Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung mengikuti kegiatan webinar yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan DKPP Provinsi Jawa Barat dengan tema Peningkatan Kesiapan Tanggap darurat bencana yang dilaksanakan pada Hari Kamis Tanggal 30 April 2026 Pukul 08.30 Wib sd 11.00 Wib kegiatan ini merupakan pelaksanaan kegiatan bidang pendidikan yang diikuti oleh ibu Ella Agus perwakilan dari bidang pendidikan Narasumber Higiene Sanitasi oleh Ibu Drh Afrida yang menyampaikan Pentingnya Penerapan Hygiene sanitasi dalam pengolahan produk hewan karena mengandung gizi yang baik untuk tubuh manusia, mengandung asam amino esensial lengkap. Pangan segar asal hewan mudah busuk dan berpotensi membawa agen penyakit. Zoonosis Bawaan Pangan nama penyakit ,sumber penularan dan dampak pada manusia. Pangan asal hewan asuh adalah aman tidak mengandung bahaya biologis kimiawi dan fisik, sehat karena mengandung bahan bahan nutrisiyang dapat menyehatkan manusia,utuh tidak dicampur dengan bahan lain, Halal ditangani secara syariat islam. yang harus dilakukan supaya Aman,Sehat,Utuh,Halal ( ASUH ) harus memperhatikan mulai dari pemilihan bahan ,pengelolaan, hingga penyajian. Higiene adalah upaya memelihara dan menjaga kebersihan individu, sanitasi adalah upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan. yang perlu diperhatikan adalah penanganan pangan asal hewan harus sehat dan baik, penerapan cara yang baik- higiene sanitasi, pangan segar asal hewan penerapan rantai dingin Fasilitas pendingin dan termometer pangan. Prinsip dasar higiene Kebersihan personal, kebersihan lingkungan, keebrsihan bahan baku. Prinsip dasar sanitasi air bersih dan aman, sanitasi peralatan sebelum/sesuadah dipakai, pisahkan area bahan mentah dan matang,pengelolaan limbah yang benar. Narasumber Praktik Higienitas Pangan Asal Hewan dan Aplikasi sehari hari oleh Drh Kustini menyampaikan tujuan adalah memberikan panduan praktis dalam menangani pangan asal hewan, meningkatkan kebiasaan sehat dalam menangani pangan asal hewan. Pangan asal hewan Daging : ayam, sapi, kerbau. Ikan hasil laut, Telur, susu. Bagaimana membeli dan memilih bahan dengan aman. Cara menangani daging sapi yaitu harus dikemas plastik food grade, menyimpan daging sapi dalam refrigerator atau freezer dan penyimpanan ada batas waktunya. masa penyimpanan daging dan cara mencaikan daging yang beku. cara memilih,menangani dan penyimpanan daging ayam, telur ayam dan susu sapi dan ikan. penyebab terjadinya keracunan makanan yaitu pangan tidak disimpan pada suhu yang tepat, Pendingin pangan berjalan secara lambat, suhu yang kurang saat pemasakan ulang, makanan yang matang terkontaminasi kuman, pemasakan tidak pada suhu yang tepat, pencairan pangan beku yang tidak benar, kontaminasi silang dari pangan yang mentah, mengkonsumsi pangan mentah yang terkontaminasi, pencemaran melalui pekerja. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah dan meningkatkan ilmu pengetahuan , higienitas bahan pangan bukan pilihan tapi keahrusan karena berkaitan dengan nilai gizidan kesehatan. hidup yang lebih baik dimulai dari piring yang bersih.
DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN SITUBONDO
Dharma Wanita Persatuan Polisi Pamong Praja mengadakan kegiatan Bhakti Sosial mengunjungi dan memberikan santunan untuk Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Situbondo
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan/Bhakti Sosial
Keterangan Program : Dharma Wanita Satuan Polisi Pamong Praja mengadakan kegiatan Bhakti Sosial mengunjungi dan memberikan santunan untuk Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Situbondo Kabupaten Situbondo
Acara :
Dharma Wanita Persatuan Mengunjungi Pak Hosairi yang mengalami kecelakaa di wilayah Pasir Putih ketika sedang bertugas dan dirawat di ruang Bedah nomer 04 Rumah Sakit Abdoer Rahem Kabupaten Situbondo. Kegiatan Bhakti sosial ini rutin dilaksanakan setiap bulannya, untuk bersilahturahmi, memberikan support, semangat, mempererat ikatan keluarga besar Dharma wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Situbondo.
