Pada hari jumat tanggal 1 mei 2026 Dharma wanita persatuan dinas pariwisata dan kebudayaan kab garut yang di wakili oleh Ny.Liana wawan menerima Kunjungan kerja DWP Kementerian Kebudayaan ke Candi Cangkuang, desa cangkuang kecamatan leles kab garut dengan bertema "Harmoni Budaya di Garut" fokus meninjau pelestarian situs bersejarah,baksos kepada masyarakat kampung pulo yang berada di lokasi candi cangkuang juga praktek membuat burayot makanan khas kec leles terbuat da bahan tepung beras dan gula merah atau gula aren yang nantinya di goreng dan menjadi produk UMKM masyarakatbkampungnpulo selain gerai barang" cindramata khas kampungnpulo hadir dalam acara tersebut ketua dwp kab garut Ny.lina Nurdinyana,sekertaros Ny.Rita anwar dan anggota Ny.Nurhayati maskuy,NyTuti Ganda Ny Ina gania serta perwakilan dari dinas pariwisata dan kebudayaan kabbgarut yaitu seketaris dinas ibu mia rosmiati, keoala bidang destinasi ibu Imas nurjamilah dalam sambutan nya ketua dwp kementrian pariwisata ny.grace fadli zon Kegiatan ini menyoroti harmoni antara situs Hindu abad ke-8 dan makam Islam serta Kampung Pulo, merefleksikan toleransi dan penguatan warisan lokal.Pelestarian situs Hindu (Arca Syiwa) dan Makam Embah Dalem Arief Muhammad sebagai contoh harmoni agama dan budaya.Konteks Waktu: menonjolkan warisan budaya yang mengangkat kearifan lokal.Aktivitas: Kunjungan ke makam, menyeberangi Situ Cangkuang dengan rakit, serta mengapresiasi kearifan lokal Kampung Pulo.Harmoni Budaya di Cangkuang menjadi contoh konkret perpaduan peradaban masyarakat, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Di dekat candi terdapat reruntuhan makam yang merupakan tempat peristirahatan salah satu leluhur Kampung Pulo, yaitu Dalem Arief Muhammad. Dalem Arief
Giat Monitoring kegiatan Kewilayahan Kelurahan Tanjung Duren Utara, menghadiri Giat Sosialisasi Pengisian Renaksi Pegawai pada hari Rabu, 22 april 2026 yang berlokasi di Ruang Rapat Camat Grogol Petamburan. Dihadiri: 1. Camat Kecamatan Grorol Petamburan 2. Kasatgas Pol PP Kecamatan Grogol Petamburan 3. Kasatpel Dinas Perhubungan Kecamatan Grogol Petamburan 4. Perwakilan UPT Perparkiran Kota Administrasi Jakarta Barat 5. Perwakilan Kelurahan TDU dan TDS, Kecamatan Grogol Petamburan beserta operator 6. Ketua RW 05 TDU dan Ketua RW 05 TDS 7. Perwakilan OMG dan Pemilik Gedung Velvet 76 Hasil: 1. Rapat keluhan warga terkait keluhan parkir di sepanjang Jl. Tanjung Duren Raya (OMG dan Wing Heng) 2. Banyak laporan masuk terutama terkait parkir pada sore hari (jam makan malam) 3. Untuk Wing Heng pengelola parkir belum dikeluarkan SK Resmi dari DISHUB karena kondisi Khusus (sering muncul laporan dan viral di medsos) 4. Pengelola parkir di Wing Heng saat ini dikelola oleh Katar RW 05 5. Untuk sepanjang jalan Tanjung Duren yang dapat digunakan parkir hanya disebelah kanan jalan, sedangkan disebelah kiri tidak diperbolehkan parkir 6. Kemungkinan besar kedepannya GOR TDU bisa digunakan untuk kantong parkir
LAPORAN KEGIATAN RAPAT ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) KABUPATEN BLITAR Selasa, 5 Mei 2026 Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Candi Penataran, Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Jalan Kusuma Bangsa, Kanigoro. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Rijanto selaku Penasihat DWP Kabupaten Blitar, Ibu Beky Hardiyansah selaku Penasihat DWP Kabupaten Blitar, seluruh Ketua Unsur Pelaksana (UP) DWP dinas, badan, dan kecamatan, serta perwakilan anggota dari masing-masing UP DWP. DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar turut hadir dan diwakili oleh Ibu Yustin Widyatmoko selaku Ketua serta Ibu Widodo sebagai Anggota Bidang II. Kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud dan tujuan sebagai sarana koordinasi, evaluasi, serta peningkatan kapasitas anggota. Rapat anggota kali ini terbagi dalam dua sesi utama, yaitu rapat pleno yang kini berganti nama menjadi rapat anggota, serta sosialisasi mengenai kesehatan mental perempuan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Ketua DWP Kabupaten Blitar, Ibu Ita Eko. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta, khususnya kepada para penasihat DWP. Disampaikan pula bahwa pelaksanaan kegiatan didukung oleh dana hibah dan iuran anggota, serta doorprize dari enam kecamatan. Rapat anggota ini merupakan yang pertama sejak diterbitkannya Surat Keputusan pengurus periode 2024–2029. Dengan hadirnya kepengurusan yang relatif muda, diharapkan dapat membawa semangat baru, kreativitas, serta inovasi dalam menjalankan program organisasi. Ketua DWP juga menekankan pentingnya pelaporan kegiatan melalui e-reporting. Keberhasilan dalam pelaporan ditentukan oleh konsistensi dalam menyusun dan melaporkan setiap kegiatan yang dilaksanakan. Beliau berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama. Rapat anggota menjadi momentum penting sebagai sarana silaturahmi dan koordinasi, sekaligus wadah bagi istri ASN dalam meningkatkan kualitas diri, sejalan dengan semangat “DWP Sehat dan Berdaya”. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Penasihat DWP Kabupaten Blitar, Ibu Hj. Ninik Rijanto. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya partisipasi aktif seluruh anggota DWP, baik di tingkat kabupaten maupun UP masing-masing. Ditekankan pula perlunya keterbukaan, transparansi, serta perencanaan yang matang dalam menjalankan organisasi. Nilai-nilai dasar Catur Dharma Wanita diingatkan kembali sebagai pedoman perilaku yang tetap relevan, meliputi peran sebagai istri ASN yang setia dan mendukung tugas suami, pengelola rumah tangga dan pendidik anak, anggota masyarakat yang aktif, serta anggota organisasi yang terus meningkatkan kapasitas diri. Rapat anggota juga dipandang sebagai forum strategis untuk evaluasi dan penentuan langkah ke depan demi kemajuan organisasi. Selain itu, beliau memberikan dukungan kepada Ketua UP DWP yang bukan berasal dari istri Sekretaris Daerah agar tetap mampu berprestasi dan tidak kalah dengan daerah lain. Dalam rangka memberikan motivasi, dilakukan pemberian apresiasi kepada UP DWP dengan indeks e-reporting tertinggi. Untuk kategori perangkat daerah, penghargaan diberikan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran. Sementara untuk kategori kecamatan, penghargaan diberikan kepada Kecamatan Kesamben, Wonotirto, dan Nglegok. Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi bertema “Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama” yang disampaikan oleh dr. Fatimah, Sp.KJ. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam menciptakan kehidupan yang seimbang dan bahagia. Perempuan memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan, yang dipengaruhi oleh faktor biologis maupun sosial. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali gejala awal gangguan mental, baik dari perubahan emosional maupun fisik. Disampaikan pula berbagai strategi praktis untuk menjaga kesehatan mental, seperti menjaga pola tidur, rutin berolahraga, melakukan meditasi, serta meluangkan waktu untuk hobi. Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan komunitas juga menjadi faktor penting. Selain itu, peserta diingatkan untuk tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami gangguan yang berkepanjangan. Sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Agenda berikutnya adalah pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) DWP serta sosialisasi perubahan iuran anggota. Dalam pembahasan ini dijelaskan mengenai kedudukan DWP sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya, serta bersifat non-partisan. Disampaikan pula struktur kepengurusan, keanggotaan, tugas penasihat, serta sumber keuangan organisasi yang berasal dari iuran anggota, bantuan pemerintah, dan sumber sah lainnya. Rincian iuran anggota disesuaikan berdasarkan golongan ASN maupun PPPK. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi inspirasi kewirausahaan oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, pemilik usaha Brownies Fajar yang tengah berkembang pesat. Dalam materinya bertema “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi”, beliau menekankan pentingnya membangun mentalitas wirausaha yang tangguh, kreatif, dan pantang menyerah. Proses berwirausaha dimulai dari identifikasi peluang, riset pasar, perencanaan bisnis, hingga eksekusi dan inovasi berkelanjutan. Disampaikan pula bahwa pemanfaatan media sosial menjadi strategi efektif dalam pemasaran produk, khususnya bagi pelaku UMKM. Platform digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pasar, membangun branding, serta meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Keberhasilan pemasaran digital sangat bergantung pada kemampuan dalam mengelola konten, memahami target audiens, serta memanfaatkan fitur promosi secara optimal. Secara keseluruhan, kegiatan Rapat Anggota DWP Kabupaten Blitar berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Kesan dan Harapan DWP Dinas Peternakan dan Perikanan: DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kapasitas, wawasan, serta penguatan koordinasi antaranggota. Materi yang disampaikan, baik terkait organisasi, kesehatan mental, maupun kewirausahaan, dinilai sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan anggota saat ini. Ke depan, diharapkan seluruh anggota DWP semakin aktif dalam kegiatan organisasi, meningkatkan kualitas pelaporan melalui e-reporting, serta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, seluruh hasil dan materi yang diperoleh dalam rapat anggota ini akan diteruskan dan disosialisasikan kepada seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh oleh anggota. laporan dibuat oleh: Yustin Widyatmoko diupload oleh: Desi
Ny. Imanu Buyung dan Ny. Didi pengurus Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri mengecek dan menambah buku – buku koleksi di perpustakaan Desa Tugu Kecamatan Purwoasri kabupaten Kediri pada hari Selasa, 5 Mei 2026 mulai pukul 09.00 wib. Ada banyak sekali koleksi buku – buku di Perpustakaan Kecamatan Purwoasri ini. ujuan penambahan koleksi buku di perpustakaan, termasuk di Kecamatan Purwoasri, pada dasarnya berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan dan manfaat bagi Masyarakat diantaranya : a. Meningkatkan minat baca masyarakat Dengan koleksi yang lebih beragam dan menarik, masyarakat akan lebih terdorong untuk datang ke perpustakaan dan membiasakan diri membaca. b. Memenuhi kebutuhan informasi Penambahan buku membantu menyediakan informasi yang lebih lengkap, baik untuk pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang membutuhkan referensi. c. Mendukung pendidikan dan pembelajaran Koleksi yang terus diperbarui dapat menunjang kegiatan belajar, tugas sekolah, serta pengembangan pengetahuan di berbagai bidang. d. Mengikuti perkembangan zaman Penambahan buku terbaru (termasuk buku teknologi, keterampilan, dan isu terkini) membantu masyarakat tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu pengetahuan. e. Menyediakan bahan bacaan yang relevan dan lokal Perpustakaan bisa menambah koleksi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah setempat, misalnya buku tentang pertanian, UMKM, atau budaya lokal. f. Meningkatkan kualitas layanan perpustakaan Semakin lengkap koleksi, semakin baik citra dan fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan literasi masyarakat. Banyaknya koleksi buku perpustakaan yang berkaitan dengan perempuan biasanya memiliki tujuan dan makna tertentu, bukan sekadar kebetulan : a. Mendukung kesetaraan gender Perpustakaan berperan dalam menyediakan literatur yang mengangkat isu perempuan, seperti hak-hak perempuan, peran sosial, dan kesetaraan, agar masyarakat lebih memahami pentingnya keadilan gender. b. Memberikan edukasi dan pemberdayaan Buku-buku tentang perempuan sering membahas kesehatan, pendidikan, karier, hingga kewirausahaan, yang bisa membantu meningkatkan pengetahuan dan kemandirian perempuan di masyarakat. c. Menjawab kebutuhan pembaca Jika banyak pengunjung (misalnya pelajar, ibu rumah tangga, atau remaja putri) membutuhkan informasi terkait perempuan, perpustakaan akan menyesuaikan koleksinya agar relevan. d. Mengangkat tokoh dan inspirasi perempuan Banyak buku biografi atau kisah inspiratif perempuan yang bertujuan memotivasi pembaca melalui pengalaman tokoh-tokoh perempuan sukses. e. Mendukung program pemerintah atau komunitas Kadang penambahan koleksi ini sejalan dengan program literasi, pemberdayaan perempuan, atau kegiatan PKK di tingkat kecamatan/desa. f. Menambah perspektif dalam ilmu pengetahuan Isu perempuan juga menjadi bagian penting dalam berbagai bidang ilmu seperti sosial, budaya, kesehatan, dan pendidikan, sehingga wajar jika koleksinya cukup banyak. Harapan dengan adanya perpustakaan di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, umumnya berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan, literasi, dan kesejahteraan Masyarakat : a. Meningkatkan minat baca masyarakat Perpustakaan diharapkan menjadi tempat yang nyaman dan menarik sehingga masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, gemar membaca. b. Menjadi pusat sumber informasi Perpustakaan dapat menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat, baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari. c. Mendukung kegiatan pendidikan Dengan adanya koleksi buku yang lengkap, perpustakaan bisa membantu pelajar dan mahasiswa dalam mengerjakan tugas serta memperluas wawasan. d. Mendorong pemberdayaan masyarakat Perpustakaan diharapkan menyediakan buku dan kegiatan yang mendukung keterampilan, seperti kewirausahaan, pertanian, atau kerajinan, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. e. Menjadi tempat belajar sepanjang hayat Perpustakaan bukan hanya untuk pelajar, tetapi juga untuk semua kalangan agar terus belajar dan mengembangkan diri. f. Menjadi ruang kegiatan sosial dan budaya Perpustakaan dapat dimanfaatkan sebagai tempat diskusi, pelatihan, dan kegiatan masyarakat yang positif. g. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Dengan akses ilmu pengetahuan yang lebih luas, masyarakat diharapkan menjadi lebih cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Keberadaan perpustakaan di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, sangat menguntungkan bagi anggota DWP yang sedang berkunjung maupun masyarakat umum. Perpustakaan menjadi sarana yang menyediakan berbagai sumber informasi dan bahan bacaan yang bermanfaat untuk menambah wawasan, pengetahuan, serta keterampilan. Bagi anggota DWP, perpustakaan dapat dimanfaatkan sebagai tempat memperoleh referensi terkait kegiatan organisasi, pengembangan diri, hingga pemberdayaan keluarga. Sementara itu, bagi masyarakat, perpustakaan menjadi ruang belajar yang mudah diakses untuk meningkatkan minat baca dan kualitas pendidikan. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih cerdas, aktif, dan berdaya saing, serta mampu memanfaatkan informasi secara positif dalam kehidupan sehari-hari Dengan adanya perpustakaan di Kecamatan Purwoasri, tingkat literasi masyarakat diharapkan semakin meningkat. Warga yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan dapat menambah pengetahuan, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan membaca dan memahami informasi. Perpustakaan menjadi sarana penting bagi semua kalangan untuk belajar, baik secara formal maupun mandiri, sehingga kehadirannya memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan dan perkembangan masyarakat secara keseluruhan.
Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang
Bidang :Pendidikan
Program :Pendidikan Non Formal / Informal
Kegiatan :Sosialisasi Bunda Modis Di KUA Kedungjajang
KUA Randuagung-Mewujudkan Masyarakat Moderat Dari Lingkup Keluarga Dengan Menggelar Kegiatan Bertajuk BUNDA MODIS
Lumajang – Semangat moderasi beragama kini kian gencar disosialisasikan hingga ke akar rumput melalui berbagai inovasi kreatif. Salah satunya ditunjukkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Pada Selasa (05/05/2026), organisasi para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) ini menggelar kegiatan bertajuk "Bunda Modis" yang dikemas secara unik melalui media "Ngombe Degan".
Bertempat di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Randuagung, acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti ruangan saat 28 orang pengurus dan anggota DWP berkumpul untuk mengikuti rangkaian agenda bulanan yang kali ini mengusung misi penguatan karakter bangsa.
Inovasi "Ngombe Degan": Lebih dari Sekadar Nama
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP KUA Randuagung, Ibu Iftavia Zuliana Wahyu. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa pemilihan nama "Ngombe Degan" bukan tanpa alasan. Secara harfiah dalam bahasa Jawa, ngombe degan berarti minum air kelapa muda yang memberikan kesegaran. Namun, dalam konteks kegiatan ini, Ngombe Degan merupakan akronim dari:
"Kami ingin membawa isu moderasi beragama ke dalam obrolan yang santai namun berisi. Dengan balutan pengajian dan arisan, materi yang tadinya dianggap berat menjadi lebih mudah diterima oleh ibu-ibu anggota DWP," ujar Ibu Iftavia di sela-sela kegiatan.
Program Bunda Modis (Bunda Moderat dan Inspiratif) sendiri merupakan program unggulan yang menekankan peran perempuan sebagai pilar pendidikan nilai-nilai toleransi di dalam keluarga. Sebagai "Bunda", anggota DWP diharapkan mampu menjadi teladan dalam bersikap tawasut (moderat) dan menjunjung tinggi menghargai perbedaan di lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam sesi praktek media Ngombe Degan, para peserta diajak berdialog interaktif mengenai isu-isu aktual seputar kehidupan beragama. Beberapa poin penting yang ditekankan dalam pertemuan tersebut antara lain:
Acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an sebagai bagian dari "Pengajian". Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Ketua DWP mengenai cara praktis menerapkan moderasi beragama dalam mendidik anak-anak di era digital.
Suasana semakin cair saat memasuki sesi "Arisan". Di momen inilah diskusi "Ngobrol Moderasi" berlangsung secara dua arah. Para anggota saling berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka menyikapi perbedaan pendapat di lingkungan bertangga tanpa harus menimbulkan perpecahan.
Sebanyak 28 anggota yang hadir tampak sangat antusias. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa metode Ngombe Degan ini sangat berkesan. "Biasanya kalau dengar istilah moderasi beragama kesannya kaku, tapi dengan cara ngobrol sambil arisan seperti ini, kami jadi lebih paham bahwa moderasi itu sebenarnya adalah sikap santun kita sehari-hari," ungkapnya.
Kegiatan yang berakhir menjelang siang hari ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kelancaran tugas suami sebagai abdi negara di lingkungan KUA Randuagung. Secara keseluruhan, acara berjalan dengan sangat lancar dan tertib.
Melalui kegiatan Bunda Modis dan inovasi Ngombe Degan ini, DWP KUA Randuagung berharap dapat mencetak agen-agen perdamaian dari kalangan ibu-ibu. Dengan pemahaman moderasi yang matang, diharapkan anggota DWP mampu membentengi keluarga dari paham-paham ekstrem serta mampu mewujudkan masyarakat Kecamatan Randuagung yang harmonis, rukun, dan religius.
Hari Minggu, tanggal 3 Mei 2026 Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Majalengka menghadiri undangan atau kunjungan pada kegiatan PUSAKA 2026 gelar pameran Batik Bordir Aksesoris dan Craff, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus inspiratif dalam balutan budaya dan inovasi, sebuah kegiatan ini yang tidak hanya memeriahkan tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan semangat berkarya. Pada kegiatan pameran batik bordir ini yang didalamnya ada penampilan parade fashion show yang memadukan keindahan batik dengan kreatifitasserta kearifan lokal. Kirab Pusaka Nusantara dan Parade PUSAKA 2026 di Jawa Barat yang menampilkan pameran budaya, batik, dan kerajinan, serta Kirab Mahkota Binokasih dengan bertujuan untuk memperkuat pelestarian budaya daerah sehingga menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring pelaku kreatif budaya di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga mencakup pameran produk unggulan Nusantara, batik, bordir, dan fashion show budaya serta menyajikan ragam batik, bordir, dan kerajinan tangan Nusantara, serta menjadi ajang promosi budaya daerah. Acara ini, bersama kegiatan lain seperti Pameran Pusaka Nasional (keris) dan Festival Mattopang di Pontianak, menonjolkan warisan budaya Indonesia pada awal 2026, pameran ini berfokus pada produk unggulan Nusantara, seperti batik, bordir, aksesoris, dan kerajinan tangan. Ini merupakan pameran produk kreativitas dan budaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ketua DWP Kabupaten Majalengka beserta pengurus DWP kabupaten majalengka, bertempat di di Graha Manggala Siliwangi Bandung.
Laporan ini menerangkan kegiatan DW kecamatan Ipuh selama sebulan yang berfokus pada kesehatan jasmani, kebersamaan anggota, dan mempererat tali silaturahmi, serta memperingati Hari Kartini melalui kegiatan yang positif dan edukatif. Adapun kegiatan yang diikuti yaitu : 1. Senam bersama Yamaha, dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026 jam 09 s.d selesai bertempat di halaman kantor camat Ipuh peserta seluruh anggota DW 2.Lomba Fashion show busana Kartini dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026 jam 09.00 s.d selesai tempat Aula kantor camat Ipuh peserta perwakilan anggota DW. Demikian Laporan kegiatan bulanan ini dibuat dengan sebenarnya. Kami mengucapkan terimakasih kepada sponsor Yamaha, serta anggota yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat yang berkelanjutan. Mengetahui Ketua DW Kecamatan Ipuh Ny. Yuli Sepradanur
Hari/Tanggal: Selasa, 05 Mei 2026 Pukul: 08.00 s/d 09.30 WIB Tempat: Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Perumda Tirta Musi (DWP PTM) Kota Palembang Jalan Rambutan Ujung No. 18, 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II. Acara: Kegiatan Olahraga Latihan Beban yang didampingi Coach Eka. Dihadiri oleh Ketua DWP PTM Ny. Dwi Putri Teddy Andrian didampingi Wakil Ketua II Ny. Debby Noradiah Azharuddin beserta pengurus dan anggota. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 17 orang. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program bidang sosial budaya DWP PTM yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup anggota melalui aktivitas positif, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya kesehatan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot secara seimbang. Kegiatan latihan beban kali ini berfokus pada otot dan tangan menggunakan alat bantu band karet (resistence band) dipandu Coach Eka yang memberikan arahan secara sistematis, jelas, dan mudah diikuti oleh seluruh peserta. Latihan menggunakan band karet menjadi pilihan yang efektif karena bersifat fleksibel, aman, serta dapat digunakan oleh berbagai tingkat kemampuan, baik pemula maupun yang sudah terbiasa berolahraga. Dalam sesi ini, peserta melakukan berbagai gerakan yang berfokus pada pembentukan dan penguatan otot bokong (gluteus) seperti glute bridge dengan resistance band, squat band, lateral walk, dan kickback. Dalam sesi latihan ini, peserta melakukan gerakan seperti bicep curl, tricep extension, pull apart serta shoulder press dengan memanfaatkan elastisitas band karet sebagai tahanan. Coach Eka memberikan instruksi secara detail terkait teknik gerakan, posisi tubuh yang benar, serta pengaturan napas agar latihan dapat memberikan hasil yang maksimal sekaligus meminimalisir resiko cedera. Coach Eka secara aktif memberikan contoh gerakan serta koreksi terhadap posisi tubuh agar setiap latihan dilakukan dengan teknik yang benar. Peserta juga diajak melakukan pemanasan sebelum latihan guna menjaga fleksibilitas otot serta membantu proses pemulihan tubuh. Tidak hanya itu, peserta juga diajak melakukan pemanasan (warming up) sebelum latihan dimulai dan pendinginan (cooling down). Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat otot bokong dan tangan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu membentuk postur tubuh yang lebih ideal dan proporsional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya olahraga secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Manfaat dari latihan menggunakan band karet ini antara lain meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, serta mengurangi risiko cedera. Selain itu manfaat fisik, latihan ini juga memberikan dampak positif bagi kesehatan mental, seperti membantu mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Dengan latihan yang tepat dan berkelanjutan, penggunaan band karet dapat menjadi alternatif olahraga yang praktis, efisien, dan tetap memberikan manfaat optimal bagi kualitas hidup yang lebih baik. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, interaktif, dan kekompakan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat terus menjaga konsistensi dalam berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang memberikan dampak positif berkelanjutan, baik bagi kesehatan fisik maupun mental, serta memperkuat kebersamaan di lingkungan DWP PTM Kota Palembang.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya.
Bidang : Sekretariat.
Sub Bidang : Pembinaan Hubungan Keluar.
Program : Perayaan.
Keterangan Program :
1. Kegiatan : Menyelenggarakan Bazar dua kelinci .
2. Hari, Tanggal : Sabtu, 02 Mei 2026.
3. Waktu : 08.00 WIB – Selesai.
4. Lokasi : Pendopo Kelurahan Gebang Putih Jl. Gebang Putih No. 62 Kelurahan Gebang Putih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya Propinsi Jawa Timur 60119.
5. Penyelenggara : Pengurus DWP Kota Surabaya.
6. Jumlah Pengurus, Anggota, dan Tamu Undangan Yang Hadir :
7. Ketua Pengurus DWP Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya : Ibu Muhammad Aries Hilmi selaku Ketua Pengurus DWP Kecamatan Sukolilo.
8. Ibu Dra.Ec. Gusti Ayu Nuraini Sudibya, MM selaku Wakil Ketua Pengurus DWP Kecamatan Sukolilo.
9. Rapat Koordinasi membahas program program untuk kegiatan DWP Kecamatan Sukolilo.
10. Kegiatan berjalan lancar, aman dan terkendali
Dharma Wanita Persatuan DISNAKER Kabupaten Nganjuk Bidang : Sekretariat Program Kerja :Pembinaan hubungan keluaR Kegiatan : Perayaan Keterangan Program : 1. Dharma Wanita Persatuan DISNAKER Kabupaten Nganjuk 2. Hari : jUMAT 3. Tanggal : 01 Mei 2026 4. Waktu : Pukul 06.30- selesai 5. Tempat : Makam Marsinah Desa Nglundo Kecamatan Sukomoro Kab Nganjuk 6. Acara : Peringatan Hari Buruh Nasioanal Dalam rangka memperingati Hari Buruh Nasional , Dharma Wanita Persatuan DISNAKER telah mengikuti kegiatan Tabur Bunga Di Makam Marsinah Pahlawan Nasional yang mengusung tema Satu Tekad Satu Tujuan Sejahtera Bersama,Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jumat,01 Mei 2026 bertempat di Makam Marsinah Desa Nglundho Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung program nasional dalam rangka peringatan ahri buruh nasional.. Kegiatan ini dihadiri oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nganjuk, yaitu Bupati Nganjuk beserta istri, Wakil Bupati Nganjuk beserta istri,Perwakilan Perusahaan,Perwakilan Buruh se-Kabupaten Nganjuk, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk.Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya peringatan hari buruh nasional. Peringatan May Day 2026 (Hari Buruh Internasional) pada 1 Mei 2026 berfokus pada penguatan sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Manfaat utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan buruh melalui kebijakan pro-pekerja, mendorong kolaborasi demi kemajuan industri, serta menjadi momentum penyampaian aspirasi secara aman, damai, dan kondusif untuk produktivitas nasional.Berikut adalah manfaat detail peringatan May Day 2026:Peningkatan Kesejahteraan Pekerja: Momentum ini digunakan untuk memastikan perlindungan hak-hak buruh, yang ditandai dengan adanya komitmen pemerintah mengenai kenaikan upah minimum dan penyerahan simbolis klaim BPJS Ketenagakerjaan.Penguatan Hubungan Industrial Harmonis: Peringatan ini mendorong dialog yang lebih baik antara pekerja dan pengusaha untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang stabil dan kondusif.Peningkatan Produktivitas: Dengan tema "Pekerja Produktif, Indonesia Sejahtera", peringatan ini memotivasi pekerja untuk terus meningkatkan kualitas kerja demi kemajuan industri dan ekonomi.Layanan Sosial dan Aksi Nyata: Peringatan May Day di berbagai daerah diisi dengan aksi sosial, seperti pembagian paket sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan pemberian beasiswa untuk anak-anak pekerja.Momentum Aspirasi yang Kondusif: Peringatan ini menjadi wadah bagi serikat pekerja untuk menyuarakan aspirasi secara tertib dan aman. Pertama:May Day jadi momen penting untuk mengingatkan soal hak-hak dasar pekerja seperti upah layak, jam kerja manusiawi, dan kondisi kerja yang aman. Ketika isu-isu ini diperjuangkan, dampaknya juga dirasakan masyarakat luas, karena kesejahteraan pekerja berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi. Kedua:peringatan ini meningkatkan kesadaran publik tentang keadilan sosial. Banyak orang yang sebelumnya tidak terlalu peduli jadi ikut memahami tantangan yang dihadapi buruh, sehingga mendorong empati dan solidaritas sosial. Ketiga:May Day sering menjadi sarana menyampaikan aspirasi secara terbuka. Dalam sistem demokrasi, ini penting agar kebijakan pemerintah dan perusahaan bisa lebih berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan hanya kelompok tertentu. Keempat:dari sisi ekonomi, jika kesejahteraan pekerja meningkat, daya beli masyarakat juga naik. Ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat dan merata. Namun, manfaatnya bisa berkurang kalau perayaannya justru berujung ricuh atau mengganggu aktivitas publik secara berlebihan. Jadi, dampak positifnya sangat tergantung pada bagaimana May Day dijalankan apakah tertib dan konstruktif, atau sebaliknya. Kalau kamu mau, aku bisa jelasin juga dampak May Day di Indonesia secara spesifik atau sejarah kenapa tanggal 1 Mei dipilih.