1.Nama Kegiatan Kunjungan dan Silaturahmi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Pulang Pisau. 2.Hari/Tanggal Kamis, 21 Mei 2026. 3.Tempat RSUD Pulang Pisau 4.Peserta Ketua, pengurus, dan perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Pulang Pisau. 5.Tujuan Kegiatan Sebagai bentuk perhatian, kepedulian, dan dukungan moril kepada anggota DWP yang sedang menjalani perawatan, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan rasa kebersamaan antaranggota. 6.Pelaksanaan Kegiatan DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan kunjungan silaturahmi kepada salah satu anggota yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan keluarga besar DWP terhadap anggotanya. Dalam kesempatan tersebut, pengurus dan anggota menyampaikan doa serta dukungan agar yang bersangkutan segera diberikan kesehatan dan kelancaran dalam proses pemulihan. Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, kekeluargaan, dan rasa empati.
[KAB. POLEWALI MANDAR]
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar Unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Alu
Bidang : SekretariatKegiatan : Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional
Keterangan program :
1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar Unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Alu
2. Hari, Tanggal : Rabu, 20 mei 2026
3. Lokasi / Tempat : Aula Kantor Kua Kecamatan Alu
4. Pukul : 08 :11 s/d selesai,
5. Peserta : Anggota DWP Unsur KUA Kecamatan Alu, Kepala Kua, Penyuluh Agam dan Staff Kua Kecamatan Alu
Tujuan Kegiatan:
Tujuan Keikutsertaan DWP KUA Kecamatan Alu dalam Upacara Hari Kebangkitan Nasional Keikutsertaan pengurus dan anggota DWP KUA Kecamatan Alu dalam Upacara Hari Kebangkitan Nasional memiliki beberapa tujuan utama, baik secara internal organisasi maupun eksternal kemasyarakatan: 1. Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Semangat Kebangsaan • Mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan perintis kemerdekaan (seperti momentum berdirinya Boedi Oetomo). • Memupuk rasa cinta tanah air serta mempertebal rasa nasionalisme di kalangan anggota DWP sebagai bagian dari warga negara dan pendamping aparatur sipil negara (ASN). 2. Meningkatkan Semangat "Kebangkitan" dalam Berorganisasi • Menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai pemantik motivasi bagi DWP KUA Alu untuk bangkit, lebih inovatif, dan produktif dalam menjalankan program-program kerja organisasi, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. 3. Mempererat Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektoral • Menunjukkan eksistensi dan partisipasi aktif DWP KUA Kecamatan Alu di tingkat kecamatan. • Menjadi wadah silaturahmi untuk memperkuat sinergi antara DWP KUA Alu dengan pemerintah kecamatan, unsur TNI/Polri, lembaga pendidikan, organisasi wanita lainnya, dan masyarakat setempat yang turut hadir dalam upacara. 4. Menegaskan Peran Perempuan dalam Pembangunan Karakter Bangsa • Menegaskan bahwa unsur perempuan (DWP) memiliki peran strategis sebagai pelopor dalam keluarga dan masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, persatuan, dan kesatuan kepada generasi muda di Kecamatan Alu. Rangkaian KegiatanRangkaian Kegiatan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional DWP KUA Kecamatan Alu Sebagai bagian dari aparatur sipil negara dan organisasi wanita, kehadiran DWP KUA Kecamatan Alu dalam upacara ini mengikuti seluruh prosesi khidmat yang terdiri dari beberapa rangkaian utama:
1. Sesi Persiapan dan Orientasi Barisan
• Persiapan Pasukan:
• Pengondisian Barisan:
2. Acara Pokok Upacara Peringatan
• Penghormatan Umum: Penghormatan kepada Inspektur Upacara (biasanya Camat Alu) yang dipimpin oleh Komandan Upacara.
• Pengibaran Bendera Merah Putih: Penghormatan bersama seluruh peserta upacara saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan.
• Mengheningkan Cipta: Sesi khidmat untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa, khususnya para perintis pergerakan kebangkitan nasional.
• Pembacaan Teks Pancasila dan UUD 1945: Diikuti oleh seluruh peserta upacara untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.
3. Amanat dan Pesan Kebangkitan
• Amanat Inspektur Upacara: Mendengarkan pidato serentak menteri atau sambutan kepala daerah yang menekankan tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini. Bagi DWP, momen ini menjadi pengingat untuk terus memperkuat peran perempuan dalam kemajuan daerah.
• Pembacaan Doa: Doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemakmuran masyarakat Kecamatan Alu, serta kelancaran tugas-tugas pengabdian.
4. Sesi Penutup dan Ramah Tamah (Silaturahmi)
• Ramah Tamah: Memanfaatkan momen setelah upacara untuk saling menyapa, mempererat tali silaturahmi, dan berdiskusi ringan mengenai program kerja sinergis ke depan antara DWP dan instansi lain di Kecamatan Alu.
• Foto Bersama: Setelah upacara dibubarkan, DWP KUA Kecamatan Alu melakukan sesi dokumentasi bersama Kepala KUA, jajaran pemerintah kecamatan, dan tokoh masyarakat.
Pada hari Selasa tanggal 12 Mei tahun 2026, bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Dharmawanita Persatuan UP. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur Mengadakan kegiatan rutin bulanan. Pada Bulan ini Dari Bidang Ekonomi melaksanakan Program kerja dari yakni Kegiatan Usaha yaitu Bazaar. Ketua Bidang Ekonomi Ny. Maria Dike Boli bersama anggotanya melaksanakan Bazaar yakni dengan menjual Sambal Goreng dan Sayur yang di kemas dalam Mika berukuran kecil dengan harga permikanya Rp. 10.000. Bazaar ini wajib di beli oleh semua anggota Dharmawanita yang hadir. Setelah selesai Kegiatan Bazaar Ketua dar Bidang Ekonomi melaporkan hasil hasil kegiatan, dalam hal ini keuntugan yang di peroleh. Keuntungan tersebut kembali ke kas Dharmawanita.
Kamis, 21 Mei 2026 Sebanyak 3 orang anggota DWP UP Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari turut menghadiri undangan Zoom Keamanan Pangan untuk Konsumen Cerdas dengan tema "Mengolah Daging Qurban Yang Aman" yang di selenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan, dengan menghadirkan Nara sumber Ibu Ira Firgorita (Kapoksi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementrian Pertanian).
Rabu, 20 Mei 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPKAD Provinsi Banten, Ny. Dessy Mahdani menghadiri kegiatan Penyaluran dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah serta Sosialisasi Opsen PKB dan Opsen BBNKB dengan tema “Perempuan Peduli Pembangunan Daerah Melalui Pajak”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh DWP OPD BAPENDA Provinsi Banten yang berkolaborasi dengan DWP Provinsi Banten. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, yaitu tatap muka dan melalui Zoom Meeting online yang bertempat di ruang rapat DWP Bapenda Provinsi Banten. Turut hadir secara daring para pengurus dan anggota DWP BPKAD Provinsi Banten serta DWP OPD kabupaten/kota se-Provinsi Banten dengan penuh antusias mengikuti jalannya kegiatan. Acara dibuka langsung oleh Ketua DWP Bapenda Provinsi Banten, Ny. Risti Berly Natakusumah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DWP Provinsi Banten, Ny. Mira Deden yang mengajak seluruh anggota DWP agar dapat berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi mengenai kebijakan pajak daerah kepada masyarakat luas. Selanjutnya sambutan sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Kepala Bapenda Provinsi Banten, Rd. Berly Rizki Natakusumah. Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa pembiayaan dari sektor pajak sangat berdampak langsung terhadap pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan berbagai sektor pembangunan lainnya. Oleh karena itu, diharapkan para ibu-ibu dapat mendukung program pemerintah melalui peningkatan kesadaran pajak dan membantu menginformasikannya secara luas kepada masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya: 1. Ibu Ratu Ema Mahfudloh selaku Plt. Kepala UPTD PPD Serang, yang menyampaikan materi mengenai penyuluhan dan penyebarluasan kebijakan pajak daerah serta sosialisasi Opsen PKB dan Opsen BBNKB dengan tema “Perempuan Peduli Pembangunan Daerah Melalui Pajak”. 2. Bapak Jonathan Swarta Martua dari Kejaksaan Tinggi Banten, yang memberikan pemaparan mengenai aspek hukum serta pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan daerah. 3. Ibu Alia Ramadhan dari Jasa Raharja yang menyampaikan sosialisasi mengenai penjaminan kecelakaan lalu lintas dan pelayanan Jasa Raharja kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta baik yang hadir langsung maupun melalui Zoom Meeting. Diharapkan melalui kegiatan ini para anggota DWP dapat menjadi pelopor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak daerah sebagai salah satu sumber utama pembangunan demi kemajuan Provinsi Banten.
Mengikuti pertemuan rutin dan rapat anggota DWP kabupaten sumedang , kegiatan diisi dengan kelas edukasi parenting keluarga dalam wajib belajar 1 tahun di PAUD pada pendidikan anak usia dini. Bertempat di gedung negara Dihadiri oleh ketua DWP unsur pelaksana dinas/badan/ kantor/kecamatan beserta anggota
Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Palu melaksanakan pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Sabtu 14 Maret 2026 pukul 16.30 WITA bertempat di Kantor Badan Pendapatan Daerah Kota Palu Jl. Baruga. Kegiatan dihadiri oleh Penbina, Ketua, Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Palu. Kegiatan diisi dengan tausiah oleh Dr. Patri Arifin serta buka puasa bersama. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini terjalin silaturahmi yang baik antar anggota serta memperkuat kebersamaan dan kekompakan dalam organisasi.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BKPSDM Kabupaten Katingan, turut menghadiri kegiatan Siraman Rohani KORPRI Agama Islam ASN Kabupaten Katingan yang dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Lantai I Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (BAPPEDALITBANG) Kabupaten Katingan dan diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), pengurus KORPRI, unsur Dharma Wanita Persatuan, serta perwakilan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan. Kegiatan Siraman Rohani KORPRI Agama Islam merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi ASN di Kabupaten Katingan. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Pembinaan rohani dinilai sangat penting dalam membentuk karakter ASN yang profesional, disiplin, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Pelaksanaan Siraman Rohani KORPRI Agama Islam bulan Mei 2026 dikoordinir oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Katingan sebagai koordinator kegiatan. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Katingan serta Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan bertugas sebagai anggota pelaksana. Ketiga perangkat daerah tersebut bekerja sama dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penyusunan jadwal, persiapan tempat, konsumsi, hingga pelaksanaan acara agar dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana khidmat di dalam aula. Seluruh peserta tampak mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari panitia pelaksana yang menyampaikan pentingnya kegiatan pembinaan rohani sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan. Dalam sambutannya, panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan Siraman Rohani KORPRI Agama Islam bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar ASN lintas perangkat daerah. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan tercipta hubungan kerja yang harmonis, saling menghormati, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang memberikan banyak pesan moral dan motivasi kepada seluruh peserta. Dalam tausiyah tersebut disampaikan bahwa seorang ASN tidak hanya dituntut memiliki kemampuan profesional dalam bekerja, tetapi juga harus memiliki akhlak yang baik, sikap jujur, disiplin, serta penuh tanggung jawab. ASN sebagai pelayan masyarakat memiliki amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan dedikasi. Penceramah juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Kesibukan pekerjaan dan tuntutan tugas yang semakin kompleks tidak boleh membuat ASN melupakan kewajiban spiritual dan nilai-nilai keagamaan. Dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan, ASN diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan pekerjaan dengan lebih bijaksana, sabar, dan penuh rasa tanggung jawab. Selain itu, tausiyah juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat. Pelayanan publik yang baik tidak hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan pelayanan, tetapi juga dari sikap ramah, santun, dan penuh empati kepada masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan mental dan spiritual menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk ASN yang humanis dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Kehadiran Ketua DWP BKPSDM Kabupaten Katingan, Ny. Setianingsih Marjuni, S.Sos, dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan rohani ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan. Kehadiran unsur Dharma Wanita Persatuan juga menunjukkan sinergi yang baik antara organisasi kedinasan dan organisasi pendamping ASN dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan religius. Menurut Ny. Setianingsih Marjuni, kegiatan Siraman Rohani KORPRI Agama Islam memiliki manfaat yang sangat positif dalam membangun karakter ASN yang religius dan berintegritas. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan agar nilai-nilai spiritual dapat terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari para ASN. Beliau juga menyampaikan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan daerah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, selain meningkatkan kompetensi dan kemampuan kerja, ASN juga perlu memperkuat mental dan spiritual agar mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan amanah. Suasana kekeluargaan tampak begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Para peserta dari berbagai perangkat daerah saling berinteraksi dan menjalin komunikasi yang baik satu sama lain. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan rohani, tetapi juga menjadi ajang memperkuat koordinasi dan kebersamaan antar ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan. Dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, kerja sama dan komunikasi yang baik antar perangkat daerah sangat diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan seperti Siraman Rohani KORPRI Agama Islam juga memiliki peran penting dalam mempererat hubungan kerja dan meningkatkan solidaritas antar ASN. Kegiatan pembinaan rohani seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan budaya kerja yang positif di lingkungan pemerintahan. Dengan lingkungan kerja yang harmonis dan penuh nilai-nilai keagamaan, diharapkan para ASN dapat bekerja dengan lebih nyaman, produktif, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat secara spiritual, kegiatan Siraman Rohani juga menjadi sarana refleksi diri bagi para ASN. Melalui tausiyah dan pesan-pesan moral yang disampaikan, para peserta diajak untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Di era modern saat ini, tantangan pekerjaan dan perkembangan teknologi sering kali membawa perubahan dalam pola hidup dan pola pikir masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan mental dan spiritual menjadi sangat penting agar ASN tetap memiliki pegangan moral dan nilai-nilai keagamaan yang kuat dalam menjalankan tugas dan kehidupan sosial. Pemerintah Kabupaten Katingan terus berupaya mendorong terciptanya ASN yang tidak hanya unggul dalam kompetensi kerja, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan berlandaskan nilai-nilai agama. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan kegiatan pembinaan rohani secara rutin seperti Siraman Rohani KORPRI Agama Islam ini. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan ASN Kabupaten Katingan dapat menjadi teladan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. ASN yang memiliki integritas, kedisiplinan, dan akhlak yang baik akan mampu memberikan pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat. Kegiatan Siraman Rohani KORPRI Agama Islam ini juga mendapat apresiasi dari para peserta yang hadir. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat, baik dalam meningkatkan wawasan keagamaan maupun memperkuat motivasi dalam bekerja. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan materi-materi pembinaan yang bermanfaat dan relevan dengan kehidupan ASN. Menjelang berakhirnya kegiatan, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh penceramah. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar seluruh ASN Kabupaten Katingan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kegiatan kemudian ditutup dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Para peserta meninggalkan aula dengan membawa semangat baru dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelaksanaan Siraman Rohani KORPRI Agama Islam ini, Pemerintah Kabupaten Katingan menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, profesional, dan berakhlak mulia. Dengan keseimbangan antara kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, diharapkan ASN Kabupaten Katingan dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan administratif semata, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas moral dan spiritual para aparatur pemerintah. Oleh karena itu, pembinaan mental dan spiritual perlu terus dilakukan secara konsisten agar tercipta ASN yang tangguh, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang terus ditanamkan melalui kegiatan Siraman Rohani KORPRI Agama Islam, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan penuh keberkahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan. Seluruh ASN diharapkan mampu menjadi pelayan masyarakat yang profesional, jujur, amanah, dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.
LATIHAN HABSYI.Dharma Wanita Persatuan Kabup aten Barito Kuala Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD kabupaten Barito Kuala melalui ketuanya Ny Erly Lesmariat M Haris mengikuti Latihan Habsyi pada Hari Kamis, Tanggal 21 Mei 2026, Waktu 16.00 wit sampai selesai di Sekretariat DWP Kabupaten Barito Kuala. I. KETERANGAN PROGRAM Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD kabupa ten Barito Kuala melaksanakan program bidajg Sosial Budaya ,ketahanan keluarga,Iman dan takwa dengan men gikuti Latihan Habsyi yang dilaksanakan pada : 1. Hari/Tanggal. : Kamis /21 Mei 2026 2. Waktu : 16.00 wit sampai selesai 3. Tempat. : Sekretariat DWP Kabupaten Bari to Kuala 4. Acara. : Latihan Habsyi 5. Program. : DWP kabupaten Barito Kuala 6. Bidang. : Sosial Budaya 7. Partisipan. : 13 orang 8.Penyelenggara. : DWP Kabupaten Barito Kuala. Latihan Habsyi biasanyadihadiri 13 sampai 20 orang, yang terdiri dari ibu ibu,anak anak anggota DWP Kabupaten dan DWP Unsur Pelaksana. Latihan Habsyi adalah program Bidang Sosial Budaya DWP Kabupaten yang dipimpin oleh Ny Hamidah Abrar sekaligus pelatih Habsyi, Latihan Habsyi diprogramkan untuk memfasilitasi ibu ibu dan anak anak anggota DWP Kabupaten dan DWP Unsur Pelaksana Kabupaten Barito Kuala yang menyukai syair syair Habsyi. Latihan Habsyi merupakan acara yang diisi dengan membawakan /melagukan syair syair pujian kepada bagindan Nabi Muhammad SAW.Adapun cara melagukan memiliki kekhasan tersendiri.Latihan Habsyi diikuti oleh ibu ibu dan anak anak anggota DWP Kabupaten Barito Kuala dan DWP Unsur Pelaksana Se Kabupaten Barito Kuala. Ibu ibu dan anak anak anggota DWP Unsur Pelaksana merupakan anggota Kelompok Habsyi JANNATUN NAIM ,kelompok Habsyi DWP Kabupaten Barito Kuala.Latihan dilakukan setiap Kamis sore pukul 16.00 wit sampai selesai. Direnca nakan Kelompok Habsyi Dharma Wanita Persatuan kabupaten Barito Kuala biasanya mengisi acara pada acara acara peringatan hari besar yang dilaksanakan,baik di kediaman Bupati atau aula. II. LATAR BELAKANG Syair Habsyi adalah sebuah tradisi sastra lisan yang berasal dari tanah Arab,khususnya dari daerah Yaman,Hadramaut.Syair syair itu kemudian berkem bang di Indonesia,terutama di kalangan masyarakat Arab-Indonesia seperti Jawa,sumatra dan kaliman tan. Latar belakang syair Habsyi sebagai berikut: 1. Pengaruh Arab :syair Habsyi dipengaruhi oleh tra disi sastra Aab seperti syair dan qosidah. 2. Kaitan dengan agama:syair Habsyi seringkali memiliki tema keagamaan,seperti puji pujian kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW,para sahabat. 3. Tradisi lisan : syair Habsyi awalnya disebarkan se cara lisan kemudian ditulis dalam bentuk manuskrip. 4. Penggunaan Bahasa: syair Habsyi menggunakan bahasa Arab ,namun juga menggunakan bahaa lokal seperti bahasa jawa atau melayu. 5. Fungsi Sosial : syair Habsyi berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan moral ,agama,dan sosial kepada masyarakat. Di Indonesia,syair Habsyi berkembang menjadi tradisi sastra yang kaya dan beragam dengan tema tema yang meliputi keagamaan ,sosial dan budaya. III. MANFAAT KEGIATAN (MEMBACA HABSYI ): 1. Meningkatkan spritualitas:syair Habsyi dapat membantu meningkatkan spiritualitas dan keimanan seseorang. 2. Meningkatkan Pengetahuan Agama: Syair Habsyi dapat membantu meningkatkan pengetahuan agam a dan memahami ajaran Islam 3. Meningkatkan Kesadaran Moral: syair Habsyi dapat membantu meningkatkan kesadaran moral dan etika seseorang. 4. Meningkatkan Apresiasi Sastra: syair Habsyi dapat membantu meningkatkan apresiasi sastra dan keindahaj bahasa. 5. Meningkatkan kesadaran Budaya: syair Habsyi da pat membantu meningkatkan kesadaran budaya dan tradisi lokal. 6. Mengurangi stress:membaca syair Habsyi dapat membantu mengurangi stress dan menikmati kete nangan jiwa. 7. Meningkatkan kreativitas:syair Habsyi dapat membantu meningkatkan kreatifitas dan inspirasi se seorang. Dengan membaca Syair Habsyi ,seseorang dapat meningkatkan apresiasi sastra dan budaya. Salah satu syair yang dinyanyikan latihan tadi adalah Syair Lailan suro.,selain itu latihan juga syair Ya Rabbi sallyala Muhammad dan Assalamualaik. Syair Lailan Suro adalah sebuah ungkapan yang berarti “Malam yang panjang”, atau malam yang gelap.Syai r ini menggambarkan tentang kesedihan dan kesep ian seseorang yang sedang mengalami kesulitan dan kesusahan. MAKNA SYAIR LAILAN SURO : 1. Kesedihan dan kesepian: syair ini menggambar kan kesedihan dan kesepian . seseorang 2. Kerinduan kepada Allah: syair ini juga menggam barkan tentang Kerinduan seseorang kepada Allah dan harapan untuk mendapatkan pertolongan dan kasih sayangNya. 3.Kesabaran -ketabahan:syair ini juga mengajarkan tentang pentingnya kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan kesusahan. 4. Harapan dan optimisme: syair juga menggambarkan tentang harapan dan optimis seserang yang sedang mengalami kesulitan dan kesusahan. Dengan demikian Syair Lailan Suro adalah sebuah ungkapan yang menggambarkan tentang kesedihan ,kerinduan, kesabaran dan harapan seseorang yang sedang mengalami kesulitan dan kesusahan. MAKNA SYAIR RABBI SALLY ALA MUHAMMAD: Syair Ya Rabbi salliala Muhammad adalah sebuah syair yang sangat populer,maknanya adalah puji puji an kepada Baginda Nabi Muhammad SAW 1. Menghormati Nabi Muhammad SAW:syair ini menunjukkan hitnat dan cinta kepada Nabi Muha mmad. 2. Meminta. Sholawat.: syair ini meminta Allah untuk memberikan sholawat kepada Nabi Muhammad 3. Mengharap berkah:syair ini menggarapkan berkaj dan rahmat Allah melalui Nabi Muhammad SAW 4. Meningkatkan iman:syair ini dapat membantu me ningkatkan iman dan kecintaa kepada Nabi Muha mmad SAW MAKNA SYAIR ASSALAMUALAIK Makna IV. TUJUAN KEGIATAN 1 Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif 3. Erly Lesmariati
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Halmahera Barat telah melaksanakan Rapat Anggota dan Pertemuan Rutin pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini bertempat di Sekretariat DWP (Kantor Bupati), Desa Soakonora-jati, Jailolo, dan dimulai pukul 14.00 WIT sampai dengan selesai. Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, serta menyanyikan lagu Mars DWP oleh seluruh anggota yang hadir dengan mengenakan Seragam Batik Nasional DWP. Agenda utama dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Ketua DWP Kabupaten Halmahera Barat, yang kemudian diikuti oleh penyampaian laporan perkembangan program kerja dari masing-masing bidang, meliputi Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi, Bidang Sosial Budaya, dan Sekretariat. Seluruh rangkaian koordinasi dan evaluasi program kerja ini berjalan dengan tertib dan lancar, kemudian ditutup dengan sesi istirahat serta penutupan acara secara resmi.