Dengan melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial ini, diharapkan ibu-ibu, anggota dan Pengurus Dharma Wanita Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Situbondo nantinya lebih peka, peduli, berempati terhadap lingkungan disekitarnya, bermanfaat untuk keluarga dan lingkungan disekitarnya, selalu mensyukuri nikmat Allah SWT, Meningkatkan kesabaran dan ketabahan, Membangun komunitas dan Silahturahmi, Membuka pintu rezeki dan keberkahan, Meningkatkan kesadaran sosial dan empati, Membantu meringankan beban masyarakat, Meningkatkan solidaritas dan kebersamaan, Mengembangkan rasa syukur dan kepedulian. Mengurangi kesalahan dan dosa, Meningkatkan kesehatan mental dan spiritual.
DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN GUNUNG MAS TURUT MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONAMI DAERAH (OTDA) UNTUK WUJUDKAN ASTA CITA Dharma Wanita kabupaten Gunung Mas, turut serta berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah yang ke 30 (tiga puluh) yang jatuh pada tanggal 25 April 2026. Pelaksaan Upacara/ Apel peringatan Hari OTDA ke 30 ini dilaksanakan pada Sening tanggal 27 April 2026 bertempat di Halaman Kantor Bupati Gunung Mas, di jalan Pangeran Diponegoro Kuala Kurun kabupaten Gunung Mas, pukul 07.45 WIB. Kegiatan ini bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Bapak Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong , SE., M.Si. Cuaca hari itu cukup kondusif dan memungkinkan pelaksanaan upacara berjalan dengan khidmat, baik dan lancar. Bertindak sebagai komandan upacara yakni Ny. Rosalia Lewis, S.Sos di mana beliau merupakan salah satu anggota DWP Kabupaten Gunung Mas dari DWP unit Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas. Bupati Gunung Mas yang bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 30 tersebut. Adapun tema yang diusung melalui perintan hari OTDA kali ini adalah “ Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita). Turut serta hadir dalam upacara ini yakni Forkopimda, Seluruh Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Gunung Mas Bersama Ketua DWP masing-masing Unit, seluruh ASN Lingkup pemerintah Kabupaten Gunung Mas, TNI/ Polri, Anggota Pramuka, Para Siswa/Siswi Pelajar, Organisasi Wanita dan Tamu undangan lainnya. Otonomi daerah menjadi salah satu tonggak penting dalam penyelenggaraan pemerintahan Indonesia modern. Setelah reformasi 1998, konsep otonomi daerah semakin kuat diterapkan demi mempercepat pembangunan di berbagai wilayah sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat lokal dalam pemerintahan. Secara resmi, otonomi daerah dipahami sebagai hak, wewenang, dan tanggung jawab daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penerapan otonomi daerah bukan hanya sebatas pelimpahan wewenang administratif, tetapi juga mencakup pemberdayaan potensi lokal melalui kebijakan yang lebih kontekstual, seperti yang diharapkan oleh daerah-daerah seperti Papua Pegunungan untuk mempercepat kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. Otonomi daerah adalah salah satu kebijakan yang sangat penting bagi Indonesia. Perlu diingat bahwa otonomi daerah yang merupakan perwujudan sentralistik desentralisasi menjadi cita-cita reformasi yang terealisasi pasca Orde Baru. Pada prinsipnya, otonomi daerah diimplementasikan untuk melakukan desentralisasi kewenangan pada pemerintah daerah. Hal ini tentu untuk dapat menggeser kekuasaan yang terlalu sentralistik di pusat menuju kekuasaan dan otonomi daerah di Indonesia.Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakatsetempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Secara harfiah, otonomi daerah berasal dari kata otonomi dan daerah. Dalam bahasa Yunani, otonomi berasaldari kata autos dan namos. Autos berarti sendiri dan namos berarti aturan atau undang-undang, sehingga dapat diartikan sebagai kewenangan untuk mengatur sendiri atau kewenangan untuk membuat aturan guna mengurus rumah tangga sendiri. Sedangkan daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah.Dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 dinyatakan bahwa otonomi daerah adalah kewenangan daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyaraka setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Otonomi Daerah di Indonesia. Pada tahun 2026, peringatan ini memasuki usia ke-30 sejak pertama kali ditetapkan sebagai momentum penting dalam sistem pemerintahan daerah. Peringatan Hari Otonomi Daerah 2026 mengusung tema yang sarat makna. Tema ini mencerminkan arah pembangunan daerah sekaligus mengajak masyarakat untuk memahami peran otonomi daerah dalam kehidupan berbangsa. Tema Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 adalah "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita". Tema ini menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung visi pembangunan nasional. Melalui tema tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan kewenangannya untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat sesuai potensi masing-masing daerah. Mengutip keterangan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Hari Otonomi Daerah diperingati sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat desentralisasi dalam sistem pemerintahan Indonesia. Peringatan ini berkaitan dengan pelaksanaan otonomi daerah yang mulai efektif pada era reformasi, terutama setelah lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian disempurnakan melalui UU Nomor 23 Tahun 2014. Penerapan otonomi daerah memberikan kewenangan lebih luas kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan di wilayahnya. Hal ini mencakup berbagai aspek seperti politik, ekonomi, sosial, hingga budaya, dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan. Selain itu, penetapan 25 April sebagai Hari Otonomi Daerah didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 1996. Mengutip dari Kemendagri, peringatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan sekaligus memantapkan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia. Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan otonomi daerah, terutama dalam memperkuat peran perempuan dan mendukung program pemerintah daerah melalui pemberdayaan keluarga. Asta Cita adalah delapan visi misi utama Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk membangun Indonesia. Secara harfiah, "Asta" berarti delapan dan "Cita" berarti tujuan/harapan. Program ini fokus pada kemandirian bangsa, penguatan SDM, pangan, kesehatan, dan penegakan hukum demi mencapai Indonesia Emas 2045. Asta Cita dituangkan dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) dan menjadi pedoman kerja pemerintah untuk memastikan kebijakan berdampak langsung ke rakyat Dharma Wanita Persatuan (DWP) berperan strategis dalam mendukung Asta Cita melalui pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan nilai keluarga. Sebagai mitra pemerintah, DWP fokus pada pembinaan anggota, moderasi beragama, pemanfaatan teknologi digital, serta menciptakan keluarga tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Berikut adalah poin-poin peran DWP dalam mendukung Asta Cita: Pemberdayaan Perempuan: DWP memperkuat kapasitas dan kompetensi perempuan (istri ASN) untuk menjadi agen perubahan yang berdaya, percaya diri, dan berintegritas. Peningkatan Kualitas SDM & Keluarga: Melalui pendidikan, pelatihan, dan pengabdian sosial, DWP berupaya meningkatkan kualitas anggota dan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Penguatan Mental & Spiritual: DWP melakukan pembinaan mental agar anggota memiliki karakter yang kuat, bermoral, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dukungan Program Pemerintah (Asta Cita): Moderasi Beragama: Mempromosikan nilai-nilai toleransi, khususnya di lingkungan instansi seperti Kemenag. Teknologi Digital: Meningkatkan literasi digital di kalangan anggota. Pendidikan & Sosial: Melalui program seperti "DWP Mengajar", anggota berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dasar. Mitra Strategis Pembangunan: DWP berfungsi sebagai pelopor perjuangan hak perempuan dan Dengan memperkuat peran perempuan dan ketahanan keluarga, DWP berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing, sejalan dengan visi Asta Cita. Dharma Wanita Persatuan (DWP) berperan strategis dalam mendukung Asta Cita melalui pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan nilai keluarga. Sebagai mitra pemerintah, DWP fokus pada pembinaan anggota, moderasi beragama, pemanfaatan teknologi digital, serta menciptakan keluarga tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Berikut adalah poin-poin peran DWP dalam mendukung Asta Cita: Pemberdayaan Perempuan: DWP memperkuat kapasitas dan kompetensi perempuan (istri ASN) untuk menjadi agen perubahan yang berdaya, percaya diri, dan berintegritas. Peningkatan Kualitas SDM & Keluarga: Melalui pendidikan, pelatihan, dan pengabdian sosial, DWP berupaya meningkatkan kualitas anggota dan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Penguatan Mental & Spiritual: DWP melakukan pembinaan mental agar anggota memiliki karakter yang kuat, bermoral, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dukungan Program Pemerintah (Asta Cita): Moderasi Beragama: Mempromosikan nilai-nilai toleransi, khususnya di lingkungan instansi seperti Kemenag. Teknologi Digital: Meningkatkan literasi digital di kalangan anggota. Pendidikan & Sosial: Melalui program seperti "DWP Mengajar", anggota berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dasar. Mitra Strategis Pembangunan: DWP berfungsi sebagai pelopor perjuangan hak perempuan dan kontributor aktif dalam mendukung efektivitas tugas-tugas pemerintahan. Dengan memperkuat peran perempuan dan ketahanan keluarga, DWP berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing, sejalan dengan visi Asta Cita. Berikut adalah peran penting DWP dalam konteks otonomi daerah: Mitra Strategis Pemerintah Daerah: DWP memposisikan diri sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan pelayanan publik. Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi: DWP berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas perempuan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial, yang selaras dengan upaya pembangunan daerah. Mendukung Kinerja ASN: DWP memberikan dukungan kepada para suami yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas pelayanan publik, serta membantu menciptakan keluarga ASN yang harmonis dan berdaya. Juru Bicara Informasi Pemerintah: Anggota DWP diharapkan berperan sebagai penyebar informasi positif mengenai program pemerintah daerah (juru bicara informal) ke masyarakat. Penguatan Ketahanan Keluarga: DWP bersentuhan langsung dengan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat, memperkuat pondasi sosial untuk mendukung stabilitas dan pembangunan daerah. Melalui kegiatan aktif dan konsolidasi hingga tingkat kecamatan, DWP berkontribusi langsung pada efektivitas kebijakan pemerintah daerah. Dharma Wanita Persatuan (DWP) berperan strategis dalam mendukung Asta Cita melalui pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan nilai keluarga. Sebagai mitra pemerintah, DWP fokus pada pembinaan anggota, moderasi beragama, pemanfaatan teknologi digital, serta menciptakan keluarga tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Berikut adalah poin-poin peran DWP dalam mendukung Asta Cita: Pemberdayaan Perempuan: DWP memperkuat kapasitas dan kompetensi perempuan (istri ASN) untuk menjadi agen perubahan yang berdaya, percaya diri, dan berintegritas. Peningkatan Kualitas SDM & Keluarga: Melalui pendidikan, pelatihan, dan pengabdian sosial, DWP berupaya meningkatkan kualitas anggota dan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Penguatan Mental & Spiritual: DWP melakukan pembinaan mental agar anggota memiliki karakter yang kuat, bermoral, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dukungan Program Pemerintah (Asta Cita): Moderasi Beragama: Mempromosikan nilai-nilai toleransi, khususnya di lingkungan instansi seperti Kemenag. Teknologi Digital: Meningkatkan literasi digital di kalangan anggota. Pendidikan & Sosial: Melalui program seperti "DWP Mengajar", anggota berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dasar. Mitra Strategis Pembangunan: DWP berfungsi sebagai pelopor perjuangan hak perempuan dan kontributor aktif dalam mendukung efektivitas tugas-tugas pemerintahan. Dengan memperkuat peran perempuan dan ketahanan keluarga, DWP berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing, sejalan dengan visi Asta Cita. Selamat Hari Otonomi Daerah 2026, semoga daerah semakin mandiri dan sejahtera. Dengan otonomi daerah, mari wujudkan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia. Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30, saatnya daerah terus berinovasi. Otonomi daerah adalah kunci kemajuan, mari bersama membangun dari daerah.
Pada hari kamis 23 April 2026, pukul 13.00 - selesai. Bidang pendidikan yang di hadiri oleh ibu siwi. Mengikuti kegiatan zoom meeting, ngopi penak episode 159 dengan tema "melanjutkan jejak Kartini perempuan menggerakkan narasi positif di era digital". Dipandu oleh Arida nuralita, ngopi penak kali ini menghadirkan narasumber 1. dra. Ema rachmawati, M.hum yang ber isi, perspektif sebagai pejuang perempuan yang berfokus pada emansipasi melalui pendidikan, kebebasan berfikir & kesetaraan hak antara laki2 dan perempuan. 2. Indah darmastuti yang ber isi manifesto Kartini untuk masa depan, membedah kegelisahan batin & gagasan agen perubahan di era literasi digital. Perjuangan emansipasi kartini kini bermigrasi dari pingit fisik menuju melawan "pingit digital" atau stigma sosial dan kekerasan daring. 3. Intan nurlaili, S.sos yang berisi napak tilas kisah Kartini dari pingitan hingga menjadi inspirasi penyiaran modern. Kartini berhasil mengubah keterbatasan fisik menjadi kekuatan intelektual melalui korespondensi dan literasi.
(Kota Pontianak) Sinergi DWP Kemenag Kota Pontianak dalam Halalbihalal BKMT. Ketua Majelis Taklim Khairunnisa Khatulistiwa DWP Kemenag Kota Pontianak, Eva Afifah Muyassarah, tampil memukau saat didaulat menjadi pemandu acara (MC) dalam kegiatan Halalbihalal Pengurus Daerah BKMT Kota Pontianak. Acara yang berlangsung pada Kamis (16/4/2026) di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP Kemenag Kota Pontianak, Ny. Citra Dewi Ruslan. Kehadiran DWP bertujuan memperkuat sinergi antar organisasi perempuan di Kota Pontianak. Selain mendengarkan tausiyah moderasi beragama dari M. Azman Alka, jamaah mendapat pesan penguatan peran perempuan dalam ketahanan keluarga dari Ketua BKMT, Hj. Yanieta Arbiastutie. Keterlibatan aktif Eva Afifah sebagai MC membuktikan kualitas sdm DWP Kemenag dalam mendukung suksesnya agenda kolaboratif di wilayah Kota Pontianak.
Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung menyelenggarakan Pertemuan Rutin yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal 1447 Hijriyah dengan tema Semangat 1 Syawal 1447 Hijriyah menguatkan ukhuwah mewujudkan Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung yang solid dan berdaya yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 14 April 2026 pukul 09.00 Wib sampai dengan 11.30 Wib bertempat di Hotel Grand Pasific jalan Pasirkaliki No.100 Bandung. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kegiatan Program Kerja sekretariat yang berkolaborasi dengan program kerja bidang sosial budaya Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung Bapak H. Iskandar Zulkarnain,S.T.,M.M. Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat daerah Kota Bandung Ibu Dr. Hj. R. Dewi Pertiwi Zulkarnain,S.E.,M.M. para Asisten, para Staf Ahli, para Kepala Bagian di lingkup Sekretariat Daerah Kota Bandung, Seluruh Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah dan para mantan pengurus dan anggota yang telah purna bakti. Pertemuan Rutin dan Halal Bihalal ini diisi oleh Tausiyah, Pemberian santunan kepada Para santri penghafal Al Quran dari Pesantren Al Fitra Kota Bandung dan Bazar yang diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung diantaranya dimsum,rujak asinan,keripik cemilan khas kota Bandung, minuman dalam kemasan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan. Pembukaan oleh Pembawa Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan saritilawah.Tayangan Kilas Balik kegiatan Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung tahun 2025. Laporan Ketua Penyelenggara Pertemuan Rutin dan Halal Bihalal 1447 Hijriyah Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung yang menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah, ucapan terima kasih atas kehadiran semua tamu undangan. Menyampaikan Dasar Pelaksanaan kegiatan adalah sesuai dengan Program Kerja Sekretariat dan Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung, Tujuan kegiatan adalah untuk bersilahturahmi dan memperkuat keimanan anggota, Waktu Pelaksanaan hari Selasa, 14 April 2026 pukul 08.00 Wib sd 12.00 Wib, Tema Semangat 1 Syawal 1447 Hijriyah menguatkan ukhuwah, mewujudkan Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung yang solid dan berdaya, undangan sebanyak 100 orang, sumber biaya adalah swadaya dan partisipasi yang tidak mengikat. Selanjutnya Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung yang menyampaikan Ucapan selamat hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, ucapan terima terima kasih dan apresiasi atas kehadiran seluruh pengurus yang lengkap hadir beserta tamu undangan. permohonan dukungan dari bapak penasehat dan para suami untuk mengizinkan para istrinya untuk ikut serta dalam kegiatan Dharma Wanita yang mana kegiatan yang dilaksanakan dapat memberi manfaat bagi seluruh pengurus maupun anggota sebagaimana kegiatan yang telah disusun dalam Program Kerja sekretariat bendahara bidang pendidikan, bidang ekonomi dan bidang sosial budaya Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung tahun 2026. salah satu kegiatan program kerja Sosial Budaya adalah DWP Setda Berbagi yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan dengan memberikan bantuan untuk para pasien anak anak yang sedang menjalani perawatan atas penyakit yang dideritanya di Rumah Singgah Al Fatih kota Bandung dan santunan bagi para santri penghafal Al Quran pesatren Al Fitra yang dilaksanakan pada saat pertemuan rutin kali ini. Sambutan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung yang menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah. mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung dan meminta agar kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan yang dapat menambah ilmu dan meningkatkan wawasan, mempererat silahturahmi dan memperkuat peran sebagai ibu dari anak anaknya dan sebagai seorang istri yang senantiasa mendukung suami agar dapat fokus bekerja dan menjaga amanah yang telah diberikan. Pemberian bantuan berupa Al Quran dan uang untuk para santri secara simbolis diserahkan oleh Penasehat dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung. Tausiyah yang disampaikan oleh Bapak K.H. Dr. Ahmad Humaedi, Msi. Materi yang disampaikan diantaranya mengenai asal muasal kata silahturahmi. asal usul kata Halal Bihalal serta sejarahnya yaitu bahwa kata halal bihalal lahir pada tahun 1948 dimana saat itu Presiden Soekarno meminta nasehat kepada KH. Abdul Wahab Chasbullah dalam konteks ingin mempersatukan anak bangsa sehingga disarankan diadakan silahturahmi setelah Idul Fitri dengan nama Halal BIhalal. sehingga pada masa itu Presiden soekarno meminta untuk mengadakan Halal Bihalal diseluruh indonesia. Adanya Teori Filsafat adalah kesalahan yang disepakati adalah kebenaran, kebenaran dalam agama, kebenaran dalam filsafat dan kebenaran ilmu pengetahuan. Dalam Islam Ilmu pengetahuan harus sesuai dengan kebenaran agama. Filosofi dari silahturahmi adalah adalah keberimanan karena menyambungkan silahturahmi adalah ciri orang yang beriman. Kaitan dengan tema acara pada hari ini adalah untuk menciptakan soliditas adalah kita harus mempunyai keikhlasan karena dalam organisasi pasti terdapat perbedaan, perbedaan itu yang harus bisa menjadi sumber kekuatan sehingga diperlukan keikhlasan. untuk terciptanya solid jangan berbohong karena sekali berbohong maka akan terus melakukan kebohongan lainnya. Jangan pelit karena akan merusak soliditas, Rela berkorban untuk organisasi karena soliditas dibangun salah satunya dengan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, biaya dan lain lain dan rasa Empati. Foto bersama Mushafahah ditutup dengan ramah tamah. Tujuan dari kegiatan ini adalah : 1. Melaksanakan program kerja sekretariat dan bidang sosial budaya Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung. 2. Mempererat tali silahturahmi dan saling memberi maaf antar pengurus dan anggota serta para pejabat, karyawan dilingkup sekretariat daerah kota bandung. 3. Meningkatkan ilmu dan wawasan bagi para pengurus dan anggota Dharma wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kota Bandung. 4. Meningkatkan kebersamaan dan kekompakan agar tercipta soliditas
(Kota Pontianak) Ketua DWP Kemenag Pontianak Hadiri Halalbihalal dan Peluncuran Masjid Ramah. Ketua DWP Kemenag Kota Pontianak, Ny. Citra Dewi Ruslan, didampingi jajaran pengurus, menghadiri kegiatan Halalbihalal akbar di Masjid As-Salam, Pontianak Selatan, pada Minggu (12/04/2026). Acara yang mengusung tema silaturahmi pasca Idulfitri ini dihadiri oleh sekitar 1000 jemaah. Kehadiran Ny. Citra Dewi Ruslan beserta pengurus DWP bertujuan untuk memberikan dukungan penuh terhadap peluncuran program "Masjid Ramah" oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak. Program ini berfokus pada terciptanya ekosistem rumah ibadah yang inklusif dan aksesibel bagi kelompok rentan, termasuk perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Melalui partisipasi ini, DWP Kemenag Kota Pontianak berkomitmen mendukung transformasi masjid menjadi pusat peradaban yang humanis dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama dan edukasi layanan syariah untuk kemandirian ekonomi umat.
DHARMA WANITA PERSATUAN KECAMATAN SENORI KABUPATEN TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Rapat Pleno
Keterangan Program :
DWP DInas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabupaten sukabumi mengikuti Kegiatan Akademi Ahlinya Buat Citarasa (ABC) bekerjasama dengan PT Bidik Inovasi Global yang di selenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Sukabumi pada : Hari : Selasa tanggal : 28 April 2026 Waktu : 07.00 WIB – selesai Tempat : GOR Gelanggang Pemuda Cisaat Jln. Cikiray Kidul Kec. Cisaat Pakaian : Tamu Undangan : Yang berlaku hari itu Dresscode : Pakaian Nuansa Kuning, Merah, Hitam Acara : - Stand UMKM - Lomba Ngulek - Lomba Masak Semur Tahu - Lomba Menu Kreasi Pedas sambal ABC - Lomba Yel – yel - Lomba Jingle Gelari Pelangi Yang mengikuti : 1. Ibu Edeh Sanusi (ketua DWP DP3A Kabupaten Sukabumi) 2. ibu Neng Hilman Mulyana (Ketua Bidang Ekonomi DWP DP3A Kabupaten Sukabumi) 3. Ibu Wina (anggota Bidang Ekonomi DWP DP3A Kabupaten Sukabumi) 4. Ibu Desy Rahayu (anggota Bidang Ekonomi DWP DP3A Kabupaten Sukabumi) 5. Ibu Yayah (wakil bendahara DWP DP3A Kabupaten Sukabumi)
(Kota Pontianak) Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak beserta Ketua DWP Kemenag Kota Pontianak, Ny. Citra Dewi Ruslan, menghadiri acara syukuran ulang tahun pernikahan ke-16 Bapak Aris Sujarwono (Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Pontianak) dan Ibu Dini Oktarika (Ketua Bidang Pendidikan DWP Kemenag Kota Pontianak) pada Jumat (10/04/2026). Bertempat di Jalan Husen Hamzah, Pontianak, acara tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi Halalbihalal pasca Idulfitri 1447 H. Kehadiran Ny. Citra Dewi Ruslan beserta jajaran pejabat Kemenag bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar keluarga besar Kemenag Kota Pontianak. Dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut, Kepala Kemenag H. Ruslan didampingi Ketua DWP Ibu Citra Dewi Ruslan secara khusus memberikan ucapan selamat dan memanjatkan doa terbaik bagi pasangan yang berbahagia. Beliau mendoakan agar rumah tangga Bapak Aris dan Ibu Dini senantiasa diberkahi, harmonis, serta menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah (Samawa). Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan sesi foto bersama.