Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antar anggota, Dharma Wanita Persatuan BPS Kabupaten Bengkayang melaksanakan kegiatan sosial berupa kunjungan kepada anggota keluarga (suami) dari anggota yang sedang sakit. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang sosial yang secara rutin dilakukan sebagai wujud nyata dari rasa empati dan dukungan kepada sesama anggota. Keluarga anggota yang sedang sakit dirawat inap di Rumah Sakit Soedarso, Pontianak. Adapun, yang bersangkutan bernama Bapak Iwan yang merupakan suami dari salah satu anggota aktif Dharma Wanita Persatuan yakni Ibu Ellin sekaligus pegawai BPS Bengkayang. Kehadiran Dharma Wanita Persatuan diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan bagi kesembuhan saudara Iwan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antar anggota semakin erat dan organisasi Dharma Wanita Persatuan BPS Kabupaten Bengkayang semakin solid dalam menjalankan peran sosialnya di masyarakat.
Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang - Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan kegiatan "Pembuatan Bando Berbahan Kain Merah Putih dan Kawat Bulu" di Aula UPT PSTW Jombang.
Bidang : Pendidikan
Program : Pelatihan/Kursus. Program Pendidikan Non Formal/Informal
Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Kamis, 23 Juli 2026
3 Pukul : 09.00 WIB-Selesai
4 Peserta : 24 orang (4 orang anggota DWP UPT PSTW Jombang dan 20 orang Penerima Manfaat UPT PSTW Jombang)
5 Lokasi : Aula UPT PSTW Jombang
6 Acara : Pembuatan Bando Berbahan Kain Merah Putih dan Kawat Bulu
Susunan Acara
1. 09.00 – 09.15 Persiapan Peralatan
2. 09.15 – 09.30 Penjelasan dan Demo Singkat kepada Penerima Manfaat
3. 09.30 – 10.30 Pembagian Bahan dan Pelaksanaan membuat Bando. Beberapa bahan dan alat yang digunakan yaitu Bulu Kawat, lem tembak, spidol, gunting, kain meerah putih dan bando polos.
4. 10.30 – 10.40 Penutup
Pada hari Kamis, 23 Juli 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jombang melaksanakan kegiatan pembuatan bando berbahan kain merah putih dan kawat bulu bersama Penerima Manfaat sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula UPT PSTW Jombang ini diikuti oleh 4 orang anggota DWP, yaitu Ibu Naluri, Ibu Resti, Ibu Iin, dan Ibu Nur, bersama 20 orang Penerima Manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, anggota DWP mendampingi Penerima Manfaat mulai dari proses pembuatan hingga penyelesaian bando dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Selain menghasilkan atribut bernuansa merah putih untuk memeriahkan peringatan HUT RI, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara anggota DWP dan Penerima Manfaat melalui aktivitas yang kreatif dan menyenangkan.
Ketua Dharma Wanita Persatuan UPT PSTW Jombang, Ny. Kiswati Budiharjo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian DWP dalam mendukung program pembinaan bagi Penerima Manfaat. "Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap dapat menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta mengajak para Penerima Manfaat untuk ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan memberikan manfaat bagi kita semua," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan UPT PSTW Jombang terus berkomitmen mendukung pelayanan sosial melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dan memperkuat semangat kebersamaan, sejalan dengan semangat "Bergerak Berdampak."
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026 mengusung semangat utama yaitu "Sayangi, Lindungi, dan Bangun Masa Depan". Momen ini menjadi pijakan penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengevaluasi kembali pola pengasuhan anak di lingkungan keluarga. Kesehatan mental anak kini menjadi fokus perhatian utama yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Lingkungan rumah tangga memegang peranan paling krusial sebagai benteng pertama pertahanan mental seorang anak. Berbagai lembaga pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan turut aktif menyemarakkan peringatan HAN 2026 ini melalui beragam kegiatan edukatif. Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan ruang diskusi dan edukasi daring bagi para orang tua. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Jepara turut mengambil bagian aktif dalam mendukung gerakan perlindungan anak ini. Keikutsertaan DWP menegaskan komitmen organisasi wanita dalam membangun ketahanan keluarga yang solid. Peningkatan kapasitas pengasuhan bagi para ibu menjadi agenda strategis yang terus didorong secara konsisten. Melalui pemahaman yang mendalam, diharapkan para orang tua mampu menciptakan suasana rumah yang aman serta kondusif bagi tumbuh kembang anak. Dalam rangka mendukung program tersebut, DWP Diskominfo Kabupaten Jepara secara resmi mengikuti agenda webinar edukatif. Kehadiran DWP Diskominfo Jepara dipimpin secara langsung oleh Ibu Ketua DWP Diskominfo Kabupaten Jepara, Ny. Esti Budhi. Keikutsertaan Ny. Esti Budhi secara pribadi menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap isu kesehatan mental anak. Beliau menyimak seluruh rangkaian acara dengan penuh khidmat dan antusias dari awal hingga akhir. Kehadiran pimpinan DWP ini diharapkan dapat memberikan teladan serta motivasi bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota DWP Diskominfo Jepara. Partisipasi aktif ini juga bentuk sinergi nyata antara DWP daerah dengan program-program tingkat provinsi Jawa Tengah. Ny. Esti Budhi mengapresiasi tinggi inisiatif penyelenggaraan forum edukasi yang sangat relevan dengan kebutuhan keluarga modern saat ini. Beliau menilai bahwa materi yang disampaikan sangat aplikatif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Edukasi mengenai pola asuh ini diyakini mampu membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat Kabupaten Jepara. Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata komitmen DWP Diskominfo Jepara dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak. Kegiatan yang diikuti oleh DWP Diskominfo Kabupaten Jepara ini bertajuk "NGOPI PENAK Episode 167". Acara webinar ini diselenggarakan secara resmi oleh Dinas Perempuan dan Anak (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah. Tim Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Dinas P3AP2KB Provinsi Jawa Tengah bertindak sebagai panitia pelaksana kegiatan tersebut. Program NGOPI PENAK telah lama dikenal sebagai wadah diskusi interaktif yang mengangkat isu-isu krusial seputar perempuan dan anak. Pada edisi ke-167 ini, tema yang diusung adalah “Didengar Bukan Dimarahi: Membangun Kesehatan Mental Anak Dari Rumah”. Tema tersebut dipilih secara khusus untuk merespons dinamika tantangan pengasuhan anak di era digital saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 24 Juli 2026. Pelaksanaan acara dimulai secara tepat waktu pada pukul 09.30 WIB hingga selesai. Karena dilaksanakan secara fleksibel, acara ini memanfaatkan media telekonferensi Zoom Meeting sebagai sarana utama. Selain itu, siaran langsung juga ditayangkan melalui kanal YouTube resmi @dp3akbjateng guna memperluas jangkauan pemirsa. Penyelenggaraan webinar ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya apapun. Peserta yang mengikuti rangkaian acara dari awal hingga selesai berhak mendapatkan E-Sertifikat resmi dari BPSDM Provinsi Jawa Tengah. Fasilitas sertifikat ini menjadi nilai tambah yang memotivasi masyarakat serta aparatur sipil negara untuk bergabung. Proses pendaftaran dilakukan secara praktis melalui tautan daring khusus serta pemindaian QR Code pada flyer resmi. Tingkat partisipasi masyarakat dan perwakilan instansi dari berbagai daerah di Jawa Tengah sangatlah tinggi. Para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa melalui kolom chat serta sesi tanya jawab interaktif. Banyak peserta yang membagikan pengalaman serta kendala yang mereka hadapi dalam mengasuh anak di rumah. Kehadiran forum seperti ini menjadi ruang aman bagi para orang tua untuk saling belajar dan menguatkan. Panitia pelaksana dengan sigap memfasilitasi jalannya diskusi agar berlangsung tertib, lancar, dan bermakna. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim PUSPAGA Dinas P3AP2KB Provinsi Jawa Tengah. Rangkaian acara NGOPI PENAK Episode 167 dibuka dengan sambutan utama oleh Keynote Speaker. Jabatan Keynote Speaker diisi oleh Ibu Faisa Mukti Septyani, S.Sos., M.Si. Beliau merupakan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga dan melindungi anak-anak Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa anak adalah aset masa depan bangsa yang harus dijaga kesehatan fisik maupun mentalnya. Peringatan Hari Anak Nasional harus dimaknai sebagai pengingat akan hak-hak dasar anak yang wajib dipenuhi. Lingkungan keluarga merupakan fondasi utama tempat anak belajar mengenal emosi dan membangun rasa percaya diri. Orang tua diharapkan mampu menciptakan suasana rumah yang hangat, ramah, dan penuh kasih sayang. Pemprov Jawa Tengah terus berkomitmen mendukung program-program pemenuhan hak anak dan perlindungan keluarga. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan instansi yang telah bersinergi menyukseskan acara ini. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi utama dari narasumber ahli yang sangat kompeten di bidangnya. Narasumber pada webinar kali ini adalah Ibu Herlini Utari, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Beliau merupakan seorang Psikolog Klinis dari Yayasan Nawakamal Mitra Semesta dan RSJ Grhasia Yogyakarta. Pengalaman luas beliau dalam bidang psikologi anak menjadikan pemaparan materi sangat berbobot dan bernilai tinggi. Dalam presentasinya, Ibu Herlini Utari membedah topik “Didengar Bukan Dimarahi” secara mendalam dan komprehensif. Beliau menggarisbawahi bahwa tindakan mendengarkan anak adalah langkah awal dalam membangun ketahanan mental mereka. Banyak orang tua tanpa sadar sering merespons keluhan anak dengan kemarahan atau amarah yang berlebihan. Sikap terburu-buru memarahi anak dapat menutup komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak. Anak yang sering dimarahi cenderung menutup diri dan takut untuk mengekspresikan perasaan mereka yang sebenarnya. Hambatan komunikasi ini dalam jangka panjang dapat memicu timbulnya trauma serta gangguan kesehatan mental pada anak. Dalam paparannya, narasumber menggunakan analogi yang sangat menarik dan menyentuh hati para peserta. Beliau mengajak peserta membayangkan rumah sebagai sebuah "PUSJTG Kave" tempat pengasuhan yang nyaman. Di dalam kafe pengasuhan ini, orang tua diajak untuk menyeduh sebuah menu spesial bertajuk "Empathy Brew". "Empathy Brew" dijabarkan sebagai racikan ketahanan mental anak yang tangguh yang diseduh langsung dari dalam rumah. Racikan "Empathy Brew" ini terdiri atas tiga bahan utama yaitu kehangatan, penerimaan, dan kesabaran. Kehangatan diciptakan melalui senyuman, pelukan, dan kehadiran utuh orang tua bagi anak-anak mereka. Penerimaan berarti menerima anak apa adanya tanpa membanding-bandingkan mereka dengan anak lain. Kesabaran diwujudkan dalam kemauan untuk mendengarkan cerita anak tanpa menyela atau menghakimi secara tergesa-gesa. Keseimbangan ketiga unsur tersebut menjadi resep mujarab dalam membentuk karakter anak yang tangguh secara emosional. Konsep filosofis ini memberikan pemahaman baru yang segar dan mudah dicerna oleh seluruh peserta webinar. Pemaparan materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai dampak positif dari penerimaan emosional di rumah. Ketika anak merasa aman dan didengar di dalam rumah, batin mereka secara otomatis akan terlindungi dari luka emosional. Perasaan dihargai membuat anak memiliki tingkat rasa percaya diri yang jauh lebih tinggi. Anak-anak yang tumbuh dengan kehangatan keluarga akan lebih mudah mengelola stres dan tekanan dari luar. Mental mereka akan tumbuh kokoh dan siap dalam menyongsong tantangan masa depan yang semakin kompleks. Rumah yang kondusif menjadi tempat perlindungan terbaik saat anak mengalami kegagalan atau kesulitan di sekolah. Komunikasi yang terbuka melatih anak untuk mampu menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang rasional. Sebaliknya, lingkungan rumah yang penuh intimidasi hanya akan melahirkan pribadi yang cemas dan penakut. Oleh karena itu, perubahan pola asuh harus dimulai dari kesadaran para orang tua di lingkungan keluarga masing-masing. Penekanan ini menyadarkan para peserta akan betapa besarnya tanggung jawab moral orang tua dalam membentuk jiwa anak. Ibu Herlini Utari juga membagikan beberapa tips praktis yang dapat langsung diterapkan oleh orang tua di rumah. Langkah pertama adalah meluangkan waktu khusus setiap hari untuk berbicara santai bersama anak tanpa gangguan gawai. Saat anak berbicara, orang tua diminta memberikan perhatian penuh melalui kontak mata dan bahasa tubuh yang ramah. Orang tua dianjurkan untuk memvalidasi perasaan anak terlebih dahulu sebelum memberikan nasihat atau solusinya. Hindari penggunaan kata-kata kasar atau nada suara tinggi saat merespons kesalahan yang dilakukan oleh anak. Kritiklah perilakunya secara bijak, bukan menyerang atau merendahkan kepribadian anak secara personal. Berikan apresiasi dan pujian yang tulus atas setiap usaha positif yang telah ditunjukkan oleh anak. Ajarkan anak cara mengekspresikan emosi negatif seperti marah atau sedih dengan cara yang sehat dan aman. Buatlah aturan rumah tangga secara bersama-sama dengan melibatkan pendapat dan masukan dari anak. Pendekatan partisipatif ini membuat anak merasa diakui dan dihargai sebagai anggota keluarga yang utuh. Setelah pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang sangat interaktif. Banyak pertanyaan bermutu diajukan oleh para peserta yang hadir secara virtual melalui platform Zoom. Salah satu topik pertanyaan yang mendominasi adalah cara mengatasi emosi orang tua saat menghadapi kelakuan anak. Narasumber memberikan jawaban dengan menekankan pentingnya orang tua mengelola regulasi emosi diri sendiri terlebih dahulu. Orang tua hendaknya mengambil jeda sejenak saat merasa emosi memuncak sebelum merespons tindakan anak. Pertanyaan lain membahas mengenai strategi menghadapi anak remaja yang cenderung tertutup dan sulit diajak berkomunikasi. Narasumber menjelaskan pentingnya membangun rasa percaya tanpa memberikan kesan memata-matai atau menghakimi. Penjelasan dari narasumber disampaikan dengan bahasa yang lugas, hangat, dan sangat mudah dipahami. Sesi tanya jawab ini memberikan solusi atas berbagai permasalahan riil yang kerap dialami para orang tua. Tingginya dinamika diskusi menunjukkan betapa pentingnya topik kesehatan mental anak bagi para peserta. Ibu Ketua DWP Diskominfo Kabupaten Jepara, Ny. Esti Budhi, memberikan tanggapan yang sangat positif atas materi kegiatan. Beliau menyampaikan bahwa materi yang disampaikan narasumber sangat menyentuh dan memberikan banyak pencerahan baru. Menurut beliau, pesan utama tentang "Didengar Bukan Dimarahi" merupakan pengingat penting bagi seluruh orang tua. Dalam kesibukan sehari-hari, orang tua sering kali lupa untuk benar-benar mendengarkan suara hati anak-anak mereka. Beliau berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip pengasuhan positif tersebut dalam lingkungan keluarga sendiri. Selain itu, beliau juga mendorong anggota DWP Diskominfo Jepara untuk mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan. Beliau meyakini bahwa keluarga yang harmonis dan ramah anak akan melahirkan generasi penerus yang unggul. Ny. Esti Budhi juga menggarisbawahi pentingnya peran ibu dalam menjaga stabilitas emosional di dalam rumah. Kehadiran ibu yang penuh empati merupakan kunci utama dalam membangun mental anak yang sehat dan kuat. Tanggapan ini menegaskan komitmen beliau sebagai pimpinan DWP dalam mendukung pola pengasuhan yang bijak. Menindaklanjuti imbauan panitia, DWP Diskominfo Jepara berkomitmen untuk menyebarluaskan informasi kegiatan ini. Informasi dan poin-poin penting dari webinar akan diteruskan kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota DWP. Penyebaran informasi ini dilakukan agar manfaat dari materi kegiatan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. DWP Diskominfo Jepara juga memanfaatkan berbagai media komunikasi internal untuk mendiseminasikan rangkuman materi. Mitra kerja serta pihak terkait di lingkungan Kabupaten Jepara turut dirangkul untuk mengomunikasikan pesan ini. Sinergi antarlembaga dipandang sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai kesehatan mental anak. Langkah diseminasi ini mendapat apresiasi penuh dari Tim PUSPAGA Dinas P3AP2KB Provinsi Jawa Tengah. Kerja sama yang baik antar-instansi ini diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan di masa mendatang. Dengan menyebarkan pesan kebaikan ini, diharapkan semakin banyak keluarga yang teredukasi mengenai pola asuh ramah anak. Komitmen DWP Diskominfo Jepara dalam penyebaran edukasi ini menjadi langkah konkrit yang sangat berharga. Keikutsertaan DWP Diskominfo Jepara dalam acara ini sejalan dengan visi pembangunan daerah Kabupaten Jepara. Pemerintah Kabupaten Jepara saat ini gencar mendorong berbagai program perlindungan anak dan penguatan keluarga. DWP sebagai mitra strategic pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung pencapaian visi tersebut. Edukasi kesehatan mental anak menjadi bagian integral dari upaya menciptakan Kabupaten Layak Anak di Jepara. Melalui pemahaman pola asuh yang baik, angka kekerasan terhadap anak di lingkungan domestik dapat ditekan secara signifikan. Edukasi ini juga membantu meminimalkan risiko terjadinya masalah psikologis pada usia anak dan remaja di Jepara. DWP Diskominfo Jepara siap menjadi agen perubahan dalam mensosialisasikan pola pengasuhan berbasis empati. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi organisasi wanita lainnya di wilayah Jepara untuk melakukan hal serupa. Kolaborasi yang solid di tingkat daerah akan mempercepat terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan bahagia. Keberlanjutan program edukasi seperti ini menjadi kunci utama kesuksesan pembangunan sumber daya manusia. Secara keseluruhan, kegiatan NGOPI PENAK Episode 167 berjalan dengan sangat sukses, lancar, dan penuh makna. Seluruh rangkaian acara menyajikan pembelajaran yang sangat kaya bagi seluruh peserta yang hadir secara virtual. Pembahasan mengenai pentingnya mendengarkan anak memberikan perspektif baru dalam dunia pengasuhan keluarga modern. Kehadiran tokoh-tokoh penting dan pakar psikologi memberikan bobot kualitas yang sangat tinggi pada acara ini. Momen peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026 menjadi lebih berkesan dengan adanya forum diskusi yang bermanfaat ini. DWP Diskominfo Kabupaten Jepara berhasil memetik banyak pelajaran berharga dari setiap sesi yang disajikan. Pengalaman ini memperkaya wawasan para pengurus DWP dalam menjalankan peran ganda sebagai ibu dan anggota organisasi. Semangat "Sayangi, Lindungi, dan Bangun Masa Depan" berhasil terinternalisasi dengan baik dalam diri para peserta. Komitmen untuk mewujudkan rumah yang aman dan nyaman bagi anak kini terpatri semakin kuat. Acara ini terbukti menjadi wadah pembelajaran yang sangat efektif, inspiratif, serta solutif bagi semua pihak. Sebagai penutup, DWP Diskominfo Kabupaten Jepara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara acara. Ucapan terima kasih ditujukan kepada Tim PUSPAGA Dinas P3AP2KB Provinsi Jawa Tengah atas undangannya. DWP Diskominfo Jepara berharap kegiatan edukatif semacam ini dapat terus diselenggarakan secara rutin dan konsisten. Topik-topik seputar ketahanan keluarga dan psikologi anak perlu terus diangkat untuk menjawab tantangan zaman. Hasil dari kegiatan ini akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan program kerja DWP ke depan. DWP Diskominfo Jepara siap untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukasi serupa di masa yang akan datang. Semoga ilmu yang telah didapatkan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi keluarga di Jepara. Mari bersama-sama kita sayangi, lindungi, dan bangun masa depan anak-anak Indonesia dengan penuh cinta dan empati.
DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS SOSIAL KABUPATEN PAMEKASAN
Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan mengikuti kegiatan Senam Bersama
Bidang : Sosial BudayaMaksud dan Tujuan:
Maksud Kegiatan Senam Bersama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pamekasan Kegiatan senam bersama ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pamekasan melalui aktivitas fisik yang teratur, sekaligus sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar anggota. Tujuan Kegiatan Senam Bersama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pamekasan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh anggota Dharma Wanita Persatuan, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat melalui olahraga rutin, mempererat hubungan kekeluargaan, kebersamaan, dan solidaritas antar anggota, menciptakan suasana yang harmonis, aktif, dan produktif di lingkungan organisasi serta mendukung program kerja Dharma Wanita Persatuan di bidang kesehatan dan kesejahteraan anggota. Acara diawali dengan absensi kehadiran peserta, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan senam bersama yang dimulai pada pukul 07.00 WIB. Hadir pada kegiatan ini yaitu Ketua DWP Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan, Ny.Sovie Herman Hidayat beserta anggota yaitu Ny. Oktaviana Palupi dan Nn.Shinta. Kegiatan senam dipandu oleh instruktur Ibu Fefem dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pamekasan. Senam merupakan aktivitas gerak tubuh yang diiringi musik dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan, sehingga antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Dalam pelaksanaannya, senam terdiri dari beberapa tahapan yaitu pemanasan yang dilakukan selama 5–15 menit untuk meningkatkan suhu tubuh, denyut nadi, serta kelenturan sendi. Selanjutnya tahap inti yang bertujuan melatih kekuatan otot, kelenturan, kelincahan, serta koordinasi gerak tubuh dengan durasi 25–60 menit. Tahap terakhir adalah pendinginan yang dilakukan dengan gerakan perlahan untuk menurunkan denyut jantung secara bertahap. Selain kegiatan senam, juga dilaksanakan bazar yang diselenggarakan oleh bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pamekasan dan bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan Dan Pembangunan IV Provinsi Jawa Timur IV di Pamekasan. Bazar tersebut menyediakan berbagai jajanan seperti aneka kripik dan camilan, serta minuman seperti jus buah. Setelah kegiatan senam selesai, seluruh peserta bersama instruktur melaksanakan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh semangat hingga berakhir pada pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi peserta, antara lain meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani, menjaga daya tahan tubuh, mengurangi stres, serta mempererat kebersamaan dan kekompakan antar anggota Dharma Wanita Persatuan
LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN SATPOL PP KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN
Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan, Bapak Nanto Subekti bersama Ketua DWP Satpol PP Sub Unit Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kasatpol PP Kecamatan Tebet, Ketua DWP Satpol PP Kecamatan Tebet serta jajaran Satpol PP Kecamatan Tebet melaksanakan kegiatan DWP Satpol PP Mengajar di TKN Satu Atap Manggarai 01 dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional Tahun 2026.
A. DATA PERTEMUAN
Hari/Tanggal : Kamis, 23 Juli 2026
Waktu : 06.30 WIB s.d. 10.00 WIB
Tempat : TKN Satu Atap Manggarai 01, Kecamatan Tebet, Kota Administrasi Jakarta Selatan
Agenda : Kegiatan DWP Satpol PP Mengajar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026
Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan
Peserta : Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ketua DWP Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kasatpol PP Kecamatan Tebet, Ketua DWP Satpol PP Kecamatan Tebet, jajaran Satpol PP Kecamatan Tebet, Kepala Sekolah dan Guru TKN Satu Atap Manggarai 01, serta 20 siswa-siswi TKN Satu Atap Manggarai 01.
B. URAIAN KEGIATAN
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan DWP Satpol PP Mengajar di TKN Satu Atap Manggarai 01 pada hari Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan dihadiri oleh Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ketua DWP Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kasatpol PP Kecamatan Tebet, Ketua DWP Satpol PP Kecamatan Tebet, beserta jajaran Satpol PP Kecamatan Tebet. Turut hadir Kepala Sekolah, dewan guru, dan 20 siswa-siswi TKN Satu Atap Manggarai 01 yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Acara diawali dengan registrasi peserta dan penyambutan tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara. Selanjutnya, Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan memberikan sambutan yang berisi motivasi kepada anak-anak agar senantiasa rajin belajar, disiplin, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghormati guru dan orang tua sebagai bekal dalam membentuk karakter yang baik sejak usia dini.
Sebagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi serta peragaan boneka yang memperkenalkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Satpol PP kepada anak-anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Melalui metode tersebut, peserta dikenalkan bahwa Satpol PP memiliki tugas menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Selanjutnya diputar video edukasi mengenai Satpol PP dan Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai bentuk pengenalan pentingnya menjaga ketertiban fasilitas umum. Anak-anak juga diperkenalkan dengan berbagai jenis seragam Satpol PP beserta fungsi penggunaannya sesuai dengan tugas masing-masing. Suasana semakin meriah saat seluruh peserta diajak menyanyikan Jingle Satpol PP secara bersama-sama sebagai sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus membangun kedekatan antara anak-anak dengan anggota Satpol PP.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi tentang pemilahan sampah, yang diikuti sesi tanya jawab kepada empat orang siswa mengenai jenis-jenis sampah organik dan anorganik serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan diberikan apresiasi sebagai bentuk motivasi.
Sebagai penutup materi edukasi, peserta diberikan pembelajaran mengenai proteksi anggota tubuh, yaitu pengenalan bagian-bagian tubuh yang harus dijaga dan dilindungi, serta pentingnya berani menyampaikan kepada orang tua atau guru apabila mengalami tindakan yang tidak semestinya. Materi disampaikan secara edukatif dan disesuaikan dengan usia peserta didik.
Di akhir kegiatan, sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin, Ketua DWP Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan menyerahkan buah tangan/kenang-kenangan kepada Kepala Sekolah TKN Satu Atap Manggarai 01 sebagai perwakilan pihak sekolah. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
C. HASIL KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan DWP Satpol PP Mengajar berjalan dengan baik, tertib, aman, dan lancar. Adapun hasil yang dicapai antara lain:
D. EVALUASI
Secara keseluruhan kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, guru, maupun peserta didik. Beberapa hal yang menjadi evaluasi untuk kegiatan berikutnya antara lain:
E. PENUTUP
Kegiatan DWP Satpol PP Mengajar di TKN Satu Atap Manggarai 01 merupakan salah satu bentuk kepedulian Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Selatan terhadap dunia pendidikan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tugas dan fungsi Satpol PP, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai kedisiplinan, ketertiban, kebersihan lingkungan, perlindungan diri, serta pembentukan karakter positif sejak usia dini.
Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, mempererat sinergi antara Satpol PP, Dharma Wanita Persatuan, dan dunia pendidikan, serta menjadi inspirasi dalam membangun generasi muda yang cerdas, disiplin, peduli lingkungan, dan memiliki karakter yang baik sebagai penerus bangsa.
Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang - Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan. Kegiatan Bhakti Sosial
Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan UPT PSTW Jombang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Selasa, 21 Juli 2026
3 Pukul : 13.00 WIB - selesai
4 Peserta : 23 orang (Pembina Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, 7 orang Anggota Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan 15 orang Pegawai UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
5 Lokasi : RS Moedjito Jombang
6 Acara : Menjenguk Anggota Dharma Wanita UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Ibu Anis
Susunan Acara
1. 13.00 – 13.10 Perjalanan menuju RS Moedjito Jombang
2. 13.10 – Selesai Melaksanakan kunjungan untuk menjenguk Anggota Dharma Wanita UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Ibu Anis
Pada hari Selasa, 21 Juli 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jombang melaksanakan kegiatan anjangsana dengan mengunjungi salah satu anggota DWP yang sedang menjalani perawatan, yaitu Ibu Anis, di RS Moedjito Jombang. Kegiatan ini diikuti oleh 7 orang anggota DWP, yaitu Ibu Naluri, Ibu Resti, Ibu Iin, Ibu Nur, Ibu Oki, Ibu Indah, dan Ibu Dilla, serta didampingi oleh Pembina DWP dan pegawai UPT PSTW Jombang.
Kunjungan tersebut merupakan wujud kepedulian dan rasa kekeluargaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang hangat, rombongan memberikan dukungan moril, doa, serta semangat kepada Ibu Anis agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Kehadiran anggota DWP diharapkan mampu memberikan motivasi serta mempererat tali silaturahmi di lingkungan keluarga besar UPT PSTW Jombang.
Ketua Dharma Wanita Persatuan UPT PSTW Jombang, Ny. Kiswati Budiharjo, menyampaikan bahwa kegiatan menjenguk anggota yang sakit merupakan salah satu bentuk perhatian dan solidaritas yang senantiasa dijaga oleh DWP. "Kebersamaan bukan hanya diwujudkan dalam kegiatan organisasi, tetapi juga melalui kepedulian saat ada anggota yang sedang mengalami ujian. Semoga Ibu Anis segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan sehingga dapat berkumpul kembali bersama keluarga besar DWP," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan UPT PSTW Jombang terus berupaya menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian antaranggota sebagai bagian dari penguatan organisasi yang harmonis dan saling mendukung.
Ketua DWP Kecamatan Jonggat monitoring pelaksanaan MPLS di TKN 7 Jonggat pada tanggal 21 Juli 2026. Ketua DWP memberikan semangat kepada siswa baru agar rajin ke sekolah supaya kelak cita-citanya bisa tercapai.
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan wonosegoro melaksanakan kegiatan : 1. Hari/Tanggal : Kamis,23 Juli 2026 2. Jam : 10.00 Wib sampai dengan selesai 3. Tempat ; Desa Bolo 4. Acara : Peresmian Jembatan gantung dan penerimaan bantuan bagi warga yang kurang mampu bersama Bapak Bupati Boyolali. 5. Peserta : Warga Masyarakat Desa Bolo ,Forkopincam Kecamatan Wonosegoro. 6. Tujuannya : Untuk Memperlancar mobilitas waarga,meningkatkan pertumbuhan ekonomi,serta meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat.
LAPORAN KEGIATAN Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Dukcapil Kabupaten Sumbawa Barat Ny. Yulia Kusumawati Adi Sosiawan, S.AP Melakukan Pendampingan pelaksanaan kegiatan Dinas Dukcapil Sumbawa Barat dalam Perekaman dan Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) serta pencetakan Akte Kelahiran dalam rangka memperingati hari Anak Nasional ke 42 Tahun 2026 dengan tema " Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" yang dirangkaiikan dgn Lomba Mewarnai anak-anak TK. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan DWP UP Disdukcapil terhadap program "Peduli Anak" dan upaya percepatan cakupan kepemilikan KIA & Akta Kelahiran di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2026 bertempat di Desa Bukit Damai Kecamatan Maluk Kab. SUmbawa Barat pukul 08.00 sampai selesai yang dihadiri oleh Ibu Wakil Bupati Sumbawa Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas P2KBP3A, Kepala Dinas Sosial, Camat Maluk, Kepala Desa-Desa wilayah Maluk, Pengurus DWP UP dan beberapa anggota serta tim pelayanan keliling Adminduk dari Dinas Dukcapil. Pada kegiatan ini juga dilaksanakan kegiatan lomba mewarnai yang pesertanya adalah anak-anak TK se Kecamatan Maluk. Demikian laporan kegiatan DWP UP Dinas Dukcapil Kab. Sumbawa Barat. Semoga kegiatan yang dilaksanakan dapat bermanfaat dan mendukung visi misi Dinas Dukcapil "KSB Maju Luar Biasa.