e-Reporting LPPK menuju Center of Excellence

Blog Program Kerja (10 kegiatan terakhir)

../images/kegiatan/159702.jpg
Info Baru

DWP Kota Samarinda >

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 14-07-2026

PERTEMUAN RUTIN DWP KOTA SAMARINDA Pada Selasa, 14 Juli 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Samarinda menggelar kegiatan pertemuan rutin yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat DWP, Gedung Graha Ruhui Rahayu Lantai 1, Dinas Perindustrian dan UKM Kota Samarinda, Jalan Juanda, Samarinda. Pertemuan rutin kali ini diisi dengan sosialisasi sekaligus layanan Pajak Keliling (JAKLING). Program JAKLING merupakan layanan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sehingga proses pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat. Kegiatan dihadiri oleh Ketua DWP Kota Samarinda, Ny. Hj. Ratnawati Marnabas, beserta jajaran pengurus. Turut hadir pula para Ketua DWP Perangkat Daerah beserta anggota dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Sosialisasi dipandu oleh Ny. Norsama dengan narasumber Ny. Hety Supadmi. Suasana berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan serta aktif berdiskusi pada sesi tanya jawab mengenai layanan dan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selain sosialisasi, kegiatan juga dimeriahkan dengan bazar UMKM Bidang Ekonomi DWP Kota Samarinda. Beragam produk olahan anggota ditawarkan kepada peserta, di antaranya stik bawang, keripik kentang, empal jagung, sambal botolan rumahan, susu krim, hingga singkong goreng dan tak ketinggalan atribut pun DWP dan kain batik DWP. Bazar UMKM yang rutin diselenggarakan pada setiap pertemuan bulanan menjadi wadah bagi para anggota untuk mempromosikan hasil usahanya sekaligus meningkatkan jiwa kewirausahaan. Melalui kegiatan ini diharapkan produk-produk anggota semakin dikenal, mampu menambah pendapatan keluarga, serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kegiatan DWP Kota Samarinda.

../images/kegiatan/159700.jpg
Info Baru

DWP BANTEN > Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 14-07-2026

Dalam rangka melaksanakan Program Kerja Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPKAD Provinsi Banten Tahun 2026 pada kegiatan Pengembangan Usaha Produktif dan Kreatif melalui Digitalisasi dan Pemasaran Usaha, Bidang Ekonomi menyelenggarakan Rapat Persiapan Promosi Produk UMKM Anggota Melalui Media Digital. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung pemberdayaan ekonomi anggota melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran yang efektif. Dengan adanya digitalisasi pemasaran, produk UMKM anggota diharapkan dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas, memiliki daya saing yang lebih baik, memperluas jangkauan pasar, serta memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan anggota. Rapat dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Dharma Wanita Lantai 2, Kantor BPKAD Provinsi Banten, mulai pukul 10.30 WIB hingga 11.40 WIB. Kegiatan dihadiri oleh Ketua DWP BPKAD Provinsi Banten, Ny. Dessy Mahdani; Wakil Ketua DWP, Ny. Wahyu Listyani Nugraha; Ketua Bidang Ekonomi, Ny. Tania Nur Rizkia Fadhly; serta anggota Bidang Ekonomi, Ny. Ressa Fauziah Erwin dan Ny. Anti Sutihat Eka. Rapat berlangsung dalam suasana yang kondusif, komunikatif, dan penuh semangat kebersamaan sebagai bentuk komitmen pengurus dalam mendukung keberhasilan program kerja Bidang Ekonomi DWP BPKAD Provinsi Banten. Dalam arahannya, Ketua DWP BPKAD Provinsi Banten, Ny. Dessy Mahdani, menyampaikan apresiasi kepada Bidang Ekonomi atas pelaksanaan rapat persiapan promosi produk UMKM anggota melalui media digital. Beliau menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital merupakan langkah yang tepat dalam mengikuti perkembangan zaman, khususnya untuk memperkenalkan dan memasarkan produk anggota secara lebih luas. Beliau juga memberikan arahan agar promosi produk dilakukan secara kreatif, menarik, dan konsisten dengan tetap memperhatikan kualitas produk, sehingga mampu meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk UMKM anggota. Selanjutnya, Ketua Bidang Ekonomi menyampaikan rencana pelaksanaan promosi produk UMKM anggota melalui media digital. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai persiapan, antara lain pendataan produk UMKM anggota yang akan dipromosikan, penyusunan materi promosi yang informatif dan menarik, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran, penyusunan jadwal publikasi, serta pembagian tugas kepada pengurus sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Para peserta rapat juga memberikan berbagai masukan dan saran terkait strategi pemasaran digital, penyajian foto produk, penyusunan informasi produk, serta upaya meningkatkan efektivitas promosi agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Melalui diskusi yang berlangsung secara aktif dan konstruktif, rapat menghasilkan beberapa kesepakatan sebagai tindak lanjut kegiatan, yaitu melakukan pendataan produk UMKM anggota secara lebih lengkap, menyiapkan materi promosi yang berkualitas, mengoptimalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran, serta memperkuat koordinasi antar pengurus dalam pelaksanaan promosi. Kesepakatan tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan promosi produk UMKM anggota agar dapat berjalan secara terencana, efektif, dan berkesinambungan. Kegiatan rapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan menghasilkan kesepahaman bersama mengenai strategi promosi produk UMKM anggota melalui media digital. Melalui kegiatan ini diharapkan produk-produk UMKM anggota DWP BPKAD Provinsi Banten semakin dikenal oleh masyarakat, mampu memperluas akses pemasaran, meningkatkan daya saing serta nilai jual produk, dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemandirian ekonomi anggota. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pengurus dalam mendukung pelaksanaan Program Kerja Bidang Ekonomi DWP BPKAD Provinsi Banten.

../images/kegiatan/159699.jpg
Info Baru

DWP Kota Samarinda > Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda

  • Oleh: Bid.Ekonomi
  • 14-07-2026

Pertemuan Rutin DWP Kota Samarinda & Sosialisasi Pajak Daerah I. Pendahuluan Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Samarinda kali ini diselenggarakan dengan agenda khusus, yaitu pembekalan dan edukasi mengenai pentingnya pajak daerah. Kolaborasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perpajakan di lingkungan keluarga ASN (Aparatur Sipil Negara) serta peran aktif perempuan dalam pembangunan kota. Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026 (bisa disesuaikan) Waktu: 09.00 WITA – Selesai Tempat: seketariat DWP gedung Ruhuy rahayu lt 1 Dinas perindustrian dan UKM Kota Samarinda jl.Juanda Samarinda Agenda Utama: Pertemuan Bulanan & Sosialisasi "Peran Keluarga ASN dalam Optimalisasi Pajak Daerah" II. Peserta Kegiatan Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar peserta yang terdiri dari: Ketua dan Pengurus DWP Kota Samarinda. Ketua Unit Pelaksana (UP) DWP OPD (Organisasi Perangkat Daerah) se-Kota Samarinda. Perwakilan anggota DWP Kecamatan dan Kelurahan di Samarinda. Narasumber dari Bidang Pajak Daerah Bapenda Kota Samarinda. III. Ringkasan Materi Sosialisasi Sosialisasi dibawakan oleh Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Kota Samarinda Ibu Hetty suyatmi dengan fokus pada poin-poin berikut: Jenis Pajak Daerah: Penjelasan mengenai perbedaan Pajak Pusat dan Pajak Daerah, serta jenis-jenis Pajak Daerah yang dikelola langsung oleh Pemkot Samarinda (seperti PBB-P2, BPHTB, Pajak Barang dan Jasa Tertentu/PBJT atas makanan, hotel, hiburan, dll.). Kontribusi Pajak untuk Pembangunan: Bagaimana uang pajak yang dibayarkan langsung dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, beasiswa, dan penanganan banjir di Samarinda. Kemudahan Pembayaran Digital: Pengenalan platform digital dan aplikasi e-PBB atau kanal pembayaran nontunai (QRIS, Mobile Banking, dan e-commerce) guna mempermudah wajib pajak membayar kewajibannya tanpa harus mengantre. Peran Anggota DWP: Anggota DWP diharapkan menjadi pioneer (pelopor) sadar pajak di lingkungan keluarga dan tetangga sekitar, minimal dengan taat membayar PBB tepat waktu sebelum jatuh tempo. IV. Sesi Diskusi dan Tanya Jawab Sesi interaktif berlangsung dinamis dengan beberapa poin pembahasan menarik V. Kesimpulan dan Tindak Lanjut Meningkatnya Pemahaman: Anggota DWP kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai klasifikasi pajak daerah dan pentingnya kontribusi tersebut bagi pembangunan Kota Samarinda. Komitmen Bersama: DWP Kota Samarinda berkomitmen untuk mendukung program Bapenda dengan menyebarluaskan informasi sadar pajak ini ke unit kerja masing-masing hingga tingkat kelurahan. Gerakan Taat PBB: DWP akan menginisiasi gerakan "Keluarga ASN Taat PBB" sebagai bentuk aksi nyata dukungan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). VI. Penutup Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, ditutup dengan ramah tamah. Diharapkan edukasi ini dapat membawa dampak positif bagi kepatuhan pajak di Kota Samarinda secara keseluruhan. Samarinda, 10 Juli 2026 Seksi Humas & Organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Samarinda

../images/kegiatan/159698.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Bima > SKPD Dispertabun

  • Oleh: Sekretariat
  • 14-07-2026

Dharmawanita Persatuan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima (DWP Distanbun Kabupaten Bima) menghadiri kegiatan Pertemuan Rutin Dharmawanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bima. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Juli 2026 bertempat di Aula Rapat Utama Kantor Bupati Kabupaten Bima. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30-11.30 WITA yang diikuti oleh 151 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota DWP Kabupaten Bima, DWP OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, serta DWP Kecamatan se-Kabupaten Bima. Mewakili DWP Distanbun Kabupaten Bima hadir Ketua Ny. Hj. Nuraini H. Muhammad Natsir, Bendahara Ny. Lili Suryani Akhyar dan anggota Bidang Pendidikan Ny. Sri Rizkan Zuliasdin. Selaku petugas pengisi kegiatan pada pertemuan ini yaitu dari DWP Dinas Ketahanan pangan, DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, DWP Kecamatan Sanggar dan DWP Kecamatan Monta. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC Ny. Enny Rahmani Akbar dari DWP Dinas Perhubungan. Guna mendapatkan keberkahan dari pertemuan, acara dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi oleh Ny. Sri Wahyuningsih dari kecamatan Belo dengan saritilawah oleh Ny. Sulhaerati dari DWP Kecamatan Monta. Selanjutnya sebagai bentuk rasa syukur peserta melakukan doa bersama yang dipimpin oleh Ny. Sri Wahyuli Ridwan dari DWP Dinas Ketahanan Pangan yang berlangsung dengan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne dan Mars Dharma Wanita persatuan sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan dan identitas organisasi yang dipimpin oleh dirgen Ny. Tri Widiarti Jaharuddin dari DWP Dinas Ketahanan Pangan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Notulen oleh sekretaris DWP kabupaten Bima Ny. Astuti Ruslan yang dilanjutkan dengan pemberian kata pengantar dari perwakilan DWP OPD dan DWP Kecamatan yang bertugas yang diwakili oleh Ny. Hj. Salwa H. Zainal dari DWP Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima. Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Bima Ny. Fitriani Adel Linggiardi menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga. Anggota DWP diharapkan mampu memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber ketahanan pangan melalui budidaya ayam, ikan, tanaman obat, dan sayuran sebagai langkah nyata mendukung kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan rutin, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam membangun karakter anggota DWP yang mandiri, produktif, serta berdaya saing. Nilai yang diperoleh tidak hanya bersifat pengetahuan, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual yang berdampak langsung dalam kehidupan sehari-hari. Memasuki acara inti, peserta mendapatkan informasi tentang “Magnet Rezeki” yang disampaikan oleh dr. Early Ihsan . dr Early Ihsan menyampaikan bahwa pentingnya kita membangun pola pikir positif, meningkatkan kualitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan, serta memperkuat nilai spiritual melalui doa, rasa syukur, dan tawakal kepada Allah SWT. Hal inilah yang akan mendatangkan rezeki kepada kita. Lebih lanjut dr. Early Ihsan menyampaikan bahwa rezeki itu bukanlah hanya sekedar materi, melainkan juga keluarga yang sakinah, hidup yang bahagia, lingkungan yang baik dan lainnya itu semua adalah rezeki yang harus disyukuri. Pertemuan ini menjadi momentum penting yang memberikan inspirasi dan motivasi kepada seluruh peserta. Suasana kegiatan semakin hidup dengan interaksi aktif peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyerap materi. Penyampaian yang komunikatif, disertai kisah inspiratif dan refleksi kehidupan, menjadikan kegiatan ini tidak hanya informatif tetapi juga menyentuh aspek emosional dan spiritual peserta. Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian door prize kepada peserta dan diakhiri dengan foto bersama. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, DWP Dispertabun Kabupaten Bima mendapatkan banyak ilmu dan manfaat yang diharapkan bisa diterapkan dalam keluarga khususnya, dan hubungan dalam organisasi DWP Dispertabun.

../images/kegiatan/159697.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Barito Kuala > DWP Dinas Pertanian TPH

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 10-07-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, telah mengikuti kegiatan :

Bidang : Sosial Budaya
Program : Peningkatan Kepedulian Sosial
Kegiatan : Penggalangan Dana Bantuan Sosial

I. Keterangan Program

1. Kegiatan : Jumat Berkah (Pengumpulan Dana Sosial)
2. Hari / Tanggal : Jumat, 10 Juli 2026
3. Waktu : 07.30 Wita - Selesai
4. Lokasi / Tempat : Sekretariat DWP Kabupaten Barito Kuala
5. Acara : Kegiatan Jumat Berkah (Pengumpulan Dana Sosial)
6. Penyelenggara : DWP Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala
7. Peserta : Seluruh Anggota DWP Unsur Pelaksana Kabupaten Barito Kuala

II. Latar Belakang

Kegiatan Jumat Berkah (Pengumpulan Dana Sosial) ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian bagi Anggota DWP Unsur Pelaksana Se Kabupaten Barito Kuala sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat/warga yang sedang tertimpa musibah seperti banjir, kebakaran dan lain sebagainya di wilayah Kabupaten Barito Kuala.

III. Uraian Kegiatan

Kegiatan Jumat Berkah (Pengumpulan Dana Sosial) dari Anggota DWP Unsur Pelaksana SKPD Se Kabupaten Barito Kuala dengan cara mengumpulan dana sukarela Anggota DWP yang biasanya hadir mengikuti Senam Pagi Jumat di halaman Pemkab. Barito Kuala. Dana yang terkumpul disimpan oleh Bendahara DWP Kabupaten Barito Kuala serta akan didistribusikan kepada masyarakat/warga yang membutuhkan pada saat yang diperlukan nanti.

../images/kegiatan/159696.jpg
Info Baru

DWP Kota Ternate > Perumda AKe Ga Ale

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 05-07-2026

Minggu, 05 Juli 2026 pukul 07.00 WIT - selesai Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Perumdam Akegaale melaksanakan kegiatan penimbangan sampah yang sudah di pilah oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Perumdam Akegaale Ke Bank Sampah Andalan bertempat di Taman Nukilah Kota Ternate yang di wakili oleh bendahara Dharma Wanita Persatuan Perumdam Akegaale Ny. Neny dan Ketua sosbud Ny. Rosdiana. Seperti kita ketahui Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank. Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah. Tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis. Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi banyak orang dan juga lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Masyarakat dapat sewaktu-waktu mengambil uang pada tabungannya saat tabungannya sudah terkumpul banyak. "Prinsip dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan adalah harus diawali oleh perubahan cara kita memandang dan memperlakukan sampah. Sudah saatnya kita memandang sampah punya nilai guna dan manfaat sehingga tidak layak dibuang percuma. Pelaksanaan Bank Sampah dan Gerakan 3R adalah langkah nyata kita membumikan perubahan paradigma pengelolaan sampah. Pengembangan Bank Sampah harus menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah, mendaur ulang dan memanfaatkan sampah guna membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus membangun ekonomi kerakyatan.Ungkap Ny. Neny" Tujuan dan Manfaat Bank Sampah Implementasi Bank Sampah memiliki berbagai tujuan dan manfaat yang signifikan, antara lain: Pengurangan Volume Sampah: Mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) melalui proses daur ulang dan pengolahan ulang. Peningkatan Kesadaran Lingkungan: Mendidik masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan dampaknya terhadap lingkungan. Pemberdayaan Ekonomi: Memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendapatan tambahan melalui penjualan sampah yang dapat didaur ulang. Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka peluang pekerjaan baru dalam bidang pengelolaan dan daur ulang sampah. Pelestarian Lingkungan: Mengurangi pencemaran lingkungan dan konservasi sumber daya alam melalui praktik daur ulang. Kegiatan Utama dalam Bank Sampah Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Sampah melakukan berbagai kegiatan yang terstruktur dan sistematis. Berikut adalah rangkaian kegiatan utama yang dilakukan oleh Bank Sampah: 1. Pengumpulan Sampah Penyuluhan dan Edukasi: Memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan cara memilah sampah dengan benar. Pengumpulan Rutin: Melakukan pengumpulan sampah dari rumah tangga, sekolah, dan fasilitas umum secara terjadwal untuk memastikan kontinuitas proses. 2. Pemilahan Sampah Sortir Berdasarkan Jenis: Memilah sampah menjadi kategori seperti plastik, kertas, logam, kaca, dan organik untuk memudahkan proses daur ulang. Pemisahan Sampah Berbahaya: Mengidentifikasi dan memisahkan sampah berbahaya atau tidak dapat didaur ulang untuk penanganan khusus. 3. Pengolahan dan Penanganan Penyimpanan yang Tepat: Menyimpan sampah yang telah dipilah di lokasi yang aman dan sesuai hingga siap untuk proses selanjutnya. Proses Daur Ulang Awal: Melakukan proses awal seperti pencacahan atau pemadatan untuk memudahkan transportasi dan pengolahan lebih lanjut. 4. Penjualan dan Distribusi Kerjasama dengan Pihak Ketiga: Menjual sampah yang telah diproses kepada pabrik atau perusahaan daur ulang yang akan mengolahnya menjadi produk baru. Pembuatan Produk Daur Ulang: Beberapa Bank Sampah juga memproduksi barang-barang dari bahan daur ulang seperti kerajinan tangan, tas, dan peralatan rumah tangga. 5. Pemberian Insentif Kompensasi Finansial: Memberikan imbalan berupa uang tunai atau tabungan kepada masyarakat berdasarkan jumlah dan jenis sampah yang disetor. Program Penghargaan: Menyediakan hadiah atau penghargaan lainnya untuk mendorong partisipasi aktif dan konsisten dari masyarakat. 6. Edukasi dan Sosialisasi Lanjutan Pelatihan dan Workshop: Mengadakan kegiatan edukatif untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan daur ulang. Kampanye Kesadaran: Melakukan kampanye melalui media sosial, seminar, dan acara komunitas untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. 7. Pengelolaan Administrasi Pendataan dan Monitoring: Mencatat dan memantau data terkait jumlah sampah yang dikumpulkan, dipilah, dan dijual untuk evaluasi dan perencanaan strategis. Pelaporan Transparan: Menyusun laporan kegiatan secara berkala untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas kepada semua pemangku kepentingan. 8. Pengembangan Komunitas Kolaborasi Strategis: Bekerja sama dengan pemerintah, NGO, dan sektor swasta untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas program. Inovasi Berkelanjutan: Terus mencari dan mengimplementasikan metode baru dalam pengelolaan sampah untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Bank Sampah merupakan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah dan masalah lingkungan. Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta, Bank Sampah dapat menjadi alat efektif untuk mengurangi pencemaran, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan membangun masyarakat yang lebih sadar lingkungan. Dengan dukungan regulasi yang kuat dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, Bank Sampah memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Maluku Utara.

../images/kegiatan/159695.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Pesisir Barat >

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 14-07-2026

Sekretaris DWP Kabupaten Pesisir Barat Wakili Ketua Hadiri Rapat Paripurna DPRD

Sekretaris DWP Kabupaten Pesisir Barat Wakili Ketua Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi

Bidang : Pendidikan

Hari/Tanggal : Senin, 13 Juli 2026

Tempat : Gedung DPRD Kabupaten Pesisir Barat

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas organisasi serta memperkuat sinergi antara Dharma Wanita Persatuan dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Sekretaris Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pesisir Barat mewakili Ketua DWP Kabupaten Pesisir Barat didampingi Wakil Bendahara DWP Kabupaten Pesisir Barat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Barat dengan agenda Penyampaian Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat Paripurna dipimpin oleh unsur pimpinan DPRD Kabupaten Pesisir Barat dan dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, yang menyampaikan jawaban Pemerintah Daerah atas seluruh pandangan umum fraksi-fraksi DPRD. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, S.KM., S.H., M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Lampung Barat, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, tenaga ahli fraksi DPRD, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Dalam penyampaiannya, Bupati Pesisir Barat mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas berbagai pandangan, kritik, saran, serta masukan yang konstruktif terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Pemerintah Daerah memandang seluruh masukan tersebut sebagai bagian penting dalam memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menanggapi pandangan Fraksi NasDem, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan apresiasi atas dukungan terhadap capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan kualitas belanja daerah, penguatan pelayanan publik, serta pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya peningkatan PAD akan terus dilakukan melalui penyusunan target yang lebih realistis, penggalian potensi pendapatan baru, digitalisasi pelayanan, serta pengembangan sektor pariwisata, pertanian, perikanan, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Terhadap pandangan Fraksi PDI Perjuangan, Pemerintah Daerah menegaskan komitmennya dalam memberikan kemudahan investasi dengan tetap menjunjung tinggi norma, budaya, serta kearifan lokal. Selain itu, Pemerintah memastikan bahwa setiap dugaan penyimpangan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pembangunan infrastruktur, pelayanan air bersih, pengelolaan aset daerah, serta pengembangan sektor pariwisata agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Menanggapi pandangan Fraksi PPP, Pemerintah Daerah menjelaskan bahwa peningkatan PAD dari sektor pariwisata akan terus diperkuat melalui rencana pembangunan sistem gerbang otomatis (automatic gate) di kawasan wisata Labuhan Jukung guna meminimalkan potensi kebocoran retribusi daerah. Selain itu, pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi bagi nelayan akan terus diperkuat melalui sistem verifikasi dan pengawasan yang lebih efektif.

Sementara itu, sebagai jawaban atas pandangan Fraksi PKB, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata, peningkatan kualitas infrastruktur, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, serta peningkatan investasi tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Seluruh rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Terhadap pandangan Fraksi Golkar, Pemerintah Daerah menjelaskan bahwa optimalisasi PAD akan terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyempurnaan regulasi pajak dan retribusi daerah, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah. Selain itu, Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk peningkatan akses jalan menuju Way Haru dan pembangunan Jembatan Gantung Way Pemerihan.

Menanggapi pandangan Fraksi Amanat Indonesia Raya, Pemerintah Daerah menyatakan sependapat bahwa efektivitas pelaksanaan APBD harus terus ditingkatkan melalui penguatan perencanaan pembangunan, peningkatan kualitas pelaksanaan program, optimalisasi pendapatan daerah, serta penguatan kemandirian fiskal daerah.

Mengakhiri penyampaiannya, Bupati Pesisir Barat menegaskan bahwa seluruh jawaban yang disampaikan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam membangun sinergi yang harmonis bersama DPRD guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, efektif, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran Sekretaris DWP Kabupaten Pesisir Barat beserta Wakil Bendahara dalam rapat paripurna tersebut merupakan bentuk dukungan Dharma Wanita Persatuan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah yang akuntabel serta upaya memperkuat sinergi organisasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Sebagai organisasi istri Aparatur Sipil Negara (ASN), Dharma Wanita Persatuan senantiasa berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan daerah melalui peningkatan kapasitas anggota, penguatan peran keluarga ASN, serta partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini diharapkan hubungan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat semakin erat, sehingga mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung terwujudnya pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.

../images/kegiatan/159694.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Barito Kuala > DWP Dinas Pertanian TPH

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 10-07-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, telah mengikuti kegiatan :

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Gerakan Sehat

I. Keterangan Program

1. Kegiatan : Senam Pagi
2. Hari / Tanggal : Jumat, 10 Juli 2026
3. Waktu : 07.30 Wita - Selesai
4. Lokasi / Tempat : Halaman Sekretariat Pemeritah Kabupaten Barito Kuala
5. Acara : Senam Pagi Bersama
6. Penyelenggara : Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kab. Barito Kuala
7. Peserta : DWP Kabupaten, DWP Unsur Pelaksana dan ASN PemKab Barito Kuala

II. Latang Belakang

Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja aparatur pemerintah melalui penguatan kesejahteraan keluarga dan keharmonisan antar anggota. Diperlukan sebuah kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan jasmani dan penguatan jejaring sosial.
Kegiatan Senam Pagi Bersama ini diselenggarakan atas dasar peningkatan kebugaran, mewujudkan pola hidup sehat bagi para anggota DWP dan ASN PemKab Barito Kuala, menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan dan koordinasi antar anggota DWP dari berbagai DWP unsur pelaksana di lingkungan Pemkab Barito Kuala dan ASN PemKab Barito Kuala. Semangat kebersamaan demi menanamkan nilai sportivitas dan kegembiraan.

III. Uraian Kegiatan

Kegiatan senam pagi bersama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala diselenggarakan untuk menciptakan suasana yang lebih rileks namun tetap produktif sebelum memulai aktivitas pelayanan publik. Secara garis besar kegiatan senam pagi pemkab Barito Kuala, meliputi : Persiapan dan berkumpul, sesi senam bersama dipandu oleh instruktur senam.

../images/kegiatan/159693.jpg
Info Baru

DWP Kabupaten Blora > SKPD DINAS PENDIDIKAN

  • Oleh: Bid.Sosial Budaya
  • 09-07-2026

Kamis, 9 Juli 2026 Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora memberikan tali asih kepada Ibu Slamet Dwi Cahyono, salah satu anggota DWP Dindik Blora yang suaminya sudah purna tugas. Kegiatan ini dilaksanakan di Kediaman Ibu Slamet Dwi Cahyono di Cepu, Blora. Kegiatan pemberian tali asih ini dilaksanakan oleh Ibu Dian, Ibu Judi, Ibu Buana dan Ibu Hardi. Semoga Ibu Slamet selalu dalam keadaan sehat dan bahagia.

../images/kegiatan/159692.jpg
Info Baru

DWP Kota Madiun > DWP UNIT BADAN PENDAPATAN DAERAH

  • Oleh: Bid.Pendidikan
  • 14-07-2026

Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kota Madiun

Dharma Wanita Persatuan Kota Madiun pada
Hari/tanggal :
Selasa, 14 Juli 2026
Waktu :
pk 09.00 wib
Kegiatan :
Spektrum Wanita
ditayangkan live di youtube
Tema :
Pentingnya Pengelolaan Arsip Keluarga
Narasumber :
Yuliati, S.Tr.S.I
Penyelenggara :
Dharma Wanita Persatuan Kota Madiun
Disiarkan langsung dari Studio Radio Suara Madiun 93fm

Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media (kertas, digital, audio/visual) yang dibuat dan diterima oleh lembaga, perusahaan, maupun perorangan. Arsip berfungsi sebagai pusat memori, bukti sah (hukum/keuangan), dan sumber informasi penting untuk mendukung aktivitas serta pengambilan keputusan.

Pengelompokan dan pengelolaan arsip yang berlaku secara umum:

Jenis-Jenis Arsip
1.Arsip Dinamis:
Arsip yang digunakan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penyelenggaraan kegiatan sehari-hari. Ini terbagi menjadi Arsip Aktif (sering digunakan) dan Arsip Inaktif (frekuensi penggunaannya mulai menurun).

2.Arsip Statis:
Arsip yang tidak digunakan secara langsung untuk operasional, namun memiliki nilai guna kesejarahan (bersejarah), telah habis masa simpannya, dan dipermanenkan.

Fungsi dan Nilai Guna
1.Nilai Guna Primer:
Meliputi kegunaan untuk administrasi, hukum, keuangan, dan ilmu pengetahuan.

2.Nilai Guna Sekunder:
Meliputi kegunaan sebagai bukti sejarah dan bahan pertanggungjawaban bagi kepentingan umum maupun instansi.

Pengelolaan arsip keluarga adalah proses memilah, mengelompokkan, menyimpan, dan memelihara dokumen penting (seperti akta lahir, KTP, dan sertifikat) menggunakan sistem pengarsipan yang baik. Hal ini bertujuan untuk melindungi dokumen dari kerusakan, mempermudah akses saat dibutuhkan, serta mengamankan hak identitas dan aset hukum keluarga.

Berikut adalah langkah-langkah praktis dan sistematis dalam mengelola arsip keluarga:
1.Pemilahan (Penyortiran)
Kumpulkan seluruh dokumen penting dalam satu tempat, lalu pisahkan antara dokumen asli dan fotokopi. Buang dokumen yang sudah kedaluwarsa atau tidak memiliki nilai guna.

2.Pengelompokan (Klasifikasi)
Bagi dokumen ke dalam kategori spesifik agar mudah dicari:

Dokumen Pribadi/Kependudukan:
KTP, KK, Akta Kelahiran, Buku Nikah.

Dokumen Pendidikan:
Ijazah, transkrip nilai, sertifikat kursus.

Dokumen Aset/Keuangan:
Sertifikat tanah/rumah, BPKB, polis asuransi, bukti investasi.

Dokumen Kesehatan:
Buku rekam medis, kartu BPJS.

3.Penyimpanan Fisik
Simpan dokumen asli ke dalam map khusus, document keeper, atau brankas tahan api. Beri label atau sekat pembatas pada setiap kelompok dokumen dan simpan di tempat yang kering serta terhindar dari kelembaban.

4.Digitalisasi (Pencadangan)
Lakukan backup digital dengan memindai (scan) dokumen penting menggunakan aplikasi scanner di ponsel. Simpan hasil pindai dalam format PDF di cloud storage terenkripsi (seperti Google Drive atau OneDrive) dan buat satu salinan offline di flashdisk atau harddisk eksternal.

5.Pengecekan Rutin
Agendakan pemeriksaan arsip berkala (misalnya setiap 6 bulan sekali) untuk memastikan tidak ada dokumen yang rusak atau hilang, serta perbarui dokumen yang masa berlakunya hampir habis.

Beberapa sarana yang digunakan untuk mengelola arsip keluarga antara lain:
1.Document keeper
Bentuknya seperti map folder hanya saja di dalamnya diengkapi kantong-kantong plastic berukuran folio untuk menyimpan arsip. Umumnya dilengkapi resleting sehingga arsip tidak mudah keluar. Alat simpan ini dapat digunakan untuk menyimpan arsip ijazah, sertifikat/piagam, akta-akta, polis asuransi dan sejenisnya dengan ukuran maksimal folio atau F4.

2.Album Foto
Ada dua jenis album, yaitu album yang mengharuskan foto merekat erat dan album dengan kantong-kantong plastic seperti pada document keeper. Sebagian besar keluarga menggunakan album perekat untuk menyimpan arsip foto yang mendokumentasikan peristiwa istimewa keluarga, misalnya pernikahan atau kelahiran anak-anak.

3. CD Box / CD Bag
Digunakan untuk menyimpan arsip-arsip yang terekam dalam media optical disk. Untuk lebih memudahkan pencarian, berikan label pada tiap keeping CD. CD dapat diurutkan berdasarkan abjad, subjek (peristiwa), atau kronologi (tahun). Usahakan untuk membersihkan kepingan CD minimal sepekan sekali agar tidak mudah berdebu sehingga mengganggu isi informasi di dalamnya.

4. Handling Folder Bag
Tas berbahan plastik yang dapat digunakan untuk menyimpan arsip struk-struk belanja, tagihan rekening dan sejenisnya. Ukurannya bermacam-macam dan memiliki warna yang cukup variatif.

5.Label
Label dipasang pada tiap-tiap sarana simpan untuk mengetahui arsip apa saja yang disimpan dalam media tertentu, tidak hanya pada sarana optical disk.

Kesalahan fatal dalam mengelola arsip keluarga meliputi :
1.Menaruh dokumen di sembarang tempat
2.Menyimpan tanpa pengelompokan yang jelas
3.Membiarkan dokumen rusak fisik, dan tidak memiliki backup digital. Kebiasaan ini berujung pada sulitnya mencari dokumen saat darurat dan hilangnya jejak aset penting keluarga

Berikut adalah rincian kesalahan umum dalam mengelola arsip keluarga serta cara memperbaikinya agar dokumen Anda tetap aman, terstruktur, dan mudah ditemukan saat dibutuhkan:
1.Menyimpan di Tempat Tersembunyi namun Berisiko:
Menaruh ijazah atau sertifikat di dalam plastik di bawah tumpukan baju atau bawah kasur sangat rentan terhadap serangan rayap, jamur, dan kelembapan.

Solusi:
Simpan dokumen fisik di dalam ordner, map gantung, atau filling cabinet tahan air dan api. Letakkan di tempat yang bersirkulasi udara baik.

2.Tidak Mengelompokkan Kategori Dokumen:
Menggabungkan semua dokumen (akte lahir, kartu keluarga, tagihan listrik, dan rapor) di dalam satu map secara acak.

Solusi:
Gunakan sistem klasifikasi. Kelompokkan menjadi sub-folder: Dokumen Identitas (KTP, KK, Paspor), Dokumen Aset (Sertifikat, BPKB), Dokumen Pendidikan (Ijazah, Transkrip), dan Dokumen Kesehatan (KIA, Buku Vaksin).

3.Mengabaikan Digitalisasi (Backup Fisik):
Hanya mengandalkan dokumen kertas atau fisik yang rawan rusak dan hilang.

Solusi:
Lakukan pemindaian (scan) dokumen penting menjadi format PDF atau foto berkualitas tinggi. Simpan di penyimpanan cloud seperti Google Drive atau layanan PrimaDoc sebagai cadangan.

4.Membuang Arsip Lama yang Masih Penting:
Membuang dokumen lama dengan asumsi sudah tidak berlaku.

Solusi:
Pelajari masa simpan arsip. Dokumen seperti slip gaji atau kuitansi penting untuk jangka waktu tertentu, sementara akta kelahiran dan akta nikah harus disimpan selamanya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun memberikan pelayanan gratis yaitu alih media dan restorasi arsip. Alih media adalah proses transformasi dokumen, arsip, atau data dari bentuk fisik (seperti kertas, mikrofilm, atau kaset) ke dalam format digital. Sedangkan restorasi arsip yaitu membantu merapikan arsip yang termakan usia/lapuk dengan penguatan selulosa menggunakan kertas tissu jepang agar tidak lapuk.

2016 © Administrator e-Reporting. Dibuat oleh A Mufti, Jakarta ID