e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/113439.jpg
Info Baru

DWP Kota Serang >

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 21-05-2026

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang,telah mengikuti pertemuan daring melalui Zoom Meeting yang mengangkat tema penting mengenai deteksi dini kanker payudara. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026, dan berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan DWP di lingkungan provinsi sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ibu Ketua DWP Provinsi Banten, Ny. Mira Deden Apriandhi, setelah sebelumnya mendengarkan sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten, Ibu Hj. Endang. Dalam sambutan dan arahannya, Ibu Ketua berharap seluruh perempuan dapat memiliki kemampuan untuk melakukan deteksi dini secara mandiri, serta memahami berbagai langkah pencegahan yang tepat guna menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit kanker payudara. Sebagai pemateri utama, hadir dr. Arief Kurniawan SpB(K)Onk yang menyampaikan materi secara lengkap dan mendalam terkait penyakit tersebut. Beliau menjelaskan mulai dari pengertian dasar kanker payudara, perbedaan ciri antara tumor jinak dan ganas, definisi medis penyakit ini, hingga berbagai faktor yang dapat memicu timbulnya kanker. Selain itu, dokter juga memaparkan cara melakukan deteksi dini secara mandiri atau yang dikenal dengan metode Sadari, serta penjelasan mengenai penanganan medis seperti kemoterapi. Dari pemaparan yang disampaikan, diperoleh kesimpulan bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker dengan kasus terbanyak yang menyerang perempuan di seluruh dunia dan menempati urutan pertama. Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah prinsip early detection is the best protection atau deteksi dini adalah perlindungan terbaik. Oleh karena itu, kesadaran untuk melakukan pengecekan mandiri secara rutin menjadi langkah paling penting dan efektif dalam melindungi diri dari bahaya penyakit ini.

../images/kegiatan/113438.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten PALI > BAPENDA

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-05-2026

Pada Hari Kamis Tanggal 21 Mei 2026 Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah menghadiri Pertemuan Rutin Bulanan yang ke 2 dan ke 3 Tahun 2026 bertempat di Ruang Rapat Setda Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

../images/kegiatan/113437.jpg
Info Baru

DWP Kota Serang >

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 21-05-2026

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Kota Serang,telah mengikuti pertemuan daring melalui Zoom Meeting yang mengangkat tema penting mengenai deteksi dini kanker payudara. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026, dan berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan DWP di lingkungan provinsi sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ibu Ketua DWP Provinsi Banten, Ny. Mira Deden Apriandhi, setelah sebelumnya mendengarkan sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten, Ibu Hj. Endang. Dalam sambutan dan arahannya, Ibu Ketua berharap seluruh perempuan dapat memiliki kemampuan untuk melakukan deteksi dini secara mandiri, serta memahami berbagai langkah pencegahan yang tepat guna menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit kanker payudara. Sebagai pemateri utama, hadir dr. Arief Kurniawan SpB(K)Onk yang menyampaikan materi secara lengkap dan mendalam terkait penyakit tersebut. Beliau menjelaskan mulai dari pengertian dasar kanker payudara, perbedaan ciri antara tumor jinak dan ganas, definisi medis penyakit ini, hingga berbagai faktor yang dapat memicu timbulnya kanker. Selain itu, dokter juga memaparkan cara melakukan deteksi dini secara mandiri atau yang dikenal dengan metode Sadari, serta penjelasan mengenai penanganan medis seperti kemoterapi. Dari pemaparan yang disampaikan, diperoleh kesimpulan bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker dengan kasus terbanyak yang menyerang perempuan di seluruh dunia dan menempati urutan pertama. Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah prinsip early detection is the best protection atau deteksi dini adalah perlindungan terbaik. Oleh karena itu, kesadaran untuk melakukan pengecekan mandiri secara rutin menjadi langkah paling penting dan efektif dalam melindungi diri dari bahaya penyakit ini.

../images/kegiatan/113436.jpg
Info Baru

DWP Kota Serang >

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 21-05-2026

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang,telah mengikuti pertemuan daring melalui Zoom Meeting yang mengangkat tema penting mengenai deteksi dini kanker payudara. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026, dan berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan DWP di lingkungan provinsi sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ibu Ketua DWP Provinsi Banten, Ny. Mira Deden Apriandhi, setelah sebelumnya mendengarkan sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten, Ibu Hj. Endang. Dalam sambutan dan arahannya, Ibu Ketua berharap seluruh perempuan dapat memiliki kemampuan untuk melakukan deteksi dini secara mandiri, serta memahami berbagai langkah pencegahan yang tepat guna menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit kanker payudara. Sebagai pemateri utama, hadir dr. Arief Kurniawan SpB(K)Onk yang menyampaikan materi secara lengkap dan mendalam terkait penyakit tersebut. Beliau menjelaskan mulai dari pengertian dasar kanker payudara, perbedaan ciri antara tumor jinak dan ganas, definisi medis penyakit ini, hingga berbagai faktor yang dapat memicu timbulnya kanker. Selain itu, dokter juga memaparkan cara melakukan deteksi dini secara mandiri atau yang dikenal dengan metode Sadari, serta penjelasan mengenai penanganan medis seperti kemoterapi. Dari pemaparan yang disampaikan, diperoleh kesimpulan bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker dengan kasus terbanyak yang menyerang perempuan di seluruh dunia dan menempati urutan pertama. Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah prinsip early detection is the best protection atau deteksi dini adalah perlindungan terbaik. Oleh karena itu, kesadaran untuk melakukan pengecekan mandiri secara rutin menjadi langkah paling penting dan efektif dalam melindungi diri dari bahaya penyakit ini.

../images/kegiatan/113433.jpg
Info Baru

DWP Kota Serang >

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 21-05-2026

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapperida Kota Serang, Ibu Fatma Hari,telah mengikuti pertemuan daring melalui Zoom Meeting yang mengangkat tema penting mengenai deteksi dini kanker payudara. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026, dan berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan DWP di lingkungan provinsi sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ibu Ketua DWP Provinsi Banten, Ny. Mira Deden Apriandhi, setelah sebelumnya mendengarkan sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten, Ibu Hj. Endang. Dalam sambutan dan arahannya, Ibu Ketua berharap seluruh perempuan dapat memiliki kemampuan untuk melakukan deteksi dini secara mandiri, serta memahami berbagai langkah pencegahan yang tepat guna menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit kanker payudara. Sebagai pemateri utama, hadir dr. Arief Kurniawan SpB(K)Onk yang menyampaikan materi secara lengkap dan mendalam terkait penyakit tersebut. Beliau menjelaskan mulai dari pengertian dasar kanker payudara, perbedaan ciri antara tumor jinak dan ganas, definisi medis penyakit ini, hingga berbagai faktor yang dapat memicu timbulnya kanker. Selain itu, dokter juga memaparkan cara melakukan deteksi dini secara mandiri atau yang dikenal dengan metode Sadari, serta penjelasan mengenai penanganan medis seperti kemoterapi. Dari pemaparan yang disampaikan, diperoleh kesimpulan bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker dengan kasus terbanyak yang menyerang perempuan di seluruh dunia dan menempati urutan pertama. Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah prinsip early detection is the best protection atau deteksi dini adalah perlindungan terbaik. Oleh karena itu, kesadaran untuk melakukan pengecekan mandiri secara rutin menjadi langkah paling penting dan efektif dalam melindungi diri dari bahaya penyakit ini.

../images/kegiatan/113432.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten PALI > DINAS LINGKUNGAN HIDUP

  • Oleh: Sekretariat
  • 21-05-2026

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Ny. Yenny Aryansyah Melakukan Kunjungan ke Rumah Adat PALI melihat Proses Pembuatan Batik Khas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

../images/kegiatan/113431.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Bogor > Inspektorat

  • Oleh: Sekretariat
  • 20-05-2026

LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT INSPEKTORAT KABUPATEN BOGOR Nama Kegiatan : Sekolah Keluarga Istimewa Hari/Tanggal : Selasa-Rabu / 19-20 Mei 2026 Waktu : 08.00 WIB – Selesai Program Kerja : Penataan Organisasi/ Manajemen Kegiatan Kerja : Pelatihan Bidang : Sekretariat Tempat : Hotel Rizen Premier – Cisarua Puncak , Bogor A. KETERANGAN KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN Dalam rangka meningkatkan kualitas ketahanan keluarga dan pengasuhan anak yang berkualitas serta mendukung program pencegahan stunting, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University menyelenggarakan kegiatan Sekolah Keluarga Istimewa. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19–20 Mei 2026 bertempat di Hotel Rizen Premiere Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor dengan tema “Keluarga Istimewa Bertumbuh dengan Adab Berpijak pada Cinta dan Kasih Sayang.” Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari berbagai perangkat daerah dan perwakilan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor. Dharma Wanita Persatuan Unit Inspektorat Kabupaten Bogor turut berpartisipasi sebagai peserta dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan kegiatan bertujuan memberikan pembekalan kepada peserta mengenai penguatan komunikasi keluarga, pengasuhan anak, manajemen keuangan keluarga, kesehatan keluarga, ketahanan mental, serta peningkatan kualitas keluarga sebagai pondasi pembangunan masyarakat. B. PENYELENGGARA Kegiatan Sekolah Keluarga Istimewa diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University sebagai bentuk sinergi dalam upaya peningkatan kualitas ketahanan keluarga, penguatan pola pengasuhan anak, pemberdayaan perempuan, serta pencegahan stunting di Kabupaten Bogor. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bogor dengan melibatkan perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk Dharma Wanita Persatuan Unit Inspektorat Kabupaten Bogor. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor Ibu Sussy Rahayu Agustini, M.T., Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bogor Ibu Disi Salistiawati Ajat, perwakilan IPB University Prof. Dr. Ir. Arya Hadi Dharmawan, M.Sc.Agr., Kepala PKGA IPB University Dr. Yuliana Eva Riany, S.P., M.Ed., serta tim pelaksana kegiatan. Dalam pelaksanaannya, seluruh unsur penyelenggara menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dengan baik, mulai dari persiapan, pelaksanaan kegiatan, penyediaan narasumber, pendampingan peserta, hingga evaluasi kegiatan sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan Sekolah Keluarga Istimewa diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pembinaan dan peningkatan kapasitas keluarga dalam mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, tangguh, dan berkualitas. C. JUMLAH PERWAKILAN PESERTA Kegiatan Sekolah Keluarga Istimewa dihadiri oleh unsur penyelenggara, narasumber, serta peserta dari Dharma Wanita Persatuan dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor. Peserta dan tamu yang hadir dalam kegiatan antara lain: 1. Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Ibu Sussy Rahayu Agustini, M.T.; 2. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bogor, Ibu Disi Salistiawati Ajat; 3. Perwakilan Rektor IPB University, Prof. Dr. Ir. Arya Hadi Dharmawan, M.Sc.Agr.; 4. Kepala PKGA IPB University, Dr. Yuliana Eva Riany, S.P., M.Ed.; 5. Ketua Pelaksana kegiatan; 6. Perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari masing-masing perangkat daerah sebanyak 25 orang; 7. Perwakilan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor sebanyak 25 orang. Adapun perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Unit Inspektorat Kabupaten Bogor yang mengikuti kegiatan Sekolah Keluarga Istimewa adalah: 1. Ibu Reni Budi; 2. Ibu Inna Aldy. Kedua perwakilan tersebut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga penutupan kegiatan sebagai bentuk partisipasi aktif Dharma Wanita Persatuan Unit Inspektorat Kabupaten Bogor dalam mendukung program penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas keluarga. Dengan keikutsertaan tersebut diharapkan materi dan pembelajaran yang diperoleh dapat menjadi tambahan wawasan serta diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun kegiatan Dharma Wanita Persatuan Unit Inspektorat Kabupaten Bogor. D. RANGKAIAN KEGIATAN Kegiatan Sekolah Keluarga Istimewa dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Selasa–Rabu, 19–20 Mei 2026 bertempat di Hotel Rizen Premiere, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Seluruh peserta hadir dan mengikuti kegiatan dengan tertib serta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelaksanaan kegiatan. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta dan pembukaan kegiatan yang dilanjutkan dengan sambutan dari pihak penyelenggara. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat dan generasi bangsa sehingga penguatan kualitas keluarga menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Selanjutnya peserta menerima materi pertama mengenai “Membangun Lingkungan Keluarga yang Sehat” yang disampaikan oleh Dr. Yuliana Eva Riany, S.P., M.Ed. Materi ini membahas pentingnya komunikasi positif dalam keluarga, penguatan hubungan emosional antara orang tua dan anak, pengelolaan konflik keluarga, serta tantangan pengasuhan pada era digital seperti penggunaan gawai dan media sosial. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi “Manajemen Keuangan Keluarga” oleh dr. Istiglaliyah Mufikhati yang memaparkan pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga, penyusunan skala prioritas kebutuhan, pengendalian pengeluaran, penyusunan anggaran keluarga, serta strategi membangun kemandirian ekonomi keluarga melalui pengelolaan dana darurat, investasi, dan pengembangan usaha produktif. Pada hari kedua, peserta memperoleh materi “Keluarga Sebagai Agen Perubahan Komunitas” yang disampaikan oleh Dr. Siti Amanah. Materi tersebut menekankan bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, memperkuat ketahanan sosial, serta mendorong terbentuknya masyarakat yang berkualitas. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi “Gizi dan Kesehatan Keluarga” oleh Muhammad Aries, S.P., M.St. Materi ini membahas pentingnya pemenuhan gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan stunting, serta pola hidup sehat sebagai upaya membangun keluarga yang kuat dan berkualitas. Sebagai materi penutup, peserta menerima pembekalan mengenai “Ketahanan Mental dan Resiliensi Keluarga: Keluarga Sehat Masyarakat Kuat” yang membahas kemampuan keluarga dalam menghadapi tantangan, mengelola tekanan dan perubahan, membangun komunikasi yang sehat, serta memperkuat dukungan antaranggota keluarga agar tercipta keluarga yang tangguh dan harmonis. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta aktif mengikuti sesi diskusi, berbagi pengalaman, serta melakukan tanya jawab dengan narasumber terkait permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Interaksi tersebut menjadikan kegiatan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pemahaman praktis yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan keluarga. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi dan penutupan, dengan harapan seluruh materi yang telah disampaikan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam meningkatkan kualitas keluarga serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, harmonis, tangguh, dan berdaya. E. HASIL KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan Sekolah Keluarga Istimewa memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas. Melalui materi yang disampaikan, peserta memperoleh pemahaman terkait komunikasi positif dalam keluarga, pola pengasuhan anak, pengelolaan konflik keluarga, manajemen keuangan rumah tangga, serta perencanaan ekonomi keluarga yang lebih terarah. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, penerapan pola hidup sehat, pencegahan stunting, serta penguatan kesehatan fisik dan mental keluarga. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran keluarga sebagai agen perubahan sosial, pentingnya ketahanan mental dan resiliensi keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, serta memperkuat sinergi dan silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Secara umum, kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat positif sebagai upaya peningkatan kapasitas keluarga dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, sejahtera, dan berdaya. F. KESIMPULAN Kegiatan Sekolah Keluarga Istimewa yang dilaksanakan pada tanggal 19–20 Mei 2026 di Hotel Rizen Premiere, Cisarua, Kabupaten Bogor berjalan dengan baik, tertib, dan lancar sesuai dengan tujuan pelaksanaan kegiatan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh tambahan pengetahuan dan pemahaman mengenai penguatan ketahanan keluarga, komunikasi dan pola pengasuhan anak, pengelolaan keuangan keluarga, kesehatan dan gizi keluarga, pencegahan stunting, serta penguatan ketahanan mental dan resiliensi keluarga. Keikutsertaan perwakilan Dharma Wanita Persatuan Unit Inspektorat Kabupaten Bogor dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi bekal dalam mendukung pelaksanaan program Dharma Wanita Persatuan, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas keluarga yang sehat, harmonis, tangguh, dan sejahtera. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan materi dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dan berdaya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Pembuat Laporan : Flora – Sekretaris II

../images/kegiatan/113430.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Gresik > DWP KECAMATAN MANYAR

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 18-05-2026

Ketua DWP kecamatan mengikuti pembinaan UKS ke sekolah MI Nurul ISlam pada hari senin 18 Mei 2026.Usaha Kesehatan Sekolah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kemampuan hidup sehat, dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta derajat kesehatan peserta didik melalui pelaksanaan Trias UKS yakni: Pendidikan Kesehatan: melalui kegiatan peningkatan pengetahuan secara intrakurikuler, kokurikuluer dan ekstrakurikuler dan pembiasaan PHBS Pelayanan Kesehatan: melalui pencegahan penyakit seperti dengan imunisasi dan minum obat cacing Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat: dengan melengkapi sarana prasarana PHBS, antara lain air bersih, toilet, tempat cuci tangan, tempat sampah, saluran drainase Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah bertujuan meningkatkan kesehatan, mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik yang tercermin dalam kehidupan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dan lingkungan sekolah yang sehat sehingga memungkinkan peserta didik mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Sebagai strategi peningkatan mutu pembinaan dan pelaksanaan Trias UKS maka sekolah harus memperhatikan stratifikasi UKS yang terdiri dari minimal, optimal, standar dan paripurna. Sekolah harus memenuhi seluruh indikator (pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah sehat dan manajemen UKS/M) pada kelompok stratifikasi UKS. Dengan mereview indikator dalam stratifikasi UKS maka sekolah dapat memiliki rekomendasi perbaikan pelaksanaan Trias UKS dan menyusun perencanaan untuk mencapai indicator yang sudah ditentukan. Program UKS sebaiknya disusun sebagai program yang berkesinambungan, yakni dapat berkelanjutan setiap tahunnya. Untuk itu sekolah harus membentuk Tim Pelaksana UKS dan memasukkan rencana kerja UKS sebagai bagian dari RKAS. Tim Pelaksana UKS juga dapat menjadi bagian dari Satgas Covid-19 di sekolah. UKS memiliki peran yang strategis dalam pencegahan wabah dan penularan penyakit terutama dalam kondisi wabah COVID-19 saat ini melalui penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari pada masa adaptasi kebiasaan baru. Informasi lengkap tentang UKS bisa dilihat di https://uks.kemdikbud.go.id/ Unduh Buku Elektronik Tentang UKS Tata Kelola UKS di Sekolah Dasar Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Pada Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Buku Saku Manajemen Kebersihan dan Kesehatan Sekolah Dalam PTM Terbatas Buku Saku Penerapan Trias UKS Dalam PTM Terbatas di Masa Pandemi Buku Saku Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Buku Saku Gizi Seimbang dan Kantin/Jajanan Sehat di Sekolah Dasar Buku Saku Stop Perundungan/Bullying Yuk! 4 Poin Aksi Untuk Membuka Kembali Sekolah Dengan Aman di Masa Pandemi Prosedur Pembersihan dan Desinfeksi Toilet Prosedur Pembersihan dan Desinfeksi Area Permukaan Yuk Periksa! Apakah Kamu Merasa Sakit? Apakah Kamu Siap Masuk Sekolah? Buku Pedoman Pengembangan Resep Berbasis Pangan Lokal Panduan Opsi Sarana CTPS Komik Bulan Imunisasi Anak Nasional Ini Rapor Kesehatanku Buku Panduan Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Reproduksi di Sekolah Dasar Gerakan Sekolah Sehat Jakarta, 23 Agustus 2022 - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui Sekolah Sehat untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas berkarakter. Dalam peluncuran tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengajak pemerintah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan bergotong royong untuk merevitalisasi UKS sebagai upaya promosi kesehatan warga sekolah. “Mari bergotong royong untuk merevitalisasi UKS melalui kampanye Sekolah Sehat dalam mewujudkan anak Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas berkarakter,” ajak Mendikbudristek dalam peluncuran Revitalisasi UKS melalui Sekolah Sehat, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kapuk Muara 03, Jakarta Utara, Selasa (23/8). “Dengan dimulainya kembali pembelajaran tatap muka, satuan pendidikan perlu memperhatikan kembali kondisi kesehatan anak. Sebab kami percaya bahwa syarat utama anak-anak bisa belajar dengan optimal, apalagi dengan merdeka, adalah kesehatan dan kecukupan gizi,” lanjut Mendikbudristek. Menteri Nadiem menjelaskan, “Ada tiga prioritas yang perlu dicapai melalui kampanye Sekolah Sehat, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi.” Sehat bergizi diperoleh dengan memberikan pemahaman gizi seimbang melalui Isi Piringku dengan pembiasaan makan dan minum dengan gizi seimbang; dan menghindari/meminimalisir konsumsi makanan cepat saji, makanan/minuman yang berpemanis, berpengawet, kuang serat, tinggi gula, garam, dan lemak; serta dengan pembiasaan kantin sehat. Selain itu, untuk mencapai sehat fisik maka ada beberapa pembiasaan yang harus dilakukan, misalnya melakukan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) seminggu sekali, melakukan gerakan peregangan saat pergantian jam pelajaran, optimalisasi Lompat, Lari, Lempar, Loncat (4L) melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional pada jam istirahat, optimalisasi intrakurikuler dan ekstrakurikuler olahraga, serta dengan melakukan pembiasaan jalan kaki. Pada sehat imunisasi, ada tiga hal yang bisa dilakukan yaitu pemetaan status imunisasi, pemberian rekomendasi, dan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap bagi usia sekolah. Untuk mewujudkan Revitalisasi UKS melalui Sekolah Sehat, ada lima sasaran yang terlibat yaitu SD seluruh Indonesia, pendidik dan tenaga kependidikan, tim pembina dan pelaksana UKS, orang tua, serta masyarakat. Gerakan Sekolah Sehat akan dimulai dari jenjang SD untuk kemudian berkembang ke jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sederajat. “Sekali lagi saya ingin mengajak Ibu dan Bapak kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua, adik-adik pelajar, dan seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari pemerintah dan swasta, untuk menggerakkan kampanye Sekolah Sehat untuk anak-anak Indonesia bisa belajar dengan merdeka dalam keadaan sehat,” tutup Mendikbudristek.

../images/kegiatan/113429.jpg
Info Baru

DWP JAWA BARAT > Dinas Pendidikan

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 21-05-2026

(E.XI) Dharma Wanita Persatuan Unit Sekolah SMAN 32 GARUT Cabang Dinas Wilayah XI Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nama Kegiatan : Mendampingi kegiatan Pelepasan siswa kelas 12 angkatan 7 SMAN 32 GARUT Hari/ Tanggal : Kamis 21 Mei 2026 Waktu : 07.00 - 16.00 Tempat : Lapang SMAN 32 Garut Penyelenggara : DWP SMAN 32 Garut Kolaborasi dengan tim panitia Bidang : Pendidikan Jumlah Partisipan : 12 Jumlah Pengurus DWP Yang Menghadiri : 1 orang yaitu Ibu Dedeh Kusniati, S. Pd. M. Pd. (ketua DWP unit SMAN 32 Garut) Keterangan Program : Pada hari Kamis 21 Mei 2026, DWP Unit SMAN 32 Garut mendampingi acara Pelepasan Siswa Kelas XII Angkatan VII Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi dan dukungan DWP terhadap suksesnya pelaksanaan acara pelepasan peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di sekolah. Dalam kegiatan tersebut, anggota DWP hadir dengan penuh semangat dan kebersamaan untuk mendampingi siswa-siswi kelas XII pada momen perpisahan yang penuh haru dan kebanggaan. Acara berlangsung dengan tertib, lancar, dan khidmat, diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti sambutan, penampilan seni, pemberian penghargaan, serta doa bersama. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara guru dan siswa, menumbuhkan rasa kekeluargaan, serta memberikan motivasi kepada lulusan agar dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita di masa depan. Partisipasi aktif DWP juga mencerminkan komitmen dalam mendukung kegiatan sekolah serta memberikan teladan positif kepada peserta didik. Pembuat Laporan : Yeni Suproyatin Sonjaya

../images/kegiatan/113428.jpg
Info Baru

DWP Kota Serang >

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 21-05-2026

Ibu Wakil ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kota Serang, Ibu Rike heri, telah mengikuti pertemuan daring melalui Zoom Meeting yang mengangkat tema penting mengenai deteksi dini kanker payudara. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026, dan berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan DWP di lingkungan provinsi sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ibu Ketua DWP Provinsi Banten, Ny. Mira Deden Apriandhi, setelah sebelumnya mendengarkan sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten, Ibu Hj. Endang. Dalam sambutan dan arahannya, Ibu Ketua berharap seluruh perempuan dapat memiliki kemampuan untuk melakukan deteksi dini secara mandiri, serta memahami berbagai langkah pencegahan yang tepat guna menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit kanker payudara. Sebagai pemateri utama, hadir dr. Arief Kurniawan SpB(K)Onk yang menyampaikan materi secara lengkap dan mendalam terkait penyakit tersebut. Beliau menjelaskan mulai dari pengertian dasar kanker payudara, perbedaan ciri antara tumor jinak dan ganas, definisi medis penyakit ini, hingga berbagai faktor yang dapat memicu timbulnya kanker. Selain itu, dokter juga memaparkan cara melakukan deteksi dini secara mandiri atau yang dikenal dengan metode Sadari, serta penjelasan mengenai penanganan medis seperti kemoterapi. Dari pemaparan yang disampaikan, diperoleh kesimpulan bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker dengan kasus terbanyak yang menyerang perempuan di seluruh dunia dan menempati urutan pertama. Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah prinsip early detection is the best protection atau deteksi dini adalah perlindungan terbaik. Oleh karena itu, kesadaran untuk melakukan pengecekan mandiri secara rutin menjadi langkah paling penting dan efektif dalam melindungi diri dari bahaya penyakit ini.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID