E-REPORTING DWP DISKOMINFO KABUPATEN SUKOHARJO
Nama Kegiatan: Kegiatan Bersih Desa
Hari/Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
Waktu: Pukul 06.30 WIB – selesai
Tempat: Lingkungan rumah Ny. Mevi Tayani Bayu Nur H, salah satu anggota DWP Diskominfo Kabupaten Sukoharjo
Uraian Kegiatan:
Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diskominfo Kabupaten Sukoharjo mengikuti kegiatan bersih desa yang dilaksanakan di lingkungan rumah Ny. Mevi Tayani Bayu Nur H. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, mempererat kebersamaan antarwarga, serta menumbuhkan semangat gotong royong di masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat serta meningkatkan kepedulian sosial antaranggota dan masyarakat sekitar.
Dharma Wanita Persatuan Bappeda Litbang Kabupaten Sampang telah Menghadiri Senam Bersama bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sampang
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga, Olahraga
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Litbang Kabupaten Sampang
2. Hari/ Tanggal : Jum’at, 08 Mei 2026
3. Pukul : 06.00 WIB s/d selesai
4. Peserta : Seluruh Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) se Kabupaten Sampang
5. Lokasi : Alun-alun Trunojoyo Kabupaten Sampang
6. Acara : Senam Bersama.
Kegiatan Senam Bersama di Laksanakan yang di pimpin instruktur Senam Kabupaten yang dikuti peserta senam seluruh OPD/ Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) se Kabupaten,
Jalannya Acara: Pelaksanaan Senam Bersama dipimpin oleh Instruktur Senam Kabupaten Sampang dan dikuti peserta senam seluruh OPD/ Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) se Kabupaten Sampang,
Tujuan Pelaksanaan Senam Bersama ini adalah untuk mengajak masyarakat hidup sehat dan menjadikan olahraga sebagai budaya nasional, membangun karakter bangsa melalui nilai-nilai sportivitas, meningkatkan prestasi olahraga nasional, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan bangsa. Peringatan ini juga merupakan momen untuk mengenang sejarah olahraga nasional, menghargai perjuangan atlet, dan menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
Kegiatan Senam Bersama yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan setiap Jum’at Pertama setiap Bulan, Senam adalah salah satu cabang olahraga yang di dalamnya terdapat berbagai aktivitas gerakan fisik yang ditampilkan mulai dari gerakan yang sederhana hingga gerakan kompleks, serta disusun dan dipilih dengan sedemikian rupa sehingga membentuk gerakan yang artistik dan indah untuk ditonton. Dalam cabang olahraga senam khususnya senam artistik terdapat beragam gerakan mulai dari gerakan yang ringan, sedang bahkan berat.
Hidup Sehat adalah Hidup yang senantiasa menjaga Pola makan Sehat, menjaga Keseimbangan Metabolisme tubuh agar tetap Bugar sehat jasmani dan rohani, Banyak masyarakat awam tidak menyadari pentingnya kedua faktor ini, masyarakat lebih penting mengikuti tren makanan dan jajanan yang kekinian dan kebangayakn orang masa kini malas gerak dan lebih banyakmemilih rebahan setelah makan, hal ini memicu timbulnya berbagai penyakit, Sangat penting menjaga Kebugaran Tubuh dengan melakukan senam paling sedikit seminggu sekali, hal ini dilakukan agar metabolisme tubuh berjalan sebagaimana mestinya, senam bisa dilakukan di luar ruangan maupun di dalam ruangan, dirumah menjadi sala satu tempat ternyaman dengan fasilitas seadanya, bagi Wanita ibu rumah tangga yang tidak bekerja.
Diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk selalu menjaga kebugaran dan Kesehatan tubuh dengan melakukan kegiatan senam, senam tidak harus di tempat senamatau gym tapi Gerakan senam dapat dilakukan di rumah, dengan melakukan Gerakan yang ringan sampai yang berat sekalipun, Tubuh yang sehat terletak pada jiwa yang sehat, selain melakukan Gerakan ringan dalam senam, pola hidup sehat dengan menjaga pola makan yang seimbang juga tidak kalah penting menjadi faktor Utama untuk menjaga Kesehatan dan Kebugaran Tubuh, menjaga pola makan juga mempunyai peran dalam keseimbangan metabolism tuibuh
Senam Bersama ini bertujuan untuk menciptakan manusia yang sehat jasmani dan rohani, dan menjalin hubungan silaturrahmi antar peserta yang mengikuti kegiatan senam ini, menjalin hubungan silaturrahmi menurut agama Islam adalah memperpanjang umur dan mempermurah rejaki, maka begitu besar manfaat Senam Bersama ini, selain itu juga bisa membuat awet muda.
Bersahabat dengan alam selalu menjaga keseimbangan lingkungan sekitar juga menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya, berdamai dan bersahabat dengan alam bisa membentuk jiwa sehat seutuhnya, maka Jagalah sehatmu sebelum sakitmu, pepatah mengatakan hal sedemikian agar kita selalu mampu menjaga Kesehatan dan kebugaran dengan Langkah yang tepat yaitu gaya hidup sehat dan pola makan yang sehat.
Mari Bersama menciptakan Indonesia sehat dengan membentuk manuasia kuat sehat melalui Gerakan senam yang berkualitas, Indonesia Maju, Indonesia Kuat.
Sabtu, 16 Mei 2026 telah dilaksanakan pertemuan rutin DWP UP RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka bulan Mei bertempat di depan Poli Rawat Jalan RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, pada pukul 1600 WITA, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 27 Ibu DWP. Adapun maksud dan tujuan pelaksanaan pertemuan rutin DWP ini sebagai wujud dukungan istri-istri ASN lingkup RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka terhadap kinerja suami dan menjalin hubungan kerja sama para istri AS. Dalam pertemuan rutin DWP bulan Mei ini, Ketua DWP juga menyampaikan beberapa informasi yang dianggap perlu untuk diketahui para istri ASN di RSUD. Kegiatan berjalan lancar dan tepat pada waktunya.
Kegiatan Pertemuan Rutin DWP RSUD Sultan Suriansyah Tanggal 08 Mei 2026 Tempat Kampoeng Arab Coffee House Banjarmasin Jam :11.00 Wita s.d Selasai . Peserta 17 orang Pengurus dan Anggota DWP RSUD Sultan Suriansyah . Pembawa Acara : Syafira Salsabila,SPd. Notulen : Melisa Rahmah,SH. Acara Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Pengolahan Sampah Rumah Tangga .sebagai Pembicara Ibu Fatmawaty dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin.
RISALAH RAPAT PERTEMUAN RUTIN DWP DINAS KEHUTANAN Agenda : Rapat Pengurus DWP Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara membahas Program Kerja Tahun 2026 Hari, Tanggal : Kamis, 14 Mei 2026 Waktu : 10.00 WIT s.d. selesai Tempat : Kantor KPH Ternate-Tidore Pimpinan Rapat : Ibu Ketua Ny. Hj. Irma Basyuni Peserta Rapat : Pertemuan ini dihadiri oleh anggota DWP Dinas Kehutanan sebanyak 22 orang I. Pembukaan Pertemuan dibuka oleh Ibu Sekretaris DWP Dinas Kehutanan, Ibu Adja Ardanan dengan bersama-sama membaca surah Al-Fatihah. II. Arahan Ketua DWP Dinas Kehutanan Rasa syukur dipanjatkan terhadap kesehatan dan hidayah yang sampai saat ini diberikan Allah swt. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas program kerja masing-masing bidang di DWP Dinas Kehutanan untuk periode tahun 2026, termasuk perencanaan anggaran, untuk kemudian dibicarakan kepada Bapak Penasihat DWP Dinas Kehutanan. Sebelum kegiatan dimulai, Ibu Ketua DWP memohon agar bersama-sama berdoa untuk kesembuhan Bapak Ibnu, Kepala Bidang PKSDH Dinas Kehutanan. III. Penyampaian program kerja kesekretariatan DWP Nasional • DWP memiliki visi, misi, dan tujuan organisasi, di mana visi tersebut adalah menjadi organisasi istri ASN professional untuk memperkuat peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa, dengan empat misi, di antaranya: 1. Mengembangkan sumber daya manusia DWP yang kompeten dan berwawasan global. 2. Menyejahterakan anggota, keluarga, dan Masyarakat melalui bidang Pendidikan, ekonomi, social budaya secara demokrasi. 3. Meningkatkan Kerjasama multipihak dalam pelaksanaan program kerja DWP. 4. Mengembangkan sistem informasi manajemen DWP secara terintegrasi dan berbasis data. Adapun tujuan organisasi ini adalah memperkokoh persatuan, meningkatkan kemampuan anggota, menjalankan kerja sama, serta mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarga melalui bidang Pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. • Untuk mencapat tujuan tersebut, dibutuhkan program kerja dan turunan kegiatannya, termasuk tujuan yang jelas. • Terdapat sembilan program kerja, di antaranya: 1. Penguatan organisasi, dengan dua sub-program kerja, yaitu pemutakhiran data anggota dan organisasi DWP dan peningkatan kualitas SDM anggota DWP. 2. Penataan organisasi, dengan dua sub-program kerja, yaitu penataan struktur dan administrasi organisasi serta penguatan tata kelola dan konsolidasi organisasi. 3. Fasilitas organisasi, dengan dua sub-program kerja, yaitu fasilitasi administrasi dan sistem organisasi dan fasilitasi pelaksanaan dan koordinasi organisasi. 4. Penguatan tata kelola sistem informasi dan pelaporan DWP, dengan sub-program kerja pengembangan implementasi sistem e-reporting. 5. Pembinaan organisasi, dengan sub-program kerja pembinaan dan koordinasi organisasi DWP. 6. Administrasi umum, dengan sub-program kerja tata persuratan, tata arsip, dan pengelolaan sekretariat. 7. Aset dan data, dengan sub-program kerja pengelolaan asset dan data organisasi. 8. Humas dan informasi, dengan sub-program kerja pengelolaan humas dan informasi. 9. Pengelolaan dan penyusunan keuangan DWP, dengan sub-program kerja pengelolaan dan pelaporan keuangan DWP. • Adapun arahan terkait program kerja tersebut dari Ibu Ketua DWP Dinas Kehutanan adalah sebagai berikut: - Saat ini belum ada juklak dan juknis di DWP Dinas Kehutanan. Terkait ini, untuk hal-hal yang tidak ada, tidak perlu dimasukkan dalam program kerja DWP Dinas Kehutanan. - Mengusahakan ketersediaan buku panduan DWP. - Setiap bidang memerlukan setidaknya satu orang yang dapat bertanggung jawab akan surat masuk dan keluar, termasuk pengarsipan dokumennya, dan satu orang lainnya untuk mengelola dokumentasi dan kebutuhan publikasi. - Bidang Kesekretariatan perlu melakukan inventarisasi hal-hal yang diperlukan, termasuk rincian anggaran seperti pengadaan buku, kertas, dan lainnya, yang disusun per program. Sementara untuk bidang yang lain, inventarisasi barang dan rencana anggaran disusun per kegiatan, kemudian dilaporkan ke Bidang Kesekretariatan. - DWP Dinas Kehutanan perlu memiliki satu format laporan keuangan, termasuk kwitansi dengan logo DWP untuk segala pengeluaran DWP Dinas Kehutanan. IV. Diskusi • Ibu Sekretaris, Ibu Adja Ardanan menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan dari bidang kesekretarian di antaranya: 1. Ruangan penyimpanan berkas DWP. 2. Papan nama DWP. 3. Papan struktur kepengurusan. 4. Papan program kerja satu tahun setiap bidang. 5. Papan program kerja lima tahun. 6. Papan dokumentasi setiap bidang. 7. Inventarisasi barang. 8. Pembaharuan database keanggotaan. 9. Pembaharuan data kegiatan per bidang. 10. Studi banding kelengkapan administratif kepada pemenang lomba administrasi di DWP Provinsi Maluku Utara. 11. Mendatangkan sekretaris DWP Provinsi atau ahli lainnya untuk melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi Dinas Kehutanan. Sebagai informasi, saat ini admin yang mengelola Facebook DWP Dinas Kehutanan adalah Ibu Adja Ardanan. Sementara admin e-reporting adalah Ibu Nona Fadli. • Ibu Ketua Hj. Irma Basyuni mengarahkan untuk beberapa bulan ke depan, DWP Dinas Kehutanan perlu melakukan pembenahan atas kekurangan yang sudah diidentifikasi. Sementara itu, ruangan untuk DWP Dinas Kehutanan akan diminta kepada Bapak Penasihat agar disediakan di Kantor Dinas Kehutanan. Sejalan dengan hal tersebut, yang diperlukan adalah: 1. Anggota DWP melakukan foto mandiri menggunakan baju DWP Nasional yang kemudian dikumpulkan ke Ibu Sekretaris, bersamaan dengan permintaan data dari kesekretariatan, untuk pembaharuan papan struktur organisasi. 2. Masing-masing bidang perlu memiliki buku agenda berisi daftar surat masuk dan keluar, ekspedisi, dan hal-hal adminitrasi lainnya yang sama yang berada di bidang kesekretariatan. 3. Spot khusus dalam ruangan tersebut untuk perpustakaan mini bidang Pendidikan. Sementara itu, Ibu Ketua akan koordinasi dengan DWP Provinsi terkait kesediaan buku/panduan administratif. Lalu terkait studi banding, akan dibicarakan ke Bapak Penasihat, karena juga membutuhkan izin dari Provinsi. • Ibu Asmawati Bahrudin memberikan masukkan bahwa setiap organisasi memiliki aturan-aturan normatif, sehingga upgrade harus dari bidang yang berada di atas terlebih dahulu, misalnya kesekretariatan di DWP Provinsi yang memberikan upgrade kemampuan ke kesekretariatan DWP Dinas Kehutanan. • Ibu Adja Ardanan memberikan informasi bahwa pada umumnya juara lomba, termasuk lomba administrasi yang lalu, bersifat tertutup akan permintaan studi banding. • Ibu Nurhayati Baerudin memberikan masukkan bahwa DWP Dinas Kehutanan perlu bergerilya mencari buku juklak dan juknis DWP karena pada umumnya dokumen tersebut ada setelah serah terima kepengurusan. • Ibu Adja Ardanan menyampaikan bahwa sebenarnya DWP memiliki buku orens yang lama yang berisi panduan struktur dan kesuratan. Di samping itu, saat ini sudah ada buku baru, sehingga mungkin DWP Provinsi akan menyampaikan kepada OPD-OPD terkait. • Ibu Ketua DWP Dinas Kehutanan, Ibu Hj. Irma Basyuni menyampaikan bahwa kelengkapan administrasi dapat mengacu pada administrasi yang berada di kantor Dinas Kehutanan. V. Presentasi program kerja setiap bidang • Penyampaian Bidang Ekonomi Disampaikan oleh Ketua Bidang Ekonomi, Ibu Nurhayati Baerudin, bidang ekonomi memiliki tujuan untuk mendapatkan pemasukkan yang dapat menghidupkan organisasi ini, mendorong kemandirian, memperkuat sinergi, dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan di DWP Dinas Kehutanan. Adapun program kerja bidang ekonomi di antaranya: - Kegiatan usaha dan organisasi, dengan sub-kegiatan pembuatan kalender tahunan, bazar di setiap event dan pertemuan rutin bulanan, jasa penjahitan, penyediaan kebutuhan bahan pokok rumah tangga, penyediaan kebutuhan perkantoran, dan usaha simpan pinjam yang pengelolaannya mengarah ke bentuk koperasi. Dari semua sub-kegiatan tersebut tidak membutuhkan anggaran, namun untuk rencana usaha simpan pinjam membutuhkan bantuan pinjaman modal senilai Rp 25.000.000 yang nantinya wajib dikembalikan kepada pemilik modal. - Pemberdayaan ekonomi produktif dan kreatif, dengan sub-kegiatan digitalisasi dan pemasaran usaha anggota melalui aplikasi toko online dan pembinaan usaha simpan pinjam. Program kerja ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 500.000 yang focus pada sub-kegiatan kedua - Digitalisasi dan fasilitasi bantuan modal, dengan sub-kegiatan sosialisasi dan pendampingan pemasaran secara digital melalui penggunaan aplikasi toko online dan sosialisasi akses pemodalan usaha. Di samping itu sasaran program kerja dari Bidang Ekonomi adalah anggota DWP Dinas Kehutanan dan keluarga, termasuk ASN Dinas Kehutanan. Adapun tanggapan dari Ibu Ketua Hj. Irma Basyuni sebagai berikut: - Ibu Ketua Bidang Ekonomi perlu memperbaiki rencana program kerja dengan mengacu pada format program kerja terbaru yang sebelumnya sudah dipaparkan oleh Ibu Ketua Hj. Irma Basyuni. - Selain fokus untung mencari keuntungan, juga perlu meningkatkan pemberdayaan anggota DWP, khususnya untuk peningkatan ekonomi, misalnya membantu penilitian ujian akhir skripsi yang sasarannya adalah DWP Dinas Kehutanan, seperti analisis gizi dan sebagainya. - Bidang Ekonomi memiliki program kerja di antaranya bidang usaha bersama, usaha produktif, dan koperasi. Setelah ini, Bidang Ekonomi dapat berkonsultasi dengan Ibu Ketua DWP Dinas Kehutanan. Sementara itu, tanggapan dari Ibu Ketua Bidang Ekonomi sebagai berikut: - Setelah mendapatkan format terbaru, program kerja Bidang Ekonomi akan diperbaiki. • Penyampaian Bidang Pendidikan Disampaikan oleh Ketua Bidang Pendidikan, Ibu Nur Baim, Bidang Pendidikan memiliki program kerja sebagai berikut: - Penguatan literasi pendidikan keluarga melalui praktik membaca nyaring dan revitalisasi bahasa ibu, dengan kegiatan pendampingan anak belajar di rumah untuk meningkatkan budaya baca. - Pendidikan karakter anak berbasis keluarga, dengan kegiatan pembiasaan nilai moral dan etika dalam keluarga melalui pendampingan pola asuh positif. - Penguatan kapasitas dan peran anggota, dengan kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas anggota. Adapun tanggapan dari Ibu Ketua Hj. Irma Basyuni adalah: - Perlu penjelasan menganai cara mengukur keberhasilan program kerja. Untuk mengjawab pertanyaan tersebut, program kerja ini perlu disosialisasikan terlebih dahulu ke anggota DWP Dinas Kehutanan, kemudian adakan event, misalnya lomba literasi anak, dan lainnya. - Perlu menambahkan anggaran untuk setiap program kerjanya. Sementara itu tanggapan dari Ibu Masita Syafri Joni adalah sebagai berikut: - Sudah ada rencana untuk meminta waktu saat pertemuan rutin DWP Dinas Kehutanan terkait penyampaian pertanyaan bagaimana budaya baca di rumah, yang sasarannya kepada anak SD hingga SMP kelas 1. Tanggapan dari Ibu Ketua Bidang Pendidikan sebagai berikut: - Program kerja di Provinsi yang terkait dengan dukungan PAUD sekolah binaan dan bantuan pendidikan bagi keluarga ASN sudah ditiadakan. • Penyampaian Bidang Sosial Budaya Disampaikan oleh Ketua Bidang Pendidikan, Ibu Ana Fachrurrazi, Bidang Sosial Budaya memiliki program kerja sebagai berikut: - Meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan pada ibu dan anak, dengan sub-kegiatan sosialisasi bahaya pornografi, anti narkoba, dan anti-bullying. Program kerja ini bisa bekerjasama dengan Bidang Pendidikan. - Meningkatkan layanan kesehatan perempuan, dengan sub-kegiatan donor darah dan cek Kesehatan gratis berupa cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan berat badan. Hal ini dapat bekerja sama dengan layanan Kesehatan pada event tertentu. - Pembudayaan pola hidup aktif, dengan sub-kegiatan sosialisasi tentang pentingnya budaya aktif fisik. Kegiatan ini dapat diawali dengan memberikan video gerakan senam agar anggota DWP dapat melakukannya setiap hari di rumah, untuk nantinya olahraga bersama satu bulan sekali. - Pengelolaan lingkungan dan perilaku hidup bersih sehat, dengan sub-kegiatan aksi tanam pohon bersama, yang dapat bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dalam rangka Hari Rimbawan dan aksi bersih-bersih bersama, yang biasanya dilakukan setelah kegiatan senam bersama. - Peningkatan kerukunan dan toleransi agama, dengan kegiatan perayaan hari besar keagamaan dan perayaan hari besar nasional, yaitu HUT proklamasi. - Pelestarian budaya dan kearifan lokal, dengan sub-kegiatan lomba kreasi pangan lokal dalam rangka perayaan HUT Rimbawan. - Peningkatan kesadaran cinta tanah air, dengan sub-kegiatan lomba kreasi batik lokal pada perayaan HUT Rimbawan. - Gerakan sosial peduli dan berbagi, dengan kegiatan bazar sosial dan sub-kegiatan penjualan kue atau makanan dengan harga murah, yang dapat bekerja sama dengan Bidang Ekonomi dan/atau Dinas Pangan, bakti sosial, penggalan dana bantuan sosial, dan kunjungan kepedulian kepada anggota DWP yang mengalami musibah. Adapun tanggapan dari Ibu Ketua Hj. Irma Basyuni adalah: - Perlu menambahkan anggaran untuk setiap program kerjanya. Tanggapan dari Ibu Sekretaris, Ibu Adja Ardanan sebagai berikut: - Di setiap jumat berkah, sasaran tidak perlu untuk selalu di masjid, melainkan bisa kepada janda dan/atau anak yatim dan piatu yang membutuhkan. Kemudian tidak harus berupa makanan, melainkan dapat berupa barang. • Penyampaian Bidang Kesekretariatan Disampaikan oleh Ketua Sekretaris, Ibu Adja Ardanan, Bidang Kesekretariatan memiliki program kerja sebagai berikut: - Pemutakhiran data anggota dan organisasi, dengan kegiatan pemutakhiran dan pendataan anggota DWP melalui sistem informasi keanggotaan berbasis web dan e-reporting, dengan anggaran Rp 2.000.000 untuk penyediaan papan nama depan. - Penataan struktur dan administrasi organisasi, dengan kegiatan penataan dan penyesuaian struktur organisasi DWP sesuai hasil Munas, dengan anggaran Rp 1.500.000 untuk penyediaan papan struktur organisasi, papan program kerja satu tahun papan program kerja lima tahun, papan informasi whiteboard, dan papan informasi sterofoam. - Fasilitasi pelaksanaan dan koordinasi organisasi, dengan kegiatan penyelenggaran HUT DWP, serah terima jabatan, pengukuhan, dan kegiatan organisasi lainnya, dengan anggaran Rp 5.000.000. - Pengembangan dan implementasi sistem e-reporting DWP, dengan anggaran Rp 3.000.000 untuk insentif admin. - Pembinaan dan koordinasi organisasi DWP, dengan kegiatan sosialisasi literasi dan stunting, dengan anggaran Rp 3.000.000 untuk honoraria narasumber. - Tata persuratan, dengan anggaran Rp 1.000.000. - Tata arsip, dengan anggaran Rp 1.000.000. - Pengelolaan sekretariat. - Pengelolaan aset dan data organisasi. - Pengelolaan humas dan informasi. - Pengelolaan dan penyusunan keuangan DWP, dengan anggaran untuk amplop, kertas, dan map. VI. Penutup Kegiatan ditutup oleh Ibu Ketua DWP Dinas Kehutanan, Ibu Hj. Irma Basyuni dengan menekankan tenggat waktu penyusunan rincian anggaran program kerja setiap bidangnya pada pertemuan rutin DWP Dinas Kehutanan bulan Mei 2026.
Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Sub SMP Negeri 18 Kota Surakarta melaksanakan kegiatan Hari, tanggal : Senin, 18 Mei 2026 Jam : 08.00 WIB - Selesai Tempat : Loby Sekolah (SMPN 18 Kota Surakarta Jl. Gunung Slamet RT 2/RW 19, Banjarsari, Banjarsari, Kota Surakarta Acara : Memberikan Santunan GNOTA (Nazriel Raihan Ardiansyah Kelas 7C dan Mikhael Andika Perdana Kelas 7G) dari DWP UP Dinas Pendidikan Kota Surakarta Ketua Penyelenggara : Ibu Endang Siswanti, S.Pd. Penasihat : Ibu Endang Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd. Dihadiri oleh : Anggota DWP Sub SMPN 18 Kota Surakarta Bantuan kepada siswa yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar tetap semangat belajar.
Dharma Wanita Persatuan Bappeda Litbang Kabupaten Sampang telah Study Tiru Pengolahan Sampah di TPS 3R Kota Batu Malang oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sampang
Bidang : Bidang Sekretaris
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Seminar
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Litbang Kabupaten Sampang
2. Hari/ Tanggal : Rabu, 06 Mei 2026
3. Pukul : 10.00 WIB s/d selesai
4. Peserta : Seluruh Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) se Kabupaten Sampang
5. Lokasi : TPS 3R Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Malang
6. Acara : Study Tiru Pengolahan Sampah DWP Kabupaten Sampang
Study Tiru Pengolahan Sampah DWP Kabupaten Sampang di TPS 3R DLH Kota Batu Malang merupakan Kegiatan yang di lakukan oleh DWP Kabupaten Sampang untuk dapat mengetahui berbagai Jenis Sampah yang diolah oleh TPS 3R DLH Kota Batu Malang.
Pengolahan sampah adalah proses sistematis yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali limbah untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Tujuan utamanya adalah menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi.
Praktik pengolahan sampah yang efektif umumnya berpedoman pada langkah-langkah berikut:
1. Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
- Reduce (Mengurangi): Meminimalisir produksi sampah dari sumbernya, misalnya dengan membawa tas belanja sendiri atau menghindari penggunaan plastik sekali pakai.
- Reuse (Menggunakan Kembali): Memanfaatkan barang bekas untuk fungsi yang sama atau fungsi lain agar tidak langsung menjadi sampah.
- Recycle (Mendaur Ulang): Mengolah kembali sampah menjadi produk baru yang lebih bernilai, seperti mengolah botol plastik menjadi paving Blok
2. Pemilahan Sampah dari Sumber
Pondasi utama pengolahan sampah dimulai dari rumah tangga dengan memisahkan jenis sampah:
- Sampah Organik: Sisa makanan, sayuran, dan dedaunan (mudah terurai).
- Sampah Anorganik: Plastik, kaca, kertas, dan logam (sulit terurai).
- Sampah B3: Bahan Berbahaya dan Beracun seperti baterai dan botol bahan kimia.
3. Teknologi dan Metode Pengolahan Lanjutan
- Pengomposan: Mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos atau pakan maggot (BSF) untuk menyuburkan tanah.
- Bank Sampah: Tempat penyetoran sampah anorganik yang telah dipilah untuk ditukar dengan nilai ekonomis (uang atau tabungan).
- TPS-3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle): Fasilitas komunal yang dikelola masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah skala kawasan.
Panduan lengkap mengenai tata cara pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar dapat dipelajari melalui panduan dari Dinas Lingkungan Kota Batu. Selain itu, Anda juga dapat menerapkan pembuatan pupuk kompos mandiri dengan alat komposter sesuai anjuran dari Pemerintah Kota Batu.
Pada Study Tiru Pengolahan Sampah kali ini DWP Bappedalitbang akan melakukan study pada Sampah Anorganik dan lebih fokus ke sampah ini sesuai dengan jenis sampah yang paling banyak yang bisa dimanfaatkan oleh Daerah Kabupaten Sampang.
Sampah anorganik adalah limbah yang berasal dari bahan tak hidup, sintetis, atau hasil proses teknologi yang sangat sulit terurai secara alami, membutuhkan waktu 50-500 tahun. Contohnya plastik, logam, kaca, styrofoam, dan elektronik. Pengelolaannya melibatkan daur ulang, reuse, dan bank sampah untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Berikut adalah rincian mengenai sampah anorganik:
Jenis Sampah Anorganik:
1. Anorganik Lunak: Fleksibel, mudah dibentuk, dan diolah. Contoh: kantong plastik, kemasan sachet, Styrofoam, kain perca.
2. Anorganik Keras:Kuat, padat, dan sulit terurai. Butuh alat khusus untuk mendaur ulang. Contoh: botol kaca, kaleng logam, besi tua, botol plastik tebal
Contoh Umum Sampah Anorganik:
a. Plastik: Kantong belanja, botol minum, sedotan, kemasan makanan.
b. Logam: Kaleng minuman, aluminium foil, potongan kawat, paku.
c. Kaca: Botol sirup, cermin, pecahan kaca.
d. Lainnya: Styrofoam, baterai bekas, kabel, ban bekas.
Dampak Lingkungan & Kesehatan:
o Pencemaran Tanah: Merusak kesuburan dan menghalangi pertumbuhan tanaman.
o Pencemaran Air: Sampah plastik di laut membahayakan ekosistem laut.
o Pencemaran Udara: Pembakaran sampah plastik menghasilkan racun berbahaya.
Pengelolaan Sampah Anorganik:
o Reduce: Mengurangi pemakaian (misal: membawa tas belanja sendiri).
o Reuse: Menggunakan kembali botol/wadah plastik.
o Recycle: Mengolah menjadi biji plastik atau kerajinan tangan.
o Bank Sampah: Menjual sampah layak jual untuk didaur ulang.
Sampah anorganik memiliki berbagai manfaat penting, terutama jika dikelola melalui daur ulang, guna ulang (reuse), dan kreativitas. Manfaat utamanya meliputi pengurangan pencemaran lingkungan, konservasi sumber daya alam, bahan baku industri, serta peningkatan nilai ekonomi melalui kerajinan tangan dan bank sampah.
Berikut adalah rincian manfaat sampah anorganik:
a. Daur Ulang dan Bahan Baku Industri: Plastik, logam, dan kertas dapat diolah kembali menjadi produk baru, mengurangi kebutuhan bahan baku mentah dan energi. Contohnya, logam dilebur kembali, dan limbah plastik dicacah menjadi biji plastik untuk industri.
b. Kerajinan Tangan (Upcycling):Sampah seperti botol plastik, plastik kemasan, dan kaca dapat diubah menjadi kerajinan bernilai jual, seperti tas, dompet, pot bunga, dan hiasan dekorasi
c. Nilai Ekonomis (Bank Sampah): Sampah anorganik yang dipilah dapat dijual ke bank sampah, memberikan penghasilan tambahan dan mendorong gaya hidup bersih.
d. Energi Alternatif: Sampah anorganik tertentu dapat diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif, atau menghasilkan gas metana melalui sistem landfill.
e. Mengurangi Pencemaran: Pemanfaatan sampah anorganik mengurangi penumpukan sampah di TPA, serta mencegah pencemaran tanah dan air.
f. Biodiesel: Minyak jelantah (minyak goreng bekas) dapat didaur ulang menjadi bahan bakar biodiesel.
Pemisahan sampah anorganik (biasanya di tempat sampah kuning) sangat krusial untuk mempermudah proses pengelolaan ini Sampah anorganik sering kali dapat didaur ulang menjadi produk baru yang bernilai ekonomis, seperti tas dari kemasan kopi, pot dari botol plastik, atau hiasan dari pecahan kaca
LAPORAN KEGIATAN PERTEMUAN RUTIN DAN SOSIALISASI PEMBENTUKAN KOPERASI BARU DHARMA WANITA PERSATUAN PROVINSI MALUKU UTARA I. Pendahuluan Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan organisasi pencapaian tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya. Sebagai unsur pelaksana di bawah naungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, DWP Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara berkewajiban untuk menghadiri, mendukung, serta menindaklanjuti setiap program kerja dan arahan yang digariskan oleh DWP tingkat Provinsi maupun Pusat. Sejalan dengan agenda kerja Bidang Ekonomi dan Bidang Sosial Budaya tahun 2026, perwakilan DWP Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara telah mengikuti jalannya pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan sosialisasi penting mengenai penguatan ekonomi berbasis komunitas, kegiatan pertemuan ini diikuti oleh Ketua DWP Dinas Kehutanan Hj Irma Basyuni, Wakil Ketua Ny. Hj. Sri Komala, dan 8 orang pengurus DWP Dinas Kehutanan II. Tujuan Kegiatan 1. Mengikuti koordinasi rutin bulanan guna menyelaraskan program kerja unsur pelaksana dengan DWP Provinsi Maluku Utara. 2. Memahami tata cara, manfaat, dan aspek hukum pembentukan koperasi baru sebagai wadah penguatan ekonomi anggota. 3. Mengoordinasikan partisipasi dalam program sosial budaya, khususnya aksi sukarela penyaluran hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. III. Waktu dan Tempat Pelaksanaan • Hari / Tanggal : Sabtu, 9 Mei 2026 • Tempat : Aula SMA Negeri 4 Ternate, Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate IV. Hasil Pertemuan dan Pembahasan Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua DWP Provinsi Maluku Utara, Ny. Darmawati Samsudin, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi Provinsi Maluku Utara yang diwakili oleh Staf Pelaksana, Bpk. Mujain. Poin-poin penting mengenai pembentukan koperasi baru adalah sebagai berikut: 1. Latar Belakang Koperasi Baru Koperasi lama milik DWP Provinsi dinyatakan sudah tidak aktif selama kurang lebih 20 tahun dan telah terhapus dari sistem administrasi pemerintah, sehingga disepakati pembentukan koperasi baru dari dasar (bottom-up) murni berdasarkan kebutuhan anggota. 2. Penjelasan Eksplisit dari Bpk. Mujain (Dinas Koperasi) mengenai Karakteristik Koperasi Dalam sosialisasinya, Bpk. Mujain memaparkan beberapa poin krusial mengenai status dan mekanisme pengetatan kelembagaan koperasi bagi DWP: • Wadah Fungsi Ekonomi Organisasi Profesi: Mengingat Dharma Wanita Persatuan merupakan sebuah organisasi profesi, koperasi yang akan dibentuk ini nantinya berfungsi secara spesifik sebagai wadah legal untuk menjalankan fungsi-fungsi ekonomi organisasi secara terstruktur. • Perbedaan dengan Koperasi Merah Putih: Bpk. Mujain menegaskan bahwa pembentukan koperasi DWP murni berorientasi pada gerakan mandiri dan tidak berkaitan dengan program Koperasi Merah Putih yang sedang digagas oleh pemerintah. o Koperasi Merah Putih merupakan program pemerintah yang bersifat top-down (dari atas ke bawah), di mana terdapat campur tangan pemerintah yang kuat dalam aspek permodalan hingga penunjukan pengurus di tingkat desa/kelurahan. o Koperasi DWP bersifat koperasi biasa yang dibangun secara mandiri dari bawah (bottom-up) oleh kelompok masyarakat atau anggota organisasi itu sendiri, serta lahir murni dari kebutuhan dan kesepakatan bersama seluruh anggota. • Pentingnya Sistem Administrasi: Beliau mengingatkan bahwa hilangnya koperasi lama dari sistem administrasi pemerintah menandakan pentingnya komitmen pengurus koperasi baru nantinya dalam menjaga keaktifan usaha dan pelaporan berkala, agar status badan hukumnya tetap terjaga di masa mendatang. 3. Sasaran Pembentukan Koperasi • Pengurus dan Anggota DWP: Menjadikan seluruh jajaran anggota Dharma Wanita Persatuan, baik di tingkat provinsi maupun unsur pelaksana seperti DWP Dinas Kehutanan, sebagai basis utama keanggotaan koperasi. • Pelaku Usaha Kecil Internal: Menyasar para anggota DWP yang memiliki rintisan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar terdata dan terakomodasi dalam wadah yang terorganisasi. • Komunitas yang Kurang Berdaya: Menjangkau komunitas ekonomi di lingkungan anggota yang sebelumnya kurang berdaya untuk ditingkatkan kemandiriannya. 4. Manfaat Pembentukan Koperasi • Legalitas Hukum Usaha: Memberikan perlindungan hukum dan kepastian regulasi yang jelas bagi fungsi ekonomi organisasi serta aktivitas usaha yang dijalankan anggota. • Sarana Pembinaan Pembinaan UMKM: Menjadi media pembinaan strategis bagi anggota yang memiliki usaha kecil agar manajemen usahanya dapat lebih berkembang dan naik kelas. • Akses Fasilitas dan Pemberdayaan: Membuka pintu akses bantuan, pelatihan, atau fasilitas ekonomi lainnya yang bisa diperoleh anggota melalui wadah resmi koperasi. • Peningkatan Kesejahteraan Ekosistem DWP: Secara jangka panjang, koperasi bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan mengubah komunitas yang kurang berdaya menjadi lebih berdaya dalam aspek ekonomi. 5. Program Penyaluran Hewan Kurban (Bidang Sosial Budaya) • Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, DWP Provinsi Maluku Utara mengagendakan penyaluran 2 (dua) ekor hewan kurban yang akan didistribusikan ke Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Pulau Morotai. • Pendanaan kegiatan sosial ini bersumber dari sumbangan sukarela para pengurus dan anggota DWP di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. 6. Penegasan Organisasi • Ketua DWP Provinsi menegaskan kembali aturan organisasi bahwa kepemimpinan DWP melekat pada jabatan suami (termasuk yang berstatus Pelaksana Tugas/Plt). • Seluruh unsur pelaksana ditekankan untuk terus menjaga jalur koordinasi berjenjang dan aktif menindaklanjuti program kerja hasil rakor maupun arahan tingkat provinsi. V. Tindak Lanjut Unsur Pelaksana DWP Dinas Kehutanan Sebagai bentuk komitmen terhadap hasil pertemuan, DWP Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara akan mengambil langkah-langkah strategis berupa: 1. Menyosialisasikan hasil pertemuan ini kepada seluruh pengurus dan anggota DWP Dinas Kehutanan yang berhalangan hadir. 2. Melakukan pendataan internal terkait anggota yang memiliki usaha kecil/mikro guna dipersiapkan sebagai bagian dari sasaran penguatan basis koperasi DWP yang baru sesuai arahan Dinas Koperasi. 3. Mengoordinasikan pengumpulan sumbangan sukarela untuk mendukung program penyaluran hewan kurban Iduladha sesuai dengan instruksi bersama. VI. Penutup Demikian laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas partisipasi DWP Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dalam Pertemuan Rutin DWP Provinsi. Semoga hasil dari pertemuan ini dapat memberikan dampak positif bagi penguatan internal organisasi dan kesejahteraan anggota.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banyuasin
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tungkal Ilir telah mengikuti kegiatan,
Bidang : Sekretariat
Program : penataan organisasi / manajemen
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banyuasin
2. Hari / Tanggal : Rabu, 13 Mei 2026
3. Pukul : 08.00 -- selesai
4. Peserta : 40 orang
5. Lokasi : Emilia Hotel by Amazing Palembang
6. Acara : pelatihan EcoPrint Teknik steam Pewarnaan dan Keterampilan tangan pembuatan Souvenir Pouce dari Kain Batik Banyuasin yang di lakukan selama dua hari tgl 12-13 Mei 2026
Yang di pimpin oleh ketua DWP Kabupaten Banyuasin digelar oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyuasin dan dihadiri narasumber dari UMKM FnR Craft
Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Banyuasin
3. Penyampaian materi Narasumber dari UMKM FnR Craft
Dihari kedua kegiatan Pelatihan EcoPrint Teknik Steam Pewarnaan dan Keterampilan tangan pembuatan Souvenir Pouce dari Kain Batik Banyuasin antusias ibu Ketua DWP Kecamatan Tungkal Ilir Ibu Subandiyah turut hadir dengan penuh semangat dan langsung mencoba mempraktekkan ilmu yang didapat dalam pelatihan hati kedua ang di narasumberi dari UMKM FnR Craft yang digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyuasin. melalui pelatihan ini di harapkan para peserta ibu ibu Dharma Wanita Persatuan mampu mengembangkan keterampilan kreatifitas yang bernilai ekonomis dan kegiatan ini juga sebagai inovasi untuk ibu ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banyuasin bahwa keterampilan ini selain dapat mengisi kekosongan hari hari ini juga dapat menunjang ekonomi keluarga
Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Melantunkan Sholawat bersama
3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
4. Sambutan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyuasin
5. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Banyuasin sekaligus menutup acara
6. Sesi foto bersama
Bupati Seruyan menghadiri Kegiatan Silaturahmi dan Seminar Dalam rangka Peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 Yang diselenggarakan Pada Hari Rabu 29 April 2026 di Lapangan Tenis Indoor, Kuala Pembuang. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah beserta jajaran, Para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Organisasi Perempuan, Narasumber, Insan Pers, serta undangan lainnya.