Wakil ketua DWP Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo menghadiri Rapat Kerja DWP Kabupaten Purworejo pada Hari Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 08.30 wib - Selesai di Aula Gedung PKK Kabupaten Purworejo. Rapat kerja dihadiri oleh Ibu Indah Herlawati Suranto selaku Ketua DWP Kabupaten Purworejo, Wakil Ketua DWP Kabupaten Purworejo, Pengurus DWP Kabupaten Purworejo dan Ketua/ Anggota DWP UP. Dinas/Badan di lingkungan Pemeirntah Kabupaten Purworejo. Rapat kerja membahas tentang Pengolahan Minyak Jelantah dengan Narasumber Ibu Rahayu Lestari
Kecamatan Kupitan (Humas MTsN 2 Sijunjung) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 2 Sijunjung kembali menghadirkan inovasi dalam kegiatan rutinnya. Pada pertemuan bulanan Mei 2026, DWP MTsN 2 Sijunjung mengusung konsep berbeda dengan menggelar kegiatan tadabur alam sebagai sarana membangun kesadaran spiritual sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota. Pada Sabtu, 09 Mei 2026 kagiatan rutin DWP MTsN 2 Sijunjung dilaksanakan di kawasan Bukit Ponggang, batu manjulur Kecamatan Kupitan. Tidak hanya sekadar pertemuan rutin, kegiatan ini dirancang sebagai momentum refleksi diri dengan memanfaatkan keindahan alam sebagai media pembelajaran spiritual. Ketua DWP MTsN 2 Sijunjung, Ny. Fadhillah Aitrizal, menyampaikan bahwa pemilihan konsep tadabur alam bertujuan untuk memberikan suasana baru yang lebih menyegarkan dan bermakna bagi seluruh anggota. Menurutnya, kegiatan di alam terbuka mampu menghadirkan ketenangan batin serta memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT. “Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak seluruh anggota untuk tidak hanya menjalankan rutinitas organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas spiritual dan kebersamaan,” ujarnya. Pertemuan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota DWP MTsN 2 Sijunjung. Dengan suasana santai namun penuh makna, setiap peserta dapat berbagi pengalaman, memperkuat komunikasi, serta membangun semangat kebersamaan yang lebih solid. Selain itu, kegiatan tadabur alam menjadi langkah nyata DWP dalam mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam setiap program kerja. Hal ini sejalan dengan upaya membentuk pribadi yang tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual. Dengan adanya inovasi ini, DWP MTsN 2 Sijunjung menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang kreatif, inspiratif, dan bernilai positif bagi seluruh anggotanya.
LAPORAN KEGIATAN BIDANG SOSIAL BUDAYA : BAKTI SOSIAL (DONOR DARAH) DHARMA WANITA PERSATUAN RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA Sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap ketersediaan stok darah bagi masyarakat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah yang menjadi program kerja rutin Bidang Sosial Budaya. Kegiatan donor darah dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 bertempat di UDD PMI Purbalingga yang berlokasi berdampingan dengan gedung RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan yang telah terjadwal sebagai pendonor aktif bulanan, yakni Ny. Yanti Gunawan, Ny. Susi Imam Sudarsono, dan Ny. Nugraheni Syeful. Program donor darah rutin ini merupakan bagian dari komitmen DWP dalam mendukung aksi kemanusiaan sekaligus menanamkan budaya hidup sehat dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan organisasi. Pelaksanaan donor darah dimulai pukul 08.00 WIB diawali dengan proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan dasar meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, suhu tubuh, serta wawancara kesehatan oleh petugas PMI. Dari tiga anggota yang terjadwal, dua orang dinyatakan memenuhi syarat sebagai pendonor dan berhasil mendonorkan darahnya, yaitu Ny. Yanti Gunawan dan Ny. Nugraheni Syeful. Sementara itu, Ny. Susi Imam Sudarsono belum dapat melaksanakan donor darah karena hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah rendah atau hipotensi sehingga tidak memenuhi syarat medis untuk donor pada saat itu. Dari kegiatan tersebut, total darah yang berhasil terkumpul sebanyak 700 mililiter atau setara dengan dua kantong darah. Jumlah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transfusi darah bagi pasien yang membutuhkan, baik pasien rawat inap di rumah sakit maupun masyarakat umum di wilayah Kabupaten Purbalingga. Kegiatan donor darah rutin ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya nyata DWP RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata dalam mendukung program kemanusiaan serta membantu menjaga stabilitas stok darah di PMI. Selain memberikan manfaat bagi penerima donor, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa donor darah secara rutin memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan regenerasi sel darah merah, serta memantau kondisi kesehatan secara berkala. Dalam keterangannya, salah satu pendonor, Ny. Yanti Gunawan menyampaikan bahwa donor darah bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk kepedulian yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain. “Setetes darah yang kita donorkan mungkin terlihat kecil, tetapi sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan. Kami berharap kegiatan rutin ini dapat terus berjalan dan semakin banyak anggota yang tergerak menjadi pendonor aktif,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ny. Nugraheni Syeful yang mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah memberikan pengalaman positif sekaligus rasa syukur karena dapat berbagi manfaat kepada sesama. “Kegiatan ini mengajarkan kami tentang arti kepedulian dan keikhlasan. Semoga darah yang kami donorkan dapat membantu pasien yang sedang berjuang untuk sembuh,” ungkapnya. Sementara itu, meskipun belum dapat mendonorkan darahnya, Ny. Susi Imam Sudarsono tetap menunjukkan semangat dan komitmen untuk mengikuti kegiatan donor darah berikutnya setelah kondisi kesehatannya membaik. Program donor darah rutin yang dijadwalkan setiap bulan ini menjadi salah satu bentuk implementasi nilai sosial dan kemanusiaan yang terus dijaga oleh Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, DWP berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi, mempererat solidaritas antaranggota, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kesehatan di Kabupaten Purbalingga.
LAPORAN KEGIATAN: PARTISIPASI KETUA UNSUR DHARMA WANITA PERSATUAN RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PADA PUNCAK PERINGATAN HUT KE-40 RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-40 RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata, Ketua Unsur Dharma Wanita Persatuan RSUD, Ny. Sulistyawati Sigit Purnomohadi, mengikuti rangkaian kegiatan puncak peringatan HUT yang diselenggarakan pada hari Selasa, 5 Mei 2026 di lingkungan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga. Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh jajaran manajemen rumah sakit, pegawai, tenaga kesehatan, anggota Dharma Wanita Persatuan, serta masyarakat penerima layanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata selama 40 tahun dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya. Momentum peringatan HUT juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan semangat pelayanan, serta memperkuat kepedulian sosial kepada pasien dan keluarga pasien. Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan apel pagi yang berlangsung di halaman utama rumah sakit. Apel dipimpin oleh jajaran direksi rumah sakit dan diikuti kurang lebih 75 peserta yang terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, staf administrasi, serta unsur Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan, seluruh peserta mengikuti apel sebagai simbol komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional. Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba internal yang sebelumnya telah diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-40 rumah sakit. Tercatat sebanyak 8 pemenang menerima penghargaan dari beberapa kategori lomba, di antaranya lomba kebersihan ruangan, lomba yel-yel pelayanan prima, lomba dekorasi unit kerja, serta lomba olahraga antarkaryawan. Penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis oleh jajaran direksi bersama Ketua Unsur Dharma Wanita Persatuan RSUD. Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan kepada pasien, kegiatan juga diisi dengan pembagian bingkisan berupa tote bag kepada pasien rawat inap dan rawat jalan. Sebanyak 200 tote bag dibagikan secara langsung kepada pasien di beberapa unit pelayanan, meliputi ruang rawat inap, poliklinik, dan ruang tunggu pasien. Pembagian bingkisan dilakukan oleh anggota Dharma Wanita Persatuan bersama manajemen rumah sakit dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, Ny. Sulistyawati Sigit Purnomohadi menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-40 RSUD bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan nilai pengabdian kepada masyarakat. Beliau menyampaikan, “Empat puluh tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dedikasi dan pengabdian. Kami berharap seluruh keluarga besar RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata terus menjaga semangat melayani dengan hati, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan menjadikan momentum ini sebagai penguat solidaritas serta kepedulian sosial kepada sesama, khususnya pasien yang sedang menjalani perawatan.” Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan sosial rumah sakit merupakan bentuk dukungan moral sekaligus wujud nyata empati kepada pasien. “Bingkisan sederhana yang kami berikan hari ini diharapkan dapat menjadi penyemangat dan menghadirkan rasa bahagia bagi para pasien. Kami ingin pasien merasakan bahwa mereka tidak sendiri dan ada perhatian serta doa dari keluarga besar RSUD,” ungkap beliau. Direktur RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dharma Wanita Persatuan yang selama ini senantiasa hadir mendampingi berbagai kegiatan rumah sakit, baik kegiatan sosial, edukasi kesehatan, maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya. Beliau menyampaikan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Dharma Wanita Persatuan RSUD yang selalu membersamai perjalanan rumah sakit dengan penuh kepedulian dan semangat pengabdian. Kehadiran DWP bukan hanya sebagai pendukung kegiatan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam membangun suasana rumah sakit yang humanis, harmonis, dan penuh empati.” Ucapan hangat dan rasa syukur juga datang dari masyarakat serta pasien penerima bingkisan. Salah satu keluarga pasien rawat inap mengaku merasa terharu atas perhatian yang diberikan oleh pihak rumah sakit dan Dharma Wanita Persatuan pada momentum HUT rumah sakit tersebut. “Kami merasa senang dan diperhatikan. Semoga RSUD Goeteng semakin maju, pelayanannya semakin baik, dan seluruh tenaga kesehatannya selalu diberikan kesehatan serta kelancaran dalam membantu masyarakat,” ujar salah satu keluarga pasien. Harapan serupa juga disampaikan oleh pengunjung rawat jalan yang berharap agar di usia ke- 40 tahun, RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat fasilitas kesehatan, serta tetap mempertahankan pelayanan yang ramah dan cepat kepada masyarakat. Kegiatan puncak peringatan HUT ke-40 RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan semangat kebersamaan, rasa syukur, dan komitmen pelayanan yang terus tumbuh demi mewujudkan rumah sakit yang semakin maju, humanis, dan terpercaya bagi masyarakat.
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Halmahera Selatan Mengikuti Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan Yang Di Rangkaikan Dengan Sosialisasi Tentang Bullying Dan Kekerasan Terhadap Anak Oleh Pemateri Dari Kepala Bidang Dinas P3AKB yang dilaksanakan Hari Sabtu, Tanggal 09 Mei 2026 Bertempat Di Aula Kantor Bupati Pukul 15.30 s/d selesai. Pertemuan ini di Hadiri Oleh Ibu Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan Ny. Mardiana Helmy, Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P3AKB, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan, Pengurus Inti Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan, Ketua-ketua Unsur Pelaksana Beserta Anggotanya Total yang hadir pada Pertemuan ini sekitar 80 orang lebih. Susunan acara: I. Pembukaan MC Oleh Ny. Sarlina Rikky. II. Menyanyikan Lagu Mars Dharma Wanita Persatuan dengan dirigen Ny. Dinar Hamisi. III. Pembacaan Doa oleh Ny. Mahani Ammarie. IV. Pembacaan Notulen Rapat Pertemuan Rutin Bulan April Tahun 2026 oleh Ny. Wilda Randi. V. Sambutan Ibu Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan Ny. Mardiana Helmy dalam sambutannya diawali dengan rasa syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yeng telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua sehingga pada sore ini kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat wal'afiat guna untuk Mengikuti agenda Pertemuan Rutin ini. Sholawat serta salam kepada junjungan kita yaitu Nabi Muhammad SAW suri teladan terbaik sepanjang masa kepada keluarga beliau, sahabat dan seluruh umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman dan semoga di yaumul qiyamah nanti kita mendapatkan syafaat beliau. Amiin Yaa Rabbal'alamin. Dalam kesempatan ini Ibu Penasehat memberikan apresiasi kepada pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan yang senantiasa konsisten melaksanakan pertemuan rutin dengan menghadirkan agenda yang bermanfaat dan inovatif. Sosialisasi tentang bullying dan kekerasan terhadap anak menjadi bukti dharma Wanita Persatuan kepada tumbuh kembang generasi yang aman, nyaman dan edukasi bagi anak. Anak menjadi generasi penerus bangsa yang harus di bimbing dan diberikan lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang melalui agenda pertemuan rutin kali ini beliau berharap Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan dapat menjadi pelopor dalam memberikan edukasi yang berpengaruh kepada masyarakat tentang pentingnya dalam mencegah bullying dan Kekerasan terdahap anak. Mari kita membangun komunikasi yang baik dengan anak mengajarkan sikap saling menghargai dan jangan menganggap bullying sebagai candaan biasa karena dampaknya dapat membuat hati kesal, dan tidak percaya diri sehingga mempengaruhi masa depan anak. Dharma Wanita Persatuan harus menjadi contoh dalam membangun keluarga yang harmonis, mendidik anak dengan cinta serta menghadirkan suasana yang damai ditengah masyarakat. Semoga dengan apa yang kita laksanakan ini menjadi langkah baik untuk menciptakan Halmahera Selatan yang aman, nyaman dan bebas bullying dan kekerasan. Ibu penasehat berharap agar pertemuan-pertemuan berikut juga Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan dapat menghadirkan program kegiatan edukatif lainnya yang mampu menambah wawasan yang mampu bersama kita menjadikan DWP sebagai wadah perempuan yang aktif, inspiratif, dan membawa perubahan untuk Halmahera Selatan yang lebih baik. VI. Sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Halmahera Selatan yang diawali dengan rasa syukur Kepada Allah SWT Alhamdulillah atas rahmatnya sehingga kita dapat berkumpul kembali dalam keadaan sehat walafiat. Ibu Ketua menyampaikan ucapan Terima Kasih yang setulus-tulusnya kepada Ibu-Ibu yang telah meluangkan waktu ditengah-tengah kesibukan untuk hadir dalam Pertemuan Rutin ini, kemudian dalam beberapa hari ini kita sudah banyak mengikuti kegiatan yaitu kegiatan MTQ, Parenting, Kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sudah dilaksanakan beliau berharap kita dapat aplikasikan kepada keluarga dan masyarakat. Untuk itu ketua-ketua bidang dan seluruh pengurus kabupaten yang telah aktif menjalankan program-program pada bulan sebelumnya agar program kerja yang direncanakan nanti di rapat kerja dapat dijalankan program tersebut hingga akhir tahun berjalan dengan efektif dan efisien. VII. Sosialisasi Tentang Bullying dan Kekerasan Terhadap Anak oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P3AKB Ibu Sarma Kasim. Sosialisasi pertama tentang Mengenal Kekerasan (Bullying) Di Sekolah. Bullying dikenal sebagai tindakan agresif atau bentuk penindasan yang merupakan kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat berkuasa terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara teris menerus. Jenis bullying: 1. Bullying fisik dapat berupa memukul, menendang, mendorong orang sehingga menyebabkan cedera pada tubuh korban atau merusak barang korban. 2. Bullying verbal dapat berupa pengucapan kata atau kalimat yang sifatnya menghina seseorang, seperti mengolok-olok gaya berpakaian, postur tubuh, model rambut atau cara berjalan orang. 3. Bullying sosial dapat berupa mengucilkan, menyebarkan gosip, atau mempermalukan di depan umum. 4. Cyber bullying ini menyebarkan foto, informasi pribadi, atau tulisan berisi hujatan, ancaman atau hinaan di media sosial. 5. Pelecehan seksual berupa dilakukan secara fisik atau verbal seperti cat calling, menyentuh bagian tubuh korban tanpa izin, membagikan konten video, atau gambar pornografi hingga pemerkosaan. 6. Diskriminasi berupa bentuk perundungan yang menargetkan ras, suku, agama atau orientasi seksual atau latar belakang lainnya. Seseorang bisa menjadi pembullyinh biasanya karena: 1. Merasa tidak senang jika ada orang yang lehih darinya. 2. Tidak ingin dirinya terlihat lemah. 3. Merasa dirinya selalu berkuasa atau selalu bisa mendapatkan apa yang diinginkan. 4. Tidak memiliki empati. 5. Tinggal dirumah atau di lingkungan yang dianggap bullying sebagai hal yang wajar. 5. Menyalahgunakan kedudukan untuk menindas orang yang dianggap tidak setara posisinya. 6. Memiliki gangguan perilaku seperti kepribadian antisosial. Dampak bullying korban dapat mengalami trauma, penurunan kesehatan mental, stress, depresi sehingga tidak mau bersosialisasi atau bersekolah. Dasar hukum UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Dilanjutkan dengan Sosialisasi Kedua yaitu Kekerasan Terhadap Anak. Anak merupakan seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan. Setiap perbuatan terhadap anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual dan atau penelantaran termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum ( UU No 35 Tahun 2014). Bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak: 1. Kekerasan fisik 2. Kekerasan psikis 3. Kekerasan seksual 4. Penelantaran 5. Eksploitasi. Perlindungan anak sangat penting karena menjamin hak-haknya agar dapat hidup tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Kegiatan Sosialisasi ini sebagai tujuan untuk menghentikan segala bentuk penindasan fisik maupun psikis serta menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, saling menghargai dan bebas kekerasan demi kesehatan mental generasi muda. Anak-anak berhak tumbuh di ruang yang aman agar mereka dapat berkembang secara optimal menuju masa depan yang lebih baik. Selanjutnya ditutup dengan "Sesi Foto Bersama". Demikian Laporan Dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Halmahera Selatan. Penulis Laporan: Ny. Putri Muztain
Dharma Wanita Persatuan Kec. Pati menghadiri Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pati dengan Unsur Pelaksana DWP se Kab. Pati Bulan Januari 2026 pada hari Kamis, 8 Januari 2026 pukul 09.00 WIB s.d selesai bertempat di Ruang Rapat Pragolo Setda Kabupaten Pati. Pengisian dari DWP Disperkim Kab. Pati tentang Bersama Disperkim mari wujudkan hunian yang berkelanjutan dilanjutkan pengumuman sekretaris dan bidang-bidang.
(E.XIII) Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Nama Kegiatan: Bazar DWP KCD XIII. Hari/Tanggal: Sabtu, 09 Mei 2026. Waktu: Pukul 13.00 WIB selesai. Tempat: SMK Negeri 1 Pangandaran. Penyelenggara: DWP KCD XIII. Bidang: Ekonomi. Jumlah Partisipan: 98 orang. Pengurus DWP KCD XIII yang hadir sebanyak 23 orang, diantaranya: 1. Ibu Hj. Dwi Yanti Estriningrum (Ketua), 2. `Ibu Eva Dede Fajriadi (Wakil Ketua 1), 3. Ibu Nining Rudianto (Bendahara), 4. Ibu Nendah Sri Oo Kosidin (Sekretaris Umum), 5. Ibu Ny. Noor Rahmawati (Wakil Sekretaris 1), 6. Ibu Novi Cepy (Wakil Sekretaris 2), 7. Ibu Tri Bambang (Koordinator Bidang Ekonomi), 8. Ibu Nunung Erni (Anggota Bidang Ekonomi) 9. Ibu Eros Rohmat (Anggota Bidang Ekonomi). 10. Ibu Tuti Atang (Wakil Koordinator Bidang Sosial dan Budaya), Serta 13 orang pengurus lainnya. Keterangan Kegiatan: Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bazar. Kegiatan ini dihadiri oleh para anggota DWP di Lingkungan KCD Wilayah XIII. Berbagai jenis produk disajikan yang berasal dari karya para anggota DWP SMA/SMK/SLB KCD Wilayah XIII. Diantara jenis-jenis produk yaitu: nasi bakar, rica-rica entog, chiken egg roll, sambel minantu, otak-otak, mie jadul, ecoprint, ecoenzym, pisang manis, gula semut, keripik pisang, `keripik singkong, djamu, dan dan masih banyak lagi produk makanan dan minuman lainnya. Setiap peserta yang hadir sangat bersemangat dan antusias memilih dan membeli produk yang telah disediakan. Anggota DWP yang hadir saling bertukar ide untuk mengembangkan usahanya masing-masing. Melalui kegiatan bazar, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan SMA/SMK/SLB KCD Wilayah XIII semakin termotivasi untuk mendorong pemberdayaan UMKM, menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan anggota, serta meningkatkan silaturahmi dan kekompakkan diantara para antaranggota DWP SMA/SMK/SLB KCD Wilayah XIII. Pembuat Laporan: Rima
Partisipasi Dharma Wanita Persatuan RSUD dr.Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Dalam Memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke 285 Tahun 2026 Dengan Mengikuti Kegiatan Napak Tilas Pangeran Sambernyawa ( Wonogiri , Jumat 8/5/2026 )
Jumat, 13 Maret 2026 bertempat di kantor Badan Pendapatan Daerah Kab.Lebak Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kab.Lebak mengadakan Pertemuan Rutin sekaligus melaksanakan kegiatan pengajian bersama Plt.Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lebak Bapak Agung Budi Santoso, ST.,MT, beserta Seluruh Pegawai Bapenda. acara tersebut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Badan Pendapatan Daerah Kab.Lebak Ny.Yuni Agung Budi Santoso, dan delapan belas Anggota DWP Bapenda. Dengan agenda lanjutan yaitu pembagian Takjil kepada warga sekitar Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan pengajian dan bakti sosial ini dapat Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota DWP, Menumbuhkan kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama dan Mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi antar anggota DWP beserta keluarga besar instansi.