Dalam rangka meningkatkan keterampilan seni budaya serta mempererat tali silaturahmi antaranggota, DWP Satpol PP Sub Unit Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan persiapan Latihan Rutin Alat Musik Kolintang dalam rangka persiapan penampilan acara Halal Bihalal DWP Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Kamis 16 April 2026 Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Blok A Lantai 17. Kegiatan ini diikuti oleh 10 anggota DWP Satpol PP Sub Unit Kota Administrasi Jakarta Selatan. Dengan tujuan untuk mempersiapkan penampilan di acara Halal Bihalal DWP Satpol PP Provinsi DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada tanggal , 20 April 2026 Ruang Serbaguna Lt. 2, Gedung Dinas Teknis, Jl. Abdul Muis No. 66, Jakarta Pusat. Kegiatan ini juga mengasah kemampuan dan kekompakan tim dalam memainkan alat musik tradisional Kolintang untuk memberikan penampilan yang terbaik.
Dharma wanita persatuan kementerian agama kota Pagaralam Kegiatan bidang :sosial budaya Program kerja kegiatan bidang sosial budaya adalah : ketahanan keluarga Kegiatan ketahanan keluarga adalah : iman dan taqwa Ny dwi yunidar Albarr dan Ny Mala Amrullah serta Ny Wati dan anggota lainnya Pagi itu, Selasa 14 April 2026, langit Palembang masih diselimuti embun ketika rombongan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kota Pagar Alam bertolak meninggalkan kota sejuknya. Dipimpin langsung oleh Ketua DWP, Ny. Dwi Yunidar Albarr, para ibu-ibu DWP menapaki perjalanan dengan satu niat: menguatkan ketahanan keluarga melalui iman dan takwa. Pukul 08.00 WIB, Aula Balai Diklat Keagamaan Palembang sudah dipenuhi senyum dan jilbab aneka warna. Lebih dari 200 anggota DWP Kemenag se-Provinsi Sumatera Selatan hadir dalam Pertemuan Rutin Bulanan yang diselenggarakan DWP Kanwil Kemenag Prov. Sumsel. Bidang Sosial Budaya menjadi tuan rumah, dengan Program Kerja Ketahanan Keluarga mengusung tema “Iman dan Takwa”. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang membuat suasana syahdu. Ny. Dwi Yunidar Albarr bersama anggota DWP Kota Pagar Alam tampak khidmat menyimak. Dalam sambutannya, Ketua DWP Kanwil Sumsel menegaskan bahwa keluarga adalah benteng pertama bangsa. Jika iman dan takwa kokoh di dalam rumah, maka ketahanan keluarga pun tak akan mudah goyah oleh derasnya arus zaman. Materi inti disampaikan oleh ustadzah kondang Sumsel. Dengan bahasa yang sejuk dan contoh keseharian, beliau mengingatkan bahwa peran ibu bukan sekadar mengurus rumah, tapi menjadi madrasah pertama bagi anak-anak. “Dari dapur dan ruang tamu, kita bisa mencetak generasi Qur’ani,” ucapnya disambut anggukan para peserta. Ny. Dwi Yunidar Albarr tidak hanya hadir sebagai peserta. Beliau aktif berdiskusi saat sesi tanya jawab, berbagi praktik baik DWP Kota Pagar Alam dalam menghidupkan majelis taklim keluarga dan program “One Day One Ayat” di rumah-rumah anggota. Semangatnya menular. Beberapa DWP kabupaten/kota lain pun tertarik mengadopsi. Menjelang zuhur, acara ditutup dengan doa bersama. Gemanya bukan sekadar amin yang serempak, tapi tekad yang dibawa pulang. Di perjalanan kembali ke Pagar Alam, mobil DWP dipenuhi obrolan ringan tentang rencana tindak lanjut: membuat halaqah bulanan antar istri ASN dan kelas parenting berbasis nilai agama. Bagi Ny. Dwi Yunidar Albarr dan anggota DWP Kemenag Kota Pagar Alam, hari itu bukan sekadar agenda rutin. Ia adalah pengingat bahwa di balik seragam organisasi, ada misi besar: menjaga rumah, menjaga iman, menjaga Indonesia. *A. Dasar* Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kota Pagar Alam Bidang Sosial Budaya Tahun 2026 *B. Bentuk Kegiatan* Mengikuti Pertemuan Rutin Bulanan DWP Kemenag se-Provinsi Sumatera Selatan *C. Unsur Pelaksanaan* 1. *Bidang*: Sosial Budaya 2. *Program Kerja*: Ketahanan Keluarga 3. *Kegiatan*: Iman dan Takwa 4. *Penyelenggara*: DWP Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan *D. Waktu dan Tempat* 1. *Hari/Tanggal*: Selasa, 14 April 2026 2. *Pukul*: 08.00 WIB s.d. selesai 3. *Tempat*: Aula Balai Diklat Keagamaan Palembang 4. *Peserta*: ± 200 orang, terdiri dari pengurus dan anggota DWP Kemenag Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan *E. Peserta dari DWP Kemenag Kota Pagar Alam* Dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kemenag Kota Pagar Alam, Ny. Dwi Yunidar Albarr beserta anggota. *F. Susunan Acara* 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an 3. Sambutan Ketua DWP Kanwil Kemenag Prov. Sumsel 4. Penyampaian materi “Penguatan Iman dan Takwa dalam Ketahanan Keluarga” oleh narasumber 5. Diskusi dan tanya jawab 6. Doa dan penutup *G. Hasil Kegiatan* 1. Meningkatnya pemahaman anggota DWP tentang pentingnya iman dan takwa sebagai pilar utama ketahanan keluarga. 2. Terjadinya sharing praktik baik antar DWP Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dalam pembinaan keluarga. 3. Ketua DWP Kemenag Kota Pagar Alam menyampaikan program “Majelis Taklim Keluarga” dan “One Day One Ayat” yang diapresiasi peserta lain. 4. Terbangunnya jejaring dan semangat kolaborasi untuk implementasi program ketahanan keluarga di daerah masing-masing. *H. Rencana Tindak Lanjut* 1. Menyelenggarakan halaqah bulanan DWP Kemenag Kota Pagar Alam dengan tema keagamaan dan parenting. 2. Mengaktifkan kembali grup “One Day One Ayat” untuk seluruh anggota. 3. Menyusun laporan dan dokumentasi sebagai bahan evaluasi program Bidang Sosial Budaya. *I. Penutup* Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi. Semoga partisipasi aktif DWP Kemenag Kota Pagar Alam memberikan manfaat bagi penguatan ketahanan keluarga berbasis nilai iman dan takwa.
(E.VII) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SEKOLAH SMAN 14 BANDUNG CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan: Senam Jumat Ceria Hari, Tanggal : Jumat, 17 April 2026 Waktu : 06.30 - 07.15 WIB Tempat : Lapangan SMAN 14 Bandung Judul : Senam Ceria Penyelenggara : DWP SMAN 14 Bandung Bidang : Sosial Budaya Jumlah Partisipan : ± 60 orang Pengurus yang hadir: 4 orang 1. Ibu Dewi (Bendahara) 2. Ibu Anggia (Bid. Pendidikan) 3. Ibu Ani (Bid. Sosial Budaya) 4. Ibu Peny (Bid. Sosial Budaya) Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana SMAN 14 Bandung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII melaksanakan kegiatan Senam Sehat. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat, 17 April 2026 pukul 06.30 - 07.15 WIB. Pelaksanaan kegiatan ini di Lapangan SMAN 14 Bandung. Peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih sekitar 60 orang. Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana SMAN 14 Bandung yang ikut berpartisipasi berjumlah 4 orang perwakilan. Rangkaian Acara: Rangkaian acara yang dilakukan hari ini , yang pertama adalah pemilihan lagu yang menarik untuk kegiatan senam pagi ceria ini. peserta yang mengikuti senam mengambil posisi untuk melaksanakan senam pagi ceria . setelah semua peserta senam menempati posisinya masing-masing, kegiatan ini di awali dengan doa bersama dengan mengucap basmallah bersama sama. Para peserta melakukan Pemanasan mandiri sebelum melakukan senam di mulai dari gerakan dinamis lalu ke gerakan statis supaya melenturkan otot otot dan siap menerima gerakan gerakan senam. Selanjutnya senam dimulai dari lagu pertama yang dipandu oleh instruktur senam dengan gerakan pemanasan secara bersama sama, lagu kedua memasuki gerakan inti dan begitu pula empat lagu selanjutnya lalu di akhiri dengan lagu terakhir dengan gerakan pendinginan dengan gerakan yang lebih santai. setiap rangkaian gerakan dilakukan secara teratur dan sesuai irama yang disesuaikan gerakannya agar peserta aman bisa mengikuti gerakan secara kompak dan bermanfaat bagi kebugaran tubuh. Setelah rangkaian kegiatan senam ceria selesai instruktur memastikan semua peserta dalam kondisi yang baik dan menutup kegiatan dengan foto bersama dan mengucapkan hamdalah bersama sama. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan agar para peserta anggota DWP SMAN 14 Bandung kesehatan jasmaninya terjaga dan kegiatan ini juga sebagai ajang memperkuat silaturahmi, membangun kekompakan serta menciptakan suasana yang positif di lingkungan DWP SMAN 14 Bandung. Dan kegiatan senam ceria ini dilaksanakan di penghujung hari atau di hari Jumat sebagai ajang untuk relaksasi dari kegiatan rutinitas sehingga ceria sebelum menyambut hari libur Sabtu dan Minggu. Harapan: Dalam kegiatan ini harapannya para anggota DWP SMAN 14 Bandung memiliki bentuk perhatian pada kesehatan dan kebugaran tubuh serta menjaga pola hidup sehat dan bisa berkegiatan positif melalui program kerja yang di adakan oleh pengurus DWP SMAN 14 Bandung. Pembuat laporan: Ny. Eka Toto Suharya
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tanjung Jabung Timur - Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Unit Disparbudpora Kabupaten Tanjung Jabung Timur - Program : Sekretariat - Kegiatan : Unggulan - Keterangan Kegiatan : Stunting - Program Kerja Dharma Wanita Kabupaten Tanjung Jabung Timur - Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Unit Disparbudpora Berdasarkan hal tersebut maka di laksanakan kegiatan pada: - Hari / Tanggal :Jumat ,17 April 2026 - Jam : 10.00 WIB - Tempat : Dinas Parbudpora Tanjung j Jabung Timur- Kegiatan : Jimpitan Stunting - Uraian Kegiatan Melaksanakan Jimpitan untuk Gerakan orang tua asuh stunting Dwp Opd Parbudpora: Seluruh Asn dan Staf melaksanakan Jimpitan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting, Jimpiran di laksanakan setiap Hari Jumat yang di lakukan Dharma Wanita Persatuan Unit Disparbudpora dalam membantu pelaksanaan Kegiatan jimpitan Stunting ,yang mana beliau merasa berkewajiban membantu kegiatan ini ,Yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif Aparatur Sipil Negara bersama anggota Dharma Wanita Persatuan Disparbudpora untuk dapat berperan aktif dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan bayi, balita beresiko Stunting dan ibu hamil yang berisiko dengan Kekurangan energi kronis yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kegiatan Jimpitan Stunting dalam Bulan Ramadhan selalu dilakukan ,selain meningkatkan iman dan taqwa juga mampu di lakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan dengan melibatkan para Aparatur Sipil Negara, Dana yang dihimpun dikumpulkan melalui jimpitan berasal dari partisipasi sukarela para Aparatur Sipil Negara, anggota Dharma Wanita Persatuan dan seluruh staf ASN yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pemberian makanan tambahan, susu, vitamin, telur,serta kebutuhan pendukung lainnya bagi balita dan Ibu Hamil sebagai sasaran. Melalui kegiatan ini, penasehat Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Parbudpora sangat berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur dalam meningkatkan tumbuh kembang bayi balita secara optimal, serta memperkuat sinergi antara Dharma Wanita Persatuan, Pemerintah daerah KabupatenTanjungJabungTimur kepada masyarakat dalam upaya pencegahan stunting secara berkesinambungan,sehingga dapat menekan angka Stunting di Kabupaten dan akanStunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (dari janin hingga usia 2 tahun). Ditandai dengan tinggi badan anak di bawah standar usianya, kondisi ini tidak hanya berdampak fisik (pendek), tetapi juga menghambat perkembangan otak, kognitif, serta menurunkan produktivitas di masa depan. Berikut adalah poin-poin penting mengenai stunting: Penyebab Utama: Kurangnya asupan gizi yang adekuat dalam waktu lama (malnutrisi kronis), ibu hamil kurang gizi, infeksi berulang, serta lingkungan dengan sanitasi dan air bersih yang buruk. Gejala/Tanda: Tinggi badan lebih pendek dari standar usianya (di bawah -2 standar deviasi kurva pertumbuhan WHO). Berat badan tidak konsisten meningkat. Perkembangan terlambat (contoh: terlambat bicara atau berjalan). Tampak lebih muda/kecil dari seusianya. Dampak Jangka Panjang: Kecerdasan terganggu, mudah sakit, dan produktivitas rendah saat dewasa. Pencegahan: Pemenuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Pemberian MPASI yang bergizi seimbang setelah 6 bulan. Imunisasi lengkap. Menjaga kebersihan lingkungan (sanitasi dan air bersih). Stunting dapat dicegah dengan memastikan kecukupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Maka dengan memperhatikan hal- hal seperti tersebut angka stunting dapat kita tekan agar penurunan angka stunting di indonesia semakin kecil untuk mewujudkan Asta Cita presiden RI menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera
Jabung Timur - Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Unit Disparbudpora Kabupaten Tanjung Jabung Timur - Program : Sosial Budaya - Kegiatan : Ketahanan Keluarga - Keterangan Kegiatan : Iman dan Taqwa - Program Kerja Dharma Wanita Kabupaten Tanjung Jabung Timur - Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Unit Disparbudpora Berdasarkan hal tersebut maka di laksanakan kegiatan pada: - Hari / Tanggal :Rabu ,15 April 2026 - Jam : 09.00 WIB sampai selesai - Tempat : Kediaman Bapak Sekretsris Daerah Tanjung Jabung Timur- Kegiatan : Halal bi halal dan silaturahmi 1447 H - Uraian Kegiatan mengikuti Halal bi halal dan silaturahmi dalam rangka Lebaran Idul Fitri 1447 yang di laksanakan oleh Dwp Pusat dalam rangka bulan Syawal yang di isi oleh Ustadz Maulana secara Daring Arti halal bihalal adalah tradisi unik Indonesia yang bermula dari kata Arab ‘halal’ yang berarti diizinkan atau sah 123. Istilah ini merujuk pada tradisi pasca-Ramadan di mana masyarakat berkumpul untuk saling meminta maaf dan mempererat silaturahmi, khususnya selama Idul Fitri 256. Makna halal bihalal mencerminkan upaya rekonsiliasi dan memaafkan kesalahan masa lalu, sekaligus memperkuat ikatan komunitas 38. Halal bihalal tidak hanya menjadi wujud dari silaturahmi tetapi juga sebagai sarana untuk bersyukur kepada Allah SWT setelah sebulan penuh berpuasa 7. Tradisi ini memiliki akar sejarah yang mendalam, berawal dari era Mangkunegara I dan dipopulerkan di Solo pada tahun 1930-an 2. Peranannya dalam budaya dan agama, khususnya di kalangan masyarakat Jawa, menegaskan betapa pentingnya halal bihalal dalam memelihara relasi sosial yang harmonis 2. Artikel ini akan menjelajahi sejarah, makna, dan filosofi, serta bagaimana halal bihalal adalah dilaksanakan, menyoroti pentingnya dalam budaya dan agama 28. Sejarah Halal Bihalal Sejarah Halal Bihalal di Indonesia memiliki akar yang mendalam dan beragam, mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang telah lama ada: Asal-usul Istilah dan Praktik: Istilah ‘Halalbihalal’ pertama kali muncul dalam kamus Jawa-Belanda oleh Dr. Th. Pigeaud pada tahun 1938, mendefinisikan alal behalal sebagai kunjungan dan salam permintaan maaf setelah Ramadan atau Lebaran, dan halal behalal sebagai kunjungan untuk saling memaafkan 6. Pada tahun 1948, KH Abdul Wahab Hasbullah menggunakan istilah ini untuk menggambarkan pertemuan antara pemimpin politik guna mempromosikan persatuan dan perdamaian 210. Perkembangan dan Popularitas: Tradisi ini mulai populer di Solo pada tahun 1930-an ketika seorang penjual martabak di Taman Sriwedari menggunakan istilah ‘Halal Bihalal’ untuk mempromosikan produknya 110. Presiden Soekarno mengadakan acara Halal Bihalal di Istana Negara pada tahun 1948, mengundang pemimpin politik untuk rekonsiliasi dan membentuk front bersatu 10. Pengaruh dan Penyebaran: KH Wahab Chasbullah pada tahun 1946 mengusulkan konsep Halal Bihalal untuk mempromosikan ajaran Ahlussunah wal Jamaah dan menyatukan berbagai ulama serta elit politik 3. Tradisi ini telah dipraktikkan sejak zaman Mangkunegara I, juga dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa, di mana raja dan para bangsawan/soldadu bersama-sama melakukan sungkem atau saling memaafkan di aula istana setelah shalat Idulfitri 211. Makna dan Filosofi Makna dan Filosofi Halal Bihalal Definisi dan Asal-usul: Kata ‘halal’ dalam Halal Bihalal memiliki tiga arti dalam bahasa Arab: halal al-habi (mengurai benang kusut), halla al-maa (air menjadi jernih), dan halla as-syai (menjadikan sesuatu halal) 6. Arti-arti ini menggambarkan ide pengampunan dan penyelesaian kesalahan serta kesalahpahaman masa lalu 6. Tujuan Utama: Halal Bihalal bertujuan untuk memperbaiki hubungan yang terputus, menciptakan harmoni, dan mempromosikan perbuatan baik 1. Ini bukan hanya tradisi religius tetapi juga simbol dari kesatuan dan integrasi nasional 1. Menurut Prof Quraish Shihab, Halal Bihalal bertujuan untuk menyambung kembali hubungan yang terputus 1. Filosofi dan Praktik: Halal Bihalal melibatkan kunjungan ke kerabat, teman, dan tetangga, mengungkapkan kebahagiaan untuk Idul Fitri, dan saling memaafkan kesalahan 9. Ini menguatkan hubungan dan menjaga harmoni di antara orang-orang 5. Filosofi di balik Halal Bihalal mencakup konsep silaturahmi yang merupakan Sunnah Nabi, manifestasi dari ajaran Islam tentang saling menghormati, memahami, dan memaafkan 5. Pelaksanaan Halal Bihalal Pelaksanaan Halal Bihalal dilakukan dengan berbagai cara yang unik dan penuh makna, terutama selama Idul Fitri, di mana masyarakat mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman untuk meminta maaf dan memperkuat hubungan 1. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi, berbagi makanan, dan bertukar hadiah, mencerminkan esensi dari silaturahmi dan kebersamaan 1. Kunjungan dan Memaafkan: Tradisi Halal Bihalal melibatkan kunjungan antar rumah untuk saling meminta maaf setelah shalat Idul Fitri, yang merupakan inti dari Halal Bihalal 24. Aktivitas Bersama: Selain kunjungan, tradisi ini juga melibatkan makan bersama dan membawa kue Lebaran, yang menambah keakraban dan kehangatan pertemuan 12. Pelaksanaan di Berbagai Lingkungan: Tidak hanya di lingkungan keluarga, Halal Bihalal juga dilaksanakan di sekolah dan organisasi, menunjukkan pentingnya tradisi ini dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat 1. Tradisi ini tidak hanya menjadi waktu untuk membersihkan hati dari dendam atau prasangka tetapi juga sebagai momen untuk memulai kembali dengan hati yang bersih dan niat yang baik 13. Pentingnya Halal Bihalal dalam Budaya dan Agama Halal Bihalal tidak hanya merupakan tradisi budaya tetapi juga kewajiban religius yang mendorong pengampunan, kesatuan, dan solidaritas di antara umat Muslim 2. Dalam konteks hukum fikih (hukum Islam), praktik Halal Bihalal sangat dianjurkan karena berperan dalam mempromosikan harmoni dan pengampunan 5. Lebih lanjut, Halal Bihalal seharusnya tidak hanya terbatas pada periode Lebaran (Idul Fitri) saja, tetapi harus menjadi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan harmoni antar berbagai keyakinan 14. Praktik ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dan saling menghormati di antara umat beragamaCeramah Ustadz Maulana dapat kita ambil Kesimpulan Wanita berada di 4 posisi 1.Anak sholeh/ berguna ,aktif ikut pengajian ,taat,patuh ,bermanfaat Ada 7 ilmu 1.Ilmu nenek / Nabi adam,AS 2.Ilmu Nabi nuh punya skill,keterampilan 3.yusuf Punya tabungan 4.Ilmu Nabi isa kesehatan 5.sulaiman ilmu bahasa ,untuk tdk di batasi didiklah sesuai jalannya 6.Ilmu Nabi Musa kepemimpinan ,tanggung jawab,punya kamar sendiri 7.Ilmu Nabi Ibrahim ilmu agama ( yahudi,nasrani islam) 2.Saudara Peduli ,satu rahim dlm Dwp 5 salam A.Sapa,salam B.Doa orang yg bersin C.hadiri undangan, jng kecepatan D.Bezuk yg sakit ( jng makan) agar pahala penuh E.melayat / takziah pulang cuci muka agar aura kematian hilang ,klu liat orang meninggal harus wudhu Bila memandikan 3.Istri / Patner jagalah lobang2 yg 9,jaga penampilan kita dan kemuliaan ,istri taat 4.Ibu/ jd wanita karier,penyayang selalu ada u anak ketika sakit,ibu pemberi ketenangan Di sisi anak ketika sedih Ibu tempat anak curhat Di sisi anak ( Berprestasi) Liburan terbaik bersama ibu Ada ketika kejadian seumur hidup Setelah halal bihalal di lanjutkan dengan penampilan puisi yg di bajakan dalam rangka Hari Kartini Tahun 2026 dan penutup Ramah tamah
Jabung Timur - Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Unit Disparbudpora Kabupaten Tanjung Jabung Timur - Program : Sekretariat - Kegiatan : Informasi dan Humas - Keterangan Kegiatan : Dokumentasi dan Publikasi - Program Kerja Dharma Wanita Kabupaten Tanjung Jabung Timur - Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Unit Disparbudpora Berdasarkan hal tersebut maka di laksanakan kegiatan pada: - Hari / Tanggal :Minggu ,5 April 2026 - Jam : 10.00 WIB - Tempat : Kediaman Bapak Kadis Disparbudpora Tanjung Jabung Timur- Kegiatan : Halal bi halal dan silaturahmi 1447 H - Uraian Kegiatan mengadakan Halal bi halal dan silaturahmi dalam rangka Lebaran Idul Fitri 1447 HArti halal bihalal adalah tradisi unik Indonesia yang bermula dari kata Arab ‘halal’ yang berarti diizinkan atau sah 123. Istilah ini merujuk pada tradisi pasca-Ramadan di mana masyarakat berkumpul untuk saling meminta maaf dan mempererat silaturahmi, khususnya selama Idul Fitri 256. Makna halal bihalal mencerminkan upaya rekonsiliasi dan memaafkan kesalahan masa lalu, sekaligus memperkuat ikatan komunitas 38. Halal bihalal tidak hanya menjadi wujud dari silaturahmi tetapi juga sebagai sarana untuk bersyukur kepada Allah SWT setelah sebulan penuh berpuasa 7. Tradisi ini memiliki akar sejarah yang mendalam, berawal dari era Mangkunegara I dan dipopulerkan di Solo pada tahun 1930-an 2. Peranannya dalam budaya dan agama, khususnya di kalangan masyarakat Jawa, menegaskan betapa pentingnya halal bihalal dalam memelihara relasi sosial yang harmonis 2. Artikel ini akan menjelajahi sejarah, makna, dan filosofi, serta bagaimana halal bihalal adalah dilaksanakan, menyoroti pentingnya dalam budaya dan agama 28. Sejarah Halal Bihalal Sejarah Halal Bihalal di Indonesia memiliki akar yang mendalam dan beragam, mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang telah lama ada: Asal-usul Istilah dan Praktik: Istilah ‘Halalbihalal’ pertama kali muncul dalam kamus Jawa-Belanda oleh Dr. Th. Pigeaud pada tahun 1938, mendefinisikan alal behalal sebagai kunjungan dan salam permintaan maaf setelah Ramadan atau Lebaran, dan halal behalal sebagai kunjungan untuk saling memaafkan 6. Pada tahun 1948, KH Abdul Wahab Hasbullah menggunakan istilah ini untuk menggambarkan pertemuan antara pemimpin politik guna mempromosikan persatuan dan perdamaian 210. Perkembangan dan Popularitas: Tradisi ini mulai populer di Solo pada tahun 1930-an ketika seorang penjual martabak di Taman Sriwedari menggunakan istilah ‘Halal Bihalal’ untuk mempromosikan produknya 110. Presiden Soekarno mengadakan acara Halal Bihalal di Istana Negara pada tahun 1948, mengundang pemimpin politik untuk rekonsiliasi dan membentuk front bersatu 10. Pengaruh dan Penyebaran: KH Wahab Chasbullah pada tahun 1946 mengusulkan konsep Halal Bihalal untuk mempromosikan ajaran Ahlussunah wal Jamaah dan menyatukan berbagai ulama serta elit politik 3. Tradisi ini telah dipraktikkan sejak zaman Mangkunegara I, juga dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa, di mana raja dan para bangsawan/soldadu bersama-sama melakukan sungkem atau saling memaafkan di aula istana setelah shalat Idulfitri 211. Makna dan Filosofi Makna dan Filosofi Halal Bihalal Definisi dan Asal-usul: Kata ‘halal’ dalam Halal Bihalal memiliki tiga arti dalam bahasa Arab: halal al-habi (mengurai benang kusut), halla al-maa (air menjadi jernih), dan halla as-syai (menjadikan sesuatu halal) 6. Arti-arti ini menggambarkan ide pengampunan dan penyelesaian kesalahan serta kesalahpahaman masa lalu 6. Tujuan Utama: Halal Bihalal bertujuan untuk memperbaiki hubungan yang terputus, menciptakan harmoni, dan mempromosikan perbuatan baik 1. Ini bukan hanya tradisi religius tetapi juga simbol dari kesatuan dan integrasi nasional 1. Menurut Prof Quraish Shihab, Halal Bihalal bertujuan untuk menyambung kembali hubungan yang terputus 1. Filosofi dan Praktik: Halal Bihalal melibatkan kunjungan ke kerabat, teman, dan tetangga, mengungkapkan kebahagiaan untuk Idul Fitri, dan saling memaafkan kesalahan 9. Ini menguatkan hubungan dan menjaga harmoni di antara orang-orang 5. Filosofi di balik Halal Bihalal mencakup konsep silaturahmi yang merupakan Sunnah Nabi, manifestasi dari ajaran Islam tentang saling menghormati, memahami, dan memaafkan 5. Pelaksanaan Halal Bihalal Pelaksanaan Halal Bihalal dilakukan dengan berbagai cara yang unik dan penuh makna, terutama selama Idul Fitri, di mana masyarakat mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman untuk meminta maaf dan memperkuat hubungan 1. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi, berbagi makanan, dan bertukar hadiah, mencerminkan esensi dari silaturahmi dan kebersamaan 1. Kunjungan dan Memaafkan: Tradisi Halal Bihalal melibatkan kunjungan antar rumah untuk saling meminta maaf setelah shalat Idul Fitri, yang merupakan inti dari Halal Bihalal 24. Aktivitas Bersama: Selain kunjungan, tradisi ini juga melibatkan makan bersama dan membawa kue Lebaran, yang menambah keakraban dan kehangatan pertemuan 12. Pelaksanaan di Berbagai Lingkungan: Tidak hanya di lingkungan keluarga, Halal Bihalal juga dilaksanakan di sekolah dan organisasi, menunjukkan pentingnya tradisi ini dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat 1. Tradisi ini tidak hanya menjadi waktu untuk membersihkan hati dari dendam atau prasangka tetapi juga sebagai momen untuk memulai kembali dengan hati yang bersih dan niat yang baik 13. Pentingnya Halal Bihalal dalam Budaya dan Agama Halal Bihalal tidak hanya merupakan tradisi budaya tetapi juga kewajiban religius yang mendorong pengampunan, kesatuan, dan solidaritas di antara umat Muslim 2. Dalam konteks hukum fikih (hukum Islam), praktik Halal Bihalal sangat dianjurkan karena berperan dalam mempromosikan harmoni dan pengampunan 5. Lebih lanjut, Halal Bihalal seharusnya tidak hanya terbatas pada periode Lebaran (Idul Fitri) saja, tetapi harus menjadi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan harmoni antar berbagai keyakinan 14. Praktik ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dan saling menghormati di antara umat beragama
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk
Bidang : Sosial Budaya
Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung mengadakan kegiatan Tapping Video dalam rangka memperingati hari Kartini Kota Bandung Tahun 2026 yang dilaksanakan pada : Hari Kamis Tanggal 16 April 2026 Pukul 13.00 Wib sd 14.30 Wib Tempat di Hotel Crown Jalan Lembong 19 Bandung. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kegiatan sekretariat yang diikuti oleh Ketia Dharma wanita Persatuan Kota Bandung Ibu Dr. Hj. R. dewi Pertiwi Zulkarnain,S.E.,M.M. beserta perwakilan Wakil Ketua Ibu Erlyn Viviyanti Asep, Sekretaris Ibu Irine Iwan, Bendahara dihadiri oleh Ibu Ina Marlina Tatang, Ibu Tatat Rasdian, Ibu Titik Anhar. Bidang Pendidikan Ibu Rahayu Fajar, Ibu Feby Gufron, Ibu Ella Agus , Ibu Erti Yorisa, Bidang Ekonomi Ibu Milawati Henryco, Ibu Cory Soni, Ibu Susi Darsiti, Bidang sosial budaya Ibu Pujiningtyas, Ibu Anne Rizki, Ibu Dian Rulli. Kegiatan ini bertujuan untuk Memperingati hari Kartini tahun 2026 yang akan dilaksanakan di tingkat Kota Bandung Menghargai jasa Raden Ajeng Kartini Sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia yang memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan. Meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender Mengingatkan masyarakat bahwa perempuan memiliki hak, kesempatan, dan peran yang sama dalam berbagai bidang kehidupan. Memotivasi perempuan untuk terus berkembang Mendorong perempuan agar berani berkarya, berpendidikan, dan berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Menjadi Inspirasi bagi Dharma wanita Persatuan Kota Bandung.
Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Expo dan Job Fair yang dirangkaikan dengan pembagian 550 paket sembako dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru Tahun 2026, bertempat di Lapangan dr. Murdjani Kota Banjarbaru, pada Jumat (17/04/2026). Turut hadir juga Ketua DWP Kota Banjarbaru Ny.Atika Anggraini Sirajoni beserta anggota DWP UP Perangkat Daerah. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, serta dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Melalui kegiatan expo, Pemerintah Kota Banjarbaru memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat. Sementara itu, Job Fair menjadi sarana strategis dalam membuka akses kerja seluas-luasnya serta menekan angka pengangguran secara bertahap.
Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung menyelenggarakan Pertemuan Rutin yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal 1447 Hijriyah dengan tema Indahnya berbagi Maaf, Mulianya menjalin silahturahmi yang dilaksanakan pada Hari Kamis Tanggal 16 April 2026 Pukul 08.00 Wib sd 12.00 Wib Tempat Ballroom Lantai 2 Hotel Crown Bandung, Jalan Lembong Nomor 19 Bandung. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kegiatan Program Kerja Sekretariat DWP Kota Bandung. yang dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung, Ibu Dr. Hj R. Dewi Pertiwi Zulkarnain,S.E.,M.M. beserta Para Pengurus Dharma wanita Kota Bandung. Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung Bapak H. Iskandar Zulkarnain,S.E.,M.T. dan Ibu Aryatri Farhan. Hadir pula Pengurus Dharma wanita Persatuan Provinso Jawa Barat, Kepala DP3A Kota Bandung ,seluruh Ketua Dharma Wanita Persatuan OPD dan Kecamatan beserta anggota se-kota Bandung. Penceramah Bapak ustad Dudi Muttaqien. Adapun Susuna Acara adalah sebagai berikut Penampilan Hadroh Pembukaan Pembacaan Ayat Suci Al Quran dan Saritilawah Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan Laporan Ketua Panitia Penyelenggara Video Kompilasi Kegiatan DWP Kota Bandung tahun 2026 Sambutan Ketua DWP Kota Bandung Video Kenangan Almarhumah Hj. Wina Puspa Inda Sambutan Penasehat DWP Kota Bandung Tausiyah diakhiri dengan doa Demo Hijab Stylish dari Kisera Fashion Show Kerudung Kisera dan Busana dari Unique oleh Ibu Ibu anggota DWP OPD dan Kecamatan Kota Bandung Penyerahan Hand Bouquet kepada owner Kisera dan owner Unique Penyerahan Penghargaan kepada Ibu Erna Tresnawati Pengurus DWP Disnaker Foto Bersama Mushafahah Jamuan Makan siang Penutup Dalam Sambutannya Ketua Dharma wanita Persatuan Kota Bandung menyampaikan Ucapan terima kasih atas kehadiran tamu undangan, khususnya kepada penyelenggara yang saat ini dilaksanakan oleh 20 DWP yaitu : 10 DWP OPD yang terdiri dari Disciptabintar, DPMPTSP, Dishub, Diskarmat, Diskominfo, DPPKB, DSDABM Kesbangpol, Satpol PP dan Baperida dan 10 DWP Kecamatan yang terdiri dari Andir, Arcamanik, Babakan Ciparay, Bandung Kidul, Sumur Bandung, Buah Batu, Batununggal, Sukajadi, Lengkong, dan Kiaracondong, Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung dalam berkegiatannya melakukan kolaborasi dengan TP.PKK terbukti dengan kegiatan kegiatan yang saling mendukung dan menghadiri dalam setiap kesempatan. Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung harus mempunyai program Kerja yang dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas para anggota nya dan Anggota Organisasi Dharma Wanita Persatuan adalah para istri ASN karyawati harus dapat menciptakan keluarga yang tangguh dan harmonis mampu memberikan dukungan terhadap para suaminya sehingga mampu menjalankan amanah dengan baik, Berdaya dan mampu berkontribusi Nyata dalam masyarakat . Dalam sambutan Bapak Penasehat menyampaikan selamat hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin, Memberikan apresiasi kepada Dharma wanita Persatuan Kota Bandung yang telah menunjukan kiprahnya dalam kegiatan kegiatan yang positif meskipun Dharma Wanita tidak mempunyai anggaran dalam kegiatannya tapi dalam kegiatannya telah menunjukan kolaborasi yang baik ini agar dapat dijaga terus sehingga terbangun harmonisasi dalam setiap kegiatannya. Ucapan terima kasih kepada para Dharma Wanita Persatuan OPD dan Kecamatan sebagai penyelenggara kegiatan. Pesan Bapak Walikota diharapkan setiap kegiatan saling berkolaborasi dan diharapkan Dharma wanita Persatuan dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung potensial anggotanya dalam bidang pendidikan ekonomi dan sosial budaya. Dharma Wanita Persatuan terus dapat berkolaborasi dengan stake holder untuk mendukung pembangunan di kota Bandung Acara Pertemuan rutin dan halal bihalal ini adalah Tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Ustad Dudi Muttaqien adalah jangan pernah memikirkan yang bukan urusan kita, karena banyak orang yang banyak memikirkan urusan orang lain. Kita tidak perlu mempersiapkan kematian tapi waspadai kematian sehingga jangan sampai meninggal dalam keadaan salah. Istri harus dapat membuat suami nyaman dan memberikan support. Sebagai Manusia hendaknya kita memaafkan jangan menyimpan amarah dan catatan buruk orang lain. Shodaqoh , tilawah dan ibadah lainnya di bulan ramadhan belum jadi pahala , apabila setelah ramadhan kebiasaan di bulan ramadhan tetap dijalankan baru menjadi pahala. Intinya kita sebagai istri salah satunya adalah taat kepada suami. Ramadhon adalah proposal bagi kita untuk kita lakukan di 11 bulan yang akan datang kita bisa menjalankan seperti ramadhon. Dalil nya Celaka untuk orang yang sholat yang lalai dari sholatnya dalam sholat minta selamat kelakuannya membuat celaka, dalam sholat meminta rizki tapi malas. Jaga Cinta pada suami, apalagi diusia 50 tahun dibangun disemarakan. berikan rasa percaya pada suami. suasana surga dihadirkan dalam rumah tangga. Laki laki memilih pasangan hidup yang cantik tetapi perempuan memilih yang mapan. sebagai istri jadilah Istri yang cantik di ruang tamu yaitu yang enak diajak ngobrol, menjadi teman ngobrol yang baik, ekspresif, respronsif. Cantik di ruang makan yaitu penuhi selera suami. Cantik di tempat istirahat buat suami kita menjadi seorang yang produktif. Sejukan suami dengan senyum, selingi rumah tangga dengan canda jangan terlalu serius. Fashion Show diisi oleh pragawati yang merupakan anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung yang dilatih secara langung oleh Malik Mustaram dengan membawakan kerudung Kisera dan Baju Unique. Tujuan dari kegiatan ini pelaksanaan 1. Program kerja sekretariat tahun 2026 2. Memperat silahturahmi 3 Menjadi momen untuk meminta danmemberikan maaf setelah hari Raya Idul Fitri 4. Meningkatkan kebersamaan dan kekompakan memperkuat rasa persaudaraan, kekleuargaan dan solidaritas dalam organisasi 5. membangun komunikasi agar tercipta harmonisasi