Ibu Ketua DWP Kecamatan Bringin dan satu anggota menghadiri rapat rutin pleno DWP Kabupaten Ngawi di Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi,dalam kesempatan ini ibu ketua DWP Kabupaten Ngawi menghimbau agar ibu-ibu semua selalu menjaga kebersihan lingkungan
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mojokerto
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mojokerto Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana DPRKP2, telah Melaksanakan kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Table Manner “Membangun Etika, Elegansi, dan Kepercayaan Diri dalam Jamuan Resmi” di Cafe Proof.co Meri.
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Keterangan Program
1.Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mojokerto.
2.Hari/Tanggal : Jumat, 07 Agustus 2026.
3.Waktu : 09:00 WIB.
4.Peserta : 10 peserta.
5.Lokasi : di Cafe Proof.co Meri.
6.Acara :Pelaksanaan Pelatihan Table Manner “Membangun Etika, Elegansi, dan Kepercayaan Diri dalam Jamuan Resmi” di Cafe Proof.co Meri.
Susunan Acara
1.Pembukaan :
a.Pembukaan : Acara di buka oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana DPRKP2, Ny. Risky Bambang Purwanto di Cafe Proof.Co. Kegiatan Pelatihan Etiket Makan atau Table Manner dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan yang memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi ibu-ibu DWP UP DPRKP2. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar bersama mengenai tata cara dan etika yang baik saat berada dalam jamuan makan, khususnya pada acara resmi maupun formal.
2.Materi :b.Pembahasan : Pada kegiatan Pelaksanaan Table Manner disajikan dengan menu makanan, Appetizer berupa Risol Mayo dan Salad Buah, Soup berupa Sup Jagung dan Garlic Bread, Main Course berupa Nasi Goreng, Dessert Tradisional berupa Kolak, Minuman berupa Air Putih. Dalam pelaksanaan kegiatan ini disampaikan bahwa Table Manner bukan hanya tentang bagaimana menggunakan sendok, garpu, pisau, atau peralatan makan lainnya. Lebih dari itu, etika makan juga menjadi bagian dari sikap dan cara kita menghargai orang lain dalam sebuah jamuan. Cara duduk, cara berbicara, cara menggunakan peralatan makan, hingga bagaimana memulai dan mengakhiri makan semuanya mempunyai aturan dan etika yang perlu diperhatikan. Dengan memahami hal-hal tersebut, seseorang diharapkan dapat tampil lebih percaya diri dan nyaman ketika menghadiri jamuan makan resmi. Peralatan tersebut disesuaikan dengan jenis makanan yang disajikan, mulai dari dinner knife, steak knife, bread and butter knife, dinner spoon, dessert spoon, dinner fork, hingga soup spoon. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis piring, mangkuk, gelas, serta perlengkapan lainnya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan peralatan makan dimulai dari posisi yang paling luar dan digunakan sesuai dengan fungsi masing-masing. Selain mengenal peralatan makan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan pisau, garpu, dan sendok dengan benar. Pisau digunakan untuk memotong makanan dan tidak digunakan untuk menyuapkan makanan ke mulut. Sementara itu, garpu digunakan untuk menusuk atau mengambil makanan dan dapat digunakan bersama pisau maupun sendok. Penggunaan peralatan makan yang benar tentunya akan membuat kegiatan makan menjadi lebih nyaman sekaligus membantu menjaga sikap dan posisi tubuh selama berada di meja makan. Hal lain yang tidak kalah penting adalah tata cara menerima undangan dan mengatur posisi duduk. Saat menerima undangan jamuan makan, kita perlu memperhatikan siapa saja yang diundang karena penempatan kursi biasanya sudah disiapkan sesuai dengan jumlah dan posisi tamu. Ketika berada di meja makan, posisi duduk sebaiknya tegak dan nyaman, tidak terlalu dekat maupun terlalu jauh dari meja. Tamu juga sebaiknya menunggu sampai dipersilakan oleh tuan rumah sebelum duduk. Sikap sederhana seperti tidak meletakkan siku di atas meja dan tidak memainkan serbet atau peralatan makan juga menjadi bagian dari etika yang perlu diperhatikan. Dalam penggunaan serbet makan, peserta juga diberikan contoh cara yang tepat. Setelah duduk, serbet dapat dibuka dan diletakkan di atas pangkuan. Serbet digunakan secukupnya untuk menyeka bibir dan setelah digunakan dikembalikan ke pangkuan. Pada saat jamuan selesai, serbet tidak perlu dilipat terlalu rapi, tetapi juga sebaiknya tidak dibiarkan dalam keadaan sangat kusut. Hal-hal kecil seperti ini ternyata cukup penting dalam menunjukkan sikap sopan saat berada dalam sebuah jamuan. Etika dalam berbicara selama jamuan makan juga menjadi bagian dari materi yang disampaikan. Peserta diingatkan untuk tidak berbicara ketika masih ada makanan di dalam mulut, tidak berbicara terlalu keras, serta menghindari gerakan tangan yang berlebihan ketika sedang memegang alat makan. Saat berbincang, kita juga perlu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara dan tidak memotong pembicaraan. Intinya, suasana makan akan terasa lebih nyaman apabila setiap orang bisa menjaga sikap, berbicara dengan wajar, dan saling menghargai. Selanjutnya dijelaskan pula mengenai tata cara memulai makan dan aturan penyajian makanan. Makanan yang sudah diporsikan di atas piring umumnya disajikan dari sebelah kanan, sedangkan roti dan salad berada di sebelah kiri. Peserta juga belajar mengenai penggunaan peralatan makan modern. Prinsip sederhananya adalah menggunakan alat makan yang berada paling luar terlebih dahulu dan tetap menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. Peralatan yang sudah ditata di atas meja sebaiknya tidak dipindahkan sembarangan. Apabila ada alat makan yang jatuh, peserta tidak perlu mengambilnya sendiri, tetapi dapat meminta bantuan pramusaji untuk menggantinya dengan yang baru. Untuk penggunaan sendok, garpu, dan pisau juga memiliki fungsi masing-masing. Pada penggunaan peralatan makan (sendok) dimulai dengan yang paling luar menuju paling dalam, Sendok biasanya digunakan untuk makanan yang mengandung cairan seperti sup, sementara garpu digunakan untuk mengambil atau menyuapkan makanan. Pisau digunakan untuk memotong makanan dan bukan untuk membawa makanan ke mulut. Dalam jamuan resmi, minuman biasanya disajikan menggunakan gelas berkaki. Saat minum, gelas dipegang pada bagian bawah badan gelas. Sebelum minum, bibir sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar tidak meninggalkan bekas pada bibir gelas dan saat meneguk diusahakan tidak menimbulkan suara. Untuk makan roti misalnya, roti diambil menggunakan tangan kiri, kemudian dipotong secukupnya dan diberi mentega. Sementara appetizer merupakan makanan pembuka yang biasanya disajikan dalam porsi kecil untuk membangkitkan selera makan. Untuk sup, peserta diingatkan agar tidak meniup sup dan tidak menyeruputnya dengan suara. Sup sebaiknya dimakan dengan perlahan menggunakan sendok yang telah disediakan. Untuk makanan penutup atau dessert, jenis makanan yang disajikan dapat berupa buah-buahan, es krim, puding, dan makanan sejenis lainnya. Peralatan makan yang digunakan juga menyesuaikan dengan jenis dessert yang disajikan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam Table Manner, setiap peralatan yang tersedia di meja memiliki fungsi masing-masing dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan makanan yang akan disantap. Tidak hanya soal cara makan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika selama berada di meja makan. Misalnya, ketika harus batuk atau bersin, sebaiknya menutup mulut menggunakan sapu tangan dan berusaha menekan suara. Jika memang harus meninggalkan meja, sebaiknya meminta izin kepada tamu lainnya dan tidak meninggalkan meja terlalu lama. Peserta juga diingatkan untuk tidak makan terburu-buru agar tidak selesai jauh lebih dulu daripada tuan rumah. Selain itu, mengunyah makanan juga sebaiknya dilakukan tanpa menimbulkan suara. Pada saat makan, posisi siku juga perlu diperhatikan agar tidak menyentuh meja ketika sedang memotong atau menyuapkan makanan. Posisi alat makan dapat menjadi tanda apakah seseorang masih melanjutkan makan atau sudah selesai. Jika makan belum selesai, alat makan diletakkan dalam posisi terbuka dan sendok/garpu diposisikan searah jarum jam 5 (lima), sedangkan setelah selesai makan alat-alat makan diletakkan di bagian kanan. Dengan memahami tanda-tanda sederhana tersebut, peserta dapat lebih mudah mengikuti tata cara dalam jamuan makan resmi. Materi pelatihan memberikan contoh menu makanan Indonesia yang dapat digunakan, salad buah sebagai Appetizer, sup jagung sebagai Soup, kemudian nasi goreng lengkap sebagai Main Course. Untuk Dessert dapat menggunakan buah potong, puding susu, atau es krim, sedangkan minuman yang disajikan dapat berupa air putih. Secara keseluruhan, kegiatan Pelatihan Etiket Makan atau Table Manner memberikan banyak pengetahuan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika menghadiri acara resmi. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar tentang penggunaan alat makan, tetapi juga belajar bagaimana menjaga sikap, cara berbicara, posisi duduk, serta menghargai orang lain selama berada dalam sebuah jamuan. Diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat menambah rasa percaya diri dan menjadi bekal bagi seluruh anggota DWP UP DPRKP2 Kabupaten Mojokerto untuk dapat bersikap lebih santun, nyaman, dan percaya diri dalam berbagai kesempatan, terutama pada acara-acara resmi.
c.Penutup :Demikian Laporan kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Table Manner, kegiatan Pelatihan Etiket Makan atau Table Manner berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman serta pengetahuan baru bagi seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya belajar tentang cara menggunakan alat makan dengan benar, tetapi juga belajar bagaimana menjaga sikap, cara berbicara, posisi duduk, serta menghargai orang lain saat berada dalam sebuah jamuan makan. Hal-hal sederhana tersebut ternyata cukup penting untuk menunjang rasa percaya diri dan menunjukkan sikap yang baik, terutama ketika menghadiri acara resmi. Diharapkan ilmu dan pengalaman yang didapat dari pelatihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan saja, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pada berbagai kesempatan lainnya. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi seluruh anggota DWP UP DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, sekaligus menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menambah wawasan baru bagi kita semua.
DHARMA WANITA PERSATUAN RSUD dr MOHAMMAD ZYN SAMPANG
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Takwa
Laporan Pengajian Al Mardiyah Kabupaten Sampang
• Hari : Selasa, 09 Juni 2026BENTUK KEGIATAN
Acara Pengajian dbuka oleh Nyai Hj. St. Fatimah Faisol M
Acara di buka dg membaca:
1. Al fatihahTema: “Hijrah hati, Hijrah diri, Hijrah keluarga, Memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum perubahan"
“ Hijrah hati, hilangkan rasa iri dan dengki. Tanda² iri dan hasut, tidak sesuai dengan yg diucapkan. Hijrah diri, memperbaiki ibadah yg sdh dilakukan saat ini, saling memperbaiki ibadah pasangan dan keluarga kita. Jaga diri dan keluarga dari siksa api neraka "
1. Hijrah Hati: Muara Segala PerubahanSegala sesuatu bermula dari hati. Hijrah hati berarti membersihkan jiwa (Tazkiyatun Nufus) dari penyakit-penyakit yang menggerogoti kebahagiaan, seperti iri hati, dengki, sombong, dendam, dan prasangka buruk.
Tahun baru adalah saat yang tepat untuk membuka lembaran baru: memaafkan orang lain dan melapangkan dada. Ketika hati kita bersih dan diisi dengan ketauhidan, keikhlasan, serta prasangka baik kepada Allah dan sesama, maka seluruh anggota tubuh kita akan terdorong untuk berbuat kebaikan.
2. Hijrah Diri: Memperbaiki Kualitas Akhlak dan IbadahSetelah hati dibenahi, hijrah dilanjutkan pada tataran personal. Hijrah diri adalah komitmen untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.
Ingatlah, hijrah diri tidak harus selalu berupa lompatan yang drastis. Allah sangat menyukai amalan yang konsisten meskipun kecil (istiqamah).
3. Hijrah Keluarga: Membangun Benteng KebaikanPerubahan tidak berhenti pada diri sendiri. Sebagai pemimpin atau anggota keluarga, kita punya tanggung jawab membawanya ke dalam rumah tangga. Hijrah keluarga berarti mengubah suasana rumah menjadi tempat yang merangkul kebaikan:
PENUTUP
Ibu-ibu yang saya muliakan, Mari kita jadikan momentum ini untuk bertekad: "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini."
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita di masa lalu, meneguhkan langkah kita dalam berhijrah, serta melimpahkan rahmat dan keberkahan untuk kita dan keluarga di tahun yang baru ini.Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
sumbangan jimpitan gemas dari ketua dwp dinas lingkungan hidup yang dilaksanakan oleh dinas lingkungan hidup yang merupakan program pemerintah dalam mencegah stunting
Selasa,11 Agustus 2026,Bertempat di Ruang Aula Pertemuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Muara Enim.Dalam Rangka Pelaksanaan Pertemuan Rutin Bulanan Dharma Wanitia Persatuan Kabupaten Muara Enim,Bulan Agustus Sekaligus Memperingati Hari Ulang Tahun Ke -81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.Kegiatan ini dilaksanakan Oleh Dwp Dispora,Dwp Dinas Perhubungan,Dwp PUPR,Dwp Disperkimtan,DwpKecamatan Lawang Kidul dan Dwp Semende Darat Laut.Acara Hari Ini du hadiri Oleh Ketua Pengurus Dharma wanita Kabupaten,Dharma Wanitw Opd dan Kecamatan beserta Pengurus dan anggotanya. Serta dihadiri pula Oleh Yang Terhormat Plt Bupati Muara Enim Hj .Sumarni,M.Si.Ketua Dharma Wanita Persatian Kabupaten Muara Enim.Ny.Hj Yuseva Risman. Sedangkan Utusan dari Dharma Wanita Kecamatan Lawang Kidul dihadiri Oleh.Ny Eksi Sonita,SE,Ny.Nirsa Susanti,SE,Ny.Anisah,SM,Ny.Nova Damayanti,Ss,MM. Acara pagi ini di mulai dengan Menyanyikan Lagu kebangsaan Indonesia Raya,dilanjutkan dengan Menyanyikan Mars Dharma Wanita dan Dilanjutkan dengan Doa sebagai awal mulainya Kegiatan di Pagi ini,agar berjalan dengan Lancar. Acara selanjutnya Sambutan Ketua Dharma Wanita Kabupaten yaitu Ny.Hj.Yuseva Risman.yang berisi Ucapan Trimakasih atas partisipasinya Para Ibu-ibu Dharma wanita yang telah hadir dalam pertemuan Rutin bulanan ini serta menyampaikan Merajut Kebersamaan Perempuan Berdaya Sehat dan Bahagia. Setelah itu dilanjutkan dengan Sambutan dari Plt Bupati Muara enim yaitu Hj.Sumarni,Msi.dalam sambutannya yang berisi wujud kebersamaan dari suatu Organisasi yang mewakili Opd dan 22 Kecamatan,sebagai ajang silahturahmi dan Informasi,mari kita menggali Semua Potensi daerah Masing-masing.Setelah selesai sambutan dari Plt Bupati Muara Enim,dilanjutkan dengan sesi Foto Bersama yang di mulai dari Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten,dilanjut Dharma wanita Opd dan Kecamatan-kecamatan yang telah hadir dalam kegiatan berlangsung. Setelah Rangkaian acara Pembuka Dilanjut dengan Senam Jantung Bersama dan dilanjut dengan Perlombaan diantaranya Joget balon dan lomba konstrasi.di Sela Kegiatan ini juga ada Stan dari Ibu-ibu Dharma Wanita yang Membuka Lapak Berjualan berbagai macam Kuliner,Sayur masak dan Aneka Minuman,yang Menjadi daya tarik Para Peserta untuk membeli Sebagai Oleh-oleh Buat Keluarga dirumah. Setelah itu di tutup dengan pembagian Hadiah bagi kelompok yang Menang. #Dwpberdaya #Dwpsehat #Dwpkreatif #Dwpkecamatanlawangkidul Berikut adalah revisi dan penyempurnaan teks laporan kegiatan di atas agar menjadi naskah berita/laporan resmi yang rapi, komunikatif, dan sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar (EYD/PUEBI). DWP Kabupaten Muara Enim Gelar Pertemuan Rutin Bulanan Sekaligus Merayakan HUT ke-81 RI MUARA ENIM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muara Enim menggelar pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Ruang Aula Pertemuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muara Enim. Acara kali ini diprakarsai oleh gabungan penyelenggara dari DWP Dispora, DWP Dinas Perhubungan, DWP PUPR, DWP Disperkimtan, DWP Kecamatan Lawang Kidul, serta DWP Kecamatan Semende Darat Laut. Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Bupati Muara Enim Hj. Sumarni, M.Si., Ketua DWP Kabupaten Muara Enim Ny. Hj. Yuseva Risman, serta pengurus dan anggota DWP dari berbagai OPD dan kecamatan se-Kabupaten Muara Enim. Adapun utusan dari DWP Kecamatan Lawang Kidul yang menghadiri acara ini di antaranya Ny. Eksi Sonita, S.E., Ny. Nirsa Susanti, S.E., Ny. Anisah, S.M., dan Ny. Nova Damayanti, S.S., M.M. Rangkaian Acara Pembukaan Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Dharma Wanita, serta pembacaan doa agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Muara Enim, Ny. Hj. Yuseva Risman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh anggota yang hadir. Beliau juga mengusung pesan semangat: "Merajut Kebersamaan Perempuan Berdaya, Sehat, dan Bahagia." Sementara itu, Plt. Bupati Muara Enim, Hj. Sumarni, M.Si., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan organisasi yang menaungi OPD dan 22 kecamatan. "Pertemuan ini merupakan ajang silaturahmi dan pertukaran informasi. Mari kita bersama-sama menggali dan mengoptimalkan seluruh potensi daerah di wilayah masing-masing," ujar Plt. Bupati. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara Plt. Bupati, Ketua DWP Kabupaten, pengurus DWP Kabupaten, hingga jajaran pengurus DWP OPD dan Kecamatan. Keseruan Kegiatan dan Perlombaan Guna memeriahkan suasana peringatan HUT RI, seluruh peserta mengikuti Senam Jantung Sehat Bersama, dilanjutkan dengan beragam perlombaan seru seperti: Lomba Joget Balon Lomba Konsentrasi Tak hanya perlombaan, suasana makin meriah dengan hadirnya Bazaar Stan UMKM DWP. Ibu-ibu anggota DWP membuka lapak yang menjual aneka kuliner, masakan siap saji, dan minuman segar. Stan ini disambut antusias oleh para peserta yang membeli aneka produk sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Acara kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. #DWPBerdaya #DWPSehat #DWPKreatif #DWPKecamatanLawangKidul
LAPORAN BIDANG SOSIAL BUDAYA DWP UP DISKOMINSTA MELAKSANAKAN KEGIATAN ANJANGSANA BEZUK ANGGOTA ATAU KELUARGA DWP UP DISKOMINSTA
Pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, DWP UP Diskominsta Kota Magelang telah melaksanakan kegiatan anjangsana bezuk suami dari Ibu Ina Joko Susilo yang sedang sakit.
Teriring doa semoga suami dari Ibu Ina Joko Susilo segera diberikan kesembuhan dan kesehatan kembali
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk perhatian dan tanda kasih dari keluarga DWP
UP Diskominsta, serta diharapkan dapat meningkatkan dan mempererat silaturahmi antar
anggota
Demikian laporan kami
Magelang, 7 Agustus 2026
Bidang Ekonomi Program Pengembangan Usaha Produktif dan Kreatif Nama Kegiatan : Pelatihan Kemasan Branding dan Pemasaran Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah Binaan Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar Dharma Wanita Persatuan Unit Kecamatan Makassar Mengikuti Kegiatan Pelatihan Kemasan Branding dan Pemasaran Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah Binaan Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar. Acara ini di wakili oleh anggota bidang ekonomi Ny. Nuria Budiyanto dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Ny. Rahma Sumarlin pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, Pukul 08.00 WITA, di Gedung Makassar Government Center Lantai 1, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam rangka meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan kemandirian pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar melaksanakan kegiatan Pelatihan Kemasan Branding dan Pemasaran Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah Binaan Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar. Acara ini dibuka oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar Ny. Hj. Fatma Wahyuddin A. Zulkifly. ST., M.M. Narasumber untuk kegiatan ini dua orang yaitu Rizki Amalia, S.Ak dan Khairul Umam, ST. M.T. Acara ini juga dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Ketua Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan se Kota Makassar dan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Binaan Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja se Kota Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 130 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah binaan dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk melalui kemasan yang menarik dan informatif, penguatan identitas merek (branding), serta strategi pemasaran yang efektif sesuai dengan perkembangan pasar dan teknologi digital. Melalui kegiatan ini Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar berupaya mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah binaan agar mampu menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki tampilan yang lebih menarik, identitas merek yang kuat, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, nilai jual produk dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan penataan serta penyesuaian kembali anggota serta penyusunan struktur baru, Jumad, 13 Maret 2026 di Pantai Wulen Luo yang dihadiri 12 anggota DWP Unit Dinas Perhubungan. Tujuan kegiatan agar semakin terarah dalam organisasi.
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang menghadiri
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi, Konsolidasi/Sosialisasi
Keterangan Progam :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jombang
2. Hari/Tanggal : Senin, 10 Agustus 2026
3. Waktu : 07.30 WIB – selesai
4. Peserta : 70 partisipan
5. Lokasi : Ruang Setjo Adiningrat Pemkab Jombang
6. Acara : Rapat anggota DWP Kabupaten Jombang, pengisian oleh petugas 1 paket dari DWP BKPSDM Kab. Jombang dengan tema "Pembinaan Keharmonisan Rumah Tangga Pegawai ASN" narasumber oleh Drs Anwar Mkp.
Susunan Acara :
1. Pembukaan dibuka oleh MC Ibu Atik Andy kusuma
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita dengan pembirama oleh Ibu mitha
3. Penyampaian materi oleh Drs Anwar Mkp dengan tema "Pembinaan Keharmonisan Rumah Tangga Pegawai ASN".
4. Tanya jawab.
5. Doa yang dipimpin oleh Ibu Yanuar
Adapun isi dari materi yang disampaikan adalah:
Keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk keluarga yang sehat, bahagia, dan berkualitas. Keluarga yang harmonis tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap anggota keluarga, tetapi juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab seseorang dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan pekerjaan.
PNS dan PPPK adalah unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam tingkah laku, tindakan dan ketaatan kepada peraturan perundang undangan yang berlaku, termasuk dalam menyelenggarakan kehidupan berkeluarga.
Tahap Perkembangan Pernikahan
a. Tahap Pembentukan (Honeymoom Phase) dalam waktu 0-2 tahun.
b. Tahap Penyesuaian dan konsolidasi dalam waktu 2-5 tahun.
c. Tahap Kehadiran Anak dalam waktu 5-10 tahun.
d. Tahap Anak Usia Sekolah dan Remaja dalam waktu 10-20 tahun.
e. Tahap Stabilitas Dewasa/Midlife Marriage dalam waktu 20-30 tahun.
f. Tahap Empty Nest, setelah anak dewasa dan keluar rumah.
g. Tahap Usia lanjut.
Ketentuan dan Evaluasi Proses Perkawinan dan Perceraian Pegawai ASN Pemerintah Kab. Jombang
1. Perkawinan
a. Perkawinan yang Sah menurut PP 10/1983 jo PP 45/1990, Perbup 4/2023 sebagai berikut:
1.ASN yang melangsungkan perkawinan pertama, kedua dst wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pejabat melalui saluran hirarkhis dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah perkawinan itu berlangsung
2.ASN Pria yang akan beristri lebih dari seorang, wajib mendapat izin terlebih dahulu dari Pejabat (Bupati)
3.ASN dilarang hidup bersama dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan pria yang bukan suaminya sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah.
4.ASN Wanita DILARANG menjadi istri Kedua/Ketiga/Keempat
b. Perkawinan yang dilarang bagi ASN sebagai berikut :
1.ASN yang menikah hanya dilakukan sesuai hukum agama (Siri)
2.ASN pria yang menikah dengan istri kedua, baik itu yang hanya dilakukan sesuai hukum agama (Siri) maupun yang telah dicatatkan.
3.ASN pria yang baru hanya menyatakan talak kepada istrinya, bila kawin lagi dengan wanita lain, baik itu yang hanya dilakukan sesuai hukum agama (Siri) maupun yang telah dicatatkan, maka perkawinan tersebut merupakan perkawinan dengan istri kedua.
4.ASN pria yang nikah dengan wanita yang mengaku janda, baik itu pernikahan yang hanya dilakukan sesuai hukum agama (Siri) maupun yang telah dicatatkan, tetapi status janda wanita tersebut baru hanya talak, maka pernikahan ASN pria tersebut adalah pernikahan dengan istri orang lain.
5.ASN wanita yang hanya ditalak oleh suaminya, bila menikah dengan pria lain, baik itu pernikahan hanya dilakukan secara hukum agama (Siri) maupun yang telah dicatatkan, maka secara yuridis ASN wanita tersebut telah Poliandri.
6.ASN wanita yang nikah dengan pria yang mengaku duda, baik itu pernikahan yang hanya dilakukan sesuai hukum agama (Siri) maupun yang telah dicatatkan, tetapi status duda pria tersebut baru hanya talak, maka ASN wanita tersebut secara yuridis adalah istri kedua.
7.ASN wanita yang nikah dengan pria yang masih mempunyai istri, baik itu pernikahan yang hanya dilakukan secara hukum agama (Siri) maupun yang telah dicatatkan, maka ASN wanita tersebut adalah istri kedua.
2. Perceraian
a. Perceraian yang Sah Berdasarkan PP 10/1983 jo PP 45/1990, Perbup 4/2023 sebagai berikut :
1. ASN yang yang akan melakukan Perceraian (sebagai penggugat/tergugat) WAJIB memperoleh surat izin / keterangan terlebih dahulu dari Pejabat (Bupati).
2. ASN yang akan menggugat cerai Pasangannya, harus mendapatkan Surat Izin Melakukan Keterangan terlebih dahulu dari Pejabat Pembina Kepegawaian.
3. ASN yang digugat cerai oleh pasangannya, wajib melaporkan gugatan tersebut melalui atasannya secara berjenjang untuk mendapatkan Surat Keterangan Melakukan Perceraian dari PPK.
4. ASN hanya dapat melakukan perceraian apabila ada alasan-alasan yang sah.
5. ASN yang telah bercerai WAJIB melaporkan perceraiannya kepada atasannya untuk diteruskan kepada pejabat terkait paling lambat 1 bulan sejak terjadinya perceraian
Kegiatan Pembinaan Keharmonisan Rumah Tangga Pegawai ASN merupakan kegiatan penting dalam mendukung pembentukan keluarga yang harmonis sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan pegawai.
Keharmonisan rumah tangga tidak terbentuk secara otomatis tetapi membutuhkan komunikasi, keterbukaan, saling menghargai, kerja sama, tanggung jawab dan komitmen dari seluruh anggota keluarga. Dengan terciptanya keluarga yang harmonis, diharapkan pegawai ASN dapat menjalankan tugas kedinasan dengan lebih tenang, fokus, profesional, dan bertanggungjawab.
Yang menghadiri : Ny. Fiber Dwi Nurmayani selaku Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang.
Pembuat laporan : Ny. Nadya sebagai Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang.