NAMA KEGIATAN : PERTEMUAN PENGURUS DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN SUMENEP HARI/ TANGGAL : RABU, 6 MEI 2026 PUKUL :13.00 s/d SELESAI WIB TEMPAT : RUMAH IBU LELY EKO JL. KH. MANSYUR NO. 7A PANGARANGAN, SUMENEP PENYELENGGARA DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN SUMENEP JUMLAH YANG HADIR : 17 ORANG PENGURUS DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN SUMENEP Pertemuan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep merupakan salah satu agenda rutin yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja organisasi serta mempererat hubungan antar anggota. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan evaluasi program kerja yang telah dan akan dilaksanakan oleh pengurus. Diawali dengan Pembacaan Surat Yasin bersama -sama pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep.Dalam pertemuan ini, seluruh pengurus hadir dengan penuh semangat dan tanggung jawab untuk membahas berbagai hal penting yang berkaitan dengan pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep. Agenda utama biasanya meliputi evaluasi kegiatan sebelumnya, penyampaian laporan dari masing-masing bidang, serta perencanaan kegiatan yang akan datang. Melalui forum ini, setiap pengurus diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide, masukan, maupun kendala yang dihadapi, sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama-sama. Selain sebagai sarana koordinasi, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas anggota melalui pembinaan dan pengarahan. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep Ibu Ria Chainur Rasyid sering memberikan arahan terkait peningkatan peran perempuan dalam mendukung tugas suami sebagai aparatur sipil negara, serta pentingnya kontribusi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan kepedulian sosial senantiasa ditekankan dalam setiap pertemuan. Tidak hanya itu, pertemuan pengurus juga sering diisi dengan kegiatan tambahan seperti penyuluhan, berbagi pengetahuan, maupun kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan Pengurus, sehingga mampu berperan lebih optimal baik dalam keluarga maupun masyarakat. Dengan terselenggaranya pertemuan pengurus secara rutin, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep dapat terus berkembang menjadi organisasi yang solid, aktif, dan berdaya guna. Melalui kebersamaan dan komitmen seluruh pengurus, setiap program kerja dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
LAPORAN KEGIATAN E-REPORTING DWP DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KOTA BIMA 1.Nama Kegiatan:Pertemuan Rutin DWP Kota Bima & Sosialisasi Pola Hidup Sehat (PHS). 2. Bidang: Sekretariat/ Penataan Oeganisasi/Manahemen/ Sosialisasi dan konsolidasi 3.Tanggal & Waktu Pelaksanaan:Selasa, 05 Mei 2026 | 15.30 WITA s.d Selesai. 4.Tempat:Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima. 5. Penanggung jawab kegiatan: DWP Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima dan DWP Sekwan Kota Bima dengan menghadirkan Narasumber Sosialisasi: Zeha Fulniawan (Healthy Planner Consultant). 6.Peserta: ibu Ketua DWP Hj.ST.Atika H.Fakhrunroji didampingi oleh ibu Wakil Ketua 1 Ny.Hj.Fatimah H.Supratman dan Ibu Wakil Ketua 3 Ny. Anita Setiawati H.M.Saleh dan ibu2.Ketua DWP Dinas/Badan/Kantor/Bagian Lingkup Pemkot Bima (beserta 4 anggota).Ketua DWP Kecamatan se-Kota Bima. Berjumlah 200 orang. 7. Deskripsi Kegiatan: 4 anggota DWP Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima; Ny. Siti Hijriani Imran. Ny. Ayu Edi, Ny. Marlina Awalyah dan Ny. Hardiati Dahlan menghadiri acara Pertemuan Rutiin DWP Kota Bima pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2026, di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima. Kegiatan diawali dengan Pembacaan Ayat2 Suci Al-Qur'an, kemudian dilanjutkan doa bersama, menyanyikan Mars DWP dan dilanjutkan dengan Kata pengantar dari DWP OPD yang bertugas dalam hal ini di sampaikan oleh Ketua DWP Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, Ny. Hj Sri Nunung Andryani H.Soekarno. Selanjutnya Arahan dari Ketua DWP Kota Bima Ny. Hj. St Atika H.Muhammad Fakhrunraji. Dalam arahanya Ketua DWP Kota Bima menyampaikan: bahwa pertemuan rutin sebagai sarana menyambung silaturahmi demi menumbuhkan kebersamaan dan kekompakan agar anggota DWP menjadi istri yang hebat, cerdas, dan berdaya, untuk itu mari kita tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan ini, serta tetap menjalin tali silaturahmi antar sesama anggota DWP. Acara di isi dengan sosialisasi materi "Pola Hidup Sehat Beserta Pencegahan Penyakit dan Pengenalan Sky Tumbler & Pitcher Hydrogen Alkali". Poin-Poin Utama Materi: Kesehatan Usia 35+: Menekankan kewaspadaan terhadap kerentanan otot dan beban pikiran (stres).6 Pilar Pencegahan Penyakit:Gizi seimbang.Memperbaiki pola makan (mengurangi gula, karbohidrat tinggi, dan menghindari polusi). Menjaga kesehatan mental dan mengelola stres. Rutin berolahraga. Menghindari dehidrasi (kecukupan air). Konsisten dalam menjalankan pola hidup sehat. Edukasi Air & Wadah: Bahaya kandungan BPA pada botol plastik sekali pakai yang dapat mengganggu hormon, serta pentingnya detoksifikasi tubuh untuk mencegah sembelit akibat radikal bebas. Kampanye Lingkungan: Anggota diimbau membawa tumbler sendiri untuk mengurangi sampah plastik. 8.Petugas Pelaksana:Dinas Pariwisata & Sekretariat DPRD Kota Bima. 9.Hasil yang Dicapai: Meningkatnya pemahaman anggota DWP mengenai pentingnya mencegah penyakit sejak dini ("Mencegah lebih baik daripada mengobati") serta terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antar unit kerja lingkup Pemerintah Kota Bima. 10.Penutup:Kegiatan berjalan dengan lancar dan ditutup dengan komitmen bersama untuk menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga masing-masing.
Mengikuti seminar melalui ZOO meting yang dilaksabakan oleh Dharma Wanita Persatuan provinsi Banten. seminar mengenai memahami menopouse sebagai fase alami kehidupan wanita. Menopause adalah fase alami dalam kehidupan wanita yang menandai berakhirnya siklus menstruasi secara permanen. Secara medis, seorang wanita dikatakan memasuki menopause setelah tidak mengalami haid selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain. Fase ini biasanya terjadi pada usia sekitar 45–55 tahun, meskipun bisa lebih cepat atau lambat tergantung kondisi individu. Menopause bukan penyakit, melainkan bagian normal dari proses penuaan yang berkaitan dengan penurunan fungsi ovarium dan produksi hormon, terutama estrogen dan progesteron. Selama masa transisi menuju menopause (perimenopause), wanita dapat mengalami berbagai perubahan, seperti: Siklus haid yang tidak teratur Rasa panas tiba-tiba (hot flashes) Keringat malam Perubahan suasana hati Gangguan tidur Penurunan kepadatan tulang Setelah menopause, tubuh juga mengalami penyesuaian jangka panjang, seperti peningkatan risiko osteoporosis dan penyakit jantung. Meski demikian, menopause bisa dikelola dengan baik melalui pola hidup sehat, seperti: Konsumsi makanan bergizi seimbang Olahraga teratur Menjaga kesehatan mental Konsultasi medis jika gejala mengganggu Intinya, menopause adalah tahap alami yang dialami semua wanita, dan dengan pemahaman yang baik, fase ini dapat dijalani dengan sehat dan nyaman.
Dharma Wanita Persatuan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sukabumi telah mengikuti Kegiatan Pengajian Rutin Majlis Taklim Mubarakah Pendopo Sukabumi khsususnya Bidang Sosial Budaya Program Ketahanan Keluarga dan Kegiatan Iman dan Takwa. Pelaksana Kegiatan Pengajian Rutin Mubarakah Pendopo Majlis Taklim Mubarakah Pendopo ini Tim Penggerak PKK POKJA I Kabupaten Sukabumi dan bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukabumi. Kegiatan Pengajian Majlis Taklim Mubarakah Pendopo ini dilaksanakan pada : Hari/ Tanggal : Rabu. 6 Mei 2026] Pukul : 08.30 WIB s.d Selesai Tempat : Aula Pendopo Sukabumi Jl.Ahmad Yani No.36 Sukabumi Kegiatan Pengajian Rutin ini dihadiri oleh Ibu Hj. Erni Ade Suryaman (Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukabumi), Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukabumi Perangkat Daerah dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi dan mustami Majlis Taklim Mubarakah Pendopo Sukabumi. Narasumber : Ustadzah Hj.Siti Saodah, S.Ag, M.Si Keterangan Program : Kegiatan Pengajian Rutin ini diawali dengan do’a dan dzikir bersama yang dipimpin oleh Ibu Yanti (Pelaksana Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi). Materi yang disampaikan oleh Ustadzah Hj.Siti Saodah, S.Ag, M.Si dengan tema : “LIMA HAL YANG MENGHALANGI KESOLEHAN SESEORANG” Berdasarkan Pendapat Syaddina Ali Ra, terdapat lima hal yang menjadi penghalang kesolehan seseorang terutama dalam konteks sosial : 1.Senang Dengan Kebodohan Menyukai kebodohan artinya malas menuntut ilmu, maka siapa yang tidak mempunyai ilmu ibadahnya pun akan tertolak. Terhalang kemuliaan dari Allah dan ketinngalan derajat tinggi di sisi Allah. Padahal mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap orang. Dalam Islam, derajat tinggi di hadapan Allah diberikan kepada orang yang beriman dan berilmu. Dasar dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11: “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” 1.Orang yang beriman Memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah, sehingga hidupnya terarah dan penuh ketaatan. 2.Orang yang berilmu Ilmu membuat seseorang memahami mana yang benar dan salah, serta membimbing dalam beribadah dengan benar. Inilah yang paling tinggi derajatnya, karena: Ilmu tanpa iman bisa menyesatkan dan Iman tanpa ilmu bisa lemah. Tetapi Iman dan ilmu itu apabila digabungkan menjadi sempurna dan diridhai oleh Allah. Derajat tinggi di hadapan Allah bukan hanya karena iman saja, tetapi iman yang disertai ilmu dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mencari ilmu adalah kewajiban (fardhu ‘ain) bagi setiap muslim. Dalam ajaran Islam, hal ini ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW : “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” Makna fardhu ‘ain adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap individu, tidak bisa diwakilkan oleh orang lain. Ilmu yang termasuk fardhu ‘ain antara lain :Ilmu tentang akidah (keimanan) ,Ilmu tentang ibadah (shalat, puasa, zakat, dll.) dan Ilmu tentang halal dan haram dalam kehidupan sehari-hari Dengan ilmu, seseorang bisa, Beribadah dengan benar, Membedakan yang haq dan yang batil dan Mendapat derajat tinggi di sisi Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.” Mencari ilmu bukan sekadar pilihan, tetapi jalan utama untuk keselamatan dunia dan akhirat. 2.Tamak akan dunia (Cinta Dunia) Secara berlebihan mencintai dunia mengakibatkan lupa akhirat dan melanggar hak orang lain. Rakus adalah sifat Binatang yang perlu kita imbangi dengan sifat kemanusaiaan. Kenikmatan dunia itu terbatas dan sementara yang lebih baik adalah balasan bagi orang bertakwa. Balasan tersebut berupa: -Surga dengan sungai yang mengalir -Kehidupan kekal -Pasangan yang suci -Yang paling utama mendapatkan ridha Allah Orang yang beriman dan bertakwa termasuk dengan menuntut ilmu kan mendapatkan balasan yang jauh lebih baik daripada kenikmatan dunia, yaitu kebahagiaan abadi di akhirat. 3.Kikir atau bakhil dengan kelebihan harta Enngan berbagi atau bersedekah padahal memiliki kelebihan harta yang akhirnya merusak rasa empati masyarakat. Sifat bakhil (kikir) bisa dipahami dalam dua bentuk utama, yaitu secara pribadi dan sosial: 1.Bakhil secara pribadi Yaitu sifat kikir terhadap diri sendiri. Misalnya: Tidak mau menggunakan harta untuk kebutuhan yang baik dan halal.Menahan diri dari hal yang sebenarnya bermanfaat (makan layak, kesehatan, pendidikan) , Takut berlebihan terhadap kekurangan hingga menyiksa diri.Padahal dalam ajaran Islam, kita dianjurkan untuk hidup seimbang, tidak boros tapi juga tidak kikir. 2.Bakhil secara sosial Yaitu kikir terhadap orang lain. Contohnya: Tidak mau bersedekah atau berzakat padahal mampu., Tidak membantu orang yang membutuhkan, dan Enggan berbagi ilmu, tenaga, atau harta. Ini yang lebih berbahaya, karena selain merugikan diri sendiri, juga merusak hubungan sosial dan menghambat kebaikan di masyaraka Sifat bakhil, baik pribadi maupun sosial, adalah sifat tercela yang harus dihindari. Islam mengajarkan sikap dermawan dan seimbang, karena harta adalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban. 4.Riya (Pamer dalam kelebihan harta) Melakukan kebaikan bukan karena Allah melainkan untuk dipuji manusia dan menghilangkan ketulusan. Riya adalah sifat ingin dipuji atau dilihat manusia dalam beramal, padahal yang seharusnya kita cari adalah penilaian dari Allah dengan Ikhlas. Dalam ajaran Islam riya termasuk penyakit hati, karena amal dilakukan bukan murni karena Allah. sedangkan ikhlas adalah memurnikan niat hanya untuk Allah, tanpa mengharap pujian manusia. Cara menghindari riya dengan cara meluruskan niat sebelum, saat, dan setelah beramal ,tidak terlalu memikirkan penilaian manusia, lebih banyak beramal secara sembunyi-sembunyi dan mengingat bahwa Allah Maha Mengetahui isi hati Nilai amal kita bukan di mata manusia, tapi di sisi Allah. Maka yang paling penting bukan terlihat baik, tapi benar-benar baik di hadapan-Nya dengan hati yang ikhlas. 5.Bangga diri (Ujub/Sombong) Ujub adalah merasa diri paling benar dan merendahkan orang lain. Dalam ajaran Islam, ujub termasuk penyakit hati yang berbahaya karena bisa merusak amal. Merasa diri paling benar dan sulit menerima nasihat ,menganggap orang lain lebih rendah , bangga berlebihan terhadap amal, ilmu, atau ibadah dan tidak menyadari kekurangan diri Orang yang rentan menimbulkan ujub Beberapa kondisi yang sering memicu ujub: 1.Orang berilmu, merasa paling tahu dan meremehkan orang lain 2.Orang ahli ibadah, merasa ibadahnya paling baik 3.Orang kaya atau punya jabatan, merasa lebih tinggi dari orang lain 4.Orang yang sering dipuji, akhirnya percaya diri secara berlebihan Bahaya ujub 1.Amal bisa tidak diterima karena tidak disertai kerendahan hati 2.Menutup diri dari kebenaran dan nasihat 3.Menimbulkan kesombongan (takabbur) 4.Menjauhkan dari sifat ikhlas Cara menghindari ujub dengan menyadari bahwa semua kelebihan adalah karunia Allah, banyak muhasabah (introspeksi diri) , mengingat dosa dan kekurangan diri ,tidak berlebihan dalam menerima pujian dan berdoa agar dijaga dari penyakit hati Ujub membuat seseorang tertipu oleh dirinya sendiri. Orang yang selamat adalah yang rendah hati, selalu merasa butuh kepada Allah, dan tidak pernah merasa paling benar. DWP BKPSDM yang mengikuti : 1.Ibu Ayu Arif (Sekretaris DWP) 2.Ibu Dede Caca (Ketua Bidang Sosial Budaya)
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DATA KEGIATAN Bidang: Sosial Budaya Nama Kegiatan: Partisipasi Senam Sehat Bersama DWP Provinsi Kalimantan Timur Hari/Tanggal: Rabu, 06 Mei 2026 Waktu:07.30 WITA s.d. Selesai Tempat: Kantor Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kaltim, Jl. MT. Haryono, Samarinda Pada hari Rabu, 06 Mei 2026, Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur telah mengikuti kegiatan Senam Sehat Bersama yang diselenggarakan oleh DWP Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin untuk mendukung pola hidup sehat dan penguatan relasi antar unit kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan yang dimulai pada pukul 07.30 WITA ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Ibu Karina Akbari Jaya Mualimin, dengan didampingi oleh jajaran pengurus inti, antara lain Ibu Eka Sulistya Yunus dan Ibu Siswati Zulkifli. Kehadiran pimpinan beserta pengurus ini menunjukkan komitmen penuh DWP Dinas Kesehatan dalam mendukung setiap agenda besar yang diinisiasi oleh DWP Provinsi. Pelaksanaan senam yang bertempat di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kaltim ini berlangsung sangat meriah dengan partisipasi kurang lebih 50 orang peserta. Selain delegasi dari Dinas Kesehatan, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, menciptakan atmosfer persaudaraan yang kuat di antara para istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam rangkaian acara tersebut, seluruh peserta mengikuti setiap gerakan instruktur dengan antusiasme tinggi. Melalui partisipasi aktif ini, diharapkan para anggota DWP Dinas Kesehatan tidak hanya mendapatkan manfaat kebugaran fisik dan kesehatan mental, tetapi juga mampu memperluas jaringan komunikasi (networking) serta menjalin tali silaturahmi yang lebih erat dengan anggota DWP dari OPD lain. Kegiatan senam sehat ini diakhiri dengan sesi ramah tamah yang semakin memperkokoh rasa kebersamaan. Secara keseluruhan, acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala suatu apa pun, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan bukti kehadiran dalam pelaporan organisasi. --- POIN-POIN PENTING 1. Tujuan: Meningkatkan derajat kesehatan anggota dan memperkuat sinergitas antar-OPD. 2. Output: Terjalinnya silaturahmi yang harmonis antara pengurus DWP Dinas Kesehatan dengan DWP instansi lain. 3. Keterangan Tambahan:Peserta menggunakan Seragam Olahraga DWP yang berlaku.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah yang diketuai oleh Ny. Eka M Eko Sulistiono menghadiri Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 6 Mei 2026. Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat Gedung DWP Prov. Kalteng, Jl. Diponegoro, Palangka Raya. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DWP Prov Kalteng Ny. Sari Agustan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran DWP sebagai organisasi istri ASN dalam mendukung ketahanan keluarga. Pertemuan kali ini mengangkat agenda _“Pencegahan Penyebaran Paham Radikal dan Kekerasan pada Anak melalui Game Online”_ dengan narasumber dari Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 AT Polri. Narasumber memaparkan bahwa game online dapat disalahgunakan sebagai sarana penyebaran paham radikal dan konten kekerasan yang menyasar anak-anak. Oleh karena itu, pengawasan orang tua, literasi digital keluarga, serta komunikasi aktif antara anak dan orang tua menjadi kunci pencegahan. Pertemuan rutin DWP Prov. Kalteng diharapkan dapat memperkuat sinergi antar unsur DWP se-Kalimantan Tengah dalam mendukung program pemerintah dan menjaga keharmonisan keluarga ASN.
Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Mengunjungi Tenant Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang berpartisipasi dalam kegiatan Bazar Murah Utama dengan membuka Layanan Penerbitan Izin Usaha bagi pelaku UMK perorangan pada hari Rabu, 6 Mei 2026 bertempat di Halaman Gedung TP PKK Kota Bandung Jl. Sukabumi Dalam No. 30 Kacapiring. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mensosialisasikan salah satu program layanan baru yaitu Penerbitan Izin Usaha bagi pelaku UMK perorangan melalui layanan SAKEDAP. Layanan SAKEDAP (Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu dan Cepat) adalah aplikasi dan layanan keliling yang memudahkan pelaku UMKM dan masyarakat untuk membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) serta berbagai perizinan berusaha secara cepat, gratis, dan mudah. Pada kesempatan ini Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung mendapatkan edukasi dan penjelasan dari petugas layanan mengenai betapa mudahnya persyaratan untuk membuat Nomor Induk Berusaha yaitu KTP, Telepon Selular dengan jaringan internet, nomor Whatsapp dan alamat email aktif, NPWP dan menunjukan foto kegiatan usaha. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung Bapak Eric Mohamad Atthauriq, S.H. menyampaikan bahwa layanan SAKEDAP merupakan inovasi jemput bola DPMPTSP untuk mempermudah penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) langsung ke masyarakat. Dengan adanya layanan SAKEDAP ini diharapkan semua pelaku usaha perorangan dapat dengan mudah membuat IRT dan sertifikasi halal untuk produk usahanya. Terdapat dua format layanan sakedap yaitu SAKEDAP Keliling yaitu Petugas turun langsung ke kecamatan atau kelurahan agar pelaku usaha tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor dinas dan SAKEDAP Drive Thru yaitu layanan cepat tanpa turun dari kendaraan yang tersedia di titik-titik tertentu. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Hj. Nani Widyawati Gun Gun Sumaryana S.ip, Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Listya Apep, Wakil Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Fitri Novani Dedet Ferdiana dan Bendahara Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ibu Tresna Dewi Noor Ardi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memahami dan menambah wawasan mengenai betapa pentingnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk para pelaku usaha perorangan agar dengan mudah mendapatkan legalitas yang sah. Dengan memiliki NIB akan memudahkan pelaku usaha untuk meningkatkan usahanya dengan membuat Izin Rumah Tangga dan sertifikasi halal.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan kegiatan Bidang Sosial Budaya sebagai bentuk implementasi program kerja tahun berjalan. Kegiatan ini berupa Wawasan Keanekaragaman Budaya dengan tema mengenal lebih dalam nilai-nilai budaya Minangkabau. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja bidang Sosial Budaya yang berfokus pada pembentukan sikap saling mendukung, memperkuat kerja sama, serta menciptakan rasa kekeluargaan antaranggota organisasi. Menindaklanjuti hal tersebut, DWP DKP Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan seminar tentang perempuan Minangkabau pada hari Rabu, 6 Mei 2026, pukul 13.00-15.30 WIB, bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Padang. Unsur pelakasana: Koordinator Bidang Sosial budaya, Ny. Mona Indra, Anggota: Ny. Reni Syaharudin sebagai MC, Ny. Rita Rivo sebagai Dirijen, Ny. Mulya Ikhsan pembaca Al-Quran dan Ny. Intan Abimayu sebagai pembaca doa. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri atas Ketua DWP DKP, Ny. Nola Syefdinon; Sekretaris, Ny. Dhila Alif; 12 anggota DWP DKP; serta 6 orang karyawati DKP. Susunan acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, dilanjutkan doa bersama, serta sambutan dari Ketua DWP DKP, Ny. Nola Syefdinon. Dalam sambutannya, beliau mengimbau agar kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap budaya Minangkabau serta dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada inti acara, panitia menghadirkan narasumber Ibu Hj. Fauriza, S.Pd., yang merupakan Bundo Kanduang Kota Padang, Seksi Adat. Beliau memaparkan materi tentang peran perempuan dalam budaya Minangkabau. Perempuan memiliki berbagai peran penting, antara lain sebagai anak, saudara (kakak/adik), istri, ibu (mandeh), etek/maktuo, bako, ipar/bisan, mertua, hingga sebagai bagian dari masyarakat. Selain itu, beliau juga menjelaskan filosofi Sumbang 12, yaitu pedoman sikap dan perilaku perempuan Minangkabau, yang meliputi: (1) duduk, (2) berdiri, (3) berjalan, (4) berkata (bakato), (5) makan, (6) melihat (maliek), (7) berpakaian, (8) bergaul (bagaua), (9) berperilaku (korenah), (10) bertanya (batanyo), (11) menjawab (manjawek), dan (12) bekerja (karajo). Nilai-nilai ini menjadi pedoman etika agar perempuan dapat bersikap sopan, santun, dan sesuai dengan norma adat serta ajaran agama. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Ny. Hesti Wandi, mengajukan pertanyaan terkait polemik pernikahan beda adat dalam masyarakat Minangkabau. Narasumber menjelaskan bahwa adat hadir bukan untuk mempersulit, melainkan sebagai pedoman agar kehidupan tetap selaras dengan nilai agama. Apabila terdapat perbedaan, sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah agar tercapai kesepakatan yang baik dan pernikahan dapat berjalan lancar. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa perempuan Minangkabau memiliki kepekaan perasaan, kemampuan beradaptasi yang baik, serta peran penting dalam menciptakan kenyamanan dan keharmonisan dalam keluarga. Pada akhir acara, narasumber mengajak seluruh anggota DWP DKP untuk terus melestarikan adat, khususnya terkait peran perempuan Minangkabau, sebagai upaya menjaga identitas diri, mewariskan nilai dan norma, serta mempertahankan kearifan lokal. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan bagian dari laporan pertanggungjawaban program kerja bidang Sosial Budaya. Secara keseluruhan, acara berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, serta mencerminkan nilai kekeluargaan yang kuat di lingkungan organisasi. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran Bidang Sosial Budaya DWP DKP Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat hubungan antaranggota.
DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KELAUTAN & PERIKANAN KABUPATEN BIMA MENGGELAR PERTEMUAN RUTIN BULAN MEI TAHUN 2026 Assalamu’alaikum, Warrahmatullahi Wabarakatuh. Sehubungan dengan kegiatan di atas kami sampaikan laporan hasil pelaksanaan kegiatan pertemuan rutin DWP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima sebagai berikut : Bidang : Sekretariat Program Kerja : Informasi & Humas Jenis Kegiatan : Penyampaian Informasi 1. Pelaksanaan : a. Hari/ Tanggal : Rabu, 6 Mei 2026 b. Jam : 09.45 – 12.00 WITA c. Tempat : Aula Dinas Kelautan & Perikanan Kab.Bima 2. Dihadiri oleh : Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima yaitu Ny. Siti Salmah Tajuddin. Kepala Dinas kelautan dan Perikanan kabupaten Bima Selaku Penasehat DWP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Bapak Tajuddin. Juga dihadiri oleh 30 anggota & pengurus DWP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima antara lain Ny. Siti Salmah Tajuddin ( Ketua DWP Dinas Kelautan Perikanan Kab. Bima ), Ny. Juraidah Fissabilil Haq ( Wakil Ketua I ), Ny. Yusmiati Muh Yulhaidin ( Wakil Ketua II ), Ny. Nurwadiah Firdaus ( Wakil Ketua III ), Ny. Sri Rahma Juliati Zulkifli ( Sekretaris I ), Ny. Jaenab Eka Indra ( Sekretaris II ), Ny. Rosdiana M. Arfian Pilar ( Bendahara I ), Ny. Endang Kurniati A.Farid ( Bendahara II ), Ny. Rifa’ah Isra ( Ketua Bidang Pendidikan ), Ny. Arfah Dedi Abdurrahmansyah ( Ketua Bidang Sosial Budaya ), dan beberapa anggota yaitu Ny. Ayu Rahmawati Supardan, Ny. Leni Werang Asfian, Ny. Rohani Fery Sanafer, Ny. Nuraini Sahbuddin, Ny. Sri Yanti Suhardin, Ny. Fitrah Hamzah, Ny. Dewi Purnama Subhan, Ny. Nuraini Muchlis, Ny. Nurwahidah Faturrahman, Ny. Suriati Abdul Haris, Ny. Sri Endang Anwar, Ny. Ernawati Anwar, Ny. Nurmi A.Majid, Ny. Sri Wahyuni A.Rahmad, Ny. Marwah Asikin, Ny. Nurlaila Hasyim. 3. Petugas acara : MC : Ny. Winda Aryati Muhammad Rusdi Afif. Pembacaan Kalam Ilahi : Ny. Rifa’ah Isra. Doa : Ny. Nurlaela Nurhasyim. Dirigen : Ny. Ayu Supardan. Pembacaan Notulen: Ny. Jaenab Eka Indra Jaya. Kata Pengantar: Ny. Rifa’ah Isra. 4. Pengisian acara : Dalam rangka Kegiatan Pertemuan Rutin sekaligus pembinaan Kepala Dinas Selaku Penasehat DWP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima 5. Susunan acara sebagai berikut : 1) Pembukaan, 2) Pembacaan Kalam Illahi, 3) Doa, 4) Kata Pengantar, 5) Menyanyikan Mars dan Hymne Dharma Wanita Persatuan, 6) Pembacaan Notulen, 7) Sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bima, 8) Pembinaan Kepala Dinas Selaku Penasehat DWP Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bima, 9) Arisan, dilanjutkan dengan 10) foto bersama. Ibu-ibu peserta Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan yang kami hormati, Dalam pelaksanaan Pertemuan Rutin terdapat beberapa hal yang menjadi catatan dan masukan, antara lain: Dalam Penyampaian Kata pengantar yang di sampaikan oleh Ny. Rifa’ah Isra selaku Ketua Bidang Pendidikan DWP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, menyampaikan bahwa ; 1. Pembukaan diawali dengan ucapan salam, puji syukur ke hadirat Allah SWT, serta shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. 2. Penyampaian penghormatan kepada Ibu Ketua, Wakil Ketua, serta seluruh pengurus dan anggota DWP Dislutkan Kab. Bima 3. Ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan Sehingga seluruh peserta dapat berkumpul dalam suasana yang baik dan penuh kebersamaan. 4. Ucapan terimakasih kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan pertemuan rutin. 5.Penyampaian bahwa kegiatan dilaksanakan oleh bidang pendidikan sebagai bagian dari agenda rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima. Dalam penyampaian pembinaan oleh Bapak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bima sebagai Penasehat Dharma Wanita Persatuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, dijelaskan bahwa : Sambutan diawali dengan ucapan salam, puji syukur kepada Allah SWT, serta harapan agar seluruh peserta senantiasa mendapatkan keberkahan dan kesehatan. Kepala Dinas menyampaikan apresiasi kepada Ketua, pengurus, dan seluruh anggota Dharma Wanita yang tetap konsisten hadir dan aktif mengikuti kegiatan organisasi. Disampaikan pentingnya menjaga kekompakan, kebersamaan, dan semangat partisipasi dalam mendukung kegiatan Dharma Wanita maupun kegiatan kedinasan. Kepala Dinas menyampaikan informasi terkait kegiatan dan kunjungan dari pihak kementerian yang berkaitan dengan program kelautan dan perikanan di wilayah Kabupaten Bima. Disampaikan rasa syukur atas berbagai capaian dan dukungan yang diberikan oleh seluruh pihak dalam pelaksanaan program dan kegiatan dinas. Kepala Dinas juga menyinggung pentingnya menjaga kesehatan dan kebersamaan di lingkungan keluarga besar Dinas Kelautan dan Perikanan. Kepala Dinas berharap seluruh pengurus dan anggota tetap menjaga semangat kerja sama, kekeluargaan, dan mendukung kemajuan organisasi Dharma Wanita Persatuan serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima. Disampaikan pembahasan terkait pengelolaan iuran atau partisipasi anggota yang dibicarakan secara musyawarah bersama untuk mendukung kebutuhan organisasi dan kegiatan bersama. Kepala Dinas menekankan pentingnya keterbukaan, koordinasi, dan kesepakatan bersama dalam setiap pengambilan keputusan organisasi. Dibahas pula mengenai kesiapan dan pengorbanan waktu dalam melaksanakan tugas serta kegiatan lapangan yang terkadang membutuhkan waktu hingga larut malam atau lebih dari satu hari. Disampaikan bahwa seluruh kegiatan yang dijalankan memerlukan kerja sama, kekompakan, dan tanggung jawab bersama agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik. Kepala Dinas berharap seluruh anggota tetap menjaga semangat kebersamaan dan terus mendukung kegiatan Dharma Wanita Persatuan maupun program Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima. Dalam Sambutan dan Arahan oleh Ny. Siti Salmah Tajuddin selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima menyampaikan bahwa ; 1. Sambutan diawali dengan penyampaian puji syukur ke hadirat Allah SWT serta shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima pada pertemuan rutin bulanan. 2. Ketua menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keaktifan serta partisipasi seluruh anggota dalam mengikuti kegiatan rutin Dharma Wanita Persatuan setiap bulan. 3. Pertemuan rutin dinilai sebagai wadah silaturahmi, pembelajaran organisasi, serta sarana mempererat kebersamaan dan kekompakan antaranggota. 4. Pengurus dan anggota diharapkan terus aktif menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing serta membangun kerja sama yang baik dalam organisasi. 5. Ketua mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan kehadiran dalam setiap kegiatan karena pertemuan rutin hanya dilaksanakan satu kali dalam sebulan. 6. Disampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota dan pengurus yang tetap aktif hadir dan mendukung kegiatan Dharma Wanita Persatuan. 7. Ketua mengajak seluruh anggota mendoakan anggota yang belum sempat hadir agar dapat bergabung kembali pada pertemuan berikutnya. 8. Disampaikan informasi agenda kegiatan Dharma Wanita Persatuan tingkat Kabupaten Bima yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dan diharapkan seluruh anggota dapat berpartisipasi. 9. Ketua menekankan pentingnya menjaga kekompakan, kerja sama, dan semangat kebersamaan dalam mendukung seluruh program organisasi. 10. Disampaikan pula persiapan menghadapi kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke-23 Tahun 2026 yang membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh anggota. 11. Ketua berharap seluruh anggota terus menjaga semangat pengabdian, tanggung jawab, dan kebersamaan demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima. Demikian Laporan Rapat Rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima yang dilaksanakan pada tanggal 06 Mei Tahun 2026. Lampiran : Foto Kegiatan DWP Dislutkan Kab. Bima
Perwakilan pengurus DWP Dinas Lingkungan Hidup Menghadiri undangan Pertemuan Bulanan DWP Kabupaten Toli-toli yang dirangkaikan dengan penyerahan pemberian Bantuan BUMIL KEK.kegiatan ini Berkolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Toli-toli, Dinas Kesehatan, dan Penyuluh Keluar Berencana. Pada hari selasa 5 Mei 2026 di sekretariat DWP Kabupaten Toli-toli Jl. Veteran samping Kantor Camat Baolan Toli-toli, pukul 16.00 wita. strategis yang aktif dilakukan DWP Kabupaten Toli-toli Tahun 2026 untuk menekan angka stunting, khususnya melalui intervensi pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronis . Bentuk Upaya Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Toli-toli Dalam mendukung kesehatan ibu dan Anak .Tujuan Dharma Wanita Persatuan melaksanakan pendampingan dan pemberian bantuan sembako kepada ibu hamil Kurang Energi Kronik sangat sejalan dengan program kerja organisasi DWP khususnya dalam bidang Sosial Budaya dan Kesehatan keluarga.Sesuai dengan program kerja DWP dalam meningkatkan kepedulian sosial, kegiatan ini membantu meringankan beban ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi yang layak. Fokus utama kolaborasi ini adalah memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup selama masa kehamilan untuk mencegah anak lahir dengan berat badan rendah yang berisiko Stunting. Kegiatan pada hari ini bukan hanya memberikan bantuan tetapi kami kombinasi bantuan fisik dan edukasi Dengan mengundang koordinator balai Penyuluh KB, Bapak Ismail Yusuf dan penyuluh kesehatan BUMIL KEK Bidan Sutriani, Melalui edukasi dari bidan dan penyuluh KB,dengan adanya Penyuluh KB dan Bidan pendamping BUMIL KEK mendapatkan pemahaman tentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pola asuh tepat, dan gizi seimbang untuk mencegah anak mengalami stunting.Edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, KB pasca persalinan, dan metode kontrasepsi untuk mengatur jarak kehamilan. DWP Fokus membantu ibu hamil untuk mengubah perilaku gizi, sehingga kesehatan ibu terjaga dan risiko melahirkan bayi stunting dapat diminimalisir dan bukan hanya bergantung pada bantuan makanan tambahan semata, melainkan menjadi mandiri dalam memperbaiki gizi untuk mencegah stunting. Tujuan diadakan Pertemuan DWP memberikan Edukasi untuk Membina anggota DWP agar memiliki pengetahuan yang memadai, sehingga mereka dapat membina keluarganya masing-masing, serta menjadi agen perubahan di lingkungan tempat tinggal. Melalui kegiatan ini, adapun arahan Ketua DWP Kabupaten Toli-toli Ny.IDAYANTI M.N MASHYUR Namun Berhalangan Hadir Sambutan diwakili oleh wakil Ketua III Ny. SURIANTI ABD GANI menyampaikan sambutan Ketua DWP, pesan singkat Beliau kepada anggota DWP Kabupaten Toli-toli, Dengan adanya program ungglan DWP menjadi lebih produktif dan berpengetahuan luas dalam mendukung kesejahteraan keluarga serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.Ketua DWP berharap anggota DWP tidak hanya menerima informasi, tetapi mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kesehatan keluarga, mendukung Program pemerintah khususnya di bidang nutrisi dan keluarga berencana, serta mencerdaskan anak bangsa Melalui pemenuhan gizi sejak dalam kandungan pencegahan stunting dari Hulu DWP memberikan bantuan berupa sembako Yang terdiri dari beras,susu, telur, dan buah. Untuk memastikan ibu hamil KEK mendapatkan nutrisi cukup, mencegah resiko Berat badan lahir rendah dan mencegah stunting. Penerima bantuan BUMIL KEK Hari ini adalah 5 Orang dan anggota DWP yang Hadir berjumlah 26 orang.