DWP Unsur Pelaksana BPKAD Kabupaten Halmahera Tengah telah mengikuti Kegiatan Program Bidang Sosial Budaya subprogram Wawasan Keanekargaman Budaya dengan Kegiatan Nilai Budaya. Berikut Keterangan Program: DWP Unsur Pelaksana BPKAD Kabupaten Halmahera Tengah pada Hari Jumat Tanggal 5 Juli Tahun 2026 Pukul 20.00 Wit s.d Selesai. Bertempat di Kediaman Keluarga Ketua DWP Unsur Pelaksana BPKAD Ny. Jumarni M Fitra Desa Fidi Jaya Kec. Weda Kab. Halmahera Tengah . Kegiatan ini dalam rangka mengahadiri Acara adat Badaka ( Waraka) dari keponakan Ibu ketua DWP Unsur Pelaksana BPKAD yaitu Nurul Musdalifa Nurahmat S.T dan Bismar Iwan S.H .Untuk diketauhuai Jumlah Anggota yang hadir sebanyak kurang lebih 5 orang yang terdiri dari : 1. Wakil Ketua Ny. Nurlela Fachruddin. 2. Sekretarsi Ny. Lily Firman. 3. Bendahara Ny. Nurniyati Hakim. 4. Ketua Bidang Sosial Budaya Ny. Setiyorini Ahmad. 5. Ketua Bidang Ekonimi Ny. Yunita Irfan. Turut hadir dakam Acara tersebut : 1. Ketua DWP Kabupaten Halmahera Tengah Ny. Mutmaina Bahri serta anggota. Berikut Rangakaian Kegiatan :a. Acara Waraka pertama dilaksanakan di kediaman mempelai wanita dimana semua telah disiapkan para tamu undangan yang khsusnya wanita duduk di atas karpet dimana semua keluarga dan orang tua baik dari mepelai pria maupun wanita sudah siap untuk melakukan prosesi adat wadaka. b. Mempelai wanita didudukkan diatas karpet yang telah disediakan dimana disamping mempelai wanita telah disediakan 3 piring bedak yang sudah dicampur denga air 3 perang bedak tersebut adalah bedak yang akan digsokkan ke wajah, ke bagian kaki dan bagian tangan. c. Prosesi waraka dimulai dari orang tua mepelai wanita dan keluarga dilanjutkan orang tua mempelai pria dan keluarga selanjutnya dilanjutkan ke seluruh tamu undanagan yang hadir.d. Setleah selesai acara pemakaian bedak ke mempelai wanita acara diakhiri dengan pembacaan doa untuk mempelai oleh salah satu tetua adat wanita dan pada akhir pembacaan doa tetau wanita tersebut langsung membopong mempelai wanita untuk berdiri dan langsung mengantarkan mepelaitersebut masuk kedalam kamar pengantin. e. Acara dilanjutkan dengan menikmati hidngan yang telah disediakan untuk seluruh tamua undangaan. f. Selanjutnya kelaurga dari mepelai wanita menuju ke rumah mepelai pria untuk melakukan adat wadaka yang sama seprti dilakukan pada mepelai wanita. Acara adat Badaka atau Waraka (sering disebut Saro Badaka ) merupakan bagian penting dalam rangkaian pernikahan tradisional masyarakat Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Menurut bahasa dan istilah Waraka, dapat diartikan membedaki atau menyapukan bedak. Dalam konteks ini Waraka diartikan sebagai tradisi atau proses membedaki atau menyapukan bedak ke wajah dan badan calon pengantin, yakni calon pengantin wanita maupun calon pengantin pria yang merupakan orang asli yang mendiami daerah ini. Tradisi Waraka dilaksanakan sehari sebelum pernikahan. Bedak tersebut adalah bedak yang dibuat langsung oleh tetua adat wanita dengan menggunakan bahan – bahan tradisional. Secara keseluruhan, Waraka di Kec.Weda, Kab. Halmahera Tengah, adalah simbol penyatuan, penghormatan terhadap leluhur, dan sarana untuk menyatukan dua keluarga besar dalam satu ikatan adat yang sah. Ritual ini mengandung nilai-nilai spiritual dan doa agar pasangan pengantin mendapatkan keselamatan, keberkahan, dan keharmonisan dalam membina rumah tangga. Yang Membuat laopran Ny. Fitria Charis.
LAPORAN KEGIATAN : SOSIALISASI E-REPORTING PROGRAM KERJA DHARMA WANITA PERSATUAN TAHUN 2026 Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola organisasi berbasis digital, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga mengikuti Sosialisasi E-Reporting Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 28 Juli 2026 pukul 09.00 WIB secara live streaming melalui kanal YouTube Dharma Wanita Persatuan ID. Pada kegiatan tersebut DWP Unsur Pelaksana RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga diwakili oleh Ibu Desi Dwi Agus. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan mengenai implementasi E-Reporting sebagai sistem pelaporan program kerja yang terintegrasi, berbasis data, akuntabel, transparan, efektif, efisien, dan berkelanjutan. Sosialisasi diikuti oleh sekitar 3.000 anggota Dharma Wanita Persatuan dari seluruh Indonesia, sehingga menjadi media koordinasi nasional dalam menyamakan persepsi mengenai penyusunan laporan program kerja. Acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan organisasi. Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ibu Ida Rachmawati Budi G. Sadikin. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti sosialisasi E-Reporting Tahun 2026. Beliau menegaskan bahwa pada era transformasi digital saat ini, setiap organisasi dituntut memiliki tata kelola yang semakin transparan, akuntabel, adaptif, dan berbasis data. Oleh karena itu, Dharma Wanita Persatuan harus terus melakukan inovasi agar pengelolaan organisasi menjadi lebih efektif dan mampu menjawab perkembangan zaman. Beliau menjelaskan bahwa E-Reporting bukan sekadar media untuk mengunggah laporan kegiatan, melainkan merupakan instrumen strategis dalam membangun tata kelola organisasi berbasis data. Melalui sistem tersebut seluruh kegiatan DWP yang dilaksanakan di berbagai daerah, bahkan hingga perwakilan luar negeri, dapat terdokumentasi secara lengkap, dipantau pelaksanaannya, dievaluasi pencapaiannya, serta dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan organisasi pada masa mendatang. Ketua Umum DWP juga mengajak seluruh pengurus untuk membangun budaya pelaporan yang berkualitas. Setiap kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai program kerja diharapkan dilaporkan secara lengkap, akurat, objektif, dan tepat waktu, sehingga menghasilkan data yang valid. Data yang berkualitas akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan organisasi yang tepat sasaran. Materi pertama disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dharma Wanita Persatuan, Ibu Ida Naida Yuda Mediawan, dengan tema "Transformasi Tata Kelola Dharma Wanita Persatuan Melalui E-Reporting." Beliau menjelaskan bahwa E-Reporting merupakan sistem pelaporan program kerja DWP pada seluruh tingkatan organisasi yang berfungsi mengintegrasikan seluruh data pelaksanaan program dalam satu sistem informasi nasional. Melalui integrasi tersebut, organisasi dapat melakukan monitoring, evaluasi, pengukuran capaian program, pembinaan organisasi, serta penyusunan kebijakan berbasis data. Sistem ini juga menjadi media pembentukan bank data organisasi, sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh unsur DWP dapat terdokumentasi secara sistematis dan berkesinambungan. Pada kesempatan tersebut disampaikan pula Tujuh Program Prioritas Dharma Wanita Persatuan, yaitu: 1. DWP Mengajar. 2. DWP Cerdas Literasi. 3. DWP Peduli. 4. DWP Sehat. 5. DWP Berdaya. 6. DWP Kreatif. 7. DWP Hijau. Beliau menegaskan bahwa semakin lengkap data yang dilaporkan oleh seluruh tingkatan DWP, semakin baik pula kualitas evaluasi program serta penyusunan kebijakan organisasi pada tingkat pusat maupun daerah. Materi kedua disampaikan oleh Bapak Abdul Mufti dengan tema "Sapta Program Prioritas DWP dalam E-Reporting." Pada sesi ini peserta memperoleh penjelasan mengenai teknik penyusunan laporan kegiatan yang mampu menghasilkan Indeks Penulisan E-Reporting sesuai standar penilaian organisasi. Beliau memperkenalkan Formula DWP, yaitu metode penulisan laporan yang menjadi dasar pengukuran kualitas laporan oleh sistem E-Reporting. Formula tersebut meliputi: 1. D (Data), yaitu penyajian fakta, informasi, dan hasil kegiatan secara lengkap. 2. W (What, When, Where, Who), yaitu menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan, waktu pelaksanaan, lokasi kegiatan, dan pihak yang terlibat. 3. P (Public), yaitu penerapan etika digital dalam penyusunan laporan agar informasi yang dipublikasikan tetap objektif, mudah dipahami, dan sesuai dengan kaidah organisasi. Beliau juga menjelaskan bahwa Indeks Penulisan E-Reporting mengacu pada ketentuan AD/ART Dharma Wanita Persatuan, visi dan misi organisasi, serta sistem pengukuran kinerja pelaporan berbasis data yang telah diterapkan sejak tahun 2024. Komponen penilaiannya terdiri atas: 1. Data sebesar 30%; 2. Bobot Digital (What, When, Where, Who) sebesar 50%; 3. Etika Digital/Public sebesar 20%. Seluruh komponen tersebut akan dianalisis secara otomatis oleh sistem sehingga setiap laporan perlu memenuhi unsur kelengkapan informasi dan kualitas penulisan. Selain itu dijelaskan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem E-Reporting digunakan untuk membantu mengukur kualitas literasi penulisan laporan berdasarkan kelengkapan data, kesesuaian Formula DWP, struktur penulisan, serta keterkaitan laporan dengan pelaksanaan program kerja pada bidang Sekretariat, Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya. Dalam penyusunan laporan, peserta juga diberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar nilai indeks penulisan tidak menurun, yaitu: 1. Tidak menggunakan bahasa yang terkesan menggurui; 2. Tidak menulis laporan seperti artikel atau opini; 3. Tetap fokus pada pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan; 4. Menghindari laporan yang terlalu singkat sehingga informasi menjadi tidak lengkap. Pada akhir kegiatan dilaksanakan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme penyusunan laporan, pemanfaatan aplikasi E-Reporting, serta implementasi Formula DWP dalam pelaporan kegiatan di masing-masing unsur pelaksana. Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi ini, Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tata cara penyusunan laporan program kerja sesuai Formula DWP. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam setiap pelaporan kegiatan sehingga laporan yang dihasilkan memenuhi unsur data yang lengkap, informasi yang akurat, waktu pelaporan yang tepat, serta etika digital yang baik. Dengan demikian, E-Reporting tidak hanya menjadi media administrasi organisasi, tetapi juga menjadi dasar dalam monitoring, evaluasi, penyusunan kebijakan, dan peningkatan kualitas kinerja Dharma Wanita Persatuan secara berkelanjutan.
DWP Unsur Pelaksana BPKAD Kabupaten Halmahera Tengah telah melaksanakan Program Kesekrteraitan subprogram Pembinaan hubungan keluar dengan kegiatan Rapat. Berikut Keterangan Program: DWP Unsur Pelaksana BPKAD Kabupaten Halmahera Tengah pada Hari Selasa Tanggal 28 Juli Tahun 2026 Pukul 14.00 Wit s.d Selesai. Bertempat di Ruang rapat sekretraiat DWP Unsur Pelaksana BPKAD Kab. Halmahera Tengah Jln.Trikora No 3 Desa Loeiteglas Kec. Weda Kab. Halmahera Tengah. Nama Kegiatan Pertemuan Rutin Bulan Juli DWP Unsur Pelaksana BPKAD . Jumlah anggota yang hadir sebanyak 16 orang yang terdiri dari : 1. Ketua Unsur Pelaksana DWP BPKAD Ny. Jumarni M Fitra. 2. Wakil Ketua Ny. Nurlela Fachruddin. 3. Sekretaris Ny, Liliy Firman. 4. Ketua Bidang Pendidikan Ny. Julaiaha . 5. Ketua Bidang Sosial Budaya Ny. Setiyorini Ahmad . 6. Ketua Bidang Ekonomi Ny. Yuniat. 7. Ny. Fajriatain bambang ( anggota) 8. Ny. Fransiska Ouke ( anggota). 9. Ny. Toto Wati ( anggota). 10. Ny. Pury Rizky ( anggota). 11. Ny. Fitria charis (anggota). 12. Ny. Diah eka Rifan (anggota). 13. Ny. Ny. Saona Lanuru. 14. Ny. Irma Milani ( anggota). 15. Ny. Fatum Ahmad (anggota). Pertemuan rutin DWP Unsur Pelaksana BPKAD ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi antaranggota, serta menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan ini berfungsi sebagai wadah untuk merencanakan dan mengendalikan program kerja organisasi secara tertib dan sesuai dengan 7 program Proriatis DWP yang berdasarkan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Munas tahun 2024. Berikut ragkaian Kegiatan : 1. Acara dimulai dengan Pembukaan oleh MC Ny. Diah Eka Rifan. 2. Menyanyikan lagu mars DWP oleh dirigen Ibu Julaiha Iksan. 3. Pembacaan Doa yang dibacakan oleh Oleh Ny. Fitria Charis. 4. Pembacaan Notulen Rapat Bulan sebelmnya yaitu Bulan Juni tahun 2026 oleh Sekretaris DWP Unsur Pelaksana BPKAD Ny. Lily Firman. 5. Arahan Ibu ketua DWP Unsur Pelaksana BPKAD Ny. Jumarni M Fitra. Dalam arhannya ada beberapa point penting yang dismapiakna yaitu a. Terkait kehadiran anggota pada setiap pertemuan rutin diharapkan kepada anggota seluruh anggota agar bisa meluangkan waktu untuk hadir pada setiap pertemuan rutin. b. Membuat kesepakatan bersama terkait wajib hadir bagi seluruh untuk pertemuan rutin setiap bulan untuk meningkatkan silaturahmi antar anggota jika berhalangan hadir maka disampaiakn keterangan yang jelas kepada ibu ketua. c. Respon aktif terkait pemberitahuan dan informasi yang disampaikan dalam Grup Organisasi DWP Unsur Pelaksana BPKAD. d. Terkait struktur organisasi kepengurusan DWP UP BPKAD akan diresafel untuk pembentukan SK Pengurus yang baru guna persiapan pelantikan anggota oleh DWP Kabupaten sesuai dengan arahan dari DWP kabupatena Halmahera Tengah. e. Kepada masing – masing ketua bidang untuk menyampaiakn laporan kegiatan dan menyanpaiakn setiap bulannya laporan kegiatan yang sudah dilaksanakan begitu juga degan laporan Keuangan dari Bendahara. E. Kepada seluruh anggota agar bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan 17 agustus baik di lingkup keluarga besar unsur pelasana BPKAD maupun partispasi di tingkat kabupaten. selanjutnya Penyampaian laopran kegiatan dari masing – masing bidang : a. Laporan dari bidang Keskeretariatan Ny. Lily Firman bahwa akan dibuat struktur oerganisasi dan administrasi terkait anggota sesuia dengan kepengerusan terbaru. b. Laporan ke kedua oleh ketua Bidanga sosial Budaya Ny. Setiyorini Ahmad bahwa akan dilaksanakan kegiatan senam bersama di bertempat di sekretariat DWP Unsur Pelaksana BPKAD dan penyetoran sampaha plastik ke Bank sampah DWP kabupaten Pada tanggal 29 Juli 2026. c. Laporan yang dismapaikan oleh bidang Pendidikan terkait pernecanaan pelaksana kegiatan DWP Mengajar yang akan dilaksanakan pada Bulan depan di Sekolah SD negeri Wairoro Kec. Weda Selatan. D. Penyampaikan laporan pelakdanaan kegiatan oleh ketua Bidang Ekonomi Ny. Yunita Irfan bahawa hari ini Tanggal 28 Juli tahun 2026 telah dilaksanakan bazar bidang ekonomi yang bersala dari usaha anggota dan Insya Allah akan dilaksanaka bazar bidang ekonomi berikutnya dibulan agustus tahun 2026 diseuaikan denganwaktu pelaksanaan pertemaun rutin bulan agustus. Setelah penymapaian laporan dari semua bidang harapan ibu ketua agar semua anggota tetap solid , kompak dan bekerjasama dalam melakanakan semua program kegiatan yang sudah tercantum dalam program kerja masing – masing bidang serta dengan pertemuan rutin ini bisa memupuk silaturahmi dan tali persaudaraan antar anggota serta menambah wawasan anggota terkait semua kegiatan yang dikerjakan dalam berorganisasi. Yang membuat Lapotran Ny. Fitria Charis
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat mengikuti Sosialisasi e-Reporting Pelaksanaan Program Kerja DWP yang diselenggarakan oleh DWP Pusat secara daring melalui aplikasi Zoom dan siaran langsung YouTube pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 09.30 s/d 12.00 WIB. Kegiatan berpusat di Kantor DWP Pusat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, dan diikuti oleh pengurus DWP tingkat pusat, Unsur Pelaksana (UP), Instansi Pemerintah Pusat (IPP), serta DWP provinsi/kabupaten/kota dari seluruh Indonesia. DWP DKP Provinsi Sumatera Barat dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Ketua, Ny. Nola Syefdinon, dan Sekretaris, Ny. Dhila Alif. Sosialisasi diikuti oleh sekitar 1.000 peserta melalui aplikasi Zoom dan lebih dari 4.000 peserta melalui siaran langsung aplikasi YouTube. Pemateri kegiatan pada kali ini disampaikan langsung oleh Administrator e-Reporting DWP Pusat. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Ny. Ririe Fakih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, kemudian pembacaan doa yang dipimpin oleh Ny. Lies Yusuf. Setelah pembacaan doa, kata sambutan sekaligus arahan dari Ketua Umum DWP Pusat yaitu Ny. Ida Rachmawati Budi Gunadi Sadikin. Beliau menyampaikan bahwa DWP perlu terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi guna mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel melalui optimalisasi pelaksanaan e-Reporting pada tahun 2026. Beliau berharap seluruh ketua dan pengurus DWP di setiap jenjang dapat menjadikan e-Reporting sebagai budaya kerja organisasi dalam mendukung tertib administrasi serta peningkatan kinerja masing-masing Unsur Pelaksana DWP. Setelah penyampaian arahan tersebut, Sekretaris Jenderal DWP Pusat, Ny. Naida Yudha Mediawan, menyampaikan gambaran mengenai Transformasi Tata Kelola DWP melalui e-Reporting. Beliau menjelaskan bahwa penerapan e-Reporting merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan pelaporan dari seluruh jenjang kepengurusan DWP guna membangun bank data organisasi yang terpadu. Melalui sistem tersebut, proses pemantauan, evaluasi, pengukuran capaian program kerja, pembinaan organisasi, serta penyusunan kebijakan DWP dapat dilakukan secara lebih efektif dan berbasis data. Memasuki sesi inti, materi kali ini disampaikan oleh Bapak Abdul Mufti selaku Perancang, Pengembang, dan Administrator Sistem e-Reporting DWP Pusat dengan tema Sapta Program Prioritas DWP dan mekanisme penggunaan aplikasi e-Reporting. Beliau menjelaskan, bahwa Sapta Program Prioritas DWP merupakan tujuh program utama yang menjadi arah pelaksanaan kegiatan organisasi. Adapun tujuh program prioritas tersebut meliputi 1. DWP Cerdas Literasi: peningkatan kemampuan literasi anggota. 2. DWP Mengajar: kegiatan berbagi ilmu, keterampilan, dan pengalaman. 3. DWP Berdaya: peningkatan kemandirian anggota. 4. DWP Kreatif: pengembangan kreativitas dan inovasi anggota. 5. DWP Hijau: peningkatan kepedulian lingkungan. 6. DWP Peduli: penguatan kepedulian sosial. 7. DWP Sehat: penerapan pola hidup sehat. Melalui Sapta Program Prioritas tersebut, beliau berharap DWP mampu berperan aktif dalam memperkuat keluarga, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung pembangunan masyarakat yang berkualitas. Selanjutnya, masuk dalam materi terkait mekanisme penggunaan aplikasi e-Reporting, Bapak Abdul Mufti menjelaskan bahwa terbentuknya e-Reporting mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) DWP Tahun 2024 Pasal 16 huruf d, yang menyatakan bahwa setiap Unsur Pelaksana DWP wajib melaporkan pelaksanaan dan hasil program kerja kepada pengurus DWP satu tingkat di atasnya untuk dilakukan pemantauan dan evaluasi. Selanjutnya, format penyusunan laporan e-Reporting harus menggunakan formula DWP, yaitu Data, What/Where/When/Who, dan Public. Untuk penilaian laporan sendiri, aplikasi ini dibantu dengan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Sehingga, penilaian berlangsung tepat waktu dan transaparansi. Dan juga, beliau menjelaskan faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi penilaian pada laporan e-reporting tersebut. Selanjutnya, Beliau menyatakan bahwa melalui aplikasi e-Reporting, setiap kegiatan dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur mulai dari pemutakhiran data, sasaran kegiatan, hingga capaian program kerja. Data tersebut menjadi dasar dalam proses evaluasi pelaksanaan Sapta Program Prioritas DWP serta mendukung penyusunan laporan akhir tahun yang lebih terukur. Di akhir sesi sosialisasi, beliau berharap seluruh pengurus DWP dapat memahami mekanisme pengisian e-Reporting secara tepat, sehingga pelaksanaan pelaporan program kerja menjadi lebih tertib, akurat, dan terintegrasi dan juga terwujudnya tata kelola organisasi yang efektif, transparan, dan berkelanjutan. Pada sesi berikutnya, pembawa acara memberikan kesempatan tanya jawab. Pertama, DWP Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu berdiskusi mengenai format penulisan dan mekanisme penilaian laporan e-Reporting. Selanjutnya, DWP Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan pertanyaan bagaimana cara meningkatkan nilai e-Reporting serta kenapa skor secara tiba-tiba mengalami penurunan. Selain itu, DWP Provinsi Sulawesi Tenggara berdiskusi mengenai mekanisme pengunggahan foto pada aplikasi e-Reporting. Selanjutnya, penyampaian materi Motif Batik DWP terbaru tahun 2025 oleh Ny. Yuni Wisnu. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa batik DWP terbaru kini memiliki filosofi yang melambangkan cita-cita organisasi. Batik ini juga memiliki dasar hukum kepemilikan Hak Cipta sehingga dihimbau untuk seluruh anggota agar menggunakan batik DWP resmi yang dibeli langsung ke Dharma Wanita Persatuan Pusat. Pelanggaran akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Selama kegiatan berlangsung, semua berjalan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Melalui sosialisasi ini, DWP DKP Provinsi Sumatera Barat memperoleh pemahaman dan wawasan baru mengenai pengelolaan pelaporan berbasis digital yang dapat diterapkan dalam mendukung pelaksanaan program kerja organisasi. #DWPCerdasliterasi
Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kota Batu melaksanakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Peningkatan Kualitas Hidup Berbasis Lingkungan - Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Sehat
Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPS Kota Batu melaksanakan kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Sehat berupa mendaki Puncak Kaliandra sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan jasmani, kebugaran fisik, mempererat kebersamaan dan kekompakan antaranggota, serta penumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kecintaan pada potensi wisata alam. Kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi sehat yang memberikan kesempatan bagi anggota untuk menikmati keindahan alam sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat melalui aktivitas fisik di alam terbuka.
Kegiatan diikuti oleh Ketua DWP BPS Kota Batu, Ibu Anik Gatot, bersama tiga orang anggota, yaitu:
1. Ibu Luluk Singgih
2. Ibu Rinda Eko
3. Ibu Silmy Alfazib
Dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Juli 2026
Kegiatan bertempat di Puncak Kaliandra, kawasan Coban Talun, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.
Tujuan Kegiatan ini dilaksanakan
1. Meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani anggota melalui aktivitas olahraga di alam terbuka.
2. Menumbuhkan semangat hidup sehat dan aktif di kalangan anggota DWP BPS Kota Batu.
3. Mempererat tali silaturahmi, kekompakan, dan kebersamaan antaranggota.
4. Menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta kecintaan terhadap potensi wisata alam di Kota Batu.
5. Menjadi sarana penyegaran (refreshing) untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi, keluarga, dan kesehatan fisik maupun mental.
Hasil yang Diharapkan
Melalui kegiatan ini, anggota DWP BPS Kota Batu diharapkan memiliki kondisi fisik yang lebih sehat dan bugar, semakin termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat, serta terjalin hubungan yang semakin harmonis, kompak, dan solid dalam mendukung berbagai program kerja Dharma Wanita Persatuan BPS Kota Batu.
Uraian Keterangan Hari / Tanggal : Selasa, 28 Juli 2026 Waktu : 09.00 s.d selesai Tempat : Aula Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Empat Lawang Tujuan Kegiatan 1. Memperkenalkan struktur organisasi, tugas dan fungsi masing-masing bagian; 2. Membangun komunikasi yang baik dan mempererat tali persaudaraan antar pegawai dan mitra kerja; 3. Menyepakati langkah sinergi dalam pelaksanaan program pendidikan dan kebudayaan; 4. Menjadi dasar bukti pelaporan kegiatan pada sistem e-Porting. Acara - Pembukaan oleh Pimpinan; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang (Bapak Sefza Doris, S.Kom, MM) - Paparan profil dan program kerja masing-masing unit; - Sesi perkenalan dan tukar pikiran; - Silahturahmi dan makan bersama; - Penutup. KATA SAMBUTAN KETUA DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN EMPAT LAWANG Kepada Yth: 1. Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 2. Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 3. Bapak/Ibu Kepala Bidang serta seluruh pejabat dan staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta istri; 4. Serta seluruh Ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang saya cintai dan saya banggakan. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat, untuk menggelar acara Perkenalan dan Silaturahmi Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Hadirin yang saya hormati, Perkenalkan saya : 1. Nama : dr. Puspita Kurnia Sari. M.K.M 2. Alamat : Kelurahan Jalan Jati Pendopo Kecamatan Pendopo 3. Riwayat pekerjaan : Direktur Utama Puskesmas Pratama Pendopo Pada kesempatan ini izinkan saya mengenal pengurus DWP Dinas Pendidikan yang sudah terbentuk nama yang saya sebutkan di mohon berdiri (BACA STRUKTUR ORGANISASI). Dharma Wanita Persatuan bukan sekadar wadah perkumpulan, melainkan sebuah keluarga besar yang menjadi mitra setia dalam mendukung tugas dan kinerja suami di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai istri dari insan yang mengabdikan diri di bidang pendidikan dan kebudayaan, kita memiliki peran yang sangat besar: menjadi pendamping yang setia, penyejuk hati, pendorong semangat, serta penyeimbang keluarga agar suami dapat bekerja dengan tenang, amanah, dan penuh tanggung jawab. Melalui acara perkenalan dan silaturahmi ini, saya berharap sekat-sekat keasingan dapat terhapus, tali persaudaraan semakin erat, dan kita dapat saling mengenal lebih dekat, baik antar pengurus maupun antar seluruh anggota. Semoga kita dapat saling berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan bekerja sama dengan tulus untuk memajukan organisasi Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini. Kedepannya, kami berharap dapat terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan seluruh pihak, baik dengan pimpinan Dinas maupun dengan seluruh ibu anggota, untuk menyusun program kegiatan yang bermanfaat, tidak hanya bagi kita sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar, khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan pelestarian budaya di daerah kita. Kami sadar bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh Ibu sekalian, amanah ini tidak akan dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh Ibu, mari kita bergandengan tangan, bersatu hati, dan bekerja sama dengan penuh semangat kekeluargaan untuk mewujudkan Dharma Wanita Persatuan yang semakin solid, mandiri, dan bermanfaat. Demikianlah kata sambutan yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada tutur kata atau perbuatan yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian. Selamat bersilaturahmi, semoga acara ini membawa berkah dan mempererat tali persaudaraan kita semua.
Sabtu, 25 Juli 2026, Pengurus Dharmawanita Persatuan Sekretariat Daerah (DWP Setda) Kabupaten Sumbawa Ny. Karyawati Rosmin Junaedi menghadiri acara Festival Ngemar Kawa 2026 yang bertempat di desa Tepal Kecamatan Batulanteh. Saat ini Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi daerah berbasis pertanian dan pariwisata. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Ngemar Kawa (Festival Petik Kopi Batulanteh) Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., hadir pada puncak festival didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E. Kegiatan yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Kalender Event Kabupaten Sumbawa ini menjadi wadah promosi bagi Kopi Batulanteh, sekaligus mendorong tumbuhnya sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata berbasis potensi lokal. Sebelum mengikuti seremoni pembukaan, Bupati bersama rombongan terlebih dahulu turun langsung mengikuti kegiatan Ngemar Kawa atau panen kopi bersama masyarakat di Desa Pusu. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap para petani kopi sekaligus penanda dimulainya musim panen kopi di kawasan Batulanteh. Turut hadir pada kegiatan tersebut perwakilan Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, S.Si., M.T., Dandim 1607/Sumbawa bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, jajaran Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, kepala perangkat daerah, Camat Batulanteh, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelaku UMKM, komunitas pecinta kopi, petani, serta berbagai unsur terkait lainnya. Mengawali rangkaian acara, Camat Batulanteh, Adiman, S.STP., menyampaikan bahwa Festival Ngemar Kawa merupakan tradisi masyarakat yang lahir sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen kopi. Menurutnya, penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya lokal, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan potensi wisata daerah, serta memperkuat implementasi Program Sumbawa Hijau Lestari. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas dukungan pembangunan infrastruktur yang semakin mempermudah akses menuju wilayah Batulanteh. Dalam arahannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu identitas yang harus terus diperkuat sebagai keunggulan daerah. Oleh karena itu, Festival Ngemar Kawa diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu menjadi penggerak lahirnya nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan komoditas kopi secara berkelanjutan. Menurut Bupati, Batulanteh memiliki modal besar untuk berkembang sebagai kawasan agrowisata karena didukung kekayaan alam, lingkungan yang masih terjaga, serta produk kopi berkualitas seperti Kopi Tepal, Kopi Punik, dan Kopi Batudulang yang telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG). Potensi tersebut perlu terus diperkuat agar mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus menarik minat wisatawan. Selain pengembangan kopi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga terus mendorong peningkatan produktivitas komoditas unggulan lainnya, seperti kemiri, alpukat, dan durian melalui Program Sumbawa Hijau Lestari. Pengembangan tersebut akan ditopang dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya petani, inovasi pengolahan hasil, penguatan kemasan produk, serta perluasan akses pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital. "Saya ingin ketika orang mengingat Sumbawa, mereka ingat kopi. Dan ketika mengingat kopi, mereka langsung ingat Batulanteh," ujar Bupati. Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Kreasi Ngemar Kawa, penyerahan cenderamata dari Camat Batulanteh kepada perwakilan Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa, serta penyerahan sertifikat kepada para pelaku UMKM sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyukseskan festival. Mewakili Gubernur NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, S.Si., M.T., menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang terus membangun ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran. Ia mengungkapkan bahwa Kopi Tepal kini telah hadir di salah satu kafe di Kota Mataram dan memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas apabila didukung sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, Festival Ngemar Kawa menjadi contoh kolaborasi yang mampu menghubungkan sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata dalam satu ekosistem pembangunan yang saling menguatkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Puncak Festival Ngemar Kawa Tahun 2026 ditandai dengan prosesi peniupan serunai oleh perwakilan Gubernur NTB sebagai simbol resmi dibukanya festival. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap Kopi Batulanteh semakin dikenal luas dan menjadi salah satu produk unggulan yang mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Dharma Wanita Persatuan Kota Blitar
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Blitar mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Sosialisasi E Reporting melalui Zoom Meeting
Keterangan Program :
1. Penyelenggara Dharma Wanita Persatuan Pusat
2. Hari/Tanggal : Selasa, 28 Juli 2026
3. Pukul : 08.30 WIB. - Selesai
4. Peserta : Pengurus DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota , Sekretaris dan Operator e-Reporting DWP Unsur Pelaksana Kabupaten/Kota
5. Lokasi : Di Tempat masing-masing DWP
6. Acara : Pelatihan e-Reporting melalui Zoom Meeting dipimpin oleh DWP Pusat Ibu Ida Rahmawati Budi Gunadi Sadikin dan diisi oleh pemateri Bapak A Mufti
Susunan Acara
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan
3. Do'a
4. Sambutan Ketua DWP Pusat Ibu. Ida Rachmawati Budi G Sadikin
5. Pelnyampaian Materi e-Reporting : Nara Sumber Bapak Mufti
Latar Belakang :
1.E-Reporting DWP dibuat sebagai bentuk transformasi digital organisasi dan pelaporan DWP di seluruh Indonesia jadi lebih tertib, cepat dan akuntabel
2.Tuntutan jaman digital dan efisiansi birokrasi, dengan E-Reporting laporan bisa masuk dalam hitungan menit
3.Akuntabilitas dan Transparan Organisasi, dengan E-Reporting data kegiatan dan dokumentasi terekam rapi
4.Standarisasi Pelaporan di seluruh Indonesia, dengan E-Reporting laporan tiap daerah bisa sama dan lengkap
Tujuan dari sosialisasi ini adalah :
1. Untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme, pengisian, pengelolaan dan penyampaian laporan program kerja melalui sistem E-Reporting sehingga pelaporan dapat dilakukan secara lebih tertib, efektif, akuntabel dan sesuai sasaran.
2. Meningkatkan pemahaman pengurus dan anggota DWP mengenai tata cara pelaporan kegiatan secara elektronik.
3. Meningkatkan kualitas dan kelengkapan laporan program kerja DWP.
4. Mendorong pelaporan yang berbasis data, faktual, sistematis, dan mudah dipahami.
5. Membangun budaya literasi digital bagi anggota DWP.
6. Mengintegrasikan data kegiatan DWP dari berbagai tingkatan organisasi ke dalam Bank Data DWP.
7. Meningkatkan kualitas penulisan laporan sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan program kerja
Uraian Kegiatan :
DWP UP Badan Kepegawaan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Blitar mengikuti Sosialisasi E-Reporting DWP Pusat Jakarta pada Hari Selasa, 28 Juli 2026 yang dilaksanakan secara daring Zoom Meeting (youtube). Acara dibuka langsung oleh Ketua DWP Pusat Ibu Ida Rahmawati Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya disampaikan bahwa E-Reporting merupakan Transformasi Digital Tata Kelola Organisasi tentunya dituntut semakin transparan dan akuntabel, DWP harus beradaptasi agar pengelolaan organisasi akan makin dikenal, efektif, efisien serta mampu menjawab tantangan dan perkembangan jaman . Salah satu upaya yang kita lakukan melalui optamalisasi E-Reporting yang akan sedikit berubah di Tahun 2026. E-Reporting tentu saja bukan sekedar sarana untuk mengunggah laporan kegiatan tetapi merupakan instrument penting dalam membangun tata kelola organisasi yang berbasis data. Melalui E-Reporting setiap Program kerja yang dilaksanakan disetiap daerah dimanapun berada bahkan juga diluar negeri dapat terdokumentasi dengan baik, dipantau sejak pelaksanaannya dan dievaluasi capaian kerja serta menjadi dasar dan penyusunan Kebijakan dan program pembinaan organisasi dimasa mendatang. E Reporting sudah dilaksankan semua DWP selama 4 Tahun. Namun melalui Sosialisasi ini semua untuk kembali memperkuat komitmen dalam memanfaatkan secara aktif setiap kegiatan yang dilaksanakan hendaknya sesuai dengan program kerja dengan lengkap akurat dan tepat waktu. Dengan demikian data yang tersaji benar-benar mencerminkan kinerja organisasi secara nasional. Dengan harapan semua Ketua dan Pengurus DWP dapat menjadikan laporan melalui E-Reporting sebagai budaya kerja organisasi bukan semata mata memenuhi administrasi. Laporan yang berkualitas akan menghasilkan data yang berkualitas dan data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
Selanjutnya pemateri Bapak A Mufti, yang merupakan penggagas, perawat sistem, pemrogram dan administrator dari website E-Reporting : Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaporan kegiatan DWP agar lebih terstruktur, informatif, berbasis data, terdokumentasi dengan baik, serta dapat diintegrasikan secara digital. Melalui sistem tersebut, pelaporan tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi sumber data dalam mengukur pelaksanaan program kerja DWP.
Dalam materi sosialisasi disampaikan 7 Program Prioritas DWP, yaitu:
1. DWP Mengajar,2. DWP Cerdas Literasi 3. DWP Peduli 4. DWP Sehat 5. DWP Berdaya 6. DWP Kreatif 7. DWP Hijau
Pelaksanaan kegiatan pada tujuh program prioritas tersebut perlu didokumentasikan dan dilaporkan secara baik melalui sistem E-Reporting sehingga dapat menjadi bagian dari data dan informasi program kerja DWP. Materi sosialisasi menekankan bahwa laporan yang baik harus mengandung informasi yang jelas, faktual, lengkap, dan tidak berlebihan. Salah satu formula yang diperkenalkan adalah konsep DWP, yaitu: D – Data Laporan harus berdasarkan data dan fakta kegiatan yang benar-benar dilaksanakan. W – What, Where, When, Who Laporan harus menjelaskan secara jelas: What – kegiatan apa yang dilaksanakan; Where – di mana kegiatan dilaksanakan; When – kapan kegiatan dilaksanakan; Who – siapa yang terlibat atau menjadi sasaran kegiatan. P – Publik Laporan perlu memperhatikan aspek publikasi dan penyampaian informasi kegiatan kepada masyarakat/anggota secara tepat dan informatif. Dengan formula tersebut, laporan diharapkan tidak sekadar menjadi dokumentasi, tetapi mampu memberikan informasi yang utuh mengenai apa yang dilakukan, lokasi, waktu, pelaksana/peserta, serta hasil kegiatan. Pengukuran indeks penulisan E-Reporting mengacu pada AD/ART DWP, visi dan misi DWP, serta menjadi dasar dalam pengukuran kinerja pelaporan program kerja berbasis data.
Aspek digital juga berkaitan dengan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, menganalisis, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan berorganisasi serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Selain kemampuan digital, data menjadi bagian penting karena anggota perlu mampu mengetahui, memahami, menggunakan, dan mengolah data dalam pelaporan E-Reporting. Sementara itu, aspek etika digital menekankan kemampuan untuk menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan penulisan E-Reporting sesuai etika dalam kehidupan berorganisasi. ,/p>
Dalam penyusunan laporan E-Reporting, terdapat beberapa hal yang perlu dihindari karena dapat memengaruhi kualitas dan indeks penilaian laporan, yaitu:
1. Tidak Menggurui Laporan hendaknya bersifat informatif dan objektif, bukan memberikan kesan menggurui pembaca.
2. Tidak Seperti Artikel Laporan kegiatan tidak perlu ditulis seperti artikel panjang. Laporan harus fokus pada fakta dan informasi kegiatan.
3. Tidak Membahas Instansi Lain Isi laporan harus berfokus pada kegiatan DWP dan tidak memasukkan kegiatan instansi lain yang tidak berkaitan langsung dengan program yang dilaporkan.
4. Tidak Terlalu Singkat Laporan harus memiliki informasi yang cukup. Jangan terlalu pendek sehingga tidak mampu menjelaskan kegiatan secara utuh.
Sosialisasi E-Reporting Program Kerja DWP memberikan pemahaman bahwa pelaporan kegiatan merupakan bagian penting dalam pengelolaan organisasi dan pengembangan database DWP. Laporan yang baik harus disusun berdasarkan data dan fakta, menjelaskan unsur What, Where, When, dan Who, serta memperhatikan aspek publikasi, literasi digital, dan etika digital. Penerapan E-Reporting secara konsisten di setiap jenjang organisasi diharapkan dapat menghasilkan database DWP yang lengkap, akurat, terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi serta pengembangan program kerja. Dengan demikian, setiap pelaksana kegiatan DWP perlu meningkatkan kemampuan dalam mendokumentasikan, mengolah data, menyusun narasi laporan, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijak untuk menghasilkan laporan yang berkualitas.
Sosialsasi dilanjutkan sesi tanya jawab dari Peserta Sosialisasi
Tanya Jawab berlangsung secara interaktif sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pengurus DWP di berbagai daerah dapat dibahas bersama. Penjelasan yang diberikan narasumber membantu peserta memahami solusi terhadap kendala teknis maupun administratif, sehingga diharapkan pelaksanaan pelaporan di masing-masing DWP Pusat, Kabupaten/Kota dan Unsur Pelaksana dapat berjalan lebih efektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sosialisasi Dilanjutkan dengan sesi pemberitahuan Seragam Dharma Wanita Batik Terbaru, disampaikan oleh Ibu YUNI Wisnu dari DWP Pusat.
Dilanjutkan Foto Bersama, dan Soslisasi berakhir Pukl 11.45 WIB.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur telah mengikuti kegiatan:
Bidang: Sekretariat
Program: Tata Kelola SIM dan Pelaporan
Kegiatan: Sosialisasi e-REPORTING (#DWPCerdasLiterasi)
Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur
2. Hari / Tanggal : Selasa, 28 Juli 2026
3. Pukul : 09.00 – 12.00 WIB
4. Peserta : Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur beserta seluruh Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan seluruh Indonesia
5. Lokasi : Ruang Rapat Kepala Dinas Lantai 2 Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Jalan Gayung Kebonsari 169, Surabaya
6. Acara : Sosialisasi e-Reporting Pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan
Susunan Acara:
1. Registrasi Peserta oleh Sekretraiat Dharma Wanita Pusat
2. Pembukaaan oleh MC disajikan oleh Ny. Erwina Ahmad Sauf
3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Mars Dharma Wanita Persatuan dengan dirigen Ny. Rini Yuliani Nazib
4. Pembacaan Do’a oleh Ny. Nike Taufiq Hidayat
5. Sambutan dan Arahan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan oleh Ketua Umum Dharma Wanita Ibu Ida Budi G. Sadikin
6. Transformasi Tata Kelola Dharma Wanita Persatuan melalui e-Reporting oleh Sekjen Dharma Wanita Persatuan Ny. Naidda Yudha Mediawan
7. Live Demonstrasi e-Reporting oleh Bapak A. Mufti Administrator e-Reporting
8. Tanya Jawab yang di pandu oleh tim Sekretariat
9. Tata Kelola NPWP Dharma Wanita Persatuan oleh Sekjen Dharma Wanita Persatuan Ny. Naidda Yudha Mediawan
10. Tentang Batik Baru Dharma Wanita Persatuan Tahun 2025 oleh Sekjen Dharma Wanita Persatuan Ny. Naidda Yudha Mediawan
11. Penutupan
Acara Sosialisasi e-Reporting Pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan di buka oleh sambutan dan Arahan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Pusat
Tujuan dari kegiatan ini adalah E-Reporting bukan sekadar sarana untuk mengunggah laporan kegiatan, melainkan instrumen penting dalam membangun tata kelola organisasi berbasis data. Melalui E-Reporting, setiap program kerja yang dilaksanakan di seluruh daerah maupun di luar negeri dapat terdokumentasi dengan baik, dipantau pelaksanaannya, dievaluasi capaian kinerjanya, serta menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program pembinaan organisasi di masa mendatang.
Pencanangan Sapta Program Prioritas Dharma Wanita Persatuan sebagai fokus bersama dalam pelaksanaan program kerja organisasi di seluruh Indonesia.
Setiap program yang dilaporkan ke Dharma Wanita Persatuan Pusat nantinya akan dikelompokkan ke dalam 7 program prioritas berikut:
1. Dharma Wanita Persatuan Mengajar (sudah berjalan di berbagai daerah dengan capaian luar biasa. Program ini diharapkan menjadi warisan/legacy bersama untuk mencetak anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045).
2. Dharma Wanita Persatuan Cerdas Literasi
3. Dharma Wanita Persatuan Peduli (Fokus pada kegiatan sosial dan tanggap bencana alam).
4. Dharma Wanita Persatuan Sehat
5. Dharma Wanita Persatuan Berdaya
6. Dharma Wanita Persatuan Kreatif
7. Dharma Wanita Persatuan Hijau
Manfaat dari kegiatan ini adalah
manfaat dari acara sosialisasi ini berdasarkan arahan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan (Ibu Ida Budi Gunadi Sadikin) dan jajaran pengurus pusat adalah:
1. Transformasi dan Penguatan Tata Kelola Organisasi
- Meningkatkan Aksesibilitas & Akuntabilitas: Mendorong pengelolaan Dharma Wanita Persatuan agar lebih transparan, efisien, akuntabel, dan adaptif terhadap era transformasi digital.
- Membangun Bank Data Terintegrasi: Menjadikan e-reporting sebagai instrumen pengumpul data nasional yang terintegrasi dari seluruh tingkatan (Pusat, IPP, Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga Perwakilan Luar Negeri).
2. Peningkatan Kualitas Pelaporan & Dasar Pengambilan Kebijakan
- Evaluasi dan Monitoring Program Kerja: Memudahkan pemantauan, evaluasi capaian kinerja, serta pembinaan organisasi di setiap tingkatan secara real-time.
- Kebijakan Tepat Sasaran: Menghasilkan data pelaporan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu sebagai landasan utama penyusunan kebijakan DWP di masa mendatang.
3. Pengenalan & Pengukuran Sapta Program Prioritas DWP
- Memudahkan kategorisasi dan pengukuran ketercapaian 7 program fokus Dharma Wanita Persatuan secara nasional:
Dharma Wanita Persatuan Mengajar (kontribusi edukasi untuk Indonesia Emas 2045)
Dharma Wanita Persatuan Cerdas Literasi
Dharma Wanita Persatuan Peduli (tanggap bencana dan aksi sosial)
Dharma Wanita Persatuan Sehat
Dharma Wanita Persatuan Berdaya
Dharma Wanita Persatuan Kreatif
Dharma Wanita Persatuan Hijau
4. Peningkatan Kapasitas & Literasi Digital Pengurus / Admin
-Mendorong Budaya Kerja Digital: Mengubah pola pikir pengurus agar pelaporan bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan budaya kerja (digital mindset).
- Mengasah Keterampilan Literasi & Kreativitas: Melatih para pengurus/admin e-reporting agar menjadi content creator laporan yang berkualitas, dengan standar penulisan yang komprehensif (memenuhi formula data, unsur 5W1H, dan orientasi publik).
DWP BAPETEN menghadiri undangan dalam rangka menyemarakan Bulan Suci Ramadhan dari DWP Kementrian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Direktorat Penerbitan dan Fotografi yang menyelenggarakan seminar pada hari Rabu 4 Maret 2026 bertempat di Auditorium Lantai 2 Gedung Film Pesona Indonesia dengan tema Ketika Perempuan Melilih untuk Bersua. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kompetensi perempuan dalam menyampaikan ide, gagasan serta pengalaman melalui tulisan di berbagai platform digital. Dengan demikian partisipasi aktif perempuan di ruang publik semakin nyata