NGABUBURIT BARENG DHARMA WANITA PERSATUAN Kajian Ramadan Bersama Menteri Agama Republik Indonesia Pada hari Rabu, 25 Februari 2026, bertepatan dengan 7 Ramadan 1447 Hijriah, telah dilaksanakan kegiatan Sesi 1 “Ngabuburit Bareng Dharma Wanita Persatuan (DWP)” yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Pusat secara daring pada pukul 15.30-17.00 melalui aplikasi zoom dan streaming U tube. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Bapak Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., selaku Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Acara turut dihadiri oleh Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ibu Ida Rachmawati Budi G. Sadikin, para penasihat dan pengurus DWP instansi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta perwakilan DWP Kementerian Luar Negeri di berbagai negara. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan PPATK dengan Ibu Junaenah. A. Pembukaan Acara dibuka oleh pembawa acara, ibu Lilih Rahmawati dengan ungkapan syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas keimanan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan di berbagai tingkatan. B. Sambutan Ketua Umum DWP Pusat Dalam sambutannya, Ketua Umum DWP Pusat menyampaikan bahwa kegiatan Ngabuburit Bareng ini tidak sekadar menjadi agenda menunggu waktu berbuka puasa, melainkan momentum spiritual untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, dan solidaritas organisasi. Disampaikan bahwa kegiatan Ngabuburit Ramadan akan dilaksanakan dalam dua sesi. Pada kesempatan tersebut juga dilaporkan hasil penggalangan dana melalui program DWP Peduli, yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 1.268.899.654, melebihi target yang telah ditetapkan. Dana tersebut diperuntukkan bagi saudara-saudara terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Selain itu, dalam rangka kepedulian Ramadan, DWP akan menyalurkan 2.000 paket berbuka puasa yang terdiri atas makanan siap saji, sejadah, dan Al-Qur’an kepada masyarakat yang membutuhkan. Ketua Umum juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Agama RI yang telah meluangkan waktu untuk memberikan tausiah, serta mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas ibadah, dan meneguhkan peran DWP sebagai organisasi perempuan yang sehat, berdaya, dan berdampak. C. Tausiah Menteri Agama Republik Indonesia Dalam tausiahnya, Menteri Agama RI menyampaikan tema besar tentang hakikat syukur, kesabaran, keikhlasan, dan peningkatan kualitas keimanan di bulan suci Ramadan. Beberapa pokok materi yang disampaikan antara lain: 1. Makna Syukur dan Syakur Syukur tidak hanya sebatas ucapan (tahmid), tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam berbagi kepada sesama. Tingkatan lebih tinggi adalah syakur, yaitu mampu mensyukuri seluruh ketentuan Allah, termasuk musibah dan ujian kehidupan. 2. Sabar sebagai Jalan Kenaikan Derajat Disampaikan bahwa sabar memiliki tingkatan, mulai dari sabar biasa (sabir), meningkat menjadi masabir, hingga asabur, yaitu membalas keburukan dengan kebaikan. Kualitas ini hanya dapat dicapai melalui keikhlasan. 3. Keikhlasan (Mukhlis dan Mukhlas) Keikhlasan yang sejati bukan sekadar berbuat baik, tetapi juga tidak mengharapkan pujian dan pengakuan. Amal yang dirahasiakan lebih bernilai di sisi Allah SWT dan terhindar dari riya. 4. Tobat Inabah dan Tobat Istijabah Tobat tidak hanya dilakukan karena takut neraka atau berharap surga (inabah), melainkan pada tingkat lebih tinggi karena rasa malu dan cinta kepada Allah (istijabah). 5. Tingkatan Ibadah Disampaikan tiga tingkatan dalam beribadah: • Ahlut Tha’ah: melaksanakan kewajiban secara formal. • Ahlul Ibadah: beribadah dengan cinta dan kekhusyukan. • Ahlullah: menjadikan ibadah sebagai kebutuhan dan kerinduan, tanpa beban. Bapak Menteri Agama RI mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana evaluasi diri dan peningkatan kualitas spiritual, agar naik kelas dalam keimanan, kesabaran, dan keikhlasan, serta menularkan nilai-nilai tersebut dalam keluarga dan lingkungan sekitar. D. Penutup Kegiatan Ngabuburit Bareng Dharma Wanita Persatuan berlangsung dengan khidmat, penuh antusiasme, dan diharapkan dapat memberikan pencerahan spiritual bagi seluruh peserta. Acara ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh anggota DWP senantiasa diberi kekuatan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari- hari serta terus memperkuat solidaritas sosial melalui berbagai program kemanusiaan. Mari meningkatkan kesyukuran kita. Bukan lagi syukur, tapi syakur. Waqalil min ibad syakur. Yang banyak itu Adalah Syukur. Jadi kalau sudah mau mensyukuri nikmat Allah itu Syukur. Tapi kalau mau mensyukuri musibah yang ada yaitu syakur. Lebih tinggi syakur dari pada Syukur. Orang yang paling beriman itu, ialah orang yang tidak lagi membedakan antara penderitaan dan kenikmatan. Jika di uji kenikmatan dia bersyukur. Jika di uji musibah, bersabar. Sabar dan Syukur itu dua sayap kehidupan yang bisa menerbangkan hamba ke langit. Makanya itu, siapa orang yang paling beriman dalam Al-qur’an dijadikan contoh? bukan Nabi Muhammad. Ternyata Perempuan bukan laki-laki, ada ayatnya “Wadallahina amanu imrata Firaun”, Allah mencontohkan orang yang paling beriman dalam Al-qur’an ialah istrinya Firaun, Siti Aisah. Siti Aisah mendapatkan predikat contoh untuk orang yang paling beriman? Karena mampu menyemahkan antara suaminya yang Firaun. Sumber manusia yang paling jahat sepanjang sejararh manusia itu Firaun. Dalam Al-qur’an tetap mencintai suaminya. Itu representase dari Asmaul Husna, salah satu nama Asmaul Husna itu ialah almudzil. Mudah-mudahan bulan suci Ramadhan ini kita berada pada kelas puncak. Bukan lagi tamadah, bukan tahmid, bukan syukur tapi syakur, bukan lagi sabir tapi masabir. Bahkan asabur yang bukan lagi Mukhlis tapi meningkat menjadi mukhlas. Dan tobatnya pun bukan tobat inabah, tapi tobat istijabah. Bahkan sekarang ini sudah menjadi ahlullah.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta turut serta mengikuti kegiatan Zoom Meeting bertajuk “Kajian Ramadhan Ngabuburit Bareng DWP” pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 15.00–17.10 WIB secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Agama Republik Indonesia dan diikuti oleh 995 peserta dari unsur Dharma Wanita Persatuan Pusat hingga Daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan mental dan spiritual dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan. Mengusung tema “Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Spiritualitas, Moderasi Beragama, dan Ketahanan Keluarga,” kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota, memperkuat nilai moderasi beragama, serta mempererat silaturahmi dan solidaritas antar anggota. Acara berlangsung interaktif, diawali dengan penayangan video kegiatan sosial Dharma Wanita Persatuan, dilanjutkan sambutan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, serta penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan semakin termotivasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat.
DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT KECAMATAN SORAWOLIO Ketua Dharmawanita Persatuan unit Kecamatan Sorawolio ibu Roslina Muslimin bersama Pembina Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sorawolio Bapak Muslimin,SH dan Anggota Dharma wanita Unit Kelurahan Kecamatan Sorawolio mengikuti Pembukaan Festival UMKM Portal Ramadhan 2026 Kota Baubau ,6 Ramadhan1447 H/ 24 Februari 2026 M Berikut Laporan Kegiatan dimaksud : LAPORAN KEGIATAN PEMBUKAAN FESTIVAL UMKM PORTAL RAMADHAN TAHUN 2026 TINGKAT KOTA BAUBAU Hari / Tanggal : Selasa , 24 Februari 2026 Jam : 16.00 Wita Tempat : Gedung PLUD kota Baubau Pimpinan : Walikota Baubau Petugas : - MC : Mita - Pembaca Doa : LD.Mu’jizat,S.Kep,Ners -Laporan2 : 1. Ketua Ikatan UMKM Kota Baubau : ibu Linda 2. Kepala Dinas Perindag Koperasi UMKM : Ibu Suarmawati,S.Si,M.Si Peserta Kegiatan Walikota Baubau,Sekretaris Daerah Kota baubau,Wakil Ketua DPRD kota baubau,unsur Forkopinda,Pejabat Eselon II,III,IV lingkup pemerintah Kota baubau,Ketua Dekranasda Kota baubau,Ketua PKK Kota Baubau Bersama Anggota,Ketua DWP kota baubau bersama Anggota ,Camat ,Lurah,Batalyon Raja Wakaka ,Kepala sekolah sekolah, dan Anggota GOW Kota Baubau dan anggota UMKM kota Baubau . Laporan Kegiatan : 1. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan Laporan oleh Ketua UMKM Kota baubau ibu Linda Dan Laporan oleh Kepala Dinas Perindag Koperasi dan UMKM kota Baubau Ibu Suarmawati,S.Si,M.Si 2. Sambutan oleh Walikota baubau antara lain: Walikota Baubau dalam Sambutannya, bapak H.Yusran Fahim, SE mengatakan,UMKM bukan sekedar penggerak Ekonomi biasa melainkan tulang Punggung Ketahanan daerah.Pihaknya mengapresiasi ribuan unit usaha dibaubau yang terus menunjukan kemandirian dan kreativitas,mulai dari sektor kuliner hingga kerajinan tangan. Beliau juga mengatakan UMKM kota baubau dikenal tangguh dan kraetif dalam mengolah potensi lokal,ditengah persaingan usaha yang semakin kompetitif pengembangan karena kontribusinya yang sangat besar bagi masyarakat. Dijelaskan Pula,optimalisasi Usaha Mikro kecil memerlukan keterlibatan banyak pihak,karena itu kepada dunia usaha ,BUMN,Media dan Masyarakat berkolaborasi secara konkret mendukung produk lokal. Lebih lanjut diungkapkan ,Portal Ramadhan 2026 merupakan bagian dari misi besar pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota yang inovatif dan inklusif.Selain itu menumbuhkan ekonomi berbasis potensi daerah,perdagangan,dan jasa.kemudian mendorong munculnya wirausaha baru yang mampu membaca peluang unik,bukan sekedar wira usaha karena keterpaksaan. Sementara itu ,dipilihnya pelataran Gedung PLUT sebagai lokasi Festival bukan tanpa alasan,Pasalnya gedung PLUT sebagai “Rumah Besar “bagi para pelaku usaha untuk belajar,berkonsultasi dan berkembang Bersama. 3. Penutup oleh MC dan Istirahat - Peninjauan Lapak UMKM Portal Ramadhan - Buka Puasa Bersama Penulis Laporan : Ny. Irma Muslin
DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT BKPSDM KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nama Kegiatan : Ngabuburit Bareng DWP dan Kajian Ramadhan. Kegiatan dilaksanakan pada : Hari/Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026 Waktu : Pukul 16.30 WIB/WITA sampai selesai. Tempat : Dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ( Di rumah masing-masing ). Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan Pusat Jumlah Peserta : ± 1000 peserta dari DWP IPP, DWP KBRI, DWP Provinsi dan DWP Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Ketua DWP BKPSDM Kota Baubau Ny. Nida Samiun ikutserta dalam kegiatan daring ini. Uraian Kegiatan : Pada hari Rabu, 25 Februari 2026 telah dilaksanakan kegiatan Ngabuburit Bareng DWP dan Kajian Ramadhan secara daring . Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Ketua DWP Pusat, Ibu Ida Rachmawati Gunadi Sadikin, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Acara diawali dengan registrasi peserta secara daring. Dilanjutkan dengan penayangan dokumentasi Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Pusat. Program DWP peduli yang meliputi program Tanggap Darurat Bencana dan Program Pemulihan Pascabencana di Wilayah Provinsi Aceh dan sekitarnya. Tujuan penayangan ini adalah untuk memberikan informasi serta meningkatkan kepedulian sosial seluruh anggota DWP. Acara dibuka oleh moderator Ibu Lili Rahmawati dilanjutkan dengan sambutan dan arahan Ketua DWP Pusat. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana menunggu waktu berbuka puasa, juga momentum memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial. Ramadhan mengajarkan untuk lebih peka terhadap kondisi saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Kondisi tersebut mengetuk hati kita semua untuk terus menumbuhkan empati dan semangat berbagi. Dharma Wanita Persatuan menggalang gerakan DWP Peduli. DWP Peduli senantiasa berupaya hadir memberikan dukungan baik berupa bantuan moral ,doa maupun bantuan nyata sesuai dengan kemampuan kita. Ketua DWP Pusat menyampaikan bahwa kehadiran Bapak Menteri Agama Republik Indonesia pada kegiatan ini menjadi penguat nilai-nilai keagamaan yang senantiasa diwujudkan dalam tindakan nyata. Kemudian acara dilanjutkan dengan Kajian Ramadhan yang disampaikan oleh Menteri Agama RI, Bapak Prof. DR. KH. Nasaruddin Umar. MA. Dalam Tausiyahnya menyampaikan bahwa yang pertama-tama dilakukan adalah bersyukur. Bersyukur itu juga adalah suatu nikmat tersendiri karena banyak orang yang mendapatkan karunia tetapi tidak bisa bersyukur. Yang namanya bersyukur banyak tingkatannya syukur itu adalah banyak syakur karena mensyukuri nikmat Allah itu artinya syukur tetapi kalau mensyukuri apapun yang datang dari Allah termasuk musibah yang datang disyukuri karena Allah Maha baik tidak mungkin harus sesuatu yang buruk dari Yang Maha Baik, contohnya musibah, orang yang mencapai puncak kesyukurannya musibahpun disyukuri karena ingat pesan Rasullullah bahwa tidak muncul suatu musibah, musibah itu merupakan pencucian dosa masa lampau. Orang yang paling beriman ialah orang yang tidak lagi membedakan antara penderitaan dan kenikmatan , jika diberikan kenikmatan bersyukur jika diberikan musibah bersabar. Siapa orang yang paling beriman dalam Alquran dijadikan contoh . Beliau menegaskan bahwa setiap manusia pasti akan diuji kualitas keimanan seseorang terlihat dari cara ia merespon ujian tersebut. Beliau menjelaskan bahwa musibah bukan semata-mata bentuk hukuman melainkan sarana Allah SWT untuk meningkatkan derajat dan membersihkan dosa hamba-Nya. Manfaat Kegiatan: Manfaat mengikuti kegiatan daring ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menguatkan silaturahmi secara nasional serta terdorong untuk meningkatkan peran dalam keluarga, organisasi dan masyarakat melalui nilai-nilai kebaikan dari kajian . Kesimpulan : Kegiatan Ngabuburit Bareng DWP dan Kajian Ramadhan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Partisipasi yang luas dari berbagai daerah menunjukkan tingginya komitmen anggota DWP dalam meningkatkan kualitas spiritual dan kebersamaan organisasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memperkuat nilai religius, solidaritas, serta semangat kebersamaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan. Penutup : Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan spiritual dan penguatan persatuan anggota Dharma Wanita Persatuan di seluruh Indonesia. Pembuat Laporan Ny.Nida Samiun
Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Falah Desa Lubuk Nipis, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muara Enim, menjadi momentum penuh makna yang tidak hanya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan, persatuan, serta peran strategis perempuan dalam pembangunan berbasis keluarga dan keimanan. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan sambutan dari Wakil Bupati Muara Enim, Camat Panang Enim, Kepala Desa Lubuk Nipis, serta tausiyah yang menyejukkan hati dari Ustadz H. Pirmansah, S.Pd.I. Suasana semakin lengkap dengan pandangan dan harapan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Panang Enim serta Ketua TP PKK Desa Lubuk Nipis yang menegaskan pentingnya sinergi perempuan dalam membangun masyarakat yang religius dan sejahtera. Sambutan Wakil Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, Dalam sambutannya yang penuh keteduhan dan semangat kebersamaan, Wakil Bupati Muara Enim, **Ir. Hj. Sumarni**, mengawali dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga rombongan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dapat bersilaturahmi langsung dengan masyarakat Desa Lubuk Nipis. Beliau menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat, Camat Panang Enim, Kepala Desa Lubuk Nipis, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi perempuan yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan penuh kekompakan dan semangat gotong royong. Menurutnya, Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin, tetapi bentuk komitmen pemerintah dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan pendidikan akhlak dan penguatan karakter. Nilai kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian sosial harus menjadi dasar dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan generasi muda. Di akhir sambutannya, beliau mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Sambutan Camat Panang Enim, Bapak Eko Sulistiawan, AP., M.Si, Camat Panang Enim menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya Safari Ramadan di Desa Lubuk Nipis. Beliau mengapresiasi kehadiran Wakil Bupati yang menunjukkan perhatian nyata pemerintah daerah terhadap masyarakat hingga tingkat desa. Menurutnya, Kecamatan Panang Enim memiliki masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga pembangunan moral dan spiritual. Ramadan menjadi momentum introspeksi diri sekaligus penguatan komitmen dalam mendukung program pembangunan daerah. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta mempererat silaturahmi demi terciptanya suasana yang harmonis dan kondusif. Sambutan Kepala Desa Lubuk Nipis, Kepala Desa Lubuk Nipis menyampaikan rasa bangga dan haru karena desanya dipercaya menjadi tuan rumah Safari Ramadan tingkat kabupaten. Beliau menjelaskan bahwa masyarakat Desa Lubuk Nipis memiliki semangat kebersamaan yang tinggi, tercermin dari gotong royong dan antusiasme warga dalam menyambut kegiatan ini. Masjid Al-Falah, menurut beliau, bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan agama. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus meningkatkan fasilitas masjid agar semakin nyaman dan representatif bagi jamaah. Beliau juga memohon doa dan dukungan agar Pemerintah Desa Lubuk Nipis dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus membangun desa yang religius dan sejahtera. Pendapat Ketua DWP Kecamatan Panang Enim, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Panang Enim dalam pandangannya menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi kaum perempuan, khususnya anggota DWP yang memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja suami sebagai aparatur pemerintah sekaligus sebagai pendidik utama dalam keluarga. Beliau menegaskan bahwa perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi penerus. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, Ramadan harus menjadi ruang pembinaan spiritual bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga. Ketua DWP juga menyampaikan bahwa organisasi DWP Kecamatan Panang Enim siap mendukung program Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan sejahtera. Ia menekankan pentingnya pengajian rutin, pembinaan anak dalam membaca Al-Qur’an, serta penguatan nilai-nilai akhlak di lingkungan keluarga. Menurutnya, Safari Ramadan menjadi inspirasi bagi para perempuan untuk semakin aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah. Pendapat Ketua TP PKK Desa Lubuk Nipis, Ketua TP PKK Desa Lubuk Nipis juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya Safari Ramadan di desa mereka. Menurutnya, kegiatan ini membawa dampak positif secara moral dan sosial bagi masyarakat, khususnya bagi kaum ibu yang menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga. Beliau menegaskan bahwa PKK memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Program-program seperti peningkatan gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, pendidikan karakter, serta pembinaan remaja harus berjalan seiring dengan pembinaan keagamaan. Ramadan, menurut beliau, adalah momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Ia mengajak para ibu untuk menjadikan bulan suci ini sebagai sarana menanamkan nilai kejujuran, kesabaran, dan kedermawanan kepada anak-anak. Ketua TP PKK Desa Lubuk Nipis juga menekankan pentingnya sinergi antara PKK, DWP, pemerintah desa, dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang berdaya dan mandiri. Ia berharap semangat Ramadan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Tausiyah Lanjutan Ustadz H. Pirmansah, S.Pd.I., Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Pirmansah, S.Pd.I. menegaskan bahwa Ramadan adalah madrasah kehidupan. Keberhasilan Ramadan bukan hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi dari perubahan akhlak dan perilaku setelahnya. Beliau menekankan pentingnya keikhlasan dalam beramal, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah. Ia juga mengingatkan bahwa masjid harus menjadi pusat persatuan umat, tempat mempererat ukhuwah dan menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah. Di akhir tausiyahnya, beliau berdoa agar Desa Lubuk Nipis, Kecamatan Panang Enim, dan Kabupaten Muara Enim senantiasa diberkahi Allah SWT, dijauhkan dari segala musibah, serta menjadi daerah yang maju, aman, dan sejahtera lahir batin. Dengan rangkaian sambutan pemerintah daerah, pandangan organisasi perempuan, serta tausiyah yang penuh hikmah tersebut, Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al-Falah Desa Lubuk Nipis benar-benar menjadi momentum spiritual dan sosial yang memperkuat persatuan, meningkatkan keimanan, serta mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah yang religius, harmonis, dan berkelanjutan.
Pada hari Rabu, 18 Februari 2026, Anggota Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan talkshow radio yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk bersama Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL). Kegiatan ini mengangkat tema “Aturan Minum Obat Saat Berpuasa” sebagai bentuk edukasi kesehatan kepada masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Talkshow yang disiarkan melalui radio RSAL tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan yang memberikan penjelasan komprehensif mengenai pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pasien dengan penyakit tertentu tetap diwajibkan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, namun jadwalnya dapat disesuaikan dengan waktu sahur dan berbuka puasa. Penyesuaian ini tentu harus melalui konsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis guna memastikan efektivitas terapi tetap terjaga dan tidak menimbulkan risiko kesehatan. Anggota Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk turut mendukung jalannya kegiatan dengan penuh antusias. Kehadiran dan partisipasi aktif ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penyebarluasan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai mitra strategis dalam bidang komunikasi dan informasi, Dharma Wanita memiliki peran penting dalam membantu menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dalam diskusi interaktif yang berlangsung hangat, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung melalui sambungan telepon. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain terkait aturan minum obat bagi penderita hipertensi, diabetes, serta penggunaan antibiotik selama berpuasa. Narasumber menegaskan bahwa tidak semua obat membatalkan puasa, dan terdapat jenis obat tertentu seperti obat luar atau suntikan non-nutrisi yang tetap diperbolehkan. Namun demikian, setiap kondisi kesehatan memiliki penanganan berbeda sehingga konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah utama yang harus dilakukan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Nganjuk semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan tanpa mengabaikan kewajiban pengobatan yang sedang dijalani. Ibadah puasa hendaknya tidak menjadi alasan untuk menghentikan terapi medis secara sepihak, karena hal tersebut justru dapat membahayakan kondisi tubuh. Edukasi yang tepat akan membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tetap produktif. Partisipasi Dharma Wanita Persatuan dalam talkshow ini juga menjadi wujud nyata sinergi antarinstansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, dan RSAL menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui media komunikasi yang mudah diakses. Radio sebagai salah satu media informasi publik dinilai efektif menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Dengan terselenggaranya talkshow ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan merupakan prioritas utama dalam menjalankan setiap aktivitas, termasuk ibadah. Dharma Wanita Persatuan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan edukatif serupa sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Nganjuk yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Mengisi waktu ngabuburit , Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Tabanan mengikuti zoom meeting bersama Menteri Agama RI bertajuk mempererat Tali Silahturahmi dan kajian Ramadan yang memberikan pencerahan dan motivasi dalam menjalankan ibadah di bulan suci, rabu (25/2). Ngabuburit bersama ini berfokus pada penguatan organisasi dengan pertemuan awal DWP yang menekankan pada penguatan solidaritas , peningkatan mutu serta adaptasi inovasi dari anggota. Dalam arahannya, Menag mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Dharma Wanita Persatuan untuk terua merawat harmoni dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isi yang dapat memecah belah. “Kerukunan ini harus kita pelihara bersama. Jangan sampai suasana yang sudah baik ini justru rusak oleh hal - hal yang tidak perlu,”pungkasnya. Hadir pula Ketua umum DWP Ida Rachmawati Budi G Sadikin yang mengajak anggota DWP untuk ikut andil bersama sama dalam aksi sosial dan Bazzar Ramadan serta aksi turun kewilayah yang terdampak musibah. Melalui kegiatan ini, DWP Kemenag Tabanan meneguhkan komitmennya untuk terus aktif berpartisipasi dalam setiap program DWP Pusat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan dan merawat harmoni dimulai dari keluarga dan masyarakat, khusunya di bulan suci Ramadan yang penuh rahmat. (HM)
BIDANG SEKRETARIAT DAN PENDIDIKAN
Dhama Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Tuban
Dhama Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Tuban melaksanakan kegiatan Pleno Keluarga Besar Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Tuban
Bidang : Sekretariat dan Pendidikan
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Perayaan
Keterangan Program
1. Dhama Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Tuban
2. Hari /Tanggal : Senin, 9 Pebruari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s/d Selesai
4. Peserta : 120 peserta dari Dinas,Kecamatan,OPD dan BUMD
5. Lokasi : RH.Ronggolawe Lt.3 Setda Kab. Tuban
6. Pakaian : Seragam DWP Polos
7. Acara : Pertemuan Pleno DWP,PP PAUD Kabupaten Tuban “Evaluasi E reporting dan Proker 2026
Susunan Acara
- Pembukaan oleh MC
- Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharmawanita
- Doa
- Laporan Sekretaris dan masing masing bidang
- Sambutan dari Ketua DWP KABUPATEN
- Pemaparan .
- Penutup
- Pemberian doorprice bagi pemenang
- Foto bersama
Acara pembuka oleh MC yaitu Bu Maria Ulfa Didik
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang di pimpin oleh Bu Deni Fitri
Pembacaan Doa yang di pimpin oleh Bu Yamin
Sambutan oleh Ketua DWP DISKOPUMDAG, Yaitu Ny.Hj. Sri Rahayu Budi Wiyana
Dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh ibu – ibu DWP yang sudah berkenan hadir untuk lebih semangat ber dharmawanita. Isi sambutan diantaranya adalah :
1. Urgent pelaksanaan Kurikulum Muatan LOKAL bahasa jawa. Dg muatan lokal diharapkan mampu mencetak anak ber etika, berbudaya dan beradap. Contoh : Etika anak zaman dulu dan skrg sangat berbeda. Karena salah satu pengaruhnya yaitu pembelajaran bhs jawa yg sdh dilakukan sejak usia dini dirumah dan dilingkungan. Kurikulum muatan lokal Membentuk karakter peserta didik dan Mencegah degradasi moral dan budaya di tengah arus globalisasi zaman gen Z.
2. Perlu kita pahami bahwa di era Gen Z skrg itu seks2 di normalisasikaan oleh remaja2 genZ tdk hnya perempuan dan laki2. Tetapi d tuban sdh bnyak terjadi hub antara remaja laki2 dg laki2 selain itu juga remaja perempuan dg perempuan. Sehingga Pernikahan dini jaman skrg bukan karena faktor ekonomi atau sosial (perjodohan biar tdk jadi perawan tua) tetapi karena kenakalan remaja seks yg dinormalisaaikan yang akhirnya hamil dan lain lain.
3.Diharapkan pinjaman tanpa bunga direalisasikan di masing2 OPD
4.Guru2 Paud atau TK yg memiliki guru dg status PNS atau ASN akan ditarik oleh dinas pendidikan sehingga bisa bersiap mencari gru baru. Karena guru PNS / ASN akan ditempatkan di SD Negeri
5.Untuk membantu SLB Jati Wiyata Dharma akan dibagikan kaleng kepada OPD masing2 untuk melakukan sedekah koin ketika pertemuan dan nantinya akan dibawa atau dikumpulkan ketika DWP kabupaten.
. Pemaparan Bendahara diantaranya buku yang harus disediakan :
1. Buku Kas
2. Buku Bukti Pemasukan
3. Buku Bukti Pengeluaran
4. Buku Kas Pembantu
5. Buku Pinjaman Tanpa Bunga
Untuk laporan keuangan yang perlu disiapkan : iuran anggota, Bantuan pemerintah, sumbangan yang tidak mengikat, usaha lain yang sah
.
Keterangan terkait pinjaman tanpa Bungan
:
Pinjaman tanpa bunga adalah pinjaman yang diberikan kepada anggota Dharma Wanita Persatuan ( DWP) , OPD, dan Kecamatan untuk keperluan sehari – hari atau mengembangkan usah aproduktif , dengan tanpa bunga pengembaliannya dan bersifat bergulir.
Modal awal bersumber dari dana / anggaranyang diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten untuk dikelola dan dikembangkan .
Sumber Dana
:
Dana awal berasal dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten senilai Rp. 1.000.000 yang diberikan secara bertahap yaitu tahap I Rp. 500.000 dan tahap II Rp. 500.000
Pengelolaan Dana Simpan Pinjam :
1. Pinjaman diberikan dengan pengembalian tanpa bunga atau hanya mengembalikan pokok pinjaman saja
2. Pengembangan sumber dana dapat dilakukan : peminjam memberika kontribusi secara sukarela /sumbangan, eluruh anggota DWP masing masing unit kerja , setiap bulam memberikan kontribusi dengan nilaisesuai kesepakatan yang di sampaikan pada saat pertemuanritun bulanan ( baik yang hadir maupun yang tidak hadir dalam pertemuan, wajib kontribusi )
, seluruh anggota DWPdi masing masing unit kerja berkontribusi secara sukarela yang disampiakn dengan cara “jimpitan”pada saat pertemuan bulanan DWP
Acara dilanjutkan dengan pemberian doorprice dan foto bersama
.
Pertemuan Rutin DWP Kabupaten Majalengka bulan Februari 2026. Kegiatan ini diisi dengan Daru Dinas Lingkungan Hidup dan Penyampaian pengumuman-pengumuman dari DWP Kabupaten.
Dalam rangka evaluasi dan koordinasi program kerja organisasi, Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang melaksanakan kegiatan Rapat Kerja sebagai sarana pelaporan, pembahasan, serta perencanaan kegiatan ke depan.Kegiatan Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang yang diawali dengan laporan dari masing-masing bidang.Penyelenggara: Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang Petugas yang hadir: Ibu Tika Ibu Alvina Hari/Tanggal: Selasa, 13 Januari 2026 Bertempat di Gedung PKK Lantai 3, Kota Semarang. Rapat kerja dilaksanakan untuk: Mengevaluasi pelaksanaan program kerja masing-masing bidang. Menyampaikan laporan administrasi dan keuangan organisasi. Meningkatkan koordinasi dan sinergi antarbidang. Menyusun rencana kegiatan selanjutnya agar lebih efektif dan terarah. Kegiatan dilaksanakan dengan susunan acara sebagai berikut: Pembukaan. Laporan masing-masing bidang, meliputi: Laporan Sekretaris terkait administrasi dan surat-menyurat. Laporan Bendahara terkait kondisi keuangan organisasi. Laporan Bidang Pendidikan terkait program peningkatan kapasitas anggota. Laporan Bidang Ekonomi terkait kegiatan pemberdayaan dan kewirausahaan. Laporan Bidang Sosial Budaya terkait kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Diskusi dan evaluasi bersama. Penyusunan rencana tindak lanjut. Penutup.