e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/294666.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Halmahera Selatan > SKPD SATPOL PP

  • Oleh: Sekretariat
  • 07-11-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan melaksanakan pertemuan Rutin bulanan yang di rangkaian dengan rapat pemantapan kegiatan Seminar Nasional di Jakarta dan Study Tiru di Bekasi dan Bogor. Pertemuan rutin bulanan yang dilaksanakan setiap bulan berjalan dengan tujuan untuk mengevaluasi program kerja dan silaturahmi antara ketua, pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan pertemuan rutin tersebut dihadiri langsung oleh ibu ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan Ny. Lulu Abdillah di dampingi oleh Wakil Ketua I Ny. Gusti M.Nur, Wakil Ketua II Ny. Selvi Agus, Sekretaris Ny. Wirda Rustam dan Wakil Sekretaris Ny. Masnun Ikbal. Para Ketua Unsur Pelaksana hadir dengan membawa anggota setiap Unsur Pelaksana. Pertemuan Rutin dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 07 November 2026 pada pukul 14.00 WIT sampai dengan pukul 17.30 WIT yang di selenggarakan di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan yang beralamat di Jln. karet Putih No. 1 Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan. Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Halmahera Selatan Ny. Wirda Rustam hadir bersama Sekretaris Ny. Irma Saleh, Ketua Bidang Sosial Ny. Sumarni Alfian, Ketua Bidang Ekonomi Ny. Faradila Agisman, Anggota Bidang Pendidikan Ny. Eva Samsul. Adapun susunan acara dalam pertemuan tersebut yaitu : 1. Pembukaan oleh MC Ny. Irma Saleh dari Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja. 2. Menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan dipandu oleh Dirigen Ny. Dinar Djunaidin dari Unsur Pelaksana Dharma Wanita Setda. 3. Pembacaan Doa oleh Ny. Mahani Amari dari Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Perikanan. 4. Laporan Bendahara Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan Ny. Narti 5. Laporan Bendahara Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan kabupaten Halmahera Selatan Ny. Rugaya Suleman. 6. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan Ny. Lulu Abdillah. 7. Masukan dan Saran 8. Penutup oleh MC diakhiri dengan foto bersama. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan Ny. Lulu Abdillah dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal diantaranya terkait dengan Seminar Nasional dan Study Tiru yang akan di laksanakan di Bekasi, Bogor dan Jakarta. Ibu ketua mengharapkan adanya kekompakan, kebersamaan yang terjalin diantara sesama anggota, kesampingkan ego dan tetap mengikuti aturan dalam Rundown yang sudah di buat dan di sampaikan. Menjaga nama baik setiap Instansi dan menjaga nama baik Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan. Beliau pun menyampaikan untuk tetap menjaga kesehatan hingga kegiatan bisa berjalan dengan lancar, aman dan tertib hingga kembali pulang ke Halmahera Selatan. Akhir sambutan ibu ketua berpesan agar selalu menjaga kekompakan dan ciptakan rasa kekeluargaan diantara sesama anggota keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Pergi bersama dengan tersenyum kembali pun dengan tersenyum. Pertemuan rutin bulanan tersebut bukan pertemuan yang monoton dan tidak bermakna pertemuan rutin selain bertujuan untuk menjalin silaturahmi juga akan menjadi tempat bertemu yang penuh makna, mengevaluasi kegiatan dan laporan dari setiap bidang mulai dari Sekretariat, Bidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya. Terdapat ilmu dan edukasi yang bermakna dari setiap laporan. Anggota pun akan penuh ilmu dan wawasan, serta terjalin rasa kebersamaan sesama keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan. Demikian Laporan di sampaikan oleh Ny. Irma Saleh, Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Halmahera Selatan.

../images/kegiatan/294665.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Barito Kuala > DWP Sekretariat DPRD

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 08-11-2026

PROMOSI TAS PURUN . Dharma Wanita Pers atuan Kabupaten Barito Kuala Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD melalui ketuanya Ny Erly Lesmariati M Haris memakai dan mempromosikan Tas Purun pada Hari Minggu Tanggal 08 November 2026 di Lapangan Panjat Tebing Marabahan Waktu 07.30 wit sampai selesai I. KETERANGAN PROGRAM Dharma wanita Persatuan Sekretariat DPRD kabupa ten Barito Kuala melaksanakan program bidang sosial budaya, Wawasan keanekaragaman Budaya/ Promosikan Potensi Kekayaan Budaya Daerah ,dengan memakai dan mempromosikan Tas Purun pada : 1. Acara. : Senam Bersama 2. Hari/tanggal : Jum at/08 November 2026 3. Waktu. : 07.30 wit sampai selesai 4. Tempat. : Lapangan Panjat Tebing Marabahan 5. Penyelenggara. : Disporbudpar Kabupaten Barito Kua la 6. Instruktur. : Ny Rahmawati 7. Peserta. : 40 orang II. LATAR BELAKANG Tanaman Purun (Lepironia Articulata)adalah jenis tanaman air yang tumbuh di daerah rawa rawa dan sungai d Kalimantan,Indonesia.Tanaman ini memiliki batang yang panjanh dan ramping,dengan daun kecil berbentuk seperti jarum.Tanaman Purun memiliki beberapa kegunaan,antara lain: 1. Kerajinan: Batang Purun dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kerajinan seperti Tas ,karanjang ,kipas dan lain lain. 2. Obat obatan: tanaman purun memiliki khasiat sebagai obat obayan tradisional seperti mengobati luka dan mengurangi peradangan, 3. Pakan Ternak: daun purun dapat digunakan sebagai pakan ternak seperti kambing,sapi, 4. Penghijauan:tanaman purun dapat digunakan sebagai tanaman penghijauan untuk mengembalikan ekosistem rawa rawa yang rusak. Dalam konteks Tas Purun ,tanaman purun digunakan sebagai bahan baku utama untuk membu at tas yang kuat dan tahan lama.Proses pembuatan Tas Purun melibatkan proses pengumpulan batang purun ,pengolahan dan penenunan untuk memcipta kan tas yang unik dan berkualitas. III. TUJUAN MEMAKAI TAS PURUN LOKAL; 1. Mendukung produk lokal, dengan memakai tas Purun ,kita dapat mendukung para pengrajin lokal dan mempromosikan produk lokal. 2. Melestarikan budaya, Tas Purun Adalah salah satu produk lokal yang memiliki nilai budaya dan keunikan,sehingga dengan memakai nya kiya dapat melestarikan budaya lokal. 3. Mengurangi impor; dengan memakai produk lokal ,kita dapat mengurangi impor luar negeri dan meningkatkan ekonomi lokal 4. Meningkatkan kesadaran ( memakai tas Purun dapat meningkatkan kesadaran masyaakat akan pentingnya mendukung produk lokal dan melestarik an budaya 5. Kebanggaan: Tas Purun adalah salah satu simbol kebanggan masyarakat Batola, sehingga dengan me makai nya kita dapat menunjukkan kebanggaan kita terhadap produk lokal. Dalam konteks DWP Sekretariat DPRD Kabu paten Barito Kuala,memekai Tas Purun juga menun jukkan komitmen organusasi untuk mendukung pro duk lokal dan melestarikan budaya. Di daearh Kabupaten Barito Kuala,tepatnya dibkecamatan Belawang ,tumbuh tanaman Purun Tikus yang menjadi khas daerah ini,Bentuknya lebih kecil dari Tanaman Purun biasa. Karena hanya tumbuh di kecamatan ini,maka tanaman ini termasuk langka. Purun Tikus juga dijadikan bahan membuat Tas,tempat tissue,sepatu,ikat Pinggang dan sebagai nya.Tas Purun Tikus merupakan salah satu hasil UMKM masyarakat Barito Kuala.Selain Tas,banyak lagi hasil kerajinan Purun,seperti Tas ,kipas,tempat tissue, Topi, wadah Memakai tas lokal bukan hanya soal gaya, tetapi merupakan sebuah gerakan ekonomi yang memiliki dampak besar bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya di daerah seperti Kalimantan Selatan. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. Lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh UMKM. Namun, di tengah gempuran produk impor yang murah dan massal, UMKM tas lokal seringkali kalah bersaing. Padahal, di balik satu tas lokal, ada cerita panjang tentang kreativitas, budaya, dan perjuangan ekonomi keluarga. Di Barito Kuala sendiri, kita mengenal pengrajin tas berbahan sasirangan, Eceng Gondok , purun, dan anyaman rotan. Mereka adalah ibu-ibu rumah tangga, anggota DWP, dan pemuda desa yang menggantungkan hidupnya dari karya tangan tersebut. Ketika kita memilih memakai tas lokal, secara langsung kita telah melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan usaha mereka. 1. MANFAAT PERTAMA. : adalah dari segi Ekonomi Kerakyatan. Ketika seorang anggota DWP atau ASN membeli tas lokal seharga Rp 150.000, uang tersebut 100% berputar di ekonomi lokal. Uang itu untuk membeli kain sasirangan dari penenun di Banjarmasin, untuk upah jahit ibu penjahit , untuk membeli benang dan resleting di toko lokal. Berbeda jika kita membeli tas impor, uang kita langsung lari ke luar negeri. Memakai tas lokal berarti kita menciptakan lapangan kerja di desa sendiri, mencegah urbanisasi, dan meningkatkan pendapatan keluarga pengrajin. Satu tas terjual bisa untuk biaya sekolah anak pengrajin selama seminggu. 2 . MANFAAT KEDUA ; adalah Pelestarian Budaya dan Identitas Lokal. Tas lokal Kalimantan Selatan tidak pernah polos. Selalu ada motif sasirangan, motif purun tikar, atau motif dayak. Motif-motif itu adalah warisan leluhur yang punya makna. Misalnya motif Ombak Sinapur Karang, motif Iris Pudak, atau motif Gigi Haruan. Ketika ibu-ibu DWP memakai tas sasirangan saat pertemuan resmi, secara tidak langsung kita sedang mempromosikan budaya Banjar ke tingkat nasional. Tas lokal adalah identitas. Kita bangga menjadi orang Banjar, bangga menjadi orang Tanah Bumbu. 3z MANFAAT KETIGA : adalah Kualitas dan Keunikan yang Tidak Pasaran. Tas lokal, terutama yang handmade, memiliki kualitas jahitan yang kuat dan tidak pasaran. Jika tas pabrikan impor dibuat 10.000 buah dengan model yang sama, tas lokal hanya dibuat 10-20 buah per model. Artinya, pengguna tas lokal akan terlihat eksklusif dan berbeda. Bahan yang digunakan pun lebih ramah lingkungan, seperti kain perca, purun yang merupakan tanaman rawa alami, dan pewarna alam ecoprint dari daun dan bunga. Ini jauh lebih aman untuk kesehatan dan ramah lingkungan dibanding tas sintetis impor yang mudah mengelupas dan berbau kimia. 4. MANFAAT KEEMPAT : Manfaat keempat adalah Mendorong Inovasi dan Daya Saing UMKM. Permintaan pasar adalah semangat bagi UMKM untuk terus berinovasi. Ketika permintaan tas lokal meningkat karena banyak yang memakai, pengrajin akan terpacu untuk membuat desain baru, menambah kualitas resleting, membuat kemasan yang lebih menarik, dan belajar pemasaran digital. Dari yang awalnya hanya menjual di pasar, kini mereka bisa menjual di marketplace, Instagram, dan pameran Dekranasda. DWP sebagai organisasi besar perempuan memiliki peran strategis di sini. Jika 50 anggota DWP kompak memakai tas lokal, maka akan tercipta tren baru. Tren inilah yang akan mengangkat kelas UMKM dari usaha rumahan menjadi usaha yang naik kelas. 5. MANFAAT KELIMA ; adalah Memperkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Pariwisata. Di era sekarang, wisatawan tidak hanya mencari tempat indah, tetapi juga mencari oleh-oleh khas. Tas lokal adalah oleh-oleh terbaik. Bayangkan ketika ada tamu dari Jakarta atau dari luar daerah datang dan melihat ibu-ibu DWP memakai tas purun yang cantik. Mereka pasti akan bertanya dan ingin membeli. Secara tidak langsung, tas lokal menjadi duta pariwisata daerah. Ini akan menghidupkan sektor lain: sektor bahan baku, sektor konveksi, sektor pariwisata, dan sektor digital marketing. Ekosistem ini saling menguntungkan dan menciptakan ekonomi yang berkelanjutan. 6. MANFAAT KEENAM : adalah Wujud Cinta Tanah Air dan Pemberdayaan Perempuan. Mayoritas pelaku UMKM tas lokal adalah perempuan. Ibu-ibu rumah tangga yang ingin membantu ekonomi suami tanpa harus meninggalkan anak di rumah. Dengan membeli dan memakai tas lokal, kita sesama perempuan saling memberdayakan. Kita membantu ibu-ibu lain menjadi mandiri secara ekonomi. Ini sejalan dengan program DWP yaitu pemberdayaan ekonomi perempuan dan keluarga. Memakai tas lokal adalah bentuk nasionalisme yang paling sederhana dan nyata, bukan hanya dengan upacara, tetapi dengan tindakan ekonomi. Oleh karena itu, gerakan memakai tas lokal bukanlah gerakan sesaat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk UMKM. Mulai dari hal kecil: memakai tas lokal saat arisan DWP, saat ke kantor, saat ke undangan, saat mengantar anak ke PAUD. Jika setiap anggota DWP memiliki minimal 2 tas lokal dan memakainya secara bergantian, maka dalam setahun saja, ratusan juta rupiah akan berputar untuk UMKM lokal Mari kita bangga memakai tas lokal. Karena di setiap jahitan tas lokal, ada doa, ada rezeki, dan ada masa depan UMKM Indonesia. Cintai produk lokal, majukan UMKM, untuk Indonesia yang lebih kuat. IV . MANFAAT KEGIATAN : 1. Mendukung produk lokal: dengan memakai tas lo kal ,anggota DWP dapat mendukung produk lokal dan mempromosikan keindahan budaya 2. Meningkatkan kebanggaan: memakai tas lokal dapat meningkatkan kebanggan anggota DWP terha dap produk lokal dan budaya. 3. Mengurangi Impor: dengan memakai produk lokal anggoa DWP dapat mengurangi impor produk luar negeri dan meningkatkan ekonomi lokal. 4. Mengingkatkan kesadaran :memakai tas lokal dapat meningkatkan kesadaran anggota DWP akan pentingnya mendukung produk lokal dan melestarikan budaya. 5. Memperkuat identitas: tas lokal dapat menjadi simbol identitas anggita DWP dan memperkuat rasa kebersamaan 6. Kegiatan dapat dijafikan sebagai bahan laporan ereporting. Dengan memamai tas lokal ,anggota DWP dapat menunjukkan komitmen mereka untuk mendukung produk lokal dan melestarikan budaya,serta mening katkan kebanggan dan kesadaran akan pentingnya produk lokal . V. OUTPUT MEMAKAI TAS LOKAL : 1. Mendukung ekonomi lokal: membantu meningkat kan wkonomi lokal dengan membeli produk lokal, 2. Melestarikan budaya: membantu melestarikan bu daya dan tradisi lokal melalui produk yang dibuat de ngan tangan. 3. Meningkatkan kebanggan: meningkatkan kebang gaan : meningkatkan kebanggaan : meningkatkan kebanggaan masyarakat lokal terhaap produk lokal 4. Mengurangi impor: mengurangi impor produk luar negeri dan meningkatkan penggunaan produk lokal. 5. Meningkatkan kreativitas: meningkatkan kreativitas dan ibivasi dalam desain dan pembuatan produk lokal, 6. Meningkatkan identitas: meningkatkan identitas lokal dan memperkuat rasa kebersamaan masyara kat. Dengan memakai tas lokal(Tas Purun Tikus),kita dap at membantu ekonomi lokal,melestarikan budaya,meningkatkan kebanggaan masyarakat . VI. PENUTUP Laporan dibuat oleh admin Ereporting DWP Sekretariat DPRD kabupaten Bar

../images/kegiatan/294664.jpg
Info Baru

DWP JAWA TIMUR > SKPD Dinas Sosial

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 08-11-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Melakukan Kegiatan Tadarus Rutin
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa

Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Kamis, 05 November 2026
3 Pukul : 07.30 -Selesai
4 Peserta : 10 anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
5 Lokasi : Musholla Husnul Khotimah Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan
6 Acara : Tadarus Al Qur'an rutin
Kegiatan tadarus Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan bersama pegawai merupakan salah satu bentuk kegiatan pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus membangun suasana kerja yang religius, harmonis, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan tadarus dilaksanakan dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama, disertai dengan upaya memahami dan merenungkan kandungan makna yang terkandung di dalamnya. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk tidak sekadar melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Lebih dari sekadar kegiatan membaca Al-Qur’an, tadarus memiliki makna mendalam sebagai sarana introspeksi diri, menenangkan hati, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Setiap ayat yang dibaca diharapkan mampu menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga kejujuran, kesabaran, keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab dalam menjalankan kehidupan.
Keterlibatan DWP bersama pegawai dalam kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kebersamaan dan sinergi dalam membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan keseimbangan spiritual. Kebersamaan dalam tadarus menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa kekeluargaan, serta memperkuat hubungan emosional antaranggota DWP dan pegawai.
Dalam konteks pelaksanaan tugas di UPT PSTW Magetan, kegiatan ini memiliki relevansi yang sangat penting. Pelayanan kepada lanjut usia tidak hanya membutuhkan kompetensi dan keterampilan, tetapi juga hati yang tulus, kesabaran, empati, serta keikhlasan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pesan moral Al-Qur’an yang mengajarkan kasih sayang, penghormatan kepada sesama, kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
Dengan demikian, kegiatan tadarus diharapkan dapat menjadi penguat nilai-nilai spiritual bagi seluruh pegawai sehingga semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada para lanjut usia senantiasa dilandasi niat yang baik dan ketulusan hati.
Melalui kegiatan tadarus Al-Qur’an ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa keberhasilan dalam bekerja tidak hanya diukur dari capaian administrasi dan kinerja organisasi, tetapi juga dari nilai keberkahan, ketulusan pengabdian, serta manfaat yang dapat diberikan kepada sesama. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan UPT PSTW Magetan, sehingga tercipta insan yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak yang mulia.

../images/kegiatan/294663.jpg
Info Baru

DWP JAWA TIMUR > SKPD Dinas Sosial

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 08-11-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Melakukan Kegiatan Tadarus Rutin
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa

Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Selasa, 03 Oktober 2026
3 Pukul : 07.30 -Selesai
4 Peserta : 10 anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
5 Lokasi : Musholla Husnul Khotimah Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan
6 Acara : Tadarus Al Qur'an rutin
Kegiatan tadarus Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan bersama pegawai merupakan salah satu bentuk kegiatan pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus membangun suasana kerja yang religius, harmonis, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan tadarus dilaksanakan dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama, disertai dengan upaya memahami dan merenungkan kandungan makna yang terkandung di dalamnya. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk tidak sekadar melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Lebih dari sekadar kegiatan membaca Al-Qur’an, tadarus memiliki makna mendalam sebagai sarana introspeksi diri, menenangkan hati, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Setiap ayat yang dibaca diharapkan mampu menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga kejujuran, kesabaran, keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab dalam menjalankan kehidupan.
Keterlibatan DWP bersama pegawai dalam kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kebersamaan dan sinergi dalam membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan keseimbangan spiritual. Kebersamaan dalam tadarus menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa kekeluargaan, serta memperkuat hubungan emosional antaranggota DWP dan pegawai.
Dalam konteks pelaksanaan tugas di UPT PSTW Magetan, kegiatan ini memiliki relevansi yang sangat penting. Pelayanan kepada lanjut usia tidak hanya membutuhkan kompetensi dan keterampilan, tetapi juga hati yang tulus, kesabaran, empati, serta keikhlasan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pesan moral Al-Qur’an yang mengajarkan kasih sayang, penghormatan kepada sesama, kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
Dengan demikian, kegiatan tadarus diharapkan dapat menjadi penguat nilai-nilai spiritual bagi seluruh pegawai sehingga semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada para lanjut usia senantiasa dilandasi niat yang baik dan ketulusan hati.
Melalui kegiatan tadarus Al-Qur’an ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa keberhasilan dalam bekerja tidak hanya diukur dari capaian administrasi dan kinerja organisasi, tetapi juga dari nilai keberkahan, ketulusan pengabdian, serta manfaat yang dapat diberikan kepada sesama. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan UPT PSTW Magetan, sehingga tercipta insan yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak yang mulia.

../images/kegiatan/294660.jpg
Info Baru

DWP JAWA TIMUR > SKPD Dinas Sosial

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 08-11-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Melakukan Kegiatan Merawat Tanaman Bibit Cabe
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Merawat Tanaman Cabe

Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Kamis, 05 November 2026
3 Pukul : 09.00-Selesai
4 Peserta : 10 anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
5 Lokasi : Kebun Cabe Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan
6 Acara : Merawat Tanaman Cabe

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Magetan Dinas Sosial (Dinsos) Jatim telah melaksanakan kegiatan merawat tanaman cabe di lahan buatan UPT PSTW Magetan pada pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan perawatan tanaman cabe dilakukan secara rutin oleh anggota DWP dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal. Meskipun memiliki keterbatasan ruang, lahan minimalis tetap dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam dengan menerapkan teknik penanaman yang sederhana dan efisien.

Perawatan tanaman meliputi penyiraman, pembersihan area sekitar tanaman, pemantauan pertumbuhan, serta penyiraman agar tanaman cabe dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Selain menghasilkan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Pemanfaatan lahan minimalis diharapkan dapat menjadi contoh bahwa ruang yang terbatas tetap bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat apabila dikelola dengan baik.

Ketua DWP UPT PSTW Magetan Ibu Nenti Sarjanti menyampaikan bahwa kegiatan merawat tanaman merupakan salah satu bentuk aktivitas positif yang dapat dilakukan secara sederhana namun memberikan banyak manfaat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memanfaatkan lahan yang ada agar tetap produktif. Selain menjaga lingkungan tetap hijau, merawat tanaman juga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat mempererat kebersamaan anggota DWP,” ungkapnya.

Kegiatan perawatan tanaman timun ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, DWP PSTW Magetan berkomitmen untuk mendukung pemanfaatan lingkungan secara produktif sekaligus menciptakan suasana yang asri, hijau, dan nyaman di lingkungan UPT PSTW Magetan.

../images/kegiatan/294659.jpg
Info Baru

DWP JAWA TIMUR > SKPD Dinas Sosial

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 08-11-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Melakukan Kegiatan Tadarus Rutin
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Gerakan Sehat

Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Jum'at, 06 November 2026
3 Pukul : 07.00 -Selesai
4 Peserta : 10 anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
5 Lokasi : Musholla Husnul Khotimah Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan
6 Acara : Senam rutin bersama pegawai
Dalam rangka menjaga kebugaran jasmani, meningkatkan kesehatan, serta mempererat kebersamaan dan kekompakan antarpegawai, UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Magetan secara rutin menyelenggarakan kegiatan senam bersama setiap hari Jumat. Kegiatan ini diikuti oleh para pegawai UPT PSTW Magetan bersama anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT PSTW Magetan.
Senam bersama menjadi salah satu agenda rutin yang tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran tubuh, tetapi juga sebagai sarana membangun suasana kerja yang sehat, harmonis, dan penuh semangat. Dengan mengikuti gerakan senam secara bersama-sama, seluruh peserta diajak untuk membiasakan pola hidup sehat sekaligus meluangkan waktu untuk beraktivitas fisik di tengah rutinitas pekerjaan.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan. Para pegawai dan anggota DWP mengikuti setiap gerakan senam dengan antusias. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menciptakan suasana yang hangat serta memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan UPT PSTW Magetan.
Melalui kegiatan senam rutin setiap hari Jumat ini, diharapkan seluruh pegawai dan anggota DWP senantiasa memiliki kondisi fisik yang prima, kesehatan yang terjaga, serta semangat positif dalam menjalankan aktivitas dan tanggung jawab masing-masing.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen UPT PSTW Magetan dalam membangun budaya hidup sehat dan lingkungan kerja yang harmonis. Sebab, tubuh yang sehat dan jiwa yang bugar merupakan salah satu modal penting dalam memberikan pelayanan yang optimal, khususnya kepada para lanjut usia yang menjadi penerima manfaat layanan di UPT PSTW Magetan.
Dengan semangat Jumat Sehat, UPT PSTW Magetan terus berupaya menumbuhkan kebiasaan hidup sehat, mempererat kebersamaan, dan membangun energi positif demi terwujudnya pelayanan yang berkualitas.

../images/kegiatan/294658.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sumbawa > Dinas Kominfotiksandi

