegiatan kajian Alquran dan hadist ini memiliki manfaat yang berharga bagi kami pengurus DWP Kabupaten Sampang
Adapun manfaat dari mengikuti kajian Alquran dan Hadis yaitu untuk mendapatkan pahala dengan cara membaca dan mempelajari isi dari Alquran meningkatkan pemahaman agama sehingga dapat mengamalkan ajaran-ajaran tersebut dengan lebih baik di kehidupan mendapatkan ketenangan batin membaca dan mendengarkan Alquran dapat memberikan ketenangan dan kedamaian di dalam hati dapat menjadi obat hati bagi hati yang gelisah dan dapat mengatasi berbagai masalah emosional meningkatkan kualitas ibadah seperti salat doa dan dilakukan dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan yang lebih baik kedepannya. Kegiatan ini ada untuk mempererat tali silaturahmi oleh sesama pengurus DWP Kabupaten Sampang.
kegiatan diawali dengan pengisian daftar hadir dan dilanjutkan dengan pembacaan surah al-fatihah dipimpin oleh Nyai Hj Makkiyah
dilanjutkan pembacaan surah Yasin yang diikuti oleh seluruh anggota kajian selanjutnya kegiatan ceramah agama dengan tema "Mengennal Tayammum dengan lebih baik"
Syariat Islam memiliki keistimewaan memberikan kemudahan dan keringanan kepada manusia, dengan memperhatikan keadaan dan sisi-sisi kehidupannya. Allah berfirman "Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan" [Al-Haj/22:78]. Kemudahan dan keringanan menjadi asas dan dasar dalam fikih Islam, sehingga tampak banyak kemudahan yang diberikan kepada kaum Muslimin dalam banyak bentuk ibadah dan muamalatnya. Diantara kemudahan dan keringanan tersebut adalah pensyariatan Tayammum sebagai bentuk kemudahan dalam bersuci ketika tidak didapatkan air atau tidak mampu menggunakannya karena satu alasan syar’i. Umat Islam telah menyepakati bolehnya menggunakan tayammum dan pensyariatannya sebagaimana dinukil para ulama, diantaranya Ibnu al-Mundzir rahimahullah yang menyatakan, “Mereka berijmâ’ bahwa tayammum dengan tanah yang berdebu diperbolehkan”.
tiga hikmah disyariatkannya tayammum, yaitu: Menghilangkan kesulitan, Ingin membersihkan dan mensucikan diri, Menyempurnakan nikmatnya. Namun para Ulama menyampaikan hikmah dan tujuan disyari’atkannya tayammum lainnya, diantaranya adalah:
Allâh Azza wa Jalla mengetahui jiwa memiliki kemalasan dan kecenderungan untuk tidak taat, maka mensyariatkan tayammum ketika tidak ada air, agar jangan terbiasa meninggalkan ibadah sehingga sulit untuk mengembalikannya ketika ada air.
Agar manusia merasakan kematiannya dengan tidak ada air dan menggunakan debu yang menjadi kuburannya, sehingga dapat menghilangkan kemalasan dan menjadikan mudah semua amalan yang menyusahkannya.
Mewujudkan pengertian taat dan tunduk kepada perintah Allâh Azza wa Jalla dan terikat dengan syariatnya dengan merealisasikan dan melaksanakan semua perintah Allâh Azza wa Jalla.
Diantara hikmah menjadikan tayammum dengan debu adalah karena mudah dan selalu ada. Debu hampir ada di setiap tempat. Walaupun debu ada dimana-mana tapi syariat hanya memerintahkan untuk mengusap wajah dan telapak tangan saja untuk menghilangkan kesulitan atas para hamba.
Tayammum dengan debu memberikan perasaan hina dihadapan Allâh Azza wa Jalla dan rendah hati serta merasa sangat membutuhkan Allâh Azza wa Jalla. Tujuan dari tayammum adalah keringanan dan kemudahan.
sekian ceramah dari kami, Wassalamualaikum Wr, Wb.
Dilanjutkan sesi tanya jawab
Penutup dengan Doa Bersama dilanjutkan foto bersama.
Kegiatan kajian Alquran dan hadist berakhir pada pukul 17.00 Wib, dilaporkan oleh admin operator DWP Kabupaten Sampang, Siti Maulidah.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID