Pada Hari Selasa 6 Oktober 2026, Dharma Wanita Persatuan(DWP) Kota Bima menggelar pertemuan rutin di Aula Maja Labo Dahu kantor Walikota Bima. Pertemuam Rutin ini oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan(DWP) Kota Bima Ny. Hj. St. Atikah H. Fakhruranji didampingi Wakil ketua I Ny. Hj. Anita H. M. Saleh dan Wakil Ketua II Ny. Hj. Fatimah H. Supratman, jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Bima, Ketua Dharma Wanita Persatuan OPD/unit Perangkat Daerah bersama 4 anggotanya. Pelaksana kegiatan adalah DWP Badan Riset Daerah Kota Bima dan DWP Sekretariat Daerah Kota Bima dengan menghadirkan Narasumber Ny. Sri Mariani, SE dengan tema "Sosialisasi Inovasi Malembo". Kegiatan yang diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan Qalam Illahi oleh Perwakilan Anggota DWP unit BRIDA Kita Bima Ny. Sri Astuti Handayani dan rangkaian Doa yang dipimpin perwakilan DWP Sekertariat Daerah Ny. Nuraini Ilham dengan harapan agar kegiatan berjalan lancar dan dapat bermanfaat untuk seluruh peserta yang telah hadir dalam kegiatan ini, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita Persatiuan oleh seluruh peserta kegiatan. Selanjutnya laporan panitia pelaksana kegiatan yang diwakilkan oleh Ketua DWP BRIDA Kota Bima Ny. Sri Ulfah Arif Roesman Effendy, dalam laporanya disampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran seluruh pengurus dan anggota DWP Unit Perangkat Daerah, apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Narasumber yang telah hadir dalam pertemuan ini dan semoga ilmu yang akan disampaikan dapat bermanfaat untuk seluruh peserta. Besar harapan seluruh pelaksana kegiatan sekiranya nanti Ketua DWP Kota Bima dapat memberikan arahan dan masukan sebagai bahan evaluasi pelaksana kegiatan kedepannya. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan serta arahan Ketua DWP Kota Bima Ny. Hj. St. Atikah H. Fakhrunraji, dalam arahannya Ketua DWP Kota Bima menyampaikan beberapa hal yaitu apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah hadir dalam sosialisasi ini. Diharapkan dengan kehadiran pada hari ini dapat menyerap banyak ilmu yang bermanfaat bagi seluruh anggota dan dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Apresiasi juga disampaikan kepada DWP Brida dan DWP Setda Kota Bima sebagai pelaksana dan penanggung jawab kegiatan yang telah mempersiapkan secara maksimal agar kegiatan dapat berjalan lancar. Selanjutnya, Narasumber yang merupakan tenaga pengajar pada SMP Negeri 15 Kota Bima menyampaikan sosialisasi inovasi MALEMBO. Inovasi MALEMBO yaitu inovasi Masker Lo'i Me'e Mbojo merupakan salah satu nominasi pada Innovation Government Awards Tahun 2025 dan pemenang pada lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Kota Bima Tahun 2025 dan mewakili Kota Bima pada Lomba TTG tingkat Provinsi NTB. Latar belakang hadirnya inovasi tersebut adalah banyak nya produk skincare yang menggunakan bahan-bahan kimia yang memiliki efek samping negatif jika digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama sehingga membutuhkan produk yang lebih ramah lingkungan serta alami dengan memanfaatkan bahan alam yang ada di sekitar kita. Malembo juga merupakan produk turun temurun yang dimodifikasi selain produk lulur tapi juga sudah berupa sabun, masker wajah dan lotion dengan berbahan alami. Produk Masker Wajah Malembo saat ini telah terdaftar di BPPOM dan memiliki hak izin edar. Narasumber juga menyampaikan kepada seluruh peserta dibuka pelatihan gratis di rumah produksi MALEMBO beralamat di BTN Tambana seperti pelatihan pembuatan sabun berbahan pepaya, minyak zaitun dan minyak VCO kelapa murni. Dengan harapan bahwa semakin banyak orang yang mengikuti pelatihan ini maka akan semakin besar pergerakan ekonomi kreatif rumah tangga yang memiliki nilai jual baik secara lokal maupun nasional. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan pengisian daftar pemesanan produk inovasi MALEMBO sebagai bagian bentuk dukungan DWP Kota Bima untuk produk kreatif lokal.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung telah mengahadiri kegiatan workshop "MAGERAN TRADISI” SUBSEKTOR KULINER dengan tema "Jejak Rempah Tradisi di Kota Bandung", yang diselenggarakan oleh Disbudpar Kota Bandung melalui Bidang Ekonomi Kreatif pada, Hari/ Tanggal : Kamis, 8 Oktober 2026. Waktu : pukul 10.00 - 15.00 WIB Tempat : Bandung Creative Hub Lt. 5 Jl. Laswi No. 7 Kota Bandung Narasumber : 1. Bapak Iwan Ridwan Suryadimaja SSI MBA, Wakil Sekretaris BPD PHRI Jabar. 2. Bapak Dian Sediana MM.Par, CAHRM, Ketua IFBEC DPD Jabar 3. Ibu Dewi Turgarini, S. S., M.M.Par., ACICT., ACAITAS (Dosen Program Studi Magister Pariwisata UPI & Owner Indogastrotourism Tour and Travel) 4. Ibu Sara Rabasari, SM.Par.,MM.Par. (Lecturer & Culinary Practitioner) 5. Ibu Dr. Erika Nurmartiani Ketua Inkubator Bisnis Universitas Sangga Buana. Pengurus Dharma Wanita Persatuan Disbudpar Kota Bandung yang hadir : 1. Ibu Linatriana Hendi 2. Ibu Yeni Luki 3. Ibu Vani Indra 4. Ibu Anne Cepi 5. Ibu Wiwin Herman 6. Ibu Ami Deni 7. Ibu Wulan Jajat. Workshop ini di hadiri oleh 50 peserta yang terdiri para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bandung. Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung bapak Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M. Sc., Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Ibu Yeti Kurniawati S.Sos.,MT., beserta jajaran Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung, Ibu Erin Ratnasari, S.I,Kom., Ice Nopianti, S.IP., Ibu Silmi Syahidah, S.E., bapak Wawan ruswan, S.E., dan Ibu Rini Rahmayani, S.S. Rangkaian acara sbb : 1. Registrasi Peserta 2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3. Sambutan Pembukaan oleh Kadisbudpar Kota Bandung, Bapak Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc. 4. Pemaparan materi Sesi ke - 1 (Warisan Budaya Gastronomi, Potensi Rempah dan Minuman Herbal, Teknik Pengolahan, Inovasi Jamu Menjadi Lifestyle Drink, serta Peluang Produk Lokal di Industri Hospitality) 5. Sesi Tanya Jawab sesi 1 6. Workshop pembuatan minuman berbahan rempah (di ikuti Pre-test dan Post-test) 7. Istirahat Sholat Dzuhur dan makan siang 8. Sambutan dari Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung oleh Ibu Yeti Kurniawati S.Sos.,MT. 9. Pemaparan Materi sesi ke - 2 Workshop Pemasaran Digital dan Pengembangan Bisnis oleh Ibu Dr. Erika Nurmartiani 10. Sesi Tanya Jawab sesi 2 11. Foto Bersama dan Penutupan Kegiatan workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam mengembangkan produk minuman herbal/kuliner berbasis tradisi serta membangun jejaring (networking) dengan pihak akademisi, praktisi, dan industri hospitality. Tindak lanjut dari workshop ini adalah produk para peserta akan dikurasi dan didampingi untuk peningkatan kualitas, kemasan, branding, legalitas, serta kesiapan produksi. Selanjutnya akan didorong kegiatan business matching dengan hotel dan restoran di Kota Bandung, agar produk potensial dapat dijadikan menu khas, signature drink, welcome drink, hampers, maupun produk retail hotel/restoran. Melalui kegiatan ini diharapkan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Disbudpar Kota Bandung dapat enambah wawasan serta pemahaman mengenai pemanfaatan rempah tradisional, inovasi produk kuliner, serta strategi pemasaran digital secara berkelanjutan.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur.
Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumenep, telah melaksanakan kegiatan, Donor Darah
Bidang : Sosial Budaya
Program : Peningkatan Status Kesehatan Perempuan / Kegiatan Donor Darah.
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumenep
2. Hari/ Tanggal : Jumat / 09 Oktober 2026
3. Waktu : 11.00 WIB – selesai
4. Peserta : 12 orang
- Ny. Eni
- Ny. Ririn
- Ny. Pipit
- Nn. Faulan
5. Lokasi : Jl. Dr. Cipto No.21, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
6. Acara : Kegiatan Donor Darah.
Yang dipimpin oleh Ny Eni, dengan diikuti oleh pengurus, dan anggota DWP Bapenda Sumenep.
7. Susunan Acara :
a. 1. Pembukaan.
2. Sambutan dan Arahan.
3. Pemeriksaan Kesehatan Calon Pendonor.
4. Pelaksanaan Donor Darah.
5. Dokumentasi Kegiatan.
6. Penutup.
b. Dalam rangka pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumenep, telah melaksanakan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan partisipasi aktif dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan.
c. Narasumber: Ny. Eni.
Tujuan dilaksanakan kegiatan, yaitu :
1. Meningkatkan kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan pengurus serta anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumenep melalui kegiatan donor darah.
2. Membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
3. Mendukung peningkatan status kesehatan perempuan melalui partisipasi dalam kegiatan sosial di bidang kesehatan.
4. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berbagi dan membantu sesama melalui kegiatan donor darah secara sukarela.
5. Mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan solidaritas antar anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumenep.
6. Mendorong peran aktif Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program kemanusiaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
I. Latar Belakang
Donor darah merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial di bidang kesehatan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien dalam kondisi darurat, menjalani operasi, maupun dalam proses pengobatan tertentu.
Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumenep sebagai organisasi yang berperan dalam bidang sosial budaya turut mendukung upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan donor darah. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat rasa solidaritas, serta menumbuhkan semangat sukarela dalam membantu sesama.
Kegiatan donor darah dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja DWP Bapenda Sumenep, sekaligus sebagai wujud nyata kontribusi organisasi dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan peningkatan status kesehatan perempuan serta masyarakat secara umum.
II. Materi Kegiatan
1. Pentingnya donor darah sebagai tindakan kemanusiaan yang dapat membantu menyelamatkan nyawa serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
III. Kesimpulan
Melalui kegiatan ini, diharapkan DWP Bapenda Sumenep dapat terus meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antar anggota, serta berkontribusi dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, DWP dapat berperan aktif dalam mendukung program kesehatan dan kemanusiaan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya berbagi melalui donor darah secara sukarela, serta mewujudkan organisasi yang peduli, tanggap, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pembuat Laporan : Disampaikan oleh Ny. Euis Suhermanto selaku sekretaris sekaligus operator ereporting DWP Bapenda Kabupaten Sumenep.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Shalom Om Suastiastu Namo budaya salam kebajikan Yang Kami hormati: 1.Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Tengah; Ny.Aisyah Thisia Agustiar Sabran. 2.Wakil Ketua II Dharma Wanita Persatuan Provinsi Ny.Sari Marlina Agustan. Ketua DWP OPD/Instansi /Badan dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah izin menyampaikan laporan. Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) pada hari Senin,12 Oktober 2026 Pukul 09.00 -10.30 Wib, bertempat di Aula Bhakti Husada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Jl.Yos Sudarso Palangka Raya. Kegiatan Donor darah termasuk kegiatan bakti sosial atau program kerja Bidang Sosial Budaya DWP Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.Kegiata ini mengusung misi utama untuk memupuk semangat kepedulian sosial di lingkungan kerja sekaligus memastikan ketersediaan stok darah yang memadai bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, penyelenggaraan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya melakukan donor darah secara sukarela dan berkala sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan kontribusi nyata bagi sesama. Melalui keterlibatan aktif para ASN dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam menguatkan solidaritas serta memberikan manfaat luas bagi upaya penyelamatan nyawa di wilayah Kalimantan Tengah. Adapun bagi Pendonor tentunya sudah memenuhi syarat dan ketentuan kesehatan seperti: 1.Badan dalam kondisi sehat. 2.Berusia 17 tahun hingga 60 tahun 3.Berat badan minimal 50 kg 4.Tekanan darah sistolik=100 -150 mmHg,diastolik =70-90 mmHg. 5.Denyut nadi 60-90 kali per menit dan teratur 6.Suhu tubuh 36,5 derajat Celcius -37,0 derajat Celcius 7.Kadar Hemoglobin(HB) 12.5 g/dl hingga 17g/dl 8.Bagi wanita hamil/menyusui/haid tidak diperbolehkan donor. 9.Jarak donor darah minimal 2 bulan sekali maksimal 5 kali setahun untuk darah lengkap. 10.Tidak mengkonsumsi obat obatan, termasuk aspirin atau obat antibiotik dalam 3-7 hari terakhir 11.Tidak.memiliki penyakit jantung,paru paru, kangker, epilepsi atau penyakit kelainan darah. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Ny. Ida Suyuti Syamsul pada pesan singkatnya melalui What appnya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menyampaikan apresiasi atau terimakasih kepada pihak penyelenggara Dinas kesehatan dan Palang Merah Indonesia serta Pendonor dari DWP Dinas Kesehatan. Beliau menegaskan bahwa aksi donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu sesama yang membutuhkan stok darah serta menyelamatkan nyawa, mendonorkan darah secara rutin juga dapat membuat tubuh pendonor lebih sehat dan segar. Adapun nama anggota DWP yang mendonor yaitu Ny.Ngadiah dan Ny.Evi Hardiana, hasil dari donor hari ini sebanyak 5 kantong darah. Demikian laporan ini kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya sekian Wabilahi Taufik Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh. DWP Sehat Berdaya DWP Mengajar DWP komunikasi lebih baik DWP hidup lebih baik DWPcerdasLiterasi
Ny.Gusti Ayu Nyoman Andayani Mahyuddin (Ketua DWP unsur Pelaksana Sekretariat Daerah) mengikuti kegiatan pembinaan Posyandu dan Pemberian Makanan Tambahan ( PMT) Penyuluhan untuk pencegahan Stunting yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah,bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK kabupaten mamuju Tengah.di Posyandu Simpati pada tanggal 12 Oktober 2026.
DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENANGGULANGAN KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN PROVINSI DKI JAKARTA Bidang: Pendidikan Program Kerja: Peningkatan Pengetahuan dan Wawasan Anggota tentang Kesehatan Keluarga dan Pelayanan Posyandu. Kegiatan: Sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). A. DATA PERTEMUAN Judul Kegiatan: Sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hari/Tanggal: Jumat, 9 Oktober 2026 Waktu: Pukul 11.00–12.30 WIB Tempat: Pustu Joglo 2 Penyelenggara: Bidang Kesehatan Jumlah Peserta: 30 orang Peserta: Kepala Pustu, bidan, ahli gizi, Pasukan Putih, anggota DWP, dan kader kesehatan. Pelaksana Sosialisasi: DWP Satgas Kelurahan Duri Kepa. B. LATAR BELAKANG Posyandu merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Seiring dengan perkembangan pelayanan dasar, Posyandu juga berperan sebagai wadah pelayanan terpadu yang mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Enam bidang pelayanan tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Pelaksanaan Posyandu berbasis 6 SPM diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar secara terpadu dan berkelanjutan. Oleh karena itu, sosialisasi Posyandu 6 SPM dilaksanakan dalam rangkaian acara Pertin Ikakes sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta mengenai konsep, fungsi, serta peran Posyandu dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar bagi masyarakat sepanjang siklus kehidupan. C. TUJUAN KEGIATAN Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai konsep Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menambah pengetahuan dan wawasan peserta tentang enam bidang pelayanan dasar yang terintegrasi melalui Posyandu. Meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Posyandu. Mendorong sinergi dan kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan masing-masing. D. URAIAN ACARA Kegiatan sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 11.00–12.30 WIB, bertempat di Pustu Joglo 2, dalam rangkaian acara Pertin Ikakes. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas Kepala Pustu, bidan, ahli gizi, Pasukan Putih, anggota DWP, dan kader kesehatan. Sosialisasi dilaksanakan oleh DWP Satgas Kelurahan Duri Kepa sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai pelayanan Posyandu. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep Posyandu 6 SPM yang mencakup enam bidang pelayanan dasar, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Materi sosialisasi menekankan bahwa Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi wadah pelayanan terpadu yang mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pada berbagai kelompok usia. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya keterpaduan pelayanan dan kolaborasi lintas sektor serta berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat guna mendukung pelaksanaan Posyandu yang lebih optimal. E. HASIL KEGIATAN Peserta memperoleh pengetahuan dan wawasan mengenai konsep Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Meningkatnya pemahaman peserta mengenai enam bidang pelayanan dasar yang terintegrasi dalam pelaksanaan Posyandu. Bertambahnya kesadaran peserta mengenai pentingnya peran kader, anggota DWP, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan Posyandu. Tumbuhnya pemahaman mengenai pentingnya kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat. Terbangunnya dukungan terhadap pelaksanaan Posyandu yang terpadu, berkesinambungan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. F. EVALUASI Kegiatan sosialisasi Posyandu 6 SPM berjalan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta mengenai pelayanan dasar terpadu melalui Posyandu. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami materi yang disampaikan serta menerapkannya dalam mendukung kegiatan Posyandu di lingkungan masing-masing. Sosialisasi serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar informasi mengenai Posyandu 6 SPM dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Koordinasi antara tenaga kesehatan, kader, anggota DWP, dan unsur terkait juga perlu terus ditingkatkan guna mendukung pelaksanaan pelayanan Posyandu yang optimal. G. PENUTUP Demikian laporan kegiatan sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) ini disusun sebagai dokumentasi pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan Satuan Tugas Dharma Wanita Persatuan Provinsi DKI Jakarta. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kepedulian peserta terhadap pentingnya pelayanan Posyandu yang terpadu, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. H. CATATAN TAMBAHAN Kegiatan sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) termasuk dalam Bidang Pendidikan karena berfokus pada edukasi, peningkatan pengetahuan dan wawasan peserta, serta penyebarluasan informasi mengenai pelayanan dasar terpadu melalui Posyandu. Tambahkan susunan acara yang lebih rinci Buat penyelenggara dan pelaksana lebih konsisten Perjelas hasil kegiatan berdasarkan capaian
Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Kegiatan Koordinasi Bersama Ibu Kepala Tata Usaha ( KTU) BPSBTPH DWP Distanhorti Prov Jabar BPSBTPH yg diwakili oleh Ibu Ketua DWP Ibu Minda Iswanto bersama Ibu Novy Hendi dan Ibu Iyan melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Ibu KTU BPSBTPH Ibu Irma mengenai persiapan HUT DWP lingkup Distanhorti yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang Senin 12 Oktober 2026 Pukul 10.00 WIB s/d Selesai Di BPSBTPH Prov Jabar Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pembahasan rencana kegiatan HUT DWP, pembagian tugas, persiapan teknis, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menyukseskan acara HUT DWP lingkup Distanhorti. Kegiatan ini merupakan wujud nyata program kerja bidang Sosial Budaya Tujuan kegiatan untuk mematangkan persiapan HUT DWP, meningkatkan koordinasi dan kekompakan antar anggota, serta menyukseskan perayaan HUT DWP lingkup Distanhorti. Alhamdulillah kegiatan koordinasi bersama Ibu KTU BPSBTPH berjalan lancar, tertib dan penuh kebersamaan.
Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Kegiatan Senam Zumba DWP Distanhorti Prov Jabar BPSBTPH Ibu Riena Aip Maysarip mengikuti kegiatan senam zumba bersama masyarakat sekitar yang dipandu oleh Zin Pipit bertempat di Studio 3 Antapani Bandung Senin 12 Oktober 2026 Pukul 09.00 WIB s/d Selesai Adapun kegiatan yang dilakukan berupa senam zumba bersama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani. Kegiatan ini merupakan wujud nyata program kerja di bidang Sosial Budaya Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, menjaga imunitas, mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar, serta menumbuhkan semangat hidup sehat dan kebersamaan. Alhamdulillah kegiatan senam zumba bersama Zin Pipit di Studio 3 Antapani Bandung berjalan lancar, sehat, bugar dan penuh semangat.
ANGGOTA DWP UNIT BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN OKU SELATAN HADIRI SOSIALISASI RANCANGAN PERDA TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN TAHUN 2026 MUARADUA – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Joni Rafles, AP., M.Si., bersama Wakil Ketua II DPRD OKU Selatan, Carles Minarko, S.E., menghadiri Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Tahun 2026, Senin (12/10/2026), bertempat di Wedana Boutique Hotel Muaradua. Dalam sambutannya, Joni Rafles menyampaikan bahwa penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja dari berbagai risiko sosial dan ekonomi yang dapat terjadi selama menjalankan pekerjaan. Menurutnya, keberadaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum dalam memperkuat penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten OKU Selatan, sehingga cakupan kepesertaan dan perlindungan bagi para pekerja dapat terus ditingkatkan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, baik perangkat daerah, pemberi kerja, maupun pihak terkait lainnya, dalam mendukung implementasi program tersebut. Dengan demikian, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya menjangkau pekerja formal, tetapi juga pekerja sektor informal yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Lebih lanjut, Joni Rafles berharap melalui sosialisasi ini seluruh peserta dapat memahami substansi dan tujuan penyusunan Raperda tersebut, sekaligus memberikan masukan dan saran konstruktif agar regulasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Melalui penyusunan regulasi ini, kita berharap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten OKU Selatan semakin optimal, sehingga para pekerja dapat menjalankan aktivitasnya dengan rasa aman dan memperoleh perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten OKU Selatan, Carles Minarko, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa DPRD mendukung upaya Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dalam menyusun regulasi yang bertujuan memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para pekerja. Menurutnya, Raperda tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini memiliki peran penting dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk memastikan para pekerja memperoleh perlindungan atas risiko yang mungkin terjadi dalam hubungan kerja maupun selama menjalankan aktivitas pekerjaan. Ia menegaskan bahwa penyusunan Raperda perlu dilakukan secara cermat dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, kondisi daerah, serta kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat terbangun pemahaman bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan terkait substansi regulasi yang sedang dibahas. Carles juga berharap agar Raperda tersebut nantinya dapat diimplementasikan secara optimal, dengan dukungan koordinasi dan sinergi seluruh pihak, sehingga semakin banyak pekerja di Kabupaten OKU Selatan, baik di sektor formal maupun informal, yang memperoleh akses terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan. “Melalui pembahasan dan penyusunan regulasi ini, kita berharap perlindungan terhadap tenaga kerja semakin meningkat. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja di Kabupaten OKU Selatan,” ungkapnya. Pemerintah Kabupaten OKU Selatan berkomitmen untuk terus mendorong penguatan regulasi dan koordinasi lintas sektor guna mendukung penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan serta memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih luas dan berkelanjutan di Kabupaten OKU Selatan. Turut hadir Kepala BPKAD, Kepala BKPSDM, Kadin PMD, Sekwan, Kabag Hukum dan Peserta Sosialisasi.
Bidang : Sosial Budaya Program : Ketahanan Keluarga Nama Kegiatan : Iman & Taqwa "Kajian Islam Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar" 1. Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar 2. Hari / Tanggal : Senin / 12 Oktober 2026 3. Waktu : 08.30 - 12.00 Wita 4. Peserta : 120 Orang 5. Lokasi : Masjid Rahmatul Ilham Kantor Balaikota, Jl. Ahmad Yani No.2 6. Acara : Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar khususnya Bidang Sosial Budaya, melaksanakan kegiatan rutin Kajian Islam sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga sebagai wadah silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta yang merupakan pengurus dan anggota dari Dharma Wanita Persatuan lingkup Pemerintah Kota Makassar. Turut hadir dalam kegiatan ini Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Ny. Hj. Fatma Wahyuddin A. Zulkifly, ST.,MM. untuk memberikan sambutan dan membuka kegiatan ini. Dan di dampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Ny. Vivi Andriani A. mahyuddin. Kegiatan Kajian Islam ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh para peserta yang hadir. Sebagai salah satu perserta yg ikut menghadiri kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Dinas Sosial, sebagai bentuk dukungan dan partisipasi dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar. Serta yang menjadi Narasumber kegiatan ini yaitu DR. H. Suf Kasman, M. Ag.,M.H.,M.Pd, C.A.H (Dosen UIN Alauddin Makassar & Pengurus MUI Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui Kajian Islam ini, para peserta mendapatkan tambahan ilmu dan pemahaman keagamaan yang diharapkan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, dan organisasi.