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 08-11-2026

ALAS, SUMBAWA — Suasana di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu sore, 7 November 2026, tampak jauh lebih semarak dan meriah dari biasanya. Sejak pukul 14.30 WITA, ribuan pasang mata masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan utama untuk menyaksikan langsung pelaksanaan Pawai Ta'aruf dalam rangka pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-I tingkat Kabupaten Sumbawa. Acara yang menjadi simbol persatuan dan syiar Islam ini berhasil menyedot perhatian publik dengan melibatkan lebih kurang seribu orang peserta yang berasal dari seluruh kafilah kecamatan se-Kabupaten Sumbawa. Titik awal atau start pawai dipusatkan tepat di depan Kantor Camat Alas. Sejak siang hari, area tersebut sudah dipadati oleh barisan kafilah dari berbagai penjuru Kabupaten Sumbawa. Setiap rombongan kecamatan tampil memukau dengan mengenakan busana muslim yang serasi, atribut khas daerah masing-masing, serta membawa spanduk identitas kafilah. Kehadiran mereka tidak hanya sekadar berjalan beriringan, tetapi juga membawa semangat ukhuwah islamiyah serta kesiapan untuk berkompetisi secara sehat dalam ajang MTQH ke-I ini. Masing-masing kafilah kecamatan tampak solid dan kompak karena didampingi langsung oleh Camat serta Ketua Tim Penggerak PKK dari kecamatan masing-masing, yang turut berjalan dan memberikan dukungan moral penuh kepada para peserta. Pelepasan resmi peserta Pawai Ta'aruf ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., yang hadir bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumbawa, Ny. Nur Isna Sitoresmi Budi Prasetyo. Dalam prosesi pelepasan tersebut, Sekda didampingi oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Jaya Kusuma, beserta Wakil Ketua I DWP Kabupaten Sumbawa, Ny. Ida Suryati Jaya Kusuma. Pengibaran bendera start oleh Sekda menjadi tanda dimulainya perjalanan panjang penuh makna bagi seribu peserta menuju garis akhir atau finish yang bertempat di Lenang Datu Alas. Kemeriahan acara ini juga semakin lengkap dengan hadirnya sejumlah kepala perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang turut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan MTQH ke-I. Tampak hadir di lokasi acara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa, Budi Santoso, serta Kepala Dinas Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Didi Hermansyah. Selain itu, turut hadir pula Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfotiksandi) Kabupaten Sumbawa, Drs. Hasanuddin, yang didampingi oleh Ketua DWP Kominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, Ny. Indah Kurniawati Hasanuddin. Kehadiran para pejabat daerah beserta jajaran DWP ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi Qur'ani di Tanah Samawa. Penyelenggaraan Pawai Ta'aruf ini memiliki tujuan utama sebagai ajang perkenalan seluruh kafilah kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi momentum untuk menyemarakkan syiar Islam di Kabupaten Sumbawa. Melalui pawai ini, masyarakat diajak untuk ikut merasakan atmosfer religius dan mendukung penuh pelaksanaan MTQH ke-I agar berjalan lancar, aman, dan sukses. Sepanjang rute dari depan Kantor Camat Alas menuju Lenang Datu Alas, iring-iringan kafilah disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga yang berdiri di tepi jalan. Lambaian tangan, senyuman, serta gema shalawat yang sesekali terdengar dari barisan peserta menciptakan suasana yang hangat, damai, dan penuh kekeluargaan. Berbagai kreativitas pun ditampilkan oleh para peserta selama menempuh rute pawai. Mulai dari lantunan rebana, pakaian adat yang dipadukan dengan busana muslim modern, hingga barisan anak-anak dan remaja yang membawa pesan-pesan moral keagamaan. Hal ini menjadikan Pawai Ta'aruf bukan sekadar seremonial belaka, melainkan juga sarana edukasi dan hiburan yang positif bagi masyarakat Kecamatan Alas dan sekitarnya. Para camat dan ketua PKK kecamatan yang berjalan di barisan depan masing-masing kafilah tampak bangga memimpin rombongannya, mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah kecamatan, organisasi wanita, dan masyarakat. Setibanya di titik finish di Lenang Datu Alas, seluruh kafilah disambut dengan tertib dan penuh rasa syukur. Meskipun menempuh perjalanan di bawah terik matahari sore, semangat seribu peserta tidak surut sedikit pun. Wajah-wajah ceria dan penuh optimisme terpancar dari para qari, qariah, hafiz, hafizah, serta seluruh official yang tergabung dalam kafilah. Dengan suksesnya pelaksanaan Pawai Ta'aruf MTQH ke-I Kabupaten Sumbawa ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur'an serta Hadits semakin mengakar kuat di tengah masyarakat. Acara ini menjadi pembuka yang manis bagi rangkaian perlombaan MTQH ke-I di Kecamatan Alas, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen melahirkan generasi yang berakhlak mulia, religius dan berprestasi.

../images/kegiatan/294657.jpg
Info Baru

DWP JAWA TIMUR > SKPD Dinas Sosial

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 08-11-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Melakukan Kegiatan Tadarus Rutin
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa

Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Kamis, 22 Oktober 2026
3 Pukul : 07.30 -Selesai
4 Peserta : 10 anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
5 Lokasi : Musholla Husnul Khotimah Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan
6 Acara : Tafsir Al Qur'an rutin

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Magetan menyelenggarakan kegiatan keagamaan berupa kajian tafsir Al-Qur’an.
Kegiatan ini diisi oleh Bapak Nurhadi dari Pondok Pesantren Temboro yang menyampaikan materi tafsir Al-Qur’an dengan penuh hikmah dan sarat akan pesan-pesan keislaman. Melalui kajian tersebut, para peserta diajak untuk tidak sekadar membaca dan melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga memahami makna, kandungan, serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Penyampaian materi berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh antusiasme. Berbagai pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus pedoman bagi seluruh anggota DWP dalam meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan sikap sabar, ikhlas, dan penuh rasa syukur dalam menjalani kehidupan.
Melalui kegiatan ini, DWP UPT PSTW Magetan berharap dapat terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi antaranggota, tetapi juga menjadi sarana pembinaan rohani dan penguatan nilai-nilai spiritual.
Kegiatan tafsir Al-Qur’an ini menjadi salah satu wujud komitmen DWP UPT PSTW Magetan dalam membangun pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, sehingga nilai-nilai kebaikan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat untuk terus belajar, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an senantiasa tumbuh dalam diri setiap anggota DWP UPT PSTW Magetan.

../images/kegiatan/294656.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Toli-Toli > INSPEKTORAT

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 08-11-2026

Tolitoli, Minggu, 8 November 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tolitoli kembali melaksanakan program kegiatan senam rutin pada Minggu pagi, 8 November 2026, pukul 06.00 WITA. Kegiatan berlangsung di Lapangan Gaukan Bantilan, tepatnya di depan Kantor Bappeda Kabupaten Tolitoli, dan diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai unsur, termasuk anggota DWP Inspektorat Kabupaten Tolitoli. Kegiatan senam rutin ini merupakan salah satu program positif Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tolitoli dalam rangka meningkatkan kesadaran anggota akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui olahraga secara teratur. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa kekeluargaan, serta meningkatkan kekompakan dan kebersamaan antaranggota. Dalam kegiatan tersebut, anggota Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Kabupaten Tolitoli turut hadir dan berpartisipasi dengan penuh semangat. Adapun anggota yang hadir yaitu Ibu Idayanti, Ibu Ratna, Ibu Mas'ad, Ibu Asnawati, Ibu Warlia, Ibu Giyarti, Ibu Lhea, Ibu Marlia, dan Ibu Feni. Kehadiran para anggota ini merupakan bentuk dukungan dan partisipasi aktif dalam menyukseskan program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tolitoli, khususnya di bidang kesehatan dan kebugaran. Pelaksanaan senam pagi dipandu oleh instruktur, Ibu Salma, yang dengan penuh semangat mengarahkan peserta mengikuti setiap gerakan senam. Adapun jenis senam yang dilaksanakan meliputi **Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) dan senam kreasi**. Kedua jenis senam tersebut memberikan variasi gerakan yang bermanfaat untuk melatih kelenturan tubuh, meningkatkan kebugaran, menjaga stamina, serta membantu memelihara kesehatan fisik. Sejak kegiatan dimulai, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian gerakan yang dipandu oleh instruktur. Dengan iringan musik yang energik dan gerakan senam yang bervariasi, suasana Minggu pagi terasa semakin ceria, menyenangkan, dan penuh semangat. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kegembiraan sehingga tercipta suasana akrab dan harmonis di antara anggota Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan senam bersama ini tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki nilai sosial yang penting. Melalui kegiatan olahraga bersama, para anggota memiliki kesempatan untuk berinteraksi, saling mengenal, berbagi pengalaman, serta mempererat hubungan silaturahmi. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat meningkatkan rasa solidaritas dan kekompakan dalam menjalankan berbagai program organisasi. Partisipasi anggota DWP Inspektorat Kabupaten Tolitoli dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen untuk mendukung program organisasi sekaligus membiasakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, setiap anggota diharapkan dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat dengan lebih optimal. Melalui kegiatan senam rutin yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tolitoli terus mendorong anggotanya untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah positif untuk membangun semangat, menjaga kebugaran, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat persaudaraan antaranggota. Kegiatan senam rutin pada Minggu, 8 November 2026, berlangsung dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kekeluargaan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tolitoli kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung terwujudnya anggota yang sehat, aktif, produktif, dan harmonis. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tolitoli: Sehat Bersama, Bugar Bersama, Kompak dalam Kebersamaan, dan Semangat dalam Pengabdian.

../images/kegiatan/294655.jpg
Info Baru

DWP SULAWESI BARAT > DINAS PERUMAHAN PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, PERTANAHAN DAN PERHUBUNGAN

  • Oleh: Sekretariat
  • 06-11-2026

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Pertanahan (Disperkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat (Prov Sulbar) Ny.Hj.Masyita Sundarawati Maddareski bersama anggota DWP Unit Disperkimtanhub Prov Sulbar menghadiri Pertemuan Rutin DWP Prov Sulbar di Aula Lantai 2 Gubernur Sulawesi Barat Jumat 6 November 2026 Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua DWP Prov Sulbar serta seluruh ketua Unit DWP dan para anggotanya Lingkup Prov Sulbar. Pertemuan rutin ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat peran dan kontribusi anggota DWP dalam mendukung program organisasi, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan. Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan seluruh anggota DWP dapat terus meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kapasitas diri, sekaligus memperkuat solidaritas serta semangat kebersamaan dalam menjalankan berbagai program kerja DWP.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID