LAPORAN HASIL KEGIATAN PELATIHAN MACRAME DWP SETDA KABUPATEN JEPARA BULAN JUNI 2026 Dalam rangka meningkatkan kapasitas, kreativitas, serta keterampilan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, pada bulan Juni 2026 telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Macrame yang diikuti oleh anggota DWP Setda Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja organisasi yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada anggota agar mampu mengembangkan potensi diri melalui kegiatan kreatif yang produktif dan bernilai ekonomi. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 12 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat RMP Sosrokartono Lantai 1 (satu) Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara. menghadirkan 2 (dua) narasumber dari *Rumah Baca Lentera Desa Kedungcino, Jepara, yaitu Saudari Ahimsa Ukiningtyas, M.PSDM dan Saudara Tatang Kurniawan, S.ST., yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidang pengembangan keterampilan kerajinan tangan. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh panitia dan pengurus DWP Setda Kabupaten Jepara. Setelah pembukaan, narasumber memperkenalkan diri dan memberikan serta memberikan gambaran umum mengenai seni kerajinan macrame. Materi yang disampaikan terdiri dari sejarah singkat macrame, perkembangan produk macrame di masyarakat, peluang usaha yang dapat dikembangkan, dan pengenalan berbagai jenis tali dan bahan yang biasa digunakan. Alat-alat yang digunakan juga sangat mudah hanya menggunakan alat ukur, gunting dan solatif. Pelatihan macrame dilaksanakan karena adanya kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota DWP. Selain itu juga, keterampilan macrame memiliki nilai manfaat yang cukup besar karena dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang menghasilkan produk bernilai estetika dan ekonomi. Makrame tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga nilai manfaat. Produk yang dihasilkan bisa berupa hiasan dinding, gantungan pot tanaman, tirai, tas, gelang, kalung, gantungan kunci, hingga perlengkapan rumah tangga seperti taplak meja dan sarung bantal. Melalui pelatihan tersebut diharapkan anggota DWP memperoleh bekal keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan. Pelatihan dilaksanakan melalui metode penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Narasumber terlebih dahulu menjelaskan pengertian, manfaat, dan teknik dasar macrame. Selanjutnya peserta diberikan bahan dan alat berupa benang, gunting solatif dan alat ukur/ penggaris yang diperlukan untuk membuat kerajinan. Setelah mendapatkan contoh dan arahan dari narasumber, anggota DWP mencoba membuat produk secara mandiri dengan pendampingan hingga menghasilkan karya yang selesai dan siap digunakan untuk mempercantik barang-barang. Peserta tampak antusias mengikuti sesi pengenalan tersebut karena sebagian besar dari anggota tidak pernah mengikuti pelatihan yang sama. Banyak peserta yang merasa tertarik setelah mengetahui bahwa kerajinan macrame dapat menghasilkan berbagai produk menarik yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Tidak hanya para anggota ibu ketua Mandat DWP juga sangat mengapresiasi kegiatan tersebut beliau menyampaikan “Ibu yang kreatif dan terampil akan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Ketika anak melihat orang tuanya aktif berkarya dan terus belajar, mereka akan terdorong untuk mengembangkan kreativitas serta potensi yang dimiliki” beliau juga menambahkan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini, kemampuan berkreasi menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Memasuki sesi praktik, narasumber mulai memperkenalkan berbagai jenis simpul dasar yang menjadi dasar dalam pembuatan kerajinan macrame. Setiap anggota memperoleh bahan berupa tali khusus macrame yang digunakan sebagai media praktik. Satu meja adalah satu kelompok beranggotakan 3 orang dengan masing-masing membuat sesuai contoh pada tutorial yang telah diberikan Tidak hanya itu, narasumber juga kemudian memberikan contoh secara langsung mengenai cara membuat simpul dasar. Contoh yang akan dibuat yaitu gantungan kunci berbentuk bunga, Proses demonstrasi dilakukan secara perlahan agar mudah diikuti oleh seluruh anggota. Setiap langkah dijelaskan secara rinci mulai dari posisi tali, arah ikatan, hingga teknik mengencangkan simpul agar menghasilkan bentuk yang rapi dan terlihat real. Setelah memahami teknik-teknik dasar, anggota mulai mencoba membuat kerajinan sederhana berupa gantungan kunci macrame. Produk ini dipilih karena relatif sangat mudah dibuat sehingga cocok untuk anggota DWP yang sebagian besar adalah pemula yang baru mengenal teknik macrame. Pada tahap awal praktik, beberapa peserta mengalami kesulitan dalam mengikuti pola simpul yang diajarkan, banyak anggota yang mulai kebingungan pada tahap pertengahan, proses pengencangan tarik tali juga sangat memengaruhi bentuk real. Namun dengan pendampingan yang sabar dari narasumber, peserta mulai memahami langkah demi langkah pembuatan kerajinan tersebut. Suasana pelatihan berlangsung sangat hidup. Anggota terlihat saling membantu dan bertukar pengalaman ketika mengalami kesulitan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan menyenangkan. Di sela-sela kegiatan, terdengar beberapa anggota DWP yang berseloroh dan bercanda ketika menghadapi kerumitan dalam membuat simpul. Ungkapan seperti “wah, ternyata rumit juga” “amat riweh” justru menambah suasana menjadi lebih akrab dan penuh keceriaan. Meskipun demikian, semangat anggota tidak berkurang. Justru tantangan tersebut membuat mereka semakin termotivasi untuk menyelesaikan hasil karya masing-masing. Ketelitian dan kesabaran menjadi kunci utama dalam proses pembuatan kerajinan macrame. Setelah melalui berbagai tahapan, satu per satu anggota DWP berhasil menyelesaikan gantungan kunci macrame yang menjadi produk latihan pertama. Hasil karya yang dibuat memiliki variasi warna dan bentuk yang menarik sehingga memberikan kepuasan tersendiri bagi para peserta. Ada yang membuat dengan 3 putik bunga, ada yang baru membuat 2 putik, ada yang membuat dengan ukuran mini, ada yang sengaja untuk membuat tidak untuk digantung sehingga tali masih menjulang panjang, dan banyak sekali hasil karya dari anggota DWP. Kebanggaan tampak jelas dari ekspresi anggota saat melihat hasil karya yang berhasil mereka selesaikan. Semua peserta yang tidak menyangka bahwa dari seutas tali sederhana dapat dihasilkan sebuah produk yang menarik, estetik, dan memiliki nilai guna. Selain dapat memberikan pengalaman baru, pelatihan tersebut juga membuka wawasan peserta mengenai peluang usaha yang akan dapat dikembangkan dari keterampilan macrame. Produk-produk tersebut saat ini memiliki pasar yang cukup luas, terutama melalui pemasaran langsung, digital dan media sosial. Kedua narasumber juga memberikan motivasi kepada peserta agar terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Dengan latihan yang berkelanjutan, peserta diyakini mampu menghasilkan produk yang lebih kompleks dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Melalui pelatihan ini, anggota DWP tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk memanfaatkan waktu luang dan mengembangkan kreativitas serta peluang usaha yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar sehingga mampu ikut berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang kreatif, produktif, dan berdaya saing. Semangat dan antusiasme anggota selama kegiatan menunjukkan jika pelatihan semacam ini sangat bermanfaat dan perlu terus dikembangkan pada program-program kegiatan DWP berikutnya. Diharapkan keterampilan yang telah diperoleh dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan serta menjadi hal baru untuk diteladani sehingga mampu menghasilkan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetika, bermanfaat, dan memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, tujuan pemberdayaan anggota Dharma Wanita Persatuan melalui peningkatan kapasitas dan kreativitas dapat tercapai secara optimal.
LAPORAN HASIL RAPAT KERJA DWP SETDA KABUPATEN JEPARA BULAN JUNI 2026 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara telah melaksanakan rapat kerja bulanan pada hari Jumat, 12 Juni 2026, mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai di Ruang Rapat RMP Sosrokartono Lantai 1 Setda Kabupaten Jepara. Rapat kerja ini dihadiri oleh anggota DWP dari Bagian Umum, Bagian Pemerintahan, Bagian Organisasi, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bagian Perekonomian, Bagian Hukum, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dengan pimpinan rapat oleh Ibu Rina Meilani Aris Setiawan selaku Ketua Mandat DWP Setda Kabupaten Jepara. Rapat kerja dilaksanakan sebagai sarana koordinasi, evaluasi, dan perencanaan program kerja organisasi agar seluruh kegiatan DWP dapat berjalan secara terarah, tertib administrasi, dan sesuai dengan tujuan organisasi. Rapat juga bertujuan untuk meningkatkan komunikasi, kerja sama, dan partisipasi anggota dalam mendukung pelaksanaan program DWP. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita Persatuan dan Mars Jepara. Kemudian dilanjutkan laporan-laporan dari pengurus, sekretaris menyampaikan notulensi hasil rapat bulan Mei yang memuat berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Salah satu kegiatan yang menjadi agenda utama adalah lomba menulis dan membaca karya tulis yang diikuti oleh seluruh bagian. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi, kreativitas, serta kepercayaan diri anggota dalam menuangkan gagasan dan menyampaikan karya tulis di depan umum. Pelaksanaan lomba berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta. Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, ditetapkan tiga pemenang terbaik, yaitu Juara I diraih oleh Ibu Jauharatul Maknun Adi, Juara II diraih oleh Ibu Ardiana Anwar Sadat, dan Juara III diraih oleh Ibu Amelia Dhodi Hermawan. Kepada para pemenang diberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih, sekaligus menjadi motivasi bagi anggota lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Selanjutnya, laporan dari bendahara disampaikan bahwa saldo denda sampai dengan bulan ini diterima sebesar 943.000, tabungan wajib 6.150.000, Bidang Pendidikan menyampaikan laporan kegiatan dan laporan keuangan bidang. Dalam laporannya dijelaskan bahwa program yang telah dilaksanakan bulan kemarin dapat terlaksana dengan baik dan penggunaan anggaran telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sisa kas setelah pelaksanaan kegiatan lomba karya tulis menjadi 1.019.000. Pada kesempatan yang sama, Bidang Ekonomi penyampaian laporan kas sampai dengan bulan ini senilai 350.000 dan Sosial Budaya juga menyampaikan laporan kas bidang sampai dengan bulan ini senilai 780.000 . Laporan tersebut mencakup penerimaan dan pengeluaran dana yang telah digunakan untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan. Kondisi kas bidang dilaporkan dalam keadaan tertib dan tercatat dengan baik, sehingga dapat mendukung keberlangsungan program kerja yang akan dilaksanakan pada periode berikutnya. Kemudian ibu ketua Mandat DWP Setda Kabupaten Jepara memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh peserta rapat. beliau menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas laporan dari masing-masing pengurus dan bidang agar pelaksanaan kegiatan organisasi dapat terdokumentasi secara lebih lengkap dan akurat. Pada sesi evaluasi dan diskusi, Ketua Mandat menyampaikan koreksi terhadap laporan yang telah disampaikan oleh pengurus. Khusus kepada sekretaris, beliau menjelaskan bahwa laporan tidak hanya memuat notulensi rapat, tetapi juga harus mencantumkan surat masuk dan surat keluar, kegiatan yang diikuti oleh DWP setiap bulan, serta program kerja yang telah maupun yang akan dilaksanakan. Beliau juga mengingatkan agar rencana kegiatan yang sedang dipersiapkan, termasuk lomba video yang akan diselenggarakan oleh DWP Kabupaten Jepara di akhir tahun, turut dicantumkan dalam laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi organisasi. kemudian, Bidang Pendidikan diminta untuk menyampaikan hasil kegiatan, pelatihan, maupun sosialisasi yang diikuti sehingga informasi yang diperoleh dapat dibagikan kepada seluruh anggota. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai kegiatan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota DWP. Selanjutnya Bidang Sosial Budaya dan Ekonomi diarahkan untuk menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada periode berikutnya sebagai bahan evaluasi dan perencanaan organisasi. Dalam pembahasan program kerja mendatang, Ketua Mandat menyampaikan bahwa rapat kerja bulan Juli 2026 diharapkan dapat dikombinasikan dengan dua kegiatan sekaligus agar pelaksanaannya lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota. Beliau juga menyampaikan perkembangan terkait lomba Read Aloud yang kandidat pesertanya telah ditentukan. Untuk lomba video yang akan diikuti DWP, bagian media sosial diminta mempelajari teknis pelaksanaan lomba dan menyiapkan materi yang menampilkan kegiatan-kegiatan unggulan DWP dengan durasi video sekitar satu hingga satu setengah menit. Pada rapat tersebut diputuskan pula bahwa kegiatan DWP bulan Juli akan dikoordinasikan oleh Bidang Sosial Ekonomi. Jika dalam pelaksanaannya memerlukan dukungan administrasi maupun anggaran, bidang tersebut dapat berkoordinasi dengan sekretaris dan bendahara agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi dengan baik. Mekanisme koordinasi ini diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan program kerja dan meningkatkan sinergi antar bidang dalam organisasi. Selain hal-hal tesebut, Ketua Mandat juga mengingatkan pentingnya pelaporan kegiatan melalui sistem e-reporting. Beliau menyarankan terkait kegiatan yang belum tercantum dalam laporan, seperti zoom meeting bidang sosial budaya terkait kesehatan yang dilaksanakan minggu-mingu kemarin, tetap dapat dimasukkan ke dalam e-reporting dengan melengkapi dokumentasi kegiatan. Dokumentasi dapat berupa tangkapan layar, dan materi pendukung lainnya yang diperoleh melalui platform digital YouTube. Hal ini dilakukan agar seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat terdokumentasi secara lengkap dan menjadi bagian dari laporan kinerja. Di penghujung rangkaian kegiatan Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP), suasana pertemuan berlangsung dengan penuh semangat, kehangatan, dan kebersamaan. Anggota yang hadir menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap berbagai program kerja dan rencana kegiatan yang telah dibahas serta disepakati bersama. Semangat tersebut terlihat dari partisipasi aktif para anggota dalam memberikan masukan, saran, dan dukungan terhadap setiap agenda yang akan dilaksanakan pada periode mendatang. Salah satu topik yang paling menarik perhatian anggota adalah rencana pelaksanaan berbagai perlombaan Para anggota menyambut baik rencana tersebut dan menunjukkan kesiapan untuk terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan yang akan diselenggarakan. Antusiasme semakin terlihat ketika dibahas mengenai lomba Family Game yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan. Meskipun hanya dipilih satu keluarga untuk menjadi perwakilan DWP dalam perlombaan, para anggota menyatakan kesediaannya untuk memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang nantinya terpilih. Semangat kebersamaan tercermin dari komitmen seluruh anggota untuk saling mendukung demi mengharumkan nama DWP. Pembahasan mengenai persiapan perlombaan berkembang menjadi diskusi yang cukup panjang dan menarik. Berbagai ide dan usulan disampaikan oleh anggota guna mendukung penampilan dan kekompakan tim perwakilan. Usulan yang kemudian disepakati bersama adalah penggunaan dress code atau pakaian seragam pada saat pelaksanaan kegiatan. Penggunaan pakaian yang seragam dinilai dapat menciptakan kesan yang lebih kompak, solid, dan mencerminkan identitas organisasi. Daripada itu, keseragaman juga diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri peserta dan menunjukkan kekuatan kebersamaan. Suasana diskusi rapat tetap kondusif, penuh keakraban, dan diwarnai semangat kekeluargaan. Para anggota saling bertukar pendapat dengan antusias dan menunjukkan kepedulian terhadap keberhasilan kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap anggota memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung program-program organisasi serta berkontribusi bagi kemajuan DWP. Tingginya partisipasi dan semangat yang ditunjukkan oleh para anggota, Ketua DWP beserta jajaran pengurus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota yang telah hadir dan berperan aktif dalam rapat kerja. Antusiasme yang ditunjukkan menjadi motivasi bagi pengurus untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat, inovatif, dan mampu mempererat hubungan antaranggota. Pada kesempatan tersebut, Ketua DWP juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan solidaritas, serta memperkuat rasa kekeluargaan dalam setiap kegiatan organisasi. Diharapkan seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik melalui kerja sama, dukungan, dan partisipasi aktif dari seluruh anggota. semangat gotong royong dan kekompakan yang telah terbangun, DWP diharapkan mampu terus berkembang menjadi organisasi yang aktif, harmonis, dan memberikan manfaat bagi anggota maupun lingkungan sekitarnya. Rapat Kerja kemudian ditutup dengan penuh rasa syukur dan optimisme. Seluruh peserta berharap agar berbagai rencana kegiatan yang telah disusun dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang terbaik. Semangat kebersamaan yang tercipta selama rapat menjadi modal penting dalam mewujudkan rencana DWP ke depan, sehingga DWP dapat terus menjadi wadah yang mempererat silaturahmi, meningkatkan kapasitas, dan menumbuhkan rasa persatuan dan kebanggaan sebagai bagian dari Dharma Wanita Persatuan.
Sabtu, 13 Juni 2026, Kegiatan pertemuan rutin bulanan Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR , bertempat di Kantor Peralatan dan Laboratorium (ALKAL) Kelurahan Kawatuna Kota Palu.
LAPORAN KEGIATAN KEIKUTSERTAAN DWP UNIT PERIKANAN KABUPATEN PASER PADA PERTEMUAN RUTIN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) KABUPATEN PASER Dasar Kegiatan Program kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Paser Tahun 2026. Undangan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser. Upaya peningkatan kapasitas anggota DWP dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga. Keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan (DWP)unit Perikanan Kabupaten Paser pada Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser yang diselenggarakan oleh DWP Bappedalitbang Kabupaten Paser selaku tuan rumah pada: Hari/Tanggal : sabtu/13 juni 2006. Waktu : .09,00 wita-selesai Tempat : Ruang rapat simpepeda bapedalitbang kabupaten paser komplek perkantoran jalan Kusuma bangsa tepian batang kec tanah grogot Acara: 1 .Seminar dengan tema “sehat di seruput,cuan di jemput:penguatan ekonomi Perempuan melalui inovasi produk Kombucha” 2 .Pertemuan Rutin bulanan. Tujuan kegiatan ini guna Meningkatkan pengetahuan dan wawasan anggota Dharma Wanita Persatuan mengenai produk kombucha sebagai minuman fermentasi yang memiliki manfaat kesehatan. Mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan perempuan melalui pengembangan produk yang bernilai ekonomi. Memberikan pemahaman mengenai peluang usaha berbasis produk olahan yang dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga. Mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi antaranggota DWP se-Kabupaten Paser. Mendukung program pemberdayaan perempuan melalui peningkatan keterampilan dan kreativitas anggota DWP. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua DWP beserta Anggota unit OPD kecamatan dan BUMD Se-Kabupaten Paser. Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan yang diawali dengan registrasi peserta, pembukaan acara, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Dharma Wanita Persatuan, serta doa bersama yg di pimpin oleh ibu lisa ariani. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DWP Bappedalitbang Kabupaten Paser Ibu Lini Widiasih Nur. selaku tuan rumah yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipsi dalam kegiatan tersebut.beliau juga menekankan pentingnya peran Perempuan khususnya anggota dharma Wanita persatuan,dalam menjaga Kesehatan keluarga sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekonomi rumah tangga.melalui inovasi produk kombucha.selain itu,beliau juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga yang bijaksana di Tengah kebijakan efesiensi anggaran yang sedang diterapkan. Efesiensi tidak di maknai sebagai pembatasan untuk berkarya,melainkan sebagai dorongan untuk lebih cermat dalam membedakan kebutuhan dan keinginan,mengurangi pengeluaran yang kurang di perlukan,serta memanfaatkan peluang usaha yang dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga. Selanjutnya sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser Ibu Farida Hamid Katsul Wijaya.menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ‘’sehat di seruput,Cuan Dijemput: penguatan ekonomi Perempuan melalui inovasi produk kombucha’’.beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana yang bermanfaat untuk menambah wawasan anggota Dharma Wanita Persatuan mengenai pola hidup sehat sekaligus membuka peluang usaha yang dapat mendukung perekonomian keluarga.beliau berharap melalui seminar ini,para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat di terapkan dalam kehidupan sehari hari,sehingga Perempuan semakin berdaya,produktif,dan mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pada sesi utama kegiatan dilaksanakan seminar dengan tema "Sehat Diseruput, Cuan Dijemput: Penguatan Ekonomi Perempuan Melalui Inovasi Produk Kombucha." Narasumber menyampaikan materi mengenai pengenalan kombucha sebagai minuman hasil fermentasi teh yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain membantu menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menjadi alternatif minuman sehat yang semakin diminati masyarakat. Selain membahas manfaat kesehatan, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai proses pembuatan kombucha yang meliputi pemilihan bahan baku, tahapan fermentasi, pengemasan, hingga penyimpanan produk yang sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan. Materi juga menyoroti berbagai inovasi pengembangan produk kombucha melalui penambahan varian rasa yang menarik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan tren gaya hidup sehat membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan bagi perempuan. Kombucha tidak hanya memiliki manfaat kesehatan tetapi juga berpotensi menjadi produk usaha rumahan yang dapat dikembangkan dengan modal relatif terjangkau. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta antusias menggali informasi mengenai teknik produksi, peluang pemasaran, serta pengalaman dalam mengembangkan usaha. berbasis produk fermentasi. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini,Dharma Wanita unit Perikanan Kabupaten Paser memperoleh beberapa manfaat dan hasil sebagai berikut: Meningkatnya pengetahuan anggota mengenai manfaat dan proses produksi kombucha sebagai minuman sehat. Terjalinnya komunikasi dan silaturahmi yang baik antaranggota DWP perangkat daerah di Kabupaten Paser. Terciptanya semangat untuk terus mendukung program pemberdayaan perempuan melalui kegiatan yang produktif dan berkelanjutan. Serta Kegiatan ini memberikan manfaat yang positif bagi anggota DWP unit Perikanan Kabupaten Paser, baik dari aspek peningkatan pengetahuan, keterampilan, maupun penguatan kapasitas perempuan dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan inspirasi dalam mengembangkan usaha yang inovatif, sehat, dan bernilai ekonomi. Demikian laporan Keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan unit Perikanan Kabupaten Paser dalam Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Paser yang diselenggarakan oleh DWP Bappedalitbang Kabupaten Paser berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini memberikan tambahan wawasan, pengetahuan, dan motivasi bagi anggota DWP dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui inovasi produk yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus bernilai ekonomi. Diharapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi anggota untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berinovasi, dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi keluarga serta mendukung program-program Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten paser.
Pada hari Jumat, 12 juni 2026 Ketua DWP Inspektorat Ibu Eha Wachyu mengadakan pertemuan rutin yang diisi dengan pembahasan program kerja DWP dan arisan sebagai ajang silahturahmi untuk mempererat rasa persaudaraan antar anggotanya. Tempat penyelenggaraan di kantor Inspektorat Kota Serang. Semoga segala gagasan kerja berjalan dengan lancar dan bermanfaat. Dengan ada nya kegiatan ini diharapkan Dharma Wanita Persatuan Inspektorat dapat lebih kompak dan inovatif lagi dalam setiap kegiatan nya.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu kembali menggelar pertemuan rutin bulanan pada hari sabtu tanggal 13 Juni 2026 mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 16.00 .WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah. Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Bappelitbangda Kabupaten OKU Ny. Elya Sumarni Yoyin Arifianto beserta pengurus turut menghadiri acara tersebut. Pertemuan rutin ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota, mengevaluasi program kerja yang sudah berjalan serta merancang kegiatan sisoal dan pemberdayaan perempuan kedepan. Pemandu acara dalam pertemuan ini Ny. Leny Safitri Ahmad Jasimin membuka acara selanjutnya menyanyikan lagu Hymne DWP dan Mars DWP. Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Bappelitbangda Kabupaten OKU dalam sambutannya menyampaikan sangat bahagia dan mengucapkan terima kasih karena semua anggota semakin aktif mengikuti pertemuan rutin DWP setiap bulan. Beliau juga menyampaikan kepada setiap ketua bidang kedepannya baik dari bidang sosial budaya, bidang pendidikan maupun bidang ekonomi untuk lebih aktif dan semangat menjalankan programnya. Selain agenda utama, dalam pertemuan ini hadir juga narasumber Ibu Shanti Aprilia yang akan menyampaikan pemaparan materi tentang Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga. Narasumber membahas cara mengolah sampah organik limbah dapur. Narasumber menjelaskan perbedaan pemanfaatan limbah organik dan anorganik, menurut beliau pemanfaatan sampah anorganik kurang efektif karena sebagian besar pemanfaatan sampah anorganik masih membutuhkan modal untuk bahan membuat kerajinan yang bahkan lebih besar dari limbah anorganik itu sendiri. Selain itu, kerajinan dari daur ulang sampah anorganik itu menghasilkan kerajinan yang tidak awet. Dengan demikian, sampah anorganik itu tetap akan menjadi sampah hanya menunda waktu untuk membuangnya saja. Sedangkan pemanfaatan sampah organik. Dalam pertemuan ini narasumber menjelaskan sampah apa saja yang termasuk dalam kategori sampah organik yaitu sampah yang bisa terurai secara alami seperti sisa makanan, kulit buah dan dedaunan. Pemanfaatan hasil olahan sampah organik bisa mengurangi volume sampah ditempat pembuangan akhir dan menghasilkan pupuk alami dari tanaman. Apabila kita tidak mengolah sampah rumah tangga dengan benar akan menghasilkan bau yang tidak sedap, mengganggu pemandangan dan bosa menyebabkan kerusakan alam. Cara memilah sampah adalah memilah sampah organik dan anorganik. Gunakan wadah khusus untuk setiap jenis sampah. Narasumber menjelaskan cara membuat kompos dari sampah organik yang berasal dari sampah rumah tangga. Dalam pembuatan kompos membutuhkan bahan-bahan dari sampah organik dan biang dekompuser contohnya nasi basi, tape dan EM 4 . Langkah2 langkah pembuatan kompos pertama menyiapkan wadah kompos yang sudah diberi lubang untuk keluar masuk udara. Lalu masukkan sampah organik basah dan kering aecara bergantian, aduk secara berkala setelah beberapa minggu kompos siap digunakan. Dengan suasana penuh kekeluargaan pertemuan ini berhasil memperkuat solidaritas diantara anggota serta menghasilkan beberapa rencana kegiatan untuk bulan berikutnya seperti bakti sosial dan pelatihan keterampilan. Dharma Wanita Persatuan Unit Bappelitbangda mengadakan pertemuan rutin satu kali setiap bulan. Pertemuan ini sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi dalam organisasi dengan tujuan mewujudkan peran dan tugas pengabdian sehingga dapat membawa manfaat bagi masyarakat. Pada akhir acara tidak lupa membagikan doorprize kepada anggota yang beruntung dilanjutkan dengan foto bersama. Pertemuan ini akan terus mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar anggota DWP Unit Bappelitbangda Kabupaten OKU.
(Kab. Ketapang) -- Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Ketapang turut menghadiri kegiatan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Kabupaten Ketapang yang dilaksanakan di STAI Al Haudl, Kecamatan Muara Pawan, pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kecamatan Muara Pawan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tahun ini yang diikuti oleh kafilah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang. Dalam kegiatan tersebut, Ketua DWP Kemenag Ketapang hadir mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, Drs. H. Syarifendi. Acara pembukaan berlangsung meriah dan khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para peserta dan tamu undangan lainnya. Pelaksanaan MTQ ke-33 ini diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi momentum pembinaan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berprestasi di Kabupaten Ketapang.
DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUMENEP
A. DASAR KEGIATAN 1. Surat Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Nomor: 02/DWP.Disdik/6/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pengajian dan Pembinaan Ketahanan Keluarga Iman dan Takwa. 2. Program Prioritas Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Tahun 2026 tentang Ketahanan Keluarga Iman dan Takwa.
B. NAMA KEGIATAN
Pengajian dalam Rangka Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Iman dan Takwa bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep
C. WAKTU DAN TEMPAT
Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Juni 2026
Waktu : 14.00 WIB s.d. selesai
Tempat : Mushola Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep
Acara: Pengajian + pendidikan keluarga
Narsum: Ibu Nyai Noor Izdiyana
Pakaian: Gamis Putih
Jumlah peserta: Kegiatan dihadiri oleh 18 orang pengurus DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, dengan 1 orang pengurus berhalangan hadir karena sakit, serta 42 anggota dari seluruh unsur pelaksana. Total peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 60 orang
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Dalam rangka mendukung Program Prioritas Dharma Wanita Persatuan Bidang Pendidikan tentang Penguatan Literasi dan Pendidikan Keluarga, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melaksanakan kegiatan Pengajian dan Pendidikan Keluarga pada hari Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 14.00 WIB sampai selesai yang bertempat di Mushola DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin oleh Ibu Nyai Noor Izdiyah. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota kepada Allah SWT.
Selanjutnya Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Ibu Dewi Iksan, menyampaikan sambutan dan pengarahan. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan pengajian dan pendidikan keluarga memiliki manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas spiritual anggota sekaligus memperkuat fungsi keluarga sebagai pusat pendidikan karakter. Beliau juga mengajak seluruh anggota untuk menjadikan keluarga sebagai lingkungan yang religius, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang generasi yang berakhlak mulia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali yang diikuti oleh seluruh peserta. Pembacaan sholawat ini menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta memohon keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan maupun dalam kehidupan keluarga.
Pada sesi inti, tausiyah disampaikan oleh Ibu Nyai Ema dengan tema pendidikan keluarga berbasis nilai-nilai keagamaan. Beliau menjelaskan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama dan utama bagi anak sehingga orang tua, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai keimanan, akhlak mulia, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta semangat beribadah sejak usia dini.
Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai keutamaan Bulan Muharram dan amalan-amalan yang dianjurkan pada Hari Asyura, seperti memperbanyak puasa sunnah, meningkatkan sedekah terutama kepada anak yatim, mempererat silaturahmi keluarga, memperbanyak doa dan istighfar, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
E. HASIL KEGIATAN
Melalui kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan memperoleh tambahan wawasan keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Peserta semakin memahami pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter keluarga yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah. Selain itu, anggota memperoleh pemahaman tentang pentingnya keteladanan orang tua dalam membentuk perilaku positif anak serta membangun budaya ibadah dan budaya belajar di lingkungan keluarga.
Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan pembinaan mental spiritual yang menjadi salah satu upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas, tangguh, dan berdaya saing.
F. MANFAAT DAN DAMPAK KEGIATAN
Kegiatan pengajian dan pendidikan keluarga memberikan manfaat yang signifikan bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, antara lain:
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota melalui pembinaan spiritual yang berkelanjutan.
2. Memperkuat peran ibu sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga.
3. Meningkatkan pemahaman anggota tentang pola pengasuhan berbasis nilai-nilai agama dan karakter.
4. Menumbuhkan kepedulian sosial, semangat berbagi, dan budaya gotong royong di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
5. Mempererat silaturahmi, solidaritas, dan kebersamaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan.
6. Mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis, religius, dan berketahanan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dari sisi organisasi, kegiatan ini juga memperkuat komitmen anggota dalam mendukung pelaksanaan Program Prioritas Dharma Wanita Persatuan Tahun 2026, khususnya pada bidang pendidikan keluarga dan penguatan karakter keluarga.
G. KESIMPULAN
Kegiatan Pengajian dan Pendidikan Keluarga yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan kualitas spiritual anggota sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pendidikan keluarga berbasis nilai-nilai keagamaan.
Melalui kegiatan ini, anggota memperoleh pengetahuan, motivasi, dan inspirasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan keluarga yang harmonis, berkarakter, dan berakhlakul karimah.
H. TINDAK LANJUT
Sebagai tindak lanjut, anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan pengajian dalam kehidupan keluarga, memperkuat budaya ibadah dan budaya belajar di rumah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Selain itu, kegiatan pembinaan mental spiritual dan pendidikan keluarga akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga anggota Dharma Wanita Persatuan dan mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas, sejahtera, dan berdaya saing.
(Kab. Ketapang) -- Suasana penuh semangat dan antusiasme tampak mewarnai pelaksanaan Workshop PAUD Percontohan yang diselenggarakan oleh DPC PP PAUD Kabupaten Ketapang pada Sabtu, 13 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, Ny. Nurlaola Syarifendi turut hadir bersama para peserta yang terdiri dari guru dan pengelola PAUD di Kabupaten Ketapang. Kegiatan workshop berlangsung lancar dengan berbagai materi dan pembahasan yang bertujuan menambah wawasan serta kompetensi para pendidik PAUD agar semakin kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Melalui workshop ini diharapkan para tenaga pendidik PAUD dapat terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam mendidik generasi penerus bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kerja sama antarpendidik PAUD di Kabupaten Ketapang.
Dharma Wanita Persatuan Sub Unsur SMP Negeri 2 Kediri melaksanakan kegiatan Bantuan Sosial “Muharam Peduli Berbagi” pada hari Jumat, 12 Juni 2026 pukul 09.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Guru SMP Negeri 2 Kediri dengan dihadiri 31 anggota. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati 1 Muharam 1448 H. Ketua DWP Sub Unsur SMP Negeri 2 Kediri, Ny. Zuli Astutik Handoko Wiyono, secara simbolis menyerahkan 15 amplop berisi bantuan uang tunai sebagai bentuk kepedulian sosial dan kasih sayang kepada sesama. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sehingga dapat berjalan dengan tertib dan lancar, serta memberikan motivasi kepada anak-anak penerima santunan agar tetap semangat dan rajin belajar demi meraih cita-cita. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap welas asih, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di kalangan anggota Dharma Wanita Persatuan.