LAPORAN KEGIATAN PARTISIPASI PENYAMPAIAN MENU NUSANTARA DHARMA WANITA PERSATUAN BPS KABUPATEN/KOTA SE-DI YOGYAKARTA DALAM RANGKA PENYUSUNAN BUKU RESEP MENU SEHAT NUSANTARA TAHUN 2026
Bidang : Bidang Pendidikan
Program : Penguatan Literasi dan Pendidikan Keluarga
Keterangan Kegiatan
1. Hari, tanggal : Jumat, 03 Juli 2026
2. Peserta : Ketua DWP BPS Kabupaten/Kota se-DIY
3. Lokasi : Rumah dinas BPS Provinsi DIY
Jumat, 03 Juni 2026 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pusat Statistik (BPS) se-DI Yogyakarta senantiasa berkomitmen untuk mendukung seluruh program kerja pusat, baik yang berkaitan dengan penguatan internal organisasi maupun partisipasi aktif dalam agenda-agenda nasional. Salah satu agenda krusial yang saat ini tengah menjadi fokus perhatian adalah kontribusi daerah dalam menyusun kekayaan kuliner yang aplikatif dan bergizi melalui program Penyusunan Buku Resep Menu Sehat Nusantara Tahun 2026. Sebagai bentuk kesiapan dan tanggung jawab dalam merepresentasikan cita rasa khas Yogyakarta, perwakilan pengurus dan anggota DWP BPS Kabupaten/Kota se-DIY telah menyelenggarakan forum pertemuan dengan seluruh ketua DWP BPS Kabupaten/Kota Se-DIY berupa Rapat Koordinasi Pemilihan Menu Daerah. Forum ini diselenggarakan secara tatap muka dengan mengambil tempat di Rumah Dinas, sebuah ruang yang tidak hanya representatif secara formal namun juga mampu menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat demi tercapainya mufakat yang optimal.
Pelaksanaan rapat koordinasi ini didasari oleh kesadaran bersama akan pentingnya menggaungkan kembali pangan lokal yang sehat, berimbang, dan memiliki nilai filosofis tinggi di kancah nasional. Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan segala kekayaan agraris dan warisan kuliner turun-temurunnya, memiliki potensi luar biasa dalam menyumbang ideologi pangan sehat yang berbasis pada bahan baku lokal (local wisdom). Oleh karena itu, tujuan utama dari berkumpulnya para perwakilan DWP BPS se-DIY di Rumah Dinas ini adalah merumuskan, mengkurasi, dan menyepakati secara mufakat variasi menu yang paling tepat untuk diusulkan ke dalam buku resep nasional tersebut. Langkah ini dinilai penting agar hidangan yang dikirimkan kelak tidak hanya sekadar nikmat di lidah, tetapi juga memenuhi standar kesehatan, kaya akan zat gizi, serta memiliki narasi budaya yang kuat sehingga mampu menginspirasi keluarga Indonesia dalam menyajikan makanan sehat sehari-hari.
Suasana di dalam Rumah Dinas pada hari pelaksanaan rapat dipenuhi oleh semangat kolaborasi yang tinggi. Perwakilan dari berbagai wilayah mulai dari Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, hingga Kota Yogyakarta hadir membawa gagasan dan rekomendasi terbaik dari wilayah masing-masing. Diskusi berjalan dengan sangat dinamis dan interaktif. Setiap peserta rapat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangannya mengenai kelebihan dari masing-masing panganan lokal, ketersediaan bahan baku di pasar tradisional, kemudahan dalam proses pengolahan, hingga analisis kandungan gizi yang selaras dengan tema "Menu Sehat". Forum sepakat bahwa kriteria "sehat" dalam penyusunan buku resep tahun 2026 ini tidak harus berarti mahal atau menggunakan bahan-bahan impor, melainkan bagaimana mengoptimalkan potensi pangan lokal dengan teknik memasak yang mempertahankan nilai nutrisi objek pangan tersebut.
Setelah melalui proses diskusi , pencermatan nilai gizi, serta diskusi yang mendalam dengan mempertimbangkan representasi geografis budaya Yogyakarta, forum rapat koordinasi DWP BPS se-DIY akhirnya berhasil mencapai kesepakatan bulat. Seluruh peserta menyetujui paket menu yang terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Menu Utama, Menu Camilan, dan Menu Minuman. Seluruh hidangan yang dipilih dinilai sangat mewakili karakteristik geografis Daerah Istimewa Yogyakarta yang membentang dari wilayah pegunungan, agraris, hingga pesisir, serta mencerminkan pola makan sehat masyarakat jawa yang bersahaja namun sarat gizi.
Pada kategori pertama, yaitu Menu Utama, forum menyepakati dua hidangan ikonik yang akan diangkat secara berdampingan. Hidangan pertama adalah kombinasi Sego Tiwul, Jangan Ndeso, dan Ayam. Sego tiwul dipilih sebagai pengganti atau pendamping nasi putih yang sangat baik. Terbuat dari singkong yang dikeringkan menjadi gaplek lalu ditumbuk dan dikukus, tiwul memiliki kandungan serat yang tinggi serta indeks glikemik yang jauh lebih rendah dibandingkan nasi putih, sehingga sangat ramah bagi penderita diabetes dan mendukung program diet sehat. Tiwul ini dipadukan secara serasi dengan 'Jangan Ndeso' sebuah sayur berkuah santan encer khas pedesaan yang biasanya berisi irisan tempe dan cabai hijau. Penggunaan santan dalam menu ini dipastikan menggunakan santan segar encer yang tidak direbus terlalu lama guna menjaga kualitas lemak baiknya. Sebagai pelengkap sumber protein hewani, menu ini menyertakan ayam, yang disarankan diolah dengan cara dikukus, dibacem tanpa minyak berlebih, atau dipanggang, guna meminimalkan penggunaan minyak goreng sawit dan menjaga kandungan proteinnya tetap optimal bagi pemenuhan gizi keluarga.
Masih dalam kategori Menu Utama, usulan kedua yang disepakati adalah Pepes Belut. Pemilihan belut didasarkan pada fakta bahwa hewan air ini merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi, kaya akan zat besi, fosfor, serta asam lemak omega-3 dan omega-6 yang sangat baik untuk perkembangan otak anak serta kesehatan jantung. Dibandingkan dengan mengolah belut dengan cara digoreng kering yang dapat merusak kandungan gizinya dan menambah kadar lemak jenuh, metode pepes dipilih sebagai solusi memasak yang paling sehat. Proses pembungkusan dengan daun pisang dan penambahan bumbu rempah-rempah melimpah seperti daun kemangi, tomat, serai, dan daun salam tidak hanya menghilangkan aroma amis pada belut, tetapi juga mengunci kelembapan dan nutrisi di dalamnya selama proses pengukusan. Pepes belut ini menjadi representasi hidangan yang sangat sehat, rendah kalori, namun kaya akan cita rasa gurih yang pekat alami.
Beralih pada kategori kedua, yaitu Menu Camilan atau panganan selingan, forum rapat koordinasi DWP BPS se-DIY menetapkan pilihan pada dua kue tradisional legendaris, yaitu Jadah Tempe dan Kipo. Jadah tempe merupakan camilan khas dari kawasan lereng Gunung Merapi, Kaliurang, yang memadukan dua unsur rasa secara kontras namun harmonis. Jadah yang terbuat dari ketan putih dan parutan kelapa memberikan pasokan energi dari karbohidrat komplek dan lemak nabati alami. Sementara tempe bacem yang menjadi pasangannya bertindak sebagai sumber protein nabati terbaik hasil fermentasi kedelai yang kaya akan isoflavon dan antioksidan. Kombinasi karbohidrat dari jadah dan protein dari tempe menjadikan camilan ini sebagai sumber energi yang padat gizi dan mengenyangkan tanpa perlu melibatkan zat kimia tambahan atau pemanis buatan.
Sementara itu, Kipo dipilih sebagai perwakilan camilan manis khas Kotagede. Kipo memiliki ukuran yang kecil dan unik, terbuat dari adonan tepung ketan yang diberi warna hijau alami dari air perasan daun suji atau daun pandan, dengan isian unti kelapa (parutan kelapa yang dimasak dengan gula jawa asli). Proses pematangan kipo tergolong sangat sehat karena tidak digoreng, melainkan dipanggang di atas cobek tanah liat yang dialasi daun pisang. Proses pemanggangan tradisional ini memberikan aroma sangit yang khas sekaligus memastikan camilan ini bebas dari minyak trans. Kombinasi daun pandan sebagai anti-inflamasi alami, kelapa sebagai sumber serat, dan gula jawa sebagai pemanis dengan indeks glikemik yang lebih rendah dari gula pasir, menjadikan kipo sebagai opsi camilan manis nusantara yang sehat dan sarat akan nilai historis.
Pada kategori terakhir, yaitu Menu Minuman, pilihan tunggal yang disepakati secara mutlak oleh forum adalah Wedang Uwuh. Minuman tradisional khas Imogiri, Bantul ini secara harfiah berarti "minuman sampah", sebuah nama unik yang merujuk pada tampilannya yang dipenuhi oleh berbagai macam dedaunan dan rempah-rempah yang diseduh bersama. Wedang uwuh adalah rajanya minuman kesehatan tradisional Yogyakarta. Di dalam segelas wedang uwuh terkandung simplisia tanaman obat yang sangat kaya manfaat, seperti jahe (sebagai penghangat tubuh dan anti-inflamasi), kayu secang (yang memberikan warna merah cerah alami sekaligus berfungsi sebagai antioksidan tinggi), cengkeh, kayu manis, pala, dan akar serai. Minuman ini biasanya disajikan hangat dengan penambahan sedikit gula batu atau gula semut untuk memberikan rasa manis yang lembut. Wedang uwuh diyakini mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh, melancarkan peredaran darah, menurunkan kadar kolesterol, serta menyegarkan badan setelah seharian beraktivitas, sehingga sangat relevan dimasukkan ke dalam buku resep menu sehat berskala nasional.
Seluruh hasil kesepakatan menu di atas mencerminkan keberhasilan DWP BPS se-DIY dalam menerjemahkan esensi "Menu Sehat Nusantara" ke dalam khazanah kuliner lokal Yogyakarta. Proses penentuan menu ini membuktikan bahwa makanan sehat tidak selalu identik dengan makanan yang hambar atau asing, melainkan dapat ditemukan pada panganan tradisional yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat pedesaan, namun dipahami kembali dengan pendekatan sains gizi modern yang tepat dalam hal porsi dan metode pengolahannya.
Sebagai tindak lanjut dari selesainya rapat koordinasi di Rumah Dinas ini, DWP BPS Kabupaten/Kota se-DIY akan segera membagi tugas untuk menyusun dokumen pendukung secara komprehensif. Dokumen tersebut mencakup penulisan takaran resep yang baku, penyusunan langkah-langkah pembuatan (tutorial) yang higienis dan mudah dipahami, penghitungan estimasi kalori dan kandungan gizi per porsi bekerja sama dengan ahli gizi setempat, serta pengambilan dokumentasi berupa foto dan video berkualitas tinggi dari proses pembuatan masakan-masakan tersebut. Seluruh berkas yang telah dikompilasi nantinya akan diserahkan secara resmi kepada panitia pusat sebagai bentuk partisipasi nyata dan kontribusi aktif DWP BPS se-DIY dalam menyukseskan penerbitan Buku Resep Menu Sehat Nusantara Tahun 2026. Berakhirnya rapat ini ditandai dengan komitmen bersama seluruh anggota untuk terus mengampanyekan gaya hidup sehat melalui konsumsi pangan lokal di lingkungan keluarga besar BPS se-DI Yogyakarta.
DWP UIN Palopo
Keterangan Program : Demo Masak
Hari : Rabu
Tanggal : 24 Juni 2026 Pukul : 13.30 s.d. 16.00 WITA
Tempat : Aula Rektorat UIN Palopo
Peserta : Ketua DWP UIN Palopo, Wakil Ketua DWP UIN Palopo, Sekretaris DWP UIN Palopo, Wakil Sekretaris DWP UIN Palopo, dan para anggota DWP UIN Palopo yang berjumlah 30 orang.
DWP UIN Palopo
DWP UIN Palopo bekerja sama dengan Brand Rumah Kelinci yang merupakan produsen berbagai aneka tepung menyelenggarakan kegiatan demo masak pada hari Rabu, 24 Juni 2026 pukul 13.30 WITA, bertempat di Aula Rektorat UIN Palopo. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja bidang Ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota DWP dalam bidang pengolahan makanan, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota melalui kegiatan yang edukatif dan interaktif.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 30 orang pengurus dan anggota DWP UIN Palopo. Pada kesempatan ini, tim dari Brand Rumah Kelinci mendemonstrasikan proses pembuatan dua menu pilihan yaitu Muffin Choco dan Siomay Goreng. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan menu dengan antusias, mulai dari persiapan bahan, teknik pengolahan, hingga penyajian. Selain memperoleh wawasan mengenai cara mengolah makanan yang praktis dan menarik, peserta juga berkesempatan mencicipi hasil masakan serta memperoleh Marchandise yang telah disediakan oleh tim Rumah Kelinci.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengurus dan anggota DWP UIN Palopo dapat menambah pengetahuan serta keterampilan dalam mengolah berbagai jenis makanan yang kreatif, praktis, dan bernilai ekonomis Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan di bidang kuliner, baik sebagai penunjang kebutuhan keluarga maupun sebagai peluang usaha, sekaligus memperkuat kebersamaan dan sinergi antara DWP UIN Palopo dengan mitra kerja.
Dharma wanita Persatuan Bapenda Kab. Wakatobi menghadiri pertemuan rutin bulan Juli DWP Kab. Wakatobi pada hari sabtu, 4 -06- 2026 di Gedung wanita Kec. Wangi - Wangi. Seperti biasa , pertemuan rutin selalu di awali dengan mengaji bersama surah Yasin yang di pimpin Oleh Ny. Rukiani Arifin. DWP yang bertugas pada pertemuan bulan Juli adalah DWP Satpol PP, Bappeda dan DP3A. Pertemuan rutin dipimpin langsung oleh ketau DWP Kabupaten Wakatobi Ny. Nur Citamaya Nadar. Beliau sekaligus memberikan sosialisasi tentang pentingnya berdharma wanita bagi istri ASN untuk menambah pengalaman dan wawasan kita sebagai istri pegawai negeri sipil, karena ketika kita berdharma wanita akan banyak hal yg kita dapatkan yg akan memperkaya pengetahuan kita . Pembelajaran yg kita dapatkan di masyarakat sangat beragam dan itu kita tdk dapatkan di bangku pendidikan formal manapun. beliau mengajak kepada para ketua DWP OPD untuk aktif dalam kegiatan DWP, saling merangkul dengan anggota dan aktif membuat laporan E- reporting karena kinerja DWP terpantau melalui E- rwportingnya.
Pelatihan membuat buket yang diikuti oleh dua anggota DWP Dinas Perhubungan yaitu Ibu Evi Kuswantoro & Ibu Cintya Prasetya pada hari Jum'at, tanggal 22 Mei 2026 bertempat di aula Sasana Bhakti Praja lantai 1 Sekretariat Daerah Banjarnegara. Nara sumber Ibu Masithoh SE
Dharma Wanita Persatuan unit Inspektorat Daerah mengikuti pertemuan bulanan di Gedung PKK pada hari Jum'at tanggal 3 Juli 2026, yang dimulai pada pukul 09.00 wita dan berakhir pada pukul 11.00 wita dengan agenda acara Pertemuan bulan/silaturahmi Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pinrang dengan seluruh unit Dharma Wanita Persatuan OPD se Kabupaten Pinrang serta Kecamatan se Kabupaten Pinrang dengan pelaksana kegiatan dari unit Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini merupakan agenda rutin organisasi sebagai wadah silaturahmi, pembinaan, koordinasi program kerja, sekaligus penguatan kapasitas anggota dalam mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis dan berkualitas. Selain itu, Kegiatan ini memberi makna bahwa dengan pertemuan rutin yang diikuti oleh Anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Inspektorat Daerah dengan Anggota Dharma Wanita Persatuan unit se Kabupaten Pinrang dan Kecamatan dapat menjalin kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi di antara sesama anggota. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta. Acara dimulai dengan Pembukaan oleh MC dan selanjutnya menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita Persatuan, Pembacaan Do’a oleh Anggota Dharma Wanita Persatuan dari Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Pinrang dan dilanjutkan dengan penyampaian laporan kegiatan Dharma Wanita Unit Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Pinrang yang disampaikan oleh Ibu Ketua Unit Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pinrang “Ny. A. Macmud Bancing” dimana menyampaikan kegiatan-kegiatan yang telah terlaksana di tahun 2026 serta keberhasilan dan kendala yang di hadapi dalam pelaksanaan kegiatan. Kemuadian dilanjutkan dengan acara tauziah yang dibawakan oleh ustazah Ida Nasir yang pada kali ini membawakan Tema Ceramah yakni “Mewujudkan Keluarga Harmonis di tengah Beragam Ujian“ diawali dengan penjelasan mengenai makna keluarga sakinah sebagai keluarga yang dibangun di atas fondasi keimanan, ketakwaan, kasih sayang, tanggung jawab, saling menghormati, serta komunikasi yang baik antaranggota keluarga. Narasumber menjelaskan bahwa keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang terbebas dari ujian, melainkan keluarga yang mampu menghadapi setiap persoalan dengan kesabaran, musyawarah, saling memahami, dan menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Selain itu, narasumber juga menguraikan pentingnya peran suami dan istri sebagai mitra yang saling melengkapi dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Orang tua diharapkan mampu menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, akhlak mulia, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab kepada anak-anak sejak usia dini. Peserta juga diberikan motivasi agar senantiasa memperkuat kualitas ibadah, menjaga komunikasi yang sehat dalam keluarga, membangun suasana rumah tangga yang penuh kasih sayang, serta menjadikan setiap ujian kehidupan sebagai sarana meningkatkan keimanan dan kedewasaan dalam berkeluarga. Penyampaian materi berlangsung secara komunikatif, interaktif, dan diselingi dengan berbagai contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai upaya menjaga keharmonisan rumah tangga, mendidik anak di era digital, membangun komunikasi yang efektif dalam keluarga, serta cara menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama. Seluruh pertanyaan dijawab secara jelas, sistematis, dan aplikatif sehingga menambah wawasan serta pemahaman peserta. Secara umum kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, aman, dan kondusif. Tingginya kehadiran peserta menunjukkan besarnya antusiasme anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pinrang terhadap kegiatan pembinaan keagamaan dan penguatan ketahanan keluarga. Dokumentasi kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif peserta mulai dari pembukaan, penyampaian materi, sesi diskusi, hingga penutupan, yang mencerminkan suasana kegiatan yang penuh semangat, kebersamaan, dan kekeluargaan. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pinrang mampu meningkatkan pemahaman mengenai konsep keluarga sakinah serta mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun keluarga yang harmonis, memperkuat karakter anggota, meningkatkan kualitas pengasuhan anak, serta mempererat hubungan antaranggota keluarga. Di samping itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat silaturahmi, solidaritas, dan sinergi antaranggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pinrang dalam mendukung pelaksanaan program kerja organisasi secara berkelanjutan demi terwujudnya keluarga yang berkualitas, masyarakat yang harmonis, dan organisasi yang semakin maju. Setelah penyampaian ceramah dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pinrang “Ny. A. Mirani Calo Keraang yang didampingi oleh Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten “Ny. dr. Dyah Puspita Rhommy”, serta Ibu Sekretaris Dharma Wanita Kabupaten “Ny. Andika Rosi Awaluddin dan turut hadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit OPD dan Kecamatan se Kabupaten Pinrang. Dalam sambutannya Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pinrang memberikan arahan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota melalui berbagai program pembinaan yang berorientasi pada penguatan keluarga, pendidikan, sosial budaya, dan peningkatan kesejahteraan anggota. Beliau juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan organisasi, meningkatkan partisipasi aktif dalam setiap program kerja, serta mengimplementasikan nilai-nilai Dharma Wanita Persatuan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan lingkungan serta mengingatkan Ibu-Ibu dalam mendampingi suami senantiasa mampu mengelola keuangan dengan baik dengan memanfaatkan keuangan sesuai dengan kebutuhan, dan mendahulukan pengeluaran yang lebih penting dan selalu menjaga keharmonisan keluarga dengan memperhatikan kebutuhan dan menyeimbangkan hak dan kewajiban sebagai istri yang sholeha dan tak lupa pula Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pinrang mengingatkan Ibu-Ibu agar memperhatikan kelengkapan atribut anggota Dharma Wanita berupa lambang dan papan nama yang mengikutkan nama suami dibelakang namanya dan bagi yang belum memakai pada pertemuan kali ini untuk memperhatikan kelengkapan atributnya. setelah itu dilanjutkan dengan penutupan oleh MC dengan menyanyikan bersama lagu Mars Dharmawanita. Acara selesai dan dilanjutkan dengan pengundian arisan di tiap Unit OPD. Laporan ini Disusun oleh admin e Reporting Dharma Wanita Inspektorat Daerah Kabupaten Pinrang.
Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat Kegiatan Menjenguk Orang Sakit Dalam Rangka Pelaksanaan Program Kerja Bidang Sosial Budaya DWP UPTD Balai Benih Kentang melaksanakan kegiatan mengunjungi saudara yang sakit yaitu pak Asep Abdi pada hari Selasa 05 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh anggota DWP UPTD Balai Benih Kentang yaitu Ibu Rita. Dengan menjenguk orang sakit, kita sebagai saudara harus saling mendoakan dan menguatkan agar saudara kita dapat segera disembuhkan serta dapat beraktivitas kembali dalam keadaan sehat wal-afiyat. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua.
Ketua DWP Bapenda Ny. Sunarti Muhidin Menghadiri penerimaan Jemaah Haji Kabupateb Wakatobi musim haji 2026 Masehi pada hari Kamis, 2 -6- 2026 bertempat di Rujab Bupati Kabupaten Wakatobi. Jemaah haji Kab. Wakatobi diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Wakatobi Dra. Hj. Safia Wualo. Dalam sambutannya, wakil bupati Wakatobi mengajak para jemaah haji untuk senantiasa memberikan teladan bagi masyarakat sekitarnya, dan menjaga silaturahmi dengan sesama. Penarimaan jemaah haji berlangsung dalam suasana suka cita dan penuh kekeluargaan.
Perpisahan dengan dua anggota DWP Dinas Perhubungan yaitu Ibu Dakar & ibu Tabah dikarenakan suami mutasi ke dinas lain. Tempat : rumah makan Resep Kampungan Banjarnegara pada hari Selasa, tanggal 19 Mei 2026
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung, Dr. Hj. R. Dewi Pertiwi Zulkarnain, S.E., M.M., menghadiri Pembukaan Festival Sentra Industri dan Festival Tahu & Jajanan Kota Bandung 2026 yang diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Juli 2026 pukul 10.00 WIB s.d. 13.00 WIB bertempat di Cihampelas Walk, Jalan Cihampelas Nomor 160, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mempromosikan produk industri unggulan, memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta melestarikan kuliner khas daerah sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Festival Sentra Industri dan Festival Tahu & Jajanan Kota Bandung 2026 menghadirkan berbagai pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), UMKM, serta sentra industri unggulan Kota Bandung yang menampilkan beragam produk kerajinan, fesyen, kuliner, dan hasil olahan pangan lokal. Kegiatan ini menjadi media promosi sekaligus sarana memperluas akses pemasaran produk lokal, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi unggulan daerah. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung meninjau stan-stan pameran untuk melihat secara langsung berbagai produk unggulan yang dipamerkan oleh para pelaku usaha. Peninjauan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan industri lokal serta pemberdayaan UMKM agar terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain menjadi ajang promosi produk unggulan, festival ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai wujud dukungan terhadap pelaku usaha daerah. Beragam kuliner khas, khususnya tahu dan jajanan tradisional Kota Bandung, turut diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan kuliner yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya. Melalui kehadiran pada kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung mendukung upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mendorong pemberdayaan UMKM, memperkuat sentra industri, meningkatkan promosi produk lokal, serta mengembangkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang semakin maju, inovatif, dan berdaya saing. Tujuan kegiatan ini adalah: 1. Mendukung promosi dan pengembangan sentra industri serta UMKM Kota Bandung. 2. Meningkatkan daya saing produk unggulan daerah melalui pameran dan promosi kepada masyarakat. 3. Mendorong pemberdayaan pelaku usaha melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. 4. Menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk dan kuliner khas Kota Bandung. 5. Memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA A. Identitas Kegiatan Nama Kegiatan : Peningkatan Kapasitas Anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Baubau yang dirangkaikan dengan Pertemuan Rutin DWP Kota Baubau Tema Kegiatan : Pilah Sampah Suburkan Tanaman Hari/Tanggal Pelaksanaan Kegiatan : Sabtu/4 Juli 2026 Waktu Kegiatan : Pukul 15.30 – 17.30 WITA Tempat Kegiatan : Kantor PKK (Jl. Balai Kota – samping Rujab Wali Kota Baubau) Penyelenggara Kegiatan : Dharma Wanita Persatuan Kota Baubau Bidang : Sekretariat Pimpinan Rapat : Rahman, S.Pd, M.Si (Kepala DP3A dan KB Kota Baubau) Ny. Nurbani Darus Salam (Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Baubau) Narasumber : Annisa, SH, M,Si (Kepala UPTD Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau) Munsira, S.Sos.,M.Si (Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kota BauBau) Peserta yang hadir pada pertemuan ini berjumlah 100 orang, yang terdiri dari : 1. Pengurus dan anggota DWP Kota Baubau 2. Ketua DWP Unit / OPD dan anggota 3. Ketua DWP Vertikal / BUMD / BLUD dan anggota 4. Ketua DWP Kecamatan dan anggota 5. Admin E – Reporting masing-masing DWP Unit/OPD Pengurus Dharma Wanita DPM & PTSP Kota Baubau yang berkesempatan hadir yaitu : 1. Ibu Wahyuni Rahman 2. Ibu Wa Ode Muslimah Maksuddin B. Latar Belakang dan Tujuan Pelaksanan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Baubau sebagai organisasi yang menghimpun istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja aparatur pemerintah serta menyukseskan pembangunan nasional. Sebagai mitra strategis pemerintah, DWP tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dimulai dari ruang lingkup terkecil, yaitu ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Di era dinamisasi saat ini, tantangan lingkungan hidup dan ketahanan pangan keluarga menjadi perhatian yang sangat krusial. Produksi sampah rumah tangga yang terus meningkat memerlukan penanganan yang bijak. Oleh karena itu, pengurus dan anggota DWP dituntut memiliki kepedulian serta keterampilan dalam hal pemilahan dan pengolahan sampah. Langkah ini penting agar sampah tidak sekadar menjadi limbah, melainkan dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna demi menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Di sisi lain, kemandirian pangan keluarga juga dapat diwujudkan secara nyata melalui giat pemanfaatan pekarangan rumah. Optimalisasi lahan pekarangan baik untuk tanaman pangan, sayuran, maupun obat keluarga tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga mampu menopang kebutuhan gizi harian serta membantu efisiensi pengeluaran ekonomi tangga. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menyikapi tantangan tersebut, DWP Kota Baubau menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus dan Anggota DWP Kota Baubau yang dirangkaikan dengan Pertemuan Rutin DWP Kota Baubau. Agenda ini dimaksudkan agar forum koordinasi berkala ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi administratif, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang aplikatif. Melalui pembekalan mengenai pemilahan sampah dan pemanfaatan pekarangan ini melalui giat Kebun Dapur Ibu (Kedai), diharapkan pengurus dan anggota DWP Kota Baubau dapat menjadi agen perubahan sekaligus menyebarluaskan ilmu tersebut di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas di Kota Baubau. C. Uraian pelaksanaan Kegiatan Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 15.30 WITA , diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne Dharma Wanita yang dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ibu Anggraeni Aliman. Selanjutnya Ibu Nurbani Darus Salam selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Baubau dalam sambutannya menyampaikan bahwa manfaat dari pengelolaan sampah secara terpadu di lingkungan rumah tangga adalah membantu mengurangi volume sampah rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan mengurai sampah organik (seperti sisa sayur dan buah), mengubah pola pikir anggota agar tidak lagi melihat sampah dapur sebagai limbah tak berguna, melainkan sebagai bahan baku bernilai yang dapat diolah sendiri secara mandiri di rumah untuk menghasilkan pupuk organik berkualitas secara gratis. Kompos yang diproduksi secara mandiri dari sampah dapur dapat langsung diaplikasikan untuk menyuburkan tanaman sehingga menciptakan sebuah siklus lingkungan yang ramah dan berkelanjutan (zero waste) di tingkat rumah tangga. Dengan pemanfaatan pekarangan anggota DWP diharapkan dapat menyediakan bahan pangan yang sehat dan segar bagi keluarga, serta menghemat pengeluaran bulanan karena kebutuhan pangan dasar dapat dipenuhi secara mandiri dari halaman rumah. Selain dampak domestik tersebut, gerakan ini juga berkontribusi positif dalam menekan angka inflasi. Kegiatan peningkatan kapasitas Anggota DWP Kota Baubau yang mengusung tema Pilah Sampah Suburkan Tanaman secara resmi dibuka oleh Bapak Rahman, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas administrasi DWP sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya pemberdayaan perempuan, khususnya melalui pengelolaan sampah terpadu dan perwujudan ketahanan pangan keluarga. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada narasumber yang bertindak sebagai pembimbing dalam kegiatan tersebut. Pemaparan materi dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diawali oleh Annisa, SH, M,Si, yang mengusung tema Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa pengolahan sampah organik menjadi kompos memberikan manfaat nyata dalam mengubah pola pikir anggota DWP Kota Baubau, khususnya dalam memilah sampah dan memanfaatkan limbah dapur menjadi bahan baku yang bermanfaat. Secara ekonomis, keterampilan ini mampu menciptakan efisiensi ekonomi rumah tangga melalui penyediaan pupuk organik berkualitas secara mandiri dan gratis. Keberadaan kompos ini juga mendukung keberlanjutan program Kebun Dapur Ibu (Kedai) dengan menciptakan siklus pemanfaatan limbah yang ramah lingkungan, di mana hasil kompos dapat langsung diaplikasikan untuk menyuburkan tanaman pangan di pekarangan. Melalui peningkatan keterampilan praktis ini, pengurus dan anggota DWP Kota Baubau kini siap berperan aktif sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi keluarga serta lingkungan sekitarnya. Selanjutnya pemateri kedua yaitu Ibu Munsira, S.Sos.,M.Si, dalam paparannya tentang pemanfaatan pekarangan melalui program Kebun Dapu Ibu menitik beratkan pada tujuan untu mewujudkan ketahanan pangan keluarga dengan menstimulus kesadaran dan kemandirian anggota DWP dalam menyediakan sumber pangan secara mandiri dari halaman rumah, guna menjamin ketersediaan komoditas pangan dasar yang berkelanjutan bagi keluarga. Menjamin akses keluarga terhadap bahan pangan yang lebih sehat, segar, higienis, dan bebas dari residu pestisida kimia berbahaya, demi mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan keluarga. Mengurangi pengeluaran finansial bulanan keluarga melalui substitusi pemenuhan kebutuhan dapur harian secara swadaya dari hasil pekarangan sendiri. Mendukung program pemerintah daerah secara konkret dalam memitigasi risiko inflasi dengan cara menekan tingkat ketergantungan serta mengurangi tekanan permintaan (demand) terhadap komoditas pangan pokok di pasar lokal. Kegiatan ditutup dengan dokumentasi dan pelatihan pembuatan kompos bersama pengurus dan anggota DWP Kota Baubau yang dipandu secara teknis oleh Kepala UPTD Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau. D. Dampak Kegiatan Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak yang nyata bagi pengurus dan anggota DWP Kota Baubau. Dari aspek ekologi, terjadi transformasi perilaku dalam memilah sampah dan mengolah limbah organik menjadi kompos mandiri guna mereduksi volume sampah domestik. Dari aspek ekonomi dan pangan, hasil kompos tersebut dapat mendukung program Kebun Dapur Ibu (Kedai) untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga, menyediakan bahan pangan yang sehat dan segar. Secara makro, aktivitas domestik ini berhasil memosisikan anggota DWP Kota Baubau sebagai agen perubahan yang berkontribusi nyata mendukung pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan serta mengendalikan laju inflasi daerah. E. Harapan Melalui pelaksanaan kegiatan ini, anggota DWP Kota Baubau diharapkan mampu mengasimilasi pengetahuan yang telah diperoleh menjadi aksi nyata yang berkelanjutan di lingkungan masing-masing. Harapan utamanya adalah terciptanya kemandirian pengelolaan limbah di tingkat keluarga, di mana setiap anggota secara konsisten memilah sampah dan memproduksi kompos mandiri, keterampilan tersebut diharapkan menjadi katalisator bagi keberlanjutan program Kebun Dapur Ibu (Kedai) secara masif, sehingga pekarangan rumah dapat bertransformasi menjadi basis ketahanan pangan keluarga yang mandiri, produktif, dan efisien secara finansial. Dalam jangka panjang, pengurus dan anggota DWP Kota Baubau diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program, melainkan tumbuh menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi dan menggerakkan masyarakat sekitar demi mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan serta pengendalian inflasi. F. Penutup Demikian laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan, semoga melalui peningkatan peningkatan kapasitas anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Baubau dan akselerasi adaptasi teknologi ini, tata kelola administrasi serta efisiensi sistem pelaporan kegiatan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Baubau dapat berjalan secara maksimal. Lebih dari itu, diharapkan seluruh ilmu praktis mengenai pengolahan sampah dan optimalisasi program Kebun Dapur Ibu (Kedai) dapat segera diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan oleh seluruh anggota. Penulis : Ny. Wa Ode Muslimah Maksuddin Penanggung Jawab : Ny. Sawalia Nasrun