Laporan DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya Mengikuti Gelar Wicara dan Rapat Koordinasi dalam Rangka Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Peran Statistik BPS Provinsi Aceh
1. Organisasi: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Barat Daya
2. Bidang: Sekretariat
3. Program Kerja: Humas dan Informasi
4. Kegiatan: Dokumentasi Foto dan Video
5. Acara: Gelar Wicara dan Rapat Koordinasi dalam Rangka Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Peran Statistik BPS Provinsi Aceh
6. Hari/Tanggal: Rabu, 7 Oktober 2026
7. Waktu: 08.00–10.00 WIB
8. Tempat: Aula SBSN Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
9. Peserta: Kepala BPS Provinsi Aceh, Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Aceh, Ketua DWP BPS Provinsi Aceh, Ketua DWP BPS Kabupaten/Kota se-Aceh, karyawan dan karyawati BPS se-Aceh, serta tamu undangan.
I. Pendahuluan
Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan organisasi yang berperan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kebersamaan, serta mendorong kontribusi perempuan dalam lingkungan keluarga, organisasi, dan masyarakat. Dalam menjalankan perannya, DWP senantiasa berupaya mengembangkan program kerja yang bermanfaat, meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi, serta membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak.
Sebagai bagian dari keluarga besar Badan Pusat Statistik (BPS), DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya turut mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BPS melalui berbagai kegiatan organisasi yang selaras dengan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program kerja unggulan, pengelolaan media sosial organisasi, serta partisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh DWP BPS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) Tahun 2026, BPS Provinsi Aceh menyelenggarakan Gelar Wicara dan Rapat Koordinasi dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Peran Statistik BPS Provinsi Aceh. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan statistik, serta meningkatkan sinergi antarsatuan kerja BPS di Provinsi Aceh. Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula pemberian penghargaan kepada mitra kerja BPS dan DWP BPS kabupaten/kota atas kontribusi serta kinerja yang telah ditunjukkan.
Bagi DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dengan DWP BPS Provinsi Aceh dan DWP BPS kabupaten/kota lainnya, sekaligus memperoleh apresiasi atas pelaksanaan program kerja organisasi. Penghargaan yang diberikan juga menjadi bentuk pengakuan terhadap upaya, dedikasi, dan kerja sama seluruh pengurus serta anggota dalam mengembangkan organisasi.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program kerja, memperkuat pengelolaan media sosial, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi maupun masyarakat.
II. Pelaksanaan
Gelar Wicara dan Rapat Koordinasi dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Peran Statistik BPS Provinsi Aceh dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 08.00–10.00 WIB, bertempat di Aula SBSN Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPS Provinsi Aceh, Kepala BPS kabupaten/kota se-Aceh, Ketua DWP BPS Provinsi Aceh, Ny. Reni Agus Andria, para Ketua DWP BPS kabupaten/kota se-Aceh, karyawan dan karyawati BPS se-Aceh, serta tamu undangan.
Acara diawali dengan sambutan Kepala BPS Provinsi Aceh, Bapak Agus Andria. Dalam kegiatan tersebut, para peserta berkumpul untuk memperkuat koordinasi dan membangun sinergi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan statistik, khususnya evaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta penguatan peran BPS dalam menyediakan data statistik yang berkualitas bagi pembangunan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada mitra kerja BPS sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi yang telah diberikan. Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional Tahun 2026, BPS Provinsi Aceh juga memberikan penghargaan kepada DWP BPS kabupaten/kota atas kinerja dan pelaksanaan program kerja organisasi.
Pada kesempatan yang membanggakan tersebut, DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya berhasil meraih dua penghargaan, yaitu:
1. Penghargaan Kinerja Terbaik Pertama pada Program Kerja Unggulan DWP BPS Kabupaten/Kota.
2. Penghargaan Kinerja Terbaik Kedua pada Pengelolaan Media Sosial DWP BPS Kabupaten/Kota.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus bentuk apresiasi atas upaya DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya dalam melaksanakan program kerja unggulan dan mengelola media sosial organisasi secara aktif. Penghargaan tersebut mencerminkan komitmen organisasi untuk terus menjalankan program yang bermanfaat, meningkatkan kualitas pengelolaan kegiatan, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan publikasi aktivitas DWP kepada masyarakat.
Keberhasilan meraih peringkat terbaik pertama pada kategori Program Kerja Unggulan menunjukkan pentingnya perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program secara berkelanjutan. Program kerja yang dijalankan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan organisasi, tetapi juga merupakan wujud nyata upaya DWP dalam memberikan kontribusi positif melalui berbagai aktivitas yang sesuai dengan tujuan organisasi.
Sementara itu, penghargaan Kinerja Terbaik Kedua pada kategori Pengelolaan Media Sosial menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan penyebarluasan informasi kegiatan DWP. Pengelolaan media sosial yang baik dapat membantu mendokumentasikan aktivitas organisasi, memperluas jangkauan informasi, serta memperkenalkan berbagai program dan kontribusi DWP kepada masyarakat secara lebih luas.
Bagi DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya, kedua penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian yang membanggakan, melainkan juga hasil dari kerja sama, ketekunan, doa, dan dukungan seluruh pengurus serta anggota. Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semangat kebersamaan dapat menghasilkan sesuatu yang berarti bagi organisasi.
DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya menyampaikan terima kasih kepada seluruh ibu-ibu pengurus dan anggota yang telah berpartisipasi, bekerja sama, dan membersamai setiap proses pelaksanaan program kerja. Apresiasi juga diberikan kepada semua pihak terkait yang telah memberikan dukungan, doa, serta bantuan sehingga berbagai kegiatan organisasi dapat terlaksana dengan baik.
Penghargaan yang diraih diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas program kerja dan pengelolaan organisasi. Capaian ini juga menjadi tanggung jawab bersama untuk mempertahankan semangat berprestasi, memperkuat kekompakan, serta mengembangkan inovasi dalam pelaksanaan kegiatan DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya.
Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi sesama. Dalam kegiatan tersebut, Ny. Safriyanti dan Ny. Rika turut berpartisipasi sebagai pendonor darah. Partisipasi ini mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, karena donor darah merupakan salah satu bentuk bantuan kemanusiaan yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Kegiatan donor darah juga menjadi pengingat bahwa peran organisasi tidak hanya terbatas pada pelaksanaan program internal, tetapi dapat diperluas melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semangat untuk mendonorkan darah menjadi wujud sederhana dari kepedulian yang memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya memperoleh pengalaman dan motivasi untuk terus mengembangkan organisasi, baik melalui peningkatan kualitas program kerja, penguatan komunikasi publik, maupun keterlibatan dalam kegiatan sosial. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarpengurus dan anggota DWP BPS se-Aceh.
III. Penutup
Keikutsertaan DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya dalam Gelar Wicara dan Rapat Koordinasi dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Peran Statistik BPS Provinsi Aceh menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan koordinasi, serta mengembangkan semangat kebersamaan dalam organisasi. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi DWP untuk memperoleh apresiasi atas pelaksanaan program kerja dan kontribusi yang telah diberikan.
Perolehan Penghargaan Kinerja Terbaik Pertama pada Program Kerja Unggulan DWP BPS Kabupaten/Kota dan Penghargaan Kinerja Terbaik Kedua pada Pengelolaan Media Sosial DWP BPS Kabupaten/Kota menjadi pencapaian yang patut disyukuri. Prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja sama dan dukungan seluruh pengurus, anggota, serta pihak terkait yang senantiasa membersamai perjalanan DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya.
Penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas program kerja, dan mengembangkan pengelolaan media sosial yang lebih informatif serta bermanfaat. Semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan menghadirkan program yang memberikan dampak positif.
Selain itu, partisipasi dalam kegiatan donor darah menjadi wujud kepedulian sosial DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya terhadap sesama. Semangat berbagi melalui kegiatan kemanusiaan diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat.
DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya menyampaikan terima kasih kepada DWP BPS Provinsi Aceh, seluruh pengurus dan anggota DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan kontribusi dalam setiap proses yang dilalui. Semoga pencapaian ini menjadi awal bagi hadirnya berbagai prestasi dan kegiatan positif lainnya pada masa mendatang.
Teruslah tumbuh bersama DWP BPS Kabupaten Aceh Barat Daya. Semoga kebersamaan, ketekunan, dan semangat pengabdian senantiasa menjadi kekuatan untuk mengembangkan organisasi, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi keluarga, masyarakat, serta lingkungan sekitar.
Pada hari Jum'at tanggal 09 Oktober 2026, Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka menghadiri kegiatan Pertemuan Rutin DWP Setda Kabupaten Majalengka yang diisi kegiatan oleh Pemaparan Materi Edukasi dari Direktur RSUD Talaga yaitu Ibu Gita Prameswari Putri. Susunan acara dan jalannya acara; 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP, 3. Pemaparan Materi oleh dr. Gita Parameswara Putri, M.M. tentang "Golden Periode: Kenali Gejalanya, Hitung Menitnya, Lindungi Keluarga dari Jantung dan Stroke", beliau menyampaikan mengenai vitalnya pemahaman waktu dalam merespons kondisi darurat medis. Konsep golden periode didefinisikan sebagai suatu rentang waktu paling krusial di mana pertolongan dan penanganan medis profesional wajib diberikan tanpa penundaan demi meminimalkan risiko kecacatan permanen hingga kematian. Urgensi ini didasari oleh fakta medis bahwa setiap menit keterlambatan tindakan akan berdampak fatal pada kematian jutaan sel-sel otak maupun sel-sel jaringan otot jantung secara permanen. Oleh sebab itu, kesadaran akan hitungan menit serta pengenalan gejala awal menjadi benteng pertahanan utama dalam melindungi keluarga dari ancaman penyakit pembuluh darah ini. Secara spesifik mengenai serangan jantung atau infark miokard, kondisi ini dijelaskan sebagai peristiwa tersumbatnya aliran darah yang mengalir menuju organ jantung secara mendadak, yang pada akhirnya menyebabkan otot-otot jantung mengalami kekurangan pasokan oksigen (hipoksia). Keadaan darurat ini ditandai oleh gejala utama berupa rasa nyeri di dada bagian sebelah kiri atau tengah yang terasa sangat berat seolah tertindih beban berat, terasa terbakar, ataupun terasa sangat sesak. Karakteristik rasa nyeri ini juga dapat memancar dan menjalar hingga ke area tubuh lain seperti lengan kiri, leher, rahang, serta area punggung. Tidak hanya nyeri dada, serangan jantung kerap disertai dengan serangkaian indikator fisik pendukung seperti keluarnya keringat dingin secara berlebihan, timbulnya rasa mual, pusing, hingga sesak napas yang hebat. Dalam situasi terjadinya serangan jantung, panduan pertolongan pertama membagi tindakan ke dalam hal yang wajib dilakukan (DO) dan hal yang dilarang (DON'T). Langkah-langkah pertolongan yang harus segera diambil mencakup penghentian seluruh aktivitas fisik penderita secara mendadak, mendudukkan atau membaringkan pasien pada posisi yang paling nyaman yaitu posisi setengah duduk dengan kemiringan 30 hingga 40 derajat, serta melonggarkan berbagai pakaian atau aksesori yang ketat seperti dasi dan kancing baju bagian atas. Pasien juga perlu ditenangkan sembari pihak keluarga atau penolong segera mencari bantuan medis atau melarikan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat. Sebaliknya, hal yang terlarang untuk dilakukan adalah mengulur waktu dengan menunggu nyeri dada mereda dengan sendirinya, melakukan pemijatan atau pengerokan (kerokan), serta memberikan makanan, minuman, atau obat-obatan secara sembarangan tanpa instruksi dokter. Penolong juga sangat dilarang menganggap atau berasumsi bahwa rasa sakit tersebut hanyalah maag biasa hanya karena lokasinya berada di sekitar area ulu hati. Penyebab dan peningkatan risiko serangan jantung sendiri dipengaruhi oleh beragam faktor kesehatan dan pola hidup. Kelompok orang yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung mencakup penderita tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, kadar kolesterol tinggi, perokok aktif, orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, serta mereka yang kurang melakukan aktivitas fisik. Selain faktor gaya hidup, keberadaan riwayat penyakit jantung pada diri sendiri maupun riwayat keluarga dengan penyakit jantung, serta bertambahnya faktor usia juga turut meningkatkan kerentanan seseorang. Meskipun demikian, risiko serangan jantung ini dapat ditekan dan diturunkan melalui serangkaian tindakan pencegahan, yaitu berhenti merokok, melakukan kontrol teratur terhadap tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta berolahraga secara teratur sesuai kemampuan fisik. Upaya pencegahan ini perlu disempurnakan dengan menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan bergizi dengan membatasi asupan garam, gula, lemak, dan gluten, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) secara berkala.Selain serangan jantung, ancaman fatal lainnya adalah stroke, yang didefinisikan sebagai serangan otak mendadak akibat adanya gangguan fungsi otak (sebagian maupun menyeluruh) yang dipicu oleh gangguan sirkulasi darah ke otak. Gangguan ini dapat berupa penyumbatan pada pembuluh darah (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik). Untuk mengenali gejalanya secara cepat dan akurat, masyarakat diimbau mengingat metode BE-F.A.S.T. Huruf B (Balance) merujuk pada hilangnya keseimbangan tubuh secara tiba-tiba atau kesulitan berjalan; E (Eyes) menandakan adanya gangguan penglihatan atau penglihatan kabur yang terjadi mendadak; F (Face Drooping) menunjukkan kelumpuhan salah satu sisi wajah sehingga terkulai atau senyum terlihat miring; A (Arm Weakness) menandakan kelemahan atau rasa mati rasa pada salah satu lengan saat diangkat; S (Speech Difficulty) menggambarkan gangguan bicara seperti pelo, tidak jelas, atau kesulitan memahami perkataan; serta T (Time to Call ER) yang menekankan bahwa jika ditemukan satu saja dari indikator di atas, pasien harus segera dilarikan ke UGD rumah sakit tanpa penundaan sedikit pun. Mengenai rentang waktu kritis atau golden period pada kasus stroke, berdasarkan literatur dalam Jurnal Kesehatan serta panduan resmi dari American Stroke Association (ASA), periode emas untuk stroke iskemik (akibat penyumbatan) adalah maksimal 3 hingga 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul. Batas waktu ini sangat vital karena pemberian terapi trombolisis (obat pemecah atau penghancur sumbatan darah) hanya aman dan efektif dilakukan oleh tim dokter rumah sakit dalam jendela waktu tersebut. Apabila pasien terlambat ditangani dan melewati batas waktu 4,5 jam, sel-sel otak akan mengalami kematian permanen dan risiko terjadinya perdarahan otak akan meningkat secara drastis. Akibatnya, keterlambatan melewati periode emas ini hampir selalu berujung pada kerusakan sistem saraf jangka panjang serta kecacatan fisik yang bersifat permanen. 4. Arahan dari Ibu Ketua DWP Setda Kabupaten Majalengka, menyampaikan arahan mengenai kesejahteraan dan peran perempuan. Beliau menyatakan persetujuan serta dukungan penuh atas pemaparan materi edukasi kesehatan yang disampaikan oleh dr. Gita Parameswara Putri, M.M., seraya menekankan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama yang wajib dijaga oleh setiap perempuan. Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi bahwa di samping kesehatan fisik dan mental, perempuan juga harus bahagia. 5. Pengabsenan dan Penutup. Kegiatan Pertemuan Rutin DWP Setda ini diikuti oleh Ibu Ketua DWP Setda Kabupaten Majalengka, Pengurus DWP Setda Kabupaten Majalengka, Karyawati dan Anggota DWP Setda Kabupaten Majalengka, bertempat di Ruang Rapat Desk Pilkada, Bagian Pemerintahan, Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka.
Penataan Organisasi Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar terus dipacu melalui optimalisasi pembinaan tata kelola kelembangaan. Bidang Sekretariat DWP Kota Makassar menyelenggarakan Kegiatan MONITORING EVALUASI sebagai implementasi dari #DWPCerdasLitersi guna mengukur efektivitas kinerja optimal serta keselarasan tata kelola administrasi di tingkat unit kerja. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Jum'at 9 Oktober 2026 pukul 08.00 - 12.00 WITA bertempat di sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Mamajang Jalan Lanto Dg. Pasewang Nomor 10 Kelurahan Maricaya Kecamaran Mamajang Kota Makassar. Ketua DWP Kota Makassar Ny. Vivi Andriani A Mahyuddin S.STP M.Si hadir secara langsung dan membuka jalannya rangkaian kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya tertib administrasi, kedisiplinan pelaporan dan penguatan literasi kelembagaan agar DWP Kota Makassar semakin solid, adaptif, serta mampu memberikan dampak posititf yang berkelanjutan bagi organisasi. Monitoring Evaluasi ini di ikuti oleh 30 Anggota DWP yang terdiri dari Pengurus DWP Kota Makassar selaku Tim Monitorig Evaluasi dan Pengurus DWP unit Kerja Kecamatan Mamajang. Kehadiran para pengurus menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi serta menyamakan presepsi alur kerja organisasi. Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah mengevaluasi pelaksanaan program kerja, tata kelola keuangan serta kearsipan di tingkat unit kerja agar berjalan ssuai standard operasional yang berlaku. Manfaat yang diperoleh meliputi penignkatan kapasitas SDM Pengurus, kerapian tata kelola dokumen dan efisiensi alur komunikasi internal organisasi. Sasaran kegiatan ini berfokus pada jajaran Pengurus DWP Kecamatan Mamajang dengan harapan seluruh jajaran pengurus mampu menerapkan tata kelola organisasi secara professional, akuntabel dan berintegritas secara konsisten. Pada kesempatan ini, dalam mendukung gerakan #DWPCerdasLiterasi, Ketua DWP Kota Makassar Ny. Vivi Andriani A Mahyuddin S.STP M.Si menyerahkan paket literasi kelembagaan kepada Ketua DWP Kecamatan Mamajang. Paket panduan tersebut mencakup Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Administrasi Keuangan, Buku Tata Surat dan Tata Arsip, BUku Petunjuk Pelaksanaan Program Kerja,Buku Pelaksanaan tata Kerja serta Buku AD/ART Dharma Wanita Persatuan. Penyerahan buku - buu tersebut diharapkan menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem keorganisasian yang transparant, terstruktur dan berstandard mutu tinggi sehingga DWP Unit Kerja Kecamatan Mamajang dapat memperkuat peran serta untuk mewujudkan organisasi istri ASN yang Professional sehingga memperkuat peran serta para wanita untuk mendukung pembangunan Bangsa.
LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR PERTEMUAN RUTIN DIRANGKAIKAN DENGAN EDUKASI PENANGANAN STUNTING DAN ANAK TIDAK SEKOLAH (ATS) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Polewali Mandar menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Rutin yang dirangkaikan dengan Edukasi Penanganan Stunting dan Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan mengusung tema “DWP sebagai Penggerak Penanganan Stunting dan Anak Tidak Sekolah (ATS)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 14.00–16.30 WITA, bertempat di Aula Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Jalan Manunggal No. 11, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DWP Unit BAPENDA Kabupaten Polewali Mandar, Ny. Ika Lisrayani Fahri; Wakil Ketua, Ny. Siti Nurhaliza Adi Mulya; Sekretaris, Ny. Ferawati Abdullah; tiga orang Ketua Bidang beserta 13 orang anggota; satu orang operator; serta satu orang tim Humas yang bertugas mendokumentasikan dan meliput jalannya kegiatan. A. LATAR BELAKANG DAN TUJUAN KEGIATAN Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Dharma Wanita Persatuan terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga serta pemenuhan hak pendidikan bagi setiap anak. Permasalahan stunting dan Anak Tidak Sekolah (ATS) merupakan isu penting yang memerlukan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan edukasi ini, Dharma Wanita Persatuan berupaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran anggotanya mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan stunting serta upaya mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS). Selain itu, kegiatan ini bertujuan mendorong anggota DWP agar dapat berperan aktif sebagai penggerak edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan generasi penerus bangsa yang cerdas, berpendidikan, serta berkualitas. B. PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ny. Andi Asrianty Malik selaku pembawa acara (Master of Ceremony). Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan yang dipandu oleh dirigen, Ny. Siti Aminah Baharuddin. Selanjutnya, doa dipimpin oleh Ny. Ninu Puji, kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Ny. Maryam Rahman, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan. Acara berikutnya adalah sambutan Ketua DWP Unit BAPENDA Kabupaten Polewali Mandar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung upaya penanganan stunting dan penurunan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan ketahanan keluarga, peningkatan edukasi, serta pelaksanaan aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan edukasi ini sejalan dengan Sapta Program DWP, khususnya program DWP Mengajar. Melalui program tersebut, anggota DWP diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pengetahuannya sehingga mampu terlibat langsung dalam kegiatan edukasi di tengah masyarakat, baik melalui Posyandu, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dengan demikian, anggota DWP diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu menyebarluaskan informasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting serta pemenuhan hak pendidikan bagi setiap anak. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Polewali Mandar selaku Penasehat DWP Unit BAPENDA, Bapak Fahri Yusuf, S.Ag., M.Si., yang sekaligus bertindak sebagai narasumber. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kepekaan dan kepedulian anggota Dharma Wanita Persatuan terhadap permasalahan stunting dan Anak Tidak Sekolah (ATS). Beliau juga menyampaikan bahwa Provinsi Sulawesi Barat masih menghadapi tantangan serius terkait kedua permasalahan tersebut sehingga diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, keluarga, serta seluruh pemangku kepentingan. Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh anggota DWP untuk berperan aktif dalam mendukung program pemerintah melalui peningkatan kepedulian, penyebarluasan informasi, serta keterlibatan nyata dalam upaya pencegahan stunting dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). C. PENYAMPAIAN MATERI EDUKASI Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi yang dipandu oleh moderator, Ny. Hj. Sukmawati Umar. Materi yang disampaikan berfokus pada dua isu utama, yaitu pencegahan dan penanganan stunting serta permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS). Pada materi mengenai stunting, narasumber menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola hidup bersih dan sehat, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala, serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Anggota DWP juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, serta upaya pencegahan sejak dini guna mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas. Sementara itu, dalam pembahasan mengenai Anak Tidak Sekolah (ATS), disampaikan bahwa keluarga dan lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak. Upaya penanganan ATS dapat dilakukan melalui peningkatan kepedulian terhadap anak-anak yang tidak bersekolah, identifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebabnya, pendampingan keluarga, serta dukungan dan koordinasi dengan pihak terkait agar anak-anak dapat kembali memperoleh akses pendidikan. Melalui materi tersebut, anggota DWP diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan memberikan edukasi, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pencegahan stunting dan penanganan Anak Tidak Sekolah. D. SESI DISKUSI DAN TANYA JAWAB Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta menggali lebih dalam informasi terkait materi yang telah disampaikan oleh narasumber. Dalam sesi tersebut, terdapat tiga orang peserta yang mengajukan pertanyaan menarik dan relevan dengan permasalahan stunting serta Anak Tidak Sekolah (ATS). Diskusi berlangsung dengan lancar, interaktif, penuh antusiasme, dan dalam suasana yang menyenangkan. Sesi tanya jawab ini menjadi sarana bagi peserta untuk memperluas wawasan, memperjelas pemahaman, serta memperoleh informasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Antusiasme peserta menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian terhadap pentingnya penanganan stunting serta upaya memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak. E. HASIL YANG DIHARAPKAN Melalui pelaksanaan kegiatan Pertemuan Rutin yang dirangkaikan dengan Edukasi Penanganan Stunting dan Anak Tidak Sekolah (ATS), diharapkan dapat tercapai beberapa hasil sebagai berikut: Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan stunting serta upaya mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS). Meningkatnya kepedulian dan partisipasi anggota DWP dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting dan mengurangi jumlah Anak Tidak Sekolah. Menguatnya peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra pemerintah dan penggerak edukasi masyarakat dalam menyebarluaskan informasi mengenai kesehatan keluarga, pemenuhan gizi anak, serta pentingnya pendidikan. Meningkatnya kesadaran keluarga dan masyarakat akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, penerapan pola hidup sehat, serta dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan anak. Terbangunnya komitmen bersama untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas melalui peningkatan pengetahuan, kepedulian, dan partisipasi aktif anggota DWP dalam mewujudkan keluarga sehat dan generasi penerus bangsa yang cerdas serta berpendidikan. F. PENUTUP Kegiatan Pertemuan Rutin yang dirangkaikan dengan Edukasi Penanganan Stunting dan Anak Tidak Sekolah (ATS) ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Dharma Wanita Persatuan Unit Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Polewali Mandar dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota DWP semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting dan mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Dharma Wanita Persatuan tidak hanya diharapkan menjadi organisasi yang aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui edukasi, kepedulian sosial, dan dukungan terhadap program-program pemerintah. Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial, DWP Unit BAPENDA Kabupaten Polewali Mandar berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan keluarga yang sehat, anak-anak yang memperoleh pendidikan yang layak, serta generasi penerus bangsa yang cerdas, unggul, dan berkualitas. Bersama Mewujudkan Keluarga Sehat dan Generasi Berkualitas. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan pengundian doorprize bagi lima orang peserta yang beruntung. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, kemudian diakhiri dengan harapan agar edukasi yang telah diberikan dapat memberikan manfaat serta mendorong peran aktif seluruh anggota DWP dalam mendukung penanganan stunting dan Anak Tidak Sekolah (ATS). Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan Pertemuan Rutin yang dirangkaikan dengan Edukasi Penanganan Stunting dan Anak Tidak Sekolah (ATS) DWP Unit Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi langkah positif dalam mendukung terwujudnya keluarga sehat serta generasi penerus bangsa yang berkualitas. Dharma Wanita Persatuan Unit Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Polewali Mandar.
DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KETENAGAKERJAAN KABUPATEN SITUBONDO
Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Situbondo Telah Mengikuti Kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan keluarga, Olahraga
Keterangan Program :
Susunan Acara:
Narasi Program dan Kegiatan 1. Pembahasan yang pertama tentang lomba memasak menu lokal Kabupaten Situbondo dengan hasil sebagai berikut : - Untuk lomba menu local insyaAllah kita ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut - Tidak terlalu berharap untuk menjadi juara yang terpenting ikut berkontribusi agar tidak masuk dalam daftar list OPD yang tidak mengikuti lomba tersebut - Paling banyak poin penilaiannya yaitu mengenai administrasi - Disepakati untuk DWP Disnaker Kab. Situbondo mengambil 1 menu utama Dewasa dan 1 kudapan balita - Resep perlu ditulis lengkap beserta dengan kandungan gizi yang terdapat di dalam menu tersebut - Utnuk tampilan menu agar lebih diperhatikan - Setiap resep mencantumkan nama OPD - File video agar diberi judul yang menarik sehingga lebih menarik perhatian juri - Ada surat pengantar resmi tentang keikutsertaan lomba memasak menu local tersebut - Ada narasi yang berisi alas an mengapa memilih menu tersebut menjadi hidangan dalam lomba - Ada deskripsi mengenai kandungan gizi dari menu tersebut serta sasaran usia - Disepakati untuk nama file DWP Disnaker Kab. Situobndo yaitu ‘Sayur Kalentang Kella Manjeng” - Isi dari menu tersebut yaitu nasi jagung, tempe mendoan, cakalan pelas manga, sayur kalentang kella manjeng dan sambal tomat jeruk - Utnuk kudapan disepakati pudding kelor madu - Hidari penggunaan MSG lebih baik menggunakan garam dan gula saja - Pada saat praktek pembuatan menu tersebut disepakati menggunakan seragam batik DWP warna merah (seragam lama) - Anggota yang ditunjuk untuk mengikuti praktek menu tersebut sebanyak 3 orang yaitu yang pertama Ibu Hj. Sukarsih selaku Ketua DWP Disnaker Kab. Situbondo yang kedua Ibu Fajrin yang ketiga Ibu Ahmad Fausan - Penanggung jawab penulisan resep yaitu Ibu Fajrin - Penanggung jawab informasi kandungan gizi serta perlengkapan Ibu Herlin - Durasi video maksimal 3 menit dengan kapasitas maksimal 100mb - Pelaksanaan praktek memasak menu yaitu hari rabu tanggal 14 Oktober 2026 jam 10.00 WIB bertempat di kediaman Ibu Danik 2. Pembahasan yang kedua tentang rencana Gathering DWP Disnaker Kab, Situbondo ke Kabupaten Banyuwangi dengan hasil sebagai berikut : - Pelaksanaan tanggal 31 Oktober 2026 - Untuk akomodasi, mamin dan tiket masuk wisata sudah ditanggung oleh bidang masing2 - Penanggung jawab akomodasi pemberangkatan yaitu Ibu Danik - Ibu2 diharapkan bisa kumpul di Kantor Disnaker Kab, Situbondo pukul 04.30 WIb sampai maksimal pukul 05.00 WIB karena pemberangkatan akan dijadwal pada pukul 05.15 WIB - Untuk rundown acara lebih detail selanjutnya akan dkirim di grup oleh Ibu danik - Dresscode memakai bawahan warna jeans atasan warna putih kerudung menyesuaikan bawahan
ketua DWP unit kerja kecamatan Tamalate kota Makassar ibu Rini Puspita Aril beserta semua anggota di setiap bidang mengadakan senam sehat kerja sama dengan DWP Kota Makassar pada hari Jum'at 09 Oktober 2026 pada jam 07.00 di halaman kantor kecamatan Tamalate jl, Danau Tanjung Bunga Utara No.181 Makassar kegiatan,tersebut turut di hadiri para pengurus DWP Kota Makassar,yang mana kegiatan tersebut merupakan program kerja DWP Kota Makassar dalam meningkatkan status kesehatan bagi perempuan di bidang Olah Raga,senam bersama,sehat bersama,bahagia selamanya.
DWP Bappedalitbang Majalengka ikut giat DWP Peduli melalui Geber Jum’at Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2026 di Alun-alun Kota Majalengka. Dihadiri Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang Majalengka Ny. Nur Aisah Arif dan anggota Ibu Iceu Roni, Ibu Asri Liar dan Ibu Jajang, serta perwakilan dari dharma wanita persatuan SETDA, SETWAN, INSPEKTORAT, BKAD, BKPSDM,dan SATPOL PP DAMKAR. Total keseluruhan sekitar 50 peserta. Kegiatan rutin Geber Jum’at sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta upaya menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman. #dwppeduli
KEPULAUAN SELAYAR – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Ponno Aswar menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar pada Jumat, 9 Oktober 2026 jam 20.00 Wita Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengusung tema “Aktualisasi Cinta Rasulullah: Menghidupkan Sunnah, Merawat Tradisi dan Menjaga Keutuhan NKRI.” Tema tersebut mengandung pesan penting tentang perlunya menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, melestarikan tradisi yang positif, dan menjaga persatuan bangsa. Kehadiran Ketua DWP Kemenag Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi bagian dari dukungan organisasi dalam menumbuhkan nilai-nilai religius, mempererat silaturahmi, serta memperkuat peran keluarga dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia. Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, seluruh peserta diajak untuk tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga mengaktualisasikan kecintaan kepada beliau melalui pengamalan sunnah, pembentukan akhlak terpuji, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama. Selain itu, pesan merawat tradisi mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya dan keagamaan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Sementara itu, semangat menjaga keutuhan NKRI menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat diwujudkan melalui sikap toleran, mempererat persaudaraan, dan berkontribusi dalam menjaga kerukunan serta persatuan bangsa. Bagi Dharma Wanita Persatuan, momentum ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, keteladanan, dan cinta tanah air kepada generasi penerus. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW, menghidupkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari, serta mewujudkan keluarga dan masyarakat yang religius, harmonis, dan cinta damai. Dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, DWP Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar diharapkan terus berperan aktif dalam mendukung pembinaan keluarga, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun dan persatuan Indonesia yang tetap terjaga.
Laporan Kegiatan DWP Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga.DWP Kecamatan Mrebet telah mengikuti kegiatan Pengajian Rutin Raudhatul Jannah,yang bertempat di Pendopo Cahyana Kabupaten Purbalingga,dengan dasar dari undangan No 18/Rj.Kab.Pbg/X/2026.tertanggal 7 Oktober2026.Dengan dasar undangan tersebut DWP Kecamatan Mrebet ikut berpartisipas hadir secara Pribadi ibu Ketua yaitu Ny Neny Tofiq,Pengajian Raudhtul Jannah dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2026, Adapun isi rangkaian acara adalah sebagai beriikut.diawali dengan bacaan basmallah sebagai pembukaan, dengan di rangkai pembacaan dzikir pagi Al-Ma’tsurat, yang dipimpin oleh Ibu Karseno, Debgan dzikir,akanmendekatkan pada Alloh Swt, dan ungkapan rasasyukur pada Alloh ta’ala.Meningkat acaraselanjutnya adalah Sambutan Ibu Wakil Bupati Kabupaten Ibu Denita Dimas Prasetya Hani. Dengan Lafal Basmalah,beliau mengawali sambutannya,Alhamdulillah, puji syukur atas Rahmat dari Alloh, shg bisa terlaksana pengajian Raudhtul janah,nikmat sehat,dengan pengajian ini akan menambah hidup penuh keberkahan, krn dengan silaturahmi, akan menambah rejeki. Beliau mengucapkan terimakasih atas kehadiran Ibuibu DWP se Kabupaten Purbalingga.Dengan silturahmi akan menguatkan talipersaudaraan antar anggota,sehingga akan terbentuk keluarga yg punya landasan kuat,terbentuklah keluarga yg baik. Beliu juga menyampaikan apresiasi,karenapengajian hari ini peserta lebih banyak,terbukti dengan pendopo yg penuh.beliau berharap kedepennya untuk bisa di pertahankan.Setelah pengajian,akan disampaikan juga sosialisasi paralegal. Kita di tuntut untuk selalu meningkatkan ilmu, untuk memberikan kemanfaatan pada masyarakat,dan dengan ilmu akan menjaga keberkahan.Ilmu mjg keberkahan, dan bermanfaat utk masyarakat.Meningkat ke acara inti yaitu penyampaian tausiah oleh Ustadzah Lia Pamungkas Sari,S.Pd.Si,belia umengingatkan sebelum acaradi mulai,untuk di awali dg niat menuntut ilmu,supaya mendaptkan ilmu dan juga mendapatkan pahala.Adapun tema pada hari ini adalah Keutamaan membaca Al-Quran.Al-Quran di sebut Kalamulloh, yg di turun kan pada Nabi Muhamad, nabi yg paling mulia ,melalui malaikat Jibril secara mutawatir.pada bulan Romadhon, pada malam kailatur qidhar, malam yg lebih baik dari seribu bulan.Debgan Berinteraksi dg Al Qur'an, orang yg membacanya akan dimuliakan Allah, Baca Alquran di tuntut Tartil, Krn baca Alquran adl ibadah ygbernilai pahala. Beda dengan baca hadis tidak di tuntut secara tartil.Sesuai hadis, Barangsiapa baca 1 huruf, 1 kebaikan, di lipatkgandakan mjd 10 kebaikan.Baca Alquran di nilai dari 1 huruf, beda dg baca hadis.Redaksinya menggunakan Alif lam mim, hanya Alloh yang tahu.Pahala tetap di berikan walau tidak tahu maKnanya.Kemurahan dari Allah, salah 1 ujud syukur, SBG amalan harian, di target sesuai kemauan .Minimal hatam 3 hari, spy menikmati maknanya.Al-Quran SBG target harian, namung yg penting istiQomah.Apabila bacaan baik, boleh di target, namun apabila terbata bata mendapat 2 pahala.Dengan membaca Al-Quran akan mendapat syafaat.Pada Yaumil qiyamah, Karena pada hari kiamat,tidak ada seorangpun yg bisa membantu kita,Seorang anak akan lari dr ibunya.Dari pasangan dan anaknya.Krn mereka sibuk dg urusan masing masing.Al-Quran DTG memberi syafaat, pertolongan PD sahabat Al-Qur'an, Yg terus menerus membaca, dan mengamalkannya.Caranya dg mengikuti kajian, melaksanakan yg halal ,meninggalkan yang harom, Dari sisi pengamalannya, Krn ilmu pengetahuan merujuk dr Al-Qur'an.Mengikuti tafsir Qur'an, pengajian.AlQuranjuga menenangkan menenangkan hati.Orang yg beriman mjd trenang dg mengingat Allah, Dikir melavalkan kalimat tertentu dg memuji, minta ampun pd Allah, Membaca Alquran adl dzikir paling utama.Krn Al-Qur'an adl obat.Utk jiwa yg gelisah, cemas, sedih. Salah satu solusi penyakit kesehatan mental.Dijelaskandalam alQuran juga Bahwa Nabi Muhamad mengalami Kesedihan dg meninggalnya hotijah, peristiwa tidak ada makanan, hiburan nya adl hijrah, dan turun surat Yusuf, utk menghibur nabi.dan dengan isro mihroj, dg perjalanan di mn bisa menghilangkan kegalauan dg baca Qur'an.Irama Al-Qur'an, menyelaraskan denyut jantung.Ada beda dg orang yg di bacakan dan tidak.Otak memicu hormon ceratonin memicu efek bahagia.Pernafasan ada tehnik pernafasan, jiwa mjd rileks dan tenang Kita mencurahkan langsung PD Allah.Curhat yg paling aman yaitu dengan baca AL-quran,Dari ayat menstabilkan hati, itu semua adalah manfaat membacaAl- Quran.selain manfaat yang di atas,Rumahpun bercahaya di langit, dg bacaan Al-Quran,penduduk langit bs melihat gemerlap spt bintang.ustadzah Lia menutup tausiahnya dengan menyampaikan kesimpulan bahwa,AL-Quran adalah Sahabat apabiladi baca hati selalu dalam keadaan senang , menjadi Sahabat abadi,apabila di Tadabur menjadi petunjuk,Di amalkanan mendapat syafaat,diPelajari dpt ilmu, sehingga mengajak untuk istiqomah membaca Al-Quran. Kegiatan di tutup dengan salam.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di tingkat kelurahan merupakan salah satu fokus utama dalam pembangunan kesejahteraan keluarga. Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam bidang kesehatan masyarakat, Ketua Bidang & Budaya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Polewali Mandar yaitu Ny. Lia Wahyuni Djalaluddin turut serta menghadiri agenda peresmian infrastruktur kesehatan di tingkat kelurahan yang dilaksanakan pada tanggal 09 Oktober 2026 pada pukul 09.00 pagi di Gedung Posyandu Melati Kelurahan Pekkabata. Keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Polewali Mandar dalam Acara Peresmian Gedung Posyandu Melati Kelurahan Pekkabata bertujuan menunjukkan komitmen dan partisipasi aktif Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Polewali Mandar, memperkuat sinergi antara Dharma Wanita Persatuan, aparatur kelurahan/kecamatan, dan pemerintah daerah dan meninjau secara langsung kesiapan fasilitas Posyandu guna mendukung pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Polewali Mandar/Kecamatan Polewali beserta jajaran kader posyandu serta Bapak Bupati Polewali Mandar yaitu Bapak H. Samsul Mahmud. Acara ini dihadiri dan diresmikan langsung oleh Bupati Polewali Mandar beserta jajaran kepala dinas/instansi terkait, Camat Polewali, serta Lurah Pekkabata, kemudian peresmian ditandai dengan prosesi launching Gedung Posyandu Melati secara resmi sebagai simbol siap digunakannya fasilitas tersebut untuk melayani warga Kelurahan Pekkabata. Setelah peresmian selesai, perwakilan Dharma Wanita Persatuan mendampingi Bupati Polewali Mandar, Lurah Pekkabata, serta tokoh masyarakat untuk melakukan dokumentasi dan foto bersama di depan depan gedung Kelurahan Pekkabata / Gedung Posyandu Melati.