Dharma Wanita adalah sebuah organisasi yang beranggotakan Pegawai Negeri Sipil. Dharma Wanita ditetapkan pada tanggal 7 Desember 1999 pada sebuah rapat nasional. Pertemuan rutin Dharma wanita persatuan merupakan kegiatan berkala yang diselenggarakan oleh organisasi ini untuk mempererat tali silaturahmi, membahas program kerja, dan meningkatkan koordinasi diantara anggota. Pertemuan ini menjadi wadah penting bagi anggota Dharma wanita persatuan Kabupaten Buton untuk saling bertukar informasi menjalin hubungan dan meningkatkan kualitas sumber daya sebagai organisasi yang diusung untuk tujuan bersama. Tujuan utama dari pendirian Dharma Wanita adalah meningkatkan kualitas sumber daya anggota keluarga Pegawai Negeri Sipil untuk mencapai kesejahteraan nasional. Sebagai organisasi yang diusung untuk tujuan bersama, Dharma Wanita memiliki tugas pokok yaitu "Membina anggota, memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kepedulian sosial dan melakukan pembinaan mental dan spiritual anggota agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian serta berbudi pekerti luhur". Anggota organisasi Dharma Wanita adalah semua istri PNS di Indonesia yang meliputi istri PNS istri pejabat negara bidang pemerintahan, istri pensiunan dan janda PNS istri pegawai BUMN atau BUMD, istri pensiunan atau janda pegawai BUMN atau BUMD, istri kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, istri perangkat pemerintah desa, istri TNI, istri POLRI, dan pensiunan PNS wanita. Dalam melangsungkan keorganisasiannya, Dharma Wanita memiliki pedoman berupa Panca Darma Wanita, yang berbunyi: Wanita Sebagai Istri Pendamping Suami, Wanita Sebagai Ibu Rumah Tangga, Wanita Sebagai Penerus Keturunan dan Pendidik Anak, Wanita Sebagai Pencari Nafkah Tambahan, Wanita Sebagai Warga Negara dan Anggota Masyarakat. Tugas pokok Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah membina anggota, memperkokoh persatuan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, menjalin kerja sama, serta meningkatkan kepedulian sosial dan pembinaan mental spiritual agar menjadi pribadi yang bertakwa dan berbudi pekerti luhur. Tugas pokok DWP adalah : 1. Melakukan pembinaan mental dan spiritual anggota agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berkepribadian, serta berbudi pekerti yang luhur; 2. Membina anggota dalam memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kepedulian sosial; 3. Membina anggota dalam mempertahankan dan meningkatkan ketahanan ekonomi sebagai bagian dari kemandirian ekonomi bangsa. Fungsi DWP adalah : DWP berfungsi sebagai wadah pembinaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok organisasi sebagaimana dimaksud dengan Tugas Pokok. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi yang dibentuk dengan tujuan dan sasaran yang baik dapat mewujudkan peran, tugas dan pengabdiannya sehingga dapat membawa manfaat yang nyata bagi anggotanya. olehnya itu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton melaksanakan pertemuan rutin yang di hadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton atau yang mewakili Wakil Ketua 2 Ny. Yunifa Awaludin dan turut hadir Ny. Rahmatia Syamsuddin, Ketua DWP OPD, Asisten,Vertikal Kecamatan beserta seluruh anggota DWP Kabupaten Buton. oleh karena itu keaktifan dari seluruh anggota sangat diperlukan demi terwujudnya tujuan bersama yakni memajukan Organisasi Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton, Ny. Nurhasnah Syamsudin selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan wabula dan anggota DWP kecamtan wabula Ny. Yuliana Doa Hadir dalam Pertemuan rutin bulanan yang diselenggarakan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton. Pertemuan ini dilaksanakan diruang Aula Kantor Bupati Buton di Takawa Pada Hari, Rabu 07 Oktober 2026 Pukul 10.00 Wita. Dalam acara pertemuan ini dihadiri oleh Para Ketua OPD/Vertical/Kecamatan dan seluruh Pengurus dan Anggota DWP Kabupaten Buton. Pertemuan rutin ini dipandu oleh MC Ny. Waode Rusnawati (DWP Pertanian), acara dibuka dengan menyanyikan Mars dan Himne Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton yang dipandu oleh Ny. Rasdiyanah Darman (DWP DLH). Ny. Rahmatia Syamsuddin mewakili ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota DWP karena telah menyempatkan waktu untuk hadir karena pertemuan rutin ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menambah ilmu dan wawasan untuk anggota, menjalin hubungan kerjasama antar sesama anggota serta menambah keakraban dan kekompakkan seluruh anggota Dharma Wanita, Ny.Rahmatia Syamsuddin juga berterima kasih kepada seluruh admin OPD dan kabupaten atas kerjasama dalam menginput laporan e reporting semoga ke depannya untuk lebih ditingkatkan lagi cara Penulisan laporan pelaksanaan program kerja yang baik dan benar dan untuk para admin kabupaten untuk mengontrol laporan kegiatan yang dikirimkan oleh admin masing-masing OPD agar dapat mempertahankan peringkat di dapatkan saat ini. Diakhir sambutannya mengingatkan kembali kepada seluruh anggota agar selalu meluangkan waktu untuk hadir pada setiap pertemuan rutin agar kita selalu mempererat tali silaturahmi serta membahas dan merencanakan program kerja Organisasi DWP Kabupaten Buton. Selain itu ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton atau yang mewakili juga berharap di pertemuan rutin berikutnya pelaksana kegiatan bisa menyelipkan pemberian materi atau pelatihan sehingga seluruh anggota Dharma wanita persatuan Kabupaten Buton mendapatkan ilmu baru atau keterampilan. Kegiatan Pertemuan ini dihadiri pula oleh dr. Mulyanti Sulastri, Sp. GK, AIFO-K selaku narasumber dalam sosialisasi gizi seimbang. Kegiatan pertemuan rutin ini selain untuk membahas program-program kerja yang akan dilaksanakan, juga untuk meningkatkan silaturahmi dan saling mengenal antara sesama anggota Dharma Wanita itu sendiri. Dalam Pertemuan ini ada pembacaan Yasin yang dibawakan oleh Ny. Zuliani Haris (DWP Dinas PUPR) dan Kegiatan ini ditutup dengan Pembacaan Doa oleh Ny. Tati Sarniarti Mansir (DWP Perpustakaan dan kearsipan).
DWP Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi yaitu Ny. Eming Mintarsih dari Bidang Sosial Budaya, telah mengikuti Pengajian Rutin Majlis Taklim Mubarokah Pendopo Sukabumi, yang diselenggarakan oleh TP PKK Kab. Sukabumi yang bekerjasama dengan DWP Kabupaten Sukabumi, dengan Narasumber Ustadz KH. Husni Thamrin, MA Dengan materi tentang, Perkara Anu Matak Nyaangan Hate. Kegiatan dilaksanakan pada: Hari, tanggal : Rabu, 07 Oktober 2026 Waktu : Pukul 08.30 s/d selesai Tempat : Aula Pendopo Sukabumi.
Dharma Wanita Persatuan UPT PPSAA Trenggalek Telah mengikuti kegiatan Senam Zomba
Bidang : Sosial Budaya
Program : Keterangan Ketahanan Keluarga.Olahraga
Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan UPT PPSAA Trenggalek
2 Hari/Tanggal : Jum;at /2 Oktober 2026
3 Pukul : 14.30 -Selesal
4 Peserta : 10 anggota DWP UPT PPSAA Trenggalek
5 Lokasi :Ruang Aula UPT PPSAA Tenggalek
6 Acara : Senam Zomba
Susunan Acara
1. 14.30-14.35 Doa Bersama sebelum kegiatan senam dimulai
2.14.35- 15.00 Diawali Dengan Pemanasan < br>
3. 15.00- selesai Senam diiringi musik dangdut dipandu oleh Ibu Ketua DWP UPT PPSAA
Trenggalek Ny.Yuda Indra Kusuma < br>
Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT PPSAA Trenggalek melaksanakan kegiatan senam Zumba. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Ibu Ketua DWP yang bertindak sebagai instruktur, Kegiatan senam Zumba berlangsung di Ruang Aula UPT PPSAA Trenggalek dengan suasana penuh semangat. Sejak awal, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, ditandai dengan suara riuh gembira dan tawa yang mengiringi setiap gerakan.
Ibu Ketua DWP Ny.Yudha Indra Kusuma memandu gerakan dengan musik yang energik, membuat seluruh anggota bergerak serentak mengikuti irama. Gerakan Zumba yang bervariasi—mulai dari pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan—dilakukan dengan penuh semangat. Selama kurang lebih 1,5 jam, kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan, dengan seluruh peserta tetap bersemangat hingga akhir sesi. Senam Zumba dilaksanakan di Ruang Aula UPT PPSAA Trenggalek dengan diikuti oleh seluruh anggota DWP Murni dan pegawai perempuan. Sejak awal kegiatan, suasana riuh gembira sudah terasa. Para peserta mengikuti setiap gerakan dengan penuh antusiasme, diiringi alunan musik dan lagu-lagu yang sedang trending.
Instruktur yang sekaligus Ketua DWP memandu gerakan dengan jelas, mulai dari pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan. Variasi gerakan yang dinamis membuat seluruh peserta bergerak serentak mengikuti irama musik. Tawa, sorak, dan semangat kebersamaan semakin menambah suasana meriah.
Kegiatan berlangsung kurang lebih 1,5 jam, dengan intensitas gerakan yang cukup tinggi namun tetap menyenangkan. Para peserta tetap bersemangat hingga akhir sesi, menunjukkan bahwa olahraga ini tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bersama.
Sekretaris DWP Kecamatan Salaman, Ibu Eko Yulianti Solikhin mengikuti Bimbingan Teknis dalam rangka Meningkatkan Status Kesehatan Perempuan
Penyelenggara: Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah
1. Identitas Kegiatan Nama Kegiatan: Bimbingan Teknis dalam rangka Meningkatkan Status Kesehatan Perempuan Penyelenggara: Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah Narasumber: Eka Chris Noverika Tempat: Semarang via Zoom Tanggal: 6 Oktober 2026 Materi: Usia Bertambah, Tubuh Berubah – Apa yang Harus Kita Ubah?
2. Latar Belakang Bertambahnya usia menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh perempuan, antara lain perubahan komposisi tubuh, penurunan massa otot, perubahan metabolisme, serta perubahan kualitas tidur. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan penerapan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup.
3. Maksud dan Tujuan Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perempuan mengenai perubahan tubuh seiring bertambahnya usia serta upaya menjaga kesehatan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, dan pemantauan kesehatan secara berkala.
4. Uraian Materi Materi membahas perubahan tubuh pada perempuan seiring bertambahnya usia, pentingnya menjaga komposisi tubuh dan massa otot, pola makan dengan komposisi sayur dan buah, protein serta karbohidrat, pentingnya air putih, aktivitas aerobik dan latihan kekuatan, aktivitas sehari-hari, serta pola tidur yang cukup.
5. Peran Dharma Wanita Persatuan Dharma Wanita Persatuan berperan sebagai wadah edukasi dan peningkatan kesadaran perempuan mengenai kesehatan. DWP mendorong anggotanya untuk menerapkan pola hidup sehat serta menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan.
6. Hasil yang Dicapai Peserta memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai perubahan tubuh akibat bertambahnya usia serta pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik, konsumsi air putih, tidur yang cukup, dan pemantauan kesehatan.
7. Tindak Lanjut Peserta diharapkan menerapkan pola makan sehat dan seimbang, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga pola tidur, membiasakan konsumsi air putih, melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, serta membagikan pengetahuan kepada keluarga dan lingkungan.
8. Kesimpulan Kegiatan bimbingan teknis memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan perempuan seiring bertambahnya usia. Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, diharapkan kualitas kesehatan dan kehidupan perempuan dapat tetap terjaga. Pesan utama kegiatan adalah bahwa bertambahnya usia tidak dapat dihentikan, tetapi proses menua dapat dipersiapkan.
DWP Diskominfo Cilacap menggelar pertemuan yang diisi oleh Bidang Sosial Budaya. Materi yang sisampaikan oleh Ny. Widyagma sangat menarik tentang "membangun keluarga berkualitas melalui parenting positif dan gerakan ayah teladan" di ruang rapat Diskominfo Cilacap, Jumat, 11 September 2026. Materi yang bersumber dari DWP Kabupaten ini disosilaisasikan dengan maksud agar pengurus dan anggota DWP Diskominfo Cilacap berfokus pada perubahan sikap serta aksi nyata di dalam rumah tangg (dwp_clp)
LAPORAN E-REPORTING LPPK DWP UNSUR PELAKSANA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SEMARANG. Menyimak DIALOG SERASI bersama DESA MANGGIHAN. Pada hari Rabu, 7 Oktober 2026. Pukul 11.00-12.00 WIB. Melalui kanal YouTube https://www.youtube.com/watch?v=tTGpGCP53wY. Mengupas topik "DESA WISATA MANGGIHAN, MENGUBAH MASALAH MENJADI BERKAH". Bersama narasumber: 1. Juari - Ketua Pokdarwis ‘PEPILING’ Desa Manggihan. - Ketua Karangtaruna Dharma Remaja Desa Manggihan. 2. Muhamad Noor Amin - Tim Kreatif Pokdarwis ‘PEPILING’ Desa Manggihan - Tim Kreatif Karangtaruna Dharma Remaja Desa Manggihan. Didampingi oleh Ibu Lovi Laluna LPPL Radio Suara Serasi Kabupaten Semarang 107.3 FM. Desa Wisata Manggihan, yang terletak di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, berhasil membuktikan bahwa inovasi berbasis komunitas mampu mengubah masalah lingkungan menjadi berkah ekonomi. Melalui kreativitas pemuda Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pepeling, desa yang berada di kawasan hulu ini sukses mengolah limbah peternakan sapi menjadi produk bernilai tinggi hingga menembus prestasi 5 Besar Nasional pada Oktober 2026. Mengubah Limbah Menjadi Berkah. Sebagai wilayah dengan sektor pertanian dan peternakan sapi yang kuat, Desa Manggihan awalnya menghadapi tantangan besar terkait akumulasi kotoran ternak. Alih-alih dibiarkan mencemari lingkungan hulu, Karang Taruna Dharma Remaja bersama warga setempat memutar otak untuk mengolah limbah padat dan cair tersebut menjadi biogas, pupuk organik berkualitas, serta media tanam edukatif. Langkah ini berhasil menyelesaikan isu sanitasi sekaligus menciptakan produk bernilai jual yang menopang perekonomian desa mandiri. Masalah pencemaran ini kini dikonversi menjadi atraksi utama Desa Wisata Edukasi Lingkungan melalui: • Instalasi Biogas: Mengolah kotoran sapi dan limbah sayur menjadi sumber energi alternatif ramah lingkungan. • Produksi Pupuk Organik: Memanfaatkan limbah sisa menjadi Pupuk Bokasi dan Pupuk Kascing (bekas cacing) yang bernilai jual tinggi. • Prestasi Nasional: Berkat konsistensi sejak 2018, Karang Taruna Dharma Remaja berhasil menembus 5 Besar Nasional dalam seleksi Karang Taruna Berprestasi tingkat nasional. Daya Tarik Desa Wisata Manggihan. Desa Manggihan mengusung konsep Desa Wisata Berbasis Edukasi dan Ekologi (Ekowisata). Beberapa aktivitas dan potensi unggulan yang ditawarkan kepada wisatawan meliputi: • Edukasi Pengolahan Limbah & Biogas: Wisatawan dapat belajar langsung bagaimana sistem pengolahan kotoran ternak diintegrasikan menjadi energi terbarukan dan pupuk organik. • Wisata Pertanian (Agrowisata): Berada di lereng pegunungan Kecamatan Getasan yang sejuk, desa ini menawarkan pengalaman memetik sayur segar dan bercocok tanam langsung bersama petani lokal. • Edukasi Peternakan Sapi Perah: Pengunjung, terutama rombongan sekolah dan keluarga, dapat berinteraksi langsung dalam proses memerah susu sapi dan merawat hewan ternak. TINDAK LANJUT ; Pengembangan Desa Wisata Manggihan, Kabupaten Semarang, difokuskan pada optimalisasi pengelolaan inovasi lingkungan melalui semboyan "Mengubah Masalah Menjadi Berkah." Langkah konkret ini digerakkan oleh kolaborasi antara Pemerintah Desa, Pokdarwis Pepeling, dan Karang Taruna Dharma Remaja untuk menyelesaikan isu pencemaran limbah hulu sungai menjadi komoditas pariwisata edukasi bernilai ekonomi tinggi. ____Demikian laporan ini disusun oleh ibu Aryani Ady D.S sebagai pertanggungjawaban dan sarana edukasi bagi masyarakat.
1. Bertambah usia tidak bisa dihentikan. Namun, bagaimana seseorang menua, perlu dipersiapkan. Hal itu disampaikan praktisi kesehatan dari RSUP dr Kariadi Semarang, dr Eka Chris Noverika SpGK, saat Bimbingan Teknis “Usia Bertambah, Tubuh Berubah: Apa yang Harus Kita Ubah ? 2. Menurutnya, perempuan, terutama ibu-ibu, mesti menjaga kesehatan masing-masing, mengingat dalam keseharian mereka berperan sebagai pusat keluarga. Ibu-ibu bisa menjalankan banyak peran sekaligus, bisa sebagai dokter, koki, guru, bahkan EO (event organizer) yang menyusun rencana kepergian keluarga. Sehingga, jagalah tubuh kita masing-masing. Karena usia berubah, tubuh berubah. Lantas apa yang harus kita ubah? Jangan hanya panjang umur, tapi kita harus punya kualitas hidup yang oke. 3. Dia menunjuk data, angka harapan hidup manusia terus meningkat, bahkan saat ini sudah melebihi 65 tahun. Namun, yang perlu diwaspadai, bukan berarti semakin panjang umur, tubuh tambah sehat. Panjang umur tapi tidak fungsional juga ada. Sehingga targetnya, kita harus mempersiapkan agar memasuki usia lansia (lanjut usia), kita memiliki kualitas hidup lebih baik.
Rapat rutin DWP bulan Oktober 2026 Pemateri Dokter Syamsiatul Ma'rifah dengan Tema : Influenza, kenali, cegah dan rawat keluarga kita
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bondowoso
Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso telah mengikuti
Bidang : Sosial Budaya
Program : Program Bhakti Sosial
Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 25 September 2026, bertempat di Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso. Penyaluran bantuan disasarkan secara spesifik kepada 4 (empat) orang lansia di lingkungan Desa Koncer. Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok harian (sembako) yang diserahkan secara langsung ke kediaman para penerima manfaat (door to door) oleh jajaran pengurus DWP BPBD Kabupaten Bondowoso. Pendekatan tatap muka ini dipilih untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menjalin silaturahmi yang hangat dan humanis.
Keberadaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kabupaten Bondowoso tidak hanya berfokus pada penataan internal organisasi, melainkan juga berlandaskan pada komitmen kepedulian sosial terhadap dinamika kehidupan masyarakat di sekitarnya. Di tengah kondisi sosial-ekonomi yang dinamis, masih banyak warga rentan—khususnya para lanjut usia (lansia)—yang membutuhkan perhatian, pendampingan, serta bantuan langsung guna memenuhi kebutuhan dasar harian mereka.
Lansia merupakan salah satu kelompok rentan yang sering kali memiliki keterbatasan fisik dan finansial untuk mencukupi kebutuhan pokok. Menyadari kondisi tersebut, DWP BPBD Kabupaten Bondowoso tergerak untuk mengambil peran aktif dalam aksi kemanusiaan melalui program Sedekah Subuh – Jumat Berbagi dengan Sesama. Pemilihan waktu Jumat Pagi membawa filosofi keberkahan dan semangat mengawali hari dengan kebaikan, sekaligus memanfaatkan momentum hari Jumat yang identik dengan nilai kebersamaan dan kepedulian.
Kegiatan ini dilatar belakangi dengan menyediakan kotak sedekah subuh di rumah masing-masing anggota, dan setelah uang terkumpul di bidang sosial budaya maka di rencanakan untuk bakti sosial dengan tema bantuan sosial pembelian paket sembako. Maka kegiatan ini dilaksanakan pada jumat pagi untuk pendistribusian kepada ke empat penerima manfaat. Ibu Nurliana Sutikno secara langsung memberikan dua paket sembako kepada Mbah Supami dan Mbah Minarsih karena rumahnya dekat. Karena ke dua lansia tersebut layak untuk menerima bantuan sosial berupa paket sembako.
Sedangkan Ibu Santi Purwadi memberikan secara langsung juga kepada kedua lansia yan rumahnya dekat. Karena tau kondisi pihak penerima bantuan paket sembako tersebut. kedua penerimapaket terbut adalah Mbah Na dan Mbah Farid, yang layak untuk menerima paket bantuan sembako. Bakti sosial dilaksanakan di Daerah Koncer tetatapi lain RT, Ibu NUrliana membagi paket sembako di sekitar RT 13, sedangkan Ibu Santi Purwadi membagi di RT 01 dan RT. 02. Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kabupaten Bondowoso melaksanakan kegiatan Sedekah Subuh dengan tema Jumat Berbagi dengan Sesama sebagai wujud kepedulian sosial dan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan serta disambut hangat oleh warga setempat. Melalui aksi sosial ini, DWP BPBD Kabupaten Bondowoso tidak hanya berhasil meringankan beban kebutuhan harian para lansia, tetapi juga memperkuat solidaritas kemanusiaan dan menumbuhkan semangat berbagi di internal organisasi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pengabdian DWP BPBD Kabupaten Bondowoso dalam menebar keberkahan dan nilai kepedulian sosial secara berkelanjutan.
Kegiatan Sedekah Subuh : Jumat Berbagi dengan Sesama merupakan bentuk komitmen dan kepedulian sosial yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kabupaten Bondowoso. Program ini difokuskan untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat guna memberikan perhatian serta bantuan konkret kepada warga lanjut usia yang membutuhkan pendampingan dan dukungan ekonomi
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN KAMPANYE WAJIB BELAJAR SATU (1) TAHUN PENDIDIKAN PRASEKOLAH KOTA BANJARMASIN TAHUN 2026 I. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pendidikan anak usia dini seringkali dipandang sebelah mata, padahal fase ini adalah fondasi paling krusial dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan mental anak-anak kita. Menyadari pentingnya pondasi awal tersebut, pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin terus berupaya memperkuat komitmen penuntasan wajib belajar sejak usia dini. Langkah nyata ini diwujudkan melalui Gerakan Kampanye Wajib Belajar Satu (1) Tahun Pendidikan Prasekolah, yang bertujuan memastikan setiap anak di Kota Banjarmasin mendapatkan hak belajar yang layak sebelum mereka memasuki jenjang sekolah dasar. Keberhasilan sebuah gerakan sosial dan pendidikan di tengah masyarakat tidak akan pernah lepas dari sinergi yang erat antara pemerintah dan unsur pendukung di akar rumput. Dalam hal ini, peran organisasi perempuan memiliki andil yang sangat besar sebagai jembatan nurani kepada para orang tua, khususnya para ibu. Pada tanggal 5 Oktober 2026 yang lalu, bertempat di Kecamatan Banjarmasin Utara, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin hadir mendampingi Bunda PAUD Kota Banjarmasin untuk turun langsung menyapa masyarakat, para guru, dan orang tua murid dalam rangkaian kampanye penting tersebut. Kehadiran Ketua DWP Kota Banjarmasin bersama Bunda PAUD di tengah-tengah warga Banjarmasin Utara bukan sekadar kegiatan seremonial semata. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kaum perempuan dan organisasi pendamping pemerintah untuk menggerakkan kesadaran keluarga agar tidak melewatkan fase emas tumbuh kembang anak. Melalui pendekatan yang hangat dan penuh kekeluargaan, kegiatan ini berupaya merangkul para orang tua agar memahami bahwa pendidikan prasekolah bukanlah beban, investasi masa depan yang paling berharga bagi anak-anak mereka. Melalui dokumentasi dan laporan kegiatan ini, kami ingin merangkum bagaimana ikhtiar bersama antara Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Bunda PAUD, serta Dharma Wanita Persatuan mampu menyalakan semangat baru di Kecamatan Banjarmasin Utara—sebuah langkah kecil yang tulus untuk merajut masa depan generasi muda Kota Seribu Sungai yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi dunia. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam meletakkan dasar kepribadian, pengetahuan, dan keterampilan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan formal. Guna memastikan seluruh anak di Kota Banjarmasin mendapatkan hak belajar yang setara dan optimal sejak dini, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan Kampanye Wajar (Wajib Belajar) Satu (1) Tahun Pendidikan Prasekolah. Sebagai wujud dukungan nyata terhadap program pemerintah daerah tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin turut hadir mendampingi Bunda PAUD Kota Banjarmasin untuk turun langsung menyapa masyarakat, pendidik, dan orang tua murid di wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara. II. MAKSUD DAN TUJUAN Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk: 1. Mengkampanyekan pentingnya partisipasi anak usia prasekolah untuk mengikuti pendidikan PAUD minimal satu tahun sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD). 2. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua serta masyarakat tentang peran krusial masa emas (golden age) anak dalam pembentukan karakter dan kecerdasan. 3. Memperkuat sinergi antara Dinas Pendidikan, Bunda PAUD, organisasi wanita (DWP), dan masyarakat akar rumput dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan anak usia dini di Kota Banjarmasin. III. PELAKSANAAN KEGIATAN • Nama Kegiatan: Kampanye Wajib Belajar Satu (1) Tahun Pendidikan Prasekolah • Penyelenggara: Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin • Hari / Tanggal: Senin, 5 Oktober 2026 • Tempat / Lokasi: Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin • Unsur yang Hadir: o Bunda PAUD Kota Banjarmasin o Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin beserta pengurus o Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin o Unsur Pemerintah Kecamatan Banjarmasin Utara dan Kelurahan setempat o Para pendidik/guru PAUD serta perwakilan orang tua murid IV. RANGKAIAN ACARA Rangkaian kegiatan di Kecamatan Banjarmasin Utara berjalan dengan hangat, interaktif, dan penuh kekeluargaan, yang meliputi: 1. Pembukaan & Sambutan: Penyampaian arah kebijakan serta pentingnya program wajib belajar satu tahun prasekolah oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Bunda PAUD Kota Banjarmasin. 2. Dialog Interaktif: Sesi ramah tamah dan diskusi hangat antara Ketua DWP Kota Banjarmasin, Bunda PAUD, para guru, dan orang tua murid guna mendengarkan aspirasi serta tantangan seputar akses pendidikan anak usia dini di tingkat kelurahan. 3. Sosialisasi Langsung: Penyerahan pesan moral dan edukasi kepada para orang tua agar tidak melewatkan kesempatan menyekolahkan anak-anak mereka ke lembaga PAUD terdekat sebelum menginjak usia SD. 4. Peninjauan & Dokumentasi: Kunjungan singkat ke fasilitas pendukung PAUD setempat serta sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolektif. V. KESIMPULAN DAN PENUTUP Kegiatan Kampanye Wajib Belajar Satu (1) Tahun Pendidikan Prasekolah di Kecamatan Banjarmasin Utara pada tanggal 5 Oktober 2026 telah terlaksana dengan baik dan lancar. Kehadiran Ketua DWP Kota Banjarmasin dalam mendampingi Bunda PAUD memberikan energi positif serta memperkuat pendekatan persuasif kepada masyarakat. Melalui sinergi yang terbangun ini, diharapkan tingkat kesadaran orang tua di Kota Banjarmasin semakin meningkat, sehingga cita-cita mencetak generasi muda yang cerdas, Sehat, dan berkarakter dari Kota Seribu Sungai dapat terwujud dengan baik. Demikian laporan kegiatan ini disusun untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Banjarmasin, 5 Oktober 2026