e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/118187.jpg
Info Baru

DWP JAWA TIMUR > SKPD Inspektorat

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 27-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN INSPEKTORAT PROVINSI JAWA TIMUR
Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan kegiatan,
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerja : Wawasan Keanekaragaman Budaya
Kegiatan : Kegiatan Hari Besar Nasional

Keterangan Kegiatan
1. Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur
2. Hari/Tanggal : Rabu, 27 Mei 2026
3. Pukul : 08.00 WIB - 12.00 WIB
4. Tempat : Halaman kantor Inspektorat Provinsi Jawa Timur
5. Peserta :
- Bapak Hendro Gunawan, Inspektur Provinsi Jawa Timur sekaligus pembina Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur
- Ibu Iis Hendro, Ketua Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur
- Ibu Agung Subali, Koordinator bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur
- Ibu Heny Heri, anggota Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur
- Anggota Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur
- Pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur
- Masyarakat umum
6. Acara : Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H

Susunan Acara
08.00 WIB - 08.05 WIB Pembukaan
08.05 WIB - 10.00 WIB Sesi penyembelihan hewan kurban
09.00 WIB - 11.00 WIB Sesi masak bersama
11.00 WIB - 11.55 WIB Makan siang bersama
11.55 WIB - 12.00 WIB Penutup

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha serta meningkatkan semangat kepedulian dan kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur turut berpartisipasi dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di lingkungan Kantor Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Pada kegiatan ini dilakukan penyembelihan sebanyak enam ekor sapi dan satu kambing kurban yang berasal dari partisipasi dan gotong royong keluarga besar Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antarpegawai, anggota Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur, serta masyarakat sekitar.
Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat dan ketentuan yang berlaku dengan melibatkan panitia kurban serta para pegawai yang turut membantu proses pelaksanaan kegiatan. Setelah proses penyembelihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengolahan daging kurban yang dikerjakan secara bersama-sama oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur dan panitia. Suasana kekeluargaan sangat terasa dalam proses memasak dan menyiapkan hidangan yang akan disajikan untuk seluruh peserta kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, daging kurban diolah menjadi dua menu utama, yaitu rawon dan sate. Proses memasak dilakukan secara gotong royong mulai dari persiapan bumbu, pemotongan daging, hingga penyajian makanan. Aroma masakan yang khas serta kebersamaan selama proses memasak menciptakan suasana hangat dan penuh kekompakan di lingkungan kantor. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan Idul Adha, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur melalui kerja sama dan kebersamaan dalam satu kegiatan sosial dan keagamaan.
Selain untuk konsumsi bersama, sebagian besar daging kurban juga dibagikan kepada masyarakat sekitar kantor sebagai bentuk kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan di momen Hari Raya Idul Adha. Pembagian daging kurban dilakukan secara tertib kepada warga yang telah terdata sebelumnya sehingga manfaat dari kegiatan kurban dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat berbagi dan gotong royong yang terus dijaga oleh keluarga besar Inspektorat Provinsi Jawa Timur.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh pegawai, anggota Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur, panitia, dan masyarakat yang hadir mengikuti acara makan bersama di lingkungan kantor dengan menikmati hidangan rawon dan sate yang telah disiapkan. Suasana makan bersama berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan, mencerminkan nilai silaturahmi dan kekeluargaan yang menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Raya Idul Adha.
Melalui kegiatan penyembelihan hewan kurban ini, Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur berharap semangat berbagi, kepedulian sosial, dan nilai gotong royong dapat terus tumbuh di lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan rasa kebersamaan, serta memperkuat solidaritas antarpegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur berharap kegiatan sosial dan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan adanya pembagian daging kurban kepada warga sekitar, diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima serta memperkuat hubungan harmonis antara lingkungan kantor dan masyarakat sekitar.

../images/kegiatan/118186.jpg
Info Baru

DWP Kota Mataram > OPD Dinas Tenaga Kerja

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 27-05-2026

LAPORAN E-REPORTING DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) UNIT DINAS TENAGA KERJA KOTA MATARAM DALAM KEGIATAN PENGAJIAN ZIKIR DAN DO'A BERSAMA DALAM MENYAMBUT IDUL ADHA KE-1447 H I. PEDAHULUAN Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Mataram memandang perlunya untuk membekali spiritualitas anggota melalui kegiatan yang bernuansa Islami. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota DWP II. TUJUAN KEGIATAN a. Meningkatkan pemahaman makna berkurban dan nilai-nilai keikhlasan dalam menyambut Idul Adha 1447 H. b. Menghidupkan syiar Islam melalui lantunan zikir dan doa bersama. c. Memperkuat rasa kebersamaan, kekompakan, dan kepedulian sosial di lingkungan DWP d. Meningkatkan keimanan dan ketakwakesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. III. TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN Hari/tanggal : Selasa, 26 Mei 2026 Pukul : 09.00 WITA Tempat : Rumah Dinas Sekda Kota Mataram. IV. PESERTA KEGIATAN Dihadiri oleh : Sekretaris Daerah Kota Mataram Bapaka H. Lalu Alwan Basri Ketua DWP Kota Mataram Ibu Hj. Lale Rasminingsih Wakil Ketua DWP Unit Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram Ibu Hilwana Rizkillah Fathoni Asfriandi dan seluruh Ketua DWP OPD dan pengurus DWP Kota Mataram lainnya yang semuanya berjumah 30 orang. V. RANGKAIAN KEGIATAN Pada hari ini selasa, 26 mei 2026 telah dilaksanakan kegiatan Pengajian Zikir dan Do’a Bersama dalam menyambut Idul Adha ke 1447 H yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) kota mataram sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menghidupkan momentum Wukuf di Arafah 9 Zulhizah 1448 H. Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DWP kota mataram Hj. Lale Rasminingsih Alwan Basri. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya menjadikan momentum Wukuf di Arafah sebagai sarana introspeksi diri, memperbanyak istighfar, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang mengangkat tema tentang makna keikhlasan, pengorbanan, serta pentingnya memperbanyak zikir dan do’a pada hari-hari istimewa di bulan Zulhizah. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk dan penuh hikmat. Acara ini dihadiri oleh Bapak Sekda Kota Mataram, ketua DWP kota mataram, ketua DWP unit Dinas se-kota mataram, para pengurus DWP kota mataram serta Drs. H. Moh. Amin sebagai Penceramah, pemimpin zikir dan do’a. Acara dibuka oleh sambuta, singkat dari bapak Sekda Kota Mataram H. Alwan Basri, Ibu Hilwana meraasa antusias dan Bahagia bisa hadir dalam pengajian ini yang benar-benar menambah ilmu. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan muhasabah diri agar seluruh anggota DWP senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Demikian ringkasan kegiatan ini dibuat sebagai dokumentasi pelaksanaan acara. VI. HASIL KEGIATAN Hasil pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Mataram sebagai berikut: a. Terlaksananya kegiatan pengajian, zikir, dan doa bersama dengan khidmat dan lancar. b. Meningkatnya kesadaran anggota spiritual mengenai pentingnya meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam berkurban. c. Terjalinnya silaturahmi yang semakin erat dan harmonis di antara sesama anggota Unit DWP Disnaker Kota Mataram guna mendukung kinerja organisasi ke depan. d. peserta dapat memperoleh ketenangan batin, meningkatnya semangat ibadah dan kebersamaan, e. serta tumbuhnya kesadaran untuk terus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari dengan memaknai momentum Wukuf di Arafah 9 Zulhizah 1447 H VII. PENUTUP Demikian kegiatan pengajian zikir dan do’a dalam menyambut idul adha ke 1447 H ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dalam meningkatkan keimanan, mempererat kebersamaan, serta menghidupkan momentum Wukuf di Arafah 9 Zulhizah 1447 H. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta serta menjadi pengingat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

../images/kegiatan/118185.jpg
Info Baru

DWP Kementerian Agama > Kantor KEMENAG PROV BENGKULU

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 27-05-2026

(Kabupaten Rejang Lebong) 27 Mei 2026 Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Ny. Yuliani Rahman beserta pengurus dan anggota melaksanakan kegiatan pemantapan persiapan menu qurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan dan kekompakan anggota dalam mendukung pelaksanaan ibadah qurban agar berjalan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Dalam kegiatan tersebut, Ny. Yuliani Rahman menyampaikan bahwa momentum Idul Adha bukan hanya tentang pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan nilai keikhlasan dan gotong royong antar sesama. Berbagai menu olahan qurban dipersiapkan dengan penuh semangat dan kreativitas oleh para anggota DWP sebagai bagian dari kebersamaan keluarga besar Kemenag Rejang Lebong. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para pengurus dan anggota saling bekerja sama dalam menyiapkan bahan, membagi tugas, serta memastikan seluruh kebutuhan konsumsi dapat tersusun dengan baik. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang memperkuat kekompakan dan kebersamaan anggota DWP dalam mendukung program-program sosial dan keagamaan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong. Melalui kegiatan pemantapan ini, diharapkan pelaksanaan qurban Idul Adha 1447 H dapat berjalan sukses dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Kemenag Rejang Lebong serta masyarakat sekitar.

../images/kegiatan/118184.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Seruyan > DWP Badan Pendapatan Daerah

  • Oleh: Sekretariat
  • 24-05-2026

Ketua Dharma Wanita Persatuan unit Badan Pedapatan Daerah Kabupaten Seruyan Ny. Erlita Ashadi beserta Pengurus melaksanakan kegiatan rutin setiap bulan. Pertemuan rutin adalah kegiatan DWP Kabupaten Seruyan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Dharma Wisata Kabupaten Seruyan diLingkup Pemerintah Kabupaten Seruyan. Hari Minggu, 24 Mei 2026 pukul : 010.00 s.d 11.00 WIB, bertempat di Lapangan Tennis Indoor Jalan Samuda Kuala Pembuang. Saat melaksanakan pertemuan rutin, Ny. Eni Abas memberikan sedikit sambutan mengenai "pentingnya masing-masing ketua untuk segera mengumpulkan SK DWP Unit ke DWP Kabupaten guna disah kan nya kepengurusan unit. acara tersebut dihadiri kurang lebih 200 orang.

../images/kegiatan/118183.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Jombang > DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-05-2026

21 Mei 2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JOMBANG

BIDANG : SEKRETARIS

Program Kerja Sekretariat : Pembinaan Hubungan Keluar

Kegiatan Pembinaan Hubungan Keluar : Kursus

KETERANGAN PROGRAM :

1. Dharma wanita persatuan bidang sekretaris
2. Hari/Tanggal : KAMIS / 21 MEI 2026
3. Waktu : 07.30 - selesai
4. Jumlah Peserta : 47 orang
5. Tempat : Gedung PKK Kabupaten Jombang,
6. Pengisian kegiatan 1 Paket dari DWP Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang, yaitu “Mewujudkan Produk Ramah Lingkungan Melalui Anyaman Pandan” dengan Nara Sumber Ibu Igna Dea Puspita
7. Peserta yang hadir dari Dispendukcapil : Ibu Rini Aris(Wakil Ketua DWP Dispendukcapil Jombang)

Penyampaian Materi dari DWP Kec. Kabuh Kab. Jombang “Mewujudkan Produk Ramah Lingkungan Melalui Anyaman Pandan” dengan Nara Sumber Ibu Igna Dea Puspita

OPTIMALISASI KEARIFAN LOKAL DAERAH MELALUI PEMBERDAYAAN PENGRAJIN DAUN PANDAN

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, tradisi, serta potensi sumber daya alam yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu bentuk kekayaan budaya tersebut adalah kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Kearifan lokal tidak hanya menjadi identitas suatu daerah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola dengan baik. Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih bertahan hingga saat ini adalah kerajinan daun pandan.

Daun pandan merupakan bahan alami yang mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah pesisir dan pedesaan. Selain digunakan sebagai bahan pewangi makanan, daun pandan juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tangan seperti tikar, tas, dompet, sandal, topi, hiasan rumah, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Kerajinan daun pandan memiliki nilai seni tinggi karena dibuat secara manual dengan teknik anyaman tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, di era modern saat ini keberadaan pengrajin daun pandan mulai menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya minat generasi muda, keterbatasan pemasaran, rendahnya inovasi produk, serta persaingan dengan produk pabrikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi kearifan lokal melalui pemberdayaan pengrajin daun pandan agar mampu berkembang dan bersaing di pasar modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang dimiliki.

Pengertian Kearifan Lokal

Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur, pengetahuan, tradisi, dan budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat setempat dan diwariskan secara turun-temurun. Kearifan lokal biasanya berkaitan dengan cara masyarakat memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, menjaga lingkungan, serta mempertahankan identitas budaya daerah.

Dalam konteks kerajinan daun pandan, kearifan lokal terlihat dari:

1. Teknik menganyam tradisional.
2. Pemanfaatan bahan alami ramah lingkungan.
3. Motif dan corak khas daerah.
4. Nilai gotong royong dalam proses produksi.
5. Penggunaan produk yang mendukung gaya hidup sederhana dan berkelanjutan.

Potensi Kerajinan Daun Pandan

Kerajinan daun pandan memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki berbagai keunggulan, antara lain:
1. Bahan Mudah Didapat
Daun pandan tumbuh subur di daerah tropis dan mudah dibudidayakan sehingga bahan baku relatif tersedia.
2. Ramah Lingkungan
Produk kerajinan daun pandan berasal dari bahan alami yang mudah terurai sehingga mendukung konsep ekonomi hijau dan pengurangan limbah plastik.
3. Memiliki Nilai Seni Tinggi
Setiap anyaman dibuat dengan keterampilan tangan sehingga menghasilkan produk unik dan bernilai estetika tinggi.
4. Berpotensi Menjadi Produk Ekspor
Produk anyaman tradisional banyak diminati pasar internasional karena memiliki ciri khas budaya Indonesia.
5. Membuka Lapangan Kerja
Industri kerajinan daun pandan dapat memberdayakan masyarakat lokal, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM.

Tantangan yang Dihadapi Pengrajin Daun Pandan

Walaupun memiliki potensi besar, pengrajin daun pandan masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya:
1. Kurangnya Inovasi Produk
Sebagian pengrajin masih memproduksi barang tradisional dengan model yang kurang mengikuti perkembangan pasar.
2. Keterbatasan Modal
Modal usaha yang kecil menyebabkan produksi dan pemasaran tidak berkembang maksimal.
3. Pemasaran yang Masih Tradisional
Banyak pengrajin hanya menjual produk di pasar lokal dan belum memanfaatkan teknologi digital.
4. Regenerasi Pengrajin Rendah
Generasi muda cenderung kurang tertarik melanjutkan usaha kerajinan tradisional.
5. Persaingan Produk Modern
Produk pabrikan yang lebih murah dan praktis sering menjadi pesaing utama produk anyaman tradisional.

Strategi Optimalisasi Kearifan Lokal Melalui Pemberdayaan Pengrajin Daun Pandan

Agar kerajinan daun pandan dapat berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi daerah, diperlukan berbagai strategi pemberdayaan sebagai berikut:
1. Pelatihan Keterampilan dan Inovasi Produk
Pengrajin perlu diberikan pelatihan mengenai:
- Teknik anyaman modern.
- Desain produk kreatif.
- Pewarnaan alami.
- Pengemasan produk.
- Pembuatan produk sesuai kebutuhan pasar.
Dengan inovasi yang baik, produk daun pandan tidak hanya berupa tikar, tetapi juga dapat menjadi tas fashion, souvenir, tempat tisu, lampu hias, dan dekorasi interior.

2. Pemanfaatan Teknologi Digital

Digitalisasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemasaran produk. Pengrajin dapat memanfaatkan:
- Media sosial.
- Marketplace online.
- Website UMKM.
- Konten promosi digital.
Melalui pemasaran online, produk kerajinan dapat dikenal lebih luas hingga pasar nasional dan internasional.

3. Pembentukan Kelompok Usaha Bersama

Kelompok usaha bersama dapat membantu pengrajin dalam:
- Pengadaan bahan baku.
- Pengelolaan produksi.
- Pelatihan bersama.
- Pemasaran kolektif.
- Penguatan modal usaha.
Dengan kerja sama yang baik, pengrajin menjadi lebih kuat dan mampu meningkatkan daya saing.

4. Dukungan Pemerintah dan Lembaga Pendidikan

Pemerintah memiliki peran penting dalam:
- Memberikan bantuan modal usaha.
- Menyelenggarakan pelatihan UMKM.
- Membantu promosi produk lokal.
- Mengadakan pameran kerajinan daerah.

Sementara itu, sekolah dan perguruan tinggi dapat membantu melalui:
- Program kewirausahaan.
- Pendampingan desain produk.
- Penelitian dan pengembangan kerajinan lokal.

5. Menanamkan Kebanggaan terhadap Produk Lokal

Masyarakat perlu ditanamkan rasa bangga menggunakan produk lokal sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. Jika masyarakat mencintai produk lokal, maka keberlangsungan usaha pengrajin akan lebih terjamin.

Dampak Positif Pemberdayaan Pengrajin Daun Pandan

Apabila pemberdayaan dilakukan secara optimal, maka akan memberikan berbagai dampak positif, antara lain:
1. Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
Pendapatan pengrajin meningkat sehingga kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik.
2. Melestarikan Budaya Daerah
Tradisi menganyam tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
3. Mengurangi Pengangguran
Industri kerajinan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
4. Mendukung Pariwisata Daerah
Produk kerajinan khas dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan ekonomi kreatif.
5. Mendorong Ekonomi Kreatif
Kerajinan daun pandan dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional.

Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Kerajinan Daun Pandan

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kerajinan lokal. Bentuk peran tersebut antara lain:
1. Belajar keterampilan menganyam.
2. Membantu promosi melalui media sosial.
3. Mengembangkan desain modern.
4. Membuka usaha kreatif berbasis budaya lokal.
5. Mengikuti pelatihan kewirausahaan.
Dengan keterlibatan generasi muda, kerajinan daun pandan dapat berkembang lebih modern tanpa kehilangan nilai tradisionalnya

Kesimpulan

Optimalisasi kearifan lokal melalui pemberdayaan pengrajin daun pandan merupakan langkah penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerajinan daun pandan memiliki potensi besar karena berbahan alami, bernilai seni tinggi, ramah lingkungan, dan memiliki peluang pasar yang luas.

Namun, untuk menghadapi tantangan modernisasi diperlukan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan generasi muda. Melalui pelatihan, inovasi produk, digitalisasi pemasaran, serta penguatan kerja sama antar pengrajin, kerajinan daun pandan dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan demikian, pemberdayaan pengrajin daun pandan bukan hanya sekadar meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam melestarikan identitas budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia.

Pembuat laporan Ny. Nur Hasan Sekretaris DWP Dispenduk capil Kab. Jombang

../images/kegiatan/118182.jpg
Info Baru

DWP Kementerian Agama > Kantor KEMENAG PROV JAWA TIMUR

  • Oleh: Sekretariat
  • 05-05-2026

Kabupaten Bojonegoro


Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro

Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro mengikuti Kegiatan Pertemuan rutin
Bidang: Kesekretariatan
Program: penataan organisasi
Kegiatan: Ceramah


Keterangan program
1. Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro
2. Hari tanggal: 5 Mei 2026
3. Lokasi Tempat : Ruang Pertemuan DWP Kab. Bojonegoro
4. Pukul: 08:00 - selesai
5. Peserta: Ketua DWP Badan, Dinas, Kantor, Kelurahan se Kabupaten Bojonegoro
6. Acara: Kegiatan Rapat
7.Petugas pengisi kegiatan dari DWP Dinas Perhubungan Bojonegoro
8. Petugas Dirijen Ibu Ermi
9. Pembawa acara Ibu Sarah


Uraian Acara
Susunan acara:
1. Pembukaan oleh MC Ny Sarah
2. . Menyanyikan Mrs DWP dan Hymne DWP Ny Ermi
3. Sambutan ketua DWP Kab. Bojonegoro Ny Emy S
4. Laporan laporan dari Bidang sosial budaya, Pendidikan, ekonomi, dan secretariat
5. Pengiisan kegiatan dari DWP Dinas Perhubungan Kab. Bojonegoro
Ceramah dalam rangka penguatan SDM DWP Kabupaten Bojonegoro oleh Nu Alfiyatul Muniroh

Kegiatan diawali pembukaan membaca Bismillah dilanjutkan menyanyikan mars DWP dipimpin oleh Ny Ermi,

Pesan Ibu Ketua DWP kabupaten Bojonegoro Ny Emmy bahwa dalam sebuah organisasi dapat berhasil jika dapat dilakukan dulu pembenahan organisasi dari dalam dulu

Sebagai Ibu Adalah pionir dari keluarga utamanya anak anak maka harus bisa memberikan contoh dan Pendidikan yang baik kepada anaka naka dan lingkungan sekitar

Laporan Laporan:

Laporan bidang sosial budaya: Diawali penyangan kegiatan sosial budaya yaitu pemeriksaan payudara secara klinis ( Sadanis ) guna pemeriksaan sejak dini, kegiatan

Laporan Kegiatan bidang Pendidikan : pemberian tablet tambah darah keada siswa siswi putri untuk mencegah anemie, seminggu sekali untuk diminum, penyuluhan makanan sehat untuk pencegahan stunting,penyuluhan tentang pemakaian skincare yang baik

Laporan Bidang ekonomi, Bidang ekonimi Kerjasama dengan UMKM Kabupaten Bojonegoro menyediakan aneka jajanan kue, makanan, lauk, dan lainnya, pakaian, asesoris dll

Laporan Sekretariat: Indeks pelapotran e- Reporting :1). Dinas BPD dan asset Daerah. 2). DWP Kalitidu, Kapacity building rencana dilaksanakn 25-26 Juli 2026

Kegiatan diisi Ceramah oleh Ibu Alfiatul Muniroh, S. Hum dari Ponpes Al Makmur Kalitidu

Ada empat hal yang menjadikan nikmat bisa berkurang/ hilang:
1. Orang yang pelit, Pelit harta pelit Ilmu
- Berilah makan kepada orang orang yang miskin, yatim , jadilah mental memberi.
- Berilah Ilmu atau pengetahuan kepada orang lain, suka mengasihi ( menehono teken pada orang buta.
- Berilah busana kepada orang orang yang telanjang maksudnya bisa menutupi aib orang lain
- Memberi numpang kepada orang yang kehujanan maksudnya ciptakan hidup yang Bahagia. Menolong kepada mahluk Alloh baik hewan maupun tumbuhan.
2. Orang yang tidak mendengarkan Ketika adzan dikumandangkan.
3. Ketika dimintai tolong orang lain tidak mau
4. Ketika setelah sholat tidak berdoa
Sebelum usai kegiatan diisi dengan pembacaan sholawat nabi dan pembacaan doa oleh Ny Ulfiyatul Muniroh

../images/kegiatan/118181.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Jombang > DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-05-2026

21 Mei 2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JOMBANG

BIDANG : SEKRETARIS

Program Kerja Sekretariat : Pembinaan Hubungan Keluar

Kegiatan Pembinaan Hubungan Keluar : Kursus

KETERANGAN PROGRAM :

1. Dharma wanita persatuan bidang sekretaris
2. Hari/Tanggal : KAMIS / 21 MEI 2026
3. Waktu : 07.30 - selesai
4. Jumlah Peserta : 47 orang
5. Tempat : Gedung PKK Kabupaten Jombang,
6. Pengisian kegiatan 1 Paket dari DWP Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang, yaitu “Mewujudkan Produk Ramah Lingkungan Melalui Anyaman Pandan” dengan Nara Sumber Ibu Igna Dea Puspita
7. Peserta yang hadir dari Dispendukcapil : Ibu Rini Aris(Wakil Ketua DWP Dispendukcapil Jombang)

Penyampaian Materi dari DWP Kec. Kabuh Kab. Jombang “Mewujudkan Produk Ramah Lingkungan Melalui Anyaman Pandan” dengan Nara Sumber Ibu Igna Dea Puspita

OPTIMALISASI KEARIFAN LOKAL DAERAH MELALUI PEMBERDAYAAN PENGRAJIN DAUN PANDAN

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, tradisi, serta potensi sumber daya alam yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu bentuk kekayaan budaya tersebut adalah kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Kearifan lokal tidak hanya menjadi identitas suatu daerah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola dengan baik. Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih bertahan hingga saat ini adalah kerajinan daun pandan.

Daun pandan merupakan bahan alami yang mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah pesisir dan pedesaan. Selain digunakan sebagai bahan pewangi makanan, daun pandan juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tangan seperti tikar, tas, dompet, sandal, topi, hiasan rumah, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Kerajinan daun pandan memiliki nilai seni tinggi karena dibuat secara manual dengan teknik anyaman tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, di era modern saat ini keberadaan pengrajin daun pandan mulai menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya minat generasi muda, keterbatasan pemasaran, rendahnya inovasi produk, serta persaingan dengan produk pabrikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi kearifan lokal melalui pemberdayaan pengrajin daun pandan agar mampu berkembang dan bersaing di pasar modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang dimiliki.

Pengertian Kearifan Lokal

Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur, pengetahuan, tradisi, dan budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat setempat dan diwariskan secara turun-temurun. Kearifan lokal biasanya berkaitan dengan cara masyarakat memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, menjaga lingkungan, serta mempertahankan identitas budaya daerah.

Dalam konteks kerajinan daun pandan, kearifan lokal terlihat dari:

1. Teknik menganyam tradisional.
2. Pemanfaatan bahan alami ramah lingkungan.
3. Motif dan corak khas daerah.
4. Nilai gotong royong dalam proses produksi.
5. Penggunaan produk yang mendukung gaya hidup sederhana dan berkelanjutan.

Potensi Kerajinan Daun Pandan

Kerajinan daun pandan memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki berbagai keunggulan, antara lain:
1. Bahan Mudah Didapat
Daun pandan tumbuh subur di daerah tropis dan mudah dibudidayakan sehingga bahan baku relatif tersedia.
2. Ramah Lingkungan
Produk kerajinan daun pandan berasal dari bahan alami yang mudah terurai sehingga mendukung konsep ekonomi hijau dan pengurangan limbah plastik.
3. Memiliki Nilai Seni Tinggi
Setiap anyaman dibuat dengan keterampilan tangan sehingga menghasilkan produk unik dan bernilai estetika tinggi.
4. Berpotensi Menjadi Produk Ekspor
Produk anyaman tradisional banyak diminati pasar internasional karena memiliki ciri khas budaya Indonesia.
5. Membuka Lapangan Kerja
Industri kerajinan daun pandan dapat memberdayakan masyarakat lokal, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM.

Tantangan yang Dihadapi Pengrajin Daun Pandan

Walaupun memiliki potensi besar, pengrajin daun pandan masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya:
1. Kurangnya Inovasi Produk
Sebagian pengrajin masih memproduksi barang tradisional dengan model yang kurang mengikuti perkembangan pasar.
2. Keterbatasan Modal
Modal usaha yang kecil menyebabkan produksi dan pemasaran tidak berkembang maksimal.
3. Pemasaran yang Masih Tradisional
Banyak pengrajin hanya menjual produk di pasar lokal dan belum memanfaatkan teknologi digital.
4. Regenerasi Pengrajin Rendah
Generasi muda cenderung kurang tertarik melanjutkan usaha kerajinan tradisional.
5. Persaingan Produk Modern
Produk pabrikan yang lebih murah dan praktis sering menjadi pesaing utama produk anyaman tradisional.

Strategi Optimalisasi Kearifan Lokal Melalui Pemberdayaan Pengrajin Daun Pandan

Agar kerajinan daun pandan dapat berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi daerah, diperlukan berbagai strategi pemberdayaan sebagai berikut:
1. Pelatihan Keterampilan dan Inovasi Produk
Pengrajin perlu diberikan pelatihan mengenai:
- Teknik anyaman modern.
- Desain produk kreatif.
- Pewarnaan alami.
- Pengemasan produk.
- Pembuatan produk sesuai kebutuhan pasar.
Dengan inovasi yang baik, produk daun pandan tidak hanya berupa tikar, tetapi juga dapat menjadi tas fashion, souvenir, tempat tisu, lampu hias, dan dekorasi interior.

2. Pemanfaatan Teknologi Digital

Digitalisasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemasaran produk. Pengrajin dapat memanfaatkan:
- Media sosial.
- Marketplace online.
- Website UMKM.
- Konten promosi digital.
Melalui pemasaran online, produk kerajinan dapat dikenal lebih luas hingga pasar nasional dan internasional.

3. Pembentukan Kelompok Usaha Bersama

Kelompok usaha bersama dapat membantu pengrajin dalam:
- Pengadaan bahan baku.
- Pengelolaan produksi.
- Pelatihan bersama.
- Pemasaran kolektif.
- Penguatan modal usaha.
Dengan kerja sama yang baik, pengrajin menjadi lebih kuat dan mampu meningkatkan daya saing.

4. Dukungan Pemerintah dan Lembaga Pendidikan

Pemerintah memiliki peran penting dalam:
- Memberikan bantuan modal usaha.
- Menyelenggarakan pelatihan UMKM.
- Membantu promosi produk lokal.
- Mengadakan pameran kerajinan daerah.

Sementara itu, sekolah dan perguruan tinggi dapat membantu melalui:
- Program kewirausahaan.
- Pendampingan desain produk.
- Penelitian dan pengembangan kerajinan lokal.

5. Menanamkan Kebanggaan terhadap Produk Lokal

Masyarakat perlu ditanamkan rasa bangga menggunakan produk lokal sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. Jika masyarakat mencintai produk lokal, maka keberlangsungan usaha pengrajin akan lebih terjamin.

Dampak Positif Pemberdayaan Pengrajin Daun Pandan

Apabila pemberdayaan dilakukan secara optimal, maka akan memberikan berbagai dampak positif, antara lain:
1. Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
Pendapatan pengrajin meningkat sehingga kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik.
2. Melestarikan Budaya Daerah
Tradisi menganyam tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
3. Mengurangi Pengangguran
Industri kerajinan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
4. Mendukung Pariwisata Daerah
Produk kerajinan khas dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan ekonomi kreatif.
5. Mendorong Ekonomi Kreatif
Kerajinan daun pandan dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional.

Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Kerajinan Daun Pandan

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kerajinan lokal. Bentuk peran tersebut antara lain:
1. Belajar keterampilan menganyam.
2. Membantu promosi melalui media sosial.
3. Mengembangkan desain modern.
4. Membuka usaha kreatif berbasis budaya lokal.
5. Mengikuti pelatihan kewirausahaan.
Dengan keterlibatan generasi muda, kerajinan daun pandan dapat berkembang lebih modern tanpa kehilangan nilai tradisionalnya

Kesimpulan

Optimalisasi kearifan lokal melalui pemberdayaan pengrajin daun pandan merupakan langkah penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerajinan daun pandan memiliki potensi besar karena berbahan alami, bernilai seni tinggi, ramah lingkungan, dan memiliki peluang pasar yang luas.

Namun, untuk menghadapi tantangan modernisasi diperlukan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan generasi muda. Melalui pelatihan, inovasi produk, digitalisasi pemasaran, serta penguatan kerja sama antar pengrajin, kerajinan daun pandan dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan demikian, pemberdayaan pengrajin daun pandan bukan hanya sekadar meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam melestarikan identitas budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia.

Pembuat laporan Ny. Nur Hasan Sekretaris DWP Dispenduk capil Kab. Jombang

../images/kegiatan/118180.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Muara Enim >

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 22-05-2026

Pelatihan Pembuatan Papan Bunga Akrilik dan Budidaya Tanaman Hidroponik guna peningkatan kualitas keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender resmi dilaksanakan di Aula KLA DPPPA Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Muara Enim yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kabupaten Muara Enim, Bapak H. Ulil Amri, S.P., MM., serta turut dihadiri Ny. Hj. Trisia Andy selaku Plt. Ketua DWP Kabupaten Muara Enim. Hadir pula mewakili Kepala Dinas PPPA Kabupaten Muara Enim, Sekretaris DPPPA Ibu Yanti Wardiya, SKM., MM. Dalam kesempatan tersebut, Ny. Hj. Trisia Andy selaku Plt. Ketua DWP Kabupaten Muara Enim turut menyampaikan laporan kegiatan sekaligus harapan agar pelatihan ini dapat menjadi wadah bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi keluarga. Sebelum dimulainya pelatihan dilakukan penyerahan bantuan papan bunga akrilik untuk modal kerja (wirausaha) dari Bank Sumsel Babel Cabang Muara Enim yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu Merry Rozaina sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi peserta pelatihan agar dapat memulai dan mengembangkan usaha mandiri. Peserta berjumlah 65 orang dari pengurus DWP Kabupaten, perwakilan DWP OPD, organisasi kewanitaan dan perempuan kepala keluarga/ perempuan penyintas kekerasan dari desa kecamatan Muara Enim. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai budidaya hidroponik skala rumah tangga dan usaha yang disampaikan oleh Ibu Yenni Liansi, A.Md. Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik langsung mulai dari teknik penyemaian, perawatan tanaman, hingga pengenalan sistem hidroponik yang dapat diterapkan di rumah maupun untuk usaha. Selanjutnya, peserta mengikuti materi pembuatan papan bunga akrilik yang disampaikan oleh tim MW Florist Palembang. Dalam sesi ini, peserta diberikan penjelasan mengenai teknik merangkai papan bunga modern, proses desain, hingga strategi pemasaran produk kreatif. Selain itu, peserta juga melakukan praktik langsung pembuatan papan bunga akrilik sehingga dapat memahami proses pengerjaan secara lebih detail dan aplikatif. Dalam rangka mendukung pemberdayaan perempuan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menumbuhkan keterampilan yang bernilai ekonomi bagi anggota dan masyarakat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muara Enim melalui Bidang Ekonomi melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Papan Bunga Akrilik dan Hidroponik pada hari Kamis, 21 Mei 2026 bertempat di Aula KLA DPPPA Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan yang aktif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung kesejahteraan keluarga maupun pembangunan daerah. Pelatihan tersebut diikuti oleh anggota DWP OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim serta masyarakat umum yang memiliki minat untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan di bidang usaha kreatif serta pertanian modern. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, yang menunjukkan besarnya semangat kaum perempuan untuk terus belajar, berkembang, dan memanfaatkan keterampilan sebagai sarana meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi keluarga. Kegiatan diawali dengan sambutan Plt. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muara Enim, Ny. Hj. Trisia Andy yang menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan, wawasan, dan keterampilan anggota agar mampu menjadi perempuan yang mandiri, kreatif, serta produktif di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Beliau menyampaikan bahwa DWP tidak hanya berfungsi sebagai organisasi pendamping suami Aparatur Sipil Negara (ASN), namun juga memiliki tanggung jawab sosial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan melalui berbagai kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kemampuan anggota dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Menurut beliau, perkembangan kebutuhan masyarakat saat ini menuntut perempuan untuk semakin adaptif, inovatif, dan memiliki keterampilan tambahan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan papan bunga akrilik dan hidroponik dipilih karena memiliki prospek yang cukup baik dan dapat dikerjakan secara fleksibel, baik sebagai hobi produktif maupun usaha rumahan yang bernilai ekonomis. Beliau juga menegaskan bahwa Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muara Enim terus berupaya menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan dampak jangka panjang bagi anggota maupun masyarakat. DWP diharapkan mampu menjadi organisasi yang memberdayakan perempuan agar lebih percaya diri, aktif, dan mampu berkontribusi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Bapak H. Ulil Amri, S.P., M.M. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muara Enim yang terus aktif melaksanakan kegiatan pembinaan dan pemberdayaan perempuan melalui berbagai program yang kreatif dan produktif. Beliau menyampaikan bahwa perempuan memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Selain sebagai pendamping suami dan pendidik anak di rumah, perempuan juga memiliki potensi besar untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga melalui kreativitas dan keterampilan yang dimiliki. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan agar perempuan memiliki bekal kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa pelatihan keterampilan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan perempuan. Dengan adanya keterampilan tambahan, perempuan dapat lebih mandiri dan mampu memanfaatkan peluang usaha yang ada di lingkungan sekitar. Pada sesi pertama, peserta mengikuti pelatihan hidroponik yang disampaikan oleh Pengurus DWP Setda Kabupaten Muara Enim, Ny. Yenni Sobirin yang juga merupakan salah satu owner tanaman hidroponik di Kabupaten Muara Enim. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar hidroponik sebagai metode bercocok tanam modern tanpa menggunakan media tanah dengan memanfaatkan air dan nutrisi sebagai sumber utama pertumbuhan tanaman. Peserta mendapatkan penjelasan mulai dari proses penyemaian bibit, pemindahan tanaman ke media hidroponik, pemberian nutrisi, pengontrolan kualitas air, hingga teknik perawatan tanaman agar tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang berkualitas. Tidak hanya teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung sehingga lebih mudah memahami proses budidaya hidroponik secara sederhana dan aplikatif. Pelatihan hidroponik ini memiliki manfaat yang sangat besar, terutama dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah secara produktif. Selain dapat memenuhi kebutuhan sayuran sehat bagi keluarga, budidaya hidroponik juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, usaha tanaman hidroponik menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan di masa depan. Selanjutnya peserta mengikuti sesi pelatihan pembuatan papan bunga akrilik yang disampaikan oleh Wetria Engel Lelga, S.H., owner MW Florist Palembang. Dalam sesi tersebut peserta diberikan materi mengenai teknik dasar desain papan bunga akrilik, pemilihan bahan, tata letak dekorasi, kombinasi warna, hingga proses perakitan papan bunga yang menarik dan bernilai jual tinggi. Peserta juga diajarkan bagaimana memanfaatkan kreativitas dalam membuat desain papan bunga yang elegan, modern, dan sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Papan bunga berbahan akrilik kini semakin diminati masyarakat karena tampilannya lebih eksklusif, tahan lama, dan dapat digunakan untuk berbagai acara seperti ucapan selamat, pernikahan, pelantikan, hingga kegiatan resmi lainnya. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu melihat peluang usaha kreatif yang dapat dijalankan dari rumah dengan modal yang relatif terjangkau namun memiliki potensi keuntungan yang cukup baik. Selain itu, keterampilan ini juga dapat menjadi sarana bagi perempuan untuk mengembangkan kreativitas serta meningkatkan produktivitas dalam memanfaatkan waktu luang menjadi kegiatan yang menghasilkan. Kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki fungsi yang sangat penting dalam membina, memberdayakan, dan meningkatkan kualitas perempuan agar mampu menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. DWP tidak hanya berfokus pada kegiatan organisasi semata, tetapi juga hadir sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan diri bagi anggota agar mampu menghadapi tantangan kehidupan sosial dan ekonomi di masa mendatang. Manfaat dari kegiatan seperti ini diharapkan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh anggota maupun masyarakat. Dengan adanya keterampilan tambahan, peserta dapat mengembangkan usaha mandiri, membantu meningkatkan pendapatan keluarga, membuka lapangan usaha kecil, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih produktif dan kreatif. Ke depan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muara Enim berharap kegiatan pelatihan keterampilan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan dengan berbagai tema yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. DWP juga berharap anggota mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, kemudian membagikan pengetahuan tersebut kepada lingkungan sekitar sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Selain meningkatkan keterampilan ekonomi, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan antaranggota, serta menumbuhkan semangat saling mendukung dan bekerja sama dalam membangun organisasi yang solid dan bermanfaat. Dengan semangat kebersamaan dan pemberdayaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muara Enim terus berkomitmen menjadi organisasi perempuan yang aktif, inspiratif, dan mampu mencetak perempuan-perempuan yang kreatif, mandiri, produktif, serta berkontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan semangat hingga akhir kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi serta kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang bermanfaat dan penuh inspirasi tersebut. Kegiatan ditutup oleh Sekretaris DPPPA Kabupaten Muara Enim, Ibu Yanti Wardiya, SKM., MM., yang menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk terus berkarya, mandiri, serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Muara Enim.

../images/kegiatan/118179.jpg
Info Baru

DWP Kota Balikpapan > SKPD BADAN PENGELOLA PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH KOTA BALIKPAPAN

  • Oleh: Sekretariat
  • 24-05-2026

Dharma Wanita BPPDRD melaksanakan kegiatan Tahsin dan Tadabur Qur'an yang dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai kemampuan mengaji masing-masing yang dilaksanakan pada Hari Minggu Jam 09.00 Wita s/d Selesai, Tempat di Kediaman Ibu Ketua, Ibu Hj. Isnawati Idham Jl. Perum Sosial RT. 49 Gg. Krayan 2 Batu Ampar pada tanggal 24 Mei 2026 yang di hadiri/diikuti oleh Pengurus dan Anggota DWP BPPDRD Kota Balikpapan.

../images/kegiatan/118178.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Jombang > DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-05-2026

21 Mei 2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JOMBANG

BIDANG : SEKRETARIS

Program Kerja Sekretariat : Pembinaan Hubungan Keluar

Kegiatan Pembinaan Hubungan Keluar : Kursus

KETERANGAN PROGRAM :

1. Dharma wanita persatuan bidang sekretaris
2. Hari/Tanggal : KAMIS / 21 MEI 2026
3. Waktu : 07.30 - selesai
4. Jumlah Peserta : 47 orang
5. Tempat : Gedung PKK Kabupaten Jombang,
6. Pengisian kegiatan 1 Paket dari DWP Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang, yaitu “Mewujudkan Produk Ramah Lingkungan Melalui Anyaman Pandan” dengan Nara Sumber Ibu Igna Dea Puspita
7. Peserta yang hadir dari Dispendukcapil : Ibu Rini Aris(Wakil Ketua DWP Dispendukcapil Jombang)

Penyampaian Materi dari DWP Kec. Kabuh Kab. Jombang “Mewujudkan Produk Ramah Lingkungan Melalui Anyaman Pandan” dengan Nara Sumber Ibu Igna Dea Puspita

OPTIMALISASI KEARIFAN LOKAL DAERAH MELALUI PEMBERDAYAAN PENGRAJIN DAUN PANDAN

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, tradisi, serta potensi sumber daya alam yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu bentuk kekayaan budaya tersebut adalah kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Kearifan lokal tidak hanya menjadi identitas suatu daerah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola dengan baik. Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih bertahan hingga saat ini adalah kerajinan daun pandan.

Daun pandan merupakan bahan alami yang mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah pesisir dan pedesaan. Selain digunakan sebagai bahan pewangi makanan, daun pandan juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tangan seperti tikar, tas, dompet, sandal, topi, hiasan rumah, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Kerajinan daun pandan memiliki nilai seni tinggi karena dibuat secara manual dengan teknik anyaman tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, di era modern saat ini keberadaan pengrajin daun pandan mulai menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya minat generasi muda, keterbatasan pemasaran, rendahnya inovasi produk, serta persaingan dengan produk pabrikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi kearifan lokal melalui pemberdayaan pengrajin daun pandan agar mampu berkembang dan bersaing di pasar modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang dimiliki.

Pengertian Kearifan Lokal

Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur, pengetahuan, tradisi, dan budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat setempat dan diwariskan secara turun-temurun. Kearifan lokal biasanya berkaitan dengan cara masyarakat memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, menjaga lingkungan, serta mempertahankan identitas budaya daerah.

Dalam konteks kerajinan daun pandan, kearifan lokal terlihat dari:

1. Teknik menganyam tradisional.
2. Pemanfaatan bahan alami ramah lingkungan.
3. Motif dan corak khas daerah.
4. Nilai gotong royong dalam proses produksi.
5. Penggunaan produk yang mendukung gaya hidup sederhana dan berkelanjutan.

Potensi Kerajinan Daun Pandan

Kerajinan daun pandan memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki berbagai keunggulan, antara lain:
1. Bahan Mudah Didapat
Daun pandan tumbuh subur di daerah tropis dan mudah dibudidayakan sehingga bahan baku relatif tersedia.
2. Ramah Lingkungan
Produk kerajinan daun pandan berasal dari bahan alami yang mudah terurai sehingga mendukung konsep ekonomi hijau dan pengurangan limbah plastik.
3. Memiliki Nilai Seni Tinggi
Setiap anyaman dibuat dengan keterampilan tangan sehingga menghasilkan produk unik dan bernilai estetika tinggi.
4. Berpotensi Menjadi Produk Ekspor
Produk anyaman tradisional banyak diminati pasar internasional karena memiliki ciri khas budaya Indonesia.
5. Membuka Lapangan Kerja
Industri kerajinan daun pandan dapat memberdayakan masyarakat lokal, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM.

Tantangan yang Dihadapi Pengrajin Daun Pandan

Walaupun memiliki potensi besar, pengrajin daun pandan masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya:
1. Kurangnya Inovasi Produk
Sebagian pengrajin masih memproduksi barang tradisional dengan model yang kurang mengikuti perkembangan pasar.
2. Keterbatasan Modal
Modal usaha yang kecil menyebabkan produksi dan pemasaran tidak berkembang maksimal.
3. Pemasaran yang Masih Tradisional
Banyak pengrajin hanya menjual produk di pasar lokal dan belum memanfaatkan teknologi digital.
4. Regenerasi Pengrajin Rendah
Generasi muda cenderung kurang tertarik melanjutkan usaha kerajinan tradisional.
5. Persaingan Produk Modern
Produk pabrikan yang lebih murah dan praktis sering menjadi pesaing utama produk anyaman tradisional.

Strategi Optimalisasi Kearifan Lokal Melalui Pemberdayaan Pengrajin Daun Pandan

Agar kerajinan daun pandan dapat berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi daerah, diperlukan berbagai strategi pemberdayaan sebagai berikut:
1. Pelatihan Keterampilan dan Inovasi Produk
Pengrajin perlu diberikan pelatihan mengenai:
- Teknik anyaman modern.
- Desain produk kreatif.
- Pewarnaan alami.
- Pengemasan produk.
- Pembuatan produk sesuai kebutuhan pasar.
Dengan inovasi yang baik, produk daun pandan tidak hanya berupa tikar, tetapi juga dapat menjadi tas fashion, souvenir, tempat tisu, lampu hias, dan dekorasi interior.

2. Pemanfaatan Teknologi Digital

Digitalisasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemasaran produk. Pengrajin dapat memanfaatkan:
- Media sosial.
- Marketplace online.
- Website UMKM.
- Konten promosi digital.
Melalui pemasaran online, produk kerajinan dapat dikenal lebih luas hingga pasar nasional dan internasional.

3. Pembentukan Kelompok Usaha Bersama

Kelompok usaha bersama dapat membantu pengrajin dalam:
- Pengadaan bahan baku.
- Pengelolaan produksi.
- Pelatihan bersama.
- Pemasaran kolektif.
- Penguatan modal usaha.
Dengan kerja sama yang baik, pengrajin menjadi lebih kuat dan mampu meningkatkan daya saing.

4. Dukungan Pemerintah dan Lembaga Pendidikan

Pemerintah memiliki peran penting dalam:
- Memberikan bantuan modal usaha.
- Menyelenggarakan pelatihan UMKM.
- Membantu promosi produk lokal.
- Mengadakan pameran kerajinan daerah.

Sementara itu, sekolah dan perguruan tinggi dapat membantu melalui:
- Program kewirausahaan.
- Pendampingan desain produk.
- Penelitian dan pengembangan kerajinan lokal.

5. Menanamkan Kebanggaan terhadap Produk Lokal

Masyarakat perlu ditanamkan rasa bangga menggunakan produk lokal sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. Jika masyarakat mencintai produk lokal, maka keberlangsungan usaha pengrajin akan lebih terjamin.

Dampak Positif Pemberdayaan Pengrajin Daun Pandan

Apabila pemberdayaan dilakukan secara optimal, maka akan memberikan berbagai dampak positif, antara lain:
1. Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
Pendapatan pengrajin meningkat sehingga kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik.
2. Melestarikan Budaya Daerah
Tradisi menganyam tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
3. Mengurangi Pengangguran
Industri kerajinan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
4. Mendukung Pariwisata Daerah
Produk kerajinan khas dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan ekonomi kreatif.
5. Mendorong Ekonomi Kreatif
Kerajinan daun pandan dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional.

Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Kerajinan Daun Pandan

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kerajinan lokal. Bentuk peran tersebut antara lain:
1. Belajar keterampilan menganyam.
2. Membantu promosi melalui media sosial.
3. Mengembangkan desain modern.
4. Membuka usaha kreatif berbasis budaya lokal.
5. Mengikuti pelatihan kewirausahaan.
Dengan keterlibatan generasi muda, kerajinan daun pandan dapat berkembang lebih modern tanpa kehilangan nilai tradisionalnya

Kesimpulan

Optimalisasi kearifan lokal melalui pemberdayaan pengrajin daun pandan merupakan langkah penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerajinan daun pandan memiliki potensi besar karena berbahan alami, bernilai seni tinggi, ramah lingkungan, dan memiliki peluang pasar yang luas.

Namun, untuk menghadapi tantangan modernisasi diperlukan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan generasi muda. Melalui pelatihan, inovasi produk, digitalisasi pemasaran, serta penguatan kerja sama antar pengrajin, kerajinan daun pandan dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan demikian, pemberdayaan pengrajin daun pandan bukan hanya sekadar meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam melestarikan identitas budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia.

Pembuat laporan Ny. Nur Hasan Sekretaris DWP Dispenduk capil Kab. Jombang

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID