e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/59484.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Sampang > Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 03-03-2026

Bidang : Sosial Budaya


Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa

PENGAJIAN AL MARDHIYAH
Hari Selasa 3 Maret 2026
Pukul 18.00 WIB s.d Selesai
Tempat Di RSUD Mohammad Zyn Kabupaten Sampang
Dihadiri oleh :
1. Ny. Syaifuddin
2. Ny. Aldo

LATAR BELAKANG
1. Pendahuluan: Ramadan sebagai Momentum Transformasi Spiritual Bulan suci Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah spiritual (madrasah ruhaniyah) yang bertujuan membentuk pribadi yang bertaqwa. Di tengah hiruk-pikuk persiapan fisik, aspek kesiapan spiritual sering kali terabaikan. Di sinilah peran sentral seorang wanita, baik sebagai istri maupun ibu, menjadi tiang utama yang menentukan kualitas ibadah seluruh anggota keluarga selama satu bulan penuh.
2. Wanita sebagai Madrasah Pertama (Al-Ummu Madrasatul Ula) Keluarga adalah unit terkecil masyarakat, dan wanita adalah penggerak utamanya. Dalam menghadapi Ramadan, wanita memegang peranan krusial sebagai "manajer" ibadah. Dimulai dari memastikan asupan makanan yang halal dan thoyyib saat sahur dan berbuka, hingga menciptakan suasana rumah yang kondusif untuk tilawah Al-Qur’an dan salat berjamaah. Tanpa manajemen yang baik dari seorang wanita, ritme ibadah keluarga sering kali menjadi tidak teratur.
3. Tantangan Modernitas dan Manajemen Waktu Di era modern, tantangan wanita kian kompleks. Banyak wanita yang membagi peran antara tanggung jawab domestik dan peran publik (pekerjaan). Hal ini sering kali menimbulkan tekanan fisik dan mental menjelang Ramadan. Latar belakang pengajian ini disusun untuk memberikan solusi praktis dan tuntunan syariat agar wanita tetap mampu meraih pahala maksimal tanpa mengabaikan kesehatan diri maupun keharmonisan rumah tangga.
4. Membangun Karakter Anak melalui Teladan Ramadan adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak. Seorang ibu bukan sekadar menyuruh anak berpuasa, tetapi menjadi teladan (uswah) dalam kesabaran, kedermawanan, dan ketekunan beribadah. Melalui tangan dingin seorang wanita, nilai-nilai kejujuran dan disiplin selama Ramadan dapat terpatri menjadi karakter permanen pada anak.
5. Urgensi Pengajian: Menyamakan Persepsi dan Persiapan Mengingat besarnya tanggung jawab tersebut, diperlukan pembekalan ilmu yang mumpuni. Pengajian ini hadir sebagai sarana bagi para wanita untuk: • Memahami fiqh puasa khusus wanita secara mendalam. • Berbagi strategi manajemen waktu antara ibadah pribadi dan pelayanan keluarga. • Menguatkan mentalitas agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif (berlebihan dalam menyiapkan hidangan) yang dapat mengurangi esensi kesederhanaan Ramadan.
6. Penutup: Meraih Ridha Allah melalui Bakti dan Ibadah Pada akhirnya, peran wanita dalam keluarga saat Ramadan adalah bentuk pengabdian yang bernilai jihad. Dengan persiapan yang matang—baik secara ilmu, fisik, maupun hati—diharapkan setiap rumah tangga muslim dapat memancarkan cahaya iman yang lebih terang, membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar, dan menghantarkan seluruh anggota keluarga menjadi hamba yang bertaqwa.

ISI DAN KEGIATAN
Materi ini dibagi menjadi tiga pilar utama: Kesiapan Ilmu, Kesiapan Manajemen Domestik, dan Kesiapan Spiritual Anak.
1. Pilar Kesiapan Ilmu (Fiqh Ramadan bagi Wanita) • Memahami Fiqh Darah Wanita: Penjelasan mendalam mengenai hukum puasa bagi wanita haid, nifas, ibu hamil, dan menyusui. Termasuk tata cara mengganti (qadha) puasa dan pembayaran fidyah agar tidak ada keraguan dalam menjalankan ibadah. • Adab Beribadah di Rumah: Menjelaskan bahwa bagi wanita, melayani kebutuhan sahur dan buka puasa keluarga memiliki nilai pahala yang setara dengan orang yang berpuasa, asalkan dilakukan dengan niat ikhlas.
2. Pilar Manajemen Rumah Tangga (Domestic Management) • Food Preparation & Nutrisi: Strategi menyiapkan menu sahur dan buka yang sehat namun praktis (tidak berlebihan) agar wanita tidak menghabiskan seluruh waktunya hanya di dapur, sehingga tetap memiliki waktu untuk tilawah (membaca Al-Qur'an). • Manajemen Waktu Istirahat: Mengatur ritme tidur dan aktivitas rumah tangga agar kondisi fisik tetap bugar hingga akhir Ramadan (malam Lailatul Qadar), serta menghindari kelelahan berlebih yang dapat memicu emosi di dalam keluarga.
3. Pilar Madrasatul Ula (Pendidikan Anak) • Menciptakan Atmosfer Ibadah: Peran ibu dalam menghias rumah atau membuat "pojok ibadah" untuk memotivasi anak-anak. • Latihan Puasa Bertahap: Cara bijak ibu mengajarkan anak berpuasa tanpa paksaan, melainkan dengan apresiasi dan kegembiraan. • Keteladanan (Uswah): Menunjukkan sikap sabar dan lisan yang terjaga sebagai bentuk puasa batin, yang akan dicontoh langsung oleh anggota keluarga.
BAGIAN II: RANGKAIAN KEGIATAN (LAPORAN PELAKSANAAN)
Berikut adalah urutan kegiatan yang dilaksanakan secara terperinci:
1. Pembukaan dan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an •
Kegiatan: Pembukaan oleh pembawa acara dilanjutkan pembacaan surat-surat yang berkaitan dengan kewajiban puasa (misalnya QS. Al-Baqarah: 183-185). •
Tujuan: Mengkondisikan hati jamaah agar khusyuk dan mendapatkan keberkahan majelis.
2. Sesi Materi Inti (Ceramah Tematik) •
Kegiatan: Penyampaian materi oleh narasumber/ustadzah mengenai peran strategis wanita sebagai "Manajer Ramadan" di rumah. •
Metode: Ceramah interaktif menggunakan alat peraga atau modul ringkas yang dibagikan kepada jamaah.
3. Sesi Diskusi dan Tanya Jawab (Focus Group) •
Kegiatan: Peserta diberikan kesempatan bertanya mengenai kendala nyata, seperti cara membagi waktu antara pekerjaan kantor dan tugas rumah saat Ramadan, atau solusi ibadah saat sedang berhalangan (haid). •
Tujuan: Memberikan solusi praktis atas masalah spesifik yang dihadapi ibu-ibu di lingkungan tersebut.
4. Workshop Singkat: "Ramadan Planner" •
Kegiatan: Praktik membuat jadwal harian selama Ramadan (kapan waktu tilawah, waktu memasak, waktu istirahat, dan waktu quality time bersama keluarga). •
Output: Setiap peserta pulang membawa draf jadwal pribadi untuk diterapkan di rumah masing-masing.
5. Santunan atau Aksi Sosial (Opsional) •
Kegiatan: Pengumpulan dana spontan atau pembagian sembako sebagai simbol persiapan berbagi di bulan Ramadan (melatih sifat kedermawanan/jedermawanan).
6. Doa Penutup dan Mushafahah (Bersalam-salaman) •
Kegiatan: Doa bersama memohon agar dipertemukan dengan Ramadan dalam kondisi sehat dan mampu maksimal beribadah. •
Tujuan: Mempererat silaturahmi antar jamaah wanita sebelum memasuki bulan suci.
BAGIAN III: EVALUASI DAN REKOMENDASI •
Evaluasi: Mencatat antusiasme jamaah dan durasi acara agar tidak terlalu melelahkan bagi ibu-ibu yang memiliki balita. •
Rekomendasi: Mengusulkan adanya grup WhatsApp "Reminder Ibadah" selama Ramadan sebagai tindak lanjut dari pengajian ini.

MANFAAT
1. 1. Manfaat Spiritual (Penguatan Iman dan Tauhid) •
Pemahaman Fiqh yang Mendalam: Memberikan pemahaman tuntas mengenai hukum-hukum spesifik wanita (haid, nifas, menyusui, dan kehamilan) dalam menjalankan puasa, sehingga ibadah dilakukan dengan dasar ilmu yang benar, bukan sekadar ikut-ikutan. •
Peningkatan Kualitas Ibadah Mandiri: Wanita sering kali terlalu sibuk melayani keluarga hingga lupa ibadah pribadinya. Pengajian ini memotivasi wanita untuk tetap memiliki "target langit" (seperti khatam Al-Qur'an dan salat malam) di tengah kesibukan domestik. •
Pembersihan Hati (Tazkiyatun Nafs): Menyiapkan mental wanita agar memasuki Ramadan dengan hati yang bersih, pemaaf, dan sabar, sehingga ia mampu menjadi sumber kedamaian (sakinah) bagi suami dan anak-anak.
2. Manfaat Manajerial (Ketahanan Keluarga) •
Manajemen Waktu yang Efektif: Peserta mendapatkan tips praktis tentang cara membagi waktu antara memasak (sahur/buka), bekerja, mengurus anak, dan beribadah. Hal ini mencegah kelelahan berlebih yang sering memicu emosi negatif. •
Manajemen Gizi dan Kesehatan: Memberikan wawasan tentang penyusunan menu yang tidak hanya lezat, tetapi juga bergizi dan seimbang (halalan thoyyiban) agar seluruh anggota keluarga tetap bugar dan produktif selama berpuasa. •
Efisiensi Ekonomi (Anti-Konsumtif): Mengingatkan peran wanita sebagai bendahara keluarga untuk mengelola keuangan dengan bijak, menghindari budaya "balas dendam" saat berbuka yang memicu pemborosan.
3. Manfaat Edukasi dan Psikologis (Parenting Islami) •
Wanita sebagai Role Model (Uswah): Membantu wanita memahami bahwa anak-anak lebih melihat apa yang ibunya lakukan daripada apa yang ibunya katakan. Jika ibu bersemangat ibadah, anak akan otomatis mencontohnya. •
Membangun Tradisi Ramadan yang Menyenangkan: Memberikan ide-ide kreatif bagi ibu untuk menciptakan suasana Ramadan yang dirindukan anak, misalnya melalui dekorasi rumah, dongeng islami sebelum tidur, atau kegiatan berbagi takjil bersama. •
Penguatan Ikatan Keluarga (Bonding): Ramadan adalah momen emas bagi wanita untuk merekatkan hubungan antaranggota keluarga melalui rutinitas sahur dan buka puasa bersama yang hangat dan penuh dialog berkualitas.
4. Manfaat Sosial dan Dakwah (Ukhuwah Islamiyah) •
Mempererat Silaturahmi antar Jamaah: Menjadi ajang saling menguatkan sesama wanita (support system) dalam menghadapi tantangan Ramadan yang serupa, sehingga muncul rasa kebersamaan. •
Menumbuhkan Jiwa Kepedulian Sosial: Mendorong wanita untuk menggerakkan keluarga dalam aksi sosial, seperti sedekah jariyah atau memberi makan orang berbuka, sehingga manfaat Ramadan tidak hanya dirasakan di dalam rumah, tapi juga oleh lingkungan sekitar.
5. Manfaat Kesadaran Diri (Self-Awareness) •
Menghargai Kemuliaan Peran Wanita: Memberikan kesadaran bahwa setiap peluh yang menetes saat menyiapkan sahur dan setiap doa yang dipanjatkan untuk keluarga adalah bentuk jihad yang bernilai pahala sangat besar di sisi Allah SWT. Ini akan meningkatkan rasa percaya diri dan kebahagiaan batin seorang wanita.

TUJUAN KEGIATAN
Tujuan pengajian dengan tema "Peran Wanita dalam Keluarga Menghadapi Bulan Ramadan" dirancang untuk membekali para wanita dengan kesiapan holistik—mulai dari aspek spiritual, manajerial, hingga edukasi anak. Berikut adalah uraian tujuan pengajian yang lengkap, jelas, dan terperinci:
1. Tujuan Spiritual (Penguatan Kualitas Ibadah) •
Pendalaman Fiqh Ramadhan Khusus Wanita: Memberikan pemahaman tuntas mengenai hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan kondisi spesifik wanita (haid, nifas, istihadah, serta keringanan bagi ibu hamil dan menyusui) agar ibadah dilakukan dengan ilmu yang benar. •
Transformasi Niat Pelayanan Menjadi Ibadah: Menanamkan kesadaran bahwa setiap aktivitas domestik, seperti menyiapkan sahur dan berbuka untuk keluarga, bukan sekadar rutinitas dapur melainkan ladang pahala jariah dan bentuk jihad bagi seorang wanita. •
Penyusunan Target Spiritual Pribadi: Mendorong wanita agar tetap memiliki agenda ibadah mandiri (seperti target tilawah Al-Qur’an dan salat malam) sehingga kesibukan mengurus keluarga tidak menghalangi peningkatan kualitas iman pribadinya.
2. Tujuan Edukasi dan Parenting (Pembinaan Karakter Keluarga) •
Optimalisasi Peran sebagai Madrasatul Ula: Membekali ibu dengan metode pengajaran puasa yang persuasif dan menyenangkan bagi anak-anak, guna menanamkan nilai kejujuran serta disiplin sejak dini tanpa unsur paksaan. •
Menjadikan Ibu sebagai Teladan (Uswah): Mengarahkan wanita untuk menampilkan akhlak terbaik, kesabaran, dan kekhusyukan ibadah di rumah, karena perilaku ibu adalah cermin utama yang akan dicontoh oleh anak dan anggota keluarga lainnya. •
Penciptaan Atmosfer Ramadan di Rumah: Menginspirasi wanita untuk menghidupkan syiar Islam di dalam rumah melalui tradisi-tradisi positif (seperti doa bersama atau sedekah keluarga) agar makna Ramadan meresap ke seluruh penghuni rumah.
3. Tujuan Manajerial (Ketahanan Rumah Tangga) •
Manajemen Waktu dan Energi: Memberikan tips praktis pengelolaan waktu agar wanita mampu menyeimbangkan peran sebagai "manajer rumah tangga" dan "hamba Allah", sehingga terhindar dari kelelahan fisik (burnout) yang dapat memicu emosi negatif. •
Edukasi Gizi dan Kesehatan: Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menyajikan hidangan yang sehat, bergizi seimbang, dan tidak berlebihan (halalan thoyyiban) demi menjaga stamina seluruh anggota keluarga selama sebulan penuh. •
Pengendalian Ekonomi Rumah Tangga: Mengarahkan wanita untuk bijak dalam mengelola keuangan keluarga, menghindari perilaku konsumtif atau pemborosan yang sering kali meningkat menjelang hari raya.
4. Tujuan Psikologis dan Sosial (Kesehatan Mental & Ukhuwah) •
Kesiapan Mental (Mental Switching): Menyiapkan kondisi psikologis wanita agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola tidur dan ritme kerja yang padat selama Ramadan dengan hati yang lapang dan bahagia. •
Penguatan Support System Antar-Jamaah: Menciptakan ruang diskusi bagi sesama wanita untuk saling berbagi pengalaman dan solusi atas tantangan rumah tangga, sehingga muncul rasa solidaritas dan saling menguatkan. •
Membangkitkan Jiwa Kedermawanan Sosial: Mendorong peran wanita sebagai penggerak aksi sosial di lingkungannya, seperti mengelola sedekah takjil atau santunan, guna memperluas manfaat keberkahan Ramadan ke masyarakat luas.

RANGKAIAN KEGIATAN:
1. Pembukaan yang dibuka oleh Mc Ny. Desi Imron.
2. Kegiatan dihadiri 132 orang
3. Pembacaan doa yang dipimpin oleh Nyai Alifiah
4. Penceramah oleh Nyai. Hj Astuti
5. Sambutan dari Ibu Kepala Direktur RSUD MOHAMMAD ZYN Kabupaten Sampang

HASIL KEGIATAN
Laporan hasil kegiatan ini mencakup perubahan pemahaman, kesepakatan kolektif, dan rencana aksi nyata bagi para peserta (ibu-ibu/wanita):
1. Peningkatan Pemahaman Fiqh dan Syariat (Aspek Kognitif)
Tuntasnya Pemahaman Fiqh Wanita: Peserta telah memahami dengan jelas batasan ibadah saat haid, nifas, dan istihadah. Peserta kini mampu membedakan kapan harus tetap berpuasa dan kapan harus berbuka (bagi ibu hamil/menyusui) serta tata cara menggantinya (qadha) dan membayar fidyah sesuai ketentuan syariat. •
Reorientasi Niat Ibadah Domestik: Terjadi perubahan paradigma di kalangan peserta; mereka kini memandang aktivitas menyiapkan sahur dan buka puasa bukan sebagai beban rutin, melainkan sebagai investasi pahala (amal jariyah) yang setara dengan orang yang berpuasa.
2. Terbentuknya Strategi Manajemen Waktu (Aspek Operasional) •
Penyusunan Jadwal Harian Ramadan: Hasil kegiatan menunjukkan para peserta telah mampu membuat draf jadwal harian yang seimbang. Jadwal ini mencakup pembagian waktu antara: o
Prime time untuk ibadah (seperti waktu fajar untuk tilawah). o
Waktu manajemen dapur (teknik food prep agar memasak lebih efisien). o
Waktu istirahat berkualitas agar tetap bugar saat salat Tarawih. •
Komitmen Bijak Berbelanja: Adanya kesepakatan kolektif untuk menerapkan konsep kesederhanaan dalam konsumsi keluarga, guna menghindari perilaku konsumtif dan pemborosan anggaran rumah tangga selama bulan Ramadan.
3. Kesiapan Pendidikan Karakter Anak (Aspek Parenting) •
Metode Puasa yang Menyenangkan: Para ibu mendapatkan metode praktis untuk melatih anak berpuasa tanpa tekanan, seperti pemberian reward (penghargaan) non-materi, pencatatan progres ibadah anak, dan penciptaan atmosfer rumah yang ceria. •
Keteladanan Akhlak (Self-Control): Peserta berkomitmen untuk menjaga lisan dan emosi di depan anak-anak sebagai bentuk "puasa batin," menyadari bahwa ketenangan ibu adalah kunci kekhusyukan ibadah seluruh anggota keluarga.
4. Dampak Psikologis dan Penguatan Mental (Aspek Afektif) •
Peningkatan Kepercayaan Diri: Para wanita merasa lebih siap secara mental menghadapi perubahan ritme hidup di bulan Ramadan. Rasa cemas akan kelelahan fisik berganti menjadi semangat karena adanya pemahaman akan besarnya rida Allah bagi istri/ibu yang berbakti. •
Terjalinnya Support System: Pengajian ini menghasilkan ikatan persaudaraan (ukhuwah) yang lebih kuat. Peserta sepakat untuk saling mengingatkan melalui grup komunikasi (WhatsApp) untuk saling menyemangati dalam tilawah dan ibadah lainnya.
5. Output Nyata dan Rencana Tindak Lanjut (Action Plan) •
Deklarasi Ramadan Produktif: Seluruh jamaah sepakat untuk meminimalkan penggunaan gawai (gadget) dan media sosial yang tidak perlu selama Ramadan, dan mengalihkannya pada aktivitas zikir dan tadarus. •
Aksi Sedekah Kolektif: Sebagai hasil nyata, telah terkumpul komitmen dana atau bahan pangan dari peserta yang akan dikelola oleh pengurus pengajian untuk disalurkan sebagai takjil atau santunan kepada kaum dhuafa di lingkungan sekitar selama bulan Ramadan.
Kesimpulan Hasil: Kegiatan ini berhasil mentransformasi peran wanita dari sekadar "pelaksana teknis" di dapur menjadi "pemimpin spiritual" di rumah tangga. Peserta pulang dengan membawa bekal ilmu yang aplikatif dan semangat yang terbarukan untuk menjadikan Ramadan tahun ini lebih berkualitas bagi dirinya dan keluarganya.

../images/kegiatan/59483.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 13-03-2026

(E.IX) Dharma Wanita Persatuan Unit SMKN 1 Gabuswetan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nama Kegiatan: DWP Unit SMKN 1 Gabuswetan Berbagi Hari/Tanggal: Jumat /13 Maret 2026 Waktu: Jam 16.00 -17.00 WIB Tempat: Lingkungan Masyarakat Sekitar SMKN 1 Gabuswetan Bidang: Sosial Budaya Penyelenggara: Pengurus DWP SMKN 1 Gabuswetan Jumlah Partisipan : 50 orang Jumlah Pengurus DWP yang hadir: 1 orang, yaitu: 1. Ny. Lia Maliani Basiruddin ( Anggota bidang sosial budaya/Ketua DWP Unit SMKN 1 Gabuswetan) Keterangan Program: Dharma Wanita Persatuan Unit SMKN 1 Gabuswetan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX menyelenggarakan kegiatan "Berbagi Paket Sembako" yang diselenggarakan pada Hari Jumat, tanggal 13 Maret 2026 pada jam 16. 00 sampai dengan 17.00 WIB, dengan kegiatan Pengurus DWP unit SMKN 1 Gabuswetan melaksanakan aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat tidak mampu yang tinggal di sekitar kampus SMKN 1 Gabuswetan. Tujuan Kegiatan: 1. Meningkatkan silaturahmi antar pengurus dan anggota DWP 2. Meningkatkan rasa empati dengan sesama. 3. Meningkatkan rasa syukur atas segala rizki yang di berikan Allah SWT Pembuat laporan: Ny. Lia Maliani Basiruddin

../images/kegiatan/59482.jpg
Info Baru

DWP Kota Surakarta > DWP DINAS PENDIDIKAN

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 13-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kota Surakarta Unsur Pelaksana Sub SMP Negeri 19 Kota Surakarta menghadiri kebaktian yang diselenggarakan oleh Sub SMP Negeri 2 Kota Surakarta dengan ketua penyelenggara : Ibu Rini Indrawati Supono, Penasihat : Bapak Supono, S.Pd., M.Pd. Pada hari : Jumat, 13 Maret 2026. Waktu : 11.30 WIB - selesai. Tempat : SMP Negeri 2 Kota Surakarta. Jl. Apel No 3, Laweyan, Kota Surakarta.pembucara : Romo Yosef Tjoek Prasetyo,M.Sf, Tema : Peran Wanita dalam Menghadirkan Gereja yang Bahagia dan Sejahter. Perwakilan dari Sub SMP Negeri 19 Kota Surakarta : Ibu Dina Swantari

../images/kegiatan/59480.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Barito Kuala > DWP Dinas Kesehatan

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 12-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN BARITO KUALA

JIMPITAN

LAPORAN KEGIATAN

Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala telah mengikuti Kegiatan :
Nama Kegiatan : Jimpitan
Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja Bidang Sosial Budaya : Ketahanan Keluarga
Jenis Kegiatan Ketahanan Keluarga : Iman dan Taqwa
Hari / Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
Pukul : 16.30 Wita
Tempat : Sekretariat DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala
Penyelenggara : DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala
Pakaian : Seragam Batik DWP
Jumlah Partisipan : 16 orang
Terdiri dari :
1. Ny. Sri Patonah Sugimin (Ketua DWP)
2. Ny. Ratnasari Dewi Alfitri (Wakil Ketua II)
3. Ny. Sri Zainorrahmi (Sekretaris I)
4. Ny. Hj. Dessy Halimuddin (Bendahara I)
5. Ny. Imirda Agus Rahmat (Bendahara II)
6. Ny. Mahrita Usman (Ketua Bidang Pendidikan)
7. Ny. Afri Rinody (Ketua Bidang Sosial Budaya)
8. Ny. Ayun Ulin Daika (Ketua Bidang Ekonomi)
9. Ny. Dewi Waliansyah (Anggota Bidang Sosial Budaya) 10. Ny. Herliyani Rahmat (Anggota Bidang Pendidikan)
11. Ny. Rosmaina Supriadi (Anggota Bidang Pendidikan)
12. Ny. Samsiah (Anggota Bidang Ekonomi)
13. Ny. Rama (Anggota Bidang Sosial Budaya)
14. Ny. Siti Khadijah Wahyudin (Anggota Bidang Ekonomi)
15. Ny. Fiqhi Bakti (Anggota Bidang Pendidikan)
16. Ny. Erliana Khairuddin (Anggota Bidang Ekonomi)

LAPORAN KEGIATAN JIMPITAN Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala

I. LATAR BELAKANG

Kegiatan Jimpitan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang dilakukan secara rutin oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala. Melalui kegiatan ini, anggota DWP berpartisipasi secara aktif dalam mengumpulkan dana atau bantuan yang bersumber dari iuran sukarela, untuk kemudian digunakan dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan Jum’at Berkah / Jimpitan yang diadakan oleh DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala merupakan bagian dari program kerja Bidang Sosial Budaya dalam rangka Ketahanan Keluarga dan menanamkan nilai iman dan taqwa di lingkungan organisasi.

Pelaksanaan kegiatan ini didasari oleh:
1. Kepedulian sosial untuk berbagi kepada sesama masyarakat.
2. Upaya mempererat hubungan antar anggota DWP dan masyarakat luas.

Komitmen nyata DWP dalam mendukung program sosial kemasyarakatan di Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan bersifat gotong-royong, dengan anggota DWP berpartisipasi aktif untuk saling membantu dan berbagi rezeki.

II. TUJUAN KEGIATAN

Tujuan kegiatan Jimpitan yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala:
1. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial di antara anggota DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
2. Menggalang dana sukarela sebagai bentuk kontribusi nyata anggota dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.
3. Membangun semangat gotong royong serta mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.
4. Mendorong partisipasi aktif anggota dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
5. Mewujudkan program DWP yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan sosial di Kabupaten Barito Kuala.

III. URAIAN KEGIATAN

Kegiatan Jimpitan dilaksanakan secara rutin oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan solidaritas di antara anggota. Pada kesempatan ini, kegiatan bertempat di Sekretariat DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala dan diikuti oleh seluruh pengurus serta anggota DWP dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Pelaksanaan Jimpitan diawali dengan sambutan singkat dari perwakilan pengurus yang menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan, yaitu untuk menggalang dana sukarela yang nantinya akan digunakan dalam mendukung program-program sosial DWP. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses pengumpulan sumbangan sukarela dari seluruh anggota DWP yang hadir. Setiap anggota memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan masing-masing.

Dana yang terkumpul kemudian dicatat secara transparan oleh bendahara dan disimpan sebagai dana sosial yang dikelola oleh pengurus DWP. Seluruh proses dilakukan secara tertib, terbuka, dan akuntabel untuk memastikan kepercayaan dan partisipasi aktif dari seluruh anggota.

Selain sebagai ajang pengumpulan dana, kegiatan Jimpitan juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala. Dalam suasana penuh kekeluargaan, anggota dapat berdiskusi ringan, menyampaikan masukan, serta merencanakan program sosial yang akan dilaksanakan ke depannya. Kegiatan ini juga diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar dana yang terkumpul dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Melalui kegiatan ini, DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala terus menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap lingkungan sosial, serta berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

IV. HASIL DAN MANFAAT

Pelaksanaan kegiatan Jimpitan oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala memberikan hasil yang sangat positif, baik bagi organisasi maupun bagi masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan sosial.

Dari kegiatan ini, terkumpul sejumlah dana sukarela dari anggota DWP yang akan digunakan untuk mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan, seperti bantuan bagi masyarakat kurang mampu, kegiatan Jumat Berkah, serta kegiatan sosial lainnya yang telah direncanakan. Dana yang terkumpul dikelola secara transparan dan akuntabel oleh pengurus DWP, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain manfaat dalam bentuk materi, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap hubungan internal organisasi. Rasa kebersamaan dan kepedulian sosial antar anggota semakin meningkat, sehingga memperkuat ikatan silaturahmi dan solidaritas dalam lingkungan DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.

Manfaat lainnya adalah terbentuknya kesadaran kolektif

di kalangan anggota DWP mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam kegiatan sosial. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, anggota DWP dilatih untuk senantiasa peduli, saling mendukung, dan ikut berperan dalam membantu masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan Jimpitan bukan hanya menjadi sarana penggalangan dana, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan pengabdian DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala terhadap masyarakat.

V. KESIMPULAN

Kegiatan Jimpitan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan partisipasi aktif anggota dalam mendukung program kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, berhasil dihimpun dana sukarela yang akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, seperti bantuan kepada masyarakat kurang mampu dan program kemanusiaan lainnya.

Selain memberikan manfaat secara materiil, kegiatan ini juga mempererat hubungan silaturahmi antar anggota, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memperkuat rasa tanggung jawab sosial dalam lingkungan organisasi. Kegiatan Jimpitan menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian bersama.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat penerima manfaat, tetapi juga memperkuat peran DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala sebagai organisasi yang peduli dan aktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Diharapkan kegiatan Jimpitan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

VI. PENUTUP

Demikian kegiatan Jimpitan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan kebersamaan antar anggota. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat rasa solidaritas, meningkatkan nilai kebersamaan, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

Melalui kegiatan Jimpitan ini, diharapkan peran DWP semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serta mampu mendukung program sosial di lingkungan Kabupaten Barito Kuala. Semoga setiap kontribusi yang diberikan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi seluruh anggota dan penerima manfaat.

../images/kegiatan/59479.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 13-03-2026

(E.VII) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SEKOLAH SMAN 13 BANDUNG CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Bakti Sosial Hari, Tanggal : Jumat, 13 Maret 2026 Waktu : 12.30 - 14.00 WIB Tempat : Aula Terbuka SMAN 13 Bandung Judul : BESTARI "Berbagi dalam Bakti Sosial dan Tausyiah Ramadan Indah" Penyelenggara : DWP SMAN 13 Bandung Bidang : Sosial Budaya Jumlah Partisipan : ± 50 orang Pengurus yang hadir: 14 orang 1. Ibu Imas Cucu Kustiyani (Bendahara) 2. Ibu Ely Amaliya (Bid. Sosial Budaya) 3. Ibu Rini Rahmayanti Amir Abdullah (Bid. Pendidikan) 4. Ibu Risna Desiana Sahman (E-Reporting) 5. Ibu Henhen Suhaenih (Anggota) 6. Ibu Sylvia Caroline Juanda (Anggota) 7. Ibu Annisa Sophia Utari (Anggota) 8. Ibu Rika Hafidah Kartika (Anggota) 9. Ibu Linda Agustina (Anggota) 10. Ibu Vani Nurjanah (Anggota) 11. Ibu Ayu Hardianti (Anggota) 12. Ibu Siti Kurniyasih (Anggota) 13. Ibu Anggi Kusumawati (Anggota) 14. Ibu Ilfa Febrina Nurismadanti (Anggota) Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana SMAN 13 Bandung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan tema BESTARI "Berbagi dalam Bakti Sosial dan Tausyiah Ramadan Indah." Kegiatan kali ini merupakan salah satu program yang dibuat oleh DWP SMAN 13 Bandung membantu sesama warga masyarakat yang membutuhkan. Sasaran bakti sosial kali ini adalah warga yang dekat dengan area SMAN 13 Bandung. Jumlah penerima bantuan sekitar 30 orang. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.30 - 14.00 WIB. Pelaksanaan kegiatan ini di Aula Terbuka SMAN 13 Bandung. Peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih sekitar 50 orang. Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana SMAN 13 Bandung yang ikut berpartisipasi berjumlah 14 orang perwakilan. Berikut rangkaian acara kegiatan tersebut. 1. Kumpul dan registrasi peserta 2. Pembukaan oleh MC, Ibu Anggi Kusumawati, S.Pd., yang juga merupakan salah satu anggota DWP SMAN 13 Bandung. 3. Sambutan dari Kepala SMAN 13 Bandung, Bapak Yayan Suryana, S.Si., M.IL, yang mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kepedulian untuk warga sekitar. Semoga bantuan yang diterima dapat memberikan keberkahan bagi seluruh pihak baik yang menerima maupun yang memberikan 4. Pemberian bantuan secara berurutan sesuai dengan kedatangan para penerima bantuan. Dipimpin oleh Ibu Risna Desiana Sahman, S.S., Ibu Henhen Suhaenih, S.Pd., M.Pd., dan Ibu Anggi Kusumawati, S.Pd. 5. Penutup Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa simpati dan empati anggota DWP SMAN 13 Bandung terhadap kondisi masyarakat sekitar. Selain itu, untuk meringankan beban warga masyarakat yang membutuhkan. Terakhir, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota DWP SMAN 13 Bandung. Pembuat laporan: Ny. Eka Toto Suharya

../images/kegiatan/59478.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 13-03-2026

(E.VII) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SEKOLAH SMAN 15 BANDUNG CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Seminar Kewirausahaan Era Digital Hari/tanggal : Jumat, 13 Maret 2026 Waktu : Pukul 09.00-12.00 WIB Tempat : Aula SMAN 15 Bandung Bidang : Ekonomi Judul : Membangun Jiwa Wirausaha Jumlah Partisipan : 25 orang Pengurus yang menghadiri : 8 orang 1. Ibu Eka Toto Suharya (Ketua DWP SMAN 15) 2. Ibu Lusyana Widjaja) (WK.DWP SMAN 15 Bandung) 3. Ibu Dedeh R (Sekretaris ) 4. Ibu Yanti Sri B ( Ket. Bid. Sos. Bud) 5. Ibu Eulis Rina ( Ket. Bid. Ekonomi) 6. Ibu Bellanida Nur Aini ( Bid Ekonomi) 7. Ibu Alin H (Kesekretariatan) 8. Ibu Tuti Artiyanti (Kesekretariatan) Keterangan Program: Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana SMAN 15 Bandung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII mengadakan kegiatan Seminar Kewirausahaan Era Digital pada hari Jumat 13 Maret 2026 pada pukul 09.00 - 12.00 WIB, bertempat di Aula SMAN 15 Bandung. Partisipan yang menghadiri kegiatan tersebut 15 orang dan dari pengurus DWP SMAN 15 yang menghadiri 8 orang. Kewirausahaan di Era Digital dengan perkembangan teknologi digital akan membuka peluang besar dalam dunia usaha. Anggota DWP SMAN 15 Bandung dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan untuk menciptakan peluang usaha yang kreatif,inovatif dan berdaya saing. Teknologi dapat gunakan untuk kewirausahaan digital dengan cara menjual produk atau layanan, mengadakan acara, atau meningkatkan visibilitas online. DWP dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pelaku usaha, lembaga pelatihan untuk mendukung pengembangan usaha anggota. Uraian Program : Peran Dharma Wanita Persatuan dalam dunia Kewirausahaan divera digital sangat penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi anggota dan keluarga melalui pemanfaatan teknologi. Kewirausahaan Digital dengan menggunakan teknologi melibatkan pemanfaatan media sosial/marketplace dapat membantu pengguna awal untuk mengoptimalkan pemasaran digital. Dan yang paling penting adalah membangun jiwa wirausaha kreatif dan inovatif di era digital memerlukan kombinasi berpikir positif, dan cepat beradaptasi dengan teknologi.Kegiatan Seminar ini untuk membekali anggota DWP SMAN 15, agar bertambah wawasan dan pengetahuan tentang Wirausaha di Era Digital, sehingga dapat memberikan motivasi dan menumbuhkankan jiwa Wirausaha yang kreatif dan inovatif. DWP mendorong semangat Berwirausaha, dan berperan menumbuhkan motivasi memulai usaha secara mandiri, dengan memanfaatkan peluang bisnis di era digital. Adapun rangkaian kegiatan tersebut sebagai berikut: 1. Pembukaan seminar oleh MC, Ibu Bellanida 2. Sebelum kegiatan dimulai diawali dengan membaca Basmallah dan Do'a bersama agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan aman. 3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita 4. Sambutan oleh Ketua DWP SMAN 15 Bandung Ibu Eka Toto Suharya. Beliau menyampaikan bahwa Wirausaha digital adalah pendekatan bisnis yang menggunakan teknologi digital sebagai landasan maupun unsur utamanya. Bila ilmu ini dipelajari dan dilaksanakan dalam dunia bisnis dapat mengembangkan usaha. Beliau juga menyampaikan bahwa DWP mendukung pengembangan UMKM Anggota agar kemandirian ekonomi keluarga bisa meningkat. 5. Narasumber oleh Ibu Lusyana Widjaja beliau menyampaikan, di era digital ini, jualan produk digital menjadi peluang cuan yang menjanjikan. Tidak perlu modal besar, gampang dilakukan, dan bisa dikerjakan dari mana saja. Tetapi, seperti bisnis lain, jualan produk digital membutuhkan strategi agar mendapatkan keuntungan. Untuk bisa mencapai hal tersebut dibutuh jiwa-jiwa yang kuat dalam berwirausaha. Diantara membangun pola pikir positif, percaya pada kempuan diri, tidak takut gagal dan menjadikan kegagalan sebagai pelajaran. Mengamati lingkungan, mengasah rasa ingin tahu, dan yang penting adalah mengembangkan keterampilan. Pelatihan dan pendampingan menjadi kunci untuk memperkuat mental dan ketekunan. DWP menjadi wadah bagi anggota yang memiliki usaha untuk bisa salung berbagi pengalaman. DWP dapat menjaling kerjasama dengan berbagai pihak seperti pelaku usaha maupun lembaga pelatihan 6. Kegiatan Seminar Kewirausahaan Era Digital ditutup pada pukul 12.00 dilanjutkan dengan dan foto bersama. Tujuan : * Seminar Kewirausahaan Digital bertujuan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide dalam membangun wirausaha. Membantu menjadi lebih kreatif dalam menangkap peluang. Menciptakan kemandirian ekonomi, menghasilkan lapangan kerja baru, serta dapat meningkatkan daya saing melalui produk yang manfaatkan teknologi. Harapan : * Harapan dengan adanya kegiatan Kewirausahaan di Era Digital adalah, membuka pikiran dan wawasan dan menumbuhkan keyakinan serta keberanian memulai langkah nya menjadi seorang entrepreneur sejati. Menambah kekuatan cara berpikir dan berharap adanya kekuatan mental ketika menghadapi usahanya gagal. Berharap menumbuhkan jiwa-jiwa wirausaha yang kreatif dan inovatif di era digital. Kegiatan seminar ini diharapkan anggota DWP mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal yang pada akhirnya dapat berkontrobusi pada kesejahteraan keluarga. Pembuat Laporan: Ny.Eka Toto Suharya

../images/kegiatan/59477.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 13-03-2026

(E.VII) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT SEKILAH SMAN 15 BANDUNG CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Usaha Mikro Kecil dan Menengah Hari, Tanggal : Jumat, 13 Maret 2026 WIV Waktu : 13.00 - 14.00 Tempat : Ruang Guru SMAN 15 Bandung Penyelenggara : DWP SMAN 15 Bandung Bidang : Ekonomi Judul : Makanan Ringan Sehat Jumlah Partisipan : 8 orang Pengurus yg hadir : 5 orang. 1. Ibu Lusyana Widjaja (Wakil Ketua DWP SMAN 15) 2. Ibu Hj. Dwi Endah (Bendahara) 3. Ibu Yanti Sri B (Ket.Bid.Sos Bud 4. Ibu Alin H (Kesekretariatan) 5. Ibu Tuti A (kesekretariatan) Keterangan Program: Dharma Wanita Persatuan Unit Sekolah SMAN 15 Bandung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII mengadakan kegiatan UMKM pada hari Jumat, 13 Maret 2026 pukul 13.00 - 14.00 WIB Bertempat di Ruang Guru SMAN 15 Bandung, partisipan yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 7 orang dan dari pengurus DWP SMAN 15 Bandung yang menghadiri 5 orang. Kegiatan UMKM menyediakan makanan ringan, usaha tersebut merupakan program unggulan DWP bidang ekonomi. Selain dapat menambah penghasilan bagi anggota DWP UMKM ini dapat mempermudah warga sekolah dalam memenuhi kebutuhan. Uraian Program Usaha Mikro Kecil Menengah Anggota Dharma Wanita SMAN 15 merupakan kegiatan usaha yang dijalankan oleh Anggota DWP sebagai Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga serta mendukung kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar. Kehadiran UMKM merupakan upaya untuk mengembangkan suatu strategi guna meningkatkan efesiensi, efektifitas, dan responsifitas wirausaha. Peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting untuk kemandirian ekonomi anggota serta kesejahteraan keluarga. Adapun uraian kegiatan sebagai berikut: 1. Diawali dengan membaca Basmalah dan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar. Mendemonstrasikan barang dan harga produk UMKM. Adapaun barang yang disediakan seperti kurma, susu, kue, aneka coklat, aneka snack, minyak, dan abon dll. 2. Menuliskan barang yang di order. Barang akan dikirim sesuai permintaan konsumen 3. Kegiatan diakhiri dengan mengucapkan Alhamdulillah . Tujuan : 1. Kegiatan UMKM ini bertujuan memudahkan warga sekolah SMAN 15 Bandung dalam memenuhi kebutuhan dan juga dapat menambah penghasilan anggota DWP. 2. Dengan adanya UMKM anggota/pengurus DWP SMAN 15 memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan, hal ini akan berdampak lansung peningkatan daya beli dan kualitas hidup. Dan yang paling penting adalah memperkuat peran perempuan dalam ekonomi produktif. Harapan : * Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menambah penghasilan anggota DWP serta dapat mempermudah orang lain maupun anggota DWP dalam memenuhi kebutuhan . Menambah penghasilan yang berdampak pada kesejahteraan. UMKM anggota Dharma Wanita dapat berkembang lebih maju, sehingga anggota semakin mandiri, terampil, dan inovatif dalam berwirausaha. Melalui kegiatan UMKM diharapkan anggota DWP menjadi lebih mandiri, kreatif, serta mampu memaafkan peluang usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Pembuat laporan : Ny. Eka Toto Suharya

../images/kegiatan/59476.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 13-03-2026

(E.VII) DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT UNIT SEKOLAH SMAN 12 BANDUNG CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT Nama Kegiatan : Menghadiri Tausiyah di bulan ramadhan Hari, Tanggal :Jum'at, 13 Maret 2026 Waktu : 13.00 s.d 15.00 WIB Tempat : Ruangan Aula Penyelenggara : DWP SMAN 12 Bandung Bidang : Sosial dan Budaya Judul : Menghadiri kegiatan Tausiyahdi bulan ramadhan Jumlah Partisipan :90 orang Pengurus yg hadir : 5 orang 1. Ibu Ade ( E-reporting) 2. Ibu Rita ( Bidang Ekonomi) 3. Ibu Heidy ( Bidang Ekonomi) 4. Ibu Fitrya ( Bidang Pendidikan) 5. Ibu Sany ( Bendahara) Keterangan Program: Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana SMAN 12 Bandung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII DWP SMAN 12 Bandung mengadakan Kegiatan Tausiah di bulan ramadhan yang bertempat di ruangan Aula yang di laksanakan di hari Jum'at tanggal 13 Maret 2026 yang di mulai dari pukul 13.00-15.00 yang di hadiri oleh 90 peserta dan 5 orang anggota dwp yang hadir dalam kegiatan Tausiah di bulan Ramadhan. Uraian Program diawali dengan: 1. Pembacaan ayat suci Alquran dan saritilawah 3. Tausiah yang di bulan Ramadhan sampaikan oleh Bapak Amar Yasir,S.Ag dengan tema : Makna 10 Hari di bulan Ramadhan 4. Tanya jawab 5. Penutup 6. Foto bersama. Uraian Kegiatan Tausiah: Bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang berbeda pada setiap sepuluh harinya,dalam tradisi Islam para ulama menjelaskan bahwa Ramadhan terbagi 3 fase utama. 1.10 hari pertama: Rahmat (kasih sayang Allah) sepuluh hari pertama Ramadhan di sebut sebagai hari-hari turunnya Rahmat Allah.Pada masa ini umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan: - berpuasa dengan penuh keikhlasan - Membaca Alquran - bersedekah - memperbanyak doa 2.10 hari kedua: Magfirah ( Ampunan) sepuluh hari kedua merupakan waktu memohon ampunan kepada Allah.Pada Fase ini di anjurkan: - Banyak istighfar - Memperbaiki kesalahan - Memperbanyak ibadah dan taubat 3.10 hari terakhir: Pembebasan dari api neraka.Amalan yang di anjurkan pada 10 hari terakhir: - Memperbanyak shalat malam - Itiqaf di mesjid - Membaca Al-Quran - Memperbanyak Doa. Tujuan kegiatan: Tujuan dari Tausiah di bulan Ramadhan ini adalah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota DWP. Harapan Kegiatan: Melalui kegiatan Tausiah hari ini adalah untuk supaya meningkatkan keilmuan dan keimanan serta meningkatkan kerja sama yang kuat di antara anggota DWP yang lainnya. Pembuat laporan : Ny. Eka Toto Suharya

../images/kegiatan/59475.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Klaten > DWP KEMENTRIAN AGAMA

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 12-03-2026

DWP Kemenag Klaten mengikuti kegiatan " Gerakan Kemenag Berdampak" sinergi antara Kemenag Klaten dan Pemda Klaten. Acara diisi dengan pentasyarufan baksos berupa paket beras dan uang untuk 200 orang di desa Girpasang Tegalmulyo Kemalang Klaten. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Maret 2026 jam 16.00-selesai di aula kantor kepala desa Tegalmulyo, dihadiri bupati klaten dan kepala Kemenag Klaten beserta jajarannya..

../images/kegiatan/59474.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Katingan > Dinas Lingkungan Hidup

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 10-03-2026

Acara : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Katingan Berbagi on the road takjil Pada Hari/tanggal : Selasa, 10 Maret 2026 Waktu pelaksanaan : 15.30 WIB-selesai Tempat pelaksanaan : Bundaran Durian Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Kab. Katingan Penyelenggara: Bidang Sosial dan Budaya Jumlah anggota yang hadir : 17 orang 1. Ny. Ruaida Eka Suryadilaga (Wakil Ketua I DWP Kabupaten Katingan) 2. Ny. Ernate G.H.E. Doddy ( Wakil Ketua II DWP Kabupaten Katingan) 3. Ny. Bertha Mozard (Sekretaris DWP Kabupaten Katingan) 4. Ny. Lurie Daswandi Supar (Wakil Sekretaris DWP Kabupaten Katingan) 5. Ny. Wahyu Murtini Robertus (Bendahara I DWP Kabupaten Katingan) 6. Ny. Yulianti Toto Jaya (Ketua DWP BKAD Kabupaten Katingan) 7. Ny. Dessy Yobie ( Ketua DWP Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan) 8. Ny. Diah Komalasari Patrisia (Ketua DWP DPMPTSP Kabupaten Katingan) 9. Ny. Romaida Tumanggor Manalu (Ketua DWP Diskominfo Kabupaten Katingan) 10. Ny. Erna Bayuping (Sekretaris DWP DLH Kabupaten Katingan) 11. Ny.Trifiana L. Gaol (Anggota DWP Kabupaten Katingan) 12. Ny. Pemberiani Yosua Bawan (Anggota DWP Kabupaten Katingan) 13. Ny. Yaya Heru (Anggota DWP Kabupaten Katingan) 14. Ny. Nopita Dawit (Anggota DWP Kabupaten Katingan) 15. Ny. Parmia Amir (Anggota DWP PUPR Kabupaten Katingan) 16. Ny. Rusliani Markus (Anggota DWP Kabupaten Katingan) 17. Ny. Yaverson Bedri (Anggota DWP Kabupaten Katingan) Kegiatan bagi-bagi takjil merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan.Menyemarakan bulan suci Ramadhan dengan bagi-bagi takjil.Tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah menunjukkan rasa peduli kepada sesama, terutama kepada pengguna jalan, kaum dhuafa dan mereka yang masih dalam perjalanan (musafir) agar dapat menyegerakan berbuka puasa. Untuk menciptakan suasana Ramadhan yang meriah, penuh berkah dan meningkatkan syiar Islam. Dari kegiatan ini dapat melatih jiwa sosial, wujud kepedulian sosial dan kedermawanan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Katingan. Membiasakan diri untuk peduli, ikhlas dan ringan tangan dalam membantu sesama manusia. Respon masyarakat sangat positif dan antusias, banyak yang mengucapkan terima kasih dan berdoa untuk kebaikan penyelenggara. Kegiatan bagi-bagi takjil ini berjalan dengan lancar dan sukses berkat kerja sama seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Katingan serta dukungan dari semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dan menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi banyak orang khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Katingan.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID