e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/265517.jpg
Info Baru

DWP Kota Bandung > SKPD Dinas Pemuda dan Olah Raga

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 07-10-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung turut hadir dalam kegiatan Asistensi Wirausaha Muda Pemula Angkatan VI Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Tahun 2026 yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 7 Oktober 2026, bertempat di The Hotel Kamalaya, Jalan Ir. H. Juanda No. 319B, Dago, Kota Bandung. Kehadiran Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan ini diwakili oleh Ibu Ike dan Ibu Alena. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, H. Sigit Iskandar, S.IP., MM., serta disambut oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Kepemudaan Dispora. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepemudaan, khususnya dalam mendukung pengembangan potensi dan kemampuan generasi muda di bidang kewirausahaan. Asistensi Wirausaha Muda Pemula menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap tumbuhnya wirausaha muda yang mandiri, kreatif, dan produktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para wirausaha muda pemula dapat memperoleh dukungan dalam mengembangkan potensi usaha serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan dan peluang di dunia usaha. Partisipasi perwakilan Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung merupakan bentuk dukungan terhadap program pengembangan kepemudaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung. Sinergi dalam mendukung program kepemudaan diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang berdaya saing, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengembangan kewirausahaan pemuda di Kota Bandung dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menumbuhkan semangat berwirausaha, memperkuat kemandirian generasi muda, serta mendukung terciptanya pemuda yang produktif dan berkontribusi bagi masyarakat.

../images/kegiatan/265516.jpg
Info Baru

DWP SUMATERA UTARA >

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 14-10-2026

DWP PROVSU GELAR PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN DAN CEMILAN SEHAT BAGI ANAK DAN KELUARGA DI RUMAH Medan, 6 Oktober 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pelatihan membuat makanan dan cemilan sehat bagi anak dan keluarga di rumah, pada Selasa (6/10/2026), bertempat di Inti Jaya Baking, Medan. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua DWP Provinsi Sumatera Utara, Ny. Boya Timur Tumanggor, bersama para pengurus DWP Provsu. Pelatihan menghadirkan Chef Pujo Sakti sebagai instruktur yang memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah makanan dan cemilan sehat yang dapat dibuat sendiri di rumah. Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai proses pembuatan makanan dan cemilan, termasuk praktik membuat sushi dan bolu marmer. Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme, sehingga para peserta dapat menambah wawasan serta keterampilan dalam menyajikan variasi makanan bagi keluarga. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas para anggota DWP dalam menyiapkan makanan yang menarik, bergizi, dan sesuai untuk anak-anak maupun anggota keluarga. Penyediaan makanan sehat di rumah merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Melalui kegiatan ini, DWP Provinsi Sumatera Utara juga mendorong para perempuan, khususnya para ibu, agar semakin kreatif dan mandiri dalam mengolah bahan makanan menjadi sajian yang sehat dan menarik. Keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keluarga dapat menikmati makanan buatan rumah yang lebih bervariasi. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen DWP Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga melalui pemberdayaan perempuan, penguatan peran ibu dalam keluarga, serta penerapan pola hidup sehat. Diharapkan, melalui pelatihan ini, seluruh peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh dan menerapkannya di rumah masing-masing demi mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera. Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumatera Utara DWP Sehat, Berdaya, dan Berkontribusi untuk Keluarga Indonesia.

../images/kegiatan/265515.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Kuningan > Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

  • Oleh: Sekretariat
  • 07-10-2026

Sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan program organisasi dan memperkuat koordinasi antaranggota, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan pada hari Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 08:00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Ruang Rapat Linggajati, Kabupaten Kuningan. Pertemuan ini menjadi sarana koordinasi untuk menyampaikan program kerja organisasi sekaligus menyelaraskan pemahaman anggota terhadap arah dan pelaksanaan kegiatan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DWP Kabupaten Kuningan memberikan arahan sebagai pedoman bagi anggota dalam mendukung pelaksanaan program kerja, meningkatkan partisipasi dalam setiap kegiatan, serta menjaga komitmen bersama dalam menjalankan peran organisasi secara optimal. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kuningan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Ketua DWP DPMD Kabupaten Kuningan, Ibu Dina Rangga, bersama Ibu Yayah Hamdan dan Ibu Lilis Iding. Partisipasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap agenda organisasi sekaligus wujud komitmen DWP DPMD dalam mengikuti koordinasi dan mendukung pelaksanaan program Dharma Wanita Persatuan di tingkat kabupaten. Melalui penyampaian program kerja dan arahan Ketua DWP Kabupaten Kuningan, diharapkan seluruh anggota memiliki pemahaman yang selaras mengenai prioritas kegiatan organisasi serta mampu menerapkannya dalam pelaksanaan program di masing-masing unsur pelaksana. Koordinasi yang terjaga diharapkan dapat mendorong keterlibatan anggota secara aktif, memperkuat kebersamaan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan organisasi. Keikutsertaan DWP DPMD Kabupaten Kuningan dalam pertemuan rutin ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun organisasi yang solid, aktif dan terarah. Dengan komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan, Dharma Wanita Persatuan diharapkan dapat semakin optimal dalam menjalankan program kerja serta memberikan manfaat bagi anggota, keluarga dan masyarakat.

../images/kegiatan/265514.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Lumajang > SKPD Satuan Polisi Pamong Praja

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 13-10-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Lumajang

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Lumajang telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga/ Olahraga

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Lumajang
2. Hari / Tanggal : Selasa, 13 Oktober 2026
3. Waktu : Pukul 15.30 WIB – Selesai
4. Peserta : (DWP OPD/instansi dan DWP kecamatan se-kabupaten Lumajang 154 Ibu) DWP Satpol PP di wakili 11 Orang ibu
5. Lokasi : Halaman Stadion Semeru Kabupaten Lumajang
6. Acara : Senam Poko’e Obah
instruktur senam mbak nita, kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Kerja bidang Sosial Budaya DWP Kabupaten Lumajang, yang dilaksanakan secara rutin di minggu 1 dan ke 3 setiap bulannya.

Susunan Acara :
1. Absensi/persiapan
2. Do'a pembuka
3. Senam bersama
4. Do'a dan penutup
5. Foto bersama

Tujuan Kegiatan :
1. Menjalin tali silahturahmi antar DWP Instansi dan DWP Kecamatan se Kabupaten Lumajang.
2. Mendorong kepedulian terhadap kesehatan diri dan menumbuhkan semangat olahraga.
3. Meningkatkan kebugaran fisik, mengurangi stres dan meningkatkan rasa percaya diri.
4. Mendorong kepedulian terhadap kesehatan diri dan menumbuhkan semangat olahraga
../images/kegiatan/265513.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Asahan > DWP UP DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KAB. ASAHAN

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 09-10-2026

DWP Up DisdukCapil Kabupaten Asahan melakukan Kegiatan senam sehat pada hari Jumat 09 Oktober 2026 Pukul : 08.00 di Lapangan tenis rumah dinas bupati Asahan

../images/kegiatan/265512.jpg
Info Baru

DWP Kota Bima >

  • Oleh: Sekretariat
  • 06-10-2026

Ketua DWP Kota Bima Ny. Hj Siti Atikah H.Muhammad Fakhrunraji pada acara Milad ke-19 Badan Koordinasi Majelis Taklim- Dewan Masjid Indonesia(BKMM-DMI) Kota dan Kabupaten Bima pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, Jam 08.30 di Paruga Nae Convention Hall Kota Bima. Acara dihadiri oleh walikota Bima, staf ahli bidang kesra, kemasyarakatan dan SDM, beberapa kepala OPD, kabag Kesra setda Kota Bima camat dan lurah. Organisasi keagamaan/kemasyarakatan dan organisasi wanita seperti: TP.PKK. GOW, DWP, Bhyangkari, Persif, Dharma Yutikarini, Wanita Islam dan lain-lain. Dalam sambutan walikota bima menyampaikan: 1). Selamat sekaligus apresiasi kepada BKMM-DMI Kota dan Kabupaten Bima yang telah konsisten menjalankan peran dalam membangun kehidupan umat selama 19 tahun. 19 tahun perjalanan bukanlah waktu yqng singkat, ini menunjukkan adanya konsisten, komitmen dan semangat dalam membangun kehidupan umat. 2). Momentum milad tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ceremonial tetapi juga mengevaluasi sekaligus titik tolak bagi BKMM-DMI untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam menjaga ketahanan keluarga dan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. 3). BKMM-DMI dan pengurus masjid mulai memikirkan pengembangan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dengan pengembangan koperasi syariah berbasis mesjid. Dengan keberdaann koperasi syariah di setiap masjid berpotensi memeberikan kontribusi besar dalam memperkuat ekeomi umat. 4). Pembangunan daetaj tidak hanya berbicara mengenai infra struktur tetapi juga pembangunan moral dan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu walikota bima mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempwrkuat kolaborasi dalam membangun kota bima, termasuk melalui optimalisasi fungsi masjid dan majelis taklim. Jadikan masjid sebagai tempat masyarakat belajar dan mempererat tali persaudaraan. 5). Meminta kepada pengurus masjid memberikan perhatian lebih terhadap generasi muda. Masjid menurutnya, harus mampu menjadi ruanh yang ramah dan menarik.bagi anak-anak muda untuk belajar, berkreatifitas, membangun karakter serta memperkuat nilai-nilai keagamaan. 6). BKMM-DMI dapat mengambil peran aktif dalam mendorong penguatan fungsi masjid, pembinaan generasi muda, pemberdayaan masyarakat kota dan kabupaten bima. Sasaran akhir dati kegiatan ini adalah: dengan Milad BKMM-DMI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan masjid dan majelis taklim bukan hanya sebagai pusat ibadah tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan sosial, pemberdayaan ekonomi dan penguatan persaudraan umat.

../images/kegiatan/265511.jpg
Info Baru

DWP Kota Bima > Dinas pariwisata dan kebudayaan

  • Oleh: Sekretariat
  • 14-10-2026

Pada hari ini Rabu,14 Oktober 2026 Ibu Ketua DWP Disparbud Kota Bima Ny Hj Sri Nunung Andriani H Sukarno mengikuti Acara Sholat Meminta Hujan bersmaa selurih ASN Pemerintah Kota Bima di Halaman Kantor Walikota Bima. Pelaksanaan Sholat Istitqa berlangsung ramai dan sangat banyak jemaah yang hadir. Shalat istisqa dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika wilayah tertentu mengalami kemarau panjang, kekeringan ekstrem, atau krisis air yang membahayakan kehidupan. Tujuan dan Makna Shalat Istisqa • Meminta Curahan Air: Istisqa secara bahasa berarti meminta atau memohon air (thalab al-saqaya). • Ikhtiar Spiritual: Menjadi bentuk doa dan pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT saat sumber air mengering, lahan pertanian terancam gagal panen, atau terjadi kebakaran hutan. • Sarana Instigfar dan Taubat: Pelaksanaan shalat sunnah ini biasanya diawali dengan ajakan bertaubat, memperbanyak istighfar, bersedekah, dan meninggalkan perbuatan zalim.DWP kota Bima sebagai salah satu Organisasi yang turut serta dlaam kegiatan keagamaan ini agar semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Alloh swt Dharma Wanita Persatuan (DWP) aktif ikut serta dalam berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari Program Kerja Bidang Sosial Budaya. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pembinaan mental, memperkuat nilai spiritual, serta mempererat silaturahmi antaranggota. Bentuk partisipasi Dharma Wanita dalam kegiatan keagamaan meliputi beberapa hal berikut: 1. Pembinaan Rohani dan Pengajian Rutin • Pengajian dan Tausiah: Anggota DWP yang beragama Islam rutin menyelenggarakan pengajian berkala untuk mendalami ilmu agama, memperkuat akidah, serta membahas pembinaan keluarga sakinah. • Ibadah Bersama (Kristen dan Katolik): Bagi anggota non-Muslim, DWP menyelenggarakan ibadah bersama (seperti persekutuan doa atau refleksi firman) untuk memelihara toleransi dan kehidupan rohani yang seimbang. • Penguatan Moderasi Beragama: Terutama pada unit DWP Kementerian Agama, organisasi ini berperan aktif sebagai agen dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi dan toleransi antarumat beragama. Semoga kota bima segera turun hujjan

../images/kegiatan/265510.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Boyolali > DWP Dinas Ketahanan Pangan

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 09-10-2026

DWP Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali. Bidang Sosial Budaya. Program Ketahanan Keluarga. Kegiatan Iman dan Takwa. Hari/tanggal: Jumat, 9 Oktober 2026 Pukul: 08.00-09.00 WIB. Tempat: Masjid Ageng Boyolali. Keperluan: Pengajian rutin Masjid Ageng Boyolali. Petugas kegiatan Ibu Rumsari Gunawan. Hasil: Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Ust. Makin, S.Sy., M.H., dengan tema “Meningkatkan Rasa Syukur dan Menyiapkan Bekal Akhirat”. Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan pentingnya menanamkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, baik berupa kesehatan, kesempatan, keluarga, pekerjaan, maupun kemudahan dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ibrahim ayat 7, yang menegaskan janji Allah SWT untuk menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur serta memberikan peringatan bagi mereka yang mengingkari nikmat-Nya. Jamaah juga diajak untuk senantiasa bersyukur atas kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Islam, teladan akhlak mulia, dan petunjuk bagi umat manusia. Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi perlu diwujudkan melalui hati, ucapan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai hamba Allah SWT, setiap individu hendaknya meningkatkan kualitas ibadah dan ketundukan kepada-Nya, salah satunya melalui sujud, serta menerapkan nilai-nilai kerendahan hati (tawadhu), menjauhi sifat iri dan dengki, tidak mudah mengeluh, serta mampu menghargai dan menerima nikmat yang dimiliki. Sikap tersebut penting untuk membentuk pribadi yang lebih sabar, ikhlas, rendah hati, dan senantiasa berpikir positif dalam menghadapi berbagai keadaan. Beliau juga mengingatkan bahwa manusia sering kali lebih berfokus pada kekurangan dibandingkan mensyukuri nikmat yang telah diterima. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk membiasakan diri melihat setiap keadaan dengan penuh rasa syukur, menjadikan tantangan sebagai sarana introspeksi, serta tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan. Dalam konteks kehidupan berorganisasi dan pelaksanaan tugas kedinasan, nilai syukur hendaknya tercermin melalui kedisiplinan, integritas, loyalitas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Setiap pegawai diharapkan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, bekerja secara optimal, menjaga kualitas pelayanan, membangun kerja sama yang harmonis, serta tidak mudah mengeluh ketika menghadapi tantangan pekerjaan. Pekerjaan yang dilaksanakan dengan niat baik, kejujuran, dan kesungguhan dapat menjadi bentuk pengabdian sekaligus sarana untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Selanjutnya, beliau mengingatkan jamaah tentang kepastian datangnya kematian yang waktu dan tempatnya merupakan rahasia Allah SWT. Hal ini sejalan dengan QS. Al-Jumu’ah ayat 8, yang mengingatkan manusia bahwa kematian pasti akan ditemui dan setiap manusia akan dikembalikan kepada Allah SWT. Kesadaran tersebut hendaknya menjadi motivasi untuk senantiasa melakukan introspeksi diri, memperbanyak istigfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta meningkatkan amal saleh selama masih diberikan kesempatan hidup. Setiap amanah, perkataan, dan perbuatan hendaknya dilaksanakan dengan penuh kesadaran karena seluruhnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Melalui kegiatan pengajian rutin ini, peserta memperoleh penguatan nilai-nilai spiritual dan moral, khususnya dalam membangun rasa syukur, meningkatkan kualitas ibadah, membentuk akhlak mulia, serta menumbuhkan etos kerja yang positif. Sebagai tindak lanjut, nilai-nilai yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan pribadi, keluarga, lingkungan sosial, maupun pelaksanaan tugas kedinasan melalui perilaku yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, saling menghormati, dan berorientasi pada pelayanan yang baik. Dengan demikian, kegiatan pembinaan rohani ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga mendukung pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi serta masyarakat.

../images/kegiatan/265509.jpg
Info Baru

DWP JAWA TIMUR > SKPD Dinas Sosial

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 13-10-2026

Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Banyuwangi - Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Tanam Kepedulian, Tuai Manfaat: Dharma Wanita Persatuan UPT PSTW Banyuwangi Optimalkan Perawatan Taman Toga
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan
Kegiatan : Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program
1 Dharma Wanita Persatuan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Banyuwangi - Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2 Hari/Tanggal : Selasa, 13 Oktober 2026
3 Pukul : 09.00 s.d selesai
4 Peserta : 8 Anggota DWP UPT PSTW Banyuwangi
5 Lokasi : Halaman Kebun UPT PSTW Banyuwangi
6 Acara : Perawatan Taman Toga

Susunan Acara
1. Pukul 09.00 - selesai

DWP UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Banyuwangi terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan melalui kegiatan pemeliharaan Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di halaman kebun UPT PSTW Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan agar tetap hijau, asri, produktif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Pemeliharaan Taman Toga dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap keberadaan tanaman obat keluarga yang memiliki beragam manfaat. Selain memperindah lingkungan, tanaman Toga juga dapat menjadi sumber pengetahuan mengenai jenis-jenis tanaman yang secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan keluarga. Oleh karena itu, keberadaan Taman Toga perlu dirawat secara berkelanjutan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan tetap terjaga kelestariannya.

Dalam kegiatan tersebut, anggota DWP UPT PSTW Banyuwangi melaksanakan perawatan tanaman dengan memperhatikan kebersihan area taman dan kondisi tanaman. Pemeliharaan dilakukan melalui kegiatan sederhana, seperti membersihkan area di sekitar tanaman, merapikan lingkungan taman, serta memastikan tanaman memperoleh perawatan yang diperlukan. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman sekaligus menciptakan lingkungan kebun yang lebih tertata dan nyaman dipandang. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat. Melalui keterlibatan anggota DWP, pemeliharaan Taman Toga tidak hanya menjadi kegiatan merawat tanaman, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Kebiasaan merawat tanaman secara rutin diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih, hijau, dan terawat membutuhkan perhatian serta partisipasi bersama.

Bagi UPT PSTW Banyuwangi, pemanfaatan lahan kebun secara optimal merupakan salah satu langkah positif dalam menciptakan lingkungan pelayanan sosial yang nyaman bagi para Penerima Manfaat (PM) lanjut usia. Lingkungan yang asri dan tertata dapat mendukung suasana yang lebih menyenangkan dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Keberadaan taman juga dapat memberikan nuansa alami yang menenangkan serta meningkatkan kenyamanan di lingkungan panti. Selain itu, Taman Toga berpotensi dikembangkan sebagai sarana edukasi sederhana bagi warga UPT, termasuk para Penerima Manfaat, mengenai pengenalan tanaman obat keluarga dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, taman tidak hanya berfungsi sebagai elemen penghijauan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran yang bermanfaat apabila dimanfaatkan secara terarah dan disesuaikan dengan kondisi para lansia.

DWP UPT PSTW Banyuwangi berharap kegiatan pemeliharaan ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Perawatan yang berkesinambungan juga menjadi salah satu bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas lingkungan agar tetap bersih, indah, dan produktif. Melalui kegiatan bertema “Tanam Kepedulian, Tuai Manfaat”, DWP UPT PSTW Banyuwangi menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara rutin. Dengan semangat kebersamaan, pemeliharaan Taman Toga diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan UPT PSTW Banyuwangi yang hijau, sehat, nyaman, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh warga panti. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa merawat tanaman bukan sekadar menjaga keindahan taman, melainkan juga menanamkan kepedulian, membangun kebiasaan positif, serta mewujudkan lingkungan yang lebih bermanfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.

../images/kegiatan/265508.jpg
Info Baru

DWP Kota Tidore Kepulauan > SKPD Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 13-10-2026

LAPORAN KEGIATAN Pembukaan Art Performance Legu-Legu 2.0 Tahun 2026 1. Latar Belakang Kebudayaan merupakan identitas dan jati diri bangsa yang harus terus dijaga, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi penerus. Salah satu upaya pelestarian budaya dapat dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan seni dan pertunjukan budaya yang memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan kesenian tradisional daerah. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan Pembukaan Art Performance Legu-Legu 2.0 Tahun 2026 diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan ini merupakan ajang budaya yang menampilkan Lomba Tarian Tradisional Legu-Legu dan Tarian Kreasi antarpelajar SLTP dan SLTA se-Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiaraya, dan LPDP, bekerja sama dengan Sanggar Seni Rau Parada Kota Tidore Kepulauan. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kota Tidore Kepulauan, Ibu Suwarti M. Hasybi, menghadiri kegiatan tersebut berdasarkan undangan dari panitia. Kehadiran ini merupakan bentuk partisipasi dan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya daerah serta pengembangan kreativitas generasi muda di Kota Tidore Kepulauan. 2. Tujuan Kegiatan ini bertujuan untuk: 1. Mendukung upaya pelestarian dan pengembangan seni serta kebudayaan daerah, khususnya tarian tradisional Legu-Legu sebagai salah satu kekayaan budaya Kota Tidore Kepulauan. 2. Memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kemampuan di bidang seni tari. 3. Menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan kepedulian terhadap kebudayaan daerah sebagai bagian dari identitas bangsa. 4. Memperluas wawasan dan pengalaman peserta melalui kegiatan pertunjukan seni dan perlombaan tari antarpelajar. 5. Memperkuat dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sanggar seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat, dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan lokal. 3. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan ini meliputi para pelajar SLTP dan SLTA se-Kota Tidore Kepulauan yang mengikuti perlombaan, sanggar-sanggar seni yang berpartisipasi, serta masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan seni budaya daerah. Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan sebagai sarana memperkuat komitmen bersama dalam pelestarian kebudayaan. Kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh kurang lebih 100 orang, yang terdiri atas Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Sekretaris Daerah, Ketua DWP Kota Tidore Kepulauan beserta pengurus, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), panitia, peserta, serta masyarakat. Ketua DWP Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan seni budaya di daerah. 4. Hasil Kegiatan Kegiatan Pembukaan Art Performance Legu-Legu 2.0 Tahun 2026 dilaksanakan pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 16.00 WIT sampai dengan selesai, bertempat di Pelataran Pantai Tugulufa, Kota Tidore Kepulauan. Acara pembukaan berlangsung dengan susunan kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan laporan Ketua Panitia, Bapak Zulkifli Ohorella, S.IP., M.A., sambutan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Bapak Ahmad Laiman, S.Sos., pembacaan doa, dan penutupan oleh pembawa acara. Setelah rangkaian acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan persembahan sejumlah tarian dari sanggar-sanggar seni yang diundang oleh panitia, antara lain Tari Legu-Legu, Tari Kipas, dan Tari Yon. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas kerja keras serta persiapan yang telah dilakukan untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu yang hanya dikenang atau ditampilkan pada acara tertentu, melainkan bagian dari kehidupan yang harus terus dipelihara, diwariskan, dan dikembangkan. Beliau juga menyampaikan bahwa Art Performance Legu-Legu 2.0 Tahun 2026 menjadi ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk berkreasi dan mengembangkan potensi di bidang seni. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu agenda untuk menyemarakkan Hari Kebudayaan Tahun 2026. Para peserta diharapkan dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana untuk mengembangkan bakat, memperluas pengalaman, dan melestarikan kebudayaan daerah. Kehadiran Ketua DWP Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan, Ibu Suwarti M. Hasybi, dalam kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan serta dukungan terhadap program pelestarian budaya dan pengembangan potensi generasi muda di Kota Tidore Kepulauan. 5. Dampak Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan Pembukaan Art Performance Legu-Legu 2.0 Tahun 2026 memberikan dampak positif bagi pelestarian kebudayaan daerah, khususnya dalam meningkatkan perhatian dan kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional. Kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kreativitas, kepercayaan diri, semangat berkompetisi secara sehat, serta apresiasi terhadap karya seni di kalangan generasi muda. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan dan kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga penyelenggara, sanggar seni, institusi pendidikan, dan masyarakat. Melalui keterlibatan berbagai pihak, upaya pelestarian kebudayaan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya terbatas pada kegiatan seremonial. Bagi organisasi Dharma Wanita Persatuan, kehadiran Ketua DWP Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan juga mencerminkan dukungan terhadap kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendorong generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya daerah. 6. Penutup Kegiatan Pembukaan Art Performance Legu-Legu 2.0 Tahun 2026 merupakan salah satu bentuk nyata upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Tidore Kepulauan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tarian tradisional Legu-Legu dan berbagai kesenian daerah lainnya tetap lestari, semakin dikenal oleh generasi muda, serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Semoga Art Performance Legu-Legu 2.0 Tahun 2026 dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kekayaan budaya Kota Tidore Kepulauan dapat terus terjaga, berkembang, dan menjadi kebanggaan bersama.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID