Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Astanaanyar mengikuti Kegiatan Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Bagian Kesra Setda Kota Bandung bersama Kecamatan Astanaanyar pada hari Minggu, tanggal 15 Maret 2026 pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB bertempat di Mesjid Agung Kota Bandung Jalan Dalem Kaum Bandung. Kegiatan dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan kecamatan Astanaanyar Ibu Ai Karyati Dayat, Sekretaris Ibu Eulis Fitri Juasari, Bendahara Ibu Herlina Noviana dan para ketua Dharma Wanita Persatuan kelurahan se-Kecamatan Astanaanyar. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung Ibu Dr. Hj. R Dewi Pertiwi Zulkarnain, S.E, M.M, CMA beserta jajaran, Camat Astanaanyar Bapak Drs. H. Amin Jarkasih, MM., Para Kasi Kecamatan Astanaanyar, Para Lurah se-Kecamatan Astanaanyar, Ketua Mui Kecamatan Astanaanyar Ustadz Yayan Suryana, Kader PKK se-Kecamatan Astanaanyar dan ASN se-Kecamatan Astanaanyar. Kegiatan diawali dengan tampilan 2 da’i cilik Ananda Habib alfarizi dan Ananda Nayla Indah Fitriyani yang menyampaikan tentang keutamaan berpuasa dan bakti kepada orang tua. Pada kesempatan ini dilaksanakan penyerahan secara simbolis bantuan dari Baznas Kota Bandung kepada 1 (satu) Mesjid Kecamatan, 6 (enam) mesjid kelurahan, Guru mengaji, Marbot, Dai, Petugas Linmas, Petugas Gorong-gorong dan kebersihan, Lansia dan Penyandang disabilitas di Kecamatan Astanaanyar. Kegiatan ini juga diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Dr. KH. Asep Anom, M.Ag. yang menerangkan tentang 4 orang yang dirindukan oleh syurga dengan puncak acara Sambutan dari Wali Kota Bandung Bapak H. Muhamad Farhan yang sebelumnya diawali dengan ucapan dan laporan dari Camat Astanaanyar Bapak Drs. H. Amin Jarkasih, MM. Kegiatan ini bertujuan untuk untuk menyambut dan memeriahkan serta meraih keutamaan bulan suci Ramadhan, dan membangun komunikasi dan kedekatan antara pemerintah dengan organisasi keagamaan, ulama, serta seluruh lapisan masyarakat.
DWP Kantor Kemenag Kab. Banjarnegara). Menindaklanjuti surat dari Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banjarnegara perihal undangan Pengajian bulan Ramadhan yang dilaksanakan pada hari Jumat selama bulan Ramadhan tahun 2026, Pengurus dan anggota DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara mengikuti kegiatan minggu ketiga, yaitu pada hari Jumat 06 Maret 2026 bertempat di Pendopo Dipayuda Adigraha, Banjarnegara mulai pukul 08.00 s/d 11.00 WIB. Acara dimulai dengan pembukan, kemudian laporan dari Ketua Panitia Pengajian Ramadhan, kemudian langsung pengisian Kajian oleh Ustadzah Eva Linta Cahyani, Lc.,M.A, yang mengangkat tema Menghidupkan Malam Lailatul Qodar : Amalan dan Doa. Hadir mewakili DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara pada pengajian hari ini adalah Ibu Isni Kholiyati Sukarno (Ketua DWP Kemenag Kab. Banjarnegara), Ibu Sri Puryantiningsih Karyono (Ketua Bidang Sosial Budaya), Ibu Titik Endang Nasirin (Sekretaris), Ibu Antik Prihantoro Achmad (Ketua DWP Satker MAN 2 Banjarnegara) beserta beberapa orang guru dan juga perwakilan dari DWP/Perwanida Kecamatan Banjarnegara.
DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS SUMBER DAYA AIR, BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI KABUPATEN PASURUAN
Bidang : Sosial BudayaLAPORAN KEGIATAN
Hari / Tanggal : Jumat,13 Maret 2026
Waktu : Pukul 10.00 WIB – selesai
Tempat : Sekitar Kantor Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan serta sekitar Unit Pelaksana Teknis Kejayan, Grati, Pandaan dan Purwosari
Kegiatan : Pembagian Sedekah Iftar oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan kepada petuga front office / office boy, janda karyawan serta kaum dhuafa sekitar kantor dinas dan unit pelaksana teknis
Dihadiri oleh : Ibu Pembina Dharma Wanita Persatuan Ibu Sarinah Rostief S.T, M.M, Ibu Pembina Widya Purwanti, Ibu Pembina Eritrina Pribadi Asih, Ibu Ketua Ning Fatimah Arif Rahman Hakim, Ibu-ibu pengurus dan anggota, karyawati dan istri karyawan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan
I. PENDAHULUAN
Dalam rangka Bulan Suci Ramadhan, Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan mengadakan pembagian sedekah iftar yang merupakan program kerja Tahun 2026 dari Bidang Sosial Budaya
Kegiatan ini rutin diadakan oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan setiap memasuki Bulan Suci Ramadhan dan merupaka program kerja rutin.
II. DASAR KEGIATAN
1. . Surat Undangan Dharma Wanita Persatuan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Nomor 03/DWP/III/2026. Tanggal 10 Februari 2026.
III. TUJUAN KEGIATAN
1. Memperingati Bulan Suci Ramadhan 1447 H 2. Menanamkan jiwa berbagi dan empati sosial terhadap sesama 3. Meringankan kebutuhan orang lain 4. Merupakan kesempatan bersedekah dengan pahala yang berlipat ganda
IV. WAKTU DAN TEMPAT
Hari / Tanggal : Jumat, 13 Maret 2026
Waktu : Pukul 10.00 WIB – selesai
Tempat : Sekitar Kantor Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan serta sekitar Unit Pelaksana Teknis Kejayan, Grati, Pandaan dan Purwosari
V. PESERTA
Acara ini dihadiri oleh Ibu Pembina Dharma Wanita Persatuan Ibu Sarinah Rostief S.T, M.M, Ibu Pembina Widya Purwanti, Ibu Pembina Eritrina Pribadi Asih, Ibu Ketua Ning Fatimah Arif Rahman Hakim, Ibu-ibu pengurus dan anggota, karyawati dan istri karyawan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan
VI. RANGKAIAN KEGIATAN
Open Donasi Sedekah Iftar
Teknis : Share flyer open donasi sedekah iftar via Whatsapp grup dan share story
Tanggal : Selasa, 10 Februari 2026
Target flyer : Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan serta karyawan karyawati
Tujuan : Membuka kesempatan untuk para anggota, pengurus serta karyawan karyawati Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan dalam berbagi sedekah iftar saat Bulan Ramadhan. Durasi open sedekah iftar secara internal ini selama 18 hari yaitu sampai dengan Tanggal 27 Februari 2026.
VII. URAIAN KEGIATAN
1. Open Donasi Sedekah Iftar
Open donasi sedekah iftar dilakukan dengan share flyer open donasi sedekah iftar via Whatsapp grup dan share story yang dimulai pada hari Selasa, 10 Februari 2026 sampai dengan Jumat, 27 Februari 2026. Dengan durasi 18 hari diharapkan donasi yang terkumpul layak dan pantas untuk didistribusikan di 5 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan. Flyer yang telah di share oleh Pengurus Bidang Sosial Budaya dapat diteruskan kembali untuk dapat digunakan sebagai update story para pengurus dan anggota serta disebarluaskan ke Whatsapp grup karyawan karyawati untuk memperluas jangkauan donasi. Tujuan dibukanya sedekah iftar ini yaitu membuka kesempatan untuk para anggota, pengurus serta karyawan karyawati Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan dalam berbagi sedekah iftar saat Bulan Ramadhan.
2. Packing Paket Sedekah Iftar
Proses packing sedekah iftar dilakukan di rumah Ibu Feni Faisal yang merupakan salah satu dari anggota Bidang Sosial Budaya pada tanggal : Selasa, 10 Maret 2026. Proses packing ini dihadiri oleh Ibu Eka Minayati Eko, Ibu Feni Faisal, Ibu Uswatul Anisah Mahfud serta Ibu Eva Bayu. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk persiapan sebelum diadakan pembagia sedekah iftar, proses packing diikuti dengan proses verifikasi jumlah paket sedekah iftar yang akan disonasikan. Paket sedekah iftar yang terkumpul selama 18 hari membuka open donasi sebanyak 99 paket iftar bernilai Rp. 50.000,00 setiap paketnya. Berikut adalah rincian dari isi paket sedekah iftar yaitu :
Gula : 1 bungkus
Mi instant : 2 bungkus
Teh botol kemasan besar : 1 botol
Snack coklat : 1 pack
Snack wader : 1 pack
Paket tersebut di atas dikemas dalam goodie bag dengan identitas Dharma Wanita Persatuan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan dalam rangka Iftar Charity
3. Proses Distribusi Paket Sedekah Iftar
Teknis proses distribusi sedekah iftar diawali dengan penyerahan paket sedekah iftar kepada perwakilan Unit Pelaksana Teknis Pandaan, Grati, Purwosari, Kejayan dan Kantor Dinas. Tahap berikutnya dilakukan perhitungan jumlah paket yang diterima kemudian dilanjutkan proses distribusi ke wilayah masing - masing dengan target donasi karyawan front office / office boy, janda karyawan dan kaum dhuafa sekitar kantor dinas dan unit pelaksana teknis. Tujuan kegiatan ini bertujuan untuk meratakan distribusi paket sedekah iftar di area Kabupaten Pasuruan serta melakukan verifikasi jumlah yang dibawa oleh masing- masing perwakilan wilayah. Jumah paket yang didistribusikan kali ini yaitu 20 paket untuk masing – masing Unit Pelaksana Teknis (Kejayan, Purwosari, Grati dan Pandaan) serta 19 paket untuk dibagikan di sekitar kantor Dinas.
Sedekah di bulan Ramadhan adalah amalan yang sangat dianjurkan, bahkan disebut sebagai sedekah paling utama karena pahalanya dilipatgandakan (bisa hingga 70 kali lipat atau lebih). Keutamaan utamanya meliputi pengampunan dosa, pelipatgandaan pahala, dan menyempurnakan ibadah puasa. Sedekah dapat berupa uang, makanan berbuka, maupun bantuan lainnya. Berikut adalah keutamaan dan bentuk sedekah di bulan Ramadhan:
Pahala Setara Orang Berpuasa: Memberi makan orang yang berbuka puasa mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun.Sepuluh hari terakhir adalah waktu terbaik karena berpotensi mendapatkan malam Lailatul Qadar.
• Meneladani Rasulullah SAW: Nabi Muhammad SAW dikenal paling dermawan, dan kedermawanan beliau meningkat drastis terutama di bulan Ramadhan.
Sedekah di bulan Ramadhan bertujuan meningkatkan ketakwaan dan memperkuat kepedulian sosial, serta menjadi sarana membersihkan harta dan jiwa.
Sedekah adalah salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam setiap ajaran Rasulullah, umat Islam diajak untuk gemar berbagi kepada sesama, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Hikmah sedekah bukan hanya membawa manfaat bagi orang yang menerima, tetapi juga memberi keberkahan luar biasa bagi yang memberi. Melalui sedekah, seorang muslim dapat merasakan ketenangan hati, kebahagiaan batin, serta dilapangkan rezekinya oleh Allah SWT.
Sedekah tidak terbatas pada harta benda, melainkan juga mencakup segala bentuk kebaikan. Senyum, ucapan baik, bahkan membantu orang lain pun termasuk sedekah. Karena itu, memahami hikmah sedekah akan menumbuhkan semangat dalam diri setiap muslim untuk terus menebar kebaikan di mana pun berada.
Salah satu hikmah sedekah yang utama adalah membersihkan harta dari sifat tamak dan keserakahan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah <9>: 103)
Walau ayat tersebut berbicara tentang zakat, maknanya juga mencakup sedekah secara umum. Ketika seorang muslim menunaikan sedekah, sesungguhnya ia sedang mensucikan hartanya dari hak orang lain yang tersimpan di dalamnya. Dengan begitu, hikmah sedekah terasa nyata karena harta yang disedekahkan akan menjadi sumber keberkahan, bukan sumber kemudaratan.
Selain itu, hikmah sedekah juga tampak dalam pembersihan jiwa. Sedekah membantu seseorang melepaskan diri dari sifat cinta dunia yang berlebihan. Dalam banyak kasus, orang yang gemar bersedekah cenderung memiliki hati yang lembut dan mudah berempati terhadap penderitaan orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa sedekah tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga spiritual.
Lebih jauh, hikmah sedekah juga menanamkan sifat syukur. Ketika seseorang memberi kepada yang membutuhkan, ia akan sadar bahwa nikmat yang dimilikinya adalah karunia Allah SWT. Kesadaran ini mendorongnya untuk tidak sombong, serta semakin mendekatkan diri kepada Sang Pemberi rezeki.
Dengan demikian, hikmah sedekah bukan hanya membersihkan harta, melainkan juga menjadi sarana penyucian hati dari penyakit-penyakit batin seperti iri, dengki, dan kikir. Orang yang rutin bersedekah akan merasakan ketenangan batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, karena hatinya telah dipenuhi rasa ikhlas dan kasih sayang.
Banyak orang mungkin beranggapan bahwa dengan bersedekah, harta akan berkurang. Namun dalam Islam, justru sebaliknya — hikmah sedekah adalah bertambahnya rezeki dan keberkahan hidup. Rasulullah bersabda:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi bukti bahwa sedekah adalah investasi spiritual yang tidak akan merugikan. Allah SWT menjanjikan pengganti yang berlipat ganda bagi orang yang bersedekah. Dalam QS. Al-Baqarah <2>: 261 disebutkan bahwa:
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji...”
Dari ayat ini kita dapat memahami hikmah sedekah sebagai jalan memperluas pintu rezeki. Meskipun secara logika manusia sedekah tampak mengurangi kekayaan, tetapi dalam pandangan Allah, sedekah justru menjadi sebab bertambahnya keberkahan dan ketenteraman hidup.
Selain rezeki materi, hikmah sedekah juga bisa hadir dalam bentuk lain seperti kesehatan, keselamatan, dan ketenangan keluarga. Banyak kisah menunjukkan bahwa orang yang gemar bersedekah seringkali dijauhkan dari kesulitan hidup atau mendapatkan jalan keluar dari masalah yang tampaknya buntu.
Lebih dari itu, hikmah sedekah juga mengajarkan bahwa rezeki bukan semata hasil kerja keras, melainkan pemberian Allah SWT. Dengan demikian, sedekah menjadi bentuk pengakuan bahwa segala harta yang dimiliki hanyalah titipan, dan sebagian dari titipan itu harus dikembalikan untuk kemaslahatan sesama.
Hidup bermasyarakat tidak akan harmonis tanpa adanya kepedulian. Di sinilah hikmah sedekah memainkan peran besar. Sedekah menjadi sarana mempererat hubungan antarindividu, menghapus kesenjangan sosial, dan menumbuhkan solidaritas dalam komunitas muslim.
Ketika seseorang menunaikan sedekah kepada fakir miskin, yatim piatu, atau mereka yang membutuhkan, ia sesungguhnya sedang menegakkan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan Islam. Hikmah sedekah tercermin dari rasa bahagia yang timbul pada penerima bantuan dan rasa lega yang dirasakan oleh pemberi.
Lebih dari sekadar memberi materi, hikmah sedekah juga menumbuhkan rasa empati yang mendalam. Seorang muslim yang terbiasa berbagi akan lebih mudah memahami penderitaan orang lain dan tidak menutup mata terhadap ketidakadilan sosial. Sedekah menjadikan seseorang peka terhadap lingkungan, sehingga terwujud masyarakat yang saling menolong dan menghormati.
Di sisi lain, hikmah sedekah juga berfungsi sebagai benteng terhadap sifat egois dan individualis. Dalam dunia modern yang serba cepat dan kompetitif, sedekah mengingatkan bahwa hidup tidak hanya tentang mengejar keuntungan pribadi, tetapi juga tentang memberi manfaat kepada sesama.
Dengan demikian, hikmah sedekah dapat memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan semangat gotong royong, dan membangun masyarakat yang lebih adil serta penuh kasih sayang
VIII. PENUTUP
Seluruh rangkaian kegiatan Sedekah Iftar Dharma Wanita Persatuan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan telah terlaksana dengan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama saat kegiatan distribusi yang dilaporkan di Grup Whatsapp Dharma Wanita untuk kemudian dibuat laporan dalam e reporting dan update pada social media organisasi
Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi kegiatan.
Donor darah adalah proses pemberian darah secara sukarela oleh seseorang (donor) untuk kemudian disimpan di bank darah dan digunakan bagi orang yang membutuhkan (resipien). Ini adalah tindakan kemanusiaan yang sangat vital karena darah tidak dapat diproduksi secara sintetis; satu-satunya sumber adalah kebaikan hati sesama manusia. Jenis-Jenis Donor Darah Secara umum, ada dua cara untuk mendonorkan darah: 1. Donor Darah Lengkap (Whole Blood): Mengambil seluruh komponen darah. Ini adalah jenis donor yang paling umum dilakukan. 2. Apheresis: Hanya mengambil komponen tertentu (seperti trombosit, plasma, atau sel darah merah) menggunakan mesin khusus, sementara komponen lainnya dikembalikan ke dalam tubuh donor. Syarat Dasar Menjadi Donor : Untuk memastikan keamanan donor dan penerima, ada beberapa kriteria yang biasanya harus dipenuhi: 1. Usia: Umumnya 17–60 tahun (atau sesuai kebijakan medis setempat). 2. Berat Badan: Minimal 45 kg. 3. Kesehatan: Tidak sedang sakit (flu, batuk, demam), memiliki tekanan darah normal, dan kadar hemoglobin (Hb) yang cukup. 4. Gaya Hidup: Tidak memiliki riwayat penyakit menular melalui darah dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu dekat. Manfaat Donor Darah bagi Pendonor : 1. Selain menolong orang lain, donor darah juga punya "bonus" kesehatan bagi Anda: 2. Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Sebelum donor, tensi dan kadar Hb Anda akan dicek secara rutin. 3. Menjaga Kesehatan Jantung: Membantu mengurangi kelebihan zat besi dalam darah yang bisa menurunkan risiko oksidasi kolesterol. 4. Regenerasi Sel Darah: Menstimulasi tubuh untuk memproduksi sel-sel darah merah yang baru dan lebih segar. 5. Kepuasan Psikologis: Perasaan bahagia karena tahu Anda bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa dengan satu kantong darah. 6. Catatan Penting: Pastikan Anda cukup tidur (minimal 5 jam) dan sudah makan serta minum air putih yang cukup sebelum berangkat ke lokasi donor. Untuk itu Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melaksanakan giat 10 yaitu giat donor darah yang dilaksanakan setiap tanggal 10 setiap bulannya dan diikuti minim 10 peserta dan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Tulungagung . Bertempat di kantor PMI Kabupaten Tulunggaung .Giat 10 bulan Maret 2026 diikiuti oleh 5 pendonor , yang berhasil 1 orang yaitu : 1. Ibu Titik Peristiwati anggota dari SMPN 1 Kedungwaru dengan golongan darah B+, yang belum berhasil ada 4 diantaranra : 1. Ny. Fina Encik karena HB rendah 2. Ibu Azizah karena tensi rendah 3. Validasia karenaTensi rendah 4. Ibu Isrohiyah karena HB rendah . Giat donor darh bulan ini yang ikut hanya sedikit dikarenakan bebarengan dengan bula puasa Romadhlon
Laporan Kegiatan DWP. Usur Pelaksana DWP.Badan Keuangan Daerah Bulan Maret 2026 Laporan Bidang Sosial Budaya Program Kerja Bidang Sosial Budaya : Kepedulian dan Kesetiakawanan Kegiatan Kepedulian dan Kesetiakawanan: Bantuan Sosial Kegiatan Melaksanakan Anjangsana Ke Yayasan SLB Anugerah ( yayasan yang mengasuh anak anak yang berkebutuhan khusus) Hari : Selasa Tanggal : 10 Maret 2026 Tempat ; Yayasan SLB Anugerah Colomadu Kegitan diikuti oleh Ibu ibu Kepala Bidang dan Ibu ibu Pengurus DWP.Badan Keuangan Daerah 1. Ibu Plt Kepala DKD Ibu Pujiyanto 2. Ibu Kepala Bidang Anggaran Ibu Agung Joko 3. Ibu Kepala Bidang Pendaftaran Pendataan dan Penetapan 4. Ibu Kepala Bidang Peenagihan dan Keberatan Pajak 5. Ibu Kepala Bidang Akuntasni 6. Ibu Kepala Bidang Perndaharan dan Kas Daerah 7.Ibu Kepala Bidang Aset daerah 8.Sekretaris DWP.BKD ,dll Maksud dan tujuan Kegiatan : tujuan : 1. Mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaam dan membangun kedekatan antara anggota dharma wanita dengan anak anak yang berkebutuhan khusus. 2. Menunjukkan perhatian kepada anak anak yang berkebutuhan khusus 3. Memberikan semangat baru, dukungan, kasih sayang dan motivasi untuk terus berkembang. 4. Memberikan batuan keuangan dan kebutuhan kebutuhan yang diperlukn anak anak. Dalam Kegiatan tersebut memberikan batuan sembako dan kebutuihan lainnyaberupa : 1. Beras 2. Telur 3.Kecap 4.Mei 5. Kebutuahn Mandi 6. Pampers, dll
Pengurus DWP Kabupaten Sukamara Bulan Maret 2026 melaksanakan kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Dharma Wanita Persatuan (DWP) upel Kecamatan Suruh yang diwakili oleh Ibu Dewi Vega menghadiri kegiatan pembagian takjil gratis pada hari Minggu, 16 Maret 2026. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan PKK kabupaten Semarang. Bertempat di depan Masjid Al Mabrur, Ungaran, kegiatan ini berlangsung dengan tertib mulai pukul 15.30 hingga 16.30 WIB. Turut hadir ketua DWP kabupaten Semarang, Ibu Sri Lestari Soekendro dan ketua TP PKK kabupaten Semarang , Ibu Peni Ngesti Nugraha. Ketua DWP didampingi oleh seluruh pengurus sebanyak 21 orang, sedangkan TP PKK hadir sebanyak 30 orang. Dalam kegiatan ini, sebanyak 400 porsi takjil disiapkan dan dibagikan secara langsung kepada para pengendara sepeda motor yang melintas di jalan depan masjid. Kehadiran pengurus DWP dalam agenda ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi keberkahan dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka. Melalui semangat gotong royong ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian sosial organisasi dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar. Bahkan berbagi takjil bisa dikatakan sebagai amalan yang cerdas. Hal ini karena orang yang memberikan makanan kepada orang lain yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa. Tentunya ada selain itu masih ada banyak manfaat yang didapatkan dari memberikan takjil bagi orang yang berpuasa. Berikut manfaat memberikan takjil kepada orang yang berpuasa: Mendapatkan Pahala Pahala Orang yang Berpuasa Orang yang memberikan makanan kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pula pahala orang yang berpuasa. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadits Rasulullah “Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi) Alangkah beruntungnya orang yang memberikan takjil. Ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa. Apalagi jika ia memberikan makanan ke banyak orang, maka tentunya ia akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Membantu Orang Lain yang Berpuasa Memberi makan orang yang berpuasa merupakan amalan yang mulia. Dengan berbagi takjil, kita membantu mereka yang mungkin tidak memiliki cukup makanan untuk berbuka puasa. Tentunya hal ini akan menjadi amalan yang secara sosial akan meringankan beban orang lain yang sedang berpuasa. (Penulis : Ibu Indah S.)
KAJIAN JAGA IMAN PEGAWAI DAN DWP BPS KABUPATEN BOYOLALI
Program
Bidang : Bidang Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal/Informal
Kegiatan : Ceramah/Seminar
Keterangan Kegiatan
Hari, tanggal : Jumat, 13 Maret 2026
Waktu : 13.00 - 14.45 WIB
Peserta : Pegawai dan Anggota DWP BPS Kabupaten Boyolali
Lokasi : Aula Kantor BPS Kabupaten Boyolali
Acara : Kajian Jaga Iman “Meraih Taqwa Sejati”
Kegiatan Kajian Jaga Iman yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boyolali bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPS Kabupaten Boyolali merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan pegawai serta anggota DWP, khususnya di bulan suci Ramadan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Maret 2026, pukul 13.00 hingga 14.45 WIB, bertempat di Aula Kantor BPS Kabupaten Boyolali. Seluruh pegawai dan anggota DWP BPS Kabupaten Boyolali turut hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.
Sejak sebelum acara dimulai, para peserta telah berdatangan dan menempati tempat yang telah disediakan di aula. Suasana tampak tertib dan khidmat, mencerminkan kesiapan para peserta untuk mengikuti kegiatan kajian dengan sungguh-sungguh. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang menyampaikan susunan acara secara singkat dan jelas. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius dan menenangkan hati para peserta yang hadir.
Kajian Jaga Iman ini bertujuan untuk memberikan siraman rohani kepada seluruh pegawai dan anggota DWP agar senantiasa menjaga keimanan dan ketakwaan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah kesibukan pekerjaan dan rutinitas harian, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk merefleksikan diri serta memperbaiki kualitas ibadah, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Memasuki inti acara, penyampaian materi kajian dilakukan oleh narasumber yang telah diundang. Dalam penyampaiannya, narasumber mengangkat tema pentingnya menjaga iman di tengah berbagai tantangan kehidupan modern. Disampaikan bahwa iman merupakan fondasi utama dalam menjalani kehidupan, sehingga perlu senantiasa dijaga dan ditingkatkan melalui berbagai amalan, seperti memperbanyak ibadah, menjaga lisan, memperbaiki niat, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Lebih lanjut, narasumber juga menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas diri, baik dari segi spiritual maupun sosial. Ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri. Oleh karena itu, seluruh peserta diharapkan dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah) maupun hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).
Selain itu, dalam kajian juga disampaikan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan. Pegawai BPS sebagai aparatur negara diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan jujur, amanah, serta penuh dedikasi. Dengan landasan iman yang kuat, setiap pekerjaan yang dilakukan tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga bernilai ibadah.
Selama penyampaian materi, para peserta terlihat sangat memperhatikan dan menyimak dengan seksama. Interaksi antara narasumber dan peserta juga berlangsung dengan baik, di mana beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kajian tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga memberikan ruang diskusi yang konstruktif dan bermanfaat bagi seluruh peserta.
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran pegawai dan anggota DWP dalam satu forum kajian ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan dalam lingkungan BPS Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi yang baik antara pegawai dan DWP dalam mendukung kegiatan pembinaan mental dan spiritual.
Menjelang akhir acara, dilakukan sesi penutup yang diisi dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar seluruh peserta senantiasa diberikan kekuatan iman, kesehatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan ibadah, khususnya selama bulan Ramadan. Selain itu, diharapkan pula agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan rohani di lingkungan BPS Kabupaten Boyolali.
Kegiatan Kajian Jaga Iman ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi seluruh peserta. Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi pengingat untuk selalu menjaga kualitas iman dalam setiap aspek kehidupan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pegawai dan anggota DWP dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Secara keseluruhan, kegiatan Kajian Jaga Iman yang diselenggarakan oleh BPS Kabupaten Boyolali bersama DWP BPS Kabupaten Boyolali berjalan dengan lancar dan sukses. Antusiasme peserta, materi yang disampaikan dengan baik oleh narasumber, serta suasana yang kondusif menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan tema-tema yang relevan dan bermanfaat, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan BPS Kabupaten Boyolali.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga iman merupakan tanggung jawab setiap individu yang harus dilakukan secara terus-menerus. Dengan iman yang kuat, seseorang akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih baik serta menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Semoga nilai-nilai yang diperoleh dari kajian ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan membawa keberkahan bagi seluruh peserta.
Laporan Dharma Wanita Persatuan Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Kegiatan Menengok Pinisepuh DWP Distanhorti Prov Jabar melakukan kegiatan menengok salah satu Anggota Pinisepuh DWP Distanhorti Prov Jabar yang sedang sakit, Ibu Lien Eman, Pada Selasa, 17 Maret 2026, Pukul 10.00 WIB sd Selesai , kediaman Ibu Lien Eman. Dalam kegiatan ini diwakili oleh : 1. Ibu Henny Asep 2. Ibu Nurbianto Semoga Ibu Lien Eman diberikan kesehatan dan kesabaran
Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPKAD Kabupaten Brebes menghadiri undangan kegiatan pengajian/kuliah dhuha yang dilaksanakan pada bulan Maret 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Pendopo Kabupaten Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh anggota DWP serta masyarakat umum sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual. Dalam kegiatan tersebut, DWP BPKAD Kabupaten Brebes diwakili oleh Ibu Ani Dani Nur Setiyawan, Ibu Nur Hikmah Antoni, Ibu Anis Budi Nurwahyu, Ibu Dian Mahadi, dan Ibu Tarini Daryo. Pengajian disampaikan oleh Jazuli Purnomo dengan tema mengenai upaya meraih surga bagi seorang istri serta peran orang tua dalam membentuk anak yang sholeh dan sholeha. Dalam ceramahnya disampaikan bahwa surga bagi seorang istri dapat diraih melalui beberapa amalan utama, yaitu melaksanakan sholat lima waktu, menjalankan puasa Ramadhan, menutup aurat, serta taat kepada suami. Selain itu, disampaikan pula kunci dalam membentuk anak yang sholeh dan sholeha, antara lain dengan mendidik anak berdasarkan nilai-nilai agama, memberikan makanan yang halal dan baik, menjadikan orang tua sebagai teladan (uswatun hasanah), serta senantiasa memanjatkan doa untuk kebaikan anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota DWP dan masyarakat yang hadir dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial.