Ibu anggota DWP Up. Dinas Perkim Kab Asahan mengikuti rapat koordinasi DWP Kabupaten Asahan untuk bulan September 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan Tanggal 28 September 2026
Ny Fatimah Indah Sjahid ketua dan Ny. Wiwin Widiastuti Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Perumda Tirta Aji Kabupaten Wonosobo mengikuti kegiatan “Workshop Ai “Teknik Promting“, yang dilaksanakan pada :
Hari ,tanggal : Selasa, 06 Oktober 2026.
Waktu &emsp : Jam 11.00 – 12.00 WIB
Tempat : RR Tan Malaka kantor BAPPEDA kabupaten Wonosobo
Penyelenggara : DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo
Bidang : Sekretaris
Jumlah peserta/hadirin :
- Ketua DWP Kabupaten Wonosobo Ny. Hidayati Rahayu Mohamad Kristijadi
- Penasihat DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo Drs. Tono Prihatono
- Ketua DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo Ny. Dwi Iswanti
- Bapak Iwan Minanto,SE
- Ketua DWP Badan, Dinas/Instansi Se-Kab Wonosobo
Nara Sumber Bp. Iwan Minanto,SE
Keterangan Program / Hasil :
TEKNIK PROMPTING Ai
Pendahuluan
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah memberikan banyak perubahan dalam kehidupan manusia. AI dapat membantu berbagai kegiatan, seperti mencari informasi, membuat tulisan, menerjemahkan bahasa, menganalisis data, membuat gambar, membantu pekerjaan, dan mendukung proses pembelajaran. Salah satu teknologi AI yang banyak digunakan adalah AI generatif, yaitu teknologi yang mampu menghasilkan teks, gambar, suara, maupun berbagai bentuk informasi berdasarkan perintah pengguna. Namun, kualitas hasil yang diberikan AI sangat dipengaruhi oleh kualitas instruksi yang diberikan. Instruksi tersebut disebut prompt. Oleh karena itu, kemampuan membuat prompt yang baik atau prompting menjadi keterampilan penting di era digital.
Pengertian Prompting AI
Prompting AI adalah teknik memberikan instruksi atau perintah kepada sistem kecerdasan buatan agar menghasilkan jawaban atau keluaran sesuai dengan kebutuhan pengguna. Prompt dapat berupa pertanyaan sederhana, perintah, deskripsi, contoh, maupun kombinasi beberapa informasi.
Sebagai contoh, perintah “buat artikel tentang pendidikan” masih terlalu umum. AI mungkin memberikan artikel yang luas dan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Prompt tersebut dapat dibuat lebih spesifik menjadi “buat artikel 850 kata tentang pentingnya pendidikan digital bagi siswa SMA dengan bahasa formal, mudah dipahami, dan dilengkapi contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari”. Dengan instruksi yang lebih jelas, AI akan lebih mudah memahami tujuan pengguna.
Unsur-Unsur Prompt yang Baik
Prompt yang efektif memiliki beberapa unsur penting. Unsur pertama adalah tujuan. Pengguna harus menjelaskan hasil yang ingin diperoleh. Misalnya, pengguna ingin membuat artikel, merangkum materi, mencari ide, menerjemahkan teks, atau menyelesaikan suatu permasalahan.
Unsur kedua adalah konteks. Konteks membantu AI memahami situasi dan kebutuhan pengguna. Misalnya, jika pengguna meminta materi pembelajaran, sebaiknya disebutkan tingkat pendidikan, mata pelajaran, dan kemampuan pembaca.
Unsur ketiga adalah peran. Pengguna dapat memberikan peran tertentu kepada AI, seperti “bertindak sebagai guru”, “bertindak sebagai editor”, atau “bertindak sebagai konsultan”. Pemberian peran membantu AI menyesuaikan gaya dan sudut pandang jawabannya.
Unsur keempat adalah format keluaran. Pengguna dapat menentukan bentuk jawaban yang diinginkan, misalnya paragraf, tabel, daftar poin, atau langkah-langkah. Hal ini membuat hasil AI lebih mudah digunakan.
Unsur kelima adalah batasan. Batasan dapat berupa jumlah kata, gaya bahasa, target pembaca, jumlah contoh, maupun informasi tertentu yang harus dimasukkan. Semakin jelas batasannya, semakin besar kemungkinan hasil sesuai dengan kebutuhan.
Teknik-Teknik Prompting AI
Ada beberapa teknik prompting yang dapat digunakan. Pertama adalah zero-shot prompting, yaitu memberikan instruksi kepada AI tanpa memberikan contoh. Teknik ini cocok untuk tugas sederhana. Contohnya, “Jelaskan pengertian energi terbarukan menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa SMP.”
Kedua adalah few-shot prompting, yaitu memberikan beberapa contoh kepada AI sebelum memberikan tugas. Contoh tersebut berfungsi sebagai pola yang harus diikuti. Misalnya, pengguna memberikan tiga contoh judul artikel, kemudian meminta AI membuat sepuluh judul baru dengan gaya yang serupa.
Ketiga adalah role prompting, yaitu memberikan peran tertentu kepada AI. Contohnya, “Bertindak sebagai guru sejarah. Jelaskan penyebab terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia untuk siswa kelas IX.” Dengan teknik tersebut, AI dapat menyesuaikan penjelasan dengan tingkat pemahaman pembaca.
Keempat adalah prompt bertahap, yaitu memberikan instruksi secara berurutan. Teknik ini berguna untuk pekerjaan yang kompleks. Misalnya, pengguna meminta AI menentukan topik terlebih dahulu, kemudian membuat kerangka, menulis isi, dan terakhir melakukan pemeriksaan terhadap tulisan. Cara ini dapat membuat proses pengerjaan lebih terarah.
Kelima adalah prompt refinement atau penyempurnaan prompt. Pengguna tidak harus mendapatkan hasil sempurna pada percobaan pertama. Setelah menerima jawaban, pengguna dapat memberikan instruksi lanjutan seperti “buat lebih singkat”, “tambahkan dua contoh”, “gunakan bahasa yang lebih formal”, atau “perbaiki bagian kesimpulan”. Dengan melakukan penyempurnaan secara bertahap, hasil akhir dapat menjadi lebih sesuai.
Kesalahan dalam Membuat Prompt
Kesalahan yang sering terjadi adalah membuat prompt terlalu singkat dan tidak jelas. Perintah seperti “buat tugas saya” tidak memberikan informasi yang cukup kepada AI. AI tidak mengetahui topik, panjang tulisan, gaya bahasa, maupun tujuan tugas tersebut.
Kesalahan lain adalah memberikan terlalu banyak informasi yang tidak relevan. Prompt sebaiknya berisi informasi yang mendukung tugas agar AI dapat fokus pada tujuan utama. Selain itu, pengguna tidak seharusnya langsung mempercayai semua jawaban AI. AI dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat atau kurang lengkap. Oleh karena itu, fakta penting tetap perlu diperiksa melalui sumber yang terpercaya.
Pengguna juga harus memperhatikan keamanan data. Informasi pribadi dan rahasia, seperti kata sandi, nomor identitas, data perbankan, atau dokumen rahasia, sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam prompt.
Contoh Prompt yang Efektif
Salah satu pola sederhana untuk membuat prompt adalah peran + tugas + konteks + format + batasan.
Contohnya:
“Bertindak sebagai guru Bahasa Indonesia. Buat artikel sekitar 850 kata tentang dampak penggunaan media sosial terhadap pelajar SMA. Gunakan bahasa formal tetapi mudah dipahami. Susun artikel dengan bagian pendahuluan, pembahasan, dampak positif, dampak negatif, solusi, dan kesimpulan. Berikan contoh yang berkaitan dengan kehidupan siswa.”
Prompt tersebut lebih efektif karena menjelaskan peran AI, tugas yang harus dilakukan, target pembaca, jumlah kata, struktur tulisan, gaya bahasa, dan isi yang diharapkan.
Manfaat Prompting AI
Kemampuan membuat prompt memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bidang pendidikan, siswa dapat menggunakan AI untuk memahami materi, membuat rangkuman, mencari ide, membuat latihan soal, dan memperbaiki tulisan. Guru juga dapat memanfaatkannya untuk membuat bahan pembelajaran dan menyusun berbagai aktivitas kelas.
Dalam dunia kerja, prompting dapat membantu membuat laporan, menyusun konsep, mencari ide pemasaran, menganalisis data, dan meningkatkan produktivitas. Prompting juga melatih seseorang untuk berpikir secara terstruktur karena pengguna harus menentukan tujuan, informasi yang dibutuhkan, serta bentuk hasil yang diinginkan.
Pembuat laporan : Wiwin Widiastuti, Sekretaris DWP Perumda Tirta Aji Kabupaten Wonosobo
Ibu anggota DWP Up. Dinas Perkim Kab Asahan menghadiri rapat koordinasi DWP Kabupaten Asahan untuk bulan September 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan Tanggal 28 September 2026
Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang melaksanakan rapat pengurus yang bertempat di Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang pada Jumat, 02 Oktober 2026. Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari koordinasi dan evaluasi pengurus dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang. Dalam rapat dibahas berbagai hal terkait pelaksanaan kegiatan organisasi, koordinasi antarbidang, serta persiapan agenda Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang ke depannya. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Melalui rapat pengurus ini diharapkan terjalin koordinasi yang semakin baik serta dapat meningkatkan sinergi antar pengurus dalam melaksanakan tugas dan program kerja Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang. Hasil Kegiatan: 1. Terlaksananya koordinasi antar pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang. 2. Dilakukan pembahasan dan evaluasi terkait kegiatan organisasi. 3. Dilakukan persiapan dan koordinasi terhadap agenda kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang selanjutnya. 4. Meningkatkan komunikasi dan sinergi antar pengurus dalam pelaksanaan program kerja. Penutup: Rapat Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang berjalan dengan baik, tertib, dan lancar. Diharapkan hasil rapat dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan serta mendukung pencapaian program kerja Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang.
Ny Fatimah Indah Sjahid ketua dan Ny. Wiwin Widiastuti Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Perumda Tirta Aji Kabupaten Wonosobo mengikuti kegiatan “Edukasi Ai “Perempuan Melek Ai “, yang dilaksanakan pada :
Hari ,tanggal : Selasa, 06 Oktober 2026.
Waktu &emsp : Jam 10.00 – 11.00 WIB
Tempat : RR Tan Malaka kantor BAPPEDA kabupaten Wonosobo
Penyelenggara : DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo
Bidang : Sekretaris
Jumlah peserta/hadirin :
- Ketua DWP Kabupaten Wonosobo Ny. Hidayati Rahayu Mohamad Kristijadi
- Penasihat DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo Drs. Tono Prihatono
- Ketua DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo Ny. Dwi Iswanti
- Bapak Iwan Minanto,SE
- Ketua DWP Badan, Dinas/Instansi Se-Kab Wonosobo
Nara Sumber Bp. Iwan Minanto,SE
Keterangan Program / Hasil :
PEREMPUAN MELEK Ai
Perempuan Melek AI: Perempuan Cerdas di Era Kecerdasan Buatan
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. AI tidak lagi menjadi sesuatu yang hanya digunakan oleh para ahli teknologi, tetapi telah hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mesin pencari, media sosial, aplikasi pendidikan, layanan kesehatan, hingga dunia kerja. Di tengah perubahan tersebut, perempuan perlu menjadi bagian aktif dalam perkembangan teknologi. Istilah “perempuan melek AI” bukan sekadar kemampuan menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan, tetapi juga kemampuan memahami, memanfaatkan, mengkritisi, dan menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab.
Perempuan memiliki peran penting dalam masyarakat. Perempuan dapat menjadi pelajar, mahasiswa, pekerja, pengusaha, ibu, pendidik, pemimpin, maupun pencipta inovasi. Karena itu, kemampuan memahami AI dapat menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi masa depan. Perempuan yang melek AI tidak harus menjadi programmer atau ahli teknologi. Yang lebih penting adalah memiliki pemahaman dasar tentang cara kerja AI, manfaatnya, keterbatasannya, serta risiko yang mungkin muncul dari penggunaannya.
Salah satu manfaat terbesar AI bagi perempuan adalah membantu meningkatkan produktivitas. Dalam dunia pendidikan, misalnya, AI dapat digunakan untuk mencari ide, menjelaskan materi yang sulit, membuat rangkuman, membantu menyusun jadwal belajar, atau menjadi teman berdiskusi. Namun, penggunaan AI tetap harus disertai kemampuan berpikir kritis. AI dapat memberikan informasi yang keliru, sehingga pengguna tidak boleh menerima semua jawaban begitu saja. Perempuan yang melek AI akan memeriksa kembali informasi dari sumber yang terpercaya dan menggunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir.
Dalam dunia kerja, literasi AI juga semakin penting. Banyak pekerjaan mulai memanfaatkan AI untuk mengolah data, membuat laporan, menyusun dokumen, melayani pelanggan, hingga melakukan analisis. Perempuan yang mampu menggunakan teknologi ini memiliki peluang untuk bekerja lebih efektif dan mengembangkan keterampilan baru. Bahkan, AI dapat membantu perempuan yang memiliki keterbatasan waktu, misalnya dengan mengotomatisasi pekerjaan administratif yang sederhana sehingga waktu dapat digunakan untuk kegiatan yang lebih penting.
AI juga membuka peluang besar bagi perempuan untuk menjadi wirausaha. Dengan bantuan berbagai teknologi AI, seseorang dapat mencari ide bisnis, melakukan riset pasar, membuat desain sederhana, menulis materi promosi, membuat strategi pemasaran, hingga membantu mengelola komunikasi dengan pelanggan. Hal ini membuat teknologi menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat. Perempuan tidak harus memiliki modal besar untuk mulai belajar dan mencoba membangun usaha berbasis digital.
Selain sebagai pengguna, perempuan juga perlu didorong untuk menjadi pencipta teknologi. Selama ini, bidang teknologi dan kecerdasan buatan masih sering dianggap sebagai bidang yang didominasi laki-laki. Padahal, perempuan memiliki kemampuan dan potensi yang sama untuk mempelajari ilmu komputer, data, teknologi, dan AI. Semakin banyak perempuan yang terlibat dalam pengembangan teknologi, semakin beragam pula perspektif yang dapat dipertimbangkan ketika sebuah teknologi dirancang.
Keterlibatan perempuan dalam pengembangan AI juga penting karena teknologi dapat membawa bias. AI belajar dari data yang diberikan kepadanya. Jika data yang digunakan mengandung ketidakadilan atau bias gender, hasil yang diberikan AI juga dapat berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak adil. Oleh sebab itu, kehadiran perempuan dalam bidang teknologi dapat membantu memastikan bahwa kebutuhan dan pengalaman perempuan turut diperhatikan dalam proses pengembangan AI.
Namun, menjadi perempuan melek AI bukan berarti menggunakan AI tanpa batas. Ada berbagai etika yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah perlindungan data pribadi. Ketika menggunakan layanan AI, pengguna harus berhati-hati dalam memasukkan informasi sensitif seperti nomor identitas, kata sandi, informasi keuangan, atau data pribadi orang lain. Perempuan juga perlu memahami bahwa tidak semua informasi yang beredar melalui teknologi dapat dipercaya.
Tantangan lain adalah penyalahgunaan AI. Teknologi dapat digunakan untuk membuat berita palsu, manipulasi gambar, penipuan, bahkan konten yang merugikan seseorang. Perempuan perlu memiliki kemampuan untuk mengenali informasi palsu dan tidak mudah menyebarkannya. Literasi digital dan literasi AI menjadi perlindungan penting agar perempuan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengguna yang kritis dan bertanggung jawab.
Dalam keluarga, perempuan yang melek AI juga dapat menjadi agen perubahan. Pengetahuan yang dimiliki dapat dibagikan kepada anak, pasangan, keluarga, dan lingkungan sekitar. Misalnya, perempuan dapat mengajarkan anak untuk menggunakan teknologi secara aman, membatasi penggunaan teknologi secara berlebihan, serta memahami pentingnya menjaga privasi di internet. Dengan demikian, manfaat literasi AI tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat.
Untuk menjadi perempuan melek AI, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah berani belajar. Tidak perlu langsung mempelajari hal-hal yang rumit. Perempuan dapat mulai dengan mengenal aplikasi AI yang sederhana, belajar membuat pertanyaan atau instruksi yang jelas, memeriksa kebenaran informasi, dan memahami etika penggunaannya. Selanjutnya, keterampilan tersebut dapat dikembangkan melalui kursus, komunitas, pendidikan formal, maupun pengalaman langsung.
Pada akhirnya, AI adalah alat. Dampak baik atau buruknya sangat bergantung pada bagaimana manusia menggunakannya. Perempuan tidak perlu takut terhadap perkembangan AI, tetapi juga tidak boleh menggunakannya secara sembarangan. Perempuan perlu menjadi pengguna yang cerdas, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
“Perempuan melek AI” berarti perempuan yang siap menghadapi perubahan zaman dengan pengetahuan dan keberanian. Ia tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk belajar, bekerja, berkarya, berwirausaha, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Ketika semakin banyak perempuan memiliki literasi AI yang baik, semakin besar pula kesempatan untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, inovatif, dan berkeadilan. Masa depan teknologi bukan hanya milik mereka yang menciptakannya, tetapi juga milik setiap perempuan yang berani belajar dan mengambil bagian di dalamnya.
Pembuat laporan : Wiwin Widiastuti, Sekretaris DWP Perumda Tirta Aji Kabupaten Wonosobo
Ny. Fatimah Indah Sjahid Ketua dan Ny. Wiwin Widiastuti Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Perumda Tirta Aji Kabupaten Wonosobo menghadiri Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan Badan, Dinas/Instansi Se - Kabupaten Wonosobo, yang dilaksanakan pada :
Hari ,tanggal : Selasa, 06 Oktober 2026.
Waktu &emsp : Jam 08.30 – 10.00 WIB
Tempat : RR Tan Malaka kantor BAPPEDA kabupaten Wonosobo
Penyelenggara : DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo
Bidang : Sekretaris
Jumlah peserta/hadirin :
- Ketua DWP Kabupaten Wonosobo Ny. Hidayati Rahayu Mohamad Kristijadi
- Penasihat DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo Drs. Tono Prihatono
- Ketua DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo Ny. Dwi Iswanti
- Ustadzah Hj. Sumiatun,S.Pt.
- Ketua DWP Badan, Dinas/Instansi Se-Kab Wonosobo
Keterangan Program / Hasil :
1) Pembukaan dipimpin oleh MC Ny. Yuyun Retnoningsih,S.IP dari DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo
2) Menyanyikan Lagu Indonesia Raya & Mars Dharma Wanita dipimin oleh Ny. Amalia Eka Hasti Adhana DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo.
3) Kultum disampaikan oleh Ustadzah Hj. Sumiatun,S.Pt.
Tawakal
Doa tawakal QS. At –Taubah : 129
Hasbiyallahu la ilaha illa huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil 'azim.
Artinya: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy (singgasana) yang agung."
Perbedaan tawakal dan pasrah :
- Tawakal adalah Berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha maksimal (ikhtiar) dan berdoa.
- Pasrah adalah Menyerah atau menerima keadaan tanpa didahului usaha atau tindakan nyata.
Doa keluar rumah :
Bismillaahi tawakkaltu 'alallahi, wa laa hawla wa laa quwwata illa billaah.
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Dengan memohon perlindungan kepada Allah maka tidak ada hal menakutkan yang menjadikan sedih.
Buah manis tawakal :
1) Cukup
QS. At-Thalaq : 3
Artinya : "Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu."
Senantiasa dicukupkan apa yang kita perlukan, gaji yang kita terima akan cukup untuk memenuhi kebutuhan kita bukan gaya hidup kita, cukup akan melebihi semuanya ketika kita bersyukur.
2) Dicintai Allah
QS. Ali Imran : 159
bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.
3) Dipelihara
QS. Al-Ahzab : 3
Artinya : “Dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.”
4) Penolong dan pelindung
QS. Ali Imran : 173
Artinya : “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”
4) Sambutan Penasihat DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo Bapak Drs. Tono Prihatono
- Selamat datang dalam acara Rapat Kerja DWP Kabupaten yang diselenggarakan oleh DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo kepada ibu –ibu Ketua DWP Badan, Dinas/Instansi Se-Kab Wonosobo.
- Selamat datang di kantor BAPPEDA yang merupakan peninggalan Belanda tahun 1918 yang dahulunya merupakan kantor pengadilan Hindia Belanda.
- Bangunan dengan arsitektur Eropa merupakan salah satu bangunan yang merupakan cagar budaya sehingga untuk merenovasinya memerlukan izin.
- Terimakasih atas kehadiran ibu – ibu semua mohon maaf atas segala kekurangan dalam menyambutan dan menyediakan segala sesuatunya.
- Bahwa ketika kita masih diundang dan hadir dalam acara ini jangan lupa untuk bersyukur suami kita masih bekerja sebagai pegawai.
5) Selayang Pandang oleh Ny. Dwi Iswanti. DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo.
6) Penyerahan Hibah Buku oleh Ny. Dwi Iswanti. DWP BAPPEDA Kabupaten Wonosobo kepada Ny Hidayati Rahayu Mohamad Kristijadi ketua DWP Kabupaten.
7) Pengumuman Sekretaris DWP Kabupaten Wonosobo
PENGUMUMAM RAPAT KERJA BULAN November 2026
SEKRETARIS
1) Petugas penyelenggara rapat kerja bulan
- Bulan November 2026 dari DWP Disperkimbup
2) Besaran iuran anggota tahunan untuk disesuaikan dengan golongan dan jumlah anggota.
BIDANG PENDIDIKAN
1) Dimohon kepada DWP up petugas pelaksana rapat kerja memberikan bantuan / hibah buku pendidikan / islami / kesehatan, dll guna melengkapi ruang sudut baca dan diserahkan kepada bidang pendidikan atau sekretariat DWP Kab. Wonosobo.
2)Bagi anggota DWP dapat meminjam buku yang ada di sudut baca DWP Kabupaten Wonosobo.
BIDANG EKONOMI
1) Menerima Pesanan Atribut DWP
2) Buku saku AD ART Rp 25.000/ buku
BIDANG SOSIAL BUDAYA
1) Senam DWP Jum’at tanggal 9 Oktober 2026
2) Pengajian Jumat akhir DWP akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2026
8) Pisah sambut wakil ketua DWP RUTAN Ny Slamet Widodo
- Sehubungan dengan berakhirnya puran tugas suami mohon ijin untuk undur diri dari keanggotaan dan kegiatan Dharma Wanita.
- Terimakasih atas segala arahan, bimbingan dan ilmu yang telah kami dapat semoga menjadi amal ibadah.
- Mohon maaf belum bisa mengikuti kegiatan dengan baik banyak salah kekurangan dan khilaf.
- Semoga Dharma Wanita semakin aktif, semakin baik dan semakin maju.
9) Sambutan ketua DWP Kabupaten oleh Ny Hidayati Rahayu Mohamad Kristijadi
- Terimakasih kepada ibu – ibu semua yang telah hadir dan dari DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo sebagai petugas penyelenggara.
- Mohon ijin mulai tanggal 18 September bapak diberi amanah sebagai PJ Sekda Wonosobo, sehingga mulai tangga tersebut saya mulai menjalankan tugas selaku PLT ketua DWP Kabupaten Wonosobo.
- Program Kerja yang belum terlaksanan untuk bisa dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ada. Dan mulai menyusun Program Kerja untuk tahun depan.
- Teknologi Ai bisa membantu maupun menjerumuskan kita jadi perlu hati – hati , maju dan hancurnya organisasi bergantung dari jari kita, perlu pikirkan dulu sebelum up load sesuatu.
- Terimakasih kepada DWP BAPPEDA atas penyambutan dan kegiatan yang sangat lengkap dan bervariasi.
10) Lain – lain diisi oleh Ny Tri Antoro
Program penganugrahan "DUTA LITERASI :
Meminjam buku disudut baca sekretariat DWP Kabupaten, bulan September s/d November 2026, pengembalian dengan menyertakan :
- Judul buku
- Pengarang
- Penerbit
- Tahun terbit
- Inspirasi apa yang bisa diambil.
Dibuat portofolio / kumpulan tulisan yang diserahkan pada akhir November 2026 .
Penilaian lebih ke esensi / pemahaman pembaca.
11) Penutup dan Foto bersama
Pembuat laporan : Wiwin Widiastuti, Sekretaris DWP Perumda Tirta Aji Kabupaten Wonosobo
Selasa, 6 Oktober 2026 Mengenal Gedung Bappeda Wonosobo: Bangunan Cagar Budaya Bekas Landraad Zaman KolonialWONOSOBO – Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo menyimpan nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi. Gedung utama instansi pemerintah ini merupakan bangunan peninggalan era kolonial Belanda yang dahulu difungsikan sebagai Landraad (pengadilan untuk kaum pribumi pada masa Hindia Belanda). Gedung bersejarah ini dicirikan oleh arsitektur kolonial khas, seperti dinding tebal berwarna putih, pintu dan jendela kayu berukuran besar dengan ventilasi model roster silang, serta selasar beratap tinggi. Di bagian interior, struktur lengkungan semen (archway) kuno masih terawat dengan baik dan berpadu harmonis dengan aktivitas perkantoran modern. Selain bangunan utama yang megah dan terawat, area perkantoran Bappeda Wonosobo juga dilengkapi dengan taman dalam (inner courtyard) yang asri serta area terbuka publik di bagian luar. Keberadaan gedung peninggalan Landraad ini menjadi bukti nyata pelestarian warisan sejarah (heritage) yang dimanfaatkan secara produktif untuk melayani masyarakat dan merencanakan pembangunan Kabupaten Wonosobo. Artikel 2 (Berdasarkan PDF: Materi Sesi 2 Teknik Prompting dan Praktik Iwan Minanto.pdf)Sambut Hari Ibu ke-98, DWP Wonosobo Gelar Workshop Literasi AI dan Teknik PromptingWONOSOBO – Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu ke-98 Tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Wonosobo menggelar Workshop Kecerdasan Artifisial (AI) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan yang difokuskan pada peningkatan literasi digital ini menghadirkan narasumber Iwan Minanto, S.E., Fungsional Perencana Bappeda Wonosobo, dengan materi khusus mengenai teknik prompting dan praktik AI. Dalam pemaparannya, Iwan Minanto menekankan pentingnya memberikan instruksi (prompt) yang jelas dan terarah saat berinteraksi dengan AI. "AI bukanlah pembaca pikiran. Kualitas jawaban AI sangat bergantung pada sejauh mana kita memberikan briefing yang jelas, mencakup konteks, tujuan, dan batasan yang kita harapkan," jelasnya. Para peserta diajarkan formula prompt 6 langkah yang terdiri dari penentuan Peran, Tujuan, Konteks, Tugas, Format, dan Batasan. Melalui simulasi interaktif menggunakan berbagai platform AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude, anggota DWP diajak untuk mempraktikkan langsung pembuatan materi sambutan, jadwal belajar anak, konsep flyer, hingga pembuatan storyboard video. Workshop ini diharapkan dapat mendorong kaum perempuan untuk bertransformasi dan memanfaatkan teknologi digital secara bijak, kreatif, dan produktif dalam mendukung kegiatan organisasi maupun keluarga
DHARMA WANITA PERSATUAN SETDA KABUPATEN SITUBONDO
Dharma Wanita Persatuan SETDA Kabupaten Situbondo telah Mengikuti Kegiatan
Bidang : SEKETARIS .
Program : Pembinaan hubungan keluar.
Kategori Kegiatan : Rapat.
Keterangan Program :
URAIAN KEGIATAN :
Dharma Wanita Persatuan (DWP) SETDA Kabupaten Situbondo telah melaksanakan keikutsertaan dalam Rapat Kerja DWP Kabupaten Situbondo yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Situbondo pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 08.00–10.00 WIB, bertempat di Aula Lantai II Pemkab Situbondo, dengan jumlah peserta sekitar 100 orang. Dalam agenda tersebut, DWP SETDA Kabupaten Situbondo diwakili oleh tiga orang pengurus, yaitu Ketua DWP SETDA Kabupaten Situbondo Ibu Diana Rikwan, Wakil Ketua Ibu Hailim Puguh, dan Ketua Bidang Pendidikan Ibu Nanda Imas. Kehadiran ketiga pengurus tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan menyelaraskan pelaksanaan program organisasi di lingkungan DWP Kabupaten Situbondo. Rapat kerja merupakan forum strategis bagi jajaran DWP untuk membahas arah pelaksanaan program, mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan, serta menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terarah. Melalui forum bersama ini, setiap unsur organisasi memperoleh ruang untuk menyampaikan informasi, masukan, dan gagasan yang dapat mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan program. Keikutsertaan pengurus DWP SETDA Kabupaten Situbondo menunjukkan kesungguhan organisasi dalam mengikuti proses perencanaan dan pengembangan program secara aktif dan berkesinambungan.
Dalam pembahasan rapat kerja, koordinasi antarunsur organisasi menjadi salah satu hal penting untuk memastikan setiap program dapat dilaksanakan secara terarah dan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan anggota. Komunikasi yang terbangun antarpengurus juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman mengenai tugas, peran, serta tanggung jawab masing-masing unsur dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan kegiatan diharapkan tidak berjalan secara terpisah, tetapi dapat saling mendukung dan memberikan hasil yang lebih optimal. Bagi DWP SETDA Kabupaten Situbondo, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan jajaran DWP Kabupaten Situbondo maupun unsur DWP lainnya. Interaksi dalam rapat kerja memberikan manfaat dalam memperluas wawasan organisasi, memperoleh informasi mengenai agenda yang akan dilaksanakan, serta memahami berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam mendukung program bersama. Hubungan kerja yang harmonis menjadi modal penting untuk menciptakan komunikasi yang terbuka dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Kehadiran Ketua, Wakil Ketua, dan Ketua Bidang Pendidikan DWP SETDA Kabupaten Situbondo juga mencerminkan keterlibatan unsur pimpinan dan bidang dalam mengikuti perkembangan organisasi. Masing-masing pengurus dapat menyerap berbagai informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan program, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan pembinaan anggota, pendidikan, penguatan keluarga, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan dalam menentukan langkah organisasi di lingkungan DWP SETDA Kabupaten Situbondo.
Selain menjadi sarana perencanaan, rapat kerja memiliki fungsi penting sebagai media evaluasi. Berbagai pengalaman dalam pelaksanaan kegiatan sebelumnya dapat dijadikan bahan untuk melihat hal-hal yang telah berjalan dengan baik maupun aspek yang masih perlu disempurnakan. Evaluasi yang dilakukan secara terbuka dan konstruktif akan membantu organisasi meningkatkan efektivitas kegiatan, memperbaiki koordinasi, serta menyusun program yang lebih realistis sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan organisasi. Suasana rapat kerja berlangsung dalam semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan tanggung jawab organisasi. Peserta mengikuti rangkaian pembahasan dengan penuh perhatian serta memberikan dukungan terhadap berbagai upaya penguatan program DWP Kabupaten Situbondo. Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh satu unsur, tetapi membutuhkan keterlibatan, komunikasi, dan kerja sama seluruh jajaran.
Keikutsertaan DWP SETDA Kabupaten Situbondo dalam Rapat Kerja DWP Kabupaten Situbondo diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap pelaksanaan program kerja di lingkungan organisasi. Hasil pembahasan yang diperoleh dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas kegiatan serta mendorong pengurus untuk lebih responsif terhadap kebutuhan anggota dan lingkungan sekitar. Dengan perencanaan yang matang, setiap program dapat diarahkan agar memiliki manfaat yang nyata dan dapat dilaksanakan secara konsisten.
Melalui forum rapat kerja ini, DWP SETDA Kabupaten Situbondo berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi, dan mendukung program organisasi secara berkelanjutan. Sinergi antara DWP SETDA Kabupaten Situbondo dengan DWP Kabupaten Situbondo diharapkan semakin kokoh sehingga mampu menciptakan pelaksanaan kegiatan yang lebih terencana, efektif, dan memberikan dampak positif. Rapat Kerja DWP Kabupaten Situbondo menjadi momentum untuk menyatukan langkah, memperkuat kekompakan, dan membangun komitmen bersama dalam menjalankan program organisasi. Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab, DWP SETDA Kabupaten Situbondo akan terus berupaya mengambil peran dalam mendukung kemajuan organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggota, memperkuat ketahanan keluarga, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Situbondo.
DHARMA WANITA PERSATUAN SATPOL PP SUB UNIT KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satpol PP Kecamatan Senen Jakarta Pusat. Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Aktualisasi Nilai-Nilai Islam Dan Keteladanan Nabi Muhammad Saw di Kelurahan Bungur Kecamatan Senen Jakarta Pusat.
A. DATA PERTEMUAN
Judul Kegiatan : Kegiatan Sosialisasi Aktualisasi Nilai-Nilai Islam Dan Keteladanan Nabi Muhammad Saw di Kelurahan Bungur Kecamatan Senen Jakarta Pusat.
Hari : Jum’at, 02 Oktober 2026
Waktu : 13.00 WIB s/d selesai
Lokasi : Aula Kantor Kelurahan Bungur Kecamatan Senen Jakarta Pusat.
Jumlah Peserta : 2 Dwp Satpol PP
Penyelenggara : Lurah Kelurahan bungur.
B. LATAR BELAKANG
DWP Satpol PP Kelurahan Bungur turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pembinaan keagamaan sekaligus sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan dengan jajaran staf serta TP PKK Kelurahan Bungur.
C. TUJUAN KEGIATAN
1. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
2. Meneladani akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW.
3. Membangun sikap saling menghargai, peduli, jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
4. Mempererat tali silaturahmi antarpegawai, TP PKK, Babinsa, Satpol PP, dan unsur masyarakat di wilayah Kelurahan Bungur.
5. Meningkatkan kebersamaan dan kekompakan dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan Kelurahan Bungur.
D. URAIAN KEGIATAN SOSIAL
Jumat, 02 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Bungur. Kegiatan diikuti oleh jajaran Kelurahan Bungur, antara lain Lurah dan staf Kelurahan Bungur, Babinsa Kelurahan Bungur, TP PKK Kelurahan Bungur, Kasatpol PP Kelurahan Bungur, serta DWP Satpol PP Kelurahan Bungur.
DWP Satpol PP Kelurahan Bungur, dalam hal ini Ibu Siti Murnadi, turut mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan berpartisipasi dalam suasana kebersamaan. Keikutsertaan DWP juga menjadi momentum untuk menjalin dan mempererat silaturahmi dengan para staf dan TP PKK Kelurahan Bungur.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan pembahasan mengenai aktualisasi nilai-nilai Islam dan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
E. HASIL KEGIATAN
1. Meningkatnya pemahaman peserta mengenai nilai-nilai Islam dan akhlak terpuji yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Peserta mendapatkan motivasi untuk meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW.
3. Terbangunnya kesadaran untuk menerapkan sikap jujur, amanah, disiplin, sabar, dan peduli terhadap sesama.
4. Terjalinnya komunikasi dan silaturahmi yang lebih baik antara DWP Satpol PP Kelurahan Bungur dengan jajaran staf dan TP PKK Kelurahan Bungur.
5. Terwujudnya suasana kebersamaan dan kekeluargaan antarunsur yang hadir dalam kegiatan.
F. EVALUASI
Kegiatan aktualisasi nilai-nilai Islam dan keteladanan Nabi Muhammad SAW berjalan dengan baik dan lancar. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias serta menunjukkan semangat kebersamaan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antarpegawai dan organisasi kemasyarakatan di wilayah Kelurahan Bungur.
G. PENUTUP
DWP Satpol PP Kelurahan Bungur menyambut baik kegiatan ini dan turut mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan serta kegiatan sosial yang dapat memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan Kelurahan Bungur.
Selasa, 06 Oktober 2026, DWP Bapenda Bidang Pendidikan melaksanakan Kegiatan Siraman Rohani dengan Penceramah Ustadz H.Ade Samsudin,S.Ag dengan Tema “Dosa Yang Tidak Terasa” bertempat di Ruang Rapat Bapenda Kabupaten Bandung. Setiap orang yang beriman tentu diperintahkan untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Kita diajarkan untuk rajin beribadah, membaca Al-Qur’an, berpuasa, dan melakukan berbagai amal kebaikan. Namun, ada satu hal yang sering kita lupa... Ibadah yang kita lakukan seharusnya juga membuat kita semakin berhati-hati terhadap dosa. Ada satu syarat Masuk Surga yaitu orang yang mendapat ampunan. Bagaimana ciri orang yang mendapat ampunan dengan perubahan sikap/berbuat kebaikan. Lalu bagaimana cara membersihkan dosa yaitu ada 3 : 1. Amal saleh Setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan ajaran Islam. Jadi, amal saleh bukan hanya ibadah seperti salat dan zakat, tetapi juga kebaikan kepada sesama. 2. Penderitaan hidup Ujian yang tidak selalu berarti Allah membenci seseorang. Kesulitan bisa menjadi kesempatan untuk bersabar, memperbaiki diri, mendekat kepada Allah, dan mendapatkan pahala apabila dihadapi dengan iman dan kesabaran 3. Digibahin Orang Ketika kita digibahin, jangan sampai kita membalas dengan melakukan hal yang sama. Ingatlah, kita tidak bisa mengendalikan apa yang orang lain katakan tentang kita, tetapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita menyikapinya. Dari pembahasan ini, kita dapat memahami orang yang mengharapkan ampunan Allah hendaknya menunjukkan perubahan dalam kehidupannya: memperbanyak amal saleh, bersabar ketika menghadapi penderitaan atau ujian hidup, serta mampu menjaga diri ketika mendapat gunjingan atau perlakuan buruk dari orang lain dan hikmah orang yang mendapatkan ampunan hidupnya akan tenang, damai dan bahagia #dwpbapenda #dwp_bidang Pendidikan #DWPCerdasLiterasi #PembinaanRohani