e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/162499.jpg
Info Baru

DWP Kementerian Agama > Kantor KEMENAG PROV JAWA TENGAH

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 15-07-2026

DWP-Kota Semarang, Rabu, 15 Juli 2026 Tempat : SDN Tugurejo 3 Kota Semarang Pemateri : Hasanah Hidayah S.Sos.I (Pengurus Bidang Sosbud) Peserta : Siswa Kelas 1 Tema : Pencegahan Bullying Tujuan : a. Memahami pengertian bullying (perundungan) b. Mengenali berbagai bentuk bullying c. Mengetahui dampak bullying bagi korban dan pelaku d. Menunjukkan sikap saling menghormati, peduli, dan berani melapor jika melihat bullying e. Membiasakan perilaku berteman yang baik dan saling mendukung Nilai Karakter : a. Peduli b. Empati c. Toleransi d. Gotong royong e. Sopan santun f. Berani g. Sopan santun h. Bertanggung jawab i. Menghargai perbedaan Kegiatan pendukung : ice breaking, menonton video, bercerita, bermain peran, menyusun janji teman hebat bersama seluruh siswa, dan membuat slogan/yel-yel Metode pengajaran : video Output Durasi/waktu : a. Siswa mampu membedakan bercanda dan bullying b. Siswa berani mengatakan "tidak" pada bullying c. Siswa mengetahui cara melapor kepada orang dewasa yang di

../images/kegiatan/162498.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Bener Meriah >

  • Oleh: Sekretariat
  • 05-05-2026

Pengukuhan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bener Meriah dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan se Kabupaten Bener Meriah Masa Bakti 2024-2029

../images/kegiatan/162497.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Purbalingga > DWP DLHPKP

  • Oleh: Sekretariat
  • 17-07-2026

Dalam rangka melaksanakan fungsi organisasi sebagai wadah koordinasi, komunikasi, evaluasi, dan penyusunan program kerja, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Rapat Kerja Bulan Juli Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya, menyusun dan menetapkan program kerja pada periode berikutnya, meningkatkan sinergi antarbidang, serta menyamakan persepsi seluruh pengurus dan anggota dalam mewujudkan DWP DLHPKP yang profesional, mandiri, aktif, dan berdaya guna bagi anggota, keluarga, maupun masyarakat. Rapat kerja dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Juli 2026 mulai pukul 09.55 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Kabupaten Purbalingga, Jalan Letjen S. Parman Nomor 23, Bancar, Purbalingga. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, tertib, dan diikuti oleh seluruh pengurus serta anggota DWP DLHPKP Kabupaten Purbalingga. Petugas rapat kerja pada kesempatan tersebut berasal dari Bidang Pendidikan, yaitu Ny. Ana Nurudin Rumekso sebagai pembawa acara, Ny. Sobirin sebagai dirigen, dan Ny. Teguh Kuntoro sebagai pemateri kultum. Sebelum acara resmi dimulai, pembawa acara menyampaikan muqadimah sekaligus membacakan susunan acara sebagai pedoman jalannya kegiatan. Tepat pukul 10.00 WIB, seluruh peserta berdiri bersama untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa sekaligus penguatan semangat kebersamaan dalam organisasi. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kultum oleh Ny. Teguh Kuntoro yang mengangkat tema "3 Prinsip dalam Persahabatan Muslimah." Materi tersebut mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya membangun hubungan persaudaraan yang dilandasi nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi. Prinsip pertama yang disampaikan adalah membangun persahabatan karena Allah (ukhuwah Islamiyah). Dijelaskan bahwa persahabatan yang dilandasi keimanan akan melahirkan hubungan yang tulus, penuh keikhlasan, saling menghargai, serta terbebas dari kepentingan duniawi, iri hati, maupun persaingan yang tidak sehat. Persahabatan seperti inilah yang diharapkan mampu menjadi kekuatan dalam membangun organisasi yang harmonis. Prinsip kedua adalah saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Seorang sahabat sejati bukan hanya hadir dalam kebahagiaan, tetapi juga mampu mengingatkan ketika saudaranya melakukan kekeliruan. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-'Ashr ayat 3 yang mengajarkan agar sesama muslim saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslimah hendaknya saling mengajak kepada kebaikan, menjaga lisan, meningkatkan ibadah, serta menjadi pengingat dalam menjalankan syariat Islam. Prinsip ketiga adalah saling mendoakan dan menjaga aib sesama muslimah. Sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan, setiap muslimah hendaknya saling menutupi kekurangan saudaranya, tidak membuka aib orang lain, serta senantiasa mendoakan dalam setiap kesempatan. Sikap tersebut akan mempererat ukhuwah dan menciptakan lingkungan organisasi yang penuh kasih sayang, saling menghormati, dan saling mendukung. Setelah kultum selesai disampaikan, pembawa acara membuka rapat secara resmi dengan memandu pembacaan basmalah bersama-sama. Selanjutnya, kegiatan memasuki sesi penyampaian laporan dari masing-masing bidang di lingkungan DWP DLHPKP Kabupaten Purbalingga. Setiap bidang menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan, rencana kegiatan yang akan datang, kondisi administrasi dan keuangan termasuk saldo kas, serta berbagai informasi, inovasi, maupun tips yang bermanfaat untuk mendukung peningkatan kapasitas anggota dan keberhasilan pelaksanaan program organisasi. Acara inti rapat kerja adalah penyampaian arahan (stressing) dari Ketua DWP DLHPKP Kabupaten Purbalingga, Ny. Yulliah Bambang Triono. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota atas dedikasi, kekompakan, serta partisipasi aktif dalam setiap kegiatan organisasi. Beliau juga memberikan penghargaan kepada seluruh petugas rapat kerja yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kebersamaan. Ketua DWP DLHPKP juga menyampaikan apresiasi kepada admin e-Reporting yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga DWP DLHPKP Kabupaten Purbalingga berhasil mempertahankan prestasi sebagai peringkat kedua dalam penilaian e-Reporting DWP se-Kabupaten Purbalingga. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pengurus dan anggota untuk terus meningkatkan kualitas administrasi organisasi. Selain itu, Ketua DWP mengingatkan kepada petugas yang telah ditunjuk agar mempersiapkan diri dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Car Free Day serta rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Koperasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2026. Beliau juga mengimbau kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah membeli kain batik Dharma Wanita Persatuan agar segera menjahit dan mengenakannya pada setiap kegiatan resmi organisasi sebagai bentuk identitas dan kebanggaan terhadap DWP. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menyampaikan doa dan harapan agar seluruh pengurus maupun anggota yang sedang mengalami sakit segera diberikan kesembuhan sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Di akhir arahannya, Ketua DWP berharap agar seluruh pengurus dan anggota senantiasa menjaga kekompakan, mempererat kebersamaan, meningkatkan semangat pengabdian, serta terus berinovasi sehingga kinerja organisasi semakin baik dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota, keluarga, maupun masyarakat. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan maupun kekhilafan. Menjelang penutupan kegiatan, Sekretaris DWP DLHPKP Kabupaten Purbalingga, Ny. Tri Samsiwi, memandu acara pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi para peserta rapat. Melalui pengundian nomor absensi secara acak, terpilih tiga penerima doorprize, yaitu Ny. Ana Nurudin Rumekso, Ny. Tugiono, dan Ny. Teguh Kuntoro. Suasana penuh keakraban dan kegembiraan semakin terasa ketika para peserta memberikan ucapan selamat kepada para pemenang. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, pembawa acara menutup rapat kerja dengan memandu pembacaan hamdalah bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelancaran seluruh acara. Melalui pelaksanaan Rapat Kerja Bulan Juli Tahun 2026 ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan DLHPKP Kabupaten Purbalingga semakin memiliki kesamaan visi, pemahaman, serta komitmen dalam melaksanakan setiap program organisasi. Rapat kerja juga menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi antarbidang sehingga seluruh program kerja dapat dilaksanakan secara lebih terencana, efektif, efisien, dan tepat sasaran. Lebih dari itu, hasil rapat kerja diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan zaman. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan pengabdian, Dharma Wanita Persatuan DLHPKP Kabupaten Purbalingga diharapkan terus meningkatkan eksistensinya sebagai organisasi perempuan yang aktif, berkualitas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

../images/kegiatan/162496.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sampang > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 17-07-2026

DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang telah melaksanakan kegiatan:

Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan

Keterangan Program
1. Hari/Tanggal : Jumat,17 Juli 2026
2. Waktu : 08.00 WIB – Selesai
3. Lokasi : Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 77, Sampang.
4. Acara : Penarikan dana Sosial DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang
5. Peserta : 50 Orang Anggota

Dalam rangka mendukung pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya, DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menyelenggarakan kegiatan penarikan dana sosial yang meliputi dana anak yatim dan dana Jumat Barokah pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan menjadi salah satu agenda yang menyertai rapat rutin bulanan DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Seluruh pengurus dan anggota yang hadir berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap program sosial organisasi.

Penarikan dana dilakukan dengan tertib dan lancar sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil rekapitulasi, dana anak yatim yang berhasil dihimpun pada bulan Juli 2026 sebesar Rp189.000, sedangkan dana Jumat Barokah terkumpul sebesar Rp124.000. Dana tersebut merupakan hasil kontribusi anggota yang secara sukarela mendukung keberlangsungan berbagai kegiatan sosial yang telah diprogramkan oleh Bidang Sosial Budaya.

Program penghimpunan dana ini memiliki tujuan untuk memperkuat semangat kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan di lingkungan DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Dana anak yatim akan dimanfaatkan sebagai santunan bagi anak-anak yatim yang membutuhkan, sedangkan dana Jumat Barokah digunakan untuk mendukung kegiatan berbagi kepada masyarakat kurang mampu melalui program Jumat Barokah yang dilaksanakan secara berkala. Dengan adanya program ini, diharapkan manfaat organisasi dapat dirasakan tidak hanya oleh anggota, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Antusiasme anggota dalam memberikan kontribusi menunjukkan bahwa budaya saling berbagi dan saling peduli telah menjadi bagian dari nilai yang terus dijaga dalam organisasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota DWP.

Melalui kegiatan penarikan dana sosial ini, DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Diharapkan semangat berbagi yang telah tumbuh di kalangan anggota dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga setiap program sosial yang dilaksanakan mampu memberikan dampak positif, memperkuat citra organisasi, serta menjadi wujud nyata pengabdian DWP kepada masyarakat.

Pembuat Laporan : Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Nyonya Erlis Shofia Hadi

Pelaksana:DWP Dinas Pendidikan Kabupaten sampang

../images/kegiatan/162495.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Jepara > DWP DPUPR

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 17-07-2026

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara kembali menyelenggarakan kegiatan Rapat Anggota Bulan Juli pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan dilaksanakan di Aula Wiso Gelis DPUPR Kabupaten Jepara. Acara dipandu oleh Ibu Hayu selaku pembawa acara. Pertemuan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Sebanyak 53 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota DWP DPUPR Kabupaten Jepara mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Pertemuan ini bertujuan meningkatkan wawasan anggota dalam mendidik anak, khususnya mengenai pendidikan finansial sejak usia dini. Tema yang diangkat pada kesempatan ini Adalah Pelatihan "Mengelola Finansial Anak". Materi disampaikan oleh Ibu Indri Hanief. Materi tersebut dipilih karena dinilai sangat relevan dengan peran seorang ibu dalam membentuk karakter anak di lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini diharapkan para anggota mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Pada awal penyampaian materi, narasumber mengajak seluruh peserta untuk memahami pentingnya literasi keuangan melalui sebuah kisah nyata. Narasumber menceritakan fenomena yang dikenal dengan "Kampung Pajero". Kisah tersebut menggambarkan sebuah desa yang masyarakatnya memperoleh dana ganti rugi proyek kilang minyak Pertamina hingga miliaran rupiah. Sebagian besar warga kemudian membeli mobil mewah jenis Pajero. Namun, beberapa tahun kemudian banyak di antara mereka kembali mengalami kesulitan ekonomi. Kondisi tersebut terjadi karena kurangnya kemampuan dalam mengelola keuangan. Kisah tersebut menjadi pembelajaran bahwa kekayaan tidak akan bertahan tanpa disertai pengetahuan mengatur keuangan. Seluruh peserta tampak menyimak cerita tersebut dengan penuh perhatian. Kisah tersebut menjadi pembuka yang menggugah kesadaran seluruh peserta mengenai pentingnya pendidikan finansial sejak dini. Selanjutnya narasumber menjelaskan bahwa mengajarkan pengelolaan keuangan kepada anak sebaiknya dimulai sejak usia prasekolah. Menurut beliau, membentuk kebiasaan baik pada anak jauh lebih mudah dibandingkan mengubah kebiasaan orang dewasa. Anak yang sejak kecil terbiasa mengelola uang akan memiliki karakter yang lebih bertanggung jawab. Anak juga akan belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan tersebut menjadi bekal penting agar anak tidak tumbuh dengan gaya hidup konsumtif. Oleh karena itu, peran orang tua sangat menentukan keberhasilan pendidikan finansial anak. Narasumber kemudian memberikan beberapa contoh sederhana yang dapat diterapkan di rumah. Salah satunya adalah mengajak anak berbelanja ke pasar swalayan. Orang tua dipersilakan memberikan kesempatan kepada anak memilih barang yang diinginkan. Namun, orang tua tetap harus menentukan batas anggaran yang boleh digunakan. Orang tua juga harus konsisten terhadap batas tersebut. Melalui cara ini, anak belajar mengambil keputusan sesuai kemampuan yang dimiliki. Anak juga belajar bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Pendidikan seperti ini akan melatih kemampuan berpikir sebelum melakukan pembelian. Ketika anak mulai memasuki usia sekolah, orang tua dapat memberikan uang saku secara bertahap. Narasumber menyarankan agar uang saku diberikan untuk jangka waktu satu minggu terlebih dahulu. Anak diberi kesempatan mengatur sendiri pengeluaran hariannya. Orang tua tetap melakukan pendampingan tanpa terlalu banyak mengintervensi. Setelah anak terbiasa, tingkat kesulitan dapat ditingkatkan. Uang saku dapat diberikan untuk jangka waktu dua minggu hingga satu bulan. Cara ini melatih anak membuat perencanaan keuangan sederhana. Anak juga belajar bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya. Apabila masih terdapat sisa uang saku pada akhir periode, orang tua dianjurkan mengajak anak mulai menabung. Menabung merupakan kebiasaan positif yang perlu dibangun sejak dini. Narasumber juga memperkenalkan pemanfaatan bank digital sebagai media menabung. Dengan bank digital, anak dapat melihat secara langsung perkembangan jumlah tabungannya. Hal tersebut dapat meningkatkan semangat anak untuk terus menabung. Uang hadiah maupun Tunjangan Hari Raya (THR) juga dapat disimpan dalam rekening tabungan anak. Dengan demikian, anak belajar menghargai setiap uang yang dimilikinya. Dalam situasi ketika anak ingin membeli barang yang nilainya melebihi jumlah tabungan, orang tua tidak disarankan langsung memenuhi keinginan tersebut. Orang tua dapat memberikan dua pilihan kepada anak. Pilihan pertama adalah menunda pembelian hingga tabungan mencukupi. Pilihan kedua adalah meminjam dana kepada orang tua dengan kewajiban mengembalikannya secara bertahap. Melalui metode tersebut, anak belajar mengenai tanggung jawab dan komitmen. Anak juga memahami bahwa setiap pinjaman harus dikembalikan. Nilai kejujuran dan kedisiplinan pun akan tumbuh sejak usia dini. Materi berikutnya membahas pentingnya mengenalkan dunia usaha kepada anak. Ketika anak telah mampu mengelola uang dengan baik, orang tua dapat mengajarkan kegiatan berniaga sederhana. Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui praktik jual beli yang sesuai dengan usia anak. Narasumber menyampaikan bahwa materi ini juga sejalan dengan pembelajaran kokurikuler di sekolah. Anak dapat belajar menjual hasil karya atau makanan ringan kepada teman-temannya. Dari pengalaman tersebut, anak akan merasakan kebahagiaan saat memperoleh hasil usahanya sendiri. Pengalaman tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan sejak dini. Narasumber juga mengenalkan investasi sederhana kepada peserta. Investasi yang direkomendasikan sebagai langkah awal adalah reksa dana. Instrumen tersebut dinilai mudah dipahami oleh masyarakat. Melalui investasi sederhana, anak akan mulai mengenal pentingnya mengembangkan nilai uang. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal berharga ketika anak memasuki usia dewasa. Orang tua diharapkan memberikan pendampingan selama proses belajar investasi berlangsung. Pada akhir penyampaian materi, narasumber menyampaikan pesan yang sangat menyentuh kepada seluruh peserta. Beliau mengingatkan bahwa membesarkan anak bukanlah sebuah transaksi. Orang tua tidak boleh berharap seluruh biaya yang telah dikeluarkan harus dikembalikan oleh anak ketika dewasa. Tugas utama orang tua adalah membekali anak dengan ilmu pengetahuan, karakter yang baik, serta keterampilan hidup. Dengan bekal tersebut, anak diharapkan mampu hidup mandiri, bertanggung jawab, dan tidak bergantung kepada orang lain. Pesan tersebut menginspirasi seluruh peserta untuk semakin bijaksana dalam mendidik anak. Melalui kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan DPUPR Kabupaten Jepara memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya literasi keuangan keluarga. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat hingga acara berakhir. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas secara finansial, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki karakter yang kuat demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera dan berkualitas.

../images/kegiatan/162494.jpg
Info Baru

DWP Kementerian Agama > Kantor KEMENAG PROV SULAWESI SELATAN

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 16-07-2026

SINJAI - Kamis, 16 Juli 2026, Berlangsung penuh hikmad dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja di Malino, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Sinjai Ny. Hj. Darmawati Faried dikukuhkan sebagai bunda Inklusi oleh Ketua DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ketua DWP Kabupaten/kota se Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan sejumlah bingkisan sembako dan amplop untuk puluhan penyandang disabilitas.

../images/kegiatan/162493.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Jepara > DWP Kearsipan dan Perpustakaan

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 17-07-2026

Pada hari Jumat, 17 Juli 2026, pukul 09.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Jepara mengikuti kegiatan Zoom Meeting NGOPI PENAK (Ngobrol Pintar Penuh Makna) Episode 166 yang diselenggarakan secara daring oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut, DWP Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Jepara diwakili oleh Ny. Eryn Indrat Fitrianie sebagai peserta. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kapasitas anggota Dharma Wanita Persatuan melalui penyampaian materi edukatif yang relevan dengan pembangunan kualitas keluarga dan penguatan karakter anak sebagai generasi penerus bangsa. Mengangkat tema “Mencetak Pemimpin Masa Depan Berhati: Menumbuhkan Jiwa Empatik dan Ketegasan Lewat Figur Ayah,” kegiatan menghadirkan narasumber Ibu Widayati Lestari, S.Ag., S.Psi., M.Psi., yang berasal dari Departemen Pendidikan dan Pelatihan PW SALIMAH Jawa Tengah. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Narasumber menjelaskan bahwa proses pembentukan seorang pemimpin tidak dimulai ketika seseorang memasuki dunia pendidikan atau dunia kerja, melainkan sejak anak berada di dalam lingkungan keluarga melalui pola pengasuhan yang tepat. Dalam paparannya disampaikan bahwa figur ayah memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membangun karakter kepemimpinan anak. Ayah berperan menanamkan nilai-nilai ketegasan, disiplin, keberanian, tanggung jawab, integritas, serta keteladanan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak tidak hanya diukur dari kemampuannya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga dari keterlibatannya dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, memberikan perhatian, mendengarkan, berdialog, serta membangun ikatan emosional yang kuat. Data dan berbagai hasil kajian yang disampaikan dalam materi menunjukkan bahwa anak yang memperoleh keterlibatan aktif dari kedua orang tua cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih baik, kemampuan bersosialisasi yang tinggi, serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selain menyoroti pentingnya peran ayah, narasumber juga menegaskan bahwa keberhasilan pola pengasuhan tidak dapat dipisahkan dari peran ibu. Kelembutan, kasih sayang, perhatian, serta kemampuan ibu dalam memberikan dukungan emosional menjadi pelengkap yang sangat penting bagi ketegasan seorang ayah. Sinergi antara kedua orang tua akan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berempati, memiliki kecerdasan emosional, mampu menghargai perbedaan, serta memiliki kemampuan memimpin dengan hati. Dengan demikian, keseimbangan peran ayah dan ibu menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi yang unggul. Kegiatan NGOPI PENAK Episode 166 yang berlangsung selama 2 (dua) jam, yaitu mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB, memberikan pemahaman bahwa pengasuhan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. Anak yang dibesarkan melalui pola asuh yang positif tidak hanya diharapkan memiliki prestasi akademik, tetapi juga mempunyai integritas, kepedulian sosial, kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana, serta mampu menjadi pengayom di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, karakter kuat, dan akhlak yang baik. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Ny. Eryn Indrat Fitrianie memperoleh berbagai wawasan baru mengenai pentingnya keterlibatan kedua orang tua dalam proses pengasuhan anak. Materi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari sekaligus menjadi bahan edukasi bagi anggota Dharma Wanita Persatuan lainnya maupun masyarakat. Pengetahuan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas sebagai pondasi terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Jepara dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi untuk terus mendukung peningkatan kompetensi anggotanya melalui kegiatan pembelajaran yang berkelanjutan. Dengan mengikuti Zoom Meeting NGOPI PENAK Episode 166, anggota DWP diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat dengan menerapkan pola pengasuhan yang seimbang, mengedepankan kolaborasi antara ayah dan ibu, serta menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, empati, integritas, dan tanggung jawab kepada anak sejak usia dini. Melalui keluarga yang harmonis dan berkualitas, diharapkan akan lahir generasi penerus yang tangguh, berkarakter, dan mampu menjadi pemimpin masa depan yang berhati mulia.

../images/kegiatan/162492.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Bener Meriah >

  • Oleh: Sekretariat
  • 18-06-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bener Meriah yang diwakilkan oleh Bendahara II Ny. Asiani Elpan Hidayat dan Anggota Bidang Pendidikan Ny. Enny Heryanti Syafri mengikuti acara Istighosah Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H dengan tema "Membangun Bener Meriah yang Bertaqwa dan Sejahtera

../images/kegiatan/162491.jpg
Info Baru

DWP Kota Makassar > Badan Riset Inovasi Daerah

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 10-07-2026

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar Ny. A. Ari Sutera Dewi Janti Haidil Adha bersama pengurus Dharma Wanita Persatuan Unit Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar melaksanakan Kunjungan ke Pengrajin Batik dan Tenun Isti pada Hari Jumat 10 Juli 2026 pukul 09.00 wita sampai selesai di Jalan Cendrawasih No. 205C Kelurahan Baji Mappakasunggu Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Kunjungan Dharma Wanita Persatuan Unit Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar disambut hangat oleh Ibu Andi Tenri sebagi pemiik Batik dan Tenun Isti. Kunjungan Dharma Wanita Persatuan Unit Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar ke Pengrajin Batik dan Tenun Isti sebagai bagian dari Program penguatan kapasitas anggota dalam bidang ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha batik dan tenun, inovasi produk, proses produksi serta strategi peningkatan daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kegiatan ini mencerminkan komitmen Dharma Wanita Persatuan Unit Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kompetensi kewirausahaan, pelestarian warisan budaya, serta penguatan ekonomi kreatif yang inovatif, berdaya saing dan berkelanjutan sesuai dengan arah Program Prioritas Dharma Wanita Persatuan di bidang Pengembangan Usaha Produktif dan Kreatif.

../images/kegiatan/162490.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Tanjung Jabung Barat > DWP BADAN PENDAPATAN DAERAH

  • Oleh: Sekretariat
  • 13-07-2026

Seluruh anggota DWP Bapenda Kab. Tanjab Barat menghadiri kegiatan pertemuan rutin bulanan DWP Bapenda Kab. Tanjab Barat yang diisi dengan acara sosialisasi produk Moorlife, yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 13 Juli 2026, bertempat di Aula Kantor Bapenda Kab. Tanjab Barat.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID