Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DWP SETWAN) Kabupaten Sukabumi, Ny. Hasanah Wawan (Ketua DWP) dan Ny Kakay Yudi (Ketua Bid. Sosial Budaya) telah mengikuti Kegiatan Pengajian Majlis Taklim Mubarakah Pendopo Sukabumi yang diisi dengan Istighosah. Narasumber Ustadz. Suhendi Rabu, 23 September 2026 Pukul : 08.30 s/d selesai Tempat : Mushola Pendopo Sukabumi Pelaksana : TP. PKK Kab. Sukabumi bekerjasama dengan DWP Kab. Sukabumi. Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan doa istighosah. Kegiatan ini bertujuan untuk memohon pertolongan, keselamatan, dan keberkahan kepada Allah SWT, serta mempererat ukhuwah islamiyah antar anggota DWP. Kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar hingga selesai.
Pertemuan rutin bulanan Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Empat Lawang pada hari Rabu Tanggal 23 September 2026 lokasi kegiatan Ruang Rapat Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Empat Lawang, bersama penasehat Dharma Wanita Persatuan Unit DPUPR Bpk Kepala Dinas PUPR Ir. Eko Purwanto, ST., MM dan Ibu Ketua DWP Unit DPUPR Ny. Siska Eko bersama ibu-ibu DW dan seluruh staf DPUPR dalam rangka agar selalu terjalin dan terjaga silahturahmi kekeluargaan besar DPUPR, selalu kompak dalam.menjalankan setiap tugas dan kegiatan masing-masing sekaligus mrlaksanakan acara/program yang menujang kegiat DWP Unit DPUPR. Semoga dengan pertemuan ini selalu saling suport untuk kemajuan serta terlaksananya kegiatan masing-masing
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka Ibu Neny Dwiana Syamsul menghadiri kegiatan Seminar yang diselenggarakan DWP Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tema Peningkatan Kapasitas Organisasi Perempuan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 pada hari Kamis 3 September 2026 Pukul 08.00 – 17.30 wita di Hotel Sahid Azizah Kendari. Acara turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Penasehat DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua DWP Unsur Pelaksana Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua DWP Kabupaten/ Kota Se-Sulawesi Tenggara Bersama 5 orang anggota serta undangan lainnya. DWP Kabupaten Kolaka yang mengikuti kegiatan seminar yaitu Ketua DWP Kabupaten Kolaka Ibu Sitti Nurhaeni Akbar, Wakil Ketua I Ibu Rismawati Mirdan, Sekretaris Ibu Neny Dwiana Syamsul, Ketua Bidang Pendidikan Ibu Hj. Ramlah Agussalim, Anggota bidang Sosial Budaya Ibu Endang Juniarty Marsukat. Adapun roundown acara Seminar Peningkatan Kapasitas Organisasi Perempuan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 sebagai berikut : Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 – 08.00 wita registrasi peserta dan menerima pembagian Seminar Kit dan Snack Box. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC Ibu Muliarni Al Baasir. Peserta dan undangan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP dipimpin oleh dirigen Ibu Peni Legina Umiati Asikin. Sebagai wujud syukur atas terlaksananya acara pada hari ini pembacaan doa Ibu Ifftah Insyirah Parinringi Acara dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia Ibu Sri Wahyuni Andi Khaeruni. Sambutan diawali oleh Ketua DWP Prov. Sultra Ibu Norma Azazi Fadlansyah, beliau menyampaikan melalui seminar hari ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mampu mengambil peran positif dalam keluarga dan pembangunan daerah. Kita menyadari bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam suatu generasi yang berkualitas, peran kita sebagai ibu, istri dan anggota masyarakat membutuhkan wawasan yang luas, kemampuan beradaptasi serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Saya berharap melalui seminar ini kita tidak hanya mendapatkan ilmu baru tetapi juga mendapatkan solusi, motivasi dan semangat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, organisasi dan masyarakat. Saya juga mengajak semua pengurus dan anggota DWP untuk terus membangun kebersamaan, kolaborasi dan kepedulian, mari kita jadikan DWP sebagai organisasi yang semakin aktif, memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan Masyarakat serta mampu mengambil peran dalam mendukung program pemerintah. ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara seminar pada hari ini, beliau mengharapkan Sambutan Ketua Penasehat DWP Prov. Sultra Ibu Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, beliau menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas perempuan tidak dapat dipisahkan dari penguatan organisasi. Menurutnya, perempuan membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi, serta kepercayaan diri untuk menghadapi dinamika dan perubahan yang terus berkembang. Terdapat tiga agenda penting yang perlu diperkuat, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola organisasi, serta sinergi dan kebersamaan, Tantangan Perempuan tidak hanya berkaitan dengan persoalan pribadi, tetapi juga berhubungan dengan ketahanan keluarga, kualitas organisasi, dan kontribusi dalam pembangunan. Karena itu, sinergi antara DWP Provinsi, DWP Kabupaten dan Kota, DWP instansi vertikal, organisasi perempuan, serta berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat. Beliau berharap seminar tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga menghasilkan penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan program kerja organisasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perempuan agar semakin berdaya dalam membangun keluarga, organisasi, dan masyarakat. acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Pada jam 09.30 Wita Pembawa acara mengundang Moderator Ibu Wa Ode Marlana Thalib, yan memandu acara sesi 1 Materi dengan judul Waras Mengasuh di Era Digital oleh Ibu Nurhaeni Haeba, S.Psi, M.Si merupakan akademisi, psikolog, dan pejabat publik yang aktif di bidang pendidikan serta pelayanan anak berkebutuhan khusus di Sulawesi Tenggara. Beliau menyampaikan beberapa hal antara lain Mengapa pengasuhan di zaman sekarang terasa semakin berat, dulu nasehat pengasuhan datang dari keluarga dan lingkungan, kini ibu menerima ribuan standar dari layar setiap hari tentang konten parenting, perbandingan social, ekspektasi diri, takut tertinggal.Kita tidak harus membandingkan kehidupan kita dengan potongan kehidupan orang lain. Apa itu Mom-Guilt? Adalah rasa tidak cukup baik sebagai ibu hal ini sering muncul Ketika kenyataan tidak sama dengan standar ideal di kepala. Rasa bersalah sering sekali berputar dalam lingkaran yang sama standar tinggi ingin semua berjalan ideal, berusaha melakukan semuanya, kelelahan, merasa bersalah, berjanji lebih sempurna. Anak tidak membutuhkan ibu yang tidak pernah salah, anak membutuhkan hubungan yang cukup aman dan orang tua yang mau memperbaiki ketika terjadi kesalahan. Pembahasan materi yang dilanjutkan dengan tanya jawab berakhir pada pukul 12.00 wita. Pada jam 12.00 -14.00 wita acara ishoma Pada pukul 14.00 wita materi kedua dengan judul Harmony Jiwa Perempuan Modern: Strategi Istri mengelola stress di tengah tantangan zaman oleh ibu dr. Aisah Dahlan, CM.NLP.,CCHt.,Cl. adalah seorang dokter, praktisi neuroparenting skill, hipnoterapis, dan konsultan penanggulangan narkoba. Beliau mengulas pentingnya kemampuan perempuan mengenali dan mengelola stres, menjaga keseimbangan diri, serta menghadapi berbagai tuntutan kehidupan rumah tangga dan tantangan era modern. Kemampuan mengelola diri dinilai turut memengaruhi kualitas kehidupan keluarga, peran dalam organisasi, dan kontribusi perempuan di masyarakat Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata Ketua Penasehat DWP Prov. Sultra Ibu Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka kepada narasumber dan sesi foto Bersama Acara ditutup oleh MC Ibu Muliarni Al Baasir Acara yang diselenggarakan pada hari ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan, kapasitas dan peran anggota Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung keluarga serta Pembangunan daerah.
Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Provinsi Banten Tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DWP BPKAD) Provinsi Banten turut berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan “Kreasi Dessert Kekinian: Eclair dan Variasinya” yang diselenggarakan oleh Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Provinsi Banten. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.45 WIB, bertempat di Ruang Aula Lantai 2 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Jalan Syech Nawawi Al Bantani, KP3B Palima-Serang . Kegiatan diikuti oleh 32 peserta yang merupakan perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari berbagai unsur pelaksana OPD Pemerintah Provinsi Banten, serta dihadiri oleh Pengurus Dharma Wanita Persatuan Provinsi Banten, termasuk Pengurus Bidang Ekonomi selaku penyelenggara kegiatan dan pengurus lainnya. Dari DWP BPKAD Provinsi Banten, kegiatan dihadiri oleh Ny. Dessy Mahdani selaku Ketua DWP BPKAD Provinsi Banten sekaligus Wakil Ketua II Pengurus DWP Provinsi Banten, serta Ny. Endang Sri Nurdin selaku Anggota Bidang Ekonomi DWP BPKAD Provinsi Banten sebagai perwakilan peserta. Kehadiran tersebut merupakan bentuk partisipasi dan dukungan DWP BPKAD Provinsi Banten terhadap pelaksanaan program kerja DWP Provinsi Banten, sekaligus menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota DWP. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, pembukaan, laporan Ketua Penyelenggara, serta sambutan dari perwakilan DP3AKKB Provinsi Banten. Selanjutnya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Banten, Ny. Mirra Deden Apriandhi, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Kewirausahaan “Kreasi Dessert Kekinian: Eclair dan Variasinya”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan anggota Dharma Wanita Persatuan, khususnya dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan potensi ekonomi keluarga. Pelatihan menghadirkan Victor Nurtjahja (CDP Pastry) dari Horison Ultima Ratu Serang sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mengenai kreasi dessert kekinian, khususnya eclair dan berbagai variasinya. Dalam penyampaian materi, peserta juga diberikan resep Pate a Choux sebagai dasar pembuatan eclair, disertai penjelasan mengenai bahan dan takaran yang digunakan, teknik pengolahan, tahapan pembuatan adonan, pembentukan adonan, hingga proses pemanggangan. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat memahami proses pembuatan dessert secara lebih praktis dan aplikatif Setelah penyampaian materi dan penjelasan resep, peserta mengikuti praktik langsung membuat Pate a Choux. Peserta mempraktikkan tahapan pembuatan mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan adonan, pembentukan, hingga pemanggangan. Hasil dari Pate a Choux tersebut kemudian dikembangkan menjadi kreasi eclair dengan berbagai bentuk dan tampilan yang menarik. Kegiatan praktik memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengolah bahan hingga menghasilkan produk dessert yang dapat dikembangkan menjadi berbagai variasi. Selanjutnya, mengikuti kegiatan menghias dan mengkreasikan kue secara berkelompok yang sekaligus dikemas dalam bentuk lomba menghias kue. Melalui kegiatan tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan kreativitas, ide, dan keterampilan dalam menghasilkan tampilan kue yang menarik serta memiliki nilai estetika. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kerja sama, kekompakan, komunikasi, dan semangat kebersamaan antaranggota dalam menyelesaikan tugas kelompok. Dalam lomba menghias kue tersebut, DWP BPKAD Provinsi Banten turut berpartisipasi dengan mengikutsertakan salah satu kelompok. Dengan kreativitas, kekompakan, kerja sama, dan semangat yang ditunjukkan oleh anggota kelompok, kelompok DWP BPKAD Provinsi Banten berhasil meraih Juara 1 dalam lomba menghias kue. Prestasi tersebut menjadi suatu kebanggaan bagi DWP BPKAD Provinsi Banten sekaligus menjadi salah satu capaian positif dari keikutsertaan dalam kegiatan. Keberhasilan tersebut juga menjadi pengalaman berharga bagi anggota untuk terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam bidang kuliner. Setelah kegiatan praktik dan lomba menghias kue, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Peserta diberikan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mengenai pembuatan Pate a Choux, teknik pembuatan dan penyajian eclair, berbagai variasi dessert, teknik menghias kue, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghasilkan produk yang menarik dan berkualitas. Sesi diskusi dan tanya jawab juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut berdasarkan pengalaman dan hasil praktik yang telah dilakukan. Melalui kegiatan ini, DWP BPKAD Provinsi Banten memperoleh tambahan pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktik, kreativitas, dan wawasan kewirausahaan. Keterampilan yang diperoleh mulai dari pembuatan Pate a Choux hingga menghias dan mengkreasikan eclair diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari maupun menjadi salah satu peluang usaha yang dapat mendukung pemberdayaan dan peningkatan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam meningkatkan kerja sama, kekompakan, rasa percaya diri, dan partisipasi aktif anggota DWP. Secara keseluruhan, kegiatan Pelatihan Kewirausahaan “Kreasi Dessert Kekinian: Eclair dan Variasinya” berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. DWP BPKAD Provinsi Banten menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anggota untuk belajar, mempraktikkan keterampilan, mengembangkan kreativitas, serta membangun kebersamaan dengan anggota DWP dari berbagai unsur pelaksana OPD Pemerintah Provinsi Banten. Perolehan Juara 1 dalam lomba menghias kue oleh salah satu kelompok DWP BPKAD Provinsi Banten menjadi salah satu momen yang membanggakan dan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus aktif, kreatif, kompak, serta berpartisipasi dalam berbagai program dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan di masa mendatang. #DWPBerdaya
DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) BADAN PENGELOLAAN ASET DAERAH (BPAD) PROVINSI DKI JAKARTA 1. Judul Acara : Tahsin Online 2. Tema : Surat Al ikhlas 3. Tanggal : 23 September 2026 4. Jam : 13.00 - 14.30 5. Tempat : 6. jumlah peserta : 55 orang 7. Ibu Ina Ayub & Ibu Dian Wahyudi Pelaksanaan Kegiatan ……. Tahsin online dengan Ustadzah Hakimah Aminulloh. Lc Hasil Kegiatan ....... Membaca surat Al ikhlas yang benar di bimbing oleh ustadzah Surat Al ikhlas Yang terdiri dari 4 ayat. Ayat ini tentang akidah / tauhid = keyakinan kita 1. Sesungguhnya Allah itu Esa / Tunggal 2. Kita memunta hanya kepada Allah sang pencipta 3. Allah tidak dilahirkan dan tidak melahirkan, Allah ada dengan sendirinya 4. Bahwa Allah yang maha tinggi kedudukannya Penutup ...... pembacaan surat Kafaratul majelis Laporan ereporting ini diinput oleh Ade Tb. Agus jabatan : wakil ketua bidang ekonomi
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Nakertrans Kabupaten Kolaka Ny.Atri Aci Ilham,SE., mengikuti Kegiatan Bimbingan Teknis Srikandi Tangguh Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan DWP Pusat secara daring melalui zoom meeting. Acara dilaksanakan pada hari Jumat 4 September 2026 pukul 09.30 Wita. Di aula command center kabupaten kolaka. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan kesiapsiagaan anggotanya dalam menghadapi serta memitigasi risiko bencana secara mandiri. Acara turut dihadiri oleh Ketua Umum DWP Pusat Ibu Ida Budi Gunadi Sadikin, Pengurus DWP Instansi Pemerintah Pusat, Ketua DWP Provinsi/ Kabupaten/ Kota bersama anggota. Acara di awali dengan Pembukaan oleh MC Ibu Elly Sun Suripto dilanjutkan dengan Menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars DWP dipimpin oleh Ibu Puri Sebagai wujud Syukur atas terlaksananya kegiatan hari ini acara dilanjutkan dengan Pembacaan Doa oleh Ibu Lilis Kheriawan, laporan Ketua Panitia oleh Wakil Ketua BNPB Ibu Venni Rustian, Sambutan Ketua DWP BNPB Ibu Uke Suharyanto dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Umum DWP Pusat Ibu Ida Budi Gunadi Sadikin menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pada hari ini serta sumbangsih dari DWP seluruh Indonesia pada bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, beliau mengharapkan para peserta menyimak dengan baik materi yang sangat bermanfaat dan BNPB dapat membuat buku saku tanggap bencana yang menjadi panduan bagi rumah tangga. Sambutan Penasehat DWP BNPB yang disampaikan oleh Sekretaris Umum BNPB Dr. Rustian, S.Si.,Apt., M.Kes seklaigus membuka acara pada hari ini. Acara dilanjutkan penyampaian materi dipandu oleh moderator Ibu Yeni Purwitasari Narasumber pada kegiatan ini yaitu Materi 1 Keluarga Siaga Bencana oleh Bapak Berton Suar Pelita Panjaitan, SKM, MHM,PhD beliau menjabat sebagai Direktur Peringatan Dini BNPB, beliau menyampaikan alam situasi darurat, perempuan dan ibu rumah tangga memiliki peran paling krusial sebagai garda terdepan pelindung keluarga. Ibu sebagai Edukator Pertama membentuk budaya sadar bencana di lingkungan rumah tangga sejak dini, Manajer Keselamatan menyiapkan dokumen penting, tas siaga, dan skenario penyelamatan, Fakta Pembelajaran Hanshin Awaji korban selamat berkat kemampuan diri sendiri dan bantuan keluarga terdekat, Penggerak Komunitas menjadi agen perubahan bagi lingkungan RT/RW sekitar. Tiga Prinsip Keluarga Siaga TENANG Kendalikan panik dalam 60 detik pertama. Pikiran yang tenang memungkinkan pengambilan keputusan tepat demi keselamatan seluruh anggota keluarga. TAHU Pahami jenis ancaman bencana spesifik sekitar rumah, pahami jalur evakuasi, dan kenali bahaya sekunder seperti listrik atau gas.TINDAKAN Buat SOP keluarga, siapkan Tas Siaga 72 Jam di tempat mudah dijangkau, serta lakukan simulasi latihan rutin minimal 6 bulan sekali. Materi 2 Perempuan Sebagai Agen Perubahan Membantu Ketahanan Bencana, Peran Strategis Perempuan dalam Pencegahan, Kesiapsiagaan, Respons dan Pemuihan Bencana yang inklusif dan Berkeadilan Gender oleh Ibu Desy Andriani, beliau menjabat sebagai Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak beliau menyampaikan bahwa pada situasi bencana, Perempuan menjadi korban utama bukan karena lemah secara fisik, melainkan karena insting pengasuhan Kembali ke rumah mencari anak, tanpa kesiapsiagaan terstruktur, insting melindungi justru menjadi Risiko fatal. Perempuan Adalah guru siaga bencana pertama dirumah, dan rumah Adalah sekolah pertama untuk menyelamatkan nyawa. Ditangan Perempuan yang berdaya, mitigasi bencana bukan sekedar teori bertahan hidup, melainkan budaya sadar yang melindungi keluarga dari rasa takut. Materi 3 Peran Ibu Dalam Kesiapsiagaan dan Pertolongan Pertama Bagi Keluarga Saat Terjadi Bencana oleh Dr. Fitriana Suprapti, Ma Nursing Beliau menyampaikan antara lain Mengapa Peran Ibu Sangat Krusial, Ibu sebagai Manajer Utama Rumah Tangga: Memahami logistik rumah dan dokumen penting, Pelindung Pertama Anak Keberadaan ibu saat mendampingi anak, Pengambil Keputusan Medis Menentukan kecepatan penanganan luka awal. Pada kasus kejadian darurat ataupun kecelakaan Untuk penyelamatan nyawa dan meminimalkan kecacatanLangkah awal Amati dan waspadai kondisi lingkungan; ketahui penyebab kecelakaan, Pastikan keselamatan diri dan orang sekitar agar tidak menambah korban, Keamanan bagi penolong, korban dan lingkungan, pastikan korban sadar atau tidak, berikan bantuan hidup dasar. Penyampaian materi juga dilanjutkan dengan praktik siaga bencana. Setelah penyampaian oleh pemateri, moderator membuka sesi pertanyaan baik secara luring maupun daring. Melalui kegiatan ini, anggota DWP diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang peduli pada bencana dan tergerak menyebarluaskan informasi positif ini ke masyarakat luas. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup oleh MC dan berjalan dengan tertib, lancar, serta penuh keakraban diakhiri dengan foto bersama.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulang Bawang Barat beserta Jajaran mengunjungi anggota DWP yang sedang terkena musibah sakit terbaring dirumah sakit
Pada hari ini, Rabu, 23 September 2026 bertempat di aula Dinas Kesehatan Kab. Timor Tengah Selatan, diadakan pertemuan rutin UP-DWP Dinas Kesehatan yang di pimpin oleh ketua UP-DWP Dinkes Ny. Agnes Baunsele/Ndaparoka, Kegiatan yang dimulai tepat jam 15.00 WITA dihadiri Badan Pengurus dan anggota yang berjumlah 17 orang. Dalam agenda rapat hari ini membahas program kerja yang yang sedang berjalan, juga membahas tentang struktur organisasi dan data anggota yang perlu diperbarui sesuai penambahan anggota yang baru. Kegiatan juga di isi dari Sekretariat tentang sosialisasi E-Reporting.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Ny. Hj. Siti Zabidah Muhidin Arifin, bersama seluruh pengurus dan anggota, dengan penuh antusias telah sukses melaksanakan kegiatan Pertemuan Rutin yang bertempat di Halaman Tengah Kemenag Kota Palangka Raya pada Rabu, 23 September 2026 pukul 13.30 WIB. Berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, kegiatan ini diisi dengan agenda peningkatan keterampilan berupa praktik membuat Bubur Manado bersama, yang sekaligus menjadi wadah efektif untuk mempererat tali silaturahmi serta kekompakan antaranggota.
Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Banten menggelar Pelatihan Kewirausahaan bertajuk "Kreasi Dessert Kekinian : Eclair dan Variasinya" bersama Chef Victor - Horison Ultima Ratu Serang di Ruang Aula Lantai 2 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Rabu (23/9/2026). Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Provinsi Banten, Ny. Mirra Deden Apriandhi. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DWP Sekretariat DPRD Banten sekaligus Anggota Bidang Ekonomi DWP Provinsi Banten Ny. Susan Subhan, perwakilan DWP Sekretariat DPRD Banten Ny. Novi, beserta jajaran pengurus DWP Provinsi Banten. Hadir pula Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Drs. Iwan Ardiansyah Sentono, A.P., Sekretaris DP3AKKB Ir. Erminawarti, M.Si., Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga DP3AKKB Endang Purwatiningsih, S.Pd., M.Pd., serta Narasumber Victor Nurtjahja (CDP Pastry) Horison Ultima Ratu Serang. Dalam laporan pelaksanaannya, Ketua Bidang Ekonomi DWP Provinsi Banten sekaligus Ketua Panitia, Ny. Ari Suska, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk membekali anggota dengan keterampilan praktis di bidang kuliner. "Tujuan dilaksanakannya pelatihan kewirausahaan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan anggota DWP unsur pelaksana di lingkungan Pemprov Banten dalam mengelola dessert kekinian, khususnya eclair, sehingga mampu menciptakan produk berkualitas, bernilai jual, dan berdaya saing di pasaran," ujar Ny. Ari Suska. Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Banten, Ny. Mirra Deden Apriandhi, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor kuliner di era sekarang menawarkan peluang bisnis yang sangat menjanjikan dengan modal yang dapat dimulai dari dapur rumah tangga. "Di era sekarang, usaha kuliner menjadi salah satu peluang yang paling menjanjikan. Modalnya bisa dari dapur sendiri, tetapi hasilnya bisa luar biasa," ujar Mirra Deden. Ia menambahkan, pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu menambah keterampilan baru, membuka peluang usaha rumahan, membantu menciptakan usaha kreatif mandiri dan mewujudkan perempuan berdaya mendorong anggota Dharma Wanita agar tidak hanya handal dalam mendampingi suami, tetapi juga mandiri, kreatif, dan berdaya secara ekonomi. Dalam kesempatannya, Kepala DP3AKKB Banten, Drs. Iwan Ardiansyah Sentono, A.P., berharap pelatihan ini mampu memberikan wawasan baru dan kemandirian bagi para anggota DWP. "Semoga kegiatan ini memberikan perspektif berbeda. Yang tadinya kita membeli eclair di toko, siapa tahu kalau ada waktu senggang bisa membuat sendiri di rumah untuk keluarga," ungkap Iwan. Pelatihan kewirausahaan ini menghadirkan narasumber Victor Nurtjahja (CDP Pastry) dari Horison Ultima Ratu Serang. Dalam pemaparannya, Chef Victor memperagakan langsung demo pembuatan adonan dasar eclair/kue sus (pâte à choux) pemilihan bahan dan kombinasi alternatif, teknik pengolahan adonan, hingga cara mendekorasi serta menyajikan (plating) eclair yang menarik. Selain demo pembuatan eclair dan sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan lomba mendekorasi eclair antarpeserta dan diakhiri dengan pengumuman serta penyerahan hadiah bagi hasil kreasi dekorasi terbaik. Keikutsertaan DWP Sekretariat DPRD Banten dalam pelatihan ini merupakan bentuk komitmen nyata untuk meningkatkan kapasitas anggota melalui pembekalan teknik pengolahan dessert kekinian, sekaligus menyerap ilmu yang dapat diimplementasikan menjadi produk kuliner rumahan bernilai jual tinggi demi terciptanya peluang usaha mandiri yang berdaya saing. Melalui pelatihan ini, DWP Sekretariat DPRD Banten berharap seluruh anggota dan peserta tidak hanya memperoleh keahlian praktis di bidang kuliner, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam menghasilkan produk kuliner bernilai ekonomi tinggi demi mendukung kemandirian dan pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.