Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang
Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang telah melaksanakan kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/konsolidasi
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakan Kabupaten Lumajang
2. Hari / Tanggal : Kamis, 30 Juli 2026
3. Pukul : 13.00 WIB s/d selesai
4. Peserta : ibu-ibu pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang
5. Lokasi : Bidang Akuisisi dan Pengelolaan Kearsipan
6. Acara : Rapat Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang.
Kegiatan rutin DWP Disarpus Kabupaten Lumajang yaitu Rapat Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten, dimana masing-masing bidang melaporkan kegiatan yang telah dilakukan dan pembacaan notulan rapat pengurus bulan lalu. Selain itu menyusun rencana lomba agustusan di lingkungan DWP Disarpus Kabupaten Lumajang dengan sederhana namun meriah sebagai bagian dari rasa mencintai tanah air.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang
Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang telah melaksanakan kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/konsolidasi
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakan Kabupaten Lumajang
2. Hari / Tanggal : Selasa, 28 Juli 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s/d selesai
4. Peserta : ibu-ibu pengurus Dharma Wanita Persatuan Instansi se Kabupaten Lumajang
5. Lokasi : Panti PKK Kabupaten Lumajang
6. Acara : Sosialisasi E-Reporting.
Sekretaris DWP Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang mengikuti Sosialisasi E-Reporting yang diselenggarakan oleh DWP Pusat melalui zoom meeting. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas tertib administrasi pelaporan organisasi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus DWP Pusat termasuk tingkat unit pelaksana di daerah. Tujuannya adalah mendorong transformasi digital dan memperbaiki kualitas tata kelola pelaporan program kerja
Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang
Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang telah melaksanakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Olah raga
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakan Kabupaten Lumajang
2. Hari / Tanggal : Selasa, 21 Juli 2025
3. Pukul : 15.30 WIB s/d selesai
4. Peserta : Pengurus dan Anggota DWP Instansi se Kabupaten Lumajang
5. Lokasi : Halaman Stadion Semeru Lumajang
6. Acara : Senam Pokok e Obah.
Perwakilan Dharma Wanita Persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang mengikuti senam pokok e obah bersama dengan anggota DWP Instansi se Kabupaten Lumajang agar mendapatkan jiwa yang sehat dan kuat.
Sekretaris dan ketua Bidang Sosial Budaya Dharmawanita Persatuan Unit Bapenda menghadiri acara Seminar Pengembangan diri ASN dan keluarga untuk menunjang peningkatan kinerja. Adapun para peserta yaitu para Pimpinan OPD beserta istri dan setiap OPD mengutus dua pejabat Administrator beserta istri. Kegiatan ini di selenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81 Tahun 2026 Yang berlangsung di aula kantor dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan pada Hari Sabtu dan Minggu tanggal 1-2 Agustus 2026. Pada harii pertama kegiatan tersebut di buka oleh bapak Sekretaris Daerah kabupaten Pinrang yaitu Bapak Andi Djalo Kerrang,SP, M.Si dan ditutup di hari ke dua ditutup oleh Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Kabupaten Pinrang yaitu Ny.Andi Mirani A.Djalo,S.Stp,M.Si Adapun tujuan dan manfaat dari kegiatan tersebut yaitu membantu ASN menyeimbangkan antara dunia kerja dan kehidupan keluarga Manfaat Didunia kerja yaitu Fokus kerja meningkat, tingkat Stres menurun Produktifitas Berlipat Adapun manfaat di pada keluarga Yaitu komonikasi lebih sehat,literasi keuangan dan harmonisasi hubungan.
DWP DISPORA 17-07-2026 MELAKSANAKAN KEGIATAN BIDANG SOSBUD YAKNI PENGAJIAN RUTIN SETIAP BULAN BERJALAN . YANG HADIR DALAM KEGIATAN INI ADALAH IBU KETUA DAN 8 ORANG ANGGOTA .. SEMOGA DENGAN ADANYA KEGIATAN PENGAJIAN INI ADA PEMAHAMAN BAIK DALAM BACAAN AL QUR AN
Ketua Dharma wanita persatuan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kab garuy Ny.Iis beni yoga melaksanakan monitoring kegiatan Kormi Kab garut ke Inorga ABI yaitu kegiatan BMX FRESTYLE pada hari minggu tanggal 2 agustus 2026 jam 10.00-11.00 WIB bertempat di alun alun kab garut hadir dalam acara tersebut sekertaris kormi bpk tito sugito ketua bidang organisasi bpk odjo bidang olah raha tantangan bayu ningrat anggota inorga abi sudah beranggotakan 24 orang yang aktif masuk kedalam olah raga BMX FRESTYLE dalam monitoring tersebut hadir ibu wakil bupati ibu putri karlina dan kepala dinas pariwisata dan kebudayaan kab garut bapak Beni yoga dalam kesempatan tersebuy ibu wakil bupati.memberi pengarahan agar terus berlatih,dan tetap semangat walaupun pasilitas latihan belum maksimal dan diantara anggota tersebut ada yang menjadi juara di tingkat nasional dan internasianal yaitu saudara rifka dan sauqi perkjalanan inorga BMX Terinspirasi dari balap motocross yang booming pada tahun 1970-an, anak-anak di California Selatan, Amerika Serikat, mulai memikirkan sebuah tunggangan yang bisa dipacu di trek tanah tapi dengan harga yang lebih ekonomis. Akhirnya, mereka melakukan modifikasi terhadap sebuah sepeda dengan membuatnya lebih ringan dan serbaguna, yang belakangan diberi nama Bicycle Motocross (BMX). Sejak perakitan awal itu, pamor BMX langsung meroket seiring dengan sensasi baru dalam mengendarai sepeda. BMX bisa digunakan di berbagai medan, baik di jalan-jalan perkotaan sampai trek tanah. Hal yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam sebuah sejarah sepeda di dunia. Awalnya, BMX difokuskan pada model sepeda Schwinn Sting-Ray yang ringan tapi kokoh. Juga dilakukan peningkatan pada pegas atau dudukan yang lebih baik, serta ban yang lebih kuat untuk melewati segala rintangan. Hasilnya, sepeda robakan ini dapat dikendarai melewati trek yang dibuat khusus untuk motocross dan bisa melakukan trik perform laiknya motor. Karena itulah, BMX langsung mendapatkan respons dari para kawula muda di California. Mereka menganggap BMX sebagai alternatif yang bagus untuk menggantikan motocross yang harganya terlampau mahal untuk dimiliki anak-anak muda. Popularitas BMX semakin meledak tatkala dirilisnya film dokumenter balap sepeda motor tahun 1972, berjudul "On Any Sunday". Film tersebut berkisah kaum muda di seluruh Amerika Serikat untuk memulai membuat versi sepeda off-road ringan. Tidak lama kemudian, produsen sepeda yang mengetahui hype BMX, langsung memproduksi varian BMX baru yang lebih proporsional untuk digunakan. Seiring berjalannya waktu, candu BMX langsung tersiar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Dunia BMX yang memang identik dengan gaya hidup anak-anak muda, mempercepat penyebaran demamnya di Indonesia pada dekade 80-an awal. Sejarah telah memberi bukti saat virus BMX mewabah, sejak itu pula generasi muda di Indonesia ramai-ramai pindah aliran dari sepeda biasa menjadi BMX. Namun, demam BMX di Indonesia tidak berlangsung lama. Pada akhir 80-an hingga awal 90-an, pamor BMX di Indonesia hancur. Penyebabnya, nama komunitas penggemar BMX sudah terlanjur dicap jelek oleh masyarakat. Mereka disinyalir kerap melakukan tindakan kriminal, narkoba dan beragam tindakan negatif lainnya. Akibatnya, tren BMX mulai ditinggalkan. Salah satu yang membuat pamor BMX di Indonesia turun kala itu, karena para pemain senior BMX di Indonesia mulai beralih ke sepeda MTB atau Mountain Bike. Atas dasar itulah para sponsor enggan mengucurkan uang untuk event-event perlombaan BMX. Sampai pada akhirnya di awal tahun 1995 nama BMX kembali terangkat, setelah para pemain senior menggagas sebuah kopi darat (Kopdar) di bilangan Senayan, Jakarta. Perkumpulan itu lama kelamaan kembali menemukan napasnya. Menjadi magnet bagi anak-anak muda. Komunitas Senayan ini pun tumbuh pesat dan berkembang menjadi sentral para pecinta BMX dan dijadikan lokasi kumpul bagi seluruh komunitas BMX di Jakarta dan sekitarnya. Dari situlah mereka sama-sama mengangkat kembali nama BMX. Berbagai cara pun mereka lakukan, mulai dari membuat sendiri sebuah papan lompatan dan mencari tanah-tanah kosong yang bisa digunakan untuk trek BMX. Takkan Pernah Mati Pada era modern seperti sekarang ini, menurut Ketua Komunitas Jakarta BMX, Iqbal Hadi Nugroho, pasang surut dunia BMX yang terburuk terjadi pada tahun 2007-2009. Pada saat itu, Iqbal melihat sendiri bagaimana para penjual dan toko keperluan BMX menutup tokonya. Kala itu, penjualan sepeda BMX dirasa sangat tidak menguntungkan. Sampai pada akhirnya, pada tahun 2009-2010 seiring dengan melejitnya sepeda fixie, nama BMX kembali terangkat. Dunia sepeda saat itu kembali digandrungi oleh masyarakat. Dan banyak anak-anak muda yang kembali memakai BMX sebagai alat olahraga. “Pada waktu itu kita jadi ikutan masukin barang (BMX) lagi dan ternyata marketnya masih ada,” kata Iqbal kepada Validnews, Selasa (3/8). Meskipun pernah mengalami pasang surut, menurut Iqbal, pecinta BMX dari tahun ke tahun tidak akan pernah mati. Hal itu lantaran regenerasi pecinta BMX terus tumbuh. Para senior BMX tidak pernah menutup mata dan selalu mengajak anak-anak muda untuk bermain bersama. “Kaya generasi saya dulu karena melihat generasi sebelumnya biasanya diajak main. Terus generasi saya ngajak lagi, dan terus begitu. Bisa ajak keluarganya main juga dan regenerasi itu akan selalu ada,” ujarnya. Menurutnya yang membuat BMX masih bertahan khususnya di Jakarta karena saat ini, sudah cukup banyak lokasi-lokasi trek BMX yang tersedia. Misalnya di Sudirman, Pasar Rebo, dan Kalijodo. Sehingga membuat para orang tua lebih nyaman memberikan izin anak-anaknya bermain BMX karena tidak lagi berlatih di jalanan Agar semangat anak-anak BMX terus terjaga, Iqbal menuturkan di awal-awal pandemi banyak yang melakukan event virtual. Misalnya dengan memanfaatkan platform media sosial dalam membuat video berlatih BMX dan mengulik trik-trik baru. Video tersebut nantinya akan dinilai dan akan mendapatkan hadiah dari para sponsor maupun toko-toko sparepart BMX.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar Ibu Melinda Hatim beserta anggota menghadiri Pertemuan Rutin Bulanan Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar yang dirangkaikan dengan Tauziah dalam rangka memasuki bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat ,13 Februari 2026 bertempat di ruang Sipakatau Kantor WaliKota Makassar. Kegiatan ini menjadi istimewa dengan kehadiran langsung ibu Penasehat DWP Kota Makassar : Ibu Hj.Melinda Aksa Munafri dan Ibu Hj. Fatma Wahyuddin A Zulkifly. Melalui pertemuan ini diharapkan koordinasi dan silaturrahmi antar seluruh unsur pelaksana Dharma Wanita Persatuan Se-Kota Makassar semakin kuat demi mendukung program kerja yang bermanfaat bagi masyarakar.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bireuen, Ny. Cut Ferawati Fadli, bersama para anggotanya mengikuti kegiatan senam bersama yang bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat hidup sehat. Kegiatan diikuti oleh Penasehat DWP Kabupaten Bireuen Ny. Sadriah Mukhlis, Ketua DWP Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bireuen Ny. Cut Ferawati Fadli beserta anggotanya. Senam juga diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Almuslim Kabupaten Bireuen yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan dilaksanakan di GOR Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 2 Agustus 2026, pukul 08.00 Wib sd 9.00 wib Acara berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Seluruh peserta mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh instruktur Santi hingga selesai. Kehadiran mahasiswa dan mahasiswi KKN Universitas Almuslim menambah semarak kegiatan serta menjadi wujud sinergi antara DWP dan kalangan akademisi dalam mendukung pola hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan kebersamaan, kekompakan, dan semangat hidup sehat terus terjalin di lingkungan Dharma Wanita Persatuan serta masyarakat Kabupaten Bireuen.
DWP Mengajar di TK Binaan DWP Kota Makassar Bidang : Pendidikan Program Kerja : Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak Kegiatan : Dukungan Pendidikan Karakter dengan Program prioritas DWP Mengajar. Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Hari : Rabu, 22 Juli 2026 bertempat di Taman kanak kanak Binaan Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar Jalan Tamalate Kelurahan Kassi Kassi Kecamatan Rappocini, Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan pukul 08.00 hingga selesai. Dalam rangka Memperingati Hari Anak Nasional tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar bersama RSKD Gigi Mulut Provinsi Sulawesi Selatan mengunjungi Taman Kanak Kanak Binaan Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar untuk memberikan Edukasi Cara menyikat Gigi yang baik dan benar dan Pemeriksaan Gigi dan Mulut. Pada kegiatan ini di ikuti oleh anak anak yang berjumlah 40 orang dengan semangat dan antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Dimulai dengan sesi interaktif bermain dan bernyanyi bersama anak anak, anggota Dharma Wanita kota Makassar memberikan contoh dengan Bahasa yang ringan dan penuh semangat tentang pentingnya memiliki dan menjaga gigi agar tetap sehat. Dalam sesi edukasinya, Anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar drg. Sukmawati Untung mengajak anak anak untuk mengenali hal hal yang bisa merusak gigi jika mereka malas menyikat gigi dan sering memakan permen serta memberikan Demonstrasi cara menyikat gigi yang benar dimulai dengan bagian depan, belakang dan permukaan selama dua kali dalam sehari yaitu Pagi dan Malam. Tidak Berhenti disitu, kegiatan ini dilanjutkan dengan Pemeriksaan Gigi dan Mulut Gratis oleh RSKD Gigi Mulut Provinsi Sulawesi Selatan di dalam Mobil Gigi Mulut Keliling. Setiap anak di periksa satu persatu. Dalam kegiatan ini turut hadir dan mendampingi pemeriksaaan gigi terhadap anak anak yakni Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar Ny. Hj. Fatma Wahyuddin Andi Zulkifly dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar Ny. Vivi Andriani A Mahyuddin bersama dengan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar Bidang Pendidikan sebagai bentuk dan komitmen nyata bahwa masa depan yang gemilang dimulai dengan kebiasaan yang baik dan senyum Bahagia mereka hari ini.
Sabtu 1 agusstus 2026 jam 09.00 - 11.00 ketua dharmawanita persatuan dinas pariwisata dan kebudayaan kab harut Ny.Iis beni yoga menghadiri undangan pembukaan Garut Internasional Kite Festival di kawasan Agrowisata Tepas Papandayan, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, jadir dalam acara tersebut undangan vvip sebanyak 100 orang dan para pengunjung lainnya termasuk.masyarakat setempat di hadiri oleh bupati garut bok syakur amin bessrta ibu toeneke hermina sebagai ketia TP PKK ,wakil bupati garut ibu pitri karlina ketua DPRD Kab haruy beserta anggoya ketua GOW,KORMI DWP beserta anggota kepala skpd FORKOPIMCAM dan tamu lain nya dipenuhi aneka layang-layang dari berbagai penjuru dunia dalam Garut International Kite Festival 2026. Festival yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 ini diikuti peserta dari 13 negara dan menjadi salah satu agenda wisata internasional di Jawa Barat. selama lima hari pelaksanaan, masyarakat dapat menikmati berbagai atraksi layang-layang berskala internasional dengan latar panorama pegunungan Papandayan. "Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung akan menikmati berbagai atraksi layang-layang internasional, Diikuti Peserta dari 13 Negara Festival yang digelar oleh PT Graha 165 ini menghadirkan pelayang dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, China, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, Belgia, serta Indonesia sebagai tuan rumah. Mengusung tema "Where Nature and Culture Meet The Sky", kegiatan ini memadukan keindahan alam Garut dengan kekayaan budaya lokal melalui pertunjukan layang-layang, hiburan, serta beragam aktivitas wisata. Seni& Hiburan "Festival ini menghadirkan perpaduan keindahan alam pegunungan Garut dengan kekayaan budaya lokal melalui pertunjukan layang-layang berskala internasional, hiburan, serta berbagai aktivitas wisata dan ekonomi kreatif," ujar Aam. Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif penyelenggaraan festival merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat posisi Kabupaten Garut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Selain menarik wisatawan domestik dan mancanegara, acara ini juga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Pengunjung tidak hanya disuguhi atraksi layang-layang, tetapi juga dapat menikmati pertunjukan seni budaya, bazar produk UMKM, hingga aneka kuliner khas Garut. Hiburan budaya, bazar UMKM, kuliner khas Garut, serta beragam aktivitas yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga di kawasan Agrowisata Tepas Papandayan, Festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Garut sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).