Kegiatan Pertemuan Rutin Bulanan sekaligus Halal Bi Halal Hari Raya Idul Fitri 1447 H Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu. Pertemuan dalam rangka Halal Bi Halal merupakan agenda yang dihadiri oleh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dalam kesempatan ini Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu Ny. Kencana Iwarman beserta seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu turut serta dalam Pertemuan Halal Bi halal. Pertemuan Rutin Bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu, dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 02 April 2026 pukul 09.00 wib s/d selesai bertempat di Ruang Tengah Dinas Sosial Kabupaten OKU dengan Koordinator acara anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten OKU, Tema Halal Bi Halal "Hangatnya Silahturahmi Lebaran" sekaligus silahturahmi seluruh pegawai di lingkungan sekitar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dalam pertemuan Halal Bi Halal kali ini dihadiri oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten OKU Bapak Iwarman selaku Kepala Dinas, Sekretaris Bapak Halim Burni, Kabid Linjamsos Ibu Yudia, Kabid Pelayanan Bapak Dody, serta Kabid bapak Sutaryo dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu. Adapun Tujuan Kegiatan Pertemuan Halal Bi Halal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kabupaten Ogan Komering Ulu, adalah : * Menciptakan suasana harmoni dan kedamaian anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) * Saling memaafkan antar anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) * Meningkatkan refleksi diri anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) * Mempererat silahturahmi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) * Membangun semangat solidaritas antar anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) * Membangun kekompakan antar anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) * Menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab antar anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) * Membuka pintu rezeki dan memperpanjang umur anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kabupaten OKU sangat antusias melaksanakan pertemuan dalam rangka Halal Bi Halal Silahturahmi dengan seluruh pegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Ogan Komering Ulu kali ini. Pertemuan ini juga dihadiri antara lain : Ny. Ita Halim selaku Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ny. Eka Rijal selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ny. Heni Dody selaku Bendahara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu , Ny. Tina Dedy selaku Ketua Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ny. Erlin Mailan selaku Ketua Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ny. Amalia Sutaryo dan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dalam kesempatan ini Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Ogan Komering Ulu mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Ogan Komering Ulu untuk saling memaafkan dan tetap menjaga silahturahmi sesama anggota. Selain itu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu mengajak seluruh ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten OKU untuk selalu kompak antar anggota Dharna Wanita Persatuan (DWP) dan seluruh pegawai.
DWP DISKOPUKMAKERTRANS KAB. JEPARA Dalam rangka mempererat tali silahturahmi dan meningkatkan rasa persaudaraan antar anggota, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan mengadakan kegiatan Halal Bihalal dan Pisah Sambut anggota. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis 02 April 2026 pukul 07.30 s/d selesai bertempat di Pulau Panjang Kabupaten Jepara. Dengan Dresscode atasan Putih (kemeja/kaos) dengan bawahan gelap, Jilbab bagi Perempuan berwarna Navy. Untuk rundown acara sebagai berikut : 1. Pukul 07.30 WIB - Berangkat Bersama sama dari Kantor (Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara) 2. Pukul 08.00 WIB - Keberangkatan Perahu Menuju Pulau Panjang 3. Pukul 08.45 WIB s.d. 10.00 WIB - Pelaksanaan Kegiatan Halal Bihalal 4. Pukul 10.00 WIB - Keberangkatan Perahu Menuju Pantai Kartini 5. Pukul 10.30 WIB - Kembali menuju Kantor (Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara) Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh karyawan karyawati Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara, sedangkan untuk DWP di hadiri oleh Ibu Ketua (Ny Yenny Zamroni), Ny Arifin, Ny Taufik dn Ny Musya. Kegitan di buka oleh Ibu Dinar, dengan membacakan susunan acara. Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara di damping oleh Ibu Ketua DWP (Bapak Zamroni Lestiaza dan Ny Yenny Zamroni). Beliau berpesan kegiatan ini agar bisa merefreskan sejenak dari pekerjaan kita. Disampaikan juga mengingat Dinas Koperasi UKM Tenaga kerja dan Transmigrasi menjadi salah satu program Prioritas dalam kepemimpinan Bapak Bupati Jepara yakni Jepara Karya dan UKM Naik Kelas. Dan untuk Program Nasional Bapak Presiden yakni (KDKMP) Koperasi Desa Merah Putih. Sambutan kedua di sampaikan oleh Kepala Bidang yang Mutasi, Kepala Bidang UKM (Bapak Nafe’) dan Kepala Bidang Nakertrans (Bapak Abdul Mu’id). Inti dari sambutan mereka adalah mohon maaf atas kesalahan yang tidak disengaja, dan berterima kasih untuk keluarga Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kenangan-kenangan atas pengalaman yang berharga selama di Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara. Dan di sampaikan permintaan maaf karena tidak di dampingi Ny Nafe’, Ny Mu’id karena Ny Nafe’ ada kegiatan lain dan Ny Mu’id sedang hamil 7 bulan. Sambutan ketiga disampaikan dari Kepala Bidang Nakertrans yang baru yakni Bapak Taufik beserta di dampingi oleh Ny Taufik sekalian. Dan sambutan selanjutnya oleh Kepala Kasubbag kepegawaian yang baru yakni Mas Musya dan Ny Musya sekalian. Kegiatan selanjutnya pemberian tali asih dari Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara secara simbolis oleh Bapak Zamroni kepada Kepala Bidang UKM (Bapak Nafe’) dan Kepala Bidang Nakertrans (Bapak Abdul Mui’id). Acara selanjutnya adalah sarapan bersama ala kadarnya bersama-sama di pulau Panjang. Dan acara ditutup dengan Foto bersama seluruh Karyawan karyawati Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara sekalian Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara. Kegiatan di lanjutkan kembali ke kantor Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupten Jepara untuk kembali melakukan aktivitas kegiatan kantor seperti biasa. DWP DISKOPUKMAKERTRANS KAB. JEPARA
Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tebo pada tanggal 02 April 2026 dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo. Pertemuan rutin bulan April ini dipimpin oleh Ketua DWP Kabupaten Tebo dan dihadiri oleh setiap perwakilan OPD lingkup Kabupaten Tebo termasuk DWP Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tebo menggelar pertemuan pasca Idulfitri sekaligus acara halal bihalal 1447 H sebagai wadah silaturahmi antaranggota dalam suasana Idul Fitri. dalam kesempatan ini, petugas kegiatan menghadirkan pembicara Samsul Hidayat yang membawakan materi berjudul "7 Hal Sepele yang Merugikan Kesehatan Wanita". sasaran dari materi ini bertujuan memberikan edukasi kepada anggota DWP mengenai pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
TK Dharma Wanita Persatuan Desa Karangtalun Kecamatan Kras Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan belajar melalui televisi / monitor yang telah diberikan dari pemerintah. Belajar kali ini menonton dan menyanyi bersama dan melihat cerita rakyat dengan panduan dari monitor yang telah ada. Dengan panduan dan arahan dari Ibu Khusnul (pengajar sekaligus pengurus Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana Kecamatan Kras Kabupaten Kediri) anak -anak sangat senang dan nurut denga napa yang dikatakan oleh ibu guru. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 April 2026 pukul 08.00 wib di aula TK DWP Karangtalun Kras Kediri Penggunaan monitor atau perangkat digital dalam pembelajaran di tingkat PAUD/TK seperti di TK DWP (Dharma Wanita Persatuan) Karangtalun, Kras, Kediri menunjukkan langkah maju menuju digitalisasi pendidikan sejak dini karena : 1. Inovasi Pembelajaran Digital Penggunaan monitor (bisa berupa Smart TV atau Interactive Flat Panel) biasanya bertujuan untuk: - Visualisasi Materi: Anak-anak lebih mudah memahami konsep (seperti angka, huruf, atau warna) melalui animasi dan video yang menarik. - Interaktivitas: Mengurangi kebosanan siswa dengan metode belajar sambil bermain secara visual. - Akses Sumber Belajar Luas: Guru dapat menampilkan konten dari Platform Merdeka Mengajar (PMM) atau kanal edukasi resmi lainnya. 2. Dukungan Pemerintah Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dan Kemendikdasmen dalam digitalisasi sekolah. Di Jawa Timur sendiri, sedang gencar program bantuan perangkat digital seperti Smart TV atau laptop untuk sekolah-sekolah di bawah naungan desa maupun kabupaten guna meningkatkan kualitas SDM sejak usia emas (golden age). 3. Manfaat bagi Siswa di Karangtalun Dengan adanya fasilitas ini, siswa-siswi di Karangtalun tidak kalah saing dengan sekolah di kota besar. Ini membantu mereka: - Mengenal teknologi secara positif dan terarah. - Meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi melalui media audio-visual. - Melatih fokus dan konsentrasi melalui tampilan visual yang terstruktur. Meskipun belajar melalui monitor sangat efektif, pastikan tetap menjaga durasi layar (screen time) yang seimbang bagi anak-anak TK agar kesehatan mata dan interaksi sosial mereka tetap terjaga dengan baik. Senang sekali mendengarnya! Reaksi antusias dari anak-anak TK DWP Karangtalun itu sangat wajar, karena bagi anak usia dini, televisi bukan sekadar alat elektronik, melainkan "jendela ajaib" yang membawa mereka melihat hal-hal yang tidak ada di dalam kelas dengan beberapa alasan diantaranya : - Daya Tarik Visual & Audio: Otak anak usia TK sangat responsif terhadap warna cerah dan musik. Belajar menyanyi atau mengenal huruf lewat animasi membuat materi yang sulit jadi terasa seperti hiburan. - Variasi Suasana: Belajar rutin setiap hari tentu bisa menjenuhkan. Menyalakan monitor televisi memberikan efek "penyegaran" sehingga semangat belajar mereka naik kembali. - Imaginasi yang Luas: Saat melihat video tentang hewan laut atau luar angkasa di monitor, mereka bisa berimajinasi lebih jauh dibandingkan hanya melihat gambar diam di buku. Sebaiknya televisi tidak hanya ditonton secara pasif. Guru atau pendamping bisa mengajak anak-anak berdiri, melompat, atau menirukan gerakan dan suara yang muncul di layar agar motorik mereka tetap bekerja. Langkah yang dilakukan TK DWP Karangtalun dengan memberikan variasi belajar ini sudah sangat tepat untuk menjaga kesehatan mental dan keceriaan anak dalam belajar. Pendekatan yang dilakukan TK DWP Karangtalun ini sangat komprehensif karena menyentuh tiga aspek penting dalam perkembangan anak: kognitif (kecerdasan), afektif (sikap), dan spiritual. Metode ini bukan sekadar menonton, tapi merupakan strategi pembelajaran Audio-Visual yang sangat efektif untuk masa Golden Age diantaranya : 1. Belajar Menyanyi (Kecerdasan Musikal & Bahasa) - Melatih Daya Ingat: Lewat lirik lagu, anak-anak lebih mudah menghafal kosa kata baru, angka, atau nama-nama hari. - Membangun Kepercayaan Diri: Saat bernyanyi bersama, anak belajar untuk berani tampil dan mengekspresikan perasaannya. 2. Mendengarkan Tausiah Anak (Pendidikan Karakter & Agama) - Penanaman Moral: Materi agama yang dikemas dengan bahasa anak-anak membantu mereka memahami konsep baik dan buruk, kejujuran, serta rasa hormat sejak dini. - Melatih Kemampuan Menyimak: Fokus anak terlatih saat mereka berusaha mendengarkan cerita atau pesan moral yang disampaikan. 3. Menonton Film Bernuansa Anak (Imajinasi & Empati) - Visualisasi Nilai Kehidupan: Film anak-anak biasanya membawa pesan tentang persahabatan, tolong-menolong, dan kerja keras. Wawasan Luas: Mereka bisa melihat budaya lain atau pengetahuan alam yang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Di era digital seperti sekarang, anak-anak tidak bisa dijauhkan sepenuhnya dari layar. Namun, dengan pengawasan guru dan konten yang dipilihkan secara selektif seperti di TK DWP Karangtalun, teknologi berubah menjadi guru yang sangat membantu. Catatan Kecil: Penggunaan monitor ini juga secara tidak langsung melatih Literasi Digital dasar bagi anak-anak di Kras, agar mereka terbiasa menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat dan edukatif. Bahkan melalui monitor anak – anak bisa belajar lebih kreatif dan berimajinasi karena Itu poin yang sangat menarik! Seringkali orang berpikir monitor membuat anak pasif, padahal jika kontennya tepat—seperti yang diterapkan di TK DWP Karangtalun—yang terjadi justru sebaliknya: monitor menjadi pemantik kreativitas. Ketika anak-anak melihat sesuatu yang menarik di layar, otak mereka mulai bekerja secara aktif. Berikut adalah bagaimana monitor televisi bisa memacu kreativitas dan imajinasi mereka: a. Visualisasi yang Memperluas Cakrawala Anak-anak di bangku TK memiliki imajinasi yang luar biasa, namun mereka butuh bahan baku. Contoh: Saat melihat film tentang kehidupan di bawah laut, imajinasi mereka tidak lagi terbatas pada kolam ikan di depan kelas. Mereka mulai membayangkan warna-warni terumbu karang dan bentuk-bentuk aneh ikan laut, yang nantinya mereka tuangkan dalam gambar atau cerita. b. Stimulasi What If (Bagaimana Jika?) Film atau tayangan edukatif sering kali memicu pertanyaan di kepala anak. Bagaimana jika aku punya sayap seperti burung itu atau Bagaimana jika rumahku berwarna pelangi. Pertanyaan-pertanyaan imajinatif inilah yang menjadi cikal bakal berpikir kritis dan kreatif. c. Meniru dan Memodifikasi (ATM: Amati, Tiru, Modifikasi) Melalui monitor, anak-anak melihat contoh nyata: - Gerak dan Tari: Mereka melihat gerakan tari, lalu mencoba menggabungkannya dengan gaya mereka sendiri. - Karya Seni: Melihat video tutorial membuat prakarya dari barang bekas bisa membuat mereka langsung ingin mencoba membuatnya dengan ide tambahan mereka sendiri. d. Kreativitas melalui Tausiah & Cerita Mendengarkan tausiah atau dongeng di layar TV melatih mereka untuk memvisualisasikan karakter dalam pikiran mereka. Meskipun mereka melihat gambar, mereka tetap membangun narasi sendiri di dalam kepala mereka tentang bagaimana menjadi anak yang baik atau pahlawan yang menolong sesama. Monitor televisi di kelas berfungsi sebagai papan loncat. Layar memberikan inspirasi, dan setelah itu anak-anak "melompat" lebih tinggi dengan kreativitas orisinal mereka sendiri di dunia nyata.
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk Bidang : Sekretariat Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar Kegiatan : Perayaan Keterangan Program sebagai berikut : Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk mengikuti dan menghadiri kegiatan perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Halal Bil Halal bersama keluarga besar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk Hari : Rabu Tanggal : 1 April 2026 Tempat : Ruang Rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk Acara : Perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Halal Bil Halal Peserta : 225 Peserta terdiri dari 219 Staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan 6 dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari 1. Ny. Hermin Yudhi Suryanto selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan 2. Ny. Dita Alexandria Agus Dwi Yatmoko, selaku Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan 3. Ny.Puji Astuti Bowo Mardjoko selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan 4. Ny. Winarti Dwi Eko Prasetyo anggota 5. Ny.Yuni Utaminingsih Adi Suparno anggota 6. Ny. Samini Eka Wulandari Jumiran anggota Kegiatan ini di awali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ny.Winarti Dwi Eko Prasetyo. Kemudian dilanjutkan dengan prakata dari Kepala Dinas yang sekaligus Penasehat Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk Ny.Sri Handariningsih. Beliau menyampaikan antara lain sebagai berikut : Puji Syukur selalu kita panjatkan kehadirat Yang Maha Kuasa karena sampai hari ini kita masih diberikan nikmat sehat sehingga masih bisa bertemu untuk silaturahmi dan halal bihalal dalam keadaan sehat. Kedua sholawat dan salam selalu terucap untuk junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang nanti selalu kita harapkan syafaatnya di Yaumil akhir.Aamiin Terimakasih kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan beserta anggotanya yang telah hadir dan bergabung memenuhi undangan . Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan staf adalah satu kesatuan yang harus berjalan seiring guna ikut mensukseskan program-program Pemimpin Kabupaten Nganjuk.Dharma Wanita Persatuan adalah organisasi wanita yang ikut membantu suksesnya program kerja yang telah direncanakan melalui caranya sendiri. Idul Fitri adalah hari raya umat Islam pada 1 Syawal yang menandai berakhirnya puasa Ramadhan, Idul Fitri dimaknai sebagai hari kemenangan melawan hawa nafsu, kembali ke fitrah (kesucian), dan refleksi syukur atas anugerah Allah setelah sebulan penuh beribadah. Ini adalah momentum silaturahmi, berbagi, dan saling memafkan.Ringkasan AI Idul Fitri adalah hari raya umat Islam pada 1 Syawal yang menandai berakhirnya puasa Ramadhan, dimaknai sebagai hari kemenangan melawan hawa nafsu, kembali ke fitrah (kesucian), dan refleksi syukur atas anugerah Allah setelah sebulan penuh beribadah. Ini adalah momentum silaturahmi, berbagi, dan saling memaafkan. Makna Mendalam Idul Fitri bagi Umat Islam: 1. Kembali ke Fitrah (Suci): Setelah sebulan berpuasa, umat Muslim diharapkan kembali suci bersih dari dosa, kembali kepada kesucian hati dan jiwa. 2. Hari Kemenangan: Kemenangan spiritual atas hawa nafsu dan godaan duniawi setelah menunaikan ketaatan. 3. Penyempurna Ibadah: Disyariatkan zakat fitrah untuk berbagi dengan sesama dan shalat Id sebagai syiar. 4. Refleksi Sosial & Silaturahmi: Momen mempererat hubungan keluarga,memaafkan kesalahan, dan memperkuat ukhuwah Idul Fitri menandakan berakhirnya waktu puasa Ramadhan dan sering diartikan juga sebagai hari kemenangan. Makna spiritual yang terdapat di dalamnya selain refleksi dan kegembiraan, Idul Fitri juga sebagai waktu untuk amal, yang dikenal sebagai Zakat al-Fitr. Sedangkan Hakikat Idul Fitri dalam Islam adalah kembalinya manusia kepada keadaan fitrah (suci/asli). Ia menandai kemenangan spiritual atas hawa nafsu setelah sebulan berpuasa Ramadhan, disertai syukur kepada Allah SWT dan peningkatan ketaatan. Bukan sekadar perayaan lahiriah, esensinya adalah peningkatan keimanan, kesucian jiwa, serta memupuk silaturahmi. Acara ini diakhiri dengan ramah tamah dengan bersalamsalamam.
LAPORAN KEGIATAN
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mojokerto telah mengikuti kegiatan : Sambang Bayi
Keterangan Program : Bidang Sosial Budaya
1. Kegiatan :
Sambang Bayi dan Literasi Kesehatan Ibu dan Balita
1. Hari, Tanggal : Sabtu, 4 April 2026
2. Waktu : 09.00 – selesai WIB
3. Jumlah Peserta : 10 Orang
4. Tempat : kediaman ibu Tri Wahyuni Desa Jabon Kecamatan Mojoanyar
5. Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Mojokerto
Pada hari ini, Sabtu, 4 April 2026, suasana penuh kehangatan menyelimuti jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto. Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan mewujudkan kepedulian antaranggota, pengurus Dharma Wanita Persatuan melaksanakan kegiatan sosial "Sambang Bayi" ke kediaman Ibu Tri Wahyuni.
Kegiatan diawali dengan berkumpulnya rombongan pengurus di titik temu sebelum menuju lokasi. Kehadiran para pengurus yang dipimpin langsung oleh Ketua pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta berbagi kebahagiaan atas kelahiran putri tercinta dari Ibu Tri Wahyuni.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan ramah oleh Ibu Tri Wahyuni beserta keluarga. Dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Tiena Poedji Widodo menyampaikan ucapan selamat dan doa tulus agar sang buah hati tumbuh menjadi anak yang sehat, salihah, serta menjadi kebanggaan bagi orang tua dan bangsa. Beliau memahami bahwa proses persalinan sesar memerlukan masa pemulihan yang lebih intens dibandingkan persalinan normal. Oleh karena itu, kehadiran pengurus hari ini bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan memberikan dukungan semangat bagi Ibu Tri Wahyuni agar tetap tenang, fokus pada kesehatan diri, dan tetap bahagia dalam menjalani masa nifas. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk nyata dari semboyan Dharma Wanita Persatuan yang mengedepankan rasa kebersamaan.
Dilanjutkan dengan sharing session mengenai manajemen menyusui (laktasi) pasca operasi sesar. Menyadari bahwa nyeri pada perut seringkali menjadi penghambat proses menyusui, para pengurus senior berbagi wawasan praktis. Edukasi dimulai dengan menekankan pentingnya pemberian Kolostrum atau "emas cair" pada hari-hari pertama. Meskipun ASI mungkin terasa belum deras akibat pengaruh obat bius atau stres pasca operasi, Ibu Tri dimotivasi untuk tetap melakukan kontak kulit (skin-to-skin) guna memicu hormon oksitosin yang memperlancar aliran air susu. Lebih lanjut, narasi edukasi beralih pada teknik posisi menyusui yang aman agar tidak menekan luka jahitan. Pengurus memberikan saran teknis mengenai penggunaan Posisi Football Hold (menyangga bayi di bawah ketiak) atau Side-Lying (menyusui sambil berbaring miring). Posisi-posisi ini dinilai sangat efektif bagi ibu pasca sesar karena memberikan kenyamanan maksimal tanpa membebani otot perut yang sedang dalam proses penyembuhan jaringan.
Selain teknik posisi, rombongan juga memberikan edukasi mengenai asupan nutrisi. Ibu Tri diingatkan untuk memperbanyak konsumsi protein tinggi, seperti ikan kutuk (gabus) dan telur, yang sangat efektif mempercepat pengeringan luka operasi sekaligus meningkatkan kualitas ASI. Dukungan psikologis juga menjadi poin utama; ditekankan bahwa ketenangan pikiran dan support dari keluarga adalah kunci utama keberhasilan menyusui. Penting bagi Ibu untuk tidak memaksakan diri dan dukungan bantuan dari suami atau keluarga dalam menggendong bayi apabila timbul rasa nyeri, demi menjaga fokus pada keberhasilan proses pelekatan saat menyusui.
Sebagai wujud perhatian dan kasih sayang dari organisasi, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan tali asih dan bingkisan keperluan bayi. Ibu Tri Wahyuni menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kesediaan waktu para pengurus untuk berkunjung di tengah kesibukan yang ada.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan. Melalui kegiatan Sambang Bayi ini, diharapkan hubungan emosional antaranggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mojokerto semakin kuat dan harmonis ke depannya.
Ny. Mutingah (sekretaris Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana Dians PUPR Kab. Kediri) menghadiri kegiatan tasyakuran hari jadi Kabupaten Kediri tahun 2026 ke-1222 dengan penyerahansantunan kepada anak - anak yatim dan juga disabilitas di Kabupaten Kediri pada hari Sabtu, 4 April 2026 bertempat di lapangan belakang Pemkab Katang Kediri pada pukul 10.00 wib. Sejumlah 100 anak yatim dan juga disabiltas menrima bantuan dari Bapak Bupati Kediri. Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 merupakan momen yang sangat istimewa. Mengingat angkanya yang sangat ikonik, kegiatan sosial seperti santunan untuk anak yatim dan penyandang disabilitas menjadi cara yang paling bermakna untuk mensyukuri sejarah panjang kabupaten ini Ada kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan angka ketika kita bisa menjadi jembatan kebaikan bagi mereka. Di angka usia Kabupaten Kediri yang mencapai 1222 tahun, aksi nyata seperti ini membuktikan bahwa kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tapi juga dari seberapa besar kepeduliannya terhadap warganya yang paling rentan - Menghadirkan Harapan: Bagi anak yatim, perhatian kita adalah pesan bahwa mereka tidak sendirian. Bagi penyandang disabilitas, bantuan alat atau dukungan moral adalah bentuk pengakuan atas kesetaraan hak mereka. - Investasi Langit: Dalam banyak kepercayaan, menyantuni mereka yang membutuhkan adalah bentuk tabungan yang tak terlihat namun dampaknya nyata bagi keberkahan hidup dan keselamatan daerah. - Mempererat Ikatan Sosial: Kegiatan ini meruntuhkan sekat sosial. Saat pejabat, pengusaha, dan masyarakat umum duduk bersama anak-anak ini, tercipta rasa persaudaraan yang kuat sebagai sesama warga Kediri. Angka 1222 bisa dijadikan simbol Satu Tekad, Dua Tangan untuk Berbagi. Memberi bukan berarti kita berlebih, tapi karena kita tahu rasanya memiliki keterbatasan dan ingin memastikan orang lain tetap bisa melangkah tegak. Keikhlasan adalah mesin utamanya. Tanpa keikhlasan, bantuan hanya akan menjadi sekadar perpindahan barang, tetapi dengan rasa ikhlas, bantuan tersebut berubah menjadi energi kemanusiaan yang menyentuh jiwa pemberi maupun penerima. - Menjaga Martabat Penerima: Saat kita memberi dengan ikhlas, kita tidak akan merasa lebih tinggi dari mereka yang menerima. Hal ini menjaga perasaan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, sehingga mereka merasa diayomi, bukan dikasihani. - Dampak yang Berkelanjutan: Bantuan yang diberikan dengan tulus biasanya dipikirkan dengan matang manfaat jangka panjangnya. Kita tidak hanya memberi untuk gugur kewajiban, tapi benar-benar ingin melihat mereka mandiri dan bahagia. - Ketenangan Jiwa (The Helper's High): Secara psikologis, memberi dengan ikhlas melepaskan hormon kebahagiaan. Bagi masyarakat Kediri, ini adalah cara terbaik untuk merayakan sejarah panjang kabupaten dengan cara yang paling damai. Bukti Kemanusiaan yang Nyata Di usia Kediri yang sudah lebih dari satu milenium ini, kemanusiaan adalah warisan budaya yang paling berharga. Membantu disabilitas bukan hanya soal "belas kasihan", tapi soal keadilan sosial—memastikan semua orang, apa pun kondisinya, memiliki kesempatan yang sama untuk merayakan hari jadi tanah kelahirannya. Kemanusiaan itu melampaui angka tahun. 1222 tahun Kediri berdiri, dan selama itu pula sifat saling menolong (gotong royong) adalah yang menjaga api kehidupan di Bumi Panjalu tetap menyala. Sekecil apa pun bentuk bantuan yang diberikan, jika disalurkan dengan tepat sasaran dan dilandasi niat yang tulus, dampaknya akan melampaui nilai materi yang diberikan. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan hanya sekadar barang atau uang, melainkan pesan bahwa mereka dipedulikan, diingat, dan dihargai. Inilah beberapa alasan mengapa setiap bentuk bantuan—sekecil apa pun—selalu memiliki manfaat yang besar: - Pemberi Semangat Hidup: Bagi anak yatim, perhatian dari lingkungan sekitar membantu mengisi kekosongan emosional dan memberikan motivasi untuk terus meraih cita-cita meskipun dalam keterbatasan. - Membangun Kemandirian: Untuk teman-teman disabilitas, bantuan sekecil apa pun yang mampu memudahkan aktivitas sehari-hari mereka akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian mereka. - Efek Domino Kebaikan: Satu bantuan yang diberikan dengan ikhlas akan menular menjadi inspirasi bagi orang lain. Semakin banyak yang peduli, semakin kuat jaring pengaman sosial di Kabupaten Kediri. - Keberkahan dalam Kebersamaan: Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 akan terasa lebih hidup karena kebahagiaan itu dirasakan secara merata, tidak hanya oleh segelintir pihak, tetapi juga oleh mereka yang mungkin selama ini luput dari pandangan. Dalam semangat 1222 tahun Kediri, setiap tetes bantuan adalah bukti bahwa nilai-nilai luhur kemanusiaan tetap dijunjung tinggi di tengah arus modernisasi. Kita sedang merajut masa depan Kabupaten Kediri yang lebih inklusif, di mana tidak ada satu pun warga yang merasa tertinggal atau terlupakan. Semoga langkah mulia ini menjadi berkah bagi seluruh masyarakat Kediri dan menjadi catatan kebaikan yang indah dalam perjalanan panjang sejarah kabupaten ini. Bantuan yang diberikan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, melainkan investasi masa depan yang paling berharga bagi mereka. Ketika anak-anak yatim dan penyandang disabilitas mendapatkan dukungan, efek psikologisnya sangat luar biasa bagi semangat belajar mereka: - Menghilangkan Hambatan Pikiran: Seringkali, hambatan terbesar dalam belajar bukanlah kemampuan intelektual, melainkan perasaan minder atau cemas akan masa depan. Dengan adanya bantuan, beban pikiran mereka berkurang, sehingga mereka bisa lebih fokus menyerap ilmu di sekolah. - Membangun Rasa Berharga: Saat mereka menerima bantuan, mereka merasa bahwa Masyarakat dan pemerintah peduli pada saya. Rasa diinginkan dan dihargai ini adalah bahan bakar utama untuk membangkitkan percaya diri. Anak yang percaya diri akan lebih berani bermimpi dan bekerja keras. - Memberi Rasa Aman: Kebutuhan dasar yang terpenuhi (seperti alat tulis, buku, atau bantuan biaya pendidikan) memberikan rasa aman. Dalam keadaan aman, otak anak-anak akan lebih optimal dalam berpikir kreatif dan menyerap informasi. - Menjadi Pengingat bahwa Mereka Mampu: Bantuan ini bisa menjadi tonggak bagi mereka. Mereka akan mengingat momen ini sebagai bentuk dukungan yang memacu mereka untuk membuktikan bahwa meskipun memiliki keterbatasan, mereka mampu berprestasi dan berkontribusi bagi Kabupaten Kediri di masa depan. Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, bantuan ini adalah benih yang kita tanam sekarang, yang akan tumbuh menjadi sumber daya manusia hebat bagi Kediri 10, 20, atau 30 tahun ke depan. Kita tidak hanya membantu hari ini, tetapi kita sedang membangun generasi yang tangguh. Tentu ini akan sangat menyentuh jika dalam penyerahannya, ada pesan motivasi yang disampaikan: Belajarlah yang tekun, karena masa depan Kediri ada di tangan kalian, dan kalian tidak berjuang sendirian.
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perinduatrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk Bidang : Sekretariat Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar Kegiatan :Seminar Keterangan Program : 1. Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perinduatrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk 2. Hari : Kamis 3. Tanggal : 2 April 2026 4. Waktu : Pukul 08.00 - selesai 5. Tempat : Ruang Rapat Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk 6. Acara : Sosialisasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana 7. Peserta :150 Peserta Terdiri dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Se – Kabupaten Nganjuk bersama 1 anggota Bidang Pendidikan Serta Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nganjuk Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perinduatrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk mengikuti dan menghadiri sosialisasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nganjuk pada hari Kamis, tanggal 2 April 2026, bertempat di Ruang Rapat Anjuk Ladang mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program rutin tahunan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nganjuk yang dilaksanakan setiap bulan dengan materi sosialisasi yang beragam dan berorientasi pada peningkatan kapasitas anggota. Peserta kegiatan terdiri atas Ketua Bidang Pendidikan, Ketua Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana dinas, badan, dan kecamatan, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nganjuk. Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perinduatrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk turut hadir secara aktif yang dihadiri oleh Ketua Ny. Hermin Yudhi Suryanto dan Wakil Ketua Ny.Dita Alexandria Agus Dwi Yatmoko. Kehadiran ini menunjukkan komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya anggota serta penguatan kapasitas kelembagaan. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Ny. Lefy Fefri yang memandu kegiatan secara tertib dan sistematis. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ny. Hermin Puguh, kemudian pembacaan doa oleh Ny. Ana Syamsul Huda sebagai bentuk harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta yang hadir. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nganjuk, Ny. Iit Herlyana Nur Solekhan, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi menyampaikan bahwa pelatihan sosialisasi ini memiliki peran strategis dalam mendukung program nasional pengurangan risiko bencana dan penguatan ketahanan keluarga. Beliau menekankan bahwa Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi perempuan memiliki peran penting dalam menyebarluaskan edukasi kebencanaan serta membangun kesiapsiagaan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nganjuk yang memberikan pemahaman komprehensif terkait mitigasi bencana. Materi meliputi pentingnya tas siaga bencana sebagai perlengkapan wajib dalam menghadapi kondisi darurat. Dijelaskan bahwa tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan pribadi, perlengkapan P3K, makanan siap saji, air minum, pakaian ganti, senter, serta alat komunikasi darurat. Keberadaan tas ini sangat bermanfaat untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi saat terjadi bencana serta mempercepat proses evakuasi. Selain itu, disampaikan pula potensi bencana di Kabupaten Nganjuk yang meliputi banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi topografi wilayah yang didominasi daerah pegunungan serta curah hujan yang cukup tinggi. Banjir berpotensi terjadi akibat luapan sungai, puting beliung akibat perubahan cuaca ekstrem, serta tanah longsor di wilayah perbukitan dengan kondisi tanah labil. Oleh karena itu, pemahaman mitigasi menjadi sangat penting bagi seluruh anggota. Manfaat kegiatan ini bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk sangat signifikan, baik dalam peran sebagai ibu maupun sebagai anggota masyarakat. Sebagai ibu, anggota diharapkan mampu menyiapkan keluarga dalam menghadapi kondisi darurat, memberikan edukasi kepada anak, serta memastikan keselamatan anggota keluarga. Sebagai anggota masyarakat, diharapkan mampu berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi kebencanaan, membantu lingkungan sekitar, serta berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme tinggi peserta. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran dan pemahaman anggota terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan sosialisasi ini berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan rencana. Dokumentasi kegiatan, daftar hadir, serta materi sosialisasi telah terdokumentasi dengan baik sebagai bukti dukung pelaksanaan kegiatan. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program nasional pengurangan risiko bencana serta penguatan peran perempuan dalam membangun masyarakat yang tangguh, sekaligus memenuhi indikator penilaian e-reporting secara optimal.
DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA BAUBAU Ketua unit Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kota Baubau Ny. Anggraeni Aliman mengikuti kegiatan sosialisasi tuberkulosis Anak. Nama Kegiatan Kegiatan : Sosialisasi Tuberkulosis Anak dengan Tema YES WE CAN END TB sebagai upaya percepatan Eliminasi Tuberkulosis tahun 2030 Waktu Pelaksanaan: Hari/Tanggal : Rabu, 1 April 2026 Waktu: Pukul 08.30 WITA sampai selesai Lokasi Kegiatan Kegiatan di laksanakan di Aula DP3A Jalan Cut Nya Dien No. 1 Kelurahan Batulo Peserta kegiatan Adapun peserta kegiatan yang hadir berjumlah 86 orang yang terdiri terdiri dari Tim penggerak PKK Kota Baubau 20 orang (ketua dan anggota ), dharma Wanita Persatuan kota Baubau 5 orang ( ketua dan anggota ), Pokja Bunda paud 5 orang ( ketua dan anggota ), Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan kota Baubau 5 orang ( ketua dan anggota ), TP PKK Kecamatan sekota Baubau 1 orang perkecamatan dan TP PKK Kelurahan SE kota Baubau. Tujuan Kegiatan Kegiatan Sosialisasi Tuberkulosis Anak dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026 ini bertujuan untuk: 1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua dan organisasi perempuan, mengenai Tuberkulosis (TB) pada anak sebagai salah satu permasalahan kesehatan yang masih memerlukan perhatian serius. 2. Memberikan pemahaman yang komprehensif terkait gejala, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan Tuberkulosis pada anak. 3. Mendorong peran aktif keluarga dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta pencegahan penyebaran Tuberkulosis di lingkungan rumah tangga. 4. Memperkuat sinergi dan komitmen lintas sektor antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis. 5. Mendukung percepatan pencapaian target eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030 melalui peningkatan edukasi dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan Uraian Kegiatan Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026, Dinas Kesehatan Kota Baubau bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Baubau, Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta Pediatrician Social Responsibility (PSR) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Tuberkulosis Anak dengan tema YES WE CAN END TB. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) pada tahun 2030, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 1 April 2026, mulai pukul 08.30 WITA sampai dengan selesai, bertempat di Aula DP3A yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dien Nomor 1, Kelurahan Batulo. Adapun peserta yang hadir mengenakan pakaian organisasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, yaitu Ibu Miaripika Ulva Ramadani, S.K.M., M.Si., yang memandu jalannya acara secara tertib dan sistematis. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ibu Arjunita Rambe, S.Pd., sebagai bentuk penghormatan dan penanaman semangat nasionalisme. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Bapak Dr. Frederik, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat, peran aktif keluarga, serta sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis, khususnya pada anak. Selanjutnya, kegiatan inti berupa penyampaian materi sosialisasi oleh para narasumber. Materi pertama disampaikan oleh dr. Yuniarti dari Dinas Kesehatan, yang memaparkan mengenai Tuberkulosis pada anak, mencakup gejala, cara penularan, pentingnya deteksi dini, serta langkah-langkah pencegahan di lingkungan keluarga. Materi kedua disampaikan oleh dr. Erni, yang memberikan penjelasan lanjutan terkait penanganan Tuberkulosis serta peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pengobatan penderita TB. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Sadaruddin, S.K.M., sebagai ungkapan harapan agar kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menekan angka kasus Tuberkulosis. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari para peserta. Diharapkan melalui kegiatan ini, pemahaman masyarakat mengenai Tuberkulosis, khususnya pada anak, semakin meningkat serta mampu mendorong keterlibatan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut guna mencapai target eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030. Harapan Kegiatan : Melalui pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Tuberkulosis Anak dalam rangka Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026 ini, diharapkan: 1. Terwujudnya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya Tuberkulosis, khususnya pada anak, sehingga mampu memahami pentingnya pencegahan dan penanganan sejak dini. 2. Meningkatnya peran aktif keluarga, organisasi perempuan, serta masyarakat dalam melakukan deteksi dini, pencegahan, dan pendampingan terhadap penderita Tuberkulosis. 3. Terbangunnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis secara terpadu dan berkelanjutan. 4. Menurunnya angka kasus Tuberkulosis, khususnya pada anak, melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta kepatuhan dalam pengobatan. 5. Tercapainya komitmen bersama dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030 sesuai dengan tema YES WE CAN END TB. Kesimpulan Kegiatan Sosialisasi Tuberkulosis Anak dalam rangka Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Baubau bersama Tim Penggerak PKK Kota Baubau, UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta Pediatrician Social Responsibility (PSR) telah terlaksana dengan baik, tertib, dan lancar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai Tuberkulosis, khususnya pada anak, meliputi aspek gejala, penularan, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil mendorong tumbuhnya kesadaran dan peran aktif masyarakat, khususnya keluarga dan organisasi perempuan, dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis di lingkungan masing-masing. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, terjalin sinergi dan komitmen yang semakin kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung tercapainya target eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030 sesuai dengan tema YES WE CAN END TB. Penutup Demikian kegiatan Sosialisasi Tuberkulosis Anak dalam rangka Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026 telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis, khususnya pada anak. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini, baik dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, maupun seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh antusiasme. Semoga melalui kegiatan ini, sinergi dan komitmen bersama dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis dapat terus terjaga dan ditingkatkan, sehingga target eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030 dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan. Pembuat Laporan Ny. Amaliah Daniel
Ketua DWP OPD DPMD Muara Enim Ibu Yusmaniar Firmansyah, SE yang diwakili oleh anggota yaitu Ibu Satria dan Ibu Leni menghadiri acara Pernikahan salah satu anggota dwp Evita dan Satriadi yang melangsungkan pernikahan pada Tanggal 01 April 2026 pada pukul 15 00 WIB s/d selesai di kediaman mempelai wanita di Desa Sugih Waras Barat Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim. Sekilas penjelasan tentang Pernikahan Pernikahan Dalam Islam Pernikahan dalam islam merupakan akad antara seorang laki laki dan perempuan untuk terikat dalam perkawinan. Tujuan pernikahan dalam islam untuk memelihara nasab dari perkara yang diharamkan oleh ALLAH. Pernikahan dalam islam bernilai ibadah karena merupakan salah satu perintah ALLAH. Pernikahan dalam islam adalah akad suci [mitsaqan qhalizhan] untuk menghalalkan hubungan antara laki laki dan perempuan, bertujuan membangun keluarga sakinah, mawaddah, wrahmah serta ibadan menyempurnakan separuh agama. Hukumnya bisa menjadi wajiob, sunnah, mubah, makruh atau haram tergantung kondisi kemampuan fisik dan finansial seseorang. Rukun dan Syarat sah pernikahan: . Mempelai Pria: Muslim, bukan mahram calon istri . Mempelai Wanita: Muslim, bukan mahram calon suami, tidak dalam iddah . Wali nikah: ayah kandung, kakek atau wali hakim jika tidak ada . Dua Orang Saksi: laki laki muslim . Ijab dan kabul: akad serah terima antara wali/wakil dan calon suami Tujuan pernikahan: . Menyempurnakan iman dan separuh agama . Mendapatkan ketenangan jiwa[ sakinah] dan kasih sayang [mawaddah warahmah] . melanjutkan keturunan yang sah . Menjaga kehormatan diri dari perbuatan zina Hukum pernikahan berdasarkan kondisi: . Wajib: mampu fisik/ finansial dan takut terjerumus zina . Sunnah: mampu fisik/finansial, aman dari zina . Mubah: boleh dilakukan atau ditinggalkan . Makruh: mampu, namun khawatir tidak dapat memenuhi hak istri . Haram: berniat menyakiti atau tidak mampu memenuhi hak dan kewajiban Pernikahan bukan hanya ikatan individual tetapi penyatuan dua keluarga yang didasari ketaatan kepada ALLAH SWT. Pernikahan adalan proses pengikatan janji suci antara laki laki dan perempuan. Pernikahan merupakan ibadah yang mulia dan suci, pernikahan tidak boleh dilakukan sembarangan karena ini merupakan bentuk ibadah terpanjang dan dapat dijaga hingga maut memisahkan. Upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh satu orang pria penerima sakral suci dan satu wanita dengan maksud meresmikan ikatan pernikahan secara norma agama, norma hukum dan norma sosial. Nikah ialah akad serah terima antara laki laki dan perempuan dengan tujuan saling membentuk sebuah bahtera rumah tangga yang sakinah serta masyarakat yang sejahtera. Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditandatangani. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat istiadat yang berlaku dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami istri dalam ikatan pernikahan. Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan peraturan yang berlaku. Di Indonesia, pernikahan adalah peristiwa sakral yang sering melibatkan adat, namun juga diatur oleh hukum negara dan agama. Poin poin penting mengenai pernikahan di indonesia: Defenisi dan tujuan Pernikahan [ dari bahasa arab nikah berarti akad/ perjanjian] adalah ikatan suci yang secara syariat dan hukum untuk membangun keluarga. Hikmah dan nilai Pernikahan dipandang sebagai ibadah untuk menyempurnakan separuh agama. Dampak sosial Penurunan angka pernikahan beresiko menurunkan tingkat kelahiran dan mempengaruhi struktur demografi Kami dari ketua DWP OPD DPMD Muara Enim dan anggota mengucapkan. Selamat berbahagia buat pasangan Evita dan Satriadi semoga jadi keluarga Sakinah Mawaddah dan Warohma