| # | Bidang | Penjelasan |
|---|---|---|
| BIDANG : SEKRETARIAT | ||
| 1 | 06-04-2026 | PERTEMUAN PLENO DWP DAN HALAL BIHALAL KORWIL SERTA GURU TK DPK DINAS PENDIDIKAN SE-KABUPATEN LAMONGAN
Hari/Tanggal: Senin, 06 April 2026
Lokasi: Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
Agenda: Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan (DWP) & Tausiah Halal Bihalal
I. PENDAHULUAN
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan Pertemuan Pleno Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal. Kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk mempererat tali silaturahmi antara pengurus DWP Kabupaten, Koordinator Wilayah (Korwil), serta guru-guru TK DPK di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan.
II. PROSESI PEMBUKAAN DAN SAMBUTAN
Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan. Dalam sambutannya, beliau menekankan beberapa poin esensial:
Sinergitas dan Kebersamaan: Kehadiran rekan-rekan dari DPK TK dalam pleno kali ini bertujuan untuk memupuk rasa satu rasa dan satu jiwa dalam menjalankan roda organisasi.
Momen Refleksi: Sebagai pemimpin organisasi, beliau menyampaikan permohonan maaf yang tulus (ikhlas) atas segala kekhilafan dan kekurangan selama masa kepemimpinan kepada seluruh anggota yang hadir.
III. RINGKASAN TAUSIAH AGAMA
Acara inti diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Dr. Tatag Satria Praja, S.P.I., M.Pd. Beliau memaparkan materi mendalam mengenai makna spiritual pasca-Ramadhan dan hakikat hubungan antarmanusia. Berikut adalah ringkasan materi yang disampaikan:
halal bihalal adalah berkumpul.
Halal bihalal...saling berbalas kebaikan saling mengenal satu sama lain...mengumpulkan saudara,keluarga teman untuk meminta maaf...Silaturahim ...ranah lingkup hubungan sesama
Ada 3 makna syawal
- meninggikan/ meningkatkan iman
- lanjutkan semua bentuk kebaikan selama ramadhan
- semua ujian harus di pertimbangkan
-tidak mengulang semua perbuatan yang kotor
-sucikan hati dengan semua kebaikan
-bisa melihat hati seseorang dengan melihat apa yang dilakukan, diucapkan dan semua tingkah lakunya tiap hari.
-lapangkan hati terhadap semua masalah
-puasa mengajak manusia untuk menjadi manusia yang taqwa
-disiapkan surga seluruh bumi dan langit bagi manusia yang taqwa
-infaqkan harta untuk kebaikan orang lain dengan penuh keikhlasan
-tahan amarah dengam keadaan apapun tanda orang bertaqwa.
-bila ingin dilapangkan rezeki yaitu umur panjang ( orgnya sudah meninggal tapi jasanya masih berjalan kebaikan dalam kehidupan)
-sambunglah tali silaturohim bila ingin umur panjang yang berkah.
-saling memaafkan atas kekurangan kesalahan anak, suami, istri, saudara, tetangga,org lain,teman-teman karena salah kita akan terbawa mati dan Allah tidak memaafkan.
-siapa orang yang bangkrut??? Yaitu orang-orang sholat, zakit, puasa, haji...tetaapi...SUKA MENYAKITI HATI, mendzalimi orang lain...maka semua kebaikan yg telah dilakukan selama di dunia diberikan kepada orang yang disakiti dan di JEBLOSKAN DLM NERAKA.
Niat kebaikan,ketulusan adalah kunci kehidupan
Wanita yg dirindukan 8 pintu surga Allah
1.Tunaikan Sholat wajib 5 waktu dlm keadaan apapun.
2.Puasa satu bulan di bulan Ramadhan
3.Menjaga kehormatannya
4.Taat kpd suami dlm mengajak kebaikan.
Nasihat...sambung org2 yg sudah memutus tali silaturahim
Berikan sesuatu bagi orang yg tidak pernah memberi
Maafkan semua kesalahan org lain
Semoga kita mampu menjadi qolbu salim dan disiapkan surganya Allah...aamiin
A. Hakikat Syukur dan Keragaman
Kita diingatkan untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah. Perbedaan karakter dan bentuk fisik manusia adalah takdir Allah yang harus diterima sebagai kekayaan, bukan perpecahan. Islam hadir sebagai jalan bagi hamba-Nya untuk meraih surga.
B. Makna Halal Bihalal dan Silaturahmi
Meskipun secara tekstual istilah "Halal Bihalal" tidak ditemukan dalam Al-Qur'an, secara esensi (sebagaimana merujuk pada pemaknaan luas) berarti berkumpul untuk saling memaafkan dan menyambung kasih sayang.
Silaturahmi: Menjadi jembatan untuk memperpanjang usia dalam bentuk keberkahan jasa (amal jariyah) yang terus diingat meskipun seseorang telah tiada.
Urgensi Maaf: Kita diwajibkan saling memaafkan sesama manusia (suami, istri, tetangga, teman) karena dosa antarmanusia tidak akan diampuni Allah sebelum manusia tersebut saling memaafkan di dunia.
C. Tiga Makna Utama Bulan Syawal
Bulan Syawal (yang berarti peningkatan) harus dimaknai sebagai:
Peningkatan Iman: Kualitas ibadah harus lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Kontinuitas Kebaikan: Mempertahankan ritme ibadah dan kebaikan yang telah dilatih selama Ramadhan.
Pembersihan Hati (Qolbun Salim): Menyucikan hati dari perbuatan kotor dan melapangkan dada dalam menghadapi setiap persoalan hidup.
D. Ciri Manusia Bertakwa
Puasa bertujuan membentuk insan yang takwa, dengan indikator sebagai berikut:
Mampu menginfakkan harta dalam kondisi apapun dengan penuh keikhlasan.
Mampu menahan amarah dalam situasi yang memancing emosi.
Memiliki kemampuan melihat hati seseorang melalui tutur kata dan tingkah lakunya sehari-hari.
E. Peringatan Mengenai "Orang yang Bangkrut" (Muflis)
Pesan keras disampaikan agar kita tidak menjadi golongan yang bangkrut di akhirat. Yaitu mereka yang rajin salat, puasa, zakat, dan haji, namun gemar menyakiti hati dan mendzalimi orang lain. Di akhirat, pahala amal mereka akan diberikan kepada orang yang dizalimi hingga habis, lalu dosa orang yang dizalimi ditimpakan kepadanya, sehingga ia dijebloskan ke neraka.
IV. PESAN KHUSUS UNTUK WANITA SHOLEHAH
Di akhir tausiah, Dr. Tatag menekankan empat kunci bagi wanita (istri) agar dapat memilih masuk melalui salah satu dari 8 pintu surga:
Menjaga salat fardu lima waktu secara konsisten.
Menjalankan puasa di bulan Ramadhan.
Menjaga kehormatan diri dan martabat keluarga.
Taat kepada suami dalam hal-hal yang mengajak pada kebaikan.
V. PENUTUP DAN NASIHAT AKHIR
Kegiatan ditutup dengan nasihat untuk selalu menyambung kembali tali yang terputus, memberi kepada mereka yang enggan memberi, dan memaafkan mereka yang pernah bersalah. Semoga seluruh anggota DWP Kabupaten Lamongan mampu menjadi pribadi yang memiliki Qolbu Salim (hati yang selamat) dan layak mendapatkan surga-Nya.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 2 | 06-04-2026 | Halal bihalal Keluarga Besar Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan beserta ibu Dharma Wanita Persatuan Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan
Bidang : Sekretariat
Program Sekretariat : Pembinaan hubungan keluar
Kegiatan Pembinaan hubungan keluar : Perayaan
Kegiatan Program :
1. Halal bihalal Keluarga Besar Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan beserta ibu Dharma Wanita Persatuan Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 27 Maret 2026
3. Waktu : 07.00 WIB s/d selesai
4. Tempat : Kantor Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan
5. Pakaian : Bebas rapi
7. Acara : Halal bihalal Keluarga Besar Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan beserta ibu Dharma Wanita Persatuan Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung dengan penuh khidmat, hangat, dan kekeluargaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lamongan, Bapak Yuhronur Efendi beserta istri, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Bapak Nalikan beserta istri. Turut hadir pula jajaran direksi, dewan pengawas, serta seluruh pegawai Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Dalam sambutannya, Bupati Lamongan menyampaikan bahwa momentum Halal Bihalal merupakan tradisi yang sarat makna, tidak hanya sebagai ajang saling memaafkan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat sinergi, meningkatkan soliditas, dan mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan layanan air minum yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan turut mengajak seluruh jajaran Perumda Air Minum untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga kekompakan, serta mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan demi mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, serta tausiyah yang memberikan pesan moral dan spiritual tentang pentingnya keikhlasan, kebersamaan, dan saling memaafkan. Suasana semakin terasa hangat saat seluruh peserta mengikuti prosesi saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan, yang menjadi inti dari kegiatan Halal Bihalal.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat di lingkungan Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan dapat semakin mempererat hubungan antar pegawai, meningkatkan semangat kerja, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Momentum Halal Bihalal ini juga menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan perusahaan dan daerah. Program: Perayaan Pelaksana: PERUMDA PDAM KABUPATEN LAMONGAN |
| 3 | 13-03-2026 | Pertemuan Rutin Pleno Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan bulan Maret diadakan pada hari Jumat,13 Maret 2026 pukul 08.00 WIB di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan dengan memakai seragam Dharna Wanita Persatuan (orange). Pertemuan ini dipimpin oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan DPMPTSP Kabupaten Lamongan yang menghadiri adalah Ny. Eddy Sutrisno, Ny. Agus Ubaidillah, dan Ny. Ummi Mahfudhoh. Dalam pertemuan tersebut, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan memberikan ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H kepada Ibu-ibu DWP yang menjalankan ibadah puasa. Kemudian, beliau juga memberikan ucapan terima kasih atas partisipasi dari setiap OPD yang melaksanakan kegiatan Ramadhan Berkah Berbagi Takjil yang berlangsung kurang lebih 28 hari. Ibu Ketua DWP juga berpesan kepada Ibu-ibu dan keluarga yang akan menjalankan perjalanan mudik agar tetap menjaga keselamatan selama berkendara dan memastikan kondisi rumah aman sebelum berangkat. Terakhir, Ibu Ketua DWP juga menyampaikan informasi kepada Ibu-ibu DWP yang memesan seragam batik DWP terbaru dapat mengambil di meja daftar hadir. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU |
| 4 | 13-02-2026 | Pertemuan Rutin Pleno Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan bulan Februari dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 pukul 08.00 WIB di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan dengan memakai seragam Dharma Wanita Persatuan (orange). Kegiatan ini dipimpin oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Perwakilan yang menghadiri dari DWP DPMPTSP Kabupaten Lamongan adalah Ny. Ummi Mahfudhoh dan Ny. Agus Ubaidillah. Dalam pertemuan ini, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan menyampaikan beberapa hal. Di antaranya adalah rencana pembagian takjil seperti tahun - tahun sebelumnya berupa nasi bungkus dan air mineral gelas sejumlah 200 yang sudah terbungkus dalam 1 kresek agar mempermudah saat pembagian dan khusus hari Minggu pembagian takjil berupa 3 pcs mie instan (jadwal sebagaimana terlampir di surat pemberitahuan). Petugas masing-masing OPD diharapkan hadir pukul 15.00 WIB dikarenakan warga biasanya sudah berkumpul di depan pendopo. Ibu Ketua DWP juga menyampaikan rencana mengenai pelaksanaan bakti sosial dengan memberikan sembako dan uang kepada warga yang membutuhkan dan diserahkan langsung kepada penerima bantuan ke rumah masing-masing. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU |
| 5 | 01-04-2026 | Kegiatan halal bi halal TP.PKK dan DWP Kecamatan Ngimbang yang bertempat di Balai Desa Purwokerto,rabu (01/04).
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus TP.PKK Kecamatan, ketua TP.PKK desa beserta wakil se kecamatan Ngimbang. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN NGIMBANG |
| 6 | 01-04-2026 | Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan sekaligus Halal Bihalal dilaksanakan pada hari Rabu tanggal satu April tahun dua ribu dua puluh enam sebagai bagian dari agenda organisasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, pembinaan, serta penguatan spiritual bagi seluruh anggota. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk konsistensi organisasi dalam menjaga keberlangsungan komunikasi, mempererat hubungan kekeluargaan, serta meningkatkan kualitas peran perempuan dalam lingkungan keluarga maupun dalam mendukung tugas suami sebagai aparatur pemerintahan.
Dalam konteks kehidupan organisasi perempuan, khususnya Dharma Wanita Persatuan, pertemuan rutin memiliki makna yang sangat penting karena menjadi wadah utama dalam menyampaikan informasi, arahan, serta pembinaan yang berkelanjutan. Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal yang dilaksanakan secara berkala, tetapi juga merupakan ruang interaksi sosial yang memungkinkan seluruh anggota untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat solidaritas, serta membangun rasa memiliki terhadap organisasi. Dengan adanya pertemuan rutin, setiap anggota memiliki kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam dinamika organisasi, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan kondusif.
Pelaksanaan kegiatan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal memberikan nilai tambah yang sangat signifikan. Halal Bihalal merupakan tradisi yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya setelah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini menjadi sarana untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang, serta memperkuat tali silaturahmi. Dalam lingkungan organisasi, Halal Bihalal memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan hubungan antaranggota, sehingga dapat mendukung terciptanya kerja sama yang baik dalam menjalankan program-program organisasi.
Bulan Syawal sebagai waktu pelaksanaan kegiatan ini memiliki makna yang sangat mendalam dalam kehidupan umat Islam. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, bulan Syawal menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas diri serta mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun. Ramadan sering disebut sebagai madrasah atau tempat pembelajaran, di mana setiap individu dilatih untuk meningkatkan ketakwaan, mengendalikan diri, serta memperbaiki akhlak. Oleh karena itu, setelah Ramadan berakhir, setiap individu diharapkan dapat menunjukkan peningkatan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ibadah, perilaku, maupun hubungan sosial.
Kegiatan ini dimulai pada pukul sembilan pagi dengan suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Sejak awal, para anggota yang hadir menunjukkan antusiasme yang tinggi, yang tercermin dari kehadiran mereka yang tepat waktu serta kesiapan dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Suasana yang tercipta tidak hanya bersifat formal, tetapi juga diwarnai dengan nuansa kekeluargaan yang erat, sehingga setiap anggota dapat merasa nyaman dan terlibat secara aktif dalam kegiatan.
Sebagai organisasi yang memiliki peran dalam mendukung kebijakan pemerintah, Dharma Wanita Persatuan juga menjadikan pertemuan rutin sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai arahan yang relevan dengan kondisi saat ini. Dalam kesempatan ini, salah satu fokus utama yang disampaikan adalah mengenai pentingnya efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Efisiensi tidak hanya dipahami sebagai upaya penghematan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengelola sumber daya secara bijaksana. Penggunaan listrik, bahan bakar, gas, serta pendingin ruangan perlu dilakukan secara optimal agar tidak terjadi pemborosan yang dapat berdampak pada lingkungan maupun kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Selain aspek efisiensi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pembinaan spiritual melalui penyampaian tausiyah atau mauidoh hasanah. Pembinaan spiritual menjadi salah satu pilar utama dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan, karena organisasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan. Melalui tausiyah, anggota diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai ajaran agama serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan yang disusun dalam pertemuan ini mencerminkan keseimbangan antara aspek formal, sosial, dan spiritual. Setiap bagian dari kegiatan memiliki tujuan yang saling melengkapi, sehingga memberikan manfaat yang komprehensif bagi seluruh anggota. Mulai dari sambutan dan arahan, penyampaian materi keagamaan, hingga kegiatan hiburan dan interaksi sosial, semuanya dirancang untuk menciptakan pengalaman yang bermakna dan berkesan.
Sebagai bagian akhir dari kegiatan, acara Halal Bihalal menjadi puncak yang memperkuat makna dari seluruh rangkaian kegiatan. Melalui tradisi saling bersalaman dan bermaafan, setiap anggota memiliki kesempatan untuk memperbaharui hubungan, menghilangkan kesalahpahaman, serta memulai kembali interaksi dengan semangat yang lebih positif. Momen ini tidak hanya menjadi simbol rekonsiliasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan keharmonisan merupakan fondasi utama dalam kehidupan berorganisasi.
kegiatan pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberlangsungan organisasi Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang dalam membangun karakter anggota, memperkuat hubungan sosial, serta meningkatkan kualitas kehidupan secara keseluruhan.
Kegiatan pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan merupakan momentum penting yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kualitas pembinaan anggota. Untuk memahami secara lebih menyeluruh pelaksanaan kegiatan tersebut, pada bab ini akan diuraikan gambaran umum yang mencakup persiapan, pelaksanaan, serta dinamika suasana yang berlangsung selama kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan pada hari Rabu, tanggal satu April tahun dua ribu dua puluh enam diawali dengan berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan. Persiapan tersebut tidak hanya mencakup aspek teknis seperti penataan ruangan, kesiapan perlengkapan, serta pengaturan tempat duduk, tetapi juga mencakup koordinasi yang matang antar pengurus agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar. Penataan ruangan dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan peserta, sehingga setiap anggota yang hadir dapat mengikuti kegiatan dengan baik tanpa adanya gangguan. Selain itu, suasana ruangan juga disesuaikan dengan nuansa Halal Bihalal yang identik dengan kehangatan, kesederhanaan, serta kekhidmatan.
Seiring dengan waktu yang mendekati pelaksanaan kegiatan, para anggota Dharma Wanita Persatuan mulai berdatangan dengan penuh antusiasme. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen yang tinggi terhadap kegiatan organisasi, sekaligus menunjukkan bahwa pertemuan rutin telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Interaksi yang terjadi sebelum acara dimulai terlihat sangat hangat, di mana para anggota saling menyapa, bertukar kabar, serta menunjukkan rasa kebersamaan yang kuat. Suasana ini menjadi gambaran nyata bahwa organisasi Dharma Wanita Persatuan tidak hanya berfungsi sebagai wadah formal, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempererat hubungan kekeluargaan.
Memasuki pukul sembilan pagi, kegiatan secara resmi dimulai dengan suasana yang tertib dan penuh khidmat. Seluruh peserta telah menempati tempat duduk masing-masing, menciptakan suasana yang kondusif untuk mengikuti rangkaian acara. Pembukaan kegiatan menjadi titik awal yang menandai dimulainya seluruh rangkaian acara yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dalam suasana yang penuh ketenangan, peserta mengikuti pembukaan dengan penuh perhatian, sebagai bentuk penghormatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dan pengarahan yang disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan, yaitu Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan, Sarjana Manajemen. Dalam sambutannya, beliau membuka dengan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri yang disampaikan dengan penuh kehangatan, sekaligus mengajak seluruh anggota untuk memanfaatkan momentum bulan Syawal sebagai waktu yang tepat untuk saling memaafkan. Ucapan tersebut tidak hanya bersifat formal, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai pengingat bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan serta memulai lembaran baru yang lebih baik.
Lebih lanjut, dalam arahannya beliau menyampaikan pesan penting terkait efisiensi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah. Beliau menekankan bahwa efisiensi bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi pemerintahan, tetapi juga menjadi tanggung jawab individu dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan listrik, bahan bakar, gas, serta pendingin ruangan perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak terjadi pemborosan. Arahan ini disampaikan dengan harapan agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dapat menjadi contoh dalam menerapkan gaya hidup hemat dan efisien, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam aktivitas organisasi.
Arahan yang disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan ini menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga memiliki kontribusi dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui perubahan perilaku yang dimulai dari individu. Dengan adanya kesadaran kolektif mengenai pentingnya efisiensi, diharapkan dapat tercipta budaya hemat yang berdampak positif bagi lingkungan dan perekonomian.
Setelah sambutan dan pengarahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiyah atau mauidoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Tri Febri Khoirul Ridho. Sesi ini menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam kegiatan, karena memberikan pembinaan spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk merenungkan berbagai nikmat yang telah diberikan oleh Allah, salah satunya adalah kesempatan untuk menjalani dan menyelesaikan ibadah Ramadan. Hal ini menjadi pengingat bahwa tidak semua orang diberikan kesempatan yang sama, sehingga rasa syukur menjadi hal yang sangat penting untuk terus dipupuk.
Ustadz Tri Febri Khoirul Ridho juga menjelaskan bahwa rasa syukur bukan hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang mampu mensyukuri nikmat yang diberikan, maka Allah akan menambah nikmat tersebut. Sebaliknya, jika seseorang tidak bersyukur, maka nikmat tersebut dapat berkurang. Oleh karena itu, sikap syukur harus menjadi bagian dari kehidupan setiap individu, terutama setelah menjalani ibadah Ramadan yang penuh dengan pelajaran berharga.
Dalam tausiyah tersebut juga disampaikan bahwa bulan Syawal merupakan bulan peningkatan, di mana setiap individu diharapkan dapat menunjukkan perubahan yang lebih baik setelah menjalani Ramadan. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam perilaku, sikap, serta hubungan sosial. Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi proses pembelajaran yang memberikan dampak nyata dalam kehidupan.
Selama sesi tausiyah berlangsung, seluruh peserta tampak menyimak dengan penuh perhatian. Suasana yang tercipta sangat kondusif, mencerminkan keseriusan peserta dalam menerima materi yang disampaikan. Interaksi yang terjadi antara narasumber dan peserta juga menambah dinamika kegiatan, sehingga tidak terasa monoton. Penyampaian materi yang komunikatif dan mudah dipahami membuat pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.
Setelah sesi tausiyah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian acara lain yang bersifat lebih santai namun tetap memiliki nilai kebersamaan yang tinggi. Pembacaan doorprize, lotre, serta arisan menjadi bagian yang dinantikan oleh para anggota. Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antaranggota melalui interaksi yang lebih santai dan penuh keakraban. Tawa dan keceriaan yang muncul selama kegiatan tersebut mencerminkan suasana kebersamaan yang sangat kuat.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan, dilaksanakan acara Halal Bihalal yang ditandai dengan saling bersalaman antaranggota. Momen ini menjadi puncak dari kegiatan, di mana seluruh peserta saling bermaafan dengan penuh keikhlasan. Suasana haru dan kehangatan sangat terasa ketika setiap anggota saling bersalaman dan mengucapkan permohonan maaf. Momen ini menjadi simbol bahwa setiap kesalahan telah dimaafkan, dan hubungan yang terjalin dapat kembali diperkuat dengan semangat yang baru.
Setelah rangkaian pembukaan kegiatan selesai dilaksanakan dengan tertib dan khidmat, acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan sekaligus pengarahan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan, yaitu Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan, Sarjana Manajemen. Sambutan ini menjadi salah satu bagian penting dalam keseluruhan rangkaian kegiatan, karena tidak hanya berfungsi sebagai pembuka arah kegiatan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan-pesan strategis yang memiliki relevansi langsung dengan kehidupan anggota, baik dalam lingkungan organisasi, keluarga, maupun dalam konteks sosial yang lebih luas.
Dalam sambutannya, beliau mengawali dengan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri yang disampaikan dengan penuh kehangatan dan ketulusan. Ungkapan “Minal aidzin wal faidzin” yang disampaikan di tengah suasana bulan Syawal tidak hanya menjadi bentuk formalitas, tetapi juga mengandung makna mendalam sebagai ajakan kepada seluruh anggota untuk benar-benar memaknai momen kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan. Beliau menegaskan bahwa selama masih berada dalam bulan Syawal, kesempatan untuk saling memaafkan masih terbuka luas, sehingga setiap individu diharapkan dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk membersihkan hati dari segala bentuk kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Lebih jauh, dalam arahannya beliau menekankan bahwa makna Idulfitri tidak hanya berhenti pada perayaan semata, tetapi harus tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik. Setelah menjalani proses pembinaan diri selama bulan Ramadan, setiap anggota diharapkan mampu menunjukkan peningkatan dalam hal kesabaran, keikhlasan, serta kemampuan dalam menjaga hubungan sosial. Hal ini menjadi penting karena kehidupan dalam organisasi maupun dalam keluarga sangat bergantung pada kualitas hubungan antarindividu yang harmonis dan saling menghargai.
Selain menyampaikan pesan terkait nilai-nilai spiritual dan sosial, beliau juga memberikan arahan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu mengenai pentingnya efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Arahan ini disampaikan sebagai bentuk tindak lanjut dari kebijakan pemerintah yang mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijaksana dalam mengelola penggunaan energi dan sumber daya lainnya. Dalam penjelasannya, beliau menekankan bahwa efisiensi bukan hanya sekadar penghematan, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang harus dimiliki oleh setiap individu.
Beliau menguraikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, terdapat berbagai bentuk penggunaan sumber daya yang sering kali dilakukan tanpa disadari secara berlebihan. Penggunaan listrik yang tidak terkontrol, pemakaian bahan bakar yang kurang efisien, penggunaan gas yang tidak optimal, serta pemanfaatan pendingin ruangan yang berlebihan menjadi contoh nyata yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk mulai membiasakan diri dalam menerapkan pola hidup hemat dan efisien, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga.
Arahan mengenai efisiensi ini memiliki makna yang lebih luas, karena tidak hanya berdampak pada penghematan biaya, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan energi yang berlebihan, secara tidak langsung setiap individu telah berperan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang saat ini menjadi fokus pemerintah, di mana setiap elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya.
Dalam konteks organisasi, penerapan efisiensi juga menjadi hal yang sangat penting. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan perlu dirancang dengan mempertimbangkan penggunaan sumber daya yang optimal, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal tanpa menimbulkan pemborosan. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai contoh dalam menerapkan nilai-nilai efisiensi dan tanggung jawab.
Selain aspek efisiensi, dalam sambutannya beliau juga secara implisit mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam menjaga keharmonisan keluarga. Sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk mendukung suami dalam menjalankan tugasnya sebagai aparatur pemerintahan, sekaligus membina keluarga yang harmonis. Peran ini tidak dapat dipisahkan dari kemampuan dalam mengelola rumah tangga, mendidik anak, serta menjaga hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar.
Arahan yang disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan ini mencerminkan pendekatan yang holistik dalam pembinaan anggota. Beliau tidak hanya menekankan pada satu aspek tertentu, tetapi mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap anggota diharapkan dapat memahami bahwa peran mereka tidak terbatas pada satu dimensi, melainkan mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan.
Selama penyampaian sambutan berlangsung, seluruh peserta tampak menyimak dengan penuh perhatian. Suasana yang tercipta sangat kondusif, mencerminkan penghormatan terhadap pimpinan sekaligus kesadaran akan pentingnya pesan yang disampaikan. Interaksi nonverbal yang terlihat, seperti anggukan kepala dan ekspresi wajah yang serius, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta.
Sambutan ini tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menjadi sumber motivasi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas diri. Pesan-pesan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Dengan adanya arahan yang jelas, setiap anggota memiliki acuan dalam bertindak sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungan sekitarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, sambutan dan pengarahan ini menjadi jembatan yang menghubungkan antara pembukaan kegiatan dengan sesi berikutnya, yaitu tausiyah atau mauidoh hasanah. Nilai-nilai yang telah disampaikan dalam sambutan kemudian diperkuat melalui materi keagamaan yang disampaikan oleh narasumber, sehingga tercipta kesinambungan dalam penyampaian pesan kepada peserta.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sambutan dan pengarahan Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan arah, motivasi, serta penguatan nilai-nilai yang harus dipegang oleh seluruh anggota. Pesan mengenai pentingnya memanfaatkan momentum Syawal untuk saling memaafkan, serta ajakan untuk menerapkan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari, menjadi poin utama yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh seluruh anggota dalam kehidupan mereka.
Setelah penyampaian sambutan dan pengarahan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan yang menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan, memperkuat hubungan sosial, serta menerapkan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiyah atau mauidoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Tri Febri Khoirul Ridho. Sesi ini menjadi bagian yang sangat penting dalam keseluruhan kegiatan karena memberikan penguatan dari sisi spiritual dan keagamaan, sehingga anggota tidak hanya memperoleh arahan secara organisatoris, tetapi juga mendapatkan bekal moral dan keimanan yang lebih mendalam.
Dalam awal penyampaiannya, Ustadz Tri Febri Khoirul Ridho mengajak seluruh peserta untuk merenungkan betapa banyak nikmat yang telah diberikan oleh Allah dalam kehidupan manusia. Salah satu nikmat yang sangat besar dan sering kali tidak disadari adalah kesempatan untuk bertemu dan menjalani bulan Ramadan hingga selesai. Beliau menegaskan bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk merasakan indahnya ibadah di bulan Ramadan, baik karena keterbatasan usia, kesehatan, maupun takdir yang telah ditentukan oleh Allah. Oleh karena itu, kemampuan untuk melampaui bulan Ramadan merupakan karunia yang sangat patut disyukuri dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Rasa syukur yang dimaksud tidak hanya sebatas ucapan di lisan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dalam penjelasannya, beliau mengaitkan hal ini dengan konsep dalam ajaran Islam yang menyatakan bahwa apabila seseorang bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat tersebut, sedangkan apabila seseorang kufur terhadap nikmat, maka hal tersebut dapat menjadi sebab berkurangnya keberkahan dalam hidup. Oleh karena itu, bentuk syukur harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti meningkatkan ibadah, menjaga akhlak, serta memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya.
Memasuki pembahasan yang lebih mendalam, beliau menjelaskan bahwa bulan Syawal bukan hanya sekadar bulan setelah Ramadan, tetapi merupakan bulan peningkatan. Syawal menjadi indikator sejauh mana seseorang berhasil memanfaatkan Ramadan sebagai madrasah atau tempat pembelajaran. Jika selama Ramadan seseorang telah berlatih menahan diri, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kualitas spiritual, maka pada bulan Syawal seharusnya terlihat perubahan yang lebih baik dalam kehidupannya. Oleh karena itu, setiap individu perlu melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri untuk mengetahui apakah ia benar-benar mengalami peningkatan atau justru kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik.
Dalam tausiyah tersebut, beliau menguraikan secara rinci tiga hal utama yang perlu ditingkatkan setelah Ramadan. Pertama adalah kesadaran untuk bersyukur karena telah mampu menuntaskan ibadah Ramadan. Rasa syukur ini menjadi fondasi utama dalam menjaga semangat ibadah, karena dengan bersyukur seseorang akan lebih menghargai setiap kesempatan yang diberikan oleh Allah. Kedua adalah pentingnya melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Muhasabah merupakan proses evaluasi yang dilakukan secara jujur terhadap diri sendiri, di mana seseorang mencoba melihat kembali apa saja yang telah dilakukan selama Ramadan, baik yang sudah baik maupun yang masih perlu diperbaiki. Dengan melakukan muhasabah, seseorang dapat lebih mudah memahami kekurangan yang dimilikinya dan berusaha untuk memperbaikinya di masa yang akan datang.
Beliau juga mengaitkan muhasabah dengan konsep jiwa yang tenang, sebagaimana disebutkan dalam ajaran Islam mengenai jiwa yang tenteram. Ketika seseorang mampu melakukan introspeksi dengan baik dan memperbaiki dirinya secara terus-menerus, maka ia akan mencapai ketenangan batin yang menjadi tujuan utama dalam kehidupan spiritual. Jiwa yang tenang bukan hanya tercermin dari ketenangan lahiriah, tetapi juga dari kedekatan seseorang dengan Allah serta kemampuannya dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Hal ketiga yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan untuk mengevaluasi hasil dari ibadah yang telah dilakukan selama Ramadan. Ramadan diibaratkan sebagai sebuah proses pendidikan, sehingga setiap individu seharusnya mengalami peningkatan setelah melewati proses tersebut. Jika seseorang tidak mengalami perubahan yang signifikan, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap kesungguhan dalam menjalani ibadah. Dalam hal ini, beliau mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjalani ibadah sebagai rutinitas, tetapi benar-benar memahami makna dan tujuan dari setiap ibadah yang dilakukan.
Dalam penjelasannya, beliau juga menekankan bahwa tujuan akhir dari seluruh ibadah adalah untuk mencapai derajat takwa. Orang yang bertakwa memiliki ciri-ciri yang dapat dikenali dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu ciri utama adalah kemampuan untuk berinfak dalam berbagai kondisi, baik ketika memiliki kelebihan maupun ketika berada dalam keterbatasan. Hal ini menunjukkan bahwa keimanan seseorang tidak bergantung pada kondisi materi, tetapi pada keikhlasan dalam berbagi. Selain itu, orang yang bertakwa juga mampu menahan amarah dan memiliki sikap pemaaf terhadap orang lain. Sifat pemaaf ini menjadi sangat penting, terutama dalam konteks kehidupan sosial dan organisasi, karena dapat menjaga keharmonisan hubungan antarindividu.
Selanjutnya, beliau menjelaskan mengenai ciri-ciri Ramadan yang diterima oleh Allah. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya ketaatan selama bulan Ramadan. Jika seseorang mampu memperbanyak ibadah dan menjauhi larangan selama Ramadan, maka hal tersebut menjadi tanda bahwa ibadahnya memiliki kualitas yang baik. Selain itu, kemudahan dalam meninggalkan perbuatan maksiat juga menjadi indikator penting. Seseorang yang benar-benar mendapatkan manfaat dari Ramadan akan merasa lebih mudah untuk menjauhi hal-hal yang tidak baik setelah Ramadan berakhir.
Beliau juga menyampaikan bahwa rasa cemas atau khawatir terhadap diterimanya ibadah merupakan tanda keimanan yang baik. Rasa khawatir ini bukan berarti menunjukkan ketidakpercayaan diri, tetapi justru menjadi dorongan untuk terus memperbaiki diri. Dengan adanya rasa tersebut, seseorang akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan serta lebih bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kualitas ibadah.
Dalam bagian berikutnya, Ustadz Tri Febri Khoirul Ridho membahas tentang pentingnya istiqamah dalam menjalani kehidupan. Istiqamah diartikan sebagai konsistensi dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Beliau menegaskan bahwa istiqamah memiliki nilai yang sangat tinggi, bahkan lebih baik dibandingkan dengan karomah. Hal ini karena istiqamah mencerminkan kesungguhan seseorang dalam menjaga hubungan dengan Allah secara terus-menerus, sedangkan karomah tidak selalu menjamin kedekatan tersebut.
Untuk memperjelas konsep istiqamah, beliau menyampaikan sebuah kisah inspiratif tentang salah satu sahabat Nabi yang memiliki kebiasaan baik dalam beribadah. Dalam kisah tersebut, diceritakan bahwa sahabat tersebut memiliki kebiasaan berjalan jauh untuk melaksanakan salat berjamaah di belakang Nabi. Ketika suatu hari beliau tidak terlihat, Rasulullah menanyakan keberadaannya dan kemudian mengetahui bahwa sahabat tersebut telah wafat. Dalam penjelasan lebih lanjut, disebutkan bahwa sahabat tersebut memiliki kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten, seperti bersedekah di setiap perjalanan menuju dan pulang dari masjid, serta memberikan pakaian yang dimilikinya kepada orang lain yang membutuhkan.
Kisah tersebut memberikan pelajaran bahwa istiqamah tidak harus diwujudkan dalam hal-hal yang besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Konsistensi dalam melakukan kebaikan menjadi kunci utama dalam mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah. Hal ini juga menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas dirinya melalui tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Selama penyampaian tausiyah berlangsung, suasana di dalam ruangan terasa sangat khusyuk dan penuh perhatian. Para peserta tampak menyimak setiap penjelasan dengan serius, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kehidupan mereka. Penyampaian yang disertai dengan contoh-contoh nyata serta bahasa yang mudah dipahami membuat tausiyah ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga inspiratif.
Dengan berakhirnya sesi tausiyah ini, seluruh peserta diharapkan dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang berharga, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang disampaikan dalam tausiyah ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun pribadi.
Rangkaian kegiatan pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan bersamaan dengan momentum halal bi halal tidak hanya diisi dengan sambutan dan tausiyah yang sarat nilai spiritual, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan lain yang bersifat interaktif, rekreatif, serta memperkuat kebersamaan antaranggota. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara aspek pembinaan mental dan spiritual dengan aspek sosial yang menumbuhkan keakraban serta keharmonisan di lingkungan organisasi.
Setelah berakhirnya sesi tausiyah yang memberikan penguatan nilai keagamaan serta refleksi mendalam pasca bulan Ramadan, suasana kegiatan secara perlahan beralih menjadi lebih santai namun tetap tertib dan penuh makna. Para peserta yang sebelumnya menyimak materi dengan penuh kekhusyukan mulai menunjukkan ekspresi yang lebih rileks, namun tetap dalam koridor kesopanan dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Hal ini menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan telah dirancang secara seimbang, sehingga mampu memenuhi kebutuhan rohani sekaligus sosial para anggotanya.
Memasuki sesi kegiatan lain-lain, panitia mulai melaksanakan agenda yang telah disiapkan sebelumnya, yaitu pembacaan doorprize, undian lotre, serta arisan rutin anggota. Kegiatan ini meskipun terlihat sederhana, namun memiliki peran yang sangat besar dalam membangun suasana kebersamaan serta meningkatkan partisipasi aktif anggota dalam setiap kegiatan organisasi. Doorprize dan arisan menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada anggota yang hadir, sekaligus menjadi sarana untuk menciptakan interaksi yang lebih hangat di antara mereka.
Pembacaan doorprize diawali dengan suasana yang penuh antusias. Petugas yang telah ditunjuk sebelumnya mulai memanggil nomor undian yang telah dibagikan kepada seluruh peserta. Setiap nomor yang disebutkan disambut dengan perhatian penuh dari para anggota, menciptakan suasana yang hidup dan penuh keceriaan. Ketika nomor yang disebutkan sesuai dengan nomor yang dimiliki oleh peserta, ekspresi kebahagiaan tampak jelas dari wajah mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana seperti ini mampu memberikan kebahagiaan tersendiri serta mempererat hubungan emosional antaranggota.
Selain doorprize, kegiatan dilanjutkan dengan undian lotre yang tidak kalah menarik. Proses pengundian dilakukan secara terbuka dan transparan, sehingga seluruh peserta dapat menyaksikan secara langsung jalannya kegiatan. Suasana menjadi semakin meriah ketika nama-nama pemenang diumumkan satu per satu. Sorak sorai dan tepuk tangan dari peserta lain menjadi bentuk dukungan sekaligus ungkapan kebersamaan yang terjalin dengan baik. Kegiatan ini mencerminkan bahwa kebahagiaan dalam organisasi tidak hanya berasal dari pencapaian besar, tetapi juga dari momen-momen kecil yang dilalui bersama.
Selanjutnya, agenda arisan rutin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pertemuan Dharma Wanita Persatuan. Arisan bukan hanya sekadar kegiatan finansial, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Melalui arisan, anggota memiliki kesempatan untuk saling membantu serta memperkuat rasa kebersamaan. Proses pengundian arisan dilakukan dengan tertib dan disaksikan oleh seluruh peserta, sehingga menumbuhkan rasa kepercayaan dan transparansi dalam organisasi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan arisan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan anggota dari berbagai bagian di lingkungan Sekretariat Daerah. Interaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa hubungan antaranggota tidak hanya terbatas pada kegiatan formal, tetapi juga berkembang menjadi hubungan yang lebih personal dan penuh kekeluargaan. Hal ini sangat penting dalam menjaga soliditas organisasi serta menciptakan suasana kerja yang harmonis.
Tidak hanya sebatas kegiatan undian dan arisan, sesi ini juga memberikan ruang bagi anggota untuk saling berbagi cerita dan pengalaman. Beberapa anggota tampak berbincang dengan rekan-rekan yang mungkin jarang ditemui dalam aktivitas sehari-hari. Percakapan yang terjadi mencakup berbagai hal, mulai dari pengalaman selama Ramadan, kegiatan keluarga, hingga rencana ke depan dalam menjalankan aktivitas organisasi. Interaksi semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang efektif serta memperkuat rasa saling memiliki dalam organisasi.
Suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan ini juga mencerminkan keberhasilan Dharma Wanita Persatuan dalam membangun lingkungan yang inklusif dan harmonis. Setiap anggota merasa dihargai dan memiliki peran dalam organisasi, sehingga partisipasi yang ditunjukkan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga dilandasi oleh rasa kebersamaan yang tulus. Hal ini menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi serta meningkatkan kualitas kegiatan yang dilaksanakan.
Lebih jauh, kegiatan lain-lain ini juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental anggota. Dalam kehidupan yang penuh dengan berbagai tuntutan, baik sebagai pendamping suami, ibu rumah tangga, maupun individu yang aktif dalam organisasi, momen kebersamaan seperti ini menjadi sarana untuk melepaskan penat serta menyegarkan pikiran. Suasana yang santai namun tetap terarah memberikan kesempatan bagi anggota untuk menikmati waktu bersama tanpa tekanan, sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas dengan semangat yang lebih baik.
Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan nilai kebersamaan yang sejalan dengan semangat halal bi halal. Momentum Syawal yang identik dengan saling memaafkan dan mempererat silaturahmi semakin terasa melalui interaksi yang terjadi dalam sesi ini. Meskipun kegiatan utama halal bi halal akan dilaksanakan pada sesi berikutnya, namun nuansa kebersamaan sudah mulai terasa sejak kegiatan lain-lain ini berlangsung.
Panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini juga menunjukkan kinerja yang baik dalam mengelola jalannya acara. Setiap rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, tanpa mengurangi kesan santai dan menyenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan yang matang serta koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan kegiatan organisasi.
Dengan berakhirnya sesi kegiatan lain-lain ini, seluruh peserta tampak lebih akrab dan terhubung satu sama lain. Suasana yang awalnya formal perlahan berubah menjadi lebih hangat dan penuh kekeluargaan. Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan yang dirancang dengan baik mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hubungan antaranggota.
Setelah rangkaian kegiatan yang bersifat interaktif dan rekreatif selesai dilaksanakan, suasana pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan semakin terasa hangat dan penuh keakraban. Kebersamaan yang telah terbangun melalui kegiatan doorprize, arisan, dan interaksi antaranggota menjadi pengantar yang sangat tepat untuk memasuki kegiatan inti yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara, yaitu halal bi halal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan yang dilaksanakan pada bulan Syawal, tetapi juga memiliki makna yang sangat mendalam dalam mempererat hubungan silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan nilai-nilai saling memaafkan di antara seluruh anggota.
Halal bi halal yang dilaksanakan dalam pertemuan ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai yang telah diajarkan selama bulan Ramadan. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, setiap individu diharapkan mampu membersihkan hati dari berbagai perasaan negatif, seperti amarah, iri hati, dan kesalahpahaman. Momentum Syawal menjadi waktu yang tepat untuk saling membuka diri, memperbaiki hubungan, serta memperkuat ikatan sosial yang mungkin sempat renggang akibat kesibukan maupun dinamika kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan halal bi halal dimulai dengan suasana yang penuh khidmat. Seluruh peserta secara perlahan membentuk barisan yang tertib, dimulai dari pengurus hingga anggota. Dalam suasana tersebut, terlihat jelas bahwa setiap individu menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Proses saling bersalaman dilakukan dengan penuh kehangatan, diiringi dengan senyum tulus serta ucapan maaf yang disampaikan secara langsung. Momen ini menjadi sangat berarti karena memberikan kesempatan bagi setiap anggota untuk memperbaiki hubungan interpersonal secara langsung dan tanpa perantara.
Dalam setiap jabat tangan yang dilakukan, tersimpan makna yang sangat dalam. Tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi simbol dari keikhlasan hati untuk saling memaafkan. Beberapa anggota bahkan terlihat saling berpelukan, menunjukkan kedekatan emosional yang telah terjalin selama ini. Suasana haru pun tidak dapat dihindari, terutama bagi anggota yang mungkin telah lama tidak bertemu atau memiliki hubungan yang cukup dekat secara personal. Hal ini menunjukkan bahwa halal bi halal bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan sarana untuk memperkuat hubungan kemanusiaan yang lebih dalam.
Selain itu, kegiatan halal bi halal juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarbagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan. Anggota yang berasal dari berbagai bagian memiliki kesempatan untuk saling berinteraksi secara lebih dekat, sehingga dapat memahami satu sama lain dengan lebih baik. Interaksi yang terjadi tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mencerminkan hubungan kekeluargaan yang erat. Hal ini sangat penting dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis serta meningkatkan efektivitas komunikasi antarbagian.
Makna halal bi halal juga tidak terlepas dari nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasar pelaksanaannya. Dalam ajaran Islam, saling memaafkan merupakan salah satu bentuk akhlak mulia yang sangat dianjurkan. Dengan saling memaafkan, seseorang dapat membersihkan hatinya dari beban emosional serta membuka jalan untuk kehidupan yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan tujuan dari ibadah Ramadan, yaitu membentuk pribadi yang lebih baik, lebih sabar, serta lebih mampu mengendalikan diri.
Dalam konteks organisasi, nilai saling memaafkan ini memiliki peran yang sangat penting. Dalam setiap interaksi sosial, tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang terjadi perbedaan pendapat, kesalahpahaman, maupun konflik kecil yang dapat mempengaruhi hubungan antaranggota. Melalui halal bi halal, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk menyelesaikan hal-hal tersebut dengan cara yang baik dan penuh keikhlasan. Dengan demikian, hubungan yang terjalin dapat kembali harmonis dan mendukung kelancaran kegiatan organisasi ke depan.
Lebih jauh, kegiatan halal bi halal juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter anggota Dharma Wanita Persatuan. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kerendahan hati, serta kemampuan untuk memaafkan menjadi bagian dari pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai perempuan yang memiliki peran penting dalam keluarga, nilai-nilai ini juga dapat ditularkan kepada anggota keluarga, sehingga memberikan dampak yang lebih luas dalam pembentukan masyarakat yang harmonis.
Suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan ini juga mencerminkan keberhasilan Dharma Wanita Persatuan dalam membangun organisasi yang solid dan penuh kekeluargaan. Setiap anggota merasa menjadi bagian dari satu kesatuan yang utuh, di mana setiap individu memiliki peran dan kontribusi yang penting. Hal ini menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan organisasi serta meningkatkan kualitas kegiatan yang dilaksanakan di masa mendatang.
Tidak hanya itu, halal bi halal juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hubungan sosial. Setelah melalui proses saling memaafkan, diharapkan setiap individu dapat memulai lembaran baru dengan semangat yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan makna Syawal sebagai bulan peningkatan, di mana setiap individu diharapkan mampu menunjukkan perubahan positif dalam kehidupannya.
Panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini juga menunjukkan peran yang sangat baik dalam mengatur jalannya acara. Seluruh rangkaian halal bi halal berlangsung dengan tertib dan lancar, tanpa mengurangi kesan hangat dan penuh kekeluargaan. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan yang matang serta koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan kegiatan.
Dengan berakhirnya kegiatan halal bi halal, seluruh peserta tampak lebih dekat dan akrab satu sama lain. Suasana yang tercipta memberikan kesan mendalam bagi setiap anggota, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi momen yang dinantikan karena memberikan manfaat yang nyata dalam memperkuat hubungan sosial dan emosional.
Pelaksanaan kegiatan halal bi halal yang menjadi puncak dari rangkaian pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan telah berlangsung dengan penuh khidmat, hangat, serta sarat makna. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga memberikan berbagai dampak positif yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh seluruh anggota. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam mengenai dampak dan manfaat yang dihasilkan dari kegiatan ini, baik bagi individu anggota maupun bagi organisasi secara keseluruhan.
Dari sisi individu, kegiatan ini memberikan penguatan yang signifikan terhadap aspek spiritual. Tausiyah yang disampaikan sebelumnya telah memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga kualitas ibadah setelah bulan Ramadan, serta bagaimana menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini menjadi bekal penting bagi setiap anggota dalam menjalani peran mereka, baik sebagai istri, ibu, maupun sebagai bagian dari organisasi. Dengan meningkatnya kesadaran spiritual, diharapkan anggota mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang, sabar, serta memiliki orientasi yang jelas dalam setiap tindakan yang dilakukan.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan emosional anggota. Interaksi sosial yang terjadi selama kegiatan berlangsung, mulai dari sesi sambutan, tausiyah, hingga kegiatan lain-lain dan halal bi halal, menciptakan suasana yang menyenangkan dan menenangkan. Dalam kehidupan yang penuh dengan berbagai tuntutan, momen kebersamaan seperti ini menjadi sarana untuk melepaskan penat serta mengurangi tekanan yang mungkin dirasakan oleh anggota. Dengan demikian, kegiatan ini berperan sebagai salah satu bentuk rekreasi yang sehat dan bermanfaat.
Dari aspek sosial, kegiatan ini berhasil memperkuat hubungan antaranggota Dharma Wanita Persatuan. Interaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mencerminkan hubungan yang lebih personal dan penuh kekeluargaan. Hal ini terlihat dari cara anggota saling berkomunikasi, berbagi cerita, serta menunjukkan kepedulian satu sama lain. Hubungan yang erat ini menjadi modal penting dalam menciptakan organisasi yang solid dan harmonis.
Kegiatan halal bi halal yang menjadi bagian dari rangkaian acara juga memberikan kontribusi besar dalam memperkuat nilai-nilai sosial, khususnya dalam hal saling memaafkan dan memperbaiki hubungan. Dalam kehidupan organisasi, tidak dapat dihindari adanya perbedaan pendapat maupun kesalahpahaman. Melalui kegiatan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk menyelesaikan hal-hal tersebut dengan cara yang baik dan penuh keikhlasan. Dengan demikian, hubungan yang terjalin dapat kembali harmonis dan mendukung kelancaran kegiatan organisasi ke depan.
Dari sisi organisasi, kegiatan ini memberikan manfaat dalam memperkuat identitas dan peran Dharma Wanita Persatuan sebagai wadah pembinaan perempuan. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada aspek seremonial, tetapi juga mencakup pembinaan spiritual, sosial, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi mampu menjalankan fungsinya secara optimal dalam mendukung pengembangan potensi anggotanya.
Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi aktif anggota dalam setiap kegiatan organisasi. Kehadiran anggota yang cukup tinggi serta antusiasme yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung menjadi indikator bahwa kegiatan yang dilaksanakan mampu menarik minat serta memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh anggota. Partisipasi aktif ini sangat penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi serta meningkatkan kualitas kegiatan yang akan dilaksanakan di masa mendatang.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap citra organisasi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan. Pelaksanaan kegiatan yang tertib, terarah, serta penuh makna mencerminkan bahwa Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi yang aktif, solid, dan memiliki kontribusi nyata dalam mendukung kegiatan pemerintahan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan serta dukungan dari berbagai pihak terhadap organisasi.
Dari perspektif yang lebih luas, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pembentukan masyarakat yang harmonis. Anggota Dharma Wanita Persatuan yang telah mendapatkan pembinaan melalui kegiatan ini diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun dalam lingkungan masyarakat. Dengan demikian, dampak positif dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh anggota, tetapi juga oleh lingkungan sekitar.
Dalam konteks keluarga, anggota yang memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai keagamaan dan sosial diharapkan mampu menjadi teladan bagi anggota keluarga lainnya. Peran sebagai ibu dan istri menjadi sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak serta menciptakan suasana keluarga yang harmonis. Dengan adanya kegiatan seperti ini, anggota mendapatkan bekal yang dapat digunakan untuk menjalankan peran tersebut dengan lebih baik.
Selain itu, arahan yang disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan terkait efisiensi juga memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran untuk menggunakan sumber daya secara bijak, seperti listrik, bahan bakar, dan lainnya, tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan organisasi tidak hanya berfokus pada aspek internal, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap isu-isu yang lebih luas.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi anggota dalam mengelola kegiatan organisasi. Melalui keterlibatan dalam berbagai rangkaian acara, anggota dapat belajar mengenai perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Pengalaman ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kapasitas anggota serta mendukung pengembangan organisasi ke depan.
Secara keseluruhan, kegiatan pertemuan rutin yang dilaksanakan bersamaan dengan halal bi halal ini memberikan dampak yang sangat positif dan menyeluruh. Tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan dampak jangka panjang dalam pembentukan karakter anggota serta penguatan organisasi.
Dengan berbagai manfaat yang telah diuraikan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pengembangan perempuan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar di masa mendatang.
Kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan bersamaan dengan halal bi halal pada hari Rabu, tanggal satu April tahun dua ribu dua puluh enam, merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari peran organisasi dalam membina, memperkuat, serta mengembangkan kapasitas anggotanya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan rutin semata, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam mempererat hubungan kekeluargaan, meningkatkan kualitas spiritual, serta membangun kesadaran sosial yang lebih luas di kalangan anggota.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan adanya perencanaan yang matang serta pelaksanaan yang terstruktur dengan baik. Dimulai dari pembukaan acara, penyampaian sambutan dan pengarahan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan, dilanjutkan dengan tausiyah yang memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan, kemudian diikuti dengan kegiatan lain yang bersifat interaktif, hingga puncak acara berupa halal bi halal, seluruh rangkaian tersebut berjalan secara harmonis dan saling melengkapi satu sama lain. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada satu aspek tertentu, tetapi mencakup berbagai dimensi yang diperlukan dalam pembinaan anggota.
Dari sisi substansi, kegiatan ini memberikan banyak manfaat yang signifikan. Sambutan yang disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan memberikan arah yang jelas mengenai pentingnya menjaga sikap, memperkuat komunikasi dalam keluarga, serta menerapkan prinsip efisiensi dalam kehidupan sehari-hari. Arahan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana setiap individu dituntut untuk lebih bijak dalam mengelola sumber daya serta menjaga keseimbangan antara peran dalam keluarga dan organisasi.
Sementara itu, tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Tri Febri Khoirul Ridho memberikan penguatan dari sisi spiritual yang sangat mendalam. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif, sehingga dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan mengenai pentingnya bersyukur, melakukan muhasabah, mengevaluasi hasil ibadah Ramadan, serta menjaga istiqamah dalam menjalankan ketaatan menjadi bekal yang sangat berharga bagi seluruh anggota. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan lain yang bersifat interaktif, seperti pembagian doorprize dan arisan, juga memberikan kontribusi dalam menciptakan suasana yang lebih hangat dan menyenangkan. Meskipun terlihat sederhana, kegiatan ini memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial antaranggota serta meningkatkan partisipasi aktif dalam organisasi. Interaksi yang terjadi selama kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Dharma Wanita Persatuan mampu membangun lingkungan yang inklusif dan penuh kekeluargaan.
Puncak kegiatan berupa halal bi halal menjadi momentum yang sangat berarti dalam mempererat hubungan silaturahmi. Proses saling memaafkan yang dilakukan secara langsung memberikan kesempatan bagi setiap anggota untuk memperbaiki hubungan serta menghilangkan berbagai perasaan negatif yang mungkin pernah ada. Nilai keikhlasan dan kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ini menjadi landasan yang kuat dalam membangun organisasi yang solid dan harmonis.
Berdasarkan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan yang dirangkaikan dengan halal bi halal ini telah berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan dampak jangka panjang dalam pembentukan karakter anggota serta penguatan organisasi secara keseluruhan.
Namun demikian, dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan di masa mendatang, terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan. Pertama, penting untuk terus menjaga konsistensi dalam pelaksanaan kegiatan rutin dengan menghadirkan materi-materi yang relevan dan bermanfaat bagi anggota. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan selalu memberikan nilai tambah yang nyata.
Kedua, perlu adanya peningkatan dalam hal inovasi kegiatan, sehingga kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga mampu memberikan pengalaman baru yang menarik bagi anggota. Inovasi ini dapat berupa variasi metode penyampaian materi, penambahan kegiatan yang bersifat edukatif maupun rekreatif, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ketiga, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan partisipasi anggota secara lebih merata. Meskipun tingkat kehadiran dalam kegiatan ini sudah cukup baik, namun masih terdapat potensi untuk meningkatkan keterlibatan anggota dalam berbagai aspek kegiatan, baik sebagai peserta maupun sebagai bagian dari panitia pelaksana. Dengan meningkatnya partisipasi, diharapkan rasa memiliki terhadap organisasi juga akan semakin kuat.
Keempat, penting untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi antar pengurus dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan. Koordinasi yang baik akan memastikan bahwa setiap kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu, komunikasi yang efektif juga akan memudahkan dalam menyampaikan informasi kepada seluruh anggota.
Kelima, perlu adanya upaya untuk mendokumentasikan setiap kegiatan secara lebih sistematis. Dokumentasi yang baik tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi serta referensi dalam perencanaan kegiatan di masa mendatang. Dengan adanya dokumentasi yang lengkap, organisasi dapat lebih mudah dalam melakukan perbaikan dan pengembangan.
Dengan memperhatikan berbagai saran tersebut, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan dapat terus berkembang menjadi organisasi yang lebih baik, lebih solid, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi anggota maupun masyarakat luas. Semangat kebersamaan, keikhlasan, serta komitmen yang telah ditunjukkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan tidak hanya berperan sebagai organisasi pendamping, tetapi juga sebagai wadah yang mampu mengembangkan potensi perempuan secara menyeluruh. Melalui kegiatan yang terarah dan penuh makna, organisasi ini diharapkan dapat terus menjadi inspirasi serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh anggotanya. Program: Rapat Pelaksana: SEKRETARIAT KABUPATEN |
| 7 | 30-03-2026 | Rapat pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama dengan Halal bi Halal Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Balai Desa Sumberagung. Rapat pleno ini menjadi momentum awal untuk menyelaraskan program kerja TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan di tahun 2026, sekaligus memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan keluarga di wilayah Kecamatan Modo. Melalui rapat pleno ini diharapkan seluruh pengurus dan anggota dapat menjalankan program kerja secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN MODO |
| 8 | 01-04-2026 | HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
Waktu Pelaksanaan: Rabu, 25 Maret 2026
Tempat: Gedung Olahraga (GOR) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
Pimpinan Kegiatan: Bp. Drs. Shodhikin, M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan Kab. Lamongan)
Tamu Kehormatan: Bp. Bupati Lamongan beserta jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten Lamongan
I. PENDAHULUAN: MEMBASUH HATI DI RUMAH PENDIDIKAN
Gema takbir yang baru saja berlalu meninggalkan jejak kesucian yang kini dirayakan dalam bingkai silaturahmi. Bertempat di GOR Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, ribuan pasang mata menjadi saksi hangatnya pertemuan keluarga besar insan pendidikan. Acara Halal Bihalal ini menjadi puncak dari rangkaian ibadah spiritual yang telah dijalani, sekaligus menjadi wadah untuk meleburkan segala khilaf dalam semangat persaudaraan yang tulus.
Suasana GOR bertransformasi menjadi ruang yang penuh keanggunan. Para ibu pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) tampil memesona dengan busana pilihan yang elegan, menunjukkan wajah ceria dan penuh syukur. Kehadiran Bapak Bupati Lamongan memberikan bobot historis tersendiri, menandakan betapa krusialnya sektor pendidikan dalam visi pembangunan daerah.
II. RANGKAIAN ACARA: DARI SAMBUTAN HINGGA KEHANGATAN
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Bapak Drs. Shodhikin, M.Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan. Dalam orasinya, beliau menyampaikan bahwa kesuksesan administrasi dan prestasi pendidikan di Lamongan—termasuk berbagai inovasi digital yang telah dicapai—tidak akan memiliki ruh tanpa adanya keharmonisan personal antar pegawainya.
Momen paling khidmat terjadi saat Bapak Bupati Lamongan naik ke podium untuk memberikan arahan. Beliau tidak hanya hadir sebagai pemimpin daerah, tetapi sebagai orang tua bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan di Lamongan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, di mana para pengurus DWP berpose di depan banner bertajuk "Halal Bi Halal Keluarga Besar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan" yang menunjukkan semangat kesatuan.
III. MAKNA PESAN BUPATI: KOMITMEN, SINERGI, DAN PELAYANAN
Kehadiran Bapak Bupati bersama jajaran pejabat teras Pemerintah Kabupaten membawa pesan-pesan mendalam yang menjadi bekal bagi seluruh hadirin. Berikut adalah poin-poin utama dari pesan beliau:
Pendidikan sebagai Pondasi "Lamongan Megilan": Bupati menekankan bahwa transformasi Kabupaten Lamongan menuju kemajuan hanya bisa dicapai jika fondasi pendidikannya kokoh. Guru dan staf pendidikan adalah garda terdepan dalam mencetak generasi yang berkarakter.
Makna Fitrah dalam Pelayanan Publik: Beliau berpesan agar semangat Ramadhan yang baru berlalu diterjemahkan ke dalam integritas kerja. Menjadi sosok yang "kembali suci" berarti melayani masyarakat dengan hati yang bersih, tanpa pamrih, dan transparan.
Sinergi Tanpa Sekat: Kehadiran jajaran pejabat Pemkab di acara ini adalah simbol bahwa urusan pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu dinas, melainkan kerja kolaboratif seluruh sektor di Lamongan.
Apresiasi untuk Srikandi Pendidikan: Secara khusus, Bupati memberikan apresiasi kepada peran DWP yang terus mendukung kinerja suami dan berkontribusi aktif dalam kegiatan sosial, seperti pengkoordiniran zakat dan bakti sosial yang telah dilaksanakan sebelumnya.
IV. ANALISIS SPIRITUAL HALAL BIHALAL
Halal Bihalal di GOR Dinas Pendidikan ini mengandung makna yang melampaui tradisi tahunan:
Rekonsiliasi Total: Menghilangkan sekat-sekat hierarki antara pimpinan dan bawahan dalam momen saling memaafkan secara horisontal.
Internalisasi Visi: Menjadi ajang pengingat kembali akan visi besar pendidikan di Lamongan di tengah suasana yang santai dan penuh kekeluargaan.
Penguatan Mental: Pertemuan fisik ini menjadi "baterai" bagi para pendidik untuk kembali ke tugas masing-masing dengan semangat yang baru dan motivasi yang lebih tinggi.
V. PENUTUP: MELANGKAH BERSAMA MENUJU MASA DEPAN
Laporan ini menutup lembaran perayaan Idul Fitri 1447 H dengan satu kesimpulan kuat: bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan adalah satu tubuh yang solid. Dengan dukungan penuh dari Bapak Bupati dan bimbingan Bapak Kepala Dinas, seluruh elemen pendidikan siap kembali mengabdi dengan hati yang lapang.
Semoga keberkahan Halal Bihalal ini membawa pendidikan di Lamongan semakin maju, semakin berprestasi, dan tetap menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Timur.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 9 | 01-04-2026 | PENGURUS DHARMA WANITA MENGIKUTI KEGIATAN HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
Waktu Pelaksanaan: Rabu, 25 Maret 2026
Tempat: Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
Peserta: Pengurus dan Anggota DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
Tema Utama: Merajut Silaturahmi dalam Bingkai Fitrah
I. GERBANG KEMENANGAN SETELAH MADRASAH RAMADHAN
Setelah sebulan penuh menuntaskan "Madrasah Ramadhan" dengan berbagai aksi sosial—mulai dari pembagian ta'jil hingga pengelolaan zakat fitrah—Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan kini tiba di hari kemenangan. Pagi yang cerah di penghujung Maret 2026 menjadi saksi berkumpulnya para Srikandi Pendidikan dalam sebuah tradisi luhur yang telah mengakar kuat di tanah air: Halal Bihalal.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pasca-lebaran, melainkan momentum krusial untuk melakukan recharge spiritual dan emosional, memastikan bahwa semangat pengabdian di sektor pendidikan tetap berpijak pada hati yang bersih dan hubungan yang harmonis.
II. HARMONI DALAM BALUTAN KEANGGUNAN
Suasana Halal Bihalal kali ini tampak sangat berbeda dan penuh warna. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, para ibu pengurus DWP tampil memukau dengan busana yang mencerminkan martabat dan kesantunan:
Keberagaman Busana: Berbeda dengan pertemuan rutin yang biasanya menggunakan seragam batik resmi, momen Halal Bihalal ini diwarnai dengan berbagai model gamis dan gaun panjang (long dress) yang elegan dengan nuansa warna yang teduh seperti cokelat muda, ungu, dan biru tua.
Simbol Persatuan: Meskipun mengenakan model busana yang beragam, senyum tulus yang terpancar dari wajah setiap anggota menunjukkan satu identitas kolektif sebagai keluarga besar yang solid.
Atmosfer Kekeluargaan: Kegiatan dilakukan di ruang terbuka dengan latar belakang banner bertuliskan "Halal Bi Halal Keluarga Besar Dinas Pendidikan Kab. Lamongan", menciptakan kesan yang inklusif dan akrab bagi siapa saja yang hadir.
III. SALING MEMAAFKAN, SALING MENGUATKAN
Acara inti Halal Bihalal diisi dengan rangkaian kegiatan yang menyentuh hati:
Sambutan Kehangatan: Dalam sapaannya, pimpinan menekankan bahwa keberhasilan program-program besar DWP di masa lalu (seperti anjangsana dan bakti sosial) hanya bisa dipertahankan jika hubungan antar pengurus tetap terjaga dari kerikil-kerikil kesalahpahaman.
Prosesi Mushafahah (Bersalam-salaman): Puncak acara adalah momen saling berjabat tangan dan memaafkan secara tulus. Di sinilah segala ego dileburkan, diganti dengan komitmen untuk saling mendukung dalam tugas mendampingi suami mengabdi bagi pendidikan di Lamongan.
Doa Bersama: Sebagai penutup, doa dipanjatkan agar seluruh amal ibadah di bulan Ramadhan diterima dan keluarga besar Dinas Pendidikan diberikan kesehatan serta kekuatan untuk menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang.
IV. LEBIH DARI SEKADAR TRADISI
Secara mendalam, Halal Bihalal yang dilaksanakan oleh DWP Dinas Pendidikan Lamongan memiliki tiga makna utama:
Pembersihan Diri (Al-Ihlal): Berasal dari akar kata yang berarti "melepaskan ikatan". Halal Bihalal adalah cara kita melepaskan ikatan dosa antar sesama manusia. Jika zakat membersihkan harta, maka Halal Bihalal membersihkan hati dari dendam dan prasangka.
Harmonisasi Sosial (Silaturahmi): Secara sosiologis, ini adalah forum rekonsiliasi. Dalam sebuah organisasi sebesar DWP, gesekan pendapat adalah hal wajar. Halal Bihalal menjadi "benang pemersatu" untuk merajut kembali bagian-bagian yang sempat renggang.
Inovasi dan Energi Baru: Hati yang bersih adalah modal utama untuk bekerja kreatif. Dengan selesainya acara ini, para ibu DWP diharapkan membawa energi baru (fitrah) untuk kembali menjalankan program-program inovatif di bidang pendidikan.
V. MELANGKAH DENGAN FITRAH
Laporan kegiatan Halal Bihalal ini menjadi bab penutup dari rangkaian ibadah Ramadhan sekaligus bab pembuka bagi semangat kerja baru. DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan membuktikan bahwa kekuatan sebuah organisasi pendidikan tidak hanya terletak pada kecerdasan intelektual, tetapi pada ketulusan hati untuk saling memaafkan dan berjalan beriringan.
Dengan semangat Halal Bihalal, Srikandi Pendidikan Lamongan siap melangkah lebih tegak, berkarya lebih nyata, dan mengabdi lebih tulus demi masa depan generasi bangsa yang lebih cerdas dan berkarakter.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 10 | 27-03-2026 | Pertemuan Rutin sekaligus Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan BAPPERIDA
Pada hari Jumat tanggal 27 Maret 2026 bertempat di LA Planning Room Bapperida Kabupaten Lamongan, anggota Dharma Wanita Persatuan Bapperida yang bernaggotakan 68 orang melaksanakan pertemuan rutin sekaligus halal bihalal.Kesempatan ini merupakan momen yang tepat untuk mengadakan pertemuan sekaligus menajalin tali silaturhami dan saling bermaaf-maafan antar anggota Dharma Wanita Persatuan Bapperida.Acara pertemuan dimulai dengan Pembukaan, menyanyikan Mars Dharma Wanita dan Mars Lamongan yang dipimpin oleh Dirigen. Setelah itu dilanjutkan sambutan ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Bapperida. Ibu Ketua memberikan arahan agar semua anggota senantiasa menjaga tali silaturahmi sesama anggota, meskipun terdapat keterbatasan waktu untuk sering berjumpa. Selain itu Ibu Ketua juga mengingatkan, agar kita semua senantiasa meningkatkan kepedulian antar sesama. Meningkatkan semangat saling membantu kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Kita bisa menyisihkan rezeki dengan cara mengadakan infaq Subuh agar tidak memberatkan. Diharapakan hal ini akan memberikan manfaat untuk orang lain. Dalam kesempatan ini Ibu Ketua juga menympaikan agar semua anggota selalu bersemangat dan mendukung setiap kali ada perlombaan bagi Ibu-Ibu Dharma Wanita yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten. Setelah sambutan Ibu Ketua dilanjutkan dengan Laporan-laporan kegiatan dan anggaran dari masing-masing bidang. Yaitu Bidang Ekonomi, Sosial, Pendidikan dan Bendahara.Setelah laporan dari masing-masing bidang dilanjutkan dengan pengundian Doorprize dari panitia. Pengundian ini berlangsung seru dikarenakan semua anggota bersemangat untuk menndapatkan Doorprize yang telah disediakan panitia. Setelah itu acara Pertemuan Dharma Wanita persatuan ditutup dan diakhiri dengan saling bersalaman, bermaafan sesama anggota dan foto bersama. Program: Rapat Pelaksana: BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET & INOVASI DAERAH |
| 11 | 31-03-2026 | Menindaklanjuti Surat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, nomor 400.8.2.2/252/413.102/2026, sifat penting, perihal kegiatan Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2026 pukul 08:00 di Halaman Belakang Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dengan pakaian Busana Muslim bernuansa putih. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Puskesmas 32 Puskesmas se Kabupaten Lamongan dan struktural beserta seluruh staf Dinas Kesehatanm Kabupaten Lamongan. Ibu ketua Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Ny. Annis Moch. Chaidir Annas menghadiri kegiatan tersebut di dampingi oleh Ny. Sylvy Nur Indra Tsani selaku Sekretaris 1. Pengisian Acara dengan Tema : Halah Bi Halal . Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan antarsesama setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara historis, istilah “halal bihalal” tidak berasal langsung dari bahasa Arab yang baku, melainkan merupakan kreasi budaya masyarakat Indonesia. Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa tradisi ini mulai dikenal luas pada masa kepemimpinan Soekarno. Pada akhir 1940-an, kondisi politik Indonesia sedang tidak stabil dengan banyaknya konflik di kalangan elite. Untuk meredakan ketegangan tersebut, Soekarno meminta saran kepada ulama besar, KH Wahab Chasbullah. KH Wahab Chasbullah kemudian mengusulkan sebuah konsep pertemuan yang bertujuan untuk “menghalalkan yang haram” dalam konteks hubungan antar manusia yakni menghapus kesalahan melalui saling memaafkan. Dari situlah muncul istilah “halal bihalal”. Soekarno kemudian mengundang para tokoh politik dalam sebuah acara silaturahmi pada hari raya Idul Fitri, yang menjadi cikal bakal tradisi halal bihalal hingga saat ini. Seiring waktu, halal bihalal berkembang menjadi tradisi nasional yang tidak hanya dilakukan oleh kalangan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas baik di lingkungan keluarga, sekolah, perkantoran, hingga organisasi. Acara ini biasanya diisi dengan sambutan, doa bersama, dan saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan. Lebih dari sekadar tradisi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persatuan, dan semangat menjaga keharmonisan sosial. Dalam konteks modern, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat jaringan sosial dan mempererat kebersamaan di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya ritual seremonial, melainkan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih di tengah masyarakat. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah merayakan Hari Raya Idulfitri. Istilah halal bihalal berasal dari kata halal yang berarti terbebas dari dosa atau kesalahan. Secara makna, halal bihalal adalah kegiatan saling memaafkan antar sesama manusia dengan tujuan membersihkan hati, mempererat tali silaturahmi, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Tradisi ini biasanya dilakukan melalui pertemuan keluarga, masyarakat, maupun instansi tertentu, di mana setiap orang saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Halal bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial. Melalui halal bihalal, nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, dan saling menghargai diajarkan serta dipraktikkan secara nyata. Tradisi ini juga mencerminkan budaya gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan saling memaafkan, diharapkan setiap individu dapat memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan hubungan yang lebih baik. Oleh karena itu, halal bihalal memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana damai setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah perayaan Idulfitri sebagai bentuk penyempurnaan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara hakikat, halal bihalal bukan sekadar kegiatan saling berjabat tangan atau acara seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menumbuhkan kembali nilai persaudaraan dan kebersamaan. Hakikat halal bihalal terletak pada proses saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Manusia sebagai makhluk sosial tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Melalui halal bihalal, setiap individu diajak untuk merendahkan hati, menghapus rasa dendam, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Tradisi ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang memperkuat tali silaturahmi dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dunia kerja. Lebih dalam lagi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur ajaran Islam tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablum minannas) selain hubungan dengan Allah (hablum minallah). Ibadah yang dilakukan selama Ramadan menjadi lebih sempurna ketika diiringi dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sosial. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga sarana pembinaan akhlak dan karakter. Pada akhirnya, hakikat halal bihalal adalah membangun kembali harmoni kehidupan. Melalui sikap saling memaafkan, tumbuh rasa damai, persatuan, dan kasih sayang yang mempererat kebersamaan. Semangat inilah yang menjadikan halal bihalal sebagai warisan budaya sekaligus nilai spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Program: Perayaan Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 12 | 30-03-2026 | Pertemuan rutin Dharma Wanita Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi dilaksanakan pada hari Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Aula Graha Tirta Praja. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, khususnya karena dilaksanakan dalam suasana menyambut bulan Syawal setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.
Pada pertemuan kali ini, seluruh anggota Dharma Wanita tampil kompak mengenakan busana muslim sebagai bentuk penghormatan dan suka cita dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk saling bermaaf-maafan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat rasa persaudaraan di antara sesama anggota.
Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita menyampaikan ucapan Idul Fitri dengan penuh makna: *“Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang suci ini, kita semua kembali kepada fitrah, diampuni segala dosa, serta diberikan keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan ke depan. Semoga silaturahmi yang telah terjalin dapat semakin erat, dan kebersamaan kita dalam Dharma Wanita senantiasa dilandasi keikhlasan serta semangat untuk saling mendukung dalam kebaikan.”*
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai kedisiplinan kehadiran anggota dalam setiap kegiatan Dharma Wanita. Disepakati bahwa bagi anggota yang tidak mengikuti kegiatan sebanyak satu kali tanpa keterangan yang jelas, akan dikenakan denda sebesar Rp100.000 sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keaktifan organisasi.
Adapun alasan ketidakhadiran yang dapat diterima hanyalah karena sakit atau udzur syar’i, yang wajib disertai dengan bukti dan dilaporkan kepada Ketua Dharma Wanita. Ketentuan ini diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab anggota sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan organisasi agar tetap berjalan dengan baik dan optimal.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 13 | 31-03-2026 | Arti halal bihalal adalah tradisi unik Indonesia yang bermula dari kata Arab ‘halal’ yang berarti diizinkan atau sah . Istilah ini merujuk pada tradisi pasca-Ramadan di mana masyarakat berkumpul untuk saling meminta maaf dan mempererat silaturahmi, khususnya selama Idul Fitri . Makna halal bihalal mencerminkan upaya rekonsiliasi dan memaafkan kesalahan masa lalu, sekaligus memperkuat ikatan komunitas . Halal bihalal tidak hanya menjadi wujud dari silaturahmi tetapi juga sebagai sarana untuk bersyukur kepada Allah SWT setelah sebulan penuh berpuasa .
Tradisi ini memiliki akar sejarah yang mendalam, berawal dari era Mangkunegara I dan dipopulerkan di Solo pada tahun 1930-an. Peranannya dalam budaya dan agama, khususnya di kalangan masyarakat Jawa, menegaskan betapa pentingnya halal bihalal dalam memelihara relasi sosial yang harmonis. Artikel ini akan menjelajahi sejarah, makna, dan filosofi, serta bagaimana halal bihalal adalah dilaksanakan, menyoroti pentingnya dalam budaya dan agama.
Sejarah Halal Bihalal
Sejarah Halal Bihalal di Indonesia memiliki akar yang mendalam dan beragam, mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang telah lama ada:
1. Asal-usul Istilah dan Praktik:
o Istilah ‘Halalbihalal’ pertama kali muncul dalam kamus Jawa-Belanda oleh Dr. Th. Pigeaud pada tahun 1938, mendefinisikan alal behalal sebagai kunjungan dan salam permintaan maaf setelah Ramadan atau Lebaran, dan halal behalal sebagai kunjungan untuk saling memaafkan 6.
o Pada tahun 1948, KH Abdul Wahab Hasbullah menggunakan istilah ini untuk menggambarkan pertemuan antara pemimpin politik guna mempromosikan persatuan dan perdamaian.
2. Perkembangan dan Popularitas:
o Tradisi ini mulai populer di Solo pada tahun 1930-an ketika seorang penjual martabak di Taman Sriwedari menggunakan istilah ‘Halal Bihalal’ untuk mempromosikan produknya.
o Presiden Soekarno mengadakan acara Halal Bihalal di Istana Negara pada tahun 1948, mengundang pemimpin politik untuk rekonsiliasi dan membentuk front bersatu.
3. Pengaruh dan Penyebaran:
o KH Wahab Chasbullah pada tahun 1946 mengusulkan konsep Halal Bihalal untuk mempromosikan ajaran Ahlussunah wal Jamaah dan menyatukan berbagai ulama serta elit politik.
o Tradisi ini telah dipraktikkan sejak zaman Mangkunegara I, juga dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa, di mana raja dan para bangsawan/soldadu bersama-sama melakukan sungkem atau saling memaafkan di aula istana setelah shalat Idulfitri.
Makna dan Filosofi
Makna dan Filosofi Halal Bihalal
1. Definisi dan Asal-usul:
o Kata ‘halal’ dalam Halal Bihalal memiliki tiga arti dalam bahasa Arab: halal al-habi (mengurai benang kusut), halla al-maa (air menjadi jernih), dan halla as-syai (menjadikan sesuatu halal). Arti-arti ini menggambarkan ide pengampunan dan penyelesaian kesalahan serta kesalahpahaman masa lalu.
2. Tujuan Utama:
o Halal Bihalal bertujuan untuk memperbaiki hubungan yang terputus, menciptakan harmoni, dan mempromosikan perbuatan baik. Ini bukan hanya tradisi religius tetapi juga simbol dari kesatuan dan integrasi nasional.
o Menurut Prof Quraish Shihab, Halal Bihalal bertujuan untuk menyambung kembali hubungan yang terputus.
3. Filosofi dan Praktik:
o Halal Bihalal melibatkan kunjungan ke kerabat, teman, dan tetangga, mengungkapkan kebahagiaan untuk Idul Fitri, dan saling memaafkan kesalahan. Ini menguatkan hubungan dan menjaga harmoni di antara orang-orang.
o Filosofi di balik Halal Bihalal mencakup konsep silaturahmi yang merupakan Sunnah Nabi, manifestasi dari ajaran Islam tentang saling menghormati, memahami, dan memaafkan.
Pelaksanaan Halal Bihalal
Pelaksanaan Halal Bihalal dilakukan dengan berbagai cara yang unik dan penuh makna, terutama selama Idul Fitri, di mana masyarakat mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman untuk meminta maaf dan memperkuat hubungan. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi, berbagi makanan, dan bertukar hadiah, mencerminkan esensi dari silaturahmi dan kebersamaan.
1. Kunjungan dan Memaafkan: Tradisi Halal Bihalal melibatkan kunjungan antar rumah untuk saling meminta maaf setelah shalat Idul Fitri, yang merupakan inti dari Halal Bihalal.
2. Aktivitas Bersama: Selain kunjungan, tradisi ini juga melibatkan makan bersama dan membawa kue Lebaran, yang menambah keakraban dan kehangatan pertemuan.
3. Pelaksanaan di Berbagai Lingkungan: Tidak hanya di lingkungan keluarga, Halal Bihalal juga dilaksanakan di sekolah dan organisasi, menunjukkan pentingnya tradisi ini dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Tradisi ini tidak hanya menjadi waktu untuk membersihkan hati dari dendam atau prasangka tetapi juga sebagai momen untuk memulai kembali dengan hati yang bersih dan niat yang baik.
Pentingnya Halal Bihalal dalam Budaya dan Agama
Halal Bihalal tidak hanya merupakan tradisi budaya tetapi juga kewajiban religius yang mendorong pengampunan, kesatuan, dan solidaritas di antara umat Muslim. Dalam konteks hukum fikih (hukum Islam), praktik Halal Bihalal sangat dianjurkan karena berperan dalam mempromosikan harmoni dan pengampunan. Lebih lanjut, Halal Bihalal seharusnya tidak hanya terbatas pada periode Lebaran (Idul Fitri) saja, tetapi harus menjadi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan harmoni antar berbagai keyakinan. Praktik ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dan saling menghormati di antara umat beragama, yang merupakan inti dari ajaran Islam.
Mengawali minggu pertama kerja pasca libur Idulfitri 1447 H, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan menggelar acara halal bihalal yang berlangsung di halaman belakang Kantor DKPP pada Senin tanggal 30 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan DKPP, PPL di Kecamatan, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Dr. Mugito, MM.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, acara halal bihalal ini menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi antar pegawai serta antara anggota DWP DKPP setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Dr. Mugito, MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan kehadiran seluruh pegawai di minggu pertama kerja. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas-tugas ke depan.
“Semoga semangat kebersamaan dan nilai-nilai Ramadan yang telah kita jalani bisa terus terjaga dan menjadi motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kepala Dinas yang biasa dipanggil Mugito ini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan saling bermaaf-maafan antarpegawai dan menikmati hidangan yang telah disediakan, menandai semangat baru dalam mengawali aktivitas di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten lamongan.
Program: Perayaan Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 14 | 13-03-2026 | Pada hari Jumat, 13 Maret 2026, telah dilaksanakan rapat pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang berlangsung di Pendopo Lokatantra. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menyusun dan mengoordinasikan berbagai program kerja, khususnya yang akan dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan.
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Ketua Dharma Wanita, Ny. Eka Widya Erwin Sulistya Pambudi, bersama Sekretaris Dharma Wanita, Ny. Mulyono Arif. Kehadiran perwakilan ini menunjukkan komitmen aktif dalam mendukung dan berpartisipasi pada kegiatan lintas organisasi perempuan di daerah.
Rapat pleno membahas sejumlah agenda kegiatan sosial yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Salah satu program utama adalah penyaluran bantuan kepada 46 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Selain itu, juga direncanakan kegiatan buka puasa bersama yang akan melibatkan sekitar 360 penyandang disabilitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memberikan kebahagiaan bagi para peserta di bulan penuh berkah.
Agenda lainnya meliputi bakti sosial berupa penyaluran infaq subuh ke panti asuhan serta kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi, serta diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 15 | 13-03-2026 | Pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2026 telah dilaksanakan Rapat Pleno TP PKK dan DWP Kabupaten Lamongan yang bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ny. Anis Kartika Yuhronur Effendi dan Ny. Cana Antantya Dirham Akbar Aksara serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Ny. Puji Dariani Moh.Nalikan. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Pengurus TP PKK Kabupaten Lamongan, Ketua TP PKK Kecamatan beserta Wakil dan Sekretaris se Kabupaten Lamongan, dan Ketua Dharma Wanita Dinas se Kabupaten Lamongan. Pada pertemuan rutin kali ini Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan akan melaksanakan Penyerahan Bantuan Pemakanan (Sembako ) sebanyak 620 Paket. 100 Paket untuk lansia 100 Orang dan 520 untuk penyandang cacat disabilitas dengan Pembagian tiap Kecamatan, berbeda beda jumlah bantuan.dapat disalurkan sesuai BNBA sasaran yang masuk dalam DTSEN. Terimah kasih disampaikan kepada seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan Ramadhan tahun 2026 antara lain ,penyaluran bantuan kepada46 LKSA, Buka bersama dengan 360 orang penyandang disabilitas,bakti sosial dan infaq subuh di panti Asuhan,berbagi takjil di bulan Ramadhan. Di infokan untuk Kecamatan penerima program GENTING Periode kedua,Babat ,Kalitengah,Sekaran dan Bluluk untuk pemberian bantuan selama 7 hari akan di berikan beras dan uang.selanjutnya foto pada balita setiap hari dan setiap anak secara detail.pembagian Doorprize. Acara Pertemuan Rutin Pleno PKK dan DWP Kabupaten Lamongan berjalan lancar dan khidmat. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN SUGIO |
| 16 | 25-03-2026 | Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Nurul Arif Bakhtiar bersama Bapak Camat Kembangbahu Bapak Arif Bakhtiar, S.Sos mengadakan Open House pada hai pertama masuk kerja hari Rabu, tanggal 25 Maret 2026 bertempat di Pendopo Kecamatan Kembangbahu. Acara tersebut dilaksanakan setelah Bapak Camat mengikuti Halal Bi Halal di Pemda Kabupaten Lamongan. Kegiatan halal bi halal di Pendopo Kecamatan Kembangbahu dimulai pada pukul 10.00 WIB. Acara tersebut dihadairi dari berbagai kalangan, mulai dari seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu, Forkopimcam, UPT Dinas, Korwil beserta staf, Kepala Desa dan perangkatnya serta berbagai pihak yang ada kegiatan di Kantor Kecamatan Kembangbahu. Acaranya berlangsung cukup meriah, diawali dengan saling bersalam-salaman dilanjutkan ramah Tamah. Panitia yaitu seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu menyiapkan lontong opor, lodeh kates dengan udang. Sediakan juga es timun serut dan buah sebagai cuci mulut. Program: Perayaan Pelaksana: KECAMATAN KEMBANGBAHU |
| 17 | 13-03-2026 | Rapat Pleno Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026 berlangsung dengan suasana tertib dan penuh kebersamaan. Kegiatan diawali dengan penyampaian rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga seluruh peserta dapat hadir dalam pertemuan rutin tersebut. Dalam rapat ini, disampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H kepada seluruh anggota, sekaligus apresiasi dan ucapan terima kasih atas partisipasi aktif dalam kegiatan Ramadhan Berkah berupa pembagian takjil yang telah berlangsung kurang lebih selama 28 hari. Selain itu, pimpinan rapat juga memberikan himbauan kepada seluruh anggota, khususnya yang akan melaksanakan mudik Lebaran, agar senantiasa memperhatikan keselamatan selama perjalanan serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan informasi internal organisasi, yaitu terkait pengambilan batik Dharma Wanita Persatuan terbaru bagi anggota yang sebelumnya telah melakukan pemesanan. Secara umum, rapat pleno ini bertujuan untuk mempererat koordinasi, menyampaikan informasi penting, serta meningkatkan partisipasi dan kepedulian anggota dalam berbagai kegiatan organisasi dan sosial, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Program: Rapat Pelaksana: BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA |
| 18 | 13-03-2026 | Pada hari Jumat, tanggal tiga belas Maret tahun dua ribu dua puluh enam, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan pertemuan rutin pleno yang merupakan salah satu agenda penting dan strategis dalam rangka menjaga kesinambungan roda organisasi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai sebuah rutinitas organisasi yang dilaksanakan secara berkala, tetapi juga sebagai momentum penting untuk melakukan konsolidasi internal serta memperkuat sinergi antar seluruh unsur pengurus dan anggota. Dalam konteks kelembagaan, pertemuan pleno memiliki peran yang sangat signifikan sebagai wadah evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja yang telah berjalan serta sebagai sarana untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap anggota dapat memperoleh informasi yang utuh dan terkini mengenai arah kebijakan organisasi serta berbagai program yang akan dilaksanakan. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, serta gagasan yang konstruktif dari seluruh peserta yang hadir. Dengan demikian, keberadaan pertemuan pleno menjadi sangat penting dalam menjaga dinamika organisasi agar tetap berjalan secara efektif dan terarah. Pelaksanaan kegiatan ini dirancang dengan penuh kesungguhan dan perencanaan yang matang agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh peserta. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek ketertiban, kenyamanan, serta efektivitas waktu yang tersedia.
Pertemuan rutin pleno ini dihadiri oleh berbagai unsur penting yang memiliki peran strategis dalam mendukung jalannya organisasi serta program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lamongan yang memberikan dukungan moral dan arahan strategis bagi seluruh anggota. Selain itu, turut hadir para pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lamongan yang selama ini berperan aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Para pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan juga hadir sebagai unsur utama yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program organisasi. Tidak ketinggalan, para Ketua Unit Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan dari seluruh organisasi perangkat daerah se-Kabupaten Lamongan turut hadir dengan penuh semangat dan antusiasme. Kehadiran para Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga tingkat kecamatan juga menjadi bukti kuatnya sinergi antar tingkat organisasi. Seluruh tamu undangan yang hadir menunjukkan komitmen yang tinggi dalam mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Kehadiran yang lengkap dari berbagai unsur tersebut mencerminkan kekompakan serta keseriusan dalam membangun organisasi yang solid dan berdaya guna.
Sejak awal kedatangan para peserta, suasana yang tercipta di lokasi kegiatan sudah terasa hangat, penuh keakraban, dan sarat dengan nuansa kekeluargaan yang kental. Para peserta tampak saling menyapa dengan ramah, berjabat tangan, serta berbincang ringan sambil menunggu acara dimulai. Interaksi yang terjalin di antara peserta mencerminkan hubungan yang harmonis dan solid antar anggota organisasi. Suasana ini memberikan energi positif yang sangat mendukung jalannya kegiatan secara keseluruhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang sangat berharga bagi para anggota yang jarang bertemu secara langsung karena kesibukan masing-masing. Momen kebersamaan seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan emosional dan solidaritas di dalam organisasi. Kehangatan suasana juga terlihat dari ekspresi wajah para peserta yang penuh semangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Dengan suasana yang kondusif dan penuh kebersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal.
Acara kemudian dimulai dengan suasana yang khidmat melalui pembukaan yang diawali dengan ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Dalam sambutan pembuka, disampaikan bahwa atas izin dan kehendak-Nya, seluruh peserta dapat hadir dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apa pun. Ungkapan syukur ini menjadi pengingat bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak terlepas dari pertolongan Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, dalam pembukaan juga disampaikan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai suri teladan dalam kehidupan. Nilai-nilai yang diajarkan oleh beliau diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota organisasi. Suasana khidmat sangat terasa ketika seluruh peserta menyimak dengan penuh perhatian setiap kalimat yang disampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memiliki nilai administratif, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Dengan diawali doa dan rasa syukur, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan keberkahan.
Dalam sambutan yang disampaikan, terdapat beberapa poin penting yang menjadi perhatian bersama dan disampaikan dengan bahasa yang jelas serta penuh makna. Pertama, disampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa pada bulan Ramadan tahun seribu empat ratus empat puluh tujuh Hijriah kepada seluruh peserta yang hadir. Ucapan tersebut tidak hanya bersifat formalitas, tetapi juga mengandung harapan agar seluruh anggota dapat menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Momentum bulan Ramadan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bulan Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amal ibadah serta memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam ibadah puasa diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta terlihat menyimak dengan penuh perhatian terhadap pesan yang disampaikan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan memiliki makna yang mendalam bagi seluruh anggota.
Selanjutnya, dalam sambutan tersebut juga disampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan Ramadan berbagi yang telah berlangsung kurang lebih selama dua puluh delapan hari. Partisipasi aktif tersebut menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi dari seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antar anggota organisasi. Apresiasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial di masa yang akan datang. Rasa bangga dan haru juga dirasakan oleh para anggota atas keberhasilan kegiatan tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa kerja sama yang baik dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi cerminan nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Dengan adanya apresiasi ini, diharapkan semangat berbagi dapat terus terjaga dan berkembang.
Dalam kesempatan yang sama, juga disampaikan imbauan yang sangat penting terkait dengan rencana perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idulfitri yang akan datang. Para anggota yang akan melakukan perjalanan diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara. Disampaikan bahwa keselamatan merupakan hal yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun. Setiap individu diharapkan dapat mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak pakai. Selain itu, kondisi kesehatan juga harus diperhatikan agar perjalanan dapat dilakukan dengan aman dan nyaman. Para anggota juga diimbau untuk mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Tidak hanya itu, kondisi rumah yang ditinggalkan juga harus dipastikan dalam keadaan aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Imbauan ini disampaikan dengan penuh perhatian sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap anggotanya. Dengan adanya imbauan ini, diharapkan seluruh anggota dapat menjalani perjalanan dengan aman dan selamat.
Tidak hanya itu, dalam sambutan juga disampaikan informasi terkait pemesanan batik Dharma Wanita Persatuan terbaru yang sebelumnya telah dilakukan oleh para anggota. Bagi para anggota yang telah melakukan pemesanan, diinformasikan bahwa batik tersebut telah tersedia dan dapat diambil di meja daftar hadir. Informasi ini disampaikan secara jelas agar seluruh anggota dapat mengetahuinya dengan baik. Penggunaan batik sebagai identitas organisasi memiliki makna yang penting dalam menunjukkan kekompakan dan kebersamaan. Selain itu, batik juga menjadi simbol kebanggaan terhadap budaya lokal yang perlu dilestarikan. Para anggota terlihat antusias dalam menyambut informasi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa atribut organisasi memiliki nilai tersendiri bagi para anggota. Dengan adanya keseragaman dalam penggunaan batik, diharapkan dapat memperkuat identitas organisasi. Informasi ini menjadi bagian dari pelayanan organisasi kepada seluruh anggotanya.
Seluruh rangkaian sambutan disampaikan dengan bahasa yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir. Para peserta terlihat menyimak dengan penuh perhatian dan keseriusan selama sambutan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa setiap informasi yang disampaikan memiliki nilai penting bagi keberlangsungan organisasi. Suasana yang tertib dan kondusif juga menjadi faktor pendukung kelancaran kegiatan. Tidak terlihat adanya gangguan yang berarti selama proses berlangsung. Setiap peserta menunjukkan sikap yang disiplin dan menghargai jalannya acara. Hal ini mencerminkan budaya organisasi yang baik dan tertib. Dengan kondisi yang demikian, kegiatan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Keberhasilan ini menjadi hasil dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Setelah penyampaian sambutan, kegiatan pleno dilanjutkan dengan agenda-agenda lainnya yang telah disusun secara sistematis dan terencana. Setiap sesi kegiatan dilaksanakan dengan tertib dan memberikan ruang partisipasi bagi seluruh peserta. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, masukan, serta informasi yang relevan dengan program kerja organisasi. Diskusi yang berlangsung berjalan secara konstruktif dan penuh semangat kebersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh anggota memiliki kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Setiap masukan yang disampaikan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Suasana diskusi berlangsung dengan terbuka dan saling menghargai pendapat satu sama lain. Hal ini mencerminkan budaya demokratis dalam organisasi. Dengan adanya partisipasi aktif, kegiatan pleno menjadi lebih bermakna dan produktif.
Secara keseluruhan, pelaksanaan pertemuan rutin pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan pada bulan Maret tahun dua ribu dua puluh enam berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari peran serta seluruh pihak yang telah berkontribusi secara aktif. Kehadiran peserta yang lengkap menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan. Selain itu, suasana yang kondusif juga sangat mendukung jalannya kegiatan. Materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta. Tidak terdapat kendala yang berarti selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan yang dilakukan telah berjalan dengan baik. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk kegiatan selanjutnya. Dengan demikian, organisasi dapat terus berkembang secara optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan semakin termotivasi untuk terus berperan aktif dalam menjalankan program-program organisasi. Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dalam organisasi. Para anggota diharapkan dapat terus mengembangkan diri dan berkontribusi secara nyata. Peran aktif anggota sangat dibutuhkan dalam mendukung keberhasilan program organisasi. Dengan kerja sama yang baik, tujuan organisasi dapat tercapai dengan optimal. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, keberlanjutan kegiatan seperti ini sangat penting untuk dijaga.
Demikian laporan kegiatan pertemuan rutin pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan bulan Maret tahun dua ribu dua puluh enam ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai jalannya kegiatan. Selain itu, laporan ini juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan di masa yang akan datang. Setiap kekurangan yang ada dapat diperbaiki pada pelaksanaan berikutnya. Keberhasilan yang telah dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan demikian, kualitas kegiatan organisasi dapat terus berkembang. Semoga seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan mendapatkan ridha dan keberkahan. Harapan ke depan, organisasi dapat terus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat. Program: Rapat Pelaksana: SEKRETARIAT KABUPATEN |
| 19 | 26-03-2026 | KEGIATAN BAKTI SOSIAL DAN PENYALURAN ZAKAT FITRAH DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
I. LATAR BELAKANG
Bulan Suci Ramadhan merupakan momentum yang penuh keberkahan untuk meningkatkan kualitas spiritual sekaligus memperkuat ikatan sosial antar sesama manusia. Sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan realisasi program kerja bidang sosial budaya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan memandang perlu adanya aksi nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan penyaluran zakat fitrah dan donasi ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian dan berbagi kebahagiaan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Ketaatan Ibadah: Melaksanakan kewajiban syariat Islam melalui penyaluran zakat fitrah untuk menyucikan jiwa dan harta.
Kepedulian Sosial: Memberikan kontribusi nyata dalam membantu operasional dan kebutuhan anak-anak di panti asuhan.
Penguatan Silaturahmi: Mempererat hubungan kekeluargaan antara keluarga besar DWP Dinas Pendidikan dengan lembaga sosial kemasyarakatan di wilayah Kabupaten Lamongan.
Edukasi Karakter: Menumbuhkan rasa empati dan syukur bagi seluruh pengurus dan anggota DWP dalam menjalankan pengabdian masyarakat.
III. PELAKSANAAN KEGIATAN
Hari/Tanggal: Selasa, 17 Maret 2026
Waktu: 15.40 WIB s.d Selesai
Tempat: Panti Asuhan Muhammadiyah Lamongan
Hadir dalam Kegiatan: Ketua DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, beserta jajaran pengurus inti dan perwakilan donatur.
IV. RANGKAIAN ACARA (NARASI KEGIATAN)
Kegiatan diawali dengan kunjungan silaturahmi rombongan DWP Dinas Pendidikan ke kompleks Panti Asuhan Muhammadiyah Lamongan. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Bapak Pengasuh beserta perwakilan anak asuh panti.
Dalam sambutannya, Ibu Ketua DWP menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hasil penggalangan zakat fitrah serta donasi sukarela dari para anggota dan donatur di lingkungan Dinas Pendidikan. Prosesi utama dilakukan dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa paket zakat dan santunan tunai.
Suasana berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dan kesehatan bagi seluruh anak asuh di panti tersebut agar kelak menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.
FILOSOFI DAN MAKNA MENDALAM PENYALURAN ZAKAT KE PANTI ASUHAN
Menyalurkan zakat fitrah dan santunan ke panti asuhan bukan sekadar perpindahan aset material, melainkan memiliki dimensi makna yang sangat luas:
Dimensi Spiritual (Penyucian):
Zakat fitrah adalah tazkiyah (pembersih). Bagi pemberi, ia berfungsi menghapus kekurangan selama menjalankan ibadah puasa. Dengan memberikannya kepada anak yatim/piatu, kita berharap doa tulus dari mereka menjadi wasilah turunnya keberkahan atas harta yang kita miliki.
Dimensi Kemanusiaan (Keadilan Sosial):
Panti asuhan adalah rumah bagi anak-anak yang kehilangan sandaran utama. Penyaluran zakat ke sini memastikan bahwa keadilan sosial terjadi secara mikro, di mana kebahagiaan merayakan Lebaran tidak hanya milik mereka yang beruntung secara ekonomi, tetapi juga milik mereka yang sedang diuji tanpa kehadiran orang tua.
Dimensi Institusional (Marwah Organisasi):
Bagi DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, kegiatan ini mencerminkan wajah organisasi yang humanis. Hal ini membuktikan bahwa peran istri Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga hadir di tengah-tengah persoalan sosial masyarakat Lamongan.
Investasi Masa Depan:
Bantuan yang diberikan membantu operasional panti dalam menyediakan pendidikan dan kehidupan yang layak bagi anak asuh. Secara tidak langsung, zakat ini adalah investasi untuk mencetak generasi Lamongan yang tetap berdaya meskipun berada dalam keterbatasan.
Terdapat dua pandangan ulama mengenai hak penerima zakat fitri. Sebagian ulama berpendapat bahwa zakat fitri diperuntukkan bagi delapan golongan yang disebut dalam Surah at-Taubah ayat 60, seperti fakir, miskin, amil, muallaf, budak, orang berhutang, fisabilillah, dan musafir.
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS. At-Taubah: 60).
Di sisi lain, terdapat pendapat yang menyatakan bahwa zakat fitri hanya diperuntukkan bagi fakir miskin. Pendapat ini didasarkan pada hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, yang menyebutkan bahwa zakat fitri berfungsi sebagai penyucian diri bagi orang yang berpuasa serta sebagai makanan bagi orang miskin.
“Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitri sebagai pensucian diri bagi orang yang berpuasa dari perkataan tidak berguna/sia-sia yang jorok/buruk, dan untuk memberikan makan kepada orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat (Shalat ‘Id), maka itulah zakat yang diterima (maqbul) dan barangsiapa menunaikannya sesudah shalat maka itu termasuk shadaqah.”
Lebih jauh, zakat fitri tidak sekadar memberi makanan bagi fakir miskin pada hari raya, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang lebih luas. Salah satu tujuan zakat adalah mengubah status mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa mendatang.
Artinya, zakat seharusnya tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang yang dapat meningkatkan kesejahteraan penerimanya.
Dalam hal ini, zakat fitri berperan dalam membangun solidaritas sosial, mengikis kesenjangan ekonomi, dan mempererat hubungan antara si kaya dan si miskin. Rasulullah saw pernah bersabda, “Kayakanlah mereka (fakir miskin) pada hari ini (Idul Fitri) agar mereka tidak meminta-minta.”
V. PENUTUP
Demikian laporan ini disusun sebagai bentuk transparansi pelaksanaan kegiatan bakti sosial DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Semoga apa yang telah kita upayakan menjadi catatan amal kebaikan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerimanya.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 20 | 13-03-2026 | Pada hari Jum'at tanggal 13 Maret 2026 Pukul 08.00 WIB diadakan acara pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang bertempat di Pendopo Lokatantra Kecamata Lamongan Kabupaten Lamongan pakaian Seragam Dharma Wanita Persatuan (Oranges) dengan catatan Hadir tepat waktu, acara dikuti oleh seluruh Anggoata Dharma Wanita Persatuan OPD Se Kabupaten Lamongan beserta sekertaris. Dengan Susunan acara sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Menyayikan Lagu Hymne Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan
3. Arahan dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Puji Dariani Moh. Nalikan sebagai berikut
- Assalamu’alaikum wr. Wb.
Yang saya hormati :
1. Ibu ketua dan wakil ketua tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga Kabupaten Lamongan ;
2. Ibu – ibu pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan ;
3. Ibu-ibu ketua unit unsur pelaksana Dharma Wanita Persatuan OPD Se Labupaten Lamongan ;
4. Ibu-ibu ketua tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga Kecamatan se Kabupaten Lamongan, dan seluruh tamu undangan yang berbahagia .
pertama - tama marilah kita memanjatkan rasa syukur kehadirat allah swt karena atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-nya pada hari ini kita bersama-sama dapat hadir pada pertemuan rutin pleno tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dan Dharma Wanita Persatuan Se Kabupaten Lamongan dalam keadaan sehat wal’afiat. Tak lupa sholawat serta salam tetap tercurah kepada junjungan kita nabi besar muhammad SAW. Atas suri tauladannya kepada kita sekalian.
Ada hal yang ingin saya sampaikan :
1. Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H ;
2. Ucapan terima kasih atas partisipasi dalam kegiatan ramadhan berkah berbagi takjil yang berlangsung kurang lebih 28 hari ;
3. Ibu – ibu dan keluarga yang mau mudik lebaran jangan lupa untuk tetap menjaga keselamatan selama berkendara, sebelum berangkat dipastikan pula kondisi rumah aman
4. Bagi ibu ibu Ketua Dharma Wanita kemarin yang sudah pesan batik dwp terbaru, bisa diambil di meja daftar hadir ;
Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf, saya akhiri wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum wr. Wb.
4. Acara selajutnya yaitu lain-lain. Program: Rapat Pelaksana: PERUMDA PASAR KABUPATEN LAMONGAN |
| 21 | 17-03-2026 | SENIN, 16 MARET 2026 PENYALURAN ZAKAT FITRAH DHARMA WANITA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
1. Pendahuluan
Zakat Fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi setiap umat Muslim di bulan Ramadan sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam rangka menjalankan amanah tersebut, keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan penyaluran Zakat Fitrah tahun 1447 H / 2026 M.
Zakat fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang ditunaikan pada bulan Ramadan dan disempurnakan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kewajiban zakat fitrah ini didasarkan pada hadits Ibnu Umar ra:
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat Muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim)
Selain sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, zakat fitrah juga merupakan wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang kurang mampu. Melalui zakat fitrah, kebahagiaan dan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat miskin yang membutuhkan.
Zakat fitrah wajib ditunaikan bagi setiap jiwa, dengan syarat beragama Islam, hidup pada saat bulan Ramadhan, dan memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri. Besarannya adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.
Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 14 Tahun 2026 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah BAZNAS Tahun 1447 H/2026 M, ditetapkan bahwa besaran zakat fitrah adalah 2,5 kg atau 3,5 liter beras atau makanan pokok per jiwa, atau setara dengan uang senilai Rp50.000,00 per jiwa.
2. Tujuan Kegiatan
Menjalankan rukun Islam yang ketiga.
Mensucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu (mustahik) di sekitar lingkungan kantor.
Mempererat tali silaturahmi antara jajaran Dinas Pendidikan dengan masyarakat.
3. Pelaksanaan Kegiatan
Hari/Tanggal: Senin, 16 Maret 2026
Waktu: 14.00 WIB – Selesai
Tempat: Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
Pelaksana: Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan beserta jajaran pejabat struktural, staf, dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
4. Sasaran Penyaluran
Zakat Fitrah berupa beras dalam kemasan 3 kg – 5 kg diserahkan secara langsung kepada warga masyarakat yang membutuhkan, lansia, serta pihak-pihak yang berhak menerima di lingkungan sekitar kantor.
5. Rangkaian Acara
Kegiatan diawali dengan simbolis penyerahan zakat oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan kepada perwakilan penerima. Selanjutnya, proses pembagian dilakukan secara tertib oleh petugas dan ibu-ibu DWP. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan khidmat dan lancar, mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
6. Penutup
Semoga penyaluran Zakat Fitrah ini membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dan memberikan manfaat nyata bagi para penerima manfaat.
Pahami Lebih Dalam: Pengertian & Makna Zakat Fitrah
Zakat Fitrah secara bahasa berasal dari kata "Zakat" yang berarti suci, tumbuh, berkah, dan terpuji; serta "Fitrah" yang merujuk pada asal kejadian atau kesucian jiwa. Secara istilah, Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim (laki-laki, perempuan, dewasa, maupun bayi) pada bulan Ramadan menjelang Idul Fitri.
1. Makna Spiritual: Penyempurna Ibadah
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, termasuk saat berpuasa. Mungkin ada ucapan yang kurang terjaga atau pikiran yang melenceng. Zakat Fitrah berfungsi sebagai "penambal" atau pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor selama bulan Ramadan. Dengan berzakat, seseorang kembali ke fitrahnya—suci dan bersih.
2. Makna Sosial: Jembatan Kemanusiaan
Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (Hablum Minallah), tetapi juga hubungan antarmanusia (Hablum Minannas). Makna terdalam dari Zakat Fitrah adalah memastikan bahwa pada hari raya Idul Fitri, tidak ada satu pun umat Muslim yang kelaparan. Zakat ini menjamin kebahagiaan menjadi milik bersama, bukan hanya milik mereka yang mampu secara ekonomi.
3. Filosofi Berbagi dalam Islam
Zakat mengajarkan kita bahwa di dalam harta yang kita miliki, terdapat hak orang lain. Dengan menyalurkan zakat secara langsung di lingkungan kantor atau tempat tinggal, kita sedang menanamkan nilai empati. Ini adalah bentuk redistribusi kekayaan yang paling dasar agar roda ekonomi tetap berputar di tingkat masyarakat paling bawah.
4. Hukum dan Ketentuan
Hukum Zakat Fitrah adalah Wajib (Fardhu 'Ain) bagi yang memiliki kelebihan makanan untuk sehari semalam. Ukurannya adalah satu sha' (sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter) bahan makanan pokok setempat (di Indonesia umumnya beras). Waktu terbaik untuk mengeluarkannya adalah sejak awal Ramadan hingga sebelum salat Idul Fitri dilaksanakan.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 22 | 13-03-2026 | Menindaklanjuti Surat dari Dharmawanita Kabupaten Lamongan, tanggal 10 Maret 2026, nomor : 13/Skr/Dwp.Kab.Lmg/III/2026, perihal : Undangan Pleno yang akan dilaksanakan pada Hari Jum'at 13 Maret 2026 yang akan dilaksanakan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, dengan peserta semua OPD dan Kecamatan se - Kabupaten Lamongan yang diwakili oleh Ibu Ketua Dharmawanita dan Sekretaris. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan diwakili oleh Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan yaitu Ibu Annis Moh. Chaidir Annas dan Ibu Annisafitri Romadhona. Acara dibuka oleh Ibu Ketua Dharmawanita Kabupaten Lamongan yaitu Ibu Dariyani Moh. Nalikan, beliau menyampaikan PERTAMA - TAMA MARILAH KITA MEMANJATKAN RASA SYUKUR KEHADIRAT ALLAH SWT KARENA ATAS LIMPAHAN RAHMAT, TAUFIK DAN HIDAYAH-NYA PADA HARI INI KITA BERSAMA-SAMA DAPAT HADIR PADA PERTEMUAN RUTIN PLENO TIM PENGGERAK PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DAN DHARMA WANITA PERSATUAN SE KABUPATEN LAMONGAN DALAM KEADAAN SEHAT WAL’AFIAT. TAK LUPA SHOLAWAT SERTA SALAM TETAP TERCURAH KEPADA JUNJUNGAN KITA NABI BESAR MUHAMMAD SAW. ATAS SURI TAULADANNYA KEPADA KITA SEKALIAN. ADA HAL YANG INGIN SAYA SAMPAIKAN : 1. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1447 H ; 2. UCAPAN TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI DALAM KEGIATAN RAMADHAN BERKAH BERBAGI TAKJIL YANG BERLANGSUNG KURANG LEBIH 28 HARI ; 3. IBU – IBU DAN KELUARGA YANG MAU MUDIK LEBARAN JANGAN LUPA UNTUK TETAP MENJAGA KESELAMATAN SELAMA BERKENDARA, SEBELUM BERANGKAT DIPASTIKAN PULA KONDISI RUMAH AMAN BAGI IBU IBU KETUA DWP KEMARIN YANG SUDAH PESAN BATIK DWP TERBARU, BISA DIAMBIL DI MEJA DAFTAR HADIR ; DEMIKIAN SAMBUTAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, KURANG LEBIHNYA SAYA MOHON MAAF, SAYA AKHIRI WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 23 | 14-03-2026 | Kegiatan Pleno TP.PKK dan DWP Kabupaten Lamongan pada tanggal 14 Maret 2026 bertempat di Pendopo Lokatantra kabupaten Lamongan, pada kesempatan ini Ibu Ketua TP.PKK Kabupaten Lamongan menyampaikan beberapa hal antara lain :
TP.PKK Kab. bekerja sama dengan Dinas Sosial akan melaksanakan penyerahan bantuan permakanan (sembako) sebanyak 620 paket, terdiri dari 100 paket untuk lansia untuk kecamatan Ngimbang dan 520 untuk penyandang disabilitas, kegiatan simbolis dilaksanakan di Kecamatan Babat pada hari senin tanggal 16 Maret 2026. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN NGIMBANG |
| 24 | 17-03-2026 | Pada Senen tanggal enambelas bulan Maret 2026, Musholah “Baiturrahman” Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan mengadakan buka puasa bersama atau dikenal dengan istilah Bukber. Bukber diikuti oleh seluruh pegawai DKPP beserta Dharma Wanita Persatuan, yang mana diikuti langsung oleh Ibu Ketua Ritta Halalliyah Mugito. Selain ketua DWP DKPP, hadir pula wakil ketua DWP, Ibu Elli Bakhrudun Zuhry, serta anggota DWP dari kecamatan atau BPP yakni Ibu Iffah, Ibu Siffa dari BPP Turi serta Ibu Nisa dari BPP Karangbinangun.
Istilah Buka Bareng adalah budaya di Indonesia yang diadakan pada waktu menjelang waktu berbuka puasa. Buka Puasa sebagai suatu kegiatan sosial makan bersama saat buka puasa (iftar). Bukber sendiri merupakan singkatan dari "buka bersama".Buka bersama merujuk pada kegiatan makan bersama saat berbuka puasa, biasanya dilakukan bersama keluarga, teman, atau kolega. Bukber adalah tradisi sosial yang populer di Indonesia dan beberapa negara islam selama bulan Ramadan, yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi. Bukber bukan sebuah kewajiban, tetapi sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan beberapa negara islam.
Tradisi buka bersama memiliki akar yang mendalam dalam sejarah Islam. Buka bersama sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW di mana sudah menjadi suatu kebiasaan yang dianjurkan. Nabi Muhammad selalu berbuka dengan para Sahabat dan selalu memastikan bahwa tidak ada sahabat yang berbuka sendirian jika masih ada makanan untuk dibagikan. Walaupun dikisahkan ketika berbuka di rumah Nabi dan dihidangkan secara sederhana seperti kurma dan air, tetapi Kebersamaan itulah yang membuat momen yang berharga.
Dr. Hamidulloh menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sering berbuka puasa bersama para sahabatnya dan menganjurkannya untuk saling berbagi makanan sebagai simbol solidaritas kepada sesama. Rasulullah bahkan bersabda:
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
Berangkat dari sejarah bukber sudah ada sejak zaman Nabi, bahwa Buka Bersama bukan sekadar tradisi namun bukber juga menjadi ladang pahala bagi orang yang memberi makan orang berpuasa. Masjid-masjid besar seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ribuan orang duduk berjejer untuk berbuka bersama, saling berbagi makanan dan keberkahan.
Buka puasa bersama juga menjadi momen bagi umat Islam dari berbagai latar belakang untuk memberikan kebahagiaan dan rezeki dengan sesama. Tradisi ini mengajarkan pentingnya berempati dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Hidangan buka puasa bersama akan bervariasi sesuai dengan keragaman budaya dan kuliner di masing-masing daerah. Di beberapa tempat, sajian kolak yang manis tampak tak pernah absen dari meja makan. Sementara di negara Timur Tengah, ada nasi biryani, kebab, atau baklava sebagai makanan penutup.
Buka puasa juga sering kali didukung oleh lembaga pemerintah, LSM, dan badan amal, serta televisi, radio, pers dan media sosial. Selain keunikan dan maknanya yang mendalam, alasan ini juga yang membuat iftar diputuskan dan diterima menjadi Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.
Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu tradisi yang selalu dinantikan selama bulan suci ini adalah buka bersama. Kegiatan buka puasa bersama bukan hanya sekadar menikmati hidangan setelah seharian berpuasa, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, berbagi rezeki, dan mempererat hubungan sosial. Baik dilakukan bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja, buka puasa bersama keluarga menghadirkan kehangatan dan kebersamaan yang penuh makna.
Kita akan membahas lebih dalam tentang pentingnya buka bersama, berbagai menu buka bersama yang sehat dan bergizi, serta bagaimana doa buka puasa bersama dapat meningkatkan keimanan dan keberkahan dalam hidup. Kami juga akan mengaitkan konsep ini dengan pentingnya perencanaan keuangan yang sesuai syariah, termasuk perlindungan melalui asuransi syariah, agar momen kebersamaan ini semakin bermakna.
Makna dan Keutamaan Buka Bersama dalam Islam
Dalam Islam, berbuka puasa adalah momen yang dianjurkan untuk dilakukan bersama-sama. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala bagi mereka yang berbagi makanan saat berbuka puasa. Oleh karena itu, buka puasa bersama keluarga maupun dengan teman-teman menjadi salah satu cara terbaik untuk memperoleh keberkahan Ramadan. Selain itu, berbuka puasa bersama juga dapat mempererat hubungan sosial dan mengajarkan nilai-nilai kepedulian serta kebersamaan.
Menu Buka Bersama yang Sehat dan Bergizi
Saat berbuka puasa, penting untuk memilih menu buka bersama yang sehat dan bergizi agar tubuh tetap bugar selama Ramadan. Berikut beberapa rekomendasi makanan yang bisa disajikan saat buka puasa bersama:
1. Kurma dan Air Putih – Sesuai sunnah Rasulullah, berbuka dengan kurma memberikan energi instan dan mengandung serat yang baik untuk pencernaan.
2. Buah-buahan Segar – Seperti semangka, melon, dan pisang yang membantu menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
3. Sup Hangat – Seperti sup ayam atau sup sayur yang mudah dicerna dan memberikan nutrisi yang lengkap.
4. Protein Sehat – Daging ayam, ikan, atau tahu dan tempe untuk membantu memperbaiki jaringan tubuh.
5. Karbohidrat Kompleks – Nasi merah, kentang, atau roti gandum untuk memberikan energi yang tahan lama.
6. Minuman Herbal – Teh jahe atau air infused dengan lemon dan mint untuk membantu pencernaan.
Selain memilih makanan sehat, penting juga untuk menghindari makanan yang terlalu berminyak dan tinggi gula agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari masalah pencernaan atau lonjakan gula darah yang berlebihan.
Doa Buka Puasa Bersama untuk Menambah Keberkahan
Selain menikmati hidangan, doa buka puasa bersama menjadi bagian penting dalam momen berbuka. Membaca doa bersama sebelum berbuka dapat memperkuat rasa syukur dan meningkatkan keberkahan dalam hidup.
Berikut adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
"Allahumma inni laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizq-ika-aftartu, birahmatika ya arhamar rahimin."
Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa karena-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”
Membiasakan membaca doa ini saat buka puasa bersama keluarga dapat menjadi amalan yang mendidik anak-anak tentang pentingnya bersyukur dan mengandalkan Allah dalam segala aspek kehidupan.
Buka bersama (bukber) adalah tradisi sosial populer di Indonesia saat Ramadan untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga, teman, atau kolega melalui makan bersama saat iftar. Kegiatan ini diperbolehkan dalam Islam, membawa berkah, meningkatkan kebersamaan, dan disarankan tetap menjaga kewajiban salat.
Ide dan Konsep Buka Bersama:
• Potluck (Bawa Makanan Sendiri): Unik, menghemat biaya, dan kreatif.
• Restoran/Kafe: Praktis, cocok untuk reuni teman lama atau rekan kerja.
• Di Rumah/Rumah Ibadah: Lebih hangat, intim, dan khusyuk.
• Challenge Budget:
Konsep bukber dengan batas anggaran tertentu.
• Rundown Acara: Agar tertata, susun agenda yang melibatkan tausiyah singkat, buka bersama, salat magrib berjamaah, dan sesi berbagi cerita.
Tips Sukses Bukber:
1. Pilih lokasi yang strategis dan nyaman.
2. Lakukan reservasi terlebih dahulu untuk menghindari antrean panjang.
3. Pastikan menu makanan bervariasi dan sehat.
4. Jaga etika berbuka dan tetap utamakan salat.
Program: HUMAS Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 25 | 13-03-2026 | Pada hari Jumat, 13 Maret 2026, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Pleno Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang diikuti oleh para pengurus TP PKK serta Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan, Ibu Noni Amilda Joko Raharto, yang turut mengikuti jalannya rapat pleno bersama para peserta lainnya.
Rapat pleno ini dilaksanakan sebagai sarana koordinasi dan penyampaian berbagai informasi program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh TP PKK Kabupaten Lamongan, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut disampaikan beberapa agenda penting yang menjadi perhatian bersama.
Salah satu materi yang disampaikan dalam rapat pleno adalah mengenai penyaluran bantuan permakanan atau sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut berjumlah sebanyak 620 paket yang diperuntukkan bagi lansia di Kecamatan Ngimbang sebanyak 100 paket serta penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Lamongan. Beberapa kecamatan penerima bantuan di antaranya Babat, Bluluk, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung, dan Turi. Bantuan tersebut dapat diambil pada hari pelaksanaan rapat dan selanjutnya disalurkan kepada penerima sesuai dengan BNBA sasaran yang telah tercantum dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penyerahan bantuan secara simbolis direncanakan akan dilaksanakan di Kecamatan Babat pada hari Senin, 16 Maret 2026.
Selain itu, dalam rapat pleno juga diinformasikan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadan. Beberapa kegiatan tersebut meliputi penyaluran bantuan kepada 46 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pelaksanaan bakti sosial melalui kegiatan Infaq Subuh di panti asuhan, kegiatan buka puasa bersama dengan 360 penyandang disabilitas, serta kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat rasa kebersamaan di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan informasi terkait program GENTING periode kedua bagi beberapa kecamatan penerima yaitu Kecamatan Babat, Kalitengah, Sekaran, dan Bluluk. Pada periode ini, terdapat kebijakan cuti pemberian bantuan selama tujuh hari yang akan diganti dengan pemberian beras dan uang. Selain itu, diminta agar dilakukan dokumentasi perkembangan balita secara rutin melalui pengambilan foto setiap hari secara detail untuk mendukung pemantauan program.
Rapat pleno juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan Capacity Building bagi Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Lamongan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta pemahaman para pengurus dalam menjalankan program-program PKK di wilayah masing-masing.
Di akhir penyampaian materi, para peserta rapat juga diinformasikan mengenai agenda Open House Lebaran Bupati Lamongan yang akan dilaksanakan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, sehingga diharapkan seluruh undangan dapat turut hadir untuk mempererat tali silaturahmi.
Melalui pelaksanaan rapat pleno ini diharapkan seluruh organisasi dan pengurus yang terlibat, termasuk Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan, dapat terus bersinergi dan berpartisipasi aktif dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan serta kegiatan pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Program: Rapat Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 26 | 13-03-2026 | Pada hari Jumat, 13 Maret 2026, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Pleno Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Lamongan, pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Endah Ismawati Sugeng Widodo, beserta Sekretaris turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan program organisasi. Kegiatan rapat pleno berlangsung dengan tertib, lancar, serta penuh suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Effendi, yang didampingi oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Cana Dirham Akbar Aksara, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan. Dalam arahannya disampaikan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat peran organisasi dalam mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya selama bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri. Selanjutnya disampaikan beberapa informasi dan pembahasan dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Dalam kesempatan tersebut disampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan. Selain itu, pengurus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan Ramadhan Berkah Berbagi Takjil yang telah berlangsung kurang lebih selama 28 hari selama bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Menjelang Hari Raya Idulfitri, seluruh anggota yang akan melaksanakan perjalanan mudik juga diimbau untuk senantiasa menjaga keselamatan selama berkendara serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Dalam kesempatan yang sama diinformasikan pula kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan OPD yang sebelumnya telah melakukan pemesanan batik terbaru Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan bahwa batik tersebut sudah dapat diambil di meja daftar hadir yang telah disediakan oleh panitia. Pada kesempatan yang sama, Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan juga menyampaikan beberapa informasi terkait pelaksanaan program kegiatan organisasi. Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan akan melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan permakanan berupa paket sembako sebanyak 620 paket yang terdiri dari 100 paket untuk lansia dan 520 paket untuk penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Lamongan. Penyaluran bantuan tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan data penerima yang tercantum dalam BNBA dan DTSEN, dengan penyerahan secara simbolis yang direncanakan dilaksanakan di Kecamatan Babat pada hari Senin, 16 Maret 2026. Selain itu, disampaikan pula undangan kepada seluruh hadirin untuk dapat menghadiri kegiatan Open House Lebaran Bupati Lamongan yang akan dilaksanakan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan sebagai ajang silaturahmi dalam rangka perayaan Hari Raya Idulfitri. Dalam rapat pleno tersebut juga disampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan selama bulan Ramadan tahun 2026, antara lain penyaluran bantuan kepada 46 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), kegiatan bakti sosial dan infaq subuh di panti asuhan, kegiatan buka bersama dengan 360 penyandang disabilitas, serta kegiatan berbagi takjil selama bulan Ramadan. Selanjutnya disampaikan pula informasi terkait pelaksanaan program GENTING periode kedua bagi beberapa kecamatan penerima program, yaitu Kecamatan Babat, Kalitengah, Sekaran, dan Bluluk. Selama masa cuti pemberian bantuan selama tujuh hari, bantuan akan diberikan dalam bentuk beras dan uang, serta diminta agar dilakukan dokumentasi berupa foto balita setiap hari secara detail sebagai bagian dari pelaporan kegiatan program. Pada akhir penyampaian materi, Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan juga menginformasikan rencana kegiatan Peningkatan Capacity Building bagi Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Lamongan yang akan dilaksanakan secara bertahap pada bulan April 2026 dengan beberapa kelompok peserta dan destinasi kegiatan yang telah ditentukan. Melalui pelaksanaan rapat pleno ini diharapkan seluruh pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK serta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dapat terus meningkatkan koordinasi, memperkuat sinergi antarorganisasi, serta berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan berbagai program sosial kemasyarakatan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 27 | 16-03-2026 | SENIN, 16 MARET 2026 AKSI SOSIAL PENYALURAN VOUCHER RAMADHAN DI LINGKUNGAN SEKITAR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
I. Kepedulian sosial yang paling utama adalah yang dimulai dari lingkungan terdekat. Sebagai bentuk nyata dari semangat "Ramadhan Berbagi", pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan melanjutkan rangkaian kegiatan penyaluran bantuan berupa voucher kepada masyarakat yang beraktivitas di seputaran kantor kedinasan.
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan perhatian bagi warga sekitar yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem kehidupan sehari-hari di lingkungan Dinas Pendidikan.
Zakat fitrah merupakan salah satu pilar penting dalam ibadah di bulan suci Ramadhan yang berfungsi sebagai pembersih jiwa bagi yang berpuasa dan penyambung tali asih bagi mereka yang membutuhkan. Sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab moral terhadap sesama, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan melaksanakan aksi sosial berupa pembagian voucher zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerimanya di titik-titik strategis wilayah Lamongan.
Penyaluran zakat fitrah wajib dilakukan sebelum salat Idulfitri kepada golongan yang berhak (terutama fakir miskin) untuk menyucikan diri dan membantu kebutuhan pokok mereka, dengan besaran 2,5 kg atau 3,5 liter beras/makanan pokok per jiwa, atau uang setara. Penyaluran dapat melalui amil zakat resmi (BAZNAS/LAZ) atau secara langsung.
Ketentuan dan Cara Penyaluran Zakat Fitrah:
Penerima Zakat (Mustahik): Prioritas utama adalah fakir dan miskin agar mereka dapat merayakan Idulfitri dengan layak.
Waktu Penyaluran: Paling utama adalah setelah subuh di hari raya hingga sebelum salat Idulfitri. Namun, diperbolehkan menyalurkan sejak awal Ramadan.
Melalui Lemb. Amil Zakat/Masjid: Menggunakan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid atau lembaga resmi (BAZNAS) memastikan distribusi lebih tepat sasaran dan terorganisir.
Penyaluran Langsung: Memberikan langsung kepada fakir miskin di lingkungan sekitar, baik berupa makanan pokok maupun uang.
Bentuk Zakat: Beras seberat 2,5-3 kg per jiwa atau setara dengan uang yang berlaku di daerah setempat.
II. Penyaluran zakat ini bukan sekadar rutinitas menggugurkan kewajiban agama, namun memiliki makna yang sangat mendalam:
Penyucian Jiwa dan Hati (Tazkiyatun Nafs):
Secara teologis, zakat fitrah berfungsi untuk membersihkan diri dari segala kekhilafan, perkataan yang tidak bermanfaat, atau perbuatan sia-sia selama menjalankan ibadah puasa. Dengan berbagi, anggota DWP diajak untuk melepaskan keterikatan berlebih pada materi dan menumbuhkan sifat ikhlas.
Manifestasi Keadilan Sosial:
Zakat adalah instrumen Islam dalam menciptakan keseimbangan ekonomi. Melalui voucher ini, terjadi redistribusi kesejahteraan dari kelompok masyarakat yang berkecukupan kepada mereka yang sedang dalam kesulitan. Hal ini memastikan bahwa kegembiraan hari raya Idul Fitri dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Menumbuhkan Empati dan Solidaritas:
Turunnya ibu-ibu pengurus DWP langsung ke jalanan untuk menemui para tukang becak, pedagang kecil, dan masyarakat kurang mampu menumbuhkan rasa empati yang nyata. Hal ini mengingatkan bahwa di balik keberhasilan organisasi, terdapat tanggung jawab sosial untuk selalu menoleh dan membantu sesama yang berada di lingkungan sekitar.
Mempererat Silaturahmi Antar Elemen Masyarakat:
Aksi ini menjadi jembatan komunikasi antara instansi pemerintah (Dinas Pendidikan) melalui organisasi kewanitaannya dengan masyarakat luas. Kehadiran DWP di ruang publik memberikan citra positif bahwa aparatur dan keluarganya hadir untuk melayani dan berbagi.
III. "MEMULIAKAN TETANGGA DAN LINGKUNGAN"
Penyaluran voucher yang dilakukan di sekitar area kantor ini membawa pesan filosofis yang sangat kuat:
Peka Terhadap Lingkungan Terdekat:
Seringkali kita melihat jauh ke luar, namun lupa pada mereka yang setiap hari berada di depan mata kita. Dengan menyasar area seputaran kantor, DWP menunjukkan komitmen untuk menjadi "tetangga yang baik" bagi masyarakat sekitar. Hal ini membangun hubungan emosional yang harmonis antara instansi pemerintah dengan warga lokal.
Apresiasi bagi Pejuang Jalanan:
Para tukang becak dan pekerja harian adalah sosok yang tangguh namun sering terlupakan. Pemberian voucher ini merupakan bentuk penghormatan atas kegigihan mereka dalam mencari nafkah di tengah teriknya matahari saat menjalankan ibadah puasa.
Membumikan Peran DWP:
Melalui interaksi langsung di jalanan (seperti yang terlihat dalam dokumentasi), pengurus DWP tidak hanya hadir secara administratif, tetapi hadir secara fisik dan hati di tengah masyarakat. Ini membuktikan bahwa organisasi wanita ini memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan tidak eksklusif.
Efek Domino Kebaikan:
Kebaikan yang dilakukan secara terbuka namun santun ini diharapkan dapat menginspirasi pihak lain di sekitar lingkungan Pemda untuk melakukan hal serupa, sehingga tercipta gerakan kolektif dalam meringankan beban sesama menjelang hari raya.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 28 | 16-03-2026 | SENIN, 16 MARET 2026 PENYALURAN VOUCHER ZAKAT FITRAH KELUARGA BESAR DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
I. Zakat fitrah merupakan salah satu pilar penting dalam ibadah di bulan suci Ramadhan yang berfungsi sebagai pembersih jiwa bagi yang berpuasa dan penyambung tali asih bagi mereka yang membutuhkan. Sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab moral terhadap sesama, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan melaksanakan aksi sosial berupa pembagian voucher zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerimanya di titik-titik strategis wilayah Lamongan.
Penyaluran zakat fitrah wajib dilakukan sebelum salat Idulfitri kepada golongan yang berhak (terutama fakir miskin) untuk menyucikan diri dan membantu kebutuhan pokok mereka, dengan besaran 2,5 kg atau 3,5 liter beras/makanan pokok per jiwa, atau uang setara. Penyaluran dapat melalui amil zakat resmi (BAZNAS/LAZ) atau secara langsung.
Ketentuan dan Cara Penyaluran Zakat Fitrah:
Penerima Zakat (Mustahik): Prioritas utama adalah fakir dan miskin agar mereka dapat merayakan Idulfitri dengan layak.
Waktu Penyaluran: Paling utama adalah setelah subuh di hari raya hingga sebelum salat Idulfitri. Namun, diperbolehkan menyalurkan sejak awal Ramadan.
Melalui Lemb. Amil Zakat/Masjid: Menggunakan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid atau lembaga resmi (BAZNAS) memastikan distribusi lebih tepat sasaran dan terorganisir.
Penyaluran Langsung: Memberikan langsung kepada fakir miskin di lingkungan sekitar, baik berupa makanan pokok maupun uang.
Bentuk Zakat: Beras seberat 2,5-3 kg per jiwa atau setara dengan uang yang berlaku di daerah setempat.
II. Penyaluran zakat ini bukan sekadar rutinitas menggugurkan kewajiban agama, namun memiliki makna yang sangat mendalam:
Penyucian Jiwa dan Hati (Tazkiyatun Nafs):
Secara teologis, zakat fitrah berfungsi untuk membersihkan diri dari segala kekhilafan, perkataan yang tidak bermanfaat, atau perbuatan sia-sia selama menjalankan ibadah puasa. Dengan berbagi, anggota DWP diajak untuk melepaskan keterikatan berlebih pada materi dan menumbuhkan sifat ikhlas.
Manifestasi Keadilan Sosial:
Zakat adalah instrumen Islam dalam menciptakan keseimbangan ekonomi. Melalui voucher ini, terjadi redistribusi kesejahteraan dari kelompok masyarakat yang berkecukupan kepada mereka yang sedang dalam kesulitan. Hal ini memastikan bahwa kegembiraan hari raya Idul Fitri dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Menumbuhkan Empati dan Solidaritas:
Turunnya ibu-ibu pengurus DWP langsung ke jalanan untuk menemui para tukang becak, pedagang kecil, dan masyarakat kurang mampu menumbuhkan rasa empati yang nyata. Hal ini mengingatkan bahwa di balik keberhasilan organisasi, terdapat tanggung jawab sosial untuk selalu menoleh dan membantu sesama yang berada di lingkungan sekitar.
Mempererat Silaturahmi Antar Elemen Masyarakat:
Aksi ini menjadi jembatan komunikasi antara instansi pemerintah (Dinas Pendidikan) melalui organisasi kewanitaannya dengan masyarakat luas. Kehadiran DWP di ruang publik memberikan citra positif bahwa aparatur dan keluarganya hadir untuk melayani dan berbagi.
III. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, 16 Maret 2026, dengan menyisir beberapa lokasi yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat:
Sekitar Putaran Kantor Pemda dan Alon-Alon Lamongan:
Sasaran utama di lokasi ini adalah para pekerja jalanan, petugas kebersihan, dan tukang becak yang sedang mencari nafkah di pusat kota.
Pasar Tingkat Lamongan:
Di area ini, voucher dibagikan kepada para pedagang kecil dan buruh panggul yang membutuhkan dukungan menjelang hari raya.
Area TPU dekat RSUD dr. Soegiri:
Lokasi ini dipilih untuk menyasar masyarakat sekitar yang memiliki keterbatasan ekonomi, memberikan secercah kebahagiaan bagi mereka yang berada di sekitar lingkungan fasilitas publik.
Dalam pelaksanaannya, ibu-ibu pengurus DWP berinteraksi langsung dengan penerima manfaat, menyampaikan santunan dengan penuh keramahan, yang mencerminkan nilai-nilai kesantunan dan kepedulian organisasi.
IV. SASARAN DAN HASIL
Kegiatan ini berhasil menyalurkan voucher zakat fitrah kepada sejumlah warga yang membutuhkan. Respons masyarakat sangat positif; banyak penerima yang merasa terbantu dan mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Keluarga Besar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
V. PENUTUP
Penyaluran zakat fitrah oleh DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan ini diharapkan dapat menjadi amal jariyah bagi seluruh anggota dan membawa keberkahan bagi organisasi. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi unit kerja lainnya untuk selalu peduli terhadap kondisi sosial di Kabupaten Lamongan.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 29 | 11-03-2026 | Rabu, 11 Maret 2026 BUKA PUASA BERSAMA KELUARGA BESAR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
I. Bulan Suci Ramadhan bukan sekadar momentum untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah spiritual untuk mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antar sesama. Pada hari Selasa, 11 Maret 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan "Buka Puasa Bersama" yang melibatkan seluruh karyawan, karyawati, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Bulan Suci Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah yang istimewa bagi umat Islam, diwajibkan puasa sebulan penuh, penuh berkah, pengampunan, dan diturunkannya Al-Qur'an. Ini adalah momen untuk meningkatkan ketakwaan, bersedekah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan pahala yang dilipatgandakan Puasa Ramadhan: Umat Islam menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari, bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan kesabaran.
Keutamaan Bulan: Bulan ini penuh keberkahan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.
Malam Lailatul Qadar: Malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan, umumnya jatuh pada 10 malam terakhir Ramadhan.
Amalan Utama: Memperbanyak membaca Al-Qur'an, shalat tarawih/tahajud, sedekah, dan memberi makan orang berbuka puasa.
Ramadhan 2026 (1447 H): Berdasarkan informasi, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, menurut Kementerian Agama
Kegiatan ini dilaksanakan dengan semangat kebersamaan di lingkungan kantor, menciptakan suasana yang hangat di tengah padatnya rutinitas kedinasan.
Buka bersama (bukber) adalah tradisi Ramadan untuk menyantap hidangan berbuka secara kolektif, yang bermakna mendalam sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta berbagi kebahagiaan dengan keluarga, teman, maupun komunitas. Lebih dari sekadar makan, bukber menjadi momen bersyukur dan memperkuat persaudaraan.
Berikut adalah beberapa makna penting dari kegiatan buka bersama:
Mempererat Silaturahmi: Menjadi ajang untuk kembali bertemu dengan teman lama, rekan kerja, atau sanak saudara yang jarang dijumpai.
Solidaritas dan Berbagi: Mencerminkan rasa peduli sesama, terutama melalui berbagi makanan, baik dengan kerabat maupun kaum yang membutuhkan.
Meningkatkan Rasa Kekeluargaan: Momen ini menciptakan suasana hangat dan meningkatkan rasa kekompakan, baik dalam lingkup keluarga maupun kelompok sosial.
Ibadah dan Syukur: Merupakan wujud syukur atas nikmat berbuka puasa setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari.
Merawat Tradisi: Menjadi bagian dari budaya populer di Indonesia yang memperkaya kebersamaan di bulan suci Ramadan.
II. Buka bersama ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan memiliki makna yang jauh lebih dalam bagi organisasi:
Simbol Kesetaraan dan Kerukunan
Duduk bersila bersama di atas karpet (lesehan) tanpa batasan sekat jabatan melambangkan kesetaraan. Di hadapan Tuhan, seluruh elemen organisasi—mulai dari pimpinan hingga staf—adalah satu kesatuan yang saling membutuhkan.
Mempererat "Chemistry" Organisasi
Di luar urusan administrasi dan tugas kantor, momen ini menjadi ruang komunikasi informal. Melalui obrolan ringan di meja makan, terjalin kedekatan emosional yang nantinya akan berdampak positif pada koordinasi dan kerja tim dalam melayani dunia pendidikan di Lamongan.
Wujud Syukur dan Keikhlasan
Penggunaan busana bernuansa putih oleh para anggota DWP dan staf mencerminkan simbol kesucian hati dan keikhlasan dalam menjalankan amanah sebagai abdi negara.
Sinergi Dharma Wanita Persatuan (DWP)
Kehadiran pengurus DWP menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan peran aktif organisasi wanita sangat krusial dalam menjaga keseimbangan antara profesionalisme kerja dan keharmonisan rumah tangga para pegawai.
III. Acara dimulai menjelang waktu magrib, diisi dengan tausiyah singkat yang menyejukkan hati, mengingatkan kembali akan pentingnya nilai BerAKHLAK dalam bekerja. Saat azan berkumandang, seluruh hadirin membatalkan puasa secara serentak, dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah.
Suasana keakraban sangat terasa saat sesi makan bersama. Hidangan yang disajikan menjadi berkah tersendiri yang dinikmati dengan penuh rasa syukur. Foto bersama yang dilakukan di depan latar belakang resmi menjadi dokumentasi sejarah perjalanan organisasi di tahun 2026 ini.
IV. Kegiatan Buka Bersama ini sukses dilaksanakan dan memberikan energi baru bagi seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Semoga semangat kebersamaan ini tidak hanya berhenti di meja makan, tetapi terus terbawa dalam semangat kerja memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Lamongan.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 30 | 12-03-2026 | Pada tanggal 13 Maret 2026 Pukul 08.00 WIB, telah dilaksanakan Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Ketua dan Ibu Wakil Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, dan seluruh Ibu - ibu unsur pelaksana Dharma Wanita Persatuan OPD se Kabupaten Lamongan dan Ibu - Ibu Penggerak PKK Kecamatan se Kabupaten Lamongan. pertemuan pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan diawali dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh peserta dapat hadir dalam keadaan sehat untuk mengikuti pertemuan rutin bersama Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Lamongan. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi umat manusia.
Selanjutnya disampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah kepada seluruh anggota dan keluarga. Pimpinan juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi para anggota dalam kegiatan Ramadhan Berkah berbagi takjil yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 28 hari sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri disampaikan imbauan kepada para anggota yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, Pada kesempatan tersebut juga diinformasikan bahwa batik Dharma Wanita Persatuan yang sebelumnya telah dipesan oleh para ketua dapat diambil di meja daftar hadir. Sambutan diakhiri dengan harapan agar kebersamaan dan kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat, serta disertai permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN |
| 31 | 13-03-2026 | Pertemuan Dharma Wanita Persatuan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Dalam pertemuan Dharma Wanita tersebut memungkinkan membahas, berdiskusi, dan meninjau kemajuan dan pencapaian berbagai program Dharma Wanita Persatuan. Salah satu tujuan pertemuan Dharma Wanita ini adalah untuk menyusun strategi dan merencanakan kegiatan dan inisiatif masa depan. Hal tersebut penting untuk memastikan Dharma Wanita Persatuan terus memberikan dampak positif terhadap semua anggota Dharma Wanita Persatuan dan juga masyarakat sekitar. Pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026 Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan melaksanakan pertemuan rutin Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan di Pendopo Lokatantra. Selanjutnya memasuki acara inti yakni rapat pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan dan diikuti dengan menyanyikan lagu mars TP PKK, mars Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan. Acara dibuka oleh ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ibu Anis Kartika YES. Beliau menyampaikan dalam rangka menjelang bulan ramadhan selamat menunaikan ibadah puasa dan mengucapkan terimakasih atas antusias ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan dalam pelaksanaan bagi-bagi takjil. Selanjutnya penyampaian sambutan oleh ketua Dharma Wanita Persatuan kabupaten lamongan yakni Ibu Puji Dariyani Nalikan. Ibu Puji menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H Selamat menjalankan Ibadah Puasa, 10 hari terakhir. Monggo dikencangkan ikat pinggangnya. Semoga mndapat Lailatul Qodar; ucapan terima kasih atas partisipasi dalam kegiatan ramadhan berkah berbagi takjil yang berlangsung kurang lebih 28 hari ; 3. ibu – ibu dan keluarga yang mau mudik lebaran jangan lupa untuk tetap menjaga keselamatan berkendara, sebelum selama berangkat dipastikan pula kondisi rumah aman ; 4. bagi ibu ibu ketua dwp kemarin yang sudah pesan batik Dharma Wanita Persatuan terbaru, bisa diambil di meja daftar hadir. Bantuan Sosial dari Infaq Shubuh dari Ibu-ibu ketua Dharma Wanita Persatuan, semoga bermanfaat apa yang sudah kita berikan dan Ibu Puji menymapaikan himbauan untuk Disempatkan untuk bisa ikut Open House, agar bisa saling Silaturahmi. Program: Rapat Pelaksana: DINAS LINGKUNGAN HIDUP |
| 32 | 13-03-2026 | Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Nurul Arif Bakhtiar bersama Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Evi Moch. Zamroni beserta Sekretaris Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan mengikuti kegiatan Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 13 Bulan Maret Tahun 2026 di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Penyelenggara Rapat Pleno ini adalah Bidang Sekretariat Dharma Wanita Kabupaten Lamongan. Rapat Pleno ini diadakan rutin setiap bulan dengan peserta Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Seluruh OPD Kabupaten Lamongan. Kegiatan Pleno PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan diawali dengan menyanyikan lagu Marsk PKK, Hymne Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan. Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan di pimpin oleh Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Effendi S.Kep. Ners, MEK., didampingi oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Cana Dirham Akbar Aksara, SE beserta jajaran pengurus TP PPK Kabupaten dan DWP Persatuan Kabupaten Lamongan. Dalam sambutannya Ibu Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Cana Dirham Akbar Aksara, SE, beliau menyampaikan : 1. Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan akan melaksanakan Penyerahan Bantuan Permakanan (Sembako) sebanyak 620 paket. 100 paket untuk lansia 100 orang dan 520 untuk penyandang disabilitas; 2. Bapak Ibu hadirin dapat hadir pada Open House Lebaran Bupati Lamongan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan; 3. Terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan Ramadan Tahun 2026; 4. Diinformasikan untuk Kecamatan Penerima program GENTING Periode kedua (Babat, Kalitengah, Sekaran dan Bluluk) untuk cuti pemberian bantuan selama 7 hari akan diberikan beras dan uang. Selanjutnya foto pada balita setiap hari dan setiap anak secara detail. Dalam sambutannya Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan, beliau menyampaikan : 1. Selamat menunaikan ibadah Ramadan 1447 H/2026 M. Semoga Ramadan ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, menambah keimanan, serta memberi kesempatan bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik; 2. Terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam kegiatan Ramadhan Berkah Berbagi Takjil Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan . Takjil yang dibagikan berupa nasi bungkus dan air mineral sejumlah 200 porsi setiap harinya; 3. Terima kasih juga disampaikan atas kerjasamanya pada kegiatan bulan Ramadan ini Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan melaksanakan Bakti Sosial dengan memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada warga yang membutuhkan dan diserahkan secara langsung kepada penerima bantuan ke rumah masing-masing; 4. Pemerintah Kabupaten Lamongan akan mengadakan Open House Idul Fitri 1447 H bertempat di Pendopo Lokantantra. Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan dapat hadir dalam kegiatan tersebut; 5. Ibu-ibu dan keluarga yang mau mudik lebaran, jangan lupa untuk tetap menjaga keselamatan selama berkendara, sebelum berangkat dipastikan pula kondisi rumah aman. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN KEMBANGBAHU |
| 33 | 13-03-2026 | Pada hari Jumat, Tanggal 13 Maret 2026 dilaksanakan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan dan TP PKK yang dihadiri oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan OPD se-Kabupaten Lamongan dan anggota TP PKK se-Kecamatan Lamongan. Dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ibu Anis Kartikawati S.Kep. Ners., MEK. dan Ketua Dharmawanita Persatuan se-Kabupaten Lamongan Ibu Puji Dariyani Moh. Nalikan S.M. Hasil dari kegiatan tersebut adalah penyampaian ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Dilaksanakan kegiatan bakti sosial melalui pembagian infak subuh kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Tikung, Kembangbahu, Mantup, Babat, dan Kedungpring sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan Dharma Wanita Persatuan mengadakan kegiatan open house yang dilaksanakan di Pendopo Lokatantra sebagai sarana mempererat silaturahmi antar anggota serta masyarakat. Dharma Wanita Persatuan juga menyampaikan bahwa batik terbaru DWP telah tersedia untuk anggota sebagai bentuk identitas dan kebersamaan dalam organisasi. Demikian laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan ini disampaikan. Diharapkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempererat kebersamaan dan silaturahmi antar anggota. Program: Rapat Pelaksana: RSUD KARANGKEMBANG |
| 34 | 13-03-2026 | Lamongan - Ibu ketua Dharma Wanita persatuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menghadiri pertemuan rutin TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan bertempat di Pendopo Lokatantra (Jum'at, 13/03/2026).
Sambutan ibu ketua DWP
- Terimakasih untuk pembagian takjil di pendopo lokantrata
- pengurus DWP sudah melaksanakan bakti sosial dan berkunjung ke kec.tikung, Kembangbahu, Kedungpring dari infak subuh
- mohon di sempatkan hadir diacara open house di pendopo setelah sholat id
- Kemaren sudah ada batik baru DWP, untuk pleno bulan depan di usahakan memakai batik baru DWP Program: Rapat Pelaksana: DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH |
| 35 | 16-03-2026 | Dalam rangka meningkatkan sumber daya anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan sebagai pendamping suami dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara, maka Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan mengadakan pertemuan rutin Rapat Pleno bagi DWP OPD yang dilaksanakan bulan Maret 2026 diselenggarakan pada Jumat (13 Maret 2025) bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Dalam pengarahannya Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Puji Dariani Moh. Nalikan mennyampaikan terimakasih kepada ibu-ibu anggota DWP Kabupaten dan Kecamatan yang telah melaksanakan kegiatan DWP di masing-masing tempat dengan semangat dan ihlas selama setahun pada tahun lalu. “Kami sampaikan terimakasih kepada ibu-ibu semua yang telah melaksanakan kegiatan pada tahun 2025, walau dengan susah payah akhirnya kita bisa melewati tahun 2025 dengan sukses” papar ibu yang akrab dipanggil bu Nalikan ini.
Bu Nal menyampaikan terimakasih juga kepada ibu-ibu yang sudah mendapatkan jadwal pembagian takjil selama bulan ramadhan dengan semangat. Semoga apa yang sudah kita salurkan bisa meringankan beban masyarakat Lamongan. “Terimakasih kami sampaikan kepada ibu-ibu baik kecamatan maupun OPD sudah melaksanakan bagi takjil yang dilaksanakan di halaman pendopo Lokatantra Lamongan tiuap sore, walau setiap sore hujan ibu-ibu tetap semangat” papar Bu Nalikan.
Memasuki era globalisasi dan era digital diseluruh bidang kegiatan di Indonesia yang berkembang sangat cepat, maka bentuk pelaporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan pun semakin berkembang dari system pelaporan FLPPK dan FDT menjadi system pelaporan online dengan system e-Reporting, dimana system ini dapat di akses langsung melalui sarana internet. “Sejak tahun 2024 DWP Kabupaten Lamongan sudah menggunakan e-reporting dalam pelaporan kegiatan DWP, dan pelaporan ini berjenjang. Dua tahun lalu Kabupaten Lamongan masuk 10 besar pelaporan e-reporting tingkat Jawa Timur” tambah Bu Puji Nalikan.
Bu Puji Nalikan melanjutkan, “Pertemuan rapat pleno ini disamping untuk membina dan mempererat tali silaturahim antara pengurus dan anggota DWP, juga untuk membahas berbagai program kerja DWP yang akan terlaksana di tahun 2026. Kami juga menyampaikan banyak terimakasih atas partisipasinya dalam rangka bulan Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan sudah melaksanakan Bakti Sosial di kecamatan bersama pengurus DWP Kabupaten”.
Sementara dalam sambutannya ibu yang biasa dipanggil bu Nalikan ini menyampaikan Dharma Wanita Persatuan adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Pegawai Negeri Sipil RI dengan kegiatan yang bergerak dalam bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya serta tidak harus mendukung program Presiden RI yakni Astacita.
“Tujuan organisasi Dharma Wanita adalah mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota. dan dharma wanita persatuan agar aktivitas dharma wanita persatuan perlu terus dikembangkan ke arah pemberdayaan organisasi dan mengutamakan pembinaan sumber daya manusia (SDM), seperti mengadakan pelatihan-pelatihan untuk anggota DWP, sehingga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari pengurus dan anggota DWP”Ungkapnya.
Pertemuan yang diikuti oleh sekitar seratus orang ini berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 36 | 13-03-2026 | Pada hari Jumat, tanggal 13 Maret 2026. Pukul : 08.00 WIB s.d. 12.00 WIB. Bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Acara : Rapat Pleno TP. PKK dan DWP Kabupaten Lamongan. Rapat dihadiri oleh seluruh kepala dan perwakilan anggota Dharma Wanita OPD dan Kecamatan sebanyak kurang lebih 100 orang. Rapat Pleno dipimpin oleh Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Efendi. Pembahasan Rapat : 1. TP PKK bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk membagikan 620 paket sembako. Pembagian sembako merupakan aksi sosial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu, lansia, yatim piatu, dan pejuang keluarga dengan memberikan bahan pokok seperti beras, minyak, dan gula. 2. Undangan Open house akan dilaksanakan saat Hari Raya Idul Fitri/ Hari lebaran. Sehingga diharapkan pengurus maupun anggota DWP dapat hadir bersama untuk menjalin silaturahmi. Open house Lebaran adalah tradisi membuka pintu rumah untuk menyambut siapa saja (keluarga, tetangga, kerabat) yang datang berkunjung saat Hari Raya Idul Fitri, sebagai ajang silaturahmi, halal bihalal, dan saling memaafkan, di mana tuan rumah biasanya menyediakan hidangan khas Lebaran. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, keterbukaan, dan mempererat persaudaraan. 3. Kegiatan selama bulan ramadhan diantaranya: a. penyaluran bantuan kepada 46 lansia, b. buka bersama dengan 360 orang penyandang disabilitas, c. bakti sosial infaq subuh panti asuhan, d. berbagi takjil selama bulan ramadhan. 4. program genting yaitu kegiatan masak atau program berupa makanan akan dihentikan dulu selama 7 hari dan akan diberikan dalam bentuk beras dan uang. 5. Kegiatan capacity building (pengembangan kapasitas) adalah proses terstruktur untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan perilaku individu, tim, maupun organisasi guna mencapai tujuan secara efektif. Aktivitas ini sering berfokus pada motivasi, kerja sama tim (teamwork. Kegiatan capacity building terbagi menjadi 4 grup, grup 1 akan dilaksanakan di Malang tanggal 2 april 2026, grup 2 akan dilaksanakan di tulungagung tanggal 14 april 2026, grup 3 akan dilaksanakan di Magetan tanggal 11 april 2026, grup 4 akan dilaksanakan di Pasuruan tanggal 18 april 2026. Tujuan utama dari kegiatan capacity building adalah untuk meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai, memperkuat sinergi dan kolaborasi tim, membangun citra diri dan potensi individu, serta meningkatkan kemampuan adaptasi organisasi. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah yang dianggap suci dan paling mulia bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam wajib melaksanakan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam dan meningkatkan ketaqwaan. untuk itu 10 hari terakhir ramadhan digencarkan ibadahnya agar mendapatkan malam lailatul qodar. Program: Rapat Pelaksana: BADAN PENDAPATAN DAERAH |
| 37 | 08-03-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD dr. Soegiri kembali menunjukkan komitmennya dalam mempererat kebersamaan dan menumbuhkan nilai-nilai spiritual melalui kegiatan buka puasa bersama yang dilaksanakan pada dua kesempatan, yaitu Minggu, 1 Maret 2026 dan Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid As Syifa yang berada di lingkungan rumah sakit di Kabupaten Lamongan, dengan suasana yang hangat, khidmat, dan penuh kekeluargaan.
Sejak sore hari, suasana masjid tampak lebih ramai dari biasanya. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari banyak pasien dan keluarga pasien yang tengah menjalani perawatan. Mereka turut hadir untuk merasakan kebersamaan di bulan suci Ramadan. Kehadiran pasien dan keluarga pasien menambah nuansa haru sekaligus memperkuat makna kepedulian sosial dalam kegiatan tersebut.
Acara diawali dengan tausiyah Ramadan yang menyampaikan pesan tentang kesabaran, keikhlasan, dan pentingnya saling menguatkan dalam setiap keadaan. Dalam suasana yang penuh ketenangan, para peserta menyimak dengan saksama setiap pesan yang disampaikan. Bagi para pasien dan keluarga pasien, momen ini menjadi penguat batin di tengah proses penyembuhan dan pendampingan yang sedang dijalani.
Menjelang waktu berbuka, doa bersama dipanjatkan dengan harapan agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, tenaga kesehatan senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas, serta seluruh keluarga besar rumah sakit selalu dalam lindungan dan keberkahan. Ketika azan Maghrib berkumandang, suasana kebersamaan terasa semakin hangat saat hidangan berbuka dinikmati bersama tanpa sekat, mencerminkan nilai persaudaraan dan kepedulian.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah di Masjid As Syifa. Rangkaian acara yang sederhana namun penuh makna ini menjadi wujud nyata kepedulian Dharma Wanita RSUD Dr. Soegiri terhadap lingkungan rumah sakit, tidak hanya dalam lingkup internal organisasi, tetapi juga kepada pasien dan keluarga yang membutuhkan dukungan moral dan spiritual.
Melalui kegiatan buka bersama ini, diharapkan semangat kebersamaan dan empati terus tumbuh di lingkungan RSUD Dr. Soegiri. Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa saling peduli, sehingga rumah sakit tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang berbagi kehangatan dan harapan.
Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 38 | 13-03-2026 | DWP RSUD Dr. Soegiri Hadiri Pertemuan Rutin Rapat Pleno DWP Kabupaten Lamongan
Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Dr. Soegiri turut berpartisipasi dalam kegiatan Pertemuan Rutin Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 bertempat di Pendopo Lokatantra Kab. Lamongan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan sebagai sarana koordinasi, silaturahmi, serta penguatan peran organisasi dalam mendukung program pembangunan daerah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pertemuan pleno tersebut membahas program kegiatan sosial dan kepedulian selama bulan Ramadan. Beberapa program yang disampaikan antara lain penyaluran bantuan kepada 46 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), kegiatan buka puasa bersama dengan 360 orang penyandang disabilitas, pelaksanaan bakti sosial infaq subuh di panti asuhan, serta kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat selama bulan Ramadan. Selain itu, dalam rapat juga dipaparkan rencana penyaluran bantuan permakanan berupa 620 paket sembako yang akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan.
Kegiatan rapat pleno ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, yaitu Ibu Anis Yuhronur Efendi, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ibu Cana Dirham Aksara. Turut hadir pula Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Moh Nalikan, bersama jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh ibu-ibu Ketua Unit Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Lamongan, ibu-ibu Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan se-Kabupaten Lamongan, serta seluruh tamu undangan yang berbahagia.
Melalui pertemuan rutin rapat pleno ini diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) dapat semakin mempererat tali silaturahmi, memperkuat koordinasi antarunit organisasi, serta meningkatkan sinergi dalam melaksanakan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Momentum bulan suci Ramadan juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial, semangat berbagi, serta kontribusi nyata Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Partisipasi Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen organisasi dalam mendukung program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Melalui kolaborasi yang baik antar instansi dan organisasi perempuan di lingkungan pemerintah daerah, diharapkan berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Lamongan.
Program: Rapat Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 39 | 13-03-2026 | Pada hari Jumat, tanggal 13 Maret 2026, telah dilaksanakan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan yang dirangkaikan dengan pertemuan Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan dan dihadiri oleh Ibu Ketua serta para Sekretaris Dharma Wanita Persatuan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Pertemuan berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan menjadi wadah koordinasi serta silaturahmi antaranggota organisasi.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ibu Hj. Anis Kartika Yuhronur Efendi selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan berbagai program kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan oleh TP PKK Kabupaten Lamongan, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Beliau menyampaikan bahwa TP PKK Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan berupa paket permakanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Total bantuan yang disalurkan mencapai 620 paket, yang terdiri dari 100 paket untuk lanjut usia (lansia) dan 520 paket untuk penyandang disabilitas. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar serta meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Selain itu, beliau juga menyampaikan rencana kegiatan open house Lebaran yang akan diselenggarakan di Pendopo. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat Kabupaten Lamongan.
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, TP PKK Kabupaten Lamongan juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Salah satunya adalah penyaluran bantuan kepada 46 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang berada di Kabupaten Lamongan. Selain itu, akan diselenggarakan kegiatan buka bersama dengan 360 orang penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan yang penuh berkah ini.
Kegiatan lainnya yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan adalah bakti sosial melalui program infaq subuh yang disalurkan ke panti asuhan. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbagi serta membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yang berada di panti asuhan. Selain itu, TP PKK juga melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial selama menjalankan ibadah puasa.
Beliau juga menyampaikan mengenai program Genting yang dilaksanakan di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Babat, Kalitengah, Sekaran, dan Bluluk. Program ini dilaksanakan selama tujuh hari dengan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa beras serta bantuan uang tunai guna membantu meringankan kebutuhan mereka.
Selain berbagai kegiatan sosial tersebut, TP PKK Kabupaten Lamongan juga akan melaksanakan kegiatan capacity building bagi para Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kemampuan dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing.
Setelah sambutan dari Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan selama bulan Ramadhan, khususnya kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Beliau juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk meningkatkan ibadah, khususnya dengan memperbanyak kegiatan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Momentum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meningkatkan kualitas spiritual masing-masing anggota.
Selain itu, beliau juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan infaq subuh yang akan dilaksanakan di empat kecamatan. Program ini diharapkan dapat terus menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan Dharma Wanita Persatuan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan juga mengimbau kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan open house Lebaran yang akan diselenggarakan di Pendopo. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antara anggota Dharma Wanita Persatuan, pemerintah daerah, serta masyarakat Kabupaten Lamongan.
Di akhir sambutannya, beliau juga menyampaikan bahwa batik Dharma Wanita Persatuan telah dibagikan kepada para anggota. Diharapkan batik tersebut dapat menjadi identitas sekaligus simbol kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan.
Pertemuan rutin ini berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi antaranggota Dharma Wanita Persatuan dan TP PKK Kabupaten Lamongan semakin kuat sehingga berbagai program organisasi dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH |
| 40 | 13-03-2026 | Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
Bidang : Sekretariat
Program Kerja Sekretariat : Penataan Organisasi/Manajemen
Penataan Organisasi/Manajemen : Sosialisasi/ Konsolidasi
Kegiatan program :
1. Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
2. Hari/tanggal : Jum’at, 13 Maret 2026
3. Waktu : 08.00 s/d selesai
4. Tempat : Pendopo lokantantra
5. Pakaian :Seragam Dharma Wanita persatuan
6. Peserta : ibu ketua Dharma wanita persatuan beserta sekretaris
7. Penyampaian :
Ada bantuan pemakanan :
-Lansia kecamatan ngimbang 100
-Open house : bapak ibu hadirin dapat hadir pada open house lebaran bupati kabupaten lamongan
- kegiatan bulan ramadhan: penyaluran bantuan kepada 46 lksa, buka bersama 360 orang
Ibu puji dariani nalika menyampaikan:
Yth. Ibu yuhronur efendi
Yth. Ibu dirham aksara
Yth. Ibu ibu kepala opd beserta sekretaris
Ibu ibu yang saya sampaikan selamat menunaikan ibadah puasa. Ibadah dikencangkan malam lailatul qodar insyallah kita mendapatkannya.
Terimakasih melaksanakan pembagian takjil setiap sore mendapat berkah bagi kita semua
Pengurus dharma wanita persatuan melakukan sosial dari infaq subuh kecamatan juga dilakukan seperti itu kita jadi tau betapa terharunya kita luar biasa. Semoga apa yang disalurkan bisa menjadi ladang pahala bagi kita semua. Aamiin Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: PERUMDA PDAM KABUPATEN LAMONGAN |
| 41 | 13-02-2026 | Kegiatan Pertemuan Pleno Dharmawanita Persatuan dan TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesehatan Keluarga) yang dilaksanakan Tanggal Pelaksanaan 13-02-2026 Tempat:Pendopo Lokantantra Kabupaten Lamongan. Diikuti oleh seluruh anggota Sharmawanita Persatuan OPD se Kabupaten Lamongan dan anggota TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Lamongan yang di pimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ibu Anis Kartikawati, S.Kep., Ners., MEK. dan Ketua Dharmawanita Persatuan Ibu Puji Dariyani Moh. Nalikan, S.M. Hasil dari kegiatan tersebut adalah Pembahasan evaluasi terkait pembagian takjil tahun 2025 diharapkan tahun 2026 takjil berupa nasi bungkus dan air mineral gelas agar meminimalisir tumpah Dharmawanita Persatuan kabupaten lamongan akan mengadakan bagi-bagi takjil tahun 2026 khusus hari minggu pembagian takjil berupa 3 pcs mie instan. Tahun 2026 takjil berupa nasi bungkus dan air mineral sejumlah 200 yang sudah terbungkus dalam 1 kresek agar memudah pembagian Petugas dari masing-masing OPD hadir dalam pelaksanaan pukul 15.00 di depan gerbang pendopo Dharmawanita Persatuan Kabupaten lamongan mengadakan bakti sosial dengan memberikan sembako dan uang kepada warga yang membutuhkan dan akan diserahkan secara langsung kepada penerima bantuan ke rumah masing-masing. Demikian laporan hasil rapat kegiatan rapat pleno dharmawanita dan TP PKK se kabupaten lamongan pada tanggal 13 Februari 2026 kami sampaikan. Program: Rapat Pelaksana: RSUD KARANGKEMBANG |
| 42 | 09-01-2026 | Kegiatan Pertemuan Pleno Dharmawanita Persatuan dan TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesehatan Keluarga) yang dilaksanakan pada tanggal 09 Januari 2026 di Pendopo Lokantantra Kabupaten Lamongan yang diikuti oleh seluruh anggota Dharmawanita Persatuan OPD Se-Kabupaten Lamongan dan anggota TP PKK Kecamatan Se-Kabupaten Lamongan yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ibu Anis Kartikawati S.Kep., Ners., MEK. dan Ketua Dharmawanita Persatuan Ibu Puji Dariyani Moh. Nalikan, S.M. Hasil dari kegiatan tersebut adalah
Penyampaian ucapan selamat tahun baru oleh Ibu Dharmawanita Persatuan Kabupaten Lamongan semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan harapan yang belum terwujud di tahun 2025 segera terwujud di tahun 2026. ucapan selamat kepada ibu -ibu yang suaminya telah dilantik untuk menduduki jabatan sebagai kepala OPD baru maupun yang alih tugas. Telah terkumpul iuran tahun Dharmawanita Persatuan. Pada Bulan Ramadhan akan dilaksanakan pembagian takjil dengan jumlah nasi bungkus dan air mineral sebanyak 200 porsi setiap hari yang dilaksanakan selama bulan Ramdhan. Demikian laporan kegiatan rapat Pleno Dharmawanuita Persatuan dan TP PKK Se-Kabupaten Lamongan kami sampaiakan. Program: Rapat Pelaksana: RSUD KARANGKEMBANG |
| 43 | 12-03-2026 | Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah program pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dengan menyediakan bahan pangan pokok di bawah harga pasar, sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga terjangkau. Program ini merupakan kerja sama antara pemerintah, produsen pangan, distributor, petani, dan kelompok tani untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang wajar, serta untuk mengendalikan inflasi.
Tujuan Utama GPM
• Menstabilkan Harga dan Pasokan Pangan:
GPM bertujuan menekan inflasi dan fluktuasi harga bahan pangan pokok seperti beras, gula, minyak, telur, dan sayuran.
• Memastikan Aksesibilitas Pangan:
Program ini memastikan masyarakat, terutama yang berpenghasilan menengah ke bawah, dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Cara Kerja
• Memangkas Rantai Distribusi:
GPM menyelenggarakan kegiatan dengan menjual produk pangan langsung dari petani, kelompok tani, atau distributor ke masyarakat. Ini memperpendek rantai pasokan, yang membuat harga jual lebih murah dibandingkan di pasar tradisional.
• Penyediaan Beragam Komoditas:
Berbagai jenis bahan pangan pokok dijual, termasuk beras, minyak goreng, gula, telur, daging, bawang merah, bawang putih, dan sayuran.
• Pelaksanaan di Berbagai Lokasi:
GPM sering diadakan di berbagai lokasi di tingkat kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat.
Manfaat bagi Masyarakat
• Pengurangan Beban Keuangan: Masyarakat dapat menghemat pengeluaran untuk pembelian bahan pangan pokok.
• Meningkatkan Ketahanan Gizi: Dengan harga yang lebih terjangkau, keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizinya tanpa terbebani harga pasar yang tinggi.
• Solusi Jangka Pendek dan Panjang: Selain memberikan bantuan langsung, GPM juga berkontribusi pada pembangunan sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan inklusif untuk jangka panjang.
Jelang Hari Raya Idul Fitri, harga pangan cenderung mengalami kenaikan. Guna menjaga stabilisasi harga khususnya di masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan dalam hal ini di ampu oleh Bidang Ketahanan Pangan menyelenggarakan Gelar Pangan Murah (GPM) pada Rabu, tanggal 11 Maret 2026 dilaksanakan di Kelurahan Desa Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.
“Jadi memang penyelenggaraan pasar murah ini adalah salah satu upaya Pemerintahan Kabupaten Lamongan untuk menjaga stabilitas pasokan juga harga. Sebenarnya, tidak hanya Kecamatan Paciran, tetapi turut digelar di sejumlah titik lokasi yang mudah dijangkau masyarakat dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan dalam rangka Ramadhan dan menyambut hari Raya Idul Fitri tahun 2026” ujar Hendro selaku Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan. Hendro mengatakan bahwa dengan adanya GPM diharapkan dapat berperan memperpendek rantai pasok dengan mendekatkan sumber produksi pangan, sehingga mudah diakses masyarakat dengan harga terjangkau. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau, terutama menjelang Idul Fitri.
Seperti yang tampak, gelaran GPM ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat sekitar karena harga yang dipatok jauh lebih murah dari harga pasar. Warga tampak antusias mengikuti aktifitas berbelanja yang diadakan oleh DKPP.
“Harga yang diberikan jauh lebih murah dengan kualitas produk yang bagus sehingga banyak warga berbondong-bondong hadir untuk berbelanja langsung. Selain itu, kami berharap kegiatan Gelar Pangan Murah dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Lamongan,” ujar Nia yang juga anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang didukung Badan Pangan Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau, terutama pada tahun ini.
“Trend permintaan bahan pangan memang biasanya mengalami kenaikan jelang hari besar. Karena itu, kita bantu masyarakat dengan memfasilitasi melalui Gelar Pangan Murah di beberapa lokasi mendekatkan ke masyarakat,” ungkap Nia.
Dalam kegiatan GPM ini, DKPP menjual berbagai komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat, terutama bahan pangan pokok/strategis.
Program: HUMAS Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 44 | 10-03-2026 | Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka secara langsung Kontes Lele Lamongan (Kolela) yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 serta Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia di Lamongan. Kegiatan tersebut digelar di Lamongan Sport Center pada Minggu (8/3).
Dalam kesempatan itu, Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat potensi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, ikan lele tidak hanya menjadi komoditas perikanan, tetapi juga telah menjadi identitas serta penggerak ekonomi masyarakat Lamongan.
“Lele merupakan bagian dari sejarah Lamongan yang mencerminkan kegesitan dan keuletan. Ikan ini menjadi simbol kebangkitan masyarakat Lamongan karena banyak warga menggantungkan mata pencahariannya dari budidaya maupun usaha kuliner berbahan lele,” ujarnya.
Ia menilai, karakter ikan lele yang gesit dan tangguh juga menggambarkan semangat masyarakat Lamongan dalam bekerja serta bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Lebih lanjut, ia berharap kontes lele yang baru pertama kali digelar tersebut dapat menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat identitas Lamongan sebagai daerah penghasil sekaligus pusat kuliner lele, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, kontes lele perdana ini menjadi awal agar Lamongan semakin dikenal hingga tingkat dunia,” tambahnya.
Kontes lele tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lamongan. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko, mengatakan bahwa kontes lele Lamongan menjadi agenda puncak dalam rangkaian kegiatan HPN 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan acara awarding.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk semakin mengenalkan ikan lele sebagai produk khas Lamongan kepada masyarakat luas, sekaligus menegaskan posisi Lamongan sebagai daerah yang identik dengan kuliner pecel lele.
“Ikan lele merupakan ikon khas Lamongan yang menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga. Tidak sedikit masyarakat Lamongan yang merantau ke berbagai daerah dengan membuka usaha pecel lele, sehingga kami ingin memperkenalkannya lebih luas kepada generasi penerus,” jelasnya.
Dalam kontes lele perdana ini, para peserta menampilkan kualitas ikan lele terbaik hasil budidaya mereka. Berdasarkan penilaian dewan juri, Toni dari Kecamatan Plosowahyu berhasil meraih Juara I dengan total nilai 10.220 kg. Juara II diraih Panji dari Sugio dengan nilai 9.975 kg, sedangkan Juara III diraih Ahmad Ihsan dari Mantup dengan nilai 7.575 kg.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan potensi sektor perikanan serta kuliner khas Lamongan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain kontes dengan memperlombakan berat ikan, juga diisi festival menyet lele yang nantinya bisa dijadikan santapan ketika waktu berbuka puasa tiba. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Ibu Ritta Halalliyah Mugito mengikuti ulek bersama ibu-ibu OPD se Kabupaten Lamongan bersama Wakil Ketua DWP DKPP Ibu Elly Bakhrudin. Ulek lele bersama berlangsung seru, dan hasil ulekan digunakan untuk buka puasa bersama-sama se GOR Lamongan.
Program: Perayaan Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 45 | 10-03-2026 | Puluhan peserta mengikuti ajang Fashion Wastra Competition dalam rangka Festival Ramadhan Meriah 2026 yang digelar di Gedung Sports Center Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mempromosikan batik khas Lamongan kepada masyarakat.
Festival yang digelar selama bulan Ramadan ini menghadirkan berbagai kategori lomba, salah satunya fashion wastra competition yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan. Salah satu kategori yang menarik perhatian yakni kategori big size.
Sebanyak 24 peserta ibu-ibu tampil percaya diri memperagakan busana muslim berbahan batik khas Lamongan di atas karpet merah. Meski tidak seperti model profesional, penampilan mereka tetap mendapat sambutan meriah dari warga yang menyaksikan acara tersebut.
Salah satu peserta, Hartiwi, mengaku sangat antusias mengikuti lomba ini. Meski baru pertama kali ikut serta, ia berhasil meraih juara ketiga. Hartiwi mengatakan keikutsertaannya dalam ajang tersebut juga sebagai bentuk upaya melestarikan budaya batik Lamongan kepada generasi muda.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Kabupaten Lamongan, Ibu Ritta Halalliiyah Mugito yag didampingi oleh Sekretaris Ny. Hanik Afifah menghadiri Fashion yang diadakan sore sekaligus ngabuburit.
Ajang Fashion Wastra Competition yang menjadi bagian dari Festival Ramadhan Meriah 2026 di Gedung Sports Center Lamongan, Jawa Timur, sukses menarik perhatian puluhan peserta. Acara yang digelar sepanjang bulan Ramadan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai upaya strategis untuk mempromosikan batik khas Lamongan ke khalayak luas, termasuk melalui kategori yang inklusif seperti "big size".
Antusiasme Tinggi pada Fashion Wastra Competition 2026
Festival Ramadhan Meriah 2026 di Lamongan tidak hanya menyuguhkan kegiatan keagamaan, tetapi juga gelaran budaya yang berakar pada kekayaan lokal. Salah satu sorotan utama adalah Fashion Wastra Competition, yang membuka pintu bagi berbagai lapisan masyarakat untuk unjuk kebolehan dalam mengenakan dan memamerkan busana berbahan batik. Kategori "big size" menjadi bukti nyata komitmen panitia untuk merangkul semua kalangan, memberikan ruang bagi ibu-ibu untuk tampil percaya diri.
Sebanyak 24 peserta ibu-ibu tampil memukau di atas karpet merah, memperagakan busana muslim rancangan mereka yang didominasi batik khas Lamongan. Meskipun bukan model profesional, keberanian dan keanggunan mereka dalam melenggak-lenggok diiringi tepuk tangan meriah dari para penonton yang memadati lokasi acara. Keikutsertaan mereka mencerminkan antusiasme yang tinggi terhadap pelestarian budaya lokal.
Inklusi dan Pelestarian Budaya Batik Lamongan
Salah satu peserta yang berhasil meraih juara ketiga, Hartiwi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan. "Ini pertama kalinya saya ikut lomba seperti ini, rasanya luar biasa bangga bisa tampil dan bahkan meraih juara," ujarnya. Bagi Hartiwi, partisipasinya dalam ajang Fashion Wastra Competition 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah bentuk dedikasi untuk menjaga kelestarian batik Lamongan.
"Saya berharap, melalui kegiatan seperti ini, generasi muda juga semakin tertarik dan sadar akan pentingnya melestarikan warisan budaya batik kita. Batik Lamongan punya keunikan tersendiri yang patut dibanggakan," tambah Hartiwi. Inisiatif seperti ini sangat krusial dalam menjaga agar batik khas daerah tetap relevan dan dicintai oleh generasi penerus.
Tren busana muslim yang memadukan unsur tradisional dengan gaya modern terus berkembang pesat. Fashion Wastra Competition 2026 di Lamongan ini menjadi contoh bagaimana batik daerah dapat diangkat menjadi sebuah karya fashion yang elegan dan anggun, bahkan dalam konteks busana muslim. Penggunaan batik sebagai bahan utama busana muslim menunjukkan fleksibilitas dan daya tarik motif lokal yang tak lekang oleh waktu.
Kategori "big size" dalam kompetisi ini juga sejalan dengan tren global yang semakin mengedepankan body positivity dan inklusivitas dalam dunia fashion. Hal ini membuktikan bahwa keindahan dan keanggunan tidak mengenal batasan ukuran tubuh, dan batik Lamongan mampu menjelma menjadi pilihan busana yang mempesona bagi siapa saja.
Tips Memilih dan Merawat Batik Lamongan
Bagi Anda yang tertarik untuk mengoleksi atau mengenakan batik Lamongan, berikut beberapa tips praktis:
Memilih Batik Lamongan yang Tepat
• Perhatikan Motif: Batik Lamongan memiliki ciri khas motif yang unik, seringkali terinspirasi dari alam seperti flora, fauna, atau motif geometris yang khas. Kenali motif-motif tradisional seperti motif Kangkung Setingkes atau motif Pring Sedapur.
• Kualitas Bahan: Pilih bahan yang nyaman di kulit, seperti katun primisima atau sutra, terutama untuk busana muslim yang akan dikenakan dalam waktu lama.
• Warna: Batik Lamongan seringkali menggunakan warna-warna cerah dan kontras, namun ada juga motif dengan sentuhan warna yang lebih kalem. Pilih sesuai selera dan acara.
Merawat Koleksi Batik
• Pencucian: Hindari mencuci batik dengan mesin cuci. Gunakan tangan dengan sabun lerak atau sampo bayi. Jangan direndam terlalu lama.
• Penjemuran: Jemur batik di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung untuk menjaga warnanya agar tidak cepat pudar.
• Penyimpanan: Lipat batik dengan rapi dan simpan di lemari. Hindari penggunaan kapur barus yang dapat merusak serat kain. Jika memungkinkan, gantung batik menggunakan gantungan kayu agar tidak kusut.
Alternatif dan Solusi Promosi Batik Daerah
Fashion Wastra Competition adalah salah satu dari sekian banyak cara efektif untuk mempromosikan batik daerah. Alternatif lain yang bisa dipertimbangkan untuk menjaga keberlangsungan industri batik antara lain:
• Kolaborasi dengan Desainer Lokal dan Nasional: Menggandeng desainer untuk menciptakan koleksi kontemporer berbahan batik Lamongan.
• Platform E-commerce: Memanfaatkan platform online untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional.
• Edukasi Budaya: Mengadakan workshop atau pameran interaktif yang menjelaskan sejarah dan filosofi di balik motif batik Lamongan.
• Pengembangan Digital: Membuat konten digital menarik seperti video tutorial styling batik atau virtual exhibition.
Fashion Wastra Competition 2026 di Lamongan membuktikan bahwa batik daerah memiliki potensi besar untuk terus eksis dan dicintai. Dengan sentuhan kreativitas, inklusivitas, dan strategi promosi yang tepat, batik Lamongan tidak hanya menjadi warisan budaya yang dijaga, tetapi juga menjadi tren fashion yang membanggakan di tahun 2026 dan seterusnya.
Program: Perayaan Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 46 | 06-03-2026 | Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah program pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dengan menyediakan bahan pangan pokok di bawah harga pasar, sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga terjangkau. Program ini merupakan kerja sama antara pemerintah, produsen pangan, distributor, petani, dan kelompok tani untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang wajar, serta untuk mengendalikan inflasi.
Tujuan Utama GPM
• Menstabilkan Harga dan Pasokan Pangan:
GPM bertujuan menekan inflasi dan fluktuasi harga bahan pangan pokok seperti beras, gula, minyak, telur, dan sayuran.
• Memastikan Aksesibilitas Pangan:
Program ini memastikan masyarakat, terutama yang berpenghasilan menengah ke bawah, dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Cara Kerja
• Memangkas Rantai Distribusi:
GPM menyelenggarakan kegiatan dengan menjual produk pangan langsung dari petani, kelompok tani, atau distributor ke masyarakat. Ini memperpendek rantai pasokan, yang membuat harga jual lebih murah dibandingkan di pasar tradisional.
• Penyediaan Beragam Komoditas:
Berbagai jenis bahan pangan pokok dijual, termasuk beras, minyak goreng, gula, telur, daging, bawang merah, bawang putih, dan sayuran.
• Pelaksanaan di Berbagai Lokasi:
GPM sering diadakan di berbagai lokasi di tingkat kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat.
Manfaat bagi Masyarakat
• Pengurangan Beban Keuangan: Masyarakat dapat menghemat pengeluaran untuk pembelian bahan pangan pokok.
• Meningkatkan Ketahanan Gizi: Dengan harga yang lebih terjangkau, keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizinya tanpa terbebani harga pasar yang tinggi.
• Solusi Jangka Pendek dan Panjang: Selain memberikan bantuan langsung, GPM juga berkontribusi pada pembangunan sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan inklusif untuk jangka panjang.
Jelang Hari Raya Idul Fitri, harga pangan cenderung mengalami kenaikan. Guna menjaga stabilisasi harga khususnya di masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan dalam hal ini Balai Penyuluhan Pertanian sebagai kepanjangan tangan Dinas di Kecamatan menyelenggarakan Gelar Pangan Murah (GPM) pada Selasa, tanggal 24 Februari 2026 di Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan.
“Jadi memang penyelenggaraan pasar murah ini adalah salah satu upaya Pemerintahan Kabupaten Lamongan dan BPP Kecamatan Pucuk bekerjasama dengen Pemerintahan Kecamatan untuk menjaga stabilitas pasokan juga harga. Sebenarnya, tidak hanya Kecamatan Pucuk, tetapi turut digelar di sejumlah titik lokasi yang mudah dijangkau masyarakat dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan dalam rangka Ramadhan dan menyambut hari Raya Idul Fitri tahun 2026. Penyuluh Pertanian Lapangan, Lutfi mengatakan bahwa dengan adanya GPM diharapkan dapat berperan memperpendek rantai pasok dengan mendekatkan sumber produksi pangan, sehingga mudah diakses masyarakat dengan harga terjangkau. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau, terutama menjelang Idul Fitri.
Seperti yang tampak, gelaran GPM ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat sekitar karena harga yang dipatok jauh lebih murah dari harga pasar. Warga tampak antusias mengikuti aktifitas berbelanja yang diadakan oleh DKPP.
“Harga yang diberikan jauh lebih murah dengan kualitas produk yang bagus sehingga banyak warga berbondong-bondong hadir untuk berbelanja langsung. Selain itu, kami berharap kegiatan Gelar Pangan Murah dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Lamongan,” ujar Lutfi yang juga anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang didukung Badan Pangan Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau, terutama pada tahun ini.
“Tren permintaan bahan pangan memang biasanya mengalami kenaikan jelang hari besar. Karena itu, kita bantu masyarakat dengan memfasilitasi melalui Gelar Pangan Murah di beberapa lokasi mendekatkan ke masyarakat,” ungkap Lutfi.
Dalam kegiatan GPM ini, DKPP menjual berbagai komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat, terutama bahan pangan pokok/strategis.
Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 47 | 05-03-2026 | Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan Gelar Buka Bersama
Lamongan – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan di bulan suci Ramadan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Dr. Soegiri Lamongan menggelar kegiatan buka puasa bersama internal pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Cokro, Lamongan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antar anggota, membangun rasa kebersamaan, serta menjadi momentum untuk saling berbagi dan meningkatkan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan organisasi.
Sejak sore hari, para anggota DWP telah mulai berdatangan. Suasana keakraban langsung terasa ketika saling menyapa dan berbincang santai sambil menunggu waktu berbuka puasa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan yang selama ini terjalin melalui berbagai kegiatan organisasi.
Sebelum waktu berbuka tiba, rangkaian acara diawali dengan sambutan dari wakil ketua Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan buka bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas antaranggota serta mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan DWP.
Selain itu, bulan Ramadan juga diharapkan dapat menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung berbagai kegiatan organisasi. Para anggota diharapkan dapat terus menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan dalam setiap program yang dijalankan oleh Dharma Wanita Persatuan.
Memasuki waktu berbuka puasa, seluruh peserta bersama-sama menikmati hidangan yang telah disediakan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat saat para anggota saling berbagi cerita dan pengalaman dalam suasana santai namun tetap penuh makna.
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan berharap dapat terus mempererat tali silaturahmi antaranggota serta menumbuhkan rasa kebersamaan yang semakin kuat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan kekeluargaan di lingkungan DWP RSUD Dr. Soegiri Lamongan dapat terus terjalin dengan baik dan harmonis.
Acara buka bersama internal tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan hingga selesai. Para anggota berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat solidaritas di lingkungan Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan.
Program: HUMAS Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 48 | 05-03-2026 | Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan Menghadiri RAME (RAmadhan MEriah)
Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan Dukung UMKM Lokal dalam Kegiatan Ramadhan di Lamongan Sport Center
Lamongan – Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Dr. Soegiri Lamongan turut berpartisipasi dalam RAME (RAmadhan MEriah) pada Kamis, 5 Maret 2026 di Lamongan Sport Center. Kehadiran DWP RSUD Dr. Soegiri Lamongan dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan hadir dan berkeliling mengunjungi berbagai stand bazar yang menampilkan beragam produk unggulan UMKM Lamongan. Produk yang dipamerkan antara lain aneka kuliner khas daerah, makanan olahan, minuman tradisional, dan batik khas Lamongan hingga berbagai produk kerajinan yang merupakan hasil karya pelaku usaha lokal.
Partisipasi DWP RSUD Dr. Soegiri Lamongan dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap program penguatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Melalui kehadiran dan partisipasi aktif dalam bazar tersebut, anggota DWP RSUD Dr. Soegiri Lamongan juga ikut mendorong peningkatan transaksi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan untuk mempererat silaturahmi dengan berbagai organisasi dan instansi di Kabupaten Lamongan. Kehadiran anggota DWP RSUD Dr. Soegiri Lamongan menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat luas.
Kehadiran Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan di tengah kegiatan bazar UMKM tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para pelaku usaha untuk terus mengembangkan produknya, serta memperkuat kolaborasi antara organisasi perempuan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Lamongan.
Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 49 | 05-03-2026 | Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan Berbagi 250 Takjil di Pendopo Lokatantra, Warga Antusias Sambut Aksi Sosial Ramadan
Lamongan – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Dr. Soegiri Lamongan menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat di kawasan Pendopo Lokatantra Lamongan, Kamis (05/03/2026). Sebanyak 250 paket takjil dibagikan kepada warga di sekitar menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Kegiatan berbagi takjil ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan, bersama Ketua DWP RSUD Dr. Soegiri Lamongan, Ibu Shanti Abdur Rohman, serta seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan turun langsung ke lapangan untuk membagikan paket takjil kepada masyarakat yang melintas, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.
Aksi sosial ini dilaksanakan pada Kamis, 05 Maret 2026, bertempat di Pendopo Lokatantra Lamongan, yang merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kabupaten Lamongan. Pemilihan lokasi tersebut bertujuan agar pembagian takjil dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Ketua DWP RSUD Dr. Soegiri Lamongan, Ibu Shanti Abdur Rohman, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara organisasi Dharma Wanita dengan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan, juga mengapresiasi inisiatif para pengurus dan anggota DWP RSUD Dr. Soegiri Lamongan yang turut aktif dalam kegiatan sosial tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata organisasi kepada masyarakat.
Proses pembagian takjil berlangsung dengan tertib dan lancar. Para anggota DWP juga menyapa masyarakat dan memberikan paket takjil secara langsung. Takjil yang dibagikan terdiri dari makanan dan minuman ringan yang dapat segera dikonsumsi saat berbuka puasa.
Antusiasme warga terlihat jelas dari banyaknya masyarakat yang mendekati lokasi pembagian takjil. Tidak sedikit pengendara yang sengaja berhenti sejenak untuk menerima paket takjil yang diberikan oleh para pengurus DWP. Dalam waktu yang relatif singkat, seluruh 250 paket takjil pun habis dibagikan kepada masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara Dharma Wanita Persatuan dengan masyarakat Lamongan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
Melalui kegiatan berbagi takjil ini, Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam momen-momen penting seperti bulan Ramadan, dengan membawa nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi.
Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 50 | 06-03-2026 | Kamis. 5 Maret 2026 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Berkunjung Ke kediaman Anggota DWP Yang Sedang Sakit
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan merupakan organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang kedinasan dan sosial kemasyarakatan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan dan solidaritas antaranggota. Sebagai bentuk implementasi dari fungsi sosial dan kemanusiaan, pengurus DWP secara rutin melaksanakan kegiatan anjangsana bagi anggota atau pengurus yang sedang mengalami musibah atau gangguan kesehatan.
Detail Pelaksanaan Kunjungan
Waktu Pelaksanaan: Kamis, 5 Maret 2026
Lokasi: Kediaman Ibu Sri Bagiarti
Peserta Kunjungan: Jajaran Pengurus dan Anggota DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
Deskripsi Kondisi Kesehatan
Kunjungan ini dilaksanakan khusus untuk memberikan dukungan moral kepada Ibu Sri Bagiarti, salah satu pengurus aktif DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Berdasarkan informasi medis, beliau baru saja menjalani prosedur operasi pengangkatan batu ginjal dan saat ini sedang berada dalam tahap pemulihan (recovery) pasca-operasi di kediaman beliau.
Batu ginjal disebabkan oleh endapan mineral (kalsium, oksalat, asam urat) akibat kurang minum, diet tinggi garam/protein, dan obesitas. Pencegahannya melibatkan hidrasi (2-3 liter air/hari), diet rendah garam/oksalat, dan menjaga berat badan. Pemulihan pascaoperasi (Laser/PCNL/URS) memerlukan istirahat fisik 2-4 minggu, hidrasi cukup, dan kontrol rutin.
Penyebab Batu Ginjal
Kurang minum air putih: Urine menjadi pekat, mineral mengendap.
Diet tidak seimbang: Tinggi garam (natrium), gula, protein hewani, dan oksalat (bayam, cokelat, kacang-kacangan).
Kondisi medis: Infeksi saluran kemih, gangguan ginjal, obesitas, diabetes tipe 2, dan hiperparatiroidisme.
Faktor lain: Riwayat keluarga (genetik) dan efek samping obat-obatan tertentu.
Cara Pencegahan
Hidrasi Maksimal: Minum air putih 2-3 liter per hari.
Diet Rendah Garam & Oksalat: Batasi konsumsi garam, kurangi bayam, cokelat, teh kental, dan jeroan.
Konsumsi Sitrat: Minum air jeruk nipis/lemon untuk menghambat pembentukan batu.
Manajemen Gaya Hidup: Olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, dan tidak menahan buang air kecil.
Jenis & Cara Operasi Batu Ginjal
Laser (RIRS/URS): Memecah batu dengan laser via saluran kemih (tanpa sayatan).
PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy): Operasi sayatan kecil di punggung untuk batu ginjal berukuran > 2 cm.
ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy): Memecah batu dengan gelombang kejut dari luar tubuh.
Pemulihan Pascaoperasi
Rawat Inap: Biasanya 1-2 hari untuk pemantauan.
Aktivitas: Istirahat total, hindari mengangkat benda berat atau berolahraga berat selama 2-4 minggu.
Nyeri & Kateter: Wajar jika ada rasa terbakar saat buang air kecil atau darah di urine selama beberapa hari.
Tindak Lanjut: Rutin kontrol ke dokter urologi untuk memastikan serpihan batu sudah keluar sepenuhnya.
Rangkaian Kegiatan di Lokasi
Dalam kunjungan tersebut, seluruh pengurus yang hadir tampak mengenakan seragam resmi batik DWP, menunjukkan identitas organisasi yang solid. Rangkaian kegiatan meliputi:
Penyampaian Empati: Perwakilan pengurus menyampaikan rasa simpati dan dukungan moril secara langsung kepada Ibu Sri Bagiarti agar tetap sabar dan fokus pada proses penyembuhan.
Dialog Kekeluargaan: Pertemuan berlangsung secara formal namun hangat di ruang tamu, di mana anggota DWP mendengarkan penjelasan mengenai kondisi terkini kesehatan beliau pasca-operasi.
Doa Bersama: Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pengurus, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa demi kesembuhan total bagi Ibu Sri Bagiarti agar dapat kembali beraktivitas di lingkungan DWP.
Pemberian Tali Asih: Sebagai simbol kepedulian, organisasi menyerahkan bantuan atau tali asih sebagai bentuk dukungan nyata dari seluruh anggota.
Makna dan Relevansi Kegiatan
Kegiatan anjangsana ini memiliki makna penting dalam struktur organisasi, di antaranya:
Penguatan Solidaritas Internal: Menunjukkan bahwa setiap anggota merupakan bagian penting dari keluarga besar Dinas Pendidikan yang akan selalu didukung dalam kondisi sulit.
Motivasi Psikologis: Kehadiran rekan sejawat secara langsung dipercaya dapat memberikan suntikan semangat bagi pasien (faktor psikologis) untuk mempercepat proses pemulihan fisik.
Keselarasan Program Kerja: Kegiatan ini membuktikan bahwa di sela-sela kesibukan agenda eksternal (seperti pembagian ta'jil di jalan), DWP tetap memperhatikan kesejahteraan internal anggotanya.
Penutup
Kunjungan sosial kepada Ibu Sri Bagiarti terlaksana dengan lancar dan penuh khidmat. Melalui kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi antar pengurus tetap terjaga dengan erat, serta menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan dan rasa saling peduli di lingkungan kerja maupun organisasi.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 51 | 04-03-2026 | Rabu, 4 Maret 2026 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Menyelenggarakan Pembagian Ta’jil
1. Konteks dan Deskripsi Ramadan
Bulan Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah yang memiliki signifikansi religius dan sosial yang tinggi bagi masyarakat Indonesia. Secara formal, Ramadan ditetapkan sebagai periode ibadah wajib bagi umat Muslim untuk menjalankan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Selain sebagai momentum peningkatan kualitas spiritual individu, Ramadan juga berfungsi sebagai sarana penguatan kohesi sosial melalui berbagai kegiatan komunal. Aktivitas utama di bulan ini meliputi ibadah puasa, shalat Tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur'an, serta pengelolaan zakat dan sedekah. Dalam tradisi masyarakat, terdapat kegiatan "berbagi ta'jil" yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan agar dapat membatalkan puasa tepat pada waktunya sesuai syariat.
Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah. Sebab di bulan ini Allah memberikan berlipat pahala bagi orang yang mengerjakan kebaikan. Untuk mendapatkan pahala yang Allah janjikan, salah satu yang bisa dikerjakan adalah memberi makan orang yang berbuka puasa.
Memberikan Takjil merupakan salah satu cara yang paling mudah dan cukup terjangkau untuk mendapatkan pahala yang dijanjikan Allah SWT tersebut. Meskipun hanya dengan memberikan secangkir air putih dan juga sepotong kue atau satu buah kurma sudah menjadi ladang pahala bagi yang memberikan.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berbagi takjil kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang ditraktir takjil.”
(HR. Ahmad: 4/114, dan disahihkan oleh Tumudzi: 807)
Berbagi makanan atau takjil untuk berbuka puasa merupakan salah satu amalan yang sangat populer di bulan suci Ramadhan. Selain menjadi tradisi kebaikan di tengah masyarakat, amalan ini juga memiliki dasar hukum dan keutamaan yang jelas dalam syariat Islam.
Hukum berbagi makanan atau takjil untuk buka puasa di bulan Ramadhan adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) dan bernilai pahala setara dengan orang yang berpuasa. Amal ini menjanjikan pahala besar tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa.
Berikut rincian hukum dan keutamaannya:
“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan berbagi takjil di bulan Ramadhan.
2. Berlaku Untuk Siapa Saja
Berbagi makanan buka puasa sangat dianjurkan, baik kepada fakir miskin, kerabat, maupun orang lain, bahkan meskipun hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air. Nilai kebaikan tidak diukur dari besar kecilnya pemberian, melainkan dari keikhlasan.
3. Sedekah Paling Utama Di Bulan Ramadhan
Bersedekah di bulan Ramadhan, termasuk memberi makan untuk berbuka, merupakan salah satu bentuk sedekah yang paling utama dibandingkan bulan lainnya. Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, sehingga setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
4. Waktu Yang Bernilai Berlipat Ganda
Memberi makan berbuka puasa pada bulan Ramadhan, terutama kepada mereka yang kekurangan, memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Selain membantu sesama, amalan ini juga memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Berbagi buka puasa bukan hanya tradisi, tetapi amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan memperbanyak sedekah dan memberi makan orang yang berpuasa, seorang Muslim dapat memaksimalkan ibadah dan meraih keberkahan di bulan suci Ramadhan.
Semoga Ramadhan 1447 H menjadi momentum memperbanyak amal kebaikan dan menebar manfaat bagi sesama.
2. Pelaksanaan Kegiatan
Menjelang memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Pengurus DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan telah melaksanakan program kerja di bidang sosial budaya dalam bentuk pembagian paket ta'jil. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026, berlokasi di area strategis yakni di depan halaman Gedung PKK Kabupaten Lamongan serta di sepanjang jalan protokol sekitarnya.
Anggota pengurus yang hadir mengenakan seragam resmi batik DWP, secara terorganisir mendistribusikan paket makanan dan minuman kepada masyarakat. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah para pengguna jalan, pengendara kendaraan roda dua, pejalan kaki, serta warga sekitar yang melintas di kawasan tersebut.
3. Mekanisme Distribusi
Kegiatan dilakukan secara langsung di bahu jalan dengan tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas. Paket ta'jil disiapkan dalam jumlah yang representatif dan dikemas secara higienis dalam kantong plastik untuk memudahkan distribusi. Berdasarkan observasi di lapangan, terdapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat, yang terlihat dari partisipasi warga yang menerima paket bantuan tersebut secara tertib.
4. Maksud dan Makna Kegiatan
Pelaksanaan pembagian ta'jil ini membawa beberapa tujuan fungsional dan organisasional, antara lain:
Implementasi Kepedulian Sosial: Sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu penyediaan penganan berbuka puasa bagi warga yang masih beraktivitas di luar rumah.
Penguatan Relasi Publik: Membangun hubungan yang positif antara instansi pendidikan melalui wadah Dharma Wanita dengan masyarakat luas di Kabupaten Lamongan.
Internalisasi Nilai Karakter: Memberikan contoh praktik baik (best practice) mengenai nilai-nilai gotong royong dan kemanusiaan yang menjadi bagian dari pendidikan karakter di lingkungan Dinas Pendidikan.
Dukungan Fasilitasi Ibadah: Membantu memfasilitasi kebutuhan primer masyarakat untuk menyegerakan berbuka puasa saat waktu Maghrib tiba.
5. Penutup
Secara keseluruhan, kegiatan pembagian ta'jil ini berjalan secara kondusif dan mencapai target sasaran yang telah ditentukan. Hal ini membuktikan peran aktif DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dalam berkontribusi pada kegiatan kemasyarakatan yang bersifat produktif dan bermanfaat bagi publik.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 52 | 04-03-2026 | Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H (2026), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menyelenggarakan aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan sarana mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.
Tujuan Kegiatan
Menebar kebaikan dan semangat berbagi di bulan yang penuh berkah.
Membantu meringankan masyarakat yang sedang dalam perjalanan atau beraktivitas saat waktu berbuka tiba.
Memperkuat eksistensi dan peran aktif DWP Dinas Pendidikan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pelaksanaan Kegiatan
Hari/Tanggal: Rabu, 4 Maret 2026
Waktu: 16.00 WIB – Selesai.
Lokasi: Halaman depan Gedung PKK Kabupaten Lamongan.
Pelaksana: Pengurus dan Anggota DWP Dinas Pendidikan Kab. Lamongan.
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan diawali dengan persiapan ratusan paket ta'jil yang dikemas rapi dalam kantong plastik merah dan putih. Para pengurus DWP yang mengenakan seragam batik resmi dan kerudung senada tampak antusias membagikan paket tersebut kepada warga yang melintas, mulai dari pengendara motor, pejalan kaki, hingga pedagang di sekitar lokasi.
Masyarakat menyambut kegiatan ini dengan sangat positif. Terlihat antrean yang tertib namun meriah di depan halaman Gedung PKK, menandakan tingginya apresiasi warga terhadap inisiatif yang dilakukan oleh DWP Dinas Pendidikan.
Ramadan bukan sekadar perpindahan waktu makan dari siang ke malam atau sekadar menahan lapar dan dahaga selama kurang lebih 13 jam. Ramadan adalah sebuah "Madrasah Ruhani"—sebuah sekolah kehidupan di mana umat Muslim ditempa untuk mencapai derajat ketakwaan yang lebih tinggi.
Secara filosofis, Ramadan digambarkan sebagai:
Bulan Penyucian (Tazkiyatun Nafs): Momen untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin seperti sombong, iri, dan dengki.
Bulan Pengampunan (Maghfirah): Waktu di mana pintu maaf dibuka selebar-lebarnya bagi hamba yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri.
Bulan Keberkahan (Barakah): Di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan nilainya, menjadikan setiap detik di dalamnya sangat berharga.
Ragam Kegiatan Utama di Bulan Ramadan
Di Kabupaten Lamongan, sebagaimana di banyak daerah lain, Ramadan diwarnai dengan aktivitas yang memadukan dimensi vertikal (kepada Tuhan) dan horizontal (sesama manusia):
Puasa (Shaum): Menahan diri dari segala yang membatalkan sejak fajar hingga matahari terbenam. Ini adalah latihan disiplin diri dan kendali atas hawa nafsu.
Shalat Tarawih & Tadarus Al-Qur'an: Menghidupkan malam dengan ibadah tambahan dan memperdalam interaksi dengan kitab suci untuk mencari ketenangan batin.
I'tikaf: Berdiam diri di masjid pada sepuluh malam terakhir untuk berfokus penuh pada ibadah, mencari malam Lailatul Qadar.
Berbagi Takjil & Sedekah: Seperti yang dilakukan oleh DWP Dinas Pendidikan, kegiatan ini bertujuan memfasilitasi umat yang sedang berpuasa untuk segera membatalkan puasanya tepat waktu (menyegerakan berbuka).
Zakat Fitrah: Kewajiban sosial di penghujung bulan untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, terutama yang kurang mampu, dapat merayakan hari kemenangan dengan sukacita.
Makna di Balik Aksi Berbagi (Filosofi Takjil)
Kegiatan pembagian takjil di depan Gedung PKK yang dilakukan oleh Ibu-Ibu Pengurus DWP bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki makna mendalam:
Menumbuhkan Empati Sosial: Dengan turun ke jalan, anggota DWP merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat dan menanamkan rasa peduli terhadap sesama.
Manifestasi Rasa Syukur: Membagikan rezeki merupakan bentuk nyata syukur atas nikmat yang telah diterima selama ini.
Mempererat Ukhuwah (Persaudaraan): Kegiatan ini memecah sekat sosial antara instansi pemerintahan dengan masyarakat umum, menciptakan harmoni dalam keberagaman.
Mengejar Janji Kebaikan: Sesuai tuntunan agama, siapa pun yang memberi makan orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.
Kesimpulan Kegiatan
Aksi bagi-bagi takjil menjelang Ramadan 2026 ini menjadi bukti bahwa DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan tidak hanya berfokus pada urusan administratif pendidikan, tetapi juga memiliki kepekaan nurani yang tinggi. Melalui kantong-kantong takjil tersebut, terpancar pesan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada seberapa banyak kita bisa memberi, bukan seberapa banyak yang kita miliki.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 53 | 27-02-2026 | Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan Bagikan 300 Paket Takjil kepada Pasien dan Keluarga Pasien
Lamongan – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD dr. Soegiri Lamongan melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada pasien dan keluarga pasien di lingkungan RSUD dr. Soegiri Lamongan, Jumat (27/02/2026).
Sebanyak 300 paket takjil dibagikan secara langsung kepada pasien rawat inap maupun keluarga yang tengah mendampingi di rumah sakit dan instalasi Hemodialisa di Rsud dr.soegiri. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan empati DWP RSUD dr. Soegiri Lamongan terhadap pasien yang menjalani perawatan, sekaligus upaya untuk menghadirkan kebersamaan dan kehangatan di bulan penuh berkah.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan, termasuk Ibu Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan, Ibu Shanti Abdur Rohman, yang turut serta secara langsung dalam proses pembagian takjil. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan penuh terhadap kegiatan sosial dan penguatan nilai kebersamaan di lingkungan rumah sakit.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, para pengurus DWP menyapa pasien dan keluarga dengan ramah, menyerahkan paket takjil, serta memberikan doa dan semangat agar pasien segera diberikan kesembuhan. Senyum dan rasa haru tampak dari para penerima, yang merasa diperhatikan dan didukung di tengah masa perawatan.
Ibu Shanti Abdur Rohman menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar agenda rutin Ramadan, melainkan bagian dari komitmen untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial, mempererat silaturahmi, serta memperkuat nilai kemanusiaan di lingkungan RSUD dr. Soegiri Lamongan. Momentum Ramadan diharapkan menjadi pengingat untuk terus berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama, khususnya bagi mereka yang sedang dalam kondisi kurang sehat.
Ketua dan seluruh pengurus DWP RSUD dr. Soegiri Lamongan juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan sederhana bagi pasien dan keluarga, serta menjadi ladang amal dan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Melalui kegiatan ini, RSUD dr. Soegiri Lamongan tidak hanya berperan sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif menebarkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi.
Dengan semangat Ramadan, Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata bagi pasien, keluarga, dan masyarakat luas. Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 54 | 19-02-2026 | Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan "Ramadhan Berkah" dengan membagikan takjil kepada masyarakat sekitar berupa nasi bungkus dan air mineral gelas yang sudah terbungkus dalam kresek dengan harga Rp. 10.000,- sedangkan untuk hari minggu takjil berupa 3 pcs mie instan. pada hari kamis tanggal 19 Februari 2026 pukul 15.00 WIB sampai dengan selesai berlokasi di depan Pendopo Lokatantra Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan, yang bertugas dalam kegiatan tersebut dari Dharma Wanita Persatuan Perumda Pasar Kabupaten Lamongan dan Perumda BPR Bank Daerah Lamongan. kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Perumda Pasar Kabupaten Lamongan Ny. Defi Nurul Mukmini besarta 5 anggota dengan menggunakan seragam barik Dharma Wanita Persatuan
jumlah takjil yang dibagikan kepada masyarakat sekita sebanyak 200 paket, kegiatn berlangsung dengan tertib, lancar dan penuh kebersamaan, para masyarakan sekitar sangat antusias untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan di Bulan Ramadhan.
hasil kegiatan :
1. terlaksananya pembagian takjil kepada masyarakat
2. terjalinnya hubungan yang harmonis antar Dharma Wanita Persatuan dan masyarakat
3. meningkatkan semangat untuk selalu berbuat kebaikan
diharapkan kegiatan berbagi takjil ini dapat ters dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat, semoga kegiatan ini membawa keberkahan, mempererat silahturahmi serta meningkatkan rasa empati dan kebersamaan dilingkup Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Program: Perayaan Pelaksana: PERUMDA PASAR KABUPATEN LAMONGAN |
| 55 | 13-02-2026 | Pada hari Jum'at tanggal 13 Februari 2026 telah dilaksanaakn kegiataan Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten lamongan yang dilaksanaan pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai acara tersebut bertempat di Pendopo Lokatantra KEcamatan Lamongan Kabupaten Lamongan dengan menggunakan pakaian Seragam Dharma Wanita Persatuan (Oranges) catatan undangan hadir tepat waktu. Undangan tersebut dihadiri oleh seluruh ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan se Kabupaten Lamongan beserta sekretaris. Agenda Kegiatan Pleno yaitu :
1. Pembukaan
2. Menyayikan Lagu Mars Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan
3. Sambutan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Ny. Puji Dariani Moh. Nalikan beliau menyampaikan sebagai berikut :
Assalamu’alaikum WR. WB.
Yang saya hormati :
1. Ibu ketua dan wakil ketua tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga kab. Lamongan ;
2. Ibu – ibu pengurus tp pkk dan dharma wanita persatuan kab. Lamongan ;
3. Ibu-ibu ketua unit unsur pelaksana dharma wanita persatuan opd se kabupaten lamongan ;
4. Ibu-ibu ketua tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga kecamatan se kabupaten lamongan, dan seluruh tamu undangan yang berbahagia .
pertama - tama marilah kita memanjatkan rasa syukur kehadirat allah swt karena atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-nya pada hari ini kita bersama-sama dapat hadir pada pertemuan rutin pleno tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dan dharma wanita persatuan se kabupaten lamongan dalam keadaan sehat wal’afiat. Tak lupa sholawat serta salam tetap tercurah kepada junjungan kita nabi besar muhammad saw. Atas suri tauladannya kepada kita sekalian.
Ada hal yang ingin saya sampaikan :
1. Dharma wanita persatuan kabupaten lamongan akan mengadakan bagi – bagi takjil seperti tahun – tahun sebelumnya
• Untuk jadwal sebagaimana terlampir di surat pemberitahuan;
• Nasi bungkus dan air mineral sejumlah 200 yang sudah terbungkus dalam 1 kresek agar mempermudah saat pembagian
(evaluasi dari tahun sebelumnya diharapkan nasi berupa nasi bungkus agar warga tidak berebut tukar nasi kotak, diharapkan juga air mineral gelas jangan es karena meminimalisir tumpah);
Khusus hari minggu pembagian takjil berupa 3 pcs mie instan
• Petugas dari masing” opd hadir dalam pelaksanaan pukul 15.00 dikarenakan warga biasanya sudah berkumpul di depan gerbang pendopo.
2. Dharma wanita persatuan kabupaten lamongan juga akan melaksanakan bakti sosial dengan memberikan sembako dan uang kepada warga yang membutuhkan dan akan diserahkan secara langsung kepada penerima bantuan ke rumah masing
- masing ;
Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf, saya akhiri wabillahi taufik wal hidayah
wassalamu’alaikum wr. Wb.
4. ceramah Agama oleh Gus Rosyid
5. Acara Lain-lain
6. Penutup
kegiatan pleno bertujuan unyuk meningkatkan koordinasi, evaluasi serta mempererat silahturahmi antar anggota. Program: Rapat Pelaksana: PERUMDA PASAR KABUPATEN LAMONGAN |
| 56 | 25-02-2026 | Laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan pada hari Rabu tanggal dua puluh lima Februari tahun dua ribu dua puluh enam merupakan bagian dari agenda rutin organisasi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki dimensi pembinaan mental, penguatan spiritualitas, serta pengokohan solidaritas antaranggota. Pertemuan ini diselenggarakan dalam suasana yang sarat makna, bertepatan dengan momentum menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sehingga nuansa religius dan semangat introspeksi diri sangat terasa sejak awal kegiatan. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk tidak sekadar memenuhi kewajiban organisasi, melainkan juga menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bagi setiap anggota dalam menjalankan peran sebagai istri aparatur sipil negara sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Kabupaten Lamongan.
Kegiatan dilaksanakan dengan tertib, terencana, dan penuh kekhidmatan. Sejak para peserta hadir dan menempati tempat duduk masing-masing, suasana kekeluargaan dan kebersamaan telah tampak nyata. Para pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dari berbagai unsur perangkat daerah hadir dengan penuh antusias, menunjukkan komitmen dan loyalitas terhadap organisasi. Pertemuan ini menjadi wadah silaturahmi yang mempererat hubungan emosional antaranggota, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung program-program organisasi yang sejalan dengan visi pembangunan daerah di Kabupaten Lamongan.
Pada kesempatan tersebut, kegiatan diisi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan yang bertindak sebagai pelaksana acara. Keterlibatan Bagian Kesejahteraan Rakyat memberikan penekanan bahwa aspek pembinaan mental dan spiritual menjadi perhatian utama dalam pertemuan kali ini. Agenda inti berupa mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Gus Rosyid dari Kecamatan Sukodadi menjadi puncak kegiatan yang dinantikan oleh seluruh peserta. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai penceramah, tetapi juga sebagai figur yang memberikan penyejuk hati dan pencerahan di tengah dinamika kehidupan sosial yang sedang dihadapi masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan secara bersama-sama. Seluruh peserta berdiri dengan sikap tegap dan penuh rasa hormat. Lantunan lagu organisasi tersebut menggema memenuhi ruangan, menghadirkan suasana yang penuh semangat dan kebanggaan. Setiap bait yang dinyanyikan seolah menjadi pengingat akan sejarah panjang perjuangan Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung peran aparatur sipil negara serta kontribusinya dalam pembangunan bangsa. Lirik-liriknya mencerminkan tekad perempuan Indonesia yang tangguh, berakhlak mulia, serta senantiasa siap berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Melalui nyanyian tersebut, tertanam kembali nilai-nilai loyalitas, kebersamaan, serta tanggung jawab moral sebagai bagian dari organisasi yang memiliki peran strategis dalam mendukung tugas pemerintahan.
Momen menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan. Dalam kebersamaan suara yang berpadu, tergambar komitmen kolektif untuk terus menjaga marwah organisasi, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kualitas diri masing-masing anggota. Lagu tersebut bukan sekadar rutinitas pembuka acara, melainkan sarana membangun energi positif yang menyatukan hati dan pikiran seluruh peserta sebelum memasuki rangkaian kegiatan berikutnya.
Setelah menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Lamongan. Suasana semakin terasa khidmat ketika seluruh hadirin bersama-sama menyuarakan kecintaan terhadap Kabupaten Lamongan. Lantunan lagu daerah tersebut menghadirkan rasa bangga dan haru sebagai warga yang menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah. Setiap lirik yang dinyanyikan mengandung pesan tentang semangat kerja keras, kebersamaan, serta harapan akan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lamongan.
Melalui Mars Lamongan, tumbuh kembali rasa memiliki dan tanggung jawab untuk turut serta menjaga nama baik daerah. Lagu tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anggota Dharma Wanita Persatuan tidak hanya berperan dalam lingkup keluarga dan organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Lamongan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, termasuk dinamika sosial dan kondisi alam, semangat kebersamaan dan cinta terhadap daerah harus terus dipupuk dan diperkuat.
Suasana ketika kedua lagu tersebut dinyanyikan mencerminkan sinergi antara semangat organisasi dan kecintaan terhadap daerah. Nilai pengabdian, loyalitas, serta komitmen untuk mendukung pembangunan daerah berpadu dalam satu harmoni yang utuh. Momentum tersebut menjadi landasan moral sebelum memasuki inti kegiatan yang lebih mendalam, yakni pembinaan melalui mauidhoh hasanah.
Secara keseluruhan, rangkaian pembukaan kegiatan pada hari itu tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi fondasi yang menguatkan identitas organisasi dan rasa kebersamaan seluruh anggota. Dengan semangat yang telah terbangun sejak awal melalui lantunan Mars Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan, seluruh peserta memasuki sesi-sesi berikutnya dengan hati yang terbuka, penuh kesiapan untuk menerima arahan, pembinaan, serta pesan-pesan kebaikan yang akan disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Memasuki sesi berikutnya, seluruh hadirin kembali memusatkan perhatian ketika Ibu Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyampaikan arahan. Suasana ruangan yang sebelumnya dipenuhi lantunan lagu organisasi berubah menjadi lebih tenang dan penuh kekhidmatan. Setiap anggota menyimak dengan seksama, menyadari bahwa arahan yang disampaikan bukan sekadar informasi rutin, melainkan bagian dari pembinaan moral, penguatan karakter, serta peneguhan peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Pada bagian awal arahannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kekompakan seluruh anggota yang tetap menunjukkan semangat kebersamaan meskipun di tengah berbagai kesibukan masing-masing. Beliau menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang tersusun rapi, tetapi juga oleh konsistensi kehadiran, loyalitas, dan rasa memiliki dari setiap anggotanya. Pertemuan rutin seperti ini, menurut beliau, harus dimaknai sebagai sarana memperkuat silaturahmi, menyatukan visi, serta menjaga kekompakan di tengah dinamika kehidupan sosial dan pemerintahan yang terus berkembang.
Arahan pertama yang beliau sampaikan adalah ucapan selamat datang kembali kepada Ibu Yerika Edi Yunan, yang suaminya kembali bertugas sebagai Asisten Dua Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan. Ucapan tersebut disampaikan dengan penuh kehangatan dan rasa syukur. Beliau menuturkan bahwa dinamika penugasan dan rotasi jabatan dalam birokrasi merupakan bagian dari proses pengabdian, sehingga ketika ada keluarga besar Pemerintah Kabupaten Lamongan yang kembali bertugas di daerah sendiri, hal tersebut patut disyukuri dan disambut dengan tangan terbuka.
Beliau juga menyampaikan harapan agar dengan kembalinya Bapak Edi Yunan mengemban amanah di lingkungan Sekretariat Daerah, koordinasi antarbagian dapat semakin solid dan sinergis. Secara khusus kepada Ibu Yerika, beliau mengajak untuk kembali aktif berpartisipasi dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan, berbagi pengalaman selama mendampingi tugas suami di tempat sebelumnya, serta turut memperkaya dinamika organisasi dengan gagasan dan kontribusi positif. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Dharma Wanita Persatuan adalah keluarga besar yang selalu menjaga rasa kebersamaan, saling mendukung, dan saling menguatkan dalam setiap fase kehidupan.
Pada poin kedua, beliau menyampaikan informasi mengenai agenda pembagian takjil yang dilaksanakan pada hari yang sama di depan Pendopo Lokantara. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan bentuk syiar kebaikan dalam menyambut bulan suci Ramadan. Pembagian takjil tidak hanya dipandang sebagai kegiatan berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga sebagai simbol kehadiran pemerintah daerah yang dekat dengan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut diwakili oleh para ibu kepala bagian dan para asisten. Hal ini menunjukkan bahwa semangat berbagi bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dilaksanakan langsung oleh unsur pimpinan perempuan di lingkungan Sekretariat Daerah. Beliau berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bahwa sekecil apa pun bentuk kebaikan yang dilakukan secara ikhlas akan memberikan dampak positif, baik bagi penerima maupun bagi yang memberi. Melalui kegiatan itu pula diharapkan terjalin kedekatan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan penuh rasa saling percaya.
Memasuki poin ketiga, beliau menyampaikan keprihatinan atas musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Lamongan. Dengan nada yang lembut namun penuh empati, beliau mengajak seluruh anggota untuk senantiasa mendoakan agar air segera surut dan masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi ujian tersebut. Beliau menegaskan bahwa bencana alam adalah bagian dari ketentuan yang harus dihadapi bersama, sehingga diperlukan kesabaran, kepedulian, dan solidaritas.
Sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Lamongan, Dharma Wanita Persatuan memiliki tanggung jawab moral untuk tidak bersikap apatis. Beliau mengingatkan bahwa dukungan tidak selalu harus dalam bentuk materi, tetapi juga dapat berupa doa, perhatian, serta sikap empati yang ditunjukkan dalam keseharian. Apabila terdapat kesempatan untuk turut membantu melalui kegiatan sosial atau penggalangan bantuan, beliau berharap anggota Dharma Wanita Persatuan dapat berpartisipasi secara aktif. Nilai gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dijaga sebagai identitas masyarakat Lamongan yang dikenal religius dan menjunjung tinggi kebersamaan.
Pada poin keempat, beliau memberikan penekanan yang cukup mendalam mengenai pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam menyikapi berbagai komentar dan informasi terkait kondisi banjir di Lamongan. Beliau mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa dampak yang sangat cepat dalam penyebaran berita. Dalam hitungan detik, sebuah komentar dapat menyebar luas dan membentuk persepsi publik. Oleh karena itu, anggota Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjadi teladan dalam bermedia sosial yang santun, bertanggung jawab, dan tidak mudah terprovokasi.
Beliau menekankan pentingnya menjaga lisan dalam bentuk digital, yakni menjaga tulisan dan komentar. Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, tidak memperkeruh suasana dengan opini yang bersifat menyudutkan, serta senantiasa menyampaikan pesan yang menenangkan dan membangun. Sebagai istri aparatur sipil negara, sikap dan perilaku di ruang digital juga mencerminkan citra institusi. Oleh sebab itu, kebijaksanaan dalam bermedia sosial merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk turut menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Lamongan serta menciptakan ruang komunikasi yang sehat dan produktif.
Pada poin kelima, beliau menyampaikan gagasan strategis terkait rencana pengadaan infak subuh untuk Ramadan tahun depan. Program tersebut direncanakan sebagai langkah konkret untuk memperkuat pembinaan spiritual anggota Dharma Wanita Persatuan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial secara berkelanjutan. Beliau menjelaskan bahwa waktu subuh merupakan waktu yang penuh keberkahan, sehingga apabila dimanfaatkan untuk bersedekah secara rutin, diharapkan akan menumbuhkan kebiasaan baik yang berdampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau mengajak seluruh anggota untuk mulai menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya konsistensi dalam bersedekah. Infak subuh tidak dinilai dari besar kecilnya nominal, melainkan dari keikhlasan dan keberlanjutannya. Dengan adanya program tersebut, diharapkan Dharma Wanita Persatuan dapat memiliki program unggulan yang tidak hanya bersifat internal, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Persiapan yang matang sejak sekarang diharapkan dapat membuat pelaksanaan pada Ramadan tahun mendatang berjalan lebih terstruktur dan optimal.
Setelah seluruh arahan disampaikan dengan jelas dan penuh makna, suasana yang semula khidmat berangsur menjadi lebih santai ketika acara dilanjutkan dengan kegiatan lotre dan arisan. Tradisi ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap pertemuan Dharma Wanita Persatuan, sebagai sarana mempererat hubungan interpersonal antaranggota.
Kegiatan lotre berlangsung dengan penuh antusiasme. Setiap nomor yang disebutkan disambut dengan ekspresi harap dan tawa ringan dari para peserta. Suasana keakraban semakin terasa ketika nama-nama yang terpilih maju ke depan untuk menerima hadiah. Keceriaan tersebut menjadi penyeimbang setelah sesi arahan yang penuh konsentrasi dan refleksi.
Demikian pula dengan arisan yang dilaksanakan secara tertib dan transparan. Arisan bukan sekadar kegiatan pengundian, melainkan simbol kebersamaan dan solidaritas. Melalui mekanisme ini, anggota saling membantu secara bergiliran, memperkuat rasa saling percaya dan kekeluargaan. Percakapan ringan yang terjadi selama kegiatan berlangsung semakin mempererat hubungan emosional antaranggota.
Secara keseluruhan, sesi arahan hingga kegiatan lotre dan arisan mencerminkan perpaduan antara pembinaan, kepedulian sosial, penguatan etika, dan kebersamaan dalam suasana kekeluargaan. Pertemuan tersebut tidak hanya memberikan informasi dan hiburan, tetapi juga memperdalam kesadaran akan peran dan tanggung jawab moral setiap anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.
Puncak acara pada pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan hari Rabu tanggal dua puluh lima Februari tahun dua ribu dua puluh enam tersebut adalah penyampaian mauidhoh hasanah oleh Gus Rosyid dari Kecamatan Sukodadi. Momentum ini menjadi bagian yang paling dinantikan oleh seluruh peserta, karena selain sebagai penguatan spiritual menjelang bulan suci Ramadan, ceramah agama juga menjadi ruang refleksi diri di tengah dinamika kehidupan sosial, keluarga, dan organisasi yang terus berkembang.
Ketika beliau dipersilakan maju ke depan, suasana ruangan berubah menjadi lebih tenang dan khusyuk. Seluruh anggota yang hadir memusatkan perhatian, meninggalkan sejenak percakapan ringan dan aktivitas lainnya. Dengan penuh tawaduk, Gus Rosyid membuka ceramahnya dengan ucapan salam dan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas limpahan nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan untuk berkumpul dalam majelis ilmu. Beliau menyampaikan bahwa pertemuan yang diisi dengan nasihat agama seperti ini bukanlah pertemuan biasa, melainkan pertemuan yang dihadiri oleh keberkahan, karena di dalamnya terdapat upaya untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.
Beliau kemudian mengaitkan suasana pertemuan yang dilaksanakan menjelang Ramadan dengan pentingnya melakukan persiapan lahir dan batin. Ramadan, menurut beliau, bukan hanya momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh. Oleh karena itu, sebelum memasuki bulan suci, setiap pribadi hendaknya melakukan muhasabah atau introspeksi diri, melihat kembali apa yang telah dilakukan selama ini, serta memperbaiki kekurangan yang ada.
Tema yang beliau angkat dalam ceramah tersebut adalah tentang empat golongan orang yang dirindukan oleh surga. Beliau menjelaskan bahwa surga bukan hanya tempat balasan atas amal perbuatan, tetapi juga simbol dari ketenangan dan kebahagiaan abadi. Ketika dikatakan bahwa surga merindukan golongan tertentu, hal itu menunjukkan betapa mulianya amalan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut di sisi Allah.
Golongan pertama yang dirindukan oleh surga adalah orang yang gemar membaca Al-Qur’an. Gus Rosyid menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas ritual, melainkan bentuk komunikasi antara hamba dengan Tuhannya. Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan, mulai dari urusan ibadah hingga urusan sosial kemasyarakatan. Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan seperti saat ini, manusia sering kali merasa gelisah dan tidak tenang. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya interaksi dengan Al-Qur’an.
Beliau mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan untuk menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai kebiasaan harian. Tidak harus lama, tetapi konsisten. Bahkan beberapa ayat yang dibaca dengan penuh penghayatan akan lebih bermakna daripada banyak ayat yang dibaca tanpa pemahaman. Beliau menekankan pentingnya tidak hanya membaca, tetapi juga memahami makna dan berusaha mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks peran sebagai ibu dan pendamping suami, membaca Al-Qur’an juga memiliki dimensi pendidikan keluarga. Seorang ibu yang membiasakan membaca Al-Qur’an di rumah secara tidak langsung sedang membangun atmosfer religius dalam keluarga. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan Al-Qur’an akan lebih mudah dibimbing dalam akhlak dan perilaku. Rumah yang dihiasi dengan lantunan ayat suci akan dipenuhi ketenangan dan keberkahan.
Golongan kedua yang dirindukan oleh surga adalah orang yang menjaga lisan. Pada bagian ini, Gus Rosyid berbicara dengan nada yang lebih dalam, mengingatkan bahwa banyak kerusakan yang terjadi di tengah masyarakat bermula dari ucapan yang tidak terjaga. Lisan dapat menjadi sumber pahala ketika digunakan untuk berdzikir, memberi nasihat, dan menyampaikan kebaikan. Namun lisan juga dapat menjadi sumber dosa ketika digunakan untuk menggunjing, memfitnah, atau menyakiti hati orang lain.
Beliau menjelaskan bahwa menjaga lisan bukan berarti membatasi diri untuk tidak berbicara, tetapi berbicara dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Sebelum berbicara, hendaknya dipikirkan apakah ucapan tersebut membawa manfaat atau justru menimbulkan mudarat. Dalam kehidupan berumah tangga, ucapan seorang istri memiliki pengaruh besar terhadap suasana keluarga. Kata-kata yang lembut dan penuh penghargaan akan menumbuhkan keharmonisan, sedangkan kata-kata yang kasar dapat melukai dan meninggalkan bekas yang mendalam.
Dalam perkembangan zaman yang serba digital, menjaga lisan juga berarti menjaga tulisan dan jari di media sosial. Gus Rosyid menyinggung fenomena komentar negatif, penyebaran berita yang belum tentu benar, serta kecenderungan untuk bereaksi tanpa klarifikasi. Beliau mengingatkan bahwa setiap kata yang ditulis di media sosial tetap tercatat dan akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan diharapkan menjadi teladan dalam bermedia sosial yang santun, bijak, dan menyejukkan.
Beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan penyebar kebaikan. Membagikan informasi yang bermanfaat, menyampaikan pesan motivasi, serta menghindari perdebatan yang tidak produktif merupakan bentuk nyata dari menjaga lisan di era modern. Dengan demikian, kehadiran di dunia digital tidak hanya menjadi aktivitas sosial, tetapi juga bagian dari ibadah.
Golongan ketiga yang dirindukan oleh surga adalah orang yang gemar memberi makan kepada orang yang membutuhkan dan gemar bersedekah. Gus Rosyid menekankan bahwa kepedulian sosial adalah salah satu ciri utama seorang mukmin. Memberi makan kepada orang yang membutuhkan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa dihargai dan diperhatikan.
Beliau menyampaikan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan menambah keberkahan. Harta yang disedekahkan di jalan Allah akan kembali dalam bentuk rezeki yang tidak disangka-sangka, kesehatan, ketenangan hati, serta kemudahan dalam urusan. Beliau memberikan contoh sederhana bahwa berbagi makanan kepada tetangga atau membantu saudara yang kesulitan adalah bentuk sedekah yang sangat bernilai.
Menjelang bulan Ramadan, semangat berbagi hendaknya semakin ditingkatkan. Ramadan adalah bulan di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Beliau mengajak anggota Dharma Wanita Persatuan untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial, baik melalui program organisasi maupun secara pribadi di lingkungan masing-masing. Kepedulian yang dilakukan secara bersama-sama akan menciptakan dampak yang lebih besar dan memperkuat citra organisasi sebagai wadah perempuan yang peduli dan berempati.
Golongan keempat yang dirindukan oleh surga adalah orang yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Gus Rosyid menjelaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk perilaku yang dapat mengurangi nilai ibadah. Puasa adalah latihan kesabaran, pengendalian diri, dan peningkatan ketakwaan.
Beliau mengingatkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Oleh karena itu, selama berpuasa, seseorang hendaknya menjaga sikap, menjaga ucapan, serta memperbanyak ibadah. Ramadan harus dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas salat, meningkatkan sedekah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta mempererat silaturahmi.
Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan, bukan dengan rasa berat. Persiapan tersebut dapat dimulai dengan membersihkan hati dari rasa iri dan dendam, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperbanyak doa agar diberikan kekuatan dalam menjalani ibadah.
Ceramah ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Rosyid. Dalam doa tersebut, beliau memohon agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan diberikan kesehatan, umur panjang yang berkah, keluarga yang sakinah, serta kelancaran dalam mendampingi tugas suami sebagai aparatur sipil negara. Doa juga dipanjatkan untuk keselamatan Kabupaten Lamongan agar senantiasa diberikan perlindungan dari segala bencana dan musibah.
Suasana ruangan saat doa dipanjatkan terasa sangat khusyuk. Beberapa peserta tampak menitikkan air mata, meresapi setiap kalimat yang diucapkan. Momen tersebut menjadi penutup yang sangat menyentuh hati dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh yang hadir.
Secara keseluruhan, kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan pada hari tersebut berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Pertemuan ini bukan hanya forum rutin organisasi, melainkan ruang pembinaan spiritual, penguatan moral, serta peneguhan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai yang disampaikan dalam mauidhoh hasanah diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota semakin solid, semakin peduli terhadap lingkungan sekitar, serta semakin siap menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat berbagi yang tinggi. Kebersamaan yang terjalin dalam pertemuan tersebut menjadi modal berharga dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Lamongan yang religius, harmonis, dan sejahtera, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi perempuan yang berakhlak mulia, berintegritas, dan penuh kepedulian sosial.
Program: Rapat Pelaksana: SEKRETARIAT KABUPATEN |
| 57 | 27-02-2026 | Hari Jum'at tanggal 27 Februari 2026 di Ruang Pertemuan Lesung si Panji Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, telah dilaksanakan Rapat Pengurus Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan yang di pimpin oleh Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Ny. Annis Moh. Chaidir Annas dan di hadiri oleh semua pengurus Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Rapat pengurus tersebut membahas tentang : 1. Berbagi ke Pondok Pesantren Al Huda Pucuk dalam rangka Bulan Suci Romadhon. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT. Dalam bulan yang mulia ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak amal kebaikan, termasuk berbagi kepada sesama. Berbagi di bulan Ramadhan memiliki makna yang sangat istimewa. Semangat berbagi tumbuh karena umat Islam diajarkan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang kurang mampu. Dengan menahan lapar dan haus sepanjang hari, seseorang belajar memahami penderitaan orang lain, sehingga tumbuh rasa empati dan kepedulian sosial. Dari sinilah lahir keinginan untuk membantu, memberi, dan meringankan beban sesama. Salah satu bentuk berbagi yang paling sering dilakukan adalah memberi makanan untuk berbuka puasa. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memberikan hidangan berbuka kepada orang yang berpuasa. Bahkan, disebutkan bahwa orang yang memberi makan orang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Tradisi berbagi takjil di masjid, di pinggir jalan, maupun melalui kegiatan sosial menjadi pemandangan indah yang mempererat ukhuwah Islamiyah. Selain berbagi makanan, Ramadhan juga identik dengan zakat, infak, dan sedekah. Umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebelum Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk penyucian diri dan kepedulian terhadap kaum fakir miskin. Banyak pula yang meningkatkan sedekahnya selama Ramadhan karena pahala amal kebaikan dilipatgandakan pada bulan ini. Dengan berbagi harta, seseorang belajar untuk tidak terikat pada dunia dan lebih mengutamakan nilai-nilai spiritual. Berbagi di bulan Ramadhan tidak selalu dalam bentuk materi. Berbagi waktu, tenaga, ilmu, dan perhatian juga merupakan bentuk kebaikan yang sangat berarti. Membantu tetangga, mengunjungi orang sakit, mengajar mengaji anak-anak, atau sekadar memberikan senyuman dan kata-kata yang menenangkan termasuk bagian dari amal berbagi yang bernilai ibadah. Di tengah kehidupan modern yang sering kali individualistis, Ramadhan hadir sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan persaudaraan. Kegiatan santunan anak yatim, buka puasa bersama, hingga program sosial di berbagai komunitas menunjukkan bahwa nilai kebersamaan masih hidup dan terus dijaga. Berbagi menjadikan hati lebih lembut, menumbuhkan rasa syukur, serta menciptakan kebahagiaan yang tidak ternilai. Pada akhirnya, berbagi di bulan Ramadhan bukan hanya tentang memberi sesuatu kepada orang lain, tetapi juga tentang memperbaiki diri. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan membawa keberkahan, baik bagi penerima maupun pemberi. Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada seberapa banyak yang kita miliki, tetapi pada seberapa banyak yang dapat kita berikan. Semoga semangat berbagi di bulan Ramadhan terus tumbuh, tidak hanya saat bulan suci tiba, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sepanjang tahun. Berbagi sembako di bulan Ramadhan merupakan salah satu wujud nyata kepedulian dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Di bulan yang penuh berkah ini, setiap kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya, sehingga menjadi momentum yang tepat untuk menebar manfaat kepada sesama, khususnya kepada para santri di pondok pesantren. Kegiatan berbagi sembako ke pondok pesantren bukan sekadar memberikan bantuan berupa beras, minyak, gula, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa kebersamaan antara masyarakat dan para santri yang sedang menuntut ilmu agama. Para santri yang setiap hari mengisi waktunya dengan belajar dan beribadah tentu membutuhkan dukungan, baik secara moral maupun material. Suasana haru dan bahagia sering kali terlihat saat bantuan diserahkan. Senyum tulus para santri dan pengasuh pondok menjadi bukti bahwa kepedulian sekecil apa pun sangat berarti. Ramadhan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar, berbagi kepada yang membutuhkan, dan menumbuhkan rasa empati dalam kehidupan sosial. Melalui kegiatan berbagi sembako ini, diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari pondok pesantren selama bulan Ramadhan, sekaligus menjadi ladang amal jariyah bagi para donatur. Semoga semangat berbagi ini tidak hanya hadir di bulan Ramadhan saja, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. 2. Rekreasi yang dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk mengisi waktu luang dengan tujuan memperoleh kesenangan, ketenangan, serta menyegarkan kembali pikiran dan tubuh. Kata “rekreasi” berasal dari bahasa Latin recreare yang berarti “menciptakan kembali” atau “menyegarkan kembali”. Dari pengertian tersebut, rekreasi dapat dimaknai sebagai aktivitas yang membantu seseorang memulihkan energi fisik maupun mental setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, rekreasi memiliki peran yang sangat penting. Tekanan pekerjaan, tugas sekolah, dan berbagai tanggung jawab lainnya sering kali menimbulkan stres dan kelelahan. Melalui rekreasi, seseorang dapat melepaskan penat, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan semangat untuk kembali beraktivitas. Rekreasi juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan sosial, baik bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. Bentuk rekreasi sangat beragam. Ada rekreasi alam seperti berkunjung ke pantai, gunung, dan taman wisata. Di Indonesia, misalnya, banyak orang berlibur ke Pantai Kuta untuk menikmati keindahan laut, atau mendaki Gunung Bromo untuk menyaksikan matahari terbit. Selain itu, terdapat rekreasi budaya seperti mengunjungi museum, menonton pertunjukan seni, atau menghadiri festival daerah. Ada pula rekreasi hiburan modern seperti pergi ke taman bermain, pusat perbelanjaan, atau menonton film di bioskop. Rekreasi juga dapat dilakukan tanpa harus bepergian jauh. Kegiatan sederhana seperti berkebun, membaca buku, memasak, berolahraga ringan, atau berkumpul bersama keluarga di rumah termasuk bentuk rekreasi yang bermanfaat. Yang terpenting bukanlah tempatnya, melainkan rasa bahagia dan relaksasi yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Dari segi manfaat, rekreasi memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Secara fisik, rekreasi dapat meningkatkan kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, serta menjaga daya tahan tubuh. Secara mental, rekreasi membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, dan memperbaiki kualitas tidur. Bahkan, hubungan sosial yang terjalin saat berekreasi dapat memperkuat rasa kebersamaan dan keharmonisan dalam keluarga maupun masyarakat. Secara keseluruhan, rekreasi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Dengan melakukan rekreasi secara seimbang dan terencana, seseorang dapat menjaga kesehatan, meningkatkan kebahagiaan, serta menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, meluangkan waktu untuk berekreasi bukanlah pemborosan, melainkan investasi untuk kesehatan dan kesejahteraan diri. Rekreasi merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menyegarkan kembali pikiran dan tubuh setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Kata “rekreasi” sendiri berasal dari bahasa Latin recreare yang berarti “memulihkan kembali” atau “menyegarkan”. Sejak zaman dahulu, manusia telah mengenal kegiatan rekreasi sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya. Pada masa peradaban kuno seperti di Mesir Kuno, masyarakat telah mengenal kegiatan berburu, memancing, permainan papan, hingga pesta rakyat sebagai bentuk hiburan. Di Yunani Kuno, rekreasi berkembang dalam bentuk olahraga dan pertunjukan seni. Ajang olahraga seperti Olimpiade Kuno menjadi sarana hiburan sekaligus ajang prestasi. Sementara itu, di Romawi Kuno, masyarakat menikmati pertunjukan gladiator, teater, dan pemandian umum sebagai tempat bersosialisasi. Memasuki abad pertengahan, bentuk rekreasi lebih banyak dipengaruhi oleh tradisi dan kegiatan keagamaan, seperti festival rakyat, pasar malam, dan pertunjukan musik. Pada masa Revolusi Industri di Eropa, perubahan besar terjadi. Masyarakat mulai memiliki waktu luang yang lebih teratur karena adanya sistem kerja yang lebih jelas. Dari sinilah muncul taman kota, kebun binatang, dan tempat hiburan umum yang dirancang khusus untuk rekreasi. Pada abad ke-20, perkembangan transportasi dan teknologi membuat rekreasi semakin beragam. Orang-orang mulai melakukan perjalanan wisata ke luar kota bahkan luar negeri. Tempat-tempat seperti pantai, pegunungan, dan taman hiburan menjadi destinasi favorit. Di Indonesia sendiri, budaya rekreasi berkembang melalui wisata alam, wisata budaya, serta taman hiburan modern. Saat ini, rekreasi tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga secara digital. Permainan video, media sosial, dan hiburan daring menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Meskipun bentuknya terus berubah mengikuti perkembangan zaman, tujuan rekreasi tetap sama, yaitu memberikan kesenangan, mengurangi stres, dan menjaga keseimbangan hidup manusia. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Program: Konsultasi Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 58 | 13-02-2026 | Laporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan pada pertemuan rutin pleno yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal tiga belas Februari tahun dua ribu dua puluh enam merupakan rangkaian kegiatan organisasi yang memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai forum pertemuan rutin, tetapi juga sebagai momentum penguatan komitmen, evaluasi program, serta penyusunan langkah konkret dalam mendukung peran perempuan dan keluarga dalam pembangunan daerah. Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi seluruh unsur organisasi dalam rangka memperkuat sinergi dan memastikan bahwa setiap program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Lamongan.
Sejak awal kegiatan, suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan sudah terasa. Para peserta hadir dengan penuh antusias, terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lamongan, para pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lamongan, para pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, para Ketua Unit Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan pada organisasi perangkat daerah se Kabupaten Lamongan, para Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kecamatan se Kabupaten Lamongan, serta seluruh tamu undangan yang berbahagia. Kehadiran yang lengkap ini menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama dalam mendukung peran organisasi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Acara diawali dengan pembukaan dan penyampaian rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah sehingga seluruh peserta dapat hadir dalam keadaan sehat dan mengikuti kegiatan dengan baik. Shalawat serta salam turut disampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai suri teladan dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan kepada sesama. Suasana religius yang mengawali kegiatan memberikan nuansa yang meneduhkan serta memperkuat niat seluruh peserta untuk menjalankan organisasi dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Disampaikan bahwa pertemuan pleno bukan hanya kegiatan administratif, tetapi juga forum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta menyatukan langkah dalam menjalankan program kerja organisasi. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu membangun komunikasi yang efektif, transparan, dan partisipatif, sehingga seluruh anggota merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap setiap program yang dijalankan.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga. Perempuan memiliki peran sentral dalam membangun ketahanan keluarga, mendukung tugas suami sebagai aparatur sipil negara, serta menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, organisasi ini terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat, khususnya dalam aspek sosial, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga.
Dalam pemaparannya juga ditegaskan bahwa keberadaan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan harus mampu memberikan warna positif dalam kehidupan sosial masyarakat. Organisasi ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam hal kepedulian, etika, serta semangat gotong royong. Dengan landasan nilai kebersamaan, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial, setiap kegiatan yang dilaksanakan hendaknya mencerminkan komitmen tersebut.
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan pleno adalah rencana pelaksanaan kegiatan berbagi takjil pada bulan suci Ramadan. Kegiatan ini telah menjadi program rutin tahunan yang selalu dilaksanakan sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Berbagi takjil bukan sekadar kegiatan pembagian makanan untuk berbuka puasa, melainkan simbol solidaritas, empati, dan kebersamaan antara anggota organisasi dengan masyarakat luas.
Dalam pelaksanaannya nanti, setiap hari pembagian akan disiapkan sebanyak dua ratus paket yang terdiri atas nasi bungkus dan air mineral yang telah dikemas dalam satu kantong plastik agar memudahkan distribusi. Evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya menjadi bahan perbaikan penting. Penggunaan nasi bungkus dipilih untuk menghindari potensi penukaran yang pernah terjadi ketika menggunakan nasi kotak. Selain itu, air mineral yang dibagikan diharapkan tidak dalam kondisi dingin untuk meminimalisasi risiko tumpah serta menjaga kenyamanan saat pembagian berlangsung. Perencanaan yang matang ini menunjukkan keseriusan organisasi dalam memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan dari tahun ke tahun.
Khusus pada hari Minggu, pembagian takjil akan berupa tiga bungkus mie instan sebagai variasi bantuan yang diberikan. Kebijakan ini diambil berdasarkan pertimbangan efektivitas dan kemudahan distribusi. Seluruh petugas dari masing-masing organisasi perangkat daerah dijadwalkan hadir pada pukul lima belas tepat waktu, mengingat masyarakat biasanya telah berkumpul lebih awal di depan gerbang pendopo. Penekanan terhadap kedisiplinan waktu dan koordinasi teknis menjadi perhatian penting agar pelaksanaan berjalan tertib, aman, dan lancar tanpa menimbulkan kerumunan yang tidak terkendali.
Selain berbagi takjil, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan juga merencanakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian paket sembako dan bantuan uang tunai kepada warga yang membutuhkan. Bantuan ini akan diserahkan secara langsung ke rumah masing-masing penerima. Pendekatan ini dipilih agar bantuan tepat sasaran sekaligus memberikan kesempatan kepada anggota untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, melihat kondisi nyata yang dihadapi, serta membangun kedekatan emosional.
Penyerahan bantuan secara langsung memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi. Anggota dapat melihat kondisi riil masyarakat dan merasakan secara langsung situasi yang dihadapi penerima bantuan. Interaksi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati yang lebih dalam serta memperkuat komitmen untuk terus berbuat kebaikan. Proses pendataan penerima bantuan dilakukan dengan cermat melalui koordinasi dengan pihak terkait agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan membutuhkan.
Dalam pertemuan pleno tersebut juga dibahas pentingnya peningkatan kapasitas anggota. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyadari bahwa perempuan masa kini harus memiliki kemampuan yang adaptif, kreatif, dan kompeten dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Oleh karena itu, organisasi mendorong pelaksanaan kegiatan pembinaan, pelatihan keterampilan, serta pengembangan wawasan agar anggota dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.
Peran perempuan dalam keluarga menjadi salah satu fokus pembahasan. Sebagai istri aparatur sipil negara, anggota memiliki tanggung jawab dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan mendukung stabilitas kerja suami. Keluarga yang harmonis akan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya kinerja yang optimal di lingkungan pemerintahan. Dengan demikian, peran Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan tidak dapat dipandang sebelah mata karena memiliki kontribusi tidak langsung terhadap keberhasilan pembangunan daerah.
Selain itu, pertemuan pleno juga menjadi ajang evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya. Setiap kegiatan ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, partisipasi anggota, hingga dampaknya terhadap masyarakat. Evaluasi dilakukan secara terbuka dan penuh rasa tanggung jawab. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi memiliki komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan dan profesionalitas dalam menjalankan program. Masukan dan saran dari berbagai unit menjadi bahan penting untuk penyempurnaan kegiatan selanjutnya.
Suasana kebersamaan yang hangat terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Interaksi antaranggota berjalan dengan penuh kekeluargaan dan saling menghargai. Pertemuan pleno tidak hanya menjadi forum formal, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas. Kebersamaan ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjalankan organisasi dan memastikan keberlanjutan program kerja.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dalam penutupannya menyampaikan harapan agar seluruh program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Disampaikan pula ajakan kepada seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam setiap kegiatan organisasi. Komitmen bersama menjadi kunci keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya serta menjaga keberlanjutan peran sosialnya.
Secara keseluruhan, pertemuan rutin pleno bulan Februari tahun dua ribu dua puluh enam berjalan dengan lancar dan tertib. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan terus bergerak aktif dan konsisten dalam menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan yang peduli, responsif, dan berorientasi pada kemanfaatan sosial. Program berbagi takjil dan bakti sosial yang direncanakan merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus cerminan nilai solidaritas dan empati.
Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan ketulusan hati, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat peran perempuan dalam keluarga, serta mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Organisasi ini diharapkan semakin solid, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh, sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Program: Rapat Pelaksana: SEKRETARIAT KABUPATEN |
| 59 | 13-02-2026 | Pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026 telah dilaksanakan Rapat Pleno TP PKK dan DWP Kabupaten Lamongan yang bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ny. Anis Kartika Yuhronur Effendi dan Ny. Cana Antantya Dirham Akbar Aksara serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Ny. Puji Dariani Moh.Nalikan. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Pengurus TP PKK Kabupaten Lamongan, Ketua TP PKK Kecamatan beserta Wakil dan Sekretaris se Kabupaten Lamongan, dan Ketua Dharma Wanita Dinas se Kabupaten Lamongan. Pada pertemuan rutin kali ini Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ny. Anis Yuhronur Effendi tidak lupa mengucapkan sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan,semoga menjelang Ramadhan ini,hati kita di persiapkan untuk menjadi lebih bersih,lebih sabar dan ikhlas,semoga Ramadhan membawa keberkahan,mempererat silaturahmi,menambah keimanan,serta memberi kesempatan bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1447 H/2026 M. pada bulan Ramadhan akan dilaksanakan kegiatan Rmadahan Berkah yakni pembagian takjil bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan masing –masing 200 paket dengan jadwal TP PKK sebagaimana berikut : TP.PKK Kabupaten Lamongan jumat,6 Maret, TP ,PKK Kecamatan rabu 11 Maret 2026 , jumat, 12 Maret dan minggu 15 Maret 2026 untuk Kecamatan jadwalnya dapat di bagi sendiri sesuai kesepakatan bersama, kegiatan Penyaluran bantuan alat ibadah kepada anak kurang mampu di Kecamatan Sukorame sebanyak 50 anak, dilaksanakan pada tanggal 4 maraet 2026 , kegiatan penyaluraran bantuan sembako kepada penyandang disabilitas sebanyak 520 orang dan warga kurang mampu di di Kecamatan Ngimbang sebanyak 100 orang, DEKRANASDA Kabupaten Lamongan akan melaksanakan kegiatan Ramadhan Megilan (RAME) yang akan dilaksnakan pada tanggal 4- 8MARET 2026 di GOR Lamongan dengan jadwal sebagai berikut 4 maret 2026 : pembukaan dan lomba fashion Show, 5 maret 2026: Lomba Fashion Anak , 6 maret : TALKSHOW dan Sosialisasi legalitas usaha oleh Diskoprindag , 7 maret 2026 : lomba Patrol Disbudporapar , 8 maret : kegiatan PWI Dinas perikanan festifal lele dan festifal ngulek sambel pecel lele diikuti oleh Ketua TP PKK Kecamatan se Kabupaten Lamongan , pada tahyn 2026 akan dilaksanakan lomba PHBS Sekolah Dasar sederajat, selanjutnya di mohon Ketua TP. PKK Kecamatan melaksnakan lomba di tinkat kecamatan yang yang seanjutnya juara / pemenag pertama diusulkan menjadi perwakilan Kecamatan di tingkat Kabupaten. Akan , dilaksanakan technical meeting melalui zoom pada awal bulan juni, adapun indikator terlampir, tim penggerak PKK Kabupaten Lamongan akan melaksanakan kegiatan itsbat nNikah Massal , pendaftaran sudah dimulai dari sekarang dan di tutup pada 30 juni 2026 dengan menghungi nomor 085736247374 (Bagian KESRA SETDA Lamongan ), program kerja PAUD Kabupaten Lamongan tahun 2026 yakni kunjungan siswa PAUD ke pendopo Lokatantra , ketua TP PKK Kecamatan se Kabupaten Lamongan untuk menentukan siswa siswipeserta didik di ambilkan dari beberapa lembaga PAUD untuk mengikutikegiatan tersebut sebanyak 60-80 peserta.ucapannya Bu Yes berharap agar tahun ini membawa lebih banyak harapan, peluang baru, keberkahan dan kebahagiaan yang menyertai setiap langkah dan juga mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan tahun 2026 bermanfaat bagi masyarakat. Setelah rangkaian acara pertemuan rutin selesai dilanjutkan dengan
pembagian Doorprize. Acara Pertemuan Rutin Pleno PKK dan DWP Kabupaten Lamongan berjalan lancar dan khidmat.
Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN SUGIO |
| 60 | 13-02-2026 | Pada hari Jumat, 13 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan Rapat Pleno yang bertempat di Pendopo Lokatantra. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan, Ibu Noni Amilda Joko Raharto, beserta para pengurus Dharma Wanita Persatuan.
Rapat pleno membahas berbagai agenda kegiatan yang akan dilaksanakan, khususnya sinergi program dengan TP PKK Kabupaten Lamongan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H. Disampaikan rencana kegiatan “Ramadan Berkah” berupa pembagian takjil sebanyak 200 paket nasi dan air mineral di depan Pendopo Lokatantra yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2026 oleh TP PKK Kabupaten Lamongan, serta dilanjutkan oleh TP PKK Kecamatan pada tanggal 11, 13, dan 15 Maret 2026.
Selain itu, dipaparkan rangkaian kegiatan sosial Ramadan yang melibatkan kerja sama dengan BAZNAS dan Dinas Sosial, antara lain bantuan kepada 46 lembaga, bantuan alat ibadah bagi 50 anak kurang mampu, bantuan sembako bagi 100 lansia kurang mampu dan 520 penyandang disabilitas, bantuan sembako bagi 360 penyandang disabilitas, serta kegiatan buka bersama penyandang disabilitas yang direncanakan pada tanggal 11 Maret 2026. Kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Rapat juga membahas kegiatan Ramadan Megilan yang akan dilaksanakan pada tanggal 4–8 Maret 2026, meliputi pembukaan dan lomba fashion umum, lomba fashion anak, talkshow dan sosialisasi legalitas usaha oleh Diskoperindag, lomba patrol oleh Disbudporapar, serta kegiatan bersama PWI dan Dinas Perikanan melalui Festival Lele dan Festival Ngulek Sambel Pecel Lele yang diikuti oleh Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Lamongan. Informasi flayer kegiatan akan segera dibagikan kepada seluruh kecamatan untuk ditindaklanjuti.
Dalam bidang kesehatan dan pendidikan, disampaikan rencana pelaksanaan Lomba PHBS tingkat Sekolah Dasar/sederajat Tahun 2026. Pemenang tingkat kecamatan (Juara 1) akan mewakili kecamatan pada tingkat kabupaten. Technical meeting direncanakan melalui Zoom pada awal Juni, sedangkan penilaian dilaksanakan pada awal Juli 2026. Indikator penilaian akan disampaikan lebih lanjut.
Rapat juga menekankan pentingnya ketepatan waktu penyetoran Laporan GENTING, khususnya bagi Kecamatan Babat, Kalitengah, Sekaran, Bluluk, dan Lamongan agar tidak terjadi keterlambatan dalam administrasi pelaporan.
Selanjutnya dibahas rencana kunjungan siswa PAUD ke Pendopo Lokatantra dengan jumlah peserta sekitar 60–80 anak yang dipilih dari beberapa lembaga PAUD. Bunda PAUD Kecamatan diharapkan melaksanakan seleksi untuk menentukan perwakilan kecamatan di tingkat kabupaten dengan berkoordinasi bersama Korwil masing-masing. Selain itu, dihimbau agar terdapat keseragaman harga jual SKTB kepada wali murid, serta diinformasikan bahwa untuk sementara tidak ada pendirian SPS baru karena masih dalam status penundaan.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan penguatan Program Unggulan Gerakan PKK Tahun 2026 yang meliputi modernisasi IT oleh Sekretaris, program PAAREDI oleh Pokja I, GELARI PELANGI oleh Pokja II, KETAPANG MAS, GEMAS SANLOKA, dan REHARTA BERSERI oleh Pokja III, serta Gerakan Keluarga Sehat TTB oleh Pokja IV sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat.
Melalui rapat pleno ini diharapkan seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan dapat memahami, mendukung, serta berpartisipasi aktif dalam setiap program kerja yang telah direncanakan, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Lamongan. Program: Rapat Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 61 | 13-02-2026 | Nama kegiatan:Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
Pada hari Jum'at tanggal 13 Februari 2026, Ibu Ketua Dharma Wanita Bapperida Kabupaten Lamongan bersama 1 anggota menghadiri Rapat Pleno Pertemuan rutin yang diadakan setiap bulan.
Acara ini bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan semua Dinas dan Kecamatan.
Susunan acara dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Manyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita
3. Sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Kabupaten
4. Evaluasi kegiatan-kegiatan sebelumnya
5. Membahas rencana kegiatan selanjutnya
6.Doa dan Penutup
Rapat dibuka secara resmi dan berlangsung dengan tertib serta lancar. Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyampaikan pentingnya peran aktif anggota dalam mendukung program organisasi serta sinergi dengan program pemerintah daerah.Selain itu disampaikan juga oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, yaitu Ny. Puji Dariani Nalikan bahwa pada bulan Ramadhan 2026 yang jatuh pada bulan Februari-Maret, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan akan mengadakan kegiatan bagi-bagi takjil berupa nasi bungkus dan air mineral. Untuk Pelaksanaannya sesuai dengan jadwal yang telah dibagikan di surat pemberitahuan. Selain itu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan pun akan mengadakan kegiatan bakti sosial bagi-bagi sembako dan uang kepada masyarakat yang membutuhkan dan akan di distribusikan langsung ke rumah warga. Diharapakan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan di Bulan Ramadhan ini, kita semua senantiasa bersyukur dan semangat untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Semoga kegiatan-kegiatan ini semakin memupuk kesadaran sosial kita dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Secara umum, kegiatan rapat pleno berjalan dengan baik dan menghasilkan beberapa keputusan penting terkait pelaksanaan program kerja organisasi.
Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi pelaksanaan Rapat Pleno Bulanan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Program: Rapat Pelaksana: BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET & INOVASI DAERAH |
| 62 | 25-02-2026 | LAPORAN KOORDINASI STRATEGIS DWP DINAS PENDIDIKAN LAMONGAN DALAM PERSIAPAN RAMADHAN 1447 H
Waktu Pelaksanaan: Rabu, 18 Februari 2026
Tempat: Ruang Sekretariat DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
Agenda Utama: Persiapan Pembagian Ta'jil, Koordinasi Zakat Fitrah, dan Teknis Pendistribusian
Pimpinan Rapat: Pengurus Inti DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
I. PENDAHULUAN: TRANSFORMASI VISI MENJADI AKSI
Menindaklanjuti arahan dari Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Bapak Drs. Shodhikin, M.Pd., dalam rapat pleno sebelumnya mengenai kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan, para pengurus inti Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan bergerak cepat. Pada tanggal 18 Februari 2026, suasana ruang sekretariat tampak dipenuhi konsentrasi dan semangat kolaboratif.Jika pertemuan-pertemuan sebelumnya lebih banyak membahas peta jalan organisasi secara makro, maka pertemuan kali ini adalah "dapur" teknis. Di sinilah setiap ide besar diramu menjadi rencana aksi yang nyata, menyentuh sisi kemanusiaan, dan memperkuat kepedulian sosial di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
II. SINERGI RAMADHAN: TIGA PILAR UTAMA KEBAIKAN
Dalam rapat yang berlangsung akrab namun tetap profesional ini, terdapat tiga poin krusial yang dibedah secara mendalam untuk memastikan program Ramadhan 1447 H berjalan sempurna:
1. Manajemen Pembagian Ta'jil: Berbagi Kesegaran dan KeberkahanRencana pembagian ta'jil dirancang untuk menyasar masyarakat umum dan para pengguna jalan di sekitar kantor dinas.Logistik: Pengurus membahas pemilihan menu yang sehat, higienis, dan praktis untuk didistribusikan.Penjadwalan: Koordinasi pembagian jadwal piket bagi anggota DWP dari berbagai Korwil untuk berpartisipasi dalam aksi turun ke jalan.Nilai Filosofis: Ta'jil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan simbol kebersamaan antara institusi pendidikan dan masyarakat.
2. Pengkoordiniran Zakat Fitrah:
Zakat fitrah adalah kewajiban zakat jiwa bagi setiap Muslim (laki-laki, perempuan, dewasa, anak-anak) pada bulan Ramadan, berupa 2,5 kg/3,5 liter beras atau makanan pokok. Tujuannya menyucikan diri dan membantu fakir miskin. Dibayarkan sebelum salat Idulfitri, dengan besaran uang sekitar Rp50.000-Rp60.000 per jiwa berdasarkan harga beras premium.
Berikut adalah poin-poin penting terkait zakat fitrah:
Hukum: Wajib bagi yang mampu.
Waktu Pembayaran: Sejak awal Ramadan hingga sebelum salat Idulfitri. Pembayaran setelah salat Idulfitri dihitung sebagai sedekah biasa.
Besaran: 1 sha' (sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter) bahan makanan pokok (beras, gandum, kurma).
Bentuk: Beras atau uang tunai senilai 2,5 kg beras per jiwa.
Penerima (Mustahik): Terutama fakir dan miskin.
Niat Zakat Fitrah (Diri Sendiri): "Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa"
Menjaga Amanah dan KesucianZakat Fitrah merupakan kewajiban yang harus dikelola dengan sangat teliti. Dalam rapat ini, disepakati mekanisme pengumpulan zakat dari seluruh keluarga besar ASN di lingkungan Dinas Pendidikan.Ketentuan: Berdasarkan syariat, zakat fitrah yang dikelola adalah berupa beras kualitas terbaik seberat $2,5$ kg per jiwa atau nilai uang yang setara.Transparansi: Pembentukan tim verifikasi untuk mendata jumlah pembayar zakat guna memastikan akuntabilitas pelaporan di akhir periode.
3. Teknis Pendistribusian: Tepat Sasaran, Tepat ManfaatPengurus menekankan pentingnya akurasi data penerima (Mustahiq).Prioritas: Pendistribusian akan diprioritaskan bagi tenaga kependidikan honorer, penjaga sekolah yang membutuhkan, serta masyarakat di lingkungan sekolah yang layak menerima bantuan.Metode: Penggunaan kupon atau koordinasi langsung dengan sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan untuk menghindari penumpukan massa dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.
Teknis pendistribusian zakat fitrah dilakukan oleh amil (panitia) dengan mengumpulkan 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok/uang per jiwa, diutamakan dari awal Ramadan hingga sebelum salat Idulfitri. Zakat didistribusikan langsung kepada 8 golongan asnaf, terutama fakir miskin, melalui panitia masjid/lembaga zakat resmi.
Berikut detail teknis pendistribusian zakat fitrah:
Penerima (Mustahik): Zakat fitrah wajib didistribusikan kepada salah satu dari 8 golongan (asnaf), dengan prioritas utama fakir dan miskin agar mereka dapat merayakan Idulfitri.
Waktu Pendistribusian: Waktu terbaik adalah setelah fajar pada hari raya Idulfitri sebelum pelaksanaan salat Idulfitri, namun diperbolehkan (waktu jawaz) sejak awal Ramadan.
Melalui Amil/Panitia: Masyarakat disarankan menyalurkan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, mushalla, atau lembaga zakat resmi (BAZNAS/LAZ) untuk memastikan akurasi data mustahik.
Besaran dan Bentuk: Beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Dapat pula berupa uang setara nilai tersebut (misal Rp50.000 per jiwa).
Pelaporan: Panitia (amil) wajib melaporkan hasil pengumpulan dan pendistribusian kepada pihak terkait (misal KUA Kecamatan) untuk transparansi.
III. ANALISIS NILAI: KEPEDULIAN SEBAGAI WAJAH PENDIDIKAN
Pertemuan ini membuktikan bahwa pengurus DWP Dinas Pendidikan Lamongan tidak hanya tangguh dalam urusan rumah tangga dan pendampingan suami, tetapi juga mahir dalam manajemen sosial. Diskusi yang terjadi di meja rapat menunjukkan kematangan organisasi dalam membedah rincian anggaran dan efisiensi waktu.Sesuai dengan semangat yang selalu ditekankan oleh Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin, setiap program harus memiliki dampak sosial yang nyata. Dengan persiapan yang matang ini, DWP Dinas Pendidikan Lamongan siap menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki (pemberi zakat) dan mustahiq (penerima zakat).
IV. PENUTUP: MENYONGSONG KEMENANGAN DENGAN KEPEDULIAN
Rapat koordinasi persiapan Ramadhan 1447 H ini ditutup dengan kesepahaman yang bulat. Para pengurus berkomitmen untuk mengawal setiap tahapan, mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian, dengan integritas tinggi. Momentum Ramadhan tahun ini diharapkan menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperkuat citra Dinas Pendidikan Lamongan sebagai institusi yang peduli dan religius.Semangat yang dibawa dari ruang rapat ini akan segera diimplementasikan di lapangan, membawa pesan bahwa kemuliaan bulan Ramadhan adalah saat di mana tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 63 | 10-02-2026 | Pertemuan **Dharma Wanita UPTD Karanggeneng Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi** dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di ruang pertemuan UPTD Karanggeneng. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan antaranggota. Acara dipimpin langsung oleh Ibu Kepala UPTD Karanggeneng yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga solidaritas, meningkatkan keterampilan, serta mempererat silaturahmi di lingkungan organisasi.
Dalam arahannya, beliau juga menekankan bahwa kegiatan Dharma Wanita tidak hanya menjadi wadah pertemuan rutin, tetapi juga sarana pengembangan diri dan kreativitas anggota. Suasana pertemuan berlangsung santai namun tetap tertib. Para anggota terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh panitia.
Adapun pengisian acara pada pertemuan kali ini adalah praktik pembuatan es teler. Kegiatan ini dipilih karena selain menyegarkan, es teler juga merupakan minuman khas Indonesia yang mudah dibuat dan memiliki nilai jual. Para peserta secara bersama-sama mempraktikkan cara pembuatan es teler dengan bimbingan panitia, sehingga suasana semakin meriah dan interaktif.
Berikut bahan-bahan yang digunakan untuk membuat es teler:
1. Daging kelapa muda secukupnya (kerok memanjang)
2. Buah alpukat matang, potong dadu
3. Nangka matang, iris tipis
4. Kolang-kaling, iris sesuai selera
5. Susu kental manis
6. Sirup (cocopandan atau sesuai selera)
7. Gula pasir (opsional untuk tambahan kuah)
8. Air matang secukupnya
9. Es batu serut atau es batu kecil
Tata cara pembuatan es teler:
1. Siapkan mangkuk atau gelas saji.
2. Masukkan kelapa muda, potongan alpukat, nangka, dan kolang-kaling ke dalam wadah.
3. Tambahkan es batu serut atau es batu kecil sesuai selera.
4. Tuangkan susu kental manis secukupnya di atas campuran buah.
5. Tambahkan sirup cocopandan untuk memberikan rasa manis dan aroma khas.
6. Jika ingin kuah lebih banyak, campurkan sedikit gula pasir dengan air matang, lalu tuangkan ke dalam gelas.
7. Aduk perlahan sebelum disajikan agar semua bahan tercampur merata.
Dengan adanya kegiatan praktik pembuatan es teler ini, diharapkan para anggota Dharma Wanita dapat menambah keterampilan baru yang bermanfaat, baik untuk konsumsi keluarga maupun sebagai peluang usaha rumahan. Pertemuan ditutup dengan doa dan ramah tamah, serta menikmati hasil es teler yang telah dibuat bersama. Suasana kebersamaan yang tercipta menjadi nilai positif dalam memperkuat kekompakan anggota Dharma Wanita UPTD Karanggeneng.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 64 | 13-02-2026 | Pengurus Dharma Wanita Persatuan Disnaker Lamongan beserta pengurus menghadiri Rapat Pleno TP PKK dan DWP Kabupaten Lamongan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Pada Kegiatan tersebut disampaikan bahwa DWP Kabupaten akan mengadakan bagi bagi takjil seperti tahun tahun sebelumnya, dan akan melaksanakan bakti sosial dengan memberikan sembako dan uang kepada warga yang membutuhkan dan akan disrahkan secara langsung kepada penerima bantuan. Program: Rapat Pelaksana: DINAS TENAGA KERJA |
| 65 | 09-01-2026 | Ketua Dharma Wanita Persatuan Disnaker Lamongan beserta pengurus menghadiri Rapat Pleno TP PKK dan DWP Kabupaten Lamongan pada hari Jumat, 9 Januari 2026 bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Pada Kegiatan tersebut disampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026, ucapan Selamat kepada Ibu-ibu yang suaminya dilantik menduduki jabatan kepala OPD maupun alih tugas dan pada bulan Ramadhan pembagian Takjil tetap dilaksanakan dengan jumlah nasi bungkus dan air mineral sebanyak 200 untuk jadwal ditunggu info lebih lanjut. Program: Rapat Pelaksana: DINAS TENAGA KERJA |
| 66 | 13-02-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kab. Lamongan melaksanakan giat rapat pleno pada hari Jum’at 13 Februari 2026 yang diadakan di Pendopo Lokatantra. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ketua DWP Dinas Perhubungan (Ny. Dianto) dan Ibu Ibu Suryani Indarti. Kegiatan ini diawali: 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan lagu Mars PKK, 3. Menyanyikan Hymne Dharma Wanita, 4. Menyanyikan Mars Lamongan, dan yang ke 5. Sambutan Ibu Ketua PKK. Beliau menyampaikan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan, semoga menjelang Ramadhan ini, hati kita dipersiapkan untuk menjadi lebih bersih, lebih sabar, dan lebih ikhlas. Semoga Ramadhan membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, menambah keimanan, serta memberi kesempatan bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1447 H/2026 M. Dan dilanjut dengan pembahasan program-program yang akan dilaksanakan 2026 ini. Program unggulan gerakan PKK merupakan program yang harus didukung oleh DWP juga. Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan mitra strategis yang memiliki fokus pada unit terkecil masyarakat, sehingga dukungannya dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) menjadi sangat krusial untuk memperluas jangkauan program hingga ke lingkungan keluarga ASN. Sinergi ini diperlukan karena keduanya berbagi visi dalam peningkatan kualitas hidup melalui 10 Program Pokok PKK, seperti penguatan ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan ekonomi kreatif, serta penanganan isu kesehatan nasional seperti pencegahan stunting. Dengan dukungan DWP yang memiliki struktur organisasi formal di instansi pemerintah, program-program PKK tidak hanya akan menyentuh masyarakat umum di pedesaan atau kelurahan, tetapi juga menciptakan ekosistem keluarga mandiri dan sejahtera yang dimulai dari lingkup internal pegawai pemerintah. Adapun beberapa program yang dimaksud yaitu : Modernisasi IT, Gerakan Keluarga Sehat TTB, KETAPANGMAS, GEMAS SANLOKA & REHARTA BERSERI, GELARI PELANGI, dan PAAREDI.
Selain itu pada bulan Ramadan akan dilaksanakan beberapa kegiatan (Bantuan LKSA, Bantuan alat ibadah, Bantuan sembako dan pembagian takjil). Kegiatan Ramadhan Berkah pembagian takjil bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan dengan 200 paket ditambah 100 paket dari Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan (Ny. Anis Yuhronur Efendi, S.Kep.Ners., M.EK) dengan masing-masing jadwal yang sudah dilampirkan sebelumnya. Petugas diharapkan stand by pada pukul 15.00 WIB dengan jumlah 15 orang (satu kelompok berjumlah 3 OPD setiap OPD dapat diwakilkan 3 orang). Kemudian beliau berharap kegiatan Bakti sosial diberikan ke fakir miskin secara langsung ke Kecamatan. Kegiatan bakti sosial yang dilakukan dengan menyasar langsung fakir miskin di tingkat Kecamatan merupakan langkah taktis yang sangat efektif. Dengan turun langsung ke lapangan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan dapat memastikan bahwa bantuan jatuh ke tangan yang tepat serta memperkecil hambatan logistik bagi penerima manfaat. Selanjutnya ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Gus Rosyid dengan tema “Isra mi'raj dalam menyambut bulan ramadhon”. Beliau menyampaikan menyambut bulan Ramadhan melalui hikmah Isra Mi'raj adalah perpaduan tema yang sangat indah. Isra Mi'raj adalah momentum pembersihan jiwa dan penerimaan perintah shalat, sedangkan Ramadhan adalah momentum penyucian diri melalui puasa. Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Ulama menyebut bahwa Ash-shalatu mi’rajul mu’minin shalat adalah sarana "naik" nya orang beriman menyapa Sang Pencipta. Jika shalat kita sudah diperbaiki melalui momentum Isra Mi’raj, maka puasa Ramadhan kita nanti akan menjadi lebih bermakna. Shalat yang benar akan mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga lisan dan hati kita terjaga saat berpuasa. Mari kita jadikan spirit Isra Mi’raj sebagai mesin penggerak untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Jika dalam Isra Mi’raj Nabi menembus langit ketujuh, semoga di bulan Ramadhan nanti, derajat ketakwaan kita pun terangkat naik ke tingkatan tertinggi di sisi Allah SWT. Dan susunan acara terakhir yaitu penutup, ucapan terima kasih dari Ketua TP PKK dan Ketua DWP Kabupaten Lamongan atas kehadiran dan partisipasi dari para anggota dan mengingatkan kembali terkait jadwal keberangkatan bakti sosial, titik kumpul pembagian takjil, dan seragam yang akan digunakan pada hari pelaksanaan.
Program: Ceramah Pelaksana: DINAS PERHUBUNGAN |
| 67 | 20-02-2026 | Melon (Cucumis melo) termasuk dalam suku timun-timunan. Masih satu kerabat dengan semangka, blewah dan timun suri. Seperti halnya suku timun-timunan lain, melon tumbuh merambat tetapi tidak bisa memanjat. Bila tidak ditopang, tanaman ini akan tumbuh menjalar di atas permukaan tanah.
Tempat ideal untuk budidaya melon berada pada kisaran ketinggian 250-700 meter dpl. Bila ketinggian kurang dari 250 meter, tanaman melon cenderung menghasilkan buah yang kecil. Sedangkan di dataran tinggi dengan suhu dibawah 18oC, tanaman ini sulit untuk berkembang.
Tanaman melon menghendaki tingkat kelembaban udara 50-70%. Suhu rata-rata yang cocok untuk budidaya melon berkisar 25-30oC dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Kualitas buah melon akan semakin baik apabila terdapat perbedaan suhu siang dan malam cukup signifikan.
Jenis buah melon
Jenis buah melon sangat beragam. Namun hanya 3 kultivar yang populer dibudidayakan, yakni reticalatus, inodorus dan cantalupensis.
• Reticalatus. Jenis melon ini merupakan kultivar paling populer. Bentuknya membulat dengan kulit buah berwarna hijau dan teksturnya berjala, seperti terlapisi jaring. Daging buah berwarna hijau muda hingga oranye.
• Inodorus. Jenis ini memiliki kulit buah yang mulus tidak berjala. Bentuknya membulat hingga lonjong. Warna kulit buah kuning hingga kuning pucat kehijauan. Warna dagingnya ada yang hijau, oranye hingga putih. Daging buah tidak beraroma.
• Cantalupensis. Jenis ini memiliki kulit buah yang bergelombang seperti labu, atau disebut berjuring. Daging buah berwarna kuning atau oranye, aromanya sangat kuat. Blewah termasuk dalam jenis ini.
Pembibitan tanaman melon
Tanaman melon untuk budidaya biasanya diperbanyak secara generatif dari biji atau benih. Untuk budidaya melon seluas satu hektar diperlukan bibit tanaman sekitar 16.000- 20.000 pohon atau setara dengan 500-700 gram benih melon.
Sebelum ditanam benih harus dikecambahkan terlebih dahulu. Caranya dengan merendam benih dalam air hangat selama 6-8 jam. Bila benih belum mengandung fungisida, bisa ditambahkan fungisida ke dalam air rendaman sesuai dosis.
Setelah direndam benih ditiriskan dan ditebarkan diatas kain basah atau kertas koran yang telah dibasahi. Biarkan selama 1-2 hari hingga benih berkecambah. Jaga kelembaban kain atau kertas koran tersebut. Bila terlihat kering percikan air secukupnya.
Kemudian siapkan polybag kecil atau baki persemaian. Isi dengan media tanam berupa campuran tanah dengan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, lihat cara membuat media persemaian. Benamkan biji melon sedalam 1-2 cm ke dalam media tanam tersebut.
Tempat persemaian sebaiknya dilindungi dengan atap plastik bening atau sungkup. Hal ini diperlukan agar bibit yang tumbuh terlindungi dari terik matahari yang berlebihan dan kucuran air hujan langsung. Media persemaian harus terus dikontrol dan diperhatikan agar kelembabannya terjaga. Sirami secara teratur tetapi jangan terlalu basah.
Proses penyemaian biasanya berlangsung hingga 10-14 hari. Atau ditandai dengan tumbuhnya 2-3 helai daun. Pada fase ini bibit sudah siap dipindahkan ke lokasi penanaman.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan guna mendukung petani milenial telah berhasil menanam melon dengan system greenhouse di halaman belakang kantor yang terletak di pinggir jalan besar babat-surabaya ini. Dalam rangka sinergitas antara DWP dan DKPP kali ini ibu Ketua DWP DKPP beserta pengurus mengadakan kunjungan dan koordinasi serta monitoring persiapan penanaman kembali melon yang dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ktahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan bersama anggota pada Jumat (20/2). Ibu yang biasa dipanggil mba Ritta ini mengapresiasi usaha DKPP untuk memberikan referensi pada petani milenial melon di Lamongan. Dikatakan Bu Ritta, saat ini petani melon sedang banyak diminati oleh para milenial.
"Saya senang sekali Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, ini bisa menjadi referensi bagi petani khususnya sekarang melon ini diminati oleh para milenial, sehingga bisa langsung ditunjukkan referensinya seperti ini, sehingga bisa menjadi contoh untuk mereka bisa menyenangi tentang pertanian," kata Ibu yang bekerja di Dinas Pariwisat, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lamongan.
Ditambahkan Bu Ritta, saat ini ketersediaan pangan yang sedang diusahakan tidak hanya padi, namun juga berbagai sumber pangan lain.
"Untuk ketersediaan pangan memang tidak hanya padi yang sekarang kita galakkan, tapi juga sumber pangan yang lain yang bisa kita kembangkan di Kabupaten Lamongan. Sukses untuk semuanya dan mudah-mudahan sekali lagi kita berharap bahwa target kita dalam rangka untuk panen yang akan datang ini bisa sesuai dengan target yang kita harapkan," imbuh Bu Ritta yang di iyakan oleh pengurus DWP DKPP diantaranya Ny. Elly Bakhrudin Zuhri, Ny. Hanik Afifah serta Ny. Enny.
Hadir pula ibu-ibu pengurus dan anggota DWP DKPP Kabupaten Lamongan. Dilaporkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bapak Mugito, bahwa bahwa luas tanam padi di Lamongan pada Oktober 2023 hingga April 2024 ini seluas 113.281 hektar dengan sasaran tanam Oktober 2023 hingga September 2024 seluas 157.224 hektar, sedangkan luas panen Januari sampai April mencapai 67.256 hektar atau sebesar 43 persen, dengan produksi sementara sampai bulan April mencapai 477.706 ton dan provitas 7,33 Ton.
"Untuk program pendukung pertanian saat ini juga sidah dilakukan pompanisasi, sampai hari terpasang 67 Pompa Air di 6 Kecamatan . Pada kondisi pertanaman di MK (Musim Kemarau) 1 ini karena ketersediaan air yang berkurang dan sudah satu bulan tidak turun hujan, sehingga ada luasan 7,605 hektar mengalami kondisi kekeringan ringan. Selain itu, untuk pengembangan melon di Kabupaten Lamongan dengan sistem Green House juga sudah ada 80 Green House dengan produksi kurang lebih 480 kuintal," lapor Mugito saat dihubungi terpisah.
Program: Dokumentasi & Publikasi Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 68 | 13-02-2026 | Pertemuan Pleno Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dilaksanakan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan pada hari Jum’at tanggal 13 Februari 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh Ibu Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lamongan, Ibu-Ibu Pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu-Ibu Ketua Unit Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan OPD Se Kabupaten Lamongan dan Ibu-Ibu Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kecamatan se Kabupaten Lamongan. Ada bebrapa hal yang disampaikan persiapan menyambut bulan Ramadhan. Momen "bagi-bagi" menjelang Ramadhan 2026 oleh Dharma Wanita (DWP) Lamongan merupakan tradisi tahunan yang berfokus pada kepedulian sosial dan solidaritas organisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebaikan dengan masyarakat sekitar serta memberikan kemudahan bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan akan mengadakan kegiatan bagi-bagi takjil seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk jadwal sebagaimana terlampir di surat pemberitahuan. Nasi bungkus dan air mineral sejumlah 200 yang suda terbungkus dalam 1 kresek agar mempermudah saat pembagian. Petugas dari masing-masing OPD hadir dalam pelaksanaan pukul 15.00 WIB dikarenakan warga biasanya sudah berkumpul di depan gerban pendopo. Dharma Wanita Persatuan Lamongan juga akan melaksanakan bakti social dengan memberikan sembako dan uang kepada warga yang membutuhkan dan akan diserahkan secara langsung kepada penerima bantuan ke rumah masing-masing . Tujuan utama berbagi takjil di bulan Ramadhan adalah untuk mendapatkan pahala berlipat ganda dengan memberi makan orang yang berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa pemberi takjil mendapatkan pahala serupa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian sosial, mempererat silaturahmi, serta meringankan beban sesama. Kegiatan berbagi takjil ini adalah bagian dari rangkaian acara yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Kabupaten Lamongan sepanjang bulan Ramadhan, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta untuk memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas dengan masyarakat sekitar. Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang bagaimana kita memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas) serta hubungan kita dengan Sang Pencipta (hablum minallah). Mari kita sambut bulan penuh berkah ini dengan tangan terbuka dan hati yang lapang. Program: Rapat Pelaksana: BADAN KESBANGPOL |
| 69 | 13-02-2026 | NAMA KEGIATAN Menghadiri Pertemuan Rutin TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. DASAR KEGIATAN Undangan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. TUJUAN KEGIATAN Meningkatkan koordinasi, sinergi, serta menyampaikan informasi dan program kerja Dharma Wanita Persatuan dan TP PKK Kabupaten Lamongan, khususnya menjelang bulan Ramadan. WAKTU PELAKSANAAN Jumat, 13 Februari 2026. TEMPAT KEGIATAN Pendopo Lokatantra Lamongan. Yang Hadir ibu Ketua dan Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan dan Kawasan PermukimanKabupaten Lamongan. SASARAN KEGIATAN Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan serta TP PKK Kabupaten Lamongan. BENTUK KEGIATAN Pertemuan rutin, penyampaian arahan, dan sosialisasi program kerja. URAIAN KEGIATAN Pada hari Jumat, 13 Februari 2026, telah dilaksanakan Pertemuan Rutin TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan bertempat di Pendopo Lokatantra Lamongan. Kegiatan dihadiri oleh pengurus TP PKK Kabupaten Lamongan, TP PKK Kecamatan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan OPD. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan arahan Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan yang menyampaikan pentingnya sinergi dan kesiapan organisasi menjelang bulan Ramadan. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan akan melaksanakan kegiatan pembagian takjil, dimana Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lamongan mendapat jadwal pada tanggal 23 Februari 2026 sebanyak 70 kotak makanan. Selain itu juga akan dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan sembako dan uang kepada masyarakat yang membutuhkan. Selanjutnya TP PKK Kabupaten Lamongan menyampaikan beberapa program kegiatan bulan Ramadan, kegiatan lomba PHBS tingkat SD, laporan GENTING, kunjungan PAUD ke Pendopo Lokatantra, apresiasi Bunda PAUD, serta informasi terkait program pendidikan lainnya. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan khidmat.HASIL KEGIATAN Peserta memperoleh informasi program kerja Dharma Wanita Persatuan dan TP PKK Kabupaten Lamongan serta meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan kegiatan organisasi MANFAAT KEGIATAN Meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kesiapan Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kegiatan organisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan Program: Rapat Pelaksana: DINAS PERUMAHAN & KAWASAN PERMUKIMAN |
| 70 | 13-02-2026 | Dharma Wanita RSUD Dr. Soegiri Berkontribusi Aktif dalam Rapat Pleno Dharma Wanita Kabupaten Lamongan
Lamongan, 13 Februari 2026 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Dr. Soegiri turut berkontribusi aktif dalam Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang digelar pada Jumat (13/2/2026) di Pendopo Lokatantra. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan koordinasi antarorganisasi perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Rapat pleno tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan Ibu Anis Yuhronur Efendi,Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Ibu Cana Dirham Aksara, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan Ibu Puji Moh. Nalikan. Adapun para pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan, Ketua Unit Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) OPD se-Kabupaten Lamongan, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Lamongan, serta seluruh tamu undangan.
Dalam sambutannya, disampaikan sejumlah agenda penting menjelang bulan suci Ramadan. Salah satu program utama yang kembali dilaksanakan adalah kegiatan berbagi takjil sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Pembagian takjil akan dilakukan sesuai jadwal yang telah tercantum dalam surat pemberitahuan resmi.
Sebagai hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, teknis pembagian tahun ini akan lebih tertib dan efektif. Setiap OPD menyiapkan 200 paket nasi bungkus dan air mineral yang telah dikemas dalam satu kantong plastik guna memudahkan distribusi. Penggunaan nasi bungkus dipilih untuk menghindari penukaran kotak nasi oleh warga, serta air mineral gelas tidak dalam kondisi beku guna meminimalisir tumpah. Khusus hari Minggu, pembagian takjil akan berupa tiga bungkus mi instan. Seluruh petugas dari masing-masing OPD dijadwalkan hadir pukul 15.00 WIB karena masyarakat biasanya telah berkumpul di depan gerbang pendopo.
Selain program berbagi takjil, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan juga akan melaksanakan bakti sosial berupa pemberian sembako dan santunan uang kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut akan diserahkan secara langsung ke rumah masing-masing penerima sebagai bentuk kepedulian dan perhatian nyata kepada masyarakat.
Partisipasi aktif Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Dr. Soegiri dalam rapat pleno ini menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung program sosial dan kemasyarakatan yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Melalui kebersamaan dan sinergi yang solid, diharapkan seluruh agenda kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat Lamongan.
Program: Rapat Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 71 | 13-02-2026 | Pada hari Jumat, 13 Februari 2026, telah dilaksanakan Pertemuan Rutin TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang bertempat di Pendopo Lokatantra Lamongan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Lamongan, TP PKK Kecamatan, pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Endah Ismawati Sugeng Widodo, beserta Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan khidmat. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Effendi, yang didampingi oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Cana Dirham Akbar Aksara, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan. Dalam arahannya disampaikan pentingnya sinergi, koordinasi, serta kesiapan seluruh pengurus dalam mendukung kelancaran kegiatan organisasi, khususnya menjelang bulan Ramadan. Selanjutnya disampaikan materi dan pembahasan kegiatan dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan sebagai berikut: 1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan akan kembali melaksanakan kegiatan pembagian takjil seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan jadwal yang telah ditetapkan melalui surat pemberitahuan kepada masing-masing OPD. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan mendapatkan jadwal pelaksanaan pembagian takjil pada hari Selasa, 3 Maret 2026, bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Dinas Tenaga Kerja, dengan lokasi di depan Pendopo Lokatantra dan jumlah sebanyak 200 paket. 2. Paket takjil berupa nasi bungkus dan air mineral sebanyak 200 paket yang telah dikemas dalam satu kantong plastik untuk mempermudah proses distribusi serta menghindari penukaran makanan oleh penerima. Air mineral diharapkan tidak dalam kondisi dingin guna meminimalisir risiko tumpah. 3. Khusus pada hari Minggu, paket takjil akan berupa tiga bungkus mi instan. 4. Petugas dari masing-masing OPD diminta hadir pada pukul 15.00 WIB, mengingat masyarakat biasanya telah berkumpul di depan gerbang Pendopo Lokatantra menjelang waktu berbuka puasa. 5. Selain kegiatan pembagian takjil, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan juga akan melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan sembako dan bantuan uang kepada masyarakat yang membutuhkan, yang akan diserahkan secara langsung ke rumah masing-masing penerima. Selanjutnya disampaikan materi dan informasi dari TP PKK Kabupaten Lamongan sebagai berikut: 1. Jadwal kegiatan pembagian takjil TP PKK Kabupaten Lamongan ditetapkan pada tanggal 6 Maret 2026, sedangkan TP PKK Kecamatan dijadwalkan pada tanggal 11, 13, dan 15 Maret 2026. 2. Kegiatan TP PKK selama bulan Ramadan meliputi: bantuan LKSA pada tanggal 3 Maret 2026 kepada 47 lembaga yang bekerja sama dengan BAZNAS, bantuan alat ibadah pada tanggal 4 Maret 2026 kepada 50 anak kurang mampu yang bekerja sama dengan Dinas Sosial, bantuan sembako kepada 100 lansia kurang mampu dan 520 penyandang disabilitas yang bekerja sama dengan Dinas Sosial, serta kegiatan buka bersama bagi 360 penyandang disabilitas pada tanggal 11 Maret 2026 yang bekerja sama dengan BAZNAS. 3. Pada tahun 2026, akan dilaksanakan lomba PHBS tingkat sekolah dasar sederajat. Seleksi akan dilakukan oleh TP PKK Kecamatan, dan pemenang akan mewakili kecamatan pada tingkat kabupaten. Technical meeting direncanakan pada awal Juni melalui Zoom. 4. Disampaikan imbauan agar laporan GENTING disampaikan tepat waktu, khususnya bagi Kecamatan Babat, Kalitengah, Sekaran, Bluluk, dan Lamongan. 5. Terdapat program kunjungan siswa PAUD ke Pendopo Lokatantra dengan jumlah peserta sekitar 60-80 anak yang akan dipilih dari beberapa lembaga PAUD di masing-masing kecamatan. 6. Disampaikan informasi terkait apresiasi Bunda PAUD, dimana setiap kecamatan diminta melakukan seleksi untuk diusulkan sebagai perwakilan tingkat kabupaten. 7. Disampaikan pula imbauan untuk menyamakan harga jual SKTB kepada wali murid serta informasi bahwa untuk sementara tidak terdapat pendirian SPS baru karena masih dalam kondisi penundaan. Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota TP PKK serta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dapat meningkatkan koordinasi, memperkuat sinergi antarorganisasi, serta mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan secara optimal. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 72 | 11-02-2026 | Pada hari Rabu, tanggal 11 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan melaksanakan pertemuan rutin yang bertempat di ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 anggota yang diselenggarakan sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menjadi penyampaian informasi, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan program kerja organisasi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan menyanyikan Mars dan Hymne Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk peneguhan semangat organisasi dan penguatan rasa kebersamaan antaranggota. Setelah suasana pertemuan terbentuk dengan tertib dan khidmat kegiatan dilanjutkan dengan agenda penyampaian laporan dari pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan. Sekretaris melaporkan perkembangan administrasi dan kegiatan organisasi, Bendahara menyampaikan kondisi keuangan serta realisasi iuran anggota, sementara Bidang Ekonomi, Bidang Pendidikan, dan Bidang Sosial Budaya memaparkan pelaksanaan program kerja yang telah berjalan sekaligus rencana kegiatan pada periode mendatang. Penyampaian laporan ini menjadi bagian penting dalam memastikan keterbukaan informasi serta akuntabilitas pelaksanaan kegiatan organisasi. Memasuki acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Endah Ismawati Sugeng Widodo. Dalam arahannya disampaikan berbagai informasi hasil rapat pleno tingkat kabupaten, diawali dengan ucapan selamat atas pelantikan pengurus di Sukodadi serta ucapan selamat Tahun Baru kepada seluruh anggota. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif anggota dalam rangkaian peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-26, khususnya kepada Ibu Andry, Ibu Wawan, Ibu Wildan, Ibu Andi, dan Ibu Diki yang telah berperan serta dalam lomba ILDI. Sejalan dengan hal tersebut, diinformasikan bahwa kewajiban iuran tahunan anggota telah terpenuhi seluruhnya sebagai wujud kedisiplinan dan tanggung jawab bersama dalam mendukung keberlangsungan organisasi. Dalam rangka memperkuat identitas dan rasa memiliki terhadap organisasi, juga diingatkan pentingnya sosialisasi Mars dan Hymne Dharma Wanita Persatuan agar semakin dipahami serta dapat dilaksanakan dengan baik pada setiap kegiatan resmi. Pembahasan kemudian berlanjut pada rencana program kerja organisasi. Untuk bulan Februari, direncanakan kegiatan sosial berupa pemberian nasi bungkus dan pembagian takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan di antara anggota. Sebagai tindak lanjut dari rencana kegiatan sosial di bulan Ramadan, pada pertemuan ini juga disepakati pelaksanaan infaq subuh bersama yang dapat diisi secara sukarela mulai saat ini, sehingga dana yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk kegiatan santunan. Selain itu, dibahas pula rencana kegiatan bulan Maret berupa pemberian parcel atau bingkisan Hari Raya kepada seluruh anggota. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaannya, bendahara masing-masing bidang diminta menyusun kebutuhan anggaran dan melaporkannya kepada bendahara Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan agar dapat dilakukan penyesuaian dan perencanaan yang matang. Sebagai bagian dari penguatan organisasi, pada pertemuan ini juga dilaksanakan sesi perkenalan tiga anggota baru yang bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Dinas Komunikasi dan Informatika. Kehadiran anggota baru disambut dengan hangat dan diharapkan dapat menambah semangat, mempererat kekompakan, serta meningkatkan sinergi dalam mendukung kegiatan organisasi ke depan. Menjelang akhir kegiatan, suasana pertemuan semakin hidup dengan adanya sesi pengenalan produk dan beauty class dari Hanasui. Kegiatan ini meliputi edukasi perawatan kulit, pengenalan produk kecantikan, tutorial tata rias, serta praktik langsung yang diikuti secara antusias oleh anggota. Sesi ini tidak hanya memberikan pengetahuan tambahan, tetapi juga menjadi sarana relaksasi dan kebersamaan bagi seluruh peserta. Seluruh rangkaian kegiatan pertemuan rutin kemudian ditutup dengan penutup yang berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Melalui pertemuan ini, diharapkan hubungan kekeluargaan antaranggota semakin erat, partisipasi dalam kegiatan organisasi semakin meningkat, serta pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan dapat berjalan secara berkelanjutan, tertib, dan memberikan manfaat yang nyata bagi anggota maupun masyarakat. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 73 | 18-02-2026 | PERTEMUAN PLENO DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
Unit Pelaksana Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Lamongan
“Menumbuhkan Semangat UMKM demi Kemandirian Ekonomi Kabupaten Lamongan"
1. Dharma Wanita Persatuan (DWP) bukan sekadar organisasi istri ASN, melainkan wadah intelektual dan penggerak sosial yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Menyadari potensi besar yang dimiliki oleh para anggotanya, DWP Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Lamongan menyelenggarakan Pertemuan Pleno rutin dengan fokus khusus pada sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah pola pikir konsumtif menjadi produktif, serta menyelaraskan langkah anggota DWP dengan program Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
2. PELAKSANAAN KEGIATAN
Hari/Tanggal: Rabu, 11 Februari 2026
Waktu: 09.00 WIB – Selesai
Tempat: Aula Pertemuan Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Lamongan
Dipimpin Oleh: Ibu Ketua DWP Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Lamongan
Peserta: Seluruh jajaran pengurus dan anggota DWP se-Kecamatan Lamongan (Lingkup Pendidikan)
3. RANGKAIAN ACARA & MATERI INTI
A. Arahan Strategis Ibu Ketua
Dalam sambutannya yang inspiratif, Ibu Ketua menekankan bahwa setiap ibu rumah tangga adalah "Manajer Ekonomi" keluarga. Beliau menyampaikan bahwa menumbuhkan UMKM tidak harus dimulai dengan modal besar, melainkan dimulai dari keberanian untuk berinovasi dengan produk lokal.
"Kita harus bangga memakai dan memasarkan produk Lamongan. Jika bukan kita yang memulai, siapa lagi? UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita saat ini."
B. Bedah Potensi: Dari Hobi Menjadi Rejeki
Pertemuan ini membahas bagaimana anggota DWP dapat menggali potensi diri, mulai dari kuliner khas Lamongan, kerajinan tangan (handicraft), hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Peserta diajak untuk melihat peluang di lingkungan sekitar yang bisa dikonversi menjadi nilai tambah ekonomi.
C. Sosialisasi Literasi Digital UMKM
Salah satu poin menarik dalam diskusi pleno ini adalah pentingnya "Go Digital". Para peserta diberikan gambaran singkat mengenai:
Pentingnya kemasan (packaging) yang menarik untuk produk lokal.
Pemanfaatan media sosial sebagai etalase jualan.
Dukungan terhadap program "Beli Produk Lamongan" sebagai bentuk loyalitas kedaerahan.
angkah-langkah mudah atau cara sukses bisnis UMKM yang cocok untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah, seperti sebagai berikut :
Tingkatkan kualitas barang
Salah satu faktor kunci pertumbuhan UMKM adalah kualitas produk. Mengingat pembeli akan selalu menyukai barang berkualitas tinggi. Kualitas produk akan otomatis meningkat selama kualitas bisnis tetap terjaga. Oleh karena itu, kualitas produk UMKM harus ditingkatkan secara bertahap. Meski terkadang menaikkan biaya produksi, pelaku usaha bisa menyiasatinya dengan menaikkan harga jual. Produk tersebut akan terus disukai pelanggan selama kenaikan harganya sesuai.
Identifikasi dan klasifikasikan target pasar secara akurat
Meskipun usaha Kamu masih kecil, Kamu harus memiliki target audiens atau konsumen yang tepat. Selain itu, Kamu harus melakukan studi untuk memahami kecenderungan pembelian pelanggan potensial. Misalnya, jika Kamu menjual aksesoris fashion hijab untuk anak muda, Kamu perlu mengetahui segmen pasar mana yang sering membeli barang-barang tersebut, wanita berusia antara 15 dan 35 tahun atau orang dewasa yang berusia 40 tahun atau lebih. Kamu dapat menggunakan jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan sebagai panduan saat memutuskan segmentasi pasar. Jika Kamu masih bingung, lakukan riset dengan membuat survey atau jajak pendapat kecil-kecilan di media sosial.
Andal dalam menjalankan bisnis
Menjadi konstan dalam urusan bisnis Kamu adalah tahap akhir yang mudah atau strategi bisnis UMKM. Dari memilih produk hingga mengembangkan rencana pemasaran untuk produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), semuanya tercakup. Meskipun pemutakhiran dan inovasi penting untuk pengembangan bisnis, selalu penting untuk memiliki dasar yang kuat dalam prinsip bisnis sehingga konsumen dan target pasar akan mengenali merek Kamu.
Manfaatkan platform online
Platform online memiliki peran yang sangat signifikan dalam pengembangan usaha UMKM di era digital ini. Karena semakin banyak konsumen yang melakukan bisnis secara online karena dianggap lebih nyaman dan hemat biaya. Selain itu, bisnis UMKM dapat memanfaatkan platform online untuk berbagai tujuan, termasuk promosi produk, komunikasi klien, dan fasilitas penjualan. Media sosial dan e-commerce hanyalah beberapa platform yang dapat digunakan untuk kebutuhan ini. UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan berpeluang mendongkrak penjualan dengan memanfaatkan jalur online.
Berikan pelayanan yang baik untuk mendapatkan loyalitas pelanggan
Jangan hanya berkonsentrasi pada kepentingan bisnis saat menjalankan perusahaan atau bisnis; melakukan yang terbaik untuk pelanggan. Misalnya, dengan mengatur kontak layanan pelanggan, sehingga pelanggan tidak akan repot mencari sarana untuk menghubungi Kamu jika mereka memiliki masalah atau keluhan. Layanan ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan aspek mana dari perusahaan Kamu yang harus diubah sebagai tanggapan atas umpan balik pelanggan.
4. ATMOSFER KEGIATAN
Suasana pertemuan berlangsung hangat namun penuh konsentrasi. Terlihat dari dokumentasi, para anggota yang mengenakan seragam kebanggaan DWP tampak antusias menyimak setiap poin yang disampaikan. Kehadiran para peserta dalam jumlah yang maksimal menunjukkan soliditas dan komitmen yang tinggi terhadap organisasi.
Tidak hanya sekadar duduk dan mendengar, sesi tanya jawab pun dipenuhi dengan diskusi interaktif mengenai kendala-kendala yang dihadapi ibu-ibu di lapangan saat mencoba memulai usaha kecil-kecilan di rumah.
5. KESIMPULAN & TINDAK LANJUT
Pertemuan Pleno ini berhasil merumuskan beberapa poin penting:
Penguatan Jejaring: Anggota DWP sepakat untuk saling mendukung usaha sesama anggota (Beli dari Teman Sendiri).
Pendampingan: DWP akan berupaya memfasilitasi informasi terkait perizinan dan pengembangan produk UMKM bagi anggota yang memiliki usaha.
Kemandirian: Mendorong terciptanya satu produk unggulan dari setiap unit kerja DWP di lingkup pendidikan Kecamatan Lamongan.
6. PENUTUP
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan harapan besar agar semangat yang dikobarkan dalam pertemuan ini tidak berhenti di meja rapat, melainkan berlanjut hingga ke dapur-dapur produksi para anggota. Dengan bangkitnya UMKM dari tangan para perempuan hebat, Lamongan akan semakin mandiri dan sejahtera.
"Perempuan Berdaya, UMKM Jaya, Lamongan Megilan!"
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 74 | 13-02-2026 | Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan memperkuat sinergi antar pengurus serta anggota, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyelenggarakan Pertemuan Rutin Pleno bersama Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Lamongan pada hari Jum’at, 13 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin organisasi yang bertujuan untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, menyampaikan rencana kegiatan mendatang, serta mempererat tali silaturahmi antar unsur organisasi. Bu Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Ibu-ibu Pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu-ibu Ketua Unit Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan OPD se-Kabupaten Lamongan, Ibu-ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Lamongan. Dalam pertemuan pleno tersebut, terdapat dua agenda utama yang menjadi fokus pembahasan, yaitu kegiatan pembagian takjil dan kegiatan bakti sosial. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan akan kembali melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat pada bulan Ramadhan mendatang. Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dan egiatan pembagian takjil, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan juga akan melaksanakan kegiatan bakti sosial. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN |
| 75 | 13-02-2026 | Pertemuan Dharma Wanita Persatuan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Dalam pertemuan Dharma Wanita tersebut memungkinkan membahas, berdiskusi, dan meninjau kemajuan dan pencapaian berbagai program Dharma Wanita Persatuan. Salah satu tujuan pertemuan Dharma Wanita ini adalah untuk menyusun strategi dan merencanakan kegiatan dan inisiatif masa depan. Hal tersebut penting untuk memastikan Dharma Wanita Persatuan terus memberikan dampak positif terhadap semua anggota Dharma Wanita Persatuan dan juga masyarakat sekitar.
Pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026 Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan melaksanakan pertemuan rutin Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan di Pendopo Lokatantra.
Selanjutnya memasuki acara inti yakni rapat pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan dan diikuti dengan menyanyikan lagu mars TP PKK, mars Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan. Acara dibuka oleh ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ibu Anis Kartika YES. Beliau menyampaikan dalam rangka menjelang bulan ramadhan maaf dan selamat menunaikan ibadah puasa. Lalu menyampaikan beberapa rangkaian kegiatan selama bulan ramadhan.
Kemudian dilanjutkan dengan rapat pleno Dharma Wanita Persatuan dan dibuka dengan sambutan Ketua Ibu Puji Dariyani Nalikan selaku ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Ibu Puji Dariyani Nalikan juga menyampaikan dalam rangka menjelang bulan ramadhan maaf dan selamat menunaikan ibadah puasa. Lalu menyampaikan beberapa rangkaian kegiatan selama bulan ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya Dharma Wanita Persatuan melaksanakan bagi-bagi takjil. Untuk jadwal sebagaimana terlampir di surat pemberitahuan; • nasi bungkus dan air mineral sejumlah 200 yang sudah terbungkus dalam 1 kresek agar mempermudah saat pembagian (evaluasi dari tahun sebelumnya diharapkan nasi berupa nasi bungkus agar warga tidak berebut tukar nasi kotak, diharapkan juga air mineral gelas jangan es karena meminimalisir tumpah); khusus hari minggu pembagian takjil berupa 3 pcs mie instan • petugas dari masing” opd hadir dalam pelaksanaan pukul 15.00 dikarenakan warga biasanya sudah berkumpul di depan gerbang pendopo. 2. Dharma wanita persatuan kabupaten lamongan juga akan melaksanakan bakti sosial dengan memberikan sembako dan uang kepada warga yang membutuhkan dan akan diserahkan secara langsung kepada penerima bantuan ke rumah masing – masing.
Acara ditutup dengan acara lain-lain yakni pengumuman perolehan arisan, simpan pinjam dan doorprize. Dan untuk petugas birama Hymne dan Mars bulan depan dari Sekretariat DPRD.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS LINGKUNGAN HIDUP |
| 76 | 12-02-2026 | Pertemuan Dharma Wanita Persatuan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemerintah Lamongan. Dalam pertemuan Dharma Wanita tersebut memungkinkan membahas, berdiskusi, dan meninjau kemajuan dan pencapaian berbagai program Dharma Wanita Persatuan. Salah satu tujuan pertemuan Dharma Wanita ini adalah untuk menyusun strategi dan merencanakan kegiatan dan inisiatif masa depan. Hal tersebut penting untuk memastikan Dharma Wanita Persatuan terus memberikan dampak positif terhadap semua anggota Dharma Wanita Persatuan dan juga masyarakat sekitar.
Hari Kamis Tanggal 12 februari 2026 Pukul 08.00 WIB dilaksanakan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan di Ruang Pertemuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan. Agenda pertemuan kali ini adalah pertemuan rutin dan perpisahan serta penyerahan talih asih purna tugas kepada Ibu Ny. Saepul Amin dan Ny. Akhmat Rois selaku staff Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan.
Yang bertugas sebagai Pembawa Acara dan Dirigen pada pertemuan Dharma Wanita Persatuan adalah Bidang Persampahan dan pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan. Yang bertindak sebagai pembawa acara adalah Putri Ferian dan dirigen oleh Andini Dewi Acara dibuka dengan bacaan basmalah kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita dan Hymne Dharma Wanita bersama-sama dengan kompak dan baik. Semua anggota Dharma Wanita Persatuan diharap berdiri untuk menyanyikan lagu tersebut. Setelah itu acara dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan Ibu Ratna Teguh Ali Sabudi. Ibu Ratna Teguh Ali Sabudi menyampaikan terimakasih atas kehadiran anggota pada pertemuan hari ini serta sekaligus mengucapkan maaf sebelum melaksanakan Ibadah puasa Bulan Ramadhan. Selanjutnya masing-masing bidang menyampaikan laporan kegiatannya, pertama dari bidang ekonomi menyampaikan laporan keuangan baik pemasukan dan pengeluaran selama 2 bulan terakhir. Kemudian dilanjutkan laporan dari bidang sosial yang menyampaikan mengenai laporan dana sosial baik pemasukan dan pengeluaran selama 2 bulan terakhir, selama 2 bulan terakhir ini dana sosial diberikan kepada anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan yang mengalami sakit dan belasungkawa.
Sebelum memasuki acara inti penyerahan tali asih purna tugas. Dilakukan penyampaian perolehan arisan dan doorprize. Selanjutnya memasuki acara inti yakni penyerahan tali asih purna tugas kepada Ibu Ny. Saepul Amin dan Ny. Akhmat Rois selaku staff Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan yang diawali dengan penyampaian kata perpisahan oleh Ibu Ratna Teguh Ali Sabudi, disampaikan terimakasih atas jasa-jasa selama bertugas di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan dan harapan-harapan untuk kedepannya setelah memasuki masa purna tugas. Kemudian penyerahan tali asih kepada mereka bertiga berupa barang yang bermanfaat. Kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.
Sebelum acara ditutup ada penyampaian fashion dari elzatta diamana mereka mempromosikan produk edisi ramadhan mereka. Khusus unutk pembelian pada pertemuan ini mereka memberikan potongan dskon 50.000 per item.
Selesai acara pertemuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan ditutup dengan bacaan Doa Program: Rapat Pelaksana: DINAS LINGKUNGAN HIDUP |
| 77 | 13-02-2026 | Kegiatan Dharma Wanita Persatuan yang diselenggarakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026, berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan di Gedung Lokatantra. Pertemuan yang dikemas dalam rapat pleno tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mempersiapkan berbagai program sosial menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ibu Hj. Anis Kartika Yuhronur Efendi yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi aktif seluruh anggota. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung program pemerintah daerah sekaligus sebagai wadah pemberdayaan perempuan. Beliau juga mengajak seluruh anggota untuk terus memperkuat solidaritas, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam setiap aktivitas organisasi.
Agenda utama pertemuan membahas rencana kegiatan sosial dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Salah satu program yang disepakati adalah pembagian takjil dan nasi bungkus sebanyak 200 paket, lengkap dengan air mineral gelas yang dikemas dalam kresek. Selain itu, setiap paket juga akan disertai tiga bungkus mi instan sebagai tambahan bahan pangan bagi penerima manfaat. Pembagian direncanakan dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Lokatantra. Teknis pendistribusian takjil akan dilakukan secara tertib dengan melibatkan minimal tiga orang perwakilan dari masing-masing OPD agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tepat sasaran.
Selain pembagian takjil, kegiatan bakti sosial juga akan diwujudkan melalui pemberian santunan secara langsung kepada fakir miskin. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan serta menjadi bentuk nyata kepedulian sosial anggota Dharma Wanita Persatuan. Dalam rapat juga disepakati bahwa harga ijazah TK DWP akan disamaratakan untuk seluruh wilayah Kabupaten Lamongan, sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan dan keadilan dalam pelayanan pendidikan.
Pada kesempatan tersebut juga dibahas sinergi program dengan gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Berbagai program seperti Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat (Ketapangmas), Paaredi, Gema Sanloka, dan lainnya diharapkan tidak hanya menjadi program formal organisasi, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan rumah tangga anggota. Dengan demikian, anggota DWP tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
Isu kebersihan lingkungan turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Seluruh anggota dihimbau untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga guna memudahkan proses pengelolaan di TPA. Kesadaran untuk tidak membuang sampah di pinggir jalan kembali ditegaskan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Menjelang bulan Ramadan, seluruh anggota diajak untuk membudayakan hidup bersih, baik bersih diri maupun bersih lingkungan, sebagai wujud kesiapan menyambut bulan yang suci dengan hati dan lingkungan yang bersih.
Sebagai penutup, tausiyah disampaikan oleh Gus Rosyid dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema bahwa sholat merupakan ujung tombak ibadah. Puasa Ramadan, menurut beliau, harus diiringi dengan pelaksanaan sholat fardhu secara disiplin. Beliau menegaskan bahwa apabila seseorang berpuasa namun tidak melaksanakan sholat, maka puasanya menjadi tidak sempurna. Oleh karena itu, menyambut Ramadan hendaknya dilakukan dengan hati yang gembira dan penuh rasa syukur agar memperoleh ridho Allah SWT.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menghidupkan malam-malam Ramadan dengan melaksanakan sholat sunnah tarawih serta memperbanyak tadarus Al-Qur’an. Momentum Ramadan harus dijadikan sarana memperbaiki kualitas ibadah dan mempererat ukhuwah. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang telah direncanakan dalam rapat pleno tersebut, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH |
| 78 | 13-02-2026 | Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Nurul Arif Bakhtiar bersama Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Evi Moch. Zamroni beserta Sekretaris Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan mengikuti kegiatan Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 13 Bulan Februari Tahun 2026 di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Penyelenggara Rapat Pleno ini adalah Bidang Sekretariat Dharma Wanita Kabupaten Lamongan. Rapat Pleno ini diadakan rutin setiap bulan dengan peserta Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Seluruh OPD Kabupaten Lamongan. Kegiatan Pleno PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan diawali dengan menyanyikan lagu Marsk PKK, Hymne Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan. Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan di pimpin oleh Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Effendi S.Kep. Ners, MEK., didampingi oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Cana Dirham Akbar Aksara, SE beserta jajaran pengurus TP PPK Kabupaten dan DWP Persatuan Kabupaten Lamongan. Dalam sambutannya Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Effendi S.Kep. Ners, MEK., beliau menyampaikan : 1. Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan, Semoga menjelang Ramadan ini, hati kita dipersiapkan untuk menjadi lebih bersih, lebih sabar, dan lebih ikhlas. Semoga Ramadan membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, menambah keimanan, serta memberi kesempatan bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat menunaikan ibadah Ramadan 1447 H/2026 M; 2. Kegiatan bantuan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) sebanyak 46 Lembaga se Kabupaten Lamongan, dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2026; 3. Kegiatan Penyaluran Bantuan Alat Ibadah kepada anak kurang mampu di Kecamatan Sukorame sebanyak 50 anak, dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2026; 4. Kegiatan Penyaluran Bantuan Sembako kepada penyandang disabilitas sebanyak 520 orang dan warga kurang mampu di Kecamatan Ngimbang sebanyak 100 orang; 5. Kegiatan Buka Bersama Penyandang Disabilitas di Pendopo Lokatantra sebanyak 360 orang, dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2026; 6. DEKRANASDA Kabupaten Lamongan akan melaksanakan kegiatan Ramadan Megilan (RAME) yang akan dilaksanakan pada 4-8 Maret 2026 di GOR Lamongan; 7. Pada Tahun 2026 akan dilaksanakan Lomba PHBS Sekolah Dasar sederajat, selanjutnya dimohon Ketua TP PKK Kecamatan melaksanakan Lomba di tingkat Kecamatan yang selanjutnya Juara/Pemenang Pertama diusulkan menjadi perwakilan Kecamatan di tingkat Kabupaten. Akan dilaksanakan technical meeting melalui zoom pada awal Juni, sedangkan untuk penilaian akan di laksanakan awal bulan Juni; 8. Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan akan melaksanakan kegiatan Itsbat Nikah Massal, Pendaftaran sudah dimulai dari sekarang dan di tutup pada 30 Juni 2026 dengan menghubungi nomor 085736247374 (Bagian KESRA SETDA Lamongan); 9. Program Kerja Forum PAUD Kabupaten Lamongan tahun 2026 yakni Kunjungan siswa PAUD ke Pendopo Lokatantra, Ketua TP PKK Kecamatan se Kabupaten Lamongan untuk menentukan siswa-siswi Peserta didik diambilkan dari beberapa lembaga PAUD untuk mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 60-80 Peserta; 10. Selain itu akan dilaksanakan Apresiasi Bunda PAUD Desa/Kelurahan, Ketua TP PKK Kecamatan harap melaksanakan seleksi untuk di usulkan menjadi perwakilan Kecamatan di tingkat Kabupaten dan dapat koordinasi dengan koordinator wilayah pendidikan masing – masing Kecamatan; 11. Dihimbau kepada Ketua TP PKK Kecamatan se Kabupaten Lamongan menginformasikan kepada Lembaga PAUD/TK untuk menyamakan harga jual SKTB ke walimurid siswa; 12. Tidak ada pendirian SPS baru, 1 Desa/Kelurahan 1 SPS, untuk pendirian SPS saat ini dipending/ditunda. Dalam sambutannya Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan, beliau menyampaikan : 1. Selamat menunaikan ibadah Ramadan 1447 H/2026 M. Semoga Ramadan ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, menambah keimanan, serta memberi kesempatan bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik; 2. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan akan mengadakan bagi-bagi takjil sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Takjil yang dibagikan berupa nasi bungkus dan air mineral sejumlah 200 porsi setiap harinya. Jadwal pembagian sebagaimana terlampir dalam surat pemberitahuan yang sudah disampaikan; 3. Pada bulan Ramadan ini Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan akan melaksanakan Bakti Sosial dengan memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada warga yang membutuhkan dan akan diserahkan secara langsung kepada penerima bantuan ke rumah masing-masing. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN KEMBANGBAHU |
| 79 | 13-02-2026 | Menindaklanjuti Surat dari Dharmawanita Kabupaten Lamongan, tanggal 05 Februari 2026, nomor : 10/Skr/Dwp.Kab.Lmg/II/2026, perihal : Undangan Pleno yang akan dilaksanakan pada Hari Jum'at 13 Februari 2026 yang akan dilaksanakan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, dengan peserta semua OPD dan Kecamatan se - Kabupaten Lamongan yang diwakili oleh Ibu Ketua Dharmawanita dan Sekretaris. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan diwakili oleh Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan yaitu Ibu Annis Moh. Chaidir Annas dan Ibu Annisafitri Romadhona. Acara dibuka oleh Ibu Ketua Dharmawanita Kabupaten Lamongan yaitu Ibu Dariyani Moh. Nalikan, beliau menyampaikan PERTAMA - TAMA MARILAH KITA MEMANJATKAN RASA SYUKUR KEHADIRAT ALLAH SWT KARENA ATAS LIMPAHAN RAHMAT, TAUFIK DAN HIDAYAH-NYA PADA HARI INI KITA BERSAMA-SAMA DAPAT HADIR PADA PERTEMUAN RUTIN PLENO TIM PENGGERAK PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DAN DHARMA WANITA PERSATUAN SE KABUPATEN LAMONGAN DALAM KEADAAN SEHAT WAL’AFIAT. TAK LUPA SHOLAWAT SERTA SALAM TETAP TERCURAH KEPADA JUNJUNGAN KITA NABI BESAR MUHAMMAD SAW. ATAS SURI TAULADANNYA KEPADA KITA SEKALIAN. ADA HAL YANG INGIN SAYA SAMPAIKAN :1. DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN LAMONGAN AKAN MENGADAKAN BAGI – BAGI TAKJIL SEPERTI TAHUN – TAHUN SEBELUMNYA, UNTUK JADWAL SEBAGAIMANA TERLAMPIR DI SURAT PEMBERITAHUAN; NASI BUNGKUS DAN AIR MINERAL SEJUMLAH 200 YANG SUDAH TERBUNGKUS
DALAM 1 KRESEK AGAR MEMPERMUDAH SAAT PEMBAGIAN. (EVALUASI DARI TAHUN SEBELUMNYA
DIHARAPKAN NASI BERUPA NASI BUNGKUS AGAR WARGA TIDAK BEREBUT TUKAR NASI KOTAK, DIHARAPKAN JUGA AIR MINERAL GELAS JANGAN ES KARENA MEMINIMALISIR TUMPAH); KHUSUS HARI MINGGU PEMBAGIAN TAKJIL BERUPA 3 PCS MIE INSTAN, PETUGAS DARI MASING” OPD HADIR DALAM
PELAKSANAAN PUKUL 15.00 DIKARENAKAN WARGA BIASANYA SUDAH BERKUMPUL DI DEPAN GERBANG PENDOPO. 2. DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN LAMONGAN JUGA AKAN MELAKSANAKAN BAKTI
SOSIAL DENGAN MEMBERIKAN SEMBAKO DAN UANG KEPADA WARGA YANG MEMBUTUHKAN DAN AKAN DISERAHKAN SECARA LANGSUNG KEPADA PENERIMA BANTUAN KE RUMAH MASING - MASING ; DEMIKIAN SAMBUTAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, KURANG LEBIHNYA SAYA MOHON MAAF, SAYA AKHIRI WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 80 | 13-02-2026 | Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
Bidang : Sekretariat
Program Kerj Sekretriat : Penataan Organisasi/Manajemen
Kegiatan Penataan Organisasi/Manajemen : Sosialisasi/Konsolidasi
Kegiatan Program :
1. Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
2. Hari/Tanggal : Jum’at, 13 Pebruari 2026
3. Waktu : 08.00 WIB
4. Tempat : Pendopo Lokantantra Lamongan
5. Pakaian : Dharma Wanita Persatuan
6. Peserta : Ibu – ibu Dharma Wanita Persatuan OPD se Kabupaten Lamongan beserta sekretaris
7. Acara : Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
Ibu Ketua Dharma Wanita menyampaikan
ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.
YANG SAYA HORMATI :
1. IBU KETUA DAN WAKIL KETUA TIM PENGGERAK
PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN
KELUARGA KAB. LAMONGAN ;
2. IBU – IBU PENGURUS TP PKK DAN DHARMA
WANITA PERSATUAN KAB. LAMONGAN ;
3. IBU-IBU KETUA UNIT UNSUR PELAKSANA DHARMA
WANITA PERSATUAN OPD SE KABUPATEN
LAMONGAN ;
4. IBU-IBU KETUA TIM PENGGERAK PEMBERDAYAAN
DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA KECAMATAN
SE KABUPATEN LAMONGAN, DAN SELURUH TAMU
UNDANGAN YANG BERBAHAGIA .
PERTAMA - TAMA MARILAH KITA
MEMANJATKAN RASA SYUKUR KEHADIRAT
ALLAH SWT KARENA ATAS LIMPAHAN RAHMAT,
TAUFIK DAN HIDAYAH-NYA PADA HARI INI KITA
BERSAMA-SAMA DAPAT HADIR PADA
PERTEMUAN RUTIN PLENO TIM PENGGERAK
PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN
KELUARGA DAN DHARMA WANITA PERSATUAN
SE KABUPATEN LAMONGAN DALAM KEADAAN
SEHAT WAL’AFIAT. TAK LUPA SHOLAWAT SERTA
SALAM TETAP TERCURAH KEPADA JUNJUNGAN
KITA NABI BESAR MUHAMMAD SAW. ATAS SURI
TAULADANNYA KEPADA KITA SEKALIAN.
ADA HAL YANG INGIN SAYA SAMPAIKAN :
1. DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN
LAMONGAN AKAN MENGADAKAN BAGI – BAGI
TAKJIL SEPERTI TAHUN – TAHUN SEBELUMNYA
-UNTUK JADWAL SEBAGAIMANA TERLAMPIR
DI SURAT PEMBERITAHUAN;
-NASI BUNGKUS DAN AIR MINERAL
SEJUMLAH 200 YANG SUDAH TERBUNGKUS
DALAM 1 KRESEK AGAR MEMPERMUDAH
SAAT PEMBAGIAN
(EVALUASI DARI TAHUN SEBELUMNYA
DIHARAPKAN NASI BERUPA NASI
BUNGKUS AGAR WARGA TIDAK BEREBUT
TUKAR NASI KOTAK, DIHARAPKAN JUGA
AIR MINERAL GELAS JANGAN ES KARENA
MEMINIMALISIR TUMPAH);
KHUSUS HARI MINGGU PEMBAGIAN TAKJIL
BERUPA 3 PCS MIE INSTAN
- PETUGAS DARI MASING” OPD HADIR DALAM
PELAKSANAAN PUKUL 15.00 DIKARENAKAN
WARGA BIASANYA SUDAH BERKUMPUL DI
DEPAN GERBANG PENDOPO.
2. DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN
LAMONGAN JUGA AKAN MELAKSANAKAN BAKTI
SOSIAL DENGAN MEMBERIKAN SEMBAKO DAN
UANG KEPADA WARGA YANG MEMBUTUHKAN
DAN AKAN DISERAHKAN SECARA LANGSUNG
KEPADA PENERIMA BANTUAN KE RUMAH MASING
- MASING ;
WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.
DEMIKIAN SAMBUTAN YANG DAPAT SAYA
SAMPAIKAN, KURANG LEBIHNYA SAYA MOHON
MAAF, SAYA AKHIRI WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: PERUMDA PDAM KABUPATEN LAMONGAN |
| 81 | 13-02-2026 | Kegiatan Pleno PKK dan DWP Kabupaten Lamongan yang bertempat di pendopo lokatantra Kab.Lamongan 12 februari 2026.
Dalam kesempatan ini disampaikan beberapa hasil pleno yaitu, kegiatan Ramadhan berkah yaitu pembagian takjil yang bertempat di pendopo lokatantra, bantuan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) sebanyak 46 lembaga di Kabupaten Lamongan dilaksanakan 3 maret 2026, penyaluran bantuan alat ibadah kepada anak yang kurang mampu di kecamatan sukorame,penyaluran bantuan sembako kepada penyandang disabilitas dan warga kurang mampu di kecamatan ngimbang. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN NGIMBANG |
| 82 | 10-02-2026 | Kegiatan Rakerda (rapat kerja daerah) yang diikuti oleh Ketua, sekretaris, bendahara,ketua pokja I -IV TP.PKK Kecamatan se Kabupaten Lamongan pada tanggal 10 Februari 2026 yang bertempat di gedung Pemkab lantai 7 Kab. Lamongan. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN NGIMBANG |
| 83 | 13-02-2026 | Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan akan melaksanakan kegiatan pembagian takjil sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan lampiran pada surat pemberitahuan. Takjil yang dibagikan berupa nasi bungkus dan air mineral sebanyak 200 paket yang telah dikemas dalam satu kantong plastik untuk memudahkan proses distribusi. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, penggunaan nasi bungkus diharapkan dapat menghindari penukaran seperti yang terjadi pada nasi kotak, serta air mineral yang dibagikan diharapkan tidak dalam kondisi es untuk meminimalisir tumpah. Khusus hari Minggu, takjil yang dibagikan berupa 3 (tiga) bungkus mi instan per paket. Petugas dari masing-masing OPD diharapkan hadir pada pukul 15.00 WIB, mengingat warga biasanya telah berkumpul di depan gerbang Pendopo pada waktu tersebut.
Selain kegiatan pembagian takjil, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan juga akan melaksanakan bakti sosial berupa penyaluran sembako dan bantuan uang kepada warga yang membutuhkan, yang akan diserahkan secara langsung kepada penerima di rumah masing-masing. Program: Rapat Pelaksana: BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA |
| 84 | 13-02-2026 | RAPAT PLENO TP PKK DAN DWP KABUPATEN LAMONGAN
I. INFORMASI KEGIATAN
Nama Kegiatan : Rapat Pleno TP PKK dan DWP Kabupaten Lamongan
Hari/Tanggal : Jumat, 13 Februari 2026
Waktu : 08.00 WIB – selesai
Tempat : Pendopo Lokatantra
Penyelenggara : TP PKK Kabupaten Lamongan dan DWP Kabupaten Lamongan
Peserta : Pengurus dan anggota TP PKK serta DWP Kabupaten Lamongan
II. PIMPINAN RAPAT
Rapat pleno dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Effendi.
dan Sambutan Kedua oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan
III. HASIL RAPAT
A. Arahan Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK menyampaikan beberapa rencana kegiatan menyambut Bulan Suci Ramadhan, sebagai berikut:
1. Bantuan LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak)
Tanggal pelaksanaan: 03 Maret 2026
Sasaran: 46 lembaga
Kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Lamongan
2. Bantuan Alat Ibadah
Tanggal pelaksanaan: 04 Maret 2026
Sasaran: 50 anak kurang mampu
Bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan
3. Bantuan Sembako
Sasaran:
100 lansia kurang mampu
520 penyandang disabilitas
4. Buka Bersama Penyandang Disabilitas
Tanggal pelaksanaan: 11 Maret 2026
Jumlah peserta: 360 penyandang disabilitas
Bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Lamongan
Selain itu, disampaikan pula bahwa TP PKK Kabupaten Lamongan akan menyelenggarakan Isbat Nikah Massal Terpadu dalam rangka memperingati Hari Jadi Lamongan ke-457 yang direncanakan pelaksanaannya pada bulan Juli 2026.
Ketua TP PKK juga menegaskan kembali mengenai pelaksanaan dan penguatan Program Unggulan Gerak PKK Kabupaten Lamongan agar terus diimplementasikan secara berkelanjutan di seluruh tingkatan.
Program Inti Unggulan:
1. PAAREDI (Pokja I) Fokus pada Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital dan Penguatan peran keluarga dalam pendidikan karakter
2. GELARI PELANGI (Pokja II) Gerakan: Gemar Membaca, Peningkatan literasi keluarga dan Pengembangan usaha ekonomi produktif keluarga
3. KELUARGA SEHAT ITB (Pokja IV) ITB = Indikator Terpadu Berbasis (mengacu pada konteks program kesehatan keluarga)
Fokus pada Peningkatan derajat kesehatan keluarga dan Pemantauan kesehatan berbasis data
4. Ketapang Mas, Gemas, Sanloka, & Reharta Berseri (Pokja III) Program ketahanan dan kesejahteraan keluarga, meliputi: Ketapang Mas ( Ketahanan Pangan Masyarakat ) , Gemas ( Gerakan Masyarakat Sehat) Sanloka ( Pemanfaatan lahan/lingkungan keluarga ) dan Reharta Berseri ( Rumah sehat, tertata dan Lestari )
5. Modernisasi IT Sekretaris Digitalisasi administrasi PKK serta Penguatan sistem pelaporan berbasis teknologi
6. Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana yaitu Edukasi kesiapsiagaan bencana dan Penguatan ketahanan keluarga dalam situasi darurat
B. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Lamongan
Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua DWP Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh Nalikan, dengan beberapa poin sebagai berikut:
Kegiatan Sosial Ramadhan :
1. Pembagian takjil berupa 200 nasi bungkus + air mineral gelas dalam kantong kresek.
2. Pembagian mie instan (3 bungkus per paket).
Waktu pelaksanaan Pukul 15.00 WIB sampai selesai pembagian dilaksanakan di Pendopo Lokatantra dan pendistribusi dilakukan minimal oleh 3 orang per OPD.
3. Santunan Fakir Miskin
Penyaluran santunan/bakti sosial secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
4. Kebijakan Pendidikan
Penyeragaman harga ijazah TK DWP se-Kabupaten Lamongan.
5. Sinergi Program PKK dan DWP
Program-program PKK seperti Ketapangmas, PAREDI, dan Gema Sanloka diharapkan juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan rumah tangga anggota DWP sebagai bentuk sinergitas organisasi.
6. Edukasi Lingkungan
Menghimbau anggota untuk memilah sampah rumah tangga guna memudahkan pengelolaan di TPA. Tidak membuang sampah di pinggir jalan dan Membudayakan hidup bersih menjelang Bulan Suci Ramadhan, baik kebersihan diri maupun lingkungan.
Kegiatan rapat pleno ditutup dengan tausiyah oleh Gus Rosyid dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj dan menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan tema:
“Sholat Menjadi Ujung Tombak Ibadah”
Pokok-pokok tausiyah:
Puasa Ramadhan harus diiringi dengan pelaksanaan sholat fardhu. Puasa tanpa melaksanakan sholat tidak sah. Menyambut Ramadhan hendaknya dengan hati yang gembira dan penuh keikhlasan agar memperoleh ridho Allah SWT. Pentingnya melaksanakan sholat sunnah tarawih dan tadarus Al-Qur’an selama Bulan Ramadhan.
Rapat berkahir pukul 11.00 wib Demikian hasil Rapat Pleno TP PKK dan DWP Kabupaten Lamongan pada hari ini. Diharapkan seluruh keputusan dan rencana kegiatan yang telah disepakati dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kebersamaan, dan komitmen demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat serta keberkahan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Lamongan.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA & TATA RUANG |
| 85 | 13-02-2026 | Dinas Arpusda Hadiri Rapat Pleno yang bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten
Lamongan Akan Mengadakan Bagi – Bagi
Takjil Seperti Tahun – Tahun Sebelumnya
• Untuk Jadwal Sebagaimana Terlampir
Di Surat Pemberitahuan
• Nasi Bungkus Dan Air Mineral
Sejumlah 200 Yang Sudah Terbungkus
Dalam 1 Kresek Agar Mempermudah
Saat Pembagian
(Evaluasi Dari Tahun Sebelumnya
Diharapkan Nasi Berupa Nasi
Bungkus Agar Warga Tidak Berebut
Tukar Nasi Kotak, Diharapkan Juga
Air Mineral Gelas Jangan Es Karena
Meminimalisir Tumpah)
Khusus Hari Minggu Pembagian Takjil
Berupa 3 Pcs Mie Instan
• Petugas Dari Masing” Opd Hadir Dalam
Pelaksanaan Pukul 15.00 Dikarenakan
Warga Biasanya Sudah Berkumpul Di
Depan Gerbang Pendopo.
2. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten
Lamongan Juga Akan Melaksanakan Bakti
Sosial Dengan Memberikan Sembako Dan
Uang Kepada Warga Yang Membutuhkan
Dan Akan Diserahkan Secara Langsung
Kepada Penerima Bantuan Ke Rumah Masing - Masing
Program: Rapat Pelaksana: DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH |
| 86 | 12-02-2026 | Dinas Arpusda Gelar Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan
Lamongan, 12 Februari 2026, Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Arpusda berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Dinas Arpusda sebagai agenda rutin organisasi dalam rangka mempererat silaturahmi serta meningkatkan peran aktif anggota dalam mendukung program kerja instansi bertempat di Aula Cendekia Dinas Arpusda
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, serta menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan Megilan. Dalam sambutannya, Ketua DWP Dinas Arpusda menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan, meningkatkan kapasitas diri, serta berkontribusi positif dalam mendukung tugas dan fungsi Dinas Arsip dan Perpustakaan.
ada kesempatan tersebut juga disampaikan laporan kegiatan sebelumnya serta rencana program kerja ke depan, meliputi kegiatan sosial, peningkatan keterampilan anggota, dan partisipasi dalam kegiatan organisasi tingkat kabupaten. Para anggota mengikuti kegiatan dengan antusias, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif.
Selain sebagai wadah silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi sarana berbagi informasi dan pengalaman antaranggota. Diharapkan melalui pertemuan rutin ini, DWP Dinas Arpusda semakin solid, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata baik bagi keluarga maupun lingkungan kerja. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH |
| 87 | 06-02-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Babat yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 06 Februari 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Babat, dengan peserta 51 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Babat. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Babat, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Babat, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah dan Kreasi membuat kue yang cantik dan pengembangan potensi diri merangkai buket bunga, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Membuat kreasi kue yang cantik dimulai dari niat dan imajinasi. Setiap adonan yang dicampur bukan sekadar bahan, melainkan awal dari sebuah karya seni yang manis. Tepung, telur, gula, dan mentega diolah dengan penuh ketelatenan hingga menghasilkan adonan yang lembut dan siap dibentuk. Setelah kue matang dan dingin, proses menghias menjadi momen paling menyenangkan. Krim dioleskan perlahan hingga permukaan kue tampak halus dan rapi. Warna-warna lembut dipilih untuk memberikan kesan anggun, sementara hiasan seperti bunga dari buttercream, cokelat, buah segar, atau taburan sprinkles ditata dengan penuh kreativitas. Setiap detail diperhatikan agar kue terlihat harmonis dan menarik. Kreasi kue yang cantik bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan perasaan. Melalui bentuk, warna, dan hiasan, kue menjadi simbol kebahagiaan, kasih sayang, dan kehangatan. Dengan sentuhan kreativitas dan kesabaran, sebuah kue sederhana dapat berubah menjadi sajian istimewa yang siap memeriahkan momen berharga. Merangkai bucket bunga merupakan sebuah kreasi seni yang memadukan keindahan alam dengan sentuhan kreativitas manusia. Dalam setiap rangkaian, bunga-bunga dipilih dengan cermat berdasarkan warna, bentuk, dan makna, lalu disusun secara harmonis agar menghasilkan tampilan yang indah dan bernilai estetika tinggi. Proses merangkai bucket bunga dimulai dari penentuan tema, pemilihan bunga segar atau bunga artificial, hingga pengaturan komposisi yang seimbang. Kertas pembungkus, pita, dan aksesoris tambahan turut menjadi elemen penting yang memperkuat kesan elegan, ceria, atau romantis sesuai konsep yang diinginkan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengekspresikan imajinasi, ketelitian, dan rasa seni. Setiap bucket bunga yang dihasilkan bukan hanya sekadar rangkaian bunga, melainkan simbol perhatian, kasih sayang, dan keindahan yang dapat menyampaikan pesan tanpa kata. Kreasi merangkai bucket bunga juga melatih kesabaran, kerja sama, serta kemampuan menciptakan sesuatu yang bernilai dari bahan sederhana. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga memberikan pengalaman kreatif yang menyenangkan dan bermakna. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 88 | 10-02-2026 | Selasa, 10 Februari 2026 Anjangsana Kasih Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan "Merajut Silaturahmi dalam Suka dan Duka: Takziah serta Tilik Umroh Keluarga Besar Dinas Pendidikan"
I. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan bukan sekadar organisasi formal, melainkan sebuah keluarga besar yang terikat oleh rasa empati dan kebersamaan. Menindaklanjuti semangat persatuan setelah Rapat Pleno, pengurus dan anggota DWP melaksanakan kegiatan anjangsana sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril dan mempererat tali persaudaraan antar anggota dalam berbagai situasi kehidupan.
Takziah adalah berkunjung untuk menghibur dan mendoakan orang yang tertimpa musibah (meninggal dunia), sementara tilik umroh (atau nyambangi) adalah tradisi berkunjung ke rumah kerabat/tetangga yang baru pulang umroh untuk bersilaturahmi, mendoakan keberkahan, dan berbagi cerita perjalanan suci. Keduanya adalah bentuk silaturahmi sosial keagamaan yang umum di Indonesia.
Tilik Umroh (Menyambangi Orang Pulang Umroh)
Tujuan: Memberikan selamat, bersilaturahmi, dan meminta doa, karena orang yang baru pulang umroh dianggap membawa keberkahan dan doanya mustajab.
Adab: Membawa buah tangan tidak wajib, namun sering dilakukan sebagai tanda syukur (seperti kurma atau air zamzam).
Doa/Ucapan: Umumnya mengucapkan selamat, mendoakan agar umrohnya mabrur/mabruroh, dan berharap kebaikannya berlanjut (istiqomah).
Waktu: Dianjurkan terutama dalam kurun waktu 40 hari setelah kepulangan.
Takziah (Melayat)
Tujuan: Menghibur keluarga yang berduka, mendoakan jenazah, dan memberikan dukungan moril.
Adab: Disarankan datang sebelum jenazah dimakamkan, ikut mensholatkan, dan mengantar ke pemakaman.
Doa: Mendoakan ampunan bagi jenazah dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan
II. Wujud Empati: Takziah ke Kediaman Guru TK DPK
Agenda pertama diawali dengan kunjungan takziah ke kediaman salah satu rekan pendidik, yaitu Ibu Guru TK DPK. Kedatangan rombongan DWP disambut dengan suasana penuh kekeluargaan namun khidmat.
Tujuan: Memberikan dukungan spiritual dan moril kepada anggota keluarga yang sedang berduka.
Momen Berkesan: Dalam kunjungan ini, Ibu Ketua beserta pengurus menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. Kehadiran fisik para ibu DWP menjadi kekuatan tersendiri bagi anggota yang sedang diuji, membuktikan bahwa dalam duka sekalipun, mereka tidak sendirian. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum/almarhumah mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
III. Syukur Spiritual: Tilik Umroh Kepala Sekolah SMPN
Setelah agenda takziah, perjalanan dilanjutkan dengan suasana yang lebih ceria namun tetap religius, yaitu Tilik Umroh ke kediaman Ibu Kepala Sekolah SMPN.
Tujuan: Mensyukuri panggilan ibadah ke Tanah Suci yang telah atau akan dilaksanakan oleh anggota keluarga besar DWP.
Suasana Kegiatan: Pertemuan berlangsung hangat di ruang tamu yang tertata rapi. Sambil duduk bersila (lesehan), para ibu berbincang mengenai pengalaman spiritual di Baitullah.
Intisari Silaturahmi: Kegiatan ini diisi dengan doa bersama agar ibadah Umroh yang dijalankan menjadi mabrur dan membawa keberkahan bagi lingkungan Dinas Pendidikan. Momen ini juga menjadi sarana "cas iman" bagi anggota lain agar termotivasi untuk segera menyusul beribadah ke Tanah Suci.
IV. Makna Kegiatan bagi Organisasi
Melalui dua kegiatan yang kontras ini—satu dalam suasana duka dan satu dalam suasana syukur—DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menunjukkan fungsi aslinya sebagai wadah penyatu.
Solidaritas Tanpa Batas: Menunjukkan bahwa organisasi hadir dalam setiap fase kehidupan anggotanya.
Keseimbangan Peran: Mengimbangi tugas administratif organisasi dengan aksi nyata di lapangan yang menyentuh sisi emosional anggota.
Penguatan Jejaring: Komunikasi yang terjalin secara informal saat anjangsana seringkali lebih efektif dalam mencairkan hubungan antar jenjang pendidikan (TK hingga SMP).
V. Penutup
Langkah kaki ibu-ibu DWP hari ini meninggalkan jejak kebaikan yang akan terus diingat. Baik dalam tangis kehilangan maupun tawa syukur, DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan tetap satu barisan. Semoga kegiatan anjangsana ini menjadi budaya positif yang terus lestari, membawa berkah bagi seluruh keluarga besar pendidikan di Lamongan.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 89 | 10-02-2026 | Senin, 9 Februari 2026 Inovasi Kuliner Sehat dalam Rapat Pleno DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. "Mengenal 'Salad Cantika': Kreasi Segar dan Bergizi dari Ibu-Ibu TK DPK"
I. Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan kali ini terasa sangat istimewa dan berbeda dari biasanya. Selain agenda rutin organisasi, pertemuan ini menjadi panggung kreativitas bagi para anggota untuk saling berbagi ilmu dan inspirasi.
Bertempat di aula pertemuan yang dipenuhi semangat kebersamaan, acara dimeriahkan dengan sesi "Demo Karya" yang dipandu oleh perwakilan ibu-ibu dari TK DPK. Fokus utama demo kali ini adalah memperkenalkan sebuah inovasi kuliner sehat yang diberi nama "Salad Cantika".
CANTIKA.COM, Jakarta - Salad adalah salah satu cara sederhana namun efektif untuk memasukkan makanan sehat dan bergizi ke dalam menu makanan Anda. Dikemas dengan sayuran segar, buah-buahan, dan terkadang bahan kaya protein, salad menyediakan berbagai vitamin, mineral, dan serat. Salad dapat disesuaikan dengan selera individu dan preferensi diet. Dengan demikian, Anda perlu memperhatikan cara membuat salad ramah usus.
Menurut Bhakti Kapoor, ahli gizi, mengonsumsi salad adalah cara terbaik untuk meningkatkan pencernaan, mendukung mikrobioma usus yang sehat, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Sarat dengan serat, vitamin, dan mineral, salad membantu meningkatkan pencernaan, menjaga berat badan, dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
"Salad juga dapat mengurangi peradangan, meningkatkan tingkat energi, dan mendukung sistem kekebalan yang kuat,” kata Kapoor, dikutip dari Indian Express, pada Kamis, 20 Juli 2023.
Berikut beberapa cara membuat salad demi menjaga kesehatan usus :
- Tambahkan makanan prebiotik untuk memberi makan bakteri usus Anda.
- Variasikan sayuran untuk rasa dan nutrisi yang berbeda.
- Gunakan tiga tanaman berbeda karena ini membantu mikrobioma usus Anda.
- Semakin banyak warna, semakin baik karena warna berarti antioksidan.
- Tambahkan atau pasangkan dengan protein karena protein membantu Anda tetap kenyang.
- Fokus pada lemak sehat untuk penyerapan nutrisi, rasa kenyang, dan meningkatkan rasa.
Cara Membuat Salad Ramah Usus :
– Selalu buang biji dan kulit sayuran dan buah-buahan karena mengandung konsentrasi antinutrien yang jauh lebih tinggi.
– Hindari salad yang sepenuhnya mentah. Usahakan untuk memasak sayuran sedikit-sedikit dengan cara dikukus atau ditumis.
- Beberapa sayuran lebih tinggi antinutrien daripada yang lain. Cobalah untuk memilih sayuran yang ramah usus seperti wortel, ubi jalar, dan zucchini.
– Kecambah mentah yang sering dimasukkan ke dalam salad dapat memicu gejala seperti gas dan kembung pada banyak orang dan harus dihindari.
– Cuci produk Anda sampai bersih dan rendam dalam campuran cuka dan soda kue untuk menghilangkan telur/larva parasit.
– Selalu beli produk organik untuk menghindari paparan pestisida dan bahan kimia pertanian lainnya yang sangat berbahaya bagi usus. Jika tidak mendapatkan produk organik, merendamnya dalam arang aktif membantu menghilangkan racun untuk sebagian besar.
Namun, jika Anda bukan penggemar salad, jangan takut! Kapoor mengatakan bahwa ada banyak cara untuk membuat mereka menyenangkan. “Bereksperimenlah dengan berbagai tekstur, rasa, dan pugasan atau topping untuk membuat salad yang dipersonalisasi. Coba tambahkan kacang renyah, alpukat krim, saus tajam, atau protein panggang untuk rasa dan kepuasan ekstra. Kuncinya adalah membuatnya menarik secara visual dan beragam,”
II. Highlight Kegiatan: Demo Pembuatan Salad Cantika
Suasana ruangan seketika berubah menjadi dapur interaktif yang seru saat tim dari TK DPK mulai menyiapkan peralatan dan bahan-bahan segar di depan meja pimpinan.
Apa itu Salad Cantika? Salad Cantika bukan sekadar hidangan buah biasa. Nama "Cantika" sendiri merepresentasikan tampilannya yang cantik, berwarna-warni, serta manfaatnya yang luar biasa untuk kesehatan dan kecantikan kulit.
Dalam demo tersebut, ibu-ibu TK DPK membagikan rahasia dapur mereka, mulai dari:
Pemilihan Bahan: Menggunakan perpaduan buah-buahan lokal yang segar dan kaya serat.
Saus Dressing Rahasia: Penjelasan mengenai komposisi saus yang pas—seimbang antara rasa manis, asam, dan gurih—sehingga cocok di lidah semua anggota.
Teknik Penyajian: Cara menata buah dan memberikan topping agar terlihat menggugah selera dan bernilai jual tinggi.
III. Antusiasme dan Partisipasi Anggota
Seluruh peserta rapat tampak sangat antusias menyimak setiap langkah pembuatan. Tidak hanya menonton, terjadi dialog dua arah di mana para anggota bertanya mengenai tips agar buah tidak cepat teroksidasi (berubah warna) hingga peluang usaha dari salad ini.
Demo ini membuktikan bahwa ibu-ibu DWP Dinas Pendidikan Lamongan tidak hanya mahir dalam urusan administratif dan pendampingan suami, tetapi juga sangat kreatif dalam menciptakan menu sehat bagi keluarga.
IV. Pesan dan Harapan
Kegiatan demo karya ini diharapkan dapat:
Meningkatkan Literasi Gizi: Mendorong anggota untuk mulai beralih ke camilan sehat di rumah.
Pemberdayaan Ekonomi: Menjadi ide bisnis rumahan yang potensial bagi ibu-ibu anggota DWP.
Mempererat Silaturahmi: Melalui aktivitas memasak bersama, rasa kekeluargaan antar anggota semakin kuat.
V. Penutup
Pertemuan ditutup dengan sesi mencicipi bersama, di mana kesegaran Salad Cantika menjadi pelengkap sempurna bagi hangatnya diskusi rapat pleno hari ini. Kreativitas ibu-ibu TK DPK telah memberikan warna baru bagi organisasi, membuktikan bahwa dari tangan-tangan kreatif, lahir karya yang bermanfaat bagi raga dan jiwa.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 90 | 10-02-2026 | 9 Februari 2026 Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
"Menyambut Bulan Suci dengan Hati Bersih, Melepas Purna Tugas dengan Apresiasi Setinggi Langit"
I. Pada hari ini, suasana di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan tampak lebih hangat dan penuh warna. Puluhan ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) berkumpul dengan seragam batik khas yang rapi dalam rangka menghadiri Rapat Pleno Rutin. Pertemuan ini bukan sekadar agenda organisasi biasa, melainkan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi (ukhuwah) dan melakukan koordinasi strategis menjelang momentum besar keagamaan.
II. Sambutan Ketua DWP: Persiapan Spiritual dan Sosial Menjelang Ramadan
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ibu Ketua DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya persiapan diri menyambut bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.
Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:
Pembersihan Diri dan Hati: Mengajak seluruh anggota untuk saling memaafkan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.
Rencana Kegiatan Ramadan: Pembahasan mengenai program sosial dan keagamaan yang akan dilaksanakan selama bulan puasa, seperti bakti sosial atau pengajian rutin, guna meningkatkan kemanfaatan organisasi bagi masyarakat sekitar.
Menjaga Keseimbangan: Pesan agar para anggota tetap produktif dalam berorganisasi dan mendampingi suami, tanpa melupakan peran utama dalam keluarga selama bulan Ramadan.
Persiapan menjelang Ramadhan meliputi aspek mental, spiritual, fisik, dan ilmu untuk memaksimalkan ibadah. Langkah utamanya adalah melunasi hutang puasa, memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban, membersihkan hati, mempelajari fiqih puasa, menyusun target ibadah, serta menjaga kesehatan agar tetap fit.
Berikut adalah detail persiapan menyambut Ramadhan secara menyeluruh:
1. Persiapan Ruhiyyah (Spiritual & Mental)
Melunasi hutang puasa tahun lalu agar tidak menjadi beban saat memasuki Ramadhan.
Melakukan taubat nasuha dan meminta maaf kepada sesama agar ibadah tenang.
Meningkatkan ibadah seperti tadarus Al-Qur'an dan sedekah sejak bulan Sya'ban.
Memurnikan niat semata-mata karena Allah untuk beribadah.
2. Persiapan 'Ilmiyyah (Ilmu Pengetahuan)
Mempelajari hukum-hukum terkait puasa, tarawih, dan zakat agar ibadah sah dan berkualitas.
Mengikuti kajian-kajian Ramadhan untuk menambah wawasan.
3. Persiapan 'Amaliyyah (Rencana Ibadah)
Menyusun target ibadah, misalnya target khatam Al-Qur'an, jumlah sedekah, atau konsistensi tarawih.
Mempersiapkan perlengkapan ibadah yang nyaman seperti mukena, sarung, dan sajadah.
4. Persiapan Jasadiyyah (Fisik & Kesehatan)
Membiasakan diri berpuasa sunnah (Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh) agar tubuh tidak kaget.
Menerapkan pola hidup sehat, seperti olahraga ringan, menjaga makan, dan tidur teratur.
Menjauhi kafein dan soda untuk menghindari dehidrasi saat puasa.
5. Persiapan Maliyyah (Materi/Keuangan)
Mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan pokok sahur dan berbuka.
Mempersiapkan dana sedekah dan zakat (zakat fitrah maupun zakat maal).
Menyambut Ramadhan dengan persiapan matang akan membuat ibadah lebih optimal dan berfokus, terutama dalam meningkatkan kualitas diri di bulan yang penuh berkah.
III. Momen Haru: Penyerahan Tali Asih Purna Tugas
Puncak acara yang penuh emosional terjadi saat prosesi penyerahan tali asih kepada anggota DWP yang akan memasuki masa purna tugas. Tali asih ini merupakan simbol penghargaan, cinta, dan terima kasih yang mendalam dari organisasi atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun.
Suasana haru menyelimuti ruangan saat satu per satu ibu-ibu yang menjelang purna tugas maju ke depan. Ibu Ketua menyampaikan bahwa meski secara kedinasan masa tugas akan berakhir, namun ikatan kekeluargaan di DWP tidak akan pernah putus.
"Pengabdian tidak berhenti pada angka usia, namun semangatnya akan terus menjadi teladan bagi kami yang masih bertugas," tutur beliau saat menyerahkan bingkisan.
IV. Dokumentasi dan Penutup
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Terpancar raut wajah bahagia dan penuh semangat dari seluruh peserta yang hadir. Rapat Pleno kali ini sukses menjadi wadah untuk menyatukan visi organisasi sekaligus memberikan penghormatan terakhir yang manis bagi mereka yang telah menyelesaikan masa baktinya dengan gemilang.
Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, membawa keberkahan bagi keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, terutama dalam menyambut bulan penuh ampunan mendatang.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 91 | 10-02-2026 | Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) ke-80 dimanfaatkan Kodim 0812/Lamongan bersama Persit KCK Cabang XXVII Dim 0812 untuk menghadirkan aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan bakti kesehatan, kepedulian terhadap kesehatan prajurit dan masyarakat Lamongan diwujudkan secara langsung.
Kegiatan berlangsung di Aula Kadet Soewoko, Makodim 0812/Lamongan, Senin (9/2/2026), dengan rangkaian layanan kesehatan yang komprehensif.
Mulai dari pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) untuk deteksi dini kesehatan jantung, Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga kegiatan donor darah. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menghadiri kegiatan ini bersama dengan jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten dengan mengikuti EKG dan CKG secara bergantian.
Bakti kesehatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi prajurit TNI dan keluarga besar Kodim 0812, tetapi juga terbuka bagi unsur masyarakat umum serta instansi terkait di Kabupaten Lamongan. Antusiasme peserta pun terlihat sejak pagi hari.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai elemen, di antaranya prajurit dan PNS Kodim 0812/Lamongan, anggota Persit KCK Cabang XXVII Dim 0812, personel Polres Lamongan, anggota Subdenpom Lamongan, prajurit Yonif Teritorial Pembangunan 887/KJM, hingga perwakilan perguruan pencak silat se-Kabupaten Lamongan.
Keikutsertaan lintas institusi tersebut menjadi cerminan kuatnya sinergi dan soliditas antar elemen di Bumi Joko Tingkir dalam mendukung agenda kemanusiaan.
Ketua Persit KCK Cabang XXVII Dim 0812, Ny. Putri Deni, menekankan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menunjang pelaksanaan tugas dan pengabdian.
Menurutnya, pemeriksaan EKG menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi jantung sejak dini, terutama bagi prajurit dan anggota Persit yang memiliki aktivitas padat.
“Melalui peringatan HUT Persit ke-80 ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Selain itu, donor darah juga kami harapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, kegiatan donor darah berlangsung tertib dan penuh antusias.
Darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok PMI Lamongan serta memberikan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan mampu menyatukan berbagai elemen demi tujuan bersama.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0812/Lamongan berharap bakti kesehatan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga memberi manfaat nyata bagi prajurit, keluarga besar TNI, serta masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Program: Perayaan Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 92 | 06-02-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Dradah yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 06 Februari 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Dradah, dengan peserta 58 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Dradah. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Dradah, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Dradah, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah dan Kreasi membuat kue yang cantik dan pengembangan potensi diri merangkai buket bunga, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Membuat kreasi kue yang cantik dimulai dari niat dan imajinasi. Setiap adonan yang dicampur bukan sekadar bahan, melainkan awal dari sebuah karya seni yang manis. Tepung, telur, gula, dan mentega diolah dengan penuh ketelatenan hingga menghasilkan adonan yang lembut dan siap dibentuk. Setelah kue matang dan dingin, proses menghias menjadi momen paling menyenangkan. Krim dioleskan perlahan hingga permukaan kue tampak halus dan rapi. Warna-warna lembut dipilih untuk memberikan kesan anggun, sementara hiasan seperti bunga dari buttercream, cokelat, buah segar, atau taburan sprinkles ditata dengan penuh kreativitas. Setiap detail diperhatikan agar kue terlihat harmonis dan menarik. Kreasi kue yang cantik bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan perasaan. Melalui bentuk, warna, dan hiasan, kue menjadi simbol kebahagiaan, kasih sayang, dan kehangatan. Dengan sentuhan kreativitas dan kesabaran, sebuah kue sederhana dapat berubah menjadi sajian istimewa yang siap memeriahkan momen berharga. Merangkai bucket bunga merupakan sebuah kreasi seni yang memadukan keindahan alam dengan sentuhan kreativitas manusia. Dalam setiap rangkaian, bunga-bunga dipilih dengan cermat berdasarkan warna, bentuk, dan makna, lalu disusun secara harmonis agar menghasilkan tampilan yang indah dan bernilai estetika tinggi. Proses merangkai bucket bunga dimulai dari penentuan tema, pemilihan bunga segar atau bunga artificial, hingga pengaturan komposisi yang seimbang. Kertas pembungkus, pita, dan aksesoris tambahan turut menjadi elemen penting yang memperkuat kesan elegan, ceria, atau romantis sesuai konsep yang diinginkan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengekspresikan imajinasi, ketelitian, dan rasa seni. Setiap bucket bunga yang dihasilkan bukan hanya sekadar rangkaian bunga, melainkan simbol perhatian, kasih sayang, dan keindahan yang dapat menyampaikan pesan tanpa kata. Kreasi merangkai bucket bunga juga melatih kesabaran, kerja sama, serta kemampuan menciptakan sesuatu yang bernilai dari bahan sederhana. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga memberikan pengalaman kreatif yang menyenangkan dan bermakna. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 93 | 07-02-2026 | Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan menyelengarakan : Bidang : Sekretariat Sub Bidang : Pembinaan Hubungan Keluar Program Kerja: Rapat Keterangan Program : Susunan Acara : TUJUAN : Penyegaran Organisasi melalui Wisata Edukasi Petik Teh dan Silaturahmi. I. Pendahuluan Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan kali ini dilaksanakan dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya pertemuan digelar di aula atau ruang rapat, kali ini pengurus mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan pertemuan di dalam bus (on-the-road) dalam rangkaian perjalanan menuju Kebun Teh Wonosari, Lawang. Langkah ini diambil untuk memberikan suasana baru, menghilangkan kejenuhan, sekaligus mempererat rasa kekeluargaan antar anggota. II. Pelaksanaan Kegiatan Agenda di Dalam Bus: 1. Pembukaan & Doa: Perjalanan diawali dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran acara yang dipimpin oleh Ibu Mus Susanti Jamin selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan 2. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan
Ibu Andriwati Bagyo Tri Laksono selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan memberikan sambutan di atas bus melalui microphone. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi Anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan yang hadir dan menyampaikan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para Anggota. Beliau menekankan bahwa peran Dharma Wanita Persatuan saat ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di lingkungan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. Hajat besar Badan Pusat Statistik di tahun 2026, pelaksanaan Sensus Ekonomi SE2026, beliau mengajak seluruh Anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan untuk berperan aktif melalui tiga hal: - Jadi Duta Informasi: Memahami dan menyebarkan info Sensus Ekonomi SE2026 ke keluarga, tetangga, dan komunitas. - Penyokong Semangat: Memberikan dukungan moral dan doa bagi suami yang bertugas agar tetap sehat dan fokus menjalankan tugas negara. - Teladan Literasi Data: Menjadi contoh responden yang jujur dan kooperatif, terutama bagi yang memiliki usaha atau aktif di UMKM. Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan siap mendukung dan mensukseskan Sensus Ekonomi SE2026. 3. Rapat Pleno Singkat: Laporan Keuangan disampaikan oleh Ibu Ligo Mulyati Siswanto selaku Bendahara Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan yang merinci pemasukan, pengeluaran hinggal posisi saldo Akhir bulan Januari 2026. Penyampaian yang transparan dan rinci mengenai penggunaan Dana yang meliputi untuk kegiatan rutin, pelatihan dan biaya operasional serta dukungan kegiatan sosial mendapatkan apresiasi perihal pengeloaan yang akuntabel dan terbuka dari seluruh anggota serta memberikan masukan untuk peningkatan effisensi anggaran kedepannya. 4. Door Prize & Diskusi Ringan: Pemberian Door Prize dilaksanakan dengan suasana penuh tawa. Selain itu, dilakukan diskusi santai mengenai rencana kegiatan bakti sosial di periode mendatang. III. Suasana Perjalanan Sepanjang perjalanan dari Lamongan menuju Lawang, suasana di dalam bus berlangsung sangat hangat. Pemandangan dari jendela bus menjadi latar belakang diskusi-diskusi inspiratif antar anggota. Sesekali, kegiatan diselingi dengan hiburan ringan dan pembagian doorprize untuk menjaga semangat para peserta sebelum sampai di lokasi tujuan, Kebun Teh Wonosari. IV. Capaian Kegiatan Melalui pertemuan rutin dengan konsep perjalanan ini, Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan berhasil: - Menyelesaikan agenda rutin organisasi (laporan bulanan dan Arisan). - Meningkatkan indeks kebahagiaan anggota melalui rekreasi bersama. - Memperkuat jejaring komunikasi antar anggota dalam suasana yang lebih rileks dan informal. V. Penutup Pertemuan rutin di dalam bus ini membuktikan bahwa koordinasi organisasi tidak harus kaku dan terbatas di dalam ruangan. Dengan semangat kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan siap kembali menjalankan tugas dan perannya dengan energi yang baru setelah menghirup udara segar di Kebun Teh Wonosari. Laporan dibuat oleh Ibu Mus Susanti Jamin selaku Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. |
| 94 | 06-02-2026 | 5 Februari 2026 Pertemuan Pleno DWP TK dan DPK Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan yang dipimpin langsung oleh ibu ketua Hj.Anik Setyawati Shodhikin rapat kali ini di mulai dengan :
1. Pembukaan
2. Doa
3. Menyanyikan lagu mars dwp, hypne dwp dan mars lamongan
4. Laporan - laporan
5. Sambutan ibu ketua
6. arisan dan pembagian dorprais
7. Penutup.
Organisasi yang sehat adalah organisasi yang senantiasa menjaga komunikasi dan koordinasi antar anggotanya. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, DWP Unit Pelaksana Dinas Pendidikan kembali menggelar Rapat Pleno Rutin. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kerja sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara istri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan.
2. Pelaksanaan Kegiatan
Pemimpin Rapat: Ibu Ketua DWP Dinas Pendidikan, Hj. Anik Setyawati Shodhikin.
Waktu: Jumat, 6 Februari 2026.
Peserta: Seluruh jajaran pengurus dan anggota DWP TK DPK (Tingkat Dinas Pendidikan Kabupaten).
3. Jalannya Acara (Rangkaian Agenda)
I. Pembukaan dan Doa
Acara dibuka dengan khidmat oleh pembawa acara. Sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan untuk berkumpul dalam keadaan sehat, agenda pertama diawali dengan pembacaan doa. Suasana tenang menyelimuti ruangan, memohon kelancaran agar rapat membuahkan hasil yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi.
II. Harmoni Kebangsaan & Organisasi
Sesuai dengan semangat patriotisme dan loyalitas organisasi, seluruh hadirin berdiri tegak untuk menyanyikan tiga lagu wajib (seperti yang terlihat pada dokumentasi foto, di mana anggota berdiri dengan sikap sempurna):
Mars DWP: Sebagai pengingat visi dan misi organisasi.
Hymne DWP: Sebagai ungkapan rasa cinta dan pengabdian.
Mars Lamongan: Sebagai wujud kebanggaan terhadap daerah dan semangat "Lamongan Megilan".
III. Laporan Bidang-Bidang
Masuk ke agenda administratif, masing-masing seksi (Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya) menyampaikan laporan perkembangan kegiatannya. Sesi ini memastikan bahwa setiap program kerja berjalan sesuai rencana dan transparan dalam pengelolaan, baik dari sisi kegiatan maupun keuangan.
IV. Arahan dan Sambutan Ibu Ketua
Puncak acara adalah arahan langsung dari Ibu Hj. Anik Setyawati Shodhikin. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran istri dalam mendukung kesuksesan suami di lingkungan kedinasan. Beliau juga mengajak seluruh anggota untuk terus berinovasi dan menjaga kekompakan agar DWP Dinas Pendidikan tetap menjadi organisasi yang produktif dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Peran istri dalam lingkungan kedinasan sangat krusial sebagai pilar pendukung moral, mental, dan emosional, yang secara langsung memengaruhi profesionalisme dan kinerja suami. Istri bertindak sebagai motivator utama, penjaga keseimbangan rumah tangga, serta pembentuk citra positif suami melalui perilaku yang santun, sehingga membantu suami fokus mencapai target karier.
Pentingnya Peran Istri dalam Kesuksesan Suami:
Dukungan Mental dan Emosional: Istri menjadi tempat bersandar (support system) yang memberikan ketenangan hati setelah suami menghadapi tekanan pekerjaan.
Manajemen Rumah Tangga: Istri memastikan urusan domestik berjalan lancar, sehingga suami dapat fokus total pada tugas kedinasan tanpa terbebani masalah rumah.
Penjaga Integritas dan Citra: Istri diharapkan menjaga kehormatan diri dan suami, bersikap bijak, serta tidak mencampuri urusan pekerjaan suami secara teknis, melainkan mendukung dengan perilaku positif.
Motivator Karier: Istri berperan sebagai penyemangat, memberikan masukan yang bijak, dan mendoakan keberhasilan suami.
Aktif dalam Organisasi Istri: Melalui organisasi seperti Persit, Dharma Wanita, atau Bhayangkari, istri mendukung kegiatan sosial yang memperkuat jaringan dan citra suami.
Keberhasilan seorang suami di lingkungan dinas seringkali berakar dari ketulusan dan dukungan istri yang mampu menciptakan keluarga harmonis.
V. Semarak Kebersamaan: Arisan & Doorprize
Setelah agenda formal usai, suasana berubah menjadi lebih cair dan penuh keceriaan. Momen yang paling dinantikan adalah pengocokan Arisan dan pembagian Doorprize. Tawa dan canda pecah saat nomor-nomor keberuntungan disebutkan. Sesi ini bukan sekadar bagi-bagi hadiah, melainkan strategi jitu untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan emosional antar anggota.
VI. Penutup
Rapat Pleno ditutup dengan harapan agar seluruh hasil pertemuan dapat diimplementasikan dengan baik. Anggota membubarkan diri dengan semangat baru untuk terus mengabdi.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 95 | 06-02-2026 | 4 Februari 2026 Rapat Pleno & Pisah Kenang Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
1. Pendahuluan
Setiap pertemuan yang indah seringkali diiringi dengan perpisahan yang bermakna. Pada hari ini, suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti aula pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menyelenggarakan agenda rutin Rapat Pleno yang dirangkai dengan acara Pisah Kenang untuk dua sosok ibu yang telah memberikan dedikasi luar biasa bagi organisasi.
Acara ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk apresiasi dan penghargaan atas pengabdian, cinta, dan kontribusi yang telah diberikan selama masa tugas mendampingi suami di lingkungan Dinas Pendidikan.
2. Detail Pelaksanaan
Nama Kegiatan: Rapat Pleno & Pisah Kenang DWP Dinas Pendidikan Lamongan.
Waktu: Februari 2026.
Tempat: Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
Tokoh Utama:
1. Ny. Yayuk Setya Rahayu (Istri Kepala SMPN 1 Lamongan)
2. Ny. Nur Ali (Istri Kepala SMPN 2 Sukodadi)
3. Rangkaian Acara
A. Sinergi dalam Rapat Pleno
Acara diawali dengan Rapat Pleno rutin. Dalam sesi ini, seluruh anggota DWP berkumpul mengenakan seragam kebanggaan batik oranye bermotif bunga yang melambangkan semangat dan kehangatan. Fokus utama rapat adalah penguatan program kerja serta koordinasi antar anggota untuk memastikan peran perempuan dalam mendukung kemajuan pendidikan di Lamongan tetap berjalan optimal.
B. Momen Haru: Pisah Kenang
Memasuki inti acara, suasana berubah menjadi lebih emosional saat sesi Pisah Kenang dimulai. Ny. Yayuk Setya Rahayu dan Ny. Nur Ali berdiri di tengah-tengah rekan sejawat. Senyum haru terpancar dari wajah mereka saat mengenang kembali perjalanan panjang, suka, dan duka selama aktif di DWP Dinas Pendidikan.
Dalam sambutannya, perwakilan pengurus menyampaikan bahwa perpindahan tugas (mutasi) adalah hal yang wajar dalam kedinasan, namun ikatan kekeluargaan yang telah terjalin tidak akan pernah putus oleh jarak.
Dalam setiap perjalanan organisasi, kita seringkali dipertemukan dengan kata "perpisahan". Namun, di lingkungan Dharma Wanita Persatuan, kita tidak mengenalnya sebagai akhir, melainkan sebagai "Pisah Kenang". Dua kata sederhana yang mengandung kedalaman makna tentang sebuah transisi kehidupan.
"Pisah" hanyalah soal koordinat dan jarak. Ia adalah konsekuensi dari pengabdian dan tuntutan tugas. Raga mungkin tidak lagi berada di ruang rapat yang sama, kursi yang diduduki mungkin akan berganti nama, dan seragam yang dikenakan mungkin akan berpindah wilayah tugas. Namun, "pisah" hanyalah jeda fisik yang tidak akan mampu menyentuh ikatan batin yang telah terbangun bertahun-tahun.
Sementara itu, "Kenang" adalah inti dari segalanya. Ia adalah jejak-jejak kebaikan yang ditinggalkan. Kenang adalah tentang tawa yang pernah pecah di tengah diskusi berat, tentang kerja keras di balik suksesnya program kerja, dan tentang dukungan hangat seorang istri yang berdiri teguh di samping suaminya. Kenangan adalah harta yang tidak bisa disita oleh mutasi jabatan maupun jarak tempuh.
Bagi Ny. Yayuk Setya Rahayu dan Ny. Nur Ali, momen ini bukanlah tentang meninggalkan, melainkan tentang "meluaskan manfaat".
Di satu sisi, ada rasa kehilangan karena rekan seperjuangan telah menempuh rute yang berbeda.
Di sisi lain, ada rasa bangga karena benih-benih kebaikan yang telah mereka tanam di DWP Dinas Pendidikan Lamongan akan terus bertumbuh dan mewarnai perjalanan kami selanjutnya.
Perpisahan ini hanyalah sebuah jembatan. Di ujung jembatan ini, ada gerbang baru yang menanti untuk Ibu masuki dengan membawa pengalaman dan kebijaksanaan dari sini. Kami melepas dengan doa, kami mengenang dengan cinta.
Sebab bagi kita, sejauh apa pun kapal berlayar, ia selalu memiliki dermaga untuk pulang. Dan dermaga itu adalah silaturahmi yang tak akan pernah putus oleh waktu.
C. Penyerahan Cinderamata (Tali Asih)
Sebagai simbol terima kasih, dilakukan penyerahan bingkisan dan cinderamata cantik yang dibungkus rapi dengan kertas kado bermotif bunga.
Foto Atas: Memperlihatkan momen hangat saat Ny. Yayuk Setya Rahayu menerima kenang-kenangan dengan jabatan tangan yang erat, melambangkan rasa hormat dan persahabatan.
Foto Kiri Bawah: Menampilkan kebersamaan para pengurus inti bersama Ny. Yayuk dan Ny. Nur Ali, menunjukkan betapa solidnya dukungan antar anggota.
D. Sesi Dokumentasi & Ramah Tamah
Acara ditutup dengan sesi foto bersama (seperti yang terlihat pada Foto Kanan Bawah). Seluruh anggota berbaris rapi dengan pose "jempol" dan senyum lebar, menandakan bahwa meskipun ada perpisahan, semangat untuk terus mengabdi tidak akan pernah padam.
4. Penutup
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh kesan. Selamat bertugas di tempat yang baru kepada Ny. Yayuk Setya Rahayu dan Ny. Nur Ali. Terima kasih atas segala inspirasi dan dedikasi yang telah ditorehkan. Semoga di tempat tugas yang baru, Ibu sekalian tetap menjadi pelita yang menginspirasi bagi lingkungan sekitar.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 96 | 05-02-2026 | Kamis, 5 Februari 2026 PERTEMUAN PLENO DWP DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN DALAM MENYONGSONG CAHAYA RAMADHAN 1447
Tempat: Aula Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
Peserta: Pengurus DWP, Pengawas SMP, dan Kepala SMP se-Kabupaten Lamongan
Keynote Speaker: Bp. Drs. Shodhikin, M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan Kab. Lamongan)
Pimpinan Organisasi: Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin
I. PENDAHULUAN: SEBUAH AWAL YANG PENUH BERKAH
Di ambang pintu bulan suci Ramadhan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam menyelaraskan tugas kedinasan dengan penguatan spiritualitas. Pertemuan Pleno kali ini terasa lebih istimewa karena mempertemukan para Srikandi Pendidikan—istri para Pengawas SMP dan Kepala SMP—dalam satu visi besar: Menyiapkan Diri dan Lingkungan Pendidikan Menuju Bulan Kemenangan.Dengan suasana aula yang khidmat dan balutan seragam batik bermotif bunga yang khas, rapat pleno ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum "shaping the heart" sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
II. ARAHAN KEPALA DINAS: RAMADHAN SEBAGAI MADRASAH JIWA
Hadir memberikan pencerahan utama, Bp. Drs. Shodhikin, M.Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Dalam orasinya, beliau menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan sebuah "Madrasah" (sekolah) bagi karakter ASN dan keluarganya."Bagi para pemimpin di sekolah, baik Pengawas maupun Kepala SMP, Ramadhan adalah ujian manajemen. Manajemen waktu, manajemen emosi, dan manajemen kepedulian sosial," ungkap Bp. Shodhikin.Beliau menyampaikan tiga poin krusial dalam menyambut bulan suci:Etos Kerja Tetap Terjaga: Fasting (puasa) tidak boleh menjadi alasan untuk "fasting" (berhenti) dari produktivitas. Layanan pendidikan harus tetap prima.Keteladanan di Sekolah: Kepala Sekolah harus mampu menciptakan suasana religius di lingkungan SMP masing-masing, menjadikannya rumah yang nyaman untuk bertumbuhnya karakter siswa.Sinergi Keluarga: Peran Ibu DWP sebagai pendamping suami sangat vital untuk memastikan ritme kerja dan ibadah di rumah berjalan harmonis.
III. STRATEGI PERSIAPAN RAMADHAN
Dalam rapat pleno yang dipimpin oleh Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin, dirumuskan beberapa langkah strategis yang akan dijalankan oleh DWP Korwil dan tingkat sekolah dalam menyambut bulan suci : Bidang PersiapanFokus Utama KegiatanKesehatan & Gizi Edukasi pemenuhan nutrisi saat sahur dan berbuka agar fisik tetap kuat selama bertugas.SpiritualitasRencana kegiatan tadarus bersama dan kajian singkat bertema "Perempuan dalam Cahaya Ramadhan". Sosial (Ziswaf) Penggalangan dana sosial untuk bantuan bagi siswa kurang mampu atau warga sekolah yang membutuhkan.LingkunganGerakan bersih-bersih tempat ibadah di lingkungan sekolah (SMP) masing-masing.
Persiapan menyambut bulan Ramadhan meliputi aspek ruhiyyah (mental/iman), fikriyyah (ilmu), jasadiyyah (fisik), dan maliyyah (harta). Hal ini mencakup meluruskan niat, melunasi utang puasa, meningkatkan ibadah sunnah di bulan Sya'ban, menjaga kesehatan, serta mempelajari hukum fiqih puasa agar ibadah lebih maksimal, berkah, dan terencana.
Berikut adalah poin-poin persiapan menyambut Ramadhan secara rinci:
1. Persiapan Ruhiyyah dan Mental (Mental & Spiritual)
Meluruskan Niat: Mengikhlaskan niat untuk beribadah karena Allah SWT agar mendapatkan keberkahan.
Taubat dan Penyucian Hati: Memperbanyak istighfar, memohon ampun, dan memaafkan kesalahan orang lain agar hati bersih saat memasuki Ramadhan.
Berdoa: Memohon kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam kondisi sehat.
Melatih Kesabaran: Mulai membiasakan diri menahan diri dari emosi dan perilaku negatif.
2. Persiapan Fikriyyah (Ilmu)
Mempelajari Hukum Puasa: Membekali diri dengan ilmu fikih yang berkaitan dengan puasa, seperti hal-hal yang membatalkan, rukun, dan sunnah-sunnah puasa.
Membuat Target Ibadah: Menyusun rencana ibadah, seperti target khatam Al-Qur'an, shalat tarawih, dan sedekah.
3. Persiapan Jasadiyyah (Fisik)
Membayar Hutang Puasa: Segera melunasi qadha puasa Ramadhan tahun lalu.
Puasa Sunnah di Bulan Sya'ban: Membiasakan tubuh untuk berpuasa dengan puasa sunnah, khususnya di bulan Sya'ban.
Menjaga Kesehatan: Mengatur pola makan, istirahat yang cukup, dan mengurangi begadang agar tubuh tidak kaget saat puasa.
Cek Kesehatan: Memastikan kondisi fisik prima untuk menjalani ibadah sebulan penuh.
4. Persiapan Maliyyah (Harta)
Menyiapkan Dana Sedekah: Menyiapkan dana khusus untuk berbagi, zakat fitrah, dan sedekah selama Ramadhan.
Mengatur Keuangan: Merencanakan keuangan untuk kebutuhan selama Ramadhan agar tidak berlebihan.
5. Persiapan Lingkungan dan Perlengkapan
Menyiapkan Alat Ibadah: Memastikan mukena, sajadah, peci, dan Al-Qur'an dalam keadaan bersih dan siap digunakan.
Membersihkan Rumah/Tempat Ibadah: Membersihkan rumah atau masjid untuk menciptakan suasana nyaman dan khusyuk.
IV. FILOSOFI "WONG LAMONGAN" DALAM RAMADHAN
Pertemuan ini juga mengangkat kearifan lokal Lamongan dalam menyambut Ramadhan. Bp. Shodhikin mengingatkan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi dan saling memaafkan sebagai "pembersih" hati sebelum beribadah.Peserta diajak untuk menjadi sosok yang "Megilan" (Luar Biasa) dalam kebaikan. Jika biasanya kita sibuk dengan laporan e-reporting dan administrasi, maka di bulan Ramadhan, "laporan" yang utama adalah sejauh mana kita mampu memberikan dampak positif bagi sesama melalui karakter yang santun dan penuh empati.
V. PENUTUP: MELANGKAH DENGAN KEYAKINAN Pleno DWP Pengawas dan Kepala SMP se-Kabupaten Lamongan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan Ramadhan 2026 sebagai titik balik peningkatan kualitas diri. Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin menutup acara dengan doa, memohon agar seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan diberikan kekuatan dan keberkahan.Dengan semangat kebersamaan ini, DWP Dinas Pendidikan Lamongan siap menyongsong bulan suci dengan tangan terbuka, hati yang bersih, dan semangat pengabdian yang tak kunjung padam."Srikandi Pendidikan Lamongan: Bersuci Hati, Berbagi Bakti, Menjemput Ridho Illahi."
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 97 | 04-02-2026 | Rabu, 4 November 2026 PERTEMUAN PLENO DAN PEMBINAAN DWP KORWIL DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
"Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Sinergi, dan Menyambut Ramadan dengan Hati yang Suci"
I. Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Aula Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, telah dilaksanakan agenda rutin Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Pertemuan ini dihadiri oleh para pengurus DWP Kabupaten dan Korwil se-Kabupaten Lamongan dengan nuansa kekeluargaan yang kental, di mana para peserta hadir dengan seragam jingga khas DWP yang melambangkan semangat dan kehangatan.
Acara inti kali ini adalah Pembinaan dan Pengajian yang disampaikan langsung oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan (Kadin) Kabupaten Lamongan selaku Pembina DWP.
II. Dalam arahannya, Bapak Kepala Dinas menyampaikan beberapa poin krusial yang menyentuh aspek organisasi, sosial, hingga spiritual. Berikut adalah penjabaran mendalam dari materi yang disampaikan:
1. Syukur atas Anugerah Kesehatan
Pertemuan diawali dengan ajakan untuk merenung dan bersyukur. Beliau menekankan bahwa kemampuan untuk berkumpul dalam kondisi sehat walafiat adalah nikmat utama yang sering terlupakan. Kesehatan ini menjadi modal utama bagi ibu-ibu DWP untuk terus mendukung kinerja suami dan berkontribusi bagi masyarakat.
2. Momentum Pengukuhan Pejabat Fungsional Pendidikan
Acara ini juga menjadi saksi momentum penting bagi keberlanjutan roda pendidikan di Lamongan dengan adanya pengukuhan Kepala Sekolah SD, Kepala Sekolah SMP, dan Penilik. Hal ini diharapkan membawa semangat baru di setiap satuan pendidikan agar kualitas belajar mengajar semakin meningkat di bawah kepemimpinan yang telah resmi dikukuhkan.
Pengukuhan pejabat fungsional pendidikan menuntut peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan integritas tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pejabat yang dilantik diharapkan menjadi motor penggerak inovasi, melek literasi digital, disiplin, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman guna menciptakan sistem pendidikan cerdas serta berkarakter.
Berikut adalah poin-poin amanat penting untuk momentum tersebut:
Kompetensi dan Profesionalisme: Pejabat fungsional, seperti pengawas sekolah dan guru, harus menunjukkan keahlian khusus dan berkinerja tinggi dalam mendidik serta mengajar.
Adaptasi Teknologi (Era Digital): Wajib menguasai literasi digital dan mengintegrasikan teknologi untuk mentransformasi satuan pendidikan menjadi lebih modern dan inklusif.
Integritas dan Tanggung Jawab: Melaksanakan tugas dengan jujur, beretika, dan penuh tanggung jawab sebagai abdi negara dan masyarakat.
Inovasi Pendidikan: Didorong menciptakan program unggulan di sekolah, aktif berkarya, dan menjadi teladan (agen perubahan).
Sinergi dan Kolaborasi: Membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh pihak (akademisi, masyarakat, instansi) untuk mencapai tujuan pendidikan daerah.
Pengukuhan ini merupakan komitmen dalam memperkuat fondasi birokrasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik.
3. Manajemen Reputasi dan Menangkal Berita Miring
Di era keterbukaan informasi, Bapak Kadin berpesan agar pengurus DWP menjadi garda terdepan dalam menjaga nama baik instansi. "Bila ada berita miring atau isu yang tidak benar, berikan penjelasan yang baik dan bijak," tegas beliau. Anggota DWP diharapkan tidak mudah terprovokasi dan mampu memberikan edukasi yang menyejukkan kepada masyarakat.
Menyikapi berita miring (negatif/hoaks) memerlukan ketenangan dengan melakukan cek fakta, tidak terprovokasi, dan memberikan klarifikasi berbasis data, bukan emosi. Langkah utamanya meliputi memverifikasi sumber, mencari konteks yang benar, serta berkomunikasi secara santun dan profesional untuk meluruskan informasi tanpa menyalahkan pihak lain.
Diera penggunaan berbagai bentuk media sosial pada saat ini, menimbulkan beberapa keresahan diantara penggunanya, yaitu penyebaran hoax atau ketidakbenaran suatu berita informasi atau bisa dikatakan dengan berita bohong.
Hal ini tentu saja menimbulkan keresahan. Selain itu informasi hoax dinilai menjadi salah satu penyebab terjadi nya perpecah belahan di masyarakat dan dinilai bisa menjadi pemicu dimulainya suatu tindak kejahatan.
Berikut 3 cara mengatasi berbagai informasi hoax yang ada di media sosial:
1. Tidak terprovokasi dengan judul ataupun informasi yang mengandung hoax,
Saat melihat suatu berita/hal lainnya yang disebarkan di media sosial, ada baiknya kita terlebih dahulu membaca judul dan informasi dalam media sosial tersebut secara seksama dan dengan teliti.
2. Mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu setelah mengetahuinya,
Setelah membaca dengan seksama dan teliti, kita kemudian bisa mencari tahu kebenarannya melalui informasi dari google, ataupun mecari tahu kebenarannya melalui orang terdekat dan orang sekitar kita.
3. Tidak menyebarkan kembali,
Tidak mengirim ulang informasi hoax apapun yang kita dapatkan dan kita terima dari sosial media, hal tersebut dapat menghentikan penyebaran hoax yang nantinya tentu saja akan merugikan orang banyak.
Ada baiknya kita lebih bijak dalam penggunaan media sosial, saat ini pemerintah sendiri telah mengatur UU (undang-undang) ITE dan peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan tindak lanjut penyebaran hoax. Hal tersebut juga dapat membantu mengatasi penyebaran hoax yang beredar di media sosial.
4. Spiritual Sya'ban: Doa dan Sedekah
Menjelang bulan suci, beliau mengingatkan tentang keistimewaan bulan Nisfu Sya'ban. Seluruh anggota diajak untuk memperbanyak doa dan bersedekah sebagai bentuk ikhtiar untuk kebersamaan dan kebaikan bersama. Ini adalah momen "pemanasan" spiritual sebelum memasuki Ramadan.
5. Pemberdayaan Ekonomi melalui UMKM
Salah satu poin menarik adalah instruksi untuk memanfaatkan produk UMKM atau warung makan lokal. Hal ini terlihat nyata dari adanya pajangan produk-produk UMKM di meja pimpinan rapat. Hasil dari pemanfaatan UMKM ini disarankan untuk disalurkan kembali kepada warga yang membutuhkan, sehingga roda ekonomi lokal berputar secara amal.
Pemberdayaan UMKM adalah proses untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai upaya, seperti pelatihan, pendampingan, akses pembiayaan, dan digitalisasi. Tujuan utama pemberdayaan UMKM adalah menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu upaya dalam rangka pemberdayaan UMKM adalah melalui Promosi dan Pemasaran. Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dalam bentuk pameran, bazaar, pasar mini serta promosi online dalam membantu UMKM meningkatkan visibilitas dan jangkauan pasar. Pemberdayaan UMKM untuk mendukung naik kelas melibatkan berbagai upaya, termasuk salah satunya adalah pengembangan pasar dan digitalisasi. Penerapan bazaar merupakan implementasi dari Keputusan Menteri Keuangan Nomor 88/KMK.01/2022 tentang Program Sinergi Pemberdayaan UMKM Kementerian Keuangan. Dalam upaya mewujudkan program sinergi pemberdayaan UMKM di lingkungan Kementerian Keuangan dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai program pemberdayaan dengan basis Daftar Sasaran Bersama (DSB) Program UMKM Kemenkeu Satu. Diharapkan dengan implementasi tersebut dapat mendorong serta memberikan efek secara langsung kepada UMKM salah satunya dengan adanya peningkatan omset usaha.
6. Memuliakan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
Beliau mengetuk hati para hadirin untuk terus berdonasi bagi warga tidak mampu dan anak yatim. Beliau mengingatkan bahwa mereka yang memelihara anak yatim telah dijanjikan surga oleh-Nya, sebuah motivasi spiritual yang sangat menyentuh hati para peserta rapat.
7. Peran Lembaga dalam Gerakan Donasi
Bapak Kadin mewajibkan setiap lembaga atau sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan untuk memiliki gerakan kolektif dalam mengumpulkan donasi. Bantuan ini dikhususkan bagi siswa atau warga sekitar sekolah yang sedang mengalami kesulitan, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga menjadi pusat empati sosial.
8. Kebahagiaan Menyambut Ramadan
Sebagai penutup materi pengajian, beliau menyampaikan kabar gembira: "Siapa yang bahagia akan datangnya bulan Ramadan, maka haram jasadnya masuk neraka". Beliau mengajak seluruh ibu DWP untuk menyambut bulan suci dengan sukacita, tanpa beban, dan dengan persiapan ibadah yang maksimal.
III. Penutup dan Harapan
Pertemuan ini diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto kekompakan antar pengurus Korwil. Pesan utama yang dibawa pulang adalah bahwa hidup harus memberikan manfaat terbaik, baik dalam kondisi suka maupun duka, serta selalu menjaga keharmonisan keluarga.
MARHABAN YAA RAMADHAN. Semoga keluarga besar DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan senantiasa diberikan kesehatan dan semangat untuk menjalankan ibadah wajib maupun sunnah di bulan suci mendatang.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 98 | 04-02-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Melaksanakan Kegiatan FAMILY GATHERING
Lokasi: Santerra Del Laponte & Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu
I. Kebersamaan dan kekeluargaan merupakan pondasi utama dalam menjalankan roda organisasi. Guna mempererat tali silaturahmi serta menyegarkan pikiran dari rutinitas pekerjaan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Korwil Dinas Pendidikan Kab. Lamongan bersama Pengurus DWP Dinas Pendidikan Kab. Lamongan menyelenggarakan kegiatan Family Gathering.
Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah momentum untuk membangun sinergi dan keakraban antar anggota dalam suasana yang santai, penuh tawa, dan berkesan.
II. Menjelajahi Pesona "Negeri Dongeng" di Santerra Del Laponte
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Flora Wisata Santerra Del Laponte. Terletak di dataran tinggi Pujon, tempat ini menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata sejak langkah pertama memasuki area.
Keindahan Arsitektur Dunia: Ibu-ibu DWP diajak seolah-olah berkeliling dunia dalam sekejap. Dengan replika bangunan bergaya Eropa (seperti kincir angin Belanda) dan area bertema Korea lengkap dengan dekorasi yang estetik, Santerra menjadi latar belakang foto yang sangat Instagramable.
Hamparan Jutaan Bunga: Sesuai namanya "Flora Wisata", tempat ini dipenuhi dengan ribuan jenis bunga asli maupun dekoratif yang disusun sangat rapi. Perpaduan warna bunga yang cerah sangat kontras dan cantik saat bersanding dengan seragam biru-pink yang dikenakan para peserta.
Udara Sejuk nan Segar: Terletak di ketinggian, hembusan angin sejuk Kota Batu membuat suasana jalan-jalan menjadi sangat nyaman, meskipun peserta harus berkeliling area yang cukup luas.
III. Nostalgia dan Keasrian di Taman Rekreasi Selecta
Perjalanan berlanjut menuju destinasi legendaris yang menjadi ikon wisata Kota Batu, yaitu Taman Rekreasi Selecta. Tempat ini memberikan kesan "Truly Picnic" yang tak terlupakan.
Taman Bunga Bersejarah: Selecta dikenal dengan taman bunganya yang tertata secara geometris dan dijaga keasriannya sejak puluhan tahun lalu. Peserta nampak sangat menikmati momen saat berjalan di antara lorong-lorong bunga yang berwarna-warni.
Simbol Persatuan: Di bawah tulisan besar "SELECTA", seluruh pengurus dan anggota berfoto bersama. Foto ini menjadi simbol kekuatan dan kekompakan DWP Dinas Pendidikan Kab. Lamongan yang tetap solid dan harmonis.
Suasana Santai: Selain berfoto, para peserta juga menikmati fasilitas yang ada, mulai dari area duduk yang teduh di bawah pepohonan rindang hingga menikmati gemericik air terjun buatan yang memberikan efek relaksasi maksimal.
IV. Narasi Kegiatan: Kebersamaan dalam Balutan Warna Biru & Pink
Sepanjang perjalanan, gelak tawa tidak henti-hentinya terdengar. Mengenakan seragam atasan navy (biru dongker) dipadukan dengan hijab motif berwarna pink, rombongan DWP Lamongan tampil sangat menonjol dan elegan. Keseragaman ini bukan hanya soal estetika, tapi mencerminkan kesatuan visi dan misi organisasi.
Kegiatan diisi dengan:
Sesi Foto Bersama: Mengabadikan momen di setiap sudut ikonik menggunakan banner kegiatan sebagai identitas.
Ramah Tamah: Makan siang bersama di tengah udara sejuk, yang menambah keakraban antar anggota dari berbagai Korwil.
Wisata Belanja: Tak lupa, rombongan juga menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Kota Batu untuk keluarga di rumah.
V. Kegiatan Family Gathering DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan di Kota Batu berlangsung dengan sukses dan lancar. Pulang dari Kota Batu, para peserta membawa semangat baru dan memori indah yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi ke depan.
Semoga kekompakan ini terus terjaga, sebagaimana indahnya bunga-bunga di Santerra dan Selecta yang tetap merekah meskipun musim berganti.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 99 | 26-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan perpisahan anggota Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan, di Ruang Kominda Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan, Senin 26 Januari 2024. Acara Perpisahan Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan momen serah terima kepengurusan atau pelepasan anggota/pengurus lama yang mutasi/pindah mengikuti suami, sekaligus penyambutan anggota baru. Kegiatan ini bertujuan menjaga silaturahmi, soliditas, dan kesinambungan organisasi DWP. Pisah kenal sering kali diisi dengan kesan pesan, pemberian kenang-kenangan, serta penguatan komitmen untuk mendukung tugas suami dan memajukan organisasi. Momen ini menjadi ruang penuh makna—melepas anggota yang mengikuti suami pindah tugas dengan doa dan rasa terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin. Sekaligus menyambut anggota baru dengan harapan, semangat, dan kebersamaan baru dalam keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan. Karena dalam setiap pertemuan dan perpisahan, selalu ada cerita, kenangan, dan langkah baru yang menyatukan. Pertemuan rutin ini dihadiri oleh anggota DWP Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Lamongan. Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne DWP, serta doa bersama. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua DWP Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan, Ny. Eryn Dianto Hari Wibowo. Ny. Eryn Dianto Hari Wibowo menjelaskan bahwa pertemuan rutin DWP ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antaranggota, meningkatkan peran serta perempuan dalam mendukung tugas kedinasan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Lamongan. “Sementara itu, momen pisah kenang menjadi wujud penghargaan atas pengabdian dan dedikasi pejabat yang telah berkontribusi bagi organisasi,” tambahnya. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, pertemuan rutin DWP tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga menghadirkan momen haru melalui pemberian penghargaan kepada sosok-sosok yang telah berdedikasi. “Semoga kebersamaan DWP Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Lamongan semakin solid dan terus membawa manfaat bagi anggota serta keluarga besar Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Lamongan,” ujarnya. Dalam acara ini, Ibu Eryn Dianto Hari Wibowo berbagi ilmu kepada anggota DWP agar tetap berintegritas mendampingi suami. Menjaga integritas berarti selalu bertindak dengan jujur, bertanggung jawab, dan adil dalam setiap keputusan yang kita ambil. Hal ini juga berarti mampu mengedepankan kepentingan keluarga dan masyarakat, tanpa melupakan prinsip-prinsip moral yang kita anut. Dengan terus berkembang, berbagi ilmu, dan menjaga keharmonisan dalam rumah tangga, kita dapat menjadi pasangan yang saling mendukung dan tetap berintegritas dalam segala hal yang dilakukan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Lamongan diharapkan terus menjadi wadah yang memperkuat peran perempuan dalam mendukung tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Lamongan, sekaligus menjaga kekompakan, solidaritas, dan nilai-nilai kebersamaan. Kegiatan pertemuan rutin yang dirangkai dengan pisah kenang ini menjadi bukti nyata bahwa DWP Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Lamongan tidak hanya solid dalam organisasi, tetapi juga menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan penghargaan atas pengabdian para anggotanya.. Dilanjutkan sambutan dari Ny. Ayu Zainul. Acara kemudian diisi dengan penyerahan kenang-kenangan, foto bersama, dan penutup. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Program: Rapat Pelaksana: BADAN KESBANGPOL |
| 100 | 30-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Pucuk yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 30 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Pucuk, dengan peserta 50 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Pucuk. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Pucuk, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Pucuk, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 101 | 02-02-2026 | Pada hari Jum’at 30 Januari 2025 Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kab. Lamongan mengadakan pertemuan rutinan yang bertempat di ruang TMC dan dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan (Ny. Dianto), Ibu Sekdin, dan para istri anggota ASN dilingkup Dinas Perhubungan Kab. Lamongan. Pertemuan rutinan DWP ini merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat peran istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung kinerja suami serta pengabdian kepada masyarakat. Acara diawali dengan sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan (Ny. Dianto). Beliau berharap agar para istri anggota ASN untuk menyempatkan hadir pada setiap pertemuan. Selain agar mengetahui kondisi kantor kerja suami, pertemuan rutinan juga dapat menjadi wadah untuk berinteraksi dengan sesama anggota dari berbagai latar belakang, yang seringkali membuka peluang kolaborasi sosial maupun ekonomi kreatif. Dalam mendukung karir suami diawali dengan membangun lingkungan sosial yang positif di kalangan keluarga ASN guna menciptakan suasana kerja yang kondusif bagi para suami dalam menjalankan tugas yang diberikan. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa pada saat rapat pleno yang diadakan pada tanggal 20 Januari 2025 di Pendopo Lokatantra lalu, dihimbau untuk menyanyikan mars Lamongan pada tiap pertemuan DWP rutinan di OPD masing-masing. Beliau menambahkan agar setiap anggota tidak hanya menghafalkan mars DWP dan Hymne DWP, namun juga harus menghafalkan mars Lamongan sebagaimana yang disosialisasikan. Ibu Ketua DWP Dinas Perhubungan (Ny. Dianto) mewakili DWP OPD Dinas Perhubungan dalam rangka pemberian bantuan sembako kepada keluarga daerah terdampak banjir. Daerah tersebut berada di Ds. Gempolpendowo Kec. Glagah dan Ds. Weduni Kec. Deket. Kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata dari kepedulian sosial dan tanggung jawab moral organisasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa DWP tidak hanya bergerak di ranah internal organisasi, tetapi juga peka dan hadir di tengah kesulitan masyarakat yang merupakan implementasi dari program kerja bidang sosial budaya.
Pada kesempatan ini juga merupakan momen perkenalan Ibu Sekdin yang mana Ibu Sekdin baru saja alih tugas menjadi Sekretaris Dinas Perhubungan Kab. Lamongan. Momen perkenalan ini tentunya disambut hangat dan bersifat kekeluargaan oleh Ibu-Ibu anggota DWP Dinas Perhubungan. Perkenalan ini menjadi momentum bagi Ibu Sekdin untuk menyatakan kesiapan dalam mendukung setiap program kerja DWP di Dinas Perhubungan. Selanjutnya pengisian acara sosialisasi tentang “Sampah dan Permasalahan serta Pengelolaannya”. Pengisian sosialisasi ini disampaikan oleh Bidang Sarpras. Bahwa sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang paling serius didunia termasuk di Indonesia. Sampah dapat menyebabkan polusi udara, air, dan tanah, serta membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Hubungan antara DWP dengan sosialisasi pengelolaan sampah sangatlah erat dan strategis. Sebagai organisasi yang berbasis pada ketahanan keluarga, DWP memiliki peran sebagai ujung tombak perubahan perilaku di tingkat rumah tangga. Rumah tangga adalah produsen sampah terbesar. Karena anggota DWP adalah para istri yang mengelola operasional rumah, mereka memiliki kendali penuh atas bagaimana sampah dipilah sejak dari dapur. Sosialisasi ini bertujuan agar para anggota bisa menerapkan prinsip 3R yaitu (Reduce, Reuse, Recycle) secara langsung di rumah masing-masing. Sebagai istri ASN, anggota DWP memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung program pemerintah terkait pelestarian lingkungan. Sosialisasi ini memastikan bahwa kebijakan daerah terkait pengurangan sampah plastik (seperti penggunaan tote bag pengganti kantong plastik) dapat terlaksana secara efektif mulai dari lingkup keluarga pegawai. Pertemuan rutinan ini ditutup dengan do’a dan foto bersama. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS PERHUBUNGAN |
| 102 | 31-01-2026 | Mengawali awal tahun ini Dharma Wanita Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Lamongan mengadakan rapat rutin Dharma Wanita Persatuan pada hari Jumat tanggal 30 Januari 2026. Yang dihadiri oleh ibu Edwin selaku ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Lamongan. Di hadiri juga para anggota sejumlah sekitar 20 Bu orang diantaranya yaitu ibu Rohani, Ibu Erik, Ibu Emi dan lain sebagainya. Ada yang menarik pada pertemuan ini yaitu perpisahan purna tugas salah satu anggota yaitu Ibu Emi. Beliau sudah menjalankan tugasnya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Lamongan selama kurang lebih 25 tahun. Dan tepat pada bulan Januari ini beliau sudah purna tugas. Pada kesempatan kali ini ibu Edwin selaku ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Lamongan mengucapkan semoga bahagia bersama keluarga dirumah dan jangan lupa sering - sering ke dinas. Ibu Emi adalah sosok kuat, tegas, baik sehingga kita semua merasa kehilangan dengan purna tugasnya ibu Emi. Beliau berpesan agar kami penerusnya bisa selalu kompak dan bahagia. Pertemuan ini tidak ada materi yang disampaikan oleh pemateri dari luar karena ibu Edwin jam 09:45 ada kegiatan lain. Ada sedikit pesan dari Ibu Edwin yang pertama yaitu khotmil Quran agar terus dilaksanakan dan berharap utk bisa cepat selesai. Yang kedua rencana rekreasi pada tahun 2026 ini. Yang ketiga tetap jaga kesehatan karena cuaca nya sedang tidak baik-baik saja. Sekian pertemuan pada bulan Januari ini semoga bulan depan banyak yang ikut rapat pertemuan ini. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL |
| 103 | 22-01-2026 | Pada hari Kamis tanggal 22 Januari 2026 telah dilaksanakan Pertemuan rutin Pleno PKK dan DWP Pertemuan Rutin ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kecamatan Sugio Ny. Sinta Buana KD Bambang Purnomo dan Pengurus TP PKK Kecamatan Sugio dan Pengurus DWP Kecamatan Sugio serta Organisasi Kewanitaan yang ada di Kecamatan Sugio, juga Ketua TP PKK Desa se Kecamatan Sugio beserta Sekretaris dan perwakilan Ibu Kasun Se Kecamatan Sugio. Pada acara kali ini yang bertugas adalah dari Desa Gondanglor yang mana Susunan acara pada pertemuan kali ini yang pertama adalah pembukaan, menyanyikan mars PKK, Sambutan Ibu Kepala Desa Gondanglor yang kali ini diwakilkan oleh Ibu Kasun, sambutan Ketua TP PKK Kecamatan Sugio, Penyampaian materi SOTH (Sekolah Orang Tua Hebat) yang dismapaikan oleh Balai Penyuluh KB Kecamatan Sugio, Pengenalan produk Navagreen, selanjutnya acara lain-lain. Setelah pembukaan dan menyanyikan Mars PKK, dalam sambutannya Ibu Kasun memberikan sambutan terkait Desa Gondanglor. Selanjutnya pada pertemuan kali ini ketua TP PKK Kecamatan Sugio memberikan sambutan dan informasi penting dari hasil rapat pleno di kabupaten beberapa waktu lalu. Ibu Sinta menyampaikan beberapa informasi dari hasil rapat pleno di Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2026 kemarin yaitu diantaranya pembelian Kalender TP PKK Kabupaten Lamongan seharga Rp 50.000. Selain itu juga akan diadakan Pembinaan Posyandu per wilayah Kerja oleh TP PKK Kabupaten Lamongan. Juga Dalam rangka kegiatan Peningkatan Capacity Building bagi Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan yang dilaksanakan setelah hari raya idul fitri mohon Ketua TP PKK Kecamatan segera mengonfirmasi kota/lokasi kepada TP PKK Kabupaten Lamongan melalui nomor admin PKK Kabupaten Lamongan 0813-3743-1413 Setelah rangkaian acara pertemuan rutin dan sosialisasi selesai dilanjutkan dengan acara lain-lain dan pembagian Doorprize. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN SUGIO |
| 104 | 09-01-2026 | Pada hari Jumat tanggal 9 Januari 2026 telah dilaksanakan Rapat Pleno TP PKK dan DWP Kabupaten Lamongan yang bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ny. Anis Kartika Yuhronur Effendi dan Ny. Cana Antantya Dirham Akbar Aksara serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Ny. Puji Dariani Moh.Nalikan. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Pengurus TP PKK Kabupaten Lamongan, Ketua TP PKK Kecamatan beserta Wakil dan Sekretaris se Kabupaten Lamongan, dan Ketua Dharma Wanita Dinas se Kabupaten Lamongan. Pada pertemuan rutin kali ini Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ny. Anis Yuhronur Effendi tidak lupa mengucapkan selamat tahun baru 2026 dan melalui ucapannya Bu Yes berharap agar tahun ini membawa lebih banyak harapan, peluang baru, keberkahan dan kebahagiaan yang menyertai setiap langkah dan juga mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan tahun 2026 bermanfaat bagi masyarakat. Bu Yes juga menghimbau untuk mengambil Kalender PKK 2026 di Kantor TP PKK Kabupaten Lamongan dan mengganti biaya sebesar Rp 50.000 per kalender. Pada bulan Ramadhan TP PKK Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan memberikan bantuan kepada anakanak kurang mampu yang masuk pada DTSEN di Kecamatan Sukorame sebanyak 40 paket, selain itu juga terdapat bantuan pula untuk penyandanng disabilitas berupa sembako sebanyak 620 paket. Selanjutnya Bu Yes juga menginformasikan bahwa di tahun2026 ini TP PKK KAbupaten ALmongan tidak mengadakan kunjungan kerja ke lapangan maka akan dilaksanakan pembinaan posyandu per wilayah kerja. Juga selain itu TP PKK Kabupatrn Lamongan akan mengadakan RAKERDA (Rapat Kerja Dearh) yang rencananya akan dillaksanakan pada Minggu Kedua bulan Februari 2026. Sebelum pelaksanannya dimohon untuk 3 buku panduan dipelajari sehingga jika ada yang kurang paham dapat ditanyakan pada saat pelaksanaan RAKERDA. Selain itu Dalam rangka kegiatan Peningkatan Capacity Building bagi Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan yang dilaksanakan setelah hari raya idul fitri mohon Ketua TP PKK Kecamatan segera mengonfirmasi kota/lokasi kepada TP PKK Kabupaten Lamongan melalui nomor admin PKK Kabupaten Lamongan 0813-3743-1413. Selanjutnya Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun ke 80 Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan akan menggelar kegiatan Lomba Senam Kreasi yang akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 1 Februari 2026 pukul 08.00 berlokasi di Gedung Sport Center Lamongan. Mohon Ketua TP PKK Kecamatan se Kabupaten Lamongan untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan mengirimkan 5 (lima) orang per tim. Setelah menyimak berbagai informasi yang disampaikan Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Ketua Dhrma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan juga menyampaikan informasi terkait program-program Dharma Wanita Persatuan.
Setelah rangkaian acara pertemuan rutin selesai dilanjutkan dengan arisan dan pembagian Doorprize. Acara Pertemuan Rutin Pleno PKK dan DWP Kabupaten Lamongan berjalan lancar dan khidmat.
Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN SUGIO |
| 105 | 31-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD dr. Soegiri Lamongan turut berpartisipasi dalam kegiatan rutin Pleno Dharma Wanita Persatuan dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026 pukul 09.00-selesai di pendopo kabupaten lamongan. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ketua Unit Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan OPD se-Kabupaten Lamongan, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Lamongan, serta seluruh tamu undangan.
Kegiatan pleno diawali dengan ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh peserta dapat menghadiri pertemuan dalam keadaan sehat. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Lamongan Ny.Puji Nalikan menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 dengan harapan agar seluruh anggota dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta mampu mewujudkan harapan yang belum tercapai pada tahun sebelumnya. Selain itu, disampaikan pula ucapan selamat kepada anggota Dharma Wanita yang suaminya telah dilantik maupun mendapatkan alih tugas jabatan sebagai Kepala OPD, dengan harapan senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan dalam mengemban amanah baru.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan informasi bahwa iuran tahunan Dharma Wanita Persatuan telah dibayarkan secara lengkap, serta rencana pelaksanaan kegiatan sosial pada bulan Ramadhan berupa pembagian takjil sebanyak 200 paket nasi bungkus dan air mineral, yang pelaksanaannya akan diinformasikan lebih lanjut.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan pleno ini, Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan menunjukkan komitmen untuk terus aktif dalam mendukung program dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, memperkuat koordinasi antarunit, serta berperan nyata dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan demi terwujudnya kesejahteraan keluarga. Program: Rapat Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 106 | 30-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD dr. Soegiri Lamongan melaksanakan kegiatan Pelantikan Pengurus Baru pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Kesekretariatan dan diselenggarakan di Aula RSUD dr. Soegiri Lamongan, dengan dihadiri oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan.
Acara pelantikan berlangsung dengan khidmat dan tertib, serta secara resmi dibuka oleh Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan, dr. Abdur Rohman, Sp.PD., M.EK. Dalam prosesi pelantikan, Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan secara simbolis memasangkan pin Dharma Wanita Persatuan kepada Ketua DWP RSUD dr. Soegiri Lamongan, Ny. Santi Abdur Rohman, sebagai tanda pengukuhan kepengurusan sekaligus bentuk dukungan terhadap peran aktif Dharma Wanita di lingkungan rumah sakit.
Dalam sambutannya, dr. Abdur Rohman, Sp.PD., M.EK menyampaikan harapan agar para pengurus yang baru dilantik dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen, serta mampu berperan aktif dalam mendukung visi dan misi rumah sakit. Beliau menegaskan bahwa Dharma Wanita Persatuan tidak hanya berfungsi sebagai organisasi pendamping, namun juga memiliki kontribusi nyata dalam bidang sosial, pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.
Kegiatan pelantikan ini diharapkan menjadi momentum awal bagi pengurus baru untuk menjalankan roda organisasi secara lebih solid, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan program pembangunan sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soegiri Lamongan.
Acara diakhiri dengan doa bersama serta sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan, sinergi, dan kesiapan pengurus baru dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab organisasi ke depan. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 107 | 30-01-2026 | Jumat, 30 Januari 2026 Pertemuan DWP Korwil Kec. Kalitengah Dinas Pendidikan Kab. Lamongan
Tempat: Aula Pertemuan Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Kalitengah, Lamongan
Pimpinan Pertemuan: Bp. Ali Safiin, S.Pd., M.Pd. (Korwil Bidang Pendidikan Kalitengah)
Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etika dan norma yang ada. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan berbagai kultur suku, ras dan agama yang beraneka ragam memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial. Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana guna memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik.
Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju tetapi juga berlaku di Indonesia. Karena kecepatannya, media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita.
Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Kita sebagai pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
Media sosial mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :
§ Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang namun bisa ke berbagai banyak orang
§ Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
§ Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
§ Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
C. PERAN MEDIA SOSIAL
Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien. Media sosial sperti blog, facebook, instagram, twitter, dab youtube memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran.
Media sosial memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain:
§ Kesederhanaan
Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan bahkan untuk orang tanpa dasar IT pun dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.
§ Membangun Hubungan
Media social menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat. Jika menggunakan media tradisional maka tidak dapat melakukan hal-hal tersebut diatas, melainkan media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.
§ Jangkauan Global
Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih banyak pengguna.
§ Terukur
Dengan sistem tracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.
D. FUNGSI MEDIA SOSIAL
Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem komunikasi maka kita harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem komunikasi, yaitu :
§ Administrasi
Pengorganisasian profil karyawan perusahaan dalam jaringan sosial yang relevan dan relatif dimana posisi pasar anda sekarang. Pembentukan pelatihan kebijakan media sosial, dan pendidikan untuk semua karyawan pada penggunaan media sosial. Pembentukan sebuah blog organisasi dan integrasi konten dalam masyarakat yang relevan. Riset pasatr untuk menemukan dimana pasar anda.
§ Mendengarkan dan Belajar
Pembuatan sistem pemantauan untuk mendengar apa yang pasar anda inginkan, apa yang relevan dengan mereka.
§ Berpikir dan Perencanaan
Dengan melihat tahap 1 dan 2, bagaiman anda akan tetap didepan pasar dan begaiman anda berkomunikasi ke pasar. Bagaiman teknologi sosial meningkatkan efisiensi operasional hubungan pasar.
§ Pengukuran
Menetapkan langkah-langkah efektif sangat penting untuk mengukur apakah metode yang digunakan, isi dibuat dan alat yang anda gunakan efektif dalam meningkatkan posisi dan hubungan pasar anda.
E. DAMPAK MEDIA SOSIAL
Dampak positif dari media sosial adalah memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, jarak dan waktu bukan lagi masalah, lebih mudah dalam mengekspresikan diri, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat, biaya lebih murah. Sedangkan dampak negatif dari media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik, masalah privasi, rentan terhadap pengaruh buruk orang lain.
I. MEMBANGUN KESADARAN DIGITAL DARI RUMAH
Memasuki bulan pertama di tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Kalitengah kembali menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang adaptif terhadap isu terkini. Pertemuan rutin kali ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan sebuah forum edukasi strategis yang menyentuh realitas kehidupan modern :
I. Media Sosial.
Pertemuan dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP Korwil Kalitengah yang tampil kompak dengan seragam batik merah bermotif bunga, mencerminkan semangat Srikandi Pendidikan yang cerdas dan berwibawa.
II. SOSMED SEBAGAI PISAU BERMATA DUA Rapat dibuka dan dipimpin langsung oleh Bp. Ali Safiin, S.Pd., M.Pd. selaku Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Kalitengah. Dalam pidato utamanya, beliau memberikan perhatian khusus pada fenomena penggunaan media sosial (Medsos) di kalangan masyarakat saat ini. Beliau menekankan bahwa sebagai bagian dari keluarga besar Dinas Pendidikan, anggota DWP harus menjadi pelopor penggunaan teknologi yang sehat."Media sosial adalah pisau bermata dua. Ia bisa menjadi jembatan informasi, namun jika kita lalai, ia bisa menjadi jurang yang menghancurkan tatanan sosial dan mental keluarga," tegas Bp. Ali Safiin di depan seluruh peserta.
III. BAHAYA DAN RESIKO MEDIA SOSIAL DI MASYARAKAT
Dalam sesi diskusi yang interaktif, Bp. Ali Safiin membedah beberapa poin krusial mengenai bahaya penyalahgunaan media sosial yang harus diwaspadai oleh para ibu:Jenis RisikoDampak Nyata di MasyarakatPenyebaran HoaksMemicu perpecahan antarwarga dan ketakutan yang tidak beralasan akibat berita yang tidak tervalidasi.Kejahatan SiberPenipuan daring, pencurian identitas, dan kebocoran data pribadi yang merugikan secara finansial.Gangguan Mental Penurunan rasa percaya diri akibat sering membandingkan diri dengan kehidupan orang lain (social comparison). Retaknya HarmoniKurangnya interaksi tatap muka di dalam keluarga karena masing-masing anggota sibuk dengan gawai (phubbing).Poin Utama yang Ditekankan:Saring Sebelum Sharing: Pentingnya memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya ke grup WhatsApp atau platform lain.Privasi adalah Kunci: Hindari mengunggah data sensitif, lokasi real-time, atau foto anak secara berlebihan yang dapat mengundang predator siber.Etika Berkomentar: Menjaga lisan di dunia digital agar tidak terjerat UU ITE dan menjaga marwah institusi pendidikan.IV. PERAN DWP SEBAGAI "FILTER" INFORMASI KELUARGASebagai pendamping ASN dan ibu rumah tangga, anggota DWP memiliki peran sentral dalam meminimalisir bahaya Medsos. Melalui pertemuan ini, disepakati bahwa ibu-ibu DWP Korwil Kalitengah akan menerapkan "Jam Digital Keluarga", di mana ada waktu khusus untuk menjauhkan gawai dan fokus pada komunikasi berkualitas dengan suami serta anak-anak.Bp. Ali Safiin berharap agar ibu-ibu tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu mengedukasi lingkungan sekitar tentang pentingnya literasi digital. "Seorang ibu yang bijak bermedsos adalah benteng pertama bagi anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam sisi gelap internet," tambahnya.
Bahaya penggunaan media sosial di masyarakat meliputi gangguan mental (stres, depresi, FOMO), kecanduan, cyberbullying, penyebaran hoaks, dan pencurian data pribadi. Memahami risiko ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mental, produktivitas, dan keamanan privasi, serta menghindari konflik sosial. Penggunaan yang bijak dan literasi digital diperlukan.
Berikut adalah rincian penting bahaya media sosial yang perlu diwaspadai:
Dampak Kesehatan Mental dan Fisik : Penggunaan berlebihan menyebabkan gangguan tidur, ketegangan mata, stres, kecemasan, depresi, dan rasa tidak puas diri karena membandingkan hidup dengan orang lain.
Risiko Keamanan dan Privasi : Penyalahgunaan data pribadi, penipuan, dan serangan phishing rentan terjadi jika pengguna kurang berhati-hati dalam membagikan identitas diri.
Perundungan Siber (Cyberbullying): Media sosial menjadi tempat perundungan, komentar negatif, dan konflik sosial yang dapat merusak mental, terutama di kalangan remaja.
Kecanduan dan FOMO (Fear of Missing Out): Kecanduan menyebabkan penurunan konsentrasi, produktivitas, dan kualitas hidup karena fokus terus berada pada dunia maya.
Polarisasi Sosial: Media sosial dapat memperburuk ketegangan antar kelompok masyarakat melalui penyebaran disinformasi dan ruang diskusi yang terbatas.
V. KOMITMEN MENUJU MASYARAKAT DIGITAL YANG SEHAT
Pertemuan rutin DWP Korwil Kalitengah di penghujung Januari 2026 ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi ringan mengenai implementasi program kerja tahunan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti aula, menandakan bahwa pesan tentang bahaya Medsos telah diterima dengan baik sebagai bekal menjaga ketahanan keluarga.Laporan ini menjadi saksi bahwa DWP Korwil Kalitengah tidak hanya unggul dalam administrasi, tetapi juga tajam dalam melihat isu sosial demi mewujudkan masyarakat Lamongan yang cerdas, santun, dan melek digital.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 108 | 20-01-2026 | rapat pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) pertama di tahun 2026 yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2006, bertempat di Balai Desa Sambangrejo. Rapat pleno ini menjadi momentum awal untuk menyelaraskan program kerja TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan di tahun2026, sekaligus memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan keluarga di wilayah Kecamatan Modo. Melalui rapat pleno ini diharapkan seluruh pengurus dan anggota dapat menjalankan program kerja secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN MODO |
| 109 | 15-01-2026 | Pada hari Kamis tanggal 15 Januari 2026 telah dilaksanakan pertemuan rutin Dharma Wanita Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Lamongan di Ruang pertemuan Graha Tirta Praja yang dimulai pada pukul 09.00 WIB. Semua anggota Dharma Wanita yang hadir mengenakan kebaya untuk memperingati hari ibu. Dan spesial pada hari ini diadakan lomba sambung lagu Dalam rangka memperingati hari ibu, pertemuan Dharma Wanita pada hari Kamis tanggal 15 Januari 2026 akan diadakan lomba sambung lagu tiap bidang dan UPT.
* Anggota tim: 4 orang/regu dari bidang atau UPT
* Perwakilan peserta mengambil 2 undian judul lagu, lalu pilih salah satu yang terpilih untuk dinyanyikan
Mekanisme lomba:
1. Penampilan akan diiringi musik sesuai lagu yang terpilih
2. Peserta boleh menyanyikan lagu dengan bantuan teks di HP
3. 1 peserta minimal menyanyikan 2 baris lirik lagu
4. Peserta baris dari depan ke belakang dan secara bergantian menyanyikan lagu sesuai dengan urutannya
5. 8 judul lagu yang disiapkan oleh panitia
~ Rungkad
~ Ojok dibandingke
~ Gala-gala
~ Madu dan racun
~ Kopi dangdut
~ Sayang
~ Mendung tanpo udan
~ Pamer bojo
Dari perlombaan yang sangat seru dan menyenangkan ini, diperoleh juara sebagai berikut. Juara 1 diraih oleh UPT PSDA Deket, Juara 2 diraih oleh Bidang OP, dan juara ke-3 yaitu UPT PSDA Babat. Dan untuk peserta lainnya mendapat juara harapan dengan kategorinya masing-masing Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 110 | 09-01-2026 | Pada hari Jumat, 9 Januari 2026.Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan hadir bersama anggota untuk menghadiri pertemuan rutin pleno di pendopo. Dalam pertemuan ini dihadiri oleh Ibu Ketua Tim PKK dan Ketua Dharma Wanita Kabupaten Lamongan beserta anggota. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, mengucapkan selamat tahun baru 2026, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan harapan yang belum terwujud di Tahun 2025 segera terwujud di Tahun 2026. Beliau juga mengucapkan selamat kepada ibu-ibu yang suaminya kemarin sudah dilantik untuk menduduki jabatan sebagai kepala opd maupun yang alih tugas. semoga selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengemban amanah baru, semakin sukses dan semakin berkah. Pada Bulan Ramadhan pembagian takjil tetap dilaksanakan dengan jumlah nasi bungkus dan air mineral sebanyak 200, untuk jadwal ditunggu info lebih lanjut. Program: Rapat Pelaksana: DINAS SOSIAL |
| 111 | 22-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) BKPSDM Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan pembinaan dan silaturahmi yang membahas arah dan mekanisme pelaksanaan organisasi ke depan sebagai upaya meningkatkan kapasitas anggota serta memperkuat peran DWP dalam mendukung tugas dan fungsi BKPSDM. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota DWP BKPSDM dan dilaksanakan di lingkungan BKPSDM Kabupaten Lamongan.
Kegiatan diawali dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh Ibu Farah Damayanti selaku Kepala BKPSDM Kabupaten Lamongan, yang menekankan pentingnya peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kinerja aparatur serta membangun kebersamaan dan sinergi di lingkungan organisasi. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Bu Ustadzah Maftuhah Ma’sum Aziz dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dalam tausiahnya, disampaikan makna dan hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai momentum penguatan nilai kasih sayang umat Islam serta peneguhan keutamaan sholat dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian materi oleh Ketua DWP BKPSDM Kabupaten Lamongan, Ibu Gunawan. Pada kesempatan tersebut, Ibu Gunawan menyampaikan informasi mengenai keanggotaan DWP BKPSDM, pola kepesertaan dalam berbagai program DWP Kabupaten, serta rencana dan arah kegiatan DWP ke depan, baik yang bersifat rutin maupun kegiatan di luar agenda tetap, seperti kegiatan sosial dan peringatan hari-hari besar organisasi. Melalui kegiatan yang dilaksanakan dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan ini, diharapkan DWP BKPSDM Kabupaten Lamongan dapat semakin aktif, solid, dan berkontribusi positif dalam mendukung pembangunan serta pembinaan keluarga aparatur sipil negara. Program: Rapat Pelaksana: BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA |
| 112 | 09-01-2026 | Agenda : Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
Hari/Tanggal : Jum'at / 09 Januari 2026
Pukul : 08.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Pendopo Lokatantra Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan
Keperluan : PErtemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan sekaligus Pelantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan
Pakaian : SEragam Dharma Wanita Persatuan (Oranges)
Catatan : Hadir tepat waktu
Peserta : Diikuti oleh seluruh Ibu OPD Se Kabupaten Lamongan
Susunan Acara Pelantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi :
1. Menyayikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita
2. Doa
3. Prosesi Pelantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi
dilanjutkan dengan acara Pleno Dhrma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang dipimpin oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Ny. Puji Dariani Moh. Nalikan,S.M beliau menyampaikan sebagai berikut :
assalamu’alaikumwr.wb.
yang saya hormati:
1. Ibu Ketua dan wakil ketua tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga Kabupaten Lamongan ;
2. Ibu – Ibu Pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan ;
3. Ibu-Ibu Ketua unit unsur pelaksana dharma wanita persatuan opd se kabupaten lamongan ;
4. Ibu-Ibu Ketua tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga Kecamatan Se Kabupaten Lamongan, dan seluruh tamu undangan yang berbahagia .
pertama - tama marilah kita memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-nya pada hari ini kita bersama-sama dapat hadir padapertemuan rutin pleno tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dan Dharma Wanita Persatuanse Kabupaten Lamongan dalam keadaan sehat wal’afiat. tak lupa sholawat serta salam tetap tercurah kepada junjungan kita nabi besar muhammad saw. atas suri tauladannyakepadakitasekalian.
adahalyanginginsayasampaikan:
1. Saya selaku ketua dwp kab. lamongan, mengucapkan selamat tahun baru 2026, semogakitabisamenjadipribadiyanglebih baik dan harapan yang belum terwujud di tahun2025 segera terwujud ditahun.2026;
2. Ucapan selamat kepada ibu-ibu yang suaminya kemarin sudah dilantik untuk menduduki jabatan sebagai Kepala OPD maupun yang alih tugas. semoga selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengemban amanah baru, semakin sukses dan semakin berkah ;
3. Alhamdulillah iuran tahunan DWP sudah bayar semua ;
4. Pada bulan ramadhan pembagian takjil tetap dilaksanakan dengan jumlah nasi bungkus dan air mineral sebanyak 200, untuk jadwal ditunggu info lebih lanjut.
demikian sambutan yang dapat saya sampaikan,kurang lebihnya saya mohon maaf, saya akhiri wabillahi taufik wal hidayah
wassalamu’alaikumwr.wb.
Acara selanjutnya yaitu lain-lain dan dilanjutkan dengan dokumentasi. Program: Rapat Pelaksana: PERUMDA PASAR KABUPATEN LAMONGAN |
| 113 | 28-01-2026 | Persatuan Dharma Wanita Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan pertemuan rutin pada hari Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dirangkaikan dengan acara pisah kenal serta bhakti sosial dan diikuti oleh seluruh anggota Persatuan Dharma Wanita BPBD.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Hymne dan Mars Dharma Wanita sebagai bentuk semangat kebersamaan dan loyalitas terhadap organisasi. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ny. Asri Wulan Moch Na’im selaku Ketua Persatuan Dharma Wanita BPBD Kabupaten Lamongan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas peran aktif seluruh anggota serta pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam mendukung kegiatan organisasi.
Agenda berikutnya adalah acara pisah kenal antara Ny. Henry dan Ny. Kunjali yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan tali asih kepada Ny. Henry sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi selama menjadi bagian dari Persatuan Dharma Wanita BPBD Kabupaten Lamongan.
Sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bhakti sosial di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah. Melalui kegiatan ini, Persatuan Dharma Wanita BPBD Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk nyata kepedulian dan pengabdian sosial.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kebersamaan, serta ditutup dengan kegiatan bhakti sosial. Diharapkan kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Program: Rapat Pelaksana: BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH |
| 114 | 13-01-2026 | Pada hari Selasa, tanggal 13 Januari 2026, telah dilaksanakan pertemuan rutin Dharma Wanita UPT PSDA Deket. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan lancar, serta dihadiri oleh para anggota Dharma Wanita sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kebersamaan dan meningkatkan peran organisasi. Pertemuan rutin ini menjadi agenda penting untuk mempererat silaturahmi antaranggota.
Acara pertemuan dibuka dengan sambutan dari Ketua Dharma Wanita UPT PSDA Deket. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi aktif seluruh anggota. Selain itu, disampaikan pula harapan agar Dharma Wanita dapat terus berkontribusi secara positif, baik dalam mendukung tugas suami maupun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan agenda rutin organisasi, termasuk evaluasi kegiatan sebelumnya serta perencanaan program kerja yang akan datang. Para anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran dan masukan demi kemajuan Dharma Wanita UPT PSDA Deket. Diskusi berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan penuh semangat kebersamaan.
Pertemuan rutin ini diakhiri dengan penutup dan doa bersama. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat semakin memperkuat solidaritas antaranggota serta meningkatkan peran aktif Dharma Wanita UPT PSDA Deket dalam mendukung kegiatan kedinasan dan sosial. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang hadir.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 115 | 15-01-2026 | Pertemuan rutin Dharma Wanita UPT PSDA Karanggeneng dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan GHIPPA Karanggeneng. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Dharma Wanita dengan suasana yang tertib, hangat, dan penuh kebersamaan. Pertemuan rutin ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus media koordinasi antaranggota dalam mendukung berbagai program organisasi.
Dalam pertemuan tersebut, selain agenda rutin Dharma Wanita, juga dilaksanakan acara pisah kenang sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada Ibu Irul atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas. Acara pisah kenang berlangsung dengan penuh rasa haru dan kekeluargaan, ditandai dengan penyampaian pesan dan kesan serta pemberian kenang-kenangan sebagai ungkapan terima kasih.
Selain itu, pertemuan rutin ini juga menjadi momentum untuk menyambut Ketua UPT PSDA Karanggeneng yang baru, yaitu Ibu Ashari. Penyambutan dilaksanakan dengan penuh kehangatan dan harapan baru, sebagai wujud dukungan Dharma Wanita terhadap kepemimpinan yang baru. Diharapkan dengan kepemimpinan tersebut, kerja sama dan sinergi antara UPT PSDA dan Dharma Wanita dapat terus terjalin dengan baik.
Melalui kegiatan pertemuan rutin ini, Dharma Wanita UPT PSDA Karanggeneng diharapkan semakin solid, kompak, dan aktif dalam menjalankan perannya. Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan serta semangat untuk terus mendukung tugas dan tanggung jawab organisasi ke depan. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 116 | 27-01-2026 | Rapat pleno Dharma Wanita dilaksanakan dengan tertib dan khidmat pada hari Jumat, 9 Januari 2026, yang dihadiri oleh para pengurus dan anggota Dharma Wanita. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ny. Moh. Nalikan. Agenda utama rapat pleno tersebut adalah pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi di tingkat kecamatan.
Acara pelantikan diawali dengan pembukaan dan pembacaan surat keputusan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan yang dipimpin oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Prosesi berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh rasa tanggung jawab. Pelantikan ini menandai dimulainya masa tugas Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kecamatan Sukodadi yang baru, dengan harapan mampu menjalankan amanah serta berkontribusi aktif dalam mendukung program-program pemerintah daerah.
Melalui rapat pleno Dharma Wanita ini, diharapkan terjalin sinergi dan kerja sama yang semakin solid antara Dharma Wanita, Tim Penggerak PKK, dan Posyandu Kecamatan Sukodadi. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan berbagai program di bidang kesehatan, kesejahteraan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Lamongan. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 117 | 06-01-2026 | Pada Hari Selasa tanggal 6 Januari 2026 bertempat di ruang rapat GHIPPA UPT PSDA Babat dilaksanakan pertemuan rutin Dharma Wanita UPT PSDA Babat yang merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi antar anggota. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan Dharma Wanita. Pertemuan rutin ini biasanya dihadiri oleh seluruh anggota Dharma Wanita UPT PSDA Babat dengan suasana yang tertib dan penuh keakraban.
Dalam setiap pertemuan, berbagai agenda kegiatan dibahas, mulai dari evaluasi program kerja, penyampaian informasi organisasi, hingga perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan. Selain itu, pertemuan rutin juga diisi dengan penyuluhan atau pembinaan yang bermanfaat, seperti materi tentang peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, kesehatan, serta pengembangan keterampilan. Hal ini diharapkan dapat menambah wawasan dan meningkatkan kualitas sumber daya anggota Dharma Wanita.
Melalui pertemuan rutin Dharma Wanita UPT PSDA Babat, diharapkan tercipta anggota yang aktif, kreatif, dan berpartisipasi dalam mendukung tugas serta fungsi suami sebagai aparatur negara. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat peran Dharma Wanita dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan keluarga, sehingga organisasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 118 | 22-01-2026 | Acara dibuka oleh Ketua DWP dengan menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh anggota. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa pertemuan rutin tetap dilaksanakan dua bulan sekali, dengan penyesuaian secara kondisional setelah pleno dari tingkat kabupaten.
Terkait seragam batik DWP, anggota diimbau untuk tidak melakukan pembelian karena akan ada pengadaan motif baru dari pusat. Penggunaan atribut DWP diingatkan kembali, dengan ketentuan seragam batik tanpa pin, dianjurkan memakai jilbab berlogo DWP, yang dapat dibeli melalui sekretariat DWP Kabupaten bagi yang membutuhkan.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, direncanakan kegiatan dengan menghadirkan narasumber dari luar. Dana sosial yang berasal dari iuran sebesar Rp5.000 digunakan untuk kegiatan sosial, seperti kunjungan ke panti asuhan, dan kegiatan sosial yang bermanfaat tetap dapat dilanjutkan.
Untuk kegiatan arisan bidang ekonomi, disampaikan bahwa arisan DWP Disperindag selesai pada bulan April, arisan DWP Dinkop selesai pada bulan Mei, dan arisan DWP Diskoperindag dimulai pada bulan Juni. Besaran arisan tetap Rp50.000, dengan ketentuan satu orang hanya diperbolehkan mengikuti satu arisan, penarikan dilakukan untuk empat orang, dan bendahara sebagai penanggung jawab.
Terkait administrasi, disampaikan bahwa backdrop baru perlu disesuaikan. Grup WhatsApp lama dihapus dan seluruh anggota diwajibkan bergabung dalam grup WhatsApp baru DWP Diskoperindag. Grup Khotmil Qur’an dibentuk kembali oleh bidang pendidikan dengan penambahan anggota baru, durasi khataman selama 10 hari, serta admin grup diharapkan aktif mengingatkan anggota.
Pengisian kegiatan dan notulen menjadi tanggung jawab sekretaris, dengan pengisian kegiatan pertemuan bulan Maret oleh bidang koperasi. Untuk lagu organisasi, pada pertemuan ini dinyanyikan Mars dan Hymne DWP, sedangkan pertemuan berikutnya akan dinyanyikan Mars DWP dan Mars Lamongan.
Kegiatan keagamaan juga diagendakan, antara lain infaq subuh, tadarus bersama yang dikoordinir oleh bidang pendidikan, serta pengiriman takjil ke DWP Kabupaten yang menunggu informasi lebih lanjut. Setiap bidang diminta segera menyusun program kerja tahunan dan membagikannya melalui grup, serta setiap kegiatan pertemuan diwajibkan menghadirkan narasumber.
Selain itu, diinformasikan bahwa Ny. Mahen merupakan instruktur renang, dengan rencana kegiatan renang satu bulan sekali dengan biaya Rp15.000 untuk hari kerja dan Rp20.000 untuk akhir pekan. Kantor juga mengagendakan kegiatan senam satu minggu sekali yang dikoordinir oleh bidang pendidikan. Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN |
| 119 | 09-01-2026 | Pertemuan rutin pleno Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dihadiri oleh Ibu Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lamongan, Ibu-ibu Pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu-ibu Ketua Unit Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan OPD se-Kabupaten Lamongan, Ibu-ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Lamongan, serta seluruh tamu undangan.
Kegiatan diawali dengan ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga pertemuan rutin pleno dapat terlaksana dalam keadaan sehat wal’afiat. Sholawat serta salam juga disampaikan kepada Nabi Besar Muhammad SAW sebagai suri teladan bagi seluruh hadirin.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh anggota. Diharapkan pada tahun yang baru ini seluruh anggota dapat menjadi pribadi yang lebih baik, serta harapan dan cita-cita yang belum terwujud pada tahun 2025 dapat terealisasi pada tahun 2026.
Selain itu, disampaikan pula ucapan selamat kepada ibu-ibu yang suaminya telah dilantik untuk menduduki jabatan sebagai Kepala OPD maupun yang mendapatkan alih tugas. Diharapkan agar senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengemban amanah yang baru, serta kesuksesan dan keberkahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Selanjutnya, disampaikan informasi bahwa iuran tahunan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan telah dibayarkan seluruhnya. Pada bulan Ramadhan mendatang, kegiatan pembagian takjil tetap akan dilaksanakan dengan jumlah sebanyak 200 paket berupa nasi bungkus dan air mineral. Jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut akan diinformasikan lebih lanjut.
Demikian uraian laporan kegiatan pertemuan rutin pleno Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN |
| 120 | 23-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada Hari Jum'at tanggal 23 Januari 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Lesung Si Panji, dengan peserta 72 staf Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dan 63 perwakilan dari Puskesmas serta Pengurus Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Ketua Dharmawanita Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan atau yang mewakili Ny. dr. Herwidhiyah Shidayatri menyampaikan tentang Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah, terutama di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan sistem drainase yang kurang baik. Secara umum, banjir dapat diartikan sebagai peristiwa meluapnya air yang menggenangi suatu wilayah yang seharusnya kering, baik itu permukiman, lahan pertanian, maupun fasilitas umum. Banjir terjadi ketika volume air melebihi daya tampung sungai, saluran air, atau permukaan tanah, sehingga air tidak dapat lagi tertampung dan akhirnya meluap. Penyebab terjadinya banjir sangat beragam. Salah satu penyebab utama adalah tingginya curah hujan dalam waktu yang lama, yang membuat tanah tidak mampu menyerap air secara maksimal. Selain itu, banjir juga sering disebabkan oleh rusaknya lingkungan, seperti penggundulan hutan yang mengurangi daya serap tanah, serta kebiasaan membuang sampah sembarangan yang menyumbat saluran air. Di daerah perkotaan, pembangunan yang tidak terencana juga memperparah kondisi, karena semakin sedikit lahan terbuka yang bisa menyerap air hujan. Dampak banjir sangat besar bagi kehidupan manusia. Dari segi sosial dan ekonomi, banjir dapat merusak rumah, jalan, jembatan, serta berbagai fasilitas umum lainnya, sehingga menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit. Aktivitas masyarakat menjadi terganggu, bahkan banyak yang harus mengungsi untuk menyelamatkan diri. Dari segi kesehatan, banjir juga dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan demam berdarah, karena lingkungan menjadi kotor dan lembap. Selain itu, banjir juga dapat merusak lahan pertanian dan menyebabkan gagal panen, yang pada akhirnya memengaruhi ketahanan pangan masyarakat. Oleh karena itu, banjir bukan hanya sekadar peristiwa alam, tetapi juga masalah yang berkaitan erat dengan perilaku manusia dalam menjaga lingkungan. Dengan menjaga kebersihan, melestarikan hutan, serta membangun sistem drainase yang baik, risiko terjadinya banjir dapat dikurangi demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Bencana ini terjadi ketika air meluap dan menggenangi wilayah yang seharusnya kering, seperti pemukiman, jalan, sawah, dan fasilitas umum lainnya. Banjir biasanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, meluapnya sungai, buruknya sistem drainase, serta berkurangnya daerah resapan air akibat penebangan hutan dan pembangunan yang tidak terkontrol. Pada musim hujan, awan gelap menggantung di langit dan hujan turun tanpa henti sejak pagi hingga malam hari. Sungai yang semula tenang perlahan mulai naik permukaannya. Air yang tak lagi tertampung akhirnya meluap ke pemukiman warga. Dalam waktu singkat, jalan-jalan berubah menjadi aliran air, dan rumah-rumah mulai terendam. Warga pun panik menyelamatkan barang-barang berharga serta mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banjir tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga berdampak besar terhadap kehidupan sosial dan kesehatan masyarakat. Banyak rumah rusak, perabotan hanyut, dan aktivitas sehari-hari lumpuh total. Sekolah diliburkan, pekerjaan terhenti, dan fasilitas umum tidak dapat digunakan. Selain itu, banjir juga sering menimbulkan berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, dan penyakit kulit akibat air yang kotor dan tercemar. Dari sisi lingkungan, banjir juga membawa lumpur dan sampah yang menumpuk di mana-mana. Setelah air surut, warga harus bekerja keras membersihkan rumah dan lingkungan sekitar. Bau tak sedap menyebar, dan sisa-sisa lumpur menjadi bukti betapa besarnya dampak bencana tersebut. Proses pemulihan pun membutuhkan waktu yang tidak singkat serta biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, banjir seharusnya tidak hanya dipandang sebagai bencana alam semata, tetapi juga sebagai peringatan bagi manusia untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, melestarikan hutan, serta memperbaiki sistem drainase adalah langkah-langkah penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan. Dengan kesadaran dan kerja sama semua pihak, diharapkan bencana banjir dapat diminimalkan dan kehidupan masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman. Banjir bukan hanya membawa kerugian materi, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Setelah banjir melanda suatu wilayah, lingkungan menjadi kotor, air tercemar, dan banyak sampah berserakan. Kondisi ini menjadi tempat yang ideal bagi kuman, bakteri, dan virus untuk berkembang biak dan menyebar dengan cepat. Salah satu penyakit yang sering muncul pascabanjir adalah diare. Air yang tercemar oleh limbah dan kotoran dapat masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang tidak higienis. Selain itu, penyakit kulit seperti gatal-gatal, kutu air, dan infeksi jamur juga banyak diderita warga karena terlalu lama kontak dengan air kotor. Banjir juga meningkatkan risiko leptospirosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh bakteri dari air kencing tikus yang terbawa air banjir. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, bahkan kerusakan organ jika tidak segera ditangani. Selain itu, genangan air yang tersisa menjadi sarang nyamuk yang dapat menimbulkan demam berdarah dan malaria. Tidak hanya itu, kondisi pengungsian yang padat dan kurang bersih juga memicu penyebaran infeksi saluran pernapasan (ISPA). Kurangnya air bersih, kelelahan, dan daya tahan tubuh yang menurun membuat masyarakat semakin rentan terserang penyakit. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi air bersih dan makanan yang matang, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit setelah banjir. Dengan kewaspadaan dan penanganan yang cepat, dampak kesehatan akibat banjir dapat diminimalkan. 4. Penyampaian Materi : Penggadaian, Penggadaian merupakan salah satu bentuk layanan keuangan yang telah dikenal luas oleh masyarakat sejak lama. Pada dasarnya, penggadaian adalah kegiatan meminjam uang dengan cara menyerahkan suatu barang sebagai jaminan kepada pihak pemberi pinjaman. Barang yang digadaikan tersebut akan disimpan oleh pihak penerima gadai sampai peminjam melunasi utangnya sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan. Dalam kehidupan sehari-hari, penggadaian sering menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan dana dalam waktu singkat. Ketika seseorang menghadapi kebutuhan mendesak, seperti biaya pendidikan, kesehatan, atau keperluan rumah tangga, penggadaian menjadi alternatif yang mudah karena prosesnya relatif sederhana, cepat, dan tidak memerlukan persyaratan yang rumit seperti pinjaman di bank. Secara umum, barang-barang yang dapat digadaikan adalah barang yang memiliki nilai ekonomi, mudah disimpan, dan mudah dinilai harganya. Contohnya adalah emas, perhiasan, kendaraan bermotor, barang elektronik, dan beberapa barang berharga lainnya. Nilai pinjaman yang diberikan biasanya tidak melebihi nilai taksiran barang yang digadaikan, karena hal ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan pihak pemberi pinjaman jika terjadi risiko gagal bayar. Dalam praktiknya, penggadaian melibatkan dua pihak, yaitu pihak pemberi gadai (nasabah) dan pihak penerima gadai (lembaga atau perorangan). Setelah terjadi kesepakatan, barang jaminan akan diserahkan dan disimpan dengan aman oleh pihak penerima gadai. Sebagai imbalannya, nasabah menerima sejumlah uang sesuai dengan nilai taksiran barang tersebut. Selama masa pinjaman, nasabah diwajibkan membayar bunga atau biaya jasa sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu ciri utama dari penggadaian adalah adanya batas waktu pelunasan. Jika nasabah dapat melunasi pinjamannya tepat waktu, maka barang jaminan akan dikembalikan dalam kondisi semula. Namun, apabila nasabah tidak dapat melunasi pinjaman hingga batas waktu yang telah ditentukan, maka pihak penerima gadai berhak menjual atau melelang barang tersebut untuk menutupi pinjaman yang belum dibayar. Di Indonesia, penggadaian tidak hanya dilakukan oleh perorangan, tetapi juga oleh lembaga resmi seperti Pegadaian. Pegadaian merupakan badan usaha milik negara yang bertujuan membantu masyarakat dalam memperoleh dana secara cepat, aman, dan terpercaya. Kehadiran Pegadaian sangat penting karena memberikan perlindungan hukum dan kepastian bagi masyarakat, baik dari segi keamanan barang jaminan maupun kejelasan aturan transaksi. Selain sebagai sarana pinjaman, penggadaian juga memiliki peran sosial dan ekonomi. Dari sisi sosial, penggadaian membantu masyarakat kecil untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus menjual barang berharganya. Dari sisi ekonomi, penggadaian turut mendorong perputaran uang di masyarakat dan menjadi salah satu sarana inklusi keuangan. Namun demikian, masyarakat tetap perlu bijak dalam menggunakan layanan penggadaian. Pinjaman sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan disesuaikan dengan kemampuan untuk melunasi. Dengan cara ini, penggadaian dapat menjadi solusi keuangan yang bermanfaat, bukan justru menambah beban masalah di kemudian hari. Dengan demikian, penggadaian dapat disimpulkan sebagai lembaga atau sistem keuangan yang berfungsi memberikan pinjaman dengan jaminan barang, yang praktis, cepat, dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dana mendesak, selama digunakan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Penggadaian merupakan salah satu lembaga keuangan yang memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dana secara cepat dan praktis. Pada dasarnya, penggadaian adalah layanan pinjaman yang diberikan kepada masyarakat dengan sistem jaminan barang berharga. Barang yang digadaikan dapat berupa emas, perhiasan, elektronik, kendaraan, atau barang bernilai lainnya. Kehadiran penggadaian sangat membantu terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dana mendesak tanpa harus melalui proses pinjaman yang rumit. Fungsi utama penggadaian adalah memberikan solusi pembiayaan yang cepat dan mudah. Dibandingkan dengan lembaga perbankan, prosedur di penggadaian jauh lebih sederhana. Masyarakat tidak perlu memenuhi banyak persyaratan administrasi, cukup membawa barang jaminan dan identitas diri. Dalam waktu singkat, dana pinjaman dapat langsung diterima, sehingga penggadaian menjadi pilihan utama untuk kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan, kesehatan, modal usaha kecil, atau kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain itu, penggadaian juga berfungsi sebagai sarana pengelolaan keuangan masyarakat. Dengan menggadaikan barang, seseorang dapat memperoleh dana tanpa harus menjual aset yang dimilikinya. Hal ini memungkinkan masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk menebus kembali barang tersebut ketika kondisi keuangan sudah membaik. Dengan demikian, penggadaian membantu masyarakat menjaga kepemilikan barang berharga sekaligus mengatasi kesulitan keuangan sementara. Fungsi penggadaian berikutnya adalah mendukung perekonomian masyarakat kecil dan menengah. Banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang memanfaatkan jasa penggadaian sebagai sumber modal usaha. Pinjaman dari penggadaian dapat digunakan untuk menambah modal dagang, membeli bahan baku, atau mengembangkan usaha. Dengan begitu, penggadaian turut berperan dalam menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penggadaian juga memiliki fungsi perlindungan dan keamanan aset. Barang yang digadaikan disimpan dengan aman dan diasuransikan, sehingga pemilik barang tidak perlu khawatir akan kehilangan atau kerusakan selama masa gadai. Hal ini memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat dalam menggunakan layanan penggadaian. Di samping itu, penggadaian berfungsi sebagai alternatif lembaga keuangan yang inklusif, karena dapat diakses oleh hampir semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak memiliki rekening bank atau riwayat kredit. Dengan sistem jaminan barang, penggadaian tidak mempersulit masyarakat dan tetap memberikan kesempatan memperoleh pinjaman secara adil dan transparan. Secara keseluruhan, fungsi penggadaian tidak hanya sebatas tempat meminjam uang dengan jaminan barang, tetapi juga sebagai lembaga yang membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, memberikan solusi keuangan yang cepat, mendukung usaha kecil, serta membantu masyarakat mengelola aset dan kebutuhan keuangannya secara lebih bijak. 5. Arisan, 6. Foto bersama, 7. Doa penutup. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 121 | 23-01-2026 | Jumat, 21 Januari 2026, keluarga besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Babat, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, berkumpul dalam suasana penuh khidmat dan kehangatan. Pertemuan rutin kali ini terasa lebih istimewa karena dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mempertebal iman dan takwa bagi seluruh anggota DWP di lingkungan pendidik Kecamatan Babat.
Apa Itu Isra’ Mi’raj? Sebuah Perjalanan Melampaui Logika
Dalam acara ini, ditekankan kembali makna mendalam dari Isra’ Mi’raj. Secara bahasa dan sejarah, Isra’ Mi’raj adalah dua peristiwa luar biasa yang terjadi dalam satu malam:
Isra’: Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) menggunakan Buraq.
Mi’raj: Kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit ketujuh hingga ke Sidratul Muntaha (puncak tertinggi di luar jangkauan makhluk).
Peristiwa ini terjadi pada periode sulit dalam hidup Rasulullah, yang sering disebut sebagai Amul Huzni (Tahun Kesedihan), setelah beliau kehilangan istri tercinta, Sayyidah Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib. Allah memberikan "perjalanan spiritual" ini sebagai bentuk penghiburan dan penguatan bagi Rasulullah.
Isra Mi'raj adalah peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam yang terjadi dalam satu malam, saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan spiritual dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) (Isra), lalu naik ke langit hingga ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT (Mi'raj). Peristiwa ini merupakan mukjizat besar yang menunjukkan kekuasaan Allah dan menjadi pengingat akan kewajiban salat serta keimanan.
Isra (Perjalanan Malam): Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, menunggangi hewan bernama Buraq bersama Malaikat Jibril.
Mi'raj (Kenaikan): Dari Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW naik menembus lapisan-lapisan langit, bertemu para nabi, hingga mencapai Sidratul Muntaha (batas pengetahuan makhluk di langit ke-7).
Penerimaan Salat: Di sana, Allah SWT mewajibkan salat lima waktu sehari semalam bagi umat Islam.
Peristiwa Isra’ Mi`raj terjadi pada malam tanggal 27 Rajab di tahun ke-10/11 dari kenabian. Isra’ berarti perjalanan malam Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram Mekah al-Mukarramah menuju Masjidil Aqsha Baitul Maqdis Palestina, sedangkan Mi`raj berarti perjalanan lanjutan Nabi dari Masjidil Aqsha naik langit ke tujuh hingga ke Sidratul Muntaha.
Sebelum melakukan isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW mendapatkan cobaan yang beruntun. Rasulullah SAW mendapatkan cobaan yaitu ditinggalkan oleh sang istri tercinta yaitu Khadijah dan pamannya yang senantiasa membela nabi suka maupun duka yaitu Abu Thalib. Peristiwa tersebut dinamakan sebagai persitiwa amul huzni yang berarti tahun kesedihan, mengingat Nabi Muhammad SAW mendapat cobaan bertubi-tubi selama satu tahun tersebut ditinggal dengan orang-orang yang paling menyayangi sang rasul.
Pada dasarnya Isra’ Mi’raj adalah dua peristiwa yang berbeda, namun terjadi dalam satu malam. Peristiwa Isra terjadi secara singkat pada suatu malam, Rasulullah SAW didatangi oleh Malaikat Jibril dan kendaraan Burraq yang satu langkahnya secepat dan sejauh mata memandang, Rasulullah pun menuju ke sumur air zam-zam. Di sana Malaikat Jibril membelah dada Nabi Muhammad SAW dan mensucikan hati beliau menggunakan air zam-zam dan setelah itu Rasulullah pun melanjutkan perjalanannya menuju Masjidil Aqsa di Kota Syam dengan mengendarai Burroq dengan Jibril. Diperjalanan, Nabi Muhammad melihat-lihat pemandangan indah yang belum pernah beliau lihat sebelumnya, inilah keajaiban yang diberikan kepada Nabi Muhammad pada saat perjalanan Isra dan Miraj.
Setelah peristiwa Isra selesai yakni dari Masjidil Haram Makah ke Masjidil Aqsa di Syam, kini Rasulullah SAW harus melanjutkan perjalanannya menujuh langit tertinggi, yakni menuju langit ketujuh atau Sidratul Munthaha. Di tiap tingkatan langit tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu. Nabi-nabi tersebut di antaranya: Nabi Adam di langit pertama. Nabi Isa dan Yahya di langit kedua. Nabi Yusuf di langit ketiga. Nabi Idris di langit keempat. Nabi Harun di langit kelima. Nabi Musa di langit keenam. Nabi Ibrahim di langit ketujuh. Sejak kedua peristiwa tersebut, umat Islam diwajibkan menjalankan salat lima waktu dalam sehari.
Berikut beberapa hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj :
Diwajibkannya melaksanakan sholat fardu lima waktu.
Menumbuhkan dan meningkatkan keimanan kita terhadap kekuasaan Allah swt yang Maha berkehendak.
Membuat kita semakin mengamati bahwa Nabi Muhammad adalah utusan yang membawa perintah Allah SWT.
Menyakini bahwa setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan dari Allah swt, dimana setiap cobaan tersebut juga dapat meningkatkan keimanan kita atas kuasa Allah swt.
Kita juga dapat mengetahui apabila kita melanggar perintah Allah maka Allah akan menghukum kita sesuai dengan apa yang kita lakukan.
Kita juga dapat mengetahui tentang tanda-tanda kebesaran Allah swt
Makna dan Hikmah:
Keimanan dan Ketaatan: Menguji keimanan dan ketaatan total kepada Allah SWT.
Perintah Salat: Menegaskan pentingnya salat lima waktu sebagai ibadah utama.
Kekuatan di Balik Kesulitan: Menunjukkan bahwa di balik kesulitan ada pertolongan dan kemuliaan dari Allah.
Tanda Kebesaran Allah: Bukti kekuasaan Allah SWT yang melampaui akal manusia.
Mengapa Isra’ Mi’raj Begitu Penting untuk Diperingati?
Peringatan ini menjadi agenda rutin DWP Korwil Babat karena mengandung nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi kaum ibu dan pendidik:
Menerima Perintah Shalat 5 Waktu: Inti dari Mi’raj adalah pertemuan langsung Rasulullah dengan Allah SWT untuk menerima perintah shalat. Shalat adalah "Mi’raj"-nya orang beriman, sarana komunikasi langsung antara hamba dan Penciptanya.
Ujian Keimanan: Peristiwa ini mengajarkan kita bahwa kekuasaan Allah melampaui logika manusia. Bagi anggota DWP, ini adalah pengingat untuk selalu optimis dan percaya pada pertolongan Allah di tengah tantangan hidup.
Integritas dan Amanah: Keberhasilan Nabi dalam menempuh perjalanan tersebut dan menyampaikan kebenaran kepada umat meski ditentang, menjadi teladan bagi para istri ASN dan pendidik untuk selalu amanah dalam bertugas dan mendukung suami dalam pengabdian negara.
Rangkaian Kegiatan dan Dokumentasi
Acara berlangsung meriah namun tetap khusyuk di salah satu aula gedung pendidikan di Babat. Berikut adalah detail kegiatannya:
Pembukaan dan Silaturahmi: Anggota DWP yang mengenakan seragam batik identitas tampil kompak dan anggun. Kebersamaan terlihat dari tawa dan diskusi hangat di sela-sela acara.
Tausiyah Keagamaan: Seorang ustadz memberikan ceramah yang mengupas tuntas hikmah Isra’ Mi’raj. Beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas shalat sebagai pondasi kebahagiaan keluarga.
Ramah Tamah: Sebagai wujud syukur, disediakan berbagai hidangan khas tradisional, buah-buahan, dan camilan yang dinikmati bersama secara lesehan, menambah kesan kekeluargaan yang erat.
Sesi Foto Bersama: Acara ditutup dengan sesi dokumentasi di depan banner kegiatan. Terpancar aura semangat dari wajah para anggota DWP Korwil Babat untuk terus berkarya dan berbakti.
Penutup
Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota DWP Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Babat tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga semangat baru untuk memperbaiki ibadah dan meningkatkan solidaritas sosial.
Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lamongan, khususnya di wilayah Babat.
“Dengan Hikmah Isra’ Mi’raj, Kita Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Etos Kerja dalam Mendukung Tugas Suami sebagai Abdi Negara.”
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 122 | 15-01-2026 | Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Nurul Arif Bakhtiar mengadakan kegiatan Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Bulan Januari Tahun 2026 di Balai desa Maor Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Penyelenggara Rapat Pleno ini adalah Bidang Sekretariat Dharma Wanita Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Rapat Pleno ini diadakan rutin setiap bulannya. Kegiatan Pleno PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars PKK, Hymne Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan. Dalam sambutannya Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Nurul Arif Bakhtiar menyampaikan : 1. Selamat Tahun Baru 2026, semoga tahun ini membawa lebih banyak harapan, peluang baru, keberkahan dan kebahagiaan yang menyertai setiap Langkah kita dan yang penting juga mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2026 bermanfaat bagi Masyarakat; 2. Kalender 2026 sudah dapat diambil di Kantor dengan mengganti biaya cetak sebesar Rp. 50.000,-; 3. Pada bulan Ramadhan Tim Penggerak PKK Kabupaten bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan memberikan bantuan kepada anak-anak kurang mampu yang masuk pada DTSEN di Kecamatan Sukorame sebanyak 40 paket sandang, terdapat pula paket sembako untuk penyandang disabilitas sebanyak 620 paket; 4. Kegiatan bulan Ramadhan Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu disepakati akan mengadakan berbagi takjil dengan partisipasi semua Desa sekecamatan Kembangbahu masing-masing 20 porsi makanan; 5. TP PKK Kabupaten Lamongan akan mengadakan RAKERDA yang rencananya akan dilaksanakan pada Minggu kedua bulan Februari 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, seluruh Ketua Pokja untuk mempersiapkan diri; 6. Dalam rangka kegiatan Peningkatan Capacity Building bagi Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan yang akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri dengan tujuan Kota Magetan perjalanan 1 hari; 7. Dalam rangka memperingati Hari Pers nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun ke 80 Persatuan Wartawan Indonesia kabupaten Lamongan akan menggelar kegiatan lomba Senam Kreasi yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026 pukul 08.00 berlokasi di Gedung Sport center Lamongan. Kecamatan Kembangbahu akan diwakili oleh Desa Puter. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN KEMBANGBAHU |
| 123 | 15-01-2026 | Pertemuan rutin Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Solokuro dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua TP PKK Kecamatan Solokuro, Ibu Tri Mukti Agung Wijayanto, dan dihadiri oleh pengurus TP PKK Kecamatan Solokuro, antara lain Ibu Korwil Pendidikan, Ibu Kepala Puskesmas, Ibu Kepala KUA, pengurus pertanian, pengurus PLKB, pengurus Forum Bunda PAUD, serta Ketua TP PKK Desa beserta Wakil Ketua (Sekretaris Desa).
Dalam pertemuan tersebut disampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 sekaligus apresiasi atas pelaksanaan kegiatan TP PKK sepanjang tahun 2025. Ketua TP PKK Kecamatan Solokuro juga menyampaikan sejumlah agenda TP PKK Kabupaten Lamongan tahun 2026, di antaranya rencana pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), pembinaan posyandu per wilayah kerja, serta pentingnya kesiapan dan ketertiban administrasi PKK.
Selain itu, disosialisasikan pula rencana partisipasi TP PKK Kecamatan Solokuro dalam Lomba Senam Kreasi dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026. Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin solid antar pengurus dan TP PKK desa guna mendukung kelancaran pelaksanaan program kerja TP PKK Kecamatan Solokuro sepanjang tahun 2026. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: KECAMATAN SOLOKURO |
| 124 | 21-01-2026 | Hari/Tanggal : Senin, 19 Januari 2026 Pertemuan Pleno DWP Korwil kec. Sekaran Dinas Pendidikan Kab. Lamongan
Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti aula pertemuan Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Barisan seragam Dharma Wanita Persatuan (DWP) tampak rapi, mencerminkan kedisiplinan dan kesatuan visi. Hari ini bukan sekadar pertemuan rutin biasa, melainkan sebuah momentum penguatan peran perempuan sebagai jantung dalam keluarga dan teladan dalam masyarakat.
Pertemuan Pleno DWP Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Sekaran kali ini menjadi istimewa dengan kehadiran Bapak Nanang Supra Joko, selaku Bapak Korwil, yang memberikan arahan strategis mengenai marwah istri seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menjadi Madrasah Pertama bagi Generasi Bangsa
Dalam arahannya yang menggugah, Bapak Nanang Supra Joko menekankan bahwa peran istri ASN tidak berhenti pada urusan domestik atau sekadar pendamping suami. Lebih jauh dari itu, istri ASN adalah "Madrasah Pertama" bagi anak-anaknya.
"Tantangan zaman semakin kompleks. Di tangan ibu-ibu inilah, karakter anak bangsa dibentuk. Pendidikan karakter bukan hanya soal angka di sekolah, tapi soal bagaimana seorang anak tumbuh dengan pemahaman tentang benar dan salah," ujar beliau di hadapan para anggota DWP.
Beliau menggarisbawahi pentingnya dedikasi seorang ibu dalam mengawasi tumbuh kembang anak, terutama dalam menjaga mereka dari pengaruh negatif era digital, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Etika dan Sopan Santun: Wajah ASN di Mata Masyarakat
Satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam pertemuan ini adalah mengenai Etika dan Sopan Santun. Sebagai pendamping abdi negara, istri ASN membawa "wajah" institusi di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
Setiap tutur kata, perilaku, dan cara bersosialisasi seorang istri ASN menjadi sorotan dan cermin bagi kredibilitas suami serta institusi tempatnya bernaung. Bapak Nanang berpesan agar anggota DWP mampu menjadi oase di tengah masyarakat—menjadi sosok yang santun, rendah hati, dan mampu mengayomi lingkungan sekitar.
"Istri ASN harus menjadi teladan (role model). Jika kita mampu menjaga etika dan sopan santun dengan baik, maka kehormatan keluarga dan marwah ASN akan terjaga dengan sendirinya," tambahnya.
Seorang istri ASN sangat penting dalam mendidik anak etika dan sopan santun karena mereka adalah teladan utama di rumah, membentuk karakter anak menjadi pribadi yang berakhlak baik, bertanggung jawab, dan mampu bersosialisasi, yang pada akhirnya mencerminkan citra positif suami dan institusi ASN di masyarakat, membangun lingkungan yang harmonis, serta mengajarkan anak menjadi individu yang beretika dan disegani sejak dini, menurut berbagai sumber.
Mengapa Peran Istri ASN Sangat Penting?
Teladan Utama (Role Model): Anak mencontoh perilaku ibu di rumah. Jika ibu ASN menjunjung etika dan sopan santun, anak akan terbiasa dengan hal tersebut.
Pembentukan Karakter: Pendidikan etika sejak dini membentuk karakter anak menjadi pribadi yang sopan, hormat, dan bertanggung jawab, yang krusial untuk interaksi sosial di masyarakat.
Mencerminkan Citra Suami & Institusi: Tindakan dan perilaku istri ASN memengaruhi citra suami di lingkungan kerja dan institusi tempat suami bekerja, menjadikan istri penjaga marwah keluarga dan ASN.
Keterampilan Sosial: Mengajarkan sopan santun membantu anak memiliki keterampilan sosial yang baik, memudahkannya berinteraksi, dan membangun hubungan positif.
Menciptakan Lingkungan Kondusif: Anak yang dididik etika akan menciptakan lingkungan keluarga dan sosial yang harmonis dan saling menghormati.
Bagaimana Menerapkannya?
Komunikasi dan Perilaku: Menunjukkan tata cara bicara yang baik, body language positif, serta sikap ramah dan sopan dalam sehari-hari.
Mengajarkan Kewajiban dan Hak: Mendidik anak tentang kewajiban mereka (menghormati orang tua, membantu) dan hak mereka, agar menjadi individu yang seimbang.
Menjadi Guru dan Tempat Curhat: Memberikan ilmu, bimbingan, dan menjadi tempat anak berbagi, sehingga anak merasa nyaman dan berkembang.
Menjaga Penampilan dan Kebersihan: Berpenampilan baik dan rapi mencerminkan pribadi yang beretika.
Sinergi dan Transformasi DWP Sekaran
Pertemuan ini juga menjadi ajang penguatan silaturahmi antaranggota. DWP Korwil Pendidikan Kecamatan Sekaran berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif dan memberikan dampak nyata. Melalui pembekalan moral seperti ini, diharapkan setiap anggota memiliki bekal batin yang kuat untuk mendukung karier suami sekaligus mencetak anak-anak yang berakhlak mulia.
Kegiatan yang diisi dengan diskusi interaktif ini ditutup dengan semangat kebersamaan. Pesan yang dibawa pulang sangat jelas: Bahwa dibalik keberhasilan seorang ASN dan tegaknya karakter sebuah bangsa, ada peran besar seorang perempuan yang berdaya, beretika, dan penuh kasih sayang.
1. Strategi "Parenting by Heart": Mendidik Anak di Era Digital
Bapak Korwil menekankan bahwa mendidik anak bagi istri ASN haruslah berbasis pada keteladanan (uswatun hasanah). Berikut adalah poin-poin cara mendidik yang dijabarkan:
Pendidikan Berbasis Keteladanan (Role Modeling): Istri ASN harus menjadi "cermin" pertama bagi anak. Sebelum menyuruh anak jujur atau disiplin, ibu harus menunjukkan kejujuran dan kedisiplinan dalam keseharian. Anak tidak mendengar apa yang kita katakan, tapi mereka melihat apa yang kita lakukan.
Literasi Digital dan Pendampingan Aktif: Di tengah gempuran teknologi, cara mendidik yang ditekankan adalah dengan "hadir" secara utuh. Ibu-ibu diminta tidak hanya memfasilitasi gadget, tetapi juga menjadi filter bagi konten yang dikonsumsi anak serta memberikan batasan waktu (screen time) yang tegas namun edukatif.
Penanaman Fondasi Agama dan Spiritual: Menjadikan rumah sebagai tempat pertama pengenalan nilai-nilai ketuhanan. Mengajarkan ibadah bukan sebagai beban, melainkan kebutuhan, sehingga anak memiliki "kompas moral" yang kuat saat berada di luar rumah.
Komunikasi Dialogis (Heart-to-Heart): Mengganti pola asuh otoriter menjadi dialogis. Mendengarkan keluh kesah anak dengan empati sehingga anak merasa rumah adalah tempat teraman untuk bercerita, bukan media sosial.
2. Implementasi Etika dan Sopan Santun di Masyarakat
Sebagai istri ASN, setiap anggota DWP adalah "Duta Citra" pemerintah. Bapak Nanang Supra Joko menjabarkan cara menjaga etika bermasyarakat sebagai berikut:
Prinsip Rendah Hati (Humble Leadership): Menghindari sikap pamer kekuasaan atau gaya hidup mewah (hedonisme). Istri ASN harus mampu membaur dengan masyarakat dari berbagai lapisan tanpa membuat sekat sosial, menjaga sikap andhap asor (rendah hati) khas budaya Lamongan.
Menjaga Lisan dan Etika Berkomunikasi: Di era informasi, menjaga lisan mencakup dua hal: secara langsung dan di media sosial. Anggota DWP dihimbau untuk tidak terjebak dalam gosip (ghibah) atau menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya (hoaks) yang dapat memperkeruh suasana di lingkungan tempat tinggal.
Kepekaan Sosial (Social Sensitivity): Aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, seperti kerja bakti, pengajian, atau PKK di lingkungan masing-masing. Kehadiran istri ASN harus membawa solusi dan kesejukan, bukan justru menjadi sumber konflik.
Kerapihan dan Kesopanan Berbusana: Berbusana bukan sekadar soal mode, tapi soal menghargai diri sendiri dan orang lain. Cara berpakaian yang rapi dan sesuai norma setempat menjadi simbol kehormatan keluarga ASN.
Membangun Harmoni, Mencetak Generasi
Pesan penutup dari Bapak Nanang Supra Joko sangat membekas: "Keberhasilan seorang suami di kantor berawal dari ketenangan di rumah, dan masa depan bangsa ini ditentukan dari bagaimana ibu-ibu sekalian mendidik anak-anak di meja makan hari ini."
Laporan ini disusun sebagai refleksi komitmen DWP Korwil Sekaran untuk terus bergerak maju, mencetak perempuan-perempuan hebat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur dalam budi pekerti.
Poin-Poin Utama Laporan
Visi Pendidikan: Menempatkan ibu sebagai pendidik utama (primary educator) dalam keluarga.
Integritas Sosial: Menjaga citra ASN melalui perilaku santun dan beretika di masyarakat.
Ketahanan Keluarga: Memperkuat peran istri dalam mendukung stabilitas emosional dan moral keluarga.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 125 | 20-01-2026 | Pada hari Selasa tanggal 20 Januari 2026, Dilaksanakan Pleno Rutin Dharmawanita Persatuan Kecamatan Glagah dihadiri oleh 1. Ibu Ketua Dharmawanita Kecamatan Glagah, 2. Wakil Ketua Dharmawanita Persatuan Kecamatan Glagah,3. Pengurus Dharmawanita Persatuan Kecamatan Glagah, 4. Ketua dan Pengurus Dharmawanita Persatuan Desa Se- Kecamatan Glagah. Susunan acaranya meliputi pembukaan, menyanyikan lagu hymne DWP dan Mars Lamongan, pengarahan dari ibu ketua DWP, penutup, kemudian dilanjutkan dengan paparan UMKM Desa Medang. Dalam sambutan Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Kecamatan Glagah menyampaikan beberapa hal diantaranya : 1.Mengingatkan akan selalu mengisi buku agenda dan melaporkan kegiatannya di buku tersebut dan dibawa pada saat setiap pertemuan pleno rutin dharmawanita di kecamatan. 2. Pada bulan ramadhan mendatang akan dilaksanakannya pembagian takjil kepada warga-warga pada sore hari berlokasi di depan Kantor Kecamatan. 3. Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun ke 80 Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan akan menggelar kegiatan Lomba Senam Kreasi yang akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 1 Februari 2026 berlokasi di Gedung Sport Center Lamongan, untuk perwakilan kecamatan sudah ditunjuk yang menginguti lomba tersebut Ibu Ketua DWP Desa Konang, Ibu Ketua Desa Bapuhbaru, Ibu Ketua Desa DWP Menganti, Ibu Ketua DWP Desa Meluntur, Ibu Ketua DWP Desa Gempolpendowo. Kemudian dilanjut dengan paparan produk UMKM Desa Medang. Pleno Dharmawanita Ditutup dengan Pembacaan Do’a. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN GLAGAH |
| 126 | 20-01-2026 | Lamongan, Sambeng, Pendopo Hamukti Praja. Pada hari Senin tanggal 20 Januari 2026 dilaksanakan rapat pleno TP PKK dan DWP Kecamatan Sambeng. Rapat pleno dihadiri oleh: 1. Ketua DWP Kecamatan Sambeng; 2. Wakil Ketua DWP Kecamatan Sambeng; 3. Pengurus DWP Kecamatan Sambeng; dan 4. Ketua dan Pengurus DWP Desa Se-Kecamatan Sambeng. Adapun rangkaian acara pada kegiatan pleno hari ini adalah: 1. Menyanyikan lagu Mars PKK, Hymne DWP, dan Mars Lamogan; 2. Sambutan dan arahan dari Ketua DWP Kecamatan Sambeng; 3. Lain-lain (UMKM, Doorprize, Arisan, dll) Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: KECAMATAN SAMBENG |
| 127 | 20-01-2026 | Pertemuan Dharmawanita Persatuan Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada selasa 20 januari 2026 dihadiri oleh 45 anggota, diisi oleh bidang budidaya perikanan. Susunan acaranya meliputi pembukaan, menyanyikan lagu hymne DWP dan Mars Lamongan, laporan bendahara dan simpan pinjam, pengarahan dari ibu ketua DWP, pisah kenal anggota, penutup, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis oleh kimia farma. Pemeriksaan Kesehatan meliputi cek EKG sederhana, tensi, dan berat badan. Cek EKG sederhana berfungsi untuk mengetahui apakah denyut jantung teratur atau tidak teratur dan menentukan apakah jantung berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat. Pengukuran tensi darah berfungsi untuk mengetahui tekanan darah sistolik dan diastolik. Dengan demikian anggota Dharmawanita Persatuan Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan dapat mengetahui kondisi kesehatannya masing-masing untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menjaga pola hidup sehat. Program: Konsultasi Pelaksana: DINAS PERIKANAN |
| 128 | 14-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Paciran yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 14 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Paciran, dengan peserta 50 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Paciran. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Paciran, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Paciran, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 129 | 09-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan Kab Lamongan kembali menggelar pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan yang dilaksanakan pada Jum’at 9 Januari 2026 bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Tentunya pertemuan rutinan ini diadakan dalam rangka mempererat silaturahmi, menyusun dan mengevaluasi program kerja tahunan, meningkatkan kualitas SDM anggota (pendidikan, kesehatan, ekonomi), memperkuat peran sosial, serta membangun kebersamaan dan kekeluargaan untuk mendukung kesejahteraan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pembangunan nasional secara keseluruhan. Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan kali ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026, dengan harapan agar tahun yang baru ini membawa keberkahan, kesehatan, dan motivasi yang lebih besar bagi seluruh anggota untuk terus berkarya serta mendukung tugas suami demi kemajuan bangsa.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ratna dan Ibu Suryani selaku perwakilan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kab. Lamongan. Sambutan pertama diawali dengan ucapan terimakasih kepada ibu-ibu semua yang telah melaksanakan kegiatan pada tahun 2025 dilanjut ucapan selamat tahun baru 2026 dengan harapan menjadikan tahun ini sebagai lembaran baru untuk lebih berdaya, lebih peduli, dan lebih kompak dalam mendukung kinerja suami serta berkontribusi bagi masyarakat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Sambutan kedua yaitu ucapan selamat diberikan kepada Ibu-ibu yang suaminya baru saja dilantik menjadi kepala OPD atau alih tugas di tempat lain. Semoga selalu diberi kemudahan dan lancar dalam menjalankan tugas baru, semakin sukses dan semakin berkah. Selanjutnya terkait iuran tahunan DWP yang alhamdulillah sudah dibayar semua. Iuran tahunan Dharma Wanita Persatuan merupakan wujud komitmen dan kontribusi sukarela dari setiap anggota yang dialokasikan secara transparan untuk mendukung keberlangsungan berbagai program kerja organisasi, mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya. Pengelolaan dana iuran ini dilakukan secara akuntabel sebagai modal dasar dalam menjalankan kegiatan pemberdayaan perempuan serta aksi sosial yang bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga besar anggota dan masyarakat luas. Melalui kedisiplinan dalam menunaikan iuran tahunan ini, setiap anggota turut berperan aktif dalam menjaga kemandirian organisasi serta memperkuat solidaritas untuk mencapai visi dan misi DWP secara berkelanjutan. Sambutan terakhir yaitu pembagian takjil yang akan dilaksanakan di bulan Ramadhan nantinya. Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan, Dharma Wanita tetap berkomitmen melaksanakan kegiatan pembagian takjil dengan mendistribusikan sebanyak 200 paket nasi bungkus dan air mineral kepada masyarakat yang membutuhkan serta para pengendara yang melintas. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menebar kebaikan dan membantu sesama dalam menyegerakan ibadah berbuka puasa, sekaligus menjadi sarana bagi para anggota untuk mempererat tali silaturahmi melalui aksi nyata yang bermanfaat. Kegiatan rapat pleno ini diawali dan ditutup dengan penuh suasana yang penuh kekeluargaan, khidmat, sekaligus penuh optimisme.
Program: Ceramah Pelaksana: DINAS PERHUBUNGAN |
| 130 | 15-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan kembali menggelar pertemuan rutin yang berlangsung pada hari Kamis, 15 Januari 2026 di Gedung (B) BLK. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota DWP sebagai agenda bulanan yang bertujuan mempererat silaturahmi serta meningkatkan peran dan kontribusi anggota dalam mendukung tugas kedinasan dan keluarga ASN.
Pertemuan rutin tersebut diisi dengan berbagai agenda, mulai dari penyampaian informasi organisasi, evaluasi kegiatan sebelumnya, hingga perencanaan program kerja yang akan dilaksanakan ke depan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana diskusi dan berbagi pengalaman antaranggota dalam meningkatkan kapasitas diri, baik dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat.
Ketua DWP Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kebersamaan dan kekompakan antaranggota. Ia berharap melalui pertemuan rutin ini, DWP dapat terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah serta menjadi wadah pemberdayaan perempuan yang produktif dan inspiratif.
Pertemuan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dengan adanya kegiatan rutin ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan diharapkan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi, keluarga, dan masyarakat luas. Program: Rapat Pelaksana: DINAS TENAGA KERJA |
| 131 | 09-01-2026 | Menindaklanjuti Surat dari Dharmawanita Kabupaten Lamongan, tanggal 06 januari 2026, nomor : 01/Skr/Dwp.Kab.Lmg/I/2026, perihal : Undangan Pleno yang akan dilaksanakan pada Hari Jum'at 09 Januari 2026 yang akan dilaksanakan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, dengan peserta semua OPD dan Kecamatan se - Kabupaten Lamongan yang diwakili oleh Ibu Ketua Dharmawanita dan Sekretaris. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan diwakili oleh Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan yaitu Ibu Annis Moh. Chaidir Annas dan Ibu Annisafitri Romadhona. Acara dibuka oleh Ibu Ketua Dharmawanita Kabupaten Lamongan yaitu Ibu Dariyani Moh. Nalikan, beliau menyampaikan PERTAMA - TAMA MARILAH KITA MEMANJATKAN RASA SYUKUR KEHADIRAT ALLAH SWT KARENA ATAS LIMPAHAN RAHMAT, TAUFIK DAN HIDAYAH-NYA PADA HARI INI KITA BERSAMA-SAMA DAPAT HADIR PADA PERTEMUAN RUTIN PLENO TIM PENGGERAK PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DAN DHARMA WANITA PERSATUAN SE KABUPATEN LAMONGAN DALAM KEADAAN SEHAT WAL’AFIAT. TAK LUPA SHOLAWAT SERTA SALAM TETAP TERCURAH KEPADA JUNJUNGAN KITA NABI BESAR MUHAMMAD SAW. ATAS SURI TAULADANNYA KEPADA KITA SEKALIAN. ADA HAL YANG INGIN SAYA SAMPAIKAN : 1. SAYA SELAKU KETUA DWP KAB. LAMONGAN, MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2026, SEMOGA KITA BISA MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK DAN HARAPAN YANG BELUM TERWUJUD DI TAHUN 2025 SEGERA TERWUJUD DI TAHUN. 2026 ; 2. UCAPAN SELAMAT KEPADA IBU-IBU YANG SUAMINYA KEMARIN SUDAH DILANTIK UNTUK MENDUDUKI JABATAN SEBAGAI KEPALA OPD MAUPUN YANG ALIH TUGAS. SEMOGA SELALU DIBERIKAN KEMUDAHAN DAN KELANCARAN DALAM MENGEMBAN AMANAH BARU, SEMAKIN SUKSES DAN SEMAKIN BERKAH ; 3. ALHAMDULILLAH IURAN TAHUNAN DWP SUDAH BAYAR SEMUA ; 4. PADA BULAN RAMADHAN PEMBAGIAN TAKJIL TETAP DILAKSANAKAN DENGAN JUMLAH NASI BUNGKUS DAN AIR MINERAL SEBANYAK 200, UNTUK JADWAL DITUNGGU INFO LEBIH LANJUT. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 132 | 14-01-2026 | Hari Rabu 14 Januari 2026 IBu Ketua Dharma Wanita Persatuan SATPOL PP Ny. Dwi Herna Jarwito menghadiri Pertemuan Pengurus DWP Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretariat DWPJl. A.Yani No.61 Lamongan, Rapat dipimpin oleh Ketua DWP Kabupaten Lamongan Ny. Puji Dariani Moh. Nalikan dengan pokok bahasan sebagai berikut:
1. Bantuan bagi korban banjir di Desa Weduni Kecamatan Deket, packing sembako dan pendistribusiannya kepada korban banjir ;
2. Kepengurusan DWP Kab. Lamongan ;
3. Program kerja DWP Kab. Lamongan ;
4. Sasaran Bhakti Sosial di bulan Romadhon 1447 H/2026 M ;
5. Sapi kurban sdh dipesankan dg hrg 25 juta, dan sasaran Desa/Kec mana ;
6. Pembagian jadwal pembagian takjil di bln Romadhon 1447 H/2026 M ;
7. Untuk pengurus DWP Kabupaten Lamongan saat takjil membawa 10 bngkus/Pengurus ; Program: Rapat Pelaksana: SATUAN POL PP |
| 133 | 14-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Mantup yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 14 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Mantup, dengan peserta 45 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Mantup. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Mantup, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Mantup, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 134 | 14-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Sukodadi yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 14 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Sukodadi, dengan peserta 45 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Sukodadi. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Sukodadi, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Sukodadi, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara.
Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 135 | 13-01-2026 | Pagi itu, udara di halaman sekretariat daerah terasa sejuk dan bersih. Sinar matahari mulai menerobos lembut melalui sela-sela pepohonan yang rindang. Sebagian daun tampak bergetar pelan diterpa angin pagi, menambah suasana teduh yang menyenangkan. Di bagian dalam gedung kantor, tepatnya di ruang pertemuan Dharma Wanita Persatuan, serangkaian persiapan telah selesai dilakukan sejak pukul tujuh. Panitia dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan telah bekerja keras sejak beberapa hari sebelumnya agar acara berjalan dengan tertib, rapi, dan penuh kekhidmatan.Di dalam ruangan, meja-meja telah tersusun rapi dengan taplak bermotif sederhana namun elegan. Di sisi depan ruangan, panggung kecil telah dihias dengan rangkaian bunga segar yang didominasi oleh nuansa putih dan hijau, simbol kesederhanaan sekaligus keteduhan. Beberapa kursi telah tertata menurut tata protokol, memperhatikan siapa yang akan menempati kursi-kursi tersebut berdasarkan jabatan maupun struktur dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan. Papan nama kecil pada setiap kursi mempermudah para tamu duduk pada tempat yang sudah disediakan.Acara hari itu merupakan salah satu agenda penting Dharma Wanita Persatuan tingkat kabupaten, khususnya di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan. Fokus utama acara adalah pemberian apresiasi kepada salah satu anggota Dharma Wanita Persatuan yang telah menjadi perwakilan dalam ajang ILDI. Prestasinya dalam lomba tersebut bukan hanya membawa kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga mengharumkan nama besar Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan di tingkat yang lebih luas. Kemenangan tersebut menunjukkan bahwa anggota Dharma Wanita bukan hanya hadir dalam tugas administratif dan kegiatan sosial, melainkan juga mampu berkontribusi dalam bidang pengembangan diri, kesehatan jasmani, serta aktivitas berdaya saing tinggi.Karena itu, penyelenggaraan acara ini menjadi momen penting, tidak hanya bagi penerima apresiasi, tetapi juga bagi seluruh jajaran Dharma Wanita yang selama ini berupaya memperkuat kapasitas organisasi, memperluas keterlibatan anggota, dan membangun eksistensi melalui berbagai program. Lebih dari itu, acara ini juga menjadi wahana bagi Sekretaris Daerah selaku Pembina Dharma Wanita Persatuan pada tingkat sekretariat untuk memberikan arahan, motivasi, serta informasi strategis mengenai program lingkungan hidup dan pengelolaan sampah yang rencananya akan diadakan setelah Lebaran mendatang.Sebelum acara dimulai, peserta mulai memasuki ruangan satu per satu. Mereka datang dengan mengenakan seragam khas Dharma Wanita Persatuan berwarna serba krem dan hijau yang mencirikan identitas organisasi secara nasional. Beberapa anggota terlihat bersalaman sambil menanyakan kabar masing-masing, ada pula yang berdiskusi ringan mengenai persiapan anak-anak menghadapi ujian sekolah dan agenda rumah tangga lainnya. Sebagian lainnya tampak mengamati dekorasi ruangan sambil mengapresiasi kerja panitia yang terlihat begitu rapi dan profesional.Sekitar pukul sembilan, tamu-tamu utama mulai tiba. Kedatangan mereka disambut hangat oleh panitia di bagian penerima tamu. Ketika akhirnya Sekretaris Daerah memasuki ruangan, seluruh peserta yang telah menanti berdiri untuk memberikan penghormatan. Ibu Sekretaris Daerah dikenal sebagai sosok yang ramah namun tegas, memiliki kemampuan manajerial yang baik, dan dihormati oleh para anggota Dharma Wanita karena kemampuannya membawa organisasi menjadi lebih aktif, dinamis, dan relevan.Setelah beliau duduk di kursi yang dipersiapkan di bagian depan, acara pun dimulai dengan dipandu oleh pembawa acara yang telah menyiapkan urutan kegiatan secara sistematis. Nada suara pembawa acara terdengar jelas, stabil, dan penuh percaya diri, mencerminkan kesiapan panitia dalam memastikan seluruh agenda dapat berjalan tanpa hambatan.
Acara dibuka dengan membaca basmalah bersama-sama sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana sehat dan penuh kebersamaan. Selanjutnya, pembawa acara mempersilakan salah satu anggota panitia untuk menyampaikan laporan singkat mengenai maksud dan tujuan kegiatan.Dalam laporannya, panitia menjelaskan bahwa kegiatan hari itu merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan kapasitas anggota Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Sekretariat Daerah. Agenda pemberian apresiasi kepada peserta ILDI menjadi poin penting, mengingat kemenangan tersebut tidak hanya menjadi prestasi individu tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi anggota lainnya untuk ikut aktif dalam program-program organisasi.Selain itu, laporan menyebutkan bahwa kegiatan hari itu akan ditutup dengan pemberian materi tentang program pelatihan pemilahan sampah yang dijadwalkan setelah Lebaran. Program ini dipandang relevan dengan isu lingkungan dan kebutuhan masyarakat untuk lebih memahami pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga, sehingga Dharma Wanita dapat menjadi agen perubahan yang berperan nyata dalam mempromosikan pola hidup bersih dan berkelanjutan.Setelah laporan panitia disampaikan, pembawa acara kembali mengambil alih kendali dengan memberikan ruang bagi Ketua Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah untuk menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Ketua memberikan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah berusaha menyelenggarakan acara tersebut dengan tertib dan baik. Ketua juga menekankan bahwa Dharma Wanita memiliki posisi penting dalam mendukung para suami yang sedang menjalankan tugas-tugas pemerintahan, serta dalam membantu menciptakan keseimbangan antara peran domestik dan sosial bagi anggota.Ketua Dharma Wanita juga menyampaikan bahwa prestasi dalam lomba ILDI menjadi bukti nyata bahwa anggota Dharma Wanita memiliki potensi yang besar, tidak hanya dalam bidang sosial maupun organisasi, tetapi juga dalam aktivitas dan kompetisi yang bersifat keterampilan fisik, kebugaran, dan seni gerak. Prestasi tersebut patut diapresiasi sebagai bagian dari pembinaan mental dan fisik anggota agar tetap aktif dan sehat.Sambutan tersebut memberikan nuansa positif sekaligus menjadi pembuka jalan bagi agenda inti acara, yaitu penyampaian apresiasi secara langsung oleh Sekretaris Daerah sebagai Pembina Dharma Wanita Persatuan tingkat sekretariat. Setelah sambutan Ketua Dharma Wanita selesai, pembawa acara kemudian mengundang Sekretaris Daerah untuk berdiri dan menuju podium. Para peserta serentak kembali berdiri sebagai bentuk penghormatan sebelum akhirnya dipersilakan duduk ketika Sekretaris Daerah siap menyampaikan sambutan.Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah mengawali dengan ucapan syukur atas keberlangsungan kegiatan tersebut serta apresiasi kepada panitia dan Ketua Dharma Wanita yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan acara. Beliau menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kekompakan, loyalitas, dan rasa memiliki di antara para anggota, terutama di tengah berbagai tuntutan sosial dan keluarga yang harus dihadapi oleh para istri aparatur sipil negara.Setelah pembukaan tersebut, Sekretaris Daerah mulai memasuki pokok agenda yang dinantikan: pemberian apresiasi kepada salah satu anggota Dharma Wanita yang menjadi perwakilan dalam lomba ILDI. Dengan suara tenang dan artikulasi yang jelas, beliau menyampaikan bahwa prestasi tersebut bukan hanya sekadar kemenangan dalam ajang kompetisi, melainkan juga sebuah bentuk representasi institusional. Melalui ajang ILDI, perwakilan Dharma Wanita dari Sekretariat Daerah berhasil menunjukkan bahwa organisasi perempuan mampu hadir dan bersaing dalam konteks yang lebih luas, bahkan dalam bidang olahraga kebugaran yang menuntut kekuatan fisik, keterampilan, ritme gerak, serta kekompakan tim.
Beliau menjelaskan bahwa kemenangan tersebut menjadi kebanggaan bersama karena membawa nama Sekretariat Daerah ke tingkat yang lebih tinggi, bukan sekadar tingkat kabupaten tetapi juga tingkat provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa Dharma Wanita sebagai organisasi pendukung istri aparatur negara tidak sekadar beraktivitas rutin, namun juga mampu berprestasi dan membawa manfaat nyata bagi institusi.Pada bagian selanjutnya, Sekretaris Daerah mengundang penerima apresiasi untuk maju ke depan. Ketika perwakilan ILDI tersebut berdiri dari tempat duduk dan melangkah ke panggung, suasana ruangan berubah menjadi lebih hangat. Para peserta memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk dukungan dan rasa bangga. Perwakilan ILDI tampak tenang dan anggun dalam seragam Dharma Wanita, mencerminkan bahwa prestasi yang diraih merupakan hasil dari dedikasi, latihan, kedisiplinan, dan semangat pembelajaran yang tinggi.Sekretaris Daerah kemudian menyerahkan piagam apresiasi beserta cenderamata simbolis. Penyerahan ini diabadikan melalui sesi dokumentasi oleh fotografer dari sekretariat daerah. Setelah menerima piagam, perwakilan ILDI menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur secara singkat. Ia mengatakan bahwa selama mengikuti pelatihan ILDI, banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari manajemen waktu dengan keluarga hingga kelelahan fisik yang memerlukan konsistensi dalam menjaga stamina. Namun semua tantangan tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperkuat mental dan motivasinya untuk terus berprestasi.Setelah sesi apresiasi selesai, Sekretaris Daerah memberikan arahan lanjutan terkait harapan agar perwakilan ILDI dapat tampil kembali dalam kegiatan Senam PWI yang akan datang. Beliau menegaskan bahwa agenda tersebut menjadi wahana strategis untuk menjaga kesinambungan prestasi sekaligus memperkenalkan Dharma Wanita kepada masyarakat luas. Sekretaris Daerah menjelaskan dengan rinci bahwa acara Senam PWI merupakan salah satu kegiatan publik yang rutin diselenggarakan dan memiliki cakupan peserta yang lebih luas, mulai dari organisasi perangkat daerah, lembaga pers, hingga komunitas senam lokal. Beliau berharap agar Dharma Wanita Sekretariat Daerah dapat kembali menampilkan performa terbaiknya dalam ajang tersebut sebagai bentuk partisipasi aktif sekaligus memperkuat citra positif organisasi.Beliau juga menyampaikan bahwa Dharma Wanita harus mampu memanfaatkan momentum ini sebagai sarana memperkuat solidaritas, membangun motivasi kolektif, dan meningkatkan rasa percaya diri anggota melalui kegiatan berbasis seni gerak dan kebugaran. Selain itu, tampil dalam kegiatan publik akan membantu masyarakat mengenal Dharma Wanita bukan hanya melalui kegiatan sosial atau peringatan hari-hari besar, tetapi juga melalui aktivitas nyata yang bersifat promotif dan edukatif.Para peserta mendengarkan dengan penuh konsentrasi, beberapa di antaranya mengangguk pelan sebagai tanda setuju. Kegiatan senam telah lama menjadi salah satu aktivitas yang diminati oleh banyak anggota Dharma Wanita karena selain menyehatkan tubuh, aktivitas tersebut juga menjadi sarana bersosialisasi yang menyenangkan.Sebelum berpindah ke agenda inti berikutnya, Sekretaris Daerah kembali menegaskan bahwa prestasi ILDI bukan merupakan tujuan akhir, tetapi awal dari partisipasi Dharma Wanita dalam kegiatan yang lebih luas. Kemenangan tersebut harus dimaknai sebagai pemantik semangat bagi anggota lainnya untuk mencoba hal-hal baru dan mengembangkan potensi diri masing-masing.Dengan arahan tersebut, Sekretaris Daerah kemudian memasuki agenda berikutnya, yaitu penyampaian materi tentang rencana pelatihan pemilahan sampah. Materi ini menjadi bagian strategis dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan peran Dharma Wanita sebagai agen edukasi keluarga dan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Setelah acara apresiasi dan arahan mengenai Senam PWI selesai, pembawa acara mempersilakan Sekretaris Daerah untuk tetap berada di podium karena agenda berikutnya adalah penyampaian materi. Peserta kembali memusatkan perhatian dan suasana ruangan menjadi lebih kondusif untuk sesi edukatif yang mengandung informasi teknis.Sekretaris Daerah memulai dengan menyampaikan latar belakang mengapa pelatihan pemilahan sampah perlu dilaksanakan. Beliau menguraikan bahwa salah satu tantangan terbesar masyarakat saat ini adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang belum dilakukan secara benar. Sebagian besar masyarakat masih menjadikan sampah sebagai satu campuran utuh yang langsung masuk ke keranjang lalu diangkut ke TPS tanpa pemilahan. Hal ini menyebabkan beban kerja bagi petugas kebersihan menjadi sangat tinggi, dan dalam jangka panjang berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan.Beliau menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga di wilayah pemukiman dan desa. Volume sampah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta perkembangan pola konsumsi masyarakat yang semakin heterogen. Sebagai contoh, konsumsi produk kemasan, makanan cepat saji, dan barang non-organik meningkat drastis dalam dekade terakhir. Kondisi ini memunculkan persoalan baru karena tidak semua jenis sampah dapat terurai secara cepat.Untuk itu, pelatihan pemilahan sampah perlu diadakan agar anggota Dharma Wanita dan keluarganya dapat memahami kategori sampah, cara pemilahan, dan bagaimana proses pengelolaan lanjutan setelah pemilahan dilakukan. Menurut beliau, rumah tangga merupakan titik awal yang paling strategis untuk menciptakan perubahan pola pengelolaan sampah karena rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbanyak dalam skala mikro tetapi juga paling mudah diberikan intervensi edukatif.Beliau kemudian menggambarkan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya akan memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga akan dilengkapi dengan sesi praktik seperti cara memilih wadah penyimpanan, cara membedakan sampah basah dan kering, sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan daur ulang. Program ini akan melibatkan narasumber dari dinas lingkungan hidup serta praktisi pengolahan sampah rumah tangga yang telah berpengalaman dalam menerapkan sistem pemilahan sejak dari rumah.Setelah menjelaskan latar belakang dan tujuan, Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa pelatihan tersebut telah diagendakan untuk dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri atau setelah Lebaran. Penjadwalan setelah Lebaran dipilih karena pada masa tersebut masyarakat biasanya mulai kembali beraktivitas normal dan tidak terbebani oleh persiapan hari raya. Selain itu, momen setelah Lebaran dianggap tepat karena suasana keluarga masih dalam kondisi hangat dan seringkali menjadi titik refleksi terhadap gaya hidup dan kebiasaan rumah tangga.Beliau juga menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan program yang sekadar bersifat seremonial. Dahulu, banyak program lingkungan hanya berakhir pada seminar dan tidak berdampak langsung terhadap perilaku masyarakat. Melalui pengaturan program yang lebih sistematis, pelatihan kali ini diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Dalam kelanjutan materinya, Sekretaris Daerah mengaitkan program pelatihan tersebut dengan peran strategis Dharma Wanita sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan masyarakat.Menurut beliau, anggota Dharma Wanita memiliki posisi unik karena berada dalam dua ruang sekaligus: ruang keluarga dan ruang sosial. Dalam ruang keluarga, anggota Dharma Wanita memiliki pengaruh langsung terhadap pola konsumsi, pengelolaan dapur, pengeluaran rumah tangga, serta kebiasaan anak-anak dalam memperlakukan barang dan sampah. Dalam ruang sosial, anggota Dharma Wanita terlibat dalam aktivitas organisasi yang dapat menghadirkan edukasi, sosialisasi, dan contoh nyata kepada masyarakat luas.
Beliau menyampaikan bahwa perubahan perilaku lingkungan membutuhkan dua hal: edukasi dan teladan. Edukasi memberikan pengetahuan, sedangkan teladan memberikan inspirasi dan legitimasi. Ketika anggota Dharma Wanita dapat memberikan teladan dalam kegiatan pemilahan sampah, maka praktik tersebut memiliki potensi untuk diikuti oleh keluarga, tetangga, dan komunitas di sekitarnya.Sekretaris Daerah juga menyinggung bahwa pengelolaan sampah merupakan isu global yang membutuhkan kerja sama lintas institusi. Banyak negara maju telah mulai menerapkan sistem pemilahan sampah secara ketat di tingkat rumah tangga. Melalui sistem tersebut, volume sampah yang masuk ke tempat penampungan akhir berkurang drastis karena sampah organik diolah menjadi kompos, sampah plastik dipilah untuk daur ulang, sedangkan sampah residu yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan diangkut ke TPA.Beliau mengajak anggota Dharma Wanita untuk melihat peluang ini sebagai sarana pemberdayaan perempuan. Program pemilahan sampah dapat dikembangkan menjadi aktivitas kreatif seperti pelatihan pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang, pengembangan bank sampah keluarga, hingga kegiatan penjualan sampah plastik yang dapat diolah kembali menjadi nilai ekonomi. Dengan demikian, isu lingkungan bisa dipadukan dengan isu pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Pada bagian berikutnya, Sekretaris Daerah memasuki pemaparan teknis yang lebih detail mengenai pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan. Beliau menjelaskan bahwa pelatihan tidak akan bersifat satu arah, tetapi interaktif, dengan harapan peserta dapat bertanya, berbagi pengalaman, hingga memberikan masukan untuk desain implementasi di tingkat keluarga. Menurutnya, program pelatihan yang baik adalah program yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan tetapi juga keterampilan dan perubahan nyata dalam pola hidup. Setelah pemaparan awal materi, Sekretaris Daerah mengajak peserta untuk berdiskusi singkat mengenai pengalaman masing-masing dalam mengelola sampah di rumah. Suasana ruangan menjadi hidup, peserta saling berbagi cerita tentang praktik sehari-hari, kesulitan yang dihadapi, serta cara kreatif mengolah sampah menjadi produk berguna. Beberapa peserta menceritakan bahwa mereka telah mencoba membuat kompos dari sisa makanan, sementara yang lain membagikan pengalaman mengubah botol plastik menjadi tempat bunga atau kerajinan tangan.Sekretaris Daerah menyimak setiap cerita dengan seksama, sesekali memberikan komentar yang membangun dan menyemangati peserta. Beliau menekankan bahwa pengalaman nyata di lapangan merupakan modal penting bagi pelatihan pemilahan sampah yang akan digelar. "Praktik sehari-hari ini lebih berharga daripada sekadar teori," ujar beliau. Hal ini membuat peserta merasa dihargai dan diperhatikan, sehingga antusiasme meningkat.Selain itu, Sekretaris Daerah juga menekankan pentingnya kolaborasi antaranggota. Misalnya, mereka dapat membentuk kelompok kecil untuk saling memantau praktik pemilahan di rumah masing-masing atau berbagi tips mengenai cara memanfaatkan sampah yang selama ini dianggap tidak berguna. Dengan adanya kolaborasi ini, peserta diharapkan dapat menerapkan pelatihan dengan lebih konsisten, sekaligus memotivasi keluarga dan tetangga untuk ikut berpartisipasi.Beberapa anggota juga mengajukan pertanyaan teknis, seperti cara membedakan sampah organik yang cepat busuk agar tidak menimbulkan bau, atau bagaimana menangani sampah plastik berlapis yang sulit didaur ulang. Sekretaris Daerah menjawab dengan rinci, memberikan contoh praktik terbaik yang telah diterapkan di daerah lain, serta menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi agar hasil pelatihan dapat terlihat nyata. Pertanyaan-pertanyaan ini menambah interaktivitas dan membuat suasana pembelajaran lebih hidup. Dalam sesi berikutnya, Sekretaris Daerah menekankan bahwa Dharma Wanita bukan hanya peserta pasif, melainkan agen aktif dalam mempromosikan pengelolaan sampah yang baik. Beliau menjelaskan bahwa setiap anggota Dharma Wanita memiliki potensi untuk menjadi contoh bagi masyarakat, terutama karena anggota berada di posisi strategis sebagai pengelola rumah tangga sekaligus anggota organisasi sosial.Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sekretaris Daerah menekankan bahwa keterlibatan Dharma Wanita akan memperkuat pesan keberlanjutan dan menginspirasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Setelah sesi edukatif mengenai pelatihan pemilahan sampah yang disampaikan oleh Ibu Sekretaris Daerah selesai, suasana ruangan Dharma Wanita Persatuan tetap hangat dan penuh perhatian. Para peserta terlihat antusias, masih membahas teknik pemilahan sampah, berbagi pengalaman, dan menuliskan catatan pada modul pelatihan yang telah dibagikan. Beberapa peserta tampak sibuk berdiskusi dengan sesama anggota tentang bagaimana cara mengaplikasikan ilmu tersebut di rumah mereka masing-masing, sementara yang lain menunggu arahan untuk agenda berikutnya.Pembawa acara kemudian menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan hari itu belum selesai, dan masih ada sesi menarik yang akan diisi oleh Tim Hijab Mandjha, sebuah tim yang selama ini dikenal sebagai konsultan fesyen dan edukasi hijab yang profesional. Tema yang diangkat adalah “Trend Hijab dari Tahun 1980 sampai Sekarang dan Pemilihan Hijab Sesuai Undertone Kulit”, yang tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga inspiratif bagi anggota Dharma Wanita.Sesi ini dirancang untuk memberikan wawasan sejarah perkembangan hijab, transformasi gaya fesyen, serta panduan praktis dalam memilih warna dan model hijab yang sesuai dengan karakteristik kulit masing-masing anggota. Dengan agenda ini, diharapkan para peserta dapat memadukan pengetahuan fesyen dengan pengembangan citra diri, sekaligus menjaga identitas budaya yang elegan dan modern.Pembawa acara menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar “fashion show”, tetapi juga sarana edukasi yang memadukan unsur budaya, estetika, dan psikologi warna. Dengan demikian, peserta diharapkan memperoleh pemahaman menyeluruh tentang perkembangan hijab dari sisi sejarah, budaya, dan pemilihan warna yang tepat. Ketika Tim Hijab Mandjha memasuki ruangan, suasana langsung berubah menjadi lebih dinamis. Tim ini terdiri dari beberapa anggota yang mengenakan busana formal dengan hijab modern, menampilkan kesan profesional sekaligus stylish. Pembawa acara mempersilakan mereka untuk memperkenalkan diri dan memberikan pengantar singkat mengenai tema sesi.
Tim menjelaskan bahwa sesi ini terbagi menjadi dua bagian utama:
Sejarah dan Trend Hijab dari Tahun 1980 sampai Sekarang
Panduan Pemilihan Hijab Sesuai Undertone Kulit
Mereka menekankan bahwa pemilihan warna dan model hijab yang sesuai dengan undertone kulit sangat penting untuk menciptakan penampilan yang harmonis, meningkatkan rasa percaya diri, dan memaksimalkan estetika berpakaian sehari-hari. Materi ini akan disampaikan secara interaktif, dilengkapi dengan contoh visual, demonstrasi, dan tips praktis yang bisa langsung diterapkan peserta. Tim memulai dengan memaparkan sejarah hijab pada era 1980-an. Pada periode ini, hijab mulai dikenal luas di kalangan perempuan Indonesia, meskipun masih banyak yang mengenakan hijab dengan cara sederhana dan fungsional. Gaya hijab saat itu biasanya menggunakan pashmina panjang atau kain segi empat yang dililitkan longgar di kepala, dengan model yang lebih menutup leher secara penuh. Warna yang populer cenderung netral dan pastel, seperti putih, krem, cokelat muda, dan abu-abu, mengikuti tren busana formal dan konservatif saat itu.Tim menjelaskan bahwa pada era ini, hijab lebih banyak dipakai sebagai simbol religiusitas, dengan sedikit variasi gaya. Aksesori tambahan seperti bros kecil atau jarum pentul menjadi cara kreatif untuk menambahkan sentuhan personal pada hijab. Mereka menekankan bahwa meskipun model hijab pada tahun 1980-an terlihat sederhana, filosofi di balik pemakaiannya tetap relevan, yaitu kesopanan dan keteduhan.
Visualisasi berupa slide menampilkan foto-foto perempuan era 1980-an yang mengenakan hijab panjang dengan motif minimalis. Peserta terlihat antusias, beberapa menatap gambar dengan penuh nostalgia, terutama yang lahir atau mulai berhijab pada periode tersebut. Tim menjelaskan bahwa memahami sejarah hijab penting untuk mengetahui transformasi fesyen dan evolusi gaya hijab dari masa ke masa. Melanjutkan sesi, Tim Hijab Mandjha menyoroti era 1990-an, periode di mana hijab mulai mengalami inovasi dalam gaya dan material. Pada dekade ini, hijab mulai dibuat dari bahan satin, silk, dan chiffon yang lebih ringan dan nyaman. Warna mulai lebih bervariasi, termasuk warna-warna cerah seperti biru, merah marun, dan hijau tosca. Motif geometris dan floral mulai diperkenalkan, memberi kesan lebih modis tanpa meninggalkan nilai kesopanan.
Pada masa ini, hijab tidak hanya sekadar penutup kepala, tetapi juga menjadi statement fashion. Model yang populer termasuk hijab segi empat yang dilipat diagonal dan disematkan rapi, serta penggunaan jarum pentul atau bros sebagai aksesori yang menambah estetika. Trend hijab pada tahun 1990-an juga dipengaruhi oleh televisi dan media massa, yang mulai menampilkan perempuan berhijab dengan kombinasi busana modern, sehingga memengaruhi persepsi publik tentang hijab sebagai fashion yang stylish namun tetap sopan.
Tim menambahkan bahwa pemilihan warna hijab mulai disesuaikan dengan warna busana agar menciptakan harmoni visual. Hal ini menjadi titik awal berkembangnya konsep “color matching” dalam hijab, yang kemudian menjadi standar dalam dunia fesyen hijab modern. Peserta terlihat memperhatikan dengan seksama, beberapa mencatat tip-tip warna dan bahan hijab yang relevan untuk dipraktikkan. Memasuki era 2000-an, Tim menjelaskan bahwa hijab mulai mendapatkan banyak variasi model. Teknik layering menjadi populer, di mana beberapa lapisan kain dipadukan untuk menciptakan volume dan dimensi yang elegan. Bahan hijab semakin beragam, termasuk voile, crepe, satin, dan jersey, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda dari segi kenyamanan, tampilan, dan kemudahan styling.Gaya hijab pada tahun 2000-an juga dipengaruhi oleh perkembangan industri hiburan dan media sosial awal, yang mendorong perempuan berhijab untuk mengekspresikan diri melalui warna, motif, dan teknik pemakaian hijab. Warna-warna pastel, nude, dan kombinasi warna cerah mulai digemari, sementara aksesori seperti bros besar dan headband mulai digunakan sebagai pelengkap gaya.Tim menekankan bahwa era ini merupakan awal transformasi hijab menjadi fashion statement yang bukan hanya mengikuti tren global, tetapi juga tetap mempertahankan identitas budaya lokal. Mereka menunjukkan contoh visual penggunaan hijab oleh selebriti dan tokoh masyarakat, sehingga peserta dapat melihat evolusi gaya hijab secara nyata dari foto-foto dan video pendek. Pada dekade terakhir, hijab semakin beragam dan modern. Tim Hijab Mandjha memaparkan tren hijab kontemporer yang menggunakan pashmina instan, square scarf, serta multi-layer hijab style yang mudah diaplikasikan sehari-hari. Warna-warna pastel lembut, bold, dan earthy tone banyak digunakan, sementara motif geometris, batik, dan floral tetap diminati sebagai simbol perpaduan tradisi dan modernitas.Selain itu, hijab kini tidak hanya berfungsi sebagai penutup kepala, tetapi juga sebagai simbol identitas dan fashion. Perkembangan media sosial dan platform e-commerce memungkinkan perempuan berhijab mengekspresikan kreativitas, berbagi tutorial hijab, dan memasarkan produk hijab sendiri. Tim menekankan bahwa tren modern hijab menekankan kesederhanaan, kenyamanan, dan adaptasi dengan kegiatan sehari-hari, terutama bagi anggota Dharma Wanita yang memiliki banyak aktivitas sosial dan keluarga. Setelah memaparkan sejarah dan tren hijab, Tim Hijab Mandjha beralih ke bagian edukatif yang paling praktis: pemilihan hijab sesuai undertone kulit. Mereka menjelaskan bahwa memilih warna hijab yang sesuai dengan undertone kulit dapat meningkatkan penampilan, membuat wajah terlihat lebih cerah, dan menciptakan harmoni visual.
A. Jenis Undertone Kulit
Tim menjelaskan tiga tipe utama undertone kulit:
Cool Undertone (Kesejukan)
Ciri: kulit cenderung pucat, pinkish, atau kebiruan
Warna hijab yang cocok: biru, ungu, pink, merah muda lembut, abu-abu
Tips: hindari warna kuning cerah atau oranye yang dapat membuat kulit terlihat kusam
Warm Undertone (Kehangatan)
Ciri: kulit kekuningan, peach, atau keemasan
Warna hijab yang cocok: cokelat, oranye, krem, hijau olive, mustard
Tips: hindari warna biru atau abu-abu yang dapat membuat wajah terlihat pucat
Neutral Undertone (Netral)
Ciri: kulit bisa menyesuaikan, tidak terlalu hangat atau dingin
Warna hijab yang cocok: hampir semua warna, dari pastel hingga bold
Tips: pilih warna yang sesuai dengan mood atau aktivitas sehari-hari
Tim memberikan contoh visual dengan model yang memiliki ketiga jenis undertone kulit, lengkap dengan padanan warna hijab yang ideal. Peserta dapat melihat efek warna terhadap tampilan wajah secara langsung, sehingga mudah memahami teori.
Tim juga menekankan teknik praktis untuk memilih warna hijab:
Menyesuaikan dengan warna kulit dan busana, Memperhatikan acara: formal, santai, atau resmi, Menggunakan aksesoris untuk menambah dimensi, Mencoba kombinasi layer warna untuk efek visual elegan. Peserta diminta melakukan self-assessment: melihat kulit mereka dan mencoba menentukan undertone masing-masing, lalu mencocokkannya dengan warna hijab yang disarankan. Aktivitas ini membuat sesi lebih interaktif dan aplikatif.Peserta terlihat antusias, beberapa menanyakan teknik layering, cara memadukan warna hijab dengan busana formal, hingga penggunaan aksesoris untuk kegiatan resmi maupun santai. Tim memberikan jawaban rinci dan demonstrasi langsung, sehingga peserta bisa memahami dengan mudah. Setelah teori selesai, Tim Hijab Mandjha mengadakan sesi demonstrasi langsung. Beberapa peserta dipilih untuk mencoba teknik memakai hijab sesuai undertone kulit mereka. Tim memberikan panduan satu per satu, menunjukkan cara layering, cara menyesuaikan warna hijab dengan busana, dan cara menambahkan aksesoris dengan harmonis. Peserta lain diperbolehkan mengambil foto atau membuat catatan, sehingga mereka bisa mempraktikkan di rumah. Demonstrasi ini berlangsung dengan santai namun profesional, memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar secara langsung, melihat efek visual, dan mencoba sendiri di bawah bimbingan tim. Sesi berikutnya adalah diskusi interaktif. Peserta bertanya tentang warna-warna yang cocok untuk kegiatan resmi, warna untuk menghadiri acara siang hari, hingga teknik menyiasati hijab agar tetap nyaman untuk aktivitas panjang. Tim menjawab secara rinci, menambahkan tips praktis berdasarkan pengalaman, serta memberikan trik agar hijab tetap rapi seharian tanpa mudah lepas.Beberapa pertanyaan juga muncul mengenai kombinasi hijab dengan busana lama atau koleksi pakaian yang sudah ada di lemari. Tim memberikan saran kreatif tentang mix and match, layering, dan penggunaan aksesori sederhana agar tampilan tetap stylish tanpa harus membeli banyak hijab baru. Tim menutup sesi dengan menekankan bahwa hijab bukan sekadar fashion, tetapi juga ekspresi identitas, budaya, dan pribadi. Memahami tren historis, perkembangan fashion, serta memilih warna yang sesuai dengan undertone kulit dapat meningkatkan kepercayaan diri, memberikan kenyamanan, dan memperkuat citra diri anggota Dharma Wanita dalam berbagai aktivitas sosial maupun formal.Peserta diberikan motivasi bahwa penampilan yang harmonis dan elegan dapat meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat profesionalitas, dan menjadi inspirasi bagi anggota keluarga maupun masyarakat di sekitar. Sebelum menutup sesi, Tim Hijab Mandjha mengajak seluruh peserta untuk berfoto bersama. Dokumentasi ini tidak hanya menjadi kenang-kenangan, tetapi juga bisa digunakan sebagai materi edukasi atau publikasi internal Dharma Wanita. Para peserta tampak gembira dan bersemangat, beberapa mencoba gaya hijab yang baru dipelajari untuk foto.Ibu Sekretaris Daerah kembali berdiri memberikan ucapan terima kasih kepada Tim Hijab Mandjha atas penyampaian materi yang lengkap, inspiratif, dan edukatif. Beliau menekankan bahwa sesi ini menambah wawasan, sekaligus memberikan keterampilan praktis bagi anggota untuk tampil lebih percaya diri dan elegan. Materi ditutup oleh tim hijab mandjha dengan doa bersama, diikuti dengan sesi ramah tamah ringan di mana peserta saling berdiskusi tentang tren hijab, tips warna, dan teknik layering yang baru dipelajari.
Setelah selesainuya pemberian materi oleh tim hijab mandjha, kemudian ibu sekretaris datang setelah acara, dan melanjutkan acara dengan Pisah–Kenal Anggota Baru Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah. Sesi ini merupakan tradisi yang dilakukan, mengingat adanya mutasi pegawai, kenaikan jabatan, serta perpindahan tugas yang mempengaruhi keanggotaan Dharma Wanita Persatuan. “Baik, hadirin yang kami hormati,” ujar pembawa acara sambil tersenyum, “kita memasuki acara berikutnya yaitu Pisah–Kenal Anggota Baru, serta penyampaian ucapan terima kasih kepada anggota yang berpindah tugas. Terdengar tepuk tangan hangat. Satu per satu nama anggota yang berpindah tugas dipanggil ke panggung. Sebagian ibu yang dipanggil tampak berusaha menyembunyikan perasaan haru saat melangkah, mengingat perpisahan dalam organisasi adalah momen yang pasti terjadi namun selalu menyisakan emosi tertentu. Setelah itu, anggota yang baru bergabung dipanggil berdasarkan urutan bidang, agar mudah dikenali dan disambut oleh anggota senior. Anggota pertama yang dipanggil adalah seorang ibu bernama Ibu Dina, salah satu pejabat yang dipromosikan menjadi kepala di salah satu dinas di kabupaten Lamongan. Ia maju dengan langkah pelan dan senyum malu, namun terlihat jelas bahwa ia berusaha tetap tenang. Ketua Dharma Wanita mempersilakan beliau menyampaikan sepatah dua patah kata. Dengan suara bening namun sedikit bergetar, Ibu Dina berkata: “Rasanya berat untuk meninggalkan lingkungan yang sudah seperti keluarga sendiri. Banyak kenangan yang saya dapatkan di sini, terutama selama mengikuti kegiatan sosial dan pelatihan keterampilan. Saya mohon maaf atas segala kekurangan selama berinteraksi dengan ibu-ibu sekalian. Semoga silaturahmi tidak putus meskipun saya berpindah tugas…”
Para peserta menyambutnya dengan tepuk tangan panjang. Ekspresi haru tampak di beberapa wajah. Bahkan ada anggota yang terlihat menyeka sudut mata dengan tisu.Setelah itu, ibu sekretaris daerah memberikan kenang-kenangan/ cinderamata dan bertuliskan:”Terima kasih atas pengabdian dan kebersamaan dalam Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah.”
Prosesi yang sama dilakukan untuk anggota lain yang berpindah, meskipun dengan cerita dan ekspresi berbeda. Ada yang pindah karena mutasi suami, ada yang naik jabatan, ada pula yang memasuki masa pensiun. Suasana perpindahan itu terasa sangat manusiawi dan penuh nilai kebersamaan, yang memang menjadi ciri khas organisasi ibu-ibu seperti Dharma Wanita. Setelah sesi perpisahan, pembawa acara mengalihkan suasana menuju pengenalan anggota baru. Anggota baru dharma Wanita persatuan, memperkenalkan diri dengan suara ceria: “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya ibu eka, istri dari pegawai sekretaris daerah. Saya masih belum banyak mengenal kegiatan organisasi ini, jadi mohon bimbingannya…”Ucapan polos seperti itu membuat peserta tertawa kecil dan memberikan tepuk tangan penyambutan. Pembawa acara mengarahkan agar setiap anggota baru menyebutkan minatnya agar penempatan kegiatan bisa lebih tepat. Ada yang menyukai kerajinan tangan, ada yang menyukai bidang pendidikan, dan ada pula yang memiliki ketertarikan pada program sosial keagamaan.
Ketua Dharma Wanita kemudian menambahkan sambutan:“Kami sangat senang menerima anggota baru. InsyaAllah kita bisa belajar, bekerja, dan mensyiarkan kebaikan bersama. Kegiatan kita bukan hanya untuk organisasi, tetapi untuk keluarga dan masyarakat.” Tepuk tangan kembali memenuhi ruangan, disertai wajah-wajah yang tampak lega karena sesi pengenalan berlangsung dengan baik dan penuh keakraban. Sebelum prosesi hiburan dan pengundian dimulai, tibalah saatnya Ibu Sekretaris Daerah menutup kegiatan secara resmi. Pembawa acara mempersilakan beliau Kembali Ibu Sekda berdiri tegak sambil memandang seluruh peserta. Beliau memulai dengan nada tegas namun tetap lembut: “Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kegiatan Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah tahun ini secara resmi saya nyatakan ditutup.” Terdengar tepuk tangan panjang. Kalimat penutupan seperti itu menandai bahwa seluruh rangkaian program satu tahun telah berakhir dengan baik dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Setelah itu beliau menambahkan pesan: Perkuat solidaritas organisasi, Jaga kontribusi dalam pendidikan keluarga, Dukung kinerja suami sebagai aparatur, Lanjutkan kegiatan sosial dan pemberdayaan. Beliau juga memberikan apresiasi kepada anggota yang aktif dan panitia yang telah bekerja keras menyiapkan penutupan ini. Ucapan penutup beliau disambut tepuk tangan panjang sekali lagi.
Setelah penutupan resmi dilakukan, suasana menjadi lebih rileks. Para peserta mengatur posisi duduk, sebagian mengambil kesempatan untuk berdiri sebentar, minum air, atau berbincang singkat dengan anggota lain. Namun acara belum selesai. Justru yang biasanya menjadi paling menyenangkan bagi para ibu-ibu baru saja akan dimulai: yaitu undian doorprize dan undian arisan, dua agenda yang hampir tidak pernah luput dari tradisi penutupan Dharma Wanita.
Pembawa acara tersenyum sambil berkata: “Baik ibu-ibu sekalian, acara resmi telah ditutup. Kini saatnya kita memasuki sesi yang paling ditunggu-tunggu…” Terdengar suara tawa dan sorakan kecil dari sudut-sudut ruangan, menandakan antusiasme para peserta. Beberapa ibu bahkan mengecek kantong map untuk memastikan nomor undian mereka tersimpan baik. Setelah suasana kembali tenang dan peserta duduk dengan nyaman, pembawa acara memasuki sesi yang paling ditunggu para anggota, yaitu undian doorprize. Panitia yang bertugas dalam sesi ini sudah bersiap sejak pagi. Meja khusus telah disediakan di sisi kanan panggung, lengkap dengan toples plastik besar berisi gulungan nomor peserta, daftar hadiah, dan mikrofon tambahan untuk pengumuman. Pembawa acara berkata dengan nada riang: “Ibu-ibu sekalian, seperti biasa Dharma Wanita Persatuan menyediakan doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi untuk seluruh kehadiran ibu-ibu. Hadiah yang kami sediakan cukup variatif, mulai dari Tisuue, sunlight, dan bawang merah.” Pernyataan itu disambut dengan tepuk tangan serta beberapa tawa samar. Suasana yang sebelumnya formal kini berubah menjadi lebih cair dan hangat. Beberapa ibu bahkan saling berbisik sambil mengomentari hadiah yang terpajang di atas meja. Ketua panitia undian maju membawa daftar hadiah dan mengecek nomor undian. Beliau berkata sambil tersenyum: “Baik, kita akan mulai dari pengundian doorprize. Para peserta mulai memasang ekspresi penasaran. Setiap nomor undian yang muncul akan menentukan siapa yang berhak membawa pulang hadiah-hadiah tersebut. Panitia memutuskan untuk memulai undian. Seorang anggota panitia mengambil gulungan kertas dari keranjang rotan dan menyerahkannya kepada pembawa acara untuk dibacakan.“Nomor undian… 27!” seru pembawa acara.Sejenak ruangan sunyi sebelum seorang ibu di baris tengah berteriak kecil, “Itu saya!” Suara tawa dan tepuk tangan pun memenuhi ruangan. Ibu tersebut berjalan ke depan untuk mengambil hadiah. Undian berlanjut dengan hadiah-hadiah lain. Ada yang mendapatkan tisue, ada yang mendapatkan sunlight, ada pula yang mendapatkan bahan dapur. Reaksi para ibu beragam: ada yang tertawa lega, ada yang tampak sedikit kecewa karena belum beruntung, namun semuanya tetap menikmati suasana. Salah satu momen lucu terjadi ketika nomor undian dipanggil namun tidak ada yang mengaku. Setelah dicek ulang, ternyata nomor tersebut terselip di tas seorang ibu yang baru menyadari ia belum membuka map registrasi sejak datang.Situasi itu membuat seluruh ruangan meledak tawa.
Setelah seluruh hadiah dibagikan, pembawa acara mengucapkan dengan nada bercanda: “Demikian undian doorprize kita. Yang belum beruntung, jangan sedih, masih ada undian arisan setelah ini…” Serentak terdengar suara tawa, sorak kecil, serta tepuk tangan yang menandai penutup sesi doorprize. Setelah doorprize selesai, panitia memberikan waktu beberapa menit untuk minum dan menyantap rice bowl yang telah disediakan. Rice bowl berisi nasi dengan vegetable mix yang berisi jagung, buncis, dan wortel yang di potong kecil dengan ayam kampung berbumbu kuning. Terlihat lezat sekali.dan juga tidak lupa air mineral botolnya. Sementara itu, panitia bendahara dan seksi arisan mulai menata perlengkapan undian arisan. Berbeda dengan doorprize yang lebih bersifat hiburan, undian arisan memiliki struktur dan sistem lebih administratif, karena menyangkut iuran serta pencatatan. Bendahara organisasi membawa buku besar berisi daftar nama, kolom pembayaran, serta kolom keterangan bagi yang sudah atau belum pernah mendapatkan undian pada periode berjalan. Sistem arisan yang diterapkan adalah arisan tahunan, dengan iuran bulanan yang sudah disepakati anggota. Pembawa acara kembali menyampaikan:
“Ibu-ibu yang kami hormati, kita akan memasuki sesi berikutnya yaitu undian arisan. Mohon diperhatikan bahwa seluruh nomor yang masuk undian sudah sesuai daftar pembayaran dan iuran masing-masing. Sesi ini akan dipandu oleh Bendahara organisasi.” Para peserta menutup map registrasi mereka dan duduk lebih tegak, menandakan bahwa sesi ini memang jauh lebih serius dibanding doorprize tadi. Sebelum undian dimulai, bendahara memberikan penjelasan singkat tentang tata cara: Semua peserta arisan yang telah memenuhi kewajiban pembayaran berhak masuk undian. Nama peserta akan diundi untuk menentukan pemenang. Bendahara mencatat pemenang pada buku besar. Hadiah arisan akan diserahkan sekaligus ditandatangani pada hari itu juga. Setelah menjelaskan alur, bendahara tersenyum dan berkata: “Baik, tidak usah terlalu tegang ibu-ibu. Kita mulai saja…” Sesi arisan pun dimulai, dengan suasana setengah riang dan setengah tegang — khas arisan ibu-ibu. Program: Seminar Pelaksana: SEKRETARIAT KABUPATEN |
| 136 | 09-01-2026 | Pertemuan pleno Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan diadakan pada hari Jumat, tanggal sembilan Januari dua ribu dua puluh enam, bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda rutin organisasi, melainkan sebagai ruang strategis yang memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi kelembagaan, menyatukan langkah, serta memastikan kesinambungan program pemberdayaan keluarga yang telah dan akan dilaksanakan. Pendopo Lokatantra sebagai pusat aktivitas pemerintahan daerah memberikan nuansa formal dan khidmat, sekaligus menjadi simbol keterbukaan, musyawarah, dan komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Lamongan melalui penguatan peran keluarga dan perempuan.
Sejak pagi hari, suasana di lokasi kegiatan telah menunjukkan kesiapan panitia dan peserta. Para pengurus dan anggota hadir dengan penuh kesadaran akan pentingnya forum pleno sebagai wahana komunikasi organisasi. Kehadiran yang tertib dan tepat waktu mencerminkan meningkatnya kedisiplinan serta rasa memiliki terhadap organisasi. Penataan ruang dilakukan secara rapi dan terstruktur, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi berlangsungnya pertemuan yang efektif. Interaksi awal antar peserta memperlihatkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas organisasi perempuan, di mana setiap individu merasa menjadi bagian dari satu kesatuan yang memiliki tujuan bersama.
Pertemuan pleno ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartika Yuhronur Efendi, yang selama ini dikenal aktif mendorong penguatan peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan sosial. Kehadiran beliau memberikan arah dan penguatan substansi dalam setiap pembahasan, sekaligus menjadi teladan dalam kepemimpinan yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat. Selain itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Mohamad Nalikan, Sarjana Manajemen, turut hadir dan memberikan perhatian penuh terhadap jalannya pertemuan. Kehadiran kedua pimpinan organisasi ini menegaskan sinergi yang erat antara Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Selain pimpinan organisasi, pertemuan pleno juga diikuti oleh jajaran pengurus inti, pengurus bidang, serta anggota dari berbagai latar belakang unit kerja. Keberagaman peserta mencerminkan luasnya cakupan organisasi serta kompleksitas isu yang dihadapi dalam pelaksanaan program pemberdayaan keluarga. Setiap peserta membawa pengalaman lapangan yang berbeda, mulai dari pengelolaan kegiatan sosial, pembinaan anggota, hingga pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kondisi ini menjadikan forum pleno sebagai ruang berbagi pengalaman, pembelajaran bersama, dan penguatan kapasitas organisasi secara kolektif.
Pertemuan pleno diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi internal organisasi. Dalam konteks organisasi yang memiliki struktur dan cakupan kerja yang luas, koordinasi menjadi kunci utama agar setiap kegiatan dapat berjalan selaras dan saling mendukung. Melalui pleno ini, para pengurus dan anggota diberi ruang untuk menyamakan persepsi, menyampaikan aspirasi, serta mendiskusikan berbagai isu yang muncul dalam pelaksanaan program. Proses ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.
Selain sebagai forum koordinasi, pertemuan pleno juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan. Evaluasi dilakukan secara reflektif dan konstruktif, dengan menempatkan kepentingan organisasi dan masyarakat sebagai prioritas utama. Setiap capaian yang telah diraih dipandang sebagai hasil kerja bersama yang patut diapresiasi, sementara setiap kendala yang dihadapi dijadikan bahan pembelajaran untuk perbaikan di masa mendatang. Pendekatan evaluasi yang demikian mencerminkan kedewasaan organisasi dalam mengelola dinamika internal dan eksternal.
Pertemuan ini juga memiliki fungsi strategis dalam menyusun arah dan langkah organisasi ke depan. Dalam suasana awal tahun, pleno dimanfaatkan sebagai momentum untuk meneguhkan kembali visi dan misi organisasi, sekaligus merumuskan strategi yang lebih adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang terjadi di masyarakat. Organisasi perempuan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang responsif, inovatif, dan berkelanjutan, sehingga setiap program yang dirancang tidak hanya relevan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang.
Dengan dilaksanakannya pertemuan pleno ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh komitmen, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh anggotanya. Pleno menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta meneguhkan peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berdaya.
Dalam pembahasan ini, ditegaskan bahwa seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga serta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan berbagai unsur organisasi. Keberhasilan pelaksanaan program tidak terlepas dari peran aktif pengurus, anggota, serta dukungan pimpinan di setiap lini. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan dalam forum pleno ini tidak dimaksudkan sebagai penilaian terhadap individu atau unit tertentu, melainkan sebagai sarana refleksi organisasi untuk meningkatkan kualitas kerja secara berkelanjutan.
Peserta pleno secara seksama mencermati kembali berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, baik yang bersifat internal organisasi maupun kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dalam proses ini, disampaikan bahwa sebagian besar kegiatan telah berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan. Penyesuaian tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keterbatasan waktu, dinamika jadwal kegiatan pemerintahan daerah, serta kondisi sosial masyarakat yang terus berkembang.
Pembahasan juga menyinggung pentingnya perencanaan yang matang dan terukur dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Disadari bersama bahwa perencanaan yang baik akan memudahkan pelaksanaan di lapangan serta meminimalkan kendala yang mungkin muncul. Oleh karena itu, para pengurus diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan program dengan mempertimbangkan kebutuhan anggota, ketersediaan sumber daya, serta potensi dukungan dari berbagai pihak. Dalam konteks ini, forum pleno menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan perencanaan tersebut agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan dan agar setiap program dapat saling melengkapi.
Selain membahas aspek program, bagian ini juga memberikan perhatian khusus pada tata kelola organisasi, terutama terkait dengan tertib administrasi. Administrasi yang tertata dengan baik dipandang sebagai fondasi utama bagi keberlangsungan organisasi. Melalui administrasi yang rapi dan akuntabel, setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas, baik kepada anggota maupun kepada pemangku kepentingan lainnya. Dalam forum pleno ini, ditegaskan kembali pentingnya ketepatan waktu dalam penyampaian laporan, kelengkapan dokumen kegiatan, serta konsistensi dalam pencatatan administrasi keuangan.
Para peserta pleno juga diajak untuk memahami bahwa peningkatan kualitas organisasi tidak hanya bergantung pada aspek struktural, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia di dalamnya. Oleh karena itu, dibahas pula perlunya penguatan kapasitas pengurus dan anggota melalui berbagai kegiatan pembinaan dan peningkatan kompetensi. Penguatan kapasitas ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan organisasi dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program secara lebih profesional dan berdampak.
Suasana diskusi pada bagian ini berlangsung secara terbuka dan konstruktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta masukan terkait pelaksanaan kegiatan di lingkungan masing-masing. Berbagai masukan tersebut diterima sebagai bahan berharga untuk perbaikan organisasi. Diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa organisasi harus terus belajar dan beradaptasi agar mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks.
Selanjutnya pertemuan pleno difokuskan pada penyampaian arahan pimpinan yang menjadi penegasan nilai, sikap, serta orientasi kerja organisasi ke depan. Sesi ini menjadi salah satu bagian paling penting dalam keseluruhan rangkaian pleno karena berfungsi sebagai penguat moral, penyelaras visi, dan penentu arah gerak organisasi. Seluruh peserta mengikuti sesi ini dengan penuh perhatian, menyadari bahwa arahan pimpinan merupakan pedoman yang akan menjadi dasar dalam pelaksanaan setiap program dan kegiatan organisasi pada periode selanjutnya.
Dalam arahannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru dua ribu dua puluh enam kepada seluruh pengurus dan anggota. Ucapan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk seremonial pergantian tahun, tetapi dimaknai sebagai ajakan untuk melakukan refleksi diri secara mendalam. Pergantian tahun dipandang sebagai momentum penting untuk menilai kembali langkah-langkah yang telah diambil, mengevaluasi sikap dan kontribusi, serta menata kembali harapan dan rencana ke depan. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan mengajak seluruh anggota untuk menjadikan tahun yang baru sebagai kesempatan memperbaiki diri, memperkuat niat pengabdian, dan meningkatkan kualitas peran dalam organisasi maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa harapan-harapan yang belum terwujud pada tahun dua ribu dua puluh lima hendaknya tidak dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai proses pembelajaran yang akan menguatkan langkah pada tahun dua ribu dua puluh enam. Dengan semangat kebersamaan dan kerja kolektif, setiap rencana dan cita-cita diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan. Penekanan ini memberikan motivasi kepada seluruh anggota untuk tetap optimis dan berkomitmen dalam menjalankan tugas organisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan juga menyampaikan ucapan selamat kepada para ibu yang suaminya baru saja dilantik untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Organisasi Perangkat Daerah maupun yang memperoleh amanah alih tugas. Ucapan ini disampaikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan organisasi terhadap keluarga aparatur sipil negara yang tengah memasuki fase baru dalam pengabdian. Ditekankan bahwa amanah jabatan merupakan tanggung jawab besar yang memerlukan dukungan moral dan emosional dari keluarga, khususnya peran istri sebagai pendamping. Oleh karena itu, organisasi hadir untuk memberikan semangat, doa, dan kebersamaan agar setiap keluarga dapat menjalani amanah tersebut dengan penuh keikhlasan, kelancaran, dan keberkahan.
Arahan pimpinan kemudian dilanjutkan dengan ungkapan rasa syukur atas meningkatnya kedisiplinan anggota dalam memenuhi kewajiban organisasi. Disampaikan bahwa iuran tahunan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan telah dibayarkan oleh seluruh anggota. Hal ini dipandang sebagai capaian positif yang mencerminkan kesadaran organisasi yang semakin matang. Pelunasan iuran tahunan tidak hanya memiliki makna administratif, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata anggota dalam mendukung keberlangsungan kegiatan dan program organisasi. Dana yang terkumpul dari iuran tersebut akan menjadi modal penting dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pembinaan, sosial, dan pemberdayaan yang telah direncanakan.
Selanjutnya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan sosial pada bulan Ramadan yang akan datang. Kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat tetap akan dilaksanakan sebagai agenda rutin organisasi. Direncanakan sebanyak dua ratus paket nasi bungkus dan air mineral akan dibagikan kepada masyarakat, sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci. Penyampaian rencana ini disambut dengan antusias oleh peserta, karena kegiatan tersebut selama ini telah menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
Arahan pimpinan pada bagian ini juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan mengingatkan bahwa keberhasilan setiap program sangat ditentukan oleh kerja sama yang baik antar anggota. Oleh karena itu, setiap perbedaan pandangan hendaknya disikapi secara bijaksana dan diselesaikan melalui musyawarah. Organisasi diharapkan terus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan saling menguatkan bagi seluruh anggotanya.
Melalui arahan yang disampaikan pada bagian ketiga ini, pertemuan pleno tidak hanya menghasilkan kesepakatan administratif, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dan nilai kebersamaan antar anggota. Arahan pimpinan menjadi sumber motivasi dan inspirasi yang diharapkan dapat mendorong seluruh pengurus dan anggota untuk menjalankan peran masing-masing dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi.
Dalam suasana yang penuh kesadaran dan tanggung jawab, para peserta diajak untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap organisasi. Ditekankan bahwa setiap hasil pertemuan pleno merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengurus dan anggota, tanpa terkecuali. Setiap individu diharapkan mampu menerjemahkan hasil pleno ke dalam tindakan nyata sesuai dengan peran dan tugas masing-masing. Kesadaran ini menjadi sangat penting mengingat luasnya cakupan kegiatan organisasi serta besarnya harapan masyarakat terhadap kontribusi organisasi perempuan dalam pembangunan daerah.
Pertemuan pleno juga menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan program. Program yang telah direncanakan tidak hanya perlu dilaksanakan dengan baik, tetapi juga harus dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dijalankan dapat memberikan dampak yang optimal dan berkelanjutan. Kesinambungan ini membutuhkan perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta komitmen jangka panjang dari seluruh anggota organisasi.
Selain itu, bagian penutup ini juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan kebersamaan organisasi. Kebersamaan dipandang sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan kegiatan. Melalui sikap saling menghargai, saling mendukung, dan menjaga komunikasi yang baik, organisasi diharapkan mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pertemuan pleno menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi terletak pada persatuan dan kesatuan anggotanya.
Menjelang berakhirnya pertemuan, suasana reflektif semakin terasa. Para peserta diajak untuk merenungkan kembali peran masing-masing, baik sebagai pengurus organisasi, sebagai anggota, maupun sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat. Refleksi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan dalam lingkup organisasi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Pertemuan pleno kemudian ditutup dengan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan. Apresiasi disampaikan kepada panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik, serta kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir dan berpartisipasi secara aktif. Ucapan terima kasih ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja sama dan dedikasi yang telah ditunjukkan.
Penutupan pertemuan pleno dilakukan dengan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran kegiatan serta harapan agar seluruh rencana dan program yang telah disusun dapat dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan keberkahan. Doa tersebut juga menjadi simbol penyerahan segala upaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan harapan agar organisasi senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.
Dengan berakhirnya pertemuan pleno ini, diharapkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga serta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan semakin mampu menjalankan peran strategisnya sebagai mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berdaya. Semangat kebersamaan dan komitmen yang terbangun selama pleno diharapkan dapat menjadi energi positif yang mendorong organisasi untuk terus bergerak maju, menghadapi tantangan dengan optimisme, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Lamongan. Program: Rapat Pelaksana: SEKRETARIAT KABUPATEN |
| 137 | 09-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan telah menghadiri : Bidang : Sekretariat Sub Bidang : Pembinaan Hubungan Keluar Program Kerja: Rapat Keterangan Program : Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan A. Pelaksanaan Kegiatan Acara : Hari/Tanggal : Jumat, 09 Januari 2026. Waktu Pelaksanaan : Pukul 08.30 WIB – Selesai Tempat : Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan - Jl. Achmad Yani No. 1 Lamongan Peserta Kegiatan B. Maksud dan Tujuan Kegiatan Kegiatan C. Susunan Acara 1. PEMBUKAAN 2. MENYANYIKAN LAGU : - INDONESIA RAYA - MARS Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga - MARS DHARMA WANITA PERSATUAN - MARS LAMONGAN 3. DOA: 4. SAMBUTAN : 5. PENUTUP Uraian Program : A. Pelaksanaan Kegiatan B. Arahan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan (Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan) Dalam pengarahannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan menyampaikan beberapa poin utama 1. Apresiasi Kinerja: Ucapan terima kasih atas dedikasi anggota yang telah melaksanakan kegiatan sepanjang tahun 2025 dengan semangat dan ikhlas. 2. Digitalisasi Pelaporan: Penekanan pada penggunaan sistem e-Reporting untuk pelaporan kegiatan yang dapat diakses melalui internet. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan telah menggunakan sistem ini sejak tahun 2024 dan pernah masuk dalam 10 besar tingkat Jawa Timur. 3. Tujuan Organisasi: Menegaskan peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi kemasyarakatan yang membina istri ASN di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta kualitas SDM melalui berbagai pelatihan. 4. Dukungan Program Pemerintah: Dharma Wanita Persatuan menyatakan dukungan terhadap program kerja pemerintah, termasuk program Astacita Presiden RI. C. Poin-Poin Penting Rapat Pleno 1. Program Kerja 2026: Kecamatan dan desa diminta segera menyusun program kerja tahun 2026, baik program turunan kabupaten maupun kegiatan mandiri. 2. Inovasi Daerah: Paparan produk unggulan di rapat pleno diharapkan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga mencakup potensi wisata desa atau keunggulan daerah lainnya. 3, Isu Sosial & Pangan: Pembentukan forum difabel di tingkat kecamatan dan dukungan terhadap program swasembada pangan yang diampu oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. 4. Administrasi Keuangan: Iuran tahunan Dharma Wanita Persatuan tahun 2025 telah terbayar lunas. Untuk iuran tahun 2026, besarannya menyesuaikan surat yang telah diedarkan pada Desember 2025. 5. Kegiatan Ramadhan: Program pembagian takjil tetap dilaksanakan dengan kuota 200 paket (nasi bungkus dan air mineral). Jadwal pelaksanaan akan diinformasikan lebih lanjut. 6. Prestasi LPPK: Pemberian ucapan selamat kepada OPD dan kecamatan yang meraih juara dalam pelaporan online e-repotting. D. Lain-lain Apresiasi Jabatan: Ucapan selamat kepada anggota yang suaminya baru saja dilantik sebagai Kepala OPD maupun alih tugas. Atribut PKK: Bagi desa yang sudah memesan kalender PKK tahun 2026 agar segera mengambil pesanan tersebut Layanan Publik: Informasi mengenai optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan E. Penutup Kegiatan berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Pertemuan ini diharapkan mempererat tali silaturahmi serta memperjelas arah program kerja organisasi di tahun 2026. Laporan dibuat oleh Mus Susanti Jamin Sekretaris Dharna Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. |
| 138 | 15-01-2026 | Dalam rangka meningkatkan sumber daya anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan sebagai pendamping suami dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara, maka Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan mengadakan pertemuan rutin Rapat Pleno bagi DWP OPD yang dilaksanakan bulan Januari 2026 diselenggarakan pada Jumat (9 Januari 2025) bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Dalam pengarahannya Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Puji Dariani Moh. Nalikan mennyampaikan terimakasih kepada ibu-ibu anggota DWP Kabupaten dan Kecamatan yang telah melaksanakan kegiatan DWP di masing-masing tempat dengan semanngat dan ihlas selama setahun pada tahun lalu. “Kami sampaikan terimakasih kepada ibu-ibu semua yang telah melaksanakan kegiatan pada tahun 2025, walau dengan susah payah akhirnya kita bisa melewati tahun 2025 dengan sukses” papar ibu yang akrab dipanggil bu Nalikan ini.
Bu Nal menyampaikan selamat kepada OPD maupun kecamatan yang telah mendapat juara pelaporan online atau LPPK. Memasuki era globalisasi dan era digital diseluruh bidang kegiatan di Indonesia yang berkembang sangat cepat, maka bentuk pelaporan kegiatan Dharma Wanita Persatuan pun semakin berkembang dari system pelaporan FLPPK dan FDT menjadi system pelaporan online dengan system e-Reporting, dimana system ini dapat di akses langsung melalui sarana internet. “Sejak tahun 2024 DWP Kabupaten Lamongan sudah menggunakan e-reporting dalam pelaporan kegiatan DWP, dan pelaporan ini berjenjang. Dua tahun lalu Kabupaten Lamongan masuk 10 besar pelaporan e-reporting tingkat Jawa Timur” tambah Bu Puji Nalikan.
Bu Puji Nalikan melanjutkan, “Pertemuan rapat pleno ini disamping untuk membina dan mempererat tali silaturahim antara pengurus dan anggota DWP, juga untuk membahas berbagai program kerja DWP yang akan terlaksana di tahun 2026. Kami juga menyampaikan banyak terimakasih atas partisipasinya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun DWP dan Hari Ibu yang sudah kita peringati dengan seminar pada bulan Desember 2025”.
Sementara dalam sambutannya ibu yang biasa dipanggil bu Nalikan ini menyampaikan Dharma Wanita Persatuan adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Pegawai Negeri Sipil RI dengan kegiatan yang bergerak dalam bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya serta tidak harus mendukung program Presiden RI yakni Astacita.
“Tujuan organisasi Dharma Wanita adalah mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota. dan dharma wanita persatuan agar aktivitas dharma wanita persatuan perlu terus dikembangkan ke arah pemberdayaan organisasi dan mengutamakan pembinaan sumber daya manusia (SDM), seperti mengadakan pelatihan-pelatihan untuk anggota DWP, sehingga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari pengurus dan anggota DWP”Ungkapnya.
Berikut adalah rangkuman yang disampaikan dalam pertemuan pleno yang telah diikuti oleh perwakilan ibu-ibu ketua OPD dan kecamatan:
1. Ucapan selamat dari Ketua PKK dan DWP Kabupaten Lamongan: Selamat bertemu kembali di tahun baru 2026, semoga tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, termasuk program-program PKK dan DWP. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan harapan yang belum terwujud di tahun 2025 segera terwujud di tahun 2026.
2. Tahun baru Kecamatan dan desa membuat program pada tahun baru 2026, kegiatan tersebut ada yang meneruskan dari kabupaten dan kegiatan mandiri. Misalnya kegiatan yang melibatkan diffabel di daerah tersebut yakni dengan membentuk forum diffabel tingkat kecamatan.
3. PKK tahun 2025 ada pembuatan kalender, anggota wajib beli (tiap desa wajib beli), mohon segera diambil bagi desa yang sudah memesan.
4. Informasi pelayanan administrasi kependudukan di kabupaten Lamongan. hal ini bisa terlaksana dengan maksimal, misalnya: peralatan yang sudah tidak layak pakai akan menghambat pelayanan di kecamatan ke masyarakat.
5. Paparan produk unggulan yang disampaikan pada rapat pleno bukan hanya makanan saja, misal: wisata desa atau apa yg menonjol di daerah tersebut yang bisa diangkat.
6. Ucapan selamat kepada ibu-ibu yang suaminya kemarin dilantik untuk menduduki jabatan sebagai kepala OPD maupun yang alih tugas. Semoga selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengemban amanah baru, semakin sukses dan semakin berkah.
7. Tahun 2026 harus bisa program swasembada pangan, dalam hal ini OPD yang mengampu adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, minimal bisa mencukupi kebutuhan pangan di daerah Lamongan sendiri.
8. Alhamdulillah iuran tahunan DWP sudah batar semua.
9. Pada bulan ramadhan pembagian takjil tetap dilaksanakan dengan jumlah nasi bungkus dan air mineral sebanyak 200, untuk jadwal ditunggu info lebih lanjut.
10. Laporan akhir kegiatan DWP bukan lagi laporan fisk seperti tahun-tahun sebelumnya, karena laporan sudah melalui aplikasi LPPK dan selamat kepada pemenang LPPK yang dilombakan oleh DWP.
11. Program kerja DWP OPD segera dibuat dan iuran DWP tahun 2026 sesuai surat yang diluncurkan ke DWP OPD pada bulan Desember.
Pertemuan yang diikuti oleh sekitar seratus orang ini berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 139 | 09-01-2026 | Pada hari Jumat, 9 Januari 2026, telah dilaksanakan Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang bertempat di Pendopo Lokatantra Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan Pelantikan dan Pengukuhan Ketua TP PKK Kecamatan Sukodadi. Kegiatan dihadiri oleh jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Lamongan, TP PKK Kecamatan, pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari berbagai OPD, termasuk Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Endah Ismawati Sugeng Widodo, beserta Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Sukodadi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Hj. Anis Kartikawati Yuhronur Effendi, S.Kep., Ners., MEK. Rapat pleno selanjutnya dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan dan didampingi oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Cana Dirham Akbar Aksara, S.E., serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan, S.M.. Dalam arahannya disampaikan pentingnya peran organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Dalam Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, disampaikan beberapa materi dan pembahasan penting sebagai berikut: 1. Penyampaian ucapan Selamat Tahun Baru 2026 disertai harapan agar seluruh kegiatan dan program kerja tahun 2026 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. 2. Informasi pengambilan Kalender PKK Tahun 2026 di Kantor TP PKK Kabupaten Lamongan dengan ketentuan penggantian biaya cetak sebesar Rp50.000 per kalender bagi Desa/Kelurahan dan Kecamatan. 3. Penyampaian rencana bantuan sosial pada bulan Ramadan bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, berupa bantuan kepada anak-anak kurang mampu yang terdaftar dalam DTSEN di Kecamatan Sukorame sebanyak 40 paket, serta bantuan sembako bagi penyandang disabilitas sebanyak 620 paket. 4. Informasi bahwa pada tahun 2026 TP PKK Kabupaten Lamongan tidak melaksanakan kunjungan kerja lapangan, dan sebagai gantinya akan dilakukan pembinaan Posyandu per wilayah kerja. 5. Penyampaian rencana pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) TP PKK Kabupaten Lamongan yang direncanakan pada minggu kedua bulan Februari 2026, serta imbauan untuk mempelajari tiga buku panduan sebelum pelaksanaan kegiatan. 6. Informasi rencana kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan yang akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri, dengan permohonan konfirmasi lokasi kepada TP PKK Kabupaten Lamongan. 7. Penyampaian informasi kegiatan Lomba Senam Kreasi dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan yang akan dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026 pukul 08.00 WIB di Gedung Sport Center Lamongan, dengan ketentuan setiap Kecamatan mengirimkan lima orang per tim. 8. Informasi bahwa iuran tahunan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan telah dibayarkan seluruhnya. 9. Penyampaian rencana kegiatan pembagian takjil pada bulan Ramadan sebanyak 200 paket nasi bungkus dan air mineral, dengan jadwal pelaksanaan menunggu informasi lebih lanjut. Melalui kegiatan Rapat Pleno ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dapat meningkatkan koordinasi, memperkuat sinergi antarorganisasi, serta melaksanakan program kerja secara optimal demi mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat Kabupaten Lamongan. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 140 | 13-01-2026 | Kegiatan Pertemuan Rutin Pleno PKK dan DWP Kecamatan Ngimbang yang bertempat di Balai Desa Tlemang.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ibu Ketua TP.PKK Kecamatan Bu Siti Nur Janah Anton S.dan dihadiri oleh TP.PKK Desa (Bu Kades dan Wakil/ sektetaris).
Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN NGIMBANG |
| 141 | 09-01-2026 | Kegiatan Pleno PKK dan DWP Kabupaten Lamongan yang bertempat di pendopo lokatantra pada hari Jumat 9 Januari 2026.
Pada kesempatan kali ini bertepatan dengan kegiatan pelantikan Ibu ketua TP.PKK Kecamatan Sukodadi,setelah itu dilanjut kan dengan penyampaian beberapa tentang hasil pleno, antara lain tentang kegiatan capacity building yang diikuti oleh Ibu Ketua TP.PKK Kecamatan dan Desa, informasi kegiatan lomba senam yang diaadakan oleh PWI,dan kegiatan sosialisasi hasil Rakerda pada minggu kedua bulan februari. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN NGIMBANG |
| 142 | 13-01-2026 | Kegiatan Pleno Dharma Wanita Kecamatan Sukodadi yang telah dilaksanakan di Pendopo Kecamatan pada tanggal 13 Januari 2026 yang dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi, Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan dan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan. Adapun hasil pleno adalah penyusunan program kerja selama satu tahun kedepan. Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: KECAMATAN SUKODADI |
| 143 | 09-01-2026 | Pada hari Jum'at tanggal 9 Januari 2026 pukul 12.30 WIB, Dharma Wanita Persatuan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lamongan mengadakan pertemuan rutin. Pertemuan ini diadakan di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Lamongan. Dalam pertemuan ini dihadiri Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Bapperida.Pertemuan ini selain menjadi pertemuan rutin, juga disertai acara pisah kenal para Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan yang bertugas di tempat baru dan anggota baru yang masuk menjadi anggota Dharma Wanita Persatuan Bapperida.
Acara pertemuan rutin ini diawali dengan pembukaan oleh panitia, kemudian menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita dan Mars Lamongan. Setelah itu dilanjutkan sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Bapperida yang diwakili oleh Ibu Wakil ketua, yaitu Ibu Erwin Nurdiansah dikarenakan ibu Ketua berhalangan untuk hadir dikarenakan sakit.Dalam sambutannya, Ibu Wakil Ketua berpesan agar semua anggota Dharma Wanita Persatuan selalu semangat dalam menjalankan program-program kegiatan yang telah direncanakan di awal tahun.Untuk mengawali tahun 2026, Program kegiatan yang sebentar lagi dilaksanakan yaitu bagi-bagi takjil di bulan Ramadhan. Diharapkan kegiatan ini berjalan dengan baik seperti tahun-tahun sebelumnya.
Setelah sambutan dari Ibu wakil ketua, acara di isi dengan pemberian materi dari Pegadaian tentang Investasi. Dalam pemberian materi semua anggota antusias dalam menerima informasi baru tentang berbagai macam dan keutungan tabungan emas. Tentunya materi ini sangat bermanfaat untuk semua anggota Dharma Wanita Persatuan Bapperida agar lebih semangat dalm menabung dan berinvestasi.Pemberian materi diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab, yang dijawab dengan sangat jelas oleh pemberi materi.
Setelah pemberian materi dilanjutkan acara sambutan pamitan dari 3 Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan yang keluar yaitu Ibu Dinar Dwi A, Ibu Anifatuz Zahro dan Ibu Iqbal. Setelah itu dilanjutkan sambutan dari Ibu Fadhin Muzamil yang merupakan anggota baru di Dharma Wanita Pesatuan Bapperida. Dilanjutkan dengan pmberian cindera mata untuk ibu-ibu yang pindah yang diwakili oleh Ibu Wakil ketua.
Demikian lah rangkaian acara pertemuan Dharma Wanita Persatuan Bapperida di awal tahun 2026 ini. Semoga kinerja Dharma Wanita Persatuan Bapperida berjalan sesuai dengan rencana kerja dan bermanfaat untuk semua.
Wassalamualaikum wr. wb Program: Sosialisasi/Konsolidasi Pelaksana: SKPD BAPPEDA |
| 144 | 09-01-2026 | Rapat pleno Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan pada hari Jumat, 09 Januari 2025, bertempat di Pendopo Lokatantra. Rapat ini menjadi forum koordinasi dan penyamaan persepsi dalam rangka mendukung berbagai agenda strategis organisasi, sekaligus memperkuat sinergi antar unsur TP PKK dan DWP di Kabupaten Lamongan.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah persiapan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 serta Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan. Dalam rangka memperingati momentum tersebut, direncanakan pelaksanaan kegiatan lomba kreasi yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Gedung Sport Center Lamongan. Sehubungan dengan hal tersebut, dimohon kepada Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Lamongan untuk berpartisipasi aktif dengan mengirimkan satu tim yang terdiri dari 5 (lima) orang peserta.
Agenda selanjutnya membahas rencana pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi Ketua TP PKK Kecamatan serta Ketua TP PKK Desa/Kelurahan. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri. Untuk mendukung kelancaran perencanaan, dimohon kepada Ketua TP PKK Kecamatan agar segera mengonfirmasi kota atau lokasi pelaksanaan kegiatan kepada TP PKK Kabupaten Lamongan melalui nomor admin PKK Kabupaten Lamongan.
Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula rencana pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) TP PKK Kabupaten Lamongan yang dijadwalkan pada minggu kedua bulan Februari 2026. Sebagai bentuk kesiapan bersama, seluruh peserta diminta untuk mempelajari tiga buku panduan yang telah ditetapkan sebelum pelaksanaan RAKERDA, sehingga apabila terdapat hal-hal yang belum dipahami dapat didiskusikan dan ditanyakan secara langsung pada saat kegiatan berlangsung.
Selain membahas agenda kelembagaan, rapat pleno ini juga menyampaikan kegiatan sosial yang akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan akan menyalurkan bantuan kepada anak-anak kurang mampu yang terdata dalam DTSEN di Kecamatan Sukorame, berupa 40 paket bantuan.
Tidak hanya itu, TP PKK Kabupaten Lamongan juga akan menyalurkan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas berupa paket sembako sebanyak 620 paket. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi wujud kepedulian dan peran aktif TP PKK dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Program: Rapat Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 145 | 09-01-2026 | Pada hari jum'at tanggal 09 Januari 2026 Ibu Ketua Dharmawanita dan Sekretaris Dharmawanita menghadiri acara Pleno Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, pada waktu 08.00 di Pendopo Lokantantra Kabupaten Lamongan. Acara Pleno Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dihadiri oleh DWP Se-Kabupaten Lamongan. Dalam sambutan Ibu Ketua Dharmawanita Kabupaten Lamongan menyampaikan beberapa hal 1. Selamat Tahun Baru 2026 mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2026 bermanfaat bagi masyarakat, 2. Penyuluhan dan Pendampingan Posyandu, 3. Penyampaian Program Rakerda DWP Februari 2026 yang rencananya akan dilaksanakan pada Minggu kedua bulan Februari 2026, 4. Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun ke 80 Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan akan menggelar kegiatan Lomba Senam Kreasi yang akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 1 Februari 2026 pukul 08.00 berlokasi di Gedung Sport Center Lamongan Setiap Dharmawanita Persatuan Kecamatan wajib mengirimkan 5 (lima) orang peserta. Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN GLAGAH |
| 146 | 09-01-2026 | NOTULEN KEGIATAN
PLENO RUTIN
DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) KABUPATEN LAMONGAN
A. IDENTITAS KEGIATAN
* **Nama Kegiatan** : Pleno Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
* **Hari/Tanggal** : Jumat, 9 Januari 2026
* **Waktu** : Pukul 08.00 WIB – selesai
* **Tempat** : Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan
* **Peserta** : DWP se-Kabupaten Lamongan
* **Pimpinan Rapat** : Ketua DWP Kabupaten Lamongan
* **Notulis** : Sekretaris DWP Kabupaten Lamongan
---
### B. AGENDA RAPAT
1. Menyanyikan Mars DWP dan Mars Lamongan
2. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Lamongan
3. Sambutan Pembina DWP Kabupaten Lamongan
4. Sosialisasi Lomba Senam Kreasi Tabola Bale
5. Penyampaian Program Rakerda DWP Februari 2026
6. Penyuluhan dan Pendampingan Posyandu
---
### C. NOTULEN DETAIL PER SESI
#### 1. Menyanyikan Mars DWP dan Mars Lamongan
* Kegiatan dibuka dengan menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan dan Mars Lamongan.
* Seluruh peserta mengikuti dengan tertib dan khidmat.
* Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, semangat organisasi, dan loyalitas anggota DWP terhadap organisasi dan daerah.
---
#### 2. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Lamongan
**Pokok-pokok sambutan:**
* Menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh DWP kecamatan.
* Menekankan pentingnya peran aktif DWP dalam mendukung program pemerintah daerah.
* Mengajak seluruh DWP kecamatan untuk meningkatkan kualitas program kerja dan kekompakan organisasi.
* Menyampaikan harapan agar seluruh kegiatan DWP dapat berjalan selaras dengan program DWP Kabupaten Lamongan.
**Kesimpulan:**
* DWP kecamatan diharapkan terus berkomitmen menjalankan program kerja dengan penuh tanggung jawab.
---
#### 3. Sambutan Pembina DWP Kabupaten Lamongan
**Pokok-pokok arahan:**
* Memberikan motivasi kepada seluruh anggota DWP agar terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
* Menekankan pentingnya disiplin, koordinasi, dan sinergi antar pengurus.
* Mengingatkan agar DWP senantiasa mendukung program pembangunan daerah, khususnya di bidang kesejahteraan keluarga dan kesehatan masyarakat.
**Kesimpulan:**
* DWP diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.
---
#### 4. Sosialisasi Lomba Senam Kreasi Tabola Bale
**Materi yang disampaikan:**
* Lomba Senam Kreasi Tabola Bale akan dilaksanakan pada **1 Februari 2026**.
* Setiap DWP kecamatan wajib mengirimkan **5 (lima) orang peserta**.
* Tujuan lomba adalah meningkatkan kebugaran, kreativitas, dan kekompakan anggota DWP.
* Teknis pelaksanaan dan ketentuan lomba akan disampaikan lebih lanjut oleh panitia.
**Keputusan:**
* Seluruh DWP kecamatan diminta segera melakukan persiapan dan koordinasi internal.
---
#### 5. Penyampaian Program Rakerda DWP Februari 2026
**Materi yang disampaikan:**
* Penyampaian agenda dan rencana pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DWP Kabupaten Lamongan bulan Februari 2026.
* Penjelasan mengenai fokus program kerja dan arah kebijakan DWP ke depan.
* DWP kecamatan diminta untuk menyesuaikan dan menyelaraskan program kerja masing-masing dengan hasil Rakerda.
**Kesimpulan:**
* DWP kecamatan diharapkan siap mendukung dan melaksanakan hasil keputusan Rakerda.
---
#### 6. Penyuluhan dan Pendampingan Posyandu
**Materi penyuluhan:**
* Peran strategis Posyandu dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak.
* Peran DWP dalam mendukung kegiatan Posyandu di wilayah masing-masing.
* Pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu.
**Tindak lanjut:**
* DWP kecamatan diharapkan aktif berkoordinasi dengan pihak terkait dalam pelaksanaan pendampingan Posyandu.
---
### D. PENUTUP
Kegiatan Pleno Rutin DWP Kabupaten Lamongan berakhir dengan tertib dan lancar. Seluruh agenda telah dilaksanakan sesuai rencana, dan peserta memperoleh pemahaman yang jelas mengenai program dan kebijakan DWP Kabupaten Lamongan.
---
### E. PENANDATANGANAN
**Karanggeneng, .........................**
Ketua DWP Kecamatan Karanggeneng
(tanda tangan)
**Ibu Hariati Dian Sukmana, S.Si., M.Si.**
Sekretaris DWP Kecamatan Karanggeneng
(tanda tangan)
**Ibu Ria Hidayati, S.Ak.**
Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN KARANGGENENG |
| 147 | 09-01-2026 | Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Nurul Arif Bakhtiar bersama Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Evi Moch. Zamroni beserta Sekretaris Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan mengikuti kegiatan Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 9 Bulan Januari Tahun 2026 di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Penyelenggara Rapat Pleno ini adalah Bidang Sekretariat Dharma Wanita Kabupaten Lamongan. Rapat Pleno ini diadakan rutin setiap bulan dengan peserta Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Seluruh OPD Kabupaten Lamongan. Kegiatan Pleno PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu diawali dengan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sukodadi, Tim Pembina Posyandu, Bunda PAUD dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kabupaten Lamongan. Rapat Pleno TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan di pimpin oleh Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Effendi S.Kep. Ners, MEK., didampingi oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Cana Dirham Akbar Aksara, SE beserta jajaran pengurus TP PPK Kabupaten dan DWP Persatuan Kabupaten Lamongan. Dalam sambutannya Ibu Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Cana Dirham Akbar Aksara, S.Ak., beliau menyampaikan : 1. Selamat kepada Ketua TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi yang baru saja dilantik; 2. Selamat Tahun Baru 2026, semoga tahun ini membawa lebih banyak harapan, peluang baru, keberkahan dan kebahagiaan yang menyertai setiap Langkah kita dan yang penting juga mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2026 bermanfaat bagi Masyarakat; 3. Kalender 2026 sudah dapat diambil di Kantor dengan mengganti biaya cetak sebesar Rp. 50.000,-; 4. Pada bulan Ramadhan Tim Penggerak PKK Kabupaten bekerjasama dengan Dinas SosialKabupaten Lamongan memberikan bantuan kepada anak-anak kurang mampu yang masuk pada DTSEN di Kecamatan Sukorame sebanyak 40 paket sandang, terdapat pula paket sembako untuk penyandang disabilitas sebanyak 620 paket; 5. TP PKK Kabupaten Lamongan akan mengadakan RAKERDA yang rencananya akan dilaksanakan pada Minggu kedua bulan Februari2026; 6. Dalam rangka kegiatan Peningkatan Capacity Building bagi Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan yang akan dilaksanakan setelah hari raya Idul Fitri, dimohon untuk segera konfirmasi kota/Lokasi melalui admin; 7. Dalam rangka memperingati Hari Pers nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun ke 80 Persatuan Wartawan Indonesia kabupaten Lamongan akan menggelar kegiatan lomba Senam Kreasi yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026 pukul 08.00 berlokasi di Gedung Sport center Lamongan. Dalam sambutannya Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan, beliau menyampaikan : 1. Selamat kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi yang baru saja dilantik dan selamat bertugas di Kecamatan Sukodadi; 2. Selamat Tahun Baru 2026, semoga tahun ini membawa lebih banyak harapan, peluang baru, keberkahan dan kebahagiaan yang menyertai setiap Langkah kita dan yang penting juga mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2026 bermanfaat bagi Masyarakat; Program: Rapat Pelaksana: KECAMATAN KEMBANGBAHU |
| 148 | 09-01-2026 | Hari Jum'at tanggal 09 Januari 2026 dilaksanakam Pertemuan Rutin TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan sekaligus Pelantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Pertemuan rutin ini merupakan bagian dari agenda organisasi yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antaranggota, sekaligus menjadi wadah diskusi, koordinasi, serta evaluasi terhadap berbagai program kerja yang telah dan akan dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan, khususnya istri ASN, dalam mendukung program-program pemerintahan di Kabupaten. Acara diawali dengan Pelantikan PKK Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu dan Bunda PAUD Kecamatan Sukodadi. Diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa lalu pembacaan surat keputusan penyerahan selempang serta penandatanganan berita acara yang langsung diserahkan oleh Ibu Anis Kartika YES selaku Ketua PKK Kabupaten Lamongan. Sebelum memasuki rapat pleno dilaksanakan pelantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi yang dipimpin oleh wakil ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Ibu Puji Dariyani Nalikan. Selanjutnya memasuki acara inti yaitu rapat pleno Dharma Wanita Persatuan, acara dibuka resmi oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan Ny. Anis Kartika Yuhronur Efendi. Diawali dengan sambutan, beliau menyampaikan bahwa program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan tahun 2026 akan lebih berorientasi pada pemberdayaan anggota, dengan semangat “dari kita, oleh kita, dan untuk kita”. “Dharma Wanita harus menjadi ruang yang nyaman untuk saling belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama. Program kerja ke depan diharapkan mampu memberdayakan seluruh anggota, baik secara personal maupun sosial,” tuturnya. Selanjutnya Ibu Cana Dirham mengucapkan Selamat Tahun baru 2026 kepada ibu-ibu yang hadir pada kegiatan hari ini. “Seluruh program dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan yang telah direncanakan dan dianggarkan pada tahun 2026 agar dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, dan cermat. Setiap anggaran yang dialokasikan harus memberikan dampak positif bagi penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin sinergi yang semakin kuat antara anggota DWP dan seluruh instansi, sehingga pelaksanaan program kerja tahun 2026 dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat. Rangkaian acara berakhir dengan suasana Khidmat dan meriah, serta mendapat antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Melalui rapat kerja ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan diharapkan mampu merumuskan program yang adaptif, responsif terhadap kebutuhan anggota, serta relevan dengan isu strategis, khususnya penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan hangat dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Antusiasme tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat peran perempuan dan keluarga sebagai fondasi pembangunan menuju Kota Lamongan yang semakin tangguh dan berdaya saing pada 2026. Program: Rapat Pelaksana: BADAN KESBANGPOL |
| 149 | 13-01-2026 | Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)
Kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui keterlibatan aktif masyarakat, khususnya orang tua asuh, dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anak.
Kegiatan ini dilaksanakan pada:
• Hari/Tanggal : Selasa, 13 Januari 2025
• Waktu : Pukul 08.00 WIB s.d. 11.30 WIB
• Tempat : Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan
• Penyelenggara : TP PKK Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
Materi disampaikan oleh:
1. Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Effendi
2. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan
1. Tujuan Program GENTING
Program GENTING bertujuan untuk:
• Mewujudkan generasi anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
• Meningkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan stunting sejak dini.
• Mendukung percepatan penurunan angka stunting secara berkelanjutan menuju target nasional.
• Membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, PKK, DWP, dan masyarakat sebagai mitra dalam pencegahan stunting.
2. Sasaran Program
Sasaran utama dalam pelaksanaan Program GENTING meliputi:
• Ibu hamil
• Ibu menyusui
• Baduta (bayi di bawah usia 2 tahun)
Kelompok sasaran tersebut dipilih karena merupakan fase paling krusial dalam pencegahan stunting.
3. Bentuk dan Rangkaian Program Kerja
Bentuk kegiatan dalam Program GENTING sebagaimana disampaikan dalam materi meliputi:
1. Pemberian Bantuan Nutrisi
o Bantuan nutrisi kepada keluarga sasaran berupa bahan pangan bergizi dan makanan tambahan untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta baduta.
2. Pendampingan Keluarga
o Pendampingan langsung oleh orang tua asuh kepada keluarga sasaran untuk memastikan pemenuhan gizi, pola asuh, dan pemantauan tumbuh kembang anak.
3. Edukasi dan Penyuluhan
o Pemberian edukasi mengenai gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola hidup bersih dan sehat.
o Penyuluhan dilakukan secara berkelanjutan agar pemahaman masyarakat terhadap pencegahan stunting semakin meningkat.
4. Peran Mitra dalam Program GENTING
Dalam pelaksanaan program ini, peran mitra sangat penting, antara lain:
• Menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.
• Memberikan dukungan moril, materiil, dan edukatif secara berkelanjutan.
• Berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
5. Target Program
Program GENTING menargetkan:
• Penurunan prevalensi stunting secara bertahap hingga mencapai target nasional tahun 2030, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.
6. Penutup
Melalui pelaksanaan Program GENTING ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Lamongan. Dengan keterlibatan aktif TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, serta seluruh mitra dan orang tua asuh, program ini diharapkan mampu mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme, serta ditutup pada pukul 11.30 WIB. Program: Stunting Pelaksana: DINAS PU BINA MARGA |
| 150 | 12-01-2026 | Dinas Arpusda Gelar Acara Pamit Kenal Pejabat Struktural
Lamongan — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Lamongan menggelar acara pamit kenal pejabat struktural di lingkungan Dinas Arpusda, bertempat di Aula Cendekia. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama sekaligus penyambutan pejabat baru.
Acara pamit kenal tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Arpusda, pejabat struktural, fungsional, serta seluruh jajaran pegawai Dinas Arpusda. Suasana berlangsung khidmat namun penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan kerja.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Arpusda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama bertugas di Dinas Arpusda. Ia berharap pengalaman dan kinerja positif yang telah ditorehkan dapat menjadi bekal berharga di tempat tugas yang baru.
Kepada pejabat struktural yang baru, Kepala Dinas Arpusda mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung. Ia berharap pejabat baru dapat segera beradaptasi, bekerja secara profesional, serta melanjutkan dan meningkatkan program-program yang telah berjalan, khususnya dalam upaya penguatan layanan kearsipan dan perpustakaan kepada masyarakat.
Sementara itu, perwakilan pejabat lama dalam kesan dan pesannya menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama dan dukungan seluruh jajaran selama bertugas. Ia juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan atau kekhilafan.
Pejabat struktural yang baru dalam perkenalannya menyatakan komitmen untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, membangun sinergi, serta berkontribusi aktif dalam mendukung visi dan misi Dinas Arpusda Kabupaten Lamongan.
Acara pamit kenal ditutup dengan doa bersama dan pemberian cenderamata sebagai simbol penghargaan, serta sesi foto bersama seluruh pegawai Dinas Arpusda. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH |
| 151 | 09-01-2026 | TP PKK dan DWP Kabupaten Lamongan Gelar Pertemuan Rutin Sekaligus Pelantikan Ketua DWP Kecamatan Sukodadi
Lamongan, 09 Januari 2026 — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lamongan bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan pelantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Sukodadi, bertempat di Pendopo Lokatantra.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ketua DWP Kabupaten Lamongan, pengurus TP PKK dan DWP kabupaten serta tamu undangan lainnya. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Lamongan menyampaikan
1. Ucapan selamat atas pelantikan ketua dwp kecamatan sukodadi
2. Ucapan selamat tahun bru 2026, dg harapan smoga ditahun 2026 akan lebih baik
3. Ucapan terimaksh atas perayaan HUT DWP Kab Lamongan
4. Iuran tahunan sdh terbayar smua, selanjutnya agar disesuaikn dg jumlah anggota
5. Mars dan hymne agar di sosialisasikan kepada anggota agar semua bisa menyanyikannya saat pertemuan
6. Kegiatan bulan februari / bulan ramadhon dg keg pembagian nasi bungkus dg menyiapkn 200 bungkus (3 OPD/hari)
7. Dwp kabupaten menyiapkn kue lebaran untuk ditumbasi ....pemesanan melalui admin pkk
Pelantikan Ketua DWP Kecamatan Sukodadi dilakukan secara resmi melalui pembacaan naskah pelantikan dan pengucapan sumpah janji jabatan. Para Ketua yang dilantik diharapkan mampu menjadi penggerak organisasi di tingkat kecamatan serta berperan aktif mendukung kinerja suami sebagai aparatur sipil negara.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi antara TP PKK dan DWP dalam melaksanakan program kerja yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Pertemuan rutin ini juga diisi dengan evaluasi program kerja, penyampaian informasi organisasi, serta diskusi untuk menyusun langkah strategis ke depan. Melalui kegiatan ini, TP PKK dan DWP Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berkualitas di Kabupaten Lamongan. Program: Rapat Pelaksana: DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH |
| 152 | 09-01-2026 | Hari Jumat Tanggal 09 Januari 2025 dilaksanakan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Pada pertemuan kali ini diadakan juga acara Pelantikan Ketua DWP dan TP PKK Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD Kecamatan Sukodadi dilanjutkan Pertemuan Pleno DWP dan TP PKK Kabupaten Lamongan.
Acara diawalai dengan acara pelantikan PKK Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD Kecamatan Sukodadi. Diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa lalu pembacaan surat keputusan penyerahan selempang serta penandatanganan berita acara yang langsung diserahkan oleh Ibu Anis Kartika YES selaku Ketua PKK Kabupaten Lamongan. Selanjutnya sebelum memasuki rapat pleno dilaksanakan pelantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi yang dipimpin langsung oleh wakil etua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Ibu Puji Dariyani Nalikan.
Selanjutnya memasuki acara inti yaitu rapat pleno Dharma Wanita Persatuan dan Tim Penggerak PKK. Diawali dengan sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan Ny. Anis Kartika Yuhronur Effendi. Ibu Anis menyampaikan ucapan selamat kepada camat atas tanggungjawab baru yang telah diberikan semoga bias amanah dan bias mengemban tugas-tugas dengan baik serta menjadi pemimpin yang bias mengayomi semua tanpa pilih-pilih. Tidak lupa selagi masih awal di tahun 2026 Ibu Anis Kartika YES mengucapkan selamat tahun baru 2026 kepada ibu-ibu yang hadir pada kegiatan hari ini. Dan tentunya di tahun 2026 akan banyak planning dan kegiatan yang akan dilakukan. Selanjutnya sambutan oleh Ibu Cana Dirham mengucapkan selamat tahun 2026 tahun baru semangat baru serta menjelaskan beberapa program yang akan dilakukan pada tahun 2026 ini salah satu kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini adalah lomba senam yang diikuti antar kecamatan dan umum untuk opd akan diwakili oleh dinas kesehatan kabupaten lamongan. Ketetntuan perlombaan ini adalah tiap kecamatan boleh mengirimkan lebih dari 1 tim dan yang akan dilombakan adalah senam kreasi lagu tabola bale. Selanjutnya sambutan dari wakil ketua dharma wanita persatuan kabupaten lamongan mengucapkan selamat tahun baru 2026 dan mengucapkan terimakasih atas partisipasi ibu-ibu dharma wanita persatuan kabupaten lamongan dalam lomba senam kreasi tabola bale, mtidak lupa mengucapkan terimakasih kepada tim angklung rsud soegiri dan tim paduan suara dinas pendidikan dalam acara lomba senam kreasi tabola bale dlam rangla hari ulang tahun dharma wanita persatuan ke 46. Untuk kegiatan menjelang bulang ramadhan aka nada kegiatan seperti tahun-tahun sebelumnya yakni bagi bagi takjil untuk rencannya kan dibagikan 200 bungkus nasi, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana perhari akan dilaksanakan oleh 3 opd.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS LINGKUNGAN HIDUP |
| 153 | 09-01-2026 | Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan telah dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Effendi, dan dihadiri oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan. Agenda utama dalam rapat pleno ini adalah pelantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sukodadi, serta Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lamongan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan khidmat. Melalui rapat pleno tersebut telah ditetapkan dan dilantik Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi yang baru sebagai hasil keputusan rapat. Kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi dan penguatan peran organisasi Dharma Wanita Persatuan dan Tim Penggerak PKK dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan keluarga di Kabupaten Lamongan. Seluruh rangkaian acara berakhir dengan suasana yang khidmat dan meriah, serta mendapat antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Program: Rapat Pelaksana: DINAS PU BINA MARGA |
| 154 | 09-01-2026 | Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan sinergi antaranggota dalam menjalankan peran organisasi. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi program kerja sekaligus penguatan kapasitas anggota Dharma Wanita dalam mendukung pembangunan daerah.
Pada hari Jumat, tanggal 9 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Pleno Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang bertempat di Pendopo Lokatantra Lamongan. Kegiatan ini bersamaan dengan acara Pelantikan dan Pengukuhan Ketua TP PKK Kecamatan Sukodadi. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan tertib.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama. Selanjutnya dilaksanakan Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Sukodadi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Ny. Hj. Anis Kartikawati. Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat dan tertib, sebagai bentuk pengesahan kepengurusan dan amanah organisasi.
Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Dalam sambutan tersebut disampaikan pesan-pesan penting terkait peran strategis organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Kegiatan Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan juga dimanfaatkan sebagai forum komunikasi dan konsolidasi antaranggota, guna memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan program kerja ke depan. Pembahasan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan antara lain Cetak Kalender PKK Tahun 2026 dengan biaya sebesar Rp. 50.000,- , Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa terutama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak berbagi dan bersedekah karena pahala dilipatgandakan. Untuk itu, kegiatan di bulan Ramadhan Tahun 2026 akan diadakan berbagi nasi bungkus sebanyak 200/hari.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Ny. Hj. Anis Kartikawati beserta Bu Cana Antyanta Dias, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Bu Puji Dariani. Kehadiran para pimpinan organisasi perempuan ini menjadi bentuk dukungan dan motivasi dalam memperkuat peran Dharma Wanita dan TP PKK di tingkat kecamatan.
Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Sukodadi dilaksanakan secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula sambutan dan arahan yang menekankan pentingnya sinergi, komitmen, serta peran aktif organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Kegiatan ditutup dengan doa dan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kebersamaan antar pengurus.
Program: Rapat Pelaksana: BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH |
| 155 | 09-01-2026 | Pada hari Jumat, tanggal 9 Januari 2026.
Pukul : 08.00 WIB s.d. 12.00 WIB.
Bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Acara : Rapat Pleno TP. PKK Kabupaten Lamongan.
Rapat dihadiri oleh seluruh kepala dan perwakilan anggota Dharma Wanita OPD dan Kecamatan sebanyak kurang lebih 100 orang. Rapat Pleno dipimpin oleh Ibu Anis Kartikawati Yuhronur Efendi. Pembahasan Rapat :
1. Cetak Kalender PKK Tahun 2026 dengan biaya sebesar Rp. 50.000,-.
2. Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa terutama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak berbagi dan bersedekah karena pahala dilipatgandakan. Untuk itu, kegiatan di bulan Ramadhan Tahun 2026 yaitu untuk membagikan nasi bungkus kepada yang membutuhkan beserta pembagian bantuan sandang yang dilakukan oleh kecamatan Sukorame dan bekerjasama dengan Dinas Sosial sebanyak 40 Paket berupa tas sekolah dan alat ibadah.
3. Dinas Sosial juga akan mempersiapkan sembako sebanyak 625 paket kepada yang membutuhkan sesuai data yang dimiliki.
4. Melakukan pembinaan posyandu di setiap Kecamatan se-Kabupaten Lamongan. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah fasilitas kesehatan berbasis masyarakat untuk menyediakan pelayanan kesehatan dasar gratis atau terjangkau bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, bayi, anak sekolah, remaja hingga lansia dengan fokus utama pencegahan masalah kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, gizi, KB, dan deteksi penyakit dini serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam kesehatan.
5. Persiapan Rakerda (Rapat Kerja Daerah) Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan mulai minggu depan. Langkah awal dengan memiliki dan mempelajari 3 buku panduan yang telah disiapkan. Sedangkan untuk ibu Camat agar mulai membuat dan menyetorkan lokasi dan tujuan kegiatan masing-masing kecamatan. Rakerda dilakukan untuk mengevaluasi program kerja tahunan, merumuskan prioritas, dan mensinergikan kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, serta sosial budaya sesuai dengan arahan guna meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarga PNS serta masyarakat luas.
6. HUT PWI (Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia) yang diperingati bersama dengan Hari Pers Nasional merupakan momen penting untuk refleksi dan solidaritas insan pers di Indonesia.Tujuan HUT PWI dan Hari Pers adalah sebagai penghormatan terhadap sejarah perjuangan pers Indonesia sejak masa kemerdekaan terutama peran pentingnya sebagai pilar demokrasi, untuk memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara wartawan dari berbagai media, untuk meningkatkan kualitas jurnalistik, profesionalisme, dan kepatuhan kepada kode etik, juga untuk mempererat hubungan pers dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan bangsa dan negara. Dalam rangka HUT PWI dan Hari Pers tersebut pada tanggal 1 bulan Februari Tahun 2026, akan dilaksanakan Senam Kreasi bertempat di GOR Lamongan. Senam Kreasi menggunakan lagu Tabola Bale dengan menggabungkan gerakan senam aerobik yang energik dengan unsur tari tradisional dan budaya Indonesia. Manfaat Senam Kreasi adalah meningkatkan kebugaran jasmani (daya tahan, kelenturan, kesimbangan, kekuatan otot), mengurangi stress, dan mempererat silaturahmi. Untuk kegiatan senam kreasi yang akan dilaksanakan pada bulan Februari, setiap kecamatan wajib mengirim 1-2 regu yang terdiri dari 5 orang di setiap regunya. Grup-grup senam yang ada di desa-desa bisa mengikuti kegiatan tersebut. Program: Penyampaian Informasi Pelaksana: BADAN PENDAPATAN DAERAH |
| 156 | 09-01-2026 | CATATAN ANJANGSANA DAN KEPEDULIAN SOSIAL SRIKANDI DWP DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN
Laporan Dokumentasi Kegiatan Sosial Organisasi Hari/Tanggal: Jumat, 9 Januari 2026 Lokasi: Kediaman Anggota DWP yang Sakit & Kediaman Ny. Bagus Pimpinan Kegiatan : Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin (Ketua DWP Dinas Pendidikan Kab. Lamongan)
I. Pendahuluan: Lebih dari Sekadar Organisasi, Kita Adalah Keluarga
Setelah mengawali tahun 2026 dengan perancangan program kerja yang matang dalam Rapat Pleno pada 6 Januari dan mengasah kemandirian ekonomi melalui lokakarya keterampilan praktis pada 8 Januari, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan kembali membuktikan jati dirinya sebagai organisasi yang memiliki "nurani".
Di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin, DWP tidak hanya bergerak di ranah administratif dan edukasi, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang paling mendasar: empati. Pada Jumat, 9 Januari 2026, rombongan pengurus melaksanakan agenda Anjangsana yang penuh khidmat sebagai bentuk nyata bahwa setiap anggota adalah bagian tak terpisahkan dari satu tubuh keluarga besar Srikandi Pendidikan Lamongan.
II. Membasuh Luka dengan Kehadiran: Tilik Anggota yang Sakit
Agenda pertama dalam perjalanan kasih ini adalah mengunjungi anggota keluarga besar DWP yang sedang diuji dengan cobaan kesehatan. Bagi Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin, kehadiran fisik pimpinan dan rekan-rekan pengurus merupakan "obat" psikologis yang tak ternilai harganya.
Kehangatan dalam Kesederhanaan: Rombongan diterima dengan penuh rasa syukur di kediaman anggota.
Duduk Sama Rendah: Tradisi lesehan tetap dijaga sebagai simbol kesetaraan dan keakraban, di mana Ibu Ketua berdialog langsung dengan hati yang tulus.
Doa dan Dukungan: Kehadiran ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi diisi dengan doa bersama demi kesembuhan dan penguatan mental bagi anggota yang sedang sakit agar dapat kembali beraktivitas di tengah keluarga dan organisasi.
III. Mengulurkan Tangan dalam Duka: Takziah ke Kediaman Ny. Bagus
Langkah rombongan kemudian berlanjut menuju kediaman Ny. Bagus untuk melaksanakan takziah. Momen ini menjadi saat yang paling hening dan reflektif bagi seluruh pengurus DWP Dinas Pendidikan.
Simbol Solidaritas: Takziah ini merupakan wujud penghormatan terakhir dan bentuk solidaritas organisasi terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Kekuatan dalam Kehadiran: Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin memimpin rombongan dengan penuh kesantunan, memberikan kekuatan moril bagi keluarga almarhumah.
Suasana Khidmat: Para pengurus duduk bersama dalam suasana yang tenang dan penuh doa, mencerminkan wajah DWP Lamongan yang religius dan santun.
IV. Filosofi Anjangsana: Memperkokoh Fondasi Organisasi
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini memiliki nilai filosofis yang sangat dalam bagi perjalanan DWP Dinas Pendidikan di tahun 2026:
Pilar Kekuatan Emosional: Program kerja yang hebat tidak akan berarti tanpa ikatan emosional yang kuat antar anggotanya. Anjangsana adalah perekat ikatan tersebut.
Keteladanan Pimpinan: Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin menunjukkan bahwa kepemimpinan yang paling efektif adalah kepemimpinan yang melayani dan hadir di saat suka maupun duka.
Keseimbangan Peran: Srikandi Pendidikan Lamongan membuktikan mampu bertransformasi dari sosok perencana yang tangguh di meja rapat, menjadi sosok kreatif di dapur inovasi, dan menjadi sosok penuh kasih dalam aksi sosial.
V. Penutup: Melangkah Tegap dengan Hati yang Lembut
Laporan kegiatan Anjangsana ini menutup rangkaian agenda pembuka tahun 2026 dengan sebuah pesan kuat: bahwa DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan adalah organisasi yang dinamis namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal dan kepedulian sesama.
Dengan sinergi antara ketertiban program dan ketulusan hati, seluruh pengurus berkomitmen untuk terus menjadikan organisasi ini sebagai rumah yang nyaman, sehat, dan menginspirasi bagi seluruh srikandi pendidikan di seluruh penjuru Kabupaten Lamongan.
"Bukan seberapa besar program yang kita rencanakan, tapi seberapa dalam kasih yang kita berikan untuk sesama."
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 157 | 09-01-2026 | MERAWAT UKHUWAH DI PESISIR UTARA : SILATURAHMI KEKELUARGAAN DWP DINAS PENDIDIKAN KE KEDIAMAN KEPALA SMPN 2 PACIRAN
Laporan Perjalanan Spiritual dan Anjangsana Tanggal: Jumat, 9 Januari 2026 Lokasi: Kediaman Ibu Hj. Zulaikha (Kepala SMPN 2 Paciran), Kabupaten Lamongan Pimpinan Rombongan: Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin (Ketua DWP Dinas Pendidikan Kab. Lamongan)
I. Mengawali Tahun dengan Jejak Keberkahan
Mengawali pekan kedua di bulan Januari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan melaksanakan agenda yang menyentuh sisi kemanusiaan dan spiritualitas. Di bawah arahan Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin, rombongan DWP melakukan perjalanan anjangsana ke wilayah pesisir utara Lamongan.
Kunjungan kali ini memiliki makna yang sangat mendalam karena ditujukan ke kediaman Ibu Hj. Zulaikha, sosok perempuan tangguh yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 2 Paciran. Agenda utamanya adalah Tilik Umroh, sebuah tradisi luhur masyarakat Lamongan untuk menyambung doa dan rasa syukur atas kembalinya rekan sejawat dari perjalanan ibadah di Tanah Suci Baitullah.
II. Sinergi Kepemimpinan dan Spiritualitas
Bagi keluarga besar DWP Dinas Pendidikan, kunjungan ke rumah Ibu Kepala SMPN 2 Paciran ini bukan sekadar pertemuan formal organisasi. Ada nilai filosofis yang ingin diangkat:
Penghormatan terhadap Nakhoda Pendidikan: Ibu Hj. Zulaikha adalah teladan srikandi pendidikan yang mampu menyeimbangkan peran sebagai pemimpin di sekolah (Kepala Sekolah) dengan kewajiban spiritualnya.
Menjemput Berkah (Tabarruk): Kehadiran Ibu Ketua dan pengurus DWP di kediaman beliau adalah upaya untuk "ngalap berkah"—merasakan getaran positif dan doa-doa murni yang dibawa dari Tanah Suci, demi keselamatan dan kelancaran tugas seluruh anggota DWP.
Penguatan Solidaritas: Mempertegas bahwa kepedulian organisasi tidak hanya terbatas di meja rapat, tetapi merasuk hingga ke ruang-ruang pribadi anggota, menciptakan ikatan batin yang tak terpisahkan.
III. Harmoni Lesehan di Paciran
Setibanya di kediaman, rombongan disambut dengan keramahan luar biasa dari keluarga besar Ibu Hj. Zulaikha. Atmosfer pesisir yang terbuka dan hangat tercermin dalam suasana pertemuan:
Keakraban dalam Kesederhanaan: Pertemuan dilaksanakan dengan konsep lesehan. Duduk sama rendah di atas permadani menciptakan suasana yang inklusif, di mana tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota. Semuanya menyatu dalam rasa kekeluargaan yang tulus.
Dialog Hati ke Hati: Di sela-sela hidangan khas dan oleh-oleh dari Tanah Suci, terjadi diskusi ringan mengenai tantangan mendidik generasi muda di wilayah pesisir. Ibu Ketua memberikan perhatian khusus pada bagaimana seorang ibu sekaligus Kepala Sekolah mengelola manajemen hati di tengah kesibukan profesi.
Sajian Penuh Kasih: Jamuan yang dihidangkan oleh tuan rumah menjadi simbol "Sedekah Rasa", mempererat jalinan komunikasi yang lebih santai namun tetap bermakna.
Keutamaan umrah dalam Islam sangat besar, mencakup penghapusan dosa, menghilangkan kefakiran, pahala berlipat ganda (terutama di Ramadan), menjadi tamu Allah dengan doa yang diijabah, jihad bagi wanita dan orang lemah, memperkokoh keimanan, serta mendekatkan diri kepada Allah, dengan pahala setara haji mabrur jika dilakukan di bulan Ramadan.
Keutamaan Utama Umrah
Menghapus Dosa & Kefakiran: Umrah dapat menghapus dosa-dosa di antara dua umrah dan menghilangkan kemiskinan, seperti karat yang hilang dari besi.
Menjadi Tamu Allah: Pelaksana umrah adalah tamu Allah; doa mereka dikabulkan dan ampunan diberikan.
Pahala Berlipat Ganda: Salat di Masjidil Haram (Mekah) dan Masjid Nabawi (Madinah) dilipatgandakan pahalanya.
Jihad bagi Wanita & Orang Lemah: Rasulullah SAW menyebut umrah sebagai jihad bagi wanita dan kaum yang lemah.
Setara Haji di Bulan Ramadan: Umrah di bulan Ramadan pahalanya setara dengan haji.
Manfaat Spiritual & Sosial
Pembersihan Jiwa: Membersihkan hati dari dosa dan menumbuhkan ketenangan batin.
Ketaatan & Keikhlasan: Bentuk ketaatan sempurna kepada Allah, menumbuhkan rasa tunduk dan cinta kepada-Nya.
Memperkokoh Ukhuwah: Mempererat persaudaraan dan kesetaraan sesama muslim dari seluruh dunia.
Pahala Spesifik
Doa Diijabah: Saat menjadi tamu Allah, doa dan permohonan ampunan mereka dikabulkan.
Thawaf & Sai: Setiap putaran thawaf dan langkah sai memiliki keutamaan menghapus dosa dan meninggikan derajat.
IV. Pesan Ketua DWP: Membangun Karakter dari Keteladanan
Dalam sambutannya yang inspiratif, Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin menyampaikan pesan penting. Beliau menekankan bahwa sosok Ibu Kepala Sekolah seperti Ibu Hj. Zulaikha adalah contoh nyata bahwa keberhasilan dalam karir harus berjalan beriringan dengan kedalaman spiritual.
"Kehadiran kita hari ini untuk mendoakan agar ibadah Umroh Ibu Hj. Zulaikha membawa keberkahan bagi kita semua. Sebagai istri ASN dan penggerak pendidikan, kita harus meneladani keteguhan hati beliau. Organisasi kita kuat karena doa-doa yang terjalin dalam setiap anjangsana seperti ini," tutur Ibu Ketua.
V. Pulang Membawa Semangat Baru
Perjalanan anjangsana ke SMPN 2 Paciran ini ditutup dengan sesi doa bersama dan foto kekeluargaan yang penuh ceria. Setiap pengurus DWP yang hadir pulang dengan perasaan yang lebih segar dan terinspirasi.
Kunjungan ini membuktikan bahwa DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan adalah organisasi yang mengedepankan kearifan lokal dan kasih sayang. Silaturahmi ini menjadi fondasi yang kokoh untuk melangkah di tahun 2026, memastikan bahwa setiap srikandi pendidikan di Lamongan tetap solid, sehat secara spiritual, dan berdedikasi penuh bagi keluarga serta nusa bangsa.
"Srikandi Pendidikan Lamongan: Anggun dalam Tradisi, Teguh dalam Iman, Hebat dalam Pengabdian."
Dokumentasi Terlampir:
Potret kebersamaan DWP dan Ibu Kepala SMPN 2 Paciran.
Suasana hangat doa bersama di kediaman Ibu Hj. Zulaikha.
Kebersamaan anggota dalam tradisi lesehan khas pesisir utara.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 158 | 09-01-2026 | LAPORAN INOVASI KREATIF KETAHANAN PANGAN DAN KESEHATAN KELUARGA
"MAGIS HIJAU DARI TANGAN SRIKANDI: WORKSHOP PEMBUATAN CINCAU ALAMI SEBAGAI SIMBOL KEMANDIRIAN EKONOMI DWP KORWIL DINAS PENDIDIKAN LAMONGAN"
Waktu Pelaksanaan: Kamis, 8 Januari 2026
Tempat: Aula Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
Penyelenggara: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Korwil Dinas Pendidikan se-Kabupaten Lamongan
Pimpinan: Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin
I. PENDAHULUAN: MEMULAI 2026 DENGAN KARYA NYATA
Mengawali lembaran baru di tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan tidak hanya fokus pada penguatan administratif dan program kerja organisasi. Di bawah arahan Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin, para anggota Korwil se-Kabupaten Lamongan didorong untuk memiliki keterampilan praktis yang bernilai kesehatan dan ekonomi tinggi.
Salah satu agenda unggulan dalam rapat pleno perdana ini adalah workshop pembuatan Cincau Hijau Alami. Kegiatan ini dipilih karena relevansinya dengan gaya hidup sehat dan potensi pemberdayaan ekonomi kreatif bagi ibu-ibu pengurus di tingkat kecamatan.
II. MENGENAL CINCAU: SANG PENDINGIN ALAMI
Cincau bukan sekadar bahan pelengkap minuman es. Secara etimologi, kata "cincau" berasal dari dialek Hokkien xiancao yang merujuk pada tanaman merambat. Di Indonesia, khususnya dalam praktik DWP Korwil kali ini, jenis yang diangkat adalah Cincau Hijau (Cyclea barbata).
Berbeda dengan cincau hitam yang melalui proses perebusan, cincau hijau diproses secara dingin, sehingga kandungan klorofil dan nutrisinya tetap terjaga utuh. Cincau hijau dikenal sebagai sumber serat yang luar biasa dan memiliki sifat mendinginkan tubuh (antipiretik).
III. TAHAPAN PEMBUATAN CINCAU HIJAU: SENI EKSTRAKSI TRADISIONAL
Dalam sesi praktik yang dipimpin oleh tim kreatif Korwil, proses pembuatan dilakukan dengan metode yang higienis namun tetap mempertahankan keaslian cara tradisional. Berikut adalah rincian tahapannya:
1. Pemilihan dan Persiapan Bahan
Daun Cincau Hijau: Menggunakan daun yang sudah tua namun masih segar (berwarna hijau pekat) karena memiliki kandungan gel (pektin) yang lebih kuat.
Air Matang: Menggunakan air minum berkualitas dengan suhu ruang.
Alat: Wadah bersih, saringan halus, dan cetakan.
2. Pencucian dan Sterilisasi
Daun dicuci bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan debu dan kotoran.
Daun kemudian dibilas dengan air matang agar proses ekstraksi benar-benar higienis.
3. Proses Penumbukan/Peremasan (Ekstraksi)
Daun cincau dimasukkan ke dalam wadah berisi air (perbandingan ideal biasanya 1 liter air untuk 40-50 lembar daun).
Ibu-ibu Korwil mempraktikkan cara meremas daun secara perlahan hingga warna air berubah menjadi hijau tua dan tekstur air mulai mengental/lendir keluar secara maksimal.
4. Penyaringan
Setelah sari cincau keluar seluruhnya, cairan disaring menggunakan kain halus atau saringan rapat untuk memisahkan ampas daun.
Proses ini harus dilakukan dengan cepat sebelum cairan mulai mengental di wadah penampung.
5. Masa Gelasi (Pembentukan Gel)
Cairan yang telah disaring didiamkan dalam wadah tertutup selama 1-2 jam di suhu ruang atau di dalam lemari es.
Hasil akhirnya adalah tekstur kenyal seperti jelly yang padat namun lembut di lidah.
IV. FILOSOFI DAN MANFAAT: LEBIH DARI SEKADAR MINUMAN
Workshop ini menekankan bahwa cincau hijau adalah "Superfood" lokal. Ibu-ibu DWP diedukasi mengenai manfaat kesehatan cincau, antara lain:
Kesehatan Pencernaan: Kandungan serat tinggi membantu melancarkan BAB dan mencegah panas dalam.
Antioksidan: Klorofil pada cincau hijau bertindak sebagai penangkal radikal bebas.
Ekonomi Kreatif: Hasil karya ini dapat diolah menjadi berbagai menu minuman kekinian (Es Cincau Susu, Smoothies Cincau) yang memiliki nilai jual, sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi DWP di tahun 2026.
V. PENUTUP: HARMONI DALAM SETIAP TETESAN SARI HIJAU
Kegiatan pembuatan cincau ini menutup rangkaian pertemuan Korwil dengan rasa optimisme yang segar. Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin mengapresiasi kreativitas ibu-ibu Korwil yang mampu mengubah tanaman liar menjadi produk bernilai tinggi.
Dengan berakhirnya workshop ini, diharapkan setiap anggota DWP Dinas Pendidikan Lamongan dapat menjadi pelopor kesehatan di keluarga masing-masing dan mampu melihat peluang bisnis mikro berbasis bahan alami. Prestasi sebagai Juara I e-Reporting 2025 kini diperkuat dengan keahlian nyata dalam mengelola potensi pangan lokal.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| 159 | 06-01-2026 | Pertemuan DWP Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan membahas program kerja 2026., rapat dipimpin dan dibuka ibu ketua DWP ibu hj. Anik Setyawati sodhikin
I. Pendahuluan: Semangat Baru di Tahun Perubahan
Membuka lembaran kalender tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan tidak membuang waktu untuk segera merapatkan barisan. Pertemuan Korwil se-Kabupaten Lamongan ini menjadi simfoni pembuka yang megah, menandai dimulainya babak baru pengabdian para istri ASN dan karyawati di lingkungan pendidikan.
Suasana rapat pleno perdana ini tampak penuh semangat dengan kehadiran para anggota yang mengenakan seragam batik merah bermotif bunga yang elegan. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah manifestasi komitmen untuk meneruskan estafet prestasi yang telah diukir dengan tinta emas pada tahun sebelumnya.
II. Refleksi Prestasi: Menjaga Mahkota Juara
Sebelum melangkah ke program kerja 2026, Ibu Ketua DWP, Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian monumental di akhir tahun 2025. DWP Dinas Pendidikan Kab. Lamongan telah membuktikan taringnya dengan meraih Juara I Tingkat DWP Perangkat Daerah dalam Pelaporan Pelaksanaan Program Kerja melalui e-Reporting DWP Tahun 2025.
Pencapaian ini menjadi batu pijakan utama dalam rapat pleno kali ini. Ibu Ketua menekankan bahwa mempertahankan gelar juara jauh lebih sulit daripada meraihnya, sehingga kedisiplinan administrasi digital harus tetap menjadi prioritas dalam rencana kerja tahun 2026.
III. Penjabaran Program Kerja 2026: Sinergi dan Inovasi
Dalam rapat yang dipimpin langsung secara lugas dan inspiratif, Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin membedah peta jalan (roadmap) organisasi untuk satu tahun ke depan. Beberapa poin krusial program kerja 2026 yang dibahas meliputi:
Penguatan Literasi Digital Organisasi: Melanjutkan kesuksesan e-reporting dengan meningkatkan kapasitas anggota dalam penggunaan teknologi informasi untuk pelaporan yang lebih transparan dan akuntabel.
Harmonisasi Seni dan Budaya: Terinspirasi dari penampilan Paduan Suara yang memukau pada peringatan HUT DWP ke-26, program latihan rutin dan partisipasi dalam ajang seni akan terus ditingkatkan sebagai wadah ekspresi dan kekompakan anggota.
Edukasi Kesehatan Berkelanjutan: Mengingat pentingnya materi dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pada pertemuan sebelumnya, program kerja 2026 akan mencakup sosialisasi kesehatan preventif secara berkala bagi ibu-ibu di tingkat Korwil.
Pelestarian Identitas Bangsa: Menjaga marwah budaya melalui kegiatan berbusana kebaya yang telah menjadi bagian dari identitas anggun DWP Disdik Lamongan.
IV. Arahan Ibu Ketua: Peran Ibu sebagai Penggerak Peradaban
Dalam pidato pembukaannya, Ibu Hj. Anik Setyawati Shodikin kembali mengingatkan pesan mendalam mengenai peran sentral seorang ibu. Beliau menegaskan bahwa program kerja 2026 tidak boleh hanya menjadi catatan di atas kertas, tetapi harus menyentuh akar rumput, baik di dalam rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat.
"Kita memulai tahun 2026 dengan satu keyakinan: bahwa organisasi ini adalah rumah besar tempat kita bertumbuh. Program kerja kita adalah cara kita mencintai keluarga dan membangun Lamongan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan perempuan," tegas beliau di depan seluruh peserta rapat pleno.
Peran ibu sebagai penggerak peradaban sangat fundamental karena ia adalah pendidik utama (madrasah pertama) yang menanamkan iman, adab, dan ilmu, membentuk karakter generasi penerus yang berkualitas untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negara, menjadikannya pilar strategis yang memengaruhi kemajuan peradaban melalui keteladanan, ketangguhan, serta kemampuan mengadaptasi perubahan zaman di ranah domestik dan publik.
Fungsi Utama Ibu sebagai Penggerak Peradaban
Pendidik Karakter : Menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan akhlak mulia sejak dini, membentuk individu yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Pilar Iman dan Adab: Menjadi benteng pertama dalam membimbing anak-anak agar memahami dan mengamalkan standar kehidupan Islami, menjauhkan dari kemaksiatan.
Pengembang Ilmu : Mendukung dan memfasilitasi pendidikan anak, bahkan mendorongnya untuk menuntut ilmu setinggi mungkin, seperti kisah ilmuwan Muslim yang didukung ibunya.
Teladan dan Inspirasi : Memberikan contoh nyata dalam kebaikan, ketakwaan, dan kesungguhan, yang lebih mudah ditiru anak-anak daripada sekadar nasihat.
Penggerak Ekonomi dan Sosial: Selain di rumah, ibu modern juga berperan dalam profesi dan usaha, berkontribusi langsung pada kemajuan bangsa, dan menjadi agen perubahan sosial, demikian dikutip dari ANTARA News.
Tanggung Jawab Ibu di Era Modern
Adaptif dan Berilmu: Harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, mengimbangi pengaruh teknologi dan lingkungan agar tetap relevan sebagai mentor bagi anak-anak, seperti yang disebutkan di suaraaisyiyah.id.
Manajemen Waktu: Mampu menyeimbangkan peran di rumah tangga dengan kegiatan di ranah publik, tanpa mengabaikan kepentingan keluarga, seperti yang dijelaskan dalam uin-malang.ac.id.
Kesimpulan
Ibu adalah "tiang negara", karena dari rahim dan asuhannya lahir pemimpin, ilmuwan, dan generasi penerus bangsa; peran ibu yang sadar dan terdidik adalah fondasi penting yang menentukan arah peradaban suatu bangsa
V. Penutup: Melangkah Tegap Menuju Lamongan Megilan
Rapat pleno perdana ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antar Korwil, di mana gagasan-gagasan segar mulai bermunculan untuk memperkaya program kerja 2026. Kehangatan dan profesionalisme yang terpancar dari pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan siap menghadapi tantangan tahun 2026 dengan kepala tegak.
Dengan sinergi yang kuat antara kepemimpinan yang bervisi dan anggota yang militan, DWP Dinas Pendidikan Lamongan optimis akan terus menjadi pelopor organisasi wanita yang modern, sehat, dan berprestasi di Kabupaten Lamongan.
Program: Rapat Pelaksana: DINAS PENDIDIKAN |
| BIDANG : PENDIDIKAN | ||
| 160 | 06-04-2026 | Kegiatan pertemuan rutin sekaligus halal bihalal Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026, pukul 08.00–12.00 WIB di Aula Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota sebagai wadah silaturahmi, pembinaan, serta penguatan peran perempuan dalam mendukung tugas suami dan pembangunan daerah.
Kegiatan diawali dengan tausiah agama bertema “Jalan Perempuan Menuju Surga” yang menekankan empat hal utama, yaitu melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa penuh di bulan Ramadan, menjaga kehormatan diri, dan taat kepada suami. Tausiah ini menjadi pengingat penting akan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, disampaikan juga laporan dari masing-masing bidang, meliputi bidang sekretariat, pendidikan, ekonomi, sosial, dan bendahara umum. Laporan tersebut memuat perkembangan dan capaian program kerja sebagai bahan evaluasi dan refleksi untuk memperkuat arah kebijakan organisasi ke depan. Setelah itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan memberikan sambutan yang menekankan pentingnya kebersamaan, komitmen, dan peran aktif anggota dalam mendukung tugas suami serta pembangunan daerah. Sebagai penutup, kegiatan halal bihalal dilaksanakan dengan penuh kehangatan melalui tradisi saling bersalaman untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Momentum ini tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkokoh solidaritas dan kebersamaan dalam organisasi.
Momentum ini tidak hanya memperkuat ukhuwah islamiyah, tetapi juga menjadi sarana memperkokoh solidaritas dan kebersamaan dalam lingkup organisasi. Bagi publik, kegiatan ini mencerminkan peran nyata Dharmawanita Persatuan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keteladanan perempuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis, berdaya, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, kegiatan pertemuan rutin sekaligus halal bihalal ini tidak hanya menjadi agenda internal, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Lamongan. Program: Ceramah/Seminar Pelaksana: DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN |
| 161 | 16-03-2026 | Keutamaan puasa merupakan tema pada pengajian mingguan yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan pada minggu keempat bulan Ramadhan dengan menghadirkan Bapak Adullah Ubaid, di Musolah Baiturrahman DKPP (13/3).
Diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Bapak Dr. Mugito. Bapak Kadis dalam sambutannya menyampaikan “Kegiatan pengajian seperti ini sangat bagus, karena dapat menjadi penyegaran rohani pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan”. Sementara itu Ustad yang biasa disapa pak Ubaid mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, menjelaskan Keutamaan berpuasa, beliau menuturkan bahwa orang-orang yang menghadiri mejelis ilmu/menuntut ilmu dan keutamaan puasaakan dimudahkan jalannya menuju surga.
"Orang yang keluar dari rumahnya menuju masjid untuk menuntut ilmu syar’i, maka ia sedang menempuh jalan menuntut ilmu."
Padahal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
"Selain itu orang yang menuntut ilmu/menghadiri majelis ilmu akan mendapatkan ketenangan, rahmat dan dimuliakan para Malaikat", tutur bapak Ubaid yang asli Lamongan ini.
"Orang yang mempelajari Al Qur’an di masjid disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapat ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari Malaikat." Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).
“Sesuai dengan HR. At Tirmidzi, menghadiri majelis seperti di Din. KPP adalah salah satu jalan menuju surge, apa surga itu?” tutur Ustad yang sekarang tinggal di Sarirejo. Dalam Islam, terdapat surga dan neraka yang di mana surga merupakan tempat untuk orang-orang yang beriman. Sedangkan neraka untuk orang-orang yang sering melakukan kesalahan di dunia. Oleh karena itu, sudah ada Ayat Al-Quran tentang surga dan neraka. “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih hingga ususnya terpotong-potong?” (QS Muhammad: 15).
Sifat-sifat surga yang dijelaskan dalam ayat (QS Muhammad: 15) di antaranya,
pertama di dalamnya mengalir sungai yang banyak dan setiap sungai mempunyai air yang berbagai macam jenis dan rasanya, serta enak diminum oleh para penghuni surga.
Di antara jenis air itu, ada yang airnya jernih lagi bersih, tidak dikotori oleh suatu apapun. Oleh karena itu, tidak akan berubah rasa, warna, dan baunya. Ada sungai yang mengalirkan air susu yang baik diminum. Susu itu tetap baik dan enak, tidak akan berubah rasanya karena rusak atau busuk.
Ada sungai yang mengalirkan khamar yang enak diminum, menyehatkan, dan menyegarkan tubuh dan perasaan peminumnya. Tidak seperti khamar di dunia. Sekalipun enak diminum oleh pecandunya, tetapi dapat merusak tubuh, akal, dan pikiran.
Oleh karena itu, khamar di surga halal diminum, sedangkan khamar di dunia haram. Ada sungai yang mengalirkan madu yang bersih, seperti madu yang telah disaring, enak, dan menyehatkan badan peminumnya.
Kedua, di dalam surga terdapat buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya, berbeda warna, bentuk, dan rasanya. Semuanya merupakan makanan yang enak bagi setiap penghuni surga.
Ketiga, penduduk surga itu adalah orang-orang bersih dari segala noda dan dosa, karena mereka itu telah diampuni Allah Tuhan Yang Maha Penyayang, Pelindung mereka.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan sebagai bagian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berperan aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh kantor yang bertempat di jalan raya sudirman, kali ini anggota Dharma Wanita Persatuan DKPP yang bertugas hadir dalam pengajian jumat kedua dibulan Ramadhan adalah Ketua DWP DKPP Ny. Ritta Hilalliyah Mugito, Ny. Elly Bakhrudin Z (Wakil Ketua), Iffah (BPP Deket) beserta staf BPP dan Ny. Nisa coordinator Karangbinangun. Pengajian yang di mulai pukul 16.00 sampai selesai berjalan dengan lancar dan khidmat.
Program: Ceramah/Seminar Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 162 | 07-02-2026 | Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan menyelengarakan :
Bidang : Pendidikan Sub Bidang : Pendidikan Non Formal/ Informal Program Kerja: Pelatihan/Kursus Keterangan Program : Susunan Acara : TUJUAN : Untuk menambah wawasan dan pengetahuan anggota, Mempelajari sejarah teh, jenis-jenis tanaman teh, serta cara pemetikan yang benar secara teknis serta Pembelajaran lapangan (outing class) yang menambah literasi anggota mengenai kekayaan alam dan proses produksi dari hulu ke hilir. I. Uraian Program
Setibanya di Kebun Teh Wonosari, rombongan Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan disambut oleh hamparan hijau perkebunan teh yang tertata rapi di lereng Gunung Arjuno. Udara sejuk dan kabut tipis memberikan suasana yang kontras dengan rutinitas harian di Lamongan, menciptakan ruang yang ideal untuk penyegaran pikiran dan raga (refreshing). Disambut dengan hangat oleh Tim Pemandu dari Kebun Wonosari diwakili oleh Ibu Fia, beliau memberikan penjelasan dengan menampilkan profil singkat Kebun Teh Wonosari. Identitas & Sejarah Visi & Misi Komoditas Utama II. Inti Kegiatan: Pengalaman Petik Teh
Puncak dari kegiatan ini adalah sesi Wisata Petik Teh. Dalam agenda ini, para anggota tidak hanya sekadar melihat pemandangan, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas edukatif, antara lain: III. Nilai Filosofis Kegiatan
Kegiatan memetik teh ini dipilih bukan tanpa alasan. Ada filosofi yang dapat diambil oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan, yaitu: Dari Kebun Menuju Cangkir ; IV. Dokumentasi dan Kebersamaan V. Kesimpulan Laporan dibuat oleh Ny. Meiyana Orbayanti Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. |
| 163 | 30-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Tlogosadang yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 30 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Tlogosadang, dengan peserta 55 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Tlogosadang. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Tlogosadang, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Tlogosadang, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah dan Demo Pijat bayi batuk pilek. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Pijat bayi merupakan salah satu metode alami yang aman dan bermanfaat untuk membantu meredakan keluhan batuk dan pilek pada bayi. Saat bayi mengalami batuk pilek, saluran pernapasan biasanya dipenuhi lendir sehingga membuat bayi tidak nyaman, rewel, dan sulit tidur. Dengan pijatan yang lembut dan teratur, sirkulasi darah menjadi lebih lancar, otot-otot bayi menjadi rileks, serta membantu mengencerkan lendir di saluran pernapasan. Pijat batuk pilek pada bayi dilakukan dengan gerakan halus menggunakan minyak khusus bayi atau minyak alami seperti minyak kelapa. Pijatan dimulai dari area dada dengan gerakan memutar lembut, kemudian dilanjutkan ke punggung, leher, dan telapak kaki. Pada bagian dada dan punggung, pijatan membantu melegakan pernapasan, sedangkan pijatan pada telapak kaki dipercaya dapat merangsang titik refleksi yang berhubungan dengan paru-paru dan sistem pernapasan. Selain membantu meredakan batuk dan pilek, pijat bayi juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan bayi. Sentuhan penuh kasih sayang membuat bayi merasa aman dan nyaman, sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur dan daya tahan tubuhnya. Pijat sebaiknya dilakukan saat bayi dalam kondisi tenang, tidak lapar, dan tidak mengantuk, serta di ruangan yang hangat. Dengan melakukan pijat bayi secara rutin dan benar, diharapkan keluhan batuk pilek dapat berkurang secara alami. Namun, apabila batuk pilek disertai demam tinggi, sesak napas, atau tidak kunjung membaik, orang tua dianjurkan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Pelatihan/Kursus Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 164 | 30-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Sambeng yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 30 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Sambeng, dengan peserta 51 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Sambeng. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Sambeng, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Sambeng, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah dan Kreasi membuat kue yang cantik dan pengembangan potensi diri merangkai buket bunga, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Membuat kreasi kue yang cantik dimulai dari niat dan imajinasi. Setiap adonan yang dicampur bukan sekadar bahan, melainkan awal dari sebuah karya seni yang manis. Tepung, telur, gula, dan mentega diolah dengan penuh ketelatenan hingga menghasilkan adonan yang lembut dan siap dibentuk. Setelah kue matang dan dingin, proses menghias menjadi momen paling menyenangkan. Krim dioleskan perlahan hingga permukaan kue tampak halus dan rapi. Warna-warna lembut dipilih untuk memberikan kesan anggun, sementara hiasan seperti bunga dari buttercream, cokelat, buah segar, atau taburan sprinkles ditata dengan penuh kreativitas. Setiap detail diperhatikan agar kue terlihat harmonis dan menarik. Kreasi kue yang cantik bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan perasaan. Melalui bentuk, warna, dan hiasan, kue menjadi simbol kebahagiaan, kasih sayang, dan kehangatan. Dengan sentuhan kreativitas dan kesabaran, sebuah kue sederhana dapat berubah menjadi sajian istimewa yang siap memeriahkan momen berharga. Merangkai bucket bunga merupakan sebuah kreasi seni yang memadukan keindahan alam dengan sentuhan kreativitas manusia. Dalam setiap rangkaian, bunga-bunga dipilih dengan cermat berdasarkan warna, bentuk, dan makna, lalu disusun secara harmonis agar menghasilkan tampilan yang indah dan bernilai estetika tinggi. Proses merangkai bucket bunga dimulai dari penentuan tema, pemilihan bunga segar atau bunga artificial, hingga pengaturan komposisi yang seimbang. Kertas pembungkus, pita, dan aksesoris tambahan turut menjadi elemen penting yang memperkuat kesan elegan, ceria, atau romantis sesuai konsep yang diinginkan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengekspresikan imajinasi, ketelitian, dan rasa seni. Setiap bucket bunga yang dihasilkan bukan hanya sekadar rangkaian bunga, melainkan simbol perhatian, kasih sayang, dan keindahan yang dapat menyampaikan pesan tanpa kata. Kreasi merangkai bucket bunga juga melatih kesabaran, kerja sama, serta kemampuan menciptakan sesuatu yang bernilai dari bahan sederhana. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga memberikan pengalaman kreatif yang menyenangkan dan bermakna. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Pelatihan/Kursus Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 165 | 30-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan melaksanakan kegiatan sosialisasi edukatif mengenai cara membenarkan setrika yang rusak, khususnya terkait pergantian kabel setrika, pada Jumat, 30 Januari 2026 mulai pukul 08.30-selesai. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja Bidang Pendidikan ini diselenggarakan di Aula RSUD dr. Soegiri Lamongan dan diikuti oleh seluruh pengurus serta anggota Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan.
Kegiatan dibuka dalam rapat pleno oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan, Ny. Santi Abdur Rohman, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan keterampilan dasar perbaikan peralatan rumah tangga sebagai upaya meningkatkan kemandirian, efisiensi, serta pengelolaan rumah tangga yang lebih baik dalam kehidupan keluarga.
Sosialisasi disampaikan secara aplikatif melalui demonstrasi langsung oleh petugas Bidang IPS (Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana) RSUD dr. Soegiri Lamongan yang memiliki kompetensi dalam bidang perawatan dan perbaikan sarana prasarana. Materi yang disampaikan meliputi langkah-langkah keselamatan sebelum melakukan perbaikan, pengenalan komponen utama setrika, serta cara mengidentifikasi dan memperbaiki kerusakan ringan yang dapat dilakukan secara mandiri, khususnya pada bagian kabel setrika.
Untuk meningkatkan pemahaman peserta, demonstrasi dilakukan menggunakan alat peraga secara langsung. Ketua Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan turut mencoba proses perbaikan setrika yang rusak dengan pendampingan petugas IPS, sehingga menambah antusiasme dan memberikan contoh nyata kepada seluruh peserta.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan RSUD dr. Soegiri Lamongan memperoleh tambahan wawasan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mempererat kebersamaan dan meningkatkan peran aktif anggota dalam kegiatan organisasi yang edukatif dan bermanfaat. Program: Ceramah/Seminar Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 166 | 28-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan yang terdampak bencana banjir di wilayah Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Januari 2026, dengan menyasar sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di Kecamatan Glagah. Aksi sosial ini menjadi wujud nyata peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi anak-anak usia dini yang terdampak musibah.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Moh. Nalikan. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan moril sekaligus perhatian langsung kepada para pendidik, peserta didik, serta orang tua murid yang terdampak banjir. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan menyampaikan rasa empati dan harapan agar bantuan yang diberikan dapat meringankan beban serta membantu proses pemulihan kegiatan belajar mengajar.
Adapun bantuan disalurkan ke beberapa lembaga pendidikan, yaitu KB/TK Bunga Bangsa, KB/TK Pertiwi, dan KB/TK Tunas Luhur yang berada di Kecamatan Glagah. Lembaga-lembaga tersebut termasuk yang terdampak cukup signifikan akibat banjir, sehingga memerlukan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat menunjang kebutuhan dasar pendidikan dan mendukung aktivitas belajar anak-anak pascabanjir.
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya sebagai organisasi pendamping aparatur sipil negara, Dharma Wanita Persatuan juga berperan aktif dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial, khususnya dalam situasi darurat seperti bencana alam. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat rasa gotong royong di tengah masyarakat Kabupaten Lamongan.
Program: PAUD Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 167 | 15-01-2026 | Dalam kegiatan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Januari 2026 bertempat di balai Desa Maor Kecamatan Kembangbahu, Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu mengdakan Pelatihan untuk Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu. Narasumber Dra. Endang Estu Nastiti, M.Pd., menyampaikan pelatihan dengan tema “Pemberian Hak-hak Anak, keterampilan Pengasuhan dan Perlindungan Anak”. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan seluruh Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu lebih paham lagi bagaimana cara pengasuhan dan hak-hak anak itu sendiri. Dra. Endang Estu Nastiti, M.Pd. dalam pelatihannya menyampaikan bahwa Pola asuh atau pengasuhan (parenting) pada anak adalah pengetahuan dan keterampilan yang dapat dipelajari dan diajarkan. Karena itu, pengasuhan tidak hanya menjadi pengetahuan dan keterampilan orang tua atau pengasuh, tetapi juga untuk semua individu dan kelompok yang berinteraksi dengan anak. Pengasuhan harus dipelajari oleh guru atau pendidik, pengasuh bayi dan anak, petugas di panti asuhan atau LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak), petugas pembimbing kemasyarakatan, petugas LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), petugas LPAS (Lembaga Penempatan Anak Sementara), polisi, jaksa, hakim, advokat, pekerja sosial, dan pendamping anak. Pengasuhan adalah aktivitas untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik, kecerdasan, emosional, spiritual, dan sosial. Karena itu, pengasuhan anak dapat dilakukan oleh siapa pun, tidak harus oleh ibu yang melahirkannya, dan tidak harus mempunyai hubungan biologis dengan anak. Tidak sedikit anak menjadi tangguh dan berhasil menjalani kehidupan yang rumit, karena bertemu dan diasuh oleh orang-orang yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengasuh anak, serta mempunyai dedikasi. Hak dan Perlindungan Anak Hak anak adalah hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi. Sedangkan perlindungan anak adalah kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 1 UU No. 35 tahun 2014). Pendekatan hak dan perlindungan anak menempatkan anak sebagai pemegang hak, dan orang dewasa bertanggung jawab dan berkewajiban dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Pendekatan tersebut mengubah pola pengasuhan dari praktik yang menggunakan cara-cara kekerasan menjadi pendekatan yang menempatkan anak sebagai manusia yang wajib dilindungi dari penggunaan kekerasan. Pengasuh dan siapa pun yang dekat dan berinteraksi dengan anak dilarang melakukan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, karena merupakan pelanggaran hukum atau tindak pidana. Penggunaan kekerasan sebagai cara mendidik atau mendisiplinkan anak, tidak menghasilkan anak-anak terdidik dan disiplin. Anak yang mengalami kekerasan hanya akan menjadi pelaku kekerasan dan mentransformasi kekerasan menjadi semakin canggih mengikuti kemajuan teknologi. Pola asuh atau pengasuhan menjadi tema yang semakin populer akhir-akhir ini, karena kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan salah terhadap anak, umumnya dilakukan oleh orang-orang yang dekat dengan anak: orang tua/keluarga dan pengasuh. Orang tua dan orang-orang di dalam keluarga adalah pelaku pertama kekerasan dan eksploitasi terhadap anak. Di antara kekerasan yang dilakukan oleh orang tua atau pengasuh terhadap anak adalah bentuk dari pola asuh atau pengasuhan yang diterapkan secara turun-temurun. Penggunaan kekerasan untuk mendisiplinkan anak atau menangani anak yang susah diatur masih dipegang oleh orang tua atau pengasuh, karena mereka tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk menangani anak-anak tersebut. Pengetahuan dan Keterampilan Pola Asuh Selama ini, pemenuhan hak dan perlindungan anak berkutat pada penanganan korban atau penanganan kasus. Tidak sedikit sumber daya dikerahkan untuk penanganan korban atau kasus, yang memang terus terjadi dan menunjukkan grafik peningkatan. Sementara orang-orang menjadi pelaku dari terjadinya berbagai kasus terhadap anak adalah orang tua, keluarga, pengasuh, dan orang-orang terdekat lainnya. Namun, pendekatan penanganan kasus dianggap sebagai pendekatan konvensional dan tradisional. Pasalnya, jika sumber daya hanya dikerahkan untuk kasus, maka kasus akan terus bermunculan, karena tidak ada upaya untuk menyumbat atau menghentikan faktor-faktor yang melahirkan kasus. Kasus yang bermunculan bukan karena tidak adanya upaya penanganan, tetapi karena rendahnya upaya untuk mencegah munculnya kasus. Salah satu faktor yang ditengarai berkontribusi pada tingginya angka kekerasan dan eksploitasi anak adalah, rendahnya pengetahuan dan keterampilan tentang pengasuhan yang dimiliki oleh orang tua, keluarga, dan pengasuh. Pola asuh atau pengasuhan adalah pengetahuan dan keterampilan yang terus berkembang mengikuti dinamika kehidupan manusia. Karena itu, pengasuhan harus dikembangkan, diajarkan, dan dilatihkan untuk menjadi pengetahuan di dalam masyarakat. Fasilitator Masyarakat Selama ini, pengetahuan tentang pengasuhan hanya terbatas pada tumbuh kembang anak. Materi dan pembelajaran mengenai tumbuh kembang anak pun lebih banyak menyangkut pemenuhan kebutuhan fisik-biologis. Pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak sangat penting, namun pendekatan pembelajaran yang menempatkan anak sebagai objek, tidak menjadikan anak sebagai manusia otonom yang berhak asasi. Tingginya angka perkawinan anak, tidak hanya melulu berurusan dengan soal budaya dan ekonomi, tetapi juga soal pengasuhan yang menempatkan anak sebagai hak milik dan properti. Anak tidak mempunyai hak untuk mempunyai pandangan dan pendapat sendiri, termasuk untuk urusan perkawinan, suatu urusan yang mengubah kehidupan anak di masa depan, yang kemudian menjebak anak menjadi orang tua muda dan meneruskan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan yang diperoleh dari warisan orang tuanya. Warisan pengasuhan konvensional menjadikan anak dan perempuan sebagai objek kekerasan secara turun-temurun. Pembelajaran pengasuhan mutakhir menempatkan anak sebagai pemegang hak dan subyek yang harus mendapatkan perlakuan berdasarkan hak-haknya. Pada pelatihan fasilitator masyarakat mengenai pola asuh yang baik, dalam Program Penguatan Lingkungan Aman dan Ramah Anak (materi-materi yang disampaikan mencakup: hak anak; hak anak atas pengasuhan; hak atas tumbuh kembang; disiplin positif dalam pengasuhan; komunikasi efektif dalam pengasuhan; pertolongan pertama psikologis dan kesehatan mental; kekerasan terhadap anak; serta gender dan kekerasan berbasis gender. Program: Pelatihan/Kursus Pelaksana: KECAMATAN KEMBANGBAHU |
| 168 | 19-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Lamongan yang dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 31 Desember 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Lamongan, dengan peserta 40 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Lamongan. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Lamongan, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Lamongan, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Hari Ibu adalah momen istimewa untuk mengenang, menghargai, dan mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus kepada sosok perempuan luar biasa yang telah melahirkan, merawat, mendidik, dan membimbing kita dengan penuh cinta dan pengorbanan. Seorang ibu adalah sumber kasih sayang yang tak pernah kering, pelindung dalam setiap langkah kehidupan, serta guru pertama yang mengajarkan arti kebaikan, kesabaran, dan ketulusan. Dalam kehidupan sehari-hari, peran ibu sering kali berjalan tanpa sorotan. Ia bangun lebih awal dan tidur paling akhir, memastikan keluarganya tercukupi, baik secara lahir maupun batin. Di balik senyumannya, tersimpan kelelahan yang jarang diungkapkan, dan di balik doanya, terangkai harapan agar anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Di Indonesia, Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember bukan hanya tentang sosok ibu dalam keluarga, tetapi juga tentang perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak, martabat, dan perannya dalam pembangunan bangsa. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran besar sebagai tiang negara dan pembentuk generasi masa depan. Melalui peringatan Hari Ibu, marilah kita renungkan kembali betapa besar jasa seorang ibu. Hormatilah ia selagi masih ada, bahagiakanlah dengan perhatian dan kasih sayang, serta kirimkan doa terbaik bagi mereka yang telah mendahului kita. Karena sejatinya, ridho Allah terletak pada ridho seorang ibu, dan surga berada di bawah telapak kakinya. Hari Ibu bukan sekadar perayaan untuk para ibu sebagai sosok yang melahirkan dan membesarkan anak, tetapi juga sebagai penghargaan atas perjuangan, pengorbanan, serta peran besar perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa. Peringatan Hari Ibu di Indonesia berawal dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928, yang menjadi tonggak kebangkitan perempuan Indonesia untuk bersatu, berjuang, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Dalam narasi Hari Ibu biasanya disampaikan bahwa seorang ibu adalah sumber kasih sayang, pendidik pertama bagi anak, penopang keluarga, serta teladan dalam ketulusan dan keteguhan hati. Ibu mengajarkan nilai kehidupan, membimbing dengan cinta, dan berjuang tanpa pamrih demi kebahagiaan anak-anak dan keluarganya. Oleh karena itu, Hari Ibu menjadi momen penting untuk menghormati, menghargai, dan mengucapkan terima kasih kepada para ibu dan seluruh perempuan Indonesia atas jasa, pengorbanan, serta perannya dalam membentuk generasi yang kuat dan berakhlak mulia. Dalam rangka memperingati Hari Ibu, kita tidak hanya sekadar mengenang jasa dan pengorbanan seorang ibu, tetapi juga menghadirkannya dalam berbagai kegiatan yang penuh makna, kebersamaan, dan kegembiraan. Salah satu bentuk perayaan yang paling dinanti adalah penyelenggaraan berbagai macam lomba Hari Ibu yang bertujuan untuk mempererat hubungan keluarga, menumbuhkan rasa cinta, serta memberikan ruang kebahagiaan bagi para ibu. Beragam lomba diselenggarakan dengan konsep yang sederhana namun sarat makna. Di antaranya adalah lomba memasak, yang menggambarkan peran ibu sebagai sosok yang penuh kasih dalam menyiapkan hidangan untuk keluarga. Melalui lomba ini, para peserta tidak hanya menunjukkan keterampilan, tetapi juga menampilkan cinta dalam setiap sajian yang dibuat. Selain itu, terdapat pula lomba merias wajah atau lomba berhias, yang mencerminkan bahwa setiap ibu adalah pribadi yang indah dan berharga. Lomba ini menjadi sarana bagi para ibu untuk mengekspresikan diri, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menikmati momen kebersamaan dengan penuh keceriaan. Tak kalah menarik adalah lomba fashion show kebaya atau busana nasional, yang menampilkan keanggunan dan kepercayaan diri para ibu dalam balutan busana tradisional. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pelestarian budaya dan penghormatan terhadap jati diri perempuan Indonesia. Untuk menambah suasana keakraban, juga diadakan lomba-lomba kebersamaan seperti lomba estafet sarung, lomba balon berpasangan, atau lomba kekompakan ibu dan anak. Lomba-lomba ini bukan semata mengejar kemenangan, melainkan menumbuhkan tawa, kerja sama, dan kenangan indah bersama keluarga. Tidak ketinggalan, ada pula lomba menyanyi, membaca puisi, atau bercerita tentang ibu, yang menjadi wadah untuk mengekspresikan rasa cinta, terima kasih, dan penghargaan kepada sosok ibu melalui seni dan kata-kata. Dengan adanya berbagai macam lomba ini, peringatan Hari Ibu menjadi lebih hidup, bermakna, dan penuh warna. Semua kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa peran ibu sangatlah mulia, dan kasih sayangnya adalah kekuatan besar dalam membangun keluarga serta generasi penerus bangsa. Dalam rangka memperingati dan memuliakan sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, yaitu Ibu, pada hari yang penuh makna ini kita mengadakan sebuah kegiatan sederhana namun sarat cinta: Lomba Membungkus Kado untuk Ibu. Ibu adalah sosok yang selalu hadir dengan kasih sayang tanpa batas, mengiringi langkah kita sejak lahir hingga hari ini. Melalui lomba ini, kita ingin menumbuhkan rasa cinta, kepedulian, serta penghargaan kepada Ibu, tidak hanya lewat kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata, sekecil apa pun bentuknya. Membungkus kado bukan sekadar soal kerapian dan keindahan, tetapi juga tentang ketulusan, kesabaran, dan perhatian. Setiap lipatan kertas, setiap pita yang diikat, adalah simbol dari cinta dan rasa terima kasih kita kepada Ibu yang telah berkorban tanpa pamrih. Melalui lomba ini, peserta diharapkan dapat mengekspresikan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan cinta kepada Ibu tercinta. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk semakin menghormati, menyayangi, dan membahagiakan Ibu dalam kehidupan sehari-hari. Akhir kata, selamat mengikuti Lomba Membungkus Kado untuk Ibu. Mari kita ikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, sportivitas, dan tentunya dengan hati yang penuh cinta. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Perlombaan Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| BIDANG : EKONOMI | ||
| 169 | 31-03-2026 | Koperasi Simpan Pinjam Dharma Wanita Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan baru dimulai pada bulan Maret tanggal 31 tahun 2026. Ibu Ritta Halalliyah Mugito, ketua DWP DKPP menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pilar ekonomi kesejahteraan anggota melalui iuran awal anggota di ruang pertemuan DKPP Kabupaten Lamongan lantai dua. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan pleno DWP DKPP , tetapi juga momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi sekaligus merancang strategi inovatif di tengah tuntutan digitalisasi modern.
Ketua DWP DKPP yang biasa dipanggil bu Ritta, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota yang sudah bersedia mencoba menghidupkan kembali koperasi Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, khususnya bidang ekonomi bersedia memulai lagi simpan pinjam DWP DKPP. “Saya sebagai Ketua DWP DKPP menyampaikan terimakasih kepada pengurus menghargai kerja keras kolektif yang telah menjaga eksistensi koperasi sehingga mampu menjadi pendukung utama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga besar DWP DKPP. Keberhasilan koperasi dalam menjaga kinerja positif merupakan bukti nyata dari semangat gotong royong yang menjadi napas organisasi selama ini,” kata ibu yang bekerja di Dinas Pariwisata dan Olahraga.
Bu Ritta menekankan iuran anggota merupakan modal awal bagi koperasi simpan pinjam DWP DKPP, di mana pengurus akan mengelola dan dana yang sudah terkumpul dari anggota akan dipinjamkan lagi kepada anggota sehingga bisa berkembang nantinya. Ibu Ritta mengingatkan agar prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dari seluruh anggota harus tetap dijaga dengan ketat guna memastikan koperasi tetap tumbuh sebagai lembaga yang sehat, profesional, dan mendapatkan kepercayaan penuh dari para anggota DWP DKPP. “Sinergi antara anggota dan pegawai DKPP melalui pembinaan dan pendampingan dinilai sangat vital untuk memastikan arah pengembangan koperasi tetap berada di jalur regulasi yang benar,” harap ibu Ritta.
Sejalan dengan proses yang berjalan dibidang pertanian pada DKPP Kabupaten Lamongan, koperasi yang baru dimulai oleh DWP DKPP pun dituntut untuk ikut bertransformasi. DKPP mendorong Koperasi Dharma Wanita Persatuan untuk memperkuat digitalisasi layanan dan meningkatkan kualitas unit usaha. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat ekonomi bagi anggota di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk menjadikan koperasi simpan pinjam ini sebagai ruang musyawarah yang produktif dan penuh semangat kebersamaan guna mewujudkan wadah ekonomi yang modern dan berdaya saing,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DWP DKPP Koperasi yang, menyampaikan rasa bangganya atas terbentuknya koperasi simpan pinjam DWP DKPP. Ia mengapresiasi dukungan konsisten yang diberikan koperasi terhadap berbagai program kerja Dharma Wanita Persatuan, terutama dalam memfasilitasi aksi-aksi sosial bagi masyarakat. “Kami berpesan agar semangat kepedulian sosial ini terus dipelihara seiring dengan pertumbuhan finansial organisasi,” harapnya.
Rangkaian acara hota DWP DKPP yang bertemapt di jalan jendral sudirman ini. Bidang ekonomi yang diwakili oleh nyonya Anti mengundi kali pertama yang berhak menerima simpan pinjam pertama yang terdiri dari Sembilan orang.
Program: Kegiatan Perkoperasian Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 170 | 03-03-2026 | Pada hari selasa 3 Maret 2026 anggota Dharmawanita Persatuan Dinas Perikanan Kabupaten Lamonan melakukan kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Sabilillah Kecamatan Sugio. Bazar Safari Ramadhan merupakan kegiatan yang memadukan acara kunjungan silaturahmi (safari) dengan kegiatan bazar atau pasar murah selama bulan suci Ramadan. Tujuan kegiatan Safari Ramadhan adalah untuk menjalin silaturahmi antara instansi dengan masyarakat, membantu masyarakat mendapatkan produk UMKM terjangkau dan menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan positif. Program: Bazaar Pelaksana: DINAS PERIKANAN |
| 171 | 12-02-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Mantup yang dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 12 Februari 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Mantup, dengan peserta 50 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Mantup. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Mantup, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Mantup, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah dan Recharge Keimanan menjelang Ramadhan serta Kegiatan Membuat Sumping, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah dan merupakan bulan yang sangat mulia bagi umat Islam di seluruh dunia. Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat. Pada bulan ini, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa Ramadhan merupakan rukun Islam yang keempat, sehingga menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Secara bahasa, kata Ramadhan berasal dari kata “ramadha” yang berarti panas yang membakar. Makna ini menggambarkan harapan agar bulan Ramadhan menjadi waktu untuk membakar dosa-dosa melalui ibadah dan taubat kepada Allah SWT. Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengajarkan umat Islam untuk menahan hawa nafsu, menjaga lisan, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama. Sejarah Ramadhan tidak terlepas dari peristiwa besar turunnya Al-Qur’an. Pada bulan inilah wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, yang dikenal dengan peristiwa Nuzulul Qur’an. Peristiwa ini menjadi tonggak awal penyebaran ajaran Islam. Karena itu, Ramadhan juga disebut sebagai bulan Al-Qur’an, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan memahami isi Al-Qur’an. Kewajiban puasa Ramadhan mulai disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah, setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Perintah tersebut tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa. Sepanjang sejarah Islam, bulan Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah, serta peristiwa Fathu Makkah (penaklukan Kota Makkah) pada tahun 8 Hijriah. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah spiritual, tetapi juga bulan perjuangan dan kemenangan. Dengan demikian, Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, melainkan bulan untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, mempererat silaturahmi, serta memperbanyak amal kebaikan. Bulan ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih pahala yang berlipat ganda. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, setiap Muslim dianjurkan untuk melakukan recharge keimanan sebagai bentuk persiapan lahir dan batin. Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum istimewa untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta mendekatkan hati kepada Allah SWT. Oleh karena itu, persiapan spiritual menjadi langkah penting agar kita dapat menjalani Ramadhan dengan penuh kesungguhan dan keberkahan. Recharge keimanan dapat dimulai dengan memperbanyak istighfar dan taubat, memohon ampun atas segala khilaf dan dosa. Hati yang bersih akan lebih mudah menerima cahaya kebaikan. Selain itu, memperbaiki kualitas shalat, mulai membiasakan shalat tepat waktu, serta menambah amalan sunnah seperti shalat dhuha dan tahajud dapat menjadi latihan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an juga menjadi bagian penting dalam persiapan. Jika di bulan Ramadhan kita menargetkan khatam Al-Qur’an, maka menjelang Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mulai membiasakan diri membaca setiap hari. Dengan begitu, ketika Ramadhan tiba, hati sudah terasa dekat dan akrab dengan Kalamullah. Tidak kalah penting adalah memperbaiki hubungan dengan sesama. Meminta maaf, menyambung silaturahmi, serta menghindari konflik dan prasangka buruk akan membuat hati lebih tenang. Ramadhan akan terasa lebih indah jika dijalani dengan hati yang lapang dan penuh kedamaian. Akhirnya, recharge keimanan menjelang Ramadhan adalah tentang menata niat dan memperkuat tekad. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan sehat, siap beribadah dengan maksimal, dan mampu menjadikannya sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Sumping adalah salah satu makanan tradisional khas Nusantara yang berasal dari daerah Jawa, khususnya dikenal luas di wilayah Cirebon dan beberapa daerah di Jawa Barat. Makanan ini termasuk jajanan pasar yang memiliki cita rasa manis dan tekstur lembut. Secara sejarah, sumping sudah dikenal sejak zaman dahulu sebagai bagian dari kuliner tradisional masyarakat agraris. Pada masa lalu, bahan-bahan seperti tepung beras, santan, dan gula merah mudah didapatkan karena sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani. Oleh karena itu, sumping menjadi makanan rumahan yang sederhana namun mengenyangkan. Nama “sumping” sendiri dalam bahasa Jawa memiliki arti “hiasan” atau “pelengkap”, yang melambangkan bahwa makanan ini sering disajikan sebagai pelengkap dalam berbagai acara adat, kenduri, atau syukuran. Dalam tradisi masyarakat Sunda dan Jawa, sumping kerap hadir dalam acara selamatan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Ciri khas sumping terletak pada pembungkusnya yang menggunakan daun pisang, kemudian dikukus hingga matang. Isiannya biasanya terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula merah, meskipun kini telah banyak variasi rasa seperti pisang, labu, bahkan cokelat. Aroma daun pisang yang dikukus menambah cita rasa khas tradisional pada makanan ini. Hingga kini, sumping tetap bertahan sebagai warisan kuliner tradisional Indonesia. Selain dijual di pasar-pasar tradisional, sumping juga sering dibuat dalam kegiatan pelestarian budaya dan festival makanan daerah sebagai upaya menjaga kekayaan kuliner Nusantara. Sumping adalah kue tradisional khas Indonesia yang dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Teksturnya lembut dengan rasa manis dan gurih. Berikut narasi cara membuat sumping yang dapat digunakan untuk bahan presentasi atau tulisan: Sumping merupakan salah satu jajanan tradisional yang banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional. Kue ini biasanya terbuat dari tepung beras atau tepung sagu yang dipadukan dengan santan dan gula, lalu dibungkus daun pisang sebelum dikukus hingga matang. Cara membuat sumping diawali dengan menyiapkan bahan-bahan seperti tepung beras, santan kental, gula pasir atau gula merah, garam secukupnya, dan daun pisang untuk membungkus. Pertama, campurkan tepung beras dengan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga membentuk adonan yang halus dan tidak menggumpal. Tambahkan gula dan sedikit garam, lalu aduk kembali sampai tercampur rata. Selanjutnya, panaskan campuran adonan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental. Proses ini penting agar tekstur sumping nantinya lembut dan tidak pecah saat dikukus. Setelah adonan cukup kental, angkat dan biarkan agak hangat. Ambil selembar daun pisang yang telah dibersihkan dan dilayukan sebentar agar lentur. Letakkan satu hingga dua sendok adonan di atas daun, lalu lipat dan sematkan kedua ujungnya sehingga membentuk bungkusan memanjang. Terakhir, susun bungkusan sumping di dalam kukusan yang sudah dipanaskan. Kukus selama kurang lebih 20–30 menit hingga matang dan harum. Setelah matang, angkat dan biarkan dingin sebelum disajikan. Sumping siap dinikmati sebagai camilan tradisional yang manis, lembut, dan penuh cita rasa khas Nusantara. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Demo Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 172 | 06-02-2026 | KEGIATAN “SAMYOJANA”
EFF ETNURA FASHION FESTIVAL 2025**
I. Identitas Kegiatan
• Nama Kegiatan: “SAMYOJANA” EFF ETNURA Fashion Festival 2025
• Tema: Menguat dari Dalam, Mempesona dari Luar melalui Risesiasi Diri dan Citra Profesional
• Hari/Tanggal: Jumat, 06 Februari 2026
• Waktu: 09.00 WIB s.d. 12.00 WIB
• Tempat: Dyandra Convention Hall Surabaya
• Penyelenggara: ETNURA bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Timur
• Narasumber: Aurellia Agatha Sylvia
• Peserta:
Anggota DWP dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, khususnya DWP Kabupaten Lamongan yang dihadiri oleh Ibu Ketua DWP Kabupaten Lamongan, Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, serta beberapa Ibu Ketua DWP OPD Kabupaten Lamongan.
• Mitra & UMKM Pendukung:
Teh Botol, Djotos Catering, Aquase, Cheers, Viva Cosmetic, serta UMKM lainnya.
II. Latar Belakang dan Tujuan
Kegiatan “SAMYOJANA” EFF ETNURA FASHION FESTIVAL 2025 merupakan bagian dari rangkaian pagelaran busana yang diselenggarakan oleh komunitas Etnura (Ethnic Nusantara) sebagai wadah pelestarian warisan budaya melalui fashion berbasis wastra Nusantara, seperti batik, tenun, songket, dan kain tradisional lainnya .
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan:
1. Menguatkan kapasitas diri anggota DWP baik secara personal maupun profesional melalui insight dan pengalaman narasumber.
2. Mempromosikan nilai budaya Indonesia, khususnya warisan wastra Nusantara melalui fashion show, edukasi, dan kolaborasi pelaku kreatif.
3. Memperkuat jaringan antarpelaku UMKM dan komunitas fashion, serta membuka peluang sinergi bisnis dan kolaborasi kreatif di tingkat provinsi maupun nasional.
III. Rangkaian Kegiatan
1. Pembukaan dan Sambutan
Kegiatan dimulai dengan proses registrasi peserta dan tamu undangan, dilanjutkan pembukaan resmi acara. Seluruh peserta mengikuti dengan khidmat rangkaian pembukaan yang diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta penampilan musik angklung yang menambah nuansa budaya Nusantara.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari panitia dan perwakilan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, peserta mengikuti fashion show dan fashion parade pembuka yang menampilkan karya para desainer nasional, daerah, serta pelaku UMKM dengan mengusung kekayaan wastra Nusantara.
Selain fashion parade, kegiatan juga diisi dengan sesi inspiratif bersama narasumber Aurellia Agatha Sylvia yang membahas pentingnya penguatan karakter diri, profesionalisme, serta kepercayaan diri perempuan dalam berorganisasi dan bermasyarakat.
2. Sesi Talkshow Inspiratif
Sesi talkshow dipandu oleh narasumber utama Aurellia Agatha Sylvia, yang membahas:
• Cara risesiasi diri untuk menjadi pribadi yang profesional dan mempesona dari dalam ke luar.
• Strategi membangun citra profesional yang kuat bagi perempuan anggota organisasi dan pelaku UMKM.
Materi disampaikan interaktif dengan contoh pengalaman praktis dan tips aplikatif, sehingga peserta dapat langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan komunitas.
3. Fashion Show & Showcase Produk Kreatif
Acara menampilkan fashion show dengan koleksi wastra Nusantara hasil karya desainer lokal dari berbagai daerah .
Kolaborasi ini memamerkan beragam desain busana para desainer muda dan UMKM dari Lamongan, Bojonegoro, Pasuruan, dan sekitarnya, sebagai bentuk pelestarian kain tradisional sekaligus promosi bagi UMKM lokal.
4. Networking dan Pameran UMKM:
Berlangsung secara paralel di area pameran, pelaku UMKM menampilkan produk mereka, termasuk:
• Teh Botol
• Djotos Catering
• Aquase
• Cheers
• Viva Cosmetic
• Produk lainnya dari para pengusaha lokal
Kegiatan ini menjadi ajang bagi peserta untuk bertukar kontak, pengalaman, dan potensi kolaborasi usaha.
Rangkaian dan Rundown Kegiatan
• Session 1 – Opening Ceremony & Fashion Parade
Waktu Kegiatan
09.00 – 09.30 WIB Registrasi peserta dan tamu undangan
09.30 – 09.40 WIB Pembukaan acara
09.40 – 09.45 WIB Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
09.45 – 09.55 WIB Pertunjukan Musik Angklung
09.55 – 10.15 WIB Sambutan panitia dan perwakilan DWP Provinsi Jawa Timur
10.15 – 11.30 WIB Fashion Show & Fashion Parade Pembukaan
Dharma Wanita Persatuan Fashion Parade – Opening, menampilkan karya desainer:
• Yan Khurin by Hariyani Wisnu
• Riris Ghofir
• Yussi Martha
• Isyam Syamsi
• Sita Indonesia by Sita Harjoso
Desainer & UMKM Partisipan:
1. Dekranasda Provinsi Jawa Timur x Febby Antique
2. Purwakanthi.co by Adi Sufrianto
3. Ulfa Mumtaza
4. Shakyla Official
5. Imam Mustafa
6. Rosita Batik Shibori
7. Ura by Aura Afilia
8. Ethnic Bag by Liliek Noer
9. Islamic Fashion Institute Surabaya
10. Aisha Batik Art Collection by Yayuk Setyowati
11.30 – 12.00 WIB Penutup Session 1 dan pengumuman Grand Prize
IV. Hasil dan Dampak Kegiatan
1. Peningkatan Kapasitas Peserta:
Peserta mendapatkan pengetahuan dan motivasi untuk mengembangkan potensi diri dan citra profesional dalam berbagai bidang, baik sosial, organisasi, maupun usaha mikro.
2. Promosi Budaya & Industri Kreatif:
Fashion show dan pameran UMKM meningkatkan visibilitas karya wastra Nusantara dan produk lokal di tingkat provinsi.
3. Peluang Kolaborasi Usaha:
Kegiatan pameran mempererat hubungan antaranggota DWP dan pelaku UMKM, membuka peluang kerja sama dalam pemasaran dan pembinaan usaha.
V. Kesimpulan
Kegiatan “SAMYOJANA” EFF ETNURA FASHION FESTIVAL 2025 berlangsung dengan tertib, lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini berhasil menjadi wadah pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya melalui fashion dan edukasi profesional, dengan dukungan kuat dari DWP Provinsi Jawa Timur dan pelaku UMKM lokal. Partisipasi berbagai pihak menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kapasitas, citra profesional, serta pengembangan kreativitas dan usaha di komunitas lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam mendukung pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya Nusantara, serta penguatan peran Dharma Wanita Persatuan dalam pembangunan sosial dan ekonomi kreatif. Program: Seminar/Ceramah Pelaksana: DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA & TATA RUANG |
| 173 | 30-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Kedungpring yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 30 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Kedungpring, dengan peserta 52 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Kedungpring. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Kedungpring, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Kedungpring, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah dan Kreasi membuat kue yang cantik, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Membuat kreasi kue yang cantik dimulai dari niat dan imajinasi. Setiap adonan yang dicampur bukan sekadar bahan, melainkan awal dari sebuah karya seni yang manis. Tepung, telur, gula, dan mentega diolah dengan penuh ketelatenan hingga menghasilkan adonan yang lembut dan siap dibentuk. Setelah kue matang dan dingin, proses menghias menjadi momen paling menyenangkan. Krim dioleskan perlahan hingga permukaan kue tampak halus dan rapi. Warna-warna lembut dipilih untuk memberikan kesan anggun, sementara hiasan seperti bunga dari buttercream, cokelat, buah segar, atau taburan sprinkles ditata dengan penuh kreativitas. Setiap detail diperhatikan agar kue terlihat harmonis dan menarik. Kreasi kue yang cantik bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan perasaan. Melalui bentuk, warna, dan hiasan, kue menjadi simbol kebahagiaan, kasih sayang, dan kehangatan. Dengan sentuhan kreativitas dan kesabaran, sebuah kue sederhana dapat berubah menjadi sajian istimewa yang siap memeriahkan momen berharga. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Demo Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 174 | 30-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Sekaran yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 30 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Sekaran, dengan peserta 47 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Sekaran. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Sekaran, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Sekaran, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Membuat Donat persiapan di Bulan Ramadhan. Donat merupakan salah satu makanan ringan yang sangat populer di berbagai belahan dunia. Makanan ini dikenal dengan bentuknya yang bulat dengan lubang di tengah serta teksturnya yang empuk dan manis. Sejarah donat sendiri memiliki perjalanan panjang yang berkaitan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat Eropa dan membantu membentuk kuliner modern saat ini. Asal-usul donat diyakini berasal dari Eropa, khususnya dari Belanda. Pada abad ke-18, para imigran Belanda membawa makanan bernama olykoek yang berarti “kue berminyak” ke Amerika Serikat. Olykoek dibuat dari adonan tepung yang digoreng dalam minyak dan sering diisi buah atau kacang. Bentuknya masih bulat tanpa lubang, sehingga bagian tengahnya sering tidak matang sempurna. Bentuk donat berlubang seperti yang dikenal sekarang mulai populer di Amerika pada abad ke-19. Salah satu cerita terkenal menyebutkan bahwa seorang pelaut bernama Hanson Gregory membuat lubang di tengah adonan agar donat matang merata saat digoreng. Sejak saat itu, donat berlubang menjadi ciri khas dan mudah dikenali. Pada awal abad ke-20, donat semakin populer dengan ditemukannya mesin pembuat donat otomatis. Hal ini membuat produksi donat menjadi lebih cepat dan massal, sehingga mudah ditemukan di toko roti dan kedai makanan. Donat juga menjadi simbol kenyamanan dan kebersamaan, terutama di Amerika Serikat. Seiring perkembangan zaman, donat mengalami banyak inovasi, baik dari segi bentuk, rasa, maupun topping. Kini donat hadir dalam berbagai variasi, seperti donat isi, donat tanpa lubang, donat panggang, hingga donat modern dengan berbagai hiasan menarik. Popularitasnya pun menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, dan menjadi salah satu camilan favorit berbagai kalangan. Donat merupakan salah satu kue favorit yang digemari oleh berbagai kalangan karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Proses pembuatan donat dimulai dengan menyiapkan bahan-bahan seperti tepung terigu, gula pasir, ragi instan, telur, susu cair, margarin, dan sedikit garam. Semua bahan ini berperan penting dalam menghasilkan donat yang empuk dan mengembang sempurna. Langkah pertama adalah mencampurkan ragi instan dengan susu hangat dan sedikit gula, kemudian didiamkan beberapa menit hingga ragi aktif dan berbuih. Setelah itu, tepung terigu, gula, dan garam dicampur dalam satu wadah. Telur dan larutan ragi kemudian dimasukkan ke dalam campuran tepung, lalu diaduk hingga adonan mulai menyatu. Selanjutnya, margarin ditambahkan ke dalam adonan dan adonan diuleni hingga kalis dan elastis. Proses pengulenan ini sangat penting karena menentukan kelembutan donat. Setelah adonan kalis, adonan ditutup dengan kain bersih dan didiamkan selama kurang lebih satu jam hingga mengembang dua kali lipat. Setelah mengembang, adonan dikempiskan untuk mengeluarkan udara, lalu dibentuk sesuai selera, biasanya berbentuk bulat dengan lubang di tengah. Donat yang sudah dibentuk kemudian didiamkan kembali selama 15-20 menit agar mengembang kembali. Tahap terakhir adalah menggoreng donat dalam minyak panas dengan api sedang hingga berwarna kuning keemasan. Donat yang sudah matang diangkat dan ditiriskan. Setelah dingin, donat dapat diberi berbagai topping seperti gula halus, cokelat leleh, atau meses sesuai selera. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, donat yang dihasilkan akan memiliki tekstur lembut, rasa manis yang pas, dan tampilan yang menggugah selera. Ramadan adalah bulan suci yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan ini hadir membawa suasana yang berbeda, penuh ketenangan, keberkahan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Ramadan bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk melatih kesabaran, keikhlasan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Di bulan Ramadan, umat Islam menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa mengajarkan makna pengendalian diri, baik dari hawa nafsu, ucapan, maupun perbuatan yang tidak baik. Selain itu, Ramadan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang kurang beruntung. Ramadan dipenuhi dengan berbagai amalan ibadah, seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan doa. Setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya. Suasana kebersamaan pun terasa semakin kuat, baik dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat, terutama saat berbuka puasa dan sahur bersama. Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah untuk meraih malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini menjadi simbol harapan dan ampunan, di mana doa-doa dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati. Ramadan mengajarkan bahwa kehidupan bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang berbagi, memaafkan, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. Semoga Ramadan selalu menjadi bulan yang membawa cahaya, kedamaian, dan perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriah dan memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam sejarah Islam. Sejarah Ramadhan bermula sejak diturunkannya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad yang menjadi titik awal risalah Islam. Peristiwa agung ini dikenal sebagai Nuzulul Qur’an, yang terjadi di Gua Hira pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Sejak saat itu, Al-Qur’an menjadi pedoman hidup umat manusia. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab telah mengenal nama Ramadhan, yang berasal dari kata ramidha atau ramadh, yang berarti panas yang menyengat. Nama ini mencerminkan kondisi cuaca saat bulan tersebut pertama kali ditetapkan dalam kalender Arab. Namun, setelah Islam hadir, Ramadhan tidak lagi sekadar penanda waktu, melainkan menjadi bulan penuh ibadah, pengampunan, dan pembinaan spiritual. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan ditetapkan pada tahun kedua Hijriah, setelah Nabi Muhammad ijrah dari Makkah ke Madinah. Perintah ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183, yang menegaskan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, puasa Ramadhan menjadi salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Dalam sejarah Islam, bulan Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa besar. Salah satunya adalah Perang Badar, yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Meskipun jumlah pasukan Muslim jauh lebih sedikit, kemenangan diraih berkat keimanan dan pertolongan Allah SWT. Hal ini semakin menegaskan bahwa Ramadhan bukan bulan kelemahan, melainkan bulan kekuatan dan perjuangan. Seiring perkembangan Islam ke berbagai penjuru dunia, Ramadhan terus dijalani oleh umat Muslim dengan beragam tradisi dan budaya, namun tetap berlandaskan nilai yang sama: menahan diri, memperbanyak ibadah, memperkuat kepedulian sosial, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan, karena di dalamnya tersimpan rahmat, ampunan, dan keberkahan yang besar bagi seluruh umat Islam. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Demo Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 175 | 30-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Dr. Soegiri Lamongan melaksanakan kegiatan Rapat Pleno pada Jumat, 30 Januari 2026 pukul 08.30-selesai di Aula RSUD Dr.Soegiri Lamongan yang berlangsung dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan melalui penyelenggaraan Bazar UMKM anggota Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program kerja Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi anggota.
Bazar UMKM diikuti oleh sejumlah anggota Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan yang memiliki usaha mandiri. Berbagai produk hasil kreativitas anggota dipamerkan dan dipasarkan, mulai dari aneka makanan ringan, kue basah, minuman kemasan, hingga produk olahan rumah tangga lainnya. Seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil usaha mandiri anggota yang mencerminkan semangat kewirausahaan dan inovasi.
Pelaksanaan bazar UMKM memberikan nuansa berbeda dalam kegiatan rapat pleno. Selain menjadi forum pertemuan dan koordinasi organisasi, rapat pleno juga dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi anggota serta ajang promosi produk UMKM. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung mampu meningkatkan antusiasme, mempererat kebersamaan, serta memperkuat rasa solidaritas antaranggota Dharma Wanita Persatuan.
Melalui program kerja Bidang Ekonomi ini, Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr. Soegiri Lamongan berharap dapat mendorong anggota untuk terus mengembangkan potensi usaha yang dimiliki, meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, serta menumbuhkan semangat berwirausaha di lingkungan organisasi.
Kegiatan rapat pleno yang dirangkaikan dengan bazar UMKM ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan serta dokumentasi pelaksanaan kegiatan. Program: Bazaar Pelaksana: RSUD DR. SOEGIRI |
| 176 | 28-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Sugio yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 28 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Sugio, dengan peserta 52 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Sugio. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Sugio, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Sugio, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Sosialisasi dari Bank Muamalat tentang investasi emas, Demo membuat ayam panggang rumahan. Emas merupakan salah satu logam mulia tertua yang dikenal dan dimanfaatkan oleh manusia. Sejarah emas telah berlangsung selama ribuan tahun dan tidak terlepas dari perkembangan peradaban manusia, baik sebagai alat tukar, simbol kekuasaan, maupun benda bernilai tinggi. Sejak zaman prasejarah, emas sudah ditemukan dalam bentuk alami di alam, seperti di sungai atau bebatuan. Karena sifatnya yang mudah ditempa, tidak berkarat, dan memiliki kilau yang indah, emas segera menarik perhatian manusia. Pada awalnya, emas digunakan sebagai perhiasan dan benda ritual karena dianggap memiliki nilai estetika dan makna spiritual. Peradaban kuno seperti Mesir, Mesopotamia, India, dan Tiongkok merupakan bangsa-bangsa awal yang memanfaatkan emas secara luas. Di Mesir Kuno, emas dianggap sebagai “logam para dewa” dan melambangkan keabadian. Firaun dan bangsawan menggunakan emas untuk perhiasan, mahkota, hingga perlengkapan makam. Bahkan, topeng kematian Raja Tutankhamun yang terkenal dibuat dari emas murni. Pada masa Mesopotamia sekitar 3000 SM, emas mulai digunakan sebagai alat tukar dalam perdagangan. Bangsa Lydia (sekarang wilayah Turki) pada abad ke-7 SM tercatat sebagai bangsa pertama yang mencetak koin emas sebagai mata uang resmi. Sejak saat itu, emas menjadi standar nilai dalam sistem ekonomi dan perdagangan antarbangsa. Dalam peradaban Romawi dan Yunani, emas digunakan untuk koin, perhiasan, serta simbol kekuasaan dan kejayaan. Kekaisaran Romawi menjadikan emas sebagai dasar sistem moneter, sehingga memperkuat peran emas dalam ekonomi global pada masa itu. Memasuki Abad Pertengahan, emas semakin berperan penting dalam perdagangan internasional. Jalur perdagangan seperti Jalur Sutra menjadi sarana penyebaran emas antarwilayah. Kerajaan-kerajaan di Eropa, Afrika, dan Asia berlomba menguasai sumber emas untuk memperkuat kekayaan dan kekuasaan politiknya. Pada abad ke-15 hingga ke-18, era penjelajahan dan kolonialisme mendorong bangsa Eropa mencari sumber emas baru di Afrika, Asia, dan Amerika. Penemuan emas di benua Amerika membawa dampak besar terhadap perekonomian dunia, namun juga menimbulkan penjajahan dan eksploitasi terhadap bangsa-bangsa lokal. Memasuki era modern, emas menjadi standar keuangan internasional melalui sistem Gold Standard, di mana nilai mata uang suatu negara dikaitkan langsung dengan cadangan emas. Sistem ini digunakan secara luas hingga awal abad ke-20. Meskipun sistem tersebut akhirnya ditinggalkan, emas tetap menjadi aset penting dalam sistem keuangan global. Hingga saat ini, emas masih dipandang sebagai simbol kekayaan, alat investasi, dan cadangan nilai yang aman (safe haven). Selain digunakan sebagai perhiasan dan investasi, emas juga dimanfaatkan dalam bidang industri, teknologi, dan kesehatan. Dengan sejarah panjang yang melintasi berbagai peradaban dan zaman, emas bukan hanya sekadar logam mulia, tetapi juga bagian penting dari perjalanan ekonomi, budaya, dan peradaban manusia di dunia. Emas adalah salah satu logam mulia yang dikenal sejak zaman kuno dan memiliki nilai tinggi hingga saat ini. Emas bersifat lunak, berwarna kuning mengkilap, tidak mudah berkarat, serta tahan terhadap korosi, sehingga sangat awet dan mudah dibentuk. Karena sifat-sifat tersebut, emas banyak dimanfaatkan sebagai bahan perhiasan, alat investasi, serta cadangan kekayaan negara. Selain sebagai perhiasan, emas juga berfungsi sebagai alat penyimpan nilai karena harganya cenderung stabil dan meningkat dalam jangka panjang. Dalam bidang ekonomi, emas sering dijadikan aset lindung nilai (safe haven) ketika kondisi keuangan tidak menentu. Sementara itu, dalam budaya dan tradisi masyarakat, emas melambangkan kemakmuran, kemewahan, dan status sosial. Dengan nilai ekonomi, fungsi investasi, serta makna simbolis yang kuat, emas tetap menjadi logam mulia yang penting dan berharga bagi kehidupan manusia dari masa ke masa. Investasi emas merupakan salah satu bentuk penanaman modal yang telah dikenal sejak zaman dahulu dan tetap diminati hingga saat ini. Emas dianggap sebagai aset yang aman (safe haven) karena nilainya cenderung stabil dan mampu bertahan terhadap inflasi serta gejolak ekonomi. Oleh karena itu, investasi emas sering dijadikan pilihan untuk menjaga dan meningkatkan nilai kekayaan dalam jangka panjang. Secara umum, investasi emas adalah kegiatan membeli emas dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa mendatang, baik melalui kenaikan harga maupun sebagai alat perlindungan nilai. Emas yang diinvestasikan dapat berbentuk emas batangan, koin emas, perhiasan, tabungan emas, maupun emas digital yang kini semakin berkembang seiring kemajuan teknologi. Salah satu keunggulan investasi emas adalah nilainya yang relatif stabil dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Saat kondisi ekonomi tidak menentu, nilai emas biasanya justru naik karena banyak investor beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman. Selain itu, emas mudah dicairkan menjadi uang tunai dan dapat dijual kapan saja di berbagai tempat, seperti pegadaian, toko emas, maupun lembaga keuangan resmi. Investasi emas juga memiliki risiko yang relatif rendah dibandingkan instrumen investasi lain, seperti saham atau mata uang kripto. Emas tidak terpengaruh oleh kinerja perusahaan atau kebijakan tertentu, sehingga cocok bagi investor yang menginginkan keamanan dan kestabilan. Namun demikian, harga emas tetap dapat mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, sehingga diperlukan perencanaan dan kesabaran dalam berinvestasi. Dalam praktiknya, investasi emas dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan finansial. Investor disarankan untuk membeli emas secara rutin dan menyimpannya dengan aman, baik di rumah dengan pengamanan khusus maupun di lembaga penyimpanan resmi. Untuk memperoleh hasil yang optimal, investasi emas sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang, bukan untuk keuntungan cepat. Secara keseluruhan, investasi emas merupakan pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin melindungi nilai kekayaan, mempersiapkan kebutuhan masa depan, serta mengurangi risiko kerugian akibat inflasi. Dengan perencanaan yang baik dan pemahaman yang cukup, investasi emas dapat menjadi sarana yang aman dan menguntungkan dalam membangun kestabilan keuangan. Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia terus berkomitmen memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi investasi emas yang bertujuan mengenalkan instrumen investasi yang aman, bernilai stabil, dan sesuai prinsip syariah. Dalam sosialisasi ini, Bank Muamalat menjelaskan bahwa investasi emas merupakan salah satu pilihan investasi jangka menengah hingga panjang yang relatif aman karena nilainya cenderung stabil dan tahan terhadap inflasi. Emas juga dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang dapat menjaga kekayaan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Melalui produk investasi emas berbasis syariah, Bank Muamalat menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki emas dengan cara yang transparan, halal, dan terpercaya. Transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah, tanpa unsur riba, gharar, maupun maysir, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi nasabah. Selain itu, Bank Muamalat juga memberikan edukasi mengenai manfaat investasi emas, mekanisme pembelian dan penyimpanan emas, serta tips berinvestasi secara bijak sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keuangan dan investasi sejak dini. Dengan adanya kegiatan sosialisasi investasi emas ini, Bank Muamalat berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengelola keuangan secara cerdas dan memilih instrumen investasi yang aman, menguntungkan, serta sesuai dengan nilai-nilai syariah. Ayam panggang merupakan salah satu olahan makanan tertua di dunia yang telah dikenal sejak manusia mengenal teknik memasak dengan api. Pada masa prasejarah, manusia memanggang daging, termasuk unggas, dengan cara sederhana di atas bara api sebagai metode untuk membuat makanan lebih awet, matang merata, dan aman dikonsumsi. Cara memasak ini kemudian berkembang seiring kemajuan peradaban manusia. Dalam sejarah peradaban kuno seperti Mesir, Yunani, dan Romawi, ayam panggang sudah menjadi hidangan yang cukup populer, terutama di kalangan bangsawan. Proses pemanggangan dilakukan menggunakan tungku batu atau oven tradisional, dan bumbu-bumbu alami seperti rempah, garam, serta minyak zaitun mulai digunakan untuk menambah cita rasa. Ayam panggang pada masa itu sering disajikan dalam perayaan keagamaan maupun jamuan besar. Seiring penyebaran budaya dan perdagangan antarwilayah, teknik memanggang ayam turut menyebar ke berbagai belahan dunia. Di Eropa, ayam panggang berkembang menjadi hidangan khas dalam tradisi kuliner kerajaan dan masyarakat pedesaan. Sementara itu, di Asia, termasuk Indonesia, ayam panggang mengalami adaptasi dengan penggunaan rempah-rempah lokal seperti bawang, kunyit, ketumbar, jahe, dan serai, sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih kaya dan beragam. Di Indonesia sendiri, ayam panggang memiliki banyak variasi daerah, seperti ayam panggang Taliwang dari Lombok, ayam panggang Batak dari Sumatra Utara, dan ayam panggang bumbu rujak dari Jawa. Setiap daerah mengembangkan teknik dan bumbu khas yang mencerminkan budaya dan kearifan lokal setempat. Hingga saat ini, ayam panggang tetap menjadi hidangan favorit di berbagai kalangan masyarakat. Selain karena rasanya yang lezat, ayam panggang juga dianggap lebih sehat dibandingkan metode memasak lain yang menggunakan banyak minyak. Sejarah panjang ayam panggang mencerminkan perpaduan antara tradisi, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengolah makanan dari masa ke masa. Ayam panggang merupakan salah satu olahan makanan yang digemari karena cita rasanya yang lezat serta proses pembuatannya yang relatif sederhana. Untuk membuat ayam panggang, langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahan seperti ayam utuh atau potongan ayam, bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, garam, dan gula secukupnya. Ayam yang telah dibersihkan kemudian dilumuri dengan bumbu halus secara merata hingga ke seluruh bagian daging. Setelah ayam dibumbui, ayam didiamkan selama kurang lebih 30 menit hingga bumbu meresap. Selanjutnya, ayam dapat dipanggang menggunakan oven, alat pemanggang, atau bara api. Selama proses pemanggangan, ayam dibolak-balik secara berkala agar matang merata dan tidak gosong. Sesekali ayam dapat diolesi sisa bumbu atau margarin agar permukaannya terlihat mengkilap dan rasanya semakin gurih. Setelah ayam matang dan berwarna kecokelatan, ayam panggang diangkat dan siap disajikan. Ayam panggang biasanya disajikan bersama sambal, lalapan, dan nasi hangat sehingga menambah kelezatan hidangan. Proses pembuatan ayam panggang ini tidak hanya menghasilkan makanan yang lezat, tetapi juga memiliki nilai gizi yang baik karena dimasak tanpa banyak minyak. Jika diolah dengan tepat, ayam panggang dapat menjadi pilihan menu sehat dan menggugah selera. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Pelatihan/Kursus Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 177 | 15-01-2026 | Usaha ekonomi melalui kegiatan bazar yang dilaksanakan oleh UPT PSDA Kuro merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian dan kreativitas anggota. Dalam bazar ini, UPT PSDA Kuro menghadirkan beragam produk makanan yang diolah dan dipasarkan secara mandiri, dengan tujuan mendukung pengembangan usaha ekonomi serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.
Berbagai jenis makanan dan minuman ditawarkan dalam bazar tersebut, mulai dari minuman tradisional hingga makanan ringan dan olahan. Produk yang dijual antara lain jamu kunyit, jamu manjakani, susu kedelai, serta degan jelly yang menyegarkan. Selain itu, tersedia pula aneka camilan seperti keripik pisang manis dan gurih, sambal pecel, sosis solo, cireng ayam suwir pedas, donat, risol, dan pentol yang diminati oleh pengunjung.
Tidak hanya makanan siap santap, bazar UPT PSDA Kuro juga menyediakan produk olahan dan bahan makanan seperti edamame, berbagai jenis frozen food, serta kerupuk ikan mentah. Keberagaman produk ini memberikan banyak pilihan bagi konsumen serta menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung bazar.
Melalui kegiatan bazar ini, diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggota UPT PSDA Kuro sekaligus mempererat kebersamaan dan kerja sama. Kegiatan usaha ekonomi ini juga menjadi sarana untuk melatih keterampilan, meningkatkan produktivitas, serta mendorong peran aktif dalam kegiatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Program: Bazaar Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 178 | 23-01-2026 | Hari / tanggal : Jumat, 23 Januari 2026 Pukul : 12.00 WIB Tempat : Alvaro Farm Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan beserta anggota mengunjungi salah satu tempat budidaya melon dengan jenis Rock Melon. Di Alvaro Farm ini para pengunjung tidak hanya berkesempatan untuk memetik melon langsung dari pohonnya, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai proses budidaya melon Rock. Rock melon adalah jenis melon dengan kulit yang memiliki guratan seperti jaring-jaring berwarna hijau (netted melon). Guratan itu nampak jelas pada kulitnya. Kulit melon ini keras dan kasar. Ukuran buahnya cukup besar. Rasa buah ini manis sehingga tidak perlu penambahan zat pematang buah dan dapat menghemat biaya produksi. roma buah ini harum. Keunggulan lainnya yaitu daunnya tetap berwarna hijau meskipun buah sudah matang, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Buah ini memiliki potensi yang bagus di pasar karena bermacam keunggulannya. Banyak petani yang sudah mulai mengembangkan tanaman ini untuk konoditas pertaniannya. Kualitas dan keunggulan buah ini membuat buah ini layak untuk menjadi produk ekspor Program: Usaha online, fisik atau lainnya |
| 179 | 21-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Karanggeneng yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 21 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Karanggeneng, dengan peserta 47 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Karanggeneng. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Karanggeneng, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Karanggeneng, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Sosialisasi pembuatan kue bakpao, Kue merupakan salah satu jenis makanan yang sudah dikenal manusia sejak zaman kuno. Sejarah kue berawal dari peradaban Mesir Kuno sekitar 2000 tahun sebelum Masehi. Pada masa itu, masyarakat Mesir telah mengenal roti manis yang dibuat dari campuran tepung dan madu, lalu dipanggang menggunakan panas alami. Bentuknya masih sangat sederhana dan lebih mirip roti manis dibandingkan kue seperti yang kita kenal sekarang. Perkembangan kue semakin pesat pada masa Romawi Kuno. Bangsa Romawi mulai memperkaya rasa dan bentuk kue dengan menambahkan telur, mentega, dan berbagai rempah-rempah. Mereka juga mulai mengenal teknik memanggang yang lebih baik serta menciptakan berbagai jenis hidangan penutup untuk perayaan dan upacara adat. Dari sinilah kue mulai dikenal sebagai makanan istimewa yang disajikan pada acara-acara khusus. Pada Abad Pertengahan di Eropa, kue mengalami perkembangan yang signifikan. Penggunaan gula mulai menggantikan madu sebagai pemanis utama, meskipun pada saat itu gula masih tergolong barang mewah. Kue pada masa ini biasanya disajikan di kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan. Bentuk dan hiasannya pun mulai dibuat lebih menarik, menandakan status sosial dan kemakmuran seseorang. Memasuki era Renaisans, seni membuat kue semakin berkembang. Teknik pengolahan adonan menjadi lebih halus, penggunaan mentega dan telur semakin umum, serta mulai dikenal berbagai jenis kue seperti sponge cake, tart, dan pastry. Di Prancis dan Inggris, seni patiseri (pembuatan kue) mulai dianggap sebagai keahlian khusus dan berkembang menjadi cabang kuliner tersendiri. Pada abad ke-18 dan ke-19, penemuan baking powder dan baking soda menjadi titik penting dalam sejarah kue. Bahan pengembang ini membuat kue menjadi lebih mengembang, lembut, dan ringan. Sejak saat itu, berbagai jenis kue modern mulai bermunculan, seperti cake ulang tahun, bolu, dan kue lapis. Pembuatan kue tidak lagi hanya untuk kalangan bangsawan, tetapi mulai menyebar ke masyarakat luas. Di Indonesia sendiri, budaya membuat kue berkembang melalui pengaruh bangsa Eropa, terutama Belanda. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai jenis kue tradisional yang terinspirasi dari kue Barat, seperti bolu, lapis legit, dan pastel. Selain itu, Indonesia juga memiliki banyak kue tradisional khas daerah yang berbahan dasar tepung beras, kelapa, dan gula merah, seperti kue klepon, kue cucur, dan kue lapis. Hingga saat ini, kue tidak hanya berfungsi sebagai makanan penutup, tetapi juga menjadi simbol perayaan, kebahagiaan, dan kebersamaan. Kue selalu hadir dalam berbagai momen penting seperti ulang tahun, pernikahan, hari raya, dan acara adat. Dengan perkembangan teknologi dan kreativitas, bentuk dan jenis kue semakin beragam, namun tetap berakar dari sejarah panjang yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Bakpao merupakan salah satu jenis kue atau roti kukus yang berasal dari Tiongkok (Cina) dan telah dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Nama “bakpao” berasal dari bahasa Hokkien, yaitu kata bak yang berarti daging dan pao yang berarti bungkusan atau roti. Secara harfiah, bakpao berarti “roti berisi daging”. Pada awal kemunculannya, bakpao memang identik dengan isian daging, khususnya daging babi, sesuai dengan tradisi masyarakat Tiongkok. Sejarah bakpao tidak lepas dari kisah seorang ahli strategi dan cendekiawan Tiongkok bernama Zhuge Liang pada masa Tiga Kerajaan sekitar abad ke-3 Masehi. Menurut cerita rakyat, saat pasukannya harus menyeberangi sungai dan masyarakat setempat meyakini bahwa diperlukan kepala manusia sebagai persembahan, Zhuge Liang menggantinya dengan roti berbentuk menyerupai kepala manusia yang terbuat dari adonan tepung dan diisi daging. Sejak saat itu, makanan tersebut dikenal sebagai mantou dan kemudian berkembang menjadi berbagai jenis roti kukus, termasuk bakpao yang kita kenal sekarang. Seiring berjalannya waktu, bakpao menyebar ke berbagai wilayah di Asia, termasuk ke Nusantara melalui para pedagang dan perantau Tionghoa. Di Indonesia, bakpao mengalami penyesuaian dengan budaya dan selera masyarakat setempat. Karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, isian bakpao pun dimodifikasi, tidak lagi menggunakan daging babi, melainkan diganti dengan daging ayam, sapi, atau bahkan isian manis seperti kacang hijau, cokelat, dan krim. Dalam perkembangannya, bakpao tidak hanya menjadi makanan tradisional masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi jajanan populer yang digemari oleh berbagai kalangan. Teksturnya yang lembut, cara pembuatannya yang dikukus sehingga lebih sehat, serta variasi isian yang beragam membuat bakpao mudah diterima oleh masyarakat luas. Hingga saat ini, bakpao tetap eksis sebagai salah satu kuliner yang menggabungkan nilai sejarah, budaya, dan cita rasa. Dari makanan sederhana yang sarat makna sejarah, bakpao telah bertransformasi menjadi sajian modern yang tetap mempertahankan ciri khasnya, yaitu roti kukus lembut dengan isian yang menggugah selera. Kue bakpao adalah salah satu jenis makanan tradisional yang berasal dari Tiongkok dan telah lama dikenal serta digemari oleh masyarakat Indonesia. Kata bakpao berasal dari bahasa Hokkien, yaitu bak yang berarti daging dan pao yang berarti bungkusan. Secara harfiah, bakpao berarti “bungkusan berisi daging”. Namun, seiring perkembangan zaman, isian bakpao kini sangat beragam, tidak hanya daging, tetapi juga kacang hijau, cokelat, keju, dan berbagai varian rasa lainnya. Bakpao terbuat dari adonan tepung terigu yang diberi ragi sehingga menghasilkan tekstur yang lembut, empuk, dan mengembang. Proses pembuatannya dilakukan dengan cara dikukus, sehingga menghasilkan warna putih bersih dan tekstur yang halus. Ciri khas bakpao terletak pada bentuknya yang bulat dan mengembang, dengan isian tersembunyi di dalamnya. Di Indonesia, bakpao dikenal sebagai makanan ringan, kudapan, atau bahkan pengganti sarapan karena sifatnya yang mengenyangkan. Selain rasanya yang lezat, bakpao juga digemari karena praktis, mudah dikonsumsi, serta cocok dinikmati oleh berbagai kalangan usia. Dengan demikian, kue bakpao tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga merupakan hasil perpaduan budaya kuliner yang telah beradaptasi dengan selera masyarakat lokal. Bakpao merupakan salah satu kue tradisional yang berasal dari Tiongkok dan sangat populer di Indonesia. Kue ini memiliki tekstur yang lembut, berwarna putih, dan biasanya berisi berbagai macam isian seperti cokelat, kacang hijau, ayam, atau daging. Proses pembuatan bakpao sebenarnya tidak terlalu sulit, namun membutuhkan ketelatenan agar hasilnya mengembang sempurna dan empuk. Langkah pertama dalam membuat kue bakpao adalah menyiapkan bahan-bahan, seperti tepung terigu, ragi, gula, air hangat atau susu cair, dan sedikit minyak atau mentega. Semua bahan kering terlebih dahulu dicampurkan, kemudian ditambahkan cairan sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga menjadi adonan yang kalis dan tidak lengket di tangan. Setelah itu, adonan ditutup dengan kain bersih dan didiamkan selama kurang lebih satu jam hingga mengembang dua kali lipat. Sambil menunggu adonan mengembang, isian bakpao bisa disiapkan sesuai selera, misalnya dengan membuat isian cokelat, kacang hijau, atau tumisan ayam. Setelah adonan mengembang, adonan dikeluarkan dan ditekan perlahan untuk mengeluarkan udara di dalamnya. Kemudian adonan dibagi menjadi beberapa bagian kecil dan dibulatkan. Setiap bulatan adonan kemudian dipipihkan, diisi dengan bahan isian, lalu dibungkus dan dibentuk kembali menjadi bulat rapi. Pastikan bagian lipatan berada di bawah agar permukaan bakpao terlihat halus. Setelah itu, bakpao yang sudah dibentuk didiamkan kembali selama sekitar 15–20 menit agar mengembang lebih sempurna sebelum dikukus. Langkah terakhir adalah mengukus bakpao di dalam kukusan yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Bakpao dikukus selama kurang lebih 10–15 menit hingga matang dan mengembang sempurna. Setelah matang, bakpao diangkat dan siap disajikan. Tekstur yang lembut, aroma yang harum, serta isian yang lezat membuat kue bakpao sangat cocok dinikmati sebagai camilan atau hidangan pendamping teh dan kopi. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Pelatihan/Kursus Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 180 | 21-01-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Dermolemahbang yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 21 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Dermolemahbang, dengan peserta 51 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Dermolemahbang. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Dermolemahbang, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Dermolemahbang, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Demo Alkes Fisiotherapy Herbal. Alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan peradaban manusia. Sejak zaman kuno hingga era modern, manusia terus berupaya menciptakan berbagai alat untuk membantu mendiagnosis, mengobati, dan merawat orang yang sakit. Sejarah alat kesehatan mencerminkan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kepedulian manusia terhadap kesehatan dan keselamatan sesama. Pada zaman prasejarah, manusia sudah mengenal pengobatan sederhana dengan menggunakan alat-alat alami seperti batu tajam, tulang, kayu, dan tumbuhan. Alat-alat tersebut digunakan untuk memotong, membersihkan luka, atau melakukan tindakan pengobatan sederhana. Meskipun masih sangat terbatas, ini menjadi awal mula penggunaan alat bantu dalam dunia kesehatan. Memasuki zaman peradaban kuno, seperti Mesir, Yunani, Cina, dan India, alat kesehatan mulai berkembang lebih sistematis. Bangsa Mesir Kuno telah mengenal pisau bedah sederhana, jarum, dan alat pembalut luka. Dalam catatan sejarah, mereka juga sudah melakukan pembedahan sederhana dan proses mumifikasi yang menunjukkan pemahaman anatomi tubuh manusia. Di Yunani, tokoh seperti Hippokrates memperkenalkan praktik kedokteran yang lebih ilmiah, dan alat-alat medis mulai dirancang khusus untuk tujuan tertentu, seperti alat bedah dan alat pemeriksa tubuh. Pada zaman Romawi, perkembangan alat kesehatan semakin pesat. Bangsa Romawi menciptakan berbagai alat bedah dari logam seperti pisau bedah, penjepit, gunting, dan alat pengait. Banyak di antara bentuk alat tersebut yang konsepnya masih digunakan hingga saat ini. Mereka juga mulai membangun rumah sakit dan tempat perawatan bagi tentara yang terluka. Memasuki abad pertengahan, perkembangan alat kesehatan sempat melambat karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan dominasi kepercayaan tertentu. Namun, pengobatan tradisional dan penggunaan alat sederhana tetap berlangsung. Pada masa ini, tabib dan ahli bedah keliling menggunakan alat-alat dasar seperti pisau bedah, gergaji tulang, dan alat pembakar luka (kauter). Perkembangan besar terjadi pada zaman Renaisans dan awal era modern. Pengetahuan tentang anatomi manusia semakin maju berkat penelitian dan pembedahan yang dilakukan oleh para ilmuwan seperti Andreas Vesalius. Alat-alat bedah mulai dibuat lebih presisi dan higienis. Mikroskop ditemukan pada abad ke-17, yang menjadi tonggak penting dalam dunia kesehatan karena memungkinkan para ilmuwan melihat mikroorganisme penyebab penyakit. Pada abad ke-19, dunia kesehatan mengalami revolusi besar dengan ditemukannya prinsip sterilisasi, antiseptik, dan anestesi. Hal ini membuat alat kesehatan berkembang pesat, baik dari segi fungsi maupun keamanan. Alat seperti stetoskop yang ditemukan oleh René Laennec mulai digunakan untuk memeriksa kondisi jantung dan paru-paru. Termometer, tensimeter, dan alat-alat diagnosis lainnya juga mulai digunakan secara luas. Memasuki abad ke-20, perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam dunia alat kesehatan. Ditemukannya mesin rontgen (X-ray), alat elektrokardiogram (EKG), ventilator, serta berbagai alat bantu operasi modern menjadikan diagnosis dan pengobatan semakin akurat. Pada masa ini pula, alat kesehatan mulai diproduksi secara massal dan distandarisasi demi keselamatan pasien. Di era modern dan digital saat ini, alat kesehatan telah berkembang menjadi sangat canggih. Berbagai teknologi seperti USG, CT Scan, MRI, robot bedah, alat pacu jantung, dan alat pemantau kesehatan digital telah digunakan di berbagai rumah sakit. Bahkan kini telah hadir alat kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi wearable yang memungkinkan pemantauan kesehatan secara real-time. Dengan demikian, sejarah alat kesehatan adalah perjalanan panjang inovasi manusia dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup. Dari alat sederhana berbahan batu hingga teknologi medis canggih berbasis komputer, semuanya menunjukkan bahwa perkembangan alat kesehatan selalu sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan kebutuhan manusia akan kesehatan yang lebih baik. Alat kesehatan adalah seluruh peralatan, instrumen, mesin, atau perlengkapan yang digunakan dalam bidang kesehatan untuk keperluan pencegahan, diagnosis, pengobatan, perawatan, pemulihan, serta pemantauan kondisi kesehatan manusia. Alat kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pelayanan medis, baik di rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun di lingkungan masyarakat. Mulai dari alat sederhana seperti termometer dan tensimeter, hingga alat canggih seperti mesin USG, rontgen, dan alat bedah, semuanya termasuk dalam kategori alat kesehatan. Keberadaan alat kesehatan yang berkualitas dan sesuai standar sangat menentukan ketepatan tindakan medis serta keselamatan pasien, sehingga penggunaannya harus dilakukan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab oleh tenaga kesehatan yang berkompeten. Alat Kesehatan (Alkes) Fisioterapi Herbal merupakan inovasi di bidang kesehatan yang memadukan teknologi terapi fisik dengan konsep pengobatan herbal atau alami. Alkes ini dirancang untuk membantu proses penyembuhan, pemulihan, serta menjaga kebugaran tubuh dengan cara yang lebih alami, aman, dan minim efek samping. Pada dasarnya, fisioterapi bertujuan untuk memulihkan fungsi tubuh, mengurangi rasa nyeri, memperbaiki sistem gerak, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan dikombinasikan bersama unsur herbal, Alkes Fisioterapi Herbal tidak hanya bekerja secara mekanis pada otot, saraf, dan sendi, tetapi juga memberikan efek relaksasi, pelancaran peredaran darah, serta membantu detoksifikasi tubuh melalui energi dan zat alami dari bahan herbal. Alkes Fisioterapi Herbal biasanya menggunakan media seperti batu mineral, ramuan herbal kering, minyak esensial, atau bahan-bahan alami lain yang dipanaskan atau diolah dengan teknologi tertentu. Panas, gelombang, atau tekanan yang dihasilkan alat ini akan membantu membuka pori-pori kulit, melancarkan peredaran darah, serta merilekskan otot-otot yang tegang. Sementara itu, kandungan herbal yang digunakan dipercaya dapat membantu mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan mempercepat proses pemulihan jaringan tubuh. Manfaat utama Alkes Fisioterapi Herbal antara lain adalah membantu mengatasi pegal linu, nyeri sendi, nyeri otot, sakit pinggang, asam urat, rematik, hingga membantu memperbaiki kualitas tidur dan meningkatkan stamina tubuh. Selain itu, terapi ini juga sering digunakan sebagai terapi pendamping untuk pemulihan pasca sakit atau pasca cedera, karena sifatnya yang menenangkan dan mendukung proses penyembuhan alami tubuh. Keunggulan Alkes Fisioterapi Herbal terletak pada pendekatannya yang holistik, yaitu tidak hanya berfokus pada satu bagian tubuh yang sakit, tetapi juga membantu menyeimbangkan seluruh sistem tubuh. Penggunaan bahan alami menjadikan terapi ini relatif lebih aman untuk digunakan secara rutin, selama tetap mengikuti petunjuk pemakaian dan rekomendasi tenaga kesehatan. Dalam praktiknya, Alkes Fisioterapi Herbal dapat digunakan di fasilitas kesehatan, klinik terapi, pusat kebugaran, maupun di rumah sebagai terapi mandiri. Penggunaan secara teratur dan konsisten dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, mencegah kekakuan otot, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengobatan alami dan gaya hidup sehat, Alkes Fisioterapi Herbal menjadi salah satu alternatif solusi kesehatan yang menggabungkan kearifan lokal, bahan alami, dan teknologi modern dalam satu bentuk terapi yang praktis, aman, dan bermanfaat. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Demo Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 181 | 07-01-2026 | Kegiatan giat petik melon bersama Ibu Penasihat dan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan telah dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Alvaro Farm yang berlokasi di Kecamatan Paciran. Kegiatan ini dimulai pada pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang meriah, penuh kebersamaan, serta antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
Selain kegiatan petik melon, para peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pertanian hortikultura. Pertanian hortikultura merupakan cabang pertanian yang berfokus pada budidaya tanaman buah, sayur, dan tanaman hias, salah satunya adalah tanaman melon. Media tanam yang digunakan pada budidaya melon umumnya berupa tanah yang gembur dan subur, dapat dikombinasikan dengan pupuk organik, kompos, atau media tanam modern seperti campuran cocopeat dan sekam bakar untuk menjaga kelembapan dan kesuburan tanah. Pemilihan media tanam yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas dan hasil panen.
Manfaat dari pertanian hortikultura antara lain mampu meningkatkan nilai ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta mendukung ketahanan pangan. Dari sisi usaha, budidaya melon dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik. Pendirian usaha hortikultura dimulai dari persiapan lahan atau sarana tanam, pemilihan bibit unggul, pengelolaan media tanam, pemupukan dan perawatan tanaman secara rutin, hingga proses panen dan pemasaran hasil. Dengan perencanaan yang matang dan manajemen yang baik, usaha hortikultura seperti budidaya melon dapat berkembang secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan memperoleh pengalaman langsung serta wawasan baru mengenai pertanian hortikultura dan peluang usaha di bidang pertanian. Kegiatan berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat edukatif serta inspiratif bagi seluruh peserta. Program: Pelatihan/Kursus Pelaksana: DINAS PU BINA MARGA |
| BIDANG : SOSIAL BUDAYA | ||
| 182 | 07-04-2026 | Takziah ke saudara kita meninggal Alm. Pitono karyawan perumda air minum kabupaten lamongan
Bidang : Sosial dan budaya
Program Sosial dan Budaya : Kepedulian dan kesetiakawanan
Kegiatan Kepedulian dan kesetiakawanan : Bantuan Sosial
Kegiatan Program :
1. Takziah ke saudara kita meninggal Alm. Pitono karyawan perumda air minum kabupaten lamongan
2. Hari/Tanggal : Senin, 30 Maret 2026
3. Waktu : 14.30 WIB s/d selesai
4. Tempat : babat
5. Acara : Takziah ke saudara kita meninggal Alm. Pitono karyawan perumda air minum kabupaten lamongan
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kalimat tersebut merupakan ungkapan yang diucapkan umat Muslim ketika mendengar kabar duka. Maknanya adalah bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Ucapan ini juga menjadi bentuk keikhlasan serta pengingat bagi kita bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.
Kami turut berduka cita atas wafatnya saudara kita, Alm. Pitono, karyawan Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan. Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosa-dosanya, diterima segala amal ibadahnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
Kegiatan takziah ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan, serta sebagai upaya menjalin dan mempererat tali silaturahmi antar sesama, khususnya antar karyawan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan spiritual bagi keluarga almarhum serta menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini diharapkan keluarga yang ditinggalkan dapat merasa terhibur dan tidak sendiri dalam menghadapi duka. Di samping itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan rasa kebersamaan, solidaritas, dan kekompakan di lingkungan kerja, serta menumbuhkan sikap saling peduli dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan niat baik serta doa yang diberikan, diharapkan kegiatan ini juga menjadi amal kebaikan yang membawa pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: PERUMDA PDAM KABUPATEN LAMONGAN |
| 183 | 28-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Modo yang dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 28 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Modo, dengan peserta 55 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Modo. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Modo, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Modo, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Halah Bi Halal . Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan antarsesama setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara historis, istilah “halal bihalal” tidak berasal langsung dari bahasa Arab yang baku, melainkan merupakan kreasi budaya masyarakat Indonesia. Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa tradisi ini mulai dikenal luas pada masa kepemimpinan Soekarno. Pada akhir 1940-an, kondisi politik Indonesia sedang tidak stabil dengan banyaknya konflik di kalangan elite. Untuk meredakan ketegangan tersebut, Soekarno meminta saran kepada ulama besar, KH Wahab Chasbullah. KH Wahab Chasbullah kemudian mengusulkan sebuah konsep pertemuan yang bertujuan untuk “menghalalkan yang haram” dalam konteks hubungan antar manusia yakni menghapus kesalahan melalui saling memaafkan. Dari situlah muncul istilah “halal bihalal”. Soekarno kemudian mengundang para tokoh politik dalam sebuah acara silaturahmi pada hari raya Idul Fitri, yang menjadi cikal bakal tradisi halal bihalal hingga saat ini. Seiring waktu, halal bihalal berkembang menjadi tradisi nasional yang tidak hanya dilakukan oleh kalangan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas baik di lingkungan keluarga, sekolah, perkantoran, hingga organisasi. Acara ini biasanya diisi dengan sambutan, doa bersama, dan saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan. Lebih dari sekadar tradisi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persatuan, dan semangat menjaga keharmonisan sosial. Dalam konteks modern, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat jaringan sosial dan mempererat kebersamaan di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya ritual seremonial, melainkan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih di tengah masyarakat. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah merayakan Hari Raya Idulfitri. Istilah halal bihalal berasal dari kata halal yang berarti terbebas dari dosa atau kesalahan. Secara makna, halal bihalal adalah kegiatan saling memaafkan antar sesama manusia dengan tujuan membersihkan hati, mempererat tali silaturahmi, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Tradisi ini biasanya dilakukan melalui pertemuan keluarga, masyarakat, maupun instansi tertentu, di mana setiap orang saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Halal bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial. Melalui halal bihalal, nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, dan saling menghargai diajarkan serta dipraktikkan secara nyata. Tradisi ini juga mencerminkan budaya gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan saling memaafkan, diharapkan setiap individu dapat memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan hubungan yang lebih baik. Oleh karena itu, halal bihalal memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana damai setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah perayaan Idulfitri sebagai bentuk penyempurnaan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara hakikat, halal bihalal bukan sekadar kegiatan saling berjabat tangan atau acara seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menumbuhkan kembali nilai persaudaraan dan kebersamaan. Hakikat halal bihalal terletak pada proses saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Manusia sebagai makhluk sosial tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Melalui halal bihalal, setiap individu diajak untuk merendahkan hati, menghapus rasa dendam, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Tradisi ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang memperkuat tali silaturahmi dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dunia kerja. Lebih dalam lagi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur ajaran Islam tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablum minannas) selain hubungan dengan Allah (hablum minallah). Ibadah yang dilakukan selama Ramadan menjadi lebih sempurna ketika diiringi dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sosial. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga sarana pembinaan akhlak dan karakter. Pada akhirnya, hakikat halal bihalal adalah membangun kembali harmoni kehidupan. Melalui sikap saling memaafkan, tumbuh rasa damai, persatuan, dan kasih sayang yang mempererat kebersamaan. Semangat inilah yang menjadikan halal bihalal sebagai warisan budaya sekaligus nilai spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Idul Fitri merupakan salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam di seluruh dunia yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah. Secara bahasa, “Idul Fitri” berasal dari kata ‘Id yang berarti kembali atau perayaan, dan Fitri yang berarti suci atau kembali kepada keadaan asal. Oleh karena itu, Idul Fitri dimaknai sebagai hari kembali kepada kesucian setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Sejarah Idul Fitri bermula pada masa Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Saat itu, masyarakat Madinah memiliki dua hari raya yang biasa dirayakan dengan berbagai hiburan. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa Allah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Sejak saat itulah Idul Fitri ditetapkan sebagai hari raya umat Islam. Perayaan Idul Fitri erat kaitannya dengan ibadah puasa Ramadan yang diwajibkan pada tahun kedua Hijriah. Setelah sebulan penuh umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta berbagai perbuatan yang membatalkan puasa, Idul Fitri menjadi simbol kemenangan spiritual kemenangan melawan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam sejarah perkembangannya, tradisi Idul Fitri tidak hanya berisi ibadah seperti salat Id, zakat fitrah, dan doa bersama, tetapi juga berkembang menjadi momen sosial yang mempererat silaturahmi. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, muncul tradisi khas seperti halal bihalal, saling memaafkan, mudik, serta berbagi makanan khas sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan. Hingga kini, Idul Fitri tetap menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, dan persatuan umat, sekaligus mengingatkan manusia untuk kembali kepada fitrah sebagai pribadi yang lebih baik. Idul Fitri bukan sekadar perayaan berakhirnya bulan Ramadan, melainkan momentum kembali kepada kesucian diri setelah menjalani proses panjang pembinaan spiritual. Secara bahasa, Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah, yaitu keadaan manusia yang suci, bersih dari dosa, dan dekat dengan nilai-nilai kebaikan sebagaimana saat dilahirkan. Selama bulan Ramadan, umat Islam ditempa melalui ibadah puasa, shalat, sedekah, serta pengendalian hawa nafsu. Proses ini bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, empati, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, hakikat Idul Fitri adalah hasil dari kemenangan melawan diri sendiri, kemenangan atas amarah, keserakahan, dan segala perilaku yang menjauhkan manusia dari nilai ketakwaan. Idul Fitri juga mengajarkan makna rekonsiliasi dan persaudaraan. Tradisi saling memaafkan menjadi simbol bahwa manusia tidak lepas dari kesalahan, dan kebesaran hati tercermin dari kemampuan untuk memberi dan meminta maaf dengan tulus. Dalam momen ini, hubungan yang renggang diperbaiki, perselisihan diselesaikan, dan tali silaturahmi kembali dipererat. Selain itu, hakikat Idul Fitri mengandung nilai kepedulian sosial melalui zakat fitrah, yang memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga dibagikan kepada sesama. Dengan demikian, Idul Fitri sejatinya bukan akhir dari ibadah Ramadan, melainkan awal kehidupan baru yang lebih baik. Kesucian yang diraih hendaknya menjadi bekal untuk menjalani hari-hari berikutnya dengan akhlak yang lebih mulia, hati yang lebih bersih, dan iman yang lebih kuat. Idul Fitri mengingatkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu menjaga nilai-nilai kebaikan tidak hanya di bulan suci, tetapi sepanjang kehidupannya. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 184 | 02-04-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Kedungpring yang dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 02 April 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Kedungpring, dengan peserta 50 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Kedungpring. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Kedungpring, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Kedungpring, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Halah Bi Halal . Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan antarsesama setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara historis, istilah “halal bihalal” tidak berasal langsung dari bahasa Arab yang baku, melainkan merupakan kreasi budaya masyarakat Indonesia. Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa tradisi ini mulai dikenal luas pada masa kepemimpinan Soekarno. Pada akhir 1940-an, kondisi politik Indonesia sedang tidak stabil dengan banyaknya konflik di kalangan elite. Untuk meredakan ketegangan tersebut, Soekarno meminta saran kepada ulama besar, KH Wahab Chasbullah. KH Wahab Chasbullah kemudian mengusulkan sebuah konsep pertemuan yang bertujuan untuk “menghalalkan yang haram” dalam konteks hubungan antar manusia yakni menghapus kesalahan melalui saling memaafkan. Dari situlah muncul istilah “halal bihalal”. Soekarno kemudian mengundang para tokoh politik dalam sebuah acara silaturahmi pada hari raya Idul Fitri, yang menjadi cikal bakal tradisi halal bihalal hingga saat ini. Seiring waktu, halal bihalal berkembang menjadi tradisi nasional yang tidak hanya dilakukan oleh kalangan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas baik di lingkungan keluarga, sekolah, perkantoran, hingga organisasi. Acara ini biasanya diisi dengan sambutan, doa bersama, dan saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan. Lebih dari sekadar tradisi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persatuan, dan semangat menjaga keharmonisan sosial. Dalam konteks modern, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat jaringan sosial dan mempererat kebersamaan di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya ritual seremonial, melainkan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih di tengah masyarakat. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah merayakan Hari Raya Idulfitri. Istilah halal bihalal berasal dari kata halal yang berarti terbebas dari dosa atau kesalahan. Secara makna, halal bihalal adalah kegiatan saling memaafkan antar sesama manusia dengan tujuan membersihkan hati, mempererat tali silaturahmi, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Tradisi ini biasanya dilakukan melalui pertemuan keluarga, masyarakat, maupun instansi tertentu, di mana setiap orang saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Halal bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial. Melalui halal bihalal, nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, dan saling menghargai diajarkan serta dipraktikkan secara nyata. Tradisi ini juga mencerminkan budaya gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan saling memaafkan, diharapkan setiap individu dapat memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan hubungan yang lebih baik. Oleh karena itu, halal bihalal memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana damai setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah perayaan Idulfitri sebagai bentuk penyempurnaan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara hakikat, halal bihalal bukan sekadar kegiatan saling berjabat tangan atau acara seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menumbuhkan kembali nilai persaudaraan dan kebersamaan. Hakikat halal bihalal terletak pada proses saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Manusia sebagai makhluk sosial tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Melalui halal bihalal, setiap individu diajak untuk merendahkan hati, menghapus rasa dendam, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Tradisi ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang memperkuat tali silaturahmi dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dunia kerja. Lebih dalam lagi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur ajaran Islam tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablum minannas) selain hubungan dengan Allah (hablum minallah). Ibadah yang dilakukan selama Ramadan menjadi lebih sempurna ketika diiringi dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sosial. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga sarana pembinaan akhlak dan karakter. Pada akhirnya, hakikat halal bihalal adalah membangun kembali harmoni kehidupan. Melalui sikap saling memaafkan, tumbuh rasa damai, persatuan, dan kasih sayang yang mempererat kebersamaan. Semangat inilah yang menjadikan halal bihalal sebagai warisan budaya sekaligus nilai spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Idul Fitri merupakan salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam di seluruh dunia yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah. Secara bahasa, “Idul Fitri” berasal dari kata ‘Id yang berarti kembali atau perayaan, dan Fitri yang berarti suci atau kembali kepada keadaan asal. Oleh karena itu, Idul Fitri dimaknai sebagai hari kembali kepada kesucian setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Sejarah Idul Fitri bermula pada masa Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Saat itu, masyarakat Madinah memiliki dua hari raya yang biasa dirayakan dengan berbagai hiburan. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa Allah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Sejak saat itulah Idul Fitri ditetapkan sebagai hari raya umat Islam. Perayaan Idul Fitri erat kaitannya dengan ibadah puasa Ramadan yang diwajibkan pada tahun kedua Hijriah. Setelah sebulan penuh umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta berbagai perbuatan yang membatalkan puasa, Idul Fitri menjadi simbol kemenangan spiritual kemenangan melawan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam sejarah perkembangannya, tradisi Idul Fitri tidak hanya berisi ibadah seperti salat Id, zakat fitrah, dan doa bersama, tetapi juga berkembang menjadi momen sosial yang mempererat silaturahmi. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, muncul tradisi khas seperti halal bihalal, saling memaafkan, mudik, serta berbagi makanan khas sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan. Hingga kini, Idul Fitri tetap menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, dan persatuan umat, sekaligus mengingatkan manusia untuk kembali kepada fitrah sebagai pribadi yang lebih baik. Idul Fitri bukan sekadar perayaan berakhirnya bulan Ramadan, melainkan momentum kembali kepada kesucian diri setelah menjalani proses panjang pembinaan spiritual. Secara bahasa, Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah, yaitu keadaan manusia yang suci, bersih dari dosa, dan dekat dengan nilai-nilai kebaikan sebagaimana saat dilahirkan. Selama bulan Ramadan, umat Islam ditempa melalui ibadah puasa, shalat, sedekah, serta pengendalian hawa nafsu. Proses ini bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, empati, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, hakikat Idul Fitri adalah hasil dari kemenangan melawan diri sendiri, kemenangan atas amarah, keserakahan, dan segala perilaku yang menjauhkan manusia dari nilai ketakwaan. Idul Fitri juga mengajarkan makna rekonsiliasi dan persaudaraan. Tradisi saling memaafkan menjadi simbol bahwa manusia tidak lepas dari kesalahan, dan kebesaran hati tercermin dari kemampuan untuk memberi dan meminta maaf dengan tulus. Dalam momen ini, hubungan yang renggang diperbaiki, perselisihan diselesaikan, dan tali silaturahmi kembali dipererat. Selain itu, hakikat Idul Fitri mengandung nilai kepedulian sosial melalui zakat fitrah, yang memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga dibagikan kepada sesama. Dengan demikian, Idul Fitri sejatinya bukan akhir dari ibadah Ramadan, melainkan awal kehidupan baru yang lebih baik. Kesucian yang diraih hendaknya menjadi bekal untuk menjalani hari-hari berikutnya dengan akhlak yang lebih mulia, hati yang lebih bersih, dan iman yang lebih kuat. Idul Fitri mengingatkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu menjaga nilai-nilai kebaikan tidak hanya di bulan suci, tetapi sepanjang kehidupannya. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 185 | 02-04-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Mantup yang dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 02 April 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Mantup, dengan peserta 50 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Mantup. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Mantup, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Mantup, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Halah Bi Halal . Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan antarsesama setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara historis, istilah “halal bihalal” tidak berasal langsung dari bahasa Arab yang baku, melainkan merupakan kreasi budaya masyarakat Indonesia. Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa tradisi ini mulai dikenal luas pada masa kepemimpinan Soekarno. Pada akhir 1940-an, kondisi politik Indonesia sedang tidak stabil dengan banyaknya konflik di kalangan elite. Untuk meredakan ketegangan tersebut, Soekarno meminta saran kepada ulama besar, KH Wahab Chasbullah. KH Wahab Chasbullah kemudian mengusulkan sebuah konsep pertemuan yang bertujuan untuk “menghalalkan yang haram” dalam konteks hubungan antar manusia yakni menghapus kesalahan melalui saling memaafkan. Dari situlah muncul istilah “halal bihalal”. Soekarno kemudian mengundang para tokoh politik dalam sebuah acara silaturahmi pada hari raya Idul Fitri, yang menjadi cikal bakal tradisi halal bihalal hingga saat ini. Seiring waktu, halal bihalal berkembang menjadi tradisi nasional yang tidak hanya dilakukan oleh kalangan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas baik di lingkungan keluarga, sekolah, perkantoran, hingga organisasi. Acara ini biasanya diisi dengan sambutan, doa bersama, dan saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan. Lebih dari sekadar tradisi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persatuan, dan semangat menjaga keharmonisan sosial. Dalam konteks modern, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat jaringan sosial dan mempererat kebersamaan di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya ritual seremonial, melainkan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih di tengah masyarakat. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah merayakan Hari Raya Idulfitri. Istilah halal bihalal berasal dari kata halal yang berarti terbebas dari dosa atau kesalahan. Secara makna, halal bihalal adalah kegiatan saling memaafkan antar sesama manusia dengan tujuan membersihkan hati, mempererat tali silaturahmi, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Tradisi ini biasanya dilakukan melalui pertemuan keluarga, masyarakat, maupun instansi tertentu, di mana setiap orang saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Halal bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial. Melalui halal bihalal, nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, dan saling menghargai diajarkan serta dipraktikkan secara nyata. Tradisi ini juga mencerminkan budaya gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan saling memaafkan, diharapkan setiap individu dapat memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan hubungan yang lebih baik. Oleh karena itu, halal bihalal memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana damai setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah perayaan Idulfitri sebagai bentuk penyempurnaan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara hakikat, halal bihalal bukan sekadar kegiatan saling berjabat tangan atau acara seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menumbuhkan kembali nilai persaudaraan dan kebersamaan. Hakikat halal bihalal terletak pada proses saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Manusia sebagai makhluk sosial tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Melalui halal bihalal, setiap individu diajak untuk merendahkan hati, menghapus rasa dendam, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Tradisi ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang memperkuat tali silaturahmi dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dunia kerja. Lebih dalam lagi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur ajaran Islam tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablum minannas) selain hubungan dengan Allah (hablum minallah). Ibadah yang dilakukan selama Ramadan menjadi lebih sempurna ketika diiringi dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sosial. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga sarana pembinaan akhlak dan karakter. Pada akhirnya, hakikat halal bihalal adalah membangun kembali harmoni kehidupan. Melalui sikap saling memaafkan, tumbuh rasa damai, persatuan, dan kasih sayang yang mempererat kebersamaan. Semangat inilah yang menjadikan halal bihalal sebagai warisan budaya sekaligus nilai spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Idul Fitri merupakan salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam di seluruh dunia yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah. Secara bahasa, “Idul Fitri” berasal dari kata ‘Id yang berarti kembali atau perayaan, dan Fitri yang berarti suci atau kembali kepada keadaan asal. Oleh karena itu, Idul Fitri dimaknai sebagai hari kembali kepada kesucian setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Sejarah Idul Fitri bermula pada masa Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Saat itu, masyarakat Madinah memiliki dua hari raya yang biasa dirayakan dengan berbagai hiburan. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa Allah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Sejak saat itulah Idul Fitri ditetapkan sebagai hari raya umat Islam. Perayaan Idul Fitri erat kaitannya dengan ibadah puasa Ramadan yang diwajibkan pada tahun kedua Hijriah. Setelah sebulan penuh umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta berbagai perbuatan yang membatalkan puasa, Idul Fitri menjadi simbol kemenangan spiritual kemenangan melawan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam sejarah perkembangannya, tradisi Idul Fitri tidak hanya berisi ibadah seperti salat Id, zakat fitrah, dan doa bersama, tetapi juga berkembang menjadi momen sosial yang mempererat silaturahmi. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, muncul tradisi khas seperti halal bihalal, saling memaafkan, mudik, serta berbagi makanan khas sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan. Hingga kini, Idul Fitri tetap menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, dan persatuan umat, sekaligus mengingatkan manusia untuk kembali kepada fitrah sebagai pribadi yang lebih baik. Idul Fitri bukan sekadar perayaan berakhirnya bulan Ramadan, melainkan momentum kembali kepada kesucian diri setelah menjalani proses panjang pembinaan spiritual. Secara bahasa, Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah, yaitu keadaan manusia yang suci, bersih dari dosa, dan dekat dengan nilai-nilai kebaikan sebagaimana saat dilahirkan. Selama bulan Ramadan, umat Islam ditempa melalui ibadah puasa, shalat, sedekah, serta pengendalian hawa nafsu. Proses ini bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, empati, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, hakikat Idul Fitri adalah hasil dari kemenangan melawan diri sendiri, kemenangan atas amarah, keserakahan, dan segala perilaku yang menjauhkan manusia dari nilai ketakwaan. Idul Fitri juga mengajarkan makna rekonsiliasi dan persaudaraan. Tradisi saling memaafkan menjadi simbol bahwa manusia tidak lepas dari kesalahan, dan kebesaran hati tercermin dari kemampuan untuk memberi dan meminta maaf dengan tulus. Dalam momen ini, hubungan yang renggang diperbaiki, perselisihan diselesaikan, dan tali silaturahmi kembali dipererat. Selain itu, hakikat Idul Fitri mengandung nilai kepedulian sosial melalui zakat fitrah, yang memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga dibagikan kepada sesama. Dengan demikian, Idul Fitri sejatinya bukan akhir dari ibadah Ramadan, melainkan awal kehidupan baru yang lebih baik. Kesucian yang diraih hendaknya menjadi bekal untuk menjalani hari-hari berikutnya dengan akhlak yang lebih mulia, hati yang lebih bersih, dan iman yang lebih kuat. Idul Fitri mengingatkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu menjaga nilai-nilai kebaikan tidak hanya di bulan suci, tetapi sepanjang kehidupannya. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 186 | 02-04-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Pucuk yang dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 02 April 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Pucuk, dengan peserta 48 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Pucuk. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Pucuk, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Pucuk, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Halah Bi Halal . Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan antarsesama setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara historis, istilah “halal bihalal” tidak berasal langsung dari bahasa Arab yang baku, melainkan merupakan kreasi budaya masyarakat Indonesia. Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa tradisi ini mulai dikenal luas pada masa kepemimpinan Soekarno. Pada akhir 1940-an, kondisi politik Indonesia sedang tidak stabil dengan banyaknya konflik di kalangan elite. Untuk meredakan ketegangan tersebut, Soekarno meminta saran kepada ulama besar, KH Wahab Chasbullah. KH Wahab Chasbullah kemudian mengusulkan sebuah konsep pertemuan yang bertujuan untuk “menghalalkan yang haram” dalam konteks hubungan antar manusia yakni menghapus kesalahan melalui saling memaafkan. Dari situlah muncul istilah “halal bihalal”. Soekarno kemudian mengundang para tokoh politik dalam sebuah acara silaturahmi pada hari raya Idul Fitri, yang menjadi cikal bakal tradisi halal bihalal hingga saat ini. Seiring waktu, halal bihalal berkembang menjadi tradisi nasional yang tidak hanya dilakukan oleh kalangan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas baik di lingkungan keluarga, sekolah, perkantoran, hingga organisasi. Acara ini biasanya diisi dengan sambutan, doa bersama, dan saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan. Lebih dari sekadar tradisi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persatuan, dan semangat menjaga keharmonisan sosial. Dalam konteks modern, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat jaringan sosial dan mempererat kebersamaan di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya ritual seremonial, melainkan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih di tengah masyarakat. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah merayakan Hari Raya Idulfitri. Istilah halal bihalal berasal dari kata halal yang berarti terbebas dari dosa atau kesalahan. Secara makna, halal bihalal adalah kegiatan saling memaafkan antar sesama manusia dengan tujuan membersihkan hati, mempererat tali silaturahmi, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Tradisi ini biasanya dilakukan melalui pertemuan keluarga, masyarakat, maupun instansi tertentu, di mana setiap orang saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Halal bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial. Melalui halal bihalal, nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, dan saling menghargai diajarkan serta dipraktikkan secara nyata. Tradisi ini juga mencerminkan budaya gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan saling memaafkan, diharapkan setiap individu dapat memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan hubungan yang lebih baik. Oleh karena itu, halal bihalal memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana damai setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah perayaan Idulfitri sebagai bentuk penyempurnaan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara hakikat, halal bihalal bukan sekadar kegiatan saling berjabat tangan atau acara seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menumbuhkan kembali nilai persaudaraan dan kebersamaan. Hakikat halal bihalal terletak pada proses saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Manusia sebagai makhluk sosial tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Melalui halal bihalal, setiap individu diajak untuk merendahkan hati, menghapus rasa dendam, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Tradisi ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang memperkuat tali silaturahmi dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dunia kerja. Lebih dalam lagi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur ajaran Islam tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablum minannas) selain hubungan dengan Allah (hablum minallah). Ibadah yang dilakukan selama Ramadan menjadi lebih sempurna ketika diiringi dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sosial. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga sarana pembinaan akhlak dan karakter. Pada akhirnya, hakikat halal bihalal adalah membangun kembali harmoni kehidupan. Melalui sikap saling memaafkan, tumbuh rasa damai, persatuan, dan kasih sayang yang mempererat kebersamaan. Semangat inilah yang menjadikan halal bihalal sebagai warisan budaya sekaligus nilai spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Idul Fitri merupakan salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam di seluruh dunia yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah. Secara bahasa, “Idul Fitri” berasal dari kata ‘Id yang berarti kembali atau perayaan, dan Fitri yang berarti suci atau kembali kepada keadaan asal. Oleh karena itu, Idul Fitri dimaknai sebagai hari kembali kepada kesucian setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Sejarah Idul Fitri bermula pada masa Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Saat itu, masyarakat Madinah memiliki dua hari raya yang biasa dirayakan dengan berbagai hiburan. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa Allah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Sejak saat itulah Idul Fitri ditetapkan sebagai hari raya umat Islam. Perayaan Idul Fitri erat kaitannya dengan ibadah puasa Ramadan yang diwajibkan pada tahun kedua Hijriah. Setelah sebulan penuh umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta berbagai perbuatan yang membatalkan puasa, Idul Fitri menjadi simbol kemenangan spiritual kemenangan melawan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam sejarah perkembangannya, tradisi Idul Fitri tidak hanya berisi ibadah seperti salat Id, zakat fitrah, dan doa bersama, tetapi juga berkembang menjadi momen sosial yang mempererat silaturahmi. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, muncul tradisi khas seperti halal bihalal, saling memaafkan, mudik, serta berbagi makanan khas sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan. Hingga kini, Idul Fitri tetap menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, dan persatuan umat, sekaligus mengingatkan manusia untuk kembali kepada fitrah sebagai pribadi yang lebih baik. Idul Fitri bukan sekadar perayaan berakhirnya bulan Ramadan, melainkan momentum kembali kepada kesucian diri setelah menjalani proses panjang pembinaan spiritual. Secara bahasa, Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah, yaitu keadaan manusia yang suci, bersih dari dosa, dan dekat dengan nilai-nilai kebaikan sebagaimana saat dilahirkan. Selama bulan Ramadan, umat Islam ditempa melalui ibadah puasa, shalat, sedekah, serta pengendalian hawa nafsu. Proses ini bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, empati, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, hakikat Idul Fitri adalah hasil dari kemenangan melawan diri sendiri, kemenangan atas amarah, keserakahan, dan segala perilaku yang menjauhkan manusia dari nilai ketakwaan. Idul Fitri juga mengajarkan makna rekonsiliasi dan persaudaraan. Tradisi saling memaafkan menjadi simbol bahwa manusia tidak lepas dari kesalahan, dan kebesaran hati tercermin dari kemampuan untuk memberi dan meminta maaf dengan tulus. Dalam momen ini, hubungan yang renggang diperbaiki, perselisihan diselesaikan, dan tali silaturahmi kembali dipererat. Selain itu, hakikat Idul Fitri mengandung nilai kepedulian sosial melalui zakat fitrah, yang memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga dibagikan kepada sesama. Dengan demikian, Idul Fitri sejatinya bukan akhir dari ibadah Ramadan, melainkan awal kehidupan baru yang lebih baik. Kesucian yang diraih hendaknya menjadi bekal untuk menjalani hari-hari berikutnya dengan akhlak yang lebih mulia, hati yang lebih bersih, dan iman yang lebih kuat. Idul Fitri mengingatkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu menjaga nilai-nilai kebaikan tidak hanya di bulan suci, tetapi sepanjang kehidupannya. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 187 | 26-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Paciran yang dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 26 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Paciran, dengan peserta 44 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Paciran. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Paciran, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Paciran, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Halah Bi Halal . Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan antarsesama setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara historis, istilah “halal bihalal” tidak berasal langsung dari bahasa Arab yang baku, melainkan merupakan kreasi budaya masyarakat Indonesia. Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa tradisi ini mulai dikenal luas pada masa kepemimpinan Soekarno. Pada akhir 1940-an, kondisi politik Indonesia sedang tidak stabil dengan banyaknya konflik di kalangan elite. Untuk meredakan ketegangan tersebut, Soekarno meminta saran kepada ulama besar, KH Wahab Chasbullah. KH Wahab Chasbullah kemudian mengusulkan sebuah konsep pertemuan yang bertujuan untuk “menghalalkan yang haram” dalam konteks hubungan antar manusia yakni menghapus kesalahan melalui saling memaafkan. Dari situlah muncul istilah “halal bihalal”. Soekarno kemudian mengundang para tokoh politik dalam sebuah acara silaturahmi pada hari raya Idul Fitri, yang menjadi cikal bakal tradisi halal bihalal hingga saat ini. Seiring waktu, halal bihalal berkembang menjadi tradisi nasional yang tidak hanya dilakukan oleh kalangan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas baik di lingkungan keluarga, sekolah, perkantoran, hingga organisasi. Acara ini biasanya diisi dengan sambutan, doa bersama, dan saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan. Lebih dari sekadar tradisi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persatuan, dan semangat menjaga keharmonisan sosial. Dalam konteks modern, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat jaringan sosial dan mempererat kebersamaan di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya ritual seremonial, melainkan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih di tengah masyarakat. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah merayakan Hari Raya Idulfitri. Istilah halal bihalal berasal dari kata halal yang berarti terbebas dari dosa atau kesalahan. Secara makna, halal bihalal adalah kegiatan saling memaafkan antar sesama manusia dengan tujuan membersihkan hati, mempererat tali silaturahmi, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Tradisi ini biasanya dilakukan melalui pertemuan keluarga, masyarakat, maupun instansi tertentu, di mana setiap orang saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Halal bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial. Melalui halal bihalal, nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, dan saling menghargai diajarkan serta dipraktikkan secara nyata. Tradisi ini juga mencerminkan budaya gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan saling memaafkan, diharapkan setiap individu dapat memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan hubungan yang lebih baik. Oleh karena itu, halal bihalal memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana damai setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah perayaan Idulfitri sebagai bentuk penyempurnaan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara hakikat, halal bihalal bukan sekadar kegiatan saling berjabat tangan atau acara seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menumbuhkan kembali nilai persaudaraan dan kebersamaan. Hakikat halal bihalal terletak pada proses saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Manusia sebagai makhluk sosial tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Melalui halal bihalal, setiap individu diajak untuk merendahkan hati, menghapus rasa dendam, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Tradisi ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang memperkuat tali silaturahmi dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dunia kerja. Lebih dalam lagi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur ajaran Islam tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablum minannas) selain hubungan dengan Allah (hablum minallah). Ibadah yang dilakukan selama Ramadan menjadi lebih sempurna ketika diiringi dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sosial. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga sarana pembinaan akhlak dan karakter. Pada akhirnya, hakikat halal bihalal adalah membangun kembali harmoni kehidupan. Melalui sikap saling memaafkan, tumbuh rasa damai, persatuan, dan kasih sayang yang mempererat kebersamaan. Semangat inilah yang menjadikan halal bihalal sebagai warisan budaya sekaligus nilai spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Idul Fitri merupakan salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam di seluruh dunia yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah. Secara bahasa, “Idul Fitri” berasal dari kata ‘Id yang berarti kembali atau perayaan, dan Fitri yang berarti suci atau kembali kepada keadaan asal. Oleh karena itu, Idul Fitri dimaknai sebagai hari kembali kepada kesucian setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Sejarah Idul Fitri bermula pada masa Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Saat itu, masyarakat Madinah memiliki dua hari raya yang biasa dirayakan dengan berbagai hiburan. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa Allah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Sejak saat itulah Idul Fitri ditetapkan sebagai hari raya umat Islam. Perayaan Idul Fitri erat kaitannya dengan ibadah puasa Ramadan yang diwajibkan pada tahun kedua Hijriah. Setelah sebulan penuh umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta berbagai perbuatan yang membatalkan puasa, Idul Fitri menjadi simbol kemenangan spiritual kemenangan melawan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam sejarah perkembangannya, tradisi Idul Fitri tidak hanya berisi ibadah seperti salat Id, zakat fitrah, dan doa bersama, tetapi juga berkembang menjadi momen sosial yang mempererat silaturahmi. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, muncul tradisi khas seperti halal bihalal, saling memaafkan, mudik, serta berbagi makanan khas sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan. Hingga kini, Idul Fitri tetap menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, dan persatuan umat, sekaligus mengingatkan manusia untuk kembali kepada fitrah sebagai pribadi yang lebih baik. Idul Fitri bukan sekadar perayaan berakhirnya bulan Ramadan, melainkan momentum kembali kepada kesucian diri setelah menjalani proses panjang pembinaan spiritual. Secara bahasa, Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah, yaitu keadaan manusia yang suci, bersih dari dosa, dan dekat dengan nilai-nilai kebaikan sebagaimana saat dilahirkan. Selama bulan Ramadan, umat Islam ditempa melalui ibadah puasa, shalat, sedekah, serta pengendalian hawa nafsu. Proses ini bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, empati, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, hakikat Idul Fitri adalah hasil dari kemenangan melawan diri sendiri, kemenangan atas amarah, keserakahan, dan segala perilaku yang menjauhkan manusia dari nilai ketakwaan. Idul Fitri juga mengajarkan makna rekonsiliasi dan persaudaraan. Tradisi saling memaafkan menjadi simbol bahwa manusia tidak lepas dari kesalahan, dan kebesaran hati tercermin dari kemampuan untuk memberi dan meminta maaf dengan tulus. Dalam momen ini, hubungan yang renggang diperbaiki, perselisihan diselesaikan, dan tali silaturahmi kembali dipererat. Selain itu, hakikat Idul Fitri mengandung nilai kepedulian sosial melalui zakat fitrah, yang memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga dibagikan kepada sesama. Dengan demikian, Idul Fitri sejatinya bukan akhir dari ibadah Ramadan, melainkan awal kehidupan baru yang lebih baik. Kesucian yang diraih hendaknya menjadi bekal untuk menjalani hari-hari berikutnya dengan akhlak yang lebih mulia, hati yang lebih bersih, dan iman yang lebih kuat. Idul Fitri mengingatkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu menjaga nilai-nilai kebaikan tidak hanya di bulan suci, tetapi sepanjang kehidupannya. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 188 | 06-04-2026 | Ibu dharma wanita persatuan perumda air minum kabupaten lamongan membagikan takjil 120 makan dan mineral
Bidang : Sosial dan budaya Program Sosial dan Budaya : Kepedulian dan kesetiakawanan
Kegiatan Kepedulian dan kesetiakawanan :Bantuan Sosial
Kegiatan Program :
1. Ibu dharma wanita persatuan perumda air minum kabupaten lamongan membagikan takjil 120 makan dan mineral
2. Hari/Tanggal : Jumat, 06 Maret 2026
3. Waktu : 15.00 WIB s/d selesai
4. Tempat : halaman kantor Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan
5. Pakaian : busana muslim
6. Sasaran : orang orang yang lewat didepan kantor 7. Acara : Ibu dharma wanita persatuan perumda air minum kabupaten lamongan membagikan takjil 120 makan dan mineral
Pembagian takjil dihalaman kantor membuat orang orang berbahagia.
Kegiatan pembagian takjil yang dilaksanakan oleh Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Dalam kegiatan ini, sebanyak 120 paket takjil berupa makanan ringan dan air mineral dibagikan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan warga sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa kepedulian terhadap sesama. Para anggota Dharma Wanita Persatuan turun langsung ke lapangan untuk membagikan takjil kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran kegiatan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat yang merasa terbantu, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Selain bertujuan untuk membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan dengan masyarakat sekitar. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial sangat terasa dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Pembagian 120 paket takjil yang terdiri dari makanan dan air mineral ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta kebahagiaan bagi penerima. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam berperan aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Ke depan, diharapkan kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kontribusi positif kepada masyarakat serta untuk memperkuat rasa empati dan solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: PERUMDA PDAM KABUPATEN LAMONGAN |
| 189 | 06-04-2026 | Pembagian Sembako Ibu dharma wanita persatuan perumda air minum kabupaten lamongan
Bidang : Sosial dan budaya
Program Sosial dan Budaya : Kepedulian dan kesetiakawanan
Kegiatan Kepedulian dan kesetiakawanan : Bakti Sosial
Kegiatan Program :
1. Pembagian Sembako Ibu dharma wanita persatuan perumda air minum kabupaten lamongan
2. Hari/Tanggal : Jumat, 06 Maret 2026
3. Waktu : 15.00 WIB s/d selesai
4. Tempat : sebagian sambeng, sebagian babat
5. Pakaian : bebas rapi
6. Sasaran : orang orang yang kurang mampu
7. Acara : Pembagian Sembako Ibu dharma wanita persatuan perumda air minum kabupaten lamongan
Kegiatan pembagian sembako yang dilaksanakan oleh Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan merupakan bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan ini, sebanyak 50 paket sembako disalurkan kepada warga kurang mampu di wilayah sekitar, sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan penuh rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat gotong royong. Para anggota Dharma Wanita Persatuan turut berperan aktif mulai dari proses persiapan, pengemasan, hingga pendistribusian sembako secara langsung kepada para penerima manfaat. Paket sembako yang dibagikan berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, dan bahan penting lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Selain sebagai bentuk bantuan sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan dengan masyarakat sekitar. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa empati, solidaritas, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pembagian sembako ini juga menjadi wujud komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program-program sosial serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dan membawa kebahagiaan bagi para penerima, serta menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaatnya. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: PERUMDA PDAM KABUPATEN LAMONGAN |
| 190 | 06-04-2026 | Pembagian Takjil di Pendopo Lokatantra
Bidang : Sosial dan budaya
Program Sosial dan Budaya : Kepedulian dan kesetiakawanan
Kegiatan Kepedulian dan kesetiakawanan : Bantuan Sosial
Kegiatan Program :
1. Pembagian Takjil di Pendopo Lokatantra Bagian dari Perumda Air Minum, BKKBN, dan BKPSDM
2. Hari/Tanggal : Senin, 02 Maret 2026
3. Waktu : 14.30 WIB s/d selesai
4. Tempat : halaman pendopo lokatantra
5. Pakaian : batik dharma wanita
6. Sasaran : orang orang yang lewat dipendopo lokatantra
7. Acara : Pembagian Takjil di Pendopo Lokatantra Bagian dari Perumda Air Minum, BKKBN, dan BKPSDM
Pembagian takjil diharapkan tersampaikan kepada orang orang yang kurang mampu dan yg sedang menjalankan ibadah puasa.
Semoga niat baik kami berbagi 200 bungkus nasi dan air mineral menjadi contoh bagi orang lain yang berbagi semampunya.
Dilingkungan pendopo lokantantra hujan deras sejak acara pembagian tapi orang orang tidak pantang menyerah hujan hujanan mereka lalui. Semoga disaat hujan doa dan niat baik kita diijabah Allah SWT.
Saat pembagian takjil pintu ditutup rapat saat jam 15.00 pintu dibuka warga lamongan bersamaan datang untuk mendapatkan takjil.
Kami bahagia karena kebanyakan warga yang kurang mampu datang ke pendopo lokantantra untuk mendapat bagian takjil.
Semoga apa yang kita salurkan sedikit rezeki ini menjadi berkah bagi kita semua. Aamiin
Kami beserta tim tampak kompak dalam berbagi karena melihat antusias warga lamongan cukup membuat semangat.
Semoga tahun yang akan datang kami semua masih diberikan waktu untuk berbagi aamiin Program: Bantuan Sosial Pelaksana: PERUMDA PDAM KABUPATEN LAMONGAN |
| 191 | 26-02-2026 | Dharma Wanita Persatuan DPMPTSP Kabupaten Lamongan mengikuti kegiatan "Ramadhan Berkah" dengan membagikan takjil kepada masyarakat pada hari Kamis, 26 Februari 2026 pukul 15.00 WIB dengan memakai seragam batik Dharma Wanita Persatuan. Pembagian takjil dilaksanakan sesuai dengan daftar kelompok dan jadwal yang terlampir dalam surat. DPMPTSP Kabupaten Lamongan mendapatkan jadwal bersama dengan RSUD Brondong dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan. Perwakilan Dharma Wanita Persatuan DPMPTSP Kabupaten Lamongan yang menghadiri kegiatan tersebut adalah Ny. Warsini dan Ny. Narti. DPMPTSP Kabupaten Lamongan berpartisipasi dengan menyumbangkan 200 nasi bungkus dan air mineral gelas yang sudah terbungkus dalam 1 kresek agar mempermudah dalam saat pembagian takjil. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapatkan antusias tinggi dari masyarakat.
Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU |
| 192 | 31-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Dermolemahbang yang dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 31 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Dermolemahbang, dengan peserta 47 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Dermolemahbang. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Dermolemahbang, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Dermolemahbang, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Halah Bi Halal . Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan antarsesama setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara historis, istilah “halal bihalal” tidak berasal langsung dari bahasa Arab yang baku, melainkan merupakan kreasi budaya masyarakat Indonesia. Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa tradisi ini mulai dikenal luas pada masa kepemimpinan Soekarno. Pada akhir 1940-an, kondisi politik Indonesia sedang tidak stabil dengan banyaknya konflik di kalangan elite. Untuk meredakan ketegangan tersebut, Soekarno meminta saran kepada ulama besar, KH Wahab Chasbullah. KH Wahab Chasbullah kemudian mengusulkan sebuah konsep pertemuan yang bertujuan untuk “menghalalkan yang haram” dalam konteks hubungan antar manusia yakni menghapus kesalahan melalui saling memaafkan. Dari situlah muncul istilah “halal bihalal”. Soekarno kemudian mengundang para tokoh politik dalam sebuah acara silaturahmi pada hari raya Idul Fitri, yang menjadi cikal bakal tradisi halal bihalal hingga saat ini. Seiring waktu, halal bihalal berkembang menjadi tradisi nasional yang tidak hanya dilakukan oleh kalangan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas baik di lingkungan keluarga, sekolah, perkantoran, hingga organisasi. Acara ini biasanya diisi dengan sambutan, doa bersama, dan saling berjabat tangan sebagai simbol saling memaafkan. Lebih dari sekadar tradisi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persatuan, dan semangat menjaga keharmonisan sosial. Dalam konteks modern, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat jaringan sosial dan mempererat kebersamaan di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya ritual seremonial, melainkan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih di tengah masyarakat. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah merayakan Hari Raya Idulfitri. Istilah halal bihalal berasal dari kata halal yang berarti terbebas dari dosa atau kesalahan. Secara makna, halal bihalal adalah kegiatan saling memaafkan antar sesama manusia dengan tujuan membersihkan hati, mempererat tali silaturahmi, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Tradisi ini biasanya dilakukan melalui pertemuan keluarga, masyarakat, maupun instansi tertentu, di mana setiap orang saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Halal bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial. Melalui halal bihalal, nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, dan saling menghargai diajarkan serta dipraktikkan secara nyata. Tradisi ini juga mencerminkan budaya gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan saling memaafkan, diharapkan setiap individu dapat memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan hubungan yang lebih baik. Oleh karena itu, halal bihalal memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana damai setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Halal bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah perayaan Idulfitri sebagai bentuk penyempurnaan ibadah puasa di bulan Ramadan. Secara hakikat, halal bihalal bukan sekadar kegiatan saling berjabat tangan atau acara seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menumbuhkan kembali nilai persaudaraan dan kebersamaan. Hakikat halal bihalal terletak pada proses saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Manusia sebagai makhluk sosial tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Melalui halal bihalal, setiap individu diajak untuk merendahkan hati, menghapus rasa dendam, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Tradisi ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang memperkuat tali silaturahmi dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dunia kerja. Lebih dalam lagi, halal bihalal mencerminkan nilai luhur ajaran Islam tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablum minannas) selain hubungan dengan Allah (hablum minallah). Ibadah yang dilakukan selama Ramadan menjadi lebih sempurna ketika diiringi dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sosial. Dengan demikian, halal bihalal bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga sarana pembinaan akhlak dan karakter. Pada akhirnya, hakikat halal bihalal adalah membangun kembali harmoni kehidupan. Melalui sikap saling memaafkan, tumbuh rasa damai, persatuan, dan kasih sayang yang mempererat kebersamaan. Semangat inilah yang menjadikan halal bihalal sebagai warisan budaya sekaligus nilai spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 193 | 31-03-2026 | Infaq adalah bentuk amalan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam dalam bentuk memberikan sebagian harta bendanya kepada orang yang kurang mampu. Anjuran dan perintah untuk berinfaq tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 195.
Belum banyak yang mengetahui bahwa pengertian infak dan sedekah berbeda. Bila amalan berinfaq memberikan sebagian hartanya, amalan sedekah bertujuan untuk memberikan bantuan dan bermanfaat bagi orang lain.
Pengertian, Hukum dan Dalil Infaq
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Bab I Pasal 1 menyebutkan bahwa Infak adalah harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.
Sedangkan berasal dari sumber asal katanya dalam bahasa Arab, anfaqa-yunfiqu-infak memiliki arti membelanjakan atau memberikan sebagian harta.
Dalam terminologi syariat disebutkan bahwa pengertian infaq adalah mengeluarkan sebagian harta, penghasilan atau pendapatan demi kepentingan yang telah diperintahkan pada ajaran Islam.
Anjuran untuk melakukan infaq ini telah tertuang di dalam Alquran pada QS. Al-Baqarah : 195 dan QS. Ali Imran : 133-134 dengan terjemahan sebagai berikut.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang takwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan (hartanya) baik di waktu senang atau di waktu susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan kesalahan orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Ali Imran: 133-134).
Kemudian dalam Surat Al-Baqarah dipertegas lagi yaitu, “Infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
Dalam surat yang sama yaitu surat Al-Baqarah dijelaskan lebih lanjut hukum infaq adalah fardlu dan sunnah berdasarkan peruntukannya. Adapun hukum berinfaq antara lain:
Artinya: Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS. Al-Baqarah : 215)
Lebih detail lagi terdapat beberapa pendapat yang mengklasifikasikan hukum infaq ke dalam 3 sifat yaitu bersifat fardlu ‘ain, fardlu kifayah, dan sunnah, di antaranya sebagai berikut:
• Fardlu ‘ain, merupakan infaq dalam bentuk nafkah kepada istri, anak dan orang lain yang masih termasuk dalam tanggungannya seperti keluarga
• Fardlu kifayah, merupakan hukum infak bagi sekelompok dalam rangka menjalankan perintah Allah SWT berdasarkan aturan syariat Islam.
• Sunnah, merupakan bentuk infaq yang bersifat sunnah alias ketentuannya tidak wajib atau tidak ada syarat khusus
Jenis dan Contoh Infaq
Berikut ini jenis-jenis infaq berdasarkan penerimanya dan dasar hukumnya yaitu ada infaq wajib, infaq sunnah, infaq jihad, infaq bertujuan untuk membantu orang lain, infaq mubah, dan infaq haram.
1. Infaq wajib
Infaq wajib merupakan jenis infaq yang wajib dilakukan oleh seorang Muslim dan apabila tidak dilakukan maka Ia akan berdosa. Adapun contoh infaq wajib di antaranya sebagai berikut:
• Pemberian mas kawin, infaq yang diberikan suami kepada istri. Tidak ada syarat minimum nominal mas kawin. Hanya saja disunnahkan minimum 10 dirham dan maksimum 500 dirham.
• Pembayaran denda atau kafarat, jumlah denda yang dibayarkan tergantung dari kesalahan yang dilakukan masing-masing umat Islam. Sedangkan penerimanya tak disyaratkan siapa, bisa berasal dari keluarga atau saudara yang sedang membutuhkan bantuan
• Pemberian nafkah kepada keluarga, seorang suami yang wajib memberikan nafkah kepada istri, anak dan keluarganya
2. Infaq Sunnah
Sesuai dengan namanya, jenis infaq sunnah merupakan amalan ibadah yang dilakukan semata-mata hanya untuk beribadah dan mengikuti perintah Allah SWT.
Salah satu contohnya adalah bersedekah dalam bentuk harta.
3. Infaq Jihad
Jenis infaq jihad merupakan infaq khusus yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang yang sedang berjuang di jalan Allah SWT.
Baik penerima infaq maupun pemberi infaq sama-sama merasakan manfaat dan ganjaran atas infaq ini.
Dari segi penerima infaq, perjuangannya di jalan Allah SWT akan terasa ringan karena mendapatkan bantuan, sedangkan untuk pemberi infaq akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT.
4. Infaq Bertujuan untuk Membantu Orang Lain
Pemahaman infaq ini hampir sama dengan infaq jihad. Hanya saja pada infaq untuk membantu orang lain tidak terbatas siapa penerimanya.
Syarat yang paling utama adalah calon penerima infaq benar-benar membutuhkan bantuan dalam bentuk harta benda. Misalnya saja seperti korban kecelakaan atau bencana alam.
5. Infaq Mubah
Infaq mubah merupakan jenis infaq yang dilakukan dengan dasar niat karena Allah SWT. Namun karena bersifat mubah, maka tidak berdosa bagi yang tidak melakukannya dan tidak juga mendapatkan pahala bagi yang menjalankan.
Namun yang perlu digarisbawahi adalah saat niatnya bergeser dan bukan karena Allah maka infaq tersebut akan berubah menjadi infaq haram.
6. Infaq Haram
Jenis infaq haram adalah jenis infaq yang dilakukan bukan semata-mata karena Allah. Terdapat niat terselubung di dalam infaq tersebut. Sebagai contoh melakukan infaq untuk mendapatkan pujian, berharap balasan orang lain hingga perasaan tidak ikhlas saat berinfaq.
Perilaku-perilaku tersebut merupakan perilaku riya dan munafik yang tidak disukai oleh Allah dan tergolong sebagai infaq haram.
Keutamaan Infaq
Mengutip dari website resmi Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas, terdapat 3 keutamaan bagi orang-orang yang melakukan infaq, di antaranya sebagai berikut.
1. Jaminan Menerima Pahala Besar
Setiap amalan ibadah yang dilakukan sesuai syariat Islam dan perintah Allah SWT dijanjikan akan mendapatkan ganjaran pahala yang berbeda-beda, termasuk amalan berinfaq. Sesuai Surat Al-Hadid ayat 7 yang memiliki arti sebagai berikut:
“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah sebagian dari hartamu yang Allah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar”. (QS. Al-Hadid: 7).
2. Jaminan Mendapatkan Doa dari Malaikat
Kemudian dalam Hadits Bukhari dijelaskan bahwa setiap umat Islam yang suka berinfaq akan mendapatkan doa dari malaikat.
“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari).
3. Jaminan Allah akan Mengganti Harta yang Diinfakkan
Tak perlu khawatir saat kondisi keuangan Anda sedang tidak stabil atau bahkan untuk makan saja masih kurang. Sebab, Allah akan menjamin kepada umat-Nya yang berinfak akan diganti harta tersebut. Hal ini tertuang dalam salah satu surat di dalam Alquran, yaitu:
"Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan (belanjakan), maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba: 39).
Infak merupakan amalan yang tak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Infak berasal dari Bahasa Arab, "anfaqa" yang berarti membelanjakan harta atau memberikan harta. Sedangkan infak berarti keluarkanlah harta.
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan (hartanya) baik di waktu senang atau di waktu susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan kesalahan orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali Imran: 133-134).
Infak ternyata memiliki perbedaan dari sedekah, infak sebenarnya dilakukan dengan harta yang bersifat material, sedangkan sedekah, bisa dilakukan dengan non-harta atau non-material. Misalnya saja sedekah bisa dilakukan dengan senyuman, “Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi).
Allah Subhanahu Wata’ala memerintahkan setiap hambanya agar menyisihkan hartanya untuk berinfak yang hal ini masuk dalam kebaikan, dan Allah mencintai hambanya yang berbuat baik. Hal ini dijelaskan dalam Surat Ali Imran ayat 133-134.
Manfaat dan Keutamaan Berinfak
"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Ali Imran: 133-134).
Ayat ini menegaskan bahwa infak adalah bagian dari ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan manfaat bagi kehidupan sosial masyarakat. Berikut ini beberapa keutamaan dalam berinfak:
1. Memperoleh Pahala yang Besar
“Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya serta infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari apa yang Dia (titipkan kepadamu dan) telah menjadikanmu berwenang dalam (penggunaan)-nya. Lalu, orang-orang yang beriman di antaramu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang sangat besar.” (QS. Al-Hadid: 7).
2. Mendapatkan Doa dari Malaikat
“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, ‘Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga). Malaikat yang lain berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).’”. (HR. Bukhari).
3. Membersihkan dan Menyucikan Harta
"Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah pasti akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik." (QS. Saba: 39). Infak adalah salah satu cara untuk membersihkan harta dari unsur-unsur yang tidak baik. Dengan berinfak, seseorang dapat menghindari sifat kikir dan menumbuhkan sifat dermawan dalam dirinya.
4. Mendapat Berkah dari Harta yang Diinfakkan
"Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan (belanjakan), maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba: 39).
5. Mendapat Perlindungan di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda: "Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya." (HR. Ahmad). Dari hadis ini, dapat disimpulkan bahwa infak adalah salah satu amalan yang dapat memberikan perlindungan di akhirat kelak.
Jenis-Jenis Infak
Infak merupakan salah satu bentuk amal kebajikan dalam Islam yang memiliki beragam jenis, tergantung pada tujuan dan cara pelaksanaannya. Berikut adalah jenis-jenis infak yang umum dikenal:
1. Infak Wajib
Infak wajib adalah kewajiban yang harus segera ditunaikan oleh seorang muslim untuk menghindari dosa. Jenis infak ini bersifat mengikat dan tidak boleh ditunda pelaksanaannya. Salah satu contoh infak wajib adalah pembayaran kafarat.
2. Infak Sunnah
Infak sunnah adalah sedekah yang dilakukan atas inisiatif dan kemauan pribadi sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Meskipun tidak diwajibkan, infak sunnah sangat dianjurkan dalam Islam karena merupakan amalan mulia yang dapat meningkatkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Infak Mubah
Infak mubah adalah jenis infak yang diperbolehkan dalam Islam, tetapi tidak termasuk dalam kategori infak yang diwajibkan atau dianjurkan. Contoh infak mubah meliputi pemberian hibah, sumbangan untuk kegiatan bisnis maupun bercocok tanam.
4. Infak Haram
Infak haram adalah jenis infak yang dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan nilai-nilai syariat. Infak ini terjadi ketika sumbangan diberikan dengan niat atau cara yang salah, seperti dilakukan dengan tidak ikhlas atau semata-mata untuk mencari pujian (riya).
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan" (QS. Al-Anfal : 36).
Layanan Program Infak di BAZNAS
Sebagai lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat, infak, dan sedekah di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyediakan layanan yang mudah, aman, dan tepat sasaran. Berikut adalah program infak yang diselenggarakan oleh BAZNAS untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sesuai dengan ketentuan syariah.
1. Infak Ekonomi
Infak ekonomi diperuntukan untuk program pemberdayaan ekonomi umat melalui dana infak yang dikelola secara profesional. Program ini mencakup pengembangan usaha mustahik di bidang peternakan, ritel mikro, dan pendampingan bisnis.
2. Infak Kesehatan
Infak Kesehatan bertujuan memberikan akses layanan medis yang layak bagi masyarakat kurang mampu. Salah program kesehatan adalah hadirnya Rumah Sehat BAZNAS yang sudah tersebar di 16 Provinsi dengan sebanyak 22 titik di tahun 2024.
3. Infak Pendidikan
Infak pendidikan bertujuan memastikan keberlangsungan pendidikan melalui penyediaan dana bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Salah satu wujud nyatanya, BAZNAS menawarkan delapan jenis beasiswa untuk mendukung pendidikan berkualitas.
4. Infak Yatim
Infak Yatim khusus ditujukan untuk memberikan santunan dan pembinaan bagi anak yatim, tidak hanya secara materi, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan psikologis.
5. Infak Kebencanaan
BAZNAS berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi umat dengan tim dan relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Program infak ini bertujuan merespons cepat dan efektif terhadap musibah alam atau kemanusiaan di Indonesia.
6. Infak Sosial Kemanusiaan
Infak sosial kemanusiaan difokuskan pada bantuan bagi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan masyarakat yang kurang mampu. Salah satu wujud nyata bantuan adalah paket sembako dalam kemasan yang diberikan kepada mustahik untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DWP DKPP) Kabupaten Lamongan, khususnya bidang sosial budaya mempunyai program infaq subuh bagi anggota DWP DKPP yang digunakan kegiatan social bagi anggota maupun keluarga besar DKPP. Pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2026 DWP DKPP anggota DWP mengadakan kegiatan sambang bayi dan menengok anggota DWP yang mendapat musibah, sekaligus indaq subuh di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan.
Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 194 | 31-03-2026 | Acara Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan merupakan tradisi yang mempererat tali silaturahmi antar anggota di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Melalui kegiatan ini, para anggota wanita di Dharma Wanita dapat berkumpul, berbagi pengalaman, dan mempererat hubungan. Halal bihalal menjadi wadah penting bagi para anggota Dharma Wanita untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang mungkin terputus akibat perbedaan pendapat. Dengan demikian, acara ini tidak hanya sekedar berkumpul tetapi juga menciptakan kedamaian di antara mereka.
Pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2026, diadakan acara Halal Bihalal di Dinas Lingkungan Hidup. Acara tersebut ibu-ibu anggota dari Dharma Wanita di Dinas Lingkungan Hidup. Semua staf di Dinas Lingkungan Hidup bersama-sama untuk mempersiapkan kebutuhan untuk kelancaran acara Halal Bihalal tersebut. Halal Bihalal dimulai pukul 10.00 di ruang pertemuan kantor Dinas Lingkungan Hidup. Anggota Dharma Wanita Persatuan diwajibkan menggunakan pakaian busana muslim dalam acara Halal Bihalal tersebut (dalam acara ini tidak diteruskan dengan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan).
Dalam kegiatan kali ini yang menjadi petugas acara adalah bidang pesambahan dan limbah b3, dimana yang menjadi pemandu acara adalah ibu putri ferian dan dirijen ibu andini dewi. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ibu Eka Widya Kristanti Erwin Sulistya Pambudi selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup dan dilanjutkan oleh sambutan dari Ibu Agus Kurniawan selaku istri dari bapak agus selaku kepala bidang persampahan dan limbah b3. Kemudian dilanjutkan dengan acara rutin Dharma Wanita Persatuan yakni penyampain laporan dari bidang-bidang, arisan dan doorprize. Setelah sambutan dan pertemuan rutin, acara selanjutnya yakni acara halal bihalal. Anggota Dharma Wanita Persatuan berbaris dan bersalaman dengan Ibu Eka Widya Kristanti Erwin Sulistya Pambudi dan ibu-ibu kepala bidang, kemudian bergantian bersalaman dengan sesama anggota Dharma Wanita Persatuan yang lain. Setelah barisan anggota Dharma Wanita selesai dilanjutkan dengan barisan dari para staf kantor Dinas Lingkungan Hidup.
Acara selanjutnya yakni sesi foto, semua staf dan anggota Dharma Wanita Persatuan bergantian foto bersama Ibu Eka Widya Kristanti Erwin Sulistya Pambudi. Dilanjut dengan Acara berikutnya yakni makan-makan bersama dengan berbagai macam hidangan yang telah disiapkan. Anggota Dharma Wanita Persatuan beserta staf mengantri untuk mendapatkan makanan dan minuman yang tersedia.
Acara yang terakhir adalah penutup, Ibu Eka Widya Kristanti Erwin Sulistya Pambudi mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf dan anggota Dharma Wanita yang telah hadir dalam acara Halal Bihalal ini. Keduanya berharap kerukunan dari para staf dan anggota Dharma Wanita Persatuan di lingkup kantor Dinas Lingkungan Hidup akan terjaga dengan baik dan semoga acara Halal Bihalal ini dapat tetap diteruskan di tahun berikutnya.
Dengan adanya acara Halal Bihalal, Dharma Wanita dapat menjaga dan menghidupkan nilai-nilai kebersamaan, kerukunan, dan toleransi di lingkup kantor Dinas Lingkungan Hidup. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip organisasi Dharma Wanita yang menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial.
Secara keseluruhan, acara Halal Bihalal Dharma Wanita tidak hanya sebagai momen bersuka cita semata, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota. Hal ini membuktikan bahwa tradisi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari kehidupan sosial masyarakat yang penuh makna.
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Selamat Idul Fitri 2026. Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita dengan kebaikan
Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS LINGKUNGAN HIDUP |
| 195 | 31-03-2026 | Mengunjungi dan menjenguk orang yang sedang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara maupun teman dan bahkan rekan sejawat.
Tradisi atau budaya saling sambang atau menjenguk tetangga yang sedang sakit, hingga kini masih terlihat dan dipertahankan oleh masyarakat khususnya warga pedesaan. Ketika ada tetangga yang sakit dan opname di rumah sakit, mereka beramai-ramai naik truk atau odong-odong dengan cara iuran untuk biaya angkutan dan sekedar buah tangan / tali asih untuk membungahkan (menyenangkan hati) hati orang yang sedang sakit. Mereka menjenguk untuk menghibur dan meringankan beban serta untuk mendoakan.
Ketika menjenguk orang yang sedang sakit, banyak kalimat yang bisa diungkapkan untuk mendoakan kesembuhannya, namun ada sunnah Rasul yang bisa diamalkan, yaitu: (Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa’an laa yughaadiru saqoman) Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Engkau adalah Dzat Yang menyembuhkan. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri". (HR Bukhari dan Muslim)
Hal tersebutlah yang dilakukan
Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DWP DKPP) Kabupaten Lamongan sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian.
“Kami melakukan silaturahmi dan mengunjungi anggota keluarga DWP DKPP yang sedang sakit dan beristirahat di rumah, anggota kita kali ini adalah cucu dari ibu Astunik, staf dan sepri pak Kadis yang sedang diuji sakit oleh Allah” kata Ny. Ritta Halalliyah Mugito, selaku Wakil Ketua DWP DKPP Kabupaten Lamongan, Selasa tanggal 31 Maret 2026.
Menurutnya, menjenguk orang merupakan perbuatan mulia yang memiliki banyak manfaat dan pahala.
Di antaranya, Memperkuat hubungan silaturahmi. Mendekatkan diri kepada Allah. Mendapatkan doa ampunan dari para malaikat. Mendapatkan rahmat dari Allah.
Kemudian, dipercaya akan dibuatkan rumah di surga. Mendapatkan jaminan kebaikan dari Allah.
Ibu yang biasa dipanggil mba Ritta mengungkapkan kegiatan yang dilakukan merupakan langkah positif yang harus kita lestarikan dan tingkat mantabkan untuk membangun kerukunan dan kekeluargaan dalam keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan.
Disampaikan, menjenguk orang sakit itu merupakan bentuk pendorong semangat untuk sembuh, baik dengan doa dan kata-kata afirmasi positif agar lekas sembuh dan bisa beraktivitas lagi seperti sedia kala.
“Disamping itu dengan melakukan kegiatan menjenguk suami mba Ima yang sedang sakit ini merupakan silaturahmi kita antar anggota DWP DKPP Kabupaten Lamongan, supaya makin kenal dan dekat antar anggota. Bahkan kita bisa menikmati perjalanan menuju ke Desa Deket Kecamatan Deket ini sambil melihat jajaran sungai dan tambak sawah yang kita lewati,” kata Ritta yang sekaligus pegawai pada Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Lamongan.
Dialog di Perjalanan
Sementara dalam perjalan dari Lamongan ke Desa Deket Kecamatan Deket, Ibu Ritta mengingatkan kepada sesama anggota DWP DKPP Kabupaten Lamongan bercerita tentang budaya Jawa yang adi luhung saat ini sudah kehilangan rohnya.
“Kita perlu melestarikan dan merevitalisasi kembali budaya jawa yang penuh pitutur luhur.Karena banyak generasi alpha sekarang ini sudah jarang mengenal unggah ungguh, etika sopan satun dan budi pekerti,’ tuturnya.
“Memang saatnya kita harus hati-hati dan waspada serta siap membentengi diri berbagai pengaruh negatif budaya dari luar negeri,” sambung Ritta, panjang lebar selama menikmati perjalanan ke Desa Deket Kecamatan Deket.
Sehingga sudah tepat kalau pemerintah daerah saat ini mencanangkan program sekolah sambil mengaji.
Masih dalam suasana perjalanan, komentar percakapan lain, diungkapan oleh Ritta Halalliyah Mugito.
Ia mengusulkan sekali waktu kita ramai-ramai mengadakan wisata religi yang bisa menambah spirit kebahagian dan keimanan kita.
Demikian pula pendapat dari Ny. Billa sebagai yang paling muda dalam menjenguk kali ini, Ia sangat berharap semoga DWP DKPP bisa memberi kontribusi positif kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan dalam melaksanakan pembangun di bidang pertanian dan memberikan pelayanan masyarakat.
Satu hal yang patut dicatat dalam perjalanan baik waktu berangkat maupun pulang tidak ada pembicaraan yang menyangkut mengarah ke unsur SARA.
Setiba di Rumah Ny. Tunik Desa Deket Kecamatan Deket
suasananya berlangsung dengan penuh K5 : Kehangatan, Kekeluargaan, kebersamaan, kesetyakawanan dan Keimanan dengan teriring doa semoga segera sembuh dan kembali berkaya nyata bersama keluarga di besar DWP DKPP Kabupaten Lamongan.
Anggota yang mengikuti agenda tersebut adalah Ny. Anis Sugiharti dari Bidang Pendidikan sekaligus Kepala Bidang SDM, Ny. Hanik Afifah selaku Sekretaris, serta Ny. Billa selaku anggota DWP DKPP.
Program: Dana Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 196 | 31-03-2026 | Momen kelahiran buah hati adalah momen yang membahagiakan bagi orang tua. Dalam menyambut kehadiran bayi yang penuh sukacita, biasanya masyarakat Jawa juga menggelar sejumlah tradisi. Biasanya sejumlah tradisi tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur. Tradisi-tradisi tersebut sudah berlangsung sejak zaman dahulu dan berisi berbagai macam ritual yang harus dipenuhi mulai dari hari kelahiran hingga beberapa hari pasca kelahiran sang bayi.
Berikut tujuh tradisi masyarakat Jawa yang biasa dilakukan untuk menyambut kelahiran bayi:
Tradisi Jawa Sambut Kelahiran Bayi
Mengutip Jurnal Online Mahasiswa Bidang Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Riau berjudul 'Tradisi Adat Jawa Dalam Menyambut Kelahiran Bayi' oleh Listyani Widyaningrum, masyarakat Jawa memiliki beberapa tradisi dalam menyambut kelahiran bayi, yaitu:
1. Mendhem Ari-ari
Mendhem ari-ari atau mengubur ari-ari merupakan prosesi pertama yang dilakukan setelah bayi lahir ke dunia. Bagi orang Jawa, ari-ari memiliki jasa yang cukup besar sebagai batir bayi (teman bayi) sejak dalam kandungan.
Oleh karena itu, sejak fungsi utama ari-ari berakhir ketika bayi lahir, organ ini akan tetap dirawat dan dikubur sedemikian rupa untuk menghindari binatang atau pembusukan di tempat sampah.
Upacara mendhem ari-ari biasanya dilakukan oleh sang ayah. Letaknya berada di dekat pintu utama rumah. Kemudian diberi pagar bambu dan penerangan lampu minyak selama 35 hari (selapan).
2. Brokohan
Brokohan merupakan upacara yang dilakukan sehari setelah bayi dilahirkan. Brokohan sendiri berasal dari kata brokoh-an yang artinya memohon berkah dan keselamatan atas kelahiran bayi.
Pada prosesi brokohan, para tetangga dekat dan sanak saudara berdatangan dan berkumpul sebagai tanda turut berbahagia atas kelahiran bayi yang dapat berjalan dengan lancar.
Dalam prosesi brokohan, tidak sedikit para tetangga yang membawa berbagai macam oleh-oleh berupa perlengkapan bayi dan makanan untuk keluarga yang melahirkan.
3. Sepasaran
Sepasaran merupakan tradisi menyambut kelahiran bayi yang dilakukan pada hari kelima setelah bayi lahir. Dalam acara ini, pihak keluarga mengundang tetangga sekitar beserta keluarga besar untuk mendoakan bayi yang telah dilahirkan.
Acara sepasaran biasanya dilakukan dengan kenduri, bahkan bagi yang memiliki rezeki lebih biasanya melaksanakan sepasaran seperti orang yang punya hajat (mantu).
Adapun inti dari acara sepasaran adalah upacara selamatan untuk memohon keselamatan bayi agar kelak mendapat kehidupan yang baik dalam segala hal, sekaligus mengumumkan nama bayi yang telah lahir.
4. Puputan
Upacara puputan dilakukan ketika tali pusar yang menempel pada perut bayi sudah putus. Pelaksanaan puputan biasanya berupa kenduri untuk memohon pada Tuhan agar si anak yang telah puput puser selalu diberkahi, diberi keselamatan dan kesehatan.
Masyarakat Jawa pada zaman dahulu melaksanakan puputan dengan menyediakan berbagai macam sesaji. Namun masyarakat Jawa modern biasanya mengadakan puputan bersamaan dengan upacara sepasaran atau selapanan, tergantung kapan tali pusar putus dari pusar bayi.
5. Aqiqah
Aqiqah merupakan upacara yang dilakukan setelah tujuh hari kelahiran bayi. Aqiqah biasanya dilaksanakan dengan penyembelihan hewan kurban berupa domba atau kambing.
Apabila anak yang dilahirkan laki-laki, pihak orang tua biasanya akan menyembelih dua ekor kambing. Jika anak yang dilahirkan perempuan, maka orang tua akan menyembelih satu ekor kambing.
6. Selapanan
Upacara selapanan merupakan tradisi yang dilakukan 35 hari setelah kelahiran bayi. Upacara ini dilangsungkan dengan rangkaian acara bancakan weton (kenduri hari kelahiran), pemotongan rambut bayi hingga gundul dan pemotongan kuku bayi.
Pemotongan rambut dan kuku bayi ini bertujuan untuk menjaga kesehatan bayi agar kulit kepala dan jari bayi tetap bersih. Sedangkan bancakan selapanan dimaksudkan sebagai rasa syukur atas kelahiran bayi, sekaligus doa agar ke depannya si bayi selalu diberi kesehatan, cepat besar, dan berbagai doa kebaikan lainnya.
7. Jagongan Bayi
Jagongan bayi merupakan tradisi menjaga bayi yang baru lahir dari perilaku atau perkataan yang tidak baik. Jagongan bayi biasanya dilakukan oleh masyarakat yang datang ke rumah tetangga yang baru melahirkan untuk berkumpul setiap malam selama beberapa malam.
Jagongan bayi biasanya hanya diperuntukkan bagi orang-orang tua yang sudah berpengalaman dalam kehidupan, memahami berbagai seluk-beluk kehidupan yang kemudian mereka tularkan kepada si jabang bayi tersebut.
Para orang tua menjaga si bayi dengan membacakan petuah-petuah yang baik dan petuah-petuah tersebut mereka nyanyikan melalui tembang-tembang Jawa. Dengan cara tersebut, si bayi diharapkan akan mendengar kata-kata yang baik.
Selain 7 keutamaan diatas, tradisi jawa adalah sambang bayi kepada orang tua yang dikarunia rejeki oleh Allah berupa buah hati. Tradisi ini juga sebagai implementasi dati kebudayaan gotong royong masyarakat yang harus dijaga, karena budaya ini juga menjadi jalan silaturrahim antar tetangga.
Dinas Ketahanan dan Pertanian Kabupaten Lamongan sebagai salah satu OPD yang ada di pemerintahan Kabupaten Lamongan juga menjaga tradisi silaturrahim bagi pegawai dan staf nya, pun bagi Dharma Wanita Persatuan sebagai bagian dari DKPP sangat perlu menjaga silaturrahim anggota DWP-DKPP.
Oleh karena itu saat salah satu staf Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan. Ahmad Four Dihansyah staf Bidan Prasarana dan Sarana Pertanian mendapat rejeki dari Allah seorang anak perembuan, maka DWP-DKPP mempunyai kewajiban untuk menjenguk atau sambang guna menjaga hubungan baik antar anggota, dan khususnya selaras dengan program kerja DWP-DKPP pada bidang sosial dan budaya.
Pada hari Selasa, 31 Maret 2026 melaksanakan kegiatan sambang bayi ke Kecamatan Kedungpring menengok anak pertama dari Ibu Four. Ketua DWP-DKPP, Ny. Ritta Halallliyah Mugito beserta pengurus berangkat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan tepat pukul 08.00 WIB. Ny. Ritta di dampingi oleh Wakil Ketua DWP DKPP Ny. Elli Bakhrudin Zuhri, Sekretaris (Ny. Hanik Afifah), Bidang Sosial Budaya (Ny. Astunik) Ny. Billa. “Semoga anak yang sudah lahir menjadi penyejuk hati orang tua dan berbakti kepada orang tua dan Negara” pungkas Ny. Ritta.
Program: Dana Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 197 | 31-03-2026 | Kegiatan olahraga di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Dinas Teknis memiliki banyak manfaat, baik bagi karyawan maupun bagi Dinas itu sendiri. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kesehatan, produktivitas, dan semangat kerja. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan olahraga yang dapat diadakan di perusahaan atau dinas teknis, serta manfaatnya:
1. Senam Pagi
Senam pagi adalah salah satu kegiatan olahraga yang mudah dilakukan oleh seluruh karyawan di pagi hari sebelum memulai pekerjaan. Senam ini dapat berupa peregangan atau latihan ringan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mempersiapkan tubuh untuk aktivitas sepanjang hari.
Manfaat:
• Mengurangi stres.
• Meningkatkan fleksibilitas tubuh.
• Meningkatkan konsentrasi dan semangat kerja.
2. Lomba atau Turnamen Olahraga Internal
Deskripsi: Mengadakan turnamen olahraga di perusahaan, seperti futsal, voli, badminton, atau bola basket. Ini bisa dilakukan dalam bentuk lomba antar tim atau antar departemen.
Manfaat:
• Meningkatkan rasa kebersamaan antar karyawan.
• Membantu karyawan untuk berinteraksi di luar lingkungan kerja.
• Meningkatkan semangat kerja dan loyalitas terhadap perusahaan.
3. Lari Pagi (Fun Run)
Deskripsi: Mengadakan acara lari pagi atau “fun run” secara rutin di area sekitar perusahaan. Acara ini bisa melibatkan seluruh karyawan atau bahkan keluarga karyawan.
Manfaat:
• Meningkatkan daya tahan tubuh.
• Menjaga kebugaran karyawan.
• Menciptakan suasana kerja yang sehat dan dinamis.
4. Yoga atau Meditasi
Deskripsi: Yoga adalah latihan fisik yang melibatkan peregangan, pernapasan, dan meditasi. Yoga dapat dilakukan di ruang terbuka atau ruang kantor yang dilengkapi dengan matras.
Manfaat:
• Mengurangi stres dan kecemasan.
• Meningkatkan konsentrasi dan fokus.
• Membantu keseimbangan mental dan fisik.
5. Bersepeda
Deskripsi: Beberapa perusahaan mengadakan kegiatan bersepeda bersama, baik di akhir pekan atau sebagai bagian dari program rutin. Karyawan bisa bersepeda di area perkotaan atau jalur khusus sepeda yang aman.
Manfaat:
• Meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru.
• Mengurangi kelelahan dan meningkatkan energi.
• Mengurangi stres dan meningkatkan mood.
6. Kegiatan Olahraga Air (Jika Tersedia Kolam Renang)
Deskripsi: Jika perusahaan memiliki fasilitas kolam renang, karyawan dapat diundang untuk mengikuti kelas renang atau hanya berenang bersama. Kegiatan ini juga bisa berupa kompetisi renang antar tim.
Manfaat:
• Meningkatkan kebugaran fisik secara keseluruhan.
• Meningkatkan kekuatan otot dan koordinasi tubuh.
• Meredakan stres dan ketegangan otot.
7. Kegiatan Olahraga Antar Perusahaan
Deskripsi: Mengadakan kegiatan olahraga antar perusahaan atau organisasi lain, seperti pertandingan futsal atau bola voli antar perusahaan. Hal ini bisa mempererat hubungan dan membangun networking.
Manfaat:
• Meningkatkan hubungan sosial antar perusahaan.
• Memberikan kesempatan untuk bersosialisasi di luar lingkungan kerja.
• Meningkatkan citra positif perusahaan.
8. Program Kebugaran dan Kesehatan (Corporate Wellness Program)
Deskripsi: Menyediakan program kebugaran yang lebih terstruktur, seperti membership gym, kelas kebugaran, atau pemeriksaan kesehatan rutin untuk karyawan. Program ini bisa mencakup konseling gizi dan tips hidup sehat.
Manfaat:
• Meningkatkan kesehatan jangka panjang karyawan.
• Mengurangi tingkat absensi akibat sakit.
• Meningkatkan produktivitas dan semangat kerja.
9. Zumba atau Aerobik
Deskripsi: Kegiatan olahraga grup yang dipandu instruktur, seperti zumba atau aerobik. Jenis olahraga ini melibatkan gerakan yang mengikuti musik, dan dapat dilakukan bersama-sama di ruang terbuka atau ruang kantor.
Manfaat:
• Meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh.
• Menjaga berat badan dan mengurangi risiko penyakit.
• Meningkatkan semangat dan energi positif.
10. Olahraga Ringan di Meja Kerja (Desk Exercise)
Deskripsi: Bagi karyawan yang tidak bisa beranjak dari meja kerja, perusahaan bisa mengadakan sesi olahraga ringan yang dapat dilakukan di tempat, seperti peregangan atau latihan pernapasan.
Manfaat:
• Mengurangi ketegangan otot akibat duduk terlalu lama.
• Meningkatkan konsentrasi.
• Mengurangi risiko masalah postur tubuh dan sakit punggung.
11. Fasilitas Olahraga di Tempat Kerja
Deskripsi: Perusahaan dapat menyediakan fasilitas olahraga di kantor, seperti ruang gym, lapangan futsal, meja ping pong, atau area untuk yoga. Fasilitas ini bisa digunakan oleh karyawan saat waktu istirahat atau setelah jam kerja.
Manfaat:
• Memberikan kemudahan bagi karyawan untuk berolahraga tanpa harus pergi ke luar kantor.
• Meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
• Mendorong gaya hidup sehat dan produktivitas yang lebih baik.
12. Challenge atau Tantangan Olahraga
Deskripsi: Membuat tantangan atau kompetisi kebugaran, seperti tantangan berapa langkah yang dapat ditempuh dalam satu minggu, berapa kalori yang dapat dibakar dalam sebulan, atau lomba lari virtual.
Manfaat:
• Meningkatkan motivasi karyawan untuk lebih aktif.
• Menciptakan atmosfer kompetitif yang positif di lingkungan kerja.
• Meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
Manfaat Kegiatan Olahraga di Perusahaan
• Meningkatkan Kesehatan Karyawan: Olahraga dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas.
• Meningkatkan Semangat dan Produktivitas Kerja: Karyawan yang aktif berolahraga cenderung lebih energik dan fokus dalam bekerja.
• Mempererat Hubungan Sosial: Olahraga bersama dapat memperkuat hubungan antar karyawan dan menciptakan suasana kerja yang lebih positif.
• Mengurangi Stres: Olahraga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi tekanan dan stres, baik yang disebabkan oleh pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
• Meningkatkan Citra Perusahaan: Perusahaan yang peduli dengan kesejahteraan karyawan akan dilihat lebih positif oleh publik dan calon karyawan.
Dengan mengadakan berbagai kegiatan olahraga, perusahaan dapat menciptakan budaya kerja yang sehat, produktif, dan harmonis, yang pada gilirannya berkontribusi pada kesuksesan perusahaan itu sendiri.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmennya dalam mendukung hidup sehat dengan mengadakan kegiatan Olahraga Bareng Kepala Dinas DKPP beserta pegawai yakni Senam Bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor DKPP yang terletak di Jalan Jendral Sudirman 96 Lamongan pada hari Jumat (27 Maret 2026) dan melibatkan seluruh pegawai serta jajaran Sekretaris dan Kepala Bidang.
Kegiatan olahraga ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik pegawai dan menciptakan suasana kerja yang harmonis. Dengan pendekatan yang menyenangkan, DKPP ingin mendorong pegawai untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan.
Setelah sesi olahraga, para pegawai diajak menikmati sarapan tradisional bersama, yaitu camilan rebusan. Diantaranya singkong, pisang, polo pendem, kacang tanah serta ubi-ubian yang mana semuanya direbus supaya tetap sehat. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan mempererat hubungan antara pegawai dan pimpinan, menciptakan atmosfer kerja yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, mengungkapkan, “Sebagai salah satu wujud dari kebersamaan dan hidup sehat, kami melaksanakan kegiatan Senam Bersama tiap hari Jumat di Minggu terakhir tiap bulan untuk menumbuhkan keinginan pegawai dalam berolahraga. Kami percaya bahwa kesehatan pegawai adalah kunci untuk mencapai produktivitas yang optimal.”
DKPP berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa sebagai bagian dari strategi berkelanjutan dalam mendukung program hidup sehat di DKPP, yang mencakup kesehatan fisik dan keseimbangan hidup. Dengan inisiatif ini, DKPP berharap dapat membantu pegawai meraih kualitas hidup yang lebih baik serta meningkatkan kinerja tim secara keseluruhan.
Program: Olah Raga Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 198 | 09-03-2026 | **Dharma Wanita Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Jenguk Ibu Kasubag Umum**
Kapasari — Wujud kepedulian dan rasa kekeluargaan ditunjukkan oleh anggota Dharma Wanita Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi melalui kegiatan menjenguk salah satu rekan kerja, Ibu Kasubag Umum, Bu Wulan, yang tengah menjalani perawatan di RSUD Dr. Soegiri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 9 Maret 2026, sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada Bu Wulan yang sedang sakit. Sejumlah anggota Dharma Wanita hadir secara langsung untuk memberikan semangat serta doa agar beliau segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Dalam suasana penuh haru dan kehangatan, para anggota berbincang dan memberikan motivasi kepada Bu Wulan. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan energi positif dan mengurangi rasa lelah yang dirasakan selama masa perawatan di rumah sakit.
Selain menjenguk, rombongan Dharma Wanita juga menyerahkan bingkisan sebagai tanda kasih dan perhatian. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan selama menjalani proses penyembuhan.
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi kembali menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai solidaritas dan kepedulian antar sesama anggota. Kebersamaan yang terjalin diharapkan terus terjaga, baik dalam kondisi suka maupun duka.
Program: Dana Sosial Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 199 | 06-03-2026 | **Berbagi Sembako dari Infaq Subuh, Wujud Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan**
Kapasari, 6 Maret 2026 — Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat kebersamaan, ibu-ibu Dharma Wanita Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi melaksanakan kegiatan berbagi sembako yang bersumber dari infaq subuh. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin yang diselenggarakan bersamaan dengan pertemuan Dharma Wanita, sekaligus dimaknai lebih dalam karena dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan.
Acara yang berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, bertempat di Kantor Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan semangat berbagi. Nuansa Ramadhan terasa kental dalam kegiatan ini, di mana para anggota memanfaatkan momentum bulan penuh berkah untuk meningkatkan amal ibadah dan kepedulian terhadap sesama.
Sebanyak 21 paket sembako disalurkan dalam kegiatan tersebut, dengan masing-masing paket memiliki nilai sebesar Rp75.000. Paket sembako yang dibagikan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, yang diharapkan dapat membantu meringankan beban penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan.
Ketua Dharma Wanita dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Ia juga menekankan bahwa bulan suci Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk berbagi dan memperkuat solidaritas antar sesama.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di lingkungan Dharma Wanita. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi inspirasi untuk terus menghadirkan program-program sosial lainnya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya di bulan penuh berkah ini.
Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 200 | 27-03-2026 | Dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta memperkuat koordinasi antar anggota Dharma Wanita Persatuan Perusahaan Umum Daerah Pasar Kabupaten Lamongan mengadakan acara Halal Bihalal Tahun 2026 yang diselenggarakan pada hari Jum'at tanggal 27 Maret 2026 pukul 09.00 WIB berlokasi di Ruang Rapat Kantor Perusahaan Umum Daerah Pasar Kabupaten Lamongan Jl. KH. Hasyim Ashari Nomor 2 Kelurahan Tumenggungan Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan, acara dihadiri oleh anggota Dharma Wanita Persatuan memakai baju bebas rapi.
susunan acara meliputi :
1. Pembukaan
2. Menyayikan Lahu Indonesia Raya dab Mars Dharma Wanita
3. Sambutan Oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Perumda Pasar Kabupaten Lamongan
4. Doa
5. Sesi Saling bersalam-salaman (halal bihalal)
6. Ramah Tamah
7. Penutup
Kegiatan Halal Bihallal Dharma Wanita Persatuan Perusahaan Umum Daerah Pasar Kabupaten Lamongan Tahun 2026 1447 Hijriyah dilaksanakan dengan penuh khidmat dan suasana kekeluargaan yang hanggat. Acara dimulai tepat waktu dengan pembukaan oleh pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib. selanjutnya seluruh peserta berdiri untuk menyayikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP sebsgsi brntuk rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Perusahaan Umum Daerah Pasar Kabupaten Lamongan Ny. Devi Nurul Mukminin menyampaikan rasa Syukur atas terselenggaranya kegiatan ini serta pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam berorganisasi. Ketua juga mengajak seluruh anggota untuk terus aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan Dharma Wanita Persatuan.
setelah itu acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan agar seluruh anggota diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
puncak kegiatan adalah sesi Halal Bihallal dimana seluruh peserta saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan, suasana haru dan penuh kehangatan sangat terasa dalam momen ini, mencerminjan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat .
acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, dimana seluruh peserta menikmati hidangan yang telah disediakan sambil bercengkrama dan mempererat hubungan antar anggota..
tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk terjalinya silahturahmiyang lebih erat antar anggota Dharma Wanita persatuan Perusahaan Umum Pasar Kabupaten Lamongan, meningktnya rasa kebersamaan dan kekompaan atar anggota, terciptanya suasana harmonis dalam organisasi dan meningkatkatnya partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi.
diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar dalam mempererat hubungan antar anggota serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam organisasi , semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. Program: Iman dan Takwa Pelaksana: PERUMDA PASAR KABUPATEN LAMONGAN |
| 201 | 04-03-2026 | Kegiatan sosial berbagi takjil yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2026 pukul 15.00 WIB bertempat di depan Kantor Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan Jl. Raya Kembangbahu No.40 Kabupaten Lamongan. Acara di ikuti oleh 25 Orang. Acara ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian sosial sekaligus semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat luas. Sejak siang hari para Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan telah mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk kegiatan tersebut. Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, mereka bekerja sama menyiapkan takjil yang akan dibagikan kepada masyarakat. Depan Kantor Kecamatan Kembangbahu adalah lokasi kegiatan ini merupakan pusat aktivitas masyarakat yang cukup ramai, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Banyak pengguna jalan, pekerja, serta masyarakat umum yang melintas di area tersebut, sehingga kegiatan berbagi takjil ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Lokasi yang strategis ini juga memudahkan proses distribusi takjil agar berjalan dengan tertib dan lancar. Menjelang sore hari, para anggota Dharmawanita mulai berkumpul di lokasi kegiatan dengan mengenakan Busana Muslim. Ada yang bertugas mengatur lalu lintas pembagian agar tetap tertib, ada yang membagikan takjil secara langsung kepada pengguna jalan, dan ada pula yang memastikan stok takjil tetap tersedia hingga kegiatan selesai. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak pengguna jalan yang merasa terbantu dengan adanya pembagian takjil ini, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Tak sedikit pula masyarakat yang mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata dari Dharmawanita Kecamatan Kembangbahu. Beberapa di antara mereka bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan di antara anggota Dharmawanita. Melalui kegiatan ini, mereka dapat bekerja sama, saling mendukung, dan membangun kekompakan dalam menjalankan tugas sosial. Semangat gotong royong yang ditunjukkan selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan menjadi cerminan dari nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh organisasi Selain itu, kegiatan ini juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk berbagi kepada sesama. Dengan membagikan takjil kepada masyarakat, para anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan berbuka puasa, tetapi juga mendapatkan pahala dari perbuatan baik yang dilakukan. Hal ini sejalan dengan ajaran agama yang mendorong umat untuk saling berbagi dan membantu, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Koordinasi yang baik antara panitia dan pihak terkait memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum. Pengaturan lalu lintas yang baik juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung, mengingat lokasi yang digunakan berada di area yang cukup ramai. Melihat kesuksesan kegiatan ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan dapat terus melaksanakan kegiatan serupa di masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas. Bahkan, kegiatan berbagi takjil ini dapat dikembangkan menjadi program rutin selama bulan Ramadhan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Selain itu, kolaborasi dengan pihak lain juga dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan skala dan dampak kegiatan. Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana. Dengan berbagi makanan untuk berbuka puasa, kita dapat membantu meringankan beban orang lain sekaligus menciptakan kebahagiaan bersama. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus ditanamkan dan dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini juga mencerminkan semangat solidaritas dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Tradisi berbagi di bulan Ramadhan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang patut dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai budaya dan sosial dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Ke depan, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan inovasi dan kreativitas yang lebih baik. Misalnya, dengan menambah variasi paket takjil, memperluas lokasi pembagian, atau melibatkan lebih banyak relawan. Dengan demikian, kegiatan berbagi takjil tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang berdampak luas. Akhir kata, kegiatan berbagi takjil ini menjadi bukti bahwa dengan niat baik dan kerja sama yang solid, sebuah organisasi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga semangat berbagi dan kepedulian ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada bulan Ramadhan, tetapi juga sepanjang waktu. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: KECAMATAN KEMBANGBAHU |
| 202 | 27-03-2026 | Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan BKPSDM Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2026 berlangsung dengan khidmat, hangat, dan penuh makna kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Yatim Piatu Ar-Rasyid yang turut diundang dalam acara tersebut. Penyerahan santunan dilakukan sebagai wujud nyata kepedulian dan empati terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim piatu, sekaligus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat berbagi di lingkungan Dharma Wanita.
Selain kegiatan sosial, acara juga semakin bermakna dengan adanya tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz M. Ainur Rosyid, M.Pd. dari Ponpes Joyo Nur Muhammad Sukodadi Lamongan. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya memperkuat keimanan dan ketakwaan, memperbanyak amal kebaikan, serta menumbuhkan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan yang disampaikan diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam peran sebagai anggota Dharma Wanita maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan BKPSDM Kabupaten Lamongan berharap dapat mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa syukur, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan peran sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, dan meneguhkan nilai-nilai kebajikan dalam setiap aktivitas organisasi. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA |
| 203 | 12-03-2026 | Kegiatan Bhakti Sosial Dharma Wanita Persatuan BKPSDM Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2026 di Panti Asuhan Yatim Piatu Ar-Rasyid merupakan wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dalam berbagi kepada sesama. Kegiatan ini diisi dengan penyerahan bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari kepada anak-anak panti asuhan. Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, rombongan Dharma Wanita BKPSDM berinteraksi langsung dengan anak-anak panti, memberikan dukungan moral serta doa agar anak-anak senantiasa diberikan kesehatan, semangat belajar, dan masa depan yang baik. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di lingkungan Dharma Wanita Persatuan BKPSDM Kabupaten Lamongan. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA |
| 204 | 19-03-2026 | Kegiatan sosial berbagi takjil yang diselenggarakan oleh Dharma Wabita Persatuan Perusahaan Umum Daerah Pasar Kabupaten Lamongan pada hari Senin tanggal 16 Maret 2026 pukul 15.00 WIB bertempat di depan Kantor Perumda Pasar Kabupaten Lamongan Jl. KH. Hasyim Ashari Nomor 2 Kelurahan Tumenggungan KEcamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Acara di ikuti oleh 25 Orang. Acara ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian sosial sekaligus semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat luas.
sejak siang hari para Anggota Dharma Wanita PErsatuan Perumda Pasar Kabupaten Lamongan telah mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk kegiatan tersebut. Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, mereka bekerja sama menyiapkan takjil yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Depan Kantor Perumda Pasar adalah lokasi kegiatan ini merupakan pusat aktivitas masyarakat yang cukup ramai, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Banyak pengguna jalan, pekerja, serta masyarakat umum yang melintas di area tersebut, sehingga kegiatan berbagi takjil ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Lokasi yang strategis ini juga memudahkan proses distribusi takjil agar berjalan dengan tertib dan lancar.
Menjelang sore hari, para anggota Dharmawanita mulai berkumpul di lokasi kegiatan dengan mengenakan seragam Batik Dharma Wanita Persatuan. Mereka membentuk beberapa kelompok kecil untuk memudahkan proses pembagian takjil. Ada yang bertugas mengatur lalu lintas pembagian agar tetap tertib, ada yang membagikan takjil secara langsung kepada pengguna jalan, dan ada pula yang memastikan stok takjil tetap tersedia hingga kegiatan selesai.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak pengguna jalan yang merasa terbantu dengan adanya pembagian takjil ini, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Tak sedikit pula masyarakat yang mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata dari Dharmawanita Bagian Umum. Beberapa di antara mereka bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang.
Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan di antara anggota Dharmawanita. Melalui kegiatan ini, mereka dapat bekerja sama, saling mendukung, dan membangun kekompakan dalam menjalankan tugas sosial. Semangat gotong royong yang ditunjukkan selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan menjadi cerminan dari nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh organisasi
Selain itu, kegiatan ini juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk berbagi kepada sesama. Dengan membagikan takjil kepada masyarakat, para anggota Dharma Wanita Persatuan Perumda Pasar Kabupaten Lamongan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan berbuka puasa, tetapi juga mendapatkan pahala dari perbuatan baik yang dilakukan. Hal ini sejalan dengan ajaran agama yang mendorong umat untuk saling berbagi dan membantu, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Koordinasi yang baik antara panitia dan pihak terkait memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum. Pengaturan lalu lintas yang baik juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung, mengingat lokasi yang digunakan berada di area yang cukup ramai.
Melihat kesuksesan kegiatan ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Perusahaan Umum Daerah Pasar Kabupaten Lamongan dapat terus melaksanakan kegiatan serupa di masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas. Bahkan, kegiatan berbagi takjil ini dapat dikembangkan menjadi program rutin selama bulan Ramadhan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Selain itu, kolaborasi dengan pihak lain juga dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan skala dan dampak kegiatan.
Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana. Dengan berbagi makanan untuk berbuka puasa, kita dapat membantu meringankan beban orang lain sekaligus menciptakan kebahagiaan bersama. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus ditanamkan dan dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini juga mencerminkan semangat solidaritas dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Tradisi berbagi di bulan Ramadhan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang patut dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai budaya dan sosial dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ke depan, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan inovasi dan kreativitas yang lebih baik. Misalnya, dengan menambah variasi paket takjil, memperluas lokasi pembagian, atau melibatkan lebih banyak relawan. Dengan demikian, kegiatan berbagi takjil tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang berdampak luas.
Akhir kata, kegiatan berbagi takjil ini menjadi bukti bahwa dengan niat baik dan kerja sama yang solid, sebuah organisasi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga semangat berbagi dan kepedulian ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada bulan Ramadhan, tetapi juga sepanjang waktu.
Program: Bantuan Sosial Pelaksana: PERUMDA PASAR KABUPATEN LAMONGAN |
| 205 | 25-02-2026 | Pada hari Rabu, tanggal dua puluh lima Februari tahun dua ribu dua puluh enam, Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan melaksanakan sebuah kegiatan sosial yang sarat makna dan nilai kemanusiaan, yaitu pembagian takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya sekadar menjadi rutinitas tahunan yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadan, tetapi juga merupakan manifestasi nyata dari kepedulian sosial, semangat berbagi, serta komitmen organisasi dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat. Dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Sejak awal perencanaan, kegiatan ini telah dirancang dengan penuh kesungguhan dan perhatian terhadap berbagai aspek, baik dari segi teknis pelaksanaan maupun tujuan yang ingin dicapai. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan menyadari bahwa kegiatan sederhana seperti pembagian takjil memiliki dampak yang sangat besar apabila dilaksanakan dengan niat yang tulus dan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, seluruh anggota yang terlibat berupaya untuk memberikan kontribusi terbaiknya, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi landasan utama dalam setiap proses yang dilakukan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Lokantara pada pukul 16.00 WIB, sebuah waktu yang sangat strategis menjelang berbuka puasa, di mana aktivitas masyarakat mulai meningkat dan banyak di antara mereka yang masih berada di perjalanan. Pendopo Lokantara dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki posisi yang sangat representatif dan mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai arah. Selain itu, kawasan ini dikenal sebagai pusat aktivitas sosial yang cukup ramai, sehingga memungkinkan kegiatan pembagian takjil dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan lebih luas dan merata. Suasana di sekitar lokasi pun terasa hidup, dengan lalu lalang kendaraan, aktivitas para pedagang, serta interaksi masyarakat yang berlangsung secara dinamis.
Menjelang waktu pelaksanaan, tepatnya sejak pukul 15.00 WIB, para anggota Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan mulai berdatangan ke lokasi kegiatan dengan penuh semangat dan antusiasme. Kehadiran mereka tidak hanya membawa perlengkapan kegiatan, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan niat tulus untuk berbagi. Suasana persiapan terlihat begitu hangat dan penuh kekeluargaan, di mana setiap anggota saling menyapa, berkoordinasi, serta bekerja sama dalam menyiapkan segala kebutuhan kegiatan. Tidak terlihat adanya sekat atau perbedaan, melainkan kebersamaan yang terjalin dengan harmonis dalam satu tujuan yang sama.
Proses persiapan dilakukan dengan sangat teliti dan terorganisir. Paket-paket takjil yang telah dipersiapkan sebelumnya ditata dengan rapi dan sistematis agar memudahkan dalam proses distribusi. Setiap paket berisi makanan ringan dan minuman yang dipilih dengan mempertimbangkan aspek gizi, kebersihan, serta kemudahan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Para anggota dengan cekatan membagi peran masing-masing, mulai dari bagian penataan, pengemasan ulang apabila diperlukan, hingga pengecekan akhir untuk memastikan bahwa seluruh paket dalam kondisi baik dan layak untuk dibagikan kepada masyarakat.
Tidak hanya itu, pengaturan teknis di lapangan juga menjadi perhatian utama. Para anggota menentukan titik-titik strategis untuk pembagian takjil agar proses distribusi dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Beberapa anggota bertugas di bagian depan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, sementara yang lainnya berada di bagian belakang untuk memastikan ketersediaan paket tetap terjaga. Selain itu, terdapat pula anggota yang bertugas mengatur arus penerima agar tidak terjadi kerumunan yang berlebihan, sehingga kegiatan tetap berjalan dengan aman dan nyaman.
Memasuki pukul 16.00 WIB, kegiatan pembagian takjil pun resmi dimulai. Suasana di sekitar Pendopo Lokantara semakin ramai dengan kehadiran masyarakat yang melintas maupun yang sengaja berhenti untuk menerima takjil. Para anggota Dharma Wanita Persatuan dengan penuh keramahan menyapa setiap orang yang datang, memberikan paket takjil dengan senyuman, serta menyampaikan ucapan selamat berbuka puasa. Interaksi yang terjadi tidak hanya bersifat formal, tetapi juga penuh kehangatan dan keakraban yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi.
Para penerima manfaat dalam kegiatan ini berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Terlihat para tukang becak yang sedang beristirahat sejenak di pinggir jalan, pedagang kaki lima yang tetap setia menjaga dagangannya hingga menjelang waktu berbuka, pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas, serta pejalan kaki yang kebetulan berada di lokasi. Bahkan, beberapa masyarakat yang awalnya hanya melintas terlihat tertarik untuk berhenti sejenak setelah mengetahui adanya pembagian takjil. Keberagaman latar belakang penerima ini menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar menyentuh berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan status sosial.
Raut wajah bahagia dan penuh rasa syukur terlihat jelas dari para penerima takjil. Senyum tulus, ucapan terima kasih, serta doa yang mereka panjatkan menjadi pemandangan yang sangat mengharukan dan memberikan kepuasan tersendiri bagi para anggota Dharma Wanita Persatuan. Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat memberikan dampak yang besar apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan. Bagi sebagian masyarakat, takjil yang diterima mungkin menjadi pelengkap sederhana untuk berbuka puasa, namun bagi sebagian lainnya, hal tersebut bisa menjadi sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan berbuka mereka.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap terjaga dengan tertib dan kondusif. Para anggota Dharma Wanita Persatuan terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa proses pembagian berjalan dengan lancar. Tidak terlihat adanya desakan atau kerumunan yang berlebihan, karena pengaturan yang dilakukan sudah cukup baik dan terencana. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan dan kerja sama tim menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
Selain memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para anggota Dharma Wanita Persatuan. Mereka tidak hanya terlibat dalam kegiatan sosial, tetapi juga merasakan secara langsung interaksi dengan masyarakat yang beragam. Hal ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga dalam meningkatkan rasa empati, kepedulian, serta kepekaan terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
Seiring berjalannya waktu, paket-paket takjil yang telah disiapkan mulai habis dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat dinantikan dan memberikan manfaat yang nyata. Para anggota tetap melayani dengan penuh semangat hingga seluruh paket habis didistribusikan. Meskipun kelelahan mulai terasa, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat dan kebahagiaan yang dirasakan oleh seluruh pihak yang terlibat.
Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, para anggota Dharma Wanita Persatuan melakukan penutupan dengan penuh rasa syukur. Mereka berkumpul kembali untuk melakukan evaluasi singkat serta berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung. Dalam suasana yang santai namun penuh makna, masing-masing anggota menyampaikan kesan dan pesan, serta memberikan masukan untuk perbaikan kegiatan di masa yang akan datang.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan sangat baik, lancar, dan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Tidak terdapat kendala yang berarti selama pelaksanaan kegiatan, yang menunjukkan bahwa persiapan yang matang serta kerja sama yang solid menjadi kunci utama keberhasilan. Meskipun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan, seperti penambahan jumlah paket takjil dan perluasan jangkauan lokasi pembagian agar manfaat yang diberikan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Kegiatan pembagian takjil ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga memberikan dampak positif dalam memperkuat citra Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang peduli terhadap masyarakat. Kehadiran organisasi di tengah masyarakat memberikan pesan bahwa Dharma Wanita Persatuan tidak hanya berperan di lingkungan internal, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian yang menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk melakukan hal yang serupa. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita Persatuan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling peduli. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: SEKRETARIAT KABUPATEN |
| 206 | 25-03-2026 | Pada hari Rabu, tanggal 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan kunjungan silaturahmi dalam rangka halal bihalal ke kediaman Ketua DWP Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan, Ibu Noni Amilda Joko Raharto. Kegiatan ini dihadiri oleh para anggota Dharma Wanita Persatuan serta staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan dengan penuh antusias, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat di lingkungan organisasi.
Kegiatan halal bihalal ini menjadi salah satu momen yang sangat dinantikan, khususnya setelah seluruh anggota dan staf menjalani ibadah di bulan suci Ramadan. Selain sebagai sarana untuk saling bermaafan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat hubungan emosional antar sesama anggota dan staf. Suasana hangat dan penuh keakraban sudah terasa sejak awal kegiatan, ketika para peserta datang dan disambut dengan ramah, kemudian saling berjabat tangan, bertukar senyum, serta saling menyampaikan ucapan maaf lahir dan batin.
Dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, para anggota dan staf tampak menikmati momen kebersamaan tersebut. Percakapan ringan, canda tawa, serta interaksi yang akrab semakin memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk sejenak melepas rutinitas pekerjaan dan menikmati suasana kebersamaan di luar lingkungan kantor, sehingga tercipta kedekatan yang lebih erat antar individu.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Noni Amilda Joko Raharto menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan karena dapat berkumpul bersama dalam suasana yang penuh kekeluargaan seperti ini. Beliau mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta saling mendukung satu sama lain dalam berbagai kegiatan. Beliau juga menekankan bahwa hubungan yang baik antar anggota dan staf akan memberikan dampak positif terhadap suasana kerja, sehingga tercipta lingkungan yang nyaman, harmonis, dan produktif.
Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal seperti ini memiliki makna yang mendalam, tidak hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan kepedulian antar sesama. Dalam suasana santai tersebut, beliau juga menyelipkan pesan agar seluruh anggota tetap menjaga komunikasi yang baik, saling terbuka, serta terus menjalin hubungan yang harmonis baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana yang semakin akrab dan menyenangkan. Para peserta terlihat saling berbincang, berbagi cerita, serta mempererat hubungan personal satu sama lain. Momen ini menjadi sangat berharga karena mampu menciptakan kedekatan yang lebih mendalam, tidak hanya sebagai rekan kerja, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam memperkuat solidaritas dan kekompakan antar anggota. Dengan adanya interaksi yang lebih intens dan santai, diharapkan dapat meningkatkan rasa saling pengertian, kebersamaan, serta kerja sama dalam mendukung pelaksanaan berbagai program dan kegiatan organisasi di masa mendatang. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus dipelihara dan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun organisasi yang solid dan harmonis.
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta semangat gotong royong. Diharapkan, semangat positif yang terbangun dalam kegiatan halal bihalal ini dapat terus terbawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga mampu mendukung terciptanya kinerja organisasi yang lebih baik, solid, dan harmonis di masa yang akan datang. Program: Iman dan Takwa Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 207 | 17-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Tikung yang dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 17 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Tikung, dengan peserta 47 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Tikung. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Tikung, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Tikung, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Berbagi kebahagian di bulan Ramdhan 1441 H. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Salah satu bentuk kegiatan bakti sosial yang sering dilakukan adalah mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan, perhatian, serta bantuan kepada anak-anak yang tinggal di sana. Panti asuhan adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua, kurang mampu, atau tidak mendapatkan pengasuhan yang layak dari keluarga. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan biasanya diawali dengan proses perencanaan yang matang. Panitia atau penyelenggara kegiatan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan tujuan kegiatan, waktu pelaksanaan, serta bentuk bantuan yang akan diberikan. Bantuan tersebut dapat berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, buku, mainan, maupun santunan berupa uang. Selain itu, kegiatan juga dapat diisi dengan acara kebersamaan seperti permainan, motivasi, tausiyah, atau kegiatan hiburan untuk menambah keceriaan anak-anak panti. Pada hari pelaksanaan, rombongan peserta bakti sosial datang ke panti asuhan dengan membawa berbagai bantuan yang telah dipersiapkan. Kegiatan biasanya dimulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus panti asuhan. Dalam sambutan tersebut disampaikan tujuan kegiatan, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan. Anak-anak panti asuhan diajak bermain, bernyanyi, atau mengikuti berbagai permainan yang menyenangkan. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, karena melalui kegiatan tersebut terjalin kedekatan antara peserta bakti sosial dan anak-anak panti asuhan. Selain kegiatan hiburan, biasanya juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti serta mendukung kegiatan pendidikan dan keseharian mereka. Meskipun bantuan yang diberikan mungkin tidak terlalu besar, namun perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan memiliki makna yang sangat berharga bagi mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi para peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, menumbuhkan rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, bakti sosial ke panti asuhan menjadi momen yang penuh makna dan memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 208 | 13-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Babat yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 13 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Babat, dengan peserta 45 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Babat. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Babat, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Babat, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Berbagi kebahagian di bulan Ramdhan 1441 H. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Salah satu bentuk kegiatan bakti sosial yang sering dilakukan adalah mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan, perhatian, serta bantuan kepada anak-anak yang tinggal di sana. Panti asuhan adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua, kurang mampu, atau tidak mendapatkan pengasuhan yang layak dari keluarga. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan biasanya diawali dengan proses perencanaan yang matang. Panitia atau penyelenggara kegiatan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan tujuan kegiatan, waktu pelaksanaan, serta bentuk bantuan yang akan diberikan. Bantuan tersebut dapat berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, buku, mainan, maupun santunan berupa uang. Selain itu, kegiatan juga dapat diisi dengan acara kebersamaan seperti permainan, motivasi, tausiyah, atau kegiatan hiburan untuk menambah keceriaan anak-anak panti. Pada hari pelaksanaan, rombongan peserta bakti sosial datang ke panti asuhan dengan membawa berbagai bantuan yang telah dipersiapkan. Kegiatan biasanya dimulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus panti asuhan. Dalam sambutan tersebut disampaikan tujuan kegiatan, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan. Anak-anak panti asuhan diajak bermain, bernyanyi, atau mengikuti berbagai permainan yang menyenangkan. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, karena melalui kegiatan tersebut terjalin kedekatan antara peserta bakti sosial dan anak-anak panti asuhan. Selain kegiatan hiburan, biasanya juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti serta mendukung kegiatan pendidikan dan keseharian mereka. Meskipun bantuan yang diberikan mungkin tidak terlalu besar, namun perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan memiliki makna yang sangat berharga bagi mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi para peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, menumbuhkan rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, bakti sosial ke panti asuhan menjadi momen yang penuh makna dan memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 209 | 04-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Babat yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 04 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Babat, dengan peserta 45 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Babat. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Babat, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Babat, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Berbagi kebahagian di bulan Ramdhan 1441 H. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Salah satu bentuk kegiatan bakti sosial yang sering dilakukan adalah mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan, perhatian, serta bantuan kepada anak-anak yang tinggal di sana. Panti asuhan adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua, kurang mampu, atau tidak mendapatkan pengasuhan yang layak dari keluarga. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan biasanya diawali dengan proses perencanaan yang matang. Panitia atau penyelenggara kegiatan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan tujuan kegiatan, waktu pelaksanaan, serta bentuk bantuan yang akan diberikan. Bantuan tersebut dapat berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, buku, mainan, maupun santunan berupa uang. Selain itu, kegiatan juga dapat diisi dengan acara kebersamaan seperti permainan, motivasi, tausiyah, atau kegiatan hiburan untuk menambah keceriaan anak-anak panti. Pada hari pelaksanaan, rombongan peserta bakti sosial datang ke panti asuhan dengan membawa berbagai bantuan yang telah dipersiapkan. Kegiatan biasanya dimulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus panti asuhan. Dalam sambutan tersebut disampaikan tujuan kegiatan, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan. Anak-anak panti asuhan diajak bermain, bernyanyi, atau mengikuti berbagai permainan yang menyenangkan. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, karena melalui kegiatan tersebut terjalin kedekatan antara peserta bakti sosial dan anak-anak panti asuhan. Selain kegiatan hiburan, biasanya juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti serta mendukung kegiatan pendidikan dan keseharian mereka. Meskipun bantuan yang diberikan mungkin tidak terlalu besar, namun perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan memiliki makna yang sangat berharga bagi mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi para peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, menumbuhkan rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, bakti sosial ke panti asuhan menjadi momen yang penuh makna dan memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 210 | 24-02-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Babat yang dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 24 Februari 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Babat, dengan peserta 45 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Babat. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Babat, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Babat, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Berbagi kebahagian di bulan Ramdhan 1441 H. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Salah satu bentuk kegiatan bakti sosial yang sering dilakukan adalah mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan, perhatian, serta bantuan kepada anak-anak yang tinggal di sana. Panti asuhan adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua, kurang mampu, atau tidak mendapatkan pengasuhan yang layak dari keluarga. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan biasanya diawali dengan proses perencanaan yang matang. Panitia atau penyelenggara kegiatan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan tujuan kegiatan, waktu pelaksanaan, serta bentuk bantuan yang akan diberikan. Bantuan tersebut dapat berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, buku, mainan, maupun santunan berupa uang. Selain itu, kegiatan juga dapat diisi dengan acara kebersamaan seperti permainan, motivasi, tausiyah, atau kegiatan hiburan untuk menambah keceriaan anak-anak panti. Pada hari pelaksanaan, rombongan peserta bakti sosial datang ke panti asuhan dengan membawa berbagai bantuan yang telah dipersiapkan. Kegiatan biasanya dimulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus panti asuhan. Dalam sambutan tersebut disampaikan tujuan kegiatan, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan. Anak-anak panti asuhan diajak bermain, bernyanyi, atau mengikuti berbagai permainan yang menyenangkan. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, karena melalui kegiatan tersebut terjalin kedekatan antara peserta bakti sosial dan anak-anak panti asuhan. Selain kegiatan hiburan, biasanya juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti serta mendukung kegiatan pendidikan dan keseharian mereka. Meskipun bantuan yang diberikan mungkin tidak terlalu besar, namun perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan memiliki makna yang sangat berharga bagi mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi para peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, menumbuhkan rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, bakti sosial ke panti asuhan menjadi momen yang penuh makna dan memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 211 | 16-03-2026 | Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial, ketika berada di lingkungan sosial maka mereka akan melakukan perannya masing-masing. Peran ini sesuai dengan kemauan dan kemampuan yang dimiliki, kegiatan sosial biasanya akan melibatkan banyak orang dan semata-mata bukan untuk kepentingan pribadi.
Namun, sistem golongan sosial pada kenyataannya menimbulkan batas-batas dan rintangan ekonomi, kultural, dan sosial yang mencegah pergaulan dengan golongan-golongan lain. Pendidikan karakter di sinilah bertujuan untuk menghindari terjadinya batas-batas pergaulan dalam golongan-golongan yang ada di lingkungan kelas tersebut.
Tujuan yang lain dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong-royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam kepedulian sosial, manusia diharapkan mampu mengembangkan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain. Karakter peduli sosial ini dibutuhkan masyarakat sebagai bekal untuk hidup di lingkungan sosialnya, sedangkan unsur sosial yang terpenting yaitu interaksi di antara manusia.
Semua nilai-nilai tentang kepedulian sosial kita dapatkan melalui lingkungan. Kepedulian sosial yang dimaksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih kepada membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian. Nilai-nilai yang tertanam itulah yang nanti akan menjadi suara hati kita untuk selalu membantu dan menjaga sesama.
Berjiwa sosial dan senang membantu merupakan sebuah ajaran yang universal dan dianjurkan oleh semua agama. Meski begitu, kepekaan untuk melakukan semua itu tidak bisa tumbuh begitu saja pada diri setiap orang karena membutuhkan proses melatih dan mendidik. Memiliki jiwa peduli terhadap sesama sangat penting bagi setiap orang karena kita tidak bisa hidup sendirian di dunia ini.
Faktor lingkungan tentunya sangat berpengaruh dalam proses menumbuhkan jiwa kepedulian sosial. Lingkungan terdekat seperti keluarga, teman-teman, dan lingkungan masyarakat tempat dimana kita tumbuh dan bersosialisasi sangat berpengaruh besar dalam menentukan tingkat kepedulian sosial.
Darmiyati Zuchdi (2011) menjelaskan bahwa kepedulian sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Berbicara masalah kepedulian sosial, tak lepas dari kesadaran sosial. Kesadaran sosial merupakan kemampuan untuk memahami arti dari situasi sosial. Hal tersebut sangat tergantung dari empati terhadap orang lain. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepedulian sosial merupakan sikap selalu ingin membantu orang lain yang membutuhkan dan dilandasi oleh rasa kesadaran.
Kepedulian sosial juga berkenaan dengan masyarakat maupun sifat-sifat kemasyarakatan yang memperhatikan kepentingan umum. Terdapat banyak sekali perwujudan kepedulian sosial, salah satunya mengikuti apa yang ada di lingkungan, yaitu melaksanakan kegiatan sosial. Serangkaian kegiatan ini tentu memiliki manfaat bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya.
Kegiatan sosial merupakan kepedulian kepada orang lain yang memang memiliki keterbatasan. Kegiatan sosial juga bermacam-macam, seperti bakti sosial atau kegiatan sosial yang sering dilakukan oleh koorporasi pemeriksaan kesehatan gratis, gerakan campagne untuk membela suatu golongan.
Ada beberapa faktor yang mendorong individu untuk menolong atau membantu. Faktor pertama adalah values. Agama termasuk dalam faktor values ini, bagaimana kita bisa mendapatkan penghargaan dari Sang Pencipta. Community concern menjadi faktor kedua dengan kesamaan berbagai suku, ras atau etnik tertentu. Ada attachment khusus terhadap community concern ini. Ada yang merasa bahwa setelah mereka membantu atau menolong mereka mendapatkan kesenangan tersendiri.
Selain itu, ada pula faktor understanding other people, memahami budaya lain atau tempat lain dan ada motivasi terhadap itu. Lalu, ada personal development, bagaimana bertemu dengan orang baru yang merupakan self development tentu bisa menjadi faktor untuk membantu orang lain.
Melihat dari sisi psikologis, manfaat yang didapat dari kegiatan sosial yang dilakukan ini orang akan merasakan kepuasan tersendiri. You can make people happy and the end of the day you can got happiness.
Dibulan Ramadhan amalan yang dilakukan oleh manusian akan dilipatgandakan oleh Allah. 5 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah momen istimewa yang penuh keberkahan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, termasuk bersedekah. Sedekah tidak hanya menjadi ladang pahala, tetapi juga sarana untuk membersihkan harta dan menebarkan manfaat bagi sesama. Dalam Islam, bersedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Berikut adalah lima keutamaan sedekah di bulan Ramadan.
1. Dilipatgandakan Pahalanya
Bersedekah di bulan Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri karena pahala dari setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Rasulullah bersabda:
"Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadan." (HR. Tirmidzi).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjanjikan ganjaran yang berlipat untuk setiap amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas di bulan penuh berkah ini. Oleh karena itu, momentum Ramadan sebaiknya dimanfaatkan untuk memperbanyak sedekah, baik dalam bentuk harta, makanan, maupun tenaga.
2. Menyempurnakan Ibadah Puasa
Sedekah tidak hanya bernilai sebagai amal kebaikan, tetapi juga dapat menyempurnakan ibadah puasa. Dalam Islam, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga untuk menumbuhkan empati kita terhadap mereka yang kurang mampu. Dengan bersedekah, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan dan menjadikan ibadah puasa lebih bermakna.
Selain itu, sedekah juga dapat menghapus dosa-dosa kecil sebagaimana sabda Rasulullah:
"Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi).
3. Memberikan Keberkahan dalam Rezeki
Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan melipatgandakannya dengan keberkahan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261).
Keberkahan rezeki dari sedekah tidak hanya berupa harta yang bertambah, tetapi juga ketenangan hati, kelancaran usaha, dan kemudahan dalam berbagai urusan kehidupan.
4. Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat
Sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan menjadi penyelamat di akhirat. Rasulullah bersabda:
"Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya." (HR. Ahmad).
Sedekah di bulan Ramadan bisa menjadi salah satu amalan yang membuat seseorang mendapatkan syafaat dan perlindungan dari panasnya hari kiamat. Oleh karena itu, semakin banyak sedekah yang diberikan, semakin besar peluang mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat.
5. Menghidupkan Nilai Kepedulian dan Solidaritas Sosial
Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama dengan mereka yang kurang mampu. Dengan bersedekah, kita membantu mereka yang kesulitan mendapatkan makanan untuk berbuka dan sahur, serta meringankan beban ekonomi mereka.
Islam sangat menekankan pentingnya berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan. Rasulullah bersabda:
"Barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun." (HR. Tirmidzi).
Dengan bersedekah di bulan Ramadan, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membangun rasa solidaritas dan kasih sayang antarumat Islam.
Pada Senen tanggal enam belas bulan Maret 2026 ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Ibu Ritta Halalliyah Mugito yng diwakili oleh Ibu Hanik Afifah (Sekretaris) dan Ibu Anti dari bidang ekonomi menyerahkan bingkisan bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari kepada office boy (OB) yang bekerja di DKPP Kabupaten Lamongan. “Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Bapak-bapak yang mendapat bingkisan ini” ujar Ibu Hanik saat menyerahkan bingkisan sembako dari Dharma Wanita Kabupaten Lamongan.
Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 212 | 16-03-2026 | Suasana bulan suci Ramadan di Kabupaten Lamongan terasa semakin semarak melalui gelaran Festival Boran Agung yang menghadirkan ribuan porsi kuliner khas daerah, Sego Boran, untuk masyarakat secara gratis. Kegiatan yang digelar di kawasan Masjid Agung Lamongan pada Minggu tanggal 15 Maret 2026 tersebut dipadati warga sejak sore hari. Ratusan masyarakat tampak antusias datang dan mengantre untuk mendapatkan hidangan khas Lamongan tersebut.
Sego Boran dikenal sebagai kuliner tradisional dengan cita rasa khas, terdiri dari nasi hangat yang disajikan dengan lauk ikan, sambal khas, serta berbagai pelengkap yang menggugah selera. Dalam festival tersebut, panitia menyiapkan sebanyak 1.447 porsi Sego Boran untuk dibagikan kepada masyarakat Lamongan yang hadir untuk berbuka puasa bersama. Angka 1.447 tersebut memiliki makna simbolis, yakni melambangkan tahun Hijriah saat ini.
Hal itu sekaligus menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat Lamongan dalam menyemarakkan Ramadan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, Siti Rubikah, mengatakan bahwa Festival Boran Agung merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga dan mempromosikan kuliner tradisional khas Lamongan. Menurutnya, Sego Boran bukan hanya sekadar makanan tradisional, melainkan juga bagian dari identitas budaya yang telah lama melekat di tengah masyarakat Lamongan.
“Sego Boran merupakan warisan kuliner khas Lamongan yang perlu terus dilestarikan. Melalui festival ini kami ingin mengenalkan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kuliner daerah, khususnya kepada generasi muda,” ujarnya. Selain menghadirkan sajian kuliner khas daerah, rangkaian kegiatan festival juga diisi dengan pengajian akbar yang menghadirkan pendakwah muda Gus Iqdam atau Muhammad Iqdam Kholid. Pengajian yang digelar pada malam hari tersebut diperkirakan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah yang ingin mengikuti tausiyah sekaligus merasakan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.
Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus mempererat hubungan antar sesama. “Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menebar kebaikan kepada sesama,” tutur Gus Iqdam di hadapan para jamaah. Festival Boran Agung tidak hanya menjadi ajang menikmati kuliner khas Lamongan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat. Tradisi berbagi makanan, berkumpul, serta mendengarkan tausiyah agama dalam satu kegiatan menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat Lamongan. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap Festival Boran Agung dapat terus menjadi agenda budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan kuliner lokal sekaligus memperkuat nilai religius dan kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Nasi boranan atau sego boranan, adalah makanan tradisional dan khas Lamongan, Jawa Timur. Kata Boranan ini berasal dari tempat Nasi (terbuat dari Anyaman Bambu) yang digendong dengan selendang pada punggung, Nasi boranan belum banyak dikenal di luar Lamongan karena memang hanya dijual di Lamongan.
Khas nasi boranan yang tidak akan ditemui pada menu lainnya, yaitu empuk, pletuk, dan ikan sili. “Empuk ini dibuat dari tepung terigu yang dibumbui, pletuk terbuat dari nasi yang dikeringkan atau kacang, lalu dibumbui dan digoreng. Namanya diambil dari bunyi ketika makanan ini dikunyah, ‘pletuk, pletuk’. Nah, lauk ikan sili ini yang tak bisa ditemui setiap saat, karena termasuk ikan musiman. Ikan sili dulu lebih dikenal sebagai ikan hias, harganya lebih mahal dibanding daging ayam. Bentuk ikan ini panjang seperti belut, tidak kentara mana bagian kepala atau ekornya. Durinya pun hanya ada di bagian tengah. Nasi ini disajikan biasa dijajakan secara lesehan di sekitar kawasan pasar-pasar kota di Kabupaten Lamongan.
Asal-usul dan sejarah
Tradisi penjualan nasi boranan berawal dari para pedagang perempuan di wilayah Lamongan yang menjajakan nasi dan lauk pauk di wadah boran (sejenis tampah bundar dengan penutup anyaman). Mereka menjual dagangan secara berkelilingan dari kampung ke kampung, sehingga dikenal dengan sebutan penjual boranan.
Komposisi dan penyajian
Nasi boranan terdiri dari:
• nasi putih panas,
• bumbu, terdiri dari rempah-rempah yang sudah dihaluskan,
• lauk, seperti daging ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu, tempe hingga ikan sili,
• kremesan yang dibuat dari sisa bumbu gorengan lauk, dan
• rempeyek kacang (sejenis kerupuk bahan bakunya dari tepung beras yang dibumbui dan digoreng) sebagai pelengkap.
Semua bahan disajikan di atas boran yang dilapisi daun pisang. Bumbu khas nasi boranan umumnya mengandung rempah seperti kemiri, ketumbar, kunyit, bawang merah, dan bawang putih, yang memberikan aroma gurih dan rasa khas Lamongan.
Makna budaya dan sosial
Bagi masyarakat Lamongan, nasi boranan bukan sekedar makanan, tetapi simbil kemandirian dan ketekunan perempuan pedagang tradisional. Pedagang boranan menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat Lamongan terutama di kawasan Babat dan kota Lamongan.
Dalam konteks ekonomi lokal, keberadaan nasi boranan berperan penting dalam menjaga kearifan lokal kuliner serta meningkatkan pendapatan masyarakat kecil melaui kegiatan usaha mikro kuliner.
Warisan kuliner dan pengakuan
Nasi boranan telah diusulkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia dari Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Lamongan juga aktif mempromosikan nasi boranan sebagai bagian dari citra "Lamongan Kota Soto dan Boranan".
Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan menghadiri festival boran agung bersama pegawai DKPP di stand DKPP di Alun-alun yang ramai dengan masyarakat Lamongan.
Program: Kegiatan Seni Budaya / Nilai Budaya Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 213 | 21-02-2026 | Pada bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Dharmawanita Persatuan mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat. Kegiatan bakti sosial berupa bagi-bagi takjil oleh Dharmawanita Persatuan yang diikuti oleh RSUD Karangkembang yang dilaksanakan pada Tanggal 21 Februari 2026 di depan Pendopo Lokantantra Kabupaten Lamongan. Kegiatan berbagi takjil ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi antara anggota DWP dan masyarakat sekitar. Para anggota DWP bersama perwakilan dari beberapa instansi dengan penuh antusias membagikan paket takjil kepada masyarakat yang melintas, terutama para pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Masyarakat yang menerima takjil tampak senang dan menyambut baik kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi wujud kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Diharapkan kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: RSUD KARANGKEMBANG |
| 214 | 13-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Mantup yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 13 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Mantup, dengan peserta 40 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Mantup. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Mantup, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Mantup, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Berbagi kebahagian di bulan Ramdhan 1441 H. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Salah satu bentuk kegiatan bakti sosial yang sering dilakukan adalah mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan, perhatian, serta bantuan kepada anak-anak yang tinggal di sana. Panti asuhan adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua, kurang mampu, atau tidak mendapatkan pengasuhan yang layak dari keluarga. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan biasanya diawali dengan proses perencanaan yang matang. Panitia atau penyelenggara kegiatan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan tujuan kegiatan, waktu pelaksanaan, serta bentuk bantuan yang akan diberikan. Bantuan tersebut dapat berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, buku, mainan, maupun santunan berupa uang. Selain itu, kegiatan juga dapat diisi dengan acara kebersamaan seperti permainan, motivasi, tausiyah, atau kegiatan hiburan untuk menambah keceriaan anak-anak panti. Pada hari pelaksanaan, rombongan peserta bakti sosial datang ke panti asuhan dengan membawa berbagai bantuan yang telah dipersiapkan. Kegiatan biasanya dimulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus panti asuhan. Dalam sambutan tersebut disampaikan tujuan kegiatan, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan. Anak-anak panti asuhan diajak bermain, bernyanyi, atau mengikuti berbagai permainan yang menyenangkan. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, karena melalui kegiatan tersebut terjalin kedekatan antara peserta bakti sosial dan anak-anak panti asuhan. Selain kegiatan hiburan, biasanya juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti serta mendukung kegiatan pendidikan dan keseharian mereka. Meskipun bantuan yang diberikan mungkin tidak terlalu besar, namun perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan memiliki makna yang sangat berharga bagi mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi para peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, menumbuhkan rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, bakti sosial ke panti asuhan menjadi momen yang penuh makna dan memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 215 | 13-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Modo yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 13 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Modo, dengan peserta 40 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Modo. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Modo, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Modo, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Berbagi kebahagian di bulan Ramdhan 1441 H. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Salah satu bentuk kegiatan bakti sosial yang sering dilakukan adalah mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan, perhatian, serta bantuan kepada anak-anak yang tinggal di sana. Panti asuhan adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua, kurang mampu, atau tidak mendapatkan pengasuhan yang layak dari keluarga. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan biasanya diawali dengan proses perencanaan yang matang. Panitia atau penyelenggara kegiatan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan tujuan kegiatan, waktu pelaksanaan, serta bentuk bantuan yang akan diberikan. Bantuan tersebut dapat berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, buku, mainan, maupun santunan berupa uang. Selain itu, kegiatan juga dapat diisi dengan acara kebersamaan seperti permainan, motivasi, tausiyah, atau kegiatan hiburan untuk menambah keceriaan anak-anak panti. Pada hari pelaksanaan, rombongan peserta bakti sosial datang ke panti asuhan dengan membawa berbagai bantuan yang telah dipersiapkan. Kegiatan biasanya dimulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus panti asuhan. Dalam sambutan tersebut disampaikan tujuan kegiatan, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan. Anak-anak panti asuhan diajak bermain, bernyanyi, atau mengikuti berbagai permainan yang menyenangkan. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, karena melalui kegiatan tersebut terjalin kedekatan antara peserta bakti sosial dan anak-anak panti asuhan. Selain kegiatan hiburan, biasanya juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti serta mendukung kegiatan pendidikan dan keseharian mereka. Meskipun bantuan yang diberikan mungkin tidak terlalu besar, namun perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan memiliki makna yang sangat berharga bagi mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi para peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, menumbuhkan rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, bakti sosial ke panti asuhan menjadi momen yang penuh makna dan memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 216 | 12-03-2026 | Pada tanggal 12 Maret 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan menyelenggarakan kegiatan pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan acara santunan kepada anak yatim, Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat tali silaturahmi antar anggota. Dalam Sabutannya Ibu Ketua Dharma Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa santunan anak yatim ini menjadi agenda tahunan. Santunan anak yatim ini terselenggara atas partisipasi dari semua pihak dari sedekah subuh yang selama ini sudah berjalan, semoga senantiasa menjadi agenda rutin setiap tahun dan menjadi ladang pahala bagi kita semua. Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa saat penyerahan santunan dilakukan. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta menambah kebahagiaan bagi anak-anak yatim, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini. Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa saat penyerahan santunan dilakukan. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta menambah kebahagiaan bagi anak-anak yatim, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan memberikan pengarahan kepada seluruh anggota. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan, meningkatkan peran aktif anggota dalam setiap kegiatan organisasi, serta terus menumbuhkan rasa kepedulian sosial di lingkungan masyarakat, Beliau juga mengajak seluruh anggota untuk menjadikan momentum bulan Ramadhan sebagai sarana meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan berbagai kegiatan positif. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN |
| 217 | 13-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Tlogosadang yang dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 10 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Tlogosadang, dengan peserta 30 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Tlogosadang. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Tlogosadang, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Tlogosadang, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Berbagi kebahagian di bulan Ramdhan 1441 H. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Salah satu bentuk kegiatan bakti sosial yang sering dilakukan adalah mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan, perhatian, serta bantuan kepada anak-anak yang tinggal di sana. Panti asuhan adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua, kurang mampu, atau tidak mendapatkan pengasuhan yang layak dari keluarga. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan biasanya diawali dengan proses perencanaan yang matang. Panitia atau penyelenggara kegiatan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan tujuan kegiatan, waktu pelaksanaan, serta bentuk bantuan yang akan diberikan. Bantuan tersebut dapat berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, buku, mainan, maupun santunan berupa uang. Selain itu, kegiatan juga dapat diisi dengan acara kebersamaan seperti permainan, motivasi, tausiyah, atau kegiatan hiburan untuk menambah keceriaan anak-anak panti. Pada hari pelaksanaan, rombongan peserta bakti sosial datang ke panti asuhan dengan membawa berbagai bantuan yang telah dipersiapkan. Kegiatan biasanya dimulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus panti asuhan. Dalam sambutan tersebut disampaikan tujuan kegiatan, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan. Anak-anak panti asuhan diajak bermain, bernyanyi, atau mengikuti berbagai permainan yang menyenangkan. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, karena melalui kegiatan tersebut terjalin kedekatan antara peserta bakti sosial dan anak-anak panti asuhan. Selain kegiatan hiburan, biasanya juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti serta mendukung kegiatan pendidikan dan keseharian mereka. Meskipun bantuan yang diberikan mungkin tidak terlalu besar, namun perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan memiliki makna yang sangat berharga bagi mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi para peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, menumbuhkan rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, bakti sosial ke panti asuhan menjadi momen yang penuh makna dan memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 218 | 11-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Sukodadi yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 11 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Sukodadi, dengan peserta 50 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Sukodadi. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Sukodadi, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Sukodadi, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Berbagi kebahagian di bulan Ramdhan 1441 H. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Salah satu bentuk kegiatan bakti sosial yang sering dilakukan adalah mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan, perhatian, serta bantuan kepada anak-anak yang tinggal di sana. Panti asuhan adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua, kurang mampu, atau tidak mendapatkan pengasuhan yang layak dari keluarga. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan biasanya diawali dengan proses perencanaan yang matang. Panitia atau penyelenggara kegiatan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan tujuan kegiatan, waktu pelaksanaan, serta bentuk bantuan yang akan diberikan. Bantuan tersebut dapat berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, buku, mainan, maupun santunan berupa uang. Selain itu, kegiatan juga dapat diisi dengan acara kebersamaan seperti permainan, motivasi, tausiyah, atau kegiatan hiburan untuk menambah keceriaan anak-anak panti. Pada hari pelaksanaan, rombongan peserta bakti sosial datang ke panti asuhan dengan membawa berbagai bantuan yang telah dipersiapkan. Kegiatan biasanya dimulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus panti asuhan. Dalam sambutan tersebut disampaikan tujuan kegiatan, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan. Anak-anak panti asuhan diajak bermain, bernyanyi, atau mengikuti berbagai permainan yang menyenangkan. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, karena melalui kegiatan tersebut terjalin kedekatan antara peserta bakti sosial dan anak-anak panti asuhan. Selain kegiatan hiburan, biasanya juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti serta mendukung kegiatan pendidikan dan keseharian mereka. Meskipun bantuan yang diberikan mungkin tidak terlalu besar, namun perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan memiliki makna yang sangat berharga bagi mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi para peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, menumbuhkan rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, bakti sosial ke panti asuhan menjadi momen yang penuh makna dan memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 219 | 01-03-2026 | Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadhan, Gabungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lamongan, DWP Dinas Perikanan serta DWP PD Aneka Usaha Lamongan Jaya melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat sekitar yang bertempat Halaman Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Lamongan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi para pengendara dan masyarakat yang masih berada di perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa.
Kegiatan yang mendapatkan giliran jadwal pelaksanaan pada hari Minggu 01 Maret 2026 ini diikuti oleh Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan Satpol PP Kabupaten Lamongan, perwakilan dari DWP Dinas Perikanan dan Juga Perwakilan dari DWP PD AULJ.
Pembagian takjil berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kebersamaan. Masyarakat yang menerima takjil menyambut kegiatan ini dengan antusias dan rasa syukur. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi antara Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dengan masyarakat. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: SATUAN POL PP |
| 220 | 11-03-2026 | Penyerahan Bantuan Permakanan (Sembako)
kepada Lansia Kurang Mampu di Kecamatan Ngimbang oleh TP.PKK Kabupaten yang bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan tahun 2026 yang berjumlah 100 orang lansia. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: KECAMATAN NGIMBANG |
| 221 | 09-03-2026 | Kajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar serta Dharma Wanita Persatuan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan
Dalam rangka meningkatkan kebersamaan, mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan nilai-nilai keagamaan di bulan suci Ramadhan, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama pada hari senin 9 maret 2026 yang diikuti oleh keluarga besar dinas serta Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dari dua yayasan yang turut diundang sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Depan Kantor Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan dengan dihadiri oleh 113 pejabat dan staf beserta keluarga, serta 110 anak yatim dari dua yayasan yang hadir untuk mengikuti rangkaian acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ibu Hj. Sumaini selaku Ketua Yayasan Yatim, yang memanjatkan doa untuk kelancaran seluruh tugas dan pekerjaan pegawai, serta keselamatan seluruh keluarga besar Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Bapak Ir. H. Andhy Kurniawan, S.T., M.MT. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh staf beserta keluarga yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada anak-anak dari yayasan yatim yang turut hadir dan berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh Gus Ali Maksum, yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan mengenai pentingnya menjaga keikhlasan, keberkahan dalam bekerja, serta memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan.
Saat waktu adzan Maghrib tiba, seluruh peserta kegiatan bersama-sama melaksanakan buka puasa bersama dengan penuh kebersamaan dan suasana kekeluargaan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dari kedua yayasan, serta pembagian bingkisan sebagai bentuk kepedulian dan kebahagiaan yang dapat mereka bawa pulang.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan, serta diakhiri dengan foto bersama antara keluarga besar Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Dharma Wanita Persatuan, serta anak-anak yatim yang hadir. Seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 18.30 WIB dalam suasana penuh kebahagiaan dan kebersamaan.
Melalui kegiatan Kajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama ini, diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan antar pegawai, meningkatkan nilai kebersamaan, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.
Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, serta memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi adik-adik dari yayasan yatim yang hadir. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan penuh nilai kemanusiaan. Program: Iman dan Takwa Pelaksana: DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA & TATA RUANG |
| 222 | 09-03-2026 | Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk berbagi kebaikan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan turut berpartisipasi dalam kegiatan “Ramadhan Berkah” yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan melalui kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat.
Kegiatan Ramadhan Berkah berbagi takjil ini dilaksanakan pada hari Senin, 09 Maret 2026 pukul 15.00 WIB bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan Ibu Hj. Tina Andrian Andhy Kurniawan beserta Sekretaris DWP dan beberapa staf anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan yang turut berpartisipasi dalam mendistribusikan takjil kepada masyarakat.
Pada kegiatan tersebut, para anggota DWP bersama OPD yang bertugas membagikan paket takjil kepada masyarakat yang melintas dan telah menunggu di sekitar area Pendopo Lokatantra. Paket takjil yang dibagikan berupa makanan dan minuman untuk berbuka puasa yang dikemas secara praktis agar mudah didistribusikan kepada masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, terlihat dari banyaknya warga yang telah hadir dan menunggu untuk menerima takjil berbuka puasa.
Kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus implementasi dari nilai-nilai kebersamaan dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Memberikan makanan kepada orang yang berpuasa juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa siapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi, mempererat silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program “Ramadhan Berkah” yang bertujuan menebarkan manfaat dan kebahagiaan kepada masyarakat Kabupaten Lamongan selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan kondusif, serta mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan pembagian takjil berakhir pada pukul 16.30 WIB dengan harapan kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Semoga melalui kegiatan ini, seluruh pihak yang terlibat mendapatkan keberkahan serta pahala dari Allah SWT, dan semangat berbagi di bulan Ramadan dapat terus terjaga demi memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA & TATA RUANG |
| 223 | 10-03-2026 | Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa. Amalan ringan tapi berbobot pahalanya, salah satunya adalah memberi takjil berbuka puasa. Dengan memberi makanan ringan, air putih, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Sehingga, sangat sayang jika melewatkan kesempatan berbagi di bulan penuh berkah ini.
“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi).
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal, hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Bulan suci Ramadan telah tiba dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berbuat baik dan beramal. Selain menjadi momen terbaik untuk berbagi juga dapat menuai pahala yang berlimpah. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari Muslim).
Melalui Aksi Berbagi, merupakan manifestasi berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dengan ikut serta program “Ramadhan Berkah” Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan dengan membagikan takjil kepada masyarakat Lamongan. Ramadhan Berkah DWP Kabupaten Lamongan dengan pembagian Takjil Buka Puasa Ramadan yang berlangsung selama bulan puasa. Nantinya, takjil dan kurma ini akan dibagikan secara gratis ke berbagai kalangan.
Aksi Berbagi takjil dilaksanakan di halaman Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan diikuti oleh semua jajaran OPD Kabupaten Lamongan untuk mendistribusikan berbagi takjil dan buka puasa tersebut, tiap harinya dijadwal 3 OPD. Sehingga, semakin banyak yang bisa menyegerakan buka puasa dengan hidangan ringan yang kaya kebaikan. Kali ini pelaksanaan Kegiatan Ramadhan Bagi Takjil dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 6 Maret 2026 yang mendistribusikan adalah Dharma Wanita Kabupaten Lamongnan. Tiap OPD mendapat tugas menyediakan 70 bungkus nasi dan minuman yang dikemas dalam satu wadah plastic. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ramai dengan hadirnya masyarakat yang sudah mengantri sejak pukul 14.00 WIB. Ketua DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ny. Ritta Hilalliyah Mugito hadir bersama DWP Kabupaten dan mendampingi OPD yang sedang bertugas pada hari ini. Ibu-ibu yang bertugas pada hari ini dibuat kewalahan dikarenakan antusias masyarakat Lamongan yang hadir sejumlah 200 orang, akan tetapi dengan bantuan dan kesigapan bapak-bapak satpol PP guna mengatur antrian acara bagi takjil tetap berjalan lancar tanpa kendala apapun.
Sesuai dengan bunyi hadis "Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan: kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga kita semua mendapat kemudahan dan keberkahan bulan Ramadan dengan berbagi kebaikan selama bulan ini bersama “Ramadhan Berkah”.
Takjil adalah hidangan ringan, manis, atau menyegarkan yang disantap segera saat berbuka puasa sebelum makan berat. Berasal dari bahasa Arab 'ajila (menyegerakan), takjil bertujuan memulihkan energi dan cairan tubuh dengan cepat setelah seharian berpuasa. Di Indonesia, takjil identik dengan kuliner khas seperti kolak, kurma, gorengan, atau es buah. Secara bahasa, takjil berarti menyegerakan, namun di Indonesia maknanya bergeser menjadi makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa.
Mengembalikan kadar gula darah yang menurun dan mengganti cairan tubuh, serta memberikan energi instan sebelum salat Maghrib.
Contoh Takjil Populer:
Kurma: Pilihan utama yang disunnahkan.
Kolak: Pisang, ubi, atau biji salak.
Minuman Segar: Es campur, es kelapa muda, es buah, atau sirup.
Kudapan: Gorengan (bakwan, tahu isi), kue tradisional, bubur manis, atau puding.
Tradisi: Berburu takjil (war takjil) di sore hari selama bulan Ramadhan, sering kali menjadi ajang berbagi dan memutar roda ekonomi UMKM.
Program: Dana Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 224 | 05-03-2026 | Pada hari Kamis tanggal 05 Maret 2026, Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan dan Pengurus TP PKK Kecamatan Glagah menggelar aksi sosial pembagian takjil gratis bagi masyarakat dan pengguna jalan. Kegiatan ini dipusatkan di depan Kantor Kecamatan Glagah pada sore hari pukul 04.00 WIB sd selesai. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan contoh positif agar bersama-sama menebar kebaikan, khususnya pada bulan suci Ramadan. Kegiatan ini menegaskan komitmen Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Glagah dalam membangun harmoni dan serta mendukung program-program sosial keagamaan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Momentum ini dipilih sebagai wujud kesiapan spiritual dan sosial Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Glagah dalam menyambut bulan penuh berkah. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: KECAMATAN GLAGAH |
| 225 | 28-02-2026 | Pada hari Rabu tanggal 28 Januari 2026 Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan, Ibu Titah Sutikno bersama Sekretaris Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan mendampingi Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan beserta rombongan menyerahkan bantuan soaial ke 3 tempat sekolah TK/KB di desa Gempolpendowo, desa soko, desa buculor, bantuan berupa makanan ringan dan perlengkapan sekolah di berikan kepada seluruh murid dan santunan diberikan kepada Kepala sekolah. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan menyampaikan dan memastikan musibah banjir saat ini anak-anak sekolah tidak menghadapi kondisi sulit ini sendirian. Ia menyampaikan empati atas musibah yang terjadi serta menegaskan bahwa solidaritas dan kepedulian bersama merupakan kunci dalam memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi kondisi ini. Hal ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Beliau berharap dengan sedikit bantuan yang diberikan dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban anak-anak sekolah, semoga dengan musibah ini tidak memadamkan rasa semangat belajar yang tinggi. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: KECAMATAN GLAGAH |
| 226 | 04-03-2026 | Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik KABUPATEN LAMONGAN Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan mengikuti kegiatan NGABUBURIT BARENG Dharma Wanita Persatuan SESI 2 bersama Dharma Wanita Persatuan Pusat Keterangan Program: Bidang : Sosial Budaya Hari, tanggal : Rabu, 4 MAret 2026 Waktu : 15.30 WIB s.d. selesai Peserta : Anggota dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan Tempat. : Online meeting zoom dan youtube Agenda : Ngabuburut Bareng Dharma Wanita Persatuan bersama Menteri Agama RI Susunan Acara : 1. Pembukaan oleh MC 2. Sambutan dari Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Ibu Ida Rachmawati Budi G Sadikin 3. Pengisian kajian Ramadhan oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA (Menteri Agama Republik Indonesia) 4. Penutup Dharma Wanita Persatuan menyelenggarakan kegiatan Ngabuburit Ramadhan bersama Dharma Wanita Persatuan SESI 2 secara daring melalui kanal YouTube pada 4 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan serta para peserta lainnya yang bergabung secara online dari berbagai wilayah. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan nilai spiritual di bulan suci Ramadhan. Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Meskipun dilaksanakan secara virtual, antusiasme peserta tetap tinggi. Momentum ngabuburit ini dimanfaatkan untuk menambah ilmu agama melalui tausiah yang mengangkat tema “Silaturahmi Mempererat Persaudaraan dan Meningkatkan Kerukunan untuk Mempererat Persatuan Bangsa.” Dalam tausiah yang disampaikan, narasumber menjelaskan bahwa silaturahmi merupakan ajaran penting dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan. Selain mempererat hubungan antar sesama manusia, silaturahmi juga menjadi amalan yang mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa orang yang menjaga silaturahmi akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi sosial, tetapi merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an dan hadis, umat Islam dianjurkan untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, tetangga, serta sesama manusia. Melalui silaturahmi, akan tumbuh rasa kasih sayang, kepedulian, serta saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan tausiah ini juga menekankan bahwa nilai silaturahmi memiliki peran besar dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan latar belakang membutuhkan semangat persaudaraan agar kehidupan masyarakat tetap harmonis. Ketika masyarakat mampu menjaga hubungan baik dan saling menghormati, maka persatuan bangsa akan semakin kokoh. Bulan Ramadhan menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperkuat nilai-nilai tersebut. Selain meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, umat Islam juga diajak untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, saling memaafkan, serta mempererat persaudaraan. Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan diselenggarakannya kegiatan ngabuburit Ramadhan bersama Dharma Wanita Persatuan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota Dharma Wanita Persatuan dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang rukun dan harmonis. Kegiatan ngabuburit Ramadhan ini menjadi salah satu bentuk upaya Dharma Wanita Persatuan untuk memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kualitas keimanan di bulan yang penuh berkah. Dengan memanfaatkan media digital seperti YouTube, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa dakwah dan silaturahmi dapat terus terjalin meskipun tidak selalu dilakukan secara tatap muka.Di akhir kegiatan, para peserta berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan. Dengan semangat Ramadhan, diharapkan nilai persaudaraan, kerukunan, dan persatuan dapat terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Laporan dibuat oleh Ny. Meiyana Orbayanti Sekretaris Dharna Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. |
| 227 | 06-03-2026 | Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik KABUPATEN LAMONGAN Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan Mengikuti kegiatan KAJIAN MUSLIMAH (KAMUS) SPESIAL RAMADHAN 1447 H DENGAN TEMA THE REAL GLOW UP, Tak Bersinar Terang tapi Tak Pernah Padam yang diselenggarakan oleh MasjidAlArqam Badan Pusat Statistik RI Keterangan Program: Bidang : Sosial Budaya Hari, tanggal : Jumat, 6 MAret 2026 Waktu : 11.00 WIB s.d. selesai Peserta : Pengurus Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan Tempat. : online Agenda : KAJIAN MUSLIMAH (KAMUS) SPESIAL RAMADHAN 1447 H DENGAN TEMA THE REAL GLOW UP, Tak Bersinar Terang tapi Tak Pernah Padam Kegiatan kajian Muslimah (KAMUS) spesial Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Masjid AL Arqam Badan Pusat Statistik RI, menampilkan narasumber Ustadzah Nusaibah Azzahra dan keynote speaker Ibu Al Robitoh, Ketua Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik RI. Kajian ini adalah bagian dari pembinaan rohani bagi seluruh karyawan dan keluarga besar Badan Pusat Statistik di seluruh Indonesia. Dalam paparan yang penuh ketulusan ini oleh Nusaibah Azzahra, pembicara mengajak kita menilai ulang makna 'glow up' yang selama ini sering disalahpahami. Di tengah gemerlap dunia yang mengagungkan perubahan drastis dan pencapaian yang mudah terlihat, ada jenis perubahan lain yang jauh lebih bermakna: perubahan yang diam-diam, konsisten, dan bertahan. Inilah yang dipahami sebagai "Glow Up Qur'ani" — bukan kilau yang mencari perhatian, melainkan cahaya kecil yang terus menyala walau tak ada yang melihat. Pembicara menempatkan istiqamah di pusat pembahasan. Beliau adalah pendiri Quran Dive Indonesia. Istiqamah bukanlah semangat sesaat atau lonjakan motivasi yang pudar setelah beberapa hari; ia adalah ketekunan panjang yang menuntut stabilitas batin. Ketika Nabi dan para sahabat diuji, yang membedakan adalah kemampuan mereka untuk tetap lurus dan sesuai perintah, bukan sekadar mengikuti nafsu atau tren. Ayat-ayat dari Surat Hud menjadi pengingat bahwa Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan — sehingga tujuan utama istiqamah adalah merawat hubungan dengan Sang Pencipta dengan cara yang konsisten dan penuh kesadaran. Praktik-praktik sederhana menjadi fondasi dari glow up yang sejati. Tilawah yang dilakukan secara konsisten walau hanya satu halaman sehari mengajarkan bahwa kontinuitas lebih bernilai dibanding kuantitas yang sporadis. Shalat sunnah, meski hanya dua rakaat setiap malam, memberi ruang untuk menumbuhkan kualitas ibadah yang mendalam. Puasa sunnah, seperti Senin-Kamis atau puasa ayyamul bidh, melatih kesabaran dan pengendalian diri. Ketiga amalan ini, jika dilakukan terus-menerus, membentuk pola hidup yang membumi dan bermakna, bukan sekadar rutinitas yang kosong. Selain ritual ibadah, menjaga hati dan lingkungan menjadi aspek penting yang dibahas. Pembicara menekankan pentingnya menolak konten yang merusak hati: berani unfollow akun yang membangkitkan emosi negatif atau menggoda untuk melakukan hal yang bertentangan dengan prinsip. Menjaga integritas juga berarti menolak kolaborasi yang mengandung ketidakjujuran; berani berkata tidak pada hal yang meragukan adalah tanda kematangan spiritual. Pergaulan yang sehat dipilih secara sadar—menjauhi lingkungan yang mengajak ke arah yang keliru dan memilih teman yang menguatkan istiqamah. Ada pula peringatan agar tidak terjebak dalam dua ekstrem. Pertama, jangan sampai kita berlebihan hingga melampaui batas dalam segala hal, bahkan kebaikan. Kedua, jangan pula larut dalam pengejaran popularitas yang membuat amalan menjadi tontonan. Keseimbangan batin diperlukan supaya tindakan kita tetap di jalur yang benar: sesuai perintah, bukan sekadar untuk terlihat benar atau mendapatkan pujian manusia. Pembicara memetakan perbedaan antara "Glow Up Duniawi" dan "Glow Up Qur'ani". Glow up duniawi berorientasi pada perubahan luar—drastis, viral, dan memikat banyak perhatian. Sedangkan Glow Up Qur'ani adalah transformasi yang tidak mencolok, namun tahan lama; mungkin tidak viral, tapi menghadirkan kehangatan bagi orang di sekitar. Cahaya jenis ini jarang dipromosikan di media sosial karena ia tumbuh dalam kesendirian yang berharga—istiqamah saat tak ada yang melihat. Buah manis istiqamah digambarkan secara sederhana namun kuat. Pertama, ketenangan hati—perasaan damai yang tak tergantikan yang muncul ketika kita tahu telah konsisten menjalankan amanah hidup. Kedua, keberkahan waktu—rasa bahwa waktu dipakai dengan lebih produktif dan bermakna, bukan sekadar dihabiskan untuk hal yang fana. Ketiga, kekuatan iman—iman yang tumbuh kokoh sehingga tak mudah goyah oleh ujian. Inilah hasil jangka panjang yang sering terlewat karena orang lebih fokus pada hasil yang cepat dan terlihat. Untuk membantu membangun kebiasaan baik, pembicara menawarkan prinsip SIMPEL, TERLIHAT, MENYENANGKAN. Mulailah dari sesuatu yang sederhana dan mudah dilakukan; buatlah pemicu atau trigger yang terlihat—misal alarm atau catatan kecil—sehingga kebiasaan tidak terlupakan; dan buat prosesnya menyenangkan agar kita ingin melanjutkannya. Ketiga langkah ini bukan retorika; mereka merupakan strategi praktis bagi siapa saja yang ingin menerapkan istiqamah dalam rutinitas harian. Ada panggilan kuat untuk refleksi diri. Pertanyaan sederhana seperti “apakah sinarku tetap menyala ketika tak ada yang memperhatikan?” mengajak kita menguji motif tindakan. Refleksi ini juga mendorong kita mengevaluasi pengaruh lingkungan digital—apakah konsumsi konten kita memperkuat iman atau justru melemahkannya. Menjaga hati berarti selektif terhadap informasi dan berani mengambil jarak dari hal-hal yang merusak. Dalam praktik sehari-hari, ada beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan agar perubahan menjadi nyata namun tetap tertata. Pertama, susun niat yang jernih: tuliskan tujuan kecil dan realistis — misalnya menyelesaikan satu halaman tilawah setiap hari atau menambah satu rakaat shalat sunnah seminggu. Kedua, catat perkembangan: dengan jurnal sederhana, kita bisa melihat kemajuan kecil yang sering terlewat. Ketiga, siapkan rencana cadangan saat gagal: manusia tidak luput dari khilaf, maka penting memiliki strategi untuk bangkit lagi setelah terjatuh. Ketika menghadapi godaan untuk kembali ke kebiasaan lama, ingatlah alasan mendasar mengapa kita memulai. Bukan demi pujian manusia, melainkan untuk merawat relasi dengan Sang Pencipta dan menjadi manfaat bagi orang lain. Pembicara mengingatkan juga tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara ambisi dan kesederhanaan — beramal maksimal menurut kemampuan tanpa menuntut hasil instan. Dalam konteks ini, sabar dan syukur menjadi dua pilar penting yang melindungi istiqamah dari goyahnya motivasi. Paparan ini juga menunjukkan sisi humanis dari proses beragama: istikamah bukan jalan sunyi tanpa tujuan sosial. Justru, ketika seseorang istiqamah, ia memberi kehangatan dan teladan bagi orang di sekelilingnya. Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus akan menular dalam bentuk kebaikan yang tulus, bukan sekadar popularitas semu. Menjadi cahaya yang stabil sering kali menginspirasi lebih dalam daripada kilau yang cepat padam. Akhirnya, mari jadikan glow up ini sebagai perjalanan seumur hidup, bukan proyek sementara. Bayangkan jika setiap individu memilih menumbuhkan cahaya kecilnya sendiri; maka secara kolektif, komunitas akan menjadi lebih hangat, lebih damai, dan lebih produktif. Dengan langkah-langkah praktis, dukungan komunitas, dan niat yang ikhlas, perubahan yang tak mencolok namun bertahan lama bukan lagi angan-angan melainkan kenyataan. Semoga paparan ini memberi inspirasi untuk memulai — atau melanjutkan — perjalanan. Aamiin tetap semangat. Laporan dibuat oleh Ny. Meiyana Orbayanti Sekretaris Dharna Wanita Persatuan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. |
| 228 | 06-03-2026 | Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, Ibu Nurul Arif Bakhtiar bersama Sekretaris Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan mendampingi Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan beserta rombongan menyerahkan bantuan sosial kepada 5 warga Desa Kembangbahu pada hari Jum’at, tanggal 6 Maret 2026. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariyani Nalikan menyampaikan bahwa bantuan sosial dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan ini berupa bingkisan hari raya dan uang tunai, dengan sasaran warga kurang beruntung. Hal ini merupakan bentuk kepedulian social dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Beliau berharap dengan sedikit bantuan yang diberikan dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan sehingga seluruh masayarakat kurang beruntung tersebut juga dapat merayakan Idul Fitri 1447 H ini dengan bahagia dan suka cita. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: KECAMATAN KEMBANGBAHU |
| 229 | 06-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Deket yang dilaksanakan pada Hari Jum'at tanggal 06 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Deket, dengan peserta 42 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Deket. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Deket, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Deket, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Berbagi kebahagian di bulan Ramdhan 1441 H. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Salah satu bentuk kegiatan bakti sosial yang sering dilakukan adalah mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan, perhatian, serta bantuan kepada anak-anak yang tinggal di sana. Panti asuhan adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak yang kehilangan orang tua, kurang mampu, atau tidak mendapatkan pengasuhan yang layak dari keluarga. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan biasanya diawali dengan proses perencanaan yang matang. Panitia atau penyelenggara kegiatan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan tujuan kegiatan, waktu pelaksanaan, serta bentuk bantuan yang akan diberikan. Bantuan tersebut dapat berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, buku, mainan, maupun santunan berupa uang. Selain itu, kegiatan juga dapat diisi dengan acara kebersamaan seperti permainan, motivasi, tausiyah, atau kegiatan hiburan untuk menambah keceriaan anak-anak panti. Pada hari pelaksanaan, rombongan peserta bakti sosial datang ke panti asuhan dengan membawa berbagai bantuan yang telah dipersiapkan. Kegiatan biasanya dimulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus panti asuhan. Dalam sambutan tersebut disampaikan tujuan kegiatan, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kebersamaan. Anak-anak panti asuhan diajak bermain, bernyanyi, atau mengikuti berbagai permainan yang menyenangkan. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, karena melalui kegiatan tersebut terjalin kedekatan antara peserta bakti sosial dan anak-anak panti asuhan. Selain kegiatan hiburan, biasanya juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti serta mendukung kegiatan pendidikan dan keseharian mereka. Meskipun bantuan yang diberikan mungkin tidak terlalu besar, namun perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan memiliki makna yang sangat berharga bagi mereka. Kegiatan bakti sosial ke panti asuhan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi para peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, menumbuhkan rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya, bakti sosial ke panti asuhan menjadi momen yang penuh makna dan memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 230 | 05-03-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Brondong yang dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 05 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Brondong, dengan peserta 35 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Brondong. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Brondong, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Brondong, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : - BERBAGI BERKAH MENIKMATI HARUMNYA BULAN RAMADHAN ( BAGI -BAGI TAKJIL ). Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 231 | 06-03-2026 | Pada hari Jumat, tanggal 6 Maret 2026 pukul 08.30 WIB, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan yang bertempat di Aula “Sasana Abdi Praja” atau ruang pertemuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan serta staf Dinas PMD dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan acara yang berlangsung dengan khidmat, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan, Bapak Joko Raharto, S.STP., M.AP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan. Beliau menekankan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam mempererat hubungan silaturahmi antara anggota Dharma Wanita Persatuan dengan staf di lingkungan Dinas PMD. Selain itu, beliau juga menyampaikan harapan agar kegiatan yang bersifat sosial dan keagamaan seperti pemberian santunan dan siraman rohani dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena selain memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan empati di lingkungan keluarga besar Dinas PMD Kabupaten Lamongan.
Selanjutnya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan, Ibu Noni Amilda Joko Raharto, turut memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh anggota yang hadir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota DWP serta staf Dinas PMD yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan, mempererat tali persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial antar sesama. Momentum pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang tidak hanya mendukung kegiatan kedinasan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan keagamaan.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pertemuan rutin anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan. Pertemuan rutin ini menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antar anggota untuk membahas berbagai program kegiatan organisasi, sekaligus sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat solidaritas di antara anggota. Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan beberapa informasi terkait kegiatan yang telah dilaksanakan maupun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan.
Memasuki rangkaian acara berikutnya, dilaksanakan kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim/piatu dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata rasa syukur dari keluarga besar Dinas PMD Kabupaten Lamongan. Santunan ini diberikan dengan harapan dapat membantu meringankan beban para penerima serta memberikan kebahagiaan dan semangat bagi mereka. Kegiatan berbagi ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang senantiasa dijunjung tinggi oleh Dharma Wanita Persatuan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Gus M. Ainur Rosyid, S.Pd. Dalam tausiyah yang disampaikan, beliau memberikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan hati serta mengajak seluruh peserta untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak amal kebaikan, mempererat hubungan silaturahmi, serta menjaga sikap saling menghormati dan peduli terhadap sesama.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan makna dan keutamaan bulan suci Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Ramadan merupakan momentum yang sangat baik bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbanyak amal kebaikan seperti bersedekah, membantu sesama, dan mempererat hubungan persaudaraan. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat sunnah, serta memperbanyak doa dan dzikir.
Tausiyah yang disampaikan memberikan motivasi dan penguatan spiritual bagi seluruh peserta yang hadir agar dapat memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya, serta menjadikan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan selama Ramadan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan pun berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, di mana seluruh peserta mengikuti rangkaian siraman rohani dengan penuh perhatian.
Sebagai rangkaian akhir dari kegiatan tersebut, dilaksanakan pembagian bingkisan Hari Raya kepada anggota Dharma Wanita Persatuan dan staf Dinas PMD Kabupaten Lamongan. Pembagian bingkisan ini merupakan bentuk perhatian dan kebersamaan dalam menyambut Hari Raya, sekaligus sebagai wujud rasa syukur serta upaya untuk mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan kerja. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan sangat terasa saat seluruh peserta menerima bingkisan dan saling berbagi kebahagiaan.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di antara anggota Dharma Wanita Persatuan dan seluruh staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi seluruh peserta serta menjadi momentum untuk terus meningkatkan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan kerja. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 232 | 05-03-2026 | Dalam rangka mempererat kebersamaan antaranggota di bulan suci Ramadan, Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan pembagian bingkisan Ramadhan kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian organisasi kepada para anggota sekaligus sebagai sarana untuk memperkuat tali silaturahmi di lingkungan Dharma Wanita Persatuan. Momentum bulan suci Ramadan dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, serta mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh anggota organisasi. Pada hari Kamis, tanggal 5 Maret 2026, Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan pembagian bingkisan Ramadhan yang diperuntukkan bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas organisasi dalam memaknai bulan suci Ramadan dengan menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta membangun hubungan yang harmonis di antara para anggota Dharma Wanita Persatuan. Sebanyak 55 paket bingkisan Ramadhan disiapkan dan dibagikan kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan. Bingkisan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian organisasi kepada para anggota sekaligus sebagai simbol kebersamaan dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Selain itu, pemberian bingkisan juga menjadi wujud apresiasi organisasi terhadap peran serta anggota dalam mendukung berbagai kegiatan Dharma Wanita Persatuan. Pembagian bingkisan Ramadhan secara simbolis diberikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Endah Ismawati Sugeng Widodo, didampingi oleh Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Deddy Dian Ali. Penyerahan bingkisan kepada para anggota berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para anggota yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain menjadi momen berbagi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para anggota untuk saling berinteraksi, mempererat silaturahmi, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam lingkungan organisasi. Interaksi yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan serta meningkatkan rasa memiliki terhadap organisasi. Melalui kegiatan pembagian bingkisan Ramadhan ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan berharap dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan di antara para anggota. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat memperkuat solidaritas organisasi sehingga setiap anggota dapat terus berperan aktif dalam mendukung berbagai program dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan, baik di lingkungan organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan pembagian bingkisan Ramadhan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh suasana kebersamaan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata perhatian Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan kepada seluruh anggotanya sekaligus sebagai upaya memperkuat kebersamaan, solidaritas, serta semangat kekeluargaan di lingkungan organisasi selama bulan suci Ramadan. Program: Dana Sosial Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 233 | 03-03-2026 | Pada hari Selasa, 3 Maret 2026, dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman depan Pendopo Lokatantra dan menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial serta wujud nyata semangat berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan berbagi takjil ini diwakili oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan, yaitu Ibu Noni Amilda Joko Raharto, yang hadir bersama para pengurus Dharma Wanita Persatuan. Kehadiran beliau beserta para pengurus menunjukkan komitmen DWP dalam melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan.
Pembagian takjil dilakukan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Para pengurus Dharma Wanita Persatuan dengan penuh semangat dan kebersamaan membagikan paket takjil kepada masyarakat sekitar, para pengguna jalan, serta pengendara yang melintas di depan Pendopo Lokatantra. Paket takjil yang dibagikan berupa makanan ringan dan minuman yang dapat dikonsumsi untuk berbuka puasa sehingga dapat membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan. Para anggota Dharma Wanita Persatuan tampak antusias saat berinteraksi dengan masyarakat. Senyum dan sapaan hangat diberikan kepada setiap penerima takjil, sehingga tercipta suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Masyarakat yang menerima takjil pun menyambut kegiatan ini dengan rasa syukur dan apresiasi.
Melalui kegiatan berbagi takjil ini, Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan tidak hanya ingin membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada sesama. Momentum bulan Ramadhan dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial dan mempererat hubungan antara anggota organisasi dengan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program kerja Dharma Wanita Persatuan dalam bidang sosial budaya yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Diharapkan melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh serta menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan berharap dapat terus berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkahan. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 234 | 05-03-2026 | Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu merupakan tema pada pengajian mingguan yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan pada minggu kedua bulan Ramadhan dengan menghadirkan Ustad Harun As Tsaqif, di Musolah Baiturrahman DKPP (27/3).
Diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Bapak Dr. Mugito. Bapak Kadis dalam sambutannya menyampaikan “Kegiatan pengajian seperti ini sangat bagus, karena dapat menjadi penyegaran rohani pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan”. Sementara itu Ustad yang biasa disapa Harunas, menjelaskan Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu, beliau menuturkan bahwa orang-orang yang menghadiri mejelis ilmu/menuntut ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga.
"Orang yang keluar dari rumahnya menuju masjid untuk menuntut ilmu syar’i, maka ia sedang menempuh jalan menuntut ilmu."
Padahal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
"Selain itu orang yang menuntut ilmu/menghadiri majelis ilmu akan mendapatkan ketenangan, rahmat dan dimuliakan para Malaikat", tutur ustad Harun yang asli Lmaongan ini.
"Orang yang mempelajari Al Qur’an di masjid disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapat ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari Malaikat." Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).
“Sesuai dengan HR. At Tirmidzi, menghadiri majelis seperti di Din. KPP adalah salah satu jalan menuju surge, apa surga itu?” tutur Ustad yang sekarang tinggal di Malang. Dalam Islam, terdapat surga dan neraka yang di mana surga merupakan tempat untuk orang-orang yang beriman. Sedangkan neraka untuk orang-orang yang sering melakukan kesalahan di dunia. Oleh karena itu, sudah ada Ayat Al-Quran tentang surga dan neraka. “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih hingga ususnya terpotong-potong?” (QS Muhammad: 15).
Sifat-sifat surga yang dijelaskan dalam ayat (QS Muhammad: 15) di antaranya,
pertama di dalamnya mengalir sungai yang banyak dan setiap sungai mempunyai air yang berbagai macam jenis dan rasanya, serta enak diminum oleh para penghuni surga.
Di antara jenis air itu, ada yang airnya jernih lagi bersih, tidak dikotori oleh suatu apapun. Oleh karena itu, tidak akan berubah rasa, warna, dan baunya. Ada sungai yang mengalirkan air susu yang baik diminum. Susu itu tetap baik dan enak, tidak akan berubah rasanya karena rusak atau busuk.
Ada sungai yang mengalirkan khamar yang enak diminum, menyehatkan, dan menyegarkan tubuh dan perasaan peminumnya. Tidak seperti khamar di dunia. Sekalipun enak diminum oleh pecandunya, tetapi dapat merusak tubuh, akal, dan pikiran.
Oleh karena itu, khamar di surga halal diminum, sedangkan khamar di dunia haram. Ada sungai yang mengalirkan madu yang bersih, seperti madu yang telah disaring, enak, dan menyehatkan badan peminumnya.
Kedua, di dalam surga terdapat buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya, berbeda warna, bentuk, dan rasanya. Semuanya merupakan makanan yang enak bagi setiap penghuni surga.
Ketiga, penduduk surga itu adalah orang-orang bersih dari segala noda dan dosa, karena mereka itu telah diampuni Allah Tuhan Yang Maha Penyayang, Pelindung mereka.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan sebagai bagian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berperan aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh kantor yang bertempat di jalan raya sudirman, kali ini anggota Dharma Wanita Persatuan DKPP yang bertugas hadir dalam pengajian jumat kedua dibulan Ramadhan adalah Ny. Muhojin, Ny. Hendro, dan Ny. Endro. Pengajian yang di mulai pukul 08.00 sampai selesai berjalan dengan lancar dan khidmat.
Program: Iman dan Takwa Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 235 | 05-03-2026 | “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal, hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Bulan suci Ramadan telah tiba dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berbuat baik dan beramal. Selain menjadi momen terbaik untuk berbagi juga dapat menuai pahala yang berlimpah. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari Muslim).
Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa. Amalan ringan tapi berbobot pahalanya, salah satunya adalah memberi takjil berbuka puasa. Dengan memberi makanan ringan, air putih, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Sehingga, sangat sayang jika melewatkan kesempatan berbagi di bulan penuh berkah ini.
“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi).
Melalui Aksi Berbagi, merupakan manifestasi berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dengan ikut serta program “Ramadhan Berkah” Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan dengan membagikan takjil kepada masyarakat Lamongan. Ramadhan Berkah DWP Kabupaten Lamongan dengan pembagian Takjil Buka Puasa Ramadan yang berlangsung selama bulan puasa. Nantinya, takjil dan kurma ini akan dibagikan secara gratis ke berbagai kalangan.
Aksi Berbagi takjil dilaksanakan di halaman Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan diikuti oleh semua jajaran OPD Kabupaten Lamongan untuk mendistribusikan berbagi takjil dan buka puasa tersebut, tiap harinya dijadwal 3 OPD. Sehingga, semakin banyak yang bisa menyegerakan buka puasa dengan hidangan ringan yang kaya kebaikan. Kali ini pelaksanaan Kegiatan Ramadhan Bagi Takjil dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 28 Februari 2026 yang mendistribusikan adalah Dinas Sosial, Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta Sekretariat Daerah. Tiap OPD mendapat tugas menyediakan 70 bungkus nasi dan minuman yang dikemas dalam satu wadah plastic. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ramai dengan hadirnya masyarakat yang sudah mengantri sejak pukul 14.00 WIB. Ketua DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ny. Ritta Hilalliyah Mugito hadir mewakili DWP Kabupaten dan mendampingi OPD yang sedang bertugas pada hari ini. Ibu-ibu yang bertugas pada hari ini dibuat kewalahan dikarenakan antusias masyarakat Lamongan yang hadir sejumlah 200 orang, akan tetapi dengan bantuan dan kesigapan bapak-bapak satpol PP guna mengatur antrian acara bagi takjil tetap berjalan lancar tanpa kendala apapun.
Sesuai dengan bunyi hadis "Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan: kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga kita semua mendapat kemudahan dan keberkahan bulan Ramadan dengan berbagi kebaikan selama bulan ini bersama “Ramadhan Berkah”.
Program: Dana Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 236 | 05-03-2026 | Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial, ketika berada di lingkungan sosial maka mereka akan melakukan perannya masing-masing. Peran ini sesuai dengan kemauan dan kemampuan yang dimiliki, kegiatan sosial biasanya akan melibatkan banyak orang dan semata-mata bukan untuk kepentingan pribadi.
Namun, sistem golongan sosial pada kenyataannya menimbulkan batas-batas dan rintangan ekonomi, kultural, dan sosial yang mencegah pergaulan dengan golongan-golongan lain. Pendidikan karakter di sinilah bertujuan untuk menghindari terjadinya batas-batas pergaulan dalam golongan-golongan yang ada di lingkungan kelas tersebut.
Tujuan yang lain dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong-royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam kepedulian sosial, manusia diharapkan mampu mengembangkan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain. Karakter peduli sosial ini dibutuhkan masyarakat sebagai bekal untuk hidup di lingkungan sosialnya, sedangkan unsur sosial yang terpenting yaitu interaksi di antara manusia.
Semua nilai-nilai tentang kepedulian sosial kita dapatkan melalui lingkungan. Kepedulian sosial yang dimaksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih kepada membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian. Nilai-nilai yang tertanam itulah yang nanti akan menjadi suara hati kita untuk selalu membantu dan menjaga sesama.
Berjiwa sosial dan senang membantu merupakan sebuah ajaran yang universal dan dianjurkan oleh semua agama. Meski begitu, kepekaan untuk melakukan semua itu tidak bisa tumbuh begitu saja pada diri setiap orang karena membutuhkan proses melatih dan mendidik. Memiliki jiwa peduli terhadap sesama sangat penting bagi setiap orang karena kita tidak bisa hidup sendirian di dunia ini.
Faktor lingkungan tentunya sangat berpengaruh dalam proses menumbuhkan jiwa kepedulian sosial. Lingkungan terdekat seperti keluarga, teman-teman, dan lingkungan masyarakat tempat dimana kita tumbuh dan bersosialisasi sangat berpengaruh besar dalam menentukan tingkat kepedulian sosial.
Darmiyati Zuchdi (2011) menjelaskan bahwa kepedulian sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Berbicara masalah kepedulian sosial, tak lepas dari kesadaran sosial. Kesadaran sosial merupakan kemampuan untuk memahami arti dari situasi sosial. Hal tersebut sangat tergantung dari empati terhadap orang lain. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepedulian sosial merupakan sikap selalu ingin membantu orang lain yang membutuhkan dan dilandasi oleh rasa kesadaran.
Kepedulian sosial juga berkenaan dengan masyarakat maupun sifat-sifat kemasyarakatan yang memperhatikan kepentingan umum. Terdapat banyak sekali perwujudan kepedulian sosial, salah satunya mengikuti apa yang ada di lingkungan, yaitu melaksanakan kegiatan sosial. Serangkaian kegiatan ini tentu memiliki manfaat bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya.
Kegiatan sosial merupakan kepedulian kepada orang lain yang memang memiliki keterbatasan. Kegiatan sosial juga bermacam-macam, seperti bakti sosial atau kegiatan sosial yang sering dilakukan oleh koorporasi pemeriksaan kesehatan gratis, gerakan campagne untuk membela suatu golongan.
Ada beberapa faktor yang mendorong individu untuk menolong atau membantu. Faktor pertama adalah values. Agama termasuk dalam faktor values ini, bagaimana kita bisa mendapatkan penghargaan dari Sang Pencipta. Community concern menjadi faktor kedua dengan kesamaan berbagai suku, ras atau etnik tertentu. Ada attachment khusus terhadap community concern ini. Ada yang merasa bahwa setelah mereka membantu atau menolong mereka mendapatkan kesenangan tersendiri.
Selain itu, ada pula faktor understanding other people, memahami budaya lain atau tempat lain dan ada motivasi terhadap itu. Lalu, ada personal development, bagaimana bertemu dengan orang baru yang merupakan self development tentu bisa menjadi faktor untuk membantu orang lain.
Melihat dari sisi psikologis, manfaat yang didapat dari kegiatan sosial yang dilakukan ini orang akan merasakan kepuasan tersendiri.
Pengertian Kegiatan Sosial
Kegiatan sosial adalah agenda yang dilakukan bersama dengan elemen masyarakat, khususnya yang berada di lingkungan sekitar. Kegiatan yang dilakukan karena ingin mencapai tujuan bersama, atas dasar itulah kegiatan sosial akan selalu melibatkan partisipasi dari masyarakat. Banyak hal yang bisa dikerjakan dengan keadaan sosial.
Dalam artian lain seseorang memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu di mana yang dilakukan itu memiliki banyak manfaat dan tidak berorientasi pada keuntungan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kegiatan sosial berasal dari kata dasar sosial.
Sosial yang selalu berkaitan dengan masyarakat, sosial yang juga berkaitan dengan kepentingan umum. Sifat ini mementingkan kepentingan umum, sifat yang lebih mementingkan kepentingan umum, saling menolong dan lainnya. Kegiatan ini lebih mengarah pada sesuatu yang melibatkan masyarakat dalam berbagai jenis kegiatan di dalamnya.
Ciri-Ciri Kegiatan Sosial
Adapun sebuah kegiatan sosial memiliki beberapa ciri yang menandakannya. Berikut ini beberapa ciri-ciri tersebut.
1. Memiliki Niat untuk Saling Membantu
Niat saling membantu merupakan tahap paling awal untuk melakukan kegiatan sosial. Dimana artinya, kegiatan sosial tidak boleh ditunggangi oleh pihak tertentu yang dapat merugikan orang lain. Kerugian yang dimaksud pun bukan hanya mencakup material, melainkan juga moral dalam lingkungan masyarakat.
2. Bersifat Kepentingan Umum
Tujuan dilakukannya kegiatan ini ialah untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Dimana kegiatan didasari oleh rasa kemanusiaan dan bukan untuk memenuhi kepentingan suatu pihak.
3. Terdapat Pihak yang Bertanggung Jawab
Pelaksanaan kegiatan membutuhkan seseorang atau lembaga yang bertanggung jawab atas segala tindakan guna menghindari hal-hal yang bisa menjadi kesalahpahaman. Adanya pihak yang bertanggung jawab diharapkan dapat membuat kegiatan berjalan lancar dan tidak terdapat hal-hal yang diselewengkan.
4. Sasaran Kegiatan Jelas
Pihak yang dituju dalam kegiatan ini jelas dan benar-benar ada. Hal ini bertujuan agar kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan dari kegiatan dapat tersampaikan dengan baik.
5. Kegiatan Melibatkan Masyarakat
Masyarakat merupakan komponen utama dalam pelaksanaan kegiatan sosial. Karena itulah, kegiatan ini selalu memerlukan partisipasi dari masyarakat di wilayah tersebut. Mereka pun pada akhirnya bisa mendapatkan manfaat secara langsung dari setiap tindakan yang diambil pada saat kegiatan berlangsung.
6. Dilakukan di Lingkungan Masyarakat
Tempat pelaksanaan kegiatan tidak dilakukan di tempat yang mewah, melainkan di sekitar tempat tinggal masyarakat. Hal ini akan memudahkan masyarakat setempat dan memberikan kesan yang lebih baik.
Manfaat Kegiatan Sosial
Selain bermanfaat bagi pihak yang menjadi sasaran, kegiatan sosial juga memberikan banyak manfaat bagi pihak yang melaksanaan. Berikut ini beberapa manfaat tersebut.
1. Mengasah Kemampuan Berkomunikasi
Disadari atau tidak, kemampuan berkomunikasi kalian akan meningkat begitu mengikuti sebuah kegiatan sosial. Pasalnya, kalian diharuskan untuk berkomunikasi secara intens dengan relawan lain agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.
2. Menambah Pengetahuan dan Keterampilan
Berada di sebuah kegiatan atau organisasi sosial memungkinkan kalian untuk menambah pengetahuan atau keterampilan baru, seperti manajemen organisasi atau cara menggalang dana. Kalian pun bisa mengasah keterampilan yang sudah kalian miliki, terutama ketika peran yang kalian pegang sesuai dengan hal tersebut.
3. Membangun Kepercayaan Diri
Bagaimana mungkin sebuah kegiatan sosial dapat membangun kepercayaan diri seseorang? Jawabannya sederhana, dengan menuntaskan suatu proyek, kalian tentu merasa mempunyai andil di dalamnya. Terlepas dari besar atau kecilnya peran yang kalian pegang, kalian sudah memberikan kontribusi sesuai kemampuan. Terlebih lagi, kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat bagi orang lain. Hal tersebut akan memberikan kalian perasaan bangga terhadap diri sendiri, yang pada akhirnya juga mengantarkan pada meningkatkan kepercayaan diri.
4. Memperluas Jaringan
Aktif dalam suatu kegiatan yang melibatkan orang banyak tentu akan memperluas jaringan yang kalian miliki. Jaringan yang luas akan membantu kalian untuk berkembang, baik secara personal maupun kompetensi profesional. Mengenal orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda pun akan memperkaya nilai hidup dan memperluas pergaulan.
5. Membuka Peluang Pekerjaan
Bertambahnya jaringan secara tidak langsung akan membuka peluang rezeki bagi diri. Salah satu contohnya ketika rekan relawan kalian menggeluti suatu bidang pekerjaan, dimana ia sedang membutuhkan seseorang dengan skill yang kalian miliki, bukankah peluang kalian untuk bisa mendapatkan pekerjaan akan meningkat? Begitu pun dengan lebih banyaknya informasi terkait lowongan pekerjaan yang bisa lebih banyak kalian dapatkan.
6. Mendapatkan Pengalaman Berharga
Mengikuti kegiatan sosial adalah pengalaman berharga yang tak bisa dinilai dengan uang. Kalian pun tidak perlu mengeluarkan modal berupa uang untuk bisa aktif berkegiatan. Melainkan memberikan tenaga, waktu, dan kemampuan yang kalian miliki. Uniknya lagi, beberapa perusahaan kini mempertimbangkan pengalaman kerelawanan sebagai salah satu kriteria penting dalam rekrutmen karyawan. Sebab, mereka dianggap memiliki pengalaman berorganisasi dan manajemen proyek.
7. Menjadi Lebih Bersyukur dan Bahagia
Pengalaman berkegiatan sosial akan memunculkan rasa bersyukur, terutama karena kita telah melihat banyak orang dengan keadaan yang lebih sulit. Complain less, thank more atau “lebih banyak bersyukur daripada menyalahkan keadaan”, mungkin itulah sikap yang lama-lama akan terbangun di dalam diri. Dengan bersyukur pun kita akan lebih mudah merasa bahagia, bahkan untuk hal-hal kecil di sekitar kita.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dalam rangka mengisi kegiatan ramadhan tahun 2026, agar lebih menyentuh masyarakat, maka diadakannya Bakti Sosial ke masyarakat dengan memberikan bantuan berupa sembako dari anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DWP DKPP) Kabupaten Lamongan. Bakti Sosial diadakandi Dusun Talun Desa Sidogembul Kecamatan Sukodadi, yang mana tempat ini dipilih berdasarkan screening dan monitor dari para PPL BPP Sukodadi, sehingga bantuan yang diberikan sesuai sasaran. “Kali ini kita menyalurkan sebanyak 10 paket sembako kepada masayarakat di Dusun Talun, semoga bantuan yang kita berikan memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan” ujar Ktua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan yang biasa disa Mba Ritta ini. Ibu Ritta Mugito didampingi oleh Wakil Ketua DWPD DKPP Ny. Elly Bakhrudin Zuhry, Hanik Afifah selaku bendahara, Ny. Anti selaku wakil dari bidang ekonomi serta didampingi oleh ibu-ibu anggota DWP DKPP BPP Sokodadi yakni, ibu Makhmudah, Ibu Istiqomah dan Ibu Azizah pada hari Rabu, tanggal 4 Maret 2025.
Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 237 | 03-03-2026 | Program Ramadhan Berkah merupakan kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dengan melibatkan Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana dari berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan. Program ini menjadi salah satu wujud kepedulian sosial organisasi kepada masyarakat sekaligus sarana mempererat kebersamaan antaranggota Dharma Wanita Persatuan serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Ramadhan Berkah dijadwalkan secara bergiliran sehingga setiap organisasi perangkat daerah memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan berbagi kepada masyarakat selama bulan Ramadan. Pada hari Selasa tanggal 3 Maret 2026, kegiatan Ramadhan Berkah dilaksanakan oleh tiga organisasi perangkat daerah, yaitu Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Dharma Wanita Persatuan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, serta Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan. Ketiga unsur tersebut bersama-sama melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Kegiatan pembagian takjil dilaksanakan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa di area depan Pendopo Lokatantra Lamongan. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu titik yang cukup ramai dilalui masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa, sehingga bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Pada kesempatan tersebut, sebanyak tiga ratus paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Pembagian dilakukan secara tertib dan terkoordinasi oleh para anggota yang telah hadir lebih awal untuk melakukan berbagai persiapan serta pengaturan teknis pelaksanaan kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan diwakili oleh Ketua dan Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan yang turut hadir secara langsung dalam kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Kehadiran Ketua dan Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan menjadi wujud partisipasi aktif dalam mendukung program Ramadhan Berkah yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Sejak sebelum kegiatan dimulai, para anggota dari masing-masing organisasi perangkat daerah yang bertugas telah berkumpul di lokasi untuk melakukan berbagai persiapan. Paket takjil kemudian dibagikan secara langsung kepada masyarakat yang melintas dengan tetap memperhatikan ketertiban serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar area kegiatan sehingga pelaksanaan dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Masyarakat yang menerima takjil tampak menyambut kegiatan ini dengan antusias dan rasa syukur. Banyak di antara mereka yang sedang dalam perjalanan pulang dari aktivitas sehari-hari sehingga bantuan tersebut sangat membantu sebagai hidangan berbuka puasa. Interaksi yang terjalin antara anggota Dharma Wanita Persatuan dengan masyarakat juga menghadirkan suasana hangat serta memperkuat rasa kebersamaan. Secara keseluruhan, pelaksanaan Ramadhan Berkah berlangsung dengan lancar dan tertib berkat kerja sama yang baik antara Dharma Wanita Persatuan dari ketiga organisasi perangkat daerah yang terlibat serta partisipasi aktif para anggota yang turut mendukung kegiatan. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan nilai kepedulian sosial, empati, serta semangat berbagi kepada masyarakat. Diharapkan program Ramadhan Berkah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta mendukung terciptanya kehidupan yang harmonis dan penuh solidaritas di Kabupaten Lamongan. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 238 | 03-03-2026 | Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. Selasa 03 Maret 2026 Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan mengadakan acara bakti sosial berbagi dalam rangka bulan ramadhan 1447 H, di Pondok Pesantren Nurul Huda di wilayah Cungkup Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Ibu Ketua Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Ny. Annis Moh. Chaidir Annas turut datang dalam acara tersebut, diikuti oleh para pengurus Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan yaitu : Ny. Sylvy Indra Trsani, Ny. Sunariyadi, Ny. dr. Yani, Ny. dr. Fidha, Ny. Tutus, Ny. Dini, Ny. Irine, Ny. Yudha Titi, Ny. Maftukhah, Ny. Widya. Berangkat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan menuju Pondok Pesantren Nurul Huda wilayah Cungkup Pucuk pada pukul 09.00 pagi. Acara bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, uang tunai, dan takjil untuk anak pondok pesanteren trersebut. Bakti sosial merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas antar sesama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, lembaga pendidikan, maupun komunitas sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui bakti sosial, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Bakti sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan materi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Pelaksanaan bakti sosial biasanya diawali dengan tahap perencanaan yang matang, seperti menentukan tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, jenis bantuan yang akan diberikan, serta penggalangan dana atau donasi. Setelah itu, panitia melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada hari pelaksanaan, para relawan bekerja sama menyalurkan bantuan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kepedulian. Manfaat bakti sosial sangat besar, baik bagi penerima maupun pelaksana kegiatan. Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup serta memberikan dukungan moral. Sementara itu, bagi penyelenggara dan relawan, bakti sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi, meningkatkan rasa syukur, serta melatih kepedulian sosial dan kerja sama tim. Selain itu, bakti sosial juga berperan dalam memperkuat nilai budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, bakti sosial bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, serta mampu membangun lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan penuh rasa kemanusiaan. Bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dalam semangat berbagi dan menumbuhkan rasa empati, sebuah kegiatan bakti sosial dilaksanakan di salah satu pondok pesantren sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para santri. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh panitia dan para relawan yang telah mempersiapkan berbagai bantuan, seperti sembako, perlengkapan ibadah, alat tulis, serta kebutuhan sehari-hari bagi para santri. Setibanya di pondok pesantren, rombongan disambut hangat oleh pengasuh pesantren beserta para santri yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pengurus pondok pesantren. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika para peserta berinteraksi langsung dengan para santri melalui kegiatan ramah tamah dan doa bersama. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan motivasi, edukasi, serta kegiatan kebersamaan yang menciptakan suasana kekeluargaan. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan makna. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pondok pesantren sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar segala kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah serta mempererat hubungan silaturahmi yang telah terjalin. Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 239 | 01-03-2026 | Pada hari minggu tanggal 1 maret 2026 Dharmawanita Persatuan Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan mengadakan pembagian takjil berkolaborasi dengan Dharmawanita Persatuan dari Perumda AULJ dan SatpolPP. Pembagian takjil ini dilaksanakan di Pendopo Lokantatra. Pembagian takjil di bulan puasa merupakan kegiatan sosial yang dilakukan untuk berbagi makanan dan minuman kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa pada bulan Ramadan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba dan menumbuhkan rasa kepedulian serta mempererat silaturahmi. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS PERIKANAN |
| 240 | 27-02-2026 | Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan “Ramadhan Berkah” dengan membagikan takjil kepada masyarakat. Pembagian takjil dilaksanakan sesuai dengan daftar kelompok yang sudah dijadwalkan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya menjelang waktu berbuka.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dijadwalkan pada hari Jum’at tanggal 27 Februari 2026 dengan dinas Bina Marga dan RSUD Ngimbang. Acara ini berlangsung di depan Halaman Pendopo Lokatantra, dan dihadiri oleh anggota Perwakilan Dharma Wanita, serta sejumlah relawan yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Takjil dibagikan kepada para pengendara, pejalan kaki, serta masyarakat yang melintas di depan Pendopo Lokatantra. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan menunjukkan kepedulian dan semangat berbagi di bulan Ramadan. Sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada pengendara dan pejalan kaki menjelang waktu berbuka puasa.Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari berbagai pihak, karena tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga. Dharma Wanita Persatuan berencana untuk terus menggelar kegiatan serupa di bulan Ramadhan ini sebagai upaya untuk meningkatkan rasa kebersamaan di masyarakat. Kegiatan berbagi takjil buka puasa serentak ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan DWP Kabupaten Lamongan dengan masyarakat.
Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan kegotong-royongan antara masyarakat dan pemerintah daerah itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kegiatan sosial yang sangat mulia, terutama dalam bulan suci Ramadhan. Dengan berbagi takjil, DWP Kabupaten Lamongan ingin menunjukkan bahwa kepedulian dan kebersamaan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana namun berdampak besar. Dengan demikian, kegiatan berbagi takjil buka puasa serentak DWP Kabupaten Lamongan dapat menjadi contoh bagi kita semua untuk lebih peduli dan berbagi dengan sesama, terutama dalam bulan suci Ramadhan.
Program: Bantuan Sosial Pelaksana: BADAN KESBANGPOL |
| 241 | 27-02-2026 | Pada hari Jumat, 27 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan kerja bakti di lingkungan Kantor Dinas PMD Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja sekaligus upaya menciptakan suasana kantor yang nyaman, sehat, dan tertata dengan baik.
Kegiatan kerja bakti diikuti oleh para pengurus dan anggota DWP serta seluruh staf dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten lamongan dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab. Sejak pagi hari, seluruh peserta telah berkumpul dan melakukan pembagian tugas sesuai area yang telah ditentukan agar kegiatan dapat berjalan secara efektif dan terkoordinasi. Pelaksanaan kerja bakti meliputi pembersihan halaman kantor, area parkir, serta selasar lingkungan kantor. Selain itu, anggota juga melakukan penyapuan, pengepelan lantai ruangan, pembersihan kaca jendela, ventilasi udara, serta perapian meja kerja.
Tidak hanya berfokus pada kebersihan ruangan, kegiatan ini juga mencakup penataan taman dan perawatan tanaman hias di sekitar kantor guna menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri. Anggota DWP turut melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Beberapa anggota juga melakukan penanaman dan perawatan tanaman sebagai upaya sederhana mendukung penghijauan lingkungan kantor.
Suasana kerja bakti berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan gotong royong. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota DWP, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan kerja. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan kepedulian sosial dapat terus ditanamkan dalam setiap aktivitas organisasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan kerja bakti ini, diharapkan lingkungan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan senantiasa terjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanannya sehingga mampu menunjang produktivitas kerja serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. DWP Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung terciptanya budaya kerja yang sehat, harmonis, dan berorientasi pada pelayanan prima. Program: Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 242 | 26-02-2026 | Pada hari Kamis, 26 Februari 2026 pukul 15.00 WIB Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan "Ramadhan Berkah" kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan beserta Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan beserta jajarannya. Kegiatan pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian sosial serta wujud kebersamaan dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H. Momentum Ramadan dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan berupaya menghadirkan semangat berbagi dan kepedulian sosial secara nyata di tengah masyarakat.
Dengan penuh semangat, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab sosial, para anggota Dharma Wanita secara langsung membagikan paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang senantiasa dijunjung tinggi. Setiap paket takjil yang dibagikan bukan sekadar hidangan untuk berbuka, tetapi juga simbol perhatian, doa, dan harapan akan keberkahan bagi semua pihak.
Masyarakat menyambut kegiatan ini dengan antusias dan penuh rasa syukur. Banyak penerima takjil yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Dharma Wanita. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana namun penuh makna seperti ini mampu memberikan dampak positif, mempererat hubungan antara instansi pemerintah dengan masyarakat, serta menumbuhkan rasa saling peduli di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi antara Dharma Wanita Persatuan dengan masyarakat, memperkuat sinergi, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial di Kabupaten Lamongan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkokoh kekompakan internal anggota Dharma Wanita dalam menjalankan peran sosial dan mendukung program-program pembangunan daerah. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN |
| 243 | 27-02-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Maduran yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 27 Februari 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Maduran, dengan peserta 30 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Maduran. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Maduran, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Maduran, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Tugas dan fungsi Dharmawanita serta pembagian ta'jil, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 244 | 26-02-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan pemberian bantuan sosial kepada warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
kegiatan tersebut dilaksankan pada tanggal 26 Februari 2026 yang bertempat di Desa Sukodadi dan Desa Sukolilo yang diserahkan secara langsung ke rumah warga penerima oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dengan didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi serta dihadiri tokoh masyarakat Desa setempat. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: KECAMATAN SUKODADI |
| 245 | 27-02-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan pada Hari Jum'at tanggal 27 Februari 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Lesung Si Panji, dengan peserta 81 staf Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dan 59 perwakilan dari Puskesmas serta Pengurus Dharmawanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Ketua Dharmawanita Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Ny. Annis Moh. Chaidir Annas menyampaikan tentang 1. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. 2. PHBS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau yang dikenal dengan singkatan PHBS adalah serangkaian perilaku yang dilakukan secara sadar sebagai hasil pembelajaran, sehingga seseorang, keluarga, dan masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat. Program ini digagas dan dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Secara sederhana, PHBS merupakan kebiasaan hidup yang mengutamakan kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. PHBS tidak hanya berfokus pada kebersihan diri, tetapi juga mencakup kebersihan lingkungan, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta perilaku pencegahan penyakit. Tujuan utama PHBS adalah: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Mencegah timbulnya berbagai penyakit menular maupun tidak menular. Menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Dengan menerapkan PHBS, masyarakat diharapkan mampu mengurangi risiko penyakit seperti diare, demam berdarah, infeksi saluran pernapasan, hingga penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. PHBS diterapkan di berbagai tatanan kehidupan, antara lain: PHBS di Rumah Tangga, Contohnya: mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di dalam rumah, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin. PHBS di Sekolah, Misalnya: membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, mencuci tangan sebelum makan, serta mengikuti kegiatan olahraga secara teratur. PHBS di Tempat Kerja, Meliputi menjaga kebersihan lingkungan kerja, menggunakan alat pelindung diri bila diperlukan, serta menjaga pola hidup sehat. PHBS di Fasilitas Kesehatan dan Tempat Umum, Seperti menjaga kebersihan sarana umum dan menerapkan etika batuk serta kebiasaan hidup sehat lainnya. PHBS sangat penting karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan tanggung jawab bersama. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, minum air yang cukup, serta menjaga kebersihan lingkungan dapat memberikan dampak besar dalam mencegah penyakit. Dengan membiasakan PHBS sejak dini, baik dalam keluarga maupun lingkungan sekitar, akan tercipta generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif. PHBS bukan sekadar program, tetapi merupakan budaya hidup yang perlu diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS merupakan salah satu program kesehatan yang digagas oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui perubahan perilaku. Konsep ini lahir dari kesadaran bahwa derajat kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pelayanan medis, tetapi juga oleh kebiasaan sehari-hari individu dan lingkungan sekitarnya. Sejarah PHBS tidak terlepas dari upaya pembangunan kesehatan di Indonesia sejak masa awal kemerdekaan. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif pada dekade 1970–1980-an. Saat itu, berbagai program seperti penyuluhan kesehatan, perbaikan sanitasi, serta imunisasi mulai digalakkan untuk menekan angka penyakit menular. Memasuki tahun 1990-an hingga awal 2000-an, pendekatan kesehatan berbasis masyarakat semakin diperkuat. Pemerintah kemudian merumuskan PHBS sebagai strategi nasional dalam rangka mewujudkan paradigma sehat. Program ini bertujuan membentuk masyarakat yang sadar, mau, dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah tangga, sekolah, tempat kerja, fasilitas kesehatan, maupun tempat umum. PHBS secara resmi diperkuat melalui berbagai kebijakan dan peraturan kesehatan, serta menjadi bagian dari program Indonesia Sehat. Fokus utamanya adalah pencegahan penyakit melalui kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih, menjaga kebersihan lingkungan, melakukan aktivitas fisik, serta tidak merokok. Seiring waktu, penerapan PHBS semakin relevan, terutama saat menghadapi wabah penyakit seperti pandemi COVID-19, di mana kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan, dan menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam mencegah penularan. Dengan demikian, sejarah PHBS menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas medis, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungannya. 4. Penyampaian Materi : Gizi Seimbang Saat Berpuasa. Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Prinsip gizi seimbang bertujuan untuk menjaga kesehatan, pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit. Di Indonesia, konsep ini dikenal luas melalui program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan pedoman “Isi Piringku” sebagai penyempurna konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna. Gizi seimbang tidak hanya berbicara tentang makan banyak atau mahal, tetapi tentang keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Semua zat gizi memiliki peran penting. Karbohidrat menjadi sumber energi utama untuk beraktivitas. Protein membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Lemak berfungsi sebagai cadangan energi serta membantu penyerapan vitamin tertentu. Sementara itu, vitamin dan mineral berperan dalam menjaga metabolisme dan daya tahan tubuh. Prinsip gizi seimbang mencakup empat pilar utama. Pertama, mengonsumsi makanan yang beragam. Tidak ada satu jenis makanan pun yang mengandung semua zat gizi lengkap, sehingga variasi makanan sangat penting. Kedua, membiasakan perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan. Ketiga, melakukan aktivitas fisik secara teratur agar energi yang masuk seimbang dengan energi yang digunakan. Keempat, memantau dan menjaga berat badan ideal. Dalam praktik sehari-hari, pedoman “Isi Piringku” menganjurkan setengah piring diisi dengan sayur dan buah, sementara setengah lainnya diisi dengan makanan pokok dan lauk-pauk berprotein. Sayuran dan buah sebaiknya lebih banyak dibandingkan sumber karbohidrat. Selain itu, penting untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak agar terhindar dari risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. Gizi seimbang sangat penting bagi semua kelompok usia. Pada anak-anak, asupan gizi yang cukup mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak. Pada remaja, gizi seimbang membantu menjaga stamina dan konsentrasi belajar. Pada orang dewasa, pola makan seimbang menjaga produktivitas serta mencegah penyakit degeneratif. Sedangkan pada lansia, gizi seimbang membantu mempertahankan fungsi tubuh dan kualitas hidup. Dengan menerapkan pola makan gizi seimbang secara konsisten, kita dapat membangun tubuh yang sehat, kuat, dan bugar. Kesehatan bukan hanya tentang tidak sakit, tetapi tentang menjaga keseimbangan asupan dan gaya hidup setiap hari. Gizi seimbang adalah kunci utama untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama kurang lebih 13–14 jam, tubuh tetap membutuhkan asupan gizi yang cukup agar tetap sehat, bugar, dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan optimal. Oleh karena itu, penerapan gizi seimbang saat berpuasa menjadi sangat penting. Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Saat berpuasa, pemenuhan gizi seimbang dapat dilakukan melalui dua waktu utama makan, yaitu saat sahur dan berbuka. Pada waktu sahur, dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, tambahkan sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, dan tempe untuk membantu menjaga massa otot dan memberikan energi tambahan. Sayur dan buah juga penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat yang membantu sistem pencernaan tetap lancar selama puasa. Saat berbuka, sebaiknya dimulai dengan makanan atau minuman manis secukupnya untuk mengembalikan kadar gula darah yang menurun, misalnya kurma dan air putih. Setelah itu, lanjutkan dengan makanan utama yang tetap memperhatikan keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah. Hindari konsumsi makanan berlemak dan gorengan secara berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan meningkatkan rasa haus. Selain makanan, kecukupan cairan juga sangat penting. Minumlah air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi. Pola minum dapat dibagi menjadi beberapa kali, misalnya saat berbuka, setelah salat, sebelum tidur, dan saat sahur. Dengan menerapkan prinsip gizi seimbang selama berpuasa, tubuh akan tetap sehat, energi terjaga, dan ibadah dapat dijalankan dengan lebih khusyuk. Puasa bukanlah alasan untuk mengabaikan kesehatan, melainkan kesempatan untuk membentuk pola makan yang lebih baik dan lebih teratur. 5. Arisan, 6. Foto bersama, 7. Doa penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 246 | 26-02-2026 | Pada hari Kamis, 26 Februari 2026, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Endah Ismawati Sugeng Widodo, mengikuti kegiatan penyaluran bantuan sosial kepada Panti Asuhan Muhammadiyah Babat di Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga sosial. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat di Kabupaten Lamongan. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai serta paket sembako yang terdiri atas beras, minyak goreng, dan mie instan. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Babat melalui koordinasi dengan pihak pengelola panti. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan pokok anak-anak asuh serta menunjang operasional panti dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan. Pihak panti asuhan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kepedulian sosial dan kebersamaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 247 | 26-02-2026 | Pada hari Kamis, 26 Februari 2026, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Endah Ismawati Sugeng Widodo, mengikuti kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan kepada Panti Asuhan Al-Furqon Sambeng. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Kehadiran Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan merupakan wujud partisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Lamongan. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai serta paket sembako yang terdiri atas beras, minyak goreng, dan mie instan. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada pengurus Panti Asuhan Al-Furqon Sambeng, serta dikoordinasikan dengan pihak pengelola. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak asuh serta mendukung kelangsungan operasional panti dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan. Pihak pengelola Panti Asuhan Al-Furqon Sambeng menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kepedulian sosial dan semangat kebersamaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 248 | 20-02-2026 | Judul : Kegiatan Bagi-bagi Takjil di Bulan Ramadhan oleh Dharma Wanita Persatuan Bapperida Kabupaten Lamongan
Hari / Tanggal: Jumat, 20 Februari 2026
Tempat: Di halaman Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan
Pelaksana: Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Bapperida beserta anggota
Acara: Bagi takjil berupa nasi bungkus dan air mineral
Pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan Bapperida Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan sosial berupa bagi-bagi takjil berupa nasi bungkus dan air mineral. Dalam satu hari dijadwalkan bergabung dengan dinas lain, Dharma Wanita Persatuan Bapperida dan OPD gabungan memberikan 200 nasi bungkus dan air mineral untuk dibagi-bagikan kepada pengguna jalan yang melewati depan Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.Kegiatan ini dilaksanakan pukul 15.00 WIB. Takjil dibagikan kepada warga yang melintasi depan Pendopo, setiap orang mendapatkan 1 bungkus nasi dan 1 air mineral. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman, sehingga mendapatkan repon positif dari masyarakat. Banyak warga yang mengantri untuk mendapatkan takjil gratis ini. Dimulai dari tukang becak, tukang Ojol, tukang bersih-bersih, pemulung dan semua warga yang melintasi depan Pendopo Lokatantra.Kegiatan berbagi takjil dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan Dharma Wanita Persatuan Bapperida Kabupaten Lamongan kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.Tentunya hal ini sangat diharapakan bisa dilaksanakan berkelanjutan untuk tahun-tahun berikutnya. Sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat menebar manfaat untuk masyarakat sekitar dan menunjukkan bahwa kegiatan ini telah berjalan sesuai dengan harapan. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET & INOVASI DAERAH |
| 249 | 24-02-2026 | Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Saat Bulan Ramadhan, mungkin kita sering menjumpai, beberapa orang ataupun komunitas tengah sibuk berbagi takjil bagi orang berpuasa. Alasan mereka berbagi takjil, tidak lain hanya ingin mendapatkan rahmat dan pahala dari Allah SWT. Di bulan yang penuh berkah ini, banyak orang yang berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk bisa memperoleh pahala yang berlipat ganda. Banyak dari masyarakat, khususnya umat muslim yang berlomba-lomba melakukan kebaikan. Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah. Sebab di bulan ini Allah memberikan berlipat pahala bagi orang yang mengerjakan kebaikan. Untuk mendapatkan pahala yang Allah janjikan, salah satu yang bisa dikerjakan adalah memberi makan orang yang berbuka puasa. Memberikan Takjil merupakan salah satu cara yang paling mudah dan cukup terjangkau untuk mendapatkan pahala yang dijanjikan Allah SWT tersebut. Meskipun hanya dengan memberikan secangkir air putih dan juga sepotong kue atau satu buah kurma sudah menjadi ladang pahala bagi yang memberikan.
Dalam rangka Menyambut Bulan Ramadhan 1447 Hijriah serta mempererat tali silaturahmi dan kepedulian sosial. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan melaksakan kegiatan Berbagi takjil yang diikuti oleh seluruh Dharma Wanita Persatuan OPD dan Kecamatan se-kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dilaksankan setiap hari selama bulan Ramadhan.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan agar kegiatan ini dapat membawa keberkahan serta mempererat rasa kepedulian terhadap sesama. Takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas, termasuk pengendara, pejalan kaki, serta warga sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang menerima takjil dengan penuh rasa syukur. Kebersamaan dan kehangatan sangat terasa dalam momen berbagi ini. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, guna menumbuhkan semangat berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat.
Berbagi takjil kepada seseorang merupakan suatu hal yang baik dan termasuk sebagai sedekah. Itu artinya, kita akan memperoleh pahala bersedekah. Selain memperoleh pahala, dengan berbagi takjil, maka malaikat akan berdoa kepada Allah untuk memberikan rahmat kepada orang yang dengan ikhlas memberi takjil. Dengan malaikat berdoa, maka peluang besar doa akan dikabulkan. Dari Abdullah bin Zubair bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berbuka di rumah Saad bin Muadz, Nabi bersabda: "Orang-orang berpuasa telah berbuka di rumahmu, makanan kalian dikonsumsi oleh orang-orang baik, dan malaikat mendoakan Rahmat bagimu".Siapa sih yang tidak ingin masuk surga, pasti semua orang mempunyai cita-cita untuk bisa masuk surga. Banyak cara untuk bisa masuk surga, salah satunya yakni dengan berbagi makan.
Pada hari kamis tanggal enam bulan februari tahun 2026 Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan mendapatkan jadwal untuk melaksanakan kegiatan berbagi takjil di depan pendopo lokatantra. Setiap hari disediakan takjil sebanyak 300 bungkus nasi yang dimana dibagi oleh 3 OPD sehingga masing-masing OPD membawa 100 bungkus nasi untuk dibagikan kepada Masyarakat yang melintas, termasuk pengendara, pejalan kaki, serta warga sekitar yang membutuhkan.
Bagi-bagi takjil ini merupakan momen terbaik dapat memberi manfaat pada sesama. Terutama pada pengguna jalan yang tidak sempat berbuka puasa bersama keluarga. Kegiatan sosial seperti ini sangat penting dilakukan, terutama pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan akan terus berkomitmen untuk berbuat kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga kegiatan berbagi takjil ini dapat membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dan menjadi ladang amal yang bermanfaat bagi kita semua. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS LINGKUNGAN HIDUP |
| 250 | 25-02-2026 | Bulan suci Ramadan telah tiba dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berbuat baik dan beramal. Selain menjadi momen terbaik untuk berbagi juga dapat menuai pahala yang berlimpah.
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal, hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari Muslim).
Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa. Amalan ringan tapi berbobot pahalanya, salah satunya adalah memberi takjil berbuka puasa. Dengan memberi makanan ringan, air putih, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Sehingga, sangat sayang jika melewatkan kesempatan berbagi di bulan penuh berkah ini.
“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi).
Melalui Aksi Berbagi, merupakan manifestasi berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dengan ikut serta program “Ramadhan Berkah” Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan dengan membagikan takjil kepada masyarakat Lamongan. Ramadhan Berkah DWP Kabupaten Lamongan dengan pembagian Takjil Buka Puasa Ramadan yang berlangsung selama bulan puasa. Nantinya, takjil dan kurma ini akan dibagikan secara gratis ke berbagai kalangan.
Aksi Berbagi takjil dilaksanakan di halaman Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan akan diikuti oleh semua jajaran OPD Kabupaten Lamongan untuk mendistribusikan berbagi takjil dan buka puasa tersebut, tiap harinya dijadwal 3 OPD. Sehingga, semakin banyak yang bisa menyegerakan buka puasa dengan hidangan ringan yang kaya kebaikan. Kali ini pelaksanaan Kegiatan Ramadhan Bagi Takjil dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 24 Februari 2026 yang mendistribusikan adalah Dinas Lingkungan Hidup, Inspektorat dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan. Tiap OPD mendapat tugas menyediakan 70 bungkus nasi dan minuman yang dikemas dalam satu wadah plastic. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ramai dengan hadirnya masyarakat yang sudah mengantri sejak pukul 14.00 WIB. Ketua DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ny. Ritta Hilalliyah Mugito hadir langsung dalam kegiatan ini. Didampinngi oleh Ny. Elli Bankhrudin Zuhri selaku Wakil Ketua, Ny. Hanik Afifah selaku Sekretaris dan Ny. Riza Muhojin selaku bendahara mendampingi ibu Ketua. Ibu ketua DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang didampingi ibu-ibu sejumlah diatas beserta ibu-ibu dari OPD lain dibuat kewalahan dikarenakan antusias masyarakat Lamongan yang hadir sejumlah 200 orang, akan tetapi dengan bantuan dan kesigapan bapak-bapak satpol PP guna mengatur antrian acara bagi takjil tetap berjalan lancar tanpa kendala apapun.
Sesuai dengan bunyi hadis "Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan: kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga kita semua mendapat kemudahan dan keberkahan bulan Ramadan dengan berbagi kebaikan selama bulan ini bersama “Ramadhan Berkah”.
Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 251 | 22-02-2026 | Kegiatan sosial berbagi takjil yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan kepedulian. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Februari 2026, bertempat di depan jalan kawasan Pendopo Lokatantra. Pemilihan lokasi yang strategis ini memudahkan para anggota dalam membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Sejak sore hari, para anggota telah berkumpul untuk mempersiapkan paket takjil yang akan dibagikan kepada para pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki. Dengan mengenakan seragam organisasi, para anggota tampak kompak dan penuh semangat dalam menjalankan kegiatan sosial tersebut. Suasana sore itu terasa hangat dengan senyum dan sapaan ramah yang diberikan kepada masyarakat penerima takjil.
Kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan terhadap masyarakat, khususnya di bulan Ramadan. Melalui aksi sederhana ini, organisasi ingin berbagi kebahagiaan serta membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu. Nilai keikhlasan dan kebersamaan sangat terasa dalam setiap proses pembagian takjil.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota. Kebersamaan dalam menyiapkan dan membagikan takjil mencerminkan kekompakan serta semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai organisasi. Momen ini sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di antara para anggota.
Dengan terselenggaranya kegiatan berbagi takjil pada Minggu, 22 Februari 2026 tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang membawa manfaat nyata serta mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat.
Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS SUMBER DAYA AIR & BINA KONTRUKSI |
| 252 | 20-02-2026 | Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dahulu dikenal sebagai istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran istri aparatur negara dalam mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang telah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, secara resmi, Dharma Wanita dibentuk pada tanggal 5 Agustus 1974 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu. Pembentukan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi istri pegawai negeri dalam satu wadah yang terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas. Seiring berjalannya waktu, Dharma Wanita berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita turut aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada era reformasi, sejalan dengan perubahan sistem kepegawaian dan pemerintahan, Dharma Wanita mengalami penyesuaian organisasi. Melalui Musyawarah Nasional, nama organisasi ini kemudian disempurnakan menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada tahun 1999. Perubahan ini menegaskan semangat persatuan, kemandirian, dan profesionalisme dalam berorganisasi, serta memperluas peran anggota tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai individu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. Hingga saat ini, Dharma Wanita Persatuan terus berkiprah sebagai organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan untuk menghimpun, membina, dan memberdayakan para istri ASN dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai abdi negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Secara etimologis, kata Dharma berarti kewajiban, pengabdian, atau tugas yang mulia, sedangkan Wanita berarti perempuan atau istri. Dengan demikian, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai perempuan yang mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalankan perannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur negara. Dharma Wanita bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi merupakan wadah pembinaan yang berperan penting dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, Dharma Wanita turut berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, keberadaan Dharma Wanita memiliki makna strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota serta memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita memiliki susunan organisasi yang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Pada tingkat kepengurusan, struktur organisasi Dharma Wanita dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan organisasi serta menjadi penanggung jawab utama dalam pelaksanaan program kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua didampingi oleh Wakil Ketua yang membantu mengoordinasikan kegiatan serta menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan. Selanjutnya, terdapat Sekretaris yang bertugas mengelola administrasi organisasi, menyusun laporan kegiatan, serta mengatur tata kelola persuratan dan dokumentasi. Dalam bidang keuangan, organisasi didukung oleh Bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga pelaporan keuangan secara tertib dan transparan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita juga memiliki beberapa bidang atau seksi, yang umumnya meliputi: Bidang Pendidikan, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan anggota. Bidang Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Bidang Sosial Budaya, yang bergerak dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian sosial. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Ketua Bidang dan dibantu oleh anggota bidang yang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan susunan organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi pendukung pembangunan, sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan perempuan serta keluarga ASN. Menindaklanjuti surat dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Nomor 09/Skr/Dwp.Kab.Lmg/II/2026. Tanggal 02 Febrauri 2026, perihal Undangan. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Dharma Wanita Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan "Ramadhan Berkah" dengan membagikan takjil kepada masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, dihimbau kepada Ibu Ketua Unsur Pelaksana/Organisasi untuk berpartisipasi menyumbang nasi bungkus dan air mineral gelas. Untuk yang mendapatkan jadwal khusus hari minggu takjil berupa 3 pcs Mie Instan. Adapun pembagian takjil dilaksanakan sesuai dengan daftar kelompok dan sebagaimana terlampir. Untuk Dinas Kesehatan memberikan nasi bungkus sejumlah 70 pcs. Perwakilan dari Dharma wanita persatuan Dinas Kesehatan Kab Lamongan, Ibu Ketua Dharma wanita persatuan dinas kesehatan kab. lamongan, Ny. Annis Moh. Chaidir Annas, Bendahara, Ny. Annisafitri Romadhona, Sekretaris, Ny. Irine Septi Dahamyanti, Anggota, Ny. Eka Ainur Rahma dan Ny. Dini Agung Susilo. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam agama Islam. Sejarah Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, pada tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira di Jabal Nur, dekat kota Makkah. Pada malam yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an dan sekaligus menandai dimulainya kerasulan beliau. Karena itulah, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Perintah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Kewajiban ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, agar menjadi pribadi yang bertakwa. Sejak saat itu, Ramadhan menjadi bulan penuh ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia dengan berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain puasa, umat Islam juga memperbanyak shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Secara historis, Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam Islam, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Kemenangan dalam perang tersebut semakin memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangan Islam Hingga kini, Ramadhan tetap menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sejarahnya yang agung menjadikan Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. Takjil adalah hidangan pembuka yang disajikan saat waktu berbuka puasa tiba, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu yang berarti menyegerakan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah tradisi takjil berkembang sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman yang manis serta menyegarkan. Beragam hidangan khas seperti kolak pisang, es buah, es cendol, bubur sumsum, hingga kurma menjadi pilihan favorit masyarakat. Rasa manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa. Selain itu, tradisi berbagi takjil di masjid, pinggir jalan, maupun lingkungan sekitar juga menjadi momen indah yang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan bagian dari budaya dan nilai spiritual. Di balik kesederhanaannya, takjil mengajarkan arti berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui takjil, suasana Ramadhan terasa semakin hangat, penuh keberkahan, dan sarat makna. Takjil adalah istilah yang sangat akrab di bulan suci Ramadhan. Kata takjil berasal dari bahasa Arab “ta'jil” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Dalam ajaran Islam, anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa merujuk pada sunnah Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Pada masa beliau, menu berbuka sangat sederhana, biasanya dengan kurma dan air putih. Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air. Tradisi inilah yang menjadi awal mula konsep takjil dalam Islam. Seiring penyebaran Islam ke berbagai wilayah, tradisi berbuka puasa berkembang sesuai budaya setempat. Di Indonesia, istilah takjil mengalami pergeseran makna. Jika dalam bahasa Arab berarti “menyegerakan”, di Indonesia takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, kurma, dan aneka gorengan. Tradisi berbagi takjil juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat Ramadhan. Banyak masjid, organisasi, dan individu membagikan takjil gratis kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai Ramadhan yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan saling berbagi. Dengan demikian, sejarah takjil berawal dari ajaran untuk menyegerakan berbuka puasa pada masa Rasulullah, kemudian berkembang menjadi tradisi kuliner dan budaya yang khas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Takjil adalah hidangan ringan yang disajikan untuk membatalkan puasa saat bulan suci Ramadan. Kata “takjil” berasal dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan, yaitu menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba. Di Indonesia, takjil identik dengan makanan dan minuman manis yang menyegarkan serta mudah dicerna. Berikut narasi macam-macam takjil yang populer di Indonesia: Beragam jenis takjil hadir dengan cita rasa khas Nusantara. Salah satu yang paling digemari adalah kolak. Kolak biasanya berisi pisang, ubi, atau kolang-kaling yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain kolak, ada juga es buah yang menjadi favorit banyak orang. Campuran berbagai buah segar seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco disajikan dengan sirup manis dan es batu yang menyegarkan. Takjil ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Tak kalah populer adalah gorengan. Bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pilihan praktis untuk berbuka. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat gorengan selalu diburu menjelang waktu Maghrib. Bubur sumsum juga termasuk takjil tradisional yang banyak diminati. Terbuat dari tepung beras yang dimasak lembut dengan santan, lalu disiram gula merah cair, bubur sumsum memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan. Ada pula cendol atau dawet, minuman tradisional berbahan tepung beras dengan kuah santan dan gula merah cair. Sensasi manis dan segarnya membuatnya menjadi takjil favorit di berbagai daerah. Selain itu, aneka kue basah seperti kue lapis, klepon, dadar gulung, dan putu ayu juga sering dijadikan takjil. Warna-warni dan rasa manisnya menambah semarak suasana berbuka puasa. Macam-macam takjil tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat Indonesia saat Ramadan. Berburu takjil di pasar Ramadan pun menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 253 | 22-02-2026 | Pada hari Minggu, 22 Februari 2026 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kab. Lamongan melaksanakan giat Ramadhan Berkah pembagian takjil. Kegiatan Ramadhan Berkah pembagian takjil bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan sebanyak 200 paket ditambah 100 paket dari Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan (Ny. Anis Yuhronur Efendi, S.Kep.Ners., M.EK) dengan masing-masing jadwal yang sudah dilampirkan sebelumnya. Petugas stand by pada pukul 15.00 WIB dengan satu kelompok berjumlah 3 OPD. Pada jadwal pembagian takjil kali ini yaitu BPKAD, Dishub, dan PU SDA. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ketua DWP Dinas Perhubungan (Ny. Dianto) dan Ibu Suryani Indarti. Program Dharma Wanita Persatuan (DWP) bagi-bagi takjil merupakan salah satu agenda rutin pada saat bulan Ramadhan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari kepedulian sosial para anggota DWP Kabupaten Lamongan terhadap masyarakat sekitar yakni membantu meringankan beban masyarakat, khususnya para pekerja di jalanan (driver ojol, pemulung, pedagang asongan) yang tidak sempat berbuka di rumah. Sedekah di bulan Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam, bahkan dianggap sebagai sedekah yang paling mulia dibandingkan bulan-bulan lainnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah di bulan Ramadhan adalah yang paling utama, dan beliau sendiri semakin dermawan saat memasuki bulan suci. Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan ganda. Selain menghapus dosa seperti air memadamkan api, berbagi takjil secara langsung akan melatih empati kita. Tujuan utama berbagi takjil di bulan Ramadhan adalah meraih pahala berlipat ganda, setara dengan orang yang berpuasa, serta membantu sesama terutama musafir dan kaum dhuafa untuk berbuka puasa tepat waktu. Kegiatan ini juga memupuk rasa kepedulian sosial, mempererat silaturahmi, dan menebarkan kebahagiaan serta kebaikan selama bulan suci Ramadhan. Manfaat kegiatan Ramadhan Berkah bagi organisasi DWP yaitu : 1. Mempererat Ukhuwah: proses menyiapkan takjil secara bersama-sama (gotong royong) menjadi momen "bonding" atau perekat hubungan antaranggota DWP dari berbagai unit, 2. Melatih Empati Kolektif : dengan mengajak para istri ASN untuk turun langsung melihat kondisi sosial di lapangan, sehingga menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian yang lebih dalam. Suasana pembagian takjil di tengah cuaca gerimis justru menciptakan pemandangan yang sangat menyentuh dan penuh dedikasi. Hujan adalah rahmat, dan berbagi di kala hujan adalah pelipat ganda berkah. Dengan suasana gerimis pada kegiatan ini tidak membasahi semangat Ibu-Ibu DWP, justru menyirami benih-benih kebaikan agar tumbuh lebih subur di hati sesama.Pada kegiatan ramadhan berkah ini dapat kita petik bahwa sedekah takjil adalah bukti bahwa kita tidak hanya saleh secara pribadi (berpuasa sendiri), tapi juga saleh secara sosial (peduli pada sesama). Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS PERHUBUNGAN |
| 254 | 20-02-2026 | Pada hari Jumat, 20 Februari 2026, suasana sore di Kabupaten Lamongan terasa penuh kehangatan dan kebersamaan. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat, pembagian takjil dilaksanakan di depan Pendopo Lokatantra Lamongan. Lokasi yang strategis di pusat kota tersebut membuat kegiatan ini mudah dijangkau oleh masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Kegiatan sosial pada hari ini merupakan kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lamongan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Lamongan. Setiap OPD mengirimkan minimal tiga orang perwakilan untuk turut serta dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para perwakilan OPD menunjukkan komitmen bersama dalam mempererat sinergi antarperangkat daerah sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat.
Sejak pukul 15.00 WIB, para peserta kegiatan telah bersiap di lokasi dengan penuh semangat. Sebanyak 200 bungkus nasi lengkap dengan air mineral disusun rapi dan dipersiapkan untuk dibagikan. Proses pembagian dilakukan secara tertib dan terkoordinasi, dengan tetap memperhatikan kenyamanan serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar pendopo.
Masyarakat yang melintas, mulai dari pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki, menyambut kegiatan ini dengan antusias. Senyum dan ucapan terima kasih dari para penerima takjil menambah suasana haru dan kebahagiaan. Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Lamongan.
Pembagian takjil berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga seluruh paket habis dibagikan. Dengan semangat gotong royong, para perwakilan OPD bekerja sama memastikan kegiatan berjalan lancar sampai selesai. Diharapkan melalui kegiatan ini, nilai-nilai kepedulian sosial dan solidaritas semakin tumbuh, serta Ramadan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan di Kabupaten Lamongan.
Program: Bhakti Sosial Pelaksana: BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH |
| 255 | 21-02-2026 | Pada hari Sabtu, tanggal 21 februari 2026 bertempat di halaman pendopo lokatantra Kabupaten Lamongan Dharma wanita persatuan badan pendapatan daerah Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan berbagi takjil. Kegiatan berbagi ini dipimpin langsung oleh ibu ketua Dharma wanita persatuan badan pendapatan daerah Kabupaten Lamongan, Ny. Edy Yunan bersama dengan 5 orang anggotanya untuk membagikan takjil kepada masyarakat. Bulan ramadhan adalah bulan suci umat islam untuk menjalankan ibadah puasa wajib, yaitu ibadah yang dijalankan umat muslim dengan menahan diri dari makan, minum dan perilaku buruk mulai fajar hingga matahari terbenam selama 28-30 hari. Umat muslim juga dianjurkan untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal kebajikan. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti meningkatkan kualitas ibadah wajib dan Sunnah :sholat lima waktu, shalat tarawih dan witir, tahajud, tadarus Al-Quran, sedekah, berbagi takjil dan zakat fitrah, memperbanyak istigfar, dzikir, menjaga lisan dan perbuatan, dan masih banyak lagi. Bulan ramadhan ditandai dengan turunnya Al-Quran dan adanya malam Lailatul qadar, yaitu waktu dimana pahala dilipatgandakan dan pintu pengampunan dibuka lebar. Pada bulan ramadhan umat Islam berbondong - bondong untuk melaksanakan sholat tarawih, memperbanyak tadarus Al-Quran, berdzikir, bersedekah, dan melakukan iktikaf. Bulan ramadhan juga dipandang sebagai bulan solidaritas, dimana umat muslim memperkuat hubungan sosial melalui berbuka puasa bersama dan berbagi dengan sesama. Berbagi takjil di bulan ramadhan adalah amalan mulia yang pahalanya setara dengan orang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka. Rasulullah SAW bersabda, "barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka baginya pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tersebut". Tiga sedekah paling utama adalah sedekah jariyah dengan pahala yang mengalir terus menerus seperti membangun fasilitas umum seperti masjid, sekolah, sedekah saat sehat dan masih kikir seperti berbagi takjil, sedekah secara sembunyi sembunyi untuk menghindari ria, serta sedekah kepada keluarga terdekat. Berbagi takjil merupakan salah satu sedekah utama di bulan Ramadhan. Secara harfiah takjil berasal dari bahasa arab ajila atau ta'jil yang berarti menyegerakan. Di bulan puasa, takjil adalah perintah untuk menyegerakan berbuka ketika waktu magrib telah tiba. Kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan makanan berbuka puasa, khusunya bagi yang kurang mampu atau masih dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa. Keutamaan lain sedekah di bulan Ramadhan adalah menjadikan harta lebih berkah. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah tidak mengurangi harta. Berbagi tidak hanya menghapus dosa dan mendatangkan rezeki tetapi juga dapat meningkatkan rasa syukur atas apa yang telah dimiliki, menghilangkan keserakahan, mempererat persaudaraan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Manfaat dari kegiatan ini diantaranya: 1. Mendapatkan pahala berlipat, 2. Meringankan beban terutama untuk orang - orang yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka, 3. Mempererat tali silaturrahmi, 4. Melatih kedermawanan dan membiasakan diri berbagi dan peduli kepada sesama. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: BADAN PENDAPATAN DAERAH |
| 256 | 20-02-2026 | “Keutamaan Bulan Ramadhan" merupakan tema pada pengajian mingguan yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan pada minggu pertama bulan Ramadhan yang diadakan tiap hari Jumat dengan menghadirkan Ustad Suwito, M. pDI di Musolah Baiturrahman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan (20/2).
Diawali dengan sambutan dari Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Bapak M. Bakhrudin Zuhri, SP., MMA. Bapak Bakhrudin dalam sambutannya menyampaikan “Kegiatan pengajian seperti ini sangat bagus, karena dapat menjadi penyegaran rohani pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian”. Sementara itu Ustad Suwito menjelaskan Keutamaan Bulan Ramadhan, beliau menuturkan bahwa setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menantikan datangnya bulan suci Ramadhan. Keutamaan Bulan Ramadhan sangat besar karena bulan ini dipenuhi dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh, menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Selain sebagai bulan puasa, Keutamaan Bulan Ramadhan juga tercermin dalam banyaknya kesempatan untuk mendapatkan pahala berlipat ganda. Allah SWT membuka pintu surga selebar-lebarnya dan menutup pintu neraka selama bulan ini. Oleh karena itu, memahami Keutamaan Bulan Ramadhan akan membantu umat Islam untuk lebih maksimal dalam menjalankan ibadah dan meningkatkan kualitas spiritualnya.
1. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Salah satu Keutamaan Bulan Ramadhan yang paling agung adalah diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)."
Diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan menjadikan bulan ini sebagai bulan yang istimewa. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan mengkaji Al-Qur’an agar dapat memahami serta mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Keutamaan Bulan Ramadhan juga dapat diraih dengan menghidupkan malam-malamnya dengan membaca Al-Qur’an, khususnya dalam shalat tarawih dan qiyamul lail. Membaca Al-Qur’an di bulan ini akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda dan membawa ketenangan bagi hati dan jiwa.
2. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Ketika bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."
Hadits ini menunjukkan Keutamaan Bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkahan. Allah SWT memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk lebih mudah mendekatkan diri kepada-Nya dengan melakukan amal ibadah tanpa gangguan dari setan.
Karena pintu-pintu surga dibuka, setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, Keutamaan Bulan Ramadhan dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak amal saleh seperti shalat, sedekah, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an.
Sebaliknya, pintu neraka yang ditutup menjadi tanda bahwa Allah SWT memberikan kesempatan besar bagi hamba-Nya untuk bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar. Dengan memahami Keutamaan Bulan Ramadhan, umat Islam dapat memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan keimanan dan memperbaiki diri.
3. Malam Lailatul Qadar yang Lebih Baik dari 1000 Bulan
Salah satu Keutamaan Bulan Ramadhan yang paling dinanti adalah malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 3-5:
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."
Lailatul Qadar adalah malam penuh keberkahan di mana Allah SWT mengampuni dosa-dosa hamba-Nya dan mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan dengan tulus. Keutamaan Bulan Ramadhan semakin besar dengan adanya malam ini, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar antara lain:
1. Shalat malam (qiyamul lail) seperti shalat tahajud dan witir.
2. Memperbanyak dzikir dan doa, terutama doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).
3. Membaca Al-Qur’an dan merenungkan maknanya.
4. Bersedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Karena Keutamaan Bulan Ramadhan yang luar biasa ini, umat Islam hendaknya berusaha sebaik mungkin untuk menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah dan doa.
4. Pahala Puasa yang Berlipat Ganda
Keutamaan Bulan Ramadhan juga tercermin dalam pahala puasa yang sangat besar. Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman:
"Setiap amal kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah. Keutamaan Bulan Ramadhan terlihat dalam bagaimana puasa dapat meningkatkan ketakwaan seorang hamba, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Dengan memahami Keutamaan Bulan Ramadhan, umat Islam dapat lebih ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa dan meraih pahala yang maksimal.
5. Bulan Pengampunan Dosa
Salah satu Keutamaan Bulan Ramadhan yang paling utama adalah sebagai bulan pengampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam bulan ini, Allah SWT membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri. Keutamaan Bulan Ramadhan sebagai bulan ampunan dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Selain berpuasa, amalan lain yang dapat membantu mendapatkan ampunan di bulan ini adalah:
1. Shalat tarawih dengan khusyuk.
2. Memperbanyak istighfar dan doa taubat.
3. Memberikan sedekah kepada fakir miskin.
4. Menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik.
Dengan memahami Keutamaan Bulan Ramadhan, umat Islam dapat lebih serius dalam memanfaatkan bulan ini sebagai momentum untuk kembali kepada Allah SWT.
Sebagai bulan yang penuh rahmat, Keutamaan Bulan Ramadhan tidak hanya terletak pada kewajiban berpuasa, tetapi juga pada banyaknya peluang untuk meraih pahala, mendapatkan ampunan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memahami Keutamaan Bulan Ramadhan akan membantu umat Islam untuk lebih maksimal dalam menjalankan ibadah dan memanfaatkan setiap momen dalam bulan yang suci ini. Semoga kita semua dapat meraih berkah dan ampunan di bulan Ramadhan serta menjadi hamba yang lebih baik setelahnya.
Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan sebagai bagian dari DKPP berperan aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh DKPP, kali ini anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang hadir dalam pengajian jumat pertama dibulan Ramadhan adalah Ny. Ritta Halalilliyah Mugito (Ketua DWP DKPP), Ny. Elli Bakhrudin Zuhri, Ny. Hanik Afifah, Ny. Rima, Ny. Feri Yuliadiarti dan sejumlah anggota DWP DKPP dari kecamatan, yakni Lamongan, Turi, dan Sukodadi. Pengajian yang di mulai pukul 08.00 sampai selesai berjalan dengan lancar dan khidmat.
Program: Iman dan Takwa Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 257 | 13-02-2026 | Tilik Bayi anak dari “Ny. Alfariski”
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerj Sosial Budaya : Kepedulian dan Kesetiakawanan
Kegiatan Kepedulian dan kesetiakawanan : Bantuan sosial
Kegiatan Program :
1. Tilik Bayi anak dari “Ny. Alfariski”
2. Hari/Tanggal : Jum’at, 13 Pebruari 2026
3. Waktu : 11.00 WIB
4. Tempat : Babat
5. Pakaian : Bebas rapi
6. Peserta : Ibu – ibu pengurus Dharma Wanita Persatuan
7. Acara :
Tilik bayi
Nama : Muhammad Kaivadra
Nama panggilan : Kai
Lahir : Jumat, 16 Januari 2026
Melahirkan secara normal
Bb bayi : 3.4 kg
1. kegiatan tilik bayi / sambang bayi biasanya menjadi salah satu bentuk perhatian dan solidaritas antaranggota. Tujuannya:
-Memberi dukungan moral kepada ibu yang baru melahirkan.
-Mengucapkan selamat dan doa untuk ibu dan bayinya.
-Membawa bingkisan sederhana sebagai tanda kasih (misalnya perlengkapan bayi, makanan bergizi, atau kebutuhan ibu).
-Menjaga silaturahmi agar hubungan antaranggota tetap hangat.
Tujuan dan Manfaat Tilik Bayi
Tujuan Tilik Bayi
Tilik bayi adalah tradisi mengunjungi bayi yang baru lahir sebagai bentuk kepedulian dan dukungan sosial. Tujuan utamanya meliputi:
-Menjalin silaturahmi dengan keluarga bayi.
-Memberikan doa dan harapan baik untuk kesehatan dan masa depan bayi.
-Memberikan dukungan moral dan emosional kepada orang tua, terutama ibu yang baru melahirkan.
-Memberikan hadiah atau bantuan sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong.
Manfaat Tilik Bayi
Selain sebagai tradisi sosial, tilik bayi juga memiliki berbagai manfaat, baik bagi bayi, orang tua, maupun masyarakat.
a. Manfaat untuk Orang Tua
-Mendapat Dukungan Emosional – Kehadiran keluarga dan teman-teman memberikan semangat bagi ibu yang baru melahirkan.
-Memperkuat Ikatan Sosial – Orang tua merasa diperhatikan dan dihargai oleh lingkungan sekitarnya.
-Mendapat Bantuan Materiil – Hadiah seperti pakaian bayi, popok, atau kebutuhan lainnya bisa meringankan beban orang tua.
b. Manfaat untuk Bayi
-Didoakan untuk Kesehatan dan Keselamatan – Dalam banyak budaya, bayi yang baru lahir biasanya didoakan agar tumbuh sehat dan bahagia.
-Dikenalkan kepada Lingkungan Sosial – Bayi mulai dikenalkan dengan anggota keluarga besar dan orang-orang di sekitarnya.
c. Manfaat untuk Masyarakat
-Mempererat Tali Silaturahmi – Tradisi ini memperkuat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan dalam komunitas.
-Menjaga Budaya Gotong Royong – Dengan berkunjung dan memberikan perhatian, masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Kesimpulan:
Tilik bayi bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi juga memiliki nilai sosial, emosional, dan budaya yang kuat. Selain menjadi ajang berbagi kebahagiaan, tradisi ini juga mempererat hubungan keluarga dan komunitas.
“Tilik Bayi” dalam Teori dan Makna Sosial
Istilah tilik bayi sering digunakan dalam budaya Indonesia untuk merujuk pada tradisi mengunjungi bayi yang baru lahir. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh keluarga, teman, atau tetangga sebagai bentuk silaturahmi, memberikan doa, serta memberikan hadiah kepada bayi dan orang tuanya.
Dari perspektif teori sosial dan budaya, tilik bayi dapat dianalisis dalam beberapa konsep:
1. Teori Interaksi Sosial (Symbolic Interactionism - Mead & Blumer)
-Tilik bayi merupakan bentuk komunikasi simbolis di mana pemberian hadiah, doa, atau kunjungan itu sendiri mencerminkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan sosial dalam masyarakat.
2. Teori Solidaritas Sosial (Émile Durkheim)
-Tradisi ini memperkuat solidaritas sosial dalam komunitas. Dengan berpartisipasi dalam tilik bayi, anggota masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap sesama, mempererat hubungan, dan mempertahankan nilai kebersamaan.
3. Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory - Homans & Blau)
-Dalam tradisi ini, ada unsur pertukaran sosial, baik secara material (hadiah) maupun emosional (dukungan dan doa). Meskipun sifatnya tidak selalu transaksional, ada norma timbal balik di mana seseorang yang pernah menerima kunjungan juga akan melakukan hal yang sama di kemudian hari.
4. Teori Ritual dan Simbolisme (Victor Turner)
-Tilik bayi dapat dianggap sebagai ritual kecil dalam kehidupan sosial yang menandai kelahiran sebagai peristiwa penting. Ini mengandung simbolisme seperti doa untuk keselamatan bayi, harapan akan masa depan yang baik, serta penegasan identitas bayi dalam komunitasnya.
Secara keseluruhan, tilik bayi bukan sekadar kunjungan, tetapi juga memiliki makna sosial yang dalam sebagai bagian dari budaya gotong royong, keakraban, dan perayaan atas kehidupan baru dalam masyarakat.
Waktu yang tepat untuk tilik bayi (mengunjungi bayi yang baru lahir) biasanya bergantung pada beberapa faktor, seperti kebiasaan budaya, kondisi ibu dan bayi, serta etika dalam berkunjung. Berikut adalah panduan umumnya:
1. Setelah Ibu dan Bayi Pulih
-Umumnya, tilik bayi dilakukan setelah ibu dan bayi pulang dari rumah sakit dan sudah cukup pulih, biasanya dalam 1–2 minggu setelah lahir.
-Jika persalinan mengalami komplikasi atau ibu dan bayi masih butuh waktu untuk beristirahat, sebaiknya menunggu lebih lama.
2. Hindari Waktu-Waktu Sensitif
-Jangan langsung setelah persalinan, karena ibu masih dalam masa pemulihan dan butuh istirahat.
-Hindari waktu malam hari atau jam tidur bayi agar tidak mengganggu pola istirahat bayi dan ibu.
3. Perhatikan Kondisi Kesehatan
-Jangan berkunjung jika sedang sakit, karena bayi yang baru lahir masih memiliki sistem imun yang lemah.
-Sebaiknya cuci tangan sebelum menyentuh bayi dan hindari mencium bayi untuk mencegah risiko infeksi.
4. Sesuai Adat dan Tradisi Keluarga
-Di beberapa budaya, tilik bayi biasanya dilakukan setelah acara aqiqah (Islam) atau selapanan (Jawa, setelah 35 hari kelahiran).
-Dalam budaya lain, ada yang menganggap lebih baik menunggu hingga bayi berusia sekitar 40 hari sebelum menerima banyak kunjungan.
Kesimpulan
Waktu terbaik untuk tilik bayi adalah setelah ibu dan bayi cukup sehat dan nyaman menerima tamu, biasanya 1–2 minggu setelah lahir atau sesuai adat keluarga. Pastikan berkunjung pada waktu yang sopan, menjaga kebersihan, dan tidak terlalu lama agar ibu dan bayi tetap bisa beristirahat. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: PERUMDA PDAM KABUPATEN LAMONGAN |
| 258 | 19-02-2026 | Kegiatan olahraga di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Dinas Teknis memiliki banyak manfaat, baik bagi karyawan maupun bagi Dinas itu sendiri. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kesehatan, produktivitas, dan semangat kerja. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan olahraga yang dapat diadakan di perusahaan atau dinas teknis, serta manfaatnya:
1. Senam Pagi
Senam pagi adalah salah satu kegiatan olahraga yang mudah dilakukan oleh seluruh karyawan di pagi hari sebelum memulai pekerjaan. Senam ini dapat berupa peregangan atau latihan ringan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mempersiapkan tubuh untuk aktivitas sepanjang hari.
Manfaat:
• Mengurangi stres.
• Meningkatkan fleksibilitas tubuh.
• Meningkatkan konsentrasi dan semangat kerja.
2. Lomba atau Turnamen Olahraga Internal
Deskripsi: Mengadakan turnamen olahraga di perusahaan, seperti futsal, voli, badminton, atau bola basket. Ini bisa dilakukan dalam bentuk lomba antar tim atau antar departemen.
Manfaat:
• Meningkatkan rasa kebersamaan antar karyawan.
• Membantu karyawan untuk berinteraksi di luar lingkungan kerja.
• Meningkatkan semangat kerja dan loyalitas terhadap perusahaan.
3. Lari Pagi (Fun Run)
Deskripsi: Mengadakan acara lari pagi atau “fun run” secara rutin di area sekitar perusahaan. Acara ini bisa melibatkan seluruh karyawan atau bahkan keluarga karyawan.
Manfaat:
• Meningkatkan daya tahan tubuh.
• Menjaga kebugaran karyawan.
• Menciptakan suasana kerja yang sehat dan dinamis.
4. Yoga atau Meditasi
Deskripsi: Yoga adalah latihan fisik yang melibatkan peregangan, pernapasan, dan meditasi. Yoga dapat dilakukan di ruang terbuka atau ruang kantor yang dilengkapi dengan matras.
Manfaat:
• Mengurangi stres dan kecemasan.
• Meningkatkan konsentrasi dan fokus.
• Membantu keseimbangan mental dan fisik.
5. Bersepeda
Deskripsi: Beberapa perusahaan mengadakan kegiatan bersepeda bersama, baik di akhir pekan atau sebagai bagian dari program rutin. Karyawan bisa bersepeda di area perkotaan atau jalur khusus sepeda yang aman.
Manfaat:
• Meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru.
• Mengurangi kelelahan dan meningkatkan energi.
• Mengurangi stres dan meningkatkan mood.
6. Kegiatan Olahraga Air (Jika Tersedia Kolam Renang)
Deskripsi: Jika perusahaan memiliki fasilitas kolam renang, karyawan dapat diundang untuk mengikuti kelas renang atau hanya berenang bersama. Kegiatan ini juga bisa berupa kompetisi renang antar tim.
Manfaat:
• Meningkatkan kebugaran fisik secara keseluruhan.
• Meningkatkan kekuatan otot dan koordinasi tubuh.
• Meredakan stres dan ketegangan otot.
7. Kegiatan Olahraga Antar Perusahaan
Deskripsi: Mengadakan kegiatan olahraga antar perusahaan atau organisasi lain, seperti pertandingan futsal atau bola voli antar perusahaan. Hal ini bisa mempererat hubungan dan membangun networking.
Manfaat:
• Meningkatkan hubungan sosial antar perusahaan.
• Memberikan kesempatan untuk bersosialisasi di luar lingkungan kerja.
• Meningkatkan citra positif perusahaan.
8. Program Kebugaran dan Kesehatan (Corporate Wellness Program)
Deskripsi: Menyediakan program kebugaran yang lebih terstruktur, seperti membership gym, kelas kebugaran, atau pemeriksaan kesehatan rutin untuk karyawan. Program ini bisa mencakup konseling gizi dan tips hidup sehat.
Manfaat:
• Meningkatkan kesehatan jangka panjang karyawan.
• Mengurangi tingkat absensi akibat sakit.
• Meningkatkan produktivitas dan semangat kerja.
9. Zumba atau Aerobik
Deskripsi: Kegiatan olahraga grup yang dipandu instruktur, seperti zumba atau aerobik. Jenis olahraga ini melibatkan gerakan yang mengikuti musik, dan dapat dilakukan bersama-sama di ruang terbuka atau ruang kantor.
Manfaat:
• Meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh.
• Menjaga berat badan dan mengurangi risiko penyakit.
• Meningkatkan semangat dan energi positif.
10. Olahraga Ringan di Meja Kerja (Desk Exercise)
Deskripsi: Bagi karyawan yang tidak bisa beranjak dari meja kerja, perusahaan bisa mengadakan sesi olahraga ringan yang dapat dilakukan di tempat, seperti peregangan atau latihan pernapasan.
Manfaat:
• Mengurangi ketegangan otot akibat duduk terlalu lama.
• Meningkatkan konsentrasi.
• Mengurangi risiko masalah postur tubuh dan sakit punggung.
11. Fasilitas Olahraga di Tempat Kerja
Deskripsi: Perusahaan dapat menyediakan fasilitas olahraga di kantor, seperti ruang gym, lapangan futsal, meja ping pong, atau area untuk yoga. Fasilitas ini bisa digunakan oleh karyawan saat waktu istirahat atau setelah jam kerja.
Manfaat:
• Memberikan kemudahan bagi karyawan untuk berolahraga tanpa harus pergi ke luar kantor.
• Meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
• Mendorong gaya hidup sehat dan produktivitas yang lebih baik.
12. Challenge atau Tantangan Olahraga
Deskripsi: Membuat tantangan atau kompetisi kebugaran, seperti tantangan berapa langkah yang dapat ditempuh dalam satu minggu, berapa kalori yang dapat dibakar dalam sebulan, atau lomba lari virtual.
Manfaat:
• Meningkatkan motivasi karyawan untuk lebih aktif.
• Menciptakan atmosfer kompetitif yang positif di lingkungan kerja.
• Meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
Manfaat Kegiatan Olahraga di Perusahaan
• Meningkatkan Kesehatan Karyawan: Olahraga dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas.
• Meningkatkan Semangat dan Produktivitas Kerja: Karyawan yang aktif berolahraga cenderung lebih energik dan fokus dalam bekerja.
• Mempererat Hubungan Sosial: Olahraga bersama dapat memperkuat hubungan antar karyawan dan menciptakan suasana kerja yang lebih positif.
• Mengurangi Stres: Olahraga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi tekanan dan stres, baik yang disebabkan oleh pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
• Meningkatkan Citra Perusahaan: Perusahaan yang peduli dengan kesejahteraan karyawan akan dilihat lebih positif oleh publik dan calon karyawan.
Dengan mengadakan berbagai kegiatan olahraga, perusahaan dapat menciptakan budaya kerja yang sehat, produktif, dan harmonis, yang pada gilirannya berkontribusi pada kesuksesan perusahaan itu sendiri.
pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmennya dalam mendukung hidup sehat dengan mengadakan kegiatan Olahraga Bareng Bapak Bupati Lamongan, Pak Yes beserta pegawai yakni Senam Bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Lamongan pada hari Jumat (13 Februari 2026)dan melibatkan seluruh pegawai serta jajaran OPD Pemkab Lamongan.
Kegiatan olahraga ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik pegawai dan menciptakan suasana kerja yang harmonis. Dengan pendekatan yang menyenangkan, Pemerintah Kabupaten Lamongan ingin mendorong pegawai untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan.
Setelah sesi olahraga, para pegawai diajak menikmati sarapan tradisional bersama, yaitu camilan rebusan. Diantaranya singkong, pisang, polo pendem, kacang tanah serta ubi-ubian yang mana semuanya direbus supaya tetap sehat. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan mempererat hubungan antara pegawai dan pimpinan, menciptakan atmosfer kerja yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Bupati yang disapa Pak Yesini, mengungkapkan, “Sebagai salah satu wujud dari kebersamaan dan hidup sehat, kami melaksanakan kegiatan Senam Bersama tiap hari Jumat untuk menumbuhkan keinginan pegawai dalam berolahraga. Kami percaya bahwa kesehatan pegawai adalah kunci untuk mencapai produktivitas yang optimal.”
DWP-DKPP berperan serta dalam senam kali ini yang dilaksanakan Alun-alun kebanggaan masyarakat Lamongan, berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa sebagai bagian dari strategi berkelanjutan dalam mendukung program hidup sehat di DKPP, yang mencakup kesehatan fisik dan keseimbangan hidup. Dengan inisiatif ini, Pemkab Lamongan berharap dapat membantu pegawai meraih kualitas hidup yang lebih baik serta meningkatkan kinerja tim secara keseluruhan.
Program: Olah Raga Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 259 | 19-02-2026 | Istilah kerja bakti tidak asing dalam tradisi masyarakat Indonesia. Bahkan, rutinitas kerja bakti hampir setiap minggunya dilaksanakan oleh masyarakat yang tinggal di perdesaan maupun perkotaan.
Agenda dan tujuan kerja bakti yang dilakukan tiap warga pun berbeda-beda. Misalnya, kerja bakti untuk membersihkan lingkungan, kerja bakti dalam rangka perbaikan jalan, hingga kerja bakti sebagai persiapan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Meskipun memiliki agenda dan tujuan yang berbeda-beda, kerja bakti dilakukan agar pekerjaan terasa ringan dan cepat selesai. Selain itu, kerja bakti juga mampu menciptakan kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan.
Kerja bakti, menurut Marzali (2007: 149) dalam Jurnal Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa karya Nella Agustin dkk, adalah kegiatan kerja sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu yang dianggap berguna bagi kepentingan umum.
Dalam sejarahnya, kerja bakti sudah ada sejak zaman kolonialisme. Kerja bakti ini dilakukan oleh semua rakyat dari lapisan terendah sampai tertinggi, sehingga hal ini melahirkan rasa persatuan dan kesatuan bagi rakyat Indonesia.
Manfaat Kerja Bakti
Kerja bakti merupakan bentuk kerja sama yang ada di lingkungan masyarakat agar pekerjaan berat dapat selesai dengan cepat.
Dikutip buku ajar Horizon Ilmu Pengetahuan Sosial 2B karangan Drs. Sudjatmoko Adisukarjo dkk, (2006:51) berikut manfaat yang diperoleh dalam kegiatan kerja bakti.
1. Pekerjaan lebih ringan
2. Pekerjaan cepat selesai
3. Mempererat persaudaraan
4. Dapat membina kerukunan
5. Memupuk sikap kebersamaan dan menjauhkan diri dari sikap individualis
6. Peduli dan peka terhadap orang lain
Contoh Kerja Bakti di Lingkungan Rumah, Sekolah, dan Masyarakat
Umumnya, kerja bakti merupakan wujud kehidupan bertetangga dalam wilayah RT dan RW di lingkungan tertentu. Namun, seiring berkembangnya zaman, kegiatan kerja bakti dapat diterapkan dalam ruang lingkup yang paling sederhana yaitu keluarga, sekolah, hingga akhirnya terjun ke lingkungan masyarakat.
Mengutip buku ajar Arif Cerdas Untuk Sekolah Dasar karya Christina Umi (2019: 145), berikut contoh kerja bakti yang dapat dilakukan di lingkungan rumah, sekolah, hingga masyarakat.
Kerja Bakti di Lingkungan Rumah
• Memelihara dan membersihkan tanaman di pekarangan rumah.
• Mengerjakan pekerjaan rumah sesuai dengan tugas yang telah disepakati antar anggota keluarga.
• Sesama saudara saling membantu jika sedang mengalami kesulitan.
Kerja Bakti di Lingkungan Sekolah
• Melaksanakan kegiatan piket sesuai dengan jadwal yang telah disusun.
• Saling membantu teman jika ada yang kesulitan.
• Membersihkan lingkungan sekolah setiap satu minggu sekali.
Kerja Bakti di Lingkungan Masyarakat
• Gotong royong dalam rangka membersihkan lingkungan maupun menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.
• Ikut kegiatan siskamling secara bergantian.
• Saling membantu jika ada yang terkena musibah, seperti kebakaran, kebanjiran, dan lain sebagainya.
Salah satu kebudayaan yang menjadi identitas masyarakat adalah kerja bakti. Kegiatan ini biasanya dilakukan masyarakat sekitar secara bersama-sama, dengan tujuan melakukan kegiatan tertentu salah satunya adalah kerja bakti bertujuan untuk membersihkan lingkungan sekitar yang dilaksanakan secara gotong royong.
Di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan khususnya kerja bakti masih sering dilaksanakan meskipun dalam pelaksanaanya belum rutin tiap minggu atau tiap bulan , seperti membangun membersihkan halaman depan kantor, membersihkan halaman belakang kantor, membersihkan halaman depan mushollah dan kegiatan kegiatan lainnya.
Kerja bakti membersihkan lingkungan dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran, sampah dan rumput, pohon yang sudah rimbun. Dengan lingkungan yang sehat, kita tidak akan mudah terserang berbagai penyakit. Kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, keindahan dan keasrian lingkungan. Pada Ju’mat (13/02/2026) pegawai dan seluruh staf Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan serta anggota dan sebagian pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) melakukan kerjabakti membersihkan lingkungan sekitar dinas.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Bapak Dr. Mugito, MM mengatakan “Tujuan dari diadakannya kegiatan bersih-bersih ini adalah membersihkan lingkungan kantor agar selalu asri dan nyaman bagi kita semua. Karena di musim pancaroba seperti ini banyak penyakit yang timbul, sehingga dengan mengadakan kegiatan seperti ini, sedikit tidaknya kita bersama-sama mengurangi sumber penyakit dari lingkungan yang kotor” “Selain untuk menjaga kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membina hubungan sosial antar pegawai beserta ibu-ibu anggota DWP” tuturnya.
Program: Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 260 | 19-02-2026 | Ketika ada keluarga, kerabat, teman atau tetangga yang meninggal dunia, kita tentunya akan datang untuk bertakziah. Namun sudah tahukah kita makna takziah itu sebenarnya?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takziah adalah kunjungan (ucapan) untuk menyatakan turut berdukacita atau belasungkawa. Takziah adalah menghibur hati orang yang mendapat musibah.
Kehadiran orang-orang yang bertakziah diharapkan dapat menguatkan hati pihak yang sedang berduka, agar lebih bersabar, tawakal, dan merasa tidak sendiri dalam menghadapi kesedihan tersebut. Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar an-Nawawiyyah juga mendefinisikan takziah sebagai berikut:
Artinya: Ketahuilah, takziah hakikatnya adalah tashabbur (mengajak sabar), menyampaikan hal-hal yang dapat menghibur keluarga orang meninggal, meringankan kesedihannya, dan memudahkan urusan musibahnya. Hukum takziah adalah sunnah. Ia mercakup urusan amar ma’ruf dan nahi. Ia juga termasuk ke dalam firman Allah: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran (QS Al-Maidah [5]: 2). Ayat ini merupakan dalil paling kuat dalam urusan takziah.
Dari definisi an-Nawawi di atas, dapat ditarik beberapa poin yang merupakan tujuan dari takziah.
Pertama, hukum takziah adalah sunnah alias dianjurkan. Hukum berbeda dengan mengurus jenazah yang hukumnya fardhu kifayah. Artinya, walau jenazah sudah ada yang mengurus, takziah tetap disunnahkan. Dasarnya adalah saling menolong antara sesama muslim dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana firman berikut: Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran (QS Al-Maidah [5]: 2). Tolong-menolong, termasuk takziah, juga didasari oleh hadits Rasulullah saw: Artinya: Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya (HR Abu Dawud).
Kedua, takziah bukan sekadar menengok atau melayat orang yang meninggal, melainkan juga mendorong keluarga yang ditinggalkan untuk bersabar, berteguh hati, dan menerima musibah kematian orang terdekatnya.
Ketiga, takziah bertujuan untuk menghibur dan membesarkan hati keluarga si mayit.
Keempat, takziah diharapkan mampu mengurangi kesedihan dan meringankan musibah keluarga yang ditinggalkan. Cara mengurangi kesedihan dan meringankan musibah tentu bermacam-macam, mulai membantu mengurus jenazah, menyiapkan keperluannya, hingga memberikan bantuan materi. Sebab kebutuhan materi dalam pengurusan jenazah, terutama di zaman sekarang ini, tak lagi dapat dikesampingkan.
Kelima, takziah juga mencakup amar ma’ruf dan nahi. Sementara amar ma’ruf-nahi didasari oleh ayat: Dan hendaklah di antara kalian ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung (QS Ali ‘Imran [3]: 104).
Atas dasar itu, takziah hendaknya tidak mengabaikan dua hal tersebut. Sehingga, perbuatan yang dianggap tidak pantas, bahkan munkar tak semestinya ada pada saat bertakziah.
Keenam, takziah juga bertujuan untuk mendoakan dan memohon ampunan bagi si mayit. Sebagaimana diketahui, terdapat sejumlah riwayat yang memuat tentang doa-doa khusus bagi mayit, baik yang dibaca dalam shalat jenazah maupun di luar shalat jenazah.
Adapun keutamaan bertakziah dapat kita lihat dalam beberapa hadits Rasulullah saw, di antaranya hadits yang diriwayatkan Abdullah ibn Mas‘ud berikut:
Artinya: Siapa saja yang bertakziah kepada orang yang terkena musibah, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang mendapat musibah tersebut (HR at-Tirmidzi dan al-Baihaqi). Dikemukakan Abu Barzah, Rasulullah saw juga bersabda:
Artinya: Siapa saja yang bertakziah kepada orang yang kehilangan putranya, maka dia akan diberikan pakaian keagungan di surga (HR at-Tirmidzi).
Sementara ‘Amr ibn Hazm meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
Artinya: Tidaklah seorang mukmin bertakziah pada saudaranya yang ditimpa musibah kecuali Allah akan mengenakan pakaian kemuliaan pada hari Kiamat (HR Ibnu Majah dan al-Baihaqi).
Dari ulasan di atas dapat dipahami arti penting dari takziah adalah menghibur orang yang sedang berbela sungkawa karena kematian keluarga atau kerabatnya.
Dengan memahami makna takziah diharapkan kita tidak menyalahartikan kehadiran kita, yang justru dapat memberatkan atau menambahkan kedukaan sahibul musibah. Allah menjanjikan pahala bagi umatnya yang saling tolong-menolong dalam kebaikan.
Bidang social dan budaya dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan salah satu bidang didalam organisasi DWP, salah satu kegiatannya adalah meningkatkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial. Implementasi dari kegiatan ini adalah melaksanakan takziyah kepada anggota DWP yang terkena musibah. Pada Kamis 19 Februari 2026, Ibu dari Safry telah meninggal dunia. Pegawai bagian program Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan ini telah kehilangan ibu kesayangannya dikarenakan sakitmendadak dan meninggal di rumahnya yang terletak di Desa Bulu brangsi Kecamatan Laren..
Sesuai dengan program Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DWP-DKPP) Kabupaten Lamongan yakni bidang social dan budaya, maka DWP-DKPP melayat ke anggota yang mengalami kesusahan. Melayat kali ini di laksanakan oleh pengurus dan anggota DWP-DKPP, Ny. Hanim Afifah (Sekretaris) beserta jajaran pengurus DWP-DKPP, Ny. Eni, Ny. Widyawati (bendahara), Ny. Astunik, Ny. Tutus dan Ny. Shintya anggota bidang sosial dan budaya.
“Semoga ibu mas Safry mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah S.W.T dan keluarga ditinggalkan diberi keihklasan dan berlapanng dada agar hidup terus berjalan” ujar ibu Hanik saat berada dirumah staf program kecamatan Laren ini.
Kegiatan layat yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 Februari 2026 ini telah terlaksana dengan lancar dan sampai ke DKPP dengan lancar dan sesuai harapan tanpa kendala apapun.
Program: Dana Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 261 | 18-02-2026 | PERTEMUAN RUTIN TIM PENGGERAK PKK DAN DHARMA WANITA KECAMATAN KARANGBINANGUN. KEGIATAN INI DILAKSANAKAN PADA HARI RABU TANGGAL 18 JANUARI 2026. PERTEMUAN KALI INI DI ISI OLEH AHLI GIZI PUSKESMAS KARANGBINANGUN. MATERI YANG DISAMPAIKAN ADALAH MAKANAN SEHAT YANG BAIKNYA DIKONSUMSI SAAT PUASA DAN KEGIATAN POSITIV SAAT PUASA. Program: Gerakan Sehat Pelaksana: KECAMATAN KARANGBINANGUN |
| 262 | 13-02-2026 | SENAM BERSAMA DAN KERJA BAKTI SEMUA INSTANSI KABUPATEN LAMONGAN. KEGIATAN INI DILAKSANAKAN HARI JUM'AT TANGGAL 13 FEBRUARI 2026. SEMANGAT KEBERSAMAAN, GOTONG ROYONG, DAN HIDUP SEHAT UNTUK LINGKUNGAN YANG LEBIH BERSIH DAN HARMONIS. Program: Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana: KECAMATAN KARANGBINANGUN |
| 263 | 12-02-2026 | Pada hari Kamis, 12 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan sosial berupa kunjungan kemanusiaan untuk menjenguk salah satu staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, yaitu Ahmad Harris Ubaydillah, yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Deket.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati kepada sesama keluarga besar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Kehadiran rombongan Dharma Wanita Persatuan tidak hanya sebagai kunjungan biasa, tetapi juga sebagai wujud nyata perhatian, dukungan moral, serta penguatan semangat bagi rekan kerja yang sedang sakit agar tetap optimis dalam menjalani masa pemulihan.
Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, para anggota Dharma Wanita Persatuan menyampaikan doa bersama, memohon agar Ahmad Harris Ubaydillah segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan, serta dapat kembali melaksanakan aktivitas dan tugas seperti sediakala. Kunjungan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara pengurus, anggota Dharma Wanita Persatuan, dan keluarga yang mendampingi, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling menguatkan.
Selain memberikan dukungan moril, Dharma Wanita Persatuan juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk perhatian dan kepedulian organisasi kepada anggota keluarga besar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang sedang mengalami ujian kesehatan. Hal ini merupakan implementasi nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan rasa kekeluargaan yang selalu dijunjung tinggi dalam setiap kegiatan Dharma Wanita Persatuan.
Melalui kegiatan sosial seperti ini, Dharma Wanita Persatuan berharap dapat terus menumbuhkan rasa saling peduli, mempererat persatuan antaranggota, serta memperkuat peran organisasi sebagai wadah yang tidak hanya mendukung kegiatan kedinasan, tetapi juga hadir dalam berbagai aspek kehidupan sosial anggotanya. Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh rasa kebersamaan, dan diharapkan membawa manfaat serta semangat positif bagi semua pihak yang terlibat. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 264 | 12-02-2026 | Pada hari Rabu, 12 Februari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan sosial berupa tilik bayi sebagai bentuk perhatian, kepedulian, dan penguatan tali silaturahmi antaranggota. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengunjungi kediaman salah satu anggota DWP, yaitu Ibu Adita Wahyu Setyo Nugroho, yang baru saja dikaruniai buah hati.
Acara tilik bayi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DWP Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan, Ibu Noni Amilda Joko Raharto, beserta para pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan. Kehadiran beliau menjadi wujud dukungan moral serta rasa kekeluargaan yang erat di lingkungan DWP. Suasana kunjungan berlangsung hangat, penuh kebersamaan, dan sarat dengan doa serta harapan baik bagi kesehatan ibu dan tumbuh kembang sang bayi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DWP menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur atas kelahiran putra Ibu Adita Wahyu Setyo Nugroho. Beliau juga memberikan motivasi agar keluarga senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebahagiaan dalam merawat serta membesarkan anak sebagai amanah yang berharga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antaranggota, sehingga tercipta solidaritas dan rasa saling memiliki dalam organisasi.
Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama, penyerahan tali asih sebagai bentuk perhatian dan dukungan, serta ramah tamah yang semakin menambah keakraban. Melalui kegiatan tilik bayi ini, Dharma Wanita Persatuan berharap dapat terus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial, tidak hanya dalam lingkup organisasi tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kekeluargaan, serta diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan dan kesatuan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan dalam menjalankan peran organisasi sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi kedinasan. Program: NKKBS Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 265 | 13-02-2026 | Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, beserta jajaran Forkopimda dan OPD di Kabupaten Lamongan, ikut serta dalam pelaksanaan senam pagi yang berlangsung di Alun-Alun Lamongan, Jumat (13/02). Usai senam pagi, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan yang ditentukan seperti di sekitar pasar, ruas jalan dan sekitar kantor masing-masing.
Disampaikan oleh Bupati Yes, menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, yang tentunya harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, mari kita implementasikan Lamongan Green and Clean secara serentak dan berkelanjutan, dengan melaksanakan korve membersihkan area sekitar mulai dari alun-alun, pasar, ataupun kantor masing-masing, dengan harapan Lamongan akan semakin bersih dan indah, masyarakat pun merasa nyaman dan sejahtera," ujar Pak Yes.
Lebih lanjut, Pak Yes juga menambahkan terkait Program Gentengisasi, yakni rencana gerakan nasional untuk mengganti atap rumah yang sebelumnya berbahan seng menjadi genteng terutama genteng tanah liat. Tujuannya bukan hanya sekedar mengganti material atap, namun untuk meningkatkan kenyamanan hunian, mengingat Indonesia adalah wilayah dengan iklim tropis, sehingga penggunaan genteng mampu membantu menahan panas berlebih, sekaligus menghindarkan potensi terbentuknya karat saat musim hujan.
Permasalahan lingkungan hidup semakin hari semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi multi pihak dalam penyelesaiannya. PKK, Dharma Wanita Persatuan, BHAYANGKARI, PERSIT dan organisasi wanita lainnya memiliki potensi sangat besar dalam mensukseskan program pengelolaan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Lamongan. Kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berada pada kader lingkungan yang nota bene mereka semua bagian dari kader pkk di lingkungan kelurahan ataupun desa. Isu lingkungan nasional pengelolaan sampah yang belum optimal masih menjadi prioritas penanganan pemerintah Kabupaten Lamongan. Isu lain yang tak kalah penting yaitu berkurangnya tutupan lahan/penghijauan akibat alih fungsi lahan.
Adapun rangkaian kegiatan ini akan diawali dengan senam bersama di alun-alun lamongan kemudian dilanjutkan bersih-bersih lingkungan di kantor masing-masing dan di titik titik yang telah ditentukan.
Para peserta yang hadir antusias mendengarkan paparan dan melakukan tanya jawab. Inovasi-inovasi itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara berkelanjutan dan berkontribusi kepada penanganan sampah yang berkelanjutan di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan untuk dapat mewujudkan Indonesia yang bebas sampah.
Program: Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana: DINAS LINGKUNGAN HIDUP |
| 266 | 06-02-2026 | Pertemuan Rutin Dharmawanita Puskesmas Turi yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 06 Februari 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Turi, dengan peserta 50 orang yang terdiri dari Pengurus dan Anggota Dharmawanita Puskesmas Turi. Susunan acara pada Pertemuan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan, 2. Menyanyikan Lagu Mars dan Hymne Dharmawanita, 3. Sambutan Penasehat Dharmawanita, Kepala Puskesmas Turi, 4. Sambutan Ketua Dharmawanita Puskesmas Turi, 5. Doa, 6. Pengisian Acara dengan Tema : Menjalin silahturahmi antar anggota DWP dan Kebersamaan itu indah dan Recharge Keimanan menjelang Ramadhan, Dharma Wanita merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Keberadaan Dharma Wanita tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun tata pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Secara historis, cikal bakal Dharma Wanita bermula dari berbagai perkumpulan istri pegawai negeri yang tumbuh secara alami di lingkungan instansi pemerintahan. Pada masa itu, organisasi-organisasi tersebut berdiri secara terpisah dengan nama dan kegiatan yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan keluarga pegawai, serta mendukung tugas dan pengabdian para suami sebagai abdi negara. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan adanya keseragaman serta koordinasi yang lebih baik, pemerintah memandang perlu untuk menyatukan berbagai organisasi tersebut dalam satu wadah resmi. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1974, ditetapkanlah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi tunggal yang menaungi istri-istri Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita. Nama “Dharma Wanita” memiliki makna yang sangat luhur. “Dharma” berarti kewajiban atau pengabdian yang tulus, sedangkan “Wanita” melambangkan peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu bagi anak-anak, serta anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Dharma Wanita mengandung makna pengabdian perempuan dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam perjalanannya, Dharma Wanita terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamika pemerintahan dan reformasi birokrasi. Puncaknya, pada era reformasi, terjadi penyesuaian organisasi untuk menyesuaikan dengan semangat transparansi, demokrasi, dan profesionalisme. Maka pada tanggal 7 Desember 1999, melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa, Dharma Wanita bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan, memperjelas arah organisasi, serta meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Dharma Wanita Persatuan kemudian menetapkan tiga bidang utama dalam kegiatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan keluarga, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, Dharma Wanita Persatuan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang mandiri, dinamis, dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Tidak hanya sebagai pendamping suami, anggota Dharma Wanita juga diharapkan menjadi perempuan yang cerdas, berdaya, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan, Dharma Wanita Persatuan terus melangkah maju, berkontribusi nyata dalam membangun keluarga yang sejahtera, masyarakat yang harmonis, dan bangsa Indonesia yang lebih kuat. Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini bersifat mandiri, nonpartisan, dan tidak berafiliasi pada partai politik, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Secara filosofis, kata Dharma berarti kewajiban atau pengabdian, sedangkan Wanita berarti perempuan. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan mengandung makna sebagai wadah persatuan kaum perempuan, khususnya istri ASN, dalam melaksanakan kewajiban dan pengabdian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN, sekaligus mendorong anggotanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Selain itu, organisasi ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian sosial para anggotanya. Struktur Organisasi Dharma Wanita Persatuan. Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan disusun secara berjenjang dan sistematis, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan terarah, efektif, dan berkesinambungan. Secara umum, struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan, Unsur pimpinan merupakan inti pengelolaan organisasi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan dan jalannya organisasi, yang terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara. Masing-masing memiliki tugas pokok sesuai bidangnya, yaitu memimpin organisasi, mengelola administrasi, serta mengatur keuangan organisasi. 2. Bidang-Bidang Kegiatan. Untuk menunjang pelaksanaan program kerja, Dharma Wanita Persatuan memiliki beberapa bidang, antara lain: Bidang Pendidikan, Bertugas meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota serta mendorong pembinaan keluarga yang berkualitas. Bidang Ekonomi, Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha ekonomi produktif dan kreativitas anggota. Bidang Sosial Budaya, Mengelola kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap sesama. Setiap bidang dipimpin oleh seorang ketua bidang yang dibantu oleh beberapa anggota sesuai kebutuhan organisasi. 3. Jenjang Kepengurusan, Struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: DWP Pusat, DWP Provinsi, DWP Kabupaten/Kota, DWP Instansi/Unit Kerja. Setiap jenjang memiliki susunan pengurus yang pada prinsipnya sama, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah atau instansi. Dengan struktur organisasi yang tertata rapi dan pembagian tugas yang jelas, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai organisasi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, memperkokoh ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. Silaturahmi merupakan salah satu nilai luhur yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, silaturahmi bukan hanya menjadi sarana untuk saling bertemu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara seluruh anggota. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita memperkokoh jalinan komunikasi, mempererat hubungan emosional, dan memperkuat solidaritas sebagai satu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, kita saling berbagi pengalaman, saling memberi motivasi, serta saling menguatkan dalam menjalankan peran, baik sebagai pendamping suami, ibu dalam keluarga, maupun sebagai anggota organisasi. Silaturahmi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, saling menghargai, dan saling mendukung dalam mewujudkan tujuan bersama organisasi. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Dharma Wanita Persatuan semakin solid, kompak, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga melalui silaturahmi ini, kebersamaan kita semakin erat, persatuan semakin kuat, dan semangat untuk terus berkarya dalam Dharma Wanita Persatuan senantiasa terjaga. Pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama untuk terus menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur negara. Melalui proses pemilihan ini, seluruh anggota diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, menyampaikan aspirasi, serta memilih sosok pemimpin yang dianggap mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, serta rasa kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan. Calon Ketua yang diajukan merupakan sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Mereka diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan ke depan. Dengan terlaksananya pemilihan Ketua Dharma Wanita Persatuan ini, diharapkan akan terpilih seorang pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota, mempererat persatuan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, mandiri, dan berdaya guna. Semoga Ketua terpilih nantinya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, serta membawa Dharma Wanita Persatuan semakin berperan aktif dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah dan merupakan bulan yang sangat mulia bagi umat Islam di seluruh dunia. Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat. Pada bulan ini, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa Ramadhan merupakan rukun Islam yang keempat, sehingga menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Secara bahasa, kata Ramadhan berasal dari kata “ramadha” yang berarti panas yang membakar. Makna ini menggambarkan harapan agar bulan Ramadhan menjadi waktu untuk membakar dosa-dosa melalui ibadah dan taubat kepada Allah SWT. Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengajarkan umat Islam untuk menahan hawa nafsu, menjaga lisan, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama. Sejarah Ramadhan tidak terlepas dari peristiwa besar turunnya Al-Qur’an. Pada bulan inilah wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, yang dikenal dengan peristiwa Nuzulul Qur’an. Peristiwa ini menjadi tonggak awal penyebaran ajaran Islam. Karena itu, Ramadhan juga disebut sebagai bulan Al-Qur’an, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan memahami isi Al-Qur’an. Kewajiban puasa Ramadhan mulai disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah, setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Perintah tersebut tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa. Sepanjang sejarah Islam, bulan Ramadhan juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting, seperti Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah, serta peristiwa Fathu Makkah (penaklukan Kota Makkah) pada tahun 8 Hijriah. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah spiritual, tetapi juga bulan perjuangan dan kemenangan. Dengan demikian, Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, melainkan bulan untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, mempererat silaturahmi, serta memperbanyak amal kebaikan. Bulan ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih pahala yang berlipat ganda. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, setiap Muslim dianjurkan untuk melakukan recharge keimanan sebagai bentuk persiapan lahir dan batin. Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum istimewa untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta mendekatkan hati kepada Allah SWT. Oleh karena itu, persiapan spiritual menjadi langkah penting agar kita dapat menjalani Ramadhan dengan penuh kesungguhan dan keberkahan. Recharge keimanan dapat dimulai dengan memperbanyak istighfar dan taubat, memohon ampun atas segala khilaf dan dosa. Hati yang bersih akan lebih mudah menerima cahaya kebaikan. Selain itu, memperbaiki kualitas shalat, mulai membiasakan shalat tepat waktu, serta menambah amalan sunnah seperti shalat dhuha dan tahajud dapat menjadi latihan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an juga menjadi bagian penting dalam persiapan. Jika di bulan Ramadhan kita menargetkan khatam Al-Qur’an, maka menjelang Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mulai membiasakan diri membaca setiap hari. Dengan begitu, ketika Ramadhan tiba, hati sudah terasa dekat dan akrab dengan Kalamullah. Tidak kalah penting adalah memperbaiki hubungan dengan sesama. Meminta maaf, menyambung silaturahmi, serta menghindari konflik dan prasangka buruk akan membuat hati lebih tenang. Ramadhan akan terasa lebih indah jika dijalani dengan hati yang lapang dan penuh kedamaian. Akhirnya, recharge keimanan menjelang Ramadhan adalah tentang menata niat dan memperkuat tekad. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan sehat, siap beribadah dengan maksimal, dan mampu menjadikannya sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. 7. Arisan, 8. Doorprize, 9. Penutup. Program: Kegiatan Hari Besar Nasional Pelaksana: DINAS KESEHATAN |
| 267 | 06-02-2026 | Kegiatan kerja bakti dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh staf serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan yang berpartisipasi aktif dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Pelaksanaan kerja bakti difokuskan pada pembersihan ruang kerja, halaman kantor, area parkir dan saluran air, serta penataan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Setiap peserta melaksanakan tugas sesuai pembagian yang telah ditetapkan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib, efektif, dan efisien.
Setelah kegiatan kerja bakti selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. Menu yang disajikan berupa hidangan sederhana, antara lain nasi jagung, sambal, cumi, serta lauk pendamping lainnya, yang dinikmati bersama dalam suasana kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja, mempererat hubungan dan kerja sama antarpegawai dan anggota DWP, serta menumbuhkan rasa kebersamaan yang positif. Kegiatan kerja bakti dan makan bersama ini menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai gotong royong dan kekeluargaan ASN, yang diharapkan dapat terus terjaga dan tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari guna mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. Program: Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 268 | 06-02-2026 | Pesona wastra khas Kabupaten Lamongan kembali mencuri perhatian di panggung mode bergengsi. Dekranasda Kabupaten Lamongan turut berpartisipasi dalam Etnura Fashion Festival 2026 yang diselenggarakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, pada Jumat, 6 Februari 2026, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 Etnik Nusantara (Etnura). Kegiatan ini menjadi sarana promosi dan penguatan eksistensi batik khas Lamongan di tingkat nasional.
Pada kegiatan tersebut ditampilkan delapan koleksi busana batik hasil kolaborasi perajin lokal Lamongan, Soejono dan Bani Yasit, dengan desainer Etnura Indonesia. Beragam motif batik khas Lamongan diperagakan oleh para model, menampilkan perpaduan antara unsur tradisional dan sentuhan desain modern.
Ketua Dekranasda Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, mengenakan batik motif Junjung Derajat, sedangkan Ketua GOW Lamongan, Cana Dirham Akbar Aksara, tampil dengan batik motif Kepetan. Ketua DWP Lamongan, Puji Dariani Nalikan, mengenakan batik motif Sekar Arume Wengi. Selain itu, Ketua DWP Unit Dinas PMD Kabupaten Lamongan, Noni Amilda Joko Raharto, turut mewakili DWP Kabupaten Lamongan dengan mengenakan batik kontemporer kombinasi gunungan hijau karya desainer Yussi Martha.
Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Lamongan dalam kegiatan ini bertujuan untuk memperluas promosi produk UMKM, khususnya kerajinan batik, serta mendorong pengembangan industri kreatif daerah dengan tetap mengedepankan nilai kearifan lokal. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi antara perajin, desainer, dan pemangku kepentingan terkait dalam upaya meningkatkan daya saing produk batik Lamongan serta memperkuat citra daerah sebagai salah satu sentra batik unggulan di Jawa Timur. Program: Kegiatan Seni Budaya / Nilai Budaya Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 269 | 06-02-2026 | Kegiatan olahraga di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Dinas Teknis memiliki banyak manfaat, baik bagi karyawan maupun bagi Dinas itu sendiri. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kesehatan, produktivitas, dan semangat kerja. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan olahraga yang dapat diadakan di perusahaan atau dinas teknis, serta manfaatnya:
1. Senam Pagi
Senam pagi adalah salah satu kegiatan olahraga yang mudah dilakukan oleh seluruh karyawan di pagi hari sebelum memulai pekerjaan. Senam ini dapat berupa peregangan atau latihan ringan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mempersiapkan tubuh untuk aktivitas sepanjang hari.
Manfaat:
• Mengurangi stres.
• Meningkatkan fleksibilitas tubuh.
• Meningkatkan konsentrasi dan semangat kerja.
2. Lomba atau Turnamen Olahraga Internal
Deskripsi: Mengadakan turnamen olahraga di perusahaan, seperti futsal, voli, badminton, atau bola basket. Ini bisa dilakukan dalam bentuk lomba antar tim atau antar departemen.
Manfaat:
• Meningkatkan rasa kebersamaan antar karyawan.
• Membantu karyawan untuk berinteraksi di luar lingkungan kerja.
• Meningkatkan semangat kerja dan loyalitas terhadap perusahaan.
3. Lari Pagi (Fun Run)
Deskripsi: Mengadakan acara lari pagi atau “fun run” secara rutin di area sekitar perusahaan. Acara ini bisa melibatkan seluruh karyawan atau bahkan keluarga karyawan.
Manfaat:
• Meningkatkan daya tahan tubuh.
• Menjaga kebugaran karyawan.
• Menciptakan suasana kerja yang sehat dan dinamis.
4. Yoga atau Meditasi
Deskripsi: Yoga adalah latihan fisik yang melibatkan peregangan, pernapasan, dan meditasi. Yoga dapat dilakukan di ruang terbuka atau ruang kantor yang dilengkapi dengan matras.
Manfaat:
• Mengurangi stres dan kecemasan.
• Meningkatkan konsentrasi dan fokus.
• Membantu keseimbangan mental dan fisik.
5. Bersepeda
Deskripsi: Beberapa perusahaan mengadakan kegiatan bersepeda bersama, baik di akhir pekan atau sebagai bagian dari program rutin. Karyawan bisa bersepeda di area perkotaan atau jalur khusus sepeda yang aman.
Manfaat:
• Meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru.
• Mengurangi kelelahan dan meningkatkan energi.
• Mengurangi stres dan meningkatkan mood.
6. Kegiatan Olahraga Air (Jika Tersedia Kolam Renang)
Deskripsi: Jika perusahaan memiliki fasilitas kolam renang, karyawan dapat diundang untuk mengikuti kelas renang atau hanya berenang bersama. Kegiatan ini juga bisa berupa kompetisi renang antar tim.
Manfaat:
• Meningkatkan kebugaran fisik secara keseluruhan.
• Meningkatkan kekuatan otot dan koordinasi tubuh.
• Meredakan stres dan ketegangan otot.
7. Kegiatan Olahraga Antar Perusahaan
Deskripsi: Mengadakan kegiatan olahraga antar perusahaan atau organisasi lain, seperti pertandingan futsal atau bola voli antar perusahaan. Hal ini bisa mempererat hubungan dan membangun networking.
Manfaat:
• Meningkatkan hubungan sosial antar perusahaan.
• Memberikan kesempatan untuk bersosialisasi di luar lingkungan kerja.
• Meningkatkan citra positif perusahaan.
8. Program Kebugaran dan Kesehatan (Corporate Wellness Program)
Deskripsi: Menyediakan program kebugaran yang lebih terstruktur, seperti membership gym, kelas kebugaran, atau pemeriksaan kesehatan rutin untuk karyawan. Program ini bisa mencakup konseling gizi dan tips hidup sehat.
Manfaat:
• Meningkatkan kesehatan jangka panjang karyawan.
• Mengurangi tingkat absensi akibat sakit.
• Meningkatkan produktivitas dan semangat kerja.
9. Zumba atau Aerobik
Deskripsi: Kegiatan olahraga grup yang dipandu instruktur, seperti zumba atau aerobik. Jenis olahraga ini melibatkan gerakan yang mengikuti musik, dan dapat dilakukan bersama-sama di ruang terbuka atau ruang kantor.
Manfaat:
• Meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh.
• Menjaga berat badan dan mengurangi risiko penyakit.
• Meningkatkan semangat dan energi positif.
10. Olahraga Ringan di Meja Kerja (Desk Exercise)
Deskripsi: Bagi karyawan yang tidak bisa beranjak dari meja kerja, perusahaan bisa mengadakan sesi olahraga ringan yang dapat dilakukan di tempat, seperti peregangan atau latihan pernapasan.
Manfaat:
• Mengurangi ketegangan otot akibat duduk terlalu lama.
• Meningkatkan konsentrasi.
• Mengurangi risiko masalah postur tubuh dan sakit punggung.
11. Fasilitas Olahraga di Tempat Kerja
Deskripsi: Perusahaan dapat menyediakan fasilitas olahraga di kantor, seperti ruang gym, lapangan futsal, meja ping pong, atau area untuk yoga. Fasilitas ini bisa digunakan oleh karyawan saat waktu istirahat atau setelah jam kerja.
Manfaat:
• Memberikan kemudahan bagi karyawan untuk berolahraga tanpa harus pergi ke luar kantor.
• Meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
• Mendorong gaya hidup sehat dan produktivitas yang lebih baik.
12. Challenge atau Tantangan Olahraga
Deskripsi: Membuat tantangan atau kompetisi kebugaran, seperti tantangan berapa langkah yang dapat ditempuh dalam satu minggu, berapa kalori yang dapat dibakar dalam sebulan, atau lomba lari virtual.
Manfaat:
• Meningkatkan motivasi karyawan untuk lebih aktif.
• Menciptakan atmosfer kompetitif yang positif di lingkungan kerja.
• Meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
Manfaat Kegiatan Olahraga di Perusahaan
• Meningkatkan Kesehatan Karyawan: Olahraga dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas.
• Meningkatkan Semangat dan Produktivitas Kerja: Karyawan yang aktif berolahraga cenderung lebih energik dan fokus dalam bekerja.
• Mempererat Hubungan Sosial: Olahraga bersama dapat memperkuat hubungan antar karyawan dan menciptakan suasana kerja yang lebih positif.
• Mengurangi Stres: Olahraga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi tekanan dan stres, baik yang disebabkan oleh pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
• Meningkatkan Citra Perusahaan: Perusahaan yang peduli dengan kesejahteraan karyawan akan dilihat lebih positif oleh publik dan calon karyawan.
Dengan mengadakan berbagai kegiatan olahraga, perusahaan dapat menciptakan budaya kerja yang sehat, produktif, dan harmonis, yang pada gilirannya berkontribusi pada kesuksesan perusahaan itu sendiri.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmennya dalam mendukung hidup sehat dengan mengadakan kegiatan Olahraga Bareng Kepala Dinas DKPP beserta pegawai yakni Senam Bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor DKPP yang terletak di Jalan nJendral Sudirman 96 Lamongan pada hari Jumat (6 Februari 2026)dan melibatkan seluruh pegawai serta jajaran Sekretaris dan Kepala Bidang.
Kegiatan olahraga ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik pegawai dan menciptakan suasana kerja yang harmonis. Dengan pendekatan yang menyenangkan, DKPP ingin mendorong pegawai untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan.
Setelah sesi olahraga, para pegawai diajak menikmati sarapan tradisional bersama, yaitu camilan rebusan. Diantaranya singkong, pisang, polo pendem, kacang tanah serta ubi-ubian yang mana semuanya direbus supaya tetap sehat. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan mempererat hubungan antara pegawai dan pimpinan, menciptakan atmosfer kerja yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Kepala DInas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan , mengungkapkan, “Sebagai salah satu wujud dari kebersamaan dan hidup sehat, kami melaksanakan kegiatan Senam Bersama tiap hari Jumat di Minggu terakhir tiap bulan untuk menumbuhkan keinginan pegawai dalam berolahraga. Kami percaya bahwa kesehatan pegawai adalah kunci untuk mencapai produktivitas yang optimal.”
DKPP berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa sebagai bagian dari strategi berkelanjutan dalam mendukung program hidup sehat di DKPP, yang mencakup kesehatan fisik dan keseimbangan hidup. Dengan inisiatif ini, DKPP berharap dapat membantu pegawai meraih kualitas hidup yang lebih baik serta meningkatkan kinerja tim secara keseluruhan.
Program: Olah Raga Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 270 | 06-02-2026 | Dharma Wanita Dinas Perhubungan Kab. Lamongan melaksanakan giat anjangsana sosial budaya ke rumah salah satu anggota DWP Dinas Perhubungan Kab. Lamongan (Ny. Oky) yang baru saja melahirkan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan (Ny. Dianto), Ibu Sekdin, bersama sejumlah anggota aktif DWP lainnya yang berlangsung pada hari Jum’at, 30 Januari 2026 di kediaman Ny. Oky di Jl. Ikan Tombro 3, RT 04 RW 06 Perumnas Sukomulyo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Kunjungan yang berlangsung pada Jum’at siang ini merupakan bagian dari program kerja bidang Sosial Budaya (Sosbud) DWP Dinas Perhubungan Kab. Lamongan. Kegiatan anjangsana sosial budaya/tilik bayi yang dilaksanakan oleh ibu-ibu DWP Dinas Perhubungan Kab. Lamongan berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan sebagai wujud nyata kepedulian antarsesama anggota. Dalam suasana yang guyub, rombongan hadir tidak hanya untuk memberikan ucapan selamat dan doa tulus bagi kesehatan sang buah hati serta pemulihan sang ibu, tetapi juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk dukungan moril maupun materiil. Momen ini menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi di luar urusan kedinasan, sekaligus memperkuat ikatan solidaritas dan rasa kasih sayang yang menjadi fondasi utama dalam organisasi Dharma Wanita. Kegiatan anjangsana bukan hanya rutinitas, tetapi bentuk nyata kepedulian dan perhatian organisasi terhadap para anggotanya. Kunjungan ke rumah Ny. Oky menegaskan peran DWP bukan hanya sebagai organisasi pendukung instansi, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan perempuan dan pelestarian nilai kebersamaan. Selain itu peran DWP dapat memperkuat rasa kekeluargaan serta memastikan setiap anggota merasa diperhatikan, terutama pada momen-momen penting seperti kelahiran. Dengan terlaksananya kegiatan ini, DWP Dinas Perhubungan Kab. Lamongan berharap hubungan antaranggota semakin erat dan program-program sosial budaya dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi seluruh anggota di lingkungan Dinas Perhubungan Kab. Lamongan. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS PERHUBUNGAN |
| 271 | 23-01-2026 | Sebagai upaya berkelanjutan dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan kondusif, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan kerja bakti pada hari Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di lingkungan Kantor Dinas PMD Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pegawai serta anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas PMD Kabupaten Lamongan sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan kerja.
Adapun sasaran kegiatan kerja bakti meliputi pembersihan area kantor secara menyeluruh, antara lain pos jaga, pagar kantor, saluran parit di sekitar kantor, area belakang gedung, serta area parkir di sisi samping dan belakang kantor. Seluruh peserta berpartisipasi aktif sesuai dengan pembagian tugas masing-masing.
Selain kegiatan kebersihan, kerja bakti juga diisi dengan penanaman bibit sawi di area yang telah disiapkan sebagai upaya mendukung penghijauan, pemanfaatan lahan, serta penumbuhan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan bekerja sesuai pembagian tugas masing-masing, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung secara tertib, efektif, dan optimal.
Kegiatan kerja bakti ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan, Joko Raharto, S.STP., M.AP., didampingi oleh Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Lamongan, Bakti Aprianto, S.H., M.M. Kehadiran pimpinan menjadi wujud nyata keteladanan serta motivasi bagi seluruh pegawai untuk membudayakan perilaku hidup bersih, peduli lingkungan, dan berkelanjutan di lingkungan kerja.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lamongan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai dan anggota DWP atas partisipasi aktif dan kebersamaan yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan kerja, mempererat solidaritas, serta meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan peran masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan kerja bakti yang dirangkaikan dengan penanaman bibit sawi ini, diharapkan lingkungan Kantor Dinas PMD Kabupaten Lamongan menjadi semakin bersih, hijau, tertata, dan nyaman, sehingga mampu mendukung peningkatan kinerja aparatur serta kualitas pelayanan kepada masyarakat secara optimal. Program: Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 272 | 03-02-2026 | Sukodadi, 3 Februari 2026
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi telah melaksanakan kegiatan anjangsana kepada anggota Dharma Wanita Persatuan yang merupakan bentuk silaturahmi dan kepedulian sosial yang dilaksanakan sebagai upaya mempererat hubungan kekeluargaan dan solidaritas antaranggota serta masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di kediaman salah satu anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sukodadi di Desa Madulegi Kecamatan Sukodadi.
Anjangsana ini diikuti oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan, pengurus dan anggota. Dengan terlaksananya kegiatan anjangsana ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat citra organisasi di tengah masyarakat sebagai lembaga yang aktif, humanis, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Program: NKKBS Pelaksana: KECAMATAN SUKODADI |
| 273 | 02-02-2026 | Pada hari senin tanggal 2 Februari 2026, Dharmawanita Persatuan Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan melakukan kegiatan sambaing umroh kepada Bu Endah penyuluh Perikanan. Kegiatan sambang umroh merupakan kegiatan kunjungan silaturahmi kepada jamaah umroh sebagai bentuk perhatian dengan anggota Dharmawanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Kegiatan sambang umroh mengandung pesan moral tentang pentingnya kepedulian, empati, dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini ditanamkan nilai silaturahmi sebagai wujud mempererat ukhuwah serta saling mendoakan kebaikan. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS PERIKANAN |
| 274 | 30-01-2026 | Senam bersama tiap hari Jum'at. Senam bersama dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 30 Januari 2026 pukul 06.30 WIB di halaman Kecamatan Sambeng. Peserta senam dari DWP Kecamatan Sambeng, UPT Puskesmas Sambeng, Korwil Pendidikan, UPT Pertanian, KUA, Puskeswan, dan Korwil KB Program: Olah Raga Pelaksana: KECAMATAN SAMBENG |
| 275 | 30-01-2026 | Pada hari Jumat, 30 Januari 2026, Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan Anjangsana ke kediaman Ibu Siti Mutmainah Wawan A. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi, rasa syukur, serta ungkapan kebersamaan kepada anggota yang baru saja menunaikan ibadah Umrah. Kegiatan anjangsana dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Endah Ismawati Sugeng Widodo, beserta beberapa perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan. Kehadiran rombongan disambut dengan hangat dan penuh kekeluargaan oleh tuan rumah, sehingga suasana silaturahmi terjalin dengan akrab dan harmonis. Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyampaikan ucapan selamat atas ibadah Umrah yang telah dilaksanakan serta doa bersama agar seluruh rangkaian ibadah diterima oleh Allah SWT, diberikan keberkahan, kesehatan, dan ketenangan lahir batin. Momen anjangsana ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat hubungan personal, saling mendoakan, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian antaranggota. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang sederhana, khidmat, dan penuh kehangatan. Kebersamaan yang terbangun mencerminkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan silaturahmi, yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga. Melalui kegiatan anjangsana ini, diharapkan tali silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan dapat terus terjaga dengan baik, serta semakin memperkuat rasa kebersamaan, saling menghargai, dan saling mendoakan dalam kehidupan sehari-hari. Program: Iman dan Takwa Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 276 | 29-01-2026 | Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan kepada TK dan KB naungan DWP yang terdampak bencana banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban satuan pendidikan agar dapat kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Kegiatan Penyerahan Bantuan untuk TK/KB Naungan DWP Terdampak Banjir dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Bantuan disalurkan kepada TK dan KB naungan DWP yang berada di Desa Soko, Desa Bucu Lor, dan Desa Gempolpendowo.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dan dipimpin langsung oleh Ibu Ketua DWP Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan. Turut hadir dan mendampingi dalam kegiatan tersebut Ibu Ketua DWP Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, Ibu Hj. Tina Andhy Kurniawan, beserta jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan.
Dalam kegiatan ini, bantuan diserahkan secara langsung kepada perwakilan TK dan KB sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan anak usia dini pasca terjadinya bencana banjir. Selain penyerahan bantuan, dilakukan pula silaturahmi serta dialog singkat dengan para pendidik guna memberikan motivasi dan semangat agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan dengan baik.
Adapun hasil dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain:
Tersalurkannya bantuan secara tepat sasaran kepada TK dan KB naungan DWP yang terdampak banjir.
Membantu pemulihan sarana dan kegiatan belajar mengajar sehingga proses pendidikan dapat kembali berjalan dengan lebih optimal.
Memberikan dukungan moral dan motivasi kepada para pendidik serta peserta didik dalam menghadapi kondisi pasca bencana.
Meningkatkan rasa kepedulian, empati, dan solidaritas sosial anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan.
Mempererat hubungan silaturahmi antara Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dengan satuan pendidikan TK dan KB naungan DWP.
Menumbuhkan nilai kebersamaan dan gotong royong sebagai wujud peran aktif Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pendidikan anak usia dini.
Dengan terlaksananya kegiatan penyerahan bantuan ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata serta membantu pemulihan kegiatan pendidikan anak usia dini di wilayah terdampak banjir. Semoga kegiatan ini dapat terus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Dharma Wanita Persatuan.
Kegiatan kegiatan berakhir pukul 11.00 wib dengan tertib, lancar, dan penuh kebersamaan serta diakhiri dengan doa bersama dan sesi dokumentasi. Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA & TATA RUANG |
| 277 | 21-01-2026 | Sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada warga yang sedang mengalami musibah kesehatan. Kegiatan ini merupakan wujud empati, solidaritas, serta komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan pemberian bantuan ini ditujukan kepada Ananda M. Faiq, seorang anak yang saat ini tengah menjalani pengobatan akibat tumor ganas, yang beralamat di Perum Griya Permata Insani, Desa Takeranklanting, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB, bertempat di kediaman Ananda M. Faiq.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan dan dipimpin langsung oleh Ibu Ketua DWP Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan. Turut hadir dan mendampingi dalam kegiatan tersebut Ibu Ketua DWP Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, Ibu Hj. Tina Andhy Kurniawan, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan.
Dalam kegiatan ini, bantuan diserahkan secara langsung kepada keluarga Ananda M. Faiq sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral. Selain penyerahan bantuan, dilakukan pula dialog singkat dengan keluarga untuk memberikan motivasi, semangat, serta doa agar Ananda M. Faiq diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani proses pengobatan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, rasa empati, dan kebersamaan, mencerminkan kepedulian sosial Dharma Wanita Persatuan terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang sedang mengalami kondisi sulit.
Adapun hasil dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain:
Tersalurkannya bantuan secara langsung kepada keluarga Ananda M. Faiq sehingga dapat membantu meringankan beban, khususnya dalam mendukung kebutuhan selama proses pengobatan.
Terbangunnya dukungan moral dan psikologis bagi Ananda M. Faiq dan keluarga, sehingga menumbuhkan semangat, harapan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian kesehatan.
Meningkatnya rasa kepedulian, empati, dan solidaritas sosial di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan.
Terjalinnya hubungan yang lebih erat antara Dharma Wanita Persatuan dengan masyarakat, sebagai bentuk nyata kehadiran organisasi dalam memberikan manfaat langsung.
Menjadi contoh dan motivasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan budaya saling membantu dan peduli terhadap sesama.
Dengan terlaksananya kegiatan pemberian bantuan ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan berharap dapat memberikan manfaat yang nyata serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Semoga Ananda M. Faiq diberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesehatan, serta keluarga senantiasa diberi ketabahan dan kesabaran.
Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh rasa empati, serta ditutup dengan doa bersama. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA & TATA RUANG |
| 278 | 30-01-2026 | Pada hari Selasa, 30 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Tilik Bayi oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lamongan bersama beberapa pengurus dan anggota DWP. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjenguk dan memberikan dukungan moril kepada Ny. Roni , salah satu staf Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan yang telah lama mengabdi dan menjadi bagian dari keluarga besar Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lamongan. Kegiatan berlangsung di kediaman Ny. Roni yang beralamat di Desa Wajik, Lamongan, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tilik bayi dan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) ini merupakan salah satu bentuk perhatian serta kepedulian dari Dharma Wanita Persatuan terhadap anggota dan keluarganya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memberikan motivasi bagi para ibu agar senantiasa menjaga kesehatan ibu dan anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dalam membina keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam program DWP. Makna kekeluargaan dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan mencerminkan semangat persaudaraan, saling mendukung, dan gotong royong antaranggota tanpa memandang jabatan atau kedudukan. Dalam konteks Dinas PU Bina Marga, nilai kekeluargaan ini menjadi fondasi penting dalam membangun suasana kerja yang harmonis, saling menghargai, dan saling membantu antarpegawai. Dengan menumbuhkan rasa kebersamaan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang kondusif dan solid, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi. Dari kegiatan tilik bayi ini, dapat disimpulkan bahwa kebersamaan dan kepedulian antaranggota merupakan hal yang sangat berharga dalam menjaga kekompakan organisasi. Pertemuan ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga Ny. Roni tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan dan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lamongan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian sosial antaranggota. dan Ny. Roni mendapatkan pengalaman dan wawasan baru dari ibu - ibu yang lain untuk mengurus dan membesarkan anak sebagai ibu yang memiliki karir di Dinas PU Bina Marga. Program: NKKBS Pelaksana: DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA & TATA RUANG |
| 279 | 30-01-2026 | Pada hari Jumat, 30 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Tilik Bayi oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lamongan bersama beberapa pengurus dan anggota DWP. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjenguk dan memberikan dukungan moril kepada Ibu Ifa, salah satu staf Bidang Sekretariat yang telah lama mengabdi dan menjadi bagian dari keluarga besar Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lamongan. Kegiatan berlangsung di kediaman Ibu Ifa yang beralamat di Ds Nginjen, Lamongan, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tilik bayi dan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) ini merupakan salah satu bentuk perhatian serta kepedulian dari Dharma Wanita Persatuan terhadap anggota dan keluarganya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memberikan motivasi bagi para ibu agar senantiasa menjaga kesehatan ibu dan anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dalam membina keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam program DWP. Makna kekeluargaan dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan mencerminkan semangat persaudaraan, saling mendukung, dan gotong royong antaranggota tanpa memandang jabatan atau kedudukan. Dalam konteks Dinas PU Bina Marga, nilai kekeluargaan ini menjadi fondasi penting dalam membangun suasana kerja yang harmonis, saling menghargai, dan saling membantu antarpegawai. Dengan menumbuhkan rasa kebersamaan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang kondusif dan solid, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi. Dari kegiatan tilik bayi ini, dapat disimpulkan bahwa kebersamaan dan kepedulian antaranggota merupakan hal yang sangat berharga dalam menjaga kekompakan organisasi. Pertemuan ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga Ibu Ifa, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan dan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lamongan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian sosial antaranggota. dan ibu Ifa mendapatkan pengalaman dan wawasan baru dari ibu - ibu yang lain untuk mengurus dan membesarkan anak sebagai ibu yang memiliki karir di Dinas PU Bina Marga. Program: NKKBS Pelaksana: DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA & TATA RUANG |
| 280 | 23-01-2026 | Dalam rangka mempererat tali silahturahmi serta meningkatkan kebersamaan antar anggota, Dharma Wanita Persatuan Perumda Pasar Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan "DWP Gathering", yang akan dilaksanakan pada :
Hari : Jum'at
Tanggal : 23 Januari 2026
Pukul : 07.00 WIB
Tempat : Halaman Kantor Perumda Pasar Kabupaten Lamongan
Acara. : DWP Gathering
Pakaian. :
- Atasan bernuansa biru (biru muda, biru dongker dan biru benhur)
- Bawahan bebas
- Kerudung menyesuaikan
Dengan Rundown acara sebagai berikut :
1. 07.00 - 08.30 Pemberangkatan dari Lamongan menuju Silowo Tuban
2. 08.30 - 10.30 Tiba di Lokasi Silowo
3. 10.30 - 10.50 Perjalanan menuju rumah makan
4. 10.50 - 11.50 Ishoma
5. 11.50 - 13.20 Perjalanan menuju Lamongan
Acara Dharma Wanita Gathering Perumda Pasar Pasar Kabupaten Lamongan diikuti oleh 46 Orang, Mulai pukul 07.00 WIB semua anggota berkumpul di halaman Kantor Perumda Pasar Kanbupaten Lamongan, dan akan dimulai pemberangkatan menuju Silowo Tuban dengan menggunkan armada 2 elf dan 1 mobil. Sejak pagi hari, suasana penuh keakraban dan kekeluargaan sudah terasa setelah sampai dilokasi para anggota menaiki perahu dayung dan dokumentasi bersama. dilanjutkan acara makan siang di Warung Makan Mintul dalam acara tersebut Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Perumda Pasar Ny. Defi Nurul Mukminin memberikan sambutan serta ucapan terima kasih kepada anggota yang hadir dalam acara tersebut dan diharapkan bisa menumbuhkan rasa persaudaraan serta keakraban bagi semua.
semoga acara seperti ini bisa terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya. Program: Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana: PERUMDA PASAR KABUPATEN LAMONGAN |
| 281 | 28-01-2026 | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan pertemuan rutin yang dirangkai dengan kegiatan bhakti sosial pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Lamongan dalam mendukung tugas kemanusiaan serta membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
Kegiatan diawali dengan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Lamongan yang bertempat di Ruang Pertemuan BPBD Kabupaten Lamongan. Pertemuan tersebut diikuti oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Suasana acara berlangsung khidmat dan tertib sebagai cerminan soliditas organisasi.
Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan Hymne Dharma Wanita dan Mars Dharma Wanita secara bersama-sama. Lagu hymne dan mars tersebut menjadi simbol persatuan, loyalitas, serta semangat pengabdian anggota Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya di lingkungan BPBD Kabupaten Lamongan.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Lamongan, Ny. Asri Wulan Moch Na’im. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi aktif seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan. Beliau menekankan bahwa pertemuan rutin ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat koordinasi, meningkatkan kekompakan, serta mempererat rasa kebersamaan antaranggota.
Ny. Asri Wulan Moch Na’im juga menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis dalam mendukung tugas-tugas BPBD, terutama dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, melalui aksi nyata seperti bhakti sosial, Dharma Wanita Persatuan dapat memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang mengalami musibah bencana.
Usai pelaksanaan pertemuan rutin, kegiatan dilanjutkan dengan bhakti sosial bencana banjir yang dipusatkan di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Desa tersebut diketahui mengalami banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak rumah warga terendam air, sehingga aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu dan membutuhkan bantuan dari berbagai pihak.
Rombongan Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Lamongan turun langsung ke lokasi terdampak banjir untuk menyalurkan bantuan sosial. Bantuan yang diberikan berupa beras dan mie instan, yang merupakan kebutuhan pokok dan sangat dibutuhkan oleh warga dalam kondisi darurat. Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Selain menyalurkan bantuan logistik, kegiatan bhakti sosial ini juga menjadi momentum bagi Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Lamongan untuk memberikan dukungan moral kepada warga. Anggota Dharma Wanita berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyampaikan rasa empati, serta memberikan semangat agar warga tetap tabah dan kuat dalam menghadapi musibah banjir yang melanda wilayah mereka.
Masyarakat Desa Bojoasri menyambut kegiatan bhakti sosial tersebut dengan antusias dan rasa syukur. Warga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Lamongan. Bantuan beras dan mie instan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama masa tanggap darurat banjir.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pertemuan rutin hingga bhakti sosial, berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara Dharma Wanita Persatuan dan BPBD Kabupaten Lamongan dalam menjalankan fungsi sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Lamongan kembali menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, serta mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Lamongan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan kondisi banjir segera surut dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal.
Program: Bhakti Sosial Pelaksana: BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH |
| 282 | 28-01-2026 | Hari/Tanggal : Rabu, 28 Januari 2026 Pukul : 08.00 - 11.00 WIB Tempat : TK/KB Ds. Soko, Ds. Bucu Lor, Ds Gempolpendowo Kecamatan Glagah Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan Ny. Puji Dariani Moh. Nalikan didampingi anggota Bidang Sosial Budaya dan Pendidikan memberikan secara langsung Bantuan kepada TK/KB Naungan Dharma Wanita Persatuan yang terdampak banjir di Kabupaten Lamongan. Bantuan ini diberikan kepada siswa/siswi berupa peralatan sekolah seperti tas, tempat kotak pensil dan cryon serta bantuan diberikan kepada sekolah berupa uang sebesar Rp. 1.000.000. Bantuan ini diberikan sebgai bentuk empati pengurus terhadap bencana yang menimpa di daerah Kecamatan Glagah. Semoga dengan bantua ini dapat memebrikan sedikit banyak manfaat bagi sekolah. Program: Bantuan Sosial |
| 283 | 23-01-2026 | Hari / tanggal : Jumat, 23 Januari 2026 Pukul : 09.00 WIB Tempat : Perumahan Griya Permata Insani Desa Takeranklating Kecamatan Tikung Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan memberikan bantuan berupa biaya pengobatan untuk ananda M. Faiq Az Zamzami. Bantuan tersebut didapatkan dari keikhlasan bantuan anggota Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Lamongan sehingga terkumpul Rp. 14.400.000. Bantuan ini diharapkan memberikan keringanan beban keluarga dalam menghadapi cobaan ini. Semoga ananda M. Faiq Az Zamzami diberikan kesembuhan serta kesehatan dan lekas kembali beraktifitas seperti sedia kala. Dalam salah satu riwayat At-Thabrani menyebutkan bahwa “seorang mukmin yang sakit, ia tidak mendapatkan pahala dari sakitnya, namun diampuni dosa-dosanya.” Hadis ini mengingatkan bahwa sakit bukan sekadar kondisi fisik yang melemahkan, tetapi juga bagian dari kasih sayang Allah Swt yang menghadirkan hikmah besar di balik derita. Program: Bantuan Sosial |
| 284 | 21-01-2026 | Pada hari Rabu, 22 Januari 2025, telah dilaksanakan kegiatan takziah sebagai bentuk empati, kepedulian, dan rasa belasungkawa atas meninggalnya orang tua dari staf dinas pemberdayaan masyarakat dan desa, Bapak Setyo Wahyu dan Aan Suaidi. Kegiatan takziah ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan, Joko Raharto, S.STP., M.AP., yang didampingi oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan, Bakti Aprianto, S.H., M.M., serta perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan. Kehadiran pimpinan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan anggota DWP Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tersebut merupakan wujud solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka. Dalam kesempatan tersebut dipanjatkan doa bersama agar almarhum mendapatkan rahmat, ampunan, serta tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan. Melalui kegiatan takziah ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa kekeluargaan, serta menumbuhkan nilai empati dan kebersamaan di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 285 | 15-01-2026 | Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial antaranggota, Dharma Wanita Persatuan melaksanakan kegiatan Tilik Bayi pada hari Kamis, 15 Januari 2026 sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada keluarga anggota yang baru dikaruniai buah hati. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan yang dengan penuh kehangatan mengunjungi kediaman keluarga yang berbahagia.
Pada kesempatan tersebut, rombongan Dharma Wanita Persatuan menyampaikan ucapan selamat serta doa agar bayi yang dilahirkan tumbuh sehat, menjadi anak yang saleh/salehah, berbakti kepada orang tua, dan kelak berguna bagi bangsa dan negara. Selain itu, diserahkan pula bingkisan sebagai wujud kasih sayang dan kebersamaan keluarga besar Dharma Wanita Persatuan.
Melalui kegiatan tilik bayi ini, diharapkan semakin terjalin rasa kekeluargaan, solidaritas, dan kepedulian sosial antaranggota, sejalan dengan tujuan Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kesejahteraan keluarga serta memperkuat peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Program: Dana Sosial Pelaksana: DINAS TENAGA KERJA |
| 286 | 14-01-2026 | Ketua Dharmawanita Persatuan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, Ibu Nurcahya Forin Susilowati Zamroni memberikan kenang-kenangan kepada Ibu Luluk Handayani dan Ibu Luluk Papilu yang akan melaksanakan pindah tugas ke tempat yang baru, penyerahan kenang-kenangan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DWP Disnaker Kabupaten Lamongan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan. Momen tersebut berlangsung pada hari Rabu, 14 Januari 2026 dalam acara Pisah Sambut Pejabat Struktural yang berlangsung di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Program: Dana Sosial Pelaksana: DINAS TENAGA KERJA |
| 287 | 14-01-2026 | Cuaca Ekstrim yang melanda Indonesia khususnya di kabupaten Lamongan, mengakibatkan bencana banjir di beberapa kecamatan di kabupaten Lamongan antara lain kecamatan Turi, Karangbinangun, Glagah, Deket, dan Kalitengah, dan Karanggeneng. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Satpol PP beserta Ibu - ibu Pengurus DWP Kabupaten Lamongan dan Ibu Ketua DWP Kabupaten Lamongan, mendistribusikan Paket Sembako pada hari Rabu tanggal 14 Januari 2026 ke Desa yg terdampak banjir . Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala BPBD Kabupaten serta Camat Glagah dan Kepala Desa Gempol Pendowo, juga hadir dalam kunjungan ke Desa Gempol Pendowo didistribusikan 100 paket sembako serta beras kpd warga yg terdampak banjir.
Kunjungan dilanjutkan ke Desa Weduni Kec. Deket yg mendistribusikan sembako dan beras sebanyak 250 paket, dilaks pula pemberian layanan kesehatan oleh Puskesmas Deket. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: SATUAN POL PP |
| 288 | 15-01-2026 | Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan turun langsung memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Aksi sosial ini menyasar dua desa di wilayah yang terdampak cukup signifikan, yakni di Kecamatan Glagah dan Kecamatan Deket. Rabu (14/1/2026).
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, sebanyak 350 paket sembako disalurkan secara langsung kepada masyarakat. Bantuan tersebut terbagi menjadi dua titik sasaran, yakni sebanyak 100 paket sembako untuk warga di Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah, serta 250 paket sembako untuk warga di Desa Weduni, Kecamatan Deket.
Penyaluran ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Lamongan, Puji Dariani Nalikan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati organisasi terhadap kondisi sulit yang tengah dialami masyarakat akibat luapan air yang mengganggu aktivitas harian.
"Kami hadir untuk sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang aktivitasnya terhambat akibat banjir. Meskipun mungkin bantuan ini tidak seberapa dibandingkan kesulitan yang dirasakan, kami berharap ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok harian warga," ujar Puji Dariani Nalikan saat dikonfirmasi afederasi.com, Kamis (15/1/2026) pagi.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan yang didampingi langsung oleh pengurus dan anggota DWP Kabupaten Lamongan, Perangkat Kecamatan Glagah dan Kecamatan Deket, Perangkat Desa Gempolpendowo dan Desa Weduni, serta Masyarakat/Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir Kegiatan diawali dengan kunjungan Ketua DWP Kabupaten Lamongan beserta rombongan ke Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian arahan dari Ketua DWP Kabupaten Lamongan yang menekankan pentingnya rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Selanjutnya dilakukan penyaluran bantuan social sebanyak 100 paket sembako kepada Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Bantuan diserahkan secara simbolis dan langsung kepada warga penerima, disaksikan oleh perangkat desa dan kecamatan. Penyerahan bantuan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan. Kemudian kegaiatan bergeser ke Desa Weduni Kecamatan Deket dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian arahan dari Ketua DWP Kabupaten Lamongan yang menekankan pentingnya rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Dengan demikian dari kegiatan ini hasil yang kita dapat yakni: 1. Bantuan sosial tersalurkan kepada warga terdampak banjir dengan tepat sasaran. 2. Terjalinnya hubungan yang harmonis antara DWP Kabupaten Lamongan dengan masyarakat Kecamatan Glagah dan Kecamatan Deket. 3. Meningkatnya semangat dan moril masyarakat terdampak banjir. Demikian laporan kegiatan kunjungan Ketua DWP Kabupaten Lamongan sekaligus penyaluran bantuan kepada korban bencana banjir di Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah dan Desa. Weduni Kecamatan Deket berakhir pukul 12.00 wib. Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta menjadi wujud nyata kepedulian sosial Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Disamping sebagai istri kita wajib mensuport suami dan kita bisa merangkul Masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat dan masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan, kesehatan, serta dapat segera pulih dan beraktivitas kembali seperti sediakala.
Ia juga menambahkan bahwa DWP Lamongan akan terus berupaya bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memantau kondisi sosial masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam. Pihaknya berharap kondisi air segera surut sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Kehadiran bantuan logistik berupa kebutuhan pokok ini disambut baik oleh warga. Mengingat akses jalan yang terendam banjir seringkali membuat mobilitas warga untuk mencari kebutuhan sehari-hari menjadi terhambat, bantuan tersebut menjadi solusi cepat bagi ketahanan pangan keluarga di tengah situasi darurat.
Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN |
| 289 | 13-01-2026 | Hari/Tanggal : Selasa, 13 Januari 2026 Pukul : 08.00 - selesai Tempat : Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan Tim Penggerak PKK Kabupaten lamongan menunjukkan komitmen serius dalam mencetak generasi emas melalui keberlanjutan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Pada periode kedua ini, PKK Lamongan menyalurkan bantuan total sebesar Rp. 190.253.000 yang dialokasikan untuk 159 balita stunting dan 30 Ibu hamil rentan. Dalam laporannya, Ibu Anis Yuhronur Efendi, S.Kep.,Ners.,M.EK memaparkan keberhasilan signifikan pada penyaluran periode pertama (September-Desember). Dari 160 balita yang mendapatkan intervensi selama 100 hari, mayoritas menunjukkan progres fisik yang menggembirakan. Pada periode kedua ini, terdapat kenaikan anggraan untuk memastikan kealitas nutrisi anak dibawah dua tahun (baduta). Setiap paket bantuan per anak senilai Rp. 700.000 untuk masa intervensi 100 hari. Ibu Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Lamongan turut serta menjadi Orang Tua Asuh dengan memberikan bantuan sebesar Rp. 15.000.000. Bantuan ini diberikan kepada Desa Sugihwaras dengan 15 sasaran Anak Asuh. Program: Stunting |
| 290 | 14-01-2026 | Hari/Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026 Pukul : 12.00 WIB - selesai Tempat : Ds. Gempolpendowo Kecamatan Glagah dan Ds. Weduni Kecamatan Deket Kegiatan : Penyaluran Bantuan Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Lamongan Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan turun langsung memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Aksi sosial ini menyasar dua desa di wilayah yang terdampak cukup signifikan, yakni di kecamatan Glagah dan Kecamatan Deeket. Dalam Aksi kemanusiaan tersebut, sebanyak 350 paket sembako disalurkan secara langsung kepada masyarakat. bantuan tersebut terbagi menjadi dua titik sasaran, yakni sebanyak 100 paket sembako untuk warga di Desa Gempolpendowo Kecamatan Glagah serta 250 paket sembako untuk warga di Desa Weduni Kecamatan Deket. Penyaluran ini dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Ibu Puji Dariani Moh. Nalikan, S.M.. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati organisasi terhadap kondisi sulit yang tengah dialami masyarakat akibat luapan air yang mengganggu aktivitas harian. Kehadiran bantuan logistik berupa kebutuhan pokok ini disambut baik oleh warga. Program: Bantuan Sosial |
| 291 | 14-01-2026 | Pada hari Rabu, 14 Januari 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan Penyaluran Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah dan Desa Weduni, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial serta respon cepat DWP Kabupaten Lamongan terhadap musibah banjir yang berdampak pada kehidupan dan aktivitas masyarakat. Kegiatan penyaluran bantuan diikuti oleh jajaran pengurus DWP Kabupaten Lamongan serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari OPD, termasuk Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Ibu Endah Ismawati Sugeng Widodo. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat terdampak dengan melibatkan perangkat desa setempat, guna memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan serta berjalan tertib dan tepat sasaran. Pada kegiatan ini, sebanyak 350 paket sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir, dengan rincian 100 paket sembako untuk warga Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah, dan 250 paket sembako untuk warga Desa Weduni, Kecamatan Deket. Paket sembako yang dibagikan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, yang diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabanjir. Selama pelaksanaan kegiatan, suasana penyaluran bantuan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kebersamaan. Masyarakat menyambut baik kehadiran DWP Kabupaten Lamongan dan menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula harapan agar bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban masyarakat, serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan penyaluran bantuan ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial, serta mendukung upaya pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Lamongan. Program: Bantuan Sosial Pelaksana: DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA |
| 292 | 14-01-2026 | KUNJUNGAN KETUA DWP KABUPATEN LAMONGAN
SEKALIGUS PENYALURAN BANTUAN KORBAN BENCANA BANJIR
Sebagai bentuk kepedulian sosial dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan kunjungan sekaligus penyaluran bantuan kepada warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Glagah.
II. Waktu dan Tempat
• Hari / Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
• Waktu : 08.00 wib
• Tempat : Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan
III. Penyelenggara
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan.
IV. Peserta dan Pihak Terkait
1. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan
2. Pengurus dan anggota DWP Kabupaten Lamongan
3. Perangkat Kecamatan Glagah dan Kecamatan Deket
4. Perangkat Desa Gempolpendowo dan Desa Weduni
5. Masyarakat/Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir
Kegiatan diawali dengan kunjungan Ketua DWP Kabupaten Lamongan beserta rombongan ke Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian arahan dari Ketua DWP Kabupaten Lamongan yang menekankan pentingnya rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Selanjutnya dilakukan penyaluran bantuan social sebanyak 100 paket sembako kepada Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Bantuan diserahkan secara simbolis dan langsung kepada warga penerima, disaksikan oleh perangkat desa dan kecamatan. Penyerahan bantuan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan.
Kemudian kegaiatan bergeser ke Ds. Weduni Kec. Deket dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian arahan dari Ketua DWP Kabupaten Lamongan yang menekankan pentingnya rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Dengan menyalurkan sebanyak 250 paket sembako kepada kepala keluarga yang terdampak banjir.
Masyarakat menyambut kegiatan ini dengan antusias dan rasa syukur atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan.
Dengan demikian dari kegiatan ini hasil yang kita dapat yakni:
1. Bantuan sosial tersalurkan kepada warga terdampak banjir dengan tepat sasaran.
2. Terjalinnya hubungan yang harmonis antara DWP Kabupaten Lamongan dengan masyarakat Kecamatan Glagah dan Kecamatan Deket.
3. Meningkatnya semangat dan moril masyarakat terdampak banjir.
Demikian laporan kegiatan kunjungan Ketua DWP Kabupaten Lamongan sekaligus penyaluran bantuan kepada korban bencana banjir di Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah dan Ds. Weduni Kecamatan Deket berakhir pukul 12.00 wib. Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta menjadi wujud nyata kepedulian sosial Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan. Disamping sebagai istri kita wajib mensuport suami dan kita bisa merangkul Masyarakat yang membutuhkan.
Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat dan masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan, kesehatan, serta dapat segera pulih dan beraktivitas kembali seperti sediakala.
Program: Bhakti Sosial Pelaksana: DINAS PU BINA MARGA |
| 293 | 09-01-2026 | Sebagai upaya mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan kondusif, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan kerja bakti pada hari Jumat, 09 Januari 2025, di lingkungan Kantor Dinas PMD Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas PMD Kabupaten Lamongan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja.
Adapun sasaran kegiatan meliputi pembersihan area kantor secara menyeluruh, mulai dari pos jaga, pagar kantor, saluran parit di sekitar kantor, area belakang gedung, hingga area parkir di sisi samping dan belakang kantor. Seluruh peserta turut berpartisipasi aktif sesuai dengan pembagian tugas masing-masing, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan efektif.
Pelaksanaan kerja bakti ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan, Joko Raharto, S.STP., M.AP., serta didampingi oleh Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Lamongan, Bakti Aprianto, S.H., M.M. Kehadiran pimpinan dalam kegiatan ini menjadi bentuk teladan serta motivasi bagi seluruh pegawai untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Dalam arahannya, Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Lamongan menyampaikan harapan agar kegiatan kerja bakti seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin. Beliau menegaskan bahwa kepedulian terhadap kebersihan kantor mencerminkan sikap profesionalisme serta rasa memiliki terhadap instansi tempat bekerja, sehingga dapat mendukung terciptanya suasana kerja yang kondusif dan produktif.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan kerja bakti selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama di kantin kantor. Momen ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan komunikasi, serta memperkuat kekompakan antarpegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas PMD Kabupaten Lamongan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lamongan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai dan anggota DWP yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan kerja bakti. Beliau berharap melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan kerja, memperkuat solidaritas dan kebersamaan, serta menumbuhkan semangat dan motivasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing.
Dengan dilaksanakannya kegiatan kerja bakti ini, diharapkan lingkungan Kantor Dinas PMD Kabupaten Lamongan menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman, sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja aparatur serta pelayanan kepada masyarakat secara optimal. Program: Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA |
| 294 | 09-01-2026 | Sambeng, Kantor Kecamatan Sambeng. Pada hari Jum'at tanggal 9 Januari 2026. DWP Kecamatan Sambeng dan DWP Korwil/UPT Se-Kecamatan Sambeng serta Ibu Persit dari Koramil Sambeng melaksanakan kegiatan rutin senam bersama. Setelah pelaksanaan senam bersama, dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah dan tasyakuran atas peresmian gedung Arsip yang baru. Program: Olah Raga Pelaksana: KECAMATAN SAMBENG |
| 295 | 09-01-2026 | Kegiatan menjenguk Kepala Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Lamongan yang sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit telah dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Januari 2026, pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bersama beberapa Ketua Dharma Wanita Persatuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kunjungan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian, empati, serta dukungan moral kepada sesama anggota organisasi.
Melalui kegiatan menjenguk ini, terjalin hubungan kekeluargaan yang semakin erat antaranggota Dharma Wanita Persatuan dan Tim Penggerak PKK. Kehadiran langsung pimpinan dan pengurus memberikan semangat serta motivasi bagi yang sedang sakit, sekaligus mencerminkan nilai solidaritas, kebersamaan, dan rasa saling peduli dalam organisasi. Kegiatan ini memiliki kelebihan dalam memperkuat komunikasi, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial, sehingga mampu menciptakan suasana organisasi yang harmonis dan saling mendukung.
Sebagai penutup, seluruh peserta kegiatan menyampaikan doa dan harapan agar Kepala Dharma Wanita Persatuan Bappeda Kabupaten Lamongan yang sedang sakit dapat segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan, serta dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan. Program: NKKBS Pelaksana: DINAS PU BINA MARGA |
| 296 | 09-01-2026 | Kerja bakti adalah kegiatan sosial gotong royong membersihkan lingkungan atau melakukan pekerjaan untuk kepentingan bersama tanpa upah, mencerminkan nilai Pancasila, mempererat silaturahmi, dan menciptakan lingkungan bersih, sehat, serta nyaman. Lingkungan adalah tempat dimana kita memulai aktivitas sehari-hari. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan merupakan suatu kebiasaan yang harus ditanamkan diusia dini. Hal ini perlu dilakukan karena dengan terus berusaha untuk menjaga kebersihan lingkungan, maka tindakan tersebut merupakan bentuk kepedulian kita terhadap diri sendiri dan orang lain. Untuk menciptakan lingkungan yang nyaman kita harus selalu menjaga lingkungan-lingkungan sekitar kita agar tetap bersih, jangan pernah membuang sampah sebarangan karena itu adalah salah satu faktor merusak lingkungan. Tidak banyak yang menyadari bahwa kerja bakti merupakan salah satu perwujudan dari gaya hidup hijau atau gaya hidup ramah lingkungan. Karena lingkungan yang bersih dan sehat sangat mempengaruhi kesehatan orang-orang disekitarnya. Apalagi saat ini banyak virus penyakit yang bisa tersebar dengan mudah jika kita berada dilingkungan yang kotor dan tidak sehat. Walaupun kita menyadari bahwa lingkungan sehat sangat penting bagi kehidupan diri kita sendiri dan orang lain, tapi nyatanya masih banyak yang menyepelekan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Maka dari itu mari wujudkan lingkungan yang bersih dan sehat untuk kesejahteraan hidup kita bersama.
Kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar masih nampak eksis diberbagai pelosok wilayah. Salah satunya dilakukan oleh warrga desa Peron kecamatan Limbangan kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Karena melihat kondisi lingkungan disekitar rumahku yang kotor saya berniat untuk mengajak ibu-ibu sekitar rumahku untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar rumah agar lingkungan tetap bersih dan nyaman untuk ditempati serta lebih indah jika dipandang.
Kerja bakti DWP (Dharma Wanita Persatuan) adalah kegiatan sosial gotong royong yang dilakukan oleh anggota Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan kerja bakti ini digelar sebagai bentuk peran aktif Dharma Wanita Persatuan dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk menegaskan komitmen organisasi terhadap pelestarian alam dan keindahan ruang publik. Manfaat kerja bakti sangat besar, tidak hanya meningkatkan kebersihan dan kesehatan dengan mencegah penyebaran penyakit, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan asri. Kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memperbaiki estetika kawasan sekitar sehingga menciptakan suasana yang lebih menyenangkan. Kerja bakti sosial ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan kantor sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian dan kekompakan di antara seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan. Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusias, menjadi bagian dari kontribusi Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman..
Program: Budaya Cinta Lingkungan Pelaksana: DINAS LINGKUNGAN HIDUP |