DAFTAR PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN

DWP PUSAT / Kota Batu


# Bidang Penjelasan
BIDANG : SEKRETARIAT
125-03-2026*Laporan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu* Laporan : DWP Bagian Prokopim Setda Kota Batu Kegiatan : Peringatan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan Hikmah Halal Bihalal Hari/tgl : Rabu, 25 Maret 2026 Pukul : 11.00 s.d selesai Tempat : Rumah Ketua DWP Bagian Prokopim Setda Kota Batu Jl. Trunojoyo GG.I No.11 Kel. Songgokerto Kota Batu Acara : Halal Bihalal Bagian Prokopim Setda Kota Batu Peserta : Anggota DWP Bagian Prokopim sejumlah 40 orang Susunan acara : 1. Pembukaan 2. Sambutan Ketua DWP Bagian Prokopim 3. Hikmah Halal Bihalal sekaligus doa oleh Bpk. Sasongko Fitra Adhitama 4. Pembagian doorprise dan ice breaking 5. Berjabat tangan dan foto bersama 6. Penutup dan ramah tamah Hasil kegiatan : 1. Ketua DWP Bagian Prokopim menyampaikan Taqabalallahu Minna wa minum, taqabbal ya karim. Minnal Aidzin wal faidzin, mohon maaf maaf lahir dan bathin kepada seluruh keluarga besar DWP Bagian Prokopim Setda Kota Batu. Semoga Allah SWT menerima seluruh ibadah kita di bulan ramadhan kemarin, mengampuni dosa kita, dan memberikan kesempatan kepada kita untuk dipertemukan kembali dengan ramadhan di tahun mendatang. Merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi keluarga kecil kami, Bapak dan Ibu keluarga besar Bagian Prokopim berkenan silaturahmi di rumah kami dalam bingkai kesederhanaan ini. Terimakasih sudah menjadi pegawai yang baik dan rukun, mohon lebih ditingkatkan lagi untuk dapat menunjang tusi dan memperlancar pekerjaan satu sama lain. 2. Selanjutnya Bpk. Sasongko Fitra A menyampaikan bahwa pertemuan halal bihalal kali ini bukan sekedar momentum makan bersama saja, melainkan terdapat makna mendalam yang tersirat pada pertemuan kali ini dimana saya dan keluarga membuka pintu rumah kami yang sederhana ini merupakan suatu simbol bahwa kami berusaha menjalin hubungan kantor yang menjunjung tinggi asas kekeluargaan, menekankan rasa saling menghormati satu sama lain, dan mengutamakan kekompakan diantara kita. Sehingga ke depan harapannya Bagian Prokopim semakin solid dan berkualitas. Mari bekerja dengan hati, mari memperbanyak aksi yang positif dalam menunjang kinerja organisasi, dan tidak perlu saling menjatuhkan satu sama lain. Karena dimana keikhlasan sudah terbentuk maka Tuhan pasti menganugerahkan rejeki kepada kita sekalian. Karena Allah SWT berfirman QS. Ibrahim : 7 " Barangsiapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmatNya, dan barangsiapa mengingkari nikmatKu maka sungguh adzabKu sangatlah pedih". 3. Acara dilanjutkan dengan pembagian aneka doorprise sederhana yang telah disiapkan oleh tuan rumah, serta beberapa games seru untuk menumbuhkan kekompakan diantara anggota DWP Bagian Prokopim. 4. Acara ditutup dengan doa dan harapan semoga semua yang hadir senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam bekerja, serta dipertemukan dengan Bulan Ramadhan tahun mendatang. Dan dilanjutkan dengan menikmati hidangan makan siang sederhana bersama sama
Program: Ceramah
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
213-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu menghadiri undangan buka bersama di rumah bu Ketua DWP Dishub Batu
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi – konsolidasi

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharmawanita Dishub Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 13 Maret 2026
3. Tempat : di rumah Bu Ketua DWP Dishub Batu
4. Pukul :17.00 WIB - selesai
5. Yang Hadir : Ketua DWP Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu (Ny. Rini Herawan) dan Anggota DWP Dishub (Bu Yani Pak Zam-zam, Bu Cacik Pak Robyul, Bu Nur, Mba Merry, Yani, Yanti)
6.Kegiatan: menghadiri buka bersama di rumah bu Ketua DWP Dishub Batu

Pada tanggal 13 Maret 2026, di tengah suasana yang penuh berkah di bulan Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu menggelar acara buka bersama yang berlangsung dengan sangat hangat dan penuh makna di kediaman Ibu Rini Herawan, selaku Ketua Dharma Wanita Dishub Kota Batu. Acara buka bersama ini tidak hanya menjadi momen berbagi hidangan setelah seharian berpuasa, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan memperdalam rasa kepedulian antar sesama anggota Dharma Wanita Dishub.
Persiapan dan Suasana Acara
Kegiatan buka bersama ini dipersiapkan dengan penuh perhatian oleh Ibu Rini Herawan bersama seluruh anggota Dharma Wanita Dishub Kota Batu. Sejak beberapa hari sebelumnya, berbagai persiapan dilakukan, mulai dari penyusunan menu buka puasa hingga dekorasi ruang tamu yang akan digunakan untuk acara. Ibu Rini yang dikenal ramah dan penuh perhatian memastikan bahwa setiap detail acara terlaksana dengan baik dan menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh tamu yang hadir.
Pada hari H, suasana rumah Ibu Rini sudah dipenuhi dengan kehangatan yang khas, dengan dekorasi bertema Ramadhan yang indah, dipenuhi oleh nuansa warna emas dan hijau yang lembut, serta sentuhan ornamen islami yang menambah kesan elegan dan syahdu. Meja makan yang panjang dipenuhi oleh berbagai hidangan khas berbuka puasa, seperti nasi uduk, sate ayam, aneka kue tradisional, kolak pisang, es buah, kurma, dan takjil segar lainnya. Setiap hidangan disiapkan dengan penuh kehangatan dan rasa kasih sayang, mencerminkan betapa pentingnya kebersamaan dalam setiap langkah kehidupan.
Acara Dimulai dengan Doa Bersama
Acara buka bersama ini dimulai sekitar pukul 17.30 WIB, diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu anggota Dharma Wanita. Doa bersama ini bertujuan untuk memohon keberkahan, kelancaran, dan kebahagiaan atas kegiatan yang dilaksanakan, serta sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, terutama selama bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Semua yang hadir ikut khusyuk dalam doa, meresapi makna dari setiap lafaz yang diucapkan, dan merasakan kedamaian serta kedekatan yang semakin kuat antar sesama anggota Dharma Wanita.
Doa tersebut juga mengingatkan semua yang hadir tentang pentingnya rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama, apalagi dalam bulan suci ini. Seiring dengan doa yang dipanjatkan, seluruh peserta merasa semakin dekat dengan satu sama lain, dan suasana kehangatan semakin terasa dalam rumah yang penuh dengan senyuman dan tawa ringan.
Momen Berbuka Puasa dan Kebersamaan
Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa yang penuh sukacita. Para anggota Dharma Wanita Dishub Kota Batu, yang terdiri dari berbagai latar belakang dan usia, bersama-sama menikmati hidangan yang telah disiapkan. Sebelum menyantap hidangan utama, acara buka puasa dimulai dengan menikmati takjil, seperti kurma, kolak pisang, es buah, dan air putih, sebagai tradisi berbuka yang sehat dan penuh gizi. Seluruh anggota terlihat menikmati momen tersebut dengan penuh kebahagiaan, dan tak sedikit dari mereka yang berbagi cerita tentang pengalaman menjalankan ibadah puasa, kegiatan sehari-hari, serta harapan-harapan mereka di bulan yang penuh berkah ini.
Buka puasa bersama ini bukan hanya sekadar makan, tetapi juga menjadi momen yang mempererat hubungan antar anggota. Suasana rumah yang hangat, dipenuhi dengan tawa dan obrolan ringan, membuat setiap orang merasa dihargai dan dihormati. Anggota Dharma Wanita saling berbagi cerita, mengungkapkan kebahagiaan mereka atas kegiatan yang telah dilaksanakan bersama, dan merencanakan kegiatan sosial lainnya untuk memperluas manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Setelah menikmati takjil, acara dilanjutkan dengan hidangan utama yang lezat dan menggugah selera. Menu hidangan seperti nasi goreng, sate ayam, ayam bakar, sayur lodeh, serta aneka lauk pauk lainnya disajikan dengan sempurna. Semua yang hadir tampak menikmati setiap suapan makanan yang terhidang, namun lebih dari itu, mereka menikmati kebersamaan yang tercipta dalam suasana yang penuh kekeluargaan.
Makna dan Tujuan Buka Bersama
Buka bersama yang dilaksanakan di rumah Ibu Rini Herawan ini memiliki berbagai makna dan tujuan yang lebih dalam daripada sekadar berbuka puasa. Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota Dharma Wanita. Dalam suasana bulan Ramadhan yang penuh berkah, kebersamaan menjadi hal yang sangat penting, dan kegiatan buka bersama ini menciptakan momen di mana setiap anggota bisa saling bertukar pikiran, saling mendukung, serta saling menghargai satu sama lain.
Buka bersama juga menjadi kesempatan untuk menguatkan rasa kebersamaan dalam menghadapi tantangan-tantangan di kehidupan sehari-hari, serta mempererat kerja sama antar anggota Dharma Wanita. Dengan saling mendukung, mereka berharap bisa lebih banyak berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Batu. Selain itu, kegiatan buka bersama ini juga memiliki tujuan untuk menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima selama ini, terutama dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Dalam suasana yang penuh hikmah ini, setiap anggota Dharma Wanita semakin menyadari pentingnya berbagi, tidak hanya dalam bentuk materi tetapi juga dalam bentuk perhatian dan kasih sayang kepada sesama.
Pemberian Penghargaan dan Apresiasi
Acara buka bersama ini juga memberikan kesempatan bagi Ibu Rini Herawan untuk memberikan penghargaan kepada beberapa anggota Dharma Wanita yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memajukan Dharma Wanita Dishub Kota Batu, baik dalam kegiatan sosial, pengembangan kapasitas anggota, maupun dalam berbagai program yang mendukung kemajuan organisasi.
Penghargaan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memberi apresiasi kepada individu yang berprestasi, tetapi juga untuk memotivasi anggota lainnya agar terus memberikan yang terbaik dalam setiap kegiatan. Dengan adanya apresiasi seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan dan gotong-royong di dalam organisasi semakin kuat, sehingga Dharma Wanita dapat terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Harapan dan Rencana Masa Depan
Acara buka bersama ini juga menjadi ajang untuk berbagi harapan dan rencana masa depan bagi Dharma Wanita Dishub Kota Batu. Di tengah kebahagiaan dan keceriaan berbuka puasa, Ibu Rini Herawan mengungkapkan harapannya agar Dharma Wanita semakin solid dan lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang dapat membantu masyarakat Kota Batu, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan.
Dengan semangat yang terus menyala, Ibu Rini berharap agar kegiatan buka bersama ini menjadi inspirasi bagi anggota Dharma Wanita untuk terus berbuat baik dan berbagi kebaikan kepada orang lain. Acara ini juga diharapkan menjadi titik awal dari rencana kegiatan sosial lainnya yang lebih besar, yang dapat menyentuh lebih banyak orang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Buka bersama di rumah Ibu Rini Herawan pada tanggal 13 Maret 2026 menjadi sebuah momen yang tak terlupakan bagi seluruh anggota Dharma Wanita Dishub Kota Batu. Acara ini bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga sebuah bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan berbagi dalam bulan Ramadhan. Melalui kebersamaan yang tercipta dalam acara ini, setiap anggota Dharma Wanita semakin sadar akan pentingnya saling mendukung dan memberikan manfaat bagi sesama.
Dengan semangat yang tercipta dari acara ini, diharapkan Dharma Wanita Dishub Kota Batu dapat terus berkembang, semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan menjadi organisasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan buka bersama ini menjadi pengingat bahwa dalam kebersamaan, kita bisa mengatasi tantangan bersama dan merayakan setiap nikmat hidup dengan penuh syukur.

Manfaat Kegiatan Buka Bersama di Rumah Ketua Dharma Wanita Dishub Kota Batu
Kegiatan buka bersama yang diadakan di rumah Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Ibu Rini Herawan, pada tanggal 13 Maret 2026, membawa berbagai manfaat yang luar biasa bagi seluruh anggota Dharma Wanita. Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk berbuka puasa, tetapi juga memiliki dampak positif yang mendalam dalam berbagai aspek kehidupan sosial, kebersamaan, dan pengembangan organisasi. Berikut adalah beberapa manfaat yang diperoleh dari kegiatan buka bersama ini:
1. Mempererat Tali Silaturahmi Antar Anggota
Salah satu manfaat utama dari kegiatan buka bersama adalah mempererat hubungan antar sesama anggota Dharma Wanita. Di dalam organisasi, hubungan yang kuat dan saling mendukung antara anggotanya sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam setiap kegiatan. Buka bersama memberikan kesempatan bagi anggota untuk berkumpul, berbincang, dan lebih mengenal satu sama lain dalam suasana yang santai dan penuh kehangatan.
Melalui interaksi langsung yang terjadi dalam suasana yang tidak terburu-buru, anggota Dharma Wanita dapat lebih terbuka, saling berbagi cerita, dan membangun ikatan emosional yang lebih kuat. Kegiatan ini menciptakan ruang untuk saling menghargai, saling mendengarkan, dan memperdalam pemahaman antar anggota, yang pada akhirnya akan memperkuat solidaritas dalam organisasi.
2. Meningkatkan Rasa Kebersamaan dan Kekeluargaan
Buka bersama di rumah Ibu Rini Herawan menciptakan suasana kekeluargaan yang sangat kental. Kegiatan ini mengingatkan setiap anggota bahwa mereka bukan hanya bagian dari organisasi, tetapi juga bagian dari sebuah keluarga besar yang saling mendukung dan peduli satu sama lain. Kebersamaan yang tercipta selama acara tersebut membawa dampak positif dalam kehidupan pribadi anggota, di mana mereka merasa dihargai dan diterima tanpa memandang latar belakang atau jabatan dalam organisasi.
Melalui momen kebersamaan ini, anggota Dharma Wanita bisa merasakan bagaimana pentingnya rasa kekeluargaan yang harus terus dijaga dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mendorong rasa solidaritas yang lebih dalam dan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan harmonis dalam setiap kegiatan organisasi.
3. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Kepedulian Sosial
Buka bersama di bulan Ramadhan bukan hanya tentang makanan yang disajikan, tetapi juga tentang menghargai waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT untuk berkumpul dan berbagi dengan sesama. Dalam suasana berbuka puasa bersama, anggota Dharma Wanita diberikan kesempatan untuk merenung dan mengingat kembali pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Kegiatan ini mengajarkan setiap peserta untuk lebih menghargai berkah yang ada, dan menyadari bahwa setiap detik yang dilalui bersama orang lain adalah sebuah anugerah.
Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial. Dalam suasana bulan Ramadhan yang penuh berkah, setiap anggota Dharma Wanita semakin menyadari pentingnya berbagi, baik dalam bentuk materi maupun perhatian. Rasa peduli terhadap sesama tidak hanya terbatas pada berbagi makanan atau materi, tetapi juga bisa berupa dukungan moral, perhatian, dan empati terhadap anggota yang membutuhkan bantuan atau dukungan.
4. Penguatan Semangat Gotong Royong dalam Organisasi
Melalui kegiatan buka bersama, semangat gotong royong antar anggota Dharma Wanita semakin meningkat. Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota, yang tidak hanya datang untuk berbuka puasa, tetapi juga berpartisipasi dalam persiapan dan pelaksanaan acara. Dari persiapan hidangan hingga pengaturan tempat duduk, semua anggota bekerja sama dengan baik, menunjukkan semangat kebersamaan yang sangat tinggi.
Semangat gotong royong yang terjalin dalam kegiatan ini akan memperkuat rasa kebersamaan dan kesatuan dalam organisasi. Anggota Dharma Wanita belajar untuk saling bergotong-royong dalam setiap aspek, baik dalam pekerjaan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan program-program sosial. Semangat ini penting untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan setiap kegiatan organisasi, serta menciptakan rasa tanggung jawab bersama dalam mencapai tujuan bersama.
5. Meningkatkan Semangat dan Motivasi Kerja Sama dalam Organisasi
Buka bersama bukan hanya sekadar acara untuk berbuka puasa, tetapi juga merupakan kesempatan untuk membangkitkan semangat baru dalam bekerja sama sebagai sebuah tim. Di tengah suasana yang penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan, setiap anggota bisa merasakan pentingnya rasa persatuan dan kolaborasi dalam mencapai tujuan yang lebih besar. Acara ini memberikan energi positif yang sangat dibutuhkan oleh anggota untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada dalam organisasi, baik yang bersifat administratif maupun dalam kegiatan sosial yang lebih luas.
Buka bersama ini juga menjadi ajang untuk berbagi harapan dan aspirasi, serta membahas rencana kegiatan Dharma Wanita yang akan datang. Diskusi ringan tentang program-program ke depan, serta dukungan dan ide dari anggota, akan meningkatkan semangat dan motivasi kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Dengan berbagi visi dan misi dalam suasana yang penuh keakraban, anggota Dharma Wanita semakin termotivasi untuk melangkah bersama dalam setiap langkah organisasi.
6. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab terhadap Organisasi dan Masyarakat
Melalui kegiatan buka bersama, anggota Dharma Wanita Dishub Kota Batu juga semakin menyadari pentingnya rasa tanggung jawab mereka terhadap organisasi dan masyarakat. Dalam acara tersebut, Ibu Rini Herawan selaku Ketua Dharma Wanita memberikan beberapa arahan dan pesan mengenai pentingnya kontribusi anggota dalam berbagai kegiatan sosial yang akan datang. Pesan ini mengingatkan anggota bahwa mereka tidak hanya berperan dalam organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
Setiap anggota Dharma Wanita didorong untuk lebih aktif dalam berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan berbagi pengalaman dan cerita dalam suasana buka bersama, anggota lebih termotivasi untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial yang membawa dampak positif bagi kehidupan orang lain. Kegiatan seperti ini juga membuka pemahaman bahwa kontribusi kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati dapat memberikan perubahan besar bagi masyarakat.
7. Memperkuat Citra Positif Dharma Wanita Dishub Kota Batu
Acara buka bersama di rumah Ibu Rini Herawan juga membawa dampak positif terhadap citra Dharma Wanita Dishub Kota Batu. Kegiatan yang dilakukan dengan penuh semangat dan kebersamaan ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa Dharma Wanita Dishub Kota Batu bukan hanya berfokus pada urusan administratif, tetapi juga peduli terhadap kebersamaan, sosial, dan kesejahteraan anggota serta masyarakat di sekitarnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa Dharma Wanita Dishub Kota Batu adalah organisasi yang aktif, peduli, dan mendukung program-program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan memperkuat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara anggota, Dharma Wanita Dishub Kota Batu semakin dikenal sebagai organisasi yang solid dan penuh perhatian terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
8. Meningkatkan Keterlibatan Anggota dalam Kegiatan Sosial
Salah satu manfaat yang signifikan dari kegiatan buka bersama adalah meningkatnya keterlibatan anggota dalam berbagai kegiatan sosial yang akan datang. Melalui pertemuan ini, anggota Dharma Wanita Dishub merasa lebih terhubung satu sama lain dan lebih terbuka untuk berbagi ide dan gagasan terkait dengan kegiatan sosial yang dapat dilakukan di masa depan. Kegiatan seperti ini dapat membuka peluang untuk lebih banyak kolaborasi antar anggota dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan yang bermanfaat.
Penutup
Secara keseluruhan, kegiatan buka bersama yang diselenggarakan di rumah Ibu Ketua Dharma Wanita Dishub Kota Batu pada tanggal 13 Maret 2026 memberikan manfaat yang sangat besar, baik dalam aspek sosial, organisasi, maupun pengembangan pribadi setiap anggotanya. Kegiatan ini bukan hanya tentang berbuka puasa bersama, tetapi lebih pada mempererat hubungan, meningkatkan semangat kebersamaan, dan menumbuhkan rasa syukur serta kepedulian terhadap sesama. Melalui acara ini, Dharma Wanita Dishub Kota Batu semakin solid dan siap untuk menjalankan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Perhubungan
317-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengadakan kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi & Humas – Pemberian Informasi

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa / 17 Maret 2026
3. Tempat : Ruang Rapat Bapenda
4. Pukul : 13.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bapenda (Ny. Fitriana Adhim), Wakil Ketua (Ny. Reni Chairil)
6. Peserta : Perwakilan Anggota DWP Bapenda Ny. Fauziah Supri, Ny. Ninil Budi, Ny. Novalia, Ny. Ika Guruh, Ny. Dewi Shahroni, Ny. Endah, Ny. Avita, Ny. Devi, Ny. Ika, Ny. Reni, Ny. Tias, Ny. Dina, Ny, Berthi
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Bapenda Kota Batu

Kesekretariatan adalah fungsi administrasi yang melibatkan tugas-tugas pengelolaan dan pengorganisasian dokumen, informasi, serta kegiatan administratif lainnya yang mendukung kelancaran operasional sebuah organisasi, baik itu di pemerintahan, perusahaan, lembaga pendidikan, atau organisasi lainnya. Secara umum, kesekretariatan bertanggung jawab untuk mengelola komunikasi internal dan eksternal, menyusun laporan, arsip, serta menyediakan dukungan administratif untuk memudahkan pengambilan keputusan dan kegiatan operasional.
Tugas Utama Kesekretariatan:
1. Pengelolaan Surat Menyurat:
o Menangani pengiriman, penerimaan, dan pendistribusian surat-surat penting, baik yang bersifat internal (di dalam organisasi) maupun eksternal (dengan pihak luar).
o Menyusun dan menyimpan surat masuk dan keluar, termasuk surat keputusan, undangan, dan komunikasi lainnya.
2. Pengarsipan dan Dokumentasi:
o Menyusun dan menyimpan arsip dokumen secara sistematis, baik dalam bentuk fisik maupun elektronik, untuk memudahkan pencarian dan referensi di kemudian hari.
o Memastikan bahwa semua dokumen dan data organisasi terorganisir dengan baik dan dapat diakses ketika diperlukan.
3. Pengaturan Jadwal dan Kegiatan:
o Mengelola jadwal rapat, pertemuan, dan acara penting bagi pimpinan atau anggota organisasi.
o Menyiapkan dan mengatur ruang rapat, serta memastikan semua kebutuhan rapat atau kegiatan telah tersedia.
4. Penyusunan Laporan:
o Membantu dalam penyusunan laporan-laporan rutin seperti laporan kegiatan, laporan keuangan, atau laporan tahunan.
o Menyusun notulen rapat dan mendistribusikannya kepada pihak terkait setelah pertemuan.
5. Koordinasi dan Komunikasi:
o Menjaga komunikasi yang efektif antara pihak internal organisasi dan pihak eksternal seperti klien, mitra kerja, atau lembaga pemerintah.
o Menangani komunikasi melalui telepon, email, atau media lain untuk memastikan kelancaran informasi.
6. Pelayanan Administratif:
o Menyediakan dukungan administratif bagi pimpinan dan staf lainnya, termasuk pengelolaan kebutuhan operasional sehari-hari.
o Mengelola pengadaan barang dan jasa untuk keperluan organisasi.
Fungsi Kesekretariatan:
• Mendukung kelancaran administrasi: Kesekretariatan memegang peran penting dalam memastikan semua tugas administratif dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu, yang membantu kelancaran operasional organisasi.
• Meningkatkan efisiensi: Dengan adanya pengelolaan yang baik terhadap dokumen dan informasi, kesekretariatan membantu meningkatkan efisiensi kerja, menghindari kebingungan, dan memastikan bahwa keputusan dan kegiatan diambil atau dilakukan berdasarkan informasi yang akurat.
• Menjaga hubungan eksternal: Dalam banyak kasus, kesekretariatan juga bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan pihak luar, seperti mitra bisnis, klien, atau lembaga pemerintah, yang memerlukan koordinasi dan pengaturan pertemuan.
• Menyusun dokumentasi yang baik: Menyimpan arsip dan dokumen penting dengan cara yang teratur dan aman, sehingga informasi tersebut dapat diakses dengan mudah di masa depan.
Peran Kesekretariatan dalam Berbagai Organisasi:
1. Kesekretariatan Pemerintahan:
o Bertanggung jawab untuk mengelola administrasi surat menyurat, pengarsipan dokumen negara, serta menyediakan dukungan administrasi bagi pejabat pemerintah dalam melaksanakan tugasnya.
2. Kesekretariatan Perusahaan atau Lembaga Swasta:
o Menyusun laporan, mengatur pertemuan, dan memastikan bahwa semua kegiatan administratif perusahaan berjalan dengan lancar dan mendukung proses bisnis yang efisien.
3. Kesekretariatan Organisasi Sosial atau Komunitas:
o Membantu dalam pengorganisasian acara, pengelolaan komunikasi antaranggota, dan penyimpanan data keanggotaan serta dokumen organisasi.
4. Kesekretariatan Akademik (di Sekolah atau Universitas):
o Menangani administrasi untuk kegiatan akademik, seperti pengelolaan jadwal kuliah, penyusunan laporan akademik, pengarsipan dokumen akademik, dan komunikasi dengan mahasiswa atau staf pengajar.
Keahlian yang Dibutuhkan dalam Kesekretariatan:
1. Kemampuan Administratif: Keahlian dalam mengelola surat, dokumen, serta tugas administratif lainnya dengan efisien.
2. Kemampuan Komunikasi: Keahlian untuk berkomunikasi secara jelas dan efektif, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
3. Keterampilan Organisasi: Kemampuan untuk mengorganisasi informasi, jadwal, dan kegiatan dengan rapi dan sistematis.
4. Kemampuan Menggunakan Teknologi: Familiar dengan penggunaan perangkat lunak kantor, seperti Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint), aplikasi pengarsipan, dan alat komunikasi digital lainnya.
5. Ketelitian dan Keakuratan: Keterampilan untuk memastikan bahwa semua informasi dan dokumen yang dikelola sudah akurat dan terstruktur dengan baik.
Kesimpulan:
Kesekretariatan memegang peranan penting dalam memastikan kelancaran operasional sebuah organisasi. Fungsi dan tugas kesekretariatan, baik itu dalam pengelolaan surat menyurat, pengarsipan, hingga pengaturan kegiatan dan komunikasi, mendukung efektivitas kerja setiap individu atau tim dalam organisasi. Keberadaan sekertariat yang terorganisir dengan baik membantu organisasi untuk berfungsi secara efisien dan profesional.

Menyusun rencana kerja adalah proses penting dalam perencanaan dan pengorganisasian kegiatan atau proyek yang akan dilakukan. Rencana kerja bertujuan untuk memberikan arah yang jelas, menyusun prioritas, dan mengatur sumber daya agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efisien dan efektif. Rencana kerja juga berfungsi sebagai alat untuk memonitor dan mengevaluasi kemajuan kegiatan yang telah direncanakan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk menyusun rencana kerja yang baik dan terstruktur:
1. Tentukan Tujuan Utama
• Tentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek yang ingin dicapai.
• Tujuan ini harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu (SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
Contoh:
• Tujuan: Meningkatkan penjualan produk sebesar 20% dalam 6 bulan.
• Tujuan: Menyelesaikan proyek pengembangan website dalam waktu 3 bulan.
2. Identifikasi Kegiatan atau Tugas
• Setelah tujuan ditentukan, buat daftar kegiatan atau tugas yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
• Pecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan secara bertahap.
Contoh:
• Kegiatan: Menyusun rencana pemasaran digital.
• Kegiatan: Membuat dan mengoptimalkan konten website.
• Kegiatan: Melakukan riset pasar.
3. Tentukan Sumber Daya yang Dibutuhkan
• Identifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan atau tugas, seperti tenaga kerja, anggaran, peralatan, atau teknologi.
• Pastikan semua sumber daya yang diperlukan tersedia sebelum melaksanakan kegiatan.
Contoh:
• Sumber daya: Tim pemasaran digital, anggaran untuk iklan online, perangkat lunak desain grafis.
4. Buat Jadwal Waktu
• Tentukan waktu pelaksanaan untuk setiap kegiatan atau tugas yang telah diidentifikasi.
• Buat timeline atau garis waktu yang jelas dengan tanggal mulai dan selesai untuk setiap kegiatan.
• Pastikan ada ruang untuk penyesuaian jika ada hambatan atau perubahan.
Contoh:
• Minggu 1-2: Riset pasar dan analisis kompetitor.
• Minggu 3-4: Penyusunan konten website.
• Minggu 5-6: Peluncuran kampanye iklan digital.
5. Tentukan Tanggung Jawab dan Pembagian Tugas
• Tentukan siapa yang bertanggung jawab untuk setiap kegiatan atau tugas. Pembagian tanggung jawab yang jelas sangat penting untuk memastikan semua kegiatan berjalan lancar.
• Jika ada tim, pastikan setiap anggota tim tahu peran dan tugas mereka.
Contoh:
• Tim A: Riset pasar dan analisis kompetitor.
• Tim B: Pembuatan konten dan desain grafis.
• Tim C: Pengelolaan iklan dan media sosial.
6. Tentukan Indikator Keberhasilan
• Tentukan cara untuk mengukur keberhasilan setiap kegiatan dan keseluruhan rencana kerja.
• Indikator ini bisa berupa angka, laporan, atau pencapaian yang dapat diukur untuk menilai apakah tujuan telah tercapai.
Contoh:
• Indikator: Penjualan meningkat 20% dalam 6 bulan.
• Indikator: 10.000 pengunjung baru ke website dalam 3 bulan.
7. Monitoring dan Evaluasi
• Tentukan cara untuk memonitor kemajuan dan melakukan evaluasi secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan.
• Lakukan evaluasi setiap minggu atau bulan untuk memastikan rencana tetap on track. Jika diperlukan, lakukan penyesuaian untuk mengatasi hambatan yang muncul.
Contoh:
• Setiap akhir bulan: Lakukan rapat evaluasi untuk menilai kemajuan dan pencapaian.
• Periksa hasil penjualan dan analisis efektivitas kampanye pemasaran.
8. Penyesuaian dan Perbaikan
• Jika dalam pelaksanaannya terdapat hambatan atau kegiatan tidak berjalan sesuai rencana, lakukan penyesuaian atau perbaikan.
• Bersiaplah untuk merespons perubahan dan adaptasi terhadap tantangan yang muncul.
Tips dalam Menyusun Rencana Kerja:
• Fleksibilitas: Walaupun rencana kerja harus jelas, tetap siapkan ruang untuk perubahan jika diperlukan.
• Keterlibatan Tim: Pastikan semua anggota tim terlibat dalam penyusunan rencana kerja agar mereka merasa memiliki tanggung jawab atas pelaksanaannya.
• Komunikasi yang Baik: Pastikan ada komunikasi yang terbuka dan jelas selama pelaksanaan rencana kerja, agar semua pihak yang terlibat dapat bekerja secara sinergis.
• Menggunakan Alat atau Aplikasi: Gunakan aplikasi manajemen proyek seperti Trello, Asana, atau Microsoft Project untuk mempermudah pengelolaan rencana kerja dan pelaksanaan tugas.
Dengan menyusun rencana kerja yang terstruktur dan jelas, kita dapat lebih mudah mengarahkan energi dan sumber daya untuk mencapai tujuan dengan cara yang efektif dan efisien.


Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: BAPENDA
410-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengadakan kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi & Humas – Pemberian Informasi

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa / 10 Maret 2026
3. Tempat : El Hotel Kartika Wijaya
4. Pukul : 17.00 – 18.00 WIB
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bapenda (Ny. Fitriana Adhim), Wakil Ketua (Ny. Reni Chairil)
6. Peserta : Ny. Fauziah Supri, Ny. Ninil Budi, Ny. Dewi Roni, Ny. Ika Guruh, Ny. Endah, Ny. Reni, Ny. Berthi, Ny. Icha, Ny. Naning, Ny. Devi
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Bapenda Kota Batu

Kesekretariatan adalah fungsi administrasi yang melibatkan tugas-tugas pengelolaan dan pengorganisasian dokumen, informasi, serta kegiatan administratif lainnya yang mendukung kelancaran operasional sebuah organisasi, baik itu di pemerintahan, perusahaan, lembaga pendidikan, atau organisasi lainnya. Secara umum, kesekretariatan bertanggung jawab untuk mengelola komunikasi internal dan eksternal, menyusun laporan, arsip, serta menyediakan dukungan administratif untuk memudahkan pengambilan keputusan dan kegiatan operasional.
Tugas Utama Kesekretariatan:
1. Pengelolaan Surat Menyurat:
o Menangani pengiriman, penerimaan, dan pendistribusian surat-surat penting, baik yang bersifat internal (di dalam organisasi) maupun eksternal (dengan pihak luar).
o Menyusun dan menyimpan surat masuk dan keluar, termasuk surat keputusan, undangan, dan komunikasi lainnya.
2. Pengarsipan dan Dokumentasi:
o Menyusun dan menyimpan arsip dokumen secara sistematis, baik dalam bentuk fisik maupun elektronik, untuk memudahkan pencarian dan referensi di kemudian hari.
o Memastikan bahwa semua dokumen dan data organisasi terorganisir dengan baik dan dapat diakses ketika diperlukan.
3. Pengaturan Jadwal dan Kegiatan:
o Mengelola jadwal rapat, pertemuan, dan acara penting bagi pimpinan atau anggota organisasi.
o Menyiapkan dan mengatur ruang rapat, serta memastikan semua kebutuhan rapat atau kegiatan telah tersedia.
4. Penyusunan Laporan:
o Membantu dalam penyusunan laporan-laporan rutin seperti laporan kegiatan, laporan keuangan, atau laporan tahunan.
o Menyusun notulen rapat dan mendistribusikannya kepada pihak terkait setelah pertemuan.
5. Koordinasi dan Komunikasi:
o Menjaga komunikasi yang efektif antara pihak internal organisasi dan pihak eksternal seperti klien, mitra kerja, atau lembaga pemerintah.
o Menangani komunikasi melalui telepon, email, atau media lain untuk memastikan kelancaran informasi.
6. Pelayanan Administratif:
o Menyediakan dukungan administratif bagi pimpinan dan staf lainnya, termasuk pengelolaan kebutuhan operasional sehari-hari.
o Mengelola pengadaan barang dan jasa untuk keperluan organisasi.
Fungsi Kesekretariatan:
• Mendukung kelancaran administrasi: Kesekretariatan memegang peran penting dalam memastikan semua tugas administratif dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu, yang membantu kelancaran operasional organisasi.
• Meningkatkan efisiensi: Dengan adanya pengelolaan yang baik terhadap dokumen dan informasi, kesekretariatan membantu meningkatkan efisiensi kerja, menghindari kebingungan, dan memastikan bahwa keputusan dan kegiatan diambil atau dilakukan berdasarkan informasi yang akurat.
• Menjaga hubungan eksternal: Dalam banyak kasus, kesekretariatan juga bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan pihak luar, seperti mitra bisnis, klien, atau lembaga pemerintah, yang memerlukan koordinasi dan pengaturan pertemuan.
• Menyusun dokumentasi yang baik: Menyimpan arsip dan dokumen penting dengan cara yang teratur dan aman, sehingga informasi tersebut dapat diakses dengan mudah di masa depan.
Peran Kesekretariatan dalam Berbagai Organisasi:
1. Kesekretariatan Pemerintahan:
o Bertanggung jawab untuk mengelola administrasi surat menyurat, pengarsipan dokumen negara, serta menyediakan dukungan administrasi bagi pejabat pemerintah dalam melaksanakan tugasnya.
2. Kesekretariatan Perusahaan atau Lembaga Swasta:
o Menyusun laporan, mengatur pertemuan, dan memastikan bahwa semua kegiatan administratif perusahaan berjalan dengan lancar dan mendukung proses bisnis yang efisien.
3. Kesekretariatan Organisasi Sosial atau Komunitas:
o Membantu dalam pengorganisasian acara, pengelolaan komunikasi antaranggota, dan penyimpanan data keanggotaan serta dokumen organisasi.
4. Kesekretariatan Akademik (di Sekolah atau Universitas):
o Menangani administrasi untuk kegiatan akademik, seperti pengelolaan jadwal kuliah, penyusunan laporan akademik, pengarsipan dokumen akademik, dan komunikasi dengan mahasiswa atau staf pengajar.
Keahlian yang Dibutuhkan dalam Kesekretariatan:
1. Kemampuan Administratif: Keahlian dalam mengelola surat, dokumen, serta tugas administratif lainnya dengan efisien.
2. Kemampuan Komunikasi: Keahlian untuk berkomunikasi secara jelas dan efektif, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
3. Keterampilan Organisasi: Kemampuan untuk mengorganisasi informasi, jadwal, dan kegiatan dengan rapi dan sistematis.
4. Kemampuan Menggunakan Teknologi: Familiar dengan penggunaan perangkat lunak kantor, seperti Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint), aplikasi pengarsipan, dan alat komunikasi digital lainnya.
5. Ketelitian dan Keakuratan: Keterampilan untuk memastikan bahwa semua informasi dan dokumen yang dikelola sudah akurat dan terstruktur dengan baik.
Kesimpulan:
Kesekretariatan memegang peranan penting dalam memastikan kelancaran operasional sebuah organisasi. Fungsi dan tugas kesekretariatan, baik itu dalam pengelolaan surat menyurat, pengarsipan, hingga pengaturan kegiatan dan komunikasi, mendukung efektivitas kerja setiap individu atau tim dalam organisasi. Keberadaan sekertariat yang terorganisir dengan baik membantu organisasi untuk berfungsi secara efisien dan profesional.

Menyusun rencana kerja adalah proses penting dalam perencanaan dan pengorganisasian kegiatan atau proyek yang akan dilakukan. Rencana kerja bertujuan untuk memberikan arah yang jelas, menyusun prioritas, dan mengatur sumber daya agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efisien dan efektif. Rencana kerja juga berfungsi sebagai alat untuk memonitor dan mengevaluasi kemajuan kegiatan yang telah direncanakan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk menyusun rencana kerja yang baik dan terstruktur:
1. Tentukan Tujuan Utama
• Tentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek yang ingin dicapai.
• Tujuan ini harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu (SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
Contoh:
• Tujuan: Meningkatkan penjualan produk sebesar 20% dalam 6 bulan.
• Tujuan: Menyelesaikan proyek pengembangan website dalam waktu 3 bulan.
2. Identifikasi Kegiatan atau Tugas
• Setelah tujuan ditentukan, buat daftar kegiatan atau tugas yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
• Pecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan secara bertahap.
Contoh:
• Kegiatan: Menyusun rencana pemasaran digital.
• Kegiatan: Membuat dan mengoptimalkan konten website.
• Kegiatan: Melakukan riset pasar.
3. Tentukan Sumber Daya yang Dibutuhkan
• Identifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan atau tugas, seperti tenaga kerja, anggaran, peralatan, atau teknologi.
• Pastikan semua sumber daya yang diperlukan tersedia sebelum melaksanakan kegiatan.
Contoh:
• Sumber daya: Tim pemasaran digital, anggaran untuk iklan online, perangkat lunak desain grafis.
4. Buat Jadwal Waktu
• Tentukan waktu pelaksanaan untuk setiap kegiatan atau tugas yang telah diidentifikasi.
• Buat timeline atau garis waktu yang jelas dengan tanggal mulai dan selesai untuk setiap kegiatan.
• Pastikan ada ruang untuk penyesuaian jika ada hambatan atau perubahan.
Contoh:
• Minggu 1-2: Riset pasar dan analisis kompetitor.
• Minggu 3-4: Penyusunan konten website.
• Minggu 5-6: Peluncuran kampanye iklan digital.
5. Tentukan Tanggung Jawab dan Pembagian Tugas
• Tentukan siapa yang bertanggung jawab untuk setiap kegiatan atau tugas. Pembagian tanggung jawab yang jelas sangat penting untuk memastikan semua kegiatan berjalan lancar.
• Jika ada tim, pastikan setiap anggota tim tahu peran dan tugas mereka.
Contoh:
• Tim A: Riset pasar dan analisis kompetitor.
• Tim B: Pembuatan konten dan desain grafis.
• Tim C: Pengelolaan iklan dan media sosial.
6. Tentukan Indikator Keberhasilan
• Tentukan cara untuk mengukur keberhasilan setiap kegiatan dan keseluruhan rencana kerja.
• Indikator ini bisa berupa angka, laporan, atau pencapaian yang dapat diukur untuk menilai apakah tujuan telah tercapai.
Contoh:
• Indikator: Penjualan meningkat 20% dalam 6 bulan.
• Indikator: 10.000 pengunjung baru ke website dalam 3 bulan.
7. Monitoring dan Evaluasi
• Tentukan cara untuk memonitor kemajuan dan melakukan evaluasi secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan.
• Lakukan evaluasi setiap minggu atau bulan untuk memastikan rencana tetap on track. Jika diperlukan, lakukan penyesuaian untuk mengatasi hambatan yang muncul.
Contoh:
• Setiap akhir bulan: Lakukan rapat evaluasi untuk menilai kemajuan dan pencapaian.
• Periksa hasil penjualan dan analisis efektivitas kampanye pemasaran.
8. Penyesuaian dan Perbaikan
• Jika dalam pelaksanaannya terdapat hambatan atau kegiatan tidak berjalan sesuai rencana, lakukan penyesuaian atau perbaikan.
• Bersiaplah untuk merespons perubahan dan adaptasi terhadap tantangan yang muncul.
Tips dalam Menyusun Rencana Kerja:
• Fleksibilitas: Walaupun rencana kerja harus jelas, tetap siapkan ruang untuk perubahan jika diperlukan.
• Keterlibatan Tim: Pastikan semua anggota tim terlibat dalam penyusunan rencana kerja agar mereka merasa memiliki tanggung jawab atas pelaksanaannya.
• Komunikasi yang Baik: Pastikan ada komunikasi yang terbuka dan jelas selama pelaksanaan rencana kerja, agar semua pihak yang terlibat dapat bekerja secara sinergis.
• Menggunakan Alat atau Aplikasi: Gunakan aplikasi manajemen proyek seperti Trello, Asana, atau Microsoft Project untuk mempermudah pengelolaan rencana kerja dan pelaksanaan tugas.
Dengan menyusun rencana kerja yang terstruktur dan jelas, kita dapat lebih mudah mengarahkan energi dan sumber daya untuk mencapai tujuan dengan cara yang efektif dan efisien.


Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: BAPENDA
520-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Konsolidasi dalam Rangka Serah Terima Jabatan Ketua DWP Kota Batu, Program Penataan Organisasi / Manajemen

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 20 Februari 2026
3. Pukul : 09.00 - Selesai
4. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan diwakilkan oleh Ketua DWP UP)
5. Lokasi : Ruang Rapat Bina Praja
6. Acara : Konsolidasi dalam Rangka Serah Terima Jabatan Ketua DWP Kota Batu
Yang dibuka oleh Ketua DWP Kota Batu Periode 2020-2025 Ny. Aini Zadim dan disaksikan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Batu Bapak Eko Suhartono dan Pembina DWP Kota Batu Ny. Siti Faujiah Nurrochman serta didampingi oleh Ketua DWP Kota Batu Periode 2026 Ny. Ninik Eko Suhartono.

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Periode 2020-2025, Ny. Qurotu Aini Zadim
4. Sambutan oleh Pembina Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Ny. Siti Faujiah Nurrochman
5. Sambutan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Batu, Bapak Eko Suhartono
6. Doa
7. Prosesi Serah Terima Jabatan Dharma Wanita Kota Batu dari Ny. Aini Zadim diserahkan kepada Ny. Ninik Eko Suhartono

Notulensi dan Intisari dari Kegiatan Serah Terima Jabatan DWP Kota Batu :
1. Kegiatan serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari Ketua DWP periode 2020–2025 Ny. Aini Zadim kepada Ketua DWP periode 2026, yaitu Ny. Ninik Eko Suhartono, berlangsung dengan penuh khidmat dan tertib. Acara tersebut turut disaksikan oleh Ibu Siti Faujiyah selaku Pembina DWP Kota Batu serta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Batu, yang kehadirannya menambah kekhidmatan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan dalam organisasi.
Serah terima jabatan ini tidak hanya menjadi simbol pergantian kepemimpinan, tetapi juga merupakan momentum penting dalam menjaga kesinambungan program kerja dan penguatan peran organisasi. Dalam kehidupan berorganisasi, pergantian pengurus merupakan suatu hal yang wajar dan lazim terjadi sebagai bagian dari dinamika organisasi. Pergantian tersebut hendaknya disikapi secara positif sebagai sarana evaluasi dan koreksi terhadap kinerja yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pengabdian, melahirkan berbagai inovasi, serta menghadirkan penyegaran dalam tata kelola organisasi.
Dengan adanya kepemimpinan yang baru, diharapkan Dharma Wanita Persatuan dapat terus berkembang, memperkuat sinergi antaranggota, serta meningkatkan kontribusinya dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
2. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) periode 2020–2025 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama, dukungan, serta kebersamaan yang telah terjalin dengan baik selama masa kepemimpinannya. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus apabila selama menjalankan amanah sebagai ketua terdapat kekhilafan, keterbatasan, maupun hal-hal yang kurang berkenan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau berpesan kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota agar senantiasa menjaga semangat kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta terus menjalin sinergi demi mewujudkan organisasi yang semakin bermanfaat, baik bagi seluruh anggota maupun bagi masyarakat Kota Batu secara luas. Selain itu, beliau juga berharap agar berbagai program dan hal-hal positif yang telah berjalan dengan baik dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, sementara hal-hal yang masih memerlukan perbaikan dapat menjadi bahan evaluasi untuk disempurnakan, sehingga organisasi ke depan dapat berkembang lebih baik, lebih maju, dan semakin berdaya guna.
3. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) periode 2026 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya atas bimbingan, arahan, serta pengabdian yang telah diberikan oleh kepengurusan sebelumnya dalam memajukan organisasi. Beliau juga menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program serta nilai-nilai positif yang telah dilaksanakan dengan baik, sekaligus berupaya meningkatkan kualitas kinerja organisasi agar semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh anggota maupun masyarakat.
4. Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Ny. Aini Zadim selama memimpin organisasi DWP. Kepemimpinan yang telah dijalankan dinilai telah memberikan kontribusi positif dalam memperkuat peran dan keberadaan organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berpesan agar Dharma Wanita Persatuan benar-benar dapat berfungsi sebagai wadah yang mempererat tali silaturahmi di antara sesama istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, organisasi ini diharapkan mampu menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggotanya, serta menjadi sumber motivasi dan semangat bagi para suami dalam melaksanakan pengabdian dan tugasnya di lingkungan Pemerintah Kota Batu secara lebih optimal, profesional, dan bertanggung jawab.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
602-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan sertijab Ketua Dwp Kota Batu
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Senin , 2 Maret 2026
3. Tempat : Gedung Binapraja rumdin walikota batu
4. Pukul : 09.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Diskominfo Kota Batu - Ny. Dian Hikmawati Fajriyah Aries Setiawan
6. Peserta : Pengurus dwp kota batu dan undangan
7. Acara : Sertijab ketua dwp kota batu

Kegiatan sertijab dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme organisasi dalam rangka regenerasi dan estafet kepemimpinan, guna menjamin keberlanjutan program kerja, memperkuat tata kelola organisasi, serta menjaga soliditas pengurus dan anggota DWP Kota Batu.

sehubungan dengan adanya mutasi jabatan di lingkungan pemerintah kota batu, berdampak pada pergantian ketua DWP Kota Batu yang sebelumnya dijabat oleh Ny.Qurota Aini Zadim diserahkan kepada Ny. Ninik Eko Suhartono.

Kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu dilaksanakan pada hari Senin, 2 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Gedung Bina Praja Rumah Dinas Wali Kota Batu, Kota Batu. Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi dalam rangka regenerasi kepemimpinan serta memastikan keberlanjutan program kerja secara berkesinambungan.

Sertijab dilaksanakan dari Ny. Qurotu Aini Zadim selaku Ketua DWP Kota Batu periode sebelumnya kepada Ny. Ninik Eko Suhartono sebagai Ketua DWP Kota Batu Tahun 2026. Prosesi ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan serta penyerahan dokumen organisasi, sebagai simbol resmi estafet kepemimpinan dan penguatan tata kelola organisasi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan organisasi, sekaligus bentuk konsolidasi internal guna menjaga soliditas pengurus dan anggota. Dalam sambutannya, Ketua DWP sebelumnya menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi seluruh jajaran selama masa bakti, serta harapan agar kepengurusan yang baru dapat terus meningkatkan kualitas program dan memperluas dampak organisasi.

Ketua DWP yang baru menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program kerja yang telah berjalan serta melakukan inovasi program yang mendukung pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas SDM, dan kesejahteraan keluarga ASN. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan perangkat daerah sebagai bentuk dukungan terhadap visi dan misi pemerintah daerah.

Melalui kegiatan sertijab ini, diharapkan terwujud transformasi organisasi yang adaptif, peningkatan partisipasi anggota, serta optimalisasi peran DWP sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen pengabdian, DWP Kota Batu diharapkan mampu terus berkontribusi dalam mendukung program pembangunan daerah serta memperkuat ketahanan keluarga ASN.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut para pengurus dan anggota DWP Kota Batu, perwakilan perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga soliditas dan keberlangsungan organisasi.

Acara dihadiri oleh :
1. Penasehat DWP Kota Batu Ny. Siti Fauziah Nurohman
2. Pj Sekda Kota batu Bapak Eko Suhartono
3. ketua DWP Kota Batu lama Ny. Qurota Aini Zadim
4. Ketua DWP Kota Batu baru Ny. Ninik Eko Suhartono
5. Pengurus DWP Kota Batu

Susunan acara adalah:
1. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan Mars DWP
2. Pembukaan
3. Pembacaan Doa
4. Laporan sertijab DWP Kota Batu
5. Penandatanganan Berita Acara Sertijab
6. Penyerahan Memori Pertanggungjawaban
7. Sambutan Sambutan
Sambutan Ketua DWP Kota Batu Lama
Sambutan Ketua DWP Kota batu Baru
Sambutan Penasehat DWP Kota Batu
8. Penyerahan Tali Asih
9. Penutup

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kota Batu sebelumnya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan kebersamaan seluruh pengurus selama masa bakti. Beliau juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru dapat terus meningkatkan kualitas program dan memperluas peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Batu yang baru menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program kerja yang telah berjalan dengan baik serta melakukan inovasi di berbagai bidang, khususnya pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi, kekompakan, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas organisasi.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat, mencerminkan soliditas serta komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan organisasi menuju kepengurusan yang lebih progresif dan berorientasi pada pelayanan.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
702-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan sertijab Ketua Dwp Kota Batu
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Senin , 2 Maret 2026
3. Tempat : Gedung Binapraja rumdin walikota batu
4. Pukul : 09.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Diskominfo Kota Batu - Ny. Dian Hikmawati Fajriyah Aries Setiawan
6. Peserta : Pengurus dwp kota batu dan undangan
7. Acara : Sertijab ketua dwp kota batu

Kegiatan sertijab dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme organisasi dalam rangka regenerasi dan estafet kepemimpinan, guna menjamin keberlanjutan program kerja, memperkuat tata kelola organisasi, serta menjaga soliditas pengurus dan anggota DWP Kota Batu.

sehubungan dengan adanya mutasi jabatan di lingkungan pemerintah kota batu, berdampak pada pergantian ketua DWP Kota Batu yang sebelumnya dijabat oleh Ny.Qurota Aini Zadim diserahkan kepada Ny. Ninik Eko Suhartono.

Kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu dilaksanakan pada hari Senin, 2 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Gedung Bina Praja Rumah Dinas Wali Kota Batu, Kota Batu. Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi dalam rangka regenerasi kepemimpinan serta memastikan keberlanjutan program kerja secara berkesinambungan.

Sertijab dilaksanakan dari Ny. Qurotu Aini Zadim selaku Ketua DWP Kota Batu periode sebelumnya kepada Ny. Ninik Eko Suhartono sebagai Ketua DWP Kota Batu Tahun 2026. Prosesi ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan serta penyerahan dokumen organisasi, sebagai simbol resmi estafet kepemimpinan dan penguatan tata kelola organisasi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan organisasi, sekaligus bentuk konsolidasi internal guna menjaga soliditas pengurus dan anggota. Dalam sambutannya, Ketua DWP sebelumnya menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi seluruh jajaran selama masa bakti, serta harapan agar kepengurusan yang baru dapat terus meningkatkan kualitas program dan memperluas dampak organisasi.

Ketua DWP yang baru menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program kerja yang telah berjalan serta melakukan inovasi program yang mendukung pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas SDM, dan kesejahteraan keluarga ASN. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan perangkat daerah sebagai bentuk dukungan terhadap visi dan misi pemerintah daerah.

Melalui kegiatan sertijab ini, diharapkan terwujud transformasi organisasi yang adaptif, peningkatan partisipasi anggota, serta optimalisasi peran DWP sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen pengabdian, DWP Kota Batu diharapkan mampu terus berkontribusi dalam mendukung program pembangunan daerah serta memperkuat ketahanan keluarga ASN.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut para pengurus dan anggota DWP Kota Batu, perwakilan perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga soliditas dan keberlangsungan organisasi.

Acara dihadiri oleh :
1. Penasehat DWP Kota Batu Ny. Siti Fauziah Nurohman
2. Pj Sekda Kota batu Bapak Eko Suhartono
3. ketua DWP Kota Batu lama Ny. Qurota Aini Zadim
4. Ketua DWP Kota Batu baru Ny. Ninik Eko Suhartono
5. Pengurus DWP Kota Batu

Susunan acara adalah:
1. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan Mars DWP
2. Pembukaan
3. Pembacaan Doa
4. Laporan sertijab DWP Diskominfo
5. Penandatanganan Berita Acara Sertijab
6. Penyerahan Memori Pertanggungjawaban
7. Sambutan Sambutan
Sambutan Ketua DWP Diskominfo Lama Sambutan Ketua DWP Diskominfo Baru Sambutan Ketua DWP Kota Batu 8. Penyerahan Tali Asih 9. Penutup Dalam sambutannya, Ketua DWP Kota Batu sebelumnya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan kebersamaan seluruh pengurus selama masa bakti. Beliau juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru dapat terus meningkatkan kualitas program dan memperluas peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah. Sementara itu, Ketua DWP Kota Batu yang baru menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program kerja yang telah berjalan dengan baik serta melakukan inovasi di berbagai bidang, khususnya pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi, kekompakan, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas organisasi. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat, mencerminkan soliditas serta komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan organisasi menuju kepengurusan yang lebih progresif dan berorientasi pada pelayanan.
Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika

803-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah melaksanakan konsolidasi
Bidang : Sekretariat
Program : Konsolidasi, Program Penataan Organisasi/Manajemen

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 03 Maret 2026
3. Pukul : 11 - Selesai
4. Peserta : Pengurus Inti DWP UP Bagian Prokopim
5. Lokasi : Ruang Kepala Bagian Prokopim, Balai Kota Among Tani Kota Batu
6. Acara : Konsolidasi dan Koordinasi dengan Ketua DWP UP Bagian Prokopim Terbaru
Yang dipimpin langsung oleh Ny. Wahyu Sasongko selaku Ketua DWP UP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Batu yang Terbaru

Susunan Acara :
1. Pembukaan yang disampaikan oleh Bapak Sasongko Fitra Adhitama, S.IP, M.H. selaku Kepala Bagian Prokopim
2. Perkenalan dengan Ketua DWP UP Bagian Prokopim Terbaru
3. Sambutan oleh Ketua DWP UP Bagian Prokopim, Ny. Wahyu Sasongko
4. Penyampaian Laporan oleh Pengurus Inti dan Evaluasi Kegiatan-Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh DWP UP Bagian Prokopim Setda Kota Batu, sebagai berikut :
a. Laporan dari Sekretaris 1, Ibu Indrawati
- Penjelasan mengenai ritme dan teknis pelaksanaan DWP UP Bagian Prokopim selama dari Bulan Januari-Februari 2026
- Penjabaran mengenai daftar Istri ASN dan daftar Pegawai ASN maupun Non ASN Bagian Prokopim.
b. Laporan dari Sekretaris 2, Ibu Sherly Nur Nafisah
- Penjelasan mengenai teknis pengerjaan e-reporting selama di DWP Bagian Prokopim
- Penjelasan mengenai acara-acara yang telah dilaksanakan selama Bulan Januari-Februari 2026
- Penjelasan mengenai grup platform Whatsapp untuk Pengurus dan Anggota DWP Bagian Prokopim.
c. Laporan dari Bendahara, Ibu Elasani
- Penjelasan mengenai teknis tagihan / penarikan iuran di DWP Bagian Prokopim
- Penjelasan tentang daftar pegawai yang mengikuti iuran DWP Bagian Prokopim
- Penjelasan mengenai saldo / sisa uang kas untuk DWP Bagian Prokopim per Bulan Maret 2026.

Tujuan Konsolidasi dan Koordinasi yang Dilakukan :
1. Menyamakan visi dan misi organisasi
Agar seluruh pengurus inti memiliki pemahaman yang selaras terhadap arah kebijakan dan program kerja DWP UP Bagian Prokopim di bawah kepemimpinan Ketua yang terbaru.
2. Memperkuat sinergi dan soliditas kepengurusan
Membangun kerja sama yang harmonis, meningkatkan kekompakan, serta mempererat komunikasi antar pengurus inti.
3. Menyusun dan menyelaraskan program kerja
Mengkoordinasikan rencana kegiatan agar sesuai dengan program kerja DWP Unit Induk serta mendukung tugas dan fungsi Bagian Prokopim.
4. Mengevaluasi kinerja dan administrasi organisasi
Meninjau pelaksanaan kegiatan sebelumnya serta melakukan pembenahan administrasi untuk meningkatkan tertib organisasi.
5. Meningkatkan efektivitas koordinasi dan komunikasi
Menetapkan mekanisme kerja, pembagian tugas, serta sistem pelaporan yang lebih efektif dan efisien.
6. Membangun komitmen bersama
Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan dedikasi seluruh pengurus dalam menjalankan peran masing-masing secara profesional dan berintegritas.

Selain tujuan dari konsolidasi dan koordinasi seperti yang telah dijelaskann diatas, Ketua DWP UIP Bagian Prokopim yang terbaru juga menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi catatan dan perlu digarisbawahi oleh pengurus dan seluruh anggota DWP UP Bagian Prokopim, seperti diantaranya :
1. Ingin mengenal lebih jauh dengan pengurus dan seluruh anggota DWP Bagian Prokopim
2. Membuat jadwal piket untuk yang menghadiri acara yang diselenggarakan oleh DWP Kota Batu
3. Menata dan melaporkan laporan kas tiap bulan, baik pemasukan dan pengeluaran
4. Menjadwal penyelenggaraan/pelaksanaan acara-acara bagi DWP UP Bagian Prokopim
5. Penetapan pengurus inti yang terdiri dari :
a. Ketua DWP UP Bagian Prokopim : Ny. Wahyu Sasongko
b. Wakil Ketua DWP UP Bagian Prokopim : Ibu Siti Khotijah Sujatmiko
c. Sekretaris 1 DWP UP Bagian Prokopim : Ibu Indrawati
d. Sekratris 2 DWP UP Bagian Prokopim : Ibu Sherly Nur Nafisah
e. Bendahara DWP UP Bagian Prokopim : Ibu Elasani
6. Ingin menjadikan kegiatan di DWP UP Bagian Prokopim lebih aktif dan lebih bermanfaat bagi seluruh anggota dan bagi masyarakat Kota Batu

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN

911-02-2026

LAPORAN BIDANG SEKRETARIAT DHARMA WANITA PERSATUAN BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN

Dharma Wanita Persatuan Bagian Administrasi Pembangunan mengadakan kegiatan:
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Menghadiri Undangan DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 11 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB – Selesai
5. Peserta : 100 orang
6. Yang bertugas hadir : Ny. Rakhma Sopa, Ny. Rita Yudho
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Kota Batu
8. Susunan Acara:
- Absensi
- menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
- Pembukaan
- Doa
- Laporan dari masing-masing Bidang
- Sambutan Ketua DWP Kota Batu
- Penyampaian materi : Pelatihan Membuat Ayam Crispy
- Sesi Tanya Jawab materi I
- Penutup

MAKSUD, TUJUAN, DAN TINDAK LANJUT PERTEMUAN RUTIN DWP KOTA BATU
I. Maksud Pertemuan Rutin
1. Pertemuan rutin DWP Kota Batu dilaksanakan sebagai sarana konsolidasi organisasi yang berkelanjutan dalam rangka memperkuat peran dan fungsi organisasi. Maksud diselenggarakannya pertemuan rutin ini antara lain:
2. Sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi aktif antaranggota, sehingga tercipta hubungan yang harmonis, solid, dan penuh rasa kebersamaan di lingkungan organisasi.
3. Sebagai forum koordinasi dan penyampaian informasi, baik terkait kebijakan dari DWP Pusat, DWP Provinsi, maupun kebijakan Pemerintah Kota Batu yang relevan dengan program kerja organisasi.
4. Sebagai media pembinaan dan pengembangan kapasitas anggota, baik dalam aspek pendidikan, ekonomi, sosial budaya, maupun peningkatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
5. Sebagai forum evaluasi dan perencanaan program kerja, guna memastikan seluruh kegiatan organisasi berjalan sesuai visi, misi, serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga DWP.
6. Sebagai sarana memperkuat komitmen organisasi, dalam mendukung tugas suami sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mendukung program pembangunan daerah.
II. Tujuan Pertemuan Rutin
Tujuan diselenggarakannya pertemuan rutin DWP Kota Batu adalah:
1. Meningkatkan kualitas sumber daya anggota, melalui pembinaan, pelatihan, penyuluhan, dan kegiatan edukatif lainnya.
2. Mendorong partisipasi aktif anggota, agar setiap anggota memiliki peran nyata dalam mendukung pelaksanaan program kerja organisasi.
3. Mewujudkan tertib administrasi dan tata kelola organisasi yang baik, melalui pelaporan kegiatan dan transparansi pelaksanaan program.
4. Mengevaluasi capaian program kerja, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial budaya, sehingga dapat diketahui kendala dan solusi perbaikannya.
5. Menyusun rencana kegiatan ke depan secara terarah dan sistematis, berdasarkan kebutuhan anggota dan prioritas program organisasi.
6. Meningkatkan kepedulian sosial, melalui kegiatan bakti sosial, santunan, pemberdayaan UMKM, serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.
7. Memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Batu, dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan keluarga ASN.
III. Tindak Lanjut Pertemuan
Sebagai hasil dari pertemuan rutin, diperlukan tindak lanjut yang konkret dan terukur, antara lain:
1. Penyusunan dan distribusi notulen rapat, yang memuat hasil pembahasan, keputusan, serta rencana tindak lanjut kegiatan.
2. Penetapan jadwal pelaksanaan kegiatan, termasuk pembagian tugas kepada masing-masing bidang atau seksi.
3. Pembentukan atau penguatan panitia pelaksana, apabila akan dilaksanakan kegiatan khusus seperti bakti sosial, pelatihan keterampilan, peringatan hari besar nasional, atau kegiatan pemberdayaan ekonomi.
4. Koordinasi dengan instansi terkait, apabila program yang direncanakan memerlukan dukungan atau kerja sama lintas sektor.
5. Monitoring dan evaluasi berkala, untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan anggaran yang telah disepakati.
6. Pelaporan hasil kegiatan, baik kepada DWP tingkat yang lebih tinggi maupun kepada anggota, sebagai bentuk akuntabilitas organisasi.
7. Tindak lanjut pembinaan anggota, misalnya melalui pelaksanaan pelatihan lanjutan, pendampingan usaha, atau kegiatan sosial berkelanjutan.
Penutup

Pertemuan rutin DWP Kota Batu merupakan bagian penting dari dinamika organisasi yang tidak hanya berfungsi sebagai agenda administratif, tetapi juga sebagai sarana penguatan solidaritas, peningkatan kapasitas anggota, serta kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan perencanaan yang matang dan tindak lanjut yang konsisten, pertemuan rutin diharapkan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh anggota dan masyarakat luas.


Program: Rapat
Pelaksana: BAGIAN ADM. PEMBANGUNAN
1025-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu melaksanakan Program Kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi dan Humas - Penyampaian Informasi

Keterangan Program :
1. Program Kegiatan dari DWP Dinas Pariwisata
2. Hari / Tanggal : Rabu, 25 Pebruari 2026
3. Tempat : Ruang rapat Kantor Dinas Pariwisata
4. Pukul : 13.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Seluruh anggota DWP Dinas Pariwisata
6. Peserta : Seluruh jajaran Pengurus dan Anggota DWP Dinas Pariwisata
7. Acara : Menghadiri Pertemuan Rutin sekaligus penyampaian Program Kegiatan Bidang Sosial BUdaya yang akan dimelaksanakan Kegiatan Bagi bagi Takjil

Maksud dan Tujuan Secara Panjang dan Luas Pertemuan Rutin
Pertemuan rutin adalah kegiatan berkala yang dilaksanakan secara terjadwal oleh suatu organisasi, lembaga, instansi, komunitas, atau kelompok tertentu untuk membahas berbagai hal yang berkaitan dengan program kerja, evaluasi kegiatan, serta pengambilan keputusan bersama. Pertemuan rutin menjadi salah satu sarana penting dalam menjaga kesinambungan komunikasi dan koordinasi antar anggota.
Maksud Pertemuan Rutin
Maksud dari pertemuan rutin adalah untuk menyediakan wadah komunikasi yang terstruktur dan berkesinambungan guna membahas perkembangan organisasi serta mempererat hubungan antar anggota. Pertemuan ini dilaksanakan bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai media interaksi dan musyawarah.
Secara lebih luas, maksud pertemuan rutin meliputi:
1. Menjaga komunikasi yang efektif
Agar informasi terbaru mengenai kebijakan, program, dan kegiatan dapat tersampaikan dengan jelas kepada seluruh anggota.
2. Memantau perkembangan program kerja
Setiap kegiatan yang telah direncanakan dapat dipantau progresnya secara berkala.
3. Sebagai sarana evaluasi dan perbaikan
Permasalahan yang muncul dapat dibahas bersama untuk menemukan solusi yang tepat.
4. Meningkatkan kebersamaan dan solidaritas
Pertemuan rutin mempererat hubungan emosional dan kerja sama antar anggota.
5. Mencegah terjadinya miskomunikasi
Dengan adanya pertemuan berkala, potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan.
6. Menanamkan disiplin dan tanggung jawab
Anggota didorong untuk aktif, tepat waktu, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.
Tujuan Pertemuan Rutin
Tujuan utama pertemuan rutin adalah untuk memastikan seluruh kegiatan organisasi berjalan sesuai rencana dan tujuan yang telah ditetapkan.
Secara rinci, tujuan tersebut antara lain:
1. Menyamakan persepsi dan arah kebijakan
Semua anggota memahami visi, misi, dan strategi yang akan dijalankan.
2. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja
Dengan koordinasi yang baik, pembagian tugas menjadi lebih jelas dan terarah.
3. Mengambil keputusan secara musyawarah
Setiap keputusan diambil melalui pertimbangan bersama demi kepentingan organisasi.
4. Meningkatkan partisipasi aktif anggota
Pertemuan rutin memberikan kesempatan kepada anggota untuk menyampaikan pendapat, saran, dan ide
5. Mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan lebih cepat
Masalah yang dibahas secara berkala dapat segera ditindaklanjuti sebelum menjadi lebih besar
6. Mendukung tercapainya tujuan organisasi
Semua kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan melalui koordinasi rutin akan lebih mudah mencapai target yang telah ditetapkan
Kesimpulan

Secara panjang dan luas, pertemuan rutin merupakan sarana strategis dalam menjaga kesinambungan komunikasi, memperkuat kerja sama, serta meningkatkan kinerja organisasi. Melalui pertemuan yang terjadwal dan terarah, setiap anggota dapat memahami peran dan tanggung jawabnya, sehingga tujuan bersama dapat tercapai secara efektif, efisien, dan harmonis


Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pariwisata
1124-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menlaksanakan Program Kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Program Kegiatan dari DWP Dinas Pariwisata
2. Hari / Tanggal : Selasa 24 Pebruari 2026
3. Tempat : Kantor Dinas Pariwisata
4. Pukul : 10.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Wakil Ketua DWP Dinas Pariwisata Kota Batu (Ny. Suprigatin), Sekretaris (Ny. Leni Nuvita) dan Bendahara (Ny. Firly Aprilia)
6. Peserta : Wakil Ketua DWP, Sekretaris dan Bendahara
7. Acara : Melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan pelaksanaan Program Kegiatan DWP Dinas Pariwisata

Maksud dan Tujuan Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk menyelaraskan perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan suatu kegiatan atau program agar berjalan secara terpadu dan efektif. Rapat ini biasanya melibatkan pimpinan, anggota, atau perwakilan dari berbagai bagian dalam suatu organisasi, instansi, maupun lembaga guna membahas agenda tertentu yang membutuhkan kerja sama dan sinkronisasi.
Maksud Rapat Koordinasi
Maksud utama rapat koordinasi adalah untuk menyatukan langkah dan pemahaman antar pihak yang terlibat dalam pelaksanaan suatu program atau kegiatan. Koordinasi sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan, kesalahpahaman, maupun keterlambatan dalam pelaksanaan tugas.
Secara lebih luas, maksud rapat koordinasi meliputi:
1. Menyelaraskan perencanaan kegiatan
Agar setiap bagian memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing.
2. Membangun komunikasi yang efektif
Rapat menjadi sarana penyampaian informasi secara langsung dan terbuka.
3. Menghindari duplikasi atau benturan tugas
Dengan koordinasi yang baik, setiap pihak mengetahui batas dan ruang lingkup pekerjaannya.
4. Menyatukan persepsi dan kebijakan
Semua peserta rapat memiliki pemahaman yang sama terhadap tujuan dan arah organisasi.
5. Meningkatkan sinergi antar bagian
Kerja sama yang terjalin dengan baik akan memperkuat kinerja organisasi secara keseluruhan.
Tujuan Rapat Koordinasi
Tujuan rapat koordinasi adalah untuk menciptakan pelaksanaan program yang efektif, efisien, dan terarah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Secara rinci, tujuan tersebut antara lain:
1. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan program
Dengan pembagian tugas yang jelas dan terstruktur.
2. Mempercepat penyelesaian masalah
Permasalahan yang muncul dapat segera dibahas dan dicarikan solusi bersama.
3. Meningkatkan tanggung jawab dan komitmen
Setiap pihak merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan kegiatan.
4. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya
Baik sumber daya manusia, waktu, maupun anggaran dapat dimanfaatkan secara maksimal.
5. Mendukung pencapaian visi dan misi organisasi
Semua kegiatan yang dikoordinasikan diarahkan untuk mencapai tujuan bersama.
Kesimpulan
Secara panjang dan luas, rapat koordinasi merupakan sarana penting dalam menjaga kelancaran komunikasi, meningkatkan kerja sama, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana. Dengan koordinasi yang baik, organisasi akan mampu bekerja secara lebih terstruktur, harmonis, dan produktif dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Pariwisata

1220-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 20 Pebruari 2026
3. Tempat : Balaikota Among Tani Kota Batu
4. Pukul : 10.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Dinas Pariwisata
6. Peserta : Penasehat DWP (Ny. Fauziyah),Pj. Sekretaris Daerah (Bapak Eko Suharnanto), Ketua DWP KOta Batu (Ny Eko) dan Seluruh Jajaran Pengurus DWP Kota Batu
7. Acara : Menghadiri Serah Teriam Jabatan

Maksud dan Tujuan Serah Terima Jabatan
Serah Terima Jabatan (Sertijab) merupakan suatu proses resmi penyerahan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari pejabat lama kepada pejabat baru dalam suatu organisasi, instansi, lembaga, maupun kepengurusan. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan secara formal dan disertai dengan berita acara sebagai bentuk legalitas dan pertanggungjawaban administratif.
Maksud Serah Terima Jabatan
Maksud dari serah terima jabatan adalah untuk memastikan adanya keberlanjutan kepemimpinan dan kesinambungan program kerja dalam suatu organisasi. Proses ini dilakukan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang dapat menghambat jalannya kegiatan. Secara lebih luas, maksud serah terima jabatan meliputi:
1. Menjamin keberlangsungan organisasi
Agar roda organisasi tetap berjalan dengan baik meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
2. Menyerahkan tanggung jawab secara resmi
Pejabat lama secara formal menyerahkan seluruh tugas, kewenangan, dokumen, serta program kerja kepada pejabat baru.
3. Memberikan kejelasan administratif dan hukum
Dengan adanya berita acara serah terima, maka tanggung jawab jabatan berpindah secara sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Menjaga stabilitas dan kepercayaan anggota
Pergantian jabatan dilakukan secara transparan sehingga menumbuhkan rasa percaya dan rasa aman di lingkungan organisasi.
3. Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi
Sertijab juga menjadi momen untuk memberikan penghargaan kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya.
Tujuan Serah Terima Jabatan
Tujuan serah terima jabatan adalah untuk menciptakan transisi kepemimpinan yang tertib, terarah, dan efektif sehingga tujuan organisasi tetap tercapai.
Secara rinci, tujuan tersebut antara lain:
1. Menyamakan persepsi dan arah kebijakan
Pejabat baru memahami visi, misi, program kerja, serta tantangan yang sedang dihadapi organisasi.
2. Mencegah terjadinya kesalahpahaman atau kekosongan tugas
Semua tanggung jawab dan pekerjaan yang belum selesai dapat dilanjutkan tanpa hambatan.
3. Meningkatkan efektivitas kerja organisasi
Dengan transisi yang baik, pejabat baru dapat segera bekerja tanpa harus memulai dari awal.
4. Mendorong profesionalisme dan akuntabilitas
Setiap jabatan memiliki batas waktu dan tanggung jawab yang jelas, sehingga sistem organisasi berjalan secara profesional.
5. Memperkuat solidaritas dan kebersamaan
Sertijab menjadi momentum mempererat hubungan antar anggota serta memperkuat komitmen bersama.
Kesimpulan
Secara panjang dan luas, serah terima jabatan bukan hanya sekadar pergantian posisi, tetapi merupakan proses penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan, stabilitas organisasi, serta pencapaian tujuan bersama. Dengan pelaksanaan yang tertib, transparan, dan penuh tanggung jawab, organisasi akan tetap berkembang dan mampu menghadapi tantangan ke depan secara lebih baik.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pariwisata
1312-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen - Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Pebruari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Walikota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Sekretaris (Ny. Leni Nuvita) dan Sekretaris Bidang Ekonomi (Ny. Kanti Ramly)
6. Peserta : Ketua DWP dan Perwakilan DWP UP se Kota Batu
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Kota Batu

Maksud dan Tujuan Pertemuan Rutin adalah untuk menjaga komunikasi, koordinasi, serta kerja sama antar anggota dalam suatu organisasi, kelompok, atau instansi agar kegiatan dapat berjalan dengan efektif dan terarah.
Maksud Pertemuan Rutin
1. Sebagai wadah komunikasi dan silaturahmi antar anggota.
2. Untuk menyampaikan informasi terbaru terkait kegiatan atau program kerja.
3. Sebagai sarana evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
4. Untuk membahas permasalahan yang muncul dan mencari solusi bersama.
5. Menjaga kekompakan dan meningkatkan kebersamaan dalam tim.
Tujuan Pertemuan Rutin
1. Meningkatkan koordinasi dan kerja sama antar anggota.
2. Menyamakan persepsi dan pemahaman terhadap tujuan organisasi.
3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kerja.
4. Mengambil keputusan bersama secara musyawarah.
5. Meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan komitmen anggota.

Secara umum, pertemuan rutin bertujuan untuk memastikan setiap anggota tetap terlibat aktif, memahami peran masing-masing, serta mendukung tercapainya visi dan misi organisasi secara optimal.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pariwisata
1412-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu menghadiri Rapat rutin DWP Persatuan Kota Batu Bulan Februari 2026
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari Ketua Dharmawanita Persatuan Kota Batu terkait Pertemuan rutin bulan Februari tahun 2026
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul :09.00 WIB – 10.00
5. Yang Hadir : anggota DWP Istri pegawai laki2 (Bu Zam-Zam), dan pegawai perempuan Dishub(Yani)
6. Peserta :Wakil Ketua DWP Kota Batu, pengurus inti DWP Kota Batu, anggota DWP (perwakilan masing2 SKPD)
7. Petugas : dari DWP Dinas Damkar Batu
8.Kegiatan: acara Pertemuan rutin bulan Februari tahun 2026

Pada hari yang penuh kehangatan di bulan Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Kota Batu menggelar rapat pertemuan rutin yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana tertib, khidmat, namun tetap akrab dan penuh kekeluargaan. Para anggota DWP dari berbagai unsur perangkat daerah hadir dengan mengenakan seragam resmi DWP, mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas antaranggota.
Acara diawali dengan registrasi peserta sejak pagi hari, dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara. Rangkaian kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, yang menambah semangat nasionalisme dan rasa bangga sebagai bagian dari organisasi perempuan aparatur sipil negara. Setelah itu, doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan agar seluruh program kerja tahun 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat Kota Batu.
Ketua DWP Kota Batu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi aktif seluruh anggota. Beliau menekankan pentingnya peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan, khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Disampaikan pula bahwa memasuki tahun 2026, DWP diharapkan semakin inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk kegiatan organisasi.
Agenda utama rapat meliputi evaluasi pelaksanaan program kerja bulan sebelumnya, penyampaian laporan dari masing-masing bidang (Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya), serta pembahasan rencana kegiatan untuk triwulan mendatang. Dalam sesi evaluasi, disampaikan bahwa beberapa kegiatan seperti pelatihan keterampilan UMKM bagi anggota, bakti sosial kepada masyarakat kurang mampu, serta penyuluhan kesehatan keluarga telah terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif.
Pada kesempatan tersebut juga dibahas rencana pelaksanaan kegiatan dalam rangka menyambut Hari Kartini dan persiapan partisipasi DWP dalam sejumlah agenda Pemerintah Kota Batu. Para anggota aktif memberikan saran dan masukan, terutama terkait peningkatan kualitas pelatihan kewirausahaan serta penguatan program pemberdayaan keluarga.
Selain agenda formal, pertemuan rutin ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antaranggota. Dalam sesi ramah tamah, para anggota saling berbagi pengalaman, ide, serta motivasi untuk terus berkontribusi secara positif di lingkungan keluarga dan masyarakat. Suasana pendopo yang asri dan representatif turut mendukung kelancaran kegiatan, menciptakan atmosfer pertemuan yang nyaman dan kondusif.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan hasil rapat dan harapan agar seluruh keputusan yang telah disepakati dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, pertemuan rutin DWP Pemerintah Kota Batu bulan Februari 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam mewujudkan organisasi yang profesional, mandiri, dan berdaya saing, serta senantiasa mendukung terwujudnya Kota Batu yang maju dan sejahtera.

Pada rapat rutin bulan Februari 2026, agenda utama yang menjadi perhatian seluruh peserta adalah penyampaian laporan realisasi kegiatan bulan Januari oleh masing-masing bidang pengurus inti organisasi Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Penyampaian laporan ini bertujuan untuk memastikan setiap program kerja yang telah direncanakan di awal tahun berjalan sesuai dengan target, serta sebagai bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan pada bulan-bulan berikutnya.
1. Laporan Bidang Pendidikan
Ketua Bidang Pendidikan menyampaikan bahwa sepanjang Januari 2026, fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas anggota dan keluarga dalam bidang literasi serta penguatan peran ibu dalam mendampingi pendidikan anak.
2. Laporan Bidang Ekonomi
Ketua Bidang Ekonomi melaporkan bahwa pada bulan Januari 2026, program kerja difokuskan pada pemberdayaan ekonomi anggota serta penguatan UMKM binaan DWP.
3. Laporan Bidang Sosial Budaya
Selanjutnya, Ketua Bidang Sosial Budaya menyampaikan realisasi kegiatan yang berfokus pada penguatan solidaritas sosial dan pelestarian nilai-nilai budaya.
4. Laporan Sekretaris dan Bendahara
Sekretaris organisasi melaporkan bahwa seluruh administrasi kegiatan bulan Januari telah terdokumentasi dengan baik, termasuk notulen rapat, daftar hadir, serta laporan kegiatan masing-masing bidang. Disampaikan pula bahwa sistem pengarsipan mulai diarahkan pada digitalisasi untuk memudahkan akses dan penyimpanan data jangka panjang.
Setelah seluruh bidang menyampaikan laporan, rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan evaluasi bersama. Beberapa masukan yang muncul antara lain perlunya peningkatan publikasi kegiatan melalui media sosial resmi organisasi, penguatan koordinasi lintas bidang, serta perencanaan kegiatan yang lebih terintegrasi.
Secara keseluruhan, realisasi kegiatan bulan Januari 2026 dinilai berjalan baik dan sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan. Semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan komitmen para pengurus inti Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menjadi modal utama dalam menjalankan roda organisasi.
Diharapkan pada bulan-bulan berikutnya, seluruh bidang dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program, sehingga keberadaan DWP Kota Batu semakin dirasakan manfaatnya oleh anggota, keluarga, dan masyarakat luas.

Pada rapat pertemuan rutin awal tahun 2026, salah satu agenda utama yang menjadi perhatian seluruh peserta adalah penyampaian rencana program kegiatan dari masing-masing bidang Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Penyampaian rencana ini dilakukan secara sistematis dan terstruktur sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjalankan program kerja yang selaras dengan visi dan misi DWP, serta mendukung kebijakan Pemerintah Kota Batu.
Ketua DWP Kota Batu dalam pengantarnya menyampaikan bahwa perencanaan program bukan sekadar formalitas tahunan, tetapi merupakan arah strategis yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, inovasi, dan semangat kolaborasi. Setiap bidang diminta untuk menyusun kegiatan yang realistis, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi anggota maupun masyarakat.
1. Rencana Program Bidang Pendidikan
Ketua Bidang Pendidikan memaparkan rencana program kerja yang difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia anggota dan keluarga. Beberapa program yang direncanakan antara lain:
2. Rencana Program Bidang Ekonomi
Dalam pemaparannya, Ketua Bidang Ekonomi menyampaikan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun penguatan ekonomi anggota melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan usaha kreatif.
3. Rencana Program Bidang Sosial Budaya
Ketua Bidang Sosial Budaya memaparkan rencana kegiatan yang berorientasi pada peningkatan solidaritas sosial, kesehatan keluarga, dan pelestarian budaya lokal.
4. Rencana Pengelolaan Keuangan
Bendahara menyampaikan rencana pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel dan efisien. Akan dilakukan penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB) setiap kegiatan secara rinci serta pelaporan keuangan berkala agar seluruh anggota mengetahui penggunaan dana organisasi.
Secara keseluruhan, penyampaian rencana program kegiatan masing-masing bidang Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menunjukkan kesiapan organisasi dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan sebagai wadah pemberdayaan perempuan.
Rencana program yang telah dipaparkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas anggota, kesejahteraan keluarga, serta kontribusi sosial bagi masyarakat Kota Batu. Dengan semangat kebersamaan, komitmen, dan sinergi antarbidang, diharapkan seluruh program kerja tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik, terukur, dan berkelanjutan.

Manfaat Kegiatan Rapat Rutin DWP Pemkot Batu Bulan Februari
Rapat rutin yang dilaksanakan pada bulan Februari memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi, meningkatkan koordinasi antarbidang, serta memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda formal organisasi, tetapi juga menjadi wadah komunikasi, evaluasi, dan penguatan kebersamaan antaranggota.
Adapun manfaat kegiatan rapat rutin tersebut antara lain:
1. Memperkuat Koordinasi dan Sinkronisasi Program
• Menjadi sarana penyampaian informasi terbaru terkait kebijakan organisasi dan program kerja.
• Menghindari terjadinya tumpang tindih kegiatan antarbidang.
• Menyatukan persepsi dan arah kebijakan dalam menjalankan program DWP.
• Meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan melalui koordinasi yang lebih terarah.
2. Sarana Evaluasi dan Perbaikan Kinerja
• Menjadi forum untuk menyampaikan laporan realisasi kegiatan bulan sebelumnya.
• Mengidentifikasi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program.
• Menyusun solusi dan strategi perbaikan secara bersama-sama.
• Mendorong peningkatan kualitas kerja pengurus dan anggota.
3. Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas
• Penyampaian laporan keuangan secara terbuka kepada anggota.
• Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam pengelolaan dana organisasi.
• Membangun kepercayaan antaranggota melalui keterbukaan informasi.
• Memastikan setiap kegiatan sesuai dengan perencanaan anggaran.
4. Mempererat Silaturahmi dan Solidaritas Antaranggota
• Menjadi ajang bertemu dan berinteraksi secara langsung.
• Memperkuat rasa kekeluargaan dalam organisasi.
• Menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong.
• Mengurangi potensi miskomunikasi antaranggota.
5. Meningkatkan Motivasi dan Partisipasi Anggota
• Memberikan ruang bagi anggota untuk menyampaikan ide dan saran.
• Mendorong keterlibatan aktif dalam setiap program kerja.
• Menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi.
• Memberikan apresiasi atas kontribusi anggota.
6. Penguatan Kapasitas Organisasi
• Menjadi wadah pembelajaran organisasi dan kepemimpinan.
• Melatih kemampuan komunikasi dan manajemen kegiatan.
• Mendorong inovasi program sesuai kebutuhan anggota dan masyarakat.
• Membantu organisasi menjadi lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
7. Mendukung Program Pemerintah Daerah
• Menyelaraskan kegiatan DWP dengan program Pemerintah Kota Batu.
• Berperan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
• Mendukung pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga.
• Meningkatkan kontribusi sosial organisasi kepada masyarakat.
8. Perencanaan Program yang Lebih Terarah
• Menyusun agenda kegiatan bulan berikutnya secara matang.
• Menentukan skala prioritas program.
• Membagi tugas dan tanggung jawab secara jelas.
• Meningkatkan kesiapan teknis sebelum pelaksanaan kegiatan.
Secara keseluruhan, rapat rutin bulan Februari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu memberikan manfaat yang sangat besar, baik dari sisi organisasi maupun personal anggota. Melalui rapat rutin, organisasi dapat berjalan lebih terarah, transparan, dan solid. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran DWP sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang aktif, produktif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kota Batu.
Dengan komitmen dan partisipasi seluruh anggota, rapat rutin bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang profesional, harmonis, dan berkelanjutan.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perhubungan
1506-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu melaksanakan kegiatan serah Ketua Dharma Wanita Dishub Batu Tahun 2026
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari Ketua Dharmawanita PersatuanDishub Kota Batu terkait Serah Terima Jabatan Ketua Dharmawanita Dishub Batu Tahun 2026
2. Hari / Tanggal : Jumat, 06 Februari 2026
3. Tempat : Kenz Kafe Coban Talun Batu
4. Pukul :09.00 WIB – selesai
5. Yang Hadir : Ketua Dharmawanita Dishub Batu Tahun 2025 (Bu Febrina) , Ketua Dharmawanita Dishub Batu Tahun 2026 (Bu Rini) dan anggota DWP Istri pegawai laki2, dan pegawai perempuan Dishub
8.Kegiatan: acara Sertijab dan Ramahtamah DWP Dishub Batu tahun 2026

Kegiatan serah terima kepengurusan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan Kota Batu merupakan momen penting dalam rangka keberlanjutan organisasi serta penguatan peran perempuan dalam mendukung tugas dan fungsi instansi. Acara ini menjadi simbol estafet kepemimpinan yang penuh makna, tidak hanya sebagai pergantian struktur organisasi, tetapi juga sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas peran Dharma Wanita sebagai mitra strategis instansi.
Kegiatan dilaksanakan dengan penuh khidmat dan tertib, dihadiri oleh jajaran pengurus lama dan baru, anggota Dharma Wanita, serta perwakilan pimpinan Dinas Perhubungan Kota Batu. Suasana acara terasa hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai kebersamaan yang selama ini menjadi landasan utama organisasi.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Setelah itu, dilakukan pembacaan laporan pertanggungjawaban dari ketua Dharma Wanita periode sebelumnya yang memaparkan berbagai program kerja, capaian, serta kegiatan sosial yang telah dilaksanakan selama masa kepengurusan. Laporan tersebut mencerminkan dedikasi dan kerja keras seluruh pengurus dalam mendukung program dinas, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta berkontribusi bagi masyarakat.
Prosesi inti serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima serta penyerahan simbolis dokumen organisasi dari ketua lama kepada ketua baru. Momen ini menjadi simbol peralihan tanggung jawab dan amanah organisasi yang harus dijalankan dengan penuh integritas, loyalitas, dan semangat pengabdian.
Dalam sambutannya, ketua Dharma Wanita periode sebelumnya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh anggota selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru dapat melanjutkan serta mengembangkan program-program yang telah dirintis, sekaligus menghadirkan inovasi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan anggota dan perkembangan zaman.
Sementara itu, ketua Dharma Wanita yang baru dalam sambutannya menyatakan kesiapan untuk mengemban amanah yang telah diberikan. Ia menegaskan pentingnya sinergi, komunikasi yang baik, serta kerja sama yang solid antaranggota agar organisasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata, baik bagi keluarga besar Dinas Perhubungan Kota Batu maupun masyarakat luas.
Perwakilan pimpinan Dinas Perhubungan Kota Batu turut memberikan arahan dan apresiasi atas dedikasi pengurus sebelumnya serta memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan yang baru. Disampaikan pula bahwa Dharma Wanita memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran tugas aparatur, khususnya melalui pembinaan keluarga, kegiatan sosial, pendidikan, serta peningkatan kapasitas perempuan.
Kegiatan serah terima ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi dan evaluasi bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun semangat baru, komitmen yang lebih kuat, serta inovasi program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan, peningkatan kesejahteraan keluarga, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas seluruh anggota. Dengan terlaksananya serah terima kepengurusan ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu berkontribusi aktif dalam mendukung visi dan misi instansi serta pembangunan Kota Batu secara umum.

Kegiatan serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Dinas Perhubungan Tahun 2026 merupakan momentum penting dalam menjaga kesinambungan organisasi, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta membangun semangat baru dalam menjalankan program kerja. Adapun tujuan kegiatan ini dapat dijabarkan secara rinci dalam beberapa poin berikut:
1. Sebagai Bentuk Legalitas dan Formalitas Organisasi
Serah terima jabatan dilaksanakan untuk memberikan pengesahan resmi atas pergantian kepemimpinan dalam struktur organisasi. Melalui prosesi ini, peralihan kewenangan, tanggung jawab, serta amanah organisasi dilakukan secara sah, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Menjamin Keberlanjutan Program Kerja Organisasi
Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh program kerja yang telah dirancang dan dilaksanakan pada periode sebelumnya dapat diteruskan secara berkesinambungan. Dengan adanya laporan pertanggungjawaban, pengurus baru dapat memahami capaian, evaluasi, serta rencana strategis yang perlu dikembangkan di masa mendatang.
3. Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Kepengurusan Sebelumnya
Serah terima jabatan menjadi sarana transparansi dalam penyampaian laporan kegiatan, penggunaan anggaran, serta hasil program yang telah dilaksanakan. Hal ini penting untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan seluruh anggota terhadap organisasi.
4. Menumbuhkan Komitmen dan Tanggung Jawab Kepengurusan Baru
Melalui prosesi serah terima, ketua dan pengurus baru secara moral dan organisatoris menerima amanah untuk menjalankan roda organisasi dengan penuh dedikasi, integritas, dan profesionalisme.
5. Memperkuat Soliditas dan Kebersamaan Antaranggota
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi serta penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan Dharma Wanita. Dengan terjalinnya komunikasi yang harmonis, diharapkan tercipta kerja sama yang solid dalam mendukung setiap program organisasi.
6. Memberikan Apresiasi kepada Pengurus Periode Sebelumnya
Serah terima jabatan juga bertujuan untuk memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas pengabdian, kerja keras, dan kontribusi ketua serta pengurus sebelumnya dalam memajukan organisasi.
7. Membangun Semangat dan Visi Baru Tahun 2026
Pergantian kepemimpinan merupakan momentum untuk menghadirkan gagasan, inovasi, dan strategi baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan anggota.
8. Meningkatkan Peran Dharma Wanita dalam Mendukung Dinas Perhubungan Dharma Wanita memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas keluarga ASN serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan sinergi antara Dharma Wanita dan Dinas Perhubungan semakin kuat dan produktif.
9. Mendorong Peningkatan Kapasitas dan Pemberdayaan Anggota
Kepengurusan baru diharapkan mampu merancang program yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, wawasan, serta kesejahteraan anggota dan keluarganya. 10. Mewujudkan Tata Kelola Organisasi yang Lebih Profesional dan Transparan Serah terima jabatan menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem administrasi, manajemen organisasi, serta pengelolaan program yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, tujuan kegiatan serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Dinas Perhubungan Tahun 2026 adalah untuk memastikan keberlangsungan organisasi yang tertib, solid, dan berorientasi pada kemajuan bersama, sekaligus memperkuat komitmen dalam mendukung visi dan misi instansi melalui peran aktif perempuan dalam organisasi.

Kegiatan serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan Kota Batu memberikan berbagai manfaat yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis bagi keberlangsungan organisasi. Adapun manfaat kegiatan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Menjamin Keberlanjutan Organisasi
Serah terima jabatan memastikan roda organisasi tetap berjalan secara tertib dan berkesinambungan tanpa terjadinya kekosongan kepemimpinan.
2. Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas
Melalui penyampaian laporan pertanggungjawaban, seluruh anggota dapat mengetahui capaian program serta penggunaan anggaran secara terbuka dan jelas.
3. Memperkuat Soliditas dan Kekompakan Anggota
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antaranggota, membangun komunikasi yang harmonis, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam organisasi.
4. Menumbuhkan Semangat dan Motivasi Baru
Pergantian kepemimpinan menghadirkan energi dan semangat baru dalam menjalankan program kerja yang lebih inovatif dan relevan.
5. Memberikan Apresiasi kepada Pengurus Lama
Serah terima jabatan menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi pengurus sebelumnya dalam memajukan DWP.
6. Meningkatkan Tanggung Jawab Pengurus Baru
Prosesi ini menegaskan amanah yang harus dijalankan oleh ketua dan pengurus baru dengan penuh integritas dan komitmen.
7. Mendorong Pengembangan Program yang Lebih Berkualitas
Dengan evaluasi program sebelumnya, kepengurusan baru dapat merancang kegiatan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi anggota.
8. Memperkuat Sinergi dengan Dinas Perhubungan Kota Batu
Kegiatan ini mendukung terciptanya kerja sama yang baik antara DWP dan instansi, sehingga peran organisasi semakin optimal dalam mendukung tugas dinas.
9. Meningkatkan Citra Positif Organisasi
Pelaksanaan serah terima yang tertib dan profesional mencerminkan tata kelola organisasi yang baik dan terpercaya.
10. Membangun Komitmen Bersama untuk Kemajuan Organisasi
Melalui kegiatan ini, seluruh anggota diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam memajukan DWP Dishub Kota Batu secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kegiatan serah terima jabatan Ketua DWP Dishub Kota Batu memberikan manfaat besar dalam menjaga stabilitas organisasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Batu.

Penyampaian rencana kegiatan masing-masing bidang dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan Kota Batu merupakan salah satu agenda penting dalam rangka menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi untuk satu periode kepengurusan. Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dan partisipatif, dengan melibatkan seluruh pengurus bidang agar setiap program yang dirancang selaras dengan visi, misi, serta kebutuhan anggota.
Dalam forum tersebut, setiap ketua bidang diberikan kesempatan untuk memaparkan rencana kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Penyampaian dilakukan secara sistematis, mencakup latar belakang program, tujuan kegiatan, sasaran, bentuk pelaksanaan, jadwal kegiatan, hingga indikator keberhasilan. Hal ini bertujuan agar seluruh anggota memahami arah gerak masing-masing bidang serta dapat memberikan masukan demi penyempurnaan program.
Adapun secara umum, rencana kegiatan yang disampaikan meliputi beberapa bidang utama dalam struktur DWP, antara lain:
1. Bidang Pendidikan
Bidang Pendidikan memaparkan rencana kegiatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan wawasan anggota, seperti penyelenggaraan seminar, pelatihan keterampilan, penyuluhan parenting, serta kegiatan literasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarga, serta mendukung peran perempuan dalam pendidikan anak dan keluarga.
2. Bidang Ekonomi
Bidang Ekonomi menyampaikan rencana kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan anggota, antara lain melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha kecil, bazar produk anggota, serta pengelolaan koperasi atau unit usaha DWP. Program ini diharapkan mampu mendorong kreativitas serta menambah penghasilan keluarga.
3. Bidang Sosial Budaya
Bidang Sosial Budaya memaparkan rencana kegiatan sosial kemasyarakatan seperti bakti sosial, santunan, kunjungan sosial, serta partisipasi dalam kegiatan hari besar nasional dan keagamaan. Selain itu, bidang ini juga merencanakan kegiatan pelestarian budaya dan peningkatan kepedulian sosial anggota terhadap lingkungan sekitar.
4. Bidang Organisasi
Bidang Organisasi menyampaikan rencana penguatan tata kelola kelembagaan, termasuk pembinaan administrasi, pendataan anggota, peningkatan disiplin organisasi, serta evaluasi program kerja secara berkala. Tujuannya adalah menciptakan organisasi yang tertib, profesional, dan transparan.
Dalam sesi diskusi, anggota diberikan kesempatan untuk memberikan saran, masukan, maupun tanggapan terhadap rencana yang telah dipaparkan. Suasana diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam memajukan organisasi.
Melalui penyampaian rencana kegiatan masing-masing bidang ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai arah dan prioritas program DWP Dinas Perhubungan Kota Batu. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun koordinasi yang solid antarbidang sehingga pelaksanaan program dapat berjalan efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota serta lingkungan sekitar.
Dengan perencanaan yang matang dan dukungan seluruh anggota, DWP Dinas Perhubungan Kota Batu diharapkan mampu menjalankan program kerja secara optimal dan berkelanjutan, serta terus berkontribusi dalam mendukung tugas dan fungsi instansi maupun pembangunan daerah.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perhubungan
1626-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Organisasi Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi-Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWPUp Bagian Organisasi Kota Batu Jawa Timur
2. Hari / Tanggal : Kamis, 26 Februri 2026
3. Tempat : Ruang bagian Organisasi Lt III
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bagian Organisasi Kota Batu (Nur Rachma) dan anggota
6. Peserta : Ketua DWP dan anggota
7. Acara : Menghadiri Sertijab

Serah Terima Jabatan (Sertijab) merupakan salah satu kegiatan penting dalam sebuah organisasi sebagai bentuk pergantian kepemimpinan yang dilaksanakan secara resmi, tertib, dan penuh tanggung jawab. Dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP), kegiatan sertijab bukan sekadar proses administratif, melainkan momentum strategis untuk memastikan kesinambungan program kerja, menjaga stabilitas organisasi, serta memperkuat semangat kebersamaan antaranggota.

Pergantian kepengurusan merupakan bagian alami dari dinamika organisasi yang sehat. Setiap periode kepemimpinan membawa pengalaman, inovasi, serta kontribusi yang berbeda. Oleh karena itu, proses serah terima jabatan harus dilaksanakan secara transparan, profesional, dan penuh rasa hormat sebagai wujud penghargaan terhadap pengabdian pengurus sebelumnya sekaligus bentuk dukungan kepada pengurus yang baru.

Bagi anggota DWP, kegiatan sertijab memiliki nilai moral, organisatoris, dan sosial yang tinggi karena mencerminkan budaya organisasi yang menjunjung tinggi tanggung jawab, loyalitas, dan keberlanjutan pengabdian.
---

**Tujuan Kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab)**

1. Menjamin Keberlanjutan Program Kerja Organisasi

Tujuan utama sertijab adalah memastikan seluruh program kerja yang telah direncanakan maupun sedang berjalan dapat diteruskan dengan baik oleh kepengurusan baru. Proses ini membantu menghindari terjadinya kekosongan kepemimpinan maupun terhentinya kegiatan organisasi.

2. Melaksanakan Regenerasi Kepemimpinan

Sertijab menjadi sarana regenerasi yang sehat dalam organisasi. Pergantian kepengurusan memberikan kesempatan bagi anggota lain untuk berkontribusi, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, serta membawa ide dan semangat baru bagi kemajuan DWP.

3. Meningkatkan Profesionalisme Organisasi

Melalui proses serah terima jabatan yang tertib dan terstruktur, organisasi menunjukkan tata kelola yang baik (good governance). Hal ini mencerminkan organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

4. Memberikan Penghargaan kepada Pengurus Lama

Sertijab menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas dedikasi, pengabdian, serta kerja keras pengurus sebelumnya yang telah menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

5. Menguatkan Komitmen Pengurus Baru

Kegiatan ini juga bertujuan meneguhkan komitmen pengurus baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh integritas, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada organisasi.
---

**Manfaat Kegiatan Serah Terima Jabatan**

1. Manfaat Organisasi

Sertijab membantu menjaga stabilitas organisasi dengan memastikan adanya kesinambungan kepemimpinan. Program kerja dapat berjalan secara terarah karena adanya transfer informasi, pengalaman, dan evaluasi dari pengurus sebelumnya.

2. Manfaat Edukatif

Kegiatan ini memberikan pembelajaran organisasi bagi anggota DWP mengenai:

* Tata kelola organisasi yang baik * Etika kepemimpinan * Tanggung jawab jabatan * Pentingnya kerja sama tim

Anggota dapat memahami bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan kesungguhan.

3. Manfaat Motivasi dan Semangat Kebersamaan

Sertijab menjadi momen yang membangkitkan semangat baru dalam organisasi. Pengurus baru membawa energi dan inovasi, sementara pengurus lama tetap menjadi sumber pengalaman dan inspirasi.

4. Manfaat Sosial dan Kekeluargaan

Kegiatan sertijab mempererat hubungan antaranggota DWP. Suasana kebersamaan yang tercipta menumbuhkan rasa saling menghargai, menghormati, dan mendukung satu sama lain demi kemajuan organisasi.

5. Manfaat Pengembangan Kepemimpinan

Melalui pergantian jabatan, anggota memperoleh kesempatan untuk belajar memimpin, mengelola kegiatan, mengambil keputusan, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan koordinasi.

---

**Faedah Kegiatan Serah Terima Jabatan**

1. Terjaganya Kontinuitas Organisasi

Sertijab memastikan bahwa organisasi tetap berjalan secara berkesinambungan tanpa hambatan, karena adanya penyerahan tugas, tanggung jawab, serta administrasi secara jelas.

2. Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab

Pengurus baru menyadari bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Hal ini menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan komitmen dalam bekerja.

3. Menumbuhkan Budaya Apresiasi

Melalui sertijab, organisasi menanamkan nilai penghargaan terhadap setiap kontribusi anggota. Budaya apresiasi ini penting untuk menjaga semangat pengabdian dan loyalitas organisasi.

4. Mendorong Inovasi dan Pembaruan

Pergantian kepengurusan membuka peluang munculnya gagasan baru, metode kerja yang lebih efektif, serta inovasi program yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan perkembangan zaman.

5. Memperkuat Identitas dan Soliditas Organisasi

Kegiatan sertijab memperlihatkan bahwa DWP adalah organisasi yang solid, terstruktur, dan memiliki sistem kerja yang berkelanjutan. Hal ini meningkatkan kepercayaan anggota maupun pihak eksternal terhadap organisasi.
---

**Dampak Jangka Panjang Kegiatan Sertijab**

Pelaksanaan sertijab yang baik memberikan dampak jangka panjang, antara lain:

* Terbentuknya kader kepemimpinan yang berkualitas. * Meningkatnya kualitas manajemen organisasi. * Terciptanya budaya kerja yang harmonis dan profesional. * Terpeliharanya semangat pengabdian dan kebersamaan anggota DWP. * Meningkatnya keberhasilan program organisasi secara berkelanjutan.
---

Kegiatan Serah Terima Jabatan bagi anggota Dharma Wanita Persatuan merupakan proses penting yang memiliki makna mendalam, bukan hanya sebagai pergantian kepengurusan, tetapi juga sebagai simbol kesinambungan pengabdian dan tanggung jawab organisasi. Melalui sertijab, nilai-nilai kepemimpinan, kebersamaan, dan profesionalisme dapat terus diwariskan dari satu periode ke periode berikutnya.

Diharapkan melalui kegiatan ini, pengurus lama tetap menjadi bagian dari kekuatan organisasi melalui pengalaman dan dukungannya, sementara pengurus baru mampu menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, inovasi, serta semangat kebersamaan demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan dan kesejahteraan seluruh anggotanya.
---
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BAGIAN ORGANISASI

1712-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi - Pelatihan

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Feruari 2026
3. Tempat : Gedung Bina Praja Kota Batu
4. Pukul : 80.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Sekretaris (Bu Ika), Sie Sosial (Bu Sri)
6. Peserta : Ketua DWP masing -masing OPD atau yang mewakili
7. Acara : Menghadiri Pertemuan dan Pelatihan Mitigasi Kebakaran di Rumah oleh Damkarmat

Manfaat pelatihan Mitigasi Kebakaran di Rumah adalah:
1. Melindungi nyawa penghuni rumah
Dengan adanya langkah pencegahan seperti pemasangan alarm asap dan jalur evakuasi, risiko korban jiwa dapat dikurangi secara signifikan.
2. Mengurangi kerugian materiil
Tindakan seperti menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) dan instalasi listrik yang aman membantu mencegah kerusakan besar pada bangunan dan harta benda.
3. Mencegah penyebaran api lebih luas
Penanganan dini dapat mencegah api merambat ke rumah tetangga atau lingkungan sekitar.
4. Meningkatkan kesiapsiagaan keluarga
Dengan simulasi evakuasi dan edukasi tentang bahaya kebakaran, anggota keluarga menjadi lebih sigap dan tidak panik saat terjadi kebakaran.
5. Mengurangi risiko korsleting listrik
Pemeriksaan rutin instalasi listrik sesuai standar dari Perusahaan Listrik Negara membantu mencegah kebakaran akibat arus pendek.
6. Menekan biaya perbaikan dan asuransi
Rumah yang memiliki sistem keamanan kebakaran cenderung lebih aman dan dapat mengurangi beban biaya setelah kejadian.

Program: Pelatihan
Pelaksana: Dinas Pendidikan
1825-02-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen-Ceramah

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP Pusat
2. Hari / Tanggal : Rabu, 26 Februari 2026
3. Tempat : Kedudukan masing-masing (zoom)
4. Pukul : 15.45 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Seluruh anggota DWP se-Indonesia
7. Acara : Ngabuburit Bareng DWP

NGABUBURIT BARENG DWP

Acara ngabuburit diawali dengan sambutan dari Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Ida Rachmawati Budi G.Sadikin. Beliau juga melaporkan beberapa kegiatan bhakti sosial ke beberapa daerah yang terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan sekitarnya. Bhakti sosial dilaksanakan untuk menyalurkan donasi yang telah dihimpung oleh Dharma Wanita Persatuan guna sedikit meringankan beban Saudara-Saudara kita yang mengalami musibah. Dharma Wanita Persatuan Pusat juga berencana akan melaksanakan buka puasa bersama serta memberikan bhakti sosial lagi bersama masyarakat di wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Ngabuburit bareng DWP merupakan salah satu rangkaian Program Ramadan yang di gagas oleh DWP Pusat sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan spiritual bagi sleuruh anggota Dharma Wanita Persatuan di beragai instansi. Mengusung semangat kebersamaan dan peningkatan kapasitas diri, kegiatan di isi dengan kajian dari Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar.

Pada kesempatan Ini Menteri Agama sekaligus imam besar masjid Istiqlal Jakarta Prof. Dr. Nasaruddin Umar menyampaikan kajiannya dengan tema Keutamaan Al Quran. Dijelaskan bahwa Al Quran mampu menerjemahkan bathin, jiwa dan pikiran kita. Beliau juga menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang pentingnya menjadikan Bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat ketakwaan kita.


Program: Ceramah
Pelaksana: DP3AP2KB
1912-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu mengikuti Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Tahun 2026
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan hubungan keluar-Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu;
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026;
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu;
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai;
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Dian Fachroni Kurniawan), Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Agus dan Ny. Miskan);
6.Peserta : seluruh Ketua Dharma Wanita Persatuan se Kota Batu dan anggota yang ditugaskan;
7. Acara : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Tujuan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu adalah sebagai berikut:
1.Mempererat silaturahmi dan kebersamaan
Menjalin hubungan yang harmonis antaranggota Dharma Wanita agar tercipta rasa kekeluargaan dan saling mendukung.
2. Meningkatkan kualitas dan peran anggota
Mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota dalam mendukung peran sebagai istri ASN serta sebagai individu yang mandiri dan berdaya.
3. Menunjang tugas dan kinerja ASN
Memberikan dukungan moral dan motivasi kepada suami agar dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan berintegritas.
4. Media komunikasi dan informasi organisasi
Menyampaikan program kerja, kebijakan, serta informasi penting organisasi Dharma Wanita.
5. Pengembangan kegiatan sosial dan kemasyarakatan
Merencanakan dan melaksanakan kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat.
6. Pembinaan mental, spiritual, dan etika
Menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan keagamaan dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Manfaat Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu:
1. Memperkuat kebersamaan dan solidaritas anggota
Pertemuan rutin menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan kekompakan antar anggota.
2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
Melalui penyuluhan, pelatihan, dan berbagi pengalaman, anggota memperoleh wawasan baru yang bermanfaat bagi keluarga dan kehidupan sosial.
3. Mendukung peran keluarga ASN yang harmonis
Anggota mendapatkan pembinaan dalam mendukung suami menjalankan tugasnya serta membangun keluarga yang sejahtera dan beretika.
4. Media penyampaian informasi organisasi
Pertemuan rutin memudahkan penyampaian program kerja, kebijakan, dan evaluasi kegiatan Dharma Wanita.
5. Menumbuhkan kepedulian sosial
Mendorong partisipasi aktif anggota dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.
6. Penguatan mental dan spiritual
Kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter membantu meningkatkan keimanan, akhlak, dan sikap positif anggota.
7. Meningkatkan rasa percaya diri dan partisipasi anggota
Anggota terdorong untuk aktif berpendapat, berorganisasi, dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan.

Kesimpulan diadakannya pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu adalah:
Pertemuan rutin Dharma Wanita merupakan sarana penting untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat peran dan kualitas anggota dalam mendukung keluarga dan tugas ASN. Melalui pertemuan rutin, komunikasi organisasi dapat berjalan dengan baik, informasi dan program kerja tersampaikan secara efektif, serta terbentuk kepedulian sosial, mental, dan spiritual anggota. Dengan demikian, pertemuan rutin Dharma Wanita berkontribusi positif dalam mewujudkan organisasi yang solid, aktif, dan berdaya guna bagi anggota maupun masyarakat.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
2012-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Bumiaji menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar – Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari Ketua Dharma Wanita Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Kecamatan Bumiaji (Ny. Belli Yuriana)
6. Peserta : Ketua DWP dari masing-masing DWP UP se Kota Batu beserta Anggota
7. Acara : Menghadiri Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Tujuan Diadakannya Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Tujuan Pertemuan Rutin Dharma Wanita adalah untuk mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antaranggota, serta mendukung pengembangan peran wanita, khususnya istri-istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Beberapa tujuan utama pertemuan rutin ini meliputi:
1. Peningkatan kualitas anggota:
Melalui berbagai pelatihan, seminar, dan diskusi, Dharma Wanita bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggota dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi, sosial, dan budaya.
2. Kegiatan sosial dan kemasyarakatan:
Pertemuan ini juga merupakan ajang untuk merencanakan dan mengevaluasi program-program sosial yang bertujuan membantu masyarakat, seperti kegiatan amal, bakti sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
3. Membangun kebersamaan dan komunikasi:
Pertemuan rutin menjadi momen untuk memperkuat hubungan antar anggota, serta sebagai sarana tukar pikiran, informasi, dan pengalaman.
4. Dukungan kepada ASN:
Dharma Wanita juga memiliki peran dalam mendukung tugas dan tanggung jawab suami yang bekerja sebagai ASN, dengan menjaga keharmonisan keluarga dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung keberhasilan suami di lingkungan kerja.
5. Pengembangan ekonomi keluarga:
Pertemuan ini juga sering menjadi tempat untuk membahas cara-cara pengembangan ekonomi, seperti keterampilan kewirausahaan yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Secara keseluruhan, pertemuan rutin ini bertujuan meningkatkan peran aktif perempuan dalam berbagai bidang, baik dalam keluarga maupun masyarakat.

Pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) di tingkat kota memberikan sejumlah manfaat penting bagi anggotanya dan masyarakat secara umum. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang diperoleh:
1. Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan :
Melalui pertemuan rutin, anggota Dharma Wanita dapat mengikuti pelatihan dan seminar yang bertujuan meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kapasitas mereka dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Ini membantu anggota lebih mandiri dan berdaya.
2. Pemberdayaan Ekonomi :
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh DWP sering kali mencakup pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan keuangan keluarga. Ini membuka peluang bagi anggota untuk memulai usaha kecil-kecilan atau mengembangkan usaha yang sudah ada, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
3. Penguatan Solidaritas dan Silaturahmi :
Pertemuan Dharma Wanita mempererat hubungan antaranggota, menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas. Selain itu, ini juga memperkuat jejaring sosial dan komunikasi, baik di antara anggota maupun dengan masyarakat luas.
4. Dukungan Terhadap Tugas Suami sebagai ASN :
Dharma Wanita berperan dalam mendukung kinerja suami yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan menjaga keharmonisan keluarga dan memberikan dukungan moral, peran suami sebagai abdi negara dapat lebih maksimal.
5. Kegiatan Sosial dan Kepedulian Masyarakat :
Dharma Wanita aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial, penggalangan dana, dan kegiatan amal lainnya. Ini membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan, serta memperkuat kepedulian anggota terhadap lingkungan sosial di sekitar mereka.
6. Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan :
Anggota Dharma Wanita mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kepribadian melalui berbagai aktivitas organisasi, seperti mengelola kegiatan atau menjadi pemimpin dalam proyek-proyek sosial.
7. Pelestarian Nilai-Nilai Budaya dan Tradisi :
Melalui berbagai kegiatan budaya, Dharma Wanita juga berperan dalam melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai tradisional dan kebudayaan lokal, baik kepada anggota maupun masyarakat luas.

Dalam Pertemuan Dharma Wanita Kota Batu hari ini, disanpaikan beberapa laporan dari bidang-bidang antara lain:
1 . Bidang Pendidikan :
- Pelaporan dana anak asuh. Penjelasan dari Bidang Pendidikan terkait saldo dana anak asuh dan jumlah anak yang mendapatkan beasiswa. Ada penambahan anak asuh dari Kecamatan Bumiaji.
2. Bidang Ekonomi :
- Pelaporan kegiatan bidang ekonomi selama tahun 2025
- Untuk pelaporan saldo kantin akan dilaporkan pada pertemuan bulan berikutnya.
3. Bidang Sosial: melaporkan saldo jimpitan.
4. Sekretaris:
- Menyampaikan terkait pergeseran atau mutasi jabatan yang terjadai pada pemerintah Kota Batu, maka terjadi pergantian kepemimpinan pada Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.
- Sertijab akan dilakukan setelah mendapat petunjuk dari PJ Sekd.
5. Sambutan Wakil Ketua DWP Kota
- Penyampaian terima kasih atas partisipasi aktif ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kota Batu dalam mengikuti kegiatan.
- Permohonan maaf dari Ketua DWP Kota Batu periode 2020-2025 karena tidak bisa membersamai dalam pertemuan DWP.
- Penyampaian dari Wakil Ketua DWP bahwa pergeseran jabatan atau mutasi pegawai dalm pemerintahan itu hal yang wajar, mohon untuk tidak menjadikan sesuatu yang luar biasa, dan mohon selalu peran serta aktif seluruh anggota DWP UP dalam mengikuti kegiatan.

Dengan adanya pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan di Kota Batu, anggota dapat terus belajar, berkontribusi, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.


Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Bumiaji
2120-02-2026

LAPORAN KEGIATAN

Menghadiri Undangan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Tanggal: 20 Februari 2026
Pada hari Jumat, 20 Februari 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana (UP) DISPERPUSIP menghadiri undangan kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Kegiatan ini turut mengundang seluruh Ketua DWP Unit Pelaksana Dinas se-Kota Batu sebagai bentuk konsolidasi dan penguatan koordinasi organisasi di tingkat kota.
Acara sertijab dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme organisasi dalam rangka keberlanjutan kepemimpinan serta estafet tanggung jawab dari Ketua DWP periode sebelumnya kepada Ketua DWP yang baru. Kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh nuansa kebersamaan.

Rangkaian Acara

Adapun susunan kegiatan dalam acara Sertijab tersebut meliputi:
1. Registrasi dan penerimaan tamu undangan.
2. Pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan.
3. Pembacaan doa.
4. Sambutan dari Ketua DWP Kota Batu periode sebelumnya.
5. Sambutan dan arahan dari Ketua DWP Kota Batu yang baru.
6. Prosesi penandatanganan berita acara Serah Terima Jabatan.
7. Penyerahan simbolis dokumen organisasi.
8. Pemberian ucapan selamat dan sesi ramah tamah.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kota Batu periode sebelumnya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan kebersamaan seluruh jajaran pengurus serta Ketua DWP UP Dinas selama masa kepemimpinan. Beliau juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan serta menghadirkan inovasi yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Batu yang baru dalam arahannya menyampaikan komitmen untuk memperkuat sinergi antar DWP Unit Pelaksana Dinas se-Kota Batu, meningkatkan kualitas program kerja, serta mendorong partisipasi aktif anggota dalam berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, ekonomi, maupun budaya.

Tujuan Kehadiran

1. Kehadiran Ketua DWP UP DISPERPUSIP dalam kegiatan ini bertujuan untuk:
2. Memberikan dukungan terhadap kepemimpinan baru DWP Kota Batu.
3. Mempererat silaturahmi antar Ketua DWP UP Dinas se-Kota Batu.
4. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi organisasi.

Menyelaraskan arah kebijakan dan program kerja DWP di tingkat kota dengan unit pelaksana dinas.

Hasil dan Harapan

Dengan terselenggaranya kegiatan Sertijab ini, diharapkan tercipta kesinambungan kepemimpinan yang harmonis serta penguatan struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan di Kota Batu. Selain itu, momentum ini menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh Ketua DWP UP Dinas untuk bersama-sama mendukung visi dan misi organisasi secara lebih terarah dan terstruktur.
Semoga di bawah kepemimpinan yang baru, Dharma Wanita Persatuan Kota Batu semakin solid, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi anggota, keluarga besar ASN, serta masyarakat Kota Batu.
Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai dokumentasi dan bahan arsip organisasi.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
2213-02-2026

LAPORAN BIDANG SEKRETARIAT DHARMA WANITA PERSATUAN DISPERPUSIP

Pertemuan Rutin DHARMA WANITA PERSATUAN DISPERPUSIP dan pembentukan pengurus dan anggota DHARMA WANITA PERSATUAN DISPERPUSIP:
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen – Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Dihadiri oleh 20 anggota DWP DHARMA WANITA PERSATUAN DISPERPUSIP
2. Hari / Tanggal : Jumat, 13 Februari 2026
3. Tempat : Depo Arsip Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB – Selesai
5. Peserta : 20 orang
6. Yang bertugas hadir : Ny Elok Rais, Ny Rumanah Rahman, dan Yani
7. Acara : Seminar atau sosialisai kebakaran oleh dinas damkar
8. Susunan Acara:
- Pembukaan
- Sambutan Ketua DHARMA WANITA PERSATUAN DISPERPUSIP
- Sambutan Sekretaris Dinas sekaligus penasihat DHARMA WANITA PERSATUAN DISPERPUSIP I
- Penutup

A.Tujuan Pertemuan Rutin dan Pembentukan Pengurus

Dharma Wanita Persatuan (DWP) DISPERPUSIP
Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP diselenggarakan sebagai wadah silaturahmi, koordinasi, dan penguatan peran organisasi dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur sipil negara serta dalam mendukung program kerja instansi.

Adapun tujuan diselenggarakannya pertemuan dan pembentukan pengurus ini adalah sebagai berikut:
1. Mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP sehingga tercipta rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan solidaritas yang kuat.
2. Menyusun dan membentuk struktur kepengurusan yang solid dan profesional guna mendukung kelancaran roda organisasi.
3. Menetapkan pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pengurus dan anggota agar pelaksanaan program kerja berjalan efektif dan terarah.
4. Menyusun program kerja Tahun 2026 yang bermanfaat bagi anggota, keluarga, serta masyarakat sekitar.
5. Meningkatkan kapasitas dan peran perempuan dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan budaya melalui kegiatan yang produktif dan inspiratif.
6. Mendukung program pemerintah dan instansi DISPERPUSIP, khususnya dalam bidang literasi, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dengan adanya pembentukan pengurus yang baru, diharapkan organisasi dapat berjalan lebih terstruktur, aktif, dan memberikan dampak positif secara berkelanjutan.

B. Hasil Pertemuan dan Pembentukan Pengurus
Hasil dari pertemuan rutin dan pembentukan pengurus Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP adalah sebagai berikut:
1. Terbentuknya susunan kepengurusan Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP Tahun 2026, yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta beberapa bidang seperti:
o Bidang Pendidikan
o Bidang Ekonomi
o Bidang Sosial Budaya
2. Disepakatinya komitmen bersama untuk menjalankan organisasi dengan prinsip kebersamaan, keterbukaan, dan tanggung jawab.
3. Disusunnya rencana program kerja tahunan yang akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang Tahun 2026.
4. Terbangunnya semangat baru seluruh anggota untuk lebih aktif dan berkontribusi dalam setiap kegiatan organisasi.

Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan bahwa setiap kegiatan akan dilaksanakan secara terencana, partisipatif, dan melibatkan seluruh anggota secara bergilir agar tercipta rasa memiliki terhadap organisasi.

C. Program Kerja Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP Tahun 2026
Sebagai bentuk komitmen dan arah kerja organisasi, berikut program kerja yang akan dilaksanakan pada Tahun 2026:
1. Bidang Sosial dan Keagamaan
• Kegiatan berbagi takjil pada Bulan Ramadhan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
• Buka puasa bersama anggota dan keluarga besar DISPERPUSIP untuk mempererat kebersamaan.
• Santunan sosial bagi anggota atau masyarakat yang membutuhkan.
• Kunjungan sosial dan doa bersama dalam momen tertentu.
2. Bidang Pendidikan dan Literasi
• Dukungan terhadap kegiatan literasi yang diselenggarakan DISPERPUSIP.
• Pelatihan atau seminar peningkatan kapasitas anggota (misalnya: kesehatan keluarga, parenting, keterampilan, atau kewirausahaan).
• Kegiatan edukatif bagi keluarga anggota.
• Lomba 17 Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melibatkan anggota dan keluarga.
• Kegiatan outbond/family gathering guna mempererat kekompakan dan membangun kerja sama tim.
• Senam sehat atau kegiatan olahraga rutin.
3. Bidang Ekonomi
• Pelatihan keterampilan (membuat kerajinan, kuliner, dll.) untuk meningkatkan kreativitas dan potensi ekonomi anggota.
• Bazaar atau pameran kecil hasil karya anggota pada momen tertentu.
4 . Kegiatan Rutin Organisasi
• Pertemuan rutin bulanan Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP.
• Evaluasi program kerja secara berkala.
• Perayaan hari besar nasional maupun hari besar keagamaan.

Penutup
Dengan terbentuknya kepengurusan Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP Tahun 2026 dan tersusunnya program kerja yang terarah, diharapkan organisasi ini semakin solid, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata baik bagi anggota, keluarga, instansi, maupun masyarakat luas.
Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan menjadi landasan utama dalam menjalankan setiap program yang telah direncanakan demi terwujudnya Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP yang maju, mandiri, dan inspiratif


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
2311-02-2026

LAPORAN BIDANG SEKRETARIAT DHARMA WANITA PERSATUAN DISPERPUSIP

Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP menghadiri sosialisasi atau seminar tentang kebakaran oleh Dinas Damkar:
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar- Seminar

Keterangan Program :
1. Dihadiri oleh 43 DWP UP se-Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 11 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB – Selesai
5. Peserta : 100 orang
6. Yang bertugas hadir : Ny Elok Rais, Ny Rumanah Rahman, dan Yani
7. Acara : Seminar atau sosialisai kebakaran oleh dinas damkar
8. Susunan Acara:
- Sambutan Ketua DWP Damkar
- Pengisian dari Dinas Damkar
- Sesi Tanya Jawab materi I
- Penutup

1. Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan

Kegiatan sosialisasi/seminar tentang kebakaran ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi dan peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran di lingkungan rumah maupun tempat kerja.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah:
1. Meningkatkan pemahaman anggota DWP tentang penyebab dan risiko kebakaran.
2. Memberikan pengetahuan dasar tentang pencegahan kebakaran di rumah.
3. Melatih kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.
4. Mengetahui langkah awal penanganan kebakaran sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.

2. Materi Sosialisasi
Narasumber dari Dinas Damkar menyampaikan beberapa poin penting, antara lain:
A. Penyebab Umum Kebakaran
1. Korsleting atau arus pendek listrik.
2. Kebocoran tabung gas LPG.
3. Kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala.
4. Pembakaran sampah sembarangan.
5. Anak-anak bermain api/korek.

B. Cara Pencegahan Kebakaran di Rumah
1. Memastikan instalasi listrik sesuai standar dan tidak menumpuk colokan.
2. Rutin mengecek selang dan regulator gas.
3. Tidak meninggalkan dapur saat memasak.
4. Menjauhkan benda mudah terbakar dari sumber api.
5. Menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah.

C. Cara Menangani Kebakaran di Rumah (Penanganan Awal)
1. Tetap tenang dan jangan panik.
2. Matikan sumber listrik utama jika memungkinkan.
3.Jika kebakaran kecil (misal dari kompor), gunakan kain basah atau karung basah untuk menutup api.
4. Jangan menyiram api akibat listrik dengan air.
5. Gunakan APAR dengan teknik PASS:
- Pull (Tarik pin pengaman)
- Aim (Arahkan ke sumber api)
- Squeeze (Tekan tuas)
- Sweep (Sapu ke kiri dan kanan) 5. Segera hubungi petugas Damkar apabila api tidak dapat dikendalikan.
6. Prioritaskan keselamatan diri dan keluarga.

3. Sesi Tanya Jawab
Beberapa pertanyaan yang diajukan peserta antara lain:
1. Bagaimana cara mengetahui tabung gas bocor?
Dijelaskan bahwa tanda kebocoran dapat diketahui dari bau menyengat dan suara mendesis. Dapat dicek menggunakan air sabun pada sambungan selang.
2. Apakah boleh menyiram api dengan air saat kebakaran listrik?
Tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan sengatan listrik dan memperbesar risiko.
3. Berapa jarak aman saat terjadi kebakaran besar?
Disarankan menjauh minimal 10–15 meter dan segera evakuasi ke tempat aman.
4. Apakah rumah wajib memiliki APAR?
Sangat dianjurkan sebagai langkah antisipasi dini.

4. Kesimpulan
Kegiatan sosialisasi ini memberikan wawasan dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi anggota Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran.
Diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menyebarluaskan informasi ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar.


Program: Seminar
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
2413-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Junrejo menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat
Keterangan Program :
1. Undangan dari Kecamatan Junrejo
2. Hari / Tanggal : Jum’at, 13 Februari 2026
3. Tempat : BRMP Jestro Kota Batu
4. Pukul : 13.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Wakil Ketua DWP Kecamatan Junrejo Kota Batu
6. Acara : Musrenbang Kecamatan Junrejo Kecamatan Junrejo Tahun 2026

Pada hari Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Gedung BRMP Jestro, Kota Batu, telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Junrejo. Forum strategis ini diselenggarakan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kehadiran Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Junrejo dalam kesempatan tersebut menjadi representasi penting dari peran organisasi perempuan dalam mengawal transisi dan sinkronisasi kebijakan pembangunan daerah.

Mengusung tema sentral "Guyub Rukun Sengkuyung Visi Misi Mbatu Sae", Musrenbang ini dirancang sebagai platform integrasi antara aspirasi akar rumput dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Batu. Tema tersebut menekankan pentingnya sinergitas kolektif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan organisasi istri Aparatur Sipil Negara, guna memastikan setiap tahap pembangunan selaras dengan visi besar daerah.

Acara diawali dengan paparan komprehensif dari Camat Junrejo, Bapak Parman, SP, yang menyajikan gambaran umum wilayah serta peta potensi strategis kecamatan. Dalam penjelasannya, beliau menonjolkan keunggulan komparatif yang dimiliki oleh setiap desa dan kelurahan, mencakup sektor pertanian modern, industri kreatif yang dinamis, hingga pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang menjadi jati diri wilayah Junrejo.

Berdasarkan data rekapitulasi usulan yang dipaparkan, tercatat bahwa aspirasi masyarakat Junrejo untuk tahun anggaran 2027 masih didominasi oleh sektor pembangunan infrastruktur fisik. Dari total 241 usulan yang masuk ke sistem perencanaan, sebanyak 194 usulan berfokus pada prasarana wilayah, sementara sektor ekonomi produktif mencakup 37 usulan, dan sektor sosial budaya tercatat sebanyak 10 usulan.

Menanggapi peta usulan tersebut, Kepala Bappelitbangda Kota Batu, Ir. Bangun Yulianto, ST., MT., memberikan pengarahan teknis mengenai 15 program prioritas yang menjadi instrumen utama pembangunan Kota Batu ke depan. Beliau menegaskan bahwa setiap usulan dari Kecamatan Junrejo harus mampu bersinggungan dengan program unggulan Kepala Daerah guna menciptakan akselerasi dampak yang signifikan bagi masyarakat luas.

Beberapa poin kunci dalam program prioritas tersebut mencakup bidang pendidikan dan sosial, seperti program mencetak seribu sarjana dan subsidi air bersih bagi keluarga pra-sejahtera. Selain itu, ditekankan pula rencana pembangunan ikonik seperti Batu Artpreneur, Sport Center, serta Spiritual Botanical Garden yang diharapkan dapat menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi dan sosial di wilayah Kecamatan Junrejo dan sekitarnya.

Di sektor ekonomi dan lingkungan, Pemerintah Kota Batu memproyeksikan pembangunan Mall UMKM dan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lintas sektor. Tidak kalah penting, penguatan kawasan pengelolaan sampah juga menjadi prioritas mendesak. Bagi DWP Kecamatan Junrejo, informasi ini menjadi rujukan penting dalam menyusun program kerja organisasi yang sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Kehadiran legislatif yang diwakili oleh Bapak Ludi Tanarto, SP, selaku anggota DPRD Dapil Junrejo, memberikan penegasan mengenai pentingnya asas rasionalitas dalam pengusulan program. Beliau mengimbau agar konstituen dan pemerintah desa bersifat selektif dalam menetapkan prioritas, sehingga usulan yang diajukan benar-benar memiliki daya ungkit ekonomi dan sosial yang logis serta dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut, Bapak Ludi Tanarto menyatakan komitmen penuh jajaran dewan di Dapil Junrejo untuk mengawal dan memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat agar dapat terakomodasi dalam APBD Kota Batu tahun 2027. Sinergi antara legislatif dan eksekutif ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Junrejo melalui pengawasan yang ketat dan advokasi anggaran yang tepat sasaran.

Wakil Walikota Batu, Bapak Heli Suyanto, S.H., M.H., dalam arahannya memberikan apresiasi atas kehadiran berbagai organisasi, termasuk DWP, yang mencerminkan iklim demokrasi partisipatif yang sehat. Beliau menekankan bahwa kehadiran fisik Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam forum Musrenbang merupakan hal mutlak untuk merespons kebutuhan warga secara langsung dan memberikan kepastian teknis atas usulan yang diajukan.

Terkait strategi pembiayaan pembangunan, Wakil Walikota mengusulkan optimalisasi pemanfaatan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Beliau mendorong setiap anggota legislatif untuk secara spesifik "mengampu" atau bertanggung jawab atas minimal satu hingga dua kegiatan di setiap desa, dengan merujuk pada bank data usulan yang telah diverifikasi secara akurat oleh pihak kecamatan dan Bappelitbangda.

Catatan kritis diberikan oleh Wakil Walikot mengenai usulan di sektor UMKM yang dinilai masih minim inovasi. Beliau mengamati bahwa mayoritas usulan dari tingkat desa masih terpaku pada pembangunan fisik sarana UMKM, sementara aspek pemberdayaan yang substansial masih jarang tersentuh dalam draf rencana kerja desa yang diajukan dalam forum tersebut.

Beliau mengajak para Kepala Desa untuk lebih kreatif dalam merumuskan usulan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Usulan yang diharapkan meliputi program pelatihan keterampilan, pendampingan sertifikasi, hingga fasilitasi permodalan, mengingat potensi UMKM di Junrejo yang sangat besar di sektor kerajinan dan olahan pangan.

Kegiatan Musrenbang ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara kesepakatan kolektif antara pihak eksekutif, legislatif, dan pemerintah desa. Kesepakatan ini menjadi landasan moral dan administratif untuk bersama-sama sengkuyung memastikan bahwa setiap butir usulan bukan sekadar daftar keinginan, melainkan rencana kerja nyata yang terukur demi mewujudkan visi "Mbatu Sae".

Wakil Ketua DWP Kecamatan Junrejo menyambut baik hasil kesepakatan tersebut dan berkomitmen untuk mensosialisasikan hasil Musrenbang kepada seluruh anggota DWP. Partisipasi aktif ini membuktikan bahwa DWP Kecamatan Junrejo siap berperan strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah melalui penguatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan ekonomi kreatif perempuan. .


Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Junrejo
2520-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Junrejo menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/Konsolidasi
Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jum'at, 20 Februari 2026
3. Tempat : Ruang Bina Praja
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Kecamatan Junrejo
6. Acara : Sertijab Ketua DWP Kota Batu

Roda organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Batu kembali bergerak dinamis seiring dengan dilaksanakannya mutasi dan pelantikan pejabat struktural yang menjadi bagian dari penyegaran birokrasi. Salah satu perubahan signifikan terjadi pada posisi strategis Sekretaris Daerah, di mana Bapak Drs. Zadim Effisiensi, M.Si., yang telah mendedikasikan pengabdiannya sejak Agustus 2018 hingga Januari 2026, resmi mengakhiri masa jabatannya. Pada tanggal 21 Januari 2026, beliau memulai babak baru dalam karier birokrasinya dengan dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Batu. Pergeseran kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan sebuah estafet tanggung jawab demi kelangsungan pembangunan kota.

Implikasi dari rotasi jabatan tersebut secara otomatis menyentuh struktur organisasi pendamping pemerintah, yakni Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu. Sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku, posisi Ketua DWP Kota Batu yang sebelumnya diemban dengan penuh dedikasi oleh Ibu Aini Zadim, kini beralih kepada Ibu Ninik Eko Suhartono. Perubahan ini menandai dimulainya era baru dalam kepengurusan DWP, yang tetap membawa semangat keberlanjutan dari kepemimpinan sebelumnya dalam mendukung peran suami sebagai abdi negara di Kota Batu.

Sebagai wujud kepatuhan terhadap regulasi organisasi, diselenggarakanlah acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) DWP Kota Batu yang berlangsung khidmat di Ruang Bina Praja. Momen sakral ini disaksikan langsung oleh Penasehat DWP Kota Batu, Ibu Dra. Siti Faujiyah, serta Sekretaris Daerah Kota Batu yang baru, Bapak Drs. Eko Suhartono, MM. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan bahwa DWP memiliki posisi tawar yang penting dalam struktur sosial pemerintahan, serta menjadi simbol restu bagi pengurus baru untuk menjalankan amanah selama masa jabatan mendatang.

Pelaksanaan serah terima jabatan ini merupakan bentuk tertib administrasi yang sangat esensial bagi kesehatan sebuah organisasi. Tanpa administrasi yang rapi dan transparan, pencapaian visi dan misi organisasi akan sulit terwujud secara optimal. Langkah ini juga menjadi jembatan formal untuk menyelaraskan gerak langkah DWP Kota Batu dengan tujuan nasional yang lebih besar, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 di tingkat daerah hingga nasional.

Para istri pegawai di lingkup Pemerintah Kota Batu menyadari sepenuhnya bahwa peran mereka tidak terbatas pada urusan domestik semata, melainkan memiliki tanggung jawab moral untuk menyukseskan perjuangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai pendamping setia, mereka memahami bahwa keberhasilan suami dalam mengemban tugas pemerintahan dan melaksanakan pembangunan sangat dipengaruhi oleh dukungan moral dan lingkungan keluarga yang kondusif. Kesadaran kolektif inilah yang menjadi energi utama bagi keberlangsungan Dharma Wanita Persatuan di Kota Wisata Batu.

Seluruh aspirasi dan dedikasi para istri ASN ini disalurkan melalui wadah organisasi Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Melalui organisasi ini, setiap anggota memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara nyata dalam berbagai kegiatan yang mendukung kelancaran tugas suami. DWP menjadi rumah bagi para istri pegawai dan karyawati untuk saling menguatkan, bertukar pikiran, dan bergerak bersama dalam satu frekuensi perjuangan demi kemajuan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan bermartabat.

Salah satu pilar utama tujuan DWP Kota Batu adalah meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dianggap sebagai fondasi krusial agar setiap anggota mampu bertransformasi menjadi pribadi yang bermoral tinggi, berkepribadian kuat, serta berbudi luhur. Dengan landasan spiritual yang kokoh, diharapkan para anggota DWP dapat menjadi teladan baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat luas, mencerminkan citra positif dari keluarga besar abdi negara.

Selain aspek spiritual, DWP Kota Batu memiliki misi besar untuk terus memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di antara sesama anggotanya. Di tengah keberagaman latar belakang, organisasi ini berperan sebagai perekat yang menyatukan visi tanpa memandang perbedaan jabatan suami. Semangat solidaritas ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja dan sosial yang harmonis, sehingga potensi konflik dapat diminimalisir dan kolaborasi dapat ditingkatkan demi kemaslahatan bersama.

Peningkatan tanggung jawab bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara juga menjadi fokus utama dalam setiap program kerja yang disusun. DWP Kota Batu berkomitmen untuk selalu selaras dengan kebijakan pemerintah daerah maupun pusat, memastikan bahwa setiap gerakan organisasi memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial. Anggota DWP didorong untuk lebih peka terhadap isu-isu kebangsaan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga stabilitas serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari lingkup terkecil.

Terakhir, DWP Kota Batu berupaya keras meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya guna menciptakan kesejahteraan keluarga yang mandiri serta menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan hidup. Melalui pelatihan keterampilan dan aksi sosial, organisasi ini ingin memastikan bahwa kehadiran mereka memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Dengan kepemimpinan yang baru di bawah Ibu Ninik Eko Suhartono, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu semakin solid dalam menebar kebaikan dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Kota Batu yang lebih sejahtera.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Kecamatan Junrejo
2612-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen-Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB s/d selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Bidang Ekonomi (Ibu Mieke Ferrya dan Ibu Rini)
6. Peserta : 90 Orang, 45 DWP se-Kota Batu
7. Acara : Menghadiri Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Bulan Februari 2026

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada kesempatan ini diampu oleh DWP UP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKARMAT) . Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, dengan susunan acara sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan
3. Pembacaan doa
4. Pengisian materi
5. Penyampaian laporan bidang-bidang
6. Sambutan Ketua DWP UP Kecamatan Batu
7. Pengarahan Ketua DWP Kota Batu
8. Ramah tamah dan penutup

Dalam rangka meningkatkan silaturahmi, koordinasi program kerja, serta peran aktif anggota dalam mendukung pembangunan daerah, Dharma Wanita Persatuan Kota Batu telah melaksanakan kegiatan pertemuan rutin pada hari Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda bulanan yang dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai sarana evaluasi, pembinaan, dan penguatan kapasitas anggota.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan registrasi peserta. Setelah seluruh peserta hadir, kegiatan dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars Dharma Wanita sebagai bentuk rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap organisasi. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan membawa manfaat bagi seluruh anggota. Setelah itu, Sambutan Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu dalam sambutannya, Ny. Lita Dahlan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh anggota yang tetap konsisten mengikuti pertemuan rutin sebagai bagian dari komitmen organisasi. Beliau menegaskan bahwa pertemuan rutin bukan sekadar agenda formalitas, melainkan momentum strategis untuk:
• Memperkuat solidaritas dan kekompakan antar anggota.
• Meningkatkan kapasitas diri sebagai perempuan yang berperan dalam keluarga dan masyarakat.
• Mendukung tugas suami sebagai Aparatur Sipil Negara dengan sikap profesional dan penuh integritas.

Beliau juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga di era modern yang penuh tantangan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika sosial. Dharma Wanita diharapkan mampu menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, serta memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Di akhir sambutannya, beliau mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga nama baik organisasi, meningkatkan kedisiplinan, serta aktif berpartisipasi dalam setiap program kerja yang telah direncanakan.

Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kota Batu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sebagai bagian dari penyelenggaraan kegiatan pertemuan rutin kali ini. Beliau memaparkan secara singkat mengenai tugas pokok dan fungsi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, yang memiliki peran penting dalam penanggulangan kebakaran, penyelamatan, serta penanganan kondisi darurat di wilayah Kota Batu. Tugas tersebut memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta dukungan moral dari keluarga. Beliau menekankan bahwa keberhasilan tugas suami di lapangan tidak terlepas dari peran istri yang memberikan dukungan, doa, dan penguatan dari rumah. Oleh karena itu, Dharma Wanita UP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan berkomitmen untuk terus mendukung program organisasi serta meningkatkan kepedulian terhadap aspek keselamatan lingkungan. Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh anggota untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing.

Kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada hari Kamis, 12 Februari 2026 berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan. Diharapkan melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kota Batu semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah serta mewujudkan keluarga yang tangguh dan sejahtera.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2711-02-2026

LAPORAN BIDANG SEKRETARIAT DHARMA WANITA PERSATUAN DISPERPUSIP

Dharma Wanita Persatuan DISPERPUSIP menghadiri pertemuan rutin DWP Kota Batu:
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar- Rapat

Keterangan Program :
1. Dihadiri oleh 43 DWP UP se-Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 11 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB – Selesai
5. Peserta : 100 orang
6. Yang bertugas hadir : Ny Elok Rais, Ny Rumanah Rahman, dan Yani
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Kota Batu
8. Susunan Acara:
- Absensi
- menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
- Pembukaan
- Doa
- Laporan dari masing-masing Bidang
- Sambutan Ketua DWP Kota Batu
- Pengisian dari Dinas Damkar
- Sesi Tanya Jawab materi I
- Penutup

Tujuan diadakanya pertemuan rutin dwp kota batu
1.Mempererat Silaturahmi dan Solidaritas
Menjalin hubungan yang harmonis antaranggota sehingga tercipta rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan dalam menjalankan roda organisasi.
2. Memperkuat Koordinasi Antarunsur dan Bidang.
Menyatukan persepsi antara pengurus dan anggota dari berbagai unsur pelaksana agar program kerja dapat berjalan selaras dan terintegrasi. .
3. Evaluasi dan Monitoring Program Kerja.
Meninjau capaian kegiatan yang telah dilaksanakan, mengidentifikasi kendala, serta mencari solusi bersama untuk peningkatan kinerja organisasi. .
4. Perencanaan Program yang Lebih Terarah.
Menyusun agenda kegiatan jangka pendek maupun jangka panjang sesuai dengan visi dan misi organisasi. .
5. Meningkatkan Kompetensi dan Kapasitas Anggota.
Memberikan pembinaan, pelatihan, dan informasi yang bermanfaat guna meningkatkan keterampilan, wawasan, serta kualitas diri anggota. .
5. Mendukung Peran Suami sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) .
Mendorong terciptanya keluarga yang harmonis, sejahtera, dan mendukung kinerja suami dalam menjalankan tugas pemerintahan. .
6. Mendorong Partisipasi Aktif dalam Kegiatan Sosial.
Menggerakkan anggota untuk terlibat dalam kegiatan sosial, bakti sosial, dan aksi kemasyarakatan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. .
7. Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga.
Menguatkan peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. .
8. Meningkatkan Disiplin dan Tanggung Jawab Organisasi.
Menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas organisasi. .
9. Menyampaikan Informasi dan Kebijakan Terkini.
Menjadi sarana penyampaian informasi terkait kebijakan pemerintah daerah maupun kebijakan organisasi yang perlu diketahui oleh seluruh anggota. .
10. Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Kreativitas.
Memberikan ruang bagi anggota untuk berkontribusi ide, gagasan, dan inovasi demi kemajuan organisasi. .
11. Membangun Citra Positif Organisasi.
Memperkuat eksistensi dan peran DWP sebagai organisasi perempuan yang aktif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. .
Dengan adanya pertemuan rutin ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu semakin solid, profesional, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. .


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
2812-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas DAMKARMAT Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi dan Humas

Keterangan Program :
1.Kegiatan dari DWP Kota Batu
2.Hari/Tanggal : Kamis, 12 Januari 2026
3.Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4.Pukul : 09.00 – selesai
5.Yang Bertugas Hadir :
- Ibu Nindya
- Ibu Eny Rudi
- Ibu Lala Eko
- Ibu Isnaini Gatot
6.Peserta : 4 (empat) orang
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Kota Batu
* Pembukaan oleh Ibu Eny
* Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita
* Pembacaan doa oleh Ibu Isnaini
* Laporan setiap bidang
- Bidang Pendidikan
- Bidang Ekonomi
- Bidang Sosial Budaya
* Sambutan dari ketua DWP

Penyampaian kegiatan DWP yang akan datang yaitu santunan anak yatim.
Santunan anak yatim adalah bantuan atau sumbangan yang diberikan kepada anak-anak yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya (yatim piatu). Santunan ini bisa berupa bantuan uang, makanan, pakaian, pendidikan, perawatan kesehatan, atau kebutuhan dasar lainnya.
Tujuan utama dari santunan anak yatim adalah untuk meringankan beban hidup mereka dan memberikan dukungan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, meskipun tanpa adanya figur seorang Ibu/bapak/orang tua.
Santunan ini bisa diberikan oleh berbagai pihak, seperti lembaga sosial, organisasi amal, pemerintah, atau individu yang memiliki kepedulian terhadap anak yatim. Dalam banyak tradisi, terutama dalam agama Islam, memberikan santunan kepada anak yatim dianggap sebagai amal yang sangat mulia dan memiliki pahala besar. Oleh Karena itu DWP Kota Batu mau dan akan berpartisipasi dalam melaksanakan santunan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri dibulan depan.


Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
2920-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen - Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jum'at, 20 Februari 2026
3. Tempat : Ruang Bina Praja
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP DPKP Kota Batu (Ny. Febrina Hendry Suseno)
6. Peserta : Ketua DWP se-Kota Batu
7. Acara : Menghadiri Serah Terima Jabatan

Seiring dengan adanya mutasi dan pelantikan di lingkungan Pemerintah Kota Batu dimana Bapak Drs Zadim Effisiensi, M.Si yang semula menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu sejak Agustus 2018 hingga Januari 2026, pada 21 Januari 2026 dilantik menjadi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Batu. Hal ini berimplikasi terhadap kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, dimana posisi Ketua DWP Kota Batu yang dipegang oleh Ibu Aini Zadim digantikan oleh Ibu Ninik Eko Suhartono. Untuk itu diselenggarakan acara Serah Terima Jabatan DWP Kota Batu dengan disaksikan oleh Penasehat DWP Kota Batu, Ibu Dra. Siti Faujiyah, dan Sekretaris Daerah Kota Batu, Bpk. Drs. Eko Suhartono, MM di Ruang Bina Praja Kota Batu.

Hal ini merupakan tertib administrasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan DWP Kota Batu, yang selaras dengan tujuan Nasional, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, para istri pegawai di lingkup Pemerintah Kota Batu menyadari sepenuhnya untuk turut mensukseskan perjuangan Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia, dalam mengemban tugas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan. Upaya-upaya tersebut dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang mendukung dan menunjang kelancaran tugas suami, dan disalurkan melalui suatu wadah organisasi yaitu Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, merupakan organisasi istri pegawai dan karyawati di lingkup Pemerintahan Kota Batu, yang bertujuan untuk:
a. Meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan YME, sehingga menjadi manusia yang bermoral tinggi, berkepribadian serta berbudi luhur,
b. Meningkatkan dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di antara sesama anggota Dharma Wanita,
c. Meningkatkan rasa tanggung jawab bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan kebijakan Pemerintah,
d. Meningkatkan kualitas sumber daya anggota, guna menciptakan kesejahteraan anggota dan keluarganya,
e. Meningkatkan sikap kepedulian sosial dan lingkungan hidup.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

3012-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajem - Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Bendahara DWP DPKP Kota Batu (Ny. Arie) dan Pengurus (Ny. Sri Sugiarti)
6. Peserta : Ketua DWP dan Pengurus/anggota dari masing-masing DWP UP se-Kota Batu
7. Acara : Menghadiri Pertemuan Rutin DWP Kota Batu

Pertemuan bulanan ini sangat penting untuk memperkuat peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan Kota Batu, sekaligus sebagai platform bagi anggota untuk saling mendukung dalam menjalankan kegiatan sosial yang bermanfaat.

Adapun rangkaian acara pertemuan rutin DWP kali ini adalah sebagai berikut:
1. Laporan Bidang Pendidikan: ada tambahan jumlah penerima bantuan beasiswa - Penertiban pedagang d kantin DWP yang terletak di halaman parkir Balai Kota Among Tani
- Bazaar rutin yang disambut baik oleh seluruh pegawai Pemerintah Kota Batu
-3. Laporan Bidang Sosial Budaya:
- setiap bulan pada saat pertemuan rutin bisa partisipasi sosial jimpitan
- santunan anak yatim piatu Bulan Ramadhan, setiap DWP UP bisa menyetorkan 1 (satu) nama anak yatim piatu, DWP UP juga diminta berpartisipasi sekurang-kurangnya Rp. 200.000,-. Karena waktunya mepet, data anak yatim piatu bisa disetor kke Bu Reni, sedangkan uangnya bisa disetor ke Bu andang
4. Sambutan Bu Lita Dahlan:
- Diminta seluruh pengurus dan anggota selalu semangat dalam mendukung program DWP Kota Batu, terutama saat ramadhan, seluruh jajaran pengurus DWP Kota Batu mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.

Tujuan Keikutsertaan DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam Pertemuan Rutin yang diselenggarakan oleh DWP Kota Batu adalah:
- Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar anggota DWP lintas instansi, sehingga program berjalan selaras.
- Mendukung program kerja DWP Kota Batu dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan rutin.
- Memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antar anggota, membangun solidaritas organisasi.
- Menyampaikan aspirasi dan laporan kegiatan dari DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar diketahui di tingkat kota.
- Mengembangkan kapasitas organisasi melalui diskusi, evaluasi, dan pembelajaran bersama.

Manfaat Keikutsertaan Dalam Pertemuan Rutin antara lain:
- Terjalin hubungan harmonis antar anggota DWP dari berbagai dinas serta memperkuat jejaring sosial.
- Meningkatkan pengetahuan dan wawasan melalui materi atau informasi yang dibagikan dalam pertemuan.
- Memperoleh dukungan dan sinergi untuk kegiatan DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
- Meningkatkan motivasi anggota dengan adanya interaksi, penghargaan, dan inspirasi dari kegiatan rutin.
- Memperkuat citra organisasi sebagai bagian aktif dari DWP Kota Batu yang berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi.

Keikutsertaan dalam pertemuan rutin bukan hanya bentuk kewajiban organisasi, tetapi juga sarana strategis untuk memperkuat komunikasi, memperluas manfaat sosial, serta mendukung program kerja DWP Kota Batu secara berkelanjutan.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
3110-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Perayaan

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 10 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Balai Kota Among Tani Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Pengurus DWP DPKP Kota Batu (Ny. Fifin) dan Anggota (Ny. Rully)
6. Acara : Menghadiri Bazaar Bidang Ekonomi DWP Kota Batu

Tujuan DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengikuti kegiatan Bazaar yang diselenggarakan oleh Bidang Ekonomi DWP Kota Batu adalah sebagai berikut:
- Mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan sektor UMKM dan koperasi binaan.
- Memberikan wadah promosi dan pemasaran bagi produk-produk anggota DWP maupun mitra binaan.
- Meningkatkan partisipasi sosial dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti pasar murah atau pameran produk.
- Mendukung ketahanan pangan daerah dengan memperlihatkan ketersediaan pangan berkualitas dan terjangkau.
- Meningkatkan kesejahteraan petani melalui promosi hasil pertanian yang dapat memperluas pasar.
- Menguatkan citra organisasi sebagai instansi yang aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mendukung agenda DWP Kota Batu.

Dengan mengikuti bazar, DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tidak hanya berkontribusi pada kegiatan sosial-ekonomi Dharma Wanita Persatuan, tetapi juga menjalankan misi strategisnya: memperkuat sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Manfaat DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengikuti Bazaar yang diselenggarakan oleh Bidang Ekonomi DWP Kota Batu dapat dilihat dari sisi ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Berikut poin-poin utamanya:

Manfaat Ekonomi
- Promosi produk pertanian dan pangan lokal sehingga lebih dikenal masyarakat luas.
- Peluang pemasaran langsung yang dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan konsumen.
- Mendorong daya saing produk dengan memperlihatkan kualitas dan keunggulan hasil pertanian daerah.

Manfaat Sosial
- Memberikan akses pangan terjangkau bagi masyarakat melalui bazar, mendukung ketahanan pangan keluarga.
Meningkatkan interaksi sosial antara anggota DWP, masyarakat, dan pelaku usaha lokal.
Mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung produk lokal serta memperkuat rasa kebersamaan.

Manfaat Kelembagaan
- Memperkuat citra DWP dan Dinas Pertanian sebagai organisasi yang aktif mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Meningkatkan sinergi antarinstansi dengan Bidang Ekonomi DWP Kota Batu dan pihak-pihak terkait.
- Mendukung program kerja organisasi melalui kegiatan nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.


Program: Perayaan
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
3212-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Sosialisasi Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga, Program Penataan Organisasi/Manajemen

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Pukul : 11.00 - Selesai
4. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan mengirimkan 2 anggota Dharma Wanita Persatuan)
5. Lokasi : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
6. Acara : Sosialisasi Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga
Yang diisi langsung oleh pemateri berkualitas dan berpengalaman yaitu Kepala Bidang Pencegahan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Batu, Bapak Santoso Wardoyo, S.STP., M.AP.

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Sambutan oleh Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Lita Dahlan
4. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Pemerintah Kota Batu
4. Perkenalan Narasumber atau Pemateri
5. Penyampaian Materi dan Praktek-Praktek Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.

Biodata atau Deskripsi Pemateri :
1. Bapak Santoso Wardoyo, S.STP., M.AP. merupakan salah satu pegawai terbaik yang dimiliki oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kota Batu. Saat ini beliau duduk sebagai Kepala Bidang Pencegahan. 2. Rekam jejak Bapak Santoso Wardoyo sudah tidak perlu diragukan, dibuktikkan dengan banyaknya sertifikat dan diklat yang telah ditempuh oleh beliau, baik diklat di dalam negeri maupun luar negeri, khususnya sertifikat dan diklat yang berkaitan erat dengan persoalan Pemadam Kebakaran
3. Pengalaman kerja di bidang Fire and Rescue yang dimiliki oleh Bapak Santoso Wardoyo sudah dimulai semenjak tahun 2011 hingga saat ini.

Intisari Materi :
1. Pencegahan Kebakaran dalam Rumah Tangga :
- Jangan merokok disembarang tempat di rumah
- Jangan memakai obat nyamuk yang berdekatan dengan tempat tidur
- Tidak membiarkan anak-anak bermain korep api
- Membakar sampah dengan melihat situasi cuaca
- Jauhkan bahan mudah terbakar dari jangkauan keluarga
- Selalu memperhatikan peralatan listrik
- Menyediakan alat-alat pemadam kebakaran yang sesuai standar keamanan.

2. Upaya Awal yang Perlu Dilakukan apabila Terjadi Kebakaran :
- Jangan panik dan tetap tenang
- Matikan jalur aliran listrik
- Jauhkan bahan-bahan mudah terbakar
- Gunakan APAR (Tabung Pemadam)
- Bunyikan tanda bahaya atau meminta pertolongan}
- Terakhir, menghubungi segera Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batu.

Tujuan diadakannya sosialisasi mitigasi kebakaran dalam rumah tangga pada kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan anggota serta masyarakat dalam mencegah dan menangani kebakaran di lingkungan rumah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang penyebab umum kebakaran rumah tangga, cara penggunaan alat listrik dan gas yang aman, langkah awal penanganan saat terjadi kebakaran, serta pentingnya memiliki rencana evakuasi keluarga. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan risiko kebakaran dapat diminimalkan, keselamatan keluarga lebih terjaga, dan masyarakat menjadi lebih tanggap serta tidak panik dalam menghadapi situasi darurat.

Dari adanya sosialisasi mitigasi kebakaran dalam rumah tangga tersebut, dapat terlihat bahwa program kerja DWP Kota Batu tidak hanya terpusat pada kegiatan internal organisasi, aktivitas seremonial, maupun penguatan peran administratif semata, melainkan juga diarahkan pada upaya pemberdayaan anggota dan masyarakat melalui peningkatan kapasitas pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan praktis yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan ketahanan keluarga, sehingga kehadiran program ini mencerminkan komitmen DWP dalam menghadirkan kegiatan yang edukatif, preventif, dan berdampak nyata bagi kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah tangga.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
3312-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Diskominfo Kota Batu Menghadiri Pertemuan rutin DWP Kota Batu

Bidang : Sekretariat

Program : Pembinaan Hubungan Keluar – Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal :kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Walikota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Bidang Pendidikan DWP Diskominfo yang diwakili oleh Ny. Yunita Pipit
6. Peserta : Ketua , Seluruh pengurus dan 2 wakil dr masing masing DWP UP Kota batu
7. Acara : Melaksanakan pertemuan rutin DWP Kota Batu

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu yang diadakan setiap bulan sekali bertujuan untuk menjaga hubungan baik antara anggota dan mendiskusikan berbagai isu sosial, kemasyarakatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antaranggota dan memberikan ruang bagi anggota untuk saling berbagi informasi, pengalaman, serta ide dalam rangka meningkatkan peran mereka dalam masyarakat.

Dalam pertemuan bulanan tersebut, biasanya ada agenda seperti:
1. Pembahasan Program Kerja: DWP Kota Batu akan membahas berbagai program yang sedang berjalan atau yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Program ini biasanya berfokus pada pemberdayaan perempuan, sosial, budaya, dan kegiatan lain yang mendukung kemajuan daerah.
2. Sosialisasi dan Edukasi: Dalam setiap pertemuan, seringkali ada sesi sosialisasi mengenai topik-topik terkini yang penting untuk anggota, seperti peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan, kesehatan, pendidikan, atau pengembangan kapasitas diri.
3. Kerja Sama Antar Organisasi: Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan koordinasi dengan organisasi lain dan instansi terkait yang bekerja sama dalam program-program sosial dan pemberdayaan perempuan.
4. Penyaluran Bantuan Sosial: DWP Kota Batu sering kali terlibat dalam kegiatan sosial, seperti memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Pertemuan bulanan menjadi momen untuk merencanakan dan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. 5. Silaturahmi Antar Anggota: Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan ikatan antara anggota, berbagi cerita, dan mempererat tali persaudaraan di dalam komunitas DWP.

Cakupan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu yang diadakan setiap bulan melibatkan berbagai aspek yang mendukung pemberdayaan perempuan dan kontribusi mereka dalam pembangunan sosial di Kota Batu. Berikut adalah beberapa cakupan utama dari pertemuan rutin DWP Kota Batu:
1. Pemberdayaan Perempuan: Pertemuan ini menjadi ajang untuk meningkatkan pemahaman anggota tentang berbagai program pemberdayaan perempuan. Ini termasuk topik-topik seperti kewirausahaan perempuan, peningkatan keterampilan, serta pendidikan dan pelatihan yang mendukung peran perempuan di bidang ekonomi, sosial, dan politik.
2. Program Sosial dan Kegiatan Pengabdian Masyarakat: DWP Kota Batu aktif dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Pertemuan rutin menjadi kesempatan untuk merencanakan dan membahas aksi sosial, seperti memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu, anak yatim, atau korban bencana alam.
3. Koordinasi dengan Pemerintah dan Lembaga Lain: DWP Kota Batu bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan lembaga lainnya untuk menyukseskan program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal perempuan dan anak. Pertemuan rutin ini seringkali menjadi forum untuk membahas kolaborasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
4. Pendidikan dan Pengembangan Anggota: Setiap pertemuan juga sering kali menghadirkan narasumber atau pemateri yang memberikan edukasi kepada anggota, baik dalam hal kesehatan, keterampilan, maupun isu-isu terkini yang relevan dengan peran perempuan dalam masyarakat.
5. Sosialisasi tentang Kebijakan Pemerintah: Dalam pertemuan rutin ini, DWP Kota Batu sering kali membahas kebijakan pemerintah terkait dengan perempuan, keluarga, pendidikan, serta isu sosial lainnya yang berkaitan dengan kesejahteraan anggota dan masyarakat secara umum.
6. Silaturahmi dan Penguatan Komunitas: Salah satu tujuan utama dari pertemuan rutin ini adalah mempererat silaturahmi antaranggota, membangun solidaritas, dan menciptakan suasana yang mendukung partisipasi aktif dari semua anggota dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan.
7. Rencana Program Kerja: Dalam setiap pertemuan, DWP Kota Batu akan merencanakan program-program kerja untuk bulan berikutnya, baik itu kegiatan internal organisasi maupun kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Secara keseluruhan, pertemuan rutin ini memberikan ruang bagi anggota DWP Kota Batu untuk saling berbagi, belajar, serta bekerja sama dalam mewujudkan tujuan organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan peran aktif perempuan di masyarakat.

Pertemuan bulanan ini sangat penting untuk memperkuat peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan Kota Batu, sekaligus sebagai platform bagi anggota untuk saling mendukung dalam menjalankan kegiatan sosial yang bermanfaat.

Adapun agenda nya adalah sebagai berikut :
1.laporan bidn pendidikan
- ada tmbhn jmlah penerima bantuan beasiswa
2. Laporan ekonomi
- penertiban pedagang d bkat
- bazar rutin disambut baik oleh Asn
-3. Laporan sosbud:
- setiap bulan ,pertemuan rutin bisa partisipasi sosial jimpitan
- santunan anak yatim piatu blm romadhon, klo d dinas skpd bisa menyetorkan nma 1 anak yatim piatu, skpd minim bisa partisipasi 200 RB / skpd. Karena waktunya mepet. Data anak yatim piatu bisa disetor k Bu Reni, uang bisa disetor k Bu andang
4. Sambutan Bu Lita Dahlan
- semangat mendukung program dwp kota batu, terutama saat romadhon, mohon maaf lahir batin


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
3412-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Rapat Pertemuan Rutinan, Program Pembinaan Hubungan Keluar

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Pukul : 08.30 - Selesai
4. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan mengirimkan 2 anggota Dharma Wanita Persatuan)
5. Lokasi : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
6. Acara : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
Yang dipimpin langsung oleh Ny. Lita Dahlan selaku Wakil Ketua DWP Kota Batu dan didampingi oleh Ketua Bidang Ekonomi, Sosial dan Pendidikan

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Sambutan oleh Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Lita Dahlan
4. Doa
5. Penyampaian Laporan Tiap Bidang dan Evaluasi Kegiatan-Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh DWP Kota Batu, sebagai berikut :
a. Laporan Bidang Pendidikan mengenai penerimaan beasiswa kepada 11 siswa, diantaranya untuk siswa SD berjumlah 6 siswa dan untuk jenjang SMA berjumlah 5 siswa. Beasiswa tersebut akan diserahkan pada saat perayaan Hari Kartini di Bulan April
b. Laporan Bidang Ekonomi mengenai pelaksanaan kegiatan bazar sampai hari ini tergolong laris dibuktikan dengan banyaknya peminat dan pembeli yang datang dan memborong
c. Laporan Bidang Sosial Budaya mengenai rencana santunan anak Yatim Piatu akan dilakukan pada Bulan Ramadhan.

Hasil Rapat Pertemuan Rutin :
1. Penyampaian evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan dan rencana kegiatan selanjutnya
2. Penegasan komitmen anggota dalam mendukung program organisasi
3. Anggota memperoleh tambahan ilmu dan wawasan, seperti pentingnya mitigasi kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam melindungi keluarga dan lingkungan
4. Terciptanya komunikasi yang baik antaranggota guna memperkuat peran DWP sebagai organisasi yang tidak hanya berfokus pada program ekonomi dan pemberdayaan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan keselamatan anggota.

Tujuan dari Rapat Rutinan kali ini adalah sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan silaturahmi antar anggota guna memperkuat kebersamaan dan kekompakan organisasi. Melalui rapat rutin ini, diharapkan seluruh program kerja dapat dievaluasi, direncanakan, dan dilaksanakan secara lebih efektif serta selaras dengan visi dan misi DWP Kota Batu. Selain itu, sehubungan dengan adanya perubahan/mutasi jabatan pada pejabat Eselon IV, yang secara kedinasan turut memengaruhi struktur kepengurusan Dharma Wanita Persatuan, maka saat ini posisi Ketua DWP Kota Batu masih dalam keadaan kosong. Hingga saat ini, belum dilakukan proses pemilihan maupun penetapan Ketua secara aklamasi, dan untuk sementara waktu roda organisasi tetap berjalan di bawah koordinasi pengurus yang ada sambil menunggu proses selanjutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rapat rutin kali ini juga menekankan tentang program-program yang berhubungan dengan kegiatan ibu/istri dalam rumah. Penekanan program tersebut tidak serta-merta hanya menjadi wacana saja, nyatanya setelah dilaksanakannya rapat pertemuan rutinan kali ini, Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menggandeng DWP UP Dinas Pemadam Kebakaran untuk bisa memberikan ilmu, wawasan serta pengetahuan kepada seluruh pengurus DWP Kota Batu dan istri-istri pegawai ASN Pemerintah Kota Batu mengenai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran dalam rumah. Ini menjadi angin segar bagi para pengurus DWP, bahwa Pelatihan mitigasi kebakaran yang diikuti oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam memperluas ilmu dan wawasan anggotanya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa DWP tidak hanya berfokus pada pembahasan program ekonomi dan pemberdayaan semata, tetapi juga peduli terhadap aspek keselamatan, kesiapsiagaan, dan perlindungan keluarga serta lingkungan. Melalui pelatihan ini, pengurus dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi potensi bencana kebakaran, sehingga mampu menjadi contoh dan agen edukasi di tengah masyarakat. Hal ini menegaskan peran DWP sebagai organisasi yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas anggotanya secara menyeluruh.


Program: Rapat
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
3512-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Pebruari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Walikota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB s/d selesai
5. Hadir : Ibu Tomi dan Ibu Lika
6. Peserta : Semua Anggota DWP Kota Batu
7. Acara : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Kota

Dharma Wanita Bagian Umum Mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran yang disampaikan oleh Bapak Santoso Wardoyo, ST., MAP dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batu pada tanggal 12 Februari 2026 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota berlangsung dengan penuh antusias dan semangat pembelajaran. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk peningkatan kapasitas anggota Dharma Wanita dalam bidang kesiapsiagaan dan keselamatan, khususnya dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran di lingkungan rumah tangga maupun perkantoran.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pengetahuan dasar serta keterampilan praktis kepada anggota Dharma Wanita Bagian Umum mengenai penanganan awal kebakaran. Mengingat kebakaran merupakan salah satu bencana yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, pemahaman tentang langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan menjadi sangat penting. Oleh karena itu, kegiatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk membekali anggota dengan kemampuan dasar yang dapat menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain.

Sejak pagi hari, para anggota Dharma Wanita Bagian Umum telah hadir di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota dengan penuh kesiapan. Suasana tampak tertib dan penuh semangat. Para peserta mengikuti registrasi sebelum memasuki ruangan pelatihan yang telah disiapkan dengan fasilitas pendukung seperti alat pemadam api ringan (APAR), alat peraga, serta perlengkapan simulasi lainnya. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama yang baik antara Dharma Wanita dan Damkar Kota Batu.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan Dharma Wanita Bagian Umum yang menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batu atas kesediaannya memberikan pelatihan. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan pengetahuan mengenai pemadaman kebakaran sangat relevan dengan peran anggota sebagai ibu rumah tangga maupun pendamping aparatur sipil negara.

Selanjutnya, Bapak Santoso Wardoyo, ST., MAP sebagai pemateri utama memulai sesi dengan pengenalan dasar mengenai kebakaran. Beliau menjelaskan bahwa kebakaran terjadi karena adanya tiga unsur utama yang dikenal dengan istilah segitiga api, yaitu panas, bahan bakar, dan oksigen. Jika ketiga unsur tersebut bertemu dalam kondisi tertentu, maka api dapat muncul dan berkembang dengan cepat. Penjelasan tersebut disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami, sehingga peserta dapat mengikuti dengan baik.

Dalam pemaparannya, Bapak Santoso juga menjelaskan berbagai penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga, seperti korsleting listrik, kebocoran gas elpiji, penggunaan kompor yang tidak diawasi, serta kelalaian dalam penggunaan lilin atau alat elektronik. Beliau menekankan pentingnya kewaspadaan dan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik serta peralatan memasak sebagai langkah pencegahan utama.

Peserta tampak serius menyimak setiap penjelasan yang diberikan. Beberapa anggota bahkan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung aktif, dengan beberapa pertanyaan diajukan terkait pengalaman pribadi menghadapi insiden kecil seperti percikan api di dapur atau kabel yang terbakar.

Selain teori dasar, pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai klasifikasi jenis kebakaran. Bapak Santoso menjelaskan bahwa kebakaran dibagi menjadi beberapa kelas, seperti kebakaran kelas A untuk bahan padat mudah terbakar, kelas B untuk cairan mudah terbakar, kelas C untuk peralatan listrik, dan seterusnya. Pemahaman tentang klasifikasi ini penting karena setiap jenis kebakaran memiliki metode pemadaman yang berbeda.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan alat pemadam api ringan (APAR). Bapak Santoso menjelaskan jenis-jenis APAR yang umum digunakan, seperti APAR serbuk kimia kering, karbon dioksida (CO2), dan foam. Beliau juga menerangkan cara membaca label dan memastikan APAR dalam kondisi siap pakai, termasuk memeriksa tekanan pada tabung.

Salah satu momen yang paling menarik adalah ketika pemateri mempraktikkan cara menggunakan APAR dengan metode PASS, yaitu Pull (menarik pin pengaman), Aim (mengarahkan nozzle ke sumber api), Squeeze (menekan tuas), dan Sweep (menyapu dari sisi ke sisi). Penjelasan ini disampaikan secara runtut dan disertai demonstrasi langsung, sehingga peserta dapat melihat dengan jelas langkah-langkahnya.

Setelah demonstrasi, para anggota diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung. Dengan pendampingan petugas Damkar, peserta mencoba memadamkan api yang telah disiapkan dalam wadah khusus untuk simulasi. Meskipun awalnya beberapa peserta tampak ragu, namun dengan arahan yang sabar dari pemateri, mereka akhirnya mampu menggunakan APAR dengan percaya diri.

Kegiatan praktik ini menjadi pengalaman berharga bagi anggota Dharma Wanita Bagian Umum. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana menghadapi situasi darurat secara terkendali. Suasana pelatihan menjadi lebih hidup ketika satu per satu peserta mencoba praktik dan mendapat tepuk tangan semangat dari rekan-rekannya.

Selain penggunaan APAR, Bapak Santoso juga memberikan tips penting dalam menghadapi kebakaran kecil di rumah, seperti menutup api pada wajan dengan kain basah atau penutup panci, tidak menyiram api akibat minyak dengan air, serta segera mematikan sumber listrik jika terjadi percikan api. Beliau menekankan bahwa keselamatan diri adalah prioritas utama sebelum mencoba memadamkan api.

Materi juga mencakup prosedur evakuasi saat terjadi kebakaran. Peserta diajarkan untuk tetap tenang, tidak panik, dan segera mencari jalur keluar terdekat. Dalam kondisi ruangan berasap, disarankan untuk berjalan merunduk atau merangkak karena udara bersih berada di bagian bawah. Pengetahuan ini dinilai sangat penting karena sering kali korban kebakaran mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap tebal.

Pelatihan ini memberikan kesadaran baru bagi anggota bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, melainkan juga setiap individu. Dengan pengetahuan yang memadai, potensi kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan. Anggota Dharma Wanita diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, suasana tetap hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta saling berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai langkah-langkah yang telah dipelajari. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mempererat solidaritas antaranggota.

Menjelang akhir pelatihan, dilakukan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman. Bapak Santoso menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan contoh kasus nyata yang pernah ditangani oleh Damkar Kota Batu. Hal ini membuat materi terasa lebih kontekstual dan relevan.

Sebagai penutup, perwakilan Dharma Wanita Bagian Umum menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Santoso Wardoyo, ST., MAP dan tim Damkar Kota Batu atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan. Diharapkan kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dalam bentuk pelatihan lainnya yang mendukung peningkatan kapasitas anggota.

Pelatihan pemadam kebakaran yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya sadar keselamatan. Anggota Dharma Wanita Bagian Umum kini memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa Dharma Wanita tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan, tetapi juga peduli terhadap aspek keselamatan dan kesiapsiagaan bencana. Semangat belajar yang ditunjukkan oleh para anggota mencerminkan komitmen untuk terus berkembang dan berkontribusi secara positif.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, setiap anggota dapat menerapkan ilmu yang diperoleh serta menyebarkannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, upaya pencegahan kebakaran dapat dilakukan secara lebih luas dan efektif.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi perempuan dan instansi teknis seperti Damkar mampu menghasilkan manfaat nyata. Semoga ke depan, semakin banyak program pelatihan yang dapat dilaksanakan demi meningkatkan kualitas dan kapasitas anggota Dharma Wanita Bagian Umum dalam berbagai bidang, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dan kesejahteraan bersama.


Program: Pelatihan
Pelaksana: BAGIAN UMUM
3611-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Rapat Pengurus
2. Hari / Tanggal : Rabu, 11 Pebruari 2026
3. Tempat : Rumah Ibu Kadis
4. Pukul : 09.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Atik Arief As Sidiq, Ibu Metha Syeh Zaenal A., Ibu Rike Didik Santoso, Ibu Sri Suciati, Ibu Dian Robi Elbitrul dan Ibu Enni)
6. Peserta : 6 orang
7. Acara : Rapat Pengurus membahas kegiatan DWP Disperum

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah kegiatan yang dilaksanakan secara berkala oleh pengurus dan anggota DWP, biasanya sebulan sekali. Tujuannya bukan hanya soal laporan kegiatan, tapi juga menjaga silaturahmi, memperkuat peran organisasi, dan menambah pengetahuan anggotanya .
Biasanya di dalam pertemuan rutin DWP ada beberapa hal:
• Laporan singkat tentang kegiatan yang sudah berjalan.
• Informasi rencana kegiatan dari bidang-bidang DWP.
• Pembinaan atau materi tambahan, misalnya tentang kesehatan, keluarga, keterampilan, atau isu sosial.
• Diskusi & sharing pengalaman antaranggota.
• Kadang diselipkan juga kegiatan ringan seperti lomba kecil, demo masak, atau pelatihan singkat biar suasana tidak kaku.
Jadi, pertemuan rutin itu ibarat “jantung” DWP untuk tetap hidup, terhubung, dan berkembang bersama.

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Meningkatkan Kebersamaan: Pertemuan rutin DWP dapat mempererat hubungan antar anggota dan meningkatkan kebersamaan.
- Meningkatkan Komunikasi: Pertemuan rutin DWP dapat meningkatkan komunikasi antar anggota dan memfasilitasi pertukaran informasi.
- Meningkatkan Kreativitas: Pertemuan rutin DWP dapat menjadi kesempatan bagi anggota untuk menunjukkan kreativitas dan bakat mereka.
- Meningkatkan Pengetahuan: Pertemuan rutin DWP dapat menjadi kesempatan bagi anggota untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.
- Meningkatkan Solidaritas: Pertemuan rutin DWP dapat meningkatkan solidaritas antar anggota dan mempromosikan rasa persaudaraan.
Dengan demikian, pertemuan rutin DWP dapat menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anggota DWP dalam meningkatkan kebersamaan, komunikasi, kreativitas, pengetahuan, dan solidaritas.

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) sangat penting dilakukan karena beberapa alasan:
- Meningkatkan Kebersamaan: Pertemuan rutin DWP dapat mempererat hubungan antar anggota dan meningkatkan kebersamaan.
- Meningkatkan Komunikasi: Pertemuan rutin DWP dapat meningkatkan komunikasi antar anggota dan memfasilitasi pertukaran informasi.
- Meningkatkan Partisipasi: Pertemuan rutin DWP dapat meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan DWP dan mempromosikan rasa memiliki.
- Meningkatkan Kreativitas: Pertemuan rutin DWP dapat menjadi kesempatan bagi anggota untuk menunjukkan kreativitas dan bakat mereka.
- Meningkatkan Solidaritas: Pertemuan rutin DWP dapat meningkatkan solidaritas antar anggota dan mempromosikan rasa persaudaraan.
Dengan demikian, pertemuan rutin DWP sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kebersamaan, komunikasi, partisipasi, kreativitas, dan solidaritas antar anggota DWP.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota dalam berbagai bidang, seperti:
- Pengembangan kepemimpinan: Pelatihan kepemimpinan untuk meningkatkan kemampuan anggota DWP dalam memimpin dan mengelola kegiatan.
- Keterampilan hidup: Pelatihan keterampilan hidup seperti memasak, menjahit, atau kerajinan tangan untuk meningkatkan kemandirian dan kreativitas anggota.
- Pendidikan kesehatan: Pelatihan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anggota tentang kesehatan dan gizi.
- Pengembangan ekonomi: Pelatihan pengembangan ekonomi untuk meningkatkan kemampuan anggota DWP dalam mengelola usaha dan meningkatkan pendapatan.
Beberapa manfaat ikut pelatihan untuk DWP antara lain:
• Meningkatkan pengetahuan & keterampilan sesuai tema pelatihan (misalnya kewirausahaan, kesehatan, kepemimpinan, atau teknologi).
• Mendorong kemandirian ekonomi kalau pelatihan terkait usaha atau keterampilan praktis.
• Memperkuat peran sosial karena anggota bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
• Menambah jaringan dengan bertemu peserta dari daerah atau instansi lain.
• Meningkatkan rasa percaya diri anggota dalam berkontribusi, baik di organisasi maupun keluarga.
Dengan mengikuti pelatihan, DWP dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anggota, sehingga mereka dapat menjadi lebih mandiri, kreatif, dan produktif. Selain itu, pelatihan juga dapat membantu DWP dalam meningkatkan kualitas kegiatan dan program yang diselenggarakan.

Rapat koordinasi pengurus biasanya bertujuan untuk membahas dan menyepakati strategi, rencana, dan tugas-tugas yang akan dilaksanakan oleh pengurus. Berikut beberapa tips untuk mengadakan rapat koordinasi pengurus yang efektif:
1. Tentukan agenda: Buatlah agenda rapat yang jelas dan spesifik untuk memastikan bahwa semua topik yang penting dibahas.
2. Undangan: Pastikan semua pengurus yang terkait diundang dan diberi tahu tentang waktu, tempat, dan agenda rapat.
3. Durasi: Tentukan durasi rapat yang efektif untuk memastikan bahwa semua topik dibahas tanpa memperpanjang waktu rapat.
4. Notulen: Tunjuk seseorang untuk mencatat hasil rapat, keputusan, dan tugas-tugas yang diberikan kepada masing-masing pengurus.
5. Komunikasi: Pastikan semua pengurus dapat berpartisipasi dan menyampaikan pendapatnya secara terbuka dan efektif.
Beberapa contoh topik yang dapat dibahas dalam rapat koordinasi pengurus adalah:
- Rencana kerja dan strategi organisasi
- Pembagian tugas dan tanggung jawab
- Pengawasan dan evaluasi program
- Penggalangan dana dan pengelolaan keuangan
- Komunikasi dan promosi organisasi
Dengan mengadakan rapat koordinasi pengurus yang efektif, organisasi dapat meningkatkan kinerja dan mencapai tujuannya dengan lebih baik.

Rapat koordinasi pengurus memiliki beberapa manfaat, antara lain:
1. Meningkatkan Komunikasi: Rapat koordinasi pengurus memfasilitasi komunikasi yang efektif antara anggota pengurus, sehingga meminimalkan kesalahpahaman dan meningkatkan kerja sama.
2. Pengambilan Keputusan: Rapat koordinasi pengurus memungkinkan pengurus untuk membahas dan membuat keputusan bersama, sehingga memastikan bahwa semua anggota pengurus memiliki pemahaman yang sama tentang arah dan tujuan organisasi.
3. Pembagian Tugas: Rapat koordinasi pengurus membantu membagi tugas dan tanggung jawab kepada masing-masing anggota pengurus, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
4. Meningkatkan Kinerja: Dengan membahas dan menyelesaikan masalah bersama, rapat koordinasi pengurus dapat membantu meningkatkan kinerja organisasi dan mencapai tujuannya.
5. Membangun Tim: Rapat koordinasi pengurus memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi antara anggota pengurus, sehingga membangun tim yang solid dan efektif.
6. Mengidentifikasi Masalah: Rapat koordinasi pengurus memungkinkan pengurus untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi bersama, sehingga meminimalkan risiko dan meningkatkan keberhasilan organisasi.
Dengan demikian, rapat koordinasi pengurus sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan keberhasilan organisasi.

Rapat koordinasi pengurus sangat penting karena beberapa alasan:
1. Meningkatkan Efisiensi: Rapat koordinasi pengurus membantu membagi tugas dan tanggung jawab, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
2. Membangun Tim: Rapat koordinasi pengurus memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi antara anggota pengurus, sehingga membangun tim yang solid dan efektif.
3. Pengambilan Keputusan: Rapat koordinasi pengurus memungkinkan pengurus untuk membahas dan membuat keputusan bersama, sehingga memastikan bahwa semua anggota pengurus memiliki pemahaman yang sama tentang arah dan tujuan organisasi.
4. Meningkatkan Komunikasi: Rapat koordinasi pengurus memfasilitasi komunikasi yang efektif antara anggota pengurus, sehingga meminimalkan kesalahpahaman dan meningkatkan kerja sama.
5. Mengidentifikasi Masalah: Rapat koordinasi pengurus memungkinkan pengurus untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi bersama, sehingga meminimalkan risiko dan meningkatkan keberhasilan organisasi.
6. Meningkatkan Akuntabilitas: Rapat koordinasi pengurus membantu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan organisasi.
Dengan demikian, rapat koordinasi pengurus sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan keberhasilan organisasi.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
3712-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Pebruari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Walikota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB s/d selesai
5. Hadir : Ibu Tomi dan Ibu Lika
6. Peserta : Semua Anggota DWP Kota Batu
7. Acara : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Kota

Dharma Wanita Bagian Umum Menghadiri Pertemuan Rutin Dharma Wanita Kota yang diwakili oleh Ibu Tomi dan Ibu Lika pada tanggal 12 Februari 2026 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, kekeluargaan, serta komitmen untuk terus meningkatkan peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota sebagai wadah silaturahmi, koordinasi, serta penguatan program kerja antarunsur pelaksana dari berbagai perangkat daerah.

Sejak pagi hari, suasana Pendopo Rumah Dinas Wali Kota telah tampak ramai oleh kehadiran para anggota Dharma Wanita dari berbagai instansi. Para peserta hadir dengan mengenakan seragam khas Dharma Wanita yang mencerminkan kerapian, kesederhanaan, dan kekompakan. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk partisipasi formal dalam organisasi, tetapi juga sebagai wujud komitmen dalam mendukung peran suami sebagai aparatur sipil negara sekaligus berkontribusi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dharma Wanita Bagian Umum turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengutus dua perwakilannya, yakni Ibu Tomi dan Ibu Lika. Keduanya hadir mewakili seluruh anggota Dharma Wanita Bagian Umum dengan penuh tanggung jawab dan semangat untuk mengikuti rangkaian acara serta menyampaikan informasi penting kepada anggota lainnya setelah kegiatan berlangsung. Kehadiran mereka menjadi simbol keterlibatan aktif Bagian Umum dalam setiap program dan kegiatan organisasi di tingkat kota.

Acara diawali dengan registrasi peserta dan ramah tamah singkat antaranggota. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi, saling bertukar informasi, serta berbagi pengalaman terkait kegiatan yang telah dilaksanakan di masing-masing unit kerja. Interaksi yang hangat dan penuh kekeluargaan mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi landasan utama organisasi Dharma Wanita.

Pertemuan resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta. Suasana menjadi semakin semarak ketika Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota yang tetap konsisten mengikuti pertemuan rutin sebagai sarana koordinasi dan evaluasi program kerja.

Ketua DWP Kota juga menekankan pentingnya peran Dharma Wanita dalam mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif, sosial, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga kekompakan, serta mengembangkan inovasi dalam setiap program kerja yang dilaksanakan. Menurutnya, organisasi Dharma Wanita bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang harmonis dan mendukung kinerja suami di lingkungan pemerintahan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai agenda penting, antara lain laporan kegiatan dari masing-masing bidang, evaluasi program kerja yang telah berjalan, serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan. Setiap bidang diberikan kesempatan untuk menyampaikan laporan secara bergantian, sehingga seluruh anggota dapat mengetahui perkembangan kegiatan di tingkat kota.

Ibu Tomi dan Ibu Lika mengikuti jalannya pertemuan dengan penuh perhatian. Mereka mencatat poin-poin penting yang disampaikan, terutama yang berkaitan dengan program sosial dan peningkatan kapasitas anggota. Sebagai perwakilan dari Dharma Wanita Bagian Umum, keduanya berkomitmen untuk menyampaikan kembali seluruh informasi tersebut kepada anggota di unit kerja masing-masing agar dapat ditindaklanjuti secara optimal.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah rencana pelaksanaan kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati hari besar nasional yang akan datang. Kegiatan tersebut direncanakan meliputi pemberian bantuan kepada masyarakat kurang mampu, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu rumah tangga. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan citra positif Dharma Wanita sebagai organisasi yang peduli dan responsif terhadap kebutuhan sosial.

Selain itu, pertemuan juga membahas rencana pelaksanaan pelatihan kewirausahaan bagi anggota Dharma Wanita. Program ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha kecil dan menengah. Dalam diskusi yang berlangsung, beberapa anggota berbagi pengalaman sukses dalam mengelola usaha rumahan, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan produk kreatif lainnya. Sharing pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi anggota lain untuk berani memulai usaha secara mandiri.

Tidak hanya membahas program kerja, pertemuan rutin ini juga diisi dengan sesi pembinaan mental dan motivasi. Seorang narasumber yang diundang secara khusus menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara peran sebagai istri, ibu, dan anggota organisasi. Materi tersebut disampaikan secara komunikatif dan interaktif, sehingga peserta dapat memahami serta merefleksikan peran masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.

Ibu Tomi dan Ibu Lika menyambut baik materi pembinaan tersebut. Mereka menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat mental dan semangat anggota dalam menjalankan berbagai peran secara seimbang. Menurut mereka, dukungan emosional dan motivasi sangat diperlukan agar anggota Dharma Wanita tetap produktif dan berdaya di tengah berbagai tantangan.

Suasana pertemuan semakin hangat ketika memasuki sesi tanya jawab dan diskusi terbuka. Para anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran, masukan, maupun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program di unit kerja masing-masing. Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif, mencerminkan semangat demokratis dan saling menghargai antaranggota.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari beberapa unit menyampaikan perlunya peningkatan koordinasi dan komunikasi agar program kerja dapat berjalan lebih efektif. Ketua DWP Kota menanggapi dengan positif dan berjanji akan memperkuat sistem informasi serta mekanisme pelaporan agar lebih terstruktur dan transparan.

Pertemuan rutin ini juga menjadi momentum untuk mempererat solidaritas antaranggota. Di sela-sela acara, para peserta saling berbagi cerita dan pengalaman pribadi, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Hal ini menunjukkan bahwa Dharma Wanita bukan hanya organisasi formal, tetapi juga menjadi ruang untuk saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.

Ibu Tomi dan Ibu Lika merasa bangga dapat mewakili Dharma Wanita Bagian Umum dalam kegiatan tersebut. Mereka menyadari bahwa kehadiran mereka membawa amanah dari seluruh anggota. Oleh karena itu, keduanya bertekad untuk menyampaikan hasil pertemuan secara lengkap dan jelas agar seluruh anggota dapat memahami arah kebijakan dan program yang telah disepakati.

Menjelang akhir acara, dilakukan penarikan kesimpulan serta penegasan kembali agenda kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ketua DWP Kota mengingatkan seluruh anggota untuk tetap menjaga kekompakan dan komitmen dalam menjalankan program kerja. Ia berharap agar setiap unit dapat berkontribusi secara aktif sesuai dengan kapasitas dan potensi masing-masing.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran kegiatan serta harapan agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi.

Pertemuan rutin Dharma Wanita Kota pada tanggal 12 Februari 2026 ini memberikan banyak manfaat bagi seluruh peserta, termasuk Dharma Wanita Bagian Umum. Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi yang lebih erat antaranggota, tersusun rencana kerja yang lebih terarah, serta tumbuh semangat baru untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Kehadiran Ibu Tomi dan Ibu Lika sebagai perwakilan menunjukkan komitmen Dharma Wanita Bagian Umum dalam mendukung setiap program organisasi di tingkat kota. Partisipasi aktif ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berperan serta dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, Dharma Wanita Bagian Umum siap mendukung dan melaksanakan setiap program yang telah disepakati dalam pertemuan tersebut. Melalui kerja sama yang solid, komunikasi yang baik, serta komitmen yang tinggi, diharapkan organisasi Dharma Wanita dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas anggota, serta menumbuhkan semangat pengabdian. Semoga ke depan, Dharma Wanita semakin maju, solid, dan mampu menjadi mitra pemerintah yang aktif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


Program: Rapat
Pelaksana: BAGIAN UMUM
3812-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol Menghadiri Kegiatan

Bidang : Bidang Sekretariat

Program : Penataan Organisasi / Manajemen - Sosialisasi

1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - Selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu (Ny. Llitha Dahlan) dan Perwakilan Anggota DWP Bakesbanngpol Kota Batu
6. Peserta : Anggota DWP Kota Batu
7. Acara: Pertemuan Rutin DWP Kota Batu (Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga dari DWP Dinas Damkarmat Kota Batu)

Pada tanggal 12 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu melaksanakan pertemuan rutin yang diisi dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai mitigasi kebakaran rumah tangga. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu yang dipimpin oleh Bapak Santoso Wardoyo, SSTP., M.AP. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran anggota DWP tentang pentingnya pencegahan dan penanganan dini terhadap bahaya kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Dalam pemaparannya disampaikan bahwa kebakaran merupakan salah satu bentuk bencana yang disebabkan oleh api dan dapat menimbulkan kerugian, baik berupa harta benda maupun korban jiwa. Kebakaran terjadi ketika api muncul di tempat yang tidak semestinya dan sulit dikendalikan oleh manusia. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyebab dan proses terjadinya kebakaran menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan secara tepat.
Faktor penyebab kebakaran secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam meliputi peristiwa seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, dan sambaran petir yang dapat memicu munculnya api. Sementara itu, faktor manusia sering kali menjadi penyebab utama kebakaran, baik karena unsur kesengajaan, kelalaian, maupun kurangnya pengetahuan dan kesadaran terhadap bahaya api. Kelalaian kecil, seperti penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar atau membuang benda yang masih menyala sembarangan, dapat berpotensi menimbulkan kebakaran besar.
Secara teori, api merupakan suatu reaksi kimia yang disebut reaksi oksidasi, yaitu reaksi yang bersifat eksotermis dan disertai dengan pelepasan panas dan cahaya. Proses ini dapat menghasilkan nyala api, asap, serta bara. Terjadinya api disebabkan oleh bersatunya tiga unsur utama yang dikenal sebagai “segitiga api”, yaitu bahan bakar, udara (oksigen), dan panas. Apabila ketiga unsur tersebut bertemu dalam kondisi yang mendukung, maka api dapat menyala dan berkembang. Oleh sebab itu, upaya pemadaman kebakaran pada dasarnya adalah memutus salah satu dari ketiga unsur tersebut agar api dapat segera padam.
Dalam konteks rumah tangga, pencegahan kebakaran harus dimulai dari hal-hal sederhana namun konsisten dilakukan. Beberapa langkah pencegahan yang ditekankan dalam pertemuan tersebut antara lain tidak merokok di tempat tidur serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak memasang obat nyamuk bakar terlalu dekat dengan tempat tidur atau benda-benda yang mudah terbakar. Orang tua juga memiliki peran penting dalam mengawasi anak-anak agar tidak bermain korek api atau benda lain yang dapat memicu timbulnya api.
Melalui pertemuan rutin ini, DWP Kota Batu berharap seluruh anggota dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan informasi mengenai mitigasi kebakaran rumah tangga. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kewaspadaan, diharapkan risiko terjadinya kebakaran dapat diminimalkan sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan terlindungi dari bahaya kebakaran.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
3912-02-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen-Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Walikota
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Seluruh anggota DWP Kota Batu
7. Acara : Sosialisasi Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga dari DWP Dinas Damkarmat Kota Batu

MITIGASI KEBAKARAN RUMAH TANGGA OLEH DAMKARMAT

A. Pengertian Mitigasi Kebakaran
Mitigasi kebakaran rumah tangga adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran di lingkungan tempat tinggal, serta meminimalkan dampak kerugian apabila kebakaran terjadi. Mitigasi tidak hanya berfokus pada penanganan saat kebakaran berlangsung, tetapi juga mencakup langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, hingga upaya penyelamatan.
Damkarmat (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) memiliki peran strategis dalam pelaksanaan mitigasi kebakaran rumah tangga melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, pelatihan, serta pendampingan kepada masyarakat.

B. Latar Belakang
Kebakaran rumah tangga merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di lingkungan permukiman. Penyebabnya beragam, antara lain:
1. Korsleting listrik
2. Kebocoran gas LPG
3. Kelalaian penggunaan kompor
4. Pembakaran sampah sembarangan
5. Lilin atau obat nyamuk yang tidak diawasi
6. Anak-anak bermain api
Banyak kejadian kebakaran terjadi akibat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang potensi bahaya dan cara pencegahannya. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif Damkarmat dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan.

C. Tujuan Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.
2. Memberikan pengetahuan tentang penyebab kebakaran dan cara pencegahannya.
3. Melatih masyarakat dalam penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
4. Mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian materiil.
5. Mewujudkan lingkungan permukiman yang aman dan tanggap bencana.

D. Bentuk Kegiatan Mitigasi oleh Damkarmat
1. Sosialisasi dan Edukasi
Damkarmat memberikan penyuluhan kepada masyarakat, organisasi wanita, sekolah, RT/RW, dan lembaga kemasyarakatan mengenai:
Cara mencegah kebakaran rumah tangga
Penggunaan listrik yang aman
Penggunaan dan penyimpanan tabung gas LPG yang benar
Tindakan pertama saat terjadi kebakaran
2. Simulasi dan Pelatihan
Praktik penggunaan APAR
Cara memadamkan api kecil dengan alat sederhana (karung basah, selimut api)
Simulasi evakuasi keluarga
Penanganan kebocoran gas
3. Pemeriksaan Instalasi dan Edukasi Teknis
Edukasi tentang instalasi listrik sesuai standar
Penggunaan stop kontak yang tidak berlebihan
Anjuran penggunaan regulator gas berstandar SNI
4. Pembentukan Relawan atau Satgas Kebakaran Lingkungan
Damkarmat mendorong terbentuknya relawan siaga kebakaran di tingkat RT/RW untuk membantu respons awal sebelum petugas tiba.

E. Langkah-Langkah Pencegahan Kebakaran Rumah Tangga
Berikut beberapa langkah preventif yang disampaikan Damkarmat kepada masyarakat:
1. Memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan tidak bertumpuk pada satu stop kontak.
2. Mematikan kompor setelah digunakan dan memastikan tidak ada kebocoran gas.
3. Menjauhkan benda mudah terbakar dari sumber api.
4. Tidak meninggalkan masakan tanpa pengawasan.
5. Menyediakan APAR di rumah jika memungkinkan.
6. Mengajarkan anak-anak untuk tidak bermain api.
7. Menyimpan nomor darurat Damkarmat di tempat yang mudah diakses.

F. Tindakan Saat Terjadi Kebakaran
Damkarmat juga mengedukasi masyarakat tentang langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran:
1. Tetap tenang dan jangan panik.
2. Segera matikan sumber listrik atau gas jika memungkinkan.
3. Gunakan APAR atau alat sederhana untuk api kecil.
4. Evakuasi anggota keluarga ke tempat aman.
5. Segera hubungi Damkarmat.
6. Jangan kembali ke dalam rumah untuk mengambil barang berharga.

G. Manfaat Kegiatan Mitigasi
Pelaksanaan mitigasi kebakaran rumah tangga memberikan manfaat antara lain:
• Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
• Mengurangi angka kejadian kebakaran.
• Meminimalkan korban jiwa dan kerugian materiil.
• Meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
• Menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan tanggap bencana.

H. Kesimpulan
Mitigasi kebakaran rumah tangga oleh Damkarmat merupakan upaya preventif dan edukatif yang sangat penting dalam melindungi masyarakat dari risiko kebakaran. Keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada petugas pemadam kebakaran, tetapi juga pada kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Dengan sinergi yang baik antara Damkarmat dan warga, diharapkan tercipta lingkungan permukiman yang aman, tangguh, dan siap menghadapi potensi kebakaran.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: DP3AP2KB
4012-02-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar-Rapat

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Walikota
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Seluruh anggota DWP Kota Batu
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Kota Batu

Rapat rutin DWP adalah forum pertemuan yang diselenggarakan secara berkala oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai wadah koordinasi, komunikasi, evaluasi, dan pembinaan bagi seluruh pengurus dan anggota. Rapat ini merupakan salah satu kegiatan utama organisasi yang berfungsi untuk menjaga kesinambungan program kerja, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan peran aktif anggota dalam mendukung tugas suami sebagai aparatur sipil negara maupun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Secara umum, rapat rutin DWP dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pengurus. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua DWP dan dihadiri oleh seluruh pengurus serta anggota, baik dari unsur pelaksana, bidang-bidang, maupun unit-unit yang berada di bawah naungan DWP tersebut. Dalam pelaksanaannya, rapat rutin tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan penguatan kapasitas anggota.

Tujuan Rapat Rutin DWP
Rapat rutin DWP memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:
1. Sebagai Sarana Evaluasi Program Kerja
Melalui rapat rutin, pengurus dapat menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui capaian, kendala, serta solusi perbaikan agar program ke depan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
2. Menyusun dan Membahas Rencana Kegiatan
Rapat menjadi forum untuk merencanakan kegiatan mendatang, baik kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, maupun budaya. Perencanaan dilakukan secara musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama.
3. Menyampaikan Informasi Organisasi
Informasi dari DWP tingkat kota/kabupaten, provinsi, maupun pusat biasanya disampaikan dalam rapat rutin. Selain itu, informasi dari dinas atau instansi terkait juga dapat dibagikan kepada seluruh anggota.
4. Meningkatkan Koordinasi dan Kekompakan Pertemuan rutin mempererat hubungan antaranggota sehingga tercipta suasana harmonis, solid, dan saling mendukung dalam menjalankan kegiatan organisasi.
5. Sebagai Media Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas Dalam rapat rutin seringkali disisipkan materi pembinaan, seperti penyuluhan kesehatan, pelatihan keterampilan, seminar pendidikan keluarga, penguatan ekonomi kreatif, maupun pembinaan karakter dan etika organisasi.

Ruang Lingkup Pembahasan dalam Rapat Rutin
Adapun materi yang biasanya dibahas dalam rapat rutin DWP meliputi:
1. Laporan kegiatan dari masing-masing bidang (pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dll).
2. Laporan keuangan dan arisan anggota.
3. Persiapan kegiatan hari besar nasional atau organisasi.
4. Evaluasi kehadiran dan partisipasi anggota.
5. Pembahasan program kerja tahunan.
6. Usulan dan saran dari anggota.
7. Penugasan panitia untuk kegiatan tertentu.

Manfaat Rapat Rutin DWP
Pelaksanaan rapat rutin yang konsisten memberikan berbagai manfaat, antara lain:
1. Terwujudnya tata kelola organisasi yang tertib dan transparan.
2. Meningkatnya partisipasi dan rasa memiliki terhadap organisasi.
3. Terbangunnya komunikasi yang baik antaranggota.
4. Terwujudnya program kerja yang terarah dan berkelanjutan.
5. Meningkatnya kapasitas anggota dalam mendukung peran keluarga dan masyarakat.


Program: Rapat
Pelaksana: DP3AP2KB
4112-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Junrejo menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Seminar
Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua dan Anggota Bidang Pendidikan
6. Acara : Pertemuan Rutin DWP Kota Batu Bulan Februari

Kehadiran jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Junrejo dalam pertemuan rutin DWP Kota Batu pada tanggal 12 Februari 2026 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu merupakan wujud nyata dari dedikasi organisasi dalam memperkuat struktur manajerial dan silaturahmi. Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial bulanan, melainkan sebuah ruang koordinasi strategis yang menyatukan visi dan misi seluruh anggota DWP se-Kota Batu. Dengan suasana yang penuh khidmat di Pendopo, DWP Kecamatan Junrejo berkomitmen untuk menyerap seluruh arahan yang disampaikan demi kemajuan organisasi di tingkat kecamatan.

Tujuan utama dari partisipasi DWP Kecamatan Junrejo kali ini adalah untuk memperkaya pengetahuan anggota mengenai aspek keselamatan keluarga, khususnya terkait tema pencegahan kebakaran dalam rumah tangga. Mengingat peran ibu sebagai manajer domestik, pemahaman mengenai mitigasi bencana kebakaran menjadi kompetensi wajib yang harus dimiliki. Kehadiran ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, di mana setiap anggota yang hadir dapat menjadi pelopor keselamatan bagi lingkungan terkecilnya, yaitu keluarga, serta bagi masyarakat luas di wilayah Junrejo.

Pembahasan mengenai pencegahan kebakaran dalam rumah tangga yang menjadi tajuk utama pertemuan ini dirasa sangat relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini. Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa sebagian besar insiden kebakaran di area pemukiman dipicu oleh faktor kelalaian manusia dan kurangnya pemahaman mengenai instalasi kelistrikan. Oleh karena itu, DWP Kecamatan Junrejo memandang materi ini sebagai bekal yang sangat berharga untuk meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana yang sebenarnya bisa dicegah.

Selama sesi pemaparan, ditekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan peralatan elektronik dan beban listrik yang berlebihan dalam satu titik kontak. Anggota DWP Kecamatan Junrejo diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya arus pendek yang sering kali luput dari perhatian sehari-hari. Edukasi ini memberikan sudut pandang baru bahwa keamanan rumah tangga dimulai dari ketelitian dalam memantau kondisi kabel, stop kontak, dan penggunaan alat-alat listrik yang sesuai dengan standar keamanan yang telah ditetapkan.

Selain aspek kelistrikan, sektor dapur yang menjadi domain utama para ibu juga menjadi perhatian serius dalam pembahasan di Pendopo Rumah Dinas tersebut. Peserta diajarkan mengenai prosedur penanganan kebocoran gas LPG secara tenang dan tepat, tanpa rasa panik yang berlebihan. Pengetahuan tentang ciri-ciri selang dan regulator yang sudah tidak layak pakai menjadi poin krusial yang dicatat oleh pengurus DWP Kecamatan Junrejo untuk nantinya disosialisasikan kembali kepada para kader di tingkat desa dan kelurahan.

Lebih jauh lagi, pertemuan ini memberikan simulasi praktis mengenai tindakan pertama saat api mulai muncul di permukaan kompor atau area dapur lainnya. Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) diperkenalkan sebagai investasi keselamatan yang mulai harus dipertimbangkan untuk disediakan di setiap rumah. Pengetahuan mengenai cara mengoperasikan APAR secara benar diharapkan dapat menghilangkan ketakutan anggota dalam menghadapi api kecil sebelum situasi berkembang menjadi keadaan darurat yang tidak terkendali.

Partisipasi DWP Kecamatan Junrejo dalam agenda ini juga mencakup diskusi mengenai pentingnya memiliki rencana evakuasi mandiri di dalam rumah. Setiap anggota didorong untuk mulai memikirkan jalur keluar darurat dan memastikan bahwa akses pintu maupun jendela tidak terhambat oleh benda-benda yang dapat menyulitkan penyelamatan diri. Hal ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana yang dimulai dari lingkup organisasi perempuan, mengingat peran ibu yang sangat sentral dalam melindungi anggota keluarga lainnya.

Secara organisatoris, kehadiran DWP Kecamatan Junrejo di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu ini juga bertujuan untuk menyinkronkan program kerja tahunan dengan arahan DWP Kota Batu. Melalui diskusi formal dan informal yang terjadi selama acara, pengurus dapat menangkap arah kebijakan organisasi yang lebih besar, sehingga program-program di tingkat kecamatan tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan bersinergi dalam satu garis kebijakan yang harmonis dan terukur untuk tahun 2026 ini.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan bulan Februari ini, DWP Kecamatan Junrejo berencana untuk merumuskan kembali pola sosialisasi internal kepada seluruh anggotanya. Ilmu yang didapatkan mengenai pencegahan kebakaran ini akan dikemas kembali menjadi materi yang lebih sederhana untuk dibagikan dalam pertemuan di tingkat unit. Dengan demikian, nilai manfaat dari kehadiran di tingkat kota dapat terdistribusi secara merata hingga ke lapisan anggota paling bawah, menciptakan masyarakat Junrejo yang lebih tangguh dan waspada.

Narasi laporan ini diakhiri dengan kesimpulan bahwa kehadiran DWP Kecamatan Junrejo telah mencapai target fungsionalnya dalam memperkuat kapasitas SDM dan memperkokoh struktur organisasi. Komitmen untuk terus aktif dalam setiap pertemuan rutin DWP Kota Batu akan tetap dijaga sebagai sarana transformasi ilmu pengetahuan dan penguatan solidaritas. Dengan semangat kebersamaan, DWP Kecamatan Junrejo siap mendukung penuh program-program Pemerintah Kota Batu demi mewujudkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat yang dimulai dari ketahanan keluarga.


Program: Seminar
Pelaksana: Kecamatan Junrejo
4204-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Diskominfo Kota Batu melaksanakan kegiatan pertemuan rutin DWP Diskominfo perdana dengan ketua baru

Bidang : Sekretariat

Program : Penataan Organisasi / Manajemen - Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Kegiatan DWP Diskominfo Kota batu
2. Hari / Tanggal :Rabu, 4 februari 2026
3. Tempat : Ruang Rapat Diskominfo Kota batu
4. Pukul : 09.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Diskominfo baru , Ny. Dian Hikmawati Fajriyah ARies Setiawan, Seluruh pengurus dan anggota DWP Diskominfo Kota batu
6. Peserta : Seluruh pengurus dan anggota DWP Diskominfo Kota batu
7. Acara : Melaksanakan pertemuan rutin DWP Diskominfo Kota Batu

Pertemuan rutin DWP (Dharma Wanita Persatuan) Diskominfo Kota Batu biasanya merupakan kegiatan yang diadakan secara berkala oleh anggota DWP yang berada di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar anggota, berbagi informasi, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berbagai aspek kehidupan, baik yang berhubungan dengan pekerjaan, keluarga, maupun pemberdayaan perempuan.

Berikut adalah beberapa hal yang biasanya tercakup dalam Pertemuan Rutin DWP Diskominfo Kota Batu:
1. Sambutan dan Pembukaan
Acara biasanya dimulai dengan sambutan dari Ketua DWP atau pengurus lainnya, yang menyampaikan tujuan pertemuan serta agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

2. Laporan Kegiatan
Pengurus DWP menyampaikan laporan tentang kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, seperti program sosial, pelatihan, atau kegiatan lain yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan atau kesejahteraan keluarga.
Laporan ini juga bisa mencakup perkembangan anggota DWP yang baru bergabung atau kegiatan yang telah dilakukan secara kolektif, seperti bakti sosial atau seminar.

3. Diskusi atau Seminar
Topik Seminar atau Diskusi: Pada pertemuan rutin, biasanya ada sesi seminar atau diskusi tentang topik-topik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti:
Peningkatan kualitas komunikasi keluarga.
Pengelolaan keuangan rumah tangga.
Pelatihan keterampilan, seperti keterampilan digital atau kewirausahaan.
Program pemerintah terbaru yang dapat mendukung pemberdayaan perempuan.
Pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari (sesuai dengan bidang pekerjaan Diskominfo).

4. Pelatihan Keterampilan
Pelatihan berbasis teknologi: Mengingat Dinas Komunikasi dan Informatika berhubungan dengan teknologi dan informasi, pelatihan yang berfokus pada keterampilan digital, seperti penggunaan aplikasi perkantoran, media sosial, atau e-commerce, bisa menjadi bagian dari pertemuan.
Pelatihan life skills: Keterampilan lain seperti membuat kerajinan tangan, memasak, atau pelatihan kewirausahaan juga bisa diadakan untuk meningkatkan kualitas hidup para anggota DWP.

5. Kegiatan Sosial dan Amal
DWP Diskominfo Kota Batu juga sering mengadakan kegiatan sosial atau amal, seperti penggalangan dana, bantuan untuk warga kurang mampu, kunjungan ke panti asuhan, atau kegiatan sosial lainnya yang mendukung masyarakat.
Terkadang, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan pertemuan rutin untuk meningkatkan rasa kepedulian dan solidaritas di antara anggota.

6. Pemberian Penghargaan atau Apresiasi
Pada pertemuan rutin, sering kali ada penghargaan atau apresiasi terhadap anggota DWP yang telah memberikan kontribusi besar, baik dalam kegiatan sosial maupun dalam meningkatkan kualitas diri.

7. Rapat Koordinasi
Jika ada kegiatan atau program baru yang akan datang, rapat koordinasi bisa dilakukan untuk merencanakan dan mendiskusikan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ini juga menjadi forum untuk berbagi ide dan solusi terhadap tantangan yang dihadapi oleh anggota DWP.

8. Penutupan
Acara ditutup dengan ucapan terima kasih kepada semua yang hadir dan harapan agar kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi anggota DWP Diskominfo Kota Batu. Biasanya ada sesi foto bersama atau kegiatan santai untuk menambah keakraban antar anggota.

9. Camilan Sehat atau Refreshment
Sering kali, pertemuan juga diakhiri dengan makan bersama atau camilan sehat sebagai bentuk rasa kekeluargaan, di mana anggota dapat saling berbincang dan menikmati waktu bersama.

Manfaat Pertemuan Rutin DWP Diskominfo Kota Batu:
- Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan: Membantu anggota DWP untuk terus belajar dan berkembang, baik dalam hal keterampilan pribadi, teknologi, atau aspek kehidupan lainnya.
- Mempererat Silaturahmi: Sebagai ajang untuk bertemu dan saling mengenal, memperkuat ikatan antar anggota DWP.
- Memberdayakan Anggota: Melalui berbagai kegiatan, anggota DWP diajak untuk aktif dalam berbagai hal, baik yang berkaitan dengan pekerjaan, keluarga, maupun kegiatan sosial.

Pertemuan rutin ini tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi dan pelatihan, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan kebersamaan dan saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
4304-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu melaksanakan kegiatan sertijab Ketua DWP Diskominfo
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi?manajemen - Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Kegiatan internal DWP Diskominfo
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 Februari 2026
3. Tempat : Ruang Rapat Dinas Kominfo Kota Batu
4. Pukul : 09.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : ketua DWP Kota Batu beserta 2 ketua bidang, ketua dwp diskominfo lama, ketua dwp diskominfo baru, pengurus dan anggota dwp diskominfo kota batu
6. Peserta :ketua DWP Kota Batu beserta 2 ketua bidang, ketua dwp diskominfo lama, ketua dwp diskominfo baru, pengurus dan anggota dwp diskominfo kota batu
7. Acara : Sertijab Ketua DWP Diskominfo

Dalam rangka menjaga kesinambungan kepemimpinan dan tertib administrasi organisasi Dharma Wanita Persatuan, telah dilaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua DWP Diskominfo Kota Batu. Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi sebagai tindak lanjut pergantian kepemimpinan di lingkungan Diskominfo Kota Batu.

DASAR KEGIATAN
1. AD/ART Dharma Wanita Persatuan
2. Program Kerja DWP Diskominfo Kota Batu
3. Surat Keputusan terkait pergantian Ketua DWP
4. Hasil koordinasi pengurus DWP Diskominfo Kota Batu

TUJUAN KEGIATAN
1. Melaksanakan serah terima jabatan Ketua DWP Diskominfo Kota Batu secara resmi
2. Menjamin kelangsungan kepengurusan dan program kerja organisasi
3. Memperkuat komitmen pengurus dalam mendukung program Diskominfo Kota Batu

WAKTU DAN TEMPAT
Hari/Tanggal : Rabu , 4 Februari 2026
Waktu : 09.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat Diskominfo Kota Batu
Balaikota among tani lantai 3

PESERTA KEGIATAN
1. Ketua DWP Kota Batu Ny. Qurota Aini Zadim dan 2 orang pengurus DWP Kota Ny. Reni dan Ny. Hendri.
2. Ketua DWP Diskominfo Lama , Ny. Sri Purwani bangun Yulianto.
3. Ketua DWP Diskominfo baru, Ny. Dian Hikmawatu ARies Setiawan.
4. Sekretaris DWP Diskominfo , Ny. Suraida Choiruz dan Ny. Dini.
5. Bendahara DWP Diskominfo, Ny. Ririn.
6. Seluruh anggota DWP Diskominfo.

SUSUNAN ACARA
1. Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
2. Pembukaan
3. Doa
4. Laporan Sertijab DWP Diskominfo oleh sekretaris
5. Prosesi Serah Terima Jabatan Ketua DWP
6. Penandatanganan Berita Acara
7. Penyerahan memori pertanggungjawaban
8. Sambutan Ketua DWP Lama, Ny Sri Purwani Bangun Yulianto
9. Sambutan Ketua DWP Baru, Ny. Dian Hikmawati Fajriyah ARies Setiawan
10. Sambutan Ketua DWP Kota Batu, Ny Qurota Aini Zadhim
11. Penyerahan Tali asih
12. Foto bersama
13. Penutup

PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Serah Terima Jabatan Ketua DWP Diskominfo Kota Batu dilaksanakan sesuai dengan susunan acara yang telah ditetapkan. Prosesi sertijab berlangsung dengan tertib dan khidmat, ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari Ketua DWP lama kepada Ketua DWP baru. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari para pengurus serta undangan yang hadir.

HASIL KEGIATAN
1. Terlaksananya sertijab Ketua DWP Diskominfo Kota Batu secara resmi
2. erbentuknya kepemimpinan baru DWP Diskominfo Kota Batu
3. Terjaganya keberlanjutan program kerja organisasi

Melalui kegiatan sertijab ini, diharapkan kepengurusan DWP Diskominfo Kota Batu Tahun 2026 dapat melanjutkan dan meningkatkan pelaksanaan program kerja organisasi serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung tugas dan fungsi Diskominfo Kota Batu.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
4403-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/Konsolidasi.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Bagian Umum Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 3 Pebruari 2026
3. Tempat : Ruang 3 Gedung A
4. Pukul : 09.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum Kota batu
7. Acara : Petermuan Rutin

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu sebagai salah satu unsur organisasi memiliki peran penting dalam mendukung kinerja Bagian Umum serta menciptakan sinergi antara anggota, pengurus, dan instansi terkait. Oleh karena itu, upaya sosialisasi dan konsolidasi internal perlu dilakukan secara rutin guna menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman anggota, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan roda organisasi.

Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kedinasan serta pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam lingkup keluarga dan masyarakat. Keberadaan Dharma Wanita Persatuan tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, diperlukan penataan organisasi dan manajemen yang baik, terarah, dan berkelanjutan. Penataan organisasi mencakup penguatan struktur kepengurusan, pembagian tugas yang jelas, sistem koordinasi yang efektif, serta pengelolaan administrasi yang tertib dan akuntabel. Hal ini menjadi sangat penting agar setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan tujuan organisasi.

Sosialisasi dan konsolidasi merupakan salah satu upaya strategis yang dilakukan untuk memperkuat organisasi secara internal. Sosialisasi berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi terkait kebijakan, program kerja, serta arah organisasi, sedangkan konsolidasi bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam menjalankan organisasi.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi bersama anggota Dharma Wanita Bagian Umum pada tanggal 3 Pebruari 2026 yang bertempat di Ruang 3. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan pemahaman anggota, serta Dilaksanakannya kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi bersama anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum adalah sebagai upaya untuk memperkuat hubungan internal organisasi serta meningkatkan pemahaman dan keterlibatan anggota dalam setiap kegiatan Dharma Wanita Persatuan.

Tujuan kegiatan ini antara lain:
1. Mensosialisasikan informasi terkait kebijakan dan program kerja Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum.
2. Meningkatkan pemahaman anggota mengenai peran dan fungsi Dharma Wanita Persatuan.
3. Memperkuat konsolidasi dan kebersamaan antaranggota.
4. Mendorong partisipasi aktif anggota dalam kegiatan organisasi.
5. Menyerap aspirasi, saran, dan masukan dari anggota sebagai bahan evaluasi dan perbaikan organisasi.

Peserta kegiatan adalah seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu. Kehadiran seluruh anggota diharapkan dapat memperkuat proses sosialisasi dan konsolidasi serta memastikan bahwa hasil kegiatan dapat diterapkan secara menyeluruh dalam organisasi.

Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi dilaksanakan dengan susunan acara sebagai berikut:
1. Pembukaan
Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
2. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum
3. Ketua Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya kebersamaan, komunikasi, dan partisipasi anggota dalam menjalankan organisasi. Ketua juga mengajak seluruh anggota untuk terus mendukung dan berperan aktif dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan.
4. Sosialisasi Program dan Kebijakan Organisasi
Pada sesi ini disampaikan informasi mengenai program kerja Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum, arah kebijakan organisasi, serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Sosialisasi bertujuan agar seluruh anggota memiliki pemahaman yang sama dan dapat mendukung pelaksanaan program kerja secara optimal.
5. Konsolidasi dan Diskusi Bersama Anggota
Sesi konsolidasi diisi dengan diskusi terbuka antara pengurus dan anggota. Anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, saran, serta kendala yang dihadapi dalam mengikuti kegiatan organisasi. Diskusi ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan serta membangun kesepahaman bersama.
6. Penutup
Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan penegasan komitmen bersama untuk meningkatkan kebersamaan dan peran aktif anggota dalam Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum.

Dari pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi bersama anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum, diperoleh beberapa hasil sebagai berikut:
1. Anggota memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai arah dan tujuan organisasi.
2. Terjalinnya komunikasi yang lebih terbuka antara pengurus dan anggota.
3. Meningkatnya rasa kebersamaan dan kekompakan antaranggota.
4. Terserapnya aspirasi dan masukan anggota sebagai bahan evaluasi organisasi.

Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa Sosialisasi dan Konsolidasi memiliki peran penting dalam menjaga soliditas organisasi. Untuk itu, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkala agar komunikasi dan kebersamaan antaranggota tetap terjaga.

Tindak lanjut yang direncanakan antara lain:
1. Menindaklanjuti saran dan masukan anggota dalam penyusunan program kerja.
2. Meningkatkan frekuensi pertemuan dan kegiatan kebersamaan.
3. Memperkuat peran anggota dalam mendukung setiap kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum.

Kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi bersama anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu yang dilaksanakan pada tanggal 3 Pebruari 2026 di Ruang 3 merupakan upaya penting dalam memperkuat kebersamaan dan soliditas organisasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan arah organisasi serta terdorong untuk berperan aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik dan kebersamaan yang kuat, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal serta memberikan kontribusi positif bagi anggota, keluarga, dan lingkungan kerja.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BAGIAN UMUM
4514-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Gedung Bina Praja Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Sri Suciati dan Ibu Metha Syeh Zaenal A.)
6. Peserta : 50 peserta
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Kota Batu

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) biasanya diadakan sebagai wadah untuk mempererat hubungan antar anggota, membahas berbagai program kerja, serta memberikan pembekalan atau pelatihan yang bermanfaat. Dalam pertemuan ini, sering kali ada juga kegiatan sosial atau pengabdian masyarakat yang melibatkan anggota untuk berpartisipasi aktif dalam membantu masyarakat sekitar.

Pertemuan rutin DWP (Dharma Wanita Persatuan) umumnya dilakukan untuk membahas berbagai hal terkait dengan program kerja organisasi, mempererat silaturahmi antar anggota, serta melakukan kegiatan sosial atau pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, pertemuan ini juga bisa menjadi ajang untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, atau informasi yang berguna bagi para anggota.
Beberapa agenda yang sering dibahas dalam pertemuan rutin DWP antara lain:
1. Evaluasi Kegiatan: Meninjau kembali kegiatan yang telah dilaksanakan dan mendiskusikan hasilnya.
2. Perencanaan Program: Merencanakan kegiatan atau program baru yang akan dilaksanakan oleh organisasi.
3. Pelatihan atau Pembekalan: Sering diadakan pelatihan atau pembekalan yang relevan dengan kebutuhan anggota.
4. Kegiatan Sosial: Pembahasan tentang kegiatan sosial yang akan dilakukan, seperti bakti sosial atau donasi untuk masyarakat yang membutuhkan.
5. Diskusi atau Ceramah: Mengundang pembicara untuk memberikan wawasan atau informasi terkait dengan berbagai topik.

Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP)
Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah kegiatan yang diselenggarakan secara berkala untuk mempererat hubungan antar anggota, mengevaluasi program kerja, serta meningkatkan kapasitas dan wawasan anggota melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Tujuan Pertemuan Rutin DWP
1. Mempererat Silaturahmi – Meningkatkan keakraban dan kebersamaan antar anggota.
2. Evaluasi Program Kerja – Meninjau pelaksanaan kegiatan sebelumnya dan merencanakan program selanjutnya.
3. Peningkatan Kapasitas Anggota – Melalui pelatihan, seminar, atau diskusi yang relevan.
4. Kegiatan Sosial – Merancang dan melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Agenda dalam Pertemuan Rutin
• Pembukaan dan Sambutan
Biasanya diawali dengan sambutan dari Ketua DWP atau pejabat terkait.
• Evaluasi dan Laporan Kegiatan
Membahas perkembangan program yang telah dan akan dilaksanakan.
• Materi atau Pelatihan
Bisa berupa ceramah, pelatihan keterampilan, atau penyuluhan tentang berbagai topik (kesehatan, pendidikan, ekonomi, dll.).
• Arisan atau Doorprize (opsional)
Sebagai bentuk apresiasi dan hiburan bagi anggota.
• Penutupan
Kesimpulan pertemuan dan informasi jadwal pertemuan berikutnya.

Pertemuan rutin DWP (Dharma Wanita Persatuan) punya banyak manfaat, baik untuk anggota maupun organisasi. Ringkasnya, ini dia poin-poin utamanya:
• Mempererat silaturahmi
Anggota jadi lebih akrab, saling mengenal, dan tercipta rasa kebersamaan.
• Media komunikasi & koordinasi
Informasi program, kebijakan, dan kegiatan DWP bisa tersampaikan dengan jelas dan seragam.
• Meningkatkan kapasitas anggota
Biasanya diisi dengan pembinaan, penyuluhan, pelatihan keterampilan, atau sharing ilmu (kesehatan, ekonomi keluarga, parenting, dll).
• Menumbuhkan rasa memiliki organisasi
Anggota merasa dilibatkan, dihargai, dan lebih aktif berkontribusi.
• Sarana evaluasi kegiatan
Bisa membahas capaian, kendala, dan solusi untuk program yang sudah atau akan dilaksanakan.
• Mendorong peran perempuan & keluarga ASN
Mendukung anggota agar lebih berdaya, mandiri, dan berkontribusi positif di keluarga serta masyarakat.
• Penguatan nilai sosial & kebersamaan
Termasuk kegiatan sosial, kepedulian, dan solidaritas antaranggota

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) sangat penting karena menjadi fondasi keberlangsungan dan kekuatan organisasi. Beberapa poin pentingnya antara lain:
• Menjaga kesinambungan organisasi
Pertemuan rutin memastikan program dan kegiatan DWP berjalan terarah, terencana, dan berkelanjutan.
• Sarana komunikasi yang efektif
Menjadi wadah penyampaian informasi, kebijakan, dan keputusan organisasi agar tidak terjadi miskomunikasi.
• Memperkuat kebersamaan dan solidaritas
Interaksi rutin menumbuhkan rasa kekeluargaan, saling peduli, dan kekompakan antaranggota.
• Meningkatkan kualitas dan peran anggota
Melalui pembinaan, edukasi, dan berbagi pengalaman yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
• Media evaluasi dan pengambilan keputusan
Pertemuan rutin memungkinkan evaluasi program serta perumusan solusi dan rencana kerja ke depan.
• Menumbuhkan partisipasi aktif anggota
Anggota merasa dilibatkan sehingga lebih termotivasi untuk berkontribusi dalam kegiatan DWP.
• Mendukung peran strategis perempuan
DWP menjadi ruang penguatan peran istri ASN dalam mendukung tugas suami dan pembangunan sosial.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
4630-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jum'at, 310 Januari 2026
3. Tempat : Kampung Coklat, Kabupaten Blitar
4. Pukul : 11.30 WIB - selesai
5. Peserta : Ketua DWP lama, Ketua DWP baru, pengurus dan anggota DWP DPKP Kota Batu
6. Acara : Menghadiri Kegiatan Serah Terima Jabatan

Kegiatan Serah Terima Jabatan ini dilaksanakan karena adanya pergeseran Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batu. Sehingga berakhir pula masa jabatan Ibu Windy Heru Yulianto selaku Ketua DWP DPKP, yang dipegang sejak Juni 2022. Tampuk pimpinan sebagai Ketua DWP DPKP diserahkan kepada Ibu Febri Hendry Suseno, yang semula menjadi Ketua DWP Dinas Perhubungan Kota Batu, ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan dan penyerahan Memori Serah Terah Terima Jabatan.

Dalam kesempatan ini, Ibu Windy, selaku Ketua DWP DPKP yang lama memberikan arahan, motivasi, dan salam perpisahan kepada seluruh pengurus dan anggota yang hadir. Beliau menceritakan bagaimana upaya dalam menghidupkan kegiatan Bidang Ekonomi yang sempat mati suri sebelum masa kepemimpinan beliau, yakni kegiatan pra koperasi Simpan Pinjam serta Toko DWP yang menyediakan camilan untuk kebutuhan pegawai DPKP, dimana dua kegiatan ini didukung dengan pengurus yang sangat kompeten dalam menjalankan tugasnya. Beliau juga menyampaikan kilas balik bagaimana jalannya kegiatan DWP DPKP yang terseok-seok, dengan dana seadanya yang dikumpulkan dari anggota aktif berupa jimpitan untuk membiayai seluruh kegiatan DWP di samping dana insidentil baik dari dana pribadi maupun dari instansi. Tidak lupa beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah membantu terlaksananya program kegiatan pada masa kepemimpinan beliau. Ibu Windy menyampaikan pesan agar kegiatan yang positif untuk terus digalakkan dan yang buruk untuk dimaafkan.

Setelah arahan dari Ibu Windy, acara dilanjutkan dengan arahan dari Ibu Febri Hendry Suseno, selaku Ketua DWP DPKP yang baru. Beliau menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan Ibu Windy yang telah berupaya untuk menghidupkan kegiatan Bidang Ekonomi, dan akan menjaga amanah ini agar terus berkembang menjadi lebih baik. Tidak lupa Ibu Febry memohon bantuan dan dukungan dari seluruh pengurus dan anggota untuk terus berupaya membangun organisasi DWP DPKP untuk menjadi organisasi yang lebih baik, yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan dampak bagi seluruh pengurus dan anggotanya.

Tujuan utama kegiatan serah terima jabatan yang diselenggarakan oleh DWP (Dharma Wanita Persatuan) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu adalah untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan, memperkuat koordinasi internal, serta meneguhkan komitmen organisasi dalam mendukung program kerja pemerintah daerah di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Uraian tujuan kegiatan serah terima jabatan antara lain:

1. Kesinambungan Kepemimpinan
- Menjamin bahwa program kerja yang sudah berjalan tetap dilanjutkan tanpa hambatan.
- Memberikan kesempatan bagi pejabat baru untuk memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawab yang diemban.
2. Transparansi dan Akuntabilitas
- Serah terima jabatan menjadi sarana formal untuk menyampaikan laporan kegiatan, capaian, serta rencana kerja.
- Meningkatkan kepercayaan anggota DWP dan masyarakat terhadap tata kelola organisasi.
3. Penguatan Solidaritas Organisasi
- Menjadi momentum mempererat silaturahmi antaranggota DWP.
- Menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung tugas pokok suami/istri ASN di lingkungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
4. Dukungan terhadap Program Pemerintah
- DWP berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
- Melalui kepemimpinan baru, diharapkan ada inovasi kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kota Batu.
5. Regenerasi dan Pembinaan
- Memberikan ruang bagi kader-kader baru untuk tampil dan berkontribusi.
- Menjadi sarana pembinaan kepemimpinan bagi anggota DWP agar lebih siap menghadapi tantangan organisasi.

Manfaat yang Diharapkan
- Kinerja organisasi lebih terarah karena adanya kesinambungan visi dan misi. - Dukungan terhadap ASN dan keluarga semakin kuat, sehingga berdampak positif pada pelayanan publik di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Dengan demikian, kegiatan serah terima jabatan bukan sekadar acara seremonial, tetapi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan, transparansi, dan soliditas organisasi DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
4715-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi - Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Program Kegiatan DWP Dinas Pariwisata
2. Hari / Tanggal : Kamis, 15 Januari 2026
3. Tempat : Kantor Dinas Pariwisata
4. Pukul : 09.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Dinas Pariwisata
6. Peserta : Anggota DWP Dinas Pariwisata
7. Acara : Peretemuan Rutin DWP

Maksud dan Tujuan Pertemuan Rutin Secara Luas Maksud Pertemuan Rutin Pertemuan rutin dimaksudkan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan interaksi yang terencana serta berkelanjutan antara seluruh anggota atau pihak terkait dalam suatu organisasi, kelompok, lembaga, atau komunitas. Pertemuan ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan kerja, memperkuat hubungan kerja sama, serta memastikan bahwa setiap program dan kegiatan berjalan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan bersama. Selain itu, pertemuan rutin dimaksudkan sebagai sarana pertukaran informasi, penyampaian aspirasi, serta media untuk membahas berbagai permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan. Melalui pertemuan rutin, setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, menyampaikan pendapat, serta berkontribusi dalam pengambilan keputusan bersama.

Tujuan Pertemuan Rutin Secara Luas
Secara umum, tujuan pertemuan rutin meliputi beberapa aspek berikut:
1. Tujuan Koordinasi dan Komunikasi
Pertemuan rutin bertujuan untuk:
a. Memperkuat komunikasi antaranggota.
b. Menyelaraskan pemahaman dan tujuan bersama.
c. Menghindari miskomunikasi dan kesalahpahaman.
d. Memastikan setiap pihak memahami tugas dan tanggung jawabnya.
2. Tujuan Evaluasi dan Perbaikan
Pertemuan rutin bertujuan untuk:
a. Mengevaluasi pelaksanaan program atau kegiatan sebelumnya.
b. Mengidentifikasi kendala atau masalah yang dihadapi.
c. Mencari solusi bersama untuk perbaikan ke depan.
d. Meningkatkan kualitas kerja dan kinerja organisasi.
3. Tujuan Perencanaan dan Pengambilan Keputusan
Melalui pertemuan rutin, diharapkan dapat:
a. Menyusun rencana kegiatan secara matang.
b. Membagi tugas dan tanggung jawab secara adil.
c. Menetapkan target kerja yang jelas.
d. Mengambil keputusan secara demokratis dan musyawarah.
4. Tujuan Penguatan Kerja Sama dan Solidaritas
Pertemuan rutin juga bertujuan untuk:
a. Mempererat hubungan antaranggota.
b. Membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
c. Meningkatkan solidaritas dan saling mendukung.
d. Menciptakan suasana kerja yang harmonis dan kondusif.
5. Tujuan Pengembangan Organisasi atau Kelompok
Secara luas, pertemuan rutin bertujuan untuk:
a. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
b. Memperkuat tata kelola organisasi.
c. Mendorong perkembangan dan kemajuan bersama. Menjamin keberlanjutan program dan kegiatan.
Kesimpulan Singkat
Secara luas, pertemuan rutin bertujuan bukan hanya sebagai ajang berkumpul, tetapi sebagai sarana strategis untuk berkomunikasi, berkoordinasi, mengevaluasi, merencanakan, dan memperkuat kerja sama demi tercapainya tujuan bersama secara berkelanjutan.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pariwisata
4830-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen - Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jum'at, 30 Januari 2026
3. Tempat : Kampung Coklat, Blitar
4. Pukul : 10.30 WIB - selesai
5. Peserta : Ketua DWP, pengurus, dan anggota DWP DPKP Kota Batu
6. Acara : Menghadiri Pertemuan Rutin DWP DPKP

Tujuan utama DWP (Dharma Wanita Persatuan) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menyelenggarakan pertemuan rutin adalah untuk mempererat silaturahmi antar anggota, meningkatkan kapasitas dan wawasan, serta mendukung program kerja dinas dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan. Pertemuan ini juga menjadi wadah koordinasi, pembinaan, dan pemberdayaan keluarga ASN agar selaras dengan visi pembangunan daerah.

Tujuan Pertemuan Rutin DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu
1. Silaturahmi dan Kebersamaan
- Memperkuat hubungan antar anggota DWP, baik sesama istri ASN maupun pegawai dinas.
- Menciptakan suasana kekeluargaan yang harmonis sehingga mendukung kinerja suami/istri ASN di lingkungan kerja.
2. Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas
- Memberikan pembinaan mental, spiritual, dan keterampilan kepada anggota. - Meningkatkan pengetahuan tentang ketahanan pangan, pertanian, dan pengelolaan rumah tangga.
- Mendukung program pelatihan seperti bimbingan teknis (Bimtek) untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Batu.
3. Dukungan terhadap Program Dinas
- Menjadi mitra strategis dalam menyukseskan program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
- Mengedukasi keluarga ASN agar ikut berperan dalam gerakan pangan berkelanjutan dan pemanfaatan lahan pekarangan.
4. Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga
- Mendorong peran aktif perempuan dalam mendukung pembangunan daerah. - Memberikan ruang bagi anggota untuk berkreasi, berorganisasi, dan berkontribusi pada kegiatan sosial.
5. Koordinasi dan Evaluasi
- Pertemuan rutin menjadi forum untuk menyampaikan informasi kebijakan dinas, mengevaluasi kegiatan, dan merencanakan program berikutnya.
- Menjadi sarana komunikasi antara pimpinan dinas dengan anggota DWP.

Manfaat Langsung bagi Anggota

- Wawasan baru tentang pertanian dan ketahanan pangan.
- Jaringan sosial yang lebih luas antar anggota.
- Keterampilan praktis dalam pengelolaan pangan keluarga.
- Dukungan moral dan motivasi dalam kehidupan sehari-hari.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
4914-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen - Spsialisasi/konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu,14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Balaikota Lama
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Kota Batu (Ny. Triana Onny) , Wakil Ketua ( Ny Suprihatin) dan Sekretaris (Ny. Leni Nuvita)
6. Peserta : Ketua DWP dan Sekretaris dari masing masing DWP
7. Acara : Menghadiri Pertemuan Rutin

Maksud dan Tujuan Pertemuan Rutin
Maksud pertemuan rutin adalah sebagai sarana komunikasi yang terstruktur dan berkesinambungan bagi seluruh anggota atau pihak terkait dalam suatu organisasi, kelompok, atau lembaga. Pertemuan ini dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan koordinasi, memperkuat hubungan kerja sama, serta memastikan bahwa setiap program, kegiatan, dan kebijakan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Selain itu, pertemuan rutin menjadi wadah untuk menyampaikan informasi terbaru, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya, serta menampung aspirasi, saran, dan permasalahan yang dihadapi oleh anggota.
Tujuan pertemuan rutin adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab seluruh anggota. Melalui pertemuan ini, dilakukan pembahasan mengenai perkembangan kegiatan, pencapaian target, kendala yang muncul, serta solusi yang dapat diterapkan secara bersama-sama. Pertemuan rutin juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi antaranggota, menyamakan persepsi dan pemahaman terhadap visi, misi, serta tujuan organisasi, sehingga tidak terjadi perbedaan penafsiran dalam pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, pertemuan rutin bertujuan sebagai sarana evaluasi dan perencanaan. Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan program yang telah berjalan, mengidentifikasi kekurangan, serta merumuskan langkah perbaikan ke depan. Sementara itu, perencanaan difokuskan pada penyusunan strategi, pembagian tugas, serta penetapan target kerja pada periode berikutnya. Dengan adanya pertemuan rutin, diharapkan tercipta pengambilan keputusan yang lebih tepat, transparan, dan akuntabel.
Secara keseluruhan, pertemuan rutin bertujuan untuk menciptakan sinergi, meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab anggota, serta mendorong terciptanya suasana kerja yang harmonis dan produktif demi tercapainya tujuan bersama secara berkelanjutan.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pariwisata
5014-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas DAMKARMAT Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi dan Humas

Keterangan Program :
1.Kegiatan dari DWP Kota Batu
2.Hari/Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3.Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4.Pukul : 08.30 – selesai
5.Yang Bertugas Hadir : Ibu Eny Rudi
6.Peserta : 2 (dua) orang
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Kota Batu

Pertemuan Rutin DWP Kota Batu merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala oleh Dharma Wanita Persatuan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan pembinaan bagi seluruh anggotanya. Pertemuan ini biasanya diselenggarakan satu kali dalam satu bulan atau sesuai kebijakan masing-masing unit kerja, dengan tujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menumbuhkan solidaritas antaranggota DWP.
Melalui pertemuan rutin, organisasi DWP menjalankan fungsi pembinaan di berbagai bidang, seperti Bidang pendidikan, Bidang ekonomi, dan Bidang sosial budaya, sekaligus menjadi sarana penyampaian informasi terkait program kerja, kebijakan organisasi, serta kegiatan yang akan maupun telah dilaksanakan. Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota melalui penyampaian materi, pelatihan, penyuluhan, atau kegiatan lain yang bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Selain itu, pertemuan rutin DWP berperan sebagai forum evaluasi dan perencanaan, tempat anggota dapat menyampaikan saran, masukan, serta ide-ide konstruktif demi kemajuan organisasi. Dengan adanya pertemuan rutin ini, diharapkan anggota DWP mampu berperan aktif dalam mendukung tugas dan fungsi ASN serta berkontribusi positif dalam kehidupan keluarga, organisasi, dan lingkungan sosial.

Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

5123-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu melaksanakan pertemuan rutin dharmawanita bulan Januari tahun 2026
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari Ketua Dharmawanita Dinas Perhubungan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 23 Januari 2026
3. Tempat : Ruang Rapat Dinas Perhubungan
4. Pukul :09.00 WIB – selesai
5. Yang Hadir : Ketua Dharmawanita Dishub Batu (Bu Febrina) , anggota DWP Istri pegawai (Bu Cacik, Bu Titin, Bu Yerina, Bu Yuni)
6.Kegiatan: acara Rapat rutin DWP Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu Bulan Januari tahun 2026

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi antaranggota dalam mendukung pelaksanaan program kerja organisasi. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu beserta seluruh pengurus dan anggota, serta berlangsung dalam suasana tertib, kekeluargaan, dan penuh kebersamaan. Pertemuan diawali dengan pembukaan oleh ketua yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para anggota, dilanjutkan dengan penyampaian laporan kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya, termasuk evaluasi pelaksanaan program dan laporan keuangan secara ringkas dan transparan. Selanjutnya, rapat membahas rencana kegiatan yang akan datang, baik kegiatan rutin maupun kegiatan insidental, serta pembagian tugas dan tanggung jawab kepada masing-masing pengurus dan anggota agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara efektif dan terkoordinasi. Dalam pertemuan ini juga dibuka sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada anggota untuk menyampaikan saran, masukan, serta ide-ide konstruktif demi kemajuan organisasi. Selain itu, disampaikan pula berbagai informasi penting terkait kegiatan Dharma Wanita tingkat kota maupun instansi terkait, serta himbauan kepada anggota untuk terus meningkatkan partisipasi dan peran aktif dalam setiap kegiatan. Pertemuan rutin ini ditutup dengan penarikan kesimpulan dan doa bersama, dengan harapan seluruh anggota Dharma Wanita Dinas Perhubungan Kota Batu dapat terus menjalin kebersamaan, meningkatkan kapasitas diri, serta berkontribusi positif dalam mendukung tugas dan fungsi Dinas Perhubungan Kota Batu.

Tujuan Kegiatan
• Mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota Dharma Wanita
• Menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antar pengurus dan anggota
• Meningkatkan peran aktif anggota dalam mendukung program kerja organisasi
• Menyampaikan informasi, evaluasi, dan rencana kegiatan Dharma Wanita ke depan
• Meningkatkan kapasitas dan wawasan anggota melalui diskusi dan sharing
Hasil dan Manfaat Kegiatan
• Terjalinnya komunikasi yang baik antaranggota Dharma Wanita
• Tersusunnya rencana kegiatan yang lebih terarah dan terkoordinasi
• Meningkatnya rasa kebersamaan dan tanggung jawab dalam organisasi
• Bertambahnya wawasan dan motivasi anggota dalam berorganisasi

Setelah dilaksanakannya pertemuan rutin yang membahas rencana kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu, diharapkan seluruh pengurus dan anggota memiliki pemahaman yang sama terhadap arah dan tujuan program kerja organisasi ke depan. Melalui pertemuan tersebut, setiap rencana kegiatan yang telah disusun diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terencana, dan terkoordinasi dengan baik, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun lingkungan sekitar. Selain itu, diharapkan adanya peningkatan rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan komitmen dari seluruh anggota untuk berperan aktif dalam setiap kegiatan yang telah disepakati bersama, baik dalam tahap persiapan, pelaksanaan, maupun evaluasi kegiatan.
Harapan lainnya adalah terwujudnya sinergi yang semakin kuat antar pengurus dan masing-masing seksi, sehingga pelaksanaan program kerja dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan. Pertemuan rutin ini juga diharapkan mampu menjadi sarana evaluasi dan komunikasi yang berkelanjutan, sehingga setiap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Dengan adanya perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari seluruh anggota, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu dapat semakin meningkatkan perannya dalam mendukung tugas dan fungsi Dinas Perhubungan, serta berkontribusi positif dalam kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga.
Lebih lanjut, melalui hasil pertemuan ini diharapkan tercipta suasana organisasi yang harmonis, solid, dan penuh semangat kebersamaan, sehingga Dharma Wanita tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan berdaya guna. Dengan demikian, setiap program yang direncanakan dapat terlaksana secara optimal, membawa dampak positif bagi anggota, keluarga, serta masyarakat, dan sekaligus meningkatkan citra serta eksistensi Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu sebagai organisasi pendukung yang profesional dan berkontribusi nyata.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perhubungan
5214-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Organisasi Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu Jawa Timur
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Ruang Bina Praja
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bagian Organisasi Kota Batu (Nur Rachma) dan yang ditunjuk
6. Peserta : Ketua DWP Kota Batu dan Anggota Yang Mewakili
7. Acara : Menghadiri Rapat Rutin DWP Kota

Adapun manfaat, faedah, dan kegunaan dari adanya pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) bagi pengurus dan anggota adalah

Manfaat, Faedah, dan Kegunaan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP)

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan salah satu kegiatan organisasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan program, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan pengurus. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan pengembangan diri yang berkesinambungan. Adapun manfaat, faedah, dan kegunaan pertemuan rutin DWP bagi pengurus dan anggota dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Manfaat Pertemuan Rutin

1. **Meningkatkan soliditas dan kekompakan organisasi** Pertemuan rutin menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar pengurus dan anggota, sehingga tercipta rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan saling memiliki terhadap organisasi DWP.

2. **Memperlancar komunikasi dan koordinasi** Melalui pertemuan rutin, pengurus dapat menyampaikan informasi, kebijakan, serta program kerja secara langsung kepada anggota, sekaligus menerima masukan dan aspirasi dari anggota.

3. **Meningkatkan partisipasi dan peran aktif anggota** Anggota merasa dilibatkan dalam setiap kegiatan dan pengambilan keputusan organisasi, sehingga tumbuh rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kemajuan DWP.

4. **Menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap organisasi** Pertemuan yang dilaksanakan secara teratur dan terencana akan meningkatkan citra positif DWP serta menumbuhkan rasa bangga bagi anggota sebagai bagian dari organisasi.

5. **Menjaga kesinambungan program kerja** Dengan adanya pertemuan rutin, pelaksanaan program dapat dievaluasi secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi yang berkembang.
---

2. Faedah Pertemuan Rutin

1. **Sebagai sarana evaluasi dan monitoring kegiatan** Pertemuan rutin memberikan kesempatan untuk menilai keberhasilan program yang telah dilaksanakan, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan solusi bersama.

2. **Media pembinaan dan peningkatan kapasitas anggota** Melalui penyuluhan, sosialisasi, atau penyampaian materi tertentu, pertemuan rutin dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan anggota.

3. **Wadah tukar pengalaman dan ide kreatif** Anggota dapat saling berbagi pengalaman, gagasan, dan inovasi yang bermanfaat untuk pengembangan organisasi maupun kehidupan keluarga.

4. **Meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab organisasi** Rutinitas pertemuan mendorong pengurus dan anggota untuk lebih tertib, disiplin, serta konsisten dalam menjalankan tugas dan kewajiban organisasi.

5. **Memperkuat nilai-nilai sosial dan kepedulian** Pertemuan rutin menjadi momentum untuk menumbuhkan empati, solidaritas, serta kepedulian sosial terhadap sesama anggota maupun masyarakat sekitar.

Kegunaan Pertemuan Rutin

1. **Sebagai forum resmi penyampaian informasi organisasi** Pertemuan rutin berfungsi sebagai sarana penyampaian keputusan, kebijakan, dan rencana kerja DWP secara terbuka dan transparan.

2. **Sarana perencanaan kegiatan dan pengambilan keputusan** Pengurus dan anggota dapat bersama-sama merencanakan kegiatan yang akan datang serta mengambil keputusan secara musyawarah dan mufakat.

3. **Media penguatan peran DWP dalam mendukung tugas ASN** Melalui pertemuan rutin, anggota DWP dapat dibekali pemahaman tentang peran strategisnya dalam mendukung tugas suami serta pembangunan keluarga yang berkualitas.

4. **Sarana pembentukan karakter dan etika organisasi** Pertemuan rutin menjadi wadah pembinaan sikap, etika, dan perilaku anggota agar senantiasa menjunjung nilai-nilai organisasi dan norma sosial.

5. **Menjaga eksistensi dan keberlanjutan organisasi DWP** Dengan pertemuan rutin yang berkesinambungan, DWP dapat terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, serta tetap eksis sebagai organisasi yang aktif dan bermanfaat.

Dengan demikian, pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan memiliki manfaat, faedah, dan kegunaan yang sangat penting bagi pengurus dan anggota. Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi media strategis dalam meningkatkan kualitas organisasi, memperkuat peran anggota, serta mendukung terwujudnya keluarga ASN yang harmonis, sejahtera, dan berdaya saing. Oleh karena itu, pertemuan rutin perlu dilaksanakan secara konsisten, terencana, dan berkesinambungan agar tujuan organisasi DWP dapat tercapai secara optimal.

---
Program: Rapat
Pelaksana: BAGIAN ORGANISASI
5327-01-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar-Rapat

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Senin, 26 Januari 2026
3. Tempat : Ruang Kepala Dinas PPPAPPKB
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Seluruh anggota DWP Kota Batu
7. Acara : Serah Terima Jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas PPPAPPKB

Serah Terima Jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas PPPAPPKB

Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemberdayaan merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang bertujuan untuk menjamin kesinambungan kepemimpinan, kelancaran pelaksanaan program kerja, serta tertib administrasi organisasi. Kegiatan ini dilaksanakan seiring dengan adanya pergantian Ketua DWP Dinas PPPAPPKB karena adanya mutasi Kepala Dinas PPPAPPKB.

Melalui kegiatan serah terima jabatan ini diharapkan kepemimpinan DWP Dinas Pemberdayaan dapat terus berjalan secara optimal, profesional, dan berkesinambungan dalam mendukung tugas dan fungsi organisasi serta berkontribusi pada pembangunan dan pemberdayaan keluarga. Adapun serah terima jabatan ini meliputi:
1. Tugas, fungsi, dan tanggung jawab sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
2. Administrasi organisasi, termasuk buku administrasi, arsip, dan dokumen pendukung kegiatan.
3. Program kerja, laporan kegiatan, serta inventaris organisasi yang ada.

Ketua DWP lama menyampaikan laporan singkat pelaksanaan kegiatan dan program kerja selama masa jabatan, serta menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama seluruh pengurus dan anggota DWP. Sedangkan Ketua DWP baru menyampaikan kesediaan dan komitmen untuk melanjutkan serta meningkatkan program kerja DWP, serta mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus bersinergi dan bekerja sama.

Sebagai ungkapan terimakasih dan penghargaan atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Dinas PPPAPPKB pada kesempatan ini disampaikan kenag-kenangan oleh pengurus. Acara dilanjutkan dengan do’a bersama dan tasyakuran potong tumpeng.


Program: Rapat
Pelaksana: DP3AP2KB
5423-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu mengadakan Pertemuan Rutin dengan 2 agenda yaitu pembentukan pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Tahun 2026 dan penyusunan program kerja tahun 2026.
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Mengadakan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu;
2. Hari / Tanggal : Jum'at, 23 Januari 2026;
3. Tempat : Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu;
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai;
5. Peserta : Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Dian Fachroni Kurniawan), Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Eviyanti Hudono) dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Gatot Susanto, Ny. Evi Jaenal, Ny. Rudy Priyo S., Ny. Budi, Ny. Yasin, Ny. Waidi, Ny. Fida Puspita, Ny. Dian Irma, Ny. Sri Widayati, Ny. Iswanto, Ny. Sartika Dewi);
6. Acara : pembentukan pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Tahun 2026 dan penyusunan program kerja tahun 2026

Tujuan diadakannya pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Lingkungan Hidup dalam rangka pembentukan susunan pengurus Tahun 2026 dan penyusunan program kerja Tahun 2026:
1. Membentuk susunan pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2026 yang solid, tertib administrasi, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.
2. Menetapkan pembagian tugas dan tanggung jawab pengurus agar pelaksanaan kegiatan organisasi berjalan efektif, terkoordinasi, dan berkesinambungan.
3. Menyusun dan merumuskan program kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2026 yang selaras dengan visi dan misi organisasi serta mendukung program Dinas Lingkungan Hidup.
4. Meningkatkan peran serta dan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi melalui perencanaan program yang aspiratif dan realistis.
5. Memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan solidaritas antar anggota Dharma Wanita Persatuan sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan.
6. Mewujudkan tata kelola organisasi yang tertib, transparan, dan akuntabel melalui perencanaan kegiatan yang terstruktur sejak awal tahun.

Kesimpulan diadakannya pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup dalam rangka pembentukan susunan pengurus dan penyusunan program kerja Tahun 2026:
Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup telah terlaksana dengan baik dan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai pembentukan susunan pengurus Tahun 2026 serta penyusunan program kerja Tahun 2026. Melalui pertemuan ini, telah terbangun komitmen, koordinasi, dan kebersamaan antar anggota untuk menjalankan organisasi secara lebih terarah, tertib, dan berkesinambungan. Program kerja yang disusun diharapkan mampu meningkatkan peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung tugas Dinas Lingkungan Hidup serta pemberdayaan anggota secara optimal sepanjang Tahun 2026.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
5523-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengadakan kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi & Humas – Pemberian Informasi

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat / 23 Januari 2026
3. Tempat : Ruang Kepala Bapenda Kota Batu
4. Pukul : 10.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Wakil Ketua (Ny. Reni Chairil)
6. Peserta : Perwakilan Anggota DWP Bapenda Ny. Fauziah Supri, Ny. Endah, Ny. Reni, Ny. Ariek, Ny.Berthi, Ny. Icha, Ny. Avita, Ny. Nafisa, Ny. Yuni, Ny. Naning, Ny. Nova, Ny, Yuyun
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP Bapenda Kota Batu

Kesekretariatan adalah fungsi administrasi yang melibatkan tugas-tugas pengelolaan dan pengorganisasian dokumen, informasi, serta kegiatan administratif lainnya yang mendukung kelancaran operasional sebuah organisasi, baik itu di pemerintahan, perusahaan, lembaga pendidikan, atau organisasi lainnya. Secara umum, kesekretariatan bertanggung jawab untuk mengelola komunikasi internal dan eksternal, menyusun laporan, arsip, serta menyediakan dukungan administratif untuk memudahkan pengambilan keputusan dan kegiatan operasional.
Tugas Utama Kesekretariatan:
1. Pengelolaan Surat Menyurat:
o Menangani pengiriman, penerimaan, dan pendistribusian surat-surat penting, baik yang bersifat internal (di dalam organisasi) maupun eksternal (dengan pihak luar).
o Menyusun dan menyimpan surat masuk dan keluar, termasuk surat keputusan, undangan, dan komunikasi lainnya.
2. Pengarsipan dan Dokumentasi:
o Menyusun dan menyimpan arsip dokumen secara sistematis, baik dalam bentuk fisik maupun elektronik, untuk memudahkan pencarian dan referensi di kemudian hari.
o Memastikan bahwa semua dokumen dan data organisasi terorganisir dengan baik dan dapat diakses ketika diperlukan.
3. Pengaturan Jadwal dan Kegiatan:
o Mengelola jadwal rapat, pertemuan, dan acara penting bagi pimpinan atau anggota organisasi.
o Menyiapkan dan mengatur ruang rapat, serta memastikan semua kebutuhan rapat atau kegiatan telah tersedia.
4. Penyusunan Laporan:
o Membantu dalam penyusunan laporan-laporan rutin seperti laporan kegiatan, laporan keuangan, atau laporan tahunan.
o Menyusun notulen rapat dan mendistribusikannya kepada pihak terkait setelah pertemuan.
5. Koordinasi dan Komunikasi:
o Menjaga komunikasi yang efektif antara pihak internal organisasi dan pihak eksternal seperti klien, mitra kerja, atau lembaga pemerintah.
o Menangani komunikasi melalui telepon, email, atau media lain untuk memastikan kelancaran informasi.
6. Pelayanan Administratif:
o Menyediakan dukungan administratif bagi pimpinan dan staf lainnya, termasuk pengelolaan kebutuhan operasional sehari-hari.
o Mengelola pengadaan barang dan jasa untuk keperluan organisasi.
Fungsi Kesekretariatan:
• Mendukung kelancaran administrasi: Kesekretariatan memegang peran penting dalam memastikan semua tugas administratif dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu, yang membantu kelancaran operasional organisasi.
• Meningkatkan efisiensi: Dengan adanya pengelolaan yang baik terhadap dokumen dan informasi, kesekretariatan membantu meningkatkan efisiensi kerja, menghindari kebingungan, dan memastikan bahwa keputusan dan kegiatan diambil atau dilakukan berdasarkan informasi yang akurat.
• Menjaga hubungan eksternal: Dalam banyak kasus, kesekretariatan juga bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan pihak luar, seperti mitra bisnis, klien, atau lembaga pemerintah, yang memerlukan koordinasi dan pengaturan pertemuan.
• Menyusun dokumentasi yang baik: Menyimpan arsip dan dokumen penting dengan cara yang teratur dan aman, sehingga informasi tersebut dapat diakses dengan mudah di masa depan.
Peran Kesekretariatan dalam Berbagai Organisasi:
1. Kesekretariatan Pemerintahan:
o Bertanggung jawab untuk mengelola administrasi surat menyurat, pengarsipan dokumen negara, serta menyediakan dukungan administrasi bagi pejabat pemerintah dalam melaksanakan tugasnya.
2. Kesekretariatan Perusahaan atau Lembaga Swasta:
o Menyusun laporan, mengatur pertemuan, dan memastikan bahwa semua kegiatan administratif perusahaan berjalan dengan lancar dan mendukung proses bisnis yang efisien.
3. Kesekretariatan Organisasi Sosial atau Komunitas:
o Membantu dalam pengorganisasian acara, pengelolaan komunikasi antaranggota, dan penyimpanan data keanggotaan serta dokumen organisasi.
4. Kesekretariatan Akademik (di Sekolah atau Universitas):
o Menangani administrasi untuk kegiatan akademik, seperti pengelolaan jadwal kuliah, penyusunan laporan akademik, pengarsipan dokumen akademik, dan komunikasi dengan mahasiswa atau staf pengajar.
Keahlian yang Dibutuhkan dalam Kesekretariatan:
1. Kemampuan Administratif: Keahlian dalam mengelola surat, dokumen, serta tugas administratif lainnya dengan efisien.
2. Kemampuan Komunikasi: Keahlian untuk berkomunikasi secara jelas dan efektif, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
3. Keterampilan Organisasi: Kemampuan untuk mengorganisasi informasi, jadwal, dan kegiatan dengan rapi dan sistematis.
4. Kemampuan Menggunakan Teknologi: Familiar dengan penggunaan perangkat lunak kantor, seperti Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint), aplikasi pengarsipan, dan alat komunikasi digital lainnya.
5. Ketelitian dan Keakuratan: Keterampilan untuk memastikan bahwa semua informasi dan dokumen yang dikelola sudah akurat dan terstruktur dengan baik.
Kesimpulan:
Kesekretariatan memegang peranan penting dalam memastikan kelancaran operasional sebuah organisasi. Fungsi dan tugas kesekretariatan, baik itu dalam pengelolaan surat menyurat, pengarsipan, hingga pengaturan kegiatan dan komunikasi, mendukung efektivitas kerja setiap individu atau tim dalam organisasi. Keberadaan sekertariat yang terorganisir dengan baik membantu organisasi untuk berfungsi secara efisien dan profesional.

Menyusun rencana kerja adalah proses penting dalam perencanaan dan pengorganisasian kegiatan atau proyek yang akan dilakukan. Rencana kerja bertujuan untuk memberikan arah yang jelas, menyusun prioritas, dan mengatur sumber daya agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efisien dan efektif. Rencana kerja juga berfungsi sebagai alat untuk memonitor dan mengevaluasi kemajuan kegiatan yang telah direncanakan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk menyusun rencana kerja yang baik dan terstruktur:
1. Tentukan Tujuan Utama
• Tentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek yang ingin dicapai.
• Tujuan ini harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu (SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
Contoh:
• Tujuan: Meningkatkan penjualan produk sebesar 20% dalam 6 bulan.
• Tujuan: Menyelesaikan proyek pengembangan website dalam waktu 3 bulan.
2. Identifikasi Kegiatan atau Tugas
• Setelah tujuan ditentukan, buat daftar kegiatan atau tugas yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
• Pecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan secara bertahap.
Contoh:
• Kegiatan: Menyusun rencana pemasaran digital.
• Kegiatan: Membuat dan mengoptimalkan konten website.
• Kegiatan: Melakukan riset pasar.
3. Tentukan Sumber Daya yang Dibutuhkan
• Identifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan atau tugas, seperti tenaga kerja, anggaran, peralatan, atau teknologi.
• Pastikan semua sumber daya yang diperlukan tersedia sebelum melaksanakan kegiatan.
Contoh:
• Sumber daya: Tim pemasaran digital, anggaran untuk iklan online, perangkat lunak desain grafis.
4. Buat Jadwal Waktu
• Tentukan waktu pelaksanaan untuk setiap kegiatan atau tugas yang telah diidentifikasi.
• Buat timeline atau garis waktu yang jelas dengan tanggal mulai dan selesai untuk setiap kegiatan.
• Pastikan ada ruang untuk penyesuaian jika ada hambatan atau perubahan.
Contoh:
• Minggu 1-2: Riset pasar dan analisis kompetitor.
• Minggu 3-4: Penyusunan konten website.
• Minggu 5-6: Peluncuran kampanye iklan digital.
5. Tentukan Tanggung Jawab dan Pembagian Tugas
• Tentukan siapa yang bertanggung jawab untuk setiap kegiatan atau tugas. Pembagian tanggung jawab yang jelas sangat penting untuk memastikan semua kegiatan berjalan lancar.
• Jika ada tim, pastikan setiap anggota tim tahu peran dan tugas mereka.
Contoh:
• Tim A: Riset pasar dan analisis kompetitor.
• Tim B: Pembuatan konten dan desain grafis.
• Tim C: Pengelolaan iklan dan media sosial.
6. Tentukan Indikator Keberhasilan
• Tentukan cara untuk mengukur keberhasilan setiap kegiatan dan keseluruhan rencana kerja.
• Indikator ini bisa berupa angka, laporan, atau pencapaian yang dapat diukur untuk menilai apakah tujuan telah tercapai.
Contoh:
• Indikator: Penjualan meningkat 20% dalam 6 bulan.
• Indikator: 10.000 pengunjung baru ke website dalam 3 bulan.
7. Monitoring dan Evaluasi
• Tentukan cara untuk memonitor kemajuan dan melakukan evaluasi secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan.
• Lakukan evaluasi setiap minggu atau bulan untuk memastikan rencana tetap on track. Jika diperlukan, lakukan penyesuaian untuk mengatasi hambatan yang muncul.
Contoh:
• Setiap akhir bulan: Lakukan rapat evaluasi untuk menilai kemajuan dan pencapaian.
• Periksa hasil penjualan dan analisis efektivitas kampanye pemasaran.
8. Penyesuaian dan Perbaikan
• Jika dalam pelaksanaannya terdapat hambatan atau kegiatan tidak berjalan sesuai rencana, lakukan penyesuaian atau perbaikan.
• Bersiaplah untuk merespons perubahan dan adaptasi terhadap tantangan yang muncul.
Tips dalam Menyusun Rencana Kerja:
• Fleksibilitas: Walaupun rencana kerja harus jelas, tetap siapkan ruang untuk perubahan jika diperlukan.
• Keterlibatan Tim: Pastikan semua anggota tim terlibat dalam penyusunan rencana kerja agar mereka merasa memiliki tanggung jawab atas pelaksanaannya.
• Komunikasi yang Baik: Pastikan ada komunikasi yang terbuka dan jelas selama pelaksanaan rencana kerja, agar semua pihak yang terlibat dapat bekerja secara sinergis.
• Menggunakan Alat atau Aplikasi: Gunakan aplikasi manajemen proyek seperti Trello, Asana, atau Microsoft Project untuk mempermudah pengelolaan rencana kerja dan pelaksanaan tugas.
Dengan menyusun rencana kerja yang terstruktur dan jelas, kita dapat lebih mudah mengarahkan energi dan sumber daya untuk mencapai tujuan dengan cara yang efektif dan efisien.


Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: BAPENDA
5614-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Diskominfo Kota Batu Menghadiri Pertemuan rutin DWP Kota Batu

Bidang : Sekretariat

Program : Pembinaan Hubungan Keluar – Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal :Rabu, 14 januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumdin Walikota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Bu Ririn dan Bu Robert
6. Peserta : Seluruh pengurus dan 2 wakil dr masing masing DWP UP Kota batu
7. Acara : Melaksanakan pertemuan rutin DWP Kota Batu

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu yang diadakan setiap bulan sekali bertujuan untuk menjaga hubungan baik antara anggota dan mendiskusikan berbagai isu sosial, kemasyarakatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antaranggota dan memberikan ruang bagi anggota untuk saling berbagi informasi, pengalaman, serta ide dalam rangka meningkatkan peran mereka dalam masyarakat.

Dalam pertemuan bulanan tersebut, biasanya ada agenda seperti:
1. Pembahasan Program Kerja: DWP Kota Batu akan membahas berbagai program yang sedang berjalan atau yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Program ini biasanya berfokus pada pemberdayaan perempuan, sosial, budaya, dan kegiatan lain yang mendukung kemajuan daerah.
2. Sosialisasi dan Edukasi: Dalam setiap pertemuan, seringkali ada sesi sosialisasi mengenai topik-topik terkini yang penting untuk anggota, seperti peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan, kesehatan, pendidikan, atau pengembangan kapasitas diri.
3. Kerja Sama Antar Organisasi: Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan koordinasi dengan organisasi lain dan instansi terkait yang bekerja sama dalam program-program sosial dan pemberdayaan perempuan.
4. Penyaluran Bantuan Sosial: DWP Kota Batu sering kali terlibat dalam kegiatan sosial, seperti memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Pertemuan bulanan menjadi momen untuk merencanakan dan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. 5. Silaturahmi Antar Anggota: Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan ikatan antara anggota, berbagi cerita, dan mempererat tali persaudaraan di dalam komunitas DWP.

Cakupan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu yang diadakan setiap bulan melibatkan berbagai aspek yang mendukung pemberdayaan perempuan dan kontribusi mereka dalam pembangunan sosial di Kota Batu. Berikut adalah beberapa cakupan utama dari pertemuan rutin DWP Kota Batu:
1. Pemberdayaan Perempuan: Pertemuan ini menjadi ajang untuk meningkatkan pemahaman anggota tentang berbagai program pemberdayaan perempuan. Ini termasuk topik-topik seperti kewirausahaan perempuan, peningkatan keterampilan, serta pendidikan dan pelatihan yang mendukung peran perempuan di bidang ekonomi, sosial, dan politik.
2. Program Sosial dan Kegiatan Pengabdian Masyarakat: DWP Kota Batu aktif dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Pertemuan rutin menjadi kesempatan untuk merencanakan dan membahas aksi sosial, seperti memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu, anak yatim, atau korban bencana alam.
3. Koordinasi dengan Pemerintah dan Lembaga Lain: DWP Kota Batu bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan lembaga lainnya untuk menyukseskan program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal perempuan dan anak. Pertemuan rutin ini seringkali menjadi forum untuk membahas kolaborasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
4. Pendidikan dan Pengembangan Anggota: Setiap pertemuan juga sering kali menghadirkan narasumber atau pemateri yang memberikan edukasi kepada anggota, baik dalam hal kesehatan, keterampilan, maupun isu-isu terkini yang relevan dengan peran perempuan dalam masyarakat.
5. Sosialisasi tentang Kebijakan Pemerintah: Dalam pertemuan rutin ini, DWP Kota Batu sering kali membahas kebijakan pemerintah terkait dengan perempuan, keluarga, pendidikan, serta isu sosial lainnya yang berkaitan dengan kesejahteraan anggota dan masyarakat secara umum.
6. Silaturahmi dan Penguatan Komunitas: Salah satu tujuan utama dari pertemuan rutin ini adalah mempererat silaturahmi antaranggota, membangun solidaritas, dan menciptakan suasana yang mendukung partisipasi aktif dari semua anggota dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan.
7. Rencana Program Kerja: Dalam setiap pertemuan, DWP Kota Batu akan merencanakan program-program kerja untuk bulan berikutnya, baik itu kegiatan internal organisasi maupun kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Secara keseluruhan, pertemuan rutin ini memberikan ruang bagi anggota DWP Kota Batu untuk saling berbagi, belajar, serta bekerja sama dalam mewujudkan tujuan organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan peran aktif perempuan di masyarakat.

Pertemuan bulanan ini sangat penting untuk memperkuat peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan Kota Batu, sekaligus sebagai platform bagi anggota untuk saling mendukung dalam menjalankan kegiatan sosial yang bermanfaat.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
5707-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu melaksanakan kegiatan pertemuan rutin DWP Diskominfo di ruang Kepala Dinas Kominfo Kota batu
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/manajemen - Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Kegiatan Internal DWP Diskominfo
2. Hari / Tanggal : Rabu, 7 Januari 2026
3. Tempat : Ruang Kepala Dinas Kominfo Kota Batu
4. Pukul : 10.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota
6. Peserta : Seluruh pengurus dan anggota DWP Diskominfo Kota Batu
7. Acara : Pertemuan rutin DWP Diskominfo Kota Batu

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Ruang Kepala Dinas Kominfo Kota Batu. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP Diskominfo Kota Batu.

Kegiatan pertemuan rutin ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antaranggota, meningkatkan koordinasi, serta sebagai sarana penyampaian informasi dan pembahasan program kerja DWP Diskominfo Kota Batu. Selain itu, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya serta menyusun rencana kegiatan ke depan.

Adapun susunan acara pada pertemuan rutin ini meliputi pembukaan, sambutan pengurus DWP Diskominfo Kota Batu, penyampaian agenda dan informasi organisasi, evaluasi kegiatan, pembahasan rencana program kerja, diskusi dan tanya jawab, serta penutup. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diikuti oleh peserta dengan penuh antusias.

Diharapkan melalui pelaksanaan pertemuan rutin ini, peran serta dan kebersamaan anggota DWP Diskominfo Kota Batu semakin meningkat sehingga dapat mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi secara berkelanjutan.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
5814-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu menjenguk anggota DWP Dishub Batu (Bu Yani Zam-zam) yang sakit di Rs UMM
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/manajemen- Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Kegiatan menjenguk anggota DWP Dishub Batu (Bu Yani Zam-zam) yang sakit di Rs UMM
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : RS UMM
4. Pukul : 14.40 WIB - selesai
5. Yang datang : Ketua DWP Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu (Ny. Febrina) dan Anggota DWP Dishub istri pegawai (Bu Cacik, Bu Titin)
7. Kegiatan: menjenguk anggota DWP Dishub Batu (Bu Yani Zam-zam) yang sakit di Rs UMM
8. Keterangan : yang menemui suaminya Bu Yani(Pak Zam-zam)

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan Kota Batu dan perwakilan anggota melaksanakan kegiatan kunjungan sosial untuk menjenguk salah satu anggota DWP yang saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit RSS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas anggota DWP terhadap sesama rekan yang sedang menghadapi kondisi kesehatan yang kurang baik.
Dalam kunjungan tersebut, anggota DWP memberikan dukungan moril dan doa untuk kesembuhan anggota yang sedang sakit. Selain itu, rombongan juga menyerahkan bingkisan berupa makanan ringan, buah-buahan, dan beberapa kebutuhan pribadi yang mungkin diperlukan selama masa perawatan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anggota yang sakit, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota DWP.
Acara kunjungan berlangsung dengan suasana penuh keakraban, saling berbagi cerita, serta memberikan motivasi agar anggota yang sakit tetap tegar dan optimis menghadapi proses penyembuhan. Rombongan DWP juga berkesempatan berdiskusi singkat dengan tim medis untuk mengetahui kondisi terkini pasien serta langkah-langkah perawatan yang dijalani.
Kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan doa bersama, ucapan terima kasih kepada pihak rumah sakit, dan pesan agar selalu menjaga kesehatan. Seluruh anggota yang hadir merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi anggota yang sedang sakit tetapi juga bagi seluruh anggota DWP lainnya sebagai bentuk pengingat pentingnya kepedulian dan kebersamaan.
Dengan adanya kegiatan ini, DWP Dishub Kota Batu menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung dan membina ikatan kekeluargaan yang harmonis antaranggota, serta menanamkan nilai kepedulian sosial yang tinggi dalam setiap kegiatan organisasi.

Tujuan Menjenguk Anggota DWP Dishub Batu di RSS UMM
1. Memberikan Dukungan Moral dan Emosional
o Menjenguk anggota DWP yang sakit merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan rekan kerja.
o Kehadiran secara langsung dapat menguatkan mental dan semangat pasien, membantu mengurangi rasa kesepian atau kekhawatiran selama masa perawatan.
o Menunjukkan bahwa anggota organisasi dihargai dan tidak sendirian dalam menghadapi ujian kesehatan.
2. Menjalin Silaturahmi dan Kekompakan Anggota DWP
o Aktivitas kunjungan mempererat hubungan antaranggota DWP Dishub Batu, membangun solidaritas dan kekompakan dalam organisasi.
o Momen ini bisa menjadi kesempatan untuk saling bertukar kabar dan memperkuat rasa kebersamaan, tidak hanya dalam kondisi kerja, tetapi juga dalam kehidupan personal.
o Memupuk budaya peduli antaranggota sehingga tercipta lingkungan kerja yang hangat dan suportif.
3. Memberikan Motivasi dan Semangat Pemulihan
o Kehadiran anggota DWP dapat memberikan energi positif bagi pasien untuk tetap optimis dalam menjalani proses penyembuhan.
o Dorongan moral ini dapat membantu percepatan proses pemulihan fisik dan mental, karena pasien merasa diperhatikan dan didukung.
o Menyampaikan pesan-pesan positif, doa, dan harapan kesembuhan menjadi salah satu cara untuk membangkitkan motivasi.
4. Menunjukkan Kepedulian Organisasi Terhadap Anggotanya
o Menjenguk anggota yang sakit merupakan wujud nyata bahwa organisasi tidak hanya fokus pada tugas dan pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan anggotanya.
o Memberikan kesan bahwa DWP Dishub Batu memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan budaya organisasi yang humanis.
o Hal ini dapat memperkuat loyalitas dan kebanggaan anggota terhadap organisasi.
5. Memberikan Bantuan Praktis Jika Diperlukan
o Selain dukungan moral, kunjungan juga bisa menjadi kesempatan untuk memberikan bantuan langsung, seperti kebutuhan logistik, makanan, atau fasilitas lain yang mendukung kenyamanan pasien selama perawatan.
o Menjadi wadah untuk mendeteksi kebutuhan atau kendala yang mungkin tidak diketahui sebelumnya oleh pihak keluarga atau rumah sakit.
6. Menjaga Tradisi Positif dalam Organisasi
o Kunjungan ini dapat menjadi bagian dari tradisi DWP dalam menghormati dan mendukung setiap anggotanya yang mengalami sakit atau kesulitan.
o Tradisi semacam ini menumbuhkan nilai-nilai solidaritas, empati, dan rasa kemanusiaan yang akan terus diwariskan ke anggota baru.
7. Meningkatkan Hubungan dengan Keluarga Pasien
o Kehadiran tim DWP juga memberikan dukungan kepada keluarga pasien, menunjukkan bahwa organisasi peduli tidak hanya pada anggotanya, tetapi juga pada orang-orang terdekatnya.
o Dapat membantu keluarga merasa lebih ringan dalam menghadapi situasi sulit karena adanya perhatian dan bantuan dari rekan-rekan organisasi.
8. Menjadi Sarana Komunikasi dan Informasi
o Kunjungan memungkinkan anggota DWP mendapatkan informasi langsung mengenai kondisi kesehatan anggota yang sakit.
o Hal ini dapat menjadi dasar bagi organisasi untuk merencanakan langkah-langkah dukungan jangka pendek maupun jangka panjang, misalnya cuti, bantuan medis, atau program pemulihan.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Perhubungan
5914-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu menghadiri Rapat rutin DWP Persatuan Kota Batu Bulan Januari 2026
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari Ketua Dharmawanita Persatuan Kota Batu terkait Pertemuan rutin bulan Januari tahun 2026
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul :08.30 WIB – 10.00 WIB
5. Yang Hadir : Ketua Dharmawanita Dishub Batu (Bu Febrina) , anggota DWP Istri pegawai (Bu Cacik, Bu Titin)
6. Peserta : Ketua DWP Kota Batu ( Bu Qurotu Aini Zadim), pengurus inti DWP Kota Batu, anggota DWP (perwakilan masing2 SKPD)
7. Petugas : dari kecamatan Batu)
8.Kegiatan: acara Rapat rutin DWP Persatuan Kota Batu Bulan Januari tahun 2026

Memasuki Tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu diharapkan dapat terus berkembang menjadi organisasi yang semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Harapan ini dilandasi oleh komitmen bersama untuk menjadikan Dharma Wanita Persatuan tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi anggota, keluarga, dan masyarakat.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu berharap agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2026 dapat disusun dengan perencanaan yang lebih matang, terarah, dan berkelanjutan. Setiap program hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan anggota serta selaras dengan kebijakan Dharma Wanita Persatuan di tingkat pusat dan daerah, sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Batu. Dengan perencanaan yang baik, diharapkan kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal.
Dalam bidang pendidikan, harapannya kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas anggota dapat terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas materi maupun metode pelaksanaan. Kegiatan diharapkan mampu memberikan wawasan baru, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat peran anggota Dharma Wanita sebagai pendamping ASN dan pengelola keluarga. Selain itu, kegiatan pendidikan diharapkan dapat mendorong anggota untuk terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Pada bidang ekonomi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu berharap agar kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi anggota dapat lebih dikembangkan. Pelatihan keterampilan diharapkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga. Selain itu, diharapkan adanya sinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan usaha anggota dan pemanfaatan potensi lokal Kota Batu.
Sementara itu, dalam bidang sosial budaya, harapannya Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu dapat terus berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan sosial diharapkan semakin tepat sasaran, terencana dengan baik, dan mampu meningkatkan kepedulian serta solidaritas sosial anggota. Partisipasi dalam kegiatan Pemerintah Kota Batu dan masyarakat luas diharapkan dapat semakin memperkuat citra positif dan peran strategis Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra pemerintah.
Selain pelaksanaan kegiatan per bidang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu juga berharap agar soliditas dan kebersamaan antaranggota dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Partisipasi aktif seluruh anggota menjadi kunci keberhasilan organisasi. Oleh karena itu, diharapkan setiap anggota dapat memiliki rasa memiliki terhadap organisasi dan berperan aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Dari aspek organisasi dan administrasi, harapannya Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu dapat semakin tertib, profesional, dan transparan dalam pengelolaan administrasi dan keuangan. Rapat rutin diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana koordinasi, evaluasi, dan pengambilan keputusan bersama, sehingga organisasi dapat berjalan dengan lebih efektif dan akuntabel.
Pelaksanaan kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Kota Batu selama Tahun 2025 secara umum berjalan dengan baik dan sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan. Seluruh kegiatan dilaksanakan sebagai upaya mendukung peran Dharma Wanita Persatuan dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota, memperkuat ketahanan keluarga, serta berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan pembangunan daerah.
Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan secara menyeluruh terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil kegiatan pada setiap bidang, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi, dan Bidang Sosial Budaya, serta aspek administrasi dan organisasi. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai tingkat ketercapaian program, efektivitas pelaksanaan kegiatan, serta dampak yang dirasakan oleh anggota dan masyarakat.
Pada Bidang Pendidikan, kegiatan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 difokuskan pada peningkatan wawasan, pengetahuan, dan pembinaan anggota Dharma Wanita Persatuan, khususnya dalam peran sebagai pendamping ASN dan pengelola keluarga. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan pendidikan dan pembinaan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari anggota. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kebutuhan anggota, meskipun kehadiran peserta pada beberapa kegiatan belum maksimal akibat keterbatasan waktu dan kesibukan masing-masing anggota. Hal ini menjadi catatan penting untuk peningkatan strategi pelaksanaan kegiatan pendidikan di tahun berikutnya.
Evaluasi pada Bidang Ekonomi menunjukkan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi anggota telah memberikan manfaat yang nyata. Melalui berbagai pelatihan keterampilan dan kegiatan pendukung ekonomi keluarga, anggota memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, masih diperlukan pendampingan lanjutan agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih optimal bagi anggota.
Sementara itu, pada Bidang Sosial Budaya, pelaksanaan kegiatan sosial dan kemasyarakatan selama tahun 2025 berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. Kegiatan seperti bakti sosial, partisipasi dalam peringatan hari besar, serta dukungan terhadap program Pemerintah Kota Batu telah meningkatkan kepedulian sosial dan rasa kebersamaan antaranggota. Evaluasi menunjukkan bahwa peran Dharma Wanita Persatuan Pemkot Batu dalam kegiatan sosial cukup signifikan, meskipun koordinasi dan perencanaan masih perlu ditingkatkan agar kegiatan dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien.
Dari aspek administrasi dan organisasi, pelaksanaan rapat rutin dan pengelolaan administrasi berjalan dengan tertib dan terstruktur. Rapat rutin menjadi sarana penting dalam menyampaikan informasi, melakukan koordinasi, serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan secara berkala. Evaluasi menunjukkan bahwa komunikasi antara pengurus dan anggota telah berjalan dengan baik, meskipun masih diperlukan upaya peningkatan partisipasi aktif anggota dalam setiap kegiatan organisasi.
Secara keseluruhan, hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu Tahun 2025 menunjukkan bahwa program kerja dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat bagi anggota serta masyarakat. Kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu, anggaran, dan tingkat partisipasi anggota, menjadi bahan evaluasi yang konstruktif untuk perbaikan di masa mendatang.
Deskripsi evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program kerja Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu pada tahun berikutnya, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat semakin efektif, inovatif, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan peran dan kontribusi Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Batu.

Rapat Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Kota Batu merupakan agenda berkala yang diselenggarakan sebagai sarana koordinasi, komunikasi, serta evaluasi pelaksanaan program kerja organisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran Dharma Wanita dalam mendukung kinerja aparatur sipil negara serta meningkatkan kapasitas anggota dalam bidang sosial, pendidikan, budaya, dan ekonomi keluarga.
Rapat rutin dilaksanakan dengan dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu beserta jajaran pengurus, perwakilan Dharma Wanita dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batu, serta undangan terkait. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, khidmat, dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan dan sinergi antaranggota.
Acara rapat diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan Mars Dharma Wanita, serta doa bersama. Selanjutnya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu memberikan sambutan dan arahan, yang menekankan pentingnya peran aktif anggota Dharma Wanita dalam mendukung program pemerintah daerah serta pemberdayaan perempuan dan keluarga. Ketua juga mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan solidaritas, kedisiplinan, dan kontribusi nyata dalam setiap kegiatan organisasi.
Agenda utama rapat rutin ini adalah penyampaian laporan kegiatan oleh Kepala Bidang Budaya, Kepala Bidang Pendidikan, dan Kepala Bidang Ekonomi. Masing-masing kepala bidang memaparkan capaian program kerja yang telah dilaksanakan, kendala yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut ke depan.
Kepala Bidang Budaya menyampaikan laporan terkait berbagai kegiatan pelestarian dan pengembangan budaya lokal, termasuk partisipasi Dharma Wanita dalam kegiatan seni, adat, dan tradisi daerah. Dalam laporannya, disampaikan pula upaya peningkatan peran anggota dalam melestarikan nilai-nilai budaya serta mendukung kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Batu.
Selanjutnya, Kepala Bidang Pendidikan memaparkan laporan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Laporan tersebut mencakup kegiatan pembinaan keluarga, edukasi parenting, peningkatan literasi, serta dukungan Dharma Wanita terhadap pendidikan anak dan keluarga ASN. Kepala Bidang Pendidikan juga menekankan pentingnya peran ibu dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif di rumah.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi menyampaikan laporan mengenai program pemberdayaan ekonomi anggota Dharma Wanita, termasuk pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro, serta upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Dalam laporannya, dijelaskan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mendorong kemandirian ekonomi anggota serta rencana pengembangan program ekonomi kreatif ke depan.
Setelah penyampaian laporan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta rapat diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, saran, dan usulan terkait pelaksanaan program kerja. Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, menghasilkan berbagai rekomendasi yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.
Rapat rutin ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan penegasan kembali hasil rapat oleh pimpinan rapat, serta doa penutup. Melalui pelaksanaan rapat rutin ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu dapat terus meningkatkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, pemberdayaan perempuan, dan kesejahteraan keluarga.

tujuan dilaksanakannya rapat rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Kota Batu) antara lain :
• Sebagai sarana koordinasi dan konsolidasi organisasi Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu, guna menyamakan persepsi, memperkuat kerja sama antar pengurus dan anggota, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan searah dengan visi, misi, dan program kerja organisasi.
• Sebagai media penyampaian dan tindak lanjut kebijakan organisasi, baik yang berasal dari Dharma Wanita Persatuan tingkat pusat, provinsi, maupun kota, serta kebijakan Pemerintah Kota Batu yang berkaitan dengan peran dan fungsi Dharma Wanita Persatuan.
• Untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan, meliputi bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya, sehingga dapat diketahui tingkat keberhasilan, hambatan yang dihadapi, serta upaya perbaikan dan pengembangan di masa mendatang.
• Untuk merumuskan dan menetapkan rencana kerja selanjutnya, termasuk perencanaan kegiatan rutin, kegiatan khusus, dan kegiatan pendukung program Pemerintah Kota Batu, agar pelaksanaan kegiatan lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.
• Sebagai forum komunikasi dua arah antara pengurus dan anggota, yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, penyampaian aspirasi, saran, dan masukan secara terbuka demi kemajuan organisasi. • Untuk meningkatkan partisipasi aktif, rasa tanggung jawab, dan komitmen anggota Dharma Wanita Persatuan, sehingga setiap anggota dapat berperan secara optimal dalam mendukung pelaksanaan program dan kegiatan organisasi.
• Untuk mempererat hubungan silaturahmi, kebersamaan, dan kekeluargaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Batu, guna menciptakan suasana organisasi yang harmonis, solid, dan kondusif.
• Sebagai sarana pembinaan dan peningkatan kapasitas anggota, melalui penyampaian materi pembinaan, motivasi, serta informasi yang bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas diri anggota.
• Untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan Pemerintah Kota Batu, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, peningkatan kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
• Untuk menjamin tertib administrasi dan keberlangsungan organisasi Dharma Wanita Persatuan, melalui pembahasan laporan kegiatan, laporan keuangan, keanggotaan, serta hal-hal administratif lainnya secara berkala dan transparan.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perhubungan
6019-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol Menghadiri Kegiatan

Bidang : Sekretariat

Program : Penataan Organisasi / Manajemen- Konsultasi

1. Undangan dari DWP Bakesbangpol Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Senin, 19 Januari 2026
3. Tempat : Ruang Bakesbangpol Kota Batu
4. Pukul : 09.30 WIB - Selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ny.Litha Dahlan (Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu), Ny. Kartika Jumarno dan Ny. Nurul Iwan
6. Peserta : Ny.Litha Dahlan (Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu), Ny. Kartika Jumarno dan Ny. Nurul Iwan
7. Acara: Pertemuan Rutin DWP Bakesbangpol Kota Batu.

Pada tanggal 19 Januari, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batu melaksanakan pertemuan anggota sebagai bagian dari kegiatan rutin organisasi. Pertemuan ini menjadi momentum awal dalam rangka memperkuat koordinasi serta meningkatkan tertib administrasi di lingkungan DWP Bakesbangpol Kota Batu.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai agenda penting, terutama terkait pembenahan dan penataan administrasi pada masing-masing bidang kerja, yaitu bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang sosial budaya, serta bidang ke sekretariatan. Pembenahan administrasi ini diharapkan dapat menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja dan meningkatkan efektivitas kegiatan DWP ke depannya.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu, Ny. Litha Dahlan, yang dalam arahannya menekankan pentingnya peran aktif seluruh anggota dalam mendukung kegiatan organisasi. Selain itu, beliau juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus meningkatkan kerja sama, komunikasi, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Kegiatan pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan anggota DWP Bakesbangpol Kota Batu dan berlangsung dengan tertib serta penuh kebersamaan. Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh anggota memiliki pemahaman yang sama terkait administrasi dan program kerja, sehingga pelaksanaan kegiatan DWP Bakesbangpol Kota Batu ke depan dapat berjalan dengan lebih optimal dan terarah.
Sebagai penutup, Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu menyampaikan harapan agar seluruh anggota dapat segera menindaklanjuti hasil pembahasan yang telah disepakati, khususnya dalam hal pembenahan administrasi di masing-masing bidang. Setiap bidang diharapkan mampu melakukan evaluasi internal serta menyusun kelengkapan administrasi secara tertib.
Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antaranggota DWP Bakesbangpol Kota Batu, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas dalam menjalankan organisasi. Dengan adanya koordinasi yang baik serta dukungan dari seluruh anggota, DWP Bakesbangpol Kota Batu diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendukung tugas dan fungsi Bakesbangpol Kota Batu.
Kegiatan pertemuan anggota DWP Bakesbangpol Kota Batu pada tanggal 19 Januari ini berjalan dengan lancar dan kondusif, serta ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas administrasi dan pelaksanaan program kerja ke depan .


Program: Konsultasi
Pelaksana: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
6114-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen-Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB s/d selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Bidang Ekonomi (Ibu Mieke Ferrya dan Ibu Rini)
6. Peserta : 90 Orang, 45 DWP se-Kota Batu
7. Acara : Menghadiri Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Bulan Januari 2026

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada kesempatan ini diampu oleh DWP Unit Pelaksana (UP) Kecamatan Batu. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, dengan susunan acara sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan
3. Pembacaan doa
4. Pengisian materi
5. Penyampaian laporan bidang-bidang
6. Sambutan Ketua DWP UP Kecamatan Batu
7. Pengarahan Ketua DWP Kota Batu
8. Ramah tamah dan penutup

Laporan Bidang-Bidang:
1. Bidang Sekretariat
Laporan Bidang Sekretariat disampaikan oleh Ibu Dian Aries. Dalam laporannya, beliau mengingatkan kembali pentingnya kedisiplinan anggota dalam penggunaan seragam DWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun ketentuan seragam DWP meliputi:
• Model blazer berkerah, bersaku passepoille berpenutup, serta rok span dengan plipit di bagian belakang.
• Penggunaan pin DWP di dada sebelah kiri.
• Bagi anggota yang mengenakan jilbab, diwajibkan menggunakan jilbab berwarna senada dengan seragam dan dilengkapi logo DWP. Pin DWP tidak diperkenankan digunakan sebagai pengganti bros jilbab.
• Sepatu pantofel dan tas berwarna hitam polos.
• Aksesori yang diperkenankan hanya cincin kawin dan jam tangan.
Selain itu, disampaikan pula sosialisasi terkait seragam batik baru DWP yang didesain oleh Didit Prabowo, berwarna peach dengan model blazer berkerah. Seragam batik ini diperkenalkan pada pertengahan tahun 2025 dan disediakan oleh DWP Pusat dengan ukuran S, M, L, dan XL, dengan kisaran harga Rp350.000,00 hingga Rp500.000,00.
2. Bidang Pendidikan
Laporan Bidang Pendidikan disampaikan oleh Ibu Alfi. Beliau melaporkan bahwa program yang telah dilaksanakan adalah pemberian bantuan beasiswa kepada 9 (sembilan) anak asuh, yang terdiri dari:
o 5 (lima) siswa Sekolah Dasar
o 4 (empat) siswa Sekolah Menengah Umum
Penyerahan bantuan beasiswa tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun DWP Kota Batu pada tanggal 9 Desember 2025 di Gedung Graha Pancasila. Untuk tahun 2026, penyerahan beasiswa direncanakan akan dilaksanakan pada semester II.
3. Bidang Ekonomi
Laporan Bidang Ekonomi disampaikan oleh Ibu Fitriana Adhim. Beliau menjelaskan bahwa pada bulan Januari 2026 telah dilaksanakan beberapa kegiatan, antara lain:
• Rapat koordinasi terkait pengelolaan food court DWP beserta sarana dan prasarana pada tanggal 7 Januari 2026.
• Pelaksanaan bazar rutin di Pendopo Balai Kota Among Tani pada tanggal 8 Januari 2026.
4. Bidang Sosial Budaya
Laporan Bidang Sosial Budaya disampaikan oleh Ibu Trias. Dalam laporannya disampaikan beberapa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain:
• Kegiatan donor darah
• Pengajian rutin dalam rangka Bulan Ramadhan
• Santunan anak yatim piatu pada Bulan Ramadhan
• Kunjungan ke panti lansia

Sambutan Ketua DWP UP Kecamatan Batu
Setelah penyampaian laporan bidang-bidang, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DWP UP Kecamatan Batu, Ibu Wahyu Sasongko. Beliau menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pertemuan rutin bulanan, yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali. Kendala tersebut disebabkan oleh kondisi Kecamatan Batu yang memiliki empat kelurahan, di mana masing-masing anggota DWP kelurahan telah memiliki berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Meskipun demikian, DWP Kecamatan Batu tetap memiliki kegiatan unggulan yang telah berjalan selama kurang lebih 1,5 tahun, yaitu program ASN Berbagi. Program ini berupa penyisihan sebagian rezeki ASN Kecamatan Batu yang diwujudkan dalam bentuk bantuan sembako bagi tenaga honorer/THL. Seiring dengan pengangkatan tenaga honorer menjadi P3K paruh waktu, bantuan tersebut dialihkan dalam bentuk pemberian seragam.

Selain itu, DWP Kecamatan Batu juga berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan perekonomian UMKM dengan menyediakan gerai UMKM di Kantor Kecamatan Batu. Produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil produksi langsung dari pelaku UMKM, sehingga harga yang ditawarkan relatif lebih terjangkau. Untuk itu, beliau mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh perangkat daerah agar terus melibatkan UMKM dalam berbagai kegiatan pameran, baik di Kota Batu maupun di luar daerah.

Pengarahan Ketua DWP Kota Batu
Sebelum acara ditutup, disampaikan pengarahan oleh Ketua DWP Kota Batu, Ibu Aini Zadim. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Rudi dari DWP Damkar yang telah meraih juara favorit pada ajang Perempuan Inspiratif yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita Kota Batu. Tema pertemuan rutin kali ini adalah “DWP sebagai Tempat Berbagi Ilmu”. Sehubungan dengan tema tersebut, Ketua DWP Kota Batu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anggota dan pengurus DWP yang memiliki keahlian atau keterampilan tertentu untuk dapat berbagi ilmu kepada anggota lainnya, guna meningkatkan kualitas dan kapasitas anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
6214-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang: Sekretariat
Program: Penataan Organisasi/Manajemen - Konsolidasi

Keterangan Program:
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal: Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat: Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul: 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir: Ketua DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu (Ny. Windy Heru Y.) dan Sekretaris (Ny. Hanik)
6. Peserta: 90 orang, 45 DWP se-Kota Batu
7. Acara: Menghadiri Pertemuan Rutin

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada kesempatan ini diampu oleh DWP UP Kecamatan Batu. Rangkaian acara adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Pembacaan do'a
4. Pengisian
5. Laporan Bidang-bidang
6. Sambutan Ketua DWP UP Kecamatan Batu
7. Pengarahan oleh Ketua DWP Kota Batu
8. Ramah tamah dan penutup

Laporan bidang sekretariat diwakili oleh Ibu Dian Aries, mengingatkan kembali tentang kedisiplinan dalam berseragam DWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beliau menekankan bahwa Seragam DWP dengan model blazer, berkrah, bersaku passepoille berpenutup, dan rok span dengan plipit di bagian belakang. Pin DWP digunakan di dada sebelah kiri. Jika menggunakan jilbab berwarna senada dengan baju, dilengkapi dengan logo DWP. Pin tidak boleh digunakan sebagai pengganti bros pada jilbab. Dilengkapi dengan sepatu pantofel warna hitam polos dan tas hitam polos, bukan warna lainnya. Aksesoris yang boleh digunakan hanya cincin kawin dan jam tangan. Selain itu disampaiakan sosialisasi terkait adanya seragam batik baru DWP yang didesain oleh Didit Prabowo berwarna peach model blazer berkerah yang baru diperkenalkan pada pertengahan Tahun 2025. Batik yang disediakan oleh DWP Pusat dalam ukuran S, M, L, XL dengan harga berkisar dari Rp. 350.000,- hingga Rp. 500.000,-.

Laporan kedua disampaikan oleh Ibu Alfi dari Bidang Pendidikan. Beliau menyampaikan hasil program kegiatan yang telah dilaksankan adalah pemberian uang beasiswa untuk 9 (sembilan) orang anak asuh yang terdiri dari 5 (lima) siswa sekolah dasar dan 4 (empat) siswa sekolah menengah umum. Pemberian uang beasiswa tersebut diserahkan bertepatan dengan acara hari ulang tahun DWP Kota Batu pada tanggal 9 Desember 2025 di Gedung Graha Pancasila. Sedangkan untuk Tahun 2026, penyerahan beasiswa direncanakan pada semester II.

Laporan ketiga disampaikan oleh Ibu Fitriana Adhim dari Bidang Ekonomi. Beliau menjelaskan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada Bulan Januari ini, yaitu rapat koordinasi terkait food court DWP dan prasarana pada tanggal 7 Januari dan bazaar rutin di pendopo Balai Kota Among Tani yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2026.

Laporan terakhir disampaikan oleh Ibu Trias dari Bidang Sosial Budaya. Beliau menyampaikan program rencana kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain: donor darah, pengajian rutin yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Ramadhan, santunan anak yatim piatu yang dilaksanakan pada Bulan Ramadhan, dan kunjungan ke panti Lansia.

Setelah disampaikan laporan dari bidang-bidang, disampaikan sambutan dari Ketua DWP UP Kecamatan Batu, yaitu Ibu Wahyu Sasongko. Dalam kesempatan ini beliau menceritakan beberapa kendala yang dihadapi oleh DWP Kecamatan Batu dalam menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan yang dilaksanakan tiap 2 (dua) bulan sekali. Hal ini disebabkan Kecamatan Batu beranggotakan 4 Kelurahan, dimana masing-masing Ibu DWP dari Kelurahan sudah disibukkan dengan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Akan tetapi DWP Kecamatan Batu memiliki kegiatan rutin yang sudah terselenggara selama kurang lebih 1,5 tahun, yaitu ASN Berbagi. Wujud kegiatan ini adalah ASN di Kecamatan Batu menyisihkan sebagian rejekinya yang kemudian dirupakan sembako untuk tenaga honorer/THL. Setelah tenaga honorer tersebut diangkat sebagai P3K paruh waktu, bentuk kegiatan ASN Berbagi diwujudkan dalam bentuk bantuan seragam bagi P3K paruh waktu tersebut. Selain itu DWP Kecamatan Batu juga memiliki itikad kuat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian bagi UMKM dengan menyediakan gerai bagi UMKM di kantor Kecamatan Batu. Penjual yang terlibat sebagian besar adalah produsen, sehingga bisa dijamin harga yang ditawarkan adalah yang paling murah. Untuk itu dimohon kerja sama dengan berbagai perangkat daerah lainnya untuk terus menggandeng UMKM apabila menyelenggarakan pameran-pameran, baik di Kota Batu maupun di kota lainnya.

Sebelum acara ditutup, dilanjutkan dengan pemberian pengarahan oleh Ibu Ketua DWP Kota Batu, Ibu Aini Zadim. Beliau memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ibu Rudi, dari DWP Damkar yang telah menjadi juara favorit pada ajang Perempuan Inspiratif yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita Kota Batu. Tema pertemuan rutin kali ini adalah "DWP sebagai tempat berbagi ilmu". Ibu Aini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh anggota maupun pengurus DWP apabila memiliki keahlian tertentu, untuk bisa dibagikan ilmunya bagi anggota lainnya demi meningkatan kualitas anggota DWP.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
6306-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol Menghadiri Kegiatan

Bidang : Sekretariat

Program : Penataan Organisasi / Manajemen – Konsultasi

1. Undangan dari DWP Bakesbangpol Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 6 Januari 2026
3. Tempat : Kantor Bakesbangpol Kota Batu
4. Pukul : 10.00 WIB - Selesai WIB
5. Yang Bertugas Hadir : Ny.Litha Dahlan (Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu) dan Ny. Hartatik (Perwakilan DWP Bakesbangpol Kota Batu)
6. Peserta : Seluruh Undangan DWP Kota Batu Ny.Litha Dahlan (Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu) dan Ny. Hartatik (Perwakilan DWP Bakesbangpol Kota Batu)
7. Acara: Koordinasi Agenda Acara 6 Bulan Kedepan Tahun 2026 DWP Bakesbangpol Kota Batu .

Pada tanggal 6 Januari 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Ny. Litha Dahlan, bersama Ny. Hartatik, melaksanakan kegiatan koordinasi internal yang bertempat dalam suasana awal tahun yang penuh semangat dan komitmen. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk menyusun dan memantapkan kepengurusan serta program kerja DWP Bakesbangpol untuk enam bulan ke depan, khususnya pada periode awal tahun 2026.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk menyelaraskan visi, misi, dan arah kegiatan organisasi agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan secara terstruktur, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun lingkungan kerja Bakesbangpol. Dalam pertemuan ini, Ny. Litha Dahlan dan Ny. Hartatik membahas secara rinci susunan pengurus yang akan berperan aktif dalam pelaksanaan setiap kegiatan, termasuk pembagian tugas dan tanggung jawab agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal.
Selain membahas kepengurusan, pertemuan ini juga menitikberatkan pada perencanaan berbagai kegiatan pertemuan rutin, yang menjadi agenda penting DWP Bakesbangpol sebagai sarana silaturahmi, peningkatan kapasitas anggota, serta wadah komunikasi dan koordinasi antaranggota. Beberapa agenda rutin yang dibahas meliputi pertemuan bulanan, kegiatan pembinaan anggota, serta program sosial dan pemberdayaan yang selaras dengan tujuan DWP.
Seluruh agenda tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kondisi anggota, serta kalender kegiatan selama enam bulan ke depan.
Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota DWP Bakesbangpol dapat memiliki pemahaman yang sama terkait rencana kerja yang akan dilaksanakan, sehingga tercipta sinergi, kebersamaan, dan komitmen dalam menjalankan setiap kegiatan. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mengawali tahun 2026 dengan perencanaan yang matang, semangat kebersamaan, dan tekad untuk terus berkontribusi secara positif melalui peran Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol.


Program: Konsultasi
Pelaksana: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
6414-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu mengikuti Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Tahun 2026 dengan pengisian materi Praktek membuat ayam crispy dari DWP Kota Batu
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan hubungan keluar-Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu;
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026;
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu;
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai;
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Dian Fachroni Kurniawan), Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Eviyanti Hudono) dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Wahyuningsih);
6.Peserta : seluruh Ketua Dharma Wanita Persatuan se Kota Batu dan anggota yang ditugaskan;
7. Acara : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Tujuan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu adalah sebagai berikut:
1.Mempererat silaturahmi dan kebersamaan
Menjalin hubungan yang harmonis antaranggota Dharma Wanita agar tercipta rasa kekeluargaan dan saling mendukung.
2. Meningkatkan kualitas dan peran anggota
Mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota dalam mendukung peran sebagai istri ASN serta sebagai individu yang mandiri dan berdaya.
3. Menunjang tugas dan kinerja ASN
Memberikan dukungan moral dan motivasi kepada suami agar dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan berintegritas.
4. Media komunikasi dan informasi organisasi
Menyampaikan program kerja, kebijakan, serta informasi penting organisasi Dharma Wanita.
5. Pengembangan kegiatan sosial dan kemasyarakatan
Merencanakan dan melaksanakan kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat.
6. Pembinaan mental, spiritual, dan etika
Menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan keagamaan dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Manfaat Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu:
1. Memperkuat kebersamaan dan solidaritas anggota
Pertemuan rutin menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan kekompakan antar anggota.
2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
Melalui penyuluhan, pelatihan, dan berbagi pengalaman, anggota memperoleh wawasan baru yang bermanfaat bagi keluarga dan kehidupan sosial.
3. Mendukung peran keluarga ASN yang harmonis
Anggota mendapatkan pembinaan dalam mendukung suami menjalankan tugasnya serta membangun keluarga yang sejahtera dan beretika.
4. Media penyampaian informasi organisasi
Pertemuan rutin memudahkan penyampaian program kerja, kebijakan, dan evaluasi kegiatan Dharma Wanita.
5. Menumbuhkan kepedulian sosial
Mendorong partisipasi aktif anggota dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.
6. Penguatan mental dan spiritual
Kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter membantu meningkatkan keimanan, akhlak, dan sikap positif anggota.
7. Meningkatkan rasa percaya diri dan partisipasi anggota
Anggota terdorong untuk aktif berpendapat, berorganisasi, dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan.

Kesimpulan diadakannya pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu adalah: Pertemuan rutin Dharma Wanita merupakan sarana penting untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat peran dan kualitas anggota dalam mendukung keluarga dan tugas ASN. Melalui pertemuan rutin, komunikasi organisasi dapat berjalan dengan baik, informasi dan program kerja tersampaikan secara efektif, serta terbentuk kepedulian sosial, mental, dan spiritual anggota. Dengan demikian, pertemuan rutin Dharma Wanita berkontribusi positif dalam mewujudkan organisasi yang solid, aktif, dan berdaya guna bagi anggota maupun masyarakat.


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
6514-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 8.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ibu Ni Made Fitri br> 6. Peserta : Seluruh Perwakilan DWP Kota Batu
7. Acara : Pertemuan Rutin.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan peran organisasi perempuan melalui keikutsertaan dalam kegiatan pertemuan rutin yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda Pembinaan Hubungan Keluar yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat sinergi antaranggota Dharma Wanita di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Pertemuan ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu pada hari Rabu, tanggal 14 Januari 2026, dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unsur DWP perangkat daerah se-Kota Batu.

Dalam kesempatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum diwakili oleh Ibu Ni Made Fitri, yang hadir sebagai delegasi resmi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pertemuan. Kehadiran perwakilan dari DWP Bagian Umum ini merupakan bentuk partisipasi aktif organisasi dalam mendukung program-program DWP Kota Batu, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan hubungan keluar dan penguatan jejaring organisasi. Acara berlangsung dengan tertib, penuh keakraban, serta sarat dengan semangat kebersamaan antaranggota Dharma Wanita.

Pertemuan rutin ini diawali dengan proses registrasi peserta yang dimulai sejak pagi hari. Para peserta tampak hadir dengan mengenakan seragam Dharma Wanita yang rapi dan anggun, mencerminkan identitas serta kekompakan organisasi. Setelah seluruh peserta melakukan registrasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan. Suasana khidmat dan penuh semangat terasa sejak awal acara, menandakan keseriusan seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perwakilan DWP perangkat daerah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam pertemuan rutin ini. Beliau menegaskan bahwa pertemuan rutin bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan menjadi wadah strategis untuk saling bertukar informasi, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kapasitas anggota Dharma Wanita dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur sipil negara.

Lebih lanjut, Ketua DWP Kota Batu menekankan pentingnya Pembinaan Hubungan Keluar sebagai salah satu program kerja utama Dharma Wanita Persatuan. Program ini bertujuan untuk membangun hubungan yang harmonis dan produktif dengan berbagai pihak, baik di lingkungan internal pemerintahan maupun dengan masyarakat luas. Melalui hubungan yang baik dan komunikasi yang efektif, Dharma Wanita diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sosial, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.

Ibu Ni Made Fitri, selaku perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum, mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusiasme. Kehadirannya tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan undangan, tetapi juga sebagai upaya untuk menyerap berbagai informasi, kebijakan, dan arahan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Hal ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat bagi DWP Bagian Umum dalam melaksanakan program-program kerja ke depan.

Setelah sambutan pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait Pembinaan Hubungan Keluar. Materi disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, dengan mengangkat tema tentang pentingnya peran Dharma Wanita dalam membangun citra positif organisasi dan pemerintahan melalui hubungan yang harmonis dengan berbagai stakeholder. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa anggota Dharma Wanita memiliki posisi strategis sebagai duta informal yang dapat menyampaikan nilai-nilai positif, etika, dan budaya kerja aparatur sipil negara kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan juga menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif, etika dalam berinteraksi, serta kemampuan membangun jejaring yang luas. Anggota Dharma Wanita diharapkan mampu menjadi teladan dalam bersikap dan berperilaku, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam berbagai kegiatan sosial. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan kualitas sumber daya anggota Dharma Wanita dapat terus meningkat, seiring dengan tuntutan peran yang semakin kompleks di era modern.

Selama sesi pemaparan materi, para peserta tampak aktif menyimak dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Beberapa peserta juga mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait pelaksanaan kegiatan Pembinaan Hubungan Keluar di masing-masing instansi. Diskusi berlangsung interaktif dan dinamis, mencerminkan tingginya antusiasme peserta dalam menggali pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran dan kontribusi Dharma Wanita.

Ibu Ni Made Fitri turut berpartisipasi dalam diskusi dengan menyampaikan pandangan serta pengalaman yang dimiliki oleh Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum. Beliau menuturkan bahwa koordinasi dan komunikasi yang baik antaranggota serta dengan pihak eksternal menjadi kunci keberhasilan dalam melaksanakan berbagai kegiatan organisasi. Selain itu, beliau juga menyampaikan harapan agar pertemuan rutin seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga menjadi sarana efektif untuk memperkuat jejaring dan meningkatkan kapasitas anggota.

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan singkat dari masing-masing bidang dalam DWP Kota Batu. Laporan tersebut mencakup berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, capaian yang diraih, serta rencana program kerja ke depan. Penyampaian laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai aktivitas DWP Kota Batu, sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama dalam rangka peningkatan kinerja organisasi.

Dalam laporan yang disampaikan, terlihat bahwa Dharma Wanita Persatuan Kota Batu telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat, baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, maupun hubungan masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk anggota Dharma Wanita, tetapi juga menyasar masyarakat luas sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.

Pertemuan rutin ini juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota Dharma Wanita dari berbagai perangkat daerah. Suasana keakraban dan kebersamaan sangat terasa, terutama pada saat sesi istirahat dan ramah tamah. Para peserta memanfaatkan momen ini untuk saling berkenalan, bertukar cerita, serta mempererat hubungan personal yang selama ini mungkin belum terjalin secara intens. Kebersamaan ini diharapkan dapat menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung kerja-kerja organisasi ke depan.

Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu sebagai lokasi kegiatan memberikan nuansa tersendiri bagi pelaksanaan pertemuan. Dengan suasana yang nyaman dan representatif, para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lebih khidmat dan fokus. Fasilitas yang memadai serta penataan acara yang baik turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini menunjukkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batu terhadap aktivitas Dharma Wanita Persatuan.

Menjelang akhir acara, Ketua DWP Kota Batu kembali menyampaikan penutup yang berisi rangkuman hasil pertemuan serta harapan ke depan. Beliau mengajak seluruh anggota Dharma Wanita untuk terus meningkatkan peran dan kontribusinya, baik di lingkungan keluarga, instansi, maupun masyarakat. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam menjalankan setiap program kerja organisasi.

Ibu Ni Made Fitri menyambut baik arahan dan pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam menambah wawasan dan memperluas jaringan kerja sama antaranggota Dharma Wanita. Beliau berharap hasil dari pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dengan implementasi nyata di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum, sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kehadiran Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum dalam pertemuan rutin Pembinaan Hubungan Keluar yang diselenggarakan oleh DWP Kota Batu pada hari Rabu, 14 Januari 2026, berjalan dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi dan pembinaan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan semangat kolektif dalam menjalankan peran sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai luhur organisasi. Partisipasi aktif seluruh anggota, termasuk perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum, menjadi kunci utama dalam mewujudkan organisasi yang solid, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan rutin ini ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran acara serta harapan agar seluruh program dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan ke depan dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi semua pihak. Setelah doa penutup, acara resmi dinyatakan selesai, dan para peserta kembali ke instansi masing-masing dengan membawa semangat baru serta komitmen untuk terus berkontribusi melalui Dharma Wanita Persatuan.


Program: Rapat
Pelaksana: BAGIAN UMUM
6614-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Rapat Rutinan, Program Pembinaan Hubungan Keluar

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Pukul : 10.00 - Selesai
4. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan mengirimkan 2 anggota Dharma Wanita Persatuan)
5. Lokasi : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
6. Acara : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
Yang dipimpin langsung oleh Ny. Qurotu Aini Zadim selaku Ketua DWP Kota Batu dan didampingi oleh Ketua Bidang Ekonomi, Sosial dan Pendidikan

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Qurotu Aini Zadim
4. Doa
5. Penyampaian Laporan Tiap Bidang dan Evaluasi Kegiatan-Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh DWP Kota Batu, sebagai berikut :
a. Laporan Bidang Pendidikan mengenai pemberian santunan untuk 9 anak asuh DWP ketika HUT DWP kemarin
b. Laporan Bidang Ekonomi mengenai pelaksanaan rapat internal yang membahas sarasa prasarana kantin DWP Kota Batu dan pelaksanaan bazar
c. Laporan Bidang Sosial Budaya mengenai rencana kegiatan donor darah dan rencana pengajian serta santunan ketika Bulan Ramadhan

Tujuan dari Rapat Rutinan kali ini adalah sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan silaturahmi antar anggota guna memperkuat kebersamaan dan kekompakan organisasi. Melalui rapat rutin ini, diharapkan seluruh program kerja dapat dievaluasi, direncanakan, dan dilaksanakan secara lebih efektif serta selaras dengan visi dan misi DWP Kota Batu. Selain itu, rapat rutin kali ini menekankan tentang program-program ketahanan ekonomi keluarga danpendidikan untuk saling berbagi ilmu.


Program: Rapat
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
6709-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 9 Januari 2026
3. Tempat : Ruang 3 lantai 3
4. Pukul : 10-00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Seluruh Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu br> 6. Peserta : Seluruh Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
7. Acara : Penataan Organisasi dan Manajemen melalui Sosialisasi dan Konsolidasi.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum melaksanakan kegiatan Penataan Organisasi dan Manajemen melalui Sosialisasi dan Konsolidasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Ruang 3. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis di awal tahun 2026 guna memperkuat struktur organisasi, meningkatkan pemahaman anggota terhadap tugas dan fungsi, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program kerja.

Penataan organisasi dan manajemen merupakan langkah penting bagi keberlangsungan dan kemajuan Dharma Wanita Persatuan. Seiring dengan dinamika organisasi dan tuntutan profesionalisme, diperlukan adanya pembaruan pemahaman terkait struktur, mekanisme kerja, serta peran masing-masing anggota. Melalui kegiatan sosialisasi dan konsolidasi ini, DWP Bagian Umum berupaya menciptakan organisasi yang lebih tertata, solid, dan responsif terhadap kebutuhan anggota maupun organisasi secara keseluruhan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan tata kelola organisasi agar setiap program kerja dapat dilaksanakan secara terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Dengan adanya konsolidasi internal, diharapkan seluruh anggota memiliki pemahaman yang sama terhadap arah dan tujuan organisasi.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, pengurus DWP Bagian Umum melakukan persiapan dan koordinasi internal. Persiapan meliputi penyusunan agenda kegiatan, penyiapan materi sosialisasi, pengaturan tempat, serta pendataan kehadiran peserta. Seluruh persiapan dilakukan dengan cermat agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Pada hari pelaksanaan, para anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum hadir di Ruang 3 sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kehadiran peserta menunjukkan komitmen dan antusiasme yang tinggi terhadap upaya penataan organisasi dan manajemen. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, mencerminkan keseriusan peserta dalam mengikuti rangkaian acara.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian sambutan oleh perwakilan pengurus DWP Bagian Umum. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan penataan organisasi dan manajemen ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengawali tahun 2026. Disampaikan pula harapan agar melalui kegiatan ini, seluruh anggota dapat memahami dengan lebih baik peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga pelaksanaan program kerja dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Sesi selanjutnya adalah sosialisasi mengenai struktur organisasi dan manajemen DWP Bagian Umum. Materi sosialisasi mencakup penjelasan mengenai susunan kepengurusan, tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang, serta mekanisme koordinasi dan komunikasi internal. Penjelasan disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti dengan baik.

Dalam sesi sosialisasi juga dibahas mengenai pentingnya manajemen organisasi yang tertib dan profesional. Ditekankan bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh perencanaan program, tetapi juga oleh kemampuan anggota dalam bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, serta menjalankan tugas sesuai dengan peran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, setiap anggota diharapkan dapat berkontribusi secara aktif dan bertanggung jawab.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi konsolidasi internal. Pada sesi ini, para anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, masukan, serta usulan terkait pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan organisasi. Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif, mencerminkan semangat kebersamaan dan keterbukaan dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan.

Berbagai masukan yang disampaikan oleh peserta menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi pengurus DWP Bagian Umum. Masukan tersebut antara lain berkaitan dengan peningkatan koordinasi antaranggota, pembagian tugas yang lebih jelas, serta penguatan komunikasi internal. Konsolidasi ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap organisasi.

Kegiatan konsolidasi juga dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi terkait visi, misi, dan tujuan DWP Bagian Umum. Dengan adanya kesamaan pemahaman, diharapkan seluruh anggota dapat bergerak searah dan saling mendukung dalam melaksanakan program kerja. Konsolidasi ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya organisasi yang solid dan harmonis.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap kondusif dan penuh semangat. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan partisipasi aktif. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penataan organisasi dan manajemen melalui sosialisasi dan konsolidasi memiliki relevansi dan manfaat yang nyata bagi anggota DWP Bagian Umum.

Menjelang akhir kegiatan, dilakukan perumusan kesimpulan dan penegasan kembali komitmen bersama untuk meningkatkan kinerja organisasi. Pengurus DWP Bagian Umum menyampaikan rangkuman hasil sosialisasi dan konsolidasi, serta menegaskan pentingnya tindak lanjut dari kegiatan ini dalam bentuk implementasi nyata di lapangan.

Sebagai penutup, disampaikan harapan agar seluruh anggota dapat mengaplikasikan hasil sosialisasi dan konsolidasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Ditekankan bahwa keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan komitmen, disiplin, dan kerja sama dari seluruh anggota.

Dengan terlaksananya kegiatan Penataan Organisasi dan Manajemen melalui Sosialisasi dan Konsolidasi pada hari Jumat, 9 Januari 2026, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum berharap dapat membangun organisasi yang lebih tertata, profesional, dan berdaya guna. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mengawali pelaksanaan program kerja tahun 2026.

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kapasitas organisasi secara berkelanjutan. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan dapat terus berperan aktif dan memberikan kontribusi positif bagi anggota, organisasi, dan lingkungan sekitarnya.

Demikian laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum dalam melaksanakan Penataan Organisasi/Manajemen melalui Sosialisasi dan Konsolidasi yang bertempat di Ruang 3 pada Jumat, 9 Januari 2026. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi landasan yang kuat bagi penguatan organisasi Dharma Wanita Persatuan ke depannya.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BAGIAN UMUM
BIDANG : PENDIDIKAN
6831-03-2026

LAPORAN KEGIATAN

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP)

DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA BATU

PERTEMUAN RUTIN DAN HALAL BIHALAL 1447H

PERTEMUAN RUTIN DAN HALAL BIHALAL 1447 H

I. PENDAHULUAN

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan keharmonisan antar anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu, telah dilaksanakan kegiatan pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal 1447 Hijriah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin organisasi yang tidak hanya berfungsi sebagai forum pertemuan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan emosional, spiritual, dan sosial antar anggota.

Momentum Hari Raya Idul Fitri merupakan waktu yang sangat tepat untuk melaksanakan kegiatan halal bihalal, karena pada momen ini seluruh umat Islam diajarkan untuk saling memaafkan, membersihkan hati, serta memperbaiki hubungan antar sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan organisasi, khususnya dalam menjaga keharmonisan dan kekompakan antar anggota.

Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami serta instansi tempat bekerja. Oleh karena itu, kebersamaan dan kekompakan antar anggota menjadi hal yang sangat penting untuk terus dijaga dan ditingkatkan.

Melalui kegiatan pertemuan rutin dan halal bihalal ini, diharapkan tercipta suasana kekeluargaan yang lebih erat, komunikasi yang lebih terbuka, serta semangat kebersamaan yang semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas organisasi maupun kedinasan.

II. DASAR KEGIATAN

Program kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu Tahun 2026.

Hasil rapat pengurus DWP mengenai pelaksanaan kegiatan pertemuan rutin bulanan.

Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H sebagai sarana mempererat silaturahmi.

Komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas kebersamaan dan spiritualitas anggota.

III. TUJUAN KEGIATAN

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

1. Mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP dan pegawai.

2. Menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas organisasi.

3. Menjadi sarana saling memaafkan dalam suasana Idul Fitri.

4. Meningkatkan pemahaman keagamaan melalui tausiyah.

5. Mendorong terciptanya lingkungan kerja yang harmonis.

6. Memperkuat peran DWP dalam mendukung kegiatan dinas.

IV. WAKTU DAN TEMPAT

Hari/Tanggal : Selasa, 31 Maret 2026

Tempat : Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu

Waktu : 09.00 sd selesai

V. PESERTA

Peserta kegiatan terdiri dari Ketua, pengurus, anggota Dharma Wanita Persatuan, serta pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu. Seluruh peserta hadir dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

VI. SUSUNAN ACARA
1. Pembukaan
2. Doa
3. Sambutan Kepala Bidang
4. Sambutan Sekretaris Dinas
5. Sambutan Kepala Dinas
6. Sambutan Ketua DWP
7. Tausiyah
8. Halal bihalal

Penutup

VII. URAIAN KEGIATAN
1. Pembukaan
Acara dimulai dengan suasana yang penuh kehangatan. Para peserta hadir dengan mengenakan busana yang rapi dan sopan, mencerminkan suasana Hari Raya Idul Fitri yang penuh kebahagiaan. Pembawa acara membuka kegiatan dengan ucapan salam serta menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan.
2. Doa
Doa dipanjatkan agar kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan. Suasana menjadi khidmat dan penuh penghayatan.
3. Sambutan Kepala Bidang
Kepala Bidang menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam organisasi. Beliau juga mengajak seluruh anggota untuk terus berkontribusi aktif.
4. Sambutan Sekretaris Dinas
Sekretaris Dinas menekankan pentingnya peran perempuan dalam mendukung keberhasilan organisasi dan keluarga.
5. Sambutan Kepala Dinas
Kepala Dinas memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan.
6. Sambutan Ketua DWP
Ketua DWP menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri serta mengajak seluruh anggota untuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan
7. Tausiyah
Tausiyah oleh Gus Munir membahas tentang pentingnya saling memaafkan dalam hubungan suami istri. Disampaikan bahwa rumah tangga yang harmonis dibangun dari kesabaran, komunikasi, dan keikhlasan dalam memaafkan.
Beliau menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, sehingga memaafkan adalah bentuk kemuliaan hati. Momentum Idul Fitri harus dimanfaatkan untuk memperbaiki hubungan dan memperkuat kasih sayang.
8. Halal Bihalal
Peserta saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Suasana haru dan bahagia terasa di antara seluruh peserta.
9. Penutup
Acara ditutup dengan penuh rasa syukur. Kegiatan berjalan lancar dan memberikan kesan yang mendalam.

VIII. HASIL KEGIATAN
1. Silaturahmi semakin erat.
2. Meningkatnya kebersamaan.
3. Bertambahnya pemahaman agama.
4. Terciptanya suasana kerja harmonis.

IX. PENUTUP Laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Diharapkan kegiatan ini membawa manfaat dan dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.


Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
6904-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Santunan Pendidikan - SD/Sederajat SD/Sederajat

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Soegiono
4. Pukul : 13.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua ( Ny Triana), Ketua Bidang Sosbud ( Ny Naning Wulandari) dan Sekretaris bidang Sosbud (Ny. Ririen)
6. Peserta : Ketua DWP dan Perwakilan dari masig masing DWP UP Kota Batu
7. Acara : Santunan

Maksud dan Tujuan Santunan Secara Panjang dan Luas
A. Maksud Santunan
Santunan adalah bentuk pemberian bantuan, baik berupa materi maupun nonmateri, yang diberikan kepada individu atau kelompok yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian, empati, dan solidaritas sosial. Santunan dapat diberikan kepada anak yatim, kaum dhuafa, fakir miskin, korban bencana, lansia, atau masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan sosial.
Maksud utama dari santunan adalah untuk meringankan beban hidup penerima bantuan serta memberikan dukungan moral dan spiritual agar mereka tetap memiliki harapan dan semangat dalam menjalani kehidupan. Santunan juga dimaksudkan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama yang menekankan pentingnya tolong-menolong, berbagi, dan mempererat tali persaudaraan.
Selain itu, santunan menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan dalam masyarakat. Melalui kegiatan santunan, tumbuh rasa empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial antaranggota masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang harmonis dan saling mendukung.
B. Tujuan Santunan
Adapun tujuan santunan secara panjang dan luas adalah sebagai berikut:
1. Meringankan Beban Ekonomi
Memberikan bantuan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima, seperti pangan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.
2. Menumbuhkan Rasa Kepedulian Sosial
Membentuk karakter masyarakat yang peduli, peka terhadap kondisi sekitar, serta memiliki jiwa sosial yang tinggi
3. Mempererat Tali Silaturahmi
Menjalin hubungan yang harmonis antara pemberi dan penerima santunan, serta memperkuat rasa persaudaraan dalam masyarakat.
4. Memberikan Dukungan Moral dan Motivasi
Tidak hanya membantu secara materi, santunan juga bertujuan memberikan semangat, harapan, dan dorongan agar penerima tetap optimis menghadapi kehidupan.
5. Mengamalkan Nilai-Nilai Agama dan Kemanusiaan
Santunan menjadi wujud nyata pelaksanaan ajaran agama tentang sedekah, zakat, dan kepedulian terhadap sesama.
6. Mendorong Pemerataan Kesejahteraan Sosial
Membantu mengurangi kesenjangan sosial serta menciptakan keadilan sosial di lingkungan masyarakat.
7. Membangun Lingkungan yang Harmonis dan Berempati
Melalui santunan, tercipta budaya berbagi yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, santunan memiliki maksud sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial untuk membantu sesama yang membutuhkan. Tujuannya tidak hanya sebatas memberikan bantuan materi, tetapi juga membangun solidaritas, menumbuhkan empati, serta menciptakan masyarakat yang lebih peduli, adil, dan harmonis. Dengan adanya kegiatan santunan yang terencana dan berkelanjutan, diharapkan kesejahteraan bersama dapat tercapai dan nilai-nilai kemanusiaan semakin kuat dalam kehidupan bermasyarakat.


Program: SD/Sederajat
Pelaksana: Dinas Pariwisata
7013-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu mengadakan kegiatan lomba memasak dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan
Bidang : pendidikan
Program : pendidikan non formal/informal-perlombaan

Keterangan Program :
1. kegiatan internal dwp diskominfo
2. Hari / Tanggal : jumat
3. Tempat : basement agropolitan televisi kota batu
4. Pukul : 09.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : ketua, pengurus dan anggota dwp diskominfo
6. Peserta : ketua, pengurus dan anggota dwp diskominfo
7. Acara : lomba memasak bersama abc

Kegiatan Lomba Memasak Bersama ABC merupakan implementasi Program Kerja DWP Tahun Berjalan pada Bidang Pendidikan dan Ekonomi.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kapasitas anggota, pemberdayaan perempuan, serta penguatan peran perempuan ASN dalam mendukung ketahanan keluarga melalui kegiatan produktif dan kreatif.

Tujuan dari kegiatan ini adalah :
1. Meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota dalam inovasi menu keluarga.
2. Mendorong partisipasi aktif anggota dalam kegiatan organisasi.
3. Mempererat solidaritas, kekompakan, dan silaturahmi antar anggota.
4. Membangun sinergi dan kemitraan strategis dengan pihak eksternal.

Pelaksanaan Kegiatan

Lomba kreativitas kuliner dengan memanfaatkan produk ABC sebagai bahan pendukung utama dalam pengolahan makanan.

Peserta adalah anggota Dharma Wanita Persatuan Diskominfo, didampingi pengurus dan Ketua DWP Diskominfo, serta didukung oleh mitra ABC sebagai bentuk kolaborasi dan dukungan stakeholder.

Dilaksanakan sesuai agenda Program Kerja DWP Tahun 2026 pada hari jumat tanggal 13 februari 2026 pukul 90.30 wib

Bertempat di basement agropolitan televisi jl. oro oro ombo nomor 1000 batu

kegiatanini dilaksanakan Sebagai bagian dari pembinaan organisasi dan pengembangan keterampilan anggota melalui kegiatan edukasi pengolahan makanan, sekaligus memperkuat kelembagaan dan solidaritas organisasi.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DWP Diskominfo Ny. Dian Hikmawati Fajriyah Aries Setiawan, serta perwakilan mitra.

Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan waktu tertentu untuk mengolah bahan menjadi hidangan kreatif.

Penilaian dilakukan berdasarkan aspek rasa, penyajian, kreativitas, kebersihan, dan kerja sama tim.

Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang serta pemberian apresiasi sebagai motivasi dan penghargaan atas partisipasi aktif anggota.

Hasil yang Dicapai dari kegiatan ini adalah :
1. Terlaksananya program kerja bidang pendidikan dan ekonomi secara optimal.
2. Meningkatnya kreativitas dan keterampilan anggota dalam pengolahan makanan.
3. Terjalinnya sinergi dan kemitraan strategis dengan pihak mitra.
4. Terwujudnya kebersamaan, kekompakan, dan penguatan kelembagaan DWP Diskominfo.

Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Diskominfo berhasil mengimplementasikan program kerja secara efektif dengan mengedepankan pemberdayaan perempuan, kegiatan produktif, dan penguatan solidaritas organisasi.


Program: Perlombaan
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
7112-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal - Ceramah/Seminar

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis 12 Pebruari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Walikota Batu
4. Pukul : 09.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Sekretaris (Ny. Leni Nuvita dan Sekreytaris Bidang Ekonomi (Ny.Kanti Ramly))
6. Peserta : Ketua DWP dan Bidang Pendidikan dari masing-masing DWP UP se KOta Batu
7. Acara : Menghadiri Seminar Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga

Maksud Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga

Mitigasi kebakaran rumah tangga dimaksudkan sebagai serangkaian upaya yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Kebakaran rumah tangga sering disebabkan oleh korsleting listrik, kebocoran gas, kelalaian penggunaan kompor, lilin, maupun peralatan elektronik. Oleh karena itu, mitigasi bertujuan untuk membangun kesadaran, kesiapsiagaan, dan kemampuan anggota keluarga dalam mencegah serta menghadapi potensi kebakaran.
Selain itu, mitigasi juga dimaksudkan untuk:
1. Meningkatkan pemahaman keluarga mengenai faktor-faktor penyebab kebakaran.
2. Membentuk perilaku hidup aman dan tertib dalam penggunaan listrik, gas, dan api.
3. Menyediakan langkah-langkah antisipatif seperti pengecekan instalasi listrik dan penyimpanan bahan mudah terbakar dengan benar.
4. Menanamkan budaya tanggap darurat di lingkungan rumah dan masyarakat sekitar.
5. Mitigasi kebakaran rumah tangga juga merupakan bagian dari upaya pengurangan risiko bencana sebagaimana yang sering disosialisasikan oleh instansi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dinas Pemadam Kebakaran di berbagai daerah.

Tujuan Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga

Tujuan utama mitigasi kebakaran rumah tangga adalah untuk melindungi jiwa, harta benda, dan lingkungan dari dampak kebakaran. Secara lebih rinci, tujuan tersebut meliputi:
1. Mengurangi Risiko Terjadinya Kebakaran
Dengan melakukan pencegahan seperti pemeriksaan rutin instalasi listrik dan tabung gas, risiko kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin.
2. Meningkatkan Keselamatan Anggota Keluarga
Setiap anggota keluarga memahami langkah penyelamatan diri, seperti mematikan sumber api, menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), dan mengetahui jalur evakuasi.
3. Mengurangi Kerugian Materiil dan Korban Jiwa
Mitigasi yang baik dapat mencegah kebakaran meluas sehingga kerugian dapat diminimalisir.
4. Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat
Keluarga menjadi lebih sigap dalam mengambil tindakan awal sebelum bantuan datang.
5. Mendukung Lingkungan yang Aman dan Tertib
Kesadaran individu akan berdampak pada keamanan lingkungan secara keseluruhan, sehingga tercipta kawasan permukiman yang lebih aman dari risiko kebakaran.
Kesimpulan

Secara keseluruhan, mitigasi kebakaran rumah tangga bertujuan untuk membangun keluarga yang sadar risiko, siap menghadapi keadaan darurat, serta mampu mengambil tindakan pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Dengan adanya upaya mitigasi yang baik, dampak kebakaran dapat diminimalkan, sehingga tercipta lingkungan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan terlindungi.


Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: Dinas Pariwisata
7214-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu mengikuti pelatihan mitigasi kebakaran rumah tangga dari DWP Damkar Batu
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal -Pelatihan

Keterangan Program :
1. Undangan dari Ketua Dharmawanita Persatuan Kota Batu terkait Pertemuan rutin bulan Februari tahun 2026 (mitigasi kebakaran rumah tangga )
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul :10.00 WIB – 12.00 WIB
5. Yang Hadir : anggota DWP Istri pegawai laki2 (Bu Zam-Zam), dan pegawai perempuan Dishub(Yani)
6. Peserta : Wakil Ketua DWP Kota Batu, pengurus inti DWP Kota Batu, anggota DWP (perwakilan masing2 SKPD)
7.Kegiatan: mitigasi kebakaran rumah tangga dari DWP Damkar Batu
8.narasumber : pak Santoso Kabid Damkar Dishub Batu

Kebakaran rumah tangga adalah suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi di lingkungan rumah atau tempat tinggal, di mana api mulai menyala dan menyebar dengan cepat, menimbulkan kerusakan pada bangunan, harta benda, bahkan mengancam keselamatan jiwa penghuni rumah tersebut. Kebakaran jenis ini seringkali disebabkan oleh aktivitas sehari-hari yang tampak sepele namun berpotensi memicu api, seperti korsleting listrik, penggunaan kompor atau peralatan masak yang tidak diawasi, rokok yang dibuang sembarangan, lilin yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan, atau bahan-bahan mudah terbakar yang disimpan secara tidak aman.
Selain itu, kebakaran rumah tangga juga dapat diperburuk oleh faktor struktural rumah itu sendiri, misalnya penggunaan material bangunan yang mudah terbakar, ventilasi yang tidak memadai, serta ketiadaan sistem pencegahan kebakaran seperti detektor asap, alat pemadam api ringan, dan jalur evakuasi yang jelas. Kebakaran ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga memiliki dampak psikologis yang besar bagi penghuni rumah, termasuk trauma, rasa takut, dan kehilangan rasa aman di lingkungan tempat tinggal.
Secara luas, kebakaran rumah tangga juga mencakup risiko kesehatan akibat asap dan gas beracun yang dihasilkan dari pembakaran material rumah tangga, seperti plastik, kayu, kain, dan bahan kimia rumah tangga lainnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan kebakaran rumah tangga menjadi sangat penting untuk mengurangi potensi kerusakan dan korban jiwa. Kebakaran rumah tangga merupakan salah satu jenis kebakaran yang paling sering terjadi di masyarakat dan bisa dicegah dengan edukasi keselamatan kebakaran, pengawasan rutin, serta penerapan tindakan pencegahan yang sistematis.

Penyebab terjadinya kebakaran rumah tangga sangat beragam, dan biasanya merupakan kombinasi antara faktor manusia, faktor peralatan atau instalasi rumah, serta faktor lingkungan. Secara umum, kebakaran rumah tangga terjadi ketika ada sumber api yang bersentuhan dengan bahan mudah terbakar, baik disengaja maupun tidak disengaja. Berikut uraian panjang mengenai penyebabnya:
1. Faktor Listrik dan Peralatan Elektronik
Salah satu penyebab utama kebakaran rumah tangga adalah korsleting listrik atau penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar. Misalnya:
• Kabel listrik yang sudah aus atau rusak sehingga arus listrik menyebar tidak normal dan menimbulkan percikan api.
• Stop kontak yang kelebihan beban karena banyak peralatan elektronik dihubungkan sekaligus.
• Peralatan rumah tangga seperti setrika, kompor listrik, pemanas ruangan, atau oven yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan.
Kebakaran akibat listrik sering terjadi secara tiba-tiba dan cepat menyebar, terutama jika di dekatnya ada bahan mudah terbakar seperti kertas, kain, atau kayu.
2. Faktor Masak dan Api Terbuka
Aktivitas memasak juga merupakan penyebab besar kebakaran rumah tangga. Beberapa contoh:
• Minyak goreng yang terlalu panas hingga meledak atau terbakar.
• Gas elpiji yang bocor dan terbakar karena percikan api dari kompor.
• Lilin atau tungku yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan.
Api dari aktivitas memasak bisa sangat berbahaya karena biasanya terjadi di dapur, tempat banyak bahan mudah terbakar, dan seringkali penghuni rumah tidak menyadari bahaya sebelum api mulai menyebar.
3. Faktor Manusia dan Kelalaian
Kelalaian manusia adalah penyebab umum lainnya, seperti:
• Merokok di dalam rumah dan membuang puntung rokok sembarangan, misalnya ke tempat sampah atau kasur.
• Menyimpan bahan mudah terbakar, seperti bensin, minyak tanah, atau tumpukan kertas, di tempat yang dekat dengan sumber api.
• Anak-anak yang bermain api, korek, atau lilin tanpa pengawasan.
Kelalaian ini seringkali memicu kebakaran yang bisa berkembang dengan cepat jika tidak segera ditangani.
3. Faktor Manusia dan Kelalaian
Kelalaian manusia adalah penyebab umum lainnya, seperti:
• Merokok di dalam rumah dan membuang puntung rokok sembarangan, misalnya ke tempat sampah atau kasur.
• Menyimpan bahan mudah terbakar, seperti bensin, minyak tanah, atau tumpukan kertas, di tempat yang dekat dengan sumber api.
• Anak-anak yang bermain api, korek, atau lilin tanpa pengawasan.
Kelalaian ini seringkali memicu kebakaran yang bisa berkembang dengan cepat jika tidak segera ditangani.
5. Faktor Lingkungan
Kebakaran rumah tangga juga bisa diperparah oleh kondisi lingkungan:
• Cuaca panas dan kering yang membuat api mudah menyebar dari satu rumah ke rumah lain, terutama di pemukiman padat.
• Kehadiran vegetasi atau sampah yang mudah terbakar di sekitar rumah.
• Lokasi rumah yang jauh dari pemadam kebakaran atau sulit diakses.

Teori terjadinya api adalah konsep ilmiah yang menjelaskan bagaimana api dapat muncul, menyala, dan berkembang. Pada dasarnya, api adalah hasil dari reaksi kimia eksotermis antara bahan yang mudah terbakar dan oksigen, yang menghasilkan panas, cahaya, serta seringkali asap. Teori ini menjadi dasar bagi pemahaman kebakaran, pencegahan, dan penanganannya. Berikut penjelasan panjangnya:
Api adalah fenomena pembakaran yang terjadi ketika bahan bakar, oksigen, dan sumber panas bertemu dalam kondisi yang tepat. Ketiga elemen ini membentuk apa yang dikenal sebagai Segitiga Api (Fire Triangle):
• Bahan Bakar (Fuel): Segala jenis zat yang dapat terbakar, misalnya kayu, kertas, minyak, gas, atau plastik. Bahan bakar ini bisa berbentuk padat, cair, maupun gas.
• Oksigen (Oxidizer): Gas yang mendukung proses pembakaran. Di udara, oksigen sekitar 21% sudah cukup untuk memicu kebakaran.
• Sumber Panas (Heat Source): Suhu tinggi atau percikan api yang cukup untuk menyalakan bahan bakar dan memulai reaksi kimia.

Kebakaran rumah tangga dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber bahan bakar, tingkat bahaya, dan lokasi atau sifat kebakarannya. Klasifikasi ini penting untuk menentukan cara pemadaman yang tepat dan pencegahan yang efektif. Berikut penjelasan panjang dan komprehensif:
Berdasarkan Sumber Bahan Bakar
Kebakaran rumah tangga sering dikategorikan menurut jenis bahan yang terbakar. Sistem klasifikasi ini mirip dengan standar internasional dan membantu memilih jenis pemadam yang sesuai:
Kebakaran Kelas A (Bahan Padat)
Kebakaran Kelas B (Bahan Cair atau Gas)
Kebakaran Kelas C (Peralatan Listrik)
Kebakaran Kelas D (Logam Mudah Terbakar)
Klasifikasi kebakaran rumah tangga sangat penting karena menentukan strategi pencegahan, pemadaman, dan keselamatan penghuni. Dengan memahami jenis kebakaran berdasarkan bahan bakar, skala, lokasi, dan penyebaran, masyarakat dapat:
• Menggunakan alat pemadam yang sesuai.
• Menyusun jalur evakuasi dan rencana darurat.
• Menerapkan tindakan pencegahan yang spesifik untuk dapur, listrik, dan penyimpanan bahan mudah terbakar.
Pemahaman ini juga menjadi dasar bagi edukasi keselamatan kebakaran di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat, sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan.

Pencegahan Kebakaran Rumah Tangga
Kebakaran rumah tangga merupakan salah satu risiko terbesar di lingkungan rumah, dan sebagian besar bisa dicegah jika penghuni rumah menerapkan langkah-langkah keselamatan yang tepat. Pencegahan ini melibatkan kombinasi perilaku aman, peralatan proteksi, dan pengaturan lingkungan rumah.
1. Pencegahan dari Sumber Listrik
2. Pencegahan dari Aktivitas Memasak
3. Pencegahan dari Kelalaian Manusia
4. Pencegahan dari Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar
5. Pencegahan melalui Material dan Struktur Rumah
6. Pencegahan dengan Alat Proteksi Kebakaran
7. Pencegahan Lingkungan Sekitar Rumah
8. Edukasi dan Kesadaran
Pencegahan kebakaran rumah tangga bukan hanya tentang alat pemadam, tetapi juga kedisiplinan dan kesadaran penghuni rumah. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten:
• Risiko kebakaran dapat diminimalkan.
• Kerugian materi dan korban jiwa bisa dicegah.
• Lingkungan rumah menjadi lebih aman, nyaman, dan terlindungi.

Alat-Alat Pencegah Kebakaran Rumah Tangga
Pencegahan kebakaran rumah tangga tidak hanya bergantung pada kesadaran dan perilaku aman penghuni, tetapi juga pada penggunaan alat-alat proteksi yang tepat. Alat-alat ini dapat mencegah api muncul, memperlambat penyebaran, atau membantu memadamkan api sebelum menjadi besar.
1. Detektor Asap (Smoke Detector)
2. Alat Pemadam Api Ringan (APAR / Fire Extinguisher)
3. Selimut Pemadam Api (Fire Blanket)
4. Sistem Sprinkler dan Pemadam Otomatis
5. Alarm Kebakaran
6. Peralatan Pendukung Lainnya
Penggunaan alat pencegah kebakaran rumah tangga adalah kombinasi antara deteksi dini, pemadaman cepat, dan perlindungan manusia. Alat-alat seperti detektor asap, APAR, selimut pemadam, dan sprinkler tidak hanya menyelamatkan rumah tetapi juga nyawa penghuni. Pencegahan yang efektif memerlukan kesiapan, latihan, dan perawatan rutin agar setiap alat berfungsi optimal saat kebakaran terjadi.

Tujuan Pelatihan Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga pada Pertemuan Rutin DWP Kota Batu
Pelatihan mitigasi kebakaran rumah tangga merupakan kegiatan edukatif dan preventif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan kesiapsiagaan anggota keluarga serta masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran di rumah. Pada pertemuan rutin DWP (Dharma Wanita Persatuan) Kota Batu, pelatihan ini memiliki tujuan yang strategis, baik dari sisi keselamatan jiwa, perlindungan harta, maupun pembentukan budaya aman di rumah tangga.
1. Meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan
• Memberikan pemahaman tentang penyebab kebakaran rumah tangga yang paling umum, seperti korsleting listrik, kelalaian saat memasak, dan penyimpanan bahan mudah terbakar.
• Memperkenalkan klasifikasi kebakaran (kelas A, B, C, D) sehingga peserta mengetahui cara menilai tingkat risiko di rumah masing-masing.
• Menjelaskan teori terjadinya api dan segitiga api, agar peserta memahami prinsip ilmiah di balik proses kebakaran.
• Menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan lebih efektif daripada penanganan setelah kebakaran terjadi.
2. Meningkatkan Keterampilan Praktis
• Memberikan pelatihan langsung menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api kecil secara efektif.
• Mengajarkan penggunaan selimut pemadam api untuk memadamkan api pada peralatan atau pakaian.
• Melatih simulasi evakuasi darurat sehingga peserta tahu jalur keluar, titik kumpul, dan prosedur aman saat kebakaran.
• Memberikan praktik penanganan api di dapur dan kebakaran listrik kecil, agar peserta siap menghadapi situasi nyata di rumah.
2. Meningkatkan Keterampilan Praktis
• Memberikan pelatihan langsung menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api kecil secara efektif.
• Mengajarkan penggunaan selimut pemadam api untuk memadamkan api pada peralatan atau pakaian.
• Melatih simulasi evakuasi darurat sehingga peserta tahu jalur keluar, titik kumpul, dan prosedur aman saat kebakaran.
• Memberikan praktik penanganan api di dapur dan kebakaran listrik kecil, agar peserta siap menghadapi situasi nyata di rumah.
4. Mendorong Budaya Aman dan Tanggung Jawab Sosial
• Membentuk budaya sadar keselamatan di lingkungan rumah dan keluarga DWP Kota Batu.
• Menanamkan nilai tanggung jawab anggota keluarga terhadap keselamatan diri dan orang lain di sekitar rumah.
• Mendorong peserta untuk menjadi agen penyuluhan kebakaran kepada masyarakat luas, khususnya tetangga dan komunitas RT/RW.
• Mengedukasi tentang kepatuhan terhadap standar keselamatan kebakaran di rumah, dapur, dan instalasi listrik.
5. Mengurangi Risiko Kerugian Materi dan Korban Jiwa
• Dengan memahami pencegahan dan penanganan awal kebakaran, peserta diharapkan mampu mengurangi kerusakan harta benda akibat kebakaran.
• Meningkatkan kemampuan untuk menyelamatkan nyawa anggota keluarga dan tamu di rumah.
• Membantu peserta mengidentifikasi potensi bahaya sebelum terjadi kebakaran, sehingga risiko kecelakaan rumah tangga dapat diminimalkan.
6. Meningkatkan Sinergi dan Kolaborasi Komunitas
• Pertemuan rutin DWP Kota Batu menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik terbaik terkait mitigasi kebakaran rumah tangga.
• Memperkuat jaringan antaranggota DWP untuk saling mendukung dalam pencegahan kebakaran.
• Menghubungkan peserta dengan instansi terkait, seperti Pemadam Kebakaran dan BPBD, agar edukasi dan tindakan mitigasi lebih efektif.
Pelatihan mitigasi kebakaran rumah tangga pada pertemuan rutin DWP Kota Batu bertujuan untuk:
1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang risiko kebakaran.
2. Melatih keterampilan praktis dalam penggunaan alat pemadam dan evakuasi.
3. Meningkatkan kesiapsiagaan dan perencanaan rumah tangga.
4. Mendorong budaya aman dan tanggung jawab sosial.
5. Mengurangi risiko kerugian materi dan korban jiwa.
6. Memperkuat sinergi dan kolaborasi komunitas.
Dengan tujuan-tujuan ini, diharapkan setiap anggota DWP Kota Batu dapat menjadi pengelola keselamatan rumah tangga yang proaktif, mampu menanggulangi kebakaran sejak dini, dan menyebarkan budaya aman di lingkungan masyarakat.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Perhubungan
7312-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Organisasi Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal - Pelatihan

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu Jawa Timur
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Walikota
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bagian Organisasi Kota Batu (Nur Rachma) dan yang ditunjuk
6. Peserta : Ketua DWP dan yang mewakili untuk hadir
7. Acara : Pencegahan dan Penaggulangan Kebakaran

. ---

**Tujuan, Manfaat, dan Faedah Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP)**

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di lingkungan rumah tangga, perkantoran, maupun fasilitas umum. Dampak kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga dapat menyebabkan korban jiwa, trauma psikologis, serta gangguan sosial yang luas. Banyak kasus kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia, kurangnya pemahaman tentang keselamatan, serta minimnya keterampilan dalam penanganan awal saat kebakaran terjadi.

Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan—khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP)—memiliki peran penting dalam pengelolaan rumah tangga dan lingkungan sosial. Aktivitas seperti memasak, penggunaan listrik, pengelolaan peralatan rumah tangga, hingga pengawasan keamanan rumah menjadikan anggota DWP sebagai pihak yang sangat strategis dalam upaya pencegahan kebakaran sejak dini.

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan pelatihan pencegahan serta penanggulangan kebakaran menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan anggota DWP dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan teori, tetapi juga membangun kesiapsiagaan dan budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
---

**Tujuan Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran**

1. Meningkatkan Pengetahuan tentang Bahaya Kebakaran

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada anggota DWP mengenai penyebab kebakaran yang sering terjadi, seperti:

* Korsleting listrik * Kebocoran gas LPG * Kelalaian penggunaan kompor * Pembakaran sampah yang tidak terkendali * Penggunaan alat elektronik secara berlebihan

Dengan memahami faktor penyebab kebakaran, anggota dapat lebih waspada dan mampu melakukan tindakan pencegahan secara efektif.

2. Membentuk Kesadaran Keselamatan (Safety Awareness)

Kegiatan ini bertujuan menanamkan budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran bahwa kebakaran dapat dicegah melalui perilaku yang disiplin menjadi langkah awal menciptakan lingkungan yang aman.

3. Meningkatkan Keterampilan Penanganan Awal Kebakaran

Anggota DWP dibekali kemampuan praktis, antara lain:

* Cara menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) * Teknik memadamkan api skala kecil * Penanganan kebakaran akibat minyak atau listrik * Prosedur evakuasi yang aman

Keterampilan ini sangat penting karena penanganan awal sering menjadi penentu keberhasilan dalam mencegah kebakaran meluas.

4. Mengurangi Risiko Kerugian dan Korban

Dengan adanya pengetahuan dan keterampilan yang memadai, diharapkan risiko kerugian harta benda maupun korban jiwa dapat diminimalkan.

5. Meningkatkan Peran Anggota DWP sebagai Agen Edukasi

Anggota DWP diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan secara luas.
---

**Manfaat Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran**

1. Manfaat Edukatif

Kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai keselamatan kebakaran yang sebelumnya mungkin belum dipahami secara menyeluruh. Peserta memperoleh pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Manfaat Preventif

Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan, potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti memeriksa instalasi listrik, memastikan kompor mati, dan menyimpan bahan mudah terbakar secara aman menjadi langkah preventif yang efektif.

3. Manfaat Keterampilan Praktis

Pelatihan memberikan pengalaman langsung sehingga anggota tidak panik saat menghadapi keadaan darurat. Kemampuan bertindak cepat dan tepat dapat menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain.

4. Manfaat Sosial

Kegiatan bersama memperkuat solidaritas antaranggota DWP. Selain itu, tercipta rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja
.

5. Manfaat Psikologis

Pengetahuan tentang cara menghadapi kebakaran memberikan rasa percaya diri dan ketenangan. Anggota menjadi lebih siap menghadapi situasi darurat tanpa rasa panik berlebihan.

6. Manfaat Organisasi

Bagi organisasi DWP, kegiatan ini meningkatkan kualitas anggota sebagai individu yang tanggap bencana, peduli keselamatan, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Hal ini juga memperkuat citra organisasi sebagai wadah pembinaan perempuan yang aktif dan edukatif.
---

**Faedah Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran**

1. Terwujudnya Lingkungan Rumah Tangga yang Aman

Anggota DWP dapat menerapkan standar keamanan di rumah, seperti:

* Penataan dapur yang aman

* Penggunaan listrik yang bijak

* Penyediaan alat pemadam sederhana * Jalur evakuasi keluarga

Hal ini secara langsung mengurangi risiko kebakaran rumah tangga.

2. Meningkatkan Kesiapsiagaan Keluarga

Ilmu yang diperoleh dapat diajarkan kepada anggota keluarga, termasuk anak-anak, sehingga seluruh keluarga memahami tindakan darurat saat kebakaran terjadi.

3. Membentuk Masyarakat Tanggap Bencana

Anggota DWP dapat menjadi pelopor edukasi keselamatan di lingkungan masyarakat, membantu menciptakan komunitas yang lebih siap menghadapi bencana.

4. Mengurangi Dampak Sosial dan Ekonomi

Kebakaran sering menimbulkan dampak ekonomi yang besar. Dengan pencegahan yang baik, kerugian dapat diminimalkan sehingga stabilitas kehidupan keluarga tetap terjaga.

5. Menumbuhkan Kepedulian dan Gotong Royong

Kegiatan ini menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap keselamatan orang lain, sejalan dengan semangat sosial yang menjadi nilai utama organisasi.
---

**Dampak Jangka Panjang Kegiatan**
,p>Pelaksanaan kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran memberikan dampak berkelanjutan, antara lain:

* Terbentuknya budaya keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

* Meningkatnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

* Berkurangnya angka kejadian kebakaran akibat kelalaian.

* Terciptanya anggota DWP yang mandiri, tanggap, dan berdaya dalam situasi darurat.
---

Kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi anggota Dharma Wanita Persatuan merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran keselamatan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui kegiatan ini, anggota tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan kepercayaan diri untuk bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat.

Diharapkan kegiatan ini mampu membentuk anggota DWP yang menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga tercipta kehidupan yang lebih aman, tertib, dan terlindungi dari risiko kebakaran. Dengan demikian, peran DWP tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial dan organisasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam upaya perlindungan dan keselamatan masyarakat secara luas.

---
Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: BAGIAN ORGANISASI
7425-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu mengikuti kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal/Informal – Ceramah/Seminar

Keterangan Program :
1. Kegiatan DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis / 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas
4. Pukul : 08.30 – 11.30 WIB
5. Yang Bertugas Hadir : Ny. Agus dan Ny. Miskan
6. Peserta : Jajaran Pengurus dan Anggota DWP Kota Batu
7. Acara : Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga

Mitigasi adalah tindakan atau upaya untuk mengurangi risiko, dampak, atau kerugian akibat suatu peristiwa yang berpotensi merugikan, seperti bencana alam, perubahan iklim, konflik, atau risiko bisnis.

Jenis-Jenis Mitigasi
1 Mitigasi Bencana Alam
Upaya untuk mengurangi dampak sebelum bencana terjadi.
Contoh:
Tsunami
• Sistem peringatan dini tsunami
• Jalur dan latihan evakuasi
• Penanaman mangrove di pesisir
Letusan Gunung Api
• Pemetaan zona rawan bencana
• Edukasi dan simulasi evakuasi
• Penyediaan masker saat hujan abu
Contoh di Indonesia: aktivitas di sekitar Gunung Merapi selalu dipantau untuk mengurangi risiko korban.
Gempa Bumi
• Membangun rumah tahan gempa
• Latihan “Drop, Cover, and Hold On”
• Penentuan titik kumpul evakuasi
2 Mitigasi Perubahan Iklim
Tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Contoh:
• Penggunaan energi terbarukan
• Reboisasi (penanaman kembali hutan)
• Pengurangan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil
3 Mitigasi Risiko Bisnis
Upaya mengurangi potensi kerugian dalam usaha.
Contoh:
• Diversifikasi produk
• Asuransi
• Manajemen risiko keuangan

Tujuan Mitigasi
• Mengurangi korban jiwa
• Mengurangi kerugian ekonomi
• Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat
• Melindungi lingkungan
Kalau mau, saya bisa jelaskan mitigasi dalam konteks tertentu (misalnya mitigasi gempa, mitigasi perubahan iklim, atau mitigasi risiko proyek).

Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga
Kebakaran rumah tangga sering disebabkan oleh korsleting listrik, kebocoran gas LPG, kompor yang lupa dimatikan, atau lilin/rokok. Mitigasi bertujuan mencegah kebakaran dan mengurangi dampaknya jika terjadi.

1. Pencegahan (Sebelum Terjadi Kebakaran)
Keamanan Listrik
• Gunakan instalasi listrik berstandar SNI.
• Jangan menumpuk colokan (hindari stop kontak bertumpuk).
• Periksa kabel yang terkelupas atau rusak.
• Matikan alat elektronik saat tidak digunakan.
Keamanan Dapur & Gas
• Pastikan selang dan regulator LPG terpasang rapat.
• Cek kebocoran gas (cium bau atau gunakan air sabun pada sambungan).
• Jangan tinggalkan kompor menyala tanpa pengawasan.
• Jauhkan benda mudah terbakar dari kompor.
Hindari Sumber Api Terbuka
• Jangan merokok di tempat tidur.
• Matikan lilin sebelum tidur.
• Jauhkan korek api dari jangkauan anak-anak.

2. Kesiapsiagaan (Jika Kebakaran Terjadi)
Sediakan Peralatan
• APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di dapur atau area rawan.
• Alarm asap (smoke detector).
• Karung basah / kain tebal untuk api kecil.
Rencana Evakuasi
• Tentukan jalur keluar darurat.
• Sepakati titik kumpul keluarga.
• Latihan evakuasi minimal 1–2 kali setahun.
• Simpan nomor darurat pemadam kebakaran.

3. Tindakan Saat Terjadi Kebakaran
• Tetap tenang.
• Matikan sumber listrik/gas jika aman.
• Gunakan APAR untuk api kecil (arah semprot ke sumber api).
• Jangan menyiram minyak terbakar dengan air.
• Jika api membesar, segera keluar dan hubungi pemadam kebakaran.

Penyebab Kebakaran Rumah Tangga
Kebakaran rumah tangga umumnya terjadi karena kelalaian atau kerusakan instalasi. Berikut penyebab paling umum:
1. Korsleting Listrik (Hubungan Arus Pendek)
Penyebab paling sering.
• Kabel terkelupas atau tua
• Stop kontak bertumpuk (kelebihan beban)
• Instalasi listrik tidak sesuai standar
• Peralatan elektronik rusak
Percikan api dari korsleting bisa dengan cepat menyambar bahan mudah terbakar seperti gorden atau sofa.
2. Kebocoran Gas LPG
• Selang gas retak atau longgar
• Regulator tidak terpasang sempurna
• Tabung gas bocor
• Kompor tidak dimatikan dengan benar
Gas yang terakumulasi di ruangan tertutup sangat mudah meledak saat terkena percikan api.
3. Kelalaian Saat Memasak
• Minyak terlalu panas hingga terbakar
• Meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan
• Benda mudah terbakar dekat kompor
Kebakaran dapur adalah salah satu kasus paling umum di rumah.
4. Api Terbuka
• Rokok yang belum padam
• Lilin yang dibiarkan menyala
• Obat nyamuk bakar
Bara kecil bisa membesar jika mengenai kasur, kertas, atau kain.
5. Penggunaan Alat Elektronik Berlebihan
• Charger terus terpasang
• Setrika lupa dimatikan
• Rice cooker atau dispenser rusak
6. Faktor Anak-anak
• Bermain korek api
• Bermain petasan di dalam rumah
7. Faktor Alam
• Sambaran petir
• Cuaca sangat panas yang memicu percikan listrik

Kesimpulan
Sebagian besar kebakaran rumah tangga terjadi karena:
• Kelalaian manusia
• Instalasi listrik yang tidak aman
• Kebocoran gas


Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
7512-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas DAMKARMAT Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Pelatihan/Kursus

Keterangan Program :
1.Kegiatan dari DWP Kota Batu
2.Hari/Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3.Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4.Pukul : 09.30 – selesai
5.Yang Bertugas Hadir :
- Ibu Nindya
- Ibu Isnaini Gatot
6.Peserta : 2 (dua) orang
7. Acara : Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga oleh Bp. Santoso Wardoyo, S.Stp., M.AP dari Dinas DAMKARMAT Kota Batu

Mitigasi kebakaran rumah tangga adalah langkah-langkah pencegahan dan pengurangan risiko kebakaran di rumah agar dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan, baik dari segi kerusakan fisik maupun korban jiwa. Berikut adalah beberapa langkah mitigasi kebakaran yang dapat dilakukan di rumah tangga:
1. Pemasangan Alat Pemadam Kebakaran
Alat pemadam api ringan (APAR): Pastikan rumah memiliki alat pemadam api ringan yang mudah dijangkau dan dapat digunakan dalam situasi darurat.
Alat pemadam otomatis: Beberapa sistem pemadam api otomatis juga bisa dipasang di area-area yang berisiko tinggi, seperti dapur.
2. Instalasi Detektor Asap
Pasang detektor asap di area yang rawan kebakaran, terutama di dapur, ruang tamu, dan area tidur. Detektor ini dapat memberikan peringatan dini jika ada asap atau api yang terdeteksi.
3.Perawatan Listrik
Periksa instalasi listrik secara berkala untuk menghindari korsleting yang bisa menyebabkan kebakaran.
Hindari penggunaan alat listrik yang rusak atau tidak sesuai dengan standar.
Jangan menumpuk banyak perangkat pada satu stop kontak untuk menghindari overloading.
4. Penggunaan Dapur yang Aman
Jangan tinggalkan kompor atau alat pemanas dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.
Pastikan gas dapur (baik LPG atau gas alam) terpasang dengan rapat dan tidak ada kebocoran.
Bersihkan dapur secara rutin untuk menghindari penumpukan minyak atau kotoran yang dapat memicu api.
5. Menjaga Kebersihan dan Keamanan Bahan Mudah Terbakar
Simpan bahan mudah terbakar (seperti bensin, pelarut, atau cairan kimia) di tempat yang aman, jauh dari api dan sumber panas.
Jangan biarkan kain, kain lap, atau bahan-bahan lain yang mudah terbakar tergeletak dekat dengan sumber api seperti kompor atau perapian.
6. Perhatikan Penggunaan Lilin dan Api Terbuka
Hindari menggunakan lilin atau api terbuka di tempat yang mudah dijangkau anak-anak atau dekat dengan bahan yang mudah terbakar.
Setelah selesai, padamkan lilin atau api dengan hati-hati dan pastikan benar-benar mati sebelum meninggalkan ruangan.
7. Pelatihan Keluarga
Ajarkan seluruh anggota keluarga cara menggunakan alat pemadam api dan langkah-langkah evakuasi yang benar jika terjadi kebakaran.
Tentukan rencana evakuasi yang jelas, dengan titik kumpul di luar rumah, dan pastikan setiap anggota keluarga tahu cara melaksanakannya.
8. Memastikan Ventilasi yang Baik
Pastikan rumah memiliki ventilasi yang baik untuk mencegah penumpukan gas berbahaya atau panas yang berlebihan, terutama di dapur atau ruang yang digunakan untuk perapian.
9. Penyimpanan Obat-obatan dan Bahan Kimia
Simpan obat-obatan atau bahan kimia di tempat yang aman dan jauh dari api atau sumber panas, untuk menghindari kebakaran akibat reaksi kimia.
10. Memonitor Sistem Pemanas dan Perapian
Jika menggunakan perapian atau pemanas ruangan, pastikan selalu dalam kondisi yang aman dan tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.
Dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat, kita bisa mengurangi risiko kebakaran di rumah dan memastikan keselamatan keluarga serta harta benda.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
7612-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal/Informal - Pelatihan

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 10.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Bendahara DWP DPKP Kota Batu (Ny. Arie) dan Pengurus (Ny. Sri Sugiarti)
6. Acara : Menghadiri Pelatihan Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga
7. Narasumber : Bapak Santoso Wardoyo, S.STP., M.AP (Kepala Bidang Pencegahan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Batu)

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Sambutan oleh Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Lita Dahlan
4. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Pemerintah Kota Batu
4. Perkenalan Narasumber atau Pemateri
5. Penyampaian Materi dan Praktek Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

Pengertian Bahaya Kebakaran. Kebakaran adalah peristiwa terjadinya api yang tidak terkendali dan dapat menimbulkan kerugian, baik kerugian materi, lingkungan, maupun korban jiwa. Kebakaran dapat terjadi di rumah, sekolah, tempat kerja, hutan, hingga kawasan industri. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penanggulangan yang tepat agar dampak kebakaran dapat diminimalkan.

Faktor Penyebab Kebakaran
Kebakaran umumnya disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
- Faktor alam, misalnya sambaran petir atau kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan.
- Kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor, merokok sembarangan, atau penggunaan lilin tanpa pengawasan.
- Korsleting listrik, akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar atau peralatan listrik yang rusak.
- Bahan mudah terbakar, seperti bensin, gas, kertas, dan kain yang diletakkan dekat sumber panas.

Pencegahan Bahaya Kebakaran. Pencegahan kebakaran merupakan langkah paling penting untuk menghindari terjadinya kebakaran. Upaya pencegahan antara lain:
- Penggunaan listrik secara aman
- Tidak menumpuk steker listrik pada satu stop kontak
- Mematikan peralatan listrik jika tidak digunakan
- Menggunakan kabel dan instalasi listrik sesuai standar
- Penggunaan api dengan hati-hati
- Tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan
- Menjauhkan benda mudah terbakar dari sumber api
- Tidak bermain api atau membakar sampah sembarangan
- Penyediaan alat pencegah kebakaran
- Menyediakan alat pemadam api ringan (APAR)
- Memasang alarm kebakaran atau detektor asap

Edukasi dan kesadaran masyarakat
- Memberikan pelatihan tentang bahaya kebakaran
- Membiasakan sikap disiplin dan waspada terhadap potensi kebakaran

Penanggulangan Bahaya Kebakaran dilakukan saat kebakaran sudah terjadi agar api tidak semakin meluas. Langkah-langkah penanggulangan meliputi:
- Tindakan awal saat kebakaran
- Tetap tenang dan tidak panik
- Mematikan sumber api atau listrik jika masih memungkinkan
- Menggunakan APAR untuk memadamkan api kecil
- Penyelamatan diri dan orang lain
- Segera menjauh dari sumber api dan asap
- Menutup hidung dan mulut dengan kain basah untuk menghindari asap
- Mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan
- Melaporkan kebakaran
- Menghubungi petugas pemadam kebakaran secepat mungkin
- Memberikan informasi lokasi dan kondisi kebakaran secara jelas

Penanganan pascakebakaran:
-Memastikan api benar-benar padam
- Memberikan pertolongan pertama kepada korban
- Melakukan evaluasi untuk mencegah kebakaran terulang kembali

Pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan, menerapkan langkah pencegahan sejak dini, serta mengetahui cara penanggulangan yang tepat, risiko dan dampak kebakaran dapat dikurangi. Kesadaran dan kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dari bahaya kebakaran.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
7712-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga dari DWP Dina Damkarmat Kota Batu
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal - Pelatihan

Keterangan Program : Pendidikan Non Formal - Pelatihan Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga dari DWP Dina Damkarmat Kota Batu
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Pemkot Batu
4. Pukul : 09.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Wakil Ketua DWP Kota Batu dan Pengurus DWP UP Damkar serta Narasumber dari Damkar
6. Peserta : Ketua DWP UP dan Anggota DWP UP
7. Acara : Menghadiri Pelatihan Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga dari DWP Dina Damkarmat Kota Batu

Mitigasi adalah upaya atau tindakan yang dilakukan untuk mengurangi risiko, dampak, atau kerugian akibat suatu peristiwa atau bencana.

Berikut uraian Manfaat Pelatihan Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga dari DWP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu:

Pelatihan mitigasi kebakaran yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu (Damkarmat) memberikan manfaat yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya dalam lingkup rumah tangga.
1. Meningkatkan Kesadaran Bahaya Kebakaran
Peserta memahami penyebab umum kebakaran rumah tangga seperti korsleting listrik, kebocoran gas LPG, dan kelalaian penggunaan kompor.
2. Menambah Pengetahuan Pencegahan
Peserta mengetahui langkah-langkah pencegahan, seperti pengecekan instalasi listrik, penggunaan regulator gas yang aman, serta penempatan bahan mudah terbakar.
3. Keterampilan Penanganan Awal Kebakaran
Peserta dilatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan cara memadamkan api skala kecil sebelum membesar, sehingga dapat meminimalkan kerugian.
4. Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat
Peserta memahami prosedur evakuasi, penyelamatan anggota keluarga, serta cara menghubungi layanan darurat dengan cepat dan tepat.
5. Mengurangi Risiko Kerugian
Dengan pengetahuan mitigasi yang baik, potensi kerugian materiil maupun korban jiwa dapat ditekan.
6. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab dan Kepedulian
Pelatihan ini mendorong peserta untuk menjadi agen edukasi di lingkungan sekitar, sehingga tercipta masyarakat yang lebih tanggap dan siaga terhadap bahaya kebakaran.
Secara keseluruhan, pelatihan ini sangat bermanfaat dalam membangun budaya sadar keselamatan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat Kota Batu.

Pelatihan Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu memberikan manfaat yang sangat signifikan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal kebakaran, tetapi juga memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya keselamatan keluarga dan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mengurangi risiko kerugian serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih tanggap dan peduli terhadap bahaya kebakaran.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: BAPELITBANGDA
7814-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal - Pelatihan Demo Memasak

Keterangan Program : Pendidikan Non Formal - Pelatihan Demo Memasak
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Pemkot Batu
4. Pukul : 09.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Kota Batu (Ny. Aini Zadim) dan Ketua DWP Kecamatan Batu
6. Peserta : Ketua DWP UP Anggota DWP UP se- Kota Batu
7. Acara : Menghadiri Pelatihan Demo Masak olahan ayam Kentucky, jamur krispi

Berikut manfaat mengikuti demo memasak ayam kentucky dan jamur krispi secara ringkas dan jelas:
1. Menambah Pengetahuan
Peserta memahami teknik pengolahan ayam kentucky dan jamur krispi yang benar, mulai dari pemilihan bahan, pencampuran bumbu, hingga teknik penggorengan agar hasilnya renyah dan gurih.
2. Meningkatkan Keterampilan Praktis Peserta dapat mempraktikkan langsung proses pembuatan, sehingga lebih terampil dalam menghasilkan produk yang berkualitas.
3. Mengetahui Standar Kebersihan dan Keamanan Pangan Peserta belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan alat, bahan, dan proses produksi untuk menghasilkan makanan yang higienis dan aman dikonsumsi.
4. Membuka Peluang Usaha Menu ayam kentucky dan jamur krispi memiliki pasar yang luas. Demo ini memberikan gambaran tentang perhitungan modal, harga jual, serta potensi keuntungan usaha kuliner.
5. Meningkatkan Kreativitas Peserta dapat mengembangkan variasi rasa, kemasan, dan strategi pemasaran agar produk lebih menarik dan kompetitif.
6. Menumbuhkan Motivasi Berwirausaha Melalui kegiatan ini, peserta menjadi lebih percaya diri untuk memulai usaha rumahan atau menambah variasi produk yang sudah ada.

Kegiatan demo memasak ayam kentucky dan jamur krispi memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kewirausahaan peserta. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar secara langsung, tetapi juga membuka peluang usaha yang berpotensi meningkatkan pendapatan.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: BAPELITBANGDA
7912-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengikuti kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal/Informal – Ceramah/Seminar

Keterangan Program :
1. Kegiatan DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis / 12 Februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas
4. Pukul : 08.30 – 11.30 WIB
5. Yang Bertugas Hadir : Ny. Ninil Budi dan Ny. Dina
6. Peserta : Jajaran Pengurus dan Anggota DWP Kota Batu
7. Acara : Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga

Mitigasi adalah tindakan atau upaya untuk mengurangi risiko, dampak, atau kerugian akibat suatu peristiwa yang berpotensi merugikan, seperti bencana alam, perubahan iklim, konflik, atau risiko bisnis.

Jenis-Jenis Mitigasi
1 Mitigasi Bencana Alam
Upaya untuk mengurangi dampak sebelum bencana terjadi.
Contoh:
Tsunami
• Sistem peringatan dini tsunami
• Jalur dan latihan evakuasi
• Penanaman mangrove di pesisir
Letusan Gunung Api
• Pemetaan zona rawan bencana
• Edukasi dan simulasi evakuasi
• Penyediaan masker saat hujan abu
Contoh di Indonesia: aktivitas di sekitar Gunung Merapi selalu dipantau untuk mengurangi risiko korban.
Gempa Bumi
• Membangun rumah tahan gempa
• Latihan “Drop, Cover, and Hold On”
• Penentuan titik kumpul evakuasi
2 Mitigasi Perubahan Iklim
Tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Contoh:
• Penggunaan energi terbarukan
• Reboisasi (penanaman kembali hutan)
• Pengurangan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil
3 Mitigasi Risiko Bisnis
Upaya mengurangi potensi kerugian dalam usaha.
Contoh:
• Diversifikasi produk
• Asuransi
• Manajemen risiko keuangan

Tujuan Mitigasi
• Mengurangi korban jiwa
• Mengurangi kerugian ekonomi
• Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat
• Melindungi lingkungan
Kalau mau, saya bisa jelaskan mitigasi dalam konteks tertentu (misalnya mitigasi gempa, mitigasi perubahan iklim, atau mitigasi risiko proyek).

Mitigasi Kebakaran Rumah Tangga
Kebakaran rumah tangga sering disebabkan oleh korsleting listrik, kebocoran gas LPG, kompor yang lupa dimatikan, atau lilin/rokok. Mitigasi bertujuan mencegah kebakaran dan mengurangi dampaknya jika terjadi.

1. Pencegahan (Sebelum Terjadi Kebakaran)
Keamanan Listrik
• Gunakan instalasi listrik berstandar SNI.
• Jangan menumpuk colokan (hindari stop kontak bertumpuk).
• Periksa kabel yang terkelupas atau rusak.
• Matikan alat elektronik saat tidak digunakan.
Keamanan Dapur & Gas
• Pastikan selang dan regulator LPG terpasang rapat.
• Cek kebocoran gas (cium bau atau gunakan air sabun pada sambungan).
• Jangan tinggalkan kompor menyala tanpa pengawasan.
• Jauhkan benda mudah terbakar dari kompor.
Hindari Sumber Api Terbuka
• Jangan merokok di tempat tidur.
• Matikan lilin sebelum tidur.
• Jauhkan korek api dari jangkauan anak-anak.

2. Kesiapsiagaan (Jika Kebakaran Terjadi)
Sediakan Peralatan
• APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di dapur atau area rawan.
• Alarm asap (smoke detector).
• Karung basah / kain tebal untuk api kecil.
Rencana Evakuasi
• Tentukan jalur keluar darurat.
• Sepakati titik kumpul keluarga.
• Latihan evakuasi minimal 1–2 kali setahun.
• Simpan nomor darurat pemadam kebakaran.

3. Tindakan Saat Terjadi Kebakaran
• Tetap tenang.
• Matikan sumber listrik/gas jika aman.
• Gunakan APAR untuk api kecil (arah semprot ke sumber api).
• Jangan menyiram minyak terbakar dengan air.
• Jika api membesar, segera keluar dan hubungi pemadam kebakaran.

Penyebab Kebakaran Rumah Tangga
Kebakaran rumah tangga umumnya terjadi karena kelalaian atau kerusakan instalasi. Berikut penyebab paling umum:
1. Korsleting Listrik (Hubungan Arus Pendek)
Penyebab paling sering.
• Kabel terkelupas atau tua
• Stop kontak bertumpuk (kelebihan beban)
• Instalasi listrik tidak sesuai standar
• Peralatan elektronik rusak
Percikan api dari korsleting bisa dengan cepat menyambar bahan mudah terbakar seperti gorden atau sofa.
2. Kebocoran Gas LPG
• Selang gas retak atau longgar
• Regulator tidak terpasang sempurna
• Tabung gas bocor
• Kompor tidak dimatikan dengan benar
Gas yang terakumulasi di ruangan tertutup sangat mudah meledak saat terkena percikan api.
3. Kelalaian Saat Memasak
• Minyak terlalu panas hingga terbakar
• Meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan
• Benda mudah terbakar dekat kompor
Kebakaran dapur adalah salah satu kasus paling umum di rumah.
4. Api Terbuka
• Rokok yang belum padam
• Lilin yang dibiarkan menyala
• Obat nyamuk bakar
Bara kecil bisa membesar jika mengenai kasur, kertas, atau kain.
5. Penggunaan Alat Elektronik Berlebihan
• Charger terus terpasang
• Setrika lupa dimatikan
• Rice cooker atau dispenser rusak
6. Faktor Anak-anak
• Bermain korek api
• Bermain petasan di dalam rumah
7. Faktor Alam
• Sambaran petir
• Cuaca sangat panas yang memicu percikan listrik

Kesimpulan
Sebagian besar kebakaran rumah tangga terjadi karena:
• Kelalaian manusia
• Instalasi listrik yang tidak aman
• Kebocoran gas


Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: BAPENDA
8012-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan ceramah mengenai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Nonformal/informal - Ceramah/seminar

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : kamis, 12 februari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumdin Walikota batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua bIdang Pendidikan yg diwakili oleh Ny. Yunita Pipit
6. Peserta : Ketua, seluruh pengurus dan Perwakilan dua orang dari masing-masing DWP UP se kota batu
7. Acara : Ceramah tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran

Materi disampaikan oleh :
NAMA : SANTOSO WARDOYO, SSTP, MAP
NIP : 197710041997011001
PANGKAT : PEMBINA (IV/a)
JABATAN : KEPALA BIDANG PENCEGAHAN DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA BATU
TTL : MALANG, 04 OKTOBER 1977
ALAMAT : JL. DURIAN 11, SONGGORITI, BATU
AGAMA : ISLAM
PENDIDIKAN : S-2
NO. HP : (+62) 81233990120
EMAIL : santoso_wardoyo@yahoo.com

Pengertian Bahaya Kebakaran
Kebakaran adalah peristiwa terjadinya api yang tidak terkendali dan dapat menimbulkan kerugian, baik kerugian materi, lingkungan, maupun korban jiwa. Kebakaran dapat terjadi di rumah, sekolah, tempat kerja, hutan, hingga kawasan industri. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penanggulangan yang tepat agar dampak kebakaran dapat diminimalkan.

Faktor Penyebab Kebakaran
Kebakaran umumnya disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
Kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor, merokok sembarangan, atau penggunaan lilin tanpa pengawasan.
Korsleting listrik, akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar atau peralatan listrik yang rusak.
Bahan mudah terbakar, seperti bensin, gas, kertas, dan kain yang diletakkan dekat sumber panas.
Faktor alam, misalnya sambaran petir atau kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan.

Pencegahan Bahaya Kebakaran
Pencegahan kebakaran merupakan langkah paling penting untuk menghindari terjadinya kebakaran. Upaya pencegahan antara lain:
Penggunaan listrik secara aman
Tidak menumpuk steker listrik pada satu stop kontak.
Mematikan peralatan listrik jika tidak digunakan.
Menggunakan kabel dan instalasi listrik sesuai standar.
Penggunaan api dengan hati-hati
Tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan.
Menjauhkan benda mudah terbakar dari sumber api.
Tidak bermain api atau membakar sampah sembarangan.
Penyediaan alat pencegah kebakaran
Menyediakan alat pemadam api ringan (APAR).
Memasang alarm kebakaran atau detektor asap.
Edukasi dan kesadaran masyarakat
Memberikan pelatihan tentang bahaya kebakaran.
Membiasakan sikap disiplin dan waspada terhadap potensi kebakaran.

Penanggulangan Bahaya Kebakaran
Penanggulangan kebakaran dilakukan saat kebakaran sudah terjadi agar api tidak semakin meluas. Langkah-langkah penanggulangan meliputi:
Tindakan awal saat kebakaran
Tetap tenang dan tidak panik.
Mematikan sumber api atau listrik jika masih memungkinkan.
Menggunakan APAR untuk memadamkan api kecil.
Penyelamatan diri dan orang lain
Segera menjauh dari sumber api dan asap.
Menutup hidung dan mulut dengan kain basah untuk menghindari asap.
Mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan.
Melaporkan kebakaran
Menghubungi petugas pemadam kebakaran secepat mungkin.
Memberikan informasi lokasi dan kondisi kebakaran secara jelas.
Penanganan pascakebakaran
Memastikan api benar-benar padam.
Memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Melakukan evaluasi untuk mencegah kebakaran terulang kembali.

Kesimpulan
Pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan, menerapkan langkah pencegahan sejak dini, serta mengetahui cara penanggulangan yang tepat, risiko dan dampak kebakaran dapat dikurangi. Kesadaran dan kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dari bahaya kebakaran.


Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
8110-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan mengadakan Pelatihan Tata Rias (Beauty Class)
Bidang : Pendidikan
Program : Pelatihan Tata Rias/Beauty Class, Program Pendidikan Non Formal/Informal

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 10 Februari 2026
3. Pukul : 12.30 - 14.00 WIB
4. Peserta : Seluruh pengurus DWP dan pegawai perempuan di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
5. Lokasi : Ruang Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Batu
6. Acara :Pelatihan Tata Rias/Beauty Class
Yang dilatih secara langsung oleh pemilik Omah Rias Ana yaitu Ibu Ana Susanti yang sekaligus adalah salah satu pegawai perempuan di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Batu

Susunan Acara :
1. Registrasi peserta
2. Pembukaan
3. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Batu, Ny. Nining Arief Rachman
4. Doa
5. Pengenalan Narasumber / Beauty Instructor
6. Praktik Tata Rias :
- Demonstrasi oleh Ibu Ana Susanti kepada salah satu pengurus DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan yaitu Ny. Indrawati
- Praktik langsung oleh peserta (Diikuti oleh 3 pengurus DWP Bagian Prokopim dan 3 pegawai perempuan di Bagian Prokopim)
- Pendampingan dan tanya jawab
7. Sesi Interaktif (Tips & Trik Kecantikan sesuai dengan Usia dan jenis Kulit)
8. Penutup
9. Foto Bersama.

Langkah-Langkah Make Up Natural :
1. Memakai pelembab bibir
2. Memakai skin preparation / menggunakan pelembab atau toner
3. Memakai primer sebagai dasar/pondasi make-up
4. Mengaplikasikan foundation yang sesuai dengan skin tone
5. Memakai blush on cream
6. Mengaplikasikan bedak tabur untuk emngunci foundation
7. Menata alis dengan brow-wax dan concealer untuk membentuk alis
8. Memakai eye-shadow dengan transisi warna terang ke gelap
9. Memakai eyeliner dibawah mata agar terlihat lebih segar
10. Memakai blush on padat agar terlihat lebih terang
11. Memasang bulu mata palsu dan diirapikan dengan mascara
12. Memakai highlighter di bagian hidung dan mata
13. Memakai lipstik dengan cara dicampur atau diombre
14. Memakai setting set spray agar lebih tahan lama.

Tujuan dari Pelatihan tata rias/beauty class kali ini adalah :
1. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tata rias
2. Mengenalkan perawatan kulit wajah yang benar
3. Meningkatkan rasa percaya diri
4. Mendukung penampilan yang rapi dan profesional
5. Memberikan kegiatan edukatif dan isnpiratif.

Dengan dilaksanakannya pelatihan tata rias ini, diharapkan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Batudapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menunjang penampilan yang rapi, sopan, dan percaya diri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif anggota DWP serta memperkuat kebersamaan dalam mendukung program-program organisasi ke depan.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
8214-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal - Seminar

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Balaikota Lama
4. Pukul : 09.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Kota Batu (Ny. Triana Onny), Wakil Ketua ( Ny. Suprihatin) dan Sekretaris (Ny. Leni Nuvita)
6. Peserta : Ketua DWP dan Perwakilan
7. Acara : Pelatihan pembuatan Ayam Krispi

Maksud dan Tujuan Pelatihan Membuat Ayam Krispi
Maksud Pelatihan
Pelatihan membuat ayam krispi dimaksudkan sebagai sarana peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kreativitas peserta dalam mengolah bahan pangan menjadi produk makanan yang bernilai jual tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai teknik pengolahan ayam krispi yang baik dan benar, mulai dari pemilihan bahan baku, proses marinasi, teknik pelapisan tepung, hingga metode penggorengan yang menghasilkan tekstur renyah, rasa yang lezat, serta kualitas produk yang higienis dan aman dikonsumsi.
Selain itu, pelatihan ini dimaksudkan sebagai upaya pemberdayaan peserta agar memiliki keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk konsumsi pribadi maupun sebagai peluang usaha di bidang kuliner. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung proses pembuatan ayam krispi dengan standar yang tepat.
Tujuan Pelatihan
Tujuan utama pelatihan membuat ayam krispi adalah untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang pengolahan makanan, khususnya produk ayam krispi yang berkualitas, renyah, gurih, dan menarik bagi konsumen. Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu:
1. Memahami teknik dasar dan prinsip pembuatan ayam krispi secara benar dan higienis.
2. Menguasai langkah-langkah pembuatan ayam krispi mulai dari persiapan hingga penyajian.
3. Mengembangkan keterampilan memasak yang kreatif dan inovatif.
4. Mendorong minat berwirausaha di bidang kuliner, khususnya usaha ayam krispi.
5. Meningkatkan kemandirian ekonomi peserta melalui keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.
Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk membangun sikap kerja yang teliti, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengolah makanan, serta menumbuhkan semangat belajar dan berinovasi di bidang kuliner. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menghasilkan produk ayam krispi yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki daya saing di pasar.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Pariwisata
8314-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan pelatihan pembuatan Ayam Crispy dari DWP Kecamatan Batu
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal/Informal-pelatihan/kursus

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumdin Walikota Batu
4. Pukul : 08.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ibu Ririn dan Ibu Robert
6. Peserta : Perwakilan dua orang dari masing-masing DWP UP se kota batu
7. Acara : Praktek pembuatan ayam crispy oleh DWP Kecamatan Batu

Kegiatan praktik pembuatan ayam crispy dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan pengolahan makanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah bahan pangan, khususnya ayam, menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Praktik dimulai dengan penjelasan singkat mengenai bahan dan alat yang digunakan, serta tahapan proses pembuatan ayam crispy. Selanjutnya, peserta melakukan persiapan bahan, proses pencampuran bumbu, pelapisan tepung, hingga teknik penggorengan yang tepat agar menghasilkan ayam crispy yang renyah dan matang merata.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif selama praktik berlangsung. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami proses pembuatan ayam crispy secara mandiri serta dapat mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai peluang usaha.

Ayam Crispy merupakan salah satu olahan makanan berbahan dasar daging ayam yang diolah melalui proses pemberian bumbu, pelapisan tepung, dan penggorengan sehingga menghasilkan tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang empuk. Ayam crispy banyak digemari karena cita rasanya yang gurih serta dapat dikreasikan dengan berbagai varian bumbu dan saus.

Dalam proses pembuatannya, ayam terlebih dahulu dibersihkan dan dipotong sesuai kebutuhan, kemudian dimarinasi dengan bumbu seperti bawang putih, garam, merica, dan penyedap rasa agar bumbu meresap dengan baik. Setelah proses marinasi, ayam dilapisi dengan campuran tepung terigu dan tepung bumbu untuk menghasilkan lapisan crispy. Tahap selanjutnya adalah penggorengan dalam minyak panas dengan suhu yang stabil hingga ayam berwarna keemasan dan matang sempurna.

Ayam crispy memiliki nilai gizi yang cukup baik karena mengandung protein hewani dari daging ayam, meskipun perlu dikonsumsi secara bijak karena proses penggorengan menggunakan minyak. Dari sisi keterampilan, pembuatan ayam crispy melatih ketelitian, kebersihan, serta pemahaman teknik memasak yang benar. Selain itu, ayam crispy juga memiliki potensi sebagai produk usaha karena bahan mudah diperoleh, proses pembuatan relatif sederhana, dan memiliki peluang pasar yang luas.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
8414-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu menghadiri pelatihan praktik membuat ayam crispy dari DWP Kec. Batu
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal -Pelatihan

Keterangan Program :
1. Undangan dari Ketua Dharmawanita Persatuan Kota Batu terkait Pelatihan praktik membuat ayam crispy dari DWP Kec. Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul :10.00 WIB – 12.00 WIB
5. Yang Hadir : Ketua Dharmawanita Dishub Batu (Bu Febrina) , anggota DWP Istri pegawai (Bu Cacik, Bu Titin)
6. Peserta : Ketua DWP Kota Batu ( Bu Qurotu Aini Zadim), pengurus inti DWP Kota Batu, anggota DWP (perwakilan masing2 SKPD )
7.Kegiatan: Pelatihan praktik membuat ayam crispy dari DWP Kec. Batu

Kegiatan pelatihan praktik membuat ayam crispy merupakan salah satu rangkaian acara dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Kota Batu yang diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kemandirian anggota. Pelatihan ini dipandu langsung oleh Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Batu sebagai bentuk kontribusi aktif dalam pemberdayaan anggota DWP Pemkot Batu, khususnya dalam bidang keterampilan kuliner yang memiliki nilai ekonomis.
Kegiatan dilaksanakan dengan suasana yang edukatif, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta. Pelatihan diawali dengan penyampaian materi singkat mengenai pengenalan bahan-bahan yang digunakan, pemilihan ayam yang berkualitas, serta teknik pengolahan yang tepat agar menghasilkan ayam crispy yang renyah di luar dan tetap lembut di dalam. Narasumber juga menjelaskan secara rinci mengenai komposisi bumbu, cara membuat adonan pelapis, serta tips dan trik dalam proses penggorengan agar hasil maksimal dan tahan lama kerenyahannya.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan ayam crispy. Para peserta secara aktif mengikuti setiap tahapan proses, mulai dari persiapan bahan, pencucian dan pemotongan ayam, proses marinasi, pelapisan dengan adonan tepung, hingga teknik penggorengan yang benar menggunakan suhu minyak yang sesuai. Dalam sesi praktik ini, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung dan bertanya kepada pemandu apabila menemui kendala, sehingga pelatihan berlangsung secara komunikatif dan aplikatif. Selain aspek teknis pengolahan, pelatihan ini juga memberikan wawasan mengenai peluang usaha dari produk ayam crispy, termasuk cara penyajian yang menarik, pengemasan sederhana, serta strategi pemasaran yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga. Dengan demikian, diharapkan keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri yang berpotensi meningkatkan perekonomian keluarga.
Kegiatan pelatihan praktik membuat ayam crispy ini mendapat respons positif dari seluruh peserta pertemuan rutin DWP Pemkot Batu. Melalui pelatihan ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antaranggota DWP, sekaligus meningkatkan peran aktif Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan pengembangan keterampilan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Bahan Utama:
1. Ayam segar – 1 ekor, potong sesuai selera (misal 8–12 potong).
o Pilih ayam segar dengan tekstur daging yang kenyal dan kulit yang utuh agar hasil gorengan lebih renyah.
2. Tepung terigu protein sedang – 200–250 gram.
o Tepung ini menjadi bahan utama lapisan luar ayam agar renyah dan berwarna keemasan saat digoreng.
3. Tepung maizena – 50–100 gram.
o Memberikan tekstur lebih ringan dan renyah pada lapisan tepung.
4. Telur ayam – 2–3 butir, kocok lepas.
o Digunakan untuk melapisi ayam sebelum dicampur dengan tepung agar tepung menempel sempurna.
Bahan Marinasi (Bumbu Halus):
5. Bawang putih – 4–6 siung, haluskan.
o Memberikan aroma khas dan rasa gurih pada ayam.
6. Bawang merah – 3–4 siung, haluskan.
o Menambah kedalaman rasa pada daging ayam.
7. Jahe – 1 ruas kecil, haluskan.
o Mengurangi bau amis ayam dan menambah rasa hangat.
8. Kunyit bubuk atau segar – ½ sendok teh atau 1 ruas kecil, parut.
o Memberikan warna kuning alami dan rasa harum pada ayam.
9. Lada bubuk – ½–1 sendok teh.
o Memberikan rasa pedas ringan dan menyeimbangkan bumbu.
10. Garam – 1–2 sendok teh (sesuai selera).
o Agar rasa ayam lebih gurih merata.
11. Kecap asin atau saus tiram – 1 sendok makan.
o Opsional, untuk menambah aroma dan rasa gurih yang khas.
12. Gula pasir atau gula halus – ½ sendok teh.
o Mengangkat rasa bumbu agar lebih seimbang, tapi jangan terlalu banyak agar tidak manis.
Bahan Pelapis Tambahan:
13. Tepung roti atau bread crumbs – 50–100 gram.
o Opsional, untuk hasil ayam ekstra renyah dan crunchy.
14. Bubuk paprika atau cabai bubuk – ½–1 sendok teh.
o Memberikan warna cantik dan sedikit rasa pedas.
15. Susu cair atau yogurt – 2–3 sendok makan.
o Membuat daging lebih lembut saat digoreng dan menambah rasa gurih.
16. Minyak goreng secukupnya – untuk deep frying.
o Gunakan minyak bersih dan panas agar ayam matang merata dan tidak menyerap terlalu banyak minyak.
Tips Tambahan:
• Bisa ditambahkan bawang putih bubuk, oregano, atau thyme untuk variasi rasa.
• Untuk hasil super renyah, bisa lakukan double coating: celupkan ayam ke telur dan tepung dua kali sebelum digoreng.
• Diamkan ayam yang sudah dimarinasi minimal 30 menit agar bumbu meresap sempurna.

Langkah-Langkah Pembuatan Ayam Crispy
1. Persiapan Bahan
• Cuci bersih ayam segar, kemudian potong sesuai selera (misal 8–12 potong).
• Tiriskan ayam agar tidak terlalu basah, karena air berlebih akan mengurangi kerenyahan tepung saat digoreng.
• Siapkan semua bahan marinasi, tepung, telur, dan bahan pelapis di dekat area kerja agar proses lebih efisien.
2. Marinasi Ayam
• Haluskan bumbu marinasi: bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, lada, dan garam.
• Campurkan bumbu halus dengan ayam, tambahkan sedikit kecap asin atau saus tiram dan sedikit gula halus.
• Aduk rata hingga seluruh permukaan ayam tertutup bumbu.
• Diamkan minimal 30 menit di dalam kulkas atau suhu ruang agar bumbu meresap ke dalam daging.
o Tips: Untuk rasa lebih meresap, bisa diamkan hingga 1–2 jam atau semalaman jika ingin dimasak keesokan hari.
3. Persiapan Pelapis
• Siapkan 2 wadah: satu untuk telur kocok, satu untuk campuran tepung terigu dan tepung maizena.
• Tambahkan bumbu tambahan ke dalam tepung, seperti lada bubuk, paprika bubuk, atau oregano, agar ayam lebih harum dan berwarna menarik.
• Jika ingin ekstra renyah, siapkan tepung roti (bread crumbs) di wadah terpisah.
4. Pelapisan Ayam
• Celupkan potongan ayam yang sudah dimarinasi ke dalam telur kocok.
• Gulingkan ayam di atas campuran tepung hingga seluruh permukaan tertutup rata.
• Untuk hasil lebih renyah, lakukan double coating: celupkan kembali ke telur lalu gulingkan di tepung atau bread crumbs.
• Pastikan seluruh bagian ayam terlapisi rata agar gorengan tidak ada bagian yang gosong atau kurang renyah.
5. Penggorengan
• Panaskan minyak dalam wajan atau penggorengan deep frying hingga suhu sekitar 170–180°C.
• Gunakan minyak yang cukup banyak agar ayam bisa terendam sepenuhnya dan matang merata.
• Masukkan potongan ayam secara perlahan agar tidak saling menempel.
• Goreng ayam hingga berwarna keemasan dan renyah, biasanya sekitar 10–15 menit, tergantung ukuran potongan ayam.
• Angkat ayam dan tiriskan di atas kertas tisu untuk mengurangi minyak berlebih.
o Tips: Jangan terlalu sering dibolak-balik saat menggoreng agar lapisan tepung tidak rontok.
6. Penyajian
• Sajikan ayam crispy panas agar tekstur renyah tetap terjaga.
• Bisa ditambah dengan saus favorit, seperti saus sambal, mayones, atau saus keju.
• Untuk variasi, taburi dengan bubuk bawang putih atau parsley kering agar tampilan lebih menarik.
7. Tips Tambahan Agar Ayam Crispy Maksimal
• Pastikan ayam tidak terlalu basah sebelum dilapisi tepung.
• Gunakan tepung maizena atau bread crumbs untuk tekstur lebih ringan dan renyah.
• Minyak harus panas saat menggoreng agar ayam tidak menyerap terlalu banyak minyak.
• Diamkan ayam yang sudah digoreng sebentar sebelum disajikan agar uap panas tidak membuat tepung lembek.
• Double coating dan bumbu tepung yang merata akan membuat ayam lebih gurih dan kriuk tahan lama.

Tujuan Kegiatan Pelatihan Praktik Membuat Ayam Crispy
1. Meningkatkan Keterampilan Kuliner Anggota DWP
o Memberikan kesempatan kepada anggota DWP untuk mempelajari teknik memasak ayam crispy yang renyah dan lezat.
o Membekali anggota dengan kemampuan praktis dalam mengolah bahan makanan menjadi produk kuliner siap saji yang menarik.
o Mengasah kreativitas anggota dalam meracik bumbu, memilih bahan berkualitas, dan teknik pengolahan agar menghasilkan rasa dan tekstur optimal.
2. Mendorong Kemandirian Ekonomi Anggota
o Memberikan wawasan tentang peluang usaha kecil berbasis makanan rumahan.
o Membekali anggota dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri, seperti bisnis katering, camilan, atau menu jajanan kekinian.
o Menjadi langkah awal dalam memanfaatkan keterampilan kuliner sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
3. Meningkatkan Pengetahuan tentang Teknik Memasak yang Sehat dan Higienis
o Mengajarkan praktik pengolahan ayam yang aman dari segi kebersihan, suhu penggorengan, dan penyimpanan.
o Membekali anggota dengan tips dan trik agar hasil gorengan tetap renyah tanpa berlebihan menyerap minyak, sehingga lebih sehat dan ekonomis.
4. Mempererat Silaturahmi dan Kerjasama Antaranggota DWP
o Melalui kegiatan praktik bersama, anggota dapat saling berinteraksi, bertukar pengalaman, dan mendukung satu sama lain.
o Mendorong terciptanya suasana kebersamaan yang hangat dan interaktif selama pertemuan rutin.
o Memupuk rasa solidaritas dan kekompakan anggota dalam kegiatan pemberdayaan perempuan.
5. Mendorong Kreativitas dalam Penyajian dan Inovasi Kuliner
o Memberikan inspirasi bagi anggota untuk mengembangkan variasi ayam crispy dengan bumbu, saus, atau teknik penyajian berbeda.
o Membuka peluang inovasi produk kuliner yang menarik untuk konsumsi pribadi maupun pasar lokal.
6. Meningkatkan Peran Aktif DWP dalam Pemberdayaan Perempuan
o Menunjukkan kontribusi nyata DWP Pemkot Batu dan DWP Kecamatan Batu dalam meningkatkan keterampilan anggota.
o Menjadi sarana edukatif untuk memotivasi anggota agar terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri.
o Menguatkan posisi DWP sebagai organisasi yang mendukung pemberdayaan perempuan melalui kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Perhubungan
8514-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu mengikuti Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Tahun 2026 dengan pengisian materi Praktek membuat ayam crispy dari DWP Kota Batu
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal/Informal-Pelatihan/Kursus

Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu;
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026;
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu;
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai;
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Dian Fachroni Kurniawan), Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Eviyanti Hudono) dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Wahyuningsih);
6.Peserta : seluruh Ketua Dharma Wanita Persatuan se Kota Batu dan anggota yang ditugaskan;
7. Acara : Praktek membuat ayam crispy

Tujuan diadakannya pelatihan pembuatan ayam crispy bagi ibu-ibu Dharma Wanita:
1. Meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota
Memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pengolahan makanan, khususnya pembuatan ayam crispy.
2. Mendorong kemandirian dan pemberdayaan ekonomi keluarga
Keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha rumahan untuk menambah penghasilan keluarga.
3. Menumbuhkan jiwa wirausaha
Melatih anggota agar memiliki semangat berusaha, inovatif, dan mampu melihat peluang ekonomi di lingkungan sekitar.
4. Mengisi kegiatan organisasi secara produktif
Menjadikan kegiatan Dharma Wanita lebih bermanfaat, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan anggota.
5. Meningkatkan kualitas konsumsi keluarga
Anggota mampu menyajikan makanan yang higienis, bergizi, dan ekonomis bagi keluarga.
6. Mempererat kebersamaan antaranggota
Melalui kegiatan pelatihan, tercipta suasana kebersamaan, kerja sama, dan saling berbagi pengalaman.

Tujuan diadakannya Pelatihan pembuatan ayam crispy bagi ibu-ibu Dharma Wanita:
1. Peningkatan Keterampilan dan Pengetahuan
Ibu-ibu memperoleh keterampilan baru dalam mengolah makanan, khususnya teknik pembuatan ayam crispy yang higienis, enak, dan bernilai jual. Pengetahuan ini dapat terus dikembangkan untuk variasi menu lainnya.
2. Peluang Usaha dan Peningkatan Ekonomi Keluarga
Keterampilan membuat ayam crispy dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha rumahan. Hal ini berpotensi menambah penghasilan keluarga dan mendukung kemandirian ekonomi perempuan.
3. Pemberdayaan Perempuan
Pelatihan ini mendorong ibu-ibu Dharma Wanita untuk lebih percaya diri, kreatif, dan produktif. Mereka tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga mampu berkontribusi secara ekonomi dan sosial.
4. Meningkatkan Kebersamaan dan Solidaritas
Kegiatan pelatihan menjadi sarana silaturahmi, mempererat hubungan antaranggota Dharma Wanita, serta menumbuhkan kerja sama dan kekompakan dalam organisasi.
5. Pemanfaatan Waktu Luang Secara Positif
Pelatihan memberikan kegiatan yang bermanfaat dan produktif, sehingga waktu luang dapat dimanfaatkan untuk hal yang bernilai dan mendukung pengembangan diri.
6. Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan
Melalui pelatihan ini, ibu-ibu dilatih untuk berpikir kreatif, inovatif, dan berorientasi pada peluang pasar, sehingga dapat menumbuhkan semangat wirausaha.
7. Mendukung Program Organisasi
Kegiatan pelatihan sejalan dengan tujuan Dharma Wanita dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta kesejahteraan keluarga.

KesimpulanTujuan diadakannya Pelatihan pembuatan ayam crispy bagi ibu-ibu Dharma Wanita adalah:
Pelatihan pembuatan ayam crispy yang diadakan bagi ibu-ibu Dharma Wanita memberikan manfaat yang positif dan nyata. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah makanan secara praktis dan bernilai jual, tetapi juga membuka peluang usaha rumahan yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Selain itu, pelatihan ini mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan, kreativitas, serta rasa percaya diri ibu-ibu Dharma Wanita. Melalui kegiatan ini, terjalin pula kebersamaan, kerja sama, dan solidaritas antaranggota, sehingga mendukung tujuan organisasi Dharma Wanita dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
8614-01-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal-Informal

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Seluruh anggota DWP Kota Batu
7. Acara : Pertemuan Rutin DWP dengan Pengisian acara Praktek Membuat Ayam Crispy

Praktek Mmebuat Ayam Crispy dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Batu

Kegiatan praktik membuat ayam crispy merupakan salah satu bentuk kegiatan peningkatan keterampilan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang bertujuan untuk membekali anggota dengan kemampuan praktis di bidang tata boga. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong kreativitas, kemandirian, serta pengembangan potensi ekonomi keluarga melalui keterampilan memasak yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pengurus DWP yang menyampaikan sambutan serta tujuan pelaksanaan praktik memasak ayam crispy. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan anggota, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan semangat produktif di kalangan anggota DWP.

Selanjutnya, narasumber atau instruktur memasak memberikan penjelasan awal mengenai bahan-bahan yang diperlukan, alat yang digunakan, serta tahapan pembuatan ayam crispy yang benar. Penjelasan meliputi pemilihan bahan ayam yang segar, komposisi bumbu marinasi, teknik pelapisan tepung agar menghasilkan tekstur crispy yang renyah, serta tips penggorengan yang tepat agar ayam matang sempurna, tidak terlalu berminyak, dan tetap lezat.

Setelah pemaparan teori singkat, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan ayam crispy. Para anggota DWP dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil agar setiap peserta dapat terlibat secara aktif. Masing-masing kelompok mempersiapkan bahan, membersihkan ayam, melakukan proses marinasi, melapisi ayam dengan adonan tepung, hingga proses penggorengan. Instruktur mendampingi setiap kelompok untuk memberikan arahan dan koreksi apabila terdapat kesalahan dalam proses pengolahan.

Selama praktik berlangsung, suasana kegiatan terlihat sangat antusias dan interaktif. Anggota DWP saling bekerja sama, berdiskusi, dan bertukar pengalaman terkait teknik memasak yang pernah dilakukan sebelumnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi tips dan trik agar hasil ayam krispi lebih renyah dan tahan lama, baik untuk konsumsi keluarga maupun untuk dijual.

Setelah proses penggorengan selesai, hasil ayam crispy dari masing-masing kelompok ditata dan dilakukan sesi evaluasi bersama. Instruktur memberikan penilaian terhadap tekstur, rasa, warna, dan tingkat kematangan ayam. Anggota DWP juga diberikan kesempatan untuk mencicipi hasil masakan dan menyampaikan pendapat serta pengalaman selama mengikuti praktik. Dari sesi ini, peserta memperoleh banyak masukan yang bermanfaat untuk perbaikan hasil masakan ke depannya.

Sebagai penutup, pengurus DWP menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan instruktur atas partisipasi dan kerja sama yang baik selama kegiatan berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan praktik membuat ayam crispy ini, anggota DWP dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan keterampilan memasak, serta membuka peluang usaha kecil yang dapat membantu perekonomian keluarga.

Kegiatan praktik membuat ayam crispy ini menjadi salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat, edukatif, dan inspiratif bagi anggota DWP, serta sejalan dengan upaya DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya kaum perempuan, agar lebih mandiri, kreatif, dan produktif.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: DP3AP2KB
BIDANG : EKONOMI
8710-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Ekonomi
Program : Kegiatan Usaha
Kegiatan : Bazaar.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis , 12 Maret 2026
3. Tempat : Pendopo Balai Kota Batu
4. Pukul : 08.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum dan ASN di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu
7. Acara : Bazaaar

Kehadiran anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum Kota Batu dalam kegiatan bazar yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada tanggal 10 Maret 2026 merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung program organisasi sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota. Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Balai Kota Batu ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran DWP sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Sejak pagi hari, suasana di Pendopo Balai Kota Batu telah dipenuhi oleh para peserta bazar, panitia, serta pengunjung yang datang dari berbagai kalangan. Beragam stan telah disiapkan dengan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari makanan dan minuman khas daerah, kerajinan tangan, produk UMKM, hingga kebutuhan rumah tangga. Penataan stan yang rapi dan menarik menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang hadir.

Anggota DWP Bagian Umum Kota Batu hadir dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Mereka tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai pendukung aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi yang kuat antarbagian dalam tubuh organisasi DWP, sekaligus menunjukkan kesiapan untuk berkontribusi dalam setiap kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bazar ini memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk mendukung pemberdayaan ekonomi anggota dan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah. Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk mempromosikan dan menjual produk mereka secara langsung kepada masyarakat. Hal ini tentu menjadi peluang yang sangat baik untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Selain itu, bazar juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kreativitas dan inovasi para anggota DWP dalam menghasilkan berbagai produk yang bernilai ekonomis. Banyak produk yang ditampilkan merupakan hasil karya anggota sendiri, seperti aneka kue tradisional, makanan olahan, serta kerajinan tangan yang unik dan menarik. Hal ini menunjukkan bahwa anggota DWP memiliki potensi besar dalam bidang kewirausahaan yang dapat terus dikembangkan.

Selama kegiatan berlangsung, interaksi antara penjual dan pembeli berlangsung dengan hangat dan penuh keakraban. Para pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga untuk bersosialisasi dan menikmati suasana kebersamaan yang tercipta. Suasana yang meriah namun tetap tertib mencerminkan keberhasilan panitia dalam mengelola kegiatan dengan baik.

Anggota DWP Bagian Umum Kota Batu juga memanfaatkan kesempatan ini untuk saling bertukar pengalaman dan informasi, terutama terkait pengelolaan usaha dan pengembangan produk. Diskusi ringan yang terjadi di sela-sela kegiatan menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi seluruh peserta. Dengan demikian, kegiatan bazar ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga memberikan nilai edukatif bagi para anggotanya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil dari kerja keras dan koordinasi yang baik antara panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Persiapan yang matang, mulai dari perencanaan, penataan lokasi, hingga pelaksanaan, menjadi kunci utama terselenggaranya kegiatan yang sukses. Dukungan dari berbagai pihak juga turut berperan dalam menyukseskan acara ini.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan bazar ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor UMKM. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para pelaku usaha dapat semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. DWP sebagai organisasi yang menghimpun istri ASN memiliki peran strategis dalam mendukung upaya tersebut.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antaranggota. Melalui kegiatan bersama, hubungan antaranggota menjadi semakin erat, sehingga tercipta suasana organisasi yang harmonis dan solid. Hal ini tentu sangat penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program-program organisasi di masa mendatang.

Kehadiran anggota DWP Bagian Umum Kota Batu dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan moral bagi panitia penyelenggara. Partisipasi aktif yang ditunjukkan menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh pihak untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat. Semangat kebersamaan yang tercipta menjadi nilai positif yang patut dipertahankan.

Di sisi lain, kegiatan bazar ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri anggota dalam menampilkan produk dan hasil karya mereka. Kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen memberikan pengalaman berharga dalam memahami kebutuhan pasar serta meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Hal ini merupakan langkah penting dalam proses pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, DWP Kota Batu juga berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang aktif, produktif, dan peduli terhadap perkembangan ekonomi anggotanya. Peran aktif yang ditunjukkan dalam berbagai kegiatan menjadi bukti bahwa DWP tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ke depan, diharapkan kegiatan bazar seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan inovasi yang lebih beragam. Misalnya dengan menghadirkan pelatihan kewirausahaan, workshop pengembangan produk, atau kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pemasaran. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan dapat semakin optimal.

Anggota DWP Bagian Umum Kota Batu juga diharapkan dapat terus meningkatkan partisipasi dan kontribusinya dalam setiap kegiatan organisasi. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah terjalin dengan baik perlu terus dipupuk agar organisasi semakin solid dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk turut serta dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Dengan semakin banyak pihak yang terlibat, maka dampak positif yang dihasilkan akan semakin luas dan signifikan. Kolaborasi menjadi kunci penting dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Secara keseluruhan, kegiatan bazar yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada tanggal 10 Maret 2026 di Pendopo Balai Kota Batu berjalan dengan sukses dan memberikan banyak manfaat. Partisipasi aktif anggota DWP Bagian Umum Kota Batu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat untuk terus berkembang semakin tertanam dalam diri setiap anggota. DWP sebagai organisasi kemasyarakatan terus menunjukkan perannya sebagai wadah yang tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di berbagai bidang.

Dengan semangat yang telah terbangun, diharapkan seluruh anggota DWP dapat terus berinovasi dan berkontribusi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Dukungan yang konsisten dari seluruh pihak akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan tujuan organisasi, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat secara keseluruhan.

Akhirnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama, komitmen, dan semangat kebersamaan, setiap program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan hasil yang lebih optimal dan berdampak luas bagi masyarakat.


Program: Bazaar
Pelaksana: BAGIAN UMUM
8804-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang: Ekonomi
Program: Kegiatan Usaha - Bazaar

Keterangan Program:
1. Undangan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu
2. Hari / Tanggal: Rabu, 4 Maret 2026
3. Tempat: Jl. Utomo Rejo RW 03 Kelurahan Sisir
4. Pukul: 08.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir: Ketua DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu (Ny. Febri Hendry S.) dan anggota (Ny. Fitri Gusti)
6. Peserta: Masyarakat Kota Batu
7. Acara: Menghadiri Gerakan Pangan Murah

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu ikut memeriahkan Giat Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu dalam rangka menyambut Idul Fitri dengan bahan pokok terjangkau. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari yang tersebar di 3 Kecamatan di Kota Batu.

Tujuan Gerakan Pangan Murah ini adalah:
1. Harga Stabil. Mencegah lonjakan harga bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri.
2. Akses mudah. Mendekatkan ketersediaan pangan langsung ke berbagai titik desa.
3. Ketahanan pangan. Memastikan kebutuhan nutrisi warga Kota Batu tercukupi dengan baik.

Sedangkan tujuan ikutnya Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu dalam Gerakan Pangan Murah adalah:
1. Mendukung program pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
2. Membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, terutama kebutuhan pokok sehari-hari.
3. Meningkatkan peran aktif anggota DWP dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di bidang pangan.
4. Mempererat sinergi dan kerja sama antara Dharma Wanita Persatuan dengan instansi pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
5. Meningkatkan kepedulian sosial anggota terhadap kondisi ekonomi masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat secara langsung.

Kegiatan yang rutin diselenggarakan dalam menyambut Idul Fitri ini melibatkan Bulog sebagai penyedia bahan pangan pokok berupa beras, minyak dan beras. Selain melibatkan distributor bahan pokok, juga melibatkan petani lokal untuk menyediakan produk hortikultura berupa sayuran dan buah-buahan, serta Kelompok Wanita Tani dan UMKM yang menyediakan produk turunan atau olahan. Dalam kegiatan ini dibagikan voucher dan doorprize yang ditujukan untuk beberapa warga miskin yang telah diusulkan oleh kelurahan setempat.


Program: Bazaar
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
8927-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu melaksanakan program kegiatan
Bidang : Ekonomi
Program : Kegiatan Usaha - Catering

Keterangan Program :
1. Program Kegiatan DWP Dinas Pariwisata
2. Hari / Tanggal : Jumat, 27 Pebruari 2026
3. Tempat : Kantor Dinas Pariwisata
4. Pukul : 13.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Seluruh Anggota DWP Dinas Pariwisata Bidang Ekonomi
6. Peserta : Seluruh Anggota DWP Dinas Pariwisata Bidang Ekonomi
7. Acara : Membuat es buah untuk Takjil sekaligus di packing

Maksud dan Tujuan Secara Panjang dan Luas Pembuatan Es Buah untuk Takjil
Pembuatan es buah untuk takjil merupakan kegiatan menyiapkan minuman segar berbahan dasar aneka buah yang disajikan untuk berbuka puasa, khususnya pada bulan Ramadan. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh individu, keluarga, organisasi, sekolah, maupun komunitas sebagai bagian dari program berbagi takjil atau konsumsi bersama saat berbuka puasa.
Maksud Pembuatan Es Buah untuk Takjil
Maksud dari pembuatan es buah untuk takjil adalah untuk menyediakan minuman yang menyegarkan, bergizi, dan layak konsumsi bagi masyarakat atau anggota kelompok yang menjalankan ibadah puasa. Selain sebagai pelepas dahaga setelah seharian berpuasa, es buah juga menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial.
Secara lebih luas, maksud kegiatan ini meliputi:
1. Menyediakan menu berbuka yang sehat dan menyegarkan
Es buah mengandung vitamin dan nutrisi dari berbagai jenis buah yang baik untuk memulihkan energi.
2. Mendukung kegiatan sosial berbagi takjil
Pembuatan es buah sering menjadi bagian dari program pembagian takjil kepada masyarakat.
3. Menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong
Proses pembuatan biasanya dilakukan bersama-sama sehingga mempererat hubungan antar anggota.
4. Melatih keterampilan pengolahan makanan dan minuman
Kegiatan ini juga dapat menjadi sarana edukasi dalam hal kebersihan, pengolahan, dan penyajian makanan
5. Mengamalkan nilai kepedulian dan berbagi
Pembuatan es buah untuk dibagikan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama
Tujuan Pembuatan Es Buah untuk Takjil
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan manfaat secara langsung kepada penerima takjil sekaligus membangun nilai sosial dan keagamaan dalam masyarakat
Adapun tujuan secara rinci antara lain
1. Memberikan asupan cairan dan nutrisi saat berbuka puasa
Es buah membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa
2. Meningkatkan kualitas menu takjil
Menyediakan pilihan minuman yang tidak hanya manis, tetapi juga bernutrisi
3. Mendorong partisipasi aktif anggota organisasi atau komunitas
Kegiatan ini melibatkan kerja sama, pembagian tugas, dan tanggung jawab bersama
4. Menanamkan nilai kebersihan dan higienitas dalam pengolahan makanan
Proses pembuatan dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan agar aman dikonsumsi.
5. Mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat
Melalui kegiatan berbagi es buah, tercipta suasana kebersamaan dan keharmonisan.
6. Mendapatkan keberkahan di bulan suci
Memberi makan dan minum kepada orang yang berpuasa merupakan amalan yang bernilai ibadah
Kesimpulan

Secara panjang dan luas, pembuatan es buah untuk takjil bukan sekadar kegiatan menyiapkan minuman berbuka puasa, melainkan juga sarana memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong. Kegiatan ini memberikan manfaat kesehatan, sosial, serta spiritual, khususnya dalam momentum bulan Ramadan


Program: Catering
Pelaksana: Dinas Pariwisata
9012-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Ekonomi
Program : Kegiatan Usaha
Kegiatan : Bazaar.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa , 10 Pebruari 2026
3. Tempat : Pendopo Balai Kota Batu
4. Pukul : 08.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum dan ASN di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu
7. Acara : Bazaaar

Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang sosial, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga. Salah satu bentuk nyata peran tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan di tingkat kota. Dalam rangka mendukung program kerja tersebut, anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu turut menghadiri kegiatan bazar yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada tanggal 10 Pebruari 2026. Kegiatan ini bertempat di Pendopo Balai Kota Batu dan berlangsung dengan meriah, tertib, serta penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan bazar ini merupakan salah satu agenda rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu yang bertujuan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi anggota, memperkenalkan produk-produk unggulan lokal, serta mempererat silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Selain itu, bazar ini juga menjadi sarana promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh anggota Dharma Wanita Persatuan dan masyarakat sekitar.

Bazar rutin DWP akan dilaksanakan pada hari selasa tgl 10 Februari,

Kehadiran anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program kerja Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, khususnya dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan. Melalui kegiatan bazar ini, diharapkan dapat tercipta ruang bagi anggota untuk saling mendukung, berbagi pengalaman, serta meningkatkan motivasi dalam mengembangkan usaha dan kreativitas masing-masing.

Acara bazar secara resmi dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan bazar ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian anggota, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan antaranggota Dharma Wanita Persatuan. Beliau juga mengapresiasi partisipasi aktif seluruh anggota, termasuk anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu, yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk menghadiri serta menyukseskan kegiatan ini.

Anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu mengikuti rangkaian kegiatan bazar dengan penuh semangat. Selain mengunjungi berbagai stan bazar, para anggota juga turut berinteraksi dengan peserta bazar lainnya, baik sebagai pembeli maupun sebagai pendukung kegiatan. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan.

Beragam produk yang ditampilkan dalam bazar ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Produk-produk tersebut sebagian besar merupakan hasil karya anggota Dharma Wanita Persatuan dan pelaku UMKM lokal yang memiliki kualitas dan kreativitas tinggi. Anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu tampak antusias mengapresiasi dan membeli produk-produk tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan ekonomi anggota dan masyarakat.

Selain sebagai ajang promosi produk, kegiatan bazar ini juga menjadi sarana edukasi bagi anggota Dharma Wanita Persatuan. Melalui kegiatan ini, para anggota dapat belajar mengenai strategi pemasaran, pengemasan produk, serta pengelolaan usaha secara sederhana namun efektif. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi anggota untuk mengembangkan potensi diri dan keluarga melalui kegiatan ekonomi kreatif.

Partisipasi anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu dalam kegiatan bazar ini sejalan dengan visi dan misi organisasi Dharma Wanita Persatuan, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarga ASN agar lebih mandiri dan sejahtera. Kehadiran dan keterlibatan aktif anggota menunjukkan komitmen dalam mendukung setiap program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Suasana Pendopo Balai Kota Batu selama kegiatan bazar berlangsung terasa hidup dan penuh keceriaan. Tawa dan obrolan hangat terdengar di antara para anggota yang saling bertukar cerita dan pengalaman. Kebersamaan ini menjadi nilai tambah dari kegiatan bazar, karena tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan hubungan sosial antaranggota Dharma Wanita Persatuan.

Anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jaringan dan menjalin komunikasi dengan anggota dari bagian dan instansi lain. Melalui interaksi tersebut, diharapkan dapat terbangun sinergi yang baik dalam mendukung berbagai kegiatan Dharma Wanita Persatuan di masa mendatang. Kebersamaan yang terjalin menjadi modal penting dalam menciptakan organisasi yang solid dan harmonis.

Kegiatan bazar ini mendapat respons positif dari para peserta dan pengunjung. Banyak di antara mereka yang berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan konsep yang lebih variatif dan inovatif. Anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu menyambut baik harapan tersebut dan siap untuk terus mendukung serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.

Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan bazar ini juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Melalui kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan diajak untuk saling peduli dan mendukung satu sama lain. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas tercermin dalam setiap rangkaian kegiatan bazar. Hal ini sejalan dengan tujuan Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan kebersamaan.

Anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu mengapresiasi kerja keras panitia dalam menyelenggarakan kegiatan bazar ini. Persiapan yang matang, pengaturan stan yang rapi, serta koordinasi yang baik antar panitia membuat kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Keberhasilan pelaksanaan bazar ini tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan seluruh pihak yang terlibat.
Kehadiran anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu dalam kegiatan bazar ini juga menjadi wujud dukungan terhadap program Pemerintah Kota Batu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan mempromosikan produk-produk UMKM, kegiatan bazar ini turut berkontribusi dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha kecil dan menengah di Kota Batu.

Melalui kegiatan bazar ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri dan keluarga, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga dalam menjalankan peran sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan yang aktif, kreatif, dan berdaya.

Secara keseluruhan, kegiatan bazar yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada tanggal 10 Pebruari 2026 di Pendopo Balai Kota Batu berlangsung dengan sukses dan memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh peserta. Anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu telah menunjukkan partisipasi dan dukungan yang positif dalam kegiatan ini, sehingga turut berkontribusi dalam menyukseskan acara.

Dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu berkomitmen untuk terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan Dharma Wanita Persatuan di masa mendatang. Kegiatan bazar ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat Kota Batu.

Melalui kegiatan-kegiatan positif seperti bazar ini, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Kota Batu optimis dapat terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan penguatan peran perempuan. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi modal penting untuk mewujudkan Dharma Wanita Persatuan yang solid, mandiri, dan berdaya saing.


Program: Bazaar
Pelaksana: BAGIAN UMUM
9114-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Junrejo menghadiri kegiatan
Bidang : Ekonomi
Program Kerja : Ekonomi Produktif
Kegiatan : Pelatihan/Kursus
Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua Bidang Pendidikan dan Soaial Budaya
6. Acara : Pertemuan Rutin DWP Kota Batu Bulan Januari

Pagi yang cerah di Kota Batu pada tanggal 14 Januari 2026 menjadi saksi bisu kehangatan silaturahmi antara pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Kota Batu. Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu yang asri dan megah, rombongan DWP Kecamatan Junrejo hadir dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti agenda pertemuan rutin bulanan. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan formal, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan mempererat jejaring persaudaraan antar-istri aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Batu.

Suasana pendopo tampak berbeda dari biasanya, di mana aroma bumbu dapur yang menggugah selera mulai tercium sejak acara dibuka. Pertemuan kali ini terasa sangat spesial karena fokus pada peningkatan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan rumah tangga. DWP Kecamatan Junrejo, dengan seragam batiknya yang khas, tampak berbaur akrab dengan peserta lain, menciptakan atmosfer yang inklusif dan penuh semangat kekeluargaan sebelum acara inti dimulai oleh jajaran pengurus kota.

Momentum pertemuan rutin ini menjadi kian bermakna karena adanya sesi berbagi ilmu yang dipandu oleh tim DWP Kecamatan Batu. Agenda utama yang dinanti-nantikan adalah "Praktek Pembuatan Ayam Krispi," sebuah menu sejuta umat yang seringkali dianggap sederhana namun memerlukan teknik khusus untuk mendapatkan tekstur yang sempurna. Tim dari Kecamatan Batu dengan telaten mendemonstrasikan setiap tahapan, mulai dari pemilihan bagian ayam yang segar, teknik marinasi agar bumbu meresap hingga ke tulang, hingga rahasia penepungan yang menghasilkan lapisan renyah tahan lama.

Pemilihan menu ayam krispi ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Panitia penyelenggara menyadari sepenuhnya bahwa Bulan Suci Ramadhan 1447 H hanya tinggal menyisakan waktu kurang lebih 35 hari lagi. Hitung mundur menuju bulan puasa ini menjadi pengingat bagi para ibu untuk mulai mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun manajemen dapur. Di tengah kesibukan mendampingi suami dan mengurus rumah tangga, para anggota DWP dituntut untuk memiliki strategi memasak yang efisien namun tetap mengedepankan kualitas gizi bagi keluarga.

Bagi seorang ibu, tantangan terbesar saat Ramadhan seringkali muncul pada waktu sahur atau saat menyiapkan buka puasa dalam kondisi lelah. Olahan ayam krispi hadir sebagai solusi menu "sat-set" atau masakan cepat saji buatan rumah yang sehat. Dengan mempelajari teknik yang benar, para ibu di Kecamatan Junrejo kini memiliki alternatif menu yang tidak hanya praktis diolah secara mendadak, tetapi juga dijamin kebersihan dan kualitas bahan bakunya dibandingkan jika membeli produk instan atau cepat saji di luar sana.

Lebih jauh lagi, menu ayam krispi dipilih karena merupakan salah satu makanan yang paling digemari oleh anak-anak. Mengingat anak-anak seringkali sulit untuk menjaga nafsu makan saat pertama kali belajar berpuasa, sajian yang menarik secara visual dan rasa seperti ayam renyah diharapkan mampu meningkatkan semangat mereka saat bersantap. Anggota DWP Kecamatan Junrejo tampak mencatat dengan saksama tips agar ayam tetap empuk di dalam dan kaku di luar, memastikan bahwa masakan mereka nantinya akan menjadi primadona di meja makan rumah masing-masing.

Selama praktik berlangsung, interaksi antara DWP Kecamatan Junrejo dan instruktur dari Kecamatan Batu terlihat sangat dinamis. Terjadi dialog dua arah mengenai jenis tepung yang paling baik digunakan hingga suhu minyak yang ideal agar ayam matang merata tanpa gosong. Semangat belajar ini menunjukkan bahwa peran ibu-ibu DWP saat ini telah bertransformasi; mereka tidak hanya menjadi pendukung karier suami, tetapi juga menjadi manajer rumah tangga yang cerdas dan adaptif terhadap perkembangan tren kuliner yang sehat.

Namun, visi dari kegiatan ini ternyata tidak berhenti di dapur rumah tangga saja. Ada pesan pemberdayaan ekonomi yang kuat di balik setiap potongan ayam krispi yang dipraktikkan. Kegiatan ini digagas agar mampu menjadi bekal bagi ibu-ibu yang memiliki jiwa enterpreneur untuk mencoba peruntungan di bidang wirausaha kuliner. Dengan modal yang relatif terjangkau dan pangsa pasar yang sangat luas, keterampilan membuat ayam krispi standar restoran ini diharapkan bisa menjadi peluang usaha sampingan yang menjanjikan bagi anggota DWP.

Pihak penyelenggara menekankan bahwa di era ekonomi kreatif saat ini, seorang ibu harus mampu melihat peluang sekecil apapun untuk membantu perekonomian keluarga tanpa meninggalkan kewajiban utamanya. Ayam krispi hasil praktik ini bisa dikembangkan menjadi bisnis katering kecil-kecilan, jualan sistem pre-order (PO), atau bahkan menjadi bekal jualan di pasar takjil saat Ramadhan nanti. Hal ini selaras dengan misi DWP untuk mewujudkan kesejahteraan anggota melalui kemandirian ekonomi yang berbasis pada keterampilan praktis.

Pertemuan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu sore itu diakhiri dengan sesi mencicipi bersama dan evaluasi hasil praktik. Anggota DWP Kecamatan Junrejo pulang dengan membawa pulang bukan hanya perut yang kenyang, tetapi juga ilmu baru dan motivasi yang meluap. Mereka siap menyambut Ramadhan dengan senyuman, berbekal resep ayam krispi andalan yang siap disajikan untuk keluarga tercinta maupun menjadi langkah awal dalam merintis usaha kuliner yang mandiri dan berdaya saing. .


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Kecamatan Junrejo
9214-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Ekonomi
Program : Ekonomi Produktif - Pelatihan/Kursus

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Sri Suciati dan Ibu Metha Syeh Zaenal A.)
6. Peserta : 50 peserta
7. Acara : Praktek Membuat Ayam Crispy dari DWP Kec.Batu

Pelatihan/kursus adalah kegiatan belajar yang terstruktur dan terencana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, atau sikap seseorang dalam bidang tertentu, biasanya dalam waktu relatif singkat dan bersifat praktis.
Secara sederhana:
- Pelatihan : fokus pada peningkatan keterampilan praktis (misalnya pelatihan kerja, pelatihan software).
- Kursus : program pembelajaran yang bisa lebih luas, bisa teori dan praktik (misalnya kursus bahasa, kursus desain).
Ciri-cirinya antara lain:
- Ada tujuan pembelajaran yang jelas
- Materinya spesifik
- Bisa bersertifikat
- Dilakukan secara tatap muka atau online

Berikut manfaat pelatihan bagi anggota DWP (Dharma Wanita Persatuan) yang bisa digunakan untuk laporan, proposal, atau bahan presentasi:
1. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan
Anggota DWP memperoleh kemampuan baru, baik keterampilan praktis (wirausaha, kerajinan, digital) maupun pengetahuan organisasi.
2. Memberdayakan peran perempuan
Pelatihan mendorong anggota DWP lebih mandiri, percaya diri, dan aktif berkontribusi di keluarga maupun masyarakat.
3. Mendukung kesejahteraan keluarga
Keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga melalui usaha produktif.
4. Meningkatkan partisipasi dan solidaritas anggota
Kegiatan pelatihan mempererat kebersamaan, kerja sama, dan rasa memiliki dalam organisasi DWP.
5. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)
Anggota DWP menjadi lebih adaptif, kreatif, dan siap menghadapi perubahan sosial maupun teknologi.
6. Mendukung program dan visi organisasi DWP
Pelatihan membantu mewujudkan tujuan DWP dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.
7. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan organisasi
Anggota dilatih untuk lebih aktif, komunikatif, dan mampu mengambil peran dalam kegiatan organisasi

Pelatihan sangat penting bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) karena menjadi sarana utama untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat peran organisasi. Tingkat kepentingannya dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:
1. Pengembangan kapasitas anggota
Pelatihan membantu anggota DWP meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan sehingga lebih kompeten, mandiri, dan percaya diri.
2. Pemberdayaan perempuan dan keluarga
Melalui pelatihan, anggota DWP dapat berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan keluarga, baik secara ekonomi, pendidikan, maupun sosial.
3. Penguatan peran organisasi DWP
Anggota yang terlatih akan lebih aktif berpartisipasi dan mampu mendukung pelaksanaan program kerja DWP secara optimal.
4. Adaptasi terhadap perkembangan zaman
Pelatihan membekali anggota DWP dengan kemampuan baru, termasuk keterampilan digital dan kewirausahaan, agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
5. Peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan
Pelatihan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia DWP yang unggul, produktif, dan berdaya saing.
Kesimpulan:
Tanpa pelatihan, potensi anggota DWP tidak dapat berkembang secara maksimal. Oleh karena itu, pelatihan bukan hanya penting, tetapi strategis dan esensial bagi keberhasilan organisasi DWP dan peningkatan kesejahteraan anggotanya.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
9330-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Ekonomi
Program : Kegiatan Usaha - Bazaar

Keterangan Program :
1. Program Kegiatan DWP Dinas Pariwisata
2. Hari / Tanggal : Jumat, 30 Januari 2026
3. Tempat : Kantor Dinas Pariwisata
4. Pukul : 10.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Dinas Pariwisata
6. Peserta : Anggota DWP Dinas Pariwisata
7. Acara : Bazaar Produk Wardah

Maksud dan Tujuan Kegiatan Bazar Secara Luas
Maksud Kegiatan Bazar
Kegiatan bazar dimaksudkan sebagai sarana ekonomi, sosial, dan edukatif yang mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu ruang atau kegiatan terorganisir. Bazar bertujuan untuk memberikan wadah bagi pelaku usaha, masyarakat, atau kelompok tertentu untuk memasarkan produk, memperkenalkan karya, serta meningkatkan keterampilan dalam berwirausaha dan berinteraksi dengan konsumen.
Selain itu, bazar dimaksudkan sebagai media pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif, di mana peserta dapat belajar mengelola usaha, memahami selera pasar, serta meningkatkan kemampuan dalam promosi, pelayanan, dan manajemen penjualan. Bazar juga berfungsi sebagai ruang rekreasi dan hiburan yang positif bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan menarik di dalamnya.
Tujuan Kegiatan Bazar Secara Luas
Secara umum, tujuan kegiatan bazar meliputi beberapa aspek berikut:
1. Tujuan Ekonomi
Bazar bertujuan untuk:
a. Meningkatkan pendapatan pelaku usaha atau peserta.
b. Membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
c. Melatih keterampilan berjualan dan berwirausaha.
d. Memperkenalkan produk lokal atau karya kreatif kepada masyarakat luas.
2. Tujuan Sosial
Bazar bertujuan untuk:
a. Mempererat hubungan antaranggota komunitas atau masyarakat.
b. Membangun kerja sama dan solidaritas antarpeserta.
c. Menjadi sarana interaksi positif antara penjual dan pembeli.
d. Menciptakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
3. Tujuan Pendidikan dan Pengembangan Keterampilan
Melalui bazar, peserta diharapkan dapat:
a. Belajar mengelola usaha secara sederhana.
b. Memahami strategi pemasaran dan pelayanan pelanggan.
c. Mengembangkan kreativitas dalam penyajian produk.
d. Meningkatkan kepercayaan diri dalam berjualan dan berkomunikasi.
4. Tujuan Promosi dan Publikasi
Bazar juga bertujuan untuk:
a. Memperkenalkan produk, program, atau kegiatan tertentu kepada masyarakat.
b. Meningkatkan daya tarik dan citra positif suatu lembaga, sekolah, atau organisasi.
c. Menjadi sarana promosi yang efektif dan menarik.
Kesimpulan Singkat
Secara luas, kegiatan bazar bertujuan bukan hanya untuk berjualan, tetapi juga sebagai sarana pengembangan ekonomi, pendidikan, sosial, serta promosi yang dapat memberikan manfaat bagi peserta maupun masyarakat secara keseluruhan.


Program: Bazaar
Pelaksana: Dinas Pariwisata
9414-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas DAMKARMAT Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Ekonomi
Program : Ekomoni Produktif

Keterangan Program :
1.Kegiatan dari DWP Kota Batu
2.Hari/Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3.Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4.Pukul : 08.30 – selesai
5.Yang Bertugas Hadir : Ibu Eny Rudi
6.Peserta : 1 (satu) orang
7. Acara : Praktek Membuat Ayam Krispi dari DWP Kecamatan Batu

Ayam Krispi adalah salah satu menu makanan ayam yang populer di lingkungan sekitar, populer karena tekstur yang renyah pada bagian luar dan bagian dalam empuk dan gurih. Proses pembuatn ayam krispi memerlukan beberapa tahapan agar menghasilkan cita rasa dan kualiatas yang baik.
a.Bahan-bahan
Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan ayam krispi adalah daging ayam segar, biasanya bagian paha, dada, atau sayap. Selain itu, diperlukan bahan pelapis dan bumbu sebagai berikut:
-Tepung terigu
-Tepung maizena atau tepung tapioka
-Telur (opsional)
-Bawang putih halus
-Ketumbar bubuk
-Lada bubuk
-Garam
-Penyedap rasa secukupnya
-Air es
-Minyak goreng
b.Proses marinasi
Ayam yang telah dibersihkan dipotong sesuai ukuran, kemudian direndam dalam bumbu marinasi yang terdiri dari bawang putih, garam, lada, dan ketumbar. Proses marinasi dilakukan selama kurang lebih 30 menit hingga 1 jam agar bumbu meresap ke dalam daging, sehingga ayam memiliki rasa yang gurih hingga ke bagian dalam.
c.Pelapisan tepung
Setelah proses marinasi selesai, ayam dilapisi dengan campuran tepung terigu dan tepung maizena yang telah diberi bumbu. Ayam dicelupkan ke dalam air es atau telur, kemudian dibalur kembali dengan tepung sambil diremas ringan agar menghasilkan lapisan tepung yang tidak rata.
Teknik ini bertujuan untuk menciptakan tekstur krispi dan keriting setelah digoreng.
d.Proses penggorengan
Ayam yang telah dilapisi tepung digoreng dalam minyak panas dengan suhu sekitar 170–180°C. Penggorengan dilakukan hingga ayam berwarna kuning keemasan dan matang sempurna. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit tergantung ukuran ayam. Ayam kemudian diangkat dan ditiriskan untuk mengurangi kelebihan minyak.
2.Keunggulan Pembuatan Ayam Krispi
Ayam krispi memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya digemari oleh masyarakat dari berbagai usia.
Pertama, ayam krispi memiliki tekstur renyah di bagian luar yang berpadu dengan daging ayam yang lembut dan juicy di bagian dalam. Kombinasi ini memberikan sensasi makan yang menyenangkan.
Kedua, ayam krispi memiliki rasa yang gurih dan lezat karena penggunaan bumbu yang meresap hingga ke dalam daging serta lapisan tepung yang berbumbu.
Ketiga, ayam krispi mudah dikreasikan, baik dari segi rasa maupun penyajian. Ayam krispi dapat disajikan dengan berbagai jenis saus seperti saus sambal, saus keju, saus barbeque, dan saus lada hitam.
Keempat, ayam krispi memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak diminati, sehingga sering dijadikan menu utama dalam usaha kuliner, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran cepat saji.
Kelima, ayam krispi praktis dan fleksibel karena dapat disajikan sebagai lauk utama, camilan, maupun hidangan dalam berbagai acara.
3. Kandungan Gizi ayam krispi
Ayam krispi tidak hanya lezat, tetapi juga mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, meskipun konsumsinya tetap perlu dibatasi. Ayam krispi mengandung protein hewani yang cukup tinggi. Protein berperan penting dalam pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, serta pembentukan otot dan enzim.
Selain protein, ayam krispi juga mengandung lemak, terutama lemak dari daging ayam dan minyak goreng. Lemak berfungsi sebagai sumber energi, namun jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan.
Ayam krispi juga mengandung karbohidrat yang berasal dari lapisan tepung. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh.
Dari segi vitamin dan mineral, ayam krispi mengandung vitamin B kompleks (seperti vitamin B6 dan B12) yang berperan dalam metabolisme energi dan pembentukan sel darah merah. Selain itu, terdapat juga zat besi, fosfor, dan zinc yang penting untuk kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.
Namun demikian, karena proses pengolahannya melalui penggorengan, ayam krispi memiliki kandungan kalori dan lemak yang cukup tinggi. Oleh karena itu, ayam krispi sebaiknya dikonsumsi secara seimbang dan tidak berlebihan, serta diimbangi dengan sayur dan buah.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
9530-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Organisasi Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Ekonomi
Program : Ekonomi Produktif - Pelatihan

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Bagian Organisasi Kota Batu Jawa Timur
2. Hari / Tanggal : Rabu, 30 Januari 2026
3. Tempat : Ruang bagian Organisasi Lt III
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bagian Organisasi Kota Batu (Nur Rachma) dan seluruh anggota
6. Peserta : Ketua DWP dan anggota
7. Acara : Menghadiri DWP UP dengan pengisian Pembuatan Bunga dari Kawat Bulu

Berikut uraian manfaat, kegunaan, dan faedah dari pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dengan pengisian kegiatan pembuatan bunga dari kawat bulu sistematis, dan mudah dipahami**.

Manfaat, Kegunaan, dan Faedah Pertemuan DWP dengan Pengisian Pembuatan Bunga dari Kawat Bulu

Pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan wadah penting bagi para anggota untuk saling berinteraksi, berbagi pengetahuan, serta meningkatkan kualitas diri baik secara pribadi, sosial, maupun ekonomi. Salah satu bentuk pengisian kegiatan yang bernilai positif adalah **pelatihan atau praktik pembuatan bunga dari kawat bulu**. Kegiatan ini tidak hanya bersifat kreatif, tetapi juga memiliki berbagai manfaat, kegunaan, dan faedah yang luas bagi anggota DWP.

1. Manfaat bagi Pengembangan Keterampilan Anggota

Pembuatan bunga dari kawat bulu memberikan manfaat besar dalam **pengembangan keterampilan tangan (handicraft)** anggota DWP. Melalui kegiatan ini, anggota dapat:

* Melatih kreativitas dan imajinasi dalam mengolah bahan sederhana menjadi karya seni bernilai estetika. * Meningkatkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan dalam proses pembuatan bunga. * Menambah wawasan tentang kerajinan tangan yang mudah dipelajari dan dapat dikembangkan lebih lanjut.

Keterampilan ini sangat bermanfaat karena dapat menjadi bekal jangka panjang yang dapat terus diasah dan dikembangkan sesuai tren dan kebutuhan.

2. Kegunaan sebagai Sarana Pemberdayaan Ekonomi

Kegiatan pembuatan bunga dari kawat bulu memiliki kegunaan nyata dalam **pemberdayaan ekonomi keluarga**. Kerajinan ini:

* Dapat dijadikan peluang usaha rumahan dengan modal yang relatif kecil. * Memiliki nilai jual yang cukup baik, terutama untuk dekorasi rumah, hiasan acara, souvenir, dan hadiah. * Dapat diproduksi secara fleksibel tanpa mengganggu peran utama anggota DWP dalam keluarga.

Dengan keterampilan ini, anggota DWP berpeluang untuk menambah penghasilan, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta mendukung kesejahteraan keluarga.

3. Faedah dalam Mempererat Silaturahmi dan Kebersamaan

Pertemuan DWP dengan pengisian praktik langsung seperti ini memberikan faedah sosial yang sangat besar, antara lain:

* Menciptakan suasana pertemuan yang lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan.
* Mempererat hubungan silaturahmi antaranggota melalui kerja sama dan saling membantu selama proses pembuatan.
* Menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan solidaritas dalam organisasi.

Kegiatan yang dilakukan bersama-sama ini mampu mengurangi jarak antaranggota dan memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi DWP.

4. Manfaat bagi Kesehatan Mental dan Emosional

Pembuatan kerajinan tangan seperti bunga dari kawat bulu juga memberikan manfaat bagi **kesehatan mental dan emosional**, di antaranya:

* Menjadi sarana relaksasi dan pelepas stres dari rutinitas sehari-hari.
* Memberikan rasa puas dan bangga atas hasil karya yang dihasilkan sendiri.
* Meningkatkan rasa percaya diri karena mampu menciptakan sesuatu yang indah dan bermanfaat.

Kegiatan kreatif ini membantu anggota DWP merasa lebih bahagia, tenang, dan produktif.

5. Kegunaan sebagai Media Edukasi dan Inspirasi

Kegiatan ini juga berfungsi sebagai **media edukasi**, karena anggota:

* Belajar mengelola waktu, bahan, dan proses kerja secara efektif. * Mendapat inspirasi untuk menciptakan inovasi baru dari bahan sederhana. * Termotivasi untuk mengikuti atau mengadakan pelatihan serupa di lingkungan sekitar.

Hal ini menjadikan DWP sebagai organisasi yang aktif, kreatif, dan adaptif terhadap kebutuhan anggotanya.

6. Faedah dalam Mendukung Program

Pengisian pertemuan dengan pembuatan bunga dari kawat bulu sejalan dengan tujuan dan program DWP, yaitu:

* Meningkatkan kualitas sumber daya anggota. * Mendukung peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. * Mengembangkan potensi anggota agar lebih mandiri dan produktif.

Dengan demikian, kegiatan ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, tetapi memiliki nilai strategis dalam mendukung visi dan misi DWP.

Secara keseluruhan, pertemuan Dharma Wanita Persatuan dengan pengisian pembuatan bunga dari kawat bulu memberikan **manfaat keterampilan, kegunaan ekonomi, serta faedah sosial dan psikologis** yang sangat positif. Kegiatan ini mampu meningkatkan kreativitas, mempererat kebersamaan, membuka peluang usaha, serta mendukung kesejahteraan dan kemandirian anggota DWP. Oleh karena itu, kegiatan semacam ini sangat layak untuk terus dikembangkan dan dijadikan agenda rutin dalam pertemuan DWP.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: BAGIAN ORGANISASI
9614-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Organisasi Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Ekonomi
Program : Ekonomi Produktif-Demo Pembuatan Ayam Krispy

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu Jawa Timur
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Ruang Bina Praja Kota Batu
4. Pukul : 10.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bagian Organisasi Kota Batu (Nur Rachma) dan yang ditunjuk
6. Peserta : Ketua DWP dan Anggota yang mewakili
7. Acara : Menghadiri Demo Memasak Ayam Krispy dari DWP Kec Batu

:Berikut manfaat, faedah, dan kegunaan dari adanya demo pembuatan ayam krispy bagi ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP)** adalah SBB:
---

**Manfaat, Faedah, dan Kegunaan Demo Pembuatan Ayam Krispy bagi Ibu-Ibu DWP**

Demo pembuatan ayam krispy merupakan salah satu kegiatan edukatif dan produktif yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP). Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis di bidang kuliner, tetapi juga berperan dalam meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kemandirian ekonomi anggota. Adapun manfaat, faedah, dan kegunaannya dapat dijabarkan sebagai berikut:

**1. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Memasak**

Demo pembuatan ayam krispy memberikan pemahaman yang jelas dan langsung kepada ibu-ibu DWP mengenai teknik pengolahan ayam yang benar, mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas, proses marinasi, teknik pencampuran tepung, hingga cara menggoreng yang tepat agar menghasilkan ayam yang renyah di luar dan empuk di dalam. Pengetahuan ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas masakan sehari-hari di rumah.

**2. Menambah Variasi Menu Keluarga**

Dengan adanya demo ini, ibu-ibu DWP memperoleh ide dan inspirasi menu baru yang digemari oleh seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak. Ayam krispy dapat menjadi alternatif sajian yang praktis, lezat, dan bernilai gizi, sehingga mampu menghindarkan keluarga dari kebosanan terhadap menu yang itu-itu saja.

**3. Mendorong Kreativitas dan Inovasi Kuliner**

Kegiatan demo ini membuka wawasan ibu-ibu DWP untuk berkreasi dalam mengembangkan berbagai varian ayam krispy, baik dari segi rasa, bumbu, saus pendamping, maupun penyajian. Kreativitas ini dapat dikembangkan sesuai selera keluarga atau kebutuhan pasar, sehingga menghasilkan produk yang lebih menarik dan bernilai jual.

**4. Membuka Peluang Usaha dan Menambah Penghasilan**

Salah satu faedah penting dari demo pembuatan ayam krispy adalah memberikan peluang usaha rumahan bagi ibu-ibu DWP. Dengan modal yang relatif terjangkau dan bahan yang mudah diperoleh, keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha kecil, seperti usaha katering, warung makan, atau penjualan ayam krispy secara online maupun offline, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

**5. Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemandirian**

Kemampuan mengolah makanan dengan baik dan bernilai jual akan menumbuhkan rasa percaya diri bagi ibu-ibu DWP. Mereka menjadi lebih mandiri, produktif, dan termotivasi untuk terus belajar serta mengembangkan potensi diri melalui keterampilan yang dimiliki.

**6. Mempererat Kebersamaan dan Kekompakan Anggota DWP**

Demo pembuatan ayam krispy juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi dan kebersamaan antaranggota DWP. Melalui kegiatan praktik bersama, diskusi, dan saling berbagi pengalaman, terjalin komunikasi yang baik, suasana kekeluargaan, serta kekompakan yang semakin kuat dalam organisasi.

**7. Mendukung Program Pemberdayaan Perempuan**

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan DWP dalam memberdayakan perempuan agar lebih terampil, berdaya saing, dan berkontribusi positif bagi keluarga serta masyarakat. Demo pembuatan ayam krispy menjadi salah satu bentuk nyata peningkatan kapasitas perempuan di bidang keterampilan rumah tangga dan kewirausahaan.

**8. Pemanfaatan Waktu Luang Secara Produktif**

Dengan mengikuti demo ini, ibu-ibu DWP dapat memanfaatkan waktu luang secara lebih positif dan produktif. Kegiatan memasak tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana belajar dan peluang pengembangan diri yang bermanfaat jangka panjang.
---

Secara keseluruhan, demo pembuatan ayam krispy bagi ibu-ibu DWP memiliki manfaat, faedah, dan kegunaan yang sangat luas, baik dalam meningkatkan keterampilan individu, memperkuat peran ibu dalam keluarga, membuka peluang usaha, maupun mendukung tujuan organisasi dalam menciptakan anggota yang mandiri, kreatif, dan sejahtera.


Program: Demo
Pelaksana: BAGIAN ORGANISASI
9714-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu
Bidang : Ekonomi
Program : Pendidikan Non Formal-Pelatihan

Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB s/d selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Bidang Ekonomi (Ibu Mieke Ferrya dan Ibu Rini)
6. Peserta : 90 Orang, 45 DWP se-Kota Batu
7. Acara : Praktek Membuat Ayam Krispi dari Kecamatan Batu

Dalam rangka meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota Dharma Wanita Persatuan, khususnya di bidang ekonomi dan kewirausahaan, Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menyelenggarakan kegiatan pelatihan pembuatan ayam krispi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan praktis yang dapat dimanfaatkan oleh anggota, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai peluang usaha mandiri. Dharma Wanita Dinas Pekerjaan Umum Kota Batu turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.

Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan pelatihan pembuatan ayam krispi ini adalah:
1.Meningkatkan keterampilan anggota Dharma Wanita dalam pengolahan makanan.
2.Memberikan pengetahuan tentang teknik pembuatan ayam krispi yang higienis, praktis, dan bernilai jual.
3.Mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan bagi anggota Dharma Wanita.
4.Menambah wawasan anggota dalam pengembangan usaha kuliner skala rumah tangga.

Kegiatan pelatihan pembuatan ayam krispi yang diikuti oleh Dharma Wanita Dinas Pekerjaan Umum Kota Batu semoga memberikan manfaat positif bagi anggota, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan wawasan kewirausahaan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung program pemberdayaan anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
9814-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang: Ekonomi
Program: Ekonomi Produkti - Pelatihan

Keterangan Program:
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal: Rabu, 17 Januari 2026
3. Tempat: Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul: 10.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir: Ketua DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu (Ny. Windy Heru Y.) dan Sekretaris (Ny. Hanik)
6. Peserta: Ketua DWP dan Bidang Pendidikan dari DWP UP se-Kota Batu
7. Acara: Menghadiri Pelatihan Pembuatan Ayam Krispi Yang Renyah
8. Narasumber: Ibu Sundana, owner Warung Raja

Tujuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengikuti pelatihan pembuatan Ayam Krispi adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kreativitas anggota dalam bidang pengolahan pangan berbasis hasil peternakan. Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai teknik pengolahan ayam yang higienis, bernilai gizi, serta memiliki daya tarik dan nilai jual yang tinggi, sehingga dapat menunjang ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.

Selain itu, pelatihan pembuatan Ayam Krispi bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi anggota DWP melalui pengembangan usaha rumah tangga (UMKM). Dengan menguasai keterampilan pengolahan ayam krispi, anggota DWP diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, menambah pendapatan keluarga, serta berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga. Hal ini sejalan dengan peran DWP dalam memberdayakan perempuan agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengolahan pangan yang aman, sehat, dan sesuai standar keamanan pangan. Anggota DWP diharapkan mampu menerapkan prinsip sanitasi, kebersihan, serta penggunaan bahan baku yang berkualitas dalam proses pengolahan Ayam Krispi, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya lezat tetapi juga aman untuk dikonsumsi oleh keluarga dan masyarakat luas.

Di samping itu, kegiatan pelatihan ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat kerja sama antaranggota DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Melalui kegiatan bersama seperti pelatihan ini, diharapkan tercipta semangat gotong royong, saling berbagi ilmu, dan saling mendukung dalam pengembangan kapasitas diri maupun organisasi.

Secara keseluruhan, tujuan DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengikuti pelatihan pembuatan Ayam Krispi adalah untuk mendukung program ketahanan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan, serta menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan berbasis pengolahan hasil pertanian dan peternakan, guna mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
9914-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol Menghadiri Kegiatan

Bidang : Ekonomi

Program : Ekonomi Produktif - Pelatihan/Kursus

1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - Selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ny.Litha Dahlan (Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu), Ny. Kartika Jumarno dan Ny. Nurul Iwan
6. Peserta : Seluruh Undangan DWP Kota Batu
7. Acara: Pertemuan Rutin DWP Kota Batu dan Praktek Membuat Ayam Crispy dari DWP Kec. Batu.

Pada tanggal 14 Januari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu melaksanakan pertemuan rutin DWP Kota Batu yang dirangkaikan dengan kegiatan praktik membuat ayam crispy yang disampaikan oleh DWP Kecamatan Batu. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu dan diikuti oleh seluruh anggota DWP Kota Batu.
Pertemuan rutin ini berlangsung dengan suasana yang hangat, tertib, dan penuh kebersamaan. Setelah agenda pertemuan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan ayam crispy. Para peserta tampak sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari penjelasan bahan, teknik pengolahan, hingga cara menggoreng ayam agar menghasilkan tekstur yang renyah dan cita rasa yang lezat.
Kegiatan praktik ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota DWP Kota Batu, karena cara pembuatan ayam crispy yang diajarkan cukup sederhana dan dapat dengan mudah dipraktikkan kembali di rumah. Selain menambah wawasan kuliner, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anggota untuk mengembangkan keterampilan memasak sebagai peluang usaha rumahan.
Selain menambah keterampilan memasak, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan antaranggota DWP Kota Batu. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, serta saling bertukar tips agar hasil ayam crispy yang dibuat dapat lebih maksimal dan memiliki cita rasa yang konsisten.
Suasana kegiatan pun terasa hidup dan menyenangkan, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat di antara anggota.
Di akhir kegiatan, para peserta berkesempatan melihat dan mencicipi hasil praktik ayam crispy yang telah dibuat. Hasil olahan tersebut mendapatkan apresiasi yang baik karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Hal ini semakin menambah motivasi anggota untuk mencoba kembali resep tersebut di rumah masing-masing, baik untuk konsumsi keluarga maupun sebagai ide usaha sederhana.
Melalui kegiatan pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan praktik memasak ini, DWP Kota Batu berharap dapat terus memberikan kegiatan yang bermanfaat dan aplikatif bagi seluruh anggota.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
10014-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengikuti kegiatan
Bidang : Ekonomi
Program : Ekonomi Produktif – Pelatihan/Kursus

Keterangan Program :
1. Kegiatan DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu/ 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota
4. Pukul : 08.30 WIB s/d selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bapenda (Ny. Fitriana Adhim), Ny. Berthi, Ny. Fauziah Supri
6. Peserta : Jajaran Pengurus dan Anggota DWP Kota Batu
7. Acara : Pelatihan pembuatan ayam krispi

Ayam krispi adalah hidangan ayam yang dilapisi adonan atau tepung berbumbu lalu digoreng dalam minyak panas hingga bagian luarnya kering, renyah, dan garing, sementara daging di dalamnya tetap empuk dan juicy.
Biasanya ayam krispi:
• Menggunakan tepung terigu (kadang dicampur maizena)
• Dibumbui dengan rempah-rempah seperti bawang putih, merica, dan garam
• Digoreng dengan teknik khusus agar teksturnya keriting dan tahan lama renyah

Ayam krispi populer sebagai:
• Makanan cepat saji (seperti fried chicken)
• Lauk makan nasi
• Menu jajanan atau usaha kuliner
• Sejarah singkat ayam krispi berawal dari tradisi menggoreng ayam yang berkembang di berbagai budaya, lalu dipopulerkan secara modern di Amerika Serikat.
• Pada abad ke-18 hingga 19, masyarakat Afrika-Amerika di wilayah Selatan Amerika Serikat mengembangkan teknik menggoreng ayam dengan bumbu dan lapisan tepung. Teknik ini menghasilkan ayam goreng yang lebih renyah di luar dan juicy di dalam, berbeda dari ayam goreng tradisional Eropa.
• Pada tahun 1930-an, fried chicken menjadi semakin terkenal secara global setelah Colonel Harland Sanders memperkenalkan ayam goreng berbalut tepung berbumbu melalui jaringan Kentucky Fried Chicken (KFC). Inovasi bumbu rahasia dan metode penggorengan tekanan membuat ayam krispi dikenal luas sebagai makanan cepat saji.
• Seiring waktu, ayam krispi menyebar ke berbagai negara dan mengalami adaptasi lokal. Di Indonesia, ayam krispi berkembang menjadi berbagai varian seperti ayam geprek, ayam crispy saus, dan ayam krispi kaki lima, dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera lokal.
• Kini, ayam krispi menjadi salah satu hidangan populer di seluruh dunia karena rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, dan penyajiannya yang praktis.

Berikut resep ayam krispi
Bahan
Ayam & Marinasi
• 500 g ayam (potong sesuai selera)
• 3 siung bawang putih (haluskan)
• 1 sdt garam
• 0,5 sdt merica
• 0,5 sdt kaldu bubuk
• 1 butir telur
Tepung Kering
• 200 g tepung terigu
• 2 sdm tepung maizena
• 0,5 sdt baking powder (opsional, biar lebih renyah)
• 0,5 sdt paprika bubuk / ketumbar bubuk (opsional)
• Garam & merica secukupnya
Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat
1. Marinasi ayam
Campur ayam dengan bawang putih, garam, merica, kaldu, dan telur. Diamkan 30 menit (lebih lama lebih enak).
2. Siapkan tepung
Campur semua bahan tepung kering, aduk rata.
3. Balur ayam
Gulingkan ayam ke tepung sambil dicubit-cubit supaya teksturnya keriting dan krispi.
4. Goreng
Panaskan minyak banyak dengan api sedang. Goreng ayam sampai kuning keemasan dan matang. Jangan sering dibalik.
5. Tiriskan & sajikan
Sajikan hangat dengan sambal atau saus favorit.
Tips Biar Super Krispi
• Minyak harus benar-benar panas sebelum menggoreng
• Jangan terlalu penuh saat menggoreng
• Bisa goreng 2 kali (goreng setengah matang- angkat - goreng lagi)

Berikut cara membuat frozen food ayam krispi yang praktis dan tetap renyah saat digoreng Cocok untuk stok di rumah atau jualan.
Bahan
Ayam & Marinasi
• 1 kg ayam (potong sesuai selera)
• 4 siung bawang putih (halus)
• 2 sdt garam
• 1 sdt merica
• 1 sdt kaldu bubuk
• 1 butir telur
• 1 sdt air jeruk nipis (opsional)
Tepung Basah
• 150 g tepung terigu
• 2 sdm maizena
• Air es secukupnya (adonan agak encer)
Tepung Kering
• 250 g tepung terigu
• 4 sdm maizena
• 0,5 sdt baking powder
• Garam & bumbu secukupnya
Cara Membuat
1. Marinasi ayam
Campur ayam dengan semua bumbu marinasi. Diamkan 30–60 menit (lebih lama lebih enak).
2. Balur ayam
1. Gulingkan ayam ke tepung kering
2. Celup ke tepung basah
3. Balur lagi ke tepung kering sambil dicubit agar keriting
3. Pre-fry (goreng setengah matang)
• Panaskan minyak api sedang
• Goreng ayam sebentar saja (2–3 menit)
• Jangan sampai kecokelatan
• Angkat dan tiriskan di rak
Tahap ini penting agar ayam aman disimpan lama dan tetap krispi setelah digoreng ulang.
4. Dinginkan total
• Diamkan ayam hingga benar-benar dingin
• Jangan dikemas saat masih hangat (bikin berembun)
5. Bekukan
• Susun ayam di tray (jangan saling menempel)
• Masukkan freezer 1–2 jam sampai keras
• Pindahkan ke plastik zip / vacuum bag
Daya simpan:
• Freezer rumahan: 1–2 bulan
• Vacuum seal: bisa 3 bulan
Cara Menggoreng Frozen Ayam Krispi
• Tidak perlu dicairkan (no thawing)
• Goreng langsung dari freezer
• Minyak banyak & panas
• Goreng sampai kuning keemasan
Tips Anti Gagal
-Jangan goreng pre-fry terlalu lama
- Pastikan ayam benar-benar dingin sebelum dibekukan
- Gunakan kemasan kedap udara
- Jangan simpan di freezer pintu (suhu tidak stabil)


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: BAPENDA
10114-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Ekonomi
Program : Ekonomi Produktif
Kegiatan : Demo

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
4. Pukul : 8.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ibu Ni Made Fitri
6. Peserta : Seluruh Perwakilan DWP Kota Batu
7. Acara : Ekonomi Produktif – Demo ”Praktik Demo Masak Ayam Krispy” oleh Kecamatan Batu .

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum kembali menunjukkan komitmen dan partisipasi aktifnya dalam mendukung program-program pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Pada hari Rabu, tanggal 14 Januari 2026, DWP Bagian Umum menghadiri undangan kegiatan dari DWP Kota Batu, khususnya Bidang Ekonomi Kecamatan Batu, yang mengadakan kegiatan bertajuk Praktik Demo Masak Ayam Krispy. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu dan diikuti oleh perwakilan Dharma Wanita dari berbagai perangkat daerah dan kecamatan se-Kota Batu.

Dalam kegiatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum diwakili oleh Ibu Ni Made Fitri. Kehadiran beliau merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan yang berfokus pada peningkatan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi anggota. Kegiatan demo masak ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan memasak, tetapi juga diharapkan dapat membuka wawasan anggota Dharma Wanita mengenai peluang usaha rumahan yang bernilai ekonomis.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan proses registrasi peserta. Para peserta hadir dengan mengenakan seragam Dharma Wanita yang rapi dan seragam, mencerminkan kekompakan serta identitas organisasi. Suasana Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu tampak semarak dengan kehadiran para anggota Dharma Wanita yang antusias mengikuti kegiatan. Penataan tempat yang tertib dan fasilitas yang memadai turut mendukung kelancaran pelaksanaan acara sejak awal hingga akhir.

Acara dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan. Seluruh peserta mengikuti pembukaan dengan penuh khidmat, mencerminkan rasa cinta tanah air serta kebanggaan sebagai bagian dari organisasi Dharma Wanita Persatuan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ketua DWP Kota Batu menegaskan bahwa kegiatan praktik demo masak yang diselenggarakan oleh Bidang Ekonomi Kecamatan Batu merupakan salah satu bentuk implementasi program kerja Dharma Wanita Persatuan di bidang ekonomi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota, khususnya dalam bidang kuliner, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha produktif. Beliau juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta, baik sebagai pengetahuan tambahan maupun sebagai inspirasi untuk berwirausaha.

Selanjutnya, sambutan juga disampaikan oleh Ketua Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa pemilihan menu ayam krispy didasarkan pada pertimbangan bahwa olahan ayam krispy merupakan salah satu jenis makanan yang digemari oleh berbagai kalangan dan memiliki peluang pasar yang cukup luas. Dengan teknik pengolahan yang tepat dan pengemasan yang menarik, produk ayam krispy dapat menjadi salah satu alternatif usaha rumahan yang menjanjikan.

Ibu Ni Made Fitri, selaku perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum, mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian dan antusiasme. Beliau menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini karena sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas dan kemandirian anggota Dharma Wanita, khususnya dalam bidang ekonomi keluarga. Menurut beliau, keterampilan praktis seperti memasak olahan bernilai jual sangat relevan untuk dikembangkan, terutama bagi anggota yang ingin memulai usaha kecil dari rumah.

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi inti, yaitu praktik demo masak ayam krispy. Demo masak dipandu oleh instruktur atau narasumber yang berpengalaman di bidang kuliner. Narasumber memaparkan secara rinci bahan-bahan yang digunakan, langkah-langkah pengolahan, serta tips dan trik agar ayam krispy yang dihasilkan memiliki tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga peserta dapat dengan mudah mengikuti setiap tahap proses memasak.

Dalam sesi demo masak tersebut, narasumber juga menjelaskan pentingnya pemilihan bahan baku yang berkualitas, teknik marinasi yang tepat, serta penggunaan bumbu dan tepung yang sesuai untuk menghasilkan rasa yang lezat dan konsisten. Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan mengenai pengelolaan minyak goreng agar hasil gorengan tetap sehat dan tidak cepat gosong. Hal-hal teknis seperti suhu penggorengan dan waktu memasak juga menjadi perhatian utama dalam sesi ini.

Resep Fried Chiken

Bahan 1 :
4 PCS PAHA AYAM
1 SDT GARAM
2 SDT KALDU JAMUR
1 SDT BAPUT BUBUK
1/2 SDT MERICA
1/2 SDT PAPRIKA POWDER 2 SDM TERIGU
2 SDM TEPUNG BERAS
2 SDM TAPIOKA
150 ML AIR
Bahan 2 :
15 SDM TERIGU
3 SDM TEPUNG BERAS
1 SDT BAKING POWDER
1 SDT GARAM
1 SDT KALDU JAMUR
1 SDT MERICA
1 SDT BAPUT BUBUK
1/2 SDT KETUMBAR BUBUK
1/3 SDT JINTEN BUBUK

Para peserta tampak antusias menyimak dan memperhatikan setiap tahapan demo masak. Beberapa peserta mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh narasumber, sementara yang lain aktif mengajukan pertanyaan terkait proses pengolahan maupun peluang usaha dari produk ayam krispy. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh keakraban, mencerminkan semangat belajar dan berbagi di antara anggota Dharma Wanita.

Ibu Ni Made Fitri juga turut aktif dalam sesi tanya jawab dengan mengajukan pertanyaan seputar pengemasan produk dan strategi pemasaran sederhana yang dapat diterapkan untuk usaha rumahan. Pertanyaan tersebut mendapat respon positif dari narasumber, yang kemudian memberikan penjelasan mengenai pentingnya kemasan yang menarik, kebersihan produk, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan efisien.

Selain praktik demo masak, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan dan penguatan peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Melalui kegiatan yang bersifat aplikatif dan praktis, anggota Dharma Wanita diharapkan dapat mengembangkan potensi diri dan berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu sebagai lokasi kegiatan memberikan suasana yang nyaman dan representatif bagi pelaksanaan demo masak. Ruangan yang luas dan tertata rapi memungkinkan peserta untuk menyaksikan proses memasak dengan jelas. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai turut menunjang kelancaran kegiatan, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Setelah sesi demo masak selesai, peserta diberikan kesempatan untuk mencicipi hasil olahan ayam krispy yang telah dibuat. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan oleh peserta. Hasil olahan ayam krispy dinilai memiliki cita rasa yang lezat, tekstur yang renyah, serta tampilan yang menarik. Hal ini semakin memotivasi peserta untuk mencoba mempraktikkan sendiri di rumah dan mengembangkan resep sesuai dengan selera masing-masing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi ringan dan berbagi pengalaman antaranggota Dharma Wanita. Dalam sesi ini, beberapa peserta menyampaikan pengalaman mereka dalam mengelola usaha kecil di bidang kuliner, serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Diskusi ini memberikan wawasan tambahan dan inspirasi bagi peserta lain, terutama bagi yang baru berencana memulai usaha.

Ibu Ni Made Fitri menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan anggota Dharma Wanita saat ini. Menurut beliau, selain menambah keterampilan, kegiatan demo masak juga mempererat hubungan silaturahmi antaranggota dari berbagai instansi dan kecamatan. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan variasi materi yang berbeda, sehingga anggota Dharma Wanita memiliki lebih banyak pilihan keterampilan yang dapat dikembangkan.

Menjelang akhir acara, Ketua DWP Kota Batu kembali menyampaikan apresiasi kepada Bidang Ekonomi Kecamatan Batu yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan praktik demo masak ayam krispy dengan baik. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, narasumber, dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Dalam penutupannya, beliau mengajak seluruh anggota Dharma Wanita untuk terus meningkatkan kreativitas, inovasi, dan semangat kebersamaan dalam menjalankan program-program organisasi.

Secara keseluruhan, kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum dalam menghadiri undangan DWP Kota Batu Bidang Ekonomi Kecamatan Batu pada kegiatan Praktik Demo Masak Ayam Krispy yang dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Januari 2026, berjalan dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat berupa peningkatan keterampilan memasak, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi dan penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung program-program Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, khususnya di bidang ekonomi. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat ditularkan kepada anggota lainnya dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran acara dan harapan agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan senantiasa diberikan kesehatan, semangat, dan kesempatan untuk terus berkarya. Setelah doa penutup, acara resmi dinyatakan selesai, dan para peserta meninggalkan lokasi kegiatan dengan membawa pengetahuan baru, inspirasi, serta semangat untuk terus meningkatkan peran dan kontribusi melalui Dharma Wanita Persatuan.


Program: Demo
Pelaksana: BAGIAN UMUM
10214-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah mengikuti kegiatan
Bidang : Ekonomi
Program : Pelatihan Praktek Membuat Ayam Crispy, Program Ekonomi Produktif

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3. Pukul : 08.30 - Selesai
4. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan mengirimkan 2 anggota Dharma Wanita Persatuan)
5. Lokasi : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu
6. Acara : Pelatihan Praktek Membuat Ayam Crispy
Yang langsung dilatih dan diadakan oleh Ibu Sundana selaku Pemilik Warung Raja

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Qurotu Aini Zadim
4. Doa
5. Pelatihan dan praktek pembuatan ayam crispy yang langsung diarahkan dan dibimbing oleh Ibu Sundana selaku Pemilik Warung Raja
Pelatihan di bidang ekonomi kreatif ini diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Batu.

Pelatihan di bidang ekonomi kreatif tentang pembuatan ayam crispy ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam mengolah produk pangan yang bernilai jual tinggi. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami proses produksi ayam crispy yang higienis, berkualitas, dan memiliki cita rasa yang mampu bersaing di pasar.
Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan, khususnya dalam pemanfaatan potensi usaha kuliner yang mudah dijalankan dengan modal terjangkau. Dengan keterampilan yang diperoleh, peserta diharapkan dapat menciptakan peluang usaha mandiri, meningkatkan pendapatan, serta berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar.
Pelatihan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pengolahan produk ayam crispy, baik dari segi rasa, kemasan, maupun strategi pemasaran, sehingga mampu menciptakan produk yang memiliki daya tarik dan nilai tambah..

Berikut adalah resep dan cara pembuatan ayam crispy yang diajarkan oleh Ibu Sundana :
- Bahan utama :
500 gram ayam (potong sesuai selera)
Minyak goreng secukupnya
- Bahan marinasi :
3 siung bawang putih (haluskan)
1 sdt garam
½ sdt lada bubuk
½ sdt kaldu bubuk (opsional)
Air secukupnya
- Bahan pelapis :
200 gram tepung terigu
2 sdm tepung maizena (agar lebih crispy)
½ sdt garam
½ sdt lada bubuk
- Cara Pembuatan :
1. Marinasi ayam
Cuci bersih ayam, lalu campurkan dengan bawang putih halus, garam, lada, dan kaldu bubuk. Tambahkan sedikit air hingga ayam terendam. Diamkan ±30 menit agar bumbu meresap.
2. Siapkan tepung pelapis
Campurkan tepung terigu, tepung maizena, garam, dan lada. Aduk rata.
3. Balur ayam
Ambil ayam dari marinasi, gulingkan ke tepung sambil ditekan-tekan agar tepung menempel dan membentuk tekstur keriting.
4. Goreng ayam
Panaskan minyak dengan api sedang. Goreng ayam hingga berwarna keemasan dan matang (±10–15 menit). Jangan terlalu sering dibalik agar crispy.
5. Tiriskan dan sajikan
Angkat ayam crispy, tiriskan minyak, dan siap disajikan.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
10308-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Ekonomi
Program : Kegiatan Usaha Kegiatan : Bazaar

Keterangan Program :
1. Undangan dari -
2. Hari / Tanggal : Kamis, 8 Januari 2026
3. Tempat : Pendopo Among Tani Kota Batu
4. Pukul : 10-00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Sealuruh Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu br> 6. Peserta : DPW Kota Batu dan ASN Kota Batu
7. Acara : menghadiri kegiatan Bazar

Mengawali tahun 2026 dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dalam kegiatan organisasi, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum turut menghadiri kegiatan Bazar yang diselenggarakan oleh DWP Kota Batu. Kegiatan bazar tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Pendopo Among Tani Kota Batu. Kehadiran DWP Bagian Umum dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program kerja DWP Kota Batu sekaligus upaya mempererat silaturahmi antaranggota Dharma Wanita di berbagai unit dan bidang.

Kegiatan bazar ini menjadi salah satu agenda awal yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan Dharma Wanita Persatuan di tahun 2026. Momentum awal tahun dipilih sebagai sarana untuk membangun semangat baru, meningkatkan sinergi, serta memperkuat peran Dharma Wanita dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya di bidang sosial, ekonomi, dan pemberdayaan perempuan. DWP Bagian Umum memandang kegiatan bazar ini sebagai wadah yang positif dan strategis untuk menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta kebersamaan antaranggota.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, DWP Bagian Umum terlebih dahulu melakukan koordinasi internal terkait keikutsertaan dalam bazar tersebut. Koordinasi meliputi pengaturan kehadiran anggota, penyesuaian waktu, serta kesiapan mengikuti seluruh rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia DWP Kota Batu. Seluruh anggota menyambut baik rencana keikutsertaan ini dan menunjukkan antusiasme yang tinggi sebagai bentuk komitmen terhadap kegiatan organisasi.

Pada hari Kamis, 8 Januari 2026, anggota DWP Bagian Umum berkumpul sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan untuk kemudian bersama-sama menuju Pendopo Among Tani Kota Batu. Suasana kebersamaan telah terasa sejak awal keberangkatan, ditandai dengan semangat dan keceriaan para anggota dalam mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran DWP Bagian Umum diharapkan dapat menambah semarak acara bazar serta memperkuat hubungan antaranggota Dharma Wanita Persatuan.

Setibanya di lokasi kegiatan, rombongan DWP Bagian Umum disambut dengan suasana yang meriah dan tertata rapi. Pendopo Among Tani Kota Batu telah dipersiapkan dengan baik sebagai lokasi penyelenggaraan bazar, dengan berbagai stan yang menampilkan produk-produk unggulan dari masing-masing unit DWP. Beragam produk yang dipamerkan dan dijual antara lain hasil kerajinan tangan, produk olahan makanan dan minuman, hasil UMKM, serta berbagai karya kreatif lainnya yang mencerminkan potensi dan kreativitas anggota Dharma Wanita.

Kegiatan bazar ini secara resmi dibuka oleh pengurus DWP Kota Batu. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa bazar ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta Dharma Wanita dalam mendukung perekonomian keluarga, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta mempererat rasa kebersamaan antaranggota. Selain itu, bazar juga diharapkan dapat menjadi sarana promosi produk lokal dan hasil kreativitas anggota Dharma Wanita kepada masyarakat luas.

DWP Bagian Umum mengikuti rangkaian kegiatan bazar dengan penuh antusias dan partisipasi aktif. Para anggota berkeliling mengunjungi stan-stan bazar, melihat langsung berbagai produk yang dipamerkan, serta berinteraksi dengan anggota DWP dari berbagai bidang dan unit. Interaksi ini menjadi sarana yang efektif untuk saling bertukar informasi, pengalaman, serta inspirasi dalam mengembangkan kegiatan dan program kerja ke depan.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kehadiran DWP Bagian Umum dalam bazar ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan ekonomi anggota Dharma Wanita. Dengan membeli dan mempromosikan produk-produk yang dipamerkan, DWP Bagian Umum turut berkontribusi dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil karya anggota. Hal ini sejalan dengan tujuan Dharma Wanita Persatuan dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan keluarga.

Suasana bazar berlangsung dengan ramai namun tertib. Para pengunjung, baik dari kalangan anggota Dharma Wanita maupun tamu undangan lainnya, tampak antusias mengunjungi setiap stan. Produk-produk yang ditampilkan tidak hanya menarik dari segi tampilan, tetapi juga memiliki kualitas yang baik. Hal ini menunjukkan kesungguhan dan kreativitas anggota Dharma Wanita dalam mengembangkan potensi diri dan lingkungan sekitarnya.

Pendopo Among Tani Kota Batu sebagai lokasi kegiatan memberikan nuansa yang nyaman dan representatif. Lingkungan yang tertata rapi serta suasana yang sejuk menambah kenyamanan selama kegiatan berlangsung. DWP Bagian Umum memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin komunikasi yang lebih erat dengan pengurus dan anggota DWP Kota Batu, sekaligus memperkuat sinergi antarbidang dalam pelaksanaan kegiatan organisasi.

Di sela-sela kegiatan bazar, DWP Bagian Umum juga mengikuti rangkaian acara pendukung yang telah disiapkan oleh panitia, seperti sesi ramah tamah dan diskusi ringan antaranggota. Momen ini dimanfaatkan untuk saling berbagi ide dan masukan terkait pengembangan kegiatan Dharma Wanita ke depan. Diskusi berlangsung dengan suasana santai namun tetap bermakna, mencerminkan semangat kebersamaan dan keterbukaan.

Kehadiran DWP Bagian Umum dalam kegiatan bazar ini memberikan kesan positif dan menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh anggota. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam memperluas wawasan, meningkatkan jejaring, serta memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi Dharma Wanita Persatuan. Mengawali tahun dengan kegiatan yang produktif diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi pelaksanaan program kerja sepanjang tahun 2026.

Selain itu, kegiatan bazar ini juga mencerminkan peran aktif Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi kreatif. Melalui kegiatan seperti ini, Dharma Wanita Persatuan menunjukkan kontribusinya sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menjelang berakhirnya kegiatan, DWP Bagian Umum bersama peserta lainnya melakukan dokumentasi sebagai bentuk kenang-kenangan atas partisipasi dalam bazar tersebut. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi arsip kegiatan sekaligus media publikasi untuk menunjukkan keaktifan dan kontribusi Dharma Wanita Persatuan dalam berbagai kegiatan positif.

Secara keseluruhan, kegiatan menghadiri bazar yang diselenggarakan oleh DWP Kota Batu di Pendopo Among Tani Kota Batu berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. DWP Bagian Umum merasa bangga dapat turut serta dalam kegiatan ini dan berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas.

Dengan mengawali tahun 2026 melalui kegiatan bazar ini, DWP Bagian Umum berkomitmen untuk terus meningkatkan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan Dharma Wanita Persatuan. Semangat kebersamaan, kreativitas, dan kemandirian yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dalam menjalankan program kerja sepanjang tahun.

Demikian laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum dalam menghadiri Bazar DWP Kota Batu yang dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026 di Pendopo Among Tani Kota Batu. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, mempererat silaturahmi, serta menjadi langkah awal yang positif dalam mewujudkan Dharma Wanita Persatuan yang aktif, mandiri, dan berdaya guna di tahun 2026.


Program: Bazaar
Pelaksana: BAGIAN UMUM
10409-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Batu Mengadakan Kegiatan Pelatihan
Bidang : Ekonomi
Program : Ekonomi Kreatif - Pelatihan

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 09 Januari 2026
3. Tempat : Kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
4. Pukul : 08.30 WIB - Selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Batu (Ny. Nining Arief) dan Seluruh Pengurus DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan serta Pegawai Perempuan di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
6. Peserta : Ketua DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Batu (Ny. Nining Arief) dan Seluruh Pengurus DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan serta Pegawai Perempuan di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
7. Acara : Mengadakan Pelatihan Pembuatan Bakso yang Dimentori secara Langsung oleh Ketua DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Ny. Nining Arief) dan Diikuti oleh Seluruh Pengurus dan Pegawai Perempuan di Bagian Prokopim.
Kegiatan Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan ketrampilan, kreativitas, kemandirian serta pemberdayaan ekonomi kreatif bagi pengurus DWP dan pegawai perempuan di Bagian Prokopim. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperat kerjasama, menumbuhkan semangat produktif serta mendorong inovasi dalam memanfaatkan ketrampilan praktis yang dapat memberikan manfaat ekonomi.
Berikut resep pembuatan bakso sapi yang umum dipakai sesuai dengan arahan dari Ny Nining Arief (kenyal, gurih, dan mudah dibuat di rumah) :
Bahan-bahan :
500 gram daging sapi segar (pilih yang ada sedikit lemak)
100 gram es batu, dihancurkan
100 gram tepung tapioka / sagu
4 siung bawang putih
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula
1 sdt kaldu bubuk (opsional)
1 putih telur (opsional, agar lebih kenyal).
Untuk Cara atau Langkah-Langkah Membuat Bakso :
- Haluskan bawang putih (boleh digoreng sebentar agar tidak langu).
- Giling daging sapi bersama es batu hingga halus dan lengket.
- Masukkan bawang putih, garam, merica, gula, dan kaldu bubuk. Giling lagi sampai tercampur rata.
- Tambahkan tepung tapioka dan putih telur. Aduk atau giling hingga adonan kalis.
- Panaskan air hingga hampir mendidih (jangan sampai mendidih bergolak).
- Bentuk adonan bakso dengan tangan atau sendok, lalu masukkan ke dalam air panas.
- Masak hingga bakso mengapung, lanjutkan rebus ±5 menit.
- Angkat dan tiriskan. Bakso siap digunakan.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
BIDANG : SOSIAL BUDAYA
10501-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Junrejo menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja : Ketahanan Keluarga, Kegiatanbr
Kegiatan : Iman dan Takwa
Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 1 April 2026
3. Tempat : Ruang Bina Praja, Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : DWP Kota Batu
6. Acara : Halal Bihalal yang mengusung tema “Indahnya Berbagi, Mulianya Memberi, Damainya Memaafkan dalam Rangkai Ukhuwah.”
Pada tanggal 1 April 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Junrejo turut menghadiri undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu dalam rangka kegiatan Halal Bihalal yang mengusung tema “Indahnya Berbagi, Mulianya Memberi, Damainya Memaafkan dalam Rangkai Ukhuwah.” Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Bina Praja dan dihadiri oleh seluruh perwakilan Dharma Wanita dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
Kehadiran DWP Kecamatan Junrejo dalam kegiatan ini diwakili oleh Ketua DWP Kecamatan Junrejo beserta jajaran pengurus dan anggota. Partisipasi tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat tali silaturahmi, meningkatkan sinergi antarorganisasi, serta mendukung program kerja Dharma Wanita secara menyeluruh di tingkat kota.
Halal Bihalal merupakan tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya setelah perayaan Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperbaiki hubungan antarpersonal maupun kelembagaan, serta membangun kembali semangat kebersamaan setelah menjalani bulan suci Ramadan.
Sejak pagi hari, suasana di Ruang Bina Praja telah dipenuhi oleh para peserta yang hadir dengan penuh semangat dan antusiasme. Para anggota Dharma Wanita tampil anggun dan rapi dengan busana yang mencerminkan identitas serta kekompakan organisasi. Kehangatan suasana sudah terasa sejak awal, di mana panitia penyelenggara menyambut setiap tamu dengan penuh keramahan dan kekeluargaan.
Acara dimulai dengan proses registrasi peserta yang berjalan tertib dan lancar. Selanjutnya, pembukaan dipandu oleh pembawa acara yang profesional dan komunikatif, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kebersamaan serta harapan agar acara dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
Memasuki sesi sambutan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh undangan yang telah hadir, termasuk DWP Kecamatan Junrejo. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan Halal Bihalal bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan memiliki makna yang sangat mendalam sebagai sarana untuk mempererat hubungan emosional, meningkatkan solidaritas, serta memperkuat rasa persaudaraan dalam organisasi.
Beliau juga menguraikan secara mendalam makna dari tema yang diangkat. “Indahnya berbagi” mencerminkan pentingnya kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat, di mana setiap individu diharapkan mampu berbagi kebahagiaan dengan sesama. “Mulianya memberi” mengandung arti bahwa setiap bentuk pemberian yang dilandasi dengan keikhlasan akan memberikan nilai keberkahan, baik bagi pemberi maupun penerima. Sementara itu, “Damainya memaafkan dalam rangkai ukhuwah” menegaskan bahwa sikap saling memaafkan merupakan kunci utama dalam menciptakan hubungan yang harmonis, damai, dan penuh kasih sayang.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh seorang ustaz. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual yang relevan dengan tema kegiatan. Dijelaskan bahwa berbagi tidak selalu harus dalam bentuk materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui perhatian, waktu, tenaga, dan kepedulian terhadap sesama. Memberi dengan hati yang ikhlas akan menghadirkan kebahagiaan sejati, sementara memaafkan merupakan jalan untuk membersihkan hati dari rasa dendam dan prasangka.
Suasana selama tausiyah berlangsung sangat khidmat dan penuh penghayatan. Para peserta tampak menyimak dengan seksama setiap pesan yang disampaikan. Beberapa peserta bahkan terlihat terharu, menandakan bahwa materi yang disampaikan mampu menyentuh hati dan memberikan inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Memasuki inti acara, seluruh peserta melaksanakan sesi Halal Bihalal dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momen ini menjadi puncak dari kegiatan, di mana suasana penuh kehangatan, keikhlasan, dan kebersamaan sangat terasa. Para anggota saling berjabat tangan, bertukar senyum, serta menyampaikan permohonan maaf dengan tulus.
DWP Kecamatan Junrejo turut berpartisipasi aktif dalam momen tersebut. Ketua dan anggota terlihat berbaur dengan peserta lainnya, menjalin komunikasi yang hangat serta mempererat hubungan interpersonal antaranggota Dharma Wanita dari berbagai instansi.
Sebagai implementasi nyata dari tema kegiatan, acara juga diisi dengan kegiatan berbagi melalui penyerahan bantuan sosial kepada pihak yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi wujud konkret dari nilai kepedulian dan solidaritas sosial yang dijunjung tinggi oleh Dharma Wanita.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. Hidangan yang disajikan beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner lokal, sehingga menambah suasana kebersamaan yang semakin akrab. Dalam suasana santai tersebut, anggota DWP Kecamatan Junrejo memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menjalin komunikasi yang lebih intens dengan anggota lainnya.
Diskusi yang terjalin mencakup berbagai hal, mulai dari program kerja organisasi hingga peluang kolaborasi antarinstansi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan Halal Bihalal tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat strategis dalam pengembangan organisasi.
Untuk menambah kemeriahan, panitia juga menghadirkan hiburan berupa penampilan dari anggota Dharma Wanita. Penampilan tersebut menampilkan berbagai bakat dan kreativitas, yang tidak hanya menghibur tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan sebagai bagian dari organisasi.
Menjelang akhir acara, panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Harapan juga disampaikan agar nilai-nilai yang telah ditanamkan dalam kegiatan ini dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun organisasi.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan serta harapan untuk keberkahan di masa yang akan datang. Setelah itu, dilakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas kebersamaan yang telah terjalin.
Secara keseluruhan, kegiatan Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan Kota Batu ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Partisipasi aktif DWP Kecamatan Junrejo menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung kegiatan organisasi serta mempererat hubungan antaranggota.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita, khususnya DWP Kecamatan Junrejo, dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai berbagi, memberi, dan memaafkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis, meningkatkan solidaritas, serta menciptakan lingkungan yang penuh kedamaian.
Demikian keterangan kegiatan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas keikutsertaan DWP Kecamatan Junrejo dalam kegiatan Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, keberkahan, serta menjadi inspirasi dalam pelaksanaan kegiatan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih bermanfaat di masa mendatang.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Junrejo
10602-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan
Kegiatan : Bantuan Sosial

Keterangan Program :
1. Undangan Dari : -
2. Hari / Tanggal : Rabu, 2 April 2026
3. Tempat : Kediaman Ibu Elok
4. Pukul : 08.30 WIB s/d selesai
5. Hadir : Pembina Ibu Slamet dan Ibu Siti Sofiyah dan ASN
6. Peserta : -
7. Acara : Melayat Ibu dari Anggota DWP Bagian Umum Ibu Elok

Pada hari Kamis, 2 April 2026, suasana duka menyelimuti kediaman Ibu Elok, salah satu anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu. Kehilangan sosok ibu tercinta menjadi pukulan berat yang dirasakan tidak hanya oleh keluarga inti, tetapi juga oleh rekan-rekan kerja dan sesama anggota organisasi yang selama ini menjalin hubungan kekeluargaan yang erat. Dalam momen penuh haru tersebut, kehadiran Pembina Dharma Wanita Bagian Umum Setda Kota Batu, Ibu Dian Saraswati, SE., MM., menjadi bentuk nyata empati, kepedulian, dan solidaritas terhadap anggotanya yang tengah berduka.

Sejak pagi hari, rumah duka telah dipenuhi oleh keluarga besar, tetangga, sahabat, serta rekan kerja almarhumah. Mereka datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Di tengah suasana tersebut, tampak Ibu Dian Saraswati hadir dengan penuh ketulusan, didampingi beberapa pengurus dan anggota Dharma Wanita lainnya. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai bentuk formalitas, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian seorang pembina yang senantiasa memperhatikan kondisi anggotanya, baik dalam suka maupun duka.

Sesampainya di rumah duka, Ibu Dian Saraswati langsung disambut oleh keluarga besar Ibu Elok. Dengan wajah penuh simpati, beliau menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya ibunda tercinta. Dalam ungkapannya, beliau menyampaikan bahwa kehilangan orang tua adalah salah satu ujian terberat dalam kehidupan, namun juga merupakan bagian dari ketetapan Tuhan yang harus diterima dengan penuh keikhlasan. Kata-kata penguatan yang beliau sampaikan memberikan ketenangan tersendiri bagi keluarga, khususnya bagi Ibu Elok yang tampak tegar meskipun tengah diliputi rasa kehilangan yang mendalam.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Dian Saraswati juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita yang hadir untuk bersama-sama mendoakan almarhumah agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta diampuni segala dosa-dosanya. Doa bersama dipanjatkan dengan penuh khusyuk, menciptakan suasana haru yang menyentuh hati setiap orang yang hadir. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan dalam doa merupakan salah satu bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi keluarga yang sedang berduka.

Selain menyampaikan belasungkawa, kehadiran Ibu Dian Saraswati juga menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan dalam organisasi Dharma Wanita. Beliau menegaskan bahwa DWP bukan sekadar organisasi formal, melainkan juga wadah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan saling mendukung antaranggota. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran sesama anggota menjadi sangat penting untuk memberikan semangat dan menguatkan satu sama lain.

Ibu Dian Saraswati juga menyampaikan pesan agar Ibu Elok dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Beliau mengingatkan bahwa setiap peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari rencana Tuhan yang memiliki hikmah di baliknya. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk tetap bersabar dan memperbanyak doa agar diberikan ketenangan hati.

Dalam interaksinya dengan keluarga almarhumah, Ibu Dian Saraswati menunjukkan sikap yang sangat humanis dan penuh empati. Beliau tidak hanya berbicara sebagai seorang pembina, tetapi juga sebagai seorang ibu dan sahabat yang memahami betul perasaan kehilangan. Hal ini terlihat dari cara beliau mendengarkan dengan penuh perhatian setiap cerita yang disampaikan oleh keluarga, serta memberikan pelukan hangat sebagai bentuk dukungan emosional.

Kehadiran rombongan Dharma Wanita juga turut memberikan warna tersendiri dalam suasana duka tersebut. Para anggota yang hadir menunjukkan solidaritas dengan membantu berbagai keperluan di rumah duka, mulai dari membantu menyambut tamu hingga memastikan kelancaran prosesi penghormatan terakhir. Tindakan-tindakan kecil ini mencerminkan nilai gotong royong yang masih terjaga dengan baik dalam lingkungan organisasi.

Tidak hanya itu, beberapa anggota juga terlihat memberikan dukungan moril kepada Ibu Elok dengan cara berbincang ringan, mengenang kebaikan almarhumah, serta memberikan semangat agar tetap kuat menjalani hari-hari ke depan. Momen kebersamaan ini menjadi bukti bahwa dalam kondisi sulit sekalipun, kebersamaan mampu menjadi sumber kekuatan yang luar biasa.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Dian Saraswati juga menyampaikan harapannya agar nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus dijaga dan ditingkatkan di lingkungan Dharma Wanita. Beliau menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi antaranggota, sehingga setiap individu merasa memiliki keluarga kedua yang selalu siap mendukung dalam berbagai kondisi.

Beliau juga mengapresiasi kehadiran para anggota yang telah meluangkan waktu untuk datang melayat. Menurutnya, kehadiran tersebut merupakan bentuk nyata dari rasa solidaritas yang tidak bisa dinilai dengan materi. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antaranggota Dharma Wanita tidak hanya terbatas pada kegiatan formal, tetapi juga mencakup aspek emosional dan sosial yang lebih mendalam.

Suasana haru semakin terasa ketika keluarga almarhumah menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Ibu Dian Saraswati dan rombongan Dharma Wanita. Mereka merasa sangat terbantu dan terhibur dengan adanya dukungan yang diberikan. Dalam kondisi berduka, perhatian dan kepedulian seperti ini menjadi sangat berarti dan memberikan kekuatan tambahan untuk menghadapi masa-masa sulit.

Prosesi melayat berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Setiap tamu yang hadir memberikan penghormatan terakhir dengan penuh rasa hormat, sekaligus menyampaikan doa terbaik bagi almarhumah. Kehadiran Ibu Dian Saraswati menjadi salah satu momen penting yang menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian masih sangat dijunjung tinggi dalam lingkungan pemerintahan dan organisasi.

Setelah beberapa waktu berada di rumah duka, Ibu Dian Saraswati pamit kepada keluarga dengan tetap menyampaikan pesan agar senantiasa tabah dan ikhlas. Beliau juga menegaskan bahwa Dharma Wanita akan selalu hadir dan siap memberikan dukungan apabila dibutuhkan. Pesan ini memberikan rasa aman dan keyakinan bagi keluarga bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.

Kegiatan melayat ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah, tetapi juga menjadi refleksi bagi seluruh anggota yang hadir tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Kehidupan yang penuh dengan dinamika mengajarkan bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan nilai yang harus terus dijaga.

Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu kembali menunjukkan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan administratif dan sosial, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi personal anggotanya. Hal ini menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat organisasi ini tetap solid dan harmonis.

Di akhir kegiatan, suasana duka perlahan berubah menjadi suasana yang lebih tenang. Doa-doa yang dipanjatkan memberikan ketenangan bagi keluarga, sementara kehadiran para pelayat memberikan kekuatan moral yang sangat dibutuhkan. Ibu Elok terlihat lebih tegar, didukung oleh kehadiran orang-orang yang peduli di sekitarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, setiap individu pasti akan menghadapi kehilangan. Namun, dengan adanya dukungan dari keluarga, sahabat, dan organisasi, beban tersebut dapat terasa lebih ringan. Kebersamaan dan kepedulian menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap ujian yang datang.

Kehadiran Ibu Dian Saraswati, SE., MM. sebagai Pembina Dharma Wanita Bagian Umum Setda Kota Batu dalam kegiatan melayat ini merupakan contoh nyata kepemimpinan yang berlandaskan empati dan kepedulian. Sikap beliau yang penuh perhatian dan kehangatan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berakhirnya kegiatan melayat pada hari tersebut, diharapkan semangat kebersamaan dan solidaritas yang telah ditunjukkan dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya organisasi. Semoga almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menjalani kehidupan ke depan.

Demikian rangkaian kegiatan melayat yang dilakukan oleh Pembina Dharma Wanita Bagian Umum Setda Kota Batu, Ibu Dian Saraswati, SE., MM., di kediaman Ibu Elok pada tanggal 2 April 2026. Semoga segala bentuk kepedulian dan doa yang telah diberikan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat, serta membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BAGIAN UMUM
10701-04-2026Laporan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bagian Prokopim Setda Kota Batu Hari/tgl pelaksanaan : Rabu, 1 April 2026 Pukul : 08.30-12.00 Tempat : Ruang Rapat Bina Praja Pemerintah Kota Batu Acara : Halal bihalal Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Peserta : Anggota DWP UP SE Kota Batu Susunan acara : 1. Pembukaan oleh MC 2. Sambutan Ketua DWP Kota Batu 3. Mauidzoh hasanah 4. Bersalaman 5. Foto bersama 6. Penutup dan ramah tamah Hasil kegiatan : 1. Pada sambutannya ketua DWP Kota Batu mengucapkan Taqabalallahu Minna wa minkum, Minnal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin kepada seluruh anggota DWP unsur pelaksana SE Kota Batu. Mari menjadikan moment halal bihalal bukan sekedar rutinitas tahunan semata, lebih dari sebagai sarana introspeksi diri dalam menjalin hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia. Setelah disucikan melalui Bulan Ramadhan, diharapkan kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari segi ibadah kepada Tuhan dan kepada sesama. Mari menggali potensi peduli terhadap sesama, ringan tangan, ringan berbagi rejeki, santun, dan senantiasa berusaha membuat orang lain merasa nyaman di dekat kita. Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan ramadhan tahun-tahun mendatang. 2. Selanjutnya mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Bpk. Sukar, S. Ag mengingatkan kepada kita semua hendaknya setiap manusia yang telah merayakan Hari Raya Idul Fitri bisa mengingat kembali kebaikan-kebaikan yang dilakukan selama bulan Ramadhan, artinya tidak berhenti sampai pada bulan itu saja melainkan dapat diteruskan menjadi kebiasaan baik di bulan berikutnya. Ketika berpuasa manusia hendaknya mencontoh ulat yang kemudian menjadi kupu-kupu. Artinya ketika berbentuk seekor ulat, setiap manusia banyak yang tidak suka dengan ulat tersebut karena dianggap bentuknya menjijikan, membuat gatal, dan pemakan segala sehingga menjadikan buah, bunga dan daun berlubang-lubang (membawa keburukan). Maka tidak jarang banyak orang yang ingin melenyapkan ulat tersebut. Lalu ketika ulat itu bertapa, dia berpuasa, dan banyak berdzikir didalam kepompongnya sehingga Allah Ridha dan mengubahnya menjadi kupu-kupu cantik yang banyak disukai orang dan bermanfaat dalam membantu penyerbukan benang sari bunga menempel pada kepala putik. Sebaliknya jika manusia yang berpuasa mencontoh layaknya ular, maka dia hanya berpuasa ketika berubah kulit (bahasa Jawa : nglungsungi) saja. Artinya hati dan pribadinya tetap tidak baik, hanya berganti pakaiannya saja dengan baju yang baru. Puasa tidak merubah hati dan pribadi ular menjadi lebih baik. Maka berlomba-lomba lah manusia setelah berpuasa menjadi kupu-kupu yang tidak hanya berubah penampilannya saja, melainkan bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar. 3. Selanjutnya setiap yang hadir bersalaman sambil bermaaf-maafan. Semoga halal bihalal kali ini membawa berkah bagi kita semua, utamanya menjadi pribadi yang lebih baik dengan saling bermaaf-maafan.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
10801-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Wawasan Keanekaragaman Budaya – Kegiatan Hari Besar Nasional

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu / 1 April 2026
3. Tempat : Pendopo Rumah Dinas Wali Kota
4. Pukul : 08.30 – 11.00 WIB
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bapenda (Ny. Fitriana Adhim), Ketua Bidang Pendidikan (Ny. Ika Guruh), Ketua Bidang Sosbud (Ny. Baretha Adi)
6. Peserta : Masing-masing Perwakilan DWP UP
7. Acara : Halal Bihalal DWP Kota Batu

Halal bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang biasanya dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini berupa ajang silaturahmi untuk saling memaafkan antara keluarga, teman, rekan kerja, atau bahkan masyarakat luas. Istilah halal bihalal sendiri tidak ditemukan dalam budaya Arab atau ajaran Islam secara eksplisit, melainkan berkembang secara kultural di Indonesia.
Ciri-ciri Halal Bihalal:
• Dilaksanakan setelah Lebaran (Idulfitri).
• Bisa bersifat formal (di kantor, instansi, sekolah) atau informal (keluarga besar, tetangga).
• Biasanya diawali dengan sambutan atau ceramah singkat, lalu dilanjutkan dengan saling bersalaman dan makan bersama.
• Intinya adalah mempererat tali silaturahmi dan memperbaiki hubungan antarindividu.
Asal-usul Istilah
Konon, istilah ini mulai populer pada masa Presiden Soekarno. Kata "halal bihalal" diambil dari akar kata Arab halal, yang dalam konteks ini bisa dimaknai sebagai "menyelesaikan masalah" atau "memaafkan kesalahan", meskipun secara tata bahasa Arab, istilah ini tidak umum.

Tujuan dari halal bihalal sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai silaturahmi, kebersamaan, dan rekonsiliasi. Berikut beberapa tujuan utamanya:
1. Mempererat Silaturahmi
Halal bihalal menjadi momen untuk memperkuat hubungan antarkerabat, teman, tetangga, atau rekan kerja, terutama setelah jarang bertemu selama bulan puasa atau karena kesibukan masing-masing.
2. Saling Memaafkan
Inti dari halal bihalal adalah saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja, guna menyucikan diri pasca-Ramadan dan menyambut lembaran baru.
3. Menumbuhkan Rasa Persaudaraan dan Persatuan
Melalui kegiatan ini, rasa kebersamaan dan persatuan dalam komunitas atau organisasi bisa ditingkatkan, terlepas dari latar belakang atau perbedaan pribadi.
4. Menghilangkan Dendam dan Permusuhan
Dengan bersalaman dan meminta maaf, hubungan yang mungkin sempat renggang bisa kembali harmonis.
5. Menjaga Nilai Sosial dan Budaya
Sebagai tradisi khas Indonesia, halal bihalal juga menjadi cara untuk melestarikan budaya lokal yang bernilai positif dan selaras dengan ajaran Islam.

Kegiatan halal bihalal biasanya dikemas secara formal maupun informal, tergantung pada tempat dan siapa penyelenggaranya. Berikut adalah rangkaian kegiatan umum dalam acara halal bihalal:
1. Pembukaan
• Sambutan dari pembawa acara (MC)
• Pembacaan doa atau ayat suci Al-Qur'an (opsional)
2. Sambutan
• Sambutan dari tokoh atau pimpinan (misalnya kepala keluarga, ketua RT, pimpinan instansi)
• Bisa juga disertai tausiyah singkat dari ustaz atau tokoh agama tentang pentingnya silaturahmi dan saling memaafkan
3. Saling Bermaafan
• Peserta berdiri atau berbaris untuk bersalam-salaman, saling mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin”
• Ini adalah inti dari halal bihalal
4. Ramah Tamah & Makan Bersama
• Makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan syukur
• Menu khas Lebaran biasanya disajikan (ketupat, opor, rendang, dll.)
5. Hiburan atau Sesi Santai
• Penampilan musik, games, atau hiburan ringan (tergantung acara)
• Kadang disertai tukar kado atau doorprize
6. Dokumentasi dan Penutup
• Foto bersama
• Penutupan dengan doa
Kegiatannya bisa disesuaikan dengan skala acara — apakah di lingkungan keluarga, kantor, sekolah, atau masyarakat umum.

Halal bihalal memiliki banyak manfaat, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun budaya. Berikut adalah beberapa manfaat utama halal bihalal:
1. Memperkuat Iman dan Taqwa
• Saling memaafkan dan memperbaiki hubungan setelah Ramadan membantu menjaga kesucian hati dan niat yang telah dilatih selama puasa.
• Meningkatkan kesadaran akan pentingnya akhlak mulia dan keikhlasan.
2. Mempererat Tali Silaturahmi
• Menjaga dan memperkuat hubungan antaranggota keluarga, tetangga, teman, maupun rekan kerja.
• Menciptakan suasana yang lebih akrab dan harmonis di lingkungan sekitar.
3. Menyelesaikan Konflik dan Menghapus Dendam
• Menjadi momen untuk memperbaiki hubungan yang renggang atau bermasalah.
• Memberi ruang untuk saling introspeksi dan memaafkan, baik secara pribadi maupun kolektif.
4. Menumbuhkan Rasa Kebersamaan dan Persatuan
• Menyadarkan bahwa setiap individu adalah bagian dari komunitas yang saling membutuhkan.
• Menghilangkan sekat sosial dan memperkuat solidaritas.
5. Melestarikan Budaya Positif Bangsa
• Sebagai tradisi khas Indonesia, halal bihalal memperkaya khazanah budaya Islam Nusantara yang penuh makna dan toleransi.
• Menjadi identitas budaya yang mengakar di masyarakat dan diwariskan lintas generasi.
6. Membangun Suasana Positif di Lingkungan Kerja atau Komunitas
• Meningkatkan komunikasi, kerja sama, dan produktivitas pasca-libur Lebaran.
• Menjadi sarana memperkuat hubungan profesional dengan nuansa kekeluargaan.

Peserta halal bihalal sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan konteks penyelenggaraan acaranya. Berikut ini adalah beberapa jenis peserta halal bihalal berdasarkan lingkupnya:
1. Keluarga Besar
• Anggota keluarga inti dan keluarga besar
• Biasanya dilakukan di rumah atau tempat khusus saat libur Lebaran
2. Warga atau Tetangga (RT/RW)
• Seluruh warga dalam satu lingkungan perumahan
• Diadakan di balai warga, mushola, atau aula kampong
3. Instansi Pemerintah atau Perusahaan
• Karyawan, pimpinan, dan staf
• Terkadang juga mengundang mitra kerja atau relasi eksternal
4. Sekolah dan Kampus
• Guru, murid, orang tua murid, dosen, dan mahasiswa
• Sering digabung dengan pesantren kilat atau reuni kecil
5. Organisasi atau Komunitas
• Anggota organisasi (ormas, organisasi pemuda, pengajian, dll.)
• Tujuannya mempererat kekompakan dan semangat kebersamaan
Catatan:
Dalam beberapa kasus, halal bihalal juga dapat melibatkan lintas agama atau komunitas, sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama, meskipun kegiatan intinya tetap berlandaskan tradisi Islam.

Halal bihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah kegiatan silaturahmi dan saling memaafkan yang diselenggarakan oleh organisasi istri aparatur sipil negara ini, biasanya setelah Hari Raya Idulfitri. Acara ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan antaranggota, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung program-program organisasi dan instansi induk.
Tujuan Halal Bihalal DWP:
1. Mempererat tali silaturahmi antaranggota DWP lintas unit atau instansi.
2. Membangun kekompakan dan kebersamaan dalam mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
3. Menumbuhkan nilai-nilai keikhlasan, toleransi, dan persatuan dalam kehidupan berorganisasi dan keluarga.
4. Merefleksikan nilai-nilai Ramadan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan peran sebagai istri ASN dan ibu rumah tangga yang tangguh.
Contoh Rangkaian Acara Halal Bihalal DWP:
1. Pembukaan
o Salam pembuka oleh MC
o Pembacaan doa
2. Sambutan
o Sambutan Ketua DWP Unit
o Sambutan Penasehat DWP (biasanya istri pejabat tinggi instansi)
o Ceramah atau tausiyah oleh ustazah/ustaz (tema: peran perempuan dalam membina keluarga harmonis)
3. Saling Bermaafan
o Sesi saling salam dan maaf-maafan antaranggota
4. Ramah Tamah
o Makan bersama dan bincang santai
o Kadang diselingi dengan hiburan, musik islami, atau penampilan dari anggota
5. Penutup dan Doa


Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: BAPENDA
10901-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga, Kegiatan: Iman dan Takwa

Keterangan Program:
1. Undangan Dari – Dharmawanita Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 1 April 2026
3. Tempat : Ruang Bina Praja, Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB s/d selesai
5. Hadir : Ibu Eviyanti Hudono dan Ibu Rudy Priyo Santoso
6. Peserta : DWP se Kota Batu
7. Acara : Halal Bihalal yang mengusung tema “Indahnya Berbagi, Mulianya Memberi, Damainya Memaafkan dalam Rangkai Ukhuwah.”
8. Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Ninik Eko Suhartono
3. Tauziah oleh Ustad Sakur
4. Doa
5. Penyampaian Laporan dan Hasil Santunan Anak Yatim Piatu oleh Bidang Sosial dan Agama.

Pada tanggal 1 April 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu menghadiri undangan dari Dharma Wanita Kota Batu dalam rangka acara Halal Bihalal yang mengusung tema “Indahnya Berbagi, Mulianya Memberi, Damainya Memaafkan dalam Rangkai Ukhuwah.” Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Bina Praja dan dihadiri oleh berbagai perwakilan Dharma Wanita dari instansi di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Kehadiran DWP Bagian Umum dalam kegiatan ini diwakili oleh Ketua DWP Bagian Umum, Ibu Eviyanti Hudono dan Ibu Rudy Priyo Santoso.
Kegiatan Halal Bihalal ini merupakan agenda penting yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun semangat kebersamaan di antara anggota Dharma Wanita. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang ingin ditanamkan, yaitu pentingnya berbagi kepada sesama, keutamaan memberi dengan ikhlas, serta kedamaian yang tercipta melalui sikap saling memaafkan.
Halal bihalal adalah tradisi khas di Indonesia yang biasanya dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini bertujuan untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan setelah menjalani bulan Ramadan.

Sejak pagi hari, suasana di Ruang Bina Praja sudah dipenuhi oleh para peserta yang hadir dengan penuh antusias. Para anggota Dharma Wanita tampak mengenakan busana yang rapi dan anggun, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Panitia penyelenggara menyambut para tamu dengan ramah, menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban sejak awal kedatangan.
Acara diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat dan profesionalisme. Doa bersama juga dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas kesempatan untuk berkumpul serta harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Memasuki sesi sambutan, Ketua Dharma Wanita Kota Batu menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir, termasuk DWP Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Halal Bihalal bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga merupakan momentum yang sangat berharga untuk memperbaiki hubungan, mempererat tali persaudaraan, dan memperkuat rasa kebersamaan dalam organisasi.
Beliau juga menjelaskan makna dari tema yang diangkat dalam kegiatan ini. “Indahnya berbagi” mencerminkan pentingnya kepedulian sosial dan semangat untuk membantu sesama. “Mulianya memberi” menunjukkan bahwa setiap kebaikan yang diberikan dengan ikhlas akan membawa keberkahan. Sementara itu, “Damainya memaafkan dalam rangkai ukhuwah” menggambarkan betapa pentingnya sikap saling memaafkan dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan penuh kedamaian.
Ibu Ketua DWP Kota Batu juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan antar anggota Dharma Wanita. Beliau berharap agar kebersamaan yang terjalin dalam acara Halal Bihalal ini dapat terus dipupuk dan menjadi landasan untuk kerja sama yang lebih baik di masa mendatang.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh seorang ustaz yang diundang khusus untuk memberikan pencerahan kepada para peserta. Dalam ceramahnya, beliau mengupas makna mendalam dari tema kegiatan, khususnya tentang pentingnya berbagi dan memberi sebagai bentuk kepedulian sosial.
Beliau menjelaskan bahwa berbagi tidak selalu harus dalam bentuk materi, tetapi juga dapat berupa waktu, perhatian, dan kasih sayang. Memberi dengan ikhlas akan memberikan kebahagiaan, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya memaafkan sebagai kunci untuk menciptakan kedamaian dalam hati dan hubungan antar sesama.
Suasana selama tausiyah berlangsung sangat khidmat. Para peserta tampak menyimak dengan penuh perhatian, bahkan beberapa di antaranya terlihat terharu dengan pesan-pesan yang disampaikan. Tausiyah ini memberikan nilai spiritual yang mendalam dan menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus memperbaiki diri.

Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan sesi inti Halal Bihalal, yaitu saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momen ini berlangsung dengan penuh kehangatan, di mana seluruh peserta saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf. Suasana haru dan bahagia menyatu, menciptakan ikatan emosional yang kuat di antara para anggota.
Ibu Eviyanti Hudono dan Ibu Rudy Priyo Santoso turut serta dalam sesi tersebut dengan penuh keakraban. Keduanya berinteraksi dengan anggota Dharma Wanita lainnya, memperlihatkan sikap yang ramah dan terbuka. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kesetaraan dalam organisasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan berbagi sebagai implementasi dari tema yang diangkat. Dalam kegiatan ini, dilakukan penyerahan bantuan sosial kepada pihak yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari nilai “indahnya berbagi” dan “mulianya memberi” yang diusung dalam tema.

Selain itu, acara juga diisi dengan ramah tamah dan makan bersama. Hidangan yang disajikan beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner lokal. Dalam suasana santai ini, para peserta saling berbincang, bertukar pengalaman, serta mempererat hubungan secara informal.
Ibu Rudy Priyo Santoso memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi dengan beberapa anggota Dharma Wanita lainnya mengenai berbagai program kegiatan yang dapat dikembangkan bersama. Diskusi ini berlangsung dengan penuh keakraban dan menghasilkan berbagai ide yang inspiratif.
Untuk menambah semarak acara, panitia juga menghadirkan hiburan berupa penampilan dari anggota Dharma Wanita. Penampilan tersebut menunjukkan bakat dan kreativitas anggota, sekaligus memberikan hiburan yang menyenangkan bagi seluruh peserta. Suasana menjadi lebih hidup dan penuh keceriaan.

Menjelang akhir acara, panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Harapan juga disampaikan agar semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang telah disampaikan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan. Doa ini juga menjadi harapan agar seluruh anggota Dharma Wanita senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya.
Sebagai penutup, dilakukan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan. Seluruh peserta tampak bahagia dan penuh semangat, mencerminkan keberhasilan kegiatan dalam menciptakan suasana yang positif dan penuh makna.
Kehadiran DWP Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dalam acara ini memberikan kontribusi yang positif dalam memperkuat hubungan antar organisasi. Ibu Eviyanti Hudono dan Ibu Rudy Priyo Santoso telah menjalankan perannya dengan baik sebagai perwakilan, serta mampu membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh peserta.

Secara keseluruhan, kegiatan Halal Bihalal Dharma Wanita Kota Batu ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Tema yang diangkat tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam setiap rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita dapat semakin memahami pentingnya berbagi, memberi, dan memaafkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang kuat dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kedamaian.
Partisipasi aktif DWP Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu juga menjadi bukti komitmen organisasi dalam menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai pihak. Ke depan, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas keikutsertaan DWP Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dalam acara Halal Bihalal Dharma Wanita Kota Batu. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan selanjutnya yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih bermanfaat bagi seluruh anggota serta masyarakat luas.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
11001-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Wawasan Keanekaragaman Budaya
Kegiatan : Kegiatan Hari Besar Nasional

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – Dharmawanita Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 1 April 2026
3. Tempat : Ruang Bina Praja, Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB s/d selesai
5. Hadir : Ibu Slamet dan Ibu Siti Sofiyah
6. Peserta : DWP Kota BAtu
7. Acara : Halal Bihalal yang mengusung tema “Indahnya Berbagi, Mulianya Memberi, Damainya Memaafkan dalam Rangkai Ukhuwah.”.

Pada tanggal 1 April 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum menghadiri undangan dari Dharma Wanita Kota Batu dalam rangka acara Halal Bihalal yang mengusung tema “Indahnya Berbagi, Mulianya Memberi, Damainya Memaafkan dalam Rangkai Ukhuwah.” Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Bina Praja dan dihadiri oleh berbagai perwakilan Dharma Wanita dari instansi di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Kehadiran DWP Bagian Umum dalam kegiatan ini diwakili oleh Ketua DWP Bagian Umum, Ibu Slamet, bersama dengan Ibu Siti Sofiyah.

Kegiatan Halal Bihalal ini merupakan agenda penting yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun semangat kebersamaan di antara anggota Dharma Wanita. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang ingin ditanamkan, yaitu pentingnya berbagi kepada sesama, keutamaan memberi dengan ikhlas, serta kedamaian yang tercipta melalui sikap saling memaafkan.

Sejak pagi hari, suasana di Ruang Bina Praja sudah dipenuhi oleh para peserta yang hadir dengan penuh antusias. Para anggota Dharma Wanita tampak mengenakan busana yang rapi dan anggun, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Panitia penyelenggara menyambut para tamu dengan ramah, menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban sejak awal kedatangan.

Acara diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat dan profesionalisme. Selanjutnya, acara resmi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana menjadi lebih khidmat dan penuh berkah. Doa bersama juga dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas kesempatan untuk berkumpul serta harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Memasuki sesi sambutan, Ketua Dharma Wanita Kota Batu menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir, termasuk DWP Bagian Umum. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Halal Bihalal bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga merupakan momentum yang sangat berharga untuk memperbaiki hubungan, mempererat tali persaudaraan, dan memperkuat rasa kebersamaan dalam organisasi.

Beliau juga menjelaskan makna dari tema yang diangkat dalam kegiatan ini. “Indahnya berbagi” mencerminkan pentingnya kepedulian sosial dan semangat untuk membantu sesama. “Mulianya memberi” menunjukkan bahwa setiap kebaikan yang diberikan dengan ikhlas akan membawa keberkahan. Sementara itu, “Damainya memaafkan dalam rangkai ukhuwah” menggambarkan betapa pentingnya sikap saling memaafkan dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan penuh kedamaian.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DWP Bagian Umum, Ibu Slamet, yang hadir sebagai perwakilan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas undangan yang diberikan serta mengungkapkan rasa bahagia dapat hadir dalam kegiatan yang penuh makna ini. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin, sebagai bagian dari semangat Idulfitri.

Ibu Slamet juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan antar anggota Dharma Wanita. Beliau berharap agar kebersamaan yang terjalin dalam acara Halal Bihalal ini dapat terus dipupuk dan menjadi landasan untuk kerja sama yang lebih baik di masa mendatang. Selain itu, beliau juga menegaskan komitmen DWP Bagian Umum untuk terus aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang mendukung pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh seorang ustaz yang diundang khusus untuk memberikan pencerahan kepada para peserta. Dalam ceramahnya, beliau mengupas makna mendalam dari tema kegiatan, khususnya tentang pentingnya berbagi dan memberi sebagai bentuk kepedulian sosial.

Beliau menjelaskan bahwa berbagi tidak selalu harus dalam bentuk materi, tetapi juga dapat berupa waktu, perhatian, dan kasih sayang. Memberi dengan ikhlas akan memberikan kebahagiaan, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya memaafkan sebagai kunci untuk menciptakan kedamaian dalam hati dan hubungan antar sesama.

Suasana selama tausiyah berlangsung sangat khidmat. Para peserta tampak menyimak dengan penuh perhatian, bahkan beberapa di antaranya terlihat terharu dengan pesan-pesan yang disampaikan. Tausiyah ini memberikan nilai spiritual yang mendalam dan menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus memperbaiki diri.

Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan sesi inti Halal Bihalal, yaitu saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momen ini berlangsung dengan penuh kehangatan, di mana seluruh peserta saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf. Suasana haru dan bahagia menyatu, menciptakan ikatan emosional yang kuat di antara para anggota.

Ibu Slamet dan Ibu Siti Sofiyah turut serta dalam sesi tersebut dengan penuh keakraban. Keduanya berinteraksi dengan anggota Dharma Wanita lainnya, memperlihatkan sikap yang ramah dan terbuka. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kesetaraan dalam organisasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan berbagi sebagai implementasi dari tema yang diangkat. Dalam kegiatan ini, dilakukan penyerahan bantuan sosial kepada pihak yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari nilai “indahnya berbagi” dan “mulianya memberi” yang diusung dalam tema.

Selain itu, acara juga diisi dengan ramah tamah dan makan bersama. Hidangan yang disajikan beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner lokal. Dalam suasana santai ini, para peserta saling berbincang, bertukar pengalaman, serta mempererat hubungan secara informal.

Ibu Siti Sofiyah memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi dengan beberapa anggota Dharma Wanita lainnya mengenai berbagai program kegiatan yang dapat dikembangkan bersama. Diskusi ini berlangsung dengan penuh keakraban dan menghasilkan berbagai ide yang inspiratif.

Untuk menambah semarak acara, panitia juga menghadirkan hiburan berupa penampilan dari anggota Dharma Wanita. Penampilan tersebut menunjukkan bakat dan kreativitas anggota, sekaligus memberikan hiburan yang menyenangkan bagi seluruh peserta. Suasana menjadi lebih hidup dan penuh keceriaan.

Menjelang akhir acara, panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Harapan juga disampaikan agar semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang telah disampaikan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan. Doa ini juga menjadi harapan agar seluruh anggota Dharma Wanita senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya.

Sebagai penutup, dilakukan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan. Seluruh peserta tampak bahagia dan penuh semangat, mencerminkan keberhasilan kegiatan dalam menciptakan suasana yang positif dan penuh makna.

Kehadiran DWP Bagian Umum dalam acara ini memberikan kontribusi yang positif dalam memperkuat hubungan antar organisasi. Ibu Slamet dan Ibu Siti Sofiyah telah menjalankan perannya dengan baik sebagai perwakilan, serta mampu membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh peserta.

Secara keseluruhan, kegiatan Halal Bihalal Dharma Wanita Kota Batu ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Tema yang diangkat tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam setiap rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita dapat semakin memahami pentingnya berbagi, memberi, dan memaafkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang kuat dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kedamaian.

Partisipasi aktif DWP Bagian Umum juga menjadi bukti komitmen organisasi dalam menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai pihak. Ke depan, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas keikutsertaan DWP Bagian Umum dalam acara Halal Bihalal Dharma Wanita Kota Batu. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan selanjutnya yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih bermanfaat bagi seluruh anggota serta masyarakat luas.
Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: BAGIAN UMUM

11116-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas DAMKARMAT Kota Batu melaksanakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan
Kegiatan : Bantuan Sosial

Keterangan Program :
1.Kegiatan dari DWP Dinas DAMKARMAT Kota Batu
2.Hari/Tanggal : Senin, 16 Maret 2026
3.Tempat : Rumah Alm. Bp. Agus Setiawan Kota Batu
4.Pukul : 10.00 – selesai
5.Yang Bertugas Hadir :
- Ibu Fida
- Ibu Tri
7. Acara : Santunan Anak Yatim anggota DAMKARMAT Kota Batu

Kegiatan Santunan Anak Yatim DWP Dinas DAMKARMAT Kota Batu.
Santunan kepada anak yatim merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama. DWP sebagai organisasi yang beranggotakan istri ASN memiliki tanggung jawab moral untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial, khususnya membantu anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Tujuan Kegiatan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial, Membantu meringankan beban anak yatim, Mempererat silaturahmi antara DWP dan masyarakat dan Meningkatkan peran aktif DWP dalam kegiatan sosial.
Bentuk Kegiatan merupakan penyerahan santunan berupa: Uang tunai, sembako dan Perlengkapan sekolah.
Kegiatan dilaksanakan dari lingkungan kantor dinas DAMKARMAT Kota Batu menuju tempat yang telah disepakati, dengan melibatkan pengurus dan anggota DWP serta perwakilan anak yatim. Kegiatan santunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak yatim serta memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial dalam lingkungan DWP dinas DAMKARMAT Kota Batu. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
11213-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas DAMKARMAT Kota Batu melaksanakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan
Kegiatan : Bantuan Sosial

Keterangan Program :
1.Kegiatan dari DWP Dinas DAMKARMAT Kota Batu
2.Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret 2026
3.Tempat : Rumah Alm. Bp. Rusman Hadi Kota Batu
4.Pukul : 10.00 – selesai
5.Yang Bertugas Hadir :
- Ibu Dewi
- Ibu Tri
7. Acara : Santunan Anak Yatim anggota DAMKARMAT Kota Batu

Pemberian Santunan kepada Anak Yatim kepada ananda daripada Alm. Bp. Rusman Hadi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas DAMKARMAT.
Kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim merupakan wujud kepedulian sosial serta implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan. Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai organisasi istri ASN memiliki peran penting dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, salah satunya melalui program berbagi kepada anak yatim.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meringankan beban anak-anak yatim serta mempererat tali silaturahmi antara DWP dengan masyarakat.
Dengan tujuan kegiatan :
1.Meningkatkan rasa kepedulian sosial anggota DWP
2.Memberikan bantuan kepada anak yatim
3.Mempererat hubungan antara DWP dan masyarakat
4.Menumbuhkan semangat berbagi dan empati
Bentuk Kegiatan :
Penyerahan santunan berupa: Uang tunai dan Paket sembako
Dengan sumber dana : Iuran anggota DWP, Donasi sukarela dan Bantuan pihak lain yang tidak mengikat
Sebagai penutup kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial DWP DAMKARMAT Kota Batu. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
11304-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas DAMKARMAT Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan Kegiatan : Bantuan Sosial

Keterangan Program :
1.Kegiatan dari DWP Kota Batu
2.Hari/Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3.Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
4.Pukul : 13.30 – selesai
5.Yang Bertugas Hadir :
- Ibu Ira Santoso
- Ibu Eny Rudi
- Ibu Isnaini Gatot
6.Peserta : 4 (empat) orang
7. Acara : Santunan Anak Yatim Kota Batu

Susunan Acara
1. Pembukaan Mc
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
3. Sambutan Ketua DWP Kota Batu
4. Tausiyah
5. Penyerahan santunan oleh beberapa perwakilan DWP kepada anak yatim
6. Doa bersama
7. Penutup.

Tema Kegiatan : “Berbagi Kasih, Menebar Kepedulian Bersama Anak Yatim”
Santunan anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai kemanusiaan serta ajaran agama. Melalui kegiatan ini, DWP Kota Batu berperan aktif dalam membantu meringankan beban anak-anak yatim serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial di kalangan anggota.
Tujuan Kegiatan :
* Meningkatkan kepedulian sosial anggota DWP
* Memberikan bantuan kepada anak yatim
* Menjalin silaturahmi dengan masyarakat
* Menanamkan nilai berbagi dan gotong royong
Bentuk Kegiatan
* Pemberian santunan berupa: Uang tunai, Paket sembako, Perlengkapan sekolah, Tausiyah atau pengajian singkat dan Doa bersama.
Sasaran : Anak yatim di wilayah kota Batu setempat.
Waktu dan Tempat :
Hari/Tanggal: Rabu, 4 Maret 2026
Waktu: 13.30 sampai selesai Tempat: Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
Kegiatan santunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak yatim serta memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial dalam lingkungan DWP.
Semoga kegiatan santunan anak yatim ini dapat terus berlanjut dan menjadi ladang amal bagi seluruh anggota DWP serta memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yang menerima.”


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
11404-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas DAMKARMAT Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1.Kegiatan dari DWP Kota Batu
2.Hari/Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3.Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
4.Pukul : 12.00 – selesai
5.Yang Bertugas Hadir :
- Ibu Ira Santoso
- Ibu Eny Rudi
- Ibu Isnaini Gatot
6.Peserta : 4 (empat) orang
7. Acara : Pengajian Rutin DWP Kota Batu

Pengajian Rutin DWP Kota Batu dengan tema “FIQIH WANITA” disampaikan oleh Ustadzah Mieke

1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
3. Sambutan Ketua DPW Kota Batu
4. Penyampaian materi fiqih wanita
5. Tanya jawab
6. Doa penutup

1. Pengertian Fiqih Wanita
Fiqih wanita adalah ilmu yang membahas hukum-hukum Islam yang berkaitan khusus dengan perempuan, seperti:
- Haid, nifas, dan istihadhah
- Thaharah (bersuci)
- Shalat dan puasa
- Aurat dan berpakaian
- Peran wanita dalam keluarga
2. Thaharah (Bersuci)
Hal penting yang perlu dipahami:
- Tata cara wudhu yang benar
-Mandi wajib (junub, haid, nifas)
- Najis dan cara mensucikannya
- Penggunaan pembalut saat haid
-Pesan penting: Kebersihan adalah syarat sah ibadah.
3. Haid, Nifas, dan Istihadhah
- Haid: darah alami bulanan wanita
- Nifas: darah setelah melahirkan
- Istihadhah: darah di luar kebiasaan haid
- Hukum saat haid/nifas: Tidak wajib shalat dan tidak perlu menggantinya
- Wajib mengganti puasa Ramadhan
- Tidak boleh berhubungan suami istri
4. Shalat dan Puasa
- Kewajiban shalat 5 waktu
- Keringanan bagi wanita (haid/nifas)
- Tata cara qadha puasa
- Keutamaan menjaga ibadah di tengah kesibukan rumah tangga
5. Aurat dan Berpakaian
- Aurat wanita: seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (menurut mayoritas ulama)
- Berpakaian: Tidak ketat, Tidak transparan, Tidak menyerupai laki-laki
6. Peran Wanita dalam Keluarga
- Sebagai istri: taat kepada suami dalam kebaikan
- Sebagai ibu: pendidik utama anak
- Sebagai anggota masyarakat: memberi kontribusi positif
7. Adab Wanita Muslimah
- Menjaga lisan
- Menjaga kehormatan
- Saling menghormati antar sesama
- Aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan
Penutup
Fiqih wanita penting dipahami agar setiap ibadah yang dilakukan sesuai syariat dan kehidupan sehari-hari lebih berkah.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
11504-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas DAMKARMAT Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1.Kegiatan dari DWP Kota Batu
2.Hari/Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3.Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
4.Pukul : 12.00 – selesai
5.Yang Bertugas Hadir :
- Ibu Ira Santoso
- Ibu Eny Rudi
- Ibu Isnaini Gatot
6.Peserta : 4 (empat) orang
7. Acara : Pengajian Rutin DWP Kota Batu

Pengajian Rutin DWP Kota Batu dengan tema “FIQIH WANITA” disampaikan oleh Ustadzah Mieke

1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
3. Sambutan Ketua DPW Kota Batu
4. Penyampaian materi fiqih wanita
5. Tanya jawab
6. Doa penutup

1. Pengertian Fiqih Wanita
Fiqih wanita adalah ilmu yang membahas hukum-hukum Islam yang berkaitan khusus dengan perempuan, seperti:
- Haid, nifas, dan istihadhah
- Thaharah (bersuci)
- Shalat dan puasa
- Aurat dan berpakaian
- Peran wanita dalam keluarga
2. Thaharah (Bersuci)
Hal penting yang perlu dipahami:
- Tata cara wudhu yang benar
-Mandi wajib (junub, haid, nifas)
- Najis dan cara mensucikannya
- Penggunaan pembalut saat haid
-Pesan penting: Kebersihan adalah syarat sah ibadah.
3. Haid, Nifas, dan Istihadhah
- Haid: darah alami bulanan wanita
- Nifas: darah setelah melahirkan
- Istihadhah: darah di luar kebiasaan haid
- Hukum saat haid/nifas: Tidak wajib shalat dan tidak perlu menggantinya
- Wajib mengganti puasa Ramadhan
- Tidak boleh berhubungan suami istri
4. Shalat dan Puasa
- Kewajiban shalat 5 waktu
- Keringanan bagi wanita (haid/nifas)
- Tata cara qadha puasa
- Keutamaan menjaga ibadah di tengah kesibukan rumah tangga
5. Aurat dan Berpakaian
- Aurat wanita: seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (menurut mayoritas ulama)
- Berpakaian: Tidak ketat, Tidak transparan, Tidak menyerupai laki-laki
6. Peran Wanita dalam Keluarga
- Sebagai istri: taat kepada suami dalam kebaikan
- Sebagai ibu: pendidik utama anak
- Sebagai anggota masyarakat: memberi kontribusi positif
7. Adab Wanita Muslimah
- Menjaga lisan
- Menjaga kehormatan
- Saling menghormati antar sesama
- Aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan
Penutup
Fiqih wanita penting dipahami agar setiap ibadah yang dilakukan sesuai syariat dan kehidupan sehari-hari lebih berkah.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
11627-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Wawasan Keanekaragaman Budaya
Kegiatan : Kegiatan Hari Besar Nasional.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Bagian Umum Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 27 Maret 2026
3. Tempat : Rumah Ibu Asri
4. Pukul : 13.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum Kota batu
7. Acara : Halal Bihalal

Dharma Wanita Bagian Umum Kota Batu melaksanakan kegiatan kunjungan dalam rangka Halal Bihalal yang bertempat di kediaman Ibu Asri pada tanggal 27 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda penting yang rutin dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri, sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat rasa kekeluargaan di antara para anggota Dharma Wanita.

Sejak pagi hari, suasana di rumah Ibu Asri sudah tampak ramai dengan kehadiran para anggota Dharma Wanita Bagian Umum Kota Batu. Mereka datang dengan penuh semangat dan rasa bahagia, mengenakan busana yang rapi dan sopan, mencerminkan suasana hari raya yang masih terasa hangat. Kehadiran para anggota ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan Halal Bihalal, yang tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga momen yang sangat dinantikan.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan Dharma Wanita Bagian Umum Kota Batu. Dalam sambutannya, disampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik serta apresiasi kepada Ibu Asri yang telah berkenan menjadi tuan rumah. Disampaikan pula bahwa kegiatan Halal Bihalal bukan sekadar acara seremonial, melainkan memiliki makna yang mendalam sebagai momentum untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan memperkuat ukhuwah di antara sesama anggota.

Selanjutnya, Ibu Asri sebagai tuan rumah juga memberikan sambutan hangat. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh anggota Dharma Wanita yang telah meluangkan waktu untuk hadir di kediamannya. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kebersamaan, terutama di tengah kesibukan masing-masing. Beliau juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk upaya mempererat hubungan kekeluargaan.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang memberikan pesan-pesan keagamaan terkait makna Halal Bihalal. Dalam tausiyah tersebut disampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan tradisi yang sangat baik dalam kehidupan bermasyarakat, karena mengandung nilai-nilai saling memaafkan, keikhlasan, dan kebersamaan. Para peserta tampak khidmat menyimak setiap pesan yang disampaikan, yang diharapkan dapat menjadi pengingat untuk terus menjaga hubungan baik dengan sesama.

Memasuki inti acara, seluruh anggota Dharma Wanita saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Suasana haru dan hangat terasa begitu kental saat setiap anggota saling menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Momen ini menjadi bagian yang paling bermakna, karena mencerminkan esensi dari Halal Bihalal itu sendiri, yaitu memperbaiki hubungan dan membersihkan hati dari segala prasangka.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antaranggota. Dalam suasana yang santai dan penuh keakraban, para anggota dapat saling berbagi cerita, pengalaman, serta berdiskusi mengenai berbagai hal, baik yang berkaitan dengan kegiatan organisasi maupun kehidupan sehari-hari. Hal ini tentunya memberikan dampak positif dalam memperkuat soliditas organisasi Dharma Wanita Bagian Umum Kota Batu.

Kegiatan Halal Bihalal ini juga diisi dengan ramah tamah dan makan bersama. Berbagai hidangan khas hari raya disajikan dengan penuh kehangatan oleh tuan rumah. Para peserta menikmati hidangan sambil berbincang santai, menciptakan suasana yang penuh keakraban dan kebersamaan. Momen makan bersama ini semakin mempererat hubungan emosional antaranggota, sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang lebih kuat.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Terlihat adanya kerja sama yang baik antara anggota dalam membantu jalannya acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih terjaga dengan baik di dalam lingkungan Dharma Wanita Bagian Umum Kota Batu.

Kunjungan dalam rangka Halal Bihalal ini memberikan banyak manfaat, baik secara pribadi maupun organisasi. Secara pribadi, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan dan mempererat tali persaudaraan. Sementara secara organisasi, kegiatan ini dapat meningkatkan kekompakan, memperkuat komunikasi, serta membangun suasana kerja yang harmonis di antara para anggota.

Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai positif yang menjadi bagian dari budaya organisasi Dharma Wanita, seperti kebersamaan, kepedulian, dan saling menghargai. Nilai-nilai ini sangat penting untuk terus dijaga dan dikembangkan, agar organisasi dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat.

Menjelang akhir acara, dilakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan. Seluruh anggota tampak bahagia dan penuh semangat saat mengabadikan momen kebersamaan tersebut. Foto bersama ini diharapkan dapat menjadi kenangan indah yang akan selalu diingat, serta menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersamaan dan silaturahmi.

Secara keseluruhan, kegiatan kunjungan dalam rangka Halal Bihalal yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Bagian Umum Kota Batu di rumah Ibu Asri pada tanggal 27 Maret 2026 berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kekompakan, dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara para anggota.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Bagian Umum Kota Batu dapat terus menjaga hubungan baik, meningkatkan solidaritas, serta bersama-sama membangun organisasi yang lebih baik ke depannya. Semangat kebersamaan yang telah terjalin diharapkan dapat terus dipertahankan dan menjadi landasan dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi di masa yang akan datang.

Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi bukti bahwa silaturahmi memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan, baik dalam lingkungan organisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tradisi ini perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya yang sarat dengan nilai-nilai positif.

Akhir kata, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh anggota Dharma Wanita Bagian Umum Kota Batu, serta menjadi inspirasi untuk terus mempererat tali silaturahmi dan menjaga kebersamaan dalam setiap kesempatan.


Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: BAGIAN UMUM
11721-03-2026Laporan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Laporan Kegiatan DWP Bagian Prokopim Setda Kota Batu. Kegiatan : Halal Bihalal Dan Open House Wali Kota Batu 1 Syawal 1447 H Hari/tgl : Sabtu, 21 Maret 2026 Pukul : 09.00 s.d selesai Tempat : Rumah Dinas Wali Kota Batu Acara : Halal Bihalal dan Open House Wali Kota Batu Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Peserta : Wali Kota Batu beserta keluarga, diikuti oleh seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batu bersama keluarga masing-masing Hasil kegiatan : 1. Wali Kota Batu menggelar open house Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang bertempat di rumah dinas wali kota Jl. Panglima Sudirman No. 1 Kota Batu. Didampingi oleh Pembina DWP Kota Batu Ibu Siti Faujiyah, S. Pd, Wali Kota Batu menyambut hangat seluruh tamu yang hadir pagi itu. Tamu beragam mulai dari kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Batu hingga masyarakat Kota Batu dan handai taulan yang ingin bersalaman dengan beliau. 2. Dalam acara ini nampak beberapa kepala OPD juga hadir memenuhi undangan open house ini sambil membawa serta keluarga masing-masing guna bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan di hari yang Fitri ini. Hadir pula Ketua DWP Bagian Prokopim Setda Kota Batu bersama anggota keluarga. Selain bertujuan untuk silaturahmi dan bersalaman dengan seluruh yang hadir, kesempatan ini dimanfaatkan oleh ketua DWP Bagian Prokopim untuk mengenalkan lingkungan kerja, tugas dan tanggung jawab yang diemban suami untuk dapat dimengerti dan diterima dengan baik oleh anak-anak. Agar ke depan dukungan terhadap keberhasilan kinerja suami tidak hanya semata didukung oleh ketua DWP sebagai istri saja, namun diperkuat dengan pemahaman dan kerjasama yang baik dari anak-anak. Selain itu tak lupa ketua DWP juga mengingatkan bahwa ayah bekerja dengan tujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan membahagiakan anak-anak, sehingga ketika ayah bekerja maka yang paling penting dilakukan oleh anak-anak dalam mendukung keberhasilan kinerja beliau adalah doa agar senantiasa diberikan kelancaran bertugas serta belajar yang baik guna meraih masa depan yang cemerlang.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
11804-03-2026

LAPORAN KEGIATAN

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP)

DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA BATU

KEGIATAN SANTUNAN ANAK YATIM DAN PENGAJIAN RUTIN DWP KOTA BATU

BULAN SUCI RAMADHAN 1447 H / 2026 M

I. PENDAHULUAN

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi.

Momentum Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Sebagai organisasi yang berperan dalam mendukung kegiatan sosial dan peningkatan kualitas perempuan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu secara rutin menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan sosial, salah satunya adalah santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan pengajian rutin. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim, tetapi juga sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan anggota DWP melalui kajian keagamaan.

DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung program kerja DWP Kota Batu. Keterlibatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas antaranggota serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan Dharma Wanita.

II. DASAR KEGIATAN

Program kerja Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Tahun 2026.

Agenda rutin kegiatan keagamaan DWP Kota Batu pada bulan Ramadhan.

Semangat meningkatkan kepedulian sosial dan spiritual anggota DWP.

III. TUJUAN KEGIATAN

Adapun tujuan dari kegiatan santunan anak yatim dan pengajian rutin ini adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota Dharma Wanita Persatuan kepada Allah SWT.

2. Menjalin dan mempererat tali silaturahmi antaranggota DWP se-Kota Batu.

3. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim.

4. Memberikan dukungan moral dan materiil kepada anak-anak yatim agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan.

5. Menambah wawasan keagamaan melalui pengajian yang disampaikan oleh narasumber yang kompeten.

IV. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Hari/Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026

Waktu : Pukul 12.30 WIB – selesai

Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono, Balai Kota Among Tani, Kota Batu

V. PESERTA KEGIATAN

Kegiatan ini dihadiri oleh:

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, yaitu Ibu Wali Kota Batu, Ibu Siti Fauziah.

Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.

Seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (UP) se-Kota Batu, termasuk DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu.

Anak-anak yatim penerima santunan.

Narasumber dari Kementerian Agama yang memberikan materi pengajian.

VI. SUSUNAN KEGIATAN

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1. Registrasi peserta

2. Pembukaan

3. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an

4. Sambutan Ketua DWP Kota Batu

5. Sambutan Penasehat DWP Kota Batu

6. Santunan kepada anak-anak yatim

7. Pengajian / tausiyah keagamaan

8. Doa bersama

9. Penutup

10. Foto Bersama

VII. URAIAN KEGIATAN

Kegiatan santunan anak yatim dan pengajian rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu dilaksanakan dengan penuh khidmat dan lancar. Acara dimulai pada pagi hari dengan registrasi peserta yang dihadiri oleh seluruh perwakilan DWP UP se-Kota Batu.

Setelah registrasi, acara dibuka secara resmi dengan pembacaan basmalah dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius dan penuh kekhusyukan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh perhatian.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kota Batu menyampaikan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, khususnya di bulan Ramadhan. Beliau juga mengapresiasi kehadiran seluruh anggota DWP yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Penasehat DWP Kota Batu, Ibu Wali Kota Batu, Ibu Siti Fauziah. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang harus terus dilestarikan. Beliau juga mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Acara inti berupa santunan kepada anak-anak yatim berlangsung dengan penuh haru dan kebahagiaan. Santunan yang diberikan berupa bantuan materi dan bingkisan yang diharapkan dapat meringankan beban serta memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Momen ini menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam kegiatan, di mana terlihat jelas rasa empati dan kasih sayang dari seluruh peserta.

Setelah kegiatan santunan, acara dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Agama. Materi yang disampaikan mengangkat tema mengenai fiqih perempuan, yang sangat relevan dengan peran anggota Dharma Wanita sebagai perempuan, istri, dan ibu.

Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek penting dalam kehidupan perempuan menurut perspektif Islam, termasuk tentang peran perempuan dalam keluarga, pentingnya menjaga akhlak, serta bagaimana menjalankan ibadah dengan benar sesuai tuntunan agama. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan diselingi dengan contoh-contoh kehidupan sehari-hari, sehingga peserta dapat lebih mudah mengaplikasikannya.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pengajian tersebut. Hal ini terlihat dari perhatian yang diberikan serta interaksi yang terjadi selama sesi berlangsung. Pengajian ini memberikan tambahan wawasan keagamaan yang sangat bermanfaat bagi seluruh anggota DWP.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh narasumber, memohon keberkahan, kesehatan, dan keselamatan bagi seluruh peserta serta keberkahan bagi Kota Batu.

VIII. HASIL KEGIATAN

Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah:

1. Terlaksananya kegiatan santunan anak yatim dan pengajian rutin dengan lancar dan tertib.

2. Meningkatnya keimanan dan ketakwaan anggota DWP melalui kegiatan keagamaan.

3. Terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antaranggota DWP se-Kota Batu.

4. Tersalurkannya bantuan kepada anak-anak yatim yang membutuhkan.

5. Bertambahnya wawasan keagamaan anggota DWP, khususnya terkait fiqih perempuan.

IX. PENUTUP

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas partisipasi Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu dalam kegiatan santunan anak yatim dan pengajian rutin DWP Kota Batu pada bulan suci Ramadhan.

Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena memberikan manfaat yang sangat besar baik dari sisi sosial maupun spiritual. Semoga seluruh amal ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT dan menjadi ladang pahala bagi kita semua.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
11913-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu melaksanakan bagi-bagi takjil kepada pengendara yang melintas di depan Balaikota Amongtani Batu Pada Bulan Ramadhan 1447 H
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan kesetiakawanan – Bhakti sosial

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharmawanita Dishub Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 13 Maret 2026
3. Tempat : di depan Balaikota Amongtani Batu
4. Pukul :15.00 WIB - selesai
5. Yang Hadir : Ketua DWP Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu (Ny. Rini Herawan) dan Anggota DWP Dishub (Bu Yani Pak Zam-zam, Bu Cacik Pak Robyul, Bu Ketut, Bu Siti, bu Eva, dan ibu2 pegawai wanita Dishub)
7. Kondisi cuaca : cerah
8.Kegiatan: melaksanakan bagi-bagi takjil sebanyak 200 pack berupa kue manis dan gorengan serta minuman air mineral dan minuman kemasan) kepada pengendara yang melintas di depan Balaikota Amongtani Batu

Kegiatan Bagi-Bagi Takjil oleh DWP Dinas Perhubungan Kota Batu
Pada tanggal 13 Maret 2026, tepat di bulan suci Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu menggelar kegiatan sosial yang penuh makna, yakni bagi-bagi takjil. Kegiatan ini dilaksanakan di depan Balaikota Amongtani, salah satu titik strategis yang sering dilewati masyarakat dan para pengendara yang melintas di sekitar pusat Kota Batu. Dengan tema "Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan," kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan takjil kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, terutama di bulan yang penuh berkah ini.
Persiapan dan Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari, dengan segala persiapan yang dilakukan oleh anggota Dharma Wanita Dishub Kota Batu. Berbagai jenis takjil yang telah dipilih dengan cermat, mulai dari aneka kue tradisional baik manis maupun gurih dan minuman kemasan rasa2 dan air mineral telah disiapkan. Setiap takjil yang dibagikan merupakan hasil kerja keras dan gotong-royong antara sesama anggota Dharma Wanita, yang sejak pagi membungkus takjil dengan rapi dan higienis pada kotak kue.
Pada siang hari, seluruh anggota Dharma Wanita yang terlibat dalam kegiatan ini melakukan briefing dan pembagian tugas, guna memastikan kelancaran jalannya acara. Beberapa anggota bertugas untuk menyiapkan takjil di meja distribusi, sementara yang lain bertanggung jawab untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang datang. Untuk menjaga protokol kesehatan, para relawan juga mengenakan masker, sarung tangan, dan menjaga jarak yang aman.
Acara dimulai tepat pada pukul 15.00 WIB, saat waktu berbuka puasa semakin dekat. Masyarakat yang melintas di depan Balaikota Amongtani mulai berdatangan dengan senyum ceria, mengantre dengan tertib untuk menerima takjil. Pengendara yang sedang dalam perjalanan pulang dan mereka yang beraktivitas di sekitar alun-alun merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Tidak hanya warga setempat, tetapi juga para wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu turut merasakan manfaat dari kegiatan ini.
Tujuan Kegiatan dan Makna di Baliknya
Bagi Dharma Wanita Dishub Kota Batu, kegiatan bagi-bagi takjil ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun, tetapi lebih kepada sebuah bentuk kepedulian sosial yang mendalam. Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, yang memberi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri, sekaligus berbagi dengan sesama. Dengan berbagi takjil kepada masyarakat, Dharma Wanita Dishub berharap bisa membantu mereka yang membutuhkan, terutama bagi para pengendara yang terkadang terjebak macet atau mereka yang belum sempat menyiapkan takjil di rumah.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah Kota Batu, khususnya Dinas Perhubungan, dengan masyarakat. Kegiatan sosial semacam ini memperlihatkan bahwa pemerintah hadir untuk melayani, mendengarkan, dan peduli terhadap kebutuhan warganya, terutama di saat-saat yang penuh tantangan seperti menjalankan ibadah puasa.
Antusiasme Masyarakat
Kegiatan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Terlihat banyak warga yang dengan senang hati menerima takjil, dan mereka mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada anggota Dharma Wanita yang telah menggelar kegiatan ini. Sebagian besar dari mereka merasa sangat terbantu, terutama bagi para pengendara motor dan mobil yang terjebak dalam kemacetan menuju rumah. Beberapa dari mereka bahkan berhenti sejenak untuk menyapa para relawan dan mengucapkan doa terima kasih, menyadari bahwa takjil yang diterima adalah bentuk kepedulian yang tulus dari sesama.
Kegiatan ini juga memberi dampak positif di tengah masyarakat, di mana warga mulai menyadari pentingnya berbagi dalam bulan Ramadhan. Banyak warga yang merasa terinspirasi untuk melakukan hal yang sama, atau bahkan bergabung dalam kegiatan serupa di kesempatan berikutnya. Tak sedikit pula yang mengunggah momen mereka saat menerima takjil di media sosial, dengan tagar #BerbagiKebahagiaanRamadhan, yang semakin menyebarkan semangat kebaikan dan kebersamaan di bulan suci ini.
Kolaborasi dan Partisipasi Aktif Masyarakat
Salah satu hal yang menonjol dari kegiatan ini adalah kolaborasi yang baik antara anggota Dharma Wanita Dishub Kota Batu dengan masyarakat sekitar. Beberapa warga secara sukarela menawarkan diri untuk membantu mendistribusikan takjil kepada mereka yang antre, bahkan ada yang membantu membawa takjil untuk orang yang lebih tua atau mereka yang kesulitan bergerak. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan organisasi pemerintahan, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian dari gerakan kebersamaan.
Masyarakat merasa bangga dan senang karena mereka turut serta dalam menjaga keberlanjutan tradisi berbagi di bulan Ramadhan. Bahkan, beberapa di antaranya mengusulkan agar kegiatan ini bisa lebih sering diadakan, tidak hanya di bulan Ramadhan, melainkan juga di hari-hari biasa, untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Harapan dan Rencana Kegiatan ke Depan
Melihat kesuksesan kegiatan ini, Dharma Wanita Dishub Kota Batu berharap kegiatan sosial seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. Selain bagi-bagi takjil, mereka juga berencana untuk melaksanakan kegiatan sosial lainnya, seperti pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu, atau kegiatan sosial lainnya yang dapat langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi instansi lainnya untuk melibatkan diri dalam kegiatan sosial yang bermanfaat. Tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga meningkatkan rasa kepedulian sosial di kalangan warga Kota Batu.
Dengan segala antusiasme yang ada, diharapkan di masa depan, kegiatan bagi-bagi takjil ini dapat dilaksanakan dengan lebih besar lagi, menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan, serta memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi semua yang terlibat.

Kegiatan bagi-bagi takjil yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial yang bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama di bulan Ramadhan. Kegiatan ini memiliki berbagai tujuan yang tidak hanya terbatas pada pembagian makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam yang menyentuh aspek kemanusiaan, kepedulian sosial, dan penguatan tali silaturahmi antar sesama. Berikut adalah beberapa tujuan utama yang ingin dicapai melalui kegiatan ini:
1. Mempererat Tali Silaturahmi Antar Warga dan Pemerintah
Salah satu tujuan yang paling mendasar dari kegiatan bagi-bagi takjil ini adalah untuk mempererat hubungan antara pemerintah, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Batu, dengan masyarakat. Dalam konteks ini, Dharma Wanita Dishub berperan sebagai jembatan yang menghubungkan antara aparat pemerintah dan warga Kota Batu. Kegiatan sosial seperti ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan merasa dekat dengan instansi pemerintah. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah, karena mereka merasa dihargai dan diperhatikan, terutama pada saat-saat yang penuh berkah seperti bulan Ramadhan.
2. Meningkatkan Kepedulian Sosial dan Solidaritas
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan anggota Dharma Wanita Dishub serta masyarakat secara keseluruhan. Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, di mana umat Muslim diajak untuk memperbanyak amal ibadah dan berbagi kepada sesama. Kegiatan bagi-bagi takjil menjadi sarana yang sangat tepat untuk menunjukkan kepedulian terhadap orang lain, terutama bagi mereka yang kurang mampu atau mereka yang tengah beraktivitas di jalan dan tidak sempat menyiapkan takjil di rumah.
Dengan berbagi takjil, kegiatan ini secara tidak langsung mengajarkan masyarakat tentang pentingnya saling berbagi, menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, serta mengingatkan kita akan makna sejati dari berbuka puasa yang tidak hanya tentang memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga tentang berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan.
3. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan pada Saat Berbuka Puasa
Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, seringkali banyak orang yang terlambat untuk mempersiapkan takjil untuk berbuka puasa, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar rumah seperti para pekerja, pengendara, dan wisatawan. Kegiatan bagi-bagi takjil ini bertujuan untuk membantu mereka yang tidak sempat menyiapkan makanan berbuka atau terjebak dalam perjalanan yang panjang. Dengan menyediakan takjil yang siap disantap, Dharma Wanita Dishub memberi kemudahan bagi mereka untuk berbuka dengan nyaman dan tepat waktu.
Selain itu, kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi mereka yang berada di jalan, baik pengendara kendaraan pribadi maupun pejalan kaki, yang mungkin kesulitan menemukan tempat untuk berbuka atau yang sedang dalam perjalanan pulang. Pembagian takjil secara gratis ini memberikan mereka kesempatan untuk berbuka puasa dengan cepat tanpa perlu khawatir tentang makanan yang harus disiapkan.
4. Menumbuhkan Semangat Gotong Royong di Kalangan Anggota Dharma Wanita dan Masyarakat
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat gotong royong di kalangan anggota Dharma Wanita Dishub dan masyarakat Kota Batu. Proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan bagi-bagi takjil memerlukan kerja sama yang erat antara sesama anggota Dharma Wanita, sehingga tidak hanya takjil yang bisa dibagikan, tetapi juga semangat kebersamaan yang tumbuh di antara mereka. Dalam suasana kebersamaan ini, anggota Dharma Wanita Dishub dan masyarakat dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu memberi manfaat bagi orang lain.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan sosial lainnya. Dalam jangka panjang, kegiatan semacam ini dapat memperkuat budaya gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, terutama dalam upaya bersama untuk membantu sesama.
5. Memberikan Teladan Positif dalam Berbagi dan Kepedulian
Salah satu tujuan yang lebih luas dari kegiatan ini adalah memberikan teladan positif kepada masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Melalui kegiatan sosial seperti ini, Dharma Wanita Dishub ingin menunjukkan bahwa berbagi bukan hanya soal memberi materi atau uang, tetapi juga tentang berbagi waktu, tenaga, dan perhatian kepada orang lain. Kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk lebih menghargai pentingnya nilai-nilai kebersamaan, empati, dan solidaritas di tengah kesibukan dan tantangan hidup sehari-hari.
Dengan melibatkan banyak pihak, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh yang menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama, baik dalam bulan Ramadhan maupun di luar bulan suci tersebut. Berbagi takjil ini menjadi simbol bahwa kepedulian sosial dapat dilakukan dalam bentuk sederhana dan praktis, tetapi memiliki dampak yang luar biasa bagi kehidupan bersama.
6. Meningkatkan Citra Positif Dharma Wanita Dishub
Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan citra positif Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kota Batu sebagai organisasi yang aktif dan peduli terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya mengutamakan sisi kebaikan, tetapi juga memperlihatkan bahwa Dharma Wanita Dishub bukan hanya berfokus pada tugas administratif semata, melainkan juga aktif dalam mendukung kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Dishub Kota Batu ingin memperlihatkan bahwa mereka berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan Kota Batu yang lebih baik, tidak hanya dalam aspek perhubungan dan transportasi, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
7. Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Sosial
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Dishub juga berharap bisa mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial lainnya. Dengan adanya acara berbagi takjil ini, diharapkan masyarakat dapat lebih terbuka hati dan terinspirasi untuk ikut serta dalam kegiatan berbagi, baik itu di bulan Ramadhan ataupun di waktu lainnya. Dengan demikian, semangat berbagi ini bisa meluas, dan tercipta lingkungan yang lebih peduli dan saling mendukung di antara sesama.
8. Meningkatkan Rasa Syukur dan Kepuasan dalam Beribadah
Bagi umat Muslim, bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak ibadah. Salah satu tujuan kegiatan bagi-bagi takjil ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada umat Muslim agar dapat berbuka puasa dengan tenang, tepat waktu, dan dalam suasana yang penuh kebahagiaan. Dengan berbagi takjil, para anggota Dharma Wanita Dishub tidak hanya berpartisipasi dalam amal jariyah, tetapi juga memperkuat rasa syukur dan memperdalam makna ibadah puasa, yang mengajarkan untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain.
Secara keseluruhan, kegiatan bagi-bagi takjil oleh Dharma Wanita Dishub Kota Batu pada bulan Ramadhan ini bertujuan untuk mempererat hubungan sosial antara pemerintah dan masyarakat, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memberikan contoh positif tentang pentingnya berbagi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen untuk memperlihatkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas di tengah masyarakat, yang menjadi nilai dasar bagi kehidupan yang harmonis dan saling mendukung. Dengan tujuan yang mulia ini, diharapkan kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima takjil, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi seluruh masyarakat Kota Batu.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Perhubungan
12017-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan
Kegiatan : Bantuan Sosial.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Bagian Umum Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 17 Maret 2026
3. Tempat : Depan, Balai Kota Among Tani, Kota Batu
4. Pukul : 16.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum Kota batu
7. Acara : Buka Bersama Griya Lansia Muslimat Kota Batu

Dharmawanita Bagian Umum kembali melaksanakan kegiatan sosial yang penuh makna melalui acara buka bersama (buber) dengan para penghuni Griya Lansia Muslimat NU Kota Batu yang berlokasi di Jalan Lesti Utara Gang Makam pada tanggal 17 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi dengan para lansia yang membutuhkan perhatian dan kebersamaan.

Griya Lansia Muslimat NU Kota Batu diketahui menampung sebanyak delapan orang lansia yang berasal dari berbagai latar belakang. Kehadiran mereka di griya tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan tempat tinggal yang layak, aman, dan penuh perhatian bagi para orang tua yang membutuhkan perawatan dan pendampingan. Dengan jumlah penghuni yang tidak terlalu banyak, suasana di griya lansia ini terasa lebih hangat dan kekeluargaan.

Acara buka bersama ini berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh kehangatan. Sejak sore hari, para anggota Dharmawanita Bagian Umum telah hadir untuk mempersiapkan berbagai keperluan kegiatan. Mereka bekerja sama menata tempat, menyiapkan hidangan berbuka, serta memastikan kenyamanan para lansia selama acara berlangsung.

Kegiatan diawali dengan ramah tamah antara anggota Dharmawanita dan para lansia. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, para lansia tampak senang berbincang dan berbagi cerita tentang pengalaman hidup mereka. Interaksi ini menjadi momen yang sangat berharga, karena mampu menciptakan kedekatan emosional serta memberikan kebahagiaan bagi para penghuni griya.

Menjelang waktu berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar kegiatan ini membawa berkah bagi semua pihak. Saat adzan maghrib berkumandang, seluruh peserta bersama-sama membatalkan puasa dengan hidangan takjil yang telah disiapkan dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi kesehatan para lansia.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Para anggota Dharmawanita Bagian Umum dengan penuh perhatian mendampingi para lansia, membantu mereka dalam mengambil makanan, serta memastikan mereka merasa nyaman. Suasana makan bersama berlangsung dengan tertib, hangat, dan penuh rasa kekeluargaan.

Selain berbuka bersama, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari kepada para lansia. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka selama tinggal di griya lansia. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dengan penuh rasa hormat dan kepedulian.

Meskipun jumlah lansia yang ditampung di Griya Lansia Muslimat NU Kota Batu hanya delapan orang, hal ini justru memungkinkan terjalinnya interaksi yang lebih dekat dan personal. Setiap lansia mendapatkan perhatian yang lebih intens dari para anggota Dharmawanita, sehingga mereka merasa lebih dihargai dan diperhatikan.

Kegiatan ini memberikan dampak positif yang sangat besar, baik bagi para lansia maupun bagi anggota Dharmawanita Bagian Umum. Para lansia merasa bahagia, diperhatikan, dan tidak sendiri. Sementara itu, para anggota Dharmawanita mendapatkan pengalaman berharga yang dapat meningkatkan rasa empati, kepedulian, serta penghargaan terhadap orang tua.

Kehadiran Dharmawanita Bagian Umum di tengah-tengah para lansia juga memberikan semangat baru bagi mereka. Senyum, tawa, dan kebersamaan yang tercipta selama kegiatan menjadi bukti bahwa perhatian kecil dapat memberikan kebahagiaan yang besar. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada para lansia.

Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara anggota Dharmawanita Bagian Umum dan pengelola Griya Lansia Muslimat NU Kota Batu. Persiapan yang matang serta koordinasi yang baik menjadi kunci utama terselenggaranya kegiatan dengan lancar dan penuh makna.

Kegiatan buka bersama ini juga menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi oleh Dharmawanita, yaitu kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi. Bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk melaksanakan kegiatan seperti ini, karena memiliki nilai ibadah yang tinggi serta mampu mempererat hubungan antar sesama.

Ke depan, Dharmawanita Bagian Umum berharap dapat terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan, tidak hanya pada bulan Ramadan tetapi juga pada kesempatan lainnya. Dengan demikian, hubungan yang telah terjalin dengan para lansia dapat terus terjaga dan memberikan manfaat yang berkesinambungan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk turut melakukan kegiatan sosial yang serupa. Kepedulian terhadap lansia merupakan tanggung jawab bersama, dan melalui kegiatan sederhana seperti ini, kita dapat memberikan kebahagiaan yang berarti bagi mereka.

Secara keseluruhan, acara buka bersama yang dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2026 di Griya Lansia Muslimat NU Kota Batu berjalan dengan lancar, penuh kehangatan, dan sarat makna. Delapan lansia yang ditampung di griya tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan ini, yang menghadirkan suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang begitu kuat.

Akhir kata, semoga kegiatan ini dapat terus menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Dharmawanita Bagian Umum berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BAGIAN UMUM
12112-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan
Kegiatan : Bantuan Sosial.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Bagian Umum Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
3. Tempat : Depan, Balai Kota Among Tani, Kota Batu
4. Pukul : 16.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum Kota batu
7. Acara : Bagi takjil di Bulan Ramadhan

Kegiatan sosial berbagi takjil yang diselenggarakan oleh Dharmawanita Bagian Umum di depan Balai Kota Among Tani pada tanggal 12 Maret 2026 menjadi salah satu wujud nyata kepedulian sosial sekaligus semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat luas.

Sejak pagi hari, para anggota Dharmawanita Bagian Umum telah mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk kegiatan tersebut. Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, mereka bekerja sama menyiapkan paket takjil yang akan dibagikan kepada masyarakat. Paket-paket tersebut berisi berbagai jenis makanan dan minuman ringan yang cocok untuk berbuka puasa, seperti kurma, kolak, air mineral, serta aneka kue tradisional. Seluruh proses persiapan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan, kualitas, dan kelayakan konsumsi, sehingga masyarakat yang menerima takjil dapat menikmatinya dengan aman dan nyaman.

Balai Kota Among Tani dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan pusat aktivitas masyarakat yang cukup ramai, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Banyak pengguna jalan, pekerja, serta masyarakat umum yang melintas di area tersebut, sehingga kegiatan berbagi takjil ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Lokasi yang strategis ini juga memudahkan proses distribusi takjil agar berjalan dengan tertib dan lancar.

Menjelang sore hari, para anggota Dharmawanita mulai berkumpul di lokasi kegiatan dengan mengenakan seragam yang rapi dan identitas organisasi. Mereka membentuk beberapa kelompok kecil untuk memudahkan proses pembagian takjil. Ada yang bertugas mengatur lalu lintas pembagian agar tetap tertib, ada yang membagikan takjil secara langsung kepada pengguna jalan, dan ada pula yang memastikan stok takjil tetap tersedia hingga kegiatan selesai.

Tepat menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sekitar Balai Kota Among Tani mulai dipenuhi oleh masyarakat yang melintas. Para anggota Dharmawanita dengan penuh keramahan menyapa dan membagikan paket takjil kepada setiap orang yang lewat. Senyum dan ucapan terima kasih dari para penerima takjil menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Kegiatan ini tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai kebaikan, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak pengguna jalan yang merasa terbantu dengan adanya pembagian takjil ini, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Tak sedikit pula masyarakat yang mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata dari Dharmawanita Bagian Umum. Beberapa di antara mereka bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang.

Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan di antara anggota Dharmawanita. Melalui kegiatan ini, mereka dapat bekerja sama, saling mendukung, dan membangun kekompakan dalam menjalankan tugas sosial. Semangat gotong royong yang ditunjukkan selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan menjadi cerminan dari nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Selain itu, kegiatan ini juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk berbagi kepada sesama. Dengan membagikan takjil kepada masyarakat, para anggota Dharmawanita tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan berbuka puasa, tetapi juga mendapatkan pahala dari perbuatan baik yang dilakukan. Hal ini sejalan dengan ajaran agama yang mendorong umat untuk saling berbagi dan membantu, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Koordinasi yang baik antara panitia dan pihak terkait memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum. Pengaturan lalu lintas yang baik juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung, mengingat lokasi yang digunakan berada di area yang cukup ramai.

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari perencanaan yang matang serta kerja keras seluruh anggota Dharmawanita Bagian Umum. Mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan dana, pembelian bahan, hingga pengemasan dan distribusi, semua dilakukan dengan penuh dedikasi. Setiap anggota memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi, sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi citra organisasi. Dharmawanita Bagian Umum menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berperan dalam lingkup internal, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal ini tentu dapat meningkatkan kepercayaan dan apresiasi masyarakat terhadap organisasi tersebut.

Melihat kesuksesan kegiatan ini, diharapkan Dharmawanita Bagian Umum dapat terus melaksanakan kegiatan serupa di masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas. Bahkan, kegiatan berbagi takjil ini dapat dikembangkan menjadi program rutin selama bulan Ramadan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Selain itu, kolaborasi dengan pihak lain juga dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan skala dan dampak kegiatan.

Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana. Dengan berbagi makanan untuk berbuka puasa, kita dapat membantu meringankan beban orang lain sekaligus menciptakan kebahagiaan bersama. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus ditanamkan dan dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini juga mencerminkan semangat solidaritas dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Tradisi berbagi di bulan Ramadan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang patut dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai budaya dan sosial dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Para anggota Dharmawanita Bagian Umum berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk turut serta dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semakin banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan berbagi, maka dampak positif yang dihasilkan juga akan semakin besar. Semangat berbagi ini diharapkan tidak hanya muncul pada bulan Ramadan, tetapi juga dapat terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, kegiatan pembagian takjil yang dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2026 di depan Balai Kota Among Tani berjalan dengan sukses dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan spiritualitas di antara para anggota Dharmawanita Bagian Umum.

Ke depan, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan inovasi dan kreativitas yang lebih baik. Misalnya, dengan menambah variasi paket takjil, memperluas lokasi pembagian, atau melibatkan lebih banyak relawan. Dengan demikian, kegiatan berbagi takjil tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang berdampak luas.

Akhir kata, kegiatan berbagi takjil ini menjadi bukti bahwa dengan niat baik dan kerja sama yang solid, sebuah organisasi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga semangat berbagi dan kepedulian ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga sepanjang waktu.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BAGIAN UMUM
12217-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengadakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan – Bantuan Sosial

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa/ 17 Maret 2026
3. Tempat : Halaman Balaikota Among Tani Batu
4. Pukul : 15.00 WIB s/d selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bapenda (Ny. Fitriana Adhim), Wakil Ketua (Ny. Reni Chairil)
6. Peserta : Perwakilan Anggota DWP Bapenda Ny. Fauziah Supri, Ny. Ninil Budi, Ny. Novalia, Ny. Ika Guruh, Ny. Dewi Shahroni, Ny. Endah, Ny. Avita, Ny. Devi, Ny. Ika, Ny. Reni, Ny. Tias, Ny. Dina, Ny, Berthi
7. Acara : Berbagi Takjil

Bakti sosial adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan bantuan atau kontribusi kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan pribadi. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, atau lembaga dengan tujuan untuk membantu meringankan beban orang lain, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan membangun hubungan sosial yang lebih baik.
Bakti sosial sering kali melibatkan pemberian bantuan berupa materi, seperti makanan, pakaian, obat-obatan, atau dana, serta bantuan dalam bentuk non-materi, seperti layanan kesehatan, pendidikan, atau kegiatan yang mendukung pemulihan sosial. Aktivitas ini bisa dilakukan dalam berbagai bentuk dan skala, mulai dari kegiatan lokal yang melibatkan komunitas kecil hingga proyek besar yang melibatkan banyak pihak.
Jenis-jenis Kegiatan Bakti Sosial:
1. Pembagian Makanan atau Pakaian:
o Memberikan bantuan makanan atau pakaian kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti anak yatim, keluarga kurang mampu, atau masyarakat yang terdampak bencana.
2. Kesehatan Gratis:
o Menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, atau pemberian obat-obatan kepada masyarakat yang kurang mampu, terutama di daerah-daerah terpencil.
3. Pendidikan dan Pelatihan:
o Memberikan kursus, pelatihan, atau bantuan pendidikan kepada anak-anak atau orang dewasa yang kurang mampu untuk memperoleh keterampilan yang bermanfaat.
4. Bantuan pada Korban Bencana Alam:
o Melakukan penggalangan dana atau pengiriman bantuan berupa makanan, pakaian, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan darurat kepada korban bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau kebakaran.
5. Pembangunan Infrastruktur:
o Membantu membangun fasilitas umum yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti sekolah, rumah ibadah, atau fasilitas kesehatan, terutama di daerah yang belum memiliki fasilitas memadai.
6. Kegiatan Lingkungan:
o Melakukan kegiatan penghijauan atau membersihkan lingkungan sekitar, seperti menanam pohon, membersihkan pantai, atau merawat taman kota.
Tujuan Bakti Sosial:
1. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial:
o Membantu masyarakat yang kurang mampu atau yang mengalami kesulitan, dengan memberikan dukungan fisik atau material yang mereka perlukan.
2. Membangun Kepedulian Sosial:
o Meningkatkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Bakti sosial mengajarkan nilai-nilai saling membantu dan berbagi dalam masyarakat.
3. Mendorong Tanggung Jawab Sosial:
o Melibatkan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah sosial, termasuk individu, perusahaan, atau organisasi, yang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
4. Mempererat Tali Persaudaraan:
o Bakti sosial memperkuat hubungan antarindividu atau antar kelompok dalam masyarakat. Ini menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi.
5. Meningkatkan Citra Positif Organisasi atau Perusahaan:
o Bagi perusahaan atau organisasi, kegiatan bakti sosial dapat meningkatkan reputasi mereka di mata publik, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Contoh Kegiatan Bakti Sosial:
• Bakti Sosial oleh Komunitas: Sebuah komunitas yang menyelenggarakan penggalangan dana untuk membeli kebutuhan pokok dan membagikannya kepada warga yang terdampak kemiskinan.
• Bakti Sosial oleh Sekolah: Para siswa melakukan kegiatan membersihkan lingkungan sekitar sekolah atau mengadakan acara pengumpulan pakaian bekas layak pakai untuk disumbangkan kepada panti asuhan.
• Bakti Sosial oleh Perusahaan: Sebuah perusahaan besar yang memberikan donasi atau bantuan untuk korban bencana alam, atau mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat di daerah terpencil.
Manfaat Bakti Sosial:
1. Untuk Penerima Bantuan: Meringankan beban hidup mereka yang kurang mampu atau terdampak bencana, dan memberikan harapan bahwa mereka tidak sendirian dalam kesulitan.
2. Untuk Penyumbang atau Pelaksana: Memberikan kepuasan batin karena dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan berkontribusi pada kebaikan bersama. Hal ini juga dapat mempererat hubungan antarindividu atau antarorganisasi.
3. Untuk Masyarakat Secara Umum: Meningkatkan solidaritas sosial, menciptakan budaya saling membantu, dan meningkatkan kesadaran sosial dalam masyarakat.
Cara Mengadakan Kegiatan Bakti Sosial:
1. Menentukan Tujuan: Tentukan tujuan dari kegiatan bakti sosial yang ingin dilakukan, seperti memberikan bantuan kepada anak yatim, menyelenggarakan pengobatan gratis, atau membersihkan lingkungan.
2. Menyusun Rencana: Tentukan lokasi, waktu, dan jumlah orang yang terlibat. Lakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang atau organisasi lain yang dapat mendukung kegiatan ini.
3. Penggalangan Dana: Jika kegiatan membutuhkan dana, lakukan penggalangan dana melalui berbagai cara, seperti donasi online, acara pengumpulan dana, atau kerja sama dengan sponsor.
4. Mempersiapkan Sumber Daya: Persiapkan kebutuhan materi yang akan dibagikan, seperti pakaian, makanan, obat-obatan, atau alat pelindung.
5. Pelaksanaan: Laksanakan kegiatan sesuai dengan rencana dan pastikan semuanya berjalan lancar dengan melibatkan semua pihak yang terkait.
Bakti sosial adalah cara yang indah untuk memberi kembali kepada masyarakat dan membantu menciptakan dunia yang lebih peduli dan saling mendukung.

Takjil adalah makanan atau minuman ringan yang dikonsumsi saat berbuka puasa untuk membatalkan puasa sebelum makan utama.
Biasanya takjil memiliki ciri:
• Manis atau segar (untuk cepat mengembalikan energi)
• Ringan (tidak langsung berat di perut)
• Disajikan saat waktu berbuka tiba, terutama di bulan Ramadan
Secara bahasa, “takjil” berasal dari bahasa Arab ta’jil yang berarti menyegerakan, maksudnya menyegerakan berbuka puasa.
Contohnya:
• Kurma
• Kolak
• Es buah
• Gorengan
• Teh manis hangat
Tujuan berbagi takjil (membagikan makanan untuk berbuka puasa) antara lain:
1. Membantu orang yang berpuasa
Memberi kemudahan bagi orang lain agar bisa segera berbuka, terutama yang sedang di jalan atau kurang mampu.
2. Mendapat pahala
Dalam ajaran Islam, memberi makan orang yang berpuasa memiliki nilai ibadah dan pahala yang besar.
3. Menumbuhkan rasa peduli dan empati
Kegiatan ini melatih kita untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain dan suka berbagi.
4. Mempererat kebersamaan
Berbagi takjil bisa memperkuat hubungan sosial, baik dengan teman, tetangga, maupun masyarakat sekitar.
5. Menyebarkan kebaikan di bulan Ramadan
Ramadan adalah momen untuk meningkatkan amal, dan berbagi takjil menjadi salah satu bentuk kebaikan yang sederhana tapi bermakna.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai berbagi takjil:
• Pahala dan Keutamaan: Berbagi takjil dianggap sebagai sedekah utama yang dilipatgandakan pahalanya. Orang yang memberi takjil mendapatkan pahala senilai orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka.
• Wujud Kepedulian: Kegiatan ini membantu sesama, terutama pengendara atau pekerja yang masih di jalan saat waktu berbuka tiba
. • Contoh Penggunaan/Kegiatan:
o Membagikan paket takjil (kurma, kolak, air mineral) di pinggir jalan raya.
o Menitipkan makanan berbuka di masjid atau musala.
o Mengadakan buka bersama dan berbagi takjil di panti asuhan.
o Program berbagi takjil online melalui lembaga amil zakat.

Hikmah di Balik Sepiring Takjil
Berbagi takjil bukan sekadar distribusi makanan. Ia mengandung pendidikan jiwa dan dampak sosial yang luas:
• Menumbuhkan empati terhadap yang kurang mampu
• Menghapus dosa melalui sedekah
• Menghidupkan sunnah memberi makan
• Menguatkan ukhuwah Islamiyah
• Menjadi sebab turunnya keberkahan harta
Dalam konteks dakwah dan yayasan sosial, program berbagi takjil bahkan bisa menjadi media syiar Islam—mendekatkan masyarakat dengan masjid, membangun kepedulian terhadap dhuafa, dan menghidupkan semangat kebersamaan.
Amalan Sederhana, Dampak Luar Biasa
Berbagi takjil adalah amalan yang ringan dilakukan, tetapi berat timbangannya. Dalil-dalil hadis menunjukkan bahwa:
• Pahalanya setara dengan orang yang berpuasa.
• Termasuk bentuk sedekah terbaik di bulan Ramadan.
• Dicontohkan langsung oleh Rasulullah yang sangat dermawan di bulan ini.
Ramadan hanya datang setahun sekali. Kesempatan melipatgandakan pahala juga tidak selalu terbuka.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BAPENDA
12317-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengadakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga – Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa / 17 Maret 2026
3. Tempat : Ruang Rapat Bapenda Kota Batu
4. Pukul : 14.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bapenda (Ny. Fitriana Adhim), Wakil Ketua (Ny. Reni Chairil)
6. Peserta : Perwakilan Anggota DWP Bapenda Ny. Fauziah Supri, Ny. Ninil Budi, Ny. Novalia, Ny. Ika Guruh, Ny. Dewi Shahroni, Ny. Endah, Ny. Avita, Ny. Devi, Ny. Ika, Ny. Reni, Ny. Tias, Ny. Dina, Ny, Berthi
7. Acara : Khatmil Qur’an anggota DWP Bapenda Kota Batu

Khatmil Quran adalah istilah yang merujuk pada penyelesaian bacaan Al-Qur'an dari awal (Surah Al-Fatihah) hingga akhir (Surah An-Nas). Kegiatan ini biasanya dilakukan secara individu maupun berjamaah, baik dalam rangka ibadah pribadi, acara keagamaan, atau peringatan tertentu seperti bulan Ramadan, pernikahan, dan acara tahlilan.
Keutamaan Khatmil Quran
Menyelesaikan bacaan Al-Qur'an memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
1. Mendapat Pahala Besar
o Membaca Al-Qur'an setiap hurufnya bernilai pahala. Rasulullah bersabda:
"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi)
2. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat
o Al-Qur'an akan menjadi pemberi syafaat bagi orang yang membacanya dengan ikhlas.
o Rasulullah bersabda:
"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya." (HR. Muslim)
3. Mendapat Keberkahan Hidup
o Membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an dapat memberikan ketenangan hati serta mendatangkan berkah dalam kehidupan.
4. Meningkatkan Kedekatan dengan Allah
o Membaca Al-Qur'an dengan memahami maknanya akan mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan keimanan.
Adab dalam Khatmil Quran
1. Niat yang Ikhlas
o Membaca Al-Qur'an dengan niat ibadah, bukan sekadar tradisi.
2. Membaca dengan Tartil
o Bacaan harus jelas, perlahan, dan sesuai dengan tajwid.
3. Mengikuti Sunnah Rasulullah
o Disunnahkan untuk membaca doa khatam Al-Qur'an setelah menyelesaikan bacaan.
4. Menyelenggarakan Khataman dengan Doa Bersama
o Biasanya dalam tradisi Islam, setelah khatam Al-Qur'an, ada doa bersama agar mendapatkan berkah.
Cara Melaksanakan Khatmil Quran
Khatmil Quran bisa dilakukan secara individu maupun berjamaah:
• Individu
o Menargetkan bacaan Al-Qur'an sesuai waktu tertentu (misalnya, 1 bulan, 3 bulan, atau 1 tahun).
o Bisa membaca 1 juz per hari agar khatam dalam 30 hari.
• Berjamaah
o Biasanya dilakukan dalam kelompok, seperti di pesantren, masjid, atau majelis taklim.
o Setiap orang membaca bagian tertentu, lalu bersama-sama menyelesaikan hingga khatam.
o Ditutup dengan doa khatam Al-Qur'an dan syukuran.
Doa Khatam Al-Qur'an
Salah satu doa yang biasa dibaca setelah menyelesaikan bacaan Al-Qur'an adalah:
"Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an, jadikanlah ia imamku, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku."
Kesimpulan
Khatmil Quran adalah ibadah yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Baik dilakukan sendiri maupun berjamaah, yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan konsistensi dalam membaca serta memahami Al-Qur'an. Semoga kita semua dimudahkan untuk mengkhatamkan Al-Qur'an secara rutin

Waktu yang tepat untuk khatmil Quran (menyelesaikan bacaan Al-Qur'an) dapat bervariasi tergantung pada tujuan dan kondisi seseorang. Namun, ada beberapa waktu yang dianjurkan dan dianggap lebih utama dalam Islam:
1. Bulan Ramadan
• Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an (Nuzulul Quran).
• Membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan ini sangat dianjurkan karena pahalanya berlipat ganda.
• Rasulullah dan para sahabat sering mengkhatamkan Al-Qur'an lebih dari sekali selama Ramadan.
2. Hari Jumat
• Hari Jumat adalah hari yang penuh berkah dalam Islam.
• Mengkhatamkan Al-Qur'an pada hari ini dapat menambah keberkahan dan pahala.
• Beberapa ulama menganjurkan mengkhatamkan Al-Qur'an antara Kamis malam hingga Jumat siang.
3. Awal atau Akhir Bulan Hijriyah
• Mengkhatamkan Al-Qur'an di awal bulan dapat menjadi awal yang baik untuk ibadah berikutnya.
• Di akhir bulan, bisa dijadikan refleksi diri dan doa agar amal ibadah diterima.
4. Saat Mendapat Musibah atau Hajat Besar
• Banyak orang mengkhatamkan Al-Qur'an ketika mengalami ujian hidup dan berharap mendapat pertolongan dari Allah.
• Juga dilakukan saat memiliki hajat besar seperti ingin menikah, mencari pekerjaan, atau menghadapi keputusan penting.
5. Malam Lailatul Qadar (10 Malam Terakhir Ramadan)
• Jika memungkinkan, mengkhatamkan Al-Qur'an di salah satu malam ganjil dalam 10 malam terakhir Ramadan bisa mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.
• Keutamaannya lebih baik dari 1.000 bulan.
6. Saat Ulang Tahun atau Momen Syukuran
• Sebagian orang memilih untuk mengkhatamkan Al-Qur'an sebagai ungkapan syukur atas bertambahnya usia.
• Juga sering dilakukan dalam acara seperti syukuran rumah baru, pernikahan, atau kelahiran anak.
Waktu Khatam yang Disunnahkan dalam Sehari
Jika ingin menyelesaikan Al-Qur'an dalam sehari, beberapa waktu yang dianjurkan untuk membaca adalah:
• Pagi (Setelah Subuh): Waktu terbaik untuk membaca Al-Qur'an dengan fokus.
• Siang (Sebelum atau Sesudah Zuhur): Untuk menambah pahala di tengah aktivitas harian.
• Sore (Setelah Ashar): Menenangkan hati sebelum menjelang malam.
• Malam (Setelah Isya' dan Tahajud): Waktu sunyi yang mendukung perenungan makna Al-Qur'an.
Kesimpulan
Khatmil Quran bisa dilakukan kapan saja, tetapi waktu-waktu yang lebih utama adalah bulan Ramadan, hari Jumat, awal/akhir bulan Hijriyah, malam Lailatul Qadar, atau saat memiliki hajat besar. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan konsistensi dalam membaca Al-Qur'an.

Tujuan Khatmil Quran (menyelesaikan bacaan Al-Qur'an dari awal hingga akhir) bukan hanya sekadar menuntaskan bacaan, tetapi juga memiliki makna spiritual dan manfaat yang besar. Berikut adalah beberapa tujuan utama khatmil Quran:
1. Mendekatkan Diri kepada Allah
• Membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an adalah bentuk ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah.
• Al-Qur'an adalah petunjuk hidup, dan membacanya dengan khusyuk membantu kita lebih memahami ajaran-Nya.
2. Mengamalkan Sunnah Rasulullah
• Rasulullah dan para sahabat sering mengkhatamkan Al-Qur'an dalam waktu tertentu.
• Mengikuti kebiasaan Rasulullah dalam membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an adalah bentuk kecintaan kita kepada beliau.
3. Mendapat Pahala dan Keberkahan Hidup
• Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an bernilai pahala.
• Rasulullah bersabda: "Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi)
• Mengkhatamkan Al-Qur'an membawa keberkahan dalam hidup, baik di dunia maupun akhirat.
4. Memperoleh Syafaat di Hari Kiamat
• Rasulullah bersabda:
"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya." (HR. Muslim)
• Dengan khatmil Quran, kita berharap mendapatkan pertolongan dan syafaat dari Al-Qur'an di akhirat nanti.
5. Menguatkan Hati dan Menenangkan Jiwa
• Membaca Al-Qur'an dengan penuh keimanan bisa menjadi obat hati dan penenang jiwa. • Al-Qur'an menyebutkan:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
6. Meningkatkan Pemahaman dan Pengamalan Al-Qur'an
• Tujuan utama membaca Al-Qur'an bukan hanya menyelesaikan bacaannya, tetapi juga memahami maknanya.
• Dengan sering mengkhatamkan Al-Qur'an, kita lebih terbiasa memahami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.
7. Mengisi Waktu dengan Ibadah yang Bermanfaat
• Daripada waktu terbuang untuk hal yang kurang bermanfaat, membaca Al-Qur'an dan mengkhatamkannya adalah cara terbaik mengisi waktu.
8. Memohon Doa dan Keberkahan setelah Khatam
• Setelah khatam, dianjurkan untuk berdoa karena saat itu adalah waktu mustajab.
• Doa khatam Al-Qur'an bisa dipanjatkan untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, dan umat Islam secara umum.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAPENDA
12418-03-2026Keterangan Program: 1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu 2. Hari / Tanggal : Selasa, 17 Maret 2026 3. Pukul : 14.00 - Selesai 4. Peserta : 4 orang anggota  Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Batu 5. Lokasi : Ruang kerja Kepala Bagian Prokopim Setda Kota Batu 6. Acara : ASN berbagi Susunan Acara : 1. Kata pengantar dari Kepala Bagian Prokopim 2. Prakata dari Ketua DWP Bagian Prokopim 3. Penyerahan THR ASN berbagi kepada Tenaga Harian Lepas Bagian Prokopim Kegiatan : 1. Kepala Bagian Prokopim Bpk. Sasongko menyampaikan bahwa dalam setiap organisasi atau kantor di Pemerintah Daerah terdiri dari berbagai jenis pegawai mulai dari PNS, P3K, P3K paruh waktu, hingga Tenaga Harian Lepas (THL) yang ke semuanya itu merupakan bagian dari perangkat daerah yang bekerja secara bersama-sama, saling bahu membahu dalam mencapai tujuan dari Pemerintah serta melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Selanjutnya dalam bekerja setiap pegawai tidak dapat bekerja sendiri, selalu membutuhkan bantuan dan kerjasama orang lain tanpa memandang perbedaan kepegawaian demi keberhasilan bersama. Oleh karena itu, diperlukan suasana kantor yang nyaman, kondusif, saling menghormati, dan peduli antara satu sama lain. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Daerah memberikan penghargaan kepada jenis-jenis pegawai sesuai dengan peraturan yang ditetapkan kecuali Tenaga Harian Lepas (THL) padahal THL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kantor tersebut dan memiliki peran serta tanggung jawab yang sama seperti pegawai lain. Sehingga di Bulan Ramadhan yang mulia ini, melalui DWP dilaksanakan Program ASN Berbagi untuk dapat sedikit memberikan perhatian kepada rekan-rekan THL. 2. Ketua DWP Bagian Prokopim menyambung bahwa kegiatan ini merupakan hal positif, semoga rekan-rekan THL dapat menerima maksud baik dari kami serta menjadikan sedikit perhatian yang disampaikan sebagai pelecut semangat rekan-rekan dalam bekerja. Secara khusus Ketua DWP berpesan kepada rekan-rekan THL untuk tidak pernah merasa rendah diri, berkecil hati bahkan minder dalam bekerja. Justru seharusnya menjadi ajang untuk mengasah kemampuan diri seperti kemampuan dalam membawakan acara (MC) dan dokumentasi editing video yang sangat dibutuhkan di Bagian Prokopim ini. Sehingga ke depan, keberadaan rekan-rekan THL bisa dirasakan kebermanfaatannya bagi instansi yang kita cintai ini.
Program: Dana Sosial
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
12516-03-2026Laporan : Dharma Wanita Persatuan Kota Batu Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah mengikuti kegiatan Bidang : Sosial Budaya Program : Bantuan Sosial, Program Kepedulian & Kesetiakawanan Keterangan Program: 1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu 2. Hari / Tanggal : Senin, 16 Maret 2026 3. Pukul : 17.00 - Selesai 4. Peserta : 15 orang anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Batu 5. Lokasi : Hotel Amarta Hills Kota Batu 6. Acara : Buka Bersama sekaligus Kultum Ramadhan Susunan Acara : 1. Pembukaan 2. Bertukar kue lebaran 3. Sambutan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Bpk. Sasongko Fitra A sekaligus menyampaikan Kultum Ramadhan 4. Do'a 5. Penutup dilanjutkan buka puasa bersama. Kegiatan : 1. Setiap anggota Dharma Wanita dengan sukarela menyiapkan kue lebaran sederhana sesuai dengan selera masing-masing sejumlah anggota yang hadir, kemudian kue tersebut dibagikan sama rata sehingga setiap anggota mendapatkan aneka jenis kue dengan jumlah yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk membiasakan berbagi dengan sesama anggota, saling memberikan perhatian, menjunjung tinggi keadilan atau pemerataan dan memupuk kebersamaan diantara anggotanya. 2. Adapun kegiatan buka puasa bersama ini diinisiasi dengan tujuan untuk saling mengenal lebih dekat diantara pribadi para anggota, menambah keakraban, dan ke depan dapat melahirkan gagasan ide kegiatan positif yang bermanfaat bagi seluruhnya. 3. Dalam sambutannya, Penasehat Dharma Wanita Bpk. Sasongko sangat mengapresiasi ide buka puasa bersama ini sebagai suatu inovasi positif yang dapat mendukung stabilitas lingkungan kerja dan menumbuhkan rasa toleransi dan kebersamaan diantara para anggota. 4. Dalam kesempatan ini Bpk. Sasongko juga berkenan menyampaikan Kultum Ramadhan yang berisi tentang kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan di bulan suci ini hendaknya menjadi pembiasaan baru yang terus dapat dipertahankan di bulan-bulan selanjutnya. Beliau juga berpesan bahwa tahun depan silahkan diadakan kembali, dengan tempat baru yang lebih terjangkau semua kalangan sehingga harapannya anggota lebih banyak yang datang. Mari segala pekerjaan kantor diniatkan ibadah mencari keberkahan hidup dan keluarga. 5. Seluruh anggota membaca doa sapu jagad (doa selamat) sekaligus berniat berpuasa keesokan harinya, semoga segala usaha baik kita dicatat oleh Allah SWT. 6. Acara ditutup dan dilanjutkan buka puasa bersama
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
12610-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengadakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga – Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa / 10 Maret 2026
3. Tempat : El Hotel Kartika Wijaya
4. Pukul : 18.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bapenda (Ny. Fitriana Adhim), Wakil Ketua DWP Bapenda (Ny. Reni Chairil)
6. Peserta : Ny. Fauziah Supri, Ny. Ninil Budi, Ny. Dewi Roni, Ny. Ika Guruh, Ny. Endah, Ny. Reni, Ny. Berthi, Ny. Icha, Ny. Naning, Ny. Devi
7. Acara : Buka Bersama

Iftar (sering juga ditulis ifthar) adalah makan untuk berbuka puasa setelah matahari terbenam pada bulan Ramadan. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti membatalkan atau mengakhiri puasa.
Pengertian Iftar
Iftar adalah makanan atau kegiatan makan yang dilakukan oleh umat Islam saat waktu maghrib untuk mengakhiri puasa setelah seharian menahan lapar, haus, dan hawa nafsu.
Hal yang biasa dilakukan saat Iftar
1. Berdoa sebelum berbuka
Umat Islam biasanya membaca doa berbuka puasa.
2. Berbuka dengan yang manis atau kurma
Sunnahnya berbuka dengan:
o kurma
o air putih
o minuman manis
3. Shalat Maghrib
Setelah berbuka ringan, biasanya dilanjutkan shalat maghrib.
4. Makan makanan utama
Setelah shalat, barulah makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk.
Contoh makanan Iftar yang populer
• Kurma
• Kolak
• Es buah
• Gorengan
• Sup atau nasi dengan lauk

Buka bersama (sering disingkat “bukber”) adalah kegiatan berbuka puasa bersama saat bulan Ramadan. Biasanya dilakukan dengan teman, keluarga, rekan kerja, komunitas, atau sekolah.
Apa yang biasanya terjadi saat buka bersama
1. Berkumpul sebelum waktu maghrib
Orang-orang datang lebih awal untuk ngobrol atau menunggu adzan.
2. Berbuka puasa
Biasanya dimulai dengan:
o Kurma
o Air putih / teh manis
o Takjil seperti kolak, es buah, gorengan.
3. Shalat Maghrib
Banyak yang berhenti makan sebentar untuk shalat maghrib.
4. Makan utama
Setelah shalat, dilanjutkan makan makanan utama seperti nasi, lauk, dll.
5. Silaturahmi
Bukber sering jadi momen kumpul, foto bersama, dan mempererat hubungan.
Tempat yang sering dipakai untuk bukber
• Rumah teman atau keluarga
• Restoran / kafe
• Masjid
• Aula kantor atau sekolah

Tujuan buka bersama (bukber) pada dasarnya bukan hanya makan bersama saat berbuka puasa, tetapi juga memiliki beberapa tujuan sosial dan keagamaan.
1. Mempererat silaturahmi
Bukber menjadi kesempatan untuk bertemu dan berkumpul dengan teman, keluarga, atau rekan kerja yang mungkin jarang bertemu. Dengan berkumpul, hubungan menjadi lebih dekat dan akrab.
2. Menjalin kebersamaan
Saat berbuka bersama, orang dapat merasakan kebersamaan dan kekompakan. Ini membuat suasana Ramadan terasa lebih hangat dan menyenangkan.
3. Berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan
Ramadan adalah bulan penuh berkah. Bukber menjadi cara untuk berbagi kebahagiaan dan nikmat makanan dengan orang lain.
4. Meningkatkan rasa syukur
Dengan berbuka bersama, orang dapat merasakan nikmat makanan dan kebersamaan, sehingga menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan.
5. Menjadi sarana kegiatan sosial
Kadang bukber juga disertai dengan kegiatan lain seperti:
• berbagi dengan anak yatim
• sedekah atau donasi
• pengajian atau tausiyah

Sunnah buka puasa adalah amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad ketika berbuka puasa. Jika dilakukan akan mendapat pahala, tetapi jika tidak dilakukan tidak berdosa.
1. Menyegerakan berbuka
Disunnahkan segera berbuka setelah matahari terbenam (masuk waktu Maghrib) dan tidak menunda-nundanya.
2. Berbuka dengan kurma
Rasulullah menganjurkan berbuka dengan kurma (ruthab atau tamr). Jika tidak ada kurma, boleh dengan makanan manis lainnya.
3. Berbuka dengan air jika tidak ada kurma
Jika tidak ada kurma, sunnahnya berbuka dengan air putih karena air bersih dan menyegarkan.
4. Membaca doa berbuka puasa
Dianjurkan membaca doa ketika berbuka, salah satunya:
“Dzahaba adh-dhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaAllah.”
Artinya: Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah.
5. Memberi makan orang yang berpuasa
Memberi makanan kepada orang yang berbuka puasa juga termasuk sunnah dan mendapat pahala besar.
6. Tidak berlebihan saat makan
Islam menganjurkan makan secukupnya agar tubuh tetap sehat dan tidak malas beribadah.

Adab buka puasa adalah tata cara atau etika yang dianjurkan dalam Islam ketika berbuka puasa. Adab ini bertujuan agar ibadah puasa menjadi lebih sempurna dan penuh berkah.
1. Menyegerakan berbuka puasa
Disunnahkan untuk segera berbuka ketika matahari telah terbenam (masuk waktu maghrib) dan tidak menunda-nundanya.
2. Membaca doa sebelum berbuka
Sebelum makan atau minum, dianjurkan membaca doa berbuka puasa, misalnya:
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu.”
Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.
3. Berbuka dengan kurma atau air
Disunnahkan berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, bisa dengan air putih atau makanan manis lainnya.
4. Tidak berlebihan saat makan
Saat berbuka dianjurkan makan secukupnya dan tidak berlebihan agar tetap sehat dan tidak malas beribadah.
5. Mendahulukan shalat Maghrib
Biasanya setelah berbuka ringan, dianjurkan melaksanakan shalat maghrib terlebih dahulu, kemudian melanjutkan makan.
6. Bersyukur kepada Allah
Setelah berbuka, dianjurkan bersyukur atas nikmat makanan dan kesempatan menjalankan puasa.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAPENDA
12708-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang: Sosial Budaya
Program: Kepedulian dan Kesetiakawanan - Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program:
1. Hari / Tanggal: Sabtu, 7 Maret 2026
2. Tempat: Kelurahan Songgokerto
3. Pukul: 15.30 WIB - selesai
4. Yang Bertugas Hadir: Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu (Ny. Lestari Aji) dan pengurus (Ny. Retno, Ny. Wahyuning, Ny. Noeresa)
5. Acara: Menghadiri Acara Tanam Jagung Bersama Wali Kota dan Forkompinda Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 sebagai langkah nyata mendukung program swasembada jagung nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu. Hal ini merupakan amanat dari Kementerian Pertanian dan Kepolisian Republik Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan di areal tanam seluas kurang lebih 1 hektar. Hal ini menjadi simbol komitmen dan kolaborasi antara aparat kepolisian dan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, melalui pemberian bantuan bibit jagung sebanyak 150 kg untuk masyarakat dan kelompok tani di Kota Batu.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu yang memberikan pendampingan teknis serta memastikan bibit yang disalurkan dapat ditanam secara optimal. Dukungan lintas sektor juga terlihat dari kehadiran Wali Kota Batu, Kapolres Batu, Dandim 0818 Malang-Batu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu, Ketua DPRD Kota Batu, Kepala BNN Kota Batu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu, Kepala BPS Kota Batu, serta Pimpinan Bulog Malang.

Masyarakat menyambut baik langkah ini karena selain bantuan bibit, adanya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan dinas terkait diyakini akan memperkuat ketahanan pangan, menstabilkan harga jagung, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penanaman serentak ini menjadi bukti nyata bahwa swasembada jagung adalah gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Tujuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengikuti kegiatan tanam jagung serempak bersama Wali Kota Batu dan Forkopimda, antara lain:
1. Mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi jagung sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan di Kota Batu.
2. Menunjukkan dukungan Dharma Wanita Persatuan terhadap kegiatan dan program kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
3. Mempererat sinergi dan kebersamaan antara pemerintah daerah, Forkopimda, perangkat daerah, serta organisasi wanita dalam mendukung sektor pertanian.
4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian dan peran masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan.
5. Memberikan motivasi kepada petani dan masyarakat untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
12806-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial dan Budaya
Program : Iman dan Taqwa (Peringatan Nuzulul Qur’an), Program Ketahanan Keluarga

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 06 Maret 2026
3. Pukul : 16.30 - Selesai
4. Peserta : Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, FORKOPIMDA Kota Batu, Jajaran Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Batu, Pegawai ASN di Tiap-Tiap OPD dan 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan diwakilkan oleh Ketua DWP UP)
5. Lokasi : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
6. Acara : Peringatan Nuzulul Qur’an di Lingkungan Pemerintah Kota Batu
Acara dibuka dengan ditandai santunan anak yatim piatu, janda/duda dan dhuafa serta fakir miskin. Selanjutnya, sambutan diawali oleh Wali Kota Batu, Bapak Nurrochman dan Taukziah diisi oleh Dr. KH Adnan Anwar dari Kota Depok, Jawa Barat.

.

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Sambutan oleh Ketua Pelaksana Acara Peringatan Nuzulul Qur’an di Lingkungan Pemerintah Kota Batu
4. Doa
5. Tauksiah diisi oleh Dr. KH Adnan Anwar dari Depok Jawa Barat

Notulensi dan Intisari dari Peringatan Nuzulul Qur’an :
1. Momentum Ramadan 1447 H menjadi pendorong bagi seluruh umat Islam untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Suasana bulan suci ini dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta mempererat ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat. Bertempat di Masjid Brigjen Sugiyono, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada 6 Maret 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Batu turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an. Peringatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 17 Ramadan 1447 H, yang merupakan momen bersejarah turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mendorong seluruh umat Islam untuk senantiasa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wali Kota Batu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Dewan Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu, Ibu Siti Faujiyah, S.Pd. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari masing-masing OPD tersebut diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu, janda maupun duda duafa, serta fakir miskin di wilayah Kota Batu yang berjumlah 10 orang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batu menyampaikan amanat kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Batu agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini mengingat bahwa Al-Qur’an merupakan hudallinnas yang berarti petunjuk bagi seluruh umat manusia, bukan hanya hudallil mukminin yang terbatas pada orang-orang beriman semata. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi landasan moral dan etika bagi setiap ASN dalam memberikan pelayanan yang terbaik, adil, dan penuh tanggung jawab kepada masyarakat.
3. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dr. KH Adnan Anwar dari Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Dalam penyampaiannya yang ringan, komunikatif, serta diselingi dengan canda yang mengundang kehangatan suasana, beliau menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang kuat dan memiliki potensi yang sangat besar. Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang melimpah. Selain itu, jumlah umat Muslim yang besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.
Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menanamkan dan memupuk nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Beliau juga menyampaikan bahwa sistem dan tatanan pemerintahan di Indonesia pada dasarnya sejalan dengan nilai-nilai kepemimpinan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa apabila para pemimpin di Indonesia benar-benar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memiliki kepekaan sosial yang tinggi, serta tidak merasa tenang makan dan tidur ketika masih ada masyarakat yang hidup dalam kekurangan, maka pemimpin tersebut termasuk dalam golongan pemimpin yang terbaik. Pemimpin dengan karakter demikian, menurut beliau, merupakan sosok pemimpin yang kelak akan memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT, bahkan berpeluang masuk surga tanpa hisab (bighoiri hisab).

Tujuan kehadiran Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Batu dalam kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an adalah sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mendukung kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di lingkungan Pemerintah Kota Batu, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah pelaksanaan tugas organisasi. Kehadiran tersebut juga menjadi wujud komitmen untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan yang penuh berkah dan ampunan.
Selain itu, keikutsertaan dalam kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di antara Aparatur Sipil Negara (ASN), jajaran organisasi perangkat daerah, serta anggota Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin komunikasi dan hubungan yang semakin harmonis, sehingga dapat mendukung terciptanya suasana kerja yang kondusif, penuh kekeluargaan, dan saling mendukung dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab masing-masing.
Lebih lanjut, kehadiran dalam peringatan Nuzulul Qur’an ini juga dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memahami makna dan kandungan ajaran yang terdapat di dalamnya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi pedoman dalam bersikap, berperilaku, dan menjalankan peran, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam mendukung tugas pengabdian kepada masyarakat.
Dengan mengikuti kegiatan ini, Ketua DWP Unit Pelaksana Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan juga diharapkan dapat menularkan semangat kebaikan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta mendorong anggota organisasi untuk senantiasa berkontribusi secara positif dalam mendukung program-program pemerintah daerah. Melalui penguatan nilai-nilai religius dan kebersamaan tersebut, diharapkan Dharma Wanita Persatuan dapat terus menjadi organisasi yang memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi para anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat secara luas.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
12907-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan Peringatan Nuzulul Quran
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Iman dan Taqwa

Keterangan Program :
1. Undangan dari Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 6 maret 2026
3. Tempat : Majis Brigjend Soegiono
4. Pukul : 15.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Diskominfo (Ny. Tanti, Ny. Ova dan Ny. Milati)
6. Peserta : Perwakilan dua orang dari masing-masing DWP UP se kota batu
7. Acara : Peringatan Nuzulul Quran

Pelaksanaan kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an diselenggarakan sebagai bentuk upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan dan diikuti oleh anggota organisasi serta para undangan yang hadir.

Susunan acara :
1. Registrasi Peserta Panitia
2. Santunan Anak Yatim & Dhuafa Protokol - Panitia
3. Pembukaan Pembawa Acara (MC)
4. Pembacaan Ayn Suci Al-qur'an Petugas (Qori)
5. Laporan Ketua Penyelenggara Kabag KESRA
6. Sambutan Walikota Walikota Batu
7. Tausyiah/Hikmah Nuzulul Qur'an sekaligus Do'a Bersama KH. Adnan Anwar
9. Penutup Pembawa Acara
10. Adzan Maghrib + Tajil Panitia
11. Sholat Maghrib Berjama'ah Panitia
11. Buka Bersama Panitia

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang memberikan suasana khidmat dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya disampaikan sambutan dari panitia atau pengurus, yang menekankan pentingnya menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah atau ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah. Dalam ceramah tersebut dijelaskan mengenai makna peringatan Nuzulul Qur’an, sejarah turunnya Al-Qur’an, serta pentingnya membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan Dihadiri oleh:
1. Walikota Batu Bpk Nurochman.
2. Wakil Walikota Batu Bpk Heli Suyanto.
3. Penceramah Bpk Adnan Anwar, MA.
4. Sekda Kota Batu Bpk Eko Suhartono.
5. Staff Ahli
6. Asisten Sekretaris Daerah
7. SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Batu
8. Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu
9. Camat di lingkungan Pemerintah Kota Batu
10. pejabat eselon III dan IV serta pejabat fungsional penyetaraan dan 5 orang Staf di lingkungan SKPD

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan agar seluruh peserta senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

Pelaksanaan kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an ini berlangsung dengan tertib dan khidmat. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat untuk lebih mencintai dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
13008-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan pemberian santunan anak yatim DWP Kota Batu
Bidang : Sosial Budaya
Program : kepedulian dan Kesetiakawanan - bantuan sosial

Keterangan Program :
1. Undangan dari dwp kota batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono
4. Pukul : 12.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : 4 Anggota DWP Diskominfo (Ny. Ninik, Ny. Dewi, Ny. Imei dan Ny. Santi)
6. Peserta : Ketua, Pengurus, anggota dan Perwakilan empat orang dari masing-masing DWP UP se kota batu
7. Acara : Santunan Anak Yatim

Pelaksanaan kegiatan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu dilaksanakan pada pukul 12.00 WIB bertempat di Masjid Brigjend Soegiyono Kota Batu. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial serta wujud nyata peran DWP Kota Batu dalam membantu dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pengurus DWP Kota Batu, yang menyampaikan tujuan kegiatan serta pentingnya menumbuhkan rasa kepedulian dan empati terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari masyarakat.

Selanjutnya dilaksanakan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Santunan yang diberikan berupa bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka serta memberikan kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak yatim.

santunan diberikan kepada:
1.Dari DAMKARMAT
Nama : Al Haq Zaidan Hidayat Setiawan
TTL : Batu, 29-5-2020
Sekolah : TK Al Izzah 01 Sumberejo
Ayah : almarhum Agus Setiawan
Ibu : Siti Qomariah

2.Dinas Pertanian
Nama : Ghina Ulya Syarifah Ayu Dewi Condro Asmoro
Sekolah: RA Ar Rahman (TK A)
TTL: Batu 12mei 2020
Ibu: Sri Winangsih
Ayah: alm. Samsul
(Penjaga Kantor BPP Dinas Pertanian)

3.Kecamatan Bumiaji
Nama :Shaza Sema Asheeqa.
TTL: 21 September 2017.
Sekolah: Siswi klas 2 SDN Gunungsari 2
Ibu:
Ayah: Alm. Yusuf Kurniawan (Staf Kecamatan Bumiaji)

4.DISPERPUSIP
Nama : Caseon Kanza Gilang Ardinansyah
Tempat Tanggal Lahir : Batu 30-12-2012
Alamat Rumah : Jln Raya Gangsiran Tlekung RT/06 RW/03 kecamatan Junrejo Kota Batu
Sekolah : SDN tlekung 01
Kelas : 6
Nama Ibu : Wiwin Sulistyowati ( petugas kebersihan perpusda)
Nama Ayah : Ichwan Hadi (ALM)
No HP/ Wa : 089654178424

5.SATPOL PP
Nama : Abi arsyah fachruddin
TTL : Batu, 12-03-2012
Kelas: 8 SMP N 2 Batu
Alamat rumah : jl. Lahor 38J Batu RT 04 RW 12 desa Pesanggrahan Kota Batu
Nomor hp : 0812-3377-4867
Ibu : Like Narulita ( ALMH)
Ayah : Agus Fachrudin ( Staf Satpol PP)

,p>6. DISKUMPERINDAG
Nama: Azzeva Kyara Putri Nurdianto
Tempat tanggal lahir: Batu, 28 oktober 2023
Sekolah: -
Kelas: -
Alamat rumah: Jalan Lesti Gg Belong Rt 5 Rw 12 Pesanggrahan Kota Batu
Ibu: Laila Nur Solichah
Ayah: Alm Yogig Mardianto (staf Diskumperindag),

7. Bappelitbangda
Nama : Talita Humayra Saputra
Sekolah : SD Kelas 5
TTL. : Surabaya, 3 Mei 2014
Ibu : Alm. Yuni Astuti (staf Bappelitbangda)
Ayah : Dwi Saputro

8. Bakesbangpol
Nama : Sofia Diajeng Nimas
TTL : 22 Maret 2022
Sekolah: TK A
Nama ayah: Miftahul Arifin (staff kesbangpol)

9.Dinas Pendidikan
Nama : Azzam Ibrahim Rifqi Hardiansyah
Tempat Tanggal Lahir : Batu, 17 - 09 - 2015
Alamat Rumah : Jl. Terusan Wukir Gg. 7A no. 6D RT 04 RW 4 Temas.
Sekolah : SDN Temas 02
Kelas : 4
Nama Ibu : Wachida Susanti
Nama Ayah : Edy (Alm) --> Petugas Kebersihan Dinas Pendidikan.

10. DP3APPKB
Nama : Shikhofa
TTL : Batu, 6 November 2010
Rumah : Jl. Panderman 23 D
Sekolah : SLB Negeri
Kelas : 8
Nama Ibu: Diana (Almh)
Ayah : Sutrisno (Staf P3K Paruh Waktu)

11.DLH
Nama: Dyana Putri Al Fizah
TTL: Batu, 30 September 2017
Rumah:Jl.Wongso Pagergunung RT 006 RW 002 Desa Gunungsari Kec.Bumiaji Kota Batu
Sekolah: SDN Gunung Sari 02
Kelas: 2
Nama Ibu: Jumani (petugas kebersihan tenaga kontrak DLH)
Ayah:Kariyanto (Alm)
No. Hp/No. WA : 085606369406

12.BPBD
Nama Anak: Elang adhyasta putra ranu
Ttl :Malang 3 november 2014
Sekolah: SD plus Al Irsyad Al islamiyah (kls 5 )
Rumah: jln Samadi 3 kav 7 rt 4 rw11 Desa Pesanggrahan
Nama Ayah: Alm Achmad Rafiqi
Nama ibu: Nurul Afdholiyah (staf BPBD)

13. DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL
Nama Anak : Asyifa Zahwa Salsabila
Ttl : Batu, 12 Desember 2013
Sekolah : SDN Ngaglik 02 Batu
Rumah : Jl. Ikhwan Hadi gang v no 7
Nama ayah : Kurniadi
Nama Ibu : Eka Nur Elvia (Staf Disdukcapil)

santunan berasal dari sumbangan masing masing DWP UP dan pribadi dari pengurus DWP Kota Batu.

Selain penyerahan santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kelancaran dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kegiatan Santunan Anak Yatim DWP Kota Batu ini berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan rasa kepedulian sosial antar sesama, sekaligus memperkuat peran DWP dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Kota Batu.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
13104-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan Kajian Ramadhan Fikih Dharma Wanita Persatuan Kota batu
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan keluarga - Iman dan Taqwa

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjend Soegiyono Balaikota Among Tani
4. Pukul : 12.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : 4 Anggota DWP Diskominfo (Ny. Imei, Ny. Dewi, Ny. Ninik dan Ny. santi)
6. Peserta : Perwakilan empat orang dari masing-masing DWP UP se kota batu, pengurus dan anggota
7. Acara : Kajian Ramadhan Fikih Wanita DWP Kota batu/p>

Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Kota Batu menggelar kegiatan Kajian Ramadan yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di masjid lingkungan Pemkot Batu dan dihadiri seluruh pengurus serta anggota DWP.

Mengangkat tema fikih wanita, kajian ini juga dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, yang sekaligus bertindak sebagai penasihat DWP Pemkot Batu.Dalam sambutannya, Siti Faujiyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai membawa manfaat besar, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan perempuan.

Dalam sambutannya, ketua TP PKK kota batu sekaligus penasehat DWP Kota batu menyampaikan , Kami sangat mengapresiasi kegiatan positif seperti ini, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. Kajian seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan keagamaan, khususnya bagi para perempuan agar dapat menjalankan perannya dalam keluarga dan masyarakat dengan lebih baik.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Batu, Ninik Eko Suhartono, menjelaskan bahwa kegiatan kajian Ramadan ini bertujuan memberikan bekal ilmu agama kepada seluruh anggota, khususnya terkait fikih wanita yang menjadi tema utama.

Tujuan dari kajian Ramadan ini tidak lain untuk memberikan ilmu agama kepada seluruh anggota DWP, khususnya terkait fikih wanita. Harapannya, para anggota dapat memahami dan mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari,ungkap Ninik.

Materi kajian disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Agama, Mikyal Adiah, yang juga merupakan anggota DWP. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai aspek penting dalam fikih wanita.

Materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang haid, nifas, dan istihadhah, yang merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang perempuan Muslim. Dijelaskan bahwa nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan, dengan masa maksimal umumnya 40 hari, di mana perempuan tidak diwajibkan melaksanakan salat dan puasa, namun wajib mengganti puasa di kemudian hari.Selain itu, juga dibahas tata cara bersuci setelah masa haid dan nifas, termasuk mandi wajib, serta ketentuan ibadah yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Pemateri juga menekankan pentingnya pemahaman yang benar agar tidak terjadi kesalahan dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Kegiatan kajian ini ditutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial DWP Pemkot Batu di bulan Ramadan.Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota DWP tidak hanya semakin memahami ilmu agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama di bulan yang penuh berkah


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
13204-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis di lingkungan diskominfo kota batu
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Gerakan Sehat

Keterangan Program :
1. Kegiatan Pemerintah Kota batu
2. Hari / Tanggal : Rabu , 4 maret 2026
3. Tempat : Dinas Kominfo Kota Batu
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Diskominfo Kota Batu
6. Peserta : Seluruh anggota DWP Kota Batu di masing masing DWP UP
7. Acara : Cek Kesehatan gratis oleh dinas kesehatan Kota batu

Pelaksanaan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan secara dini. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya preventif dan promotif dalam mendeteksi potensi penyakit sejak awal sehingga dapat dilakukan penanganan lebih cepat dan tepat.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, panitia melakukan berbagai persiapan, antara lain koordinasi dengan pihak terkait, penyiapan tempat kegiatan, penyediaan peralatan pemeriksaan kesehatan, serta pengaturan alur pelayanan bagi peserta agar kegiatan dapat berjalan tertib dan lancar. Tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan petugas kesehatan lainnya yang bertugas memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.

Peserta kegiatan ini adalah :
1. Sekretaris DWP Diskominfo Kota Batu Ny. Aldini
2. Anggota DWP Diskominfo

Pada saat pelaksanaan kegiatan, peserta yang hadir terlebih dahulu melakukan proses pendaftaran dan pengisian data diri. Setelah itu peserta diarahkan untuk mengikuti beberapa tahapan pemeriksaan kesehatan, seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat sesuai dengan fasilitas yang tersedia.

Setelah proses pemeriksaan selesai, peserta diberikan konsultasi kesehatan oleh tenaga medis mengenai hasil pemeriksaan yang diperoleh. Peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, seperti mengatur pola makan bergizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan indikasi adanya gangguan kesehatan tertentu, peserta akan diberikan anjuran untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap agar mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat upaya pencegahan penyakit, serta mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
13306-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Wawasan Keanekaragaman Budaya - Kegiatan Hari Besar Nasional

Keterangan Program :
1. Undangan dari Pemerintah Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jum'at, 6 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
4. Pukul : 16.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Pengurus DWP DPKP Kota Batu (Ny. Retno, Ny. Ratna, Ny. Ani)
7. Acara : Menghadiri Peringatan Nuzulul Qur'an
8. Narasumber: Dr. Adnan Anwar, MA

Peringatan Nuzulul Qur'an yang dilaksanakan bertepatan dengan malam ke-17 Bulan Ramadhan di Masjid Brigjen Soegiyono dengan menghadirkan Kiai Dr. Adnan Anwar, MA, seorang Instruktur Pendidikan Kader Penggerak Nahdatul Ulama (PKPNU) Nasional, sebagai pembicara.

Susunan acara adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al Qur'an dan sari tilawah
3. Laporan Ketua Panitia: Kabag Kesra
4. Sambutan Wali Kota, Nurochman
5. Tausyiah
6. Doa
7. Ramah tamah/Buka puasa bersama

Tujuan DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengikuti peringatan Nuzulul Qur'an adalah sebagai berikut:
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan
Momentum Nuzulul Qur’an dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah
Kehadiran anggota DWP dalam kegiatan ini mempererat hubungan dengan masyarakat, tokoh agama, dan organisasi keislaman seperti NU.
Meneguhkan peran sosial budaya DWP
Sesuai dengan misi DWP, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan mental spiritual anggota sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang sosial budaya.
Mengambil teladan dari tokoh agama
Dengan menghadirkan Kiai Dr. Adnan Anwar, anggota DWP mendapatkan pencerahan dari ulama sekaligus aktivis NU yang berpengalaman dalam dakwah dan gerakan sosial.
Mendukung visi instansi
Partisipasi dalam kegiatan keagamaan menunjukkan bahwa DWP tidak hanya berfokus pada kesejahteraan anggota, tetapi juga mendukung pembangunan moral dan spiritual masyarakat Kota Batu.

Dr. Adnan Anwar, MA mengajak seluruh umat muslim untuk melakukan ketaatan kepada 'Ulul Amri dan Umaro', untuk mendukung stabilitas, ketenangan, dan keamanan di Indonesia. Sebagaimana agama Islam yang masuk ke Indonesia melalui proses akulturasi budaya yang tanpa kekerasan, melalui wali songo, sehingga Islam di Indonesia, sekalipun secara sejarah merupakan negara yang menganut agama Islam termuda, akan tetapi, kehidupan beragama Islam di Indonesia sangat mudah dan nyaman. Sehingga nilai-nilai yang ditanamkan oleh para wali songo tetap kita junjung demi kemaslahatan umat.


Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
13406-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawan - Bhakti Sosial

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jum'at, 6 Maret 2026
3. Tempat : Jl. Panglima Sudirman No. 507
4. Pukul : 15.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP DPKP Kota Batu (Ny. Febrina Hendry Suseno) dan anggota (Ny. Hanik, Ny. Arie, Ny. Retno, Ny. Sri, Ny. Erich, Ny. Fifin, Ny. Fitri)
6. Acara : Berbagi Takjil

Kegiatan berbagi takjil oleh DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, baru pertama kali ini digelar. Merupakan program yang dikenalkan oleh Ibu Ketua DWP DPKP yang baru sejak akhir Januari kemarin. Dimulai dengan penggalangan dana secara sukarela dari seluruh anggota dan dirupakan menjadi 75 bungkus nasi kotak dan air mineral. Sasaran penerima kegiatan ini adalah sopir ojol, pengunjung Kota Batu, petugas kebersihan, dan masyarakat yang melintasi Jl. Panglima Sudirman di depan Balai Kota Among Tani Kota Batu.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat peran organisasi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan anggotanya. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi DWP dalam menghidupkan nilai kebersamaan di bulan Ramadan.

Tujuan Acara Berbagi Takjil DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan adalah:
- Mempererat silaturahmi
Acara ini menjadi sarana memperkuat hubungan antaranggota DWP, masyarakat sekitar, dan instansi terkait.
- Menumbuhkan kepedulian sosial
Dengan berbagi takjil, DWP menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya mereka yang sedang berpuasa dan membutuhkan.
- Menghidupkan nilai kebersamaan Ramadan
Bulan Ramadan identik dengan berbagi. Kegiatan ini menegaskan komitmen DWP dalam mengamalkan nilai-nilai keagamaan dan sosial.
- Mendukung visi organisasi
Dharma Wanita Persatuan memiliki misi meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Berbagi takjil adalah salah satu bentuk implementasi misi sosial budaya tersebut
- Memberikan kontribusi positif bagi masyarakat
Selain mendukung program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kegiatan ini memperlihatkan peran aktif DWP dalam pembangunan sosial di Kota Batu

Dampak Positif Kegiatan
- Bagi masyarakat: Mendapatkan manfaat langsung berupa takjil gratis, sekaligus merasakan kebersamaan Ramadan.
- Bagi anggota DWP: Meningkatkan rasa solidaritas, kebanggaan, dan motivasi untuk terus berkontribusi.
- Bagi instansi: Memperkuat citra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu sebagai lembaga yang peduli terhadap masyarakat.

Jadi, acara berbagi takjil oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan strategi memperkuat peran sosial organisasi, menebar manfaat, dan meneguhkan nilai kebersamaan di bulan Ramadan.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
13506-03-2026Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Junrejo menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Program Kerja Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Takwa,
Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3. Pukul : 12.00 - 13.30
4. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan mengirimkan 4 anggota Dharma Wanita Persatuan)
5. Lokasi : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani
6. Acara : Pengajian Rutinan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
Yang dibuka langsung oleh Ny. Ninik Eko Suhartono selaku Ketua DWP Kota Batu
Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
3. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Ninik Eko Suhartono
4. Doa
5. Ceramah atau Taukziah yang Diisi dari Kementerian Agama Kota Batu yaitu Ibu Hj. Mikyal Adiyah, SHI
Kegiatan pengajian rutin yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu kali ini terasa begitu istimewa karena dilaksanakan dalam suasana penuh berkah menyambut bulan suci Ramadan. Mengambil tema besar mengenai "Fiqih Wanita dalam Rangka Ramadan", acara ini bertujuan menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual yang strategis bagi seluruh pengurus dan anggota. Kehadiran Ibu Hj. Mikyal Adiyah sebagai penceramah memberikan warna tersendiri, di mana beliau mampu mengemas materi hukum Islam yang kompleks menjadi bahasan yang relevan dengan keseharian perempuan modern, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi bulan puasa dengan kualitas ibadah yang lebih baik.
Dalam pembukaannya, Ibu Hj. Mikyal Adiyah menekankan bahwa memahami fiqih wanita bukan sekadar rutinitas belajar, melainkan sebuah kewajiban fundamental karena berkaitan erat dengan sah atau tidaknya ibadah seorang hamba. Fiqih wanita sendiri dijelaskan sebagai cabang kajian dalam hukum Islam yang membahas ketentuan-ketentuan syariat yang secara khusus berkaitan dengan perempuan, dengan dasar utama yang bersumber dari Al-Qur'an, Hadis, serta hasil ijtihad para ulama. Melalui pendekatan ini, perempuan diharapkan tidak merasa terpinggirkan dalam hukum Islam, melainkan merasa dirangkul karena adanya penjelasan rinci terhadap kondisi biologis dan sosial yang khas pada diri mereka.
Fokus utama dalam taukziah kali ini adalah pembahasan mengenai Thaharah (Bersuci) yang menjadi fondasi utama sebelum seorang wanita menjalankan ibadah lainnya. Beliau menjelaskan dengan sangat mendalam mengenai tiga jenis darah yang sering menjadi kebingungan di kalangan wanita, yaitu:
• Haid (Menstruasi): Darah rutin yang keluar dalam siklus tertentu.
• Nifas: Darah yang keluar setelah proses persalinan.
• Istihadhah: Darah penyakit yang keluar di luar waktu haid dan nifas. Penekanan pada perspektif Madzhab Syafi'i menjadi sangat penting dalam diskusi ini, mengingat masyarakat Indonesia mayoritas merujuk pada madzhab tersebut dalam menentukan batasan minimal dan maksimal waktu keluarnya darah agar tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan waktu shalat atau puasa.
Lebih lanjut, Ibu Hj. Mikyal Adiyah mengingatkan bahwa pemahaman mengenai darah wanita dalam fiqih adalah kunci bagi seorang muslimah untuk menjaga integritas ibadahnya. Beliau memaparkan bahwa kewajiban wanita dalam memahami hukum dan aturan fiqih wanita adalah setara dengan kewajiban menuntut ilmu lainnya, karena tanpa ilmu yang benar, seorang wanita mungkin saja tetap berpuasa saat ia sedang dalam masa dilarang, atau justru meninggalkan shalat padahal darah yang keluar adalah istihadhah yang tetap mewajibkan shalat. Hal ini merupakan bentuk edukasi agar perempuan memiliki kemandirian spiritual dan tidak bergantung sepenuhnya pada pendapat orang lain tanpa dasar yang kuat.
Selain masalah darah besar, jamaah juga diajak untuk memahami detail kecil namun krusial, seperti tata cara bersuci dari Wadhi dan Madhi. Pembahasan ini sering kali dianggap tabu, namun dalam forum DWP Kota Batu ini, Ibu Hj. Mikyal menyampaikannya dengan sangat lugas dan edukatif. Beliau menjelaskan perbedaan cara menyucikan diri dari cairan-cairan tersebut yang bukan merupakan mani, sehingga anggota DWP memiliki pemahaman yang utuh mengenai kebersihan fisik (thaharah) sebelum menghadap Allah SWT dalam doa-doa panjang di malam Ramadan.
Pada segmen berikutnya, narasi berlanjut pada pembahasan mengenai ibadah secara umum, di mana perempuan ditegaskan memiliki kewajiban yang sama dengan laki-laki dalam menjalankan shalat, puasa, zakat, dan haji. Namun, Islam dengan keadilannya memberikan beberapa ketentuan khusus atau Rukhsah (keringanan) sesuai dengan kondisi biologis perempuan. Poin-poin penting yang ditekankan dalam bagian ini antara lain:
• Ketentuan tidak wajib mengganti (qadha) shalat yang ditinggalkan saat masa haid atau nifas.
• Kewajiban mutlak untuk mengganti (qadha) puasa Ramadan di bulan-bulan lainnya.
• Aturan mengenai batasan aurat yang benar saat melaksanakan shalat.
• Ketentuan mengenai aturan saf atau barisan dalam shalat berjamaah bagi kaum wanita agar tetap terjaga keutamaan dan ketertibannya.
Diskusi kemudian beralih pada topik Aurat dan Pakaian, yang menjadi identitas visual seorang muslimah. Ibu Hj. Mikyal menjelaskan bahwa pembahasan mengenai batasan aurat perempuan, baik di dalam maupun di luar shalat, merupakan bagian integral dari fiqih wanita. Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai detail batasannya, prinsip utama yang harus dipegang teguh adalah menjaga kehormatan, kesopanan, dan martabat diri sebagai seorang wanita mukminah. Pakaian bukan sekadar penutup tubuh, melainkan manifestasi dari ketaatan dan rasa malu yang merupakan bagian dari iman.
Materi kemudian menyentuh aspek hubungan antarmanusia, yakni Pernikahan dan Hak-Hak Perempuan. Dalam perspektif fiqih wanita, Islam memberikan perlindungan yang sangat luar biasa terhadap martabat perempuan dalam ikatan perkawinan. Beberapa poin yang dibahas secara mendalam meliputi:
• Syarat dan rukun pernikahan yang harus dipenuhi agar ikatan menjadi sah di mata agama.
• Keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri untuk menciptakan keluarga sakinah.
• Pentingnya Mahar (maskawin) sebagai simbol penghormatan, serta hak nafkah yang harus dipenuhi suami.
• Penjelasan mengenai mekanisme Talak dan Khulu’ (gugatan cerai dari pihak istri) sebagai jalan keluar yang diatur dengan sangat adil dalam Islam.
Tak ketinggalan, Ibu Hj. Mikyal juga menguraikan hukum-hukum yang berkaitan dengan fase Kehamilan, Persalinan, dan Penyusuan. Fiqih mengatur masa iddah atau masa tunggu bagi perempuan yang bercerai atau ditinggal wafat suami dengan sangat detail, termasuk ketentuan khusus bagi mereka yang sedang hamil. Selain itu, ditekankan pula mengenai hak seorang ibu dalam menyusui anaknya serta tanggung jawab besar seorang ayah dalam memberikan dukungan nafkah dan nutrisi, yang menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan kesejahteraan ibu dan anak sejak dini.
Di era modern ini, pembahasan mengenai Peran Sosial dan Publik perempuan juga menjadi sorotan dalam pengajian ini. Secara prinsip, Islam tidak pernah melarang perempuan untuk berpartisipasi dalam pendidikan, pekerjaan, maupun aktivitas sosial kemasyarakatan selama batasan syariat tetap terjaga. Ibu Hj. Mikyal memberikan contoh-contoh inspiratif dari sejarah Islam, di mana banyak perempuan yang mengambil peran strategis sebagai ulama, pedagang yang jujur, hingga perawi hadis yang kredibilitasnya diakui hingga saat ini, yang membuktikan bahwa keterlibatan perempuan di ruang publik memiliki akar sejarah yang kuat.
Kegiatan ini secara garis besar bertujuan untuk mencapai lima poin utama dalam pengembangan kapasitas diri anggota, yaitu:
1. Memberikan Pemahaman Hukum yang Benar: Agar tidak ada keraguan dalam menjalankan syariat.
2. Meningkatkan Kualitas Ibadah: Terutama dalam menghadapi bulan suci Ramadan agar lebih bermakna.
3. Memberikan Kesadaran Hak dan Kewajiban: Memperkuat posisi perempuan dalam hukum Islam.
4. Membentuk Akhlak dan Kepribadian Islami: Mencerminkan nilai-nilai agama dalam perilaku sehari-hari.
5. Menjawab Problematika Kontemporer: Memberikan solusi atas pertanyaan-pertanyaan fiqih yang muncul di masa kini.
Sebagai organisasi yang menaungi istri para ASN, DWP Kota Batu memandang bahwa pengajian bertema Fiqih Wanita ini memiliki nilai strategis yang melampaui sekadar pertemuan rutin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan pemahaman keagamaan anggota secara kolektif. Dengan pemahaman yang baik, para anggota diharapkan mampu mempersiapkan diri menyambut Ramadan secara optimal, tidak hanya dari segi fisik dengan menyediakan hidangan berbuka, tetapi yang lebih utama adalah kesiapan mental dan kesucian diri sesuai tuntunan fiqih thaharah.
Peran perempuan dalam keluarga juga menjadi alasan kuat mengapa tema ini diangkat. Sebagai "Madrasah Al-Ula" atau sekolah pertama bagi anak-anaknya, seorang ibu harus memiliki landasan ilmu agama yang kuat agar dapat membimbing anggota keluarganya dengan benar. Dengan menguasai fiqih wanita, seorang ibu dapat menjadi rujukan pertama bagi anak perempuannya saat mulai memasuki masa baligh, sehingga rantai pemahaman agama yang benar dapat terus bersambung dari generasi ke generasi di lingkungan internal DWP Kota Batu.
Selain aspek edukatif, pengajian ini juga berfungsi sebagai sarana untuk membina karakter dan soliditas antaranggota. Dalam diskusi-diskusi ringan yang terjadi selama sesi tanya jawab, muncul rasa saling memiliki dan saling mendukung antarperempuan. Solidaritas ini penting dalam membangun organisasi yang kuat, di mana setiap anggota merasa memiliki wadah untuk belajar bersama tanpa merasa dihakimi atas ketidaktahuan mereka sebelumnya, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan hangat.
Dukungan terhadap program pembinaan mental spiritual organisasi juga menjadi poin penting dalam laporan ini. DWP Kota Batu berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada kegiatan sosial dan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian besar pada asupan rohani anggotanya. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai spiritualitas Islam diharapkan dapat terinternalisasi dalam budaya kerja dan budaya organisasi, sehingga para anggota dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dengan landasan etika dan moral yang kokoh.
Dalam konteks Ramadan, pengajian ini menjadi pengingat bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga proses pembersihan diri secara menyeluruh. Ibu Hj. Mikyal Adiyah mengingatkan bahwa penguasaan fiqih wanita akan membuat seorang wanita lebih tenang dalam beribadah. Rasa tenang itu muncul karena ia tahu kapan ia harus berhenti shalat karena haid dan kapan ia harus segera bersuci untuk kembali menghadap Tuhannya, sehingga setiap detik di bulan Ramadan dapat diisi dengan amal shalih yang sesuai dengan aturan syariat.
Para peserta tampak sangat antusias menyimak setiap penjelasan, terutama saat memasuki sesi tanya jawab mengenai masalah-masalah teknis yang sering ditemui dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan literasi fiqih wanita di kalangan anggota DWP Kota Batu sangatlah tinggi. Banyaknya pertanyaan yang diajukan membuktikan bahwa ruang diskusi keagamaan seperti ini sangat efektif untuk membedah masalah-masalah kontemporer yang mungkin tidak ditemukan jawabannya dalam buku teks secara umum namun sering dialami secara nyata.
Secara keseluruhan, materi yang disampaikan oleh Ibu Hj. Mikyal Adiyah mencakup spektrum yang luas, mulai dari urusan privat di kamar mandi hingga peran publik di tengah masyarakat. Semua itu dirangkum dalam semangat untuk memuliakan perempuan melalui ilmu pengetahuan. Beliau menutup ceramahnya dengan pesan bahwa fiqih wanita bukanlah pembatas ruang gerak, melainkan pelindung agar setiap langkah yang diambil oleh seorang perempuan selalu berada dalam koridor keridaan Allah SWT, terutama dalam menjalankan bulan Ramadan yang penuh dengan kemuliaan.
Laporan ini mencatat bahwa pengajian rutin DWP Kota Batu telah berhasil mentransformasi cara pandang anggotanya terhadap hukum Islam khusus wanita. Dari yang awalnya dianggap sebagai aturan yang rumit, kini dipahami sebagai bentuk kasih sayang Tuhan yang memberikan rincian agar setiap ibadah bernilai sempurna. Transformasi pemahaman ini diharapkan menjadi modal utama bagi para anggota untuk menjadi pionir kebaikan di lingkungan tempat tinggal masing-masing, membawa cahaya ilmu fiqih yang mencerahkan bagi sesama perempuan.
Demikian narasi laporan kegiatan ini disusun untuk mendokumentasikan langkah nyata DWP Kota Batu dalam memperkuat fondasi keagamaan anggotanya. Semoga ilmu yang didapatkan dari Ibu Hj. Mikyal Adiyah menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan mampu membawa perubahan positif bagi kualitas kehidupan beragama di Kota Batu. Dengan berakhirnya pengajian ini, setiap anggota DWP Kota Batu diharapkan melangkah menuju Ramadan dengan penuh percaya diri, dibekali ilmu yang mumpuni, serta hati yang bersih untuk meraih derajat takwa yang sebenar-benarnya.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Junrejo
13604-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang: Sosial Budaya
Program: Kepedulian dan Kesetiakawanan - Bantuan Sosial

Keterangan Program:
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal: Rabu, 4 Maret 2026
3. Tempat: Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
4. Pukul: 13.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir: Ketua DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu (Ny. Windy Heru Y.) dan Sekretaris (Ny. Hanik)
6. Peserta: 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap UP menghadirkan 4 anggota DWP) serta 12 anak yatim piatu
7. Acara: Menghadiri Kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu

Acara Santunan yang diselenggarakan oleh DWP Kota Batu di Masjid kebanggan ASN, yaitu Masjid Brigjen Soegiyono dihadiri oleh Penasehat DWP Kota Batu, yaitu Ibu Siti Faujiyah Nurochman dan dipimpin langsung oleh Ibu Ketua yang baru dilantik Bulan Februari lalu, yaitu Ibu Ninik Eko Suhartono.

Susunan acara:
1. Pembacaan Istighosah
2. Pembukaan
3. Pembacaan ayat suci oleh Ibu Nur Jannah dan sari tilawah oleh Rachma Sopa Ike Paci
4. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Ninik Eko Suhartono
5. Sambutan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Siti Faujiyah Nurochman
6. Do'a
7. Penyampaian laporan dan Santunan Anak Yatim Piatu oleh Bidang Sosial Budaya

Kegiatan santunan ini merupakan kegiatan rutin Bidang Sosial Budaya dengan menghimpun usulan data penerima diutamakan dari keluarga besar ASN Kota Batu dan jenjang pendidikan maksimal SMP, dan diperoleh penerima santunan sebagai berikut:
1. DWP Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelematan Kota Batu
Nama : Al Haq Zaidan Hidayat Setiawan
Pendidikan: TK Al Izzah 01 Sumberejo
2. DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu
Nama : Ghina Ulya Syarifah Ayu Dewi Condro Asmoro
Pendidikan: RA Ar Rahman (TK A)
3. DWP Kecamatan Bumiaji
Nama :Shaza Sema Asheeqa
Pendidikan: Siswi kelas 2 SDN Gunungsari 2
4. DWP Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kota Batu
Nama : Caseon Kanza Gilang Ardinansyah
Pendidikan: Siswa kelas 6 SDN Tlekung 01
5.DWP Satuan Polisi Pamong Praja Kta Batu
Nama : Abi Arsyah Fachruddin
Pendidikan : Siswa kelas 8 SMP N 2 Batu
6. DWP Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Batu
Nama: Azzeva Kyara Putri Nurdianto
Pendidikan: Belum sekolah
7. DWP Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat
Nama : Sofia Diajeng Nimas
Pendidikan: TK A
8. DWP Dinas Pendidikan
Nama : Azzam Ibrahim Rifqi Hardiansyah
Pendidikan : Siswa kelas 4 SDN Temas 02
9. DWP DP3APPKB
Nama : Shikhofa
Pendidikan : Siswi kelas 8 SLB Negeri 10. DWP Dinas Lingkungan Hidup
Nama: Dyana Putri Al Fizah
Pendidikan : Siswi kelas 2 SDN Gunung Sari 02
11. DWP BPBD
Nama Anak: Elang Adhyasta Putra Ranu
Pendidikan: Siswa kelas 5 SD plus Al Irsyad Al Islamiyah
12. DWP Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil
Nama Anak : Asyifa Zahwa Salsabila
Pendidikan : SDN Ngaglik 02 Batu

Berikut tujuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu dalam mengikuti kegiatan santunan anak yatim piatu:
1. Meningkatkan rasa kepedulian sosial anggota terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
2. Menumbuhkan semangat berbagi dan empati di lingkungan anggota Dharma Wanita Persatuan.
3. Mempererat tali silaturahmi antara anggota DWP dengan masyarakat serta lembaga sosial yang menaungi anak yatim piatu.
4. Mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan melalui kegiatan sosial yang bermanfaat.
5. Mendukung program sosial organisasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kepedulian terhadap sesama.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
13702-03-2026

LAPORAN KEGIATAN DWP DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA BATU

Kunjungan Ketua Dharma Wanita Persatuan Bersama Pegawai kepada Staf yang Sakit

I. Pendahuluan

Sebagai bagian dari organisasi yang memiliki tujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian antaranggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) senantiasa berupaya membangun hubungan yang harmonis dan penuh empati di lingkungan kerja. Salah satu bentuk nyata dari nilai kebersamaan tersebut adalah dengan memberikan perhatian kepada anggota maupun staf yang sedang mengalami musibah atau sakit.

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang aktivitas dan kinerja seseorang. Ketika salah satu anggota atau pegawai mengalami gangguan kesehatan, dukungan moral dari rekan kerja dan organisasi menjadi salah satu faktor penting yang dapat memberikan semangat serta motivasi dalam proses pemulihan. Oleh karena itu, kepedulian dan kebersamaan di lingkungan kerja perlu terus dipupuk agar tercipta suasana kerja yang saling mendukung dan penuh kekeluargaan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan bersama beberapa pegawai melaksanakan kegiatan kunjungan kepada salah satu staf yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Staf yang dikunjungi adalah Ibu Ika, yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Hermina Malang karena menderita radang paru-paru. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian, dukungan moral, serta kepedulian dari keluarga besar instansi kepada staf yang sedang mengalami sakit.

Kegiatan kunjungan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat rasa solidaritas dan kekeluargaan di lingkungan kerja. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat kepada yang bersangkutan agar tetap optimis dan kuat dalam menjalani proses penyembuhan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarpegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis, penuh empati, dan saling mendukung satu sama lain.

II. Dasar Pelaksanaan

Adapun dasar pelaksanaan kegiatan kunjungan ini antara lain:

Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan.

Rasa solidaritas dan empati antarpegawai di lingkungan instansi.

Informasi mengenai kondisi kesehatan salah satu staf, yaitu Ibu Ika, yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Inisiatif Ketua Dharma Wanita Persatuan bersama pegawai untuk memberikan dukungan moral serta doa bagi kesembuhan yang bersangkutan.

III. Maksud dan Tujuan

Kegiatan kunjungan ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:

Memberikan dukungan moral dan semangat kepada Ibu Ika yang sedang menjalani perawatan akibat radang paru-paru.

Menunjukkan rasa kepedulian dan perhatian dari keluarga besar instansi kepada staf yang sedang sakit.

Mempererat hubungan kekeluargaan antarpegawai serta anggota Dharma Wanita Persatuan.

Menumbuhkan rasa solidaritas, empati, dan kebersamaan di lingkungan kerja.

Memberikan doa serta harapan agar Ibu Ika dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

IV. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan kunjungan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Senin, 02 Maret 2026

Tempat : Rumah Sakit Hermina Malang

V. Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan kunjungan ini terdiri dari:

Ketua Dharma Wanita Persatuan

Beberapa pegawai dari instansi

Perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan

Seluruh peserta yang hadir mengikuti kegiatan dengan penuh rasa empati dan kekeluargaan, serta berharap kunjungan ini dapat memberikan semangat bagi Ibu Ika yang sedang menjalani masa perawatan.

VI. Kronologi Pelaksanaan Kegiatan

Pada hari Senin, tanggal 02 Maret 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan bersama beberapa pegawai melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit Hermina Malang untuk menjenguk salah satu staf, yaitu Ibu Ika, yang sedang menjalani perawatan karena radang paru-paru.

Kegiatan kunjungan diawali dengan koordinasi sederhana antarpegawai mengenai waktu keberangkatan serta jumlah perwakilan yang akan hadir. Setelah koordinasi dilakukan, rombongan kemudian berangkat menuju Rumah Sakit Hermina Malang untuk menjenguk yang bersangkutan.

Sesampainya di rumah sakit, rombongan terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak rumah sakit terkait ruang perawatan tempat Ibu Ika dirawat. Setelah mendapatkan informasi yang diperlukan, rombongan kemudian menuju ruang perawatan dengan tetap memperhatikan tata tertib serta ketentuan yang berlaku di rumah sakit.

Setibanya di ruang perawatan, rombongan disambut dengan hangat oleh Ibu Ika serta keluarga yang sedang mendampingi. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan menyampaikan rasa simpati dan kepedulian atas kondisi kesehatan yang sedang dialami oleh Ibu Ika. Selain itu, beliau juga menyampaikan doa dan harapan agar Ibu Ika diberikan kekuatan, kesabaran, serta kesembuhan sehingga dapat segera pulih kembali.

Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, rombongan berbincang dengan Ibu Ika mengenai kondisi kesehatan yang sedang dialami. Berdasarkan informasi yang disampaikan, Ibu Ika saat ini sedang menjalani perawatan intensif karena mengalami radang paru-paru. Meskipun demikian, kondisi beliau secara umum berangsur membaik dan tetap menunjukkan semangat dalam menjalani proses penyembuhan.

Ketua Dharma Wanita Persatuan juga memberikan motivasi serta dukungan agar Ibu Ika tetap menjaga semangat dan optimisme selama menjalani masa perawatan. Dukungan moral seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis pasien sehingga proses penyembuhan dapat berjalan dengan lebih baik.

Selain memberikan dukungan moral, rombongan juga menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari keluarga besar instansi. Bingkisan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi simbol kebersamaan dan perhatian dari rekan-rekan kerja.

Selama kegiatan kunjungan berlangsung, suasana terasa penuh kehangatan dan kekeluargaan. Percakapan yang berlangsung juga memberikan semangat tersendiri bagi Ibu Ika, karena merasa diperhatikan dan didukung oleh rekan-rekan kerja serta organisasi.

Kegiatan kunjungan berlangsung dengan tertib serta tetap memperhatikan aturan dan batas waktu kunjungan yang telah ditetapkan oleh pihak rumah sakit. Setelah beberapa waktu melakukan kunjungan dan berbincang dengan Ibu Ika, rombongan kemudian berpamitan untuk kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.

Sebelum meninggalkan ruang perawatan, Ketua Dharma Wanita Persatuan kembali menyampaikan doa serta harapan agar Ibu Ika segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

VII. Hasil Kegiatan

Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan kunjungan ini antara lain:

Terjalinnya hubungan yang semakin erat antara pegawai serta anggota Dharma Wanita Persatuan melalui kegiatan kepedulian sosial.

Ibu Ika merasa mendapatkan dukungan moral dan perhatian dari rekan-rekan kerja serta organisasi.

Terbangunnya rasa kebersamaan dan solidaritas di lingkungan kerja.

Meningkatnya rasa empati serta kepedulian antarpegawai.

Memberikan semangat serta motivasi kepada Ibu Ika dalam menjalani proses penyembuhan.

VIII. Manfaat Kegiatan

Kegiatan kunjungan ini memberikan berbagai manfaat, baik bagi yang dikunjungi maupun bagi organisasi, antara lain:

Memberikan dukungan psikologis bagi staf yang sedang sakit.

Menumbuhkan nilai kemanusiaan, empati, serta solidaritas di lingkungan kerja.

Memperkuat rasa kekeluargaan antarpegawai.

Menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan penuh kepedulian.

Menjadi contoh nyata implementasi nilai-nilai kebersamaan dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan.

IX. Penutup

Demikian laporan kegiatan kunjungan Ketua Dharma Wanita Persatuan bersama pegawai kepada staf yang sedang sakit di Rumah Sakit Hermina Malang pada tanggal 02 Maret 2026 ini disusun sebagai bentuk dokumentasi kegiatan serta laporan untuk e-reporting.

Melalui kegiatan ini diharapkan nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial di lingkungan kerja dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sebagai wujud nyata perhatian dan dukungan terhadap sesama anggota maupun staf yang sedang membutuhkan.

Akhirnya, besar harapan agar Ibu Ika dapat segera diberikan kesembuhan dan kembali beraktivitas seperti biasa. Semoga kebersamaan dan kekeluargaan yang telah terjalin di lingkungan kerja dapat terus dipertahankan demi terciptanya suasana kerja yang harmonis dan penuh semangat.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
13804-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang: Sosial Budaya
Program: Ketahanan Keluarga - Iman dan Takwa

Keterangan Program:
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal: Rabu, 4 Maret 2026
3. Tempat: Masjid Brigrjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
4. Pukul: 13.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir: Ketua DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu (Ny. Febri Hendry S), pengurus dan anggota (Ny. Hanik, Ny. Arie, Ny. Fitri Gusti, Ny. Nur Fitri, Ny. Sri S)
6. Peserta: Ketua DWP dan pengurus dan anggota dari DWP UP se-Kota Batu
7. Acara: Menghadiri Pengajian Rutin DWP Kota Batu
8. Narasumber: Hj. Mikyal Adiyah, SHI

Pengajian rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu diselenggarakan bersamaan dengan hari ke-15 Ramadhan. Dalam kesempatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kota Batu, Ibu Hj. Mikyal Adiyah, SHI. Beliau mengangkat tema Fiqh Wanita". Hukum mempelajari Fiqh wanita bagi setiap muslimat adalah fardlu 'ain.

Dalam kesempatan ini dijelaskan tentang haid, nifas, dan istihadhah dalam persepektif Madzhab Syafi'i berdasarkan Kitab Attaqrirotus Sadidat fii Al Masilil mufidat karya Syekh Hasan Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Salim Al-Kaf. Memahami perbedaan jenis darah yang keluar dari wanita adalah kewajiban penting dalam menjalankan ibadah dengan benar. Karena setiap jenis darah memiliki hukum yang berbeda terkait shalat, puasa, dan aktivitas ibadah lainnya. Pengetahuan ini membantu wanita muslim menjalani kehidupan dengan kayakinan dan kepastian.

Ada 5 jenis darah yang keluar dari wanita. 1. Haid adalah darah yang keluar dari rahim wanita dengan usia baligh karena proses alami bulanan, bukan karena melahirkan atau penyakit dengan durasi minimal 24 jam dan maksimal 15 hari. 2. Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan, baik segera setelah kelahiran bayi atau beberapa saat kemudian dengan durasi minimal setetes (Fatimah Azzahra Binti Muhammad), umumnya 40 hari, dan maksimal 60 hari. 3. Istihadhah adalah darah yang keluar bukan karena haid atau nifas, biasanya disebabkan faktor medis atau penyakit, memiliki ciri darah dan hukum yang berbeda dari haid dan nifas. 4. Tolqu adalah darah yang keluar bersamaan dengan rasa mulas atau kontraksi, sebelum keluarnya bayi. 5. Wiladah adalah darah yang keluar bersamaand engan bayi atau setelah bayi lahir.

Usia minimal haid adalah 9 tahun kurang 16 hari menurut kalender hijriyah atau 8 tahun 5 bulan 22 hari menurut kalender masehi. Durasi haid minimal 24 jam dan maksimal 15 hari. Sedangkan masa suci minimal 15 hari dan tidak terbatas untuk maksimal suci. Warna darah haid mulai dari hitam, merah, coklat, kuning, dan keruh. Larangan di saat sedang haid antara lain: sholat dan puasa (untuk puasa wajib/ramadhan harus diganti/diqadha); thawaf di ka'bah; jima' melakukan hubungan suami istri, dan membaca dan memegang Al'qur'an (tidak diperbolehkan membaca Al-Qur'an secara langsung, namun boleh mempelajari tafsir atau menghafal tanpa menyentuh mushaf.

Nifas adalah darah yang keluar setelah proses melahirkan. Memiliki ciri-ciri: selama 40 hari semua darah yang keluar dianggap nifas tanpa melihat warna atau jumlahnya; jika lebih 40 hari dianggap istihadhah dan harus shalat wajib kembali; warna darah bisa hitam, merah atau kuning. Hukum nifas mirip dengan haid seperti larangan shalat dan puasa dimana setelah suci wajib mengqadha puasa, dilarang membaca Al-Qur'an, larangan melakukan hubungan suami istri dan dilarang masuk masjid (disunnahkan untuk tidak masuk masjid sekalipun tidak haram mutlak)

Istihadhah adalah darah yang keluar melebihi batas wakut haid (lebih dari 15 hari) atau nifas (lebih dari 60 hari), tidak mengikuti pola bulanan yang teratur, tidak disertai rasa nyeri atau sakit khas, dan bisa berhenti dan keluar kembali tanpa sebab jelas. Wanita istihadhah tetap wajib shalat, puasa, dan melakukan ibadah lainnya. Disunnahkan untuk berwudhu setiap kali akan shalat dan membersihkan wujud darahnya.

Cara bersuci dari hadats besar adalah dengan mandi besar atau mandi wajib. Mandi besar dilakukan untuk menghilangkan hadats besar seperti setelah berhubungan suami istri, keluarnya mani, haid, nifas, dan melahirkan. Syarat mandi besar adalah niat mandi janabah/mandi besar bersamaan dengan membasuk anggota bada pertama kali, meratakan air ke seluruh anggota badan, dan menghilangkan najis. Sedangkan sunnah mandi besar adalah membaca basmalah, membasuk kedua telapak tangan, berwudhu, menghadap kiblat, memulai membasuk bagian kanan, membasuh anggota tubuh 3x, menggosok dan menyela-nyela anggota tubuh, dan memakai kain.

Etika bagi remaja putri adalah menjaga sikap dan pakaian, iffah (menjaga kehormatan), dan hindari khalwat),


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
13904-03-2026

LAPORAN KEGIATAN TAKZIAH

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP)

UNIT DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian antar anggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melaksanakan kegiatan takziah kepada salah satu pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah berpulang ke rahmatullah. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa duka cita yang mendalam dari keluarga besar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Dharma Wanita Persatuan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kegiatan takziah ini dilaksanakan sebagai wujud solidaritas, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan yang telah terjalin dengan baik di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kehadiran anggota Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan moral serta menguatkan keluarga almarhum/almarhumah yang sedang berduka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar anggota serta meningkatkan rasa kebersamaan dalam menghadapi berbagai situasi, baik suka maupun duka.

Pelaksanaan kegiatan takziah dilaksanakan dengan mengunjungi rumah duka yang merupakan tempat tinggal keluarga almarhum/almarhumah. Rombongan Dharma Wanita Persatuan yang hadir terdiri dari pengurus dan anggota DWP Unit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kehadiran para anggota DWP disambut dengan penuh rasa haru oleh keluarga yang ditinggalkan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan ucapan belasungkawa serta doa agar almarhum/almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.

Dalam kegiatan takziah tersebut juga dilaksanakan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu anggota yang hadir. Doa bersama tersebut bertujuan untuk mendoakan almarhum/almarhumah agar segala amal ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, segala dosa dan kesalahannya diampuni, serta diberikan tempat yang layak di sisi-Nya. Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan, kesabaran, serta kekuatan dalam menjalani kehidupan ke depan.

Kegiatan takziah ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, khidmat, dan haru. Para anggota Dharma Wanita Persatuan turut memberikan dukungan moral serta menyampaikan kata-kata penguatan kepada keluarga almarhum/almarhumah. Kehadiran rombongan tersebut diharapkan dapat memberikan sedikit ketenangan serta mengurangi rasa duka yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan.

Selain sebagai bentuk rasa belasungkawa, kegiatan takziah ini juga merupakan implementasi dari nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari tujuan organisasi Dharma Wanita Persatuan. Organisasi ini tidak hanya berperan dalam mendukung kegiatan kedinasan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis antar anggota serta keluarga besar instansi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kehadiran anggota DWP dalam situasi duka seperti ini menunjukkan bahwa organisasi memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesama, serta senantiasa hadir dalam berbagai kondisi yang dialami oleh anggotanya maupun keluarga besar instansi.

Kegiatan takziah ini juga menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk selalu menjaga hubungan baik, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mempererat tali silaturahmi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan kerja dapat terus terjaga dan semakin kuat.

Secara keseluruhan, kegiatan takziah yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama dan partisipasi dari para anggota yang hadir. Kegiatan ini memberikan makna yang mendalam bagi seluruh anggota yang mengikuti, karena selain sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum/almarhumah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan.

Sebagai penutup, keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kembali menyampaikan doa terbaik untuk almarhum/almarhumah semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala dosa-dosanya, serta diterima seluruh amal ibadahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Kegiatan takziah ini diharapkan dapat terus menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial serta mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Demikian laporan kegiatan takziah ini disusun sebagai bentuk dokumentasi kegiatan serta bahan pelaporan pada sistem e-reporting. Diharapkan laporan ini dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan serta menjadi arsip kegiatan Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

14004-03-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga-Iman dan Takwa

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP Pusat
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Tempat : Kedudukan Masing-masing
4. Pukul : 15.00 WIB s.d Selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Seluruh anggota DWP UP se-Indonesia
7. Acara : Zoom Ngabuburit Bareng DWP

Ngabuburit Ngabuburit Bareng Dharma Wanita Persatuan (DWP)

Kegiatan Ngabuburit Bareng Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat pada Rabu, 4 Maret 2026 merupakan bagian dari Kajian Ramadan 1447 H yang dilaksanakan secara nasional melalui Zoom Meeting dan siaran YouTube. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Yang mengambil tema “Memperkuat Spirit Ramadan untuk Meningkatkan Keimanan, Akhlak, dan Kepedulian Sosial.”

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang bermanfaat, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta mempererat silaturahmi antaranggota DWP di seluruh Indonesia.

Kajian Ramadan yang disampaikan dalam kegiatan Ngabuburit Bareng DWP Pusat menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk melakukan transformasi diri, memperbaiki kualitas iman, memperkuat akhlak, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama. Ramadan tidak hanya dipahami sebagai kewajiban menjalankan ibadah puasa semata, tetapi juga sebagai sarana pendidikan spiritual yang mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan penuh rasa syukur.

Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa puasa memiliki makna yang sangat dalam. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk menjaga lisan, menjaga perilaku, serta meningkatkan amal kebaikan selama bulan Ramadan. Dengan demikian, puasa menjadi sarana latihan untuk membentuk kepribadian yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Narasumber juga menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan pendidikan moral dan spiritual. Selama bulan suci ini, umat Islam dilatih untuk meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah seperti shalat lima waktu, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa. Kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan selama Ramadan diharapkan dapat terus dipertahankan bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.

Selain meningkatkan kualitas ibadah pribadi, Ramadan juga mengajarkan pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam bulan yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, membantu orang yang membutuhkan, serta mempererat tali silaturahmi. Nilai kepedulian sosial ini menjadi salah satu tujuan utama dari ibadah puasa, yaitu menumbuhkan empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung.

Dalam kajian tersebut juga disampaikan bahwa perempuan, khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan, memiliki peran yang sangat penting dalam membangun keluarga yang religius dan harmonis. Seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya, sehingga pengetahuan agama yang dimiliki seorang ibu akan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, penting bagi setiap anggota DWP untuk terus meningkatkan pengetahuan agama serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga.

Selain itu, narasumber menekankan bahwa Ramadan adalah momentum untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali manusia melakukan kesalahan baik secara sadar maupun tidak sadar. Oleh karena itu, bulan Ramadan menjadi kesempatan untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan yang renggang, serta menumbuhkan rasa persaudaraan.

Kegiatan Ngabuburit Bareng DWP ini juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah atau persaudaraan di antara anggota Dharma Wanita Persatuan di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, para anggota dapat saling berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi, serta bersama-sama meningkatkan kualitas spiritual selama bulan Ramadan.

Di akhir kajian, narasumber mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai yang diperoleh selama bulan Ramadan seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta kepedulian sosial hendaknya terus dipelihara dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan ritual tahunan, tetapi benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Kegiatan Ngabuburit Bareng DWP Pusat ini memberikan banyak manfaat bagi para peserta, khususnya dalam memperdalam pemahaman agama serta meningkatkan semangat beribadah selama bulan Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi perempuan yang memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan kajian Ramadan ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dapat semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: DP3AP2KB
14104-03-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan-Bhakti Sosial

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani
4. Pukul : 12.00 s.d 14.30
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Perwakilan anggota DWP UP se-Kota batu
7. Acara : Santunan Anak Yatim bersama DWP Kota Batu

Santunan Anak Yatim Bersama Anggota DWP

Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan terhadap sesama di Bulan Ramadhan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu menyelenggarakan kegiatan santunan kepada anak yatim sebagai bagian dari rangkaian kegiatan organisasi. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial anggota DWP terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim yang memerlukan perhatian, kasih sayang, serta dukungan dari berbagai pihak.

Kegiatan santunan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk berbagi kebahagiaan, memberikan semangat, serta membantu meringankan kebutuhan anak-anak yatim. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, serta semangat berbagi kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan agar senantiasa memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar.

Acara santunan anak yatim diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk doa dan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan yang menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan salah satu program sosial organisasi yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Dalam sambutannya, Ketua DWP menyampaikan bahwa anak-anak yatim merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Oleh karena itu, melalui kegiatan santunan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan serta dukungan moral bagi mereka agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan serta meraih cita-cita di masa depan. Ketua DWP juga mengajak seluruh anggota untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Kegiatan santunan ini diikuti oleh sejumlah anak yatim yang berasal dari lingkungan sekitar serta didampingi oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan. Dalam kesempatan tersebut, para anak yatim menerima santunan berupa bantuan uang tunai, paket kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, serta bingkisan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama atau ustadz/ustadzah. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar anak-anak yatim senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan dan menempuh pendidikan. Doa juga dipanjatkan agar para anggota Dharma Wanita Persatuan senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan berbagai program kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Para anggota DWP berinteraksi langsung dengan anak-anak yatim, memberikan motivasi, serta berbagi cerita dan kebahagiaan bersama. Momen ini menjadi sangat berharga karena tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga memberikan perhatian dan kasih sayang yang sangat berarti bagi anak-anak tersebut.

Melalui kegiatan santunan ini, Dharma Wanita Persatuan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yatim sekaligus mempererat hubungan antara organisasi dengan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat gotong royong serta meningkatkan rasa solidaritas sosial di antara anggota DWP.

Dengan terselenggaranya kegiatan santunan anak yatim ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya organisasi Dharma Wanita Persatuan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut serta dalam membantu dan memperhatikan anak-anak yatim agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memiliki masa depan yang lebih cerah.

Kegiatan santunan anak yatim ini kemudian ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan dan dokumentasi kegiatan. Seluruh peserta yang hadir berharap agar kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: DP3AP2KB
14204-03-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga-Iman dan Takwa

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani
4. Pukul : 12.00 s.d 14.30
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Perwakilan anggota DWP UP se-Kota batu
7. Acara : Pengajian Rutin DWP Kota Batu

Pengajuan Rutin DWP Kota Batu Dengan Tema Ilmu Fiqih Wanita

Dalam rangka mengisi meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperdalam pemahaman keagamaan bagi para anggota di Bulan Ramadhan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu melaksanakan kegiatan pengajian rutin yang mengangkat tema “Ilmu Fiqih Wanita.” Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan mental dan spiritual yang dilaksanakan secara berkala sebagai upaya memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan kerja.

Pengajian rutin ini diikuti oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan serta beberapa tamu undangan. Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat, penuh kebersamaan, dan antusiasme dari para peserta yang hadir. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhusyukan suasana pengajian. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan yang menekankan pentingnya kegiatan pengajian sebagai sarana menambah ilmu agama, mempererat tali silaturahmi, serta menjadi bekal dalam menjalankan peran sebagai istri, ibu, dan anggota masyarakat.

Materi utama pengajian disampaikan oleh ustadzah yang kompeten di bidangnya dengan pembahasan mengenai ilmu fiqih wanita. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa fiqih wanita merupakan ilmu yang mempelajari hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan perempuan, baik yang berhubungan dengan ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek penting seperti hukum-hukum tentang haid, nifas, dan istihadhah, tata cara bersuci (thaharah), ketentuan shalat dan puasa bagi wanita, serta adab dan kewajiban seorang perempuan dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam sesi penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa pemahaman mengenai fiqih wanita sangat penting agar setiap perempuan dapat menjalankan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat Islam. Banyak persoalan dalam kehidupan sehari-hari yang sering menimbulkan keraguan, seperti kapan seorang wanita wajib mengganti shalat atau puasa, bagaimana hukum membaca Al-Qur’an saat haid, serta bagaimana menjaga kesucian diri dalam berbagai kondisi. Oleh karena itu, melalui pengajian ini diharapkan para anggota DWP dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik sehingga mampu menjalankan kewajiban agama dengan lebih yakin dan benar.

Selain membahas aspek ibadah, narasumber juga menekankan pentingnya menjaga akhlak dan etika sebagai seorang muslimah. Wanita memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter keluarga, khususnya dalam mendidik anak-anak. Seorang ibu yang memiliki pengetahuan agama yang baik akan mampu menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada anak-anaknya, sehingga tercipta generasi yang berakhlak mulia dan berkepribadian kuat.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta terlihat sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan fiqih wanita yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber memberikan penjelasan secara rinci dan mudah dipahami sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai berbagai permasalahan tersebut.

Melalui kegiatan pengajian rutin ini, diharapkan para anggota Dharma Wanita Persatuan dapat terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus memperluas wawasan keagamaan khususnya dalam bidang fiqih wanita. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat ukhuwah islamiyah di antara anggota DWP.

Dengan adanya pengajian rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalankan peran sebagai perempuan muslimah yang berakhlak baik, bertanggung jawab, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Kegiatan pengajian rutin ini ditutup dengan doa bersama agar ilmu yang telah disampaikan dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta yang hadir. Para anggota berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan rohani serta upaya meningkatkan kualitas diri sebagai wanita muslimah yang berilmu dan berakhlak mulia.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: DP3AP2KB
14304-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol Menghadiri Kegiatan

Bidang : Bidang Sosial Budaya

Program : Kepedulian & Kesetiakawanan – Bantuan Sosial

1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
4. Pukul : 13.00 WIB – selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Perwakilan Anggota DWP Bakesbangpol Kota Batu Ny. Kartika Jumarno, Ny. Elis Danny dan Ny.Hartatik
6. Peserta : Anggota DWP Kota Batu
7. Acara: Santunan Anak Yatim Piatu oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Pada Rabu, 4 Maret 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batu turut berpartisipasi dalam kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Brigjen Soegiyono, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, dan dihadiri oleh perwakilan anggota DWP dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
Kegiatan santunan anak yatim ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh DWP Kota Batu dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, sekaligus sebagai wujud kepedulian dan perhatian Kepada Anak Anak. Dalam suasana yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan, para anggota DWP dari berbagai OPD berkumpul untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim melalui pemberian santunan dan doa bersama.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Para peserta yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, sambutan, doa bersama, hingga penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi rezeki, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
Dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kegiatan santunan anak yatim diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak yang menerima bantuan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan sosial seperti ini, Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menunjukkan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, khususnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Harapannya, kegiatan santunan anak yatim ini dapat menjadi ladang amal dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
14404-03-2026

LAPORAN BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNGAN

Dharma Wanita Bagian Administrasi Pembangunan mengadakan kegiatan:
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Menghadiri Undangan DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3. Tempat :Masjid Brigjen Soegiono
4. Pukul : 12.30 WIB – Selesai
5. Peserta : 100 orang
6. Yang bertugas hadir : Ketua DWP Bagian Administrasi Pembangunan dan 3 Karyawati
7. Acara : Pengajian dan Santunan Anak Yatim
8. Susunan Acara:
- Absensi
- Pembukaan
- Tilawah
- Sambutan Penasehat DWP
- Sambutan Ketua DWP Kota
- Sambutan Ketua DWP Kota Batu
- Santunan Anak Yatim
- Pengajian
- Sesi Tanya Jawab
- Penutup

Maksud, Tujuan, dan Manfaat pengajian serta santunan anak yatim:
1. Maksud:
- Maksud diadakannya kegiatan pengajian dan santunan anak yatim adalah sebagai bentuk kegiatan keagamaan dan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan bantuan dari masyarakat.
-Kegiatan pengajian menjadi sarana untuk menambah ilmu agama, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta mengingatkan umat untuk selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Melalui ceramah atau tausiyah yang disampaikan dalam pengajian, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pemahaman agama yang lebih baik dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
-Selain itu, santunan kepada anak yatim merupakan bentuk nyata dari kepedulian sosial dan ajaran Islam yang sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi serta membantu anak yatim. Dengan memberikan santunan berupa uang, sembako, perlengkapan sekolah, atau bantuan lainnya, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka serta memberikan kebahagiaan dan semangat dalam menjalani kehidupan.
Dengan demikian, kegiatan pengajian dan santunan anak yatim tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat, meningkatkan solidaritas sosial, serta menumbuhkan budaya saling membantu dan berbagi.

2. Tujuan:
Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengajian dan santunan anak yatim antara lain:
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui kegiatan pengajian, ceramah, dan doa bersama yang memberikan pemahaman serta motivasi dalam menjalankan ajaran agama Islam.
2. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial dalam diri masyarakat terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan bantuan.
3. Memberikan bantuan atau santunan kepada anak yatim agar dapat membantu meringankan beban hidup mereka serta memberikan dukungan moral dan materi.
4. Mempererat tali silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, panitia, serta para donatur yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
5. Mendorong masyarakat untuk gemar bersedekah dan berbagi, sehingga tercipta lingkungan yang penuh dengan nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong.
6. Menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda, agar mereka memiliki akhlak yang baik serta memahami pentingnya membantu sesama.

3. Manfaat:
Pelaksanaan kegiatan pengajian dan santunan anak yatim memiliki berbagai manfaat, baik bagi anak yatim maupun bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya.
- Bagi anak yatim, kegiatan ini dapat memberikan bantuan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kebutuhan pendidikan, maupun kebutuhan lainnya. Selain itu, perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh masyarakat juga dapat memberikan kebahagiaan serta semangat bagi mereka untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
-Bagi masyarakat, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memperoleh pahala dan keberkahan melalui kegiatan sedekah serta kepedulian terhadap anak yatim. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan ilmu dan nasihat keagamaan dari pengajian yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
-Manfaat lainnya adalah terjalinnya hubungan yang lebih harmonis antar warga, meningkatnya rasa kebersamaan, serta tumbuhnya semangat gotong royong dalam lingkungan masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat dapat saling mengenal, saling membantu, dan bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, religius, dan penuh dengan nilai-nilai kebaikan.
Secara keseluruhan, pengajian dan santunan anak yatim merupakan kegiatan yang sangat positif karena menggabungkan unsur ibadah, pendidikan agama, serta kepedulian sosial yang dapat memberikan dampak baik bagi individu maupun masyarakat secara luas.

Tindak Lanjut Kegiatan:
Setelah kegiatan pengajian dan santunan anak yatim dilaksanakan, diharapkan kegiatan ini tidak hanya berhenti pada satu acara saja, tetapi dapat menjadi awal dari kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan yang berkelanjutan di masyarakat.
Salah satu tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah dengan terus menjalin komunikasi dan silaturahmi antara panitia, masyarakat, dan anak-anak yatim yang telah menerima santunan. Dengan demikian, perhatian dan kepedulian terhadap mereka dapat terus terjaga.
Selain itu, masyarakat juga dapat merencanakan kegiatan serupa secara rutin, misalnya mengadakan pengajian bulanan atau santunan pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Ramadan, hari besar Islam, atau kegiatan sosial lainnya. Hal ini bertujuan agar semangat berbagi dan kepedulian sosial tetap tumbuh di tengah masyarakat.
Panitia kegiatan juga dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan acara yang telah dilakukan, sehingga dapat mengetahui kekurangan maupun kelebihan dari kegiatan tersebut. Hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan kegiatan selanjutnya agar dapat berjalan lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya tindak lanjut yang baik, diharapkan kegiatan pengajian dan santunan anak yatim dapat terus memberikan manfaat yang positif, baik dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat maupun dalam membantu dan membahagiakan anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAGIAN ADM. PEMBANGUNAN
14504-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Bidang Sosial Budaya
Kegiatan : Ketahanan Keluarga.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Bagian Umum Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 4 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono, Balai Kota Among Tani, Kota Batu
4. Pukul : 12.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum Kota batu
7. Acara : Santunan Anak Yatim

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum turut berpartisipasi dalam kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Brigjen Soegiyono, Balai Kota Among Tani Kota Batu ini menjadi salah satu agenda sosial yang penuh makna, khususnya dalam menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan.

Acara santunan tersebut dihadiri oleh Ibu Wali Kota Batu, Ibu Siti Faujiyah, yang turut memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap kegiatan-kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Sejak pagi hari, suasana di Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani sudah dipenuhi oleh para anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai unsur perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Para anggota hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada anak-anak yatim, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan.

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum sebagai salah satu bagian yang aktif dalam kegiatan organisasi juga menunjukkan partisipasi dan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Para anggota Dharma Wanita Bagian Umum hadir bersama anggota dari bagian lainnya untuk mengikuti rangkaian kegiatan santunan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan.

Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius dan khidmat dalam kegiatan tersebut. Setelah itu, panitia menyampaikan sambutan serta laporan mengenai tujuan dan pelaksanaan kegiatan santunan anak yatim yang menjadi agenda rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.

Dalam sambutannya, perwakilan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim ini merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai kepedulian sosial yang selalu dijunjung tinggi oleh organisasi Dharma Wanita Persatuan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yatim serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian di kalangan anggota Dharma Wanita.

Kegiatan santunan anak yatim ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan adanya kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan diharapkan dapat terus menjadi organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Wali Kota Batu, Ibu Siti Faujiyah, juga menyampaikan sambutan dan apresiasinya terhadap kegiatan santunan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun nilai-nilai kepedulian sosial, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.

Beliau juga menekankan bahwa berbagi kepada sesama merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai yang sangat mulia. Melalui kegiatan santunan ini, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan serta semangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, serta menjadikan kegiatan berbagi seperti ini sebagai bagian dari budaya organisasi yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Setelah sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Ibu Wali Kota Batu bersama perwakilan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Batu.

Nama nama Penerima Santunan :
1. Al Haq Zaidan Penerima Santunan dari DWP Damkarmat
2. Ghina Ulya Penerima Santunan dari DWP Disparta
3. Shaza Sema Penerima Santunan dari DWP Kecamatan Bumiaji
4. Casean Kanza Penerima Santunan dari DWP
5. Abi Arsyah Penerima Santunan dari DWP Satpol PP
6. Azzeva Kyara Penerima Santunan dari DWP Diskomperindag
7. Tatila Humayra Penerima Santunan dari DWP Bapelitbangda
8. Sofia Diajeng Penerima Santunan dari DWP Bakesbangpol
9. Azzam Ibrahim Penerima Santunan dari DWP Dinas Pendidikan
10. Shikofa Penerima Santunan dari DWP DP3AP2KB
11. Dyana Putri Penerima Santunan dari DWP DLH
12. Elang Adhyasta Penerima Santunan dari DWP BPBD
13. Asyifa Zahwa Penerima Santunan dari DWP Dispenduk Capil

Anak-anak yatim yang hadir tampak sangat antusias dan bahagia mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menerima santunan yang diberikan dengan penuh rasa syukur. Momen penyerahan santunan ini menjadi salah satu bagian yang paling mengharukan dalam rangkaian acara, karena menghadirkan suasana penuh kehangatan dan kepedulian.

Para anggota Dharma Wanita Persatuan yang hadir juga turut merasakan kebahagiaan melihat senyum anak-anak yatim yang menerima bantuan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan dapat tercipta melalui kepedulian dan berbagi kepada sesama.

Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kebaikan dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Doa dipanjatkan agar anak-anak yatim yang hadir senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita mereka.

Para anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum juga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan kekhusyukan. Partisipasi mereka dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan santunan anak yatim ini juga menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta kepedulian sosial kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan berbagi, para anggota dapat merasakan makna kebersamaan serta pentingnya membantu sesama yang membutuhkan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai bagian di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Melalui kegiatan bersama seperti ini, diharapkan tercipta hubungan yang semakin erat dan harmonis antaranggota organisasi.

Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani sebagai lokasi kegiatan memberikan suasana yang nyaman dan religius bagi seluruh peserta yang hadir. Lingkungan masjid yang tenang dan khidmat semakin menambah makna spiritual dalam pelaksanaan kegiatan santunan anak yatim tersebut.

Para anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan anggota dari bagian lainnya. Hal ini menjadi salah satu nilai positif dari kegiatan organisasi yang mampu mempererat kebersamaan.

Kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan pada masa-masa yang akan datang. Selain memberikan manfaat bagi anak-anak yatim, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat peran sosial organisasi dalam masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menunjukkan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kepedulian terhadap anak-anak yatim merupakan salah satu wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang selalu dijunjung tinggi oleh organisasi.

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum sebagai bagian dari organisasi tersebut juga berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta yang hadir mengikuti penutupan acara dengan penuh rasa syukur. Kegiatan santunan anak yatim ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yang menerima bantuan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan yang terlibat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk melakukan hal yang sama. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu bersama seluruh anggotanya diharapkan dapat terus menjadi organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan santunan anak yatim ini, Dharma Wanita Persatuan Kota Batu kembali menunjukkan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat, keberkahan, dan kebahagiaan bagi semua pihak yang terlibat.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BAGIAN UMUM
14605-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Bantuan Sosial, Program Kepedulian & Kesetiakawanan

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3. Pukul : 13.30 - Selesai
4. Yang bertugas hadir : Ny. Sari Dian Fachroni K. (Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu), Ny. Wahyuningsih, Ny. Miskan, Ny. Yasin, Ny. Isnawati (anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu)
5. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan mengirimkan 4 anggota Dharma Wanita Persatuan) serta 15 Anak Yatim Piatu
6. Lokasi : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
7. Acara : Santunan Anak Yatim Piatu oleh Dharma Wanita Perempuan Kota Batu
Yang dipimpin langsung oleh Ny. Ninik Eko Suhartono selaku Ketua DWP Kota Batu dan didampingi oleh Penasehat DWP Kota Batu Ny. Siti Fauziah Nurrochman
8. Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Ninik Eko Suhartono
3. Sambutan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Siti Fauziah
4. Doa
5. Penyampaian Laporan dan Hasil Santunan Anak Yatim Piatu oleh Bidang Sosial dan Agama.

Penerima Santunan Anak Yatim Piatu pada rangkaian acara kali ini merupakan usulan dan pengajuan dari beberapa DWP Unit Pelaksana yang ada di DWP Kota Batu. Dari 37 DWP Unit Pelaksana di Kota Batu, terdapat 13 usulan penerima santunan tersebut, diantaranya :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu
Nama : Al Haq Zaidan Hidayat Setiawan
Sekolah : TK Al Izzah 01 Sumberejo
2. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu
Nama : Ghina Ulya Syarifah Ayu Dewi Condro Asmoro
Sekolah: RA Ar Rahman (TK A)
3. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Bumiaji Kota Batu
Nama :Shaza Sema Asheeqa
4. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu
Nama : Caseon Kanza Gilang Ardinansyah
Tempat Tanggal Lahir : Batu 30-12-2012
5. Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batu
Nama : Abi arsyah fachruddin
Kelas: 8 SMP N 2 Batu
6. Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu
Nama: Azzeva Kyara Putri Nurdianto
7. Dharma Wanita Persatuan Bappelitbangda
Nama : Talita Humayra Saputra
Sekolah : SD Kelas 5
8. Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol Kota Batu
Nama : Sofia Diajeng Nimas
Sekolah: TK A
9. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kota Batu
Nama : Azzam Ibrahim Rifqi Hardiansyah
Sekolah : SDN Temas 02
10. Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB Kota Batu
Nama : Shikhofa
Sekolah : SLB Negeri
11. Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu
Nama: Dyana Putri Al Fizah
Sekolah: SDN Gunung Sari 02
12. Dharma Wanita Persatuan BPBD Kota Batu
Nama Anak: Elang adhyasta putra ranu
Sekolah: SD plus Al Irsyad Al islamiyah (kls 5 )
13.Dharma Wanita Persatuan DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Kota Batu
Nama Anak : Asyifa Zahwa Salsabila
Sekolah : SDN Ngaglik 02 Batu

Kegiatan santunan anak yatim piatu yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada bulan suci Ramadan memiliki tujuan yang bersifat spiritual, sosial, dan kemanusiaan. Momentum Ramadan sebagai bulan penuh berkah dan kepedulian menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai empati dan solidaritas terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
1. Mengamalkan Nilai Kepedulian dan Berbagi
Salah satu tujuan utama kegiatan santunan adalah mengimplementasikan ajaran Islam tentang pentingnya berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Ajaran ini bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis yang menganjurkan umat Islam untuk menyantuni anak yatim serta memperhatikan kesejahteraan sosial. Melalui kegiatan ini, DWP Kota Batu berupaya menghadirkan kepedulian nyata, bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga perhatian dan kasih sayang.
2. Meningkatkan Kepekaan Sosial Anggota
Kegiatan santunan menjadi sarana pembinaan karakter bagi anggota DWP agar semakin peka terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar. Ramadan bukan hanya tentang peningkatan ibadah pribadi, tetapi juga penguatan dimensi sosial. Dengan berinteraksi langsung dan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu, anggota diharapkan memiliki empati yang lebih mendalam.
3. Memberikan Dukungan Moral dan Motivasi
Santunan tidak hanya bermakna bantuan finansial, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi anak-anak yatim piatu agar tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita. Kehadiran organisasi dan perhatian yang diberikan dapat menumbuhkan rasa dihargai, diperhatikan, serta meningkatkan rasa percaya diri mereka.
4. Mempererat Silaturahmi dan Kebersamaan
Kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara organisasi dengan masyarakat. Melalui santunan, DWP Kota Batu menunjukkan peran aktifnya sebagai organisasi sosial yang peduli terhadap kesejahteraan lingkungan sekitar. Hal ini memperkuat citra positif organisasi sekaligus memperluas jaringan silaturahmi.
5. Menghidupkan Makna Ramadan Secara Komprehensif
Ramadan mengajarkan pengendalian diri sekaligus kepedulian terhadap kaum dhuafa. Dengan menyelenggarakan santunan anak yatim piatu, DWP Kota Batu berupaya menghidupkan nilai Ramadan secara menyeluruh—tidak hanya dalam bentuk ibadah ritual, tetapi juga melalui aksi sosial yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
14704-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Bidang Sosial Budaya
Kegiatan : Ketahanan Keluarga.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Bagian Umum Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 4 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono, Balai Kota Among Tani, Kota Batu
4. Pukul : 12.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum Kota batu
7. Acara : pengajian rutin narasumber Ustadzah Mikyal Ardiyah, S.Ag bertema “Haid, Nifas, dan Istihadhah: Perspektif Madzhab Syafi’i”.

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum turut mengikuti kegiatan pengajian rutin yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Brigjen Soegiyono, Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Pengajian kali ini menghadirkan narasumber Ustadzah Mikyal Ardiyah, S.Ag., yang merupakan Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Bumiaji. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan materi bertema “Haid, Nifas, dan Istihadhah: Perspektif Madzhab Syafi’i”.

Memahami perbedaan jenis darah yang keluar dari wanita adalah kewajiban penting dalam menjalankan ibadah dengan benar.

Setiap jenis darah memiliki hukum yang berbeda terkait shalat, puasa, dan aktivitas ibadah lainnya. Pengetahuan ini membantu wanita muslim menjalani kehidupan dengan keyakinan dan kepastian.

Istihadhah adalah kondisi yang perlu dipahami oleh setiap wanita. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya darah dari organ kewanitaan di luar siklus menstruasi atau masa nifas.

Meskipun umum terjadi, penting untuk memahami perbedaan antara istihadhah, haid, dan nifas agar dapat mengambil langkah yang tepat. Simak informasi selengkapnya pada artikel berikut ini, ya!

Apa Itu Istihadhah?

Secara sederhana, istihadhah adalah kondisi keluarnya darah dari kemaluan wanita di luar siklus haid atau nifas.

Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai perdarahan abnormal atau metrorrhagia. Penting untuk dipahami bahwa istihadhah bukanlah haid, dan memiliki implikasi yang berbeda, terutama dalam konteks ibadah bagi muslimah.

Istihadhah adalah kondisi yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari stres dan kelelahan hingga masalah hormonal atau infeksi. Memahami penyebabnya penting agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Perbedaan Istihadhah dengan Haid dan Nifas

Perbedaan utama terletak pada waktu dan karakteristik darah yang keluar. Berikut adalah poin-poin penting yang membedakan ketiganya:

Haid: Haid merupakan siklus bulanan yang terjadi secara teratur. Darah haid biasanya berwarna lebih gelap dan memiliki bau khas. Durasi haid bervariasi antara 3-7 hari.

Nifas: Nifas merupakan perdarahan yang terjadi setelah melahirkan. Darah nifas biasanya berlangsung selama 40-60 hari.

Istihadhah: Istihadhah adalah perdarahan di luar siklus haid atau nifas. Darah istihadhah umumnya berwarna lebih segar (merah terang) dan tidak memiliki bau seperti darah haid.

Kategori Istihadhah
Dalam praktiknya, istihadhah dapat dikategorikan menjadi beberapa kondisi, di antaranya:
Istihadhah Mubtadi’ah: Terjadi pada wanita yang baru pertama kali mengalami perdarahan di luar siklus haidnya.
Istihadhah Mu’tadah: Terjadi pada wanita yang sudah memiliki siklus haid teratur, namun mengalami perdarahan di luar kebiasaannya.
Istihadhah Ghairu Mumayyizah: Darah yang keluar tidak memiliki ciri khas yang membedakannya dari darah haid.
Istihadhah Mumayyizah: Darah yang keluar memiliki ciri khas tertentu, seperti warna atau konsistensi yang berbeda dari darah haid.
Penyebab Istihadhah
Istihadhah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik medis maupun non-medis. Beberapa penyebab umum meliputi:
Ketidakseimbangan hormonal. Perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat memengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan perdarahan di luar jadwal.

Penggunaan alat kontrasepsi. Beberapa jenis alat kontrasepsi, seperti pil KB atau IUD, dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur.

Infeksi. Infeksi pada organ reproduksi, seperti radang panggul, dapat menyebabkan perdarahan abnormal.

Polip atau fibroid. Pertumbuhan abnormal pada rahim, seperti polip atau fibroid, dapat menyebabkan perdarahan di luar siklus haid.

Kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis, seperti gangguan tiroid atau gangguan pembekuan darah, dapat memengaruhi siklus menstruasi.

Stres dan gaya hidup. Stres berlebihan dan gaya hidup yang tidak sehat juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan menyebabkan istihadhah.

Ibu, ketahui selengkapnya Ini Perbedaan Siklus Menstruasi yang Normal dan Tidak.

Gejala Istihadhah

Gejala utama istihadhah adalah perdarahan dari kemaluan di luar siklus haid atau nifas. Gejala lain yang mungkin menyertai meliputi:

Perdarahan yang tidak teratur, bisa berupa flek atau aliran darah yang deras.Perdarahan yang berlangsung lebih lama dari siklus haid normal. Nyeri atau kram perut.Kelelahan atau lemas. Cara Menangani Istihadhah

Penanganan istihadhah tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

Konsultasi dengan dokter. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pasti istihadhah dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Pemeriksaan medis. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti USG atau tes darah, untuk mendiagnosis penyebab istihadhah.

Pengobatan. Pengobatan istihadhah dapat meliputi pemberian obat-obatan hormonal, antibiotik (jika disebabkan oleh infeksi), atau tindakan operasi (jika disebabkan oleh polip atau fibroid).

Perubahan gaya hidup. Menjalani gaya hidup sehat, seperti mengelola stres, berolahraga teratur, dan mengonsumsi makanan bergizi, dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan mengurangi risiko istihadhah.

Menjaga kebersihan: Ganti pembalut secara teratur untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi.

Bagaimana Wanita dengan Istihadhah Melaksanakan Ibadah?

Dalam ajaran Islam, wanita yang mengalami istihadhah tetap wajib melaksanakan ibadah salat dan puasa.

Sebelum melaksanakan salat, wanita tersebut wajib membersihkan diri dari darah, berwudhu, dan menggunakan pembalut atau kain untuk menahan darah.

Setiap kali akan melaksanakan salat, ia harus membersihkan diri dan berwudhu kembali jika darah masih keluar.

Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami kondisi berikut:
Perdarahan yang sangat deras dan berlangsung lama.
Perdarahan disertai dengan nyeri perut yang hebat.
Perdarahan setelah menopause.
Perdarahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melalui kajian tersebut, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai hukum-hukum fiqih yang berkaitan dengan haid, nifas, dan istihadhah menurut perspektif Madzhab Syafi’i, termasuk ketentuan ibadah yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

Kegiatan pengajian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para anggota Dharma Wanita yang hadir. Diharapkan melalui kegiatan ini, para peserta dapat meningkatkan pemahaman keagamaan serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Istihadhah adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita. Memahami perbedaan antara istihadhah, haid, dan nifas sangat penting agar dapat mengambil langkah yang tepat.

Jika mengalami gejala istihadhah, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAGIAN UMUM
14804-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Bantuan Sosial, Program Kepedulian & Kesetiakawanan

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3. Pukul : 13.30 - Selesai
4. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan mengirimkan 4 anggota Dharma Wanita Persatuan) serta 15 Anak Yatim Piatu
5. Lokasi : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
6. Acara : Santunan Anak Yatim Piatu oleh Dharma Wanita Perempuan Kota Batu
Yang dipimpin langsung oleh Ny. Ninik Eko Suhartono selaku Ketua DWP Kota Batu dan didampingi oleh Penasehat DWP Kota Batu Ny. Siti Fauziah Nurrochman

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Ninik Eko Suhartono
3. Sambutan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Siti Fauziah
4. Doa
5. Penyampaian Laporan dan Hasil Santunan Anak Yatim Piatu oleh Bidang Sosial dan Agama.

Penerima Santunan Anak Yatim Piatu pada rangkaian acara kali ini merupakan usulan dan pengajuan dari beberapa DWP Unit Pelaksana yang ada di DWP Kota Batu. Dari 37 DWP Unit Pelaksana di Kota Batu, terdapat 13 usulan penerima santunan tersebut, diantaranya :
1. DWP UP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu
Nama : Al Haq Zaidan Hidayat Setiawan
Sekolah : TK Al Izzah 01 Sumberejo
2. DWP UP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu
Nama : Ghina Ulya Syarifah Ayu Dewi Condro Asmoro
Sekolah: RA Ar Rahman (TK A)
3. DWP UP Kecamatan Bumiaji Kota Batu
Nama :Shaza Sema Asheeqa
4. DWP UP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu
Nama : Caseon Kanza Gilang Ardinansyah
Tempat Tanggal Lahir : Batu 30-12-2012
5. DWP UP Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batu
Nama : Abi arsyah fachruddin
Kelas: 8 SMP N 2 Batu
6. DWP UP Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu
Nama: Azzeva Kyara Putri Nurdianto
7. DWP UP Bappelitbangda
Nama : Talita Humayra Saputra
Sekolah : SD Kelas 5
8. DWP UP Bakesbangpol Kota Batu
Nama : Sofia Diajeng Nimas
Sekolah: TK A
9. DWP UP Dinas Pendidikan Kota Batu
Nama : Azzam Ibrahim Rifqi Hardiansyah
Sekolah : SDN Temas 02
10. DWP UP DP3AP2KB Kota Batu
Nama : Shikhofa
Sekolah : SLB Negeri
11. DWP UP Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu
Nama: Dyana Putri Al Fizah
Sekolah: SDN Gunung Sari 02
12. DWP UP BPBD Kota Batu
Nama Anak: Elang adhyasta putra ranu
Sekolah: SD plus Al Irsyad Al islamiyah (kls 5 )
13. DWP UP DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Kota Batu
Nama Anak : Asyifa Zahwa Salsabila
Sekolah : SDN Ngaglik 02 Batu

Kegiatan santunan anak yatim piatu yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada bulan suci Ramadan memiliki tujuan yang bersifat spiritual, sosial, dan kemanusiaan. Momentum Ramadan sebagai bulan penuh berkah dan kepedulian menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai empati dan solidaritas terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
1. Mengamalkan Nilai Kepedulian dan Berbagi
Salah satu tujuan utama kegiatan santunan adalah mengimplementasikan ajaran Islam tentang pentingnya berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Ajaran ini bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis yang menganjurkan umat Islam untuk menyantuni anak yatim serta memperhatikan kesejahteraan sosial. Melalui kegiatan ini, DWP Kota Batu berupaya menghadirkan kepedulian nyata, bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga perhatian dan kasih sayang.
2. Meningkatkan Kepekaan Sosial Anggota
Kegiatan santunan menjadi sarana pembinaan karakter bagi anggota DWP agar semakin peka terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar. Ramadan bukan hanya tentang peningkatan ibadah pribadi, tetapi juga penguatan dimensi sosial. Dengan berinteraksi langsung dan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu, anggota diharapkan memiliki empati yang lebih mendalam.
3. Memberikan Dukungan Moral dan Motivasi
Santunan tidak hanya bermakna bantuan finansial, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi anak-anak yatim piatu agar tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita. Kehadiran organisasi dan perhatian yang diberikan dapat menumbuhkan rasa dihargai, diperhatikan, serta meningkatkan rasa percaya diri mereka. 4. Mempererat Silaturahmi dan Kebersamaan
Kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara organisasi dengan masyarakat. Melalui santunan, DWP Kota Batu menunjukkan peran aktifnya sebagai organisasi sosial yang peduli terhadap kesejahteraan lingkungan sekitar. Hal ini memperkuat citra positif organisasi sekaligus memperluas jaringan silaturahmi. 5. Menghidupkan Makna Ramadan Secara Komprehensif
Ramadan mengajarkan pengendalian diri sekaligus kepedulian terhadap kaum dhuafa. Dengan menyelenggarakan santunan anak yatim piatu, DWP Kota Batu berupaya menghidupkan nilai Ramadan secara menyeluruh—tidak hanya dalam bentuk ibadah ritual, tetapi juga melalui aksi sosial yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN

14904-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Pengajian Rutinan, Kegiatan Iman dan Takwa, Program Kerja Ketahanan Keluarga

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3. Pukul : 12.00 - 13.30
4. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan mengirimkan 4 anggota Dharma Wanita Persatuan)
5. Lokasi : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani
6. Acara : Pengajian Rutinan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
Yang dibuka langsung oleh Ny. Ninik Eko Suhartono selaku Ketua DWP Kota Batu

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
3. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Ninik Eko Suhartono
4. Doa
5. Ceramah atau Taukziah yang Diisi dari Kementerian Agama Kota Batu yaitu Ibu Hj. Mikyal Adiyah, SHI

Intisari Ceramah atau Taukziah oleh Ibu Hj. Mikyal Adiyah :
- Pembahasan mengenai Haid, Nifas dan Istihadhah: Perspektif Madzhab Syafi'i
- Pembahasan mengenai pentingnya memahami darah wanita dalam Fiqih
- Pembahasan tentang kewajiban wanita dalam memahami hukum dan aturan fiqih wanita
- Pembahasan mengenai bersuci dari wadhi dan madhi
- Penjelasan Fiqih wanita adalah cabang kajian dalam hukum Islam yang membahas ketentuan-ketentuan syariat yang secara khusus berkaitan dengan perempuan. Dasarnya bersumber dari Al-Qur'an, Hadis, serta hasil ijtihad para ulama dalam disiplin ilmu fikih. Secara umum, fiqih wanita tidak memisahkan perempuan dari hukum Islam secara keseluruhan, tetapi memberikan penjelasan rinci terhadap kondisi biologis dan sosial yang khas pada perempuan
- Thaharah (Bersuci), Dalam fiqih wanita, pembahasan tentang bersuci menjadi bagian penting karena berkaitan dengan kondisi biologis perempuan, seperti: Haid (menstruasi), Nifas (darah setelah melahirkan), Istihadhah (darah penyakit di luar haid)
- Ibadah, Perempuan memiliki kewajiban ibadah yang sama dengan laki-laki, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Namun terdapat beberapa ketentuan khusus, misalnya: Tidak wajib mengganti shalat yang ditinggalkan saat haid, tetapi wajib mengganti puasa Ramadan. Ketentuan mengenai aurat dalam shalat. Aturan saf (barisan) dalam shalat berjamaah. Intinya, fiqih wanita memberikan kemudahan (rukhsah) sesuai kondisi biologis tanpa mengurangi nilai spiritualnya
- Aurat dan Pakaian, Pembahasan mengenai batasan aurat perempuan di dalam dan luar shalat termasuk bagian penting fiqih wanita. Ulama berbeda pendapat mengenai detail batasannya, tetapi secara umum disepakati bahwa menjaga kehormatan dan kesopanan adalah prinsip utama
- Pernikahan dan Hak-Hak Perempuan, Fiqih wanita juga membahas: Syarat dan rukun pernikahan, Hak dan kewajiban istri, Mahar (maskawin), Nafkah, Talak dan khulu’ (gugatan cerai dari pihak istri). Islam menekankan keseimbangan hak dan kewajiban dalam rumah tangga, serta perlindungan terhadap martabat perempuan
- Kehamilan, Persalinan, dan Penyusuan, Fiqih mengatur masa iddah (masa tunggu) bagi perempuan yang bercerai atau ditinggal wafat suami, termasuk ketentuan khusus bagi perempuan hamil. Selain itu, ada pembahasan tentang hak ibu dalam menyusui dan tanggung jawab ayah dalam memberi nafkah
- Peran Sosial dan Publik, Secara prinsip, perempuan memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas sosial selama tetap menjaga norma syariat. Dalam sejarah Islam, banyak perempuan berperan sebagai ulama, pedagang, bahkan perawi hadis.

Tujuan dari ceramah atau taukziah dengan pembahasan Fiqih Wanita, diantaranya :
1. Memberikan Pemahaman Hukum yang Benar
2. Meningkatkan Kualitas Ibadah
3. Memberikan Kesadaran tentang Hak dan Kewajiban
4. Membentuk Akhlak dan Kepribadian Islami
5. Menjawab Problematika Kontemporer

Pengajian rutin yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu dengan tema Fiqih Wanita dalam Rangka Ramadan memiliki beberapa tujuan strategis, baik dari sisi spiritual, edukatif, maupun sosial. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga sarana pembinaan anggota agar lebih siap menjalani ibadah Ramadan secara optimal.
1. Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Anggota
2. Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadan Secara Optimal
3. Menguatkan Peran Perempuan dalam Keluarga
4. Membina Karakter dan Solidaritas Anggota
5. Mendukung Program Pembinaan Mental Spiritual Organisasi.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
15004-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Soegiono Balaikota Amongtani Kota Batu
4. Pukul : 12.00WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Sekretaris (Ny. Leni Nuvita), Ketua Bidang Sosbud DWP Dinas Pariwisata (Ny. Naning Wulandari) dan Sekretaris Bidang Sosbud DWP Dinas Pariwisata ( Ny. Ririen )
6. Peserta : Ketua DWP dan Bidang Sosbud atau yang mewakili dari masing-masing DWP Kota Batu
7. Acara : Fiqih Wanita oleh Hj Mikyal Adiyah, SH

Maksud dan Tujuan Pengajian Secara Panjang dan Luas
A. Maksud Pengajian
Pengajian merupakan kegiatan pembelajaran dan pendalaman ajaran agama yang dilaksanakan secara bersama-sama, baik di lingkungan masyarakat, lembaga pendidikan, maupun organisasi keagamaan. Maksud utama dari pengajian adalah sebagai sarana untuk menambah wawasan, pemahaman, serta penghayatan terhadap nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Secara lebih luas, pengajian dimaksudkan sebagai media pembinaan mental dan spiritual umat agar memiliki keimanan yang kuat, akhlak yang baik, serta kesadaran dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama. Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi, mempererat ukhuwah (persaudaraan), serta membangun kebersamaan dan kepedulian sosial antaranggota masyarakat.
Pengajian tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga sebagai forum diskusi, refleksi diri, dan penyelesaian berbagai persoalan kehidupan berdasarkan nilai-nilai agama. Dengan demikian, pengajian memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi yang religius, berkarakter, dan bertanggung jawab.
B. Tujuan Pengajian
Adapun tujuan pengajian secara panjang dan luas adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan
Membantu jamaah memperkuat keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta meningkatkan kualitas ibadah dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menambah Ilmu Pengetahuan Agama
Memberikan pemahaman yang benar dan mendalam mengenai ajaran agama, baik dalam aspek akidah, ibadah, akhlak, maupun muamalah.
3. Membentuk Akhlak yang Mulia
Menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang baik agar tercipta pribadi yang santun, jujur, amanah, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Meningkatkan Kesadaran Sosial
Mendorong sikap peduli, tolong-menolong, serta solidaritas antar sesama melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
5. Mempererat Tali Silaturahmi
Menjalin hubungan yang harmonis antaranggota masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang rukun, damai, dan penuh kebersamaan.
6. Menjadi Sarana Pembinaan Umat
Membina generasi muda dan masyarakat agar memiliki pegangan hidup yang kuat berdasarkan nilai-nilai agama.
7.Memberikan Solusi atas Permasalahan Kehidupan
Menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan kehidupan modern.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pengajian memiliki maksud sebagai sarana pembelajaran dan pembinaan spiritual, serta bertujuan membentuk individu dan masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pengajian yang rutin dan terarah, diharapkan tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan.

Maksud dan Tujuan Ilmu Fiqih untuk Wanita Secara Panjang dan Luas
A. Maksud Ilmu Fiqih untuk Wanita
Ilmu fiqih merupakan ilmu yang mempelajari hukum-hukum syariat Islam yang berkaitan dengan perbuatan manusia, baik dalam hal ibadah maupun muamalah. Maksud mempelajari ilmu fiqih bagi wanita adalah agar setiap muslimah memahami secara benar tata cara menjalankan kewajiban agama serta mengetahui batasan-batasan hukum yang berlaku dalam kehidupannya sehari-hari.
Secara lebih khusus, ilmu fiqih bagi wanita mencakup pemahaman tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan kondisi dan peran perempuan, seperti haid, nifas, istihadhah, tata cara bersuci, shalat, puasa, zakat, haji, aurat, pernikahan, hak dan kewajiban dalam rumah tangga, hingga peran sosial dalam masyarakat. Dengan mempelajari fiqih, wanita dapat menjalankan ibadah dengan sah dan benar sesuai tuntunan syariat.
Selain itu, maksud dari mempelajari fiqih juga untuk memberikan perlindungan hukum dan pemahaman yang jelas agar wanita tidak terjerumus dalam kesalahan praktik ibadah atau tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama. Ilmu ini menjadi pedoman agar kehidupan seorang muslimah berjalan sesuai nilai-nilai Islam secara utuh dan menyeluruh.
B. Tujuan Ilmu Fiqih untuk Wanita
Adapun tujuan mempelajari ilmu fiqih bagi wanita secara panjang dan luas adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan
Dengan memahami hukum-hukum Allah, seorang wanita dapat menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan tanggung jawab.
2. Menjalankan Ibadah Secara Benar dan Sah
Pengetahuan tentang tata cara bersuci, shalat, puasa, dan ibadah lainnya sangat penting agar ibadah yang dilakukan sesuai syariat dan diterima oleh Allah SWT.
3. Memahami Hukum-Hukum Khusus Wanita
Wanita memiliki kondisi biologis dan peran sosial tertentu yang memiliki ketentuan hukum tersendiri dalam fiqih, sehingga penting untuk dipahami secara mendalam agar tidak salah dalam pengamalan.
4. Mengetahui Hak dan Kewajiban dalam Rumah Tangga
Ilmu fiqih membantu wanita memahami hak dan kewajibannya sebagai istri, ibu, dan anggota masyarakat, sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan sakinah.
5. Melindungi Diri dari Kesalahan dan Penyimpangan
Dengan ilmu fiqih, wanita dapat membedakan antara yang halal dan haram, yang wajib dan sunnah, sehingga terhindar dari perbuatan yang dilarang.
6. Membentuk Akhlak dan Kepribadian Islami
Fiqih tidak hanya mengatur hukum, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran moral dalam kehidupan sehari-hari.
7. Menjadi Bekal Pendidikan bagi Keluarga
Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dengan memahami fiqih, wanita dapat mendidik generasi berikutnya dengan dasar agama yang kuat.
8. Meningkatkan Peran Aktif dalam Masyarakat
Wanita yang memahami fiqih dapat berkontribusi secara positif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah dengan tetap berpegang pada nilai-nilai syariat.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, maksud dan tujuan mempelajari ilmu fiqih bagi wanita adalah untuk membekali diri dengan pemahaman hukum Islam yang benar dan menyeluruh, sehingga mampu menjalankan perannya sebagai hamba Allah, anggota keluarga, dan bagian dari masyarakat dengan penuh tanggung jawab, kehormatan, dan ketakwaan. Ilmu fiqih menjadi landasan penting dalam membentuk muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupannya.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pariwisata
15104-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KOTA BATU

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu telah mengikuti kegiatan:
Bidang : Sosial Budaya
Program : Pengajian Rutinan, Program Kerja Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Takwa

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026
3. Pukul : 12.00 - 13.30
4. Yang bertugas hadir : Ny. Sari Dian Fachroni K. (Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu), Ny. Isnawati, Ny. Wahyuningsih, Ny. Miskan, Ny. Yasin (Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu)
5. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (Tiap Unsur Persatuan mengirimkan 4 anggota Dharma Wanita Persatuan)
6. Lokasi : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani
7. Acara : Pengajian Rutinan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
Yang dibuka langsung oleh Ny. Ninik Eko Suhartono selaku Ketua DWP Kota Batu
8. Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
3. Sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu, Ny. Ninik Eko Suhartono
4. Doa
5. Ceramah atau Taukziah yang Diisi dari Kementerian Agama Kota Batu yaitu Ibu Hj. Mikyal Adiyah, SHI

PENDAHULUAN

Intisari Ceramah atau Taukziah oleh Ibu Hj. Mikyal Adiyah :
- Pembahasan mengenai Haid, Nifas dan Istihadhah: Perspektif Madzhab Syafi'i
- Pembahasan mengenai pentingnya memahami darah wanita dalam Fiqih
- Pembahasan tentang kewajiban wanita dalam memahami hukum dan aturan fiqih wanita
- Pembahasan mengenai bersuci dari wadhi dan madhi
- Penjelasan Fiqih wanita adalah cabang kajian dalam hukum Islam yang membahas ketentuan-ketentuan syariat yang secara khusus berkaitan dengan perempuan. Dasarnya bersumber dari Al-Qur'an, Hadis, serta hasil ijtihad para ulama dalam disiplin ilmu fikih. Secara umum, fiqih wanita tidak memisahkan perempuan dari hukum Islam secara keseluruhan, tetapi memberikan penjelasan rinci terhadap kondisi biologis dan sosial yang khas pada perempuan
- Thaharah (Bersuci), Dalam fiqih wanita, pembahasan tentang bersuci menjadi bagian penting karena berkaitan dengan kondisi biologis perempuan, seperti: Haid (menstruasi), Nifas (darah setelah melahirkan), Istihadhah (darah penyakit di luar haid)
- Ibadah, Perempuan memiliki kewajiban ibadah yang sama dengan laki-laki, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Namun terdapat beberapa ketentuan khusus, misalnya: Tidak wajib mengganti shalat yang ditinggalkan saat haid, tetapi wajib mengganti puasa Ramadan. Ketentuan mengenai aurat dalam shalat. Aturan saf (barisan) dalam shalat berjamaah. Intinya, fiqih wanita memberikan kemudahan (rukhsah) sesuai kondisi biologis tanpa mengurangi nilai spiritualnya
- Aurat dan Pakaian, Pembahasan mengenai batasan aurat perempuan di dalam dan luar shalat termasuk bagian penting fiqih wanita. Ulama berbeda pendapat mengenai detail batasannya, tetapi secara umum disepakati bahwa menjaga kehormatan dan kesopanan adalah prinsip utama
- Pernikahan dan Hak-Hak Perempuan, Fiqih wanita juga membahas: Syarat dan rukun pernikahan, Hak dan kewajiban istri, Mahar (maskawin), Nafkah, Talak dan khulu’ (gugatan cerai dari pihak istri). Islam menekankan keseimbangan hak dan kewajiban dalam rumah tangga, serta perlindungan terhadap martabat perempuan
- Kehamilan, Persalinan, dan Penyusuan, Fiqih mengatur masa iddah (masa tunggu) bagi perempuan yang bercerai atau ditinggal wafat suami, termasuk ketentuan khusus bagi perempuan hamil. Selain itu, ada pembahasan tentang hak ibu dalam menyusui dan tanggung jawab ayah dalam memberi nafkah
- Peran Sosial dan Publik, Secara prinsip, perempuan memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas sosial selama tetap menjaga norma syariat. Dalam sejarah Islam, banyak perempuan berperan sebagai ulama, pedagang, bahkan perawi hadis.

Tujuan dari ceramah atau taukziah dengan pembahasan Fiqih Wanita, diantaranya :
1. Memberikan Pemahaman Hukum yang Benar
2. Meningkatkan Kualitas Ibadah
3. Memberikan Kesadaran tentang Hak dan Kewajiban
4. Membentuk Akhlak dan Kepribadian Islami
5. Menjawab Problematika Kontemporer

PENUTUP

Pengajian rutin yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu dengan tema Fiqih Wanita dalam Rangka Ramadan memiliki beberapa tujuan strategis, baik dari sisi spiritual, edukatif, maupun sosial. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga sarana pembinaan anggota agar lebih siap menjalani ibadah Ramadan secara optimal yaitu:
1. Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Anggota
2. Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadan Secara Optimal
3. Menguatkan Peran Perempuan dalam Keluarga
4. Membina Karakter dan Solidaritas Anggota
5. Mendukung Program Pembinaan Mental Spiritual Organisasi.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
15204-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga – Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu / 4 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono
4. Pukul : 13.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bapenda (Ny. Fitriana Adhim), Wakil Ketua DWP Bapenda (Ny. Reni Chairil), Ny. Ninil Budi, ny. Ika Guruh, Ny. Dewi Roni, Ny. Devi
6. Peserta : Masing-masing Perwakilan DWP UP
7. Acara : Pengajian

Pengajian bisa merujuk pada beberapa hal, tergantung konteksnya. Bisa berarti:
1. Kajian Keagamaan – Kegiatan yang berisi ceramah, diskusi, atau pembelajaran agama Islam, baik di masjid, majelis taklim, atau secara online.
2. Proses Belajar – Dalam bahasa Indonesia, "pengajian" juga bisa berarti kegiatan belajar secara umum, terutama yang berkaitan dengan membaca Al-Qur'an.
3. Acara Keagamaan – Bisa berupa acara tahlilan, peringatan hari besar Islam, atau pengajian rutin di komunitas tertentu.
Kajian keagamaan adalah kegiatan belajar dan mendalami ajaran agama, biasanya dalam bentuk ceramah, diskusi, atau tanya jawab dengan ustaz atau ulama. Kajian ini bisa dilakukan di masjid, majelis taklim, pesantren, atau secara online melalui media sosial dan platform digital.
Tema Kajian Keagamaan yang Bisa Dibahas
1. Tauhid dan Keimanan – Memperkuat keyakinan kepada Allah, memahami konsep ketauhidan, dan menghindari syirik.
2. Akhlak dan Adab – Membahas bagaimana berperilaku sesuai dengan ajaran Islam, seperti adab terhadap orang tua, guru, dan sesama manusia.
3. Fiqih Ibadah – Panduan tata cara shalat, puasa, zakat, haji, dan ibadah lainnya sesuai sunnah.
4. Kisah Nabi dan Sahabat – Meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Tafsir Al-Qur’an – Mendalami makna ayat-ayat Al-Qur’an dan bagaimana mengamalkannya.
6. Hadis dan Sunnah – Mempelajari hadis-hadis Nabi yang menjadi pedoman hidup Muslim.
7. Keluarga dalam Islam – Bagaimana membangun rumah tangga sakinah, mendidik anak sesuai ajaran Islam, dan menjaga keharmonisan keluarga.
8. Persiapan Akhirat – Pembahasan tentang kematian, alam kubur, hari kiamat, dan bagaimana mempersiapkan bekal terbaik.
Format Kajian Keagamaan • Kajian Rutin – Dilaksanakan secara berkala, misalnya mingguan atau bulanan.
• Kajian Tematik – Mengangkat tema tertentu yang sedang relevan, seperti menjelang Ramadhan atau Muharram.
• Kajian Online – Disiarkan melalui YouTube, Instagram Live, atau Zoom agar bisa menjangkau lebih banyak orang.
• Tanya Jawab Interaktif – Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya langsung kepada ustaz.

Kajian Belajar dalam Islam bisa mencakup banyak hal, baik itu belajar agama maupun ilmu pengetahuan umum yang bermanfaat. Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim, sebagaimana sabda Rasulullah:
- Kajian Belajar Ilmu Umum dalam Islam
Islam juga mendorong umatnya untuk belajar ilmu dunia yang bermanfaat, seperti:
• Sains dan Teknologi - Belajar ilmu alam sebagai bentuk pengagungan ciptaan Allah.
• Ekonomi Islam - Mempelajari konsep keuangan syariah dan bisnis halal.
• Kesehatan dalam Islam - Pola hidup sehat berdasarkan ajaran Islam.
• Sejarah Islam - Belajar dari peradaban Islam dan tokoh-tokoh Muslim terdahulu.

Mengikuti pengajian memiliki banyak manfaat, baik dari segi spiritual, sosial, maupun intelektual. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari mengikuti pengajian:
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan
• Pengajian membantu kita lebih memahami ajaran Islam dan meningkatkan hubungan dengan Allah.
• Dengan sering mendengarkan ceramah dan kajian, iman kita akan semakin kuat dan istiqamah dalam beribadah.
2. Menambah Ilmu Agama
• Pengajian memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang Al-Qur'an, hadis, fiqih, dan akhlak.
• Bisa mendapatkan penjelasan dari ustaz atau ulama yang lebih berilmu, sehingga tidak salah dalam memahami ajaran Islam.
3. Mendapatkan Lingkungan yang Baik dan Positif
• Berada di lingkungan orang-orang yang rajin mengaji akan memotivasi kita untuk lebih baik.
• Berteman dengan orang-orang saleh dapat memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menjaga Hati dan Pikiran dari Hal Negatif
• Dengan menghadiri pengajian, kita lebih banyak mengisi waktu dengan hal bermanfaat.
• Mengurangi kemungkinan terjerumus dalam kebiasaan buruk atau perbuatan maksiat.
5. Mendapatkan Keberkahan Hidup
• Ilmu agama yang kita pelajari dalam pengajian akan menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan.
• Dengan mengamalkan ilmu yang didapat, hidup akan lebih tenang dan berkah.
6. Mempererat Tali Silaturahmi
• Pengajian sering kali menjadi ajang bertemu dan berinteraksi dengan sesama muslim.
• Bisa memperluas jaringan pertemanan dan membangun hubungan yang lebih harmonis dalam masyarakat.
7. Mendapatkan Motivasi untuk Beribadah Lebih Baik
• Dengan sering mendengar ceramah, kita akan lebih semangat dalam menjalankan ibadah seperti sholat, puasa, dan sedekah.
• Menjadikan kita lebih disiplin dalam beribadah dan menjalani kehidupan sesuai ajaran Islam.
8. Menghindari Kesalahan dalam Beribadah
• Banyak orang yang tidak sadar melakukan kesalahan dalam ibadah karena kurang ilmu.
• Dengan mengikuti pengajian, kita bisa belajar tata cara ibadah yang benar sesuai sunnah Rasulullah.
9. Mendapat Pahala dari Menuntut Ilmu
• Rasulullah bersabda:
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
• Menghadiri pengajian adalah salah satu bentuk menuntut ilmu yang berpahala besar.

Haid, Nifas, dan Istihadhah: Perspektif Madzhab Syafi'i.
Memahami perbedaan jenis darah yang keluar dari wanita adalah kewajiban penting dalam menjalankan ibadah dengan benar. .
Setiap jenis darah memiliki hukum yang berbeda terkait shalat, puasa, dan aktivitas ibadah lainnya. Pengetahuan ini membantu wanita muslim menjalani kehidupan dengan keyakinan dan kepastian.
TUJUAN UTAMA.
Agar Muslimah Dapat Menjalankan Ibadah Dengan Benar, Dan Menjaga Kesucian Diri sesuai Ajaran Agama, Memahami Fitrah Biologis Mereka Dalam Islam .
JENIS – JENIS DARAH YANG KELUAR DARI RAHIM WANITA.
- HAID.
Darah yang keluar dari rahim wanita dengan usia baligh karena proses alami bulanan, bukan karena melahirkan atau penyakit. Dengan durasi min 24 jam-15 hari. .
-NIFAS.
Darah yang keluar setelah melahirkan, baik segera setelah kelahiran bayi atau beberapa saat kemudian. Durasi maksimal 40 hari paling lama 60 Hari.
-WILADAH.
Darah yang keluar bersamaan dengan bayi atau setelah bayi lahir.
- ISTIHADHOH.
Darah yang keluar bukan karena haid atau nifas, biasanya disebabkan faktor medis atau penyakit. Memiliki ciri dan hukum yang berbeda dari keduanya.
-TOLQU.
Darah yang keluar bersamaan dengan rasa mulas atau kontraksi, yang muncul sesaat sebelum keluarnya bayi (proses persalinan dimulai). .

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAPENDA

15304-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Bhakti Sosial

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu / 4 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono
4. Pukul : 12.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bapenda (Ny. Fitriana Adhim), Wakil Ketua DWP Bapenda (Ny. Reni Chairil), Ny. Ninil Budi, ny. Ika Guruh, Ny. Dewi Roni, Ny. Devi
6. Peserta : Masing-masing Perwakilan DWP UP
7. Acara : Santunan Anak Yatim

Santunan anak yatim adalah kegiatan mulia yang bertujuan membantu anak-anak yatim dengan memberikan bantuan materi, makanan, atau kebutuhan lainnya. Biasanya, kegiatan ini dikemas dalam bentuk pengajian, doa bersama, serta pemberian santunan seperti uang, sembako, atau perlengkapan sekolah.
Beberapa Ide untuk Mengadakan Santunan Anak Yatim:
1. Pengajian dan Doa Bersama – Mengundang ustaz untuk memberikan tausiyah dan berdoa bersama anak-anak yatim.
2. Pembagian Santunan – Bisa berupa uang, sembako, pakaian, atau perlengkapan sekolah.
3. Acara Hiburan – Menyediakan permainan, nonton bareng, atau kegiatan edukatif agar anak-anak merasa senang.
4. Makan Bersama – Mengajak anak-anak untuk menikmati hidangan bersama, menciptakan kebersamaan dan kebahagiaan.
5. Motivasi dan Inspirasi – Menghadirkan tokoh inspiratif untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak yatim.
Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim
Bakti sosial santunan anak yatim adalah kegiatan berbagi rezeki dan kebahagiaan kepada anak-anak yatim serta kaum dhuafa. Selain memberikan bantuan materi, kegiatan ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi dan memberikan motivasi serta dukungan moral bagi mereka.

Konsep Acara Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim
Agar acara berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal, berikut beberapa konsep yang bisa diterapkan:
1. Tema Kegiatan
Menentukan tema acara agar lebih menarik dan memiliki makna, misalnya:
• "Indahnya Berbagi, Bahagianya Memberi"
• "Cahaya Kasih untuk Anak Yatim"
• "Bakti Sosial: Menebar Kebaikan, Menuai Berkah"
• "Berbagi Senyum Bersama Anak Yatim"
2. Susunan Acara
Berikut contoh susunan acara yang bisa digunakan:
- Pembukaan – Salam, ucapan selamat datang, dan sambutan dari panitia.
- Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an – Bisa oleh panitia atau anak yatim yang diundang.
- Tausiyah / Kajian Keagamaan – Ceramah singkat dari ustaz tentang keutamaan berbagi dan peduli terhadap sesama.
- Doa Bersama – Mendoakan keberkahan bagi semua yang terlibat, termasuk donatur dan anak-anak yatim.
- Pemberian Santunan – Penyerahan bantuan berupa uang, sembako, atau perlengkapan sekolah.
- Hiburan dan Interaksi – Permainan, dongeng Islami, atau nonton bareng untuk membuat anak-anak senang.
- Makan Bersama – Hidangan untuk menciptakan kebersamaan dengan anak-anak yatim.
- Penutupan – Ucapan terima kasih dan doa penutup.
3. Jenis Bantuan yang Bisa Diberikan
Santunan bisa berupa berbagai bentuk, seperti:
- Uang Tunai – Bisa digunakan untuk keperluan pendidikan atau kebutuhan lainnya.
- Paket Sembako – Beras, minyak, gula, susu, dan bahan makanan lainnya.
- Perlengkapan Sekolah – Tas, buku, alat tulis, dan seragam sekolah.
- Pakaian dan Sandal – Pakaian layak pakai atau baru untuk keseharian mereka.
- Beasiswa Pendidikan – Bantuan biaya sekolah atau kursus untuk anak-anak yatim.
- Peralatan Ibadah – Mukena, sajadah, Al-Qur’an, atau sarung.
4. Cara Menggalang Dana dan Bantuan
Agar bisa mengumpulkan santunan yang cukup, bisa dilakukan dengan beberapa cara:
- Mengajak Donatur – Menghubungi teman, keluarga, atau komunitas untuk berdonasi.
- Mengajukan Proposal ke Perusahaan / Lembaga – Beberapa perusahaan memiliki program CSR untuk kegiatan sosial.
- Menggunakan Platform Donasi Online – Seperti Kitabisa, BAZNAS, atau Dompet Dhuafa.
- Mengadakan Acara Amal – Seperti bazar, konser amal, atau penggalangan dana di media sosial.
5. Lokasi Acara
Kegiatan bakti sosial bisa dilakukan di berbagai tempat, seperti:
- Panti Asuhan – Langsung mengunjungi anak yatim dan memberikan bantuan.
- Masjid atau Aula Komunitas – Mengundang anak-anak yatim untuk berkumpul.
- Rumah Warga / Lingkungan Sekitar – Jika ingin berbagi dengan anak yatim di daerah tertentu.
- Sekolah / Pesantren – Jika menyasar anak-anak yatim yang sedang bersekolah.
6. Tips Agar Acara Berjalan Lancar
- Bentuk Panitia yang Solid – Agar tugas bisa dibagi dengan baik.
- Koordinasi dengan Panti Asuhan / Anak Yatim – Pastikan jumlah peserta dan kebutuhan mereka.
- Siapkan Anggaran yang Cukup – Pastikan semua kebutuhan acara tercukupi.
- Dokumentasi Kegiatan – Sebagai laporan kepada donatur dan inspirasi untuk kegiatan berikutnya.
- Evaluasi Setelah Acara – Untuk memperbaiki acara di masa mendatang.
Kesimpulan
Bakti sosial dan santunan anak yatim bukan hanya tentang berbagi materi, tetapi juga memberikan kebahagiaan, perhatian, dan dukungan moral bagi mereka. Dengan perencanaan yang baik, acara ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi semua yang terlibat.

Memberikan santunan kepada anak yatim adalah amalan mulia yang bisa dilakukan kapan saja. Namun, ada beberapa waktu yang lebih utama dan penuh keberkahan untuk berbagi dengan mereka.
1. Bulan Muharram (Terutama 10 Muharram / Hari Asyura)
• Muharram adalah salah satu bulan mulia dalam Islam.
• 10 Muharram (Hari Asyura) sering dikaitkan dengan momen berbagi kepada anak yatim.
• Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah sangat menganjurkan untuk menyantuni anak yatim pada hari ini.
2. Bulan Ramadan (Terutama 10 Hari Terakhir)
• Ramadan adalah bulan penuh berkah, dan pahala bersedekah dilipatgandakan.
• Memberi santunan sebelum Idul Fitri dapat membantu anak yatim merasakan kebahagiaan di hari raya.
• Banyak yayasan dan lembaga sosial mengadakan acara santunan anak yatim selama Ramadan.
3. Hari Jumat
• Jumat adalah hari terbaik dalam Islam untuk bersedekah.
• Rasulullah bersabda: "Sedekah pada hari Jumat lebih utama dibandingkan sedekah pada hari-hari lainnya." (HR. Baihaqi)
4. Menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
• Memberikan santunan menjelang Idul Fitri membantu anak yatim merasakan kebahagiaan di hari raya.
• Menjelang Idul Adha, santunan bisa diberikan dalam bentuk daging kurban atau bantuan lainnya.
5. Hari Ulang Tahun atau Momen Syukuran Pribadi
• Jika sedang merayakan ulang tahun atau mendapat rezeki lebih, membagikan santunan bisa menjadi bentuk syukur.
• Ini juga bisa menjadi kebiasaan baik agar setiap perayaan lebih bermakna.
6. Saat Ada Kebutuhan Mendesak atau Musibah
• Jika ada anak yatim yang sedang kesulitan atau terkena musibah, sebaiknya segera membantu tanpa harus menunggu momen tertentu.
• Kepedulian kita bisa meringankan beban mereka kapan saja.
Kesimpulan
Santunan anak yatim bisa diberikan kapan saja, tetapi waktu-waktu yang lebih utama adalah 10 Muharram, bulan Ramadan, hari Jumat, menjelang hari raya, serta saat ada kebutuhan mendesak. Yang terpenting adalah niat ikhlas dan keinginan untuk membantu mereka dengan kasih sayang.

Memberikan santunan kepada anak yatim bukan hanya sekadar membantu mereka secara finansial, tetapi juga membawa banyak manfaat, baik bagi anak yatim maupun bagi pemberi santunan. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Mendapat Pahala dan Keberkahan dari Allah
• Rasulullah bersabda:
"Aku dan orang yang menanggung anak yatim seperti ini di surga," lalu beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)
• Memberi santunan adalah bentuk kepedulian yang sangat dianjurkan dalam Islam dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.
2. Membantu Anak Yatim untuk Hidup Lebih Baik
• Membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, dan tempat tinggal.
• Memberikan rasa aman dan kasih sayang bagi anak-anak yang kehilangan orang tua.
3. Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial
• Mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
• Membantu membangun masyarakat yang lebih harmonis dan saling mendukung.
4. Menghapus Dosa dan Mendapat Keberkahan Rezeki
• Rasulullah bersabda:
"Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
• Memberi santunan dengan ikhlas dapat membuka pintu rezeki dan melancarkan urusan hidup kita.
5. Membahagiakan Anak Yatim dan Meningkatkan Kesejahteraan Mereka
• Santunan bisa memberikan kebahagiaan bagi anak yatim, terutama saat hari raya atau momen khusus.
• Dengan pendidikan yang lebih baik, anak-anak yatim bisa memiliki masa depan yang lebih cerah.
6. Mendapat Doa dari Anak Yatim
• Doa dari anak yatim yang tulus bisa menjadi keberkahan bagi kehidupan kita.
• Rasulullah sangat mencintai anak yatim dan menyebut bahwa orang yang menyayangi mereka akan diberi balasan terbaik di akhirat.
7. Menjadi Jalan Menuju Surga
• Rasulullah mengajarkan bahwa menyantuni anak yatim bisa membuat seseorang dekat dengan beliau di surga.
• Ini adalah amalan yang tidak hanya berdampak di dunia, tetapi juga di akhirat.
Kesimpulan
Memberikan santunan kepada anak yatim memiliki manfaat luar biasa, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Selain membantu mereka yang membutuhkan, kita juga mendapatkan keberkahan, pahala, dan doa yang baik.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BAPENDA
15404-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
4. Pukul : 12.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Atik Arief As Siddiq) dan Anggota Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Nunuk Kholis, Ibu Nur Andi Kuswanto, dan Ibu Fitri Agus Setiawan E.A.)
6. Peserta : 25 orang
7. Acara : Menghadiri Pengajian

Pengajian rutin DWP (Dharma Wanita Persatuan) biasanya menjadi salah satu agenda penting dalam rangka membina iman, takwa, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota.
Tujuan
- Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agama.
- Menumbuhkan iman, takwa, dan akhlak mulia bagi anggota dan keluarganya.
- Menjadi wadah silaturahmi dan memperkuat ukhuwah antaranggota DWP.
- Membekali ibu-ibu DWP agar bisa menjadi teladan di keluarga maupun masyarakat.
Bentuk kegiatan
- Pembacaan ayat suci Al-Qur’an atau tahlil bersama.
- Ceramah agama atau tausiah dari ustadz/ustadzah.
- Diskusi keagamaan dan tanya jawab.
- Doa bersama untuk keselamatan keluarga, bangsa, dan organisasi.
Manfaat pengajian rutin
- Membentuk pribadi muslimah yang lebih religius dan berkarakter.
- Memberikan ketenangan batin dan memperkuat spiritual anggota.
- Menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.
- Menjadi sarana untuk mendidik keluarga, terutama anak-anak, dalam nilai-nilai keislaman.

Pengajian adalah sebuah kegiatan belajar yang biasanya dilakukan dalam kelompok untuk mempelajari agama, khususnya ajaran-ajaran yang terdapat dalam kitab suci (seperti Al-Qur'an dalam Islam) dan hadis, serta nilai-nilai kehidupan yang bersumber dari ajaran agama tersebut. Pengajian dapat dilakukan secara formal atau informal, baik di masjid, musholla, rumah, atau tempat umum lainnya.
Tujuan Pengajian
1. Meningkatkan Pemahaman Agama: Pengajian membantu peserta untuk lebih memahami ajaran agama, hukum-hukum, dan etika yang diajarkan dalam kitab suci dan hadis, serta cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mempererat Tali Silaturahmi: Pengajian sering kali diadakan dalam kelompok yang mempertemukan berbagai individu, yang memungkinkan mereka untuk saling bertukar pengalaman dan mempererat hubungan sosial antar sesama.
3. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan: Melalui pengajian, peserta diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Tuhan dengan lebih mendalami ajaran agama dan mengamalkannya dalam kehidupan.
4. Mencari Pencerahan dan Kedamaian Batin: Pengajian juga sering menjadi sarana untuk mencari ketenangan jiwa dan mengatasi masalah hidup dengan mendekatkan diri kepada Tuhan.
5. Memberikan Motivasi dan Pembinaan Karakter: Pengajian dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi peserta untuk hidup lebih baik sesuai dengan nilai-nilai agama, seperti kejujuran, kesabaran, dan kedamaian.
Jenis-Jenis Pengajian
1. Pengajian Umum:
o Pengajian ini biasanya terbuka untuk umum dan diadakan di masjid, musholla, atau tempat-tempat lain. Materi yang disampaikan bisa berkisar pada kajian umum tentang ajaran Islam, tafsir Al-Qur'an, hadis, atau kisah-kisah teladan dari Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
2. Pengajian Tematik:
o Pengajian ini lebih terfokus pada tema tertentu, seperti pernikahan, pendidikan anak, sosial, atau ekonomi dalam pandangan agama. Pengajian tematik sering kali dipilih untuk memberikan pengetahuan praktis dan relevansi dalam kehidupan sehari-hari.
3. Pengajian Rutin:
o Pengajian ini diadakan secara berkala, seperti setiap minggu atau setiap bulan, dan biasanya memiliki jadwal tetap. Peserta pengajian dapat mengikuti materi yang sudah ditentukan oleh pengurus atau pembimbing pengajian.
4. Pengajian di Rumah:
o Pengajian ini dilakukan secara informal di rumah-rumah, sering kali diadakan oleh individu atau kelompok kecil untuk membahas topik agama atau untuk memulai diskusi tentang masalah kehidupan. Pengajian rumah biasanya lebih akrab dan personal.
5. Pengajian Khusus Wanita atau Anak:
o Ada juga pengajian yang dikhususkan untuk kelompok tertentu, seperti pengajian untuk wanita, remaja, atau anak-anak. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan agama yang sesuai dengan usia dan kondisi peserta.
Manfaat Pengajian
1. Mendalamkan Pengetahuan Agama: Pengajian memberi kesempatan kepada peserta untuk memahami lebih dalam tentang ajaran agama yang mungkin sulit dipahami secara mandiri melalui membaca kitab suci atau sumber lain.
2. Meningkatkan Keimanan: Dengan mendengarkan ceramah atau kajian agama, banyak orang yang merasa lebih dekat dengan ajaran agama mereka, memperkuat iman, dan meningkatkan ibadah mereka.
3. Mendapatkan Pencerahan: Pengajian dapat menjadi tempat untuk mencari solusi atas masalah kehidupan dengan berbagi pengalaman dan mendengarkan penjelasan tentang ajaran agama yang dapat membantu menghadapi tantangan hidup.
4. Membangun Komunitas yang Solid: Pengajian sering kali mempertemukan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk lebih dekat dengan Tuhan. Ini menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas dalam komunitas.
5. Menjadi Sumber Inspirasi: Ceramah dan pembahasan dalam pengajian seringkali menyentuh hati dan memberikan inspirasi bagi peserta untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih tawakal dalam menjalani kehidupan.
Pengajian dalam Islam
Di dalam Islam, pengajian atau kajian agama sangat penting karena dapat membantu umat Islam dalam memperdalam pemahaman mereka tentang Al-Qur'an dan hadis, serta bagaimana mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh pengajian dalam Islam adalah:
1. Tafsir Al-Qur'an: Mengkaji makna ayat-ayat dalam Al-Qur'an agar lebih mudah dipahami dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan.
2. Kajian Hadis: Mengkaji riwayat-riwayat Nabi Muhammad SAW untuk memahami petunjuk hidup yang diberikan melalui sabda beliau.
3. Pengajian Fiqih: Membahas hukum-hukum Islam, seperti tata cara ibadah (shalat, puasa, zakat, haji) dan hukum-hukum sosial lainnya.
4. Tazkiyah Nafs: Pengajian yang bertujuan untuk membersihkan hati dan jiwa agar lebih dekat dengan Tuhan dan menjauhi perbuatan dosa.
Kesimpulan
Pengajian adalah salah satu sarana penting dalam kehidupan beragama, yang tidak hanya bermanfaat untuk mendalami ilmu agama tetapi juga untuk mempererat hubungan sosial antar individu. Melalui pengajian, umat Islam dapat memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran agama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mendapatkan pencerahan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Oleh karena itu, pengajian memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masyarakat yang lebih religius dan harmonis.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
15504-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Tempat : Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani Kota Batu
4. Pukul : 12.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Atik Arief As Siddiq) dan Anggota Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Nunuk Kholis, Ibu Nur Andi Kuswanto, dan Ibu Fitri Agus Setiawan E.A.)
6. Peserta : 25 orang
7. Acara : Menghadiri Kegiatan Santunan Anak Yatim

Pemberian santunan anak yatim adalah salah satu bentuk bantuan sosial yang diberikan kepada anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka. Santunan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup anak yatim, baik secara finansial maupun sosial, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik meskipun kehilangan orang tua. Santunan ini bisa berupa bantuan uang, kebutuhan sehari-hari, pendidikan, hingga dukungan moral dan sosial.
Tujuan Pemberian Santunan untuk Anak Yatim
1. Membantu Kesejahteraan Anak Yatim: Anak yatim sering kali menghadapi kesulitan ekonomi setelah kehilangan orang tua, sehingga pemberian santunan bertujuan untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
2. Menyediakan Akses Pendidikan: Salah satu bentuk bantuan yang sering diberikan adalah biaya pendidikan, untuk memastikan anak yatim dapat melanjutkan pendidikan mereka dan memperoleh keterampilan yang akan membantu mereka di masa depan.
3. Memberikan Dukungan Emosional: Kehilangan orang tua bisa meninggalkan bekas emosional yang mendalam. Santunan bukan hanya soal materi, tetapi juga bisa mencakup perhatian sosial dan emosional agar anak yatim merasa diperhatikan dan dicintai oleh masyarakat.
4. Membangun Kemandirian: Santunan yang diberikan bisa membantu anak yatim untuk memulai hidup baru dengan lebih mandiri, sehingga mereka tidak tergantung pada belas kasih orang lain.
5. Meningkatkan Kepedulian Sosial: Dengan memberikan santunan kepada anak yatim, masyarakat menunjukkan rasa peduli dan tanggung jawab sosial terhadap sesama, yang sejalan dengan ajaran agama dan nilai kemanusiaan.
Bentuk-Bentuk Santunan untuk Anak Yatim
1. Santunan Uang Tunai:
Bantuan berupa uang tunai sering diberikan untuk membantu kebutuhan sehari-hari anak yatim, seperti membeli makanan, pakaian, dan biaya sekolah.
2. Bantuan Pangan (Sembako):
Bantuan berupa paket sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula, dan bahan makanan lainnya sering diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup anak yatim dan keluarganya.
3. Bantuan Pendidikan:
Beberapa lembaga atau individu memberikan bantuan pendidikan untuk anak yatim, seperti biaya sekolah, buku, alat tulis, seragam, atau biaya kursus tambahan untuk meningkatkan keterampilan mereka.
4. Bantuan Kesehatan:
Anak yatim mungkin membutuhkan bantuan kesehatan, seperti biaya pengobatan atau perawatan khusus. Bantuan sosial bisa berupa kartu kesehatan atau bantuan untuk biaya rumah sakit.
5. Bantuan Tempat Tinggal:
Jika anak yatim dan keluarganya tinggal di rumah yang tidak layak, santunan bisa berupa bantuan untuk memperbaiki rumah atau bantuan tempat tinggal sementara yang lebih aman.
6. Santunan Dalam Bentuk Penghargaan dan Hiburan:
Santunan juga bisa berupa perhatian emosional seperti mengajak anak yatim ke tempat hiburan, memberikan hadiah, atau mengadakan acara yang menyenangkan untuk memberikan kebahagiaan sementara bagi mereka.
Santunan Anak Yatim dalam Perspektif Agama
Dalam ajaran agama, baik Islam, Kristen, maupun agama-agama lain, perhatian terhadap anak yatim sangat ditekankan. Berikut adalah pandangan agama terkait pemberian santunan kepada anak yatim:
1. Islam:
Dalam Islam, anak yatim sangat dihormati, dan banyak ayat Al-Qur'an yang mengajarkan pentingnya memberikan perhatian kepada mereka. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan berikanlah kepada anak yatim harta mereka, dan janganlah kalian menukar yang buruk dengan yang baik dan janganlah kalian makan harta mereka dengan harta kalian. Sesungguhnya itu adalah dosa yang besar." (QS. An-Nisa: 2)
Rasulullah Muhammad SAW juga bersabda:
"Saya dan orang yang menanggung anak yatim seperti dua jari ini di surga." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa merawat dan memberikan santunan kepada anak yatim adalah amal yang sangat mulia di sisi Allah dan akan mendapat ganjaran di akhirat.
2. Kristen:
Dalam agama Kristen, membantu anak yatim juga sangat ditekankan. Dalam Alkitab, kita diajarkan untuk peduli terhadap mereka yang lemah dan membutuhkan:
"Anak yatim dan janda harus dipelihara, dan orang asing harus diberi tempat untuk tinggal." (Mazmur 146:9)
Ajaran ini menunjukkan bahwa anak yatim harus diberi perhatian khusus sebagai bagian dari rasa kasih sayang dan kewajiban sosial yang diajarkan dalam agama Kristen.
3. Hindu:
Dalam ajaran Hindu, memberi kepada yang membutuhkan adalah tindakan mulia, dan ini termasuk kepada anak yatim. Memberi santunan atau bantuan kepada anak yatim adalah tindakan yang menghasilkan karma baik.
4. Buddha:
Dalam ajaran Buddha, peduli terhadap mereka yang menderita, termasuk anak yatim, adalah bagian dari praktik belas kasih. Memberi bantuan kepada mereka adalah cara untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan kebahagiaan.
Pentingnya Pemberian Santunan kepada Anak Yatim
1. Mengurangi Beban Psikologis: Anak yatim sering kali merasa kehilangan dan kesepian. Santunan dapat membantu mengurangi beban psikologis mereka dengan memberikan perhatian dan dukungan, serta menciptakan rasa aman dan dihargai.
2. Meningkatkan Harapan dan Kualitas Hidup: Dengan bantuan yang diberikan, anak yatim memiliki peluang yang lebih baik untuk meraih masa depan yang cerah. Bantuan pendidikan dan keterampilan sangat penting untuk mengembangkan potensi mereka.
3. Meningkatkan Empati dan Solidaritas Sosial: Pemberian santunan kepada anak yatim juga mempererat hubungan antar sesama, meningkatkan rasa solidaritas sosial, dan menunjukkan bahwa masyarakat peduli terhadap mereka yang kurang beruntung.
4. Mewujudkan Keadilan Sosial: Dalam masyarakat yang adil, setiap individu, termasuk anak yatim, harus memiliki kesempatan yang sama untuk hidup dengan layak. Bantuan sosial membantu mewujudkan prinsip keadilan sosial ini.
Kesimpulan
Pemberian santunan kepada anak yatim merupakan tindakan mulia yang tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan sosial, emosional, dan pendidikan. Bantuan ini sangat penting untuk membantu anak yatim melanjutkan hidup dengan baik dan memperoleh masa depan yang cerah meskipun mereka telah kehilangan orang tua. Selain itu, pemberian santunan kepada anak yatim juga merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang mendalam, yang sangat dianjurkan dalam banyak ajaran agama.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
15627-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwsata Kota Batu melaksanakan program Kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedualian & Kesetiakawanan - Bhakti Sosial

Keterangan Program :
1. Program Kegiatan dari DWP Dinas Pariwisata
2. Hari / Tanggal : Jumat 27 Pebruari 2026
3. Tempat : Jl Indragiri Kota Batu (lampu Merah Perempatan Pesanggrahan)
4. Pukul : 15.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP (Ny Triana) dan Seluruh Anggota DWP Dinas Pariwisata
6. Peserta : Ketua DWP (Ny Triana) dan Seluruh Anggota DWP Dinas Pariwisata
7. Acara : Berbagi Takjil di Pinggir Jalan sebanyak 115 pack

Maksud dan Tujuan Secara Panjang dan Luas Berbagi Takjil
Berbagi takjil merupakan kegiatan sosial berupa pembagian makanan dan minuman untuk berbuka puasa kepada masyarakat, khususnya pada bulan suci Ramadan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh organisasi, komunitas, lembaga pendidikan, instansi, maupun individu sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.
Maksud Berbagi Takjil
Maksud dari kegiatan berbagi takjil adalah untuk membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa agar dapat berbuka tepat waktu, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan, bekerja, atau yang membutuhkan bantuan.
Secara lebih luas, maksud berbagi takjil meliputi:
1. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial
Mengajak masyarakat untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama tanpa memandang latar belakang.
2. Meningkatkan semangat kebersamaan
Kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antar anggota masyarakat.
3. Mengamalkan nilai keagamaan
Berbagi takjil merupakan bentuk implementasi ajaran untuk bersedekah dan berbuat kebaikan, terutama di bulan penuh berkah.
4. Meringankan beban masyarakat yang membutuhkan
Terutama bagi kaum dhuafa, pekerja harian, atau pengguna jalan yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka.
5. Membangun citra positif organisasi atau komunitas
Kegiatan sosial seperti ini menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.
Tujuan Berbagi Takjil
Tujuan utama dari berbagi takjil adalah untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.
Adapun tujuan secara rinci adalah sebagai berikut:
1. Memberikan kemudahan bagi orang yang berpuasa
Agar mereka dapat berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang layak dan tepat waktu.
2. Meningkatkan solidaritas dan empati sosial
Masyarakat dilatih untuk peduli terhadap kondisi orang lain.
3. Mendorong semangat gotong royong
Kegiatan ini biasanya melibatkan kerja sama banyak pihak, sehingga memperkuat kebersamaan.
4. Menanamkan nilai berbagi sejak dini
Bagi generasi muda, kegiatan ini menjadi pembelajaran tentang pentingnya berbagi dan peduli.
5. Mendapatkan keberkahan dan pahala
Dalam ajaran Islam, memberi makan orang yang berpuasa memiliki nilai pahala yang besar.
Kesimpulan

Secara panjang dan luas, berbagi takjil bukan hanya sekadar membagikan makanan untuk berbuka puasa, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian sosial, solidaritas, dan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini memperkuat hubungan antar sesama, menciptakan suasana harmonis di tengah masyarakat, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan, khususnya di bulan Ramadan.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Pariwisata
15725-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Junrejo menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Takwa
Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Pusat
2. Hari / Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026
3. Tempat : Zoom
4. Pukul : 15.45 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Kecamatan Junrejo Kota Batu
6. Acara : Ngabuburit Bareng DWP yang Dilaksanakan secara Daring melalui Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube Dharma Wanita Persatuan
Gema marhaban ya Ramadhan mulai terasa di setiap sudut ruangan saat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat menggelar agenda rutin tahunan bertajuk "Ngabuburit Bareng DWP". Acara ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa, melainkan sebuah momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memantapkan niat dalam menjalankan ibadah di bulan suci yang penuh berkah. Kehangatan suasana sore itu menjadi saksi bagaimana para anggota DWP bersatu dalam visi kemanusiaan dan spiritualitas.
Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui sambutan dan arahan langsung dari Ketua Umum DWP Pusat, Ibu Ida Rachmawati. Dalam narasinya, beliau memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus serta anggota DWP di berbagai tingkatan. Apresiasi ini lahir dari rasa bangga atas kontribusi nyata dan kepedulian yang telah ditunjukkan oleh seluruh elemen DWP dalam membantu sesama, terutama melalui aksi donasi bagi para korban bencana alam.
Ibu Ida memaparkan fakta memilukan yang melatarbelakangi gerakan sosial ini, yakni bencana besar yang melanda wilayah Sumatera. Data menunjukkan betapa masifnya dampak yang ditimbulkan, dengan total 3,8 juta orang terdampak dan 532 ribu jiwa terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret duka yang memerlukan uluran tangan segera dari saudara sebangsa.
Lebih jauh, data kesehatan juga mencatat adanya 10 ribu orang yang mengalami luka ringan dan 565 orang mengalami luka berat. Yang paling menyedihkan adalah hilangnya nyawa sebanyak 1.028 orang, sementara 215 lainnya dinyatakan hilang. Dalam kondisi penuh keprihatinan inilah, DWP Pusat hadir sebagai garda terdepan dalam menyalurkan bantuan secara terstruktur, yang dibagi menjadi dua tahap krusial untuk memastikan keberlanjutan dukungan bagi para korban.
Donasi tahap pertama difokuskan pada upaya tanggap darurat yang dilaksanakan sepanjang Desember hingga Januari. Bantuan ini menyasar wilayah terdampak paling parah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pada fase kritis ini, fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar hidup dan alat kesehatan agar masyarakat yang baru saja terkena musibah dapat bertahan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Masuk ke tahap kedua yang dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari, bantuan diarahkan untuk proses pemulihan pascabencana. DWP memahami bahwa setelah masa darurat usai, masyarakat membutuhkan bantuan untuk membangun kembali kehidupan mereka. Oleh karena itu, bantuan tahap ini lebih bersifat pemberdayaan dan pemenuhan kebutuhan jangka panjang agar roda kehidupan ekonomi dan sosial di wilayah bencana bisa kembali berputar.
Secara rinci, bantuan tahap pertama mencakup kebutuhan esensial keluarga. Sebanyak 150 paket keluarga telah disalurkan, yang berisi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan sarden. Tak hanya pangan, paket tersebut juga dilengkapi dengan barang kebutuhan sehari-hari seperti selimut, handuk, deterjen, dan sabun mandi, guna memastikan kebersihan dan kesehatan para pengungsi tetap terjaga di tenda-tenda darurat.
Pendidikan anak-anak di wilayah bencana juga menjadi perhatian utama DWP. Sebanyak 50 paket sekolah yang terdiri dari buku tulis, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, tempat pensil, hingga kaos kaki diserahkan agar proses belajar tetap bisa berjalan. Selain itu, bantuan perlengkapan rumah tangga seperti kompor gas, tabung gas, penggorengan, panci, serta asupan nutrisi tambahan berupa telur ayam dan susu UHT juga turut didistribusikan.
Penyaluran di Provinsi Sumatera Barat dilakukan secara masif melalui posko-posko yang tersebar di Kabupaten Agam. Fokus bantuan menyasar tiga kecamatan utama, yaitu Melalak, Palembayan, dan Tanjung Raya. Sinergi antara DWP Pusat dan daerah memastikan bahwa bantuan ini sampai langsung ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tanpa terkendala oleh medan yang mungkin sulit dijangkau pascabencana.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Utara, titik bantuan dipusatkan di Kabupaten Langkat, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Di Langkat, posko bantuan didirikan di RSUD Tanjungpura untuk memudahkan akses bagi korban yang sedang menjalani perawatan medis. Kehadiran DWP di wilayah-wilayah ini menjadi secercah harapan bagi warga yang tengah berjuang untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam yang menghantam.
Di Provinsi Aceh, sebaran bantuan menjangkau Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Titik distribusi mencakup wilayah strategis seperti Kecamatan Kejuruan Muda, RSUD Aceh Tamiang, serta Desa Inginjaya dan Desa Sriwijaya. Di Aceh Timur, bantuan mengalir hingga ke Peureulak, Bireuen, Takengon, Bener Meriah, dan Langsa. Komitmen DWP dalam menyisir wilayah-wilayah ini menunjukkan ketulusan dalam mengabdi dan berbagi tanpa memandang jarak.
Setelah pemaparan laporan kemanusiaan, acara dilanjutkan dengan sesi spiritual berupa tausiyah yang disampaikan oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Beliau mengawali nasihatnya dengan ajakan untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diterima. Beliau mengingatkan bahwa tinggal di Indonesia adalah sebuah anugerah, di mana menjalankan ibadah puasa didukung oleh lingkungan yang harmonis dan berbagai kemudahan fasilitas.
Menteri Agama juga menekankan pentingnya mensyukuri kebijakan pemerintah yang tetap mengupayakan kesejahteraan rakyat di tengah situasi sulit. Kehadiran program makanan bergizi, penyediaan perumahan, cek kesehatan gratis, hingga penguatan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih adalah bentuk kehadiran negara. Bahkan, meskipun ujian bencana datang silih berganti, penanganan yang cepat dan tanggap merupakan hal yang patut disyukuri sebagai bagian dari rahmat Allah.
Dalam pesan moralnya, beliau mengingatkan agar kita jangan terlalu kecewa dengan kejadian buruk yang menimpa. Ada sebuah kearifan bahwa apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Allah, dan sebaliknya, apa yang kita anggap buruk bisa jadi mengandung kebaikan yang besar di mata-Nya. Orang yang benar-benar beriman adalah mereka yang memiliki kesabaran tak bertepi; saat diberi kenikmatan ia bersyukur, dan saat diuji dengan kesulitan pun ia tetap menemukan celah untuk bersyukur.
Beliau kemudian membedah konsep tentang perbedaan antara "mukhlis" dan "mukhlas". Beliau mengajak para peserta untuk memeriksa diri: jika dalam beramal kita masih menikmati pujian atau merasa bangga (riya'), maka kita masih berada di level mukhlis. Namun, jika kita sudah tidak lagi memedulikan eksistensi diri dan hanya berfokus pada perintah Allah, itulah tingkat mukhlas. Mukhlas berarti benar-benar berjanji dan murni hanya karena Allah tanpa mengharap pengakuan manusia.
Amalan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain (rahasia) memiliki nilai yang sangat tinggi. Semakin kita merahasiakan sebuah kebajikan, maka semakin murni niat tersebut di hadapan Allah dan akan menjadi bekal yang luar biasa di akhirat kelak. Memberi makan anak yatim atau berpuasa sunnah adalah contoh hal-hal kecil yang sebaiknya dijaga kerahasiaannya agar hati tetap terjaga dari sifat sombong dan haus akan pujian publik.
Sebuah ilustrasi menarik disampaikan mengenai dialog malaikat dan Allah tentang kekuatan ciptaan-Nya. Ketika malaikat bertanya adakah yang lebih hebat dari gunung yang mampu memaku bumi, Allah menunjukkan besi yang bisa menghancurkan gunung. Namun, api lebih hebat dari besi karena bisa melelehkannya, dan air lebih hebat karena bisa memadamkan api. Uap pun lebih hebat dari air karena mampu menyembuhkan polusi, namun di atas segalanya, yang paling hebat adalah manusia yang mampu menyembunyikan amal ibadahnya.
Menteri Agama mengajak seluruh anggota DWP untuk mulai mengucapkan "selamat tinggal" pada pujian duniawi. Membiasakan rasa malu di hadapan Allah dan rajin bertaubat adalah kunci utama dalam mengisi bulan Ramadhan. Beliau mengutip doa yang menggetarkan hati: "Ya Allah, inilah hamba-Mu, aku tidak pantas masuk surga-Mu, tetapi aku juga tidak sanggup masuk ke dalam neraka jahanam-Mu." Doa ini mencerminkan kerendahhatian seorang hamba yang sangat mengharap ampunan-Nya.
Lebih dalam lagi, beliau menjelaskan tentang klasifikasi ahli ibadah. Ada "ahlul tho’ah" yang beribadah karena kewajiban dan masih terikat urusan dunia. Di atasnya ada "ahlil bait" yang menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan hingga meneteskan air mata dalam doa. Namun, puncaknya adalah "ahlul Allah", yakni mereka yang beribadah semata-mata karena cinta kepada Allah, bukan sekadar mengejar surga. Baginya, ibadah adalah kebutuhan pokok; meninggalkan shalat atau puasa sunnah akan terasa seberat meninggalkan yang wajib.
Sebagai penutup narasi spiritual tersebut, terselip sebuah harapan besar agar setiap individu dapat terus meningkatkan kualitas dirinya. Dari sekadar mukhlis menjadi mukhlas, dari ahli thoat menjadi ahlil bait, hingga akhirnya mencapai derajat tertinggi sebagai ahlul Allah. Ngabuburit Bareng DWP ini pun diakhiri dengan semangat baru untuk menjalani Ramadhan dengan hati yang lebih bersih, amalan yang lebih rahasia, dan kepedulian sosial yang semakin nyata. .


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Junrejo
15825-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang: Sosial Budaya
Program: Ketahanan Keluarga- Iman dan Takwa

Keterangan Program:
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Pusat
2. Hari / Tanggal: Rabu, 25 Februari 2026
3. Tempat: Daring youtube official dharma wanita persatuan
4. Pukul: 15.45 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir: Ketua DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu (Ny. Febri Hendry)
6. Peserta: Ketua DWP dan anggota DWP se-Indonesia
7. Acara: Ngabuburit bareng DWP
8. Narasumber: DR. KH Nasaruddin Umar (Menteri Agama)

Acara rutin tahunan dalam menyambut Bulan Ramadhan adalah Ngabuburit bareng DWP yang diselenggarakan oleh DWP Pusat. Acara dimulai dengan sambutan dan arahan dari Ibu Ketua DWP Pusat, Ibu Ida Rachmawati. Beliau menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh DWP yang telah ikut berkontribusi dalam kegiatan donasi yang diberikan kepada korban bencana Sumatera. Dimana terdapat 3,8 juta orang terdampak, 532 ribu pengungsi, 10 ribu luka ringan, 565 luka berat, 1.028 meninggal dunia, dan 215 orang hilang. Donasi DWP Pusat dilaksanakan dalam 2 tahap, tahap 1 tanggap darurat (Desember-Januari) diberikan ke Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar. Donasi tahap 2 (Januari dan Februari) untuk pemulihan bencana. Rincian donasi tahap 1 terdiri dari 150 paket keluarga berisi beras, minyak goreng, sarden, selimut, handuk, deterjen, sabun mandi; 50 paket sekolah terdiri dari buku tulis, balpoin, pensil, penghapus, penggaris, tempat pensil dan kaos kaki; lainnya berupa kompor gas, tabung gas, penggorengan/kuali, panci, telur ayam dan susu UHT. Posko Provinsi Sumatera Barat yang disalurkan melalui Posko yang tersebar di Kabupaten Agam, melalui 3 Kecamatan, yaitu Melalak, Palembayan, dan Tanjung Raya. Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Langkat posko bantuan terletak di RSUD Tanjungpura, Langkat, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Untuk Provinsi Aceh terletak di Kabupaten Aceh Tamiang (Kejuruan Muda, RSUD Aceh Tamiang, Desa Inginjaya, Desa Sriwijaya), Kabupaten Aceh Timur (Peureulak, Biereun, Tekengon, Bener Meriah, Langsa).

Acara selanjutnya adalah tausiyah yang disampaikan oleh Menteri Agama, DR. Nasaruddin Umar. Beliau mengajak untuk selalu bersyukur atas segala yang telah kita terima. Bersyukur tinggal di Indonesia dimana berpuasa di Indonesia sudah didukung banyak kemudahan. Bersyukur karena Pemerintah Indonesia dalam kondisi saat ini masih bisa memberikan Makanan Bergizi, Perumahan, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Merah Putih. Bersyukur sekalipun mendapat ujian bencana, akan tetapi cepat dapat tertangani.

Jangan terlalu kecewa dengan kejadian buruk yang menimpa kita. Bisa jadi apa yang baik menurut kita belum tentu baik bagi Allah. Demikian juga bisa jadi yang jelek bagi kita ternyata baik menurut Allah. Jadi kita tetap harus bersyukur. Orang yang beriman adalah orang yang sabar, jika diberikan kenikmatan selalu bersyukur, saat diberikan ujian juga tetap bersyukur.

Perbedaan antara mukhlis dan mukhlas. Periksa diri kita, jika masih menikmati diri kita, riya' berarti mukhlis, Jika sudah tidak menikmati diri kita berarti mukhlas. Mukhlas artinya berjanji. Tanpa diketahui orang lain, semakin kita rahasiakan, semakin baik, semata-mata untuk Allah, dan akhirat. Tanamlah banyak-banyak kebajikan. Jika dalam kondisi tersembunyi selamanya akan menjadi bekal di akhirat. Tidak perlu diketahui orang lain, memberi makan anak yatim, berpuasa sunnah, saya mohon hal-hal kecil ini, tetap dirahasiakan dari orang lain.

Adakah yang lebih hebat dari gunung, yang mampu mendiamkan bola dunia? malaikat bertanya kepada Allah. Allah menciptakan besi yang mampu meratakan gunung. Ada yang lebih hebat dari besi yaitu api yang bisa melelehkan besi. Air lebih hebat karena mampu mematikan api. Uap lebih hebat dari air karena mampu menyembuhkan polusi. Dan ada yang lebih hebat dari uap, yaitu orang yang menyembunyikan amal ibadahnya, yaitu orang yang mukhlis.

Jadi selamat tinggal pujian. Biasakanlah rasa malu. Rajin-rajinlah bertaubat. Mumpung Bulan Ramadhan, lakukan taubat, Ya Allah inilah hambaMu, aku tidak pantas masuk surga tetapi aku juga tidak sanggup masuk ke dalam neraka jahanam. Ya Allah berikanlah pengampunan, Engkaulah Tuhan Yang Maha Pengampun.

Mari kita ikhlas ibadah, menangis dalam do'a-do'a/ibadah kita itulah yang disebut ahlil bait/ahli ibadah. Jika orang yang melakukan ibadah karena kewajiban biasanya masih terikat dengan dunia, ahlul tho'ah. Di atas ahlil bait, yaitu ahlul Allah yang beribadah semata-mata hanya untuk Allah, tidak untuk mengejari surga. Seluruh ibadah dilakukan karena kebutuhan, meninggalkan sholat sunah rasanya sudah seperti meninggalkan sholat wajib, beban meninggalkan puasa sunah merasa seperti meninggalkan puasa wajib.

Marilah kita tingkatkan kualitas diri kita, dari mukhlis menjadi mukhlas. Dari ahli thoat menjadi ahlil bait, dari ahlil bait menjadi ahlul Allah.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
15925-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kota Batu menghadiri kegiatan Ngabuburit melalui zoom meeting
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Pusat Jakarta
2. Hari / Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026
3. Tempat : Kediaman Masing-masing
4. Pukul : 15.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Sekretaris DWP Dinas Pendikan Kota Batu (Ny. Ida Asmadi)
6. Peserta : Ketua DWP dan Bidang Pendidikan dari masing-masing DWP se Indonesia
7. Acara : Menghadiri Zoom Meeting Ngabuburit Bareng DWP

Manfaat berpuasa bagi kesehatan adalah:
1. Meningkatkan kesehatan metabolisme
Puasa membantu tubuh mengatur kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga baik untuk mencegah diabetes tipe 2.
2. Membantu menurunkan berat badan
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, puasa dapat membantu membakar lemak dan mengontrol asupan kalori.
3. Meningkatkan kesehatan jantung
Puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida.
4. Mendukung proses detoksifikasi alami
Saat berpuasa, tubuh memanfaatkan cadangan energi dan membantu proses pembersihan sel melalui mekanisme seperti autofagi (peremajaan sel).
5. Meningkatkan fungsi otak
Puasa dapat merangsang produksi hormon yang mendukung kesehatan otak dan meningkatkan fokus serta konsentrasi.
6. Mengurangi peradangan
Beberapa penelitian menunjukkan puasa dapat membantu menurunkan peradangan dalam tubuh.
7. Menyehatkan sistem pencernaan
Dengan memberi waktu istirahat pada organ pencernaan, fungsi lambung dan usus dapat bekerja lebih optimal.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pendidikan
16013-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Organisasi Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga-Imtak

Keterangan Program :
1. Undangan dari DWP Up Bagian Organisasi Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat, 13 Februari 2026
3. Tempat : Ruang bagian Organisasi Lt III
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bagian Organisasi Kota Batu (Nur Rachma) dan Anggota
6. Peserta : Ketua DWP dan Anggota
7. Acara : Menghadiri Pengajian dalam rangka menyambut Ramadhan

Berikut tujuan, manfaat, dan faedah pengajian sebelum Ramadhan bagi anggota DWP (Dharma Wanita Persatuan)**

Adapun Tujuan, Manfaat, dan Faedah Pengajian Sebelum Ramadhan bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP)**

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum spiritual yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Kehadirannya bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender hijriah, melainkan menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas iman, memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta mempererat hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang matang, baik secara spiritual, mental, maupun sosial agar Ramadhan dapat dijalani secara optimal.

Salah satu bentuk persiapan yang memiliki nilai strategis adalah pelaksanaan pengajian sebelum Ramadhan, khususnya bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP). Sebagai organisasi perempuan yang memiliki peran penting dalam mendukung keluarga, masyarakat, serta lingkungan kerja suami, anggota DWP memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjadi teladan dalam kehidupan beragama dan sosial.

Pengajian sebelum Ramadhan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan sarana pembinaan rohani, peningkatan wawasan keislaman, serta penguatan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
---

**Tujuan Pengajian ini adalah

1. Mempersiapkan Diri Secara Spiritual

Tujuan utama pengajian sebelum Ramadhan adalah membantu anggota DWP mempersiapkan hati dan jiwa dalam menyambut bulan suci. Persiapan spiritual menjadi penting agar ibadah tidak dilakukan secara rutinitas semata, melainkan dengan kesadaran penuh dan keikhlasan.

Melalui pengajian, peserta diajak untuk:

* Membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan prasangka buruk.

* Memperkuat niat dalam beribadah.

* Meningkatkan kesadaran akan pentingnya taubat dan introspeksi diri.

2. Meningkatkan Pemahaman Keagamaan

Pengajian menjadi media pembelajaran untuk memperdalam ilmu agama, khususnya terkait:

* Keutamaan bulan Ramadhan

* Tata cara ibadah puasa yang benar

* Amalan-amalan sunnah yang dianjurkan

* Hikmah puasa dalam kehidupan sehari-hari

Dengan pemahaman yang baik, anggota DWP dapat menjalankan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat.

3. Membentuk Pribadi yang Lebih Baik

Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Pengajian bertujuan membentuk pribadi yang lebih sabar, disiplin, jujur, serta penuh empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan peran perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga.

4. Memperkuat Peran Anggota DWP dalam Keluarga

Anggota DWP memiliki peran strategis sebagai:

* Ibu dalam keluarga

* Pendamping suami

* Pendidik anak

* Penggerak nilai moral dalam lingkungan sosial

Melalui pengajian, anggota memperoleh bekal untuk menciptakan suasana Ramadhan yang religius di rumah.

5. Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah

Pengajian juga bertujuan mempererat hubungan antaranggota. Kebersamaan dalam kegiatan keagamaan menciptakan rasa persaudaraan, saling mendukung, serta memperkuat solidaritas organisasi.
---

**Manfaat Pengajian Sebelum Ramadhan**

1. Manfaat Spiritual

Pengajian membantu meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan. Hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan semangat beribadah semakin meningkat. Peserta dapat memasuki Ramadhan dengan kesiapan batin yang lebih baik.

2. Manfaat Edukatif

Kegiatan pengajian memberikan tambahan ilmu agama yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

* Manajemen waktu ibadah dan aktivitas rumah tangga

* Pendidikan karakter anak selama Ramadhan

* Etika sosial dan kepedulian terhadap sesama

Ilmu ini menjadi bekal yang berkelanjutan, tidak hanya selama Ramadhan tetapi juga setelahnya.

3. Manfaat Sosial

Pengajian memperkuat hubungan sosial antaranggota DWP. Interaksi yang positif menumbuhkan rasa kebersamaan, empati, dan saling membantu. Hal ini menciptakan lingkungan organisasi yang harmonis dan penuh kekeluargaan.

4. Manfaat Psikologis

Kegiatan keagamaan terbukti memberikan ketenangan batin. Melalui tausiyah dan doa bersama, anggota dapat mengurangi stres, kecemasan, serta beban pikiran yang mungkin muncul akibat rutinitas sehari-hari.

5. Manfaat Organisasi

Bagi organisasi DWP, pengajian menjadi sarana pembinaan karakter anggota sehingga tercipta:

* Anggota yang berakhlak mulia

* Lingkungan organisasi yang religius

* Citra positif organisasi di masyarakat
---

**Faedah Pengajian Sebelum Ramadhan**

1. Menumbuhkan Kesadaran Introspeksi Diri

Pengajian mengajak peserta melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir. Kesadaran ini menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik.

2. Meningkatkan Kualitas Ibadah Ramadhan

Dengan bekal ilmu dan motivasi, anggota DWP dapat:

* Lebih khusyuk dalam berpuasa

* Lebih konsisten menjalankan shalat tarawih

* Meningkatkan membaca Al-Qur’an

* Memperbanyak sedekah dan amal sosial

3. Membentuk Keluarga Sakinah

Anggota DWP yang mendapatkan pembinaan rohani akan membawa nilai-nilai kebaikan ke dalam keluarga, sehingga tercipta suasana rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan bernuansa ibadah.

4. Menjadi Teladan di Lingkungan Masyarakat

Perempuan memiliki pengaruh besar dalam lingkungan sosial. Melalui pengajian, anggota DWP diharapkan mampu menjadi contoh dalam:

* Perilaku santun

* Kepedulian sosial

* Kehidupan religius yang seimbang

5. Menumbuhkan Semangat Berbagi

Ramadhan identik dengan kepedulian sosial. Pengajian mendorong anggota untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat sekitar, sehingga lahir berbagai kegiatan sosial seperti santunan, berbagi takjil, dan bantuan kepada yang membutuhkan.
---

**Dampak Jangka Panjang Pengajian**

Pengajian sebelum Ramadhan tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga berdampak jangka panjang, antara lain:

* Terbentuknya kebiasaan ibadah yang berkelanjutan.

* Meningkatnya kualitas moral dan spiritual anggota.

* Terwujudnya keluarga yang religius dan harmonis.

* Penguatan peran perempuan sebagai agen perubahan sosial.
---

Pengajian sebelum Ramadhan bagi anggota Dharma Wanita Persatuan merupakan kegiatan yang memiliki nilai strategis dan multidimensional. Tidak hanya sebagai sarana peningkatan keimanan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan peran perempuan dalam keluarga, serta pengembangan solidaritas organisasi.

Melalui pengajian ini diharapkan setiap anggota DWP dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih, ilmu yang cukup, serta semangat ibadah yang tinggi. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik, keluarga yang lebih harmonis, dan masyarakat yang lebih sejahtera serta penuh keberkahan.

---
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAGIAN ORGANISASI
16125-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol Menghadiri Kegiatan

Bidang : Bidang Sosial Budaya

Program : Ketahanan Keluarga-Iman dan Takwa

1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan
2. Hari / Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026
3. Tempat : Live streaming Youtube dharma Wanita Persatuan ID
4. Pukul : 08.30 WIB - Selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Bakesbangpol Kota Batu (Ny. Llitha Dahlan)
6. Peserta : Seluruh Anggota DWP Se Indonesia atau Perwakilan
7. Acara: Ngabuburit Bareng DWP yang Dilaksanakan secara Daring melalui Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube Dharma Wanita Persatuan

Pada hari Selasa, 25 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bakesbangpol Kota Batu turut berpartisipasi dalam kegiatan seminar daring dalam rangka mengisi dan menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional bertajuk “Ngabuburit Bareng DWP” yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Pusat.
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Dharma Wanita Persatuan, sehingga dapat diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota DWP dari berbagai daerah. Partisipasi DWP Bakesbangpol Kota Batu dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung program kerja DWP.
Acara “Ngabuburit Bareng DWP” menghadirkan narasumber utama, yaitu Prof.Dr.KH. Nasaruddin Umar ,MA selaku Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam tausiyah Ramadhan yang beliau sampaikan, ditekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Beliau mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk memanfaatkan bulan penuh berkah ini sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki akhlak.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, memohon keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
Dengan mengikuti kegiatan “Ngabuburit Bareng DWP” ini, DWP Bakesbangpol Kota Batu berharap dapat terus memperkuat peran organisasi dalam membina anggota yang berkarakter, religius, dan berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
16225-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu mengikuti Acara Ngabuburit bareng DWP dengan kajian Ramadhan bersama Menteri Agama RI (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta)
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga-Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan ID;
2. Hari / Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026;
3. Tempat : Live streaming Youtube dharma Wanita Persatuan ID;
4. Pukul : 20.30 WIB - selesai;
5. Yang Bertugas Hadir : Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Eviyanti Hudono);
6.Peserta : seluruh Ketua Dharma Wanita Persatuan se Indonesia dan atau anggota yang ditugaskan;
7. Acara : kajian Ramadhan bersama Menteri Agama RI (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta)

PENDAHULUAN
Tujuan diadakannya Kajian Ramadan oleh Dharma Wanita Persatuan Pusat antara lain:
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT selama bulan Ramadan melalui pendalaman ilmu agama.
2. Memperkuat pemahaman nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, organisasi, maupun masyarakat.
3. Membentuk pribadi yang berakhlak mulia, sabar, dan penuh kepedulian sosial sesuai dengan makna Ramadan.
4. Mempererat silaturahmi antaranggota, sehingga terjalin kebersamaan dan solidaritas dalam organisasi.
5. Mendorong peran perempuan dalam membangun keluarga yang harmonis dan religius, sebagai pilar utama pembinaan karakter.
6. Menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri, baik secara spiritual maupun sosial.

MANFAAT
Berikut manfaat diadakannya Kajian Ramadan oleh Dharma Wanita Persatuan Pusat:
1. Manfaat Spiritual
- Meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT.
- Menambah wawasan serta pemahaman ilmu agama.
- Menumbuhkan semangat memperbaiki diri selama bulan Ramadan.
2. Manfaat Pribadi
- Membentuk karakter yang lebih sabar, ikhlas, dan disiplin.
- Meningkatkan kesadaran dalam menjalankan peran sebagai istri, ibu, dan anggota masyarakat.
- Menjadi sarana refleksi diri untuk perubahan yang lebih baik.
3. Manfaat Sosial
- Mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota.
- Meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial.
- Menciptakan lingkungan organisasi yang harmonis dan religius.
4. Manfaat Organisasi
- Memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam program kerja organisasi.
- Meningkatkan kekompakan dan sinergi antaranggota.
- Mendukung citra organisasi sebagai wadah pembinaan moral dan spiritual.

PENUTUP
Kajian Islam merupakan sarana untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga mampu membimbing umat dalam menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah SWT.
Melalui kajian ini, ibu ibu Dharma Wanita Persatuan se Indonesia diajak untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kajian juga menjadi media refleksi diri agar setiap individu dapat terus memperbaiki ibadah, sikap, dan hubungan sosialnya.
Dengan demikian, kajian Islam tidak hanya menambah ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih bertakwa, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
16313-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU

Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu mengikuti Acara "Greenation goes to Pasar Induk Among Tani dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Kota Batu Tahun 2026 dengan tema Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan-Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program :
1. Undangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu;
2. Hari / Tanggal : Jum'at, 13 Februari 2026;
3. Tempat : Pasar Induk Among Tani Kota Batu;
4. Pukul : 06.30 WIB - selesai;
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Dian Fachroni Kurniawan), Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Eviyanti Hudono), Bendahara Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Sri Widayati) dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (Ny. Wahyuningsih, Ny. Sartika Dewi Mustofa, Ny. Evy Jaenal, Ny. Budi Sunanto);
6.Peserta : perwakilan seluruh Sekolah se Kota Batu dan seluruh SKPD, TNI, Polri dan para pelaku usaha;
7. Acara : Greenation goes to Pasar Induk Among Tani dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Kota Batu Tahun 2026 dengan tema Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)
8. Susunan Acara:
1. Absensi kehadiran
2. Senam Bersama seluruh undangan dan Wakil Walikota
3. Pembukaan Acara
4. Kerja Bakti

PENDAHULUAN
Tujuan Kegiatan Greenation goes to Pasar Induk Among Tani** dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Kota Batu untuk:
1. Meningkatkan kesadaran pedagang dan pengunjung pasar tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar, terutama sampah organik dan anorganik.
2. Mengedukasi tentang pemilahan sampah dari sumbernya, agar sampah yang dihasilkan di area pasar dapat didaur ulang atau diolah dengan lebih optimal.
3. Mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, khususnya sampah pasar yang didominasi limbah organik seperti sisa sayur dan buah.
4. Mendorong penerapan ekonomi sirkular, seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos atau pakan ternak.
5. Membangun kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat pasar dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
6. Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sebagai momentum aksi nyata, bukan hanya seremonial, dalam menjaga kebersihan lingkungan.

MANFAAT
Manfaat kegiatan Greenation Goes to Pasar Induk Among Tani dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional di Kota Batu adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Lingkungan
a. Lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan sehat.
b. Berkurangnya pencemaran akibat penumpukan sampah.
c. Pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA.
d. Mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos atau produk bermanfaat lainnya.
2. Manfaat Sosial
a. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian pedagang serta pengunjung terhadap kebersihan.
b. Membangun budaya disiplin dalam memilah dan mengelola sampah.
c. Mempererat kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat pasar.
3. Manfaat Ekonomi
a. Sampah yang dipilah dapat memiliki nilai jual (daur ulang).
b. Pengolahan sampah organik berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.
c. Mengurangi biaya pengelolaan sampah jangka panjang.
4. Manfaat Edukatif
a. Memberikan pemahaman praktis tentang pengelolaan sampah yang benar.
b. Menjadi contoh nyata penerapan gaya hidup ramah lingkungan di ruang publik.

PENUTUP
Kegiatan Greenation Goes to Pasar Induk Among Tani dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Kota Batu merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Melalui edukasi, aksi langsung, dan kolaborasi berbagai pihak, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan pasar, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju budaya memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan pasar yang bersih, sehat, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan di Kota Batu.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: Dinas Lingkungan Hidup
16410-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan-Bhakti Sosial

Keterangan Program :
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 10 Februari 2026
3. Tempat : Belakang Graha Pancasila
4. Pukul : 08.30 WIB s/d 12.00
5. Yang Bertugas Hadir : Ibu Silvy
6. Peserta :Anggota DWP dan Donor Danar Sukarela (DDS)
7. Acara : Donor Darah Rutin

Kegiatan donor darah rutin yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada hari Selasa, 10 Februari 2026 merupakan bagian dari program kerja bidang sosial yang secara konsisten dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dan dukungan terhadap ketersediaan stok darah di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan bekerja sama dengan instansi pelayanan kesehatan terkait, serta didukung oleh tenaga medis profesional yang memastikan seluruh rangkaian proses berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur. Tahapan kegiatan meliputi pendaftaran peserta, pemeriksaan kesehatan awal (skrining tekanan darah, kadar hemoglobin, dan riwayat kesehatan), proses pengambilan darah, hingga pemberian edukasi singkat mengenai pentingnya donor darah secara rutin.

Salah satu peserta yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Ibu Silvy. Partisipasi beliau mencerminkan komitmen pribadi dalam mendukung aksi kemanusiaan serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang memerlukan transfusi darah. Keikutsertaan Ibu Silvy juga menjadi contoh positif dalam mendorong semangat berbagi dan solidaritas di lingkungan organisasi maupun masyarakat luas. Kegiatan donor darah rutin ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima donor, seperti pasien yang membutuhkan transfusi akibat tindakan medis, kecelakaan, atau kondisi kesehatan tertentu, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor. Selain itu, kegiatan ini mempererat kebersamaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan Kota Batu serta memperkuat citra organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
.

Melalui pelaksanaan kegiatan pada tanggal 10 Februari 2026 tersebut, Dharma Wanita Persatuan Kota Batu kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan program sosial yang berkelanjutan, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan donor darah rutin ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten serta meningkatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat di masa mendatang.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
16513-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Olah Raga

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat , 13 Pebruari 2026
3. Tempat : Pasar Among Tani Kota Batu
4. Pukul : 06.30 WIB s/d selesai
5. Hadir : Ibu Pembina DWP, Ibu Yuna, Ibu Charisma
6. Peserta : ASN Kota Batu
7. Acara : Olah Raga – Senam Bersama Wakil Walikota

Anggota DWP Bagian Umum, Ibu Yuna dan Ibu Ckarisma, turut berpartisipasi dalam kegiatan senam bersama Wakil Wali Kota yang diselenggarakan di Pasar Among Tani pada tanggal 13 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momen yang istimewa karena tidak hanya menghadirkan semangat hidup sehat, tetapi juga mempererat hubungan antara unsur pemerintah daerah, organisasi perempuan, pedagang, serta masyarakat umum yang hadir di lokasi kegiatan sejak pagi hari.
Sejak pukul 06.00 WIB, suasana pasar sudah tampak berbeda dari biasanya. Area yang umumnya dipenuhi aktivitas jual beli, transaksi kebutuhan pokok, serta interaksi antara pedagang dan pembeli, pagi itu berubah menjadi ruang kebersamaan yang penuh energi. Panggung sederhana telah disiapkan di halaman pasar, lengkap dengan pengeras suara dan instruktur senam yang siap memandu gerakan. Spanduk kegiatan terpasang rapi sebagai penanda bahwa hari itu digelar kegiatan senam bersama Wakil Wali Kota.
Ibu Yuna dan Ibu Ckarisma hadir lebih awal bersama beberapa anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum lainnya. Keduanya tampak mengenakan pakaian olahraga bernuansa cerah yang mencerminkan semangat dan keceriaan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan nyata terhadap program pemerintah daerah dalam mendorong pola hidup sehat sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi perempuan dan pemerintah kota.
Ketika Wakil Wali Kota tiba di lokasi, suasana semakin meriah. Sambutan hangat dari masyarakat terdengar riuh, diiringi tepuk tangan dan sapaan ramah. Wakil Wali Kota menyempatkan diri menyapa para pedagang yang sudah bersiap membuka lapak, serta berdialog singkat dengan warga yang antusias mengikuti kegiatan. Momentum tersebut menjadi wujud kedekatan pemimpin daerah dengan masyarakatnya.
Senam dimulai dengan pemanasan yang dipandu instruktur profesional. Musik yang enerjik mengalun, menggerakkan seluruh peserta untuk mengikuti irama. Ibu Yuna dan Ibu Ckarisma tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan, mulai dari peregangan tangan, bahu, hingga langkah kaki yang dinamis. Mereka berbaur bersama peserta lain tanpa sekat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Kegiatan senam ini bukan sekadar aktivitas olahraga biasa. Lebih dari itu, acara ini menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih akrab antara pemerintah dan masyarakat. Di sela-sela gerakan senam, terlihat canda tawa dan senyum yang menghiasi wajah para peserta. Para pedagang yang biasanya sibuk melayani pembeli pun menyempatkan diri mengikuti beberapa sesi gerakan, menambah semarak suasana pagi itu.
Ibu Yuna menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu meningkatkan kesehatan jasmani sekaligus mempererat tali silaturahmi. Ia merasa bangga dapat berpartisipasi langsung dan mendukung program pemerintah daerah. Menurutnya, kesehatan adalah modal utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik sebagai ibu rumah tangga, anggota organisasi, maupun sebagai bagian dari masyarakat yang aktif.
Sementara itu, Ibu Ckarisma juga mengungkapkan rasa senangnya bisa terlibat dalam kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Ia menilai bahwa pasar sebagai pusat ekonomi rakyat merupakan lokasi yang tepat untuk menyelenggarakan kegiatan semacam ini. Selain mendekatkan pemerintah dengan pelaku usaha kecil, kegiatan tersebut juga memberikan warna baru dalam rutinitas masyarakat.
Gerakan senam yang dilakukan meliputi kombinasi aerobik ringan dan gerakan peregangan yang mudah diikuti semua kalangan usia. Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlihat berpartisipasi dengan penuh semangat. Bahkan beberapa pengunjung yang awalnya hanya menonton akhirnya ikut bergabung setelah melihat suasana yang begitu menyenangkan.
Wakil Wali Kota dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan senam bersama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat. Selain menjaga kebugaran, olahraga bersama juga memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan. Pemerintah berharap kegiatan semacam ini dapat rutin dilaksanakan di berbagai titik kota.
Selama kurang lebih satu jam, peserta mengikuti rangkaian gerakan dengan penuh antusias. Keringat yang mengalir tidak mengurangi semangat, justru menambah rasa puas setelah berolahraga bersama. Ibu Yuna dan Ibu Ckarisma tetap konsisten mengikuti gerakan hingga sesi pendinginan. Mereka tampak menikmati setiap momen yang berlangsung.
Usai senam, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan dialog singkat. Beberapa warga menyampaikan aspirasi terkait kondisi pasar, kebersihan lingkungan, serta harapan agar kegiatan serupa terus diadakan. Wakil Wali Kota menanggapi dengan terbuka dan berjanji akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan.
Kehadiran anggota DWP Bagian Umum dalam kegiatan ini mencerminkan peran aktif organisasi perempuan dalam mendukung program pemerintah. Tidak hanya dalam kegiatan sosial dan pendidikan, tetapi juga dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ibu Yuna dan Ibu Ckarisma menjadi contoh nyata bagaimana perempuan dapat berkontribusi secara aktif di ruang publik.
Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga berdampak positif pada sektor ekonomi pasar. Dengan adanya acara tersebut, jumlah pengunjung pasar meningkat. Banyak warga yang setelah mengikuti senam langsung berbelanja kebutuhan harian. Hal ini tentu memberikan keuntungan bagi para pedagang dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Semangat kebersamaan terasa begitu kuat sepanjang acara. Tidak ada perbedaan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Semua peserta berdiri sejajar, bergerak mengikuti irama yang sama. Momen ini menjadi simbol persatuan dan kolaborasi dalam membangun kota yang lebih sehat dan harmonis.
Ibu Yuna berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin bulanan. Ia meyakini bahwa konsistensi dalam mengadakan kegiatan olahraga bersama akan membentuk budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Selain itu, interaksi langsung antara pejabat daerah dan warga juga memperkuat rasa saling percaya.
Ibu Ckarisma menambahkan bahwa kegiatan ini juga memberikan inspirasi bagi anggota DWP lainnya untuk lebih aktif menginisiasi program kesehatan di lingkungan masing-masing. Dengan dukungan pemerintah, ia optimistis berbagai kegiatan positif dapat terus berkembang.
Menjelang akhir acara, suasana tetap hangat dan penuh keakraban. Peserta saling bersalaman dan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Ibu Yuna dan Ibu Ckarisma pun mengabadikan momen tersebut bersama Wakil Wali Kota dan anggota DWP lainnya. Dokumentasi kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam kegiatan serupa di masa mendatang.
Kegiatan senam bersama pada 13 Februari 2026 tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat mampu menciptakan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Pasar yang biasanya identik dengan aktivitas ekonomi, pagi itu menjelma menjadi pusat kebugaran dan kebersamaan.
Secara keseluruhan, partisipasi Ibu Yuna dan Ibu Ckarisma dalam kegiatan ini mencerminkan semangat pengabdian dan dukungan terhadap program pemerintah daerah. Melalui langkah-langkah sederhana seperti mengikuti senam bersama, mereka telah berkontribusi dalam membangun budaya hidup sehat serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dalam menciptakan masyarakat yang sehat, aktif, dan solid. Dengan semangat yang telah ditunjukkan, optimisme untuk mewujudkan kota yang lebih maju dan harmonis semakin terasa nyata.


Program: Olah Raga
Pelaksana: BAGIAN UMUM
16613-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan
Kegiatan : Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat , 13 Pebruari 2026
3. Tempat : Pasar Among Tani Kota Batu
4. Pukul : 06.30 WIB s/d selesai
5. Hadir : Ibu Pembina DWP, Ibu Yuna, Ibu Charisma
6. Peserta : Ketua DWP dan ASN Kota Batu
7. Acara : Kerja Bhakti

Pada hari Jumat, 13 Februari 2026, suasana pagi di kawasan Pasar Among Tani tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 06.30 WIB, sejumlah perempuan dengan balutan seragam rapi berwarna khas organisasi sudah mulai berkumpul di pelataran pasar. Mereka adalah Ibu Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ibu Dian Saraswati, anggota DWP Ibu Yuni, Ibu Charisma, serta para Staf ASN Bagian Umum. Kehadiran mereka bukan untuk berbelanja ataupun melakukan kunjungan seremonial, melainkan untuk melaksanakan kerja bakti sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik.

Kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program pemerintah daerah terkait kebersihan lingkungan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pasar Among Tani sebagai salah satu ikon perekonomian dan kebanggaan masyarakat Kota Batu memiliki peran yang sangat penting. Selain menjadi pusat transaksi jual beli hasil pertanian, pasar ini juga menjadi destinasi wisata belanja yang ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Ibu Dian Saraswati selaku Pembina DWP dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk pengabdian dan kepedulian sosial. Beliau menekankan pentingnya menjaga kebersihan pasar sebagai ruang publik yang setiap hari menjadi tempat interaksi antara pedagang dan pembeli. Menurutnya, kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Setelah sambutan singkat dan doa bersama, kegiatan pun dimulai. Para anggota DWP dan Staf ASN Bagian Umum langsung membagi diri ke beberapa titik area pasar. Ada yang bertugas menyapu lantai lorong utama, membersihkan lapak-lapak kosong, mengelap meja dagangan, serta mengumpulkan sampah plastik dan organik yang masih tersisa di beberapa sudut. Sebagian lainnya membantu merapikan area sekitar tempat parkir dan selokan agar aliran air tetap lancar.

Ibu Yuni tampak sigap memimpin kelompok kecil yang membersihkan area los sayuran. Dengan penuh semangat, beliau menyapa para pedagang yang sudah mulai berjualan. Senyum ramah dan sapaan hangat menciptakan suasana kebersamaan yang terasa akrab. Para pedagang pun menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa diperhatikan dan didukung dalam menjaga kebersihan tempat usaha mereka.

Sementara itu, Ibu Charisma bersama beberapa staf ASN terlihat membersihkan kaca-kaca jendela dan papan informasi pasar. Mereka juga menata ulang beberapa spanduk yang mulai miring agar terlihat lebih rapi. Kegiatan sederhana ini memberikan dampak visual yang cukup signifikan. Area pasar tampak lebih terang, tertata, dan nyaman dipandang.
Kerja bakti ini tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga mengedukasi para pedagang dan pengunjung tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Dian Saraswati mengajak para pedagang untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa sayuran dan buah dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah plastik dapat dikumpulkan untuk didaur ulang.

Antusiasme para peserta sangat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Meski harus bekerja di tengah aktivitas pasar yang mulai ramai, mereka tetap menjaga semangat dan kekompakan. Canda tawa sesekali terdengar, mencairkan suasana dan mempererat tali silaturahmi antaranggota.

Staf ASN Bagian Umum juga menunjukkan dedikasi yang tinggi. Mereka tidak segan turun langsung membersihkan sudut-sudut yang jarang tersentuh. Beberapa di antaranya bahkan membantu pedagang mengangkat barang dagangan agar area di bawahnya dapat dibersihkan secara menyeluruh. Kolaborasi yang harmonis antara DWP dan ASN ini menjadi contoh sinergi positif dalam membangun lingkungan kerja dan lingkungan sosial yang lebih baik.

Pasar Among Tani sendiri memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat Kota Batu. Sebagai pusat perdagangan hasil bumi, pasar ini menjadi tempat distribusi utama berbagai komoditas pertanian seperti sayuran segar, buah-buahan, bunga, dan produk olahan lokal. Dengan kondisi pasar yang bersih dan tertata, diharapkan kenyamanan pengunjung meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dijual pun semakin tinggi.

Sekitar pukul 09.30 WIB, kegiatan kerja bakti memasuki tahap akhir. Sampah-sampah yang telah dikumpulkan dimasukkan ke dalam kantong besar untuk kemudian diangkut ke tempat pembuangan sementara. Area lorong utama terlihat lebih bersih dan lapang. Selokan yang sebelumnya tersumbat kini kembali mengalir dengan lancar.

Dalam sesi penutup, Ibu Dian Saraswati menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DWP dan Staf ASN Bagian Umum yang telah berpartisipasi dengan penuh tanggung jawab. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Ibu Yuni juga menambahkan bahwa kerja bakti ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas. Melalui kegiatan sosial seperti ini, anggota DWP tidak hanya menjalankan peran organisasi, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai gotong royong yang menjadi budaya bangsa Indonesia.

Ibu Charisma menyampaikan harapannya agar para pedagang dan pengunjung pasar dapat terus menjaga kebersihan setelah kegiatan ini selesai. Ia menekankan bahwa kerja bakti bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pasar yang sehat dan nyaman.

Para pedagang yang diwawancarai mengaku senang dan berterima kasih atas kepedulian DWP dan ASN. Mereka merasa termotivasi untuk ikut menjaga kebersihan lapak masing-masing. Salah seorang pedagang sayur bahkan menyampaikan bahwa pasar yang bersih membuat pembeli lebih betah dan meningkatkan penjualan.

Kegiatan kerja bakti di Pasar Among Tani pada tanggal 13 Februari 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara organisasi perempuan dan aparatur sipil negara dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain memperindah lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.

Lebih dari sekadar membersihkan sampah, kerja bakti ini menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kebersamaan. Lingkungan yang bersih mencerminkan masyarakat yang peduli dan beradab. Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, diharapkan Pasar Among Tani akan semakin menjadi kebanggaan Kota Batu.

Sebagai penutup, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Keringat yang mengalir pagi itu menjadi simbol dedikasi dan cinta terhadap lingkungan. Senyum para pedagang dan pengunjung menjadi hadiah terindah atas upaya yang telah dilakukan.

Semoga semangat kerja bakti yang ditunjukkan oleh Ibu Dian Saraswati, Ibu Yuni, Ibu Charisma, dan Staf ASN Bagian Umum dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik. Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, cita-cita mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: BAGIAN UMUM
16711-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Gerakan Sehat

Keterangan Program :
1. Menjenguk Anggota DWP
2. Hari / Tanggal : Rabu, 11 Pebruari 2026
3. Tempat : Kel. Temas
4. Pukul : 11.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Atik Arief As Sidiq, Ibu Rike Didik Santoso, Ibu Metha Syeh Zaenal A., Ibu Dian Robi E., Ibu Sri Suciati, dan Ibu Enni)
6. Peserta : 6 orang
7. Acara : Menjenguk Anggota DWP Disperum yang sakit

Silaturahmi berasal dari bahasa Arab shilat ar-rahim yang berarti menyambung tali kekerabatan. Secara umum, silaturahmi adalah upaya menjalin, menjaga, dan mempererat hubungan baik antar sesama, baik dengan keluarga, kerabat, teman, tetangga, maupun rekan kerja.
Dalam konteks sosial dan keagamaan, silaturahmi memiliki makna yang lebih luas, yaitu:
1. Mempererat hubungan persaudaraan dan kebersamaan.
2. Menjaga komunikasi dan saling peduli antar individu atau kelompok.
3. Menciptakan keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Dalam ajaran Islam, silaturahmi juga bernilai ibadah dan dianjurkan untuk memperpanjang persaudaraan serta membawa keberkahan.
Secara praktik, silaturahmi dapat dilakukan melalui kunjungan, pertemuan, komunikasi langsung maupun tidak langsung, serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang bertujuan memperkuat hubungan baik.

Hubungan antara menjenguk anggota yang sakit dengan gerakan sehat sangat erat, baik dari sisi kesehatan fisik maupun psikososial.
Berikut penjelasannya:
1. Dukungan Moral sebagai Bagian dari Kesehatan
Menjenguk anggota yang sakit merupakan bentuk dukungan emosional. Dukungan sosial terbukti membantu:
• Meningkatkan semangat dan optimisme pasien
• Mengurangi stres dan kecemasan
• Mempercepat proses pemulihan
Dalam konsep gerakan sehat, kesehatan tidak hanya fisik tetapi juga mental dan sosial.
2. Membangun Kepedulian dan Solidaritas
Gerakan sehat biasanya mendorong pola hidup sehat dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan menjenguk:
• Menumbuhkan empati
• Memperkuat kebersamaan
• Mendorong budaya saling peduli terhadap kondisi kesehatan anggota
3. Edukasi dan Pencegahan
Saat menjenguk, dapat sekaligus:
• Mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat
• Berbagi informasi tentang pencegahan penyakit
• Mendorong pemeriksaan kesehatan rutin
Ini sejalan dengan semangat promotif dan preventif dalam gerakan sehat.
4. Lingkungan Sosial yang Sehat
Lingkungan organisasi yang saling peduli menciptakan suasana yang positif dan suportif. Lingkungan sosial yang sehat merupakan bagian dari indikator keberhasilan gerakan sehat.
Menjenguk anggota yang sakit bukan hanya bentuk silaturahmi, tetapi juga implementasi nyata dari gerakan sehat karena mendukung kesehatan fisik, mental, dan sosial secara menyeluruh.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
16811-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Gerakan Sehat

Keterangan Program :
1. Posyandu Balita
2. Hari / Tanggal : Rabu, 11 Pebruari 2026
3. Tempat : Desa Mojorejo
4. Pukul : 09.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Nunuk Kholis)
6. Peserta : 15 orang
7. Acara : Pendapingan Posyandu Balita

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah program kesehatan masyarakat yang fokus pada kesehatan ibu dan anak, terutama balita. Berikut beberapa informasi tentang posyandu:
Tujuan Posyandu:
- Meningkatkan kesehatan ibu dan anak
- Memantau tumbuh kembang anak
- Memberikan penyuluhan dan informasi tentang kesehatan
Kegiatan Posyandu:
- Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak
- Pemeriksaan status gizi anak
- Pemberian imunisasi
- Penyuluhan tentang kesehatan ibu dan anak
- Pemantauan tumbuh kembang anak
Manfaat Posyandu:
- Meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak
- Mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak
- Meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat
Peran Kader Posyandu:
- Melakukan pendataan dan pemantauan kesehatan ibu dan anak
- Memberikan penyuluhan dan informasi tentang kesehatan
- Mengukur berat badan dan tinggi badan anak
- Memberikan imunisasi
Dengan demikian, posyandu sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.
Posyandu balita sangat penting karena beberapa alasan:
1. Memantau tumbuh kembang anak: Posyandu balita memantau tumbuh kembang anak secara teratur, sehingga dapat mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.
2. Meningkatkan kualitas kesehatan anak: Posyandu balita memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, termasuk imunisasi, penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi badan, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak.
3. Mendeteksi dini gangguan kesehatan: Posyandu balita dapat mendeteksi dini gangguan kesehatan anak, seperti gizi buruk, anemia, dan lain-lain, sehingga dapat dilakukan intervensi yang tepat.
4. Meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat: Posyandu balita dapat meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan anak, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak.
5. Memberikan penyuluhan dan informasi: Posyandu balita memberikan penyuluhan dan informasi tentang kesehatan anak, pola makan, dan kebersihan lingkungan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
6. Meningkatkan peran aktif masyarakat: Posyandu balita dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan anak, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Dengan demikian, posyandu balita sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak dan meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Posyandu balita adalah program kesehatan masyarakat yang fokus pada kesehatan dan pertumbuhan anak balita. Berikut beberapa informasi penting tentang posyandu balita :
- Tujuan: Posyandu balita bertujuan untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak balita, serta memberikan penyuluhan dan informasi tentang kesehatan anak kepada ibu balita.
- Kegiatan: Posyandu balita meliputi berbagai kegiatan, seperti:
- Penimbangan Berat Badan: Memantau pertumbuhan dan perkembangan anak balita.
- Pengukuran Tinggi Badan: Memantau pertumbuhan dan perkembangan anak balita.
- Pemeriksaan Status Gizi: Memantau status gizi anak balita dan mendeteksi dini gangguan pertumbuhan.
- Pemberian Imunisasi: Memberikan imunisasi wajib untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
- Penyuluhan: Memberikan informasi dan penyuluhan tentang kesehatan anak, pola makan, dan kebersihan lingkungan.
- Manfaat: Posyandu balita memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Meningkatkan Kualitas Kesehatan Anak: Posyandu balita dapat memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak balita, sehingga dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan.
- Mendeteksi Dini Gangguan Pertumbuhan: Posyandu balita dapat mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak balita.
- Meningkatkan Kesadaran Kesehatan: Posyandu balita dapat meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan anak balita.
- Peran Kader Posyandu: Kader posyandu memiliki peran penting dalam posyandu balita, yaitu:
- Melakukan Pendataan: Kader posyandu melakukan pendataan anak balita di wilayahnya.
- Mengukur Berat Badan dan Tinggi Badan: Kader posyandu mengukur berat badan dan tinggi badan anak balita.
- Memberikan Imunisasi: Kader posyandu memberikan imunisasi wajib kepada anak balita.
- Memberikan Penyuluhan: Kader posyandu memberikan penyuluhan tentang kesehatan anak dan pola makan.
Dengan demikian, posyandu balita sangat penting untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak balita, serta meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
16911-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Gerakan Sehat

Keterangan Program :
1. Posyandu Lansia
2. Hari / Tanggal : Rabu, 11 Pebruari 2026
3. Tempat : Desa Mojorejo
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Nunuk Kholis)
6. Peserta : 15 orang
7. Acara : Pendampingan Posyandu Lansia

Posyandu Lansia (Pos Pelayanan Terpadu untuk Lansia) adalah layanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas yang ditujukan khusus untuk lanjut usia (di atas 60 tahun). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pemantauan kesehatan rutin, penyuluhan, dan kegiatan sosial.
I. Tujuan Posyandu Lansia
1. Meningkatkan derajat kesehatan lansia
2. Mendeteksi dini masalah kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan gerak
3. Mendorong lansia tetap aktif dan mandiri
4. Membangun dukungan sosial antara lansia dan masyarakat sekitar
II. Kegiatan Posyandu Lansia
Biasanya dilakukan sebulan sekali di balai RW, kantor kelurahan, atau puskesmas pembantu. Kegiatannya meliputi:
1. Pemeriksaan Kesehatan
• Pengukuran tekanan darah
• Berat badan, tinggi badan, lingkar perut
• Pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat (jika ada alat)
• Konsultasi dengan petugas medis (dokter atau bidan)
2. Penyuluhan Kesehatan
• Pola makan sehat
• Pencegahan penyakit kronis
• Kesehatan mental & kebugaran
3. Kegiatan Fisik & Sosial
• Senam lansia
• Permainan ringan atau rekreasi
• Diskusi kelompok, pengajian, atau kegiatan spiritual
4. Pelayanan Tambahan
• Imunisasi (misalnya flu atau pneumonia)
• Pemberian vitamin/suplemen
• Rujukan ke fasilitas kesehatan lebih tinggi jika dibutuhkan
III. Siapa yang Terlibat
• Petugas Puskesmas: dokter, bidan, perawat, atau tenaga gizi
• Kader Posyandu: warga yang dilatih untuk mendampingi kegiatan
• Lansia dan Keluarganya
• Pemerintah Desa/Kelurahan: menyediakan fasilitas dan dukungan logistik
• PKK dan Organisasi Sosial: sering menjadi mitra pendukung
IV. Manfaat Posyandu Lansia
• Mencegah dan mengontrol penyakit kronis
• Meningkatkan rasa percaya diri dan kebahagiaan lansia
• Menjaga lansia tetap produktif dan bersosialisasi
• Mengurangi beban biaya kesehatan melalui pencegahan

Hubungan Posyandu Lansia dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sangat erat, karena keduanya memiliki visi yang sama: meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lansia, melalui upaya promotif dan preventif.
Berikut penjelasan lengkapnya:
A. Hubungan Posyandu Lansia dengan Gerakan Sehat (Germas)
1. Implementasi Langsung Germas di Tingkat Komunitas
• Posyandu Lansia merupakan wadah pelaksanaan Germas di level desa/kelurahan.
• Melalui kegiatan rutin seperti senam lansia, pengecekan kesehatan, dan penyuluhan, posyandu mendukung 3 fokus utama Germas:
o Aktivitas fisik
o Pemeriksaan kesehatan berkala
o Perilaku hidup sehat (gizi seimbang, tidak merokok, dll.)
2. Mendorong Perilaku Hidup Sehat pada Lansia
Posyandu Lansia menjadi sarana edukasi dan pembinaan agar lansia:
• Aktif bergerak (senam lansia)
• Rutin memeriksakan kesehatannya
• Mengonsumsi makanan bergizi
• Menghindari kebiasaan buruk (seperti merokok)
• Menjaga kesehatan mental dan sosial
Ini adalah bagian dari penguatan budaya hidup sehat yang dicanangkan oleh Germas.
3. Upaya Preventif & Promotif
Germas menekankan pencegahan penyakit daripada pengobatan. Posyandu Lansia mendukung hal ini dengan:
• Deteksi dini penyakit (misalnya hipertensi, diabetes)
• Edukasi pencegahan penyakit degeneratif
• Konseling dan pembinaan psikologis lansia
4. Kolaborasi dan Sinergi
• Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Kader Posyandu menjadi pelaksana lapangan Germas lewat Posyandu Lansia.
• Kegiatan Posyandu menjadi indikator keberhasilan Germas, terutama dalam mencapai target kelompok rentan seperti lansia.
Kesimpulan:
Posyandu Lansia adalah ujung tombak pelaksanaan Germas di masyarakat—khususnya dalam menjangkau warga usia lanjut. Keduanya saling memperkuat: Germas memberi kerangka nasional untuk gaya hidup sehat, dan Posyandu Lansia menjadi pelaksana riilnya di tingkat akar rumput.

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah program kesehatan masyarakat yang fokus pada kesehatan ibu dan anak, terutama balita. Berikut beberapa informasi tentang posyandu:
Tujuan Posyandu:
- Meningkatkan kesehatan ibu dan anak
- Memantau tumbuh kembang anak
- Memberikan penyuluhan dan informasi tentang kesehatan
Kegiatan Posyandu:
- Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak
- Pemeriksaan status gizi anak
- Pemberian imunisasi
- Penyuluhan tentang kesehatan ibu dan anak
- Pemantauan tumbuh kembang anak
Manfaat Posyandu:
- Meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak
- Mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak
- Meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat
Peran Kader Posyandu:
- Melakukan pendataan dan pemantauan kesehatan ibu dan anak
- Memberikan penyuluhan dan informasi tentang kesehatan
- Mengukur berat badan dan tinggi badan anak
- Memberikan imunisasi
Dengan demikian, posyandu sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
17010-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Keterangan Program : Dharma Wanita Persatuan Bakesbangpol Menghadiri Kegiatan

Bidang : Bidang Sosial Budaya

Program : Kepedulian & Kesetiakawanan

1. Undangan dari DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 10 Februari 2026
3. Tempat : Samping Graha Pancasila
4. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Perwakilan DWP Bakesbangpol Kota Batu (Ny. Dian Eka)
6. Peserta : Anggota DWP Kota Batu dan ASN Kota Batu
7. Acara: Pelaksanaan Donor Darah Rutin

Pada tanggal 10 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batu kembali menyelenggarakan kegiatan donor darah rutin sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen nyata dalam mendukung kemanusiaan. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh para anggota DWP.
Kegiatan donor darah ini tidak hanya bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan semangat berbagi di lingkungan DWP Kota Batu. Donor darah merupakan tindakan mulia yang memiliki banyak manfaat, baik bagi penerima maupun bagi pendonor itu sendiri. Melalui setetes darah yang disumbangkan, seseorang dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang sedang membutuhkan, seperti pasien yang menjalani operasi, penderita penyakit tertentu, dan Lainnya yang Membutuhkan.
Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh pendonor. Donor darah secara rutin dapat membantu melancarkan peredaran darah, merangsang pembentukan sel darah merah baru, serta menjaga kesehatan jantung. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu langkah positif untuk menjaga kesehatan sekaligus berkontribusi bagi kemanusiaan.
Kegiatan donor darah ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota DWP Kota Batu, dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya donor darah dapat terus meningkat, tidak hanya di kalangan anggota DWP, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat luas.
Dengan terselenggaranya kegiatan donor darah pada tanggal 10 Februari 2026 ini, DWP Kota Batu berharap dapat terus menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan darah serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari langkah sederhana, namun memiliki dampak besar bagi kehidupan banyak orang.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
17110-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu

Dharma Wanita Persatuan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Donor Darah Rutin, Program Bhakti Sosial

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 10 Februari 2026
3. Pukul : 08.30 - 12.00 WIB
4. Peserta : 37 Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana dan Seluruh Pegawai Pemerintah Kota Batu
5. Lokasi : Belakang Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani Kota Batu
6. Acara : Pelaksanaan Donor Darah Rutin
Yang diselenggarakan langsung oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu bekerjasama dengan PMI Kabupaten Malang.

Susunan Acara :
1. Registrasi Peserta Donor
2. Pembukaan
3. Sambutan oleh Perwakilan DWP Kota Batu dan Perwakilan PMI Kab. Malang
4. Doa
5. Pelaksanaan Donor Darah, meliputi :
- Pemeriksaan Kesehatan :
a. Tensi (Tekanan Darah, Nadi dan Suhu)
b. Jumlah Kadar Hemoglobin (Hb)
c. Skrining Penyakit Menular
d. Observasi Pasca Donor
6. Istirahat & Pembagian Konsumsi Donor
7. Penutup.

Tujuan dari pelaksanaan donor darah rutin yang diselenggarakan oleg DWP Kota Batu yang bekerjasama dengan PMI Kab. Malang adalah :
1. Membantu memenuhi kebutuhan stok darah
2. Meningkatkan kepedulian sosial anggota DWP
3. mendukung program kesehatan masyarakat
4. Mendorong pola hidup sehat
5. Memperefrat kerjasama dengan PMI dan instansi terkait
6. Meningkatkan peran aktif DWP dalam pembangunan sosial.

Hasil dari pelaksanaan Donor Darah Rutin :
1. Jumlah peserta yang mendaftar : 175 Orang
2. Jumlah peserta yang berhasil mendonor : 125 Orang
3. Jumlah kantong darah terkumpul : 125 Kantong.

Untuk pelaksanaan donor darah rutin kali ini, DWP Kota Batu bekerjasama langsung dengan PMI Kabupaten Malang. Hal ini menunjukan bahwa adanya ikatan kerjasama dalam hal kemanusiaan dan membuktikan bahwasannya terdapat proses sinergi kelembagaan yang bagus dan baik di antara Kota Batu dengan Kabupaten Malang.

Pelaksanaan donor darah rutin yang diadakan oleh DWP Kota Batu yang bekerjasama dengan PMI Kab. Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan serta menjadi kegiatan berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat Kota Batu yang membutuhkan.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: BAGIAN PROTOKOL & KOMUNIKASI PIMPINAN
17210-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan
Kegiatan : Bhakti Sosial.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa , 10 Pebruari 2026
3. Tempat : Samping Graha Pancasila
4. Pukul : 08.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum dan ASN di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu
7. Acara : Donor Darah

Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai organisasi yang mewadahi para istri Aparatur Sipil Negara memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial kemasyarakatan. Salah satu wujud nyata dari peran tersebut adalah keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sejalan dengan semangat tersebut, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum turut serta dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada tanggal 10 Pebruari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Graha Pancasila Kota Batu dan berlangsung dengan tertib, lancar, serta penuh antusiasme dari para peserta.

Kegiatan donor darah ini merupakan agenda rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Batu yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Kota Batu dan sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan, akan pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan. Dengan mengusung tema kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sejak pagi hari, para anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai instansi, termasuk Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum, telah mulai berdatangan ke Graha Pancasila. Para peserta hadir dengan semangat dan kesiapan untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Proses registrasi dilakukan dengan tertib, dimulai dari pengisian formulir, pemeriksaan kesehatan awal seperti pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta konsultasi singkat dengan petugas medis. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai dengan standar kesehatan dan keselamatan yang telah ditetapkan.

Partisipasi Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung program-program sosial yang digagas oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu. Kehadiran para anggota tidak hanya sebagai peserta donor, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral terhadap terselenggaranya kegiatan kemanusiaan ini. Dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesadaran sosial, para anggota DWP Bagian Umum mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan baik dan penuh kedisiplinan.

Kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu yang menyediakan tenaga medis profesional serta peralatan yang memadai. Kerja sama ini memastikan bahwa proses donor darah berjalan aman, nyaman, dan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku. Para petugas PMI dengan sigap melayani para pendonor, memberikan penjelasan yang jelas mengenai proses donor darah, serta memastikan kondisi kesehatan pendonor sebelum dan sesudah melakukan donor.

Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut. Beliau menekankan bahwa setetes darah yang didonorkan memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang membutuhkan, terutama pasien di rumah sakit yang memerlukan transfusi darah. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan diharapkan dapat terus menjadi pelopor dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum menyambut baik ajakan dan inisiatif dari Dharma Wanita Persatuan Kota Batu dalam menyelenggarakan kegiatan donor darah ini. Para anggota menyadari bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor itu sendiri. Selain membantu regenerasi sel darah, donor darah juga menjadi sarana untuk memantau kondisi kesehatan secara berkala. Kesadaran inilah yang mendorong para anggota untuk berpartisipasi secara sukarela dan penuh keikhlasan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana Graha Pancasila terasa hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta saling menyemangati dan berbagi pengalaman seputar donor darah. Bagi sebagian peserta, kegiatan ini bukanlah pengalaman pertama, namun bagi beberapa anggota lainnya, donor darah kali ini menjadi pengalaman perdana. Meski demikian, dengan pendampingan dari petugas medis dan dukungan dari sesama anggota, seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan rasa aman dan nyaman.

Selain pelaksanaan donor darah, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai instansi di lingkungan Kota Batu. Melalui interaksi dan kebersamaan dalam kegiatan sosial seperti ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis dan solid antaranggota. Kebersamaan yang terbangun menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan program-program Dharma Wanita Persatuan ke depannya.

Partisipasi aktif Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum dalam kegiatan donor darah ini juga sejalan dengan upaya mendukung program pemerintah di bidang kesehatan. Ketersediaan darah yang cukup merupakan salah satu faktor penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kondisi darurat dan tindakan medis tertentu. Dengan ikut serta dalam kegiatan donor darah, Dharma Wanita Persatuan turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Setelah proses donor darah selesai, para pendonor diarahkan untuk beristirahat sejenak dan menikmati konsumsi yang telah disediakan oleh panitia. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi tubuh pendonor tetap prima setelah melakukan donor darah. Panitia dengan sigap memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan yang baik hingga kegiatan selesai. Kepedulian dan perhatian panitia terhadap kenyamanan peserta menjadi salah satu faktor pendukung suksesnya kegiatan ini.

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan donor darah yang dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik. Mulai dari persiapan tempat, pengaturan alur kegiatan, hingga pelayanan medis, semuanya berjalan dengan tertib dan lancar. Hal ini mencerminkan komitmen Dharma Wanita Persatuan Kota Batu dalam menyelenggarakan kegiatan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan donor darah ini, diharapkan tumbuh kesadaran yang lebih luas di kalangan anggota Dharma Wanita Persatuan akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Kegiatan sosial semacam ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima donor darah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan solidaritas di tengah masyarakat. Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum berkomitmen untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang sejalan dengan visi dan misi organisasi.

Keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum dalam kegiatan donor darah ini juga menjadi wujud implementasi dari peran aktif perempuan dalam pembangunan sosial. Melalui keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan, para anggota Dharma Wanita Persatuan menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang peduli, sehat, dan berdaya. Semangat inilah yang terus dijaga dan dikembangkan dalam setiap kegiatan Dharma Wanita Persatuan.

Secara keseluruhan, kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Batu pada tanggal 10 Pebruari 2026 di Graha Pancasila berjalan dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat. Partisipasi Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan kontribusi Dharma Wanita Persatuan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum siap untuk terus berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial di masa mendatang. Donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dari rasa empati dan tanggung jawab sosial. Melalui langkah kecil namun bermakna ini, Dharma Wanita Persatuan berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dan menjadi bagian dari solusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan kemanusiaan.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: BAGIAN UMUM
17303-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Gerakan Sehat.

Keterangan Program :
1. Undangan Dari – DWP Bagian Umum Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 3 Pebruari 2026
3. Tempat : Ruang 3 Gedung A
4. Pukul : 09.00 WIB s/d selesai
5. Hadir : Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu
6. Peserta : Semua Anggota DWP Bagian Umum dan ASN di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu
7. Acara : Pemeriksaan Mata Gratis

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu sebagai organisasi yang peduli terhadap kesejahteraan anggotanya serta lingkungan kerja memiliki komitmen untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan, baik bagi anggota Dharma Wanita Persatuan maupun ASN. Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan mata secara gratis.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada tanggal 3 Pebruari 2026, Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu mengadakan kegiatan Pemeriksaan Mata Gratis yang bekerja sama dengan Dharma Lensa Optik. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum dan ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu, dan dilaksanakan di Ruang Rapat 3A. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata.

Kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang mendukung kualitas hidup dan produktivitas seseorang, termasuk bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota organisasi pendukung seperti Dharma Wanita Persatuan (DWP). Kesehatan yang baik akan menunjang kelancaran pelaksanaan tugas, meningkatkan kinerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan produktif. Salah satu aspek kesehatan yang sering kali kurang mendapat perhatian adalah kesehatan mata, padahal mata memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas sehari-hari, khususnya dalam pekerjaan administratif dan penggunaan perangkat digital.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan komputer dan gawai dalam lingkungan kerja, risiko gangguan kesehatan mata juga semakin tinggi. Gangguan seperti mata lelah, penglihatan kabur, rabun jauh, maupun rabun dekat sering kali dialami oleh ASN dan anggota Dharma Wanita Persatuan. Apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, gangguan tersebut dapat berdampak pada menurunnya kenyamanan kerja dan produktivitas.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola kerja ASN dan aktivitas organisasi. Penggunaan komputer, laptop, dan perangkat digital lainnya menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan tugas sehari-hari. Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan risiko gangguan kesehatan mata akibat paparan layar dalam jangka waktu yang lama.

Di sisi lain, masih banyak individu yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan mata secara rutin. Sebagian besar gangguan penglihatan sering kali dianggap sebagai hal yang wajar dan tidak segera diperiksakan ke tenaga profesional. Akibatnya, gangguan tersebut dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan berdampak pada kualitas hidup serta kinerja.

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu memandang perlu adanya kegiatan yang bersifat preventif dan promotif di bidang kesehatan, khususnya kesehatan mata. Kegiatan pemeriksaan mata gratis ini merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan dini terhadap gangguan penglihatan serta sebagai sarana edukasi bagi peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.

Kerja sama dengan Dharma Lensa Optik dipilih sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa pemeriksaan mata dilakukan oleh tenaga yang kompeten dan profesional, dengan menggunakan peralatan yang memadai. Melalui kolaborasi ini, diharapkan peserta dapat memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat serta rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan mata masing-masing.

Dengan latar belakang tersebut, kegiatan pemeriksaan mata gratis ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum terhadap kesehatan anggota dan ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu.

Dilaksanakannya kegiatan pemeriksaan mata gratis adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum dan ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu.

Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan layanan pemeriksaan mata secara gratis bagi anggota DWP Bagian Umum dan ASN.
2. Mendeteksi secara dini gangguan penglihatan yang mungkin dialami oleh peserta.
3. Memberikan edukasi mengenai kesehatan mata dan cara menjaga penglihatan.
4. Mendukung peningkatan kenyamanan dan produktivitas kerja ASN.
5. Memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kesejahteraan anggota dan lingkungan kerja.

Kegiatan Pemeriksaan Mata Gratis dilaksanakan pada:
• Hari/Tanggal : Selasa, 3 Pebruari 2026
• Waktu : Pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai
• Tempat : Ruang Rapat 3A, Sekretariat Daerah Kota Batu

Peserta kegiatan terdiri dari:
1. Anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu.
2. Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu.

Peserta mengikuti kegiatan secara bergantian dan tertib sesuai dengan alur pemeriksaan yang telah ditentukan.

Kegiatan pemeriksaan mata gratis dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
1. Pembukaan
Kegiatan diawali dengan sambutan singkat dari perwakilan Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum yang menyampaikan tujuan dan manfaat kegiatan serta apresiasi kepada Dharma Lensa Optik atas kerja sama yang telah terjalin.
2. Registrasi Peserta
Peserta melakukan pendaftaran dan pendataan sebelum mengikuti pemeriksaan mata. Data yang dikumpulkan meliputi identitas peserta dan riwayat singkat kesehatan mata.
3. Pemeriksaan Mata
Pemeriksaan mata dilakukan oleh tenaga profesional dari Dharma Lensa Optik dengan menggunakan peralatan yang sesuai standar. Pemeriksaan meliputi pengecekan ketajaman penglihatan, kondisi mata, serta kebutuhan koreksi penglihatan apabila diperlukan.
4. Konsultasi Hasil Pemeriksaan
Setelah pemeriksaan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan serta saran atau rekomendasi terkait kesehatan mata, termasuk penggunaan kacamata apabila diperlukan.
5. Penutup
Kegiatan ditutup dengan penyampaian ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak Dharma Lensa Optik atas dukungan dan partisipasinya.

Kerja sama antara Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum dan Dharma Lensa Optik merupakan bentuk sinergi yang positif dalam mendukung program kesehatan. Dharma Lensa Optik berperan sebagai mitra yang menyediakan tenaga ahli, peralatan pemeriksaan, serta layanan konsultasi kesehatan mata.

Melalui kerja sama ini, peserta mendapatkan layanan pemeriksaan mata yang profesional dan terpercaya. Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang sebagai bagian dari program berkelanjutan di bidang kesehatan.

Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan mata gratis berjalan dengan lancar dan tertib. Dari kegiatan ini, diperoleh beberapa hasil sebagai berikut:
1. Peserta memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan mata masing-masing.
2. Teridentifikasinya peserta yang memerlukan koreksi penglihatan atau pemeriksaan lanjutan.
3. Meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya pemeriksaan mata secara rutin.
4. Terjalinnya hubungan kerja sama yang baik antara Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum dan Dharma Lensa Optik.

Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:
1. Memberikan layanan kesehatan mata secara gratis dan mudah diakses.
2. Mendukung upaya pencegahan dini terhadap gangguan penglihatan.
3. Meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja ASN.
4. Memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang peduli terhadap kesejahteraan anggota dan lingkungan kerja.

Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa pemeriksaan mata gratis sangat bermanfaat dan mendapatkan respons positif dari peserta. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Tindak lanjut yang direncanakan antara lain:
1. Mengagendakan kegiatan pemeriksaan kesehatan lainnya.
2. Memperluas kerja sama dengan pihak penyedia layanan kesehatan.
3. Meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.

Kegiatan Pemeriksaan Mata Gratis yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu bekerja sama dengan Dharma Lensa Optik pada tanggal 3 Pebruari 2026 di Ruang Rapat 3A merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan anggota Dharma Wanita Persatuan dan ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Batu. Kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi peserta serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata semakin meningkat dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut untuk mendukung program-program kesehatan lainnya di masa mendatang.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: BAGIAN UMUM
17412-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial dan Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Gerakan Sehat

Keterangan Program :
1. Posyandu Lansia
2. Hari / Tanggal : Senin, 12 Januari 2026
3. Tempat : Desa Mojorejo
4. Pukul : 10.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Nunu Kholis)
6. Peserta : 20 peserta
7. Acara : Pendampingan Posyandu Lansia

"Posyandu" adalah singkatan dari Pos Pelayanan Terpadu, yaitu kegiatan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar secara rutin dan mudah dijangkau oleh masyarakat, terutama ibu dan anak.
* Fungsi dan Tujuan Posyandu:
• Mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat.
• Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
• Menurunkan angka kematian ibu dan anak.
• Meningkatkan gizi dan tumbuh kembang balita.
* Sasaran Posyandu:
• Ibu hamil dan menyusui
• Bayi dan balita
• Pasangan usia subur (PUS)
• Lansia (di Posyandu Lansia)
* Lima Meja Posyandu:
1. Pendaftaran: Pencatatan identitas ibu/bayi/balita.
2. Penimbangan: Untuk memantau berat badan dan tumbuh kembang.
3. Pencatatan: Hasil ditulis dalam KMS (Kartu Menuju Sehat).
4. Penyuluhan: Edukasi tentang gizi, ASI, kebersihan, dll.
5. Pelayanan Kesehatan: Imunisasi, pemberian vitamin, konsultasi dokter/bidan.
* Waktu Kegiatan Posyandu:
Biasanya dilakukan satu bulan sekali di balai desa, pos RT, atau tempat lain yang sudah ditentukan warga bersama kader kesehatan.
* Siapa yang Bertugas di Posyandu?
• Kader Posyandu: Warga yang dilatih khusus.
• Bidan desa atau petugas Puskesmas.
• Petugas dari dinas kesehatan (jika ada program khusus).

Posyandu Lansia adalah Pos Pelayanan Terpadu untuk Lansia, yaitu kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan khusus untuk warga lanjut usia (usia 60 tahun ke atas). Tujuannya adalah menjaga kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif di usia senja.
* Tujuan Posyandu Lansia:
• Meningkatkan kesehatan dan kebugaran lansia.
• Mendeteksi dini penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, asam urat.
• Memberikan penyuluhan dan bimbingan kesehatan.
• Meningkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam merawat lansia.
* Kegiatan di Posyandu Lansia:
1. Pemeriksaan kesehatan rutin
(tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, berat badan, tinggi badan).
2. Penyuluhan kesehatan
(tentang gizi seimbang, pencegahan penyakit, gaya hidup sehat, olahraga ringan).
3. Senam lansia
Senam ringan bersama untuk menjaga kelenturan tubuh dan suasana hati.
4. Pemeriksaan gigi dan mata (jika tersedia, bekerja sama dengan Puskesmas atau klinik).
5. Pemberian suplemen atau obat rutin
Bagi yang memiliki penyakit tertentu, sesuai anjuran petugas kesehatan.
6. Layanan konsultasi
Dengan dokter atau bidan mengenai kesehatan lansia.
7. Kegiatan sosial dan keagamaan
Seperti pengajian, arisan, atau permainan ringan untuk menjaga kebahagiaan dan silaturahmi antar lansia.
* Lokasi dan Waktu:
Biasanya dilakukan sebulan sekali di balai desa, pos RT, aula kelurahan, atau tempat umum lainnya yang mudah dijangkau lansia.
* Petugas Posyandu Lansia:
• Kader Posyandu yang sudah dilatih.
• Bidan/Petugas Puskesmas.
• Relawan atau keluarga lansia (untuk pendampingan).


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
17512-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial dan Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Gerakan Sehat

Keterangan Program :
1. Posyandu Balita
2. Hari / Tanggal : Senin, 12 Januari 2026
3. Tempat : Desa Mojorejo
4. Pukul : 09.00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu (Ibu Nunu Kholis)
6. Peserta : 25 peserta
7. Acara : Pendampingan Posyandu Balita

Posyandu Balita (Pos Pelayanan Terpadu Balita) adalah kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada anak usia balita (bawah lima tahun), yang biasanya dilakukan di tingkat desa atau kelurahan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan balita melalui pemantauan pertumbuhan, imunisasi, penyuluhan gizi, dan pelayanan dasar lainnya.
Kegiatan Utama Posyandu Balita:
1. Penimbangan Berat Badan
Untuk memantau pertumbuhan anak setiap bulan.
2. Pengukuran Tinggi Badan dan Lingkar Kepala
Untuk mendeteksi gangguan tumbuh kembang sejak dini.
3. Pemberian Imunisasi
Vaksin dasar seperti BCG, DPT, Polio, Campak, dan Hepatitis B.
4. Pemberian Vitamin dan Obat Cacing
Biasanya dilakukan dua kali setahun (Vitamin A pada Februari dan Agustus).
5. Penyuluhan Gizi dan Kesehatan
Edukasi untuk ibu-ibu balita tentang pola makan sehat, ASI, MPASI, dan perawatan anak.
6. Deteksi Dini Stunting atau Gizi Buruk
Agar bisa dilakukan intervensi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
7. Pencatatan dan Pelaporan Kesehatan Anak
Biasanya dicatat dalam KMS (Kartu Menuju Sehat).
Manfaat Posyandu Balita:
• Membantu orang tua memantau tumbuh kembang anak.
• Mencegah dan mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.
• Meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi anak.
• Mendorong peran serta masyarakat dalam meningkatkan kesehatan lingkungan.

"Posyandu" adalah singkatan dari Pos Pelayanan Terpadu, yaitu kegiatan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar secara rutin dan mudah dijangkau oleh masyarakat, terutama ibu dan anak.
* Fungsi dan Tujuan Posyandu:
• Mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat.
• Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
• Menurunkan angka kematian ibu dan anak.
• Meningkatkan gizi dan tumbuh kembang balita.
* Sasaran Posyandu:
• Ibu hamil dan menyusui
• Bayi dan balita
• Pasangan usia subur (PUS)
• Lansia (di Posyandu Lansia)
* Lima Meja Posyandu:
1. Pendaftaran: Pencatatan identitas ibu/bayi/balita.
2. Penimbangan: Untuk memantau berat badan dan tumbuh kembang.
3. Pencatatan: Hasil ditulis dalam KMS (Kartu Menuju Sehat).
4. Penyuluhan: Edukasi tentang gizi, ASI, kebersihan, dll.
5. Pelayanan Kesehatan: Imunisasi, pemberian vitamin, konsultasi dokter/bidan.
* Waktu Kegiatan Posyandu:
Biasanya dilakukan satu bulan sekali di balai desa, pos RT, atau tempat lain yang sudah ditentukan warga bersama kader kesehatan.
* Siapa yang Bertugas di Posyandu?
• Kader Posyandu: Warga yang dilatih khusus.
• Bidan desa atau petugas Puskesmas.
• Petugas dari dinas kesehatan (jika ada program khusus).


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
17623-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Olah Raga

Keterangan Program :
1. Program Kegiatan DWP Dinas Pariwisata
2. Hari / Tanggal : JUmat, 23 Januari 2026
3. Tempat : Balaikota Among Tani
4. Pukul : 07.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Dinas Pariwisata Kota Batu
6. Peserta : Anggota DWP Dinas Pariwisata
7. Acara : Melaksanakan program kegiatan Olah Raga bersama

Maksud dan Tujuan Olahraga Secara Luas
Maksud Olahraga
Olahraga dimaksudkan sebagai aktivitas fisik terencana dan terstruktur yang bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan tubuh, kebugaran jasmani, dan kesejahteraan mental seseorang. Melalui olahraga, manusia dapat mengoptimalkan fungsi tubuh, meningkatkan daya tahan, memperbaiki postur, serta mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik.
Selain sebagai sarana menjaga kesehatan, olahraga juga dimaksudkan sebagai media pembentukan karakter, disiplin, kerja sama, sportivitas, dan kepribadian yang positif. Olahraga tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga berperan dalam membangun mental yang kuat, tangguh, dan berdaya saing. Dalam konteks sosial, olahraga juga menjadi sarana pemersatu masyarakat, mempererat hubungan antarindividu, serta membangun rasa kebersamaan dan solidaritas.
Tujuan Olahraga Secara Luas
Secara umum, tujuan olahraga mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, yaitu:
1. Tujuan Kesehatan Fisik
Olahraga bertujuan untuk:
a. Meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh.
b. Memperkuat otot dan tulang.
c. Menjaga berat badan ideal.
d. Melancarkan peredaran darah dan sistem pernapasan.
e. Mencegah penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan jantung.
2. Tujuan Kesehatan Mental dan Psikologis
a. Olahraga juga bertujuan untuk:
b. Mengurangi stres dan kecemasan.
c. Meningkatkan suasana hati dan rasa percaya diri.
d. Melatih konsentrasi dan pengendalian emosi.
e. Membentuk mental yang kuat, pantang menyerah, dan optimis.
3. Tujuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
a. Melalui olahraga, seseorang dapat:
b. Belajar disiplin dan tanggung jawab.
c. Mengembangkan sikap sportif dan jujur.
d. Melatih kerja sama tim.
e. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemandirian.
4. Tujuan Sosial dan Kebudayaan
Olahraga bertujuan untuk:
a. Mempererat hubungan antarindividu dan kelompok.
b. Menjadi sarana rekreasi dan hiburan yang positif.
c. Memperkuat persatuan dan persaudaraan.
d. Melestarikan budaya melalui olahraga tradisional.
5. Tujuan Prestasi dan Profesional
Dalam konteks prestasi, olahraga bertujuan untuk:
a. Mengembangkan bakat dan potensi atlet.
b. Mengharumkan nama daerah atau negara.
c. Membuka peluang karier di bidang olahraga.
d. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kesimpulan Singkat
Secara luas, olahraga bertujuan tidak hanya untuk menyehatkan tubuh, tetapi juga membentuk manusia yang sehat secara fisik, kuat secara mental, berkarakter baik, serta mampu berperan positif dalam masyarakat.

Program: Olah Raga
Pelaksana: Dinas Pariwisata

17709-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Olah Raga

Keterangan Program :
1. Program Kegiatan DWP Dinas Pariwisata
2. Hari / Tanggal : JUmat, 09 Januari 2026
3. Tempat : Sekitar Jalan Panglima Sudirman
4. Pukul : 07.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP Dinas Pariwisata Kota Batu
6. Peserta : Anggota DWP Dinas Pariwisata
7. Acara : Melaksanakan program kegiatan Olah Raga bersama

Maksud dan Tujuan Olahraga Secara Luas
Maksud Olahraga
Olahraga dimaksudkan sebagai aktivitas fisik terencana dan terstruktur yang bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan tubuh, kebugaran jasmani, dan kesejahteraan mental seseorang. Melalui olahraga, manusia dapat mengoptimalkan fungsi tubuh, meningkatkan daya tahan, memperbaiki postur, serta mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik.
Selain sebagai sarana menjaga kesehatan, olahraga juga dimaksudkan sebagai media pembentukan karakter, disiplin, kerja sama, sportivitas, dan kepribadian yang positif. Olahraga tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga berperan dalam membangun mental yang kuat, tangguh, dan berdaya saing. Dalam konteks sosial, olahraga juga menjadi sarana pemersatu masyarakat, mempererat hubungan antarindividu, serta membangun rasa kebersamaan dan solidaritas.
Tujuan Olahraga Secara Luas
Secara umum, tujuan olahraga mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, yaitu:
1. Tujuan Kesehatan Fisik
Olahraga bertujuan untuk:
a. Meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh.
b. Memperkuat otot dan tulang.
c. Menjaga berat badan ideal.
d. Melancarkan peredaran darah dan sistem pernapasan.
e. Mencegah penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan jantung.
2. Tujuan Kesehatan Mental dan Psikologis
a. Olahraga juga bertujuan untuk:
b. Mengurangi stres dan kecemasan.
c. Meningkatkan suasana hati dan rasa percaya diri.
d. Melatih konsentrasi dan pengendalian emosi.
e. Membentuk mental yang kuat, pantang menyerah, dan optimis.
3. Tujuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
a. Melalui olahraga, seseorang dapat:
b. Belajar disiplin dan tanggung jawab.
c. Mengembangkan sikap sportif dan jujur.
d. Melatih kerja sama tim.
e. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemandirian.
4. Tujuan Sosial dan Kebudayaan
Olahraga bertujuan untuk:
a. Mempererat hubungan antarindividu dan kelompok.
b. Menjadi sarana rekreasi dan hiburan yang positif.
c. Memperkuat persatuan dan persaudaraan.
d. Melestarikan budaya melalui olahraga tradisional.
5. Tujuan Prestasi dan Profesional
Dalam konteks prestasi, olahraga bertujuan untuk:
a. Mengembangkan bakat dan potensi atlet.
b. Mengharumkan nama daerah atau negara.
c. Membuka peluang karier di bidang olahraga.
d. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kesimpulan Singkat
Secara luas, olahraga bertujuan tidak hanya untuk menyehatkan tubuh, tetapi juga membentuk manusia yang sehat secara fisik, kuat secara mental, berkarakter baik, serta mampu berperan positif dalam masyarakat.


Program: Olah Raga
Pelaksana: Dinas Pariwisata
17802-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian Dan Perdagangan Kota Batu Memperingati Hari Ibu :
Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja : Wawasan Keanekaragaman Budaya
Kegiatan : Kegiatan Hari Besar Nasional

Keterangan Program :
1. Memperingati Hari Ibu
2. Hari / Tanggal : Selasa, 23 Desember 2025
3. Tempat : Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdgangan
4. Pukul : 10.00 – 14.00 WIB
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Diskumperindag, Ibu Dian dan seluruh anggota DWP Diskumperindag
6. Peserta : 36 orang
7. Acara : Peringatan Hari Ibu

Kegiatan Dharma Wanita Persatuan pada Diskumperindag diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara. Selanjutnya, Ibu Dian selaku Ketua DWP menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya peran ibu serta kebersamaan anggota Dharma Wanita. Acara dilanjutkan dengan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar dan bermanfaat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan tukar kado sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.DWP.
Dalan rangka peringatan Hari Ibu memiliki tujuan dan manfaat yang signifikan, yaitu :

Tujuan dari kegiatan peringatan hari ibu:
1. Menghormati dan mengapresiasi peran ibu dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.
2. Meningkatkan kesadaran anggota Dharma Wanita terhadap nilai-nilai keteladanan, pengabdian, dan perjuangan perempuan Indonesia.
3. Mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antaranggota Dharma Wanita di lingkungan dinas.
4. Menumbuhkan semangat partisipasi aktif perempuan dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur sipil negara.
5. Mendorong peningkatan kualitas peran perempuan dalam keluarga dan organisasi melalui kegiatan yang edukatif dan inspiratif.

Manfaat kegiatan peringatan hari ibu :
1. Terwujudnya rasa kebersamaan, kekompakan, dan solidaritas antaranggota Dharma Wanita
2. Meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri perempuan dalam menjalankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan anggota organisasi.
3. Menjadi sarana refleksi atas peran strategis perempuan dalam mendukung keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik.
4. Memperkuat citra positif Dharma Wanita sebagai organisasi yang aktif, produktif, dan berkontribusi bagi kesejahteraan keluarga ASN.
5. Menambah wawasan dan pemahaman anggota mengenai pentingnya peran ibu dalam membentuk keluarga yang harmonis dan berdaya saing.


Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan
17923-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu mengadakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan – Bantuan Sosial

Keterangan Program :
1. Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kota Batu
2. Hari / Tanggal : Jumat / 23 Januari 2026
3. Tempat : Pasar Besar Kota Batu
4. Pukul : 08.00 – 10.00 WIB
5. Yang Bertugas Hadir : Wakil Ketua (Ny. Reni Chairil)
6. Peserta : Perwakilan Anggota DWP Bapenda Ny. Fauziah Supri, Ny. Endah, Ny. Reni, Ny. Ariek, Ny.Berthi, Ny. Icha, Ny. Avita
7. Acara : Berbagi Nasi Kota Jumat Berkah

Bakti sosial adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan bantuan atau kontribusi kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan pribadi. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, atau lembaga dengan tujuan untuk membantu meringankan beban orang lain, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan membangun hubungan sosial yang lebih baik.
Bakti sosial sering kali melibatkan pemberian bantuan berupa materi, seperti makanan, pakaian, obat-obatan, atau dana, serta bantuan dalam bentuk non-materi, seperti layanan kesehatan, pendidikan, atau kegiatan yang mendukung pemulihan sosial. Aktivitas ini bisa dilakukan dalam berbagai bentuk dan skala, mulai dari kegiatan lokal yang melibatkan komunitas kecil hingga proyek besar yang melibatkan banyak pihak.
Jenis-jenis Kegiatan Bakti Sosial:
1. Pembagian Makanan atau Pakaian:
o Memberikan bantuan makanan atau pakaian kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti anak yatim, keluarga kurang mampu, atau masyarakat yang terdampak bencana.
2. Kesehatan Gratis:
o Menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, atau pemberian obat-obatan kepada masyarakat yang kurang mampu, terutama di daerah-daerah terpencil.
3. Pendidikan dan Pelatihan:
o Memberikan kursus, pelatihan, atau bantuan pendidikan kepada anak-anak atau orang dewasa yang kurang mampu untuk memperoleh keterampilan yang bermanfaat.
4. Bantuan pada Korban Bencana Alam:
o Melakukan penggalangan dana atau pengiriman bantuan berupa makanan, pakaian, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan darurat kepada korban bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau kebakaran.
5. Pembangunan Infrastruktur:
o Membantu membangun fasilitas umum yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti sekolah, rumah ibadah, atau fasilitas kesehatan, terutama di daerah yang belum memiliki fasilitas memadai.
6. Kegiatan Lingkungan:
o Melakukan kegiatan penghijauan atau membersihkan lingkungan sekitar, seperti menanam pohon, membersihkan pantai, atau merawat taman kota.
Tujuan Bakti Sosial:
1. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial:
o Membantu masyarakat yang kurang mampu atau yang mengalami kesulitan, dengan memberikan dukungan fisik atau material yang mereka perlukan.
2. Membangun Kepedulian Sosial:
o Meningkatkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Bakti sosial mengajarkan nilai-nilai saling membantu dan berbagi dalam masyarakat.
3. Mendorong Tanggung Jawab Sosial:
o Melibatkan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah sosial, termasuk individu, perusahaan, atau organisasi, yang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
4. Mempererat Tali Persaudaraan:
o Bakti sosial memperkuat hubungan antarindividu atau antar kelompok dalam masyarakat. Ini menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi.
5. Meningkatkan Citra Positif Organisasi atau Perusahaan:
o Bagi perusahaan atau organisasi, kegiatan bakti sosial dapat meningkatkan reputasi mereka di mata publik, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Contoh Kegiatan Bakti Sosial:
• Bakti Sosial oleh Komunitas: Sebuah komunitas yang menyelenggarakan penggalangan dana untuk membeli kebutuhan pokok dan membagikannya kepada warga yang terdampak kemiskinan.
• Bakti Sosial oleh Sekolah: Para siswa melakukan kegiatan membersihkan lingkungan sekitar sekolah atau mengadakan acara pengumpulan pakaian bekas layak pakai untuk disumbangkan kepada panti asuhan.
• Bakti Sosial oleh Perusahaan: Sebuah perusahaan besar yang memberikan donasi atau bantuan untuk korban bencana alam, atau mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat di daerah terpencil.
Manfaat Bakti Sosial:
1. Untuk Penerima Bantuan: Meringankan beban hidup mereka yang kurang mampu atau terdampak bencana, dan memberikan harapan bahwa mereka tidak sendirian dalam kesulitan.
2. Untuk Penyumbang atau Pelaksana: Memberikan kepuasan batin karena dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan berkontribusi pada kebaikan bersama. Hal ini juga dapat mempererat hubungan antarindividu atau antarorganisasi.
3. Untuk Masyarakat Secara Umum: Meningkatkan solidaritas sosial, menciptakan budaya saling membantu, dan meningkatkan kesadaran sosial dalam masyarakat.
Cara Mengadakan Kegiatan Bakti Sosial:
1. Menentukan Tujuan: Tentukan tujuan dari kegiatan bakti sosial yang ingin dilakukan, seperti memberikan bantuan kepada anak yatim, menyelenggarakan pengobatan gratis, atau membersihkan lingkungan.
2. Menyusun Rencana: Tentukan lokasi, waktu, dan jumlah orang yang terlibat. Lakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang atau organisasi lain yang dapat mendukung kegiatan ini.
3. Penggalangan Dana: Jika kegiatan membutuhkan dana, lakukan penggalangan dana melalui berbagai cara, seperti donasi online, acara pengumpulan dana, atau kerja sama dengan sponsor.
4. Mempersiapkan Sumber Daya: Persiapkan kebutuhan materi yang akan dibagikan, seperti pakaian, makanan, obat-obatan, atau alat pelindung.
5. Pelaksanaan: Laksanakan kegiatan sesuai dengan rencana dan pastikan semuanya berjalan lancar dengan melibatkan semua pihak yang terkait.
Bakti sosial adalah cara yang indah untuk memberi kembali kepada masyarakat dan membantu menciptakan dunia yang lebih peduli dan saling mendukung.

Jumat Berkah adalah sebuah konsep yang populer di kalangan umat Muslim yang mengaitkan hari Jumat dengan kesempatan untuk memperoleh berkah atau kebaikan, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hari Jumat dalam agama Islam memang memiliki nilai istimewa, karena dianggap sebagai hari yang penuh keberkahan. Oleh karena itu, banyak orang yang berusaha memanfaatkan hari Jumat untuk meningkatkan amal ibadah dan melakukan kegiatan positif yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Makna dan Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam
Hari Jumat dikenal sebagai "Sayyidul Ayyam" atau "Penghulu Segala Hari" dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Di hari ini, umat Islam diwajibkan untuk melakukan shalat Jumat, yang merupakan salah satu kewajiban bagi pria dewasa. Selain itu, banyak hadis yang menjelaskan bahwa hari Jumat adalah hari yang penuh berkah, dan segala doa yang dipanjatkan di hari ini lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Beberapa hal yang membuat Jumat spesial dalam Islam:
1. Shalat Jumat: Sebuah ibadah yang hanya dilakukan pada hari Jumat sebagai pengganti shalat Zuhur. Shalat ini memiliki banyak keutamaan.
2. Doa yang Mustajab: Dalam hadis disebutkan bahwa di hari Jumat terdapat waktu di mana doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah, yaitu antara asar dan maghrib.
3. Membaca Surah Al-Kahfi: Disunnahkan bagi umat Islam untuk membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, yang memiliki banyak manfaat spiritual.
Aktivitas "Jumat Berkah"
Seiring dengan pemaknaan spiritual dari hari Jumat, banyak umat Muslim yang mengadakan kegiatan Jumat Berkah untuk memperbanyak amal baik. Beberapa contoh aktivitas yang dapat dilakukan adalah:
1. Membantu Sesama:
o Sedekah: Memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk uang, makanan, atau barang lainnya.
o Memberikan Makanan: Banyak orang yang memanfaatkan hari Jumat untuk berbagi makanan, baik dengan tetangga, panti asuhan, atau orang yang membutuhkan di sekitar mereka.
2. Kegiatan Sosial:
o Bakti Sosial: Banyak komunitas yang mengadakan kegiatan sosial pada hari Jumat, seperti membersihkan masjid, memberi bantuan kepada masyarakat miskin, atau melakukan penggalangan dana untuk amal.
o Kunjungan kepada orang sakit: Mengunjungi mereka yang sakit, sebagai bentuk perhatian dan dukungan.
3. Meningkatkan Ibadah:
o Shalat Sunnah: Selain shalat Jumat, umat Muslim juga disunnahkan untuk memperbanyak shalat sunnah, seperti shalat dhuha, shalat tahajud, atau shalat rawatib.
o Membaca Al-Qur'an: Membaca Al-Qur'an atau surah tertentu, seperti Surah Al-Kahfi, yang dianjurkan untuk dibaca pada hari Jumat.
4. Berdoa:
o Memanfaatkan waktu mustajab antara asar dan maghrib untuk berdoa kepada Allah SWT, memohon ampunan, kebaikan, dan keberkahan dalam hidup.
5. Menebar Kebaikan melalui Media Sosial:
o Banyak orang yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan positif, dakwah, atau ajakan berbuat baik pada hari Jumat, yang seringkali dikaitkan dengan semangat berbagi kebaikan (Jumat Berkah).
Tujuan dari "Jumat Berkah"
• Mendekatkan diri kepada Allah: Dengan melakukan kegiatan positif dan ibadah di hari Jumat, seseorang berharap bisa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
• Meningkatkan kepedulian sosial: Jumat Berkah juga menjadi waktu yang tepat untuk memperhatikan sesama, terutama mereka yang membutuhkan, dan menumbuhkan rasa empati serta solidaritas.
• Mempererat Tali Persaudaraan: Melalui kegiatan sosial atau berbagi dengan orang lain, hubungan antara sesama umat Muslim semakin terjalin erat, menciptakan rasa kebersamaan.
Contoh Kegiatan Jumat Berkah
1. Sedekah Jumat: Banyak organisasi atau komunitas yang menyelenggarakan penggalangan dana atau mendistribusikan bantuan berupa sembako, makanan, atau kebutuhan lainnya untuk orang yang kurang mampu setiap Jumat.
2. Memberikan Makanan ke Masjid: Beberapa orang atau kelompok memberi makan jamaah masjid, terutama di daerah yang membutuhkan, pada hari Jumat setelah shalat Jumat.
3. Kegiatan di Lingkungan: Masyarakat bisa melakukan kegiatan seperti gotong royong, membersihkan lingkungan, atau membantu sesama yang sedang kesulitan.
4. Kunjungan ke Panti Asuhan atau Rumah Sakit: Mengunjungi panti asuhan, rumah sakit, atau orang-orang yang membutuhkan perhatian khusus pada hari Jumat.
Dengan melakukan kegiatan-kegiatan ini, umat Islam berharap tidak hanya mendapatkan keberkahan untuk diri mereka sendiri tetapi juga memberikan dampak positif bagi orang lain dan masyarakat secara umum. Jumat Berkah adalah salah satu cara untuk memperkuat rasa sosial dan memperbanyak amal ibadah pada hari yang penuh berkah ini.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BAPENDA
18019-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang: Sosial Budaya
Program: Kepedulian dan Kesetiakawanan - Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program:
1. Undangan dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu
2. Hari / Tanggal: Senin,19 Januari 2026
3. Tempat: Gudang Cadangan Pangan Kota Batu, Kelurahan Temas
4. Pukul: 08.30 WIB - selesai
5. Peserta: Ketua DWP dan pengurus serta anggota DWP DPKP Kota Batu
6. Acara: Menghadiri Kegiatan Panen Sayur Bersama

Kegiatan panen sayur bersama yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu di demplot gudang cadangan pangan Kota Batu yang terletak di Kelurahan Temas, memiliki sejumlah tujuan strategis yang tidak hanya berfokus pada aspek pertanian, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, edukasi, dan ketahanan pangan masyarakat. Berikut uraian panjang mengenai tujuan kegiatan tersebut:

1. Meningkatkan Ketahanan Pangan Daerah
- Memanfaatkan lahan demplot gudang cadangan pangan sebagai sarana produksi sayuran sehat dan berkualitas.
- Menunjukkan bahwa Kota Batu memiliki kesiapan dalam menjaga ketersediaan pangan, terutama sayuran segar, untuk menghadapi kondisi darurat atau kebutuhan mendesak.
- Menjadi contoh nyata bagaimana cadangan pangan tidak hanya disimpan, tetapi juga dikelola secara produktif dan berkelanjutan.
2. Mendorong Partisipasi dan Kebersamaan
- Melibatkan anggota DWP, pegawai dinas, serta masyarakat sekitar dalam proses panen untuk menumbuhkan rasa kebersamaan.
- Menjadi wadah silaturahmi dan memperkuat solidaritas antaranggota DWP serta masyarakat.
- Menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya lokal.
3. Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
- Memberikan contoh praktik budidaya sayuran yang baik dan benar, mulai dari penanaman hingga panen.
- Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menanam sayuran sendiri sebagai langkah menuju kemandirian pangan rumah tangga.
- Menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap pertanian dan lingkungan.
4. Pemanfaatan Optimal Lahan dan Sumber Daya
- Mengoptimalkan fungsi gudang cadangan pangan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan produktif.
- Memanfaatkan lahan demplot untuk menghasilkan sayuran yang bisa langsung dikonsumsi atau didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
5. Meningkatkan Kesadaran Gizi dan Pola Hidup Sehat
- Mengajak masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran segar hasil panen lokal.
- Menyampaikan pesan bahwa pola makan sehat berbasis sayuran dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit.
- Menumbuhkan kebiasaan menanam dan mengonsumsi pangan sehat dari lingkungan sekitar.
6. Mendukung Program Pemerintah dalam Swasembada Pangan
- Selaras dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan dan kemandirian pertanian.
- Menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan sayuran di Kota Batu.
- Memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Secara keseluruhan, kegiatan panen sayur bersama ini bukan sekadar aktivitas memetik hasil tanaman, tetapi merupakan simbol komitmen DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu dalam memperkuat ketahanan pangan, mempererat kebersamaan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan pola hidup sehat.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
18121-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kota Batu menghadiri kegiatan Gerakan Lahap makan bersama SUN
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Gerakan Sehat

Keterangan Program :
1. Undangan dari dinas kesehatan kota
2. Hari / Tanggal : Rabu, 14 januari 2026
3. Tempat : Gedung Kartini Imperial Building Malang
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Ketua DWP Diskominfo - Ny. Sri Purwani Bangun Yulianto
6. Peserta : Perwakilan dua orang dari masing-masing DWP UP se kota batu
7. Acara : Gerakan Lahap makan bersama SUN

Kegiatan Gerakan Lahap Makan Bersama SUN dilaksanakan sebagai upaya menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini kepada anak-anak. Dengan mengusung tema “Gerakan Lahap Makan, Gizi Seimbang untuk Generasi Anak Sehat”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak makan bersama dengan menu yang telah disesuaikan dengan prinsip gizi seimbang, meliputi karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu. Suasana makan bersama dibuat menyenangkan agar anak terbiasa makan dengan lahap, tertib, dan penuh semangat. Selain itu, pendamping dan guru memberikan edukasi sederhana tentang manfaat makanan bergizi bagi kesehatan tubuh dan kecerdasan anak.

Melalui kegiatan Gerakan Lahap Makan Bersama SUN ini, diharapkan anak-anak dapat membentuk kebiasaan makan yang baik, mengenal pola hidup sehat sejak dini, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan cerdas.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Komunikasi dan Informatika
18202-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga Kegiatan : Kepedulian & Kesetiakawanan

Keterangan Program :
1. Undangan dari -
2. Hari / Tanggal : Kamis, 2 Januari 2026
3. Tempat : kediaman Ibu Edhin
4. Pukul : 10-00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Sealuruh Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu br> 6. Peserta : -
7. Acara : kunjungan sosial ke kediaman Ibu Edhin dalam rangka menjenguk orang tua beliau yang sedang mengalami sakit.

Pada tanggal 2 Januari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bidang Sosial Budaya Bagian Umum bersama seluruh anggota melaksanakan kegiatan kunjungan sosial ke kediaman Ibu Edhin dalam rangka menjenguk orang tua beliau yang sedang mengalami sakit. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan empati sosial Dharma Wanita Persatuan terhadap anggota dan keluarga, sekaligus wujud nyata dari nilai kebersamaan, solidaritas, dan rasa kekeluargaan yang senantiasa dijunjung tinggi dalam organisasi.

Kegiatan kunjungan sosial ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja Bidang Sosial Budaya yang berfokus pada penguatan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan dukungan moral bagi anggota yang sedang menghadapi situasi sulit. Menjenguk anggota keluarga yang sedang sakit tidak hanya dimaknai sebagai bentuk perhatian, tetapi juga sebagai sarana untuk memberikan dukungan moril agar keluarga yang bersangkutan tetap kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, Bidang Sosial Budaya Bagian Umum terlebih dahulu melakukan koordinasi internal. Koordinasi ini mencakup penentuan waktu pelaksanaan, jumlah anggota yang akan hadir, serta persiapan bingkisan dan bantuan sebagai bentuk kepedulian. Seluruh proses persiapan dilakukan secara musyawarah dan penuh rasa tanggung jawab, dengan tetap memperhatikan etika serta kondisi keluarga yang akan dikunjungi.

Pada hari pelaksanaan, para anggota Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum berkumpul di lokasi yang telah ditentukan. Suasana kebersamaan dan kepedulian sudah terasa sejak awal, terlihat dari kehadiran anggota yang datang dengan penuh empati dan niat tulus untuk memberikan dukungan. Rombongan kemudian bersama-sama menuju kediaman Ibu Edhin dengan tertib dan penuh kekeluargaan.

Setibanya di rumah Ibu Edhin, rombongan Dharma Wanita Persatuan disambut dengan ramah oleh beliau dan keluarga. Meskipun dalam suasana keprihatinan akibat kondisi kesehatan orang tua yang sedang sakit, Ibu Edhin tetap menyambut kehadiran rombongan dengan penuh rasa hormat dan ucapan terima kasih. Suasana rumah terasa tenang dan penuh harap, mencerminkan ketabahan serta kekuatan keluarga dalam menghadapi ujian kesehatan yang sedang dialami.

Acara kunjungan diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan kedatangan oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum. Dalam penyampaiannya, disampaikan rasa simpati dan empati yang mendalam atas kondisi orang tua Ibu Edhin yang sedang sakit. Selain itu, disampaikan pula harapan dan doa agar beliau diberikan kesembuhan, kekuatan, serta kesabaran bagi seluruh keluarga yang mendampingi.

Perwakilan DWP juga menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan moral dari seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan. Kehadiran DWP diharapkan dapat memberikan semangat serta penguatan mental bagi Ibu Edhin dan keluarga, sehingga tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan. Penyampaian tersebut dilakukan dengan bahasa yang santun dan penuh kehangatan.

Ibu Edhin selaku tuan rumah kemudian menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum. Dengan penuh haru, beliau mengungkapkan bahwa kehadiran para anggota DWP memberikan kekuatan dan semangat tersendiri bagi dirinya dan keluarga. Menurut beliau, dukungan moral dan doa dari rekan-rekan sangat berarti dalam situasi yang sedang dihadapi.

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan. Doa tersebut dipersembahkan untuk kesembuhan orang tua Ibu Edhin, serta untuk ketabahan dan kekuatan seluruh keluarga. Suasana doa berlangsung dengan tenang dan penuh harap, mencerminkan rasa kebersamaan dan empati yang mendalam dari seluruh anggota yang hadir.

Usai doa bersama, rombongan Dharma Wanita Persatuan melakukan interaksi singkat dengan keluarga, tetap dengan memperhatikan kondisi dan situasi agar tidak mengganggu proses perawatan. Para anggota memberikan dukungan moril melalui kata-kata penguatan dan motivasi, serta mengingatkan agar keluarga tetap menjaga kesehatan dan semangat dalam mendampingi orang tua yang sedang sakit.

Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum juga menyerahkan bingkisan dan bantuan sosial kepada Ibu Edhin. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan DWP dan disertai dengan doa serta harapan agar bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga. Bantuan ini merupakan wujud nyata dari rasa kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi nilai utama dalam Dharma Wanita Persatuan.

Ibu Edhin menerima bingkisan dan bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian Dharma Wanita Persatuan yang senantiasa hadir dalam berbagai kondisi, baik suka maupun duka. Menurut beliau, perhatian seperti ini sangat berarti dan memberikan kekuatan emosional bagi dirinya dan keluarga.

Kegiatan kunjungan ini juga menjadi refleksi penting bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan tentang makna kepedulian sosial dan empati terhadap sesama. Dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi, rasa kebersamaan dan saling mendukung merupakan hal yang sangat penting, terutama ketika salah satu anggota atau keluarganya sedang menghadapi ujian kehidupan.

Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh rasa hormat. Para anggota Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum mengikuti kegiatan dengan penuh empati dan menjaga sikap agar suasana tetap kondusif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan emosional dan rasa kekeluargaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan.

Menjelang akhir kunjungan, perwakilan Dharma Wanita Persatuan kembali menyampaikan doa dan harapan agar orang tua Ibu Edhin segera diberikan kesembuhan dan kesehatan. Rombongan kemudian berpamitan dengan penuh rasa hormat, disertai ucapan terima kasih atas penerimaan yang baik dari keluarga. Suasana haru dan kehangatan terasa saat saling berpamitan.

Setelah meninggalkan kediaman Ibu Edhin, para anggota Dharma Wanita Persatuan membawa kesan mendalam atas kegiatan kunjungan sosial tersebut. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi keluarga yang dikunjungi, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh anggota akan pentingnya rasa empati, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlaksananya kegiatan kunjungan sosial ke rumah Ibu Edhin pada tanggal 2 Januari 2026, Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum berharap agar semangat kepedulian dan solidaritas ini dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung anggotanya, tidak hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dalam aspek sosial dan kemanusiaan.

Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat dan berlandaskan nilai kebersamaan. Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, rasa persaudaraan dan solidaritas antaranggota semakin kuat, sehingga tercipta organisasi yang harmonis, peduli, dan berdaya guna.

Demikian laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum dan Anggota dalam rangka kunjungan sosial ke rumah Ibu Edhin untuk menjenguk orang tua yang sedang sakit. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, menjadi ladang kebaikan, serta mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BAGIAN UMUM
18301-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Bagian Umum Setda Kota Batu menghadiri kegiatan
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga Kegiatan : Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Undangan dari -
2. Hari / Tanggal : Kamis, 1 Januari 2026
3. Tempat : kediaman Ibu Dwi Paskarina Tomi
4. Pukul : 18-00 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Sealuruh Anggota DWP Bagian Umum Setda Kota Batu br> 6. Peserta : -
7. Acara : kunjungan silaturahmi ke kediaman Ibu Dwi Paskarina Tomi yang sedang merayakan Hari Raya Natal.

Pada tanggal 1 Januari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bidang Sosial Budaya Bagian Umum bersama seluruh anggota melaksanakan kegiatan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ibu Dwi Paskarina Tomi yang sedang merayakan Hari Raya Natal. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan Dharma Wanita Persatuan dalam menjalin hubungan sosial yang harmonis serta memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di lingkungan organisasi dan masyarakat.

Kegiatan kunjungan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja Bidang Sosial Budaya yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan persaudaraan. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan berupaya untuk hadir secara langsung dalam momen-momen penting anggota dan keluarga, sehingga terbangun rasa empati, kepedulian, serta solidaritas yang berkelanjutan. Perayaan Natal dipilih sebagai momen yang tepat untuk menumbuhkan semangat kasih, damai, dan sukacita.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, Bidang Sosial Budaya Bagian Umum terlebih dahulu melakukan koordinasi internal guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib dan lancar. Persiapan meliputi penentuan waktu pelaksanaan, pengaturan teknis kunjungan, serta persiapan bingkisan Natal sebagai bentuk perhatian dan ungkapan kasih kepada Ibu Dwi Paskarina Tomi dan keluarga. Seluruh persiapan dilakukan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan antaranggota.

Pada hari pelaksanaan, para anggota Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum berkumpul di titik yang telah disepakati sebelum bersama-sama menuju kediaman Ibu Dwi Paskarina Tomi. Suasana kebersamaan sudah terasa sejak awal, ditandai dengan antusiasme dan semangat para anggota dalam mengikuti kegiatan ini. Perjalanan menuju lokasi kunjungan berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban.

Setibanya di rumah Ibu Dwi Paskarina Tomi, rombongan Dharma Wanita Persatuan disambut dengan hangat dan penuh sukacita. Kediaman beliau telah dihiasi dengan berbagai ornamen Natal yang sederhana namun bermakna, seperti pohon Natal, hiasan lampu, serta dekorasi khas lainnya yang menciptakan suasana damai dan penuh kasih. Sambutan ramah dari tuan rumah mencerminkan keterbukaan dan rasa persaudaraan yang tulus.

Acara kunjungan diawali dengan sambutan dari perwakilan Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum. Dalam sambutannya, disampaikan ucapan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2025 kepada Ibu Dwi Paskarina Tomi beserta keluarga. Selain itu, disampaikan pula rasa terima kasih atas kesediaan beliau menerima kunjungan serta harapan agar semangat Natal membawa kedamaian, kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga.

Selanjutnya, Ibu Dwi Paskarina Tomi selaku tuan rumah menyampaikan sambutan balasan. Beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kunjungan Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum. Menurut beliau, kunjungan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian dan kebersamaan yang sangat berarti, terutama dalam momen perayaan Natal yang penuh makna. Beliau juga menyampaikan bahwa kehadiran Dharma Wanita memberikan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh khidmat. Doa tersebut merupakan ungkapan rasa syukur atas berkat yang telah diterima sepanjang tahun serta permohonan agar tahun yang baru membawa kedamaian, kesehatan, dan kelancaran dalam setiap aktivitas. Seluruh peserta mengikuti doa dengan sikap saling menghormati, menciptakan suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap bersama. Berbagai hidangan khas Natal telah disiapkan oleh Ibu Dwi Paskarina Tomi dan keluarga. Para anggota Dharma Wanita Persatuan menikmati hidangan tersebut dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Momen ini dimanfaatkan untuk saling berbincang, berbagi cerita, dan mempererat hubungan antaranggota.

Dalam suasana ramah tamah tersebut, terlihat jelas kehangatan dan keharmonisan yang terjalin antara anggota Dharma Wanita Persatuan dan keluarga tuan rumah. Canda tawa dan perbincangan ringan menjadi pelengkap suasana, menciptakan momen kebersamaan yang berkesan. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat ikatan sosial dan emosional di lingkungan Dharma Wanita.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian, Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum juga menyerahkan bingkisan Natal kepada Ibu Dwi Paskarina Tomi. Penyerahan bingkisan dilakukan secara simbolis dan disertai dengan doa serta harapan agar bingkisan tersebut dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat. Bingkisan ini merupakan simbol kasih, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

Ibu Dwi Paskarina Tomi menerima bingkisan tersebut dengan penuh rasa syukur dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Beliau menyampaikan apresiasi atas kepedulian Dharma Wanita Persatuan yang senantiasa hadir dan memberikan dukungan dalam berbagai momen penting. Menurut beliau, kegiatan seperti ini sangat berarti dalam mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

Kegiatan kunjungan ini juga menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya toleransi dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk menjalin hubungan yang harmonis, melainkan menjadi kekuatan untuk memperkaya nilai kebersamaan dan persatuan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh makna. Para anggota Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan tanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik bagi tuan rumah maupun bagi seluruh anggota yang terlibat.

Menjelang akhir acara, dilakukan sesi dokumentasi bersama sebagai kenang-kenangan atas kegiatan kunjungan Natal ini. Setelah itu, rombongan Dharma Wanita Persatuan berpamitan kepada Ibu Dwi Paskarina Tomi dan keluarga. Suasana haru dan kebahagiaan terasa saat saling mengucapkan terima kasih dan doa, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan.

Dengan terlaksananya kegiatan kunjungan ke rumah Ibu Dwi Paskarina Tomi pada tanggal 1 Januari 2026, Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum berharap agar semangat Natal dan Tahun Baru dapat menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kasih, kedamaian, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam membangun organisasi yang harmonis, peduli, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Demikian laporan kegiatan kunjungan Dharma Wanita Persatuan Bidang Sosial Budaya Bagian Umum dan Anggota dalam rangka perayaan Hari Natal. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat, mempererat silaturahmi, serta menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan sosial dan budaya lainnya di masa mendatang.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAGIAN UMUM
18406-01-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan-Bhakti Sosial

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP DPPPAPPKB
2. Hari / Tanggal : Selasa, 6 Januari 2026
3. Tempat : Rumah Saudara Javier
4. Pukul : 09.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Seluruh anggota DWP DP3AP2KB Kota Batu
7. Acara : Tilik Bayi dari Saudara Javier

Sambang Bayi bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP)

Kegiatan tilik bayi merupakan salah satu program sosial Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai wujud kepedulian dan perhatian kepada anggota yang baru saja melahirkan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan dukungan moral, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan antaranggota DWP.

Pada kegiatan ini, pengurus dan anggota DWP DPPPAPPKB berkunjung ke rumah Saudara Javier yang beralamat di Jalan Lesti Kelurahan Ngaglik, istri Saudara Javier melahirkan anak kedua berjenis kelamin laki-laki. Kunjungan kali ini bertujuan untuk menyampaikan ucapan selamat, doa, serta memberikan motivasi agar ibu dan bayi senantiasa diberikan kesehatan. Selain itu, dalam kesempatan tersebut disampaikan pula edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu nifas, pemberian ASI eksklusif, perawatan bayi yang baik, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tilik bayi ini, diharapkan anggota DWP yang dikunjungi merasa diperhatikan dan mendapatkan dukungan moril sehingga dapat menjalani masa pemulihan pascamelahirkan dengan baik. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempertegas peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kesejahteraan anggota dan keluarga.

Dengan terlaksananya kegiatan sambang bayi, Dharma Wanita Persatuan diharapkan semakin mempererat hubungan antaranggota, meningkatkan rasa memiliki terhadap organisasi, serta menumbuhkan budaya saling peduli dan saling mendukung. Kegiatan ini juga mencerminkan peran strategis DWP dalam membina keluarga anggota yang harmonis, sehat, dan sejahtera, sehingga mampu mendukung peran suami sebagai aparatur negara serta berkontribusi positif dalam pembangunan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: DP3AP2KB
18502-01-2026

Dharma Wanita Persatuan DP3AP2KB mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial BUdaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan-Bhakti Sosial

Keterangan Program
1. Kegiatan dari DWP DPPPAPPKB
2. Hari / Tanggal : Jum’at, 2 Januari 2026
3. Tempat : Rumah Saudari Sisi dan Saudara Affan
4. Pukul : 08.30 WIB - selesai
5. Yang Bertugas Hadir : Anggota DWP DP3AP2KB
6. Peserta : Seluruh anggota DWP DP3AP2KB Kota Batu
7. Acara : Tilik Bayi dari Saudari Sisi dan Saudara Affan

Sambang Bayi bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP)

Sambang bayi merupakan salah satu kegiatan sosial Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang dilaksanakan sebagai wujud kepedulian, perhatian, dan solidaritas organisasi terhadap anggotanya yang baru saja dikaruniai buah hati. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan silaturahmi antaranggota DWP, sekaligus menumbuhkan nilai empati dan kepedulian sosial dalam kehidupan berorganisasi.

Sambang bayi kali ini DWP DPPPAPPKB berkunjung ke rumah Saudara Sisi yang berada di Desa Tulungrejo dan Saudara Affan yang berada di Desa Pesanggrahan, Saudara Sisi melahirkan anak pertama berjenis kelamin laki-laki dan istri Saudara Affan melahirkan anak kedua dengan jenis kelaki laki-laki.

Melalui kegiatan sambang bayi, pengurus dan anggota DWP berkunjung secara langsung ke kediaman anggota yang baru melahirkan untuk menyampaikan ucapan selamat, doa, serta dukungan moril. Kehadiran DWP diharapkan dapat memberikan semangat, rasa nyaman, dan kebahagiaan bagi ibu serta keluarga di tengah masa adaptasi pascapersalinan. Dukungan moril ini sangat penting dalam membantu ibu menjaga kesehatan fisik dan mental setelah melahirkan, sehingga dapat menjalankan perannya dengan baik dalam merawat dan membesarkan bayi.

Selain sebagai ajang silaturahmi, sambang bayi juga berfungsi sebagai sarana komunikasi dan edukasi ringan terkait kesehatan ibu dan bayi. Dalam kesempatan ini, pengurus DWP menyampaikan pesan-pesan penting mengenai perawatan bayi baru lahir, pentingnya pemberian ASI eksklusif, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pentingnya peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi.

Kegiatan sambang bayi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Dengan memberikan perhatian sejak masa awal kehidupan anak, DWP turut berkontribusi dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai investasi masa depan bangsa.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, dalam kegiatan sambang bayi ini disertai dengan penyerahan bingkisan atau tali asih. Bingkisan tersebut berupa perlengkapan bayi, kebutuhan ibu pasca melahirkan, maupun bantuan lain yang bermanfaat. Pemberian ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan awal perawatan bayi sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan perhatian organisasi kepada anggotanya.

Dengan terlaksananya kegiatan sambang bayi, Dharma Wanita Persatuan diharapkan semakin mempererat hubungan antaranggota, meningkatkan rasa memiliki terhadap organisasi, serta menumbuhkan budaya saling peduli dan saling mendukung. Kegiatan ini juga mencerminkan peran strategis DWP dalam membina keluarga anggota yang harmonis, sehat, dan sejahtera, sehingga mampu mendukung peran suami sebagai aparatur negara serta berkontribusi positif dalam pembangunan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: DP3AP2KB