DAFTAR PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN

DWP PUSAT / Kabupaten Tulungagung


# Bidang Penjelasan
BIDANG : SEKRETARIAT
131-03-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari selasa tanggal 31 Maret 2026 menghadiri silaturahmi sebakorwil Madiun dalam Forum Sinergi perempuan sebakorwil 1 madiun dengan tema memperkuat kolaborasi, solid dalam keberagaman, kompak dalam aksi bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning bongso
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
201-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sekretariat.
Program Kerja : Unggulan.
Unggulan : Stunting.

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satpol PP Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Selasa, 1 April 2026
3. Pukul : 09.00 WIB – Selesai
4. Lokasi : di Kantor Satpol PP
5. Acara : Pemberian Paket Sembako kepada anggota DWP SatPol PP yang sedang hamil dan beresiko tinggi ( BuMilResTi)
6. Detail acara :

Tulungagung, Hari Rabu tanggal 1 April 2026 – Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satpol PP, Ibu Rahma Hartono memberikan bantuan sembako kepada ibu hamil dengan risiko tinggi kepada salah satu istri karyawan (anggota) Satpol PP Kab Tulungagung. Sembako diberikan kepada Ibu Hafitah istri dari Pak Sudarto anggota regu SatPolPP Kab Tulungagung. Yang mana pada saat ini ibu Hafitah Sudarto saat ini sedang hamil anak yang ke 4 diusia 37 tahun, dengan riwayat anak ke-3 meninggal dunia dan anak yang sebelumnya ada yang cacat fisik akibat kekurangan gizi. Kejadian yang dialami ibu Hafita menjadi perhatian dan keprihatinan bagi ibu Rahma Hartono selaku ketua DWP juga ibu-ibu pengurus DWP SatPolPP . Kemudian ibu Rahma Hartono beserta ibu ibu Pengurus DWP tergerak hati untuk mengulurkan tangan memberikan bahan makanan bergizi kepada ibu Hafita yang merupakan salah satu anggota Dharma Wanita Persatuan SatPol PP Kab Tulungagung. Kegiatan ini dirasa sangat perlu dilakukan mengingat usia kandungan ibu Hafitah Sudarto saat ini sudah memasuki trimester kedua dan melihat kondisi ekonomi keluarga Pak Sudarto yang pas pas an. Kegiatan pemberian sembako bagi ibu Hamil resiko tinggi ini menjadi bagian dari upaya nyata mendukung program pemerintah dalam rangka pencegahan stunting sejak masa kehamilan sekaligus memberikan edukasi kepada ibu -ibu hamil resiko tinggi (BuMilResti). Pada kesempatan ini ibu Rahma Hartono mengajak diskusi sekaligus juga memberikan wawasan kepada ibu- ibu DWP yang lain untuk menjaga Kesehatan dan pola makan sejak dini. Dimana putra putri ibu-ibu DWP ini akan tumbuh dan berkembang mulai dari kandungan, bayi, anak-anak kemudian tumbuh dan berkembang menjadi remaja, dan kelak menjadi calon pengantin terutama anak perempuan mempunyai kodrat mengandung dan melahirkan generasi penerus bangsa.

Kegiatan utama berupa pembagian paket sembako yang berisi bahan pangan bergizi seperti telur, ikan tuna, susu untuk ibu hamil, minyak, beras dan gula sebagai pemenuhan gizi seimbang , sumber protein dan sumber kalori bagi ibu dan janin selama masa kehamilan. Sumber dana sukarela, keikhlasan dari ibu Ketua dan ibu- ibu pengurus Dharma Wanita Persatuan Satpol PP. Bahan makanan ini ditujukan khusus bagi ibu hamil dengan risiko tinggi, yakni mereka yang memiliki kondisi kesehatan rentan atau keterbatasan ekonomi sehingga berpotensi mempengaruhi tumbuh kembang janin.

Kegiatan berlangsung pada hari Selasa tanggal 1 April 2026, pukul 09.00 sampai selesai.

Tujuan utama kegiatan ini antara lain adalah upaya mencegah stunting sejak dini. Stunting pada ibu hamil adalah kondisi kekurangan gizi kronis selama kehamilan, yang beresiko bisa menyebabkan janin mengalami gangguan pertumbuhan, bisa terlahir prematur, atau Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Dengan memberikan sembako berupa bahan makanan bergizi ini, DWP Satpol PP berharap dapat membantu meringankan beban ekonomi bagi anggota DWP yang sedang hamil apalagi ibu hamil dengan resiko tinggi seperti ibu Hafita ini. Juga untuk memberikan support agar ibu hamil lebih peduli menjaga kesehatan diri sendiri maupun kesehatan janinnya, serta memperhatikan asupan gizinya sehingga ibunya sehat kemudian dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian Dharma Wanita Persatuan terhadap masyarakat, khususnya ekonomi lemah. Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial secara pribadi maupun organisasi, dalam mendukung program pemerintah yaitu program Zero Stunting , Indonesia Emas.

Kegiatan pemberian bahan makanan bergizi oleh DWP Satpol PP Kabupaten Tulungagung di bawah kepemimpinan Ibu Rahma Hartono pada tanggal 1 April 2026, bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari peran serta aktif (upaya ) strategi pencegahan stunting yang berkelanjutan. Mempersiapkan generasi yang sehat, generasi yang unggul, berAkhlak mulia menuju Indonesia Emas.


Program: Stunting
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
301-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Ke Luar, Kegiatan bersama dengan organisasi lain

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal : Selasa, 31 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 – Selesai
4. Lokasi : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung
5. Acara : Kegiatan Forum Sinergi Perempuan Sebakorwil I Madiun

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung Hari Selasa, tanggal 31 Maret 2026 pukul 09.00 WIB Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Uswatun Khasanah Soeroto mengikuti kegiatan Forum Sinergi Perempuan Sebakorwil I Madiun di Pendopo Kabupaten Tulungagung. Forum Sinergi Perempuan Sebakorwil I Madiun menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak pembangunan di daerah. Mengusung tema "Memperkuat Kolaborasi, Solid Dalam Keberagaman, Kompak Dalam Aksi", kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah strategis untuk menyatukan visi dan langkah antarwilayah.

Keberagaman latar belakang peserta dari berbagai kabupaten/kota justru menjadi kekuatan utama dalam forum ini. Perbedaan potensi daerah, budaya, dan pendekatan program dipadukan dalam semangat kebersamaan untuk saling belajar dan berbagi praktik terbaik. Hal ini mencerminkan bahwa kolaborasi yang kuat dapat terbangun ketika setiap pihak membuka ruang dialog dan menghargai perbedaan.

Melalui forum ini, perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai subjek yang aktif berkontribusi dalam berbagai sektor. Sinergi antara Pemerintah Daerah, TP PKK, DWP, PERWOSI, GOW dan elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Komitmen bersama yang terbangun diharapkan mampu memperkuat jejaring kerja serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan perempuan di masing-masing daerah. Semangat "kompak dalam aksi" juga tercermin dari antusiasme peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tidak hanya berhenti pada diskusi, forum ini diharapkan mampu melahirkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarga.

Forum ini pun menjadi penanda bahwa sinergi perempuan lintas daerah bukan hanya ruang silaturahmi, melainkan kekuatan sosial yang nyata. Ketika perempuan bergerak bersama, pembangunan tidak hanya tumbuh tetapi juga menjadi lebih kokoh, lebih adil, dan lebih membumi. Pesan Bupati Tulungagung menyampaikan, masa depan daerah tidak bisa dibangun dengan kerja sektoral dan ego wilayah. Sinergi adalah keharusan, dan perempuan adalah salah satu poros utamanya. Jika kolaborasi ini benar-benar dijaga, maka Bakorwil I Madiun tidak hanya akan kuat secara organisasi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama yang solid, komunikasi yang berkelanjutan, serta komitmen bersama untuk terus bergerak maju. Perempuan, dengan segala potensi dan perannya, menjadi pilar penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.


Program: Kegiatan bersama dengan organisasi lain
431-03-2026

Bidang : Sekretariat;

Prorgam : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan;

Keterangan program;

1. Hari : Selasa

2. Tanggal : 31Maret 2026:

3. Pukul: 08.00 WIB;

4. Peserta : Unsur TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, organisasi perempuan, hingga Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia

4. Tempat : Pendopo Kongas Arum Kusuma Bongso Kabupaten Tulungagung;

5. Acara : Forum Sinergi Perempuan Sebakorwil I Madiun

6. Detail Acara :

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti Kegiatan di bidang Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan. Hadir dalam acara ini yaitu Ibu Ketua DWP Kecamatan Besuki Ibu Esti Andik Andewiyanto. Dalam forum yang mempertemukan unsur TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, organisasi perempuan, hingga Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Bakorwil 1 Madiun, Bupati menekankan bahwa kolaborasi lintas daerah bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Bupati Tulungagung Provinsi Jawa Timur, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan saat membuka Forum Sinergi Perempuan se-Bakorwil 1 Madiun di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, Selasa (31/3/2026). D Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu dan peserta forum dari wilayah Ngawi, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Pacitan, Magetan, Kediri, Ponorogo, Kota Kediri, hingga Trenggalek. Ia menyebut kehadiran para tokoh dan organisasi perempuan di Tulungagung sebagai sebuah kehormatan sekaligus momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwilayah. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saya menyampaikan selamat datang kepada forum dan organisasi perempuan se-Bakorwil 1 Madiun di Kabupaten Tulungagung. Kehadiran panjenengan semua m Di hadapan peserta forum, Bupati Gatut Sunu tidak hanya berbicara soal sinergi perempuan, tetapi juga memaparkan potensi unggulan Kabupaten Tulungagung yang selama ini menjadi kekuatan pembangunan daerah. Ia menyebut Tulungagung sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur, dengan capaian produksi yang signifikan. Produksi padi disebut mencapai 301.470 ton per tahun, sementara jagung menyentuh angka 365.343 ton per tahun. erupakan kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Forum ini pun menjadi penanda bahwa sinergi perempuan lintas daerah bukan hanya ruang silaturahmi, melainkan kekuatan sosial yang nyata. Ketika perempuan bergerak bersama, pembangunan tidak hanya tumbuh—tetapi juga menjadi lebih kokoh, lebih adil, dan lebih membumi. Pesan Bupati Tulungagung jelas: masa depan daerah tidak bisa dibangun dengan kerja sektoral dan ego wilayah. Sinergi adalah keharusan, dan perempuan adalah salah satu poros utamanya. Jika kolaborasi ini benar-benar dijaga, maka Bakorwil 1 Madiun tidak hanya akan kuat secara organisasi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Besuki

512-03-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung Menghadiri Kegiatan Sosialisasi Budaya Mutu dan keselamatan pasien di faislitas pelayanan kesehatan tgl 12 maret 2026 bertempat di UINSATU
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
631-03-2026Ny Lulu ul Hasanah selaku ketua DWP Kecamatan Sendang pada hari Selasa Tanggal 31 Maret 2026 pukul 08.30 wib bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Menghadiri kegiatan Pertemuan Bakorwil I, Madiun. Pada Kegiatan Tersebut juga diadakan Bazar / pameran pruduk unggulan Kabupaten Tulungagung. Diantara lain yaitu batik asli Tulungagung dan Makanan/ camilan yang pastinya home made. Para ketua DWP dan anggota DWP sangat antusias dalam kegiatan tersebut.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Sendang
727-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Jum’at, 27 Maret 2026
3. Waktu : 08.30 WIB
4. Peserta : Anggota Dharma wanita Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
5. Lokasi : Ruang Rapat Natamukti Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
6. Acara : Pertemuan rutinan Dharma Wanita Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Sambutan
4. Doa
5. Penyampaian materi dan tanya jawab

Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung dilaksanakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus sebagai momentum Halal Bihalal pasca perayaan Idulfitri. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Dharma Wanita, pengurus, serta tamu undangan dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan yang menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan, meningkatkan peran perempuan dalam mendukung program organisasi, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan tausiyah yang memberikan makna mendalam tentang arti silaturahmi, saling memaafkan, serta pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama. Momentum Halal Bihalal ini menjadi sarana untuk saling memohon maaf lahir dan batin, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan penuh keberkahan. Sebagai bentuk kebersamaan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan saling bersalaman antar anggota, yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Dharma Wanita. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dalam mendukung peran organisasi dalam pembangunan, khususnya di bidang sosial dan pemberdayaan perempuan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dapat semakin solid, harmonis, serta mampu berkontribusi secara aktif dalam setiap program kerja organisasi ke depannya.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
804-03-2026Safari Ramadan adalah istilah yang sudah tidak asing terdengar bagi sebagian besar masyarakat. Kegiatan Safari Ramadan biasanya dijumpai selama momen bulan suci penuh berkah ini.Kegiatan Safari Ramadan umumnya menjadi agenda rutin pemerintah maupun lembaga swasta. Tujuan Safari Ramadan adalah mempererat tali silaturahmi. Kegiatan Safari Ramadan diharapkan dapat mendorong terbukanya komunikasi antara pemerintah dengan organisasi keagamaan, ulama, serta seluruh lapisan masyarakat. Pada hari Rabu Tanggal 4 Maret 2026 Pukul 18.30 bertempat di masjid Al ikhlas Desa Karang rejo Kecamatan Karang Rejo. Ny Lulu ul Hasanah selaku ketua DWP Kecamatan Sendang beserta Ny. Sumiati Sebagai anggota DWP. Mengikuti Kegiatan safari Ramadhan pada kegiatan Tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Tulungagung Bapak Baharudin beserta Rombongan.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Sendang
926-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Perayaan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Kamis / 26 Maret 2026
3. Pukul : 07.30 WIB - Selesai
4. Peserta : Asisten/Staf Ahli/Inspektur sarimbit, Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung Sarimbit, Sekretaris DPRD sarimbit, Camat se-Kabupaten Tulungagung sarimbit, Direktur RSUD dr.Iskak/RSUD Campurdarat/ PT.BPR/PDAU/PDAM sarimbit, serta Seluruh pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Halaman Kantor Bupati Tulungagung
6. Acara : Apel Besar Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung dilanjutkan dengan Halal Bihalal

Pada hari ini Kamis, tanggal 26 Maret 2026 Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Apel Bersama yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal sebagai bagian dari momentum pasca Idul Fitri 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran ASN sebagai langkah awal menguatkan kembali kedisiplinan dan kesiapan pelayanan publik. Untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang di ikuti oleh Kepala Dinas Bapak Erwin Novianto beserta Ibu Ketua DWP Dinas PUPR Ibu Shanty Erwin Novianto, beserta seluruh pegawai lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Suasana khidmat sekaligus penuh dengan kehangatan menyelimuti Halaman Kantor Bupati Tulungagung pagi ini, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung Bapak Gatut Sunu Wibowo, SE, MM. serta Wakil Bupati Tulungagung Bapak Ahmad Baharudin SM serta hadir pula jajaran Forkopimda serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama seluruh staf dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Dalam kesempatan tersebut Bapak Bupati tidak lupa untuk menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah mohon maaf lahir dan batin. Beliau juga menyampaikan, setelah melewati masa libur panjang Hari Raya Idul Fitri untuk para ASN dan pegawai untuk kembali bekerja dengan energi yang lebih segar dan pikiran yang lebih jernih. Bapak Bupati juga meminta kepada seluruh ASN dan pegawai lingkup Pemkab Tulungagung untuk kompak dan solid dengan bekerja maksimal dan menghilangkan ego sektoral untuk mensukseskan program kerja Pemkab Tulungagung. Beliau menegaskan tidak boleh ada sekat antar satuan kerja yang justru menghambat pencapaian visi pembangunan daerah. Kebersamaan dan kekompakan menjadi kunci dalam menjalankan roda pemerintahan.

Selain menekankan aspek harmonisasi internal, Bupati juga memaparkan dua agenda prioritas pembangunan yang akan menjadi fokus utama Pemkab Tulungagung di tahun 2026:
1.Percepatan Infrastruktur: Fokus utama terletak pada perbaikan jalan guna meningkatkan konektivitas wilayah yang berdampak langsung pada pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat.
2.Peningkatan Kinerja Program Strategis Nasional: Mencakup sektor krusial seperti penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, layanan kesehatan, akses pendidikan, serta percepatan pertumbuhan ekonomi.

Kegiatan ditutup dengan bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan dan dimulainya lembaran kerja baru yang lebih produktif di lingkungan Pemkab Tulungagung bersama seluruh tamu undangan yang hadir, para tamu undangan dengan rasa penuh haru dan senang bertemu dengan teman teman. Para Ibu Ibu yang hadir begitu antusias dan juga sempat bersenda gurau bersama setelah sekian lama tidak bertemu dikarenakan libur cuti bersama lebaran. Selesai bersalam salaman acara dilanjutkan dengan ramah tamah, semua tamu yang hadir begitu menikmati hidangan yang disajikan. Suasana hangat dan akrab begitu terasa kental sekali.

Manfaat dari kegiatan ini dapat disimpulkan diantaranya adalah :
1. Mempererat Silaturahmi: Menyatukan kembali anggota keluarga atau kerabat yang jarang bertemu.
2. Rekonsiliasi Sosial: Mengakhiri perselisihan dan memulai hubungan baru dengan bersih.
3. Membangun Sinergi: Dalam lingkup kerja, meningkatkan kerjasama dan sinergi antar-staf.
4. Penguatan Solidaritas: Memperkokoh hubungan antar pimpinan dan staf.

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

1006-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TULUNGAGUNG


Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen – Sosialisasi/Konsolidasi


Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung
2. Hari/ Tanggal : Jumat / 06 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Ruang Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Pertemuan Pengurus Dharma Wanita Persatuan.


Pada hari Jumat, 06 Maret 2026 yang bertempat di Ruang Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung telah diadakan Pertemuan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung.

Acara tepat dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Ibu Rurin Suparni. Untuk Pertemuan hari ini dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta seluruh pengurus DWP sejumlah 25 orang.

Pertemuan rutin pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi, soliditas, dan silaturahmi antar anggota. Agenda utamanya meliputi evaluasi program kerja (bidang pendidikan, sosial, ekonomi), laporan keuangan, hingga pembinaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga ASN.

Agenda Pertemuan :
a. Pembukaan oleh Ketua DWP.
b. Evaluasi pelaksanaan program kerja bulan sebelumnya.
c. Pembahasan rencana kegiatan bulan berikutnya.
d. Laporan keuangan oleh Bendahara.
e. Diskusi dan saran dari pengurus.

Pembukaan MC dibawakan oleh Ibu Andri kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu hymne dan mars dharma wanita dengan iringan dirigen dari Ibu Cahya kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan dalam arahannya Ibu Ketua menyampaikan beberapa poin penting diantaranya :
1. Mengadakan mini bazar setiap kali ada pertemuan rutin dharma wanita
2. Diharapkan untuk setiap kali pertemuan rutin juga diadakan isian materi
3. Semoga dipertemuan selanjutnya anggota yang datang lebih banyak daripada pertemuan hari ini.

Diakhir arahannya Ibu Ketua berharap mudah-mudahan melalui kegiatan pertemuan ini bisa memotivasi pengurus dan anggota DWP agar terus mengembangkan kualitas diri, memperbaharui ilmu pengetahuan dan menumbuhkan jiwa berwirausaha.

Hasil Pertemuan :
a. Disepakati pelaksanaan kegiatan pertemuan rutin anggota dharma wanita dilaksanakan pada bulan Juni
b. Evaluasi kegiatan sebelumnya telah berjalan dengan baik dan akan dilakukan perbaikan pada aspek dokumentasi kegiatan.
c. Laporan keuangan diterima dan disetujui oleh seluruh anggota pengurus.

Setelah dari semua bidang sudah menyampaikan laporannya maka acara pertemuan pengurus kali ini segera untuk ditutup. Kegiatan pertemuan pengurus berlangsung tertib dan lancar. Diharapkan dari hasil rapat dapat ditindaklanjuti sesuai kesepakatan bersama.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Komunikasi dan Informatika
1125-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat; .

Prorgam : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan; .

Keterangan program; .

1. Hari : Rabu.

2. Tanggal : 25 Maret 2026:

3. Pukul: 08.00 WIB;

4. Peserta : Kurang lebih 200 peserta (Seluruh Karyawan/karyawati selaku unsur Dharmawanita Kecamatan Besuki, Kepala Desa Se Kecamatan Besuki beserta Perangkat Desa dan Kepala Dinas di Kecamatan Besuki)

5. Tempat : Kantor Camat Besuki Kabupaten Tulungagung;

Acara : Halal Bihalal

7. Detail Acara :

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti Kegiatan di bidang Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan menghadiri kegiatan di Kantor Camat Besuki dalam Acara Halal Bi halal. Agenda ini menjadi momentum silaturahmi antara jajaran Kecamatan Besuki, Polsek, Danramil, Kepala Desa, perangkat, dan instansi terkait untuk mempererat sinergitas pasca Lebaran. Tradisi halal bihalal mempererat tali silaturahmi dengan menyediakan momentum khusus untuk saling memaafkan, melebur dosa, dan memperbarui hubungan sosial yang sempat renggang. Suasana begitu akrab dan penuh rasa kekeluargaan diantara para tamu. Melalui pertemuan tatap muka, berjabat tangan, dan dialog, tradisi ini meningkatkan keharmonisan keluarga, tetangga, hingga profesional pasca-Ramadhan.

Berikut adalah poin-poin bagaimana halal bihalal mempererat silaturahmi:

1. Peleburan Dosa dan Konflik: Halal bihalal memfasilitasi sikap saling memaafkan secara tulus, mengubah hubungan yang sempat tegang menjadi "halal" atau kembali harmonis.

2. Membangun Kembali Hubungan (Reconnecting): Menjadi ajang berkumpulnya anggota keluarga, teman, dan rekan kerja yang jarang bertemu, sehingga ikatan persaudaraan yang sempat putus dapat tersambung kembali.

3. Meningkatkan Kebersamaan (Guyub): Warga desa, tetangga, atau karyawan sering mengadakan acara bersama (seperti makan bersama) yang menciptakan suasana harmonis, meningkatkan kepedulian sosial, dan mengurangi individualisme.

4. Sarana Komunikasi Tatap Muka: Pertemuan langsung (tatap muka) memberikan dampak emosional yang lebih mendalam dan positif dibandingkan sekadar pesan digital, memperkuat ikatan emosional.

5. Refleksi Moral dan Sosial: Setelah beribadah selama Ramadan, halal bihalal menjadi penutup yang menyatukan nilai-nilai spiritual (ampunan) dengan sosial (silaturahmi) .

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki. Secara keseluruhan, halal bihalal adalah kearifan lokal Indonesia yang krusial untuk menyatukan perbedaan dan menjaga kerukunan, baik di lingkup personal maupun profesional. Secara umum, halalbihalal di kawasan Besuki pada lebaran 2026 ini diisi dengan kegiatan silaturahmi antarinstansi pemerintahan dan pertemuan keluarga. Secara keseluruhan, halal bihalal di lingkungan pemerintah daerah bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan meningkatkan sinergi dalam pelayanan publik. Itulah beberapa manfaat dan tujuan halal bihalal bersama di lingkungan Pemerintah Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Semoga bermanfaat.

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Besuki

1227-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

DWP Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengikuti kegiatan Halal bi Halal
Bidang : Sekretariat
Program kerja : Pembinaan Hubungan keluar, perayaan

Katerangan program :
1. Hari : Jumat
2. Tanggal : 27 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB
4. Tempat : Ruang Pertemuan Disnakertrans
5. Penyelenggara : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Tulungagung
6. Acara :

Dalam rangka memperingati hari raya idul fitri 1447 H tahun 2026, Disnakertrans mengadakan kegiatan Halal bi Halal yang diikuti oleh seluruh staf dan karyawan, bapak ibu purna tugas Disnakertrans, dan anggota Dharma Wanita Persatuan Disnakertrans.

Halal bi Halal merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun pada bulan syawal, tujuan dari kegiatan ini adalah sarana saling memaafkan, selain itu juga sebagai sarana saling mengenal dengan staf baru serta mempererat tali persaudaran dengan semua unsur di lingkungan dinas. Anggota DWP berperan aktif dalam kegiatan ini guna mencapai salah satu tujuan organisasi DWP yakni memperkokoh persatuan antar anggota dan unsur dinas

Kegiatan dibuka oleh Master of ceremony pada kesempatan ini dipandu oleh Ibu Laurina selaku staf Disnakertrans, acra dibuka dengan membaca basmallah bersama-sama untuk mengucapkan Basmallah sebagai wujud rasa syukur dan memohon dilancarkannya kegiatan Halal bi Halal ini. Selanjutnya pembacaan doa oleh Bapak Zamroni selaku staf Disnakertrans selain sebagai wujud rasa syukur juga memohon ampun, diberi kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan aktifitas kedepannya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Dinas Drs. Tri Hariadi, M.Si. Dalam sambutannya bapak kepala dinas menyampaikan pentingnya menjalin silaturahmi pada bulan syawal ini, menyampaikan harapan agar karyawan memperkuat etos kerja dan integritas dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing karyawan. Kemudian memasuki acara inti yakni ramah tamah, seluruh unsur bersalam salaman, dilanjutkan dengan menikmati hidangan yang disediakan, dan menikmati hiburan yang disediakan. Halal bi Halal ini mendapat antusiasme yang tinggi dari seluruh unsur yang hadir

Partisipasi DWP dalam kegiatan ini menunjukan komitmen untuk terus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan memperkuat peran organisasi dalam mendukung kegiatan dinas.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
1326-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGHADIRI KEGIATAN HALAL BIHALAL BERSAMA ASN KABUPATEN TULUNGAGUNG

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Kamis/ 26 Maret 2026.

3. Pukul : 08.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Halal Bihalal bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tulungagung.

6. Detail acara : .

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Ny. Niken Agus Sulistiono, menghadiri kegiatan Halal Bihalal bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 26 Maret 2026, bertempat di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Acara ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tulungagung. Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung menyampaikan pentingnya momentum Halal Bihalal sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar ASN. Selain itu, Bupati juga menekankan kepada seluruh OPD agar mendukung penuh pelaksanaan Program Strategis Nasional demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulungagung. Kehadiran Ny. Niken Agus Sulistiono dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan DWP Disperkim terhadap program pemerintah daerah serta upaya mempererat hubungan kelembagaan dan kekeluargaan di lingkungan ASN .

Kegiatan ini diikuti oleh Bupati Tulungagung, Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tulungagung, Ibu Ketua DWP Disperkim Kabupaten Tulungagung, Ny. Niken Agus Sulistiono. Kegiatan Halal Bihalal berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Acara diawali dengan sambutan dari Bupati Tulungagung yang menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi serta memperkuat sinergi antar ASN. Dalam arahannya, Bupati Tulungagung menekankan kepada seluruh OPD untuk berperan aktif dalam mendukung dan menyukseskan Program Strategis Nasional. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Ibu Ketua DWP Disperkim, Ny. Niken Agus Sulistiono, merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah serta upaya mempererat hubungan kelembagaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Hasil kegiatan ini terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antar ASN, meningkatnya semangat kebersamaan dan sinergi dalam bekerja, adanya penguatan komitmen OPD dalam mendukung Program Strategis Nasional.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat positif bagi seluruh peserta serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan ke depan.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
1426-03-2026Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung Dharama Wanita Persatuan Kecamatan Karangrejo Telah mengikuti : Bidang : Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar Kegiatan : Perayaan Keterangan Kegiatan : 1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung 2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Maret 2026 3. Waktu : 07.300 WIB s/d selesai 4. Peserta : Kurang lebih 500 peserta ( Kepala OPD Sarimbit, Pejabat Struktural, Ketua DWP Unsur Pelaksana Dinas, Badan, Kantor, Instansi Vertikal dan Unsur Pelaksana Kecamatan Se-Kabupaten Tulungagung ) 5. Tempat : Halaman Pemerintah Kabupaten Tulungagung 6. Acara : Apel Bersama dan Halal Bilahal Bersama Bapak Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung. Tujuan : Halal bihalal yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (Pemda) tidak hanya sebatas tradisi maaf-memaafkan pasca Ramadan, tetapi memiliki makna strategis bagi birokrasi dan masyarakat. Secara umum, tujuannya adalah mempererat silaturahmi, meningkatkan integritas pelayanan publik dan menjaga keharmonisan hubungan antara pemerintah dan ASN. Berikut adalah beberapa tujuan utama halal bihalal pemerintah daerah: 1. Mempererat Tali Silaturahmi & Persaudaraan: Menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan kekeluargaan di antara seluruh pegawai (ASN/non-ASN), perangkat desa, hingga komponen masyarakat, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis. 2. Meningkatkan Kinerja dan Integritas Pelayanan Publik: Halalbihalal sering kali digunakan untuk menekankan kembali komitmen pegawai agar kembali bekerja dengan semangat baru, integritas tinggi, dan memberikan layanan publik yang prima pasca libur panjang Idulfitri. 3. Merawat Kerukunan dan Sinergitas: Tradisi ini bertujuan menjaga keharmonisan dan toleransi, tidak hanya di antara pegawai tetapi juga dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) untuk memupuk persatuan. 4. Penyatuan Visi Pembangunan: Menjadi ajang untuk memperkuat kesadaran baru dan menyatukan semangat seluruh elemen, termasuk jajaran desa, lembaga desa, dan masyarakat, agar bersama-sama membangun daerah agar lebih maju. 5. Media Penyelesaian Konflik Sosial: Sebagai momen untuk saling memaafkan, halalbihalal secara kultural membantu meluruhkan kesalahpahaman atau konflik yang mungkin terjadi selama kurun waktu setahun sebelumnya, sehingga menciptakan kedamaian. Manfaaat : Halal bihalal yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (Pemda) memiliki berbagai manfaat strategis, baik dari sisi sosial, birokrasi, maupun pembangunan. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya: 1. Mempererat Silaturahmi dan Persaudaraan: Halal bihalal menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat kekeluargaan dan merawat hubungan antar pegawai, perangkat desa, serta unsur Forkopimdes (Forum Komunikasi Pimpinan Desa/Daerah). 2. Menciptakan Harmonisasi dan Sinergi: Acara ini efektif untuk menciptakan harmonisasi antar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat serta tokoh agama/masyarakat. 3. Sarana Saling Memaafkan: Menjadi media untuk saling memaafkan kesalahan, melepaskan penat, dan memperbarui semangat kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri. 4. Meningkatkan Semangat Pembangunan: Momen ini sering digunakan untuk menyatukan visi dan memperkuat kebersamaan demi mensukseskan program-program pembangunan daerah. 5. Media Komunikasi informal: Halal bihalal memfasilitasi komunikasi informal yang efektif antara pejabat Pemda, anggota DPRD, dan elemen masyarakat untuk membahas berbagai isu, termasuk pembangunan. 6. Menjaga Kerukunan dan Toleransi: Sebagai tradisi khas Indonesia, halal bihalal juga berfungsi sebagai simbol pendekatan hidup rukun, toleransi, dan persatuan dalam keberagaman. Secara keseluruhan, halal bihalal di lingkungan pemerintah daerah bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan meningkatkan sinergi dalam pelayanan publik. Itulah beberapa manfaat dan tujuan halal bihalal bersama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Semoga bernanfaat ....
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Karangrejo
1510-03-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM mengikuti kegiatan Bhakti Sosial DWP Kabupaten Tulungagung dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial yang diikuti oleh Ibu Uswatun Khasanah Soeroto. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan bhakti sosial berupa pemberian bingkisan lebaran kepada para Guru Taman Kanak-Kanak (TK) non ASN. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 10 Maret 2026 dengan menyasar guru TK non ASN di Wilayah Kecamatan Karangrejo dan Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Sebanyak 108 paket bingkisan lebaran disalurkan kepada para Guru TK non ASN sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap dedikasi mereka dalam mendidik generasi usia dini. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung setiap bulan Ramadhan. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara organisasi Dharma Wanita Persatuan dengan para tenaga pendidik di daerah. Para Guru TK non ASN memiliki peran penting dalam proses Pendidikan anak usia dini namun tidak jarang mereka menjalankan tugas dengan keterbatasan fasilitas dan kesejahteraan. Oleh karena itu melalui kegiatan bhakti social ini Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung berharap dapat memberikan dukungan moral sekaligus kebahagiaan bagi para guru menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan bhakti sosial tersebut dipimpin langsung oleh Ibu Penasehat DWP Kabupaten Tulungagung Ny. Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu Wibowo. Dalam pelaksanaannya beliau didampingi oleh Ketua DWP Kabupaten Tulungagung Ny. Uswatun Khasanah Soeroto Bersama para pengurus Dharma Wanita Persatuan serta perwakilan TP PKK Kabupaten Tulungagung. Rangkaian kegiatan diawali di Kecamatan Karangrejo. Bertempat di Ruang pertemuan Kantor Kecamatan Karangrejo. Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat, tertib dan penuh keakraban. Para Guru TK non ASN yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pada kesempatan tersebut sebanyak 48 paket bingkisan lebaran diserahkan secara simbolis kepeda para Guru TK yang berasal dari berbagai Lembaga Pendidikan di Wilayah Kecamatan Karangrejo. Dalam sambutannya perwakilan Dharma Wanita Persatuan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan kepada para Guru yang telah mengabdikan diri dalam dunia Pendidikan anak usia dini. Meski berstatus non ASN para Guru TK tetap menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam mendidik dan membimbing anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Setelah kegiatan di Kecamatan Karangrejo selesai, rombongan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung melanjutkan agenda bhakti sosial ke Kecamatan Pakel. Kegiatan dilaksanakan di Balai pertemuan kecamatan dengan suasana yang tidak kalah hangat dan penuh kebersamaan. Di Kecamatan Pakel sebanyak 60 paket bingkisan lebaran diserahkan kepada para Guru TK non ASN yang berasal dari berbagai desa di Wilayah tersebut. Penyerahan bingkisan dilakukan secara simbolis oleh Ibu Penasehat DWP Bersama Ketua DWP Kabupaten Tulungagung. Para Guru yang hadir tampak sangat antusias dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. Mereka menyampaikan rasa terimakasih atas kepedulian yang diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung. Bagi para Guru TK non ASN perhatian seperti ini memiliki arti yang sangat besar karena menunjukkan bahwa peran mereka dalam dunia Pendidikan tetap mendapat perhatian dari Pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara Dharma Wanita Persatuan dengan para tenaga pendidik di tingkat Pendidikan anak usia dini. Suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung memberikan semangat tersendiri bagi para guru dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
1612-03-2026DWP BKPSDM mengikuti kegiatan Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan kesehatan yang digelar di Gedung Syaifudin Zuhri UIN Sayyid Ali Rahmatullah yang diikuti oleh Ketua DWP BKPSDM Ibu Uswatun Khasanah Soeroto. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Dr.Ir.Heru Thahjono,M.M. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Dr.Ir.Heru Thahjono,M.M selaku anggota Komisi IX DPR RI perwakilan Kementerian Kesehatan RI Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Ketua TP PKK sekaligus Penasehat DWP, Ketua dan Pengurus DWP Kabupaten, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung serta para tamu undangan dari berbagai Instansi dan elemen masyarakat. Dalam kegiatan ini dibahas berbagai hal terkait peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta pentingnya keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Materi yang disampaikan menyoroti kondisi dan perkembangan layanan kesehatan di Kabupaten Tulungagung mulai dari pelayanan di tingkat Puskesmas hingga rumah sakit rujukan daerah yaitu RSUD Dr. Iskak yang telah meraih akreditasi A. Para narasumber menjelaskan bahwa budaya mutu dan keselamatan pasien menjdi kunci utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang professional, aman dan berkualitas bagi masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme pelayanan kesehatan, termasuk prosedur pengajuan rujukan ke rumah sakit serta alur layanan yang harus dilalui pasien. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Peserta terlihat aktif mengikuti jalannya acara, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh peserta terkait pelayanan kesehatan, akses rujukan hingga cara menjaga kesehatan diri dan keluarga. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta mengetahui alur pelayanan kesehatan yang tersedia. Selain itu, sosialisasi ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta menjamin keselamatan pasien di setiap fasilitas pelayanan kesehatan.
Program: Seminar
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
1713-03-2026

Dharmawanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Tulungagung mengikuti kegiatan belajar membaca al-qur’an
Bidang: Sekertariat
Program kerja : Hubungan Keluar, program kursus

Keterangan Program :
1. Hari : Jumat
2. Tanggal : 13 Maret 2026
3. Pukul: 08.00 WIB – selasai
4. Peserta : Ketua DWP Dispora Tulungagung, Ketua DWP OPD Lingkup pemerintah Tulungagung
5. Tempat: Sekertariat DWP Tulungagung

Uraian Kegiatan

Dalam rangka melaksanakan program kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) DISPORA Tulungagung, khususnya pada Bidang Sekretariat dan Bidang Pembinaan Hubungan Keluar, telah dilaksanakan kegiatan kursus yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi anggota DWP. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengembangan diri yang tidak hanya berfokus pada aspek organisasi, tetapi juga pada peningkatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kursus ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 13 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Sekretariat DWP Tulungagung. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua DWP OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang hadir dengan penuh antusias dan semangat untuk belajar bersama.

Kursus yang diselenggarakan berupa pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan bimbingan seorang ustadzah yang kompeten di bidangnya, yaitu Ustadzah Reni dari UIN Satu Tulungagung. Kehadiran beliau sebagai narasumber memberikan nilai tambah tersendiri bagi kegiatan ini, mengingat pengalaman dan keilmuannya dalam bidang pendidikan Al-Qur’an yang sudah tidak diragukan lagi.

Sejak awal kegiatan, suasana di Sekretariat DWP Tulungagung tampak kondusif dan penuh kekhusyukan. Para peserta yang terdiri dari para Ketua DWP OPD hadir tepat waktu dan menunjukkan kesiapan untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Kegiatan diawali dengan pembukaan sederhana yang dipandu oleh pengurus DWP DISPORA Tulungagung, dilanjutkan dengan pengantar mengenai tujuan dan manfaat dari pelaksanaan kursus ini.

Dalam pengantarnya, disampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan hal yang sangat penting bagi setiap muslim, tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai pedoman hidup. Oleh karena itu, melalui kegiatan kursus ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid.

Memasuki sesi inti, Ustadzah Reni memulai pembelajaran dengan memberikan penjelasan dasar mengenai pentingnya membaca Al-Qur’an secara tartil dan benar. Beliau menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya sekadar melafalkan huruf-huruf Arab, tetapi juga harus memperhatikan makhraj (tempat keluarnya huruf) dan hukum tajwid agar bacaan menjadi lebih baik dan sesuai dengan tuntunan.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung membaca Al-Qur’an. Para peserta secara bergantian membaca ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian mendapatkan bimbingan dan koreksi langsung dari Ustadzah Reni. Metode pembelajaran yang interaktif ini membuat suasana menjadi lebih hidup dan tidak membosankan. Para peserta pun terlihat aktif dan tidak ragu untuk bertanya apabila mengalami kesulitan.

Selama kegiatan berlangsung, terlihat bahwa para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh keseriusan dan perhatian. Meskipun sebagian peserta sudah memiliki kemampuan dasar dalam membaca Al-Qur’an, namun mereka tetap antusias untuk memperbaiki bacaan dan menambah pemahaman mengenai tajwid. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran yang tinggi akan pentingnya terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam bidang keagamaan.

Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar Ketua DWP OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi yang lebih baik serta hubungan yang semakin harmonis antar anggota DWP dari berbagai instansi. Interaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.

Bidang Sekretariat sebagai salah satu penyelenggara kegiatan memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran administrasi dan koordinasi kegiatan. Mulai dari penyusunan jadwal, penyebaran undangan, hingga pencatatan kehadiran peserta, seluruhnya dilaksanakan dengan baik dan terorganisir. Sementara itu, Bidang Pembinaan Hubungan Keluar berperan dalam menjalin kerja sama dengan narasumber, yaitu Ustadzah Reni dari UIN Satu Tulungagung, sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Kegiatan kursus membaca Al-Qur’an ini berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Dukungan dari seluruh pihak, baik pengurus maupun peserta, menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan ini. Fasilitas yang tersedia di Sekretariat DWP Tulungagung juga cukup memadai untuk menunjang proses pembelajaran, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.

Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur’an peserta, bertambahnya pengetahuan mengenai tajwid, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antar anggota DWP serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan program organisasi.

Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik dalam bentuk kursus lanjutan maupun kegiatan keagamaan lainnya. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi dalam meningkatkan kualitas spiritual anggota DWP, sekaligus sebagai upaya membentuk pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia.

Sebagai penutup, kegiatan kursus membaca Al-Qur’an yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026 ini dapat dikatakan berhasil dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta. Antusiasme yang tinggi, suasana yang kondusif, serta partisipasi aktif dari peserta menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini.

Dharma Wanita Persatuan DISPORA Tulungagung berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program yang bermanfaat, tidak hanya dalam bidang organisasi, tetapi juga dalam pengembangan spiritual dan sosial. Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota DWP dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam mengamalkan nilai-nilai keagamaan.

Program: Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

1813-03-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan rapat rutin bulanan yang kali ini berlangsung dengan suasana berbeda yang diikuti oleh Ketua DWP BKPSDM Ibu Uswatun Khasanah Soeroto. Pada bulan Maret yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan kegiatan rapat rutin tersebut dirangkaikan dengan kegiatan belajar mengaji besama bagi para pengurus DWP. Kegiatan yang dilaksanakan dalam suasana penuh kebersamaan ini menjadi momen untuk tidak hanya membahas program kerja organisasi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual para pengurus. Setelah agenda rapat selesai para peserta melanjutkan kegiatan dengan belajar membaca Al Qur’an bersama, saling memperbaiki bacaan serta memperdalam pemahaman terhadap Ayat-Ayat Suci Al Qur’an. Belajar mengaji bersama ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para pengurus sekaligus memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai bulan penuh berkah untuk memperbanyak ibadah dan kegiatan positif. Selain itu kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pengurus DWP dalam suasana yang lebih hangat dan religious. Para pengurus mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan terasa selama kegiatan berlangsung, mencerminkan komitmen para pengurus untuk terus menjaga kekompakan sekaligus meningkatkan kualitas diri baik dalam organisasi maupun dalam kehidupan spiritual. Melalui kegiatan ini diharapkan para pengurus DWP tidak hanya semakin solid dalam menjalankan tugas dan program organisasi, tetapi juga semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan social dan organisasi, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat. Dengan demikian DWP dapat terus berkontribusi secara positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
1906-03-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM Kabupaten Tulungagung mengadakan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan pada hari Jum’at tanggal 6 Maret 2026 bertempat di Ruang Rapat Kantor BKPSDM yang dihadiri sejumlah 39 Anggota DWP. Acara ini dibuka langsung oleh Ketua DWP BKPSDM Kabupaten Tulungagung Ny. Uswatun Khasanah Soeroto, Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan partisipasi aktif seluruh anggota. Juga menyampaikan terkait Ibadah puasa yang saat ini sedang dilaksanakan khususnya pada malam Laitul Qodar yaitu malam kemuliaan di bulan Ramadhan yang lebih baik dari seribu bulan, di mana Al-Qur'an pertama kali diturunkan dan malaikat membawa berkah ke bumi. Umat Islam dianjurkan mencari malam ini pada 10 malam terakhir, khususnya malam ganjil, dengan meningkatkan ibadah, doa, dan iktikaf untuk meraih ampunan serta pahala berlipat. Keutamaan dan Ciri Malam Lailatul Qadar: 1. Lebih Baik dari 1000 Bulan: Ibadah pada malam ini nilainya melebihi ibadah selama 83 tahun lebih. 2. Waktu Turunnya Malaikat: Para malaikat turun membawa rahmat, berkah, dan kedamaian. 3. Ciri-ciri: Suasana malam tenang, tidak panas dan tidak dingin, serta pagi harinya matahari terbit dalam keadaan redup/merah lemah 4. Perkiraan 2026: Diprediksi terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan (sekitar 9-10 Maret 2026 atau malam-malam ganjil Beliau juga mengajak kepada semua anggota DWP BKPSDM untuk melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, serta salat sunnah (tarawih, tahajud), memperbanyak zikir, istighfar, dan membaca ayat suci walau 1 ayat, berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah (I’tikaf) Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut para ulama, ciri-ciri malam Lailatul Qadar antara lain: 1. Malam tenang, tidak panas maupun dingin berlebihan. 2. Langit terlihat cerah, seperti fajar yang redup. 3. Tidak terlihat adanya awan gelap atau angin kencang. 4. Hati terasa damai dan tenteram. Namun waktu pastinya tidak diketahui, sehingga dianjurkan untuk mencarinya pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ibadah, meraih pahala yang luar biasa, dan mendapatkan ampunan Allah SWT. Dengan memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan, setiap hamba berharap memperoleh keberkahan malam yang paling mulia ini. Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ibadah, meraih pahala yang luar biasa, dan mendapatkan ampunan Allah SWT. Dengan memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan, setiap hamba berharap memperoleh keberkahan malam yang paling mulia ini. Sebagai bagian dari kegiatan, pertemuan kali ini juga diisi dengan sesi sosialisasi bertema “Bantuan sosial, untuk siapa & bagaimana caranya” bersama Narasumber dari pendamping bantuan sosial Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung. Adapun isiannya adalah sebagai berikut: Apa itu bantuan sosial ? Bansos (bantuan sosial) adalah program pemerintah berupa pemberian uang, barang, atau jasa kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat miskin, tidak mampu, dan rentan terhadap risiko social TUJUAN bantuan sosial ? 1. Melindungi masyarakat dari kemiskinan 2. Meningkatkan kesejahteraan 3. Memastikan kebutuhan dasar terpenuhi BANSOS ITU APA SAJA ? a. Program Keluarga Harapan (PKH) b. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Program Sembako c. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) d. Bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) & Rehabilitasi Sosial (ATENSI) e. Bantuan Langsung Tunai (BLT) f. dll DESIL ITU APA ? Pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, dari yang paling miskin sampai yang paling sejahtera 1. Desil 1 = sangat miskin 2. Desil 2 = miskin 3. Desil 3 = hampir miskin 4. Desil 4 = rentan miskin 5. Desil 5 = pas pasan 6. Desil 6-10 = menengah ke atas MASALAHNYA ? a. Jika bansos untuk melindungi masyarakat dari kemiskinan, kenapa masih miskin ? b. Kenapa si a menurut saya mampu tapi mendapatkan bansos ? c. Kenapa si b miskin dan desil-nya rendah tidak menerima bansos ? Karena pemberian Bansos ini berdasarkan hasil Tulungagung dalam Angka dari Badan Pusat Statistik Tulungagung. APA YANG BISA KITA LAKUKAN ? 1. Melakukan pengawasan 2. Mencegah konflik sosial 3. Memberikan usulan dan sanggah Sesi terakhir adalah Lot Berhadiah yang mana setiap anggota harus membeli kupon undian lot berhadiah minimal Rp. 10.000,- yang akan ditukarkan dengan barang yang bermanfaat seperti kebutuhan/perlengkapan dapur. Dilanjutkan pembagian Parcel lebaran dan Uang Tabungan +Arisan yang jumlahnya cukup lumayan buat menambah kebutuhan ekonomi saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Ibu-Ibu tampak antusias dan senang saat menerimanya. Itulah gunanya menabung.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
2025-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Perayaan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Rabu / 25 Maret 2026
3. Pukul : 07.30 WIB - Selesai
4. Peserta : Seluruh karyawan dan karyawati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Halal Bihalal Pertama Masuk Kerja Setelah Libur Lebaran

Di hari pertama setelah libur lebaran ini, hari Rabu tanggal 25 Maret 2026 pukul 07.30 WIB kami dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung berkesempatan untuk saling berbagi cerita, merayakan kebersamaan, dan memulai kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan semangat baru. Acara Halal bihalal dipimpin oleh Kepala Dinas PUPR Bapak Erwin Novianto beserta Sekretaris Dinas PUPR Bapak Endra Wibawa serta diikuti oleh seluruh karyawan karyawati Dinas PUPR.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran digelar halal bihalal dengan semua pegawai di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. Dari pantauan di lokasi, para Karyawan dan karyawati yang sekaligus juga merupakan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR antri dengan satu barisan untuk bisa bersalaman dengan Kepala Dinas, Sekretaris, dan para kepala Bidang. Seluruh Karyawan dan karyawati pun terlihat begitu antusias untuk bisa bersalaman terlebih dahulu. Senyum hangat menghiasi wajah mereka saat menyambut satu per satu pegawai yang datang. Mereka berjabat tangan, saling bermaafan, serta sempat berbincang singkat dengan para pegawai yang bergantian maju. Suasana penuh keakraban berlangsung saat acara Halal Bihalal digelar.

Halal bihalal pada hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran merupakan tradisi khas dari warga Indonesia untuk mempererat silaturahmi, saling bermaafan, dan meningkatkan kekompakan antar pegawai. Setelah libur panjang Idul Fitri, hari pertama masuk kantor menjadi momen yang sangat berarti. Untuk menyambut karyawan kembali kerja, maka diadakan acara Halal Bihalal sebagai bentuk silaturahmi dan saling memaafkan. Acara ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga cara untuk memperkuat tali persaudaraan dan menciptakan atmosfer kerja yang lebih positif. Kegiatan Halal Bihalal ini juga menjadi pengingat untuk saling menghargai, menjaga komunikasi yang baik, dan bekerja sama dengan penuh integritas.

Tradisi ini dianggap penting sebagai sarana meningkatkan soliditas pegawai setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Tulungagung Bapak Erwin Novianto berharap setelah libur Lebaran para Karyawan dan Karyawati kembali menjalankan aktivitas seperti semula dan berpesan untuk tidak boleh bermalas-malasan usai menikmati libur panjang di Hari Raya Idul Fitri 1447 H agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan normal kembali dan tentunya peningkatan pelayanan harus terus dilakukan. Dengan berakhirnya masa libur panjang, seluruh pelayanan administrasi dan publik yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Tulungagung dipastikan telah beroperasi penuh dengan etos kerja yang lebih segar.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2106-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen – Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung
2. Hari/ Tanggal : Jumat / 06 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Ruang Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Pertemuan Pengurus Dharma Wanita Persatuan.

Pada hari Jumat, 06 Maret 2026 yang bertempat di Ruang Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung telah diadakan Pertemuan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung.

Acara tepat dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Ibu Rurin Suparni. Untuk Pertemuan hari ini dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta seluruh pengurus DWP sejumlah 25 orang.

Pertemuan rutin pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi, soliditas, dan silaturahmi antar anggota. Agenda utamanya meliputi evaluasi program kerja (bidang pendidikan, sosial, ekonomi), laporan keuangan, hingga pembinaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga ASN.

Agenda Pertemuan :
a. Pembukaan oleh Ketua DWP.
b. Evaluasi pelaksanaan program kerja bulan sebelumnya.
c. Pembahasan rencana kegiatan bulan berikutnya.
d. Laporan keuangan oleh Bendahara.
e. Diskusi dan saran dari pengurus.

Pembukaan MC dibawakan oleh Ibu Andri kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu hymne dan mars dharma wanita dengan iringan dirigen dari Ibu Cahya kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan dalam arahannya Ibu Ketua menyampaikan beberapa poin penting diantaranya :
1. Mengadakan mini bazar setiap kali ada pertemuan rutin dharma wanita
2. Diharapkan untuk setiap kali pertemuan rutin juga diadakan isian materi
3. Semoga dipertemuan selanjutnya anggota yang datang lebih banyak daripada pertemuan hari ini.

Diakhir arahannya Ibu Ketua berharap mudah-mudahan melalui kegiatan pertemuan ini bisa memotivasi pengurus dan anggota DWP agar terus mengembangkan kualitas diri, memperbaharui ilmu pengetahuan dan menumbuhkan jiwa berwirausaha.

Hasil Pertemuan :
a. Disepakati pelaksanaan kegiatan pertemuan rutin anggota dharma wanita dilaksanakan pada bulan Juni
b. Evaluasi kegiatan sebelumnya telah berjalan dengan baik dan akan dilakukan perbaikan pada aspek dokumentasi kegiatan.
c. Laporan keuangan diterima dan disetujui oleh seluruh anggota pengurus.

Setelah dari semua bidang sudah menyampaikan laporannya maka acara pertemuan pengurus kali ini segera untuk ditutup. Kegiatan pertemuan pengurus berlangsung tertib dan lancar. Diharapkan dari hasil rapat dapat ditindaklanjuti sesuai kesepakatan bersama.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Komunikasi dan Informatika
2216-03-2026Upaya proaktif tenaga kesehatan dan kader posyandu untuk memantau tumbuh kembang, memberikan edukasi gizi, serta menyalurkan bantuan nutrisi (seperti susu atau makanan tambahan) langsung ke keluarga sasaran. Kunjungan Balita Stunting Tujuannya adalah mendeteksi dini masalah gizi dan mempercepat penanganan stunting. Pada hari Senin tanggal 16 Maret 2026 Ibu Ketua DWP Kecamatan Pagerwojo bersama Tim Pendamping Keluarga dan Bidan Desa bersama-sama mengunjungi Balita Stunting yang bernama Elzio di desa Penjor Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung. Tujuan dan Kegiatan Utama Kunjungan Balita Stunting: Pemantauan Kesehatan: Melakukan pengukuran antropometri, yaitu berat badan, panjang atau tinggi badan, dan lingkar lengan atas secara berkala. Edukasi Gizi: Memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai gizi balita, penyebab stunting, dan pencegahannya. Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Menyalurkan bantuan pangan bergizi tinggi, khususnya yang kaya protein hewani, untuk memperbaiki gizi anak. Motivasi Orang Tua: Memberikan dukungan moral kepada orang tua untuk meningkatkan perhatian dan asupan gizi anak agar keluar dari status stunting. Evaluasi: Mencari tahu kendala atau penyebab stunting di tingkat keluarga, seperti faktor lingkungan, pola asuh, atau pola makan. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya lintas sektor untuk mencapai target "Zero Stunting" di Kabupaten Tulungagung dan merupakan bentuk kepedulian sosial untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. Pencegahan stunting paling efektif dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui 6 langkah utama: memenuhi gizi ibu hamil, memberikan ASI eksklusif 6 bulan, MPASI bergizi kaya protein hewani, memantau tumbuh kembang di Posyandu, imunisasi lengkap, serta menjaga kebersihan sanitasi dan lingkungan. Konsep 4T, yang meliputi Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak, merupakan faktor risiko yang signifikan dalam kehamilan dan persalinan yang dapat berdampak pada kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak, termasuk risiko stunting. Berikut adalah 6 langkah pencegahan stunting secara rinci: - Penuhi Gizi Ibu Hamil (Nutrisi Bumil) Memastikan ibu hamil mendapat asupan nutrisi seimbang (karbohidrat, protein, sayur, buah) dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan untuk mencegah anemia. - Periksa Kehamilan Rutin (ANC - Antenatal Care) Melakukan pemeriksaan kehamilan ke bidan atau dokter minimal 6 kali selama masa kehamilan untuk memantau kesehatan ibu dan janin. - Pemberian ASI Eksklusif 6 Bulan Memberikan hanya ASI saja selama 6 bulan pertama tanpa tambahan makanan atau minuman lain, kemudian dilanjutkan dengan ASI hingga 2 tahun. - MPASI Kaya Protein Hewani (6-23 Bulan) Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat waktu (mulai usia 6 bulan) dan bergizi seimbang, terutama tinggi protein hewani seperti telur, ikan, dan daging. - Imunisasi Dasar Lengkap dan Pantau Tumbuh Kembang Membawa anak ke Posyandu setiap bulan untuk menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Lengkapi imunisasi sesuai jadwal untuk mencegah infeksi penyakit. - Jaga Kebersihan Lingkungan (Sanitasi & WASH) Menggunakan jamban sehat, memastikan akses air bersih, dan membiasakan cuci tangan pakai sabun untuk mencegah diare dan infeksi cacing yang memicu stunting. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak akibat kurang gizi kronis, ditandai dengan tinggi badan di bawah standar usianya (pendek) . Ciri utamanya meliputi pertumbuhan fisik lambat, berat badan tidak naik, kemampuan motorik terlambat, sering sakit, dan penurunan kecerdasan. Berikut adalah ciri-ciri anak stunting yang perlu diwaspadai: Pertumbuhan Fisik Terhambat: Tinggi badan anak lebih pendek atau rendah dibandingkan standar usia sebayanya, sering terlihat lebih muda/kecil dari umurnya. Berat Badan Tidak Sesuai: Berat badan cenderung rendah, sulit naik, atau justru menurun. Perkembangan Motorik Lambat: Terlambat dalam tahapan perkembangan seperti duduk, merangkak, atau berjalan. Sistem Imun Lemah: Mudah sakit atau terpapar infeksi karena daya tahan tubuh yang rendah. Gangguan Kognitif/Belajar: Mengalami kesulitan fokus, penurunan tingkat kecerdasan, dan kesulitan belajar. Ciri Fisik Lainnya: Pertumbuhan gigi terlambat, wajah tampak lebih muda dari usianya, dan lingkar kepala kecil. Penting untuk memantau tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu atau dokter anak untuk mendeteksi dini stunting, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Sasaran kunjungan rumah oleh kader Posyandu/kesehatan adalah seluruh warga di wilayah kerja, dengan prioritas pada keluarga berisiko yang tidak hadir saat hari buka Posyandu. Ini mencakup ibu hamil, nifas, bayi/balita, pra-sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia yang memerlukan pemantauan kesehatan intensif. Ringkasan AI Sasaran kunjungan rumah oleh kader Posyandu/kesehatan adalah seluruh warga di wilayah kerja, dengan prioritas pada keluarga berisiko yang tidak hadir saat hari buka Posyandu. Ini mencakup ibu hamil, nifas, bayi/balita, pra-sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia yang memerlukan pemantauan kesehatan intensif. Berikut adalah rincian sasaran kunjungan rumah: Sasaran Utama (Prioritas): Warga yang tidak hadir di Posyandu (tidak melakukan pemeriksaan rutin). Ibu hamil, ibu nifas, dan ibu bayi/balita. Lansia dan pra-lansia, terutama yang memiliki risiko kesehatan. Individu/Keluarga dengan faktor risiko penyakit (hipertensi, diabetes, jantung). Keluarga dengan masalah kesehatan khusus (seperti balita stunting atau gizi kurang). Sasaran Umum: Seluruh anggota keluarga dalam satu wilayah kerja Posyandu/Puskesmas. Warga dengan Kebutuhan Khusus: Individu yang memerlukan edukasi dan tindak lanjut perawatan penyakit di rumah. Dengan kunjungan rumah Ibu Ketua DWP Kecamatan Pagerwojo memegang peran sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memandirikan keluarga dalam perawatan kesehatan.
Program: Stunting
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pagerwojo
2316-03-2026Upaya proaktif tenaga kesehatan dan kader posyandu untuk memantau tumbuh kembang, memberikan edukasi gizi, serta menyalurkan bantuan nutrisi (seperti susu atau makanan tambahan) langsung ke keluarga sasaran. Kunjungan Balita Stunting Tujuannya adalah mendeteksi dini masalah gizi dan mempercepat penanganan stunting. Pada hari Senin tanggal 16 Maret 2026 Ibu Ketua DWP Kecamatan Pagerwojo bersama Tim Pendamping Keluarga dan Bidan Desa bersama-sama mengunjungi Balita Stunting yang bernama Elzio di desa Penjor Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung. Tujuan dan Kegiatan Utama Kunjungan Balita Stunting: Pemantauan Kesehatan: Melakukan pengukuran antropometri, yaitu berat badan, panjang atau tinggi badan, dan lingkar lengan atas secara berkala. Edukasi Gizi: Memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai gizi balita, penyebab stunting, dan pencegahannya. Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Menyalurkan bantuan pangan bergizi tinggi, khususnya yang kaya protein hewani, untuk memperbaiki gizi anak. Motivasi Orang Tua: Memberikan dukungan moral kepada orang tua untuk meningkatkan perhatian dan asupan gizi anak agar keluar dari status stunting. Evaluasi: Mencari tahu kendala atau penyebab stunting di tingkat keluarga, seperti faktor lingkungan, pola asuh, atau pola makan. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya lintas sektor untuk mencapai target "Zero Stunting" di Kabupaten Tulungagung dan merupakan bentuk kepedulian sosial untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. Pencegahan stunting paling efektif dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui 6 langkah utama: memenuhi gizi ibu hamil, memberikan ASI eksklusif 6 bulan, MPASI bergizi kaya protein hewani, memantau tumbuh kembang di Posyandu, imunisasi lengkap, serta menjaga kebersihan sanitasi dan lingkungan. Konsep 4T, yang meliputi Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak, merupakan faktor risiko yang signifikan dalam kehamilan dan persalinan yang dapat berdampak pada kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak, termasuk risiko stunting. Berikut adalah 6 langkah pencegahan stunting secara rinci: - Penuhi Gizi Ibu Hamil (Nutrisi Bumil) Memastikan ibu hamil mendapat asupan nutrisi seimbang (karbohidrat, protein, sayur, buah) dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan untuk mencegah anemia. - Periksa Kehamilan Rutin (ANC - Antenatal Care) Melakukan pemeriksaan kehamilan ke bidan atau dokter minimal 6 kali selama masa kehamilan untuk memantau kesehatan ibu dan janin. Pemberian ASI Eksklusif 6 Bulan Memberikan hanya ASI saja selama 6 bulan pertama tanpa tambahan makanan atau minuman lain, kemudian dilanjutkan dengan ASI hingga 2 tahun. MPASI Kaya Protein Hewani (6-23 Bulan) Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat waktu (mulai usia 6 bulan) dan bergizi seimbang, terutama tinggi protein hewani seperti telur, ikan, dan daging. Imunisasi Dasar Lengkap dan Pantau Tumbuh Kembang Membawa anak ke Posyandu setiap bulan untuk menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Lengkapi imunisasi sesuai jadwal untuk mencegah infeksi penyakit. Jaga Kebersihan Lingkungan (Sanitasi & WASH) Menggunakan jamban sehat, memastikan akses air bersih, dan membiasakan cuci tangan pakai sabun untuk mencegah diare dan infeksi cacing yang memicu stuntin
Program: Stunting
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pagerwojo
2417-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, telah melakukan kegiatan
Bidang : Skretarieat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen, Konsolidasi

Keterangan Program
1. Hari/tanggal : Selasa / 17-03-2026
2. Pukul : 08.00 WIB – 12.00 WIB
3. Peserta : 5 orang
4. Lokasi : Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung
5. Acara : Pendampingan Panen dan pasca panen perontokan Padi

Detail Acara :
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Ibu Roro Dyah Angreni,SP. (Selaku Ketua Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulunagung), dan Ibu Mugi Widati,SP (selaku bendahara bidang pendidikan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung) melaksanakan kegiatan pendampingan panen dan pasca panen (perontokan padi) mengunakan alat perontok padi power threser, di Kelompok Tani “Harapan Kita” lokasi di persawahan Desa/Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung, pada hari Selasa, tanggal 17 Maret 2026. kegiatan panen padi dilaksanakan pagi mulai pukul 08.00 WIB. sampai dengan 11.30 WIB.

Pada kesempatani ini Ibu Roro Dyah Angreni, SP menyampaiakn dengan kegiatan pendampingan ini, diharapkan petani tetap semangat dan mampu memanfaatkan lahan pertanian tetap stabil dan mendukung kebutuhan masyarakat, Beliau memberikan motivasi kepada petani untuk memanfaatkan lahan yang ada secara optimal guna menjaga produksi pertanian, hal ini penting untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat sekaligus sebagai langkah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Saya berharap dengan pendampingan dan pembinaan ini, dapat memberikan ndorongan positif dan menambah semangat para petani untuk terus bekerja keras, terutama dalam upaya menjaga ketahanan pangan diwilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, setelah kegiatan panen dilanjut perontokan padi menggunakan alat power threser (alat perontok padi).

Power threser merupakan teknologi alat pasca panen yang memiliki manfaat besar bagi pertanian, dengan menggunakan power threses proses perontokan padi berjalan lebih mudah dan cepat jika dibanding derngan menggunakan perontokan padi secara manual. Selain cepat dalam proses perontokan juga sangat menghemat waktu serta dapat mengurangi kerusakan (pecah) butir gabah, sehingga petani memperoleh nilai tambah dalam usaha taninya. Terbukti Penggunaan power threser ini mampu menekan tingkat kehilangan hasil/gabah yang tercecer, sehingga dibawah 1% - 3,38% pada kecepatan optimal, jauh lebih efesien dibandingkan perontokan secara manual. Alsintan ini efektif memisahkan gabah dari jerami dan meminimalisir kerusakan gabah.

Tujuan dari pendampingan panen dan pasca panen menggunakan power threser ini diharapkan petani dapat memaksimalkan potensi bantuan alat mesin pertanian serta dapat mengoperasikan power threser secara mandiri, mengurangi kehilangan hasil dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja saat panen raya. Disarankan saat menggunakan mesin perontok padi ini petani menggunakan alat pelindung diri, terutama masker dan sarung tangan, serta hindari mendekati bagian mesin yang berputar kencang.
Setelah digunakan power threser segera dibersihkan dari sisa jerami dan lakukan cek oli secara berkala untuk menjaga kinerja, agar Alsintan ini terawat dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Dalam kesempatan ini Bapak Suratman selaku Ketua Kelompok Tani “Harapan Kita” Desa /Kecamatan karangrejo Kabupaten Tulungagung, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung atas pembinaan dan pendampingan kepada kami, Alhamdulillah pelaksanaan panen dan pasca panen berjalan dengan lancar dengan hasil panen yang melimpah dan memuaskan, ujarnya

Hadir dalam pendampingan panen dan pasca panen

Hasil Kegiatan pendampingan dan pembinaan panen padi di Kelompok Tani “Harapan Kita”, Desa/ Kecamatan Karangrejo, panen padi pada triwulan I tahun 2026 dapat dinyatakan berhasil karena seluruh proses, mulai tanam hingga panen dan pasca panen dapat dilakukan sesuai jadwal, tahun ini menghasilkan produksi bisa dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Perlu diketahui bahwa lahan kelompok Tani Harapan Kita belum semuanya melaksanakan panen.
Acara panen padi di desa Karangrejo berjalan dengan lancar dan sukses, selesai pada pukul 11.30 WIB.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Pertanian

2513-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar - Perayaan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Jumat / 13 Maret 2026
3. Pukul : 18.30 WIB - Selesai
4. Peserta : unsur perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, Jajaran OPD Sarimbit, Forkopimcam Kecamatan Ngantru, Camat se-Kabupaten Tulungagung, Tokoh Agama
5. Lokasi : Masjid Baitul Choir Desa Bandung Kecamatan Bandung
6. Acara : Kegiatan Safari Ramadhan

Pada hari ini Jumat tanggal 13 Maret 2026 pukul 18.30 WIB yang berlokasi di Masjid Baitul Choir Desa Bandung Kecamatan Bandung, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Ibu Shanty Erwin Novianto telah mengikuti kegiatan safari ramadhan. Acara Safari Ramadan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Soeroto, Kepala Kantor Kementerian Agama Tulungagung Mohamad Afif Fauzi, Ketua Baznas Tulungagung Suyadi, para kepala perangkat daerah sarimbit, camat, kepala desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Besar Baitul Khoir, Kecamatan Bandung, ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan malam ke-24 dan merupakan safari ramadhan yang terakhir selama bulan ini.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan oleh Bupati Tulungagung Bapak Gatut Sunu Wibowo. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan menjalani ibadah di bulan suci yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan ini. Menurutnya, Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, seperti kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama.

Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar semangat kebersamaan dan kerukunan di tengah masyarakat tetap terpelihara. Setelah sambutan oleh Bapak Gatut Sunu Wibowo selesai maka acara selanjutnya adalah pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama masyarakat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang memberikan pesan-pesan tentang pentingnya meningkatkan keimanan, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Kegiatan safari ramadhan Bupati Tulungagung juga menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadhan. Masyarakat sekitar begitu senang akan adanya kegiatan ini karena karena sikap kepedulian yang terlihat dari pemerintah Kabupaten Tulungagung. Di akhir kegiatan, Bupati Tulungagung Bapak Gatut Sunu Wibowo bersama Ibu Ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung menyempatkan mengunjungi stand bazar Ramadhan yang diikuti oleh pelaku UMKM setempat. Kunjungan tersebut menjadi bentuk dan perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan ramadhan. Kehadiran bazar murah ini disambut positif oleh warga karena dinilai dapat meringankan beban masyarakat, terutama dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran.

Kegiatan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang memperkuat ukhuwah, memperdalam spiritualitas, dan meneguhkan komitmen bersama membangun Tulungagung yang semakin maju, sejahtera, dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang lebih maju dan sejahtera.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2612-03-2026
Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung telah Mengadakan Kegiatan Sebagai Berikut


Program Kerja Bidang Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
Program Kegiatan : Informasi & Humas, Dokumentasi & Publikasi
Keterangan Program
1. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
2. Pukul : 16.30-19.00 WIB
3. Peserta : Pengurus Dharma Wanita Persatuan serta Anggota dan Pengurus yang pindah tugas mengukuti suami yaitu Ny. Ari, Ny. Rene, Ny. Johan, Ny. Nurkalim dan Ny. Andri dengan jumlah 25 orang
4. Lokasi : Tempat Makan Alembana
5. Acara :Buka Bersama dan Pelepasan Anggota dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda
6. Pakaian: Bebas Rapi
7. Keterangan Program:

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Kabupaten Tulungagung kembali melaksanakan kegiatan kebersamaan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus memberikan apresiasi kepada anggota yang akan memasuki masa perpindahan tugas. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Bidang Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, khususnya pada program kegiatan Informasi dan Humas, Dokumentasi, serta Publikasi yang secara rutin dilaksanakan guna mendukung komunikasi organisasi yang harmonis serta memperkuat hubungan antaranggota.

Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 12 Maret 2026, mulai pukul 16.30 hingga 19.00 WIB, bertempat di Tempat Makan Alembana. Acara berlangsung dalam suasana hangat, santai, dan penuh kekeluargaan. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat hubungan emosional antaranggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dalam organisasi.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah kurang lebih 25 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa anggota dan pengurus yang akan berpindah tugas mengikuti suami, yaitu Ny. Ari, Ny. Rene, Ny. Johan, Ny. Nurkalim, dan Ny. Andri. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena acara tersebut sekaligus menjadi momentum pelepasan secara resmi dari keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung, Ny. Bagus Kuncoro. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda atas kebersamaan, partisipasi, serta kontribusi yang telah diberikan selama ini dalam berbagai kegiatan organisasi. Beliau juga menyampaikan bahwa setiap anggota memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan program-program Dharma Wanita Persatuan.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan pesan khusus kepada anggota dan pengurus yang akan berpindah tugas agar tetap menjaga tali silaturahmi dengan keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Beliau berharap meskipun berada di tempat tugas yang baru, hubungan baik yang telah terjalin selama ini tetap dapat dipertahankan. Selain itu, beliau juga mendoakan agar para anggota yang berpindah tugas dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan di lingkungan yang baru.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Para anggota saling berbincang, bertukar cerita, serta mengenang berbagai pengalaman selama aktif mengikuti kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bappeda. Suasana hangat dan penuh kebersamaan sangat terasa dalam pertemuan tersebut.

Salah satu rangkaian kegiatan yang paling berkesan adalah prosesi pelepasan anggota dan pengurus yang akan berpindah tugas. Dalam prosesi tersebut, para anggota yang dilepas diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan selama bergabung dalam Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Ungkapan rasa haru, terima kasih, serta kenangan kebersamaan pun turut mewarnai momen tersebut.

Selain menjadi ajang pelepasan, kegiatan ini juga dirangkai dengan acara buka puasa bersama. Mengingat kegiatan dilaksanakan pada bulan Ramadan, momentum berbuka puasa bersama menjadi sarana yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta kebersamaan spiritual antaranggota. Seluruh peserta mengikuti rangkaian berbuka puasa dengan penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan buka bersama ini, diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi di antara anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat solidaritas organisasi serta menumbuhkan rasa saling memiliki terhadap keberlangsungan kegiatan Dharma Wanita Persatuan.

Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini antara lain sebagai berikut:
1.Mempererat tali silaturahmi dan hubungan kekeluargaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung.
2.Memberikan apresiasi dan penghargaan kepada anggota serta pengurus yang akan berpindah tugas mengikuti suami.
3.Menjaga hubungan baik dan komunikasi organisasi meskipun anggota berada di tempat tugas yang berbeda.
4.Menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan solidaritas dalam lingkungan organisasi Dharma Wanita Persatuan.

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain sebagai berikut:
1.Terjalinnya hubungan yang semakin harmonis dan erat antaranggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung.
2.Meningkatnya rasa kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas antaranggota dalam mendukung kegiatan organisasi.
3.Terciptanya suasana kekeluargaan yang positif sebagai modal sosial dalam pelaksanaan program-program Dharma Wanita Persatuan ke depan.
4.Tetap terjaganya hubungan silaturahmi dengan anggota yang telah berpindah tugas sehingga komunikasi dan jaringan organisasi tetap terpelihara dengan baik.

Dengan terlaksananya kegiatan ini secara baik dan penuh kekeluargaan, diharapkan hubungan silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung akan tetap terjaga meskipun terdapat anggota yang berpindah tugas. Semangat kebersamaan yang telah terbangun selama ini diharapkan dapat terus dipelihara sebagai bagian dari kekuatan organisasi dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan di masa yang akan datang.
Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: SKPD BAPPEDA
2712-03-2026
Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung telah Mengadakan Kegiatan Sebagai Berikut


Program Kerja Bidang Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
Program Kegiatan : Informasi & Humas, Dokumentasi & Publikasi
Keterangan Program
1. Hari / Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
2. Pukul : 16.30-19.00 WIB
3. Peserta : Pengurus Dharma Wanita Persatuan serta Anggota dan Pengurus yang pindah tugas mengukuti suami yaitu Ny. Ari, Ny. Rene, Ny. Johan, Ny. Nurkalim dan Ny. Andri dengan jumlah 25 orang
4. Lokasi : Tempat Makan Alembana
5. Acara :Buka Bersama dan Pelepasan Anggota dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda
6. Pakaian: Bebas Rapi
7. Keterangan Program:

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Kabupaten Tulungagung kembali melaksanakan kegiatan kebersamaan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus memberikan apresiasi kepada anggota yang akan memasuki masa perpindahan tugas. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Bidang Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, khususnya pada program kegiatan Informasi dan Humas, Dokumentasi, serta Publikasi yang secara rutin dilaksanakan guna mendukung komunikasi organisasi yang harmonis serta memperkuat hubungan antaranggota.

Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 12 Maret 2026, mulai pukul 16.30 hingga 19.00 WIB, bertempat di Tempat Makan Alembana. Acara berlangsung dalam suasana hangat, santai, dan penuh kekeluargaan. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat hubungan emosional antaranggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dalam organisasi.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah kurang lebih 25 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa anggota dan pengurus yang akan berpindah tugas mengikuti suami, yaitu Ny. Ari, Ny. Rene, Ny. Johan, Ny. Nurkalim, dan Ny. Andri. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena acara tersebut sekaligus menjadi momentum pelepasan secara resmi dari keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung, Ny. Bagus Kuncoro. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda atas kebersamaan, partisipasi, serta kontribusi yang telah diberikan selama ini dalam berbagai kegiatan organisasi. Beliau juga menyampaikan bahwa setiap anggota memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan program-program Dharma Wanita Persatuan.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan pesan khusus kepada anggota dan pengurus yang akan berpindah tugas agar tetap menjaga tali silaturahmi dengan keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Beliau berharap meskipun berada di tempat tugas yang baru, hubungan baik yang telah terjalin selama ini tetap dapat dipertahankan. Selain itu, beliau juga mendoakan agar para anggota yang berpindah tugas dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan di lingkungan yang baru.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Para anggota saling berbincang, bertukar cerita, serta mengenang berbagai pengalaman selama aktif mengikuti kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bappeda. Suasana hangat dan penuh kebersamaan sangat terasa dalam pertemuan tersebut.

Salah satu rangkaian kegiatan yang paling berkesan adalah prosesi pelepasan anggota dan pengurus yang akan berpindah tugas. Dalam prosesi tersebut, para anggota yang dilepas diberikan tali asih sebagai simbol kasih saying selama bergabung dalam Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Ungkapan rasa haru, terima kasih, serta kenangan kebersamaan pun turut mewarnai momen tersebut.

Selain menjadi ajang pelepasan, kegiatan ini juga dirangkai dengan acara buka puasa bersama. Mengingat kegiatan dilaksanakan pada bulan Ramadan, momentum berbuka puasa bersama menjadi sarana yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta kebersamaan spiritual antaranggota. Seluruh peserta mengikuti rangkaian berbuka puasa dengan penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan buka bersama ini, diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi di antara anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat solidaritas organisasi serta menumbuhkan rasa saling memiliki terhadap keberlangsungan kegiatan Dharma Wanita Persatuan.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota, memberikan penghargaan kepada anggota yang akan berpindah tugas, serta menjaga hubungan baik meskipun secara kedinasan telah berada di tempat yang berbeda. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan dalam organisasi.

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya hubungan yang semakin harmonis di antara anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan, kepedulian, serta solidaritas dalam mendukung berbagai program organisasi ke depan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini secara baik dan penuh kekeluargaan, diharapkan hubungan silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung akan tetap terjaga meskipun terdapat anggota yang berpindah tugas. Semangat kebersamaan yang telah terbangun selama ini diharapkan dapat terus dipelihara sebagai bagian dari kekuatan organisasi dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan di masa yang akan datang.
Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: SKPD BAPPEDA
2813-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat
Program/Kegiatan : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan
Yang mengikuti kegiatan di Pendopo Kongasarum Kusumaning Bongso Ibu Eersthanty Novelita selaku Pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 s/d 11.00 WIB
4. Peserta : 126 orang
5. Lokasi : Pendopo Kongasarum Kusumaning Bongso
6. Acara : Santapan Rohani

Pembahasan
Bulan Ramadhan yang senantiasa dirindukan kedatangannya dan disayangkan kepergiannya. Bulan yang datang dengan berjuta berkah dan magfirah yang akan membersihkan noda - noda dalam jiwa setiap umat Muslim. Ramadhan adalah kekasih hati, ia bagaikan darah segar yang membangkitkan kembali semangat yang mulai mengendor, ia ibarat oase di tengah padang sahara pelepas dahaga bagi sang pengembara di bawah teriknya sang mentari.
DWP Kabupaten Tulungagung megadakan acara santapan rohani di Pendopo Kongasarum Kusumaning Bongso. Kegiatan ini diikuti Ibu Ersthanty Novelita selaku pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Acara tersebut diisi ceramah oleh Ustadz Soim. Bulan Ramadhan yag penuh hikmah diisi dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT yang merupakan kebiasaan bagi para generasi yang shalih pendahulu kita dengan memperbanyak doa sebelum masuknya bulan Ramadhan, sehingga diriwayatkan diantara mereka ada yang memohon kepada Allah SWT agar dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan sejak 6 bulan sebelumnya. Mereka juga memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dan pertolongan di dalam melaksanakan ibadah - ibadah di dalamnya seperti puasa, qiyamul lail, sedekah dan sebagainya. Bersuci dan membersihkan diri yaitu kebersihan yang bersifat maknawi seperti taubat nasuha dari segala dosa dan maksiat.
Mempersiapkan jiwa dengan memperbanyak amal - amal shalih pada bulan Sya'ban karena pada bulan ini bulan diangkatnya amalan - amalan pada Allah. Sebagaimana hadits Usamah bin Zaid yang diriwayatkan oleh Imam An Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah yang dihasankan oleh Syaikh Al Albani bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpuasa sepanjang bulan Sya'ban atau beliau memperbanyak puasa di dalamnya kecuali hanya beberapa hari saja beliau tidak melakukannya.
Bertafaqquh (mempelajari) hukum - hukum puasa dan mengenal petunjuk Nabi shallallahu alaihi wasallam sebelum memasuki puasa seperti mempelajari syarat - syarat diterimanya puasa, hal - hal yang membatalkan puasa, hukum berpuasa di hari syak (meragukan), perbuatan - perbuatan yang dibolehkan dan dilarang bagi yang berpuasa, adab - adab dan sunah - sunah berpuasa, hukum - hukum shalat tarawih, hukum - hukum yang berkaitan dengan orang yang memiliki udzur seperti mengadakan perjalanan, sakit, hukum - hukum yang berkaitan dengan zakat fitrah dan lain - lain. Maka hendaknya kita berilmu sebelum memahami dan mengamalkannya.
Bulan suci ini kita isi dengan memperbanyak ibadah shalat sunah, membaca Al Quran, memperbanyak tasbih, tahmid, takbir dan istighfar dan lebih peduli kepada nasib orang fakir dan miskin, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali silaturrahmi, memuliakan tamu, menjenguk orang sakit dan ibadah - ibadah lain yang semisal dengan itu guna meraih gelaran mulia dari Allah, yaitu taqwa dimana ia merupakan simbol sejati bagi hamba - hamba Allah yang senantiasa mengikhlaskan hati dan memurnikan iman yang terpatri lewat amalan ibadah yang relevan dengan hukum syar'i.
Berpuasa di bulan Ramadhan selain ia suatu kewajiban individu bagi yang memenuhi syarat, namun ia juga menyimpan banyak keutamaan di balik semua itu, diantaranya : puasa adalah rahasia antara hamba dengan Tuhannya. Dan Allah SWT yang akan memberikan balasannya. Orang - orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan, kegembiraan ketika ia berbuka dan kegembiraan ketika ia menemui Rabb-Nya. Seorang hamba yang berpuasa dan melakukan amal ibadah lainnya karena iman dan mengharap ridha Allah SWT maka dosa - dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT daripada aroma misk (minyak wangi). Bagi yang berpuasa ada waktu, yang mana apabila ia berdoa pada waktu tersebut, maka doa itu tidak tertolak.
Mengatur sebaik - baiknya program di bulan Ramadhan. Bila seorang tamu yang agung datang berkunjung ke rumah kita kemudian kita menyambutnya dengan baik tentu kita akan mendapatkan pujian serta balasan dari tamu tersebut, begitu pula dengan bulan Ramadhan yang datang dengan membawa berbagai macam keutamaan. Jika kita menyambutnya dengan persiapan serta program -program untuk tamu agung ini tentu kita akan mendapatkan keutamaan - keutamaan tersebut.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

2912-03-2026
Ibu ketua DWP kecamatan Boyolangu telah mengikuti kegiatan Sosialisasi Budaya Mutu Dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Bidang Sekretariat


Program Pembinaan Hubungan Luar


Kata Pengantar


Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan nikmatNya yang diberikan sehingga Ibu ketua DWP Kecamatan Boyolangu dapat mengikuti kegiatan Sosialisasi Budaya Mutu Dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan,dalam keadaan sehat walafiat.Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Tulungagung umumnya.


I.Pendahuluan


1.Latar belakang : tingginya resiko insiden medis,seperti kesalahan prosedur atau pengobatan,yang mengancam nyawa dan citra rumah sakit.Budaya ini menuntut peralihan dari sistem menyalahkan individu ke sistem pelaporan terbuka,guna meningkatkan mutu pelayanan,keaamanan pasien dan efisien kerja.


2.Tujuan :Pencegahan insiden dan kesalahan medis,pergeseran dari budaya menyalahkan dan peningkatan kualitas dan reputasi Rumah Sakit.


II.Laporan


1.Nama Kegiatan : Sosialisasi Budaya Mutu Dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


2.Waktu dan tempat: Hari Kamis,12 Maret 2026 di Gedung Syhri Lantai 6 UIN Tulungagung


3.Peserta: PKK,Dharma Wanita dan Muslimat.Untuk Dwp Kecamatan Boyolangu dihadiri oleh Ibu Siti Muti'ah selaku ketua DWP kecamatan Boyolangu.


Jalannya Kegiatan :


1.Usulan dari peserta Sosialisai yakni RS Iskak sudah tipe A,pelayanan harus ditingkatkan lagi.


2.Sambutan dari anggota DPR RI Dr.Ir.Heru Tjahyono menyampaikan bahwa peraturan pemerintah no.17 tahun 2025 tentan pembatasan gajet untuk anak-anak,dimana 50% anak Indonesia rata-rata terindikasi kena seksual anak karena terpapar pornografi.


III.Hasil Kegiatan


KIta mendapatkan informasi tentang mutu pelayanan RS yang lebih baik lagi dan juga memperoleh informasi tentang Permen No.17 tahun 2025.


IV.Penutup


Dengan adanya sosialisasi budaya mutu dan keselamatan pasien difasilitas pelayanan kesehatan ini dapat memberi masukan pada RS Iskak Tulungagung untuk meningkatkan pelayanannya,agar lebih baik lagi.Kita dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang permen no.17 tahun 2025,sehingga bisa menurunkan angka penggunaan gadget bagi anak-anak.


Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

3013-03-2026Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota organisasi, pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan mengikuti kegiatan pengajian serta mengaji Al-Qur’an bersama yang dilaksanakan di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung serta perwakilan pengurus dari berbagai kecamatan, termasuk Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru beserta anggota. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekeluargaan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan spiritual bagi anggota Dharma Wanita Persatuan. Selain sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan solidaritas, serta menumbuhkan semangat dalam menjalankan peran sebagai anggota organisasi sekaligus sebagai bagian dari masyarakat yang berakhlak mulia. Acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung secara tertib dan penuh kekhidmatan. Para peserta yang hadir menempati tempat yang telah disediakan di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Tulungagung dengan suasana yang tenang dan religius. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dengan merdu oleh salah satu anggota Dharma Wanita. Lantunan ayat suci tersebut memberikan nuansa spiritual yang mendalam serta mengajak seluruh peserta untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan pengajian dan mengaji Al-Qur’an bersama ini merupakan bagian dari program pembinaan rohani yang secara rutin dilaksanakan guna memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan Dharma Wanita. Melalui kegiatan ini diharapkan para anggota dapat terus meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut bersama para anggota. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap setiap program pembinaan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung. Selain itu, keikutsertaan anggota dari Kecamatan Kedungwaru juga menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung kegiatan organisasi yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai spiritual dan moral. Memasuki inti kegiatan, para peserta bersama-sama melaksanakan kegiatan mengaji Al-Qur’an. Setiap peserta membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergiliran dengan penuh kesungguhan. Suasana yang tercipta sangat khidmat, mencerminkan semangat para anggota untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka. Dalam kegiatan ini juga diberikan bimbingan mengenai tajwid dan pelafalan ayat-ayat Al-Qur’an yang benar, sehingga para peserta dapat meningkatkan kualitas bacaan mereka secara bertahap. Kegiatan mengaji bersama ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi momen refleksi diri bagi setiap anggota. Melalui ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca dan dipahami bersama, para peserta diingatkan kembali tentang pentingnya menjalani kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan, kesabaran, serta keikhlasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Selain kegiatan membaca Al-Qur’an, acara juga diisi dengan tausiyah atau ceramah agama yang disampaikan oleh seorang narasumber yang kompeten di bidang keagamaan. Dalam tausiyah tersebut disampaikan berbagai pesan moral dan spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi anggota Dharma Wanita yang memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat. Narasumber menekankan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pedoman dalam membangun keluarga yang harmonis, mendidik generasi yang berakhlak mulia, serta menjalankan berbagai aktivitas sosial dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Para peserta mengikuti tausiyah dengan penuh perhatian dan antusias. Hal ini terlihat dari kesungguhan mereka dalam menyimak setiap pesan yang disampaikan. Tidak sedikit peserta yang juga mencatat poin-poin penting sebagai pengingat dan bahan renungan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengajian dan mengaji Al-Qur’an bersama ini juga menjadi ajang silaturahmi yang sangat berharga bagi para anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai kecamatan. Melalui pertemuan ini, para anggota dapat saling bertukar pengalaman, mempererat hubungan kekeluargaan, serta memperkuat rasa persatuan dalam organisasi. Bagi Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru, keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat positif. Selain meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agama, kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan di antara para anggota. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena memberikan dampak yang sangat baik bagi pengembangan spiritual dan moral anggota. Di akhir kegiatan, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh keberkahan. Doa juga dipanjatkan agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemampuan untuk terus menjalankan berbagai program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan pengajian dan mengaji Al-Qur’an bersama ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Dengan landasan nilai-nilai keagamaan yang kuat, diharapkan para anggota dapat menjalankan peran mereka dengan lebih baik, baik sebagai anggota organisasi, sebagai istri, sebagai ibu, maupun sebagai bagian dari masyarakat. Melalui kegiatan ini pula diharapkan semangat kebersamaan, kekompakan, serta rasa persaudaraan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung semakin terjalin erat. Dengan demikian, organisasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan. Partisipasi aktif dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru beserta anggota menjadi bukti nyata komitmen untuk terus mendukung setiap program kegiatan organisasi. Semoga kegiatan yang penuh makna ini dapat memberikan keberkahan serta menjadi langkah nyata dalam membentuk pribadi-pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, serta senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Program: HUMAS
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
3113-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Badan Riset dan Inovasi Daerah telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi & Humas - Dokumentasi & Dokumentasi

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Riset dan Inovasi Daerah
2. Hari/ Tanggal : Jumat/ 13 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 - Selesai
4. Peserta : Pengurus Dharma Wanita Persatuan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Area Perkantoran (Jalan Adi Sucipto Gang I Nomor 11 Kenayan Tulungagung)
6. Acara : Giat Bersih-Bersih

Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa dan penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia.
Ramadhan menjadi momentum yang dinantikan setiap tahunnya karena pada bulan ini umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Kewajiban berpuasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperbaiki kualitas diri baik secara spiritual maupun sosial.

Makna Ramadhan sangat erat kaitannya dengan proses penyucian diri.
Selama bulan suci ini, umat Islam diajak untuk menahan diri dari segala perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa, seperti berkata kasar, berbuat buruk, maupun melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Dengan demikian, Ramadhan menjadi kesempatan yang sangat baik untuk melatih kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.

Selain sebagai bulan untuk meningkatkan kualitas ibadah, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Pada bulan ini pahala dari setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat tarawih, bersedekah, memperbanyak doa, serta melakukan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi sesama.

Bulan Ramadhan juga mengajarkan nilai kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan merasakan langsung bagaimana menahan lapar dan dahaga, umat Islam diharapkan dapat lebih memahami kondisi saudara-saudara yang kurang beruntung.
Hal ini mendorong tumbuhnya rasa empati, solidaritas, serta semangat berbagi kepada sesama melalui berbagai kegiatan seperti memberikan sedekah, santunan, maupun kegiatan sosial lainnya.
Di samping itu, Ramadhan juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat hubungan kekeluargaan.
Tradisi berbuka puasa bersama, kegiatan keagamaan, serta berbagai aktivitas sosial yang dilakukan selama bulan Ramadhan sering kali menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam lingkungan kerja.
Nilai kebersihan dan kerapian juga menjadi bagian penting dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Membersihkan lingkungan, menata tempat ibadah, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan bentuk kesiapan lahir dan batin dalam menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah ini.
Kebersihan tersebut tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga sebagai simbol upaya membersihkan hati dari berbagai sifat buruk.

Dengan berbagai makna yang terkandung di dalamnya, bulan suci Ramadhan menjadi waktu yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, mempererat hubungan dengan sesama, serta menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui momentum Ramadhan, diharapkan setiap individu dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, Ramadhan bukan sekadar bulan menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi sarana pembinaan diri agar manusia mampu menjalani kehidupan dengan penuh keimanan, ketakwaan, serta semangat kebersamaan.
Dengan hati yang bersih dan jiwa yang lebih baik, umat Islam diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan setelah berhasil menjalani berbagai ujian dan latihan spiritual selama bulan suci Ramadhan.

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah serta menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026, Pengurus Dharma Wanita Persatuan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan kerja bakti di lingkungan kantor BRIDA Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan positif yang bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja sekaligus mempererat kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan.
Kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan BRIDA Kabupaten Tulungagung.
Dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, para anggota secara bersama-sama membersihkan berbagai area di lingkungan kantor.
Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan ruang kerja, penataan kembali peralatan dan perlengkapan kantor, pembersihan halaman dan taman kantor, penyapuan area sekitar kantor, serta merapikan berbagai fasilitas yang ada agar lingkungan kantor terlihat lebih bersih, rapi, dan tertata dengan baik.

Pelaksanaan kerja bakti ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Dharma Wanita Persatuan terhadap terciptanya lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman.
Lingkungan kerja yang bersih dan tertata tidak hanya memberikan kenyamanan bagi para pegawai dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif, produktif, dan menyenangkan.
Selain itu, kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan memiliki makna yang lebih mendalam.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan, di mana umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan berbagai amal kebaikan, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Oleh karena itu, kegiatan kerja bakti ini juga dimaknai sebagai salah satu bentuk implementasi nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam bulan suci Ramadhan, yaitu semangat gotong royong, saling membantu, serta menjaga kebersihan baik secara lahir maupun batin.

Kebersihan merupakan salah satu nilai penting dalam ajaran Islam, yang tidak hanya berkaitan dengan kebersihan diri tetapi juga kebersihan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan kerja bakti ini, para anggota Dharma Wanita Persatuan BRIDA Kabupaten Tulungagung turut menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja sebagai bagian dari budaya kerja yang positif dan bertanggung jawab.
Selain memberikan manfaat dari sisi kebersihan dan kenyamanan lingkungan, kegiatan kerja bakti ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan. Melalui kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama, tercipta suasana kebersamaan, kekompakan, serta rasa kekeluargaan yang semakin kuat di lingkungan organisasi.
Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mendukung berbagai kegiatan Dharma Wanita Persatuan ke depannya.

Kegiatan kerja bakti ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang merupakan bagian dari nilai budaya bangsa Indonesia.
Semangat tersebut sangat penting untuk terus dipelihara, khususnya dalam lingkungan organisasi, sehingga tercipta kerja sama yang baik serta solidaritas yang kuat antar anggota.
Dengan dilaksanakannya kegiatan kerja bakti ini, Pengurus Dharma Wanita Persatuan BRIDA Kabupaten Tulungagung berharap dapat memberikan contoh positif dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong di tengah momentum bulan suci Ramadhan.

Melalui kegiatan ini pula diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dapat menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan hati yang bersih, penuh rasa syukur, serta semangat kebersamaan yang semakin erat.
Lingkungan kantor yang bersih, rapi, dan nyaman juga diharapkan dapat menjadi simbol kesiapan seluruh keluarga besar BRIDA Kabupaten Tulungagung dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
Dengan semangat Ramadhan yang penuh berkah, kegiatan kerja bakti ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan kantor, tetapi juga dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta kepedulian sosial di lingkungan Dharma Wanita Persatuan BRIDA Kabupaten Tulungagung.

Berikut poin-poin penting dalam Bulan Suci Ramadhan
1. Ramadhan sebagai Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam. Pada bulan ini Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan, dan keberkahan yang sangat besar bagi umat manusia. Setiap amal kebaikan yang dilakukan selama bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, umat Islam berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadah serta memperbanyak amal kebajikan agar mendapatkan keberkahan dan ridha dari Allah SWT.
2. Kewajiban Menjalankan Ibadah Puasa
Salah satu ibadah utama yang wajib dilaksanakan pada bulan Ramadhan adalah puasa. Puasa dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Namun, makna puasa tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan dahaga saja, melainkan juga menahan hawa nafsu, menjaga perkataan, serta menghindari perbuatan yang tidak baik. Dengan menjalankan ibadah puasa, umat Islam dilatih untuk memiliki kedisiplinan, kesabaran, serta pengendalian diri.
3. Momentum untuk Meningkatkan Ketakwaan
Tujuan utama dari ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan tercermin dari kesungguhan seseorang dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Selama bulan Ramadhan, umat Islam didorong untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta memperbanyak dzikir.
4. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Ramadhan memiliki keistimewaan karena pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, bulan Ramadhan juga dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca, memahami, serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
5. Malam Lailatul Qadar yang Penuh Kemuliaan
Di dalam bulan Ramadhan terdapat malam yang sangat istimewa yaitu malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, berdoa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Keutamaan malam Lailatul Qadar menjadi motivasi bagi umat Islam untuk lebih meningkatkan ibadah terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
6. Meningkatkan Amal Ibadah dan Kebaikan
Ramadhan menjadi kesempatan yang sangat baik bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah. Selain menjalankan puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan berbagai ibadah tambahan seperti shalat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, melakukan i’tikaf di masjid, serta memperbanyak doa dan dzikir. Semua amalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
7. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri
Puasa mengajarkan umat Islam untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri dalam berbagai aspek kehidupan. Selama menjalankan ibadah puasa, seseorang dituntut untuk mampu menahan emosi, menjaga ucapan, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dengan latihan tersebut, diharapkan umat Islam dapat menjadi pribadi yang lebih sabar, bijaksana, dan memiliki akhlak yang baik.
8. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Bulan Ramadhan juga memiliki nilai sosial yang sangat tinggi. Dengan merasakan langsung bagaimana menahan lapar dan dahaga, umat Islam diharapkan dapat lebih memahami kondisi saudara-saudara yang kurang beruntung. Hal ini mendorong munculnya rasa empati dan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan berbagi seperti memberikan sedekah, zakat, santunan kepada anak yatim, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
9. Mempererat Tali Silaturahmi
Selain sebagai bulan ibadah, Ramadhan juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi antar sesama. Tradisi berbuka puasa bersama, kegiatan keagamaan, serta berbagai aktivitas sosial yang dilakukan selama Ramadhan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di lingkungan kerja.
10. Momentum Introspeksi dan Perbaikan Diri
Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat bagi setiap individu untuk melakukan introspeksi diri atau muhasabah. Melalui berbagai ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan, umat Islam diajak untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kesalahan di masa lalu, serta berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang.
11. Persiapan Spiritual Menyambut Hari Raya Idul Fitri
Bulan Ramadhan merupakan perjalanan spiritual yang mempersiapkan umat Islam untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Islam diharapkan dapat meraih kemenangan dengan hati yang bersih, penuh rasa syukur, serta semangat untuk terus menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: SKPD Badan Riset dan Inovasi Daerah
3211-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung Berpartisipasi dalam Santunan 1000 Anak Yatim di Bulan Ramadan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Rabu, 11 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB
4. Tempat : Pendopo Kongas Arum Kusumasing Bongso dan Apollo Super Mall Tulungagung
5. Dihadiri oleh ibu-ibu pengurus diantara nya :
- Ny. Arif Effendi DWP Bagian Tata Pemerintahan
- Ny. Agus Eko Putranto DWP Bagian Organisasi
- Ny. Yulius Rahma Isworo DWP Bagian Umum
- Ny. Catur Hermono DWP Bagian Perekonomian
- Ny. Farid Abadi DWP Bagian Pembangunan
- Ny. Fancholik DWP Bagian Perencanaan Keuangan
- Ny. Makrus Mannan DWP Bagian Kesejahteraan Rakyat
- Ny. Aris DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Detail Acara :

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan kemuliaan bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah serta memperbanyak amal kebaikan, salah satunya dengan bersedekah dan berbagi kepada sesama. Semangat berbagi tersebut juga tercermin dalam kegiatan santunan anak yatim yang rutin diselenggarakan oleh Keluarga Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung setiap bulan Ramadan. Dalam kegiatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung turut berpartisipasi aktif sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak yatim.

Kegiatan santunan anak yatim tersebut dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung. Acara ini menjadi salah satu agenda rutin tahunan yang selalu diselenggarakan pada bulan Ramadan dengan tujuan untuk memberikan perhatian, kasih sayang, serta kebahagiaan kepada anak-anak yatim menjelang Hari Raya Idulfitri. Pada tahun ini, kegiatan santunan diikuti oleh sekitar 1000 anak yatim yang berasal dari 271 desa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.

Partisipasi Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Para anggota DWP hadir dengan penuh semangat dan antusias untuk turut menyukseskan kegiatan santunan tersebut. Kehadiran ibu-ibu Dharma Wanita tidak hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai bagian dari unsur masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan anak-anak yatim.

Kegiatan santunan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, antara lain Bupati Tulungagung, Wakil Bupati beserta istri, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah beserta istri, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan dari berbagai organisasi wanita seperti TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan organisasi lainnya. Selain itu, hadir pula pengurus Baznas Provinsi Jawa Timur dan Baznas Kabupaten Tulungagung yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial ini.

Dalam sambutannya, panitia penyelenggara menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan santunan anak yatim tersebut. Bulan Ramadan dianggap sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan amal ibadah sekaligus memperbanyak sedekah, karena setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Oleh karena itu, KKKS Kabupaten Tulungagung menjadikan momentum Ramadan sebagai waktu terbaik untuk melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan piatu.

Kegiatan santunan ini merupakan bagian dari program kerja KKKS Kabupaten Tulungagung tahun 2026. Dalam rangkaian kegiatan Ramadan, terdapat dua kegiatan utama yang dilaksanakan oleh KKKS, yaitu program Orang Tua Asuh Sehari (OASE) dan santunan anak yatim. Program OASE sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2026, di mana sebanyak 109 anak yatim diajak berbelanja kebutuhan mereka di pusat perbelanjaan dengan pendampingan para orang tua asuh dari kalangan istri pejabat OPD, pengurus TP PKK, dan KKKS.

Sementara itu, kegiatan santunan anak yatim dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2026 di Pendopo Kabupaten Tulungagung mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai. Sebanyak 1000 anak yatim dihadirkan secara langsung dalam kegiatan tersebut untuk menerima santunan yang telah disiapkan oleh panitia. Santunan yang diberikan kepada anak-anak tersebut berasal dari berbagai sumber, antara lain Pemerintah Kabupaten Tulungagung, KKKS Kabupaten Tulungagung, Baznas Provinsi Jawa Timur, dan Baznas Kabupaten Tulungagung.

Bentuk santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim berupa bantuan uang tunai, perlengkapan sekolah, serta konsumsi. Dari KKKS Kabupaten Tulungagung, setiap anak menerima uang tunai sebesar Rp100.000 serta konsumsi berupa nasi dan snack. Selain itu, Baznas Provinsi Jawa Timur juga memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp25.000 serta tas sekolah dan alat tulis. Sedangkan Baznas Kabupaten Tulungagung turut memberikan santunan berupa uang tunai sebesar Rp75.000 kepada setiap anak.

Dengan adanya berbagai bentuk bantuan tersebut, diharapkan anak-anak yatim dapat merasakan kebahagiaan serta memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan mereka, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat terhadap anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Partisipasi Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk penguatan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Para anggota DWP terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian acara santunan tersebut. Mereka berbaur dengan para undangan serta anak-anak yatim yang hadir, memberikan semangat serta perhatian kepada mereka.

Selain penyerahan santunan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung kepada perwakilan anak yatim, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama agar seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut mendapatkan keberkahan dan balasan kebaikan dari Allah SWT. Doa juga dipanjatkan agar anak-anak yatim yang menerima santunan senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta masa depan yang cerah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa saat seluruh tamu undangan, panitia, serta anak-anak yatim menikmati hidangan berbuka puasa bersama di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menebarkan kebaikan di bulan suci Ramadan. Melalui kegiatan santunan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta mempererat tali silaturahmi antar berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Tulungagung. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan dapat tercipta melalui berbagi dan memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan.

Partisipasi aktif Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan santunan anak yatim ini menunjukkan bahwa organisasi wanita memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Bulan Ramadan memang menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan kepedulian dan berbagi kepada sesama. Melalui kegiatan santunan anak yatim ini, diharapkan anak-anak yatim dapat merasakan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri serta tumbuh menjadi generasi yang kuat, mandiri, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara di masa depan.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
3312-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sekretariat

Program Kerja Sekretariat : Penataan Organisasi / Manajemen – Sosialisasi/Konsolidasi

Partisipasi DWP Satpol PP Tulungagung dalam Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Layanan Kesehatan

Keterangan Program:
Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
Hari / Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
Pukul : 08.00 WIB – Selesai
Lokasi : Gedung KH. Saifudin Zuhri lantai 6 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Acara : Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Layanan Kesehatan
Detail acara :

Pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 08.00 WIB bertempat di Gedung KH. Saifudin Zuhri lantai 6 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Layanan Kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Rahma Hartono selaku Ketua DWP Satpol PP sekaligus pengurus DWP Kabupaten Tulungagung Bidang Sosial Budaya, bersama dengan Ibu Kasil Rohmad dan Ibu Suparni selaku pengurus bidang sosial budaya DWP Kabupaten Tulungagung menghadiri undangan tersebut dan mengikuti kegiatan sosialisasi hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan undangan dari Bapak Heru Cahyono selaku Anggota Komisi IX DPR RI yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Heru Cahyono, Bapak Bayu Indra Wisnu dari Kementerian Kesehatan RI, Bapak Didik Rahmadi selaku pengelola data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Ibu Desi selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Ibu Endang Gatut Sunu Wibowo selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung beserta jajaran pengurus, Ibu Uswatun Suroto selaku Ketua DWP Kabupaten Tulungagung beserta pengurus, para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tulungagung beserta dua orang pengurus, serta berbagai unsur organisasi masyarakat seperti kelompok senam, Fatayat NU, Muslimat, Muhammadiyah, kelompok UMKM, dan undangan lainnya dari masyarakat Tulungagung.

Susunan Acara
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Pembukaan oleh MC
Doa oleh Bapak Habib
Sambutan Bapak Didik Rahmadi selaku perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
Sambutan Ibu Endang Gatut Sunu Wibowo selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung sekaligus sesi diskusi dan tanya jawab
Penyampaian materi sosialisasi
Tanya jawab dan pembagian hadiah

Dalam sambutannya sekaligus sesi diskusi, disampaikan berbagai masukan dari peserta terkait pelayanan kesehatan di Kabupaten Tulungagung, khususnya mengenai sistem rujukan BPJS setelah RSUD dr. Iskak naik status menjadi rumah sakit tipe A. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan, misalnya contoh kasus pelayanan kesehatan gigi serta kualitas pelayanan di beberapa fasilitas kesehatan.

Selain itu juga dibahas mengenai pelayanan kesehatan di 32 puskesmas yang ada di Kabupaten Tulungagung, termasuk pengalaman masyarakat terkait pelayanan di beberapa poli seperti poli obgyn. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan contoh keberhasilan kegiatan pendampingan kesehatan oleh ibu-ibu Muslimat yang secara sukarela melakukan pendampingan masyarakat dalam program kesehatan, seperti penanganan penyakit tidak menular, kesehatan ibu hamil, dan program kesehatan lainnya. Kegiatan tersebut didukung oleh organisasi Muslimat tingkat provinsi dan sejalan dengan program pemerintah di bidang kesehatan.

Pada sesi diskusi tersebut terdapat tiga orang penanya yang mendapatkan hadiah berupa sajadah dari Ibu Bupati Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dalam kegiatan.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi sosialisasi oleh Bapak Bayu Indra Wisnu dari Kementerian Kesehatan RI mengenai Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Layanan Kesehatan. Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan perlu didukung oleh regulasi, strategi, dan program kesehatan masyarakat. Namun keberhasilan pencapaian standar mutu pelayanan kesehatan sangat bergantung pada pemerataan sumber daya manusia kesehatan, penguatan infrastruktur pelayanan kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.

Selain itu juga disampaikan mengenai Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah dan remaja, usia dewasa hingga lansia. Program ini dilaksanakan melalui beberapa momentum, yaitu PKG ulang tahun, PKG sekolah, serta PKG khusus bagi ibu hamil dan balita melalui pelayanan di puskesmas, klinik, sekolah, maupun posyandu.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui identifikasi faktor risiko penyakit, deteksi kondisi pra penyakit, serta deteksi penyakit secara lebih dini.

Dalam materi sosialisasi juga dijelaskan mengenai resistansi antimikroba, yaitu kondisi ketika kuman menjadi kebal terhadap antibiotik akibat penggunaan yang tidak tepat. Hal ini dapat terjadi karena masyarakat sering membeli antibiotik tanpa resep dokter, menggunakan sisa antibiotik dari pengobatan sebelumnya, atau tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, maupun rumah sakit.

Selain itu juga disampaikan mengenai harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, antara lain tersedianya ruang pelayanan yang bersih dan rapi, sistem antrean dan alur pelayanan yang tertata, petugas kesehatan yang ramah, serta biaya pelayanan yang jelas dan terjangkau.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta pembagian hadiah dari Bapak Heru Cahyono kepada peserta yang aktif dalam diskusi. Melalui Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien, diharapkan anggota DWP Satpol PP Tulungagung dapat meningkatkan Wawasan Kesehatan dan Pemahaman Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
3410-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar – Perayaan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Selasa / 10 Maret 2026
3. Pukul : 18.30 WIB - Selesai
4. Peserta : unsur perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, Jajaran OPD Sarimbit, Forkopimcam Kecamatan Ngantru, Camat se-Kabupaten Tulungagung, Tokoh Agama
5. Lokasi : Pondok Pesantren Albadru Alaina Desa Batokan Kecamatan Ngantru
6. Acara : Kegiatan Safari Ramadhan

Pada hari ini Selasa tanggal 10 Maret 2026 pukul 18.30 WIB yang berlokasi di Pondok Pesantren Albadru Alaina Desa Batokan Kecamatan Ngantru, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Ibu Shanty Erwin Novianto telah mengikuti kegiatan safari ramadhan. Acara ini dihadiri dari unsur perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, Jajaran OPD Sarimbit, Forkopimcam Kecamatan Ngantru, Camat se-Kabupaten Tulungagung, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta jamaah setempat di Pondok Pesantren Al Badru Alaina yang diasuh oleh KH. Amu Sidik Amanah (Abah Amu).

Acara safari ramadhan pada hari ini dipimpin oleh Wakil Bupati Tulungagung Bapak Ahmad Baharudin S.M.,M.M. Safari Ramadhan merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebagai sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di bulan suci Ramadhan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah. Para jamaah yang hadir larut dalam suasana ibadah yang khidmat, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ruh dari Safari Ramadan. Hadirnya Wakil Bupati Bapak H. Ahmad Baharudin, SM., MM bersama Ibu Yuyun Baharudin, beserta seluruh jajaran disambut hangat oleh keluarga besar pondok pesantren dan warga sekitar yang memadati area masjid Pondok Pesantren Al Badru Alaina.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Tulungagung Bapak Ahmad Baharudin menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kesabaran, keimanan, dan kepedulian sosial. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperkuat persaudaraan serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Bapak Wakil Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan beberapa pesan penting kepada para jamaah diantaranya adalah:
1. Sinergi Ulama dan Umaro
Menekankan pentingnya hubungan harmonis antara pemerintah (umaro) dan tokoh agama (ulama) dalam menjaga kondusivitas wilayah.
2. Pembangunan Karakter
Mengapresiasi peran pondok pesantren Al Badru Alaina yang diasuh oleh KH. Amu Sidik Amanah (Abah Amu) dimana sampai saat ini konsisten mencetak generasi muda berakhlakul karimah.
3. Dukungan Sosial
Secara simbolis menyerahkan bantuan berupa santunan kepada anak yatim dan bantuan sarana prasarana untuk operasional pondok pesantren.

Di akhir sambutannya ini, beliau mengajak kepada seluruh masyarakat Tulungagung selalu menjaga kerukunan, keamanan, ketertiban dalam melaksanakan Hari Raya Idul Fitri nanti.

Kyai Amu, selaku pengasuh pondok pesantren Al Badru Alaina menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Beliau berharap kunjungan ini membawa keberkahan serta kemajuan di Kecamatan Ngantru, umumnya Kabupaten Tulungagung.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan secara simbolis dan bingkisan kepada 10 anak yatim serta bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional Pondok Pesantren Al Badru Alaina.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut kemudian ditutup dengan ramah tamah serta diskusi santai antara jajaran pemerintah daerah, pengasuh pesantren, dan tokoh masyarakat. Dalam suasana penuh keakraban ini, berbagai hal terkait perkembangan dakwah dan kehidupan sosial keagamaan di wilayah Ngantru turut menjadi bahan perbincangan.

Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan hubungan silaturahmi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan agama semakin erat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Tulungagung yang religius, harmonis, dan sejahtera.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
3512-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Bidang : Sekretariat Program Kerja : Penataan Organisasi/Manajemen-Sosialisasi/Konsolidasi Keterangan Program : 1. Hari : Kamis 2. Tanggal : 12 Maret 2026 3. Pukul : 08.00 WIB sampai dengan selesai 4. Tempat : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung 5. Pakaian : Seragam Organisasi Dharma Wanita Persatuan 6. Keperluan : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung 7. Pelaksana Kegiatan : a. Ketua Dharma Wanita Persauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Tinik Fajar Widariyanto; b. Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, antara lain Ibu Dewi, Ibu Salman, Ibu Dodik, Ibu Siti, Ibu Khabib, Ibu Zaenu, Ibu Lubena, Ibu Indah, Ibu Evi, Ibu Utami, Ibu Fara, Ibu Maura, Ibu Sus, Ibu Yayuk, Ibu Angga, Ibu Yayan, Ibu Febi, Ibu Bela, Ibu Endik, Ibu Devi, Ibu Sarah, Ibu Isti, Ibu Singgih, Ibu Marita, dan Ibu Yuli. Susunan Kegiatan : 1. Pembawa Acara Membuka Kegiatan; 2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan; 3. Sambutan dan Arahan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 4. Diskusi; 5. Foto bersama; 6. Pembacaan Doa; 7. Penutup. Pada hari Kamis, Tanggal 12 Maret 2026 di Halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung mengadakan Kegiatan Pertemuan Rutin yang dihadiri langsung oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Persatuan Dinas Perindustrian Kabupaten Tulungagung yaitu Ibu Tinik Fajar Widariyanto beserta Pengurus antara lain Ibu Dewi Brahmawanti, Ibu Siti Mahmudah, Ibu Marita Kukuh, Ibu Salman, Ibu Khabib, Ibu Zaenu Mansur, Ibu Ema dan juga beserta seluruh Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung yang telah hadir. Kegiatan dibuka oleh pembawa acara yaitu Ibu Maura pada Pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan mars Dharma Wanita Persatuan yang dipimpin oleh Dwi Mery. Acara selanjutnya yaitu Sambutan dan Arahan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto. Dalam sambutan dan arahan Ibu Ketua mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat, hidayah dan karunianya Ibu - Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dapat menyelenggarakan acara pertemuan rutin pada pagi hari ini, dan tidak lupa Ibu Ketua menyampaikan terima kasih kepada Ibu - Ibu pengurus dan anggota yang telah menyempatkan hadir dalam pertemuan rutin ditengah-tengah kesibukan bekerja maupun mengurus rumah tangga, selain itu Ibu Ketua juga menyampaikan beberapa poin penting untuk kemajuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, antara lain : 1. Perlunya mengadakan pendidikan dan pelatihan maupun seminar untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota dalam berbagai bidang, seperti ketrampilan mengelola keuangan rumah tangga, pendidikan anak dan pengembangan diri; 2. Menyediakan perpustakaan atau taman bacaan agar anggota dapat meningkatkan budaya membaca dan memperluas wawasan; 3. Mendukung program pemerintah dan berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan nasional; dan 4. Selalu beradaptasi terhadap teknologi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan organisasi dan meningkatkan efektivitas komunikasi antar anggota. Setelah sambutan dan arahan dari Ibu Ketua selanjutnya yaitu kegiatan diskusi bersama, kegiatan diskusi ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan dan program kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun rencana strategis untuk periode selanjutnya. Kegiatan selanjutnya yaitu foto bersama. Sebelum acara ditutup oleh pembawa acara terlebih dahulu pembacaan doa yang dipimpin oleh Ibu Fara. Kegiatan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan ini dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dalam 2 bulan sekali. Adapun tujuan dan manfaat dari kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan yaitu antara lain : 1. Pertemuan rutin menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar anggota, baik secara profesional maupun psikologis, sehingga meningkatkan kekompakan dalam bekerja; 2. Sebagai wadah silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Peindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 3. Koordinasi program kerja; 4. Penguatan peran anggota dalam mendukung kinerja suami serta pembangunan keluarga; 5. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota, dengan mempelajari hal-hal baru melalui berbagai pelatihan dan diskusi termasuk ketrampilan dalam bidang ekonomi, teknologi dan lainnya; 6. Pengembangan mandiri, melalui berbagai kegiatan anggota Dharma Wanita Persatuan dapat mengembangkan diri, meningkatkan rasa percaya diri dan menjadi lebih mandiri; 7. Penguatan organisasi, pertemuan rutin membantu Dharma Wanita Persatuan dalam merencanakan dan mengevaluasi program kerja serta memperkuat koordinasi antar anggota. 8. Dan lain sebagainya. Ibu Ketua Dharma Wanita Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung berharap agar semoga kegiatan pertemuan rutin ini dapat terselenggarakan sesuai dengan rencana tanpa ada halangan suatu apapun mengingat kegiatan pertemuan rutin adalah kegiatan yang paling utama dalam sebuah organisasi untuk menjaga komitmen, dan memperkuat organisasi Dharma Wanita Persatuan agar tetap aktif dan terarah.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan
3609-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sekretariat
Program/Kegiatan : Penataan Organisasi/Manajemen/Sosialisasi
Yang mengikuti kegiatan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pengurus dan anggota DWP Unit I Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Senin, 9 Maret 2026
3. Pukul : 16.00 s/d 17.30 WIB
4. Peserta : 38 orang
5. Lokasi : UPT Puskeswan Sendang
6. Acara : Sosialisasi DWP

Acara Sosialisasi
Pembukaan : Ibu Zaenal Mustofa
Sambutan : Ibu Arfian Yahya
Dirigen : Ibu Dyah Fitria R
Doa : Ibu Arif

Pembahasan
Sosialisasi DWP Unit I Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk membahas kegiatan sosialisasi yang akan diberikan kepada masyarakat di sekitar Puskeswan Sendang. Kegiatan yang rutin dilakukan oleh DWP Unit I Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berupa sosialisasi tentang produk peternakan. Sosialisasi diadakan di Puskeswan Sendang pada hari Senin, 9 Maret 2026 pukul 16.00 WIB. Acara dibuka oleh Ibu Zaenal Mustofa. Sosialisasi juga membahas pengetahuan tentang produk pangan yang berkualitas bagi seluruh anggota DWP Unit I untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap resiko peredaran produk pangan yang tidak layak konsumsi.
Sektor peternakan merupakan bagian dari sub sektor pertanian yang memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya untuk mendukung kebutuhan pangan salah satunya sebagai sumber protein hewani asal ternak. Kebutuhan protein hewani akan meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, pengetahuan tentang arti pentingnya gizi, serta perubahan selera masyarakat.
Protein hewani dapat diperoleh dari Daging, Susu dan Telur. Pemilihan bahan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) bertujuan agar produk yang dikonsumsi dapat menjadi sumber kandungan gizi yang berguna bagi kesehatan.
DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi produk pangan asal hewan agar memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahan pangan asal hewan yang layak konsumsi.
Daging yang baik dan sehat untuk dikonsumsi yaitu daging yang aman dan halal dengan tanda-tanda bersih, terang, lapisan luar kering, berasal dari sistem pemotongan yang halal, sudah ditiriskan, aroma tidak amis dan tidak bau asam, daging masih elastik dan tidak kaku, tidak ada memar. Daging yang sehat secara fisik dapat dilakukan dengan melihat beberapa kriteria yaitu warna daging merah cerah, aroma daging agak amis sampai tidak berbau, lapisan lemak daging tipis kecuali bagian tertentu, serabut otot daging agak kasar, daging kenyal. Penanganan hewan dan daging yang kurang baik dan tidak higienis akan berpengaruh pada kehalalalan, mutu dan keamanan daging yang dihasilkan. Aspek yang perlu diperhatikan terdiri dari higienis, sanitasi, kehalalan dan kesejahteraan hewan ternak.
Ciri - ciri Daging Ayam yang baik : Warna putih kemerahan & cerah, tidak berbau amis, menyengat dan asam, permukaan daging lembab (tidak kering & tidak basah), permukaan daging bersih, tidak ada darah dan bekas luka memar, bila ditekan daging akan kembali ke bentuk semula, dan serabut daging halus
Cermat dan tepat dalam memilih telur yang baik menjadi poin penting sehingga konsumen dapat mengkonsumsi telur dengan aman dan sehat dengan cara melihat secara visual. Penampakan kerabang (kulit telur), warna kerabang telur seragam, cerah & sesuai dengan jenis unggas (jika ayam kampung maka warna kerabang telur putih mulus), bentuk telur normal, permukaan telur halus, mengkilap, tidak ada kotoran (kotoran ayam, noda hitam, pengapuran) dan permukaan telur tidak retak.
Dengan pemilihan daging dan telur yang baik maka diharapkan konsumen dapat terhindar dari bahaya akibat mengkonsumsi telur maupun daging yang tercemar oleh bakteri atau kuman serta dapat memperoleh manfaat gizi yang baik bagi kesehatan tubuh.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

3704-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat
Program/Kegiatan : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan
Yang mengikuti kegiatan di Toko Elizabeth Tulungagung Ibu Agus Suswantoro selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Pukul : 10.00 s/d 12.00 WIB
4. Peserta : 26 orang
5. Lokasi : Toko Elizabeth Tulungagung
6. Acara : OASE (Orang Tua Asuh Sehari)

Pembahasan
Kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari) DWP Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan Toko Elizabeth Tulungagung sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran tentang kepedulian dan kepekaan sosial. Acara berbagi kebahagiaan bersama anak yang kurang mampu bermanfaat untuk memupuk solidaritas serta membantu anak - anak yang kurang mampu untuk menikmati kegembiraan di bulan Ramadhan. Kegiatan ini diikuti Ibu Agus Suswantoro selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pada hari Rabu, 4 Maret 2026 pukul 10.00 di Toko Elizabeth Tulungagung. Pemberian bingkisan sepatu dan tas diharapkan dapat berguna untuk mendukung pendidikan serta kegiatan belajar anak yang kurang mampu agar tetap semangat dalam menempuh pembelajaran di sekolah masing - masing. OASE merupakan salah satu alternatif solusi bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa memiliki harapan tentang masa depan yang lebih baik dan memberikan kesempatan untuk meraih cita - cita yang berdampak bagi kemajuan bangsa dan negara.
Salah satu bentuk sedekah yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini karena anak yang kurang mampu termasuk salah satu golongan yang berhak mendapatkan santunan. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memperhatikan dan membantu orang - orang yang membutuhkan, termasuk anak - anak yang kurang mampu yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya. Orang Tua Asuh dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari, seperti makanan, pakaian, dan pendidikan. Santunan anak yatim memiliki banyak manfaat, baik bagi anak yatim itu sendiri maupun bagi orang yang menyantuninya. Orang Tua Asuh dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari. Orang Tua Asuh yang memberikan santunan anak yang kurang mampu dapat menjadi ladang pahala yang besar.
Menurut Islam memberikan bantuan bagi anak yang kurang mampu merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia. Ada banyak keutamaan yang akan didapatkan, yaitu : Menjadi ladang pahala, Allah SWT telah menjanjikan pahala yang besar bagi orang - orang yang memberikan bantuan anak yang kurang mampu dengan ikhlas. Bantuan yang diberikan bisa menjadi ladang pahala yang terus mengalir selama anak tersebut masih hidup. Mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di surga, orang yang menyantuni anak yatim dijamin masuk surga dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW, Mendapatkan keberkahan dalam rezekinya, Allah SWT akan memberkahi rezeki orang yang menyantuni anak yatim. Dengan menyantuni, memelihara dan memuliakan anak yatim dan kurang mampu kita memiliki peluang untuk mendapatkan keutamaan langsung dari Allah dan Rasul Nya.
Nabi Muhammad SAW tidak memberikan contoh bagaimana cara memberi bantuan anak yang kurang mampu secara rinci. Namun, Nabi Muhammad SAW memberikan anjuran mengusap bagian kepala Bantuan anak yang kurang mmapu dapat diberikan dalam bentuk apa saja, baik berupa uang, makanan, pakaian, maupun barang - barang lainnya yang dibutuhkan. Bantuan untuk anak yang kurang mampu juga tidak harus besar, yang penting adalah dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita bisa langsung memberikan bantuan anak yang kurang mampu mulai dari yang ada di sekitar rumah atau anak yatim di panti asuhan. Selain itu, kita juga bisa memberikannya melalui lembaga sosial yang memiliki program yang dirancang untuk membantu anak kurang mampu, seperti memberikan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup lainnya.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

3804-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sekretariat
Program/Kegiatan : Informasi dan Humas/Penyampaian Informasi
Yang mengikuti kegiatan di Desa Sumbergempol, Kecamatan Sumbergempol KabupatenTulungagung Ibu Santik Purnawijayanti dan Ibu Annisa Sefti M selaku pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 s/d 11.00 WIB
4. Peserta : 26 orang
5. Lokasi : Desa Sumbergempol, Kecamatan Sumbergempol
6. Acara : Penyuluhan tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Pembahasan
Penyuluhan yang dilakukan oleh DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam rangka meningkatkan kesadaran tentang penyakit zoonosis. Kegiatan yang rutin dilakukan oleh DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berupa penyuluhan tentang penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya Penyuluhan diadakan di Desa Sumbergempol, Kecamatan Sumbergempol pada hari Rabu, 4 Maret 2026 pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh masyarakat serta anggota kelompok ternak. Acara dibuka oleh Ibu Santik Purnawijayanti selaku pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Penyuluhan membahas pengetahuan tentang penyakit zoonosis yang sering terjadi di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masarakat terhadap resiko penyebaran penyakit zoonosis.
Zoonosis adalah penyakit menular yang berpindah dari hewan non-manusia ke manusia. Patogen zoonosis dapat berupa bakteri, virus, atau parasit, atau dapat melibatkan agen yang tidak lazim dan dapat menyebar ke manusia melalui kontak langsung atau melalui makanan, air, atau lingkungan. Zoonosis merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia karena hubungan dekat kita dengan hewan dalam pertanian, sebagai hewan peliharaan, dan di lingkungan alam. Zoonosis juga dapat menyebabkan gangguan dalam produksi dan perdagangan produk hewan untuk makanan dan penggunaan lainnya.
Zoonosis adalah penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya. Penyakit ini disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit yang berasal dari hewan. Macam -macam penyakit zoonosis antara lain : Rabies, Leptospirosis, Flu Burung (Avian influenza), Anthrax, Demam Berdarah, Malaria, Filariasis, Chikungunya, Zika, Japaneses B. Encephalitis, Pes, Hantavirus, Ebola, Monkey Pox, Schistosomiosis, Taniasis, Brucellosis.
Penyakit zoonosis dapat menular ke manusia dengan berbagai cara meliputi : kontak langsung dengan hewan; gigitan hewan penyebab rabies; kontak tidak langsung; kotoran hewan yang mencemari tanah atau air; melalui vektor dan binatang pembawa penyakit; seperti nyamuk, kutu, pinjal; makanan dan air yang terkontaminasi, infeksi Salmonella pada daging ayam atau telur; melalui udara, menghirup spora anthraks; melalui kontak dengan kulit hewan terinfeksi, antraks kulit disebabkan oleh kulit hewan terkontaminasi.
Beberapa orang yang memiliki resiko tinggi terhadap penyakit zoonosis diantaranya : anak -anak di bawah 5 tahun, orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, wanita hamil.
Metode pencegahan penyakit zoonosis berbeda untuk setiap patogen; namun, beberapa praktik diakui efektif dalam mengurangi risiko di tingkat komunitas dan pribadi. Pedoman yang aman dan tepat untuk perawatan hewan di sektor pertanian membantu mengurangi potensi wabah penyakit zoonosis yang ditularkan melalui makanan seperti daging, telur, produk susu, atau bahkan beberapa sayuran. Standar untuk air minum bersih dan pembuangan limbah, serta perlindungan untuk air permukaan di lingkungan alami, juga penting dan efektif. Kampanye pendidikan untuk menggalakkan cuci tangan setelah kontak dengan hewan dan penyesuaian perilaku lainnya dapat mengurangi penyebaran penyakit zoonosis yang terjadi di masyarakat.
Mencegah penyakit zoonosis jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Langkah - langkah yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dan keluarga : vaksinasi hewan peliharaan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan; mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir; periksa kesehatan hewan secara rutin; hindari gigitan hewan dan serangga, gunakan kawat kasa, kelambu, dan obat untuk menghindari gigitan serangga; menghindari kontak dengan satwa liar; melakukan pengolahan makanan dan minuman dengan benar, agar tehindar dari kontaminasi silang; edukasi masyarakat terkait gejala, cara penularan dan pencegahan zoonosis.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

3904-03-2026Pada hari Rabu, 4 Maret 2026, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung mengadakan rapat rutin di Ruang Aspirasi Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Rapat ini dihadiri oleh seluruh pengurus, termasuk Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta anggota pengurus lainnya. Suasana rapat berlangsung kondusif, penuh antusiasme, dan menegaskan semangat kekompakan seluruh anggota dalam menyusun agenda organisasi. Rapat kali ini difokuskan pada pembahasan persiapan kegiatan Safari Ramadhan yang akan dilaksanakan di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Safari Ramadhan menjadi salah satu agenda strategis Dharma Wanita Persatuan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara anggota DPRD, jajaran sekretariat, Dharma Wanita Persatuan, dan masyarakat sekitar. Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny. Rahadi P. Bintara, memimpin rapat dengan menyampaikan pentingnya persiapan yang matang agar kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. Beliau menekankan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial, solidaritas, serta penguatan nilai-nilai spiritual anggota dalam kehidupan sehari-hari. Rapat membahas secara rinci tiga agenda utama kegiatan, yaitu pembagian takjil bagi masyarakat sekitar, pelaksanaan buka bersama, dan sholat Tarawih berjamaah. Dalam pembahasan pembagian takjil, pengurus menyiapkan strategi terkait jumlah paket, distribusi, penentuan lokasi, serta pembagian tugas antaranggota untuk memastikan kegiatan dapat menjangkau sebanyak mungkin warga dan berjalan tertib. Hal ini sekaligus menjadi sarana menumbuhkan empati dan kepedulian sosial anggota kepada masyarakat sekitar. Selanjutnya, persiapan buka bersama menjadi perhatian khusus dalam rapat. Pengurus membahas penyusunan menu, pembagian tugas, serta penentuan protokol agar acara berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta. Kegiatan buka bersama ini diharapkan tidak hanya sebagai momen kebersamaan, tetapi juga sebagai media memperkuat hubungan antaranggota dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan dan Sekretariat DPRD. Rapat juga membahas pelaksanaan sholat Tarawih berjamaah sebagai puncak rangkaian kegiatan. Para pengurus sepakat untuk menyiapkan sarana dan prasarana ibadah, termasuk tempat duduk, perlengkapan sholat, dan sistem tata suara agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan khidmat dan nyaman. Pelaksanaan sholat Tarawih diharapkan menjadi momen spiritual yang menguatkan nilai keimanan sekaligus membangun suasana religius yang harmonis di lingkungan kerja DPRD. Selain membahas aspek teknis, rapat menekankan nilai strategis dari Safari Ramadhan. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk menumbuhkan sikap kepedulian, empati, dan kolaborasi, yang tidak hanya bermanfaat bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas. Rapat ditutup dengan penegasan Ketua Dharma Wanita Persatuan mengenai pentingnya koordinasi, komitmen, dan kerja sama seluruh pengurus agar kegiatan Safari Ramadhan dapat terlaksana dengan sukses, aman, dan memberikan dampak positif yang luas. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi pedoman bagi pengurus dalam tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan, sehingga setiap agenda dapat diwujudkan secara optimal. Dengan terlaksananya rapat ini, Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan profesionalitas, dedikasi, dan komitmen tinggi dalam menjalankan peran strategisnya. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ikatan antaranggota, tetapi juga menegaskan peran perempuan dalam membangun lingkungan kerja yang religius, harmonis, dan produktif, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
4011-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Bidang : Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar Kegiatan : Perayaan Safari Ramadhan adalah rangkaian kegiatan kunjungan atau perjalanan yang dilakukan kelompok (pemerintah, lembaga, komunitas) ke masjid-masjid atau daerah tertentu selama bulan suci Ramadan. Tujuannya untuk meningkatkan silaturahmi, beribadah bersama (buka puasa, tarawih), menyampaikan informasi, serta menyalurkan bantuan sosial. Hari ini Selasa, 04 Maret 2026 telah dilaksanakan kegiatan Safari Ramadhan oleh ketua DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Ny. Sri Purnama Iswahjudi dengan keterangan sebagai berikut : Keterangan Program: 1. Hari, Tanggal: Selasa, 04 Maret 2026 2. Pukul: 18.30 sd selesai 3. Lokasi: Masjid Al-Ikhlas Desa Karangrejo 4. Acara: Safari Ramadhan 5. Peserta : Forkompinda sarimbit beserta OPD dan Camat sarimbit sekaligus Ketua DWP OPD dan Camat se Kabupaten Tulungagung 6. Detail Kegiatan: Pemerintah Kabupaten Tulungagung melanjutkan Safari Ramadan 1447 Hijriah, yang merupakan agenda rutin untuk silaturahmi dengan ulama dan masyarakat. Memasuki puasa hari ke-15, Safari Ramadan dilaksanakan di Masjid Besar Al-Ikhlas Kecamatan Karangrejo, Rabu 4 Maret 2026 malam. Hadir dalam acara itu Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharuddin bersama Sekretaris Daerah, Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag, Ketua Baznas, Kepala OPD, camat se Kabupaten Tulungagung, kepala desa se Kecamatan Karangrejo, organisasi wanita yaitu Dharma Wanita Persatuan (DWP) OPD se Kabupaten Tulungagung dan tokoh masyarakat. Bupati Tulungagung, H Gatut Sunu Wibowo dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wabup Ahmad Baharuddin mengatakan, Safari Ramadan merupakan momentum penting bagi semua, khususnya Pemerintah Kabupaten Tulungagung, untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi secara langsung, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat sinergi dalam membangun Kabupaten Tulungagung. Wabup Ahmad Baharuddin mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk terus menjaga kondusifitas wilayah, memperkuat rasa persaudaraan, dan juga terus menumbuhkan semangat gotong royong. Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat maka melalui momentum Ramadan ini, Wabup Ahmad Baharuddin mengajak seluruh yang hadir meningkatkan kepedulian sosial, untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan, serta menjaga kerukunan antar umat beragama demi terciptanya Tulungagung yang aman, damai, dan sejahtera. Wabup Baharuddin menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kualitas pendidikan dan kesehatan. Wabub Baharuddin juga mengajak untuk selalu menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban wilayah, sehingga suasana Ramadan tetap penuh kedamaian dan keberkahan. Melengkapi rangkaian Safari Ramadan kali ini, juga dilaksanakan santunan anak yatim yang berasal dari wilayah Kecamatan Karangrejo. Safari Ramadhan 1447 H menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang harmonis bersama masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Selain tausiyah dan silaturahmi, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. Kebersamaan dan gotong royong menjadi nilai penting dalam menjaga ketenteraman wilayah. Safari Ramadhan telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di kalangan umat Muslim Indonesia selama bulan suci. Kegiatan ini memiliki berbagai tujuan mulia, mulai dari mempererat tali silaturahmi hingga meningkatkan semangat beribadah. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai makna dan manfaat dari safari Ramadhan. Safari Ramadhan merupakan rangkaian kegiatan keagamaan yang dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan. Istilah "safari" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "perjalanan". Jadi, safari Ramadhan dapat diartikan sebagai perjalanan spiritual di bulan Ramadhan. Kegiatan ini umumnya berupa kunjungan ke berbagai masjid, pesantren, atau pusat kegiatan keagamaan lainnya. Peserta safari Ramadhan biasanya terdiri dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, atau kelompok-kelompok tertentu seperti organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan. Dalam pelaksanaannya, safari Ramadhan mencakup berbagai aktivitas seperti: - Ceramah agama atau tausiyah - Buka puasa bersama - Shalat tarawih berjamaah - Pemberian santunan kepada kaum dhuafa - Diskusi keagamaan - Pemberian bantuan untuk pembangunan atau renovasi tempat ibadah Tujuan Utama Safari Ramadhan Safari Ramadhan memiliki beberapa tujuan utama yang sangat penting bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat, di antaranya: 1. Mempererat Tali Silaturahmi Salah satu tujuan terpenting dari safari Ramadhan adalah mempererat tali silaturahmi antar umat Muslim. Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi dan interaksi yang lebih intens antara pemimpin dengan masyarakat, ulama dengan jamaah, serta antar sesama Muslim dari berbagai latar belakang. Dengan mempererat silaturahmi, diharapkan akan tercipta kerukunan dan persatuan yang lebih kuat di tengah masyarakat. 2. Meningkatkan Semangat Beribadah Safari Ramadhan juga bertujuan untuk meningkatkan semangat beribadah umat Muslim di bulan suci. Melalui ceramah-ceramah agama dan kegiatan spiritual lainnya, peserta safari Ramadhan diharapkan dapat memperoleh pencerahan dan motivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan ibadah bersama seperti shalat tarawih berjamaah dan tadarus Al-Quran juga dapat menumbuhkan semangat kolektif dalam beribadah. 3. Sarana Dakwah dan Edukasi Safari Ramadhan menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan dakwah dan edukasi keagamaan kepada masyarakat luas. Melalui ceramah-ceramah yang disampaikan oleh para ulama dan tokoh agama, umat Muslim dapat memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam. Selain itu, safari Ramadhan juga dapat menjadi wadah untuk membahas isu-isu kontemporer dari perspektif Islam, sehingga masyarakat memiliki panduan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. 4. Meningkatkan Kepedulian Sosial Aspek sosial menjadi salah satu fokus penting dalam pelaksanaan safari Ramadhan. Kegiatan ini sering kali disertai dengan pemberian santunan kepada kaum dhuafa, anak yatim, atau masyarakat kurang mampu. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan solidaritas sosial di kalangan umat Muslim. Pemberian bantuan dan santunan ini sejalan dengan ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya berbagi dan membantu sesama, terutama di bulan Ramadhan. 5. Memperkuat Hubungan Pemerintah dan Masyarakat Bagi pejabat pemerintah, safari Ramadhan menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi dua arah yang lebih intensif antara pemimpin dan rakyat. Pejabat dapat menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sementara masyarakat dapat menyampaikan harapan dan keluhannya. Interaksi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah serta menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara pemimpin dan rakyat. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, safari Ramadhan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antar sesama umat Muslim. Safari Ramadhan bermanfaat untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui bantuan kepada yang membutuhkan. Kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah, menyebarkan pemahaman agama, revitalisasi masjid, dan meningkatkan semangat ibadah di bulan suci. Berikut adalah rincian manfaat Safari Ramadhan: 1. Penguatan Tali Persaudaraan (Silaturahmi): Menjadi ajang pertemuan langsung antara pejabat pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. 2. Peningkatan Kepedulian Sosial: Menumbuhkan empati melalui kegiatan berbagi, seperti santunan kepada anak yatim, lansia, dan pembagian takjil. 3. Sarana Dakwah dan Edukasi: Menyebarkan pemahaman ajaran Islam dan meningkatkan semangat ibadah (tarawih/tadarus) di tengah masyarakat. 4. Komunikasi Dialogis: Membuka ruang dialog antara pemerintah dan rakyat untuk menyerap aspirasi dan melihat hasil pembangunan secara langsung. 5. Revitalisasi Masjid: Sering kali dibarengi dengan bantuan perbaikan masjid, menjadikannya pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih baik. 6. Membangun Sinergi: Memperkokoh kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Perhubungan
4110-03-2026DWP PERUMDAM TULUNGAGUNG Pertemuaan rutin DWP PERUMDAM dilaksanakan pada: Hari : Jum at Tanggal : 6 Maret 2026 Yang bertugas : Pengurus Acara : Pertemuan rutin sekaligus pembagian bingkisan Hari Raya 1447H dan pembagian tabungan bagi yang menabung. Pertemuan rutin kami adakan 1 bulan sekali di minggu pertama, dihadiri oleh 126 orang anggota dari total sleuruh anggota 160 orang. Acara pertemuan dengan susunan acara sebagai berikut: 1. Pembukaan 2. Menyanyikan lagu hymne dan mars Dharma Wanita Persatuan 3. Sambutan ibu ketua DWP PERUMDAM Tulungagung 4. Pembacaan Notulen 5. Undian hadiah hadir 6. Laporan pengurus 7. Do'a penutup Adapun menuju acara pertama kami buka dengan bacaan basmallah bersama "Alhamdulillah" - Selanjutnya menyanyikan lagu hymne dan mars Dharma Wanita Persatuan yang dipimpin oleh B.Desita sebagai dirigen. - Sambutan ibu ketua DWP PERUMDAM Tulungagung, oleh ibu Nana Winarto Dalam sambutannya ibu ketua menyampaikan puji syukur kepada Allah SWT ,dimana dalam acara pertemuan rutin yang hadir sudah 90%. Tidak hanya itu ,ibu ketua juga berharap untuk pertemuan berikutnya bisa hadir semua . Pertemuan kali ini bersamaan dengan pembagian bingkisan hari raya, alhamdulillah bingkisan telah dikemas sesuai pesanan dan bisa dikirim tepat waktu. Bingkisan hari raya kami wujudkan berupa sembako yaitu beras lahap 5 kg, minyak sanco 4 liter dan gula sebanyak 2 kg. Ibu-ibu kelihatan sumringah dan bersemangat setelah terima bingkisan hari raya, berterima kasih kepada ibu ketua juga berterima kasih kepada bapak pembina DWP PERUMDAM Tulungagung. Selanjutnya pembagian tabungan bagi yang menabung setiap bulan dalam pertemuan rutin,antrian pun mulai berjajar dengan rapi, ibu-ibu dengan antusias dalam menerima tabungan yang sudah dinanti selama setahun. - Pembacaan notulen pun dibacakan oleh sekretaris DWP PERUMDAM Tulungagung, yang berisikan kegiatan bulan berjalan diantaranya, ada beberapa lomba yaitu lomba nyanyi sambung lagu dan lomba jepit kertas didahi, dengan peserta perwakilan dari 12 cabang dan 8 bagian. Diakhir acara lomba telah diputuskan oleh dewan juri , pemenang lomba sambung lagu dengan juara pertama dari bagian keuangan , juara kedua dari bagian SPI dan juara ketiga dari bagian Hubungan langganan. Sedangkan untuk lomba jepit kertas lewat dahi dengan dimenangkan 8 peserta pasangan suami istri yaitu : Pasangan dari b. Emi , B.Arik, B.Arif, B. Purnomo, B. Lukman, B.Citra, B. Armade dan B. Yunita Kami mengadakan lomba tersebut dalam rangka HUT PERUMDAM, HUT DWP dan hari ibu, acara berjalan lancar yang juga dihadiri bapak bupati Tulungagung bapak Sunu Wibowo. Dalam acara HUT tersebut juga disertakan serah terima beberapa pohon yang akan ditaman di Campurdarat Tulungagung. Ibu- ibu anggota Dharma Wanita juga mengadakan acara bazzar didalam HUT tersebut, bazzar dari menjual makanan , minuman dan hasil kerajianan, waktu itu ada 6 meja bazzar. - Acara berikutnya laporan dari pengurus, bagian bendahara yang melaporkan berapa nilai kas DWP PERUMDAM dalam satu tahun berjalan, bagian si pendidikan melaporkan jumlah dana wajar terkumpul berapa dalam satu tahun juga melaporakan berapa total denda yang didapat pada saat tidak hadir dalam pertemuan, bagian sosial budaya melaporkan berapa dana yang terkumpul dari hasil infak sodakoh saat pertemuan rutin, bagian ekonomi melaporkan kegiatn simpan pinjam juga tabuangn dari masing-masing anggota. - Do'a penutup Do'a yang dipimpin oleh ibu Azizah sekaligus taujiyah untuk siraman rohani yang bisa meneyejukkan hati, dengan tema tausiyah yaitu manfaat bersilaturohmi dalam waktu kurang lebih 30 menit tausiyah pun berakhir, terima kasih ibu Azizah yang sudah berkenan hadir untuk taujiyah dalam acara pertemuan rutin di bulan Maret. Bermanfaat sekali taujiyah dari ibu Azizah untuk semua anggota dharma wanita khususnya dan berguna serta bermanfaat untuk seluruh karyawan karyawati. Insallah bertemu lagi ditahun depan. Demikian yang dapat kami laporkan bisa menambah wawasan bagi yang menbaca, ada kurang lebihnya kami mohon maaf Pembuat laporan Sekretari DWP PERUMDAM
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Perumda Air Minum Tirta Cahya Agung
4206-03-2026Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tulungagung telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Perayaan

Keterangan Program :
1.Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tulungagung
2.Hari / Tanggal : Jum,at, 06 Maret 2026
3.Pukul : 08.00 s/d selesai
4.Lokasi : Halaman Kantor Camat Tulungagung
5.Kegiatan : Kerja Bhakti Ibu-Ibu Anggota DWP dan Karyawan Kecamatan Tulungagung

Dalam rangka gerakan Indonesia ASRI ( Aman, Sehat, Resik, Indah ) Ibu-ibu DWP dan karyawan Kecamatan Tulungagung melaksanakan kerja bhakti, menjadi cara menjaga kebersihan lingkungan Kantor dan sekitarnya yang efektif
ASRI : Aman berfokus penataan lingkungan penerangan dan keamanan lingkungan, pengendalian Sampah
Sehat berfokus pengelolaan sanitasi dan air bersih, pengendalian pencemaran lingkungan, PHBS (Perilaku Hidup Bersih san Sehat)
Resik berfokus melaksanakan kerja bhakti, pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan Kerja
Indah berfokus penanaman pohon diruang terbuka hijau dan melakukan bertanam
Tujuan kerja Bhakti : Memperkuat jalinan kerjasama antara ibu-ibu anggota DWP dan karyawan, Kegiatan ini dianggap berguna untuk kepentingan bersama sehingga akan menumbuhkan sikap Kekeluargaan / keakraban dan mengajarkan kerjasama dan membangun kepedulian lingkungan Kantor dan sekitarnya dan dapat menumbuhkan rasa empati dan mendorong partisipasi anggota DWP dan membangun rasa memiliki dan menumbuhkan nilai luhur yang telah mengakar dalam Budaya masyarakat Indonesia, kegiatan ASRI ini dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jum’at di Lingkungan sekitar kantor
ASRI merupakan kegiatan berdampak positif membersihkan lingkungan dari sampah dan menjaga Tumbuhan serta memanfaatkan kualitas hidup masyarakat dan menjalin solidaritas dalam bermasyarakat

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tulungagung

4304-03-2026DWP BKPSDM mengikuti kegiatan Program OASE (Orang Tua Asuh Sehari) pada Hari Rabu tanggal 4 Maret 2026 yang diikuti oleh Ibu Soeroto. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung yaitu kegiatan sosial menyambut Idul Fitri 1447 H yang mengajak ratusan anak yatim/piatu berbelanja kebutuhan lebaran di pasar modern (Apollo) bersama pendamping. Pada Maret 2026, program ini memfasilitasi 110 anak dengan bantuan berupa voucher belanja Rp.300 ribu dan uang saku Rp.200 ribu per anak. Berikut detail kegiatan OASE BAZNAS Tulungagung: Tujuan Utama: Memberikan keceriaan, harapan baru, dan meringankan beban ekonomi keluarga yatim piatu dalam memenuhi kebutuhan sandang (baju/sepatu) saat Lebaran. Pendampingan: Setiap anak didampingi oleh orang tua asuh sehari (biasanya dari ASN, OPD, atau pengurus K3S) saat memilih barang belanjaan. Peserta: Anak yatim/dhuafa dari berbagai kecamatan di Tulungagung yang diusulkan oleh pemerintah desa dan kelompok kerja kepala sekolah (K3S). Peserta berasal dari Kecamatan Tulungagung, Besuki, Bandung, Pakel, dan Ngantru. Mereka diberangkatkan menggunakan bus sekolah menuju pusat perbelanjaan untuk memilih sendiri kebutuhan seperti baju, sepatu, sandal, maupun perlengkapan lainnya. Sinergi Program: Kegiatan ini didukung oleh BAZNAS Tulungagung, Pemkab Tulungagung, dan Tim Penggerak PKK/K3S. Program Ramadhan Lainnya: Selain OASE, BAZNAS juga menyalurkan paket sembako "Si FITRI" dan santunan 1.000 anak yatim selama bulan Ramadhan.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
4406-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung Bagian Kesra ikut berpartisipasi dalam kegiatan cafe sampah.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Bagian Kesra
2. Hari / Tanggal : Jumat, 6 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB
4. Tempat : Halaman TP PKK Kabupaten Tulungagung
5. Dihadiri oleh Ny. Makrus dan Ny. Lilis dari bagian Kesra

Detail Kegiatan :

Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) turut berpartisipasi dalam kegiatan Cafe Sampah yang diselenggarakan di halaman Kantor PKK Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk dukungan terhadap program pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

Kegiatan Cafe Sampah menjadi salah satu program yang memberikan edukasi sekaligus praktik langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara bijak. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk membawa sampah rumah tangga yang dapat didaur ulang, seperti kardus, kertas, dan botol plastik. Sampah yang dibawa kemudian ditimbang oleh petugas dan dicatat sesuai jenis serta beratnya. Hasil dari penimbangan tersebut selanjutnya dapat ditukar dengan uang atau ditabung sebagai bentuk tabungan sampah.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Kesra menunjukkan partisipasi aktif dengan membawa berbagai jenis sampah yang telah dipilah dari rumah. Sampah yang berhasil dikumpulkan antara lain berupa kardus seberat 3,3 kilogram, kardus seberat 4 kilogram, botol plastik seberat 1,3 kilogram, serta sampah kertas seberat 13,8 kilogram. Sampah-sampah tersebut merupakan hasil pemilahan yang dilakukan secara sadar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengumpulan sampah daur ulang, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Dengan memilah sampah sejak dari rumah, masyarakat dapat berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Sistem pelaksanaan Cafe Sampah dirancang dengan konsep yang menarik dan edukatif. Para peserta yang datang membawa sampah terlebih dahulu melakukan registrasi sebelum menuju ke meja penimbangan. Sampah yang telah dipilah kemudian ditimbang sesuai dengan jenisnya. Setelah proses penimbangan selesai, petugas akan mencatat berat sampah serta menghitung nilai ekonominya. Nilai tersebut dapat langsung ditukar dengan uang tunai atau ditabung sebagai saldo tabungan sampah yang dapat diambil pada waktu tertentu.

Konsep ini memberikan pengalaman baru bagi para peserta karena sampah yang biasanya dibuang begitu saja ternyata dapat memberikan manfaat ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya disiplin dalam memilah sampah rumah tangga agar proses daur ulang dapat berjalan dengan lebih efektif.

Selama menunggu antrean penimbangan sampah, para peserta juga dapat menikmati berbagai fasilitas yang telah disediakan oleh panitia. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah adanya bazaar yang menjual beraneka macam produk. Produk-produk yang dijual di bazaar tersebut berasal dari berbagai usaha kecil dan kerajinan lokal, mulai dari makanan ringan, produk olahan rumah tangga, hingga kerajinan tangan. Kehadiran bazaar ini tidak hanya menambah semarak kegiatan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha untuk mempromosikan produk mereka kepada para peserta yang hadir.

Selain bazaar, panitia juga menyediakan pojok baca yang dapat dimanfaatkan oleh para peserta untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Pojok baca ini menyediakan berbagai jenis buku dan bahan bacaan yang berkaitan dengan lingkungan, pengelolaan sampah, kesehatan keluarga, serta berbagai topik edukatif lainnya. Kehadiran pojok baca menjadi salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat bahwa kegiatan peduli lingkungan juga dapat diiringi dengan peningkatan literasi dan pengetahuan.

Suasana kegiatan Cafe Sampah berlangsung dengan penuh antusias dan kebersamaan. Para anggota Dharma Wanita Persatuan yang hadir tampak aktif berpartisipasi dan saling berbagi pengalaman mengenai cara mengelola sampah rumah tangga. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para anggota DWP dari berbagai bagian di Kabupaten Tulungagung.

Partisipasi aktif anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Kesra dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung program pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan sederhana seperti mengumpulkan dan memilah sampah, para anggota DWP telah memberikan contoh nyata kepada masyarakat bahwa setiap orang dapat berperan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga memberikan nilai edukasi yang sangat penting. Dengan adanya kegiatan seperti Cafe Sampah, masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama. Perubahan perilaku dalam mengelola sampah dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti memilah sampah di rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang-barang yang masih dapat digunakan.

Ke depan, diharapkan kegiatan Cafe Sampah dapat terus dilaksanakan secara rutin dan melibatkan lebih banyak masyarakat. Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, diharapkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, khususnya Bagian Kesra, telah menunjukkan peran aktif dalam mendukung program lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bijak. Semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta komitmen untuk terus belajar dan berkontribusi menjadi nilai penting yang tercermin dalam kegiatan ini.

Dengan adanya kegiatan seperti Cafe Sampah, diharapkan masyarakat semakin menyadari bahwa sampah bukan hanya sekadar limbah yang harus dibuang, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola dengan baik. Upaya kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
4505-03-2026
DHARMA WANITA PERSATUAN BAPPEDA KABUPATEN TULUNGAGUNG:

Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung telah mengikuti kegiatan sebagai berikut:

Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen, Konsultasi

Keterangan Program

1. Hari/Tanggal : Rabu, 3 Maret 2026
2. Pukul : 15.00 – 14.00 WIB
3. Peserta : Ibu Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda dengan jumlah 8 orang
4. Lokasi : Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Bappeda
5. Acara : Rapat Pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung terkait Program Kerja selama Ramadhan dan Setelah Lebaran
6. Pakaian: Seragam Batik DWP Pusat dan PDH bagi karyawati yang berlaku hari itu

Keterangan Program:

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Sekretariat melaksanakan kegiatan rapat pengurus dalam rangka penataan organisasi dan konsultasi terkait perencanaan program kerja menjelang dan setelah bulan Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Maret 2026, bertempat di Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Rapat dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga selesai dan dihadiri oleh Ibu Ketua beserta para pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung dengan jumlah peserta sebanyak 8 orang. Seluruh peserta hadir dengan mengenakan seragam Batik Dharma Wanita Persatuan Pusat serta pakaian dinas harian (PDH) bagi karyawati yang berlaku pada hari tersebut.

Rapat pengurus ini diselenggarakan sebagai forum koordinasi internal guna menyusun rencana kegiatan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas sosial dan kebersamaan anggota selama bulan Ramadhan serta agenda organisasi setelah Hari Raya Idulfitri. Melalui rapat ini, para pengurus melakukan pembahasan secara musyawarah untuk merumuskan berbagai kegiatan yang tidak hanya mempererat silaturahmi antaranggota, tetapi juga memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat. Selain itu, rapat ini juga menjadi sarana untuk memastikan keberlanjutan program kerja organisasi agar tetap berjalan secara terencana, terkoordinasi, dan selaras dengan tujuan Dharma Wanita Persatuan dalam meningkatkan peran serta anggota dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kekeluargaan.

Berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat, disepakati beberapa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Pertama, dalam rangka memaknai bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai sosial dan berbagi kepada masyarakat, akan dilaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat umum sebanyak 300 paket. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan melibatkan pengurus serta anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial, semangat berbagi, serta mempererat hubungan antara organisasi Dharma Wanita Persatuan dengan masyarakat sekitar.

Kedua, dalam rangka menjaga kebersamaan dan memberikan apresiasi kepada anggota maupun pengurus yang akan berpindah tugas mengikuti suami, Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung juga merencanakan kegiatan perpisahan yang dikemas dalam acara buka puasa bersama. Acara ini akan dihadiri oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda dengan turut mengundang anggota maupun pengurus yang akan berpindah tugas. Kegiatan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2026 pukul 16.30 WIB. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat serta menjadi momentum untuk menyampaikan rasa kebersamaan dan penghargaan atas partisipasi serta kontribusi anggota selama bergabung dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung.

Selanjutnya, setelah masa libur Hari Raya Idulfitri, Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung juga merencanakan pelaksanaan rapat pleno yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bi halal sebagai bentuk tradisi saling memaafkan serta mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota. Pada kesempatan yang sama, juga akan dilaksanakan kegiatan arisan Dharma Wanita Persatuan Bappeda yang menjadi salah satu agenda rutin organisasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi organisasi, meningkatkan kekompakan pengurus dan anggota, serta menyusun langkah-langkah program kerja selanjutnya secara lebih terarah.

Dengan dilaksanakannya rapat pengurus ini, diharapkan seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan memberikan manfaat baik bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung maupun bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen pengurus dalam menjaga keberlangsungan organisasi serta meningkatkan peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan Bappeda Kabupaten Tulungagung.
Program: Konsultasi
Pelaksana: SKPD BAPPEDA
4605-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan buka bersama yang dihadiri oleh Ibu Dhina Feriwiasa Sonny Welly selaku ketua Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung beserta seluruh pengurus dan anngota yang dilaksanakan di Joglo Tandingan Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu.
Bidang: Sekretariat
Program kerja : Pembinaan Hubungan keluar, perayaan

Keterangan program :
1. Hari : Kamis :
2. Tanggal : 05 Maret 2025 :
3. Pukul: 17.00 WIB :
4. Tempat: Joglo Tandingan Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu :

5. Pembahasan/Detail Kegiatan ::
Buka Puasa yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung selain untuk mempererat talisilaturahmi juga agara para anggota bisa mengenal lebih dekat dengan ibu ketua serta ibu wakil ketua, dikarenakan beliau berdua masih baru. Buka puasa bersama adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, terutama selama bulan Ramadhan, untuk berbuka puasa bersama-sama. Tujuan buka puasa bersama antara lain dapat meningkatkan kebersamaan dan kesolidaritasan antara anggota masyarakat, dapat menguatkan silaturahmi dan hubungan antara anggota masyarakat, dapat meningkatkan kesadaran sosial dan kepedulian terhadap orang-orang lain. Manfaat diadakan buka puasa bersama adalah dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesenangan, dapat mengurangi kesepian dan merasa lebih terhubung dengan orang-orang lain, dapat meningkatkan rasa syukur dan mengingatkan kita tentang nikmat-nikmat yang telah diterima. Adapun tempat yang bisa di pakai untuk buka puasa bersama antara lain masjid adalah tempat yang umum digunakan untuk buka puasa bersama, musholla juga dapat digunakan sebagai tempat buka puasa bersama, buka puasa bersama juga dapat dilakukan di rumah dengan mengundang keluarga dan teman-teman, buka puasa bersama juga dapat dilakukan di restoran dengan mengundang keluarga dan teman-teman. Ada beberapa tips buka puasa bersama untuk dilakukan mempersiapkan makanan yang cukup dan lezat untuk buka puasa bersama,undang keluarga, teman-teman, dan tetangga untuk bergabung dalam buka puasa bersama, buat suasana yang nyaman dan menyenangkan untuk buka puasa bersama, berdoa dan mengucapkan rasa syukur sebelum dan setelah buka puasa bersama.

Keputusan untuk mengambil tempat di joglo tandingan karena bentuk bangunannya mengingatkan kita pada konsep vintage, dengan latar belakang gunung budge. Agenda buka puasa adalah sebagai berikut sambutan dari Ibu Dhina Feriwiasa Sonny Welly selanjutnya membaca doa berbuka puasa bersama-sama dan di lanjutkan berbuka puasa. Adapun menu yang telah disiapkan adalah nasi, lodho ayam kampong, urap-urap, bothok, dadar jagung, es buah, kolak kacang hijau, tempe mendoan dan pisang goreng.

Buka puasa bersama memiliki beberapa faedah, baik secara spiritual, sosial, maupun emosional antara lain dapat meningkatkan kebersamaan dan kesolidaritasan antara anggota masyarakat, apat menguatkan silaturahmi dan hubungan antara anggota masyarakat, dapat meningkatkan kesadaran sosial dan kepedulian terhadap orang-orang lain, dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesenangan, dapat mengurangi kesepian dan merasa lebih terhubung dengan orang-orang lain, dapat meningkatkan rasa percaya diri dan menguatkan mental, dapat meningkatkan kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi, dapat meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan semangat dan motivasi, serta dapat meningkatkan keharmonisan dan keselarasan dalam masyarakat.

6. Penutup : Buka puasa bersama dapat meningkatkan kebersamaan dan kesolidaritasan antara anggota masyarakat, dapat menguatkan silaturahmi dan hubungan antara anggota masyarakat, serta meningkatkan kesadaran sosial dan kepedulian terhadap orang-orang lain.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
4704-03-2026
Ketua DWP Kecamatan Boyolangu telah menghadiri undangan OASE (Orang Tua Asuh sehari bersama anak yatim)


Bidang : Sekretariat


Program : Pembinaan Hubungan Luar


Kegiatan : Rapat


Kata Pengantar


Dengan ucapan syukur Alhamdulilah,karena limpahan rahmat,nikmat yang telah diberikan sehingga Ibu Siti Munti'ah selaku ketua Dwp Kecamatan Boyolangu dapat menghadiri rapat OASE (orang tua asuh sehari bersama anak yatim) dalam keadan lancar dan sukses.Semoga acara ini ada kelanjutannya ditingkat kecamatan.


I.Pendahuluan


1.Latar Belakang : Anak Yatim adalah anak-anak yang sudah tidak memiliki orangtua lagi yang memeliharanya.Mereka menderita,lemah dan menjadi kurban kehilangan kasih sayang orang tua baik dibidang pendidikan dan bidang lainnya.Untuk itu kita sebagai manusia yang diciptakan sebagai makhluk sosial yang berarti manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.Maka kita harus dapat membantu mereka dalam mengatasi permasalahan anak-anak yatim.


2.Tujuan : Memberikan Santunan anak yatim dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,seperti makanan,pakaian,dan pendidikan.Santunan anak yatim memiliki banyak manfaat,baik bagi anak yatim itu sendiri,maupun bagi orang yang menyantuni.


II.Laporan


Nama Kegiatan :Rapat OASE (Orang tua asuh anak yatim sehari)


Waktu dan Tempat : Hari,Rabu tanggal 4 Maret 2026,bertempat di Pendopo Kongas arum Kusumaning Bongso
Pesreta :Rapat dihadiri oleh Ibu ketua K3S Kabupaten Tulungagung, Ibu ketua DWP dan anak-anak yatim sejumlah 108.


Jalannya kegiatan :


1.Sambutan Ibu Ketua K3S,Ibu Gatot Sunu :Mengucapkan terimakasih bantuan kontribusi yang telah diberikan untuk anak-anak yatim.Dan juga mengingatkan kita untuk peduli kepada anak yatim disekitar kita.


2.Sambutan Ketua Basnaz Kabupaten Tulungagung :Apabila engkau memberikan sebagian hartamu untuk anak yatim maka engkau kelak akan dibuatkan rumah disurga.


3.Penyerahan bantuan secra simbolis


III.Hasil Kegiatan.


Dengan OASE tersebut diadakan pendampingan anak yatim pembelian vocer belanja di Aopllo,dan apabila uangnya kurang maka pihak pendamping yang akan menambah.


IV.Penutup


Semoga dengan kegiatan ini kita bisa menumbuhkan kepedulian terhadap penderiataan yang dialami anak yatim.


Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

4804-03-2026Laporan : LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ngunut Bidang : Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Luar, Rapat. Keterangan Program : 1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ngunut 2. Hari/Tanggal : Rabu, 04 Maret 2026 3. Waktu: 09.00 Wib 4. Peserta : 200 orang 5. Tempat : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso 6. Kegiatan : “ OASE ( Menjadi Orang Tua Asuh Sehari ) dan Santunan Anak Yatim Isi : Pembukaan oleh Ibu Bupati Tulungagung, dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua K3S Kabupaten Tulungagung, dalam pemberian santunan ini diambil dari masing-masing 2 anak setiap kecamatan se Kabupaten yang Tulungagung dan anak yatim di wilayah Kabupaten Tulungagung. Masing-masing anak diberikan santunan senilai Rp. 500.000,- ( Lima ratus ribu rupiah ) yang Rp. 200.000,- ( Dua ratus ribu) untuk uang saku sisanya untuk dibelanjakan apabila ada kurangnya setiap OPD harus siap untuk memberi karena menjadi orang tua asuh sehari. Dalam pelaksanaan belanja berangkat bersama-sama diantar sampai tujuan dengan kendaraan yang sudah disediakan panitia kegiatan. Untuk anak – anak didampingi dari masing masing OPD, untuk Kecamatan Ngunut yang mendampingi adalah Ibu Camat Ngunut ( Ibu Farida) dan Ibu Amalia ( Kasi Kesejahteraan Masyarakat ) Santunan anak yatim adalah sedekah mulia dalam Islam untuk membantu kebutuhan hidup (pangan, sandang, pendidikan) anak yang ditinggal ayahnya sebelum baligh. Amalan ini menjanjikan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga, pahala besar, dan menghapus kesulitan hidup. Santunan dapat disalurkan melalui lembaga terpercaya atau langsung ke panti asuhan Santunan anak yatim adalah salah satu bentuk sedekah yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini karena anak yatim termasuk salah satu golongan yang berhak mendapatkan santunan. Dengan melakukan santunan anak yatim, Anda dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang layak. Santunan anak yatim juga dapat menjadi ladang pahala yang besar. Pengertian Santunan Anak Yatim Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memperhatikan dan membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya. Santunan anak yatim dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti makanan, pakaian, dan pendidikan. Santunan anak yatim memiliki banyak manfaat, baik bagi anak yatim itu sendiri maupun bagi orang yang menyantuninya. Bagi anak yatim, santunan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara bagi orang yang melakukannya, santunan anak yatim dapat menjadi ladang pahala yang besar. Allah SWT telah menjanjikan surga bagi orang yang memberikan santunan anak yatim dengan ikhlas sebagaimana dalam Al-Qur'an surat Al Baqoroh ayat 215, yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." Keutamaan Santunan Anak Yatim Dalam Islam, melakukan santunan anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia. Ada banyak keutamaan yang akan Anda dapatkan, yaitu: 1. Menjadi ladang pahala Allah SWT telah menjanjikan pahala yang besar bagi orang-orang yang menjalankan santunan anak yatim dengan ikhlas. Santunan yang Anda berikan nantinya bisa menjadi ladang pahala yang terus mengalir selama anak yatim tersebut masih hidup. 2. Mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di surga Orang yang menyantuni anak yatim dijamin masuk surga dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam riwayat hadist yang berbunyi: "Siapa yang memelihara anak yatim di antara kaum Muslimin hingga ia dewasa, maka ia akan bersamaku di surga seperti ini," sambil memberikan isyarat jari telunjuk dan jari tengahnya yang dirapatkan (HR. Bukhari). 3. Mendapatkan keberkahan dalam rezekinya Allah SWT akan memberkahi rezeki orang yang menyantuni anak yatim. Hal ini berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW: "Barang siapa yang memelihara anak yatim di antara anak-anak yatim kaum Muslimin sampai dia dewasa, maka dia akan bersamaku di surga seperti ini," dan beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan beliau merapatkan keduanya. (HR. Muslim) Waktu yang Dianjurkan untuk Melakukan Santunan Anak Yatim Sebenarnya tidak ada waktu khusus untuk melakukan santunan anak yatim. Namun, beberapa waktu yang dianjurkan yaitu saat hari Jumat, bulan Ramadan, dan waktu-waktu di mana amalan ibadah akan dilipatgandakan pahalanya. Di Indonesia sendiri, bulan Muharram dianggap sebagai bulan anak yatim di Indonesia. Tradisi santunan anak yatim yang ada di Indonesia biasanya dilakukan dengan cara mengusap kepala anak yatim sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian. Setelah itu, akan ada pemberian sedekah berupa uang atau barang. Anda dapat menjadikan santunan anak yatim sebagai program rutin yang dilakukan setiap tahunnya, sehingga akan membantu lebih banyak anak yatim yang membutuhkan. Cara Melakukan Santunan Anak Yatim Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW tidak memberikan contoh bagaimana cara menyantuni anak yatim secara rinci. Namun, Nabi Muhammad SAW memberikan anjuran mengusap bagian kepala seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits dengan perawi shahih yang berbunyi: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda: “Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.’” (HR. Ahmad). Santunan anak yatim dapat diberikan dalam bentuk apa saja, baik berupa uang, makanan, pakaian, maupun barang-barang lainnya yang dibutuhkan. Besaran santunan anak yatim juga tidak harus besar, yang penting adalah dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk melaksanakannya, Anda bisa langsung memberikan santunan anak yatim mulai dari yang ada di sekitar rumah Anda atau anak yatim di panti asuhan. Selain itu, Anda juga bisa memberikannya melalui lembaga sosial. Ada banyak lembaga sosial yang menyalurkan bantuan untuk anak yatim. Lembaga-lembaga ini biasanya memiliki program yang dirancang untuk membantu anak yatim, seperti memberikan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup lainnya.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Ngunut
4904-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan Setda Tulungagung mengikuti Kegiatan Sosial Orang Tua Asuh Sehari (OASE) Bersama Baznas dan KKKS Tulungagung.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB
4. Tempat : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dan Apollo Super Mall Tulungagung
5. Dihadiri oleh ibu-ibu pengurus diantara nya :
6. - Ny. Arif Effendi DWP Bagian Tata Pemerintahan
- Ny. Agus Eko Putranto DWP Bagian Organisasi
- Ny. Yulius Rahma Isworo DWP Bagian Umum
- Ny. Catur Hermono DWP Bagian Hukum
- Ny. Farid Abadi DWP Bagian Pembangunan
- Ny. Fancholik DWP Bagian Perencanaan Keuangan
- Ny. Makrus Mannan DWP Bagian Kesejahteraan Rakyat
- Ny. Aris DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Pembahasan :

Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam kegiatan sosial bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan piatu yang dikemas dalam program Orang Tua Asuh Sehari (OASE). Kegiatan ini dilaksanakan di Apollo Super Mall Tulungagung.

Program Orang Tua Asuh Sehari (OASE) merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan piatu, khususnya dalam momentum Ramadan yang penuh berkah. Dalam kegiatan ini, anak-anak tidak hanya menerima santunan berupa uang, tetapi juga diajak untuk berbelanja langsung di pusat perbelanjaan dengan pendampingan para ibu-ibu yang berperan sebagai orang tua asuh selama sehari.

Suasana kebersamaan tampak hangat sejak awal kegiatan dimulai. Para anak yatim dan piatu yang hadir terlihat antusias dan gembira mengikuti rangkaian acara. Mereka didampingi langsung oleh para ibu dari Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung yang dengan penuh perhatian membimbing serta membantu anak-anak dalam memilih barang yang dibutuhkan.

Ketua Umum KKKS Kabupaten Tulungagung, Ny. Dra. Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu Wibowo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa program ini memiliki nilai sosial yang sangat penting. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan piatu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi mereka dalam belajar mengelola keuangan. Menurutnya, melalui kegiatan ini anak-anak dapat belajar menentukan prioritas kebutuhan mereka sendiri. Dengan uang santunan yang diterima, mereka diberi kesempatan untuk memilih dan membeli barang yang benar-benar mereka butuhkan, terutama untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. “Pertama, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan bentuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan piatu. Kedua, melalui kegiatan ini kita juga ingin memberikan pelajaran kepada mereka agar mampu mengelola keuangan yang diterima dan membelanjakannya secara bijak untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujarnya.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada anak-anak agar memanfaatkan santunan yang diterima dengan baik. Momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi mereka untuk merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya. “Uang yang kalian terima hari ini gunakanlah untuk membeli barang-barang yang benar-benar kalian butuhkan. Semoga dengan itu kalian dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan,” pesannya kepada anak-anak yang hadir. Tidak hanya kepada anak-anak, Ny. Endang juga berpesan kepada para ibu yang menjadi orang tua asuh sehari agar memberikan pendampingan yang maksimal. Ia berharap para ibu dapat memberikan arahan kepada anak-anak dalam memilih barang yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan mereka. “Tolong anak-anak ini didampingi dengan baik. Berikan arahan agar mereka membeli barang yang memang dibutuhkan sehingga santunan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tujuan dari program Baznas ini dapat tercapai,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para anak yatim dan piatu tampak sangat menikmati pengalaman berbelanja bersama orang tua asuh mereka. Beberapa anak memilih pakaian baru untuk Hari Raya Idul Fitri, sementara yang lain membeli perlengkapan sekolah maupun kebutuhan pribadi lainnya. Para ibu pendamping dengan sabar membantu mereka membandingkan pilihan barang sekaligus memberikan saran agar uang yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak. Kehadiran para ibu yang mendampingi mereka selama berbelanja menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Anak-anak merasa diperhatikan dan didampingi, sehingga menambah kebahagiaan mereka di tengah momentum Ramadan.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Ny. Endang juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Tulungagung untuk terus meningkatkan kepedulian sosial, salah satunya dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Tulungagung. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi, sehingga lebih banyak anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya. Menurutnya, Baznas memiliki peran penting sebagai lembaga yang menyalurkan bantuan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, dukungan masyarakat dalam bentuk zakat dan sedekah sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan bantuan sosial.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur serta Baznas Kabupaten Tulungagung yang telah memberikan perhatian besar kepada anak-anak yatim dan piatu di daerah tersebut. Bantuan yang diberikan dinilai sangat berarti dalam membantu memenuhi kebutuhan mereka, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas Provinsi Jawa Timur dan Baznas Kabupaten Tulungagung atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada anak-anak yatim dan piatu di Kabupaten Tulungagung. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya. Program Orang Tua Asuh Sehari (OASE) sendiri menjadi salah satu bentuk sinergi antara berbagai pihak dalam memperkuat kepedulian sosial di Kabupaten Tulungagung. Melalui kerja sama antara KKKS, Dharma Wanita Persatuan, serta Baznas, kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan seperti OASE, nilai-nilai kebersamaan, empati, dan solidaritas sosial dapat terus dipupuk di tengah masyarakat.

Di akhir kegiatan, senyum bahagia tampak menghiasi wajah anak-anak yang telah selesai berbelanja kebutuhan mereka. Bagi sebagian dari mereka, pengalaman berbelanja bersama orang tua asuh sehari menjadi momen yang tidak terlupakan. Tidak hanya membawa pulang barang-barang yang mereka butuhkan, tetapi juga kenangan indah dan perhatian yang membuat mereka merasa lebih diperhatikan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kebahagiaan Ramadan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak yatim dan piatu. Semangat berbagi yang ditunjukkan oleh para ibu Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Tulungagung bersama Baznas menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
5004-03-2026BULAN MARET p> DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar – Perayaan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Rabu / 4 Maret 2026
3. Pukul : 18.30 WIB - Selesai
4. Peserta : Forkopimda Sarimbit, OPD dan Camat Sarimbit
5. Lokasi : Masjid Al Ikhlas Desa Karangrejo Kecamatan Karangrejo
6. Acara : Kegiatan Safari Ramadhan.

Pada hari ini Rabu tanggal 4 Maret 2026 pukul 18.30 WIB yang berlokasi di Masjid Al Ikhlas Desa Karangrejo Kecamatan Karangrejo dimana Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Ibu Shanty Erwin Novianto mengikuti Kegiatan safari ramadhan. Acara hari ini diikuti oleh seluruh Forkopimda sarimbit, OPD Sarimbit dan Camat sarimbit. Hadir juga Ibu Penasehat I Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung Ny. Endang Gatut Sunu, Ibu Penasehat II Ny. Yuyun Ahmad Baharudin serta Ibu Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung Ny. Soeroto.

Acara dibuka oleh Bapak Bupati Tulungagung Provinsi Jawa Timur, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. Beliau menyampaikan mengajak masyarakat memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum kebangkitan ekonomi umat. Di hadapan jamaah, Forkopimda, para alim ulama, kepala OPD, serta tokoh masyarakat, Bupati menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang silaturahmi dan dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat.

Partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan pendapat sangat diapresiasi oleh Bupati. Menurutnya, sinergi yang harmonis antara ulama dan pemerintah akan mempermudah upaya mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang maju dan religius.

Bupati berharap hasil dari dialog-dialog selama Safari Ramadan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait. Hal ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga melalui aksi nyata di lapangan.

Bapak Bupati berkomitmen untuk terus menjadikan aspirasi rakyat sebagai dasar utama dalam setiap langkah pengambilan kebijakan daerah.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Gatut Sunu mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan semangat pengabdian sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing. Ia optimistis, dengan kebersamaan dan doa, cita-cita mewujudkan Tulungagung yang maju, sejahtera, dan berakhlak mulia dapat tercapai.

Kegiatan Safari Ramadhan 1447 H ini menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat, bukan hanya membawa program, tetapi juga komitmen nyata untuk membangun kebersamaan, memperkuat nilai keagamaan, dan memastikan pembangunan berjalan selaras dengan aspirasi rakyat.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
5104-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Perayaan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 – Selesai
5. Lokasi : Apollo Super Mall Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Kegiatan OASE Orang Tua Asuh Sehari mendampingi Anak-anak Yatim/Poatu Belanja di Apollo Super Mall Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung HariRabu, tanggal 4 Maret 2026 pukul 09.00 WIB Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Uswatun Khasanah Soeroto mengikuti kegiatan OASE Orang Tua Asuh Sehari mendampingi Anak-anak Yatim/Poatu Belanja di Apollo Super Mall Kabupaten Tulungagung. Suasana haru dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari) yang digelar di Tulungagung pada Ramadan 1447 H. Sebanyak 108 anak yatim piatu diajak berbelanja kebutuhan Lebaran bersama orang tua asuh selama satu hari penuh. Orang tua asuh berasal dari istri Forkopimda Tulungagung, istri kepala OPD, hingga istri camat se-Kabupaten Tulungagung yang mendampingi anak-anak selama satu hari penuh. Para peserta diberangkatkan menggunakan bus sekolah menuju pusat perbelanjaan, di mana mereka diberi kebebasan untuk memilih sendiri kebutuhan Lebaran. Pakaian, sepatu, sandal, serta perlengkapan lainnya menjadi pilihan yang dapat mereka tentukan sesuai keinginan.

Program ini merupakan sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Baznas Tulungagung, Baznas Provinsi, Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S), serta owner Apollo Tulungagung. Ketua K3S Tulungagung. Pelaksanaan program OASE ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi anak-anak menjelang Lebaran, memastikan mereka juga dapat merasakan kegembiraan memiliki pakaian dan perlengkapan baru. Inisiatif ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial Baznas Tulungagung terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Program OASE tahun ini diikuti oleh 108 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan, meliputi Tulungagung, Besuki, Bandung, Pakel, dan Ngantru. Jumlah peserta ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya melibatkan 30 anak. Dalam program OASE ini, setiap anak menerima total bantuan sebesar Rp500 ribu. Bantuan tersebut terbagi menjadi voucher belanja senilai Rp300 ribu dan uang saku sebesar Rp200 ribu. Selain dana yang berasal dari Baznas, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tulungagung turut berperan aktif sebagai orang tua asuh sehari. Mereka diimbau untuk memberikan sedekah secara sukarela guna menambah nominal belanja anak-anak tersebut, sehingga kebahagiaan mereka semakin lengkap.

Ikatan emosionalnya terasa ketika menjadi orang tua sehari. Kita bisa membayangkan betapa bahagianya mereka saat mendapat baju baru untuk Idulfitri. Tidak hanya mereka yang bahagia, kita juga ikut senang bisa berbagi. Wakil Ketua Baznas Tulungagung, Abdul Wachid, menyebut program OASE telah memasuki tahun kedua pelaksanaan dan diharapkan terus berkembang. berharap program ini memberikan manfaat besar, menjangkau lebih banyak penerima, serta kerja sama yang terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang. Program OASE menjadi bagian dari sinergi KKKS dan Baznas dalam memperkuat kepedulian sosial di Tulungagung, khususnya pada momentum Ramadan.


Program: Perayaan
5204-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat;

Prorgam : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan;

Keterangan program;

1. Hari : Rabu

2. Tanggal : 04 Maret 2026:

3. Pukul: 08.00 WIB;

4. Peserta : Balita, Kader Balita dan Bidan

4. Tempat : Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung;

5. Acara : Posyandu ILP

6. Detail Acara :

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti Kegiatan di bidang Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan menghadiri kegiatan Posyandu ILP, acara ini diselenggarakan oleh Puskesmas Besuki yang bertempat di Balau desa Tanggulwelahan Kecamatan besuki. Kegiatan Posyandu diadakan Rutin setiap bulan di minggu pertama.Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) adalah transformasi posyandu yang melayani seluruh siklus hidup—bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia—bukan hanya ibu dan anak. Bertujuan mendekatkan layanan kesehatan, ILP menyediakan skrining penyakit tidak menular (darah, gula, lingkar perut), imunisasi, gizi, dan kunjungan rumah oleh kader terstandarisasi. Alur 5 langkah Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) mencakup Pendaftaran, Penimbangan & Pengukuran, Pencatatan, Pelayanan Kesehatan, dan Penyuluhan/Edukasi, yang melayani seluruh siklus hidup mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia, dengan tujuan memberikan layanan kesehatan terpadu dan menyeluruh di posyandu.

Berikut rincian alur 5 langkahnya:

1. Pendaftaran: Peserta (ibu, bayi, anak, remaja, lansia) mendaftar untuk mendapatkan layanan.

2. Penimbangan & Pengukuran: Menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, lingkar kepala (untuk balita), lingkar perut, dan lingkar lengan atas (LILA) (untuk ibu hamil).

3. Pencatatan: Hasil penimbangan dan pengukuran dicatat pada Kartu Menuju Sehat (KMS) atau Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

4. Pelayanan Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan dasar, imunisasi (untuk bayi/balita), pemberian vitamin, dan penanganan masalah kesehatan ringan oleh kader atau petugas kesehatan.

5. Penyuluhan (Edukasi/KIE - Komunikasi, Informasi, Edukasi): Pemberian informasi dan konseling kesehatan, gizi, atau topik kesehatan relevan lainnya untuk semua siklus hidup.

Tujuan ILP: Mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan agar masyarakat tidak perlu lagi datang ke banyak tempat untuk memenuhi kebutuhan kesehatan seluruh anggota keluarga, dari lahir hingga lanjut usia.

Berikut adalah poin penting mengenai Posyandu ILP:

1. Siklus Hidup: Layanan terbagi berdasarkan kelompok usia, yaitu ibu hamil/nifas, bayi/balita, anak sekolah/remaja, usia produktif, dan lansia.

2. 5 Langkah Layanan: Meliputi pendaftaran, pengukuran (antropometri), pencatatan (digitalisasi), pelayanan kesehatan/skrining, dan edukasi.

3. Peran Kader: Kader Posyandu ILP dibekali kemampuan komprehensif untuk memeriksa dan mengedukasi seluruh kelompok umur, serta melakukan kunjungan rumah

4. Tujuan: Mencegah stunting, mendeteksi dini penyakit (penyakit tidak menular), meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa.

5. Alat Terstandar: Menggunakan antropometri kit yang lebih modern untuk pengukuran yang akurat

Posyandu ILP merupakan pendekatan baru yang mengedepankan keterpaduan dan pendekatan keluarga di tingkat desa/kelurahan

Perbedaan utama Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Posyandu biasa terletak pada cakupan sasaran dan layanan. Posyandu biasa hanya melayani ibu hamil dan balita, sementara Posyandu ILP melayani seluruh siklus hidup (bayi, balita, remaja, produktif, lansia). Posyandu ILP juga menekankan skrining penyakit, kunjungan rumah oleh kader, dan alur layanan tidak lagi berdasarkan meja.

Berikut detail perbedaan Posyandu ILP dan Posyandu Biasa:

1. Sasaran Layanan:

a. Posyandu Biasa: Terbatas pada balita dan ibu hamil.

b. Posyandu ILP: Seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia

2. Jenis Pelayanan: .

a. Posyandu Biasa: Fokus pada penimbangan, imunisasi, dan KIA. .

b. Posyandu ILP: Skrining penyakit tidak menular (tekanan darah, gula darah, lingkar perut), edukasi kesehatan, KIA, dan pelayanan lansia. .

3. Kunjungan Rumah: .

a. Posyandu Biasa: Jarang dilakukan atau tidak terjadwal rutin. .

b. Posyandu ILP: Kader melakukan kunjungan rumah ke seluruh KK untuk memantau kesehatan warga. .

4. Alur Pelayanan: .

a. Posyandu Biasa: Menggunakan sistem 5 meja. .

b. Posyandu ILP: Tidak lagi menggunakan meja, melainkan alur pelayanan siklus hidup.

5. Keterampilan Kader: .

a. Posyandu Biasa: Terfokus pada kesehatan ibu dan anak. .

b. Posyandu ILP: Kader dibekali minimal 25 keterampilan dasar kesehatan untuk berbagai usia.

Tujuan utama transformasi ke Posyandu ILP adalah untuk mendeteksi dini masalah kesehatan di masyarakat, bukan sekadar memantau gizi anak.

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Besuki

5304-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi dan Humas – Penyampaian Informasi

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Rabu / 04 Maret 2026
3. Pukul : 13.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Ruang Rapat Lantai II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Pertemuan Pengurus Dharma Wanita Persatuan.

Pada hari ini Rabu, 04 Maret 2026 yang bertempat di Ruang rapat lantai II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung telah diadakan Pertemuan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Acara tepat dimulai pada pukul 13.00 WIB dan dibuka oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Ibu Shanty Erwin Novianto. Untuk Pertemuan hari ini dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta seluruh pengurus DWP sejumlah 17 orang.

Pertemuan rutin pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi, soliditas, dan silaturahmi antar anggota. Agenda utamanya meliputi evaluasi program kerja (bidang pendidikan, sosial, ekonomi), laporan keuangan, hingga pembinaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga ASN.

Agenda Pertemuan :
a. Pembukaan oleh Ketua DWP.
b. Evaluasi pelaksanaan program kerja bulan sebelumnya.
c. Pembahasan rencana kegiatan bulan berikutnya.
d. Laporan keuangan oleh Bendahara.
e. Diskusi dan saran dari pengurus.

Pembukaan MC dibawakan oleh Ibu Anton kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu hymne dan mars dharma wanita dengan iringan dirigen dari Ibu Eko Basuki kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan dalam arahannya Ibu Ketua menyampaikan beberapa poin penting diantaranya :
1. Mengadakan mini bazar setiap kali ada pertemuan rutin dharma wanita
2. Diharapkan untuk setiap kali pertemuan rutin juga diadakan isian materi

Di akhir arahannya Ibu Ketua berharap mudah-mudahan melalui kegiatan pertemuan ini bisa memotivasi pengurus dan anggota DWP agar terus mengembangkan kualitas diri, memperbaharui ilmu pengetahuan dan menumbuhkan jiwa berwirausaha.

Selanjutnya adalah laporan dari masing masing bidang, dari bidang pendidikan melaporkan jika setuju dengan adanya isian materi di setiap ada pertemuan rutin anggota dharma wanita sedangkan dari bidang ekonomi juga menyambut baik arahan dari Ibu ketua terkait pelaksanaan kegiatan mini bazar di setiap pertemuan rutin dharma wanita. Laporan selanjutnya adalah dari bidang social yang menyampaikan terkait penyaluran dana social dimana ada ibu anggota dharma wanita yang sakit, melahirkan ataupun ada berita duka untuk berperan aktif untuk kegiatan santunan.

Hasil Pertemuan :
a. Disepakati pelaksanaan kegiatan pertemuan rutin anggota dharma wanita dilaksanakan pada bulan April.
b. Evaluasi kegiatan sebelumnya telah berjalan dengan baik dan akan dilakukan perbaikan pada aspek dokumentasi kegiatan.
c. Laporan keuangan diterima dan disetujui oleh seluruh anggota pengurus.

Setelah dari semua bidang sudah menyampaikan laporannya maka acara pertemuan pengurus kali ini segera untuk ditutup. Kegiatan pertemuan pengurus berlangsung tertib dan lancar. Diharapkan dari hasil rapat dapat ditindaklanjuti sesuai kesepakatan bersama.


Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
5404-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sekretarat

Program Kerja Informasi dan Humas – Kegiatan : Dokumentasi dan Publikasi OASE (Orang Tua Asuh Sehari)

Kegiatan Pembukaan OASE ( Orang Tua Asuh Sehari)

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB – Selesai
4. Lokasi : Pendopo Kabupaten Tulungagung
5. Acara : Mengikuti Pembukaan OASE dan dilanjutkan mendampingi anak-anak yatim /piatu berbelanja di Apollo Super Mall Tulungagung
6. Detail acara :

Pada hari Rabu, 4 Maret 2026, dalam rangka bulan suci Ramadhan dan menyongsong Hari Raya Idul Fitri Tahun 1447 H/2026 M, Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Tulungagung dan Apollo Super Mall Tulungagung menyelenggarakan kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari). Kegiatan ini diikuti oleh 108 anak yatim/piatu dari seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung serta dihadiri oleh Ibu Ketua DWP Satpol PP Kabupaten Tulungagung ibu rahma, dan ibu-ibu istri Kepala OPD se-Kabupaten Tulungagung selaku orang tua asuh sehari.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung beserta Ibu, Kabag Kesra, Koordinator KKKS Kabupaten Tulungagung, Ibu Sekretaris Daerah, Ibu istri anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, serta Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan acara pembukaan di Pendopo Kabupaten Tulungagung yang meliputi menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa oleh Bapak Zainul Fuad dari Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, laporan panitia oleh Bapak Suyadi, serta sambutan dan arahan sekaligus membuka kegiatan OASE 2026. Kegiatan diawali dengan pemberian bantuan kepada anak yatim/piatu secara simbolis berupa Rp500.000 per anak, terdiri dari Rp300.000 voucher belanja dan Rp200.000 uang tunai.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di Apollo Super Mall Tulungagung dengan pendampingan anak-anak yatim/piatu untuk berbelanja kebutuhan lebaran, seperti sepatu, pakaian, jilbab, sarung, songkok, dan perlengkapan lainnya. Apabila nilai voucher belanja dari KKKS belum mencukupi, maka kekurangannya ditanggung oleh ibu-ibu istri Kepala OPD selaku orang tua asuh sehari sebagai bentuk kepedulian dan empati.

kegiatan OASE ini bertujuan meningkatkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim/piatu, memberikan dukungan moral dan material, serta mempererat kebersamaan antara orang tua asuh dan anak yatim. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 220 yang menegaskan bahwa mengurus dan memperbaiki keadaan anak yatim merupakan perbuatan yang baik. Kegiatan ini perlu didokumentasikan dan dipublikasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban, arsip kelembagaan, serta inspirasi agar kegiatan serupa dapat dikenal luas, menjadi pelopor, dan dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat melalui semangat berbagi kebahagiaan, empati, dan kepedulian terhadap sesama umat.

Kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari) ini perlu dipublikasikan dan didokumentasikan sebagai upaya menyebarkan nilai kebaikan dan menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kepedulian terhadap anak yatim/piatu adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Melalui dokumentasi dan publikasi yang baik, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi laporan administratif, tetapi juga sumber inspirasi yang mampu menggerakkan empati, memperluas semangat berbagi kebahagiaan, serta mendorong lahirnya aksi-aksi sosial serupa yang berkelanjutan, sehingga kepedulian terhadap sesama benar-benar tumbuh dan hidup dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan kegiatan Oase ini berkat kerjasama dari semua pihak.

Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja

5503-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat;

Prorgam : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan;

Keterangan program;

1. Hari : Selasa

2. Tanggal : 03 Maret 2026:

3. Pukul: 08.00 WIB;

4. Peserta : Seluruh Karyawan dan Karyawati selaku Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki

4. Tempat : Halaman Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung;

5. Acara : Gerakan pembersihan lingkungan setiap hari selasa.;

6. Detail Acara :

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti Kegiatan di bidang Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan. Setiap hari selasa diselenggarakan Gerakan Pembersihan Lingkungan yang bertempat di Halaman Kantor Besuki. Gerakan ini diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati selaku Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki. Pelaksanaan gerakan ini dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik/Bersih, Indah) adalah inisiatif nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada 2 Februari 2026 untuk menciptakan lingkungan bersih dan teratur. Fokus utamanya meliputi pemilahan sampah dari sumber, kerja bakti rutin, penataan ruang publik, dan penanganan sampah berkelanjutan, lingkungan yang bersih akan berdampak positif pada psikologis personel dalam bekerja serta memberikan kenyamanan bagi warga yang datang

Dalam pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI melibatkan seluruh ASN di jajaran Pemerintah Daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Instansi Vertikal di daerah, dunia usaha dan masyarakat. Kegiatan kerja bakti ini tepat dimulai pukul 08.00 WIB dilaksanakan di Halaman Kantor Kecamatan Besuki meliputi pembersihan di ruang kantor dan halaman sekitar kantor dalam upaya menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan nyaman. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki dalam mewujudkan Budaya luhur yaitu Cinta terhadap lingkungan sekitar serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Tulungagung menuju lingkungan yang ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). Gerakan ini merupakan agenda rutin untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, baik bagi karyawan karyawati Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Berikut adalah rincian mengenai Gerakan Nasional Indonesia ASRI:

1. Tujuan utama: Meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah, dan membangun budaya peduli lingkungan serta gotong royong.

2. Aksi nyata: Meliputi kerja bakti membersihkan lingkungan, penanaman pohon, penertiban baliho/iklan liar, dan penataan kabel semrawut.

3. Waktu pelaksanaan: Dilaksanakan secara rutin, terutama pada hari Selasa dan Jumat, di seluruh Indonesia (sekolah, kantor, pemukiman).

4. Pengelolaan sampah: Mendorong penggunaan teknologi Waste to Energy (PLTSa) dan penguatan Bank Sampah/TPS3R.

5. Sinergi: Melibatkan aparat Polri, ASN, komunitas, dan relawan untuk berpartisipasi aktif.

Gerakan ini bertujuan menjadikan Indonesia lebih lestari dan nyaman untuk generasi sekarang dan masa depan. Jika lingkungan bersih dan tertata, personel akan lebih nyaman saat bertugas. Begitu juga dengan masyarakat yang datang mengurus keperluan di Kecmatan Besuki, mereka akan merasa lebih dihargai dan nyaman dengan suasana yang asri. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sinergi antara anggota dalam mendukung program pembangunan daerah.Dengan semangat kebersamaan, DWP Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung siap berkontribusi aktif dalam menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI Tahun 2026 demi terwujudnya Kabupaten Tulungagung yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Besuki

5602-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Rapat Anggota dan Sosialisasi Gemar Makan Ikan DWP Satpol PP

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Senin, 2 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 WIB – Selesai
4. Lokasi : Ruang Rapat Lantai 2 Satpol PP
5. Acara : Rapat Anggota dan Sosialisasi Gemar Makan Ikan
6. Detail acara :

Tulungagung - Senin, 2 Maret 2026, DWP Satpol PP Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan Rapat Anggota DWP dan Sosialisasi Gemar Makan Ikan Dharma Wanita Persatuan Satpol PP, yang bertempat di Ruang Rapat Satuan Polisi Pamong Praja. Rapat ini merupakan agenda rutin organisasi dalam rangka koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program kerja.

Susunan acara pada rapat anggota sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan menyanyikan Mars DWP
3. Sambutan Pengarahan Ibu Ketua DWP Satpol PP
4. Doa
5. Pembahasan rencana kegiatan DWP bulan Maret
6. Sosialisasi Gemar Ikan, Edukasi Gizi untuk Keluarga Sehat DWP Satpol PP
7. Penutup

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Rahma Hartono selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung, beserta jajaran pengurus dan diikuti oleh seluruh anggota DWP Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung sejumlah 35 orang. Petugas MC adalah bu Tika, petugas Dirigen adalah bu Antok, dan petugas Doa oleh bu Arifin. Tujuan kegiatan ini selain sebagai ajang mempererat ti silaturahmi yakni juga dalam rangka merencanakan/evaluasi/koordinasi pelaksanaan kegiatan organisasi sekaligus dalam upaya mendukung program pemerintah pusat, provinsi, tingkat dua sampai dengan pemerintah desa untuk mempersiapkan masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan kuat melalui kebiasaan makan ikan secara rutin, terutama diawali dari lingkup terkecil yaitu di dalam lingkungan keluarga masing-masing .

Pada sesi pertama dalam rapat anggota tersebut dibahas beberapa agenda penting, antara lain evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, perencanaan program kerja ke depan, serta koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan organisasi DWP Satpol PP agar berjalan lebih efektif dan terarah.

Dalam rapat ini anggota diberikan kesempatan diskusi untuk menyampaikan masukan, saran, dan kendala yang dihadapi pengurus dalam menjalankan tugas organisasi. Seluruh peserta rapat mengikuti kegiatan dengan aktif dan penuh tanggung jawab.

Melalui pelaksanaan rapat anggota DWP ini, diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar pengurus Dharma Wanita Persatuan dalam pelaksanaan program kerja, menyelaraskan perencanaan dan evaluasi kegiatan agar program DWP berjalan lebih efektif dan tepat sasaran serta memperkuat kekompakan dan tanggung jawab pengurus dalam mendukung keberlangsungan dan kinerja organisasi Dharma Wanita Persatuan.

Pada sesi ke dua disampaikan Materi Sosialisasi Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) dengan narasumber dari Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung yang pada hari ini disampaikan oleh Ibu Titik Nurhidayati, S.Pi, yang memaparkan materi mengenai manfaat ikan sebagai sumber protein hewani yang kaya akan omega-3, vitamin, dan mineral, serta berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kecerdasan.

Dalam pemaparannya, disampaikan pula bahwa kebiasaan gemar mengonsumsi ikan perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga sebagai upaya mendukung pola makan gizi seimbang dan mencegah permasalahan gizi. Selain itu, anggota DWP juga diberikan pemahaman mengenai cara memilih ikan yang segar serta pengolahan ikan yang Sehat, tepat dan praktis agar kandungan gizinya tetap terjaga yang disukai oleh setiap anggota keluarga. .

Melalui kegiatan Sosialisasi Gemar Ikan ini, diharapkan para anggota DWP dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota DWP mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang bergizi dan menyehatkan, mendorong penerapan pola makan gizi seimbang dalam keluarga melalui kebiasaan gemar mengonsumsi ikan, mendukung upaya pencegahan permasalahan gizi, seperti stunting dan kekurangan protein, khususnya pada anak dan keluarga, menumbuhkan perilaku hidup sehat dengan membiasakan pemilihan dan pengolahan ikan yang aman, sehat, dan bernilai gizi tinggi. Selain itu juga sebagai bekal kepada ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan yang mencari tambahan ekonomi keluarga dari makanan berbahan dasar ikan ataupun pengolahan ikan. Acar selanjutnya penutup, sebelum bersalam salaman, dilakukan kegiatan foto bersama ibu Ketua bersama ibu-ibu pengurus dan anggota DWP Satpol PP beserta ibu narasumber.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
5713-02-2026pada tanggal 13 februari 2026 . pukul 10 .00 WIB Ketua Dharma wanita persatuan Kecamatan Kalidawir Ny. Oktina bersama Anggota Dharma wanita persatua Kecamatan Kalidawir Ibu Diyah Arianti dan Ibu Freza melakukan kunjungan ke Desa Tunggangri Dalam rangka meningkatkan wawasan dan peran aktif perempuan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga, anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan melaksanakan kunjungan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) desa Tunggangri yang mengelola budidaya melon hidroponik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal secara langsung inovasi pertanian modern yang dikembangkan di desa serta menggali potensi usaha yang dapat direplikasi dalam skala rumah tangga maupun kelompok.Rombongan diterima oleh pengurus BUMDes dan diajak meninjau area greenhouse tempat budidaya melon dilakukan. Pengelola menjelaskan tahapan proses penanaman, mulai dari penyemaian benih, pemindahan ke media tanam, pengaturan nutrisi, hingga teknik pemeliharaan agar menghasilkan buah yang berkualitas tinggi. Sistem hidroponik yang digunakan dinilai lebih efisien dalam penggunaan air, lebih bersih, serta mampu menghasilkan buah dengan ukuran dan rasa yang seragam. Dalam sesi diskusi, anggota Dharma Wanita menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang usaha, modal awal, serta strategi pemasaran. Dijelaskan bahwa hasil panen melon dipasarkan ke pasar lokal, toko buah, dan melalui pemesanan langsung, sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anggota Dharma Wanita untuk mendukung program ketahanan pangan keluarga dan pengembangan usaha produktif berbasis teknologi sederhana namun bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat sinergi antara organisasi perempuan dengan pemerintah desa dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan komitmen untuk terus mendukung inovasi serta pengembangan potensi desa secara berkelanjutan
Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
5813-02-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM mengikuti kegiatan Bank sampah yang berkolaborasi dengan cafe sampah TP PKK Kabupaten Tulungagung yang diadakan setiap hari Jum'at yang diikuti oleh Ibu Uswatu dan Ibu Popi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secra efektif. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami cara memilah dan mengelola sampah dengan baik, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi, mendukung keberlanjutan lingkungan dan menciptakan budaya ramah lingkungan di komunitas. Hasil sampah yang terkumpul kemudian akan ditimbang dan peserta akan menerima voucher belanja yang dapat digunakan untuk membeli barang-barang di bazaar yang tersedia sebagai insentif untuk mendorong partisipasi aktiff dalam pengelolaan sampah
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
5927-02-2026Mengikuti kegiatan Rapat pengurus yang dilaksanakan pada Hari Jum'at tanggal 27 Februari 2026 bertempat di Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung yang diikuti oleh Ibu Ketua DWP BKPSDM Ny. Uswatun Khasanah Soeroto juga dihadiri oleh Ibu Ketua DWP Kabupaten Tulungagung dan jajaran pengurus DWP Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya Ibu ketua DWP menyampaikan pentingnys menjaga kekompakan, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat peran organisasi dalam mendukung program-program pemerintah daerah dan kegiatan sosial kemasyarakatan khususnya pada bulan Ramadhan kali ini. Rapat kali ini membahas megenai rencana kegiatan selama bulan Ramadhan salah satunya yaitu belajar dan membaca bersama Al-Qur'an. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, memperat tali silaturahmi antar anggota serta menghadirkan keberkahan bersama di bulan Suci Ramadhan. Selain itu kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dilingkungan DWP Kabupaten Tulungagung
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
6010-02-2026Pada hari selasa tanggal 10 Februari 2026 Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan pucanglaban Ny. Setiono mengikuti kegiatan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung yang bertempat di Ruang Pertemuan Prajamukti Tulungangung. Pertemuan ini dipimpin oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Soeroto dan dihadiri oleh Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan dan seluruh jajaran pengurus serta anggota DWP Kabupaten Tulungagung. Acara dihadiri oleh 83 orang ibu terdiri dari Ketua DWP Dinas, Ketua DWP Kecamatan se Kabupaten Tulungagung. Acara dimulai jam 08.30 WIB – 11.00 WIB. Adapun susunan acara adalah Menyanyikan Mars DWP, laporan pengurus/bendahara, sambutan Ketua Dharma wanita Persatuan kabupaten tulungagung, Pemaparan Materi dari narasumber, doa dan penutup.dalam sambutan Ketua DWP Kabupaten Tulungagung Ny. Soeroto, beliau menyampaikan Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan agenda bulanan/berkala untuk mempererat silaturahmi, pembinaan anggota, dan koordinasi program kerja bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kegiatan ini umumnya diisi dengan arisan, pelaporan kas, serta pelatihan keterampilan (workshop) atau seminar kesehatan. Dengan Tujuan: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mempererat hubungan antaranggota, serta mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga. Beliau juga menekankan bahwa aktivitas Darma Wanita merupakan bentuk dukungan kepada suami dalam menjalankan amanah pekerjaan. Apa yang dilakukan oleh para anggota diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para suami untuk bekerja lebih baik, mendatangkan rezeki yang halal dan thayyiban, serta menguatkan pondasi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. BEliau juga menyampaikan tiga poin penting yang menjadi landasan kegiatan DWP : 1. Niat thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu) Setiap pertemuan harus diniatkan sebagai upaya untuk belajar dan menambah wawasan agar waktu yang digunakan bermanfaat dan membawa keberkahan. 2. Niat silaturahmi Kegiatan ini menjadi ajang saling menyapa, saling mendoakan, serta mempererat hubungan antaranggota DWP dalam semangat kekeluargaan. 3. Sebagai media rekreasi Pertemuan rutin juga menjadi sarana untuk menyegarkan pikiran, melepas kepenatan, dan menumbuhkan semangat baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Beliau juga berharap agar pertemuan ini dapat dilaksanakan secara rutin sebagai upaya konsisten menjaga kesinambungan dan kebermanfaatan kegiatan DWP. Selanjutnya Kegiatan ini diisi dengan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional mengenai pelayanan BPJS bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disampaikan oleh narasumber dari BPJS Kabupaten Tulungagung Bapak Nurullah Hanafi Subrata. Pada kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi anggota DWP untuk memahami hak dan kewajiban mereka terkait layanan BPJS, sebagai jaminan sosial utama bagi ASN demi kesejahteraan keluarga. Pertemuan rutin ini selain sebagai forum silaturahmi, juga menjadi sarana edukasi dalam meningkatkan kesadaran anggota DWP tentang hak-hak sosial mereka sehingga ASN dan keluarganya dapat lebih terlindungi dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menggambarkan komitmen DWP Kabupaten Tulungagung dalam memberdayakan anggotanya melalui edukasi dan pembinaan berkelanjutan. Diharapkan sinergi yang terjalin dapat terus memajukan organisasi serta memberikan manfaat nyata bagi ASN dan masyarakat Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya Doa Dan ditutup oleh MC.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
6125-02-2026Pada hari Rabu, 25 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Kalidawir melaksanakan kegiatan rapat rutin bulan Februari yang bertempat di Aula Graha Purna Praja Kecamatan Kalidawir. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh keeluargaan. Rapat rutin ini dihadiri oleh Ibu Ketua DWP Kecamatan Kalidawir (Ny. Oktina Rusdiyanto) dan 25 anggota dan pengurus DWP Kecamatan Kalidawir. Seluruh peserta hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti agenda yang telah disusun. Acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta sambutan dari Ketua DWP Kecamatan Kalidawir yang menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan, kebersamaan, serta meningkatkan peran aktif anggota dalam setiap kegiatan organisasi. Dalam rapat rutin bulan ini, pembahasan difokuskan pada persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Ketua DWP mengajak seluruh anggota untuk bersama-sama meningkatkan amal ibadah, baik secara pribadi maupun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Disampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperbanyak ibadah, seperti sholat sunnah, tadarus Al-Qur’an, sedekah, serta mempererat silaturahmi antaranggota. Selain itu, dibahas pula rencana kegiatan sosial yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadhan, seperti berbagi takjil, santunan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta kegiatan keagamaan lainnya yang dapat memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Seluruh anggota menyambut baik arahan dan rencana kegiatan tersebut. Diharapkan melalui rapat rutin ini, semangat kebersamaan dan komitmen untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan dapat terus terjaga, sehingga Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kalidawir semakin solid, aktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Rapat ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh anggota serta masyarakat.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
6211-02-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas KBPPPA Kab. Tulungagung I. Kegiatan : Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) II. Waktu : Rabu, 11 Februari 2026 pukul 09.00 WIB III. Tempat : Kantor Desa Bono Kecamatan Boyolangu IV. Dihadiri oleh : Ibu Emy selaku anggota DWP Dinas KBPPPA V. Pembahasan: Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKKBN adalah salah satu program unggulan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mendukung pengasuhan yang berkualitas. Program ini berfokus pada pemberdayaan keluarga, khususnya orang tua, agar mampu mendidik anak dengan pendekatan positif demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Tujuan SOTH BKKBN 1. Meningkatkan kemampuan orang tua dalam mendidik anak sesuai dengan tahap perkembangannya. 2. Mendorong peran aktif keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. 3. Mengurangi risiko stunting melalui pola asuh yang tepat, perbaikan gizi, dan lingkungan yang sehat. 4. Membentuk generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Fokus Program SOTH BKKBN 1. Pengasuhan Positif Memberikan panduan kepada orang tua untuk memahami kebutuhan anak dari segi fisik, emosional, dan sosial. 2. Pencegahan Stunting Edukasi tentang pentingnya nutrisi, pola makan sehat, kebersihan lingkungan, dan pengawasan kesehatan anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun (golden period). 3. Peningkatan Kualitas Hubungan Orang Tua dan Anak Mengajarkan cara berkomunikasi efektif dan membangun kelekatan emosional (bonding) antara orang tua dan anak. 4. Kesadaran tentang Pendidikan dan Perkembangan Anak Menekankan pentingnya pendidikan sejak dini serta keterlibatan orang tua dalam mendukung potensi anak. 5. Penguatan Keluarga sebagai Pilar Utama Mendorong peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Kegiatan Utama SOTH BKKBN 1. Penyuluhan dan Pelatihan • Dilakukan oleh penyuluh KB, kader posyandu, atau tenaga ahli di bidang parenting. • Topik meliputi pola asuh, kesehatan, gizi, dan tumbuh kembang anak. 2. Kelas Interaktif • Diskusi kelompok orang tua. • Simulasi pengasuhan anak. 3. Pemberian Modul atau Buku Panduan • Panduan pola asuh berbasis perkembangan anak. • Materi terkait gizi dan kesehatan keluarga. 4. Kegiatan Praktik • Demonstrasi pemberian makan bergizi untuk bayi dan balita. • Aktivitas bermain untuk menstimulasi perkembangan anak. 5. Monitoring dan Evaluasi • Penilaian terhadap penerapan pola asuh yang diajarkan dalam program. • Kunjungan ke rumah atau pertemuan rutin untuk memastikan keberlanjutan pola asuh positif. Manfaat Bagi Peserta 1. Memahami pentingnya pengasuhan berbasis kasih sayang dan disiplin positif. 2. Meningkatkan kemampuan orang tua dalam memantau dan mendukung tumbuh kembang anak. 3. Mendapatkan bimbingan praktis tentang perbaikan pola makan untuk mencegah stunting. 4. Menumbuhkan keluarga yang harmonis dan mendukung perkembangan anak yang optimal. Program SOTH biasanya dilaksanakan di desa-desa, posyandu, atau lingkungan komunitas dengan pendampingan intensif dari BKKBN, kader PKK, dan tenaga kesehatan. Sekolah Orang Tua Hebat adalah sebuah program yang biasanya dirancang untuk mendukung para orang tua dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam mendidik, membimbing, dan mendukung perkembangan anak-anak. Program ini sering diinisiasi oleh komunitas, sekolah, lembaga pendidikan, atau organisasi tertentu. Tujuan utamanya adalah membantu orang tua menjadi lebih sadar, terampil, dan percaya diri dalam menjalankan peran mereka. Karakteristik Utama Program Sekolah Orang Tua Hebat: 1. Peningkatan Kemampuan Parenting Mengajarkan berbagai keterampilan pengasuhan, seperti cara berkomunikasi yang efektif, memahami kebutuhan emosional anak, dan mengatasi tantangan dalam pengasuhan. 2. Pendidikan Tentang Perkembangan Anak, Memberikan pengetahuan tentang tahapan perkembangan anak, baik dari sisi fisik, emosional, sosial, maupun akademis. 3. Pendekatan Positif, Mengajarkan pendekatan pengasuhan berbasis kasih sayang, empati, dan disiplin positif. 4. Kegiatan Interaktif Melibatkan diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, atau bahkan kegiatan praktik langsung untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan. 5. Dukungan Komunitas Membangun komunitas di mana para orang tua dapat saling berbagi pengalaman, dukungan, dan solusi terhadap tantangan yang mereka hadapi. 6. Konseling dan Bimbingan Beberapa program menyediakan layanan konseling untuk membantu orang tua menghadapi masalah yang lebih spesifik, seperti konflik dalam keluarga atau kesulitan perilaku anak. Program ini biasanya menyasar orang tua dari berbagai latar belakang dan usia anak, mulai dari balita hingga remaja. Manfaat Mengikuti Sekolah Orang Tua Hebat a. Meningkatkan pemahaman tentang cara mendidik anak yang efektif. b. Memperkuat hubungan antara orang tua dan anak. c. Membantu mengatasi masalah perilaku anak secara konstruktif. d. Membentuk generasi yang lebih sehat secara mental dan emosional. e. Menumbuhkan rasa percaya diri dalam peran sebagai orang tua. Kegiatan dalam Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) biasanya dirancang untuk mendukung pembelajaran interaktif dan memberikan wawasan praktis bagi orang tua. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan yang sering dilakukan dalam program SOTH: 1. Sesi Pembelajaran atau Seminar Memberikan pengetahuan dasar tentang: a. Tahapan Perkembangan Anak: Fisik, emosi, kognitif, dan sosial. b. Pola Asuh Positif: Seperti disiplin tanpa kekerasan, empati, dan komunikasi efektif. c. Keseimbangan Peran Orang Tua: Mengatur waktu untuk keluarga dan pekerjaan. 2. Diskusi Kelompok Orang tua diajak untuk berbagi pengalaman dan tantangan mereka dalam mengasuh anak. Kegiatan ini sering dipandu oleh fasilitator atau ahli parenting untuk menghasilkan solusi bersama. 3. Simulasi dan Role-Play a. Orang tua memainkan peran sebagai anak atau orang tua dalam skenario tertentu. b. Meningkatkan pemahaman tentang perasaan dan kebutuhan anak. c. Memberikan pengalaman langsung untuk menerapkan metode komunikasi yang efektif. 4. Pelatihan Praktis a. Teknik mengelola emosi, seperti cara mengontrol kemarahan. b. Aktivitas bermain dan belajar bersama anak. c. Pengelolaan waktu dan rutinitas keluarga. 5. Kegiatan Interaktif Orang Tua dan Anak • Workshop Kreatif: Membuat karya seni, memasak bersama, atau proyek DIY sederhana. • Games Keluarga: Aktivitas untuk mempererat hubungan dan melatih kerja sama. • Outdoor Activities: Piknik keluarga, olahraga bersama, atau kegiatan di alam terbuka. 6. Parenting Talkshow atau Sharing Session Menghadirkan ahli parenting, psikolog, atau konselor keluarga untuk berbicara tentang topik tertentu, misalnya: • Cara mendukung anak menghadapi tantangan sekolah. • Strategi mendidik anak di era digital. 7. Konseling atau Pendampingan Individu • Orang tua mendapatkan sesi konsultasi pribadi dengan pakar untuk membahas masalah spesifik dalam keluarga. 8. Program Refleksi Diri • Membantu orang tua mengevaluasi gaya pengasuhan mereka. • Mendorong introspeksi melalui jurnal atau diskusi tentang nilai-nilai keluarga. 9. Evaluasi dan Tindak Lanjut • Orang tua diberikan tugas praktik di rumah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. • Pertemuan rutin untuk mengevaluasi perkembangan setelah sesi pelatihan. Contoh Tema Kegiatan • “Cara Mengatasi Tantrum pada Anak Balita” • “Mendampingi Anak di Era Digital” • “Menumbuhkan Karakter Positif pada Anak” • “Disiplin Positif tanpa Kekerasan” • “Menjadi Orang Tua yang Peduli dan Inspiratif” Kegiatan-kegiatan ini biasanya dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, relevan, dan bermanfaat bagi setiap orang tua yang ikut
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
6327-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

Pengurus DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan Santapan Rohani dalam rangka Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Jumat, 27 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB
4. Tempat : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
5. Penceramah : Dr. H. Ahmad Zuhri M.Si
6. Dihadiri oleh :
- Ny. Arif Effendi DWP Bagian Tata Pemerintahan
- Ny. Agus Eko Putranto DWP Bagian Organisasi
- Ny. Yulius Rahma Isworo DWP Bagian Umum
- Ny. Catur Hermono DWP Bagian Hukum
- Ny. Farid Abadi DWP Bagian Pembangunan
- Ny. Fancholik DWP Bagian Perencanaan Keuangan
- Ny. Makrus Mannan DWP Bagian Kesejahteraan Rakyat
- Ny. Aris DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Pembahasan :
Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan menghadiri kegiatan santapan rohani yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Kegiatan yang mengangkat tema “Ibadah di Bulan Puasa dan Nikmat Bulan Ramadhan” ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Tidak hanya diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan, acara ini juga dihadiri oleh Bapak Bupati beserta ibu, Bapak Wakil Bupati beserta ibu, segenap unsur Forkopimda beserta ibu, Asisten dan camat dilingkup pemkab, Ketua MUI, Baznas, ketua ormas se-Kabupaten Tulungagung, tokoh agama, serta karyawan/ karyawati. Kehadiran berbagai elemen pemerintahan dan tokoh masyarakat tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah individual, tetapi juga menjadi ruang memperkuat ukhuwah dan sinergi antar lembaga. Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan membuka kegiatan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan, mengingatkan seluruh hadirin akan kemuliaan bulan yang penuh ampunan dan rahmat ini.

Dalam sambutan Bapak Bupati Kabupaten Tulungagung menyampaikan bahwa kegiatan santapan rohani ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mempererat kebersamaan antara aparatur pemerintah, organisasi perempuan, dan seluruh komponen masyarakat.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa peran perempuan, khususnya ibu-ibu DWP, sangat penting dalam membangun ketahanan moral keluarga. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian kepada sesama, terutama kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Materi santapan rohani yang disampaikan oleh tokoh agama mengupas secara mendalam makna ibadah di bulan puasa. Dijelaskan bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta memperbaiki akhlak. Ibadah puasa memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat kuat. Secara spiritual, puasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Secara sosial, puasa menumbuhkan empati terhadap kaum dhuafa dan memperkuat solidaritas sosial. Dalam tausiyahnya menekankan bahwa nikmat Ramadhan adalah kesempatan yang tidak selalu datang dua kali. Setiap umat Islam hendaknya memanfaatkan bulan suci ini untuk memperbanyak amal kebaikan, seperti memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas shalat. Ramadhan adalah bulan pendidikan jiwa, tempat manusia ditempa menjadi pribadi yang lebih sabar dan bertakwa.

Selain itu juga menyampaikan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah dalam menyempurnakan ibadah puasa. Melalui zakat dan sedekah, keseimbangan sosial dapat terjaga, dan keberkahan Ramadhan dapat dirasakan secara merata. Ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial, sehingga kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kehadiran Forkopimda, para asisten, camat, dan tokoh ormas dalam kegiatan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan religius yang harmonis. Dalam suasana Ramadhan, sekat-sekat jabatan dan kedudukan seolah melebur dalam kebersamaan sebagai umat yang sama-sama mencari ridha Ilahi. Momen ini sekaligus mempererat koordinasi dan komunikasi lintas sektor dalam suasana yang lebih hangat dan kekeluargaan.

Para ibu Dharma Wanita Persatuan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Bagi mereka, kegiatan santapan rohani ini bukan hanya ajang menambah ilmu agama, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan. Diskusi ringan yang terjadi setelah penyampaian materi menunjukkan semangat belajar dan berbagi pengalaman dalam menjalankan ibadah puasa di tengah berbagai aktivitas organisasi dan keluarga.

Tema “Ibadah di Bulan Puasa dan Nikmat Bulan Ramadhan” terasa sangat relevan dengan kondisi kehidupan modern yang penuh tantangan. Di tengah kesibukan dan dinamika pekerjaan, sering kali aspek spiritual terabaikan. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk kembali menata niat dan menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Ramadhan juga disebut sebagai bulan penuh nikmat karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan dengan memperbanyak ibadah malam, doa, dan introspeksi diri. Penceramah mengingatkan bahwa nikmat terbesar bukanlah harta atau jabatan, melainkan kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama memanjatkan doa agar diberikan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa hingga akhir Ramadhan. Doa tersebut menjadi penutup yang sarat makna, menyatukan harapan seluruh elemen masyarakat Tulungagung agar senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan persatuan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. Suasana penuh keakraban terlihat saat para peserta saling berbincang dan bertukar pikiran. Kebersamaan ini menjadi wujud nyata bahwa Ramadhan tidak hanya memperkuat hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, tetapi juga mempererat hubungan horizontal antar sesama manusia.

Melalui kegiatan santapan rohani ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan dapat terus terjaga, tidak hanya selama bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan bersama seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Tulungagung berkomitmen menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun sinergi yang harmonis demi kemajuan daerah.

Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dan menjadi pengingat bahwa nikmat Ramadhan adalah anugerah yang patut disyukuri. Dengan memperbanyak ibadah, menjaga persatuan, serta mempererat silaturahmi, masyarakat Tulungagung dapat menyambut masa depan dengan semangat religius yang kokoh dan penuh harapan.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
6413-02-2026Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) umumnya merupakan agenda dua bulanan yang dilaksanakan oleh DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Pertemuan awal Tahun ini dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 13 Pebruari 2026 pada pukul : 07.30 WIB - 11.30 WIB bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Pada Pertemuan rutin kali ini dihadiri oleh 100 anggota dengan rincian dari SMPN sebanyak 48 anggota dari Korwil UPASP sebanyak 19 dan 33 dari lokal Dinas Pendidikan. Acara dimulai dengan pembukaan yang dibuka oleh MC yaitu dibawakan oleh ibu Yuni Supriono pengurus dari anggota bidang ekonomi, kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan Savety Brifing oleh ibu Andri Susanti selaku Bendahara 2, kemudian dilanjutkan dengan Menyanyikan lagu Indonesia Raya disambung dengan Mars Dharma Wanita oleh Dirigent ibu Yuni Abdul Rouf pengurus dari bidang pendidikan, acara selanjutnya adalah sambutan dari Ibu Ketua DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung ibu Christina Sukowinarno yang dalam sambutanya beliau berpesan bahwa kita sebagai istri ASN harus selalu mendukung suami,,dan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa karena ini adalah pertemuan pertama dan terakhirnya beliau dikarenakan per 1 Maret bapak Penasehat Bapak Sukowinarno, SH, SPd, M.M memasuki masa purna tugas. Acara kemudian adalah Tauziah Agenda Kegiatan bulan ini selain rapat pleno dan koordinasi program kerja, pertemuan rutin sering kali diisi dengan kegiatan : 1. Tauziah oleh Bapak H.M Yasin Bisri, S.Sos.I Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan kota, dengan tema makna puasa karena bulan ini kita menjalankan ibadah puasa tahun 1447 Hijrah. Dan ditutup dengan doa oleh beliau. 2. Demonstrasi keterampilan tangan membuat parcel buah yang nanti akan dilombakan pada bulan april peringatan hari Kartini, lomba antar lembaga dan UPASP Pada Sosialisasi pembuatan parcel buah ini pemateri oleh ibu Mentari Sonia Andarwati, S.Pd guru SBK dari SMAN 1 Ngunut Tujuan diadakan pertemuan rutin Untuk mempererat tali silaturahmi antar istri Aparatur Sipil Negara (ASN), meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota, serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung kinerja suami dan kesejahteraan keluarga.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
6513-02-2026Pada hari Jum’at, 13 Februari 2026 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melaksanakan kegiatan “Menabung di Café Sampah” yang bertempat di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung gerakan peduli lingkungan sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dengan antusiasme tinggi. Konsep “Menabung di Café Sampah” mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan, untuk menabung melalui hasil pemilahan dan pengumpulan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, kardus, dan logam. Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dicatat sebagai tabungan kelompok. Ubah Sampah Jadi Saldo: DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pelopori Gerakan Menabung di Cafe Sampah. Ada pemandangan menarik di area Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pagi ini. Bukan tumpukan buku yang dibawa oleh ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, melainkan kantong-kantong berisi botol plastik, kertas bekas, dan kardus. Aksi ini merupakan bagian dari program unggulan terbaru mereka: "Menabung di Cafe Sampah". Sebuah inisiatif yang mengubah paradigma bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah barang, melainkan aset yang memiliki nilai ekonomi. Berbeda dengan tempat pembuangan pada umumnya, Cafe Sampah dikelola dengan sistem perbankan sederhana. Setiap anggota Dharma Wanita Persatuan yang menyetorkan sampah kering yang telah dipilah akan ditimbang dan dikonversi menjadi saldo tabungan. "Kami ingin menunjukkan bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi juga literasi lingkungan. Dengan menabung sampah, kita belajar disiplin mengelola limbah rumah tangga sekaligus memanen hasilnya secara ekonomi," ujar Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam sambutannya. Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang memerlukan penanganan inovatif dan kolaboratif. Mengingat pentingnya edukasi pengelolaan limbah rumah tangga, Dharma Wanita Persatuan (DWP) turut serta dalam kegiatan "Cafe Sampah" yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah perspektif terhadap sampah: dari beban menjadi barang bernilai ekonomi. Berbeda dengan Bank Sampah konvensional yang kaku, Cafe Sampah menggunakan pendekatan yang lebih santai : 1.Penyetoran: Anggota membawa sampah kering (plastik, kertas, kaleng) yang sudah dipilah. 2.Penimbangan & Pencatatan: Sampah ditimbang dan nilainya dicatat di buku tabungan.3.Reward: Sambil menunggu atau setelah menabung, anggota bisa berdiskusi atau menikmati fasilitas "Cafe" (seperti minum teh/kopi bersama) yang seringkali merupakan bagian dari program pemberdayaan sosial PKK. Kegiatan menabung di Cafe Sampah yang diinisiasi oleh TP PKK Kabupaten Tulungagung merupakan sebuah terobosan sosial-ekonomi yang mengubah paradigma konvensional mengenai limbah. Bagi Dharma Wanita Persatuan (DWP), kegiatan ini bukan sekadar aktivitas menyetor barang bekas, melainkan sebuah bentuk investasi lingkungan dan finansial yang berkelanjutan. Konsep "Cafe" memberikan nuansa yang lebih humanis dan menyenangkan, di mana anggota DWP tidak hanya datang untuk menimbang sampah, tetapi juga bertukar informasi mengenai manajemen rumah tangga yang ramah lingkungan. DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengambil peran aktif dalam siklus ekonomi sirkular ini melalui beberapa tahapan sistematis: 1. Pra-Koleksi (Pilah dari Rumah): Anggota DWP memulai edukasi di lingkup keluarga dengan memisahkan sampah anorganik berdasarkan jenisnya, seperti plastik (PET/HDPE), kertas/karton, logam, dan kaca. Kesadaran untuk membersihkan sampah (mencuci botol plastik atau mengeringkan kertas) sebelum ditabung menjadi kunci utama dalam menjaga nilai ekonomi sampah tersebut. 2. Transaksional di Cafe Sampah: Dalam kunjungannya ke Cafe Sampah PKK, setiap sampah yang dibawa ditimbang dan dikonversi menjadi nilai rupiah berdasarkan harga pasar yang berlaku. Hasil timbangan tersebut tidak diambil dalam bentuk uang tunai secara langsung, melainkan dicatat dalam Buku Tabungan. 3. Konversi Nilai (Manfaat Finansial): Saldo yang terkumpul dari hasil menabung sampah ini memiliki fleksibilitas tinggi. 4. Lingkungan Kantor yang Asri: Mengurangi penumpukan sampah liar di sekitar area kerja dan rumah tangga pegawai. Anggota dapat memanfaatkannya untuk berbagai keperluan, mulai dari dana sosial organisasi, pembelian sembako dan lainnya. Dampak Strategis bagi Organisasi DWP : 1. Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Tulungagung turut mendorong kemandirian ekonomi anggotanya. Sampah yang tadinya dianggap residu yang tidak berharga, kini menjadi aset yang dapat membantu ketahanan ekonomi keluarga. 2. Peningkatan Kapasitas SDM: Partisipasi dalam Cafe Sampah melatih anggota DWP untuk memiliki disiplin tinggi dalam manajerial limbah. Hal ini sejalan dengan program kerja DWP dalam bidang Pendidikan dan Ekonomi, yaitu membentuk karakter anggota yang cerdas, terampil, dan peduli lingkungan.3. Dukungan terhadap Kebijakan Daerah: Langkah DWP menabung di Cafe Sampah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mewujudkan wilayah yang bersih dan sehat. Dengan berkurangnya volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), DWP telah berkontribusi langsung pada perpanjangan usia pakai lahan pembuangan sampah di daerah. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyambut baik langkah kreatif ini. Menurutnya, langkah DWP ini sejalan dengan kampanye Green Library yang sedang digalakkan, di mana perpustakaan tidak hanya menjadi pusat informasi tetapi juga pelopor gerakan sosial dan lingkungan. Berikut adalah rincian manfaat dan tujuannya : 1. Nilai Ekonomi dari Barang Tak Terpakai : Sampah yang biasanya dibuang begitu saja berubah menjadi saldo tabungan. Saldo ini bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai, sembako, atau pembayaran tagihan (seperti listrik/BPJS). 2. Edukasi Literasi Keuangan: Melatih masyarakat, terutama ibu-ibu DWP dan PKK, untuk terbiasa menabung sedikit demi sedikit melalui sumber yang tidak terduga (limbah rumah tangga).3. Lingkungan Rumah Lebih Bersih: Mengurangi penumpukan barang bekas di rumah yang berpotensi menjadi sarang penyakit atau sarang nyamuk. 4. Peluang Usaha Kreatif: Melalui Cafe Sampah, anggota sering mendapatkan akses pelatihan untuk menyulap sampah menjadi produk bernilai jual tinggi (kerajinan tangan/upcycling). Tujuan Utama Kegiatan : 1. Pengurangan Volume Sampah : Mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) secara signifikan. 2. Perubahan Perilaku : Mengubah mindset masyarakat agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan, melainkan memilahnya dari rumah.3. Pemberdayaan Ekonomi : Membantu ekonomi keluarga melalui skema "Sampah Menjadi Emas" atau "Sampah Menjadi Rupiah".4. Konservasi Lingkungan : Memperpanjang usia pakai material (recycling) sehingga mengurangi eksploitasi sumber daya alam yang baru. Hasil yang dicapai : 1. Peningkatan Kesadaran: Anggota DWP memahami pentingnya gaya hidup Zero Waste dan minimalisasi penggunaan plastik sekali pakai. 2.Keterampilan Baru: Peserta memiliki kemampuan dasar untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk cair/padat. 3. Dampak Ekonomi: Terciptanya pemahaman bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat menambah nilai ekonomi keluarga (melalui Bank Sampah). Keikutsertaan DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam kegiatan "Cafe Sampah" ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi setiap anggota untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Langkah kecil dalam mengelola sampah rumah tangga akan berdampak besar bagi kelestarian lingkungan di Kabupaten Tulungagung. Menabung di Cafe Sampah (yang biasanya merupakan bentuk inovatif dari Bank Sampah) bukan hanya soal menyimpan uang, tapi soal mengubah perilaku terhadap lingkungan. Menabung di Cafe Sampah bagi Dharma Wanita Persatuan adalah sebuah aksi nyata yang menyatukan kepedulian ekologis dengan kecerdasan finansial. Kegiatan ini membuktikan bahwa peran perempuan, khususnya anggota DWP, sangat sentral dalam memutus mata rantai permasalahan sampah di tingkat domestik. Dengan mengubah sampah menjadi tabungan, DWP Tulungagung telah bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga progresif dalam gerakan penyelamatan bumi.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
6625-02-2026
DHARMA WANITA PERSATUAN BAPPEDA KABUPATEN TULUNGAGUNG:

Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung telah mengadakan kegiatan sebagai berikut:

Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen, Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program

1. Hari/Tanggal : Rabu, 26 Februari 2026
2. Pukul : 11.00 - selesai
3. Peserta : Pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda sebanyak 5 orang (Ny. Nanik, Ny. Ernawati, Ny. Dwi Susanti, Ny. Ririn, Nn. Evi).
4. Acara : Rapat Pengurus dalam Rangka Mempersiapkan Program Kerja di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri
5. Pakaian: PDH yang berlaku pada hari itu,
Keterangan Kegiatan:

Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Sekretariat telah melaksanakan kegiatan rapat pengurus dalam rangka penataan organisasi/manajemen serta sosialisasi dan konsolidasi internal. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Februari 2026 mulai pukul 11.00 WIB sampai selesai bertempat di ruang rapat Bappeda Kabupaten Tulungagung. Rapat diikuti oleh 5 (lima) orang pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung, yaitu Ny. Nanik, Ny. Ernawati, Ny. Dwi Susanti, Ny. Ririn, dan Nn. Evi, dengan mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) sesuai ketentuan yang berlaku.

Rapat pengurus ini diselenggarakan sebagai bentuk konsolidasi organisasi guna mempersiapkan rencana program kerja Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, sekaligus memperkuat koordinasi antar pengurus agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib, terarah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta anggota. Dalam suasana musyawarah yang kondusif dan penuh kebersamaan, seluruh peserta rapat aktif memberikan masukan dan menyepakati beberapa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Adapun hasil rapat yang telah disepakati bersama adalah sebagai berikut:
1.Pelaksanaan Kegiatan Sosial Ramadhan berupa Pembagian Takjil.
Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung akan melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan di depan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, mengingat lokasi tersebut merupakan area strategis dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga diharapkan bantuan takjil dapat tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

2. Sumber Pendanaan Kegiatan
Pendanaan kegiatan pembagian takjil akan bersumber dari penggalangan dana karyawan dan karyawati Bappeda Kabupaten Tulungagung serta dukungan dari dana pribadi Ketua Dharma Wanita Persatuan Bappeda. Skema ini disepakati sebagai bentuk gotong royong dan kepedulian sosial keluarga besar Bappeda terhadap masyarakat sekitar.

3. Rencana Jumlah Paket dan Anggaran
Jumlah paket takjil yang akan disediakan direncanakan sebanyak 400 paket dengan estimasi biaya sebesar Rp10.000 per paket. Dengan demikian, total kebutuhan anggaran diperkirakan sebesar Rp4.000.000. Penentuan jumlah paket tersebut disesuaikan dengan kemampuan pendanaan serta estimasi jumlah penerima manfaat di lokasi kegiatan.

4. Teknis Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan pembagian takjil akan dilakukan oleh perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Waktu pelaksanaan direncanakan pada minggu berikutnya, dengan menyesuaikan jadwal dan waktu luang Ketua Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung agar kegiatan dapat dilaksanakan secara optimal dengan kehadiran pimpinan organisasi.

5. Rencana Kegiatan Pasca Ramadhan
Selain kegiatan Ramadhan, rapat juga menyepakati rencana pelaksanaan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Bappeda yang akan dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal setelah Hari Raya Idul Fitri. Dalam kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan pemberian tali asih kepada pengurus Dharma Wanita Persatuan Bappeda yang berpindah tugas sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini.

Secara keseluruhan, kegiatan rapat pengurus ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh pengurus berkomitmen untuk melaksanakan hasil rapat dengan sebaik-baiknya serta terus meningkatkan peran aktif Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan penguatan organisasi. Diharapkan seluruh rencana kegiatan yang telah disusun dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat yang luas, baik bagi anggota maupun masyarakat.Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD BAPPEDA
6714-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat;

Prorgam : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan;

Keterangan program;

1. Hari : Sabtu;

2. Tanggal : 14 Februari 2025:

3. Pukul: 06.00 WIB;

4. Tempat : Balai Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung;

5. Acara: Senam Lansia;

6. Detail Acara :

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti Kegiatan di bidang Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan. Senam lansia ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Tanggulwelahan, yang bertempat di Halaman Balai Besa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Warga Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki sangat berantusias mengikuti kegiatan ini. Senam lansia adalah latihan fisik dengan gerakan teratur dan terencana yang dirancang khusus sesuai kemampuan fisik orang lanjut usia untuk meningkatkan fungsi tubuh. Berbeda dari aerobik biasa, gerakannya cenderung lebih pelan, melambai, dan rendah benturan

Manfaat Utama

1. Fisik: Memperkuat otot (kaki, tangan, jantung), melenturkan sendi, serta melancarkan sirkulasi darah untuk mencegah hipertensi dan risiko serangan jantung.

2. Keseimbangan: Membantu menjaga keseimbangan tubuh guna meminimalkan risiko terjatuh atau cedera.

3. Mental: Meningkatkan suasana hati (mood), memperbaiki kualitas tidur, serta membantu mencegah kepikunan atau demensia..

Panduan Pelaksanaan

1. Durasi: Idealnya dilakukan selama 30–40 menit per sesi.

2. Frekuensi: Rutin dan bertahap, sebaiknya dilakukan di tempat yang aman dan didampingi keluarga jika diperlukan.

3. Keamanan: Gunakan alas kaki yang tidak licin dan segera berhenti jika merasa pusing atau nyeri sendi yang berlebihan.

Senam lansia Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki bukan sekadar olahraga, tapi juga sarana silaturahmi, terapi mental, dan langkah nyata menjaga kesehatan di usia emas. Dengan lokasi yang mudah diakses, jadwal rutin, dan komunitas yang mendukung, siapa pun bisa memulai hidup aktif—bahkan setelah usia 60 tahun. Bagi Anda yang punya orang tua, kakek, nenek, atau tetangga lansia, ajak mereka bergabung dengan senam lansia terdekat. Bantu mereka menjalani hari dengan lebih sehat, bahagia, dan penuh energi

Senam hipertensi pada lansia bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah secara efektif, menguatkan otot jantung, dan meningkatkan kualitas hidup dengan cara mengelola stres serta meningkatkan kebugaran jasmani. Dilakukan secara rutin, senam ini membantu memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi ketergantungan obat, serta mencegah komplikasi penyakit kronis.

Berikut adalah detail manfaat senam hipertensi pada lansia:

1. Penurunan Tekanan Darah: Senam ini membantu merelaksasi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah sistolik serta diastolik.

2. Meningkatkan Fungsi Jantung: Gerakan terukur menguatkan otot jantung, sehingga memompa darah lebih efisien dengan usaha yang minimal.

3. Pengelolaan Stres & Kesehatan Mental:
Aktivitas ini memicu pelepasan endorfin yang menimbulkan rasa gembira, mengurangi depresi, dan meningkatkan kualitas tidur lansia
.

4. Kesehatan Fisik (Mobilitas): Meningkatkan kekuatan otot, kelenturan sendi, keseimbangan, dan mencegah risiko jatuh pada lansia.

5. Pengendalian Berat Badan: Membantu membakar lemak berlebih yang menjadi faktor risiko hipertensi.

Senam hipertensi umumnya berdurasi 15-30 menit, dilakukan 2-3 kali seminggu, dan melibatkan gerakan ringan seperti pemanasan, latihan aerobik ringan, serta peregangan

Lansia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun atau lebih. Banyak masalah yang sering kali ditemui pada lansia, salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan tekanan darah yang melebihi nilai normal baik pada sistol maupun diastolik. Berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah salah satunya dengan senam hipertensi. Senam hipertensi dipercaya dapat mengontrol tekanan darah dikarenakan pada saat melakukan gerakan senam, pembuluh darah akan berdilatasi dan menjadi rileks sehingga tekanan darah menurun. Tujuan penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan senam hipertensi. Metode penelitian menggunakan Metode studi kasus yaitu rancangan studi kasus dalam penelitian ini dengan menggunakan desain studi kasus deskriptif untuk menerapkan senam hipertensi dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Hasil : Terjadi penurunan tekanan darah pada kedua subyek dimana pada subyek I sebelum senam 160/100 mmHg dan menurun 130/80 mmHg begitu juga pada subyek II sebelum senam 170/100 mmHg dan setelah senam menurun 140/80 mmHg. Kesimpulan : Adanya pengaruh senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia br>
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Besuki

6820-02-2026Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

DWP Sekretariat Daerah Bagian Organisasi Kabupaten Tulungagung antusias dalam mengikuti Kegiatan Cafe Sampah

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Sekretariat Daerah Bagian Organisasi Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Jumat, 20 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s/d selesai
4. Tempat : Halaman kantor TP PKK Kabupaten Tulungagung
5. Dihadiri oleh Ibu Nurul dan Ibu Naning selaku anggota DWP Bagian Organisasi

Pembahasan :
Semangat kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah dalam kegiatan bertajuk “Cafe Sampah” yang digelar pada pekan ini. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota. Kegiatan ini bukan sekadar ajang sosialisasi, melainkan sebuah aksi nyata pengelolaan sampah yang melibatkan peserta secara langsung dengan membawa sampah dari rumah untuk ditimbang dan dimanfaatkan. Acara yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna ini diikuti oleh puluhan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah. Konsep “Cafe Sampah” sendiri dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, hingga mempraktikkan langsung pemilahan sampah yang benar.

Sejak pagi hari, para anggota DWP Sekretariat Daerah telah berdatangan dengan membawa sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah masing-masing. Sampah yang dibawa umumnya berupa botol plastik, gelas plastik, kardus, kertas, kaleng, hingga kemasan bekas lainnya yang masih memiliki nilai daur ulang. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen untuk tidak hanya peduli secara wacana, tetapi juga berkontribusi secara konkret dalam pengurangan sampah. Setibanya di lokasi, peserta terlebih dahulu melakukan registrasi, kemudian menuju meja penimbangan. Petugas Cafe Sampah dengan teliti memeriksa dan menimbang sampah yang dibawa. Setiap jenis sampah memiliki nilai tersendiri sesuai dengan berat dan kategori. Hasil timbangan tersebut kemudian dicatat sebagai saldo tabungan sampah atau dapat langsung ditukar dengan minuman yang tersedia di stan Cafe Sampah. Konsep inilah yang membuat kegiatan terasa unik dan menyenangkan. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, ternyata dapat memberikan manfaat ekonomis, meskipun dalam bentuk sederhana seperti minuman segar. Beberapa peserta memilih untuk menabung hasil timbangannya, sementara yang lain menukarkannya langsung dengan minuman kopi, teh, atau minuman herbal yang disediakan panitia.

Suasana kegiatan berlangsung santai dan penuh keakraban. Ibu-ibu DWP tampak antusias saat melihat jarum timbangan bergerak sesuai berat sampah yang mereka bawa. Terdengar canda dan obrolan ringan ketika mereka membandingkan hasil timbangan satu sama lain. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan antaranggota. Ketua DWP Sekretariat Daerah menyampaikan bahwa partisipasi dalam Cafe Sampah menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk mendukung gerakan pengurangan sampah dari sumbernya. Ia menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah, seperti memilah sampah sebelum dibuang. “Kegiatan ini mengajarkan kita bahwa sampah bukan hanya untuk dibuang, tetapi bisa dikelola dan dimanfaatkan. Kami berharap kebiasaan baik ini terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya. Sambil menunggu proses penimbangan dan pencatatan, para peserta tidak hanya duduk menanti giliran. Panitia juga menyediakan berbagai kegiatan pendukung yang membuat acara semakin menarik. Di area sekitar lokasi Cafe Sampah, terdapat bazar yang menghadirkan berbagai produk lokal dan hasil karya masyarakat. Stan bazar menawarkan aneka makanan ringan, produk kerajinan tangan, hingga kebutuhan rumah tangga ramah lingkungan. Beberapa anggota DWP memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja sambil mendukung pelaku usaha lokal. Kehadiran bazar turut menambah semarak suasana, sehingga kegiatan tidak terasa monoton.

Selain bazar, tersedia pula ruang sudut baca yang nyaman dan tertata rapi. Sudut baca ini menyediakan berbagai macam jenis buku, mulai dari buku anak-anak, novel, buku motivasi, buku keterampilan, hingga referensi tentang pengelolaan lingkungan. Rak-rak buku disusun menarik dengan alas duduk yang nyaman sehingga peserta dapat membaca dengan santai. Tidak sedikit ibu-ibu yang memanfaatkan waktu menunggu dengan membuka buku dan membaca beberapa halaman. Ada pula yang mengajak anak-anak yang turut hadir untuk memilih buku cerita bergambar. Kehadiran sudut baca ini menjadi nilai tambah karena menghadirkan unsur literasi dalam kegiatan lingkungan.

Konsep Cafe Sampah yang dikombinasikan dengan bazar dan sudut baca menciptakan suasana yang edukatif sekaligus rekreatif. Peserta tidak hanya belajar mengenai nilai sampah, tetapi juga mendapatkan pengalaman sosial yang menyenangkan. Kegiatan ini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah dapat dikemas secara kreatif dan tidak membosankan. Beberapa anggota DWP mengaku termotivasi untuk rutin mengumpulkan sampah terpilah di rumah. Mereka menyadari bahwa kebiasaan kecil seperti memisahkan botol plastik dan kardus ternyata dapat memberikan manfaat nyata. Selain membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab lingkungan kepada keluarga.

Kegiatan Cafe Sampah juga menjadi sarana edukasi tidak langsung bagi generasi muda. Anak-anak yang melihat orang tuanya menimbang sampah dan menukarkannya dengan minuman akan memahami bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan baik. Kebiasaan ini diharapkan tumbuh menjadi budaya peduli lingkungan sejak dini. Sepanjang kegiatan berlangsung, panitia terus mengingatkan pentingnya konsistensi dalam memilah sampah. Tidak hanya saat ada kegiatan, tetapi sebagai rutinitas harian. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah anorganik dapat masuk ke rantai daur ulang dan mengurangi pencemaran lingkungan. Antusiasme peserta terlihat hingga akhir acara. Banyak di antara mereka yang menyampaikan harapan agar kegiatan Cafe Sampah dapat dilaksanakan secara berkala. Bahkan, muncul gagasan untuk menghadirkan variasi program seperti penukaran sampah dengan kebutuhan pokok atau voucher belanja bazar. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Cafe Sampah, DWP Sekretariat Daerah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana namun berdampak luas. Membawa sampah dari rumah, menimbangnya, lalu memanfaatkannya kembali adalah langkah kecil yang jika dilakukan bersama-sama akan memberikan perubahan besar.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tidak selalu identik dengan sesuatu yang kotor dan merepotkan. Dengan konsep yang kreatif, ramah, dan menyenangkan, masyarakat dapat terdorong untuk ikut terlibat. Cafe Sampah telah menghadirkan ruang interaksi yang menggabungkan kepedulian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan literasi dalam satu kegiatan terpadu. Semangat yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan terus berlanjut. Ibu-ibu DWP Sekretariat Daerah berkomitmen untuk menjadi teladan dalam penerapan gaya hidup minim sampah di lingkungan keluarga maupun tempat kerja. Dengan kebersamaan dan konsistensi, langkah kecil hari ini akan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di masa mendatang.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
6906-02-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM mengikuti kegiatan Bank sampah yang berkolaborasi dengan cafe sampah TP PKK Kabupaten Tulungagung yang diadakan setiap hari Jum'at yang diikuti oleh Ibu Purwati dan Ibu Anissa dengan berat 3 kg. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secra efektif. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami cara memilah dan mengelola sampah dengan baik, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi, mendukung keberlanjutan lingkungan dan menciptakan budaya ramah lingkungan di komunitas. Hasil sampah yang terkumpul kemudian akan ditimbang dan peserta akan menerima voucher belanja yang dapat digunakan untuk membeli barang-barang di bazaar yang tersedia sebagai insentif untuk mendorong partisipasi aktiff dalam pengelolaan sampah
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
7013-02-2026Hari Jumat tanggal 13 Febtruari 2026 pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai, tempat di halaman kantor PKK Kabupaten Tulungagung yang dihadiri oleh Ketua DWP unsur pelaksana Dinas, Badan , Kantor dan Instansi Vertikal Kabupaten, Ketua DWP unsur pelaksana kecamatan se kabupaten Tulungagung untuk kegiatan setor sampah di Cafe sampah yang diadakan oleh PKK bekerja sama dengan Dinas PU dan Perkim Kabupaten Tulungagung yang diadakan setiap satu bulan sekali minggu pertama, Adapun yang adapat disetor di café sampah antara lain duplek, kardus, botol bekas dan lain-lain. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diikuti oleh Ibu Anggota DWP DPMD Ibu Eni dan Ibu Sri Andiyah adapun yang disetor adalah Duplek 6 kg, Botol Bekas 1kg dan Kardus 4 kg uang yang didapat dari penyetoran dapat ditabung di café sampah, kemudian apabila di tabung dapat disumbangkan kepada yang membutuhkan. Dalam rangka untuk mengatasi pencemaran lingkungan karena sampah, salah satunya dengan memanfaatkan bank sampah. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara kerja dan manfaat bank sampah. Padahal, bank sampah tidak hanya bersifat sebagai ‘wadah’ untuk menampung sampah yang siap didaur ulang saja, tetapi pihak penyetor sampah juga memperoleh keuntungan.Nah, sebagai bentuk untuk kepeduliaan terhadap salah satu permasalahan lingkungan yaitu sampah, mari mengenal tentang manfaat dan pengelolaan bank sampah. Dengan mengenal lebih dalam seputar bank sampah, Anda bisa memulai aksi clean up lingkungan sekitar dengan memanfaatkan keberadaan bank sampah di sekitar. Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Warga yang menabung yang juga disebut nasabah memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam.Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama. Sedangkan plastik kemasan dibeli ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan.Tujuan dibangunnya bank sampah sebenarnya bukan bank sampah itu sendiri. Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari kemudian dilanjutkan ke membaca buku Taman Baca Digital TP PKK Kabupaten Tulungagung dengan adanya Taman Baca Digital dapat membudidayakan budaya membaca, memberi wawasan menambah ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kita semua, Adapun yang dibaca oleh Ibu anggota DWP DPMD adalah buku yang dibaca berjudul “Dari Tanah Tepi” yang ditulis oleh WisranH hadi adapaun isi dari buku tersebuat adalah Novel Dari Tanah Tepi karya Wisran Hadi adalah novel yang berkisah mengenai perjalanan ke Tanah Suci dengan segala cobaan yang dilalui. Selain itu, novel ini mengungkapkan kritik sosial yang disampaikan pengarang melalui karya ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yaitu mengkaji hubungan karya sastra dan masyarakat, bagaimana hubungan itu terjadi, ada apa akibatnya yang ditimbulkan atas hubungan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi unsur intrinsik novel dan mengungkap kritik sosial yang terdapat dalam novel serta menemukan implikasi penelitian ini terhadap pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Kritik dalam novel ini, yaitu mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia yang beragama Islam pada umumnya yang tidak bisa membedakan mana yang termasuk ajaran Islam dan mana yang termasuk budaya Arab. Selain itu, kritik umum dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengkritik kesederhanaan pemikiran-pemikiran masyarakat Indonesia yang salah, meliputi masjid dijadikan tempat tidur, penggunaan pengeras suara masjid, cara beribadah yang tidak demokratis, mengkeramatkan sebuah makam, dan gelar haji yang dibesar-besarkan. Analisis intrinsik dan kritik sosial dalam novel Dari Tanah Tepi ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA kelas XI, dengan standar kompetensi memahami struktur dan kaidah teks novel baik melalui lisan maupun tulisan dan menganalisis teks novel baik melalui lisan maupun tulisan. Peserta didik mampu menganalisis teks novel baik melalui lisan maupun tulisan dan menggali nilai positif yang terkandung dalam novel ini. Wisran Hadi, seorang tokoh besar dalam dunia sastra Indonesia, dikenal sebagai dramawan, novelis, penyair, dan cerpenis yang lahir dari Sumatera Barat. Ia memiliki ciri khas unik dalam karyanya, di mana ia kerap kali menghidupkan kembali mitologi Minangkabau dan mengadaptasinya ke dalam konteks modern. Tidak hanya itu, karya-karyanya juga diwarnai oleh kekayaan tradisi dan nilai-nilai budaya lokal yang mampu membangkitkan kesadaran tentang akar kebudayaan Indonesia. Lahir di Lapai, Padang, pada 27 Juli 1945, Wisran Hadi tumbuh dalam lingkungan yang sangat religius. Ayahnya, Haji Darwas Idris, adalah seorang imam besar di masjid Muhammadiyah Padang dan juga seorang ahli tafsir terkemuka. Kehidupan keluarganya yang memegang teguh ajaran agama Islam memberikan pengaruh besar terhadap cara berpikir dan karya-karya Wisran di kemudian hari. Dalam karya-karyanya, unsur religiusitas kerap kali muncul, berkelindan dengan tema-tema sosial dan budaya. Hadi merupakan nama singkatan dari ayahnya, “Haji Darwas Idris,” yang menunjukkan betapa ia menghargai sosok ayahnya. Masa kecil Wisran banyak dipenuhi dengan pengalaman kesenian tradisional Minangkabau, seperti pertunjukan randai dan kaba (cerita rakyat Minangkabau). Dari sinilah ia mendapatkan inspirasi untuk terus melestarikan budaya Minangkabau dalam karya-karyanya. Sebagai seorang anak ketiga dari tiga belas bersaudara, Wisran dibesarkan dalam suasana yang penuh semangat belajar dan beragama. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Padang, Wisran melanjutkan pendidikan di Sekolah Guru Agama, sebelum akhirnya beralih ke bidang seni rupa dengan menempuh pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Yogyakarta, lulus pada tahun 1969. Karier Seni yang Multitalenta dan Penghargaan Tidak hanya dikenal sebagai penulis, Wisran Hadi juga merupakan seorang pelukis yang aktif memamerkan karya-karyanya di Yogyakarta sejak tahun 1967. Namun, kecintaannya pada teater mendorongnya untuk mendirikan grup teater bernama Bumi Teater pada tahun 1978 di Padang, yang kemudian menjadi salah satu kelompok teater terkemuka di Sumatera Barat. Wisran Hadi dan Bumi Teater kerap kali mementaskan drama di berbagai kota di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Uniknya, teater Bumi Teater pernah memiliki anggota sebanyak tujuh ratus orang, sebuah prestasi yang luar biasa bagi sebuah kelompok teater daerah. Sebagai seorang seniman, Wisran Hadi tidak hanya berfokus pada dunia lukis dan teater. Ia juga pernah terlibat dalam program-program internasional, seperti International Writing Program di Iowa University, Amerika Serikat pada tahun 1997, serta berbagai observasi teater di Amerika Serikat dan Jepang. Berkat karya-karya dramanya yang luar biasa, Wisran menjadi langganan pemenang lomba penulisan naskah sandiwara yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Dari tahun 1975 hingga 1985, Wisran berhasil memenangkan berbagai penghargaan, menjadikannya salah satu penulis drama yang paling produktif dan dihormati di Indonesia. Karya-karya dan Gaya Bercerita Wisran Hadi telah menghasilkan lebih dari 50 naskah drama selama kariernya, termasuk beberapa karya yang melegenda seperti Ring (1976), Cindua Mato (1977), dan Malin Kundang (1978). Salah satu aspek yang paling menarik dari karya-karya Wisran adalah kemampuannya untuk mentransformasi mitologi Minangkabau yang sudah dikenal luas, seperti kisah Malin Kundang, menjadi cerita yang lebih relevan dengan konteks sosial saat ini. Dalam versinya, Wisran mengubah Malin Kundang yang biasanya dikenal sebagai anak durhaka menjadi karakter yang lebih positif dan bermakna. Teknik ini tidak hanya memberi nuansa baru pada cerita rakyat, tetapi juga memperkuat relevansi budaya Minangkabau di dunia modern. Di samping drama, Wisran Hadi juga menulis cerpen, novel, dan puisi. Kumpulan puisi Simalakama (1975) adalah salah satu karya puisinya yang terkenal. Sementara itu, novel-novelnya seperti Bayang-Bayang dan Buih (1977) dan Orang-Orang Blanti (2000) menampilkan gaya penulisan yang memadukan antara realitas sosial dan dunia mitologi Minangkabau. Melalui novel dan cerpennya, Wisran tetap menunjukkan komitmennya untuk mengangkat tema-tema lokal yang berakar pada budaya Minangkabau. Mitra Hidup dan Komitmen terhadap Karya. Setelah pensiun, Wisran Hadi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menulis, bersama dengan istrinya, Raudha Thaib (Upita Agustine), yang juga seorang penyair. Mereka dikaruniai lima anak dan hidup dalam suasana yang penuh kecintaan terhadap sastra. Pasangan ini saling mendukung dalam berkarya, dan bersama-sama mereka terus menghasilkan karya-karya yang memberi dampak signifikan pada dunia sastra Indonesia. Komitmen Wisran terhadap dunia sastra telah diakui dengan berbagai penghargaan, termasuk Hadiah S.E.A. Write Award pada tahun 2000 untuk karyanya Empat Sandiwara Orang Melayu, serta Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia pada tahun 2003. Meskipun Wisran tidak pernah mengharapkan berbagai penghargaan ini, dedikasinya yang tak kenal lelah dalam mengembangkan seni dan budaya Indonesia menjadikannya salah satu tokoh yang paling dihormati di dunia sastra dan teater. Pengaruh Wisran Hadi dalam Teater dan Sastra Indonesia Wisran Hadi adalah salah satu pelopor pembaruan teater dan drama Indonesia, terutama dalam konteks teater daerah. Keberaniannya untuk membawa tradisi lokal Minangkabau ke panggung teater modern merupakan langkah penting dalam memperkaya khazanah teater Indonesia. Wisran bukan hanya sekadar penulis, tetapi juga seorang inovator yang mampu merangkul tradisi sekaligus memodernisasi bentuk-bentuk sastra dan teater. Karya-karya Wisran Hadi terus hidup, bukan hanya karena keindahan dan kedalaman tema-temanya, tetapi juga karena keberaniannya untuk menantang narasi tradisional dan menawarkan perspektif baru yang segar. Buku yang kedua berjudul “Praktis Membuat Tungku, Pemanas dan Pendingin” Karya Ir. R. Badrussalam adapun ringkasan isi buku adalan sebagai berikut Namun, apakah rnanusia juga menyadari, betapa dampak yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi justru telah membawa pada rusaknya lingkungan. Traktor pembajak menjadi barang mahal, karena harus digerakkan dengan bahan bakar minyak (BBM) yang harganya terus melambung. Pemotong kayu yang digerakkan dengan diesel, juga telah mengakibatkan polusi di hutan belantara. kompor gas yang membuat ibu rumah tangga bisa Iebih santai bekerja, ternyata telah mernbawa dampak ekonomi biaya tinggi, dan /kompor minyak tanah pun semakin rersisih, karena langkanya BBM. Begitu juga dengan kendaraan, relah mengakibatkan tingkat polusi yang tinggi. Pada akhirnya, semua orang di belahan bumi ini menjerit. Mereka berteriak, relah terjadi pemanasan global. Kutub Utara yang diharapkan menjadi penyeimbang dunia pun, perlahan mencair, karena tingginya tcrnperatur matahari yang sampai ke bumi. Hunan-hutan yang menjadi paru-paru dunia, semakin hari semakin berkurang. Ozon, yang diharapkan menjadi perisai untuk pemanasan matahari ke bumi, semakin menipis, dan akhirnya semua manusia semakin kepanasan. Dampak-clampak negatif seperti itu memang perlu dipikirkan jalan keluarnya. Bagaimanamenciptakan sebuah teknologi yang sederhana, dan tidak bei-dampak besar terhadapylingkungan. Barangkali, salah satu teknologi yang bisa membantu masyarakat dalam menghadapi masalah seperri dikemukakan di atas adalah memasyarakatkan kernbali alat memasatradisional, ?yang sudah berabad-abad lamanya digunakan oleh manusia. Setelah membaca Ibu Eni dan Bu Andiyah menunjungi stan bazar TP PKK Kabupaten Tulungagung, adapun dalam bazar tersebut tersedia berbagai macam sembako, seperti telur, mimyak, gula, berbagai cemilan, mimuman, makanan, sayuran (brokoli, gobis, bayam, wortel dll) buah- buahan ( melon, pisang, nanas, dll) harga -harga nya juga sangat terjangkau, antusias ibu-ibu yang mengunjungi bazar sangat besar sekali.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
7113-02-2026

DWP KABUPATEN TULUNGAGUNG

DWP Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan kegiatan rutin cafe sampah
Bidang : Sekretariar
Program kerja : Pembinaan Hubungan keluar, perayaan

Katerangan program :
1. Hari : Jumat
2. Tanggal : 13 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB
4. Tempat : Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso
5. Penyelenggara : Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Tulungagung
6. Acara :

Dalam kegiatan kali ini ada beberapa rangkaian kegiatan meliputi Cafe sampah dan menambah literasi di pojok baca. Pada kegiatan café sampah yang disetor berupa sampah kertas dan galon bekas. Disana juga banyak dari Anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang ikut serta kegiatan rutin setor sampah di cafe sampah.

Persoalan sampah bukanlah masalah baru ditengah masyarakat. Sampah bisa datang dari mana saja, bekas plastik kemasan, kertas, kardus, minuman atau makanan kaleng yang sangat banyak disekitar kita juga sangat meresahkan. Salah satu langkah utama pengelolaan sampah adalah pemilahan sampah. Anggota Anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah memilah kertas bekas dan galon bekas untuk diserahkan ke Cafe Sampah Anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Pendapa Kongas Arum Kusumaning. Sampah dari Anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan ditabung pada Cafe Sampah.

Banyak sekali manfaat café sampah sampah yang dapat diperoleh yaitu: cafe sampah dapat membantu masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, dapat membantu masyarakat mengelola sampah dengan cara memilah dan mengolahnya, dapat menumbuhkan rasa cinta dan peduli masyarakat terhadap lingkungan, dapat membantu masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan dari sampah yang dikumpulkan, dapat meningkatkan interaksi sosial antar Anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga seluruh Kabupaten Tulungagung, dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, dapat membantu masyarakat memahami jenis-jenis sampah yang ada di sekitarnya, dapat memberikan penghargaan bagi masyarakat yang berhasil memilah sampah. Café sampah sendiri dikelola dengan prinsip 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle.

Kemudian sampah yang telah dikumpulkan di cafe Sampah akan di daur ulang dengan baik oleh pihak PKK sendiri maupun perhimpunan yang konsen dalam hal sampah. Daur ulang sampah merupakan suatu tindakan yang dilakukan guna mengurangi pencemaran lingkungan. Daur ulang sampah dapat mengatasi krisis pada lingkungan yang semakin memburuk dari hari ke hari. Daur ulang sampah tidak hanya efektif dalam mengurangi volume sampah yang ada pada lingkungan, Namun daur ulang sampah juga dapat menghemat sumber daya alam yang ada. Semoga kegiatan menabung sampah dapat berkelanjutan untuk mengurangi limbah sampah agar dapat diolah kembali. Semoga dalam kegiatan setor sampah yang diadakan oleh Anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Tulungagung ini dapat semakin berjalan dengan baik dan lancar kedepannya. Kegiatan dilanjutkan dengan ibu-ibu Anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga memperkaya pengetahuan dengan membaca literatur di sudut pojok baca. Selanjutnya ibu-ibu anggota PKK diminta untuk meengunjungi bazar mini yang diikuti UMKM. Bazar UMKM biasa dirancang khusus untuk menampilkan sekaligus mempromosikan produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bazar semacam ini biasanya diadakan oleh pemerintah, lembaga swasta, atau komunitas bisnis dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Acara bazar juga menjadi ajang untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat luas, diadakan di tempat-tempat strategis seperti pusat perbelanjaan, taman kota, atau gedung-gedung serbaguna. Acara ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan diikuti oleh berbagai sektor UMKM, seperti kuliner, fashion, kerajinan tangan, dan produk kreatif lainnya. Bazar kali ini diikuti oleh pelaku UMKM yang dikelola anggota PKK pada sektor kuliner dan diadakan selama satu hari.

7. Penutup : Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan, yang memanfaatkan kegiatan ini sebagai salah satu upaya cinta lingkungan dan menambah wawasan dari sudut Pojok Baca.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

7213-02-2026

Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung Bidang Sekretariat Program Kerja Pembinaan Hubungan Keluar

Pada Hari Jumat, 13 Februari 2026 diselenggarakan Pertemuan Rutin Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung. Pertemuan dipimpin oleh Ketua Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah, Ibu Christina Sukowinarno dan didampingi oleh Wakil Ketua I Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Ibu Leny Sutrisno serta Wakil Sekretaris, Ibu Ruslin Masrifah. Hadir pula dalam pertemuan Ibu Susanto, Ibu Tri Agung, Ibu Adi, Ibu Suminto, Ibu Diah Andriani, Ibu Enik Andriana, Ibu Mei Syaroh, Ibu Endah Putri, Ibu Puji Harianti, Ibu Lisaning Subekti serta Anggota Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung.

Adapun rangkaian acara pada Pertemuan Rutin Dharmawanita Persatuan 13 Februari 2026 terdiri dari : 1. Pembukaan

Pertemuan rutin dibuka dengan bacaan Basmalaah dan diikuti dengan menyanyikan Lagu Mars Dharmawanita Persatuan secara bersama – sama. 2. Sambutan Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Bapenda Tulungagung.

Dalam Pertemuan Rutin tersebut, Ketua dharmawanita Persatuan Bapenda Tulungagung menyampaikan beberapa hal yang meliputi :

A. Peran Dharmawanita Persatuan dalam mendukung tugas dan kinerja suami.

Peran Dharmawanita Persatuan dalam mendukung tugas dan kinerja suami sangat strategis, terutama terkait tugas suami sebagai aparatur sipil negara ( ASN ) ataupun pejabat publik. Dharmawanita Persatuan bukan hanya sekadar organisasi pendamping melainkan mitra aktif dalam memperkuat kinerja dan integritas suami.
Dukungan moral dan Psikologis menjadi sumber semangat bagi suami dalam menjalankan tugas, menciptakan suasana keluarga yang harmonis sangat dibutuhkan sehingga suami dapat bekerja dengan fokus dan tenang. Dengan demikian dapat meningkatkan performa kerja suami.
Melalui kegiatan rutin, Dharmawanita Persatuan mendorong para istri untuk mendukung suami agar lebih berkinerja dan berdisiplin. Kehadiran Dharmawanita Persatuan dapat memperkuat rasa tanggungjawab suami terhadap tugas kedinasan.
Dharmawanita Persatuan juga menanamkan nilai – nilai moral, etika, dan buday akerja yang baik sehingga suami lebih terjaga dari praktik yang merugikan seperti gratifikasi atau penyalahgunaan wewenang.

B. Tugas dan Tanggungjawab seorang Ibu dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.

Peran Dharmawanita Persatuan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab seorang Ibu menyambut Bulan Suci Ramadhan sangat erat kaitannya dengan penguatan keluarga, dukungan spiritual, serta pemberdayaan perempuan. Dengan adanya tausiah, pengajian, dan doa bersama yang ada dalam kegiatan dharmawanita dapat mempersiapakan hati dan iman anggota dalam menyambut Ramadhan. Selain itu dengan adanya kegiatan seminar yang ada dalam kegiatan Dharmawanita Persatuan dapat bermanfaat dalam menjaga stamina, pola makan, dan keseahtan mental agar Ibu dapat menjalankan Ibadah Puasa dengan baik.

Ibu sebagai anggota Dharmawanita berperan menyiapkan sahur dan berbuka, memastikan keluarga menjalani ibadah dengan nyaman. Menyiapkan takjil juga menjadi simbol kasih sayang dan kebersamaan keluarga di Bulan Ramadhan.
3. Perkenalan Anggota Baru.

Sebagai Upaya dalam memingkatkan silaturahmi dan rasa persaudaraan antar anggota, dilaksanakan perkenalan Anggota Baru yakni Ibu Leny Sutrisno dan Ibu Ayesha. Ibu Leny Sutrisno menjabat sebagai Wakil Ketua I Dharmawaita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung.
4. Kegiatan wirausaha.

Kegiatan wirausaha dilakukan dengan penjualan kupon doorprize seharga 2000 rupiah per kupon kepada anggota yang hadir dan pengumuman kepada 30 pemenang doorprize yang dipimpin oleh Ibu Ketua dan Wakil Ketua Secara bergantian.
5. Doa

Doa dilaksanakan secara khusyuk dengan dipimpin oleh Ibu Vina Sholikha selaku pengurus Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya doa pada setiap kegiatan diharapkan pertemuan rutin pada 13 Februari 2026 ini dapat membawa kebaikan, berkah, dan manfaat bagi semua yang hadir.
6. Penutup

Penutup acara dilaksanakan dengan membaca hamdalah secara bersama – sama dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Sesi foto bersama diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. Mengabadikan setiap momen merupakan hal yang perlu dilakukan mengingat setiap momen mencatat sejarah dan dan setiap momen adalah kenangan.

Arahan yang disampaikan oleh Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung kepada pengurus dan anggota Dharma Wanita diperhatikan dengan baik khususnya terkait peran, tugas , dan tanggungjawab Dharmawanita dalam mendukung tugas suami serta Peran Dharmawanita Persatuan sebagai Ibu dalam menyambut bulan Suci Ramadhan sebagaimana petunjuk dan arahan Ibu Ketua dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Badan Pendapatan Daerah

7313-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan bazaar yang di wakili oleh Ibu Sufitri, Ibu Endah Wulandari dan Ibu Nona Dinar mengikuti kegiatan Bazar PKK di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung.
Bidang: Sekretariat
Program kerja : Informasi & Humas, dokumentasi & publikasi

Keterangan program :
1. Hari : Jumat :
2. Tanggal : 13 Februari 2026 :
3. Pukul: 08.15 WIB :
4. Tempat: Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung, Jalan R. A Kartini No 1 Kampungdalem Tulungagung, :

5. Pembahasan/Detail Kegiatan ::
Kegiatan Bazar PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) ini adalah kegiatan yang diorganisir oleh kelompok PKK, biasanya di tingkat desa atau kelurahan, dengan tujuan untuk mempromosikan produk lokal, kerajinan tangan, dan hasil pertanian dari masyarakat setempat. Kegiatan ini seringkali diadakan sebagai ajang untuk memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan pemasaran produk lokal, dan membangun kebersamaan di antara anggota masyarakat. Bazar PKK menjadi wadah yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan mempromosikan hasil karya serta potensi daerah, sambil memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bersosialisasi dan belajar satu sama lain.

Tujuan Bazar PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) meliputi pemberdayaan ekonomi dengan meningkatkan pendapatan keluarga dengan mempromosikan produk lokal dan kerajinan tangan; promosi produk lokal dengan memperkenalkan dan memasarkan hasil pertanian, makanan, dan kerajinan tangan dari masyarakat setempat; membangun kebersamaan dengan meningkatkan solidaritas dan hubungan sosial antar anggota masyarakat melalui kegiatan bersama; pendidikan dan penyuluhan dengan menyediakan informasi tentang kesehatan, gizi, dan pola hidup sehat kepada masyarakat, peningkatan keterampilan dengan memberikan kesempatan bagi anggota masyarakat untuk belajar keterampilan baru, baik dalam produksi maupun pemasaran dan pelestarian budaya dengan mengangkat dan mempertunjukkan seni dan budaya lokal melalui berbagai acara di bazaar. Bazar PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) memiliki berbagai manfaat, yang pertama adalah meningkatkan pendapatan dengan membantu pelaku usaha lokal menjual produk mereka, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Selanjutnya yang kedua adalah promosi produk lokal dengan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenalkan dan memasarkan produk lokal, baik makanan, kerajinan, maupun hasil pertanian.

Dengan tujuan-tujuan ini, Bazar PKK berfungsi sebagai platform untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberdayakan anggota keluarga dalam berbagai aspek kehidupan. Yang ketiga yakni pendidikan dan kesadaran dimana menjadi sarana edukasi tentang kesehatan, gizi, dan praktik baik dalam keluarga, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Yang keempat yakni pengembangan keterampilan dengan menawarkan pelatihan atau workshop yang membantu masyarakat mengembangkan keterampilan baru, baik dalam produksi maupun pemasaran. Berikutnya membangun kebersamaan dengan mendorong interaksi sosial dan solidaritas antarwarga, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan kekompakan dalam komunitas dan pelestarian Budaya dengan mengangkat seni dan budaya lokal melalui pertunjukan dan kegiatan lainnya, yang dapat memperkuat identitas komunitas. Yang terakhir adalah akses ke Informasi dengan menjadi tempat untuk berbagi informasi mengenai program-program pemerintah atau layanan masyarakat yang dapat membantu kesejahteraan keluarga dan mendorong inovasi dengan memberikan ruang bagi para pengusaha lokal untuk berinovasi dan mencoba produk atau layanan baru.Adapun produk lokal yang dijual pada bazaar kali ini meliputi sayuran segar, susu kedelai, aneka kripik dan minuman.

6. Penutup : Bazar menjadi tempat untuk berbagi informasi mengenai program-program pemerintah atau layanan masyarakat yang dapat membantu kesejahteraan keluarga dan mendorong inovasi dengan memberikan ruang bagi para pengusaha lokal untuk berinovasi dan mencoba produk atau layanan baru.


Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
7413-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung yang diwakili oleh Ibu Sufitri, Ibu Endah Wulandari dan Ibu Nona Dinar mengikuti kegiatan Cafe Sampah di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung.
Bidang: Sekretariat
Program kerja : Informasi dan Humas, dokumentasi & publikasi

Keterangan program :
1. Hari : Jumat :
2. Tanggal : 13 Februari 2026 :
3. Pukul: 08.00 WIB :
4. Tempat: Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung Jalan R. A Kartini Nomor 1 Kampungdalem Tulungagung:

5. Pembahasan/Detail Kegiatan :
Kegiatan cafe sampah dalam konteks PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dapat berfungsi sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, dalam mengelola sampah rumah tangga dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Cafe Sampah PKK diantaranya yaitu pengumpulan dan penukaran sampah melalui bank sampah PKK dimana masyarakat membawa sampah terpilah (plastik, kertas, logam) ke kafe. Sampah - sampah tersebut nantinya di pilah-pilah sesuai dengan jenisnya. Dari sampah tersebut nantinya bisa di daur ulang. Untuk hasil setor sampah berupa plastic, dan kardus Dinas Ketahanan Pangan hari ini sebanyak 2,4 kg. Café sampah bertempat di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung.

Selain itu pada café sampah terjuga ada edukasi dan pelatihan berupa workshop daur ulang (mengadakan pelatihan membuat produk kerajinan tangan dari sampah, seperti tas dari plastik bekas atau hiasan rumah dari kertas daur ulang) juga seminar dan penyuluhan (mengadakan seminar tentang pengelolaan sampah rumah tangga, bahaya sampah plastik, dan cara-cara mengurangi sampah), termasuk demo masak zero waste (kelas memasak yang mengajarkan cara memasak dengan meminimalisir limbah makanan dan memanfaatkan sisa bahan). Selain itu kegiatan cafe sampah juga menggandeng komunitas melalui kolaborasi pada kegiatan hari bebas sampah mengadakan acara di mana masyarakat didorong untuk membawa sampah terpilah dan mendapatkan insentif khusus. kolaborasi dengan komunitas lokal in bekerja sama dengan komunitas lingkungan, sekolah, atau organisasi lokal untuk mengadakan kegiatan bersama seperti pembersihan lingkungan atau penanaman pohon. Beberapa inovasi dan kreativitas yang dilakukan melalui kegiatan kontes kreativitas daur ulang dengan mengadakan lomba membuat produk kreatif dari bahan daur ulang dengan hadiah menarik serta pameran produk daur ulang dengan menampilkan hasil kerajinan dari bahan daur ulang di kafe untuk menginspirasi pengunjung. pengelolaan limbah kafe dengan kegiatan komposting melalui pengelolaan sisa makanan dan sampah organik menjadi kompos yang bisa digunakan untuk berkebun dan pemanfaatan sisa makanan dengan menggunakan sisa bahan makanan dari kafe untuk membuat produk lain seperti kulit buah menjadi selai atau ampas kopi sebagai pupuk tanaman. Beberapa manfaat cafe sampah adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan, memberikan nilai ekonomi pada sampah dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui penukaran sampah dengan poin atau produk, mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan meningkatkan tingkat daur ulang, dan membangun komunitas yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Dengan kegiatan-kegiatan ini, Cafe Sampah PKK dapat menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan yang efektif dalam mengelola sampah dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Mekanisme kegiatan antara lain adalah masyarakat membawa sampah terutama plastic, kardus, dan kertas ke kafe sampah. Penilaian sampah yang disetorkan akan ditimbang, sampah dapat ditukarkan dengan kupon belanjan di Toko PKK, minuman, atau hasilnya dapat ditabung. Tujuan kafe sampah adalah mengurangi jumlah sampah plastic, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah. Dan memiliki potensi untuk diolah kembali.

6. Penutup : Dengan adanya kegiatan café sampah memberikan dampak positif, yaitu limbah plastik, kertas dan kardus dapat dimanfaatkan. Selain itu kafe sampah memperkuat kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan.


Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
7513-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan pertemuan rutin yang dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Ibu Dina Sonny Welli Ahmadi beserta wakil ketua, sekretaris, bendahara dan seluruh jajaran pengurus serta dihadiri oleh anggota yang terdiri dari istri karyawan juga karyawati Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung.
Bidang: Sekretariat
Program kerja : Penataan organisasi/manajemen, ceramah

Keterangan program :
1. Hari : Jumat :
2. Tanggal : 13 Februari 2026 :
3. Pukul: 08.00 WIB :
4. Peserta: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan seluruh jajaran pengurus serta dihadiri oleh anggota yang terdiri dari istri karyawan juga karyawati Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung. :
5. Tempat: Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung:

6. Pembahasan/Detail Kegiatan ::
Dalam acara pertemuan rutin kali ini yang bertugas dari Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangant Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung bertempat di aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung. Dengan formasi sebagai berikut Ibu Lutfhiana Kumalasari sebagai pembawa acara, Ibu Hida Febrindasari sebagai dirijen mars Dharma Wanita, Ibu Krisna sebagai pembaca doa dan Ibu Putri Utami sebagai notulen.Acara diawali dengan pembacaan basmalah dan menyanyikan lagu mars Dharma Wanita Persatuan dengan iringan dirijen dari Ibu Hida Febrindasari kemudian dilajutkan dengan sambutan dan arahan dari Ibu Ketua Dharma Wanita terkait pertemuan rutin bulan berikutnya. Pada pertemuan kali ini Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Dina Sonny Welli Ahmadi menyampaikan tentang kegiatan – kegiatan yang harus di lakukan dalam suatu organisasi sekaligus perkenalan secara pribadi sebagai ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan.. Kegiatan rutin untuk Dharma Wanita dapat bervariasi tergantung pada organisasi dan kebutuhan anggota dan untuk meningkatkan kualitas hidup anggota dan masyarakat. Adapun manfaat pertemuan rutin pada kesempatan kali ini adalah sebagai berikut meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak, berbagi pengalaman dan ide-ide untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, memperkuat tali silaturahmi antara para anggota Dharma Wanita, dan meningkatkan semangat dan motivasi untuk terus berkontribusi bagi masyarakat. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Dina Sonny Welli Ahmadi juga berpesan kewajiban istri karyawan harus mendukung segala kegiatan suami yang bersifat positif.

Selain itu Ibu Ketua Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Ibu Dina Sonny Welli Ahmadi juga memberikan tips – tips cara menjaga kesehatan di bulan puasa, salah satunya adalah makan makanan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak seimbang, minum air yang cukup saat berbuka puasa dan sahur, makanan berat dan berminyak saat berbuka puasa, memiliki pola tidur yang teratur dan cukup, serta menjaga badan dari kelelahan dan stress yang berlebihan. Saat berbuka puasa sebaiknya kita berbuka puasa dengan makanan ringan seperti kurma, buah-buahan, atau sup, menghindari makanan berat dan berminyak saat berbuka puasa, meminum air yang cukup saat berbuka puasa. Saat saur kita juga makan makanan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak seimbang, menghindari makanan berat dan berminyak saat sahur, dan meminum air yang cukup saat berbuka puasa.

Ibu Ketua Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Ibu Dina Sonny Welli Ahmadi juga mengatakan bahwa pertemuan rutin bahwa dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, adapun tujuan yaitu antara lain adalah sebagai berikut membahas laporan kegiatan yang telah dilakukan oleh Dharma Wanita, merencanakan kegiatan yang akan dating, meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara anggota Dharma Wanita dan meningkatkan semangat dan motivasi anggota Dharma Wanita.

7. Penutup : Pertemuan Dharma Wanita ini tidak hanya sekedar acara rutin, tetapi juga merupakan kesempatan bagi para anggota untuk berbagi pengalaman, meningkatkan pengetahuan, dan memperkuat tali silaturahmi.


Program: Ceramah
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
7613-02-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan
Yang mengikuti kegiatan di Halaman Kantor Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung Ibu Mita dan Ibu Eersthanty selaku Pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 13 Pebruari 2026
3. Pukul : 09.00 s/d 10.00 WIB
4. Peserta : 46 orang
5. Lokasi : Halaman Kantor Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Setor Sampah Menjadi Emas Kerjasama dengan Pegadaian
Kegiatan Setor Sampah DWP Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan Pegadaian sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan sampah yang ada di lingkungan sekitar kita agar mengurangi dapak negatif akibat penumpukan berbagai jenis sampah baik organik aupun anorganik yang dapat meningkatkan resiko kerusakan lingkungan. Pegadaian mengadakan tabungan emas dengan nominal mulai Rp. 10.000,- yang bisa ditarik kapan saja. Kegiatan setor sampah DWP Kabupaten Tulungagung dapat dikonversi menjadi emas sesuai dengan jumlah sampah yang terkumpul di bank sampah DWP Kabupaten Tulungagung. Keuntungan tabungan emas pegadaian antara lain :
Jaminan emas 24 karat
Biaya pengelolaan rekening ringan Rp 30.000/tahun
Dapat dicetak menjadi emas batangan atau tukar dengan perhiasan
Transaksi secara online di Pegadaian Digital ataupun di cabang Pegadaian
Keamanan emas terjamin di Pegadaian
Pembelian terjangkau mulai dari 0,01 gram
Dapat digadai dan dijual dengan mudah
Dapat ditransfer ke sesama pemilik Tabungan Emas
Kegiatan Setor Sampah diikuti oleh seluruh DWP lingkup OPD di Kabupaten Tulungagung. sampah yang paling banyak dikumpulkan adalah sampah plastik dan kertas.
Plastik, menjadi jenis sampah yang bisa dimanfaatkan kembali material sisanya, seperti botol plastik, kantong plastik, dan beberapa material plastik lainnya. Contohnya seperti dijadikan produk kerajinan atau dicacah menjadi bijih dan palet plastik. Namun, plastik yang telah didaur ulang kualitasnya akan terus menurun dan lebih rendah dari produk sebelumnya. Kaca atau berbagai benda berbahan dasar kaca lainnya dapat didaur ulang menjadi kristal kaca untuk dimanfaatkan menjadi benda berharga. Tidak seperti bahan plastik dan kertas, kaca menjadi salah satu bahan yang hanya mengalami penurunan kualitas secara minimum setelah didaur ulang.
Inilah alasan mengapa penggunaan bahan kaca, kaleng logam atau metal, contohnya kemasan kaleng minuman ringan, buah dan makanan kaleng, bisa diolah kembali dan dijadikan barang berguna. Sama seperti kaca, logam dapat didaur ulang berulang kali tanpa mengubah kualitasnya.
Berbagai jenis kertas, contohnya HVS, koran, kardus, dan majalah bisa dimanfaatkan sebagai produk daur ulang kertas, seperti kertas atau tisu toilet, serbet, karton, dan sebagainya. Sayangnya, kertas hanya dapat didaur ulang beberapa kali sebelum dianggap sulit untuk didaur ulang. Hal ini karena serat di kertas akan semakin pendek dan produk hasil kertas daur ulang akan cenderung terus menurun kualitasnya.
Sampah organik, meskipun dapat terurai secara alamiah di alam, namun apabila kuantitasnya banyak dan tidak diperlakukan dengan benar, bisa mempengaruhi kondisi lingkungan hingga menimbulkan dampak negatif. Terdapat banyak cara tepat mengolah sampah organik, seperti pengomposan, vermicomposting, biogas, lubang biopori, juga sebagai pakan bagi lalat BSF. Namun daur ulang bisa sukses dilakukan apabila sampah - sampah tersebut dalam keadaan baik. Oleh karena itu, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya menjadi hal yang bisa dilakukan untuk menjaga nilai material sampah berada pada kondisi yang baik. Daur ulang menjadi sebuah upaya untuk mengurangi sampah terus menumpuk atau berakhir di TPA dan mencemari lingkungan. Salah satunya plastik, sampah plastik yang terus menumpuk dapat mengancam tidak hanya kondisi daratan namun juga hingga ke wilayah perairan.
Jumlah plastik di laut bisa lebih banyak daripada ikan. Oleh karena itu, kegiatan ini bisa berdampak dalam mengatasi permasalahan sampah. Beberapa manfaat dari daur ulang sampah berikut dapat memberi peran dalam kehidupan sehari - hari. Mengurangi lahan dan ruang di TPA sehingga penumpukan dan timbunan sampah di TPA dapat diminimalisir. Peluang bisnis dan menghasilkan uang tambahan bagi banyak orang. Seperti bagi bank sampah, pelapak sampah, dan beberapa informal sektor lainnya.
Memberikan lapangan pekerjaan kepada siapa saja yang memiliki kendala terkait pendidikan tertentu. Meningkatkan kesejahteraan sosial karena lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar. Melatih dan membiasakan diri untuk mengelola sampah secara tepat dan maksimal serta tidak asal membuang sampah apalagi membuang sampah sembarangan.
Pada dasarnya recycle merupakan sebutan lain dari daur ulang sampah. Recycle dan upcycle menjadi upaya daur ulang namun dengan sedikit perbedaan pada prosesnya. Recycle merupakan kegiatan dengan menghancurkan barang asli untuk kemudian dibentuk kembali menjadi barang baru dengan bentuk baru. Contohnya adalah berupa sampah botol plastik dikumpulkan lalu dibersihkan, kemudian dilebur untuk selanjutnya akan dicetak menjadi produk baru, seperti ember, gelas, gantungan kunci, tatakan gelas, nampan, dan lain sebagainya.
Sementara untuk upcycle, upcycle merupakan kegiatan berupa proses mengubah suatu barang atau produk menjadi barang baru yang memiliki kemanfaatan baru, tanpa menghilangkan bentuk asli dari barang tersebut. Jika dicontohkan, prosesnya adalah penggunaan kembali barang berupa kain sisa menjadi produk pakaian atau kebutuhan lainnya, seperti aksesoris, serbet, dan celemek. Biasanya, barang hasil upcycle mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi. Meski banyak pihak mendorong kegiatan ini untuk ditingkatkan, namun nyatanya proses daur ulang tidaklah semudah itu.
Beberapa hal bisa menjadi kendala proses daur ulang tidak dapat dijalankan, seperti teknologi yang belum tersedia, dana yang tidak mencukup, SDM yang kurang memadai, atau bahkan karena kondisi sampah itu sendiri. Oleh karena itu, mengurangi adalah opsi yang tepat jika teknologi untuk daur ulang material belum tersedia di suatu wilayah atau negara. Agar sampah yang tidak dapat didaur ulang tersebut tidak mencemari lingkungan nantinya.
Tujuan memilah sampah, selain agar memudahkan proses daur ulang, hal tersebut juga untuk menjadikan sebuah material bernilai di tempatnya masing - masing. Lapak atau pengumpul sampah umumnya hanya bisa mengolah material tertentu saja, sehingga ketika mereka memperoleh jenis sampah diluar penerimaan mereka, sampah tersebut tidak lagi bernilai. Maka dari itu, sebenarnya kegiatan daur ulang merupakan tanggung jawab seluruh pihak, termasuk masyarakat yang selalu menghasilkan sampah.
Masyarakat bisa berperan membantu memilah sampah dari sumber untuk memudahkan proses daur ulang. Sehingga ada lebih banyak lagi material yang bisa didaur ulang dan tidak berakhir begitu saja di TPA. Seperti yang kita ketahui, sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup, hewan, dan tumbuhan, yang dapat terurai secara alami di alam.Faktanya, ada juga sampah organik yang tidak mudah terurai secara alami. Sampah jenis ini disebut dengan sampah keras yang karakteristik sampahnya berwujud keras, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Diantaranya adalah batok kelapa, kayu, dan bambu. Batok kelapa, kayu, dan bambu membutuhkan waktu beberapa bulan bahkan hingga setahun untuk dapat terurai oleh alam. Oleh karena materialnya yang lumayan keras dan padat, material tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam tungku masakan, diinovasikan menjadi hiasan, juga dapat dicacah menjadi lebih kecil sebelum dibiarkan di alam. Sampah kertas bisa dibilang merupakan salah satu material bernilai yang perlu ditangani secara khusus agar tidak rusak. Secara khusus, sampah kertas perlu dipisahkan dari sampah lainnya untuk menghindari sampah basah bercampur dengan kertas. Hal ini dilakukan agar kualitas kertas tidak menurun akibat terkontaminasi air dan cairan lainnya.
Selain timbulan sampah yang menumpuk dengan cepat, salah satu faktor yang menjadi masalah dalam isu persampahan adalah fasilitas daur ulang sampah yang masih kurang dan belum merata. Peran fasilitas atau industri daur ulang khususnya daur ulang plastik sangat penting dalam mendukung pengurangan sampah nasional. Bahkan, untuk industri daur ulang plastik di daerah sifatnya masih industri penggiling, bukan pabrikan. Oleh karena itu, penting untuk menaruh sampah di tempat yang sudah disediakan untuk mendukung peningkatan kapasitas daur ulang sampah agar terwujud pengelolaan sampah yang tepat selaras. Selain itu juga menyediakan layanan pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi perusahaan juga individu, melalui layanan yang tersedia. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan pakan bagi lalat BSF. Sedangkan sampah anorganik akan dikirim ke mitra daur ulang yang nantinya akan dimanfaatkan menjadi bahan baru lainnya.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

7712-02-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Rapat
Yang mengikuti kegiatan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Seluruh pengurus dan anggota DWP Unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Pebruari 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 10.00 WIB
4. Peserta : 18 orang
5. Lokasi : UPT Puskeswan Ngunut
6. Acara : Pertemuan Rutin DWP

Acara Pertemuan Rutin
Pembukaan : Ibu Agus Winarto
Sambutan : Ibu Edy Kusni
Dirigen : Ibu Yuli Pratiwi
Doa : Ibu Anis Muftaroh
Pertemuan anggota DWP Unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan serta program kerja tahunan yang rutin dilakukan oleh DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Rapat juga membahas evaluasi program kerja dan kegiatan yang telah diaksanakan sehingga bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk menyusun program kerja di tahun berikutnya.
Pembahasan
Koordinasi Program : Rapat Dharmawanita membantu dalam koordinasi program dan kegiatan yang akan dilakukan oleh DWP Unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Hal ini termasuk pembahasan mengenai pelaksanaan kegiatan bidang sekretariat, bidang sosial budaya, bidang ekonomi, serta bidang pendidikan.
Pengembangan Ide : Rapat memberikan platform untuk anggota untuk menyampaikan ide - ide baru dan solusi kreatif untuk kegiatan sosial atau masalah yang dihadapi di DWP Unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Pengambilan Keputusan : Melalui rapat, keputusan - keputusan penting dapat diambil secara kolektif dengan mempertimbangkan berbagai pendapat dan masukan dari anggota DWP unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Evaluasi Kegiatan : Rapat memungkinkan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan, termasuk penilaian keberhasilan dan area yang perlu diperbaiki.
Penguatan Hubungan : Rapat rutin membantu memperkuat hubungan antar anggota DWP unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan membangun komunikasi yang baik dan kolaborasi dalam menjalankan program - program di DWP Unit II.
Peningkatan Keterampilan : Rapat diusahakan melibatkan pelatihan atau pembelajaran bersama mengenai berbagai keterampilan, seperti manajemen organisasi, komunikasi efektif, kegiatan bazar, pelatihan dan kegiatan sosial di DWP Unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Agenda Umum Rapat Dharmawanita Unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan :
Pembukaan : Sambutan dari ketua dan pengurus DWP Unit II pembacaan agenda dan tujuan rapat.
Laporan Kegiatan : Penyampaian laporan mengenai kegiatan yang telah dilakukan, termasuk pencapaian, kendala, dan hasil yang diperoleh di DWP Unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Diskusi Program : Diskusi tentang program dan kegiatan yang akan datang, termasuk perencanaan, anggaran, dan pembagian tugas di DWP Unit II Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Masukan dan Saran : Ruang untuk anggota DWP Unit II memberikan masukan dan saran mengenai kegiatan atau keputusan yang diambil.
Tindak Lanjut : Penetapan langkah - langkah tindak lanjut dari keputusan yang diambil di DWP Unit II, termasuk penunjukan anggota untuk tugas tertentu dan jadwal pelaksanaan.
Penutup: Ringkasan hasil rapat, penutupan, dan pengaturan jadwal rapat berikutnya.
Tips untuk Mengelola Rapat Dharmawanita :
Persiapkan Agenda dengan Jelas : Buat agenda yang jelas dan distribusikan kepada semua peserta sebelum rapat agar mereka dapat mempersiapkan diri.
Waktu yang Tepat : Tentukan waktu yang sesuai untuk semua anggota dan pastikan rapat dimulai dan diakhiri tepat waktu.
Fasilitasi Diskusi : Pastikan bahwa setiap anggota memiliki kesempatan untuk berbicara dan berkontribusi dalam diskusi.
Dokumentasi : Catat hasil rapat secara rinci, termasuk keputusan dan tindak lanjut yang diperlukan, dan distribusikan catatan tersebut kepada semua peserta.
Evaluasi Rapat : Sesekali, lakukan evaluasi mengenai efektivitas rapat dan minta umpan balik dari peserta untuk perbaikan di masa mendatang.
Dengan mengikuti prinsip - prinsip ini, diharapkan rapat Dharmawanita dapat berlangsung secara efektif, mendukung pencapaian tujuan organisasi, dan memperkuat kerja sama antar anggota.
Rapat Pengurus Harian merupakan pertemuan rutin yang dilakukan oleh pengurus harian DWP untuk mengkoordinasikan dan memantau kegiatan sehari - hari.
Pertemuan ini biasanya mencakup pembahasan tentang agenda kerja, peninjauan progres kegiatan, dan strategi operasional. Rapat ini penting untuk memastikan semua anggota tim terlibat dan informasi mengalir secara efektif antara berbagai tingkatan organisasi. Dengan berfokus pada tugas - tugas harian dan masalah yang muncul, rapat pengurus harian bertujuan untuk mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan responsivitas terhadap isu - isu mendesak, dan menjamin bahwa organisasi DWP beroperasi dengan lancar dan efisien.
Berbagai manfaat dari adanya Rapat Pengurus Harian, antara lain :
Efisiensi Operasional
Rapat harian membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah operasional dengan cepat, memastikan bahwa tidak ada hambatan yang menghambat produktivitas atau kemajuan kegiatan DWP.
Komunikasi yang Lebih Baik
Dengan bertemu secara rutin, anggota DWP dapat berbagi pembaruan, mengungkapkan kekhawatiran, dan memberikan saran, yang semua ini meningkatkan transparansi dan memperkuat hubungan antar anggota tim.
Penyelarasan Tujuan
Rapat ini membantu memastikan bahwa semua anggota tim selaras dengan tujuan organisasi DWP, menyediakan forum untuk meninjau kembali dan memperbaharui fokus strategis jika perlu. Rapat Pengurus Harian adalah instrumen kritis dalam manajemen operasional sebuah organisasi.
Dengan menyelenggarakan pertemuan rutin ini, DWP dapat memperkuat koordinasi tim, mempercepat pengambilan keputusan, dan mempertahankan aliran komunikasi yang efisien. Manfaat yang dihasilkan dari rapat harian ini menciptakan sebuah lingkungan kerja yang lebih dinamis dan responsif, memungkinkan organisasi untuk bertindak cepat dalam menghadapi perubahan atau tantangan. Singkatnya, rapat pengurus harian adalah kunci untuk mempertahankan operasi harian yang terorganisir dan memastikan bahwa setiap anggota tim tetap produktif dan terlibat.
Evaluasi kinerja rapat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya di masa mendatang. Umpan balik dari peserta sangat bermanfaat mengenai cara menyelenggarakan rapat maupun pertemuan rutn. Dengan memperhatikan hal-hal di atas, rapat rutin dapat menjadi alat yang efektif untuk berkoordinasi, berkomunikasi, dan mengambil keputusan secara kolektif dalam organisasi atau kelompok. Tertib administrasi dalam organisasi mengacu pada penerapan prinsip - prinsip dan praktik administratif yang sistematis, teratur, dan efisien untuk memastikan pengelolaan yang efektif dan akurat dari segala aspek organisasi DWP.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

7813-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan Dokumentasi dan Publikasi Bank Sampah DWP Satpol PP

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung.
2. Hari / Tanggal : Jum`at, 13 Pebruari 2026.
3. Pukul : 08.30 s/d selesai WIB.
4. Lokasi : Kantor PKK Kabupaten Tulungagung.
6. Bidang : Sekretariat
7. Detail acara :

Hari ini Jumat tanggal 13 Pebruari 2026 pukul 08.30 WIB, Ibu Ketua DWP Satpol PP yaitu Ibu Rahma Hartono , didampingi oleh ibu- ibu pengurus DWP yaitu Bu Sri Yanti, Bu Wyda, Bu Krisna dan Bu Frida menyetor kardus bekas seberat 12 kg harga per gram nya Rp 2000,- dan botol air mineral bekas seberat 0,6 kg dengan harga per kg nya Rp 500,-. Nama petugas bank sampah hari ini adalah Bu Ayu, Bu Sari dan Mas Henri dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

Program baru Tabungan emas dari sampah yang berkolaburasi dengan kantor Pegadaian ini sangat perlu dipublikasikan kepada seluruh lapisan masyarakat luas khususnya kepada ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan. Karena tabungan emas sangatlah bermanfaat. Program ini baru saja diumumkan dalam Rapat Pengurus Dharma Wanita Kabupaten Tulungagung pada bulan Januari 2026 kemarin dan dilaksanakan mulai bulan Pebruari 2026 ini. Dampak positif dari tabungan emas adalah untuk melindung nilai uang dari inflasi, investasi mudah dan terjangkau, resiko relatif rendah, mudah dicairkan dan cocok untuk tujuan jangka menengah–panjang.

Isu sampah yang menumpuk di mana-mana memang jadi keresahan besar di banyak daerah di seluruh Indonesia. Salah satu solusi yang tepat adalah adanya Bank sampah. Bank Sampah adalah gerakan atau sistem pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat yang bergerak memilah sampah bernilai ekonomi seperti plastik , kertas, logam) untuk ditabung, ditimbang, dan dinilai dengan uang, mengubahnya dari masalah lingkungan menjadi aset ekonomi sekaligus sarana Edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Dari sampah yang terkumpul kemudian disetor ke pengepul atau pabrik daur ulang. Sementara Nasabah mendapatkan imbalan berupa uang tabungan atau bisa berupa yang lain sesuai kesepakatan awal. Dampak sampah dimana-mana dapat menyebabkan banjir karena saluran tersumbat oleh sampah, bau dan pencemaran udara, penyakit (DBD, diare, infeksi kulit) dan pencemaran tanah & air.

Program ini sangat linier dengan program pemerintah pusat, pemerintah provinsi serta pemerintah daerah/ kota sampai ditingkat kecamatan maupun pemerintah desa, yang saat ini sedang gencar-gencarnya memerangi sampah liar yang semakin menggunung dan berdampak menyebabkan banjir juga polusi, berdampak buruk bagi kesehatan fisik manusia serta merusak lingkungan (Alam).

Program ini sangat patut dicontoh dan menjadi inspirasi serta bisa sebagai solusi untuk dapatnya mempertahankan serta meningkatkan ekonomi keluarga dalam menghadapi inflasi (krisis ekonomi).

Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja

7913-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung ikut berpartisipasi dalam kegiatan cafe sampah, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Jumat, 13 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s/d selesai
4. Tempat : Halaman kantor TP PKK Kabupaten Tulungagung

Detail Kegiatan :
Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program kepedulian lingkungan melalui partisipasi dalam kegiatan Cafe Sampah yang dirangkaikan dengan bazaar produk kreatif dan UMKM. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya pengelolaan sampah sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejak pagi hari, suasana lokasi kegiatan telah dipenuhi antusiasme para peserta. Anggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah hadir dengan penuh semangat dan rasa kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sarana belajar dan berbagi pengalaman tentang bagaimana mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan.

Cafe Sampah yang menjadi agenda utama kegiatan dirancang dengan konsep edukatif dan interaktif. Berbeda dari kegiatan sosialisasi formal pada umumnya, Cafe Sampah menghadirkan suasana santai layaknya sebuah kafe, sehingga peserta dapat berdiskusi dengan nyaman dan terbuka. Di tempat ini, para anggota mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, memahami perbedaan sampah organik dan anorganik, serta mengenal berbagai metode pengolahan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan dalam Cafe Sampah menekankan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang-barang yang masih layak pakai menjadi langkah kecil yang memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten.

Bagi anggota Dharma Wanita Persatuan, edukasi ini memiliki makna yang sangat penting. Sebagai organisasi perempuan yang beranggotakan para istri aparatur sipil negara, Dharma Wanita memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan keluarga. Perubahan perilaku yang dimulai dari rumah akan memberikan dampak berantai bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, partisipasi dalam kegiatan Cafe Sampah menjadi bekal pengetahuan sekaligus inspirasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain diskusi dan pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari para peserta. Beberapa anggota menceritakan praktik pengelolaan sampah yang telah mereka terapkan di rumah, seperti membuat kompos dari sisa dapur, memisahkan sampah plastik untuk disalurkan ke bank sampah, hingga memanfaatkan botol bekas menjadi pot tanaman. Sesi ini menjadi ruang saling belajar yang memperkaya wawasan sekaligus mempererat hubungan antaranggota. Menariknya, rangkaian kegiatan Cafe Sampah ini semakin semarak dengan kehadiran bazaar yang digelar di area yang sama. Bazaar menghadirkan berbagai produk kreatif dan hasil olahan UMKM lokal, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, produk fashion, hingga barang-barang hasil daur ulang. Kehadiran bazaar memberikan nilai tambah tersendiri bagi kegiatan tersebut.

Sambil menunggu sesi diskusi atau giliran mengikuti kegiatan di Cafe Sampah, para anggota dan pengunjung dapat berkeliling mengunjungi stand-stand bazaar. Suasana menjadi lebih hidup karena interaksi antara penjual dan pembeli berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Banyak anggota Dharma Wanita yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendukung produk lokal dengan berbelanja langsung di stand bazaar. Beberapa produk yang dipamerkan bahkan merupakan hasil kreativitas dalam memanfaatkan limbah menjadi barang bernilai guna dan bernilai jual. Tas dari kemasan plastik bekas, hiasan rumah dari botol kaca, tempat tisu dari koran bekas, hingga berbagai kerajinan unik lainnya menjadi bukti bahwa sampah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Hal ini semakin mempertegas pesan yang disampaikan dalam Cafe Sampah bahwa pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha. Kehadiran bazaar juga menjadi sarana promosi bagi pelaku UMKM, khususnya perempuan. Semangat pemberdayaan ekonomi yang sejalan dengan misi Dharma Wanita Persatuan terlihat nyata dalam kegiatan ini. Dengan mendukung produk lokal dan hasil karya kreatif, anggota Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Ketua atau perwakilan Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti Cafe Sampah dan bazaar sangat relevan dengan tantangan zaman, di mana isu lingkungan dan pengelolaan limbah menjadi perhatian global. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Jika setiap rumah tangga mampu mengelola sampah dengan baik, maka beban lingkungan akan berkurang secara signifikan,” ujarnya. Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota. Di sela-sela kunjungan ke Cafe Sampah dan bazaar, para anggota saling berbincang, bertukar cerita, dan memperkuat rasa kebersamaan. Hubungan yang harmonis dan solid menjadi modal penting bagi organisasi dalam menjalankan berbagai program kerja ke depan. Antusiasme peserta terlihat hingga akhir kegiatan. Banyak anggota yang mengaku mendapatkan wawasan baru serta motivasi untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Mereka juga mengapresiasi konsep kegiatan yang menggabungkan edukasi dan hiburan dalam satu rangkaian acara. Dengan adanya bazaar, waktu menunggu tidak terasa membosankan karena peserta dapat berkeliling, berbelanja, sekaligus belajar dari produk-produk kreatif yang dipamerkan.

Secara keseluruhan, kegiatan Cafe Sampah dan bazaar ini memberikan manfaat yang komprehensif. Dari sisi lingkungan, kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pengelolaan sampah. Dari sisi sosial, kegiatan ini mempererat kebersamaan dan silaturahmi. Sementara dari sisi ekonomi, bazaar memberikan ruang promosi dan peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal. Ke depan, Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa sebagai bagian dari program kerja organisasi. Edukasi lingkungan akan terus digalakkan, baik melalui sosialisasi, pelatihan, maupun kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Harapannya, budaya sadar lingkungan dapat tumbuh dan mengakar kuat, dimulai dari lingkungan keluarga anggota Dharma Wanita.

Partisipasi aktif dalam kegiatan Cafe Sampah dan bazaar ini menjadi wujud nyata kontribusi Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan pemberdayaan, Dharma Wanita terus mengambil peran strategis dalam membangun masyarakat yang lebih sadar lingkungan dan mandiri secara ekonomi. Melalui kegiatan ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: menjaga lingkungan bukanlah tugas segelintir pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan langkah sederhana dan konsisten, perubahan positif dapat diwujudkan. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah telah menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan besar untuk menjadi motor penggerak perubahan, baik dalam lingkup keluarga, organisasi, maupun masyarakat luas.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
8013-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Perayaan
Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal :Jum’at, 13 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Lokasi :Halaman TP PKK Kabupaten Tulungagung
5. Acara : Cafe Sampah

Detail Acara:
Ibu Fista dan Sdri. Erma anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung, mengikuti kegiatan cafe sampah yang diadakan oleh DWP Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini bekerja sama dengan TP PKK dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung. Kegiatan cafe sampah diadakan setiap hari Jumat, dengan peserta dari Unsur Pelaksana DWP se-Kabupaten Tulungagung.

Konsep yang diterapkan pada Cafe Sampah ini sangat sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Setiap hari Jumat, mulai dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, ibu-ibu dan warga sekitar pendopo Kabupaten Tulungagung dapat datang ke lokasi kegiatan yang terletak di halaman TP PKK dengan membawa sampah yang bisa didaur ulang. Jenis sampah yang diterima telah ditetapkan secara jelas untuk memastikan kualitas dan kemudahan proses pengelolaannya, antara lain kertas bekas (surat kabar, buku tulis, kardus), botol plastik bersih dan tanpa noda makanan/minuman, kaleng alumunium dari minuman atau makanan kemasan, plastik kemasan yang sudah dicuci bersih, serta kain bekas yang masih dalam kondisi layak digunakan.

Sampah yang dibawa diantaranya gelas plastik bekas dan kertas cacah. Total sampah ini nantinya melalui proses penukaran dimulai dengan tahapan pendaftaran singkat bagi ibu-ibu yang datang untuk pertama kalinya, di mana mereka akan mendapatkan kartu identitas khusus yang mencatat setiap transaksi sampah yang dilakukan. Setelah itu, sampah yang dibawa akan diurutkan terlebih dahulu oleh tim relawan dari ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman sesuai dengan jenisnya, kemudian ditimbang menggunakan timbangan yang sudah dikalibrasi secara berkala untuk menjamin akurasi beratnya. Setiap jenis sampah memiliki nilai tukar yang berbeda-beda berdasarkan harga pasar saat ini, namun hal tersebut tidak menjadi kendala karena tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong kesadaran lingkungan, bukan mencari keuntungan finansial.

Setelah proses penimbangan dan penghitungan nilai tukar selesai, warga memiliki dua pilihan yang bisa mereka pilih sesuai dengan kebutuhan. Pilihan pertama adalah mendapatkan segelas minuman hangat berkualitas, yang bisa berupa kopi atau teh. Kopi yang disajikan merupakan biji kopi lokal dari petani di daerah Gunung Kawi Tulungagung, sedangkan teh yang dipakai adalah teh daun lokal yang memiliki rasa khas dan segar. Minuman ini disajikan dengan penuh cinta oleh para ibu-ibu penyelenggara. Pilihan kedua yang ditawarkan adalah menabung nilai tukar sampah dalam buku rekening yang dibuat khusus oleh panitia Cafe Sampah. Setiap ibu-ibu yang memilih opsi ini akan memiliki catatan rinci tentang jumlah nilai yang mereka tabung, baik dalam bentuk poin maupun nilai rupiah. Hingga saat ini, sudah lebih dari 60 Unsur Pelaksana yang memiliki rekening tabungan sampah dan sebagian di antaranya telah mengambil sebagian atau seluruh tabungan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tujuan utama Bank sampah membantu menangani pengelolaan sampah dan untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dari barang bekas tidak berguna menjadi berguna, hal ini menyadarkan anggota DWP akan pentingnya kebersihan dan membuat sampah menjadi barang ekonomis dengan adanya bank sampah juga dapat dijadikan Solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi anggota DWP dan Masyarakat, dalam mengelola sampah juga dapat mendapatkan tahapan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan, dari kegiatan ini sangat memberikan dampak positif bagi anggota DWP dan Masyarakat, dari manfaat pengelolaan baik bank sampah agar terpakai dan perlu dikelola yang baik agar terhindar dari penyakit dan kerusakan alam dan dijadikan peluang usaha dan dapat digunakan Kembali dan diuangkan.

Dengan semangat gotong royong yang mendalam dan rasa kepedulian yang tulus terhadap lingkungan serta sesama, Cafe Sampah dari ibu-ibu Dharma Wanita telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh cinta. Setiap gram sampah yang dibawa oleh ibu-ibu, setiap senyum yang terlihat ketika minuman hangat disajikan, dan setiap tabungan yang berhasil dikumpulkan adalah bukti bahwa gerakan hijau tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian alam, namun juga mampu menghangatkan hati dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa ketika perempuan, khususnya ibu-ibu, bersatu dengan tujuan yang baik, mereka memiliki kekuatan untuk mengubah wajah lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitarnya


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Komunikasi dan Informatika
8130-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Perayaan
Yang mengikuti kegiatan bank sampah Ibu Andara, selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika
Keterangan Program : Keterangan Program: 1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung 2. Hari / Tanggal :Jum’at, 30 Januari 2026 3. Pukul : 08.00 – selesai 4. Lokasi :Halaman TP PKK Kabupaten Tulungagung 5. Acara : Cafe Sampah

Detail Acara:
Ny. Ardy Kurniawan selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung beserta Sdr. Intan, mengikuti kegiatan cafe sampah yang diadakan oleh DWP Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini bekerja sama dengan TP PKK dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung. Kegiatan cafe sampah diadakan setiap hari Jumat, dengan peserta dari Unsur Pelaksana DWP se-Kabupaten Tulungagung.

Konsep yang diterapkan pada Cafe Sampah ini sangat sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Setiap hari Jumat, mulai dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, ibu-ibu dan warga sekitar pendopo Kabupaten Tulungagung dapat datang ke lokasi kegiatan yang terletak di halaman TP PKK dengan membawa sampah yang bisa didaur ulang. Jenis sampah yang diterima telah ditetapkan secara jelas untuk memastikan kualitas dan kemudahan proses pengelolaannya, antara lain kertas bekas (surat kabar, buku tulis, kardus), botol plastik bersih dan tanpa noda makanan/minuman, kaleng alumunium dari minuman atau makanan kemasan, plastik kemasan yang sudah dicuci bersih, serta kain bekas yang masih dalam kondisi layak digunakan.

Total sampah yang dibawa saat diantaranya Kerdus seberat 3,2kg, Botol Plastik 1kg, Cacah Kertas 1,4kg, dan Plastik sebesar 4kg. Total sampah ini nantinya melalui proses penukaran dimulai dengan tahapan pendaftaran singkat bagi ibu-ibu yang datang untuk pertama kalinya, di mana mereka akan mendapatkan kartu identitas khusus yang mencatat setiap transaksi sampah yang dilakukan. Setelah itu, sampah yang dibawa akan diurutkan terlebih dahulu oleh tim relawan dari ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman sesuai dengan jenisnya, kemudian ditimbang menggunakan timbangan yang sudah dikalibrasi secara berkala untuk menjamin akurasi beratnya. Setiap jenis sampah memiliki nilai tukar yang berbeda-beda berdasarkan harga pasar saat ini, namun hal tersebut tidak menjadi kendala karena tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong kesadaran lingkungan, bukan mencari keuntungan finansial.

Setelah proses penimbangan dan penghitungan nilai tukar selesai, warga memiliki dua pilihan yang bisa mereka pilih sesuai dengan kebutuhan. Pilihan pertama adalah mendapatkan segelas minuman hangat berkualitas, yang bisa berupa kopi atau teh. Kopi yang disajikan merupakan biji kopi lokal dari petani di daerah Gunung Kawi Tulungagung, sedangkan teh yang dipakai adalah teh daun lokal yang memiliki rasa khas dan segar. Minuman ini disajikan dengan penuh cinta oleh para ibu-ibu penyelenggara. Pilihan kedua yang ditawarkan adalah menabung nilai tukar sampah dalam buku rekening yang dibuat khusus oleh panitia Cafe Sampah. Setiap ibu-ibu yang memilih opsi ini akan memiliki catatan rinci tentang jumlah nilai yang mereka tabung, baik dalam bentuk poin maupun nilai rupiah. Hingga saat ini, sudah lebih dari 60 Unsur Pelaksana yang memiliki rekening tabungan sampah dan sebagian di antaranya telah mengambil sebagian atau seluruh tabungan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tujuan utama Bank sampah membantu menangani pengelolaan sampah dan untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dari barang bekas tidak berguna menjadi berguna, hal ini menyadarkan anggota DWP akan pentingnya kebersihan dan membuat sampah menjadi barang ekonomis dengan adanya bank sampah juga dapat dijadikan Solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi anggota DWP dan Masyarakat, dalam mengelola sampah juga dapat mendapatkan tahapan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan, dari kegiatan ini sangat memberikan dampak positif bagi anggota DWP dan Masyarakat, dari manfaat pengelolaan baik bank sampah agar terpakai dan perlu dikelola yang baik agar terhindar dari penyakit dan kerusakan alam dan dijadikan peluang usaha dan dapat digunakan Kembali dan diuangkan, adapun dari bank sampah dengan Gerakan 4R :
- Reduse (Mengurangi) adalah upaya pengelolaan sampah yang dilakukan dengan mengurangi penggunaan yang berpotensi menambah sampah instan.
Reuse (Memakai Kembali) menggunakan kembali sampah yang masih bias dipakai.
Recycle (Daur Ulang) adalah sampah dikategorikan menjadi sampah organik dan anaorganik dua jenis sampah ini bias diolah lagi dengan cara daur ulang.
Replace (Mengganti) adalah upaya pengelolaan sampah dengan cara mengganti barang instan yang biasa dipakai dengan barang lain yang lebih ramah lingkungan

Dengan semangat gotong royong yang mendalam dan rasa kepedulian yang tulus terhadap lingkungan serta sesama, Cafe Sampah dari ibu-ibu Dharma Wanita telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh cinta. Setiap gram sampah yang dibawa oleh ibu-ibu, setiap senyum yang terlihat ketika minuman hangat disajikan, dan setiap tabungan yang berhasil dikumpulkan adalah bukti bahwa gerakan hijau tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian alam, namun juga mampu menghangatkan hati dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa ketika perempuan, khususnya ibu-ibu, bersatu dengan tujuan yang baik, mereka memiliki kekuatan untuk mengubah wajah lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitarnya


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Komunikasi dan Informatika
8210-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar / Perayaan

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal : Selasa / 10-02-2026
3. Pukul : 08.00 WIB
4. Pesrta : 10 Dinas
5. Tempat : Kejaksaan Negeri Tulungagung
6. Acara : Bazar murah menyabut Ramadhan 1447 H

Detail Kegiatan
Dalam rangka mendukung Swasembada dan Ketahanan Pangan Nasional, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian, bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bazar murah, Kegiatan ini digelar dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Bazar murah ini selain diikuti oleh DWP Kejaksaan Negeri Tulungagung juga diikuti oleh DWP Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Bulok Kabupaten Tulungagung, Bank Rakyat Indonesi (BRI), Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil Kabupaten Tulungagung dan tidak ketinggalan dari RSUD Dr. Iskak Kabupaten Tulungagung, serta UMKM Kabupaten Tulungagung Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tulungagung, pada hari Selasa Tanggal 10 Pebruari 2026, pembukaan dimulai tepat pukul 08.00 WIB.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung Bapak Ahmad Muclis, dalam sambutannya dikatakan bahwa dilaksanakannya bazaar murah kali ini untuk mengentas kemiskinan ektrim, sehingga melihat kestabilan harga jelang bulan Suci Romadhon, ujarnya
Lebih lanjut dikatakan, untuk harga kebutuhan pokok yang dijual, kejaksaan menggandeng Bulog, Dinas Pertanian dan Dinas lain untuk menjual dengan harga seminimal mungkin atau dibawah harga pasar. Untuk beras medium 5 kilogram dijual dengan harga Rp. 52.000,-, minyak goreng kemasan per-liter dijual Rp. 14.000,- dan telur ayam kemasan dijual Rp. 27.500,- perkilogram, tak kalah heboh dari Dinas Pertanian mejual paket aneka sayur kemasan, sayur dijual dengan harga Rp.10.000,- dapat 5 paket bisa diilih sendiri, ada paket sayur sop, sayur asem, sayur lodeh dan masih banyak lagi, juga ada dari partisipasi instansi lainnya dan UMKM, menjual aneka kue dan jajanan. Kita sebagai aparat penegak hukum berkewajiban untuk menjaga kestabilan harga, terang Bapak Ahmad Muchlis menutup sambutannya, dilanjut keliling meninjau stan.

Tujuan digelarnya bazaar murah ini, antara lain :
1. Untuk meringankan beban ekonomi warga sekitar yang kurang mampu untuk mendapatkan bahan pokok (Sembako) dengan harga yang lebih terjangkau atau dibawah harga pasar
2. Menekan laju inflasi dengan menstabilkan harga, utamanya komoditas pangan.
3. Mecegah lonjakan harga akibat kelangkaan barang dengan memastikan pasokan sembako tetap ada.

Harapan dibukanya bazaar murah, untuk meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan pendapatan UMKM, dengan bazaar murah diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan, dan mempromosikan produk lokal, serta menggerakan roda perekonomian warga lokal, harapan masyarakat kegiatan seperti ini dapat diadakan setiap tahun.

Salah satu warga sekitar Desa Rejoagung pak Kasdi, membeli beras 2 sak ukuran 5 kilogram, gula, minyak, telur, juga memborong paket sayur dari Dinas Pertanian, dia mengaku sangat senang membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau untuk persiapan puasa romadhon, ujarnya.

Dalam bazar murah ini, DWP Bidang Ekonomi Dinas Pertanian bersama Dinas Pertanian kabupaten Tulungagung, semata-mata untuk membatu petani dengan cara memborong sayur hasil panen mereka, untuk dipasarkan pada kegiatan bazaar murah ini, kali ini Dinas Pertanian mengambil tema “ Bela Beli dan Berbagi “ yang mengandung makna :
Bela Petani Tulungagung
Beli Hasil Usaha Taninya
Berbagi untuk sesama.
Ketua Bidang Ekonomi DWP Dinas Pertanian, Ibu Roro Dyah Angreni,SP mengatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud dari kepedulian kita kepada sesama.
Alhamdulillah Kegiatan bazaar murah berjalan dengan lancar, acara ditutup pukul 14.00 WIB.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pertanian

8312-02-2026Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB bertempat di Graha Wicaksana. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin organisasi yang diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan anggota, penguatan kebersamaan, serta peningkatan kualitas peran perempuan dalam keluarga dan lingkungan sosial. Pertemuan berlangsung dalam suasana tertib, penuh kehangatan, dan semangat kebersamaan yang mencerminkan soliditas organisasi. Pelaksanaan kegiatan ini memiliki tujuan strategis untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung sehingga tercipta hubungan yang harmonis, saling mendukung, dan memperkuat rasa kekeluargaan. Selain itu, pertemuan rutin ini menjadi media pembinaan mental dan spiritual yang diharapkan mampu membentuk pribadi anggota yang lebih tenang, produktif, dan bijaksana dalam menjalankan berbagai peran kehidupan. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan wawasan serta kapasitas anggota melalui materi yang relevan dengan tantangan dan peran perempuan masa kini, sehingga anggota dapat menyeimbangkan tanggung jawab sebagai ibu, istri, anggota organisasi, dan bagian dari masyarakat. Secara kelembagaan, pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi organisasi guna meningkatkan partisipasi aktif anggota serta menumbuhkan semangat pengabdian dalam mendukung program kerja Dharma Wanita Persatuan. Acara diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Ratna. Pembukaan berlangsung dengan khidmat sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Momentum pembukaan menjadi simbol kesiapan seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat kebersamaan. Selanjutnya, seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai wujud penghormatan terhadap bangsa dan negara serta peneguhan semangat persatuan. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Dharma Wanita yang semakin memperkuat rasa kebersamaan, loyalitas organisasi, dan komitmen anggota dalam menjalankan peran serta tanggung jawabnya. Memasuki sesi sambutan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota yang menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap kegiatan organisasi. Dalam sambutannya, Ketua menegaskan bahwa pertemuan rutin bukan sekadar agenda formal, tetapi merupakan sarana strategis untuk mempererat hubungan antaranggota, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kualitas diri. Ketua juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan partisipasi, dan berperan aktif dalam setiap program organisasi demi tercapainya tujuan bersama. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Dalam arahannya, beliau memberikan motivasi agar seluruh anggota terus mengembangkan potensi diri dan memperkuat peran dalam keluarga sebagai fondasi utama kehidupan sosial. Penasehat menekankan pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab domestik dan pengembangan diri sehingga anggota mampu menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan memberi manfaat bagi lingkungan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Hj. Ari Susanti, S.STP dengan tema “Be Productive Mom.” Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa kunci utama produktivitas seorang ibu terletak pada ketenangan hati. Ketenangan tersebut bersumber dari kedekatan kepada Allah SWT sebagaimana terkandung dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28–29 yang menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Dari ketenangan tersebut lahir sikap lapang dada, kejernihan berpikir, serta kemampuan mengelola berbagai persoalan kehidupan dengan lebih bijaksana. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kelapangan hati akan mempermudah urusan dan membantu tercapainya tujuan hidup, sebagaimana makna yang terkandung dalam QS. Thaha ayat 25–28. Pesan ini menjadi pengingat bahwa produktivitas tidak hanya diukur dari banyaknya aktivitas, tetapi dari kualitas niat, ketenangan batin, dan keteguhan dalam menjalankan peran. Tausiyah juga menguraikan peran mulia seorang ibu sebagai pengelola rumah tangga yang bijak, pendidik utama bagi generasi penerus, pembangun peradaban melalui keluarga yang kuat, serta hamba Allah yang senantiasa taat dan berakhlak baik. Materi disampaikan secara komunikatif dan inspiratif sehingga mampu membangun kesadaran peserta akan pentingnya keseimbangan spiritual dan tanggung jawab kehidupan. Kegiatan tausiyah memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta, baik secara pribadi maupun organisasi. Dari sisi kebersamaan, pertemuan ini mempererat hubungan antaranggota dan menciptakan komunikasi yang harmonis. Dari aspek pengembangan diri, materi yang disampaikan memberikan penguatan mental dan spiritual sehingga anggota terdorong menjadi pribadi yang lebih tenang, produktif, dan bijaksana. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan lingkungan sosial yang positif. Secara organisasi, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan berkelanjutan yang mendukung peningkatan partisipasi aktif anggota, memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi, serta menumbuhkan semangat pengabdian. Selain rangkaian kegiatan utama, pertemuan rutin ini juga diramaikan dengan pelaksanaan kegiatan bazar yang diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Kegiatan bazar menjadi salah satu bentuk kreativitas dan partisipasi aktif anggota dalam mendukung suasana pertemuan yang lebih dinamis dan produktif. Berbagai produk yang ditampilkan merupakan hasil olahan dan kreasi anggota, mulai dari makanan, minuman, hingga produk kebutuhan rumah tangga yang menarik dan bermanfaat. Pelaksanaan bazar tidak hanya menjadi sarana transaksi ekonomi sederhana, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi anggota dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, serta keterampilan pengelolaan usaha kecil. Melalui kegiatan ini, anggota didorong untuk lebih percaya diri dalam memasarkan produk, meningkatkan kualitas hasil karya, serta membangun semangat kemandirian ekonomi keluarga. Kegiatan bazar juga memberikan manfaat sosial berupa penguatan kebersamaan dan interaksi antaranggota. Suasana bazar menciptakan ruang komunikasi yang hangat, mempererat hubungan silaturahmi, serta menumbuhkan rasa saling mendukung di antara anggota organisasi. Selain itu, bazar menjadi bentuk nyata pemberdayaan perempuan dalam memanfaatkan potensi diri untuk memberikan nilai tambah bagi keluarga dan lingkungan. Dengan adanya kegiatan bazar, pertemuan rutin tidak hanya berfokus pada pembinaan organisasi dan spiritual, tetapi juga memberikan ruang pengembangan ekonomi kreatif yang bermanfaat. Hal ini sejalan dengan tujuan Dharma Wanita Persatuan untuk meningkatkan kualitas anggota agar mampu berperan aktif, produktif, dan mandiri dalam berbagai aspek kehidupan. Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta kembali berdiri untuk menyanyikan lagu Bagimu Negeri sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran kegiatan serta harapan agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga sarana penguatan spiritual, peningkatan kapasitas diri, serta peneguhan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Diharapkan hasil dari pertemuan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam membentuk anggota yang lebih produktif, harmonis, dan berdaya guna, sehingga mampu mendukung kemajuan organisasi dan lingkungan sekitarnya.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
8412-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Nama Kegiatan : Musyawarah Perempuan, Anak Dan Disabilitas (MUSPADI) Kecamatan Rejotangan 2026 Hari/Tanggal : Kamis, 29 Januari 2026 Waktu : 09.00 s/d selesai Bidang : sekretariat Tempat : Aula Kantor Kecamatan Rejotangan Penyelenggara: Kecamatan Rejotangan Jumlah Partisipan: 70 OPD yang Hadir: 1. Ibu Heni Didi Jarot, Ketua TP PKK Kecamatan Rejotangan 2. Ibu Atik Eko Sumaryono, Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Rejotangan 3. Ibu Rianah, Kepala SLB Putra Mandiri Rejotangan 4. Ibu Birulinqanah, Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Rejotangan 5. Ibu Khoirun Nisa’, Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Rejotangan 6. Novi Umi Farida (Anggota DWP Kecamatan Rejotangan) 7. Adkhilna Hurin Ainin (Anggota DWP Kecamatan Rejotangan) 8. Pendamping Desa Kecamatan Rejotangan Keterangan Program: Musyawarah Perempuan, Anak Dan Disabilitas (MUSPADI) Kecamatan Rejotangan 2026 Uraian Program: Kecamatan Rejotangan mengadakan Musyawarah Perempuan, Anak Dan Disabilitas (MUSPADI). Kegiatan Musyawarah Perempuan, Anak dan Disabilitas (MUSPADI) Kecamatan Rejotangan Tahun 2026 dilaksanakan sebagai forum koordinasi, edukasi, serta penguatan komitmen lintas sektor dalam upaya mewujudkan wilayah yang inklusif, ramah perempuan dan anak, serta responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Paparan disampaikan oleh Penyuluh Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung dan Perwakilan dari Dinas KBPPPA Kabupaten Tulungagung. Kegiatan Musyawarah Perempuan, Anak Dan Disabilitas (MUSPADI) Kecamatan Rejotangan dimulai dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Bapak Camat Rejotangan yang di pada kegiatan ini di wakilkan oleh bapak Sekretaris Camat, menyampaikan dukungan dan motivasi kepada seluruh pihak terkait agar terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Selanjutnya Paparan materi disampaikan oleh Penyuluh Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung dan Perwakilan dari Dinas KBPPPA Kabupaten Tulungagung. Hasil Kegiatan: Paparan Materi 1. Penguatan Perspektif Inklusi dan Klasifikasi Disabilitas Ibu Rosmiani (Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung) menyampaikan pentingnya membangun perspektif inklusi sosial dalam pelayanan publik, yaitu memastikan setiap individu memperoleh kesempatan yang sama tanpa diskriminasi. Dijelaskan klasifikasi disabilitas berdasarkan Permensos RI Nomor 2 Tahun 2021 yang meliputi disabilitas fisik, sensorik, intelektual, mental/psikososial, serta disabilitas ganda sebagai dasar penentuan intervensi dan layanan yang tepat. 2. Skema dan Mekanisme Bantuan Pemerintah Disampaikan bahwa bantuan bagi penyandang disabilitas tersedia secara berjenjang melalui Dinas Sosial Kabupaten, Dinas Sosial Provinsi, hingga Kementerian Sosial RI melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung. Bentuk bantuan meliputi alat bantu dasar (kursi roda, alat bantu dengar), pemenuhan kebutuhan hidup layak, serta bantuan kewirausahaan berupa modal dan pelatihan. Untuk pengajuan ke tingkat pusat, diperlukan kelengkapan administrasi serta persyaratan Desil 1–5. 3. Perlindungan Anak dari Ancaman Child Grooming Ibu Eka Krisna (Dinas KBPPPA Kabupaten Tulungagun)g memaparkan mengenai child grooming sebagai tindakan manipulatif yang berpotensi mengarah pada eksploitasi anak. Dijelaskan dampak psikologis jangka panjang yang dapat terjadi serta pentingnya edukasi dini tentang batasan diri, pengawasan media sosial, dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. 4. Mekanisme Penanganan dan Pendampingan Korban Apabila ditemukan kasus kekerasan atau eksploitasi terhadap anak, pemerintah menyediakan layanan pendampingan psikologis gratis melalui Puspaga, pendampingan hukum apabila masuk ranah pidana, serta koordinasi rehabilitasi sosial bersama Dinas Sosial. Seluruh layanan tersebut disediakan tanpa dipungut biaya guna memastikan perlindungan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Sesi Tanya Jawab Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan pertanyaan terkait prosedur pengajuan bantuan disabilitas, kebutuhan alat bantu, layanan administrasi kependudukan bagi warga disabilitas, serta akses layanan psikologis bagi korban child grooming. Narasumber menegaskan bahwa pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui jalur desa, kecamatan, maupun langsung ke dinas terkait sesuai ketentuan, dan seluruh layanan pendampingan disediakan oleh pemerintah tanpa biaya. Keterlibatan Lintas Sektor dan Sasaran Manfaat Kegiatan ini menyasar perempuan, anak, dan penyandang disabilitas di wilayah Kecamatan Rejotangan, termasuk keluarga prasejahtera yang membutuhkan pendampingan sosial dan psikologis. Forum ini melibatkan pemerintah desa, TP PKK, organisasi perempuan, Forum Anak, dan unsur masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun wilayah yang inklusif dan ramah anak. DAMPAK KEGIATAN 1. Meningkatnya pemahaman aparatur desa dan organisasi perempuan mengenai prosedur pengajuan bantuan disabilitas. 2. Terbangunnya komitmen lintas sektor dalam mewujudkan Tulungagung yang inklusif. 3. Terpetakannya kebutuhan alat bantu dan bantuan sosial secara lebih terstruktur melalui pendataan kolektif. 4. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bahaya child grooming serta mekanisme perlindungan dan pendampingan korban. 5. Menguatnya koordinasi antara Pemerintah Kecamatan, Dinas Sosial, dan Dinas KBPPPA dalam perlindungan perempuan, anak, dan disabilitas. Kegiatan ini ditutup dengan doa sebagai penutup rangkaian kegiatan Musyawarah Perempuan, Anak Dan Disabilitas (MUSPADI) Kecamatan Rejotangan oleh Bapak Usman Badari, Kasi Pemerintahan Kecamatan Rejotangan.
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: SKPD Kecamatan Rejotangan
8510-02-2026
DWP Kecamatan Boyolangu Mengikuti Sosialisasi Zakat Fitrah dalam rangka menyongsong Bulan Suci Ramadan 1447 H.


Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Allah SWT karena limpahan nikmatNya yang diberikan kepada kami,Ibu ketua Dwp Kecamatan Boyolangu dapat hadir pada kegiatan Sosialisasi Zakat Fitrah dalam rangka menyongsong Bulan suci Ramadan 1447 H,dalam keadaan lancar.Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pengurus DWP khususnya dan bagi masyarakat umumnya.


Latar belakang : Surat Undangan Sosialisasi dan Surat Edaran Pelaksanaan Zakat Fitrah


Tujuan Mengikuti Kegiatan ini: mendapatkan informasi yang jelas dan benar tentang pelaksanaan zakat fitrah bagi masyarakat.


"RAPAT SOSIALISASI ZAKAT FITRAH DALAM RANGKA MENYONGSONG BULAN SUCI RAMADHAN 1447 H.


Hari :Selasa,10 Februari 2026.


Tempat : Aula Dinas Kesehatan Tulungagung.


Jumlah peserta :250 orang.


Narasumber : Bapak Makrus S.Ag.MM.


Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Sekda Kabupaten Tulungagung.Menghimbau semua ASN dan masyarakat kabupaten Tulungagung yang mampu untuk meningkatkan zakat,infaq dan shodaqoh,Agar dapat memantu mengentaskan staunting,membantu anak yang putus sekolah, dan membantu masyarakat yang tidak mampu yang ada di Tulungagung.


Yang dilanjutkan dengan sosialisasi zakat oleh narasumber yaitu penyampaian surat edaran Pelaksanaan Zakat Fitrah Bagi UPZ Masjid,Mushola,Ponpes Se-Kab Tulungagung,yang isinya secara garis besar Sebagai berikut :


2.Besar Zakat Fitrah mengacu pada SK Ketua BASNAS Kabupaten Tulungagung Nomor :02 Tahun 2026 Tentang Penetapan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah BAZNAS Kab.Tulungagung.


3.Melaporkan hasil pengelolaan zakat fitrah kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung.


4.Khusus untuk hak amil dapat diambil maksimal1/8 bagian dari hasil penerimaan zakat.


Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan ASN khususnya dapat meningkatkan zakat fitrahnya melalui instansi masing-masing,dan masyarakat yang mampu juga meningkatkan zakat,infaq dan shodaqohnya untuk meringakan beban masyaakat yang tidak mampu,terutama pada bulan puasa dan Hari Raya nanti.


Kesimpulan dan saran : Perbanyak ibadah dan tingkatkan zakat,infaq dan shodaqoh dalam bulan suci Ramadhan,guna meningkatkan Iman dan Taqwa terhadap Alloh SWT.


Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

8610-02-2026DWP PERUMDAM TULUNGAGUNG DWP PERUMDAM TULUNGAGUNG DWP PERUMDAM TULUNGAGUNG Pada tanggal 6 Pebruari 2026, menyelenggarakan kegiatan sesuai rencana kerja di tahun 2025. Hari jum'at tanggal 6 Pebruari 2026 acara pertemuan rutin setia bulan di minggu pertama. Adapun susunan acara pertemuan rutin tersebut yaitu : 1. Pembukaan Diawali membaca bassamallah bersama' Bismllah hirohmanirrohim 2. Menyanyikan hymne dan mars Dharma Wanita Persatuan dengan dipimpin oleh ibu Desitawati 3. Sambutan ibu ketua DWP PERUMDAM Tulungagung oleh ibu Nana Winarto, dalam sambutannya ibu ketua menghimbau untuk selalu dan selalu aktip dalam pertemuan rutin yang diselenggarakan setiap bulan. Selian itu ibu ketua amat sangat berterima kasih atas kehadiran para anggota , disela kesibukan sebagai ibu muda bisa menyempatkan hadir dalam pertemuan rutin setiap bulannya. Dalam acara pertemuan rutin ibu ketua berpesan ,akan ada sangsi denda jika tidak hadir 3 x pertemuan berturut-turut. Hari raya kurang 1 bulan lagi, kami para pengurus juga diajak rembukan sama ibu ketua untuk membahas kegiatan bagi bingkisan hari raya, bagi takjil, dan halal bihalal. Sebelum bingkisan kami bagikan akan ada siraman rohani dari ustajah Azizah dari Sendang Tulungagung. B Azizah adalah salah satu anggota DWP PERUMDAM Tulungagung yang telah purna tugas. Kami sampaikan pula adapun isi dari bingkisan lebaran yaitu: Beras Lahab 5 kg Gulaku 2 kg Minyak sanco 4 ltr mie Sedap 5 bungkus Bingkisan bisa diambil pas acara perftemuan bulan Maret tidak boleh diwakilkan. 4. Laporfan dari pengurus DWP PERUMDAM Tulungagung. - Bendahara saldo akhir 4.500.000 - Bidang ekonomi bunga dari simpan pinjam 2.000.000 - Bidang pendidikan , dana wajar sehatun 1.000.0000 - Inpak shodakoh 1.644.000 5. Do'a penutup Dalam do'a kami memohon : Ya Allah Diulang tahun yang ke 42 tahun, DWP PERUMDAM Tulungagung , mengucapkan Selamat ulang tahun kepada kantor PERUMDAM Tulungagung yang ke 42, dengan slogan SEMANGAT DALAM PEMBAHARUAN, BERSATU DALAM PERSAUDARAAN. PERUMDAM JAYA TULUNGAGUNG MAJU Dengan dipimpin Bapak Winarto SH, selaku pembina DWP PERUMDAM Tulungagung akan lebih sejahtera , lebih merakyat dan tamabah makmur dalam segala bidang, terutama kesejahteraan karyawan karyawati. Dalam rangkaian acara HUT PERUMDAM Tulungagung, DWP PEREMDAM ikut andil didalamnya, kami mengadakan lomba nyanyi sambung lagu dengan peserta dari bagian juga cabang,masing-masing beranggotakan 5 orang, lomba selanjutnya , lomba tangkap kertas dengan dahi yang pesertanya 2 orang suami istri. Dari masing-masing lomba ada hadiah yang lumayan , untuk lomba sambung lagu berhadiahkan 750.000 untuk juara 1, juara 2 senilai 500.000 dan juara 3 senilai 250.000 sedangkan lomba tangkap kertas berhadiah 100.000 rb bagi yang berhasil mengkap kertas. Karena kekompakkan para hadirin, acara berjalan lancar dan sukses, semua bahagia dalam acara HUT PERUMDAM dimana ibu-ibu anggota DWP PERUMDAM diikut sertakan bersama keluarga. Terima kasih bapak pembina DWP PERUMDAM, baru tahun 2026 kami seluruh anggota diundang dalam acara HUT PERUMDAM setelah 25 tahun yang lalu. Acara sederhana berkesan megah. Tidak hanya itu , dalam HUT PERUMDAM seluruh anggota DWP PERUMDAM ikut senam bersama bapak pembina DWP PERUMDAM juga bersama ibu krtua DWP PERUMDAM yang diadakan di halaman kantor PERUMDAM , ibu ketua yang senantiasa memberi suprot dan inspirasi pada kami semua. Banyak doorprise yang berikan untuk seluruh anggota senam,kami semua senang juga happy, dengan intruktur senam mbak Nina, intruktur kondang di kota Tulungagung tercinta. Selesai senam ada jeda waktu istirahat untuk selanjutnya acara ujud do'a untuk HUT PERUMDAM,dilanjutkan sarapan bareng. Ramdum acara kegiatan jam 06.00 sampai selesai kurang lebih jam 13.00. Demikian laporan kegiatan dari DWP PERUMDAM Tulungagung, bisa ada guna manpaatnya untuk kami semua Aamiin Akhir laporan kami ucapkan terima kasih kepada bidang terkait dalam arcara kegiatan DWP PERUMDAM Tulungagung. Pembuat laporan B.Emi selaku sekretaris DWP PERUMDAM Tulungagung Wassalam
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Perumda Air Minum Tirta Cahya Agung
8705-02-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan bersama dengan ibu Ketua DWP Ibu Christina Sukowinarno melaksanakan acara Pisah Sambut dengan ibu ketua DWP Dinas Pendidikan yang lama Ibu Rina Rahadi P Bintara pada hari Kamis tanggal 05 Pebruari 2026 pukul :13.00 WIB bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung yang dihadiri oleh pegawai Dinas Pendidikan , anggota DWP diwakili pengurus , Korwil se- kabupaten Tulungagung, Pengurus MKKS SMP , Pengurus KKKS SMP sejumlah 200 orang, Acara dibuka oleh MC yaitu sdr. Melissa anggota DWP Dinas Pendidikan lalu dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan Dirigent Sdr. Oktarini anggota DWP dari Dinas Pendidikan, kemudian dilanjutkan dengan sepatah dua patah kata dari Bapak Penasehat DWP Dinas Pendidikan yang lama Bapak Rahadi P Bintara.Se. MSi bersama ibu ketua DWP Dinas Pendidikan yang lama ibu Rina Rahadi P Bintara, Acara Selanjutnya sepatah kata dua patah kata dari Bapak Penasehat DWP bapak Sukowinarno, SH, SPd, MSi didampingi ibu ketua DWP ibu Cristina Sukowinarno,, Acara selanjutnya doa yang dibawakan oleh Bapak Subakir Yahya Penasehat DWP UPASP Kecamatan Sendang. Acara berikutnya adalah pemotongan tumpeng oleh Bapak Sukowinarno SH, Spd, MSi didampingi ibu Christina Sukowinarno dan diserahkan kepada bapak Rahadi P Bintara , SE. Msi beserta ibu Rina Rahadi P Bintara. Acara selanjutnya Adalah meneriakkan yel- yel DWP Dinas Pendidikan.. HEBAT....BERMARTABAT...BERMANFAAT dan BERSAHABAT dan selanjutnya adalah foto bersama seluruh Hadirin.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
8809-02-2026

DWP DINAS PERIKANAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

DWP Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Mengadakan Pertemuan Rutin
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar : Rapat

Keterangan Program:
1.Hari: Senin
2.Tanggal: 09 Februari 2026
3.Pukul: 09.00 WIB
4.Tempat: Ruang Rapat Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung
5.Peserta : 40 orang

DWP Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung merupakan organisasi yang berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya anggota serta mempererat kebersamaan dan koordinasi antaranggota. Untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan program dan memperkuat komunikasi internal, DWP Dinas Perikanan secara berkala menyelenggarakan pertemuan rutin. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menyampaikan informasi, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, serta merencanakan langkah-langkah strategis ke depan.
Sehubungan dengan hal tersebut, DWP Dinas Perikanan bermaksud menyelenggarakan pertemuan rutin yang dihadiri oleh seluruh anggota. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bagian dari agenda organisasi untuk membahas perkembangan dan capaian program kerja masing-masing tahun 2026.

Maksud diselenggarakannya pertemuan rutin adalah sebagai forum koordinasi dan komunikasi antar anggota dalam rangka memastikan pelaksanaan kegiatan organisasi berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Selain itu, pertemuan ini dimaksudkan untuk menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dari masing-masing bidang kepada seluruh anggota.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan sejak 1 Januari hingga 9 Februari 2026, membahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya, serta meningkatkan partisipasi dan peran aktif anggota dalam setiap kegiatan organisasi. Melalui pertemuan rutin ini diharapkan tercipta kesamaan pemahaman, kebersamaan, dan komitmen dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi.

Pertemuan rutin DWP Dinas Perikanan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 09 Februari 2026, pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di ruang rapat Dinas Perikanan. Kegiatan ini dihadiri oleh sebanyak 40 orang anggota DWP Dinas Perikanan.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua DWP Dinas Perikanan. Dalam sambutannya, Ketua DWP menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi seluruh anggota, serta menekankan pentingnya pertemuan rutin sebagai sarana untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar bidang. Ketua DWP juga mengajak seluruh anggota untuk terus aktif berkontribusi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan dan pembahasan program kerja per bidang, baik yang telah dilaksanakan maupun yang direncanakan. Penyampaian laporan dimulai dari Bidang Sekretariat, yang memaparkan pelaksanaan tugas administrasi serta kegiatan pendukung organisasi selama periode Januari sampai dengan Desember 2026. Setelah itu, laporan dilanjutkan oleh Bidang Pendidikan yang menyampaikan kegiatan dan rencana kerja di bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas anggota.
Berikutnya, Bidang Ekonomi menyampaikan laporan terkait kegiatan yang telah dilaksanakan serta rencana kegiatan yang bertujuan untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan anggota. Kemudian, Bidang Sosial Budaya menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sosial dan budaya yang telah terselenggara serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu mendatang.
Seluruh laporan yang disampaikan dibahas bersama oleh anggota yang hadir, dengan memberikan masukan dan saran guna penyempurnaan pelaksanaan program kerja ke depan. Diskusi berlangsung dengan tertib dan penuh partisipasi.
Kegiatan pertemuan rutin ini ditutup dengan doa sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan agar seluruh program dan kegiatan DWP Dinas Perikanan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota. Diharapkan hasil pertemuan ini dapat menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya serta memperkuat peran DWP Dinas Perikanan dalam mendukung kebersamaan dan peningkatan kualitas anggota.


Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Dinas Perikanan
8908-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Nama Kegiatan : Pra Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Rejotangan 2026 Hari/Tanggal : Rabu, 28 Januari 2026 Waktu : 09.00 s/d selesai Bidang : sekretariat Tempat : Aula Kecamatan Rejotangan Penyelenggara: Kecamatan Rejotangan Jumlah Partisipan: 80 OPD yang Hadir: 1. Ibu Wiwin Suyatmini (Koordinator Penyuluh Lapangan KB) 2. Ibu Humaida Shita A (Staf Penyuluh Lapangan KB) 3. Sukma Indrawati (Pengurus HIMPAUDI) 4. Ibu Heni Didi Jarot (Ketua TP PKK Kecamatan Rejotangan) 5. Bapak Mubadi ( Koordinator Wilayah Koramil Rejotangan) 6. Ibu Dewi Mufita N (Nutrisionis Puskesmas Banjarejo) 7. Ibu Suliasih (Kepala Puskesmas Rejotangan) 8. Ibu Novita Andriani (Nutrisionis Puskesmas Rejotangan) 9. Bapak Yoga B ( Kanit Samapta Polsek Rejotangan) 10. Novi Umi Farida (Anggota DWP Kecamatan Rejotangan) 11. Adkhilna Hurin Ainin (Anggota DWP Kecamatan Rejotangan) Keterangan Program: Rapat Koordinasi Pra Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung Uraian Program: Kecamatan Rejotangan mengadakan Rapat Koordinasi Pra Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung yang di dalamnya membahas paparan pencapaian serta intervensi kegiatan dalam rangka upaya pencegahan dan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Rejotangan. Paparan disampaikan oleh Sekretaris Camat Rejotangan, Kepala Puskesmas Rejotangan, Nutrisionis Puskesmas Rejotangan, serta Koordinator Penyuluh Lapangan KB. Kegiatan Rapat Koordinasi Pra Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Rejotangan dimulai dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Bapak Camat Rejotangan yang menyampaikan dukungan dan motivasi kepada seluruh pihak terkait agar terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Bapak Camat juga menyampaikan apresiasi atas capaian Kecamatan Rejotangan yang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dari 3,09 % menjadi 2,74 %, serta menekankan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut melalui perencanaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Selanjutnya disampaikan sambutan sekaligus pemaparan oleh Bapak Sekretaris Camat Rejotangan. Selanjutnya disampaikan materi oleh Kepala Puskesmas Rejotangan, Nutrisionis Puskesmas Rejotangan, dan Koordinator Penyuluh Lapangan KB. Hasil Kegiatan: 1. Perubahan Forum dan Fokus Program Stunting Forum penanganan stunting mengalami perubahan nomenklatur dari Rembuk Stunting menjadi Pra Musrenbang Tematik Stunting. Perubahan ini diikuti dengan perluasan fokus program yang mencakup dua pilar utama, yaitu pencegahan stunting (preventif) dan percepatan penurunan stunting (kuratif). Pergeseran ini menandai pendekatan yang lebih menyeluruh dalam upaya penanganan stunting di Kecamatan Rejotangan. 2. Pembaruan Strategi Program Stunting Disampaikan pembaruan strategi pelaksanaan program stunting yang meliputi penguatan aksi konvergensi, penyesuaian struktur pilar, serta perluasan target sasaran. Selain itu, dilakukan penajaman intervensi dan indikator keberhasilan agar lebih terukur, serta pembaruan data dan penetapan desa lokus prioritas sebagai dasar perencanaan yang lebih tepat sasaran. 3. Hasil Analisis Prevalensi Stunting Berdasarkan hasil analisis, prevalensi stunting di Kabupaten Tulungagung tercatat sebesar 5,52%, sedangkan Kecamatan Rejotangan sebesar 2,74%, berada di bawah rata-rata kabupaten. Meskipun demikian, masih ditemukan desa dengan prevalensi tinggi, salah satunya Desa Pakisrejo sebesar 6,6%, sehingga memerlukan perhatian dan intervensi khusus. 4. Penurunan Prevalensi Stunting Kecamatan Rejotangan Kecamatan Rejotangan menunjukkan capaian positif dalam upaya penurunan stunting, ditandai dengan penurunan prevalensi stunting dari 3,09 persen menjadi 2,74 persen. Capaian ini merupakan hasil dari sinergi lintas sektor serta pelaksanaan intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting yang dilakukan secara berkelanjutan, dan menjadi dasar untuk memperkuat komitmen bersama dalam mempertahankan serta meningkatkan capaian pada tahun berikutnya. 5. Disparitas Capaian Stunting Wilayah Puskesmas Rejotangan Wilayah kerja Puskesmas Rejotangan menunjukkan adanya kesenjangan capaian antar desa. Desa dengan angka stunting terendah adalah Desa Sumberagung sebesar 2,4%, sedangkan angka tertinggi terdapat di Desa Pakisrejo sebesar 6,6%, yang menunjukkan perlunya penanganan lebih intensif pada desa dengan capaian tertinggi. 6. Pelaksanaan Intervensi Puskesmas Rejotangan Puskesmas Rejotangan telah melaksanakan intervensi melalui dua pendekatan. Intervensi spesifik meliputi pemeriksaan ibu hamil, pemberian PMT Lokal, suplementasi zat besi, edukasi ASI dan MPASI, pelayanan imunisasi, serta rujukan balita dengan kategori red flag. Selain itu, dilakukan intervensi sensitif berupa edukasi lintas sektor, survei kesehatan lingkungan, serta pembinaan kualitas layanan Posyandu. 7. Hambatan Percepatan Penurunan Stunting Dalam pelaksanaan program, masih ditemui beberapa hambatan utama, antara lain kenaikan berat badan balita baru mencapai 51,95% dari target 88%, pola asuh yang belum optimal akibat penggunaan susu formula tanpa ASI pada usia 6–23 bulan, serta belum tersedianya form pencatatan khusus ASI. Hambatan lainnya meliputi penolakan rujukan ke rumah sakit, keterbatasan alat timbang standar di Posyandu, distribusi MBG yang belum merata, serta belum terbentuknya Posyandu Remaja di beberapa desa. 8. Kondisi Wilayah Kerja Puskesmas Banjarejo Di wilayah kerja Puskesmas Banjarejo terdapat 45 balita stunting, terdiri dari 11 balita sangat pendek dan 34 balita pendek, dengan prevalensi 1,9%. Desa dengan prevalensi tertinggi adalah Desa Jatidowo, sedangkan terendah Desa Panjerejo. Tercatat pula 4 balita yang dirujuk ke RSUD dr. Iskak untuk penanganan lanjutan. 9. Fokus Intervensi PMT Lokal Tahun 2026 Target intervensi PMT Lokal Tahun 2026 difokuskan pada Balita T (tidak naik berat badan) sebanyak 94 anak, sebagai langkah pencegahan agar tidak berkembang menjadi kasus stunting baru di wilayah Kecamatan Rejotangan. 10. Wilayah Risiko Tinggi dan Sinkronisasi Data Berdasarkan data KB, Desa Rejotangan menjadi wilayah dengan akumulasi risiko tertinggi pada beberapa kategori, yaitu calon pengantin, ibu hamil, baduta, dan balita. Oleh karena itu, disepakati pentingnya kolaborasi lintas sektor serta sinkronisasi data secara berkala antara TPK dan Bidan Desa guna mencegah terjadinya disparitas data dan memastikan ketepatan intervensi. Dalam kegiatan ini meliputi OPD terkait, tenaga kesehatan, TP PKK Kecamatan dan Desa, penyuluh lapangan KB, kader Posyandu, serta masyarakat sasaran program stunting yang terdiri dari ibu hamil, baduta, dan balita di Kecamatan Rejotangan. Melalui kegiatan ini, terbangun kesepahaman dan komitmen lintas sektor dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting, didukung oleh sinkronisasi data dan penajaman perencanaan intervensi, sehingga pelaksanaan program stunting di Kecamatan Rejotangan dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran. Kegiatan ini ditutup dengan doa sebagai penutup rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pra Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Rejotangan oleh Bapak Usman Badari, Kasi Pemerintahan Kecamatan Rejotangan.
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: SKPD Kecamatan Rejotangan
9006-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

IBU KETUA DAN ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGADAKAN PERTEMUAN DHARMA WANITA PERSATUAN DAN PISAH KENAL IBU KETUA DWP

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 06 Pebruari 2026.

3. Pukul : 13.00 – Selesai.

4. Lokasi : di GOR Brantas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Pertemuan Rutin dan Pisah Kenal Ketua Dharma Wanita Persatuan.

6. Detail acara : .

Jum’at, tanggal 06 Pebruari 2026,

Dalam rangka menjaga kesinambungan organisasi serta mempererat tali silaturahmi antaranggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan kegiatan Pisah Sambut. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada pejabat lama sekaligus penyambutan pejabat baru di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny. Niken Astri Yuliani Agus Sulistiono S.T.M.T, beserta seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan.

Kegiatan Pisah Sambut Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dilaksanakan secara tertib, khidmat, dan penuh suasana kekeluargaan dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:

a. Pembukaan

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC) yang mengucapkan salam serta menyampaikan susunan acara Pisah Sambut Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

b. Menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Mars DWP

Seluruh peserta mengikuti kegiatan menyanyikan lagu kebangsaan dan/atau Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai wujud rasa nasionalisme dan kebersamaan.

c. Sambutan Ketua DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

Ketua DWP menyampaikan sambutan yang berisi ucapan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan, serta ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada pejabat baru beserta keluarga. Ketua DWP juga berharap agar sinergi dan kekompakan antaranggota DWP dapat terus terjaga.

d. Sambutan dan Perkenalan Pejabat Lama

Pejabat lama menyampaikan kesan dan pesan selama bertugas di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik bersama DWP.

e. Sambutan dan Perkenalan Pejabat Baru

Pejabat baru memperkenalkan diri serta menyampaikan harapan untuk dapat diterima dan bekerja sama dengan seluruh anggota DWP dalam mendukung tugas dan fungsi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ke depan.

f. Penyerahan Cenderamata

Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, dilakukan penyerahan cenderamata kepada pejabat lama oleh Ketua DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

g. Doa

Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan agar pejabat lama senantiasa diberikan kelancaran dan kesuksesan di tempat tugas yang baru serta pejabat baru diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah.

h. Ramah Tamah

Seluruh peserta mengikuti sesi ramah tamah sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan keakraban antaranggota DWP.

i. Penutup

Acara ditutup oleh pembawa acara dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan Pisah Sambut dapat berjalan dengan lancar.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan Pisah Sambut Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat dalam memperkuat peran DWP sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi organisasi. Atas perhatian dan dukungan semua pihak, kami ucapkan terima kasih.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
9105-02-2026

Dhama Wanita Persatuan Kecamatan Bandung Mengikut Kegiatan

Bidang : Sekretariat

Program : Pembinaan Hubungan Keluar

Kegiatan : Rapat

Keterangan Program:

1. Hari : Kamis

2. Tanggal : 05 Februari 2026

3. Pukul : 09.00 WIB s/d Selesai

4. Tempat : Balai Pertemuan Kantor Camat Bandung

5. Acara : Menghadiri Kegiatan Muspadi

Detail Acara :

Ketua DWP Kecamatan Bandung Ibu Siti Zulaichah menghadiri kegiatan Muspadi (Musyawarah Perlindungan Anak, Perempuan dan Disabilitas. kegiatan ini dihadiri oleh Muspika, Ibu Ketua PKK se Kecamatan Bandung, Kader dari Desa, serta Perwakilan dari Forum anak.
MUSPADI adalah singkatan dari Musyawarah Perlindungan Anak, Perempuan dan Disabilitas. Ini adalah forum musyawarah partisipatif dan inklusif yang diselenggarakan umumnya di tingkat desa/kecamatan hingga kabupaten untuk menjaring aspirasi, mengidentifikasi isu, dan menyusun rencana kegiatan yang berpihak pada kelompok rentan (perempuan, anak, dan penyandang disabilitas).

Tujuan Utama:

1. Meningkatkan Partisipasi Kelompok Rentan: Memberikan ruang, hak, dan kesempatan yang sama bagi perempuan, anak, dan disabilitas untuk ikut serta dalam proses pembangunan.

2. Menjaring Aspirasi dan Kebutuhan: Menggali permasalahan dan kebutuhan khusus yang dihadapi oleh perempuan, anak, dan penyandang disabilitas di wilayahnya.

3. Penyusunan Pembangunan Inklusif: Menyusun usulan program dan kegiatan yang konkret, inklusif, dan responsif terhadap isu-isu perempuan, anak, dan disabilitas.

Tujuan Khusus:

Identifikasi Masalah: Mengidentifikasi isu krusial seperti akses pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan partisipasi ekonomi.

Penyelesaian Masalah: Merumuskan usulan solusi dan penyelesaian masalah terkait perlindungan anak, disabilitas, dan perempuan.

Integrasi ke Perencanaan Pembangunan: Mengintegrasikan hasil musyawarah ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah/desa agar lebih ramah bagi seluruh warga.

Adanya Muspadi menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah (seperti Tulungagung) dalam menciptakan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan layak bagi seluruh masyarakat.

Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Bandung

9206-02-2026Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tulungagung telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Perayaan

Keterangan Program :
6.Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tulungagung
7.Hari / Tanggal : Jum,at, 06 Pebruari 2026
8.Pukul : 07.30 s/d selesai
9.Lokasi : Halaman Kantor Camat Tulungagung
10.Kegiatan : Kerja Bhakti Ibu-Ibu Anggota DWP dan Karyawan Kecamatan Tulungagung

Dalam bermasyarakat biasanya kita melakukan kerja bhakti atau gotong royong, kerja bhakti menjadi salah satu cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar yang efektif, tak hanya membantu membersihkan lingkungan kantor, kebiasaan kerja bhakti juga dapat memperkuat jalinan kerjasama antara ibu-ibu anggota DWP dan karyawan kerja bhakti biasanya di lakukan hari jum’at awal bulan, pengertian kerja bhakti merupakan kegiatan kerja sama untuk menyelesaikan suatu kegiatan yang dianggap berguna untuk kepentingan bersama. dengan melakukan kerja bhakti anggota DWP dan lingkungan kantor setempat dapat menumbuhkan sikap kekeluargaan atau keakraban, aktivitas ini juga mengajarkan anggota DWP untuk mau bekerjasama dan membangun kepedulian akan lingkungan dan dapat membangun rasa saling peduli dan persatuan antar anggota, dengan bekerjasama dan berkomunikasi dan saling membantu kita dapat menumbuhkan rasa empati dan kepadulian terhadap lingkungan sekitar, manfaat kerja bhakti mendorong partisipasi anggota dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan dan menumbuhkan nilai luhur yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia, gotong royong berarti bekerjasama untuk mengetahui dan mencapai tujuan bersama, merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat anggota bahu membahu untuk membersihkan lingkungan dan fasilitas kantor selain itu manfaat dari kegiatan kerja bhakti diantaranya adalah :
- Menjaga keindahan lingkungan sekitar
- Menumbuhkan sikap tolong menolong dan saling membahu
- Menjaga rasa persatuan dan kesatuan anggota
- Mengajarkan sikap bekerjasama dan membangun kepedulian
Dampak positif kerja bhakti membantu membersihkan lingkungan dari sampah dan menjaga tumbuhan serta pohon-pohon yang memberikan keteduhan dan kebersihan, arti dari keteduhan dua aspek penting yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjalin rasa solidaritas dalam masyarakat, menciptakan kehidupan anggota dan lingkungan yang bersih, aman, nyaman serta tentrem untuk ditinggali, memperingan atau mempermudah pekerjaan, kegiatan bersama yang dilakukan secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama membersihkan fasilitas kantor dan mempererat silahturahmi, ini merupakan wujud nyata gotong royong dan solidaritas sosial yang lazim dilakukan pada hari Jum’at dilingkungan kantor

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tulungagung

9303-02-2026

LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DISPORA KABUPATEN TULUNGAGUNG BIDANG SEKRETARIAT PROGRAM KERJA PEMBINAAN HUBUNGAN KE LUAR KEGIATAN RAPAT

Dalam rangka menjaga kesinambungan organisasi serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antaranggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Sekretariat melaksanakan Program Kerja Pembinaan Hubungan ke Luar yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan rapat. Kegiatan rapat merupakan salah satu sarana penting dalam organisasi untuk menyampaikan informasi, menyatukan persepsi, serta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan keberlangsungan dan pengembangan program kerja ke depan.

Sebagai organisasi pendukung yang memiliki peran strategis dalam menunjang kinerja dan keharmonisan keluarga aparatur sipil negara, DWP Dispora Tulungagung senantiasa berupaya menjaga soliditas antaranggota. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan rapat rutin yang tidak hanya berfungsi sebagai forum formal organisasi, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi, pembinaan, serta penguatan rasa kebersamaan. Melalui rapat ini diharapkan terjalin komunikasi yang terbuka, harmonis, dan berkesinambungan antara pengurus dan seluruh anggota DWP Dispora Tulungagung.

Kegiatan rapat ini dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Februari 2026, bertempat di Kantor DWP Dispora Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan rapat berlangsung dalam suasana tertib, penuh kekeluargaan, dan sarat dengan nilai kebersamaan. Rapat ini dihadiri oleh Ibu Ketua DWP Dispora Tulungagung, Ibu Ahmad Mugiyono, serta diikuti oleh seluruh anggota DWP Dispora Tulungagung. Kehadiran seluruh anggota menunjukkan komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap organisasi serta keseriusan dalam mengikuti setiap program kerja yang telah direncanakan.

Rapat dibuka oleh Ibu Ketua DWP Dispora Tulungagung dengan sambutan sekaligus arahan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan dan komunikasi yang baik antaranggota, baik di lingkungan internal organisasi maupun dalam hubungan dengan pihak luar. Ibu Ketua menegaskan bahwa keberhasilan setiap program kerja DWP sangat bergantung pada kerja sama, rasa tanggung jawab, dan partisipasi aktif dari seluruh anggota.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Ketua juga menyampaikan berbagai informasi penting yang berkaitan dengan dinamika organisasi DWP Dispora Tulungagung. Beliau menekankan bahwa perubahan dan pergerakan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, seiring dengan adanya mutasi kerja suami anggota. Oleh karena itu, sikap saling mendukung dan memahami menjadi kunci utama agar roda organisasi tetap berjalan dengan baik.

Salah satu agenda penting dalam rapat ini adalah pengenalan anggota baru DWP Dispora Tulungagung, yaitu Ibu Gilang. Ibu Ketua secara langsung memperkenalkan Ibu Gilang kepada seluruh anggota yang hadir. Pengenalan ini bertujuan agar anggota baru dapat segera beradaptasi, mengenal lingkungan organisasi, serta merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar DWP Dispora Tulungagung. Seluruh anggota menyambut dengan hangat kehadiran anggota baru tersebut, sebagai wujud kebersamaan dan kekeluargaan yang selalu dijunjung tinggi dalam organisasi.

Selain pengenalan anggota baru, Ibu Ketua juga menyampaikan informasi terkait adanya perpindahan anggota sehubungan dengan mutasi kerja suami. Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa Ibu Ginanjar dan Ibu Hariyanto ikut pindah untuk mendampingi suami yang mengalami mutasi kerja. Penyampaian informasi ini dilakukan secara terbuka agar seluruh anggota memahami kondisi dan dinamika yang terjadi dalam keanggotaan DWP Dispora Tulungagung.

Ibu Ketua menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ibu Ginanjar dan Ibu Hariyanto atas dedikasi, kebersamaan, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari DWP Dispora Tulungagung. Beliau berharap tali silaturahmi tetap terjaga meskipun secara administratif sudah tidak lagi berada dalam kepengurusan yang sama. Momen ini menjadi pengingat bahwa DWP tidak hanya sekadar organisasi, tetapi juga wadah kekeluargaan yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan saling mendukung.

Selanjutnya, rapat dilanjutkan dengan pembahasan program kerja ke depan. Dalam sesi ini, Ibu Ketua menyampaikan gambaran umum rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh DWP Dispora Tulungagung pada periode selanjutnya. Program kerja yang direncanakan mencakup berbagai bidang, baik yang bersifat internal organisasi maupun kegiatan yang melibatkan pihak luar. Pembahasan ini bertujuan agar seluruh anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai arah dan tujuan kegiatan DWP ke depan.

Dalam pembahasan program kerja, ditekankan pentingnya peran Bidang Sekretariat sebagai penggerak administrasi dan komunikasi organisasi. Bidang Sekretariat diharapkan mampu menjalin hubungan yang baik dengan berbagai pihak, serta memastikan setiap kegiatan organisasi terdokumentasi dan terkoordinasi dengan baik. Melalui peran tersebut, diharapkan kegiatan DWP Dispora Tulungagung dapat berjalan secara tertib, terencana, dan berkesinambungan.

Rapat juga menjadi forum bagi anggota untuk menyampaikan masukan, saran, dan pendapat terkait program kerja yang akan dilaksanakan. Suasana rapat berlangsung interaktif dan kondusif, di mana setiap anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif. Hal ini mencerminkan semangat demokratis dan keterbukaan yang selalu dijaga dalam organisasi DWP Dispora Tulungagung.

Melalui kegiatan rapat ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antaranggota, serta tercipta kesamaan visi dan misi dalam menjalankan program kerja organisasi. Rapat tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai media pembinaan hubungan ke luar, khususnya dalam memperkuat citra dan peran DWP Dispora Tulungagung sebagai organisasi yang solid, harmonis, dan berdaya guna.

Kegiatan rapat yang dilaksanakan oleh DWP Dispora Tulungagung Bidang Sekretariat dalam rangka Program Kerja Pembinaan Hubungan ke Luar ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Seluruh agenda rapat dapat terlaksana dengan baik, mulai dari penyampaian arahan Ketua, pengenalan anggota baru, penyampaian informasi mutasi anggota, hingga pembahasan program kerja ke depan.

Diharapkan hasil dari rapat ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pelaksanaan program kerja DWP Dispora Tulungagung selanjutnya, sehingga organisasi dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi anggotanya, serta berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan tanggung jawab bersama yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus terjaga dan ditingkatkan di masa yang akan datang.

Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

9403-02-2026

LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sumbergempol.

Bidang : Sekretariat

Program : Pembinaan Hubungan Luar, Rapat.

Keterangan Program :

1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sumbergempol.

2. Hari/Tanggal : Senin, 02 Februari 2026.

3. Waktu: 09.00 WIB -12.00 WIB.

4. Peserta : 70 orang.

5. Tempat : Kantor Kecamatan Sumbergempol.

6. Kegiatan : Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting Kecamatan Sumbergempol Tahun “

Ibu Heru Dian Tri Wahyuni selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sumbergempol menghadirin kegiatan Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting Kecamatan Sumbergempol pada hari Selasa, tanggal 27 Januari 2026 bertempat di Kantor Kecamatan Sumbergempol yang dihadiri oleh Camat Sumbergempol Ibu Ketua Tp.Pkk Kec. Sumbergempol,Kapolsek Sumbergempol Danramil Sumbergempol, Plt, Kepala Puskesmas Sumbergempol, Plt, Kepala Puskesmas Bendilwungu, Koordinator Balai Penyuluh Kb Kecamatan Sumbergempol, Koordinator UPSP Kecamatan Sumbergempol,Tim TPPS Kecamatan Sumbergempol,. Kepala Desa Se Kecamatan Sumbergempol, Ketua Tp Pkk Desa Se Kecamatan Sumbergempol.

Pada Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pembacaan Doa dipimpin bapak ayib Muttaqin.

Laporan Ketua Pelaksana Kegiatan Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting Kecamatan Sumnergmpol oleh Kasi Kesejahteraan Masyarakat Ibu RR> Niken Arie Maharani, S.Sos, M.M. Dalam laporannya ibu Niken Arie Maharani melaporkan bahwa kegiatan ini :

Berikut Kami Sampaikan Laporan Kegiatan Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting/ Kecamatan Sumbergempol Tahun 2026.

I. Latar Belakang.

Stunting Adalah Masalah Gizi Kronis Yang Dapat Memengaruhi Kualitas Sumber Daya Manusia Di Masa Depan, Merupakan Salah Satu Indikator Utama Kesehatan Masyarakat Yang Mencerminkan Kualitas Gizi Dan Kesejahteraan Suatu Wilayah. Kondisi Ini Ditandai Dengan Gangguan Pertumbuhan Pada Anak Akibat Kekurangan Gizi Kronis, Infeksi Berulang, Dan Praktik Pengasuhan Yang Kurang Memadai, Terutama Pada Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Hpk). Stunting Tidak Hanya Berdampak Pada Pertumbuhan Fisik Anak, Tetapi Juga Memengaruhi Perkembangan Kognitif, Kemampuan Belajar, Dan Produktivitas Di Masa Depan.

Untuk Memastikan Terlaksananya Integrasi Pelaksanaan Intervensi Pencegahan Dan Penurunan Stunting Maka Perlu Diadakan Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan Melalui Kegiatan Rembuk Stunting, Yang Melibatkan Pemerintah Di Tingkat Kecamatan Dan Lintas Sektor Di Kecamatan Sumbergempol.

II Dasar Hukum.

1. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.

2. Surat Edaran Kemendagri 400.5.7/1685/Bangda Tahun 2025 Tentang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan Dan Percepatan Penurunan Stunting.

Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 52 Tahun 2019 Tentang Percepatan Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi.

Surat Keputusan Camat Sumbergempol Nomor 10 Tahun 2024 Tentang Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Sumbergempol.

II. Tujuan.

1. Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Untuk Memanfaatkan Layanan Penurunan Stunting.

2. Mendayagunakan Dan Memaksimalkan Peran Serta Stake Holder Di Tingkat Kecamatan, Dalam Aksi Penurunan Stunting.

III. Waktu Dan Tempat.

Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting Kecamatan Sumbergempol Tahun 2026 Dilaksanakan Pada Hari Selasa , Tanggal 27 Januari Tahun 2026, Dimulai Pukul 09:00 Wib Sampai Dengan Selesai, Bertempat Di Aula Kantor Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.

IV. Peserta.

Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting Kecamatan Sumbergempol Tahun 2026 Berjumlah Kurang Lebih 60 Orang, Yaitu Terdiri Dari :
1. Ketua Tim Tpps Kecamatan Sumbergempol Beserta Anggota 2. Ketua Tim Penggerak Pkk Kecamatan Beserta Anggota 3. Kepala Desa Se Kecamatn Sumbergempol 4. Ketua Tim Penggerak Pkk Desa Se Kecamatan Sumbergempol 5. Tokoh Masyarakat

V. Sumber Dana.

Pelaksanaan Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting Kecamatan Sumbergempol Tahun 2026 Didanai Dari Apbd Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 Yang Dialokasikan Pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Organisasi Perangkat Daerah (Dpa-Opd) Kecamatan Sumbergempol Tahun Anggaran 2026.

Demikian Laporan Pelaksanaan Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting/ Kecamatan Sumbergempol Tahun 2026 Kami Sampaikan, Untuk Sekanjutnya Mohon Berkenan Kepada Bapak Camat Sumbergempol Untuk Mempimpin Rapat Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting/ Kecamatan Sumbergempol Tahun 2026, Pada Hari Ini. Semoga Dengan Terlaksananya Kegiatan Ini Terwujud Kolaborasi Lintas Sektor Yang Kuat Untuk Menurunkan Pravelensi Stunting Di Kecamatan Sumbergempol,

Agenda selanjutnya Rembuk Stunting yang dipimpin oleh Camat Sumbergempol Bapak Heru Juniato, S.STP, MM. Dalam Sambutannya Bapak Heru Junianto menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran semua pihak pada kegiatan Pra Musrembang Kecamatan Tematik Stunting Kecamatan Sumbergempol Tahun 2026.Kegiatang ini diharapkan bantuan semua pihak untuk ikut serta dalam pencegahan dan penurunan Stunting khususnya di wilayah Kecamatan Sumbergempol.

KAPOLSEK: Sumbergempol menyampaikan :

Polsek siap mendukung percepatan penurunan stunting,mengurangi angka stunting Untuk stunting exthem. Polsek siap untuk menerima data dari Desa dan menindaklanjuti segera dengan kemampuan.Untuk Polsek siap dengan Babinkamlibnas yang ada di Desa.
.

Situasi kamtibmas di Desa:

1-Mengingatkan Masyarakat untuk tertibkan SOTR,Makmurkan Masjid dan Mushola untuk sahur OTR

2-Untuk Anak Muda, yang kemudian di jalanan merugikan Masyarakat/UMKM/ (konvoi aliran perguruan silat) menjadi tanggung jawab semua pihak agar tidak terulang kembali dengan memberikan edukasi kepada remaja sesuai dengan peran kita masing-,masing. Danramil (Babin) Mendukung kegiatan stunting MBG:Menyusui/Hamil/Balita,PIC:Penanggung Jawab datang dan Kembali tempat makan MBG,Dukung program KDMP.

Bapak Camat:menambahkan Desa memanfaatkan keberadaan Babin dan Babinkamtibnas untuk membantu /mendukung kegiatan stunting. untuk Desa yang belum terkofer oleh MBG dapat dilaporkan ke Polsek dan TNI untuk pemerataan MBG.

Kepala KUA Sumbergempol menyampaikan dalam kegiatan Pra Musrembang Tematik Stunting ini : Tahun 2025: Angka pernikahan di Sumbergempol sebanyak 426, kasus (12) belum cukup umur/kurang umur (-19) dalam keadaan hamil, Bimbigan Perkawinan: Bimbingan perkawinan selama 1-2 jam untuk calon pengantin. Tahun 2018 sudah tidak ada laporan jumlah penceraian-penceraian dengan motif ekonomi. Dari Jatim: Malang/kediri/Blitar/Tulungagung (angka penceraian) yang termasuk sangat tinggi. Bimbingan Remaja usia sekolah Tahun 2026 pengarahan dari KUA untuk kesekolah-sekolah.Untuk pengarahan putra/putrinya agar tidak melakukan kegiatan dewasa sebelum waktunya>

Dari PLKB Bapak Supriadi Menyampaiakan bahwa :

Pendampingan keluarga oleh TPK: Di 17 Desa dan 55 tim:165 anggota TPK.

1. Ibu Hamil

2. Keluarga Baduta.

3. Keluarga Catin.

Pendampingan Catin dengan Secara langsung tidak dapat dilakukan dikarenakan waktu yang (mepet).Pendampingan Ibu pasca salin dengan memberikan pengetahuan tentang pasca salin dengan keadaan logistic .Penyuluhan Ibu pasca salin yaitu pengenalan alat kemoterapi/pendampingan anak sosialisasi bagi anak remaja ,kolaborasi dengan KUA.

Bapak Camat Sumbergempol menekankan tertulis dari kades dan ibu kades untuk dibawa ke MUSRENBANGDES Kab.

PKM Sumbergempol menyampaiakaan.

Remaja:- Pemberian tablet tambah darah telah didistribusikan disekolah. Screening Kesehatan untuk remaja di sekolah melalui screening anemia.

-Ibu Hamil.

-Pemeriksaan secara berkala 6 bulan.

-edukasi Gizi.

- pemberian Vitamin dan Asam Folad.

-PMT ibu hamil.

Bayi Lahir:

-Asi Eksklutif.

-Edukasi MPASI di Posyandu.

-Edukasi pemberian imunisasi di Desa (keterbataan vaksin) oleh karena itu disosialisasikan untuk menunggu sasaran yang cukup.

-Rujuk balita/kareni,Bhayangkara-Iskak.

Air Minum aman.

Catim dengan tidak menempuh target karena sasaran bisa kemana saja.

Dari MPKM Bendilwungu menyampaikan bahwa :

PMT agar tetap berjalan meskipun dana Desa dikurangi untuk KDMP, PKM menjadi ILP (integrasi layanan Prima) dengan standar pustu 1atau 2 kades yang stay tiap hari.

kendala :

MBG: Para ortu yang punya balita stunting untuk menjadi relawan MBG untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Angka ibu menyusui tidak mencapai target ledukasi ke ibu menyusui.

Camat: PMT harus tetap dilaksanakan untuk mendukung program stunting.

Polindes / pustu untuk koordinasi dengan pihak desa terkait keberadaan 2 orang kader yang stay di pustu.

Ibu TP.PKK untuk kader dan TPK.

Jamkes :Bekerjasama antar segala pihak,Segala unsur terkait calon pengantin usia kurang :

Bisa mensosialisasikan saat ada pengajian dan pertemuan di pengajian dan Kumpulan warga desa untuk mensosialisasikan stunting dan Ibu menyusui.

Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Sumbergempol

9530-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

DWP Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengadakan kegiatan rapat koordinasi
Bidang : Sekretariat
Program kerja : Pembinaan Hubungan keluar, perayaan

Katerangan program :
1. Hari : Jumat
2. Tanggal : 30 Januari 2026
3. Pukul : 08.30 WIB
4. Tempat : Ruang Pertemuan Disnakertrans
5. Penyelenggara : DWP Disnakertrans Kab. Tulungagung
6. Acara :

DWP Disnakertrans Kabupaten Tulungagung mengadakan kegiatan rapat koordinasi internal. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Endang selaku ketua, Ibu Kusmiati selaku wakil, Ibu Eko Arsih Yuni Astuti selaku Sekretaris, Ibu Citius Nuniek Indarwati selaku Bendahara, dan seluruh anggota dari unsur staf dan DWP. Kegiatan dibuka oleh Master of ceremony Ibu Liwswatin, dilanjutkan dengan membaca basmallah bersama sebagai bentuk memohon ridho Allah dan menanamkan nilai religious dan kebersamaan diantara seluruh peserta, selanjutnya menyanyikan Mars DWP yang dipandu oleh Ibu Laurina, dilanjutkan dengan membacakan laporan kas oleh Ibu Citius. Memasuki acara puncak sambutan Ibu Endang ketua DWP pada kesempatan kali ini beliau menyampaikan pentingnya peran DWP sebagai wadah perkumpulan, ajang silaturahmi bagi istri ASN, peran proaktif istri ASN penting untuk mendukung pekerjaan suami sebagai ASN. Beliau juga menyampaikan bahwa orang-orang sukses berasal dari ibu yang berjuang dalam mendidik anaknya, maka dari itu peran ibu sangat penting dalam keluarga. Acara dilanjutkan dengan pembagian dorprize dan arisan DWP, diakhiri dengan penutupan kegiatan dan sesi foto bersama.

Rapat koordinasi dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kerja DWP. Tujuan dari rapat koordinasi ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP, sebagai langkah untuk memperkuat solidaritas anggota, meningkatkan komunikasi, menjaga kekompakan, dan sarana menyusun langkah strategis untuk melaksanakan program kerja yang telah disusun sebelumnya. Bersama ini diharapkan terciptanya anggota DWP Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang solid, kompak, adaptif, serta mampu berjalan selaras.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

9603-02-2026

Dharmawanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung telah melaksanakan kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar

Keterangan Program :
1. Rapat Pengurus Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung.
2. Hari / Tanggal : Senin, 2 Februari 2026
3. Pukul : 09.00 WIB – Selesai
4. Lokasi : Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung

Pada Hari Senin, 2 Februari 2026 diselenggarakan Rapat Pengurus Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Dharmawanita Persatuan Bapenda Tulungagung, Ibu Christina Sukowinarno dan didampingi oleh Wakil Ketua I Dharmawanita Persatuan Bapenda Tulungagung, Ibu Leny Sutrisno. Hadir pula dalam rapat Ibu Diah Andriani, Ibu Enik Adriana, Ibu Mei Syaroh, Ibu Endah Putri, Ibu Puji Harianti, Ibu Lisaning Subekti dan Ibu Kharina Nugraha.

Dalam Rapat Pengurus, Ketua Dharmawanita Persatuan Bapenda Tulungagung menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian yang meliputi :

1.Tujuan utama diselenggarakan Rapat Pengurus Pada hari ini adalah meningkatkan silaturahmi dan tali persaudaraan antar pengurus. Adanya promosi yang diterima oleh Ibu Reni Prasetyawati Ika Septiwulan, S.STP., M.M menjadi kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung tentu menimbulkan kekosongan jabatan pada Wakil Ketua I Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung, yang kemudian dilantik Bapak Sutrisno menjadi Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung dan Ibu Leny Sutrisno menjadi Wakil Ketua I Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung. Rapat Pengurus ini menjadi salah satu momen silaturahmi Ibu Leny Sutrisno dengan Pengurus Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah yang lain. Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah berharap seluruh pengurus dapat bekerja sama secara kompak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing – masing.
2. Membahas terkait infaq dan shodaqoh sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran nomor B.02/Sekr/DWP.Kab.TA/I/2026 tentang Infaq dan Shodaqoh yang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447H, Dharmawanita Persatuan Kabupaten Tulungagung bermaksud menghimpun dana Infaq dan Shodaqoh yang selanjutnya akan disalurkan kepada yang berhak menerima / warga yang kurang mampu. Ketua dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung berharap momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik mengingat bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, momen dilipat gandakannya setiap amal perbuatan manusia sebagai mana HR. Bukhari Muslim “Barang siapa yang pada bulan Ramadhan mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, maka nilainya seperti orang yang melakukan perbuataan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan Barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari keajiban yan dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaa sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan. Adapun keutamaan lain dari Shodaqoh sebagaimana dalam HR. At-Tirmidzi, yaitu Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimanan air memadamkan api. Selain itu, Bersedekah saat Ramadhan dapat membuka pintu Rezeki dan Kebaikan sebagaimana tercantum dalam Q.S. Saba’ : 39 ” dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi Rizki yang terbaik.

Arahan yang disampaikan oleh Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung kepada pengurus Dharma Wanita diperhatikan dengan baik khususnya terkait dengan tugas pokok dan fungsi masing – masing pengurus dan siap melaksanakan kegiatan sebagaimana petunjuk dan arahan Ibu Ketua dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Badan Pendapatan Daerah

9702-02-2026Posyandu ( Pos Pelayanan Terpadu ) I Balita Desa Bago Kecamatan Tulungagung, Kab. Tulungagung Jawa Timur telah dilaksanakan pada hari ini Senin, Tanggal 2 Februari 2026, pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai, bertempat di RW 2, RT 2 Desa Bago. Kegiatan rutin ini dilaksanakan serentak sebagai agenda rutin Nasional setiap hari Senin dalam minggu pertama bertujuan untuk memantau tumbuh kembang bayi dan balita secara berkala, meningkatkan status gizi, serta memberikan edukasi kesehatan kepada orang tua. Dalam kegiatan yang hangat ini, ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kab. Tulungagung ( Ibu Ida Lugu Trihandoko ) menyambut baik dan memberikan arahan bimbingan serta menghimbau kepada ibu ibu anggota DWP yang mempunyai balita ( ibu Bagus, ibu Dennis, ibu Baskoro, ibu Mahendra, ibu andika, ibu Miko ) untuk hadir berkunjung ke Posyandu. Sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan posyandu lingkup anggota DWP, juga sebagai wujud peran serta menurunkan angkat stunting yang merupakan tanggung jawab bersama. Kegiatan diisi dengan promosi makanan bergizi lewat dengan bahan baku alam sekitar, serta demo membuat bubur yang terbuat Dari daun kelor, labu, ikan. Posyandu balita berperan dalam pencegahan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang rutin (timbang berat/ukur tinggi badan), deteksi dini gangguan gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta edukasi pola asuh dan gizi bagi orang tua. Tujuan utamanya adalah mencegah gizi kurang/buruk/ stunting, imunisasi lengkap, dan menurunkan angka kematian bayi Kegiatan berjalan dengan lancar didukung oleh 6 kader aktif dan 1 petugas kesehatan dari Puskesmas. Tahapan yang dilakukan meliputi: Meja 1 (Pendaftaran): Kader melakukan pendaftaran balita yang hadir, dengan Petugas ibu Selo dan ibu Damis. Meja 2 (Penimbangan & Pengukuran): Penimbangan berat badan, pengukuran tinggi/panjang badan, dan lingkar kepala, dengan Petugas ibu Ari, ibu Sulastri. Meja 3 (Pencatatan): Pencatatan hasil pengukuran ke dalam buku KIA/KMS, dengan petugas ibu Sri Wahyuni. Meja 4 (Penyuluhan): Konseling gizi, MPASI, dan imunisasi kepada orang tua, dengan petugas ibu Sesa ( bidan puskesmas ), Meja 5 (Pelayanan Kesehatan): Pemberian Vitamin A diberikan rutin pada bulan Februari/Agustus, imunisasi, dan pembagian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berupa [Bubur kacang hijau/Telur rebus]. Secara umum, sebagian besar balita mengalami peningkatan berat badan yang positif. Untuk balita dengan berat badan tetap atau turun, kader telah memberikan edukasi khusus dan merujuk ke petugas kesehatan. Kegiatan rutin ini bertujuan untuk memantau tumbuh kembang bayi dan balita secara berkala, meningkatkan status gizi, serta memberikan edukasi kesehatan kepada orang tua. Kegiatan berjalan sukses dengan partisipasi 100% dari total sasaran. Tindak lanjut yang akan dilakukan adalah kunjungan rumah bagi balita yang tidak hadir dan konseling gizi lanjutan bagi balita dengan hasil timbangan tetap atau turun. Sebagai tali asih, diserahkan bingkisan dari DWP Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kepada Posyandu I Desa Bago, untuk dibagikan kepada orang tua bayi dan balita yang aktif mengajak anak-anak nya berkunjung melakukan penimbangan setiap bulan.
Program: Stunting
Pelaksana: SKPD Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan
9802-02-2026.

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat;

Prorgam : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan;

Keterangan program;

1. Hari : Senin;

2. Tanggal : 02 Februari 2025:

3. Pukul: 08.00 WIB;

4. Tempat : Kantor Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung;

5. Acara: Donor Darah;

6. Detail Acara :

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti Kegiatan di bidang Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan. Donor Darah ini diselenggarakan oleh Camat Besuki bekerja sama dengan PMI Kabupaten Tulungagung, yang bertempat di Pendopo Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Warga Kecamatan Besuki sangat berantusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini adalah bentuk sumbangsih kita kepada masyarakat yang sangat membutuhkan darah dan diadakan setiap 3 bulan sekali. Lantas apa itu Donor darah ? Donor Darah adalah aktivitas menyumbangkan darah yang dilakukan dengan sukarela. Darah tersebut nantinya akan disimpan di bank darah dan digunakan untuk keperluan transfusi darah bagi individu yang membutuhkan . Donor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang memerlukan tambahan darah, seperti penderita trauma berat yang kehilangan banyak darah, anemia, talasemia, hemofilia, hingga leukemia.

Donor darah adalah proses sukarela pengambilan darah dari seseorang (pendonor) untuk disimpan di bank darah (seperti PMI) guna keperluan transfusi bagi yang membutuhkan, seperti korban kecelakaan, operasi, anemia, atau kanker. Satu kantong darah dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa.

Proses ini aman karena menggunakan peralatan steril dan didukung oleh aturan resmi untuk memastikan kesehatan pendonor maupun penerima. Tujuan donor darah adalah untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan. Prosedur ini berada di bawah pengawasan Palang Merah Indonesia (PMI) dan telah dijamin keamanannya dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Apa saja syarat Donor Darah ? Perlu diketahui bahwa tidak semua orang bisa melakukan donor darah.

Bagaimana kondisi yang tidak diperbolehkan untuk Donor Darah ?
Sementara itu, beberapa kondisi yang tidak memungkinkan seseorang melakukan donor darah adalah sebagai berikut:

1. Sedang menderita flu, pilek, sakit tenggorokan, gastroenteritis, atau penyakit infeksi lainnya.

2. Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, serta gangguan paru-paru atau fungsi ginjal.

3. Wanita yang sedang menstruasi, hamil, atau menyusui.

4. Menderita epilepsi.

5. Memiliki riwayat sering kejang.

6. Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

7. Menderita penyakit kelainan darah, seperti hemofilia.

Mecanduan minuman keras.

9. Positif narkoba atau riwayat menggunakan jarum suntik bagi pengguna narkoba.

10. Baru saja membuat tato atau tindik badan (tidak dapat mendonorkan darah selama 6 bulan sejak dilakukannya prosedur).

11. Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

12. Menderita penyakit menular melalui cairan tubuh, seperti hepatitis B, sifilis, dan HIV.

13. Riwayat bepergian ke daerah endemik infeksi yang ditularkan oleh nyamuk, seperti malaria, demam berdarah dan virus Zika.
Melakukan donor darah secara rutin terbukti bisa memberikan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Adapun berbagai manfaat donor darah adalah sebagai berikut.

1. Mengurangi Kadar Kolesterol.
Salah satu manfaat donor darah adalah bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Jika kadar kolesterol terkontrol, maka risiko penumpukan plak lemak di pembuluh darah arteri (aterosklerosis) akan berkurang, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. .

2. Menjaga Kesehatan Jantung.
Donor darah secara rutin dapat membuat jantung berdetak lebih stabil dan teratur. Apabila sirkulasi darah lancar, maka organ tubuh juga akan berfungsi dengan baik. Di samping itu, rutin mendonorkan darah juga dapat menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kanker. Bahkan, kadar zat besi dalam darah bisa lebih stabil dengan rutin mendonorkan darah. .

3. Meningkatkan Produksi Eritrosit Baru.
Manfaat berikutnya dari donor darah adalah meningkatkan produksi eritrosit (sel darah merah) baru. Sel darah merah baru dapat mengangkut oksigen dengan lebih efektif ke seluruh organ tubuh, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat. Manfaat ini bisa diperoleh karena selama menjalani donor darah, sel darah merah dalam tubuh akan berkurang. Lalu, untuk mengganti sel darah merah yang hilang tersebut, sumsum tulang akan memproduksi eritrosit dan hemoglobin baru yang lebih sehat.

4. Deteksi Dini Penyakit.
Sebelum melakukan donor darah, setiap pendonor dapat menjalani pemeriksaan kesehatan secara gratis. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai upaya untuk mendeteksi beberapa penyakit menular serius, seperti malaria, sifilis, hepatitis B dan C, hingga HIV. Tujuan pemeriksaan kesehatan sebelum donor darah adalah untuk memastikan bahwa pendonor dalam kondisi sehat. Namun, jika selama pemeriksaan ditemukan adanya penyakit, maka deteksi dini ini akan membantu penderita mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin. .

5. Membantu Menjaga Kesehatan Mental.
Tidak hanya memelihara kesehatan tubuh secara fisik, rutin melakukan donor darah juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental. Pasalnya, pendonor akan merasa termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat sekaligus membantu orang lain, mengingat bahwa setiap tetesan darah sangat berarti bagi orang yang membutuhkan. Sering melakukan kegiatan atau hal yang positif juga bisa membuat kondisi mental menjadi lebih sehat.

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Besuki

9924-01-2026Pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 10.00 WIB, telah dilaksanakan pertemuan rutin anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Campurdarat dr. Karneni yang bertempat di Aula Karang Kadempel. Acara resmi dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua DWP RSUD Campurdarat, Ny. Meidya Rio Ardona. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi serta sinergi antaranggota demi mendukung produktivitas dan keharmonisan keluarga besar rumah sakit. Suasana khidmat menyelimuti agenda berikutnya, yaitu acara perpisahan bagi pengurus DWP yang berpindah tugas. Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas dedikasi yang telah diberikan selama ini, dilakukan penyerahan kenang-kenangan secara simbolis. Momen ini menjadi bentuk ucapan terima kasih yang mendalam atas kontribusi para pengurus dalam memajukan organisasi selama masa baktinya di RSUD Campurdarat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan anggota baru, yang terdiri dari para istri pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja bergabung. Kehadiran anggota baru ini disambut dengan antusiasme tinggi sebagai bagian dari upaya regenerasi dan penguatan struktur organisasi. Sesi ini bertujuan untuk mempercepat proses adaptasi anggota baru agar dapat segera aktif berpartisipasi dalam setiap program kerja DWP di masa mendatang. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan sosialisasi mengenai AD/ART DWP Tahun 2024. Pemaparan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam bagi seluruh anggota mengenai landasan aturan dan arah kebijakan organisasi yang terbaru. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh anggota DWP RSUD Campurdarat memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan roda organisasi secara profesional dan akuntabel.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD RSUD Campurdarat
10030-01-2026.

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat

Prorgam : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan

Keterangan program : .

1. Hari : Jumat

2. Tanggal : 30 Januari 2025 : .

3. Pukul: 08.00 WIB s/d 10.00 WIB :

4. Tempat : Kantor PKK Kabupaten Tulungagung: .

5. Acara: Cafe Sampah, Pojok Baca dan Bazzar

6. Detail Acara :

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti Kegiatan di bidang Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan. Acara Cafe Sampah, Pojok Baca dan Bazzar ini diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Tulungagung yang bertempat di Kantor Sekretariat TP PKK Kabupaten Tulungagung. Kali dihadiri oleh operator erepoting Kecamatan Besuki. Cafe Sampah ini berfungsi sebagai pusat edukasi lingkungan, ruang komunitas, dan seringkali menggunakan material daur ulang untuk ornamen interiornya. Tujuan: Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memberikan kehidupan kedua bagi barang bekas.

Cafe sampah adalah sistem pengelolaan sampah kering kolektif berbasis masyarakat yang memilah sampah bernilai ekonomis (plastik, kertas, logam) layaknya tabungan bank, bertujuan mengurangi beban TPS/TPA, meningkatkan kebersihan lingkungan, dan memberikan keuntungan finansial.

Manfaat dan Konsep Cafe Sampah:

1. Lingkungan: Mengurangi timbunan sampah, mencegah pencemaran, dan mendorong daur ulang (3R: reduce, reuse, recycle).

2. Ekonomi: Sampah diubah menjadi barang bernilai jual atau uang tunai, meningkatkan pendapatan warga.

3. Sosial: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kerapian lingkungan.

Cara Kerja dan Pengelolaan:

1. Pemilahan: Warga memilah sampah dari rumah (kertas, botol, plastik).

2. Penyetoran: Sampah dibawa ke bank sampah, ditimbang, dan dicatat di buku.

3. Penjualan: Sampah yang terkumpul dijual ke pengepul atau pengrajin.

4. Sarana: Cukup membutuhkan timbangan, karung/wadah terpilah, dan buku tabungan/pencatatan.

Ilmu persampahan yang mempunyai nilai ekonomis sesuai pengalaman BSM dapat, sehingga bagi Pemerintah Daerah atau komunitas lingkungan maupun organisasi pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat magang ke BSM atau BSM berbagi pengalaman dalam kegiatan Seminar, Semiloka, Workshop, Pelatihan

Selain cafe sampah TP PKK Kabupaten Tulungagung juga menyiapkan Pojok Baca, kami membaca berbagai majalah dan buku bacaan yang disediakan oleh TP PKK Kaputen Tulungagung. Hal ini sangat mendukung para ibi-ibu untuk rajin dan gemar membaca. Gemar membaca buku adalah kebiasaan menyukai membaca yang memberikan banyak manfaat seperti menambah wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mengasah kreativitas, dan menjaga kesehatan otak, serta dapat dibangun dengan memilih buku sesuai minat, membuat jadwal, membaca di tempat nyaman, bergabung dengan klub baca, dan memberi hadiah diri sendiri setelah membaca. Manfaat gemar membaca :

1. Menambah wawasan: Memperluas pengetahuan umum dan khusus.

2. Meningkatkan kemampuan: Mengasah thinking skill, berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi.

3.Menjaga kesehatan: Memelihara fungsi otak dan kesehatan mental secara keseluruhan.

4. Memberikan motivasi: Membaca kisah inspiratif dapat memberikan motivasi
.

Cara membangun kebiasaan gemar membaca

1. Pilih buku yang sesuai minat: Mulailah dengan topik yang Anda sukai agar lebih menikmati prosesnya, seperti olahraga, fiksi, atau biografi.

2. Buat jadwal: Tetapkan waktu khusus untuk membaca, misalnya 15-30 menit setiap hari.

3. Ciptakan lingkungan nyaman: Sediakan sudut baca yang nyaman di rumah dengan pencahayaan yang baik.

4. Mulai dari yang kecil: Jika belum terbiasa, mulai dengan membaca satu halaman per hari, lalu tingkatkan secara bertahap.

5. Bergabung dengan komunitas: Ikut serta dalam kelompok membaca atau diskusi buku.

6. Gunakan berbagai sumber: Manfaatkan juga sumber bacaan lain seperti majalah, jurnal, atau artikel online.

7. Manfaatkan teknologi: Gunakan aplikasi atau e-book untuk akses yang lebih mudah.

Julukan bagi penggemar buku

1. Bibliophile: Istilah umum untuk pencinta buku yang suka membaca, merawat, dan mengoleksi buku.

2. Buku adalah jendela dunia: Ungkapan klasik yang menggambarkan betapa luasnya pengetahuan yang bisa didapat dari buku.

Acara ditutup dengan kegiatan Bazzar, Dalam konteks komersial, bazzar sering ditujukan untuk meningkatkan penjualan dan brand exposure

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Besuki

10131-01-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan

Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Perayaan
Yang mengikuti kegiatan di Halaman Kantor Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung Ibu Rika dan Ibu Mita selaku Anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Sabtu, 31 Januari 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 09.00 WIB
4. Peserta : 46 orang
5. Lokasi : Halaman Kantor Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Cafe Sampah
Kegiatan Cafe Sampah bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan sampah yag ada di lingkungan sekitar kita agar engurangi dapak negatifakibat penumpukan berbagai jenis sapah baik organik aupun anorganik yang dapat meningkatkan resiko kerusakan lingkungan. Tujuan daur ulang sampah sampah adalah untuk mengatasi penumpukan berbagai jenis sampah yang sudah menjadi masalah bersama di diseluruh dunia, lalu bagaimana dengan kondisi Indonesia. Indonesia masih terus menangani masalah penumpukan sampah, khususnya sampah plastik, dengan berbagai upaya, salah satunya dengan daur ulang sampah.
Daur ulang sampah adalah kegiatan mengolah kembali sampah atau produk habis pakai menjadi produk baru yang bermanfaat. Daur ulang berarti suatu kegiatan atau pemrosesan kembali bahan yang pernah dipakai. Artinya barang bekas pakai seperti plastik, kertas, logam, kaca, dan sebagainya, akan diproses kembali untuk dimanfaatkan menjadi produk baru yang bernilai. Dalam piramida pengelolaan sampah 3R, 5R, dan 6R, recycle atau daur ulang berada pada tahap atau langkah terakhir dalam hal pengelolaan sampah.
Hal ini dimaksudkan agar sampah dapat dimaksimalkan penanganannya di awal, seperti dikurangi pemakaian barang-barang yang berisiko menjadi sampah dan mencemari lingkungan, mengupayakan penggunaan kembali dan memperbaiki produk yang masih bermanfaat. Hal tersebut dilakukan sebelum nantinya sampah akan diproses untuk didaur ulang, namun bergantung pada beberapa hal. Meski daur ulang gencar diserukan, namun tidak semua sampah bisa diproses untuk didaur ulang. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya teknologi daur ulang yang kurang memadai, kondisi barang sisa yang tidak lagi bagus dan memungkinkan, atau bahkan jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang.
Plastik, menjadi jenis sampah yang bisa dimanfaatkan kembali material sisanya, seperti botol plastik, kantong plastik, dan beberapa material plastik lainnya. Contohnya seperti dijadikan produk kerajinan atau dicacah menjadi bijih dan palet plastik. Namun, plastik yang telah didaur ulang kualitasnya akan terus menurun dan lebih rendah dari produk sebelumnya. Kaca atau berbagai benda berbahan dasar kaca lainnya dapat didaur ulang menjadi kristal kaca untuk dimanfaatkan menjadi benda berharga. Tidak seperti bahan plastik dan kertas, kaca menjadi salah satu bahan yang hanya mengalami penurunan kualitas secara minimum setelah didaur ulang.
Inilah alasan mengapa penggunaan bahan kaca, kaleng logam atau metal, contohnya kemasan kaleng minuman ringan, buah dan makanan kaleng, bisa diolah kembali dan dijadikan barang berguna. Sama seperti kaca, logam dapat didaur ulang berulang kali tanpa mengubah kualitasnya.
Berbagai jenis kertas, contohnya HVS, koran, kardus, dan majalah bisa dimanfaatkan sebagai produk daur ulang kertas, seperti kertas atau tisu toilet, serbet, karton, dan sebagainya. Sayangnya, kertas hanya dapat didaur ulang beberapa kali sebelum dianggap sulit untuk didaur ulang. Hal ini karena serat di kertas akan semakin pendek dan produk hasil kertas daur ulang akan cenderung terus menurun kualitasnya.
Minyak jelantah atau minyak bekas pakai, daripada dibuang sembarangan bisa juga diproses agar lebih bermanfaat oleh ahlinya, seperti dijadikan bahan baku CPO Biodiesel pengganti solar.
Sampah organik, meskipun dapat terurai secara alamiah di alam, namun apabila kuantitasnya banyak dan tidak diperlakukan dengan benar, bisa mempengaruhi kondisi lingkungan hingga menimbulkan dampak negatif. Terdapat banyak cara tepat mengolah sampah organik, seperti pengomposan, vermicomposting, biogas, lubang biopori, juga sebagai pakan bagi lalat BSF. Namun daur ulang bisa sukses dilakukan apabila sampah-sampah tersebut dalam keadaan baik. Oleh karena itu, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya menjadi hal yang bisa dilakukan untuk menjaga nilai material sampah berada pada kondisi yang baik. Daur ulang menjadi sebuah upaya untuk mengurangi sampah terus menumpuk atau berakhir di TPA dan mencemari lingkungan. Salah satunya plastik, sampah plastik yang terus menumpuk dapat mengancam tidak hanya kondisi daratan namun juga hingga ke wilayah perairan.
Jumlah plastik di laut bisa lebih banyak daripada ikan. Oleh karena itu, kegiatan ini bisa berdampak dalam mengatasi permasalahan sampah. Beberapa manfaat dari daur ulang sampah berikut dapat memberi peran dalam kehidupan sehari-hari. Mengurangi lahan dan ruang di TPA sehingga penumpukan dan timbunan sampah di TPA dapat diminimalisir. Peluang bisnis dan menghasilkan uang tambahan bagi banyak orang. Seperti bagi bank sampah, pelapak sampah, dan beberapa informal sektor lainnya.
Memberikan lapangan pekerjaan kepada siapa saja yang memiliki kendala terkait pendidikan tertentu. Meningkatkan kesejahteraan sosial karena lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar. Melatih dan membiasakan diri untuk mengelola sampah secara tepat dan maksimal serta tidak asal membuang sampah apalagi membuang sampah sembarangan. Dalam upaya mencegah timbulan sampah baru, prinsip 3R, 5R, dan 6R dijadikan sebagai langkah terakhir yang dapat ditempuh.
Pada dasarnya recycle merupakan sebutan lain dari daur ulang sampah. Recycle dan upcycle menjadi upaya daur ulang namun dengan sedikit perbedaan pada prosesnya. Recycle merupakan kegiatan dengan menghancurkan barang asli untuk kemudian dibentuk kembali menjadi barang baru dengan bentuk baru. Contohnya adalah berupa sampah botol plastik dikumpulkan lalu dibersihkan, kemudian dilebur untuk selanjutnya akan dicetak menjadi produk baru, seperti ember, gelas, gantungan kunci, tatakan gelas, nampan, dan lain sebagainya.
Sementara untuk upcycle, upcycle merupakan kegiatan berupa proses mengubah suatu barang atau produk menjadi barang baru yang memiliki kemanfaatan baru, tanpa menghilangkan bentuk asli dari barang tersebut. Jika dicontohkan, prosesnya adalah penggunaan kembali barang berupa kain sisa menjadi produk pakaian atau kebutuhan lainnya, seperti aksesoris, serbet, dan celemek. Biasanya, barang hasil upcycle mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi. Meski banyak pihak mendorong kegiatan ini untuk ditingkatkan, namun nyatanya proses daur ulang tidaklah semudah itu.
Beberapa hal bisa menjadi kendala proses daur ulang tidak dapat dijalankan, seperti teknologi yang belum tersedia, dana yang tidak mencukup, SDM yang kurang memadai, atau bahkan karena kondisi sampah itu sendiri. Oleh karena itu, mengurangi adalah opsi yang tepat jika teknologi untuk daur ulang material belum tersedia di suatu wilayah atau negara. Agar sampah yang tidak dapat didaur ulang tersebut tidak mencemari lingkungan nantinya.
Tujuan memilah sampah, selain agar memudahkan proses daur ulang, hal tersebut juga untuk menjadikan sebuah material bernilai di tempatnya masing - masing. Lapak atau pengumpul sampah umumnya hanya bisa mengolah material tertentu saja, sehingga ketika mereka memperoleh jenis sampah diluar penerimaan mereka, sampah tersebut tidak lagi bernilai. Maka dari itu, sebenarnya kegiatan daur ulang merupakan tanggung jawab seluruh pihak, termasuk masyarakat yang selalu menghasilkan sampah.
Masyarakat bisa berperan membantu memilah sampah dari sumber untuk memudahkan proses daur ulang. Sehingga ada lebih banyak lagi material yang bisa didaur ulang dan tidak berakhir begitu saja di TPA. Seperti yang kita ketahui, sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup, hewan, dan tumbuhan, yang dapat terurai secara alami di alam.Faktanya, ada juga sampah organik yang tidak mudah terurai secara alami. Sampah jenis ini disebut dengan sampah keras yang karakteristik sampahnya berwujud keras, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Diantaranya adalah batok kelapa, kayu, dan bambu. Batok kelapa, kayu, dan bambu membutuhkan waktu beberapa bulan bahkan hingga setahun untuk dapat terurai oleh alam. Oleh karena materialnya yang lumayan keras dan padat, material tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam tungku masakan, diinovasikan menjadi hiasan, juga dapat dicacah menjadi lebih kecil sebelum dibiarkan di alam. Sampah kertas bisa dibilang merupakan salah satu material bernilai yang perlu ditangani secara khusus agar tidak rusak. Secara khusus, sampah kertas perlu dipisahkan dari sampah lainnya untuk menghindari sampah basah bercampur dengan kertas. Hal ini dilakukan agar kualitas kertas tidak menurun akibat terkontaminasi air dan cairan lainnya.
Selain timbulan sampah yang menumpuk dengan cepat, salah satu faktor yang menjadi masalah dalam isu persampahan adalah fasilitas daur ulang sampah yang masih kurang dan belum merata. Peran fasilitas atau industri daur ulang khususnya daur ulang plastik sangat penting dalam mendukung pengurangan sampah nasional. Bahkan, untuk industri daur ulang plastik di daerah sifatnya masih industri penggiling, bukan pabrikan. Oleh karena itu, penting untuk menaruh sampah di tempat yang sudah disediakan untuk mendukung peningkatan kapasitas daur ulang sampah agar terwujud pengelolaan sampah yang tepat selaras. Selain itu juga menyediakan layanan pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi perusahaan juga individu, melalui layanan yang tersedia. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan pakan bagi lalat BSF. Sedangkan sampah anorganik akan dikirim ke mitra daur ulang yang nantinya akan dimanfaatkan menjadi bahan baru lainnya.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

10230-01-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar/Rapat
Yang mengikuti kegiatan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Seluruh pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 30 Januari 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 10.00 WIB
4. Peserta : 58 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Pertemuan Rutin DWP

Acara Pertemuan Rutin
Pembukaan : Ibu Diah Iswana Rachmawati
Sambutan : Ibu Tutik Suryani Agus Suswantoro
Dirigen : Ibu Fitri Rendra Wahyudi
Doa : Ibu Anisa Sefti Maharani
Rapat organisasi merupakan pertemuan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan serta program kerja tahunan yang biasanya dilakukan oleh DWP. Rapat juga membahas evaluasi program kerja dan kegiatan yang telah diaksanakan sehingga bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk menyusun program kerja di tahun berikutnya.
Rapat koordinasi dilakukan secara rutin untuk membahas rencana kegiatan, sehingga dapat membantu pelaksanaan rencana tersebut berjalan lancar dan berhasil.
Rapat koordinasi dapat menciptakan sinergi, yaitu memastikan bahwa setiap anggota menyadari apa yang sedang dikerjakan oeh tim dan bagaimana pekerjaan mereka berkontribusi pada tujuan keseluruhan.
Rapat koordinasi Penyusunan dan Pembahasan Rencana Kegiatan diadakan untuk membahas dan menyusun rencana kegiatan secara komprehensif. Rapat ini melibatkan berbagai pihak terkait yang terlibat dalam proses perencanaan kegiatan, seperti manajemen, tim kegiatan bidang terkait, dan seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Tujuan utama rapat koordinasi ini adalah untuk mencapai pemahaman bersama tentang tujuan, sasaran, strategi, dan aktivitas yang akan dilakukan dalam rangka mencapai hasil yang diharapkan. Beberapa langkah yang dilakukan dalam rapat ini meliputi :
Penjelasan tujuan : Rapat dimulai dengan memperjelas tujuan dari rencana kegiatan yang akan disusun untuk membantu semua pihak terkait memahami arah dan visi yang ingin dicapai.
Diskusi dan masukan : Setelah tujuan dijelaskan, anggota rapat memiliki kesempatan untuk memberikan masukan, pendapat, dan saran mereka. Diskusi ini penting untuk memperoleh perspektif yang beragam dan mencapai keputusan yang lebih baik.
Penentuan strategi dan aktivitas : Setelah masukan diterima, rapat akan fokus pada penentuan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, aktivitas yang perlu dilakukan juga akan ditetapkan, termasuk penentuan waktu, sumber daya, dan tanggung jawab.
Penugasan tugas : Setiap anggota rapat akan diberi tanggung jawab atau tugas spesifik sesuai dengan peran dan keahlian masing-masing. Penugasan tugas ini akan membantu dalam memastikan tanggung jawab yang jelas dan koordinasi yang efektif.
Peninjauan jadwal dan sumber daya : Selama rapat, jadwal kegiatan dan alokasi sumber daya seperti anggaran, tenaga kerja, dan peralatan akan ditinjau. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan yang memadai untuk melaksanakan rencana kegiatan.
Penentuan mekanisme pemantauan dan evaluasi : Rapat juga akan membahas mekanisme pemantauan dan evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur kemajuan kegiatan serta memastikan pencapaian tujuan yang diinginkan.
Penutupan dan tindak lanjut : Rapat diakhiri dengan rangkuman hasil diskusi dan kesepakatan yang telah dicapai. Tindak lanjut seperti pembagian notulensi rapat dan pengiriman materi atau informasi tambahan juga akan ditentukan.
Rapat koordinasi Penyusunan dan Pembahasan Rencana Kegiatan penting untuk memastikan adanya kesepakatan dan koordinasi yang baik antara semua pihak terkait. Hal ini akan membantu dalam pelaksanaan yang lancar dan berhasil dari rencana kegiatan yang telah disusun.
Pertemuan yang dilakukan oleh pengurus dan anggota DWP setiap bulannya hendaknya bisa memberikan perspektif baru sesuai amanat pengurus DWP Kabupaten dengan menitikberatkan kepada pembinaan bagi ibu - ibu selaku pendukung tugas dan karir suami sebagi seorang PNS sebab sesungguhnya keberhasilan seorang suami sangat didukung oleh peran seorang isteri. Apapun tugas, peran dan pekerjaan suami tugas dari seorang isteri adalah melakukan pengawasan, karena tugas suami sehari - hari di kantor harus memenuhi produktivitas agar kinerja PNS semakin meningkat lagi. Setiap anggota DWP diharapkan mendukung setiap program kerja yang nanti akan dilaksanakan oleh pengurus untuk itu maka wajib untuk menghadiri setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Rapat ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar pengurus dan anggota DWP dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama di bidang pemberdayaan perempuan, peningkatan kesejahteraan keluarga, dan pembinaan karakter sosial masyarakat. Keselarasan program DWP dengan arah kebijakan pembangunan daerah akan memperkuat kontribusi nyata organisasi terhadap kemajuan Kabupaten Tulungagung. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan memperkuat kebersamaan dan keselarasan visi agar kegiatan DWP mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat luas.
Rapat rutin DWP Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan membahas sejumlah agenda penting seperti evaluasi pelaksanaan program tahun 2025, realisasi program kerja tahun 2025, dan implementasi rencana kerja tahun 2026, termasuk penguatan peran DWP dalam bidang pendidikan, ekonomi kreatif, serta ketahanan keluarga. Dalam arahannya, Penasehat DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Ny. Tutik Suryani Agus Suswantoro mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh pengurus. Ia menegaskan bahwa keberhasilan DWP tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari besarnya dampak terhadap kesejahteraan perempuan dan keluarga. DWP adalah mitra strategis pemerintah daerah. Keberhasilannya turut menentukan keberhasilan pembangunan Kabupaten Tulungagung.
Menutup kegiatan, seluruh peserta menyepakati sejumlah rekomendasi program prioritas tahun 2026, di antaranya peningkatan kapasitas anggota DWP, penguatan ekonomi keluarga, serta kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Melalui forum ini, DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya perempuan dan memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

10327-01-2026

Dhama Wanita Persatuan Kecamatan Bandung Mengikut Kegiatan

Bidang : Sekretariat

Program : Pembinaan Hubungan Keluar

Kegiatan : Rapat

Keterangan Program:

1. Hari : Selasa

2. Tanggal : 27 Januari 2026

3. Pukul : 08.00 WIB s/d Selesai

4. Tempat : Balai Pertemuan Kantor Camat Bandung

5. Acara : Pertemua Rutin dan Lomba Merangkai Sayur Mayur Lokal dalam rangka peringatan HUT DWP Ke 26

Detail Acara :

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Bandung mengadakan pertemuan rutin yang diselenggarakan di balai pertemuan kantor Camat Bandung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota DWP Kecamatan Bandung dai KUA, Puskesmas, UPASP, Balai Penyuluh Pertanian, Dinas KB, PP dan PA Kecamatan Bandung dengan jumlah peserta sejumlah 30 Peserta.

Pada pertemuan tersebut Ibu Ketua DWP Kecamatan Bandung menyampaikan tentang program kegiatan yang berjalan lancar pada tahun 2025 dan kegiatan yag akan diaksanakan pada tahun 2026. Ibu Ketua DWP Kecamatan Bandung Berharap DWP Kecamatan tetap kompak dalam menjalankan kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2026.

Selain pertemuan rutin, pada hari Selasa tanggal 27 Januari 2026 juga diselenggarakan acara Lomba merangkai sayur mayur lokal dalam rangka peringatan HUT DWP Ke 26. Kegiatan tersebut diikuti anggota dari setiap kelompok terdiri dari 2 orang dengan jumlah kelompok 8.

Kegiatan tersebut berjalan selama 30 menit, dari masing-masing kelompok terlihat sangat kompak dalam merangkai sayur mayur. Setelah 30 menit selesai, waktunya juri untuk menilai kreasi dari para peserta.

Setelah mendapatkan pemenang juri mengumumkan juara dari lomba tesebut.

Juara 1 dari UPASP Kecamatan Bandung

Juara 2 dari Puskesmas Bandung

Juara 3 dari KUA Kecamatan Bandung

Setelah mengumumkan pemenang Ibu Ketua DWP Kecamatan Bandung memberikan hadiah kepada para pemenang lomba.

Selain pemenang yang mendapatkan hadiah, panitia juga menyiapkan dorprize kepada tamu undangan yang membuat acara semakin meriah.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan anggota DWP Kecamatan Bandung semakin kompak dan tetap menjalin silaturahmi dengan baik.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Bandung

10429-01-2026Rapat intern Pengurus Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 29 Januari 2026, bertempat di Ruang Aspirasi DPRD Kabupaten Tulungagung. Rapat dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh sebanyak 21 (dua puluh satu) orang pengurus Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Rapat ini merupakan rapat intern pertama pada awal periode kepengurusan, sehubungan dengan adanya pergantian pengurus Dharma Wanita Persatuan. Oleh karena itu, selain membahas agenda organisasi, rapat juga diisi dengan pengenalan pengurus baru guna mempererat silaturahmi serta membangun koordinasi dan kekompakan antar pengurus dalam menjalankan tugas organisasi ke depan. Rapat dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh pengurus. Ketua berharap melalui rapat awal periode ini dapat terjalin kerja sama yang solid, komunikasi yang efektif, serta komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya, disampaikan evaluasi singkat terhadap kegiatan Dharma Wanita Persatuan yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya. Secara umum, kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, namun masih diperlukan peningkatan koordinasi, kedisiplinan, serta partisipasi aktif seluruh pengurus agar pelaksanaan kegiatan pada periode kepengurusan yang baru dapat berjalan lebih optimal. Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan rencana program kerja Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung ke depan. Dalam pembahasan tersebut, para pengurus menyampaikan berbagai usulan kegiatan yang meliputi kegiatan peningkatan kapasitas dan keterampilan anggota, kegiatan sosial dan kemasyarakatan, serta kegiatan yang mendukung program kerja Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Seluruh peserta rapat sepakat bahwa program kerja harus disusun secara terencana, realistis, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan organisasi. Pada sesi akhir rapat, para pengurus juga menyampaikan saran dan masukan terkait teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk pengaturan jadwal pertemuan rutin serta upaya peningkatan komunikasi dan koordinasi antar pengurus. Seluruh masukan tersebut dicatat sebagai bahan pertimbangan dalam penyempurnaan pelaksanaan kegiatan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Rapat intern Pengurus Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung ditutup oleh Ketua pada pukul 11.00 WIB dengan harapan seluruh pengurus dapat melaksanakan hasil rapat dengan penuh tanggung jawab serta berperan aktif dalam mendukung kemajuan organisasi.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
10527-01-2026
DHARMA WANITA PERSATUAN BAPPEDA KABUPATEN TULUNGAGUNG:

Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung telah menghadiri kegiatan sebagai berikut:

Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Rapat

Keterangan Program

1. Hari/Tanggal : Selasa, 27 Januari 2026
2. Pukul : 11.00 - selesai
3. Peserta : Ketua DWP Bappeda Kabupaten Tulungagung, Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung dengan jumlah 20 orang.
4. Acara : Kegiatan Rapat Pengurus DWP Kabupaten Tulungagung Bulan Januari Tahun 2026
5. Pakaian: Batik atau Seragam PDH yang berlaku pada hari itu, bagi anggota DWP Kabupaten Tulungagung yang bekerja di Instansi Pemerintah
Keterangan Kegiatan:

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Kabupaten Tulungagung telah melaksanakan agenda organisasi pada Bidang Sekretariat melalui Program Pembinaan Hubungan Keluar dan Rapat Koordinasi yang diselenggarakan pada hari Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan yang bertempat di lingkup Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung ini dimulai pada pukul 11.00 WIB hingga selesai, dengan dihadiri oleh Ketua DWP Bappeda Kabupaten Tulungagung beserta jajaran pengurus dan anggota yang berjumlah 20 orang. Seluruh peserta yang hadir tampak seragam mengenakan Batik atau Pakaian Dinas Harian (PDH) bagi anggota yang bertugas di instansi pemerintah, sebagai wujud kedisiplinan dan profesionalisme dalam berorganisasi.

Rapat rutin yang dipimpin langsung oleh Ketua DWP, Ny. Uswatun Khasanah Soeroto, pada bulan Januari ini. Rapat tersebut berlangsung di kantor DWP setempat, dihadiri oleh seluruh anggota pengurus dan diwarnai dengan suasana penuh kekeluargaan. Agenda utama rapat kali ini adalah pelaksanaan program kerja tahun Anggaran 2026. Ny. Uswatun Khasanah Soeroto mengingatkan pentingnya koordinasi dan kerja sama antara anggota pengurus agar seluruh program kerja dapat dilaksanakan sesuai rencana. Beberapa tujuan pertemuan rutin DWP tersebut antara lain: 1. Koordinasi dan Informasi: Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi anggota DWP untuk mendapatkan informasi terkini mengenai berbagai kegiatan dan program 2. Mendorong Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan: DWP sering terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Pertemuan rutin dapat membahas dan merencanakan inisiatif seperti penggalangan dana, kunjungan sosial 3. Pengembangan Keterampilan: Melalui sesi pelatihan atau lokakarya dalam pertemuan rutin, DWP dapat meningkatkan keterampilan anggotanya dalam berbagai bidang, seperti kepemimpinan, komunikasi, atau pengembangan diri 4. Pembahasan Rencana Kegiatan: Pertemuan ini bisa digunakan untuk merencanakan kegiatan dan acara DWP yang akan datang, termasuk diskusi tentang tema, tujuan, dan pelaksanaan 5. Penguatan Solidaritas dan Kebersamaan: Pertemuan rutin merupakan waktu untuk membangun solidaritas, memperkuat rasa kebersamaan, dan meningkatkan semangat tim di antara anggota DWP Kabupaten Tulungagung 6. Peningkatan Kesadaran Sosial: Pertemuan ini dapat digunakan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesadaran anggota DWP terhadap isu-isu sosial, lingkungan, atau Pendidikan 7. Merencanakan Program Kontribusi Positif: Anggota DWP dapat merencanakan dan membahas bagaimana mereka bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat 8. Memperkuat Identitas Organisasi: Pertemuan rutin membantu dalam memperkuat identitas dan peran DWP sebagai bagian dari keluarga besar DWP Kabupaten Tulungagung

Kegiatan Tahun Anggaran 2026, sebagai berikut : 1. Sekretariat a. Pemutakhiran Data Anggota Pada Sistem Keanggotaan Dwp b. Kerja Sama Dengan Mitra Opd Pada Saat Rapat Pleno 2. Bidang Pendidikan a. Sosialisasi Pendampingan Orang Tua Pada Anak Di Era Digitalisasi b. Sosialisasi Tentang Pemanfaatan Tehnologi Terkini Ai, Iot, Meta Verse Blockcha In 3. Bidang Ekonomi a. Sosialisasi Pemasaran Digital Dan Digital Market (Marketplace) b. Sosialisasi Literasi Keuangan 4. Bidang Sosial Budaya a. Sosialisasi Pengaruh Digitalisasi Terhadap Ibu-Ibu Dwp Kabupaten Tulungagung b. Sosialisasi Motivasi Terhadap Gaya Hidup Intensitas Sosial

Rapat ditutup dengan ramah tamah dan pembahasan agenda berikutnya. Rapat rutin ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan dan memperkuat komitmen DWP Kabupaten Tulungagung dalam menjalankan berbagai program sosial demi kemajuan bersama.

Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan ini sangatlah signifikan, terutama dalam mempererat jalinan silaturahmi dan solidaritas antaranggota melalui dialog tatap muka secara langsung. Selain itu, para pengurus mendapatkan informasi terkini terkait kebijakan pembinaan hubungan keluar, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas anggota dalam berorganisasi secara mandiri dan kolektif. Dengan partisipasi aktif ini, DWP Bappeda Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif, tidak hanya sebagai pendamping ASN di lingkup Bappeda, tetapi juga sebagai bagian dari elemen masyarakat yang produktif di Kabupaten Tulungagung.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD BAPPEDA
10630-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah mengikuti Kegiatan Cafe Sampah
Bidang :Sekretariat
Program : Pembinaan hubungan keluar, perayaan

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal :Jum’at, 30 Januari 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Lokasi :Halaman TP PKK Kabupaten Tulungagung
5. Acara : Cafe Sampah

Detail acara :
Ny. Makrus Mannan DWP Bagian Kesejahteraan Rakyat, Ny. Yulius Rahma Isworo DWP Bagian Umum, dan Ibu Lilis selaku anggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung, mengikuti kegiatan cafe sampah yang diadakan oleh DWP Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini bekerja sama dengan TP PKK dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung. Kegiatan cafe sampah diadakan setiap hari Jumat, dengan peserta dari Unsur Pelaksana DWP se-Kabupaten Tulungagung.

Di tengah pemandangan kehidupan perkotaan yang semakin sibuk di Kabupaten Tulungagung, muncul sebuah wadah yang menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa diwujudkan dengan cara yang hangat dan penuh kebersamaan. Cafe Sampah yang digagas dan dijalankan oleh kelompok ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung telah menjadi fenomena positif yang tidak hanya mengatasi masalah sampah namun juga mempererat tali persaudaraan antar organisasi Wanita dengan lingkungan setempat. Mulai beroperasi sejak tahun 2024, kegiatan ini telah menarik perhatian berbagai lapisan masyarakat dan menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain di sekitarnya. Tujuan utama pendirian cafe sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah, dan tujuan cafe sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih. Cafe sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memilik inilai ekonomis. Cafe sampah memliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis.

Konsep yang diterapkan pada Cafe Sampah ini sangat sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Setiap hari Jumat, mulai dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, ibu-ibu dan warga sekitar pendopo Kabupaten Tulungagung dapat datang ke lokasi kegiatan yang terletak di halaman TP PKK dengan membawa sampah yang bisa didaur ulang. Jenis sampah yang diterima telah ditetapkan secara jelas untuk memastikan kualitas dan kemudahan proses pengelolaannya, antara lain kertas bekas (surat kabar, buku tulis, kardus), botol plastik bersih dan tanpa noda makanan/minuman, kaleng alumunium dari minuman atau makanan kemasan, plastik kemasan yang sudah dicuci bersih, serta kain bekas yang masih dalam kondisi layak digunakan.

Proses penukaran dimulai dengan tahapan pendaftaran singkat bagi ibu-ibu yang datang untuk pertama kalinya, di mana mereka akan mendapatkan kartu identitas khusus yang mencatat setiap transaksi sampah yang dilakukan. Setelah itu, sampah yang dibawa akan diurutkan terlebih dahulu oleh tim relawan dari ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman sesuai dengan jenisnya, kemudian ditimbang menggunakan timbangan yang sudah dikalibrasi secara berkala untuk menjamin akurasi beratnya. Setiap jenis sampah memiliki nilai tukar yang berbeda-beda berdasarkan harga pasar saat ini, namun hal tersebut tidak menjadi kendala karena tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong kesadaran lingkungan, bukan mencari keuntungan finansial.

Setelah proses penimbangan dan penghitungan nilai tukar selesai, warga memiliki dua pilihan yang bisa mereka pilih sesuai dengan kebutuhan. Pilihan pertama adalah mendapatkan segelas minuman hangat berkualitas, yang bisa berupa kopi atau teh. Kopi yang disajikan merupakan biji kopi lokal dari petani di daerah Gunung Kawi Tulungagung, sedangkan teh yang dipakai adalah teh daun lokal yang memiliki rasa khas dan segar. Minuman ini disajikan dengan penuh cinta oleh para ibu-ibu penyelenggara. Pilihan kedua yang ditawarkan adalah menabung nilai tukar sampah dalam buku rekening yang dibuat khusus oleh panitia Cafe Sampah. Setiap ibu-ibu yang memilih opsi ini akan memiliki catatan rinci tentang jumlah nilai yang mereka tabung, baik dalam bentuk poin maupun nilai rupiah. Hingga saat ini, sudah lebih dari 60 Unsur Pelaksana yang memiliki rekening tabungan sampah dan sebagian di antaranya telah mengambil sebagian atau seluruh tabungan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung yang menginisiasi dan mengkoordinasikan kegiatan Cafe Sampah, mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari keprihatinan bersama para ibu-ibu terhadap kondisi lingkungan sekitar yang semakin terganggu akibat penumpukan sampah. Ibu-ibu sering melihat anak-anak bermain di sekitar tempat pembuangan sampah yang tidak terkelola dengan baik, dan itu membuat kita khawatir. Selain itu, banyak warga yang memiliki kesulitan ekonomi namun tidak tahu bahwa sampah yang mereka anggap tidak berharga bisa memiliki nilai. Para ibu-ibu Dharma Wanita juga terus berinovasi dan meningkatkan kualitas kegiatan Cafe Sampah. Mereka telah merencanakan beberapa program tambahan, seperti mengadakan sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Dengan kegiatan ini Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung berharap tidak hanya menjadi tempat untuk menukar sampah dengan minuman atau tabungan, namun juga menjadi pusat pendidikan lingkungan yang bisa memberikan manfaat bagi seluruh Masyarakat.

Dengan semangat gotong royong yang mendalam dan rasa kepedulian yang tulus terhadap lingkungan serta sesama, Cafe Sampah dari ibu-ibu Dharma Wanita telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh cinta. Setiap gram sampah yang dibawa oleh ibu-ibu, setiap senyum yang terlihat ketika minuman hangat disajikan, dan setiap tabungan yang berhasil dikumpulkan adalah bukti bahwa gerakan hijau tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian alam, namun juga mampu menghangatkan hati dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa ketika perempuan, khususnya ibu-ibu, bersatu dengan tujuan yang baik, mereka memiliki kekuatan untuk mengubah wajah lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitarnya.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
10730-01-2026Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
p>

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tulungagung telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Perayaan
Yang mengikuti kegiatan bank sampah bu Atik sebagai Sekretaris DWP
Petugas bank sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten,bu Yeni pengurus Bazar

Keterangan Program :
1.Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tulungagung
AA 2.Hari / Tanggal : Jum’at / 30 Januari 2026
4.Peserta : 45 orang ( dari SKPD Se Kabupaten Tulungagung )
5.Lokasi : Halaman Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung
6.Acara : Bank Sampah, Bazar, Ruang Baca ( dipimpin ibu Pipit Bambang Erawan sebagai Sekretaris DWP Kabupaten Tulungagung )
7.Jenis sampah : Sampah Plastik seberat 5,6 Kg

Tujuan utama Bank sampah membantu menangani pengelolaan sampah dan untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dari barang bekas tidak berguna menjadi berguna, hal ini menyadarkan anggota DWP akan pentingnya kebersihan dan membuat sampah menjadi barang ekonomis dengan adanya bank sampah juga dapat dijadikan Solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi anggota DWP dan Masyarakat, dalam mengelola sampah juga dapat mendapatkan tahapan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan, dari kegiatan ini sangat memberikan dampak positif bagi anggota DWP dan Masyarakat, dari manfaat pengelolaan baik bank sampah agar terpakai dan perlu dikelola yang baik agar terhindar dari penyakit dan kerusakan alam dan dijadikan peluang usaha dan dapat digunakan Kembali dan diuangkan, adapun dari bank sampah dengan Gerakan 4R :
Reduse (Mengurangi) adalah upaya pengelolaan sampah yang dilakukan dengan mengurangi penggunaan yang berpotensi menambah sampah instan. Reuse (Memakai Kembali) menggunakan kembali sampah yang masih bias dipakai Recycle (Daur Ulang) adalah sampah dikategorikan menjadi sampah organik dan anaorganik dua jenis sampah ini bias diolah lagi dengan cara daur ulang Replace (Mengganti) adalah upaya pengelolaan sampah dengan cara mengganti barang instan yang biasa dipakai dengan barang lain yang lebih ramah lingkungan

Selain kegiatan bank sampah ada juga kegiatan ruang baca perpustakaan bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan anggota DWP, kita membaca manfaat Buah Mengkudu, Tanaman ini tumbuh di daratan rendah hingga pada ketinggian 1.500 m, tinggi pohon mencapai 3 - 8 m, memiliki bunga bonggol berwarna putih, buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam, karena itu mengkudu sering ditanam di dekat rumah dipedesaan dan buah mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap, zat yang dibutuhkan tubuh seperti protein, vitamin dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu selenium salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan lengkap
Buah mengkudu bermanfaat bagi kesehatan sebagai antioksidan seperti betakarotin, Vit C. Vit E Dan VA E yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas

Bazar merupakan salah satu kegiatan anggota DWP bertujuan memfasilitasi untuk mempromosi kan produk dan memperoleh laba, cara ini efektif untuk membantu anggota DWP mengenalkan produk mereka yang dihasilkan serta meningkatkan penjualan dan mendapatkan banyak pembeli jenis barang yang dipasarkan olahan masakkan dari ibu-ibu anggota tidak memakai MSG dan Pewarna aman untuk pembeli seperti : Sosis Ayam Sehat, minuman herbal : Kunyit Asam Beras kencur, dawet cendol, sayuran, telur omega, dari penjualan tersebut ibu-ibu anggota DWP bisa mendapat laba dari penjualan

<
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tulungagung
10830-01-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM mengikuti kegiatan Bank sampah yang berkolaborasi dengan cafe sampah TP PKK Kabupaten Tulungagung yang diadakan setiap hari Jum'at yang diikuti oleh Ibu Sekar dan Ibu Denok dengan berat 9,5 kg. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secra efektif. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami cara memilah dan mengelola sampah dengan baik, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi, mendukung keberlanjutan lingkungan dan menciptakan budaya ramah lingkungan di komunitas. Hasil sampah yang terkumpul kemudian akan ditimbang dan peserta akan menerima voucher belanja yang dapat digunakan untuk membeli barang-barang di bazaar yang tersedia sebagai insentif untuk mendorong partisipasi aktiff dalam pengelolaan sampah
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
10927-01-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM mengikuti Rapat Pengurus yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 Januari 2026 bertempat di Kantor Sekretariat DWP Kabupaten. Rapat ini dipimpin langsung oleh Pj.Ketua DWP Kabupaten Tulungagung Ny. Uswatun Khasanah Soeroto, dan dihadiri oleh para pengurus serta perwakilan dari Unit Pelaksana (UP) DWP. Tujuan utama diadakannya rapat pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) tingkat kabupaten adalah untuk merencanakan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan berbagai program kerja yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota (istri PNS) serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Secara rinci, berikut adalah tujuan rapat pengurus DWP kabupaten: 1. Evaluasi dan Perencanaan Program Kerja: Mengevaluasi program kerja yang telah berjalan, mengatasi kendala yang muncul, dan merencanakan program kerja ke depan, termasuk memastikan kesesuaian dengan program kerja pusat. 2. Koordinasi dan Sinergi: Menyelaraskan strategi antar bidang dalam kepengurusan DWP (pendidikan, ekonomi, sosial budaya) untuk mencapai tujuan bersama. 3. Penguatan Organisasi: Memperkuat persatuan, kesatuan, dan soliditas antaranggota serta pengurus, sekaligus melakukan konsolidasi kepengurusan. 4. Peningkatan Kualitas Anggota: Wadah untuk pembinaan mental, spiritual, dan pengembangan kemampuan anggota (skill/pengetahuan) agar mampu mendukung tugas suami. 5. Penyampaian Informasi dan Kebijakan: Menyampaikan informasi penting dari pengurus pusat, ketua, atau kebijakan pemerintah terkait keanggotaan. 6. Administrasi dan Database: Memperbarui data keanggotaan (database) dan membahas isu-isu pembangunan yang berdampak pada kesejahteraan keluarga. Rapat ini juga sering menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan antara nggota. Harapannya pertemuan ini menjadi langkah awal penting dalam menyatukan semangat dan arah kerja organisasi ke depan. Dalam arahannya, Pj.Ketua DWP Kabupaten Tulungagung menyampaikan pentingnya koordinasi, kebersamaan, serta komitmen setiap pengurus untuk menjalankan program kerja dengan penuh tanggung jawab. Beberapa pokok pembahasan rapat perdana antara lain: 1. Kesepakatan Waktu Rapat Rutin Bulanan Para pengurus menyepakati jadwal pelaksanaan rapat rutin bulanan DWP sebagai sarana evaluasi dan koordinasi kegiatan organisasi. 2. Pembentukan Pengurus UP DWP Rapat juga membahas struktur dan pembentukan kepengurusan Unit Pelaksana (UP) DWP di setiap perangkat daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat peran DWP di tingkat unit kerja. Dalam penutupan rapat, Ny. Uswatun Khasanah menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan seluruh pengurus. Ia berharap semangat ini terus terjaga sehingga program kerja DWP Kabupaten Tulungagung dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata bagi keluarga besar ASN serta masyarakat Kabupaten Tulungagung. Rapat perdana di tahun ini menjadi awal yang kuat bagi DWP Kabupaten Tulungagung dalam mewujudkan visi dan misi organisasi, sejalan dengan semangat kebersamaan untuk mendukung pembangunan daerah menuju Kabupaten Tulungagung Emas.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
11030-01-2026Bidang Sekretariat, Program Kerja Sekretariat Informasi dan Humas ( Hubungan Masyarakat ). Pada hari ini Jumat, tanggal 30 Januari 2026, jam 10.00 wib, bertempat di ruang sekretariat kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, dibawah arahan dan bimbingan ibu Ketua DWP, ( ibu Ida Lugu Tri Handoko ) dan ibu wakil Ketua DWP ( ibu Joko Irbi ), pengurus serta anggota DWP ( ibu Esty, ibu Sulistiana, ibu Yuyun, ibu Orin ) dibantu oleh bp.Tri Mulyono, kami berupaya mengumpulkan data, foto kegiatan DWP, menyusun kegiatan humas Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kab. Tulungagung. Giat Humas (Hubungan Masyarakat) Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 2026 kami berfokus pada penguatan kapasitas anggota, peningkatan citra organisasi melalui digitalisasi, dan peningkatan kepedulian sosial, sejalan dengan peringatan HUT ke-27 DWP. Humas DWP berperan sebagai penyambung lidah, mitra strategis pemerintah, dan pembangun relasi internal maupun eksternal. Kegiatan Humas DWP di tahun 2026 ini bertujuan agar organisasi lebih hidup, produktif, dan berdaya guna bagi anggota serta lingkungan sekitar. Berikut adalah rincian giat humas DWP terbaru (2025-2026): 1. Kegiatan Penguatan Kapasitas & Publikasi - Workshop Public Speaking: Pelatihan kemampuan komunikasi bagi pengurus untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri anggota. - Sosialisasi AD/ART DWP 2025: Kegiatan rutin untuk menyamakan persepsi anggota berdasarkan hasil Musyawarah Nasional. - Digitalisasi Informasi: Mengelola media sosial dan situs web DWP untuk menyebarkan informasi program kerja secara cepat dan modern. 2. Giat Rutin dan Sosialisasi - Pertemuan Bulanan & Arisan: Pertemuan rutin untuk menjalin silaturahmi, kekompakan, dan penguatan peran pendamping ASN. - Seminar Peningkatan Kapasitas: Seminar bertema khusus seperti "Anak Sehat Orang Tua Hebat dengan Makan Bergizi" untuk mendukung tumbuh kembang anak. - Pelatihan Keterampilan: Kegiatan produktif seperti tata rias, membuat bouquet, atau menghias kue untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. 3. Giat Sosial & Peringatan Hari Besar - Peringatan HUT DWP ke-27 (2026): Penyelenggaraan serangkaian acara, termasuk pertemuan dengan dinas/instansi terkait dan perayaan Hari Ibu. - Bakti Sosial & Kepedulian: Donor darah dan pembagian sembako untuk masyarakat kurang mampu sebagai bentuk tanggung jawab sosial. - Program Ramadhan/Hari Raya: Berbagi untuk sesama dalam momen keagamaan. 4. Fungsi Strategis Humas DWP - Penyambung Informasi: Menyampaikan informasi pembangunan dari pemerintah kepada anggota dan masyarakat. - Mediator Internal: Memperkuat hubungan emosional antara anggota melalui interaksi aktif di grup-grup komunikasi DWP. - Dokumentasi: Mengabadikan dan menyebarluaskan kegiatan melalui media sosial. Manfaat Kegiatan Humas DWP bagi Anggota: - Meningkatkan Komunikasi & Silaturahmi: Mempererat solidaritas dan kebersamaan antaranggota melalui arus informasi yang lancar. - Penambahan Pengetahuan (Wawasan): Mendapatkan akses informasi mengenai isu-isu kesehatan, hukum, sosial, dan ketahanan keluarga melalui publikasi humas. - Peningkatan Kualitas Diri: Komunikasi yang baik membantu anggota meningkatkan kualitas diri mereka. Secara keseluruhan, Humas DWP berfungsi sebagai "jantung" informasi yang menggerakkan partisipasi aktif anggota dalam mendukung pembangunan nasional dan ketahanan keluarga.
Program: HUMAS
Pelaksana: SKPD Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan
11130-01-2026

DWP DINAS PERIKANAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

DWP Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Mengikuti Kegiatan Café Sampah, Kunjungan Bazar dan Taman Baca Digital
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Hubungan Luar : Perayaan

Keterangan Program:
1.Hari: Jumat
2.Tanggal: 27 Januari 2026
3.Pukul: 08.00 WIB
4.Tempat: Halaman Pendopo Kabupaten Tulungagung

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang publik menjadi salah satu sarana bagi anggota DWP Dinas Perikanan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai aktivitas yang bersifat edukatif, sosial, dan pemberdayaan. Melalui keterlibatan langsung, anggota DWP dapat memperluas wawasan, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta memperkuat peran dalam mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan hal tersebut, DWP Dinas Perikanan mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di halaman Pendopo Kabupaten Tulungagung, yang meliputi partisipasi dalam kegiatan cafe sampah, kunjungan ke bazar, serta kunjungan ke taman baca digital. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya anggota DWP untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas yang bersifat informatif dan inspiratif.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk partisipasi DWP Dinas Perikanan dalam kegiatan yang diselenggarakan di tingkat kabupaten. Tujuan dari keikutsertaan ini adalah menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan, memperluas wawasan mengenai produk-produk hasil usaha anggota dan pelaku usaha, serta mengenal sarana literasi yang tersedia bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat kebersamaan antara anggota DWP melalui keikutsertaan bersama dalam rangkaian kegiatan di ruang publik.

Kegiatan dilaksanakan hari ini Jumat tanggal 30 Januari 2026 mulai pukul 08.00 WUB, bertempat di halaman Pendopo Kabupaten Tulungagung, dengan penyelenggara DWP Kabupaten Tulungagung. Perwakilan dari DWP Dinas Perikanan yang mengikuti kegiatan ini adalah Ibu Dwityalani dan Ibu Ema.
Rangkaian kegiatan diawali dengan partisipasi pada kegiatan cafe sampah, di mana DWP Dinas Perikanan menyetorkan kertas cacah seberat 0,9 kg. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah kertas yang telah dipilah.
Selanjutnya, perwakilan DWP Dinas Perikanan mengunjungi area bazar yang menampilkan beragam produk, seperti makanan, minuman, kue, sayuran, dan produk lainnya. Produk-produk tersebut berasal dari pegiat usaha serta anggota DWP yang turut berpartisipasi. Kunjungan ini memberikan gambaran mengenai ragam produk yang dihasilkan serta menjadi ajang silaturahmi antar anggota
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke taman baca digital yang tersedia di lokasi kegiatan. Pada kesempatan ini, perwakilan DWP Dinas Perikanan melihat secara langsung fasilitas literasi digital yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana membaca dan menambah pengetahuan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan dalam suasana yang terbuka serta komunikatif.

Keikutsertaan DWP Dinas Perikanan dalam rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi anggota yang hadir. Melalui kegiatan cafe sampah, kunjungan bazar, dan taman baca digital, diharapkan dapat menambah wawasan serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan, dan literasi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif anggota DWP Dinas Perikanan dalam kegiatan di tingkat kabupaten.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Perikanan
11230-01-2026

DWP Kecamatan Boyolangu telah melakukan kegiatan Lietrasi.

Bidang : Sekretariat.

Program : Unggulan.

Jumat,30 Januari 2026.

Sudut Pojok Baca.

Ibu Ketua DWP Kecamatan Boyolangu beserta 2 melakukan Literasi di Sudut Pojok Baca Pkk Kabupaten Tulungagung dalam rangka mencari informasi untuk meningkatkan minat baca pengurus Dwp.Sudut Pojok PKK merupakan inisiatif kolaborasi antara POKJA II PKK dan Dinas Perpustakaan dan kearsipan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.Fasilitas ini menyediakan berbagai koleksi bukuyang dapat diakses pengunjung setelah belanja di toko pkk dan menyetorkan sampah.

DWP Kecamatan Boyolangu berharap dengan kunjungan ke Sudut Pojok Baca pengurus DWP bisa mencari informasi dari buku-buku ynag disediakan oleh sudut baca.Kita dapat memperoleh informasi apapun.

Program: Literasi
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

11328-01-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM mengikuti kegiatan dalam rangka Penyerahan Bantuan seragam bagi siswa-siswi Sekolah Dasar yang kurang mampu pada hari Rabu tanggal 28 Januari 2026 bertempat di Kantor Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah Kab.Tulungagung. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Penasehat I DWP Kabupaten Tulungagung Ny. Endang Gatut Sunu Wibowo, Pj. Ketua DWP Kabupaten Tulungagung, Camat Pucanglaban serta tamu undangan lainnya. Para siswa siswi penerima bantuan tampak antusias mengikuti kegiatan. Acara diawali dengan sambutan Camat Pucanglaban Bapak Setiono, S.Sos.,MM yang menyampaikan ucapan selamat datang serta terimakasih atas kepedulian DWP dan TP PKK Kabupaten Tulungagung. Beliau berharap bantuan seragam ini dapat bermanfaat dan meningkatkan semangat belajar siswa. Selanjutnya Ibu Penasehat I DWP Kabupaten Tulungagung memberikan sambutan dan arahan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia Pendidikan. Suasana kegiatan semakin hangat saat beliau mengajukan pertanyaan berhadiah kepada para siswa yang disambut dengan keceriaan dan gelak tawa. Juga beliau menyampaikan, "Anak-anak yang saya cintai, sekolah yang benar, dan saya harap cita-cita anda dari kecil semoga tercapai. Dengan rasa syukur saya berikan seragam ini kepada anak-anak SD yang kurang mampu dan digunakan dengan baik, sekolah yang tekun. Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan seragam secara simbolis kepada siswa siswi Sekolah Dasar yang kurang mampu. Selain itu rombongan juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu, khususnya lansia sebagai wujud kepedulian sosial dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya gotong royong dan kepedulian terhadap sesama untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Melalui kegiatan ini DWP dan TP PKK Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam bidang Pendidikan dan sosial khususnya di Kecamatan Pucanglaban. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kecamatan Pucanglaban dan sekitarnya. Juga berharap anak-anak di Tulungagung dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
11430-01-2026

Dharmawanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar

Keterangan Program :
1. Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung.
2. Hari / Tanggal : Jumat, 30 Januari 2026
3. Pukul : 09.00 WIB – Selesai
4. Lokasi : Halaman Kantor TP PKK Kabupaten Tulungagung

Ibu Vina Solika (Bendahara Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kabupaten Tulungagung) bersama Ibu Ani (Angggota Dharma Wanita Persatuan Bapenda Tulungagung) mengikuti kegiatan Cafe Sampah yang diselenggarakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung yang bertempat di halaman kantor PKK Kabupaten Tulungagung.

Dalam kegiatan cafe sampah tersebut Dharma wanita Persatuan Bapenda Kabupaten Tulungagung mengirim barang bekas berupa kardus seberat 7,7 kg, Botol Plastik seberat 2 kc dan kertas sebanyak 5,2 kg, yang hasil dari pengiriman tersebut ditabung. Dalam pengarahannya kepada anggota DWP Bapenda setiap mengirim barang bekas ke cafe sampah dan hasil pengiriman uangnya untuk ditabung terlebih dahulu di cafe sampah

Adapun tujuan dan manfaat mengikuti kegiatan cafe sampah dan menabungkan hasil pengiriman barang bekas meliputi :

1.Tujuan utama mengikuti kegiatan tersebut selain dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir juga merupakan wujud meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dari berdampak positif terhadap lingkungan oleh sebab itu Dharna Wanita Persatuan Bapenda Kabupaten Tulungagung harus aktif mengikuti kegiatan cafe sampah tersebut.
2.Tujuan lainnya dengan aktif mengikuti kegiatan cafe sampah selain berdampak positif untuk kebersihan lingkungan juga menghasilkan pendapatan tambahan oleh sebab itu perlu ditambung karena hasil penjualan barang bekas dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi organisasi atau digunakan untuk kegiatan sosial lainnya. Jadi dari kegiatan mengelola sampah dan menabung tersebut Dharma Wanita Persatuan Bapenda dapat membangun kemandirian dan mengurangi ketergantungan pada sumber pendapatan lain.
3.Sedangkan manfaat yang didapatkan lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat sehingga mencegah pencemaran tanah, air dan udara.
4.Manfaat lainnya dengan mengikuti kegiatan cafe sampah ini dapat meningkatkan nilai sosial yaitu dapat mempererat tali silahturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan Bapenda dan meningkatkan rasa kepedulian sosial.

Arahan yang disampaikan oleh Vina Solika kepada anggota Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kabupaten Tulungagagung terkait dengan tujuan dan manfaat kegiatan cafe sampah dapat disimpulkan bahwa kegiatan menabung hasil penjualan barang bekas di cafe sampah merupakan langkah yang positif dan memberikan banyak manfaat baik lingkungan maupun bagi organisasi dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata dalam meuwujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Pendapatan Daerah

11523-01-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM mengikuti kegiatan Bank sampah yang berkolaborasi dengan cafe sampah TP PKK Kabupaten Tulungagung yang diadakan setiap hari Jum'at yang diikuti oleh Ibu Yeni dan Ibu Nia dengan berat 3 kg. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secra efektif. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami cara memilah dan mengelola sampah dengan baik, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi, mendukung keberlanjutan lingkungan dan menciptakan budaya ramah lingkungan di komunitas. Hasil sampah yang terkumpul kemudian akan ditimbang dan peserta akan menerima voucher belanja yang dapat digunakan untuk membeli barang-barang di bazaar yang tersedia sebagai insentif untuk mendorong partisipasi aktiff dalam pengelolaan sampah
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
11621-01-2026Dharma Wanita Persatuan BKPSDM mengikuti kegiatan peringatan Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada hari Rabu tanggal 21 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparatur pemerintahan, dan berlangsung dalam suasana khidmat. Melalui peringatan ini, nilai-nilai Isro Mi’raj diharapkan dapat menjadi pengingat pentingnya peningkatan kualitas ibadah, ketakwaan, serta penguatan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan sebagai landasan dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing. Wakil Bupati Ahmad Baharudin mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga dapat bersilaturahmi dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena hanya berkat rahmat, taufik, hidayah, dan inayah-Nya, kita dapat berkumpul dalam acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M Kabupaten Tulungagung dalam keadaan sehat walafiat. Beliau juga menyampaikan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW seraya berharap seluruh umat mendapatkan syafa’at di yaumil akhir. Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang syarat dengan hikmah dan pelajaran bagi umat manusia, khususnya umat Islam. Kita renungkan makna dari perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW sebagai teladan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ketakwaan, serta menjaga persatuan dan kesatuan umat. Nilai-nilai Isra’ Mi’raj tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, terutama dalam mewujudkan kehidupan yang damai, sejahtera, dan beradab. Agama yang dipahami, dihayati, dan diamalkan dengan baik akan memberikan nilai-nilai kehidupan yang lebih terhormat dan beradab serta turut menekankan pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi antar sesama. Beliau juga mengajak para ulama, tokoh masyarakat, intelektual, serta seluruh jajaran pemerintahan dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Tulungagung dengan penuh keikhlasan, kejujuran, dan tanggung jawab. Kita berdoa semoga Tulungagung ke depan menjadi daerah yang lebih maju, aman, terkendali, dan masyarakatnya semakin sejahtera atas ridha Allah SWT. Acara peringatan Isra’ Mi’raj ini semakin khidmat dengan tausiyah dan kajian keagamaan yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Tawangsari, KH Muhammad Hanin Diyaudin. Para undangan tampak antusias dan mengikuti kajian hingga selesai. Melalui kegiatan ini, Pemkab Tulungagung berharap nilai-nilai spiritual Isra’ Mi’raj dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi positif dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Isro’ Mi’raj sebagai momentum refleksi dan penguatan kebersamaan, guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
11727-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung telah mengadakan kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Rapat

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal :Selasa, 27 Januari 2026
3. Pukul : 11.00 – Selesai
4. Peserta : 20 Peserta
5. Lokasi : Kantor Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Kegiatan Rapat Pengurus DWP Kabupaten Tulungagung Bulan Januari Tahun 2026

Rapat rutin yang dipimpin langsung oleh Ketua DWP, Ny. Uswatun Khasanah Soeroto, pada bulan Januari ini. Rapat tersebut berlangsung di kantor DWP setempat, dihadiri oleh seluruh anggota pengurus dan diwarnai dengan suasana penuh kekeluargaan. Agenda utama rapat kali ini adalah pelaksanaan program kerja tahun Anggaran 2026. Ny. Uswatun Khasanah Soeroto mengingatkan pentingnya koordinasi dan kerja sama antara anggota pengurus agar seluruh program kerja dapat dilaksanakan sesuai rencana. Beberapa tujuan pertemuan rutin DWP tersebut antara lain:
1. Koordinasi dan Informasi: Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi anggota DWP untuk mendapatkan informasi terkini mengenai berbagai kegiatan dan program
2. Mendorong Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan: DWP sering terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Pertemuan rutin dapat membahas dan merencanakan inisiatif seperti penggalangan dana, kunjungan sosial
3. Pengembangan Keterampilan: Melalui sesi pelatihan atau lokakarya dalam pertemuan rutin, DWP dapat meningkatkan keterampilan anggotanya dalam berbagai bidang, seperti kepemimpinan, komunikasi, atau pengembangan diri
4. Pembahasan Rencana Kegiatan: Pertemuan ini bisa digunakan untuk merencanakan kegiatan dan acara DWP yang akan datang, termasuk diskusi tentang tema, tujuan, dan pelaksanaan
5. Penguatan Solidaritas dan Kebersamaan: Pertemuan rutin merupakan waktu untuk membangun solidaritas, memperkuat rasa kebersamaan, dan meningkatkan semangat tim di antara anggota DWP Kabupaten Tulungagung
6. Peningkatan Kesadaran Sosial: Pertemuan ini dapat digunakan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesadaran anggota DWP terhadap isu-isu sosial, lingkungan, atau Pendidikan
7. Merencanakan Program Kontribusi Positif: Anggota DWP dapat merencanakan dan membahas bagaimana mereka bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat
8. Memperkuat Identitas Organisasi: Pertemuan rutin membantu dalam memperkuat identitas dan peran DWP sebagai bagian dari keluarga besar DWP Kabupaten Tulungagung

Kegiatan Tahun Anggaran 2026, sebagai berikut :
1. Sekretariat
a. Pemutakhiran Data Anggota Pada Sistem Keanggotaan Dwp
b. Kerja Sama Dengan Mitra Opd Pada Saat Rapat Pleno
2. Bidang Pendidikan
a. Sosialisasi Pendampingan Orang Tua Pada Anak Di Era Digitalisasi
b. Sosialisasi Tentang Pemanfaatan Tehnologi Terkini Ai, Iot, Meta Verse Blockcha In
3. Bidang Ekonomi
a. Sosialisasi Pemasaran Digital Dan Digital Market (Marketplace)
b. Sosialisasi Literasi Keuangan
4. Bidang Sosial Budaya
a. Sosialisasi Pengaruh Digitalisasi Terhadap Ibu-Ibu Dwp Kabupaten Tulungagung
b. Sosialisasi Motivasi Terhadap Gaya Hidup Intensitas Sosial

Rapat ditutup dengan ramah tamah dan pembahasan agenda berikutnya. Rapat rutin ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan dan memperkuat komitmen DWP Kabupaten Tulungagung dalam menjalankan berbagai program sosial demi kemajuan bersama.


Program: Rapat
11829-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen – Konsultasi

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Kamis / 29 Januari 2026
3. Pukul : 10.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ketua DWP Dinas PUPR beserta Anggota Pengurus DWP
5. Lokasi : Ruang Pertemuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagug
6. Acara : Konsultasi dan Pembahasan Rencana Kerja DWP Dinas PUPR Tahun 2026

Dalam pertemuan yang dilaksanakan pada hari ini Kamis tanggal 29 Januari 2026, yang disampaikan oleh Ibu Ketua DWP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung menjelaskan mengenai Rencana kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang akan dilaksanakan pada tahun 2026

Ibu Ketua menyampaikan untuk selalu berfokus pada penguatan kapasitas anggota, digitalisasi administrasi (E-Reporting), ketahanan keluarga, dan peningkatan peran ekonomi kreatif.

Diantaranya disampaikan mengenai program kerja yang disusun melalui 3 pilar utama yaitu organisasi, administrasi, dan sosial budaya, dengan penyesuaian pada tujuan pembangunan daerah.

Poin-Poin Rencana Kerja DWP :
1. Peningkatan Kualitas SDM: Pelatihan Total Image (pengembangan kepribadian), keterampilan digital, bahasa Inggris, dan pelatihan manajemen keuangan bagi pengurus dan anggota.
2. Digitalisasi dan Administrasi: Implementasi E-Reporting, pelatihan kearsipan, serta perbaikan sistem pelaporan kegiatan untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
3. Bidang Ekonomi Kreatif: Kursus wirausaha (tatarias, menghias kue, buket), pelatihan daur ulang sampah, dan pengembangan koperasi untuk kesejahteraan anggota.
4. Sosial Budaya & Ketahanan Keluarga: Program yang berfokus pada keutuhan keluarga, kegiatan sosial, dan edukasi nilai-nilai budaya.
5. Informasi dan Humas: Pemanfaatan media sosial untuk dokumentasi dan publikasi kegiatan agar lebih aktif dan produktif.

Rencana kerja ini bertujuan menciptakan organisasi yang lebih modern, adaptif, dan berdaya guna bagi masyarakat.

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung 2026 di tata dalam 3 bidang kegiatan yang berlaku mulai 1 Januari – 31 Desember setiap tahunnya. Bidang kegiatan tersebut adalah :
1. Bidang Pendidikan
Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan serta memperluas wawasan anggota dan keluarga guna meningkatkan kesejahteraannya
2. Bidang Ekonomi
Melaksanakan Pemberdayaan Ekonomi Produktif untuk meningkatkan kemampuan ekonomi anggota.
3. Bidang Sosial Budaya
Pembinaan dan Peningkatan Ketahanan Keluarga, Kesehatan Jasmani/Rohani

Di akhir Pembahasan Ibu Ketua DWP Dinas PUPR menyampaikan pentingnya Menyejahterakan anggota melalui Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi dan Bidang Sosial Budaya serta turut Mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota guna mendukung tercapainya tujuan nasional.


Program: Konsultasi
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
11927-01-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas KBPPPA Kab. Tulungagung I. Kegiatan : Wisuda Sekolah Orang Tua Hebat II. Waktu : Selasa, 27 Januari 2026 pukul 10.00 WIB III. Tempat : Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu. IV. Narasumber : Ibu Emy Sulistijani selaku anggota DWP Dinas KBPPPA Kab. Tulungagung V. Pembahasan: Wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) adalah acara puncak atau simbolis dari rangkaian kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat yang diselenggarakan oleh BKKBN. Wisuda ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para peserta (orang tua) yang telah menyelesaikan pelatihan, pembelajaran, atau program pengasuhan yang dilaksanakan dalam SOTH. Tujuan Wisuda SOTH 1. Mengapresiasi Orang Tua Memberikan penghargaan kepada orang tua atas komitmen dan kesungguhan mereka dalam mengikuti program SOTH. 2. Motivasi untuk Penerapan Mendorong peserta untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. 3. Penyebarluasan Inspirasi Menginspirasi komunitas atau masyarakat sekitar untuk mengikuti program serupa. 4. Evaluasi Program Sebagai bagian dari penutup dan evaluasi keberhasilan program SOTH di suatu wilayah. Kegiatan Dalam Wisuda SOTH 1. Sambutan dan Pidato o Sambutan dari pejabat BKKBN, kepala desa, atau tokoh masyarakat yang mendukung program. o Ucapan terima kasih kepada peserta dan panitia pelaksana. 2. Penyematan Simbolis o Penyematan medali, pin, atau selempang kepada peserta yang lulus sebagai tanda kelulusan. o Penyerahan sertifikat kepada para orang tua sebagai bukti telah mengikuti SOTH. 3. Penampilan Peserta o Demonstrasi atau presentasi hasil pembelajaran, seperti simulasi pola asuh, cerita pengalaman, atau pameran karya. 4. Penghargaan Khusus o Pemberian penghargaan untuk peserta yang menunjukkan komitmen tinggi atau inovasi dalam pengasuhan. 5. Testimoni Peserta o Peserta berbagi pengalaman tentang manfaat yang dirasakan selama mengikuti SOTH. 6. Kegiatan Tambahan o Lomba kreativitas orang tua dan anak, seperti seni atau permainan. o Pameran produk lokal atau karya komunitas, jika relevan. Persiapan Wisuda SOTH • Peserta: Orang tua yang telah memenuhi kriteria kelulusan, seperti kehadiran dan keterlibatan aktif selama program. • Tempat: Biasanya diadakan di aula desa, balai pertemuan, atau ruang publik lainnya. • Panitia: Melibatkan kader KB, fasilitator SOTH, dan pemerintah setempat. • Dokumentasi: Foto, video, dan berita untuk mempublikasikan keberhasilan program. Manfaat Wisuda SOTH • Menjadi momen kebanggaan bagi para peserta. • Memperkuat komitmen orang tua untuk terus menerapkan pola asuh positif. • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya program SOTH. • Mendukung keberlanjutan program dalam jangka panjang di wilayah tersebut Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKKBN adalah salah satu program unggulan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mendukung pengasuhan yang berkualitas. Program ini berfokus pada pemberdayaan keluarga, khususnya orang tua, agar mampu mendidik anak dengan pendekatan positif demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Tujuan SOTH BKKBN 1. Meningkatkan kemampuan orang tua dalam mendidik anak sesuai dengan tahap perkembangannya. 2. Mendorong peran aktif keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. 3. Mengurangi risiko stunting melalui pola asuh yang tepat, perbaikan gizi, dan lingkungan yang sehat. 4. Membentuk generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Fokus Program SOTH BKKBN 1. Pengasuhan Positif Memberikan panduan kepada orang tua untuk memahami kebutuhan anak dari segi fisik, emosional, dan sosial. 2. Pencegahan Stunting Edukasi tentang pentingnya nutrisi, pola makan sehat, kebersihan lingkungan, dan pengawasan kesehatan anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun (golden period). 3. Peningkatan Kualitas Hubungan Orang Tua dan Anak Mengajarkan cara berkomunikasi efektif dan membangun kelekatan emosional (bonding) antara orang tua dan anak. 4. Kesadaran tentang Pendidikan dan Perkembangan Anak Menekankan pentingnya pendidikan sejak dini serta keterlibatan orang tua dalam mendukung potensi anak. 5. Penguatan Keluarga sebagai Pilar Utama Mendorong peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Kegiatan Utama SOTH BKKBN 1. Penyuluhan dan Pelatihan - Dilakukan oleh penyuluh KB, kader posyandu, atau tenaga ahli di bidang parenting. - Topik meliputi pola asuh, kesehatan, gizi, dan tumbuh kembang anak. 2. Kelas Interaktif - Diskusi kelompok orang tua. - Simulasi pengasuhan anak. 3. Pemberian Modul atau Buku Panduan - Panduan pola asuh berbasis perkembangan anak. - Materi terkait gizi dan kesehatan keluarga. 4. Kegiatan Praktik - Demonstrasi pemberian makan bergizi untuk bayi dan balita. - Aktivitas bermain untuk menstimulasi perkembangan anak. 5. Monitoring dan Evaluasi - Penilaian terhadap penerapan pola asuh yang diajarkan dalam program. - Kunjungan ke rumah atau pertemuan rutin untuk memastikan keberlanjutan pola asuh positif. Manfaat Bagi Peserta 1. Memahami pentingnya pengasuhan berbasis kasih sayang dan disiplin positif. 2. Meningkatkan kemampuan orang tua dalam memantau dan mendukung tumbuh kembang anak. 3. Mendapatkan bimbingan praktis tentang perbaikan pola makan untuk mencegah stunting. 4. Menumbuhkan keluarga yang harmonis dan mendukung perkembangan anak yang optimal. Program SOTH biasanya dilaksanakan di desa-desa, posyandu, atau lingkungan komunitas dengan pendampingan intensif dari BKKBN, kader PKK, dan tenaga kesehatan. Sekolah Orang Tua Hebat adalah sebuah program yang biasanya dirancang untuk mendukung para orang tua dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam mendidik, membimbing, dan mendukung perkembangan anak-anak. Program ini sering diinisiasi oleh komunitas, sekolah, lembaga pendidikan, atau organisasi tertentu. Tujuan utamanya adalah membantu orang tua menjadi lebih sadar, terampil, dan percaya diri dalam menjalankan peran mereka. Karakteristik Utama Program Sekolah Orang Tua Hebat: 1. Peningkatan Kemampuan Parenting Mengajarkan berbagai keterampilan pengasuhan, seperti cara berkomunikasi yang efektif, memahami kebutuhan emosional anak, dan mengatasi tantangan dalam pengasuhan. 2. Pendidikan Tentang Perkembangan Anak, Memberikan pengetahuan tentang tahapan perkembangan anak, baik dari sisi fisik, emosional, sosial, maupun akademis. 3. Pendekatan Positif, Mengajarkan pendekatan pengasuhan berbasis kasih sayang, empati, dan disiplin positif. 4. Kegiatan Interaktif Melibatkan diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, atau bahkan kegiatan praktik langsung untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan. 5. Dukungan Komunitas Membangun komunitas di mana para orang tua dapat saling berbagi pengalaman, dukungan, dan solusi terhadap tantangan yang mereka hadapi. 6. Konseling dan Bimbingan Beberapa program menyediakan layanan konseling untuk membantu orang tua menghadapi masalah yang lebih spesifik, seperti konflik dalam keluarga atau kesulitan perilaku anak. Program ini biasanya menyasar orang tua dari berbagai latar belakang dan usia anak, mulai dari balita hingga remaja. Manfaat Mengikuti Sekolah Orang Tua Hebat • Meningkatkan pemahaman tentang cara mendidik anak yang efektif. • Memperkuat hubungan antara orang tua dan anak. • Membantu mengatasi masalah perilaku anak secara konstruktif. • Membentuk generasi yang lebih sehat secara mental dan emosional. • Menumbuhkan rasa percaya diri dalam peran sebagai orang tua. Kegiatan dalam Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) biasanya dirancang untuk mendukung pembelajaran interaktif dan memberikan wawasan praktis bagi orang tua. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan yang sering dilakukan dalam program SOTH: 1. Sesi Pembelajaran atau Seminar Memberikan pengetahuan dasar tentang: • Tahapan Perkembangan Anak: Fisik, emosi, kognitif, dan sosial. • Pola Asuh Positif: Seperti disiplin tanpa kekerasan, empati, dan komunikasi efektif. • Keseimbangan Peran Orang Tua: Mengatur waktu untuk keluarga dan pekerjaan. 2. Diskusi Kelompok Orang tua diajak untuk berbagi pengalaman dan tantangan mereka dalam mengasuh anak. Kegiatan ini sering dipandu oleh fasilitator atau ahli parenting untuk menghasilkan solusi bersama. 3. Simulasi dan Role-Play • Orang tua memainkan peran sebagai anak atau orang tua dalam skenario tertentu. • Meningkatkan pemahaman tentang perasaan dan kebutuhan anak. • Memberikan pengalaman langsung untuk menerapkan metode komunikasi yang efektif. 4. Pelatihan Praktis • Teknik mengelola emosi, seperti cara mengontrol kemarahan. • Aktivitas bermain dan belajar bersama anak. • Pengelolaan waktu dan rutinitas keluarga. 5. Kegiatan Interaktif Orang Tua dan Anak • Workshop Kreatif: Membuat karya seni, memasak bersama, atau proyek DIY sederhana. • Games Keluarga: Aktivitas untuk mempererat hubungan dan melatih kerja sama. • Outdoor Activities: Piknik keluarga, olahraga bersama, atau kegiatan di alam terbuka. 6. Parenting Talkshow atau Sharing Session Menghadirkan ahli parenting, psikolog, atau konselor keluarga untuk berbicara tentang topik tertentu, misalnya: • Cara mendukung anak menghadapi tantangan sekolah. • Strategi mendidik anak di era digital. 7. Konseling atau Pendampingan Individu • Orang tua mendapatkan sesi konsultasi pribadi dengan pakar untuk membahas masalah spesifik dalam keluarga. 8. Program Refleksi Diri • Membantu orang tua mengevaluasi gaya pengasuhan mereka. • Mendorong introspeksi melalui jurnal atau diskusi tentang nilai-nilai keluarga. 9. Evaluasi dan Tindak Lanjut • Orang tua diberikan tugas praktik di rumah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. • Pertemuan rutin untuk mengevaluasi perkembangan setelah sesi pelatihan
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
12015-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Kamis, 15 Januari 2026
3. Waktu : 08.30 WIB
4. Peserta : Anggota Dharma wanita Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
5. Lokasi : Ruang Rapat Natamukti Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
6. Acara : Pertemuan rutinan Dharma Wanita Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Sambutan
4. Doa
5. Penyampaian materi dan tanya jawab

Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung merupakan organisasi yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, yang berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan tugas kedinasan serta mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarga. Selama periode pelaporan, Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung telah melaksanakan berbagai kegiatan yang mencakup bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara terencana dan berkesinambungan sebagai bentuk implementasi program kerja organisasi. Pada bidang pendidikan, DWP secara rutin melaksanakan pertemuan anggota, pembinaan keorganisasian, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota agar mampu berperan aktif dalam keluarga dan masyarakat. Pada bidang ekonomi, Dharma Wanita Persatuan turut mendukung penguatan ekonomi keluarga melalui kegiatan yang berkaitan dengan keterampilan usaha, pengelolaan keuangan keluarga, serta partisipasi dalam kegiatan pameran dan promosi produk UMKM. Hal ini sejalan dengan tugas dan fungsi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Pada bidang sosial budaya, DWP melaksanakan kegiatan sosial seperti bakti sosial, anjangsana, serta partisipasi dalam kegiatan peringatan hari besar nasional maupun keagamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan mempererat tali silaturahmi antaranggota serta dengan masyarakat sekitar. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung berjalan dengan baik berkat dukungan dan partisipasi aktif seluruh anggota serta sinergi yang harmonis dengan pimpinan dan jajaran dinas. Diharapkan ke depan Dharma Wanita Persatuan dapat terus meningkatkan peran dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Tulungagung selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi anggota DWP Kabupaten Tulungagung, menyampaikan laporan kegiatan secara cepat dan tepat, serta mewujudkan kesejahteraan anggota melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota. Selain itu juga sebagai pembelajaran dan edukasi, mendorong kegiatan sosial kemanusiaan, mengembangkan keterampilan, pembahasan rencana kegiatan, penguatan solidaritas kebersamaan, peningkatan kesadaran sosial.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
12123-01-2026Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan BPKAD Kabupaten Tulungagung

Cafe Sampah Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan BPKAD Kabupaten Tulungagung telah mengikuti kegiatan rutin Cafe Sampah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan melalui program pengumpulan sampah.

Kegiatan café sampah ini rutin dilaksanakan pada hari Jum’at dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Kantor Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung. Pada tanggal 23 Januari 2026, kegiatan cafe sampah dihadiri oleh Ibu Dwi dan Ibu Mifa dengan menyetorkan duplex seberat 3,5 kg dan botol plastik bekas seberat 5,5 kg.

Adapun Penyelenggara dari kegiatan ini adalah Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung (untuk kegiatan pada hari Jum'at minggu ke-1 dan ke-3) dan PKK Kabupaten Tulungagung (untuk kegiatan pada hari Jum'at minggu ke-2 dan ke-4). Keduanya bekerjasama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung dan diikuti oleh peserta dari seluruh Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi langsung serta solusi untuk mengatasi persoalan sampah di masyarakat.

Menurut World Health Organization (WHO), sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Sedangkan berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah adalah sisa kegiatan sehari- hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat, berupa zat organik atau anorganik, dan bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai, yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan.

Dilihat dari definisi sebelumnya, dapat disimpulkan definisi sampah adalah sisa dari kegiatan sehari-hari manusia berupa material tertentu yang tidak lagi bisa dimanfaatkan sehingga harus dibuang dan dimusnahkan. Penanganan akhir sampah dilakukan bergantung pada karakteristik dan kategori setiap jenis sampah.

Berdasarkan sifatnya, sampah dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis yaitu :

1. Sampah Organik

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, baik hewan, tanaman, maupun manusia yang dapat terurai secara alamiah di alam (biodegradable). Biasanya sampah jenis ini biasa kita kenal dengan sampah sisa makanan, potongan buah dan sayur, sampah dedaunan, pepohonan, dan rumput- rumputan, sekam padi, kotoran hewan ternak, juga potongan kuku dan helai rambut yang terbuang ke tanah. Beberapa diantaranya dapat dimanfaatkan menjadi hal-hal lain, seperti kompos, ecoenzym, diolah menggunakan lubang biopori, dan menjadi pakan ternak bagi Black Soldier Fly atau lalat BSF. Khusus untuk sampah tertentu, seperti daging, batok kelapa, kotoran, dan lainnya tidak dapat diolah atau dimanfaatkan kembali dengan alasan kesehatan atau karakteristiknya yang butuh waktu lama untuk terurai.

Sampah organik bisa dibedakan lagi secara lebih mendetail ke dalam dua jenis, yaitu sampah organik kering dan sampah organik basah. Sampah organik kering punya kandungan air yang lebih sedikit dibandingkan sampah organik basah. Oleh karena itu, biasanya sampah organik basah akan lebih cepat membusuk sehingga hancur lebih dulu.

2. Sampah Anorganik

Berbeda dari sampah organik, sampah anorganik tidak dapat terurai secara alami (undegradable) karena materialnya tidak berasal dari alam melainkan hasil olahan dari bahan sintetik tertentu. Beberapa contoh sampah anorganik yang sering dijumpai sehari- hari misalnya seperti kantong plastik, kaleng, aluminium, botol kaca, styrofoam, karton, tekstil dan masih banyak lagi. Barang-barang dengan material tersebut tidak dapat membusuk dengan bantuan alam, untuk itu harus diolah kembali oleh manusia atau mesin agar bisa dimanfaatkan menjadi produk baru.

3. Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3)

Selain dua jenis sampah di atas, sampah B3 adalah jenis sampah yang memiliki sifat khusus dan perlu ditangani secara khusus pula. Sampah B3 adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya. Sampah jenis ini berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan makhluk hidup baik secara langsung maupun tidak. Beberapa contoh dari sampah B3 adalah sampah medis, seperti masker, jarum suntik, dan peralatan medis lainnya, sampah elektronik atau e-waste berupa lampu, kabel, gadget rusak, dan lainnya, cairan kimia dan pelumas, produk kadaluarsa, dan beberapa sampah lainnya dengan karakteristik mudah meledak, terbakar, bersifat korosif, karsinogenik, dan dapat mengiritasi.

Berdasarkan wujud atau bentuknya, sampah dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

1. Sampah Padat

Sampah padat memiliki wujud yang jelas dan dapat berasal dari sampah organik maupun anorganik. Contohnya sampah dapur seperti sisa makanan, sayuran, sampah plastik, kayu, dan lainnya dengan bentuk yang lunak hingga keras termasuk ke dalam sampah berwujud padat. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua sampah padat bisa terurai secara alami. Oleh karena itu, sisanya perlu ditangani secara tepat agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.

2. Sampah Cair

Sesuai namanya, sampah cair atau biasa disebut limbah adalah sisa penggunaan cairan tertentu yang tidak lagi dibutuhkan dan perlu dibuang. Limbah dapat berupa limbah rumah tangga dari dapur, bekas cucian, air dari kamar mandi, dan toilet yang berpotensi mengandung patogen berbahaya. Dapat juga berupa cairan kimia dari kegiatan industri, medis, dan sebagainya yang juga berpotensi terkontaminasi zat tertentu. Oleh karena itu, limbah cair biasanya punya saluran dan wadah khusus pengolahannya tersendiri agar ketika nantinya dibuang, tidak akan mengganggu keselamatan lingkungan.

Sedangkan berdasarkan sumbernya, sampah dapat dibagi menjadi 4 bagian yaitu :

1. Sampah Alam

Kegiatan alami lingkungan juga dapat hasilkan sampah, berupa daun-daunan yang gugur, ranting yang patah, buah yang terlalu matang dan jatuh ke tanah dan berbagai contoh lainnya. Umumnya, sampah tersebut akan menjadikan pemandangan terkesan kotor dan tidak rapi tetapi akan terurai secara alami dalam waktu tertentu.

2. Sampah Manusia

Jenis sampah ini bersumber dari manusia secara langsung atau disebut juga human waste. Contohnya seperti cairan urin dan feses. Sampah jenis ini mengandung zat yang tidak baik dan dapat mencemari lingkungan juga membahayakan kesehatan jika dibuang sembarangan. Oleh karena itu, sanitasi yang baik adalah kunci mengelola sampah ini dengan tepat.

3. Sampah Konsumsi

Diartikan sebagai sampah sisa konsumsi manusia. Wujud yang umum ditemui adalah sampah rumah tangga seperti sisa makanan, kemasan plastik atau barang-barang pemakaian rumah tangga.

4. Sampah Industri

Sampah industri adalah bahan sisa dari kegiatan industri atau manufaktur. Contohnya dapat berupa sisa pangan hasil olahan atau yang terlanjur rusak sebelum sampai ke konsumen, sampah industri kimia dan bahan bangunan berupa cairan kimia, oli, pelumas, minyak, dan lainnya, serta sampah elektronik.

Persoalan sampah selalu menjadi topik yang tidak pernah habis dibahas dan semua negara menghadapinya, terutama di Indonesia. Di Indonesia persoalan sampah yang ada saat ini tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan, tapi menjadi persoalan serius yang berdampak pada perekonomian daerah terutama pada musim penghujan.

Banyaknya tumpukan sampah yang terdapat di sungai dan saluran air mengakibatkan terjadinya penyumbatan di sungai atau saluran air sehingga mengakibatkan terjadinya genangan yang berujung dapat terjadinya banjir. Jika hal ini terjadi di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi, maka tidak dapat dipungkiri akan sering terjadinya banjir di daerah tersebut.

Cafe Sampah merupakan sebuah konsep pengumpulan sampah kering kemudian dipilah. Sampah yang dibawa kemudian dilakukan penimbangan oleh petugas dan di catat di buku register. Nantinya sampah berupa plastik kemasan bisa didaur ulang kembali menjadi barang-barang kerajinan atau barang lainnya yang bernilai jual ekonomi.

Adapun tujuan dibentuknya cafe sampah adalah bagian dari sebuah strategi untuk membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat agar dapat memanfaatkan potensi sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Pengelolaan bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, tapi menjadikan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Cafe sampah juga dapat menjadi solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Harapannya dengan pola seperti ini mengajarkan masyarakat untuk disiplin dalam mengelola sampah.

Cafe sampah dapat dijadikan salah satu solusi alternatif dalam memecahkan persoalan sampah guna mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi masyarakat sekitar serta ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan. Sekecil apapun tindakan yang dilakukan pada akhirnya akan memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan bumi itu sendiri.

Demikian laporan kegiatan Café Sampah ini disusun. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terlaksananya acara ini. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

12229-01-2026

DWP kecamatan Boyolangu telah mengadakan pertemuan rutin dan pembinaan.

Bidang :Sekretariat

Program : Penataan Organisasi

Dwp kecamatan Boyolangu

Rabu,21 Januari 2026

Ruang PKK kecamatan Boyolangu

Ibu ketua DWP Kecamatan Boyolangu memberiakn pembinaan kepada pengurus DWP Kecamatan dan ketua DWP desa sekecamatan Boyolangu..Pengurus dimohon membuat program kerja tahunan dwp,yang akan dilaksanakn dalam kurun waktu 1 tahun.

Ibu Ratna Eko Wahyuni selaku ketua dwp kecamatan yang baru mengharap ibu-ibu ketua dwp desa aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan baik didesa maupun dikecamatan,yang bisa mendukung program-program yang sudah ada.

Ibu Ratna juga berpesan agar ibu-ibu anggota dwp bisa menjadi pendamping suami dalam melaksanakan tugas.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

12327-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

Pengurus DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung menghadiri kegiatan Sosialisasi Ekonomi Kewirausahaan : Perempuan Hebat, Ekonomi Kuat.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Selasa, 27 Januari 2026
3. Pukul : 08.30 WIB
4. Tempat : Panti TP PKK Kabupaten Tulungagung

Detail Acara :

DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung menghadiri kegiatan Sosialisasi Ekonomi Kewirausahaan : Perempuan Hebat, Ekonomi Kuat yang diadakan oleh Organisasi GOW. Kegiatan ini.

Di tengah tantangan dan peluang perkembangan ekonomi daerah, peran perempuan sebagai agen perubahan semakin tak tergantikan. Pada hari Selasa, 27 Januari 2026 di TP PKK Kabupaten Tulungagung. Digelar kegiatan sosialisasi ekonomi kewirausahaan bertajuk "Perempuan Hebat, Ekonomi Kuat" narasumber Ibu Dr. Triswati Sasmito, Dra, SST, Bd, M.Kes dari IWAPI, dihadiri oleh Ny. Arif Effendi dan Ny. Galih Nusantoro. Dengan jumlah peserta kurang lebih 90 peserta, yang berasal dari 33 Organisasi Wanita yang ada di Tulungagung dengan diwakili masing-masing 2 orang, pengurus beserta anggota GOW Kabupaten Tulungagung.

Perempuan di Tulungagung memiliki potensi luar biasa dalam berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, pariwisata, hingga jasa layanan. Namun, banyak di antaranya masih menghadapi kendala seperti kurangnya pengetahuan tentang manajemen usaha, akses ke modal, pemasaran produk, serta teknologi informasi yang dapat mendukung perkembangan usaha mereka. Sosialisasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dan menginspirasi ibu-ibu agar dapat mengubah ide-ide kreatif menjadi usaha yang berkelanjutan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulungagung tahun 2025 menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam sektor usaha mikro dan kecil mencapai sekitar 42%, namun sebagian besar masih beroperasi dalam skala kecil dengan pertumbuhan yang terbatas. Faktor utama yang menjadi hambatan adalah kurangnya akses terhadap pendidikan kewirausahaan dan informasi terkini tentang tren pasar. Selain itu, sebagian ibu-ibu masih memiliki pandangan bahwa usaha hanya sebagai tambahan pendapatan, bukan sebagai bisnis yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan utama yang kuat. Melihat kondisi tersebut, sosialisasi ekonomi kewirausahaan merupakan langkah penting untuk memberdayakan perempuan. Kegiatan ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi perempuan dalam perekonomian dan mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah Tulungagung.

Ibu Dr. Triswati Sasmito, Dra, SST, Bd, M.Kes menyampaikan “Di era digital seperti sekarang, kita tidak perlu hanya menjual produk di pasar atau toko fisik saja. Dengan menggunakan ponsel pintar yang kita miliki, kita bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga luar Kabupaten Tulungagung, jelasnya. Ia juga memberikan contoh praktis tentang cara membuat konten sederhana untuk promosi produk dan cara berinteraksi dengan pelanggan secara baik melalui media sosial.”

Selain materi ceramah, kegiatan sosialisasi juga dilengkapi dengan sesi diskusi yang aktif, pada sesi diskusi banyak ibu-ibu yang mengajukan pertanyaan tentang kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha, seperti kesulitan mendapatkan bahan baku dengan harga terjangkau, kurangnya pengetahuan tentang standarisasi produk, dan tantangan dalam memasarkan produk ke pasar baru. Narasumber dan panitia kegiatan memberikan tanggapan serta solusi yang konkret untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Beberapa usulan juga muncul dari peserta, seperti adanya kebutuhan akan pelatihan praktis tentang pembuatan produk baru, pendirian pusat penjualan bersama produk usaha perempuan, serta pembentukan jaringan antar organisasi wanita untuk saling mendukung.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan ekonomi kewirausahaan perempuan di Tulungagung. Beberapa hasil yang diharapkan antara lain:

1. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan ibu-ibu tentang dasar-dasar kewirausahaan dan manajemen usaha.
2. Mendorong terbentuknya lebih banyak usaha baru yang dijalankan oleh perempuan di berbagai sektor potensial. .
3. Meningkatkan akses ibu-ibu terhadap informasi, modal, dan pasar untuk mengembangkan usaha mereka. .
4. Memperkuat jaringan dan kerja sama antar organisasi wanita dalam bidang ekonomi kewirausahaan. .
5. Menciptakan kesadaran bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun ekonomi daerah yang kuat dan berkelanjutan. .

Ibu Dr. Triswati Sasmito, Dra, SST, Bd, M.Kes menyampaikan "Kami berharap bahwa dari kegiatan ini akan muncul banyak pengusaha perempuan sukses yang tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sendiri, tetapi juga dapat memberikan lapangan kerja bagi orang lain dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tulungagung," ujarnya.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Tulungagung, Ibu Endang Gatut Sunu Wibowo menambahkan bahwa organisasi wanita akan terus berperan aktif dalam mengawal perkembangan usaha perempuan, mulai dari membantu pendaftaran usaha, menyediakan tempat untuk bertemu dan berbagi informasi, hingga membantu dalam proses pemasaran produk secara bersama-sama.

Kegiatan sosialisasi ekonomi kewirausahaan "Perempuan Hebat, Ekonomi Kuat" telah berhasil menyampaikan pesan penting tentang peran perempuan dalam pembangunan ekonomi daerah. Kehadiran ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita menjadi bukti bahwa perempuan memiliki keinginan yang besar untuk berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perempuan hebat adalah mereka yang tidak hanya mampu mengelola rumah tangga dengan baik, tetapi juga mampu menjadi agen pembangunan ekonomi yang kuat. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, organisasi terkait, serta seluruh elemen masyarakat, potensi kewirausahaan perempuan di Tulungagung dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga menjadi fondasi yang kokoh bagi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Semoga kegiatan ini menjadi awal dari perubahan positif bagi kehidupan ekonomi perempuan di Tulungagung, dan dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berani mengambil langkah awal dalam dunia kewirausahaan. Karena ketika perempuan berkembang, ekonomi akan menjadi lebih kuat.


Program: Seminar
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
12428-01-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Ibu Tinik Widariyanto selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung mengajak Ibu Ibu Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung menjenguk Ibu Melahirkan dan Bayi. Bidang : Sekretariat Program Kerja : Unggulan, Stunting Keterangan Program : 1. Hari : Rabu 2. Tanggal : 28 Januari 2026 3. Pukul : 08.00 WIB sampai dengan selesai 4. Tempat : Rumah Ibu Sinta Reno di Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung 5. Pakaian : Seragam Organisasi Dharma Wanita Persatuan 6. Keperluan : Menjenguk Ibu Melahirkan dan Bayi dan Edukasi Stunting Pelaksana Kegiatan : 1. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Tinik Fajar Widariyanto; 2. Pengurus Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung antara lain Ibu Siti Mahmudah, Ibu Salman, Ibu Dewi, Ibu Yayuk dan Ibu Bela. Susunan Kegiatan : 1. Persiapan berangkat dari Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 2. Berdoa bersama; 3. Tiba Dirumah Ibu Melahirkan dan Bayi; 4. Sambutan dari Tuan Rumah; 5. Edukasi tentang merawat bayi dan Edukasi Stunting; 6. Penyerahan Kado dari anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 7. Doa bersama untuk kesehatan Ibu dan Bayi; 8. Berpamitan dan persiapan pulang. Hari Rabu, Tanggal 28 Januari 2026 pukul 08.00 Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung mengajak Ibu Ibu pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung menjenguk salah satu anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan KabupatenTulungagung yang telah melahirkan buah hatinya yang pertama yaitu Ibu Sinta Reno, yang mana rumahnya beralamat di Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung. Kegiatan menjenguk bayi adalah tradisi untuk menunjukkan kasih sayang, ucapan syukur dan mempererat tali silaturahim kepada orang tua yang baru melahirkan, kegiatan ini melibatkan kunjungan kerumah untuk melihat bayi dan memberikan dukungan kepada ibunya. Sedangkan Edukasi Stunting adalah upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi. Kegiatan diawali dengan persiapan dan doa bersama selanjutnya yaitu perjalanan menuju rumah Ibu Sinta Reno. Setibanya di rumah Ibu Sinta Reno, anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung disambut oleh Tuan Rumah. Acara berikutnya yaitu berbagi pengalaman tentang merawat bayi untuk menghindarkan dari stunting dan penyerahan kado dari anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung kepada Ibu Bayi. Ibu Sinta Reno telah melahirkan putra pertamanya yang diberi nama Muhammad Rendra Gifari dengan berat 3 Kg dan dengan Panjang Badan 50 cm. Acara berikutnya yaitu edukasi merawat bayi dan stunting oleh Ibu Ketua dan penyerahan kado dari anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung kepada Ibu Bayi. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ibu Dewi yang dilanjutkan dengang berpamitan dan persiapan pulang. Tujuan Kegiatan menjenguk Ibu melahirkan dan bayi bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindutrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung ini antara lain : 1. Momen Mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 2. Memberikan nasihat dan sosialisasi terhadap Ibu dan Bayi agar terhindar dari Stunting. Disamping tujuan diatas adapun manfaat menjenguk Ibu melahirkan dan Bayi antara lain : 1. Dukungan Emosional dan Mental bagi orang tua : menjenguk dan memberikan ucapan selamat atau pujian dapat meningkatkan semangat, motivasi, dan mengurangi stres pada ibu yang baru melahirkan; 2. Mempererat tali silaturahmi : Kunjungan menjadi momen memperkuat hubungan sosial dan kasih sayang antara anggota Dharma Wanita Persatuan; 3. Berbagi Kebahagiaan dan Doa : menjenguk bayi adalah antusiasme dan kebahagiaan atas kelahiran sang buah hati, serta memberikan doa kebaikan bagi tumbuh kembangnya; 4. Memberikan edukasi pengasuhan : kunjungan dari orang yang lebih berpengalaman bisa menjadi saran tentangt perawatan bayi. Adapun tujuan Edukasi Stunting adalah : 1. Memberikan pemahaman tentang apa itu stunying, penyebab tanda dan dampaknya; 2. Mendorong perilaku hidup bersih; 3. Memastikan pemenuhan gizi secara optimal; 4. Mendorong orang tua untuk rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu; Sedangkan manfaat Edukasi Stunting adalah : 1. Mengurangi perawakan anak dengan perawakan pendek dan beresiko; 2. Ibu dan balita mendapatkan sumber gizi yang baik; 3. Anak tumbuh dengan sehat, cerdas, dan memiliki kemampuan fisik serta kognitif yang baik; 4. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
Program: Stunting
Pelaksana: SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan
12515-01-2026Secara sederhana, rapat pengurus adalah pertemuan rutin atau khusus yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memegang jabatan struktural dalam sebuah organisasi (seperti ketua, sekretaris, bendahara, dan kepala divisi). Tujuan utamanya bukan lagi membahas hal-hal makro yang bersifat umum, melainkan lebih ke arah teknis operasional, pengambilan keputusan cepat, dan koordinasi antarbagian. Berikut adalah rincian lebih mendalam mengenai rapat pengurus: 1. Fungsi Utama Rapat Pengurus Koordinasi: Menyelaraskan program kerja antar divisi agar tidak tumpang tindih. Pengambilan Keputusan: Memutuskan kebijakan mendesak yang tidak perlu menunggu rapat anggota tahunan. Evaluasi: Membahas apa yang sudah berjalan dan kendala apa yang dihadapi di lapangan. Perencanaan: Menyusun detail teknis untuk acara atau program yang akan datang. Untuk itu dipandang perlu manakala Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan melaksanakan rapat pengurus yang diikuti oleh sejumlah pengurus yang ada 9 21 oran dengan dipimpin oleh ibu ketua DWP Dinas Pendidikan ibu Christina Sukowinarno. bertempat di Ruang Kepla UPT TB2 KS Kabupaten Tulunggaung pada hari Kamis tanggal 15 Januari 2026. pada pukul : 09.00 WIB, Acara rapat pengurus yang dipimpin oeh ibu ketua ibu Christina Sukowinarno membahas: 1. Perkenalan ibu ketua ibu Christina Sukowinarno selaku ketua baru kepada seluruh anggota pengurus. 2. Menambah beberapa pengurus baru karena banyak pengurus yang pendiunvdan mutasi sejumla 6 orang 3. Menetapkan Pertemuan Rutin perdana bulan ini pada tanggal 13 Pebruari 2026 bertempat di Aula ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan pada pukul 07.30 WIB. Acara berakhir dengan diakhiri foto bersama Bapak Penasehat DWP Dinas Pendidikan Bapak Suko Winarno
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
12621-01-2026Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta mempererat silaturahmi antaranggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung turut serta mengikuti kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung dan diikuti oleh unsur DWP dari berbagai perangkat daerah, aparatur sipil negara, serta undangan lainnya. Rangkaian acara meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin. Beliau mengajak hadirin agar selalu bersyukur kepada Allah SWT atas karunianya sehingga pelaksanaan Isra’ Mi’raj berlangsung lancar. Isra’ Mi’raj merupakan sejarah Islam yang sarat hikmah dan pelajaran nilai-nilai terkandung di dalamnya menjadi pelajaran dalam meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ketakwaan, serta menjaga persatuan dan kesatuan umat. Ajaran agama yang dipahami dan diajarkan dengan baik akan melahirkan kehidupan yang lebih beradap, harmonis dan bermartabat, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Peringatan Isro’ Mi’roj diharapkan juga menjadi momentum evaluasi diri dengan kualitas dan kuantitas menjadi meningkat sekaligus sejalan dengan karakter yang berintegritas, mandiri dan berdaya saing. Melalui peringatan ini beliau berharap ukuwah islamiyah, tali silaturahmi antar warga semakin kuat. Diakhir sambutannya, seluruh masyarakat diajak bersama-sama membangun Kabupaten Tulungagung dengan keiklasan, kejujuran dan dengan tanggungjawab demi generasi mendatang. Selanjutnya penyampaian tausiah keagamaan oleh penceramah. Dalam tausiah yang disampaikan, dijelaskan mengenai makna dan hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, khususnya tentang pentingnya salat sebagai kewajiban utama umat Islam dan sebagai sarana pembentukan karakter pribadi yang disiplin, sabar, dan bertanggung jawab, baik dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat. Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, di mana Nabi Muhammad SAW diperjalankan dalam satu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina (Isra’), kemudian dinaikkan ke Sidratul Muntaha (Mi’raj). Dikisahkan pada suatu malam, Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa luar biasa yang dikenal sebagai Isra’ Mi’raj. Peristiwa ini terjadi atas kehendak Allah SWT sebagai bentuk kemuliaan bagi Nabi Muhammad SAW sekaligus penghiburan atas berbagai ujian berat yang beliau alami. Pada malam itu, Nabi Muhammad SAW didatangi oleh Malaikat Jibril dan dibersihkan hatinya dengan air zamzam sebagai tanda penyucian jiwa sebelum melakukan perjalanan agung. Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina dalam satu malam dengan mengendarai Buraq, makhluk ciptaan Allah SWT yang bergerak sangat cepat. Setibanya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat dan menjadi imam bagi para nabi dan rasul, sebagai tanda kepemimpinan beliau sebagai penutup para nabi. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj, yaitu naik ke langit bersama Malaikat Jibril. Dalam perjalanan tersebut, beliau bertemu dengan para nabi di setiap lapisan langit. Di langit pertama hingga ketujuh, Nabi Muhammad SAW disambut oleh para nabi, antara lain Nabi Adam AS, Nabi Isa AS, Nabi Yahya AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Idris AS, Nabi Harun AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Ibrahim AS. Puncak perjalanan Mi’raj adalah ketika Nabi Muhammad SAW sampai di Sidratul Muntaha, tempat yang tidak dapat dijangkau oleh makhluk mana pun selain atas izin Allah SWT. Di sanalah Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat lima puluh waktu dalam sehari semalam. Atas nasihat Nabi Musa AS, Nabi Muhammad SAW kembali menghadap Allah SWT beberapa kali hingga akhirnya kewajiban salat diringankan menjadi lima waktu, namun dengan pahala tetap setara lima puluh waktu. Setelah menerima perintah tersebut, Nabi Muhammad SAW kembali ke bumi pada malam yang sama. Keesokan harinya, beliau menceritakan peristiwa Isra’ Mi’raj kepada masyarakat Makkah. Banyak yang meragukan dan mengingkari kisah tersebut, namun orang-orang beriman, termasuk Abu Bakar Ash-Shiddiq, membenarkan peristiwa itu dengan penuh keyakinan. Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan umat Islam tentang kebesaran kekuasaan Allah SWT, kemuliaan Nabi Muhammad SAW, serta pentingnya salat sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Peristiwa ini mengandung makna bahwa kekuasaan Allah SWT tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, serta menjadi bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Isra’ Mi’raj juga bermakna sebagai perjalanan spiritual yang mempertegas kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT dan hamba pilihan-Nya, sekaligus menjadi titik penting dalam sejarah Islam karena pada peristiwa inilah perintah salat lima waktu ditetapkan. Hikmah utama Isra’ Mi’raj adalah penegasan kewajiban salat sebagai ibadah yang memiliki kedudukan paling utama dalam Islam dan menjadi sarana langsung bagi umat Islam untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Peristiwa ini juga mengajarkan pentingnya keimanan yang kuat dan sikap tawakal, karena tidak semua hal dapat dijangkau oleh akal manusia, namun harus diterima dengan keimanan yang tulus. Selain itu, Isra’ Mi’raj memberikan hikmah tentang keteguhan dan kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai cobaan dakwah, serta menjadi motivasi bagi umat Islam untuk senantiasa meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam kepada Allah SWT melalui penghayatan terhadap peristiwa agung yang dialami Rasulullah SAW. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenang dan memahami perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Selain itu, peringatan Isra’ Mi’raj bertujuan menanamkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kewajiban melaksanakan salat lima waktu yang merupakan perintah langsung dari Allah SWT, serta mendorong umat Islam untuk meneladani akhlak, keteguhan iman, dan perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam. Manfaat dari peringatan Isra’ Mi’raj adalah tumbuhnya kesadaran umat Islam akan pentingnya salat sebagai tiang agama dan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah SWT. Peringatan ini juga memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan pemahaman keagamaan, khususnya mengenai makna spiritual dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Selain itu, kegiatan ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjadi momentum introspeksi diri untuk memperbaiki kualitas ibadah dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus penguatan nilai-nilai moral dan etika dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Melalui pelaksanaan Peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengambil pelajaran dan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj, serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat, guna mendukung terwujudnya pemerintahan yang berintegritas dan berakhlak mulia di Kabupaten Tulungagung. Keikutsertaan DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan keagamaan, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta menjadi motivasi bagi anggota DWP untuk mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dan mendukung tugas serta peran suami sebagai aparatur pemerintah.
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
12719-01-2026Memastikan Nutrisi Terbaik untuk Buah Hati di Desa Penjor dalam kunjungan balita stunting. Senin 19 Januari 2026 Ibu Ketua DWP Kecamatan Pagerwojo Ibu Nina bersama Bapak Camat Pagerwojo, Bp. Wahyu Yuniarko, S.E.,M.A.P melaksanakan kegiatan monitoring langsung ke Posbindu Desa Penjor. Kunjungan ini bukan sekadar pemantauan rutin, melainkan bentuk kasih sayang dan perhatian pemerintah terhadap tumbuh kembang anak-anak kita. Dalam kunjungan ke rumah balita dampingan stunting, Bapak Camat dan Ibu Ketua DWP Kecamatan Pagerwojo memastikan langsung bahwa program "Satu Hari Satu Telur" berjalan dengan baik. Protein hewani adalah kunci, dan konsistensi adalah solusi. Pendampingan balita stunting difokuskan pada perbaikan gizi dan pola asuh melalui pemberian Makanan Tambahan (PMT) kaya protein hewani, pemantauan tumbuh kembang (berat/tinggi badan) berkala di Posyandu, serta edukasi gizi seimbang oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tujuannya adalah mempercepat perbaikan status gizi guna menanggulangi atau mencegah dampak stunting. Stunting pada balita adalah kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis, membuat tinggi badan anak lebih pendek dari usianya, dan berdampak pada perkembangan otak serta fisik jangka panjang, disebabkan pola makan tidak baik, sanitasi buruk, infeksi berulang, dan kurangnya gizi ibu hamil; pencegahannya fokus pada gizi seimbang terutama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), ASI eksklusif, MPASI bergizi, kebersihan, serta pemeriksaan rutin ke posyandu untuk deteksi dini dan penanganan segera. Gejala Stunting pada balita diantaranya : • Pertumbuhan tinggi badan lambat atau terhambat. • Berat badan rendah dibanding anak seusianya. • Proporsi tubuh normal tapi tampak lebih kecil dari anak sebayanya. • Terlambat perkembangan motorik dan kognitif. Berikut adalah detail komponen pendampingan balita stunting: • Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Balita stunting dan pra-stunting diberikan asupan nutrisi tambahan secara door-to-door untuk memantau konsumsinya, seperti telur, susu, dan bahan pangan bergizi lainnya. • Pemantauan Pertumbuhan (Posyandu): Pengukuran tinggi dan berat badan secara rutin setiap bulan, menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA) untuk memantau tumbuh kembang. • Edukasi Gizi dan Pola Asuh: Tim Pendamping Keluarga (Bidan, Kader PKK/KB) memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya ASI eksklusif 6 bulan, MPASI bergizi, dan sanitasi yang bersih. • Rujukan Kesehatan: Jika diperlukan, balita stunting akan dirujuk ke fasilitas kesehatan lebih lanjut (Puskesmas) untuk penanganan komprehensif. • Pendampingan Keluarga Berisiko: Mengidentifikasi faktor risiko stunting di keluarga dan memberikan konseling pola asuh yang tepat. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan yang dilakukan dalam pendampingan keluarga berisiko stunting antara lain pertama deteksi dini yaitu mengidentifikasi faktor risiko stunting pada keluarga sasaran, kedua edukasi dan konseling yaitu memberikan informasi dan bimbingan kepada keluarga tentang pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup balita dan mengurangi angka stunting serta gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Lespadangan. Pendampingan ini melibatkan koordinasi antar fasilitas kesehatan dan melibatkan kerjasama dari tim kesehatan, orang tua balita, dan pengurus pendampingan (kader).
Program: Stunting
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pagerwojo
12823-01-2026Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tulungagung telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Perayaan
Yang mengikuti kegiatan Senam Ibu-Ibu anggota DWP Kecamatan Tulungagung

Keterangan Program :
1.Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tulungagung
2.Hari / Tanggal : Jum’at, 23 Januari 2026
3.Pukul : 07.30 s/d 08.30 WIB
4.Peserta : Karyawan dan Karyawati anggota DWP Kecamatan Tulungagung> 5.Lokasi : Halaman Kantor Kecamatan Tulungagung
6.Acara : Senam Bersama
7.Instruktur senam : Ibu Wulan Anggota DWP Kecamatan Tulungagung

/p>

Olah raga merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani, salah satu cabang olah raga yang dapat menjadi pilihan adalah senam, senam merupakan suatu aktivitas olahraga yang melibatkan aktivitas fisik dengan menggerakkan bagian tubuh tertentu secara sistematis dan teratur dengan tujuan untuk memperoleh manfaat bagi tubuh, saat ini senam banyak diminati oleh masyarakat karena senam merupakan kegiatan yang menyenangkan dan mudah dilakukan, gerakan senam yang dipilih dan disusun secara sistimatis berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, baik untuk tujuan kebugaran, kesehatan, unsur-unsur senam : Pilihan gerakan, penyusunan sistimatis, ritme dan irama, tujuan spesifik, pemanasan, inti dan pendinginan

Oleh sebab itu Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tulungagung mengadakan senam bersama, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at , bertempat di halaman Kantor Kecamatan Tulungagung yaitu senam ceria, ibu-ibu anggota DWP melakukan senam dengan gembira mengikuti irama musik

Agar mengikuti senam tidak bosan dilakukan senam BL untuk ibu-ibu anggota DWP dan juga menambah pengetahuan tentang variasi gerakan senam sangat beragam dan tidak itu-itu saja, selain itu kami juga mengikuti kegiatan senam di pendopo Kongas arum Kusumaningbongso Kabupaten Tulungagung yang diadakan oleh TP PKK Kabupaten Tulungagung yang pelaksanaannya setiap hari Rabu sore pukul 15.00 WIB, tujuan diadakannya kegiatan senam ini juga untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, dengan melakukan rutin senam akan membuat lebih bahagia karena dengan kita melakukan gerakan senam akan melepaskan hormon endhorphine, zat endrophine adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang dan untuk kekebalan tubuh, endhorpine diproduksi oleh tubuh kita yaitu pada saat kita merasa bahagia dan tertawa pada dan saat kita istirahat, adapun jenis-jenis senam : -senam irama dengan bola, senam irama dengan pita, senam irama dengan tali,senam aerobic



Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tulungagung

12921-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Perayaan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal : Rabu, 21 Januari 2026
3. Pukul : 08.30 – Selesai
5. Lokasi : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
6. Acara : Mengikuti acara peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung Hari Rabu, tanggal 21 Januari 2026 pukul 08.30 WIB menghadiri Kegiatan peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi

Kegiatan keagamaan ini berlangsung khidmat dan penuh makna, serta dihadiri langsung Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama jajaran forkopimda, sekretaris daerah, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua MUI, Baznas, IPHI, FKUB, para ketua organisasi masyarakat Islam, organisasi wanita se-Kabupaten Tulungagung, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Wakil Bupati Ahmad Baharudin mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga dapat bersilaturahmi dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Lebih lanjut, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang sarat dengan hikmah dan pelajaran bagi umat manusia, khususnya umat Islam.

Nilai-nilai Isra Mikraj tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, terutama dalam mewujudkan kehidupan yang damai, sejahtera, dan beradab. Wakil bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Isra Mikaraj sebagai media pencerahan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amaliah dari waktu ke waktu.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin turut menekankan pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi antarsesama. Dia juga mengajak para ulama, tokoh masyarakat, intelektual, serta seluruh jajaran pemerintahan dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Tulungagung dengan penuh keikhlasan, kejujuran, dan tanggung jawab.

Acara peringatan Isra Mikraj ini semakin khidmat dengan tausiyah dan kajian keagamaan yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Tawangsari, KH Muhammad Hanin Diyaudin. Para undangan tampak antusias dan mengikuti kajian hingga selesai. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga adab, akhlak, dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Melalui peringatan ini, nilai-nilai Isro Mi’raj diharapkan dapat menjadi pengingat pentingnya peningkatan kualitas ibadah, ketakwaan, serta penguatan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan sebagai landasan dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing. Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Isro Mi’raj sebagai momentum refleksi dan penguatan kebersamaan, guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi tonggak penguatan nilai spiritual dan sosial dalam mewujudkan Tulungagung yang religius, harmonis, dan berkemajuan.


Program: Perayaan
13021-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

Pengurus DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung menghadiri kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Rabu, 21 Januari 2026
3. Pukul : 08.30 WIB
4. Tempat : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso

Pembahasan :
DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung menghadiri kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pengurus DWP Sekretariat Daerah diantaranya :
1. Ny. Arif Effendi DWP Bagian Tata Pemerintahan
2. Ny. Agus Eko Putranto DWP Bagian Organisasi
3. Ny. Yulius Rahma Isworo DWP Bagian Umum
4. Ny. Catur Hermono DWP Bagian Hukum
5. Ny. Farid Abadi DWP Bagian Pembangunan
6. Ny. Fancholik DWP Bagian Perencanaan Keuangan 7. Ny. Makrus Mannan DWP Bagian Kesejahteraan Rakyat
8. Ny. Aris DWP Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bapak H. Ahmad Bahrudin, S.M., MM beserta istri, para alim ulama, unsur forkopimda, perwakilan kantor kementrian agama, OPD, Bapak dan Ibu Camat, perwakilan dari berbagai organisasi, MUI, BAZNAS dan lain-lain dengan jumlah undangan 500 orang. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Bapak Iqbal Thoriq, selanjutnya sambutan Bapak Wakil Bupati, setelah itu isian tausiah dari Gus Hannin dari Pondok Pesantren Darul Hikmah Tawangsari, dan di tutup Doa yang dipimpin oleh Gus Soim.

Dalam sambutanya, Bapak Wakil bupati menyampaikan ”permohonan maaf dan salam takzim Bapak Bupati yang tidak bisa hadir karena ada tugas kedinasan yang tidak bisa ditinggal. Dan beberapa point tentang kita sebagai ASN yang harus kita tauladani dari peristiwa Isra’ Mi’raj contohnya seperti Kedisiplinan Waktu, dalam hal sholat 5 waktu, disiplin dalam jam kerja, melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Integritas dan amanah, perjalanan rosul adalah perjalanan yg penuh kejujuran sebagai ASN mari kita jaga integritas dan menghindari praktek-praktek yang dapat merugikan, dan gunakan prinsip tuhan maha melihat. Orientasi pada pelayanan, status kita sebagai ASN bukanlah untuk kesombongan, tetapi untuk melayani masyarakat dengan sepenug hati. Bapak Wakil Bupati berharap dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan nanti bisa memberikan pencerahan, semangat dan wawasan kepada kita semua, yang dapat menambah keimanan dan silaturahim, kompak melayani masyarakat dengan sepenuh hati”.

Setelah sambutan Bapak Wakil Bupati dilanjut dengan isian tausiah dari Gus Hannin tentang ASN Sebagai Pelopor Pelayanan Berlandaskan Tauladan Rasulullah SAW. Peristiwa Isra Mi'raj membawa banyak hikmah yang relevan dengan kondisi zaman sekarang. Pada masa Nabi Muhammad SAW, umat Islam masih dalam tahap awal perkembangan, menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam menyebarkan ajaran yang penuh rahmat. Namun, melalui perjalanan ini, Allah SWT memberikan kekuatan dan keyakinan kepada Rasulullah SAW untuk terus menjalankan amanah dakwahnya dengan penuh tekun dan kesabaran. Makna pertama yang dapat kita petik adalah pentingnya memiliki keyakinan yang kuat sebagai landasan dalam menghadapi segala tantangan. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat seperti saat ini, ASN sering dihadapkan pada berbagai kompleksitas pekerjaan dan dinamika masyarakat yang terus berubah. Tanpa keyakinan yang kuat pada tujuan pelayanan kita kepada negara dan rakyat, akan sulit untuk tetap konsisten dan fokus dalam menjalankan tugas.

Selain itu, Isra Mi'raj juga mengajarkan tentang pentingnya keseimbangan antara kehidupan spiritual dan duniawi. Saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan spiritual tersebut, beliau tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai pemimpin dan pelindung umat. Begitu pula dengan kita sebagai ASN, kita harus mampu menyelaraskan kewajiban beragama dengan tugas profesional kita. Ibadah shalat lima waktu yang menjadi perintah utama dari peristiwa ini bukan hanya sebagai bentuk ibadah semata, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan hati, meningkatkan konsentrasi, dan menjaga kedisiplinan diri, hal-hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan pekerjaan dengan baik.

Perjalanan Isra Mi'raj juga menunjukkan bahwa setiap kemajuan dan prestasi tidak dapat diraih tanpa kerja keras, ketekunan, dan dukungan dari sesama. Pada perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW dibimbing oleh Malaikat Jibril AS, yang menunjukkan pentingnya kerja sama dan memiliki bimbingan yang benar dalam mencapai tujuan. Bagi ASN, hal ini berarti kita harus senantiasa bekerja secara kolaboratif dengan rekan kerja, instansi terkait, dan masyarakat, serta selalu terbuka untuk belajar dan menerima masukan yang konstruktif demi meningkatkan kualitas pelayanan.

Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 2026 bukan hanya menjadi momen untuk merenung secara spiritual dan memperdalam pemahaman kita tentang ajaran Islam, tetapi juga sebagai momentum untuk merefleksikan peran dan tanggung jawab kita sebagai ASN dalam membangun negara dan melayani rakyat. Dengan mengikuti tauladan Nabi Muhammad SAW dalam keamanahan, akhlak mulia, kepemimpinan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, serta disiplin dan konsistensi dalam kerja, kita dapat menjadi aparatur sipil negara yang berintegritas, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Di Kabupaten Tulungagung yang sedang mengalami perkembangan pesat, peran ASN sebagai pelopor perubahan dan pembangunan sangat penting. Kita harus mampu menjadi ujung tombak dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang lebih baik, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan moral yang luhur. Semoga perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi'raj selalu menjadi inspirasi dan pemicu semangat bagi kita semua untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.


Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
13109-01-2026DWP BKPSDM mengikuti kegiatan Bank sampah yang berkolaborasi dengan cafe sampah TP PKK Kabupaten Tulungagung yang diadakan setiap hari Jum'at yang diikuti oleh Ibu Mei dan Ibu Anissa dengan berat 3 kg. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secra efektif. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami cara memilah dan mengelola sampah dengan baik, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi, mendukung keberlanjutan lingkungan dan menciptakan budaya ramah lingkungan di komunitas. Hasil sampah yang terkumpul kemudian akan ditimbang dan peserta akan menerima voucher belanja yang dapat digunakan untuk membeli barang-barang di bazaar yang tersedia sebagai insentif untuk mendorong partisipasi aktiff dalam pengelolaan sampah
Program: Perayaan
Pelaksana: SKPD Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
13214-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

IBU KETUA DAN ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGHADIRI RAPAT PERGANTIAN PENGURUS DHARMA WANITA PERSATUAN

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Rabu/ 14 Januari 2026.

3. Pukul : 14.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Ruangan Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Rapat Pergantian Pengurus Dharma Wanita Persatuan.

6. Detail acara : .

Kamis, tanggal 14 Januari 2026,

telah dilaksanakan rapat pergantian pengurus Dharma Wanita Persatuan DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung bertempat di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny. Niken Astri Yuliani Agus Sulistiono S.T.M.T, beserta seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan.

Rapat dibuka oleh Ibu Ketua DWP Ny. Niken Astri Yuliani Agus Sulistiono S.T.M.T dengan penyampaian sambutan dan arahan terkait pentingnya regenerasi kepengurusan dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan. Selanjutnya dilakukan pembahasan mengenai struktur kepengurusan lama dan pengesahan pergantian pengurus baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam rapat tersebut juga disampaikan harapan agar pengurus yang baru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik, serta meningkatkan peran aktif Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kegiatan dan program di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

Rapat Pergantian Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan dan efektivitas organisasi. Melalui rapat ini, dilakukan proses regenerasi kepengurusan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan organisasi, sehingga roda organisasi dapat terus berjalan dengan baik. Pergantian pengurus juga menjadi sarana penyegaran organisasi, guna menghadirkan semangat baru, ide-ide kreatif, serta meningkatkan kinerja Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program pemerintah dan kegiatan di lingkungan instansi. Selain itu, rapat ini memberikan kepastian legalitas kepengurusan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki dasar dan tanggung jawab yang jelas.

Dengan terselenggaranya rapat pergantian pengurus, diharapkan tercipta sinergi, kekompakan, serta kesinambungan program kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan. Rapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan, serta ditutup dengan doa dan ucapan terima kasih dari Ibu Ketua DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan rapat pergantian pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ini disusun sebagai bahan dokumentasi dan pertanggungjawaban kegiatan.


Program: Konsultasi
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
13306-01-2026Ketua DWP Pucanglaban Melaksanakan giat pisah sambut camat Pucanglaban Pada hari Ketua DWP Pucanglaban melaksanakan giat pisah sambut camat Pucanglaban Pada hari selasa tanggal 6 Januari 2026 bertempat di Aula Kecamatan Pucanglaban dengan jumlah peserta 180 orang peserta terdiri dari Camat Pucanglaban yang lama maupun yang baru beserta ibu, Danramil 19 Pucanglaban besrta ibu Kapolsek Pucanglaban beserta ibu Kepala Desa se Kecamatan Pucanglaban beserta ibu Sekretaris Desa dan juga Bendahara Desa se Kecamatan Pucanglaban Kepala Dinas dan Instansi Terkait di Kecamatan Pucanglaban Ketua organisasi , Tokoh agama dan tokoh Masyarakat kecamatan Pucanglaban Rombongan dari Kecamatan Pagerwojo. Adapun susunan acara Adalah sambutan dari camat Pucanglaban yang lama oleh Bpk Yudi Irwanto , S.STP. M.Si . Sambutan dari Camat Pucanglaban yang Baru oleh Bapak Setiono, S.Sos, MM. . Sambutan dari Kapolsek Pucanglaban oleh AKP Tarmadi, S.H . Sambutan dari Danramil Pucanglaban oleh Kapten Infantri Sugeng hariyanto . Sambutan Ketua PKDI Kecamatan Pucanglaban Bpk Slamet Rianto,,, Penyerahan Buku Memori Kecamatan Pucanglaban,, . Penyerahan Memory PKK Kecamatan Pucanglaban.. Penyerahan Cindera mata kepada camat Pucanglaban yg lama Penyerahan Cindera mata telah selesai dan dilanjutkan foto bersama Acara ditup dengan doa oleh kiyai haji Ahmad Dhofir, Adapun inti dari sa,mbutan camat yang lama oleh Bpk Yudi Irwanto , S.STP. M.Si dan camat yang baru oleh Bapak Setiono, S.Sos, MM. adalah 1. Pembukaan (Sapaan & Syukur) • Menyapa seluruh hadirin (Bupati, Forkompincam, Kepala Desa/Lurah, tokoh masyarakat, dll.). • Mengucap syukur atas rahmat Tuhan sehingga acara dapat terlaksana. 2. Sambutan Camat Lama (Perpisahan) • Ungkapan Terima Kasih: Atas kerja sama, kebersamaan, bimbingan, dan dukungan selama menjabat. • Pesan & Kesan: Menyebutkan pengalaman berharga, pencapaian, dan memohon maaf atas kekurangan. • Harapan: Semoga camat baru dapat melanjutkan tugas dengan baik dan mendoakan kesuksesan di tempat baru. 3. Sambutan Camat Baru (Perkenalan & Komitmen) • Perkenalan Diri: Nama, jabatan baru, dan kesan pertama datang. • Komitmen: Memohon dukungan, siap bersinergi dengan semua elemen (pemerintahan, adat, masyarakat) untuk membangun kecamatan. • Visi & Misi Singkat: Siap melanjutkan dan meningkatkan pembangunan serta pelayanan publik. 4. Sambutan Perwakilan (Kades/Forkom) • Perwakilan Desa/Kades: Mengucapkan terima kasih kepada camat lama dan menyambut camat baru, menegaskan dukungan desa. • Bupati/Pejabat Atasan: Menegaskan bahwa jabatan adalah amanah, menekankan pentingnya sinergi, dan memberikan pesan pembangunan.
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
13413-01-2026DWP PERUMDAM Tulungagung Pada hari Jum'at tanggal 2 Januari 2026 mengadakan pertemuan rutin. jam 14.00 sampai selesai, adapun susunan acara pada pertemuan tersebut yaitu : Pembukaan dengan membaca basmallah bersama Menyanyikan mars dan hymne DWP Persatuan Sambutan ibu ketua DWP PERUMDAM Pembacaan notulen oleh sekretaris Isian dari cabang atau bagian yang bertugas undian lotre hadiah kehadiran Do'a penutup Dalam sambutannya ibu ketua DWP PERUMDAM oleh ibu Nana Winarto, ibu ketua mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran ibu-ibu dalam acara pertemuan rutin, pada hari jum at tanggal 2 Januari 2026. selain acara pertemuan juga bersamaan dengan serah terima jabatan ketua DWP yang lama yaitu ibu Joko Purnamo ke Ibu ketua DWP yang baru yaitu ibu Nana Winarti, acara yang sederhana ,teramat berkesan diantara ketua lama dan yang ketua baru. ibu Ketua yang baru meyerahkan tanda mata sebagai rasa terima kasih atas jerih payah ibu ketua yang, jadi yang sudah baik akan berganti jadi lebih baik Kami pun saling memaafkan ,selama 5 tahun bersama ibu ketua yang banyak kenangan yang mengharukan, DWP PERUMDAM pernah meraih juara satu dalam isian membuat ketrampilan yaitu membuat anak itik yang cantik berbahan benang ciyet. Silaturohmi ke anggota yang sakit, takjiyah juga jenguk bayi ke rumah ibu-ibu anggota DWP yang melahirkan. Mengikuti senam rutin setian hari jum'at pagi juga Rabo sore di halaman pendopo Kongasarum kusumaning bangsa. Mengikuti acara jum'at berkah di sekitar stasiun Tulungagung,yang berupa nasi kotak dibagikan ke para tukang becak. Betapa bahagia para tukang becak menunggu kedatangan kami untuk berbagi rejeki. Mengikuti senam massal dalam rangka hari ibu dihalaman Pemkab Kabupaten.Acara senam massal diikuti kurang lebih 500 peserta yang berkoskum nuansa Merah putih.Ada banyak doorprise dalam acara senam massal, mulai dari yang terkecil hingga hadiah utama sebuah sepedah gunung, disaat itu DWP PERUMDAM beruntung telah mendapatkan sebuah sepedah oleh b.Anang. Ada rencana baru untuk memperingati hari ibu juga HUT DWP, kami dari DWP PERUMDAM ada agenda senam bersama karyawan karyawati PERUMDAM,ada banyak lomba diantaranya ; - lomba sambung lagu, dengan peserta 5 orang itu digabung baik cabang atau bagian. - lomba jepit kertas dengan peeserta pasangan suami istri, disini nanti akan ada 20 pasang suami istri yang akan berlomba. Bersama ibu ketua yang baru DWP PERUMDAM akan bangkit dan berlanjut terus dalam berkarya ,demi untuk kemajuan bersama . Diakhir pertemuan kami bersama ibu ketua yang baru diajak untuk rembukan bareng untuk membahas acara dihari raya, masalah pembagian bingkisan hari raya, open house ke rumah ibu ketrua. Untuk bingkisan kami siapkan dari oleh dan untuk anggota. adapun isi dari bingkisan yaitu : - 5 kilogram beras - 4 liter minyak - 2 kilogram gula pasir semua itu hasil kita dalam mengelola dana dari awal tahun hingga akhir tahun terkumpul. Untuk bingkisan akan kami bagi satu minggu sebelum hari raya. Dalam rapat pengurus tak lupa juga membahas tantang bagi takjil yang biasa kami adakan setiap tahun dipertengahan puasa Ramadhan. Demikian laoparan diawal tahun 2026 DWP PERUMDAM Tulungagung tertanda Sekretaris DWP PERUMDAM
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: SKPD Perumda Air Minum Tirta Cahya Agung
13512-01-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Bidang : Sekretariat Program Kerja : Penataan Organisasi/Manajemen-Sosialisasi/Konsolidasi Keterangan Program : 1. Hari : Senin 2. Tanggal : 12 Januari 2026 3. Pukul : 08.00 WIB sampai dengan selesai 4. Tempat : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung 5. Pakaian : Seragam Organisasi Dharma Wanita Persatuan 6. Keperluan : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Pelaksana Kegiatan : 1. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Tinik Fajar Widariyanto; 2. Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung antara lain Ibu Dewi, Ibu Siti, Ibu Salman, Ibu Khabib, Ibu Marita, Ibu Enik, Ibu Fara, Ibu Devi, Ibu Yayuk, Ibu Bela, Ibu Evi, Ibu Utami, Ibu Febi, Ibu Singgih, Ibu Endyk, Ibu Erik, Ibu Sarah, Ibu Meri, Ibu Santos, Ibu Iwan, Ibu Indah, Ibu Kartika, Ibu Lubena, Ibu Rimba, Ibu Danang, dan yang lainnya; 3. Penasehat Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Bapak Fajar Widariyanto, SP, MM. Susunan Kegiatan : 1. Pembawa Acara Membuka Kegiatan; 2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan; 3. Sambutan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Bapak Fajar Widariyanto, SP, MM 4. Sambutan dan Arahan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Tinik Fajar Widariyanto; 5. Diskusi; 6. Ramah-tamah; 7. Foto bersama; 8. Pembacaan Doa; 9. Penutup. Pada hari Senin, Tanggal 12 Januari 2026 di Halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung mengadakan Kegiatan Pertemuan Rutin yang dihadiri langsung oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Persatuan Dinas Perindustrian Kabupaten Tulungagung yaitu Ibu Tinik Fajar Widariyanto beserta Pengurus antara lain Ibu Dewi, Ibu Siti, Ibu Salman, Ibu Khabib, Ibu Marita, Ibu Enik, Ibu Fara, Ibu Devi, Ibu Yayuk, Ibu Bela, Ibu Evi dan juga beserta seluruh Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung yang telah hadir yang mana pada pertemuah hari ini anggota yang hadir sebanyak 54 anggota. Kegiatan dibuka oleh pembawa acara yaitu Ibu Maura pada Pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan mars Dharma Wanita Persatuan yang dipimpin oleh Ibu Santos. Acara selanjutnya yaitu Sambutan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Bapak Fajar Widariyanto, SP, MM, selanjutnya Sambutan dan Arahan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto. Dalam sambutan dan arahan Ibu Ketua mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat, hidayah dan karunianya Ibu - Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dapat menyelenggarakan acara pertemuan rutin pada pagi hari ini, dan tidak lupa Ibu Ketua menyampaikan terima kasih kepada Ibu - Ibu pengurus dan anggota yang telah menyempatkan hadir dalam pertemuan rutin ditengah-tengah kesibukan bekerja maupun mengurus rumah tangga, selain itu Ibu Ketua juga menyampaikan beberapa poin penting untuk kemajuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, antara lain : 1. Perlunya mengadakan pendidikan dan pelatihan maupun seminar untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota dalam berbagai bidang, seperti ketrampilan mengelola keuangan rumah tangga, pendidikan anak dan pengembangan diri; 2. Menyediakan perpustakaan atau taman bacaan agar anggota dapat meningkatkan budaya membaca dan memperluas wawasan; 3. Mendukung program pemerintah dan berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan nasional; dan 4. Selalu beradaptasi terhadap teknologi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan organisasi dan meningkatkan efektivitas komunikasi antar anggota. Setelah sambutan dan arahan dari Ibu Ketua selanjutnya yaitu kegiatan diskusi bersama, kegiatan diskusi ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan dan program kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun rencana strategis untuk periode selanjutnya. Kegiatan selanjutnya yaitu ramah-tamah, seluruh hadirin dipersilahkan untuk menikmati hidangan sederhana yang telah dipersiapkan dan dilanjutkan kegiatan foto bersama. Sebelum acara ditutup oleh pembawa acara terlebih dahulu pembacaan doa yang dipimpin oleh Ibu Merry. Kegiatan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan ini dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dalam 3 bulan sekali. Adapun tujuan dan manfaat dari kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan yaitu antara lain : 1. Pertemuan rutin menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar anggota, baik secara profesional maupun psikologis, sehingga meningkatkan kekompakan dalam bekerja; 2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota, dengan mempelajari hal-hal baru melalui berbagai pelatihan dan diskusi termasuk ketrampilan dalam bidang ekonomi, teknologi dan lainnya; 3. Pengembangan mandiri, melalui berbagai kegiatan anggota Dharma Wanita Persatuan dapat mengembangkan diri, meningkatkan rasa percaya diri dan menjadi lebih mandiri; 4. Penguatan organisasi, pertemuan rutin membantu Dharma Wanita Persatuan dalam merencanakan dan mengevaluasi program kerja serta memperkuat koordinasi antar anggota. 5. Dan lain sebagainya. Ibu Ketua Dharma Wanita Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung berharap agar semoga kegiatan pertemuan rutin ini dapat terselenggarakan sesuai dengan rencana tanpa ada halangan suatu apapun mengingat kegiatan pertemuan rutin adalah kegiatan yang paling utama dalam sebuah organisasi sehingga Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung semakin maju, berkembang, kokoh, inspiratif, dan memberikan dampak positif bagi anggota serta bangsa dan negara sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan
13609-01-2026Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kab Tulungagung. Bidang : Sekretariat. Program kerja : Pembinaan Hubungan Keluar. Kegiatan : Rapat Pengurus Dharma Wanita Persatuan. Pada hari Jumat tanggal 11 Januari 2026 pukul 08.00wib - 10.00wib, di ruang rapat lantai 2 Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kab Tulungagung. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kab Tulungagung yaitu ibu Rahma Hartono, bersama dengan 25 ibu-ibu karyawati yang sekaligus juga sebagai Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, diantaranya yaitu : ibu Sri Yanti,SE, ibu Kartika Candrawati,SE, ibu Riski, ibu Firda, ibu Dian, ibu Krisna, ibu Riska dan seterusnya, mengadakan kegiatan Rapat Pengurus Dharma Wanita Persatuan sebagai tindak lanjut dari kegiatan Konsolidasi Organisasi yang telah dilakukan sebelum ini yaitu pada hari Selasa tanggal 6 Januari 2026. Pada kesempatan Rapat Pengurus yang pertama kali ini, ibu Rahma Hartono selaku ibu ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja yang baru, selain berkenalan dengan ibu-ibu karyawati, ibu Rahma Hartono juga menyampaikan beberapa arahan antara lain : 1. Terkait susunan kepengurusan DWP Satpol PP Masa Bhakti 2026 - 2031 dikarenakan banyak ibu -ibu Pengurus Dharma Wanita Persatuan Satpol PP yang lama bergeser mutasi di OPD yang lain maupun sudah purna tugas. 2. Membahas program kerja bulanan, 3 bulan , 6 bulan ke depan menyesuaikan dengan AD/ART DWP, menyesuaikan dengan kegiatan DWP Kabupaten dan juga menyesalkan kondisi internal kantor. 3. Pembagian tugas bulanan seperti halnya peran serta ibu-ibu Pengurus DWP Satpol PP mengikuti kegiatan Senam, mengikuti kegiatan Ketrampilan, dan kegiatan setor Sampah di kantor Sekretariat DWP Kab. Tulungagung. 4. Agenda Rapat Pengurus, Agenda Pertemuan pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kab Tulungagung. 5. Dan lain- lain. Tujuan rapat pengurus DWP Satpol PP yang dilaksanakan pada hari ini, antara lain : 1. Ibu-ibu saling mengenal satu sama lain antar pengurus dan anggota sesama karyawati Satpol PP. 2. Ibu-ibu menjadi lebih paham dengan susunan kepengurusan DWP Satpol PP yang baru. 3. Ibu-ibu pengurus menjadi lebih paham tugas,-tugasnya dalam berorganisasi, yaitu Dharma Wanita Persatuan. 4. Selanjutnya diharapkan tercipta harmonisasi antar unsur yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan yang kuat, saling melengkapi dan bersinergi demi tercapainya dan terlaksananya program kerja organisasi dengan baik dan terarah sesuai AD/ART. 5. Diskusi .
Program: Rapat
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
13706-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Badan Riset dan Inovasi Daerah telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi & Humas - Dokumentasi & Publikasi

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Riset dan Inovasi Daerah
2. Hari/ Tanggal : Selasa/ 06 Januari 2026
3. Pukul : 10.00 - Selesai
4. Peserta : Seluruh Pengurus Dharma Wanita Persatuan Badan Riset dan Inovasi Daerah
5. Lokasi : Pantai Klatak, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
6. Acara : Pertemuan Rutin dirangkaikan Pisah Kenal Pengurus Dharma Wanita Persatuan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tulungagung

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Sambutan
3. Pisah Kenal
4. Doa
5. Ramah Tamah
6. Foto Bersama

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Rutin yang dirangkai dengan Pisah Kenal Pengurus.
Kegiatan ini merupakan agenda internal DWP BRIDA yang bertujuan memperkuat silaturahmi, memperkokoh solidaritas antaranggota, serta sebagai wujud konsistensi dalam pelaksanaan program kerja DWP.

1. Latar Belakang Kegiatan
Pertemuan rutin merupakan agenda wajib yang dilaksanakan setiap bulan oleh DWP BRIDA sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan pembinaan bagi seluruh anggota.
Pada periode ini, agenda pertemuan dirangkai dengan acara pisah kenal pengurus, karena adanya perubahan struktur organisasi DWP akibat rotasi dan perpindahan tugas ASN di lingkungan BRIDA.
Perubahan tersebut menuntut adanya penyegaran struktur kepengurusan untuk memastikan keberlanjutan program, efektivitas pelaksanaan kegiatan, serta kesinambungan fungsi organisasi.
Oleh karena itu, kegiatan pisah kenal dipandang penting sebagai bentuk apresiasi kepada pengurus lama dan pengenalan pengurus baru agar dapat diterima serta bekerja sinergis bersama seluruh anggota.

2. Kehadiran dan Peserta Kegiatan
Kegiatan dihadiri oleh:
- Ketua Dharma Wanita Persatuan BRIDA Kabupaten Tulungagung
- Wakil Ketua dan seluruh jajaran pengurus
- Anggota DWP
- Pengurus yang akan berpindah tugas dan pengurus baru
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang cukup lengkap serta semangat kebersamaan yang terbangun sejak awal acara.

3. Susunan Acara Kegiatan
Acara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kehangatan melalui susunan sebagai berikut:

a. Pembukaan
Acara dibuka oleh pembawa acara dengan menyampaikan tujuan kegiatan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita sebagai simbol semangat kebersamaan dalam organisasi.

b. Sambutan Ketua DWP BRIDA
Ketua DWP BRIDA dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh anggota yang terus mendukung keberlangsungan kegiatan DWP. Beliau menekankan pentingnya:
- menjaga kekompakan antarangota,
- meningkatkan kualitas peran ibu-ibu ASN dalam keluarga,
- serta terus berkontribusi dalam kegiatan sosial, edukatif, dan organisasi.
- Beliau juga menyoroti pentingnya adaptasi dalam menghadapi perubahan susunan pengurus akibat rotasi tugas.

c. Penyampaian Kesan dan Pesan Pengurus Lama
Pengurus yang berpindah tugas diberikan kesempatan menyampaikan kesan dan pesan.
Dalam penyampaian mereka, tergambar rasa haru sekaligus bahagia atas pengalaman berharga selama menjadi bagian dari DWP BRIDA.
Mereka menuturkan bagaimana kerjasama, dukungan antaranggota, dan suasana kekeluargaan menjadi modal utama dalam menjalankan berbagai program.

d. Perkenalan Pengurus Baru
Ketua DWP memperkenalkan pengurus baru yang akan mengisi posisi struktural yang ditinggalkan.
Beliau menyampaikan harapan agar pengurus baru dapat segera beradaptasi, meneruskan program kerja yang sudah berjalan, dan membawa gagasan baru untuk penguatan organisasi.

e. Penyampaian Program Kerja dan Rencana Kegiatan
Sekretaris DWP memaparkan rencana kegiatan bulan berikutnya, meliputi:
- program pembinaan mental dan spiritual,
- kegiatan sosial,
- pelatihan keterampilan ibu anggota,
- serta partisipasi dalam acara tingkat kabupaten.
Pemaparan dilakukan secara terbuka agar semua anggota mengetahui dan dapat ikut berperan aktif.

f. Penyerahan Cinderamata
Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, Ketua DWP menyerahkan cinderamata kepada pengurus lama yang berpindah tugas.
Prosesi ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan tepuk tangan seluruh anggota sebagai ungkapan terima kasih.

g. Doa dan Penutup
Acara resmi ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan agar seluruh anggota serta pengurus diberikan kelancaran dan kekuatan dalam menjalankan tugas masing-masing.

4. Suasana Kegiatan
Acara berlangsung dalam suasana yang hangat, kekeluargaan, dan penuh keakraban.
Terlihat komunikasi antaranggota berjalan baik, saling bertukar informasi, hingga berbagi pengalaman dalam mengelola kegiatan organisasi.
Setelah acara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah, foto bersama, dan menikmati hidangan yang telah disiapkan panitia.
Momentum ini tidak hanya mempererat hubungan antarangota, tetapi juga memperkuat komitmen DWP sebagai organisasi yang mendukung peningkatan kualitas keluarga ASN dan berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan.

5. Penutup
Kegiatan Pertemuan Rutin sekaligus Pisah Kenal Pengurus DWP BRIDA Kabupaten Tulungagung menjadi ajang penting dalam menjaga dinamika organisasi dan memperkuat rasa kekeluargaan.
Pergantian pengurus diharapkan membawa semangat baru, meningkatkan efektivitas program, serta mendorong keterlibatan aktif seluruh anggota dalam berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi keluarga besar BRIDA.

Acara pisah kenal ini dirancang sebagai wujud penghargaan, penguatan hubungan emosional, serta sarana menyelaraskan kembali peran organisasi di tengah dinamika perubahan yang tidak dapat dihindari.

1. Latar Belakang dan Makna Pisah Kenal
Dalam struktur Dharma Wanita Persatuan, setiap istri ASN secara otomatis mengikuti struktur organisasi sesuai tempat tugas suami. Ketika terjadi rotasi, mutasi, promosi, atau penugasan baru, maka terjadi pula perpindahan keanggotaan pada DWP. Hal ini menjadi bagian dari dinamika organisasi yang wajar dan bersifat berkesinambungan.
Karena itu, acara pisah kenal memiliki makna mendalam:
a. Penghargaan atas pengabdian
Pengurus lama telah mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, bahkan pengorbanan keluarga untuk menjalankan tugas organisasi.
b. Membangun kesinambungan organisasi
Pergantian tugas tidak boleh menghambat kegiatan DWP. Pisah kenal menjadi sarana memperkenalkan pengurus baru agar bisa langsung bergerak dan beradaptasi.
c. Memperkuat silaturahmi
Meski tidak lagi satu atap organisasi, hubungan kekeluargaan tetap terjaga.
d. Memperbarui energi organisasi
Pengurus baru diharapkan membawa semangat baru, gagasan baru, serta pendekatan yang lebih segar.

2. Rangkaian Prosesi Pisah Kenal Pengurus Lama
Setelah acara pembukaan dan sambutan Ketua DWP, sesi pisah kenal dimulai. MC mempersilakan pengurus lama untuk maju dan menyampaikan pesan serta kenangan selama bertugas.
Sesi ini menjadi momen paling emosional dalam acara. Pengurus lama menyampaikan:
a. Kesan mendalam selama bertugas
Mereka bercerita tentang perjalanan bersama DWP BRIDA—mulai dari pertemuan rutin, kegiatan sosial, pembinaan keluarga, hingga momen-momen intern yang memperkuat kebersamaan.
b. Tantangan yang dihadapi
Mulai dari mengatur waktu, melaksanakan kegiatan di tengah kesibukan suami, menjaga komunikasi antarbidang, hingga mengelola acara besar di tingkat kabupaten.
c. Harapan untuk organisasi
Mereka berharap DWP BRIDA tetap solid, aktif, dan terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, ekonomi produktif, serta pembinaan mental keluarga ASN.
d. Apresiasi kepada seluruh anggota
Disampaikan pula rasa syukur karena selama bertugas mereka selalu mendapat dukungan penuh, suasana kekeluargaan, dan kerja sama yang baik.
Sebagian anggota tampak terharu—ada yang menyeka air mata—karena ikatan emosional yang terbangun selama bertahun-tahun tidak bisa dilepaskan begitu saja.

3. Penyambutan dan Perkenalan Pengurus Baru
Ketua DWP kemudian memperkenalkan pengurus baru yang menggantikan posisi yang kosong. Perkenalan dilakukan dengan menyebutkan:
- Nama lengkap
- Tugas dan jabatan dalam struktur
- Bidang yang akan dikoordinasikan
- Program kerja yang menjadi tanggung jawab
Pengurus baru menyampaikan komitmen untuk:
- menjaga amanah struktur organisasi,
- melanjutkan program yang sudah berjalan,
- belajar dari pengalaman pengurus lama,
- serta terbuka terhadap masukan dari anggota maupun senior.
Ketua DWP menegaskan bahwa pergantian pengurus bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari pembentukan karakter organisasi yang adaptif terhadap perubahan.

4. Penyerahan Cinderamata dan Simbol Perpisahan
Acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan cinderamata kepada pengurus lama. Cinderamata dipilih sebagai simbol kenangan dan tanda terima kasih yang bermakna. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua DWP, disertai ucapan: doa,
penghargaan atas pengabdian,
dan harapan agar silaturahmi tetap terjalin.
Simbol perpisahan ini bukan akhir hubungan organisasi, tetapi adalah peralihan peran menuju tempat tugas yang baru.
Sesi foto bersama menambah kehangatan suasana—semua anggota berdiri dalam satu frame, menggambarkan bahwa ikatan kebersamaan akan tetap melekat meski lintas organisasi.

5. Suasana Kebersamaan yang Terbangun
Suasana pisah kenal berjalan sangat hangat dan penuh kekeluargaan. Beberapa momen yang terlihat jelas:
- Ekspresi haru dan bangga dari pengurus lama.
- Antusiasme dan semangat baru dari pengurus baru.
- Interaksi akrab antaranggota selama ramah tamah.
- Saling memberikan dukungan untuk kelancaran agenda ke depan.
Nilai-nilai DWP yaitu kebersamaan, keharmonisan, dan keteladanan tampak nyata dalam setiap rangkaian kegiatan.

6. Dampak dan Manfaat Pisah Kenal bagi Keberlangsungan Organisasi
Acara pisah kenal tidak sekadar seremoni, tetapi memiliki dampak positif langsung:
a. Penguatan Posisi
Penguatan posisi dan penempatan pengurus baru membuat alur koordinasi lebih jelas.
b. Regenerasi kepemimpinan
Pengurus baru diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan selanjutnya.
c. Penyegaran program kerja
Terbukanya ruang diskusi, ide, dan inovasi dari pengurus maupun anggota.
d. Penguatan moral dan motivasi
Apresiasi kepada pengurus lama memberi energi psikologis bagi seluruh anggota untuk lebih aktif.
e. Pengembangan jejaring internal
Meski berpindah tugas, pengurus lama tetap dapat menjadi mitra informatif dan kolaboratif lintas OPD.

7. Penutup
Acara Pisah Kenal Pengurus DWP BRIDA Kabupaten Tulungagung bukan hanya seremonial pergantian pengurus, tetapi merupakan momen strategis yang penuh nilai emosional, kebersamaan, dan spirit regenerasi. Melalui kegiatan ini, DWP BRIDA menegaskan komitmen bahwa dinamika organisasi dapat dikelola dengan baik sepanjang komunikasi, koordinasi, dan keharmonisan tetap menjadi pondasi utama.
Dengan semangat baru dari pengurus baru serta pengalaman berharga dari pengurus lama, DWP BRIDA diharapkan semakin solid dalam mendukung tugas ASN, memperkuat peran perempuan dalam keluarga, serta terus memberikan kontribusi nyata di bidang sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.


Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: SKPD Badan Riset dan Inovasi Daerah
13806-01-2026Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kab Tulungagung. Bidang : Sekretariat. Program kerja : Manajemen. Kegiatan : Konsolidasi. Pada hari Selasa tanggal 6 Januari 2026 pukul 08.30wib - 10.00wib, di ruang kerja Bpk Kasatpol PP. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kab Tulungagung yaitu ibu Rahma Hartono, bersama dengan Bpk Drs.Hartono,AP selaku Penasehat, dan bersama Bpk Agung Setyo Widodo, S.Sos, MM, Bpk Fitra Wijaya, SSTP.MM, ibu Sri Yanti,SE, ibu Kartika Candrawati, SE sebagai perwakilan Kabid/Kasi yang mana ibu- ibu karyawati ini juga sekaligus sebagai pengurus Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kab Tulungagung mengadakan kegiatan Konsolidasi Manajemen Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Dikarenakan 2 Minggu yang lalu ada mutasi beberapa Kepala OPD termasuk Kepala Satuan Polisi Pamong Praja yang semula dijabat oleh Bpk Sony Welly, SSTP.MM kemudian digantikan oleh Bpk Drs.Hartono, AP. Untuk itu otomatis Ketua Dharma Wanita Persatuan yang semula dijabat oleh ibu Dina Sony Welly kemudian digantikan oleh ibu Rahma Hartono. Kemudian 1 minggu yang lalu ada pergeseran/mutasi para Kabid, Kasi antar OPD di Pemerintahan Kab.Tulungagung yang dilantik oleh Bapak Bupati. Dengan adanya mutasi jabatan Kepala OPD termasuk Ketua Dharma Wanita Persatuan, dan pergantian Kabid/Kasi/Karyawan/Karyawati, untuk itu sebagai ibu Ketua yang baru, dan personil yang serba baru , sesuai petunjuk dan seijin Bpk Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dirasa perlu ibu Rahma Hartono mengadakan kegiatan Konsolidasi Manajemen dengan ibu- ibu pengurus DWP Satpol PP dan Karyawan sebagai unsur pendukung kegiatan Dharma Wanita Persatuan. Konsolidasi manajemen Organisasi adalah : proses menyatukan, memperkuat, harmonisasi antar unsur yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan yang kuat, saling melengkapi dan bersinergi demi tercapainya dan terlaksananya program kerja organisasi dengan baik dan terarah sesuai AD/ART. Adapun beberapa manfaat dan tujuan dari kegiatan Konsolidasi Manajemen Organisasi adalah sebagai berikut : 1. Saling mengenal satu dengan yang lain. 2. Membagi tugas/ personil. 3. Memahami tugas dan program kerja. 4. Bekerjasama, saling melengkapi. Bersinergi. 5. Diskusi tentang program kerja, rencana kegiatan .
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
BIDANG : PENDIDIKAN
13901-04-2026

Dharmawanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Tulungagung mengadakan kegiatan mendalami pengetahuan dengan kegiatan perpustakaan
Bidang: Pendidikan Program kerja : Perpustakaan

Keterangan Program :
1. Hari : Rabu
2. Tanggal : 1 April 2026
3. Pukul: 08.00 WIB s/d selesai
4. Peserta : Anggota DWP Dispora Tulungagung bidang pendidikan
5. Tempat: Rumah Ibu Piyan anggota DWP Dispora Bidang Pendidikan

Uraian Kegiatan

Pada hari Rabu, tanggal 1 April 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Pendidikan telah melaksanakan kegiatan rutin yang dikemas secara produktif dan edukatif, yakni kegiatan perpustakaan yang dirangkaikan dengan pertemuan anggota Bidang Pendidikan. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, bertempat di kediaman salah satu anggota Bidang Pendidikan DWP Dispora Tulungagung, yaitu Ny. Piyan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta membangun budaya literasi di kalangan anggota DWP. Selain itu, kegiatan perpustakaan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota melalui interaksi yang positif dan bermanfaat.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Bidang Pendidikan DWP Dispora Tulungagung. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan perpustakaan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas diri anggota, khususnya dalam hal pengetahuan dan wawasan. Beliau juga menekankan bahwa budaya membaca perlu terus ditumbuhkan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga sebagai contoh bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Kegiatan perpustakaan kali ini menghadirkan berbagai macam koleksi buku yang dapat dibaca oleh seluruh anggota. Buku-buku tersebut meliputi berbagai genre dan topik, seperti buku keagamaan, buku motivasi, kesehatan keluarga, keterampilan, pendidikan anak, hingga buku-buku ringan yang menghibur. Keberagaman koleksi ini memberikan kesempatan bagi setiap anggota untuk memilih bacaan sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Selama kegiatan berlangsung, para anggota tampak aktif membaca buku yang tersedia. Ada yang membaca dengan serius, ada pula yang berdiskusi ringan mengenai isi buku yang dibaca. Interaksi ini menjadi nilai tambah tersendiri, karena tidak hanya membaca secara individu, tetapi juga berbagi pemahaman dan pengalaman dengan anggota lainnya.

Selain membaca, beberapa anggota juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar buku. Hal ini menjadi salah satu bentuk inovasi sederhana dalam kegiatan perpustakaan, di mana anggota dapat saling meminjamkan koleksi buku pribadi mereka. Dengan demikian, jumlah bahan bacaan menjadi semakin beragam tanpa harus menambah biaya.

Kegiatan ini juga diselingi dengan sesi berbagi atau sharing session, di mana beberapa anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan ringkasan atau insight dari buku yang telah mereka baca. Sesi ini berlangsung dengan suasana yang santai namun tetap bermakna. Para anggota yang berbagi tampak percaya diri dalam menyampaikan pemikirannya, sementara anggota lainnya menyimak dengan penuh perhatian.

Melalui sesi berbagi ini, terlihat bahwa kegiatan perpustakaan tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga mampu melatih kemampuan komunikasi dan meningkatkan kepercayaan diri anggota. Selain itu, sesi ini juga memberikan inspirasi bagi anggota lain untuk membaca buku yang sama atau mengeksplorasi bacaan lainnya.

Kegiatan perpustakaan yang dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan rutin Bidang Pendidikan ini juga dimanfaatkan untuk membahas program kerja ke depan. Dalam diskusi tersebut, para anggota memberikan berbagai masukan dan ide kreatif untuk pengembangan kegiatan perpustakaan agar semakin menarik dan bermanfaat. Beberapa usulan yang muncul antara lain adalah pengadaan pojok baca di setiap pertemuan, pengelompokan buku berdasarkan kategori, serta penyusunan jadwal membaca bersama.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kekompakan antaranggota. Dalam suasana yang penuh keakraban, para anggota saling berbagi cerita, pengalaman, dan motivasi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan DWP tidak hanya berfokus pada aspek formal, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan emosional anggota.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap tertib dan kondusif. Para anggota mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan partisipasi aktif. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan perpustakaan ini mendapat respon positif dari seluruh anggota.

Menjelang akhir kegiatan, dilakukan sesi penutup yang diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari beberapa anggota. Secara umum, mereka menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Banyak di antara mereka yang merasa mendapatkan manfaat, baik dari segi pengetahuan maupun pengalaman.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar apa yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh anggota. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan di antara anggota DWP Dispora Tulungagung.

Adapun manfaat dari pelaksanaan kegiatan perpustakaan ini antara lain:
1. Meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan anggota DWP.
2. Menambah wawasan dan pengetahuan melalui berbagai jenis bacaan.
3. Melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi melalui sesi berbagi.
4. Mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antaranggota.
5. Mendorong anggota untuk lebih aktif dan produktif dalam kegiatan organisasi.
6. Menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan Bidang Pendidikan DWP Dispora Tulungagung dapat terus mengembangkan program-program yang inovatif dan bermanfaat bagi anggota. Kegiatan perpustakaan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan anggota DWP yang cerdas, berwawasan luas, dan berdaya saing.
Program: Perpustakaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

14006-03-2026Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di bulan suci Ramadan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung melalui Bidang Pendidikan melaksanakan program kerja Santunan Pendidikan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata peran DWP dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama, khususnya kepada para siswa yang membutuhkan. Kegiatan santunan pendidikan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 6 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di SDN 1 Pucanglaban. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan, serta sarat akan nilai kepedulian dan kebersamaan yang sejalan dengan semangat Ramadan. Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua DWP Dispora Tulungagung beserta seluruh pengurus DWP Dispora Tulungagung. Kehadiran para pengurus memberikan semangat tersendiri serta menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Program santunan pendidikan ini memiliki tujuan utama untuk membantu meringankan kebutuhan pendidikan siswa, serta memberikan motivasi agar mereka tetap semangat dalam menuntut ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada seluruh anggota DWP agar senantiasa peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang sederhana namun khidmat, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan DWP Dispora Tulungagung yang menyampaikan pentingnya berbagi di bulan suci Ramadan sebagai bentuk ibadah dan kepedulian terhadap sesama. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan harapan agar santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi para siswa dalam meraih cita-cita. Selanjutnya, kegiatan inti berupa penyerahan santunan pendidikan kepada para siswa dilaksanakan dengan penuh rasa haru dan kebahagiaan. Para siswa penerima santunan tampak antusias dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian dapat memberikan dampak positif bagi sesama, terutama bagi generasi penerus bangsa. Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara anggota DWP Dispora dengan pihak sekolah, sehingga terjalin hubungan yang baik dan harmonis. Interaksi yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Kegiatan santunan pendidikan ini memberikan manfaat yang sangat berarti, tidak hanya bagi para penerima, tetapi juga bagi anggota DWP Dispora Tulungagung. Bagi penerima, santunan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan serta memberikan motivasi untuk terus belajar dengan semangat. Sementara itu, bagi anggota DWP, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan rasa syukur, kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Secara keseluruhan, pelaksanaan program kerja Santunan Pendidikan dalam rangka bulan suci Ramadan ini berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif dari semua pihak yang terlibat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan dan dikembangkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Dispora Tulungagung kembali menunjukkan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya berfokus pada internal anggota, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan.
Program: SD/Sederajat
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga
14113-03-2026Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta menumbuhkan budaya literasi di lingkungan organisasi, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung melalui Bidang Pendidikan melaksanakan program kerja perpustakaan sebagai salah satu sarana pembelajaran dan pengembangan diri bagi para anggota. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Sekretariat Dispora Tulungagung. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang tertib, nyaman, dan penuh semangat kebersamaan. Program perpustakaan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang edukatif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota DWP. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua DWP Dispora Tulungagung, Ny. Achmad Mugiyono, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan. Kehadiran beliau menjadi motivasi tersendiri bagi para anggota untuk lebih aktif dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan serta meningkatkan budaya membaca di lingkungan DWP. Perpustakaan yang dikelola oleh Bidang Pendidikan ini memiliki tujuan yang jelas dan terarah, yaitu untuk meningkatkan minat baca anggota, memperluas wawasan, serta menjadi sarana pembelajaran yang mudah diakses oleh seluruh anggota. Selain itu, perpustakaan ini juga diharapkan mampu menjadi pusat informasi yang mendukung peran perempuan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, para anggota DWP yang hadir tidak hanya mengikuti pertemuan rutin, tetapi juga aktif memanfaatkan waktu dengan membaca berbagai koleksi buku yang tersedia. Ragam buku yang disediakan dalam perpustakaan ini cukup lengkap dan variatif, meliputi buku keagamaan, pendidikan, keterampilan, kesehatan keluarga, hingga buku pengembangan diri. Keberagaman koleksi tersebut memberikan keleluasaan bagi anggota untuk memilih bacaan sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Antusiasme para anggota terlihat jelas ketika mereka mulai memilih buku dan membaca dengan penuh perhatian. Suasana ruangan menjadi lebih hidup namun tetap kondusif, di mana masing-masing anggota tenggelam dalam bacaan yang dipilih. Kegiatan membaca bersama ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana relaksasi yang positif di tengah kesibukan sehari-hari. Selain membaca, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ringan antar anggota terkait isi buku yang telah dibaca. Diskusi tersebut berlangsung secara santai namun tetap memberikan nilai edukatif, karena anggota dapat saling bertukar informasi, pengalaman, dan pemahaman baru. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang membangun dan mempererat kebersamaan. Program kerja perpustakaan ini memberikan manfaat yang cukup besar bagi anggota DWP Dispora Tulungagung. Dengan adanya kegiatan ini, anggota menjadi lebih termotivasi untuk membaca, menambah wawasan, serta meningkatkan kualitas diri. Selain itu, kegiatan ini juga membantu membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan program kerja perpustakaan yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan DWP Dispora Tulungagung berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon yang sangat baik dari para anggota. Diharapkan ke depannya, program ini dapat terus dikembangkan, baik dari segi koleksi buku maupun kegiatan pendukung lainnya, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi seluruh anggota DWP. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan perpustakaan DWP Dispora Tulungagung dapat menjadi salah satu program unggulan yang tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga menjadi wadah inspirasi dan pengembangan diri bagi para anggotanya.
Program: Perpustakaan
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga
14210-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Pendidikan
Program/Kegiatan : Pendidikan Non Formal/Pelatihan
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan seluruh pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Selasa, 10 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 11.00 WIB
4. Peserta : 56 orang
5. Lokasi : Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Pelatihan Pembuatan Susu Pasteurisasi

Pembahasan
DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengadakan pelatihan pembuatan susu pasteurisasi dalam usaha peningkatan kualitas hidup dan ekonomi anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pelaksanaan pelatihan untuk meningkatkan pemanfaatan produk peternakan, terutama susu sapi sebagai komoditi lokal unggulan yang bermanfaat untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan serta memberikan keterampilan dan kesejahteraan bagi anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Acara pelatihan dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Maret 2026 pukul 08.00 di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan dibuka oeh Ibu Agus Suswantoro selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Pembuatan Susu Pasteurisasi
Mengolah susu segar menjadi susu pasteurisasi adalah metode sederhana untuk mengubah susu segar menjadi susu olahan. Susu pasteurisasi adalah jenis susu yang dipanaskan sekitar 30 menit pada suhu sekitar 30 - 60 derajat Celcius. Susu pasteurisasi dianggap dapat bertahan lebih lama daripada susu segar karena proses pemanasannya yang dapat menghancurkan bakteri dan kuman.
Pasterurisasi adalah proses untuk memperlambat pertumbuhan bakteri di dalam makanan (biasanya cairan) dengan memanaskan makanan hingga suhu tertentu, kemudian mendinginkannya. Susu yang belum dipasteurisasi memiliki risiko tinggi menyebabkan infeksi bakteri apabila dikonsumsi.
Peralatan
2 panci, air, kompor, sendok kayu untuk mengaduk, termometer apung atau klip, es batu, wastafel yang dilengkapi sumbat atau baskom besar, wadah bersih untuk menyimpan susu, kulkas, air mendidih untuk mensterilkan alat. Persiapan
Siapkan 2 buah panci. Tuang air ke dalam panci besar sampai ketinggian sekitar 7,5 sampai 10 cm. Tempatkan panci yang lebih kecil di dalam air. Idealnya, dasar kedua panci tidak saling bersentuhan. Teknik ini memperkecil kemungkinan susu memiliki rasa hangus atau terbakar.
Masukkan termometer bersih di dalam panci di bagian atas. Monitor suhu susu. Termometer apung atau termometer klip paling efektif untuk keperluan ini. Cuci termometer dalam air sabun hangat terlebih dahulu, kemudian bilas sampai bersih. Cara terbaik untuk mensterilkan termometer adalah menggosoknya dengan penyeka alkohol sekali pakai, kemudian membilasnya lagi. Jika termometer tidak bisa mengapung atau dijepitkan ke pinggir panci, maka harus sering - sering mencelupkannya ke dalam susu selama proses pasteurisasi. Usahakan untuk bekerja di dekat wastafel sehingga dapat membersihkan dan mensterilkan termometer setelah digunakan untuk mengukur suhu.
Siapkan rendaman air es. Semakin cepat mendinginkan susu setelah pasteurisasi, semakin aman dan semakin enak cita rasanya. Isi wastafel atau baskom besar dengan air dingin atau es batu sehingga siap memulai proses.
Pasteurisasi
Panaskan susu sambil diaduk. Taruh 2 panci di atas kompor dengan api sedang atau tinggi. Sering - seringlah mengaduk susu untuk membantu menyeragamkan suhu dan mencegah susu hangus.
Perhatikan suhu dengan hati - hati. Pastikan termometer tidak menyentuh dinding atau dasar panci saat melakukan pengukuran karena hasil pengukuran tidak akan akurat. Saat susu mendekati suhu yang sesuai, aduk terus - menerus dan angkat susu dari bawah panci untuk mengurangi bagian-bagian yang panas dan dingin.
Acara ditutup dengan dokumentasi.

Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

14310-03-2026

DWP DINAS PERIKANAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Mengadakan Pelatihan Masak Olahan Ikan
Bidang : Pendidikan
Program Kerja :Pendidikan Formal/Non Formal : Pelatihan

Keterangan Program:
1.Hari: Selasa
2.Tanggal: 10 Maret 2026
3.Pukul: 09.00 WIB
4.Tempat: Dsn. Sidem, Ds. Besole Kec. Besuki
5.Narasumber : Ibu Widya Ambarwati dan Ibu Indah Dwi Lestari
6.Peserta : 25 orang

Ikan adalah salah satu sumber protein yang mempunyai nilai gizi sangat tinggi, terutama protein, omega-3 (DHA & EPA), kalsium, zat besi, serta vitamin B12 dan D yang krusial untuk pertumbuhan anak. Nutrisi ini mendukung perkembangan otak, kecerdasan, kekuatan tulang/gigi, serta meningkatkan sistem imun. Namun, pada kenyataannya, tingkat konsumsi ikan di lingkungan keluarga seringkali terkendala oleh kurangnya variasi teknik pengolahan. Banyak anggota keluarga, khususnya anak-anak, merasa bosan dengan menu ikan yang hanya digoreng atau dibakar.
Menyikapi hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung memandang perlu untuk membekali anggota DWP dan Ibu-Ibu Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) dengan keterampilan mengolah ikan menjadi produk yang lebih variatif dan bernilai ekonomi tinggi.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang kandungan gizi berbagai jenis ikan dan pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan keluarga, melatih ibu-ibu dalam teknik filleting (pemisahan daging ikan dari tulang) dan teknik pengolahan produk turunan ikan, menciptakan variasi menu agar ikan lebih disukai oleh anak-anak (mencegah stunting), dan memotivasi anggota untuk berwirausaha melalui produk olahan ikan yang memiliki masa simpan lama (frozen food).

Pelatihan dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Ds. Besole Kec. Besuki Kabupaten Tulungagung. Peserta kegiatan terdiri dari 25 orang, antaralain 10 anggota DWP dan 15 ibu-ibu dari Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar). Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu Poklahsar sebagai peserta. Mencerminkan komitmen DWP Dinas Perikanan untuk memperluas manfaat pelatihan, tidak hanya bagi anggota DWP, tetapi juga bagi ibu-ibu Poklahsar sebagai pelaku pengolahan dan pemasaran hasil olahan perikanan. Melalui keterlibatan langsung para pelaku usaha tersebut, diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi peningkatan nilai tambah produk perikanan. Selain itu, pelatihan sengaja dilaksanakan di luar ruangan untuk menghadirkan suasana kekeluargaan yang lebih hangat, dan tidak kaku, sehingga interaksi antarpeserta dapat terjalin lebih akrab. Hadir sebagai narasumber adalah Ibu Widya Ambarwati dan Ibu Indah Dwi Lestari, anggota DWP Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung. Berbekal kemahiran dan pengalaman yang dimiliki, Ibu Ambar dan Ibu Indah dipercaya untuk memandu pelatihan memasak berbagai variasi hidangan berbahan dasar ikan dalam agenda kali ini.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan narasumber memberikan materi mengenai pemilihan ikan yang segar. Ikan segar ditandai dengan mata yang menonjol dan jernih, insang merah cerah, daging kenyal/padat, sisik kuat. Hal ini menjadi poin penting sebelum masuk ke tahap pengolahan. Selain itu, ditekankan pula aspek sanitasi dan higienitas dalam memasak agar produk yang dihasilkan tidak hanya lezat tetapi juga aman dikonsumsi.
Pada sesi inti, peserta diajak mempraktikkan tiga jenis olahan ikan utama, yaitu Nugget Ikan Sayur dengan menggabungkan daging ikan dan parutan wortel serta bayam untuk menyiasati anak yang sulit makan sayur dan ikan, Siomay Ikan Ekonomis dengan menggunakan jenis ikan air tawar (seperti patin atau lele) yang diolah sedemikian rupa sehingga tidak berbau tanah dan memiliki tekstur kenyal. Dan yang terakhir yaitu Abon Ikan, teknik pengolahan ikan menjadi lauk kering yang awet tanpa bahan pengawet kimia, cocok untuk stok pangan keluarga.

Kegiatan pelatihan olahan ikan ini merupakan langkah nyata DWP Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung dalam mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan. Melalui tangan kreatif para ibu, ikan yang semula biasa saja dapat diubah menjadi hidangan istimewa yang mendukung kecerdasan generasi penerus bangsa.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Perikanan
14424-02-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Pendidikan
Program/Kegiatan : Pendidikan Non Formal/Pelatihan
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan seluruh pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Selasa, 24 Pebruari 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 11.00 WIB
4. Peserta : 56 orang
5. Lokasi : Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Pelatihan Pembuatan Nugget Ayam

Pembahasan
Upaya pengembangan DWP dilakukan untuk memunculkan keberdayaan perempuan dalam usaha peningkatan kualitas hidup dan ekonomi anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pemberdayaan anggota DWP yang dilaksanakan, salah satunya dengan program pelatihan. Pelatihan untuk meningkatkan pemanfaatan potensi lokal, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan.
Arti pentingnya bahan pangan asal unggas yaitu daging ayam dalam memenuhi kebutuhan gizi, diversifikasi daging ayam menjadi produk nugget dengan memanfaatkan potensi lokal yaitu daging ayam dan peluang usaha dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat luas. Pentingnya protein hewani yang berasal dari daging ayam sebagai pemenuhan nutrisi keluarga. Pentingnya diversifikasi daging ayam yang disukai oleh anak -anak sampai orang dewasa. Peluang olahan daging ayam untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Nugget, makanan olahan yang berbahan dasar ayam yang sering kita jumpai di lemari freezer toko - toko mulai toko kelontong, minimarket, hingga supermarket pasti tersedia nugget. Nugget bisa begitu populer karena kepraktisannya, makanan ini bisa dijadikan bekal untuk pergi ke kantor, bekal untuk makan siang buah hati. Ternyata selain praktis nugget juga bisa disajikan dalam berbagai suasana, baik untuk makan bersama keluarga di rumah maupun untuk makanan pesta. Mengkonsumsi nugget ayam ini tidak hanya baik untuk pertumbuhan anak, namun juga sangat baik untuk menjaga kesehatan. Hal ini dikarenakan dalam makanan ini mengandung banyak gizi seperti protein, karbohidrat, natrium, kalium, kalori, niacin, dan lemak tak jenuh. Selain itu, di dalam makanan ini juga dilengkapi kandungan nutrisi seperti vitamin A, C, D, B6, B12, kalsium, fosfor, magnesium, selenium, dan zat besi yang semuanya sangat berperan penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Nugget menjadi salah satu diversifikasi daging ayam yang memiliki masa simpan yang lama, gizi yang baik, cita rasa yang lezat dan mudah untuk disajikan. Selain itu, produk nugget yang dihasilkan lebih ekonomis, cita rasa yang lezat, higienis dan dapat dijadikan usaha komersil untuk menambah pendapatan keluarga. Kandungan gizi yang terkandung dalam olahan nugget ayam dalam 100 gram mengandung kadar protein 12 gram, lemak 20 gram, air 60 gram, kalsium 30 mg, karbohidrat 25 g dan energi 326 kcal.
Kegiatan Pelatihan Pembuatan Nugget Ayam dilaksanakan pada tanggal 24 Pebruari 2026 di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pelatihan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pelatihan pembuatan nugget ayam adalah kegiatan belajar mengolah daging ayam menjadi nugget yang bergizi, lezat, dan ekonomis, yang biasanya ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat, ibu rumah tangga, atau kelompok usaha kecil. Pelatihan ini mencakup teori dan praktik mulai dari penyiapan bahan, penggilingan daging, pencampuran bahan dan teknik memasak.
Tujuan pelatihan :
Meningkatkan keterampilan dengan memberikan keterampilan praktis untuk membuat nugget ayam di rumah;
Pemberdayaan ekonomi dengan nenciptakan peluang usaha di rumah untuk menambah pendapatan keluarga;
Meningkatkan gizi dengan mengajarkan cara membuat olahan ayam yang bergizi seimbang, sehat, dan disukai anak - anak;
Memenuhi kebutuhan pangan dengan memberikan wawasan tentang diversifikasi olahan daging ayam agar lebih ekonomis dan memiliki masa simpan lebih lama.
Tahapan Pelatihan :
Pengenalan bahan : mengenal bahan - bahan yang dibutuhkan, termasuk cara memilih bahan berkualitas baik;
Persiapan adonan : melibatkan proses penggilingan daging ayam, pencampuran dengan bumbu dan bahan lainnya seperti tepung, telur, dan sayuran parut (seperti wortel) untuk menambah nutrisi;
Pembentukan dan pengolahan : membentuk adonan menjadi berbagai bentuk dan teknik menggoreng hingga matang.
Bahan pembuatan nugget ini menggunakan 500 gram daging ayam, 200 gram buah sukun, 100 gram tepung terigu, 10 gram bawang merah, 5 gram bawang putih, 1 butir telur ayam, keju, tepung panir, bawang bombay, wortel, daun seledri dan es batu. Peralatan yang digunakan adalah blender, timbangan digital, panci pengukus, pisau, loyang, pengaduk adonan, kompor, Cara pembuatannya sebagai berikut : Daging ayam dan sukun dibersihkan dicuci hingga bersih; Daging ayam yang sudah bersih, diblender sampai halus; Sukun dikukus sampai empuk dan dihaluskan; Daging ayam dan sukun yang sudah halus dicampurkan dengan semua bahan, diaduk hingga tercampur merata; Loyang dioles dengan menggunakan margarin; Masukkan adonan kedalam loyang; Kukus adonan selama ±30 menit; Setelah matang di dinginkan dan nugget dikeluarkan dari loyang; Potong nugget sesuai ukuran. 10) Siapkan telur yang telah di kocok dan tepung panir; Celupkan nugget kedalam kocokan telur selanjutnya dibalur dengan tepung panir; Goreng nugget hingga coklat kekuning - kuningan; Nugget siap disajikan.
Beberapa manfaat nugget ayam :
Menambah masa otot
Khasiat nugget ayam yang pertama membantu menambah massa otot. Kandungan protein yang ada di dalamnya bermanfaat untuk menaikkan massa otot sehingga otot akan terlihat lebih kuat. Oleh karena itu, kita bisa mengkonsumsi makanan ini untuk pembentukan otot.
Memperoleh manfaat kandungan ayam seutuhnya
Cara membuat nugget ayam terbaik adalah dengan menggunakan daging ayam pada bagian paha. Dengan membuat nugget ayam sendiri di rumah, kita dapat memastikan bahwa bagian daging ayam yang diolah merupakan bagian daging terbaik. Dengan mengolah daging ayam seutuhnya menjadi nugget ayam ini, kita dapat memastikan keluarga mendapat asupan protein hewani yang cukup.
Meningkatkan nafsu makan
Nugget ayam sangat cocok bagi anda yang sering bermasalah dengan nafsu makan yang semakin berkurang. Kandungan yang ada di dalamnya terbukti mampu meningkatkan nafsu makan. Oleh karena itu, kita bisa mengkonsumsinya untuk menambah nafsu makan.
Baik untuk pertumbuhan anak
Nugget ayam juga sangat baik untuk pertumbuhan anak. Hal ini dikarenakan kandungan fosfor dan kalsium yang ada di dalamnya sangat berguna bagi tubuh terutama untuk pertumbuhan anak. Oleh karena itu, anak - anak bisa mengkonsumsi makanan ini untuk mempercepat pertumbuhan.
Meningkatkan metabolisme tubuh
Jika proses metabolisme terganggu maka, secara keseluruhan kelancaran proses lain dalam tubuh juga akan ikut terganggu. Dengan mengkonsumsi nugget ayam dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Kandungan vitamin B6 yang ada di dalamnya berfungsi untuk mendorong enzim dan proses metabolisme tubuh.
Pelatihan dapat diberikan melalui mengoptimalkan pemanfaatan produksi hasil ternak sebagai diversifikasi olahan daging menjadi produk nugget. Nugget merupakan produk olahan daging ayam yang terbuat dari campuran daging ayam atau tanpa penambahan bahan tambahan pangan yang diizinkan, dicetak (kukus cetak atau beku cetak), diberi bahan pelapis, dengan atau tanpa digoreng dan dibekukan. Inovasi produk dibutuhkan untuk menigkatkan kualitas dan diversifikasi produk sehingga produk memiliki daya saing yang baik, peningkatan mutu dan efisiensi produk.
Setelah kegiatan ini, diharapkan masyarakat sudah dapat membuat nugget dari daging ayam secara mandiri dan berkelanjutan sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga. Melalui kegiatan ini juga, masyarakat bertambah wawasan tentang pentingya protein hewani dan dapat dijadikan usaha rumahan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melalui program pelatihan pengolahan daging ayam menjadi produk nugget dapat menciptakan diversifikasi pangan yang ekonomis, bergizi, higienis serta lebih terjamin keamanannya.
Acara ditutup dengan dokumentasi.

Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

14525-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal / Informal – Ceramah / Seminar

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Rabu / 25 Februari 2026
3. Pukul : 09.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ketua Dharma Wanita Persatuan dan Seluruh Anggota Dharma Wanita
5. Lokasi : Ruang Rapat Lantai II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Pertemuan Rutin Anggota Dharma Wanita dan Tausiyah Ramadhan dengan tema “Wanita Produktif dan Ramadhan Aktif : Cerdas Mengelola Keuangan, Gizi dan Emosi” oleh Ustadz Mohammad Muhfidz, M.Pd.

Pada hari ini Rabu tanggal 25 Februari 2026 pukul 09.00 sampai dengan selesai, Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah melaksanakan pertemuan rutin Dharna Wanita dan Tausiyah Ramadhan dengan tema “Wanita Produktif dan Ramadhan Aktif : Cerdas Mengelola Keuangan, Gizi dan Emosi” Oleh Imam Besar Masjid Al-Fattah Ustadz Mohammad Muhfidz.

Acara dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Ibu Shanty Erwin Novianto, beliau menyampaikan untuk para ibu ibu agar senantiasa semangat menjalani hari hari meskipun sedang menjalani ibadah puasa ramadhan dan menjaga kesehatan agar tetap bisa melayani anggota keluarga dirumah.

Selanjutnya adalah Tausiyah Ramadhan oleh Bapak Ustadz Mohammad Muhfidz, M.Pd. Tema tausiyah "Wanita Produktif dan Ramadhan Aktif : Cerdas Mengelola Keuangan, Gizi dan Emosi" beliau menjelaskan berfokus pada bagaimana seorang muslimah yang dimana baik ibu rumah tangga maupun wanita karier agar tetap mampu memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan tanpa mengabaikan tanggung jawab produktifnya sehari-hari. Tema ini bertujuan mematahkan stigma bahwa puasa adalah alasan untuk bermalas-malasan, melainkan momentum untuk meningkatkan produktivitas.

Hakikat Wanita Produktif di Bulan Ramadhan :
1. Seimbang : Wanita produktif adalah mereka yang mampu menyeimbangkan antara peran rumah tangga dan bekerja/karier ataupun sosial dengan amalan ukhrawi. Dimana amalan ukhrawi adalah segala bentuk perbuatan, ibadah, atau aktivitas yang diniatkan ikhlas karena Allah SWT untuk meraih keridaan-Nya dan balasan pahala di akhirat kelak. Amalan ini berfokus pada keabadian, berbeda dengan amalan duniawi yang sementara.
2. Multitasking Penuh Berkah: Menjadikan setiap aktivitas seperti memasak untuk berbuka puasa maupun sahur, mengurus anak, hingga bekerja adalah sebagai ibadah yang bernilai pahala.

Ramadhan Aktif: Produktivitas Lahir dan Batin :
Aktif di bulan Ramadhan tidak hanya ibadah ritual seperti shalat dan tadarus tetapi juga tetap produktivitas baik mental maupun fisik.
1. Manajemen Waktu: Pandai mengatur waktu tidur, bekerja, dan ibadah dengan bijak. Contohnya adalah memanfaatkan waktu istirahat siang untuk tidur sejenak agar nanti tetap segar saat menyiapkan menu berbuka puasa dan juga beribadah malam.
2. Kesehatan Fisik: Menjaga produktivitas dengan sahur menu bergizi dan berbuka dengan menu sehat agar tetap bertenaga dalam menjalani keseharian di siang hari.
3. Produktif Secara Sosial/Karier: Dalam Islam membolehkan wanita bekerja ataupun berkarier selama itu diizinkan oleh suami dimana pekerjaan itu halal dan tidak melalaikan kewajiban utama sebagai seorang istri.

Dapat disimpulkan isi materi tausiyah hari ini mencakup :
1. Ramadhan Bukan Alasan Lemas dan bermalas malasan : Harus bisa mengubah mindset jika dengan menjalani ibadah puasa membuat produktivitas menurun.
2. Pentingnya Sahur : Menegaskan bahwa sahur adalah kunci stamina untuk beraktifitas di siang hari.
3. Optimalisasi ibadah puasa 10 Hari Terakhir: Tetap aktif beribadah seperti ibadah malam, itikaf dan sedekah meskipun disibukkan dengan persiapan lebaran.
4. Manajemen Stres: Tetap bisa menjaga/mengelola kesehatan mental agar tetap bahagia dalam menjalankan ibadah sehari hari.

Bapak Ustadz Mohammad Muhfidz dalam ceramahnya juga menyampaikan tips unruk menjalani puasa agar tetap produktif diantaranya :
• Membuat Jadwal Harian yaitu Menyusun agenda harian yang memisahkan waktu antara focus dalam bekerja dan fokus dalam ibadah.
• Dzikir Sambil Bekerja yaitu Tetap multitasking ibadah ringan (dzikir) saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
• Sedekah Produktif diantaranya Mengajak untuk berbagi sesama , misalnya melalui berbagi takjil atau santunan kepada sesame yang membutuhkan.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan bazar yang diadakan oleh bidang ekonomi dimana para ibu ibu menampilkan berbagai olahan masakan diantaranya ada pepes ikan pindang, bothok tahu kemangi, bakwan jagung, jenang grendul dan aneka kripik produk UMKM. Para ibu ibu begitu antusias untuk membeli berbagai produk dan merasa senang telah diberikan kesempatan utuk menampilkan produk masakan mereka.

Di akhir acara penutupan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung menyampaikan rasa terimakasih atas terlaksananya acara pertemuan dan bazar ini, beliau berharap kedepannya ibu ibu bisa menampilkan lebih banyak produk olahan mereka. Disamping bisa menjadikan sebagai keterampilan dan sharing ilmu akan produk olahan tetapi juga bisa mendatangkan nilai ekonomi.


Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
14620-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGUNJUNGI CAFÉ SAMPAH PKK KABUPATEN TULUNGAGUNG

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 20 Pebruari 2026.

3. Pukul : 08.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Kunjungan DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ke Café Sampah.

6. Detail acara : .

Senin, tanggal 23 Pebruari 2026,

Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang pengelolaan lingkungan hidup serta meningkatkan kapasitas anggota Dharma Wanita Persatuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke Café Sampah yang berada di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2026 pada bidang pendidikan dan lingkungan hidup, sebagai bentuk partisipasi aktif organisasi dalam mendukung gerakan pengurangan sampah dari sumbernya. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan anggota DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sebanyak 4 orang. Turut hadir perwakilan dari TP PKK Kabupaten Tulungagung serta pengelola Café Sampah.

Tujuan Kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan anggota DWP mengenai konsep pengelolaan sampah berbasis Masyarakat, memberikan pemahaman tentang sistem Café Sampah sebagai inovasi pengurangan sampah, mendorong penerapan budaya memilah sampah di lingkungan kantor dan rumah tangga, mempererat hubungan dan sinergi antara DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan TP PKK Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh pembawa acara. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh perwakilan TP PKK Kabupaten Tulungagung yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan DWP Disperkim serta pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam pengelolaan lingkungan.

Pada sesi pemaparan materi, pengelola Café Sampah menjelaskan konsep dasar Café Sampah sebagai inovasi pengelolaan sampah terpadu. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk menukarkan sampah yang telah dipilah dengan produk tertentu atau dicatat sebagai tabungan di bank sampah. Konsep ini mengedepankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Peserta mendapatkan penjelasan mengenai:

a. Mekanisme pemilahan sampah organik dan anorganik

b. Sistem penimbangan dan pencatatan sampah

c. Proses pengolahan sampah yang dapat didaur ulang

d. Dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat

Hasil dan Manfaat Kegiatan:

a. Meningkatnya pemahaman anggota DWP mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar.

b. Bertambahnya wawasan tentang inovasi Café Sampah sebagai solusi pengurangan sampah.

c. Tumbuhnya komitmen anggota untuk menerapkan pemilahan sampah di rumah tangga masing-masing.

d. Terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara DWP Disperkim dengan TP PKK Kabupaten Tulungagung.

e. Adanya rencana tindak lanjut untuk menerapkan program pemilahan sampah sederhana di lingkungan kantor.

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Anggota DWP aktif mengajukan pertanyaan terkait teknis pelaksanaan, tantangan di lapangan, serta kemungkinan penerapan program serupa di lingkungan kantor Disperkim. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area pengelolaan sampah di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung. Peserta melihat secara langsung proses pemilahan, penyimpanan, serta pencatatan sampah.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan kunjungan DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ke Café Sampah di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Besar harapan kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah awal dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan kerja maupun rumah tangga anggota.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
14710-02-2026Ketua DWP Kecamatan Pucanglaban Ny Setiono mengikuti kegiatan bantuan seragam bagi siswa-siswi sekolah dasar kurang mampu pada tanggal 10 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Pucanglaban dengan menghadirkan koordinator wilayah UPAS P Kecamatan Pucanglaban, kepala sekolah SD se Kecamatan Pucanglaban, ketua TP PKK Desa Se Kecamatan Pucanglaban, dan siswa siswi penerima. Dari pihak kabupaten, agenda santunan ini dihadiri langsung oleh Ibu Penasehat DWP Kabupaten Tulungagung Ibu Dra Endang Dwi Retnowati Gatot Sunu Wibowo dan Ketua DWP Kabupaten Tulungagung Ibu Uswatun Hasanah Soeroto. Adapun sasaran penerima bantuan seragam ini terdiri dari 150 siswa yang tersebar di berbagai sekolah dasar SDN 4 Demuk, SDN 1 Demuk, SDN Kalidawe, SDN Kaligentong dan lain sebagainya. Bantuan seragam bagi SD kurang mampu ini menunjukkan kepedulian DWP Kabupaten Tulungagung terhadap dunia pendidikan. Dengan adanya bantuan ini, harapannya bisa meringankan beban orang tua siswa. Pelaksanaan bantuan seragam dimulai pukul 09.00 WIB. Kedatangan tim DWP Kabupaten disambut dengan penampilan tari reog kendang dari SDN 4 Demuk. Acara selanjutnya yaitu sambutan selamat datang dari Camat Pucanglaban Bapak Setiono,S.Sos,MM dilanjutkan sambutan dari penasehat DWP Kabupaten Tulungagung. Pada saat memberikan sambutan, Penasehat DWP Kabupaten Tulungagung memberikan tebak-tebakan kepada siswa siswi sehingga suasana tampak meriah. Selanjutnya yaiu acara pemberian bantuan seragam secara simbolis yang diberikan oleh penasehat DWP Kabupaten Tulungagung dan Ketua DWP Kabupaten Tulungagung didampingi oleh Camat Pucanglaban dan Ketua DWP Pucanglaban
Program: SD/Sederajat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
14806-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Jum’at, 6 Februari 2026
3. Pukul : 09.00 – Selesai
4. Lokasi : Mako Satpol PP Kabupaten Tulungagung
5. Acara : Pelatihan Ketrampilan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran skala ringan
6. Detail acara :

Tulungagung, Jum’at 6 Februari 2026- Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung mengadakan kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dengan narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung. Kegiatan Pelatihan Anggota dipimpin oleh Ibu Ketua DWP Satuan Polisi Pamong Praja, Ibu Rahma Hartono dan dihadiri oleh seluruh anggota DWP Satuan polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung. Dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia khususnya bagi ibu-ibu Anggota DWP SatPol PP. Adapun tempat pemberian materi di ruang rapat satpol PP lt. 2. Dilanjutkan dengan praktek atau simulasi penggunaan alat pemadam kebakaran di halaman depan Mako SatPol PP Kab Tulungagung.

Susunan acara pada kegiatan pelatihan sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan menyanyikan Mars DWP
3. Sambutan Pengarahan Ibu Ketua DWP Satpol PP
4. Doa
5. Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dilanjutkan simulasi cara penanggulangan kebakaran
6. Penutup

Dalam sambutannya Ibu Rahma Hartono selaku Ketua DWP Satuan Polisi Pamong Praja menyampaikan bahwa tujuan kegiatan Pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, bekal ketrampilan dan kesadaran bagi anggota; agar anggota DWP bisa memahami bahaya kebakaran dan pentingnya pencegahannya. Diharapkan agar ibu-ibu DWP Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung dapat lebih siap dalam menghadapi potensi terjadinya kebakaran dan meminimalisir risiko yang ada, baik dalam rumah tangga, lingkungan masyarakat, lingkungan kantor atau dimanapun, bila terjadi kebakaran skala ringan.

“Kami ingin agar anggota DWP bisa lebih waspada, tidak panik bila terjadi kebakaran atau saat menghadapi kebakaran dalam skala kecil, serta mengetahui langkah awal yang harus dilakukan. Dengan metode sederhana bisa efektif bila dilakukan dengan benar oleh ibu-ibu anggota DWP baik di kantor maupun di rumah tangga. Harapan dari kegiatan Pelatihan ini adalah ibu- ibu DWP mempunyai bekal pengetahuan dan ketrampilan, dalam melindungi diri, keluarga, dan lingkungannya,” ungkap Ibu Ketua DWP.

Selesai paparan materi dilanjutkan simulasi penanggulangan kebakaran di halaman luar depan Mako Satpol PP. Materi yang disampaikan meliputi apa saja yang dapat menyebabkan kebakaran, tentang pencegahan kebakaran pada kompor gas Elpiji rumah tangga, cara menggunakan Alat Pemadaman Api Tradisional (APAT), serta teknik menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Dalam simulasi atau praktek , Ibu-Ibu anggota DWP sangat antusias mengikuti kegiatan ini, di mana ibu ibu anggota DWP berkesempatan untuk mencoba langsung cara mengoperasikan alat, baik alat tradisional diperagakan oleh ibu Rahma Hartono, ibu Niluh, dan ibu Feni. Kemudian praktek menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) powder dipraktekkan oleh ibu Firda dan ibu Trisya. Juga tanya jawab seputar problem gas Elpiji rumah tangga yang sering dialami oleh ibu- ibu Dharma Wanita Persatuan saat menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga,

"Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Rahma Hartono atas terselenggaranya acara ini. Kami bisa konsultasi langsung dengan bapak-bapak karyawan Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung yang bertugas memberikan materi dan membimbing Simulasi alat Pemadam Api yaitu Bpk Mardianto, Bpk Nyoni, Bpk Jatmiko dan Bpk Murni. Kami jadi lebih memahami bagaimana cara melindungi diri sendiri, keluarga kami dan orang lain bila terjadi bahaya kebakaran," kata salah satu anggota DWP Satpol PP. Doa dan Harapan tidak ada kejadian kebakaran. Aamiin


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
14901-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DISPORA KABUPATEN TULUNGAGUNG BIDANG PENDIDIKAN

PROGRAM KERJA PENDIDIKAN NON FORMAL

KEGIATAN PELATIHAN MC DAN DIRIJEN

Dharmawanita Persatuan (DWP) Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Tulungagung merupakan wadah organisasi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota, baik dari segi keorganisasian, keterampilan, maupun pengembangan kapasitas diri. Dalam menjalankan roda organisasi yang dinamis dan profesional, DWP DISPORA Tulungagung senantiasa berupaya melaksanakan program kerja yang terencana dan berkesinambungan, khususnya pada Bidang Pendidikan yang memiliki peran strategis dalam peningkatan peltihan.

Seiring dengan meningkatnya tuntutan profesionalisme dalam setiap kegiatan organisasi, kemampuan anggota dalam mendukung kelancaran acara formal maupun nonformal menjadi hal yang sangat penting. Salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam setiap kegiatan organisasi adalah keterampilan sebagai Master of Ceremony (MC) dan dirijen. Peran MC dan dirijen tidak hanya sebatas memandu jalannya acara atau memimpin lagu, namun juga mencerminkan citra organisasi, ketertiban acara, serta suasana yang tercipta selama kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar anggota mampu menjalankan peran tersebut dengan percaya diri, terstruktur, dan sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Oleh sebab itu Bidang Sekretariat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Pelatihan MC dan Dirijen sebagai bagian dari Program Kerja Pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan kapasitas anggota, khususnya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi DWP DISPORA Tulungagung agar berjalan lebih tertib, komunikatif, dan profesional.

Kegiatan Pelatihan MC dan Dirijen ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 1 Februari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Balai Desa Plandaan. Pelatihan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Pemilihan waktu dan tempat kegiatan telah dipertimbangkan dengan matang agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan optimal.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung dengan Fatayat PAC Kedungwaru. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antarorganisasi perempuan dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang keorganisasian dan keterampilan publik. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis serta saling mendukung dalam kegiatan-kegiatan positif di masa mendatang.

Peserta pelatihan terdiri dari anggota DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung serta anggota Fatayat PAC Kedungwaru. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, di mana para peserta hadir tepat waktu dan menunjukkan semangat yang tinggi untuk mengikuti seluruh materi pelatihan. Kehadiran peserta dari dua organisasi ini juga memberikan suasana yang lebih dinamis, interaktif, serta memperkaya diskusi dan praktik selama pelatihan berlangsung.

Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Ketua DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung, Ny. Achmad Mugiyono. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan program kerja Bidang Sekretariat serta menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Selain itu, kehadiran pimpinan organisasi juga menunjukkan komitmen DWP DISPORA Tulungagung dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggotanya.

Sebelum memasuki sesi pelatihan inti, kegiatan diawali dengan rangkaian acara pembukaan. Acara pembukaan dimulai dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan ini serta harapan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Doa dipanjatkan dengan penuh khidmat dan diikuti oleh seluruh peserta serta tamu yang hadir.

Setelah doa, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan panitia penyelenggara dari Bidang Sekretariat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya, disampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan Pelatihan MC dan Dirijen, pentingnya peningkatan kapasitas anggota dalam mendukung kegiatan organisasi, serta harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memperoleh ilmu yang dapat diaplikasikan secara nyata dalam setiap kegiatan organisasi.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung, Ny. Achmad Mugiyono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan ini serta kepada Fatayat PAC Kedungwaru atas kerja sama dan kolaborasi yang telah terjalin. Beliau menekankan bahwa keterampilan sebagai MC dan dirijen merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh anggota DWP, mengingat peran tersebut sering kali dibutuhkan dalam berbagai kegiatan resmi maupun nonresmi. Selain itu, beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak ragu untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.

Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan inti. Pelatihan MC dan Dirijen ini disampaikan oleh pemateri yang merupakan salah satu anggota DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung, yaitu Ibu Yauma. Pemilihan pemateri dari internal organisasi menjadi nilai tambah tersendiri, karena selain memahami kebutuhan dan karakter anggota, pemateri juga dapat menyampaikan materi secara lebih komunikatif dan aplikatif sesuai dengan kondisi organisasi.

Dalam penyampaian materi, Ibu Yauma menjelaskan secara komprehensif mengenai peran dan tugas seorang MC dalam berbagai jenis acara, baik acara formal, semi formal, maupun nonformal. Materi disampaikan mulai dari dasar-dasar menjadi MC, etika dan sikap yang harus dimiliki, teknik membuka dan menutup acara, penguasaan alur acara, hingga kemampuan berkomunikasi yang baik dan jelas. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya intonasi suara, artikulasi, bahasa tubuh, serta pengelolaan suasana agar acara dapat berjalan dengan lancar dan menarik.

Selain materi MC, pelatihan ini juga membahas tentang peran dirijen dalam memimpin lagu, khususnya dalam acara-acara resmi organisasi. Ibu Yauma menjelaskan teknik dasar menjadi dirijen, posisi tubuh yang benar, gerakan tangan yang sesuai, serta cara memberikan aba-aba yang jelas dan tegas kepada peserta atau paduan suara. Materi dirijen disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga peserta yang belum memiliki pengalaman sekalipun dapat mengikuti dengan baik.

Agar pelatihan tidak bersifat satu arah, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung. Para peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan peran sebagai MC dan dirijen secara bergantian. Dalam sesi praktik ini, peserta tampak antusias dan berani mencoba, meskipun sebagian masih merasa gugup. Pemateri memberikan bimbingan, masukan, serta evaluasi secara langsung dengan cara yang membangun dan memotivasi, sehingga peserta merasa nyaman dan semakin percaya diri.

Interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung dengan baik. Peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi terkait kendala-kendala yang sering dihadapi saat menjadi MC atau dirijen. Diskusi yang terjadi menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan peserta, terutama dalam mendukung kegiatan organisasi yang sering membutuhkan peran MC dan dirijen dari anggota sendiri.

Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan berjalan dengan tertib, kondusif, dan penuh semangat kebersamaan. Kolaborasi antara anggota DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung dan Fatayat PAC Kedungwaru terlihat harmonis, saling mendukung, dan saling belajar satu sama lain. Hal ini menjadi salah satu nilai positif dari pelaksanaan kegiatan, karena selain meningkatkan keterampilan individu, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antarorganisasi.

Menjelang akhir kegiatan, pemateri kembali menegaskan pentingnya latihan berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada pelatihan ini saja. Peserta diharapkan dapat terus mengasah kemampuan menjadi MC dan dirijen, baik melalui latihan mandiri maupun dengan terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan organisasi.

Kegiatan Pelatihan MC dan Dirijen ini ditutup dengan penutupan resmi dan doa bersama. Seluruh peserta menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini dan berharap agar pelatihan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang dengan materi yang semakin beragam.

Kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata bagi peserta dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menjalankan peran sebagai MC dan dirijen. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi dan kerja sama antara DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung dan Fatayat PAC Kedungwaru.

Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat diaplikasikan secara langsung dalam setiap kegiatan organisasi, sehingga pelaksanaan acara DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung ke depan dapat berjalan lebih profesional, tertib, dan berkesan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung dalam mewujudkan organisasi yang solid, berdaya, dan berkelanjutan.

Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

15023-01-2026

LAPORAN KEGIATAN DWP DISPORA BIDANG PROGRAM PENDIDIKAN PROGRAM KERJA PERPUSTAKAAN KEGIATAN PERPUSTAKAAN SUDUT BACA

Pendidikan merupakan proses berkelanjutan yang tidak hanya berlangsung di lingkungan formal seperti sekolah, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang melalui berbagai kegiatan nonformal dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Salah satu unsur penting dalam menunjang proses pendidikan tersebut adalah budaya literasi, khususnya kebiasaan membaca. Membaca tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga sebagai media untuk memperluas wawasan, meningkatkan kualitas berpikir, serta membentuk karakter yang terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan perubahan zaman.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, minat baca masyarakat cenderung mengalami tantangan. Kehadiran gawai dan media digital sering kali menggeser kebiasaan membaca buku cetak. Kondisi ini menuntut adanya upaya nyata untuk kembali menumbuhkan minat baca melalui penyediaan ruang dan fasilitas membaca yang mudah dijangkau, nyaman, dan menarik. Perpustakaan, dalam berbagai bentuk dan skala, memiliki peran strategis sebagai pusat literasi dan sarana pembelajaran sepanjang hayat.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) DISPORA sebagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan, memandang pentingnya penguatan budaya literasi di lingkungan organisasi. Melalui Bidang Program Pendidikan, DWP DISPORA berkomitmen untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi anggota. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan Program Kerja Perpustakaan melalui kegiatan Perpustakaan Sudut Baca.
Kegiatan Perpustakaan Sudut Baca yang dilaksanakan di Sekretariat DWP DISPORA dirancang sebagai ruang literasi sederhana namun bermakna. Sudut baca ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, ruang berbagi pengetahuan, serta sarana untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di sela-sela aktivitas organisasi. Kehadiran sudut baca diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif bagi anggota DWP DISPORA untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang produktif dan bermanfaat.
Koleksi buku yang tersedia dalam kegiatan ini cukup beragam dan jumlahnya banyak, mencakup berbagai tema seperti pendidikan, pengetahuan umum, keorganisasian, keterampilan, motivasi, keagamaan, serta bacaan ringan yang bersifat inspiratif. Keberagaman dan banyaknya buku bacaan tersebut diharapkan dapat memenuhi minat dan kebutuhan membaca anggota yang beragam, sehingga sudut baca benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Melalui kegiatan Perpustakaan Sudut Baca ini, DWP DISPORA tidak hanya berupaya menyediakan fasilitas fisik berupa buku dan ruang baca, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya membaca sebagai bagian dari gaya hidup dan proses pengembangan diri. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan DWP DISPORA, sekaligus mendukung program pendidikan nonformal yang memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelaksanaan kegiatan Perpustakaan Sudut Baca ini didasarkan pada:
1. Program Kerja DWP DISPORA Bidang Program Pendidikan.
2. Komitmen DWP DISPORA dalam mendukung peningkatan budaya literasi.
3. Upaya penyediaan sarana pembelajaran dan pengembangan wawasan bagi anggota DWP DISPORA.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan Perpustakaan Sudut Baca adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan minat baca dan budaya literasi anggota DWP DISPORA.
2. Menyediakan fasilitas perpustakaan sederhana yang mudah diakses di lingkungan Sekretariat DWP DISPORA.
3. Menambah wawasan dan pengetahuan anggota melalui berbagai koleksi buku bacaan.
4. Mendukung program pendidikan nonformal di lingkungan DWP DISPORA.

Manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain:
1. Terbentuknya kebiasaan membaca di kalangan anggota DWP DISPORA.
2. Meningkatnya kualitas pengetahuan dan wawasan anggota.
3. Tersedianya ruang baca yang nyaman dan edukatif.
4. Terwujudnya lingkungan organisasi yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat.

PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Waktu dan Tempat
Kegiatan Perpustakaan Sudut Baca dilaksanakan pada:
• Hari/Tanggal : Jumat, 23 Januari 2025
• Waktu : Pukul 08.00 WIB hingga selesai
• Tempat : Sekretariat DWP DISPORA

B. Peserta Kegiatan
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua DWP DISPORA dan seluruh anggota DWP DISPORA. Kehadiran dan partisipasi aktif seluruh peserta menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan.

C. Bentuk dan Rangkaian Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan Perpustakaan Sudut Baca diawali dengan persiapan ruang baca di Sekretariat DWP DISPORA. Sejak pagi hari, anggota DWP DISPORA bersama-sama menata ruangan yang akan digunakan sebagai sudut baca agar terlihat rapi, nyaman, dan menarik. Penataan dilakukan dengan mengatur rak buku, meja baca, serta area duduk yang memungkinkan anggota membaca dengan santai.
Setelah penataan ruang selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumpulan dan penataan koleksi buku bacaan. Buku-buku yang tersedia terdiri dari berbagai jenis dan tema, antara lain buku pengetahuan umum, pendidikan, keterampilan, keorganisasian, buku motivasi, buku keagamaan, serta bacaan ringan yang bersifat inspiratif. Banyaknya buku bacaan yang tersedia menjadi salah satu daya tarik utama dari kegiatan Perpustakaan Sudut Baca ini.
Ketua DWP DISPORA memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh anggota mengenai pentingnya membaca dan memanfaatkan fasilitas sudut baca sebagai sarana peningkatan kualitas diri. Dalam arahannya, Ketua DWP DISPORA menekankan bahwa sudut baca ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, tidak hanya pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
Selanjutnya, anggota DWP DISPORA mulai memanfaatkan sudut baca dengan membaca berbagai buku yang tersedia. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Anggota tampak antusias memilih buku sesuai dengan minat masing-masing, membaca secara mandiri, serta berdiskusi ringan mengenai isi bacaan yang dibaca.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Beberapa anggota saling merekomendasikan buku bacaan yang menarik dan bermanfaat. Interaksi tersebut menciptakan suasana yang hangat dan mendukung terciptanya budaya literasi di lingkungan DWP DISPORA.

Peran Ketua dan Anggota
Ketua DWP DISPORA berperan sebagai penggerak dan motivator dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kehadiran Ketua DWP DISPORA memberikan semangat dan dorongan moral bagi seluruh anggota untuk aktif berpartisipasi. Anggota DWP DISPORA berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, penataan buku, hingga pemanfaatan sudut baca.

Hasil yang Dicapai
Pelaksanaan kegiatan Perpustakaan Sudut Baca memberikan berbagai hasil positif, antara lain:
1. Tersedianya perpustakaan sudut baca di Sekretariat DWP DISPORA.
2. Tersusunnya koleksi buku bacaan yang beragam dan bermanfaat.
3. Meningkatnya minat baca dan antusiasme anggota terhadap kegiatan literasi.
4. Terbentuknya suasana belajar yang kondusif di lingkungan organisasi.

Secara umum, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Antusiasme anggota menjadi faktor pendukung utama. Ke depan, pengembangan koleksi buku secara berkala serta pengelolaan sudut baca yang lebih terstruktur agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Program: Sudut Baca
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

15130-01-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan seluruh pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 30 Januari 2026
3. Pukul : 10.00 s/d 11.00 WIB
4. Peserta : 58 orang
5. Lokasi : Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Kursus Deteksi Dini Penyakit Kanker
Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan sel yang tumbuh tidak normal dan tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain.
Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Kanker sering menyebabkan kematian karena penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Kanker baru terdeteksi dan ditangani setelah mencapai stadium lanjut.
Skrining atau cek kesehatan secara berkala dapat mendeteksi kanker sejak dini. Untuk mencegah kondisi ini, jalani pola hidup sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
Deteksi dini penyakit kanker diharapkan dapat memberikan manfaat dalam mencegah dan mengatasi penyakit kanker yang muncul baik di keluarga maupun lingkungan sekitar kita.
DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyelenggarakan kegiatan deteksi dini tentang penyakit kanker sebagai bentuk kesadaran agar seluruh anggota DWP mengetahui penyebab, gejala, pencegahan dan penanganan yang dilakukan terhadap penyakit kanker. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Penyebab Kanker
Penyebab utama kanker adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel yang membuatnya tumbuh tidak normal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal ini. Namun, bila mekanisme tersebut gagal, sel abnormal tadi akan tumbuh tidak terkendali dan dapat menggantikan sel normal.
Selain mutasi, infeksi virus HPV juga bisa memicu terjadinya kanker. Infeksi virus HPV bisa menular melalui kontak langsung dengan kulit atau hubungan seks dengan penderita. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi virus HPV juga dapat menyebabkan perkembangan sel-sel abnormal yang akhirnya berpotensi menjadi kanker.
Beberapa jenis kanker yang dapat timbul akibat virus HPV ini adalah kanker serviks, kanker penis, atau kanker anus.
Faktor risiko kanker
Faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker berbeda-beda, tergantung pada jenis kankernya. Meski demikian, tidak ada jenis kanker yang spesifik hanya dipicu oleh satu faktor.
Faktor yang diduga berisiko menyebabkan kanker antara lain :
Riwayat penyakit kanker dalam keluarga kandung
Usia di atas 65 tahun, tetapi lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, kanker dapat terjadi pada usia berapa pun, termasuk anak-anak
Kebiasaan merokok atau konsumsi minuman beralkohol Parapan radiasi, zat kimia (seperti asbes atau benzene), atau sinar matahari
Infeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV
Paparan hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang
Obesitas atau berat badan berlebih
Kurang banyak bergerak dan tidak rutin berolahraga
Penyakit yang menyebabkan peradangan jangka panjang, seperti kolitis ulseratif.
Daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat menderita HIV/AIDS
Gejala Kanker
Gejala yang timbul akibat kanker bervariasi, tergantung pada jenis kanker dan organ tubuh yang terkena. Beberapa gejala atau tanda yang sering dialami penderita kanker adalah :
Muncul benjolan
Nyeri yang tidak kunjung hilang
Pucat, lemas, dan cepat lelah
Perubahan pada kulit, seperti kulit menguning, luka yang tidak kunjung sembuh, atau perubahan pada tahi lalat
Berat badan turun drastis
Gangguan buang air besar atau buang air kecil
Batuk kronis
Memar dan perdarahan yang terjadi tiba-tiba
Demam yang terus berulang
Mengenal 6 Kanker terbanyak dan faktor risikonya
Kanker payudara
Gejala awal : Benjolan yang tidak nyeri di payudara, perubahan bentuk atau ukuran payudara, serta keluarnya cairan dari puting secara tidak normal.
Faktor risiko : Faktor genetik, obesitas, paparan radiasi, dan pengaruh hormon (seperti penggunaan kontrasepsi hormonal tertentu atau menopause yang terlambat).
Skrining : Sangat disarankan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) atau Mamografi secara rutin
Kanker serviks
Kanker ini hampir sepenuhnya disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV).
Pencegahan : Vaksinasi HPV sejak dini (mulai usia sekolah) adalah perlindungan utama.
Skrining : Wanita yang sudah aktif secara seksual wajib melakukan Pap Smear atau IVA Test secara berkala untuk mendeteksi perubahan sel sebelum menjadi kanker.
Kanker Paru
Faktor risiko utama : Paparan asap rokok (baik perokok aktif maupun pasif) serta tingginya tingkat polusi udara di kota-kota besar.
Gejala : Batuk kronis yang tidak kunjung sembuh, batuk darah, dan sesak napas.
Kanker Kolorektal
Kanker ini meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern.
Faktor risiko : Pola makan tinggi daging merah, makanan olahan, serta kurangnya konsumsi serat.
Gejala : Perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit berkepanjangan) dan adanya darah pada tinja.
Kanker Prostat
Laki aki usia 50 tahun keatas sangat beresiko terkena kanker prostat
Deteksi : Sering kali tidak bergejala pada stadium awal, namun dapat dideteksi melalui tes darah PSA (Prostate-Specific Antigen).
Kanker hati
Kanker hati sering kali merupakan kelanjutan dari infeksi kronis.
Penyebab: Sangat erat kaitannya dengan infeksi virus Hepatitis B dan C. Imunisasi Hepatitis dan gaya hidup sehat menjadi kunci pencegahan utama.
Secara statistik, terdapat perbedaan signifikan dalam jenis kanker yang menyerang berdasarkan gender :
Pria : Kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker prostat adalah yang paling dominan.
Wanita : Kanker payudara dan kanker serviks menyumbang hampir separuh dari total kasus kanker pada wanita.
Banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait kanker yang sering kali justru menghambat penanganan medis yang tepat.
Salah satu mitos yang paling umum adalah anggapan bahwa kanker murni merupakan penyakit keturunan. Faktanya, hanya sekitar 5% hingga 10% kasus kanker yang benar-benar disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan, sementara sebagian besar kasus dipicu oleh faktor gaya hidup dan lingkungan yang dapat dimodifikasi.
Mitos lain yang sering dipercaya adalah bahwa mengonsumsi gula secara otomatis akan membuat kanker bertambah parah. Meskipun sel kanker memang mengonsumsi glukosa untuk tumbuh, berhenti mengonsumsi gula sepenuhnya tidak terbukti secara medis dapat menyembuhkan atau membunuh kanker.
Kapan harus ke dokter
Lakukan skrining dan pemeriksaan rutin ke dokter jika memiliki faktor risiko kanker. Pemeriksaan juga disarankan jika sering berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi HPV yang kemudian bisa menyebabkan kanker.
Pemeriksaan ke dokter juga perlu dilakukan bila seseorang mengalami gejala kanker, seperti munculnya benjolan di tubuh, berat badan turun drastis, atau batuk kronis. Deteksi dini kanker dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Penderita kanker perlu menjalani pengobatan dari dokter onkologi. Selanjutnya, perlu dilakukan pemeriksaan rutin untuk melihat apakah pengobatan yang diberikan efektif. Jika kondisi sudah membaik dan kanker dinyatakan sembuh, pasien masih tetap perlu memeriksakan kondisinya ke dokter secara berkala. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kankernya tidak kambuh.
Penderita yang kankernya sudah tidak bisa disembuhkan juga perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan untuk memperlambat perkembangan kanker dan meredakan keluhan. Pengobatan ini disebut pengobatan paliatif.
Diagnosis dan Stadium Kanker
Untuk mendiagnosis kanker, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan menjalankan pemeriksaan fisik. Setelah itu, ada beberapa tes tambahan yang akan dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis kanker, yaitu :
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah dan urine, dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan dalam tubuh. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan tumor marker untuk mendeteksi kanker.
Pemindaian
Tes ini dapat berupa pemeriksaan Rontgen, USG, CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat kondisi organ yang bermasalah.
Biopsi
Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan tubuh pasien yang diduga terserang kanker. Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk menentukan apakah pasien terkena kanker atau tidak.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di atas, dokter kemudian akan menentukan tingkat keparahan (stadium) kanker. Secara umum, tingkatan kanker dibagi menjadi stadium 1 sampai 4. Makin tinggi stadium kanker, gejala yang dialami pasien akan makin parah dan peluangnya untuk sembuh makin kecil.
Ada berbagai cara untuk menentukan stadium kanker, tetapi yang paling sering dilakukan adalah sistem TNM (Tumor, Node, Metastasis). Dalam sistem TNM, dokter menentukan stadium kanker berdasarkan ukuran kanker, ada tidaknya penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di sekitarnya, dan seberapa jauh kanker menyebar ke organ lain.
Pengobatan Kanker
Jenis pengobatan yang akan dipilih dokter tergantung pada beberapa faktor, mulai dari jenis kanker, letak kanker, stadium kanker, kondisi kesehatan pasien secara umum, dan keinginan pasien.
Metode pengobatan kanker yang umum digunakan adalah sebagai berikut :
Kemoterapi
Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.
Operasi
Operasi kanker dilakukan dengan memotong dan mengangkat jaringan kanker.
Radioterapi
Radioterapi dilakukan dengan memaparkan sinar radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi terbagi dua, yaitu radiasi dari mesin yang berada di luar tubuh (radioterapi eksternal) atau radiasi dari alat implan yang dipasang di dalam tubuh (brakiterapi).
Transplantasi sumsum tulang
Lewat prosedur ini, sumsum tulang pasien akan diganti dengan sumsum tulang baru dari pendonor agar dapat menghasilkan sel baru yang normal dan bebas kanker.
Terapi hormon
Jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara dan kanker prostat, dipicu oleh hormon. Oleh sebab itu, menghambat hormon pemicu tersebut dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Targeted drug therapy
Terapi target dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang mampu menghambat mutasi genetik pada sel. Imunoterapi
Imunoterapi atau terapi biologis bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan kanker.
CAR-T cell therapy
Chimeric antigen receptor (CAR) T-cell therapy atau disebut juga terapi sel T CAR adalah salah satu bentuk imunoterapi. Sel T merupakan komponen dari sistem imun yang berfungsi melawan infeksi.
Terapi sel T CAR dilakukan dengan cara mengambil sel T pasien. Sel ini kemudian direkayasa di laboratorium agar dapat menempel pada antigen sel kanker tertentu. Dengan begitu, sel T CAR akan mengenali dan menyerang sel kanker.
Perlu diketahui bahwa pengobatan kanker di atas dapat menyebabkan berbagai efek samping, salah satunya adalah berkurangnya jumlah sel darah putih sehingga tubuh pasien rentan terkena infeksi.
Komplikasi Kanker
Komplikasi dapat terjadi ketika sel kanker menyerang organ vital, seperti hati, otak, atau paru-paru. Komplikasi ini bisa terjadi karena kanker memang pertama kali muncul di organ vital tersebut. Bisa juga akibat kanker yang berasal dari organ lain lalu menyebar ke organ vital tersebut, misalnya kanker payudara yang menyebar ke paru-paru.
Berikut adalah komplikasi yang dapat disebabkan oleh kanker :
Malnutrisi
Penyakit liver
Infeksi paru-paru
Gangguan fungsi hati
Stroke
Depresi
Koma
Pencegahan Kanker
Cek kesehatan secara berkala
Konsultasikan dengan dokter mengenai perlunya tes skrining kanker berdasarkan faktor risiko yang dimiliki.
Enyahkan asap rokok
Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis kanker, terutama kanker paru-paru, sehingga penting untuk meninggalkan kebiasaan ini.
Rajin aktivitas fisik
Rutin berolahraga selama setidaknya 30 menit setiap harinya.
Diet sehat dengan kalori seimbang
Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian (misalnya gandum), dan makanan yang kaya akan protein.
Istirahat yang cukup
Kurang tidur dapat melemahkan sistem imun tubuh. Hal ini diduga meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit, termasuk kanker. Namun, hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut.
Kelola stres
Stres berlebihan dapat memicu kebiasaan hidup tidak sehat, seperti merokok atau pola makan buruk, yang dapat meningkatkan risiko kanker.
Di samping CERDIK, ada beberapa upaya lain yang juga perlu dilakukan untuk mencegah kanker, yaitu:
Hindari paparan sinar matahari berlebih
Paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Oleh sebab itu, gunakan pakaian tertutup saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Selain itu, penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 juga dianjurkan untuk melindungi kulit dari kanker akibat paparan sinar UV.
Gunakan masker di tempat yang penuh polusi udara
Asap kendaraan bermotor, asap pabrik, asap pembakaran sampah, asap rokok, serta debu asbes dapat menyebabkan kanker.
Hentikan konsumsi minuman beralkohol
Jika rutin mengonsumsi minuman beralkohol, mulailah untuk menghentikan kebiasaan tersebut karena alkohol dapat memicu timbulnya kanker.
Lakukan vaksinasi
Ada dua jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi, yaitu kanker hati melalui vaksin hepatitis B dan kanker serviks dengan vaksin HPV.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

15230-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGUNJUNGI POJOK BACA DI SEKRETARIAT PKK KABUPATEN TULUNGAGUNG

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 30 Januari 2026.

3. Pukul : 09.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Kunjungan ke Pojok Baca yang berada di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung.

6. Detail acara : .

Jum’at, tanggal 30 Januari 2026,

Dalam rangka mendukung peningkatan literasi serta mempererat sinergi antarorganisasi perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang diwakili Ny. Desi, Ny Ayu dan Ny. Galuh melaksanakan kegiatan kunjungan ke Pojok Baca yang berada di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program literasi keluarga dan pemberdayaan perempuan melalui penyediaan dan pemanfaatan sumber bacaan yang edukatif dan inspiratif.

Tujuan Kegiatan ini untuk Meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan anggota Dharma Wanita, Menjalin silaturahmi dan kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Menambah wawasan mengenai pengelolaan pojok baca sebagai sarana edukasi masyarakat.

Adapun hasil konkret (output) dari kegiatan kunjungan ini antara lain: Meningkatnya pemahaman anggota DWP Disperkim mengenai pengelolaan Pojok Baca yang efektif dan ramah pengunjung, Terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara DWP Disperkim dengan TP PKK Kabupaten Tulungagung, Tumbuhnya motivasi anggota DWP untuk mengembangkan budaya membaca di lingkungan keluarga dan Masyarakat, Dokumentasi kegiatan kunjungan sebagai bahan laporan dan publikasi internal.

Melalui aktivitas kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin baik antara DWP Disperkim dan TP PKK Kabupaten Tulungagung dalam mendukung program literasi. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan kunjungan berjalan dengan lancar dan penuh antusias. Para peserta memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan pojok baca yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan kerja sama antara Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan PKK Kabupaten Tulungagung dalam mendukung program literasi.

7. Penutup

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita semakin termotivasi untuk menumbuhkan budaya membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tulungagung.


Program: Sudut Baca
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
15327-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal / Informal – Pelatihan / Kursus

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Selasa / 27 Januari 2026
3. Pukul : 11.00 - Selesai
4. Peserta : Seluruh Ketua DWP Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Ruang Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Pertemuan Rutin Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Bertempat di Ruang Pertemuan Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung dilaksanakan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP). Pertemuan ini dipimpin oleh Pj. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan dan dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus serta anggota DWP Kabupaten Tulungagung

Pada kesempatan tersebut digelar juga bazar mini yang menjual beberapa produk yg dihasilkan oleh anggota DWP seperti aneka snack dan kuliner lainnya. Bazar ini merupakan salah satu upaya membangun jiwa wirausaha anggota DWP, dilakukan secara bergiliran sehingga semua DWP mendapatkan kesempatan untuk memamerkan produk anggotanya masing-masing.

Kegiatan ini mendapat respon positif, terlihat dari antusiasme yang tinggi pengurus dan anggota DWP dari awal materi hingga penutup. Antusiasme terlihat dengan adanya beberapa anggota DWP yang langsung menyerbu bazar mini guna memberikan apresiasi kepada pedagang UMKM.

Pertemuan rutin ini selain sebagai forum silaturahmi, juga menjadi sarana edukasi dalam meningkatkan kesadaran anggota DWP tentang hak-hak sosial mereka sehingga ASN dan keluarganya dapat lebih terlindungi dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat

Kegiatan ini menggambarkan komitmen DWP Kabupaten Tulungagung dalam memberdayakan anggotanya melalui edukasi dan pembinaan berkelanjutan. Diharapkan sinergi yang terjalin dapat terus memajukan organisasi serta memberikan manfaat nyata bagi ASN dan masyarakat Kabupaten Tulungagung.


Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
15429-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Kamis, 29 Januari 2026
3. Pukul :08.30 WIB – Selesai
4. Lokasi : di Wisata Petik Buah Melon yang terletak di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung
5. Acara : Study Referensi ( Pelantihan)
6. Detail acara :

Tulungagung, 29 Januari 2026 - Dharma Wanita Persatuan (DWP) SATPOL PP Kabupaten Tulungagung yaitu ibu Rahma Hartono selaku Ketua, bersama ibu-ibu anggota DWP yaitu bu Totok, bu Arifin, bu Bambang , dan bu Agung kebetulan beliau - beliau ini adalah non ASN yakni ibu Rumah Tangga, hari ini Kamis tanggal 29 Januari 2026 pukul 08.30WIB melaksanakan kegiatan study referensi (pelatihan menanam buah Melon) di Wisata Petik Buah Melon yang terletak di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka meningkatkan wawasan dan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) bagi anggota DWP Satpol PP mengenai pengelolaan agrowisata, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi lokal yang berorientasi pada edukasi dan keberlanjutan. Ibu Ketua dan rombongan dibimbing materi dan praktek tentang budidaya menanam buah Melon oleh Pak Humam sebagai petugas sekaligus salah satu owner Wisata Petik Buah Melon tersebut .

Wisata Petik Buah Melon yang mulai beroperasi sejak awal tahun 2025 menawarkan pengalaman unik bagi ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kab Tulungagung dan pengunjung yang lain untuk memetik langsung buah premium selain jenis buah Melon Jepang, ada juga jenis buah Durian Musang King dan Alpukat. Konsep agrowisata ini cepat populer karena menghadirkan suasana kebun yang asri, ramah keluarga, serta bebas biaya masuk. Pengunjung hanya dikenakan biaya sesuai dengan berat buah yang dipetik dan ditimbang, sehingga memberikan fleksibilitas sekaligus transparansi dalam berwisata.

Selain itu, daya tarik utama wisata ini adalah konsep edukasi keluarga. Tidak hanya sekadar menikmati hasil panen, pengunjung juga diajak memahami proses budidaya buah, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen. Hal ini menjadikan wisata petik buah sebagai sarana rekreasi sekaligus pembelajaran tentang cara menanam buah yang menyenangkan, bisa tanya jawab seputar cara menanam, buah Melon dan tanaman lain, sekaligus mencicipi buah-buahan yang disediakan di lokasi wisata ini, seperti buah nangka, buah cempedak dan lain-lain.

Salah satu keunggulan yang diperlihatkan dalam study referensi adalah metode budidaya melon Jepang yang dilakukan di 10 rumah kaca. Sistem yang digunakan adalah hidroponik dengan dukungan drip irrigation (pengairan tetes), sehingga kualitas buah terjaga dan hasil panen lebih optimal. Inovasi ini menjadi contoh nyata penerapan teknologi pertanian modern yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Durian Musang King sebagai ikon utama wisata ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan kualitas premium, durian yang dihasilkan memiliki rasa legit, tekstur lembut, dan aroma khas yang membuatnya diminati banyak pengunjung. Sementara itu, alpukat yang ditanam di area kebun menambah variasi pilihan buah segar yang bisa dinikmati langsung.

Dalam kegiatan study referensi, anggota DWP Satpol PP mendapatkan penjelasan mengenai cara menanam dan merawat buah secara baik dan benar. Pengalaman berkunjung di Wisata Edukasi Melon ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kab Tulungagung khususnya, juga untuk masyarakat pada umumnya dalam mengembangkan usaha serupa di halaman rumah masing-masing tanpa harus memiliki halaman yang luas. Bagi ibu-ibu DWP yang berdomisili di lingkungan perumahan, dimana sangat terbatas lahan, tetap bisa menanam buah melon, buah anggur , cabai, tomat dengan sarana tanam polibag, lebih higienis, organik karena tanpa obat kimia. Sehingga ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan bisa memanen hasil tanaman sendiri untuk keperluan rumah tangga atau dapur mereka masing-masing. Selain itu, wisata ini juga menyediakan fasilitas kebun yang asri, spot foto menarik, serta ruang interaksi yang mendukung kegiatan edukasi maupun rekreasi keluarga.

Kegiatan study referensi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis budidaya, tetapi juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat desa melalui pengelolaan potensi lokal. Dengan adanya wisata petik buah, masyarakat Desa Pinggirsari memperoleh peluang ekonomi baru, baik dari hasil penjualan buah maupun dari sektor pariwisata yang berkembang.

Bagi ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan, kegiatan ini memiliki makna strategis. Pertama, memperluas wawasan anggota mengenai pengelolaan agrowisata berbasis edukasi. Kedua, memperkuat komitmen dalam mendukung program pemerintah daerah terkait pengembangan pariwisata dan pertanian berkelanjutan. Ketiga, memberikan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dapat menciptakan destinasi wisata yang produktif sekaligus edukatif.

Dengan suasana kebun yang hijau, udara segar, serta pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya, kegiatan study referensi ini menjadi momen berharga bagi ibu-ibu DWP Satpol PP. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antaranggota, sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus mendukung pengembangan potensi lokal di Tulungagung.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
15529-01-2026Pada hari ini Rabu tanggal 28 Januati 2025 Ibu Ketua IIKO dan ibu2 anggota menyampaikan kegiatan penyerahan bantuan seragam sekolah sejumlah 150 stel seragam untuk siswa/siswi kurang mampu di kawasan Kecamatan Pucanglaban bertempat di Kantor Kecamatan Pucanglaban dengan menghadirkan 10 perwakilan siswa/siswi untuk peyerahan simbolis dari Ibu Penasehat 1 IIKO dan Ibu Ketua IIKO. Dalam kesempatannya Pengurus IIKO menyampaikan bahwasannya: " pengurus IIKO menghaturkan terimakasih banyak atas keikhlasan sumbangsih dari Ibu2 ketua DWP se-Kabupaten Tulungagung atas sumbangsih, semoga apa yg kita berikan hari ini memberikan banyak manfaat, menambah semangat anak2 untuk menempuh pendidikan menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045 serta memberikan keberkahan baik bagi penerima bantuan maupun bagi kita semua. Tujuan pemberian bantuan seragam sekolah ini adalah untuk meringankan beban ekonomi orang tua siswa, terutama bagi mereka yang kurang mampu selain itu bantuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan menciptakan belajar yang lebih nyaman dan setara di sekolah.
Program: SD/Sederajat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
15627-01-2026

DWP DINAS PERIKANAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Mengadakan Seminar Peran Ibu dalam Membentuk Karakter Anak di Era Digital
Bidang : Pendidikan
Program Kerja : Pendidikan Non Formal/Informal : Seminar

Keterangan Program:
1.Hari: Selasa
2.Tanggal: 27 Januari 2026
3.Pukul: 08.00 WIB
4.Tempat: Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung
5.Narasumber : Ibu Novita Andi Riyanto,M.Psi.,Psikolog
6.Peserta : 30 orang

Perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga, termasuk dalam proses tumbuh kembang anak. Perubahan pola interaksi, akses informasi yang luas, serta penggunaan gawai sejak usia dini menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam pembentukan karakter anak. Dalam kondisi tersebut, peran ibu di lingkungan keluarga memiliki posisi yang penting sebagai pendamping, pengarah, dan teladan.
Menyadari hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan Dinas Perikanan memandang perlu adanya kegiatan seminar yang membahas peran ibu dalam membentuk karakter anak di era digital dengan tema Penguatan Peran Ibu dalam Pendampingan Anak di Lingkungan Keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal mengawali aktivitas Dharma Wanita Persatuan di bulan Januari 2026, dengan harapan dapat memberikan ruang refleksi dan berbagi pemahaman bagi anggota dalam menjalankan peran keluarga secara seimbang.

Kegiatan seminar ini dimaksudkan sebagai sarana peningkatan pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perikanan mengenai peran ibu dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan digital. Tujuannya adalah memberikan wawasan tentang pola pendampingan yang selaras dengan nilai karakter, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, serta memperkuat peran ibu sebagai figur utama dalam pembentukan sikap dan kebiasaan anak.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengantar awal kegiatan bidang pendidikan Dharma Wanita Persatuan di tahun 2026 dengan suasana yang ringan namun bermakna.

Seminar dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di Aula Dinas Perikanan. Kegiatan diikuti oleh 30 anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perikanan. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ibu Novita Andi Riyanto,M.Psi.,Psikolog merupakan psikolog anak dan keluarga yang memiliki pengalaman dalam pendampingan keluarga serta penguatan peran orang tua dalam menghadapi tantangan era digital.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi yang menyoroti peran ibu dalam membangun karakter anak melalui kebiasaan sehari-hari, komunikasi yang terbuka, serta pendampingan penggunaan teknologi secara bijak. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan dialogis sehingga peserta dapat mengikuti dengan nyaman.
Dalam sesi diskusi, peserta berbagi pengalaman seputar tantangan mendampingi anak di tengah perkembangan digital, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas daring dan interaksi langsung di lingkungan keluarga. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan interaktif, serta mendapat respon positif dari peserta yang hadir. Seminar ini sekaligus menjadi ruang awal bagi anggota Dharma Wanita Persatuan untuk menyelaraskan peran keluarga dengan aktivitas organisasi di tahun 2026.

Seminar ini berjalan dengan lancar dan diikuti secara aktif oleh seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perikanan memperoleh pemahaman mengenai pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak di era digital. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang positif dalam mendukung peran keluarga yang harmonis serta menjadi dasar pelaksanaan kegiatan bidang pendidikan Dharma Wanita Persatuan sepanjang tahun 2026.
Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: SKPD Dinas Perikanan

15709-01-2026

I. Pendahuluan

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan adalah melalui penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Budaya literasi yang baik akan mendorong masyarakat untuk gemar membaca, berpikir kritis, serta memiliki wawasan yang luas.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung sebagai organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui Bidang Pendidikan, DWP Dispora Tulungagung menyusun berbagai program kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui pengelolaan dan pengembangan program perpustakaan.

Salah satu bentuk nyata pelaksanaan program kerja tersebut adalah kegiatan Taman Baca Masyarakat (TBM). Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukatif dan rekreatif yang bertujuan untuk mendekatkan masyarakat dengan bahan bacaan, menumbuhkan minat baca, serta menyediakan ruang belajar yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat umum. Dengan memanfaatkan ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat, diharapkan kegiatan taman baca dapat menjangkau berbagai lapisan usia dan latar belakang.
Atas dasar pemikiran tersebut, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan Taman Baca Masyarakat sebagai bagian dari implementasi program kerja Bidang Pendidikan, khususnya pada subprogram perpustakaan.

II. DASAR PELAKSANAAN

1. Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.
2. Komitmen DWP Dispora Tulungagung dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat.
3. Upaya mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan budaya baca dan pembelajaran sepanjang hayat.

III. TUJUAN KEGIATAN

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan Taman Baca Masyarakat ini adalah sebagai berikut:
1. Menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya di ruang publik.
2. Menyediakan akses bahan bacaan yang edukatif, informatif, dan inspiratif bagi masyarakat.
3. Mendukung program kerja Bidang Pendidikan DWP Dispora Tulungagung melalui kegiatan perpustakaan.
4. Mendorong terciptanya budaya literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
5. Mempererat hubungan antara anggota DWP Dispora dengan masyarakat umum melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan partisipatif.

IV. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan Taman Baca Masyarakat dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:
• Hari/Tanggal : Sabtu, 10 Januari 2026
• Waktu : Pukul 07.00 WIB hingga selesai
• Tempat : Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung
Lokasi kegiatan dipilih karena berada di kawasan strategis dan berdekatan dengan GOR Lembu Peteng, yang pada hari libur ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas bersama keluarga.

V. PESERTA DAN PIHAK YANG TERLIBAT

Kegiatan Taman Baca Masyarakat ini diikuti dan dihadiri oleh:
1. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Ny. Achmad Muiono.
2. Seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung.
3. Masyarakat umum, khususnya masyarakat yang sedang berolahraga dan beraktivitas di sekitar GOR Lembu Peteng.
Keterlibatan masyarakat umum menunjukkan bahwa kegiatan ini bersifat terbuka (public) dan dirancang untuk dapat diakses oleh siapa saja tanpa batasan usia maupun latar belakang.

VI. BENTUK DAN RANGKAIAN KEGIATAN

Kegiatan Taman Baca Masyarakat dilaksanakan dalam beberapa rangkaian kegiatan sebagai berikut:
1. Persiapan Kegiatan
Sebelum kegiatan dimulai, anggota DWP Dispora Tulungagung melakukan persiapan berupa penataan area taman baca, penyusunan buku-buku bacaan, serta penyediaan sarana pendukung seperti tikar, meja baca, dan rak buku portabel. Buku-buku yang disediakan meliputi bacaan anak, remaja, dan dewasa, seperti buku cerita, buku pengetahuan umum, buku motivasi, serta bacaan edukatif lainnya.
2. Pembukaan Kegiatan
Kegiatan diawali pada pukul 07.00 WIB dengan pembukaan sederhana. Seluruh anggota DWP Dispora yang hadir berkumpul di lokasi kegiatan untuk memulai rangkaian acara dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.
3. Sambutan Ketua DWP Dispora Tulungagung
Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Ny. Achmad Muiono, berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Taman Baca Masyarakat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peran literasi dalam membentuk karakter masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing. Beliau juga mengapresiasi antusiasme anggota DWP serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
4. Pelaksanaan Taman Baca Masyarakat
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan inti taman baca. Masyarakat yang hadir dipersilakan untuk membaca buku yang tersedia, baik secara mandiri maupun bersama keluarga. Anak-anak tampak antusias memilih buku cerita, sementara orang dewasa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membaca buku pengetahuan dan bacaan ringan.
5. Interaksi dan Pendampingan
Anggota DWP Dispora Tulungagung turut berperan aktif dalam mendampingi masyarakat, khususnya anak-anak, dengan membantu memilihkan buku, membacakan cerita, serta memberikan motivasi agar gemar membaca. Interaksi yang terjalin berlangsung hangat dan penuh keakraban.
6. Penutupan Kegiatan
Kegiatan berlangsung hingga selesai dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. Setelah kegiatan taman baca berakhir, anggota DWP Dispora melakukan evaluasi singkat serta perapihan lokasi.

VII. HASIL DAN CAPAIAN KEGIATAN

Dari pelaksanaan kegiatan Taman Baca Masyarakat ini, diperoleh beberapa hasil dan capaian sebagai berikut:
1. Meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan membaca di ruang publik.
2. Terjalinnya interaksi positif antara anggota DWP Dispora dengan masyarakat.
3. Terwujudnya pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan DWP Dispora Tulungagung di bidang perpustakaan.
4. Tersosialisasikannya pentingnya budaya literasi kepada masyarakat secara langsung.
5. Meningkatnya citra positif DWP Dispora sebagai organisasi yang aktif, peduli, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

VIII. PENUTUP

Kegiatan Taman Baca Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung pada Sabtu, 10 Januari 2026 merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi organisasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat. Melalui kegiatan ini, DWP Dispora tidak hanya melaksanakan program kerja bidang pendidikan dan perpustakaan, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan minat baca masyarakat dapat terus tumbuh dan berkembang, serta menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas dan inovasi yang lebih beragam, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Program: Taman Bacaan Masyarakat
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga
15819-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal / Informal – Pelatihan / Kursus

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Senin / 19 Januari 2026
3. Pukul : 14.00 - Selesai
4. Peserta : Ketua DWP dan Anggota Dharma Wanita
5. Lokasi : Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
6. Acara : Pertemuan Rutin Anggota Dharma Wanita dan Keterampilan Membuat Mini Bucket

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan merupakan agenda berkala yang dilakukan oleh Ibu Ibu para istri PNS di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kekompakan, serta membahas program kerja, kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi demi meningkatkan kualitas anggota dan mendukung tugas suami PNS.

Adapun kegiatan ini sering kali diisi dengan seminar atau pelatihan keterampilan dengan tujuan utama mewujudkan kesejahteraan keluarga dan mendukung program pemerintah..

Tujuan Pertemuan Rutin DWP :
1. Mempererat Silaturahmi: Membangun kebersamaan, solidaritas, dan ukhuwah di antara anggota.
2. Peningkatan Kualitas SDM: Membekali anggota dengan pengetahuan, keterampilan (misalnya digital marketing, etika, keterampilan rumah tangga).
3. Dukungan Program Kerja: Membahas dan mendukung program kerja DWP pusat maupun unit kerja masing-masing, fokus pada bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.
4. Kesejahteraan Anggota: Membahas dan mengelola dana kas untuk kegiatan sosial seperti bantuan anggota yang sakit atau melahirkan.
5. Wadah Pembinaan: Menjadi tempat pembinaan mental, akhlak, dan etika anggota sebagai cerminan keluarga ASN.

Dalam pertemuan kali ini ibu ibu anggota DWP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung diberikan keterampilan untuk membuat Mini Bucket, adapun mini bucket ini adalah keterampilan yang melibatkan kreativitas dalam merangkai bahan seperti snack, bunga artificial/segar, atau barang kecil lainnya menggunakan kardus/kertas pembungkus, tusuk sate, lem tembak, selotip, dan pita, dengan teknik melipat kertas dan menata item agar tampak estetis, serta pemahaman desain untuk menciptakan produk yang personal dan menarik untuk berbagai acara.

Alat dan Bahan yang digunakan :
• Dasar: Kardus (untuk membentuk dasar/pola), kertas pembungkus (cellophane, spunbond), pita, selotip/double tape, lem tembak.
• Isian: Snack mini, bunga artificial (kawat bulu, tulip mini).
• Penunjang: Tusuk sate (untuk menopang item), gunting, busa (opsional untuk menancapkan), topper/kartu ucapan..

Langkah-langkah Pembuatan Mini Bucket :
1. Persiapan : Menentukan isi buket (snack/bunga), pilih warna, dan siapkan semua bahan.
2. Pola Dasar : Potong kardus membentuk pola (misal: love, kotak) atau gunakan kertas pembungkus untuk membuat bentuk kerucut/dasar buket.
3. Susun Isi Bucket : Tempelkan item (snack/bunga) ke tusuk sate/kardus menggunakan selotip atau lem tembak.
4. Penataan : Tata item yang sudah siap di atas dasar kardus/kertas, bisa ditusuk ke busa yang sudah dibentuk.
5. Bungkus : Gunakan kertas pembungkus (cellophane/spunbond) untuk membungkus rangkaian, lipat dengan rapi agar tidak ada celah.
6. Finishing : Ikat bagian bawah dengan pita atau pita serut, tambahkan topper/kartu ucapan di tengah, hias dengan pita tambahan agar lebih cantik

Para Ibu Ibu begitu antusias mengikuti kegiatan ini, mereka menggunakan kreativitas yang dimiliki untuk membuat bucket sebagus mungkin. Di akhir acara para ibu ibu menunjukkan hasil kreativitas mereka dan ilmu yang didapatkan pada pertemuan kali ini bisa dimanfaatkan ketika ada event ataupun acara hari ulang tahun.


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
15913-01-2026Pada hari ini Selasa tanggal 13 Januari 2026 pukul 13.30 WIB Ibu Dwi Sulis Soemedi, Ibu Wulandari Irwanudin, Ibu Noviana Didin Sugeng, Ibu Neny Darmawan, Ibu Faizah Indra Bagus, dan Ibu Sriyati Harsono selaku perwakilan Dharma Wanita Persatuan up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung mengikuti ketrampilan membuat abon lele dengan narasumber Ibu Munawaroh dari Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, bertempat di dapur umu kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung. Ketrampilan membuat abon lele ini diharapkan selain nanti nya bisa di praktekkan di rumah juga bisa menjadi isnpirasi ide usaha. Ide pembuatan abon lele ini karena bahan baku pembuatan abon lele mudah sekali di dapat, karena ikan lele merupakan ikan yang banyak di gemari oleh masyarakat, selain itu juga dengan memasak bersama-sama dapat memberikan berbagai manfaat, baik bagi individu maupun bagi hubungan keluarga dan sosial. Berikut adalah beberapa manfaat memasak bersama-sama, memasak bersama-sama dapat meningkatkan keakraban dan kesempatan untuk berinteraksi dengan anggota keluarga atau teman, dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat dan lebih dalam dengan orang lain, dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan dengan berbagi tugas dan kesenang, dapat membantu meningkatkan kesehatan dengan memasak makanan yang seimbang dan bergizi, dapat membantu mengurangi risiko penyakit dengan memasak makanan yang seimbang dan bergizi, dapat membantu meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas dengan melakukan aktivitas fisik seperti memotong, mengaduk, dan memasak, dapat membantu meningkatkan pengetahuan tentang makanan, nutrisi, dan memasak, dapat membantu mengembangkan keterampilan memasak, seperti memotong, mengaduk, dan memasak, dapat membantu meningkatkan kreativitas dengan mencoba resep baru dan mengembangkan ide-ide memasak, dapat membantu menghemat waktu dengan membagi tugas dan kesenangan, dapat membantu mengurangi biaya dengan membeli bahan-bahan secara bersama-sama, dapat membantu meningkatkan kesenangan dengan berbagi pengalaman dan kesenangan memasak . Ikan lele merupakan salah satu bahan makanan andalan masyarakat Indonesia. Jenis ikan ini kerap diolah menjadi berbagai jenis makanan, baik dengan cara digoreng, dibakar, atau diolah dengan bahan rempah sesuai selera. Tak hanya kelezatannya, ikan lele juga dikenal sebagai salah satu jenis iikan air tawar dengan kandungan nutrisi yang tak kalah dari makanan laut lain, seperti ikan tuna dan salmon. Ikan lele juga memiliki kandungan merkuri yang rendah karena umumnya dibudidayakan dengan metode ternak. Ikan lele kaya akan protein, asam lemak omega 3 dan omega 6, vitamin B kompleks (terutama B12, B1, B2, Niasin), serta mineral penting seperti fosfor, kalium, zat besi, selenium, dan kalsium, menjadikannya sumber nutrisi lengkap untuk kesehatan jantung, otak, tulang, energi, dan mencegah anemia. Kandungan Utama Ikan Lele (per 100g) tinggi (sekitar 18g) untuk perbaikan jaringan dan daya tahan tubuh, mengandung lemak sehat termasuk Omega-3 dan Omega-6. Vitamin B12 sangat tinggi, penting untuk saraf dan sel darah merah, B1 (Tiamin) & B2 (Riboflavin) mendukung metabolisme energi, Niasin (B3) membantu metabolisme energi dan kolesterol, Asam Folat (B9) penting untuk perkembangan janin. Mineral Fosfor baik untuk tulang dan gigi, Zat Besi: mencegah anemia, Seleniumantioksidan penting, Kalium & Natrium mendukung fungsi tubuh. Manfaat Kesehatan Omega-3 & 6 mendukung fungsi jantung dan kognitif. Vitamin B membantu mengubah makanan menjadi energi dan menjaga fungsi saraf. Zat besi dan B12 membantu pembentukan sel darah merah. Protein dan nutrisi lain baik untuk bayi dan ibu hamil. Meski ikan lele memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan, Anda disarankan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi ikan lele, terutama yang dimasak dengan cara digoreng. Konsumsi ikan lele goreng secara berlebihan dapat meningkatkan asupan lemak jenuh. Selain itu, variasikan menu makanan Anda dengan jenis ikan lain yang juga kaya akan gizi, seperti salmon dan tongkol. Konsumsi ikan disarankan sekitar 2 kali dalam seminggu, atau setara 340 gram ikan dalam seminggu. Ikan lele termasuk sumber protein hewani yang baik untuk tubuh. Pilihlah cara pengolahan yang sehat untuk memaksimalkan manfaat yang bisa diperoleh.
Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
BIDANG : EKONOMI
16002-04-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto bersama Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Berkunjung ke Dekranasda Kabupaten Tulungagung untuk belajar atau berlatih membatik sebagai upaya untuk mendukung Ekonomi Produktif. Bidang : Bidang Ekonomi Program Kerja : Ekonomi Produktif, Pelatihan/Khursus Keterangan Program : 1. Hari : Kamis 2. Tanggal : 02 April 2026 3. Pukul : 08.00 WIB sampai dengan selesai 4. Tempat : Dekranasda Kabupaten Tulungagung 5. Pakaian : Batik Lurik Bumi Ngrowo Kabupaten Tulungagung 6. Kegiatan : Pelatihan Membatik Pelaksana Kegiatan : 1. Ketua Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Tinik Fajar Widariyanto; 2. Wakil Ketua Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Dewi Brahmawanti, SP, MM; 3. Anggota Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung antara lain Ibu Siti, Ibu Ema, Ibu Marita, Ibu Yayuk, Ibu Utami, Ibu Enik, Ibu Fara, Ibu Temi Susanti, Ibu Isti, Ibu Indah, Ibu Kartika dan Ibu Wulan. Hari ini Kamis Tanggal 02 April 2026, Pukul 08.00 WIB di Dekranasda Kabupaten Tulungagung Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto bersama Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung antara lain Ibu Siti, Ibu Ema, Ibu Marita, Ibu Yayuk, Ibu Utami, Ibu Enik, Ibu Fara, Ibu Temi Susanti, Ibu Isti, Ibu Indah, Ibu Kartika dan Ibu Wulan melaksanakan kunjungan di Dekranasda Kabupaten Tulungagung untuk belajar atau berlatih membatik. Dekranasda Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu Toko Binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabuaten Tulungagung. Pelatihan membatik adalah kegiatan belajar untuk menguasai teknik-teknik membatik seperti mencanting, mengecap, atau teknik celup ikat, mulai dari persiapan alat dan bahan hingga proses akhir pewarnaan dan pewarnaan ulang. Pada kesempatan kali ini ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulunggagung belajar atau berlatih membatik dengan cara teknik mencanting yang pertama di lakukan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung yang selanjutnya diikuti oleh Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Ibu-ibu sangat berantusias untuk bisa membuat atau menggambar batik dengan teknik canting apalagi dengan pelatih yang sabar dan telaten yaitu mbak siska. Teknik menggunakan canting adalah teknik batik tulis, yang merupakan metode paling tua dan tradisional untuk membuat motif batik dengan tangan. Materi yang diajarkan pada pelatihan mmbatik ini antara lain : 1. Pengenalan dasar yaitu mengenal alat dan bahan membatik serta persiapan bahan yang diperlukan. Bahan bahannya antara lain canting, cairan malam dan kain mori; 2. Langkah-langkah teknik yaitu mulai mempersiapkan kain mori, membuat pola, mengisi alat canting, dan mencanting. Tujuan dan manfaat pelatihan membatik ini antara lain : 1. Mempertahankan dan melestarikan seni batik sebagai warisan budaya bangsa; 2. Mengasah daya imajinasi, koordinasi motorik, dan ketelitian peserta melalui praktik langsung membatik; 3. Memberikan ketrampilan yang dapat digunakan untuk menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan dan menggerakkan ekonomi kreatif di daerah; 4. Membantu pengelolaan emosi dan meningkatkan ketenangan melalui proses membatik yang menuntuk kesabaran dan fokus. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kesabaran, ketekunan serta menghasilkan ide kreatif baru lagi dan diharapkan menjadi pengalaman berharga dan memunculkan karya kreatif dari Ibu-Ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung.
Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan
16131-03-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari selasa tanggal 31 Maret 2026 mengunjungi stand bazar yang terletak di halaman pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso. Kabupaten Tulungagung tidak hanya dikenal dengan keindahan pantainya atau kemahsyuran marmernya. Di balik itu, terdapat denyut nadi ekonomi yang kuat dari ribuan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus berinovasi dan "unjuk gigi" dalam berbagai ajang pameran serta kegiatan ekonomi. Inovasi Tanpa Batas dari Tangan Terampil Dalam setiap perhelatan unjuk kegiatan UMKM yang digelar pemerintah daerah, masyarakat disuguhi keragaman produk yang luar biasa. Tulungagung membuktikan bahwa kreativitas lokal mampu bersaing dengan brand nasional. Beberapa sektor unggulan yang selalu mencuri perhatian antara lain: Kuliner Khas & Olahan: Mulai dari frozen food berbasis ikan patin, olahan kacang shanghai yang melegenda, hingga kopi lokal yang mulai merambah pasar milenial. Kerajinan Tangan (Craft): Produk anyaman bambu kontemporer, kerajinan batok kelapa, hingga aksesoris berbahan marmer yang estetik. Fashion & Batik: Batik Tulungagung dengan motif khas "Gajah Mada" dan "Batik Bangoan" yang semakin modern dan diminati pasar ekspor. Digitalisasi: Senjata Baru UMKM Kota Marmer Unjuk kegiatan UMKM saat ini tidak hanya terjadi secara fisik di alun-alun atau gedung pertemuan. Para pelaku UMKM Tulungagung kini semakin melek digital. "Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Melalui pelatihan digital marketing dan pemanfaatan marketplace, produk asli Tulungagung kini bisa dipesan dari mana saja," ujar salah satu koordinator komunitas UMKM lokal. Dukungan Pemerintah dan Sinergi Komunitas Keberhasilan UMKM Tulungagung unjuk kemampuan tidak lepas dari peran aktif pemerintah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Berbagai fasilitas diberikan, seperti: Kemudahan Sertifikasi: Fasilitasi sertifikasi Halal dan PIRT secara gratis. Panggung Promosi: Penyelenggaraan Expo rutin dan pengiriman delegasi UMKM ke luar daerah. Pelatihan Manajemen: Mengedukasi pelaku usaha tentang pengemasan (packaging) yang menarik agar memiliki nilai jual tinggi. Membangun Kemandirian Ekonomi Desa Salah satu hal unik dari UMKM di Tulungagung adalah konsep "One Village One Product" (OVOP). Di mana setiap desa memiliki karakteristik produk unggulan sendiri, seperti sentuhan konveksi di Desa Kolomayan atau sentra kerupuk rambak di Desa Penataran. Kesimpulan Unjuk kegiatan UMKM Tulungagung adalah bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan adalah tulang punggung daerah yang paling tangguh. Dengan menjaga kualitas, memperkuat branding, dan terus menjalin sinergi, produk-produk Tulungagung optimis akan terus "naik kelas" dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Mari dukung ekonomi lokal dengan bangga membeli dan menggunakan produk UMKM Tulungagung!
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
16231-03-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman menghadiri kegiatan bazar pada hari selasa 31 Maret 2026 karena bazar sebagai daerah yang terletak di pesisir selatan Jawa Timur, Kabupaten Tulungagung kini bukan lagi sekadar wilayah transit. Dengan kekayaan sumber daya alam, kreativitas masyarakat, dan inovasi tata kelola, Tulungagung semakin memantapkan posisinya sebagai kabupaten unggulan yang diperhitungkan di tingkat provinsi maupun nasional. 1. Episentrum Industri Kreatif dan Manufaktur Lokal Tulungagung telah lama dikenal sebagai "Kota Marmer" terbesar di Indonesia. Produk olahan batu alam dari wilayah Selatan ini tidak hanya menghiasi bangunan-bangunan megah di Jakarta, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Selain itu, kekuatan industri konveksi dan peralatan rumah tangga dari desa-desa di Tulungagung membuktikan bahwa ekonomi kerakyatan di sini telah mampu menjadi tulang punggung yang mandiri dan kompetitif. 2. Destinasi Wisata Pesisir yang Mendunia Dengan selesainya jalur Lintas Selatan (JLS), potensi wisata Tulungagung kini menjadi primadona baru di Jawa Timur. Pantai Gemah, Pantai Kutang, hingga keindahan tersembunyi seperti Pantai Kedung Tumpang, menawarkan pesona alam yang layak bersaing di level nasional. Pembangunan infrastruktur ini menjadi gerbang utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal kekayaan bahari Tulungagung. 3. Inovasi Sektor Pangan dan Pertanian Sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur, Tulungagung memiliki keunggulan pada sektor perikanan darat (khususnya ikan patin dan gurami) serta pertanian. Produk olahan perikanan Tulungagung telah menjadi standar rujukan nasional, menunjukkan bahwa hilirisasi produk pertanian di tingkat daerah mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kesejahteraan petani dan peternak. 4. Prestasi Tata Kelola dan Kerukunan Sosial Di kancah nasional, Tulungagung sering kali meraih penghargaan dalam hal tata kelola pemerintahan, layanan publik, hingga kesehatan. Selain prestasi administratif, harmoni antarwarga dan pelestarian budaya lokal menjadi nilai "intangible" yang kuat, menjadikan Tulungagung sebagai daerah yang kondusif untuk investasi dan pengembangan SDM. Strategi Naik Kelas: Kolaborasi dan Digitalisasi Untuk memperkuat gaung keunggulan ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama seluruh elemen masyarakat terus melakukan transformasi digital. Promosi potensi daerah kini tidak lagi terbatas pada pameran fisik, tetapi juga melalui penguatan branding di media sosial dan platform digital global. "Tulungagung memiliki segala syarat untuk menjadi pemimpin di berbagai sektor. Kuncinya adalah percaya diri pada kualitas lokal dan terus berinovasi tanpa henti." Kesimpulan Mengenalkan Tulungagung ke kancah nasional adalah upaya bersama untuk menunjukkan bahwa potensi daerah adalah kekuatan bangsa. Dengan semangat "Tulungagung Hebat", kabupaten ini siap menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam hal kemandirian ekonomi dan pelestarian potensi lokal. Mari bangga menjadi bagian dari Tulungagung, dan mari kita suarakan keunggulannya ke seluruh penjuru negeri!
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
16331-03-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari selasa tanggal 31 Maret 2026 mengunjungi stand bazar yang terletak di halaman pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso. Kabupaten Tulungagung tidak hanya dikenal dengan keindahan pantainya atau kemahsyuran marmernya. Di balik itu, terdapat denyut nadi ekonomi yang kuat dari ribuan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus berinovasi dan "unjuk gigi" dalam berbagai ajang pameran serta kegiatan ekonomi. Inovasi Tanpa Batas dari Tangan Terampil Dalam setiap perhelatan unjuk kegiatan UMKM yang digelar pemerintah daerah, masyarakat disuguhi keragaman produk yang luar biasa. Tulungagung membuktikan bahwa kreativitas lokal mampu bersaing dengan brand nasional. Beberapa sektor unggulan yang selalu mencuri perhatian antara lain: Kuliner Khas & Olahan: Mulai dari frozen food berbasis ikan patin, olahan kacang shanghai yang melegenda, hingga kopi lokal yang mulai merambah pasar milenial. Kerajinan Tangan (Craft): Produk anyaman bambu kontemporer, kerajinan batok kelapa, hingga aksesoris berbahan marmer yang estetik. Fashion & Batik: Batik Tulungagung dengan motif khas "Gajah Mada" dan "Batik Bangoan" yang semakin modern dan diminati pasar ekspor. Digitalisasi: Senjata Baru UMKM Kota Marmer Unjuk kegiatan UMKM saat ini tidak hanya terjadi secara fisik di alun-alun atau gedung pertemuan. Para pelaku UMKM Tulungagung kini semakin melek digital. "Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Melalui pelatihan digital marketing dan pemanfaatan marketplace, produk asli Tulungagung kini bisa dipesan dari mana saja," ujar salah satu koordinator komunitas UMKM lokal. Dukungan Pemerintah dan Sinergi Komunitas Keberhasilan UMKM Tulungagung unjuk kemampuan tidak lepas dari peran aktif pemerintah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Berbagai fasilitas diberikan, seperti: Kemudahan Sertifikasi: Fasilitasi sertifikasi Halal dan PIRT secara gratis. Panggung Promosi: Penyelenggaraan Expo rutin dan pengiriman delegasi UMKM ke luar daerah. Pelatihan Manajemen: Mengedukasi pelaku usaha tentang pengemasan (packaging) yang menarik agar memiliki nilai jual tinggi. Membangun Kemandirian Ekonomi Desa Salah satu hal unik dari UMKM di Tulungagung adalah konsep "One Village One Product" (OVOP). Di mana setiap desa memiliki karakteristik produk unggulan sendiri, seperti sentuhan konveksi di Desa Kolomayan atau sentra kerupuk rambak di Desa Penataran. Kesimpulan Unjuk kegiatan UMKM Tulungagung adalah bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan adalah tulang punggung daerah yang paling tangguh. Dengan menjaga kualitas, memperkuat branding, dan terus menjalin sinergi, produk-produk Tulungagung optimis akan terus "naik kelas" dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Mari dukung ekonomi lokal dengan bangga membeli dan menggunakan produk UMKM Tulungagung!
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
16431-03-2026Ibu Ketua DWP Kecamatan Campurdarat mengikuti kegiatan bazar yang menjual produk UMKM Lokal Kabupaten Tulungagung bertempat di Halaman Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung. Kegiatan bazar yang diikuti oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Campurdarat merupakan salah satu bentuk nyata partisipasi aktif organisasi perempuan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Campurdarat. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi produktif. Bazar ini menjadi ajang promosi dan pemasaran berbagai produk unggulan daerah, seperti hasil olahan pangan lokal, kerajinan tangan, produk kreatif, serta aneka kuliner khas yang mencerminkan potensi dan kearifan lokal masyarakat Campurdarat. Kehadiran Ibu Ketua DWP Kecamatan Campurdarat dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan moral, tetapi juga sebagai motivasi bagi para pelaku UMKM, khususnya kaum perempuan, untuk terus mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, Ibu Ketua DWP turut berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha, meninjau stan-stan bazar, serta memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi produk yang ditampilkan. Dialog yang terjalin antara Ibu Ketua DWP dengan para peserta bazar menjadi sarana untuk menyerap aspirasi, kendala, serta kebutuhan para pelaku usaha, sehingga ke depan dapat dirumuskan program pembinaan yang lebih tepat sasaran. Partisipasi DWP Kecamatan Campurdarat dalam bazar ini juga mencerminkan komitmen organisasi dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Selain itu, kegiatan ini menjadi media untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat luas, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar yang lebih luas. Tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, bazar ini juga memiliki nilai sosial yang tinggi, karena mampu mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP, masyarakat, serta berbagai pihak yang terlibat. Suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan ini menunjukkan adanya semangat gotong royong dan kolaborasi yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Lebih lanjut, keikutsertaan Ibu Ketua DWP Kecamatan Campurdarat dalam kegiatan bazar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anggota DWP lainnya untuk terus aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang mendukung pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Dengan peran aktif tersebut, DWP diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan bazar ini tidak hanya menjadi ajang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, promosi, dan penguatan jejaring antar pelaku usaha serta organisasi perempuan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk DWP Kecamatan Campurdarat, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Campurdrat
16518-03-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas KBPPPA Kab. Tulungagung I. Kegiatan : Bazaar UPPKA Anggota Dharma Wanita Persatuan II. Waktu : Rabu, 18 Maret 2026 pukul 10.00 WIB III. Tempat : Halaman Kantor Eks Belga, Depan Dinas KBPPPA. IV. Dihadiri oleh : Ibu Wakil Ketua dan Ibu Anggota DWP Dinas KBPPPA Bazar Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah kegiatan pemberdayaan ekonomi yang memperkuat solidaritas anggota melalui penjualan produk UMKM, kuliner, dan sembako murah. Ajang ini, yang sering diselenggarakan pada momen spesial seperti Ramadan atau HUT RI, bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota, mempererat silaturahmi, dan mendukung produk lokal. Bazar Ramadhan Dharma Wanita adalah kegiatan yang biasanya diselenggarakan oleh organisasi Dharma Wanita dalam rangka menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadhan, sekaligus sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi anggota dan masyarakat. Bazar UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) adalah kegiatan pameran dan penjualan produk hasil usaha kelompok UPPKA yang biasanya dibina oleh program keluarga berencana (KB). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga, khususnya keluarga akseptor KB. Bazar UPPKA adalah ajang promosi dan pemasaran produk usaha kecil yang dikelola oleh kelompok masyarakat (terutama ibu-ibu), diantaranya seperti: Makanan olahan (kue, keripik, dll), Kerajinan tangan , dan Produk kreatif rumah tangga . Tujuan kegiatan tersebut diantaranya adalah : Meningkatkan pendapatan keluarga , Mendorong kemandirian ekonomi, Melatih kewirausahaan masyarakat, Memperluas jaringan pemasaran produk lokal, Meningkatkan kesejahteraan anggota Dharma Wanita, Mendukung usaha kecil dan ekonomi kreatif, Menyediakan kebutuhan Ramadhan dengan harga terjangkau, Mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial. Manfaat Bazaar Dharma wanita persatuan : Produk lokal lebih dikenal masyarakat luas, Menambah pengalaman usaha bagi anggota UPPKA, Memperkuat peran perempuan dalam ekonomi keluarga, Mendukung program pemberdayaan masyarakat, Membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan Ramadhan dengan mudah, Memberi peluang usaha bagi anggota, Menumbuhkan semangat berbagi di bulan suci. Jenis Produk yang Dijual berupa : Takjil (kolak, es buah, gorengan), Makanan siap saji dan kue kering, Busana muslim dan perlengkapan ibadah, Kerajinan tangan dan produk lokal. Bazar merupakan Ajang Pemberdayaan Ekonomi & UMKM karena menjadi wadah penting bagi para anggota maupun UMKM binaan untuk memasarkan produknya. Produk yang dijual sangat beragam, mulai dari kuliner nusantara, jajanan pasar, fashion, hingga produk kecantikan. Ini adalah langkah nyata DWP dalam menggerakkan perekonomian sektor mikro. 2. Solusi Kebutuhan Anggota dan Masyarakat Seringkali, bazar ini hadir sebagai pasar murah, memberikan solusi bagi anggota DWP dan pegawai di lingkungan kantor untuk mendapatkan sembako dengan harga terjangkau. Hal ini sangat membantu, terutama saat terjadi fluktuasi harga bahan pokok. 3. Solidaritas dan Silaturahmi Lebih dari sekadar transaksi, bazar menjadi ajang untuk mempererat kekompakan, silaturahmi, dan kerjasama antar pengurus dan anggota DWP. Kegiatan ini mendorong munculnya jiwa kewirausahaan dan kreativitas perempuan. 4. Kegiatan Tematik dan Berkala Bazar sering digelar beriringan dengan momen penting, seperti "Semarak Ramadan" untuk memenuhi kebutuhan hari raya atau "Gebyar Kemerdekaan" dalam rangka HUT RI. Banyak unit DWP merutinkan kegiatan ini, baik secara bulanan maupun pada acara khusus seperti wisuda di universitas. Melalui bazar, Dharma Wanita Persatuan membuktikan perannya tidak hanya dalam mendukung suami, tetapi juga aktif dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi keluarga.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
16631-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

LAPORAN KEGIATAN PENGELOLAAN KANTIN KANTOR OLEH ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN (DISPERKIM)

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Selasa/ 31 Maret 2026.

3. Pukul : 09.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Kantin Disperkim Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Kegiatan Pengelolaan Kantin Kantor.

6. Detail acara : .

Dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi, kemandirian ekonomi organisasi, serta memberikan pelayanan penyediaan konsumsi yang sehat dan higienis bagi seluruh pegawai, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) telah melaksanakan kegiatan rutin berupa pengelolaan kantin di area lingkungan kantor. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja nyata dari Bidang Ekonomi DWP Disperkim yang dilaksanakan secara berkesinambungan setiap hari kerja. Guna memastikan operasional berjalan dengan tertib dan terstruktur, kegiatan pengelolaan dan pengawasan kantin ini dipercayakan kepada tim pengurus yang bertanggung jawab, yaitu Ny. Erik, Ny. Yuli, dan Ny. Erna. Melalui bimbingan dan pengelolaan dari para pengurus tersebut, anggota DWP tidak hanya belajar mengenai manajemen usaha kecil dan kerja sama tim, melainkan juga turut berkontribusi dalam menggalang dana organisasi secara mandiri guna mendukung berbagai kegiatan sosial dan pembinaan yang diagendakan oleh pengurus DWP.

Kantin yang dikelola oleh anggota DWP Disperkim ini menyediakan berbagai macam pilihan menu makanan dan minuman yang variatif, sehat, serta terjangkau untuk memenuhi kebutuhan makan siang dan kudapan ringan para pegawai kantor sehari-hari. Sebagai menu utama yang paling diminati, kantin menyediakan nasi campur dengan berbagai variasi lauk pauk khas rumahan yang berganti setiap harinya agar para konsumen tidak merasa bosan, serta hidangan mie yang diolah dengan cita rasa lezat dan disajikan dalam keadaan hangat. Selain makanan berat, untuk memenuhi kebutuhan asupan vitamin dan kesegaran di sela-sela waktu kerja, para anggota DWP juga menyediakan aneka jus buah segar yang dibuat langsung dari buah-buahan pilihan berkualitas, serta seduhan kopi hangat maupun dingin yang menjadi teman andalan para pegawai saat beristirahat atau menyelesaikan pekerjaan di meja kerja mereka.

Tidak kalah menarik, kantin ini juga menyediakan aneka gorengan renyah yang digoreng secara berkala untuk menjaga kualitas rasanya, serta berbagai macam snack atau camilan ringan yang sangat cocok dinikmati dalam berbagai suasana. Seluruh proses pengolahan bahan baku, penyajian makanan, hingga kebersihan area kantin dipantau dengan baik demi menjaga standar sanitasi yang ketat untuk kesehatan para konsumen. Dari hasil pengelolaan tempat usaha ini, kantin Disperkim berhasil memberikan kontribusi finansial yang stabil bagi kas organisasi, di mana diperoleh pemasukan tetap sebesar Rp. 250.000,00 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) setiap bulan yang bersumber dari hasil sewa kantin. Keberadaan kantin ini terbukti mendapatkan respon yang sangat positif dari seluruh karyawan dan staf di lingkungan Disperkim, serta diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan demi memupuk rasa kebersamaan di antara seluruh anggota DWP Disperkim.

7. Penutup

Kami berharap kegiatan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang, baik dari segi variasi menu makanan dan minuman maupun dari segi kualitas pelayanan. Semoga kerja keras dan semangat gotong royong yang telah ditunjukkan oleh seluruh pengurus dan anggota DWP Disperkim dapat terus memupuk rasa kekeluargaan yang erat, serta membawa manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan bersama. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan kegiatan pengelolaan kantin ini pada periode-periode berikutnya.


Program: Kantin
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
16703-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Ekonomi
Program/Kegiatan : Kegiatan Usaha/Bazaar
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Selasa, 3 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 12.00 WIB
4. Peserta : 36 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Pasar Murah

Pembahasan
Penyelenggaraan Pasar Murah pada bulan Ramadhan tahun 2026 ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar Pasar Murah bertujuan untuk mengembangkan budaya sosial kemasyarakatan dan juga sebagai upaya meningkatkan semangat dan kreativitas dalam meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan anggota DWP.
Pasar Murah di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan diselenggarakan di awal bulan Maret 2026. Pelaksanaan Pasar Murah ini utamanya ditujukan kepada warga masyarakat di sekitar Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan agar semua lapisan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan harga terjangkau.
Pasar Murah ini menjual barang - barang dengan nominal harga dibawah harga pasar. DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan harga di bawah harga pasar karena bekerjasama dengan unit usaha binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta subsidi dari donatur dan anggota DWP. Pasar Murah yang diselenggarakan pada hari Selasa, 3 Maret 2026 ini, dibuka pada jam 08.00 sesuai jadwal yang sudah direncanakan.
Masyarakat di sekitar Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat antusias untuk datang ke Pasar Murah dan mengunjungi stand - stand yang menjual komoditi populer sehingga suasana sangat ramai pembeli. Beberapa stand diserbu pembeli sehingga stok barang habis pada pukul 08.30. Menurut Ketua Panitia Pasar Murah selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ibu Agus Suswantoro, penjualan di Pasar Murah ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau dan lebih rendah dari harga pasar. Semua komoditi dijual dengan harga di bawah harga pasar dengan kisaran 93-94% dari harga pasar.
Pasar Murah juga sebagia kegiatan untuk memperkenalkan pangan asal hewan yang ada di daerah kepada masyarakat luas dan mengangkat citra poduk lokal sebagai bahan makanan yang dapat dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat. Pada kegiatan Pasar Murah menyediakan komoditas pangan dan aneka produk pangan asal hewan lokal dan olahannya. Pasar Murah ini diharapkan dapat memperkenalkan kepada masyarakat aneka produk pangan asal hewan lokal sebagai alternatif pangan sumber protein sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi pangan lokal dan juga meningkatkan kesejahteraan peternak di Indonesia.
Pada Pasar Murah ini, daging sapi dijual dengan harga Rp. 110.000/kg dengan persediaan sebanyak 100 kg, daging ayam dijual dengan harga Rp. 37.000/kg dengan persediaan sebanyak 200 kg, dan telur ayam ras dijual dengan harga Rp. 27.000/kg dengan persediaan sebanyak 250 kg. Pasar Murah ini juga diikuti oleh unit usaha produk peternakan dan olahannya serta partisipasi 18 pelaku usaha peternakan di bawah binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang tersebar dari seluruh Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan Pasar Murah diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan, menjalin solidaritas dan kebersamaan antar unit kerja melalui transaksi yang saling mendukung, serta tercipta atmosfer positif yang menyegarkan di lingkungan DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Pasar Murah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Pasar Murah juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong inovasi, dan melestarikan budaya lokal.
Pasar Murah ini akan memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Harga - harga yang ditawarkan di Pasar Murah ini diharapkan lebih terjangkau daripada harga pasaran. Meskipun (perbedaannya) kecil, masyarakat sangat membutuhkan, sehingga akan sangat penting artinya kehadiran Pasar Murah ini dalam membantu masyarakat. Pasar Murah ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi warga dengan harga yang sangat miring. Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, Pasar Murah ini sebagai langkah dalam upaya menurunkan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat tajam.
Dengan harga jual di bawah harga pasaran, hingga dapat menjangkau daya beli masyarakat. Masyarakat harus menerapkan pola belanja yang bijak sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, masyarakat juga sangat antusias dan senang dengan adanya kegiatan Pasar Murah ini. Pasar Murah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam menyediakan kebutuhan pokok yang semakin meningkat harganya di Bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri serta membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Pasar Murah ini sangat membantu warga terutama warga kurang mampu dalam berbelanja kebutuhan menjelang lebaran. Kegiatan ini diharapkan dapat diselenggarakan lagi pada Ramadhan tahun depan dengan nilai manfaat yang lebih besar dan cakupan yang lebih luas.
Acara ditutup dengan dokumentasi
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

16805-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung ikut memeriahkan Gerakan Pangan Murah yang dihadiri oleh anggota Dharma Wanita Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung yaitu Ibu Lailatul Rohmah, Ibu Wulandari Irwanudin, Ibu Dina Hari Pujianto, Ibu Lusi Pusparani, Ibu Nina Hidayati, Ibu Susanti, Ibu Rista Anggraini, Ibu Sufitri, Ibu Neny Darmawan, Ibu Dwi Sulis Soemedi, Ibu Faizah Indra Bagus, dan Ibu Noviana Didin Sugeng.
Bidang: Ekonomi
Program kerja : Kegiatan Usaha, toko

Keterangan program :
1. Hari : Kamis :
2. Tanggal : 05 Maret 2026 :
3. Pukul: 10.00 WIB :
4. Tempat: Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung:

5. Pembahasan/Detail Kegiatan:
Program ini dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan tujuan mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Selain itu, gerakan ini juga bertujuan untuk menstabilkan harga pangan di pasaran pada bulan puasa ramadhan, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap bahan makanan pokok yang berkualitas. Kegiatan Gerakan Pangan Murah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan.

Berikut beberapa manfaat dari kegiatan Gerakan Pangan Murah yaitu meningkatkan aksesibilitas pangan dengan mempermudah masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau; menstabilkan harga pangan dengan membantu menstabilkan harga bahan pangan di pasaran sehingga mengurangi fluktuasi harga yang bisa merugikan konsumen; mengurangi beban ekonomi karena mengurangi beban pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan pokok sehingga mereka bisa mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan; mendukung ketahanan pangan dengan meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan merata di seluruh wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi, yang berpengaruh positif terhadap kesehatan dan produktivitas; mendukung petani dan produsen lokal dimana melalui kerjasama dengan petani dan produsen lokal, gerakan ini bisa membantu mereka dalam mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih stabil; mengurangi angka kemiskinan dan kelaparan diaman secara langsung berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan dan kelaparan dengan memastikan semua lapisan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang layak; mendorong pembangunan ekonomi lokal dengan melibatkan usaha kecil dan menengah dalam distribusi dan penjualan pangan murah, gerakan ini bisa mendorong pembangunan ekonomi lokal; mengurangi kerentanan terhadap krisis pangan dengan cadangan pangan yang cukup dan distribusi yang baik, masyarakat menjadi lebih tahan terhadap krisis pangan yang mungkin terjadi akibat bencana alam atau faktor lainnya..

Berikut bahan - bahan pangan pokok yang dijual dalam kegiatan gerakan pangan murah tersebut antara lain, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp 57.000,- /pck, beras segar 3kg Rp 40.000,-/pck, beras segar 5kg Rp 65.000,-/pck, telur Rp 27000,- /kg, minyak goreng minyak kita Rp 15.000,- /liter,minyak sunco 41.000/ 2ltr, gula pasir Rp 15.000,-/kg, cabai rawit Rp 80.000,-/kg, cabai kriting Rp 30.000,-/kg, cabai besar Rp 30.000,-/kg, bawang merah Rp 15.000,-/pck, bawang putih Rp 15.000,-/pck, aneka sayuran Rp 5.000,-/kemasan, aneka kripik dan makanan olahan serta berbagai macam ikan. Selain itu dalam rangkaian acara ini juga disedikan cek kesehatan gratis alias tidak dipungut biaya oleh tim kesehatan dari PKM Bendilwungu serta hiburan musik. Secara keseluruhan, gerakan pangan murah memiliki dampak positif yang luas, tidak hanya bagi individu dan keluarga, tetapi juga bagi komunitas dan perekonomian nasional.

6. Penutup : Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk dapat selalu berbelanja bijak dalam memenuhi kebutuhan pangan. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan pangan dipastikan cukup dan aman.


Program: Toko
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
16903-03-2026Laporan : LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ngunut Bidang : Sekretariat Program : Pembinaan Hubungan Luar, Rapat. Keterangan Program : 1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ngunut 2. Hari/Tanggal : Selasa - Rabu, 03 sd 04 Maret 2026 3. Waktu: 09.00 WIB -15.00 WIB. 4. Tempat : Halaman Kantor Kecamatan Ngunut 5. Kegiatan : Kegiatan Gerakan Pasar Murah ( GPM ) Gerakan Pasar Murah ( GPM ) adalah program strategis pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok di bawah harga pasar. Adapun yang berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu dari : Kecamatan Ngunut menjual Beras dan Gula, Desa - desa se kecamatan Ngunut menjual bahan pokok dan jajanan untuk persiapan Hari Raya, Pelaku Usaha Dealer Rinjani, melayani Service sepeda motor gratis, UPT Puskesmas Ngunut melayani Cek Kesehatan Gratis, dan masih banyak lagi pelaku usaha yang ikut meramaikan kegiatan ini. Program ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan memastikan aksesibilitas pangan terjangkau, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)Berikut adalah detail mengenai Gerakan Pangan Murah: • Tujuan Utama: Menstabilkan pasokan pangan, menjaga daya beli, dan mengendalikan inflasi pangan. • Komoditas: Beras (terutama SPHP), minyak goreng, gula, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, dan sayuran. • Penyelenggara: Kecamatan Ngunut bersama dinas ketahanan pangan, BULOG, dan pelaku usaha. • Target Masyarakat: Menengah ke bawah untuk meringankan beban ekonomi. . Gerakan ini dilakukan dengan menyediakan bahan pokok secara langsung di lokasi yang mudah dijangkau, sering kali dilaksanakan serentak di berbagai titik di Indonesia Inisiatif Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak adalah sebuah program yang diorganisir oleh pemerintah, dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) sebagai inisiator utama. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai institusi pemerintah yang berfokus pada masalah pangan. Dilaksanakan sebanyak enam kali, tujuan utamanya adalah untuk memperingati Hari Pangan Sedunia dan juga bertujuan untuk menstabilkan pasokan serta harga pangan. Kegiatan ini diadakan di berbagai lokasi di Kabupaten Tulungagung, dimana terdapat stan-stan yang menawarkan berbagai jenis bahan makanan pokok dengan harga yang lebih ekonomis. Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan harga kebutuhan pokok, khususnya beras dan gula. Acara Gerakan Pangan Murah (GPM) seringkali diterima dengan antusias oleh masyarakat, yang merasa terbantu dalam mengurangi beban keuangan mereka. Kehadiran acara ini terbukti melalui beragam jenis komoditas pangan yang ditawarkan, termasuk beras, gula, minyak, telur, hingga ikan segar, yang semuanya dijual dalam kuantitas besar dengan harga yang terjangkau dan berkualitas tinggi. Sebagai contoh, harga beras pada acara ini ditetapkan hanya Rp 11.000 per kilogram yaitu ditetapkan harga Rp. 55.000 per 5 kg, menunjukkan komitmen acara ini dalam menyediakan barang kebutuhan dengan harga yang ekonomis. “Jadi ada sembilan bahan pokok diperjualbelikan. Ini dalam rangka untuk menstabilkan harga. Jadi harga beras di luar cukup mahal. Jadi di kegiatan ini haga lebih murah dari harga jual toko - toko. Penurunan harga ini memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kecamatan Ngunut, yang kini dapat menghemat pengeluaran untuk pembelian bahan pangan pokok. Dengan adanya penghematan ini, mereka memiliki kesempatan untuk menggunakan uang yang tersisa untuk keperluan lain. Dengan menyelenggarakan program-program subsidi dan distribusi pangan murah, Gerakan Pangan Murah (GPM ) berperan dalam memitigasi dampak kenaikan harga pangan terutama di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. GPM bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga berfokus pada pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan demikian, gerakan ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga menciptakan dasar yang kuat untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Ngunut
17013-02-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung Setor di Cafe Sampah pada hari Jum'at tanggal 13 Februari 2026 di Cafe Sampah Dharma Wanita Kabupaten Tulungagung
Program: Kegiatan Perkoperasian
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
17130-01-2026Ibu Ketua DWP Kecamatan Tanggunggunung mengikuti kegiatan Cafe Sampah pada hari Jum'at tanggal 30 Januari 2026 di Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung
Program: Kegiatan Perkoperasian
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
17230-01-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung Setor di Cafe Sampah pada hari Jum'at tanggal 30 Januari 2026 di Cafe Sampah Dharma Wanita Kabupaten Tulungagung
Program: Kegiatan Perkoperasian
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
17327-02-2026Pada hari jumat tanggal 27 Februari 2026 Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan pucanglaban mengikuti kegiatan Gerakan pangan murah Kecamatan Pucanglaban yang bertempat di halaman Kecamatan Pucanglaban. menggunakan tenda untuk menggelar barang jualan. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, Pemerintah Kecamatan Pucanglaban bekerja sama dengan UPT Puskesmas Kecamatan Pucanglaban untuk menyelenggarakan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Diharapkan masyarakat yang datang tidak hanya membeli kebutuhan pokok, tetapi juga dapat menggunakan fasilitas pengecekan kesehatan secara gratis. Bazaar dijaga oleh Ketua dan Anggota DWP Kecamatan Pucanglaban. Acara dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB setelah itu dilanjutkan untuk berbelanja di bazaar. Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat. Melalui kerjasama antara pemerintah, produsen pangan. GPM berupaya menekan harga pangan dasar seperti beras, gula, minyak, bawang merah, bawang putih dan lain-lainnya. Dengan menyelenggarakan program-program subsidi dan distribusi pangan murah, Gerakan Pangan Murah (GPM ) berperan dalam memitigasi dampak kenaikan harga pangan terutama di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. GPM bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga berfokus pada pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan demikian, gerakan ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga menciptakan dasar yang kuat untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan. Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah konkret Pemerintah Kecamatan dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya diiringi dengan peningkatan kebutuhan pangan. Pemerintah Kecamatan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan selama bulan Ramadan, agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat. Selain itu juga memastikan ketersediaan bahan pangan strategis dalam kondisi cukup dan distribusinya berjalan lancar. Melalui GPM ini, masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga di bawah atau sesuai harga pasar. Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat Kecamatan Pucanglaban memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri adapun komoditi pangan yang disediakan adalah sebagai berikut : 1. Beras SPHP per 5 kg sebanyak 100 zak dengan harga Rp. 58.000 2. minyak 2 liter 10 kardus dengan harga Rp. 40.000 3. telur 50 kg, dengan harga Rp. 28.000 per kilo 4. Bawang merah 50 kg, dengan harga Rp. 34.000 per kilo 5. Bawang putih 50 kg, dengan harga Rp. 32.000 per kilo 6. gula 50 kg , dengan harga Rp. 17.000 per kilo Masyarakat sangat antusias dengan adanya Gerakan pangan murah Kecamatan Pucanglaban dan berharap dapat diadakan setip 3 ( tiga) bulan sekali.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
17426-02-2026Pada hari Kamis, 26 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kalidawir menyelenggarakan kegiatan Bazar Ketahanan Pangan yang bertempat di halaman Kantor Kecamatan Kalidawir. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan serta upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Kalidawir. Bazar ini bukan merupakan kegiatan Ramadhan, melainkan agenda rutin organisasi yang berfokus pada penguatan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat. Berbagai produk kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, sayuran segar, hingga produk olahan hasil UMKM lokal tersedia dengan harga terjangkau. Kegiatan ini diikuti oleh UMKM yang ada di Kecamatan Kalidawir, yang menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari hasil pertanian, olahan makanan tradisional, hingga produk kreatif lainnya. Partisipasi aktif para pelaku usaha ini tidak hanya membantu meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga menjadi sarana promosi dan memperluas jaringan pemasaran mereka. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga bersahabat sekaligus mendukung produk lokal. Suasana halaman kantor kecamatan pun tampak semarak dengan deretan stan yang tertata rapi dan interaksi hangat antara penjual dan pembeli. Melalui kegiatan Bazar Ketahanan Pangan ini, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kalidawir berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas pangan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah kecamatan, dan pelaku UMKM dalam membangun kesejahteraan bersama.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
17526-02-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Ekonomi
Program/Kegiatan : Kegiatan Usaha/Bazaar
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Pebruari 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 12.00 WIB
4. Peserta : 56 orang
5. Lokasi : Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Bazar Ramadhan

Pembahasan
Penyelenggaraan Bazar Ramadhan pada bulan Ramadhan tahun 2026 ini merupakan kegiatan bulan Ramadhan yang diinisiasi oleh DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pada penyelenggaraan tahun ini kepanitiaan ditangani oleh pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan nilai - nilai kepedulian sosial anggota DWP, juga sebagai ajang mengasah keterampilan kewirausahaan.
Bazar Ramadhan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan diselenggarakan di minggu terakhir bulan Pebruari 2026. Biasanya, di bulan Ramadhan masyarakat sudah mulai menyiapkan diri menyambut lebaran. Hal ini membuat kebutuhan rumah tangga meningkat. Oleh karena itu penyelenggaraan bazar ini utamanya ditujukan kepada warga kurang mampu di sekitar Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan agar semua lapisan masyarakat dapat berlebaran dengan penuh sukacita.
Bazar Ramadhan ini dapat juga disebut sebagai pasar murah karena barang - barang yang dijual di Bazar Ramadhan ini semuanya di bawah harga pasar. DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bisa menetapkan harga di bawah harga pasar karena mendapatkan subsidi dari donatur dan anggota DWP yang dikhususkan untuk bazar Ramadhan. Pada Bazar Ramadhan 2026 yang diselenggarakan pada hari Kamis, 26 Pebruari 2026 ini, panitia sudah berkumpul pada jam 07.00 WIB untuk briefing dan persiapan tempat. Pada jam 08.00, Bazar Ramadhan dibuka sesuai jadwal yang sudah direncanakan.
Warga di sekitar kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan antusias meramaikan bazar sehingga ada beberapa stand yang menjual komoditi populer sangat ramai pembeli. Di beberapa stand, stok barang habis pada pukul 08.30. Menurut Ketua Panitia Bazar Ramadhan, Ibu Agus Suswantoro, penjualan pada bazar ini bisa digunakan untuk membantu masyarakat memperoeh bahan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau dan lebih rendah dari harga pasar. Semua komoditi dijual dengan harga di bawah harga pasar dengan kisaran 94-95% dari harga pasar. Kekurangan pembelian barang dan biaya penyelenggaraan bazar ditutup dengan subsidi dari donatur dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Bazar produk peternakan ini adalah untuk memperkenalkan pangan asal hewan yang ada di daerah kepada masyarakat luas dan mengangkat citra poduk lokal sebagai bahan makanan yang dapat dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat. Pada kegiatan Bazar menyediakan komoditas pangan dan aneka produk pangan asal hewan lokal dan olahannya. Dengan diadakannya bazar pangan lokal ini diharapkan dapat memperkenalkan kepada masyarakat aneka produk pangan asal hewan lokal sebagai alternatif pangan sumber protein sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi pangan lokal dan juga meningkatkan kesejahteraan peternak di Indonesia.
Pada bazar ini, daging sapi dijual dengan harga Rp. 110.000/kg dengan persediaan sebanyak 100 kg, daging ayam dijual dengan harga Rp. 37.000/kg dengan persediaan sebanyak 300 ekor, dan telur ayam ras dijual dengan harga Rp. 27.000/kg dengan persediaan sebanyak 200 - 250 kg per hari. Bazar ini juga akan diikuti oleh unit usaha produk peternakan dan olahannya akan disediakan oleh 18 pelaku usaha peternakan di bawah binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang tersebar dari seluruh Kabupaten Tulungagung.
Beberapa manfaat dari bazar Ramadhan :
Membantu warga yang berkekurangan. Biasanya harga barang - barang di bazar lebih murah dari harga di pasaran. Maka dengan bazar Ramadhan ini, akan sangat membantu warga yang mempunyai daya beli rendah untuk pemenuhan kebutuhan. Saat ini banyak keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dengan wajar. Karena antara pendapatan dengan harga - harga kebutuhan pokok tidak seimbang. Sehingga ini merupakan aktivitas sosial yang sangat baik untuk membantu masyarakat.
Bazar Ramadhan juga sangat bermanfaat untuk memasarkan potensi produk pelaku usaha. Banyak pelaku usaha yang mempunyai potensi membuat produk, namun kesulitan untuk memasarkan. Maka dengan bazar Ramadhan akan menjadi media pengenalan produk pelaku usaha. Dengan demikian, pelaku usaha yang mempunyai produk lebih mudah dalam memasarkan hasil komoditi usaha.
Bazar Ramadhan sangat membantu untuk membantu menambah atau mempertemukan dengan konsumen baru. Hal ini karena bazar biasanya didatangi oleh banyak warga.Dengan mempertemukan dengan konsumen baru maka akan menambah potensi pembeli. Bagi penjual lama dengan menambah produk baru, bazar akan sangat bermanfaat memperkenalkan produk baru tersebut ke warga.
Bazar sangat baik untuk meningkatkan ingatan konsumen terhadap penjual serta produk yang dijual. Ingatan konsumen ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kuantitas konsumen. Jika suatu saat konsumen memerlukan produk, salah satu yang menjadi referensi adalah penjual bazar. Ketika konsumen di bazar membeli makanan yang dinilai enak oleh konsumen tersebut. Maka suatu saat jika ingin beli makanan yang enak, ingatan tertuju pada penjual di bazar tersebut.
Kegiatan Bazar diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan, menjalin solidaritas dan kebersamaan antar unit kerja melalui transaksi yang saling mendukung, serta tercipta atmosfer positif yang menyegarkan di lingkungan DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Bazar berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, bazar juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong inovasi, dan melestarikan budaya lokal.
Bazar ini akan memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Harga - harga yang ditawarkan di bazar ini diharapkan lebih terjangkau daripada harga pasaran. Meskipun (perbedaannya) kecil, masyarakat kita sangat membutuhkan, sehingga akan sangat penting artinya kehadiran bazar ini dalam membantu masyarakat. Bazar Ramadhan mendorong segmentasi pembeli semakin luas agar tidak hanya melibatkan pegawai, namun juga masyarakat umum, dengan menyediakan bantuan bagi mereka yang kurang mampu. Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, bazar ini sebagai langkah dalam upaya menurunkan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat tajam.
Dengan harga jual di bawah harga pasaran, sehingga dapat menjangkau daya beli masyarakat. Masyarakat harus menerapkan pola belanja yang bijak sesuai dengan kebutuhan. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, masyarakatpun sangat antusias dan senang dengan adanya kegiatan bazar ini. Semoga bazar ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam menyediakan kebutuhan pokok yang semakin meningkat harganya di Bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri serta membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi.
Bazar Ramadhan ini sangat membantu warga terutama warga kurang mampu dalam berbelanja kebutuhan menjelang lebaran. Semoga kegiatan ini dapat diselenggarakan lagi pada Ramadhan tahun depan dengan kemanfaatan yang lebih besar dan cakupan yang lebih luas.
Acara ditutup dengan dokumentasi
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

17620-02-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas KBPPPA Kab. Tulungagung I. Kegiatan : Bazaar II. Waktu : Jumat, 20 Februari 2026 pukul 09.00 WIB III. Tempat : Dinas KBPPPA IV. Dihadiri oleh : Anggota DWP Dinas KBPPPA Bazar, atau yang juga dikenal sebagai market day, sering kali diadakan sebagai salah satu upaya untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat (Nurmawati et al., 2022). Dengan mengadakan bazar, masyarakat dapat mempromosikan dan menjual produk mereka secara langsung kepada konsumen, yang juga membantu meningkatkan pendapatan dan membangkitkan aktivitas ekonomi lokal. Pelaksanaan bazar UMKM memberikan berbagai dampak positif bagi masyarakat yaitu: 1) bazar UMKM meningkatkan penjualan produk melalui stand yang disediakan, menciptakan peluang bagi pelaku UMKM untuk menjual produk secara langsung kepada konsumen, 2) kehadiran bazar memperluas pengetahuan masyarakat tentang produk-produk UMKM yang ada di kelurahan tersebut, meningkatkan awareness terhadap keberagaman produk lokal, 3) bazar juga memberikan platform bagi UMKM untuk melakukan promosi secara efektif, sehingga membantu mereka memperluas pangsa pasar dan meningkatkan daya saing produk mereka di pasar lokal (Barts, 2023).Bazar Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan inisiatif strategis untuk menggerakkan ekonomi keluarga dan mendukung UMKM lokal melalui kolaborasi anggota, sering kali digelar saat Ramadan atau HUT DWP. Kegiatan ini memfasilitasi penjualan produk kreatif, kuliner, dan sembako terjangkau, sekaligus memperkuat solidaritas serta pemberdayaan ekonomi perempuan. Bazar Dharma Wanita Persatuan: Bazar adalah pasar yang didirikan secara khusus untuk jangka waktu sementara, di mana berbagai pedagang berkumpul di satu lokasi untuk menawarkan barang atau jasa. Kegiatan ini sering kali diadakan beriringan dengan festival budaya, hari raya, atau acara amal. Secara sederhana, bazar adalah pusat perbelanjaan pop-up yang hadir untuk memeriahkan suasana dan menarik keramaian dalam periode yang sangat terbatas. 1. Tema: Bazar Ramadhan - "Harmoni Ekonomi dan Kepedulian Sosial" Bazar Ramadhan DWP menjadi jembatan bagi anggota dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hari raya dengan harga lebih murah. Suasana hangat tercipta, di mana bazar tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga wadah silaturahmi yang meningkatkan kebersamaan, sekaligus membantu menstabilkan harga komoditas pokok. 2. Tema: UMKM Kreatif - "Perempuan Berdaya, Ekonomi Keluarga Berjaya" Mengusung tema seperti "Perempuan Kreatif, UMKM Inovatif" bazar ini menjadi ruang bagi anggota DWP untuk memamerkan produk lokal, baik kuliner maupun kerajinan tangan. Ini adalah ajang untuk meningkatkan kebanggaan terhadap produk buatan Indonesia dan membantu UMKM naik kelas, di mana perempuan mengambil peran penting dalam perputaran ekonomi. 3. Tema: Bazar Sosial - "Berbagi dalam Kebersamaan" Selain berniaga, bazar DWP sering dikaitkan dengan aksi sosial, seperti donasi hasil penjualan ke kas DWP atau kegiatan baksos bagi yang membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa kegiatan DWP berlandaskan pada kepedulian sosial, kekompakan, dan kerjasama yang baik antaranggota Tujuan Utama Bazar DWP: • Pemberdayaan Ekonomi: Menggerakkan UMKM di lingkungan DWP dan keluarga pegawai. • Solidaritas: Mempererat silaturahmi antaranggota dan pegawai. • Sosial: Membantu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. • Promosi: Mendukung bangga buatan Indonesia Kapan bazar diadakan dan apa manfaatnya? Acara ini sangat berguna ketika perusahaan ingin meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) secara tatap muka atau melakukan riset pasar instan. Interaksi langsung di lokasi memungkinkan penjual mendapatkan masukan jujur dari pengunjung mengenai produk mereka. Selain itu, bazar adalah momen yang sangat tepat untuk menjalankan strategi menghabiskan stok lama (clearing stock) atau menjual produk edisi khusus yang mungkin tidak tersedia di toko reguler. Bagi bisnis kecil atau UMKM, ini sering menjadi langkah awal untuk membangun basis pelanggan setia dan menguji potensi produk sebelum memutuskan untuk menyewa toko fisik yang permanen. agaimana bazar terkait dengan Deliveree? Tantangan terbesar dalam mengikuti event bazar adalah mobilisasi barang yang padat dan cepat. Peserta harus memindahkan meja, rak display, dekorasi, hingga stok produk dalam waktu yang singksy. Deliveree menyediakan beragam sewa truk dan kendaraan sesuai bolume barang, yang dapat dipesan langsung melalui aplikasi untuk mengatasi hal ini. Pemilik bisnis dapat memastikan proses loading barang berjalan lancar sebelum acara dimulai dan setelah acara selesai.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
17702-02-2026Dalam rangka menyongsong datangny Bulan suci Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan pucanglaban mengadakan Pelatihan pembuatan Sempol ayam bersama semua anggota Dharama Wanita Persatuan Kecamatan Pucanglaban pada hari selasa tanggal 2 Februari 2026 bertempat di kantor DWP Kecamatan Pucanglaban. Acara dimulai jam 09.00 WIB sampai dengan jam 11.00 WIB. Kita membuat sempol ayam karena sempol ayam banyak disukai anak-anak terutama nanti pada saat berbuka puasa. Selain itu bagi ibu-ibu yang ingin mengembangkan ide jualan, sempol ayam ini dapat di jual untuk menambah menu jualan. Alasan pembuatan sempol ini selain bahannya murah dan mudah di dapat, proses pembuatannya juga mudah Pembuatan sempol ayam adalah proses mengolah daging ayam giling yang dicampur tepung tapioka dan bumbu, dibentuk memanjang pada tusuk sate, direbus, lalu digoreng dengan baluran telur. Sempol ayam yang baik memiliki tekstur kenyal, gurih, dan tidak alot. Berikut adalah panduan pembuatan sempol ayam rumahan yang enak dan anti gagal: Bahan-bahan (Untuk 20-30 tusuk) • Daging Ayam: 250 gram daging ayam fillet (lebih gurih jika menggunakan bagian paha/campuran paha dan dada). • Tepung tapioka/Aci: 100 - 200 gram (semakin banyak, semakin kenyal). • Tepung terigu: 2-3 sdm (untuk tekstur agar tidak terlalu keras/karet). • Bumbu Halus/Cincang: 3-4 siung bawang putih, 2-3 siung bawang merah goreng (opsional, menambah aroma). • Penyedap: 1 sdt garam, 1 sdt kaldu bubuk, 1/2 sdt merica bubuk, 1 sdt gula pasir. • Cairan/Telur: 1 butir telur ayam (untuk adonan) + 50 ml air es (agar adonan tidak kering). • Sayuran/Aroma: 2 batang daun bawang, iris halus. • Pencelup: 2 butir telur kocok lepas dengan sedikit garam. • Alat: Tusuk sate secukupnya. Cara Membuat Sempol Ayam 1. Haluskan Ayam: Masukkan daging ayam, bawang putih, bawang merah goreng, telur, dan air es ke dalam food processor atau chopper hingga halus. 2. Campur Adonan: Pindahkan ayam halus ke mangkuk. Tambahkan tepung tapioka, tepung terigu, daun bawang, garam, kaldu, dan merica. Aduk rata hingga adonan bisa dibentuk (tidak terlalu encer). 3. Membentuk Sempol: Olesi tangan dengan minyak goreng. Ambil adonan (sekitar 1 sdm), bentuk lonjong memanjang di ujung tusuk sate, padatkan agar tidak mudah lepas. 4. Merebus: Didihkan air dalam panci, tambahkan 1 sdm minyak goreng agar sempol tidak menempel. Rebus sempol hingga mengapung (tanda sudah matang, sekitar 10-15 menit). 5. Tiriskan: Angkat sempol yang sudah mengapung dan tiriskan. Biarkan dingin. 6. Menggoreng: Celupkan sempol ke dalam kocokan telur hingga rata. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga berwarna coklat keemasan. 7. Sajikan: Sajikan dengan saus sambal encer atau mayones. Tips Agar Sempol Sukses • Anti Lepas: Pastikan adonan dipadatkan kuat pada tusuk sate saat mencetak dan pastikan ayam giling benar-benar halus. • Tekstur Tidak Alot: Perbandingan tapioka dan terigu yang seimbang (misal 200g tapioka : 50g terigu) membuat sempol kenyal tapi tetap empuk, tidak seperti karet. • Lebih Krispi: Celupkan sempol ke telur sebanyak dua kali sebelum digoreng agar baluran lebih tebal dan garing. • Penyimpanan: Sempol rebus yang sudah dingin bisa disimpan di freezer (frozen food) dalam wadah tertutup, tahan hingga 2-3 hari di kulkas Tujuan pembuatan sempol ayam adalah untuk menciptakan inovasi camilan lezat, bergizi, dan higienis berbahan dasar daging ayam, sekaligus membuka peluang usaha mikro yang menguntungkan. Usaha ini bertujuan menghasilkan produk jajanan terjangkau yang diminati masyarakat, meningkatkan pendapatan, serta memanfaatkan bahan pangan lokal. • Peluang Bisnis & Kewirausahaan: Menjadi peluang usaha mandiri yang menjanjikan keuntungan, terutama dengan modal kecil namun berpotensi mendapatkan laba signifikan. • Camilan Sehat & Bergizi: Menyediakan alternatif camilan yang lebih sehat dibandingkan gorengan biasa, karena mengandung gizi dari daging ayam. • Inovasi Kuliner: Mengembangkan variasi produk jajanan tradisional/lokal agar lebih menarik dan memiliki nilai jual. • Permintaan Pasar: Memenuhi kebutuhan konsumen akan jajanan yang enak, praktis, dan terjangkau. • Pemberdayaan: Dapat memberdayakan peternak lokal melalui pembelian bahan baku daging ayam
Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
17818-02-2026Ketahanan pangan adalah keharusan moral, karena semua orang harus memiliki akses yang sama dan tanpa batasan terhadap makanan. Lebih dari itu, ketahanan pangan merupakan investasi dalam stabilitas dan keamanan yang lebih luas. Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu kegiatan aksi Badan Pangan Nasional yang bertujuan memberikan kemudahan aksesibilitas pangan bagi masyarakat dan untuk memperoleh pangan dengan harga terjangkau dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi pangan. Acara Gerakan Pangan Murah bekerja sama antara Pemerintah Kecamatan Pagerwojo bersama Ibu Ketua DWP Kecamatan Pagerwojo dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2026 acara dimulai pukul 07.00 sampai dengan selesai bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Pagerwojo. Sebelum acara bazar dimulai terlebih dahulu dilaksanakan senam bersama ibu-ibu anggota DWP Kecamatan Pagerwojo dan ibu-ibu dari pemerintah desa se-Kec. Pagerwojo. Senam dipandu dengan instruktur senam sdri. Yesi dengan diikuti sekitar 80 peserta senam. Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan utama untuk : menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok di tingkat konsumen, mengendalikan inflasi daerah, serta meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam memperoleh bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau. Program ini juga memitigasi dampak lonjakan harga, khususnya saat Ramadhan/Idul Fitri. Secara rinci, berikut adalah tujuan utama dari Gerakan Pangan Murah: • Stabilitas Harga Pangan: Menjaga harga pangan dasar (beras, minyak, gula, cabai, telur, dll) agar tidak melonjak tinggi di pasar. • Aksesibilitas Pangan Murah: Memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama ekonomi menengah ke bawah, untuk mendapatkan pangan berkualitas dengan harga lebih murah dibandingkan pasar konvensional. • Pengendalian Inflasi: Membantu menekan laju inflasi daerah dengan mengendalikan harga bahan pokok. • Menjaga Daya Beli Masyarakat: Memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan pokoknya saat harga-harga sedang bergejolak. • Antisipasi Lonjakan Harga/Kelangkaan: Mengantisipasi potensi kelangkaan dan kenaikan harga pangan pada momen-momen tertentu seperti hari besar keagamaan Gerakan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan pihak terkait (seperti Polri) untuk memastikan ketahanan pangan masyarakat. Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat. Melalui kerjasama antara pemerintah, produsen pangan. GPM berupaya menekan harga pangan dasar seperti beras, gula, minyak, bawang merah, bawang putih dan lain-lainnya. Dengan menyelenggarakan program-program subsidi dan distribusi pangan murah, Gerakan Pangan Murah (GPM ) berperan dalam memitigasi dampak kenaikan harga pangan terutama di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Dalam kebijakan Strategis Pangan dan Gizi 2020-2024 menyatakan bahwa terdapat empat pilar ketahanan pangan yaitu ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan dan kestabilan yang berarti jika empat pilar tidak terpenuhi maka negara masih belum bisa dikatakan sebagai negara dengan ketahanan yang baik. GPM bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga berfokus pada pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan demikian, gerakan ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga menciptakan dasar yang kuat untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan. Akses terhadap makanan berkualitas dan bergizi sangat mendasar bagi keberadaan manusia. Akses yang aman terhadap pangan dapat menghasilkan berbagai dampak positif, termasuk: Pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dan Pengurangan kemiskinan. Harapannya semoga dengan diadakannya pemantauan harga dan stok barang pokok ini dapat menjaga stabilitas ekonomi, terkendalinya inflasi daerah, melindungi daya beli masyarakat, serta mengantisipasi potensi lonjakan harga dan kelangkaan menjelang Idul Fitri 2026.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pagerwojo
17913-02-2026Ketua DWP Pucanglaban Ny. Setiono menghadiri bazar yang diselenggarakan oleh Dharma Wnita Persatuan Kabupaten Tulungagung bertempat di halaman kantor DWP kabupaten Tulungagung pada hari Jumat tanggl 13 Februari 2026 Bazar ini merupakan yang pertama kalinya digelar pad hari Jumat yang turut serta berpartisipasi berjualan di bazar ini, seperti aneka olahan ketela, kerupuk kulit, dan produk UKM lainnya. bazar ini digelar untuk meningkatkan penjualan produk UMKM lokal. "Hari ini DWP Kabupaten Tulungagung mengadakan basar dengan tujuan supaya masyarakat atau khususnya anggota DWP bisa meningkatkan dan membantu anggota DWP untuk meningkatkan penjualannya, produk-produknya, khususnya di UMKM. produk-produk di bazar yang di jual adalah murni dikelola dan diolah oleh UMKM itu sendiri. Harapan dari diselenggarakan bazar, semoga bazar ini bisa diadakan rutin setiap bulan untuk meningkatkan daya jual setiap produksi UMKM milik anggota DWP Kabupaten Tulungagung. Sehingga ke depan semakin banyak yang turut berdaya secara ekonomi. Alasan dibalik pemilihan lokasi bazar di halaman kantor Dharma Wanita Persatuan adalah supaya tidak mengganggu kegiatan senam dan agar setelah senam bisa langsung memlihat-lihat produk yang dijual di bazar. Tujuan utama bazar Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui pemberdayaan ekonomi kreatif, mempromosikan produk UMKM lokal, serta mempererat silaturahmi. Kegiatan ini sering diadakan untuk mendukung program kerja DWP, menyediakan kebutuhan pokok terjangkau, dan membantu bangkitnya UMKM di lingkungan sekitar. Secara rinci, tujuan bazar DWP meliputi: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Memberikan ruang bagi anggota DWP dan UMKM binaan untuk memasarkan produk, meningkatkan pendapatan, serta mendorong kemandirian ekonomi. Mendukung UMKM Lokal: Menjadi ajang promosi efektif untuk produk unggulan anggota (kuliner, kerajinan, fashion). Kesejahteraan Anggota & Masyarakat: Menyediakan sembako dan barang kebutuhan dengan harga lebih terjangkau. Silaturahmi dan Kekompakan: Mempererat hubungan antaranggota, pengurus, dan masyarakat. Program Kerja: Merupakan bagian dari program kerja tahunan DWP di bidang ekonomi.
Program: Kantin
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
18019-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Ramadahan Hari Pertama Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung menggelar Bazar Makanan Takjil dan Bahan Masakan Buka Puasa di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Bidang : Bidang Ekonomi Program Kerja : Kegiatan Usaha, Bazar Keterangan Program : 1. Hari : Kamis 2. Tanggal : 19 Pebruari 2026 3. Pukul : 08.00 WIB sampai dengan selesai 4. Tempat : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung 5. Pakaian : Seragam Organisasi Dharma Wanita Persatuan 6. Keperluan : Bazar Makanan Takjil dan Bahan Masakan Pelaksana Kegiatan : a. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto; b. Ibu - Ibu Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung antara lain : Ibu Dewi, Ibu Siti Mahmudah, Ibu Ema, Ibu Marita, Ibu Bela, Ibu Indah, Ibu Merry, Ibu Kartika, Ibu Devi, Ibu Sarah, Ibu Yayuk, Ibu Wulan, Ibu Enggar, Ibu Perwita, Ibu Maura, Ibu Putri, Ibu Isti, Ibu Enik, Ibu Utami, Ibu Evi, Ibu Endyk, Ibu Singgih, Ibu Yayan, Ibu Erik, Ibu Iwan, Ibu Vidi, Ibu Lubena, Ibu Rimba, Ibu Farah, Ibu Agnes, Ibu Temy, Ibu Geston, Ibu Khabib, Ibu Suswanti, Ibu Udin, Ibu Catur, Ibu Salman, Ibu Agus, Ibu Widi, Ibu Angga, Ibu Danang, Ibu Husen, Ibu Yuli, Ibu Dodik, Ibu Argo, Ibu Santos, Ibu Samsodin, Ibu Sayuk, dan Ibu Yudi, dan Ibu Zaenu. Susunan Kegiatan : 1. MC yang bertugas yaitu Ibu Marita membuka acara; 2. Sambutan dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto, dalam sambutan Ibu Ketua menyampaikan rasa syukur Kepada Allah SWT karena atas limpahan Rahmat dan HidayahNya kegiatan Bazar IKM Tulungagung dilaksanakan dan menyampaikan terimakasih Kepada Ibu Ibu Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang telah mempersiapkan dan mengikuti kegiatan dengan baik, dan dengan ini kegiatan bazar dibuka ; 7. MC mempersilahkan Ibu-Ibu untuk berbelanja di stand bazar yang telah disediakan. 8. Foto bersama; 9. Pembacaan Doa; 10. Penutup. Pada hari Kamis, Tanggal 19 Pebruari 2026 di Halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung mengadakan kegiatan Bazar Takjil dan Bahan Masakan. Tujuan dari diadakannya acara ini antara lain : 1. Memfasilitasi kebutuhan berbuka puasa dengan menyediakan makanan dan minuman secara praktis; 2. Menggerakkan perekonomian melalui pemberdayaan UMKM; 3. Untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk lokal dan Industri Kecil Menengah; 4. Untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dan motivasi Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 5. Untuk meningkatkan perekonomian anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 6. Untuk mempererat silaturahmi DI Bulan Ramadhan antar anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 7. Untuk memasarkan dan menjual produk dhasil usaha sehingga daat meningkatkan pendapatankeluarga; 8. Dan lain sebagainya. Acara dimulai pada Pukul 08.00, yang dibuka oleh Ibu Marita dan dilanjutkan dengan acara sambutan sekaligus pembukaan kegiatan Bazar oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Setelah acara sambutan MC mempersilahkan Ibu Ibu hadirin untuk lekas berbelanja pada stand bazar. Adapun menu menu dan harga yang dijual pada bazar takjil dan bahan masakan ini antara lain : 1. Aneka Kripik Lima Ribuan 2. Risol Mayo isi dua Lima Ribuan 3. Sosis Solo isi dua Lima Ribuan 4. Aneka Sayuran Kemas Lima Ribuan antara lain : Wortel, Buncis, Kubis, Brokoli, Kacang Panjang, Tomat, Timun, Terong, Sawi) 5. Aneka Makanan atau Kue Basah Lima Ribuan 6. Aneka Minuman Lima Ribuan antara lain Dawet, Cendol Suji, Jus Buah 7. Krupuk Mentah Sepuluh Ribuan 8. Krupuk Matang Sepuluh Ribuan 9. Pudding Lima Ribuan 10. Gorengan Dua Ribuan 11. Ayam Utuh Ungkep Tiga Puluh Ribuan 12. Bebek Ungkep Empat Puluh Ribuan 13. Sate Tahu Tujuh Ribuan 14. Serabi Lima Lima Belas Ribuan 15. Dan lain lain Di sela sela berbelanja Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ibu Tinik Fajar Widariyanto mengajak Ibu Ibu untuk foto bersama. Acara ditutup dengan doa yang dipandu oleh Ibu Dewi yaitu Kepala Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Adapun Manfaat dari diadakannya Bazar Takjil dan Bahan Masakan ini antara lain : 1. Memberikan manfaat ekonomi Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dengan berjualan karya produk masing masing; 2. Mempererat tali silaturahmi antar Ibu Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 3. Bazar Dharma Wanita Persatuan menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas; 4. Dengan membeli produk UMKM di bazar, secara tidak langsung meningkatkan perekonomian pelaku UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah; 5. Dan lain sebagainya. Dengan adanya kegiatan bazar di DWP Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini diharapkan dapat meningkatkan omset penjualan dan memperluas jangkauan pasar bagi usaha Ibu-Ibu anggota Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang berwirausaha dan juga meningkatkan silaturahmi antar anggota. Kami Segenap Keluarga Besar Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan
18113-02-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026 mengunjungi Gerakan Pangan Murah menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H bekerjasama dengan Ibu Kepala Desa se- Kecamatan Kauman di Pendopo Kecamatan Kauman. Dalam kegiatan tersebut selain pangan pokok (beras, minyak, gula, telur, sayur) dengan harga lebih terjangkau di bawah harga pasar juga ada produk UMKM dari setiap desa. Langkah ini bertujuan menstabilkan harga, mengendalikan inflasi, dan membantu daya beli masyarakat. Acara Gerakan Pangan Murah (GPM) seringkali diterima dengan antusias oleh masyarakat, yang merasa terbantu dalam mengurangi beban keuangan mereka. Kehadiran acara ini terbukti melalui beragam jenis komoditas pangan yang ditawarkan, termasuk beras, gula, minyak, telur, hingga ikan segar, yang semuanya dijual dalam kuantitas besar dengan harga yang terjangkau dan berkualitas tinggi. Penurunan harga ini memberikan dampak positif bagi warga sekitar, yang kini dapat menghemat pengeluaran untuk pembelian bahan pangan pokok. Dengan adanya penghematan ini, mereka memiliki kesempatan untuk menggunakan uang yang tersisa untuk keperluan lain.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
18213-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGUNJUNGI TOKO PKK KABUPATEN DI KANTOR PKK KABUPATEN TULUNGAGUNG

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 13 Pebruari 2026.

3. Pukul : 08.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Kantor PKK Kabupaten Tulungagung Jl. RA. Kartini Tulungagung.

5. Acara : Toko PKK Kabupaten.

6. Detail acara : .

Jum’at, 13 Pebruari 2026,

Dalam rangka mendukung program pemberdayaan dan pengembangan kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman telah melaksanakan kunjungan ke Toko PKK Kabupaten Jl. RA. Kartini Tulungagung. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap promosi produk unggulan PKK sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara DWP dan PKK Kabupaten. Pada kesempatan ini, kegiatan kunjungan diwakili oleh Ny. Lutvi dan Ny. Erna sebagai perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dasar pelaksanaan kegiatan kunjungan ke Toko PKK Kabupaten adalah :

a. Program Kerja DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2026.

b. Upaya mendukung kegiatan pemberdayaan dan promosi produk PKK Kabupaten.

Maksud dan Tujuan kegiatan kunjungan ke Toko PKK Kabupaten adalah :

a. Mempererat silaturahmi dan sinergi antara Dharma Wanita Persatuan dan PKK Kabupaten.

b. Mendukung promosi serta pengembangan produk unggulan PKK Kabupaten.

c. Meningkatkan peran serta anggota DWP dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Hasil kegiatan kunjungan ke Toko PKK Kabupaten adalah :

a. Terjalinnya hubungan dan koordinasi yang baik antara DWP dan PKK Kabupaten.

b. Bertambahnya wawasan mengenai produk unggulan dan kegiatan PKK Kabupaten.

c. Terwujudnya dukungan DWP terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga.

7. Penutup

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin baik antara DWP dan PKK Kabupaten, serta dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan peran perempuan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada pimpinan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna mendukung program pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga.


Program: Toko
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
18313-02-2026

Dhama Wanita Persatuan Kecamatan Bandung Mengikut Kegiatan

Bidang : Ekonomi

Program : Kegiatan usaha

Kegiatan : Bazar

Keterangan Program:

1. Hari : Jumat

2. Tanggal : 13 Februari 2026

3. Pukul : 07.30 WIB s/d Selesai

4. Tempat : Halaman Kantor Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung

5. Acara : Mengikuti kegiatan Bazar

Detail Acara :

Ibu Ketua DWP Kecamatan Bandung mengikuti kegiatan Bazar yang diselenggarakan oleh PKK Kabupaten Tulungagung. Bazar adalah sebuah pasar atau pameran sementara yang diselenggarakan untuk menjual berbagai jenis barang.

Karakteristik Utama Bazar

Waktu Terbatas: Biasanya diadakan dalam periode singkat (satu hari, akhir pekan, atau seminggu penuh).

Keberagaman Produk: Barang yang dijual sangat bervariasi, mulai dari makanan (kuliner), pakaian (fashion), kerajinan tangan (craft), hingga kebutuhan rumah tangga.

Lokasi Fleksibel: Bisa diadakan di lapangan terbuka, gedung serbaguna, halaman sekolah, atau pusat perbelanjaan.

Tujuan Khusus: Sering kali diadakan untuk memeriahkan hari besar, penggalangan dana (amal), atau mempromosikan UMKM lokal.

Manfaat Bazar

Bagi Penjual: Sebagai sarana promosi produk baru, menghabiskan stok lama, dan bertemu langsung dengan pelanggan.

Bagi Pembeli: Mendapatkan barang unik yang jarang ada di toko umum, harga yang lebih bersaing (sering ada diskon), serta pengalaman hiburan.

Bagi Komunitas: Mempererat silaturahmi antarwarga dan menghidupkan ekonomi lokal.

Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Bandung

18412-02-2026
"SIDAK PASAR BERSAMA DINAS KETAHANAN PANGAN"


Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa,karena limpahan nikmatNya yang diberikan kepada kami ,sehingga kami pengurus Dwp Kecamatan Boyoalangu dapat melaksanakan kegiatan Siak pasar bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung,di Pasar Boyolangu dan Pasar Ngemplak,dalam keadaan lancar dan sukses.Semoga kegiatan ini dapat memastikan tidak ada harga yang naik terlalu tinggi dalam menjelang bulan puasa dan dapat melakukan pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok pada bulan puasa dan Hari raya nanti.


Latar belakang :Dengan adanya kenaikan harga yang tinggi dan ketidaktersediaan bahan pokok menjelang puasa dipasar tradisional karena permainan pedagang,maka Dwp Kecamatan Boyolangu melakukan sidak di pasar tradisional Boyolangu.


Tujuan :Memastikan stabilitas harga,distribusi bahan pangan berjalan lancar serta memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan.


Nama Kegiatan : "Sidak Pasar Bersama dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung.


Hari,tanggal : Kamis,12 Februari 2026


Waktu : 08.00- selesai.


Jumlah : 7 Orang,3 dari Dinas Ketahanan Pangan dan 4 dari pengurus Dwp Kecamatan Boyolangu.

.
Lokasi : Pasar Tradisional Boyolangu dan Pasar Ngemplak Tulungagung>


Hasil kegiatan :Ibu Siti Munti'ah selaku Ketua Dwp Kecamatan Boyolangu mengadakan sidak pasar bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung.Dalam pelaksanaan sidak,tim memantau langsung harga sejumlah komoditas panganutama ditingkat pedagang,secara umumterpantau relatif stabil.Walaupun ada kenaiakan namun tidak terlalu tinggi.Misal :Telor yang awalnya 27.000 perkg sekarang menjadi 30.000,Ayam sayur yang semula 36.000 menjadi 39.000,Bawang putih yang semula 30.000 perkg menjadi 32.000.


Sidak ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga serta mencegah terjadinya lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadhan.


Kesimpulan dan saran: Sidak sebaiknya dilakukan secara berkala agar tidak terjadi permainan harga oleh pedagang yang hanya mencari untung semata dan juga pemantauan secara berkala untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebuthan pokok tetap tersedia selama bulan Ramadhan.Dan masyarakat dihimbau tetap tenang.


Ibu Siti Munti'ah berharap masyarakat tetap tenang tanpa harus kwatir akan lonjakan harga kebutuhan pokok dan tidak boleh panik dalam berbelanja,tetap membeli bahan pokok sesuai kebutuhan.


Program: Demo
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

18511-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung.

DWP Satpol PP mengikuti RAT KKPN-RI “Hidup” Pemkab Tulungagung

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP mengikuti RAT Koperasi Konsumen Pegawai Negeri Republik Indonesia (KKPN-RI)“Hidup” Pemkab Tulungagung.
2. Hari / Tanggal : Rabu, 11 Pebruari 2026.
3. Pukul : 07.00 WIB s/d selesai.
4. Lokasi : GOR Lembu Peteng Tulungagung.
5. Bidang : Ekonomi
6. Detail acara :

Tulungagung, 11 Pebruari 2026, pukul 07.00 WIB s/d selesai Dharma Wanita Persatuan Satpol PP mengikuti RAT Koperasi Konsumen Pegawai Negeri Republik Indonesia (KKPN-RI)“Hidup” Pemkab Tulungagung. Jumlah peserta yang mengikuti RAT kurang lebih 600 orang dari semua OPD se-Kabupaten Tulungagung, pejabat yang hadir yaitu pengurus koperasi hidup , Ketua Bapak Rahadi Puspita Bintara, sekretaris Bapak Hartono , bendahara Bapak Fan Kholiq. Anggota Koperasi Konsumen Pegawai Negeri Republik Indonesia (KKPN-RI)“Hidup” Pemkab Tulungagung mayoritas merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Lokasi Koperasi Konsumen Pegawai Negeri Republik Indonesia (KKPN-RI)“Hidup” Pemkab Tulungagung di Jl. Ayani timur No. 37 telp(0355) 322475 Tulungagung

Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung yaitu Ibu Rahma Hartono, didampingi oleh ibu-ibu anggota DWP Satpol PP antara lain Bu Karin, Bu Linda, P. Iput, P. Bahtiyar, Bu Feni, Bu Vira, Bu Ayu dan karyawan Satpol PP dari masing-masing regu 2 orang, total yang hadir 15 orang.

Pada kegiatan hari ini hadir pula bapak Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi atas penyelenggaraan RAT yang tepat waktu. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KKPN-RI 'Hidup' yang telah mengadakan Rapat Anggota Tahunan tahun buku 2025 dengan tepat waktu,” ujar Bapak Soeroto. Ia menambahkan bahwa koperasi yang transparan dan akuntabel sangat penting dalam menjaga kepercayaan anggota. “Hal ini menunjukkan bahwa KKPN-RI 'Hidup' adalah contoh koperasi yang dikelola dengan baik dan profesional. Anggota tidak perlu ragu terhadap pengelolaan koperasi ini. Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan koperasi karena koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat,” tegas beliau.

Koperasi adalah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dijalankan oleh sekelompok orang untuk kepentingan bersama. Dasarnya adalah asas kekeluargaan dan kerja sama, sehingga setiap anggota memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan dan pembagian keuntungan. Kata "koperasi" sendiri berasal dari bahasa Latin cooperate yang berarti bekerja sama.

Tujuan berkoperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, membangun dan mengembangkan potensi ekonomi anggota, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan mewujudkan demokrasi ekonomi.

Susunan acara RAT pada pagi hari ini :
1. Pembukaan & Pra-Acara: Menyanyikan lagu Indonesia Raya & Mars Koperasi, Sambutan-sambutan (Ketua KPRI, Dinas Koperasi/Pemkab).
2. Sidang Pleno I (Laporan & Pengesahan):
• Pemilihan & penetapan pimpinan sidang.
• Pembacaan quorum rapat.
• Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus & Pengawas tahun buku lalu.
• Pandangan umum dan pengesahan LPJ.
3. Sidang Pleno II (Perencanaan & Pemilihan):
• Pembahasan & pengesahan Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja (RAPB) tahun buku baru.
• Pemilihan Pengurus/Pengawas baru
4. Penutup: Pembacaan notulen, penutup, dan pembagian SHU/doorprize.

Di penghujung acara disiapkan undian berhadiah 2 unit motor, 10 unit sepeda MTB, dan lain-lain. Dan anggota yang beruntung mendapatkan hadiah motor vario adalah bapak dedi dari satpol pp dan bapak yogi dari dinas perhubungan.

Program: Kegiatan Perkoperasian
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja

18601-02-2026

DWP DISPORA KABUPATEN TULUNGAGUNG BIDANG EKONOMI PROGRAM KERJA BIDANG KEGIATAN USAHA KEGIATAN BAZAR

Dalam rangka mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga serta mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tulungagung, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Ekonomi melaksanakan kegiatan bazar sebagai bagian dari program kerja bidang kegiatan usaha. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan peran aktif DWP Dispora dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Kegiatan bazar ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 1 Februari 2026, dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh anggota Bidang Ekonomi DWP Dispora Kabupaten Tulungagung, yaitu Ibu Eva dan Ibu Ika, yang secara langsung terlibat dalam persiapan, pelaksanaan, hingga berjalannya kegiatan bazar. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, antusiasme, serta dukungan dari berbagai pihak yang turut meramaikan dan menyukseskan acara tersebut.

Pelaksanaan bazar ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya peran UMKM dalam menopang perekonomian daerah. UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, menjaga stabilitas ekonomi, serta melestarikan produk-produk lokal khas daerah. Melalui kegiatan bazar, DWP Dispora Tulungagung berupaya memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi produk-produk UMKM agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Sejak pagi hari, suasana lokasi bazar sudah tampak ramai dan penuh aktivitas. Para pelaku usaha mulai menata lapak dagangan mereka dengan beragam produk unggulan. Ibu Eva dan Ibu Ika sebagai perwakilan Bidang Ekonomi DWP Dispora turut aktif memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik, mulai dari penataan stand, pengaturan produk, hingga koordinasi dengan para pelaku UMKM yang terlibat. Kehadiran mereka menjadi penggerak utama dalam memastikan kegiatan bazar dapat berjalan tertib, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.

Beragam jenis barang dagangan ditampilkan dalam bazar ini. Produk-produk UMKM Tulungagung yang dipasarkan sangat beragam, mulai dari aneka makanan dan minuman olahan rumahan, jajanan tradisional, makanan kekinian, hingga produk kerajinan tangan, aksesoris, dan berbagai hasil kreativitas pelaku usaha lokal. Kekayaan variasi barang dagangan tersebut mencerminkan potensi besar UMKM Tulungagung yang terus berkembang dan berinovasi mengikuti kebutuhan pasar.

Bazar ini tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial antara pelaku usaha dan masyarakat. Para pengunjung terlihat antusias mendatangi setiap lapak, mencicipi produk makanan, bertanya langsung kepada penjual mengenai proses pembuatan, serta membeli berbagai produk yang ditawarkan. Suasana keakraban dan kebersamaan terasa kuat, menciptakan lingkungan ekonomi yang hidup dan dinamis.

Ibu Eva dan Ibu Ika secara aktif turut membantu mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di bazar. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai pendukung dan motivator bagi para pelaku usaha. Dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif, keduanya memberikan semangat kepada pelaku UMKM agar terus percaya diri dalam memasarkan produk mereka serta terus meningkatkan kualitas dan kreativitas usaha.

Kegiatan bazar ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi anggota DWP Dispora, khususnya Bidang Ekonomi, dalam memahami secara langsung dinamika usaha kecil dan menengah. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan bazar, anggota DWP dapat melihat tantangan dan peluang yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari aspek produksi, pemasaran, hingga respon konsumen. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk perencanaan program-program ekonomi ke depan yang lebih tepat sasaran.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bazar terlihat dari ramainya pengunjung yang datang silih berganti sejak pagi hingga siang hari. Banyak pengunjung yang mengapresiasi kegiatan ini karena selain dapat berbelanja berbagai produk lokal dengan harga terjangkau, mereka juga merasa turut berkontribusi dalam mendukung UMKM Tulungagung. Hal ini sejalan dengan tujuan utama kegiatan bazar, yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal.

Keberadaan bazar ini memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM. Banyak di antara mereka yang mengaku mengalami peningkatan penjualan serta mendapatkan pelanggan baru melalui kegiatan ini. Selain itu, bazar juga menjadi sarana promosi efektif karena produk yang ditawarkan dapat langsung dikenal dan dinilai oleh konsumen. Interaksi langsung antara penjual dan pembeli memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah yang bermanfaat bagi pengembangan usaha ke depannya.

Dari sisi organisasi, kegiatan bazar ini mencerminkan komitmen DWP Dispora Tulungagung dalam menjalankan fungsi sosial ekonomi secara berkelanjutan. Melalui program kerja Bidang Ekonomi, DWP Dispora tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga menciptakan ruang nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perempuan dalam bidang ekonomi, khususnya dalam mendukung dan mengembangkan UMKM.

Selama pelaksanaan kegiatan, koordinasi antara anggota Bidang Ekonomi DWP Dispora berjalan dengan baik. Ibu Eva dan Ibu Ika menunjukkan kerja sama yang solid dalam mengelola jalannya bazar. Setiap kendala yang muncul dapat diatasi dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar hingga selesai. Kekompakan ini menjadi cerminan semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam menjalankan program organisasi.

Kegiatan bazar ini juga memberikan nilai tambah dalam hal penguatan jejaring antar pelaku UMKM. Melalui pertemuan dalam satu wadah bazar, para pelaku usaha dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, serta menjalin kerja sama di masa mendatang. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem UMKM yang saling mendukung dan berkembang secara bersama-sama.

Secara keseluruhan, kegiatan bazar yang diselenggarakan oleh DWP Dispora Tulungagung melalui Bidang Ekonomi pada hari Minggu, 1 Februari 2026, berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM maupun masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara organisasi perempuan dan pelaku usaha lokal mampu menciptakan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Melalui kegiatan ini, DWP Dispora Tulungagung berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan UMKM. Ke depan, kegiatan bazar serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dan lebih luas, dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM serta dukungan dari berbagai pihak terkait. Dengan demikian, peran DWP Dispora dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

18730-01-2026Pada hari ini tanggal 30 Januari 2026 Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kauman menghadiri Market Day yang bertempat di TPA-KB-TK AN-Nasr yang bertempat di Jl. Kelud Gg.2 No.6 Desa Sidorejo Kec. Kauman. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Kauman. Market day adalah kegiatan simulasi jual-beli di sekolah, di mana siswa bertindak sebagai wirausahawan kecil untuk menjual produk makanan, minuman, atau kerajinan tangan hasil karya sendiri kepada warga sekolah. Ini adalah metode pembelajaran kewirausahaan praktis untuk menanamkan jiwa bisnis, kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan berhitung sejak dini. Tujuan dan Manfaat Utama Market Day: Mengembangkan Jiwa Kewirausahaan, Mengenalkan konsep dasar ekonomi seperti modal, harga jual, dan keuntungan, Meningkatkan Kreativitas, Mendorong anak berinovasi dalam menciptakan produk dan menata stand jualan agar menarik pembeli, Membangun Soft Skills, Melatih kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi (promosi), kerja sama tim, dan tanggung jawab, Pengalaman Langsung: Memberikan pengalaman nyata dalam transaksi jual-beli dan interaksi sosial. Dalam kegiatan tersebut Produk yang dijual berupa makanan sehat, minuman segar, atau kerajinan tangan (seperti: donat mini, mochi, minuman kekinian, kriya), Strategi: Melibatkan perencanaan, riset pasar, promosi, dan pengelolaan keuangan. Kegiatan ini juga selaras dengan kurikulum pendidikan, seperti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang fokus pada kewirausahaan.
Program: Bazaar
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
18830-01-2026

DWP Kecamatan Boyolangu telah mengadakan kunjungan ke Toko PKK Kabupaten tulungagung.<

Bidang : Ekonomi.

Program : Kegiatan Usaha.

Jumat,30 Januari 2026.

Ruang pertemuan PKK Kab.TUlungagung.

Ibu ketua DWP Botolangu beserta 2 orang anggota DWP mengadakan kunjungan ke Toko PKK kabu.Tulungagung.Toko PKK merupakan wadah usaha yang dikelola POKJA II untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan menjual produk UMKM lokal,camilan,sayur,buah,hingga hasi Tokerajinan warga.Toko Pkk bertujuan memberdayakan ketrampian kader agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

Ibu Sii Munti,ah berharap dengan kunjungan ini bisa menjadi aspirasi untuk membuka kegiatan ini dikecamatan Boyolangu khususnya dan nantinya bisa juga dilaksanakan di desa-desa.Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mayarakat didesa lebih produktif dalam meningkat kan produk umkm,sehingga ekonomi didesa akan meningkat.

Program: Toko
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

18927-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Ekonomi
Program : Ekonomi Produktif – Seminar / Ceramah

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Selasa / 27 Januari 2026
3. Pukul : 08.30 - Selesai
4. Peserta : Seluruh Ketua DWP Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Ruang Rapat PKK Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Pertemuan Anggota GOW (Gerakan Organisasi Wanita) dan Sosialisasi Ekonomi Kewirausahaan

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) adalah wadah koordinasi dan konsolidasi berbagai organisasi wanita di tingkat daerah (kabupaten/kota) yang bertujuan menggalang persatuan, memberdayakan perempuan, kesetaraan gender, serta mendukung program pemerintah. Gerakan Organisasi Wanita berfokus pada kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi.

Tujuan dan Fokus Utama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) :
1. Pemberdayaan Perempuan: Meningkatkan potensi, keterampilan, dan kemandirian wanita, tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tetapi juga aktif di masyarakat.
2. Sinergi Organisasi: Menjadi wadah silaturahmi dan koordinasi berbagai organisasi wanita agar lebih berdaya guna.
3. Ketahanan Keluarga: Menginisiasi program yang meningkatkan kualitas keluarga dan kesehatan.
4. Mitra Pemerintah: Mendukung pembangunan daerah, termasuk penanggulangan kemiskinan dan isu sosial.

Contoh Kegiatan GOW:
• Pelatihan Keterampilan: Pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan ekonomi keluarga (contoh: merangkai bunga, menghias puding, kerajinan lokal).
• Pendidikan & Kesehatan: Penyuluhan, kegiatan sosial, dan kampanye kesehatan.
• Perayaan & Lomba: HUT GOW, Hari Ibu, senam kreasi, dan lomba kebaya nasional.

Pada pertemuan kali ini acara dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung Ny. Dra. Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu Wibowo. Ibu Ketua berpesan untuk selalu Meningkatkan partisipasi perempuan dalam segala aspek kehidupan dengan tidak meninggalkan tugas pokoknya sebagai Ibu bagi anak-anak dan istri bagi suaminya.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan isian materi dari IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) yang membawa tema Ekonomi Kewirausahaan : Perempuan Hebat, Ekonomi Kuat. Kewirausahaan perempuan meningkatkan kesejahteraan keluarga, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Memberdayakan perempuan melalui pelatihan manajemen dan akses permodalan adalah kunci untuk memperkuat ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai peran perempuan dalam ekonomi kewirausahaan:
• Kontributor Utama UMKM: Perempuan adalah penggerak utama sektor UMKM di Indonesia (lebih dari 64%), yang berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional.
• Peningkat Kesejahteraan Keluarga: Pendapatan dari usaha yang dijalankan perempuan sering kali digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan keluarga.
• Ketangguhan dalam Krisis: Perempuan dikenal tangguh dan mampu mengelola keuangan dengan bijak, menjadikannya penopang ekonomi keluarga dan lokal yang handal.
• Tantangan yang Dihadapi: Perempuan pengusaha sering menghadapi hambatan akses permodalan, keterbatasan jaringan profesional, stereotip gender, dan tanggung jawab ganda.
• Kebutuhan Pemberdayaan: Penting untuk memberikan pelatihan manajemen, literasi keuangan, dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan wirausaha perempuan agar lebih mandiri dan berdaya saing.
• Ide Usaha Populer: Perempuan banyak berwirausaha di bidang kuliner, fashion, kecantikan/skincare, kerajinan tangan, dan jasa kreatif.

Di akhir sosialisasi dapat disimpulkan dengan Mendukung kewirausahaan perempuan tidak hanya meningkatkan pendapatan perempuan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan, sehingga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.


Program: Seminar/Ceramah
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
19028-01-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto bersama Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan pelatihan membuat keripik singkong di Halaman Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung untuk mendukung Ekonomi Produktif. Bidang : Bidang Ekonomi Program Kerja : Ekonomi Produktif, Pelatihan/Khursus Keterangan Program : 1. Hari : Rabu 2. Tanggal : 28 Januari 2028 3. Pukul : 10.00 WIB sampai dengan selesai 4. Tempat : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung 5. Pakaian : Pakaian yang berlaku hari itu 6. Kegiatan : Pelatihan Membuat Keripik Singkong Pelaksana Kegiatan : 1. Ketua Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Tinik Fajar Widariyanto; 4. Wakil Ketua Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Dewi Brahmawanti, SP, MM; 5. Anggota Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Susunan Kegiatan : 1. Pembukaan; 2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan; 3. Pembacaan doa; 4. Sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulunggagung; 5. Kegiatan inti yaitu pelatihan mengolah singkong menjadi keripik renyah dan bernilai jual Oleh Narasumber; 6. Foto bersama dengan karya; 7. Penutup. Hari ini Rabu Tanggal 28 Januari 2026, Pukul 10.00 WIB di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto bersama Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung antara lain Ibu Enik, Ibu Marita, Ibu Bela, Ibu Yayuk, Ibu Siti, Ibu Isti, Ibu Ema, Ibu Santos, Ibu Zaenu, Ibu Putri, Ibu Utami, Ibu Evi, Ibu Indah, Ibu Meril melaksanakan kegiatan pelatihan membuat Keripik Singkong di Halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung yang mana Narasumber atau pelatih dari kegiatan ini adalah Ibu Marita Kukuh yang merupakan salah satu anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, yang mana beliu telah merintis usaha produksi keripik singkong selama 5 tahun berjalan dan pemasaran dari produksinya sudah ke luar kota. Pelatihan membuat keripik singkong adalah kegiatan edukasi dan pendampingan praktis yangb bertujuan memberdayakan masyarakat khususnya Ibu Rumah Tangga atau kelompok organisasi untuk mengolah singkong menjadi camilan renyah bernilai jual. Pada kesempatan kali ini ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulunggagung belajar atau berlatih dengan giat. Materi yang diajarkan pada pelatihan ini meliputi : 1. Pemilihan bahan; 2. Teknik mengiris tipis; 3. Pengolahan bumbu; 4. Penggorengan; 5. Pengemasan produk. Berikut adalah tutorial cara mengolah singkong menjadi keripik yang renyah dan gurih pada pelatihan ini : PERSIAPAN BAHAN : 1. Singkong segar 1 Kg pilih singkong yang baru dipanen agar mudah dikupas dan tidak keras; 2. Kapur Sirih 1 sendok makan dilarutkan dengan sedikit air untuk kerenyahan; 3. Bawang putih 3 sampai 5 siung dihaluskan; 4. Garam dan penyedap rasa secukupnya; 5. Air untuk meredam dan merebus; 6. Minyak goreng. LANGKAH LANGKAH PEMBUATAN : 1. Kupas Singkong, cuci bersih untuk mengkhilangkan getah, lalu iris tipis tipis menggunakan pisau atau mesin pasah khusus agar ketebalannya sama; 2. Cuci kembali irisan singkong hingga air cucian bening (getah hilang) untuk memastikan keripik tidak lengket dan renyah; 3. Rendam irisan singkongdalam campuran air, garam, bawang putih halus, dan air kapur sirih selama 45 menit hingga 1 jam; 4. Angkat singkong dari rendaman dan tiriskan sampai benar benar kering agar tidak meletup saat digoreng; 5. Panaskan minyak dalam jumlah banyak dengan api sedang. Masukkan irisan singkong satu per satu agar tidak menempel; 6. Goreng hingga singkong berwarna kuning kecoklatan dan berbunyi garing saat diaduk; 7. Angkat dan dan tiriskan keripik singkong. Setelah dingin, simpan dalam wadah. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ibu ibu sangat bergembira dan senang mendapatkan pelatihan membut keripik singkong ini. Setelah kegiatan pelatihan ibu ibu foto bersama dengan karya atau hasil dari ibu ibu berlatih membuat produk keripik singkong yang juga sudah dikemas dengan sangat cantik. Tujuan dan manfaat pelatihan membuat keripik singkong ini antara lain : 1. Meningkatkan nilai ekonomis : megolah singkong mentah menjadi produk olahan dengan harga jual lebih tinggi; 2. Pengembangan Ketrampilan dan Inovasi : meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam teknik pembuatan keripik yang renyah serta menciptakan inovasi varian rasa kekinian; 3. Pemberdayaan Ekonomi : mendorong terciptanya industri rumah tangga atau UMKM mandiri untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya Ibu Rumah Tangga dan pemuda; 4. Pemasaran dan Pengemasan : memberikan pendampingan dalam pengemasan yang menarik dan pemasaran; 5. Optimalisasi bahan baku lokal : memanfaatkan potensi panen singkong secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan. Ibu Tinik Fajar Widariyanto selaku Ketua Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung berharap dengan adanya pelatihan ini dapat bermanfaat bagi Ibu Ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung untuk menambah penghasilan Ibu Ibu Khususnya Ibu Rumah Tangga selain itu juga meningkatkan kepercayaan diri ibu ibu untuk berwirausaha dan berproduksi secara mandiri yang pada akhirnya meningkatkan posisi tawar perempuan dalam ekonomi keluarga.
Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan
19127-01-2026Satu bentuk dukungan Pemerinah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan usaha mikro dan koperasi adalah dengan memberikan hibah kepada koperasi wanita. Koperasi wanita adalah koperasi yang anggotanya dan pengurusnya adalah perempuan. Perempuan diharapkan berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan mengatasi masalah ekonomi dengan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pada hari selasa tanggal 27 Januari 2026 Ibu Ketua DWP Kecamatan Pagerwojo Ibu Nina Rohminingsih didampingi oleh Sekretaris dan Bendahara DWP menghadiri acara Rapat Anggota Tahunan Koperasi Wanita Sido Gede bertempat di Desa Penjor Kecamatan Pagerwojo, acara dimulai pada pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai. Koperasi Wanita (Kopwan) adalah jenis koperasi yang keanggotaan dan pengurusnya didominasi atau seluruhnya perempuan, bertujuan meningkatkan ekonomi keluarga, status sosial, dan kemandirian finansial anggotanya. Di Indonesia, kopwan sering kali menjadi program pemberdayaan pedesaan untuk akses modal usaha mikro (simpan pinjam) dan pengurangan ketergantungan pada rentenir. Berikut adalah poin-poin penting mengenai Koperasi Wanita: • Tujuan Utama: Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan mandiri, serta memberdayakan perempuan secara ekonomi. • Fokus Kegiatan: Umumnya berfokus pada kegiatan simpan pinjam (SPP) untuk usaha mikro dan kecil, serta penyediaan kebutuhan pokok bagi anggota. • Peran Pemerintah: Program ini didukung kuat pemerintah, terutama di Jawa Timur, sebagai strategi pemberdayaan ekonomi pedesaan. • Karakteristik: Manajemen dilakukan oleh perempuan untuk perempuan, yang mendorong partisipasi aktif dan penguatan sosial antaranggota. • Manfaat: Anggota mendapatkan kemudahan akses modal usaha, pelatihan manajemen, dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Koperasi memiliki 2 asas, yaitu: Asas Kekeluargaan dan Asas Gotong Royong. Asas kekeluargaan artinya, setiap anggota koperasi memiliki kesadaran untuk melakukan yang terbaik di setiap kegiatan koperasi, dan hal-hal yang dianggap berguna untuk semua anggota dalam koperasi tersebut. Koperasi didasarkan pada nilai-nilai swadaya, tanggung jawab diri, demokrasi, kesetaraan, keadilan, dan solidaritas . Sesuai tradisi para pendirinya, anggota koperasi meyakini nilai-nilai etika kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Koperasi berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Dengan memberdayakan masyarakat kecil, koperasi memperluas basis ekonomi nasional. Selain itu, koperasi juga membantu pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja terutama bagi para wanita. Keberadaan koperasi wanita di pedesaan adalah : a) mendorong kegiatan ekonomi di pedesaan, b) mendorong partisipasi pendidikan formal di kalangan keluarga berpenghasilan rendah, c) memperkuat modal sosial penduduk pedesaan. Semua ini dapat mendukung pencapaian perekonomian Masyarakat. Meskipun demikian, beberapa anggota masyarakat desa masih berhubungan dengan rentenir di desa tersebut. Oleh karena itu, koperasi desa perlu dukungan dan dikembangkan lebih lanjut dari segi kualitas dan kuantitas agar dapat tercapai secara lebih komprehensif. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar pengurus koperasi terus membangun kepercayaan terhadap anggotanya dalam mengelola koperasi agar dapat berjalan dengan lancar. Keberadaan koperasi dapat meningkatkan modal sosial di kalangan keluarga miskin perdesaan untuk meningkatkan kesejahteraan, pendidikan. dan mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan pedesaan. Visi dan misi koperasi wanita umumnya berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan, peningkatan kesejahteraan anggota, dan kemandirian finansial rumah tangga. Visi utamanya sering kali ingin menjadi lembaga terpercaya yang profesional, sementara misinya mencakup peningkatan kualitas SDM, pelayanan prima, serta penguatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Program: Kegiatan Perkoperasian
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pagerwojo
19217-01-2026Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung. DWP Satpol PP Dorong Produktivitas Anggota Melalui UMKM Kerupuk Rambak Lokal. Keterangan Program: 1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung. 2. Hari / Tanggal : Sabtu 17Januari 2026. 3. Pukul :09.00 – 10.10 WIB. 4. Lokasi : Kelurahan Sembung. 5. Acara : Kunjungan ke rumah produksi sekaligus toko UMKM Kerupuk Rambak Sembung. 6. Bidang : Ekonomi. 7. Detail acara : Tulungagung, 17Januari 2026 pukul 09.00wib - 10.10wib Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan kunjungan ke salah satu toko Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kerupuk rambak. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung yaitu Ibu Rahma Hartono, didampingi oleh Sekretaris DWP Satpol PP Ibu Wyda, pengurus DWP bidang Ekonomi yaitu ibu Audina, ibu Feni didampingi oleh karyawan Satpol PP yaitu Pak Yoga dan beberapa orang tamu dari kabupaten Nganjuk teman dari Bapak Kepala Satpol-PP. Bu Feni adalah karyawati sekaligus pengurus Dharma Wanita Persatuan Satpol PP bidang ekonomi yang mana juga anak dari pemilik toko UMKM, pemilik usaha kerupuk rambak yang bertempat di sentra produksi kerupuk rambak Kelurahan Sembung, Kabupaten Tulungagung. Toko sekaligus usaha produksi kerupuk rambak tersebut merupakan usaha turun temurun dari nenek Bu Feni, kemudian setelah neneknya meninggal dunia, usaha dan tokonya tersebut diteruskan oleh ibunya bu Feni mulai tahun 2009. Kerupuk rambak adalah salah satu produk unggulan lokal dari Kabupaten Tulungagung selain buah belimbing, kerajinan batu marmer, dan lain-lain. Proses produksi kerupuk rambak dilakukan secara tradisional dengan bahan baku berupa kulit sapi dan kulit kerbau. Untuk memenuhi kebutuhan produksi yang besar, bahan baku yang digunakan tidak hanya berasal dari Tulungagung, tetapi juga didatangkan dari Kademangan (Blitar), Surabaya, serta Sumbawa (NTT). Tahapan pengolahan dimulai dari pembersihan kulit, kemudian kulit dipotong dan direndam dalam kolam kapur selama kurang lebih satu minggu, pada saat proses ini kulit dibolak-balik secara berkala. Setelah itu, kulit ditiriskan, dibersihkan dari sisa kapur, direbus dalam kuali besar, dan dikerok kembali untuk memastikan tidak ada bulu yang tersisa. Kulit kemudian direbus ulang hingga setengah matang, ditiriskan, dan dipotong lebih kecil seukuran telapak tangan untuk dijemur. Setelah setengah kering, kulit dipotong kembali lebih kecil hingga benar-benar kering. Kerupuk rambak mentah atau yang biasanya disebut dengan “krecek rambak” kemudian dibumbui menggunakan resep khas keluarga dan dijemur lagi hingga kering. Selanjutnya, krecek rambak dimasukkan ke dalam mesin pengering bersama minyak dan dikeringkan selama satu hari satu malam. Setelah proses tersebut, krecek rambak disimpan di dalam tong penyimpanan selama minimal dua hari sebelum siap digoreng maupun dikemas. Produk yang dihasilkan berupa kerupuk rambak matang dan kerupuk rambak mentah. Harga kerupuk rambak kulit sapi berkisar 130.000 per kilogram, sedangkan kerupuk rambak kulit kerbau dijual dengan kisaran harga Rp 180.000 per kilogram. Dalam proses pengemasan melibatkan dua orang tenaga kerja. Biasanya produk di UMKM ini diambil oleh distributor kecil untuk dijual kembali atau reseller. Maksud dan tujuan dari kunjungan ibu Rahma Hartono selaku Ketua DWP ke toko UMKM Bu Feni antara lain adalah : 1. Bersilaturahmi dengan keluarga karyawati yang mana bu Feni juga sekaligus pengurus DWP bidang Ekonomi. 2. Memberikan dukungan dengan membeli krupuk rambak tersebut. 3. ikut serta memperkenalkan atau mempromosikan produk UMKM kerupuk rambak Bu Feni agar dapat dijadikan salah satu produk unggulan dalam kegiatan Bazar DWP Satpol PP. 4. Memberikan inspirasi kepada ibu-ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan agar lebih produktif dan kreatif dalam mengembangkan usaha mandiri yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi keluarga. 5. Memberikan peluang informasi lebih luas bahwa produk lokal kerupuk rambak kerbau atau sapi ini bisa menjadi oleh-oleh khas Kab Tulungagung apalagi saat ini menjelang bulan Ramadhan dan hari Raya idul Fitri seperti saat ini.
Program: Toko
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
19302-01-2026.

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengikuti kegiatan

Bidang : Ekonomi.

Prorgam : Ekonomi Produktif/Demo

Keterangan program : .

1. Hari : Jumat

2. Tanggal : 02 Januari 2025 : .

3. Pukul: 08.00 WIB s/d selesai :

4. Tempat : Pendopo Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung: .

5. Acara: Lomba memasak dengan Tema Isi Piringku

6. Detail Acara :

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Besuki mengadakan Kegiatan di bidang Ekonomi Program : Ekonomi Produktif/Demo. Acara ini dalam rangka memeriahkan Tahun Baru dan juga memperingati Hari Ibu Bulan Desember Kemarin. Lomba memasak ini diberi Tema Isi Piringku. Acara di selenggarakan oleh DWP Kecamatan Besuki, yang bertempat di Pendopo Kecamatam Besuki dan pesertanya dari 10 Desa di Kecamatan Besuki tambah 1 dari Kecamatan. Jadi semua peserta ada 11. Isi Piringku adalah panduan gizi seimbang dari Kemenkes yang membagi piring makan menjadi dua bagian utama: setengahnya untuk sayur dan buah beragam warna, dan setengahnya lagi untuk makanan pokok (karbohidrat) dan lauk pauk (protein), dengan porsi lebih banyak karbohidrat (2/3) dibanding protein (1/3), dilengkapi tambahan air putih, aktivitas fisik, serta mencuci tangan sebelum makan. .

Pembagian Isi Piringku: 

A.½ Piring: Sayur dan Buah
Sayuran: 2/3 dari ½ piring (misalnya bayam, wortel, buncis). Buah-buahan: 1/3 dari ½ piring (misalnya pisang, pepaya, jeruk).

B.½ Piring: Makanan Pokok dan Lauk Pauk
Makanan Pokok (Karbohidrat): 2/3 dari ½ piring (nasi, ubi, jagung, kentang, roti). Lauk Pauk (Protein): 1/3 dari ½ piring (ikan, ayam, telur, tempe, tahu)..

Pelengkap Gizi Seimbang: 

1. Air Putih: 8 gelas sehari.

2. Aktivitas Fisik: 30 menit setiap hari.

3. Cuci Tangan Pakai Sabun: Sebelum makan.

4. Batasi Gula, Garam, Lemak: Kurangi makanan manis, asin, dan berlemak..

POIN YANG DINILAI

a. Kerjasama tim.

b. Bahan masakan.

c. Cita rasa

d. Presentasi masakan.

e. Kebersihan..

Tim Juri dari :

1.Ahli Gizi dari Puskesmas Besuki

2.Ibu Ketua DWP Kecamatan Besuki

3.Ketua HIMPAUDI Kecamatan Besuki

4. Kepala Puskesmas Kecatan Besuki.
  

Tujuan dari lomba dengan Tema Isi Piringku: Menggantikan konsep "4 Sehat 5 Sempurna", Isi Piringku bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian secara seimbang agar tubuh tetap bugar, terhindar dari penyakit seperti obesitas dan stunting, serta meningkatkan imunitas Gerakan "Isi Piringku" bertujuan untuk mempromosikan pola makan gizi seimbang bagi masyarakat Indonesia sebagai panduan praktis sekali makan, menggantikan konsep 4 Sehat 5 Sempurna, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan makanan yang tepat dan seimbang demi kesehatan jangka panjang, mencegah penyakit, dan mewujudkan generasi sehat. Panduan ini menekankan porsi ideal: setengah piring berisi sayur dan buah, setengahnya lagi makanan pokok dan lauk pauk, serta ditambah air putih dan aktivitas fisik. 

Tujuan Utama Gerakan Isi Piringku:

a. Edukasi Gizi Seimbang: Mengedukasi masyarakat tentang jenis dan porsi makanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

b. Peningkatan Kesadaran Kesehatan: Meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan bergizi untuk mencegah penyakit seperti stunting dan obesitas.

c. Panduan Praktis: Memberikan panduan visual yang mudah dipahami dalam satu piring untuk makan sehari-hari.

d. Penyempurnaan Konsep Gizi: Menggantikan konsep lama "4 Sehat 5 Sempurna" dengan pedoman yang lebih relevan sesuai perkembangan ilmu gizi. .

Setelah melalui penilaian para juri, diambil pemenangnya :

1. Juara I Desa Tulungrejo

2.Juara II Desa Siyotobagus

3.Juara III desa Tanggulturus

Juara Harapan

1.Harapan I Desa Tanggulwelahan

2.Harapan II Kecamatan Besuki

Harapan III Desa Besole.

Acara berjalan dengan lancar dan sukses, mudah-mudahan Tahun Depan akan lebih baik dari sekarang. Dan menambah pengalaman bagi para Ibu-ibu di Kecamatan Besuki, pengalaman ini bisa disalurkan ke para Kader Balita di Desa Masing-masing.

Program: Demo
Pelaksana: SKPD Kecamatan Besuki

BIDANG : SOSIAL BUDAYA
19401-04-2026

Kegiatan Bantuan Sosial Dharma Wanita Persatuan BPS di Panti Tresna Werda Tulungagung

Keterangan program :
1. Dharma Wanita Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung
2. Hari : Rabu
3. Tanggal : 1 April 2026 4. Tempat : Panti Trisna Werda Tulungagung
5. Bantuan yang diserahkan :

6. Ibu-Ibu yang mengikuti kegiatan ada 4 Orang

Detail Kegiatan :
Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama serta komitmen dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat, Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melaksanakan kegiatan bantuan sosial yang penuh makna. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 1 April 2026, bertempat di Panti Tresna Werda Tulungagung, sebuah panti jompo yang berada di wilayah Kabupaten Tulungagung dan menjadi tempat tinggal bagi para lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.

Panti Tresna Werda Tulungagung merupakan salah satu lembaga sosial yang berperan penting dalam memberikan pelayanan dan perawatan bagi para lansia. Para penghuni panti berasal dari berbagai latar belakang kehidupan, sebagian besar di antaranya merupakan lansia yang tidak lagi memiliki keluarga yang dapat merawat mereka secara langsung. Di tempat inilah mereka menjalani hari tua dengan dukungan dari para pengelola panti yang senantiasa memberikan perhatian, perawatan, serta pendampingan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan bantuan sosial yang dilakukan oleh Dharma Wanita Persatuan BPS ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi para lansia tersebut. Sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan, para anggota Dharma Wanita telah mempersiapkan berbagai kebutuhan yang akan disalurkan kepada penghuni panti. Persiapan dilakukan dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, mulai dari pengumpulan bantuan hingga pengemasan barang agar dapat disalurkan dengan rapi dan tepat sasaran.

Pada hari pelaksanaan, para anggota Dharma Wanita Persatuan BPS berkumpul sejak pagi hari dengan penuh antusias. Rombongan kemudian berangkat menuju Panti Tresna Werda Tulungagung dengan membawa berbagai jenis bantuan yang telah disiapkan. Bantuan tersebut meliputi bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, serta makanan instan. Selain itu, disalurkan pula perlengkapan kebersihan, alat mandi, serta kebutuhan pribadi lainnya yang diharapkan dapat menunjang kenyamanan para lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan hangat oleh pengelola panti serta para penghuni. Suasana kekeluargaan langsung terasa sejak awal kedatangan. Senyum dan sapaan hangat dari para lansia menjadi penyambutan yang sangat menyentuh hati. Momen ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada interaksi sosial yang sarat makna.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan pengelola panti yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan BPS. Dalam sambutannya, pihak panti juga menyampaikan kondisi umum para penghuni serta berbagai kebutuhan yang masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi para lansia.

Selanjutnya, Ketua Dharma Wanita Persatuan BPS turut memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial organisasi yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, khususnya kepada para lansia yang membutuhkan perhatian lebih. Ia juga berharap bahwa kehadiran Dharma Wanita dapat memberikan kebahagiaan dan semangat bagi para penghuni panti.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pihak panti. Penyerahan ini menjadi simbol dari kepedulian dan kebersamaan antara Dharma Wanita Persatuan BPS dengan masyarakat, khususnya para lansia di Panti Tresna Werda Tulungagung. Meskipun bersifat simbolis, bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni panti. Tidak berhenti pada kegiatan formal, para anggota Dharma Wanita juga meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan para lansia. Mereka berbincang santai, mendengarkan cerita kehidupan, serta memberikan dukungan moral dan semangat. Interaksi ini menjadi bagian yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut, karena mampu menghadirkan kedekatan emosional antara kedua belah pihak.

Banyak di antara para lansia yang tampak bahagia dan terharu dengan kehadiran para tamu. Beberapa di antaranya bahkan dengan antusias menceritakan pengalaman hidup mereka, mulai dari masa muda hingga perjalanan hidup yang membawa mereka ke panti tersebut. Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya menghargai dan menghormati para orang tua sebagai sumber pengalaman dan kebijaksanaan. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kesehatan dan kesejahteraan para penghuni panti serta seluruh pihak yang terlibat. Suasana menjadi semakin khidmat dan penuh harapan ketika doa dipanjatkan dengan penuh keikhlasan. Tidak ketinggalan, hiburan sederhana turut dihadirkan untuk menambah keceriaan, seperti bernyanyi bersama yang diikuti oleh para lansia dan anggota Dharma Wanita.

Kehangatan yang tercipta dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar. Perhatian sederhana, waktu yang diluangkan, serta kepedulian yang tulus mampu memberikan dampak yang sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Pihak pengelola panti kembali menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, sehingga para penghuni panti dapat merasakan dukungan yang berkesinambungan dari berbagai pihak. Kegiatan bantuan sosial ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenang-kenangan. Momen ini menjadi simbol kebersamaan yang diharapkan dapat terus terjalin di masa depan.

Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan BPS telah menunjukkan bahwa peran organisasi tidak hanya terbatas pada kegiatan internal, tetapi juga mencakup kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan sosial seperti ini menjadi sarana penting dalam menumbuhkan rasa kepedulian, mempererat hubungan sosial, serta membangun solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, kegiatan bantuan sosial di Panti Tresna Werda Tulungagung ini tidak hanya memberikan manfaat secara materiil, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, kehangatan, dan harapan bagi para lansia. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama, sehingga tercipta masyarakat yang lebih harmonis dan penuh empati.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Badan Pusat Statistik
19501-04-2026KEGIATAN IMUNISASI CAMPAK TAMBAHAN DESA RINGINPITU, KECAMATAN KEDUNGWARU Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat serta sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa, Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan Imunisasi Campak Tambahan yang diselenggarakan di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam menekan angka penyebaran penyakit campak yang masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan anak di Indonesia. Imunisasi campak tambahan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap virus campak yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, diare berat, hingga gangguan pada sistem saraf. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ini menjadi prioritas bersama yang melibatkan berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah, organisasi masyarakat, maupun tenaga kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan Bapak Camat Kedungwaru yang turut hadir secara langsung sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat. Kehadiran beliau memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung tercapainya masyarakat yang sehat dan sejahtera. Selain itu, Ibu Ketua Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru juga hadir dan berperan aktif dalam mendampingi jalannya kegiatan serta memberikan arahan dan motivasi kepada masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki anak balita. Pelaksanaan imunisasi campak tambahan ini dipusatkan di tujuh posyandu yang tersebar di wilayah Desa Ringinpitu. Ketujuh posyandu tersebut merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang selama ini telah menjadi ujung tombak dalam memberikan layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak. Dengan memanfaatkan jaringan posyandu yang telah ada, pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih efektif, efisien, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata. Sebelum pelaksanaan kegiatan, telah dilakukan berbagai persiapan yang matang oleh panitia dan pihak terkait. Kader posyandu melakukan pendataan sasaran imunisasi secara menyeluruh, sehingga setiap anak yang berhak mendapatkan imunisasi dapat terdata dengan baik. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui berbagai media, baik secara langsung maupun melalui perangkat desa, guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini. Pada hari pelaksanaan, kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan suasana yang tertib dan penuh antusiasme dari masyarakat. Para ibu membawa anak-anak mereka ke posyandu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Petugas kesehatan dari puskesmas setempat bersama kader posyandu bekerja sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Proses pelayanan dimulai dari pendaftaran, pemeriksaan kondisi kesehatan anak, hingga pemberian imunisasi campak tambahan. Dalam sambutannya, Bapak Camat Kedungwaru menyampaikan bahwa imunisasi merupakan salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit menular. Beliau juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu. Selain itu, beliau memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini, terutama kepada para kader posyandu yang telah bekerja tanpa lelah dalam melayani masyarakat. Sementara itu, Ibu Ketua Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru dalam arahannya menyampaikan pentingnya kesadaran ibu-ibu dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu dalam mengikuti program imunisasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Menurut beliau, kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pelaksanaan imunisasi di tujuh posyandu berjalan dengan lancar dan tertib. Setiap posyandu telah memiliki sistem pelayanan yang terorganisir dengan baik, sehingga tidak terjadi penumpukan peserta. Para kader posyandu dengan sigap membantu mengatur alur pelayanan, memberikan informasi kepada masyarakat, serta memastikan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi kepada para ibu mengenai pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian imunisasi semata, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan anak. Edukasi yang diberikan meliputi pentingnya imunisasi lanjutan, pemberian gizi seimbang, serta pencegahan penyakit menular melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak hanya sadar akan pentingnya imunisasi, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat Desa Ringinpitu dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah kehadiran anak-anak yang cukup signifikan di masing-masing posyandu. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif kader posyandu yang secara konsisten melakukan pendekatan kepada masyarakat serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi. Selain itu, dukungan dari pemerintah desa dan kecamatan juga menjadi faktor pendukung utama dalam kesuksesan kegiatan ini. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan. Setiap prosedur dilakukan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan oleh tenaga kesehatan. Kebersihan lingkungan posyandu juga dijaga dengan baik, sehingga menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa kegiatan dapat berjalan dengan optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan lainnya. Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru sebagai organisasi yang memiliki peran strategis dalam pemberdayaan perempuan menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga sebagai penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Peran aktif ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Secara keseluruhan, kegiatan imunisasi campak tambahan di Desa Ringinpitu berjalan dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan cakupan imunisasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam melaksanakan program serupa. Ke depan, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan tenaga kesehatan perlu terus ditingkatkan agar setiap program dapat berjalan secara optimal. Selain itu, peran serta masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka kejadian penyakit campak dapat ditekan secara signifikan, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. Generasi yang sehat merupakan aset berharga bagi bangsa, sehingga upaya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat harus terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Sebagai penutup, kegiatan imunisasi campak tambahan di Desa Ringinpitu ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja sama yang baik, perencanaan yang matang, serta komitmen yang kuat dari seluruh pihak, program kesehatan masyarakat dapat dilaksanakan dengan sukses. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat serta menjadi langkah awal dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi pelaksanaan kegiatan e-reporting Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru. Besar harapan kami agar kegiatan ini dapat memberikan inspirasi serta menjadi acuan dalam pelaksanaan program-program kesehatan lainnya di masa yang akan datang.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
19631-03-2026Forum Sinergi Perempuan Se-Bakorwil I Madiun 2026 Selasa, 31 Maret 2026,Kegiatan ini berkolaborasi dengan (Pemerintah Daerah,TP PKK, DWP,GOW, dan Perwosi).Hari tersebut menjadi hari yang istimewa bagi pergerakan perempuan di wilayah Jawa Timur bagian barat. Bertempat di kemegahan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung sukses menjadi tuan rumah bagi gelaran Forum Sinergi Perempuan Se-Bakorwil I Madiun. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kekuatan kolaborasi, kreativitas, dan pelestarian budaya yang digerakkan oleh tangan-tangan perempuan hebat. Suasana pendopo yang sarat akan nilai sejarah nampak semakin hidup dengan kehadiran para delegasi dari berbagai kota dan kabupaten di wilayah kerja Bakorwil I Madiun. Forum ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi serta menyamakan visi dalam pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif hingga penguatan karakter keluarga. Pesona Fashion Show Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Salah satu sorotan utama yang berhasil mencuri perhatian seluruh tamu undangan adalah partisipasi aktif dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Tidak hanya hadir sebagai peserta, perwakilan Dharma Wanita Persatuan Disbudpar Tulungagung turut memeriahkan suasana dengan menampilkan peragaan busana atau fashion show yang memukau. Panggung utama yang berada di tengah pendopo seketika berubah menjadi catwalk yang megah. Dengan penuh percaya diri, para peserta melangkah anggun mengenakan busana yang dirancang khusus untuk menonjolkan kekayaan lokal. Busana yang ditampilkan merupakan perpaduan harmonis batik khas Tulungagung dengan sentuhan desain modern yang elegan. Penggunaan aksesoris yang mendetail serta riasan wajah yang natural namun tegas semakin memperkuat karakter perempuan Tulungagung yang mandiri, cerdas, namun tetap memegang teguh akar budaya. Tepuk tangan riuh menggema saat para peraga busana melakukan pose penutup, menunjukkan bahwa seni berpakaian adalah bahasa diplomasi budaya yang sangat efektif. Bagi Dharma Wanita Persatuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, keikutsertaan dalam fashion show ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap promosi wisata dan ekonomi kreatif daerah. Melalui pakaian yang mereka kenakan, mereka secara tidak langsung mempromosikan produk UMKM pengrajin batik dan desainer lokal kepada para tamu dari luar daerah. Kegiatan ini membuktikan bahwa ketika perempuan bersinergi dan berkolaborasi, mereka tidak hanya mampu menciptakan keindahan lewat seni dan fashion, tetapi juga mampu membangun pondasi sosial yang kuat untuk masa depan yang lebih cerah. Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso hari itu telah menjadi saksi bisu bahwa semangat Kartini masa kini terus berkobar dalam balutan kain tradisi dan visi kemajuan.
Program: Kegiatan Seni Budaya / Nilai Budaya
Pelaksana: SKPD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
19707-03-20261. Pendahuluan Bulan suci Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Campurdarat dr. Karneni menyelenggarakan kegiatan berbagi menu berbuka puasa (takjil) kepada masyarakat yang sedang berada di lingkungan rumah sakit. 2. Pelaksanaan Kegiatan • Nama Kegiatan: Berbagi Menu Berbuka Puasa untuk Penunggu Pasien. • Waktu Pelaksanaan: Sabtu, 7 Maret 2026. • Lokasi: Area Rawat Inap dan Selasar Tunggu RSUD Campurdarat dr. Karneni. • Sasaran: Seluruh keluarga penunggu pasien yang sedang menjalani perawatan. • Sumber Dana: Donasi sukarela dari ibu-ibu anggota DWP RSUD Campurdarat dr. Karneni. 3. Deskripsi Kegiatan Kegiatan dimulai pada sore hari menjelang waktu berbuka. Para anggota DWP membagikan paket menu berbuka yang telah disiapkan secara higienis. Antusiasme dan senyum syukur dari para penunggu pasien menyelimuti suasana sore itu, memberikan kehangatan di tengah perjuangan mereka menemani anggota keluarga yang sedang sakit. Tujuan, Manfaat, dan Hikmah Kegiatan A. Tujuan Kegiatan • Meringankan Beban Sesama: Membantu para penunggu pasien agar lebih mudah mendapatkan hidangan berbuka tanpa harus meninggalkan pasien atau mencari keluar area rumah sakit. • Mempererat Solidaritas: Memperkuat rasa kekeluargaan antar anggota DWP melalui kerja sama dalam penggalangan dana dan distribusi. B. Manfaat Kegiatan • Bagi Penunggu Pasien: Memberikan kenyamanan psikologis dan fisik berupa sajian nutrisi untuk membatalkan puasa di waktu yang tepat. • Bagi Rumah Sakit: Menciptakan citra positif bahwa RSUD Campurdarat dr. Karneni tidak hanya fokus pada pelayanan medis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. C. Hikmah Ramadan Melalui kegiatan ini, terpancar hikmah bahwa "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah." Di bulan yang penuh berkah ini, setiap butir nasi dan seteguk air yang diberikan menjadi ladang pahala yang berlipat ganda. Kegiatan ini mengajarkan kita tentang kerendahan hati dan kesadaran bahwa kebahagiaan sejati terletak pada seberapa banyak kita bisa memberi manfaat bagi orang lain, terutama bagi mereka yang sedang diuji dengan sakitnya orang tercinta. 4. Penutup Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan membawa keberkahan bagi keluarga besar RSUD Campurdarat dr. Karneni. Harapannya, semangat berbagi ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja, namun terus tumbuh dalam keseharian kita.
Program: Dana Sosial
Pelaksana: SKPD RSUD Campurdarat
19831-03-2026Bu Wati dan bu Mindarti selaku Perwakilan Dharma Wanita Persatuan RSUD Campurdarat dr Karneni pada Hari Jumat tanggal 31 Maret 2026 mengikuti kegiatan rutin Cafe Sampah di RSUD Campurdarat. Acara dimulai pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Acara ini diikuti oleh anggota DWP secara bergantian. Ibu Wati menyerahkan 5 kantong kresek besar berisi botol plastik bekas seberat 3 kilogram dan 1 kantung besar kerdus seberat 12 kilogram. Botol-botol plastik ini didapat dari sisa penggunaan pegawai di rumah sakit maupun sisa penggunaan rumah tangga. Cafe sampah atau Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat Pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis. Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi Barang Ekonomi. Saat ini sampah tidak hanya cukup dibuang pada tempatnya, namun juga perlu diolah menjadi sesuatu yang mempunyai manfaat dan nilai guna. Salah satu cara kreatif untuk mengolah sampah adalah dengan bank sampah yang menggunakan paradigma mencegah timbulnya sampah (reduce), menggunakan ulang sampah (reuse), serta mendaur ulang sampah (recycle) (Sriwijayanti, Hasanah, Munawarah, Ridho, & Sejatu, 2022). Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering rumah tangga, seperti plastik, kertas, kaleng, dan lain-lain yang menerapkan sistem konversi dari sampah menjadi uang, untuk meningkatkan partisipasi warga dalam memilah serta mendaur ulang sampah (Marwati, Savitri Noor, Laksmitawati, Nurhidayati, & Noor, 2022). Bank sampah memberikan dampak yang baik bagi masyrakat serta menghindari masyarakat dari paparan bakteri dan penyakit yang di akibatkan oleh tumpukan sampah yang tidak dapat dikelola secara baik dan benar. Keberadaan bank sampah secara perlahan dapat mengubah stigma masyarakat agar memaknai sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai yang dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai sekaligus mengurangi jumlah sampah nasional. Pentingnya peran program bank sampah, sehingga dalam pengelolaannya memerlukan perhatian serta kontribusi dari seluruh pihak agar tetap mampu menjaga kelestarian lingkungan (Hasbiah, Yustiani, & Permatasari, 2021; Muhtadi, 2017). Program bank sampah tentunya akan membawa dampak terhadap keberlanjutan pembangunan nasional. Kegiatan Bank Sampah ini sudah rutin dilaksanakan selama bertahun-tahun sebagai wujud kepedulian Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Tulungagung pada umumnya, dan RSUD Campurdarat dr Karneni pada khususnya terhadap lingkungan sekitar.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD RSUD Campurdarat
19913-03-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung Menghadiri Kegiatan Safari Ramadhan tgl 13 Maret 2026 di masjid besar Baitul khoir kec. Bandung
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
20010-03-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung Menghadiri Kegiatan Safari ramadhan di kec ngantru bertempat di pondok albadru alaina di ds.ngantru kec.ngantru pada tanggal 10 maret 2026
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
20111-03-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung Menghadiri Giat santunan anak yatim oleh K3S bekerjasama dengan Baznas tulungagung. Tanggal 11 maret 2026 bertempat di pendopo. Diikuti oleh kurang lebih 1021 anak yatim dan piatu di 19 kecamatan di tulungagung
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
20204-03-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung mengikuti Kegiatan Safari Ramadhan pada hari Rabu tanggal 04 Maret 2026 bertempat di Kecamatan Karangrejo
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
20331-03-2026Ibu Ketua DWP Kecamatan Campurdarat mengikuti Kegiatan membatik yang diikuti oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Campurdarat merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya sekaligus upaya pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan berbasis kearifan lokal. Membatik sebagai warisan budaya bangsa memiliki nilai seni, filosofi, dan ekonomi yang tinggi, sehingga kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga produktif dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota DWP serta masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam teknik membatik yang baik dan benar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal serta mendorong pemanfaatan potensi daerah sebagai sumber ekonomi kreatif. Kecamatan Campurdarat yang memiliki potensi seni dan kerajinan menjadi lokasi yang tepat untuk pengembangan kegiatan semacam ini. Dalam pelaksanaannya, kegiatan membatik diawali dengan pemberian materi oleh instruktur atau pengrajin batik yang berpengalaman. Peserta diberikan pemahaman mengenai sejarah dan filosofi batik, jenis-jenis batik, serta teknik dasar membatik, mulai dari pembuatan pola, penggunaan canting, hingga proses pewarnaan dan pelorodan. Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung, di mana para peserta, termasuk Ibu Ketua DWP Kecamatan Campurdarat, terlibat secara aktif dalam setiap tahapan proses membatik. Keikutsertaan Ibu Ketua DWP dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen dan keteladanan dalam mendukung pelestarian budaya serta pemberdayaan perempuan. Beliau tidak hanya hadir sebagai simbol organisasi, tetapi juga turut berpartisipasi secara langsung dalam praktik membatik, berinteraksi dengan peserta, serta memberikan semangat dan motivasi agar kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan dan antusiasme peserta sangat terasa. Para peserta saling berbagi pengalaman, berdiskusi, serta menunjukkan hasil karya masing-masing. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus mempererat hubungan antar anggota DWP dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha berbasis kerajinan batik, baik secara individu maupun kelompok. Lebih lanjut, kegiatan membatik ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di wilayah Kecamatan Campurdarat. Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu menghasilkan produk batik yang memiliki nilai jual, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. DWP sebagai organisasi perempuan diharapkan dapat berperan aktif dalam memfasilitasi pelatihan lanjutan, pemasaran produk, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Secara keseluruhan, kegiatan membatik yang diikuti oleh Ibu Ketua DWP Kecamatan Campurdarat tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam melestarikan budaya, memperkuat peran perempuan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh peserta dan masyarakat luas.
Program: Kegiatan Seni Budaya / Nilai Budaya
Pelaksana: SKPD Kecamatan Campurdrat
20431-03-2026Ibu Ketua DWP Kecamatan Campurdarat mengikuti kegiatan Forum Sinergi Perempuan se Bakorwil Madiun bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso Kabupaten Tulungagung. Kegiatan Forum Sinergitas Perempuan se-Bakorwil Madiun Tahun 2026 merupakan sebuah wadah strategis yang mempertemukan berbagai elemen perempuan dari wilayah koordinasi Bakorwil Madiun, yang meliputi unsur pemerintah daerah, organisasi perempuan, akademisi, pelaku usaha, serta komunitas masyarakat sipil. Forum ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan gender. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan, serta penguatan ekonomi keluarga. Dalam konteks tersebut, perempuan tidak hanya dipandang sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan daerah. Forum Sinergitas Perempuan ini mengusung tema yang relevan dengan isu-isu aktual, seperti penguatan kapasitas perempuan dalam menghadapi transformasi digital, peningkatan peran perempuan dalam ekonomi kreatif dan UMKM, serta perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi. Melalui tema ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan inovatif dan solutif yang dapat diimplementasikan secara nyata di masing-masing daerah. Rangkaian kegiatan forum meliputi sesi pembukaan, pemaparan materi oleh narasumber yang kompeten, diskusi panel, serta sesi kelompok kerja (focus group discussion) yang membahas isu-isu strategis secara lebih mendalam. Para peserta diberikan ruang untuk berbagi pengalaman, praktik baik (best practices), serta tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing. Interaksi yang terbangun dalam forum ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan. Selain itu, forum ini juga menjadi momentum untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program dan kegiatan yang responsif gender. Rekomendasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga perlindungan sosial bagi perempuan. Dengan demikian, hasil dari forum ini tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, tetapi juga berlanjut pada implementasi kebijakan yang nyata. Kegiatan ini juga memperkuat jejaring antar organisasi perempuan di wilayah Bakorwil Madiun, sehingga tercipta komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan. Jejaring ini menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan di masa mendatang. Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan setiap pihak dapat saling mendukung dan melengkapi dalam mencapai tujuan bersama. Secara keseluruhan, Forum Sinergitas Perempuan se-Bakorwil Madiun Tahun 2026 merupakan langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan yang berperspektif gender dan inklusif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga sebagai sarana konsolidasi kekuatan perempuan dalam berkontribusi aktif bagi kemajuan daerah. Dengan semangat kolaborasi dan sinergitas, perempuan di wilayah Bakorwil Madiun diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berdaya, mandiri, dan berpengaruh dalam pembangunan.
Program: Kegiatan Seni Budaya / Nilai Budaya
Pelaksana: SKPD Kecamatan Campurdrat
20513-03-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas KBPPPA Kab. Tulungagung I. Kegiatan : Santapan Rohani Ramadhan II. Waktu : Jumat, 13 Maret 2026 pukul 09.00 WIB III. Tempat : Pendopo Kab. Tulungagung IV. Dihadiri oleh : Ibu Dewi, Ibu Meva, Ibu Eni, Ibu Rani dan Ibu Vita selaku Anggota DWP Dinas KBPPPA Materi Santapan Rohani Ramadhan dengan Tema: “Meningkatkan Keimanan dan Kepedulian di Bulan Suci” 1. Keutamaan Bulan Ramadhan Ramadhan adalah bulan yang istimewa, di mana: • Pahala dilipatgandakan • Pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup • Diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup Momentum ini hendaknya kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, seperti puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Keutamaan Bulan Ramadhan 1. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Ini menjadikan Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia sehingga ini menjadikan Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an. 2. Pahala Dilipatgandakan Setiap amal kebaikan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Bahkan amalan sunnah bisa bernilai seperti amalan wajib, dan amalan wajib dilipatgandakan berkali-kali lipat. 3. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”hal I=ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah , memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. 4. Terdapat Malam Lailatul Qadar, Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan sehingga Ibadah pada malam ini memiliki nilai pahala yang sangat besar. 5. Bulan Pengampunan Dosa, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk bertaubat. Orang yang berpuasa dengan iman dan penuh keikhlasan akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. 6. Meningkatkan Kepedulian Sosial, sehingga Ramadhan mengajarkan untuk: Bersedekah , Berbagi makanan (takjil) , serta Membantu sesama. Hal ini mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa empati. Hikmah Ramadhan sebagai mana yang banyak disampaikan yaitu Melatih kesabaran dan keikhlasan, Mengendalikan hawa nafsu, Meningkatkan disiplin dan kejujuran, Membentuk pribadi yang bertakwa. Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas yang datang hanya sekali dalam setahun. Oleh karena itu, mari kita isi dengan ibadah, kebaikan, dan peningkatan diri agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
20631-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung mengikuti acara pelepasan purna tugas Bapak Hadi Suwigyo saah satu staf bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan bersama seluruh karyawan dan karyawati Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung.
Bidang: Sosial Budaya
Program kerja : Kepedulian & kesetiakawanan, budaya cinta lingkungan

Keterangan program :
1. Hari : Selasa :
2. Tanggal : 31 Maret 2026 :
3. Pukul: 09.30 WIB :
4. Peserta: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan seluruh jajaran pengurus serta dihadiri oleh anggota yang terdiri dari istri karyawan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung serta seluruh pejabat dan karyawan Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Tulungagung. :
5. Tempat: Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung:

6. Pembahasan/Detail Kegiatan ::
Purna tugas berarti bahwa seorang pegawai negeri sipil telah menyelesaikan tugas dan pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil dan tidak lagi aktif bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Purna tugas adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan status seorang pegawai negeri sipil yang telah mencapai batas usia pensiun. Adapun syarat-syarat pegawai negeri sipil memasuki purna tgas adalah sebagi berikut usia pegawai negeri sipil harus tealh mencapai usia pensiun yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan, pegawai negeri sipil harus telah memiliki masa kerja minimal 20 tahun sebagai pegawai negeri sipil, pegawai negeri sipil harus tidak memiliki kondisi kesehatan yang memungkinkan untuk melanjutkan bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Hak dan kewajiban purna tugas yaitu pegawai negeri sipil yang telah purna tugas berhak menerima pensiun sebagai penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka, berhak menerima tunjangan lainnya seperti tunjangan kesehatan dan tunjangan pendidikan, dapat menerima penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka, pegawai negeri sipil yang telah purna tugas tidak lagi memiliki kewajiban untuk mematuhi peraturan perundang-undangan dan tidak melakukan tindakan yang dapa merugikan Negara.

Rangkaian acara dalam pelepasan purna tugas Bapak Hadi Suwigyo adalah sebagai berikut, acara dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan pembawa acara Ibu Nona Dinar, Penyampaian Kesan dan Pesan dari Bapak Hadi Suwigyo dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Kelapa Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Tulungagung. Sambutan singkat dari Bapak Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung berisi tentang ucapan terima kasih atas dedikasi Bapak Hadi Suwigyo selama pengabdian beliau di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2009 sampai dengan masa pensiunnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan tali asih Kenang-kenangan sebagai ucapan terima kasih atas pengabdian Bapak Hadi Suwigyo yang diserahkan oleh Bapak Kepala Dinas Ketahanan Pangan beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Ibu Dhina Feriwiasa Sony Welli Ahmadi. Foto bersama dengan seluruh jajaran eselon III, para analis, staf dan P3K paruh. Acara pelepasan purna tugas diakhiri dengan ramah tamah dan bernyanyi bersama.

7. Penutup : Acara pelepasan purna tugas selalu diagedakan oleh Tim panitia Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung agar pengabdian selama bertugas di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung dapat menjadi kenangan yang tidak terlupakan, selain itu tetap bisa menyambung tali silaturahmi antara para pensiunan dan lembaga atau organisasi perangkat daerah yang menjadi tempat semasa menunaikan tugasnya.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
20706-03-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas KBPPPA Kab. Tulungagung I. Kegiatan : Menjenguk Anggota DWP yang Baru Melahirkan II. Waktu : Jumat, 6 Maret 2026 pukul 09.00 WIB III. Tempat : Desa Kalidawir, Kecamatan Kalidawir IV. Dihadiri oleh : Ibu Wakil Ketua dan Ibu Anggota DWP Dinas KBPPPA Ibu Agnia aelaku anggota dharma wanita persatuan Dinas KBPPPA melahirkan anak ke duanya yang berjenis kelamin perempuan, dengan berat 2,8 kg secara caesar bertempat di Rumah Sakit Satiti Kec. Ngunut, Kab. Tulungagung. Kehadiran bayi baru lahir merupakan kebahagiaan besar bagi setiap keluarga. Banyak kerabat dan teman ingin turut berbagi kebahagiaan dengan cara menjenguk. Namun, menjenguk bayi baru lahir tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada etika dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan demi kesehatan bayi dan kenyamanan orang tua. Pentingnya Menjaga Kesehatan Bayi Bayi yang baru lahir memiliki sistem imun yang masih lemah, sehingga sangat rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu, setiap tamu yang datang harus benar-benar memperhatikan kebersihan dan kondisi kesehatan dirinya. Sebelum menyentuh bayi, sebaiknya: • Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer • Menghindari kontak langsung jika sedang flu, batuk, atau kurang sehat • Tidak mencium bayi, terutama di area wajah dan tangan Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi bayi dari kuman. Saat menjenguk: • Hindari berbicara terlalu keras • Jangan membuat suasana ramai • Hormati waktu istirahat bayi dan ibu Kenyamanan menjadi faktor penting bagi proses pemulihan
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
20813-03-2026Sinergi Dharma Wanita Persatuan Disbudpar Kabupaten Tulungagung dan Paguyuban Kakang Mbakyu Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum yang paling dinantikan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperbanyak amal kebajikan melalui aksi nyata. Semangat inilah yang diusung oleh segenap pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung dalam mengawali pertengahan Maret tahun ini. Tepat pada tanggal 13 Maret 2026, Dharma Wanita Persatuan ini menggelar aksi sosial bertajuk “Share in Ramadhan”. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini tidak dilakukan sendirian. Dharma Wanita Persatuan Disbudpar Tulungagung secara khusus menggandeng Paguyuban Kakang Mbakyu Tulungagung, para duta wisata yang menjadi representasi pemuda kreatif, berkarakter, dan berbudaya di wilayah tersebut. Kolaborasi antara ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan yang penuh kasih sayang dan para pemuda paguyuban yang enerjik menciptakan sebuah harmoni yang indah dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah bulan yang penuh ampunan. Berbagi Kebahagiaan Bersama Adik-Adik Panti Fokus utama dari kegiatan Share in Ramadhan kali ini adalah berbagi keceriaan dengan adik-adik di panti asuhan. Acara diawali dengan prosesi penyerahan santunan serta bantuan logistik secara simbolis yang diserahkan langsung oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuuan Disbudpar Tulungagung. Raut wajah bahagia yang tulus terpancar dari wajah anak-anak panti saat menyambut kedatangan rombongan. Bagi keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Disbudpar, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bentuk nyata dari kepedulian sosial dan tanggung jawab moral terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan pendampingan serta perhatian lebih. Keterlibatan Kakang Mbakyu dalam acara ini memberikan warna tersendiri bagi suasana di lokasi. Sebagai figur publik muda yang mengemban tugas mempromosikan pariwisata daerah, kehadiran mereka memberikan motivasi dan inspirasi bagi adik-adik panti agar tetap bersemangat dalam mengejar cita-cita meski berada dalam keterbatasan. Interaksi hangat pun terjalin melalui obrolan ringan, sesi bercerita, hingga permainan edukatif singkat yang berhasil mencairkan suasana menjadi penuh tawa dan keakraban. Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah momen buka puasa bersama. Di bawah naungan semangat kekeluargaan yang kental, perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan, pengurus Paguyuban Kakang Mbakyu, dan seluruh adik-adik panti duduk melingkar dengan penuh kerendahan hati menantikan kumandang azan Magrib. Hidangan takjil dan menu buka puasa yang disajikan menjadi simbol rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan. Momen ini sekaligus menjadi bukti bahwa tidak ada sekat pemisah; semuanya bersatu dalam doa dan rasa syukur yang sama. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Disbudpar Tulungagung ingin menekankan bahwa sektor pariwisata dan kebudayaan tidak hanya soal promosi destinasi atau pelestarian adat istiadat saja, tetapi juga tentang membangun peradaban manusia yang memiliki empati tinggi. Budaya berbagi adalah akar dari identitas masyarakat Tulungagung yang selama ini dikenal sangat guyub rukun. Sinergi antara generasi senior dari Dharma Wanita Persatuan dan generasi milenial serta Gen Z dari Kakang Mbakyu membuktikan bahwa perbedaan usia bukanlah penghalang untuk berkolaborasi dalam kebaikan. Semoga semangat berbagi ini terus menyala dan membawa keberkahan bagi kemajuan pariwisata serta keluhuran budaya di Kabupaten Tulungagung.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
20931-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KEGIATAN SILATURAHMI IDULFITRI DHARMA WANITA PERSATUAN KEPADA ANGGOTA PURNA TUGAS SEBAGAI WUJUD KEBERSAMAAN DAN KEPEDULIAN

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Selasa/ 31 Maret 2026.

3. Pukul : 13.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Kediaman Bapak Nurkodik dan Ibu Sri Utami.

5. Acara : Kegiatan Silaturahmi Idulfitri Dharma Wanita Persatuan kepada Anggota Purna Tugas sebagai wujud Kebersamaan dan Kepedulian.

7. Detail acara : .

Pada hari Selasa, 31 Maret 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan kegiatan silaturahmi dalam rangka memperingati Hari Raya Idulfitri 1447 H dengan mengunjungi kediaman pensiunan, yaitu Bapak Nurkodik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja DWP sebagai wujud nyata dalam mempererat tali silaturahmi serta menjaga hubungan kekeluargaan antara anggota aktif dan purna tugas.

Kegiatan silaturahmi tersebut diikuti oleh anggota DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, yaitu Ny. Niken, Ny. Yuyun, Ny. Agnes, Ny. Novi, dan Ny. Erik. Dalam kunjungan tersebut, rombongan DWP menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H serta permohonan maaf lahir dan batin kepada Bapak Nurkodik dan Ibu Sri Utami beserta keluarga.

Suasana kunjungan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Kegiatan diisi dengan ramah tamah serta berbagi cerita sebagai bentuk perhatian dan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan selama bertugas. Selain itu, juga dilakukan penyerahan bingkisan sebagai wujud kepedulian Dharma Wanita Persatuan kepada anggota purna tugas.

Manfaat dan Hasil Kegiatan:

Kegiatan silaturahmi ini memberikan manfaat yang positif, antara lain terjalinnya hubungan yang lebih erat antara anggota aktif dan pensiunan, meningkatnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial, serta terpeliharanya komunikasi yang harmonis di lingkungan Dharma Wanita Persatuan. Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah terciptanya suasana kekeluargaan yang semakin kuat, tersampaikannya perhatian dan apresiasi kepada pensiunan, serta meningkatnya semangat kebersamaan dalam mendukung kegiatan organisasi ke depan.

Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan silaturahmi antara anggota aktif dan pensiunan dapat terus terjalin dengan baik, serta semakin memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Demikian laporan kegiatan ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan dokumentasi Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
21030-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program/Kegiatan : Ketahanan Keluarga/Iman dan Takwa
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah seluruh pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Senin, 30 Maret 2026
3. Pukul : 10.00 s/d 12.00 WIB
4. Peserta : 116 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Halal bi Halal

Pembahasan
Halal bi halal tidak dapat diartikan secara harfiah dan satu persatu antara halal, bi, dan halal. Karena tidak akan menemukan arti yang semestinya. Secara istilah kata halal berasal dari bahasa Arab yaitu halla, yang memiliki tiga makna yakni halal al-habi (benang kusut terurai kembali), halla al-maa (air keruh diendapkan), dan halla as-syai (halal sesuatu). Dari ketiga makna tersebut dapat ditarik kesimpulan makna halal bi halal adalah kekusutan, kekeruhan atau kesalahan yang selama ini dapat dihalalkan kembali. Artinya, semua kesalahan melebur, hilang, dan kembali sedia kala.
Acara yang dihadiri oleh anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan termasuk Ibu Agus Suswantoro selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan perhatian terhadap seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan merupakan bagian dari nilai - nilai kemanusiaan dan ajaran agama yang harus terus dijaga dan dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat termasuk anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Acara dilaksanakan pada hari Senin, 30 Maret 2026 dan memberikan kesan kebersamaan dan kerukunan antaranggota maupun pengurus DWP Dinas Peternakan an Kesehatan Hewan. Kegiatan Halal bi Halal merupakan salah satu upaya dalam memberikan inspirasi untuk menebar kebaikan dan menjalin komunikasi yang efektif bagi seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Halal bi halal dari dua kata kata halal behalal, yang memiliki arti salam (datang, pergi) untuk memohon maaf atas kesalahan kepada orang lebih tua atau orang lainnya setelah puasa (Lebaran, tahun baru Jawa). Dari kata halal behalal yang memiliki arti dengan salam (datang, pergi) untuk saling memaafkan di waktu Lebaran.
Sedangkan tradisi halal bi halal sebenarnya sudah dipraktikkan sejak abad ke-18 atau 1700-an yang berakar dari Pisowanan di Praja Mangkunegara Surakarta. Pada waktu itu setelah Idul Fitri, Raja Mangkunegara I (Pengeran Sambernyawa), mengadakan pertemuan antara raja dengan punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Pada acara tersebut seluruh punggawa dan prajurit antri tertib untuk sungkem kepada raja dan permaisuri. Istilah halal bi halal ini juga dipopulerkan oleh pedagang martabak asal India di Taman Sriwedari Solo sekitar tahun 1935-1936. Pedagang martabak tersebut dibantu oleh pembantunya yang mempromosikan dagangnya dengan kata-kata Martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal. Sejak saat itu, istilah halal bi halal mulai populer di masyarakat Solo. Kemudian warga Solo dan sekitarnya menggunakan istilah tersebut untuk sebutan ke taman Sriwedari di Hari Raya Idul Fitri.
Selanjutnya era negara Indonesia, halal bi halal dipopulerkan kembali oleh KH Abdul Wahab Chasbullah yang memberikan saran kepada Presiden Sukarno sebagai untuk membentuk acara silaturahim antar pemimpin politik. Hal ini terjadi pada 1948, ketika Presiden Sukarno mengundang seluruh tokoh politik untuk datang ke Istana Negara dalam rangka silaturahim yang diberi tema Halal bi halal. Para tokoh politik itu duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan satu sama lain. Maka sejak saat itu berbagai instansi pemerintahan mengikuti menyelenggarakan halal bi halal. Acara halal bi halal kemudian meluas dan diikuti seluruh masyarakat Indonesia sampai sekarang. Karena biasannya suatu tradisi yang telah diselenggarakan dan dibakukan pemerintah akan cepat menyebar ke seluruh masyarakat.
Dengan demikian, halal bihalal menurut tinjauan hukum fikih menjadikan sikap yang tadinya haram atau yang tadinya berdosa menjadi halal atau tidak berdosa lagi. Ini tentu baru tercapai apabila persyaratan lain yang ditetapkan oleh hukum terpenuhi oleh pelaku halal bihalal, seperti secara lapang dada saling maaf-memaafkan. Secara terminologis, kata makruh berarti sesuatu yang tidak diinginkan. Dalam bahasa hukum fikih, makruh adalah suatu perbuatan yang tidak dianjurkan oleh agama. Walaupun jika dilakukan tidak mengakibatkan dosa, tapi dengan meninggalkan perbuatan itu, pelaku akan mendapatkan ganjaran atau pahala.
Tinjauan bahasa atau linguistik. Kata halal dari segi bahasa terambil dari kata halla atau halala yang mempunyai berbagai bentuk dan makna sesuai rangkaian kalimatnya. Makna -makna tersebut antara lain, menyelesaikan problem atau kesulitan atau meluruskan benang kusut atau mencairkan yang membeku atau melepaskan ikatan yang membelenggu. Dengan demikian, jika memahami kata halal bi halal dari tinjauan kebahasaan ini, seorang akan memahami tujuan menyambung segala sesuatu yang tadinya putus menjadi tersambung kembali. Hal ini dimungkinkan jika para pelaku menginginkan halal bi halal sebagai instrumen silaturahim untuk saling maaf - memaafkan sehingga seseorang menemukan hakikat Idul Fitri. Ketiga, tinjauan Qur’ani. Halal yang dituntut adalah halal yang thayyib, yang baik lagi menyenangkan. Dengan kata lain, Al-Qur’an menuntut agar setiap aktivitas yang dilakukan oleh setiap Muslim merupakan sesuatu yang baik dan menyenangkan bagi semua pihak. Inilah yang menjadi sebab mengapa Al-Qur’an tidak hanya menuntut seseorang untuk memaafkan orang lain, tetapi juga lebih dari itu yakni berbuat baik terhadap orang yang pernah melakukan kesalahan kepadanya.
Dari semua penjelasan tersebut dapat ditarik simpul bahwa halal bihalal menuntut pelaku yang terlibat di dalamnya agar menyambung hubungan yang putus, mewujudkan keharmonisan dari sebuah konflik, dan berbuat baik secara berkelanjutan. Pesan yang berupaya diwujudkan Kiai Wahab Chasbullah melalui tradisi halal bihalal lebih dari sekadar saling memaafkan, tetapi mampu menciptakan kondisi di mana persatuan di antar-anak bangsa tercipta untuk peneguhan negara. Sebab itu, halal bihalal lebih dari sekadar ritus keagamaan, tetapi juga kemanusiaan, kebangsaan, dan tradisi yang positif karena mewujudkan kemaslahatan bersama.
Acara ditutup dengan dokumentasi dan foto bersama.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

21121-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program/Kegiatan : Ketahanan Keluarga/Iman dan Takwa
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2026
3. Pukul : 06.00 s/d 07.00 WIB
4. Peserta : 356 orang
5. Lokasi : Masjid Al Munawwar, Tulungagung
6. Acara : Sholat Idul Fitri

Pembahasan
Idul Fitri merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Setelah melaksanakan puasa Ramadan sebulan penuh, kaum muslimin dianjurkan mengerjakan salat Idul Fitri atau biasa dikenal dengan salat Id. Sholat Idul Fitri menjadi salah satu momentum berakhirnya bulan Ramadan. Disambut gema takbir bersahutan, pakaian terbaik dikenakan, dan umat muslim berbondong - bondong menuju lapangan atau masjid terdekat rumah untuk menunaikannya. Sholat sunnah yang dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri merupakan penutup dan ungkapan syukur atas selesainya ibadah puasa yang dilakukan selama satu bulan penuh. Hari Raya Idul Fitri merupakan suatu perayaan yang dilakukan umat Islam atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum, serta berbagai hal lain yang dapat merusak puasa.
Acara yang dihadiri oleh anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan termasuk Ibu Agus Suswantoro selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan kesan yang mendalam terhadap seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan merupakan bagian dari nilai - nilai ketakwaan dan ajaran agama yang harus terus dijaga dan dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat termasuk anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 dan menciptakan momen kemenangan Hari Raya Idul Fitri yang sangat berarti setelah bulan suci Ramadhan yang penuh berkah antaranggota maupun pengurus DWP Dinas Peternakan an Kesehatan Hewan. Kegiatan Sholat Idul Fitri merupakan salah satu upaya menjalin komunikasi dan kebersamaan yang efektif bagi seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Sholat Idul Fitri menurut mayoritas ulama menetapkan hukumnya adalah sunah muakkad, yakni sunah yang sangat dianjurkan. Sholat idul fitri bukan hanya ritual ibadah dua rakat biasa. Ibadah ini menandai keberhasilan seorang muslim ditempa puasa, sabar, dan pengendalian diri selama sebulan penuh Ramadan. Sholat Idul fitri bisa jadi momentum evaluasi diri juga apakah ibadah Ramadan berdampak pada akhlak dan secara sosial, juga menghadirkan kebersamaan. Semua berdiri sejajar di satu shaf, tanpa perbedaan status. Sholatnya singkat, tetapi pesannya amat dalam, yakni memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, dan menghidupkan nilai Islam dalam kehidupan sehari - hari.
Hari Raya Idul Fitri tidak hanya sebuah momentum atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa. Lebih dari itu, Idul Fitri merupakan suatu hari yang harus dibanggakan, karena pada hari tersebut Allah SWT menjanjikan ampunan bagi orang - orang yang melaksanakan ibadah sholat Hari Raya Idul Fitri. Esensi hari raya bukan sekadar tentang pakaian baru dan sesuatu yang serba baru, meski pada dasarnya dianjurkan menggunakan pakaian baru. Orang yang ketaatannya bertambah, Idul Fitri bukanlah bagi orang yang berpenampilan dengan pakaian dan kendaraan. Namun, Idul Fitri hanyalah bagi orang yang dosa - dosanya diampuni. Meski begitu, sah - sah saja kita menggunakan pakaian baru untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Karena, pakaian baru bagaikan simbol dari bersihnya hati, dan sebagai syiar Islam ketika hari raya Fitri. Namun, tentu akan lebih baik jika dilakukan setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh khidmat.
Ada banyak keutamaan sholat Idul Fitri bagi umat muslim yang melaksanakannya, salah satunya adalah sebagai bentuk syukur setelah sebulan berpuasa. Itulah sebabnya, Idul Fitri menjadi hari paling ditunggu umat muslim. Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam dalam melawan hawa nafsu dan kemaksiatan. Oleh karena itu, shalat Idul Fitri menjadi ibadah penyempurna puasa. Selain sebagai rasa syukur, ada banyak hikmah dan keutamaan mengerjakan shalat Idul Fitri bagi umat muslim. Hikmah dan keutamaan salat Idul Fitri yang pertama yaitu sebagai rasa syukur atas kegembiraan dan kebahagiaan kaum muslimin dengan banyaknya kebaikan dan rahmat Allah SWT. Sholat Id menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Kemudian, sholat Id juga mempererat tali silaturahmi dan persatuan kaum muslimin. Sebab saat sholat Id dilaksanakan maka seluruh kaum muslimin berkumpul di tanah lapang mapun masjid. Mereka melaksanakan ibadah sunnah tersebut dan mendengarkan khutbah. Kemudian, tak jarang kaum muslimin saling bersalaman, bertatap muka, dan mengucapkan selamat di Hari Raya Idul Fitri. Karenanya, kebahagiaan di hari Id akan lebih terasa di wajah umat Islam sehingga dapat menambah rasa syukur kepada Allah SWT.
Adapun hikmah dan keutamaannya sebagai berikut :
Menyempurnakan Puasa Ramadhan
Melaksanakan shalat Idul Fitri dapat mendatangkan pahala. Selain itu, juga menjadi penyempurna puasa di bulan Ramadhan. Setelah satu bulan berpuasa, umat muslim akan kembali suci dan bersih seperti bayi baru lahir.
Membangun Ukhuwah Islamiyah
Setelah melaksanakan puasa satu bulan, biasanya umat muslim menunaikan shalat Idul Fitri berjamaah di lapangan atau Masjid. Hal ini sebagai bentuk membangun tali persaudaraan antar sesama umat Muslim.
Silaturahmi dan Saling Bermaafan
Setelah selesai melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri, biasanya umat muslim saling bersilaturahmi dan bermaafan. Tentunya, ini menjadi kesempatan untuk berkumpul dengan kerabat maupun bersama umat muslim lainnya.
Itulah keutamaan sholat Idul Fitri yang penting kita ketahui agar senantiasa terus bersyukur atas kebaikan Allah SWT. Oleh karena itu, salah satu cara mensyukuri nikmat Allah SWT bisa dengan bersedekah.
Keistimewaan Salat Idul Fitri
Silaturahmi Antar Muslim
Melalui sholat Idul Fitri, kita juga berkesempatan untuk berhubungan dengan sesama umat Islam. Mungkin dalam beberapa bulan atau kesempatan lain, kita akan sulit untuk menjalin hubungan dengan sesama. Idul Fitri adalah kesempatan kita untuk bertemu dan meminta maaf kepada kerabat atau tetangga terdekat kita. Pada masa Idul Fitri inilah semua umat Islam meninggalkan rumah dan mereka semua meluangkan waktu untuk dapat mengikuti shalat Idul Fitri di masjid atau di ladang sekitar. Jadi inilah keutamaan sholat Idul Fitri, Allah tidak hanya memasukkan unsur tauhid atau hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga berpengaruh pada hubungan manusia dengan manusia.
Sholat Berjamaah
Sholat Idul Fitri pasti dilakukan secara berjamaah. Untuk itu, melalui pelaksanaan sholat berjamaah ini, kita akan mendapatkan pahala sholat berjamaah yang sangat besar dari Allah SWT. Ini adalah kesempatan besar bagi umat Islam untuk berkumpul dan bersatu melalui doa bersama.
Mengagungkan Nama Allah SWT
Dengan melakukan sholat Idul Fitri, kita pasti akan membaca nama Allah SWT berkali - kali. Terutama kalimat takbiratul ihram, atau memahami keagungan Allah SWT. Dengan cara ini kita akan diganjar dengan kemuliaan dan ucapan atau dzikir atas nama Allah SWT. Tentunya bagi kita yang jarang berdzikir dan menyebut nama Allah SWT, inilah kesempatan besar kita untuk kembali memuliakan Allah SWT di hari raya umat Islam yang agung ini.
Merayakan Bersama Kemenangan Umat Islam
Dengan melaksanakan sholat Idul Fitri, kita juga bisa merayakan Hari Kemenangan bersama umat Islam lainnya. Kebersamaan dan kebahagiaan bisa kita rasakan dalam apa yang kita lakukan setelah sholat Idul Fitri. Tentu saja, kebersamaan dan merasakan kebahagiaan bersama adalah hal mahal yang tidak ada bandingannya.
Acara diakhiri dengan dokumentasi.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

21231-03-2026

DWP DINAS PERIKANAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

Halal Bi Halal 1447 H serta Purna Tugas Anggota DWP Dinas Perikanan Kab. Tulungagung
Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja : Katahanan Keluarga : Iman dan Takwa

Keterangan Program:
1.Hari: Selasa
2.Tanggal: 31 Maret 2026
3.Pukul: 09.00 WIB
4.Tempat: Halaman Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung
5.Ustadzah : Dra.Hj. Siti Aminah, M.Ag
6.Peserta : 30 orang

Gema takbir kemenangan masih menyisakan gaung kebahagiaan di hati setiap insan setelah sebulan penuh menunaikan kewajiban puasa di bulan suci Ramadhan. Sebagai wujud syukur atas limpahan rahmat Allah SWT dan dalam rangka menyempurnakan ibadah dengan saling memaafkan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perikanan Kab. Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal 1447 H.
Kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah momentum Fitrah untuk membersihkan hati dan menjernihkan pikiran dari segala khilaf dalam interaksi organisasi. Melalui tema TABURKAN MAAF, TUAI SILATURAHMI, PERERAT PERSAUDARAAN, DWP berupaya merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat merenggang karena kesibukan tugas, guna membangun fondasi kekeluargaan yang lebih kokoh bagi seluruh anggota.

Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk melakukan reset emosional dan spiritual bagi seluruh anggota, guna memastikan bahwa lingkungan kerja kembali bersih dari konflik interpersonal dan siap menghadapi kegiatan-kegiatan berikutnya.

Halal Bi Halal ini dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di Halaman Dinas Perikanan, dan diikuti oleh 30 anggota DWP Dinas Perikanan. Kegiatan menghadirkan Ibu Dra.Hj. Siti Aminah, M.Ag sebagai narasumber. Kegiatan ini mengusung tema TABURKAN MAAF, TUAI SILATURAHMI, PERERAT PERSAUDARAAN guna memperkuat persaudaraan antar anggota setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan, tema ini menekankan bahwa memaafkan adalah kemuliaan hati yang mampu menghapus ego sektoral serta memperbaiki komunikasi dalam organisasi. Dengan hati yang bersih dari prasangka, silaturahmi yang terjalin bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan pengikat kasih sayang yang mendatangkan keberkahan bagi keluarga besar DWP.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan Ibu ketua DWP Dinas Perikanan Ibu Robinson Parsaoran Nadeak kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an (Surah Al-Baqarah ayat 183-185) yang dibawakan oleh Ibu Dra.Hj. Siti Aminah, M.Ag. sampai selesai dan disambung acara berikutnya.
Suasana haru sekaligus bangga mewarnai agenda kali ini karena dirangkaikan dengan Acara Pelepasan Purna Tugas bagi tiga anggota terbaik DWP Dinas Perikanan Kab. Tulungagung, yaitu Ibu Atut Hernawati, Ibu Nunung Hartatin, dan Ibu Muthoharoh. Ketiganya telah memberikan dedikasi, tenaga, dan pikiran yang luar biasa selama bertahun-tahun dalam memajukan program kerja DWP. Setiap pertemuan pasti akan menemui titik perpisahan secara struktural, namun tidak secara emosional. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dan penghormatan atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi yang telah mereka berikan selama puluhan tahun mengabdi.
Ketiga anggota purna tugas kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan. Isak haru sempat pecah saat mereka menceritakan suka duka selama berorganisasi, yang ditutup dengan pesan agar persaudaraan di lingkungan DWP tetap terjaga meskipun mereka sudah tidak lagi menjabat secara resmi.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan dan rasa syukur. Harapan kami, semangat maaf-memaafkan di hari yang fitri ini serta dedikasi yang telah diberikan oleh ketiga anggota yang purna tugas dapat menjadi motivasi bagi pengurus lainnya untuk terus memajukan organisasi.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Perikanan
21326-03-2026Tradisi mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan memperkuat soliditas kerja pasca Ramadan. Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M diselenggarakan dengan penuh khidmat di Kantor Kecamatan Pagerwojo, Ibu Ketua DWP Kecamatan Pagerwojo beserta Pemerintah Kecamatan Pagerwojo dan Pemerintah Desa se-Kecamatan Pagerwojo mengadakan acara Halal Bihalal yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2026 acara dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan selesai yang di hadiri sekitar 500 undangan dari berbagai instansi, organisasi, tokoh Masyarakat, tokoh agama dan masih banyak yang lainnya. Halalbihalal bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan kesalahan antar sesama setelah Idul Fitri, dan membersihkan hati dari dendam atau permusuhan. Tradisi ini juga bertujuan menciptakan keharmonisan sosial, menyambung kembali hubungan yang terputus, serta memperkokoh persaudaraan umat Muslim. Berikut adalah poin-poin utama tujuan halalbihalal: • Saling Memaafkan: Menjadi momen untuk memohon dan memberi maaf secara tulus atas kesalahan di masa lalu guna mencapai kebersihan hati • Mempererat Silaturahmi: Menjalin hubungan persaudaraan yang sempat renggang atau terputus agar kembali harmonis. • Rekonsiliasi Sosial: Menjadi simbol persatuan, kerukunan, dan solidaritas sosial di Masyarakat • Meningkatkan Rahmat: Membuka pintu rezeki dan memperpanjang umur melalui kegiatan menyambung tali persaudaraan. Secara ringkas, halalbihalal adalah sarana rekonsiliasi yang bertujuan meluruskan "benang kusut" hubungan antarmanusia setelah sebulan penuh beribadah di bulan Ramadan. Halalbihalal adalah tradisi khas Indonesia saat Idulfitri yang bertujuan menyambung tali silaturahmi, memaafkan kesalahan sesama manusia (hablun minannas), dan membersihkan hati dari dendam. Hikmah utamanya adalah menggugurkan dosa antarmanusia, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan harmoni sosial. Berikut adalah beberapa hikmah utama halalbihalal dalam Islam: • Penyempurna Ibadah Puasa: Setelah beribadah kepada Allah selama Ramadan, halalbihalal melengkapinya dengan memaafkan sesama, memastikan dosa horizontal (kepada manusia) terhapus. • Mempererat Silaturahmi: Menjadi sarana mempertemukan keluarga, sahabat, dan tetangga, memperkuat tali persaudaraan (ukhuwah) yang mungkin sempat renggang • Pembersih Hati dan Jiwa: Memaafkan dan meminta maaf secara tulus menghilangkan rasa benci, iri, dan dendam, sehingga hati menjadi bersih dan tenang. • Menyelesaikan Konflik Sosial: Halalbihalal adalah ijtihad sosial untuk meredam konflik, menciptakan kerukunan, dan harmoni dalam masyarakat. • Menebarkan Kebahagiaan: Tradisi ini mengajarkan kepedulian, empati, dan kegembiraan bersama, serta memperkuat toleransi di lingkungan sosial. • Mendapatkan Ridha Allah: Menjaga hubungan baik (silaturahmi) dengan manusia merupakan ajaran yang diperintahkan Allah dan bernilai ibadah Dalam konteks keagamaan, Halal Bihalal memiliki makna yang mendalam dan menjadi momen penting untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antar umat Islam. Hal ini juga menjadi sarana untuk menjalin integrasi antar bangsa dan negara, serta memperkuat tali silaturahmi. Halal bihalal bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur yang menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kerukunan. Dengan makna yang mendalam, tradisi ini akan terus menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Tradisi ini, menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan. Salah satu nilai utama dalam tradisi Halal bi Halal adalah silaturahmi, dalam Islam silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat mulia karena dapat mempererat hubungan persaudaraan serta memperkuat solidaritas sosial.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pagerwojo
21427-03-2026Ta'ziah (melayat) adalah kunjungan kepada keluarga yang tertimpa musibah kematian untuk menghibur, memberi dukungan emosional, dan menyabarkan mereka, hukumnya sunnah dalam Islam. Tujuannya adalah meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, mendoakan jenazah, serta mempererat tali silaturahmi. Waktu utamanya adalah sejak kematian hingga tiga hari setelahnya. Berikut adalah poin-poin penting mengenai ta'ziah: Hukum: Sunnah (sangat dianjurkan). Tujuan: Menghibur, mendoakan jenazah, menguatkan hati keluarga yang berduka, serta mengingatkan diri sendiri akan kematian. Adab & Cara: Mengucapkan kalimat istirja' (Innalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun). Mendoakan kebaikan, kesabaran, dan pahala bagi keluarga yang ditinggalkan. Membantu meringankan beban keluarga, seperti menyiapkan makanan. Tidak meratapi jenazah (menangis secukupnya diperbolehkan, namun meratap dengan meraung-raung dilarang). Manfaat: Mendapatkan pahala setara dengan orang yang mendapat musibah. Secara ringkas, ta'ziah adalah bentuk kepedulian sosial dan spiritual untuk memberikan penghiburan kepada orang lain saat momen terberat mereka. Makna dan Keutamaan Takziah yang Harus Dipahami | NU Online Lampung Nov 11, 2023 — Takziah adalah kunjungan untuk menyatakan turut berdukacita atau belasungkawa kepada keluarga, kerabat, teman, atau tetangga yang berbela sungkawa. Untuk itu DWP Dinas Pendidikan dibawah pimpinnan ibu Deni UUn SunCahyo selaku ketua DWP , melaksanakan kegiatan Ta'ziah pada hari Jum'at tanggal 27 Maret 2026 pukul ; 09.00 WIB ke rumah bapak makrus Kabag Kesra pemda karena ibunda beliau meninggal dunia,
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
21531-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KEGIATAN LAPORAN KEGIATAN GERAKAN INDONESIA ASRI (AMAN, SEHAT, RESIK, DAN INDAH)

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Selasa/ 31 Maret 2026.

3. Pukul : 08.00 – Selesai.

4. Lokasi : di di halaman dan lingkungan sekitar Disperkim Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Kegiatan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

6. Susunan Kegiatan:

1. Pembukaan

2. Arahan singkat pelaksanaan kegiatan

3. Pelaksanaan kerja bakti / pembersihan lingkungan

4. Penataan area lingkungan kantor

5. Penutup

7. Detail acara : .

Pada hari Selasa, 31 Maret 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang bertempat di halaman dan lingkungan sekitar kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama seluruh karyawan dan karyawati Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai bentuk tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pegawai akan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kantor. Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang tertata dan berkelanjutan.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pembukaan secara sederhana, dilanjutkan dengan arahan singkat terkait teknis pelaksanaan kegiatan. Dalam arahan tersebut disampaikan pentingnya peran aktif seluruh pegawai dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta penjelasan mengenai konsep Gerakan Indonesia ASRI yang mencakup aspek aman, sehat, resik, dan indah.

Pelaksanaan kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama yang melibatkan seluruh peserta. Kegiatan difokuskan pada pembersihan halaman kantor, penyapuan area sekitar, pengumpulan sampah, serta penataan lingkungan agar terlihat lebih rapi dan nyaman. Seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong.

Selain kegiatan pembersihan, dilakukan pula penataan area lingkungan kantor, seperti merapikan taman, membersihkan saluran air, serta memastikan tidak adanya sampah yang menumpuk di area tertentu. Kegiatan ini sejalan dengan aspek “Resik” dan “Indah” dalam Gerakan Indonesia ASRI yang menekankan pentingnya kebersihan dan estetika lingkungan kerja.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga mencerminkan aspek “Sehat” dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari potensi sumber penyakit, serta aspek “Aman” melalui penataan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman. Dengan demikian, lingkungan kerja yang tercipta tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga mendukung kesehatan dan keselamatan seluruh pegawai.

Keterlibatan Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman menunjukkan sinergi yang baik antara unsur organisasi dan pegawai dalam mendukung program pemerintah daerah. Kebersamaan dalam kegiatan ini juga mempererat hubungan antar pegawai serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan kerja.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat hingga selesai. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam melaksanakan setiap rangkaian kegiatan, sehingga hasil yang dicapai cukup maksimal dan lingkungan kantor terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Gerakan Indonesia ASRI ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan dapat terus meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dari segi kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian sosial di antara seluruh peserta. Dengan semangat tersebut, diharapkan lingkungan kerja yang aman, sehat, resik, dan indah dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi kinerja serta kenyamanan seluruh pegawai.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
21604-03-2026Kehilangan anggota keluarga inti adalah salah satu pengalaman menyedihkan yang dirasakan oleh seseorang, terlebih bagi anak. Bukan hanya kehilangan kasih sayang, anak juga kehilangan sosok yang menjaga, merawat, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.Salah satu upaya pemerintah melindungi anak yatim, piatu, dan yatim piatu dari risiko ketelantaran, kekerasan, atau eksploitasi anak. Pada hari Rabu Tanggal 4 Maret 2026 pukul 8.30 wib bertempat di pendopo kongas arum kusumanging bongso. Ny Lulu ul Hasanah selaku ketua DWP Kecamatan Sendang mengikuti kegiatan pembukan OASE ( Orang Tua Asuh Sementara ) dan selanjutnya mendampingi anak - anak yatim piatu untuk berbelanja di Apollo super Mall.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Sendang
21730-03-2026

LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sumbergempol.

Bidang : Sosial Budaya.

Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan, Bantuan Sosial

Keterangan Program :

1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sumbergempol.

2. Hari/Tanggal : Rabu 25-03-2026.

3. Waktu: 09.00 WIB -10.00 WIB.

4. Peserta : 10 orang ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan.

5. Tempat : Rumah Bu Ibu Kepala Desa Jabalsari dan Ibu Suprihatin Perangkat Desa Sambijajar Kecamatan Sumbergempol.

6. Kegiatan : Takjiah ibunda Kepala Desa Jabalsari dan Perngkat Desa Sambijajar.

Ibu Dian Triwahyuni Heru Junianto selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sumbergempol beserta Anggota, Bu Sri Rahayu, Bu Intan, Bu Niken, Bu Day Irawati, Bu Nikmah, Bu Endah, Bu Lastri, Bu Yuni, selaku anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sumbergempol mengikuti takjiah alm. Ibu Kepala Desa jabalsari dan Ibu suprihatin Perangkat Desa sambijajar pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2026.,

Tujuan takziah dalam Islam adalah untuk menghibur dan memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka agar sabar dan ikhlas, mendoakan jenazah agar mendapat ampunan dari Allah SWT, mempererat tali silaturahmi dan rasa kepedulian antarwarga, serta mengajarkan tentang kematian dan kehidupan akhirat untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Takziah adalah salah satu bentuk kepedulian dan empati kepada orang yang tertimpa musibah, khususnya musibah kematian. Takziah juga merupakan bentuk implementasi dari perintah Allah SWT untuk saling menolong dan menghibur sesama.

Secara bahasa, takziah berarti "memberi kabar duka". Sedangkan secara istilah, takziah adalah mengunjungi keluarga yang tertimpa musibah untuk meringankan beban mereka dan mendoakan almarhum/almarhumah.

Hakikat takziah adalah untuk memberikan nasihat dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, agar mereka bisa sabar dan ikhlas menerima musibah yang menimpa mereka. Takziah juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antar sesama umat Muslim.

Adapun tujuan takziah adalah:
• Menghilangkan kesedihan dan kegundahan keluarga yang ditinggalkan. • Memberikan nasihat dan dukungan agar mereka bisa sabar dan ikhlas menerima musibah. • Mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antar sesama umat Muslim. • Mendoakan almarhum/almarhumah agar diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT.

Keutamaan takziah sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits berikut:

1. Mendapat Pahala Seperti Pahala Orang yang Tertimpa Musibah

Salah satu fadhillah takziyah disebutkan oleh Nabi dalam Hadis berikut:

"Barangsiapa yang berta'ziyah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut." (HR at-Tirmidzi)

2. Mendapatkan Kemuliaan di Hari Kiamat

"Tidaklah seorang Mukmin bertakziyah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemuliaan kepadanya di hari kiamat." (HR Ibnu Majah).

Semoga kita semua selalu dimudahkan untuk melakukan takziah dengan ikhlas dan penuh keikhlasan. Dan semoga kita semua selalu diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai musibah yang menimpa kita. Aamiin.

Bagi keluarga yang ditinggalkan:

1. Menghibur dan Menguatkan Hati:

Memberikan dukungan moral dan semangat agar keluarga yang berduka dapat sabar dan tabah menerima musibah.

2. Mempererat Silaturahmi:

Menunjukkan kepedulian dan empati antaranggota masyarakat, mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.

Bagi jenazah (mayit):

1. Mendoakan Ampunan:

Memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT agar dosa-dosa jenazah diampuni dan ia mendapatkan tempat terbaik di akhirat.

2. Memberikan Syafaat:

Doa dan salat jenazah yang dilakukan oleh orang banyak dapat menjadi syafaat bagi jenazah di hari kiamat.

Bagi yang bertakziah:

1. Menambah Pahala: Mendapat pahala seperti orang yang tertimpa musibah.

2. Meningkatkan Ketaqwaan: Mengingatkan bahwa kematian adalah keniscayaan yang akan datang kepada semua manusia, sehingga dapat meningkatkan kesadaran untuk mempersiapkan diri dengan amal saleh.

3. Meningkatkan Kepedulian Sosial: Mendidik diri untuk merasakan kesedihan orang lain dan menunjukkan solidaritas sosial.

Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Sumbergempol

21827-03-2026Hari Raya Idulfitri merupakan momentum yang sangat bermakna bagi umat Islam untuk kembali kepada fitrah, serta mempererat hubungan silaturahmi antar sesama. Tradisi Halal Bihalal menjadi salah satu sarana yang efektif dalam memperkuat kebersamaan, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan. Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai organisasi yang berperan dalam mendukung kegiatan kedinasan, khususnya dalam membangun keharmonisan keluarga aparatur sipil negara, memiliki peran penting dalam menjaga kebersamaan dan kekompakan anggotanya. Kegiatan Halal Bihalal di lingkungan DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan, dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), khususnya di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta sebagai momentum saling memaafkan setelah Hari Raya Idulfitri. Halal bihalal dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 27 Maret 2026, diikuti oleh Ketua, Pengurus dan seluruh Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua DWP yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kekompakan organisasi. “ Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini kita dapat berkumpul dalam acara Halal Bihalal dalam keadaan sehat wal’afiat. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini. Momentum Halal Bihalal ini merupakan tradisi yang sangat baik dalam kehidupan kita sebagai umat muslim dan sebagai bagian dari organisasi Dharma Wanita Persatuan. Melalui kegiatan ini, kita mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, serta saling memaafkan atas segala khilaf dan kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Saya mengajak kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat komitmen kita dalam mendukung tugas dan peran organisasi, khususnya dalam mendukung kinerja suami serta berkontribusi positif bagi masyarakat. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan ini, sehingga dapat terlaksana dengan baik. Semoga segala upaya dan pengorbanan yang telah diberikan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT”. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas selaku Pembina DWP yang memberikan motivasi kepada seluruh anggota agar terus berperan aktif dalam mendukung kegiatan organisasi dan kedinasan. Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang memberikan pesan moral tentang makna Idulfitri, pentingnya saling memaafkan, serta menjaga hubungan baik antar sesama. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Halal Bihalal pada hari ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Ia menjadi momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, serta memperkuat ukhuwah islamiyah. Setelah menjalani bulan suci Ramadan, kita dididik untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih peduli terhadap sesama. Allah SWT berfirman bahwa orang-orang yang beruntung adalah mereka yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Maka, melalui Halal Bihalal ini, mari kita membuka pintu maaf seluas-luasnya, mengikhlaskan segala kesalahan, dan tidak lagi menyimpan dendam di dalam hati. Sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan, kita memiliki peran yang sangat penting, baik dalam keluarga maupun dalam organisasi. Kita adalah pendamping suami, pendidik bagi anak-anak, sekaligus bagian dari masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembangunan. Oleh karena itu, nilai-nilai yang kita peroleh selama Ramadan hendaknya tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: 1. Menjaga keikhlasan dalam setiap aktivitas. 2. Mempererat silaturahmi antar anggota. 3. Saling mendukung dalam kegiatan organisasi. 4. Menumbuhkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. Salah satu kunci kebahagiaan dalam kehidupan adalah hati yang bersih yang akan melahirkan sikap yang positif, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan ketenangan dalam kehidupan kita. Mari kita jadikan momen ini sebagai awal untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kita kepada Allah SWT. Akhirnya, marilah kita saling memaafkan dengan penuh keikhlasan: Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadan, serta menjadikan kita pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Puncak acara ditandai dengan kegiatan saling bermaaf-maafan antar anggota, yang berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah yang semakin mempererat kebersamaan. Tujuan dari Halal bihalal Dharma Wanita Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung yaitu : 1. Mempererat silaturahmi antar anggota DWP. 2. Meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. 3. Menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung kegiatan organisasi. 4. Meningkatnya motivasi anggota dalal berpartisipasi pada kegiatan DWP. Kegiatan Halal Bihalal berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta hubungan yang harmonis, komunikasi yang baik, serta semangat kebersamaan yang semakin kuat di antara anggota DWP, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi secara optimal. Pelaksanaan kegiatan Halal Bihalal DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tahun 2026 berjalan dengan baik, tertib, dan lancar. Selain itu, suasana kekeluargaan yang tercipta selama kegiatan menjadi indikator keberhasilan utama dalam mencapai tujuan kegiatan.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
21924-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dispora Kabupaten Tulungagung

Bidang : Bidang Sosial Budaya

Program Kerja Bidang Sosial Budaya : Wawasan Keanekaragaman Budaya / Kegiatan Hari Besar Nasional

Halal Bihalal Dispora Tulungagung: Momentum Silaturahmi, Penguatan Kebersamaan, dan Harmoni Pasca Idul Fitri

Keterangan Program:

Dharma Wanita Persatuan Dispora Kabupaten Tulungagung

Hari / Tanggal : Selasa, 24 Maret 2026

Pukul : 08.00 WIB – Selesai

Lokasi : Kantor Dispora Tulungagung

Acara : Halal bihalal

Detail Acara :

Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu momentum yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadan, Idul Fitri hadir sebagai hari kemenangan yang tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Dalam momen ini, umat Islam diajarkan untuk kembali kepada fitrah, membersihkan hati dari segala kesalahan, serta mempererat hubungan antar sesama melalui sikap saling memaafkan.

Di Indonesia, perayaan Idul Fitri tidak dapat dipisahkan dari tradisi halal bihalal yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Halal bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana efektif dalam mempererat silaturahmi, membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Tradisi ini bahkan telah menjadi bagian dari budaya nasional yang terus dilestarikan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun instansi pemerintahan.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dispora Kabupaten Tulungagung sebagai organisasi yang berperan aktif dalam mendukung kegiatan sosial dan budaya di lingkungan instansi, turut mengambil bagian dalam memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui penyelenggaraan kegiatan halal bihalal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi program kerja Bidang Sosial Budaya, khususnya dalam rangka memperingati hari besar nasional dan keagamaan.

Pelaksanaan kegiatan halal bihalal ini diselenggarakan pada hari Selasa, 24 Maret 2026, bertempat di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan dihadiri oleh seluruh pegawai Dispora Tulungagung, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dispora, serta seluruh pengurus DWP Dispora. Kehadiran seluruh unsur ini menunjukkan antusiasme yang tinggi serta komitmen bersama dalam mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh khidmat. Dalam pembukaan tersebut disampaikan ucapan syukur atas terselenggaranya kegiatan serta harapan agar acara halal bihalal ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Suasana menjadi semakin hangat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian dan kebersamaan.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan Dispora Tulungagung selaku penasehat Dharma Wanita Persatuan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi dan membangun hubungan yang harmonis di lingkungan kerja. Beliau juga menekankan bahwa momentum Idul Fitri hendaknya dijadikan sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, meningkatkan kinerja, serta memperkuat kerja sama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dispora Tulungagung. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh anggota dan pegawai yang telah hadir dalam kegiatan halal bihalal ini. Beliau juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam mendukung program-program instansi.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu peserta. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan serta harapan agar seluruh amal ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT. Selain itu, doa juga ditujukan agar seluruh keluarga besar Dispora Tulungagung senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Memasuki inti acara, seluruh peserta kemudian melaksanakan halal bihalal dengan saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan. Momen ini menjadi bagian yang paling dinanti, karena di sinilah setiap individu dapat secara langsung menyampaikan permohonan maaf serta mempererat hubungan dengan rekan kerja maupun anggota DWP lainnya. Suasana haru dan hangat terasa ketika satu per satu peserta saling bersalaman dengan penuh keikhlasan.

Kegiatan saling memaafkan ini tidak hanya menjadi simbol dari berakhirnya bulan Ramadan, tetapi juga menjadi wujud nyata dari upaya membangun hubungan yang lebih baik ke depannya. Dalam suasana tersebut, tidak terlihat lagi sekat antara jabatan maupun posisi, melainkan semua peserta melebur dalam satu ikatan kekeluargaan yang erat.

Setelah rangkaian halal bihalal selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Dalam sesi ini, seluruh peserta menikmati hidangan yang telah disediakan sambil berbincang santai. Interaksi yang terjadi dalam suasana santai ini semakin mempererat hubungan antarpegawai dan anggota DWP, sehingga tercipta suasana yang lebih akrab dan harmonis.

Kegiatan halal bihalal ini tidak hanya memberikan manfaat secara sosial, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan kerja. Dengan terjalinnya hubungan yang baik antarpegawai, diharapkan dapat meningkatkan kerja sama, komunikasi, serta koordinasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi kerja serta menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain adalah mempererat tali silaturahmi antarpegawai dan anggota DWP Dispora Tulungagung, meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas, menumbuhkan sikap saling memaafkan, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis dan penuh kekeluargaan. Selain itu, kegiatan ini juga berperan dalam melestarikan tradisi halal bihalal sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai positif.

Melalui kegiatan halal bihalal ini, Dharma Wanita Persatuan Dispora Kabupaten Tulungagung menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan instansi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kekeluargaan merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkualitas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara lancar dan penuh makna, diharapkan seluruh pegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dispora Tulungagung dapat terus menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan solidaritas, serta menjalin hubungan yang lebih baik di masa yang akan datang. Momentum Idul Fitri hendaknya tidak hanya menjadi perayaan sesaat, tetapi juga menjadi inspirasi untuk terus memperbaiki diri, memperkuat hubungan sosial, serta meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kegiatan halal bihalal ini menjadi refleksi bahwa nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan kepedulian sosial merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun di tempat kerja. Dengan semangat Idul Fitri, seluruh keluarga besar Dispora Tulungagung diharapkan dapat melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik, penuh kebersamaan, dan keberkahan.

Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

22011-03-2026Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Selain menjalankan ibadah puasa, bulan Ramadhan juga dikenal sebagai bulan penuh kebaikan dan amal saleh. Salah satu amal saleh yang banyak dilakukan umat Islam di bulan Ramadhan adalah memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Santunan ini memiliki makna yang sangat mendalam dalam Islam, karena memberikan perlindungan dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan. Memberikan santunan kepada anak yatim memiliki makna yang sangat penting dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan umat Islam untuk peduli dan membantu anak yatim. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda, "Aku dan orang yang merawat anak yatim akan berada di surga seperti ini," sambil ia mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya yang terpisah. Ny Lulu ul hasanah selaku ketua DWP Kecamatan Sendang beserta Anggota yaitu Ny Sumiati dan Ny Ike chandra Novitasari. Mendampingi anak- anak yatim piatu sebanyak 33 anak Dari 11 Desa Di wilayah Kecamatan Sendang. Di Pendopo Kongas arum kusumaning Bongso pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2026 pukul 15.00 WIB.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Sendang
22127-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Bidang : Bidang Sosial Budaya

Program Kerja Bidang Sosial Budaya : Wawasan Keanekaragaman Budaya / Kegiatan Hari Besar Nasional

Halal Bihalal Satpol PP Tulungagung: Momentum Kebersamaan dan Wujud Kepedulian Antar Anggota

Keterangan Program:
Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
Hari / Tanggal : Jumat, 27 Maret 2026
Pukul : 08.00 WIB – Selesai
Lokasi : GOR Praja Wibawa Satuan Polisi Pamong Praja Tulungagung
Acara : Halal bihalal
Detail acara :

Hari Raya Idul Fitri merupakan Hari Raya keagamaan Nasional dan internasional khususnya momentum penting bagi umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Selain sebagai hari kemenangan, Idul Fitri juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Di Indonesia, Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi nasional yang menjunjung tinggi semangat persatuan dan kekeluargaan.

Salah satu tradisi yang melekat dalam perayaan Idul Fitri adalah halal bihalal. Kegiatan ini menjadi wadah untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan, baik di lingkungan keluarga maupun instansi pemerintahan. Ungkapan yang sering disampaikan dalam momen ini adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘aamin wa antum bikhair” yang berarti “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian, puasa kami dan puasa kalian, serta semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan setiap tahun.” Ungkapan tersebut mencerminkan harapan agar seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima serta menjadi landasan untuk memperbaiki hubungan antarsesama. Dengan demikian, tujuan utama halal bihalal adalah memperkuat silaturahmi, membersihkan hati dari kesalahan, serta membangun kembali keharmonisan dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sosial.

Dalam rangka memperingati momen tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung bersama DWP Satpol menyelenggarakan kegiatan halal bi halal pada hari Jumat, 27 Maret 2026 pukul 08.00wib sampai selesai, bertempat di GOR Praja Wibawa. Susunan Acara sebagai berikut : 1. Pembukaan oleh MC yaitu bu Niluh.
2. Apel besar dipimpin oleh Bpk KasatPol PP yaitu Drs. Hartono, AP.
3. Tausiyah tentang Halal Bihalal oleh ustadz Fatkhurroji (Beji Boyolangu) dilanjutkan dengan Doa.
4. Halal Bihalal bersalam salaman.
5. Penutup.
6. Ramah tamah yaitu tradisi kupatan

Acara ini dihadiri oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja yaitu Bapak Hartono, AP sekaligus Penasehat DWP dan juga ibu Rahma Hartono selaku ketua DWP Satpol PP. Kegiatan ini juga diikuti oleh ibu-ibu pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan jajaran anggota Satuan Polisi Pamong Praja (SatPolPP Kab Tulungagung. Kegiatan halal bihal hari Raya idul Fitri 1447H ini berlangsung dengan penuh khidmat serta suasana kekeluargaan.

Pada Kegiatan ini seluruh peserta saling berjabat tangan dengan Bapak ibu Penasehat dan ketua DWP, kemudian bersalaman satu sama lain sebagai bentuk saling memaafkan. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat dalam momen tersebut, yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Satpol PP Kabupaten Tulungagung. Setelah rangkaian acara halal bihalal selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dengan menu tradisional yaitu Kupatan. Kupatan adalah tradisi yang diturunkan di jaman Sunan Kalijaga, dipelopori oleh kanjeng sunan Kalijaga yang menyuguhkan menu makanan ketupat sebagai ikon, ketupat berbahan dasar beras dikemas dengan janur atau daun kelapa yang dianyam dengan ketrampilan khusus yang berbentuk jajaran Genjang. Kupatan atau ketupat sebagai ikon makanan bernuansa islami. Kanjeng Sunan Kalijaga menjadikan Ketupat atau Kupatan sebagai sarana Dakwah, karena filosofi Ketupat menggambarkan keberagaman serta nilai-nilai silaturahmi. Kupat adalah berasal dari bahasa Jawa kata kupat "ngaku lepat" dalam bahasa Indonesia artinya mengakui bersalah. Bentuk ketupat berbentuk segi empat jajaran Genjang mempunyai 4 sudut maknanya kiblat papat limo pancer dalam bahasa Jawa, artinya dalam bahasa Indonesia melambangkan arah mata angin dan arah kiblat. Kemasan Ketupat atau Kupat di anyam, Anyaman melambangkan mengikat tali silaturrahmi. Dengan Halal bihalal dan kegiatan Kupatan ini harapan Bapak Penasehat DWP serta ibu Ketua DWP Satpol PP Kab Tulungagung akan berdampak semakin mempererat hubungan antar anggota dalam suasana santai dan penuh kehangatan.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi ke rumah Bapak Bambang, salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang telah mengalami sakit selama lebih dari setengah tahun. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Ibu Rahma Hartono bersama Ibu Sri Yanti, Ibu Wyda, Ibu Niluh, dan Ibu Audina yang merupakan anggota Dharma Wanita Persatuan sekaligus karyawati Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati dari keluarga besar Satpol PP Kabupaten Tulungagung kepada anggotanya yang sedang mengalami sakit dan tidak bisa hadir mengikuti kegiatan halal Bihalal di kantor. Dalam suasana penuh kehangatan, rombongan memberikan dukungan moril serta doa agar Bapak Bambang segera diberikan kesembuhan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat nilai kekeluargaan dan solidaritas di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung.

Adapun manfaat dari pelaksanaan kegiatan halal bihalal ini antara lain:
1. Mempererat tali silaturahmi antarpegawai dan keluarga besar Satpol PP. Dimana dengan bersilaturahim dapat memperpanjang usia, mengundang rejeki dan kenikmatan yang lain.
2. Meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas dalam lingkungan kerja.
3. Menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama anggota, khususnya yang sedang mengalami musibah atau sakit.
4. Membangun suasana kerja yang harmonis, sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
5. Kegiatan Halal bi Halal atau kupatan ini teragenda 1 tahun sekali dalam rangka nguri-nguri budaya jawi leluhur terutama yang beragama islam.


Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
22227-03-2026Pada hari jumat tanggal 27 maret 2026 pukul 08.00 wib bertempat di halaman kantor DWP Kecamatan Sendang Ny Lulu ul Hasanah selaku ketua DWP Kecamatan Sendang beserta anggota DWP Kecamatan Ny Yuli setyowati, Ny Sumiati, Ny Retno , Ny Sintia. Melakuakan Kegiatan kerja bakti dan gerak olag raga ringan. Karena juga berkaitan dengan program bapak presiden Gerakan ASRI ( Aman, Sehat, Resik, Indah). Yang dilakukan rutin setiap hari selasa dan jumat.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Sendang
22327-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Bidang : Sosial Budaya Program Kerja : Ketahanan Keluarga, Iman dan Takwa Keterangan Program : 1. Hari : Jumat 2. Tanggal : 27 Maret 2026 3. Pukul : 09.00 WIB sampai dengan selesai 4. Tempat : Halaman Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung 5. Pakaian : Bebas Rapi 6. Keperluan : Halal Bihalal ( Maaf Memaafkan) Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung 7. Pelaksana Kegiatan : a. Ketua Dharma Wanita Persauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Tinik Fajar Widariyanto; b. Penasehat Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Bapak Fajar Widariyanto, SP, MM. c. Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, antara lain Ibu Siti, Ibu Dewi, Ibu Marita, Ibu Dodik, Ibu Yuli, Ibu Fara, Ibu Temi, Ibu Devi, Ibu Geston, Ibu Ari, Ibu Salman, Ibu Indra, Ibu Yuli, Ibu Deni, Ibu Ema, Ibu Enik, Ibu Widya, Ibu Putri, Ibu Angga, Ibu Husen, Ibu Sayuk, Ibu Lubena, Ibu Wati, Ibu Doni, Ibu Mona, Ibu Wahyu, Ibu Khabib, Ibu Iwan, Ibu Argo, Ibu Santos, Ibu Meri, Ibu Maura, Ibu Vidi, Ibu Jarwo, Ibu Sarah, Evi, Ibu Bela, Ibu Udin, Ibu Yayuk, Ibu Wulan, Ibu Meril, Ibu Sus, Ibu Isti, Ibu Enggar, Ibu Indah, Ibu Tika, Ibu Catur, Ibu Dadang, dan Ibu Rois. Susunan Kegiatan : 1. Pembawa Acara Membuka Kegiatan dan Menyampaikan Susunan Acara; 2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan; 3. Sambutan dan Arahan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 4. Kegiatan Salam salaman dalam rangka Halal Bihalal; 5. Diskusi; 6. Ramah Tamah; 7. Foto bersama; 8. Pembacaan Doa; 9. Penutup. Pada hari Jumat, Tanggal 27 Maret 2026 di Halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung mengadakan Kegiatan Halal Bihalal yang dihadiri langsung oleh Penasehat Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung yaitu Bapak Fajar Widariyanto, SP, MM, Hadir Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Persatuan Dinas Perindustrian Kabupaten Tulungagung yaitu Ibu Tinik Fajar Widariyanto beserta Pengurus dan Anggota. Kegiatan Halal Bi Halal adalah Tradisi Khas Inodesia setelah Ramadhan (Idul Fitri) untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan, bertujuan untuk mengurai kekusutan dan dosa antar sesama. Dalam sosial dan budaya merupakan bentuk pribumisasi islam yang memadukan ajaran agama dengan nilai budaya lokal. Kegiatan dibuka oleh pembawa acara yaitu Ibu Marita pada Pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan mars Dharma Wanita Persatuan yang dipimpin oleh Enggar. Acara selanjutnya yaitu Sambutan dan Arahan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung yaitu Bapak Fajar Widariyanto, SP, MM dan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto. Dalam sambutan dan arahan Ibu Ketua mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat, hidayah dan karunianya Ibu - Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dapat menyelenggarakan acara Halal Bihalal ( Maaf Memaafkan ) setelah melaksanakan Ibadah Puasa 1 Bulan Penuh ada Bulan Ramadhan Tahun 2026 pada pagi hari ini, dan tidak lupa Ibu Ketua menyampaikan terima kasih kepada Ibu - Ibu pengurus dan anggota yang telah menyempatkan hadir di ditengah-tengah kesibukan bekerja maupun mengurus rumah tangga. Beliau juga menyampaikan bahwa Halal Bihalal tidak hanya bernilai sosial tetapi juga bernilai ibadah sebagai bentuk menjaga hubungan baik antar anggota Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Setelah sambutan dan arahan dari Ibu Ketua selanjutnya yaitu kegiatan Halal dengan Seluruh hadirin dimohon berdiri membentuk lingkaran dan berjalan bersalam salaman sembari mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada setiap yang disalami hingga selesai. Selanjutnya hadirin dimohon untuk duduk kembali untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya yaitu diskusi bersama, kegiatan diskusi ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan dan program kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun rencana strategis untuk periode selanjutnya. Kegiatan selanjutnya yaitu Ramah Tamah yaitu menikmati hidangan yang telah disediakan. Sebelum acara ditutup oleh pembawa acara terlebih dahulu pembacaan doa yang dipimpin oleh Ibu Isti. Kegiatan Halal Bihalal seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung ini dilaksanakan bertujuan untuk : 1. Untuk Mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, menyambung kembali hubungan yang renggang atau jarang bertemu antar anggota; 2. Untuk Saling Memaafkan, menjadi momen untuk meminta dan memberi maaf, sehingga membersihkan hati dari dendam atau salah paham; 3. Untuk Meningkatkan Solidaritas, membangun kembali semangat kekeluargaan dan kolaborasi tim yang lebih solid; Selain Tujuan diatas adapun manfaat melaksanakan kegiatan Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung antara lain : 1. Mempererat tali silaturahmi; 2. Ajang Saling Memaafkan; 3. Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi yang solid antar anggota.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan
22412-03-2026Ny. Lulu ul Hasanah selaku anggota DWP Kecamatan Sendang dan Ny Ike Chandra novitasari selaku anggota DWP Kecamatan Sendang. Melakukan kegiatan bagi- bagi takzil pada hari kamis tanggal 13 Maret 2026. Bertempat di halaman kantor Kecamatan Sendang. Acara berlangsung aman dan lancar. Karena seluruh warga Kecamatan Sendang antusias untuk meramaikan kegiatan tersebut. Sehingga terciptanya hubungan ke masyarakat semakin erat.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Sendang
22527-03-2026
DHARMA WANITA PERSATUAN BAPPEDA KABUPATEN TULUNGAGUNG


Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung menggadakan kegiatan berikut ini:

1. Hari / Tanggal : Jum’at, 27 Maret 2026
2. Pukul : 08.30 – selesai WIB
3. Peserta: Seluruh Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda beserta seluruh ASN Bappeda Kabupaten Tulungagung dengan jumlah kurang lebih 90 orang
4. Lokasi: Ruang Rapat Besar Bappeda Kabupaten Tulungagung
5. Acara: Halal Bi Halal Keluarga Besar Bappeda Kabupaten Tulungagung
6. Susunan Acara:
a.Pembukaan
b.Sambutan Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung
c.Doa
d.Sesi Foto Bersama
e.Halal bi Halal dan Ramah Tamah
f. Arisan Dharma Wanita Persatuan Bappeda
g.Penutup
7.Pakaian: Busana Muslim

8. Keterangan Program:

Bappeda Kabupaten Tulungagung bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Kabupaten Tulungagung telah sukses menyelenggarakan agenda rutin tahunan dalam rangka mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan Halal Bi Halal Keluarga Besar Bappeda. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 27 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat Besar Bappeda Kabupaten Tulungagung. Acara dimulai tepat pada pukul 08.30 WIB dan berlangsung dengan khidmat serta penuh rasa kekeluargaan hingga selesai.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini mencapai kurang lebih 90 orang, yang terdiri dari seluruh Pengurus dan Anggota DWP Bappeda serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Bappeda Kabupaten Tulungagung. Kehadiran yang maksimal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari seluruh keluarga besar Bappeda dalam menjaga tradisi baik pasca-perayaan hari besar keagamaan. Kebersamaan antara unsur pimpinan, staf, dan ibu-ibu DWP menciptakan harmoni yang sangat kental selama acara berlangsung.

Suasana di Ruang Rapat Besar tampak sangat anggun dan religius dengan penggunaan busana muslim sebagai seragam yang ditentukan. Para hadirin mengenakan pakaian terbaik mereka yang didominasi warna-warna cerah namun tetap sopan, menciptakan pemandangan yang estetik dan selaras dengan tema Halal Bi Halal. Ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat-rapat strategis pemerintahan, pagi itu berubah fungsi menjadi ruang komunal yang hangat dengan dekorasi sederhana namun elegan.

Acara dibuka dengan pembacaan basmalah dan kalimat pembuka oleh pembawa acara yang membangkitkan semangat kebersamaan. Dalam sesi pembukaan ini, disampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh hadirin dan ungkapan syukur atas kesempatan untuk dapat berkumpul kembali dalam keadaan sehat wal’afiat. Protokol acara dijalankan dengan tertib, memastikan setiap tahapan kegiatan dapat dinikmati oleh seluruh peserta tanpa terkecuali.

Memasuki agenda kedua, Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung memberikan sambutan hangat yang menjadi inti dari pesan moral kegiatan ini. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga di lingkungan kerja. Beliau menyampaikan bahwa kekuatan sebuah organisasi seperti Bappeda sangat bergantung pada soliditas orang-orang di dalamnya, yang salah satunya dipupuk melalui kegiatan silaturahmi seperti Halal Bi Halal ini.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi doa bersama yang dipimpin dengan sangat khusyuk. Doa ini dipanjatkan untuk memohon keberkahan bagi seluruh keluarga besar Bappeda, kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas pembangunan daerah, serta permohonan agar tali persaudaraan ini tetap terjaga selamanya. Suasana hening saat doa berlangsung memberikan ruang bagi setiap hadirin untuk melakukan refleksi diri dan mensyukuri nikmat kebersamaan yang ada.

Sesi foto bersama menjadi momen yang paling dinantikan untuk mengabadikan kenangan indah tahun ini. Seluruh jajaran pimpinan, pengurus DWP, dan ASN berjajar rapi dengan senyum sumringah di depan kamera, menciptakan dokumentasi visual yang memperlihatkan wajah-wajah penuh kegembiraan. Foto bersama ini bukan sekadar dokumentasi formal, melainkan simbol persatuan dari berbagai latar belakang jabatan dan peran yang berbeda di Bappeda.

Puncak acara ditandai dengan prosesi Halal Bi Halal, di mana seluruh hadirin saling bersalam-salaman untuk saling memaafkan atas kesalahan yang mungkin terjadi selama setahun terakhir. Suasana berubah menjadi sangat haru sekaligus membahagiakan ketika satu per satu anggota saling berjabat tangan dan bertukar senyum tulus. Tradisi ini menjadi sarana "pembersihan diri" secara sosial, sehingga setiap individu dapat kembali bekerja dengan hati yang bersih dan pikiran yang tenang.

Setelah prosesi bersalam-salaman, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sembari menikmati hidangan yang telah disediakan. Berbagai menu khas nusantara disajikan dengan apik, menambah kenikmatan dalam momen bercengkerama antarpegawai dan ibu-ibu DWP. Percakapan ringan, tawa, dan cerita-cerita santai mewarnai ruang makan, menghilangkan sekat-sekat birokrasi yang biasanya terasa di hari-hari kerja biasa.

Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan Halal Bi Halal ini adalah untuk membangun komunikasi yang lebih cair dan tidak kaku antaranggota organisasi. Dengan adanya interaksi informal seperti ini, diharapkan sumbatan-sumbatan komunikasi teknis di kantor dapat mencair melalui kedekatan emosional yang telah terbangun. DWP Bappeda menyadari bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sosial yang positif sangat berpengaruh pada produktivitas kerja para ASN.

Manfaat yang dirasakan secara langsung adalah meningkatnya rasa memiliki (sense of belonging) terhadap instansi Bappeda. Para anggota DWP merasa lebih dihargai sebagai bagian integral dari sistem pendukung keberhasilan suami dalam bekerja, sementara para ASN merasa memiliki keluarga kedua di kantor. Ikatan emosional ini menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk menghadapi tantangan pekerjaan di bidang perencanaan pembangunan yang semakin kompleks.

Agenda rutin DWP, yaitu Arisan Dharma Wanita Persatuan Bappeda, menjadi penutup rangkaian acara teknis sebelum penutupan resmi. Kegiatan arisan ini berlangsung meriah dengan canda tawa, memberikan warna tersendiri bagi ibu-ibu pengurus dan anggota. Selain sebagai sarana menabung, arisan ini merupakan strategi jitu untuk memastikan kehadiran dan partisipasi aktif anggota dalam setiap pertemuan rutin yang diadakan oleh organisasi.

Sepanjang acara, keterlibatan aktif dari pengurus DWP Bappeda dalam mengoordinasikan tempat dan konsumsi patut mendapat apresiasi. Kerja keras tim di balik layar memastikan bahwa setiap tamu undangan merasa terlayani dengan baik dan nyaman selama berada di lokasi acara. Profesionalisme dalam penyelenggaraan acara kecil seperti ini mencerminkan kompetensi manajemen yang juga baik di organisasi DWP Bappeda Kabupaten Tulungagung.

Menjelang akhir acara, pembawa acara menyampaikan kesimpulan singkat dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan Halal Bi Halal tahun 2026 ini. Harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dengan kualitas yang lebih baik senantiasa digaungkan. Kesan positif yang tertanam di hati para hadirin menjadi tolok ukur utama keberhasilan pelaksanaan agenda bulan Maret ini.

Laporan ini ditutup dengan sesi penutupan resmi yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Bappeda Kabupaten Tulungagung. Hadirin meninggalkan ruangan dengan perasaan yang lebih lega dan semangat yang baru untuk kembali berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Tulungagung. Semoga semangat Halal Bi Halal ini senantiasa menyinari setiap langkah kerja dan pengabdian keluarga besar Bappeda ke depan.
Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: SKPD BAPPEDA
22606-03-2026Ny Sintia vivi ramdhani selaku anggota Darma Wanita Kecamatan Sendang mengirimkan sampah plastik dan duplex seberat 1,2 kg. Pada hari jumat tanggal 6 Maret 2026 di cafe sampah PKK Kabupaten Tulungagung. Selain itu juga berbelanja di bazar PKK yang menyediakan berbagia makanan ringan, kripik, lauk -pauk frozen food, sayuran dan buah - buahan. dan setelah belanja Ny Sintia Vivi juga menbaca buku yang berjudul trubus fakta bisnis dan pasar aroid bersama dengan ibu- ibu darma wanita lainya.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Sendang
22706-03-2026Dalam rangka memperluas wawasan tentang pertanian budidaya melon Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tulungagung mengadakan kunjungan wisata ke Sari’s Greenhouse yang berada di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Kunjungan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2026, yang diikuti oleh Ibu-Ibu Dharma Wanita Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, dalam kunjungan ke Sari’s Greenhouse kita dapat melihat secara langsung cara pembudiyaan melon premium dan cara pemetikan buah melon yang sudah siap di panen. Sari’s Greenhouse membudidayakan 2 jenis melon premium yaitu Golden Melon dan The Blues, Melon golden, atau yang sering disebut juga melon emas, adalah salah satu varietas premium dengan tampilan menarik dan rasa manis legit. Kulit buahnya berwarna kuning keemasan, daging buahnya tebal, serta aroma harum yang khas membuatnya laku keras di pasar modern. Tak heran, banyak petani kini mulai beralih menanam melon golden karena permintaan pasar terus meningkat. Keunggulan Melon Golden Dibanding Varietas Lain.Selain penampilannya yang eksklusif, melon golden memiliki daya simpan lebih lama dan lebih tahan terhadap penyakit dibanding melon biasa. Kandungan gula (brix) mencapai 14–16%, menjadikannya favorit konsumen hotel, restoran, hingga supermarket. Peluang Pasar dan Nilai Ekonomi Melon Golden. Harga jual melon golden bisa mencapai Rp18.000–Rp25.000 per kilogram, jauh di atas melon hijau biasa. Dengan perawatan optimal, hasil panen per hektar dapat mencapai 20–25 ton, menjadikannya komoditas bernilai tinggi dan layak dibudidayakan secara komersial. Syarat Tumbuh Melon Golden. Iklim dan Suhu Ideal, Melon golden tumbuh optimal di daerah dengan suhu 25–30°C dan curah hujan sedang. Pemupukan Dasar Sebelum Tanam, Sebelum tanam, campurkan pupuk kandang matang sebanyak 20 ton per hektar, ditambah Urea 100 kg, SP-36 150 kg, dan KCl 100 kg per hektar. Perawatan Tanaman Melon Golden, Penyiraman dan Penyiangan Lakukan penyiraman dua kali sehari (pagi dan sore) hingga tanaman berumur 30 hari. Setelah itu, cukup satu kali sehari. Lakukan penyiangan gulma setiap dua minggu untuk menjaga aerasi tanah. Pemangkasan dan Pembentukan Tanaman Lakukan pemangkasan cabang yang tidak produktif untuk memfokuskan nutrisi pada cabang utama. Biarkan 1–2 buah per tanaman agar ukuran buah lebih besar dan rasa lebih manis. Pengendalian Hama dan Penyakit, Hama yang sering menyerang adalah kutu daun, lalat buah, dan ulat grayak. Penyakit utama meliputi embun tepung, busuk batang, dan antraknosa. Gunakan pestisida nabati dari ekstrak daun mimba atau serai. Rotasi tanaman dan penggunaan mulsa juga efektif mengurangi serangan penyakit. Hindari penyiraman berlebihan agar akar tidak busuk. Tahapan Panen dan Penanganan Pascapanen, Ciri Melon Golden Siap Panen, Melon siap dipanen pada umur 65–75 HST. Ciri-cirinya: kulit berubah menjadi kuning keemasan, aroma harum mulai tercium, dan tangkai buah mulai retak halus. Teknik Panen yang Tepat, Gunakan gunting tajam untuk memotong tangkai sekitar 2–3 cm dari buah. Hindari menarik langsung karena bisa merusak tangkai dan memengaruhi umur simpan. Tips Menjaga Kualitas Buah Selama Distribusi, Simpan buah dalam suhu 10–12°C dengan kelembapan 85–90%. Gunakan jaring pelindung agar kulit tidak lecet saat pengiriman. Kesimpulan, Kunci utama sukses budidaya melon golden adalah pemilihan benih unggul, perawatan teratur, dan pengendalian hama sejak dini. Dengan teknik penyerbukan buatan dan pemangkasan yang tepat, hasil panen akan maksimal baik dari segi jumlah maupun kualitas buah. Jenis yang kedua yaitu Melon Blues, Melon The Blues adalah jenis melon dengan kulit berwarna cyan dan daging jeruk. Melon ini memiliki rasa manis dan tekstur crunchy (renyah berair) dengan Brix 15-17 dan dapat tumbuh hingga berat 3 kg dalam waktu 75 hari. Melalui kegiatan wisata petik melon organik ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal potensi pertanian lokal yang dapat dikembangkan menjadi sarana edukasi sekaligus destinasi wisata. Kunjungan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa beserta rombongan juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pertanian modern dan berkelanjutan di Desa Plosokandang. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama serta harapan agar Sari’s Greenhouse terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Desa Plosokandang dan sekitarnya.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
22813-03-2026Kegiatan Berbagi di Bulan Ramadhan yang dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026 di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung berlangsung dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan makna yang mendalam. Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung sebagai sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan kerja. Dalam kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung memberikan hampers kepada para petugas kebersihan (cleaning service) yang selama ini telah berdedikasi menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan kerja. Para petugas kebersihan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kelancaran aktivitas perkantoran, meskipun keberadaannya sering kali tidak menjadi sorotan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan dan apresiasi yang tulus atas kontribusi nyata mereka dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman. Penyerahan hampers dilakukan secara langsung oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan dengan suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan. Interaksi yang terjalin antara pemberi dan penerima mencerminkan adanya hubungan yang harmonis serta rasa saling menghargai antar sesama. Para penerima tampak bahagia dan bersyukur atas perhatian yang diberikan, yang tidak hanya berupa bingkisan, tetapi juga bentuk kepedulian dan pengakuan atas kerja keras mereka selama ini. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan secara material, tetapi juga mengandung nilai edukatif dan sosial yang tinggi. Dharma Wanita Persatuan ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam suatu lingkungan kerja, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan penghargaan dan perhatian yang layak. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta budaya saling menghargai, menghormati, dan peduli terhadap sesama tanpa memandang latar belakang pekerjaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima. Ramadhan mengajarkan pentingnya berbagi, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga melalui perhatian, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang terus diupayakan untuk diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan kerja. Lebih jauh lagi, kegiatan berbagi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat solidaritas sosial yang berkelanjutan. Kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang berperan penting namun sering berada di balik layar, merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitarnya. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap individu merasa dihargai dan memiliki peran yang setara dalam mendukung keberhasilan organisasi. Keharmonisan lingkungan kerja tidak hanya dibangun melalui koordinasi dan komunikasi formal, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang diwujudkan dalam tindakan nyata seperti kegiatan berbagi ini. Suasana Ramadhan yang penuh berkah semakin terasa melalui kegiatan ini. Nilai-nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian yang tercermin diharapkan mampu memperkuat hubungan antarpegawai serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih humanis. Kebahagiaan yang sederhana namun tulus menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah fondasi utama dalam membangun hubungan yang harmonis. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung tidak hanya menunjukkan kepedulian sosial, tetapi juga mempertegas peran strategisnya dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual anggota. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa organisasi memiliki komitmen kuat dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan yang berkelanjutan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya pada momentum Ramadhan, tetapi juga dalam kesempatan lainnya. Hal ini penting untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai kepedulian sosial serta memperkuat budaya berbagi di lingkungan kerja. Dengan demikian, setiap anggota tidak hanya berperan sebagai bagian dari organisasi, tetapi juga sebagai individu yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan selalu memiliki makna yang besar bagi mereka yang menerimanya. Ketulusan dalam berbagi akan menghadirkan kebahagiaan, baik bagi pemberi maupun penerima. Semoga bingkisan sederhana yang diberikan dapat menjadi penyemangat, membawa kebahagiaan, serta menambah keberkahan di bulan suci Ramadhan.
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
22926-03-2026

Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung Bidang Sosial Budaya Kegiatan Ketahanan Keluarga Iman dan taqwa

Plt. Ketua Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung Hadiri Halal Bi Halal bersama Bapak Bupati Tulungagung dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung.

Pada Hari Kamis, 26 Maret 2026 Plt Ketua Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung, Ibu Lukin Sonny Jatmiko mendampingi Bapak Sonny Jatmiko, S.H., M.H menghadiri Halal Bi Halal bersama Bapak Bupati Tulungagung dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung. Kegiatan dimulai dengan Apel besar yang dipimpin oleh Bupati Tulungagung, Bapak Gatut Sunu Wibowo, S.E, M.E dan dihadiri oleh Wakil Bupati Tulungagung, Bapak Ahmad Baharudin, S.M., M.M beserta Ibu; Pj. Sekretaris Daerah Bapak Soeroto, S.Sos.,MM beserta Ibu; Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah beserta Ibu; dan Bapak / Ibu Pejabat Eselon III dan IV serta ASN di Lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Adapun beberapa perhatian yang perlu dipahami pada Apel Besar dirangkaikan Halal Bi Halal 26 Maret 2026 terdiri dari :

1. Pentingnya Solidaritas dan kerjasama untuk Tulungagung Maju

Pada momen Idul Fitri yang Suci ini Bupati Tulungagung mengajak kita semua untuk saling memaafkan, menjaga dan mempererat silaturahmi, jangan ada sekat yang membedakan dan memberi jarak antar pegawai, kerukunan dan silaturahmi adalah hal utama yang harus dibangun agar kita semua dapat bekerja sama secara nyaman, dan tentunya meningkatkan kualitas kerja agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan maksimal sehingga tercipta Masyarakat Tulungagung yang Sejahtera, Maju, dan Berakhlak Mulia sepanjang masa
2. Pentingnya Profesionalitas ASN dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tulungagung

Sebagai Aparatur Sipil Negara, Profesionalitas merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam mendukung visi dan misi Pemerintah karena ASN adalah ujung tombak pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik. Tanpa sikap Profesional, program yang dirancang sebaik apapun tidak akan berjalan secara optimal. ASN yang profesional bekerja berdasarkan kompetensi dan aturan sehingga pembangunan benar – benar menjawab kebutuhan masyarakat khusunya Jalan yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Tantangan pemerintahan yang terus berkembang menuntut kita semua untuk terus belajar dan berinovasi sehingga dapat menghadirkan solusi baru guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sikap disiplin, tanggungjawab dan etos kerja tinggi akan menjadi teladan positif bagi masyarakat.

Profesional ASN sangat dibutuhkan khususnya dalam mendukung program strategis nasional maupun daerah sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran. Hal ini juga akan menunjukkan kesinambungan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Dharmawanita Persatuan berperan mendukung suami agar bekerja secara lebih profesional dan disiplin dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Kehadiran Dharmawanita Persatuan dapat memperkuat rasa tanggungjawab suami terhadap tugas kedinasan.

Arahan yang disampaikan oleh Bupati Tulungagung yang juga selaku Penasihat Dharmawanita Persatuan Kabupaten Tulungagung kepada seluruh ASN yang mengikuti Apel Pagi sekaligus Halal bi Halal di Halaman Pemkab Tulungagung diperhatikan dengan baik khususnya terkait Pentingnya Solidaritas dan Kerjasama untuk mendukung Tulungagung Maju serta Pentingnya Profesionalitas ASN dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tulungagung selain itu Dharmawanita juga memiliki peran penting dalam mendampingi suami melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Badan Pendapatan Daerah

23026-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan / Bantuan Sosial

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal: Kamis / 26-03-2026
3. Pukul : 09.00 WIB – 11.00 WIB
4. Peserta : 10 orang
5. Lokasi : Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.
6. Acara : Droping bantuan Benih Jagung Hibrida

Detail Kegiatan
Ibu Kuswandari,SP. dan Ibu Kusriani Lutfi,SP (Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung), telah melaksanakan kegiatan droping/pembagian bantuan benih jagung Hibrida, kepada Kelompok Tani Sido Makmur I Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2026.

Hadir dalam kegiatan hari ini Kepala UPT dan Pembenihan Kabupaten Tulungagung Ibu Sri’in,SP., Kepala Desa Rejosari, Ketua Kelompok Tani Sido Makmur I bersama 5 orang anggotanya yang akan menerima bantuan. Benih jagung yang dibagikan adalah jagung Hibrida berkwalitas Varietas “Sry Aggung 919”. Serah terima bantuan jagung berlangsung di rumah Pak Slamet Ketua Kelompok Tani Sido Makmur I, bantuan langsung diserahkan oleh Ibu Sri’in,SP. Kepala UPT dan Pembenihan Kabupaten Tulungagung.

Pemerintah menyalurkan bantuan benih jagung Hibrida berkwalitas di Kabupaten Tulungagung, kepada Kelompok Tani ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah dalam mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Tulungagung. Pembagian bantuan ini menjadi bukti hadirnya pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung hadir di tengah tengah masyarakat petani. Saat ini petani menanggung beban biaya bertani yang semakin tinggi dan salah satu diantaranya adalah mahalnya benih jagung, untuk itu petani sangat membutuhkan bantuan benih jagung.

Kepala UPT Pembenihan Kabupaten Tulungagung, Ibu Sri ‘in,SP dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus menunjukan komitmennya untuk bekerja nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani jagung. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan sarana prasarana pertanian, mulai dari benih unggul , pupuk hingga alat mesin pertanian (Alsintan), agar petani dapat bekerja secara optimal dan mendapatkan hasil yang maksimal .
Lebih lanjut dijelaskan bahwa bantuan benih jagung yang dibagikan merupakan benih Hibrida berkwalitas, direncanakan akan ditanam awal musim hujan sektar bulan Nopember, selanjutnya Dinas akan melakukan pendampingan/mengawal proses mulai penanaman, pemeliharaan, hingga siap panen, untuk dukung percepatan tanam dan peningkatan hasil produksi jagung di wiayah Kabupaten Tulungagung, khususnya di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang.

Dengan adanya bantuan benih jagung kepada kelompok tani, pemerintah berharap produktivitas jagung yang ditanam petani dapat meningkat sekaligus memperkuat kontribusi sector pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Bantuan benih jagung Hibrida ini disalurkan melalui kelompok tani dengan verifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk memastikan bantuan tepat sasaran, ujarnya menutup sambutanya.

Bantuan benih jagung ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, memperkuat ketahanan pangan serta mengngkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani, juga dalam optimalisasi lahan, yaitu mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara efektif dan efesien, terutama saat musim tanam serta memastikan petani menggunakan varietas benih jagung yang aman, legal dan bermutu tinggi. Bantuan ini untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan dan membantu petani mengurangi biaya produksi tentunya.

Mewakili Kelompok Tani Sido Makmur I, Pak Slamet mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung atas bantuan benih Jagung ini, kami akan memanfaatkan sebaik-baiknya demi meningkatkan hasil panen di wilayah kami. Bantuan ini sangat berharga bagi kami, ucapnya penuh rasa syukur.
Droping/pembagian bantuan benih jagung selesai pada pukul 11.00 WIB.
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pertanian

23111-03-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari rabu tanggal 11 Maret 2026 pukul 14.30 WIB menghadiri santunan anak yatim/ piatu / yatim-piatu yang diselenggarakan oleh KKKS (Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Kabupaten Tulungagung bertempat dipendopo kongas arum kusumangingbongso. Bahwa dalam rangka bulan suci ramadhan dan menyongsong hari raya idul fitri Th. 1447 H/2026 M, KKKS Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan baznas Kabupaten Tulungagung memberikan santunan kepada anak yatim/piatu/yatim-piatu yang tidak mampu dari Desa se-Kabupaten Tulungagung. Masing-masing desa mengusulkan 3 anak. Anak anak penerima manfaat mendapatkan dari KKKS Kabupaten Tulungagung uang tunai sebesar Rp. 100.000,00 dan konsumsi, dari baznas Provinsi jawa timur uang tunai sebesar Rp. 25.000,00 an tas punggung beserta alat tulis lalu dari baznas Kabupaten Tulungagung mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 75.000,00. Anakpenerima manfaat di dampingi oleh ibu kepala desa.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
23210-03-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman menghadiri Safari ramadhan wilker kota di pondok pesantren Al Badru Alaina yang diasuh oleh Abah Amu (KH. Ahmad Mustofa) yang bertempat di Kecamatan Ngantru pada tanggal 10 Maret 2026.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
23325-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan silaturahmi dan halal bi halal di rumah sesepuh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung mbah Jafar yang dihadiri oleh Ibu Tri Wahyuningtyas, Ibu Bina Asari, Ibu Sryningsih, Ibu Siti Mariyam, Ibu Sri Purnama, Ibu Lailatul Rohmah, Ibu Lusiana Pusparani, Ibu Nina Hidayati, Ibu Endah Wulandari, Ibu Reni Candra Setyoningrum, Ibu Yuli Purianti, Ibu Dina Okvika Putri, Ibu Ninik Ernawati, Ibu Putri Utami, Ibu Mahendri Mayari, Ibu Luthfiana Kumalasari, Ibu Hilda Febrindasari, Ibu Susanti, Ibu Sri Kundari, Ibu Nona Dinar dan Ibu Sofiyah.
Bidang: Sosial Budaya
Program kerja : Kepedulian & Kesetiakawanan, budaya cinta lingkungan

Keterangan program :
1. Hari : Rabu :
2. Tanggal : 25 Maret 2025 :
3. Pukul: 08.00 WIB :
4. Tempat: Rumah Kediaman Mbah Jafar:

5. Pembahasan/Detail Kegiatan :
Hala bihalal adalah tradisi yang dilakukan oleh umat Islam setelah bulan Ramadan, yaitu pada hari raya Idul Fitri. Tradisi ini dilakukan dengan saling memaafkan dan meminta maaf kepada orang lain, terutama kepada keluarga dan teman-teman. Hala bihalal berasal dari bahasa Arab, yaitu "halal" yang berarti "dosa yang telah diampuni" dan "bihalal" yang berarti "saling memaafkan". Jadi, hala bihalal berarti saling memaafkan dan meminta maaf kepada orang lain. Tradisi hala bihalal terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya Indonesia, terutama pada zaman kolonial, di mana umat Islam di Indonesia menggunakan tradisi ini sebagai cara untuk memperkuat hubungan sosial dan keagamaan. Setelah Indonesia merdeka, tradisi hala bihalal terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya nasional, di mana umat Islam di Indonesia menggunakan tradisi ini sebagai cara untuk memperkuat hubungan sosial dan keagamaan. Silaturahmi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan yang erat dan harmonis antara individu atau kelompok. Silaturahmi berasal dari bahasa Arab, yaitu "silah" yang berarti "hubungan" dan "rahim" yang berarti "rahmat" atau "kasih sayang". Jadi, silaturahmi berarti hubungan yang penuh kasih sayang dan rahmat.p>

Awal mula tradisi hala bihalal tidak dapat dipastikan secara pasti, namun ada beberapa teori yang menjelaskan tentang asal-usul tradisi ini. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa tradisi hala bihalal telah ada sejak zaman Arab pra-Islam, di mana orang-orang Arab akan saling memaafkan dan meminta maaf kepada satu sama lain setelah melakukan perjalanan panjang.

Waktu melaksanakan tradisi hala bihalal biasanya dilakukan setelah bulan Ramadan, yaitu pada hari raya Idul Fitri. Tradisi hala bihalal biasanya dilakukan pada hari raya Idul Fitri, yaitu hari pertama setelah bulan Ramadan. Banyak orang melaksanakan tradisi hala bihalal setelah shalat Idul Fitri, sebagai tanda syukur dan kebahagiaan atas berakhirnya bulan Ramadan. Tradisi hala bihalal juga dapat dilakukan selama beberapa hari setelah Idul Fitri, sebagai kesempatan untuk saling memaafkan dan meminta maaf kepada keluarga dan teman-teman. Adapun tujuan hala bihalal diantaranya adalah untuk saling memaafkan dan meminta maaf kepada orang lain, sehingga dapat memperbaiki hubungan dan meningkatkan keharmonisan, untuk membersihkan hati dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya saling memaafkan dan meminta maaf kepada orang lain. Tujuan dari silaturahmi sebagai berikut untuk meningkatkan hubungan sosial antara individu atau kelompok, sehingga tercipta keharmonisan dan kesolidaritasan, untuk membangun kepercayaan antara individu atau kelompok, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat dan harmonis, dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya hubungan sosial dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Penutup : Awal mula tradisi hala bihalal tidak dapat dipastikan secara pasti, namun tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya Indonesia dan ajaran Islam, di mana umat Islam dianjurkan untuk saling memaafkan dan meminta maaf kepada satu sama lain, terutama setelah bulan Ramadan.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
23413-03-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulunggagung dibawah pimpinan ibu Deni UUn Suncahyo mengikuti Santapan Rokani yang diadakan oleh Pemkab Kabupaten Tulungagung pada hari Jum'at tanggal 13 Maret 2026 bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumanumaning bangso dengan Ustad Soim dari Gondang tema Nuzulul Qur'an. Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya wahyu Al-Quran pertama kali dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira (Jabal Nur) pada malam 17 Ramadhan, sekitar tahun 610 M. Ini menandai dimulainya kenabian Rasulullah dan penyebaran Islam, yang sering diperingati dengan meningkatkan ibadah, membaca, serta mengamalkan Al-Quran. Poin Penting Nuzulul Quran: Waktu: Umumnya diperingati pada tanggal 17 Ramadhan. Wahyu Pertama: Surat Al-'Alaq ayat 1-5. Tempat: Gua Hira, Jabal Nur. Makna: "Nuzulul" berarti menurunkan dari tempat tinggi ke rendah (Lauful Mahfuz ke bumi). Sinonim dan Istilah Terkait: Peristiwa Turunnya Al-Quran. Malam Kemuliaan / Lailatul Qadar (sering dikaitkan meski ada perbedaan teknis). At-Tanzil (turun bertahap). Usage Examples (Amalan/Peringatan): Memperbanyak Membaca Al-Quran (Tadarus): Umat Islam meningkatkan intensitas membaca Al-Quran, khususnya pada malam ke-17 Ramadhan. Iktikaf dan Doa: Berdiam diri di masjid untuk berdoa dan beribadah guna mendapatkan keberkahan malam tersebut. Seminar/Pengajian: Mengadakan peringatan untuk mempelajari sejarah dan hikmah Nuzulul Quran, sering disebut tabligh akbar, yang meningkatkan pemahaman tentang isi Al-Quran. Sedekah: Meningkatkan amal sosial sebagai wujud syukur atas turunnya pedoman hidup. Nuzulul Quran adalah momen untuk memperkuat komitmen menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup (Hudan lin Naas) dan instrumen pembeda antara benar dan salah (Al-Furqan).
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
23516-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Prorgam : Kepedulian dan Kesetiakawanan / Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal : Senin / 16-03-2026
3. Pukul : 17.00 WIB – 18.30 WIB
4. Peserta : 50 Peserta
5. Lokasi : Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Buka Bersama dan Purna Tugas Anggota DWP Dinas Pertanian
Adapun susunan acara pada Kegiatan hari ini adalah :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan
3. Doa
4. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Tulungagung
5. Penyerahan Tali Asih kepada anggota DWP yang Purna Tugas
6. Sholat Magrib Berjamah
7. Buka Bersama
8. Penutup.

Detail Kegiatan
Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung menggelar acara buka bersama (Bukber) dan penyerahan tali asih kepada Ibu Supiyah, anggota DWP yang purna tugas serta menjalin silaturahmi yang dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung pada hari Senin tanggal 16 Maret 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Ibu Tri Astiawati Suyanto bersama Kepala Dinas Pertanian Bapak Drs Suyanto,MM, Sekretaris Dinas Pertanian Bapak Kemi Durachman,SP,MM, Pengurus DWP dan anggota DWP Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung. Acara dimulai pada pukul 17.00 WIB.

Dalam Sambutannya Ibu Ketua DWP Dinas Pertanian Ibu Tri Astiawati Suyanto, mewakili keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya atas dedikasi, tenaga dan pikiran yang telah Ibu curahkan selama ini, kehangatan dan kebersamaan dengan Ibu akan selalu kami rindukan, semoga tali silaturhmi tetap terjalin, ujar Ibu Ketua DWP.

Pada Kesempatan ini Ibu Supiyah, menyampaikan ucapan terima kasih nkepada Ibu Ketua DWP serta semua anggota DWP Dinas Pertanian, semoga tali silaturahmi kita tetap terjalin satu sama lain. Tidak lupa Ibu Supiyah menyampaikan harapannya agar DWP Dinas Pertanian semakin maju dan juga semoga program yang dijalankan bisa mendatangkan manfaat anggota kgususnya dan bagi orang disekitarnya, ucap Ibu Supiyah.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan penyampaian kesan dan pesan dari kepengurusan DWP Dinas Pertanian yang diwakili oleh Ibu Sarilita Tri Widyono Agus Basuki dari Bidang Pendidikan DWP Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, serta diakhiri dengan pemberian tali asih dari DWP Dinas Pertanian sebagai tanda kasih dan apresiasi, kepada Ibu Supiah dan ucapan selamat memasuki masa purna tugas, kami semua mendoakan agar Ibu Supiyah sekeluarga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan, selama ini Ibu Supiyah merupakan anggota yang aktif dalam kegiatan DWP Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan iman di Bulan Suci Romadhon dan memberikan penghormatan terakhir kepada anggota yang memasuki purna tugas, acara ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas pengabdian anggota DWP dalam mendukung kinerja suami maupun kontreibusi bagi organisasi.

Kegiatan ditutup dengan saling bermaaf maafan antar anggota DWP Dinas Pertanian, menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kekeluargaan. Diharapkan melalui acara ini, solidaritas dan kebersamaan di lingkungan DWP Dinas Pertanian semakin kuat, serta membawa keberkahan di bulan Suci Romadhon. Suasana kebersamaan terlihat hangat saat para anggota DWP berkumpul untuk berbuka puasa, dan dilanjut dengan Sholat Magrib berjamaah yang diimami oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Bapak Kemi Durachman.
Kegiatan buka puasa bersama dan pemberian tali asih anggota yang purna tugas selesai pada pukul 18.30. WIB
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pertanian

23610-03-2026Donor darah adalah proses pemberian darah secara sukarela oleh seseorang (donor) untuk kemudian disimpan di bank darah dan digunakan bagi orang yang membutuhkan (resipien). Ini adalah tindakan kemanusiaan yang sangat vital karena darah tidak dapat diproduksi secara sintetis; satu-satunya sumber adalah kebaikan hati sesama manusia. Jenis-Jenis Donor Darah Secara umum, ada dua cara untuk mendonorkan darah: 1. Donor Darah Lengkap (Whole Blood): Mengambil seluruh komponen darah. Ini adalah jenis donor yang paling umum dilakukan. 2. Apheresis: Hanya mengambil komponen tertentu (seperti trombosit, plasma, atau sel darah merah) menggunakan mesin khusus, sementara komponen lainnya dikembalikan ke dalam tubuh donor. Syarat Dasar Menjadi Donor : Untuk memastikan keamanan donor dan penerima, ada beberapa kriteria yang biasanya harus dipenuhi: 1. Usia: Umumnya 17–60 tahun (atau sesuai kebijakan medis setempat). 2. Berat Badan: Minimal 45 kg. 3. Kesehatan: Tidak sedang sakit (flu, batuk, demam), memiliki tekanan darah normal, dan kadar hemoglobin (Hb) yang cukup. 4. Gaya Hidup: Tidak memiliki riwayat penyakit menular melalui darah dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu dekat. Manfaat Donor Darah bagi Pendonor : 1. Selain menolong orang lain, donor darah juga punya "bonus" kesehatan bagi Anda: 2. Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Sebelum donor, tensi dan kadar Hb Anda akan dicek secara rutin. 3. Menjaga Kesehatan Jantung: Membantu mengurangi kelebihan zat besi dalam darah yang bisa menurunkan risiko oksidasi kolesterol. 4. Regenerasi Sel Darah: Menstimulasi tubuh untuk memproduksi sel-sel darah merah yang baru dan lebih segar. 5. Kepuasan Psikologis: Perasaan bahagia karena tahu Anda bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa dengan satu kantong darah. 6. Catatan Penting: Pastikan Anda cukup tidur (minimal 5 jam) dan sudah makan serta minum air putih yang cukup sebelum berangkat ke lokasi donor. Untuk itu Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melaksanakan giat 10 yaitu giat donor darah yang dilaksanakan setiap tanggal 10 setiap bulannya dan diikuti minim 10 peserta dan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Tulungagung . Bertempat di kantor PMI Kabupaten Tulunggaung .Giat 10 bulan Maret 2026 diikiuti oleh 5 pendonor , yang berhasil 1 orang yaitu : 1. Ibu Titik Peristiwati anggota dari SMPN 1 Kedungwaru dengan golongan darah B+, yang belum berhasil ada 4 diantaranra : 1. Ny. Fina Encik karena HB rendah 2. Ibu Azizah karena tensi rendah 3. Validasia karenaTensi rendah 4. Ibu Isrohiyah karena HB rendah . Giat donor darh bulan ini yang ikut hanya sedikit dikarenakan bebarengan dengan bula puasa Romadhlon
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
23717-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah melakukan kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan - Bantuan Sosial

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
2. Hari/ Tanggal : Selasa / 17 Maret 2026
3. Pukul : 13.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR beserta pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR
5. Lokasi : Rumah Singgah Sahabat Sehat Kedungwaru-Tulungagung
6. Acara : Pemberian Bantuan Sosial Kepada Pasien Rumah Singgah Sahabat Sehat

Pada hari ini Selasa tanggal 17 Maret 2026 pada pukul 13.00 WIB, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan pemberian bantuan social kepada para pasien kanker yang ada di Rumah Singgah Sahabat Sehat. Kegiatan ini dilakukan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR yaitu Ibu Erwin Novianto bersama dengan perwakilan pengurus beserta anggota DWP yaitu Ibu Nyken, Ibu Adis dan Ibu Titik dimana yang bersangkutan juga merupakan karyawati dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Kita berangkat bersama-sama dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung penuh dengan rasa haru karena tujuan kegiatan kali ini adalah guna memberikan bantuan social dan dukungan moril kepada para pasien kanker, dimana mereka mempunyai semangat yang tinggi demi kesembuhan.

Kegiatan pemberian bantuan sosial kepada kepada penghuni Rumah Singgah Sahabat Sehat adalah sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi program kerja Bidang Sosial Budaya. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga pasien yang sedang menjalani pengobatan dan memerlukan tempat tinggal sementara.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan agenda penyerahan bantuan secara simbolis oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung yaitu Ibu Erwin Novianto kepada pengelola rumah singgah, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada para penghuni. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, perlengkapan kebutuhan sehari-hari, serta dukungan lainnya sesuai kebutuhan penghuni. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan silaturahmi, doa bersama, dan peninjauan fasilitas rumah singgah.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan harian, serta sejumlah santunan yang diharapkan dapat meringankan beban para penghuni rumah singgah. Rumah Singgah Sahabat Sehat sendiri menjadi tempat persinggahan bagi pasien dari luar daerah yang tengah menjalani perawatan medis, sehingga kehadirannya sangat membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sementara dengan suasana yang nyaman dan penuh dukungan.

Kunjungan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh haru. Para anggota Dharma Wanita tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para penghuni, memberikan semangat, doa, serta motivasi agar tetap kuat dan optimis dalam menjalani proses penyembuhan. Ada sebanyak 4 orang penderita kanker yang ada di Rumah Singgah ditambah dengan 2 orang pendamping dari keluarga penderita berarti total ada 6 orang, mereka berasal dari Blitar, Trenggalek dan Tulungagung.

Rumah Singgah Sahabat Sehat berada di Jalan Bung Tomo Gang 2 RT 5 RW 1 Desa Kedungwaru Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung adalah fasilitas swadaya yang didirikan untuk meringankan beban pasien kurang mampu, khususnya mereka yang sedang menjalani rawat jalan atau pengobatan intensif, dengan menyediakan tempat tinggal sementara yang bersih, rapi, dan nyaman. Rumah ini menjadi solusi hunian bagi pasien dan keluarga dari luar daerah yang ingin berobat di Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Dilatarbelakangi oleh pertemuan beberapa penyitas kanker yang berasal dari Tulungagung serta adanya informasi bahwa beberapa pasien kanker yg menjalani pengobatan di RSUD Dr.Iskak berasal dari luar kota Tulungagung, dan sangat membutuhkan tempat untuk istirahat selama menunggu jadwal pengobatan. Karena sebelumnya, para pasien menginap di Mushola atau masjid yang dekat dengan rumah sakit.

Dari itu semua, para penyitas berkeinginan untuk membantu para pasien tersebut dengan menyediakan tempat yang layak dan dekat dengan rumah sakit. Keinginan dan harapan tersebut akhirnya terjawab dengan bantuan serta dukungan yang luar biasa dari para donatur, sehingga segala sesuatunya dapat disediakan untuk para pasien yang membutuhkan tempat untuk beristirahat selama pengobatan.

Tujuan Rumah Singgah Sahabat Sehat Tulungagung
Selama di rumah singgah, pasien dan pendamping menyatakan merasakan manfaat rumah singgah.
1) Fisik, yaitu : biaya sewa tidak ada, tersedia sarana kebutuhan harian, akses pedagang/penyedia bahan pangan, pasien dapat beristirahat selama masa tunggu sebelum perawatan di RS, jarak ke RS lebih dekat, pasien dapat memperoleh atau bertukar informasi mengenai kanker dan perawatannya; .
2) psikologis, yaitu: pasien, pendamping dan pertokoan pengurus dapat saling berbagi motivasi, pengalaman, kecemasan dan kekhawatiran yang dirasakan; pasien merasa tidak berjuang sendiri menghadapi penyakitnya; ada motivasi untuk sembuh setelah melihat pasien lain dapat pulih dan hidup sehat; pasien tetap merasa dihargai dan dihargai sebagai individu; pasien merasa bisa tetap mandiri menjalani pengobatan tanpa harus membebani keluarga; .
3) rohani, yaitu: mendapat motivasi dan dukungan untuk memperbanyak doa bagi kesembuhan pasien; .
4) sosial, yaitu: melakukan kegiatan bersama, melakukan kegiatan yang menyenangkan, menerima kunjungan dari keluarga, rekan dan pengurus.

Berikut adalah manfaat utama dalam pemberian bantuan sosial:
1. Dukungan Ekonomi dan Fasilitas: Bantuan berupa sembako, uang operasional, atau perbaikan fasilitas membantu mengurangi beban biaya penginapan bagi pasien yang menjalani rawat jalan atau pengobatan jangka panjang.
2. Pemulihan Kesehatan (Fisik dan Psikologis): Rumah singgah yang didukung donasi menyediakan tempat yang nyaman, aman, dan dekat dengan rumah sakit, mengurangi stres pasien, dan meningkatkan motivasi untuk sembuh.
3. Perlindungan Sosial dan Rehabilitasi: Bagi pasien dan pendamping pasien memastikan mereka mendapatkan tempat berlindung sementara yang layak (shelter) dan pendampingan psikososial.
4. Keberlanjutan Layanan: Bantuan dana memastikan operasional rumah singgah tetap berjalan, termasuk kebutuhan perbaikan dan keamanan.
5. Dukungan Spiritual dan Sosial: Menyediakan lingkungan kondusif yang memungkinkan interaksi sosial yang sehat dan kegiatan keagamaan, membantu proses pemulihan jiwa dan spiritual.

Para penghuni dan pengelola rumah singgah menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta dukungan yang diberikan. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan harian para penghuni selama mendampingi anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan.

Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung berharap dapat terus menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan semangat berbagi di antara anggota, serta memperkuat peran organisasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta memberikan dampak positif bagi seluruh pihak yang terlibat.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
23806-03-2026"Cafe sampah" atau Garbage Cafe adalah konsep tempat makan yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan layanan kuliner. Konsep ini umumnya dijalankan dengan beberapa cara utama: Sampah sebagai Alat Pembayaran Di beberapa tempat, pengunjung bisa mendapatkan makanan atau minuman secara gratis atau dengan potongan harga hanya dengan membawa sampah anorganik yang bisa didaur ulang (seperti botol plastik atau gelas bekas). Cara kerja: Sampah ditimbang, lalu dikonversi menjadi poin atau nominal tertentu yang bisa digunakan untuk bertransaksi di kafe tersebut. Untuk itu Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Tulunggagung bersama ketua DWP Dinas Pendidikan Ibu Deni Uun Suncahyo ikut berpartisipasi dalam program pengendalian lingkungan dengan program Cafe sampah yang diselenggarakan oleh TIm Penggerak PKK Kabupaten Tulunggagung bertempat di depan Sekretaris TP PKK Kabupaten Tulungagung Jln. RA Kartini no, 01 Tulungagung setiap hari jum,at pukul 08.00 - 11.00 WIB. Pada bulan maret ini DWP Dinas Pendidikan menyetorkan sampah dengan rincian sebagai beikut : 1. Tanggal 6 Maret 2026 disetor oleh anggota DWP Dinas Pendidikan Ibu Ririn Andri Wikanthi selaku sekretaris DWP Dinas Pendidikan dengan bobot timbangan 21 kg 2. Tanggal 13 Maret 2026 disetor oleh ibu Novi Ambarwati, Wiwik Rusmini dan Lilik Riyanti dengan bobot 15 kg
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
23913-03-2026Santapan rohani di bulan puasa bertujuan meningkatkan ketakwaan dan penyucian jiwa, bukan sekadar menahan lapar. Amalan utama meliputi tadarus Al-Qur'an, dzikir, sedekah, tarawih, serta i'tikaf. Aktivitas ini bertujuan untuk memaksimalkan ibadah, merenungi makna Ramadhan, dan mendekatkan diri kepada Allah. Pada hari Jum'at tanggal 13 Maret 2026 Ibu Ketua DWP Kecamatan Pagerwojo Ibu Nina beserta para anggota menghadiri acara santapan rohani bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso yang diikuti sekitar 300 peserta dari Unit organisasi dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Tulungagung. Acara di mulai pukul : 08.00 WIB sampai dengan selesai. Acara santapan rohani dengan menyampaikan materi sebagai berikut : Ringkasan AI Santapan rohani di bulan puasa bertujuan meningkatkan ketakwaan dan penyucian jiwa, bukan sekadar menahan lapar. Amalan utama meliputi tadarus Al-Qur'an, dzikir, sedekah, tarawih, serta i'tikaf. Aktivitas ini bertujuan untuk memaksimalkan ibadah, merenungi makna Ramadhan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut adalah panduan santapan rohani selama bulan Ramadhan: 1. Tadarus dan Tadabbur Al-Qur'anMembaca Al-Qur'an dengan tartil, memahami tajwid, dan merenungkan makna ayat (tadabbur). Fokus pada perbaikan diri dengan merenungkan janji, ancaman, dan kisah dalam Al-Qur'an. Hendaknya membaca dengan tartil, memperhatikan hukum-hukum tajwid disertai dengan mentadabburi ayat-ayat yang dibacanya. Jika ayat yang dibaca berkaitan dengan kekurangan atau kesalahannya, maka hendaknya dia beristighfar. Jika melewati ayat-ayat yang berkaitan dengan rahmat Allah, maka hendaknya dia meminta kepada Allah rahmat Allah tersebut. Jika melewati ayat-ayat tentang adzab, maka hendaknya dia takut dan berlindung kepada Allah dari adzab tersebut. Oleh karena itu, jika membaca Al Qur`an dengan cepat dan kurang memperhatikan hukum-hukum tajwid, maka sulit untuk mempraktekan tadabbur Al Qur`an. Bahkan membaca Al Qur`an dengan cepat tanpa aturan, terkadang hukumnya bisa menjadi haram, jika sampai menimbulkan perubahan huruf-huruf (tidak keluar sesuai dengan makhrajnya), karena menyebabkan terjadinya perubahan atas Al Qur`an. Adapun jika membaca dengan cepat, namun tetap memperhatikan hukum-hukum tajwid, maka tidak mengapa, karena sebagian orang mudah bagi lisannya membaca Al Qur`an (dan sebagian orang bisa mentadabburi Al Qur`an walaupun dibaca dengan cepat) 2. Memperbanyak Dzikir dan Doa Zikir dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja untuk menenangkan hati dan mendapatkan rahmat. Membaca doa-doa khusus Ramadhan dan memperbanyak istighfar, terutama di malam Lailatul Qadar. 3. Shalat Sunnah dan Ibadah Malam Menjalankan shalat tarawih dan witir untuk meraih keberkahan malam Ramadhan. Mengerjakan shalat sunnah rawatib, dhuha, dan qiyamullail (tahajud). 4. Bersedekah dan Berbagi Memberi makan orang yang berbuka puasa (ifthar) memiliki keutamaan besar dan pahala yang dilipatgandakan. Sedekah dapat membersihkan harta dan jiwa, serta mendekatkan diri kepada Allah. 5. Menjaga Lisan dan I'tikaf Menahan diri dari perkataan sia-sia, bohong, dan gibah. Melakukan i'tikaf (berdiam diri) di masjid, terutama pada 10 malam terakhir untuk mencari Lailatul Qadar. Sebagian orang tidak mengetahui hakikat puasa. Mereka membatasi makna puasa, yaitu hanya menahan diri dari makan dan minum. Maka engkau lihat sebagian mereka, puasanya tidak bisa mencegah (kejahatan) lisannya, sehingga terjerumus dalam ghibah, namimah dan dusta. Demikian juga, mereka membiarkan telinga dan mata mereka berkeliaran, sehingga terjatuh dalam dosa dan kemaksiatan. 6. Mendengarkan Kultum/Ceramah Ramadhan Mengisi waktu menjelang berbuka dengan mendengarkan tausiyah singkat (sapaan rohani) untuk menambah ilmu dan keimanan. Jadikan bulan Ramadhan sebagai kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan menjadi pribadi yang lebih baik. Merupakan nikmat yang besar kepada para hambaNya, yaitu Allah menjadikan waktu-waktu spesial yang penuh dengan berkah, agar para hambaNya memanfaatkan kesempatan emas tersebut dan berlomba-lomba meraih berkah sebanyak-banyaknya. Berjumpa dengan bulan Ramadhan merupakan kenikmatan yang sangat besar. Maka selayaknya seorang muslim benar-benar merasakan dan menjiwai nikmat tersebut. Betapa banyak orang yang terhalang dari nikmat ini, baik karena ajal telah menjemput, atau karena ketidakmampuan beribadah sebagaimana mestinya, karena sakit atau yang lainnya, ataupun karena mereka sesat dan masa bodoh terhadap bulan yang mulia ini. Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim bersyukur kepada Allah atas karuniaNya ini. Berdoa kepadaNya agar dianugerahi kesungguhan serta semangat dalam mengisi bulan mulia ini, yaitu dengan ibadah dan dzikir kepadaNya. Renungan di bulan suci Ramadhan : Yang menyedihkan, banyak orang tidak mengerti kemuliaan bulan suci ini. Tidak menjadikan bulan suci ini sebagai lahan untuk memanen pahala dari Allah dengan memperbanyak beribadah, bersedekah dan membaca Al Qur`an. Namun bulan yang agung ini, mereka jadikan musim menyediakan dan menyantap aneka ragam makanan dan minuman, menyibukkan kaum ibu terus berkutat dengan dapur. Sebagian yang lain ada yang memanfaatkan bulan mulia ini hanya dengan bergadang dan ngobrol hingga pagi, kemudian pada siang harinya dipenuhi dengan mimpi-mimpi. Bahkan ada yang terlambat untuk shalat berjamaah di masjid. Ataupun tatkala shalat di masjid, ia berangan-angan agar sang imam segera salam. Sebagian yang lain ada yang mengenal bulan suci ini sebagai musim untuk mengeruk duit sebanyak-banyaknya. Lowongan-lowongan pekerjaan ditelusurinya sebagai upaya memperoleh kesempatan mengeruk dunia. Sebagian yang lain sangat giat berjual beli, stand bye di pasar dan meninggalkan masjid. Kalaupun shalat di masjid, mereka shalat dalam keadaan terburu-buru. Hikmah Santapan Rohani : Dengan meresapi hikmah-hikmah ini, puasa diharapkan mampu mengubah perilaku menjadi lebih baik (akhlakul karimah) dan dampaknya tetap terasa meskipun bulan Ramadan telah berlalu. Rasa lapar saat berpuasa mengingatkan umat Islam akan penderitaan orang-orang yang kurang beruntung. Hal ini menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian sosial untuk berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Ramadan mengajarkan kedisiplinan yang ketat, mulai dari waktu sahur, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, hingga waktu berbuka. Hal ini membentuk pola hidup yang teratur dan produktif. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan safaat ridho dan ampunan dari Alloh SWT.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pagerwojo
24011-03-2026

Laporan :

Dhama Wanita Persatuan Kecamatan Bandung Mengikut Kegiatan

Bidang : Sosial Budaya

Program : Kepedulian & Kesetiakawanan

Kegiatan : Bantuan Sosial

Keterangan Program:

1. Hari : Rabu

2. Tanggal : 11 Maret 2026

3. Pukul : 15.00 WIB s/d Selesai

4. Tempat : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso

5. Acara : Mengikuti acara santunan anak yatim

Detail Acara :

Ibu Ketua DWP Kecamatan Bandung menghadiri kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa pada hari Rabu tanggal 11/03/2026.

Sebanyak 1.000 anak yatim yang berasal dari 271 desa dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung hadir dalam kegiatan tersebut. Masing-masing anak menerima santunan uang sebesar Rp200.000 yang terdiri dari Rp100.000 dari KKKS, Rp25.000 dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan Rp75.000 dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Tidak hanya santunan uang, para anak yatim juga menerima tas sekolah lengkap dengan alat tulis dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Selain itu, mereka juga mendapatkan kotak konsumsi serta makanan ringan untuk berbuka puasa yang disediakan oleh KKKS Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo menyampaikan bahwa anak-anak yatim merupakan amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Ketua KKKS Kabupaten Tulungagung, Endang Gatut Sunu dalam sambutannya menyampaikan bahwa santunan kali ini diberikan kepada 1.000 anak yatim yang berasal dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung.

Santunan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih terjaga dengan baik di Tulungagung. Kehadiran berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BAZNAS, KKKS, hingga masyarakat, menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kunci dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Selain memberikan bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa empati. Anak-anak yatim yang hadir tampak bahagia menerima santunan, sementara para tamu undangan merasakan kehangatan kebersamaan.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ali Maschan Moesa menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang dalam menjalankan program-programnya selalu bersinergi dengan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan santunan ini, diharapkan kebersamaan antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus menghadirkan kepedulian bagi anak-anak yatim.

Santunan 1.000 anak yatim di Tulungagung bukan hanya sekedar acara seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian sosial. Kehadiran Bupati Gatut Sunu Wibowo bersama Wakil Bupati, BAZNAS dan KKKS menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sosial dan kemanusiaan. Menjelang Idul Fitri, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita mampu berbagi dengan sesama. Dengan semangat kebersamaan, Tulungagung menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Semoga senyum dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka menjadi pengingat bahwa kepedulian kecil yang diberikan bersama mampu menghadirkan harapan besar bagi masa depan mereka.

Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Bandung

24113-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Jumat / 13 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Semua unsur Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Kegiatan Pengajian Al-Quran

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan Pada hari ini Jumat tanggal 13 Maret 2026 yang bertempat di Ruang Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung, Ibu Shanty Erwin Novianto telah mengikuti kegiatan Pengajian AlQuran. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap setiap program pembinaan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung. Selain itu, keikutsertaan anggota dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung juga menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung kegiatan organisasi yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Lantunan ayat suci tersebut memberikan nuansa spiritual yang mendalam serta mengajak seluruh peserta untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selama dibacakan ayat ayat suci Al-Quran suasana berlangsung secara tertib dan penuh khidmat. Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, Ibu Uswatun Soeroto. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan pengajian dan mengaji Al-Quran bersama ini merupakan bagian dari program pembinaan rohani yang secara rutin dilaksanakan guna memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan Dharma Wanita. Melalui kegiatan ini diharapkan para anggota dapat terus meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam, serta menjadikan nilai-nilai Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Acara selanjutnya diisi dengan tausiyah atau ceramah agama yang disampaikan oleh seorang narasumber yang kompeten di bidang keagamaan yaitu Ustadzah Hanifah, beliau merupakan Cucu dari pondok kunir jombang dan keluaraga dari Gus Iqdam. Dalam tausiyah tersebut disampaikan berbagai pesan moral dan spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Ibu Ibu anggota Dharma Wanita yang memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat. Beliau menekankan bahwa Al-Quran bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pedoman dalam membangun keluarga yang harmonis, mendidik generasi yang berakhlak mulia, serta menjalankan berbagai aktivitas sosial dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Selama mengikuti tausiyah Ibu Ibu begitu antusias dan beberapa kali bertanya mengenai berbagai macam keluh kesah yang dialami. Para Ibu Ibu juga mencatat poin-poin penting sebagai pengingat dan bahan renungan dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir kegiatan, seluruh Ibu Ibu Dharma Wanita Persatuan bersama-sama memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena acara sudah berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. Doa juga dipanjatkan agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemampuan untuk terus menjalankan berbagai program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan pengajian Al-Quran bersama ini diharapkan nantinya dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Dengan landasan nilai-nilai keagamaan yang kuat, diharapkan para anggota dapat menjalankan peran mereka dengan lebih baik, baik itu sebagai anggota organisasi, sebagai istri, sebagai ibu, maupun sebagai bagian dari masyarakat. Melalui kegiatan ini pula diharapkan semangat kebersamaan, kekompakan, serta rasa persaudaraan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung semakin terjalin erat. Dengan demikian, organisasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
24213-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga - Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Jumat / 13 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
4. Peserta : unsur perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, Jajaran OPD Sarimbit
5. Lokasi : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
6. Acara : Kegiatan Santapan Rohani

Pada hari ini Jumat tanggal 13 Maret 2026 pukul 08.00 WIB yang betempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung telah mengikuti kegiatan siraman rohani. Ibu Ketua DWP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ibu Shanty Erwin Novianto hadir bersama dengan Ibu Zulma dan Ibu Adis dimana mereka merupakan karyawati Dinas PUPR dan juga merupakan Anggota DWP Dinas PUPR. Kegiatan ini diikuti oleh unsur perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, Jajaran OPD Sarimbit.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Bapak Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang dilanjutkan dengan penyampaian ceramah atau tausiyah oleh Kyai Soim dengan mengambil tema Nuzulul Quran. Bapak Gatut Sunu menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kesabaran, keimanan, dan kepedulian sosial. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperkuat persaudaraan serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebelum acara tausiyah dimulai Bapak Bupati Tulungagung secara resmi juga memberangkatkan pendistribusian beras zakat fitrah 1447 H/2026 M. Beras ini disalurkan ke 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung untuk disalurkan kepada yang berhak, ditandai dengan pelepasan truk secara simbolis.

Selanjutnya adalah tausiyah oleh Kyai Soim dengan mengambil tema Nuzulul Quran. Para peserta mengikuti kegiatan dengan khidmad dan begitu antusias. Selain mendapatkan tambahan ilmu keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antar peserta dari berbagai instansi dan organisasi wanita. Dalam ceramahnya beliau menjelaskan mengenai apa itu Nuzulul Quran. Malam nuzulul Quran merupakan peristiwa diturunkannya Al-Quran. Malam ini diperingati pada hari ke-17 bulan Ramadan. Peringatan Nuzulul Quran mengacu pada peristiwa saat Rasulullah SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya di Gua Hira, yaitu Al-Quran surah Al-'Alaq ayat 1-5.

Al-Quran merupakan kitab petunjuk yang memiliki keistimewaan. Al-Qur'an merupakan kitab penyempurna daripada kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelumnya. Selain itu, Al-Qur'an juga sebagai mukjizat Nabi Muhammad.

Arti Nuzulul Quran:
Sejarah & Pengertian: Nuzulul Quran adalah penurunan Al-Quran dari tempat yang tinggi (Lauh Mahfuz/langit dunia) ke bumi, yang diawali pada 17 Ramadhan.
Keistimewaan: Malam turunnya Al-Quran dikaitkan dengan malam yang penuh berkah, lebih baik dari seribu bulan, dan momen di mana malaikat turun membawa rahmat.
Fungsi Al-Quran: Sebagai huda (petunjuk hidup), furqan (pembeda hak dan batil), dan syifa (obat hati) bagi manusia agar tidak sesat.
Amalan Utama:
1. Tilawah Al-Quran: Memperbanyak membaca, menghafal, dan mengkhatamkan Al-Quran selama Ramadhan. .
2. Tadabbur: Memahami isi dan makna ayat untuk diamalkan.
3. Iktikaf & Shalat Malam: Mendekatkan diri kepada Allah SWT di masjid.

Pesan Moral: Menjadikan Al-Quran sebagai pedoman perilaku sehari-hari, tidak hanya dibaca tetapi juga diimplementasikan agar hidup lebih mulia.

Dalam akhir tausiyahnya beliau menyampaikan Melalui peringatan Nuzulul Quran ini, marilah kita kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur'an. Semoga kita semakin rajin membacanya, memahami maknanya, serta berusaha mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari agar selalu berada dalam rahmat dan petunjuk Allah SWT.

Dari tausiyah yang sudah disampaikan hari ini dapat disimpulkan, mari kita mulai dari langkah yang sederhana, misalnya dengan membaca beberapa ayat Al-Quran setiap hari, mencoba memahami maknanya, lalu berusaha menerapkannya dalam kehidupan kita. Jika dilakukan secara konsisten, InsyaAllah hati kita akan menjadi lebih tenang dan kehidupan kita dipenuhi keberkahan.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
24314-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program/Kegiatan : Kepedulian dan Kesetiakawanan/Bantuan Sosial
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Sabtu, 14 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 s/d 11.00 WIB
4. Peserta : 46 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Santunan Anak Yatim

Pembahasan
Kegiatan santunan kepada anak yatim merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial bersama, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bertempat di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengadakan kegiatan Santunan Anak Yatim. Kegiatan ini menghadirkan anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak - anak yatim. Santunan Anak Yatim diharapkan dapat memberi manfaat dan membawa kebahagiaan bagi anak - anak yatim.
Acara yang dihadiri oleh anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan termasuk Ibu Agus Suswantoro selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memberikan perhatian terhadap anak yatim dan merupakan bagian dari nilai - nilai kemanusiaan dan ajaran agama yang harus terus dijaga dan dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat termasuk anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Maret 2026 dan memberikan paket santunan untuk 50 orang anak yatim. Kegiatan Santunan Anak Yatim merupakan salah satu upaya dalam memberikan inspirasi untuk menebar kebaikan di bulan Ramadhan.
Santunan anak yatim adalah salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Anak yatim adalah mereka yang kehilangan ayah sebelum mencapai usia baligh dan memerlukan perhatian khusus dari masyarakat sekitar. Membantu anak yatim dengan ikhlas tidak hanya memberikan manfaat bagi anak tersebut, tetapi juga memberikan pahala yang besar bagi yang memberikan santunan. Sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk menyantuni anak yatim. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu mereka, salah satunya adalah dengan memberikan santunan. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Melalui kegiatan santunan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan apa yang telah diberikan menjadi amal jariyah.
Berbuat baik kepada anak yatim termasuk salah satu tanda keimanan, ketakwaan, dan kemuliaan seorang muslim. Berbagai pahala dan ganjaran baik akan diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang mengasihi dan menyantuni anak - anak yatim. Beberapa ganjaran baik yang akan diterima di antaranya : mendapat pahala berlipat - lipat ganda, memiliki rezeki lapang, memperoleh kecukupan dan dimasukkan dalam golongan orang beriman serta bertakwa. Santunan Anak Yatim bertujuan membantu anak - anak yatim agar dapat tumbuh dan mendapat kasih sayang pada umumnya, mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak serta cukup, hingga tiba saatnya mereka dapat hidup mandiri dengan kemampuan diri sendiri.
Bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Di bulan yang mulia ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada anak yatim. Menyantuni, memelihara dan memuliakan anak yatim, memiliki peluang untuk mendapatkan keutamaan langsung dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Kegiatan Santunan Anak Yatim berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan doa bersama agar seluruh pihak yang terlibat mendapat keberkahan serta anak - anak yatim yang menerima santunan senantiasa diberikan kesehatan dan masa depan yang lebih baik.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

24413-03-2026
DWP Kecamatan Boyolangu telah mengikuti Kegiatan Santapan Rohani dan Peringatan Nuzulul Quran serta pendistribusian 47 ton beras ke 19 Kecamatan,271 Desa/kelurahan se Kab,Tulungagung.


Bidang Sosial dan Budaya


Program Ketahanan keluarga


Kegiatan Iman dan Takwa


I.Pendahuluan


1.Latar belakang : memenuhi undangan dari pemerintah kabupaten Tulungagung.


Tujuan :memperoleh informasi dan mendapatkan ilimu guna meningkatkan Iman dan Takwa pada bulan suci Ramadhan.


II.Laporan


1.Nama kegiatan : Santapan Rohani dan peringatan Nuzulul Quran serta peb=ndistribusian 47 ton beras ke 19 kecamatan 271 Desa/kelurahan seKab. Tulungagung.


2.Waktu dan tempat. Hari Jumat,13 Maret 2026.Di Pendodpo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung.


3.Peserta : Forkopimda,OPD,Tokoh masyarakat,BUMN dan tokoh agama


4.Maetri :Oleh Dr.Soim Al Kasi


Penurunan Al Quran dan dengan adanya Lailatul qodar di bulan suci Ramadhan merupakan bukti cinta Alloh kepada HambaNya,dan berkahnya tidak mhanya bagi yang berpuasa tetapi bagi mereka yang tadi berpuasa orang yang berhasil mendapatkan kemuliaan malam lailatul Qodar akan memiliki hati yang tenang dan damai.


III.Hasil Kegiatan.


Kita mendapatakan siraman rohani dalam rangka meningkatkan iman dan Takwa kita kepada Alloh,melalui peringatan Nuzulul Quran.Dan keberkahan itu di salurkan melalui pengiriman beras ke 271 desa sekab.Tulungagung bagi masyarakat yang membutuhkan.


IV.Pentup


Kesimpulan :Semoga dibulan suci Ramadhan ini kita dapat meningkatkan iman dan Takwa kita dan mendapatkan pahala dengan banyak membaca Al Quran.<
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

24513-03-2026Pelaksanaan santapan rohani dalam rangka memperingati Nuzulul Quran Bulan Suci Ramadhan tahun 2026, diselenggarakan diPendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kab. Tulungagung pada hari ini, Jumat tgl. 13 Maret 2026, pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai pukul 10.30 WIB. Penyelenggara Pemda Kabupaten Tulungagung. ibu Ketua DWP dalam berbagai kesempatan menekankan, peringatan Nuzulul Qur'an bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum untuk membumikan Al-Qur'an, menjadikannya pedoman hidup sehari-hari, serta menanamkan hati yang jernih dalam berorganisasi. Adapun undangan ditujukan kepada Yth. Sdr Asisten Sekda, Sdr. Staf Ahli Bupati, Sdr. Kepala OPD Lingkup Pemda, Sdr. Direktur RSUD dr, Iskak, dr. Karneni, PDAU PDAM, PT BPR Bank Tulungagung, Sdr. Camat se Kab. Tulungagung, serta Ketua PKK Kab. Tulungagung dan Ketua DWP Kab. Tulungagung. Acara dimulai dengan pemberangkatan armada pendistribusian beras zakat Fitrah 1447 H tahun 2026, sejumlah 47 ton. diberangkatkan oleh Bupati Tulungagung, ( Bp H..Gatot Sunu SE,ME), Wakil Bupati Tulungagung ( Bp. Ahmad Baharudin, SH,MM ) beserta Forum Koordinasi pimpinan Daerah dan dilanjutkan penyerahan santunan anak yatim. Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran, Sambutan Bupati Tulungagung dan dilanjutkan isian ceramah oleh Kya Haji Soim, Tema tauziah berfokus pada aktualisasi nilai Al-Quran di era modern, dengan tema utama meliputi: membumikan wahyu sebagai pedoman hidup, penguatan iman/akhlaq di era digital, peningkatan solidaritas sosial, serta menjadikan Al-Quran sebagai solusi kehidupan (healing/tenang). Tema ini menargetkan peningkatan taqwa, literasi Qurani, dan relevansi Al-Quran dalam kehidupan bermasyarakat. Peringatan ini menegaskan peran anggota Dharma Wanita tidak hanya dalam mendukung karir suami, tetapi juga sebagai pendidik utama keluarga yang berbasis nilai-nilai Qur'ani. Dalam suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah, pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kab. Tulungagung turut hadir juga aggota DWP dari berbagai instansi hadir untuk mengikuti peringatan Nuzulul Qur'an, momen turunnya wahyu pertama Al-Qur'an. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kecintaan anggota terhadap kitab suci sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota. Juga Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk anggota Dharma Wanita yang cerdas, berdaya, sehat, dan berakhlakul karimah, serta meningkatkan sinergi sinergi antar anggota dalam menjalankan program kerja yang berdampak positif bagi masyarakat. Acara Santapan Rohani selesai pukul 10.30 dengan ditutup doa oleh Bp. Kyai Haji Soim, Doa tasyakuran Nuzulul Quran 2026 berfokus pada permohonan agar hati disinari cahaya Al-Quran, kemudahan mengamalkan ajarannya, serta syafaat di hari kiamat. Amalan utama meliputi tilawah, i'tikaf, dan membaca doa seperti Allaahummarhamnaa bil qur-aan dan permohonan ampun Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni. Peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan 1447 H (sekitar 6-7 Maret 2026) menjadi momen untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kitab suci-Nya.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan
24609-03-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada tanggal 9 Maret 2026 pukul 07.30 WIB s.d Selesai bertempat di Gedung KPRI BG UPASP Kec. Kauman mengikuti pengajian ramadhan dalam memperingati nuzulul qur'an 1447 H yang diselenggarakan oleh keluarga besar guru pendidikan agama islam bersama pengurus K3S, pengurus TK, PAUD, HIMPAUDI UPAS Pendidikan Kec. Kauman dan dihadiri oleh Kepala sekolah SD Negeri/Swasta, Kepala sekolah IGTKI, HIMPAUDI, guru HIMPAUDI, guru IGTKI, dan guru SD Negeri/Swasta Se-Kec. Kauman dan Forkopimcab Kec. Kauman. Kegiatan hari ini di mulai dengan sambutan prakata panitia, sambutan koorwil UPASP Kec. Kauman, Camat Kauman, maulidzoh hasanah oleh beliau Dr. Aladin Ali Raja, M.H.I dari Gendingan Kedungwaru Tulungagung dengan tema “Menemukan Kedamaian Hati Pada Bulan Ramadhan melalui Ilmu dan Amal” dan di tutup oleh do'a. di Aula UPSP Kec Kauman Kegiatan pengajian di UPAS hari
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
24713-03-2026Dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan organisasi, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru menyelenggarakan kegiatan Santapan Rohani bersama Ibu Ketua. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kebersamaan di Pendopo Kabupaten Tulungagung yang menjadi salah satu pusat kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan di Kabupaten Tulungagung. Acara tersebut dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru beserta jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan dari berbagai unsur unit kerja di lingkungan Kecamatan Kedungwaru. Kegiatan Santapan Rohani ini merupakan salah satu agenda pembinaan mental dan spiritual yang secara rutin dilaksanakan sebagai upaya memperkuat landasan moral, etika, serta keimanan para anggota Dharma Wanita. Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota tidak hanya menjalankan peran sebagai pendamping aparatur negara, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam keluarga dan masyarakat melalui sikap yang religius, bijaksana, serta penuh kepedulian sosial. Acara diawali dengan suasana penuh kehangatan ketika para peserta mulai berdatangan ke Pendopo Kabupaten Tulungagung. Dengan mengenakan busana yang rapi dan sopan, para anggota Dharma Wanita menunjukkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas organisasi. Pendopo yang megah dan sarat nilai budaya tersebut memberikan nuansa khidmat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara para peserta yang hadir. Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan dari panitia penyelenggara yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Santapan Rohani ini dengan lancar. Dalam sambutan tersebut disampaikan pula bahwa kegiatan ini merupakan sarana untuk memperkuat ukhuwah serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara anggota Dharma Wanita Persatuan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan pencerahan rohani serta menambah wawasan keagamaan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, Ibu Ketua Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru memberikan sambutan yang penuh inspirasi dan motivasi kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab organisasi, kehidupan keluarga, serta peningkatan kualitas spiritual. Beliau juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita untuk terus meningkatkan peran aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, sehingga keberadaan organisasi Dharma Wanita dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Lebih lanjut, Ibu Ketua menyampaikan bahwa kegiatan Santapan Rohani bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi diri serta memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan. Dengan memperkuat spiritualitas, diharapkan setiap anggota mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan, kesabaran, serta rasa tanggung jawab yang tinggi. Memasuki inti acara, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah atau santapan rohani yang memberikan pencerahan serta penguatan nilai-nilai keagamaan bagi seluruh peserta. Dalam tausiyah tersebut disampaikan berbagai pesan moral mengenai pentingnya memperkuat iman, menjaga akhlak mulia, serta membangun keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan. Materi santapan rohani yang disampaikan memberikan motivasi bagi para peserta untuk senantiasa meningkatkan kualitas ibadah serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Para peserta mengikuti rangkaian tausiyah dengan penuh perhatian dan kekhusyukan. Suasana yang tenang dan khidmat membuat setiap pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta. Banyak di antara peserta yang merasa terinspirasi dan mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan kehidupan spiritual. Selain memberikan pencerahan rohani, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi di antara anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung mencerminkan hubungan kekeluargaan yang erat serta semangat kebersamaan yang tinggi. Melalui kegiatan seperti ini, para anggota dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat komunikasi, serta membangun solidaritas yang semakin kokoh. Pendopo Kabupaten Tulungagung sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan turut memberikan suasana yang mendukung kelancaran acara. Keindahan dan nilai historis yang dimiliki oleh pendopo tersebut memberikan nuansa tersendiri yang menambah kekhidmatan kegiatan. Hal ini semakin memperkuat makna kegiatan Santapan Rohani sebagai momentum spiritual yang dilaksanakan dalam suasana yang penuh kebersamaan. Di akhir kegiatan, acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dengan baik dan lancar. Doa tersebut dipanjatkan dengan harapan agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan peran dan tanggung jawab di tengah keluarga maupun masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan Santapan Rohani bersama Ibu Ketua Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru di Pendopo Kabupaten Tulungagung berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keagamaan, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan seperti ini, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya berkualitas secara intelektual dan sosial, tetapi juga memiliki keteguhan iman dan akhlak yang mulia. Diharapkan kegiatan Santapan Rohani ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh anggota untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan, mempererat kebersamaan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semangat kebersamaan, kepedulian, serta nilai-nilai spiritual di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan, sehingga organisasi ini dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang luas bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
24813-03-2026KEGIATAN CAFÉ SAMPAH DILAKSANAKAN PADA HARI JUM’AT, TANGGAL 13 MARET 2026 BERTEMPAT DI SEKRETARIAT PKK KABUPATEN TULUNGAGUNG Bagaimana bank sampah mengelola sampah ? Di bank sampah, sampah yang Anda bawa akan ditimbang. Pihak bank sampah akan menghitung nilai sampah tersebut dan akan dicatat di buku tabungan yang Anda bawa. Selanjutnya, sampah yang sudah ditampung oleh bank sampah akan didaur ulang kembali menjadi biji plastik atau benda-benda lain yang lebih bermanfaat. Sampah apa saja yang diterima oleh bank sampah : Kenali Jenis Sampah yang Bisa Anda Bawa ke Bank Sampah 1. Koran dan Arsip Putih. ... 2. Botol Kemasan Limbah Rumah Tangga. ... 3. Plastik Bening Berbentuk Gelas. ... 4. Botol Kaca. ... Bagaimana peran bank sampah dalam mendukung pengelolaan lingkungan ; Dampak lingkungan sangat positif, dengan adanya bank sampah dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah dan mengurangi beban sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Program ini juga mendorong praktik daur ulang, menghasilkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kegiatan Utama dalam Bank Sampah • Pengumpulan Sampah. ... • Pemilahan Sampah. ... • Pengolahan dan Penanganan. ... • Pengelolaan Administrasi. ... • Pengembangan Komunitas. Ada 4 jenis pengelolaan linbah : Terdapat empat jenis utama pengelolaan limbah, dan pemahaman tentang hal ini dapat membantu bisnis mengembangkan strategi pengelolaan limbah yang efektif. Keempat jenis pengelolaan limbah tersebut adalah: penimbunan di tempat pembuangan akhir (TPA), pembakaran, daur ulang, dan pengomposan . Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengolah sampah dengan benar: 1. Pemilahan Sampah. ... 2. Pengomposan Sampah Organik. ... 3. Daur Ulang Sampah Anorganik. ... 4. Mengurangi Penggunaan Plastik. ... 5. Berpartisipasi dalam Program Daur Ulang Komunitas. 5 Cara Mudah Mengelola Sampah di Rumah dengan Mudah 1. Memisahkan Sampah Sesuai Jenisnya. ... 2. Melakukan Zero Waste. ... 3. Membuat Pupuk dari Sampah Organik. ... 4. Membersihkan Tempat Sampah Setiap Hari. ... 5. Melakukan Daur Ulang Pada Sampah Anorganik .Mengurangi Polusi Lingkungan Dengan mengurangi jumlah sampah yang mencemari lingkungan, bank sampah berkontribusi dalam mengurangi polusi. Bahan-bahan yang dapat didaur ulang seperti kertas, plastik, dan logam diproses ulang, sehingga mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru dan mengurangi produksi sampah. Tempat sampah tersebut berfungsi untuk memisahkan jenis sampah organik, non organik, B3, dan kertas. yang sering kita lihat biasanya ada 4 warna tong sampah hijau, kuning, merah dan biru. Bank Sampah menjadi wadah yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah menjadi beberapa kategor Manfaat utama penerapan sistem bank sampah bagi lingkungan dan masyarakat Bank Sampah membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir . Dengan mendaur ulang dan mengelola sampah, Bank Sampah secara langsung berkontribusi mengurangi beban sampah terhadap lingkungan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Lima tindakan berikut sebaiknya dilakukan sebelum mendaur ulang produk apa pun, jika memungkinkan. Ketiga tindakan tersebut meliputi: menolak, mengurangi, menggunakan kembali, mengubah fungsi, dan terakhir, mendaur ulang . Ini adalah metodologi penting yang harus diikuti oleh bisnis untuk memastikan mereka dapat mengurangi limbah dan meningkatkan upaya daur ulang mereka. Penabung diwajibkan melakukan pemilahan sampah dari rumah dengan memasukkan sampah kertas, plastik, kardus botol, kaleng, aluminium besi, dll, dalam wadah terpisah. . Sistem kerja bank sampah : Program bank sampah merupakan suatu sistem pengelolaan sampah secara kolektif dengan prinsip daur ulang. Metode ini bisa meningkatkan nilai ekonomis dari sampah kering. Sementara masyarakat yang bertindak sebagai nasabah bank juga akan mendapat keuntungan. Daur ulang berarti mengubah sampah menjadi bahan yang dapat digunakan untuk membuat kembali barang tersebut, atau untuk membuat sesuatu yang lain. Anda mungkin memperhatikan bahwa ketika merujuk pada 3R, kita selalu menyebutkannya dalam urutan yang sama: Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang .
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
24913-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGADAKAN KEGIATAN SIRAMAN ROHANI DALAM RANGKA NUZULUL QUR’AN

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 13 Maret 2026.

3. Pukul : 08.00 – Selesai.

4. Lokasi : di di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

5. Acara : Siraman Rohani Dalam Rangka Nuzulul Qur’an.

6. Detail acara : .

Jum’at, tanggal 13 Maret 2026,

Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan yang mulia ini, umat Islam tidak hanya menjalankan ibadah puasa, tetapi juga meningkatkan berbagai kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Salah satu peristiwa penting dalam bulan Ramadhan adalah Nuzulul Qur’an, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Peringatan Nuzulul Qur’an biasanya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti ceramah, tausiyah, serta santapan rohani yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman umat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an pada bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M, telah dilaksanakan kegiatan Santapan Rohani yang bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat dan organisasi wanita, termasuk anggota Dharma Wanita Persatuan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat menambah wawasan keagamaan, meningkatkan kualitas keimanan, serta mempererat tali silaturahmi antar anggota organisasi dan masyarakat.

Maksud Kegiatan santapan rohani dilaksanakan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi peserta dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an pada bulan suci Ramadhan, dengan tujuan Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Menambah pemahaman tentang makna dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, Mempererat hubungan silaturahmi antar anggota organisasi wanita dan Masyarakat, Menumbuhkan semangat untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan santapan rohani merupakan kegiatan ceramah atau tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh tokoh agama dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an pada bulan suci Ramadhan. Materi yang disampaikan berisi pesan-pesan moral dan nilai-nilai keagamaan yang bersumber dari Al-Qur’an. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 13 Maret 2026. Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, yang merupakan salah satu tempat pelaksanaan kegiatan resmi pemerintah daerah. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat serta organisasi wanita. Dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, kegiatan ini diikuti oleh Ny. Tatik, Ny. Erna, Ny. Erina, dan Ny. Lutfi.

Kegiatan santapan rohani dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dengan dihadiri oleh berbagai unsur organisasi wanita, aparatur pemerintah daerah, serta masyarakat. Acara dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan penyampaian ceramah atau tausiyah oleh narasumber atau tokoh agama. Dalam tausiyah tersebut disampaikan berbagai pesan keagamaan yang berkaitan dengan makna peringatan Nuzulul Qur’an serta pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Narasumber juga menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan amal kebaikan terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Selain mendapatkan tambahan wawasan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antar peserta dari berbagai instansi dan organisasi wanita. Kehadiran anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif dalam kegiatan pembinaan spiritual yang dilaksanakan di tingkat kabupaten. .

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan Santapan Rohani dalam rangka Peringatan Nuzulul Qur’an Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M yang dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 13 Maret 2026 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Diharapkan kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta mempererat hubungan silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan dan masyarakat.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
25012-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGADAKAN KEGIATAN TARAWIH BERSAMA

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Kamis/ 12 Maret 2026.

3. Pukul : 18.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Mushola Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

5. Acara : Tarawih Bersama.

6. Detail acara : .

Kamis, tanggal 12 Maret 2026,

Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta mempererat hubungan silaturahmi antar sesama. Salah satu ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan adalah shalat Tarawih yang dikerjakan secara berjamaah pada malam hari setelah shalat Isya. Dalam rangka meningkatkan nilai-nilai spiritual serta mempererat kebersamaan antar anggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan kegiatan Tarawih bersama yang bertempat di mushola kantor. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan rohani sekaligus sarana mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan. Melalui kegiatan Tarawih bersama ini diharapkan para anggota dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat kebersamaan dan keharmonisan dalam organisasi.

Maksud Kegiatan Tarawih bersama dilaksanakan sebagai sarana pembinaan rohani dan meningkatkan nilai-nilai keagamaan bagi anggota Dharma Wanita Persatuan dengan tujuan Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT di bulan suci Ramadhan, Mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan, Menumbuhkan semangat kebersamaan dalam melaksanakan kegiatan keagamaan, dan Menciptakan suasana religius dan harmonis di lingkungan kantor.

egiatan Tarawih bersama dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kegiatan keagamaan dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta mempererat kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan dan pegawai di lingkungan kantor. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan berkumpulnya para anggota Dharma Wanita Persatuan dan pegawai di Mushola Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk melaksanakan shalat Isya secara berjamaah. Setelah pelaksanaan shalat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Tarawih berjamaah yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kesungguhan. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa dalam kegiatan tersebut, di mana para anggota saling berinteraksi dan mempererat tali silaturahmi setelah pelaksanaan ibadah. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai spiritual serta membangun suasana religius di lingkungan kantor. Dengan adanya kegiatan Tarawih bersama, diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan serta mempererat hubungan antar anggota Dharma Wanita Persatuan dan pegawai di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan Tarawih bersama antara lain: Terlaksananya kegiatan ibadah shalat Tarawih berjamaah dengan lancar dan khidmat, Meningkatnya keimanan dan ketakwaan anggota Dharma Wanita Persatuan dan pegawai yang mengikuti kegiatan, Terjalinnya silaturahmi dan kebersamaan antar anggota DWP serta pegawai di lingkungan kantor dan Terciptanya suasana religius yang positif di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat respon yang baik dari para peserta yang hadir.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan Tarawih Bersama Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 12 Maret 2026 di Mushola Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan sebagai sarana meningkatkan keimanan dan mempererat kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan serta pegawai di lingkungan kantor.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
25112-03-2026Kegiatan Safari Ramadhan yang diselenggarakan pada hari Kamis, 12 Maret 2026 di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung berlangsung dengan penuh khidmat, kebersamaan, dan semangat berbagi. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian agenda dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H sekaligus sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara unsur pemerintah daerah, legislatif, organisasi perempuan, serta masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta suasana kebersamaan yang harmonis serta memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan pemerintahan. Safari Ramadhan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting di Kabupaten Tulungagung, di antaranya Bupati Tulungagung, Wakil Bupati Tulungagung, anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus Dharma Wanita Persatuan, serta seluruh staf Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dan kebersamaan dalam membangun suasana Ramadhan yang penuh makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di sekitar lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Dalam kegiatan ini, pengurus Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung turut berpartisipasi aktif dengan membagikan paket takjil kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta semangat berbagi di bulan yang penuh berkah. Antusiasme masyarakat terlihat jelas ketika menerima takjil yang dibagikan oleh para pengurus Dharma Wanita Persatuan bersama jajaran Sekretariat DPRD. Pembagian takjil tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Momentum ini menjadi pengingat bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial, mempererat hubungan antar sesama, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Suasana kebersamaan tampak sangat terasa ketika seluruh peserta berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Momen ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk mempererat silaturahmi antara pimpinan daerah, anggota DPRD, jajaran OPD, pengurus Dharma Wanita Persatuan, serta staf Sekretariat DPRD. Buka puasa bersama tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan kerja yang harmonis antar berbagai unsur pemerintahan. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta dapat saling berinteraksi dan mempererat komunikasi yang selama ini terjalin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Usai pelaksanaan buka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sholat Isya dan sholat Tarawih berjamaah yang dilaksanakan di Graha Wicaksana DPRD Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh penghayatan, mencerminkan semangat spiritual yang kuat dalam memaknai bulan suci Ramadhan. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung bersama anggota DPRD, jajaran OPD, pengurus Dharma Wanita Persatuan, serta staf Sekretariat DPRD semakin menambah kekhidmatan suasana ibadah malam tersebut. Kebersamaan dalam melaksanakan sholat berjamaah menjadi simbol persatuan dan keselarasan antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan seluruh unsur pendukung pemerintahan. Kegiatan Safari Ramadhan ini tidak hanya memiliki makna sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual dan sosial yang sangat penting. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antar sesama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial, khususnya melalui kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Nilai-nilai kepedulian, empati, dan kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus terpelihara dan menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Partisipasi aktif pengurus **Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung** dalam kegiatan ini juga menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Peran Dharma Wanita Persatuan tidak hanya terbatas pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga turut berkontribusi dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara pemerintah daerah, DPRD, organisasi perempuan, dan masyarakat. Kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan ini menjadi modal penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, religius, serta penuh semangat kebersamaan. Dengan terselenggaranya kegiatan Safari Ramadhan di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung ini, diharapkan semangat Ramadhan dapat terus menginspirasi seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
25213-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGADAKAN KEGIATAN PEMBAGIAN TAKJIL RAMADHAN

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 13 Maret 2026.

3. Pukul : 13.00 – Selesai.

4. Lokasi : di depan kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Pembagian Takjil Ramadhan.

6. Detail acara : .

Jum’at, tanggal 13 Maret 2026,

Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta kepedulian terhadap sesama. Dalam bulan yang penuh rahmat ini, berbagai kegiatan sosial sering dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, salah satunya melalui kegiatan berbagi takjil kepada mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan kemasyarakatan turut berpartisipasi dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat. Kegiatan pembagian takjil ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya bagi para pengguna jalan yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan serta memperkuat peran organisasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Disperkim dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Takjil yang dibagikan berupa makanan ringan dan minuman yang dapat dikonsumsi masyarakat untuk berbuka puasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 13 Maret 2026 menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan dilaksanakan di depan Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang merupakan salah satu jalur yang cukup ramai dilalui oleh masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang dipimpin oleh Ketua DWP Ny. Niken Agus Sulistiono.

Kegiatan pembagian takjil Ramadhan dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan oleh para anggota Dharma Wanita Persatuan Disperkim. Para anggota berkumpul di lingkungan kantor untuk mempersiapkan paket takjil yang akan dibagikan kepada masyarakat. Sebelum kegiatan dimulai, anggota DWP melakukan persiapan dengan menyiapkan paket takjil yang terdiri dari makanan ringan dan minuman untuk berbuka puasa. Setelah seluruh paket takjil siap, para anggota kemudian menuju area depan kantor untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas. Pembagian takjil dilakukan secara tertib kepada para pengguna jalan seperti pengendara sepeda motor, pengendara mobil, pengendara sepeda, maupun pejalan kaki yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Para anggota membagikan takjil dengan tetap memperhatikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Kegiatan ini disambut dengan sangat baik oleh masyarakat. Banyak pengguna jalan yang merasa terbantu karena dapat menerima takjil untuk berbuka puasa saat masih berada dalam perjalanan. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan anggota Dharma Wanita Persatuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa..

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan Pembagian Takjil Ramadhan Dharma Wanita Persatuan Disperkim yang dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 13 Maret 2026. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa yang akan datang sebagai bentuk kontribusi positif organisasi kepada masyarakat.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
25313-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGADAKAN KEGIATAN PEMBERIAN BINGKISAN LEBARAN KEPADA ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 13 Maret 2026.

3. Pukul : 09.00 – Selesai.

4. Lokasi : di GOR Brantas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Pemberian Bingkisan Lebaran kepada Anggota Dharma Wanita Persatuan.

6. Detail acara : .

Jum’at, tanggal 13 Maret 2026,

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan rasa kebersamaan antar anggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan kegiatan pemberian bingkisan Lebaran kepada anggota DWP. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian dari Ketua DWP kepada seluruh anggota menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain sebagai bentuk kebersamaan dalam organisasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan kekeluargaan serta meningkatkan solidaritas antar anggota Dharma Wanita Persatuan. Melalui kegiatan ini, DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman berupaya menjaga kekompakan organisasi serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Kegiatan pemberian bingkisan Lebaran dilaksanakan dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Acara dimulai dengan berkumpulnya anggota DWP di GOR Brantas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DWP Ny. Niken Agus Sulistiono secara langsung menyerahkan bingkisan Lebaran kepada anggota DWP yang hadir. Pemberian bingkisan ini merupakan simbol perhatian serta bentuk kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para anggota. Selain sebagai momen berbagi kebahagiaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan. Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan antar anggota semakin harmonis dan semangat kebersamaan dalam organisasi dapat terus terjaga.

Jumlah bingkisan Lebaran yang dibagikan kepada anggota Dharma Wanita Persatuan sebanyak 145 bingkisan. Sumber dana kegiatan pemberian bingkisan Lebaran ini berasal dari kas Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kegiatan ini didokumentasikan dalam bentuk foto kegiatan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan serta bahan publikasi pada media internal organisasi maupun laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan Pemberian Bingkisan Lebaran kepada Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 13 Maret 2026 di GOR Brantas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mempererat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
25413-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGADAKAN KEGIATAN MENGHIJAUKAN KANTOR, MENYEHATKAN JIWA – FOKUS PADA PEMANFAATAN LAHAN TERBATAS DI KANTOR

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 13 Maret 2026.

3. Pukul : 08.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Halaman Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Menghijaukan Kantor, Menyehatkan Jiwa – Fokus pada Pemanfaatan Lahan Terbatas di Kantor.

6. Detail acara : .

Jum’at, tanggal 13 Maret 2026,

Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih hijau dan sehat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman berinisiatif melaksanakan kegiatan penghijauan dengan memanfaatkan lahan terbatas yang tersedia di lingkungan kantor. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan antar anggota. Melalui kegiatan ini diharapkan area kantor yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat dioptimalkan menjadi ruang hijau yang bermanfaat dan memberikan nilai estetika bagi lingkungan kerja. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, yaitu: Ny. Niken, Ny. Retno, Ny. Yuyun, Ny. Novi, dan Ny. Nita. Lingkungan kerja yang bersih, hijau, dan tertata dengan baik dapat memberikan dampak positif terhadap kenyamanan serta kesehatan bagi para pegawai. Selain itu, keberadaan tanaman di lingkungan kantor juga mampu menciptakan suasana kerja yang lebih sejuk, asri, dan menyenangkan.

Kegiatan “Menghijaukan Kantor, Menyehatkan Jiwa” dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan terbatas yang ada di sekitar halaman kantor. Para anggota DWP bersama-sama melakukan penataan dan penanaman tanaman hias serta tanaman hijau menggunakan pot dan media tanam sederhana.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:

1. Membersihkan area halaman kantor yang akan digunakan sebagai lokasi penghijauan.

2. Menata pot tanaman agar terlihat rapi dan estetis.

3. Menanam berbagai jenis tanaman hias dan tanaman hijau.

4. Melakukan penyiraman dan perawatan awal tanaman.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong antar anggota. Selain memberikan manfaat bagi keindahan lingkungan kantor, kegiatan ini juga memberikan suasana yang lebih segar dan nyaman bagi para pegawai yang beraktivitas di lingkungan kantor. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan lingkungan kantor menjadi lebih hijau, sejuk, dan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan serta kenyamanan seluruh pegawai.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan tema “Menghijaukan Kantor, Menyehatkan Jiwa – Fokus pada Pemanfaatan Lahan Terbatas di Kantor” yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 13 Maret 2026. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
25512-03-2026Kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu wujud nyata kepedulian sosial sekaligus bentuk pengabdian Dharma Wanita Persatuan kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan tersebut, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru turut hadir bersama para anggota sebagai bentuk dukungan dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial yang sarat makna tersebut. Kehadiran para pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru tidak hanya menjadi bentuk keikutsertaan dalam kegiatan seremonial semata, tetapi juga merupakan simbol kepedulian, empati, dan semangat berbagi kepada sesama. Kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Tulungagung berlangsung dengan suasana yang hangat, khidmat, dan penuh rasa kebersamaan. Pendopo yang menjadi salah satu pusat kegiatan pemerintahan daerah tersebut tampak ramai oleh kehadiran berbagai pihak yang turut berpartisipasi, mulai dari unsur pemerintah daerah, organisasi wanita, hingga para tamu undangan lainnya. Kehadiran anak-anak yatim yang menjadi penerima santunan menambah suasana haru sekaligus kebahagiaan, karena kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk merasakan perhatian dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru hadir bersama beberapa anggota sebagai perwakilan dari organisasi, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung berbagai program sosial yang diselenggarakan di tingkat kabupaten. Kehadiran beliau juga menjadi bentuk nyata bahwa Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru senantiasa berupaya aktif dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan dan koordinasi antarorganisasi wanita di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tulungagung. Dalam kegiatan santunan tersebut, para anak yatim menerima berbagai bentuk bantuan yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan mereka serta memberikan semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bantuan yang diberikan bukan hanya sekadar bentuk materi, tetapi juga merupakan simbol perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral dari masyarakat kepada mereka. Bagi anak-anak yatim, perhatian semacam ini tentu memiliki makna yang sangat besar, karena dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta memberikan motivasi untuk terus berusaha meraih masa depan yang lebih baik. Kegiatan santunan anak yatim ini juga menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap saling membantu dan memperhatikan mereka yang membutuhkan merupakan nilai luhur yang harus senantiasa dijaga dan dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat semakin menyadari pentingnya kebersamaan dan solidaritas sosial dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, karena dapat turut serta dalam kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi bagian dari semangat Dharma Wanita Persatuan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat semakin memperkuat rasa empati serta mendorong anggota Dharma Wanita untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat. Selain memberikan santunan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota organisasi wanita serta berbagai pihak yang hadir. Momen kebersamaan ini dimanfaatkan untuk saling bertukar pengalaman, mempererat hubungan kerja sama, serta memperkuat sinergi dalam menjalankan berbagai program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang baik antarorganisasi, berbagai kegiatan sosial di masa mendatang diharapkan dapat berjalan dengan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas. Suasana kegiatan di Pendopo Kabupaten Tulungagung terasa semakin hangat ketika para anak yatim menerima santunan dengan wajah penuh kebahagiaan. Senyum yang terpancar dari wajah mereka menjadi pengingat bahwa perhatian sekecil apa pun dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan seseorang. Hal tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh pihak yang hadir untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Partisipasi Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru dalam kegiatan ini juga mencerminkan komitmen organisasi dalam mendukung program-program sosial yang sejalan dengan visi dan misi Dharma Wanita Persatuan secara keseluruhan. Organisasi ini tidak hanya berperan sebagai wadah bagi para istri aparatur sipil negara, tetapi juga sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, Dharma Wanita Persatuan terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Melalui kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Tulungagung ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para penerima bantuan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dipupuk dan dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat. Ke depan, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian, diharapkan organisasi ini dapat terus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan sejahtera. Partisipasi dalam kegiatan santunan anak yatim ini menjadi salah satu langkah kecil namun bermakna dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
25610-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Bhakti Sosial

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Selasa / 10 Maret 2026
3. Pukul : 14.30 WIB - Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua DWP OPD Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Santunan Anak Yatim Piatu

Pada hari ini Rabu tanggal 10 Maret 2026 pada pukul 14.30 WIB yang bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung telah dilaksanakan Kegiatan Santunan kepada Anak Yatim Piatu. yang hadir dalam kegiatan hari ini adalah Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Ibu Shanty Erwin Novianto. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKKS (Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Kabupaten Tulungagung bersama Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Provinsi Jawa Timur dan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim piatu di Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Bupati Tulungagung Bapak Gatut Sunu dan Ketua KKKS (Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Ibu Endang Gatut Sunu serta turut dihadiri olehWakil Bupati Tulungagung Bapak Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, para camat, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung Bapak Moh Nasim. Hadir pula Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur Bapak Ali Maschan Moesa atau yang mewakili, serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung Bapak Suyadi.

Dalam sambutannya, Bapak Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian bersama. Anak-anak ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang serta kesempatan meraih masa depan yang lebih baik. Beliau juga memberikan pesan khusus kepada para anak yatim yang hadir agar tetap semangat dalam menuntut ilmu dan tidak menyerah mengejar cita-cita. Beliau berpesan kalian semua adalah harapan masa depan Kabupaten Tulungagung. Tetaplah semangat belajar, rajin menuntut ilmu dan jangan pernah berhenti berdoa agar cita-cita yang kalian impikan bisa tercapai.

Sementara itu, Ketua KKKS Kabupaten Tulungagung Ibu Endang Gatut Sunu dalam sambutannya menyampaikan, bahwa santunan kali ini diberikan kepada 1.000 anak yatim dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari KKKS kepada 20 anak yatim piatu penerima santunan. Beliau juga mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sosial pada hari ini.

Ada rasa haru yang bercampur dengan senang dalam kegiatan ini, rasa haru tersebut melihat anak anak yatim piatu yang antusias dan begitu merasa senang akan kegiatan ini. Mereka merasa diperhatikan dengan adanya kegiatan ini.

Pada kegiatan kali ini, penerima manfaat mendapatkan uang tunai sebesar Rp100 ribu, konsumsi nasi kotak yang bersumber dari anggaran KKKS Kabupaten Tulungagung, kemudian ada tambahan uang saku Rp25 ribu dan tas sekolah lengkap dengan alat tulis dari Baznas Provinsi Jawa Timur serta uang tunai Rp75 ribu dari Baznas Kabupaten Tulungagung.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus terjaga. Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan solidaritas dan membantu sesama yang membutuhkan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga social dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai gotong royong.

Semoga setiap kebaikan yang kita lakukan menjadi amal ibadah dan mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
25710-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Bhakti Sosial

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Selasa / 10 Maret 2026
3. Pukul : 16.30 WIB - Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua DWP OPD Kabupaten Tulungagung dan Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Titik Nol Kilometer Tulungagung
6. Acara : Kegiatan Berbagi Takjil

Pada hari ini Selasa tanggal 10 Maret 2026 pukul 16.30 WIB Ibu TP PKK Kabupaten Tulungagung dan Ibu DWP Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan berbagi takjil yang dilaksanakan di Titik Nol Kilometer Tulungagung. Untuk Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung dihadiri oleh Ibu Ketua DWP yaitu Ibu Shanty Erwin Novianto.

Kegiatan bagi-bagi takjil di Titik Nol Kilometer Tulungagung (selatan Alun-Alun) rutin diadakan selama Ramadan oleh berbagai komunitas maupun instansi yang ada di Kabupaten Tulungagung. DWP Kabupaten Tulungagung bersama TP PKK Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat guna berbagi berkah di bulan ramadhan. Para Ibu Ibu pengurus DWP Kabupaten Tulungagung dan pengurus TP PKK penuh antusias membagikan paket takjil kepada pengguna jalan, warga sekitar, serta masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian DWP Kabupaten Tulungagung dan TP PKK Kabupaten Tulungagung terhadap sesama, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara TP PKK dan DWP Kabupaten Tulungagung dengan masyarakat.

Dengan rasa penuh kehangatan, para anggota membagikan takjil sebagai bentuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan di bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong dan rasa empati terus tumbuh di tengah masyarakat. DWP Kabupaten Tulungagung dan TP PKK Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Endang Gatut Sunu, beserta jajaran pengurus (termasuk Ketua Bidang I Ny. Yuyun Ahmad Baharudin dan Bidang III Ny.Uswatun Hasanah Soeroto) juga turut hadir dalam pembagian takjil. Antusiasme masyarakat Tulungagung terlihat sangat tinggi. Warga yang melintas maupun yang sengaja datang untuk mengikuti kegiatan tersebut tampak memadati lokasi pembagian takjil.

Kegiatan bagi-bagi takjil di bulan Ramadan adalah aksi sosial membagikan makanan/minuman berbuka (kolak, kue, air mineral) kepada pengendara atau masyarakat di perjalanan. Ini adalah wujud kepedulian, mempererat silaturahmi, dan meraih pahala berlipat, sering dilakukan oleh komunitas, organisasi, maupun instansi.

• Tujuan dan Makna:
Menumbuhkan rasa syukur, kepedulian sosial, serta meringankan beban sesama yang masih di jalan saat waktu berbuka tiba.
• Lokasi Umum:
Jalan raya, perempatan lampu merah, area sekitar kampus/sekolah, atau di depan instansi yang mudah dijangkau.
• Waktu Pelaksanaan:
Biasanya dilakukan sore hari sekitar pukul 16.30-17.30 WIB atau 15-30 menit sebelum berbuka puasa.

Kegiatan bagi-bagi takjil di bulan Ramadhan memiliki manfaat utama mendapatkan pahala berlipat ganda—setara dengan orang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka. Selain itu, aksi ini mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa kepedulian sosial (empati), membantu musafir/kurang mampu, serta meningkatkan kedermawanan dan keberkahan harta.

manfaat kegiatan berbagi takjil:
• Manfaat Spiritual (Pahala dan Keberkahan):
Mendapatkan ganjaran pahala yang setara dengan orang yang berpuasa. Memberi makan orang berpuasa adalah bentuk sedekah yang sangat dianjurkan dan mendatangkan rahmat dari Allah SWT.
• Manfaat Sosial (Kepedulian dan Ikatan):
Meningkatkan rasa empati terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan seperti pekerja harian atau orang yang masih dalam perjalanan. Kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
• Manfaat Kepribadian:
Melatih diri untuk lebih dermawan, tidak kikir, dan membiasakan kebiasaan baik untuk bersedekah.
• Dampak bagi Lingkungan:
Menciptakan suasana lingkungan yang harmonis, toleran, dan meningkatkan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

Ibu Penasehat DWP Kabupaten Tulungagung berharap dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan kebaikan terhadap sesame sehingga Kebaikan dan keberkahan yang kita tebar akan kembali kepada diri kita sendiri.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
25811-03-2026
Ibu Ketua Dwp Kecamatan Boyolangu telah menghadiri Santunan Anak Yatim di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung.


Bidang :Sosial Budaya


Program Kepedulian dan Kesetiakawanan>


Kegiatan : Bhakti Sosial


Kata Pengantar


Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan RahmatNya Ibu ketua Dwp Kecamatan Boyolang,Ibu Siti Munti'ah dapat menghadiri acara Santunan Anak Yatim Piatu yang diadakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso,dalam keada lancar dan sukses.


I.Pendahuluan


1.Latar Belakang :Santunan anak Yatim berakar pada ajaran agama Islam untuk menyayangi dan melindungi mereka dari kesusahan.Merupakan bentuk kepedulian sosial guna pemenuhan kebutuhan dasar (makanan,pendidikan,sandang) serta meringankan beban hidup.


2.Tujuan :Meningkatkan kesetiakawanan,berbagi kebahagiaan,dan meraih keberkahan..


II.Kegiatan


1.Nama Kegiatan : Santunan Anak Yatim


2.Waktu dan Tempat : Hari Rabu,11 Maret 2026,jam 15.00 WIB..Tempat :Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung.


3.Jalannya Kegiatan :1.Sambutan dari Bapak Bupati Tulungagung,Bapak H,Gatot Sunu.Beliau menyampaikan bahwa kita saling berbagi untuk anak yatim.Santunan ini merupakan aksi nyata dalam memberikan harapan dan kebahagiaan bagi anak yatim piatu agar merasa diperhatikan..


2.Sambutan dari Baznas Jawa Timur.Dalam sambutan,jaga anak-anak yatim jangan sampai anak-anak yatim terlantar.Islam menempatkan anak yatim dalam posisi tinggi,melarang menghardik dan mewajibkan menyayangi mereka.Menyantuni mereka adalah amalan mulia yang dijanjikan disurga dan perlindungan dari bahaya.


III.Hasil Kegiatan


Ibu ketua Dwp Kecamatan Boyolangu mlaporkan bahwa ada 51 anak yatim yang berasal dari kecamatan Boyolangu.
IV.Penutup


Kesimpulan :Santunan anak yatim memotivasi masyarakat untuk berbagi,terutama pada momen khusus seperti bulan Muharam atau Ramadhan guna memetik hikmah dan keberkahan.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

25912-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya

Program Kerja Sekretariat : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Bantuan Sosial

KEGIATAN SANTUNAN YATIM PIATU K3S KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2026

Keterangan Program:
Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
Hari / Tanggal : Rabu, 11 Maret 2026
Pukul :14.30 WIB – Selesai
Lokasi : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
Acara : SANTUNAN YATIM PIATU K3S KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2026
Detail acara :

Kegiatan Santunan Yatim Piatu yang diselenggarakan oleh K3S Kabupaten Tulungagung bersama Baznas Provinsi Jawa Timur dan Baznas Kabupaten Tulungagung dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Maret 2026 pukul 14.30 WIB sampai dengan selesai. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim piatu di Kabupaten Tulungagung.

Acara diawali dengan hiburan dari anak-anak disabilitas perwakilan siswa-siswi SLB se-Kabupaten Tulungagung yang menampilkan berbagai pertunjukan seperti menyanyi, pertunjukan sulap, serta hiburan lainnya. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan yang hadir.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu disampaikan laporan oleh Ibu Endang Gatut Sunu Wibowo selaku Koordinator K3S Kabupaten Tulungagung. Dalam laporannya beliau menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Baznas Provinsi Jawa Timur, dan Baznas Kabupaten Tulungagung atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan sehingga kegiatan santunan ini dapat terlaksana dengan baik.

Acara berikutnya diisi dengan penampilan paduan suara dari siswa-siswi SLB yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan rangkaian bunga kepada Bapak Bupati Tulungagung dan para tamu VIP yang hadir.

Sambutan kemudian disampaikan oleh perwakilan dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan berbagi kepada anak-anak yatim piatu merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat penting bagi umat, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan lebih. Berbagi kepada sesama merupakan upaya untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari K3S kepada 20 anak yatim piatu penerima santunan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo. Dalam sambutannya beliau mengajak seluruh jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah, serta seluruh lapisan masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan terutama di bulan suci Ramadhan. Beliau juga mengajak masyarakat mulai dari para pejabat hingga masyarakat umum untuk bersama-sama memberikan perhatian dan uluran tangan kepada anak-anak yatim piatu serta kaum dhuafa.

Bupati Tulungagung juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan santunan ini, di antaranya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Baznas Provinsi Jawa Timur, Baznas Kabupaten Tulungagung, pengurus K3S Kabupaten Tulungagung, Dharma Wanita Persatuan, serta para pengurus PKK mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan Santunan Yatim Piatu Tahun 2026 ini turut dihadiri oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, Wakil Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, pimpinan DPRD Kabupaten Tulungagung, jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Kepala Baznas Provinsi Jawa Timur, Kepala Baznas Kabupaten Tulungagung, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Rahma Hartono selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung turut menghadiri undangan kegiatan santunan tersebut. Beliau juga merupakan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung Bidang Sosial Budaya. Dalam kegiatan Santunan Yatim Piatu K3S Tahun 2026 ini, Ibu Rahma Hartono bertugas mendatangkan 10 anak yatim piatu penerima santunan.

Kegiatan santunan anak yatim piatu merupakan salah satu bentuk ibadah sosial yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Ad-Dhuha ayat 9 yang artinya: “Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”

Melalui kegiatan santunan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan serta semangat bagi anak-anak yatim piatu, sekaligus mempererat kepedulian sosial masyarakat di Kabupaten Tulungagung, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
26006-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program/Kegiatan : Ketahanan Keluarga/Iman dan Takwa
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 6 Maret 2026
3. Pukul : 20.00 s/d 21.00 WIB
4. Peserta : 46 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Peringatan Nuzulul Quran
Kegiatan peringatan Nuzulul Quran bertujuan untuk meningkatkan penghayatan terhadap kitab susi Al-Quran, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat keimanan dan ketakwaan bagi seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Setelah mengikuti kegiatan ini anggota DWP diharapkan menjadi lebih peduli terhadap makna yang tercantum dalam Al-Quran, merasakan kebersamaan, serta memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga kehidupan yang selaras dengan Al-Quran di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Kegiatan ini terlaksana atas inisiatif yang dilakukan oleh DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan mengajak seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk berpartisipasi aktif dalam peringatan Nuzulul Quran, sehingga dengan fasilitasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 6 Maret 2026 setelah shalat Tarawih.
Bulan Ramadhan memiliki julukan yang sangat mulia, yakni Syahrul Quran atau bulan Al-Quran. Setiap tahun, umat Islam di Indonesia memiliki tradisi yang sangat mengakar, yaitu memperingati malam Nuzulul Quran yang selalu jatuh pada malam tanggal 17 Ramadhan. Masjid - masjid dan instansi pemerintah biasanya menggelar pengajian akbar, tabligh, hingga perlombaan tilawah untuk menyemarakkan peringatan turunnya kitab suci yang menjadi petunjuk utama bagi miliaran umat manusia.
Berdasarkan tafsir Ibnu Abbas dalam surat Al-Qadr, menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan secara keseluruhan, dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia dan dari sana diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur selama 22 tahun lebih. Ayat Al-Quran yang pertama kali turun adalah perintah membaca (Iqra) yang diturunkan pada malam Lailatul Qadar. Selanjutnya, Al-Quran diturunkan bertahap sesuai dengan kebutuhan peristiwa yang terjadi di masyarakat, yang dikenal dengan istilah asbabun nuzul atau tidak dengan sebab.
Hikmah terpenting dalam peringatan Nuzulul Quran adalah sebagai umat muslim, sudah semestinya untuk mengetahui peristiwa yang bersejarah ini. Namun di balik itu semua yaitu ada momentum penting lainnya, yaitu malam Lailatul Qadar. Lailatul Qadar, malam yang sangat diagungkan oleh umat Islam, diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil dalam sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, mulai dari 17 hingga 29 Ramadan. Umat Islam diharapkan untuk memaknai malam tersebut dengan penuh keikhlasan dan ibadah, karena Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Kepedulian terhadap kitab suci Al-Quran merupakan suatu kebiasaan yang harus ditanamkan sejak dini. Hal ini perlu dilakukan dengan terus berusaha untuk menjaga niat yang diwujudkan dalam tindakan nyata pada kehidupan sehari - hari yang merupakan bentuk kepedulian kita terhadap diri sendiri dan orang lain. Untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan selaras dengan Al-Quran kita harus menerapkan nilai - nilai yang terdapat di dalam Al-Quran, seperti menjaga hati tetap bersih, bekerjasama dan tolong menolong dalam perbuatan yang bermanfaat dan dilandasi dengan ketakwaan.
Peringatan Nuzulul Quran seharusnya tidak berhenti pada acara seremonial, atau sekadar mendengarkan ceramah. Esensi dari Nuzulul Quran adalah Membumikan Al-Quran. Al-Quran diturunkan bukan sekadar untuk dibaca dengan tajwid yang merdu, tetapi untuk dijadikan manual dalam menjalani kehidupan. Bagaimana cara kita bermuamalah, bagaimana kita berbisnis, bagaimana kita mendidik anak, hingga bagaimana kepedulian sosial kita terhadap sesama, semuanya harus merujuk pada nilai - nilai Al-Quran.
Salah satu pesan terbesar yang diulang-ulang dalam Al-Quran adalah perintah untuk menginfakkan sebagian harta di jalan Allah dan menyantuni kaum dhuafa. Di momen Nuzulul Quran yang penuh berkah kita dapat menterjemahkan ayat - ayat kepedulian sosial tersebut ke dalam aksi nyata. Sebagaimana akhlak Rasulullah SAW yang digambarkan oleh Ibunda Aisyah dimana Akhlak beliau adalah Al-Quran.
Umat Islam tidak hanya memaknai Nuzulul Quran sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman terhadap isi Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan memperingati Nuzulul Quran, kita semakin dekat dengan Al-Quran sebagai petunjuk hidup yang sempurna. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang Nuzulul Quran, umat Islam diajak untuk tidak hanya memperingati secara simbolis, tetapi juga menggali makna dan hikmah yang terkandung dalam wahyu Allah SWT yang diturunkan untuk petunjuk hidup umat manusia.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

26105-03-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program/Kegiatan : Ketahanan Keluarga/Iman dan Takwa
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Kamis, 5 Maret 2026
3. Pukul : 19.00 s/d 20.00 WIB
4. Peserta : 46 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Sholat Tarawih Bersama

Pembahasan
Bulan Ramadhan selalu menghadirkan nuansa ibadah yang lebih kuat dibanding bulan lainnya. Masjid dipenuhi jamaah, lantunan ayat Al-Quran terdengar lebih sering, dan umat Muslim berlomba - lomba meningkatkan amal. Salah satu ibadah yang paling dinantikan adalah shalat Tarawih, yakni shalat malam khusus yang hanya ada di bulan Ramadhan.
DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bertempat di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengadakan sholat Tarawih Bersama. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Ifana Syahada selaku Imam Shalat Tarawih. Tarawih memiliki keutamaan luar biasa, baik dari sisi pahala maupun keberkahan spiritual.
Acara yang dihadiri oleh anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan termasuk Ibu Agus Suswantoro selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan Ramadhan untuk memberikan pencerahan kepada semua anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Acara dilaksanakan pada hari Kamis 5 Maret 2026, dimulai dengan shalat Isya berjamaah dilanjutkan shalat Tarawih. Setelah mengikuti kegiatan shalat Tarawih diharapkan keimanan di bulan Ramadhan ini dapat ditingkatkan kualitasnya.
Shalat Tarawih termasuk dalam rangkaian qiyam Ramadhan. Menurut sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Musim, barangsiapa menghidupkan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa - dosanya yang telah lalu. Hadis ini menunjukkan bahwa Tarawih yang dilakukan dengan penuh keimanan dan niat ikhlas menjadi sebab diampuninya dosa - dosa kecil di masa lalu. Ini adalah peluang besar untuk memperbaiki diri dan kembali kepada Allah SWT dengan hati yang lebih bersih.
Ramadhan dikenal sebagai bulan pelipatgandaan pahala. Menurut hadis riwayat Tirmidzi dijelaskan bahwa amal sunah di bulan Ramadhan dapat bernilai seperti amal wajib di bulan lain, sedangkan amal wajib dilipatgandakan hingga berkali - kali lipat. Tarawih merupakan ibadah sunah, maka setiap rakaat yang dikerjakan memiliki nilai pahala yang sangat besar. Rasulullah SAW umumnya melaksanakan sebelas rakaat termasuk witir. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, kaum Muslimin melaksanakan dua puluh rakaat secara berjamaah. Namun, yang paling utama bukan sekadar jumlah rakaatnya, melainkan kekhusyukan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjalankannya.
Keutamaan Tarawih semakin terasa pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Di fase inilah terdapat malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 3 yang artinya Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Seribu bulan setara lebih dari 83 tahun. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang luar biasa besar. Melaksanakan Tarawih dan qiyam di malam - malam ganjil pada sepuluh hari terakhir menjadi salah satu cara meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Selain bernilai pahala besar, Tarawih juga membawa dampak positif bagi jiwa dan tubuh. Secara spiritual, shalat malam membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan menghadirkan kedekatan dengan Allah SWT. Lantunan ayat Al-Quran yang dibaca saat Tarawih mampu menyentuh hati dan memperkuat keimanan. Dari sisi fisik, gerakan rukuk dan sujud membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kelenturan otot, serta meningkatkan kualitas tidur. Aktivitas ibadah ini menjadi bentuk olahraga ringan yang konsisten selama bulan Ramadhan.
Semangat beribadah biasanya tinggi di awal Ramadhan, namun bisa menurun di pertengahan bulan. Agar tetap konsisten menjalankan Tarawih, beberapa hal yang bisa diterapkan antara lain : meluruskan niat hanya karena Allah SWT,menentukan jumlah rakaat yang realistis sesuai kemampuan, menjaga pola tidur dan asupan sahur agar tubuh tetap bugar, memilih masjid terdekat untuk memudahkan hadir berjamaah, mengingat kembali janji ampunan dan pahala besar sebagai motivasi. Konsistensi dalam ibadah lebih utama dari pada semangat besar yang hanya bertahan di awal saja.
Pahala shalat Tarawih di bulan Ramadhan sangat besar. Ibadah ini menjadi jalan mendapatkan ampunan dosa, pelipatgandaan pahala, hingga kesempatan meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Meski berstatus sunah, Tarawih memiliki nilai spiritual yang tinggi dan manfaat yang luas bagi kehidupan seorang Muslim.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

26211-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Bidang : Sosial Budaya Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan Kegiatan : Dana Sosial Dana sosial adalah kumpulan dana atau anggaran yang dialokasikan khusus untuk tujuan kemanusiaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, baik dalam konteks pribadi, perusahaan, maupun institusi. Fungsinya adalah membantu masyarakat miskin/rentan, korban bencana, atau anggota komunitas yang membutuhkan melalui hibah, bantuan uang/barang, sembako, dan jaminan. Hari ini Selasa, 10 Maret 2026 telah dilaksanakan kegiatan Bagi Takjil bersama dengan TP PKK Kabupaten Tulungagung dan DWP Kabupaten Tulungagung dihadiri oleh ketua DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Ny. Sri Purnama Iswahjudi dengan keterangan sebagai berikut : Keterangan Program: 1. Hari, Tanggal: Selasa, 10 Maret 2026 2. Pukul: 16.30 sd selesai 3. Lokasi: Titik Nol Aloon - aloon Tulungagung 4. Acara: Bagi Takjil Ramadhan 5. Peserta : TP PKK Kabupaten Tulungagung dan DWP Kabupaten Tulungagung 6. Detail Kegiatan: Berbagi Takjil di bulan penuh berkah, dalam semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadan, DWP Kabupaten Tulungagung bersama TP PKK Kabupaten Tulungagun menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di area titik nol aloon - aloon Tulungagung dengan melibatkan para pengurus DWP Kabupaten Tulungagung dan pengurus TP PKK yang penuh antusias membagikan paket takjil kepada pengguna jalan, warga sekitar, serta masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian DWP Kabupaten Tulungagung dan TP PKK Kabupaten Tulungagung terhadap sesama, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pengurus PKK dan masyarakat. Dengan penuh kehangatan dan senyum, para anggota membagikan takjil sebagai bentuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan di bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong dan rasa empati terus tumbuh di tengah masyarakat. DWP Kabupaten Tulungagung dan TP PKK Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Endang Gatut Sunu, beserta jajaran pengurus (termasuk Ketua Bidang I Ny. Yuyun Ahmad Baharudin dan Bidang III Uswatun Hasanah Soeroto) turut hadir dalam pembagian takjil. Antusiasme masyarakat Tulungagung terlihat sangat tinggi. Warga yang melintas maupun yang sengaja datang untuk mengikuti kegiatan tersebut tampak memadati lokasi pembagian takjil. Berikut adalah poin-poin suasana berbagi takjil yang umum di Indonesia: - Penuh Kehangatan & Kepedulian: Kegiatan ini menciptakan suasana kekeluargaan, di mana banyak pihak berbagi rezeki untuk membatalkan puasa, menciptakan momen indahnya berbagi dan meruntuhkan sekat sosial. - Meriah & Ramai: Menjelang berbuka, jalanan sering ramai oleh warga yang membagikan takjil maupun yang berburu takjil, menciptakan pemandangan yang khas dan meriah. - Syukur & Sedekah: Berbagi takjil merupakan bentuk rasa syukur dan wujud sedekah yang dianjurkan, memberikan kebahagiaan bagi penerima, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. -Tradisi Positif: Kegiatan ini sering menjadi rutinitas tahunan yang dinanti-nanti, mencerminkan semangat solidaritas sosial yang tinggi selama bulan suci. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Di bulan ini, umat Islam berlomba-lomba meningkatkan amalan kebaikan, salah satunya dengan berbagi takjil. Berbagi takjil bukan hanya sekedar tradisi, tetapi memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Bahkan berbagi takjil bisa dikatakan sebagai amalan yang cerdas. Hal ini karena orang yang memberikan makanan kepada orang lain yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa. Tentunya ada selain itu masih ada banyak manfaat yang didapatkan dari memberikan takjil bagi orang yang berpuasa. Berikut manfaat memberikan takjil kepada orang yang berpuasa: 1. Mendapatkan Pahala Pahala Orang yang Berpuasa Orang yang memberikan makanan kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pula pahala orang yang berpuasa. Alangkah beruntungnya orang yang memberikan takjil. Ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa. Apalagi jika ia memberikan makanan ke banyak orang, maka tentunya ia akan mendapat pahala yang berlipat ganda. 2. Membantu Orang Lain yang Berpuasa Memberi makan orang yang berpuasa merupakan amalan yang mulia. Dengan berbagi takjil, kita membantu mereka yang mungkin tidak memiliki cukup makanan untuk berbuka puasa. Tentunya hal ini akan menjadi amalan yang secara sosial akan meringankan beban orang lain yang sedang berpuasa. 3. Menebar Kebaikan dan Keberkahan: Berbagi takjil merupakan wujud dari rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama. Memberi tidak akan membuat kita miskin dan kekurangan. Justru dengan memberi makanan orang yang berpuasa akan semakin bertambah manfaat dan keberkahan pada harta kita. Kebaikan dan keberkahan yang kita tebar akan kembali kepada diri kita sendiri. 4. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Berbagi takjil menjadi momen untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah antar sesama umat Muslim. Dengan menebarkan takjil akan muncul kebaikan dan kasih sayang diantara sesama muslim. Amalan ini kemudian akan menumbuhkan persatuan dan persaudaraan yang lebih kuat antara satu dengan yang lainnya. 5 Melatih Kedermawanan Berbagi takjil melatih diri untuk menjadi pribadi yang dermawan dan suka memberi. Yang mungkin pada bulan lainnya kita agak enggan untuk berbagai, lewat berbagi takjil di Bulan Ramadhan akan menumbuhkan kedermawanan di dalam diri. Dengan sering melakukan sedekah di Bulan Ramadhan dengan berbagi takjil, harapannya aktivitas berbagi ini akan menjadi kebiasaan yang baik di Bulan lainnya. Demikian beberapa manfaat yang kita dapatkan dari memberikan takjil bagi orang yang berpuasa.
Program: Dana Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Perhubungan
26311-03-2026Laporan Kegiatan E-Reporting Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bakti Sosial Bersama di Kecamatan Kutingwaru, Kabupaten Tulungagung Kegiatan bakti sosial merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sosial yang senantiasa dijunjung tinggi oleh organisasi perempuan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, empati, dan gotong royong diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam semangat tersebut, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kutingwaru menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Bersama yang berlangsung di wilayah Kecamatan Kutingwaru, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka mempererat hubungan sosial antara organisasi perempuan dengan masyarakat sekaligus sebagai wujud pengabdian kepada lingkungan sekitar. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan melibatkan pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kutingwaru, serta didukung oleh berbagai unsur masyarakat setempat. Kehadiran para anggota Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen organisasi dalam menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah sekaligus sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Bakti sosial ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang kurang mampu. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan anggota Dharma Wanita Persatuan agar senantiasa peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara organisasi perempuan dengan masyarakat sehingga dapat memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial. Rangkaian kegiatan bakti sosial dimulai dengan persiapan yang dilakukan oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kutingwaru beberapa waktu sebelum pelaksanaan kegiatan. Persiapan tersebut meliputi koordinasi internal organisasi, pendataan masyarakat yang menjadi sasaran bantuan, serta pengumpulan berbagai bentuk bantuan sosial yang akan disalurkan. Bantuan yang disiapkan berupa paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat penerima manfaat. Pada hari pelaksanaan kegiatan, para anggota Dharma Wanita Persatuan hadir dengan penuh semangat dan antusiasme. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa begitu hangat sejak awal kegiatan dimulai. Para pengurus organisasi melakukan pembukaan secara sederhana namun penuh makna, yang diawali dengan sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kutingwaru. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari para anggota organisasi terhadap masyarakat sekitar. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kutingwaru juga menekankan bahwa kegiatan sosial seperti ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota organisasi dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan saling membantu. Setelah sambutan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat yang telah terdata sebelumnya. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan kepada perwakilan penerima manfaat. Masyarakat yang hadir tampak sangat bersyukur dan menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa haru dan terima kasih. Selain pembagian bantuan sosial, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara anggota Dharma Wanita Persatuan dengan masyarakat. Para anggota organisasi berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengarkan berbagai cerita serta kondisi yang mereka hadapi sehari-hari. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota organisasi untuk semakin memahami realitas sosial di lingkungan sekitar. Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di Kecamatan Kutingwaru ini juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para anggota Dharma Wanita Persatuan serta masyarakat setempat menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, bakti sosial ini menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh anggota organisasi untuk terus meningkatkan kepekaan sosial dan rasa empati terhadap sesama. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan sosial, para anggota Dharma Wanita Persatuan dapat merasakan secara nyata pentingnya berbagi serta membantu mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam situasi apa pun, nilai solidaritas dan kepedulian sosial merupakan kekuatan utama yang mampu mempererat hubungan antarwarga. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan bakti sosial bersama Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kutingwaru di Kabupaten Tulungagung berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Partisipasi aktif dari seluruh anggota organisasi serta dukungan masyarakat menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kutingwaru kembali menegaskan perannya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi sosial masyarakat. Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus dilaksanakan di masa mendatang. Akhirnya, besar harapan bahwa kegiatan bakti sosial seperti ini dapat terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kutingwaru berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sejahtera, harmonis, dan penuh rasa solidaritas.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
26410-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung telah mengadakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan, Bantuan Sosial

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal : Selasa, 10 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 – Selesai
5. Lokasi : Kecamatan Karangrejo dan Kecamatan Pakel
6. Acara : Pemberian Bantuan Sosial berupa parcel ke Guru TK Dharma Wanita di Kecamatan Karangrejo dan Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan bantuan sosial berupa pemberian bingkisan Lebaran kepada para guru TK non ASN. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, dengan menyasar guru TK non ASN di Kecamatan Karangrejo dan Kecamatan Pakel. Sebanyak 108 paket bingkisan Lebaran disalurkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para guru dalam mendidik anak usia dini. Kegiatan ini merupakan agenda rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung setiap bulan Ramadhan, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara organisasi dengan para tenaga pendidik di daerah.

Kegiatan dipimpin oleh Penasehat DWP Kabupaten Tulungagung, Ny. Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu Wibowo, didampingi Ketua DWP Kabupaten Tulungagung, Ny. Uswatun Khasanah Soeroto, bersama pengurus Dharma Wanita Persatuan dan perwakilan TP PKK Kabupaten Tulungagung. Rangkaian kegiatan diawali di Kecamatan Karangrejo. Bertempat di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Karangrejo, kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Sebanyak 48 paket bingkisan Lebaran diserahkan secara simbolis kepada para guru TK non ASN dari berbagai lembaga pendidikan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan kepada para guru yang telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan anak usia dini. Meskipun berstatus non ASN, para guru tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam membimbing dan mendidik generasi penerus bangsa. Selanjutnya, rombongan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung melanjutkan kegiatan ke Kecamatan Pakel. Di lokasi ini, sebanyak 60 paket bingkisan Lebaran diserahkan kepada guru TK non ASN yang berasal dari berbagai desa.

Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada tenaga pendidik yang selama ini berjuang mendidik anak-anak di daerah yang minim fasilitas. Penyaluran bantuan sosial ini mendapatkan apresiasi dari para guru TK setempat, yang merasa terbantu dengan perhatian dari DWP Kabupaten Tulungagung. Semoga kegiatan serupa dapat terus berlanjut untuk lebih banyak lagi guru di daerah terpencil di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DWP Tulungagung untuk mendukung dan meringankan beban para pendidik, khususnya yang belum berstatus ASN. Kehadiran DWP dalam membantu masyarakat, khususnya sektor pendidikan, diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para guru dan mendukung kelancaran proses pembelajaran di daerah tersebut. Sehingga bisa Meningkatkan motivasi dan kinerja guru serta Mengapresiasi peran guru dalam membangun pendidikan dan karakter anak-anak.

Melalui kegiatan bhakti sosial ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung berharap kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini, dapat terus meningkat. Semangat berbagi di bulan Ramadhan diharapkan mampu memperkuat kebersamaan dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.


Program: Bantuan Sosial
26504-03-2026Ketua DWP Kec. Kauman mengikuti pembukaan OASE dan dilanjutkan untuk mendampingi anak-anak yatim/piatu berbelanja di Apollo Super Mall Tulungagung dalam rangka bulan suci Ramadhan dan menyongsong Hari Raya Idul Fitri Th 1447 H/2026 M, KKKS Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan Baznaz Kabupaten Tulungagung akan memberikan bingkisan lebaran dengan mengajak anak yatim / piatu berbelanja kebutuhan lebaran dengan mengajak anak yatim/piatu berbelanja kebutuhan lebaran bersama Orang Tua Asuh Sehari (OASE) pada hari rabu tanggal 04 Maret 2026 bertempat di pendopo Kabupaten Tulungagung
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
26604-03-2026Kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari) yang dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Pucanglaban Ny. Setiono merupakan bagian dari program sosial tahunan yang diselenggarakan di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) dan didukung oleh jajaran DWP serta TP PKK. Pelaksanaan OASE pada hari Rabu, 4 Maret 2026 yang berlokasi di Apollo Super Mall Tulungagung dengan tujuan memberikan pengalaman berbelanja baju lebaran bagi anak-anak yatim piatu agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Sekitar 107 hingga 110 anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung termasuk perwakilan dari wilayah Kecamatan Pucanglaban. Untuk tahun 2026 orang tua asuh terdiri dari ibu Ketua DWP seluruh Badan, Dinas, Bagian, Camat dan PKK Kabupaten dengan mekanisme setiap anak didampingi oleh "Orang Tua Asuh" (termasuk para Ketua DWP Kecamatan) untuk memilih sendiri pakaian atau kebutuhan lebaran mereka dengan nominal santunan sekitar Rp300.000 per anak. Dan apabila ada anak yang belanja melebihi dari santunan tersebut para orang tua asuh berkwajiban menambahi. Sebagai Ketua DWP di tingkat kecamatan, kehadirannya berfungsi sebagai: 1. Pendamping Langsung, Menjadi orang tua asuh sehari bagi anak yatim asal Pucanglaban, membantu mereka memilih pakaian yang sesuai dan berkualitas di dalam mall. 2. Memberikan perhatian dan kasih sayang layaknya keluarga sendiri agar anak-anak tidak merasa rendah diri saat berada di pusat perbelanjaan modern sebagai ukungan Psikologis, 3. Menunjukkan bentuk kepedulian sosial dari jajaran istri ASN terhadap program pemerintah daerah dan BAZNAS. adapun susunan acara kegiatan OASE adalah : 1. Pembukaan dan Penerimaan (Lokasi: Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso) Pukul 10.00 WIB: Acara dimulai di Pendopo, diawali dengan sambutan dan peluncuran program oleh BAZNAS dan perwakilan TP PKK/KKKS. Pengenalan Pasangan: Anak-anak yatim/dhuafa (sekitar 110 anak) dipertemukan dengan "orang tua asuh" sehari mereka, yang terdiri dari pengurus PKK, Dharma Wanita Persatuan, KKKS, dan donatur. Penyematan Tanda Peserta: Secara simbolis, anak asuh menerima voucher belanja. 2. Pendampingan Belanja (Lokasi: Apollo Supermall Tulungagung) Menuju Lokasi: Anak yatim didampingi orang tua asuh menuju pusat perbelanjaan. Belanja Mandiri: Anak asuh diberi kebebasan memilih sendiri pakaian, sepatu, dan perlengkapan Lebaran menggunakan voucher yang diberikan. Interaksi: Orang tua asuh mendampingi, mengarahkan, dan menemani anak-anak berbelanja untuk memberikan pengalaman menyenangkan. 3. Penutup dan Buka Puasa Berbagi Kebahagiaan: Setelah belanja, kegiatan sering kali ditutup dengan sesi foto bersama dan makan/buka puasa bersama. Inti Kegiatan: Tujuan: Memberikan keceriaan bagi anak yatim/dhuafa dalam menyambut Lebaran dengan belanja pakaian baru sesuai keinginan mereka. Target: 107 - 110 anak yatim/piatu. Melihat binar mata mereka saat memilih baju lebaran impian menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur dan berbagi, Kegiatan ini diakhiri dengan suasana penuh haru saat anak-anak membawa pulang tas belanjaan mereka dengan senyum yang , diiringi doa dan harapan agar semangat berbagi ini terus berlanjut di masa mendatangProgram OASE ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan kepada anak-anak yatim di Tulungagung. Dengan adanya kegiatan ini, mereka tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga merasakan kasih sayang dan perhatian dari masyarakat serta pemerintah daerah. Semoga dengan terselenggaranya program OASE ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
26704-03-2026Bakti Sosial Ramadhan Kecamatan Kauman bersama Majelis Ta'lim Az Zahra Tulungagung dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Maret 2026 di Desa Kates. Kegiatan di Desa Kates dilaksanakan di GOR Patriot dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 76 orang masyarakat serta 14 anak yatim piatu. Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian sosial dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan serta membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar dengan rangkaian acara berupa pembukaan, sambutan dari Camat Kauman Bapak Imam Suwoyo, S.Sos., M.Si. dan Ketua Majelis Ta'lim Az Zahra Tulungagung Ibu Hj. Nurul, serta penyerahan bantuan kepada para penerima manfaat yang telah didata sebelumnya oleh pemerintah desa setempat. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kecamatan, Majelis Ta'lim, dan masyarakat serta memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
26804-03-2026Bakti Sosial Ramadhan Kecamatan Kauman bersama Majelis Ta'lim Az Zahra Tulungagung dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Maret 2026 di Desa Pucangan. Kegiatan di Desa Pucangan dilaksanakan di Masjid Al Abrisham dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 85 orang masyarakat. Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian sosial dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan serta membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar dengan rangkaian acara berupa pembukaan, sambutan dari Camat Kauman Bapak Imam Suwoyo, S.Sos., M.Si. dan Ketua Majelis Ta'lim Az Zahra Tulungagung Ibu Hj. Nurul, serta penyerahan bantuan kepada para penerima manfaat yang telah didata sebelumnya oleh pemerintah desa setempat. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kecamatan, Majelis Ta'lim, dan masyarakat serta memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
26906-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya

Program Kerja Sekretariat : ketahanan keluarga – Iman dan Taqwa

Sambut Bulan Karyawati Satpol PP dan Anggota DWP Laksanakan Tadarus Rutin Setiap Jumat Selama Bulan Ramadan

Keterangan Program:
Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
Hari / Tanggal : Jumat, 06 Maret 2026
Pukul :08.00 WIB – Selesai
Lokasi : Resepsionis
Acara : Tadarus Al-Quran
Detail acara :

Pada Jumat, 06 Maret 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an secara rutin setiap hari Jumat selama bulan Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua DWP Satpol PP Ibu Rahma, dan para anggota DWP yang sekaligus karyawati Satpol PP Kabupateen Tulungagung. Kegiatan yang dilaksanakan di resepsionis kantor Satpol PP ini sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan kerja.

Kegiatan tadarus dilaksanakan sebelum memulai aktivitas pekerjaan dengan suasana yang khidmat dan penuh kekhusyukan. Para peserta secara bergantian membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, sementara peserta lainnya menyimak dengan baik. Selain menjadi sarana ibadah di bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar.

Kegiatan tadarus ini diikuti oleh karyawati Satpol PP dan anggota Dharma Wanita Persatuan dengan penuh antusias. Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di tempat kerja.

Melalui kegiatan tadarus rutin setiap hari Jumat selama bulan Ramadan ini, diharapkan dapat menumbuhkan suasana kerja yang religius, harmonis, serta mempererat tali silaturahmi di antara seluruh karyawati Satpol PP Kabupaten Tulungagung. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat untuk senantiasa menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas serta dilandasi nilai-nilai keimanan.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
27006-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung Bagian Organisasi Mengadakan Kegiatan Kerja Bakti

Keterangan Program :
1. Program kerja Bidang Sosial Budaya, Kepedulian dan Kesetiakawanan, Budaya Cinta Lingkungan
2. Hari / Tanggal : Jumat, 6 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB
4. Tempat : Halaman depan kantor Sekretariat Daerah

Pembahasan :

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung Bagian Organisasi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman melalui kegiatan kerja bakti bersama. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari implementasi program budaya cinta lingkungan yang secara rutin dilaksanakan oleh para anggota sebagai bagian dari kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.

Kerja bakti tersebut diikuti oleh seluruh ibu-ibu anggota DWP dan karyawan / karyawati Bagian Organisasi dengan penuh semangat dan antusiasme. Sejak pagi hari, para anggota telah berkumpul untuk bersama-sama melakukan berbagai aktivitas kebersihan lingkungan. Dengan membawa peralatan kebersihan masing-masing, para peserta bahu-membahu membersihkan area sekitar, menata lingkungan, serta memastikan setiap sudut tempat kegiatan tetap terjaga kebersihannya.

Kegiatan kerja bakti ini tidak hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, para anggota DWP diajak untuk terus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Tujuan utama dari kegiatan kerja bakti ini adalah untuk membersihkan, memperindah, dan merawat lingkungan secara gotong royong agar tercipta suasana yang bersih, sehat, serta nyaman bagi seluruh pihak yang berada di sekitarnya. Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan secara visual, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, para anggota DWP Bagian Organisasi melakukan berbagai kegiatan kebersihan, mulai dari menyapu halaman, membersihkan area taman, merapikan tanaman, hingga mengumpulkan sampah yang berada di sekitar lingkungan. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah sesuai jenisnya agar dapat dikelola dengan lebih baik. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk membangun kebiasaan positif dalam pengelolaan sampah serta menjaga lingkungan tetap bersih dan tertata.

Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menata kembali area yang sebelumnya terlihat kurang rapi. Beberapa anggota terlihat bekerja sama merapikan tanaman, membersihkan pot bunga, serta memastikan area sekitar tampak lebih indah dan tertata. Dengan adanya kerja bakti ini, lingkungan yang sebelumnya mungkin terlihat kurang terawat dapat kembali menjadi lebih bersih dan nyaman.

Suasana kebersamaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Para anggota saling bekerja sama dan membantu satu sama lain dalam menyelesaikan berbagai tugas kebersihan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia terlihat jelas dalam kegiatan ini. Tanpa memandang tugas atau peran masing-masing, seluruh anggota turut berpartisipasi aktif demi tercapainya tujuan bersama.

Selain bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan kerja bakti ini juga memiliki tujuan sosial yang tidak kalah penting, yaitu mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan Bagian Organisasi. Melalui kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama, para anggota dapat saling berinteraksi, berbagi cerita, serta memperkuat hubungan kekeluargaan di antara mereka.

Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu faktor penting dalam membangun rasa kebersamaan dan solidaritas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, hubungan antar anggota tidak hanya terjalin dalam kegiatan formal organisasi saja, tetapi juga melalui aktivitas kebersamaan yang memberikan pengalaman positif dan menyenangkan.

Solidaritas antar anggota juga semakin meningkat melalui kegiatan kerja bakti ini. Ketika bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama, rasa kebersamaan dan kepedulian antar anggota akan tumbuh secara alami. Hal ini tentunya memberikan dampak positif bagi keberlangsungan organisasi, karena hubungan yang harmonis antar anggota akan mendukung terciptanya kerja sama yang baik dalam berbagai kegiatan organisasi lainnya.

Kegiatan kerja bakti juga menjadi sarana untuk membangun budaya peduli lingkungan di kalangan anggota Dharma Wanita Persatuan. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan perlu ditanamkan secara terus-menerus agar menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Dengan memulai dari lingkungan sekitar, diharapkan kebiasaan baik ini dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat luas.

Budaya peduli lingkungan tidak hanya berhenti pada kegiatan kerja bakti saja, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut secara konsisten, setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain membangun kesadaran terhadap lingkungan, kegiatan ini juga mendorong penerapan pola hidup sehat. Lingkungan yang bersih dan tertata dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan. Area yang bebas dari sampah dan kotoran dapat mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak higienis.

Melalui kegiatan kerja bakti ini, para anggota DWP juga diingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang sederhana namun bermanfaat. Kegiatan membersihkan lingkungan, menyapu, dan merapikan taman merupakan bentuk aktivitas fisik ringan yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung Bagian Organisasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan oleh para anggota DWP menjadi contoh nyata bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana.

Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Dengan adanya partisipasi aktif dari seluruh anggota, program budaya cinta lingkungan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sekitar.

Melalui kerja bakti ini, Dharma Wanita Persatuan Bagian Organisasi tidak hanya menjalankan program organisasi, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik. Semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa tanggung jawab bersama menjadi nilai penting yang tercermin dalam kegiatan ini.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang terus dijaga, diharapkan kegiatan kerja bakti ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi organisasi maupun bagi lingkungan sekitar. Lingkungan yang bersih dan sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab segelintir orang, melainkan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah
27106-03-2026Kegiatan Safari Ramadhan di Kecamatan Pucanglaban Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah, Ramadhan juga menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antar masyarakat. Dalam rangka menyemarakkan bulan penuh berkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan di Kecamatan Pucanglaban sebagai salah satu agenda rutin yang bertujuan mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Kegiatan Safari Ramadhan ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang memiliki nilai spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat. Safari Ramadhan merupakan program yang secara rutin dilaksanakan oleh pemerintah daerah setiap bulan Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan hubungan harmonis antara pemerintah dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat hadir secara langsung di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta mempererat kebersamaan dalam suasana religius yang penuh kekeluargaan. Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan di Kecamatan Pucanglaban diawali dengan sambutan dari perwakilan pemerintah kecamatan. Dalam sambutannya disampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Safari Ramadhan yang dapat mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu kegiatan yang penuh makna. Disampaikan pula bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan solidaritas sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah atau ceramah agama oleh tokoh agama setempat. Dalam tausiyah tersebut disampaikan berbagai pesan tentang pentingnya memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta mempererat hubungan sosial dengan sesama. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kehangatan. Para jamaah yang hadir tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian dan antusias. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan Safari Ramadhan memiliki arti penting bagi masyarakat sebagai sarana untuk memperkuat kehidupan spiritual sekaligus mempererat hubungan sosial antar warga. Selain kegiatan keagamaan, Safari Ramadhan juga diisi dengan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan dukungan di bulan suci Ramadhan. Penyerahan bantuan sosial tersebut menjadi salah satu momen yang sangat bermakna dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memberikan kebahagiaan bagi penerima manfaat. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi salah satu nilai utama dalam ajaran Islam. Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan jajaran pemerintah daerah. Dalam suasana yang santai namun penuh makna, masyarakat dapat menyampaikan berbagai aspirasi, harapan, maupun masukan yang berkaitan dengan pembangunan dan kehidupan sosial di lingkungan mereka. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan Safari Ramadhan di Kecamatan Pucanglaban berlangsung dalam suasana yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai luhur dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan tersebut. Di penghujung acara, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar segala amal ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Doa juga dipanjatkan agar masyarakat Kecamatan Pucanglaban senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui pelaksanaan Safari Ramadhan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat Kecamatan Pucanglaban. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dengan adanya kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan secara langsung kehadiran pemerintah yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga turut hadir dalam kegiatan keagamaan dan sosial bersama masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memperkuat hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya bersama membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera. Kegiatan Safari Ramadhan di Kecamatan Pucanglaban akhirnya menjadi momentum yang sangat berarti dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan. Semangat Ramadhan yang penuh dengan keberkahan diharapkan mampu menginspirasi seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, mempererat silaturahmi, serta menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam bulan suci Ramadhan, diharapkan masyarakat Kecamatan Pucanglaban dapat terus menjaga keharmonisan dan memperkuat solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
27206-03-2026KEGIATAN CAFÉ SAMPAH DILAKSANAKAN PADA HARI JUM’AT, TANGGAL 6 MARET 2026 BERTEMPAT DI SEKRETARIAT PKK KABUPATEN TULUNGAGUNG Secara umum, ada 6 langkah daur ulang plastik yang biasa digunakan. 1. Koleksi. Langkah pertama dalam proses daur ulang sampah yaitu mengumpulkan material atau plastik yang akan didaur ulang. ... 2. Sortir. ... 3. Pencucian. ... 4. Resizing. ... 5. Pemilahan Plastik. ... 6. Penggabungan. Tahapan Proses Daur Ulang Plastik Seperti yang kita ketahui, plastik menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Namun, plastik juga menjadi masalah yang signifikan bagi lingkungan, karena sampah plastik dapat mengancam kehidupan makhluk hidup dan membutuhkan ratusan tahun untuk terurai, bahkan untuk sebagian jenis plastik sama sekali tidak bisa hilang dari muka bumi. Proses Daur Ulang Plastik Secara umum, ada 6 langkah daur ulang plastik yang biasa digunakan. 1. Koleksi Langkah pertama dalam proses daur ulang sampah yaitu mengumpulkan material atau plastik yang akan didaur ulang. Di saat ini lah para pelaku daur ulang mengumpulkan sisa konsumsi plastik dari rumah tangga maupun industri untuk mereka jadikan satu. Maka dari itu kemudahan dan keefektifan proses ini dan proses setelah ini sangat bergantung dengan bagaimana kita memilih dan memilah sampah dari rumah. 2. Sortir Setelah sampah plastik dikumpulkan, pelaku daur ulang akan menyortir dengan lebih detail berdasarkan beberapa item, mulai dari jenis plastik (bahan pembuatan), warna plastik, kandungan resin, atau bahkan cara pembuatannya. Proses ini menjadi salah satu bagian penting karena jenis plastik yang berbeda harus diproses dengan cara yang berbeda pula. Mungkin memilah secara detail seperti itu menantang untuk kita lakukan dari rumah, namun tidak ada salahnya untuk menambah pengetahuan dan siapa tahu dapat mempraktekkannya juga sehingga meringankan beban pelaku daur ulang. 3. Pencucian Pencucian sampah bertujuan untuk menghilangkan sisa kotoran dan segala sesuatu yang tidak terbuat dari plastik. Sebagian besar kemasan plastik memiliki label, perekat, atau bahkan sisa makanan yang tidak dapat didaur ulang. 4. Resizing Sampah plastik yang sudah di sortir dan dicuci, kemudian dipotong menjadi serpihan-serpihan kecil. Hal ini akan membantu memudahkan proses pembentukan dan menjadi kesempatan kembali untuk dibersihkan agar tidak tercampur dengan bahan non-plastik. 3. Pencucian Pencucian sampah bertujuan untuk menghilangkan sisa kotoran dan segala sesuatu yang tidak terbuat dari plastik. Sebagian besar kemasan plastik memiliki label, perekat, atau bahkan sisa makanan yang tidak dapat didaur ulang. 4. Resizing Sampah plastik yang sudah di sortir dan dicuci, kemudian dipotong menjadi serpihan-serpihan kecil. Hal ini akan membantu memudahkan proses pembentukan dan menjadi kesempatan kembali untuk dibersihkan agar tidak tercampur dengan bahan non-plastik. 5. Pemilahan Plastik Setelah proses resizing, langkah selanjutnya yaitu pemilahan plastik. Pada saat pemilihan, serpihan-serpihan plastik diuji untuk menentukan kualitasnya. Kualitas pertama yang diuji yaitu kepadatan serpihan plastik. Pengujian seperti ini dilakukan dengan memasukkan serpihan-serpihan plastik ke dalam wadah besar berisi air. Partikel yang kurang padat akan mengapung, sementara partikel yang lebih padat akan tenggelam. Pengujian selanjutnya yaitu air classification (penggolong udara), yaitu proses untuk mengukur seberapa besar atau kecil sebuah partikel dengan memasukkan material ke dalam ruang berisikan udara untuk disortir. 6. Penggabungan Langkah terakhir dalam proses daur ulang sampah plastik yaitu penggabungan, dimana serpihan-serpihan plastik dihancurkan dan dilebur menjadi pelet plastik. Kemudian, pelet plastik tersebut diangkut ke perusahaan manufaktur plastik dan siap digunakan kembali untuk memproduksi produk bermanfaat lainnya. Itulah 6 tahapan yang biasa dilakukan untuk proses daur ulang sampah. Panjang dan tidak mudah.. Belum lagi karbon emisi yang dihasilkan. Beberapa produk memang sedikit sulit dicari alternatif single use plastic nya, namun banyak juga yang ada alternatifnya. Kita harus kritis dan terus bertanya, pilihan apa yang terbaik. Ingat bahwa DAUR ULANG adalah JALAN TERAKHIR dari PIRAMIDA 6R dari konsep Zero Waste. Mengingat plastik menjadi salah satu masalah yang signifikan bagi lingkungan dan dapat mengancam kehidupan makhluk hidup dan membutuhkan ratusan tahun untuk terurai, itulah 6 tahapan proses daur ulang plastik bisa kita lakukan. 6 tahapan ini juga sebagai aksi bentuk peduli kita terhadap lingkungan. Terimakasih dan semoga bermanfaat ya.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
27305-03-2026
DHARMA WANITA PERSATUAN BAPPEDA KABUPATEN TULUNGAGUNG:

Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung telah mengikuti kegiatan sebagai berikut:

Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan

Keterangan Program

1. Hari/Tanggal : Rabu, 5 Maret 2026
2. Pukul : 16.00 – 16.30 WIB
3. Peserta : Ibu Ketua,Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda dengan jumlah kurang lebih 30 orang
4. Lokasi : Depan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung
5. Acara : Bagi Takjil Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung
6. Pakaian: Seragam DWP dan PDH bagi karyawati yang berlaku hari itu

Keterangan Program:

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Sosial Budaya melaksanakan kegiatan sosial dalam rangka program Kepedulian dan Kesetiakawanan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berupa pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di sekitar Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga 16.30 WIB, bertempat di depan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu agenda sosial yang rutin dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk implementasi program kerja Bidang Sosial Budaya yang menitikberatkan pada peningkatan kepedulian sosial serta penguatan nilai-nilai kesetiakawanan. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Bappeda berupaya menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung beserta para pengurus dan anggota dengan jumlah peserta kurang lebih 30 orang. Seluruh peserta hadir dengan mengenakan seragam Dharma Wanita Persatuan serta pakaian dinas harian (PDH) bagi karyawati yang berlaku pada hari tersebut. Kehadiran para pengurus dan anggota dalam kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen untuk turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelum kegiatan pembagian takjil dimulai, para pengurus dan anggota terlebih dahulu melakukan persiapan dengan menata dan memastikan paket takjil yang akan dibagikan telah tersusun dengan rapi. Paket-paket takjil tersebut telah dipersiapkan sebelumnya oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda. Kegiatan persiapan ini juga menjadi momen kebersamaan bagi para anggota untuk saling berkoordinasi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Pada saat pelaksanaan kegiatan, para pengurus dan anggota secara bersama-sama membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.

Sasaran pembagian takjil adalah masyarakat yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa, seperti pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat, pengemudi ojek, serta masyarakat lainnya yang melintas di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Jumlah paket takjil yang dibagikan kepada masyarakat pada kegiatan tersebut sebanyak 300 paket. Pembagian takjil dilakukan secara tertib dan penuh keakraban dengan tetap memperhatikan keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Para pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda tampak antusias dalam membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Para pengguna jalan yang menerima takjil terlihat menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana seperti berbagi takjil dapat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antaranggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Melalui keterlibatan bersama dalam kegiatan sosial, para pengurus dan anggota dapat memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, serta kekompakan dalam menjalankan program-program organisasi.

Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan kegiatan yang bernilai sosial dan kemanusiaan. Kegiatan berbagi takjil ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi organisasi dalam menebarkan semangat kebaikan serta memperkuat nilai-nilai kepedulian terhadap sesama di tengah masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan pembagian takjil ini, diharapkan semangat kepedulian dan kesetiakawanan sosial yang menjadi bagian dari program kerja Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung dapat terus terjaga dan berkembang. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang peduli terhadap lingkungan sosial.
Program: Dana Sosial
Pelaksana: SKPD BAPPEDA
27405-03-2026
Ibu ketua Dwp Kecamatan Boyolangu dan 3 orang anggota telah menghadiri Pengajian Ramadhan Keluarga Besar UPASP Kecamatan Boyolangu.


Bidang : Sosial Budaya


Program : Ketahanan Keluarga


Bidang : Iman dan Takwa


Kata Pengantar


Dengan memanjatka puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan rahmat dan hidayahNya pengurus DWP KECamatn Boyolangu,dapat menghadiri Pengajian Ramadhan Keluarga Besar UPASP Kecamatan Boyolangu dalam keadaan lancar.Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan iman dan takwa kita terhada Alloh SWT.AAmiin.


I.Pendahuluan


1.Latar Belakang :Pengajian Ramadhan dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memaksimalkan ibadah,meningkatkan keimanan,dan mempedalam pemahaman aga selama bulan suci ini.Kegiatan ini memfasilitasi umat untuk meraih ampunan Alloh SWT,Mempererat Silahturohmi,serta memberika pemahaman tentang keutamaan puasa dan ilmu agama.


2.Tujuan : Pengajian Ramadhan bertujuan menciptakan generasi yang islami,meningkatkan kesadara sosial dan memberikan dampak positif dalam mkehodupan sehari-hari.


Laporan


1.Nama Kegiatan : Pengajian Ramadhan Keluarga Besar UPASP KEcamatan Boyolangu.


2.Waktu dan tempat : Hari Kamis,tanggal 5 Maret 2026,jam 08.00-selesai.Bertempat di Masjid Sariful Mutaqin Boyolangu.


3.Peserta : Peserta sejumlah 225,dari semua guru dikecamatan Boyolangu PAUD,TK dan SD,serat forkompimcam,kepala KUA.


Jalannya Kegiatan :


1.Pembukaan:dibulka dengan bacaan Basmalah


2.Pembacaan ayat suci Al Quran


3.Menyanyikan lagu Indonesia Raya


4.Sambutan Ketua panitia


5.Sambutan Bapak Korwil UPASP Kecamatan Boyolangu


6.Sambutan dari Forkompimcam Kecamatan Boyolangu.


7.Tausiah oleh Ustadz Moh.Mu'alim Maskur dari Kecamatan Besuki.Isi tausiahnya :1.Ikhlas dalam mengajar anak-anak. 2. Dengan sholawat burdah barokahnya semua masalah dapat diselesaikan,diberikan kekayaan,yang sakit disembuhkan. 3.Dengan membaca sholawat 80 ribu setiap hari seorang kiai menjadimkaya. 4. Ramadhan adalah rajanya bulan.Besarnya kemulyaan ramadhan,orangb tidur yang berpuasa dianggap baca tasbih,banyak orang puasa tapi hanya dapat lapar dan haus.Ada 5 perkara yang merusak puasa antaralain :Berbohong,Gibah,Profokator,Sumpah palsu dan memandang dengan sahwat.


III.Hasil Kegiatan


Hasil pengajian Ramadhan menekankan pada pencapaian ketakwaan,pengampunan dosa,dan peningkatan kualitas diri melalui mibadah puasa,salattraweh serta tadarus.Ramadhan mendidik umat untuk sabar,disipiln,peduli sosial dan kembali suci.


IV.Penutup


Pengajian menekankan bahwa ramadhan adalah bulan perjuangan dan prestasi ,bukan bermalas-malasan.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

27503-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Budaya Cinta Lingkungan :

Kerja Bakti Anggota Dalam Rangka Budaya Cinta Lingkungan serta Mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)

Keterangan Program: 1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Selasa, 3 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB – Selesai
4. Lokasi : Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Tulungagung
5. Acara : Kerja Bakti halaman Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Tulungagung
6. Detail acara :

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 600.11/889/SJ tanggal 18 Pebruari 2026 tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri Mencakup :
1. Aman, berfokus pada keamanan lingkungan, mitigasi resiko, dan ketertiban ruang publik diantaranya : Penataan lingkungan berbasis mitigasi bencana, Penerangan dan keamanan lingkungan, Pengendalian sampah dan limbah berbahaya.
2. Sehat, berfokus pada kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat diantaranya :Pengelolaan sanitasi dan air bersih,Pengendalian pencemaran lingkungan,Mengaktifkan kembali gerakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) .
3. Resik, berfokus pada kebersihan dan pengelolaan sampah terintegrasi diantaranya : Melaksanakan kerja bhakti (korve) pembersihan lingkungan, Mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber, Melakukan inspeksi secara berkala kebersihan lingkungan kerja.
4. Indah, berfokus pada estetika lingkungan dan ruang publik yang nyaman diantaranya : Penanaman pohon di ruang terbuka hijau, Melakukan penataan taman dan ruang publik, Menertibkan banner/baliho/poster/reklame yang dipasang tidak memerhatikan estetika, Mendorong peremajaan atap seng menjadi genteng atau bahan lainnya secara terencana dan bertahap.

Dalam pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI melibatkan seluruh ASN di jajaran Pemerintah Daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Instansi Vertikal di daerah, dunia usaha dan masyarakat.

Kegiatan kerja bakti ini tepat dimulai pukul 08.00 WIB dilaksanakan di Ruang Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika meliputi pembersihan di ruang kantor dan halaman sekitar kantor dalam upaya menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan nyaman. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika dalam mewujudkan Budaya luhur yaitu Cinta terhadap lingkungan sekitar serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Tulungagung menuju lingkungan yang ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah).

Gerakan ini merupakan agenda rutin untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, baik bagi karyawan karyawati Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Sisi Positif Kerja Bakti
Silaturahmi. Kesibukan kerja membuat silaturahmi tidak berjalan. Dengan kerja bakti, seluruh anggota DWP jadi saling bertemu dan mengetahui kabar masing - masing. Mengobrol tentang keluarga, pekerjaan, atau tentang rencana atau ide ke depan terkait lingkungan. Mengobrol dan silaturahmi ini sering lebih ramai dan menghibur, sambil memberi semangat untuk bekerja bakti. Hal ini menciptakan rasa saling mengenal, kebersamaan dan kegotongroyongan.
Refreshing. Kesibukan kerja membuat kehidupan seseorang monoton mengurus kantor atau lingkungan kerja. Kerja bakti adalah suasana santai, tanpa target, tanpa tuntutan tertentu. Ini adalah kehidupan sosial yang lain, benar - benar untuk mewujudkan kehidupan sosial. Kerja bakti perlu diberikan prioritas, agar orang memiliki variasi lingkungan. hal tersebut merupakan refreshing yang murah meriah. Pikiran akan menjadi sehat, karena melepaskan dari berbagai kehidupan rutin, atau tekanan kehidupan.
Olahraga. Kerja bakti juga membuat badan berkeringat. Ada kombinasi gerakan fisik, berjalan, mengangkat, mengayun, naik, turun, atau menahan. Memang melelahkan, tetapi sangat memuaskan untuk membakar kalori seperti olahraga.
Setiap orang perlu mencoba hal ini, sesuai dengan kemampuan tanpa harus memaksa diri. Umumnya Ibu - Ibu anggota DWP memilih kegiatan memangkas tanaman, membersihkan, atau sekedar menyapu halaman

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sinergi antara anggota dalam mendukung program pembangunan daerah.

Dengan semangat kebersamaan, DWP Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung siap berkontribusi aktif dalam menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI Tahun 2026 demi terwujudnya Kabupaten Tulungagung yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Komunikasi dan Informatika
27605-03-2026Kegiatan Pembukaan OASE Ramadhan Bersama BAZNAS dan K3S Kabupaten Tulungagung Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan, berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Tulungagung turut berpartisipasi dalam kegiatan Pembukaan OASE Ramadhan yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dengan Badan Amil Zakat Nasional serta K3S Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk sinergi dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang penuh nilai spiritual, edukatif, dan sosial. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. OASE Ramadhan dirancang sebagai wadah pembinaan spiritual yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan melalui berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi sesama. Acara pembukaan berlangsung dengan suasana khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan. Pendopo Kabupaten Tulungagung sebagai tempat pelaksanaan kegiatan menjadi saksi berkumpulnya berbagai unsur masyarakat yang hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Para peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, di antaranya perwakilan organisasi perempuan, unsur pendidikan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan secara tertib dan lancar. Selanjutnya dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius serta memberikan pengingat kepada seluruh peserta mengenai pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, khususnya dalam menjalani ibadah selama bulan suci Ramadhan. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sambutan dari pihak penyelenggara yang menekankan bahwa kegiatan OASE Ramadhan merupakan salah satu bentuk upaya untuk memberikan pembinaan rohani kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar berbagai elemen masyarakat sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan penuh kebersamaan. Peran BAZNAS dalam kegiatan ini sangat penting sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah guna membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui keterlibatan BAZNAS, kegiatan OASE Ramadhan juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berbagi dan membantu sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan dukungan dan perhatian. Sementara itu, keterlibatan K3S Kabupaten Tulungagung sebagai perwakilan dari unsur pendidikan juga memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam kegiatan ini. Melalui peran para kepala sekolah yang tergabung dalam K3S, nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi dapat ditanamkan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan. Selain dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan organisasi perempuan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Salah satu di antaranya adalah kehadiran Ibu Ketua Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru yang turut serta dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan spiritual dan kegiatan sosial yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Kehadiran Ketua Dharma Wanita Kecamatan Kedungwaru menunjukkan komitmen organisasi perempuan dalam mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan dan sosial. Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter keluarga serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada generasi penerus. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan tausiyah keagamaan yang memberikan pemahaman mengenai makna dan keutamaan bulan suci Ramadhan. Para peserta diajak untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut bulan yang penuh rahmat tersebut. Ramadhan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki diri, serta memperbanyak amal kebaikan. Melalui tausiyah tersebut, para peserta juga diingatkan untuk menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan seperti bersedekah, membantu sesama, serta menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Pembukaan OASE Ramadhan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan silaturahmi antar organisasi perempuan, instansi pemerintah, serta masyarakat secara umum. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana yang penuh kehangatan, kebersamaan, serta semangat untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan di masa yang akan datang. Secara keseluruhan, kegiatan Pembukaan OASE Ramadhan di Pendopo Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS dan K3S Kabupaten Tulungagung berlangsung dengan lancar dan penuh makna. Antusiasme para peserta yang hadir menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan semangat kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan. Semoga kegiatan OASE Ramadhan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta menjadi langkah awal dalam membangun kehidupan yang lebih religius, harmonis, dan penuh keberkahan di Kabupaten Tulungagung.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
27705-03-2026Kegiatan Oase Ramadhan Bersama Ibu Bupati Tulungagung Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Kedungwaru turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan bertajuk Oase Ramadhan yang dilaksanakan di pusat perbelanjaan Apollo Tulungagung. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak yatim piatu, sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, serta masyarakat di wilayah Tulungagung. Kegiatan Oase Ramadhan tersebut dihadiri secara langsung oleh Ibu Bupati Tulungagung. Kehadiran beliau memberikan semangat dan kebahagiaan tersendiri bagi seluruh peserta yang hadir, khususnya bagi anak-anak yatim piatu yang menjadi penerima manfaat dari kegiatan tersebut. Dalam kesempatan ini, kegiatan dihadiri oleh Ibu Bupati saja tanpa kehadiran Bapak Bupati. Meski demikian, suasana kegiatan tetap berlangsung dengan penuh kehangatan, kebersamaan, serta nuansa kepedulian sosial yang sangat terasa. Oase Ramadhan merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadhan yang identik dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Pada kegiatan ini, anak-anak yatim piatu diajak secara langsung untuk memilih dan mendapatkan pakaian baru di toko yang berada di lingkungan Apollo Tulungagung. Hal ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi mereka karena dapat memilih sendiri pakaian yang diinginkan. Sejak awal kegiatan, suasana terlihat penuh keceriaan. Anak-anak yatim piatu yang hadir tampak antusias dan bahagia ketika diajak berkeliling toko untuk memilih pakaian baru. Dengan penuh perhatian dan kasih sayang, Ibu Bupati turut mendampingi serta berinteraksi langsung dengan anak-anak tersebut. Beliau menyapa mereka dengan ramah, memberikan semangat, serta memastikan bahwa setiap anak dapat memperoleh pakaian yang mereka sukai. Kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan berupa pakaian baru, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak yatim piatu. Mereka merasa diperhatikan, dihargai, dan disayangi oleh lingkungan sekitar. Momen sederhana seperti memilih baju baru bersama-sama menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka, terutama di bulan Ramadhan yang penuh makna. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru sebagai salah satu organisasi perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial turut mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kehadiran para anggota DWP Kecamatan Kedungwaru menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, partisipasi ini juga merupakan bagian dari upaya DWP untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa sangat hangat dan penuh kekeluargaan. Anak-anak terlihat gembira saat mencoba pakaian yang telah mereka pilih. Senyum ceria terpancar dari wajah mereka, menciptakan suasana yang mengharukan sekaligus membahagiakan bagi semua pihak yang hadir. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan dapat hadir melalui tindakan sederhana, seperti berbagi dan peduli terhadap sesama. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Bupati juga menyampaikan pesan yang penuh makna kepada seluruh pihak yang hadir. Beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial, mempererat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Menurut beliau, kegiatan seperti Oase Ramadhan ini merupakan bentuk nyata dari nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang harus terus dijaga dan dilestarikan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim piatu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, organisasi wanita, serta masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik dalam upaya mewujudkan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, serta saling mendukung satu sama lain. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru memandang kegiatan Oase Ramadhan ini sebagai momentum yang sangat berharga untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian, empati, dan kebersamaan kepada seluruh anggota organisasi. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa peran perempuan dalam masyarakat tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Melalui kegiatan ini pula, para anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru diharapkan dapat terus mengembangkan semangat berbagi serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial lainnya di masa mendatang. Secara keseluruhan, kegiatan Oase Ramadhan di Apollo Tulungagung berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Anak-anak yatim piatu yang hadir mendapatkan kebahagiaan melalui pengalaman memilih pakaian baru, sementara seluruh peserta yang hadir dapat merasakan kehangatan kebersamaan serta semangat berbagi di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun memberikan dampak yang besar bagi mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menebarkan kebaikan, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Demikian laporan kegiatan Oase Ramadhan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru ini disusun sebagai bagian dari dokumentasi dan pengisian e-reporting organisasi. Besar harapan bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta menjadi motivasi untuk terus melaksanakan kegiatan sosial yang positif di masa yang akan datang.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
27805-03-2026Kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Kecamatan Kedungwaru Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mendukung terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru melaksanakan kegiatan cek kesehatan gratis bagi anggota dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Kedungwaru dan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi organisasi dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Kesehatan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menunjang kualitas hidup seseorang. Dengan kondisi tubuh yang sehat, setiap individu dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal serta berperan aktif dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru berinisiatif menyelenggarakan kegiatan cek kesehatan gratis sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan, keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), serta masyarakat yang berada di lingkungan Kecamatan Kedungwaru. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Para peserta hadir dengan penuh semangat untuk memanfaatkan kesempatan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis dan mudah dijangkau. Dalam pelaksanaannya, kegiatan cek kesehatan ini melibatkan tenaga kesehatan yang berkompeten sehingga proses pemeriksaan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan profesional. Beberapa jenis pemeriksaan kesehatan yang diberikan kepada peserta antara lain pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar gula darah, serta konsultasi kesehatan singkat. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk membantu peserta mengetahui kondisi kesehatan mereka secara dini sehingga dapat melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan. Melalui kegiatan ini, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut meliputi anjuran untuk menjaga pola makan yang seimbang, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga, serta menjaga waktu istirahat yang cukup. Selain itu, peserta juga diingatkan agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap berbagai penyakit. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan cek kesehatan gratis ini merupakan bagian dari program kerja organisasi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan, termasuk di bidang kesehatan. Beliau juga menekankan bahwa kesehatan keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia. Ketika setiap anggota keluarga memiliki kondisi kesehatan yang baik, maka berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dapat dijalankan dengan lebih produktif dan berkualitas. Oleh karena itu, upaya menjaga kesehatan perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh individu, keluarga, maupun masyarakat secara luas. Selain memberikan manfaat dalam aspek kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan serta masyarakat yang hadir. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Para peserta saling berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai kesehatan, serta menunjukkan kepedulian satu sama lain. Kegiatan cek kesehatan gratis ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya gaya hidup sehat. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga, sehingga dapat meminimalkan risiko berbagai penyakit yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan pada masa yang akan datang. Program-program yang berfokus pada kesehatan masyarakat dinilai memiliki dampak yang sangat positif, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. Melalui kegiatan cek kesehatan gratis ini, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, diharapkan berbagai program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang luas serta mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. Pada akhirnya, kesehatan merupakan investasi yang sangat berharga bagi setiap individu. Oleh karena itu, menjaga kesehatan perlu menjadi prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seperti cek kesehatan gratis ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat sehingga dapat mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia, dan harmonis di lingkungan Kecamatan Kedungwaru.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
27905-03-2026Pada hari ini, Kamis, pukul 09.00 WIB, bertempat di Pendopo Kecamatan Kedungwaru, telah dilaksanakan kegiatan Gerakan Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru beserta jajaran pengurus dan anggota, serta masyarakat sekitar yang datang dengan penuh antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Gerakan Pasar Murah ini merupakan program yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mempererat hubungan antara organisasi Dharma Wanita Persatuan dengan masyarakat luas. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Melalui Gerakan Pasar Murah ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula, telur, serta beberapa bahan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar pada umumnya. Program ini tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga mencerminkan nilai kepedulian sosial yang tinggi dari Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru terhadap kesejahteraan masyarakat. Sejak pagi hari, masyarakat telah berdatangan ke Pendopo Kecamatan Kedungwaru untuk mengikuti kegiatan ini. Antusiasme warga terlihat dari ramainya area kegiatan yang dipenuhi oleh masyarakat yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Para anggota Dharma Wanita Persatuan dengan penuh semangat dan tanggung jawab turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini, mulai dari proses persiapan, penataan lokasi, hingga pelayanan kepada masyarakat yang datang. Kerja sama yang baik antaranggota menunjukkan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Pasar Murah ini merupakan salah satu bentuk komitmen organisasi dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Dharma Wanita Persatuan tidak hanya berperan sebagai organisasi yang menaungi para istri aparatur sipil negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau serta memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota Dharma Wanita Persatuan dengan masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran organisasi perempuan seperti Dharma Wanita Persatuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan Gerakan Pasar Murah ini juga memiliki makna yang lebih luas dalam membangun kesadaran akan pentingnya solidaritas sosial. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat saling membantu dan berbagi. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan inspirasi serta mendorong berbagai pihak untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa kegiatan ini sangat dinantikan dan memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Banyak masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya program ini karena mereka dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di masa yang akan datang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Melalui terselenggaranya kegiatan Gerakan Pasar Murah ini, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sejahtera dan masyarakat yang harmonis. Semangat pengabdian, kebersamaan, serta kepedulian sosial yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai program yang bermanfaat di masa mendatang. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita Persatuan tidak hanya memberikan manfaat bagi anggotanya, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif yang nyata bagi masyarakat luas.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
28004-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Bhakti Sosial

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Rabu / 04 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua DWP OPD Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung kemudian dilanjutkan ke Apollo Super Mall Tulungagung
6. Acara : Kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari).

Pada hari ini Rabu tanggal 4 Maret 2026, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung telah mengikuti rangkaian kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari), dalam kegiatan hari ini untuk DWP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung dihadiri oleh Ibu Wakil Ketua DWP yaitu Ibu Ulfa Endra Wibawa serta dalam Kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari) ini diikuti oleh 108 anak yatim/piatu dari seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.

Suasana haru dan bahagia menyelimuti Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung karena ada sekitar 108 anak yatim/piatu tampak sumringah mengikuti program Orang Tua Asuh Sehari (OASE) yang digagas bersama, dengan konsep unik yakni menerima santunan sekaligus belajar mengelola uang dengan berbelanja langsung kebutuhan mereka menjelang Idul Fitri 2026 ke Apollo Super Mall Tulungagung.

Program OASE ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Tulungagung dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung dimana Ibu Ketuanya adalah Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung yaitu Ny. Endang Gatut Sunu. Dalam rangkaian kegiatan ini, anak-anak yatim/piatu diajak berbelanja di Apollo Supermall Tulunagung dengan pendampingan ibu-ibu ketua DWP OPD yang berperan sebagai orang tua asuh sehari.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Bupati beserta Wakil Bupati Tulungagung, Dalam sambutannya Ketua Umum KKKS Kabupaten Tulungagung, Ny. Endang Gatut Sunu Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan OASE bukan sekadar santunan, tetapi pendidikan karakter dan kepedulian sosial yang nyata. Kegiatan diawali dengan pemberian bantuan kepada anak yatim/piatu secara simbolis berupa Rp. 500.000 per anak, terdiri dari Rp. 300.000 voucher belanja baju dan Rp200.000 uang tunai. Dilanjutkan dengan do’a oleh Bapak Zainul Fuad dari Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung serta laporan dari panitia kegiatan oleh Bapak Suyadi kemudian acara dilanjutkan menuju Apollo Super Mall Tulungagung secara bersama sama dengan pendampingan dari ibu ibu DWP OPD menggunakan angkutan bus sekolah.

Dalam perjalanan menuju Apollo Super Mall Tulungagung Anak-anak begitu merasa senang dan antusias sekali. Mereka begitu antusias akan barang yang akan mereka beli sesampainya di tempat tujuan. Apabila nilai voucher belanjanya tadi belum mencukupi, maka kekurangannya akan ditanggung oleh ibu-ibu Ketua DWP OPD selaku orang tua asuh sehari sebagai bentuk kepedulian dan empati. Sesampainya di tempat tujuan anak anak yang sudah didampingi oleh ibu ibu ketua DWP OPD segera membeli kebutuhan untuk lebaran, ada yang mengambil baju, celana, songkok, sarung, sandal, sepatu dan juga tas sekolah. Anak anak begitu merasakan kebahagian yang tidak terkira.

Ibu Ketua KKKS Ny. Endang Gatut Sunu menyampaikan ada dua hikmah utama dari program OASE yaitu :
1. Pertama, menanamkan nilai kepedulian sosial di tengah momentum Ramadan.
2. Kedua, memberikan pelajaran penting tentang pengelolaan keuangan kepada anak-anak yatim/piatu.

Kegiatan OASE yang digelar di pertengahan Ramadan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara organisasi sosial, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan anak-anak kurang beruntung.

Semoga kerja sama ini terus berlanjut di masa-masa mendatang dan semakin banyak anak yatim/piatu yang menerima santunan.

Program OASE di Tulungagung bukan sekadar seremoni Ramadan tetapi menjadi simbol bahwa kepedulian sosial harus diwujudkan dalam aksi nyata dengan memberi, mendampingi, dan memberdayakan. Dan di tengah suasana suci Ramadan, dapat diambil pesan yang mendalam dimana berbagi bukan pilihan, melainkan kewajiban moral bersama.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
28102-03-2026IbuIbu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung mengikuti Kegiatan Safari Ramadhan pada hari Senin tanggal 02 Maret 2026 bertempat di Kecamatan Rejotangan
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
28227-02-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung Mengadakan Kegiatan Safari Ramadhan pada hari Jum'at tanggal 27 Februari 2026 bertempat di Mts Darunnajah Kecamatan Tanggunggunung
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
28324-02-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung Mengikuti Kegiatan Safari Ramdhan pada hari Selasa tanggal 24 Februari 2026 bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
28427-02-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Tanggunggunung Mengikuti Kegiatan Santapan Rohani pada hari Sabtu tanggal 27 Februari 2026 bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso kabupaten Tulungagung
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Tanggunggunung
28504-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Bidang : Sosial Budaya Program : Kepedulian & Kesetiakawanan, Kegiatan : Bantuan Sosial Bansos (Bantuan Sosial) adalah dukungan dari pemerintah berupa uang, barang, atau jasa kepada individu, keluarga, atau kelompok miskin dan rentan, bertujuan melindungi dari risiko sosial, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan. Bansos diberikan secara selektif (tidak terus-menerus) untuk memenuhi kebutuhan dasar. Hari ini Selasa, 04 Maret 2026 telah dilaksanakan kegiatan bantuan sosial oleh ketua DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Ny. Sri Purnama Iswahjudi dengan keterangan sebagai berikut : Keterangan Program: 1. Hari, Tanggal: Selasa, 04 Maret 2026 2. Pukul: 08.30 sd selesai 3. Lokasi: pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Pemerintah Kabupaten Tulungagung 4. Acara: Pembukaan Orang Tua Asuh Sehari (OASE) 5. Peserta : Ketua DWP OPD se Kabupaten Tulungagung 6. Detail Kegiatan: Melalui Program Orang Tua Asuh Sehari (OASE), BAZNAS menjadi jembatan kebaikan untuk menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi anak-anak yatim. Tak hanya memberikan santunan, mereka juga diajak berbelanja kebutuhan sandang menjelang Hari Raya dengan didampingi langsung Orang Tua Asuh dari BAZNAS Tulungagung. Program Orang Tua Asuh Sehari (OASE) di Kabupaten Tulungagung adalah inisiatif BAZNAS Tulungagung dan KKKS untuk membahagiakan anak yatim piatu menjelang Idul Fitri. Ratusan anak diajak berbelanja kebutuhan lebaran secara mandiri di Apollo Supermall dengan didampingi orang tua asuh, bertujuan menanamkan kepedulian sosial dan pendidikan finansial. Dimana kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama dengan organisasi wanita yaitu Dharma Wanita Persatuan turut mensukseskan kegiatan OASE tersebut. Bertempat di pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung pada hari Selasa tanggal 04 Maret 2026 telah dilaksanakan OASE (Orang Tua Asuh Sehari) yang diikuti oleh 108 anak yatim/piatu dan ibu-ibu istri Kepala OPD se-Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung beserta Ibu, Kabag Kesra, Koordinator KKKS Kabupaten Tulungagung, Ibu Sekretaris Daerah, Ibu istri anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, serta Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan acara pembukaan di Pendopo Kabupaten Tulungagung yang meliputi menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa oleh Bapak Zainul Fuad dari Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, laporan panitia oleh Bapak Suyadi, serta sambutan dan arahan sekaligus membuka kegiatan OASE 2026. Kegiatan diawali dengan pemberian bantuan kepada anak yatim/piatu secara simbolis berupa Rp500.000 per anak, terdiri dari Rp300.000 voucher belanja dan Rp200.000 uang tunai. Kegiatan belanja di Apollo Supermall bersama anak - anak yatim/piatu didampingi oleh ibu - ibu istri kepala OPD Se Kabupaten Tulungagung membelanjakan bantuan yang didapat dengan membelanjakan voucher tersebut dan apabila dalam belanja ternyata kurang nilai uangnya maka akan ditanggung atau di penuhi oleh ibu - ibu istri kepala OPD Se Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk kepedulian dan empati yang tinggi kepada anak - anak yatim/piatu. Gerakan "Orang Tua Asuh Sehari" dengan agenda belanja kebutuhan lebaran, seperti program OASE (Orang Tua Asuh Sehari) yang digagas BAZNAS atau lembaga sosial lainnya, bertujuan untuk: '- Membahagiakan Anak Yatim dan Dhuafa: Memberikan pengalaman berkesan dan kesempatan kepada anak-anak yatim/dhuafa untuk memilih baju atau kebutuhan lebaran mereka sendiri. '-Meringankan Beban Kebutuhan Lebaran: Membantu memenuhi kebutuhan pokok atau sandang (baju baru) anak-anak kurang mampu menjelang Idulfitri. '- Memberikan Afeksi dan Perhatian: Memberikan kasih sayang serta kehangatan layaknya orang tua kepada anak asuh, bahkan jika hanya dilakukan dalam sehari. '- Meningkatkan Kepedulian Sosial: Menumbuhkan rasa gotong royong dan berbagi di masyarakat, khususnya donatur, dalam menyambut hari raya. '- Menghadirkan Kegembiraan: Membuat anak-anak yatim dan dhuafa merasa diperhatikan dan tidak merasa sendiri dalam merayakan lebaran. Gerakan Orang Tua Asuh Sehari (OASC) dengan belanja bersama anak yatim piatu sangat penting untuk memberikan kebahagiaan emosional, kasih sayang nyata, dan memenuhi kebutuhan mereka secara langsung. Kegiatan ini membantu meningkatkan percaya diri anak, memberikan pengalaman berharga, serta membangun ikatan sosial dan empati. Dengan kegiatan tersebut dapat memberikan dampak sebagai berikut : '- Dampak Emosional dan Psikologis: Kegiatan ini memberikan pengalaman istimewa yang meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi beban mental anak-anak yatim piatu. '- Pemenuhan Kebutuhan Nyata: Berbeda dengan bantuan tunai, belanja bersama memungkinkan anak-anak memilih kebutuhan (seperti baju lebaran atau sekolah) yang mereka inginkan, memberikan rasa kepemilikan dan kebahagiaan. '- Sinergi Sosial: Gerakan ini, seperti yang dilakukan Baznas Kabupaten Gresik dan lembaga zakat, menciptakan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pihak swasta untuk kepedulian sosial. '- Membangun Empati: Bagi pendamping/orang tua asuh, kegiatan ini memupuk kepedulian sosial dan menghidupkan hati untuk peduli pada sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan. '- Keberlanjutan: Program ini sering kali berkembang, seperti target penambahan kuota anak yatim yang belanja, menandakan kebutuhan dan dampak positif yang diakui. Gerakan orang tua asuh sehari dengan belanja bersama anak yatim piatu perlu dipublikasikan agar meningkatkan kesadaran sosial, menginspirasi pihak lain untuk terlibat dalam aksi serupa, serta menyebarkan kebahagiaan dan kasih sayang nyata kepada anak-anak yang membutuhkan. Publikasi ini juga berfungsi untuk: '1. Meningkatkan Kepedulian: Mendorong masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta untuk lebih perhatian dan terlibat aktif dalam membantu kebutuhan anak yatim piatu. '2. Memberi Dampak Psikologis: Memberikan pengalaman emosional, kebahagiaan, dan kasih sayang langsung kepada anak-anak, yang lebih bermakna daripada sekadar bantuan materi. '3. Membangun Sinergi: Memperkuat gotong royong antara lembaga (seperti BAZNAS, '4. Pemkot/Pemkab), relawan, dan komunitas. Mencontohkan Kebaikan: Menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk menyantuni dan memuliakan anak yatim piatu.
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Perhubungan
28627-02-2026
Bidang : Sosial Budaya


Program : Ketahanan Keluarga


Kata Pengantar


Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan RahmatNya sehingga Ibu Siti Munti'ah selaku Ketua DWP Kecamatan Boyolangu bersama 5 orang anggota dapat menghadiri Santapan Rohani dalam rangka Bulan Suci Ramadhan di Pendopo kongas Arum Kusumaning Bongso.


I.Pendahuluan


* Menghadiri Undangan dari pemerintah kabupaten Tulungagung


* Tujuan Kegiatan : Memperoleh siraman rohani unuk meningkatkan Iman dan Takwa kepada Alloh SWT


II.Laporan


* Nama Kegiatan : Santapan Rohani dan Santunan Anak Yatim dalam rangka Bulan Suci Ramadhan


* Waktu: Hari JUmat,Tanggal 27 Februari 2026


* Tempat : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso


* Jumlah Peserta : 250 orang yang terdiri dari :


Forkopinda,OPD bersam ibuk,Instansi,Fatayat,Muslimat,Nasyiatul Aisiyah,NU,LDII dan tokoh agama serta anak yatim


* Jalannya Kegitan : Tausiah oleh Bapak doktor Ahmad Syuhri dari Tulungagung.Inti dari tausiyah,seorang muslim yang datang dimajelis taklim pahalanya sama dengan orang yang melakukan sholat 1000 rekaat. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim.


III.Hasil Kegiatan


Dengan adanya kegitan ini diharapakan bisa menambah ilmu untuk meningkatkan iman dan takwa kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan juga kita bisa bersilaturahmi serta memberiakan santunan kepada anak yatim sehingga bisa mengurangi beban mereka di bulan suci Ramadhan ini.


IV.Penutup


Dengan menghadiri santapan rohani kita dapat meningkatkan ilmu,mendtangkan ketengan hati,mendaoat rahmat Alloh dan juga mendapatkan pahala


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

28703-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya

Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Budaya Cinta Lingkungan :

Kerja Bakti Anggota Dalam Rangka Budaya Cinta Lingkungan serta Mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Selasa, 3 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB – Selesai
4. Lokasi : Kantor Satpol PP
5. Acara : Kerja Bakti diruang Kantor Satpol PP Kabupaten Tulungagung
6. Detail acara :

Pada Selasa, 3 Maret 2026, Dalam rangka mendukung program Gerakan Indonesia ASRI Pemerintah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan kerja bakti sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

“Resik saya tanya artinya apa? Artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini hanya suatu katakanlah nama, tapi wujudnya tadi, semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa. Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribuan itu, cepat itu,” ucap Presiden di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 600.11/889/SJ tanggal 18 Pebruari 2026 tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri Mencakup :
1. Aman, berfokus pada keamanan lingkungan, mitigasi resiko, dan ketertiban ruang publik diantaranya : Penataan lingkungan berbasis mitigasi bencana, Penerangan dan keamanan lingkungan, Pengendalian sampah dan limbah berbahaya.
2. Sehat, berfokus pada kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat diantaranya :Pengelolaan sanitasi dan air bersih,Pengendalian pencemaran lingkungan,Mengaktifkan kembali gerakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) .
3. Resik, berfokus pada kebersihan dan pengelolaan sampah terintegrasi diantaranya : Melaksanakan kerja bhakti (korve) pembersihan lingkungan, Mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber, Melakukan inspeksi secara berkala kebersihan lingkungan kerja.
4. Indah, berfokus pada estetika lingkungan dan ruang publik yang nyaman diantaranya : Penanaman pohon di ruang terbuka hijau, Melakukan penataan taman dan ruang publik, Menertibkan banner/baliho/poster/reklame yang dipasang tidak memerhatikan estetika, Mendorong peremajaan atap seng menjadi genteng atau bahan lainnya secara terencana dan bertahap.

Dalam pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI melibatkan seluruh ASN di jajaran Pemerintah Daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Instansi Vertikal di daerah, dunia usaha dan masyarakat.

Kegiatan kerja bakti ini tepat dimulai pukul 08.00 WIB dilaksanakan di Ruang Kantor Satpol PP meliputi pembersihan di ruang kantor dan halaman sekitar kantor dalam upaya menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan nyaman. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Dharma Wanita Persatuan Satpol PP dalam mewujudkan Budaya luhur yaitu Cinta terhadap lingkungan sekitar serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Tulungagung menuju lingkungan yang ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah).

Gerakan ini merupakan agenda rutin untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, baik bagi karyawan karyawati Satpol PP Ruang Kabupaten Tulungagung maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sinergi antara anggota dalam mendukung program pembangunan daerah.

Dengan semangat kebersamaan, DWP Satpol PP Kabupaten Tulungagung siap berkontribusi aktif dalam menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI Tahun 2026 demi terwujudnya Kabupaten Tulungagung yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
28827-02-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari Jum’at tanggal 27 Februari 2026 menghadiri undangan santapan rohani dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M bertempat di pendopo kongas arum kusumaningbongso acara dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung Bapak H. Gatut Sunu Wibisono , jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Camat, ASN dilingkungan Pemkab Tulungagung, serta perwakilan TNI dan Polri Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Tulungagng . Dimana dalam sambutannya bapak Bupati menyampaikan Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah sebagai bagian dari penguatan spiritual dan momen muhasabah (evaluasi diri) bagi para ASN agar tetap produktif dan meningkatkan kinerja selama bulan suci ramadhan. Acara Dilanjutkan dengan tausiyah dari KH. Ahmad Subhi, yang mana dalam tausiyahnya beliau menegaskan bahwa esensi puasa ramadhan tidak sebatas menahan lapar dan dahaga atau perkara yang membatalkan puasa. Lebih dari itu, puasa merupakan latihan spiritual dan pengendalian diri yang bersifat menyeluruh. Beliau juga menjelaskan puasa menjadi perisai dari hawa nafsu karena melatih seseorang menahan diri dari hal-hal yang dilarang, termasuk mengendalikan amarah, menjaga lisan, serta menjauhi perbuatan maksiat. Dengan demikian akan terbentuk karakter muslim yang kuat dan berdaya tahan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Apabila ramadhan dijalankan dengan sungguh-sungguh nilai-nilai islam akan semakin kokoh dalam kehidupan social, budaya, dan ekonomi sehingga membentuk peradapan bermartabat dan berkeadilan. Sebelum mengakhiri tausiyah beliau berpesan Kegiatan santapan rohani tersebut diharapkan menjadi momentum musahabah bagi seluruh jajaran pemkab tulungagung dan masyarakat agar ramadhan benar-benar menjadi sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Alllah SWT. Kemudian acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai penutup dan acara berlangsung dengan khidmat, lancar, tertib dan aman.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
28903-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Selasa / 03 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Seluruh Karyawan dan Karyawati selaku Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Ruang kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Gerakan pembersihan lingkungan setiap hari selasa.

Pada hari ini selasa tanggal 03 Maret 2026 pukul 08.00 WIB para karyawan karyawati selaku anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung telah melaksanakan gerakan pembersihan lingkungan setiap hari selasa di ruang kerja dinas pekerjaan umum dan penataan ruang Kabupaten Tulungagung.

Gerakan ini dilakukan oleh seluruh karyawan karyawati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung beserta Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan gerakan jum’at bersih ini dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), adapun pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, mencakup :
1. Aman, berfokus pada keamanan lingkungan, mitigasi resiko, dan ketertiban ruang publik diantaranya :
• Penataan lingkungan berbasis mitigasi bencana
• Penerangan dan keamanan lingkungan
• Pengendalian sampah dan limbah berbahaya
2. Sehat, berfokus pada kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat diantaranya :
• Pengelolaan sanitasi dan air bersih
• Pengendalian pencemaran lingkungan
• Mengaktifkan kembali gerakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)
3. Resik, berfokus pada kebersihan dan pengelolaan sampah terintegrasi diantaranya :
• Melaksanakan kerja bhakti (korve) pembersihan lingkungan
• Mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber
• Melakukan inspeksi secara berkala kebersihan lingkungan kerja
4. Indah, berfokus pada estetika lingkungan dan ruang publik yang nyaman diantaranya :
• Penanaman pohon di ruang terbuka hijau
• Melakukan penataan taman dan ruang publik
• Menertibkan banner/baliho/poster/reklame yang dipasang tidak memerhatikan estetika • Mendorong peremajaan atap seng menjadi genteng atau bahan lainnya secara terencana dan bertahap.

Dalam pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI melibatkan seluruh ASN di jajaran Pemerintah Daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Instansi Vertikal di daerah, dunia usaha dan masyarakat.

Kegiatan ini tepat dimulai pukul 08.00 WIB di ruang kerja secretariat, kegiatan ini dilakukan oleh Ibu Reni yang membersihkan meja kerja oleh tumpukan lembar kerja, begitupun oleh Ibu Titik yang focus membersihkan setiap meja dengan lap meja, untuk pembersihan debu dilakukan oleh Ibu Adis sedangkan untuk pembersihan akhir dilakukan oleh Ibu Anggel dan Ibu Nyken yang menyapu setiap bagian sudut sudut ruangan agar terlihat bersih.

Gerakan ini merupakan agenda rutin untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, baik bagi karyawan karyawati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung selalu dalam keadaan bersih dan rapi, sehingga masyarakat yang berkunjung ke kantor merasa nyaman.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus sebagai contoh nyata kepada masyarakat.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
29002-03-2026BULAN MARET

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Bantuan Sosial

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Senin / 02 Maret 2026
3. Pukul : 13.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
5. Lokasi : Desa Mulyosari Kecamatan Pagerwojo
6. Acara :Takziah atas wafatnya Ibu Sri Sukanti

Sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga besar almarhumah, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan takziah guna menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan . Pada hari Senin tanggal 02 Maret 2026 pukul 13.00 WIB Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Ibu Shanty Erwin Novianto beserta pengurus dan anggota dharma wanita persatuan yang juga merupakan karyawati Dinas PUPR yang berjumlah sekitar 30 orang telah melakukan kunjungan takziah/melayat ke rumah duka yang ada di Desa Mulyosari Kecamatan Pagerwojo.

Dimana dalam kunjungan takziah ini yang dituju adalah rumah duka dari ibu mertua pengurus dharma wanita persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. kunjungan kepada keluarga yang tertimpa musibah kematian adalah untuk menghibur, mendoakan, dan meringankan beban mereka, dengan hukum sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Maksud dan Tujuan :
1. Menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.
2. Memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhumah.
3. Mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP dan pegawai.

Rangkaian Kegiatan :
1. Pembukaan dan penyampaian belasungkawa oleh Ibu Ketua DWP.
2. Doa bersama untuk almarhumah.
3. Penyerahan santunan.
4. Silaturahmi dengan keluarga yang ditinggalkan.

Rombongan Dharma Wanita berangkat bersama menuji rumah duka dengan penuh rasa duka dan empati. Setibanya di lokasi para anggota dharma wanita disambut oleh pihak keluarga, terutama oleh Ibu Fita Wulandarie yang sangat terharu atas kehadiran dan perhatian dari sesama anggota Dharma Wanita.

Kegiatan dilaksanakan dengan tertib dan khidmat, diawali dengan penyampaian ucapan belasungkawa oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk almarhumah agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta do’a bagi keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan.

Setelah do’a bersama Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan menyampaikan bahwa kehadiran anggota Dharma Wanita bukan sekedar formalitas melainkan merupakan bentuk nyata dari persaudaraan dan solidaritas yang selama ini terjalin diantara anggota. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan tali kasih berupa bantuan moril dan simbolis dari Dharma Wanita kepada Ibu Fita Wulandarie. Tali kasih ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban dan memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi antar anggota dan keluarga. Suasana penuh keharuan menyelimuti pertemuan ini namun juga terasa hangat karena adanya perhatian dan dukungan yang tulus dari sesama anggota.

Kegiatan takziah ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat, terutama bagi Ibu Fita Wulandarie dan keluarganya. Dalam kesempatan ini Ibu Fita Wulandarie menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar besarnya atas perhatian dan kehadiran Dharma Wanita. Menurut beliau kehadiran anggota DWP sangat menguatkan dirinya dan keluarga dalam menghadapi masa berkabung. Beliau juga merasa bahwa DWP bukan hanya sekedar organisasi namun sudah menjadi bagian dari keluarga yang selalu hadir dalam suka dan duka. Anggota lainnya pun menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan dan menjadi budaya organisasi yang memperkuat hubungan kekeluargaan diantara para pegawainya.

Kegiatan takziah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan adanya kegiatan ini maka terjalin komunikasi yang baik antara pihak instansi dan keluarga yang ditinggalkan, saling mendukung dan saling menguatkan antar Anggota DWP.

Semangat gotong-royong dan kepedulian social yang menjadi bagian dari nilai luhur bangsa harus senantiasa dijaga dan ditanamkan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
29120-02-2026Sholat Tarawih adalah ibadah sholat sunnah yang dikerjakan khusus hanya pada malam hari di bulan Ramadan. Istilah "Tarawih" berasal dari bahasa Arab yang berarti "istirahat", karena pada masa awal pelaksanaannya, para sahabat Nabi beristirahat sejenak setiap selesai menunaikan empat rakaat. Hal Penting Mengenai Sholat Tarawih Berikut adalah ringkasan mengenai pelaksanaan dan keutamaannya: Waktu Pelaksanaan: Dilakukan sesudah sholat Isya hingga sebelum waktu subuh (fajar). Hukum: Sunnah Muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan), baik bagi laki-laki maupun perempuan. Cara Pengerjaan: Bisa dilakukan secara berjamaah di masjid (lebih utama) maupun sendirian di rumah. Jumlah Rakaat: * Ada yang mengerjakan 8 rakaat (ditambah 3 rakaat witir). Ada yang mengerjakan 20 rakaat (ditambah 3 rakaat witir). Keduanya benar dan memiliki landasan dalil masing-masing. Keutamaan Sholat Tarawih Salah satu motivasi terbesar umat Muslim mengerjakan ibadah ini adalah janji pengampunan dosa. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW: "Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim). Tata Cara Ringkas Niat (di dalam hati). Dikerjakan setiap 2 rakaat satu salam (atau ada juga yang 4 rakaat satu salam tergantung mazhab yang diikuti). Diakhiri dengan Sholat Witir sebagai penutup sholat malam dengan jumlah rakaat ganji Untuk itu Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melaksanakan sholat taraweh di mushola Kantor Dinas Pendidikan Kabuaten Tulugagung bersama Bapak Penasehat DWP Dinas Pendidikan Bapak Sukowinarno dan juga ibu ketua DWP Dinas Pendidikan ibu Christina Suko Winarno dengan imam Bapak Hari Purwanto Kepala Sekolah SMPN 2 Pagerwojo dan diikuti oleh semua pengurus dan penasehat masing2 lembaga dimana pengurus , penasehatnya mengabdi dan acara diawali dengan berbuka bersama.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
29220-02-2026pada hari Jum'at , tanggal 20 Februari 2026 .Dalam rangka menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Kalidawir melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama yang dipusatkan di lingkungan kantor kecamatan dan sekitarnya. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota DWP dengan penuh antusias dan semangat gotong royong. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembersihan halaman kantor, penataan taman, perapian arsip dan ruang pertemuan, serta pengelolaan sampah secara tertib. Selain itu, anggota juga melakukan penanaman tanaman hias dan tanaman obat keluarga sebagai upaya menciptakan lingkungan yang asri dan sehat. Kerja bakti ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota, meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan, serta memberikan contoh positif kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kerja. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta lingkungan kantor yang bersih, rapi, dan nyaman sehingga dapat mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun juga menjadi wujud nyata peran aktif Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program pemerintah di tingkat kecamatan.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
29324-02-2026pada hari selsa , 24 Februari 2026 pada pukul 09.00 WIB. anggota Dharmawanita Kecamatan Kalidawir Ibu siti Asiah mengikuti Pelaksanaan kegiatan cek kesehatan gratis yang diselenggarakan di tingkat kecamatan merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta memperluas akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya preventif dan promotif guna mendeteksi secara dini berbagai potensi penyakit, khususnya penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, serta gangguan kesehatan lainnya yang kerap tidak disadari oleh masyarakat. Kegiatan cek kesehatan gratis tersebut dilaksanakan di aula kantor kecamatan dan dihadiri oleh masyarakat dari berbagai desa di wilayah kecamatan. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari, dimana peserta datang secara bergelombang untuk melakukan pendaftaran dan pemeriksaan. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, kolesterol, pengukuran berat badan dan tinggi badan, serta konsultasi kesehatan langsung dengan tenaga medis. Seluruh layanan diberikan tanpa dipungut biaya sebagai bentuk pelayanan publik yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara pihak kecamatan, puskesmas, tenaga kesehatan, serta dukungan dari berbagai pihak terkait. Tenaga medis yang terlibat memberikan pelayanan secara profesional dan ramah, sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pentingnya menjaga asupan gizi, aktivitas fisik yang cukup, serta pengelolaan stres. Edukasi ini menjadi bagian penting dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya secara berkelanjutan. Melalui kegiatan cek kesehatan gratis ini, masyarakat yang terdeteksi memiliki risiko atau indikasi penyakit tertentu dapat segera memperoleh rujukan dan tindak lanjut pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Dengan demikian, potensi komplikasi dapat dicegah sedini mungkin. Selain itu, data hasil pemeriksaan juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kecamatan dan puskesmas dalam merancang program kesehatan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. Secara umum, pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif. Masyarakat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena sangat membantu, khususnya bagi warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu yang memiliki keterbatasan akses maupun biaya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. Dengan adanya cek kesehatan gratis ini, pemerintah kecamatan menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program pembangunan di bidang kesehatan serta memperkuat pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ke depan, sinergi lintas sektor akan terus ditingkatkan agar kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kecamatan semakin optimal dan berkelanjutan.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
29427-02-2026Pada hari Jumat, 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kalidawir, Ny. Oktina, menghadiri kegiatan Santapan Rohani dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan y Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung, para Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Tulungagung, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan sebagai bentuk persiapan spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Hadir sebagai penceramah, KH Khoirul Y, menyampaikan tausiyah dengan tema “Meningkatkan Kualitas Ibadah di Bulan Ramadhan”. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin, memperbanyak amal ibadah seperti puasa, shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama. Ny. Oktina menyambut baik kegiatan santapan rohani ini sebagai momentum memperkuat keimanan dan mempererat silaturahmi antar unsur pemerintah daerah dan organisasi wanita. Diharapkan, melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh keikhlasan, disiplin, serta semangat pengabdian yang lebih baik dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat. Suasana di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa terasa hangat dan religius, mencerminkan kebersamaan serta komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam membangun keseimbangan antara kinerja dan pembinaan spiritual.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
29526-02-2026Pada hari Rabu, 26 Februari 2026 pukul 16.00 WIB, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kalidawir menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini di ikuti oleh Ibu Ketua DWP Kec Kalidawir (Ny.Oktina Rusdi yanto) dan 20 anggota DWP Kec Kalidawir.Kegiatan ini dilaksanakan di sekitar wilayah pusat Kecamatan Kalidawir di depan Kec Kalidawir, dan menyasar para pengguna jalan, tukang ojek, pedagang kecil, serta masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan anggota Dharma Wanita Kecamatan Kalidawir terhadap masyarakat sekitar. Sejak pukul 15.30 WIB, para anggota telah berkumpul untuk melakukan persiapan, mulai dari menata paket takjil hingga mengatur teknis pembagian agar berjalan tertib dan lancar. Paket takjil yang dibagikan terdiri dari aneka makanan dan minuman ringan untuk berbuka puasa. Tepat pukul 16.00 WIB, kegiatan dimulai dengan penuh semangat dan antusiasme. Para anggota Dharma Wanita turun langsung ke tepi jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Senyum dan ucapan terima kasih dari para penerima takjil menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh anggota yang terlibat. Ketua Dharma Wanita Kecamatan Kalidawir (Ny.Oktina Rysdiyanto) dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud rasa syukur serta upaya mempererat tali silaturahmi antara Dharma Wanita dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah. Kegiatan pembagian takjil berjalan dengan tertib, lancar, dan tetap memperhatikan keamanan serta kenyamanan pengguna jalan. Setelah seluruh paket takjil dibagikan, kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh anggota Dharma Wanita senantiasa diberikan kesehatan, kekompakan, dan keberkahan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Kecamatan Kalidawir berharap dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat serta menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
29627-02-2026Bu Wati selaku Perwakilan Dharma Wanita Persatuan RSUD Campurdarat dr Karneni pada Hari Jumat tanggal 27 Februari 2026 mengikuti kegiatan rutin Cafe Sampah di halaman Pendopo Kongasarum Kusumaningbangsa. Acara dimulai pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Acara ini diikuti oleh perwakilan seluruh anggota DWP se-Kabupaten Tulungagung baik itu unsur Dinas, Badan, Sekretariat Daerah, maupun Kecamatan. Ibu Wati menyerahkan 4 kantong kresek besar berisi kardus dan botol plastik bekas seberat 4 kilogram. Kardus dan Botol-botol plastik ini didapat dari sisa penggunaan pegawai di rumah sakit. Cafe sampah atau Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat Pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis. Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi Barang Ekonomi. Saat ini sampah tidak hanya cukup dibuang pada tempatnya, namun juga perlu diolah menjadi sesuatu yang mempunyai manfaat dan nilai guna. Salah satu cara kreatif untuk mengolah sampah adalah dengan bank sampah yang menggunakan paradigma mencegah timbulnya sampah (reduce), menggunakan ulang sampah (reuse), serta mendaur ulang sampah (recycle) (Sriwijayanti, Hasanah, Munawarah, Ridho, & Sejatu, 2022). Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering rumah tangga, seperti plastik, kertas, kaleng, dan lain-lain yang menerapkan sistem konversi dari sampah menjadi uang, untuk meningkatkan partisipasi warga dalam memilah serta mendaur ulang sampah (Marwati, Savitri Noor, Laksmitawati, Nurhidayati, & Noor, 2022). Bank sampah memberikan dampak yang baik bagi masyrakat serta menghindari masyarakat dari paparan bakteri dan penyakit yang di akibatkan oleh tumpukan sampah yang tidak dapat dikelola secara baik dan benar. Keberadaan bank sampah secara perlahan dapat mengubah stigma masyarakat agar memaknai sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai yang dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai sekaligus mengurangi jumlah sampah nasional. Pentingnya peran program bank sampah, sehingga dalam pengelolaannya memerlukan perhatian serta kontribusi dari seluruh pihak agar tetap mampu menjaga kelestarian lingkungan (Hasbiah, Yustiani, & Permatasari, 2021; Muhtadi, 2017). Program bank sampah tentunya akan membawa dampak terhadap keberlanjutan pembangunan nasional. Kegiatan Bank Sampah ini sudah rutin dilaksanakan selama bertahun-tahun sebagai wujud kepedulian Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Tulungagung pada umumnya, dan RSUD Campurdarat dr Karneni pada khususnya terhadap lingkungan sekitar.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD RSUD Campurdarat
29727-02-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program/Kegiatan : Ketahanan Keluarga/Olahraga
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 27 Pebruari 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 09.00 WIB
4. Peserta : 21 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Senam Bersama DWP

Pembahasan
Olahraga pagi semakin populer di kalangan masyarakat yang ingin menurunkan berat badan. Selain memberikan energi untuk memulai hari, berolahraga di pagi hari memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya lebih efektif dalam membantu membakar lemak. Senam aerobik menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kegiatan ini diharapkan akan memberikan banyak perhatian dari seluruh anggota DWP. Melalui kegiatan senam bersama diharapkan terjalin kekompakan dan komunikasi yang baik agar tercipta kerukunan dan kebersamaan antaranggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Senam aerobik adalah salah satu bentuk latihan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan karena mampu meningkatkan kerja jantung, paru - paru, serta kebugaran tubuh secara menyeluruh. Anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan aktif mengikuti kegiatan senam bersama sebagai wujud partisipasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan rutin DWP.
Gerakan dalam senam aerobik umumnya bertempo cepat dan menggabungkan berbagai gerakan otot di bagian lengan, kaki, serta pinggul. Senam ini juga membuat bernapas lebih cepat dan lebih dalam, sehingga dapat meningkatkan asupan oksigen dalam tubuh. Meningkatnya asupan oksigen dalam tubuh, dapat meningkatkan aktivitas jantung, membakar kalori, dan memproduksi energi. Hal inilah yang membuat senam aerobik efektif untuk menurunkan berat badan.
Senam aerobik low impact
Jika baru mulai mencoba senam aerobik, dianjurkan untuk melakukan senam aerobik low impact dengan intensitas sedang, yaitu selama 30 menit setiap harinya atau setidaknya 5 kali seminggu. Gerakan dalam jenis senam aerobik ini tergolong ringan, seperti berjalan di tempat, menggerakkan kedua tangan, dan gerakan lain yang tidak melibatkan aktivitas berlari atau melompat.
Senam aerobik high impact
Setelah tubuh mulai terbiasa dengan gerakan ringan dalam senam aerobik, kita dapat meningkatkan intensitas dan mencoba gerakan senam aerobik high impact. Gerakan dalam senam ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gerakan low impact. Hanya saja melibatkan gerakan berlari di tempat atau melompat.
Selama melakukan senam aerobik, pernapasan mengontrol jumlah oksigen yang masuk ke otot guna memberikan energi untuk bergerak dan membakar lemak. Beberapa manfaat senam aerobik bagi tubuh, di antaranya : menjaga kesehatan jantung; meningkatkan stamina, kebugaran, dan kekuatan tubuh; memperbaiki suasana hati; meningkatkan imunitas tubuh; menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh; meningkatkan fungsi paru - paru; menjaga atau menurunkan berat badan; meningkatkan kepadatan tulang; menurunkan risiko terjadinya demensia, gangguan kecemasan, dan depresi pada orang dewasa.
Dengan gerakan berulang yang melibatkan otot - otot besar, senam aerobik membantu menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh lebih efisien. Namun, agar manfaatnya optimal dan risikonya bisa diminimalkan, penting untuk memahami cara melakukan senam aerobik dengan benar dan konsisten Lakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga, gunakan peralatan yang sesuai, dan minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Dengan melakukan senam aerobik secara teratur dan dengan cara yang benar, dapat merasakan manfaatnya bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Senam aerobik adalah jenis latihan yang memacu jantung dan pernapasan, sehingga meningkatkan asupan oksigen ke seluruh tubuh. Gerakan dalam senam aerobik biasanya dilakukan berulang - ulang dan melibatkan kelompok otot besar. Latihan aerobik dapat dilakukan di rumah, di pusat kebugaran, atau di ruang terbuka. Senam aerobik bukan hanya sekadar aktivitas fisik yang menyenangkan, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat utama dari senam aerobik :
Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Kardiovaskular
Senam aerobik dapat membantu memperkuat otot jantung, meningkatkan sirkulasi darah, dan menurunkan tekanan darah. Aktivitas ini juga membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Dengan rutin melakukan senam aerobik, risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya dapat dikurangi. Aktivitas fisik seperti senam aerobik adalah bagian penting dari gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit jantung.
Membantu Menurunkan Berat Badan
Senam aerobik membakar kalori dan lemak tubuh, sehingga membantu menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan ideal. Semakin intens dan lama sesi aerobik, semakin banyak kalori yang terbakar. Selain itu, senam aerobik juga meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga tubuh terus membakar kalori bahkan setelah selesai berolahraga. Kombinasikan senam aerobik dengan diet sehat untuk hasil yang optimal.
Meningkatkan Mood dan Mengurangi Stress.
Saat melakukan senam aerobik, tubuh melepaskan endorfin, yaitu senyawa kimia alami yang dapat meningkatkan mood dan mengurangi rasa sakit. Endorfin juga dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Aktivitas aerobik dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi stres sehari - hari dan meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan. Latihan aerobik secara signifikan mengurangi gejala depresi pada peserta penelitian. .
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh.
Senam aerobik melatih sistem kardiovaskular dan pernapasan, sehingga meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap dan menggunakan oksigen secara efisien. Hal ini meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan dan membuat tidak mudah lelah saat beraktivitas. Dengan daya tahan tubuh yang baik, dapat melakukan aktivitas sehari - hari dengan lebih produktif. Latihan aerobik secara teratur juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Memperkuat Otot dan Tulang.
Senam aerobik melibatkan gerakan yang memberikan tekanan pada tulang. Tekanan ini merangsang pembentukan sel - sel tulang baru, sehingga meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Selain itu, senam aerobik juga membantu memperkuat otot - otot tubuh, terutama otot kaki, pinggul, dan inti (core). Otot yang kuat membantu menjaga keseimbangan tubuh dan mengurangi risiko cedera.
Meskipun senam aerobik menawarkan berbagai manfaat kesehatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Senam aerobik adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan berat badan, meningkatkan mood, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memperkuat otot dan tulang. Namun, penting untuk memperhatikan potensi risiko dan keterbatasan dari senam aerobik.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

29825-02-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program/Kegiatan : Ketahanan Keluarga/Iman dan Takwa
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Rabu, 25 Pebruari 2026
3. Pukul : 16.00 s/d 17.00 WIB
4. Peserta : 46 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Pengajian Bulan Ramadhan

Pembahasan
Pada bulan Ramadhan alangkah baiknya jika diisi dengan amalan - amalan yang baik. Sholat adalah amalan yang paling utama yang akan dihisab kelak di yaumil akhir nanti. Oleh sebab itu sebagai seorang muslim, umat Islam sangat terlarang untuk meninggalkan sholat. Keutamaan sholat penting untuk dibahas di bulan Ramadhan ini untuk mengingatkan bahwa berpuasa akan sempurna jika umat muslim melaksanakan perintah sholat yang seringkali malah dilupakan oleh umat Islam. Demikian benang merah yang dapat disimpulkan dari pengajian bulan ramadhan yang diselenggarakan oleh DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bertempat di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pengajian ini menghadirkan Ustadzah Hj. Frida Zaenal selaku penceramah. Sebelum pengajian dimulai, seluruh hadirin membaca surat Yasin terlebih dahulu sebagai bentuk ungkapan bahagia dan rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah yang telah diberikan. Menurut penceramah saat ini banyak fenomena aneh yang terjadi. Begitu banyak umat muslim yang berpuasa namun sangat disayangkan, banyak dari mereka itu yang tidak mengerjakan sholat. Padahal sholat adalah tiang agama, ketika sholat didirikan, itu berarti kita menegakkan agama Allah. Anehnya, sholat tidak dikerjakan, tapi puasa dikerjakan. Sangat memiriskan hati. Mestinya kita semua sadar, bahwa yang paling utama adalah sholat, baru kemudian mengerjakan amalan lainnya.
Acara yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Ibu Agus Suswantoro selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan Ramadhan untuk memberikan pencerahan kepada semua anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Setelah mengikuti kegiatan pengajian diharapkan keimanan di bulan Ramadhan ini dapat ditingkatkan kualitasnya.
Kegiatan pengajian di bulan Ramadhan yang dilakukan ini adalah sebagai salah satu cara untuk memaknai Ramadhan dengan kegiatan - kegiatan keagamaan yang InsyaAllah akan menambah pahala puasa semua yang hadir di majelis pengajian ini. Manfaat lain yang dapat diperoleh bahwa kegiatan pengajian akan mempererat kebersamaan dan silaturahmi antar anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terhadap rezeki dan karunia yang diberikan kepada DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Hikmah puasa Ramadhan yang paling utama adalah memperbanyak amal dan membentuk kepribadian muslim yang bertakwa. Karena itu, ibadah ini tidak terbatas hanya menahan lapar dan dahaga serta syahwat dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Tapi ada hikmah dan filosofi atau makna yang terkandung dalam ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
Hal terberat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan justru mengendalikan hati, pikiran, dan anggota badan dari hal - hal yang bisa menimbulkan dosa. Misalnya mengendalikan hati dari iri dan dengki, mengendalikan pikiran dari prasangka buruk, atau menahan pandangan mata dari sesuatu yang menimbulkan syahwat.
Sejatinya setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT tentunya memiliki hikmah dengan pemahanan filosofi dan makna mendalam yang perlu umat Islam pahami dan mengerti. Sehingga ketika melakukan ibadah puasa Ramadan tidak hanya ikut - ikutan saja. Karena dalam melaksanakan ibadah ini, seorang muslim harus memiliki niat yang kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta berusaha meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hikmah puasa Ramadhan yang wajib diketahui oleh umat Islam, antara lain :
Menjadi Manusia Bertakwa
Ibadah puasa di bulan Ramadhan diwajibkan untuk menjadi sarana mempersiapkan diri bagi setiap umat muslim menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT. Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda khusus pada bulan Ramadhan. Bulan yang disebutkan Al-Quran sebagai media pencetak generasi takwa.
Bukti Ketaatan Kepada Allah SWT
Membuktikan ketaatan kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh menjalankan puasa yang penuh keimanan. Dalam agama Islam, puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim yang sudah baligh dan sehat secara fisik maupun mental.
Mensyukuri Nikmat Allah SWT
Dengan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, umat muslim akan menyadari bahwa sudah banyak limpahan nikmat yang diberikan Allah SWT dan tentunya harus disyukuri. Terkadang kita terlena dengan kehidupan dan lupa bahwa semua yang kita miliki merupakan karunia dari Allah SWT.
Mengasah Kesabaran
Puasa mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan dan rintangan dalam hidup. Dalam menjalankan ibadah puasa, umat muslim dituntut untuk menahan lapar, dahaga dan godaan lainnya, serta harus menahan diri dari perilaku buruk, membiasakan untuk berpikir positif dan berdoa.
Terjaga dari Perbuatan Tercela
Puasa Ramadhan yaitu menjaga umat muslim dari perbuatan tercela yang kurang baik, seperti dalam hal perkataan dan perbuatan. Perbuatan tercela bisa merusak akhlak dan moralitas seseorang serta bisa membuatnya menjauh dari jalan kebaikan yang telah ditunjukkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
Sebagai Ladang Amal
Puasa Ramadhan memberikan hikmah bagi setiap muslim untuk meningkatkan kesungguhan dan keimanan agar diampuni dosanya dan dijadikan sebagai manusia yang bertaqwa. Dalam puasa Ramadhan, seluruh amal baik yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Menjadi Manusia Qurani
Allah SWT juga mengkhususkan bulan Ramadhan sebagai syahrul quran atau bulan Al-Quran. Sebab pada bulan suci ini, diturunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Menjadi manusia Qurani merupakan cita - cita bagi setiap umat muslim yang ingin hidup sesuai dengan ajaran Islam dan Al-Quran.
Meleburkan Dosa
Dalam agama Islam, meleburkan dosa merupakan sebuah konsep penting yang dianggap sebagai bentuk pengampunan atas dosa yang pernah dilakukan.
Didoakan oleh Malaikat
Setiap orang yang menjalankan puasa Ramadhan akan didoakan oleh malaikat. Hal ini karena puasa Ramadhan merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling utama di dalam agama Islam.
Dibebaskan dari Api Neraka
Puasa Ramadhan memiliki banyak manfaat spiritual, salah satunya membantu umat muslim untuk terbebas dari api neraka. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda Puasa dan al-Quran akan memberikan syafaat kepada seorang hamba.
Mengajarkan Solidaritas
Puasa Ramadhan juga mengajarkan manusia agar lebih peduli kepada sesama dan banyak melakukan sedekah. Rasa lapar dan haus juga bisa meningkatkan solidaritas sosial kepada orang miskin sehingga kita turut bisa merasakannya.
Melatih Disiplin
Umat muslim yang menjalankan puasa Ramadhan harus disiplin sejak mulai fajar hingga berbuka. Kita harus bangun lebih awal untuk sahur dan menahan diri dari makanan dan minuman selama sepanjang hari.
Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Puasa Ramadan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melakukan ibadah puasa dan berbagai ibadah lainnya di bulan Ramadan, membuat Allah SWT akan mendengarkan segala permohonan dan doa seorang hamba. Allah SWT akan senantiasa mengabulkan semua permohonan hamba yang taat dalam beribadah.Memahami hikmah puasa Ramadhan mengajak kita melihat ibadah ini lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat ketakwaan, menumbuhkan empati, dan memperluas kepedulian kepada sesama. Ketika kita belajar merasakan apa yang dirasakan orang lain, inilah saatnya juga untuk menebar kebaikan nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

29927-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung bersama Karyawan dan Karyawati melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan Lingkungan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dalam Rangka Budaya Cinta Lingkungan. Bidang : Bidang Sosial Budaya Program Kerja : Kepedulian dan Kesetiakawanan, Budaya Cinta Lingkungan Keterangan Program : 1. Hari : Jumat 2. Tanggal : 27 Februari 2026 3. Pukul : 07.00 WIB sampai dengan selesai 4. Tempat : Lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung 5. Pakaian : Seragam Kaos Warna Biru Muda 6. Kegiatan : Gotong royong membersihkan Lingkungan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dalam Rangka Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana Kegiatan : a. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Bapak Fajar Widariyanto, SP, MM b. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto; d. Ibu - Ibu Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung antara lain : Ibu Dewi, Ibu Siti Mahmudah, Ibu Ema, Ibu Marita, Ibu Bela, Ibu Indah, Ibu Merry, Ibu Kartika, Ibu Devi, Ibu Sarah, Ibu Yayuk, Ibu Wulan, Ibu Enggar, Ibu Perwita, Ibu Maura, Ibu Putri, Ibu Isti, Ibu Enik, Ibu Utami, Ibu Evi, Ibu Endi, Ibu Singgih, Ibu Yayan, Ibu Erik, Ibu Agnes, Ibu Temi, Ibu Khabib, Ibu Udin, Ibu Catur, Ibu Salman, Ibu Agus, Ibu Widi, Ibu Angga, Ibu Danang, Ibu Husen, Ibu Yuli, Ibu Dodik, Ibu Argo, Ibu Santos, Ibu Sayu, dan Ibu Yudi; e. Karyawan dan Karyawati Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; Susunan Kegiatan : 1. Sambutan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Bapak Fajar Widariyanto, SP, MM dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih kepada yang telah hadir antara lain anggota Dharma Wanita Persatuan, dan Karyawan dan Karyawati Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung tepat waktu sesuai undangan dan akan mengikuti kegiatan gotong royong yaitu membersihkan lingkungan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dalam rangka Budaya Cinta Lingkungan; 2. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto, dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih terutama kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung yang telah menyempatkan hadir disela sela kesibukan di rumah maupun yang bekerja untuk mengikuti kegiatan hari ini yaitu membersihkan lingkungan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 3. Kegiatan Membersihkan Lingkungan Kantor dimulai; 4. Foto Bersama. Pada Hari ini Jumat Tanggal 27 Februari 2026, Pukul 07.00 WIB di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dan seluruh Karyawan Karyawati menyelenggarakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dalam rangka Budaya Cinta Lingkungan di Bulan Ramadhan. Budaya Cinta Lingkungan adalah kebiasaan, perilaku, dan nilai  nilai kolektif untuk menjaga, merawat, dan melestarikan alam sekitar secara konsisten. Budaya cinta lingkungan dimaknai sebagai perilaku peduli yang mencegah kerusakan alam dan memperbaiki kerusakan yang sudah ada. Tujuan dari kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan kantor antara lain : 1. Meningkatkan kenyamanan karyawan dan karyawati dengan lingkungan yang bersih; 2. Menjalin silaturahmi, kerukunan antar anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dengan antar anggota dan dengan karyawan dan karyawati; 3. Membangun budaya kerja sama dan disiplin; 4. Meningkatkan citra profesional; 5. Pemeliharaan aset; 6. Mencegah lingkungan kotor dan sumber penyakit; 7. Meningkatkan produktivitas dan fokus. Adapun manfaat kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan kantor antara lain : 1. Kantor resik dan indah; 2. Lingkungan kantor menjadi asri; 3. Mengurangi stres dan meningkatkan semangat; 4. Menjadi nyaman dalam bekerja; 5. Peralatan dan Perabotan menjadi awet; 6. Terhindar dari sumber penyakit akibat lingkungan yang kotor. Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan di area halaman depan kantor, samping kantor, belakang kantor, tempat wudu, musala kantor, toilet, taman depan kantor, ruang rapat, dan seluruh ruang kantor. Pada kesempatan kali ini anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung memperoleh bagian membersihkan area taman depan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, sedangkan beberapa anggota Dharma Wanita yang lain memperoleh bagian membersihkan tempat wudu dan musala. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan , Ibu Tinik Fajar Widariyanto berharap kegiatan gotong royong bersih-bersih seperti ini bisa dapat dilaksanakan secara rutin agar supaya keasrian dan kebersihan lingkungan kantor selalu bersih, rapi, dan nyaman untuk bekerja maupun nyaman untuk mengadakan kegiatan Pertemuan Rutin Dharma Wanita maupun rapat dan kegiatan lain. Selain untuk kebersihan juga untuk selalu menjaga kekompakan, kesetiakawanan dan komunikasi yang baik antar keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan
30027-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga – Gerakan Sehat

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Jum’at / 27 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Seluruh Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Halaman Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Gerakan Jum’at Bersih.

Pada hari ini Jum’at tanggal 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB para ibu ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung telah melaksanakan gerakan jum’at bersih di halaman dinas pekerjaan umum dan penataan ruang Kabupaten Tulungagung.

Gerakan jum’at bersih dilakukan oleh seluruh karyawan karyawati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung beserta Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan gerakan jum’at bersih ini dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), adapun pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, mencakup :
1. Aman, berfokus pada keamanan lingkungan, mitigasi resiko, dan ketertiban ruang publik diantaranya :
• Penataan lingkungan berbasis mitigasi bencana
• Penerangan dan keamanan lingkungan
• Pengendalian sampah dan limbah berbahaya
2. Sehat, berfokus pada kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat diantaranya :
• Pengelolaan sanitasi dan air bersih
• Pengendalian pencemaran lingkungan
• Mengaktifkan kembali gerakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)
3. Resik, berfokus pada kebersihan dan pengelolaan sampah terintegrasi diantaranya :
• Melaksanakan kerja bhakti (korve) pembersihan lingkungan
• Mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber
• Melakukan inspeksi secara berkala kebersihan lingkungan kerja
4. Indah, berfokus pada estetika lingkungan dan ruang publik yang nyaman diantaranya :
• Penanaman pohon di ruang terbuka hijau
• Melakukan penataan taman dan ruang publik
• Menertibkan banner/baliho/poster/reklame yang dipasang tidak memerhatikan estetika • Mendorong peremajaan atap seng menjadi genteng atau bahan lainnya secara terencana dan bertahap.

Dalam pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI melibatkan seluruh ASN di jajaran Pemerintah Daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Instansi Vertikal di daera, dunia usaha dan masyarakat.

Gerakan jum’at bersih merupakan agenda rutin untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, baik bagi karyawan karyawati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung selalu dalam keadaan bersih dan rapi, sehingga masyarakat yang berkunjung ke kantor merasa nyaman.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus sebagai contoh nyata kepada masyarakat.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
30127-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Santapan Ramadan, Momentum Silaturahmi dan Kebersamaan di Pendopo Kongas Arum

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Jumat, 27 Februari 2026
3. Pukul :08.30– Selesai
4. Lokasi : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
5. Acara : Santapan Ramadan
6. Detail acara :

Tulungagung – Pada hari Jumat, 27 Februari 2026, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagun ibu Rahma Hartono , bersama Ibu Dian, Ibu Retno, Ibu Karin, Ibu Tiara, dan Ibu Audina selaku anggota DWP sekaligus karyawati Satpol PP, menghadiri dan mengikuti kegiatan Santapan Ramadan yang dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi dan kebersamaan dalam suasana penuh keberkahan di Bulan Suci Ramadan.

Acara Santapan Ramadan dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dan diikuti oleh seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tiap OPD hadir Bapak/Ibu Kepala OPD sarimbit, beserta 5 orang staf, se-Kabupaten Tulungagung, serta dihadiri oleh tokoh agama Islam dan perwakilan organisasi keislaman di Tulungagung. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan.

Adapun susunan acara Santapan Ramadan meliputi :
1. Santunan Anak Yatim Piatu
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Pembukaan
4. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
5. Sambutan Bupati Tulungagung
6. Mauidzah Hasanah oleh Dr. Ahmad Zuhri, M.Si
7. Doa dan Penutup

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Tulungagung mengingatkan seluruh hadirin agar tidak menjadikan ibadah puasa sebagai penghambat dalam bekerja. Sebaliknya, bulan Ramadan hendaknya dijadikan sebagai dorongan untuk meningkatkan produktivitas, etos kerja, dan kualitas pengabdian, serta memperkuat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

Sementara itu, dalam Mauidzah Hasanah, Dr. Ahmad Zuhri, M.Si. menyampaikan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi, sehingga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam sekitar. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 30:

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’”

Sebagai khalifah, manusia memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan. Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak amal saleh yang dilandasi keikhlasan, dengan harapan agar seluruh umat dapat mengakhiri kehidupan dengan husnul khatimah.

Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah :

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta melalui rangkaian kegiatan keagamaan dalam suasana Bulan Suci Ramadan.
2. Mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antara pemerintah daerah, OPD, tokoh agama, organisasi keislaman, serta seluruh peserta kegiatan.
3. Menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan santunan anak yatim piatu sebagai wujud empati dan solidaritas sosial.
4. Meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.
5. Mendorong semangat kerja dan produktivitas aparatur pemerintah dengan menjadikan ibadah puasa sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
30227-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGADAKAN KEGIATAN KERJA BAKTI LINGKUNGAN KANTOR DAN PERAWATAN TANAMAN ANGGREK

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 27 Pebruari 2026.

3. Pukul : 08.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Halaman depan Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Kegiatan kerja bakti lingkungan kantor dan perawatan tanaman anggrek.

6. Detail acara : .

Jum’at, tanggal 27 Pebruari 2026,

Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan asri, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan kegiatan kerja bakti dan perawatan tanaman anggrek di halaman kantor. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin DWP Tahun 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan kantor sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.

Kegiatan yang dilaksanakan adalah kerja bakti lingkungan kantor dan perawatan tanaman anggrek yang berada di halaman Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.Ruang lingkup kegiatan meliputi: Pembersihan halaman kantor, teras, dan area taman, Penyapuan dan pengumpulan sampah organik maupun nonorganic, Penataan ulang pot dan tanaman hias serta Perawatan khusus tanaman anggrek, meliputi: Pembersihan daun dari debu dan kotoran, Pemangkasan daun/batang yang kering, Penggantian media tanam yang sudah tidak layak, Pemberian pupuk, Penyiraman sesuai kebutuhan tanaman.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan estetika lingkungan kantor serta menjaga kesehatan tanaman anggrek agar tetap tumbuh subur dan berbunga dengan baik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada pagi hari agar lebih efektif serta tidak mengganggu aktivitas kedinasan. Kerja bakti lingkungan kantor dan perawatan tanaman anggrek dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, meliputi : Area taman depan kantor, Area samping kantor, Teras dan lingkungan sekitar gedung kantor serta seluruh titik yang terdapat tanaman anggrek menjadi fokus utama perawatan dalam kegiatan ini.

Kerja bakti lingkungan kantor dan perawatan tanaman anggrek ini diikuti oleh Ketua, Pengurus dan seluruh anggota DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 orang. Seluruh peserta berpartisipasi aktif sesuai pembagian tugas yang telah ditentukan. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab.

Adapun hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah Lingkungan halaman kantor menjadi lebih bersih dan tertata, Tanaman anggrek terlihat lebih segar dan terawat, Terciptanya suasana kantor yang lebih nyaman dan asri, Meningkatnya rasa kebersamaan dan kekompakan antaranggota DWP serta Kegiatan ini memberikan dampak positif baik secara fisik terhadap lingkungan kantor maupun secara sosial dalam mempererat hubungan antaranggota.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan kerja bakti dan perawatan anggrek Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang dilaksanakan pada Jum’at, 27 Februari 2026. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungan kantor. Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
30327-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga – Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Selasa / 24 Februari 2026
3. Pukul : 19.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Semua Unsur DWP Kabupaten Tulungagung 5. Lokasi : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Safari Ramadhan 1447 Hijriah.

Ibu ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung telah mengikuti acara Safari Ramadhan yang dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada hari ini selasa tanggal 24 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut selain dihadiri Bupati dan Wakil Bupati, juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Rangkaian kegiatan safari dimulai dengan melaksanakan Shalat Isya' dan Tarawih berjamaah. Kehadiran para pejabat bersama ASN dalam satu barisan shaf mencerminkan semangat kebersamaan dan harmoni spiritual di tengah kesibukan birokrasi.

Acara dibuka oleh Bapak Bupati Tulungagung Gatut Sunu bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin. Dalam sambutannya Bapak Bupati Gatut Sunu mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci. Beliau berpesan pada generasi muda untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang positif. Di Antaranya, tadarus Al-Qur’an, mengikuti kajian dan kegiatan sosial yang bermanfaat. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi menurut beliau, juga tentang menahan diri dari segala perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa kita.

Kepada para alim ulama, dai, tokoh masyarakat, dan para pemuda, bupati Tulungagung berharap agar menjaga kedamaian dan harmonisasi kehidupan masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan, menyentuh hati dan menghindari perbedaan pendapat dalam melaksanakan ibadah.

Safari Ramadan kali ini menghadirkan tausiyah oleh Ustadz Fuad Saiful Anam. Dalam ceramahnya, beliau menyoroti penyakit hati yang sering mengganggu kehidupan manusia, utamanya sifat iri dan dengki. sifat iri dan dengki dapat menutup mata hati dan menghalangi seseorang untuk melihat kebenaran.

Ustadz Fuad mengisahkan sebuah peristiwa dalam sejarah Islam, ketika Rasulullah SAW meminta makanan untuk diberikan kepada seorang janda miskin atas nama almarhumah Siti Khadijah RA. Kisah tersebut memunculkan rasa cemburu dari Sayyidah Aisyah RA. Namun, Rasulullah merespons dengan penuh kebijaksanaan, menjelaskan perjuangan Khadijah tanpa menyinggung perasaan Aisyah.

Dari kisah yang disampaikan, Ustadz Fuad menekankan beberapa pelajaran penting.
1. Pertama, seorang pemimpin harus mampu menghadapi perasaan manusiawi dengan penjelasan yang bijak, bukan dengan kemarahan.
2. Kedua, pengendalian diri menjadi kunci agar perasaan seperti cemburu tidak menutup hati.
3. Ketiga, konsistensi dalam menyuarakan kebenaran harus tetap dijaga, meski sering kali menimbulkan protes atau ketidaksetujuan.

Safari Ramadan di Tulungagung bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam hal ini para staf ASN. Kehadiran Forkopimda serta jajaran pejabat daerah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan selama bulan suci. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana menyampaikan pesan moral dan spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Momentum Ramadan dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat mengisi bulan suci dengan kegiatan positif, mulai dari ibadah, sedekah, hingga menjaga kerukunan antarwarga. Dengan demikian, Tulungagung dapat tetap damai dan kondusif.

Dalam acara ini dapat disimpulkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ritual ibadah, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih baik, penuh toleransi, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Selamat menunaikan ibadah Ramadan 1447 Hijriyah/2026 M, semoga Alloh SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan hidayah kepada kita sekalian


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
30427-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan kerja bakti Jumat Bersih dalam suasana puasa yang diikuti oleh seluruh karyawati dan ibu – ibu anggota Dharma Wanita yang dilaksanakan di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung.
Bidang: Sosial Budaya
Program kerja : Kepedulian & Kesetiakawanan, budaya cinta lingkungan

Keterangan program :
1. Hari : Jumat:
2. Tanggal : 27 Februari 2026:
3. Pukul: 08.11 WIB:
4. Tempat: Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung:

5. Pembahasan/Detail Kegiatan :
Istilah kerja bakti berasal dari dua kata dalam bahasa Indonesia, yaitu kerja dan bakti. Kerja secara umum, berarti aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kegiatan Jumat Bersih dalam suasana puasa yang dilakukan oleh Dharma Wanita Persatuan adalah bagian dari upaya organisasi ini untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan serta mempererat hubungan sosial antar anggota dan lingkungan sekitar. Kerja bakti mengandung makna pengabdian, pelayanan, atau sumbangsih tanpa pamrih kepada masyarakat atau lingkungan. Secara keseluruhan, kerja bakti merujuk pada kegiatan gotong royong atau kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk kepentingan bersama, seringkali dalam bentuk pengabdian sukarela untuk membersihkan, memperbaiki, atau merawat lingkungan sekitar.Kerja bakti adalah kegiatan gotong royong yang melibatkan sejumlah orang dalam suatu komunitas untuk bersama - sama melakukan pekerjaan tertentu secara sukarela.

Biasanya, kerja bakti dilakukan untuk membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, atau membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Kerja bakti sering diadakan di desa-desa atau lingkungan perkotaan sebagai upaya untuk meningkatkan kebersihan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan sekitar. Kerja bakti adalah kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh sekelompok orang, biasanya dalam suatu komunitas atau lingkungan, untuk melakukan pekerjaan tertentu secara bersama-sama. Pekerjaan ini biasanya berhubungan dengan kebersihan, perbaikan, atau pemeliharaan fasilitas umum dan lingkungan sekitar, seperti membersihkan sampah, memperbaiki jalan, membersihkan selokan, menanam pohon, atau merapikan taman.Kerja bakti sering kali dilakukan tanpa imbalan materi dan bertujuan untuk kepentingan bersama. Selain sebagai sarana untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, kerja bakti juga berfungsi untuk mempererat hubungan sosial, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial di antara anggota komunitas. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kerja sama yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antar anggota dan memupuk semangat kebersamaan serta solidaritas sosial. Kerja bakti Dharma Wanita Persatuan adalah kegiatan gotong royong yang diselenggarakan oleh organisasi Dharma Wanita Persatuan, yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia. Membangun kebiasaan positif dengan rutin melakukan kegiatan bersih-bersih membantu membangun kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan lingkungan sehari-hari, mengurangi volume sampah dimana pengelolaan sampah yang baik dapat mengurangi jumlah sampah yang mencemari lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang, meningkatkan estetika lingkungan yang mana lingkungan yang bersih dan hijau.

Kerja bakti ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki dan menjaga lingkungan fisik, tetapi juga untuk mempererat hubungan sosial antaranggota dharma wanita persatuan dan masyarakat, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan solidaritas. Manfaat Kegiatan Jumat Bersih Dharma Wanita Persatuan diantaranya adalah meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan dimana lingkungan yang bersih dan sehat mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mempererat hubungan sosial melalui kegiatan gotong royong, anggota dharma wanita persatuan dan masyarakat dapat mempererat hubungan sosial dan meningkatkan rasa kebersamaan, menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui edukasi dan partisipasi dalam kegiatan jumat bersih meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

6. Penutup : Dengan adanya kegiatan Jumat Bersih memperkuat kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan dan mempererat tali silaturahmi antara pengurus dan anggota Dharma wanita Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
30522-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengadakan kegiatan :
Bidang : Sosial
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Bhakti Sosial

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Minggu / 22 Februari 2026
3. Pukul : 16.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua, Pengurus Dharma Wanita Persatuan dan Pengurus Masjid Baiturrohman Nurohim
5. Lokasi : Masjid Baiturrohman Nurrohim Tertek Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Kegiatan Ngaji Kitab dan Buka Bersama disertai santunan.

Pada hari ini Minggu tanggal 25 Februari 2026 pukul 16.00 WIB Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung sebagai penggalang donasi dari donatur menyalurkan dana tersebut dalam acara ngaji kitab dan berbuka puasa di Masjid Baiturrohman Nurrohim yang berlokasi di Jalan Moh. Yamin Gang I Kelurahan Tertek Kabupaten Tulungagung. Dalam kegiatan penyaluran dana tersebut berupa nasi kotak, air mineral aqua, kurma dan uang santunan

Acara ngaji kitab dan buka bersama di Masjid Baiturrohman Nurrohim adalah kombinasi antara kegiatan ibadah dan sosial yang umum dilakukan, terutama selama bulan suci Ramadan yang bertujuan untuk memakmurkan masjid, meningkatkan keilmuan, dan mempererat tali silaturahmi. Acara dimulai dengan pengajian Al-Qur’an 30 Juz di pagi hari kemudian setelah selesai dilanjutkan dengan ngaji kitab yang dibahas mengenai ilmu fikih dalam hal bahrus saum / pembahasan puasa. Acara ini dihadiri oleh sekitar kurang lebih 35 orang peserta.

Buka bersama menjadi salah satu momen yang paling dinanti-nanti ketika bulan puasa. Adapun beberapa rangkaian acara yang dilakukan ketika safari ramadhan sebelum buka puasa adalah khataman dan ngaji kitab.

Dengan melakukan amalan-amalan yang ditajarkan Nabi Muhammad SAW, maka kita berharap untuk bisa menuai cinta dan ampunan. Tidak hanya ibadah di siang hari, bahkan umat islam bisa menikmati indahnya bulan ramadhan dengan merenungi kandungan-kandungan ayat suci al-Quran, apalagi ditunjang dengan diadakannya kultum, siraman rohani, dan kajian-kajian keislaman yang bisa menambah keimanan dan memperkuat keyakinan kita sebagai umat Muhammad SAW.

Ibadah puasa merupakan ibadah yang “rahasia”. Hanya diri kita sendiri dan Allah SWT yang tahu apakah kita melaksanakan ibadah puasa atau tidak. Lain halnya dengan ibadah sholat yang dapat dilihat oleh orang lain. Puasa merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT untuk melatih kejujuran minimal jujur kepada diri sendiri. Apabila kejujuran dalam puasa ini kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari maka kita akan menjadi orang yang amanah dan hidup pun menjadi tenang. Puasa hakikatnya merupakan ibadah yang sangat istimewa berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain. Puasa sangat efektif untuk meningkatkan ketakwaan dan mendidik seseorang menjadi pribadi yang jujur.

Ibadah puasa dapat memupuk rasa syukur kepada Allah dan menumbuhkan rasa kasih sayang ataupun empati kepada orang lain. Karena ketika orang yang berpuasa merasakan haus dan lapar, maka ia dapat membayangkan betapa berat penderitaan para fakir miskin yang serba kekurangan. Hal ini di satu sisi dapat menimbulkan rasa syukur, karena selama ini Allah SWT telah melimpahkan rezeki kepada kita sehingga kita tidak pernah menderita kelaparan dan kekurangan. Jika kita pandai bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah maka niscaya Allah SWT akan menambahkan lagi nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan kepada kita. Dengan rasa empati itu kita akan tergerak untuk membantu mereka yang kurang berkecukupan. Maka dari itu, dalam puasa kita dianjutkan untuk memperbanyak sedekah. Pahala besar akan menanti apabila kita memberikan makan dan minum untuk berbuka bagi mereka yang berpuasa, yang diprioritaskan dari kalangan yang kurang mampu.

Puasa merupakan ajang untuk melatih kesabaran. Puasa mendidik kita untuk hidup sosial dan sederhana. Kita dilatih untuk menahan hawa nafsu sehingga dapat merasakan betapa sengsaranya tidak makan dan minum serta menjaga nilai nilai puasa selama berpuasa. Maka bagi orang yang benar benar melakukannya pasti membuatnya menjadi sabar menahan hawa nafsu dan emosinya yang dapat membatalkan puasa atau mengurangi pahala berpuasa. Sabar itu ada tiga hal :
a. Sabar dalam ketaatan
Artinya seorang mukmin harus sabar menjalankan perintah Allah SWT meskipun perintah itu berat untuk dijalankan dan tidak disukai oleh nafsunya. Seorang mukmin harus tetap taat pada hal-hal yang telah diwajibkan meskipun banyak hal yang merintangi.
b. Sabar dalam meninggalkan larangan
Adakalanya orang sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, tetapi ia tidak sabar dalam meninggalkan kemaksiatan dan larangan-larangan Allah SWT misalnya judi, ghibah, minum minuman beralkohol.
c. Sabar dalam musibah
Sabar bukan berarti saat seseorang mendapatkan kesulitan lalu ia pasrah tanpa berusaha menghilangkan kesulitan itu atau mencari solusinya. Namun sabar dalam Islam didahului atau bersamaan dengan ikhtiar maksimal dan upaya untuk senantiasa mencari solusi atas ujian yang sedang dihadapinya. Saat semua upaya telah dilakukan, saat ikhtiar mencapai batas maksimal, maka saat itulah sabar bertemu dengan tawakal, berserah diri kepada Allah. dan sebab itulah Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.

Rangkaian Acara Ngaji + Buka bersama :
kegiatan ini dirangkai dalam satu kesatuan waktu menjelang maghrib, tradisi ini sangat kental dengan budaya pesantren di Indonesia di mana santri maupun masyarakat umum berkumpul untuk memanfaatkan waktu Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat.
1. Ngaji/Kajian Sore: Kajian kitab atau tausiyah keagamaan (ngabuburit).
2. Persiapan Berbuka: Pembacaan doa bersama atau zikir menjelang azan Maghrib.
3. Buka Puasa: Berbuka bersama (takjil dan makan berat).
4. Salat Maghrib Berjamaah: Salat Maghrib setelah berbuka puasa.

Manfaat dari kegiatan ini Meningkatkan ketaqwaan, menambah wawasan keislaman, dan meraih keberkahan di bulan Ramadhan dan Mempererat silaturahmi, menumbuhkan solidaritas, dan memakmurkan fungsi masjid yang tidak hanya sebagai tempat shalat.

Pada saat berbuka puasa, semuanya bersatu, berkumpul dan bercengkerama satu dengan yang lain dan bersama-sama menunaikan sholat maghrib berjamaah, dan diakhiri dengan Shalat Tarawih berjamaah.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, dan kesempatan untuk dapat menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan yang akan datang. Amin Ya Robbal 'Alamin.

Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

30620-02-2026Berbagi untuk berbuka puasa (sering disebut juga dengan istilah Berbagi Takjil) adalah tradisi memberikan makanan atau minuman kepada orang yang menjalankan ibadah puasa untuk membatalkan puasa mereka saat waktu Maghrib tiba. Dalam budaya kita, kegiatan ini bukan sekadar memberi makan, tapi memiliki makna sosial dan spiritual yang dalam. Berikut adalah poin-poin pentingnya: 1. Apa Saja yang Biasanya Dibagikan? Tidak perlu mewah, yang utama adalah sesuatu yang manis atau segar untuk membatalkan puasa dengan cepat sesuai sunnah. Takjil Ringan: Kurma, air mineral, kolak, atau gorengan. Makanan Berat: Nasi kotak atau nasi bungkus bagi mereka yang tidak sempat pulang ke rumah (pekerja jalanan, musafir, dll). 2. Mengapa Ini Dilakukan? Secara spiritual, dalam agama Islam, memberi makan orang yang berpuasa memiliki keutamaan yang besar, yakni mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala si penerima. Secara sosial, ini adalah bentuk: Solidaritas: Membantu sesama yang membutuhkan. Kebersamaan: Mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kepedulian: Memudahkan para pekerja atau pengguna jalan yang masih di perjalanan saat adzan Maghrib berkumandang. Untuk itu DWP DInas Pendidikan dengan diketuai ibu Christina Sukowinarno mengadakan kegiatan bagi Ta'jil pada hari jUm'at tanggal 20 Pebruari 2026 bertempat di ruas Jalak Ki Mangun Sarkoro N0.29A Beji - Boyolangu Tulungagung depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung dengan membagi ta'jil bagi pengendara jalan yang lewat dengan membagikan nasi kotak dan kue sejumlah 200 buah. yang dibantu oleh semua pengurus DWP Dinas Pendidikan yaitu : 1. Ibu Deni UUn Suncahyo selaku wakil ketua, 2. ibu Ririn Andri Wikanthi selaku Sekretaris 3. Ibu Diesti Muhammad Azam selaku Wakil Sekretaris 4. Ibu Nunik Timbul Budiono selaku Bendahara 5. Ibu Andri Susanti Selaku wakil Bendahara 6. Ibu Ratna Nurhamid selaku Ketua Bidang Pendidikan 7. Ibu Denny Hari Purwanto selaku wakil ketua Bidang Pendidikan 8. Ibu Dyah Indarti Slamet selaku Sekretaris 9. Ibu Yuni Hamid Rouf selaku anggota Bidang Pendidikan 10.Ibu Yuni Supriono selaku anggota Bidang Pendidikan 11.Ibu Yuni Sulami selaku anggota Bidang Pendidikan 12.Ibu Nanik Heni Hendarto selaku ketua Bidang Ekonomi 13. Ibu Farida Wahyu Tejo Selaku Wakil Ketua Bidang Ekonomi 14. Ibu Siti Rosidah Mali selaku Sekretaris Bidang Ekonomi 15. Ibu Sri Yuli astutik selaku Bendahara Bidang Ekonomi 16. Ibu Sonia Izul Kahardiyanto selaku anggota bidang ekonomi 17.Ibu Rizka Darmono selaku anggota bidang ekonomi 18. Ibu Ima Dwi Teguh Prasetya selaku Ketua Bidang Sosial Budaya 19. Ibu Nurul Cindelaras selaku wakil ketua Bidang Sosial Budaya 20, Ibu Aprtasari selaku Sekretaris Bidang Sosial Budaya 21. Ibu Ayu Adi Cahyanto selaku Bendahara Bidang Sossbud 22. Ibu Tutik Adi Sutigno selaku anggota bidang Sosial Budaya 23. Ibu Istikomah Sumarno selaku anggota bidang Sosial Budaya
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
30706-02-2026 "Cafe Sampah" biasanya merujuk pada konsep tempat nongkrong yang unik dan mengusung misi lingkungan. Secara umum, ada dua definisi yang paling sering dikaitkan dengan istilah ini:, Kafe Berbasis "Bank Sampah" Ini adalah konsep yang paling populer di Indonesia. Di sini, sampah berfungsi sebagai alat pembayaran. Cara kerja: Pengunjung membawa sampah kering yang bisa didaur ulang (seperti botol plastik, kertas, atau kaleng) ke kafe. Sistem tukar: Sampah tersebut ditimbang, lalu nilainya dikonversi menjadi saldo atau poin yang bisa digunakan untuk membeli kopi, makanan, atau camilan. Tujuan: Mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. Untuk itu DWP Dinas Pendidikan ikut serta dalam kegiatan Kafe sampah yang diadakan oleh TP PKK Kabupaten Tulunggaung pada hari Jum'at tanggal 06 Pebruari 2026 pada pukul : 09.00 WIB. Dengan konsep menyetorkan sampah dan hasilnya bisa ditukar dengan belanja di Bazar yang disediakan , pada jum'at minggu pertama tanggal 06 Pebruari ini cafe sampah disetor oleh ibu lukisworo Hari Subagyo dan ibu Wjiati anggota DWP Dinas Pendidikan dari SMPN 3 Pagerwojo dengan bobot sampah 14 kg
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
30820-02-2026Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Pucanglaban Ny. Setiono melakukan giat Pengumpulan sampah di Café Sampah yang bertempat di Halaman kantor Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung pada hariJumat tanggal 20 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali dan diikuti oleh seluruh anggotan DWP di Kabupaten Tulungagung Sampah yang dikumpulkan di kafe sampah umumnya berupa sampah anorganik kering yang bernilai ekonomis dan dapat didaur ulang, seperti botol plastik (PET), gelas plastik, kaleng aluminium, kardus, kertas, serta kaca. Beberapa kafe juga menerima sampah plastik kemasan,. Adapun jenis sampah yang dikumpulkan di kafe sampah: • Sampah Plastik: Gelas plastik (cups), botol plastik (PET), sedotan, dan kemasan plastik sekali pakai lainnya. • Kertas & Kardus: Kardus kemasan, kertas kantor, dan cup kopi karton. • Logam & Kaca: Kaleng minuman aluminium, pecah kaca, dan bekas kaleng/kaca parfum. Tujuan didirikannya kafe sampah adalah untuk menggabungkan konsep kuliner dengan pelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah yang kreatif dan edukatif. Secara umum, tujuan utama kafe sampah adalah menciptakan solusi sampah yang berkelanjutan, mengubah limbah menjadi nilai ekonomis, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu lingkungan. • Mereduksi Limbah Plastik: Mendorong pelanggan, bahkan tunawisma/pemulung, untuk mengumpulkan sampah plastik dari lingkungan dan menukarnya dengan makanan atau minuman gratis/diskon. • Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomis: Mengolah sampah organik (seperti ampas kopi) atau anorganik menjadi produk bernilai guna, sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). • Edukasi dan Kesadaran Lingkungan: Kampanye gaya hidup berkelanjutan dan budaya zero waste (nol sampah) kepada pengunjung melalui pengalaman langsung. • Mendukung Ekonomi Sirkular: Menerapkan sistem Reduce, Reuse, Recycle (3R) di mana limbah kafe dikelola kembali, atau sampah plastik yang dibawa pengunjung didaur ulang menjadi produk lain. • Aksi Sosial dan Lingkungan: Mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan sekitar, sekaligus menyediakan fasilitas tempat bersantai yang ramah lingkungan CAFE SAMPAH adalah sebuah inovasi yang digagas oleh TP Posyandu “SARASWATI” Desa Macanbang dalam hal mendukung capaian implementasi 6 Bidang SPM. Salah satu solusi inovatif yang dapat diterapkan dalam kegiatan DWP, Café Sampah yang diinisaasi oleh Bank Sampah Desa Macanbang turut berperan aktif dengan membuka layanan penimbangan dan pencatatan sampah yang dibawa oleh warga, terutama ibu-ibu yang hadir Bersama balita mereka. Dalam skema realisasi dilapangan yaitu Ibu-Ibu yang membawa Sampah baik yang berupa botol plastic, kertas, kasdus, dll akan ditimbang dan akan dicatat dalam buku tabungan beserta nominal rupiahnya, tidak hanya bisa ditabung tetapi bisa langsung ditukarkan dengan makanan atau bahan pokok yang di jual dalam Pasar Pengumpulan sampah. Kegiatan ini tidak hanya mempermudah pengumpulan sampah dari rumah tangga, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung mengenai pentingnya memilah dan menabung sampah. Sinergi antara kegiatan kesehatan dan lingkungan ini memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang holistic. Kehadiran Café Sampah dalam kegiatan DWP terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kebersihan di lingkungan sekitar kantor DWP, karena menjadi daya tarik tambahan bagi para ibu-ibu untuk lebih rutin mengumpulkan sampah setiap bulan
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
30910-02-2026Donor darah adalah proses sukarela di mana seseorang memberikan darahnya untuk disimpan di bank darah, yang nantinya akan digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan melalui transfusi. Sederhananya, ini adalah cara berbagi "kehidupan" karena darah belum bisa diproduksi secara sintetis di laboratorium. Siapa Saja yang Membutuhkan Donor Darah? Darah yang Anda sumbangkan biasanya diberikan kepada: Korban kecelakaan atau trauma yang kehilangan banyak darah. Pasien operasi besar (seperti operasi jantung atau transplantasi organ). Ibu melahirkan yang mengalami pendarahan hebat. Penderita penyakit kronis seperti Thalassemia, Kanker, atau Anemia berat. Syarat Umum Menjadi Donor Tidak semua orang bisa langsung mendonorkan darah demi keamanan pendonor maupun penerima. Syarat dasarnya meliputi: Usia: Minimal 17 tahun (biasanya hingga 60-65 tahun). Berat Badan: Minimal 45 kg. Kesehatan: Tidak sedang sakit (flu, demam), memiliki tekanan darah normal, dan kadar hemoglobin (Hb) yang cukup. Gaya Hidup: Tidak memiliki penyakit menular lewat darah (seperti HIV atau Hepatitis) dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Manfaat Donor Darah bagi Anda Selain membantu orang lain, donor darah secara rutin juga punya "bonus" kesehatan bagi pendonornya: Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Sebelum donor, tensi dan kadar Hb Anda akan dicek. Darah Anda juga akan diskrining dari penyakit menular. Menjaga Kesehatan Jantung: Membantu mengurangi kelebihan zat besi dalam darah yang bisa menurunkan risiko serangan jantung. Mempercepat Produksi Sel Darah Baru: Setelah donor, tubuh akan bekerja memproduksi sel darah merah yang baru dan segar. Kepuasan Psikologis: Mengetahui bahwa satu kantong darah Anda bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa memberikan perasaan bahagia yang luar biasa. Alur Singkat Donor Darah Registrasi: Mengisi formulir riwayat kesehatan. Pemeriksaan: Pengecekan berat badan, tensi, dan tes darah kecil (cek Hb & golongan darah). Pengambilan Darah: Prosesnya biasanya hanya memakan waktu 5-10 menit. Pemulihan: Anda akan diminta istirahat sejenak sambil menikmati makanan kecil/susu yang disediakan untuk mengembalikan energi. Untuk itu dipandang perlu dan penting sekali DWP Dinas Pendidikan mengadakan bhakti sosial donor darah bekerja sama dengan PMI Kabupaten Tulungagung mengadakan donor Darah pada hari Selasa tanggal 10 Pebruari 2026 yang diikuti oleh 26 pendonor dengan hasil yang berhasil 15 Pendono sebagai berikut: 1. Ibu Ratna Nur Hamid dari SMPN 5 Tulungagung dengan golongan drah B 2.Ibu Mimin dari SMPN 3 Tulungagung dengan golongan darah A 3.Ibu Endah Tri Wahyuni dari SMPN 1 Boyolnagu Golongan Darah A 4. Ibu Nur Fatmawati dari SMPN 1 Boyolangu dengan golongan darah B 5. Bapak Adrian dari UPASP Karangrejo dengan golongan darah O+ 6.Ibu Sri Wuryani dari SMPN 1 Tulungagung golongan darah B 7. Ibu Rini dari SMPN 1 Tulungagung dengan golongan darah AB 8.Ibu Aviv dari UPASP Rejotangan dengan golongan darah B 9.Bapak Imam Jueni dari SMPN 1 Ngunut dengna golongan darah O 10.Ibu Farida dari SMPN 1 Ngunut dengan golongan darah AB 11.Ibu Wiwin dari SMPN 1 Ngunut Golongan darah O 12. Ibu Dyah Indarti dari SMPN 1 Ngunut golongan darah A 13.Bapak Selan dari UPASP Kalidawir golongan darah O 14. Ibu Christin dari UPASP Rejotangan Golongan Darah A 15.Bapak Gilang dari SMPN 1 Kedungwaru Golongan darah O yang belum berhasil ada 11 pendonor dengan alasan sebagai berikut : 1. Ibu Yuni Rouf tiba2 datang bulan 2. Ibu Aprita Minum Obat 3. Ibu sanusi HB rendah 4. Ibu Rahayu HB tinggi 5. Ibu Nanik minum obat 6. Ibu Tyas HB rendah 7. Ibu Parlan Tensi rendah 8. Ibu prapti HB rendah 9. Ibu khoirun nisa HB rendah 10. Ibu Sunarsih HB tinggi 11. Ibu Zakaria Tensi Tinggi
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
31024-02-2026Pelaksanaan kegiatan Safari Ramadhan dan Tarawih di Pendopo Kabupaten pada hari Selasa, 24 Pebruari 2026 bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan momentum strategis bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota DWP Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan (ukhuwah) antar anggota DWP dari berbagai unsur pelaksana. Ini adalah kesempatan emas bagi Ketua dan anggota untuk berinteraksi langsung dalam suasana yang lebih rileks dan religius. Hadir di Pendopo Ketua Penasehat DWP Kab (ibu Endang Gatut Sunu), Isteri Forkopimda, Ketua DWP Kab.( ibu Suroto ) dan seluruh Ketua DWP unsur Pelaksanan OPD serta 19 Ketua Unsur Pelaksana DWP Kecamatan, masing-masing ketua DWP mengikutsertakan 5 (lima) orang anggota, kegiatan ini berarti mendekatkan diri dengan pusat kebijakan daerah. Anggota DWP dapat mendengar langsung arahan atau informasi pembangunan dari jajaran Pemerintah Kabupaten, sehingga program kerja DWP dapat lebih selaras dengan visi misi kabupaten. Secara personal, mengikuti tarawih berjamaah di lingkungan formal namun khidmat membantu meningkatkan ketakwaan dan memperdalam pemahaman agama melalui tausiyah yang disampaikan oleh bpk. Fuad S.pd, dan pada gilirannya membangun karakter anggota yang berakhlak mulia, melalui Safari Ramadhan iini menjadi sarana recharge sprititual sekaligus penguatan koordinasi organisasi demi kemajuan Tulungagung. Adapun kegiatan agenda di bulan Ramadhan akan dilaksanakan : 1. sholat Tarawih di 4 Wilker yaitu Wilker Bandung, Wilker Kauman, Wilker Ngunut, Wilker Kota, 2. Pelaksanaan 2 kali kegiatan siraman Rohani di Pendopo dan santunan anak yatim. Kehadiran aktif DWP menunjukkan eksistensi dan kepedulian organisasi terhadap kegiatan sosial-keagamaan di Tulungagung. Hal ini memperkuat citra DWP sebagai organisasi istri ASN yang suportif terhadap kegiatan positif pemerintah daerah.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
31124-02-2026Kegiatan Safari Ramadhan yang diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2026 bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan sarat dengan nilai-nilai kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, sekaligus sebagai momentum memperkuat sinergitas antara unsur legislatif, jajaran sekretariat, organisasi perempuan, serta masyarakat dalam suasana religius yang harmonis. Sejak sore hari, suasana di pendopo telah dipersiapkan dengan baik. Penataan tempat duduk jamaah, kesiapan perlengkapan ibadah, hingga sistem tata suara telah diatur sedemikian rupa guna mendukung kelancaran kegiatan. Para peserta yang hadir tampak antusias dan penuh semangat dalam menyambut kegiatan Safari Ramadhan ini. Kehadiran berbagai unsur, termasuk pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, menunjukkan komitmen bersama dalam memaknai bulan suci sebagai sarana peningkatan spiritualitas dan kebersamaan. Dharma Wanita Persatuan turut ambil bagian secara aktif dalam kegiatan ini. Hadir secara langsung Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung, Ibu Rahadi P. Bintara, bersama jajaran pengurus dan anggota lainnya. Kehadiran beliau dan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan mencerminkan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan Sekretariat DPRD sekaligus mempertegas peran strategis perempuan dalam membangun suasana kerja yang religius, harmonis, dan berintegritas. Partisipasi aktif Dharma Wanita Persatuan juga menjadi wujud komitmen dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual keluarga besar DPRD Kabupaten Tulungagung. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat Isya berjamaah yang dipimpin oleh Imam, Drs. H. Turmudi, M.Pd. Dengan suara yang tenang dan penuh penghayatan, beliau memimpin jalannya sholat dengan khusyuk, sehingga seluruh jamaah dapat mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan menggema di seluruh ruangan pendopo, menciptakan suasana yang syahdu dan menenangkan hati. Usai pelaksanaan sholat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh penceramah, H. Fuad Saiful Anam, M.Pd. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani yang melatih umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat kesabaran, serta memperdalam rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Beliau menekankan bahwa bagi para pemangku kebijakan dan aparatur pemerintahan, Ramadhan harus dimaknai sebagai momentum memperkuat nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah rakyat. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadhan hendaknya menjadi landasan moral dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas. Dengan demikian, kinerja pemerintahan tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, tetapi juga dilandasi oleh etika dan akhlak yang baik. Selain itu, dalam tausiyahnya juga disampaikan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan mempererat silaturahmi antar sesama. Safari Ramadhan menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan berbagai unsur dalam suasana yang lebih cair dan penuh kebersamaan. Interaksi yang terjalin di luar forum resmi memberikan ruang untuk memperkuat komunikasi, saling memahami peran masing-masing, serta membangun kerja sama yang lebih solid dalam mendukung pembangunan daerah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sholat Tarawih berjamaah yang kembali dipimpin oleh Drs. H. Turmudi, M.Pd. Pelaksanaan sholat Tarawih berlangsung dengan penuh ketertiban dan kekhusyukan. Setiap rakaat dijalankan dengan penghayatan yang mendalam, mencerminkan semangat para jamaah dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah. Kebersamaan dalam sholat berjamaah menjadi simbol persatuan dan kekuatan spiritual yang menyatukan seluruh peserta. Tujuan dari pelaksanaan Safari Ramadhan ini sangatlah luas dan strategis. Pertama, sebagai media peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT bagi seluruh unsur pemerintahan dan organisasi pendukung. Kedua, sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Sekretariat DPRD, serta Dharma Wanita Persatuan. Ketiga, sebagai wadah membangun sinergi yang lebih harmonis dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat. Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai religius, sehingga setiap kebijakan dan program yang dirumuskan senantiasa memperhatikan aspek moral dan etika. Lingkungan kerja yang dibangun atas dasar kebersamaan dan spiritualitas diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja, disiplin, serta tanggung jawab aparatur. Adapun manfaat yang dapat dirasakan dari kegiatan ini antara lain meningkatnya semangat kebersamaan dan solidaritas antar unsur yang hadir. Kebersamaan dalam ibadah menumbuhkan rasa persaudaraan yang lebih kuat, menghilangkan sekat-sekat formalitas, serta menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif. Secara spiritual, jamaah mendapatkan tambahan ilmu dan motivasi melalui tausiyah yang disampaikan, sekaligus memperoleh keberkahan dari pelaksanaan ibadah berjamaah. Secara sosial, Safari Ramadhan menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih efektif dan humanis antar pemangku kepentingan. Momen ini juga memberikan inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, baik dalam lingkup pekerjaan maupun kehidupan bermasyarakat. Nilai empati, toleransi, dan gotong royong semakin diperkuat melalui kegiatan seperti ini. Lebih jauh lagi, kegiatan Safari Ramadhan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, namun benar-benar mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk karakter aparatur yang religius, profesional, dan berintegritas. Semangat Ramadhan yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan dan pelaksanaan tugas kedewanan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan, seluruh peserta merasakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh makna. Kebersatuan hati dalam ibadah menjadi simbol komitmen bersama untuk terus bersinergi membangun Kabupaten Tulungagung yang lebih maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual. Momentum Safari Ramadhan ini pun menjadi pengingat bahwa kekuatan pembangunan tidak hanya terletak pada program dan kebijakan, tetapi juga pada kekuatan moral dan kebersamaan yang senantiasa dipupuk melalui kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
31225-02-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari Selasa tanggal 24 Februari 2026 mengikuti sholat taraweh di pendopo kongas Arus kusumaning bongso bersama seluruh OPD, Dinas, Badan pemerintahan Kab Tulungagung. Shalat Tarawih adalah shalat sunnah muakkad (sangat dianjurkan) yang khusus dikerjakan hanya pada malam bulan Ramadan, setelah shalat Isya hingga sebelum waktu fajar (Subuh). Ibadah ini juga dikenal sebagai bagian dari qiyamul ramadan (menghidupkan malam Ramadan). Pelaksanaannya pada malam hari, tepat setelah shalat Isya hingga sebelum masuk waktu subuh. Hukumnya Sunnah dan jumlah Rekaat terawih 23 rekaat. Tata Cara Shalat Tarawih (Umum): Niat shalat tarawih (dalam hati), Takbiratul ihram, Membaca Al-Fatihah dan surat pendek, Ruku', I'tidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud, Sujud kembali. Duduk tasyahud akhir dan salam pada rakaat kedua. Dilakukan berulang-ulang hingga 23 rakaat, kemudian ditutup dengan shalat witir. Keutamaan Shalat Tarawih • Diampuni Dosa: "Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau" (HR al-Bukhari & Muslim). • Mendapatkan Pahala Setara Shalat Semalam Suntuk: Jika mengikuti imam hingga selesai. • Penyempurna Ibadah: Melengkapi kekurangan dalam ibadah wajib.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
31313-02-2026
Laporan Kegiatan Budaya Cinta Lingkungan


Bidang :Sosial Budaya


Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan


Kegiatan : Budaya Cinta Lingkungan


I.Pendahuluan


* Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan budaya cinta lingkungan yang bersih terutama dalam pengelolaan sampah anorganik di lingkungan kantor kecamatan Boyolangu.Untuk itu Ketua DWP Kecamatan Boyolangu berinisiatif mengelola sampah anorganik dengan menyetorkan sampah-sampah tersebut dicafe sampah pkk Kabupaten Tulungagung.


*.Tujuan


1.Meningkatkan rasa persatuan ,kesatuan dan kekompakan antar anggota DWP kecamatan Boyolangu


2.Mengelola sampah anorganik dilingkungan kantor kecamatan Boyolangu.

II. Kegiatan


1.Nama Kegiatan: "Setor Sampah Anorganik di Cafe Sampah PKK Kab.Tulungagung.


2.Hari/Tanggal : Jumat,13 Februari 2026


3.Waktu :08.00- selesai


4.Tempat : Cafe Sampah PKK Kabupaten Tulungagung


5.Peserta ::Pengurus dan Anggota DWP Kecamatan Boyolangu :.


1.Ibu Siti Munti'ah


2.Ibu Wulan


III.Pelaksanaan Kegiatan:


1.Persiapan :Rapat rutin pengurus DWP Kecamatan Boyolangu ,mengadakan pembagian tugas siapa yang menyetorkan sampah - sampah anorganik hasil dari kerjabakti


2.Pelaksanaan:Pemilahan sampah organik dan anorganik


3.Penyelesaian : Setelah pemilahan sampah mka sampah anorganik disetor

.
IV.Hasil Yang Dicapai


Kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar yang diikuti oleh empat orang,dengan membawa sampah-sampah anorganik hasil dari pembuangan sampah ketika kerjabakti dilingkungan kantor kecamatan Boyolangu.Dengan disetorkan maka lingkungan menjadi bersih,sampah anorganik dapat terangkut.


V.Permasalahn dan Solusi


1.Permasalahan :Kesulitan dalam membawa sampah - sampah tersebut


2.Solusi : Sampah - sampah diangkut dengan mobil


VI.Penutup


Demikian laporan ini dibuat sebagai wujud pertanggungjawaban kegiatan.Kami berharap kegiatan ini dapat terus konsisten dilaksanakan.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

31424-02-2026
Bidang : Sosial Budaya


Kata Pengantar


Dengan memanjatkan puji ssyukur kehadirat Alloh SWT,karena limpahan rahmat dan hidayahNya yang diberikan kepada kami sehingga pada hari yang penuh berkah ini kami Ibu Siti Munti'ah selaku Ketua Dwp Kecamatan Boyolangu dapat mengikuti kegiatan safari Ramadhan bersama Bapak Bupati beserta ibu dan Wabup beserta ibu serta Forkopinda,OPD terkait,tokoh masyarakat dan tokoh Agama dalam keadaan sukses dan lancar.Semoga kegiatan ini dapat berlanjut.AAmiin.


I.Pendahuluan


1.Latar Belakang :Meninjaklanjuti surat dari pemerintah kabupaten Tulungagung berupa undangan untuk mengikuti kegiatan Safari ramadhan yang diadakan oleh Bapak bupati Tulungagung,


2.Tujuan Kegiatan :Untuk meningkatkan iman dan Takwa pada bulan suci Ramadhan Masy ini dikalangan pemerintahan dan tokoh masyarakat dan masyarakat Tulungagung pada umumnya.


3.Dasar Kegiatan :Surat Undangan


II.Laporan


1.Nama Kegiatan :Safari Ramadhan


2.Tempat ,Hari dan Tanggal : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa,Selasa,24 Februari 2026


4.Jalannya Kegiatan:Kegiatan dimulai dengan sholat traweh,sambutan Bapak Bupati Tulungagung,Tausiyah dan silahturomi.


III.Hasil Kegiatan :


- Bapak H.Gatot Sunu Wibowo selaku Bupati Tulungagung, menyampaikan,di Bulan Ramadhan ini tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja tetapi hati kita juga harus dijaga,dan memperbanyak amalan - amalan diantaranya shodaqoh,melakukan perbuatan yang baik.


- Kultum oleh Bapak H. Fuat M.Pd: Beliau mengatakan rasa iri dan dengki kan menutup isi hati.Kita juga harus bisa melaksanakan tuntunan Nabi Muhammad SAW,contoh,ketiaka istri Rosululloh (Siti Aisyah) waktu berbuka puasa menyediakan makan,Rosululloh meminta lagi satu porsi persis yang engkau ambilakn kepadaku,kemudian yang satunya diberikan kepada tetangga janda non muslim yang bernama Ibu Kulana.Dari situ kita bisa mengambil hikmahnya bahwa pada bulan puasa kita dapat berbagi kepada tetangga ketika kita berbuka puasa.


IV Penutup


Kesimpulan dan saran :


Pada bulan Ramadhan kita sebagai muslim melaksanakan puasa tidak hanya menahan haus dan lapar namun kita harus bisa menahan nafsu dan menjaga hati agar tetap bersih terhindar dari sifat irui dan dengki.Kita juga meningkatkan perbuatan baik dengan banyak bersedekah terutama kepada para fakir,miskin,yatim piatu dan kaum duafa yang membutuhkan,agar rezeki kita barokah.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

31524-02-2026Kegiatan Rembug Keluarga sehat keluarga bahagia Quick Wins Selasa 24 Februari 2026 bertempat di PLKB Kecamatan Kedungwaru. Dalam rangka mendukung program kerja organisasi serta penguatan ketahanan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Kedungwaru melaksanakan kegiatan bertema “Keluarga Sehat, Keluarga Bahagia – Quick Wins”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas yang dirancang untuk memberikan dampak cepat, nyata, dan berkelanjutan bagi anggota serta keluarganya melalui langkah-langkah sederhana yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kedungwaru dengan melibatkan Ketua DWP Kecamatan Kedungwaru beserta jajaran pengurus dan seluruh anggota. Sasaran kegiatan adalah anggota DWP dan keluarga ASN di lingkungan Kecamatan Kedungwaru. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anggota tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial dalam keluarga sebagai pondasi utama terciptanya keluarga yang harmonis dan bahagia. Dalam sambutannya, Ketua DWP Kecamatan Kedungwaru menyampaikan bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional. Keluarga yang sehat akan melahirkan generasi yang berkualitas, produktif, dan berakhlak baik. Oleh karena itu, DWP sebagai organisasi pendamping ASN memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, motivasi, dan pendampingan kepada anggota agar mampu menjalankan peran sebagai istri sekaligus ibu secara optimal. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting dalam mewujudkan keluarga sehat dan bahagia, antara lain penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya konsumsi gizi seimbang, pencegahan stunting pada anak, pengelolaan stres dalam keluarga, serta pentingnya komunikasi yang efektif antaranggota keluarga. Selain itu, dibahas pula bagaimana ibu sebagai manajer keluarga dapat mengatur pola makan, keuangan, serta waktu dengan bijak sehingga tercipta keseimbangan antara kebutuhan fisik dan emosional keluarga. Sebagai bagian dari program quick wins, kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif. Beberapa langkah cepat yang disepakati dan dicanangkan dalam kegiatan ini antara lain: gerakan makan sayur dan buah setiap hari, membiasakan minum air putih minimal delapan gelas per hari, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, membatasi konsumsi gula dan makanan cepat saji, serta membangun kebiasaan komunikasi positif di dalam keluarga. Program quick wins ini dipilih karena mudah diterapkan, tidak memerlukan biaya besar, namun berdampak signifikan dalam jangka panjang. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada anggota untuk berbagi pengalaman dan kendala dalam menerapkan pola hidup sehat di rumah masing-masing. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan. Beberapa anggota mengungkapkan tantangan dalam mengatur pola makan anak, membagi waktu antara kegiatan organisasi dan keluarga, serta menjaga kesehatan di tengah kesibukan sehari-hari. Diskusi ini menjadi sarana pembelajaran bersama sekaligus mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas antaranggota. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kesehatan mental dalam keluarga. Kebahagiaan keluarga tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan materi, tetapi juga dari suasana rumah yang harmonis, komunikasi yang terbuka, serta adanya dukungan emosional antaranggota keluarga. Dalam hal ini, peran ibu sangat penting sebagai penyeimbang dan penguat suasana rumah tangga. Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran anggota DWP Kecamatan Kedungwaru dalam menerapkan pola hidup sehat, bertambahnya wawasan mengenai pentingnya pencegahan penyakit sejak dini, serta tumbuhnya komitmen bersama untuk menjadikan keluarga sebagai prioritas utama. Dengan keluarga yang sehat dan bahagia, diharapkan anggota dapat mendukung suami dalam menjalankan tugas sebagai ASN dengan lebih optimal sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebagai tindak lanjut, DWP Kecamatan Kedungwaru berkomitmen untuk melaksanakan monitoring sederhana terhadap penerapan program quick wins di lingkungan keluarga masing-masing anggota. Selain itu, akan direncanakan kegiatan lanjutan seperti senam bersama, penyuluhan kesehatan rutin, serta edukasi gizi keluarga secara berkala. Upaya ini dilakukan agar program tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang membudaya di lingkungan DWP Kecamatan Kedungwaru. Dengan terselenggaranya kegiatan Keluarga Sehat, Keluarga Bahagia – Quick Wins ini, diharapkan terwujud keluarga ASN di Kecamatan Kedungwaru yang lebih sehat, harmonis, produktif, dan sejahtera. Program ini menjadi langkah nyata dan strategis dalam mendukung visi organisasi serta berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang lebih berkualitas.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
31611-02-2026Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Pucanglaban Ny. Setiono menghadiri kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB pada hari rabu tanggal 11 Februari 2026 bertempat di Balai KB Kecamatan Pucanglaban. Kegiatan ini terselenggara kerja sama dari BKKBN Dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Dengan jumlah peserta 64 orang peserta yang berasal dari 9 (Sembilan) Desa di Kecamatan Pucanglaban. Acara dimulai pukul 09.00 WIB-11.00 WIB. Bakti Sosial (Baksos) KB adalah program pelayanan Keluarga Berencana gratis, biasanya fokus pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan keluarga, menurunkan angka stunting, dan mempermudah akses layanan kontrasepsi bagi masyarakat. selain itu untuk Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dengan mengendalikan kelahiran dan menjamin terkendalinya penduduk. Membentuk keluarga kecil sejahtera, sesuai dengan kondisi ekonomis sebuah keluarga. Meningkat kepedulian masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi Informasi Umum Baksos KB: • Layanan: Pemasangan, bongkar pasang, dan ganti cara kontrasepsi (IUD/Spiral, Implan/Susuk, kadang MOW/MOP). • Target: Pasangan Usia Subur (PUS). • Biaya: Gratis, sering kali didukung oleh BKKBN dan Dinas Kesehatan. • Persyaratan Umum: Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK). • Lokasi: Puskesmas, Klinik, atau PMB (Praktik Mandiri Bidan). Tips Mengikuti Baksos KB: 1. Cek Jadwal: Pantau media sosial Puskesmas setempat, Dinas PPKB/DP3AP2KB kabupaten/kota, atau Instagram @bkkbnofficial. 2. Persiapan: Pastikan dalam kondisi sehat, tidak hamil, dan disarankan sudah menstruasi (untuk beberapa metode). 3. Daftar: Hubungi kader KB atau penyuluh KB setempat untuk pendaftaran. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Puluhan akseptor dari berbagai usia datang untuk mendapatkan layanan KB, baik berupa pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang (IUD dan implan) maupun suntik dan pil KB. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Puskesmas dalam membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan reproduksi secara mudah dan terjangkau Bakti sosial KB ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga. Pelayanan KB dilakukan oleh tim medis berpengalaman dari Puskesmas, dibantu oleh petugas dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) setempat. Selain pelayanan kontrasepsi, warga juga mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya KB, kesehatan ibu dan anak, serta hak-hak reproduksi. Kegiatan baksos ini juga menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Dengan diselenggarakannya kegiatan bakti sosial pelayanan KB ini diharapkan dapat menurunkan Unmetneed serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting sehingga akan turut pula mendukung suksesnya program Bangga Kencana di Kecamatan Pucanglaban.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
31723-02-2026Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Pucanglaban kembali menggelar pengajian rutin bulanan yang bertempat di Masjid. Al-Huda Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota dengan khidmat. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Bersama demi keberkaan acara, pada kesempatan ini dihadiri pula Ketua DWP Kec. Pucanglaban ibu Purwaningsih Setiono. Dalam sambutannya menekan kan “betapa pentingnya peran istri sebagai pendukung utama kinerja suami dan pengelola spiritualitas dalam keluarga”. Penceramah kali ini oleh Ibu Mifta ketua Fatayat Kabupaten Tulungagung. Isi dari ceramah hati ini menitikberatkan pembentukan karakter anak di era digital dengan pondasi agama. Dalam Islam, ibu adalah Al-Umm Madrasatul Ula (sekolah pertama). Di era digital, peran ini bertransformasi menjadi penyaring informasi dan pembimbing etika bagi anak. Karena sebelum anak mengenal dunia maya, ibu sholihah menanamkan pemahaman bahwa ada Muroqobatullah (perasaan diawasi oleh Allah). Ini Adalah kontrol internal yang lebih kuat daripada aplikasi parental kontrol manapun. Anak Adalah peniru ulung jadi kita sebagai ibu harus dapat menjadi contoh anak-anaknya, arus tahu kapan harus meletakkan ponsel saat berinteraksi dengan anak. Kita menjadi teman pendamping dan teman diskusi yang baik, menjaga Batasan waktu ini mengajarkan anak tentang prioritas hidup dan hak Allah atas waktu mereka. Serta membekali anak dengan nalar kritis berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis sehingga anak tidak ikut-ikutan tren yang melanggar syariat. Dari sini dapat ditarik Kesimpulan bahwa ibu sholihah bukan untuk menjauhkan teknologi, melainkan membekali mereka dengan “Kompas Iman”. Dengan Kompas tersebut, diharapkan anak tetap bisa berlayar di samudera digital tanpa harus tenggelam dalam pengaruh negatifnya. Acara ditutup dengan salaman keliling sebagai simbol peleburan salah dan khilaf. Namun, kegiatan tidak berhenti di situ. Sesi ramah tamah menjadi momen yang paling dinanti—di mana ibu-ibu menikmati hidangan ringan khas lokal sambil bertukar cerita dan memperkuat jejaring sosial serta pulang membawa bekal ilmu yang bermanfaat untuk keluarga anggota DWP Kec. Pucanglaban.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
31823-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MENGADAKAN KEGIATAN BERBAGI TAKJIL DALAM RANGKA BULAN SUCI RAMADHAN

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Senin/ 23 Pebruari 2026.

3. Pukul : 16.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Halaman depan Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

5. Acara : Kegiatan Berbagi Takjil dalam rangka Bulan Suci Ramadhan.

6. Detail acara : .

Senin, tanggal 23 Pebruari 2026,

Kegiatan berbagi takjil dilaksanakan pada hari Senin bertempat di halaman Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kegiatan diawali dengan persiapan dan pembagian paket takjil oleh anggota DWP. Takjil dibagikan kepada masyarakat sekitar, pengendara yang melintas, serta warga yang membutuhkan menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua, Pengurus, dan Anggota DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta didukung oleh pegawai dinas. Jumlah takjil yang dibagikan sebanyak 100 paket takjil.

Tujuan Kegiatan ini bisa meningkatkan kepedulian sosial kepada Masyarakat, mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP dan pegawai serta, mengisi Bulan Suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat dan penuh keberkahan. Hasil dari kegiatan berbagi takjil dalam Bulan Suci Ramadhan tersalurkannya paket takjil kepada masyarakat dengan baik, terjalinnya kebersamaan dan kekompakan antar anggota DWP, serta Meningkatnya citra positif organisasi di lingkungan masyarakat.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua.


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
31920-02-2026KEGIATAN CAFÉ SAMPAH DILAKSANAKAN PADA HARI JUM’AT, TANGGAL 20 FEBRUARI 2026 BERTEMPAT DI SEKRETARIAT PKK KABUPATEN TULUNGAGUNG Tata cara memilih / memilah sampah yang benar : Memilah sampah dapat dilakukan dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya di rumah: organik (hijau), anorganik (kuning), dan B3 (merah). Langkah utamanya meliputi memisahkan sisa makanan/daun, membersihkan sampah anorganik (botol/kaleng) agar kering, serta mengumpulkan sampah B3 seperti baterai/lampu. Gunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengelola sampah sampah tersebut. Pemilahan Berdasarkan Kategori Sampah • Sampah Anorganik (Kuning): Plastik (botol, kemasan), kertas, kardus, logam, dan kaca. Harus dalam keadaan bersih dan kering. • Sampah B3 (Merah - Bahan Berbahaya dan Beracun): Baterai bekas, lampu neon, botol aerosol, elektronik rusak, dan obat kedaluwarsa. • Sampah Residu (Hitam/Abu-abu): Sampah yang sulit didaur ulang, seperti popok sekali pakai, pembalut, dan puntung rokok. Langkah-Langkah Memilah di Rumah • Sediakan tempat sampah terpisah: Siapkan wadah berbeda untuk kategori sampah di atas. • Bersihkan dan keringkan: Bilas sampah anorganik (botol plastik/kaleng) untuk menghilangkan sisa makanan agar tidak bau dan mempermudah daur ulang. • Gepengkan sampah: Gepengkan botol plastik dan lipat kardus untuk menghemat tempat. • Perlakukan khusus: Pisahkan tutup botol dan label, serta kemas sampah tajam seperti pecahan kaca dengan aman. Tindakan Lanjutan • Bank Sampah: Setorkan sampah anorganik yang sudah terpilah dan bersih ke bank sampah atau pengepul. • Fasilitas Khusus: Serahkan sampah B3 ke tempat pengolahan khusus atau drop box berbahaya. Dengan memilah sampah, volume yang dibuang ke TPA dapat dikurangi, sekaligus menjaga lingkungan lebih bersih dan sehat. Sampah apa saja yang bias didaur ulang : contoh limbah yang dapat didaur ulang adalah plastik (botol, kantong), kertas (koran, kardus), dan logam (kaleng minuman/makanan), yang dapat diolah kembali menjadi produk baru seperti produk kerajinan, bahan baku industri, atau produk rumah tangga lainnya untuk mengurangi sampah. Untuk menjaga kebersihan lingkungan, terapkan 5 cara utama: kelola sampah dengan memilah dan membuang pada tempatnya, rutin membersihkan rumah dan selokan, kurangi penggunaan plastik (3R: Reduce, Reuse, Recycle), lakukan penghijauan (menanam pohon), dan hemat air serta kurangi polusi dengan transportasi umum. 3R (Reduce, Reuse, Recycle) adalah prinsip pengelolaan sampah yang fokus pada Mengurangi (Reduce) sampah dari sumbernya, Menggunakan Kembali (Reuse) barang yang masih bisa dipakai, dan Mendaur Ulang (Recycle) sampah menjadi produk baru untuk meminimalkan limbah dan menghemat sumber daya alam. Tiga bentuk utama pengelolaan sampah yang umum dikenal adalah 3R: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang), yang berfokus pada pencegahan, penggunaan ulang barang, dan pengolahan sampah menjadi produk baru, selain itu ada juga bentuk pemilahan sampah di sumbernya, pengomposan (untuk organik), serta pemrosesan akhir di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Tempat pembuangan sampah disebut Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau Landfill, yang merupakan lokasi akhir pengelolaan sampah yang tidak dapat didaur ulang atau diolah lebih lanjut, dengan tujuan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, seringkali melalui metode pengelolaan modern seperti sanitary landfill. Enam cara efektif mendaur ulang sampah meliputi memilah sampah di rumah, mengolah sampah organik menjadi kompos, membuat Ecobrick dari sampah plastik, memanfaatkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), menyetorkan ke Bank Sampah, dan mengubah sampah anorganik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Langkah-langkah ini mengubah sampah menjadi sumber daya baru, mengurangi limbah, dan menciptakan produk bermanfaat seperti pupuk, pot tanaman, atau barang dekoratif. 7 Tips Menjaga Lingkungan Agar Tetap Sehat Dan Nyaman 1. Buanglah sampah pada tempatnya. Buanglah sampah pada tempatnya. ... 2. Buatlah jadwal piket. Buatlah jadwal untuk membersihkan rumah. ... 3. Biasakan membersihkan rumah. ... 4. Membersihkan selokan-selokan. ... 5. Bakar sampah yang tertimbun. ... 6. Lakukan langkah 3 M. ... 7. Selalu terapkan 3B. Bagaimana cara menyelamatkan linhkungan Kurangi, gunakan kembali, perbaiki, dan daur ulang Barang elektronik, pakaian, plastik, dan barang-barang lain yang kita beli menyebabkan emisi karbon di setiap titik produksi, mulai dari ekstraksi bahan mentah hingga pembuatan dan pengangkutan barang ke pasar. Untuk melindungi iklim, belilah lebih sedikit barang, belilah barang bekas, dan perbaiki apa pun yang bisa diperbaiki.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
32020-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Bidang : Sosial Budaya Program : Kepedulian & Kesetiakawanan, Cafe Sampah Kegiatan kerja bakti adalah kegiatan gotong royong sosial tanpa upah untuk membersihkan lingkungan dan fasilitas umum demi kenyamanan bersama. Kegiatan ini mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian warga, serta menciptakan lingkungan bersih, asri, dan sehat. Hari ini Jumat, 20 Februari 2026 telah dilaksanakan kegiatan kerja bakti oleh seluruh pengurus DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung di area sekitar sektretariat DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung dengan keterangan sebagai berikut : Keterangan Program: 1. Hari, Tanggal: Jum’at, 20 Februari 2026 2. Pukul: 08.00 sd selesai 3. Lokasi: Area sekretariat DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung 4. Acara: Kerja bakti sebagai budaya cinta lingkungan 5. Peserta : dilaksanakan oleh seluruh Pengurus DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung 6. Detail Kegiatan: Lingkungan adalah tempat dimana kita memulai aktivitas sehari-hari. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan merupakan suatu kebiasaan yang harus ditanamkan diusia dini. Hal ini perlu dilakukan karena dengan terus berusaha untuk menjaga kebersihan lingkungan, maka tindakan tersebut merupakan bentuk kepedulian kita terhadap diri sendiri dan orang lain. Untuk menciptakan lingkungan yang nyaman kita harus selalu menjaga lingkungan-lingkungan sekitar kita agar tetap bersih, jangan pernah membuang sampah sebarangan karena itu adalah salah satu faktor merusak lingkungan. Sampah merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan lingkungan. Sampah adalah bahan yang dibuang sebagai sisa dari produksi industri dan rumah tangga. Sampah adalah bahan buangan yang merupakan hasil aktivitas manusia dan alam, karena unsur atau fungsinya sudah diadopsi, tidak lagi dimanfaatkan. Setiap aktivitas manusia pasti menghasilkan limbah atau sampah. Sumber sampah dapat berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan lain-lain. Sehingga pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2026 dilaksanakan kerja bakti bersama seluruh pengurus DWP DInas Perhubungan Kabupaten Tulungagung untuk membersihkan lingkungan sekitar sekaligus sebagai bentuk simbolik persiapan menyambut Ramadhan untuk melaksanakan kegiatan ibadah puasa dimana Ramadhan merupakan bulan untuk kita membersihkan diri dan lingkungan. Tidak banyak yang menyadari bahwa kerja bakti merupakan salah satu perwujudan dari gaya hidup hijau atau gaya hidup ramah lingkungan. Karena lingkungan yang bersih dan sehat sangat mempengaruhi kesehatan orang-orang disekitarnya. Apalagi saat ini banyak virus penyakit yang bisa tersebar dengan mudah jika kita berada dilingkungan yang kotor dan tidak sehat. Walaupun kita menyadari bahwa lingkungan sehat sangat penting bagi kehidupan diri kita sendiri dan orang lain, tapi nyatanya masih banyak yang menyepelekan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Maka dari itu mari wujudkan lingkungan yang bersih dan sehat untuk kesejahteraan hidup kita bersama. Salah satu contoh cara menjaga lingkungan adalah membuang sampah pada tempatnya, tidak menebang pohon secara liar dan lain-lain. Jika lingkungan hidup kita rentan dengan yang namanya kotor, tentu saja kita tidak bisa hidup dengan nyaman dan akan menimbulkan banyak penyakit, dengan itu kita harus beramai-ramai menjaga kelestarian lingkungan salah satunya dengan bergotong royong membersihkan lingkungan atau yang disebut kerja bakti. Indonesia memiliki beragam budaya yang menjadi identitas masyarakat sejak dahulu, salah satunya gorong royong dalam melakukan kerja bakti. Kerja bakti merupakan salah satu rutinitas budaya yang sudah melekat dimasyarakat. Kerja bakti adalah kegiatan gotong royong yang tidak mengharapkan upah ataupun imbalan (sukarela). Masyarakat diminta untuk meluangkan waktunya untuk bahu membahu membangun desa tanpa keluh kesah demi menuju desa yang mandiri, maju, dan sejahtera. Kerja bakti merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk membuat lingkungan menjadi lebih bersih, nyaman, dan memperindah lingkungan. Kerja bakti adalah salah satu wujud dari kegiatan gotong royong antar warga masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kerja bakti dilakukan dengan tujuan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri, serta menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam di dalamnya. Selain bermanfaat menjaga lingkungan, kerja bakti juga bermanfaat untuk menjaga kekompakan dan keakraban antar lingkungan masyarakat. Ini karena saat melakukan kerja bakti, warga saling bekerja sama satu sama lain. Saat melakukan kerja bakti juga semua saling tolong menolong untuk tujuan yang sama, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Dari sikap kerja sama dan saling tolong menolong ini, dapat terjalin kekompakan dan keakraban antar warga atau anggota pengurus. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar adalah dengan menyediakan tempat sampah dihalaman depan rumah agar orang-orang bisa membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan, dan memisahkan jenis sampah. Kita juga bisa memanfaatkan sampah botol plastik untuk dijadikan sebuah kreasi seperti tempat pensil, pot bunga, dan lain-lain. Dengan upaya-upaya tersebut akan menciptakan lingkungan menjadi lebih bersih dan menurunkan resiko penyakit yang disebabkan oleh virus-virus yang ada. Beberapa Manfaat Kerja Bakti Kerja bakti bisa dilakukan dengan orang-orang yang ada di sekitar tempat tinggal, rekan kerja di kantor, atau teman-teman di sekolah. Frekuensi pelaksanaannya juga biasanya dilakukan berkala, misalnya beberapa bulan sekali. Selain itu, kerja bakti biasanya dilakukan di waktu senggang, misalnya pada hari libur atau akhir pekan. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari melakukan kerja bakti, yaitu: 1. Meningkatkan kebahagiaan Setiap orang memang punya cara masing-masing untuk bisa bahagia. Nah, kerja bakti bisa menjadi salah satu kegiatan yang bisa kamu coba untuk membantumu bersosialisasi dengan warga dan tetanggamu. Berinteraksi dan bersih-bersih bersama saat kerja bakti bisa membantu memperbaiki suasana hati, karena aktivitas sosial dan fisik ringan diketahui dapat mendukung pelepasan hormon yang membuat tubuh merasa lebih bahagia. 2. Meredakan stres Kamu sedang stres? Coba deh libatkan diri dengan ikut kerja bakti. Selain memicu perasaan bahagia, kerja bakti juga bisa mengalihkan pikiranmu dari hal-hal yang menyebabkan stres serta menghilangkan rasa kesepian dan terisolasi. Hal tersebut tentunya dapat meredakan stres yang kamu rasakan. Mengelola stres dengan kegiatan positif seperti kerja bakti dapat membantu menurunkan risiko gangguan kesehatan mental ringan, seperti kecemasan atau depresi ringan. 3. Membangun rasa empati dan syukur Rasa empati dan syukur merupakan dua hal yang bisa diciptakan. Salah satu caranya adalah dengan ikut serta sebagai relawan dalam kegiatan sosial. Kegiatan ini bisa membuatmu memahami serta menghargai kalau setiap orang, termasuk dirimu sendiri, punya cerita unik dan cara masing-masing untuk hidup. Hal ini pun bisa meningkatkan rasa empati sekaligus rasa syukur pada dirimu. 4. Meningkatkan kreativitas Saat sedang kerja bakti, kamu akan melakukan dan belajar hal-hal yang mungkin belum kamu kerjakan sebelumnya. Misalnya, menggunting atau membentuk rumput, menanam tanaman, dan memilah sampah. Makin sering kamu ikut kegiatan sosial, makin banyak juga hal baru dan kreatif yang akan kamu lakukan. 5. Meningkatkan self-esteem Ketika terlibat dalam kegiatan sosial, kamu bisa memberikan wujud nyata untuk membantu membersihkan dan menghias lingkungan yang nantinya dapat dinikmati oleh orang lain. Nah, hal ini bisa bikin kamu merasa puas dan percaya diri, sehingga self-esteem atau rasa percaya diri bisa meningkat. 6. Menambah relasi pertemanan atau pekerjaan Terjun langsung menjadi sukarelawan bisa jadi wadah kamu untuk bertemu dan mengenal banyak orang. Dari sini, kamu bisa membina hubungan baru atau mempererat hubungan dengan orang yang sudah kamu kenal, sehingga relasi pertemananmu lebih erat dan luas. Bahkan, memperbanyak relasi juga akan berdampak langsung terhadap kesuksesan pekerjaanmu, terutama dalam hal pengembangan karir. 7. Mencegah tekanan darah rendah Kerja bakti bisa menjadi bentuk aktivitas fisik ringan yang bermanfaat untuk tubuh. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, yang bermanfaat bagi orang dengan kecenderungan mengalami gejala tekanan darah rendah ringan, seperti pusing saat berdiri. Pastikan juga untuk mencukupi kebutuhan cairan guna mencegah dehidrasi. Setelah mengetahui manfaat kerja bakti, apa kamu tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan ini? Terlebih, kerja bakti termasuk perilaku yang terpuji dan mulia, jadi tidak ada salahnya untuk terlibat langsung di dalamnya. Selain membersihkan lingkungan, kerja bakti juga bisa dilakukan dalam bentuk lain, misalnya sebagai relawan untuk melayani di panti jompo, mengajar di panti asuhan, memasak untuk dapur umum, atau mengobati hewan-hewan yang sakit.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Perhubungan
32119-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, melaksanakan kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan / Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal : Kamis / 19 -02-2026
3. Waktu : 08.00 WIB – 10.00 WIB
4. Peserta : 25 partisipan
5. Lokasi : Desa moyoketen Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Gerakan pengendalian (Gerdal) Hama Tikus

Perwakilan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Ibu Aluih Sari Wiyati,SP., (selaku Bendahara Bidang Sosial Budaya DWP Dinas Pertanian), dan Ibu Erni Purwaningsih,SP. (selaku anggota DWP Dinas Pertanian) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, melalui Bidang Perlindungan tanaman, yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Ibu Kristina Yuniarti,SP (yang juga selaku ketua bidang sosial budaya DWP Dinas Pertanian), pada hari Kamis tanggal 19 Pebruari 2026, melaksanakan kegiatan Gerakan pengendalian (Gerdal) OPT hama tikus pada tanaman padi di Kelompok Tani Hari Mulyo I, Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Kegiatan Gerdal dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB, dihadiri 25 partisipan, terdiri dari anggota DWP Dinas Pertanian, petugas Dinas Pertanian, Koordinator POPT, Babinsa, Babinkamtibnas, Penyuluh Pertanian, dan anggota Kelopok Tani Hari Mulyo I.

Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Ibu Kristina Yuniarti,SP mengatakan Penyuluh pertanian harus terus berkoordinasi dengan para petugas POPT., selalu mengawal pertanaman mulai dari pra tanam sampai dengan panen. Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung memberikan support dalam bentuk bimbingan pengarahan, sosialisasi dan fasilitasi yang bersifat stimulant pada Kelompok Tani di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung melalui penyediaan bufferstock, Gerdal, dan bahan pengendali organism pengganggu tumbuhan (OPT) lainnya agar penurunan hasil akibat serangan OPT dapat ditekan serendah mungkin.

Menurut penjelasan Koordinator POPT. Bapak Erik,SP. bahwa hama tikus sawah merupakan hama utama pada tanaman padi, kerusakan yang ditimbulkan serangan tikus cukup luas dan hampir terjadi setiap musim. Ada beberapa cara pengendalian hama tikus diantaranya, penggunaan racun tikus, gropyokan secara manual, sanitasi lahan tanam, pemasangan bedengan dipersemaian, juga pemanfaatan musuh alami burung hantu. Pengendalian hama tikus bisa dilakukan sebelum tanam, atau secara serempak dalam hamparan luas secara bersama-sama. Tikus yang tertangkap/mati hanya merupakan indikasi dari turunnya populasi, yang perlu diwaspadai adalah populasi yang masih hidup, karena akan terus berkembang biak dengan pesat selama musim tanam padi. Untuk itu monitoring keberadaan dan aktivitas tukus sangat penting diketahui sejak dini agar usaha pengendalian dapat berhasil. Monitoring dapat dilakukan dengan melihat lubang aktif, jejak tikus, jalur jalan tikus, dan yang tidak kalah penting adalah mewaspadai terhadap kemungkinan terjadinya migrasi (perpindahan tikus) secara tiba-tiba dari daerah lain dalam jumlah yang besar.
Lebih lanjut dikatakan, Pengendalian hama tikus kali ini menggunakan racun tikus Petrokum, bantuan dari Dinas Pertanian Kabuaten Tulungagung. Racun ini bekerja dengan cara menghambat pembekuan darah. Efeknya lambat, biasanya tikus akan mati dalam waktu 2-3 hari setelah memakan umpan, karena mengalami dehidrasi, kematian perlahan dan kering membantu agar bangkai tikus tidak menimbulkan bau busuk. Letakkan umpan petrokum diarea yang sering dilalui tikus seperti disekitar lubang tikus, periksa lokasi umpan secara berkala dan tambahkan umpan baru jika umpan yang lama habis di makan tikus, Ujarnya menutup penjelasannya.

Tujuan dari Gerdal dilakukan guna mengendalikan populasi hama tikus pada hamparan lahan sehingga diharapkan tidak terjadi perluasan serangan lebih lanjut. Harapannya dengan adanya Gerdal ini dapat meningkatkan produktivitas padi.
Kegiatan Gerdal selesai pada pukul 10.00 WIB. diakhiri dengan sesi foto bersama.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pertanian

32213-02-2026

DWP Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung melaksanakan Kegiatan Budaya Cinta Lingkungan
Bidang: Bidang Sosial Budaya
Program Kerja: Kepedulian & Kesetiakawanan, Bhakti Sosial
Keterangan Program:
1. Hari: Jumat
2. Tanggal: 13 Februari 2026
3. Pukul: 09.00
4.Tempat: Cafe Sampah di Halaman Kantor TP PKK Kabupaten Tulungagung
5 Dengan membawa Sampah

Pembahasan / Detail Kegiatan: Budaya Cinta Lingkungan
Cafe sampah merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh PKK Kabupaten Tulungagung.Cafe Sampah dilaksanakan Pada Hari Jum'at Pagi .Ibu Kadis Dinas Sosial, Bu Titin, Bu Tiara selaku anggota DWP dari Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung menghadiri Kegiatan Cafe sampah Di Halaman Kantor PKK Kabupaten Tulungagung dengan menggunakan pakaian bebas Rapi dan dengan membawa duplik 6,2 kg. Peserta yang hadir melakukan absensi terlebih dahulu setelah itu dilaksanakan foto untuk bukti dokumentasi sebagai bahan laporan. setelah foto kemudian barang diserahkan kepada betugas untuk ditimbang. Peserta menggunakan pakaian bebas rapi.

Dalam rangka mendukung program pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan, PKK Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan Cafe Sampah dengan tema “Membawa Duplik Kertas”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anggota akan pentingnya pengurangan sampah kertas melalui pemanfaatan kembali (reuse) dan pengumpulan duplik kertas yang sudah tidak terpakai. Pada kegiatan ini, setiap anggota DWP diwajibkan membawa duplik kertas dari rumah maupun lingkungan kerja untuk dikumpulkan dan dipilah bersama. Duplik kertas yang masih dapat dimanfaatkan kembali dipisahkan untuk penggunaan internal, sedangkan sisanya dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah atau pihak daur ulang. Melalui kegiatan Cafe Sampah, anggota DWP tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah kertas, tetapi juga membangun kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan mempererat kebersamaan antaranggota dalam suasana yang santai dan produktif. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan menjadi budaya positif dalam mendukung program pengelolaan sampah serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penutup : Cafe Sampah ini mendapat antusiasme yang tinggi dan ibu - ibu Dharma Wanita Persatuan Se- Kabupaten Tulungagung dan untuk menjalin Silahturahmi kepada ibu - ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Seluruh Kabupaten Tulungagung dan Seluruh Ibu - ibu organisasi lainnya.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Sosial
32313-02-2026

DWP Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung melaksanakan Kegiatan Budaya Cinta Lingkungan
Bidang: Bidang Sosial Budaya
Program Kerja: Kepedulian & Kesetiakawanan, Bhakti Sosial
Keterangan Program:
1. Hari: Jumat
2. Tanggal: 13 Februari 2026
3. Pukul: 09.00
4.Tempat: Cafe Sampah di Halaman Kantor TP PKK Kabupaten Tulungagung
5 Dengan membawa Sampah

Pembahasan / Detail Kegiatan: Budaya Cinta Lingkungan
Cafe sampah merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh PKK Kabupaten Tulungagung.Cafe Sampah dilaksanakan Pada Hari Jum'at Pagi .Ibu Kadis Dinas Sosial, Bu Titin, Bu Tiara selaku anggota DWP dari Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung menghadiri Kegiatan Cafe sampah Di Halaman Kantor PKK Kabupaten Tulungagung dengan menggunakan pakaian bebas Rapi dan dengan membawa duplik 6,2 kg. Peserta yang hadir melakukan absensi terlebih dahulu setelah itu dilaksanakan foto untuk bukti dokumentasi sebagai bahan laporan. setelah foto kemudian barang diserahkan kepada betugas untuk ditimbang. Peserta menggunakan pakaian bebas rapi.

Dalam rangka mendukung program pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan, PKK Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan Cafe Sampah dengan tema “Membawa Duplik Kertas”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anggota akan pentingnya pengurangan sampah kertas melalui pemanfaatan kembali (reuse) dan pengumpulan duplik kertas yang sudah tidak terpakai. Pada kegiatan ini, setiap anggota DWP diwajibkan membawa duplik kertas dari rumah maupun lingkungan kerja untuk dikumpulkan dan dipilah bersama. Duplik kertas yang masih dapat dimanfaatkan kembali dipisahkan untuk penggunaan internal, sedangkan sisanya dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah atau pihak daur ulang. Melalui kegiatan Cafe Sampah, anggota DWP tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah kertas, tetapi juga membangun kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan mempererat kebersamaan antaranggota dalam suasana yang santai dan produktif. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan menjadi budaya positif dalam mendukung program pengelolaan sampah serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penutup : Cafe Sampah ini mendapat antusiasme yang tinggi dan ibu - ibu Dharma Wanita Persatuan Se- Kabupaten Tulungagung dan untuk menjalin Silahturahmi kepada ibu - ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Seluruh Kabupaten Tulungagung dan Seluruh Ibu - ibu organisasi lainnya.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Sosial
32413-02-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga/Olahraga
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 13 Pebruari 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 09.00 WIB
4. Peserta : 28 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Olahraga

Pembahasan
Olahraga senam rutin dilakukan setiap minggu oleh pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai upaya untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan rutin berkontribusi dan aktif mengikuti kegiatan senam di halaman Kantor DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai upaya mewujudkan ketahanan keluarga melalui kebugaran jasmani yang diharapkan dapat meningkatkan kesehatan secara fisik dan mental. Olahraga senam juga meningkatkan rasa kekeluargaan dan mewujudkan sinergi yang baik antar anggota DWP agar dapat mencapai tujuan bersama dalam mensukseskan program dan kegiatan DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Olahraga pagi semakin populer di kalangan mereka yang ingin menurunkan berat badan. Selain memberikan energi untuk memulai hari, berolahraga di pagi hari memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya lebih efektif dalam membantu membakar lemak.
Olahraga pagi dapat meningkatkan efek pembakaran kalori setelah olahraga. Tubuh tetap membakar kalori dalam jumlah signifikan selama beberapa jam setelah aktivitas fisik, terutama jika olahraga dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Efek ini membantu membakar lebih banyak lemak sepanjang hari.
Ketika olahraga dilakukan sebelum sarapan, tubuh cenderung menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, karena kadar glukosa dan glikogen dalam tubuh lebih rendah setelah berpuasa semalaman. Hal ini membuat olahraga pagi lebih efektif dalam mengurangi lemak tubuh.
Melakukan olahraga di pagi hari membantu membangun rutinitas yang lebih konsisten. Pada pagi hari, gangguan cenderung lebih sedikit dibandingkan waktu lain, sehingga kemungkinan untuk melewatkan sesi olahraga menjadi lebih kecil. Konsistensi adalah kunci utama dalam mencapai dan mempertahankan penurunan berat badan.
Olahraga pagi dapat menekan nafsu makan sepanjang hari. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang mengatur rasa lapar, sehingga membantu mengontrol asupan kalori secara keseluruhan.
Pagi hari adalah waktu yang ideal untuk menyeimbangkan hormon seperti kortisol dan insulin. Tingkat kortisol yang cukup tinggi di pagi hari membantu memecah lemak untuk energi, sedangkan sensitivitas insulin yang lebih baik mendukung pembakaran kalori lebih efektif.
Manfaat olahraga tidak hanya menunjang kesehatan fisik, tetapi juga baik untuk kesehatan mental. Jika dilakukan secara rutin, olahraga dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh bahkan bisa mengatasi stres. Olahraga merupakan salah satu cara paling praktis dan sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi kerap kali diabaikan. Manfaat olahraga dan aktif bergerak secara rutin dapat membuat tubuh lebih bugar sehingga kesehatan tetap terjaga.
Beragam Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Tubuh
Menjaga berat badan tetap ideal
Manfaat olahraga yang paling terkenal adalah menjaga berat badan tetap ideal. Ini karena berolahraga secara teratur mampu mengurangi jaringan lemak tubuh dan menurunkan berat badan serta menjaganya tetap stabil. Oleh karena itu, olahraga bisa dilakukan untuk mencegah atau mengatasi obesitas. Agar manfaat olahraga yang satu ini bisa dirasakan secara maksimal, Kita perlu menjaga berat badan tetap ideal dengan mengonsumsi makanan bergizi sesuai kebutuhan tubuh.
Menumbuhkan rasa percaya diri
Karena bisa mengontrol berat badan, berolahraga secara rutin tentu akan menjaga penampilan. Kegiatan ini dapat membuat lebih percaya diri terhadap penampilan diri.
Memperbaiki suasana hati
Manfaat olahraga juga bisa menstimulasi pembentukan zat kimia pada otak, seperti serotonin dan endorfin, yang dapat membuat kita merasa lebih bahagia dan santai. Oleh karena itu, ketika kita merasa stres atau memiliki mood buruk setelah menjalani hari yang penuh tekanan, cobalah berolahraga untuk memperbaiki suasana hati. Agar manfaat olahraga ini lebih maksimal, pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan minat.
Membuat tidur lebih nyenyak
Aktivitas olahraga juga dapat membantu tidur lebih cepat dan nyenyak. Namun, untuk mendapatkan manfaat olahraga yang satu ini, disarankan untuk tidak berolahraga menjelang waktu tidur.
Mengatasi stres
Manfaat olahraga lainnya yang bisa didapatkan adalah mengurangi stres dan mencegah depresi. Dengan rutin berolahraga, tingkat hormon stres, seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin, dapat dikurangi. Selain itu, olahraga juga akan meningkatkan kadar hormon serotonin dan dopamin yang bisa memperbaiki suasana hati, sehingga kita merasa lebih rileks dan bahagia.
Meringankan gejala menstruasi
Bagi para wanita, manfaat olahraga juga dapat meringankan gejala menstruasi, seperti kram perut dan perubahan suasana hati. Selain itu, berolahraga secara rutin mampu menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh sehingga siklus menstruasi lebih teratur dan aliran darah yang keluar tidak terlalu deras. Jenis olahraga yang dianjurkan untuk dilakukan saat menstruasi adalah olahraga ringan, misalnya aerobik.
Mengembalikan semangat
Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin juga terbukti dapat meningkatkan semangat dan menurunkan risiko terjadinya disfungsi. Mencegah dan meringankan nyeri punggung
Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang cukup umum dialami oleh orang dewasa dan lansia. Keluhan ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari saraf terjepit, cedera, posisi tidur yang salah, hingga kebiasaan jarang bergerak. Olahraga merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah dan meredakan nyeri punggung. Dengan rutin berolahraga, otot - otot tubuh, seperti otot punggung, perut, dan kaki, akan menjadi lebih kuat dan mampu menopang sendi dan tulang belakang dengan lebih baik.
Menjaga tekanan darah tetap stabil
Pada orang yang sehat, berolahraga secara rutin bisa mencegah terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sedangkan pada penderita hipertensi, olahraga dapat menurunkan tekanan darah dan menjaganya tetap stabil.
Mengontrol kadar gula darah
Manfaat olahraga juga bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama pada penderita diabetes tipe 2. Tak hanya itu, rutin berolahraga juga bisa mencegah terjadinya resistensi insulin yang dapat memicu diabetes.
Menjaga tubuh tetap bugar dan kuat saat lanjut usia
Tak hanya baik untuk orang yang berusia muda, manfaat olahraga juga bisa dirasakan oleh lansia. Jalan santai, bersepeda, berenang, dan senam lansia terbukti dapat membuat lansia menjadi lebih bugar. Selain itu, olahraga juga dapat memperkuat otot, tulang, dan sendi, serta mencegah demensia atau pikun.
Mengurangi risiko terjadinya osteoporosis
Berbagai jenis olahraga, seperti jalan kaki, sepak bola, bola basket, atau aerobik, mampu memperkuat otot, tulang, dan sendi. Melakukan olahraga secara rutin berperan dalam mencegah terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis. Namun, untuk menjaga tulang dan sendi tetap kuat, kita juga perlu mencukupi asupan nutrisi yang penting untuk kesehatan tulang, seperti vitamin D dan kalsium.
Mencegah penyakit jantung
Olahraga rutin setiap hari atau minimal 3 kali per minggu dapat memperkuat otot jantung, melancarkan aliran darah, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Hal ini menjadikan olahraga sebagai salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular, misalnya serangan jantung.
Mengurangi risiko terjadinya stroke
Salah satu penyebab terjadinya stroke adalah tekanan darah tinggi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, manfaat olahraga bisa membuat tekanan darah di dalam tubuh tetap stabil. Dengan begitu, berolahraga secara rutin akan mencegah mengalami stroke. Selain beberapa manfaat olahraga di atas, olahraga juga bisa menjadi salah satu cara positif dan menyenangkan untuk menghabiskan waktu luang. Aktivitas fisik ini juga bisa membuat tidak merasa kesepian, terutama jika dilakukan bersama keluarga atau orang terdekat.
Durasi Olahraga yang Dibutuhkan
Secara umum, orang dewasa berusia 19–64 tahun disarankan untuk berolahraga sekitar 150 menit per minggu atau 30 menit per hari. Jika tidak sempat berolahraga selama 30 menit, bisa Saat tubuh sudah mulai terbiasa, bisa ditingkatkan intensitas dan waktu olahraga sesuai kemampuan tubuh. Olahraga secara rutin baik dilakukan untuk orang yang sehat dan memiliki kondisi medis tertentu. Sebelum memulai olahraga, jangan lupa untuk melakukan pemanasan. Dengan demikian, manfaat olahraga pun dapat diperoleh secara maksimal.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

32513-02-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan/Budaya Cinta Lingkungan
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 13 Pebruari 2026
3. Pukul : 07.00 s/d 08.00 WIB
4. Peserta : 38 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Kerja Bakti
Kegiatan kerja bakti ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat gotong royong di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang dihadiri oleh anggota dan pengurus DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Setelah mengikuti kegiatan ini anggota DWP menjadi lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, merasakan kebersamaan, serta memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Kegiatan ini terlaksana atas inisiatif yang dilakukan oleh DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan mengajak seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kerja bakti, sehingga dengan bantuan/fasilitasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan dukungan logistik kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan merupakan suatu kebiasaan yang harus ditanamkan sejak dini. Hal ini perlu dilakukan karena dengan terus berusaha untuk menjaga kebersihan lingkungan, maka tindakan tersebut merupakan bentuk kepedulian kita terhadap diri sendiri dan orang lain. Untuk menciptakan lingkungan yang nyaman kita harus selalu menjaga lingkungan - lingkungan sekitar kita agar tetap bersih, jangan pernah membuang sampah sembarangan karena itu adalah salah satu faktor merusak lingkungan.
Salah satu contoh cara menjaga lingkungan adalah membuang sampah pada tempatnya, tidak menebang pohon secara liar dan lain - lain. Jika lingkungan hidup kita rentan dengan yang namanya kotor, tentu saja kita tidak bisa hidup dengan nyaman dan akan menimbulkan banyak penyakit, dengan itu kita harus beramai - ramai menjaga kelestarian lingkungan salah satunya dengan bergotong royong membersihkan lingkungan atau yang disebut kerja bakti.
Tulungagung memiliki beragam budaya yang menjadi identitas masyarakat sejak dahulu, salah satunya gorong royong dalam melakukan kerja bakti. Kerja bakti merupakan salah satu rutinitas budaya yang sudah melekat dimasyarakat. Kerja bakti adalah kegiatan gotong royong yang tidak mengharapkan upah ataupun imbalan (sukarela). Masyarakat diminta untuk meluangkan waktunya untuk bahu membahu tanpa keluh kesah demi menuju lingkungan yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Kerja bakti merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk membuat lingkungan menjadi lebih bersih, nyaman, dan memperindah lingkungan. Kerja bakti adalah salah satu wujud dari kegiatan gotong royong antar karyawan serta anggota DWP untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kerja bakti dilakukan dengan tujuan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri, serta menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam di dalamnya. Selain bermanfaat menjaga lingkungan, kerja bakti juga bermanfaat untuk menjaga kekompakan dan keakraban antar anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Hal ini karena saat melakukan kerja bakti, karyawan saling bekerja sama satu sama lain. Saat melakukan kerja bakti juga semua saling tolong menolong untuk tujuan yang sama, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Dari sikap kerja sama dan saling tolong menolong ini, dapat terjalin kekompakan dan keakraban antar karyawan dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Tidak banyak yang menyadari bahwa kerja bakti merupakan salah satu perwujudan dari gaya hidup hijau atau gaya hidup ramah lingkungan. Karena lingkungan yang bersih dan sehat sangat mempengaruhi kesehatan orang-orang disekitarnya. Apalagi saat ini banyak virus penyakit yang bisa tersebar dengan mudah jika kita berada dilingkungan yang kotor dan tidak sehat. Walaupun kita menyadari bahwa lingkungan sehat sangat penting bagi kehidupan diri kita sendiri dan orang lain, tapi nyatanya masih banyak yang menyepelekan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Maka dari itu mari wujudkan lingkungan yang bersih dan sehat untuk kesejahteraan hidup kita bersama.
Kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar masih nampak eksis diberbagai pelosok wilayah. Salah satunya dilakukan oleh DWP dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung. Karena melihat kondisi lingkungan disekitar Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang perlu dibersihkan, Ibu Agus Suswantoro selaku Ketua DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengajak Ibu - Ibu anggota DWP untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan agar lingkungan tetap bersih dan nyaman untuk ditempati serta lebih indah jika dipandang.
Kerja bakti dilakukan pada pagi hari lebih tepatnya pada hari Jumat, 13 Pebruari 2026 sekitar jam 07.00 - selesai. Kerja bakti ini dilakukan anggota DWP dengan bermodalkan peralatan seadanya seperti sapu, sabit, dan keranjang sampah. Ibu - Ibu DWP kompak membersihkan rumput di halaman sekitar Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, menyapu sampah yang ada disekitar halaman dan disepanjang jalan, dan setelah sampah itu terkumpul sampah tersebut dimasukkan kedalam keranjang sampah yang telah disediakan sebelumnya dan membuangnya ditempat pembuangan sampah.
Kegiatan ini juga bisa meningkatkan rasa solidaritas antar anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam kepekaan mereka untuk ikut serta menjaga kebersihan lingkungan. Dan kegiatan kerja bakti ini juga salah satu upaya agar seluruh anggota DWP maupun karyawan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyadari tanggungjawab mereka akan kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekitar. Kerja bakti sebagai kegiatan gotong royong ini tidak hanya dilakukan oleh Ibu - Ibu DWP tapi juga bisa dilakukan oleh semua karyawan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan diharapkan bisa mengadakan program kegiatan kerja bakti seminggu sekali agar lingkungan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tetap terjamin kebersihannya dan juga lebih nyaman untuk ditempati.
Upaya lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar adalah dengan menyediakan tempat sampah di halaman depan kantor agar setiap orang bisa membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan, dan memisahkan jenis sampah. Kita juga bisa memanfaatkan sampah botol plastik untuk dijadikan sebuah kreasi seperti tempat pensil, pot bunga, dan lain-lain. Dengan upaya - upaya tersebut akan menciptakan lingkungan menjadi lebih bersih dan menurunkan resiko penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme yang ada.
Sisi Positif Kerja Bakti
Silaturahmi. Kesibukan kerja membuat silaturahmi tidak berjalan. Dengan kerja bakti, seluruh anggota DWP jadi saling bertemu dan mengetahui kabar masing - masing. Mengobrol tentang keluarga, pekerjaan, atau tentang rencana atau ide ke depan terkait lingkungan. Mengobrol dan silaturahmi ini sering lebih ramai dan menghibur, sambil memberi semangat untuk bekerja bakti. Hal ini menciptakan rasa saling mengenal, kebersamaan dan kegotongroyongan.
Refreshing. Kesibukan kerja membuat kehidupan seseorang monoton mengurus kantor atau lingkungan kerja. Kerja bakti adalah suasana santai, tanpa target, tanpa tuntutan tertentu. Ini adalah kehidupan sosial yang lain, benar - benar untuk mewujudkan kehidupan sosial. Kerja bakti perlu diberikan prioritas, agar orang memiliki variasi lingkungan. hal tersebut merupakan refreshing yang murah meriah. Pikiran akan menjadi sehat, karena melepaskan dari berbagai kehidupan rutin, atau tekanan kehidupan.
Olahraga. Kerja bakti juga membuat badan berkeringat. Ada kombinasi gerakan fisik, berjalan, mengangkat, mengayun, naik, turun, atau menahan. Memang melelahkan, tetapi sangat memuaskan untuk membakar kalori seperti olahraga.
Setiap orang perlu mencoba hal ini, sesuai dengan kemampuan tanpa harus memaksa diri. Umumnya Ibu - Ibu anggota DWP memilih kegiatan memangkas tanaman, membersihkan, atau sekedar menyapu halaman.
Menyumbang alat atau konsumsi. Biasanya dalam pemberitahuan kerja bakti dipersilakan membawa alat parang, sapu, sabit atau lainnya. Sedang yang berhalangan hadir dapat berpartisipasi menyumbang minuman atau kue. Anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat antusias dalam melaksanakan kerja bakti.
Pemberdayaan Kerja Bakti
Kerja bakti adalah salah satu bentuk dari kehidupan bermasyarakat. Kepedulian seseorang dalam kerja bakti demikian terlihat jelas. Ada kebersamaan, silaturahmi, berbagi, berkontribusi yang berorientasi sosial serta manfaat kebersihan lingkungan, selain manfaat yang diperoleh secara individual.
Manfaat sosial lainnya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan sosial. Silaturahmi dalam kerja bakti dapat memonitor seseorang, dengan demikian anggota DWP dapat mengkondisikan, memberi bantuan atau pertolongan. Di kehidupan modern yang makin individual, tidak jarang terjadi masaah dalam berinteraksi. Melalui silaturahim hasil kerja bakti, dapat mendeteksi hal - hal yang terkait gangguan sosial lainnya.
Manfaat positif kerja bakti perlu diberdayakan. Hal positif yang dapat dikembangkan adalah inisiatif karyawan dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, karena mereka paling mengenal kondisi lingkungan dan antisipasi permasalahannya. Agenda kerja bakti dapat disesuaikan dengan kebutuhan Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kerja bakti sebelum musim penghujan bertujuan untuk mengantisipasi genangan atau melihat saluran drainase. Kerja bakti setelah musim penghujan untuk mengatisipasi wabah penyakit misalnya Demam Berdarah, atau lainnya. Kerja bakti dapat diagendakan setiap minggu, musim penghujan, atau momen lainnya.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

32613-02-2026Kegiatan donor darah yang diikuti oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan yang terus digalakkan sebagai bagian dari pengabdian organisasi kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Halaman Kantor Bupati Tulungagung dengan suasana tertib, penuh semangat, dan rasa kebersamaan. Donor darah tidak hanya menjadi agenda rutin sosial, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan sekaligus berbagi kehidupan bagi sesama yang membutuhkan. Partisipasi anggota terlihat sangat antusias sejak awal kegiatan. Para peserta mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta kondisi umum tubuh sebelum dinyatakan layak mendonor. Proses ini memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh sebagai syarat utama untuk dapat membantu orang lain. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Rahadi Puspita Bintara selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat turut berpartisipasi aktif sebagai pendonor darah. Keikutsertaan beliau menjadi teladan sekaligus motivasi bagi anggota lainnya untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Kegiatan donor darah ini mengandung nilai kemanusiaan yang sangat kuat. Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki potensi menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan, baik untuk keperluan medis darurat, operasi, maupun perawatan penyakit tertentu. Melalui kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai agen edukasi yang menyebarkan pemahaman tentang pentingnya ketersediaan stok darah yang aman dan cukup. Tujuan pelaksanaan kegiatan donor darah antara lain menumbuhkan jiwa sosial dan solidaritas kemanusiaan di kalangan anggota, mendukung ketersediaan stok darah bagi pelayanan kesehatan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kondisi tubuh, serta memperkuat peran organisasi perempuan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan membangun budaya hidup sehat melalui pemeriksaan kesehatan rutin yang menyertai proses donor. Manfaat kegiatan donor darah dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Dari sisi kesehatan, donor darah membantu merangsang pembentukan sel darah baru dan menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan pendonor. Dari sisi sosial, kegiatan ini mempererat rasa kebersamaan, empati, dan semangat gotong royong. Dari sisi kemanusiaan, donor darah memberikan harapan hidup bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Kegiatan ini juga meningkatkan citra positif organisasi sebagai mitra aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak luas. Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan sangat terasa. Para anggota saling memberikan dukungan dan semangat, menciptakan lingkungan yang nyaman bagi peserta yang baru pertama kali mendonor. Edukasi ringan mengenai manfaat donor darah turut disampaikan, sehingga peserta semakin memahami bahwa kegiatan ini aman, bermanfaat, dan dapat dilakukan secara rutin oleh individu yang memenuhi syarat kesehatan. Secara keseluruhan, kegiatan donor darah ini menjadi wujud nyata pengabdian sosial Dharma Wanita Persatuan Tulungagung dalam membantu sesama. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada bantuan medis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kepedulian, kesehatan, dan solidaritas. Diharapkan semangat berbagi melalui donor darah dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif yang berkelanjutan, sehingga organisasi mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
32713-02-2026Kegiatan Cafe Sampah yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung merupakan wujud komitmen organisasi dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengelolaan sampah bernilai guna. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Pendopo Tulungagung dengan suasana penuh semangat kebersamaan, partisipatif, dan edukatif. Kehadiran para anggota dari berbagai unsur organisasi, termasuk partisipasi aktif Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung, semakin memperkuat nilai kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Cafe Sampah dirancang sebagai media edukasi praktis yang mengajarkan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Peserta membawa sampah anorganik yang masih memiliki nilai daur ulang, seperti botol plastik, gelas plastik, kardus, kertas, kaleng, dan berbagai kemasan plastik yang telah dibersihkan. Sampah yang disetorkan kemudian melalui proses penimbangan dan pencatatan sesuai kategori. Setiap jenis sampah memiliki nilai ekonomis tertentu yang selanjutnya dikonversikan menjadi saldo belanja. Saldo tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga di toko PKK yang dikelola oleh Pokja II PKK Kabupaten Tulungagung. Sistem ini memberikan pengalaman nyata bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga. Rangkaian kegiatan berlangsung secara tertib dan interaktif. Diawali dengan registrasi peserta dan penyerahan sampah, dilanjutkan proses pemilahan, penimbangan, serta edukasi singkat mengenai prinsip pengurangan sampah, penggunaan ulang, dan daur ulang. Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya kebiasaan memilah sampah sebagai langkah sederhana yang berdampak besar bagi lingkungan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan bertanya dan berdiskusi mengenai cara pengelolaan sampah rumah tangga yang efektif. Selain fokus pada pengelolaan sampah, kegiatan ini juga menghadirkan taman baca digital sebagai sarana peningkatan literasi. Panitia menyediakan kode QR yang dapat dipindai menggunakan telepon genggam peserta. Setelah pemindaian, peserta dapat mengakses berbagai koleksi buku digital dengan tema pendidikan, keluarga, kesehatan, keterampilan, hingga bacaan umum. Fasilitas ini memperkenalkan pemanfaatan teknologi secara positif sekaligus mendorong budaya membaca di tengah masyarakat modern. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeksplorasi bahan bacaan yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Tujuan pelaksanaan kegiatan Cafe Sampah adalah menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya, memperkenalkan nilai ekonomis dari sampah daur ulang, serta memperkuat peran organisasi perempuan dalam edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan minat baca melalui pemanfaatan taman baca digital sebagai sarana belajar yang mudah diakses. Manfaat kegiatan Cafe Sampah sangat luas, baik secara lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Dari sisi lingkungan, kegiatan ini membantu mengurangi volume sampah rumah tangga dan meningkatkan kesadaran akan kebersihan. Dari sisi ekonomi, peserta memperoleh nilai belanja dari sampah yang disetorkan, sehingga memberikan motivasi untuk terus memilah dan mengelola sampah. Dari sisi sosial, kegiatan ini mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong antaranggota. Sementara itu, manfaat taman baca digital meliputi peningkatan minat baca, perluasan akses informasi, pengenalan literasi digital, serta mendorong kebiasaan belajar mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan Cafe Sampah menjadi contoh nyata sinergi antara edukasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan literasi. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis dalam pengelolaan sampah, tetapi juga membangun pola pikir bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Partisipasi aktif seluruh peserta menunjukkan bahwa gerakan kecil yang dilakukan secara bersama dapat menghasilkan dampak besar dan berkelanjutan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya membentuk masyarakat yang sadar lingkungan, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
32813-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Bidang : Sosial Budaya Program : Kepedulian & Kesetiakawanan, Cafe Sampah Kegiatan Cafe Sampah merupakan inovasi dan kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Tulungagung dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung sebagai salah satu upaya untuk mengurangi limbah sampah, utamanya sampah plastik maupun sampah lainnya yang dapat didaur ulang kembali. Dalam hal ini organisasi wanita lainnya diantaranya Dharma Wanita Persatuan (DWP) OPD dan Kecamatan di Tulungagung ikut mendukung dan memberikan bentuk partisipasinya dengan turut mengirimkan sampah baik berupa plastik maupun kertas. Hari ini Jumat, 13 Februari 2026 telah dilaksanakan kegiatan cafe sampah oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung dengan keterangan sebagai berikut : Keterangan Program: 1. Hari, Tanggal: Jum’at, 13 Februari 2026 2. Pukul: 08.00 sd 08.30 WIB 3. Lokasi: Area gedung pertemuan PKK di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung 4. Acara: Café Sampah Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung . 5. Peserta : dilaksanakan oleh Pengurus DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung (Ny. Putri dan Ny. Dona) 6. Detail Kegiatan: Pemrakarsa Cafe Sampah di Tulungagung adalah TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Tulungagung melalui Pokja III, yang berkolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) setempat. Inisiatif ini bertujuan mengurangi sampah plastik dengan menukarkan sampah layak jual dengan kupon belanja atau minuman. atau dapat di tabung. Café Sampah di Tulungagung adalah program inovatif kolaborasi TP PKK, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perumahan yang mengubah sampah plastik/anorganik menjadi barang bernilai. Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi, termasuk Bank Sampah Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang rutin berkolaborasi setiap Jumat untuk edukasi pengelolaan sampah. Secara lebih mendalam, tujuan utama inisiatif ini meliputi: - Pengurangan Sampah Plastik: Mengatasi masalah sampah plastik dan kertas yang berserakan dengan mekanisme jemput bola dari masyarakat. - Peningkatan Kesadaran Lingkungan: Mengedukasi masyarakat Tulungagung untuk memilah sampah dari sumbernya (rumah tangga). - Nilai Ekonomis Sampah: Mengubah pola pikir bahwa sampah dapat ditukar dengan kupon belanja di Toko PKK atau minuman, memberikan manfaat ekonomi langsung. - Inovasi Lingkungan (Adipura): Menjadi salah satu bentuk kreativitas daerah dalam upaya pengelolaan lingkungan dan mendukung penilaian Adipura. - Meningkatkan Partisipasi Warga: Terintegrasi dengan kegiatan desa/Posyandu, terbukti meningkatkan kunjungan masyarakat. Cafe Sampah di Tulungagung (seperti inisiasi PKK dan Desa Macanbang) memberikan manfaat utama mengurangi sampah plastik, kardus, dan kertas dengan cara menukarnya. Sampah yang ditimbang dapat ditukar dengan kupon belanja di Toko PKK, minuman, atau ditabung, menciptakan nilai ekonomi, serta mendorong partisipasi warga dalam menjaga lingkungan. Manfaat mendetail dari Cafe Sampah di Tulungagung : - Pengurangan Sampah Plastik: Mengurangi volume sampah rumah tangga, terutama botol plastik, gelas plastik, dan kertas, dengan memfasilitasi penyetoran langsung ke titik kumpul. - Nilai Ekonomis & Barter: Warga mendapatkan keuntungan langsung berupa kupon belanja, minuman, atau tabungan dari sampah yang ditukarkan. - Perubahan Perilaku: Mengubah persepsi masyarakat dari sekadar "membuang sampah" menjadi "memanfaatkan sampah" (mengelola). - Lingkungan Bersih: Menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari melalui pengelolaan sampah yang terstruktur. - Partisipasi Sosial: Meningkatkan peran serta masyarakat dalam kolaborasi dengan PKK dan pemerintah daerah untuk penanganan sampah. Produksi sampah di Tulungagung mencapai 110-130 ton per hari (data 2025-2026), didominasi sampah rumah tangga organik (65%) dan kemasan plastik. TPA Segawe terancam penuh, sementara masalah sampah kiriman di pesisir selatan (Pantai Gemah, Bayem) akibat kiriman sungai Niyama masih tinggi, terutama saat musim hujan. Kondisi Terkini Sampah di Tulungagung: 1. Peningkatan Volume & TPA Hampir Penuh: Produksi sampah meningkat akibat konsumsi dan penambahan TPS, dengan total mencapai belasan ribu ton dalam hitungan bulan. TPA Segawe diprediksi penuh pada 2030, sehingga butuh pengelolaan serius. 2. Sampah Kiriman Pantai: Destinasi wisata seperti Pantai Gemah, Bayem, dan Midodaren sering dipenuhi sampah kiriman dari aliran sungai Niyama yang terbawa arus ke laut, terutama saat cuaca buruk. 3. Dominasi Sampah Rumah Tangga: Sebanyak 65 persen sampah merupakan sampah organik rumah tangga dan residu. 4. Sampah Liar & Libur Panjang: Tumpukan sampah liar sering muncul saat musim hujan, dan sampah di kawasan perkotaan meningkat drastis saat libur panjang (Nataru) akibat aktivitas kafe/restoran. Upaya Penanganan: a. Pembangunan TPST: DLH Tulungagung mulai membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Sumberdadi sebagai solusi jangka panjang. b. Pengurangan dari Sumber: Masyarakat diimbau melakukan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu dari rumah. c. Pembersihan Pantai: Dilakukan pembersihan rutin oleh Pokdarwis dan kerjasama dengan Perum Jasa Tirta (PJT) untuk membersihkan sampah kiriman di pesisir. Penanggulangan sampah di Tulungagung difokuskan pada optimalisasi TPA Segawe, pembangunan TPST Sumberdadi, dan inovasi berbasis masyarakat seperti program GET SPLASH (Gerakan Tulungagung Sedekah dan Peduli Sampah). Upaya ini mencakup pengurangan volume sampah harian sebesar 100-150 ton melalui bank sampah, pemilahan, dan pengelolaan partisipatif, serta penanganan khusus sampah kiriman di pesisir.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Perhubungan
32913-02-2026

Dhama Wanita Persatuan Kecamatan Bandung Mengikut Kegiatan

Bidang : Sosial Budaya

Program : Kepedulian & Kesetiakawanan

Kegiatan : Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program:

1. Hari : Jumat

2. Tanggal : 13 Februari 2026

3. Pukul : 07.30 WIB s/d Selesai

4. Tempat : Halaman Kantor Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung

5. Acara : Mengikuti kegiatan cafe sampah

Detail Acara :

Ibu Ketua DWP Kecamatan Bandung menghadiri kegiatan cafe sampah dengan menyetorkan sampah plastik dan kardus bekas seberat 2,5 Kg.

Masalah persampahan telah menjadi salah satu tantangan eksistensial paling krusial yang dihadapi oleh peradaban modern di abad ke-21. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang eksponensial dan pola konsumsi masyarakat yang kian meningkat, volume sampah yang dihasilkan setiap harinya telah melampaui kapasitas daya tampung alam maupun infrastruktur pengolahan konvensional. Di berbagai kota besar di Indonesia, pemandangan gunung-gunung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan lagi hal asing. Fenomena ini mencerminkan kegagalan sistem pengelolaan sampah linier—ambil, pakai, buang—yang selama puluhan tahun dianggap sebagai standar normal. Namun, di tengah krisis yang tampak buntu ini, muncul sebuah inovasi berbasis komunitas yang membawa napas baru dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi, yang kita kenal sebagai Bank Sampah.

Bank Sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang menggunakan mekanisme serupa perbankan. Jika di bank konvensional kita menabung uang, di Bank Sampah yang ditabung adalah sampah yang telah dipilah (seperti plastik, kertas, logam, atau kaca) yang kemudian dikonversi menjadi nilai ekonomi.

Prosedur menabung di Bank Sampah biasanya mengikuti alur berikut:

Pemilahan: Nasabah (warga) memisahkan sampah di rumah menjadi kategori organik dan anorganik. Sampah yang bisa ditabung adalah jenis anorganik yang laku dijual (plastik, kardus, kaleng, dll).

Penyetoran: Nasabah membawa sampah ke lokasi Bank Sampah sesuai jadwal yang ditentukan.

Penimbangan: Petugas menimbang sampah berdasarkan jenisnya.

Pengangkutan: Sampah yang terkumpul di Bank Sampah akan dijual kembali ke pengepul besar atau pabrik daur ulang.

Manfaat Utama

Bank Sampah memiliki filosofi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang memberikan dampak pada tiga aspek:

Lingkungan : Mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencegah pencemaran lingkungan.

Sosial : Mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan membangun semangat gotong royong.

Ekonomi : Memberikan penghasilan tambahan bagi warga dan menyediakan bahan baku bagi industri daur ulang.

Bank Sampah adalah salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi masalah sampah dari hulu (rumah tangga). Dengan mengubah pandangan bahwa "sampah adalah masalah" menjadi "sampah adalah sumber daya", masyarakat menjadi lebih berdaya secara ekonomi.

Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Bandung

33013-02-2026
Laporan Kegiatan Kerjabakti Pengurus Dwp Kecamatan Boyolangu.Bidang Sosial Budaya.


I.PENDAHULUAN

,
* Latar Belakang : Dalam rangka meningkatkan kepedulian lingkunganDwp Kecamatan Boyolangu melaksanakan kegiatan kerja bakti dilingkungan kantor Kecamatan Boyolangu.


*Tujuan : Menciptakan lingkunga kerja yang bersih,sehat dan asri.Yang kedua menumbuhkan rasa gotongroyong dan kepedulian sosial anggota Dwp.


II.KEGIATAN

*Nama Kegiatan :Kerja Bakti Sosial DWP Peduli Lingkungan


*Waktu dan Tempat :Jumat,13 Februari 2026 ,Pukul:08.00 -selesai,Lokasi :Desa Boyolangu Kecamatan Boyolangu.


*Peserta : Pengurus dan anggota DWP Kecamatan Boyolangu (Jumlah:7 Orang).Nama pengurus dan anggota :


1.Siti Munti'ah


2.Wiwik Ernawati


3.Haryati


4.Wulan


5.Esti Maharani


6.Muntiyah


7.Wulan


III.PELAKSANAAN KEGIATAN


1.Persiapan: Rapat bersama antara pengurus dan anggota di kantor sekretariat DWP Kecamatan Boyolangu.Pembagian tugas,3 orang membersihkan taman,2 orang membersihkan ruangan dan 2 orang membersihkan halaman.


2.Pelaksanaan : Semua anggota melaksanakan tugas sesuai tugas yang diberikan.Kami saling bantu membantu.Membantu membersihkan dan merapikan kantor,merapikan taman,dan membersihkan halaman kantor kecamatan Boyolangu.


3.Penyelsaian:Pemilahan antara sampah organik dan anorganik dilanjut dengan pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir,bekerjasama dengan pihak kebersihan setempat.Untuk sampah an organik (sampah gelas plasti dan kertas) dikumpulkan sendiri yang selanjutnya disetorkan ke cafe sampah PKK Kabupaten Tulungagung,


IV.HASIL YANG DICAPAI


*Area kantor kelihatan bersih dan rapi


*Bisa setor sampah an organik di cafe sampah PKK.


Terwujudnya semangat kebersamaan antar anggota DWP.


V.PENUTUP

Demikian laporan ini disusun sebgaia pertanggungjawaban pelaksanaan kegitan kerjabakti.Kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungankantor kecamatan.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

33113-02-2026KEGIATAN TOKO PKK DILAKSANAKAN PADA HARI JUM’AT, TANGGAL 13 JANUARI 2026 BERTEMPAT DI SEKRETARIAT PKK KABUPATEN TULUNGAGUNG Toko PKK adalah inisiatif kolaboratif Pokja II PKK untuk meningkatkan ekonomi UMKM serta literasi warga di tingkat desa/kelurahan. Toko PKK menjual produk lokal, sementara sudut baca menyediakan buku di area tunggu, seringkali diintegrasikan dengan pengelolaan sampah atau posyandu, bertujuan mendekatkan akses bacaan ke masyarakat. Toko PKK (Warung PKK): • Fungsi: Mengelola dan menjual hasil produk UMKM, KWT (Kelompok Wanita Tani), atau hasil kerajinan anggota PKK. • Tujuan: Mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan memberdayakan perempuan. • Lokasi: Biasanya berada di sekretariat PKK, kantor desa/kelurahan, atau tempat strategis lain. Sudut Baca (Pojok Baca) PKK: • Tujuan: Meningkatkan minat baca, menyediakan informasi praktis, dan tempat edukasi yang menyenangkan. • Koleksi: Buku cerita anak, majalah, panduan kesehatan, dan buku keterampilan. • Lokasi: Area ruang tunggu, sering berdampingan dengan Toko PKK atau posyandu agar bisa diakses saat warga berkegiatan. Kolaborasi ini sering didukung dengan program "Satu Desa, Satu Perpustakaan" atau memanfaatkan perpustakaan keliling untuk memperkaya koleksi. Inisiatif ini diharapkan membuat PKK menjadi motor penggerak literasi dan pemberdayaan ekonomi di tingkat akar rumput. Toko PKK adalah sebuah toko atau warung yang dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di tingkat kabupaten dan Kecamatan Toko PKK adalah warung atau gerai usaha yang dikelola oleh Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) di tingkat desa/kelurahan untuk memasarkan produk unggulan UMKM lokal dan anggota UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga). Toko ini berfungsi meningkatkan ekonomi keluarga melalui penjualan kerajinan, makanan khas, dan seragam PKK. poin penting mengenai Toko PKK: • Tujuan: Memberdayakan ekonomi keluarga, mempromosikan produk lokal, dan meningkatkan pendapatan anggota. • Produk yang Dijual: Beraneka ragam, mulai dari makanan olahan (keripik, kerupuk, madu), hasil bumi, kerajinan tangan, hingga seragam dan merchandise resmi PKK. • Pemasaran: Selain fisik di kantor desa/kecamatan, kini banyak Toko PKK merambah pemasaran digital (online) melalui • Pengelola: Dikelola oleh pokja II PKK dan kader yang jujur dan ramah. Beberapa daerah bahkan sudah memiliki platform digital khusus seperti RUMI PKK di Kalimantan Tengah sebagai wadah promosi produk unggulan. Toko PKK adalah sebuah toko atau warung yang dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di tingkat desa atau kelurahan. Tujuan utama toko ini adalah untuk memasarkan produk-produk unggulan dari kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK dan produk lokal lainnya, sehingga dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat setempat Pojok baca adalah sudut atau area khusus di dalam kelas atau lingkungan lain yang ditata menarik dengan koleksi buku dan sumber bacaan lain untuk menumbuhkan minat baca siswa, menjadi media pembelajaran, dan mendukung gerakan literasi sekolah melalui suasana yang nyaman dan menyenangkan. Tujuannya adalah mendekatkan buku pada siswa, mengembangkan kemampuan membaca pemahaman, berpikir kritis, serta membangun kebiasaan membaca secara mandiri sejak dini. Pojok baca merupakan area di sudut ruangan yang digunakan untuk membaca serta dilengkapi dengan berbagai buku yang tertata rapi dan di desain menarik. Pojok baca ini adalah perpanjangan fungsi perpustakaan yaitu untuk mempermudah membaca buku dan membawa buku lebih dekat dengan siswa. Keberadaan pojok baca mampu meningkatkan minat dan kemampuan literasi siswa melalui akses yang mudah terhadap bahan bacaan, suasana yang menyenangkan, dan keterlibatan aktif dari semua pihak. Hal ini sejalan dengan tujuan Gerakan Literasi Sekolah untuk menciptakan generasi yang literat, kritis, dan kreatif. poin penting mengenai Toko PKK: • Tujuan: Memberdayakan ekonomi keluarga, mempromosikan produk lokal, dan meningkatkan pendapatan anggota. • Produk yang Dijual: Beraneka ragam, mulai dari makanan olahan (keripik, kerupuk, madu), hasil bumi, kerajinan tangan, hingga seragam dan merchandise resmi PKK. • Pemasaran: Selain fisik di kantor desa/kecamatan, kini banyak Toko PKK merambah pemasaran digital (online) melalui • Pengelola: Dikelola oleh pokja II PKK dan kader yang jujur dan ramah. Beberapa daerah bahkan sudah memiliki platform digital khusus seperti RUMI PKK di Kalimantan Tengah sebagai wadah promosi produk unggulan.
Program: Kegiatan Seni Budaya / Nilai Budaya
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
33213-02-2026KEGIATAN CAFÉ SAMPAH , TOKO PKK DAN POJOK BACA DILAKSANAKAN PADA HARI JUM’AT, TANGGAL 13 FEBRUARI 2026 BERTEMPAT DI SEKRETARIAT PKK KABUPATEN TULUNGAGUNG Pengelolaan limbah yang efektif sangat penting bagi kafe untuk meminimalkan dampak lingkungan dan beroperasi secara berkelanjutan. Menerapkan praktik Mengelola kafe sampah berfokus pada prinsip reduce, reuse, recycle melalui pengurangan plastik sekali pakai, pengomposan sisa makanan, serta pemilahan sampah yang ketat. Strategi utamanya meliputi penggunaan kemasan ramah lingkungan, menawarkan diskon bagi pelanggan membawa wadah sendiri, dan bermitra dengan pengelola limbah. Langkah ini efektif mengurangi biaya operasional jangka panjang sekaligus menarik pelanggan yang sadar lingkungan. Langkah mengelola sampah : Empat langkah mengelola sampah yang efektif adalah Memilah Sampah (organik/anorganik/B3/residu), Menerapkan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Mengolah Sampah Organik menjadi kompos atau biopori, dan Mengirim Sampah Anorganik ke bank sampah atau pengepul, dengan fokus pada pengurangan konsumsi untuk mengurangi timbunan sejak awal. Ada 5 contoh pengelolaan sampah : Sederhana, ini mencakup kelima metode pembuangan sampah untuk menyingkirkan material yang tidak diinginkan. Pembuangan sampah melibatkan pembuangan material yang tidak diinginkan dari sumber seperti pertanian, rumah tangga, atau industri melalui 5 cara teknik pengelolaan sampah seperti membuang, mengurangi, menggunakan kembali, mengubah fungsi, dan mendaur ulang. Bagaimana kita mengatasi tumpukan sampah yang terus bertambah di dunia ini? Jawabannya terletak pada 5 metode pengelolaan sampah. Metode-metode ini juga dikenal sebagai jenis pembuangan sampah atau jenis pengelolaan sampah. Jelajahi 5 cara pengelolaan sampah di bawah ini: 1. Daur Ulang : Di dunia di mana masalah sampah semakin meningkat, daur ulang menawarkan harapan. Daur ulang adalah proses mengubah bahan limbah menjadi produk baru. Proses ini membantu menghemat energi, mengurangi polusi, dan meminimalkan dampak lingkungan dari barang-barang yang dibuang. 2. Pengomposan : Ketika limbah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dikomposkan, limbah tersebut akan terurai menjadi tanah yang kaya dan subur. Pengomposan adalah proses alami yang mengurangi limbah TPA dan memperkaya bumi untuk pertumbuhan di masa depan. 3. Pembakaran : Salah satu metode pembuangan sampah padat adalah insinerasi. Dengan membakar sampah pada suhu yang sangat tinggi, sampah tersebut diubah menjadi abu, gas, dan panas. 4. Penimbunan Sampah : Penimbunan sampah adalah salah satu metode pengelolaan sampah tertua, yang melibatkan penguburan sampah. Meskipun efektif dalam mengelola sebagian besar sampah, pengelolaan yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan ekologis. 5. Konversi Limbah Menjadi Energi (WTE) : Pengolahan limbah menjadi energi (Waste-to-Energy/WTE) adalah salah satu metode inovatif pengelolaan limbah yang membakar limbah yang tidak dapat didaur ulang untuk menghasilkan listrik atau panas. Proses ini mengurangi jumlah limbah dan membantu menyediakan energi dengan cara yang ramah lingkungan. Langkah pengelolaan sampah : Lima cara efektif mengelola sampah adalah memilah sampah (organik/anorganik/B3), mengolah sampah organik menjadi kompos, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, mendaur ulang atau menjual sampah bernilai, dan memanfaatkan kembali (reuse) barang bekas, mengikuti prinsip dasar 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant) untuk menjaga lingkungan. Berikut penjelasan 5 cara tersebut: 1, Pisahkan Sampah (Organik, Anorganik, B3): Langkah pertama adalah memilah sampah di sumbernya menjadi sampah organik (sisa makanan, daun), anorganik (plastik, kertas, logam, kaca), dan B3 (baterai, obat-obatan). Pemilahan ini memudahkan pengelolaan selanjutnya. 2. Komposkan Sampah Organik: Sampah organik dapat diubah menjadi pupuk alami yang kaya nutrisi dengan metode seperti komposter drum, biopori, atau takakura. Ini mengurangi sampah organik yang berakhir di TPA. 3. Kurangi Produksi Sampah (Reduce): Kurangi penggunaan barang sekali pakai dengan membawa tas belanja sendiri, tumbler, dan beralih ke produk digital daripada kertas. Ini mencegah sampah menumpuk. 4. Daur Ulang & Jual Sampah Bernilai: Sampah anorganik yang bersih (plastik, kertas, kaleng) dapat dijual ke bank sampah atau pengepul untuk didaur ulang menjadi produk baru, bahkan bisa menghasilkan uang. 5. Gunakan Kembali (Reuse) & Ganti (Replace): Manfaatkan kembali barang bekas seperti botol kaca untuk menyimpan, atau ganti produk sekali pakai dengan versi yang bisa digunakan berulang (misalnya saputangan kain daripada tisu). Ini adalah penerapan prinsip 3R/5R secara langsung.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
33313-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung
2. Tanggal : 13 Februari 2026
3. Waktu : 08.00 WIB – 10.30 WIB
4. Peserta : Anggota Dharma wanita Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
5. Lokasi : Cafe Sampah Pendopo Kab. Tulungagung
6. Acara : kegiatan Café Sampah PKK–Dharma Wanita Kabupaten Tulungagung (Penyerahan limbah an organik yang masih bisa didaur ulang)”.

Tujuan : Kegiatan Café Sampah PKK–Dharma Wanita Kabupaten Tulungagung merupakan sebuah inovasi sosial yang lahir dari kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Melalui konsep edukasi yang dikemas santai dan kreatif, kegiatan ini menghadirkan suasana layaknya café, namun dengan tema utama yaitu pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Dalam pelaksanaan kegiatan, para anggota PKK dan Dharma Wanita berkolaborasi menyiapkan stan edukasi, demonstrasi daur ulang, hingga pojok konsultasi lingkungan. Masyarakat yang hadir dapat membawa sampah anorganik bernilai jual—seperti plastik, kertas, dan kaleng—untuk “ditukar” dengan minuman herbal, bibit tanaman, ataupun layanan konsultasi pengelolaan sampah. Sistem ini tidak hanya memberikan pengalaman baru dalam mengurangi sampah, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Café Sampah juga menjadi ruang pemberdayaan bagi ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita dalam mengembangkan kreativitas. Berbagai kerajinan tangan dari bahan daur ulang dipamerkan, mulai dari tas, pot bunga, hingga dekorasi rumah ramah lingkungan. Produk-produk ini tidak hanya menjadi contoh pemanfaatan sampah yang bernilai, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Tulungagung terus mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Café Sampah diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menginspirasi desa-desa lain, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Tulungagung.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
33413-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN MELAKSANAKAN OLAH RAGA TENES LAPANGAN DI LAPANGAN TENES DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

2. Hari / Tanggal : Jum’at/ 13 Pebruari 2026.

3. Pukul : 08.00 – Selesai.

4. Lokasi : di Lapangan Tenes Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung Jl. Panglima Sudirman No. 31 Tulungagung.

5. Acara : Kegiatan rutin olah raga tenes lapangan.

6. Detail acara : .

Jum’at, 13 Pebruari 2026,

Dalam rangka menjaga kebugaran jasmani, meningkatkan kesehatan, serta mempererat tali silaturahmi antaranggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan kegiatan rutin olahraga tenis lapangan. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja bidang sosial dan budaya DWP. Peserta kegiatan adalah anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang diikuti oleh Ny. Novi Yulianti dan Ny. Yuli Andriani bertempat dilapangan tenes Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jl. Panglima Sudirman No. 31 Tulungagung.

Dasar pelaksanaan kegiatan rutin olahraga tenis lapangan adalah :

a. Program Kerja DWP Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2026.

b. Upaya peningkatan kesehatan dan kebugaran anggota DWP.

c. Hasil kesepakatan pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Maksud dan Tujuan kegiatan rutin olahraga tenis lapangan adalah :

a. Menjaga dan meningkatkan kebugaran kesehatan jasmani anggota DWP.

b. Menumbuhkan semangat hidup sehat melalui olahraga rutin.

c. Mempererat kebersamaan dan kekompakan antaranggota.

Rangkaian kegiatan rutin olahraga tenis lapangan adalah :

a. Persiapan dan pemanasan bersama.

b. Pelaksanaan olahraga tenis lapangan (latihan dan permainan persahabatan).

c. Pendinginan dan istirahat.

d. Penutup.

Pelaksanaan kegiatan rutin olahraga tenis lapangan adalah :

Kegiatan olahraga tenis lapangan diawali dengan pemanasan bersama, dilanjutkan dengan latihan dan permainan tenis lapangan secara bergantian, serta diakhiri dengan pendinginan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Hasil kegiatan rutin olahraga tenis lapangan adalah :

a. Kegiatan olahraga tenis lapangan terlaksana sesuai dengan rencana.

b. Terjaganya kebugaran dan kesehatan jasmani anggota.

c. Terjalinnya kebersamaan dan solidaritas antaranggota Dharma Wanita Persatuan.

7. Penutup

Demikian laporan kegiatan rutin olahraga tenis lapangan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ini disampaikan sebagai bahan laporan kepada pimpinan. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan memberikan manfaat positif bagi seluruh kebersamaan anggota.


Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
33512-02-2026Pada hari kamis, 12 Februari 2026 Ketua DWP Kecamatan Pucanglaban Ny Setiono mengikuti kegiatan Musyawarah Perempuan, Anak dan Disabilitas (Muspadi) tingkat Kecamatan di Kantor Kecamatan Pucanglaban. Pelaksanaan Muspadi Kecamatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan muspadi desa yang sudah dilaksanakan di bulan Januari. Pelaksanaan muspadi kecamatan dimulai pukul 09.00 WIB, dibuka oleh Bapak Camat Pucanglaban Bapak Setiono. Beliau berpesan bahwasanya kegiatan muspadi ini bukan hanya sekedar forum diskusi, tetapi juga merupakan ruang strategis bagi perempuan desa untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan serta gagasan pembangunan. Perempuan bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama pembangunan desa yang memiliki peran besar dalam keluarga, masyarakat dan masa depan generasi bangsa. Pelaksanaan muspadi di Kecamatan Pucanglaban melibatkan berbagai lintas sektor yang terdiri dari KB, TP PKK Desa, DPMD dan Dinas Sosial. Adapun dari pelaksanaan muspadi ini telah terjaring 22 usulan dari desa yang terdiri dari usulan desa kalidawe (bantuan kursi roda untuk disabilitas, pelatihan komputer untuk ibu-ibu), Sumberdadap (pelatihan jahit oleh disnaker, bantuan alat untuk disabilitas, penyediaan taman bermain, taman belajar dan sarana olahraga di lapangan sumberdadap), Panggungkalak (pelatihan memasak, pelatihan salon, bantuan alat untuk disabilitas), Demuk (Pelatihan salon, pelatihan jahit, bantuan untuk disabilitas), Manding (Pelatihan jahit, pelatihan komputer, pelatihan keterampilan disabilitas), Pucanglaban (pelatihan jahit, rehabilitasi oleh dinsos, pencegahan pernikahan dini oleh Dinas Pendidikan), Kaligentong (pelatihan masak), Sumberbendo (Pelatihan komputer, pelatihan masak), Panggunguni (Pelatihan masak, pelatihan komputer). Adanya kegiatan muspadi ini diharapkan aspirasi perempuan dapat terakomodir dalam perencanaan pembangunan desa, program desa semakin responsif gender dan inklusif,kebutuhan nyata perempuan, anak, dan keluarga dapat menjadi prioritas bersama,terbangun sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh elemen perempuan desa. Pembangunan desa yang kuat adalah pembangunan yang melibatkan semua unsur masyarakat, termasuk perempuan secara aktif, setara, dan bermartabat. Tanpa partisipasi perempuan, pembangunan tidak akan pernah benar-benar utuh.
Program: Kesetaraan dan Keadilan Gender
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
33606-02-2026

DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung mengadakan kegiatan senam dan kerja bakti

Keterangan program :
DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung
Hari : Jumat
Tanggal : 6 Februari 2026
Pukul : Mulai pukul 06.30 WIB s/d 08.00
Tempat : Halaman Sekretariat Daerah
Peserta : Seluruh anggota DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung

Pembahasan :

Kegiatan Senam Bersama dan Kerja Bakti Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung.

Dalam rangka meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja, ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan senam bersama yang dilanjutkan dengan kerja bakti di lingkungan kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen DWP dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, bersih, rapi, dan nyaman.
Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan agenda senam irama yang dipimpin oleh instruktur senam dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Sejak sebelum acara dimulai, para anggota DWP telah berkumpul di halaman kantor dengan penuh antusias. Mengenakan pakaian olahraga yang rapi dan seragam, para peserta tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disusun.

Senam irama dipilih sebagai pembuka kegiatan karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain dapat meningkatkan kebugaran jasmani, senam juga membantu melatih kelenturan otot, memperlancar peredaran darah, serta menjaga daya tahan tubuh. Diiringi musik yang energik dan penuh semangat, para peserta mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan oleh instruktur dengan penuh keceriaan. Rangkaian gerakan dimulai dari pemanasan, gerakan inti yang lebih dinamis, hingga pendinginan untuk menjaga keseimbangan tubuh setelah beraktivitas.
Instruktur dari Bagian Kesra memandu jalannya senam dengan penuh semangat dan profesional. Gerakan yang disampaikan mudah diikuti, sehingga seluruh peserta dapat berpartisipasi secara maksimal. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika para anggota bergerak selaras mengikuti irama musik. Tawa dan senyum menghiasi wajah para peserta, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekompakan.
Kegiatan senam bersama ini tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP. Momentum kebersamaan tersebut menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang lebih akrab dan harmonis. Dengan tubuh yang sehat dan suasana hati yang positif, diharapkan para anggota dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan lebih optimal.

Setelah kegiatan senam selesai dan seluruh peserta beristirahat sejenak, acara dilanjutkan dengan kerja bakti di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung. Kerja bakti ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan kantor. Dengan semangat gotong royong, para anggota DWP langsung membagi tugas sesuai dengan area yang telah ditentukan.
Area yang menjadi sasaran kerja bakti meliputi halaman depan dan belakang kantor, taman, area parkir, selokan, serta beberapa ruang penunjang di sekitar lingkungan Sekretariat Daerah. Kegiatan yang dilakukan antara lain menyapu halaman, membersihkan saluran air, mencabut rumput liar, mengumpulkan dan memilah sampah, serta menata ulang tanaman hias agar terlihat lebih rapi dan tertata.
Para anggota bekerja sama dengan penuh tanggung jawab dan kekompakan. Tanpa mengenal lelah, mereka saling membantu dan berkoordinasi agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan mencerminkan nilai-nilai dasar Dharma Wanita Persatuan, yaitu solidaritas, kepedulian, dan kerja sama.

Selain bertujuan menjaga kebersihan, kegiatan kerja bakti ini juga menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Saluran air yang bersih dari sampah dan rumput liar dapat mencegah terjadinya genangan air yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Penataan taman yang rapi juga memberikan kesan asri dan nyaman bagi seluruh pegawai maupun tamu yang berkunjung ke kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung.
Ketua DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh anggota. Beliau menegaskan bahwa kegiatan senam dan kerja bakti ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat dan budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa lingkungan kerja yang bersih dan tertata rapi akan berdampak positif terhadap semangat dan produktivitas kerja. Kenyamanan lingkungan kantor merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen yang ada di lingkungan Sekretariat Daerah.

Suasana penuh kekeluargaan tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Canda, tawa, dan kebersamaan yang tercipta semakin mempererat hubungan antaranggota DWP. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan kerja.
Dengan terselenggaranya kegiatan senam bersama dan kerja bakti ini, Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, bersih, dan harmonis. Keseimbangan antara menjaga kesehatan jasmani dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya positif di lingkungan pemerintahan.
Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat hidup sehat dan budaya gotong royong dapat terus terpelihara dan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tubuh yang sehat, lingkungan yang bersih, serta kebersamaan yang kuat, seluruh anggota DWP dapat terus berkontribusi secara optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan di Kabupaten Tulungagung.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Sekretariat Daerah

33706-02-2026Dalam rangka menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tulungagung di adakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tulungagung. Kegiatan dilaksanakan pada hari jumat tanggal 6 Februari 2026 pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai yang diikuti oleh Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tulungagung. Kerja bakti merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong yang telah mengakar dalam budaya Indonesia. Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja bakti, warga dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal mereka. Tujuan Kerja Bakti. Ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kerja bakti di lingkungan masyarakat: Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat - Dengan membersihkan sampah, membersihkan saluran air, dan merapikan lingkungan, kerja bakti membantu menciptakan kondisi yang lebih higienis dan nyaman untuk ditinggali. Meningkatkan kekompakan dan kebersamaan - Kerja bakti menjadi ajang bagi Ibu-Ibu DWP untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mempererat hubungan sosial antar Ibu-Ibu DWP. Memelihara fasilitas umum - Melalui kerja bakti, warga dapat bersama-sama memperbaiki dan merawat fasilitas umum seperti jalan, pos ronda, atau taman agar tetap berfungsi dengan baik. Mencegah bencana - Kegiatan seperti membersihkan selokan atau memangkas pohon dapat membantu mencegah banjir atau pohon tumbang saat musim hujan. Menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab - Dengan terlibat langsung dalam merawat lingkungan, warga akan merasa lebih memiliki dan bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kenyamanan wilayahnya. Tujuan-tujuan tersebut pada akhirnya bermuara pada upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Lingkungan yang bersih dan terawat akan berdampak positif pada kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan warga yang tinggal di dalamnya. Manfaat Kerja Bakti bagi Kesehatan. Selain tujuan-tujuan umum di atas, kerja bakti juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan masyarakat, baik secara fisik maupun mental: 1. Mencegah Penyebaran Penyakit. Lingkungan yang bersih dan terawat dapat mengurangi risiko penyebaran berbagai penyakit menular. Beberapa contoh manfaat kerja bakti dalam mencegah penyakit antara lain: Membersihkan genangan air dan sampah dapat mengurangi tempat berkembang biak nyamuk penyebar demam berdarah. Membersihkan selokan mencegah timbulnya sarang tikus yang dapat menyebarkan leptospirosis. Menjaga kebersihan lingkungan mengurangi risiko diare dan penyakit pencernaan lainnya.Dengan rutin melakukan kerja bakti, masyarakat secara tidak langsung telah melakukan upaya pencegahan terhadap berbagai penyakit yang dapat menyerang warga. 2. Meningkatkan Kebugaran Fisik Aktivitas fisik yang dilakukan saat kerja bakti seperti menyapu, mencangkul, atau mengangkat barang dapat menjadi bentuk olahraga ringan yang bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat tersebut antara lain:Membakar kalori dan membantu menjaga berat badan ideal . Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuhMemperkuat otot dan tulang. Melancarkan peredaran darah Bagi warga yang jarang berolahraga, kerja bakti bisa menjadi alternatif untuk tetap aktif bergerak dan menjaga kebugaran tubuh. 3. Meredakan Stres dan Meningkatkan Kesehatan Mental Selain manfaat fisik, kerja bakti juga memberikan dampak positif bagi kesehatan mental para pesertanya. Beberapa manfaat tersebut meliputi: Mengurangi stres dan kecemasan melalui interaksi sosial dengan tetangga. Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri karena telah berkontribusi bagi lingkungan .Menciptakan perasaan bahagia dan puas setelah melihat hasil kerja bersama. Menumbuhkan rasa memiliki dan keterikatan dengan komunitas. Kegiatan kerja bakti dapat menjadi sarana untuk refreshing dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari. Interaksi sosial yang terjalin juga membantu mencegah rasa kesepian terutama bagi warga yang tinggal sendiri. Dampak Positif Kerja Bakti bagi Lingkungan. 1. Menciptakan Lingkungan yang Asri dan Nyaman. Melalui kegiatan kerja bakti, lingkungan tempat tinggal warga dapat menjadi lebih bersih, rapi, dan indah dipandang. Beberapa contoh peningkatan kualitas lingkungan yang dapat dicapai melalui kerja bakti antara lain: Jalanan dan halaman yang bersih dari sampah dan dedaunan, Taman dan ruang terbuka hijau yang terawatt, Tembok dan fasilitas umum yang bersih dari coretan atau vandalisme, Pepohonan dan tanaman yang tertata rapi Lingkungan yang asri dan nyaman tidak hanya menyenangkan untuk dilihat, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan. Udara yang lebih bersih dan pemandangan yang indah dapat membuat warga merasa lebih betah tinggal di lingkungan tersebut.2. Mengurangi Risiko Bencana Alam. 3. Melestarikan Ekosistem Lokal. Kesimpulan Kerja bakti merupakan kegiatan yang memiliki berbagai tujuan dan manfaat penting bagi masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kerja bakti juga berperan dalam meningkatkan kekompakan warga, mencegah penyakit, dan melestarikan lingkungan. Meski menghadapi beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, kerja bakti tetap menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan. Untuk mengoptimalkan dampak positif kerja bakti, diperlukan perencanaan yang matang, konsistensi dalam pelaksanaan, serta dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah. Dengan memahami tujuan dan manfaatnya, diharapkan masyarakat dapat lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan masing-masing. Pada akhirnya, lingkungan yang bersih dan terawat akan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
33810-02-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2026 mengunjungi Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) di Desa Banaran. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh bapak camat Kauman dan dihadiri oleh warga sekitar. Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) oleh Puskesmas adalah kegiatan pendampingan dan pembinaan berkala untuk memastikan pelayanan kesehatan di posyandu terintegrasi berdasarkan siklus hidup (ibu hamil, balita, remaja, usia produktif, lansia) berjalan sesuai standar. Fokus utamanya adalah penguatan kader, perbaikan alur pelayanan (5 langkah), sarana prasarana, serta pencatatan dan pelaporan. ujuan dan Fokus Supervisi Posyandu ILP: Peningkatan Kualitas Layanan: Memastikan skrinning kesehatan (tensi, gula darah, LILA), edukasi stunting, dan imunisasi berjalan efektif. Penguatan Kader: Meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan peran kader dalam pelayanan. Monitoring Alur Pelayanan: Memastikan penerapan 5 langkah ILP (Pendaftaran, Pengukuran, Pencatatan, Pelayanan, Penyuluhan). Evaluasi Sarana dan Data: Mengevaluasi kecukupan alat kesehatan, register, dan data sasaran. Pemecahan Masalah: Mengidentifikasi kendala lapangan (misal: partisipasi usia produktif) dan menyusun solusi.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
33906-02-2026
Dwp Kecamatan melaksanakan Kegiatan Jogging bersama Polsek Kecamatan Boyolagu.


Dengan memanjatkan Puji syukur Kehadirat Tuhan YME kaena limpahan RahmatNya pengurus DWP Kecamatan Boyolangu dapat melaksanakan kegiatan jogging bersama Anggota Polsek Kecamatan Boyolangu dalam keadaan lancar.


Dengan kegiatan ini diharapkan ada komunikasi dan kerjasasama antara anggota dwp dengan anggota polsek dalam rangka menjaga kesehatan.


Nama Kegiatan :JOGGING BERSAMA


Jumat,tanggal 6 Februari 2026


Waktu :05.30 - selesai


Lokasi :Desa Boyolangu Kecamatan Boyolangu


Jumlah peserta :15 Orang


Jam 05.30,Kegiatan ini dibuka dan diberangkatkan oleh Kapolsek Kecamatan Boyolangu di halaman Polsek.Semua peserta berjalan mulai dari halaman polsek menuju ke utara melaluikantor kecamatan Boyolangu,dilanjut belok kiri Masjid lurus kemuadian belok kiri lagi melalui jalan desa,dan finish halaman polsek.Kegiatan berlangsung sekitar satu jam.Ditutup oleh Kapolsek Boyolangu.


Dengan kegiatan ini badan merasa segar,fresh dan bsa menjaga kesehatan.


Saran : Kegiatan ini dapat terus berlanjut dan juga melibatkan masyarakat sekitar.


Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

34006-02-2026Senam aerobik adalah aktivitas fisik yang menggabungkan rangkaian gerakan berirama dengan iringan musik, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi masuknya oksigen ke dalam jaringan tubuh. Secara harfiah, "aerobik" berarti "dengan oksigen", karena selama bergerak, otot kita membutuhkan pasokan oksigen yang konsisten untuk menghasilkan energi. Berikut adalah poin-poin penting mengenai senam aerobik: 1. Manfaat Utama Senam ini populer bukan tanpa alasan; dampaknya sangat menyeluruh bagi tubuh: Kesehatan Jantung: Memperkuat otot jantung dan melancarkan peredaran darah. Manajemen Berat Badan: Sangat efektif membakar kalori dan lemak. Stamina: Meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak cepat lelah dalam aktivitas sehari-hari. Kesehatan Mental: Melepaskan hormon endorfin yang membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati (mood). 2. Tahapan dalam Senam Aerobik Untuk menghindari cedera dan mendapatkan hasil maksimal, senam aerobik biasanya dibagi menjadi tiga fase utama: Pemanasan (Warming Up): Gerakan ringan selama 5-10 menit untuk menyiapkan otot dan meningkatkan suhu tubuh. Latihan Inti: Gerakan dengan intensitas tinggi yang bertujuan untuk memacu detak jantung sesuai target. Pendinginan (Cooling Down): Penurunan intensitas secara bertahap untuk mengembalikan detak jantung ke kondisi normal dan meregangkan otot. 3. Jenis-Jenis Senam Aerobik Seiring perkembangannya, senam aerobik kini memiliki banyak variasi: High Impact Aerobics: Gerakan yang penuh semangat dan melibatkan lompatan. Low Impact Aerobics: Gerakan yang lebih halus, di mana salah satu kaki selalu menapak di lantai (cocok untuk pemula atau lansia). Step Aerobics: Menggunakan bantuan papan atau bangku kecil untuk melangkah naik-turun. Zumba/Dance Aerobics: Perpaduan gerakan dansa (seperti salsa atau hip-hop) dengan elemen kebugaran. Aqua Aerobics: Dilakukan di dalam air untuk mengurangi tekanan pada sendi. 4. Hal yang Perlu diperhatikan Sepatu yang Tepat: Gunakan sepatu olahraga dengan bantalan yang baik untuk melindungi sendi kaki. Hidrasi: Selalu minum air putih sebelum, saat, dan sesudah senam. Konsistensi: Lakukan setidaknya 150 menit intensitas sedang atau 75 menit intensitas tinggi per minggu untuk hasil optimal.. Untuk itu DWP Dinas Pendidikan bersama dengan ibu ketua ibu Christina Sukowinarno mengadakan kegiatan senam Aerobic yang dilaksanakan setiap hari Jum'at Sore pada pukul : 15.00 WIB dengan rincian sebagai berikut : 1. Minggu pertama pada tanggal 06 Pebruari 2026 dengan intruktur mbak endang dengan tema senam aerobic yan diikuti oleh seluruh anggota dari SMP dan Korwil se- Kabupaten Tulungagung dengan total 150 anggota
Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
34110-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung.

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung.
2. Hari / Tanggal : Selasa, 10 Pebruari 2026.
3. Pukul :10.00 – 12.05 WIB.
4. Lokasi : Kantor Palang Merah Indonesia Kabupaten Tulungagung.
6. Bidang : Sosial Budaya.
7. Detail acara :

Tulungagung, 10 Pebruari 2026 pukul 10.00 - 12.05 WIB, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan kegiatan pengambilan darah Donor Darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung yaitu Ibu Rahma Hartono, didampingi oleh ibu-ibu Pengurus Bidang Sosial Budaya DWP Satpol PP antara lain Ibu Krisna, Ibu Firda, Ibu Danang, Ibu Agung , dan Ibu Trisya didampingi oleh karyawan Satpol PP yaitu Pak Ernu dan Pak Agus.

Donor Darah adalah kegiatan menyumbangkan darah secara sukarela untuk disimpan di Bank Darah, yang nantinya digunakan untuk transfusi darah guna menyelamatkan nyawa orang lain yang sangat membutuhkan, antara lain adalah korban kecelakaan, pasien operasi, penderita anemia, kanker, dan sebagainya. Kegiatan donor darah sekaligus bermanfaat bagi kesehatan pendonor itu sendiri karena merangsang pembentukan darah baru. Proses Donor Darah aman, dan terawasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satpol PP yaitu ibu Rahma Hartono merasa terpanggil dalam kegiatan donor darah. Belakangan ini banyak sekali pasien penderita Diabetes Melitus, Gagal ginjal, yang mana diantaranya adalah teman dari ibu Rahma Hartono, tetangga ataupun karyawan SatPol PP sendiri.

Pasien mulai dari usia anak2 , pelajar sampai lansia . Ketika kondisi pasien sudah parah, mereka sangat membutuhkan transfusi darah guna penyembuhan penyakitnya tersebut.

Proses Transfusi darah seringkali tertunda karena persediaan darah di Bank Darah tidak sesuai dengan Golongan darah pasien, utamanya Rhesus darah yang langka daripada si pasien itu sendiri.

Untuk itu kegiatan Donor Darah ini sangatlah penting dan perlu dilakukan secara berkala 2 atau 3 bulan sekali khususnya oleh ibu-ibu Pengurus maupun anggota DWP yang telah memenuhi syarat sebagai pendonor darah.

Hal penting saat Donor Darah antara lain adalah :
1. Persiapan. Cukup tidur, makan 3 atau 4 jam sebelumnya. Dan lebih banyak minum air putih hangat.
2. Prosedur Aman dan diawasi. Biasanya darah diambil sekitar 450ml.
3. Istirahat sejenak setelah pengambilan darah. banyak minum air putih hangat dan makan makanan bergizi untuk pemulihan stamina.

Adapun beberapa tujuan dan manfaat penting daripada kegiatan Donor Darah adalah:
1. Menyelamatkan nyawa. Satu kantong bisa menyelamatkan 3 nyawa.
2. Memenuhi kebutuhan medis. Darah dibutuhkan untuk operasi, untuk persalinan, trauma berat, untuk penyakit darah seperti leukimia, thalasemia, dll.
3. Mendeteksi penyakit. Proses skrining darah pendonor dapat mendeteksi dini penyakit seperti : HIV, Hepatitis, Sifilis dan sebagainya.
4. Bermanfaat bagi kesehatan pendonor. Antara lain untuk merangsang sumsum tulang, memproduksi sel darah baru yang lebih sehat, melancarkan aliran darah, serta membakar kalori.
5. Dengan adanya kegiatan donor darah ini harapan ibu Rahma Hartono, ibu-ibu pengurus dan anggota DWP Satpol PP menjadi lebih sehat dan bermanfaat bagi sesama ummat.
6. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah sehat dan lain-lain.

Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja

34209-02-2026hari ini senin 9 Februari 2026 di pendopo kecamatan kedungwaru ibu ketua dharma wanita mengadakan pengajian Kegiatan pengajian Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru merupakan salah satu program kerja bidang sosial budaya yang dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh anggota. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperdalam pemahaman nilai-nilai keagamaan, serta mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan dalam rangka mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis dan masyarakat yang religius. Pada hari Senin, 2 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru melaksanakan kegiatan pengajian yang bertempat di Pendopo Kecamatan Kedungwaru. Kegiatan ini dipimpin dan dihadiri langsung oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru, didampingi oleh pengurus, serta diikuti oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru. Kehadiran Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan memberikan motivasi dan semangat kepada para anggota untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan kekhusyukan. Pengajian ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para anggotanya, melalui penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan pengajian diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran, pembinaan, dan refleksi diri bagi anggota agar mampu menjalankan peran secara seimbang sebagai istri aparatur sipil negara, ibu dalam keluarga, serta anggota masyarakat yang aktif dan berakhlak mulia. Rangkaian kegiatan pengajian diawali dengan pembukaan oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru. Selanjutnya dilaksanakan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang bertujuan untuk menciptakan suasana religius, menenangkan hati, serta meningkatkan kecintaan anggota terhadap Al-Qur’an. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh kekhidmatan, mencerminkan antusiasme dan kesadaran akan pentingnya pembinaan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Acara inti pengajian diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh penceramah. Materi tausiyah yang disampaikan menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjaga akhlak mulia, serta memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dalam tausiyah tersebut, peserta diajak untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, bersabar dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, serta ikhlas dalam menjalankan setiap amanah dan tanggung jawab. Materi tausiyah disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima dan diaplikasikan oleh seluruh anggota dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru juga menyampaikan sambutan dan arahan kepada seluruh anggota. Beliau menyampaikan harapan agar kegiatan pengajian dapat dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan sebagai sarana pembinaan rohani dan penguatan kebersamaan. Ibu Ketua juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan, meningkatkan kepedulian sosial, serta saling mendukung antaranggota dalam menjalankan berbagai program kerja Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan pengajian kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon ridho dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Doa bersama ini ditujukan agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari. Doa juga dipanjatkan agar Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru dapat terus berkontribusi secara positif dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pembinaan keluarga dan masyarakat. Sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban kegiatan, pengajian Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media internal organisasi serta media sosial Dharma Wanita Persatuan. Publikasi dilakukan dengan menyampaikan laporan kegiatan, dokumentasi foto, dan narasi singkat sebagai sarana informasi kepada anggota dan masyarakat. Publikasi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi kegiatan, memperluas jangkauan informasi, serta mendorong partisipasi aktif anggota dalam setiap program Dharma Wanita Persatuan. Secara keseluruhan, kegiatan pengajian Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru yang dilaksanakan pada hari Senin, 2 Februari 2026 di Pendopo Kecamatan Kedungwaru berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas spiritual, moral, dan kebersamaan anggota. Melalui pelaksanaan pengajian secara rutin dan berkesinambungan, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru diharapkan mampu terus berperan aktif dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, berakhlak mulia, serta masyarakat yang religius dan sejahtera.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
34308-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Dalam Rangka sebentar lagi menyambut Bulan Suci Ramadhan Tahun 2026 Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto mengajak anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Melaksanakan Kegiatan Wisata Religi Ke Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari di Kabupaten Jombang dalam Upaya meningkatkan Iman dan Takwa. Bidang : Bidang Sosial Budaya Program Kerja : Ketahanan Keluarga, Iman dan Takwa Keterangan Program : 1. Hari : Minggu, 08 Februari 2026 2. Berangkat Pukul : 07.00 WIB 3. Tiba Pukul : 10.15 WIB 4. Tempat : Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari 5. Keperluan : Wisata Religi dalam upaya meningkatkan Iman dan Takwa Pelaksana Kegiatan : 1. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Tinik Fajar Widariyanto; 2. Wakil Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Ibu Dewi Brahma; 3. 30 orang Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung antara lain Ibu Siti, Ibu Bela, Ibu Indah, Ibu Tika, Ibu Sarah, Ibu Wulan, Ibu Enggar, Ibu Catur, Ibu Dadang, Ibu Meri, Ibu Farah, Ibu Agnes, Ibu Devi, Ibu Marita, Ibu Khabib, Ibu Salman, Ibu Yayuk, Ibu Evi dan Ibu Isti, Ibu Agus, Ibu Doni, Ibu Dodik, Ibu Yuli, Ibu Indra, Ibu Enik, Ibu Ema, Ibu Putri, Ibu Febi, Ibu Singgih, dan Ibu Dadang. Rangkaian Kegiatan : 1. Pada Pukul 07.00 berangkat dari Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 2. Sebelum berangkat melaksanakan makan pagi dan doa bersama yang dipimpin oleh Ibu Dewi; 3. Pada Pukul 10.15 WIB tiba pada tujuan yaitu Museum Indonesia KH Hasyim Asyari Kabupaten Jombang; 4. Rombongan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Berkeliling Museum; 5. Pukul 12.00 WIB Istirahat, Shalat Berjamaah dan Makan Siang; 6. Pukul 13.00 WIB Melanjutkan berkeliling museum; 7. Pukul 14.00 WIB Persiapan Pulang Ke Kabupaten Tulungagung; 8. Pukul 18.15 Tiba Kembali di Kabupaten Tulungagung. Pada Hari Minggu, Tanggal 08 Februari 2026, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Melaksanakan Wisata Religi Ke Museum KH Hasyim Asyari yang terletak di Kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur, Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, yang mana yang bisa hadir dan mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 anggota antara lain Ibu Siti, Ibu Bela, Ibu Indah, Ibu Tika, Ibu Sarah, Ibu Wulan, Ibu Enggar, Ibu Catur, Ibu Dadang, Ibu Meri, Ibu Farah, Ibu Agnes, Ibu Devi, Ibu Marita, Ibu Khabib, Ibu Salman, Ibu Yayuk, Ibu Evi dan Ibu Isti, Ibu Agus, Ibu Doni, Ibu Dodik, Ibu Yuli, Ibu Indra, Ibu Enik, Ibu Ema, Ibu Putri, Ibu Febi, Ibu Singgih, dan Ibu Dadang. Tujuan dari Ibu Ketua mengajak anggota Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan Kegiatan Wisata Religi ini antara lain : 1. Meningkatkan Iman dan Takwa; 2. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejarah Islam; 3. Ketenangan batin dan relaksasi; 4. Menjalin Silaturahmi antar Ibu  Ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung; 5. Mengenal nilai  nilai agama dan sejarah. Wisata Religi adalah bentuk perjalanan yang dilakukan oleh individu atau kelompok ke tempat  tempat suci, bersejarah, atau memiliki makna spiritual khusus untuk tujuan ibadah, ziarah, peningkatan iman dan takwa, maupun wisata sejarah. Ibu  Ibu Dharma Wanita Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung berangkat dari Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung pada Pukul 07.00 WIB yang tidak lupa diawali dengan makan pagi dan doa bersama yang dipandu oleh ibu Dewi dan tiba di Museum Islam KH Hasyim Asyari pada pukul 10.15 WIB. Setelah sampai di tempat tujuan Ibu  Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung berkeliling museum yang di dalamnya terdapat banyak benda - benda bersejarah mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia serta karya  karya para ulama. Alasan utama Ibu Ketua mengajak anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung wisata religi berkunjung ke Museum KH Hasyim Asyari karena museum ini merupakan bangunan yang menyimpan koleksi dan informasi mengenai perkembangan Islam di Indonesia, masyarakat dapat mengunjungi museum ini secara gratis setiap hari pada pukul 08.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB, Museum ini memiliki model bangunan berbentuk piramida dengan luas lahan sekitar 4,9 hektar, dan pada bagian depan museum ini terdapat At Tauhid yang berhiaskan tulisan 99 Asmaul Husna. Museum KH Hasyim Asyari dibangun sejak Tahun 2014 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Desember Tahun 2018, penamaan museum ini merujuk pada nama Tokoh Islam KH Hasyim Asyari. Pada saat berkeliling museum kami dipandu oleh pemandu museum yang bertugas menjelaskan atau memberikan pemahaman tentang apa saja benda yang terdapat pada museum, yang mana kita mendapat Narasumber Bapak Imam Hambali. Pada Pukul 12.00 WIB Ibu  Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan Shalat Berjamah, makan siang dan istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan berkeliling museum lagi. Pada Pukul 14.00 WIB Ibu  Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung perjalanan pulang Ke Kabupaten Tulungagung dan Pada Pukul 18.15 WIB Tiba Di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Pada perjalanan wisata religi di Museum KH Hasyim Asyari ini Ibu  Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendapatkan banyak sekali manfaat antara lain : 1. Dapat memperdalam pemahaman agama melalui refleksi langsung di tempat sejarah, memperkuat hubungan dengan sang Pencipta sehingga meningkatkan Iman dan Takwa; 2. Dapat mempelajari nilai  nilai moral, toleransi dan kedamaian; 3. Suasana yang sakral memberikan ketenangan jiwa dan kedamaian; 4. Mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Ibu Tinik Fajar Widariyanto berharap Kegiatan Wisata Religi ini tidak hanya terlaksana hari ini saja melainkan dapat terlaksana dilain hari mengingat banyak sekali manfaat dari kegiatan wisata religi terutama meningkatkan Iman dan Takwa Individu selain itu juga penting untuk mempererat tali silaturahmi seluruh anggota dan keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Ibu Ketua berharap kegiatan wisata religi ini menjadi penyemangat Ibu  Ibu untuk semangat beribadah dan terutama menyambut Bulan Suci Ramadhan Tahun 2026 ini yang akan datang sebentar lagi.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan
34406-02-2026

Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung Bidang Sosial Budaya Program Kerja Ketahanan Keluarga Kegiatan Olahraga

Pada Hari Jumat, 6 Februari 2026 Pengurus Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung serta Anggota Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan senam rutin karyawan / karyawati Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung di Halaman Kantor Bupati Tulungagung. Kegiatan dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kab. Tulungagung dan dihadiri oleh Kepala Bapenda Tulungagung Bapak Sukowinarno, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Bapak Arif Effendi, Kepala Bagian Organisasi Bapak Agus Eko Putranto, Kepala Bagian serta Bapak / Ibu Pejabat Eselon III dan Eselon IV Lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung. Hadir pula dalam kegiatan senam Pengurus Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Tulungagung Ibu Diah Andriani, Ibu Enik Adriana, Ibu Mei Syaroh, Ibu Endah Putri, Ibu Puji Harianti, Ibu Lisaning Subekti, Ibu Vina Sholika.

Pada kegiatan senam rutin karyawan / karyawati Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, terdapat beberapa tahapan gerakan senam yang meliputi pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan.

1. Gerakan Pemanasan : Tujuan utama dari gerakan pemanasan adalah menyiapkan otot dan mencegah cedera melalui serangkaian peregangan dinamis dan statis. Gerakan ini dilakukan selama 10 menit pertama dengan beragam gerak yang meliputi jalan di tempat, memutar kepala, memutar bahu, memutar pinggang serta peregangan tangan dan kaki sesuai dengan tempo musik.
2. Gerakan Inti : Tujuan utama dari gerakan inti senam irama adalah melatih kekuatan, kelincahan dan keseimbangan dengan tempo musik yang lebih cepat dibanding pemanasan. Beragam gerak pada tahapan ini meliputi langkah kaki, ayunan lengan, kombinasi langkah dan ayunan serta beberapa teknik dasar aerobik yang meliputi budy alignment ( pelurusan persendian tubuh ) dan musicality ( kesesuaian gerak dengan irama musik ).
3. Gerakan Pendinginan : Gerakan Pendinginan ( cooling down ) dalam senam irama merupakan serangkaian gerak peregangan intensitas rendah yang dilakukan setelah gerakan ini dengan tujuan menurunkan detak jantung dan melemaskan otot secara bertahap, mencegah penumpukan asam laktat yang menyebabkan otot pegal, mengembalikan denyut nadi dan kondisi tubuh ke normal secara bertahap serta mengurangi risiko cidera dan membuat oto lebih rileks. Gerakan ini dilakukan secara perlahan selama 3 – 5 menit. Beberapa gerakan pendinginan dalam senam irama meliputi : Peregangan tangan dan tubuh bagian atas , peregangan kaki dan paha, membungkuk, serta jalan santai.

Kegiatan senam rutin karyawan / karyawati Pemerintah Kabupaten Tulungagung ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran serta kekompakan dari seluruh karyawan / karyawati yang ada di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung.
Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Badan Pendapatan Daerah

34506-02-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil kabupeten tulungagung Hari / Tanggal : Jum,at, 06 Pebruari 2026 Pukul : 08.00 WIB s/d selesai Tempat : Halaman Kantor PKK Kabupaten Tulungagung Kegiatan : Cafe Sampah Kegiatan Program Bank Sampah ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 06 Februari 2026, bertempat di halaman TP PKK Kabupaten Tulungagung. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan strategis sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, sehingga diharapkan mampu menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat luas dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi aktif. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Peni dan Ibu Riris yang merupakan perwakilan dari anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupeten tulungagung. Dengan mengumpulkan Kardus 1,2 kg, Botol plastik 0.7 kg. Melalui Cafe Sampah, PKK Kabupaten Tulungagung berharap dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Selain membantu mengurangi volume sampah, kegiatan ini juga mendorong kreativitas warga dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual. Dengan semangat gotong royong, Cafe Sampah menjadi langkah nyata dalam mendukung program kebersihan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Tulungagung.Salah satu bentuk nyata dari kepedulian tersebut diwujudkan melalui program kerja Kepedulian dan Kesetiakawanan Budaya dengan tema “Cinta Lingkungan”, yang direalisasikan dalam kegiatan Program Bank Sampah.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
34606-02-2026

Dhama Wanita Persatuan Kecamatan Bandung Mengikut Kegiatan

Bidang : Sosial Budaya

Program : Ketahanan Keluarga

Kegiatan : Olah raga

Keterangan Program:

1. Hari : Jumat

2. Tanggal : 06 Februari 2026

3. Pukul : 07.30 WIB s/d Selesai

4. Tempat : Halaman Kantor Camat Bandung

5. Acara : Senam

Detail Acara :

Olahraga merupakan kebutuhan dasar manusia di era modern ini, terutama sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran di tengah gaya hidup yang cenderung sedenter (kurang gerak). Salah satu cabang olahraga yang paling populer, terstruktur, dan memiliki manfaat menyeluruh adalah senam. Senam, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai gymnastics, adalah suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan, keserasian, dan keluwesan fisik secara teratur. Berbeda dengan olahraga permainan yang menuntut kompetisi melawan tim lain, senam pada dasarnya adalah latihan tubuh yang disusun secara sistematis, sadar, dan terencana, baik yang dilakukan dengan alat maupun tanpa alat, untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan mengembangkan keterampilan fisik.

Kesehatan dan kebugaran merupakan aset utama bagi setiap karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesionalnya. Di tengah rutinitas pekerjaan kantor yang cenderung bersifat sedenter (banyak duduk), risiko penurunan kebugaran fisik dan peningkatan stres kerja menjadi tantangan yang nyata. Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari nyeri punggung, kelelahan kronis, hingga penurunan fokus yang berdampak langsung pada produktivitas perusahaan.

Menyadari hal tersebut,DWP Kecamatan Bandung menginisiasi program "Jumat Sehat" sebagai upaya preventif untuk menjaga kesehatan karyawan. Senam bersama dipilih karena merupakan olahraga yang inklusif, dapat diikuti oleh berbagai rentang usia, dan efektif dalam membangun suasana kerja yang lebih cair dan kolaboratif.

DWP Kecamatan Bandung melaksanakan kegiatan senam yang dilaksanakan di halaman kantor Camat Bandung. Senam tersebut dihadiri oleh Bapak Camat Bandung, seluruh staf Kantor Camat Bandung, Ketua DWP Kecamatan Bandung, Staf Kantor Balai Pertanian Kecamatan Bandung, Staf Dinas KB, PP dan PA Kecamatan Bandung serta adik-adik psg.

Tujuan Kegiatan Kegiatan senam ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Meningkatkan Kebugaran Fisik: Memperbaiki sirkulasi darah dan fleksibilitas tubuh karyawan setelah bekerja di depan layar selama sepekan.

2. Menjaga Kesehatan Mental: Mengurangi tingkat stres kerja melalui aktivitas fisik yang menyenangkan dan irama musik yang membangkitkan semangat.

3. Membangun Team Building: Mempererat hubungan interpersonal antar divisi tanpa adanya sekat hierarki jabatan dalam suasana yang santai.

4. Meningkatkan Loyalitas: Menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan (well-being) karyawan.

Rangkaian Acara Agenda kegiatan disusun secara sistematis untuk memastikan manfaat kesehatan yang maksimal:

Pemanasan (07.30 - 07.45): Gerakan ringan untuk menyiapkan otot dan persendian guna menghindari risiko cedera.

Inti - Senam (07.45 - 08.30): Sesi utama yang dipandu oleh instruktur dengan gerakan intensitas sedang. Musik yang digunakan adalah campuran lagu populer yang menggugah semangat.

Pendinginan (08.30 - 08.15): Gerakan relaksasi untuk menurunkan detak jantung secara bertahap dan menenangkan otot.

Pentingnya senam dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya terbatas pada pembentukan tubuh yang estetis. Rutin melakukan senam menawarkan manfaat kesehatan yang luas, baik secara fisik maupun mental. Dari segi fisik, senam membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular (kesehatan jantung dan paru-paru), meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, meningkatkan kepadatan tulang, serta meningkatkan kelenturan sendi. Bagi masyarakat umum, senam pagi atau senam kesegaran jasmani (SKJ) adalah sarana untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan melancarkan peredaran darah. Selain itu, senam irama yang memadukan gerakan dengan musik terbukti mampu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan fokus, serta membangun koordinasi tubuh yang baik.

Dalam konteks yang lebih luas, senam juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penyakit degeneratif. Dengan melakukan senam, seseorang secara aktif merawat kesehatan tubuhnya agar tetap bugar dan terhindar dari penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, atau penyakit jantung.

Sebagai kesimpulan, senam bukan sekadar serangkaian gerakan fisik yang dilakukan mengikuti irama, melainkan suatu disiplin olahraga yang menyeluruh untuk kesehatan jasmani dan mental. Melalui perpaduan gerakan yang terukur, kekuatan, dan kelenturan, senam menawarkan solusi praktis untuk mempertahankan gaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan di era modern ini.

Kegiatan senam ini telah berjalan dengan sangat baik dan lancar. Program ini terbukti bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan kebutuhan krusial bagi karyawan untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kesehatan fisik. Partisipasi aktif dari pihak manajemen juga memberikan motivasi tambahan bagi staf untuk tetap hidup sehat.

Untuk meningkatkan kualitas program di masa mendatang, disarankan agar jenis senam divariasikan setiap bulannya (misalnya: Zumba, Yoga, atau Senam Maumere) agar peserta tidak merasa bosan. Selain itu, disarankan adanya pemberian reward kecil bagi "Peserta Paling Semangat" untuk memacu partisipasi.

Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Kecamatan Bandung

34706-02-2026Ketua DWP Kec. Kauman yang diwakilkan oleh staf Kecamatan Kauman pada hari Jum’at tanggal 06 Februari 2026 bertempat di Dinas Lingkungan Hidup. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah sering kali mengacu kepada material sisa yang tidak diinginkan atau tidak bermanfaat bagi manusia setelah berakhirnya suatu kegiatan atau proses domestik. Untuk buangan industri, material yang tidak diinginkan biasanya disebut dengan limbah industri.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
34806-02-2026

Dalam rangka mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Sosial Budaya terus berupaya melaksanakan berbagai program kerja yang berorientasi pada kepedulian sosial serta pelestarian lingkungan hidup. Salah satu bentuk nyata dari kepedulian tersebut diwujudkan melalui program kerja Kepedulian dan Kesetiakawanan Budaya dengan tema “Cinta Lingkungan”, yang direalisasikan dalam kegiatan Program Bank Sampah.

Program Bank Sampah dipandang sebagai langkah strategis dan solutif dalam menghadapi permasalahan lingkungan, khususnya terkait peningkatan volume sampah plastik yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah anorganik yang sulit terurai secara alami dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat tumbuh kesadaran bersama, khususnya di kalangan anggota DWP, akan pentingnya pengelolaan sampah secara bijak dan bertanggung jawab.

Kegiatan Program Bank Sampah ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 6 Februari 2025, bertempat di halaman TP PKK Kabupaten Tulungagung. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan strategis sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, sehingga diharapkan mampu menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat luas dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi aktif.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Piyan dan Ibu Avid, yang merupakan perwakilan dari anggota Dharma Wanita Persatuan Dispora Tulungagung. Kehadiran beliau-beliau tersebut menjadi bentuk nyata dukungan dan komitmen DWP Dispora Tulungagung dalam menyukseskan program kerja Bidang Sosial Budaya, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup.

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada pagi hari dengan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan. Meskipun kegiatan yang dilakukan terbilang sederhana, namun sarat akan nilai edukasi dan kepedulian. Pada kegiatan ini, jenis sampah yang dikumpulkan adalah sampah plastik dengan total berat 1 kilogram. Sampah plastik yang dikumpulkan meliputi berbagai jenis plastik rumah tangga, seperti botol plastik bekas minuman, kemasan plastik, serta plastik pembungkus yang sudah tidak terpakai.

Pengumpulan sampah plastik ini dilakukan dengan prinsip pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Hal ini bertujuan untuk membiasakan anggota DWP dalam memilah sampah antara sampah organik dan anorganik, khususnya plastik, sehingga memudahkan proses pengelolaan dan daur ulang selanjutnya. Melalui kegiatan ini, anggota DWP tidak hanya diajak untuk mengumpulkan sampah, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal dalam pengelolaan sampah yang efektif.

Sampah plastik yang telah terkumpul kemudian disetorkan ke Bank Sampah untuk dicatat dan ditimbang. Meskipun jumlah sampah yang terkumpul pada kegiatan ini sebesar 1 kilogram, namun nilai utama dari kegiatan ini bukan terletak pada kuantitas sampah, melainkan pada proses edukasi, pembiasaan, dan penanaman kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Setiap kilogram sampah plastik yang berhasil dikumpulkan merupakan kontribusi nyata dalam mengurangi timbunan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Sampah plastik yang terkumpul melalui Program Bank Sampah ini selanjutnya akan didaur ulang oleh pihak pengelola bank sampah atau mitra pengolahan sampah. Proses daur ulang sampah plastik dilakukan dengan cara memilah kembali plastik berdasarkan jenisnya, kemudian dibersihkan dan diproses menjadi bahan baku baru. Bahan baku tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pembuatan produk kerajinan, biji plastik, atau produk lain yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Melalui proses daur ulang ini, sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, kegiatan daur ulang juga berkontribusi dalam menghemat sumber daya alam serta mengurangi penggunaan bahan baku plastik baru. Dengan demikian, Program Bank Sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Kegiatan Program Bank Sampah dalam rangka Cinta Lingkungan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, dan recycle (3R). Melalui kegiatan ini, anggota DWP Dispora Tulungagung diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menularkan kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan perlu dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, sebelum akhirnya meluas ke masyarakat secara umum.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai kesetiakawanan budaya di antara anggota DWP. Melalui kerja sama dan kebersamaan dalam mengumpulkan sampah, terjalin rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. Nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan kegiatan ini, sehingga mampu mempererat hubungan antaranggota DWP Dispora Tulungagung.

Meskipun kegiatan ini dilaksanakan dalam skala sederhana, namun memiliki makna yang sangat besar. Program Bank Sampah menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun budaya cinta lingkungan yang berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anggota DWP semakin termotivasi untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan Program Bank Sampah dalam rangka Cinta Lingkungan yang dilaksanakan oleh DWP Dispora Tulungagung Bidang Sosial Budaya pada hari Jum’at, 6 Februari 2025 di halaman TP PKK Kabupaten Tulungagung telah berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen DWP Dispora Tulungagung dalam mendukung pelestarian lingkungan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian dan kesetiakawanan budaya dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Program Bank Sampah menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan perubahan besar bagi keberlanjutan lingkungan hidup.

Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

34905-02-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari kamis tanggal 05 Februari 2026 mengunjungi Posyandu Desa Bolorejo untuk Supervisi posyandu ILP bertempat di rumah warga. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh bapak camat Kauman beserta warga sekitar. Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) oleh Puskesmas adalah kegiatan pendampingan dan pembinaan berkala untuk memastikan pelayanan kesehatan di posyandu terintegrasi berdasarkan siklus hidup (ibu hamil, balita, remaja, usia produktif, lansia) berjalan sesuai standar. Fokus utamanya adalah penguatan kader, perbaikan alur pelayanan (5 langkah), sarana prasarana, serta pencatatan dan pelaporan. ujuan dan Fokus Supervisi Posyandu ILP: Peningkatan Kualitas Layanan: Memastikan skrinning kesehatan (tensi, gula darah, LILA), edukasi stunting, dan imunisasi berjalan efektif. Penguatan Kader: Meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan peran kader dalam pelayanan. Monitoring Alur Pelayanan: Memastikan penerapan 5 langkah ILP (Pendaftaran, Pengukuran, Pencatatan, Pelayanan, Penyuluhan). Evaluasi Sarana dan Data: Mengevaluasi kecukupan alat kesehatan, register, dan data sasaran. Pemecahan Masalah: Mengidentifikasi kendala lapangan (misal: partisipasi usia produktif) dan menyusun solusi.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
35005-02-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari kamis tanggal 05 Februari 2026 mengunjungi Pos IV Desa Mojosari untuk Supervisi posyandu ILP bertempat di rumah warga. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh bapak camat Kauman beserta warga sekitar. Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) oleh Puskesmas adalah kegiatan pendampingan dan pembinaan berkala untuk memastikan pelayanan kesehatan di posyandu terintegrasi berdasarkan siklus hidup (ibu hamil, balita, remaja, usia produktif, lansia) berjalan sesuai standar. Fokus utamanya adalah penguatan kader, perbaikan alur pelayanan (5 langkah), sarana prasarana, serta pencatatan dan pelaporan. ujuan dan Fokus Supervisi Posyandu ILP: Peningkatan Kualitas Layanan: Memastikan skrinning kesehatan (tensi, gula darah, LILA), edukasi stunting, dan imunisasi berjalan efektif. Penguatan Kader: Meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan peran kader dalam pelayanan. Monitoring Alur Pelayanan: Memastikan penerapan 5 langkah ILP (Pendaftaran, Pengukuran, Pencatatan, Pelayanan, Penyuluhan). Evaluasi Sarana dan Data: Mengevaluasi kecukupan alat kesehatan, register, dan data sasaran. Pemecahan Masalah: Mengidentifikasi kendala lapangan (misal: partisipasi usia produktif) dan menyusun solusi.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
35105-02-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari rabu tanggal 04 Februari 2026 mengunjungi Desa Jatimulyo untuk Supervisi posyandu ILP bertempat di rumah warga. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh bapak camat Kauman beserta warga sekitar. Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) oleh Puskesmas adalah kegiatan pendampingan dan pembinaan berkala untuk memastikan pelayanan kesehatan di posyandu terintegrasi berdasarkan siklus hidup (ibu hamil, balita, remaja, usia produktif, lansia) berjalan sesuai standar. Fokus utamanya adalah penguatan kader, perbaikan alur pelayanan (5 langkah), sarana prasarana, serta pencatatan dan pelaporan. ujuan dan Fokus Supervisi Posyandu ILP: Peningkatan Kualitas Layanan: Memastikan skrinning kesehatan (tensi, gula darah, LILA), edukasi stunting, dan imunisasi berjalan efektif. Penguatan Kader: Meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan peran kader dalam pelayanan. Monitoring Alur Pelayanan: Memastikan penerapan 5 langkah ILP (Pendaftaran, Pengukuran, Pencatatan, Pelayanan, Penyuluhan). Evaluasi Sarana dan Data: Mengevaluasi kecukupan alat kesehatan, register, dan data sasaran. Pemecahan Masalah: Mengidentifikasi kendala lapangan (misal: partisipasi usia produktif) dan menyusun solusi.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
35204-02-2026Ketua DWP Kecamatan Kauman pada hari rabu tanggal 04 Februari 2026 mengunjungi Desa Panggungrejo untuk Supervisi posyandu ILP bertempat di balai Desa Panggungrejo. Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) oleh Puskesmas adalah kegiatan pendampingan dan pembinaan berkala untuk memastikan pelayanan kesehatan di posyandu terintegrasi berdasarkan siklus hidup (ibu hamil, balita, remaja, usia produktif, lansia) berjalan sesuai standar. Fokus utamanya adalah penguatan kader, perbaikan alur pelayanan (5 langkah), sarana prasarana, serta pencatatan dan pelaporan. ujuan dan Fokus Supervisi Posyandu ILP: Peningkatan Kualitas Layanan: Memastikan skrinning kesehatan (tensi, gula darah, LILA), edukasi stunting, dan imunisasi berjalan efektif. Penguatan Kader: Meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan peran kader dalam pelayanan. Monitoring Alur Pelayanan: Memastikan penerapan 5 langkah ILP (Pendaftaran, Pengukuran, Pencatatan, Pelayanan, Penyuluhan). Evaluasi Sarana dan Data: Mengevaluasi kecukupan alat kesehatan, register, dan data sasaran. Pemecahan Masalah: Mengidentifikasi kendala lapangan (misal: partisipasi usia produktif) dan menyusun solusi.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
35302-02-2026Pada hari Senin, 2 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan Peringatan Nifsu Sya’ban yang diselenggarakan di Masjid Al Munawwar, Tulungagung, mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memperkuat nilai-nilai spiritual anggota Dharma Wanita Persatuan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan diawali dengan kehadiran para anggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung di Masjid Al Munawwar untuk bersama-sama mengikuti rangkaian ibadah. Acara dimulai dengan pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah, yang dilaksanakan dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Sholat berjamaah ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kebersamaan dan mempererat ukhuwah islamiyah di antara para anggota. Usai sholat Maghrib, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali. Pembacaan Yasin pertama diniatkan untuk memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Pembacaan Yasin kedua diniatkan untuk memohon kelapangan dan keberkahan rezeki, sedangkan pembacaan Yasin ketiga diniatkan untuk memohon panjang umur yang penuh keberkahan serta keteguhan iman dan Islam hingga akhir hayat. Setelah pembacaan Surat Yasin, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir dan pembacaan doa-doa khusus malam Nifsu Sya’ban, yang dipimpin oleh Imam Drs. H. Turmudi, M.Pd.I bersama Dr. K.H. Bagus Ahmadi, M.Sy, M.Pd.I. Dzikir dan doa bersama tersebut diikuti oleh seluruh jamaah dengan penuh kekhidmatan, sebagai wujud penghambaan diri kepada Allah SWT serta ungkapan harapan agar senantiasa diberikan ampunan, rahmat, dan perlindungan dalam menjalani kehidupan. Dalam rangkaian kegiatan ini juga disampaikan penjelasan mengenai keutamaan malam Nifsu Sya’ban, yang diyakini sebagai salah satu malam istimewa dalam kalender Islam. Malam Nifsu Sya’ban dipahami sebagai momentum di mana Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan dan dosa besar tanpa disertai taubat. Oleh karena itu, malam ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperbanyak istighfar, doa, dan amal kebajikan, serta untuk melakukan muhasabah diri guna memperbaiki kualitas iman dan akhlak. Lebih lanjut, peringatan Nifsu Sya’ban juga dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk memperbaharui niat dan tekad dalam menyambut bulan suci Ramadan, baik dalam meningkatkan kualitas ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota Dharma Wanita Persatuan dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin, sehingga mampu menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih optimal dan penuh kesadaran spiritual. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, setelah dzikir dan doa bersama, para peserta mengikuti buka bersama dengan hidangan sederhana berupa kurma dan air putih. Meskipun sederhana, momen buka bersama ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, serta menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung. Melalui pelaksanaan peringatan Nifsu Sya’ban ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung dapat memperoleh ketenangan batin, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta membawa nilai-nilai spiritual tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan tugas organisasi. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat hingga acara berakhir.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
35421-01-2026Pada tanggal 21 Januari 2026 pk 09.00 wib, Ibu Ketua DWP Kec Kalidawir, mengikuti kegiatan pengajian peringatan Isro'Mi'roj di Pemkab Tulungagung, yang dilaksanakan di Pendopo Kongas arum kusumaning bangsa. Pada peringatan Isro'Mi'roj dihadiri oleh Bapak Wakil Bupati Tulungagung (Bapak Baharudin SE, MM) beserta Ibu. Selain itu juga dihadiri Kepala Dinas, Badan, dan Camat se -Kabupaten Tulungagung. Dalam peringatan Isro'Mi'roj di hadiri sebanyak 1000 ASN se-Kabupaten Tulungagung. Yang memberi tausiyah KH Sirojudin Hasan dari Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung. Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan tentang pentingnya tapi silaturahmi, dan juga makna dari peringatan Isro'Mi'roj. Silaturahmi sangat penting karena berfungsi sebagai ibadah untuk memperkuat iman, melapangkan rezeki, dan memperpanjang umur secara keberkahan, sekaligus mempererat persaudaraan. Dalam Islam, menjaga hubungan ini merupakan tanda ketaatan, penghapus dosa, dan kunci masuk surga. Secara sosial, silaturahmi menciptakan keharmonisan, mengurangi stres, dan meningkatkan kepedulian. Berikut adalah poin-poin pentingnya silaturahmi: 1.Jalan Menuju Surga: Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang memutuskan tali silaturahmi tidak akan masuk surga. 2.Melapangkan Rezeki dan Umur: Silaturahmi dipercaya sebagai jalan untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang lebih luas dan umur yang terasa lebih berkah/panjang. 3.Penghapus Dosa dan Penguat Iman: Menjalin tali silaturahmi adalah tanda ketaatan kepada Allah SWT dan dapat menghapus dosa-dosa terdahulu. 4.Meningkatkan Kesehatan Mental: Berbagi cerita dan bertemu kerabat atau teman dapat mengurangi stres, kecemasan, serta meningkatkan hormon kebahagiaan. 5.Mempererat Solidaritas: Silaturahmi mencegah perpecahan dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. Berikut adalah makna dan hikmah mendalam dari Isra Mi'raj: 1.Penetapan Perintah Salat 5 Waktu: Inti peristiwa ini adalah menerima langsung perintah salat, yang menjadi ibadah terpenting bagi umat Islam. 2.Momentum Peningkatan Keimanan: Peristiwa ini menegaskan kekuasaan Allah yang melampaui logika manusia dan menguji tingkat keimanan serta ketakwaan umat. 3.Penghibur Hati (Amul Huzni): Terjadi saat Nabi mengalami kesedihan mendalam, Isra Mi'raj menjadi bukti bahwa setiap kesulitan pasti disertai pertolongan dan kemudahan dari Allah. 4.Refleksi Diri dan Akhlak: Mengajarkan untuk meningkatkan kualitas diri, kedisiplinan, keikhlasan, dan membentuk karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari. 5.Bukti Kebesaran Allah: Menunjukkan keajaiban perjalanan fisik dan spiritual Nabi yang melampaui dimensi ruang dan waktu. 6.Simbol Persatuan: Perjalanan ke Masjidil Aqsa menegaskan pentingnya tempat suci tersebut dalam sejarah Islam. Isra Mi'raj diperingati setiap tahun sebagai refleksi untuk meningkatkan ketaatan, menjaga salat, dan meneladani Rasulullah SAW.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
35503-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan / Bantuan Sosial

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal: Selasa / 03- 01-2026
3. Pukul : 09.00 WIB – 11.00 WIB
4. Peserta : 10 orang
5. Lokasi : Desa Tugu Kecamatan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.
6. Acara : Droping bantuan Benih Jagung

Detail Kegiatan
Selasa (03-01-2026) Ibu Asmini,SP. (Anggota DWP Dinas Pertanian), bersama Ibu Sri’in,SP Kepala Bidang Kepala UPT Pembenihan Kabupaten Tulungagung, melaksanakan kegiatan droping bantuan benih jagung, kepada Kelompok Tani Gagar Mayang Desa Tugu Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Serah terima bantuan berlangsung di rumah Pak Katiran Ketua Kelompok Tani Gagar Mayang dan diserahkan langsung oleh Kepala UPT Pembenihan Kabupaten Tulungagung.

Pemerintah menyalurkan bantuan benih jagung di Kabupaten Tulungagung, bantuan diserahkan kepada Kelompok Tani Gagar Mayang. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah dalam mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan benih jagung ini dihadiri juga oleh Kepala Desa Tugu Keamatan Sendang.

Kepala UPT Pembenihan Kabupaten Tulungagung, Ibu Sri ‘in,SP dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus menunjukan komitmennya untuk bekerja nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani jagung. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah mempubyai tanggung jawab untuk menyediakan sarana prasarana pertanian, mulai dari benih unggul , pupuk hingga a;at mesin pertanian (Alsintan), agar petani dapat bekerja secara optimal . Lebih lanjut dijelaskan bahwa bantuan benih jagung yang disalurkan merupakan benih unggul yang telah disesuaikan dengan kondisi musim tanam saat ini, dengan curah hujan yang cukup tinggi benih tersebut dihar5apkan dapat segera ditanam sehingga mampu mendukung percepatan tanam dan peningkatan hasil produksi jagung di wiayah Kabupaten Tulungagung, khususnya di Kelompok Tani Gagar Mayang Desa Tugu Kecamatan Sendang.

Bantuan benih jagung diserahkan langsung kepada anggota kelompom tani. Pemerintah berharap produktivitas jagung petani dapat meningkat sekaligus memperkuat kontribusi sector pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Bantuan benih jagung disalurkan melalui kelompok tani dengan verifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk memastikan bantuan tepat sasaran, ujarnya menutup sambutanya.

Bantuan benih jagung ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, memperkuat ketahanan pangan serta mengngkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani, juga dalam optimalisasi lahan, yaitu mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara efektif dan efesien, terutama saat musim tanam serta memastikann petani menggunakan varietas benih jagung byang aman, legal dan bermutu tinggi. Bantuan benih jagung unggul ini untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat wwasembada pangan dan membantu petani mengurangi biaya produksi.

Mewakili Kelompok Tani Gagar Mayang, Pak Katiran mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah melalui atas bantuan benih Jagung ini, kami akan memanfaatkan sebaik-baiknya demi meningkatkan hasil panen di wilayah kami. Bantuan ini sangat berharga bagi kami, ucapnya penuh rasa syukur.
Droping bantuan benih jagung selesai pada pukul 11.00 WIB.
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pertanian

35602-02-2026

Dharmawanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharmawanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung telah melaksanakan kegiatan

Bidang : Sosial Budaya

Program : Iman dan Taqwa

Keterangan Program :

1. Anggota Dharmawanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung Bidang Sosial Budaya Mengadakan Kegiatan Do’a Bersama Malam Nisfu Sya’ban. 2. Hari / Tanggal : Senin, 2 Februari 2026 3. Pukul : 18.00 WIB - Selesai 4. Lokasi : Masjid Al-Huda

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta mempererat ukhuwah islamiyah di lingkungan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA), Bidang Sosial Budaya DWP DISPORA melaksanakan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari Program Kerja Iman dan Taqwa. Salah satu kegiatan yang rutin dan memiliki nilai spiritual tinggi adalah peringatan Malam Nisfu Sa’ban.

Malam Nisfu Sa’ban merupakan malam yang sangat istimewa dalam kalender Islam, karena diyakini sebagai malam penuh ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan dzikir sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat.

TUJUAN KEGIATAN

1. tujuan dari pelaksanaan kegiatan Malam Nisfu Sa’ban ini adalah sebagai berikut:

2. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota DWP DISPORA kepada Allah SWT

3. Mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota DWP DISPORA

4. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memperbanyak amal ibadah, doa, dan dzikir

5. Menghidupkan malam Nisfu Sa’ban dengan kegiatan ibadah sesuai tuntunan Islam

6.Membekali anggota DWP dengan pemahaman tentang keutamaan dan amalan di malam Nisfu Sa’ban

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Hari/Tanggal : Senin, 2 Februari 2026

Waktu : Pukul 18.00 WIB sampai dengan selesai

Tempat : Masjid Al Huda

PESERTA KEGIATAN

Peserta dalam kegiatan Malam Nisfu Sa’ban ini adalah anggota Dharma Wanita Persatuan DISPORA dan juga warga Masyarakat.

SUSUNAN ACARA

Adapun susunan acara kegiatan Malam Nisfu Sa’ban adalah sebagai berikut:

1. Persiapan dan kehadiran peserta

2. Pembacaan doa

3. Dzikir bersama

4. Penutup

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan Malam Nisfu Sa’ban dilaksanakan pada hari Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Masjid Al Huda. Kegiatan dimulai pada pukul 18.00 WIB dengan kehadiran anggota DWP DISPORA yang mengikuti acara dengan penuh khidmat dan antusias.

Acara diawali dengan pelaksanaan sholat berjamaah. Sholat dilakukan dengan tertib dan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT. Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan sholat adalah Bapak Khozin, yang memimpin sholat dengan bacaan yang tartil dan menenangkan, sehingga suasana ibadah terasa sangat khusyuk.

Setelah pelaksanaan sholat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sekaligus permohonan ampunan atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan baik secara sadar maupun tidak sadar. Doa juga dipanjatkan agar seluruh anggota DWP DISPORA senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran dalam menjalankan tugas, serta keberkahan dalam kehidupan keluarga.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir bersama. Dzikir yang dilantunkan bertujuan untuk mengingat Allah SWT, menenangkan hati, serta mendekatkan diri kepada-Nya. Suasana Masjid Al Huda terasa begitu syahdu dan penuh ketenangan saat dzikir dilaksanakan. Seluruh peserta mengikuti dzikir dengan penuh kekhusyukan dan penghayatan.

Rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan semangat dan kesadaran spiritual yang tinggi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi momen refleksi diri bagi seluruh peserta.

KEUTAMAAN MALAM NISFU SA’BAN

Malam Nisfu Sa’ban memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam. Nisfu Sa’ban berarti pertengahan bulan Sa’ban, yaitu malam tanggal 15 bulan Sa’ban dalam kalender Hijriyah. Malam ini diyakini sebagai salah satu malam yang penuh keberkahan dan ampunan.

Beberapa keutamaan Malam Nisfu Sa’ban antara lain:

Malam Pengampunan Dosa.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa pada malam Nisfu Sa’ban, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang memohon ampun dengan sungguh-sungguh, kecuali bagi orang-orang yang masih menyimpan kebencian dan permusuhan di dalam hatinya.

Malam Dikabulkannya Doa.

Malam Nisfu Sa’ban merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon kebaikan dunia dan akhirat, serta meminta perlindungan dari segala keburukan.

Malam Penetapan Takdir Tahunan

Sebagian ulama menyebutkan bahwa pada malam Nisfu Sa’ban, Allah SWT menetapkan takdir hamba-Nya untuk satu tahun ke depan, seperti rezeki, umur, dan peristiwa penting lainnya. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal shaleh.

Malam Penuh Rahmat dan Kasih Sayang Allah SWT

Pada malam ini, rahmat Allah SWT turun kepada hamba-Nya yang beriman, sehingga menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

AMALAN YANG DIANJURKAN PADA MALAM NISFU SA’BAN

Beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nisfu Sa’ban antara lain: 1. Memperbanyak Sholat Sunnah 2. Sholat sunnah menjadi salah satu amalan utama yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 3. Membaca Al-Qur’an. Membaca dan merenungkan makna Al-Qur’an dapat menenangkan hati serta menambah keimanan. 4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar Dzikir dan istighfar bertujuan untuk mengingat Allah SWT dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. 5. Memanjatkan Doa. Doa dipanjatkan dengan penuh keikhlasan dan harapan agar Allah SWT mengabulkan segala permohonan yang baik. 6. Memperbaiki Hubungan Sesama Manusia. membersihkan hati dari rasa dengki, iri, dan permusuhan agar mendapatkan ampunan Allah SWT.

Kegiatan Malam Nisfu Sa’ban yang diselenggarakan oleh DWP DISPORA Bidang Sosial Budaya dalam rangka Program Kerja Iman dan Taqwa telah terlaksana dengan baik dan lancar. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan keimanan dan ketakwaan anggota DWP DISPORA. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota DWP DISPORA dapat mengambil hikmah dan pelajaran penting tentang makna Malam Nisfu Sa’ban, serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga maupun lingkungan kerja.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

35701-02-2026

LAPORAN KEGIATAN DWP DISPORA KABUPATEN TULUNGAGUNG BIDANG SOSIAL BUDAYA PROGRAM KERJA BIDANG SOSIAL KEPEDULIAN DAN KESETIAKAWANAN

Dalam rangka mewujudkan peran aktif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung sebagai organisasi yang tidak hanya berfokus pada penguatan internal keluarga aparatur sipil negara, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan, Bidang Sosial Budaya DWP Dispora Tulungagung menyelenggarakan kegiatan sosial kepedulian dan kesetiakawanan dalam bentuk kegiatan budaya cinta lingkungan. Kegiatan ini diwujudkan melalui pemberian bantuan sarana kebersihan berupa tempat sampah di salah satu destinasi wisata budaya yang kini tengah berkembang dan banyak digemari masyarakat, yaitu Candi Dadi yang terletak di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan budaya cinta lingkungan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 1 Februari 2026, dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai. Kegiatan diikuti oleh anggota DWP Dispora Kabupaten Tulungagung serta dihadiri langsung oleh Ketua DWP Dispora Tulungagung, Ny. Achmad Mugiyono. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan wisata yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

Pemilihan Candi Dadi sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Candi Dadi semakin dikenal luas oleh masyarakat, baik warga lokal Tulungagung maupun wisatawan dari luar daerah. Letaknya yang berada di kawasan perbukitan dengan panorama alam yang indah menjadikan candi ini sebagai destinasi favorit bagi para pencinta wisata alam, sejarah, dan budaya. Meningkatnya jumlah pengunjung membawa dampak positif bagi promosi wisata daerah, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan baru, salah satunya adalah persoalan kebersihan lingkungan akibat meningkatnya aktivitas manusia di kawasan tersebut.

Melihat kondisi tersebut, DWP Dispora Tulungagung melalui Bidang Sosial Budaya merasa terpanggil untuk turut ambil bagian dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan wisata. Kegiatan pemberian tempat sampah ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya menanamkan budaya cinta lingkungan, baik kepada anggota DWP sendiri maupun kepada masyarakat dan pengunjung Candi Dadi. Diharapkan dengan tersedianya sarana kebersihan yang memadai, kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya semakin meningkat, sehingga kawasan Candi Dadi tetap terjaga kebersihannya dan kelestariannya.

Kegiatan diawali dengan berkumpulnya seluruh peserta di titik awal pendakian menuju Candi Dadi pada pagi hari. Suasana pagi yang sejuk dengan latar perbukitan menambah semangat para peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Sebelum memulai pendakian,

Ketua DWP Dispora Tulungagung, Ny. Achmad Mugiyono, memberikan arahan singkat kepada seluruh anggota yang hadir. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya peran perempuan, khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan, dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan serta menjaga warisan budaya yang dimiliki daerah.

Setelah arahan singkat, kegiatan dilanjutkan dengan pendakian menuju puncak Candi Dadi. Para anggota DWP Dispora dengan penuh semangat saling membantu membawa tempat sampah yang akan diserahkan. Meskipun medan menuju puncak candi cukup menantang, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kebersamaan para ibu-ibu DWP. Dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab, mereka bergantian membawa tempat sampah, saling menyemangati, dan menjaga kekompakan hingga tiba di puncak.

Sesampainya di puncak Candi Dadi, rombongan disambut oleh juru kunci setempat yang selama ini berperan penting dalam menjaga kelestarian candi dan kawasan sekitarnya. Dalam suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan, dilakukan penyerahan simbolis bantuan tempat sampah dari Ketua DWP Dispora Tulungagung kepada juru kunci Candi Dadi. Penyerahan ini menjadi simbol sinergi antara organisasi perempuan, pengelola situs budaya, dan masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan wisata.

Dalam sambutannya, Ny. Achmad Mugiyono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen DWP Dispora Tulungagung untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan budaya daerah. Beliau berharap bantuan tempat sampah ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi sarana edukasi bagi para pengunjung agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, beliau juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga Candi Dadi sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi kebanggaan masyarakat Tulungagung.

Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penyerahan bantuan semata, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di kawasan wisata budaya. Melalui kegiatan ini, anggota DWP Dispora Tulungagung diharapkan dapat menjadi teladan dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas sosial kemasyarakatan.

Candi Dadi sendiri merupakan salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan berbagai sumber sejarah dan cerita masyarakat setempat, Candi Dadi diperkirakan berasal dari masa klasik Hindu-Buddha. Candi ini memiliki keunikan tersendiri karena terletak di puncak bukit, berbeda dengan kebanyakan candi lain yang umumnya berada di dataran rendah. Lokasi tersebut menunjukkan bahwa Candi Dadi kemungkinan memiliki fungsi khusus, tidak hanya sebagai tempat pemujaan, tetapi juga sebagai tempat spiritual yang berkaitan dengan kontemplasi dan kegiatan keagamaan.

Nama “Dadi” sendiri dipercaya berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna “jadi” atau “terwujud”. Menurut cerita masyarakat setempat, Candi Dadi dikaitkan dengan kisah perjalanan spiritual dan kepercayaan leluhur pada masa lampau. Meskipun tidak banyak relief atau ornamen yang tersisa, struktur batuan candi dan lokasinya yang strategis di puncak bukit memberikan kesan sakral dan penuh makna. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin merasakan nuansa sejarah sekaligus ketenangan alam.

Dalam perkembangannya, Candi Dadi tidak hanya menjadi situs sejarah, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata alam dan budaya. Dari puncak candi, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang luas dan indah, dengan hamparan perbukitan dan panorama Kabupaten Tulungagung dari ketinggian. Keindahan alam inilah yang menjadikan Candi Dadi semakin populer, terutama di kalangan generasi muda yang gemar berwisata sambil menikmati keindahan alam dan berburu foto.

Namun, meningkatnya popularitas Candi Dadi juga membawa konsekuensi berupa meningkatnya aktivitas pengunjung yang berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan, khususnya sampah. Oleh karena itu, kegiatan budaya cinta lingkungan yang dilaksanakan oleh DWP Dispora Tulungagung ini menjadi sangat relevan dan strategis. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis berupa penyediaan tempat sampah, tetapi juga mengandung nilai edukasi dan pesan moral tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan wisata.

Melalui kegiatan ini, DWP Dispora Tulungagung menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dan lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kesetiakawanan sosial, di mana anggota DWP secara bersama-sama, tanpa pamrih, berkontribusi untuk kepentingan bersama. Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan pendakian dan penyerahan bantuan menjadi cerminan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang terus dijaga dan dilestarikan.

Secara keseluruhan, kegiatan budaya cinta lingkungan berupa pemberian bantuan tempat sampah di kawasan wisata Candi Dadi berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Antusiasme peserta, dukungan dari pengelola setempat, serta semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya DWP Dispora Tulungagung. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi kebersihan lingkungan Candi Dadi maupun bagi peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya dan alam.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, DWP Dispora Tulungagung berharap dapat terus menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan budaya di Kabupaten Tulungagung. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pengelola wisata dapat terjalin semakin kuat demi terwujudnya lingkungan yang bersih, lestari, dan berbudaya.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

35830-01-2026Bu Mindarti selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan RSUD Campurdarat dr Karneni pada Hari Jumat tanggal 30 Januari 2026 mengikuti kegiatan rutin Cafe Sampah di halaman Pendopo Kongasarum Kusumaningbangsa. Acara dimulai pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Acara ini diikuti oleh perwakilan seluruh anggota DWP se-Kabupaten Tulungagung baik itu unsur Dinas, Badan, Sekretariat Daerah, maupun Kecamatan. Ibu Mindarti menyerahkan 7 kantong kresek besar berisi botol plastik bekas seberat 4,6 kilogram dan kerdus seberat 14,2 kilogram. Botol-botol plastik dan kerdus ini didapat dari sisa penggunaan pegawai di rumah sakit. Cafe sampah atau Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat Pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis. Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi Barang Ekonomi. Saat ini sampah tidak hanya cukup dibuang pada tempatnya, namun juga perlu diolah menjadi sesuatu yang mempunyai manfaat dan nilai guna. Salah satu cara kreatif untuk mengolah sampah adalah dengan bank sampah yang menggunakan paradigma mencegah timbulnya sampah (reduce), menggunakan ulang sampah (reuse), serta mendaur ulang sampah (recycle) (Sriwijayanti, Hasanah, Munawarah, Ridho, & Sejatu, 2022). Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering rumah tangga, seperti plastik, kertas, kaleng, dan lain-lain yang menerapkan sistem konversi dari sampah menjadi uang, untuk meningkatkan partisipasi warga dalam memilah serta mendaur ulang sampah (Marwati, Savitri Noor, Laksmitawati, Nurhidayati, & Noor, 2022). Bank sampah memberikan dampak yang baik bagi masyrakat serta menghindari masyarakat dari paparan bakteri dan penyakit yang di akibatkan oleh tumpukan sampah yang tidak dapat dikelola secara baik dan benar. Keberadaan bank sampah secara perlahan dapat mengubah stigma masyarakat agar memaknai sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai yang dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai sekaligus mengurangi jumlah sampah nasional. Pentingnya peran program bank sampah, sehingga dalam pengelolaannya memerlukan perhatian serta kontribusi dari seluruh pihak agar tetap mampu menjaga kelestarian lingkungan (Hasbiah, Yustiani, & Permatasari, 2021; Muhtadi, 2017). Program bank sampah tentunya akan membawa dampak terhadap keberlanjutan pembangunan nasional. Kegiatan Bank Sampah ini sudah rutin dilaksanakan selama bertahun-tahun sebagai wujud kepedulian Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Tulungagung pada umumnya, dan RSUD Campurdarat dr Karneni pada khususnya terhadap lingkungan sekitar.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD RSUD Campurdarat
35925-01-2026

LAPORAN KEGIATAN DWP DISPORA BIDANG SOSIAL BUDAYA PROGRAM KERJA KEPEDULIAN DAN KESETIAKAWANAN KEGIATAN BUDAYA CINTA LINGKUNGAN

Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang kualitas kehidupan manusia. Lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan, kenyamanan, serta kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti pencemaran, munculnya sumber penyakit, serta menurunnya kualitas estetika lingkungan. Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi isu yang cukup serius dan memerlukan perhatian serta keterlibatan berbagai pihak.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, volume sampah yang dihasilkan juga semakin bertambah. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber permasalahan lingkungan yang berdampak jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata dan berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola sampah secara bijak dan bertanggung jawab. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif organisasi masyarakat, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Dharma Wanita Persatuan (DWP) DISPORA sebagai organisasi yang menaungi istri Aparatur Sipil Negara memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan di bidang sosial dan budaya. Melalui Bidang Sosial Budaya, DWP DISPORA berupaya untuk berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat kesetiakawanan, serta menanamkan nilai-nilai positif yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Salah satu bentuk implementasi dari peran tersebut adalah melalui Program Kerja Kepedulian dan Kesetiakawanan.

Program Kerja Kepedulian dan Kesetiakawanan ini diwujudkan dalam kegiatan Budaya Cinta Lingkungan berupa membersihkan lingkungan dan pengelolaan Bank Sampah. Kegiatan ini dipilih sebagai bentuk aksi nyata yang mudah dilakukan, namun memiliki dampak yang besar apabila dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Melalui kegiatan membersihkan lingkungan, anggota DWP DISPORA diharapkan dapat memberikan contoh positif sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Selain kegiatan bersih lingkungan, pengelolaan Bank Sampah menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ini. Bank Sampah merupakan salah satu solusi alternatif dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga pada pemberdayaan dan nilai ekonomi. Dengan adanya kegiatan Bank Sampah, anggota DWP DISPORA tidak hanya diajak untuk membersihkan sampah, tetapi juga memahami pentingnya pemilahan dan pemanfaatan sampah agar memiliki nilai guna.

Melalui kegiatan Budaya Cinta Lingkungan yang dilaksanakan di area GOR Lembu Peteng ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, serta tumbuh kesadaran kolektif anggota DWP DISPORA untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan, gotong royong, dan kesetiakawanan sosial antaranggota, sehingga nilai-nilai tersebut dapat terus terjaga dan berkembang di lingkungan DWP DISPORA.

Dasar Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada:
1. Program Kerja DWP DISPORA Bidang Sosial Budaya.
2. Komitmen DWP DISPORA dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.
3. Upaya peningkatan kesadaran anggota DWP DISPORA terhadap pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah.

Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan Budaya Cinta Lingkungan ini adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kepedulian dan kesadaran anggota DWP DISPORA terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
2. Menumbuhkan budaya gotong royong dan kesetiakawanan sosial antaranggota.
3. Menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, khususnya di area GOR Lembu Peteng.
4. Mengedukasi anggota DWP DISPORA tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui Bank Sampah.

Manfaat Kegiatan
Manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain:
1. Terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
2. Meningkatnya kesadaran anggota terhadap perilaku ramah lingkungan.
3. Terbentuknya kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
4. Mempererat hubungan dan kebersamaan antaranggota DWP DISPORA.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Waktu dan Tempat

Kegiatan Budaya Cinta Lingkungan dilaksanakan pada:
• Hari/Tanggal : Minggu, 25 Januari 2025
• Waktu : Pukul 06.00 WIB hingga selesai
• Tempat : Area GOR Lembu Peteng

B. Peserta Kegiatan
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua DWP DISPORA dan seluruh anggota DWP DISPORA. Partisipasi aktif dari seluruh peserta menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan ini.

C. Bentuk dan Rangkaian Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan Budaya Cinta Lingkungan ini dilaksanakan secara terpadu dan terencana sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran kolektif anggota DWP DISPORA terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan berkumpulnya Ketua DWP DISPORA beserta seluruh anggota di area GOR Lembu Peteng. Suasana pagi hari yang sejuk menambah semangat para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Kegiatan diawali dengan pengarahan singkat dari Ketua DWP DISPORA mengenai maksud dan tujuan kegiatan, pentingnya peran perempuan dalam menjaga lingkungan, serta harapan agar kegiatan ini tidak hanya menjadi aktivitas seremonial, tetapi mampu membentuk kebiasaan dan budaya cinta lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah pengarahan, peserta melakukan pemanasan ringan sebelum memulai kegiatan bersih-bersih lingkungan.

Selanjutnya, seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja dengan pembagian area yang jelas, meliputi area halaman GOR, jalur pejalan kaki, area taman, dan lingkungan sekitar GOR Lembu Peteng. Masing-masing kelompok bertanggung jawab membersihkan area yang telah ditentukan, mulai dari menyapu dedaunan, mengumpulkan sampah plastik, kertas, dan sampah lainnya, hingga membersihkan saluran air di sekitar lokasi kegiatan.

Dalam proses pembersihan lingkungan, peserta tidak hanya fokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga melakukan penataan lingkungan agar terlihat lebih rapi dan nyaman. Kegiatan ini dilaksanakan dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab bersama. Interaksi antaranggota selama kegiatan berlangsung mencerminkan kuatnya nilai kesetiakawanan sosial yang menjadi dasar Program Kerja DWP DISPORA.

Setelah kegiatan membersihkan lingkungan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengelolaan Bank Sampah sebagai bentuk edukasi dan praktik langsung pengelolaan sampah berkelanjutan. Sampah yang telah dikumpulkan sebelumnya dipilah berdasarkan jenisnya, seperti sampah plastik, kertas, botol bekas, dan sampah lainnya yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.

Pada sesi Bank Sampah ini, anggota DWP DISPORA mendapatkan pemahaman mengenai konsep Bank Sampah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Bank Sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk mengubah pola pikir masyarakat agar memandang sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.

Peserta secara aktif terlibat dalam proses penimbangan dan pencatatan sampah yang telah dipilah. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat memberikan manfaat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Melalui praktik ini, diharapkan anggota DWP DISPORA dapat menerapkan dan menyebarluaskan konsep Bank Sampah di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

Kegiatan Bank Sampah juga menjadi momentum penting untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya, yaitu dari rumah tangga. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan dan berdampak positif dalam jangka panjang.

HASIL DAN EVALUASI KEGIATAN

A. Hasil yang Dicapai

Pelaksanaan kegiatan Budaya Cinta Lingkungan ini menghasilkan beberapa capaian positif, antara lain:
1. Area GOR Lembu Peteng menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman.
2. Meningkatnya kesadaran anggota DWP DISPORA akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
3. Terlaksananya kegiatan Bank Sampah sebagai langkah awal pengelolaan sampah berkelanjutan.
4. Terjalinnya kebersamaan dan kekompakan antaranggota DWP DISPORA.

B. Evaluasi Kegiatan
Secara umum, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Antusiasme peserta menjadi salah satu faktor pendukung utama. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya, seperti perlunya penambahan peralatan kebersihan dan peningkatan sosialisasi terkait pengelolaan Bank Sampah agar hasil yang dicapai lebih optimal.

Kegiatan Budaya Cinta Lingkungan yang dilaksanakan oleh DWP DISPORA Bidang Sosial Budaya dalam Program Kerja Kepedulian dan Kesetiakawanan telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada pembentukan sikap peduli, bertanggung jawab, dan berkesinambungan terhadap lingkungan hidup.
Melalui kegiatan membersihkan lingkungan dan pengelolaan Bank Sampah, anggota DWP DISPORA memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya peran individu dan kelompok dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga dampak positif yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas. Selain itu, perlu adanya pengembangan program Bank Sampah sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

36031-01-2026Istilah "Cafe Sampah" biasanya merujuk pada konsep tempat nongkrong yang memiliki misi lingkungan, di mana sampah bukan lagi dianggap limbah, melainkan mata uang atau bahan baku utama. Di Indonesia, konsep ini mulai populer seiring meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjelaskan apa itu Cafe Sampah: 1. Sampah Sebagai Alat Pembayaran Ini adalah ciri khas yang paling unik. Di cafe jenis ini, pengunjung bisa membayar makanan atau minuman mereka dengan sampah plastik (seperti botol PET atau gelas plastik) yang sudah dibersihkan. Sampah yang dikumpulkan nantinya akan disalurkan ke bank sampah atau pabrik daur ulang. Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat bahwa sampah punya nilai ekonomi jika dikelola dengan benar. 2. Desain Interior dari Bahan Daur Ulang Jangan bayangkan tempat yang kotor. Cafe sampah justru biasanya tampil sangat estetik dengan gaya industrial atau rustic. Meja dan kursi bisa berasal dari palet kayu bekas atau ban mobil. Hiasan dinding dibuat dari tutup botol, logam bekas, atau instalasi seni dari limbah plastik. 3. Penerapan Gaya Hidup Zero Waste Cafe ini biasanya sangat ketat dalam operasionalnya: Tanpa Plastik Sekali Pakai: Tidak menyediakan sedotan plastik atau kantong plastik. Pengomposan: Sisa makanan dari dapur diolah menjadi kompos untuk tanaman di sekitar cafe. Produk Lokal: Seringkali bekerja sama dengan petani lokal untuk mengurangi jejak karbon transportasi. 4. Wadah Edukasi dan Komunitas Bukan sekadar tempat minum kopi, cafe ini sering menjadi titik kumpul para aktivis lingkungan. Di sana sering diadakan: Workshop mendaur ulang (upcycling). Diskusi mengenai perubahan iklim. Pasar mini yang menjual produk ramah lingkungan (sabun batang, sedotan bambu, dll). Intinya: Cafe Sampah adalah upaya kreatif untuk mengubah stigma "sampah itu menjijikkan" menjadi sesuatu yang bermanfaat dan punya nilai jual, sambil tetap memberikan ruang sosial yang nyaman. Untuk itu Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan ikut serta dalam gerakan cafe sampah yang diadakan oleh TIM penggerak PKK Kabupaten Tulungagung setia hari Jum'at pukul 08.00 - 11,00 WIB bertempat di depan Gedung Sekretariat DWP Kabupaten Tulungagung dengan tahapan penyetoran sebagai berikut : 1. Jum'at kedua pertama yaitu tanggal 2 Januari 2026 DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung ikut serta gerakan cafe sampah dengan bobot timbangan 5 kg , penyetor sampah kali ini ibu Nur Widayati dan ibu Rohmatus Sholekah anggota dari SMPN 2 Kauman 2. Minggu keempat jum'at tanggal 23 Januari 2026 DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, dengan berat sampah 7 kg penyetor sampah pada kali ini oleh ibu sri dan Niken anggota dari SMPN 1 Pagerwojo. 3. Minggu kelima jum'at tanggal 30 Januari 2026 DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Tulunggaung .dengan berat sampah 3,2 kg , penyetor sampah pada kali ini adalah ibu defian dan ibu Savitri anggota dari SMPN 2 Pagerwojo
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
36130-01-2026Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan Cafe Sampah pada tanggal 30 Januari 2029 sebagai wujud komitmen dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup sekaligus pemberdayaan ekonomi berbasis pengelolaan sampah. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi yang inovatif dan aplikatif guna meningkatkan kesadaran anggota Dharma Wanita Persatuan serta masyarakat akan pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Cafe Sampah ini diikuti oleh seluruh unsur Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, termasuk Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung yang turut serta secara aktif dalam rangkaian kegiatan. Partisipasi ini mencerminkan sinergi dan dukungan nyata antarunsur organisasi dalam menyukseskan program-program yang berdampak positif bagi lingkungan dan sosial kemasyarakatan. Inti dari kegiatan Cafe Sampah adalah penukaran sampah anorganik yang masih memiliki nilai daur ulang, seperti botol plastik, gelas plastik, kertas, kardus, dan kemasan lainnya. Sampah yang dibawa oleh peserta dikumpulkan dan diserahkan kepada petugas untuk dilakukan pemilahan serta penimbangan. Selanjutnya, sampah tersebut dikonversikan menjadi nilai uang sesuai dengan kategori dan berat sampah yang telah ditentukan. Mekanisme ini memberikan pemahaman kepada peserta bahwa sampah tidak semata-mata menjadi limbah, melainkan memiliki nilai ekonomis apabila dikelola dengan baik dan bertanggung jawab. Nilai uang yang diperoleh dari hasil penukaran sampah dapat langsung dimanfaatkan oleh peserta untuk berbelanja di cafe yang telah disediakan di lokasi kegiatan. Berbagai pilihan makanan dan minuman tersedia sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta. Konsep ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta bahwa kebiasaan memilah sampah dapat memberikan manfaat nyata, sekaligus mendorong perubahan pola pikir dan perilaku dalam pengelolaan sampah di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Selain kegiatan utama penukaran sampah dan layanan cafe, panitia juga menghadirkan taman baca digital sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi. Peserta dapat mengakses taman baca digital tersebut dengan memindai barcode yang telah disediakan. Melalui fasilitas ini, peserta memperoleh akses ke berbagai bahan bacaan digital yang bersifat edukatif, informatif, dan inspiratif, mulai dari materi lingkungan hidup, pengelolaan sampah, hingga bacaan umum yang bermanfaat. Kehadiran taman baca digital menjadi inovasi pendukung yang memperkaya nilai kegiatan, tidak hanya dari aspek lingkungan dan ekonomi, tetapi juga dari aspek pendidikan dan literasi. Secara keseluruhan, kegiatan Cafe Sampah yang dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2029 ini berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung bersama Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Tulungagung berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi volume sampah, serta membangun budaya hidup bersih dan ramah lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi pelaksanaan program serupa di masa mendatang.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
36223-01-2026

DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga/Olahraga
Yang mengikuti kegiatan di DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 23 Januari 2026
3. Pukul : 08.00 s/d 09.00 WIB
4. Peserta : 28 orang
5. Lokasi : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
6. Acara : Olahraga

Pembahasan
Olahraga senam rutin dilakukan setiap minggu oleh pengurus dan anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai upaya untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Anggota DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan rutin berkontribusi dan aktif mengikuti kegiatan senam di halaman Kantor DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai upaya mewujudkan ketahanan keluarga melalui kebugaran jasmani yang diharapkan dapat meningkatkan kesehatan secara fisik dan mental. Olahraga senam juga meningkatkan semangat kebersamaan dan mewujudkan sinergi yang baik antar anggota DWP agar dapat mencapai tujuan bersama dalam mensukseskan program dan kegiatan DWP Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Olahraga adalah semua bentuk aktivitas fisik yang dilakukan baik dalam bentuk kompetitif atau juga santai. Olahraga pada umumnya bertujuan untuk memelihara atau meningkatkan kemampuan dan keterampilan fisik sambil memberikan efek relaksasi ke orang yang melakukan olahraga dan hiburan ke orang yang menonton.
Ketika berolahraga, tubuh akan lebih bebas bergerak. Ini akan memicu proses metabolisme dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Hasilnya tubuh lebih sehat dan kuat, serta tidak mudah terserang penyakit.
Tidak hanya mencegah penyakit pada umumnya, tubuh yang aktif dapat mencegah dari risiko penyakit kronis.
Aktivitas fisik dapat menurunkan percepatan penuaan biologis, meningkatkan kebugaran, serta mencegah sindrom metabolik, obesitas, dan resistensi insulin.
Berolahraga membuat semua bagian tubuh kamu bergerak, sehingga bisa meningkatkan fleksibilitas.
Otot tubuh juga menjadi lebih elastis dan tidak kaku. Bagi wanita, olahraga amat penting untuk menunjang kesehatan tubuhnya.
Fakta kesehatan yang termuat dalam menyebutkan bahwa postur tubuh yang tepat dapat menurunkan risiko nyeri punggung, bahu, dan sakit persendian.
Saat tubuh digunakan untuk beraktivitas, kalori yang ada di dalamnya akan terbakar lebih optimal. Kalori akan tubuh akan proses menjadi energi secara keseluruhan, tanpa ada yang tersisa dan berpotensi menimbulkan tumpukan lemak tubuh.
Tubuh juga akan mendapatkan suplai nutrisi yang cukup untuk melancarkan proses pertumbuhan dan perkembangan secara ideal.
Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, olahraga teratur juga memiliki peran yang baik untuk meningkatkan daya pikir.. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membuat otak lebih tercukupi asupan gizinya.
Gerakan olahraga dapat merangsang organ pencernaan juga aktif bergerak. Organ pencernaan akan bekerja lebih optimal untuk menyediakan energi yang tubuh perlukan.
Tubuh yang aktif akan mencegah kamu dari risiko cedera saat melakukan aktivitas tertentu. Ketika tubuh sudah terbiasa dengan olahraga, fleksibilitas dan ketahanan ototmu akan terlatih.
Berolahraga juga dapat membuat aliran darah menjadi lebih lancar dan suplai oksigen dapat tersebar dengan baik ke seluruh tubuh. Hal ini juga akan meningkatkan performa dalam aktivitas sehari-hari.
Olahraga bisa menjaga kesehatan tulang dan persendian.
Aktivitas fisik mampu meningkatkan produksi cairan dalam persendian sehingga bermanfaat untuk melumasi persendian. Kondisi ini membuat sendi-sendi lebih licin dan fleksibel.
Kulit bisa terpengaruh oleh jumlah stres oksidatif yang muncul akibat antioksidan tubuh tidak bisa sepenuhnya memperbaiki kerusakan radikal bebas pada sel.
Kondisi ini bisa merusak struktur internal dan merusak kulit.
Dengan rutin berolahraga, produksi antioksidan alami dalam tubuh akan meningkat.
Kondisi ini dapat membantu melindungi sel, menstimulasi aliran darah dan menginduksi adaptasi sel kulit yang bisa membantu menunda penuaan kulit.
Orang yang rutin berolahraga tubuhnya lebih sehat dan bugar. Kebugaran ini membuatnya tidak gampang terkena penyakit karena memiliki daya tahan tubuh kuat.
Jarang berolahraga juga memperbesar kemungkinan obesitas yang dapat membuat seseorang rentan mengalami penyakit gula dan penyakit kardiovaskular.
Tidak hanya manfaat kesehatan, rutin berolahraga juga dapat mempertemukan kita pada komunitas sehat.
Membangun komunitas sehat bisa membuat seseorang menjadi tambah semangat, mendapatkan pengaruh positif, sehingga hidup lebih bermanfaat dan berkualitas.
Tubuh yang bugar karena aktivitas fisik yang rutin dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan aktivitas harian.
Untuk orang dewasa yang lebih tua, melakukan olahraga rutin dapat meningkatkan fungsi fisik dan mengurangi risiko jatuh atau cedera akibat jatuh.
Aktif secara fisik dapat membantu merangsang kreativitas. Sebab, dengan melakukan aktivitas fisik kita cenderung tidak gampang stres, pikiran juga lebih fresh.
Positifnya, kita bisa punya ide-ide segar dan lebih cepat dalam mengeksekusi suatu hal atau isu.
Aktivitas fisik juga dapat membangun ikatan antara anggota keluarga.
Semua orang membutuhkan olahraga, baik tua maupun muda. Bahkan olahraga semestinya menjadi kebiasaan yang perlu ditanamkan kepada anak-anak sedari kecil.
Orang-orang yang mengidap kondisi penyakit tertentu seperti penyakit gula ataupun obesitas membutuhkan keaktifan bergerak sebagai rutinitas harian.
Selain itu, mengolah badan kerap menjadi bagian dari metode terapi kesehatan relaksasi buat pengidap stres, masalah kesehatan tulang, dan gangguan kesehatan lainnya.
Aturan praktis yang umum seseorang lakukan adalah melakukan 30 menit aktivitas fisik sedang setiap hari, dengan total minimal 150 menit bergerak sedang setiap minggunya.
Aktivitas fisik sebagai rutinitas harian bisa menambahkan 75 menit latihan intens setiap minggu. Pastikan tidak memaksakan tubuh untuk beraktivitas fisik ketika sedang sakit atau cedera.
Supaya hasilnya maksimal dan sesuai dengan tujuan awal, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum dan sesudah berolahraga.
Persiapan sebelum latihan fisik mencakup sebagai berikut :
Lakukan pemanasan sebelum berolahraga untuk mempersiapkan tubuh secara fisik dan mental.
Pemanasan dapat berupa senam ringan, peregangan, atau gerakan dinamis untuk mengencangkan otot dan meningkatkan sirkulasi darah.
Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan jenis latihan fisik yang akan dilakukan. Pakaian yang terlalu ketat atau terlalu longgar dapat mengganggu gerakan dan meningkatkan risiko cedera.
Makan makanan ringan yang mengandung karbohidrat sekitar 1-2 jam sebelum berolahraga. Hindari makanan berat agar tidak mengganggu pencernaan saat beraktivitas.
Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum latihan fisik. Minumlah air secukupnya agar tidak mengalami dehidrasi selama beraktivitas fisik.
Jika memiliki kondisi kesehatan yang spesifik atau sedang dalam pemulihan dari cedera, konsultasikan dengan dokter atau ahli kebugaran sebelum memulai program olahraga.
Kram sesudah olahraga kerap terjadi, ketika lupa melakukan pendinginan. Tidak hanya pendinginan, ada hal-hal lain yang perlu dilakukan sesudah aktivitas fisik ini, yaitu :
Lakukan pendinginan setelah berolahraga untuk menurunkan suhu tubuh secara bertahap.
Gerakan pendinginan dapat berupa senam ringan atau peregangan yang membantu mengembalikan otot ke keadaan normal.
Berikan tubuh waktu untuk beristirahat dan pulih setelah beraktivitas fisik. Tidur yang cukup penting untuk memperbaiki otot dan mengembalikan energi tubuh. Pastikan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi setelah aktivitas fisik. Kombinasi karbohidrat dan protein membantu memulihkan otot dan memperbaiki jaringan tubuh.
Lanjutkan untuk minum air dalam jumlah yang cukup setelah berolahraga. Ini membantu menggantikan cairan yang hilang selama beraktivitas fisik.
Jangan lupa untuk mencatat kemajuan setelah berolahraga. Mengukur peningkatan kinerja dan kondisi fisik akan membantu untuk menetapkan target dan memantau perkembangan olahraga.
Dengan berolahraga secara teratur, dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental, mengurangi risiko penyakit kronis, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Acara ditutup dengan dokumentasi.
Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

36330-01-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Bidang : Sosial Budaya Program : Kepedulian & Kesetiakawanan, Cafe Sampah Kegiatan Cafe Sampah merupakan inovasi dan kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Tulungagung dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung sebagai salah satu upaya untuk mengurangi limbah sampah, utamanya sampah plastik maupun sampah lainnya yang dapat didaur ulang kembali. Dalam hal ini organisasi wanita lainnya diantaranya Dharma Wanita Persatuan (DWP) OPD dan Kecamatan di Tulungagung ikut mendukung dan memberikan bentuk partisipasinya dengan turut mengirimkan sampah baik berupa plastik maupun kertas. Hari ini Jumat, 30 Januari 2026 telah dilaksanakan kegiatan cafe sampah oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung dengan keterangan sebagai berikut : Keterangan Program: 1. Hari, Tanggal: Jum’at, 30 Januari 2026 2. Pukul: 08.00 sd 08.30 WIB 3. Lokasi: Area gedung pertemuan PKK di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung 4. Acara: Café Sampah Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung . 5. Peserta : dilaksanakan oleh Ketua DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung (Ny. Sri Purnama Iswahjudi) 6. Detail Kegiatan: Permasalahan sampah bukan lagi menjadi masalah baru di Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah menjelaskan bahwa pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis dan karakteristik sampah. Sampah secara historis didefinisikan sebagai sesuatu yang dianggap kotor oleh semua orang dan harus dibuang ke tempat sampah. Karena jika limbah tersebut dibuang di sembarang tempat makan akan menimbulkan sumber pencemaran baru di tempatnya, namun karena masalah akan semakin parah atau tertangani, akan muncul masalah baru pada saat pembuangan akhir sampah. Esai ini berusaha untuk mengilustrasikan mengapa penting bagi kita untuk memahami pengelolaan sampah dan bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sampah ini tidak perlu dibuang dengan benar, melainkan dikelola dan dibedakan dari sampah yang akan bermanfaat dan dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Persepsi sampah juga dapat diubah dari sesuatu yang dibuang menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan dengan baik. Kegiatan cafe sampah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan rumah tangga serta mendorong partisipasi aktif anggota Dharma Wanita Persatuan dalam program keberlanjutan lingkungan. Peserta kegiatan mendapatkan penjelasan mengenai sistem bank sampah, di mana sampah yang sudah dipilah dapat ditukar dengan nilai ekonomi. Selain itu, konsep Cafe Sampah juga diperkenalkan sebagai upaya inovatif untuk mendaur ulang sampah menjadi sumber pendapatan. Ketua DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Ny. Sri Purnama Iswajudi menyetorkan sampah anorganik berupa botol plastik yang dikumpulkan di cafe sampah. Sampah yang disetorkan DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung hari ini sejumlah 2,5 kg. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang, dicatat, dan disetorkan ke pihak pengelola Café Sampah. Dari hasil pengumpulan tersebut, peserta memperoleh poin atau tabungan yang dapat ditukar dengan kebutuhan rumah tangga maupun insentif tertentu. Tempat pembuangan sampah ( TPA ) Segawe merupakan satu-satunya tempat pembuangan sampah yang ada di Kabupaten Tulungagung sehingga dengan pesatnya pertumbuhan penduduk menjadikan TPA Segawe mengalami kelebihan kapasitas. Salah satu strategi untuk mengurangi penumpukan sampah di Kabupaten Tulungagung yang terus diupayakan guna menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di dalam mengurangi penumpukan sampah tersebut. Implementasi program cafe sampah efektif memaksimalkan keikutsertaan masyarakat ditinjau dari keberhasilan program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkatan input dan output dan pencapaian tujuan menyeluruhnya meskipun pelaksanaannya belum maksimal. Adapun beberapa cara mengolah sampah plastik yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut: 1. Memilah Sampah Plastik Hal pertama yang perlu Anda lakukan dalam pengolahan sampah plastik adalah memilahnya sebelum mendaur ulangnya. Memilah sampah sangatlah penting karena sampah plastik mungkin masih bercampur dengan sampah organik. Padahal, sampah organik dan sampah plastik memiliki cara daur ulang yang berbeda. Tidak hanya memisahkannya dengan sampah organik, Anda juga perlu memilah sampah plastik berdasarkan jenis-jenisnya. Beberapa jenis plastik mungkin dapat langsung didaur ulang menjadi produk baru, seperti botol plastik yang dapat dimanfaatkan menjadi pot bunga. Namun, terdapat pula jenis plastik yang perlu diolah lebih lanjut untuk menjadi bahan baku produk, seperti kresek HDPE. Terkait pemilahan sampah, Chandra Asri Group lewat kampanye Indonesia Asri menggalakkan edukasi pemilahan sampah sebelum dibuang dengan Operasi Semut. Aksi ini mengajak masyarakat untuk melestarikan alam lewat pengolahan sampah yang tepat. 2. Mengolahnya Menjadi Karya Seni Contoh pengolahan sampah plastik selanjutnya adalah menjadikannya karya seni yang fungsional, seperti karpet dari anyaman kresek, kelambu dari tutup botol plastik, dan lain sebagainya. 3. Memanfaatkannya untuk Menyiram Tanaman Beberapa sampah plastik, seperti botol plastik dan kemasan pembersih dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Caranya adalah dengan membuat lubang pada botol plastik dan menanamnya sebagian ke pot atau lahan taman. Kemudian, isi botol tersebut dengan air. Air akan merembes dari lubang-lubang kecil yang Anda buat pada botol yang tertanam sebagian di tanah. Selain botol plastik, Anda juga bisa menggunakan kemasan pembersih untuk menjadi alat penyiram tanaman. Caranya dengan memotong leher botol pembersih dan mengisinya dengan air. Lalu, tuangkan air pada botol pembersih yang sudah dibersihkan tersebut ke tumbuhan sebagai alat penyiram tanaman. 4. Menyerahkan Sampah ke Pihak Pengelolaan Sampah Terintegrasi Jika Anda tidak memiliki waktu dan sumber daya untuk mendaur ulang sampah plastik, menyetorkannya ke pihak pengelolaan sampah terintegrasi dapat menjadi solusi. Pihak-pihak tersebut kemudian akan menyalurkan atau mengolah sampah yang telah disetorkan secara langsung. Inisiatif ini bergerak dengan mengumpulkan sampah dari industri dan rumah tangga untuk kemudian dijual ke industri daur ulang. Lalu, sampah-sampah tersebut diolah menjadi BBM Plas. Bahan bakar tersebut digunakan oleh nelayan untuk kapal mereka serta untuk memasak. 5. Membangun Rumah Kaca Tips pengolahan sampah plastik selanjutnya adalah membuat rumah kaca untuk tanaman. Dibandingkan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli material, Anda bisa memanfaatkan botol plastik untuk dijadikan rumah kaca. Caranya adalah dengan memotong bagian dasar botol plastik, membuka tutupnya, dan meletakkannya pada bedeng taman hingga mengelilinginya. Rumah kaca dari botol plastik ini dapat menghalau angin agar tidak merusak tanaman yang Anda budidayakan. 6. Mengolah Sampah Plastik Menjadi Bahan Baku Produk .Pengolahan sampah plastik dapat dilakukan secara sederhana dan lanjutan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, beberapa jenis sampah perlu diolah lebih lanjut agar bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku produk. Manfaat Kegiatan Café Sampah: 1.Meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama dalam hal mengelola sampah rumah tangga dengan bijak. 2.Mendorong gaya hidup ramah lingkungan, dengan membiasakan anggota untuk memilah sampah sejak dari rumah. 3.Memberikan nilai ekonomi, karena sampah yang dikumpulkan dapat ditukar dengan tabungan maupun kebutuhan rumah tangga. 4.Menjadi sarana edukasi berkelanjutan, baik untuk anggota Dharma Wanita maupun keluarga di rumah, sehingga terbentuk kebiasaan positif dalam mengurangi timbulan sampah. 5.Mempererat kebersamaan, karena kegiatan dilaksanakan secara rutin dan menjadi forum interaksi yang sehat dan bermanfaat. Kegiatan Utama dalam Cafe Sampah Untuk mencapai tujuan tersebut, Cafe Sampah melakukan berbagai kegiatan yang terstruktur dan sistematis. Berikut adalah rangkaian kegiatan utama yang dilakukan oleh Cafe Sampah: 1. Pengumpulan Sampah Penyuluhan dan Edukasi: Memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan cara memilah sampah dengan benar. Pengumpulan Rutin: Melakukan pengumpulan sampah dari rumah tangga, sekolah, dan fasilitas umum secara terjadwal untuk memastikan kontinuitas proses. 2. Pemilahan Sampah Sortir Berdasarkan Jenis: Memilah sampah menjadi kategori seperti plastik, kertas, logam, kaca, dan organik untuk memudahkan proses daur ulang. Pemisahan Sampah Berbahaya: Mengidentifikasi dan memisahkan sampah berbahaya atau tidak dapat didaur ulang untuk penanganan khusus. 3. Pengolahan dan Penanganan Penyimpanan yang Tepat: Menyimpan sampah yang telah dipilah di lokasi yang aman dan sesuai hingga siap untuk proses selanjutnya. Proses Daur Ulang Awal: Melakukan proses awal seperti pencacahan atau pemadatan untuk memudahkan transportasi dan pengolahan lebih lanjut. 4. Penjualan dan Distribusi Kerjasama dengan Pihak Ketiga: Menjual sampah yang telah diproses kepada pabrik atau perusahaan daur ulang yang akan mengolahnya menjadi produk baru. Pembuatan Produk Daur Ulang: Beberapa Bank Sampah juga memproduksi barang-barang dari bahan daur ulang seperti kerajinan tangan, tas, dan peralatan rumah tangga. 5. Pemberian Insentif Kompensasi Finansial: Memberikan imbalan berupa uang tunai atau tabungan kepada masyarakat berdasarkan jumlah dan jenis sampah yang disetor. Program Penghargaan: Menyediakan hadiah atau penghargaan lainnya untuk mendorong partisipasi aktif dan konsisten dari masyarakat. 6. Edukasi dan Sosialisasi Lanjutan Pelatihan dan Workshop: Mengadakan kegiatan edukatif untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan daur ulang. Kampanye Kesadaran: Melakukan kampanye melalui media sosial, seminar, dan acara komunitas untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. 7. Pengelolaan Administrasi Pendataan dan Monitoring: Mencatat dan memantau data terkait jumlah sampah yang dikumpulkan, dipilah, dan dijual untuk evaluasi dan perencanaan strategis. Pelaporan Transparan: Menyusun laporan kegiatan secara berkala untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas kepada semua pemangku kepentingan. 8. Pengembangan Komunitas Kolaborasi Strategis: Bekerja sama dengan pemerintah, NGO, dan sektor swasta untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas program. Inovasi Berkelanjutan: Terus mencari dan mengimplementasikan metode baru dalam pengelolaan sampah untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Pendirian Cafe Sampah dapat berkembang meningkat menjadi Bank Sampah yang sifatnya bisa untuk simpan dan ponjam dan dapat dilakukan oleh berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Berikut adalah beberapa entitas yang dapat mendirikan Bank Sampah: 1. Komunitas atau Kelompok Masyarakat RT/RW atau Organisasi Lokal: Warga di lingkungan tertentu dapat bekerja sama untuk membentuk Bank Sampah sebagai upaya kolektif dalam mengelola sampah lokal. Kelompok Sosial dan Keagamaan: Organisasi sosial atau keagamaan dapat menginisiasi Bank Sampah sebagai bagian dari program sosial dan lingkungan mereka. 2. Institusi Pendidikan Sekolah dan Universitas: Lembaga pendidikan dapat mendirikan Bank Sampah untuk mendidik siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah dan memberikan pengalaman praktis dalam daur ulang. 3. Perusahaan dan Sektor Swasta Perusahaan Swasta: Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), perusahaan dapat mendirikan Bank Sampah untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Koperasi dan UKM: Unit usaha kecil dan menengah dapat mengembangkan Bank Sampah sebagai peluang bisnis sekaligus kontribusi terhadap lingkungan. 4. Pemerintah Daerah Dinas Lingkungan Hidup: Pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat menginisiasi dan mendukung pendirian Bank Sampah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di wilayahnya. Pemerintah Kota/Kabupaten: Memberikan dukungan regulasi dan fasilitas untuk operasional Bank Sampah yang berkelanjutan. 5. Organisasi Non-Pemerintah (NGO) Lembaga Swadaya Masyarakat: NGO yang fokus pada isu lingkungan dapat mendirikan dan mengelola Bank Sampah sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan mereka. 6. Individu dan Pengusaha Sosial Pengusaha Sosial: Individu dengan visi lingkungan dapat mengembangkan Bank Sampah sebagai model bisnis sosial yang berkelanjutan. Inisiatif Pribadi: Siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dapat memulai Bank Sampah dengan melibatkan komunitas sekitar. 7. Penutup: Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang lebih besar dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung program keberlanjutan di Kabupaten Tulungagung. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung semakin memperkuat komitmennya dalam mendukung program-program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Perhubungan
36430-01-2026Sampah seringkali dianggap sebagai masalah, namun di tangan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru, sampah bertransformasi menjadi berkah. Melalui program Café Sampah, kami berupaya mengintegrasikan gaya hidup ramah lingkungan dengan penguatan ekonomi kreatif anggota. Program Café Sampah bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sebuah ekosistem pengelolaan limbah rumah tangga yang inovatif. Konsep utama dari kegiatan ini adalah "Menukar Sampah dengan Nilai Manfaat". Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungwaru, Ibu Eta Krisna Dewi bersama anggota melaksanakan kegiatan setor sampah ke Kantor Sekretariat PKK yang bekerjasama dengan Dinas Perkim untuk menampung sampah-sampah yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 30 Januari 2026 pada pukul 08.00 WIB sampai selesai. Inovasi ini bertujuan mengurangi sampah, terutama sampah plastik, dengan sistem bank sampah. Sampah yang terkumpul ditimbang, dan hasilnya dapat ditukar dengan kupon belanja di Toko PKK, minuman, atau ditabung. Tujuan kegiatan ini diantara lain : 1. Edukasi Lingkungan: Meningkatkan kesadaran anggota akan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga). 2. Pemberdayaan Ekonomi: Membantu pemasaran produk konsumsi hasil karya anggota DWP yang disajikan di café tersebut. 3. Silaturahmi Produktif: Menciptakan ruang diskusi yang santai namun memberikan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan di lingkungan kerja maupun rumah. Sejak diluncurkan, program Café Sampah telah memberikan dampak positif yang signifikan, diantaranya Terciptanya perputaran ekonomi mikro di lingkungan DWP melalui sistem tukar poin sampah. Cafe sampah adalah konsep kafe inovatif yang menerima sampah anorganik (seperti botol plastik, plastik bekas, atau kertas) sebagai alat pembayaran sah atau ditukar dengan makanan, minuman, dan layanan. Kafe ini bertujuan mengurangi polusi plastik, mengatasi kelaparan, dan meningkatkan kesadaran lingkungan. antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan Cafe Sampah maupun program bank sampah yang didirikannya cukup tinggi. Kendati diakuinya, DPKP harus bolak-balik mengedukasi dan menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah. Yakni dalam upaya mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus penumpukan sampah sulit terurai di tempat pembuangan sampah (TPA) Segawe yang kondisinya kini semakin overload. Bahkan berdasarkan data dinas lingkungan hidup (DLH), sampah organik maupun nonorganik yang masuk ke TPA Segawe itu 100-120 ton per hari. Peraturan Bupati No. 22 Tahun 2017 tentang pengelolaan sampah merupakan dasar hukum untuk melaksanakan pengelolaan sampah di Kabupaten Tulungagung. Tujuannya dari Peraturan Bupati ini untuk mengendalikan timbunan sampah guna mewujudkan pola hidup masyarakat yang berwawasan lingkungan bersih. Namun implementasi dalam proses kebijakan strategi pengelolaan persampahan tentu ditemukan beberapa hambatan seperti yang dapat kita amati bersama bahwa selama ini paradigma pengelolaan sampah dibebankan pada pemerintah dan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat dikatakan masih rendah. Masyarakat umumnya masih belum mengetahui apa hak dan kewajibannya dalam pengelolan sampah, bahkan tidak sedikit masyarakat yang belum mengetahui tata cara pengelolaan sampah dengan benar. Pemerintah Tulungagung sudah berupaya memaksilmalkan pengelolaan sampah yang berfokus pada partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat diwujudkan dalam banyak hal. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, memilah sesuai jenisnya dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengelolaan sampah.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kedungwaru
36530-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN BAPPEDA KABUPATEN TULUNGAGUNG


Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan, Cafe Sampah

Dalam rangka mendukung program pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Kabupaten Tulungagung secara rutin mengikuti kegiatan Café Sampah yang dilaksanakan setiap hari Jum’at. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi, diskusi, sekaligus praktik nyata dalam upaya mengurangi, memilah, dan memanfaatkan sampah agar bernilai guna. Pada Bulan Januari 2026 ini, berikut ini rekap laporan pelaksanaan Café Sampah oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Kabupaten Tulungagung secara: Keterangan Program:
1. Hari, Tanggal: Jum’at, 30 Januari 2026
2. Pukul: 08.00 sd 08.30 WIB
3. Lokasi: Jalan R. A. Kartini Nomor 1 Tulungagung tepatnya di sebelah barat Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso Tulungagung.
4. Acara: Café Sampah Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung yang digabung dengan Cafe Sampah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Tulungagung.
5. Peserta : Ny. Dwi Susanti Natalina, Ny. Prawito dan Ny Rety Ekayanti

6. Detail Acara:
Kegiatan bank sampah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan rumah tangga serta mendorong partisipasi aktif anggota Dharma Wanita Persatuan dalam program keberlanjutan lingkungan. Peserta acara mendapatkan penjelasan mengenai sistem bank sampah, di mana sampah yang sudah dipilah dapat ditukar dengan nilai ekonomi. Selain itu, konsep Cafe Sampah juga diperkenalkan sebagai upaya inovatif untuk mendaur ulang sampah menjadi sumber pendapatan.

Lokasi kegiatan terletak di Jalan R. A. Kartini Nomor 1, Tulungagung, tepatnya di sebelah barat Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso. Acara ini menggabungkan dua inisiatif penting, yaitu bank sampah yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan dan Cafe Sampah yang merupakan program dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Tulungagung.

Ny. Dwi Susanti Natalina, Ny. Prawito dan Ny Rety Ekayanti membawa sampah anorganik berupa botol plastik yang dikumpulkan di Kantor Bappeda Kabupaten Tulungagung. Sampah yang disetorkan DWP Bappeda Kabupaten Tulungagung hari ini sejumlah 5,5 kg. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang, dicatat, dan disetorkan ke pihak pengelola Café Sampah. Dari hasil pengumpulan tersebut, peserta memperoleh poin atau tabungan yang dapat ditukar dengan kebutuhan rumah tangga maupun insentif tertentu.

Dinas Perkim telah menentukan harga untuk jenis sampah berupa kardus Rp.2.000/kg, kerta dengan harga Rp. 2.000/kg, botol/gelas kemasan air mineral dengan harga Rp. 1.500/kg, dan botol kaca dengan harga Rp. 150/botol. Selain itu untuk menarik minat gerakan kegiatan menabung sampah itu ada penukaran langsung di Café Sampah, yaitu 5 botol air mineral/10 gelas bekas air mineral dapat ditukar dengan segelas kopi panas atau teh panas pada saat menabung sampah. Jadi sampah yang dibawa dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Kegiatan ini merupakan inovasi dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung untuk menumbuhkan cinta lingkungan utamanya di lingkup kerja serta upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus penumpukan sampah yang sulit terurai di tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Segawe yang kondisinya sudah semakin overload. Peserta Bank Sampah adalah ketua PKK se Kabupaten yang berasal dari 19 kecamatan dan ketua DWP unsur pelaksana se Kabupaten baik dari Dinas/Badan/Kantor/Instansi Vertikal sebanyak 64 OPD.

Dalam kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung turut menyerahkan sampah yang telah dipilah untuk diolah di bank sampah, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ini. Hari Jumat 23 Mei 2025 dihadiri oleh Ibu Ridwan dan Ibu Erna dari Bidang Rendalev. Bappeda menyetor botol plastik dengan berat 5,2 kg.

Sampah tersebut diterima oleh perwakilan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung yang telah bekerjasama dengan giat ini. Setelah diterima sampah yang disetorkan ditimbang dan dikalkulasikan ke sejumlah nominal yang setara. Uang hasil setor sampah ini kemudian ditabung atau bisa langsung dibelanjakan. Untuk penarikan uang hasil setor sampah hanya bisa diambil oleh Ibu Ketua masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Manfaat Kegiatan Café Sampah:
1.Meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama dalam hal mengelola sampah rumah tangga dengan bijak.
2.Mendorong gaya hidup ramah lingkungan, dengan membiasakan anggota untuk memilah sampah sejak dari rumah.
3.Memberikan nilai ekonomi, karena sampah yang dikumpulkan dapat ditukar dengan tabungan maupun kebutuhan rumah tangga.
4.Menjadi sarana edukasi berkelanjutan, baik untuk anggota Dharma Wanita maupun keluarga di rumah, sehingga terbentuk kebiasaan positif dalam mengurangi timbulan sampah.
5.Mempererat kebersamaan, karena kegiatan dilaksanakan secara rutin dan menjadi forum interaksi yang sehat dan bermanfaat.

Selesai mengikuti bank sampah, Ny. Dwi Susanti Natalina, Ny. Prawito dan Ny Rety Ekayanti selanjutnya menghadiri kegiatan pojok baca yang bertempat di Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung Jalan R. A. Kartini Nomor 1 Tulungagung mengunjungi Pojok Baca. Ny. Prawito membaca Majalah Gapura. Majalah Gapura adalah sebuah majalah internal yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Surabaya yang berfungsi sebagai media informasi resmi pemerintah daerah. Isinya fokus pada beberapa hal penting terkait kebijakan dan kegiatan pemerintahan kota. Majalah Gapura berisi tentang Informasi kebijakan-kebijakan Pemerintah Kota Surabaya – penjelasan tentang program, keputusan, dan arah pemerintahan, Agenda dan kegiatan kota – jadwal acara, kegiatan pembangunan, program kerja SKPD, dan pemberitahuan penting lainnya, Liputan khusus tentang isu-isu yang sedang berjalan di kota Surabaya, seperti sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, pariwisata, dan komunitas. dan Rubrik-rubrik informatif lain seperti wisata, program kota, kampung, kesehatan, pendidikan, dan laporan kegiatan masyarakat serta instansi. Majalah ini biasanya diterbitkan secara berkala (misalnya bulanan) dan didistribusikan secara luas ke jajaran SKPD, instansi pemerintahan, rumah baca, kecamatan hingga kelurahan di Surabaya untuk memberikan wawasan dan informasi bagi aparatur dan masyarakat terkait perkembangan kota.

Program Pojok Baca adalah sebuah inisiatif untuk menyediakan pojok atau sudut baca di berbagai tempat seperti sekolah, perpustakaan, kantor, dan ruang publik lainnya. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat dengan menyediakan akses mudah ke bahan bacaan. Program ini biasanya melibatkan penyediaan rak buku kecil yang berisi berbagai macam buku, baik fiksi maupun non-fiksi, yang bisa dibaca secara gratis oleh siapa saja yang tertarik. Selain meningkatkan minat baca, program Pojok Baca juga bertujuan untuk memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat dan menyediakan alternatif kegiatan positif, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Pojok Baca Dharma Wanita Persatuan adalah program inisiatif yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP), sebuah organisasi yang terdiri dari istri-istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan literasi di kalangan masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga, melalui penyediaan sudut baca di berbagai tempat. Beberapa karakteristik utama dari Pojok Baca Dharma Wanita Persatuan meliputi lokasi yang strategis dimana pojok baca ini sering ditempatkan di tempat-tempat yang mudah diakses oleh masyarakat umum, seperti kantor-kantor pemerintahan, balai desa, puskesmas, dan sekolah-sekolah. Selain itu pojok baca ini biasanya dilengkapi dengan berbagai jenis buku, termasuk buku anak-anak, literatur umum, buku pendidikan, dan bahan bacaan lainnya yang relevan bagi berbagai kelompok usia. Program ini sering kali melibatkan penggalangan donasi buku dari anggota Dharma Wanita, masyarakat, dan instansi pemerintah untuk memperkaya koleksi buku yang tersedia di pojok baca

7. Penutup: Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang lebih besar dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung program keberlanjutan di Kabupaten Tulungagung. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Tulungagung semakin memperkuat komitmennya dalam mendukung program-program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Acara diakhiri dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang mengupas berbagai tantangan serta solusi terkait pengelolaan sampah di lingkungan keluarga dan komunitas.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD BAPPEDA
36630-01-2026

DWP Kecamatan Boyolangu telah berpartisipasi mengumpulkan sampah

Bidang : Sosial Budaya

Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan.

Jumat,30 Januari 2026.

Ibu Siti Munti,ah dan 2 pengurus DWP Kecamatan Boyolangu menyetorkan sampah ke cafe sampah Pkk kab.Tulungagung.Cafe Sampah merupakan program inovatif yang bertujuan mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga dengan pemberdayaan ekonomimkeluarga.Program ini bertujuan untuk mengurangi sampah plstik yang berakhir ditempat pembuangan,sekaligus meningkatkan ekonomimkeluarga melalui daur ulang sampah menjadi produk bernilai jual.

Dengan adanya pengumpulan sampah setiap bulan di cafe sampah akan ini tidak ada lagi sampah kertas maupun plastik yang menumpuk atau terbuang begitu saja dipembuangan terakhir..

Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

36730-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan – Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Jum’at / 30 Januari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
4. Peserta : Ketua DWP Unsur Pelaksana Kabupaten Tulungagung
5. Lokasi : Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagug
6. Acara : Kegiatan PKK Café Sampah, Toko PKK dan Pojok Baca

Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung hadir dalam Kegiatan PKK Café Sampah, Toko PKK dan Pojok Baca dimana kegiatan ini diadakan Setiap hari Jum’at pagi di halaman sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung dan merupakan inovasi terpadu dari TP PKK untuk pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi. Program ini mengubah sampah plastik/kertas menjadi kupon belanja di Toko PKK, sekaligus menyediakan sarana literasi (pojok baca) di lokasi yang sama

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama ibu TP PKK, DWP Kabupaten Tulungagung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung melalui program menabung sampah plastik. Kegiatan ini atas dasar kepedulian terhadap permasalahan sampah terutama sampah plastik yang merupakan penyumbang terbanyak atas timbulan sampah yang ada di lingkungan masyarakat.

Adapun Kegiatan tersebut bertujuan untuk :
1. Cafe Sampah PKK: Inovasi kolaboratif untuk mengurangi sampah plastik/kertas dengan sistem tukar sampah (botol, gelas, kardus) menjadi kupon belanja atau ditabung, sering diadakan rutin seperti Jumat pagi.
2. Toko PKK : Wadah untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan menjual produk hasil olahan atau kerajinan masyarakat, yang seringkali hasil penukaran di Cafe Sampah dapat digunakan untuk belanja di sini.
3. Pojok Baca: Fasilitas literasi yang disediakan di area sekretariat PKK untuk meningkatkan minat baca warga saat berkunjung ke Cafe Sampah atau Toko PKK.

Tujuan utama dari pelaksanaan Café Sampah ini adalah Meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah dari rumah, menciptakan lingkungan bersih, dan meningkatkan ekonomi keluarga melalui konsep ekonomi sirkular pemberdayaan UMKM.

Ketiga elemen ini saling terintegrasi, di mana Ibu Ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung bisa memilah sampah (lingkungan), menukarnya ke Cafe Sampah (ekonomi sirkular), belanja di Toko PKK (pemberdayaan), dan dilanjutkan dengan membaca di Pojok Baca (edukasi)

Dapat disimpulkan dengan Ibu Ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan ini maka ada upaya dalam peningkatan kesadaran akan lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui produk UMKM, dan Meningkatkan minat baca sehingga bisa menambah pengetahuan dan wawasan.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
36830-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung telah mengadakan kegiatan
Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian & Kesetiakawanan, Bhakti Sosial

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung
2. Hari/Tanggal : Rabu, 28 Januari 2026
3. Pukul : 09.00 – Selesai
5. Lokasi : Kantor Kecamatan Pucanglaban
6. Acara : Penyerahan Bantuan Seragam Bagi Siswa Siswi Sekolah Dasar Yang Kurang Mampu di Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung

Dalam rangka program kerja DWP Kabupaten Tulungagung tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung Salurkan Penyerahan Bantuan Seragam Bagi Siswa Siswi Sekolah Dasar Yang Kurang Mampu di Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Penasehat I DWP Kabupaten Tulungagung, Ny. Endang Gatut Sunu Wibowo, PJ. Ketua DWP Kabupaten Tulungagung, Camat Pucanglaban, serta tamu undangan lainnya. Para siswa siswi penerima bantuan tampak antusias mengikuti kegiatan.

Acara diawali dengan sambutan Camat Pucanglaban, Bapak Setiono, S.Sos., MM., yang menyampaikan ucapan selamat datang serta terima kasih atas kepedulian DWP Kabupaten Tulungagung. Beliau berharap bantuan seragam ini dapat bermanfaat dan meningkatkan semangat belajar siswa. Tujuan pemberian bantuan seragam sekolah ini adalah untuk meringankan beban ekonomi orang tua siswa, terutama bagi mereka yang kurang mampu selain itu bantuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan menciptakan belajar yang lebih nyaman dan setara di sekolah. Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Selanjutnya, Ibu Penasehat I DWP Kabupaten Tulungagung memberikan sambutan dan arahan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan memberikan dukungan semangat kepada anak-anak untuk tekun dalam belajar dalam mencapai cita-citanya. Saya harap cita-cita anda dari kecil semoga tercapai, dengan rasa syukur saya berikan seragam Ini kepada anak-anak SD yang kurang mampu dan di gunakan dengan baik, sekolah yang tekun. Suasana kegiatan semakin hangat saat beliau mengajukan pertanyaan berhadiah kepada para siswa, yang disambut dengan keceriaan dan gelak tawa.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan seragam secara simbolis kepada siswa siswi Sekolah Dasar yang kurang mampu. Dengan adanya bantuan ini Siswa/siswi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan seragam sekolah yang di berikan. Semoga dengan di berikanya bantuan tersebut kepada Anak-Anak kurang mampu dapat di pergunakan dan di manfaatkan dengan baik. Selain itu, rombongan juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu, khususnya lansia, sebagai wujud kepedulian sosial. Dalam kesempatan itu, Ny. Endang Gatut Sunu juga memberikan sembako kepada warga kurang mampu dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat. la menekankan pentingnya gotong royong dan kepedulian terhadap sesama untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera.

Seragam sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pakaian belajar, tetapi juga menjadi simbol kedisiplinan, tanggung jawab, dan identitas sebagai pelajar. Anak-anak diharapkan dapat menjaga dan memanfaatkan seragam tersebut dengan baik serta menjadikannya sebagai penyemangat untuk datang ke sekolah tepat waktu, menghormati guru, dan belajar dengan sungguh-sungguh demi meraih cita-cita. Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan sosial, khususnya di Kecamatan Pucanglaban. Harapan kita adalah dengan diadakannya bantuan seragam gratis ini dapat meringankan beban anggaran orang tua murid khususnya orang tua yang kurang mampu, ini dimaksudkan agar tak dijumpai anak putus sekolah.


Program: Bhakti Sosial
36930-01-2026Dharma Wanita Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan cafe sampah di Sekretariat PKK Kabupaten Tulungagung pada Hari Jumat tanggal 30 Januari 2026 dengan sampah berupa kertas
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Badan Penanggulangan Bencana Daerah
37021-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga – Iman dan Takwa

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Hari/ Tanggal : Rabu / 21 Januari 2026
3. Pukul : 08.30 WIB - Selesai
4. Peserta : Seluruh Ketua DWP Kabupaten Tulungagung, Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta Aparatur Sipil Negara
5. Lokasi : Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung
6. Acara : Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, pada hari Rabu tanggal 21 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparatur sipil Negara beserta Ibu Ibu Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Pemkab Tulungagung serta menghadirkan penceramah KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar) dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.

Sambutan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, disampaikan oleh Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharuddin. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tulungagung mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya

Ia menegaskan, peristiwa Isro Mi’raj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang mengandung banyak hikmah dan pelajaran bagi umat Islam. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Wakil Bupati Tulungagung juga menekankan pentingnya menjadikan peringatan Isro Mi’raj sebagai momentum evaluasi diri, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas amaliah. Ia menilai, pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang baik akan membentuk pribadi dan masyarakat yang beradab.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Tulungagung mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, intelektual, hingga jajaran pemerintahan, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Tulungagung dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Tulungagung dengan keikhlasan, kejujuran, dan rasa tanggung jawab demi masa depan bangsa dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Peringatan Isra’ Mi’raj ditutup dengan tausiyah dari KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar) yang memberikan pencerahan spiritual kepada ratusan jemaah. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga adab, akhlak, dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Agama yang dipahami, dihayati, dan diamalkan dengan baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial, akan menghadirkan nilai-nilai kehidupan yang lebih terhormat dan beradab.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
37123-01-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas KBPPPA Kab. Tulungagung I. Kegiatan : Kegiatan Rutin Penyetoran Bank Sampah II. Waktu : Jumat, 23 Januari 2026 pukul 09.00 WIB III. Tempat : Halaman Kantor Sekretariat DWP Kab. Tulungagung I IV. Dihadiri oleh : Ibu Lamini, Ibu Susi dan Ibu Sunarsih selaku anggota DWP Dinas KBPPPA V. Sampah yang disetor : kardus harplek sejumlah 1kg, botol plastik 1kg VI. Pembahasan: PENGANTAR Dharmawanita persatuan Dinas KBPPPA, turut serta dalam kegiatan rutin penyetoran Bank Sampah . Konsep Bank Sampah pertama kali diperkenalkan oleh Ibu Tri Rismaharini, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya pada tahun 2008. Beliau melihat adanya potensi sampah, terutama sampah anorganik seperti plastik, yang bisa diolah dan didaur ulang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Gagasan ini berkembang sebagai solusi untuk mengurangi volume sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ibu Tri Rismaharini, yang kemudian menjadi Wali Kota Surabaya, mencetuskan ide bank sampah sebagai cara untuk mendidik warga agar memilah sampah serta memberikan insentif ekonomi bagi mereka. Masyarakat diajak untuk mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, kertas, dan logam, lalu menukarnya dengan uang atau barang kebutuhan sehari-hari. Sejak peluncurannya di Surabaya, konsep ini telah diadopsi oleh banyak kota dan wilayah di Indonesia. Bank Sampah telah berkembang pesat di berbagai daerah sebagai salah satu strategi pengelolaan sampah yang efektif, sekaligus memberdayakan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menciptakan sumber penghasilan tambahan. Inovasi ini kemudian diakui secara nasional dan internasional sebagai salah satu program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berhasil. Kegiatan Bank Sampah adalah sistem pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi masyarakat dengan cara mengumpulkan, memilah, dan menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi. Sampah yang terkumpul diolah dan dijual, kemudian hasilnya bisa ditukarkan menjadi uang atau bentuk lain yang bermanfaat seperti sembako atau produk lainnya. Konsep bank sampah ini mendukung upaya pengurangan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang. Cara Kerja Bank Sampah: 1. Nasabah (warga) membawa sampah anorganik yang telah dipilah ke bank sampah. 2. Sampah ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan atau sistem digital. 3. Sampah tersebut disortir dan dijual ke pihak yang membutuhkan seperti pengepul atau perusahaan daur ulang. 4. Hasil penjualan sampah tersebut kemudian disimpan sebagai saldo di buku tabungan nasabah. 5. Nasabah bisa mencairkan saldo dalam bentuk uang, barang, atau pembayaran tagihan tertentu. Jenis Sampah yang Diterima: • Plastik (botol, kantong plastik, kemasan) • Kertas (koran bekas, kardus, majalah) • Logam (kaleng, aluminium) • Kaca • Sampah organik (untuk kompos, tergantung kebijakan bank sampah) Manfaat Bank Sampah: 1. Pengurangan volume sampah: Mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dengan mendaur ulang sampah anorganik. 2. Peningkatan ekonomi masyarakat: Memberikan keuntungan finansial bagi masyarakat dengan menukar sampah menjadi uang atau barang. 3. Pendidikan lingkungan: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. 4. Pengelolaan sampah berkelanjutan: Mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan melalui daur ulang dan pengurangan sampah rumah tangga. 5. Mengurangi pencemaran lingkungan: Dengan mengelola sampah secara terorganisir, pencemaran akibat sampah plastik dan anorganik lainnya dapat berkurang secara signifikan. Bank Sampah menjadi salah satu solusi inovatif dalam pengelolaan sampah di perkotaan maupun pedesaan yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
37215-01-2026

DWP Kecamatan Boyolangu.

Bidang : Sosial Budaya.

Program : Ketahanan Keluarga.

Kamis,15 Januari 2026.

Posyandu ILP 4 Desa Bono Kecamatan Boyolngu.

Ibu Siti Khudliyah selaku ketua dwp Desa Bon Kecamatan Boyolangu,mengadakan kunjungan ke posyandu ILP 4 dalam rangka penyuluhan tentang stunting.Karena di pos ini jumlah stunting lebih dari 2 anak.Diadakan penyuluhan agar jumlah stunting didesa Bono umumnya menurun dibanding tahun lalu.Setiap desa harus mempunyai program bagaiman cara untuk menurunkan angka stunting didesa kkhususnya umumnya di Indonesia.

Ibu Siti Khudliyah juga meminta bantuan kepada ibu-ibu kader agar mendukung dan melaksanakan program ini,sehingga terwujud Indonesia yang bebas stunting dan menuju Indonesia Emas tahun 2045.Beliau juga berpesan kepada ibu-ibu balita agar memperhatikan benar pmt anak-anak dimana anak-anak harus makan Makanan yang bergizi seimbang.

Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

37314-01-2026

DWP kecamatan Boyolangu telah melaksanakan kunjungan.

Bidang :Sosial

Program : Ketahanan Keluarga.

Rabu,14 Januari 2026.

Posyandu ILP Desa Bono Kecamatan Boyolangu.

Ibu ketua DWP Desa Bono Kecamatan Boyolangu mengadakan kunjungan ke Posyamdu ILP 3 di desa Bono.Posyandu ILP (Integrasi Layanan Prima) merupakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,yaitu gabungan pelayanan balita,posbindu dan lansia dalam satu pos.Dimana semua kader yang ditugaskan harus mampu dalampelayanan di setiap meja (meja 1-5).Program ini dilaksanakan mulai januari tahun 2026,dimana sebelumnya pelayanan kesehatan berdiri sendiri-sendiri.

ibu Siti Khudliyah selaku Ketua DWP desa Bono,mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya para kader yang telah mau dan mampu secara relawan melkasanakan program ini.Beliau juga mengharap agar ibu-ibu kader bisa mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas tahun 2045 nanti.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Boyolangu

37410-01-2026Donor darah adalah proses pemberian darah secara sukarela oleh seseorang (donor) untuk kemudian disimpan di bank darah dan digunakan bagi orang yang membutuhkan (resipien). Ini adalah tindakan kemanusiaan yang sangat vital karena darah tidak dapat diproduksi secara sintetis; satu-satunya sumber adalah kebaikan hati sesama manusia. Jenis-Jenis Donor Darah Secara umum, ada dua cara untuk mendonorkan darah: 1. Donor Darah Lengkap (Whole Blood): Mengambil seluruh komponen darah. Ini adalah jenis donor yang paling umum dilakukan. 2. Apheresis: Hanya mengambil komponen tertentu (seperti trombosit, plasma, atau sel darah merah) menggunakan mesin khusus, sementara komponen lainnya dikembalikan ke dalam tubuh donor. Syarat Dasar Menjadi Donor : Untuk memastikan keamanan donor dan penerima, ada beberapa kriteria yang biasanya harus dipenuhi: 1. Usia: Umumnya 17–60 tahun (atau sesuai kebijakan medis setempat). 2. Berat Badan: Minimal 45 kg. 3. Kesehatan: Tidak sedang sakit (flu, batuk, demam), memiliki tekanan darah normal, dan kadar hemoglobin (Hb) yang cukup. 4. Gaya Hidup: Tidak memiliki riwayat penyakit menular melalui darah dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu dekat. Manfaat Donor Darah bagi Pendonor : 1. Selain menolong orang lain, donor darah juga punya "bonus" kesehatan bagi Anda: 2. Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Sebelum donor, tensi dan kadar Hb Anda akan dicek secara rutin. 3. Menjaga Kesehatan Jantung: Membantu mengurangi kelebihan zat besi dalam darah yang bisa menurunkan risiko oksidasi kolesterol. 4. Regenerasi Sel Darah: Menstimulasi tubuh untuk memproduksi sel-sel darah merah yang baru dan lebih segar. 5. Kepuasan Psikologis: Perasaan bahagia karena tahu Anda bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa dengan satu kantong darah. 6. Catatan Penting: Pastikan Anda cukup tidur (minimal 5 jam) dan sudah makan serta minum air putih yang cukup sebelum berangkat ke lokasi donor. Untuk itu Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melaksanakan giat 10 yaitu giat donor darah yang dilaksanakan setiap tanggal 10 setiap bulannya dan diikuti minim 10 peserta dan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Tulungagung . Bertempat di kantor PMI Kabupaten Tulunggaung .Giat 10 bulan Januari 2026 diikiuti oleh 25 pendonor , yang berhasil 15 orang yaitu : 1. Ibu Ririn Andri Wikanthi dengan golongan darah B+ 2. Bapak Cindelaras dengan golongan darah B+ 3. Ibu Nurul Cindelaras golongan darah O 4. Tatag Laras Golongan darah O 5. Bapak Tegar Laras golongan darah B+ 6. Ibu Yuni Sunarko golongan darah O 7.Ibu Titik Suwarti golongan darah B+ 8. Ibu Titin Suwarti Golongan darah B+ 9. Ibu Eko Yuliani Golongan Darah O 10. Ibu Atik Nurhayati Golongan darah B+ 11.Bapak Moch Azam Golongan darah O 12. Bapak Hamid Rouf Golongan darah O 13.Bapak Saiful Mustakim golongan darah O 14. Ibu Eni Kumsiatin golongan darah A+ 15 Ny. Erna Hari Suci golongan darah B+ yang belum berhasil ada 10 diantaranra : 1. Ny. Fina Encik karena HB rendah 2. Ibu Azizah karena tensi rendah 3. Validasia karenaTensi rendah 4. Adrian karena HB rendah 5. Ibu Isrohiyah karena HB rendah 6. Ny. Arsya karena Tensi rendah 7. Bapak Supani karena HB rendah 8 Bapak Masroyan karena HB rendah 9. Ny Yuni Hamid Rouf dikarenakan menstruasi mendadak 10 Ny. Agustin Nurul karena tensinya rendah.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
37527-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung yang diwakili oleh Ibu Dina Hari Pujianto, Ibu Wulandari Irwanudin, Ibu Dwi Sulis Soemedi, Ibu Noviana Didin Sugeng, Ibu Neny Darmawan, Ibu Sriyati Harsono dan Ibu Faizah Indra Bagus, mengikuti ketrampilam membuat kue talam ubi ungu.
Bidang: Bidang Sosial Budaya
Program kerja : Kepedulian & Kesetiakawanan, budaya cinta lingkungan

Keterangan program :
1. Hari : Selasa :
2. Tanggal : 27 Januari 2026 :
3. Pukul: 09.00 WIB :
4. Tempat: Dapur Umum Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung:

5. Pembahasan/Detail Kegiatan ::
Penganekaragaman pangan adalah upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal. Istilah Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Tujuan dari penganekaragaman pangan adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Manfaat penganekaragaman pangan adalah sebagai berikut penganekaragaman pangan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menyediakan pangan yang bergizi seimbang, penganekaragaman pangan dapat mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan kekurangan gizi atau konsumsi pangan yang tidak seimbang, dan penganekaragaman pangan dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dengan menyediakan berbagai jenis pangan yang beragam. Adapun strategi yang dilakukan dalam penganekaragaman pangan antara lain meningkatkan produksi pangan lokal dapat meningkatkan ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi seimbang, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penganekaragaman pangan dapat meningkatkan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang, dan mengembangkan sistem pangan yang berkelanjutan dapat meningkatkan ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi seimbang. Masalah yang sering dihadapi dalam kegiatan penganekaragaman pangan adalah keterbatasan pangan dapat menyebabkan masyarakat hanya mengonsumsi beberapa jenis pangan yang sama, sehingga dapat menyebabkan kekurangan gizi, ketergantungan pada pangan impor dapat menyebabkan masyarakat kehilangan kesempatan untuk mengonsumsi pangan lokal yang beragam dan bergizi seimbang dan perubahan gaya hidup dapat menyebabkan masyarakat mengonsumsi pangan yang tidak seimbang dan kurang bergizi. Tujuan penganekaragaman pangan adalah meningkatkan ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi seimbang, meningkatkan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang, dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menyediakan pangan yang bergizi seimbang.

Salah satu contoh dalam penganekaragam pangan adalah menggunakan sumber pangan lokal. Pangan lokal adalah bahan makanan yang banyak tersedia di wilayah tersebut. Contohnya adalah ubi ungu, singkong, sukun, dan talas. Untuk ketrampilan kali ini para pengurus dan anggota Dharma Wanita Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Tulungagung memakai ubi ungu sebagai bahan pembuatan talam. Alasan menggunakan bahan dari ubi ungu karean ubi ungu sangat mudah ditemukan di berbagai pasar, dan bakul sayur.

Warna ungu yang di hasilkan dari ubi ungu juga menambah nilai estetika, sehingga tidak perlu menggunakan tambahan pewarna makanan. Proses pembuatan talam ubi ungu juga cepat, setelah ubi di kukus kemudian di haluskan kemudian di campur dengan tepung beras dan santan. Setlah menjadi adonan yang homogeny kemudian di kukus.

6. Penutup : Upaya peningkatan penganekaragaman konsumsi pangan dilakukan melalui cara: (a) mempromosikan penganekaragaman konsumsi Pangan; (b) meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi aneka ragam Pangan dengan prinsip Gizi seimbang; (c) meningkatkan keterampilan dalam pengembangan olahan Pangan Lokal; dan (d) mengembangkan dan mendiseminasikan teknologi tepat guna untuk pengolahan Pangan Lokal. Promosi Penganekaragaman Pangan dilaksanakan dengan berbagai metode melalui berbagai media, baik media cetak, elektronik, media sosial, maupun media luar ruang. Selain itu promosi dapat dilakukan melalui direct communication misalnya gerakan, kampanye, pameran, pilot project ataupun sarana percontohan, dan lain- lain.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
37621-01-2026Sebagai momentum refleksi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam satu malam untuk menerima perintah salat lima waktu, Kegiatan memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW Kab. Tulungagung tahun 1447 H/ 2026 M di Pendopo Kongasarum Kusumaning Bongso pada tanggal 21 Januari 2026, undangan wakil Bupati Tulungagung Bpk. Mohammad Baharudin, SE, ME, Ketua DPRD bpk. Marsono, S. Sos, Penasehat 2 DWP Kab. Ibu Yuyun Moh. Baharudin, forkopimda dan OPD lingkup Pemda, organisasi wanita serta turut hadir Ketua DWP Kecamatan Pucanglaban dan undangann kurang lebih 750 orang, penceramah Gus Mohammad Hanim dari pengasuh pondok pensantren Tawangsari. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Wakil Bupati Tulungagung selanjutnya maidoh Khasanah yang isinya tentang keteladanan Nabi besar Muhammad SAW, menjadi pegangan hidup kita sebagai manusia refleksi dan giat ditutup doa oleh Gus Soim. Peringatan Isra Mi'raj bermakna Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam satu malam untuk menerima perintah salat lima waktu, sekaligus meningkatkan keimanan atas kekuasaan Allah SWT. Peristiwa ini menekankan pentingnya menjaga ibadah salat, meneladani Rasulullah, serta memperteguh keteguhan prinsip iman di tengah tantangan. Makna mendalam dari peringatan Isra Mi'raj: • Pentingnya Salat Lima Waktu: Peristiwa ini menjadi pengingat utama diwajibkannya salat lima waktu yang langsung diterima Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT. • Penguatan Keimanan dan Ketaatan: Isra Mi'raj mengajarkan umat untuk mempercayai kebesaran Allah di luar jangkauan logika manusia dan meningkatkan ketaatan. • Perjalanan Spiritual (Isra dan Mi'raj): Menggambarkan perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) dan naik ke Sidratul Muntaha (Mi'raj), yang menunjukkan kedudukan tinggi Rasulullah • Keteguhan dalam Ujian: Momen ini memberikan semangat bahwa di balik setiap ujian, Allah akan memberikan kemudahan dan pertolongan. • Muhasabah Diri: Momentum untuk mengevaluasi kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Poin-poin Penting Kesimpulan Isra Mi'raj: • Perintah Shalat Lima Waktu: Hikmah utama adalah diwajibkannya shalat fardhu lima waktu, menjadi pengingat abadi akan kewajiban seorang Muslim untuk selalu mengingat Allah SWT. • Bukti Kebesaran dan Kekuatan Allah SWT: Perjalanan luar biasa ini membuktikan kekuasaan Allah yang tak terbatas, yang mampu memindahkan Nabi Muhammad SAW dalam waktu singkat melintasi jarak jauh dan lapisan langit. • Penguatan Iman dan Kenabian: Peristiwa ini memperkuat keyakinan umat Islam pada kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW dan statusnya sebagai utusan Allah yang istimewa. • Pelajaran Spiritual dan Moral: Mengajarkan tentang pentingnya kedekatan spiritual (hablum minallah) yang harus berbanding lurus dengan kebaikan sosial (hablum minannas), serta mengajarkan kesabaran dan keteguhan menghadapi cobaan. • Tanda-tanda Kebesaran Allah: Nabi diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah di berbagai lapisan langit dan dipertemukan dengan para nabi terdahulu, memperkaya wawasan spiritual umat Islam. Implementasi dalam Kehidupan: • Memperkuat Komunikasi dengan Tuhan: Melalui shalat, umat Islam menjaga hubungan langsung dengan Sang Pencipta. • Meningkatkan Ketahanan Spiritual: Mengingatkan bahwa kesulitan pasti ada kemudahan dari Allah, memperkuat kesabaran dan keikhlasan. • Menjadi Manusia yang Bertanggung Jawab: Menerapkan nilai-nilai spiritual dalam perilaku sehari-hari, seperti sabar, santun, dan tidak mudah goyah oleh pujian atau hinaan. Dengan memperingati Isra Mi'raj, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan ketaatan, menjaga shalat, dan meneladani Akhlakul Karimah Rasulullah SAW. Kesimpulan peristiwa Isra Mi'raj adalah pengukuhan keimanan akan kebesaran Allah SWT, penegasan Nabi Muhammad SAW, dan penetapan shalat lima waktu sebagai tiang agama, yang menunjukkan pentingnya hubungan spiritual manusia dengan Tuhan di tengah kesibukan duniawi, serta memberikan pelajaran tentang keimanan, keteguhan, dan keajaiban pertolongan Tuhan di balik setiap kesulitan.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pagerwojo
37723-01-2026Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat pembinaan mental dan spiritual anggota, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang sosial budaya dan keagamaan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan berorganisasi serta mempererat tali silaturahmi antaranggota. Peringatan Isra’ Mi’raj tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 23 Januari 2026, bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Kabupaten Tulungagung. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan kapasitas, representasi, serta kemudahan akses bagi seluruh peserta, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, nyaman, dan kondusif. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari masing-masing perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya dengan total 75 undangan. Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen dan partisipasi aktif anggota dalam mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek spiritual dan moral. Rangkaian acara peringatan Isra’ Mi’raj diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk pengagungan terhadap kalam Ilahi dan sebagai sarana untuk menciptakan suasana religius sejak awal kegiatan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh khidmat, sebagai wujud kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum refleksi diri bagi seluruh anggota, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak mulia, serta mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Sambutan tersebut juga menekankan peran strategis Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi pendukung pembangunan daerah, terutama dalam pembinaan keluarga yang berlandaskan nilai keagamaan. Memasuki acara inti, kegiatan diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh penceramah. Dalam tausiyah tersebut dijelaskan secara komprehensif mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai perjalanan spiritual yang sarat dengan hikmah dan pelajaran bagi umat Islam. Penceramah menguraikan makna perintah salat lima waktu yang diterima Rasulullah SAW secara langsung dari Allah SWT, serta pentingnya menjadikan salat sebagai pondasi utama dalam membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Selain itu, tausiyah juga mengaitkan nilai-nilai Isra’ Mi’raj dengan peran anggota Dharma Wanita Persatuan dalam kehidupan keluarga, organisasi, dan masyarakat. Disampaikan bahwa penguatan spiritual melalui ibadah yang istiqamah akan memberikan dampak positif terhadap keharmonisan keluarga, etos kerja, serta kontribusi nyata dalam mendukung tugas dan tanggung jawab suami sebagai aparatur sipil negara maupun sebagai anggota masyarakat. Penyelenggaraan kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain: 1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung kepada Allah SWT melalui pemahaman makna dan hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. 2. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ibadah salat sebagai kewajiban utama umat Islam yang berperan besar dalam membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. 3. Memperkuat pembinaan mental dan spiritual anggota Dharma Wanita Persatuan sebagai bekal dalam menjalankan peran di lingkungan keluarga, organisasi, dan masyarakat. 4. Mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, sehingga tercipta solidaritas dan keharmonisan dalam berorganisasi. 5. Mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam aspek pembinaan keluarga dan sosial kemasyarakatan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Selama pelaksanaan kegiatan, suasana berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias dan penuh perhatian, sehingga tujuan kegiatan dapat tercapai secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi antaranggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, yang diharapkan dapat semakin memperkuat solidaritas dan kebersamaan dalam berorganisasi. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini antara lain: 1. Meningkatnya pemahaman dan kesadaran spiritual anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung mengenai makna dan hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. 2. Tumbuhnya motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya dalam melaksanakan salat lima waktu secara tertib, disiplin, dan berkesinambungan. 3. Terjalinnya silaturahmi dan kebersamaan yang lebih erat antaranggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, yang berdampak positif terhadap soliditas organisasi. 4. Meningkatnya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan anggota sebagai implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. 5. Tercapainya tujuan kegiatan sesuai dengan perencanaan, baik dari aspek pelaksanaan, partisipasi peserta, maupun manfaat yang dirasakan oleh seluruh anggota. Secara keseluruhan, kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek keagamaan, tetapi juga memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai moral dan spiritual anggota. Sebagai penutup rangkaian acara, dilaksanakan doa bersama yang dipanjatkan kepada Allah SWT, dengan harapan agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan keberkahan dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai dan hikmah dari peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dapat diinternalisasikan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat, sehingga memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah Kabupaten Tulungagung.
Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: SKPD Sekretariat DPRD
37810-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN TULUNGAGUNG

PROGRAM KERJA BIDANG SOSIAL BUDAYA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DISPORA KABUPATEN TULUNGAGUNG

KEGIATAN KETAHANAN KELUARGA BERUPA SENAM SEHAT DWP DISPORA

A. PENDAHULUAN

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kabupaten Tulungagung merupakan organisasi yang memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan keluarga, serta pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Melalui berbagai program kerja yang terencana dan berkelanjutan, DWP DISPORA senantiasa berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial, budaya, dan kesejahteraan keluarga.

Bidang Sosial Budaya DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung memiliki fokus utama pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup anggota dan masyarakat, mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan jasmani dan rohani sebagai pondasi utama ketahanan keluarga. Salah satu bentuk nyata dari pelaksanaan program kerja tersebut adalah kegiatan ketahanan keluarga melalui pelaksanaan senam sehat bersama.

Kegiatan senam sehat dipilih sebagai salah satu program unggulan karena olahraga memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan fisik dan mental. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, senam juga menjadi sarana efektif untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menciptakan suasana yang harmonis antara anggota DWP dan masyarakat sekitar. Dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang bugar, diharapkan keluarga-keluarga yang terlibat dapat menjadi keluarga yang tangguh, produktif, dan berdaya.

Sebagai wujud pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya, DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung telah melaksanakan kegiatan Ketahanan Keluarga berupa Senam Sehat DWP DISPORA yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Desa Tunggulsari, tepatnya di perumahan salah satu anggota DWP DISPORA, dan diikuti oleh anggota DWP DISPORA beserta masyarakat sekitar.

B. DASAR KEGIATAN

Dasar pelaksanaan kegiatan Ketahanan Keluarga berupa Senam Sehat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung adalah sebagai berikut:
1. Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.
2. Hasil rapat pengurus DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung Bidang Sosial Budaya.
3. Komitmen DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung dalam mendukung peningkatan kesehatan dan ketahanan keluarga.
4. Kepedulian DWP DISPORA terhadap pentingnya pola hidup sehat bagi anggota dan masyarakat.

C. TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan Ketahanan Keluarga berupa Senam Sehat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut:
1. Meningkatkan kesadaran anggota DWP DISPORA dan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga rutin.
2. Meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan fisik peserta kegiatan.
3. Mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara anggota DWP DISPORA dengan masyarakat sekitar.
4. Mendukung terwujudnya ketahanan keluarga melalui pola hidup sehat dan aktif.
5. Menciptakan suasana yang harmonis, ceria, dan penuh semangat dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

D. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Kegiatan Ketahanan Keluarga berupa Senam Sehat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung dilaksanakan pada: Hari/Tanggal : Sabtu, 10 Januari 2026 Waktu : Pukul 06.00 WIB hingga selesai Tempat : Desa Tunggulsari (Perumahan salah satu anggota DWP DISPORA)

Pemilihan waktu pagi hari bertujuan untuk memaksimalkan manfaat olahraga bagi kesehatan, sekaligus menciptakan suasana yang segar dan penuh semangat. Lokasi kegiatan dipilih di lingkungan perumahan anggota DWP DISPORA agar lebih dekat dengan masyarakat dan memudahkan partisipasi warga sekitar.

E. PESERTA KEGIATAN

Peserta dalam kegiatan Senam Sehat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung ini terdiri dari:
1. Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung.
2. Masyarakat sekitar Desa Tunggulsari.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, di mana para anggota DWP DISPORA dan masyarakat sekitar telah hadir sebelum kegiatan dimulai. Kehadiran masyarakat sekitar menunjukkan adanya dukungan dan respon positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh DWP DISPORA.

F. SUSUNAN KEGIATAN

Adapun susunan kegiatan Ketahanan Keluarga berupa Senam Sehat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung adalah sebagai berikut:
1. Persiapan dan registrasi peserta.
2. Pembukaan kegiatan.
3. Senam pemanasan.
4. Pelaksanaan senam sehat.
5. Pendinginan.
6. Penutup dan ramah tamah.

G. PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan Senam Sehat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung dimulai pada pukul 06.00 WIB dengan persiapan peserta di lokasi kegiatan. Para peserta berkumpul di area yang telah disiapkan dan melakukan registrasi sederhana. Suasana pagi yang cerah dan udara yang segar menambah semangat peserta untuk mengikuti kegiatan.

Kegiatan secara resmi dibuka dengan sambutan singkat dan kehadiran Ibu Ketua DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung, Ny. Achmad Mugiyono. Kehadiran beliau memberikan motivasi tersendiri bagi seluruh peserta, sekaligus menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya DWP DISPORA.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan senam pemanasan yang dipandu oleh instruktur senam, yaitu Ibu Endah. Dengan penuh semangat dan gerakan yang mudah diikuti, Ibu Endah memandu peserta untuk melakukan pemanasan guna menghindari cedera dan mempersiapkan tubuh sebelum memasuki gerakan inti senam.

Pelaksanaan senam sehat berlangsung dengan sangat meriah dan penuh antusiasme. Gerakan senam yang energik, diiringi musik yang ceria, membuat peserta semakin bersemangat. Tidak hanya anggota DWP DISPORA, masyarakat sekitar pun turut aktif mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh Ibu Endah. Kebersamaan dan kekompakan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung.

Setelah sesi senam inti selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mengembalikan kondisi tubuh peserta secara perlahan. Pendinginan dilakukan dengan gerakan ringan dan pernapasan yang teratur, sehingga peserta merasa lebih rileks dan nyaman setelah berolahraga.

Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana ramah tamah antara anggota DWP DISPORA dan masyarakat sekitar. Momen ini dimanfaatkan untuk saling berbincang, mempererat silaturahmi, serta memperkuat hubungan sosial di lingkungan Desa Tunggulsari.

H. PERAN DAN PARTISIPASI PIHAK TERKAIT

Keberhasilan kegiatan Senam Sehat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung tidak lepas dari peran dan partisipasi berbagai pihak, antara lain:
1. Pengurus dan anggota DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung yang telah merencanakan dan melaksanakan kegiatan dengan baik.
2. Ibu Ketua DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung, Ny. Achmad Mugiyono, yang memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh peserta.
3. Ibu Endah selaku instruktur senam yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat dan profesional.
4. Masyarakat Desa Tunggulsari yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan.

I. MANFAAT KEGIATAN

Kegiatan Ketahanan Keluarga berupa Senam Sehat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung memberikan berbagai manfaat, antara lain:
1. Meningkatkan kebugaran dan kesehatan fisik peserta.
2. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
3. Mempererat hubungan sosial antara anggota DWP DISPORA dan masyarakat.
4. Meningkatkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan.
5. Mendukung terwujudnya ketahanan keluarga yang sehat dan harmonis.

J. PENUTUP

Kegiatan Ketahanan Keluarga berupa Senam Sehat DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026 di Desa Tunggulsari telah berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya DWP DISPORA Kabupaten Tulungagung dalam mendukung peningkatan kesehatan dan ketahanan keluarga.

Diharapkan melalui kegiatan ini, anggota DWP DISPORA dan masyarakat semakin termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendukung terciptanya keluarga yang sehat, tangguh, dan sejahtera. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata dan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan positif lainnya di masa yang akan datang.

Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

37925-01-2026Laporan Giat Bidang Kesehatan: Pendampingan Posyandu Balita Desa Ariyojeding Dalam upaya mendukung program pemerintah terhadap percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa, telah dilaksanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan balita di Desa Ariyojeding pada tanggal 12 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar 50 balita, di mana sebanyak 47 balita (94%) hadir secara aktif untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar. Acara ini berlangsung dengan koordinasi yang kuat antara Ibu Bidan Desa (Ibu Endah dan Ibu Luluk), KPM (Ibu Nining), serta didampingi oleh mahasiswa praktikan dari Puskesmas Rejotangan. Kehadiran unsur tenaga kesehatan dan kader pembangunan manusia ini memastikan setiap tindakan medis dilakukan sesuai prosedur standar operasional (SOP). Adapun intervensi kesehatan yang dilakukan meliputi pemantauan antropometri secara menyeluruh, yakni penimbangan berat badan untuk memantau status gizi terkini, pengukuran tinggi badan untuk skrining pertumbuhan linear, serta pengukuran lingkar kepala dan lingkar lengan (LiLA) sebagai indikator perkembangan otak serta cadangan lemak dan protein dalam tubuh. Sebagai penutup, dilakukan pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi untuk mendukung asupan nutrisi harian balita. Melalui kegiatan ini, DWP berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat sebagai penggerak utama dalam mengedukasi publik mengenai pentingnya kesehatan keluarga. Publikasi kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para orang tua di Desa Ariyojeding akan pentingnya pemantauan rutin di Posyandu guna mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari gangguan pertumbuhan.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Rejotangan
38025-01-2026Pada hari Rabu, 21 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Posyandu Lansia di Desa Jatidowo, Kecamatan Rejotangan. Kegiatan ini meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, senam lansia, serta pemeriksaan kesehatan sebagai upaya pemantauan kondisi kesehatan lansia secara rutin dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bidan Desa dan Perawat Desa sebagai tenaga kesehatan pendamping, serta perwakilan dari Kecamatan Rejotangan, yaitu Ibu Sri Susilaningtyas Retno Palupi. Sasaran kegiatan sebanyak 100 orang lansia yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan antusias. Melalui pelaksanaan Posyandu Lansia ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia dan keluarga terhadap pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut, mencegah penyakit tidak menular, serta mendukung peningkatan kualitas hidup lansia sebagai bagian dari upaya pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Rejotangan.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Rejotangan
38121-01-2026

Bidang : Sosial Budaya

Program kerja bidang sosial budaya : Ketahanan Keluarga

Kegiatan Ketahanan Keluarga : Iman dan Takwa

Kegiatan : Menghadiri Kegiatan Isra Mi'raj

Hari/Tanggal : Rabu, 21 Januari 2025

Deskripsi

Ibu Ketua DW Kecamatan Bandung menghadiri kegiatan pengajian dalam rangka peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Kegiatan keagamaan ini berlangsung khidmat dan penuh makna, serta dihadiri langsung Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama jajaran forkopimda, sekretaris daerah, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua MUI, Baznas, IPHI, FKUB, para ketua organisasi masyarakat Islam, organisasi wanita se-Kabupaten Tulungagung, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Pada peringatan Isra Mi'raj ini juga dihadri oleh bapak KH. Moh. Soim selaku muballigh. Pada kesempatan tersebut KH. Moh. Soim menyampaikan materi tentang Isra Mi'raj.

Peristiwa Isra Miraj terekam abadi dalam Al-Qur'an, Surah Al-Isra ayat 1:

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami..."

Imam Bukhari mengisahkan perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam Shahih Bukhari, juz 5 halaman 52. Intisarinya adalah: Suatu ketika Nabi berada di dalam suatu kamar dalam keadaan tidur, kemudian datang malaikat mengeluarkan hati Nabi dan menyucinya, kemudian memberikannya emas yang dipenuhi dengan iman. Kemudian hati Nabi dikembalikan sebagaimana semula.

Setelah itu Nabi melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dengan mengendarai buraq dengan diantar oleh Malaikat Jibril hingga langit dunia, kemudian terdapat pertanyaan: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Selamat datang, sungguh sebaik-baiknya orang yang berkunjung adalah engkau, wahai Nabi.

Di langit dunia ini, Nabi bertemu dengan Nabi Adam Alaihis Salam (AS), Jibril menunjukkan bahwa Nabi Adam adalah bapak dari para nabi. Jibril memohon kepada Nabi Muhammad untuk mengucapkan salam kepada Nabi Adam, Nabi Muhammad mengucapkan salam kepada Nabi Adam, berikutnya Nabi Adam juga membalas salam kepada Nabi Muhammad.

Perjalanan dilanjutkan menuju langit kedua, di sini Nabi bertemu dengan Nabi Yahya dan Nabi Isa. Di langit ketiga, Nabi Muhammad bertemu Nabi Yusuf, di langit keempat dengan Nabi Idris, di langit kelima bertemu Nabi Harun, di langit keenam dengan Nabi Musa. Nabi Musa menangis karena Nabi Muhammad memiliki umat yang paling banyak masuk surga, melampaui dari umat Nabi Musa sendiri. Dan terakhir di langit ketujuh, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim.

Setelah itu, Nabi Muhammad menuju Sidratul Muntaha, tempat Nabi bermunajat dan berdoa kepada Allah. Kemudian Nabi naik menuju Baitul Makmur, yaitu baitullah di langit ketujuh yang arahnya lurus dengan Ka’bah di bumi, setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk untuk berthawaf di dalamnya. Selanjutnya Nabi disuguhi dengan arak, susu, dan madu. Nabi kemudian mengambil susu, Jibril mengatakan: Susu adalah lambang dari kemurnian dan fitrah yang menjadi ciri khas Nabi Muhammad dan umatnya.

Di Baitul Makmur, Nabi Muhammad bertemu dengan Allah SWT dan mewajibkan melaksanakan shalat fardhu sebanyak lima puluh rakaat setiap hari. Nabi menerima dan dalam perjalanan bertemu Nabi Musa. Ia mengingatkan bahwa umat Nabi Muhammad tidak akan mampu dengan perintah shalat lima puluh kali sehari, Nabi Musa mengatakan: Umatku telah membuktikannya. Lalu meminta kepada Nabi Muhammad untuk kembali kepada Allah SWT, mohonlah keringanan untuk umatnya. Kemudian Nabi menghadap kepada Allah dan diringankan menjadi shalat sepuluh kali.

Kemudian Nabi Muhammad kembali , dan Nabi Musa mengingatkan sebagaimana yang pertama. Kembali Nabi menghadap Allah hingga dua kali, dan akhirnya Allah mewajibkan shalat lima waktu. Nabi Musa tetap mengatakan bahwa umat Muhammad tidak akan kuat. Nabi Muhammad menjawab: Saya malu untuk kembali menghadap pada Allah dan ridha serta pasrah kepada Allah.

Imam Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayah, Sirah Nabawiyah, juz 2 halaman 94 menceritakan, keesokan harinya Nabi menyampaikan peristiwa tentang Isra’ Mi’raj terhadap kaum Quraisy. Mayoritas mereka ingkar terhadap kisah yang disampaikan Nabi Muhammad, bahkan sebagian kaum muslimin ada yang kembali murtad karena tidak percaya terhadap kisah yang disampaikan Nabi. Melihat hal tersebut, Abu Bakar bergegas untuk membenarkan kisah Isra’ Mi’raj Nabi: Sungguh aku percaya terhadap berita dari langit, apakah yang hanya tentang berita Baitul Maqdis aku tidak percaya? Sejak saat itu sahabat Abu Bakar dijuluki dengan sebutan Abu Bakar as-Shiddiq, Abu Bakar yang sangat jujur.

Pelajaran Penting Ali Muhammad Shalabi dalam Sirah Nabawiyah: ‘Irdlu Waqâi’ wa Tahlîl Ihdats, juz 1 halaman 209 menjelaskan setidaknya ada makna penting dari peristiwa ini.

1. Kemuliaan dan Keistimewaan Nabi Muhammad Nabi Muhammad SAW baru saja mengalami hal yang amat menyedihkan, yaitu wafatnya Sayyidah Khodijah sebagai istri tercinta, yang selalu mengorbankan jiwa, tenaga, pikiran, dan hartanya demi perjuangan Nabi. Juga wafatnya sang paman, Abu Thalib yang selalu melindungi Nabi dari kekejaman kaum Quraisy. Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung kebesaran Allah SWT. Sehingga hati Nabi semakin mantap dan teguh dalam menyebarkan agama Islam. Ini memberikan pelajaran, bahwa siapa pun yang berjuang di jalan Allah, dan menegakkan agama, seperti dengan memakmurkan masjid, memakmurkan majlis ilmu, dzikir dan tahlil, Allah akan memberikan kebahagiaan dan keistimewaan.

2. Kewajiban Shalat Lima Waktu Musthofa As Siba’i dalam kitab Sirah Nabawiyah, Durus wa Ibar, jilid 1 halaman 54 menjelaskan bahwa jika Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat. Karenanya, sebuah keharusan bagi tiap muslim menghadap (mi’raj) kepada Allah SWT lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyu’. Dengan shalat yang khusyu’, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah SWT, sehingga malu untuk menuruti syahwat dan hawa nafsu, berkata kotor, mencaci orang lain, berbuat bohong. Justru sebaliknya lebih senang dan mudah untuk melakukan banyak kebaikan. Hal tersebut demi mengagungkan keesaan dan kebesaran Allah, sehingga dapat menjadi makhluk terbaik di bumi.

3. Perjalanan Pertama Luar Angkasa Dalam sejarah, perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa, dan kembali menuju bumi dengan selamat. Jika hal ini telah terjadi di zaman Nabi, 1400 tahun yang lalu, hal tersebut memberikan pelajaran bagi umat Islam agar mandiri, belajar, bangkit dan meningkatkan kemampuan, tidak hanya dalam masalah agama, sosial, politik, dan ekonomi, namun juga harus melek terhadap sains dan teknologi. Perjalanan menuju ke luar angkasa adalah sains dan teknologi tingkat tinggi yang menjadi salah satu tolak ukur kemajuan sebuah umat dan bangsa.

4. Membela Perjuangan Agama Pada Isra' Mi'raj ada penyebutan dua masjid, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Hal tersebut memberikan pelajaran bahwa Masjidil Aqsha adalah bagian dari tempat suci umat Islam. Membela masjid tersebut dan sekelilingnya sama saja dengan membela agama Islam. Wajib bagi tiap muslim sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk selalu berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan dan keselamatan Masjidil Aqhsa Palestina. Baik dengan diplomasi politik, bantuan sandang pangan, maupun dengan harta.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Bandung

38223-01-2026

DWP DINAS PERIKANAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

DWP Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Mengadakan Majelis Taklim Dan Doa Bersama
Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja : Katahanan Keluarga : Iman dan Takwa

Keterangan Program:
1.Hari: Jumat
2.Tanggal: 23 Januari 2026
3.Pukul: 08.00 WIB
4.Tempat: Mushola Nurul Bahri Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung
5.Ustadzah : Dra.Hj. Miftacburohmah, M.Ag
6.Peserta : 30 orang

Awal tahun merupakan waktu yang tepat untuk menata kembali niat, memperkuat kebersamaan, serta menyatukan langkah dalam menjalankan berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun. Bagi DWP Dinas Perikanan, momen ini dimaknai sebagai kesempatan untuk memulai tahun 2026 dengan suasana yang tenang, penuh harap, serta menumbuhkan kesadaran akan peran strategis anggota DWP dalam mendukung lingkungan kerja yang sehat dan harmonis.
Sebagai pembuka rangkaian kegiatan dan rencana program kerja tahun 2026, DWP Dinas Perikanan menyelenggarakan kegiatan majelis taklim dengan tema Doa, Refleksi, dan Penguatan Niat sebagai Fondasi Program Kerja DWP Tahun 2026 yang diisi dengan doa bersama dan tausiyah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan batin sebelum anggota DWP menjalani aktivitas organisasi dan peran keluarga di tahun yang baru.

Kegiatan majelis taklim ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar anggota, menumbuhkan suasana kebersamaan, serta membangun kesiapan mental dan spiritual dalam menyambut pelaksanaan program kerja tahun 2026.
Melalui doa bersama dan tausiyah, diharapkan anggota DWP memiliki semangat yang sejalan dalam mendukung rencana kegiatan yang akan dijalankan sepanjang tahun.

Majelis taklim dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 23 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di Mushola Nurul Bahri Dinas Perikanan, dan diikuti oleh 30 anggota DWP Dinas Perikanan. Kegiatan menghadirkan Ustazah Dra.Hj. Miftacburohmah, M.Ag, sebagai narasumber dengan pendekatan reflektif dan menyejukkan menyampaikan tausiyah dengan tema Rumah yang Tenang, Tugas yang Lancar, Refleksi Peran Anggota DWP dalam Keluarga dan Kehidupan Sosial
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar seluruh rencana dan aktivitas dapat berjalan dengan lancar. Dalam tausiyahnya, narasumber menekankan pentingnya peran istri dalam menciptakan suasana keluarga yang kondusif, sebagai penopang kesiapan mental suami dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja.
Melalui majelis ini, anggota DWP diajak memahami bahwa ketenangan rumah tangga, komunikasi yang baik, serta sikap saling mendukung memiliki kontribusi nyata terhadap kinerja dan pelayanan yang dijalankan oleh suami. Nilai-nilai tersebut selaras dengan arah program kerja DWP Dinas Perikanan yang menitikberatkan pada penguatan peran anggota dalam keluarga dan organisasi.
Pada kesempatan ini juga disampaikan gambaran umum rencana program kerja DWP tahun 2026, sebagai bentuk penyelarasan langkah dan komitmen bersama. Penyampaian dilakukan secara ringkas oleh Sekretaris DWP yaitu Ibu Dwityalani Sanusi Hasan, agar anggota memiliki pemahaman yang sama dan siap berpartisipasi sesuai peran masing-masing. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan.

Majelis taklim dan doa bersama ini menjadi langkah awal DWP Dinas Perikanan dalam menyongsong tahun 2026 dengan semangat kebersamaan dan kesiapan batin. Diharapkan nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan ini dapat mendukung peran anggota DWP dalam keluarga, sekaligus memperkuat dukungan terhadap kelancaran tugas suami di lingkungan kerja sepanjang tahun 2026.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Perikanan
38321-01-2026Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Pucanglaban Ny. Setiono mengikuti Kegiatan memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW Kab. Tulungagung tahun 1447 H/ 2026 M di Pendopo Kongasarum Kusumaning Bongso pada hari Rabu tanggal 21 Januari 2026, acara dimulai Pukul 16.00WIB. sampai Pukul 21.00 WIB. Adapun tamu undahan yang hadir diantaranya wakil Bupati Tulungagung Bpk. Mohammad Baharudin, SE, ME, Ketua DPRD bpk. Marsono, S. Sos, Penasehat 2 DWP Kab. Ibu Yuyun Moh. Baharudin, forkopimda dan OPD lingkup Pemda, organisasi wanita serta turut hadir Ketua DWP Kecamatan Pucanglaban dan undangann kurang lebih 750 orang, penceramah Gus Mohammad Hanim dari pengasuh pondok pensantren Tawangsari Adapun susunan acara meliputi Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Wakil Bupati Tulungagung selanjutnya maidoh Khasanah yang isinya tentang keteladanan Nabi besar Muhammad SAW, menjadi pegangan hidup kita sebagai manusia refleksi dan giat ditutup doa oleh Gus Soim. Isro’ Mi’roj adalah peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam yang mengisahkan dua perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dalam satu malam: Isra (perjalanan malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) dan Mi'raj (perjalanan naik ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha), di mana beliau menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT, menjadi mukjizat besar yang menguatkan iman dan menegaskan kewajiban salat. Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab dan menjadi landasan penting akidah serta ibadah salat bagi umat Islam. Rincian Peristiwa • Isra (Perjalanan Malam): Nabi Muhammad SAW menaiki hewan bernama Buraq dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. • Mi'raj (Kenaikan): Dari Masjidil Aqsa, beliau naik menembus langit demi langit hingga bertemu Allah SWT di Sidratul Muntaha, tempat menerima perintah salat lima waktu. • Pertemuan di Langit: • Langit Pertama: Nabi Adam AS. • Langit Kedua: Nabi Isa AS & Nabi Yahya AS. • Langit Ketiga: Nabi Yusuf AS. • Langit Keempat: Nabi Idris AS. • Langit Kelima: Nabi Harun AS. • Langit Keenam: Nabi Musa AS. • Langit Ketujuh: Nabi Ibrahim AS. • Sidratul Muntaha & Baitul Makmur: Tiba di batas tertinggi pengetahuan makhluk, di mana terdapat Baitul Makmur (rumah ibadah para malaikat). • Penerimaan Perintah Shalat: Menerima perintah shalat lima waktu dari Allah SWT, setelah bolak-balik meminta keringanan dari Nabi Musa. • Melihat Surga dan Neraka: Diperlihatkan pemandangan Surga dan Neraka serta berbagai golongan manusia yang mendapat siksa (seperti pemakan riba, pengumpat, dll.) sebagai pengingat. • Kembali ke Bumi: • Nabi Muhammad SAW kembali ke Makkah pada malam yang sama, menguatkan keimanan beliau dan umatnya. Makna dan Hikmah • Bukti Kekuasaan Allah: Menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang melampaui batas akal manusia. • Kewajiban Salat: Mengukuhkan kewajiban salat lima waktu sebagai tiang agama Islam. • Penguatan Iman: Memperteguh keimanan Nabi dan umatnya, serta menjadi hiburan di tengah kesulitan. • Pesan Spiritual: Mengajarkan kedisiplinan, ketaatan, dan pentingnya hubungan langsung dengan Tuhan. Pada malam yang penuh berkah seperti Al Isra wal Mi'raj, penting untuk meningkatkan doa-doa kita kepada Allah, dan memohon kepada Allah agar memenuhi kebutuhan kita dan kebutuhan saudara-saudari Muslim kita di seluruh dunia Tujuan utama peringatan Isra Miraj adalah untuk memperkuat iman dan ketakwaan, mengingatkan kewajiban salat lima waktu yang diterima langsung dari Allah SWT, meneladani perjuangan dan akhlak Nabi Muhammad SAW, serta menjadi momentum untuk meningkatkan spiritualitas dan silaturahmi umat Islam. Ini adalah ajang edukasi sejarah, penguatan ibadah, dan pengingat akan kebesaran Allah SWT serta pentingnya menghubungkan diri kepada-Nya melalui salat, Tujuan Spiritual & Keimanan: • Meningkatkan Iman & Takwa: Menguatkan keyakinan pada kekuasaan Allah SWT dan kebenaran kenabian Muhammad SAW. • Memperdalam Hubungan dengan Allah: Mengingatkan akan pentingnya salat sebagai sarana komunikasi langsung dengan Sang Pencipta. • Meneladani Rasulullah: Menjadikan perjalanan dan ketabahan Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi dalam berdakwah dan menghadapi tantangan. Tujuan Ibadah & Syariat: • Mengingatkan Kewajiban Salat: Momen penting untuk kembali memperbaiki kualitas salat lima waktu yang merupakan inti dari peristiwa ini. • Menunjukkan Kedudukan Salat: Menegaskan bahwa salat adalah ibadah paling agung, sebuah pertemuan hamba dengan Tuhannya. Tujuan Pendidikan & Sosial: • Sarana Edukasi Sejarah: Memperkenalkan kembali kisah perjalanan Nabi kepada generasi muda. • Mempererat Ukhuwah Islamiyah: Acara peringatan menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat persaudaraan sesama Muslim. • Menumbuhkan Akhlak Mulia: Mendorong generasi muda untuk memiliki akhlak yang baik dengan mencontoh Nabi Muhammad SAW. Tujuan Khusus Peristiwa Isra Miraj: • Menghibur Nabi: Menghibur Nabi Muhammad SAW di masa sulit (Tahun Kesedihan). • Memperlihatkan Kebesaran Allah: Memberikan kesempatan Nabi menyaksikan sebagian tanda kebesaran Allah. • Bertemu Nabi Terdahulu: Nabi Muhammad SAW bertemu dan mengimami para nabi lain di setiap lapisan langit. Intinya, peringatan Isra Miraj adalah pengingat akan mukjizat, perintah salat, dan pelajaran hidup yang mendalam bagi umat Islam untuk menjadi lebih baik dan dekat dengan Allah SWT
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Pucanglaban
38416-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN TULUNGAGUNG

KEGIATAN BIDANG SOSIAL BUDAYA

PROGRAM KERJA KETAHANAN KELUARGA PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

I. PENDAHULUAN

Ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan berdaya saing. Keluarga tidak hanya menjadi lingkungan pertama bagi pembentukan kepribadian individu, tetapi juga menjadi ruang utama penanaman nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh aspek keimanan, ketakwaan, serta kebudayaan.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung sebagai organisasi istri Aparatur Sipil Negara memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui bidang sosial budaya. Salah satu fokus utama bidang ini adalah pelaksanaan program kerja ketahanan keluarga, yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, sosial, dan budaya dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Dalam rangka mendukung program kerja tersebut, DWP Dispora Tulungagung melaksanakan kegiatan Iman dan Taqwa berupa Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai peringatan peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga sebagai sarana refleksi spiritual untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota DWP Dispora dalam menjalankan peran sebagai istri, ibu, dan anggota masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan ini, diharapkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam peristiwa Isra’ Mi’raj dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta mendukung terciptanya ketahanan keluarga yang kokoh.

II. DASAR PELAKSANAAN

1. Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.
2. Program Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan, khususnya pada subprogram Ketahanan Keluarga.
3. Upaya peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan anggota DWP Dispora Tulungagung.
4. Komitmen DWP Dispora Tulungagung dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual keluarga.

III. TUJUAN KEGIATAN

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota DWP Dispora Tulungagung kepada Allah SWT.
2. Memperkuat pemahaman nilai-nilai spiritual dalam rangka mewujudkan ketahanan keluarga.
3. Menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai sarana pembinaan mental dan rohani.
4. Mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota DWP Dispora Tulungagung.
5. Mendukung pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya DWP Dispora Tulungagung.

IV. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:
• Hari/Tanggal : Sabtu, 16 Januari 2026
• Waktu : Pukul 18.00 WIB hingga selesai
• Tempat : Mushola Nurul Iman
Pemilihan Mushola Nurul Iman sebagai lokasi kegiatan dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang religius, khusyuk, dan kondusif sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik dan penuh hikmat.

V. PESERTA DAN PIHAK YANG TERLIBAT

Kegiatan ini dihadiri dan diikuti oleh:
1. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Ny. Achmad Muiono.
2. Seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung dan jama’ah mushola nurul iman.
3. Penceramah, Ustadz Nafis, dosen dari UIN Satu Tulungagung.
Kegiatan ini bersifat internal dan terbuka bagi seluruh anggota DWP Dispora (public internal organisasi) sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan ketahanan keluarga.

VI. BENTUK DAN RANGKAIAN KEGIATAN

Pelaksanaan kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan melalui beberapa tahapan dan rangkaian acara sebagai berikut:
1. Persiapan Kegiatan
Sebelum kegiatan dimulai, panitia dari anggota DWP Dispora Tulungagung melakukan persiapan tempat, perlengkapan acara, serta penataan Mushola Nurul Iman agar siap digunakan. Persiapan meliputi pengaturan tempat duduk, sound system, serta kelengkapan acara keagamaan.
2. Pembukaan Acara
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh kekhidmatan.
3. Sambutan Ketua DWP Dispora Tulungagung
Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Ny. Achmad Muiono, berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya memperingati Isra’ Mi’raj sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya shalat, serta memperkuat peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan.
4. Penyampaian Tausiyah Isra’ Mi’raj
Acara dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Ustadz Nafis dari UIN Satu Tulungagung. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan makna dan hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, khususnya terkait perintah shalat sebagai tiang agama serta relevansinya dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Tausiyah disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan aplikatif.
5. Doa Bersama
Setelah penyampaian tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah. Doa dipanjatkan agar seluruh anggota DWP Dispora senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan iman, serta keharmonisan dalam keluarga.
6. Penutupan Kegiatan
Kegiatan ditutup dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara hingga selesai dengan tertib dan khidmat.

VII. HASIL DAN CAPAIAN KEGIATAN

Dari pelaksanaan kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini, diperoleh beberapa hasil dan capaian, antara lain:
1. Meningkatnya pemahaman anggota DWP Dispora terhadap makna Isra’ Mi’raj.
2. Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya ibadah dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga.
3. Terlaksananya program kerja Bidang Sosial Budaya DWP Dispora Tulungagung pada aspek ketahanan keluarga.
4. Terjalinnya silaturahmi dan kebersamaan antaranggota DWP Dispora.
5. Meningkatnya motivasi anggota untuk mengamalkan nilai-nilai iman dan taqwa dalam kehidupan sehari-hari.

VIII. PENUTUP

Kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung pada Sabtu, 16 Januari 2026 merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan program kerja Bidang Sosial Budaya, khususnya dalam rangka penguatan ketahanan keluarga melalui kegiatan iman dan taqwa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota DWP Dispora Tulungagung dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj dan mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga serta lingkungan sosial. Dengan ketahanan keluarga yang kuat dan dilandasi nilai-nilai keagamaan, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang harmonis, religius, dan berakhlak mulia.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

38501-01-2026Pada tanggal 1Januari 2026 pk 19.00 wib, Ibu Ketua DWP Kec Kalidawir (Ny.Oktina Rusdiyanto) mengikuti kegiatan Do'a bersama awal tahun 2026.Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Kalidawir.Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu-Ibu DWP Kec Kalidawir, Ibu Ketua TP-PKK se-Kec Kalidawir, dan juga Ibu-Ibu jamaah muslimat .Acara ini juga dihadiri oleh Forkompincam Kec Kalidawir. Dalam do'a bersama ini sebagai pemberi tausiyah adalah KH Naseh dari Ngunut Tulungagung. Dalam tausiyah beliau mengajak kita bersama untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT. Pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT terletak pada kemampuannya menambah nikmat, menenangkan hati, mendekatkan diri kepada-Nya, meningkatkan iman, serta membuka pintu rezeki dan keberkahan, sebagaimana dijanjikan dalam Al-Qur'an (QS. Ibrahim: 7) bahwa syukur akan melimpahkan nikmat. Syukur bukan sekadar ucapan, tapi perwujudan melalui hati, lisan (Alhamdulillah), dan perbuatan (meningkatkan ibadah, sedekah), menjauhkan dari penyakit hati seperti iri dan dengki, serta menjadikan hidup lebih bermakna. MANFAAT RASA SYUKUR -Menambah Nikmat: Allah SWT berjanji akan menambah nikmat bagi mereka yang bersyukur, baik itu nikmat materi, kebahagiaan, kesehatan, maupun ketenangan. Ketenangan dan Kebahagiaan: Orang yang bersyukur lebih mudah merasa tenang, bahagia, dan tidak mudah iri karena fokus pada nikmat yang dimiliki. -Mendekatkan Diri pada Allah: Syukur adalah bentuk ibadah yang mengakui bahwa semua nikmat berasal dari Allah, memperkuat hubungan hamba dengan Tuhannya. -Meningkatkan Iman dan Taqwa: Syukur membuat kita ridha atas segala ketetapan Allah dan lebih sadar akan kekuasaan-Nya. -Menghindarkan dari Penyakit Hati: Membantu menghilangkan kesombongan, iri hati, dan dendam dengan menyadari kebaikan yang telah diberikan. Manfaat Duniawi dan Sosial: -Kehidupan yang Baik: Mendapatkan kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) dan keberkahan. -Pertolongan dan Kekuatan: Merasa mendapat pertolongan, kekuatan, dan kemenangan dari Allah. -Kemudahan Hidup: Diberi kemudahan dalam menjalani kehidupan. -Kasih Sayang: Menumbuhkan kasih sayang dan toleransi terhadap sesama. -Masyarakat Harmonis: Membangun masyarakat yang beretika, adil, dan penuh persaudaraan. Manfaat Akhirat: -Ridha dan Rahmat Allah: Mendapatkan ridha dan rahmat serta ampunan dari Allah SWT. -Pahala Besar: Diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan pahala yang besar. -Kebahagiaan Hakiki: Meraih kebahagiaan yang sesungguhnya di akhirat.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
38617-01-2026

Dalam rangka menumbuhkan kepedulian sosial serta meningkatkan peran aktif perempuan dalam kegiatan kemasyarakatan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melaksanakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian DWP Dispora di bidang sosial dan kesehatan, sekaligus sebagai upaya nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Donor darah dipilih sebagai bentuk kegiatan sosial karena memiliki manfaat yang sangat besar, baik bagi pendonor maupun bagi penerima darah. Setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain. Oleh karena itu, DWP Dispora berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui kegiatan donor darah ini.

Kegiatan donor darah dilaksanakan pada hari Jum’at, 9 Januari 2026, bertempat di DWP Dispora dan diikuti oleh anggota DWP Dispora serta masyarakat umum. Sejak diumumkannya kegiatan ini, antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah pendaftar yang mencapai 55 orang, yang berasal dari berbagai latar belakang, baik dari lingkungan instansi maupun masyarakat sekitar. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya donor darah di kalangan masyarakat semakin meningkat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan do’a bersama, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak. Do’a bersama juga menjadi simbol kebersamaan dan keikhlasan seluruh peserta dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan ini.

Setelah do’a bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Dispora, Ny. Achmad Mugiyono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan donor darah serta mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Beliau juga menekankan bahwa kegiatan donor darah bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan empati terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.

Lebih lanjut, Ketua DWP Dispora menyampaikan harapannya agar kegiatan donor darah ini dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota DWP Dispora dengan masyarakat, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Beliau juga mengajak seluruh anggota DWP dan masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan peduli sesama.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan proses donor darah yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku. Sebelum melakukan donor darah, seluruh peserta diwajibkan mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan atau skrining medis, yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, berat badan, serta kondisi kesehatan secara umum. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta berada dalam kondisi sehat dan layak untuk mendonorkan darah, sehingga keamanan dan keselamatan pendonor maupun penerima darah dapat terjamin.

Dari total 55 orang pendaftar, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 30 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darah. Sementara itu, 25 orang lainnya belum dapat mendonorkan darah karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan yang telah ditentukan, seperti tekanan darah yang belum stabil, kadar hemoglobin yang kurang, atau kondisi fisik lainnya. Meskipun demikian, peserta yang belum dapat mendonor tetap menunjukkan semangat dan kepedulian yang tinggi terhadap kegiatan ini, serta diharapkan dapat berpartisipasi pada kegiatan donor darah berikutnya setelah kondisi kesehatannya memenuhi syarat.

Selama pelaksanaan donor darah, kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Panitia bersama petugas medis bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab dalam melayani peserta. Peserta donor darah juga mengikuti seluruh arahan dan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik tanpa kendala yang berarti.

Kegiatan donor darah ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para pendonor. Donor darah secara rutin diketahui dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, merangsang pembentukan sel darah baru, serta meningkatkan rasa kepedulian dan empati terhadap sesama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan berbagi melalui aksi kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, DWP Dispora berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program kesehatan serta membantu ketersediaan stok darah. Kegiatan donor darah juga menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai kepedulian sosial, gotong royong, dan kebersamaan yang senantiasa dijunjung tinggi oleh Dharma Wanita Persatuan. Selain itu DWP Dispora berkomitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk kegiatan donor darah, agar manfaat yang diberikan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, diharapkan DWP Dispora dapat terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan di bidang sosial dan kesehatan.

kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh DWP Dispora pada hari Jum’at, 9 Januari 2026, berjalan dengan sukses. Antusiasme peserta, kerja sama panitia, serta dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor pendukung utama dalam kelancaran kegiatan ini. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus melaksanakan kegiatan sosial serupa di masa yang akan datang.

Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga

38716-01-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendididikan melaksanakan senam sehat yang dilaksanakan setiap hari Jum'at pukul : 15.00 WIB bertempat di Pendopo dan halaman Kantor UPT Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa Kabupaten Tulungagung senam sehat adalah rangkaian gerakan tubuh yang dilakukan secara berirama, teratur, dan terencana dengan tujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani, memperbaiki fungsi organ tubuh, dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Berbeda dengan olahraga berat atau atletik profesional, senam sehat biasanya dirancang agar bisa diikuti oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Manfaat Utama Senam Sehat Melakukan senam secara rutin membawa dampak positif bagi tubuh dan pikiran, di antaranya: 1. Kesehatan Jantung & Paru-paru: Meningkatkan sirkulasi darah dan kapasitas oksigen dalam tubuh. 2. Kekuatan Otot & Sendi: Melatih kelenturan dan kekuatan otot agar tidak kaku saat beraktivitas sehari-hari. 3. Kesehatan Mental: Melepaskan hormon endorfin yang membantu mengurangi stres, kecemasan, dan memperbaiki suasana hati (mood). 4. Kontrol Berat Badan: Membantu membakar kalori dan menjaga metabolisme tetap aktif. Keseimbangan: Sangat penting bagi lansia untuk melatih koordinasi tubuh guna mencegah risiko terjatuh. Pelaksanaan senam dilaksanakan setiap minggu dengan rincian sebagai berikut : 1. Senam Minggu pertama dlaksanakan pada tanggal 2 Januari 2026 dengan instruktur mbak PeVita diikuti oleh 150 peserta berasal dari anggota DWP Korwil dan Lembaga SMPN masing - masing 2 anggota. Senam kali ini dengan materi senam aerobik.bersama dengan ibu ririn Andri Wikanthi selaku sekretaris,ibu Diesti Muh. Azam pengurus bidang pendidikan, ibu Nanik Heni Hendarto ketua bidang ekonomi, Ibu Nurul Cindelaras wakil ketua bidang Sosial budaya dan Aprita selaku bendahara bidang Soaila Budaya 2. Senam minggu kedua dilaksanakan pada hari jum'at tanggal 09 Januari 2026 dengan instruktur mbak endang, diikuti oleh 150 peserta berasal dari anggota DWP Korwil dan lembaga SMPN masing - masing 2 anggota. dengan materi senam land dance bersama ibu Ririn andri Wikanthi selaku Sekretaris DWP dan Ibu Nurul Cindelaras selaku wakil ketua bidang Sosbud dan Apritasari selaku bendahara Bidang Sosual budaya 3. Senam minggu ketiga dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2026 diikuti oleh 100 peserta dari korwil dan lembaga karena hujan dan bersama dengan ibu ketua ibu Christina Sukowinarno selaku ketua dan bapak Penasehat Bapak Sukowinarno, ibu Ririn Andri Wikanthi selaku Sekretaris, Ibu Nurul Cindelaras selaku wakil ketua bidang Sosial budaya , ibu Apritasari bendahara Sosial budaya dan ibu Diesti Muh. Azam dari bidang pendidikan selaku sekretaris dan ibu Nanik henei hendarto ketua bidang ekonomi 4. Senam minggu keempat dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2026 dengan instruktur mbak Pevita dengan materi senam aerobik Senam diikuti oleh 140 anggota meliputi utusan dari anggota Dharma Wanita persatuan Korwil dan lembaga SMP bersama pengurus, ibu Ririn Andri Wianthi selaku Sekretaris, Ny. Ratna Nurhamid pengurus wakil ketua bidang ekonomi dan ny. Deny Hari Purwanto pengurus wakil ketua bidang pendidikan
Program: Olah Raga
Pelaksana: SKPD Dinas Pendidikan
38821-01-2026Ketua DWP Kec. Kauman pada hari Rabu tanggal 21 Januari 2026 Pukul 08:30 WIB menghadiri Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW tahun 2026 bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dengan penceramah dari KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar) Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri dalam tausiyahnya beliau mengatakan bahwa Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam kepada Rasulullah menjadi dua hal yang penting untuk mengawali majelis ini. Hal penting selanjutnya adalah berwasiat takwa yang menjadi kewajiban bagi khatib untuk senantiasa sampaikan kepada jamaah karena memang menjadi rukun dalam khutbah Jumat. Apabila rukun dalam Jumat ditinggalkan, termasuk wasiat taqwa, maka konsekuensinya adalah tidak sah ibadah shalat Jumat yang dilaksanakan. Oleh karena itu mari kita tingkatkan dan kuatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT sebagai wujud penghambaan kita kepada-Nya yang menumbuhkan rasa takut pada diri kita untuk melanggar perintah-perintah-Nya. Kuatnya ketakwaan juga bisa diukur dari kemampuan kita menjalankan seluruh perintah Allah SWT. Takwa akan menjadikan kita masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung dan masuk ke dalam surga Allah SWT. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat An-Naba 31. Dari ayat ini kita bisa memahami bahwa orang yang bertakwa itu percaya kepada hal yang tak tampak mata dan juga tidak bisa dirasa dan direkam oleh indra serta tak bisa dinalar secara akal manusia. Hal ini disebut dengan istilah ghaib. Orang yang bertakwa juga dicirikan dengan konsistensinya dalam menjalankan shalat sebagai ibadah vertikal menyembah Allah SWT. Dua hal ini, yakni percaya pada hal yang ghaib dan menjalankan shalat, menjadi dua hal relevan dengan keberadaan kita saat ini berada di bulan Rajab. Di bulan inilah sebuah peristiwa ghaib yang tak masuk akal dan hanya dipercayai oleh orang-orang yang beriman terjadi, yakni peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad saw. Peristiwa ini menjadi peristiwa ghaib yang harus diterima oleh keimanan terlebih dahulu sebelum akal kita. Pengertian Isra ini sendiri adalah perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid al-Haram di Kota Makkah ke Masjid al-Aqsa di Palestina yang berjarak lebih kurang 1.500 kilometer. Sedangkan Mi'raj adalah perjalanan beliau dari Masjid al-Aqsa ke Sidratul Muntaha yakni tempat di langit yang bersifat ghaib, tidak mungkin dijangkau oleh panca indra manusia, bahkan tidak dapat dijangkau oleh akal pikiran. Dua perjalanan ini ditempuh Nabi Muhammad hanya dalam satu malam. Dalam perjalanan spiritual ini, Nabi Muhammad mendapatkan 'oleh-oleh' yang sangat monumental dan menjadi hal yang paling sering disebut pada bulan Rajab yakni perintah shalat lima waktu. Maka kurang lengkap rasanya jika peringatan Isra Mi'raj yang sering dilakukan masyarakat di Indonesia tidak mengangkat dan membahas tentang shalat. Baik pembahasan tentang shalat dari perspektif fiqih, tasawuf, kesehatan, maupun dari perspektif lain yang mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pembahasan tentang shalat ini penting untuk diingatkan kembali kepada umat Islam pada bulan Rajab ini sebagai upaya untuk menguatkan kembali kesadaran bahwa shalat adalah sebuah kebutuhan bagi umat Islam. Bukan hanya sekedar kewajiban saja. Mengapa kita butuh? Karena shalat menjadi satu media penting untuk mendekatkan diri dan menyembah Allah SWT. Dengan shalat kita telah menunjukkan komitmen untuk menjalankan misi utama diciptakannya manusia ke dunia yakni untuk beribadah. Hal ini sudah disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Ad-Dzariyat ayat 56: Dalam pelaksanaan shalat sendiri, penting untuk diingat oleh kita semua untuk senantiasa mengedepankan kualitas shalat. Bukan hanya kuantitas shalat saja. Kewajiban shalat yang difokuskan kepada kuantitas atau jumlah saja akan menjadikan diri terbebani dalam menjalankannya. Jika kewajiban shalat kita kerjakan dengan mengedepankan kualitas, maka shalat yang dilakukan akan benar-benar bisa dinikmati dan akan berdampak pada perilaku serta kualitas kehidupan kita. Hadits ini mengingatkan kepada kita untuk senantiasa menjalankan perintah ini dengan sempurna mulai dari aspek fiqihnya sampai dengan aspek hakikat dari shalat itu sendiri. Dari sisi fiqih kita harus mengetahui syarat dan rukun shalat dan beberapa hal lain terkait seperti cara berwudhu, waktu-waktu shalat dan sejenisnya. Sementara dari sisi hakikat, shalat memiliki dimensi ibadah rohani yang di dalamnya berisi doa-doa untuk mendatangkan ketenangan dan ketentraman jiwa Selain berbuah ketenangan jiwa, shalat juga akan membuahkan ketentraman bagi orang lain. Kenapa? Karena orang yang melakukan shalat dengan benar akan membuahkan komitmen untuk tidak berbuat hal yang keji dan mungkar. Mari di bulan Rajab ini kita jadikan peristiwa Isra Mi'raj sebagai media untuk lebih menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada hal-hal yang ghaib serta menjadikan shalat sebagai ibadah yang benar-benar bisa membuahkan hasil nyata yang berdampak pada kehidupan diri dan masyarakat sekitar. Upaya ini dilakukan dengan menjaga kuantitas dan kualitas shalat yang kita lakukan. Semoga Allah mengabulkan harapan-harapan kita.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kauman
38907-01-2026Pada tanggal 7Januari 2026 pk 09.00 wib, Ibu -ibu anggota DWP Kec Kalidawir, mengadakan kegiatan donor darah bersama, yang dilaksanakan di halaman Kec Kalidawir. Kegiatan ini juga diikuti oleh Ibu Ketua DWP Kec Kalidawir (Ny.Oktina Rusdiyanto), dan juga Ibu Fajar. Setiap pendonor diambil darahnya sebanyak 1 kantong, sebanyak 200cc.Sebelumnya dilakukan pemeriksaan cek kandungan hemoglobin dan tanda-tanda vital dahulu. Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Kalidawir melaksanakan kegiatan donor darah yang bertempat di Kecamatan Kalidawir. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi DWP dalam mendukung ketersediaan stok darah serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) dan diikuti oleh anggota DWP Kecamatan Kalidawir, pegawai kecamatan, serta masyarakat sekitar yang berpartisipasi secara sukarela. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan tetap memperhatikan prosedur kesehatan yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan yang sederhana namun sangat berarti bagi keselamatan sesama. Selain itu, kegiatan donor darah juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota DWP serta masyarakat. DWP Kecamatan Kalidawir berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang bermanfaat dan berdampak positif. Semoga kegiatan donor darah ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh peserta yang terlibat
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
39018-01-2026Pada hari Minggu, 18 Januari 2026, PK 09.00 wib Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Kalidawir (Ny.Oktina Rusdiyanto),turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Pengajian Rutin Muslimat NU yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Kalidawir. Kehadiran Ibu Ketua DWP ini merupakan wujud sinergitas antara organisasi wanita pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan di tingkat kecamatan.Jumlah jamaah yang hadir dalam pengajian kurang lebih 5000 orang. Selain itu juga dihadiri oleh anggota Forkompincam Kec Kalidawir. Sebagai penceramah adalah KH Khoirul Yusak. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan tentang peringatan isro'mi'roj. Sholat merupakan tiang agama dan kewajiban utama bagi setiap muslim yang telah baligh dan berakal. Melalui sholat, seorang hamba menjalin hubungan langsung dengan Allah SWT, memohon petunjuk, ampunan, serta kekuatan dalam menjalani kehidupan. Sholat juga menjadi sarana pembentuk akhlak, karena mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar apabila dilaksanakan dengan khusyuk dan penuh kesadaran. Melaksanakan sholat tepat waktu melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta keimanan. Sholat tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mendidik jiwa agar selalu ingat kepada Allah dalam setiap aktivitas. Rasulullah SAW menegaskan bahwa amalan pertama yang akan dihisab di akhirat adalah sholat, sehingga kualitas sholat sangat menentukan keselamatan seorang muslim. Oleh karena itu, menjaga sholat lima waktu dengan baik merupakan wujud ketaatan dan bukti keimanan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan sholat secara istiqamah, hidup akan lebih tenang, terarah, dan mendapatkan keberkahan di dunia maupun di akhirat. Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan mengingat salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam, yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ Mi’raj adalah perjalanan luar biasa yang dialami Rasulullah SAW dalam satu malam. Isra’ adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa naik ke langit sampai Sidratul Muntaha untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT, yaitu kewajiban sholat lima waktu. Peristiwa ini terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah SAW, setelah wafatnya istri tercinta Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Isra’ Mi’raj menjadi bukti bahwa Allah SWT selalu memberikan pertolongan dan penghiburan kepada hamba-Nya yang sabar dan istiqamah dalam berdakwah. Hikmah besar dari Isra’ Mi’raj adalah pentingnya menjaga sholat. Sholat merupakan tiang agama dan pembeda antara orang beriman dan orang yang lalai. Melalui sholat, kita mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan hati, serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, marilah kita jadikan peringatan Isra’ Mi’raj ini sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas sholat kita, baik dari segi waktu, bacaan, maupun kekhusyukan. Semoga kita termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang selalu taat dan mendapat syafaat beliau di hari akhir kelak.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Kecamatan Kalidawir
39109-01-2026Pengurus dan Anggota Dharmawanita Persatuan sekaligus Karyawati Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung mengikuti doa bersama pembacaan yasin dan tahlil di Ruang Rapat Lantai 2 Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung, Bapak Sukowinarno, S.H, S.Pd., M.Si dan didampingi Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung, Bapak Sutrisno, S.Sos., M.Si. Turut hadir dalam kegiatan Ketua Bidang Pendidikan Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung, Ny. Diah Andriani ; Bendahara Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung, Ny. Enik Endriana serta Wakil Bendahara Dharmawanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung, Ny. Endah Putri Estiningrum. Doa Bersama pembacaan yasin dan tahlil dilaksanaakan secara rutin setiap hari Jumat Legi sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan iman serta ketaqwaan karyawan dan karyawati Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: SKPD Badan Pendapatan Daerah
39206-01-2026Posyandu Balita Pos 3 Desa Sumberagung Kegiatan Posyandu Balita Pos 3 dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, sebagai bagian dari pelayanan kesehatan rutin bagi balita di wilayah desa, mengingat angka stunting di Desa Sumberagung masih tergolong cukup tinggi sehingga diperlukan pemantauan kesehatan balita secara berkelanjutan. Kegiatan ini memiliki sasaran sebanyak 24 balita, dengan tingkat kehadiran sebanyak 19 balita yang datang dan mengikuti seluruh rangkaian pelayanan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi penimbangan berat badan (BB), pengukuran tinggi badan (TB), pengukuran lingkar kepala (LK), serta pengukuran lingkar lengan atas (LILA) sebagai upaya untuk memantau status gizi dan tumbuh kembang balita secara berkala serta mendeteksi dini potensi masalah gizi. Kegiatan Posyandu ini dilaksanakan oleh bidan desa Ibu Ratna, perawat desa Pak Beni, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Ibu Nur, serta kader posyandu setempat yang secara aktif mendampingi pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Rejotangan, Ibu Adkhilna Hurin Ainin, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak. Melalui kegiatan Posyandu ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita serta mendukung upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Rejotangan
39307-01-2026Posyandu Balita Pos 3 Desa Tugu Pada Rabu, 7 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Posyandu Balita Pos 3 yang bertempat di Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan. Kegiatan ini merupakan pelayanan kesehatan rutin bagi balita sebagai upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di wilayah desa. Kegiatan posyandu meliputi penimbangan berat badan serta pengukuran lingkar lengan dan lingkar kepala balita. Pelayanan dilaksanakan dengan pendampingan dari Bidan Desa Ibu Eni, Bidan Linda, Perawat Ibu Anis, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM) Ibu Rif’atul. Kegiatan ini juga didukung oleh dua orang mahasiswa magang dari Puskesmas Banjarejo yang membantu proses pelayanan dan pendataan. Kegiatan posyandu turut dihadiri oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Rejotangan, yaitu Ibu Novi Umi Farida, sebagai bentuk dukungan dan pemantauan pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat di desa. Jumlah sasaran balita sebanyak 21 anak, dengan tingkat kehadiran 20 balita. Seluruh hasil pengukuran dicatat oleh kader dan diverifikasi oleh petugas kesehatan untuk memastikan data yang akurat dan sesuai kondisi lapangan. Kegiatan posyandu berjalan dengan tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat terus meningkatkan pemantauan kesehatan balita dan mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Rejotangan
39409-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung

Dharma Wanita Persatuan Up Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung menjenguk istri dari Bapak A’rasyi Imaduddin karyawan Dinas Ketahanan Pangan oleh Ibu Bina Andari Nurmaning, Ibu Siti Mariyam, Ibu Mahendri Mayasari, Ibu Lufhiana Kumalasari, Ibu Hilda Febrindasari dan Ibu Krisna Kusumaningrum.
Bidang: Sosial Budaya
Program kerja : Kepeduliasn & Kesetiakawanan, budaya cinta lingkungan

Keterangan program :
1. Hari : Jum’at :
2. Tanggal : 9 Januari 2026 :
3. Pukul: 13.30 WIB :
4. Tempat: Rumah kediaman Bapak A’rasyi Imaduddin Jalan Pahlawan Kedungwaru Tulungagung :

5. Pembahasan/Detail Kegiatan :
Kata menjenguk berasal dari bahasa Jawa, yaitu jenguk yang berarti melihat atau mengunjungi seseorang yang sakit (keguguran). Dalam bahasa Indonesia, kata menjenguk berarti mengunjungi seseorang yang sakit atau sedang tidak enak badan untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Awal mula kata menjenguk tidak dapat dipastikan secara pasti, namun diperkirakan berasal dari tradisi Jawa yang sangat menghargai hubungan sosial dan kepedulian terhadap orang lain. Dalam budaya Jawa, mengunjungi seseorang yang sakit atau sedang tidak enak badan dianggap sebagai tindakan yang sangat baik dan dapat memperkuat hubungan sosial. Kata menjenguk juga terkait dengan konsep gotong royong yang sangat penting dalam budaya Jawa, yaitu konsep saling membantu dan peduli terhadap orang lain. Dengan demikian, kata menjenguk tidak hanya berarti mengunjungi seseorang yang sakit, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan kasih sayang terhadap orang lain.

Dalam filosofi Jawa, menjenguk juga terkait dengan konsep nguri-uri yang berarti memelihara dan menjaga. Menjenguk adalah cara untuk memelihara dan menjaga hubungan sosial dan kepedulian terhadap orang lain. Menjenguk juga dapat memiliki dampak yang besar dalam kehidupan seseorang, seperti meningkatkan semangat dan motivasi, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat hubungan social dan meningkatkan kesadaran dan empati. Manfaat menjenguk adalah banyak dan beragam, baik bagi orang yang dijenguk maupun orang yang menjenguk. Diantarnya adalah bagi orang yang dijenguk meningkatkan semangat dan motivasi, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri, membuat merasa dihargai dan dipedulikan dan membantu proses penyembuhan lebih cepat. Menjenguk orang dari segi orang yang menjenguk meningkatkan rasa empati dan kepedulian, memperkuat hubungan social, meningkatkan kesadaran dan penghargaan terhadap orang lain, membantu mengurangi stres dan kecemasan dan meningkatkan rasa bahagia dan kepuasan. Menjenguk orang dari segi masyarakat diantaranya adalah meningkatkan solidaritas dan kebersamaan, memperkuat hubungan sosial dan komunitas, meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap orang lain dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan seimbang. Dalam keseluruhan, menjenguk adalah tindakan yang dapat membawa banyak manfaat dan kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.

Filosofi menjenguk adalah tentang bagaimana tindakan sederhana ini dapat memiliki dampak yang besar dalam kehidupan seseorang. Berikut beberapa filosofi yang terkandung dalam menjenguk antara lain menjenguk menunjukkan bahwa kita peduli dengan orang lain dan ingin membantu mereka dalam kesulitan, menjenguk adalah tindakan yang menunjukkan kasih sayang dan perhatian terhadap orang lain, menjenguk menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari komunitas dan ingin membantu orang lain dalam kesulitan, menjenguk memungkinkan kita untuk memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan, menjenguk memerlukan kesabaran dan waktu untuk mendengarkan dan membantu orang lain, menjenguk menunjukkan bahwa kita menghargai orang lain dan ingin menunjukkan apresiasi kita, dan menjenguk memungkinkan kita untuk menyadari bahwa kita tidak sendirian dan bahwa ada orang lain yang peduli dengan kita.

6. Penutup : Menjenguk telah menjadi tradisi di Jawa sejak zaman kerajaan, di mana masyarakat akan mengunjungi raja atau bangsawan yang sakit untuk menunjukkan kesetiaan dan penghormatan. Menjenguk juga terkait dengan konsep gotong royong yang sangat penting dalam budaya Jawa, yaitu konsep saling membantu dan peduli terhadap orang lain.


Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: SKPD Dinas Ketahanan Pangan
39508-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung

Anggota DWP Satpol PP Tulungagung sampaikan belasungkawa ke keluarga almarhum di Desa Kresikan, Tanggunggunung

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Tulungagung
2. Hari / Tanggal : Kamis, 8 Januari 2026
3. Pukul : 11.00
4. Lokasi : di Desa Kresikan, Kecamatan Tanggungunung
5. Acara : Takziah
6. Detail acara :

Tulungagung — Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Ibu Maryanto anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satpol PP Tulungagung yang ayahnya meninggal dunia, berlokasi di Desa Kresikan, Kecamatan Tanggunung, Kabupaten Tulungagung, pada Kamis pukul 11.00 WIB. Anggota Perwakilan DWP Satpol PP, Ibu Ice Hapy, Ibu Wyda, Ibu Kartika, Ibu Titik dan Ibu Rizky, hadir secara langsung untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kunjungan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas dari keluarga besar DWP Satpol PP terhadap salah satu anggotanya yang keluarganya telah berpulang. Kehadiran para anggota DWP tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan kekeluargaan yang selama ini menjadi nilai utama dalam organisasi.

Dalam kunjungan tersebut, para anggota DWP turut serta dalam doa bersama. Doa dipanjatkan untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketenangan dan kekuatan menghadapi masa berduka.

Selain menyampaikan ucapan belasungkawa, DWP Satpol PP juga memberikan bantuan simbolis berupa bingkisan kepada keluarga almarhum. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dari organisasi.

Keluarga almarhum menyambut hangat kedatangan para anggota DWP dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. “Kami merasa sangat terharu dan terbantu dengan kehadiran ibu-ibu DWP. Ini menunjukkan bahwa almarhum benar-benar memiliki keluarga besar yang peduli,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Kegiatan kunjungan belasungkawa ini menjadi pengingat bahwa ikatan dalam organisasi tidak hanya terbatas pada kegiatan formal, tetapi juga mencakup hubungan emosional dan sosial yang kuat. DWP Satpol PP Tulungagung terus berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan kepedulian antaranggota.

Dengan semangat kebersamaan, DWP Satpol PP berharap agar semangat almarhum dalam mengabdi dan berkontribusi bagi organisasi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota. Kunjungan ini pun menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat solidaritas di tengah duka.


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
39605-01-2026Posyandu Balita Desa Jatidowo Pada Senin, 5 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Posyandu Balita yang bertempat di Desa Jatidowo, Kecamatan Rejotangan. Kegiatan ini merupakan pelayanan kesehatan rutin bagi balita sebagai upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan posyandu meliputi pengukuran tinggi badan (TB), penimbangan berat badan (BB), serta pemeriksaan kesehatan balita. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi oleh bidan desa, perawat desa, dan 8 orang kader posyandu yang bertugas melakukan pelayanan dan pencatatan data kesehatan balita. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Rejotangan, yaitu Ibu Dwi Kusumastutik, sebagai bentuk dukungan dan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan kesehatan di desa. Jumlah sasaran balita sebanyak 49 anak yang mengikuti kegiatan posyandu. Seluruh hasil pengukuran dan pemeriksaan dicatat oleh kader serta diverifikasi oleh petugas kesehatan untuk memastikan data yang akurat dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Kegiatan posyandu berjalan dengan tertib dan lancar serta mendapat respon positif dari masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan ini, kesehatan balita di Desa Jatidowo dapat terus terpantau dengan baik dan mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Rejotangan.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Rejotangan
39705-01-2026Posyandu Balita Pos Seroja Desa Tenggur Pada Senin, 5 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Posyandu Balita Pos Seroja yang bertempat di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat yang ditujukan bagi balita dan ibu balita sebagai upaya pemantauan tumbuh kembang anak serta peningkatan pengetahuan kesehatan keluarga. Kegiatan posyandu meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan balita, serta penyuluhan kesehatan kepada ibu balita. Penyuluhan disampaikan oleh petugas kesehatan dengan materi seputar pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, dan pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan ini dihadiri oleh Bidan Desa Tenggur, Bidan Puskesmas, serta tenaga ahli gizi yang memberikan pelayanan langsung kepada sasaran. Selain itu, kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Rejotangan, yaitu Ibu Novi Umi Farida, sebagai bentuk dukungan dan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat. Jumlah sasaran balita sebanyak 84 anak, dengan tingkat kehadiran 70 balita. Seluruh hasil pengukuran dan pelayanan dicatat oleh kader posyandu serta diverifikasi oleh petugas kesehatan untuk memastikan data yang akurat dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program kesehatan desa. Kegiatan posyandu berjalan dengan lancar dan tertib serta mendapat respons positif dari masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran ibu balita terhadap pentingnya pemantauan pertumbuhan anak semakin meningkat, sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi sehat dan berkualitas di Desa Tenggur
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: SKPD Kecamatan Rejotangan