Melalui kegiatan pembinaan masyarakat, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Puspahiang pada Bidang Sosial Budaya turut berperan aktif dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada warga untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan harmonis. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan pemberdayaan warga di tingkat desa Luyubakti Kecamatan Puspahiang
Pertemuan Dharma wanita kota Probolinggo pada tanggal 10 Juni 2026 pukul 08.30 wib bertempat di aula lantai II Dinas Perhubungan Kota Probolinggo sambutan dr ibu ketua dharma wanita kota probolinggo Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang kami hormati para pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, Serta para hadirin yang berbahagia.Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul kembali dalam suasana sehat dan penuh kekeluargaan pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan hari ini.Pada pertemuan kali ini, kita mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yaitu “Pemahaman Rambu Lalu Lintas untuk Keselamatan Keluarga”.Ibu-ibu yang kami hormati, Sebagai ibu dan anggota keluarga, kita memiliki peran penting dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas di lingkungan keluarga. Seringkali kecelakaan terjadi bukan karena jalan yang rusak, tetapi karena kurangnya pemahaman terhadap rambu-rambu lalu lintas. Rambu lalu lintas bukan sekadar papan di pinggir jalan. Ia adalah bahasa bersama yang diciptakan untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kelancaran perjalanan kita semua.Melalui pertemuan ini, kita berharap dapat meningkatkan pemahaman bersama mengenai:Makna dan jenis rambu lalu lintas – rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, dan rambu petunjuk.Pentingnya mematuhi rambu sebagai bentuk tanggung jawab diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya.Peran ibu dalam mengedukasi anak dan keluarga agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sejak dini.Semoga materi dan diskusi yang akan kita laksanakan hari ini dapat menambah wawasan, serta menjadi bekal bagi kita semua untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.Akhir kata, mari kita jadikan pertemuan ini sebagai ajang silaturahmi, berbagi pengetahuan, dan memperkuat peran kita sebagai perempuan yang peduli terhadap keselamatan keluarga dan masyarakat.Selamat mengikuti pertemuan. Semoga bermanfaat.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
DHARMA WANITA PERSATUAN UNSUR PELAKSANA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURAKARTA II Sekret, Rapat , Pengurus mengadakan rapat pengurus dan penyelenggara kegiatan bulan juni dan juli 2026 meliputi Kebaktian , Pengajian dan Rapat Kerja , pada hari : jumat , tanggal : 5 juni 2026 , jam 13.00 Wib sampai selesai, tempat Ruang Merah putih lt.3 Kantor Dinas Pendidikan Kota Surakarta . Penyelenggara Kegiatan Pengurus DWP UP Dinas Pendidikan.
Laporan Kegiatan Pemberian Bahan Makan Tambahan Untuk Anak Beresiko Stunting pada Kelurahan Cakranegara Selatan Baru oleh DWP BRIDA Kota Mataram I. Waktu dan Tempat a. Hari/Tanggal : Jum’at/ 05 Juni 2026 b. Waktu : 09.00 – 11.00 WITA c. Tempat : Kantor Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Jalan Ranget No. 7, Cakranegara Selatan II. Rangkaian Kegiatan Susunan acara: 1. Pembukaan 2. Sambutan 3. Sesi Diskusi 4. Pemberian Bahan Makanan Tambahan 5. Penutupan 6. Dokumentasi III. Peserta Kegiatan Kegiatan ini diikuti oleh pengurus DWP BRIDA Kota Mataram, sebanyak 11 pengurus yang turut hadir ke lokasi. Termasuk Sekretaris DWP BRIDA Kota Mataram, Ibu Eliyah Rosida, Bendahara DWP BRIDA yaitu Ibu Nurul Hasni dan Ibu Sufie Haswinda, Ketua Bidang Sosial Budaya yaitu Ny. Baiq LidyaAnggraeni CP beserta anggota, Ketua Bidang Pendidikan yaitu Ny. Intan Monica Karmin beserta anggota. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi bersama dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan anak dan pencegahan stunting secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat. IV. Pendahuluan Berdasarkan data Pemerintah Kota Mataram tahun 2025, prevalensi stunting di Kota Mataram tercatat sebesar 6,57 % atau sekitar 1.100 anak dan menjadi angka terendah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Capaian tersebut menunjukkan adanya tren penurunan yang cukup signifikan sebagai hasil sinergi berbagai pihak dalam upaya percepatan penanganan stunting. Meskipun demikian, upaya pencegahan dan penanganan stunting masih perlu terus diperkuat hingga pada tingkat lingkungan terkecil, termasuk di wilayah Kelurahan Cakranegara Selatan Baru. Berdasarkan data pendampingan wilayah tahun 2026, tercatat sebanyak 29 anak berada dalam kategori beresiko stunting. Namun demikian, kondisi tersebut menunjukkan perkembangan positif apabila dibandingkan dengan tahun 2025, di mana sebanyak 3 anak telah dinyatakan lolos dan berhasil keluar dari kategori beresiko stunting setelah mendapatkan pendampingan dan intervensi gizi secara bertahap. Data tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting memerlukan intervensi berkelanjutan, tidak hanya melalui pemberian asupan gizi tambahan, tetapi juga melalui peningkatan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan nutrisi seimbang, sanitasi lingkungan yang bersih, serta pengawasan tumbuh kembang anak sejak periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Oleh sebab itu, keterlibatan organisasi perempuan, pemerintah kelurahan, kader kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung penurunan jumlah anak beresiko stunting secara berkesinambungan. V. Tujuan Kegiatan Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut: a. Memberikan dukungan pemenuhan gizi tambahan kepada anak beresiko stunting guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. b. Meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. c. Mengedukasi masyarakat terkait dampak malnutrisi kronis, infeksi berulang, dan sanitasi lingkungan yang kurang bersih terhadap tumbuh kembang anak. d. Mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting melalui intervensi berbasis keluarga dan masyarakat. e. Memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. VI. Uraian Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Lurah Kelurahan Cakranegara Selatan Baru H. Saptono, S.SE. yang menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan BRIDA Kota Mataram atas kepedulian dan kontribusinya dalam mendukung program penurunan stunting di wilayah kelurahan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat melalui penguatan edukasi keluarga, peningkatan kualitas sanitasi lingkungan, serta pemenuhan kebutuhan gizi anak secara berkesinambungan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Ketua Dharma Wanita Persatuan BRIDA Kota Mataram, yaitu Ny. Haswinda Sufie, yang hadir mewakili Ketua DWP BRIDA Kota Mataram Ny. Fatma Suwandiasa karena berhalangan hadir. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemberian makanan bergizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola hidup sehat, kualitas lingkungan tempat tinggal, serta perhatian keluarga terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini. Beliau juga menegaskan bahwa gangguan pertumbuhan pada anak dapat berdampak terhadap perkembangan kecerdasan, kesehatan, serta kemampuan kognitif apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Oleh sebab itu, diperlukan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan nutrisi yang memadai sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan awal. Sesi diskusi berlangsung interaktif antara pengurus Dharma Wanita Persatuan BRIDA Kota Mataram, pihak kelurahan, kader kesehatan, serta orang tua peserta terkait berbagai kendala penanganan anak beresiko stunting. Dalam forum tersebut, pihak Kelurahan Cakranegara Selatan Baru menyampaikan harapan agar DWP BRIDA Kota Mataram bersedia menjadi ibu asuh bagi anak-anak beresiko stunting di wilayah tersebut sebagai bentuk dukungan pendampingan dan kepedulian berkelanjutan. Menanggapi hal tersebut, DWP BRIDA Kota Mataram menyatakan kesiapan untuk mendukung program tersebut melalui koordinasi dan pendampingan secara bertahap bersama pihak terkait. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian bahan makanan tambahan kepada seluruh peserta sasaran sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas asupan gizi anak sehingga mampu menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan yang optimal. Setelah penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi pelaksanaan kegiatan dan simbol kebersamaan antara pengurus DWP, pemerintah kelurahan, kader kesehatan, serta masyarakat. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh antusiasme hingga kegiatan resmi ditutup. VII. Penutup Pelaksanaan kegiatan Pemberian Bahan Makanan Tambahan Anak Beresiko Stunting oleh Dharma Wanita Persatuan BRIDA Kota Mataram berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui pendekatan pemenuhan gizi, edukasi keluarga, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan anak sejak dini. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, organisasi perempuan, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, mendukung pertumbuhan anak secara optimal, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
Rabu, 10 Juni 2026. Ketua DWP Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Tenggara menghadiri pertemuan rutin DWP Provinsi Sulawesi Tenggara bertempat di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tenggara. Tema kegiatan pertemuan rutin yaitu Kokohkan Ketahanan Keluarga, Cegah Radikalisme Sejak Dini oleh Dr. Hj. Andi Intang Dulung M.HI. Pelaksanaan acara : * Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya * Menyanyikan Himne Dharma Wanita Persatuan * Doa bersama * Sambutan Ketua DWP Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tenggara Ny. Rezky Olivia W. Andrian * Sambutan Penasehar DWP Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tenggara Bapak Andrian * Sambutan Pejabat Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara Ny. Norma Azazi Fadlansyah * Materi tentang Ketahanan Keluarga Dalam Mencegah Paham Esktrim oleh Dr. Hj. Andi Intang Dulung M.HI., yang merupakan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tenggara. Perang yang dihadapi saat ini adalah teknologi seperti penggunaan handphone (HP). Saat ini semua orang membutuhkan HP yang penggunaannya harus benar. Beberapa kasus yang melibatkan perempuan dan anak dalam tindakan-tindakan ekstrim. Memiliki paham ekstrim mempengaruhi tindakan mereka seperti meledakan bom atau tindakan ekstrim lain dengan pemahaman melakulan tindakan itu akan membuat mereka masuk surga. Ibu memiliki peran sebagai pencegah dan ibu sebagai yang terlibat. Ibu hendaknya jangan mencoba terlibat dalam berbagai pemahaman-pemahaman ekstrim yang masif beredar di masyarakat. Penyebab anak terpapar radikalime karena kurang perhatian, kerap mendapat bullying sehingga melakulan hal-hal yang dapat menumbuhkan keberaniannya. Cara pencegahan menciptakan majelis kecil dalam rumah untuk saling mengingatkan, saling bertukar pikiran, saling membantu dan mendukung. Keluarga benteng utama dalam pencegahan radikalisme dan paham ekstrim. * Tanggapan peserta atas materi narasumber yaitu dari DWP Dinas Capil, DWP Inspektorat, DWP Badan Kesbangpol. * Menyanyikan Mars DWP. * Foto bersama. Acara berlangsung dari jam 09.00 - 11.30 wita.
SOSIALISASI DAN SINKRONISASI PROGRAM KERJA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) PUSAT, DWP PROV. NTB, DAN DWP KAB/KOTA SE-NTB I. Waktu dan Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Sinkronisasi Program Kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat, DWP Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan DWP Kabupaten/Kota se-NTB dilaksanakan pada: a. Hari/Tanggal : Rabu, 3 Juni 2026 b. Waktu : 08.00 – 11.00 WITA c. Tempat : Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram d. Metode : Hybrid (luring dan virtual melalui Zoom Meeting) II. Susunan Acara a. Pembukaan; b. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan; c. Sambutan Ketua DWP Kota Mataram; d. Sosialisasi dan pemaparan arah kebijakan organisasi oleh DWP Provinsi NTB; e. Penyampaian program prioritas Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi, serta Bidang Sosial dan Budaya; f. Diskusi dan sinkronisasi program; g. Penyampaian rekomendasi tindak lanjut. h. Dokumentasi dan penutupan. III. Pendahuluan Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi perempuan mitra strategis pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, penguatan ketahanan keluarga, serta pemberdayaan masyarakat. Dalam rangka memastikan keselarasan arah gerak organisasi di seluruh tingkatan kepengurusan, DWP Pusat bersama DWP Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Sinkronisasi Program Kerja yang diikuti oleh DWP Kabupaten/Kota se-NTB secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi sarana kolaborasi dan integrasi program antarjenjang kepengurusan guna memastikan seluruh kegiatan organisasi berjalan selaras dengan kebijakan pusat maupun kebutuhan daerah. Melalui forum ini, berbagai program prioritas dibahas secara komprehensif untuk menghasilkan langkah-langkah yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas perempuan, percepatan penurunan stunting, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Sinkronisasi program ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. IV. Tujuan Kegiatan ini bertujuan untuk: a. Menyelaraskan arah kebijakan dan program kerja DWP Pusat, DWP Provinsi NTB, dan DWP Kabupaten/Kota se-NTB. b. Memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarjenjang kepengurusan dalam pelaksanaan kegiatan organisasi. c. Meningkatkan pemahaman pengurus terhadap program prioritas pada masing-masing bidang. d. Mendorong terciptanya integrasi program yang berdampak dan berkelanjutan bagi anggota maupun masyarakat. e. Mendukung terwujudnya organisasi yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. IV. Peserta Kegiatan Kegiatan ini diikuti oleh pengurus DWP Pusat, DWP Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta perwakilan DWP Kota Mataram yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Adapun perwakilan DWP Kota Mataram yang hadir secara langsung di Ruang Kenari terdiri atas: 1. Ny. Hj. Lale Rasminingsih Basri – Ketua DWP Kota Mataram; 2. Ny. Dr. Nining Herlina Emirald – Wakil Ketua III DWP Kota Mataram; 3. Ny. Hj. Siti Junari – Sekretaris I DWP Kota Mataram; 4. Ny. Asmulyani – Perwakilan DWP BRIDA Kota Mataram; 5. Ny. Haryanti – Anggota Selain nama-nama tersebut, turut hadir beberapa anggota lainnya sehingga jumlah peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung di Ruang Kenari sebanyak 14 orang. V. Uraian Kegiatan Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan dan komitmen organisasi. Selanjutnya, Ketua DWP Kota Mataram menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya membangun sinergi dan kesamaan arah dalam pelaksanaan program agar setiap kegiatan yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat yang terukur bagi anggota dan masyarakat. Pada sesi utama, DWP Provinsi NTB menyampaikan sosialisasi program prioritas sekaligus sinkronisasi agenda kerja yang akan menjadi acuan pelaksanaan kegiatan di seluruh Kabupaten/Kota se-NTB. Pemaparan difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi, serta Bidang Sosial dan Budaya. Bidang Pendidikan menitikberatkan pada upaya peningkatan kualitas perempuan melalui kegiatan sosialisasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Selain itu, disampaikan pula program pencegahan tindak pidana kekerasan seksual dan pencegahan perkawinan anak sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan dan anak. Untuk mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas, bidang ini juga melaksanakan kegiatan parenting dan pendampingan penanganan stunting selama tiga bulan sepuluh hari guna meningkatkan pengetahuan keluarga dalam pemenuhan gizi dan pengasuhan anak. Bidang Ekonomi diarahkan pada peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan anggota melalui penguatan kapasitas kewirausahaan. Program yang telah dilaksanakan meliputi pelatihan budidaya lele dalam ember di Kelurahan Pagutan Timur Kota Mataram, pembinaan kelompok ekonomi kreatif binaan DWP melalui pelatihan pembuatan kue premium, sulam pita, tas, dan sajadah berbahan kain perca. Selain itu, diberikan pula pelatihan manajemen usaha, pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta sosialisasi sertifikasi halal sebagai langkah mendukung legalitas dan daya saing usaha anggota. Sementara itu, Bidang Sosial dan Budaya memfokuskan program pada penguatan kepedulian sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satu agenda utama yang dipaparkan adalah gerakan bersama percepatan penurunan stunting melalui pemberian nutrisi tambahan berupa telur, abon ikan, dan abon ayam kepada sasaran prioritas. Bidang ini juga melaksanakan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu dalam rangka mendukung penanganan kemiskinan ekstrem, serta kegiatan pengajian dan zikir akbar sebagai sarana pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai kebersamaan. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan sinkronisasi program. Dalam sesi tersebut, peserta dari berbagai daerah menyampaikan masukan, pengalaman, serta strategi pelaksanaan kegiatan yang relevan dengan kondisi wilayah masing-masing. Diskusi berlangsung interaktif dan menghasilkan pemahaman bersama mengenai pentingnya integrasi program, kolaborasi lintas bidang, serta penyusunan kegiatan yang selaras dengan kebutuhan anggota dan arah kebijakan organisasi. Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta berkomitmen untuk mengimplementasikan program yang telah disepakati dengan tetap memperhatikan karakteristik daerah masing-masing, sehingga tercipta kesesuaian program yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan. VI. Penutup Kegiatan Sosialisasi dan Sinkronisasi Program Kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat, DWP Provinsi NTB, dan DWP Kabupaten/Kota se-NTB berlangsung dengan lancar, tertib, dan produktif. Melalui forum ini terbangun kesamaan persepsi, penguatan koordinasi, serta komitmen bersama untuk melaksanakan program yang selaras dengan satu visi dan misi organisasi. Hasil sinkronisasi diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarjenjang kepengurusan, meningkatkan kualitas pelaksanaan program pada Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi, serta Bidang Sosial dan Budaya, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas perempuan, percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas SDM, kesejahteraan anggota, dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Bidang Sosial Budaya Ny. Entin Kartini melakukan monitoring dan pembinaan pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman produktif yang dilakukan oleh Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Nama Kegiatan : Kegiatan Undangan Keterampilan dari DWP Kabupaten Purbalingga Hari/ Tanggal : Rabu, 10 Mei 2026 Waktu : Pukul 08.00 WIB s.d Selesai, Tempat : Pendopo Pangeran Atas Angin Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah Pakaian : Seragam Batik DWP Kegiatan : Pada hari Rabu, 10 Juni 2026 pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai, perwakilan dari Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Purbalingga yang mewakili Ketua DWP Rutan Kelas IIB Purbalingga, Ibu Sri Rezeki Gesang, menghadiri undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Purbalingga berdasarkan Surat Nomor: B.085/SET/DWP KAB PBG/VI/2026 tanggal 08 Juni 2026 perihal Undangan Keterampilan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pendopo Pangeran Atas Angin, Kecamatan Kemangkon, yang beralamat di Jalan Raya Panican, Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta yang berasal dari berbagai unsur Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Kabupaten Purbalingga. Seluruh peserta hadir mengenakan seragam batik Dharma Wanita Persatuan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Acara berlangsung dalam suasana tertib, penuh kekeluargaan, dan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai instansi. Setelah pembukaan dan sambutan dari panitia penyelenggara, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan yang menghadirkan pemateri dari Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kemangkon. Sebelum pelaksanaan praktik, peserta diwajibkan menyiapkan berbagai peralatan yang telah diinformasikan sebelumnya, antara lain satu buah ember ukuran kurang lebih 2 liter atau ember bekas cat, satu botol kosong berkapasitas 1,5 liter dan satu botol kosong berkapasitas 600 ml, pengaduk yang terbuat dari bahan kayu, bambu, atau plastik dengan panjang sekitar 30 cm, serta gunting. Selain itu, setiap peserta juga menyediakan uang pengganti bahan keterampilan sebesar Rp20.000,00 (dua puluh ribu rupiah). Materi keterampilan yang diberikan berupa praktik pembuatan sabun cuci piring yang ekonomis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemateri menjelaskan secara rinci tahapan-tahapan pembuatan sabun cuci piring. Langkah pertama adalah memasukkan biang sabun dan garam ke dalam wadah yang telah disiapkan. Selanjutnya, sebanyak 500 ml air dimasukkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga campuran mengental dan tercampur merata. Setelah adonan mencapai kekentalan yang diinginkan, campuran tersebut didiamkan selama kurang lebih 12 jam atau lebih hingga busa yang terbentuk menghilang. Setelah proses pendiaman selesai, sabun cuci piring siap digunakan maupun dikemas untuk keperluan rumah tangga. Selain praktik pembuatan sabun cuci piring, peserta juga mendapatkan materi tambahan mengenai cara memperbanyak sabun cuci piring agar lebih hemat dan efisien. Dalam praktik tersebut dijelaskan bahwa sabun pencuci piring terlebih dahulu dimasukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan. Kemudian dibuat larutan garam dengan mencampurkan tiga sendok makan garam dapur ke dalam satu liter air, lalu dikocok hingga larut sempurna. Larutan garam tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah yang berisi sabun pencuci piring sambil terus diaduk hingga tercampur rata. Setelah proses pencampuran selesai, campuran didiamkan hingga busa menghilang sehingga menghasilkan sabun yang siap digunakan dengan volume yang lebih banyak. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap tahapan praktik dengan penuh antusias. Para peserta juga aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai teknik pembuatan, penyimpanan, serta pemanfaatan sabun cuci piring yang telah dibuat. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat untuk mendukung kebutuhan rumah tangga serta dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif yang bernilai ekonomis. engan mengikuti kegiatan keterampilan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan dapat meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kemandirian dalam mengelola kebutuhan rumah tangga. Kegiatan berakhir setelah seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan dan peserta memperoleh hasil praktik yang dapat dibawa pulang untuk digunakan maupun dikembangkan lebih lanjut di lingkungan masing-masing.
Pertemuan rutin GOW hari rabu tgl 10 juni 2026 jam 9 pg dikediaman wabup di btn barrokah.adapun yg mengisi acara dr IBI mengenai kanker servik yg disampaikan oleh dr.Rudi atmajaya SP og.adapun acara tsb dihadiri oleh ibu ketua dan pengurus serta yg mewakili dwp dinkes ibu ketua dwp dinkes dan pengurus.
DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN SITUBONDO
Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Situbondo Telah Mengikuti Kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Oraganisasi/manajemen
Keterangan Program :
Pada hari Rabu, tanggal 10 Juni 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo melaksanakan kegiatan rapat kerja yang bertempat di lantai 2 Kantor BPBD Kabupaten Situbondo. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP BPBD Kabupaten Situbondo sebagai bagian dari upaya meningkatkan koordinasi, sinergi, serta efektivitas pelaksanaan program kerja organisasi.
Rapat kerja dimulai pada pagi hari dengan pembukaan oleh Ketua DWP BPBD Kabupaten Situbondo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang mendukung tugas dan fungsi instansi melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota, keluarga, dan masyarakat. Selain itu, disampaikan pula apresiasi kepada seluruh anggota yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama periode sebelumnya.
Agenda utama rapat kerja meliputi evaluasi pelaksanaan program kerja yang telah berjalan, penyusunan rencana kegiatan untuk periode mendatang, serta pembahasan berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan peran anggota DWP. Pada sesi evaluasi, masing-masing bidang menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan beserta capaian dan kendala yang dihadapi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar program dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama dan komitmen seluruh anggota.
Selanjutnya, peserta rapat membahas rencana program kerja yang akan dilaksanakan pada bulan-bulan berikutnya. Beberapa kegiatan yang direncanakan antara lain kegiatan pembinaan anggota, peningkatan keterampilan, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta partisipasi dalam mendukung program-program BPBD Kabupaten Situbondo. Dalam pembahasan tersebut, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan dan usulan guna menyempurnakan rencana kegiatan yang telah disusun.
Selain membahas program kerja, rapat juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kekompakan antaranggota. Suasana rapat berlangsung tertib, aktif, dan penuh semangat. Berbagai ide dan saran konstruktif muncul dari peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program DWP di lingkungan BPBD Kabupaten Situbondo.
Melalui rapat kerja ini diharapkan seluruh pengurus dan anggota DWP BPBD Kabupaten Situbondo dapat semakin memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu melaksanakan program kerja secara optimal. Hasil rapat akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan organisasi ke depan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota, keluarga, maupun masyarakat.
Kegiatan rapat kerja ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan arahan dari pimpinan rapat. Seluruh peserta menyatakan kesiapan untuk mendukung dan melaksanakan program-program yang telah disepakati bersama. Dengan terlaksananya rapat kerja ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Situbondo dapat terus berperan aktif dalam mendukung terciptanya organisasi yang solid, produktif, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarga.