DAFTAR PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN

DWP PUSAT / Kabupaten Blitar


# Bidang Penjelasan
BIDANG : SEKRETARIAT
105-05-2026Laporan :
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar
KEGIATAN RAPAT PLENO DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR TAHUN 2026
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Kecamatan Wlingi Ny. Nestriana Besta menghadiri undangan Rapat Pleno yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat Pleno DWP Kab. Blitar Tahun 2026
Hari/Tanggal : Selasa, 5 Mei 2026
Pukul : 07.30 WIB – selesai
Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lantai III, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kanigoro Kabupaten Blitar
Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita Persatuan
Kegiatan ini dihadiri oleh :
a. Ibu Bupati Blitar Ny. Hj. Ninik Rijanto
b. Ibu Wakil Bupati Blitar Ny. Hj. Arina Beky Herdiansyah
c. Ny. Ita Eko Susanto
d. Ny. Leliha Pudjih
e. Dr. Fatimah, Sp.KJ sebagai narasumber dengan materi “Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama”
f. Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn sebagai narasumber dengan materi “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi”
g. 48 Ketua UP DWP Badan/Dinas/Bagian Kantor
h. 48 Anggota UP DWP Badan/Dinas/Bagian Kantor
Susunan Acara :
1. Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S
3. Pembacaan doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus
4. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto
5. Sambutan Penasehat DWP Kabupaten Blitar Ibu Hj. Ninik Rijanto
6. Penyampaian materi oleh dr. Fatimah, Sp.KJ
7. Peragaan seragam DWP oleh pengurus DWP Kabupaten Blitar sekaligus launching seragam batik DWP terbaru
8. Penyampaian materi oleh Pengurus DWP Ibu Leliana Puguh
9. Penyampaian materi oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan
10. Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh
11. Penutup
Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026, kegiatan Rapat Pleno/ Rapat Anggota kali ini diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental pada perempuan sebagai prioritas utama.
Mengapa kesehatan mental perempuan penting :
- Perempuan menghadapi tingkat gangguan mental yang lebih tingi di banding laki-laki.
- Perempuan dua kali lebih mungkin mengalami depresi di banding laki-laki.
- 1/5 dari perempuan mengalami gangguan kecemasan pada suatu waktu dalam hidupnya.
- 75% dampak hormonal perempuan lebih rentan terhadap perubahan suasana hati akibat fluktuasi hormonal.
Tantangan untuk kesehatan mental bagi perempuan antara lain :
- Factor hormonal : fluktuasi hormone selama menstruasi, kehamilan, monopouse dapat mempengaruhi suasana hati dan kesehatan mental secara signifikan.
- Peran ganda : tuntutan sebagai pekerja professional sekaligus pengurus rumah tangga menciptakan stress yang berkelanjutan dan burnout.
- Stigma social : masyarakat sering menilai negative perempuan yang mencari bantuan mental, membuat mereka menunda perawatan yang dibutuhkan.
Pentingnya kesehatan mental sering kali masih diremehkan, padahal dampaknya sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan, antara lain mempengaruhi cara berpikir dan mengambil keputusan, menjaga keseimbangan emosi, meningkatkan hubungan sosial, mendukung produktivitas, membantu menghadapi stres, serta berhubungan dengan kesehatan fisik.
Kesehatan mental yang baik membantu seseorang berpikir jernih, fokus, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat. Selain itu, individu juga lebih mampu mengelola emosi seperti marah, sedih, dan cemas sehingga kehidupan menjadi lebih stabil.
Dalam kehidupan sosial, kesehatan mental berperan penting dalam membangun empati, komunikasi yang baik, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan orang lain. Dari sisi produktivitas, kondisi mental yang sehat membantu seseorang tetap termotivasi, kreatif, dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik.
Pengertian kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak, termasuk dalam menghadapi stres dan mengambil keputusan.
Pentingnya menjaga kesehatan mental antara lain untuk meningkatkan kualitas hidup, membantu mengelola stres, menjaga hubungan sosial tetap sehat, serta meningkatkan produktivitas.
Tanda-tanda kesehatan mental terganggu antara lain perasaan sedih berkepanjangan, mudah marah atau cemas berlebihan, gangguan tidur atau nafsu makan, serta kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai.
Adapun cara menjaga kesehatan mental antara lain dengan mengelola stres melalui relaksasi atau olahraga ringan, menjaga pola hidup sehat, berbicara dengan orang terpercaya, meluangkan waktu untuk diri sendiri, serta membatasi penggunaan media sosial.
Peran lingkungan juga sangat penting dalam menjaga kesehatan mental, terutama bagi perempuan, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang suportif, tidak memberikan stigma negatif, serta mendorong individu untuk mencari bantuan profesional.
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menjaganya tidak hanya membuat hidup lebih nyaman, tetapi juga membantu seseorang berkembang, beradaptasi, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya kesehatan mental dan kewirausahaan di era digital, serta mendukung peningkatan kapasitas anggota dalam pelaksanaan program kerja organisasi secara berkelanjutan.
Pelapor :
Operator e-reporting UP DWP Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar

Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Wlingi
205-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BLITAR


Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar Ny. Ita Eko Susanto dan Ny. Salma menghadiri undangan rapat pleno / rapat anggota yang di adakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.


Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat


Hari/Tanggal : Selasa , 05 Mei 2026
Pukul : 07.30 WIB – Selesai
Tempat : Ruang Candi Penataran kantor Bupati Blitar Lantai III Jl Kusuma Bangsa No 60 Kanigoro Kabupaten Blitar
Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita Persatuan


Kegiatan ini di hadiri oleh :
a. Ibu Bupati: Ny. Hj. Ninik Rijanto selalu Penasihat DWP Kab Blitar
b. Ibu Wakil Bupati: Ny. Hj. Arina Beky selaku Penasehat DWP Kab Blitar
c. Ny. Ita Eko Susanto selaku Ketua
d. Ny. Leliana Puguh selaku Wakil Ketua sekaligus menyampaikan materi rapat
e. Dr. Fatimah, Sp.KJ sebagai narasumber Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama
f. Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn sebagai narasumber Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi
g. 48 Ketua UP DWP. Badan/Dinas/Bagian Kantor Sekretariat Kab Blitar
h. 48 Anggota UP DWP. Badan/Dinas/Bagian Kantor Sekretariat Kab Blitar


Dengan Susunan Acara :
1. Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Zaenal
2. Menyanyikan Indonesia Raya dan Mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko Sumardianto
3. Pembacaan Do'a oleh Ibu Anik Hendry Bagus
4. Sambutan sekaligus laporan drI ibu ketua DWP Ibu Ita Eko Susanto
5. Sambutan ibu Penasehat ibu Hj. Ninik Riyanto.
6. Pemateri 1 ibu dokter dr.Fatimah, SP.Kj
7. Peragaan Seragam DWP oleh pengurus DWP Kab. sekaligus Launching Seragam Batik DWP terbaru
8. Pemateri 2 oleh Pengurus DWP Ibu Leliana Puguh
9. Pemateri 3 oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan
10. Laporan rencana kegiatan DWP tahun 2026 oleh Ibu Wakil Ketua, Ibu Leliana Puguh
11. Penutup


Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026, maka Kegiatan Pleno / Rap[at Anggota kali ini diisi dengan kegiatan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada perempuan sebagai prioritas utama.


Pentingnya kesehatan mental sering kali masih diremehkan, padahal dampaknya sangat besar terhadap hampir semua aspek kehidupan.


Mempengaruhi Cara Berpikir dan Mengambil Keputusan. Kesehatan mental yang baik membantu seseorang berpikir jernih, fokus, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat. Sebaliknya, jika terganggu, seseorang bisa mudah bingung, ragu, atau impulsif.


Menjaga Keseimbangan Emosi Dengan mental yang sehat, seseorang lebih mampu mengelola emosi seperti marah, sedih, atau cemas. Ini membuat kehidupan terasa lebih stabil dan tidak mudah “meledak” secara emosional.


Meningkatkan Hubungan Sosial Kesehatan mental berpengaruh besar pada cara kita berinteraksi dengan orang lain. Orang dengan kondisi mental yang baik cenderung lebih mudah berempati, berkomunikasi, dan menjaga hubungan yang sehat


Mendukung Produktivitas Di sekolah, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari, mental yang sehat membantu kita tetap termotivasi, kreatif, dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik.


Membantu Menghadapi Stres Hidup pasti ada tekanan. Dengan mental yang kuat, kita lebih mampu menghadapi masalah tanpa merasa kewalahan atau putus asa.


Berhubungan dengan Kesehatan Fisik Kesehatan mental yang buruk bisa memicu berbagai masalah fisik seperti gangguan tidur, sakit kepala, hingga penyakit kronis. Sebaliknya, mental yang sehat mendukung tubuh tetap bugar.


Pengertian dari kesehatan mental itu sendiri adalah dimana kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak. Ini juga menentukan bagaimana kita menghadapi stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat keputusan.

Pentingnya menjaga kesehatan mental adalah 1. Meningkatkan kualitas hidup
2. Membantu mengelola stres
3. Menjaga hubungan sosial tetap sehat
4. Meningkatkan produktivitas


Tanda-tanda Kesehatan Mental Terganggu anatara lain
- Perasaan sedih berkepanjangan
- Mudah marah atau cemas berlebihan
- Gangguan tidur atau nafsu makan
- Kehilangan minat pada aktivitas yang disukai


Berikut Cara Menjaga Kesehatan Mental
1. Kelola stres dengan baik.Misalnya melalui relaksasi, meditasi, atau olahraga ringan seperti yoga.
2. Jaga pola hidup sehat. Tidur cukup, makan bergizi, dan rutin beraktivitas fisik.
3. Berbicara dengan orang terpercaya. Berbagi cerita dengan teman, keluarga, atau konselor.
4. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Melakukan hobi atau aktivitas yang menyenangkan.
5. Batasi penggunaan media sosial. Agar tidak membandingkan diri secara berlebihan.


Disini peran lingkungan sangatlah penting demi menjaga kesehatan mental yang terutama bagi kaum perempuan. Menciptakan lingkungan yang suportif, tidak memberikan stigma negatif terhadap gangguan mental dan mendorong individu untuk mencari bantuan profesional adalah beberapa cara langkah cara kerja peran lingkungan untuk kesehatan mental.


Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menjaganya bukan hanya membuat hidup lebih nyaman, tapi juga membantu kita berkembang, beradaptasi, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.


Laporan ini ditulis oleh Ny Salma selaku Operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Blitar.



Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
305-05-2026

KEGIATAN RAPAT PLENO DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR TAHUN 2026

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana DINDAMADE Kabupaten Blitar menghadiri undangan Rapat Pleno yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat
Hari/Tanggal : Selasa, 5 Mei 2026
Pukul : 07.30 WIB – selesai
Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lantai III, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kanigoro Kabupaten Blitar
Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita Persatuan.
Kegiatan ini dihadiri oleh : a. Ibu Bupati Blitar Ny. Hj. Ninik Rijanto b. Ibu Wakil Bupati Blitar Ny. Hj. Arina Beky Herdiansyah c. Ny. Ita Eko Susanto d. Ny. Leliha Pudjih e. Dr. Fatimah, Sp.KJ sebagai narasumber dengan materi “Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama” f. Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn sebagai narasumber dengan materi “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi” g. 48 Ketua UP DWP Badan/Dinas/Bagian Kantor h. 48 Anggota UP DWP Badan/Dinas/Bagian Kantor Susunan Acara : 1. Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z 2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S 3. Pembacaan doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus 4. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto 5. Sambutan Penasehat DWP Kabupaten Blitar Ibu Hj. Ninik Rijanto 6. Penyampaian materi oleh dr. Fatimah, Sp.KJ 7. Peragaan seragam DWP oleh pengurus DWP Kabupaten Blitar sekaligus launching seragam batik DWP terbaru 8. Penyampaian materi oleh Pengurus DWP Ibu Leliana Puguh 9. Penyampaian materi oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan 10. Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh 11. Penutup
Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026, kegiatan Rapat Pleno/ Rapat Anggota kali ini diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental pada perempuan sebagai prioritas utama.
Pentingnya kesehatan mental sering kali masih diremehkan, padahal dampaknya sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan, antara lain mempengaruhi cara berpikir dan mengambil keputusan, menjaga keseimbangan emosi, meningkatkan hubungan sosial, mendukung produktivitas, membantu menghadapi stres, serta berhubungan dengan kesehatan fisik.
Kesehatan mental yang baik membantu seseorang berpikir jernih, fokus, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat. Selain itu, individu juga lebih mampu mengelola emosi seperti marah, sedih, dan cemas sehingga kehidupan menjadi lebih stabil.
Dalam kehidupan sosial, kesehatan mental berperan penting dalam membangun empati, komunikasi yang baik, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan orang lain. Dari sisi produktivitas, kondisi mental yang sehat membantu seseorang tetap termotivasi, kreatif, dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik.
Pengertian kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak, termasuk dalam menghadapi stres dan mengambil keputusan.
Pentingnya menjaga kesehatan mental antara lain untuk meningkatkan kualitas hidup, membantu mengelola stres, menjaga hubungan sosial tetap sehat, serta meningkatkan produktivitas.
Tanda-tanda kesehatan mental terganggu antara lain perasaan sedih berkepanjangan, mudah marah atau cemas berlebihan, gangguan tidur atau nafsu makan, serta kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai.
Adapun cara menjaga kesehatan mental antara lain dengan mengelola stres melalui relaksasi atau olahraga ringan, menjaga pola hidup sehat, berbicara dengan orang terpercaya, meluangkan waktu untuk diri sendiri, serta membatasi penggunaan media sosial.
Peran lingkungan juga sangat penting dalam menjaga kesehatan mental, terutama bagi perempuan, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang suportif, tidak memberikan stigma negatif, serta mendorong individu untuk mencari bantuan profesional.
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menjaganya tidak hanya membuat hidup lebih nyaman, tetapi juga membantu seseorang berkembang, beradaptasi, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya kesehatan mental dan kewirausahaan di era digital, serta mendukung peningkatan kapasitas anggota dalam pelaksanaan program kerja organisasi secara berkelanjutan.
Pelapor : Operator e-reporting UP DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar

Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
405-05-2026

KEGIATAN RAPAT PLENO DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR TAHUN 2026

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana DINDAMADE Kabupaten Blitar menghadiri undangan Rapat Pleno yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat
Hari/Tanggal : Selasa, 5 Mei 2026
Pukul : 07.30 WIB – selesai
Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lantai III, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kanigoro Kabupaten Blitar
Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita Persatuan.
Kegiatan ini dihadiri oleh : a. Ibu Bupati Blitar Ny. Hj. Ninik Rijanto b. Ibu Wakil Bupati Blitar Ny. Hj. Arina Beky Herdiansyah c. Ny. Ita Eko Susanto d. Ny. Leliha Pudjih e. Dr. Fatimah, Sp.KJ sebagai narasumber dengan materi “Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama” f. Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn sebagai narasumber dengan materi “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi” g. 48 Ketua UP DWP Badan/Dinas/Bagian Kantor h. 48 Anggota UP DWP Badan/Dinas/Bagian Kantor Susunan Acara : 1. Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z 2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S 3. Pembacaan doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus 4. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto 5. Sambutan Penasehat DWP Kabupaten Blitar Ibu Hj. Ninik Rijanto 6. Penyampaian materi oleh dr. Fatimah, Sp.KJ 7. Peragaan seragam DWP oleh pengurus DWP Kabupaten Blitar sekaligus launching seragam batik DWP terbaru 8. Penyampaian materi oleh Pengurus DWP Ibu Leliana Puguh 9. Penyampaian materi oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan 10. Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh 11. Penutup
Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026, kegiatan Rapat Pleno/ Rapat Anggota kali ini diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental pada perempuan sebagai prioritas utama.
Pentingnya kesehatan mental sering kali masih diremehkan, padahal dampaknya sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan, antara lain mempengaruhi cara berpikir dan mengambil keputusan, menjaga keseimbangan emosi, meningkatkan hubungan sosial, mendukung produktivitas, membantu menghadapi stres, serta berhubungan dengan kesehatan fisik.
Kesehatan mental yang baik membantu seseorang berpikir jernih, fokus, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat. Selain itu, individu juga lebih mampu mengelola emosi seperti marah, sedih, dan cemas sehingga kehidupan menjadi lebih stabil.
Dalam kehidupan sosial, kesehatan mental berperan penting dalam membangun empati, komunikasi yang baik, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan orang lain. Dari sisi produktivitas, kondisi mental yang sehat membantu seseorang tetap termotivasi, kreatif, dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik.
Pengertian kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak, termasuk dalam menghadapi stres dan mengambil keputusan.
Pentingnya menjaga kesehatan mental antara lain untuk meningkatkan kualitas hidup, membantu mengelola stres, menjaga hubungan sosial tetap sehat, serta meningkatkan produktivitas.
Tanda-tanda kesehatan mental terganggu antara lain perasaan sedih berkepanjangan, mudah marah atau cemas berlebihan, gangguan tidur atau nafsu makan, serta kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai.
Adapun cara menjaga kesehatan mental antara lain dengan mengelola stres melalui relaksasi atau olahraga ringan, menjaga pola hidup sehat, berbicara dengan orang terpercaya, meluangkan waktu untuk diri sendiri, serta membatasi penggunaan media sosial.
Peran lingkungan juga sangat penting dalam menjaga kesehatan mental, terutama bagi perempuan, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang suportif, tidak memberikan stigma negatif, serta mendorong individu untuk mencari bantuan profesional.
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menjaganya tidak hanya membuat hidup lebih nyaman, tetapi juga membantu seseorang berkembang, beradaptasi, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya kesehatan mental dan kewirausahaan di era digital, serta mendukung peningkatan kapasitas anggota dalam pelaksanaan program kerja organisasi secara berkelanjutan.
Pelapor : Operator e-reporting UP DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar

Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
505-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sekertariat
Program : Rapat

Keterangan Program

1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Selasa/ 5 Mei 2026 3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lt. III
5. Pakaian : Batik DWP


Rapat Pleno/Rapat Anggota "Sosialisasi Prioritas Utama dalam Menjaga Kesehatan Mental Perempuan tahun 2026 Kabupaten Blitar" Bertempat di ruang Candi Penataran Kankab Blitar pada tanggal 30 April 2026. DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ikut serta dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Ibu Purwandari dan ibu Yuni.

Rangkaian kegiatan: 1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita
3. Sambutan Ita Eko Susanto / Ketua DWP Kabupaten Blitar meliputi Setiap bulan harus ada kegiatan, indeks E Reporting lebih ditingkatkan lagi. Bisa meningkatkan E Reporting dengan memasukan kegiatan hari Jumat. Atau belanja ke pasar. Kegiatan bisa dilakukan dengan meningkatkan kerjasama, silaturahmi erat antar anggota.
4. Sambutan penasehat DWP Kab Blitar (Ibu Riyanto)
Sebagai istri ASN Harus taat dan mendukung pekerjaan suami. Tugas sangat berat, sebagai istri harus mendukung tugas dari suami. Ibu sebagai istri bisa mendidik anak. Dikurangi bermain hp. Sebagai anggota masyarakat juga harus saling tegur sapa. Menjalin hubungan sangat baik dengan masyarakat. Bisa mengikuti kegiatan yang ada di lingkungan. Contoh: dasa wisma, yasinan, tahlil. Sebagai anggota dharwanita , harus aktif di setiap kegiatan dharmawanita. Meningkatkankaan kwalitas.

Perempuan DWP sehat mental akan bisa berfikir jernih. Kita terus memperkuat kebersamaan untuk meningkatkan kepedulian dan menjadikan kesehatan kita sebagai prioritas utama dalam kehidupan kita .Ucapan selamat mengikuti seluruh rangkaian acara kegiatan pada hari ini semoga bisa berjalan lancar dan membawa manfaat bagi kita semua.
4. Pemberian hadiah e reporting terbaik
- dinas perhubungan
- dinas kebudayaan dan pariwisata
- dinas satpol pp dan damkar
- kecamatan kesambnen
- Kecamatan wonotirto
- Kecamatan nglegok
5. MENJAGA KESEHATAN MENTAL PADA PEREMPUAN PRIORITAS UTAMA Oleh FATIMAH, Sp.Kj (Psikiater)
- dari tahun ke tahun semakin meningkat
- kekerasan pada anak yang sekarang baru saja terjadi di day care
- musibah pada wanita saat naik kereta api.
- wanita memerlukan perhatian khusus karena kita itu punya pasangan yang unik tiap harinya yang mungkin lebih komplek.
- wanita lebih rentan yang terkena gangguan mental daripada laki-laki jadi dua kali lebih tinggi kemungkinannya mengalami depresi ini menurut WHO.
- konflik ganda dalam peran ganda sebagai ibu dan juga sebagai ibu rumah tangga serta mencari nafkah
- mengenali gejala awal ganguan mental (perubahan emosional, perubaham fisik
6. Struktur organisasi DWP kab blitar
- PENASEHAT
* Bupati (Drs. H. Rijanto, M.M)
* Wakil Bupati (Beky Herdihansah)
* Ibu Bupati (Ny. Hj. Ninik Rijanto)
* Ibu wakil bupati (Ny. Hj. Arina Bekiy)
* Sekretaris Daerah (Khusna Lindarti, S. Sos. M.Si
- Struktur organisasi dwp kab blitar
* Ketua : Ny Ita Eko Susasnto
* Wakil Ketua : Ny Leilana Puguh
* Sekretaris : Nurul Tantowi , Wakil Sekretaris: Ny Heny Mulyadi
* Bendahara : Ny. Arum Suhendra, Wakil Bendahara : Ny Margareth Nanang Adi
- Bidang Ekonomi
* Wakil : Ny. Susi Agus Santosa
* Sekretaris : Ny. Ana Wahyudiono
* Anggota : Ny. Rara Omar, Ny. Eva Eko Sumardiyanto, Ny. Wri Anang, Ny. Nanik
- Bidang Sosial Budaya * Wakil : Ny. Tuah Haris Susianto
* Sekretaris : Ny. Dwi Retnanik Darmadi
* Anggota : Ny. Harti Jumali, Ny. Wiwik Ivong, Erma Abd. Salam, Dewi Agus Zaenal
6. Donasi yg terkumpul di hari ini sejumlah Rp477.000
7. Sosialisasi perubahan iuran anggota dwp kab blitar
- rapat pleno diganti nama menjadi rapat anggota.
- pembacaan ADART DWP dibacakan oleh Leliana Puguh.
8. Besaran iuran setor ke dwp separo
ASN
* Gol I = 3.000
* Gol II = 5.000
* Gol III = 8.000
* Gol IV = 10.000
P3K
* XI / Gol IV = 10.000
* X / S2 Gol IV = 10.000
* IX / S1 Gol III = 8.000
* VII / D4 Gol II = 5.000
* Kebawah / SD Gol = 3.000
9. Pemesanan batik dwp baru di bidang ekonomi
Materi :
Belajar berwirausaha pemanfaatan pemasaran era digitalisasi
Oleh : Fajar Triyadi Ramadan Dinas perhubungan staf lalu lintas
- masalah utama dalam berwirausaha memecahkan masalah melalui produk atau jasa
- mencari keuntungan serta berani mengambil resiko
- berwirausaha menggunakan sosial media baik itu jadi sekarang itu sosial media.

Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Ibu Novita Danang selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Pendidikan

605-05-2026

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar

Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar Ibu Nurul Warih Yuli Astutik turut hadir pada kegiatan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat
1. Hari/Tanggal : Selasa, 05 Mei 2026
2. Pukul : 08.00 – selesai
3. Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lt. III
4. Acara : Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental Pada Perempuan Sebagai Prioritas Utama

Narasumber :
1) Dr. Fatimah, SP.Kj, Psikiater dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar;
2) Bapak Fajar Triyadi Ramadhan,S.Mn dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar.

Susunan acara :
1) Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z.
2) Doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus.
3) Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S.
4) Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang diselenggarakan dalam rangka program Pembinaan Hubungan Keluar Bidang Sekretariat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lantai III, dan dihadiri sekitar 120 peserta yang terdiri dari Ketua Unit Pelaksana DWP beserta satu orang anggota dari masing-masing instansi.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars DWP, kemudian sambutan Ketua DWP Kabupaten Blitar, Ny. Ita Eko Susanto. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran perempuan dan kesehatan diri, khususnya kesehatan mental. Menurut beliau, perempuan merupakan pilar penting dalam keluarga sehingga kondisi mental yang sehat akan memberikan dampak positif bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Beliau juga menjelaskan bahwa rapat pleno memiliki fungsi sebagai sarana evaluasi program kerja sebelumnya, penyampaian laporan kegiatan masing-masing bidang, penyusunan rencana program ke depan, serta penguatan peran anggota dalam mendukung program pemerintah daerah. Selain itu, rapat pleno bertujuan meningkatkan koordinasi dan komunikasi antaranggota, memperkuat solidaritas organisasi, serta mendorong partisipasi aktif anggota dalam setiap kegiatan.

Selanjutnya, pengarahan disampaikan oleh Penasihat DWP Kabupaten Blitar, Ny. Hj. Ninik Rijanto. Dalam arahannya, beliau mengapresiasi terselenggaranya rapat pleno yang dikombinasikan dengan sosialisasi kesehatan mental perempuan. Beliau menegaskan bahwa perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam keluarga dan masyarakat, sehingga kesehatan mental perlu dijaga agar perempuan mampu menjalankan berbagai peran secara optimal. Beliau juga menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dalam menentukan kualitas hidup seseorang, terutama bagi perempuan yang sering menghadapi tuntutan domestik, sosial, maupun profesional secara bersamaan.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian penghargaan kepada tiga terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan. Untuk kategori Dinas/Badan/Sekretariat, Juara I diraih Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Juara II Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar, dan Juara III Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar. Sedangkan kategori Kecamatan diraih oleh Kecamatan Kesamben sebagai Juara I, Kecamatan Wonotirto sebagai Juara II, dan Kecamatan Nglegok sebagai Juara III.

Materi utama mengenai kesehatan mental disampaikan oleh Dr. Fatimah, SP.Kj., Psikiater RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Narasumber menjelaskan bahwa kesehatan mental bukan hanya terbebas dari gangguan jiwa, tetapi juga kemampuan seseorang dalam mengelola stres, membangun hubungan sosial yang sehat, serta beradaptasi terhadap perubahan kehidupan. Disampaikan pula berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan mental perempuan, seperti tekanan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, minimnya dukungan sosial, dan tuntutan lingkungan.

Selain itu, narasumber menguraikan tanda-tanda gangguan kesehatan mental yang perlu diwaspadai, di antaranya mudah lelah secara emosional, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati yang drastis, serta menurunnya motivasi dalam beraktivitas. Dalam paparannya juga dijelaskan pentingnya menyediakan waktu untuk diri sendiri (me time), menjaga pola hidup sehat, membangun komunikasi terbuka, serta mencari dukungan sosial sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan mental.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan berbagai persoalan terkait kesehatan mental yang mereka hadapi sehari-hari. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh empati sehingga memberikan manfaat positif bagi seluruh peserta. Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan susunan pengurus baru Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, mulai dari jajaran penasihat, pengurus harian, hingga pengurus bidang pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi.

Selain itu, Ketua DWP Kabupaten Blitar juga memperkenalkan sekaligus melaunching seragam batik resmi DWP sebagai identitas organisasi. Seragam tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan, meningkatkan kekompakan anggota, serta mencerminkan nilai-nilai Dharma Wanita Persatuan dalam setiap kegiatan organisasi. Pada sesi berikutnya, Bendahara DWP menyampaikan laporan kas organisasi sekaligus sosialisasi perubahan iuran anggota berdasarkan golongan ASN maupun PPPK. Penyesuaian iuran ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kemandirian organisasi, meningkatkan efektivitas program kerja, serta mendukung pengelolaan keuangan organisasi yang lebih transparan dan akuntabel.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar dengan tema “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi”. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kewirausahaan merupakan proses membangun kreativitas, inovasi, dan mental yang kuat untuk menciptakan peluang usaha. Narasumber juga menjelaskan tahapan membangun usaha mulai dari identifikasi peluang, riset pasar, penyusunan perencanaan bisnis, hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemasaran digital melalui media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan efisien, khususnya bagi pelaku UMKM. Pemanfaatan platform digital dinilai mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan branding produk, dan memperkuat komunikasi dengan pelanggan. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota DWP dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan serta memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kemandirian ekonomi anggota secara berkelanjutan.

Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Erni Rahayu selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Udanawu

705-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ketua UP Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kecamatan Wates Ny. Ade Nira Windu Susilo bersama dengan Ny. Ririn Angga Hana mengikuti kegiatan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental Pada Perempuan sebagai Prioritas Utama.
Bidang: Sekretariat
Program: Pembinaan Hubungan Keluar.
Kegiatan: Rapat< /p>

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Selasa, 5 Mei 2026
3. Pukul : 08.00 WIB selesai WIB
4. : Tempat : Ruang Candi Penataran, Kantor Bupati Blitar Lantai III
5. Peserta : 120 Orang
6. Narasumber:
1) Dr. Fatimah, SP.Kj, Psikiater dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar;
2) Bapak Fajar Triyadi Ramadhan,S.Mn dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar
Susunan Acara:
1) Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z
2) Doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus
3) Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S
4) Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto
5) Pengarahan dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto
6) Pemberian penghargaan
7) Penyampaian materi edukasi kesehatan oleh narasumber, yaitu Dr. Fatimah, SP.Kj, yang merupakan Psikiater pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
8) Perkenalan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang baru
9) Fashion show seragam Dharma Wanita Persatuan
10) Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh
11)Penyampaian materi ke 2 tentang marketing oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan

Dalam sambutan yang disampaikan oleh ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar, Ny. Ita Eko Susanto, beliau menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran dan kesehatan diri, khususnya kesehatan mental. Beliau menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pilar dalam keluarga, sehingga kesehatan mental yang baik akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Selain itu, beliau juga memaparkan beberapa pokok pembahasan dalam Rapat Pleno, di antaranya sebagai berikut.:

Rapat pleno berfungsi untuk:
1. Evaluasi program kerja sebelumnya
2. Penyampaian laporan dari masing-masing bidang
3. Perencanaan kegiatan ke depan
4. Penguatan peran anggota dalam mendukung program pemerintah daerah
Tujuan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antaranggota Dharma Wanita Persatuan.
2. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan.
3. Menyusun dan merencanakan program kerja ke depan.
4. Meningkatkan peran serta anggota dalam mendukung kegiatan organisasi.
5. Memperkuat kebersamaan dan solidaritas antaranggota.
Manfaat Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Terjalinnya komunikasi yang lebih baik antaranggota.
2. Meningkatnya pemahaman anggota terhadap program kerja organisasi.
3. Terwujudnya perencanaan kegiatan yang lebih terarah dan efektif.
4. Meningkatnya partisipasi dan keaktifan anggota dalam setiap kegiatan.
5. Terbentuknya rasa kebersamaan dan solidaritas yang lebih kuat.

Ibu Bupati Blitar selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Pleno Dharma Wanita yang dirangkaikan dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental perempuan sebagai prioritas utama. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga maupun masyarakat, sehingga kesehatan mental perlu dijaga dengan baik agar perempuan dapat menjalankan perannya secara optimal. Beliau juga menyampaikan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu dan istri, tetapi juga sebagai pendamping keluarga, pengelola rumah tangga, serta tidak sedikit yang turut berperan sebagai wanita karier. Berbagai tanggung jawab tersebut seringkali menimbulkan tekanan dan tuntutan yang kompleks, sehingga diperlukan kemampuan dalam mengelola emosi, menjaga keseimbangan hidup, serta membangun lingkungan yang saling mendukung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan mampu memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda stres sejak dini, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan emosional diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Kesehatan mental yang baik diyakini memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup seseorang, karena berkaitan erat dengan cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini diharapkan para perempuan di Kabupaten Blitar dapat semakin termotivasi untuk menjaga kesehatan mental demi terciptanya kehidupan keluarga dan masyarakat yang harmonis, sehat, dan produktif.

Pemberian penghargaan kepada 3 terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan. Pada kategori Dinas/Badan/Sekretariat sebagai berikut :
1. Juara 1 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar
3. Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
Sementara untuk kategori Kecamatan sebagai berikut :
1. Juara 1 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar
2. Juara 2 Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar
3. Juara 3 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya diartikan sebagai kondisi terbebas dari gangguan mental, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang dalam mengelola stres, menjaga kestabilan emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam kehidupan. Narasumber menyampaikan bahwa perempuan memiliki kerentanan tersendiri terhadap tekanan psikologis karena banyaknya peran dan tanggung jawab yang dijalankan, baik dalam lingkungan keluarga maupun pekerjaan. Faktor-faktor seperti tekanan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, kurangnya dukungan sosial, hingga ekspektasi dari lingkungan sekitar dapat menjadi pemicu munculnya stres dan kelelahan emosional apabila tidak dikelola dengan baik.

Selain itu, narasumber juga memaparkan beberapa tanda yang perlu diwaspadai sebagai bentuk gangguan kesehatan mental, di antaranya mudah merasa lelah secara emosional, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati yang terjadi secara drastis, serta menurunnya semangat dan motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, peserta diajak untuk lebih peka terhadap kondisi diri sendiri maupun orang di sekitar, serta tidak ragu untuk mencari dukungan dan bantuan apabila mengalami tekanan psikologis. Melalui sosialisasi ini diharapkan para peserta dapat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang sehat, harmonis, dan seimbang.

Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi perempuan semakin beragam dan kompleks. Perempuan tidak hanya dihadapkan pada tanggung jawab domestik dalam keluarga, tetapi juga tuntutan sosial dan profesional yang semakin tinggi. Berbagai peran yang dijalankan secara bersamaan seringkali menimbulkan tekanan tersendiri, sehingga tidak sedikit perempuan yang mengalami stres, kecemasan, hingga kelelahan emosional. Dalam banyak situasi, perempuan cenderung lebih mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, sehingga kondisi kesehatan mental kerap terabaikan. Padahal, kesehatan mental memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas hidup, kestabilan emosi, serta kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang sehat dan seimbang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya kesehatan mental perempuan, serta meningkatkan kesadaran terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan pengetahuan praktis mengenai cara menjaga kesehatan mental, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun ruang yang aman, nyaman, dan saling mendukung antaranggota. Dengan adanya kesempatan untuk berbagi pengalaman dan saling memberikan motivasi, diharapkan hubungan emosional dan solidaritas antaranggota organisasi dapat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang positif, harmonis, dan penuh kepedulian.

Lebih lanjut, narasumber memaparkan berbagai strategi sederhana yang dapat diterapkan dalam menjaga kesehatan mental di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Salah satu langkah yang penting adalah kemampuan dalam mengatur waktu secara efektif antara pekerjaan, tanggung jawab keluarga, serta waktu untuk beristirahat. Keseimbangan antara berbagai peran tersebut dinilai sangat diperlukan agar seseorang tidak mengalami kelelahan fisik maupun emosional yang berkepanjangan. Narasumber juga menekankan pentingnya membangun pola hidup yang sehat, menjaga komunikasi yang baik dengan orang terdekat, serta tidak ragu untuk berbagi cerita atau mencari dukungan ketika menghadapi tekanan.

Selain itu, perempuan juga dianjurkan untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah me time sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri dan upaya menjaga keseimbangan emosional. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, membaca buku, berkebun, berolahraga ringan, maupun melakukan berbagai hobi yang disukai dapat membantu meredakan stres, menenangkan pikiran, serta meningkatkan suasana hati. Dengan menjaga kesehatan mental secara baik, diharapkan perempuan dapat menjalankan berbagai perannya dengan lebih bahagia, sehat, dan produktif.

Narasumber juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan mental. Perempuan diharapkan tidak memendam perasaan maupun permasalahan yang dihadapi, melainkan berani untuk berbagi cerita dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya. Dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun lingkungan organisasi memiliki peran yang sangat penting dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup dan menjaga kestabilan emosional. Selain itu, narasumber juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, serta memenuhi kebutuhan istirahat yang cukup sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman pribadi terkait tantangan yang dihadapi dalam menjaga kesehatan mental di tengah berbagai peran dan tanggung jawab sehari-hari. Dalam sesi tersebut terlihat bahwa banyak peserta memiliki pengalaman dan permasalahan yang serupa, sehingga tercipta suasana saling memahami, empati, dan saling mendukung antaranggota. Diskusi berlangsung dengan hangat, terbuka, dan penuh antusiasme, serta memberikan manfaat bagi peserta dalam memperoleh solusi, motivasi, dan perspektif baru dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi seluruh peserta. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya pemahaman anggota mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, serta bertambahnya wawasan mengenai langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana yang lebih terbuka, harmonis, dan suportif di lingkungan organisasi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dapat semakin peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun lingkungan sekitar, sehingga mampu menciptakan kehidupan yang lebih sehat, bahagia, dan seimbang.

Bupati: Drs. H. Rijanto, MM
Wakil Bupati: H. Beky Herdihansah
Ibu Bupati: Ny. Hj. Ninik Rijanto
Ibu Wakil Bupati: Ny. Hj. Arina Beky
Sekretaris Daerah: Khusna LIndarti, S.Sos., M.Si.
2. Pengurus Harian
Ketua: Ny. Ita Eko Susanto
Wakil Ketua: Ny. Leliha Pudjih
Sekretaris: Ny. Nurul Tantowi
Wakil Sekretaris: Ny. Heni Mulyadi
Bendahara: Ny. Arum Suhendro
Wakil Bendahara: Ny. Margareth Nanang Adi
C. Bidang-Bidang DWP
1. Bidang Pendidikan
Ketua: Ny. Wulan Achmad Cholik
Wakil Ketua: Ny. Yanis Haris Muktiono
Anggota:
Ny. Yanti Prasetyo
Ny. Tyas Wiji Asrori
Ny. Anik Hendry Bagus
Ny. Novita Asyik Fauzi
2. Bidang Sosial Budaya
Ketua: Ny. Tuah Haris Susianto
Wakil Ketua: Ny. Dwi Retnanik Darmadi
Anggota:
Ny. Harti Jumali
Ny. Wiwik Ivong
Ny. Erma Add. Salam
Ny. Dewi Agus Zaenal
l 3. Bidang Ekonomi
Ketua: Ny. Susi Agus Santosa
Wakil Ketua: Ny. Ana Wahyudiono
Anggota:
Ny. Rara Omar
Ny. Eva Eko Sumardiyanto
Ny. Eri Anang
Ny. Nanik Hangga

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar juga menyampaikan pelaksanaan launching seragam batik Dharma Wanita Persatuan sebagai identitas resmi organisasi. Penggunaan seragam batik ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan, meningkatkan kekompakan antaranggota, serta mencerminkan karakter dan nilai-nilai Dharma Wanita Persatuan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Selain sebagai identitas organisasi, seragam juga menjadi simbol persatuan dan semangat kebersamaan seluruh anggota dalam mendukung berbagai program dan kegiatan organisasi.

Adapun ketentuan penampilan seragam Dharma Wanita Persatuan yang disampaikan meliputi penggunaan seragam resmi DWP berwarna blewah untuk kegiatan resmi organisasi. Sementara itu, batik DWP lama maupun batik DWP terbaru digunakan untuk kegiatan sehari-hari Dharma Wanita Persatuan maupun kegiatan lapangan. Selain itu, terdapat pula penggunaan batik DWP lapangan berwarna hijau emas untuk kegiatan tertentu, serta baju olahraga DWP yang digunakan dalam kegiatan olahraga dan aktivitas kebugaran lainnya. Dengan adanya ketentuan tersebut, diharapkan seluruh anggota dapat mengenakan seragam secara tertib dan seragam sesuai dengan jenis kegiatan yang dilaksanakan.

Sosialisasi perubahan iuran anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh anggota terkait dasar hukum organisasi serta pentingnya penyesuaian iuran sebagai salah satu sumber utama pembiayaan kegiatan organisasi. Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya, bersifat independen dan non-partisan, serta memiliki struktur kepengurusan yang jelas mulai dari ketua hingga anggota pada masing-masing bidang sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dalam pelaksanaannya, organisasi juga didukung oleh peran penasihat yang memberikan arahan, pembinaan, dan pertimbangan guna mendukung peningkatan kinerja organisasi serta memperkuat citra Dharma Wanita Persatuan di lingkungan masyarakat maupun instansi pemerintahan.

Disampaikan pula bahwa sumber keuangan Dharma Wanita Persatuan berasal dari berbagai sumber yang sah, antara lain iuran anggota, bantuan pemerintah melalui APBN maupun APBD, sumbangan, Corporate Social Responsibility (CSR), serta usaha lain yang sesuai dengan ketentuan organisasi. Besaran dan tata kelola iuran anggota diatur melalui keputusan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk upaya mewujudkan pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, akuntabel, dan profesional. Oleh karena itu, perubahan iuran anggota dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian organisasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kerja, serta mendukung keberlanjutan berbagai kegiatan organisasi secara optimal. Berdasarkan Surat Keputusan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Nomor tentang Penetapan Iuran Anggota, ditetapkan besaran iuran anggota PNS sesuai golongan dengan rincian sebagai berikut:

a. Golongan IV Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah)
b. Golongan III Rp. 8.000,- ( Delapan ribu rupiah)
c. Golongan II Rp. 5.000,- (Lima ribu rupiah)
d. Golongan I Rp 3.000,- (Tiga ribu rupiah)
PPPK
a. Golonga XI (Lulusan S-3)
b. Golongan X (Lulusan S-2)>> Dokter, Apoteker
c. Golongan IX (Lulusan S-1) setara Golongan III
d. Golongan VII (Lulusan Diploma) setara Golongan Iic
e. Golongan V (Lulusan SMA) setara Golongan II
f. Golongan I (Lulusan SD) setara Golongan I

Sosialisasi dengan tema “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi” disampaikan oleh Fajar Triyadi Ramadhan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anggota dalam mengembangkan usaha dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa kewirausahaan merupakan proses membangun kreativitas, inovasi, serta mental yang kuat dalam menciptakan peluang usaha yang mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, kewirausahaan juga membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta kemauan untuk terus belajar mengikuti perkembangan zaman.

Narasumber juga menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah memberikan peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha, khususnya dalam memperluas jangkauan pemasaran secara lebih efektif dan efisien. Melalui pemanfaatan media sosial, marketplace, serta berbagai platform digital lainnya, pelaku usaha dapat mempromosikan produk dengan lebih mudah, cepat, dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Oleh karena itu, anggota Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan digitalisasi sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha mandiri, serta memperkuat perekonomian keluarga melalui strategi pemasaran yang kreatif dan inovatif.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai tahapan dalam berwirausaha yang dimulai dari proses identifikasi peluang usaha, riset dan validasi pasar, penyusunan perencanaan bisnis, hingga tahap eksekusi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Setiap tahapan tersebut dinilai penting untuk memastikan usaha yang dijalankan memiliki arah, tujuan, dan strategi yang jelas sehingga mampu berkembang secara optimal. Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya membangun mental wirausaha yang kuat, seperti memiliki komitmen, semangat kerja keras, sikap pantang menyerah, disiplin, kreatif, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Mental yang kuat menjadi salah satu faktor utama dalam menghadapi tantangan dan persaingan dalam dunia usaha.

Materi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran digital yang efektif dan efisien, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai platform media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan branding produk, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dan interaktif dengan pelanggan. Narasumber menjelaskan bahwa keberhasilan pemasaran digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola konten yang menarik, memahami karakteristik target pasar, serta memanfaatkan berbagai fitur promosi secara optimal. Dengan pemanfaatan teknologi digital yang tepat, diharapkan pelaku usaha mampu meningkatkan daya saing produk, memperluas peluang pemasaran, serta mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan yang kreatif, inovatif, dan mandiri, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha dan pemasaran produk. Dengan pemahaman dan keterampilan yang diperoleh, anggota diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, serta memperkuat perekonomian keluarga secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya anggota yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan zaman, sehingga dapat mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi serta peningkatan kesejahteraan anggota Dharma Wanita Persatuan secara menyeluruh.

Laporan ini ditulis oleh Sekretaris UP DWP Kantor Kecamatan Wates, Ny. Yusti Hammam Rizqi.


Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Wates
805-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Selopuro mengikuti Kegiatan Rapat Pleno / Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026

Bidang : Sekretariat,

Keterangan Program : Penataan Organisasi/Manajemen

dilaksanakan pada :
1. Hari/Tanggal : Selasa/ 5 Mei 2026
2. Pukul : 08.00 WIB s.d. 12.00 WIB
3. Tempat : Ruang Rapat candi Penataran Kantor Kabupaten, Kanigoro
4. Acara : Kegiatan Rapat Pleno / Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026 dengan Tema Sosialisasi Prioritas Utama Dalam Menjaga Kesehatan Mental Perempuan.

Kegiatan ini diikuti oleh :
1. Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto
2. Ibu Ketua beserta Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
3. Tim Narasumber Ibu Dr. Fatimah, Sp.KJ Psikiater dan Bapak Fajar Triyadi Ramadha, S.Mn Staf Manajemen Bidang Lalu Lintas
4. Seluruh anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat oleh seluruh peserta sebagai wujud nasionalisme. Dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan untuk menumbuhkan semangat berorganisasi.

Sambutan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto menyampaikan bahwa di forum inilah kita evaluasi program yang sudah jalan, kita rencanakan program yang akan datang, dan kita kuatkan silaturahmi antar Unsur Pelaksana. Dharma Wanita Persatuan bukan milik pengurus Kabupaten saja. Dharma Wanita Persatuan adalah milik kita semua, dari tingkat OPD sampai Kecamatan. Kalau Unsur Pelaksana kuat, DWP Kabupaten pasti hebat.

Pengisi Acara: Sosialisasi Prioritas Utama Dalam Menjaga Kesehatan Mental Perempuan yang disampaikan oleh Ibu Dr. Fatimah Sp.KJ Psikiater. Beliau meyampaikan bahwa Kesehatan mental adalah fondasi kehidupan yang seimbang dan bahagia. Untuk Perempuan, menjaga Kesehatan mental memerlukan perhatian khusus karena tantangan unik yang dihadapi setiap hari. Penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan dini agar dapat mengambil tindakan segera. Perubahan kecil dalam perilaku dan emosi bisa menjadi indikator kesehatan mental. Adanya perubahan emosional dengan kesedihan yang berkepanjangan, kecemasan yang berlebihan dan perubahan suasana hati mendadak. Juga ada perubahan fisik dari gangguan tidur, perubahan nafsu makan dan kehilangan energi. Strategi paktis untuk meningkatkan Kesehatan Mental adalah dengan rutinitas tidur teratur, gerakan tubuh, meditasi dan mindfulness, hobi dan kreatifitas. Pentingnya dukungan sosial dar keluarga dengan berkomunikasi terbuka dengan semua anggota keluarga menciptakan rasa aman dan penerimaan tanpa syarat. Juga Teman dekat, pertemanan yang sehat memberikan ruang untk berbagi perasaan dan memdapatkan perspektif baru. Bergabung dengan komunitas atau kelompok yang minat sama membangun rasa kebersamaan. Kesehatan mental adalah perjalanan, bukan tujuan. Dengan kesadaran, dukungan, dan tindakan konsisten, setiap perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia. Mari bersama-sama menghilangkan stigma dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Kecamatan Selopuro
905-05-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

“Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar”
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani dan Anggota Ny. Andri Kurniawan mengikuti Kegiatan Pleno/Rapat Anggota yang dilaksanakan pada :
1. Hari/Tanggal : Selasa / 05 Mei 2026
2. Pukul : 07.30 WIB - Selesai
3. Lokasi : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Kanigoro
4. Acara : Kegiatan Pleno/Rapat Anggota dan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan sebagai Prioritas Utama

5. Peserta : Ketua UP DWP beserta 1 Anggota Se-Kab. Blitar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, Penasihat DWP Kab. Blitar

Adapun susunan acara pada kegiatan hari ini yaitu :
1. Pembukaan oleh Pembawa Acara yang dibawakan oleh Ny. Dewi Agus Z.
2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan yang dipandu oleh Ny. Eva Eko S.
3. Pembacaan Doa oleh Ny. Ny. Enik Hendry Bagus.
4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, Ny. Ita Eko Susanto. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan terimakasih kepada semua undangan yang telah hadir.
5. Pengarahan dari Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto.
6. Pemberian Penghargaan
7. Penyampaian Materi Pertama Edukasi Kesehatan
8. Perkenalan Pengurus Baru Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar
9. Fashion Show dengan mengenakan beraneka ragam Seragam Dharma Wanita Persatuan
10. Pembacaan Laporan Kas DWP oleh Ny. Leliana Puguh
11. Penyampaian Materi kedua oleh Bp. Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan

Pada hari ini Senin tanggal 08 Desember 2025 bertempat di Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Kanigoro yang diikuti oleh Katua UP DWP beserta 1 Anggota Se-Kab. Blitar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar (Ny. Ita Eko Susanto), Penasihat DWP Kab. Blitar (Ibu Ninik Rijanto dan Ibu Arina Beky). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.

Untuk mengawali kegiatan Kegiatan Pleno/Rapat Anggota dan Sosialisasi di buka oleh pembawa acara Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP dilanjutkan dengan do’a dan Laporan Kegiatan yang di pandu oleh petugas yang ditunjuk. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran dan kesehatan diri, khususnya kesehatan mental. Beliau juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pilar dalam keluarga, sehingga kesehatan mental yang baik akan berdampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan. Pemberian penghargaan kepada 3 terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan.

Pada kategori Dinas/Badan/Sekretariat sebagai berikut :
1. Juara 1 dari Dinas Pendidikan Kab. Blitar
2. Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kab. Blitar
3. Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kab. Blitar

Pada kategori Kecamatan sebagai berikut :
1. Juara 1 dari Kecamatan Kesamben Kab. Blitar
2. Juara 2 dari Kecamatan Wonotirto Kab. Blitar
3. Juara 3 dari Kecamatan Nglegok Kab. Blitar

Pada Kegiatan ini penyampaian materi oleh narasumber, yaitu Dr. Fatimah, SP.Kj, yang merupakan Psikiater pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Dalam paparannya narasumber menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan mental, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang dalam mengelola stres, membangun hubungan yang sehat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam kehidupan. terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental perempuan, di antaranya adalah tekanan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, kurangnya dukungan sosial, serta ekspektasi dari lingkungan sekitar. Kesehatan mental berhubungan erat dengan cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam menghadapi berbagai situasi. Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Perempuan sebagai individu yang memiliki berbagai peran strategis dalam keluarga maupun masyarakat seringkali dihadapkan pada berbagai tuntutan yang kompleks. Kondisi ini apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola emosi dan menjaga kesehatan mental dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berkelanjutan. Narasumber juga menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, seperti mudah merasa lelah secara emosional, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati yang drastis, serta menurunnya motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi perempuan juga semakin beragam. Tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab domestik, tetapi juga tuntutan sosial dan profesional yang semakin tinggi. Banyak perempuan yang tanpa disadari mengalami stres, kecemasan, bahkan kelelahan emosional akibat menjalankan berbagai peran secara bersamaan. Dalam kondisi seperti ini, seringkali perempuan lebih mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, sehingga mengabaikan kondisi kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada anggota mengenai pentingnya kesehatan mental, meningkatkan kesadaran akan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis perempuan, serta memberikan pengetahuan praktis mengenai cara-cara menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anggota untuk saling berbagi pengalaman, sehingga dapat memperkuat hubungan emosional dan solidaritas antaranggota dalam organisasi. Narasumber juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dalam menjaga kesehatan mental. Perempuan diharapkan tidak memendam perasaan atau permasalahan yang dihadapi, melainkan berani untuk berbagi dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya. Dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun lingkungan organisasi sangat berperan dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup. Selain itu, pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta tidur yang cukup juga merupakan faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, dalam sesi ini terlihat bahwa banyak peserta yang mengalami permasalahan serupa, sehingga tercipta rasa saling memahami dan empati antaranggota. Diskusi berlangsung dengan hangat dan terbuka, serta memberikan manfaat yang besar bagi peserta dalam memperoleh solusi dan perspektif baru. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana yang lebih terbuka dan suportif di antara anggota, sehingga diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial dalam organisasi.

Manfaat Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan :
1. Mencegah gangguan kesehatan mental
2. Menambah semangat dan energi positif
3. Menjaga keseimbangan emosi
4. Mengurangi stres dan beban pikiran
5. Meningkatkan rasa percaya diri

Dilanjutkan dengan pemateri kedua yaitu Fajar Triyadi Ramadhan,S.Mn dari Dinas Perhubungan Kab. Blitar dengan Tema “BELAJAR BERWIRAUSAHA” PEMANFAATAN PEMASARAN ERA DIGITILASASI Belajar berwirausaha adalah proses mengembangkan kreativitas, inovasi, dan mental yang kuat untuk menciptakan peluang usaha. Tahapannya meliputi identifikasi ide, riset pasar, penyusunan rencana bisnis, dan manajemen keuangan. Fokus utama adalah memecahkan masalah melalui produk/jasa, bukan sekadar mencari keuntungan, serta berani mengambil resiko. Adapun panduan dasar berwirausaha yaitu :
1. Membangun Mentalitas: Wirausahawan harus memiliki komitmen tinggi, kerja keras, pantang menyerah, dan kreatif.
2. Identifikasi Peluang: Cari ide bisnis berdasarkan tren, keahlian diri, atau kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi.
3. Riset dan Validasi: Pastikan ide bisnis layak dijalankan dengan meneliti target pasar dan tingkat persaingan.
4. Perencanaan Bisnis : Buat anggaran modal, struktur manajemen (sederhana/rumit), dan strategi pemasaran.
5. Eksekusi: Mulai berani melangkah, meluncurkan produk, dan terus berinovasi berdasarkan umpan balik konsumen.

Pemanfaatan Pemasaran : Pemanfaatan media sosial sebagai alat pemasaran digital sangat efektif bagi UMKM saat ini, menawarkan cara berbiaya rendah untuk meningkatkan kesadaran merek, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat hubungan pelanggan. Platform seperti Facebook dan Instagram maupun Tiktok digunakan untuk branding serta inovasi pemasaran guna meningkatkan daya saing produk lokal.

Point Penting dalam Pemanfaatan Pemasaran Media Sosial bagi UMKM :
1. Strategi Biaya Rendah: Media sosial memungkinkan UMKM mempromosikan produk secara efisien dengan biaya minim dibandingkan metode tradisional.
2. Perluasan Jangkauan Pasar: Pemasaran melalui platform digital membantu UMKM menembus batas geografis, menjangkau konsumen yang lebih luas, dan meningkatkan volume penjualan.
3. Penguatan Brand & Komunikasi: Media sosial berperan penting dalam membangun branding produk serta meningkatkan interaksi langsung antara pelaku bisnis dan pelanggan.
4. Tata Kelola Konten: Keberhasilan UMKM bergantung pada pemahaman tata kelola konten, termasuk pembuatan konten yang bernilai, mengenali target audiens, dan penggunaan fitur iklan berbayar.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting Kecamatan Gandusari).


Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
1005-05-2026

KEGIATAN RAPAT PLENO DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR TAHUN 2026


Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar menghadiri undangan Rapat Pleno yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.


Bidang : Sekretariat


Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar


Kegiatan : Rapat


Hari/Tanggal : Selasa, 5 Mei 2026


Pukul : 07.30 WIB – selesai


Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lantai III, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kanigoro Kabupaten Blitar


Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita Persatuan


Kegiatan ini dihadiri oleh :

a. Ibu Bupati Blitar Ny. Hj. Ninik Rijanto

b. Ibu Wakil Bupati Blitar Ny. Hj. Arina Beky Herdiansyah

c. Ny. Ita Eko Susanto

d. Ny. Leliha Pudjih

e. Dr. Fatimah, Sp.KJ sebagai narasumber dengan materi “Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama”

f. Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn sebagai narasumber dengan materi “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi”

g. 48 Ketua UP DWP Badan/Dinas/Bagian Kantor

h. 48 Anggota UP DWP Badan/Dinas/Bagian Kantor


Susunan Acara :

1. Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z

2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S

3. Pembacaan doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus

4. Sambutan Ketua DWP Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto

5. Sambutan Penasehat DWP Kabupaten Blitar Ibu Hj. Ninik Rijanto

6. Penyampaian materi oleh dr. Fatimah, Sp.KJ

7. Peragaan seragam DWP oleh pengurus DWP Kabupaten Blitar sekaligus launching seragam batik DWP terbaru

8. Penyampaian materi oleh Pengurus DWP Ibu Leliana Puguh

9. Penyampaian materi oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan

10. Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh

11. Penutup


Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026, kegiatan Rapat Pleno/ Rapat Anggota kali ini diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental pada perempuan sebagai prioritas utama.

Pentingnya kesehatan mental sering kali masih diremehkan, padahal dampaknya sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan, antara lain mempengaruhi cara berpikir dan mengambil keputusan, menjaga keseimbangan emosi, meningkatkan hubungan sosial, mendukung produktivitas, membantu menghadapi stres, serta berhubungan dengan kesehatan fisik.

Kesehatan mental yang baik membantu seseorang berpikir jernih, fokus, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat. Selain itu, individu juga lebih mampu mengelola emosi seperti marah, sedih, dan cemas sehingga kehidupan menjadi lebih stabil.

Dalam kehidupan sosial, kesehatan mental berperan penting dalam membangun empati, komunikasi yang baik, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan orang lain. Dari sisi produktivitas, kondisi mental yang sehat membantu seseorang tetap termotivasi, kreatif, dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik.

Pengertian kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak, termasuk dalam menghadapi stres dan mengambil keputusan.

Pentingnya menjaga kesehatan mental antara lain untuk meningkatkan kualitas hidup, membantu mengelola stres, menjaga hubungan sosial tetap sehat, serta meningkatkan produktivitas.

Tanda-tanda kesehatan mental terganggu antara lain perasaan sedih berkepanjangan, mudah marah atau cemas berlebihan, gangguan tidur atau nafsu makan, serta kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai.

Adapun cara menjaga kesehatan mental antara lain dengan mengelola stres melalui relaksasi atau olahraga ringan, menjaga pola hidup sehat, berbicara dengan orang terpercaya, meluangkan waktu untuk diri sendiri, serta membatasi penggunaan media sosial.

Peran lingkungan juga sangat penting dalam menjaga kesehatan mental, terutama bagi perempuan, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang suportif, tidak memberikan stigma negatif, serta mendorong individu untuk mencari bantuan profesional.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menjaganya tidak hanya membuat hidup lebih nyaman, tetapi juga membantu seseorang berkembang, beradaptasi, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.


Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya kesehatan mental dan kewirausahaan di era digital, serta mendukung peningkatan kapasitas anggota dalam pelaksanaan program kerja organisasi secara berkelanjutan.


Pelapor :
Operator e-reporting UP DWP Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar


Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Kesamben
1130-04-2026Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar unit Badan Pendapatan Daerah Bidang: Sekretariat Program Kegiatan : Pembinaan Hubungan Keluar Kegiatan : Rapat Keterangan Program 1. Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal : Kamis, 30 April 2026 3. Pukul : 07.30 – Selesai 4. Peserta : 100 Anggota meliputi Ketua dan Anggota DWP BAPENDA Kab. Blitar dan undangan 5. Tempat : Ruang Candi Penataran kantor Bupati Blitar Lantai III Jl Kusuma Bangsa No 60 Kanigoro Kabupaten Blitar 6. Acara : Rapat Pleno Dharma Wanita Kabupaten Blitar 2026 dengan tema “ Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama”. 7. Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita Susunan Acara: 1. Pembukaan oleh Ibu Dewi Agus. 2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita dipimpin oleh Ibu Eva Eko. 3. Sambutan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko 4. Sambutan oleh Ibu Penasihat Dharma Wanita Ibu Hj. Ninik Rijanto 5. Narasumber 1 Ibu Dr. Fatimah, Sp. KJ 7. Narasumber 2 Ibu Leliana Puguh melaporkan kegiatan Dharma Wanita Kabupaten Blitar 2026 8. Narasumber 3 oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan 9. Doa oleh Ibu Enik Hendry 10. Penutup Dharma Wanita Kabupaten Blitar mengadakan rapat pleno yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Rapat Pleno kali ini selain membahas program-progam serta laporan keuangan diadakan juga seminar tentang Kesehatan Mental pada Perempuan adalah Prioritas Utama. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Ketua dan perwakilan anggota dari Dharma Wanita UP. Badan/ Dinas/ Bagian. Dharma Wanita Persatuan BAPENDA Kab. Blitar diikuti oleh Ibu Heli Dan Ibu Dedi. Acara di buka oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko. Kemudian dilanjutkan oleh Ibu Penasihat Ibu Hj. Ninik Rijanto yang memberikan sedikit banyak wejangan untuk para Ibu- ibu Dharma Wanita. Penyampaian materi pertama oleh Dr. Fatimah, Sp. KJ. Pemateri kedua oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S. Mn. Dan Pemateri ketiga oleh Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Ibu Leliana Puguh. Materi yang disampaikan oleh Dr, Fatimah, Sp. KJ bertema Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama. Kesehatan mental merupakan fondasi dalam kehidupan agar seimbang dan Bahagia. Untuk Perempuan menjaga Kesehatan mental memerlukan perhatian yang khusus. Perempuan lebih beresiko mengalami gangguan mental dibandingkan dengan laki-laki. Tantangan pada mental Perempuan berkaitan dengan factor hormonal, peran ganda yang dijalankan serta stigma sosial. Dalam mengenali gejala awal gangguan mental kita harus lebih aware dalam perubahan sekecil mungkin dalam perilaku, emosi agar mendapat segera mungkin mendapatkan bantuan profesional. Perubahan yang bisa kita rasakan ada dua yaitu perubahan emosional dan perubahan fisik. Perubahan emosional meliputi kesedihan yang berkepanjangan, cemas yang berlebihan dan perubahan suasana hati yang mendadak. Perubahan fisik meliputi gangguan tidur, perubahan nafsu makan, dan kehilangan energi. Strategi praktis untuk meningkatkan Kesehatan mental - Rutinitas tidur yang teratur 7-8 jam per malam untuk memulihkan diri dan mengatur hormon stress - Menggerkan tubuh atau berolahraga missal berjalan kaki 30 menit untuk meningkatkan produksi endorphin - Melakukan meditasi - Menjalankan hobi yang disukai bisa membantu meringankan stress - Menghindari terlalu lama terpapar gadget - Bertemu dengan teman dekat, keluarga atau bahkan berkumpul dengan komunitas Mencari bantuan professional sekarang ini bukan hal yang tabu. Psikolog dapat membantu kita untuk menghilangkan mengatasi tantangan mental dengan cara yang sehat. Kita juga harus memperhatikan didi kita sendiri, jangan ragu juga untuk terbuka dalam berbicara, dan yang paling penting kita sebagai Perempuan harus saling mendukung. Kesehatan Mental adalah sebuah perjalanan sama halnya dengan Kesehatan fisik yang selalu kita jaga dan kita rawat. Setiap Perempuan berhak menjalankan kehidupannya dengan lebih sehat dan Bahagia. Mari Kita sebagai Perempuan harus hidup lebih baik, sehat baik fisik maupun mental dan harus Bahagia. Hilangkan stigma negative dan menciptakan lingkungan yang mendukung Kesehatan mental. Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Dian Anita selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Bapenda Kab. Blitar
Program: Rapat
Pelaksana: Badan Pendapatan Daerah
1230-04-2026DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BLITAR Bidang : Sekertariat Program : Pembinaan Hubungan Keluar Kegiatan : Perayaan 1. Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal : Kamis, 30 April 2026 3. Pukul : 12.00 WIB – Selesai 4. Tempat : Warung Bambu Barokah 5. Pakaian : Seragam Batik DWP Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan UP BAPENDA Kab. Blitar mengikuti kegiatan Pertemuan Rutin dan Purna Tugas Bapak Sugiarto. 6. Dihadiri oleh : 1. Kepala Badan 2. Sekertaris Badan 2. Kepala Bidang 3. Kasubag Umum dan Kepegawaian 4. Pejabat Fungsional 5. Pejabat Pelaksana 6. Ketua dan anggota DWP UP BAPENDA Kab. Blitar Susunan Acara: 1. Pembukaan oleh Pembawa Acara ( Bpk Imam Solikhin) 3. Pembacaan Doa ( Bpk Ashari ) Sebelum memulai kegiatan ini diawali dengan doa dan harapan agar kebersamaan yang telah terjalin dapat terus berlanjut, serta semoga Bapak Sugiarto Dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani masa purna tugas. 4. Sambutan Kepala BAPENDA Kab. Blitar Ibu Asmaningayu Dewi L., ST.MM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Sugiarto atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas. Beliau adalah sosok yang penuh tanggung jawab, disiplin, dan memiliki kepedulian tinggi. Kontribusi yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan BAPENDA Kabupaten Blitar. Untuk itu, kami sangat menghargai setiap upaya dan kerja keras yang telah Bapak Sugi berikan. Kami berharap silaturahmi tetap terjalin, dan pengalaman yang dimiliki Bapak Sugi dapat terus menjadi inspirasi bagi kami semua. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga khusunya Ibu Sugi yang telah memberikan dukungan penuh kepada Pak Sugi selama ini. 5. Sambutan dari Bapak Sugiarto yang memasuki purna tugas. Dalam sambutan perpisahannya, Bapak Sugiarto menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar BAPENDA Kabupaten Blitar, yang telah memberikan dukungan selama ini. Beliau mengungkapkan bahwa perjalanan panjang dalam dunia kerja tidak lepas dari peran serta keluarga dan lingkungan yang selalu memberikan semangat. Meskipun telah memasuki masa purna tugas, beliau berharap silaturahmi tetap terjaga dan hubungan baik yang telah terbangun tidak akan terputus. 6. Penyerahan Cindera Mata Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian cinderamata sebagai tanda kenang-kenangan dan penghargaan atas jasa-jasa yang telah diberikan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan, diikuti dengan pemberian ucapan selamat dari seluruh anggota. 7. Foto bersama Menjelang akhir acara, seluruh karyawan, Ibu ketua DWP BAPENDA Kab. Blitar serta anggota berkumpul untuk sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan. 8. Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Acara selanjutnya kegiatan pertemuan rutin juga diisi dengan sesi berbagi informasi dan evaluasi program kerja Dharma Wanita Persatuan oleh Ibu Heli Ratnawati S.Si selaku ketua DWP UP BAPENDA Kab.Blitar. Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan UP BAPENDA Kabupaten Blitar tidak hanya menjadi agenda formal semata, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan emosional, meningkatkan solidaritas, dan menumbuhkan rasa saling peduli antar anggota. Penulis: Ny. Dian Anita ( operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar.
Program: Perayaan
Pelaksana: Badan Pendapatan Daerah
1305-05-2026

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Mengikuti Kegiatan Rapat Pleno / Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026 dengan Tema Sosialisasi Prioritas Utama Dalam Menjaga Kesehatan Mental Perempuan.

Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/Konsolidasi

I. DASAR KEGIATAN
Kegiatan Rapat Pleno / Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :
1. Pasal 22 AD/ART Dharma Wanita Persatuan Hasil Munas V Tahun 2024. Rapat anggota/kegiatan organisasi dilaksanakan secara berkala minimal 1x dalam 1 bulan di tingkat unit, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat dengan tujuan konsolidasi, koordinasi program, peningkatan kapasitas anggota. Serta Pasal 6 "Meningkatkan kualitas SDM anggota untuk mendukung pembangunan nasional".
2. Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026.

II. WAKTU DAN TEMPAT
1. Hari/Tanggal : Selasa/ 5 Mei 2026
2. Pukul : 08.00 WIB s.d. 12.00 WIB
3. Tempat : Ruang Rapat candi Penataran Kantor Kabupaten, Kanigoro
4. Acara : Kegiatan Rapat Pleno / Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026 dengan Tema Sosialisasi Prioritas Utama Dalam Menjaga Kesehatan Mental Perempuan.

III. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN.
Tujuan secara umum kegiatan Rapat Pleno / Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026 adalah meningkatkan kualitas, wawasan, dan peran serta anggota Dharma Wanita Persatuan sebagai istri ASN dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan, meningkatkan wawasan dan keterampilan, serta menumbuhkan semangat Kartini agar perempuan Dharma Wanita Persatuan semakin berdaya, mandiri, dan berperan aktif dalam mendukung Pembangunan.

IV. PESERTA YANG HADIR
Kegiatan ini diikuti oleh :
1. Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto 2. Ibu Ketua beserta Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar 3. Tim Narasumber Ibu Dr. Fatimah, Sp.KJ Psikiater dan Bapak Fajar Triyadi Ramadha, S.Mn Staf Manajemen Bidang Lalu Lintas 4. Seluruh anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

V. RANGKAIAN KEGIATAN
Kegiatan dilaksanakan dengan susunan acara sebagai berikut:

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat oleh seluruh peserta sebagai wujud nasionalisme. Dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan untuk menumbuhkan semangat berorganisasi.

Pembawa acara membuka kegiatan secara resmi dan memandu jalannya acara. Yang bertugas adalah Ibu Dewi Agus Zaenal Arifin dari Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.

Sambutan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto menyampaikan bahwa di forum inilah kita evaluasi program yang sudah jalan, kita rencanakan program yang akan datang, dan kita kuatkan silaturahmi antar Unsur Pelaksana. Dharma Wanita Persatuan bukan milik pengurus Kabupaten saja. Dharma Wanita Persatuan adalah milik kita semua, dari tingkat OPD sampai Kecamatan. Kalau Unsur Pelaksana kuat, DWP Kabupaten pasti hebat. Selain itu beliau juga menyampaikan :

Pertama : Kuatkan Administrasi dan Komunikasi.
Laporan kegiatan, laporan keuangan, data anggota. Tertib administrasi itu cermin tertib organisasi. Saya mohon ibu-ibu Ketua Unsur Pelaksana untuk aktif menyampaikan laporan tepat waktu. Grup WA kita manfaatkan untuk koordinasi, bukan hanya untuk kirim ucapan pagi.Kedua: Program Harus Menyentuh Anggota.
Saya minta setiap Unsur Pelaksana membuat minimal 1 program unggulan yang langsung dirasakan anggota. Bisa pelatihan keterampilan, cek kesehatan, parenting, atau literasi digital. Program tidak harus mahal, yang penting bermanfaat dan berkelanjutan. Pengurus Kabupaten siap mendampingi.Ketiga: Jaga Marwah Organisasi.
Kita adalah istri ASN. Sikap, tutur kata, dan postingan kita di media sosial membawa nama suami dan nama institusi. Mari kita jadi teladan. Tunjukkan bahwa perempuan Dharma Wanita Persatuan itu cerdas bermedsos, santun, dan tidak mudah terprovokasi hoaks.Ibu-ibu yang saya banggakan,Tahun 2026 ini tantangan kita tidak ringan. Kita harus mendukung program prioritas Pemkab Blitar, terutama pengentasan stunting, peningkatan ekonomi keluarga, dan pelestarian budaya. Saya yakin, dengan 5.000 lebih anggota Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Blitar, kita bisa jadi motor penggerak perubahan dari dalam rumah.

Pengisi Acara: Sosialisasi Prioritas Utama Dalam Menjaga Kesehatan Mental Perempuan yang disampaikan oleh Ibu Dr. Fatimah Sp.KJ Psikiater. Beliau meyampaikan bahwa Kesehatan mental adalah fondasi kehidupan yang seimbang dan bahagia. Untuk Perempuan, menjaga Kesehatan mental memerlukan perhatian khusus karena tantangan unik yang dihadapi setiap hari. Penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan dini agar dapat mengambil tindakan segera. Perubahan kecil dalam perilaku dan emosi bisa menjadi indikator kesehatan mental. Adanya perubahan emosional dengan kesedihan yang berkepanjangan, kecemasan yang berlebihan dan perubahan suasana hati mendadak. Juga ada perubahan fisik dari gangguan tidur, perubahan nafsu makan dan kehilangan energi. Strategi paktis untuk meningkatkan Kesehatan Mental adalah dengan rutinitas tidur teratur, gerakan tubuh, meditasi dan mindfulness, hobi dan kreatifitas. Pentingnya dukungan sosial dar keluarga dengan berkomunikasi terbuka dengan semua anggota keluarga menciptakan rasa aman dan penerimaan tanpa syarat. Juga Teman dekat, pertemanan yang sehat memberikan ruang untk berbagi perasaan dan memdapatkan perspektif baru. Bergabung dengan komunitas atau kelompok yang minat sama membangun rasa kebersamaan. Kesehatan mental adalah perjalanan, bukan tujuan. Dengan kesadaran, dukungan, dan tindakan konsisten, setiap perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia. Mari bersama-sama menghilangkan stigma dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental.

VI. PENUTUP

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan semakin memajukan organisasi Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar. Atas perhatian dan dukungan semua pihak, kami ucapkan terima kasih.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

1405-05-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan acara Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar tahun 2026.

Keterangan Progam :
(

1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat
(

2. Hari/Tanggal : 5 Mei 2026
(

3. Pukul : 08.00-selesai
(

4. Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Kanigoro. Jl. Kusuma Bangsa nomor 60 Kanigoro.
(

5. Acara : Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
(

6. Dihadiri oleh:
(

- Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto - Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Susanto beserta seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
(

- Ketua UP DWP Badan/Dinas/Bagian/ Kantor/Kecamatan se Kabupaten Blitar beserta 1 anggota.
(

- Narasumber 1 Ibu dr Fatimah, SP.KJ dari Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

- Narasumber 2 Bapak Fajar Triyadi Ramadhan,S.Mn dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar.

Deskripsi Kegiatan:

Dalam rangka pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dilaksanakan rapat pleno/ rapat anggota Dharma Wanita Persatuan diisi dengan kegiatan sosialisasi " Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan sebagai Prioritas Utama".

Adapun susunan acara adalah sebagai berikut:
(

1. Pembukaan oleh MC Ibu Ratna Dewi Agus Z

2. Doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus

3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S

4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto.
(

Beliau menyampaikan terimakasih atas semua undangan yang hadir dan semoga ilmu yang diberikan pada hari ini bisa bermanfaat bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

5. Pengarahan dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto.(Beliau berterimakasih telah diundang di acara ini dan beliau sangat berharap bahwa Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar bisa menjadi wadah aspirasi dan inspirasi bagi seluruh anggotanya

6. Pemberian penghargaan 3 terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan.
(

Pada kategori Dinas:
(

- Juara 1 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
(

- Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar
(

- Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar

Untuk kategori kecamatan:
(

- Juara 1 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar
(

- Juara 2 Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar
(

- Juara 3 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

7. Penyampaian Materi edukasi kesehatan oleh dr. Fatimah, SP.KJ, dari Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.
(

Pada kesempatan kali ini beliau mengangkat pembahasan yang sangat penting terutama di jaman sekarang terkait dengan kesehatan mental.

Beliau mengambil tema "Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama"(Kesehatan adalah fondasi kehidupan yang seimbang dan bahagia. Terutama untuk perempuan, menjaga kesehatan mental memerlukan perhatian khusus karena selalu ada tantangan unik setiap hari.Menurut WHO perwmpuan 2x lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan laki-laki, 1 banding 5 dari populasi perempuan mengalami gangguan kecemasan, dan 75% terdampak atas perubahan hormonal sehingga lebih rentan terhadap perubahan suasana hati akibat fluktuatif hormonal. Faktor lain yang bisa mempengaruhi adalah adanya peran ganda sebagai ibu pekerja sekaligus ibu rumah tangga, juga pengaruh dari stigma sosial bahwa masyarakat kita cenderung menilai negatif dari seseorang yang mencari bantuan mental.
(

Ada ciri seseorang mengalami gangguan mental antara lain adanya perubahan emosional seperti kesedihan yang lama, kecemasan berlebihan, perubahan suasana hati yang mendadak. Selain iti ada perubahan fisik, antara lain, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, dan sering kehilangan energi.
(

Ada Strategi praktis yang bisa untuk mengendalikan gangguan di atas yaitu dengan mengatur pola tidur yang cukup, olahraga ringan, meditasi, dan melakukan hobi. Selain itu diperlukan juga dukungan keluarga, teman, dan komunitas yang positif. Tak kalah penting adalah membatasi sosial media karena tak jarang gangguan mental disebabkan oleh terlalu lekat dengan media sosial.

Kita harus lebih sering memberi perhatian kepada diri sendiri, jangan ragu untuk berbagi cerita dengan orang terpercaya, dan saling memberikan dukungan jika ada perempuan di sekitar kita butuh pertolongan.

8. Perkenalan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang baru.
(

- Ketua: Ibu Ita Susanto
(

- Wakil Ketua : Ibu Leliana Puguh
(

- Sekretaris:Ibu Nurul Tantowi, wakil: Ibu Heni Mulyadi
(

- Bendahara: Ibu Arum Suhendro, wakil: Ibu Margareth Nanang Adi
(

- Ketua Bidang Pendidikan : Ibu Wulan Ahmad Cholik, wakil: Ibu Yanis Haris Muktiono
(

- Ketua Bidang Ekonomi:Ibu Susi Agus Santosa, wakil: Ibu Ana Wahyudiono
(

- Ketua Bidang Sosial Budaya : Ibu Tuah Haris Susianto, wakil: Ibu Dwi Retnanik Darmadi

9. Fashion show seragam Dharma Wanita Persatuan.

Petugas:
(- Ibu Eva Sunardiyanto
(- Ibu Yanti Prastyo
(- Ibu Heny Mulyadi
(- Ibu Rara Omar
(- Ibu Margaretha Nanang Adi
(- Ibu Novita Asyik Faizi
(

Dalam fashion show ini diperlihatkan beberapa seragam yang digunakan setiap anggota Dharma Wanita di berbagai acara baik seragam PDH, seragam PDL, seragam olah raga, dan sergam batik DWP yang baru.

10. Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh

11. Penyampaian materi ke 2 tentang marketing oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan. Beliau mengusung tema Belajar Berwirausaha, Pemanfaatan Pemasaran Era Digitalisasi.
(

Belajar wirausaha adalah proses mengembangkan kreatifitas, inovasi, dan mental yang kuat untuk menciptakan peluang usaha. Fokus utamanya memecahkan masalah melalui produk dan jasa bukan sekedar mencari keuntungan, dan berani mengambil resiko. Alat pemasaran yang sangat efektif saat ini bagi UMKM adalah dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, Instagram, Tiktok dan platform lainnya. Karena dengan menggunakan platform media sosial pelaku usaha akan mempunyai wadah promosi yang minim biaya, punya jangkauan pasar yang sangat luas, dapat membangun branding kuat, serta pembuatan konten yang lebih variatif.

Ditulis dan diedit oleh Ny. Gandes Intan Sintiana selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.

Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Srengat

1505-05-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar unit Bappedalitbang

Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang telah mengikuti kegiatan
Bidang: Sekretariat
Program Kegiatan : Pembinaan Hubungan Keluar

Kegiatan : Rapat

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Selasa, 05 Mei 2026
3. Pukul : 07.30 – Selesai
4. Peserta : 100 Anggota meliputi Ketua dan Anggota DWP Bappedalitbang Kab. Blitar dan undangan
5. Tempat : Ruang Candi Penataran kantor Bupati Blitar Lantai III Jl Kusuma Bangsa No 60 Kanigoro Kabupaten Blitar
6. Acara : Rapat Pleno Dharma Wanita Kabupaten Blitar 2026 dengan tema “ Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama”.

7. Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita

Susunan Acara:
1. Pembukaan oleh Ibu Dewi Agus.
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita dipimpin oleh Ibu Eva Eko.
3. Sambutan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko
4. Sambutan oleh Ibu Penasihat Dharma Wanita Ibu Hj. Ninik Rijanto
5. Narasumber 1 Ibu Dr. Fatimah, Sp. KJ
7. Narasumber 2 Ibu Leliana Puguh melaporkan kegiatan Dharma Wanita Kabupaten Blitar 2026
8. Narasumber 3 oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan
9. Doa oleh Ibu Enik Hendry
10. Penutup

Dharma Wanita Kabupaten Blitar mengadakan rapat pleno yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Rapat Pleno kali ini selain membahas program-progam serta laporan keuangan diadakan juga seminar tentang Kesehatan Mental pada Perempuan adalah Prioritas Utama.

Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Ketua dan perwakilan anggota dari Dharma Wanita UP. Badan/ Dinas/ Bagian. Acara di buka oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko. Kemudian dilanjutkan oleh Ibu Penasihat Ibu Hj. Ninik Rijanto yang memberikan sedikit banyak wejangan untuk para Ibu- ibu Dharma Wanita. Penyampaian materi pertama oleh Dr. Fatimah, Sp. KJ. Pemateri kedua oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S. Mn. Dan Pemateri ketiga oleh Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Ibu Leliana Puguh.

Materi yang disampaikan oleh Dr, Fatimah, Sp. KJ bertema Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama. Kesehatan mental merupakan fondasi dalam kehidupan agar seimbang dan Bahagia. Untuk Perempuan menjaga Kesehatan mental memerlukan perhatian yang khusus.

Perempuan lebih beresiko mengalami gangguan mental dibandingkan dengan laki-laki. Tantangan pada mental Perempuan berkaitan dengan factor hormonal, peran ganda yang dijalankan serta stigma sosial.

Dalam mengenali gejala awal gangguan mental kita harus lebih aware dalam perubahan sekecil mungkin dalam perilaku, emosi agar mendapat segera mungkin mendapatkan bantuan profesional.

Perubahan yang bisa kita rasakan ada dua yaitu perubahan emosional dan perubahan fisik. Perubahan emosional meliputi kesedihan yang berkepanjangan, cemas yang berlebihan dan perubahan suasana hati yang mendadak. Perubahan fisik meliputi gangguan tidur, perubahan nafsu makan, dan kehilangan energi.

Strategi praktis untuk meningkatkan Kesehatan mental - Rutinitas tidur yang teratur 7-8 jam per malam untuk memulihkan diri dan mengatur hormon stress
- Menggerkan tubuh atau berolahraga missal berjalan kaki 30 menit untuk meningkatkan produksi endorphin
- Melakukan meditasi - Menjalankan hobi yang disukai bisa membantu meringankan stress
- Menghindari terlalu lama terpapar gadget
- Bertemu dengan teman dekat, keluarga atau bahkan berkumpul dengan komunitas

Mencari bantuan professional sekarang ini bukan hal yang tabu. Psikolog dapat membantu kita untuk menghilangkan mengatasi tantangan mental dengan cara yang sehat. Kita juga harus memperhatikan didi kita sendiri, jangan ragu juga untuk terbuka dalam berbicara, dan yang paling penting kita sebagai Perempuan harus saling mendukung.

Kesehatan Mental adalah sebuah perjalanan sama halnya dengan Kesehatan fisik yang selalu kita jaga dan kita rawat. Setiap Perempuan berhak menjalankan kehidupannya dengan lebih sehat dan Bahagia. Mari Kita sebagai Perempuan harus hidup lebih baik, sehat baik fisik maupun mental dan harus Bahagia. Hilangkan stigma negative dan menciptakan lingkungan yang mendukung Kesehatan mental.

Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Siska Hengki selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang.

Program: Rapat
Pelaksana: BAPPEDA LITBANG

1605-05-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah mengikuti Kegiatan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat


Keterangan Program :
1. Acara : Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental Pada Perempuan Sebagai Prioritas Utama
2. Hari/ Tanggal : Selasa/ 5 Mei 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Lokasi : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lt. III
5. Peserta : 120 Orang (Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan beserta 1 (satu) anggota)
6. Narasumber :
1) Dr. Fatimah, SP.Kj, Psikiater dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar;
2) Bapak Fajar Triyadi Ramadhan,S.Mn dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

Susunan acara :
1) Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z
2) Doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus
3) Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S
4) Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto

Dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran dan kesehatan diri, khususnya kesehatan mental. Beliau juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pilar dalam keluarga, sehingga kesehatan mental yang baik akan berdampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Beliau juga menjelaskan pokok pokok seputar Rapat Pleno, diantaranya :
Rapat pleno berfungsi untuk:
1. Evaluasi program kerja sebelumnya
2. Penyampaian laporan dari masing-masing bidang
3. Perencanaan kegiatan ke depan
4. Penguatan peran anggota dalam mendukung program pemerintah daerah
Tujuan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antaranggota Dharma Wanita Persatuan.
2. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan.
3. Menyusun dan merencanakan program kerja ke depan.
4. Meningkatkan peran serta anggota dalam mendukung kegiatan organisasi.
5. Memperkuat kebersamaan dan solidaritas antaranggota.
Manfaat Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Terjalinnya komunikasi yang lebih baik antaranggota.
2. Meningkatnya pemahaman anggota terhadap program kerja organisasi.
3. Terwujudnya perencanaan kegiatan yang lebih terarah dan efektif.
4. Meningkatnya partisipasi dan keaktifan anggota dalam setiap kegiatan.
5. Terbentuknya rasa kebersamaan dan solidaritas yang lebih kuat.


5) Pengarahan dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto

Ibu Bupati Blitar selaku Penasihat Dharn=ma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Pleno Dharma Wanita yang juga diisi dengan Sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental pada perempuan sebagai prioritas utama. Beliau menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat, sehingga kesehatan mental perempuan perlu dijaga dengan baik agar dapat menjalankan peran tersebut secara optimal. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota DWP mampu memahami pentingnya kesehatan mental, mengenali tanda stres, serta saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang positif. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang memiliki peran besar dalam menentukan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kesehatan mental berhubungan erat dengan cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam menghadapi berbagai situasi. Perempuan sebagai individu yang memiliki berbagai peran strategis dalam keluarga maupun masyarakat seringkali dihadapkan pada berbagai tuntutan yang kompleks. Peran sebagai ibu, istri, pendamping suami, pengelola rumah tangga, serta dalam banyak kasus juga sebagai wanita karier, menjadikan perempuan memiliki beban tanggung jawab yang tidak ringan. Kondisi ini apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola emosi dan menjaga kesehatan mental dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kabupaten Blitar.

6) Pemberian penghargaan
Pemberian penghargaan kepada 3 terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan. Pada kategori Dinas/Badan/Sekretariat sebagai berikut :
1. Juara 1 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar
3. Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
Sementara untuk kategori Kecamatan sebagai berikut :
1. Juara 1 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar
2. Juara 2 Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar
3. Juara 3 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar
7) Penyampaian materi edukasi kesehatan oleh narasumber, yaitu Dr. Fatimah, SP.Kj, yang merupakan Psikiater pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Dalam paparannya narasumber menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan mental, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang dalam mengelola stres, membangun hubungan yang sehat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Disampaikan pula bahwa terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental perempuan, di antaranya adalah tekanan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, kurangnya dukungan sosial, serta ekspektasi dari lingkungan sekitar. Narasumber juga menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, seperti mudah merasa lelah secara emosional, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati yang drastis, serta menurunnya motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi perempuan juga semakin beragam. Tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab domestik, tetapi juga tuntutan sosial dan profesional yang semakin tinggi. Banyak perempuan yang tanpa disadari mengalami stres, kecemasan, bahkan kelelahan emosional akibat menjalankan berbagai peran secara bersamaan. Dalam kondisi seperti ini, seringkali perempuan lebih mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, sehingga mengabaikan kondisi kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada anggota mengenai pentingnya kesehatan mental, meningkatkan kesadaran akan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis perempuan, serta memberikan pengetahuan praktis mengenai cara-cara menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anggota untuk saling berbagi pengalaman, sehingga dapat memperkuat hubungan emosional dan solidaritas antaranggota dalam organisasi.

Lebih lanjut, narasumber memberikan berbagai strategi sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Salah satunya adalah dengan mengatur waktu secara efektif antara pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan waktu istirahat. Selain itu, penting bagi perempuan untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah me time, sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, membaca buku, berkebun, atau melakukan hobi dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati.

Narasumber juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dalam menjaga kesehatan mental. Perempuan diharapkan tidak memendam perasaan atau permasalahan yang dihadapi, melainkan berani untuk berbagi dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya. Dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun lingkungan organisasi sangat berperan dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup. Selain itu, pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta tidur yang cukup juga merupakan faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman pribadi terkait tantangan yang dihadapi dalam menjaga kesehatan mental. Dalam sesi ini, terlihat bahwa banyak peserta yang mengalami permasalahan serupa, sehingga tercipta rasa saling memahami dan empati antaranggota. Diskusi berlangsung dengan hangat dan terbuka, serta memberikan manfaat yang besar bagi peserta dalam memperoleh solusi dan perspektif baru.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi peserta. Hal ini terlihat dari meningkatnya pemahaman anggota mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, serta bertambahnya wawasan mengenai cara-cara praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana yang lebih terbuka dan suportif di antara anggota, sehingga diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial dalam organisasi.

8) Perkenalan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang baru
1. Penasehat
Bupati: Drs. H. Rijanto, MM
Wakil Bupati: H. Beky Herdihansah
Ibu Bupati: Ny. Hj. Ninik Rijanto
Ibu Wakil Bupati: Ny. Hj. Arina Beky
Sekretaris Daerah: Khusna LIndarti, S.Sos., M.Si.
2. Pengurus Harian
Ketua: Ny. Ita Eko Susanto
Wakil Ketua: Ny. Leliha Pudjih
Sekretaris: Ny. Nurul Tantowi
Wakil Sekretaris: Ny. Heni Mulyadi
Bendahara: Ny. Arum Suhendro
Wakil Bendahara: Ny. Margareth Nanang Adi
C. Bidang-Bidang DWP
1. Bidang Pendidikan
Ketua: Ny. Wulan Achmad Cholik
Wakil Ketua: Ny. Yanis Haris Muktiono
Anggota:
Ny. Yanti Prasetyo
Ny. Tyas Wiji Asrori
Ny. Anik Hendry Bagus
Ny. Novita Asyik Fauzi
2. Bidang Sosial Budaya
Ketua: Ny. Tuah Haris Susianto
Wakil Ketua: Ny. Dwi Retnanik Darmadi
Anggota:
Ny. Harti Jumali
Ny. Wiwik Ivong
Ny. Erma Add. Salam
Ny. Dewi Agus Zaena
l 3. Bidang Ekonomi
Ketua: Ny. Susi Agus Santosa
Wakil Ketua: Ny. Ana Wahyudiono
Anggota:
Ny. Rara Omar
Ny. Eva Eko Sumardiyanto
Ny. Eri Anang
Ny. Nanik Hangga
9) Fashion show seragam Dharma Wanita Persatuan

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar juga menyampaikan pelaksanaan launching seragam batik DWP sebagai identitas resmi organisasi. Seragam batik ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan, meningkatkan kekompakan anggota, serta mencerminkan karakter dan nilai-nilai Dharma Wanita Persatuan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Penampilan seragam DWP : a. Sragam DWP resmi (warna blewah untuk kegiatan resmi), batik DWP lama dan baru untuk kegiatan sehari² DWP ataupun kegiatan lapangan, batik DWP lapangan hijau emas, baju olah raga DWP.

10) Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh

Sosialisasi perubahan iuran anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh anggota terkait dasar hukum organisasi serta pentingnya penyesuaian iuran sebagai sumber utama pembiayaan kegiatan. DWP merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya, bersifat non-partisan, serta memiliki struktur kepengurusan yang jelas mulai dari ketua hingga anggota bidang yang ditetapkan sesuai ketentuan AD/ART. Dalam pelaksanaannya, organisasi juga didukung oleh peran penasihat yang memberikan arahan dan pertimbangan guna meningkatkan kinerja serta citra organisasi. Sumber keuangan DWP berasal dari iuran anggota, bantuan pemerintah (APBN/APBD), sumbangan, CSR, serta usaha lain yang sah, dengan ketentuan besaran dan pengelolaannya diatur melalui keputusan Ketua Umum DWP. Oleh karena itu, perubahan iuran anggota menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian organisasi, meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program kerja, serta mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional demi mendukung kemajuan organisasi secara menyeluruh. Oleh karena itu berdasarkan Surat Keputusa Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Nomor... tentang Penetapan Iuran Anggota, dengan ini ditetapkan iuran anggota PNS (sesuai golongan) dengan rincian sebagai berikut:
a. Golongan IV Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah)
b. Golongan III Rp. 8.000,- ( Delapan ribu rupiah)
c. Golongan II Rp. 5.000,- (Lima ribu rupiah)
d. Golongan I Rp 3.000,- (Tiga ribu rupiah)
PPPK
a. Golonga XI (Lulusan S-3)
b. Golongan X (Lulusan S-2)>> Dokter, Apoteker
c. Golongan IX (Lulusan S-1) setara Golongan III
d. Golongan VII (Lulusan Diploma) setara Golongan Iic
e. Golongan V (Lulusan SMA) setara Golongan II
f. Golongan I (Lulusan SD) setara Golongan I


11)Penyampaian materi ke 2 tentang marketing oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan

Sosialisasi dengan tema “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi” disampaikan oleh Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam mengembangkan usaha serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Materi menjelaskan bahwa kewirausahaan merupakan proses membangun kreativitas, inovasi, serta mental yang kuat untuk menciptakan peluang usaha yang berorientasi pada pemecahan masalah dan kebutuhan masyarakat.
Dalam pemaparan dijelaskan tahapan berwirausaha yang meliputi identifikasi peluang usaha, riset dan validasi pasar, penyusunan perencanaan bisnis, hingga tahap eksekusi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, ditekankan pentingnya membangun mental wirausaha seperti komitmen, kerja keras, pantang menyerah, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Materi juga menyoroti pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran digital yang efektif dan efisien bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Platform seperti media sosial dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan branding produk, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pelanggan. Keberhasilan pemasaran digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola konten, memahami target pasar, serta memanfaatkan fitur promosi secara optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan serta memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan produktivitas dan perekonomian keluarga, sehingga dapat mendukung kemandirian dan kesejahteraan anggota secara berkelanjutan


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Kesehatan
1705-05-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah mengikuti Kegiatan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat


Keterangan Program :
1. Acara : Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental Pada Perempuan Sebagai Prioritas Utama
2. Hari/ Tanggal : Selasa/ 5 Mei 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Lokasi : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lt. III
5. Peserta : 120 Orang (Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan beserta 1 (satu) anggota)
6. Narasumber :
1) Dr. Fatimah, SP.Kj, Psikiater dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar;
2) Bapak Fajar Triyadi Ramadhan,S.Mn dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

Susunan acara :
1) Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z
2) Doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus
3) Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S
4) Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto

Dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran dan kesehatan diri, khususnya kesehatan mental. Beliau juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pilar dalam keluarga, sehingga kesehatan mental yang baik akan berdampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Beliau juga menjelaskan pokok pokok seputar Rapat Pleno, diantaranya :
Rapat pleno berfungsi untuk:
1. Evaluasi program kerja sebelumnya
2. Penyampaian laporan dari masing-masing bidang
3. Perencanaan kegiatan ke depan
4. Penguatan peran anggota dalam mendukung program pemerintah daerah
Tujuan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antaranggota Dharma Wanita Persatuan.
2. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan.
3. Menyusun dan merencanakan program kerja ke depan.
4. Meningkatkan peran serta anggota dalam mendukung kegiatan organisasi.
5. Memperkuat kebersamaan dan solidaritas antaranggota.
Manfaat Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Terjalinnya komunikasi yang lebih baik antaranggota.
2. Meningkatnya pemahaman anggota terhadap program kerja organisasi.
3. Terwujudnya perencanaan kegiatan yang lebih terarah dan efektif.
4. Meningkatnya partisipasi dan keaktifan anggota dalam setiap kegiatan.
5. Terbentuknya rasa kebersamaan dan solidaritas yang lebih kuat.



5) Pengarahan dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto

Ibu Bupati Blitar selaku Penasihat Dharn=ma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Pleno Dharma Wanita yang juga diisi dengan Sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental pada perempuan sebagai prioritas utama. Beliau menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat, sehingga kesehatan mental perempuan perlu dijaga dengan baik agar dapat menjalankan peran tersebut secara optimal. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota DWP mampu memahami pentingnya kesehatan mental, mengenali tanda stres, serta saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang positif. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang memiliki peran besar dalam menentukan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kesehatan mental berhubungan erat dengan cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam menghadapi berbagai situasi. Perempuan sebagai individu yang memiliki berbagai peran strategis dalam keluarga maupun masyarakat seringkali dihadapkan pada berbagai tuntutan yang kompleks. Peran sebagai ibu, istri, pendamping suami, pengelola rumah tangga, serta dalam banyak kasus juga sebagai wanita karier, menjadikan perempuan memiliki beban tanggung jawab yang tidak ringan. Kondisi ini apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola emosi dan menjaga kesehatan mental dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kabupaten Blitar.



6) Pemberian penghargaan
Pemberian penghargaan kepada 3 terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan. Pada kategori Dinas/Badan/Sekretariat sebagai berikut :
1. Juara 1 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar
3. Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
Sementara untuk kategori Kecamatan sebagai berikut :
1. Juara 1 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar
2. Juara 2 Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar
3. Juara 3 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

7) Penyampaian materi edukasi kesehatan oleh narasumber, yaitu Dr. Fatimah, SP.Kj, yang merupakan Psikiater pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Dalam paparannya narasumber menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan mental, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang dalam mengelola stres, membangun hubungan yang sehat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Disampaikan pula bahwa terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental perempuan, di antaranya adalah tekanan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, kurangnya dukungan sosial, serta ekspektasi dari lingkungan sekitar. Narasumber juga menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, seperti mudah merasa lelah secara emosional, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati yang drastis, serta menurunnya motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi perempuan juga semakin beragam. Tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab domestik, tetapi juga tuntutan sosial dan profesional yang semakin tinggi. Banyak perempuan yang tanpa disadari mengalami stres, kecemasan, bahkan kelelahan emosional akibat menjalankan berbagai peran secara bersamaan. Dalam kondisi seperti ini, seringkali perempuan lebih mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, sehingga mengabaikan kondisi kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada anggota mengenai pentingnya kesehatan mental, meningkatkan kesadaran akan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis perempuan, serta memberikan pengetahuan praktis mengenai cara-cara menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anggota untuk saling berbagi pengalaman, sehingga dapat memperkuat hubungan emosional dan solidaritas antaranggota dalam organisasi.


Lebih lanjut, narasumber memberikan berbagai strategi sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Salah satunya adalah dengan mengatur waktu secara efektif antara pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan waktu istirahat. Selain itu, penting bagi perempuan untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah me time, sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, membaca buku, berkebun, atau melakukan hobi dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati.


Narasumber juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dalam menjaga kesehatan mental. Perempuan diharapkan tidak memendam perasaan atau permasalahan yang dihadapi, melainkan berani untuk berbagi dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya. Dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun lingkungan organisasi sangat berperan dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup. Selain itu, pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta tidur yang cukup juga merupakan faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.


Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman pribadi terkait tantangan yang dihadapi dalam menjaga kesehatan mental. Dalam sesi ini, terlihat bahwa banyak peserta yang mengalami permasalahan serupa, sehingga tercipta rasa saling memahami dan empati antaranggota. Diskusi berlangsung dengan hangat dan terbuka, serta memberikan manfaat yang besar bagi peserta dalam memperoleh solusi dan perspektif baru.


Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi peserta. Hal ini terlihat dari meningkatnya pemahaman anggota mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, serta bertambahnya wawasan mengenai cara-cara praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana yang lebih terbuka dan suportif di antara anggota, sehingga diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial dalam organisasi.



8) Perkenalan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang baru
1. Penasehat
Bupati: Drs. H. Rijanto, MM
Wakil Bupati: H. Beky Herdihansah
Ibu Bupati: Ny. Hj. Ninik Rijanto
Ibu Wakil Bupati: Ny. Hj. Arina Beky
Sekretaris Daerah: Khusna LIndarti, S.Sos., M.Si.
2. Pengurus Harian
Ketua: Ny. Ita Eko Susanto
Wakil Ketua: Ny. Leliha Pudjih
Sekretaris: Ny. Nurul Tantowi
Wakil Sekretaris: Ny. Heni Mulyadi
Bendahara: Ny. Arum Suhendro
Wakil Bendahara: Ny. Margareth Nanang Adi
C. Bidang-Bidang DWP
1. Bidang Pendidikan
Ketua: Ny. Wulan Achmad Cholik
Wakil Ketua: Ny. Yanis Haris Muktiono
Anggota:
Ny. Yanti Prasetyo
Ny. Tyas Wiji Asrori
Ny. Anik Hendry Bagus
Ny. Novita Asyik Fauzi
2. Bidang Sosial Budaya
Ketua: Ny. Tuah Haris Susianto
Wakil Ketua: Ny. Dwi Retnanik Darmadi
Anggota:
Ny. Harti Jumali
Ny. Wiwik Ivong
Ny. Erma Add. Salam
Ny. Dewi Agus Zaena
l 3. Bidang Ekonomi
Ketua: Ny. Susi Agus Santosa
Wakil Ketua: Ny. Ana Wahyudiono
Anggota:
Ny. Rara Omar
Ny. Eva Eko Sumardiyanto
Ny. Eri Anang
Ny. Nanik Hangga

9) Fashion show seragam Dharma Wanita Persatuan

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar juga menyampaikan pelaksanaan launching seragam batik DWP sebagai identitas resmi organisasi. Seragam batik ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan, meningkatkan kekompakan anggota, serta mencerminkan karakter dan nilai-nilai Dharma Wanita Persatuan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Penampilan seragam DWP : a. Sragam DWP resmi (warna blewah untuk kegiatan resmi), batik DWP lama dan baru untuk kegiatan sehari² DWP ataupun kegiatan lapangan, batik DWP lapangan hijau emas, baju olah raga DWP.


10) Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh

Sosialisasi perubahan iuran anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh anggota terkait dasar hukum organisasi serta pentingnya penyesuaian iuran sebagai sumber utama pembiayaan kegiatan. DWP merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya, bersifat non-partisan, serta memiliki struktur kepengurusan yang jelas mulai dari ketua hingga anggota bidang yang ditetapkan sesuai ketentuan AD/ART. Dalam pelaksanaannya, organisasi juga didukung oleh peran penasihat yang memberikan arahan dan pertimbangan guna meningkatkan kinerja serta citra organisasi. Sumber keuangan DWP berasal dari iuran anggota, bantuan pemerintah (APBN/APBD), sumbangan, CSR, serta usaha lain yang sah, dengan ketentuan besaran dan pengelolaannya diatur melalui keputusan Ketua Umum DWP. Oleh karena itu, perubahan iuran anggota menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian organisasi, meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program kerja, serta mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional demi mendukung kemajuan organisasi secara menyeluruh. Oleh karena itu berdasarkan Surat Keputusa Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Nomor... tentang Penetapan Iuran Anggota, dengan ini ditetapkan iuran anggota PNS (sesuai golongan) dengan rincian sebagai berikut:
a. Golongan IV Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah)
b. Golongan III Rp. 8.000,- ( Delapan ribu rupiah)
c. Golongan II Rp. 5.000,- (Lima ribu rupiah)
d. Golongan I Rp 3.000,- (Tiga ribu rupiah)
PPPK
a. Golonga XI (Lulusan S-3)
b. Golongan X (Lulusan S-2)>> Dokter, Apoteker
c. Golongan IX (Lulusan S-1) setara Golongan III
d. Golongan VII (Lulusan Diploma) setara Golongan Iic
e. Golongan V (Lulusan SMA) setara Golongan II
f. Golongan I (Lulusan SD) setara Golongan I



11)Penyampaian materi ke 2 tentang marketing oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan

Sosialisasi dengan tema “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi” disampaikan oleh Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam mengembangkan usaha serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Materi menjelaskan bahwa kewirausahaan merupakan proses membangun kreativitas, inovasi, serta mental yang kuat untuk menciptakan peluang usaha yang berorientasi pada pemecahan masalah dan kebutuhan masyarakat.
Dalam pemaparan dijelaskan tahapan berwirausaha yang meliputi identifikasi peluang usaha, riset dan validasi pasar, penyusunan perencanaan bisnis, hingga tahap eksekusi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, ditekankan pentingnya membangun mental wirausaha seperti komitmen, kerja keras, pantang menyerah, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Materi juga menyoroti pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran digital yang efektif dan efisien bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Platform seperti media sosial dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan branding produk, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pelanggan. Keberhasilan pemasaran digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola konten, memahami target pasar, serta memanfaatkan fitur promosi secara optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan serta memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan produktivitas dan perekonomian keluarga, sehingga dapat mendukung kemandirian dan kesejahteraan anggota secara berkelanjutan


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Kesehatan
1805-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN KABUPATEN BLITAR


Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar Ny. Margareth Nanang Adi dan Ny. Titik Dayat menghadiri undangan rapat pleno yang di adakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.


Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat


Hari/Tanggal : Selasa , 05 Mei 2026
Pukul : 07.30 WIB – Selesai
Tempat : Ruang Candi Penataran kantor Bupati Blitar Lantai III Jl Kusuma Bangsa No 60 Kanigoro Kabupaten Blitar
Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita Persatuan


Kegiatan ini di hadiri oleh :
a. Ibu Bupati: Ny. Hj. Ninik Rijanto
b. Ibu Wakil Bupati: Ny. Hj. Arina Beky
c. Ny. Ita Eko Susanto
d. Ny. Leliana Puguh
e. Dr. Fatimah, Sp.KJ sebagai narasumber Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama
f. Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn sebagai narasumber Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi
g. 48 Ketua UP DWP. Badan/Dinas/Bagian Kantor
h. 48 Anggota UP DWP. Badan/Dinas/Bagian Kantor


Dengan Susunan Acara :
1. Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z
2. Menyanyikan Indonesia Raya dan Mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S
3. Pembacaan Do'a oleh Ibu Enik Hendry Bagus
4. Sambutan ibu ketua DWP Ibu Ita Eko Susanto
5. Sambutan ibu Penasehat ibu Hj. Ninik Riyanto.
6. Pemateri 1 ibu dokter dr.Fatimah, SP.Kj
7. Peragaan Seragam DWP oleh pengurus DWP Kab. sekaligus Lounching Seragam Batik DWP terbaru
8. Pemateri 2 oleh Pengurus DWP Ibu Leliana Puguh
9. Pemateri 3 oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan
10. Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh
11. Penutup


Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026, maka Kegiatan Pleno / Rap[at Anggota kali ini diisi dengan kegiatan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada perempuan sebagai prioritas utama.


Pentingnya kesehatan mental sering kali masih diremehkan, padahal dampaknya sangat besar terhadap hampir semua aspek kehidupan.


Mempengaruhi Cara Berpikir dan Mengambil Keputusan. Kesehatan mental yang baik membantu seseorang berpikir jernih, fokus, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat. Sebaliknya, jika terganggu, seseorang bisa mudah bingung, ragu, atau impulsif.


Menjaga Keseimbangan Emosi Dengan mental yang sehat, seseorang lebih mampu mengelola emosi seperti marah, sedih, atau cemas. Ini membuat kehidupan terasa lebih stabil dan tidak mudah “meledak” secara emosional.


Meningkatkan Hubungan Sosial Kesehatan mental berpengaruh besar pada cara kita berinteraksi dengan orang lain. Orang dengan kondisi mental yang baik cenderung lebih mudah berempati, berkomunikasi, dan menjaga hubungan yang sehat


Mendukung Produktivitas Di sekolah, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari, mental yang sehat membantu kita tetap termotivasi, kreatif, dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik.


Membantu Menghadapi Stres Hidup pasti ada tekanan. Dengan mental yang kuat, kita lebih mampu menghadapi masalah tanpa merasa kewalahan atau putus asa.


Berhubungan dengan Kesehatan Fisik Kesehatan mental yang buruk bisa memicu berbagai masalah fisik seperti gangguan tidur, sakit kepala, hingga penyakit kronis. Sebaliknya, mental yang sehat mendukung tubuh tetap bugar.


Pengertian dari kesehatan mental itu sendiri adalah dimana kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak. Ini juga menentukan bagaimana kita menghadapi stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat keputusan.

Pentingnya menjaga kesehatan mental adalah 1. Meningkatkan kualitas hidup
2. Membantu mengelola stres
3. Menjaga hubungan sosial tetap sehat
4. Meningkatkan produktivitas


Tanda-tanda Kesehatan Mental Terganggu anatara lain
- Perasaan sedih berkepanjangan
- Mudah marah atau cemas berlebihan
- Gangguan tidur atau nafsu makan
- Kehilangan minat pada aktivitas yang disukai


Berikut Cara Menjaga Kesehatan Mental
1. Kelola stres dengan baik.Misalnya melalui relaksasi, meditasi, atau olahraga ringan seperti yoga.
2. Jaga pola hidup sehat. Tidur cukup, makan bergizi, dan rutin beraktivitas fisik.
3. Berbicara dengan orang terpercaya. Berbagi cerita dengan teman, keluarga, atau konselor.
4. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Melakukan hobi atau aktivitas yang menyenangkan.
5. Batasi penggunaan media sosial. Agar tidak membandingkan diri secara berlebihan.


Disini peran lingkungan sangatlah penting demi menjaga kesehatan mental yang terutama bagi kaum perempuan. Menciptakan lingkungan yang suportif, tidak memberikan stigma negatif terhadap gangguan mental dan mendorong individu untuk mencari bantuan profesional adalah beberapa cara langkah cara kerja peran lingkungan untuk kesehatan mental.


Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menjaganya bukan hanya membuat hidup lebih nyaman, tapi juga membantu kita berkembang, beradaptasi, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.


Pelapor : Ny. Enik Yuyus selaku Operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.



Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
1905-05-2026

LAPORAN RAPAT PLENO ANGGOTA DHARMAWANITA PERSATUAN UNIT DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BLITAR

I.DASAR PELAKSANAAN
Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Blitar Tahun 2026 dan Surat Undangan Nomor: B.32/DWP.Kab /IV/2026 .

II. WAKTU DAN TEMPAT
Hari/ Tanggal : Selasa, 5 Mei 2026
Waktu : Pukul 07.30 – 11.30
Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lantai 3, Jln Kusuma Bangsa No .60 Kanigoro
Media : Power point

III. PESERTA
Pengurus DWP Kabupaten Blitar, penasehat (Ibu Ninik Rijanto, dan Ibu Beki), pemateri( Dr Fatimah , SP.KJ , Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S,Mn ) serta 2 perwakilan masing masing dari setiap OPD dan Kecamatan di seluruh Kabupaten Blitar (150 orang ).

IV. URAIAN KEGIATAN
Selasa, 5mei 2026, Ibu Mida Bayu selaku ketua DWP UP DPMPTSP Kabupaten Blitar beserta satu anggota Ibu Beti Cholidin menghadiri rapat Pleno, seminar kesehatan serta seminar kewirausahaan yang diadakan oleh Dharmawanita Persatuan Kabupaten Blitar .
Rapat pleno diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars DWP . Pembawa acara dipandu oleh Ibu Hartatik Izul Marom membuka acara dengan bacaan basmallah , Setelah pembukaan dilanjutkan dengan sambutan.

  • Sambutan pertama oleh ketua Dharmawanita Kabupaten Blitar (Ibu Ita Eko Susanto):
    Dalam sambutannya beliau mengucapkan terimakasih untuk kedatangan para peserta rapat pleno disela sela kesibukannya sebagai ibu maupun ibu pekerja. Dengan terbitnya SK 2024- 2026 tentang rapat Pleno, maka pada hari ini, selasa, 5 mei 2026 di lakukan rapat Pleno Dharmawanita Persatuan Kaabupaten Blitar. Dalam kegiatan rapat Pleno ini juga nanti akan diadakan seminar serta sosialisasi
    Menjaga Kesehatan Mental Pada Perempuan Sebagai Prioritas Utama
    serta sosialisasi tentang kewirausahaan dan sosialisasiperubahan iuran anggota DWP Kabupaten Blitar .
  • Sambutan kedua oleh penasehat Dharma wanita Kabupaten ( Ibu Ninik Rijanto):
    Dalam sambutannya ini beliau mengucapkan terimakasih atas kedatangan seluruh peserta dan kesempatannya untuk berbicara di depan peserta. Rapat aggotaa ini merupakan moment penting untuk meningkatkan kualitas keluarga dan masyarakat. Beliau mengungkapkan bahwa catur dharma masih rilevan dengan kehidupan saat ini. (1)Istri ASN setia dan taat pada suami , mendukung tugas suami (2)Ibu adalah pengelola rumah tangga , mendidik anak serta mengelola hasil ( gaji suami) (3) Ibu juga harus aktif berkegiatan bersama di lingkungan masyarakat.
  • Di sesi terahkir pembukaan dan sambutan sebelum masuk keacara inti, diumumkan e- reporting terbaik
    : Dalam sesi ini dibagi 2 kelompok pelaporan E-Reporting yaitu dari OPD dan dari kelompok Kecamatan. Pada kategori Dinas:Juara 1 dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar dan Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.Untuk kategori kecamatan:Juara 1 Kecamatan Kesamben ,Juara 2 dari kecamatan Wonotirto dan Juara ke 3 dari Kecamatan Nglegok.Diharapkan dengan pemberian penghargaan untuk petugas E-Reporting ini diharap lebih memacu lagi semangat pelaporan kegiatan Dharmawanita untuk masing – masing unit kerja. Selanjutnya dilanjutkan dengan seminar kesehatan mental, wirausaha, dan pelaporan penggurus Dharmawanita Persatuan Kabupaten Blitar
  • V.HASIL KEGIATAN
    1.Seminar kesehatan dengan judul “ Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan : PRIORITAS UTAMA”

    Materi ini disampaikan oleh dr. Fatimah SP. KJ (dokter spesialis jiwa dr Rumah Sakit Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar). Kesehatan mental adalah fondasi kehidupan yang seimbang dan bahagia. Untuk perempuan, menjaga kesehatan mental memerlukan perhatian khusus karena tantangan unik yang dihadapi setiap hari.

    Kesehatan mental bagi perempuan sangat krusial karena mereka lebih rentan mengalami gangguan seperti depresi, kecemasan, dan PTSD akibat faktor hormonal, sosial, dan beban peran ganda. Menjaga kesehatan mental membantu perempuan menjalani hidup lebih berkualitas, berdaya, dan mampu merawat keluarga. Kesehatan mental yang baik merupakan fondasi kesejahteraan fisik dan emosional.

    Kesehatan mental perempuan secara alami berkembang seiring waktu dan merupakan bagian penting dari kesejahteraan secara keseluruhan. Banyak perempuan menghadapi tantangan seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Penting untuk mengenali kesulitan-kesulitan ini dan memahami bahwa dukungan tersedia. Perempuan tidak harus menghadapi tantangan ini sendirian

    Perubahan hormonal selama pubertas, kehamilan, setelah melahirkan, dan menopause semuanya dapat memengaruhi kesehatan mental. Memahami perubahan alami ini dapat membantu wanita menemukan perawatan dan dukungan yang mereka butuhkan. Dengan berfokus pada kesehatan mental mereka, mencari dukungan saat dibutuhkan, dan berbicara secara terbuka dengan orang lain, wanita dapat mengatasi tantangan ini dengan lebih efektif dan merasa lebih didukung.

    Gejala umum pada wanita yang mengalami depresi meliputi kesedihan, kelelahan, dan perasaan tidak berharga. Wanita lebih cenderung mengalami kecemasan bersamaan dengan depresi, gejala fisik seperti nyeri dan sakit, serta perubahan suasana hati seiring musim dibandingkan pria.Perempuan lebih mungkin terpengaruh oleh faktor risiko tertentu untuk kondisi kesehatan mental dibandingkan laki-laki, termasuk mengalami kemiskinan, menjadi korban kekerasan, menghadapi stres di rumah, dan menjadi pengasuh.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan self care sebagai kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memelihara kesehatan, dan mengatasi penyakit dengan atau tanpa dukungan dari penyedia layanan kesehatan.Menurut definisi WHO tersebut, bisa diartikan bahwa self care mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya untuk tetap sehat secara fisik, termasuk menjaga kebersihan diri, memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh, dan mencari perawatan medis bila diperlukan. Semua itu bisa dilakukan untuk mengelola stres atau tekanan dalam hidup dan menjaga kesehatan dan kesejahteraannya sendiri.

    Berikut adalah poin-poin penting mengenai kesehatan mental bagi perempuan:.
    1. Faktor Risiko Unik:perubahan hormonal yang drastis pada masa pubertas, kehamilan, pascamelahirkan, hingga menopause memengaruhi kondisi mental perempuan.
    2. Peran Ganda dan Tekanan Sosial:Tuntutan pekerjaan dan keluarga, serta ekspektasi sosial sering kali menyebabkan perempuan mengalami stres, burnout, dan kecemasan.
    3. Dampak pada Fisik: Kesehatan mental yang buruk dapat berdampak pada kesehatan fisik, termasuk penyakit jantung dan masalah pencernaan .
    4. Pentingnya Self-Care: Menjaga kesehatan mental memerlukan perawatan diri, seperti istirahat cukup, makanan bergizi, olahraga (minimal 30 menit sehari), dan membatasi media sosial.
    5. Jangan Takut Mencari Bantuan: Perempuan sering kali memendam emosi, padahal berhak mendapatkan bantuan profesional (psikolog/psikiater) jika mengalami masalah.

    Perempuan yang sehat secara mental lebih mampu produktif, percaya diri, dan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis. Kesehatan jiwa bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian integral dari kesehatan keseluruhan

    Tantangan Unik Kesehatan Mental Perempuan:
    1. Faktor Hormonal Fluktuasi hormon selama menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental secara signifikan.
    2. Peran Ganda Tuntutan sebagai pekerja profesional sekaligus pengurus rumah tangga menciptakan stres yang berkelanjutan dan burnout.
    3. Stigma Sosial Masyarakat sering menilai negatif perempuan yang mencari bantuan mental, membuat mereka menunda perawatan yang dibutuhkan.

    Tips Sehari-hari untuk Mendukung Kesehatan Mental:
    1. Lakukan olahraga secara teratur (usahakan 30 menit hampir setiap hari).
    2. Konsumsilah makanan sehat dan minumlah banyak air.
    3. Batasi kafein dan alkohol.
    4. Jaga jadwal tidur yang teratur.
    5. Cobalah aktivitas yang menenangkan seperti meditasi atau pernapasan dalam
    6. Luangkan waktu bersama orang-orang terkasih dan tetap terhubung secara sosial
    7. Tetapkan tujuan yang realistis untuk menghindari perasaan kewalahan

    Pentingnya Dukungan Sosial,dukungan dari lingkungan terdekat sangat penting dalam menjaga kesehatan mental. Jangan ragu untuk berbagi dengan orang-orang yang peduli.Keluarga Komunikasi terbuka dengan anggota keluarga menciptakan rasa aman dan penerimaan tanpa syarat..Teman Dekat Pertemanan yang sehat memberikan ruang untuk berbagi perasaan dan mendapatkan perspektif baru. Komunitas Bergabung dengan kelompok atau komunitas dengan minat yang sama membangun rasa kebersamaan.

    Acara seminar kesehatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kebersamaan para anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dengan senyum bahagia dan kenangan indah dari hal yang penuh keakraban tersebut.

    2. Laporan Pengurus Dharmawanita Kabupaten Blitar
    Dalam pelaporan ini, diinformasikan bahwa ada perubahan iuran anggota DWP Kabupaten Blitar, perubahan susunan pengurus serta pengenalan seragam yang digunakan dalam organisasi Darmawanita Persatuan Kabupaten Blitar

    Perkenalan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang baru. - Ketua: Ibu Ita Susanto
    - Wakil Ketua : Ibu Leliana Puguh
    - Sekretaris:Ibu Nurul Tantowi, wakil: Ibu Heni Mulyadi
    - Bendahara: Ibu Arum Suhendro, wakil: Ibu Margareth Nanang Adi
    - Ketua Bidang Pendidikan : Ibu Wulan Ahmad Cholik, wakil: Ibu Yanis Haris Muktiono
    - Ketua Bidang Ekonomi:Ibu Susi Agus Santosa, wakil: Ibu Ana Wahyudiono
    - Ketua Bidang Sosial Budaya : Ibu Tuah Haris Susianto, wakil: Ibu Dwi Retnanik Darmadi

    3. Sosialisasi Kewirausahaan “Belajar Berwirausaha Pemanfaatan Pemasaran Era Digital “
    Penyampaian materi ke 2 tentang marketing oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan.Beliau mengusung tema "Belajar Berwirausaha, Pemanfaatan Pemasaran Era Digitalisasi
    Belajar wirausaha adalah proses mengembangkan kreatifitas, inovasi, dan mental yang kuat untuk menciptakan peluang usaha.Beliau mengatakan bahwa tahapan memulai usaha itu identifikasi ide, riset pasar,penyusun rencana bisnis dan penyusunan keuangan . Fokus utamanya memecahkan masalah melalui produk dan jasa bukan sekedar mencari keuntungan, dan berani mengambil resiko. Alat pemasaran yang sangat efektif saat ini bagi UMKM adalah dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, Instagram, Tiktok dan platform lainnya. Karena dengan menggunakan platform media sosial pelaku usaha akan mempunyai wadah promosi yang minim biaya, punya jangkauan pasar yang sangat luas, dapat membangun branding kuat, serta pembuatan konten yang lebih variatif.

    VI. PENUTUP
    Rangkaian kegiatan Rapat Pleno Anggota, Seminar Kesehatan Mental, dan Pelatihan Kewirausahaan DWP Kabupaten Blitar telah terlaksana dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Melalui rapat pleno, evaluasi dan sinergi program kerja semakin diperkuat. Seminar kesehatan mental memberikan pemahaman penting bagi anggota dalam menjaga keseimbangan peran di keluarga dan organisasi. Sementara pelatihan kewirausahaan berhasil memotivasi anggota untuk mengembangkan potensi ekonomi produktif berbasis UMKM. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM anggota DWP serta memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, instansi, dan masyarakat. Terima kasih atas partisipasi aktif seluruh pengurus dan anggota.

    Laporan ini disusun oleh Ny. Beti Cholidin


    Program: Sosialisasi/Konsolidasi
    Pelaksana: Dinas Penanaman Modal dan PTSP
2005-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BLITAR

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Ny. Retno Iwan Dwi Winarto dan Ny. Nikmah Hakim Catur Yulianto menghadiri undangan rapat pleno yang di adakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar,

Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat

Hari/Tanggal : Selasa , 05 Mei 2026
Pukul : 07.30 WIB – Selesai
Tempat : Ruang Candi Penataran kantor Bupati Blitar Lantai III Jl Kusuma Bangsa No 60 Kanigoro Kabupaten Blitar
Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita Persatuan

Kegiatan ini di hadiri oleh :
a. Ibu Bupati: Ny. Hj. Ninik Rijanto
b. Ibu Wakil Bupati: Ny. Hj. Arina Beky
c. Ny. Ita Eko Susanto
d. Ny. Leliha Pudjih
e. Dr. Fatimah, Sp.KJ sebagai narasumber Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama
f. Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn sebagai narasumber Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi
g. 48 Ketua UP DWP. Badan/Dinas/Bagian Kantor
h. 48 Anggota UP DWP. Badan/Dinas/Bagian Kantor

Dengan Susunan Acara :
1. Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z
2. Menyanyikan Indonesia Raya dan Mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S
3. Pembacaan Do'a oleh Ibu Enik Hendry Bagus
4. Sambutan ibu ketua DWP Ibu Ita Eko Susanto
5. Sambutan ibu Penasehat ibu Hj. Ninik Riyanto.
6. Pemateri 1 ibu dokter dr.Fatimah, SP.Kj
7. Peragaan Seragam DWP oleh pengurus DWP Kab. sekaligus Lounching Seragam Batik DWP terbaru
8. Pemateri 2 oleh Pengurus DWP Ibu Leliana Puguh
9. Pemateri 3 oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan
10. Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh
11. Pemberian Hadiah
12. Penutup

Dalam sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran dan kesehatan diri, khususnya kesehatan mental. Beliau juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pilar dalam keluarga, sehingga kesehatan mental yang baik akan berdampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Beliau juga menjelaskan pokok pokok seputar Rapat Pleno, diantaranya :

Rapat pleno berfungsi untuk:
1. Evaluasi program kerja sebelumnya
2. Penyampaian laporan dari masing-masing bidang
3. Perencanaan kegiatan ke depan
4. Penguatan peran anggota dalam mendukung program pemerintah daerah

Tujuan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antaranggota Dharma Wanita Persatuan.
2. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan.
3. Menyusun dan merencanakan program kerja ke depan.
4. Meningkatkan peran serta anggota dalam mendukung kegiatan organisasi.
5. Memperkuat kebersamaan dan solidaritas antaranggota.

Manfaat Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Terjalinnya komunikasi yang lebih baik antaranggota.
2. Meningkatnya pemahaman anggota terhadap program kerja organisasi.
3. Terwujudnya perencanaan kegiatan yang lebih terarah dan efektif.
4. Meningkatnya partisipasi dan keaktifan anggota dalam setiap kegiatan.
5. Terbentuknya rasa kebersamaan dan solidaritas yang lebih kuat.

Pemberian penghargaan kepada 3 terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan. Pada kategori Dinas/Badan/Sekretariat sebagai berikut :
1. Juara 1 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar
3. Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar

Sementara untuk kategori Kecamatan sebagai berikut :
1. Juara 1 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar
2. Juara 2 Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar
3. Juara 3 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026, maka Kegiatan Pleno / Rapat Anggota kali ini diisi dengan kegiatan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada perempuan sebagai prioritas utama .

Sosialisasi Prioritas Utama Dalam Menjaga Kesehatan Mental Perempuan yang disampaikan oleh Ibu Dr. Fatimah Sp.KJ Psikiater. Beliau meyampaikan bahwa Kesehatan mental adalah fondasi kehidupan yang seimbang dan bahagia. Untuk Perempuan, menjaga Kesehatan mental memerlukan perhatian khusus karena tantangan unik yang dihadapi setiap hari. Penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan dini agar dapat mengambil tindakan segera. Perubahan kecil dalam perilaku dan emosi bisa menjadi indikator kesehatan mental. Adanya perubahan emosional dengan kesedihan yang berkepanjangan, kecemasan yang berlebihan dan perubahan suasana hati mendadak. Juga ada perubahan fisik dari gangguan tidur, perubahan nafsu makan dan kehilangan energi. Strategi paktis untuk meningkatkan Kesehatan Mental adalah dengan rutinitas tidur teratur, gerakan tubuh, meditasi dan mindfulness, hobi dan kreatifitas. Pentingnya dukungan sosial dar keluarga dengan berkomunikasi terbuka dengan semua anggota keluarga menciptakan rasa aman dan penerimaan tanpa syarat. Juga Teman dekat, pertemanan yang sehat memberikan ruang untk berbagi perasaan dan memdapatkan perspektif baru. Bergabung dengan komunitas atau kelompok yang minat sama membangun rasa kebersamaan. Kesehatan mental adalah perjalanan, bukan tujuan. Dengan kesadaran, dukungan, dan tindakan konsisten, setiap perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia. Mari bersama-sama menghilangkan stigma dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental

Tujuan secara umum kegiatan Rapat Pleno / Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026 adalah meningkatkan kualitas, wawasan, dan peran serta anggota Dharma Wanita Persatuan sebagai istri ASN dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan, meningkatkan wawasan dan keterampilan, serta menumbuhkan semangat Kartini agar perempuan Dharma Wanita Persatuan semakin berdaya, mandiri, dan berperan aktif dalam mendukung Pembangunan.

Pentingnya kesehatan mental sering kali masih diremehkan, padahal dampaknya sangat besar terhadap hampir semua aspek kehidupan.

Mempengaruhi Cara Berpikir dan Mengambil Keputusan.
Kesehatan mental yang baik membantu seseorang berpikir jernih, fokus, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat. Sebaliknya, jika terganggu, seseorang bisa mudah bingung, ragu, atau impulsif.

Menjaga Keseimbangan Emosi
Dengan mental yang sehat, seseorang lebih mampu mengelola emosi seperti marah, sedih, atau cemas. Ini membuat kehidupan terasa lebih stabil dan tidak mudah “meledak” secara emosional.

Meningkatkan Hubungan Sosial
Kesehatan mental berpengaruh besar pada cara kita berinteraksi dengan orang lain. Orang dengan kondisi mental yang baik cenderung lebih mudah berempati, berkomunikasi, dan menjaga hubungan yang sehat

Mendukung Produktivitas
Di sekolah, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari, mental yang sehat membantu kita tetap termotivasi, kreatif, dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik.

Membantu Menghadapi Stres
Hidup pasti ada tekanan. Dengan mental yang kuat, kita lebih mampu menghadapi masalah tanpa merasa kewalahan atau putus asa.

Berhubungan dengan Kesehatan Fisik
Kesehatan mental yang buruk bisa memicu berbagai masalah fisik seperti gangguan tidur, sakit kepala, hingga penyakit kronis. Sebaliknya, mental yang sehat mendukung tubuh tetap bugar.

Pengertian dari kesehatan mental itu sendiri adalah dimana kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak. Ini juga menentukan bagaimana kita menghadapi stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat keputusan.

Pentingnya menjaga kesehatan mental adalah
1. Meningkatkan kualitas hidup
2. Membantu mengelola stres
3. Menjaga hubungan sosial tetap sehat
4. Meningkatkan produktivitas

Tanda-tanda Kesehatan Mental Terganggu anatara lain
- Perasaan sedih berkepanjangan
- Mudah marah atau cemas berlebihan
- Gangguan tidur atau nafsu makan
- Kehilangan minat pada aktivitas yang disukai

Berikut Cara Menjaga Kesehatan Mental
1. Kelola stres dengan baik
Misalnya melalui relaksasi, meditasi, atau olahraga ringan seperti yoga.
2. Jaga pola hidup sehat
Tidur cukup, makan bergizi, dan rutin beraktivitas fisik.
3.Berbicara dengan orang terpercaya
Berbagi cerita dengan teman, keluarga, atau konselor.
4. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Melakukan hobi atau aktivitas yang menyenangkan.
5. Batasi penggunaan media sosial
Agar tidak membandingkan diri secara berlebihan.

Disini peran lingkungan sangatlah penting demi menjaga kesehatan mental yang terutama bagi kaum perempuan.
Menciptakan lingkungan yang suportif, tidak memberikan stigma negatif terhadap gangguan mental dan mendorong individu untuk mencari bantuan profesional adalah beberapa cara langkah cara kerja peran lingkungan untuk kesehatan mental.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menjaganya bukan hanya membuat hidup lebih nyaman, tapi juga membantu kita berkembang, beradaptasi, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Pelapor : Ibu Yuni Selaku Operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas LIngkungan Hidup

2130-04-2026DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS SOSIAL KABUPATEN BLITAR Menghadiri undangan Rapat Pleno/Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026 Acara tersebut dilaksanakan pada : Hari : Kamis Tanggal : 30 April 2026 Jam : 07.30 s/d selesai Tempat : Ruang Rapat Candi Penataran Lt.3 Kantor Bupati Kanigoro Kabupaten Blitar Adapun acara pada kegiatan tersebut adalah : 1. Pembukaan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar (Ny. Ita Eko) Peran ibu dharma wanita ikut serta dalam pembinaan kepada istri PNS 2. Sambutan oleh Ibu Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar (Ny. Ninik Riyanto) # Peran ibu dharma wanita sebagai pendamping suami # Menjaga suami dan anak dengan baik # Memberikan pendidikan yang baik kepada anak # Mengelola keuangan keluarga # Ikut kegiatan di masyarakat/lingkungan dan hidup bersosialisasi dengan tetangga # Sebagai anggota organisasi harus aktif untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan 3. Narasumber dari RSUD Wlingi Dr. Fatimah, Sp.Kj. Psikiater # Menjaga kesehatan mental pada perempuan merupakan prioritas utama # Kesehatan mental adalah pondasi kehidupan yang sangat penting karena perempuan lebih rentan mengalami gangguan mental, depresi, gangguan kecemasan. # Tantangan unik kesehatan mental perempuan : faktor hormonal, peran ganda, stigma sosial # Mengenal gejala awal gangguan mental : perubahan emosional, perubahan fisik. # Strategi praktis untuk meningkatkan kesehatan mental : prioritas tidur yang teratur, Gerakan tubuh, Medtasi, hobi dan kreativitas 4. Kegiatan tersebut di tutup dengan do'a
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Sosial
2205-05-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonotirto

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Ibu Ketua Dharma Wanita Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar yang diwakili oleh Ibu wakil Ketua Dharma Wanita Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar menghadiri Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.

Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat
Keterangan Program :
1. Kegiatan: Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental Pada Perempuan Sebagai Prioritas Utama
2. Hari/Tanggal : Selasa, 5 Mei 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s.d Selesai
4. Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lt. III 5. Pakaian : Batik Dharma Wanita
6. Peserta : 120 Orang (Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan beserta 1 (satu) anggota)
7. Narasumber : 1) Dr. Fatimah, SP.Kj, Psikiater dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar; 2) Bapak Fajar Triyadi Ramadhan,S.Mn dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar
8. Susunan acara :
1) Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z
2) Doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus
3) Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S
4) Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto
5) Pengarahan dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto
6) Pemberian penghargaan
7) Penyampaian materi edukasi kesehatan
8) Perkenalan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang baru
9) Fashion show seragam Dharma Wanita Persatuan
10) Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh
11) Penyampaian materi ke 2 tentang marketing oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran dan kesehatan diri, khususnya kesehatan mental. Beliau juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pilar dalam keluarga, sehingga kesehatan mental yang baik akan berdampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan. Pemberian penghargaan kepada 3 terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan. Pada kategori Dinas/Badan/Sekretariat sebagai berikut :
1. Juara 1 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar
3. Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
Sementara untuk kategori Kecamatan sebagai berikut :
1. Juara 1 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar
2. Juara 2 Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar
3. Juara 3 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar
Rapat pleno berfungsi untuk:
1. Evaluasi program kerja sebelumnya
2. Penyampaian laporan dari masing-masing bidang
3. Perencanaan kegiatan ke depan
4. Penguatan peran anggota dalam mendukung program pemerintah daerah
Tujuan Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antaranggota Dharma Wanita Persatuan.
2. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan.
3. Menyusun dan merencanakan program kerja ke depan.
4. Meningkatkan peran serta anggota dalam mendukung kegiatan organisasi.
5. Memperkuat kebersamaan dan solidaritas antaranggota.
Manfaat Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan:
1. Terjalinnya komunikasi yang lebih baik antaranggota.
2. Meningkatnya pemahaman anggota terhadap program kerja organisasi.
3. Terwujudnya perencanaan kegiatan yang lebih terarah dan efektif.
4. Meningkatnya partisipasi dan keaktifan anggota dalam setiap kegiatan.
5. Terbentuknya rasa kebersamaan dan solidaritas yang lebih kuat.
Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang memiliki peran besar dalam menentukan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kesehatan mental berhubungan erat dengan cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam menghadapi berbagai situasi. Perempuan sebagai individu yang memiliki berbagai peran strategis dalam keluarga maupun masyarakat seringkali dihadapkan pada berbagai tuntutan yang kompleks. Peran sebagai ibu, istri, pendamping suami, pengelola rumah tangga, serta dalam banyak kasus juga sebagai wanita karier, menjadikan perempuan memiliki beban tanggung jawab yang tidak ringan. Kondisi ini apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola emosi dan menjaga kesehatan mental dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber, yaitu Dr. Fatimah, SP.Kj, yang merupakan Psikiater pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Dalam paparannya narasumber menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan mental, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang dalam mengelola stres, membangun hubungan yang sehat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Disampaikan pula bahwa terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental perempuan, di antaranya adalah tekanan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, kurangnya dukungan sosial, serta ekspektasi dari lingkungan sekitar. Narasumber juga menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, seperti mudah merasa lelah secara emosional, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati yang drastis, serta menurunnya motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi perempuan juga semakin beragam. Tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab domestik, tetapi juga tuntutan sosial dan profesional yang semakin tinggi. Banyak perempuan yang tanpa disadari mengalami stres, kecemasan, bahkan kelelahan emosional akibat menjalankan berbagai peran secara bersamaan. Dalam kondisi seperti ini, seringkali perempuan lebih mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, sehingga mengabaikan kondisi kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada anggota mengenai pentingnya kesehatan mental, meningkatkan kesadaran akan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis perempuan, serta memberikan pengetahuan praktis mengenai cara-cara menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anggota untuk saling berbagi pengalaman, sehingga dapat memperkuat hubungan emosional dan solidaritas antaranggota dalam organisasi.
Lebih lanjut, narasumber memberikan berbagai strategi sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Salah satunya adalah dengan mengatur waktu secara efektif antara pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan waktu istirahat. Selain itu, penting bagi perempuan untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah me time, sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, membaca buku, berkebun, atau melakukan hobi dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati.
Narasumber juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dalam menjaga kesehatan mental. Perempuan diharapkan tidak memendam perasaan atau permasalahan yang dihadapi, melainkan berani untuk berbagi dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya. Dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun lingkungan organisasi sangat berperan dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup. Selain itu, pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta tidur yang cukup juga merupakan faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman pribadi terkait tantangan yang dihadapi dalam menjaga kesehatan mental. Dalam sesi ini, terlihat bahwa banyak peserta yang mengalami permasalahan serupa, sehingga tercipta rasa saling memahami dan empati antaranggota. Diskusi berlangsung dengan hangat dan terbuka, serta memberikan manfaat yang besar bagi peserta dalam memperoleh solusi dan perspektif baru.
Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi peserta. Hal ini terlihat dari meningkatnya pemahaman anggota mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, serta bertambahnya wawasan mengenai cara-cara praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana yang lebih terbuka dan suportif di antara anggota, sehingga diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial dalam organisasi.
Manfaat sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan sebagai Prioritas Utama:
1. Meningkatkan pemahaman perempuan tentang pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari.
2. Memberikan pengetahuan mengenai cara mengenali tanda-tanda stres, kecemasan, dan kelelahan emosional.
3. Membantu peserta memahami cara mengelola emosi dan tekanan dengan lebih baik.
4. Mendorong terciptanya keseimbangan antara peran keluarga, pekerjaan, dan kehidupan pribadi.
5. Mengurangi stigma terhadap isu kesehatan mental di lingkungan keluarga dan masyarakat.
6. Meningkatkan rasa percaya diri dan kesejahteraan psikologis perempuan.
7. Membekali peserta dengan strategi sederhana untuk menjaga kesehatan mental, seperti manajemen waktu dan relaksasi.
8. Mendorong saling dukung antarperempuan dalam menjaga kesehatan mental.
Tujuan sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan sebagai Prioritas Utama:
1. Meningkatkan kesadaran perempuan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.
2. Memberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental perempuan.
3. Membekali peserta dengan pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda stres, kecemasan, dan kelelahan emosional.
4. Memberikan strategi praktis dalam mengelola stres dan menjaga keseimbangan hidup.
5. Mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri, baik secara fisik maupun psikologis.
6. Mengurangi stigma terhadap permasalahan kesehatan mental di lingkungan keluarga dan masyarakat.
7. Menciptakan lingkungan yang saling mendukung dalam menjaga kesehatan mental perempuan.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Selain itu, diharapkan pula kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tema-tema yang relevan, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas hidup perempuan secara menyeluruh, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial.
Secara umum, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Partisipasi aktif dari seluruh peserta menjadi salah satu faktor keberhasilan kegiatan ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, serta dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat bagi perempuan dalam menjalankan berbagai perannya.
Laporan ini dibuat/ disunting oleh
Mediana Aliyatul

Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Wonotirto
2305-05-2026

Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar

Menindaklanjuti surat undangan dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar pada tanggal 24 April 2026 nomor B.32/DWP.Kab/V/2026 perihal: Undangan. Ketua Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar yang di wakili oleh Ibu Siti Agus Jubaedi dan Ibu Siska Prap Gunarso mengikuti kegiatan Pleno/Rapat anggota diisi dengan kegiatan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada perempuan sebagai prioitas utama di Ruang Rapat Candi Penataran Kantor Pemkab Blitar.
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Rapat
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Selasa, 05 Mei 2026
3. Pukul : 08.00 Selesai
4. Tempat : Ruang Rapat Candi Penataran Kantor Pemkab Blitar
5. Pakaian : Seragam Batik DWP
6. Dihadiri oleh :
a. Ibu Bupati: Ny. Hj. Ninik Rijanto
b. Ibu Wakil Bupati: Ny. Hj. Arina Beky
c. Ny. Ita Eko Susanto
d. Ny. Leliha Pudjih
e. Dr. Fatimah, Sp.KJ sebagai narasumber Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama
f. Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn sebagai narasumber Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi
g. 48 Ketua UP DWP. Badan/Dinas/Bagian Kantor
h. 48 Anggota UP DWP. Badan/Dinas/Bagian Kantor

Susunan Acara:

1. Pembukaan oleh Pembawa Acara
2. Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dirijen
3. Pembacaan Doa
4. Sambutan Ibu Bupati Blitar Ny. Hj. Ninik Rijanto
Dalam kegiatan Pleno/Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, Ibu Bupati Blitar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diisi dengan sosialisasi menjaga kesehatan mental pada perempuan sebagai prioritas utama. Beliau menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat, sehingga kesehatan mental perlu dijaga dengan baik agar dapat menjalankan peran tersebut secara optimal. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota DWP mampu memahami pentingnya kesehatan mental, mengenali tanda stres, serta saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang positif. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kabupaten Blitar.
5. Sambutan ibu ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar ibu Ita Eko Susanto sekaligus pembacaan Struktur Organisasi Inti DWP Kabupaten Blitar
1. Penasehat
Bupati: Drs. H. Rijanto, MM
Wakil Bupati: H. Beky Herdihansah
Ibu Bupati: Ny. Hj. Ninik Rijanto
Ibu Wakil Bupati: Ny. Hj. Arina Beky
Sekretaris Daerah: Khusna LIndarti, S.Sos., M.Si.
2. Pengurus Harian
Ketua: Ny. Ita Eko Susanto
Wakil Ketua: Ny. Leliha Pudjih
Sekretaris: Ny. Nurul Tantowi
Wakil Sekretaris: Ny. Heni Mulyadi
Bendahara: Ny. Arum Suhendro
Wakil Bendahara: Ny. Margareth Nanang Adi
C. Bidang-Bidang DWP
1. Bidang Pendidikan
Ketua: Ny. Wulan Achmad Cholik
Wakil Ketua: Ny. Yanis Haris Muktiono
Anggota:
Ny. Yanti Prasetyo
Ny. Tyas Wiji Asrori
Ny. Anik Hendry Bagus
Ny. Novita Asyik Fauzi
2. Bidang Sosial Budaya
Ketua: Ny. Tuah Haris Susianto
Wakil Ketua: Ny. Dwi Retnanik Darmadi
Anggota:
Ny. Harti Jumali
Ny. Wiwik Ivong
Ny. Erma Add. Salam
Ny. Dewi Agus Zaena
l 3. Bidang Ekonomi
Ketua: Ny. Susi Agus Santosa
Wakil Ketua: Ny. Ana Wahyudiono
Anggota:
Ny. Rara Omar
Ny. Eva Eko Sumardiyanto
Ny. Eri Anang
Ny. Nanik Hangga
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar juga menyampaikan pelaksanaan launching seragam batik DWP sebagai identitas resmi organisasi. Seragam batik ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan, meningkatkan kekompakan anggota, serta mencerminkan karakter dan nilai-nilai Dharma Wanita Persatuan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
6. Sosialisasi perubahan iuran anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar oleh Ibu Leliana Puguh
Sosialisasi perubahan iuran anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh anggota terkait dasar hukum organisasi serta pentingnya penyesuaian iuran sebagai sumber utama pembiayaan kegiatan. DWP merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya, bersifat non-partisan, serta memiliki struktur kepengurusan yang jelas mulai dari ketua hingga anggota bidang yang ditetapkan sesuai ketentuan AD/ART. Dalam pelaksanaannya, organisasi juga didukung oleh peran penasihat yang memberikan arahan dan pertimbangan guna meningkatkan kinerja serta citra organisasi. Sumber keuangan DWP berasal dari iuran anggota, bantuan pemerintah (APBN/APBD), sumbangan, CSR, serta usaha lain yang sah, dengan ketentuan besaran dan pengelolaannya diatur melalui keputusan Ketua Umum DWP. Oleh karena itu, perubahan iuran anggota menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian organisasi, meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program kerja, serta mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional demi mendukung kemajuan organisasi secara menyeluruh. Oleh karena itu berdasarkan Surat Keputusa Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Nomor... tentang Penetapan Iuran Anggota, dengan ini ditetapkan iuran anggota PNS (sesuai golongan) dengan rincian sebagai berikut:
a. Golongan IV Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah)
b. Golongan III Rp. 8.000,- ( Delapan ribu rupiah)
c. Golongan II Rp. 5.000,- (Lima ribu rupiah)
d. Golongan I Rp 3.000,- (Tiga ribu rupiah)
PPPK
a. Golonga XI (Lulusan S-3)
b. Golongan X (Lulusan S-2)>> Dokter, Apoteker
c. Golongan IX (Lulusan S-1) setara Golongan III
d. Golongan VII (Lulusan Diploma) setara Golongan Iic
e. Golongan V (Lulusan SMA) setara Golongan II
f. Golongan I (Lulusan SD) setara Golongan I
7. Sosialisasi dengan tema “Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama” disampaikan oleh narasumber Dr. Fatimah, Sp.KJ dengan tujuan meningkatkan pemahaman anggota mengenai pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Materi menekankan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi utama untuk mencapai kehidupan yang seimbang dan bahagia, khususnya bagi perempuan yang memiliki tantangan unik seperti faktor hormonal, peran ganda, serta tekanan sosial.
Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, sehingga diperlukan kesadaran untuk mengenali gejala awal seperti perubahan emosi, gangguan tidur, dan penurunan energi. Selain itu, disampaikan pula berbagai strategi praktis untuk menjaga kesehatan mental, antara lain menjaga pola tidur, berolahraga, melakukan mindfulness, serta menyalurkan hobi positif.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya dukungan sosial dari keluarga, teman, dan komunitas sebagai faktor pendukung dalam menjaga kesehatan mental. Peserta diimbau untuk tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami gangguan yang berkepanjangan, serta turut berperan dalam menghilangkan stigma terhadap kesehatan mental. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan dapat lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun lingkungan sekitar, sehingga tercipta kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan harmonis.
8. Sosialisasi dengan tema “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi” disampaikan oleh Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam mengembangkan usaha serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Materi menjelaskan bahwa kewirausahaan merupakan proses membangun kreativitas, inovasi, serta mental yang kuat untuk menciptakan peluang usaha yang berorientasi pada pemecahan masalah dan kebutuhan masyarakat.
Dalam pemaparan dijelaskan tahapan berwirausaha yang meliputi identifikasi peluang usaha, riset dan validasi pasar, penyusunan perencanaan bisnis, hingga tahap eksekusi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, ditekankan pentingnya membangun mental wirausaha seperti komitmen, kerja keras, pantang menyerah, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Materi juga menyoroti pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran digital yang efektif dan efisien bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Platform seperti media sosial dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan branding produk, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pelanggan. Keberhasilan pemasaran digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola konten, memahami target pasar, serta memanfaatkan fitur promosi secara optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan serta memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan produktivitas dan perekonomian keluarga, sehingga dapat mendukung kemandirian dan kesejahteraan anggota secara berkelanjutan

Penulis: Ibu Devi Lya selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar.


Program: Rapat
Pelaksana: BPBD
2405-05-2026LAPORAN KEGIATAN RAPAT ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) KABUPATEN BLITAR Selasa, 5 Mei 2026 Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Candi Penataran, Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Jalan Kusuma Bangsa, Kanigoro. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Rijanto selaku Penasihat DWP Kabupaten Blitar, Ibu Beky Hardiyansah selaku Penasihat DWP Kabupaten Blitar, seluruh Ketua Unsur Pelaksana (UP) DWP dinas, badan, dan kecamatan, serta perwakilan anggota dari masing-masing UP DWP. DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar turut hadir dan diwakili oleh Ibu Yustin Widyatmoko selaku Ketua serta Ibu Widodo sebagai Anggota Bidang II. Kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud dan tujuan sebagai sarana koordinasi, evaluasi, serta peningkatan kapasitas anggota. Rapat anggota kali ini terbagi dalam dua sesi utama, yaitu rapat pleno yang kini berganti nama menjadi rapat anggota, serta sosialisasi mengenai kesehatan mental perempuan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Ketua DWP Kabupaten Blitar, Ibu Ita Eko. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta, khususnya kepada para penasihat DWP. Disampaikan pula bahwa pelaksanaan kegiatan didukung oleh dana hibah dan iuran anggota, serta doorprize dari enam kecamatan. Rapat anggota ini merupakan yang pertama sejak diterbitkannya Surat Keputusan pengurus periode 2024–2029. Dengan hadirnya kepengurusan yang relatif muda, diharapkan dapat membawa semangat baru, kreativitas, serta inovasi dalam menjalankan program organisasi. Ketua DWP juga menekankan pentingnya pelaporan kegiatan melalui e-reporting. Keberhasilan dalam pelaporan ditentukan oleh konsistensi dalam menyusun dan melaporkan setiap kegiatan yang dilaksanakan. Beliau berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama. Rapat anggota menjadi momentum penting sebagai sarana silaturahmi dan koordinasi, sekaligus wadah bagi istri ASN dalam meningkatkan kualitas diri, sejalan dengan semangat “DWP Sehat dan Berdaya”. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Penasihat DWP Kabupaten Blitar, Ibu Hj. Ninik Rijanto. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya partisipasi aktif seluruh anggota DWP, baik di tingkat kabupaten maupun UP masing-masing. Ditekankan pula perlunya keterbukaan, transparansi, serta perencanaan yang matang dalam menjalankan organisasi. Nilai-nilai dasar Catur Dharma Wanita diingatkan kembali sebagai pedoman perilaku yang tetap relevan, meliputi peran sebagai istri ASN yang setia dan mendukung tugas suami, pengelola rumah tangga dan pendidik anak, anggota masyarakat yang aktif, serta anggota organisasi yang terus meningkatkan kapasitas diri. Rapat anggota juga dipandang sebagai forum strategis untuk evaluasi dan penentuan langkah ke depan demi kemajuan organisasi. Selain itu, beliau memberikan dukungan kepada Ketua UP DWP yang bukan berasal dari istri Sekretaris Daerah agar tetap mampu berprestasi dan tidak kalah dengan daerah lain. Dalam rangka memberikan motivasi, dilakukan pemberian apresiasi kepada UP DWP dengan indeks e-reporting tertinggi. Untuk kategori perangkat daerah, penghargaan diberikan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran. Sementara untuk kategori kecamatan, penghargaan diberikan kepada Kecamatan Kesamben, Wonotirto, dan Nglegok. Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi bertema “Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama” yang disampaikan oleh dr. Fatimah, Sp.KJ. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam menciptakan kehidupan yang seimbang dan bahagia. Perempuan memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan, yang dipengaruhi oleh faktor biologis maupun sosial. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali gejala awal gangguan mental, baik dari perubahan emosional maupun fisik. Disampaikan pula berbagai strategi praktis untuk menjaga kesehatan mental, seperti menjaga pola tidur, rutin berolahraga, melakukan meditasi, serta meluangkan waktu untuk hobi. Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan komunitas juga menjadi faktor penting. Selain itu, peserta diingatkan untuk tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami gangguan yang berkepanjangan. Sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Agenda berikutnya adalah pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) DWP serta sosialisasi perubahan iuran anggota. Dalam pembahasan ini dijelaskan mengenai kedudukan DWP sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya, serta bersifat non-partisan. Disampaikan pula struktur kepengurusan, keanggotaan, tugas penasihat, serta sumber keuangan organisasi yang berasal dari iuran anggota, bantuan pemerintah, dan sumber sah lainnya. Rincian iuran anggota disesuaikan berdasarkan golongan ASN maupun PPPK. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi inspirasi kewirausahaan oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, pemilik usaha Brownies Fajar yang tengah berkembang pesat. Dalam materinya bertema “Belajar Berwirausaha dan Pemanfaatan Pemasaran di Era Digitalisasi”, beliau menekankan pentingnya membangun mentalitas wirausaha yang tangguh, kreatif, dan pantang menyerah. Proses berwirausaha dimulai dari identifikasi peluang, riset pasar, perencanaan bisnis, hingga eksekusi dan inovasi berkelanjutan. Disampaikan pula bahwa pemanfaatan media sosial menjadi strategi efektif dalam pemasaran produk, khususnya bagi pelaku UMKM. Platform digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pasar, membangun branding, serta meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Keberhasilan pemasaran digital sangat bergantung pada kemampuan dalam mengelola konten, memahami target audiens, serta memanfaatkan fitur promosi secara optimal. Secara keseluruhan, kegiatan Rapat Anggota DWP Kabupaten Blitar berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Kesan dan Harapan DWP Dinas Peternakan dan Perikanan: DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kapasitas, wawasan, serta penguatan koordinasi antaranggota. Materi yang disampaikan, baik terkait organisasi, kesehatan mental, maupun kewirausahaan, dinilai sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan anggota saat ini. Ke depan, diharapkan seluruh anggota DWP semakin aktif dalam kegiatan organisasi, meningkatkan kualitas pelaporan melalui e-reporting, serta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, seluruh hasil dan materi yang diperoleh dalam rapat anggota ini akan diteruskan dan disosialisasikan kepada seluruh anggota DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh oleh anggota. laporan dibuat oleh: Yustin Widyatmoko diupload oleh: Desi
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
2505-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Keterangan Program:
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Selasa, 5 Mei 2026
3. Pukul : 08.00 WIB - selesai
4. Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lt. III
5. Acara : Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
6. Peserta : Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan beserta 1 (satu) anggota 7. Narasumber :
1) Dr. Fatimah, SP.Kj, Psikiater dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar
2) Bapak Fajar Triyadi Ramadhan,S.Mn dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar
8. Susunan acara :
1) Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z
2) Doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus
3) Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S
4) Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto
5) Pengarahan dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto
6) Pemberian penghargaan
7) Penyampaian materi edukasi kesehatan
8) Perkenalan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang baru
9) Fashion show seragam Dharma Wanita Persatuan
10) Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh
11) Penyampaian materi ke 2 tentang marketing oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan

Dalam rangka pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dilaksanakan Rapat Pleno/Rapat Anggota Dharma Wanita Persatuan yang sekaligus diisi dengan kegiatan sosialisasi "Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan sebagai Prioritas Utama". Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Mei 2026, pukul 08.00 WIB - selesai. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 120 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota aktif Dharma Wanita Persatuan, yang seluruhnya mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh antusias.

Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang memiliki peran besar dalam menentukan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kesehatan mental berhubungan erat dengan cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam menghadapi berbagai situasi. Perempuan sebagai individu yang memiliki berbagai peran strategis dalam keluarga maupun masyarakat seringkali dihadapkan pada berbagai tuntutan yang kompleks. Peran sebagai ibu, istri, pendamping suami, pengelola rumah tangga, serta dalam banyak kasus juga sebagai wanita karier, menjadikan perempuan memiliki beban tanggung jawab yang tidak ringan. Kondisi ini apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola emosi dan menjaga kesehatan mental dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berkelanjutan.

Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi perempuan juga semakin beragam. Tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab domestik, tetapi juga tuntutan sosial dan profesional yang semakin tinggi. Banyak perempuan yang tanpa disadari mengalami stres, kecemasan, bahkan kelelahan emosional akibat menjalankan berbagai peran secara bersamaan. Dalam kondisi seperti ini, seringkali perempuan lebih mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, sehingga mengabaikan kondisi kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada anggota mengenai pentingnya kesehatan mental, meningkatkan kesadaran akan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis perempuan, serta memberikan pengetahuan praktis mengenai cara-cara menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anggota untuk saling berbagi pengalaman, sehingga dapat memperkuat hubungan emosional dan solidaritas antaranggota dalam organisasi.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran dan kesehatan diri, khususnya kesehatan mental. Beliau juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pilar dalam keluarga, sehingga kesehatan mental yang baik akan berdampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan.

Pemberian penghargaan kepada 3 terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan. Pada kategori Dinas/Badan/Sekretariat sebagai berikut :
1. Juara 1 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar
3. Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
Sementara untuk kategori Kecamatan sebagai berikut :
1. Juara 1 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar
2. Juara 2 Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar
3. Juara 3 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber, yaitu Dr. Fatimah, SP.Kj, yang merupakan Psikiater pada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Dalam paparannya narasumber menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan mental, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang dalam mengelola stres, membangun hubungan yang sehat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Disampaikan pula bahwa terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental perempuan, di antaranya adalah tekanan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, kurangnya dukungan sosial, serta ekspektasi dari lingkungan sekitar. Narasumber juga menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, seperti mudah merasa lelah secara emosional, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati yang drastis, serta menurunnya motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Lebih lanjut, narasumber memberikan berbagai strategi sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Salah satunya adalah dengan mengatur waktu secara efektif antara pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan waktu istirahat. Selain itu, penting bagi perempuan untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah “me time”, sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, membaca buku, berkebun, atau melakukan hobi dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati.

Narasumber juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dalam menjaga kesehatan mental. Perempuan diharapkan tidak memendam perasaan atau permasalahan yang dihadapi, melainkan berani untuk berbagi dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya. Dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun lingkungan organisasi sangat berperan dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup. Selain itu, pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta tidur yang cukup juga merupakan faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman pribadi terkait tantangan yang dihadapi dalam menjaga kesehatan mental. Dalam sesi ini, terlihat bahwa banyak peserta yang mengalami permasalahan serupa, sehingga tercipta rasa saling memahami dan empati antaranggota. Diskusi berlangsung dengan hangat dan terbuka, serta memberikan manfaat yang besar bagi peserta dalam memperoleh solusi dan perspektif baru.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi peserta. Hal ini terlihat dari meningkatnya pemahaman anggota mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, serta bertambahnya wawasan mengenai cara-cara praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana yang lebih terbuka dan suportif di antara anggota, sehingga diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial dalam organisasi.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Selain itu, diharapkan pula kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tema-tema yang relevan, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas hidup perempuan secara menyeluruh, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial.

Secara umum, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Partisipasi aktif dari seluruh peserta menjadi salah satu faktor keberhasilan kegiatan ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, serta dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat bagi perempuan dalam menjalankan berbagai perannya.

Penulis : Admin E-reporting

Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

2605-05-2026DWP Kabupaten Blitar > Kecamatan Garum Oleh: Sekretariat05-05-2026 DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR Dalam rangka Pelaksanaan Program Kerja DWP Kabupaten Blitar Tahun 2026, akan dilaksanakan Kegiatan Pleno/ Rapat Anggota, Ibu Agnes Ita Frazao Castelo menghadiri Undangan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada perempuan sebagai prioritas utama. Bidang : Sekretariat : Pogram : Penataan Organisasi / Manajemen : Kegiatan : Sosialisasi/Konsolidasi Keterangan Program : 1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Garum 2. Hari/Tanggal : Selasa 5 Mei 2026 3. Pukul : 07.30 – Selesai 4. Tempat : R. Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lantai II JI. Kusuma Bangsa No.60 Kanigoro. 5. Pakaian : Seragam Batik DWP Sosialisasi menjaga kesehatan mental pada perempuan sebagai prioritas utama merupakan langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat secara menyeluruh. Selama ini, pembahasan kesehatan sering kali lebih terfokus pada aspek fisik, sementara kesehatan mental masih dianggap sebagai isu yang kurang mendesak. Padahal, kesehatan mental memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas hidup seseorang, terutama perempuan yang sering menghadapi tekanan berlapis dalam berbagai aspek kehidupan. Perempuan memiliki peran yang kompleks, baik sebagai individu, anggota keluarga, maupun bagian dari masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan kerap menjalani berbagai tanggung jawab secara bersamaan, seperti bekerja, mengurus rumah tangga, mendidik anak, hingga menjaga hubungan sosial. Tekanan yang terus-menerus tanpa diimbangi dengan pemahaman dan perawatan kesehatan mental yang baik dapat menyebabkan stres, kecemasan, bahkan depresi. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental perlu menjadi prioritas utama. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perempuan tentang pentingnya mengenali kondisi mental mereka sendiri. Banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami gangguan mental karena gejalanya sering dianggap sebagai hal yang “biasa” atau bagian dari kehidupan sehari-hari. Misalnya, rasa lelah yang berkepanjangan, mudah marah, sulit tidur, atau kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai. Tanpa pemahaman yang cukup, kondisi tersebut dapat semakin memburuk. Selain itu, sosialisasi juga berfungsi untuk menghilangkan stigma yang masih melekat pada isu kesehatan mental. Di banyak lingkungan, perempuan yang mengalami gangguan mental sering kali dianggap lemah, kurang bersyukur, atau tidak mampu menjalankan perannya dengan baik. Stigma ini membuat banyak perempuan enggan mencari bantuan karena takut dihakimi atau tidak dipahami. Melalui sosialisasi yang tepat, masyarakat dapat diajak untuk melihat kesehatan mental sebagai bagian yang wajar dan penting dari kehidupan manusia. Pentingnya menjaga kesehatan mental pada perempuan juga berkaitan erat dengan keseimbangan emosional. Perempuan yang memiliki kesehatan mental yang baik cenderung lebih mampu mengelola emosi, menghadapi tekanan, dan mengambil keputusan dengan bijak. Sebaliknya, ketika kesehatan mental terganggu, kemampuan tersebut akan menurun, yang pada akhirnya dapat berdampak pada hubungan dengan keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sosial. Sosialisasi yang efektif perlu dilakukan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari perempuan. Misalnya, melalui seminar, workshop, diskusi kelompok, atau kampanye di media sosial. Materi yang disampaikan dapat mencakup cara mengenali tanda-tanda stres, teknik mengelola emosi, pentingnya self-care, serta informasi tentang layanan bantuan profesional. Dengan pendekatan yang tepat, perempuan dapat merasa lebih dekat dengan isu ini dan terdorong untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga kesehatan mental mereka. Salah satu aspek penting yang perlu ditekankan dalam sosialisasi adalah konsep self-care atau perawatan diri. Self-care bukanlah tindakan egois, melainkan kebutuhan yang harus dipenuhi agar seseorang dapat menjalani kehidupan dengan baik. Bagi perempuan, self-care bisa berupa hal sederhana seperti meluangkan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, berolahraga, atau sekadar menikmati waktu sendiri. Dengan melakukan self-care secara rutin, perempuan dapat menjaga keseimbangan antara tuntutan hidup dan kebutuhan pribadi. Selain self-care, dukungan sosial juga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan mental. Perempuan yang memiliki lingkungan yang suportif cenderung lebih mampu menghadapi tekanan hidup. Oleh karena itu, sosialisasi juga perlu mendorong terbentuknya komunitas atau kelompok dukungan yang dapat menjadi tempat berbagi pengalaman dan saling memberikan semangat. Lingkungan yang positif dapat membantu perempuan merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah. Tidak kalah penting, sosialisasi juga harus melibatkan keluarga dan masyarakat secara luas. Kesehatan mental perempuan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Keluarga yang memahami pentingnya kesehatan mental akan lebih peka terhadap kondisi anggota keluarganya dan memberikan dukungan yang dibutuhkan. Begitu pula dengan masyarakat, yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan bebas dari stigma. Dalam konteks pekerjaan, perempuan juga sering menghadapi tekanan yang tidak kalah besar. Tuntutan profesional, persaingan, serta ekspektasi untuk tetap menjalankan peran domestik dapat menjadi beban yang berat. Oleh karena itu, tempat kerja juga perlu menjadi bagian dari sosialisasi ini. Perusahaan dapat memberikan program kesehatan mental, seperti konseling, pelatihan manajemen stres, atau kebijakan kerja yang lebih fleksibel. Dengan demikian, perempuan dapat bekerja dengan lebih nyaman dan produktif. Sosialisasi menjaga kesehatan mental juga harus memperhatikan berbagai kelompok perempuan dengan latar belakang yang berbeda. Perempuan remaja, ibu rumah tangga, perempuan karier, hingga perempuan lanjut usia memiliki tantangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Dengan pendekatan yang inklusif, sosialisasi dapat menjangkau lebih banyak perempuan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Peran teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam sosialisasi ini. Di era digital, informasi dapat disebarkan dengan cepat melalui berbagai platform, seperti media sosial, website, atau aplikasi kesehatan. Konten yang menarik dan informatif dapat membantu meningkatkan kesadaran perempuan tentang pentingnya kesehatan mental. Selain itu, teknologi juga memudahkan akses terhadap layanan bantuan, seperti konseling online, yang dapat menjadi solusi bagi perempuan yang memiliki keterbatasan waktu atau akses. Namun, sosialisasi saja tidak cukup tanpa adanya tindakan nyata. Perempuan perlu didorong untuk benar-benar menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan mulai mengenali batas diri, berani mengatakan “tidak” ketika merasa terbebani, serta tidak ragu untuk mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan. Langkah-langkah kecil ini dapat memberikan dampak besar dalam menjaga kesehatan mental. Pemerintah dan organisasi terkait juga memiliki peran penting dalam mendukung sosialisasi ini. Kebijakan yang mendukung kesehatan mental, seperti penyediaan layanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses, sangat diperlukan. Selain itu, program-program edukasi yang berkelanjutan dapat membantu menjaga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental perempuan. Dalam jangka panjang, sosialisasi menjaga kesehatan mental pada perempuan diharapkan dapat menciptakan perubahan budaya. Kesehatan mental tidak lagi dianggap sebagai isu yang tabu, melainkan sebagai bagian penting dari kesejahteraan manusia. Perempuan dapat menjalani kehidupan dengan lebih seimbang, bahagia, dan produktif. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Kesimpulannya, menjaga kesehatan mental pada perempuan harus menjadi prioritas utama dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Sosialisasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kondisi mental mereka. Dengan dukungan dari berbagai pihak, perempuan dapat memiliki ruang yang aman untuk berkembang dan menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik.
Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Garum
2705-05-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Talun di ikuti Ketua DWP Kecamatan Talun (Satriya Wulandari), Bidang Sekretaris telah mengikuti kegiatan Sosialisasi Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada perempuan sebagai prioritas utama
Bidang : Sekretariat
Program : Seminar, Program Pembinaan Hubungan Keluar.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis/ 30 April 2026
3. Pukul : 07.30 – selesai
4. Peserta : 70 orang (terdiri dari seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
5. Tempat : R. Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lantai II JI. Kusuma Bangsa No.60 Kanigoro Blitar
6. Acara : Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada perempuan sebagai prioritas utama
7. Doa : dipimpin oleh Bu Anik
8. Pembawa Acara : Bu Dewi
9. Narasumber : dr.Fatimah, Sp.KJ dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr.Fatimah, Sp.KJ

Kesehatan mental adalah fondasi kehidupan yang seimbang dan bahagia. Untuk perempuan, menjaga kesehatan mental memerlukan perhatian khusus karena tantangan unik yang dihadapi setiap hari.

Kesehatan mental bagi perempuan sangat krusial karena mereka lebih rentan mengalami gangguan seperti depresi, kecemasan, dan PTSD akibat faktor hormonal, sosial, dan beban peran ganda. Menjaga kesehatan mental membantu perempuan menjalani hidup lebih berkualitas, berdaya, dan mampu merawat keluarga. Kesehatan mental yang baik merupakan fondasi kesejahteraan fisik dan emosional.

Kesehatan mental perempuan secara alami berkembang seiring waktu dan merupakan bagian penting dari kesejahteraan secara keseluruhan. Banyak perempuan menghadapi tantangan seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Penting untuk mengenali kesulitan-kesulitan ini dan memahami bahwa dukungan tersedia. Perempuan tidak harus menghadapi tantangan ini sendirian

Perubahan hormonal selama pubertas, kehamilan, setelah melahirkan, dan menopause semuanya dapat memengaruhi kesehatan mental. Memahami perubahan alami ini dapat membantu wanita menemukan perawatan dan dukungan yang mereka butuhkan. Dengan berfokus pada kesehatan mental mereka, mencari dukungan saat dibutuhkan, dan berbicara secara terbuka dengan orang lain, wanita dapat mengatasi tantangan ini dengan lebih efektif dan merasa lebih didukung. .

Gejala umum pada wanita yang mengalami depresi meliputi kesedihan, kelelahan, dan perasaan tidak berharga. Wanita lebih cenderung mengalami kecemasan bersamaan dengan depresi, gejala fisik seperti nyeri dan sakit, serta perubahan suasana hati seiring musim dibandingkan pria.

Perempuan lebih mungkin terpengaruh oleh faktor risiko tertentu untuk kondisi kesehatan mental dibandingkan laki-laki, termasuk mengalami kemiskinan, menjadi korban kekerasan, menghadapi stres di rumah, dan menjadi pengasuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan self care sebagai kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memelihara kesehatan, dan mengatasi penyakit dengan atau tanpa dukungan dari penyedia layanan kesehatan.

menurut definisi WHO tersebut, bisa diartikan bahwa self care mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya untuk tetap sehat secara fisik, termasuk menjaga kebersihan diri, memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh, dan mencari perawatan medis bila diperlukan. Semua itu bisa dilakukan untuk mengelola stres atau tekanan dalam hidup dan menjaga kesehatan dan kesejahteraannya sendiri.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai kesehatan mental bagi perempuan:.
1. Faktor Risiko Unik:

perubahan hormonal yang drastis pada masa pubertas, kehamilan, pascamelahirkan, hingga menopause memengaruhi kondisi mental perempuan.
2. Peran Ganda dan Tekanan Sosial:

Tuntutan pekerjaan dan keluarga, serta ekspektasi sosial sering kali menyebabkan perempuan mengalami stres, burnout, dan kecemasan.
3. Dampak pada Fisik:

Kesehatan mental yang buruk dapat berdampak pada kesehatan fisik, termasuk penyakit jantung dan masalah pencernaan .
4. Pentingnya Self-Care:

Menjaga kesehatan mental memerlukan perawatan diri, seperti istirahat cukup, makanan bergizi, olahraga (minimal 30 menit sehari), dan membatasi media sosial.
5. Jangan Takut Mencari Bantuan:

Perempuan sering kali memendam emosi, padahal berhak mendapatkan bantuan profesional (psikolog/psikiater) jika mengalami masalah.

Perempuan yang sehat secara mental lebih mampu produktif, percaya diri, dan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis. Kesehatan jiwa bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian integral dari kesehatan keseluruhan

Tantangan Unik Kesehatan Mental Perempuan
1. Faktor Hormonal Fluktuasi hormon selama menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental secara signifikan.
2. Peran Ganda Tuntutan sebagai pekerja profesional sekaligus pengurus rumah tangga menciptakan stres yang berkelanjutan dan burnout
3. Stigma Sosial Masyarakat sering menilai negatif perempuan yang mencari bantuan mental, membuat mereka menunda perawatan yang dibutuhkan.
Tips Sehari-hari untuk Mendukung Kesehatan Mental?
1. Lakukan olahraga secara teratur (usahakan 30 menit hampir setiap hari).
2. Konsumsilah makanan sehat dan minumlah banyak air.
3. Batasi kafein dan alkohol.
4. Jaga jadwal tidur yang teratur.
5. Cobalah aktivitas yang menenangkan seperti meditasi atau pernapasan dalam
6. Luangkan waktu bersama orang-orang terkasih dan tetap terhubung secara sosial
7. Tetapkan tujuan yang realistis untuk menghindari perasaan kewalahan

Pentingnya Dukungan Sosial .Dukungan dari lingkungan terdekat sangat penting dalam menjaga kesehatan mental. Jangan ragu untuk berbagi dengan orang-orang yang peduli.

Keluarga Komunikasi terbuka dengan anggota keluarga menciptakan rasa aman dan penerimaan tanpa syarat..

Teman Dekat Pertemanan yang sehat memberikan ruang untuk berbagi perasaan dan mendapatkan perspektif baru.

Komunitas Bergabung dengan kelompok atau komunitas dengan minat yang sama membangun rasa kebersamaan.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kebersamaan para anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dengan senyum bahagia dan kenangan indah dari hal yang penuh keakraban tersebut.

Kesehatan mental adalah perjalanan, bukan tujuan. Dengan kesadaran, dukungan, dan tindakan konsisten, setiap perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia. Mari bersama-sama menghilangkan stigma dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental.

Penulis : Shofia
Program: Seminar
Pelaksana: Kecamatan Talun
2805-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka Pelaksanaan Program Kerja DWP Kabupaten Blitar Tahun 2026, akan dilaksanakan Kegiatan Pleno/ Rapat Anggota, Ibu Endang Hapsari menghadiri Undangan Sosialisasi Menjaga Kesehatan Mental pada perempuan sebagai prioritas utama.

Bidang : Sekretariat : Pogram : Penataan Organisasi / Manajemen : Kegiatan : Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Panggungrejo
2. Hari/Tanggal : Selasa 5 Mei 2026
3. Pukul : 07.30 – Selesai
4. Tempat : R. Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Lantai II JI. Kusuma Bangsa No.60 Kanigoro.
5. Pakaian : Seragam Batik DWP

Sosialisasi menjaga kesehatan mental pada perempuan sebagai prioritas utama merupakan langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat secara menyeluruh. Selama ini, pembahasan kesehatan sering kali lebih terfokus pada aspek fisik, sementara kesehatan mental masih dianggap sebagai isu yang kurang mendesak. Padahal, kesehatan mental memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas hidup seseorang, terutama perempuan yang sering menghadapi tekanan berlapis dalam berbagai aspek kehidupan.

Perempuan memiliki peran yang kompleks, baik sebagai individu, anggota keluarga, maupun bagian dari masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan kerap menjalani berbagai tanggung jawab secara bersamaan, seperti bekerja, mengurus rumah tangga, mendidik anak, hingga menjaga hubungan sosial. Tekanan yang terus-menerus tanpa diimbangi dengan pemahaman dan perawatan kesehatan mental yang baik dapat menyebabkan stres, kecemasan, bahkan depresi. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental perlu menjadi prioritas utama.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perempuan tentang pentingnya mengenali kondisi mental mereka sendiri. Banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami gangguan mental karena gejalanya sering dianggap sebagai hal yang “biasa” atau bagian dari kehidupan sehari-hari. Misalnya, rasa lelah yang berkepanjangan, mudah marah, sulit tidur, atau kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai. Tanpa pemahaman yang cukup, kondisi tersebut dapat semakin memburuk.

Selain itu, sosialisasi juga berfungsi untuk menghilangkan stigma yang masih melekat pada isu kesehatan mental. Di banyak lingkungan, perempuan yang mengalami gangguan mental sering kali dianggap lemah, kurang bersyukur, atau tidak mampu menjalankan perannya dengan baik. Stigma ini membuat banyak perempuan enggan mencari bantuan karena takut dihakimi atau tidak dipahami. Melalui sosialisasi yang tepat, masyarakat dapat diajak untuk melihat kesehatan mental sebagai bagian yang wajar dan penting dari kehidupan manusia.

Pentingnya menjaga kesehatan mental pada perempuan juga berkaitan erat dengan keseimbangan emosional. Perempuan yang memiliki kesehatan mental yang baik cenderung lebih mampu mengelola emosi, menghadapi tekanan, dan mengambil keputusan dengan bijak. Sebaliknya, ketika kesehatan mental terganggu, kemampuan tersebut akan menurun, yang pada akhirnya dapat berdampak pada hubungan dengan keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sosial.

Sosialisasi yang efektif perlu dilakukan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari perempuan. Misalnya, melalui seminar, workshop, diskusi kelompok, atau kampanye di media sosial. Materi yang disampaikan dapat mencakup cara mengenali tanda-tanda stres, teknik mengelola emosi, pentingnya self-care, serta informasi tentang layanan bantuan profesional. Dengan pendekatan yang tepat, perempuan dapat merasa lebih dekat dengan isu ini dan terdorong untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga kesehatan mental mereka.

Salah satu aspek penting yang perlu ditekankan dalam sosialisasi adalah konsep self-care atau perawatan diri. Self-care bukanlah tindakan egois, melainkan kebutuhan yang harus dipenuhi agar seseorang dapat menjalani kehidupan dengan baik. Bagi perempuan, self-care bisa berupa hal sederhana seperti meluangkan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, berolahraga, atau sekadar menikmati waktu sendiri. Dengan melakukan self-care secara rutin, perempuan dapat menjaga keseimbangan antara tuntutan hidup dan kebutuhan pribadi.

Selain self-care, dukungan sosial juga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan mental. Perempuan yang memiliki lingkungan yang suportif cenderung lebih mampu menghadapi tekanan hidup. Oleh karena itu, sosialisasi juga perlu mendorong terbentuknya komunitas atau kelompok dukungan yang dapat menjadi tempat berbagi pengalaman dan saling memberikan semangat. Lingkungan yang positif dapat membantu perempuan merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah.

Tidak kalah penting, sosialisasi juga harus melibatkan keluarga dan masyarakat secara luas. Kesehatan mental perempuan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Keluarga yang memahami pentingnya kesehatan mental akan lebih peka terhadap kondisi anggota keluarganya dan memberikan dukungan yang dibutuhkan. Begitu pula dengan masyarakat, yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan bebas dari stigma.

Dalam konteks pekerjaan, perempuan juga sering menghadapi tekanan yang tidak kalah besar. Tuntutan profesional, persaingan, serta ekspektasi untuk tetap menjalankan peran domestik dapat menjadi beban yang berat. Oleh karena itu, tempat kerja juga perlu menjadi bagian dari sosialisasi ini. Perusahaan dapat memberikan program kesehatan mental, seperti konseling, pelatihan manajemen stres, atau kebijakan kerja yang lebih fleksibel. Dengan demikian, perempuan dapat bekerja dengan lebih nyaman dan produktif.

Sosialisasi menjaga kesehatan mental juga harus memperhatikan berbagai kelompok perempuan dengan latar belakang yang berbeda. Perempuan remaja, ibu rumah tangga, perempuan karier, hingga perempuan lanjut usia memiliki tantangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Dengan pendekatan yang inklusif, sosialisasi dapat menjangkau lebih banyak perempuan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Peran teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam sosialisasi ini. Di era digital, informasi dapat disebarkan dengan cepat melalui berbagai platform, seperti media sosial, website, atau aplikasi kesehatan. Konten yang menarik dan informatif dapat membantu meningkatkan kesadaran perempuan tentang pentingnya kesehatan mental. Selain itu, teknologi juga memudahkan akses terhadap layanan bantuan, seperti konseling online, yang dapat menjadi solusi bagi perempuan yang memiliki keterbatasan waktu atau akses.

Namun, sosialisasi saja tidak cukup tanpa adanya tindakan nyata. Perempuan perlu didorong untuk benar-benar menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan mulai mengenali batas diri, berani mengatakan “tidak” ketika merasa terbebani, serta tidak ragu untuk mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan. Langkah-langkah kecil ini dapat memberikan dampak besar dalam menjaga kesehatan mental.

Pemerintah dan organisasi terkait juga memiliki peran penting dalam mendukung sosialisasi ini. Kebijakan yang mendukung kesehatan mental, seperti penyediaan layanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses, sangat diperlukan. Selain itu, program-program edukasi yang berkelanjutan dapat membantu menjaga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental perempuan.

Dalam jangka panjang, sosialisasi menjaga kesehatan mental pada perempuan diharapkan dapat menciptakan perubahan budaya. Kesehatan mental tidak lagi dianggap sebagai isu yang tabu, melainkan sebagai bagian penting dari kesejahteraan manusia. Perempuan dapat menjalani kehidupan dengan lebih seimbang, bahagia, dan produktif. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.

Kesimpulannya, menjaga kesehatan mental pada perempuan harus menjadi prioritas utama dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Sosialisasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kondisi mental mereka. Dengan dukungan dari berbagai pihak, perempuan dapat memiliki ruang yang aman untuk berkembang dan menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Kecamatan Penggungrejo

2905-05-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan acara Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar tahun 2026

Keterangan Progam :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : 5 Mei 2026
3. Pukul : 08.00-selesai
4. Tempat : Ruang Candi Penataran Kantor Bupati Blitar Kanigoro. Jl. Kusuma Bangsa nomor 60 Kanigoro
5. Acara : Rapat Pleno Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
6. Dihadiri oleh:
- Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto - Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Susanto beserta seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
- Ketua UP DWP Badan/Dinas/Bagian/ Kantor/Kecamatan se Kabupaten Blitar beserta 1 anggota
- Narasumber 1 Ibu dr Fatimah, SP.KJ dari Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar - Narasumber 2 Bapak Fajar Triyadi Ramadhan,S.Mn dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

Deskripsi Kegiatan:

Dalam rangka pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dilaksanakan rapat pleno/ rapat anggota Dharma Wanita Persatuan diisi dengan kegiatan sosialisasi " Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan sebagai Prioritas Utama".

Adapun susunan acara adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC Ibu Dewi Agus Z

2. Doa oleh Ibu Enik Hendry Bagus

3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Eva Eko S

4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto.
Beliau menyampaikan terimakasih atas semua undangan yang hadir dan semoga ilmu yang diberikan pada hari ini bisa bermanfaat bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

5. Pengarahan dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Rijanto.
Beliau berterimakasih telah diundang di acara ini dan beliau sangat berharap bahwa Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar bisa menjadi wadah aspirasi dan inspirasi bagi seluruh anggotanya

6. Pemberian penghargaan 3 terbaik e-reporting kategori Dinas/Badan/Sekretariat dan Kecamatan.
Pada kategori Dinas:
- Juara 1 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
- Juara 2 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar
- Juara 3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar

Untuk kategori kecamatan:
- Juara 1 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar
- Juara 2 Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar
- Juara 3 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

7. Penyampaian Materi edukasi kesehatan oleh dr. Fatimah, SP.KJ, dari Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.
Pada kesempatan kali ini beliau mengangkat pembahasan yang sangat penting terutama di jaman sekarang terkait dengan kesehatan mental. Beliau mengambil tema "Menjaga Kesehatan Mental pada Perempuan: Prioritas Utama"
Kesehatan adalah fondasi kehidupan yang seimbang dan bahagia. Terutama untuk perempuan, menjaga kesehatan mental memerlukan perhatian khusus karena selalu ada tantangan unik setiap hari.Menurut WHO perwmpuan 2x lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan laki-laki, 1 banding 5 dari populasi perempuan mengalami gangguan kecemasan, dan 75% terdampak atas perubahan hormonal sehingga lebih rentan terhadap perubahan suasana hati akibat fluktuatif hormonal. Faktor lain yang bisa mempengaruhi adalah adanya peran ganda sebagai ibu pekerja sekaligus ibu rumah tangga, juga pengaruh dari stigma sosial bahwa masyarakat kita cenderung menilai negatif dari seseorang yang mencari bantuan mental.
Ada ciri seseorang mengalami gangguan mental antara lain adanya perubahan emosional seperti kesedihan yang lama, kecemasan berlebihan, perubahan suasana hati yang mendadak. Selain iti ada perubahan fisik, antara lain, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, dan sering kehilangan energi.
Ada Strategi praktis yang bisa untuk mengendalikan gangguan di atas yaitu dengan mengatur pola tidur yang cukup, olahraga ringan, meditasi, dan melakukan hobi. Selain itu diperlukan juga dukungan keluarga, teman, dan komunitas yang positif. Tak kalah penting adalah membatasi sosial media karena tak jarang gangguan mental disebabkan oleh terlalu lekat dengan media sosial. Kita harus lebih sering memberi perhatian kepada diri sendiri, jangan ragu untuk berbagi cerita dengan orang terpercaya, dan saling memberikan dukungan jika ada perempuan di sekitar kita butuh pertolongan.

8. Perkenalan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang baru.
- Ketua: Ibu Ita Susanto
- Wakil Ketua : Ibu Leliana Puguh
- Sekretaris:Ibu Nurul Tantowi, wakil: Ibu Heni Mulyadi
- Bendahara: Ibu Arum Suhendro, wakil: Ibu Margareth Nanang Adi
- Ketua Bidang Pendidikan : Ibu Wulan Ahmad Cholik, wakil: Ibu Yanis Haris Muktiono
- Ketua Bidang Ekonomi:Ibu Susi Agus Santosa, wakil: Ibu Ana Wahyudiono
- Ketua Bidang Sosial Budaya : Ibu Tuah Haris Susianto, wakil: Ibu Dwi Retnanik Darmadi

9. Fashion show seragam Dharma Wanita Persatuan
Petugas:
- Ibu Eva Sunardiyanto
- Ibu Yanti Prastyo
- Ibu Heny Mulyadi
- Ibu Rara Omar
- Ibu Margaretha Nanang Adi
- Ibu Novita Asyik Faizi
Dalam fashion show ini diperlihatkan beberapa seragam yang digunakan setiap anggota Dharma Wanita di berbagai acara baik seragam PDH, seragam PDL, seragam olah raga, dan sergam batik DWP yang baru.

10. Laporan kas DWP oleh bendahara Ibu Leliana Puguh

11. Penyampaian materi ke 2 tentang marketing oleh Bapak Fajar Triyadi Ramadhan, S.Mn dari Dinas Perhubungan
Beliau mengusung tema "Belajar Berwirausaha, Pemanfaatan Pemasaran Era Digitalisasi
Belajar wirausaha adalah proses mengembangkan kreatifitas, inovasi, dan mental yang kuat untuk menciptakan peluang usaha. Fokus utamanya memecahkan masalah melalui produk dan jasa bukan sekedar mencari keuntungan, dan berani mengambil resiko. Alat pemasaran yang sangat efektif saat ini bagi UMKM adalah dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, Instagram, Tiktok dan platform lainnya. Karena dengan menggunakan platform media sosial pelaku usaha akan mempunyai wadah promosi yang minim biaya, punya jangkauan pasar yang sangat luas, dapat membangun branding kuat, serta pembuatan konten yang lebih variatif.

ditulis dan diedit oleh Ny. Refia Yanindra selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.
Program: Rapat
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

3005-05-2026Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Bakung Ny.Wantinah Menghadiri Undangan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar pada Hari : kamis Tanggal : 30 April 2026 Waktu : 07.30 s/d Selesai Tempat : Ruang Candi Penataran Kantir Bupati Blitar Lantai III Kanigoro Acara : Rapat Anggota Sosialisasi menjaga Kesehatan mental pada Perempuan sebagai prioritas Utama Acara Tersebut dihadiri Seluruh Ketua anggota DWP Kab Blitar dan acara sosialisasi tersebut di isi oleh psikiater Dr Fatimah, Sp,KJ beliau menyampaikan Kesehatan mental adalah fondasi kehidupan yang seimbang dan bahagia. Untuk perempuan, menjaga kesehatan mental memerlukan perhatian khusus karena tantangan unik yang dihadapi setiap hari. Perempuan menghadapi Tingkat gangguan mental yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, memahami data ini membantu kita mengenali urgensi perawatan Kesehatan mental diantaranya 2x lebih lebih mungkin mengalami depresi disbanding laki laki menurut WHO 1/5 dari populasi Perempuan mengalami gangguan kecemasan pada suatu waktu dalah hidupnya 75% Perempuan lebih rentan terhadap perubahan suasana hati akibat fluktuasi hotmonal. Penting untuk mengenali tanda tanda peringatan dini agar dapat mengambil Tindakan segera perubahan kecil dalam perilaku dan emosi bisa menjadi indicator Kesehatan mental. Perubahan Emosional: 1. Kesedihan yang berkepanjangan 2. Kecemasan berlebihan 3. Perubahan Suasana hati mendadal Perubahan Fisik: 1. Gangguan Tidur 2. Perubahan nafsu makan 3. Kehilangan energi Dukungan dari lingkungan terdekat sangat penting dalam menjaga Kesehatan mental jangan ragu untuk berbagi dengan orang orang yang peduli diantaranya: a. Keluarga Komunikasi terbuka dengan anggota keluarga menciptakan rasa aman dan penerimaan tanpa syarat b. Teman Dekat Pertemanan yang sehat memberikan ruang untuk berbagi perasaan dan mendapatkan perspektif baru. c. Komunitas Bergabung dengan kelompok atau komunitas dengan minat yang sama membangun rasa kebersamaan Mencari bantuan professional Adalah tanda keberanian bukan kelemahan terapis dan psikolog dapat membantu mengatasi tantangan mental dengan cara yang sehat di antaranya: 1. Ketika gejala menganggu aktivitas sehari hari selama lebih dari dua minggu 2. Percakapan dengan professional Kesehatan mental untuk evaluasi kondisi 3. Mengikuti terapi atau konseling secara teratur sesuai rekomendasi 4. Menerapkan strategi yang dipelajari dan memantau perkembangan Media sosial memiliki dampak ganda terhadap Kesehatan mental bisa menjadi sumber dukungan atau justru meniingkatkan stress. 1. Aspek positif Komunitas dukungan online akses informasi Kesehatan mental dan koneksi dengan orang sehati 2. Aspek Negatif Perbandingan sosial cyberbullying paparan konten negative dan kecanduan layer KIAT SEHAT DIGITAL : Tetapkam Batasan waktu media sosial curate feed positif dan prioritaskan interaksi nyata. Resiliensi bukan berarti tidak merasa stress tetapi kemampuan untuk bangkit Kembali setelah menghadapi tantangan membangun mekanisme koping yang sehat membutuhkan Latihan konsisten. Kesehatan mental adalah perjalanan, bukan tujuan. Dengan kesadaran, dukungan, dan tindakan konsisten, setiap perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia. Mari bersama-sama menghilangkan stigma dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental.
Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Bakung
3130-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sekertariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 30 April 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Aula Garuda Dinas Pendidikann Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Kebaya Kartini


Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026 menjadi momentum penting yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai budaya, kebersamaan, dan pemberdayaan perempuan. Dengan mengusung tema “Cantik Alami Berkebaya ala Kartini,” kegiatan ini dirancang sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini sekaligus sebagai wadah bagi para anggota DWP untuk mengekspresikan kreativitas, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam balutan budaya Indonesia.


Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 30 April 2026, bertempat di Aula Garuda Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Sejak pagi hari, suasana aula sudah tampak semarak dengan kehadiran para peserta dari berbagai Korwil Pendidikan serta perwakilan DWP dari SMP Negeri se-Kabupaten Blitar. Para peserta hadir dengan penuh antusias, mengenakan busana kebaya yang anggun dan rapi, mencerminkan semangat Kartini yang elegan dan berwibawa.


Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC yang memandu jalannya acara dengan tertib, hangat, dan penuh semangat. Dengan sapaan yang ramah, MC mengajak seluruh hadirin untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen, Ibu Endah. Seluruh peserta dan tamu undangan berdiri dengan sikap sempurna, menciptakan suasana khidmat dan penuh rasa nasionalisme.


Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus memohon kelancaran dan keberkahan selama acara berlangsung. Suasana menjadi hening dan penuh kekhusyukan, mencerminkan harapan bersama agar kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.


Memasuki sesi sambutan, Ketua Panitia, Ibu Ranti, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Ibu Susi Agus Santosa. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi kepada seluruh anggota DWP agar terus mengembangkan potensi diri dan tidak melupakan jati diri sebagai perempuan Indonesia. Beliau menekankan bahwa kecantikan sejati tidak hanya berasal dari penampilan luar, tetapi juga dari sikap, kepribadian, dan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat Kartini diharapkan dapat terus hidup dan menjadi inspirasi dalam menjalankan peran sebagai perempuan yang tangguh dan berdaya.


Setelah rangkaian pembukaan selesai, kegiatan inti pun dimulai, yaitu lomba merias wajah dengan tema “Cantik Alami Berkebaya ala Kartini.” Para peserta diberikan waktu selama 30 menit untuk merias wajah model masing-masing. Dalam waktu yang terbatas tersebut, para peserta dituntut untuk menunjukkan keterampilan terbaik mereka dalam menghasilkan riasan yang natural, elegan, dan sesuai dengan karakter kebaya Kartini.


Setelah waktu 30 menit berakhir, para peserta menyelesaikan proses riasan mereka. Hasil riasan yang ditampilkan menunjukkan beragam interpretasi kecantikan alami, dengan sentuhan khas masing-masing peserta. Tidak hanya menonjolkan keindahan wajah, tetapi juga memperhatikan keselarasan dengan busana kebaya yang dikenakan.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan fashion show, yang menjadi salah satu bagian paling menarik dalam acara ini. Para peserta tampil satu per satu di atas panggung, memperagakan busana kebaya dengan penuh percaya diri. Dengan langkah anggun dan ekspresi yang menawan, setiap peserta menunjukkan keunikan gaya mereka masing-masing. Penampilan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk busana, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia.


Sebagai bentuk apresiasi tambahan, panitia juga memberikan doorprize untuk kategori busana terbaik. Penghargaan ini diberikan kepada peserta yang dinilai mampu menampilkan busana kebaya dengan kombinasi terbaik antara estetika, kreativitas, dan kesesuaian tema. Momen ini semakin menambah keceriaan dan semangat para peserta.


Setelah pengumuman pemenang, acara dilanjutkan dengan penyerahan trofi kepada para juara sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras, kreativitas, dan dedikasi yang telah ditunjukkan. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pemenang serta menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.


Menjelang akhir acara, suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kuat. Para peserta saling memberikan ucapan selamat, berbagi cerita, dan mengabadikan momen kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota DWP.


Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penuh rasa syukur. Penutupan dilakukan secara resmi oleh panitia, dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Semangat Kartini yang diusung melalui tema “Cantik Alami Berkebaya ala Kartini” diharapkan dapat terus menginspirasi para anggota DWP untuk menjadi perempuan yang mandiri, kreatif, dan berbudaya.


Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar telah berhasil menyelenggarakan sebuah acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan, budaya, serta pemberdayaan perempuan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan lebih baik dan lebih meriah.



Program: Perayaan
Pelaksana: Dinas Pendidikan
3211-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Laporan Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Wilayah Kecamatan Wates Melaksanakan kegiatan seni di atas Meja dengan tema “MENINGKATKAN KREATIVITAS ANGGOTA DWP MELALUI GARNISHING MAKANAN”

Bidang : Sekertariat
Program : Pelatihan
Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Wilayah Pendidikan Kecamatan Wates Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Sabtu, 11 April 2026
3. Pukul : 08.30 – Selesai
4. Tempat : Aula Korwil Pendidikan Kecamatan Wates
5. Pakaian : Kebaya
6. Peserta : Peserta berasal dari pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wates yang berjumlah 26 orang.


LAPORAN KEGIATAN

Pada hari Sabtu, 11 April 2026, Aula Korwil Pendidikan Kecamatan Wates tampak lebih semarak dari hari-hari biasanya. Sejak pagi hari, para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Wates mulai berdatangan dengan penuh semangat dan rasa antusias. Aula yang biasanya digunakan untuk kegiatan formal kini disulap menjadi ruang kreatif yang dipenuhi warna-warni bahan makanan segar seperti wortel, timun, tomat, cabai, dan berbagai sayuran lainnya. Aroma segar dari bahan-bahan tersebut memberikan suasana yang menyenangkan dan membangkitkan semangat peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh keceriaan.


Kegiatan yang mengusung tema “Seni di Atas Meja: Meningkatkan Kreativitas Anggota DWP melalui Garnishing Makanan”. Garnishing makanan adalah seni menghias atau memperindah tampilan hidangan dengan menambahkan elemen dekoratif dari bahan makanan yang dapat dimakan, seperti sayuran, buah-buahan, rempah, atau saus. Tujuan utama garnishing bukan hanya untuk mempercantik penyajian, tetapi juga untuk meningkatkan selera makan serta memberikan kesan menarik dan profesional pada sebuah hidangan.


Dalam praktiknya, garnishing dapat berupa bentuk sederhana seperti irisan timun atau tomat, hingga kreasi yang lebih kompleks seperti ukiran bunga dari wortel atau hiasan artistik dari bahan lainnya. Selain aspek keindahan, garnishing juga harus memperhatikan keserasian warna, bentuk, serta kebersihan dan keamanan bahan agar tetap layak dikonsumsi. Dengan demikian, garnishing makanan merupakan perpaduan antara seni dan keterampilan dalam menyajikan makanan sehingga tidak hanya lezat, tetapi juga memanjakan mata.


Acara diawali dengan pembukaan oleh panitia yang menyampaikan tujuan dan harapan dari kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi anggota DWP untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, serta mempererat tali silaturahmi antaranggota. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengisi waktu dengan hal-hal positif dan produktif.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi demonstrasi oleh instruktur yang telah berpengalaman di bidang tata boga, khususnya dalam teknik garnishing. Instruktur memulai dengan memperkenalkan berbagai alat sederhana yang dapat digunakan untuk membentuk bahan makanan, seperti pisau ukir, pisau dapur biasa, serta alat bantu lainnya. Para peserta tampak memperhatikan dengan seksama setiap penjelasan yang diberikan, karena sebagian besar dari mereka baru pertama kali mengenal teknik ini secara mendalam.


Demonstrasi kemudian berlanjut pada teknik dasar memotong dan membentuk bahan makanan. Wortel yang awalnya hanya berbentuk batang sederhana, perlahan diubah menjadi bunga dengan kelopak yang indah. Timun dipotong dan dibentuk menjadi bunga lili yang tampak elegan, sementara tomat disulap menjadi bunga mawar yang mekar sempurna. Proses ini dilakukan dengan penuh ketelitian dan kesabaran, sehingga menghasilkan bentuk yang rapi dan menarik.


Instruktur juga menekankan bahwa dalam membuat garnish, tidak hanya keindahan yang menjadi fokus utama, tetapi juga kebersihan dan keamanan makanan. Para peserta diingatkan untuk selalu menjaga higienitas selama proses pembuatan, mulai dari mencuci bahan hingga menggunakan alat yang bersih. Selain itu, bahan yang digunakan harus dalam kondisi segar agar hasilnya tidak hanya indah dipandang, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.


Setelah sesi demonstrasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung oleh para peserta. Masing-masing peserta diberikan kesempatan untuk mencoba teknik yang telah diajarkan. Suasana aula pun berubah menjadi lebih hidup dengan berbagai aktivitas yang dilakukan secara bersamaan. Tawa, canda, dan diskusi hangat terdengar di berbagai sudut ruangan, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kebersamaan.


Para peserta tampak sangat antusias dalam mencoba berbagai bentuk garnish. Meskipun pada awalnya beberapa di antara mereka mengalami kesulitan, namun dengan bimbingan instruktur dan saling membantu antaranggota, mereka mampu menghasilkan karya yang cukup memuaskan. Ada yang berhasil membuat bunga dari wortel dengan sangat rapi, ada pula yang berkreasi dengan menggabungkan beberapa bahan menjadi satu rangkaian hiasan yang unik.


Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para anggota untuk saling berbagi pengalaman dan ide. Mereka berdiskusi mengenai berbagai cara penyajian makanan yang menarik, serta bagaimana mengaplikasikan teknik garnishing dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk acara keluarga maupun kegiatan resmi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka wawasan peserta tentang pentingnya penyajian makanan yang menarik.


Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap rasa percaya diri para peserta. Mereka merasa bangga dapat menghasilkan karya yang indah dari bahan-bahan sederhana yang selama ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keterampilan ini, mereka dapat memberikan sentuhan istimewa pada setiap hidangan yang disajikan kepada keluarga.


Di akhir sesi praktik, beberapa hasil karya peserta dipresentasikan di depan seluruh peserta lainnya. Hiasan-hiasan yang dihasilkan ditata di atas piring saji sehingga terlihat seperti karya seni yang siap dipamerkan. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik, karena setiap peserta dapat melihat hasil karya rekan-rekannya dan mendapatkan inspirasi baru.


Sebagai penutup, instruktur memberikan beberapa tips tambahan agar keterampilan yang telah dipelajari dapat terus dikembangkan. Peserta dianjurkan untuk terus berlatih di rumah, mencoba berbagai variasi bentuk, serta memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar. Kreativitas dalam garnishing tidak memiliki batas, sehingga semakin sering dilatih, maka hasilnya akan semakin baik.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan. Wajah-wajah peserta tampak ceria dan puas setelah mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.


Secara keseluruhan, kegiatan “Seni di Atas Meja: Meningkatkan Kreativitas Anggota DWP melalui Garnishing Makanan” berjalan dengan lancar dan sukses. Partisipasi aktif dari seluruh peserta menjadi salah satu faktor utama keberhasilan kegiatan ini. Selain itu, dukungan dari panitia dan instruktur juga sangat berperan dalam menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wates dapat terus mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang seni dan kreativitas. Keterampilan garnishing yang diperoleh tidak hanya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk mengembangkan usaha di bidang kuliner.


Lebih dari itu, kegiatan ini juga memiliki makna yang lebih dalam, yaitu mempererat hubungan antaranggota serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Sebuah hidangan yang dihias dengan penuh cinta dan kreativitas bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga menjadi simbol kehangatan dan keharmonisan dalam keluarga.


Dengan adanya kegiatan seperti ini, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wates diharapkan dapat terus menjadi organisasi yang aktif, inovatif, dan memberikan kontribusi positif bagi anggotanya. Semangat untuk terus belajar dan berkarya menjadi modal utama dalam menciptakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di masa mendatang.


Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Ibu Novita Danang selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Program: Pelatihan
Pelaksana: Dinas Pendidikan

3330-04-2026

Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar

Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan UP BPBD Kab. Blitar mengikuti kegiatan Pertemuan Rutin dan Purna Tugas Bapak Mokhamad Anwar.
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Perayaan
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 30 April 2026
3. Pukul : 13.00 Selesai
4. Tempat : Aula BPBD jl. Bromo no 03 Wlingi Blitar
5. Pakaian : Seragam Batik DWP
6. Dihadiri oleh :
* 1. Kepala Pelaksana
2. Kepala Bidang
3. Kasubag Umum dan Kepegawaian
4. Pejabat Fungsional
5. Pejabat Pelaksana
6. Ketua dan anggota DWP UP BPBD Kab. Blitar
Susunan Acara:
1. Pembukaan oleh Pembawa Acara (Devi Lya)
2. Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dirijen (Aviq Suryani)
3. Pembacaan Doa (Lukman Rubai)
Sebelum memulai kegiatan ini diawali dengan doa dan harapan agar kebersamaan yang telah terjalin dapat terus berlanjut, serta semoga Bapak Mokhamad Anwar senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani masa purna tugas. Seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan UP BPBD Kabupaten Blitar pun kembali ke aktivitas masing-masing dengan membawa semangat baru dan kenangan indah yang tak terlupakan.
4. Sambutan Kepala Pelaksana BPBD Kab. Blitar Bapak Wahyudi, S.T, M.M
Dalam sambutannya beliau menyampaikan, ”atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar BPBD Kabupaten Blitar, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Mokhamad Anwar atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas. Beliau adalah sosok yang penuh tanggung jawab, disiplin, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap tugas-tugas kebencanaan. Kontribusi yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan BPBD Kabupaten Blitar. Kami menyadari bahwa pengabdian yang telah dilalui tidaklah singkat. Berbagai tantangan telah dihadapi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Untuk itu, kami sangat menghargai setiap upaya dan kerja keras yang telah Bapak Anwar berikan.Purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru. Kami berharap silaturahmi tetap terjalin, dan pengalaman yang dimiliki Bapak Anwar dapat terus menjadi inspirasi bagi kami semua. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang telah memberikan dukungan penuh selama ini, kami mengucapkan selamat memasuki masa purna tugas kepada Bapak Mokhamad Anwar. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan. Amiin.
5. Sambutan dari Bapak Mokhamad Anwar yang memasuki purna tugas.
Dalam sambutan perpisahannya, Bapak Mokhamad Anwar menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar BPBD Kabupaten Blitar, yang telah memberikan dukungan selama ini. Beliau mengungkapkan bahwa perjalanan panjang dalam dunia kerja tidak lepas dari peran serta keluarga dan lingkungan yang selalu memberikan semangat. Meskipun telah memasuki masa purna tugas, beliau berharap silaturahmi tetap terjaga dan hubungan baik yang telah terbangun tidak akan terputus.
6. Penyerahan Cindera Mata
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian cinderamata sebagai tanda kenang-kenangan dan penghargaan atas jasa-jasa yang telah diberikan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan, diikuti dengan pemberian ucapan selamat dari seluruh anggota. Momen ini berlangsung penuh haru, di mana rasa kehilangan bercampur dengan kebanggaan atas pencapaian yang telah diraih..
7. Foto bersama
Menjelang akhir acara, seluruh peserta berkumpul untuk sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan. Wajah-wajah bahagia dan penuh haru tergambar jelas, mencerminkan keberhasilan kegiatan yang tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.
8. Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan
Acara selanjutnya kegiatan pertemuan rutin juga diisi dengan sesi berbagi informasi dan evaluasi program kerja Dharma Wanita Persatuan oleh Ibu Pramesthi Wahyudi selaku ketua DWP UP BPBD Kab.Blitar. Dalam sesi ini, para anggota diajak untuk terus meningkatkan peran aktif dalam mendukung kegiatan organisasi, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan semangat anggota untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Menyusun rencana program kerja untuk kegiatan selanjutnya.
Tidak hanya itu, suasana semakin hangat dengan adanya kegiatan ramah tamah dan hiburan sederhana yang melibatkan seluruh peserta. Tawa dan canda menghiasi kebersamaan, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik kesibukan dan tanggung jawab, kebersamaan dan keharmonisan tetap menjadi hal yang utama. Kegiatan ini juga menjadi refleksi bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk terus meneladani nilai-nilai pengabdian, keikhlasan, dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh Bapak Mokhamad Anwar. Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi dalam menjalankan peran masing-masing, baik sebagai pendamping aparatur maupun sebagai bagian dari masyarakat.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, diharapkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan UP BPBD Kabupaten Blitar tidak hanya menjadi agenda formal semata, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan emosional, meningkatkan solidaritas, dan menumbuhkan rasa saling peduli antar anggota. Acara purna tugas ini menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan pengabdian memiliki akhir, namun nilai-nilai yang ditinggalkan akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Bapak Mokhamad Anwar telah memberikan contoh nyata tentang arti dedikasi dan loyalitas, yang akan selalu dikenang oleh seluruh keluarga besar BPBD Kabupaten Blitar.

Penulis: Ibu Devi Lya selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar.


Program: Perayaan
Pelaksana: BPBD
3430-04-2026

LAPORAN KEGIATAN BIDANG EKONOMI

Bidang : Ekonomi

Program Kerja : Peningkatan Ekonomi Keluarga dan Optimalisasi UMKM melalui Kantin DWP

Tema : Kantin Wanita Berdaya Tahun 2026

Hari : Rabu

Tanggal : 29 April 2026

Tanggal : 08.00 WIB s.d selesai

Tempat : Ruang Rapat Lantai 1 Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

Anggota yang Hadir :

  • Leliana Puguh I S
  • Indah Kurniawan Wibowo
  • Titik Basoli Andri W
  • Ira Anjar Eko Trijulianto
  • Salamah Yogha Bogi
  • Anif Effendi Chandra
  • Irene Yulis Sukma
  • Atik Wahyuningsih Sigit Widodo

URAIAN KEGIATAN

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian maksud serta tujuan rapat, yaitu membahas optimalisasi peran wanita dalam meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pengelolaan Kantin DWP.

Dalam rapat disampaikan bahwa Kantin DWP diluncurkan sebagai langkah konkret dalam mendukung anggota Dharma Wanita agar dapat mengembangkan potensi, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan. Kantin ini diharapkan menjadi wadah produktif bagi ibu-ibu untuk berkontribusi dalam peningkatan ekonomi keluarga.

Selain itu, dibahas pula konsep pengelolaan kantin agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, dengan melibatkan peran aktif dari Bidang Ekonomi UP DWP Dishub Kabupaten Blitar.

Manfaat dan Dampak Program Kantin DWP

1. Meningkatkan kemandirian ekonomi anggota sekaligus berdampak pada kesejahteraan keluarga

Kantin DWP menjadi sarana bagi anggota untuk memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri melalui kegiatan usaha bersama. Dengan adanya pemasukan tersebut, anggota dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, sehingga secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.

2. Mendorong kreativitas dan membentuk budaya kewirausahaan di kalangan anggota

Melalui pengelolaan kantin, anggota didorong untuk berinovasi dalam menciptakan produk makanan dan minuman yang menarik serta berkualitas. Kegiatan ini secara bertahap membentuk pola pikir kewirausahaan, seperti keberanian mengambil peluang, inovasi produk, dan kemampuan bersaing.

3. Menambah penghasilan serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja skala kecil

Selain memberikan tambahan pendapatan bagi anggota, keberadaan kantin juga membuka peluang usaha bagi pihak lain, seperti pemasok bahan baku atau tenaga bantu. Hal ini turut menciptakan lapangan kerja sederhana yang memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.

4. Memperkuat solidaritas dan kerja sama antar anggota serta hubungan sosial di lingkungan kerja

Pengelolaan kantin yang dilakukan secara bersama-sama mendorong terciptanya kekompakan, rasa tanggung jawab, dan saling mendukung antar anggota. Interaksi yang terjalin juga mempererat hubungan sosial baik di internal organisasi maupun dengan pegawai di lingkungan kerja.

5. Mendukung pemberdayaan perempuan sehingga meningkatkan peran aktif dalam kegiatan ekonomi produktif

Kantin DWP menjadi bentuk nyata pemberdayaan perempuan dengan memberikan ruang bagi anggota untuk berkontribusi dalam kegiatan ekonomi. Melalui peran aktif tersebut, perempuan tidak hanya berperan dalam ranah domestik, tetapi juga mampu berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian keluarga dan organisasi.

RENCANA PELAKSANAAN

1. Lokasi Kantin DWP

Kantin DWP akan berlokasi di Ruang Pojok Baca pada Ruang Tunggu Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor, yang dipilih karena memiliki posisi strategis dan mudah diakses oleh pegawai maupun masyarakat, sehingga diharapkan dapat menarik minat pembeli serta mendukung keberlangsungan usaha

2. Pengelolaan Kantin

Pengelolaan kantin akan dilaksanakan oleh Bidang Ekonomi UP DWP Dishub Kabupaten Blitar, yang bertanggung jawab dalam mengatur operasional, koordinasi anggota, serta memastikan kegiatan usaha berjalan secara tertib, efektif, dan berkelanjutan.

3. Jam Operasional

Kantin DWP direncanakan buka setiap hari kerja mulai pukul 08.00 sampai dengan 12.00, menyesuaikan dengan jam operasional kantor sehingga dapat melayani kebutuhan konsumsi pegawai maupun pengunjung pada waktu yang tepat.

4. Sistem Pengelolaan

Sistem pengelolaan menggunakan mekanisme setoran, di mana akan ada petugas yang digaji untuk menjaga dan melayani kantin, sehingga operasional dapat berjalan lebih optimal tanpa membebani anggota secara langsung dalam hal penjagaan harian.

5. Produk yang Dijual

Produk yang dijual merupakan hasil olahan dan karya ibu-ibu anggota Dharma Wanita yang dititipkan, sehingga kantin ini menjadi wadah pemasaran produk anggota sekaligus mendukung peningkatan pendapatan dan kreativitas mereka.

HASIL DAN DAMPAK KEGIATAN

  • Meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi anggota Dharma Wanita.
  • Mendorong partisipasi aktif perempuan dalam kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.
  • Menjadi sarana pemberdayaan perempuan melalui kegiatan usaha bersama.
  • Membuka peluang tambahan penghasilan bagi anggota.

MAKNA DAN REFLEKSI

Kegiatan ini mencerminkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian keluarga dan organisasi. Melalui Kantin DWP, diharapkan tercipta semangat kebersamaan, kemandirian, serta keberanian untuk terus berkembang dan berinovasi.

Program ini juga menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan dapat dimulai dari langkah sederhana namun memiliki dampak yang besar jika dikelola dengan baik dan konsisten.

PENUTUP

Kegiatan Rapat Pengurus UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar berjalan dengan lancar dan menghasilkan rencana strategis dalam optimalisasi peran wanita melalui Kantin DWP. Diharapkan program ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.


Laporan ini disusun oleh Ny. Salamah Yogha Bogi selaku operator e-reporting UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar


Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Perhubungan
3528-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka Pelaksanaan Kegiatan Rapat Koordinasi terkait lomba Volly Perwosi. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sanankulon, Iby Fanny Gugup Putrawaluya di damping oleh Bapak Camat Sanankulon membuka kegiatan dimaksud yang diselenggaran di Ruang rapat Kecamatan Sanankulon.

Bidang : Sekretariat : Pembinaan Hubungan Keluar

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sanankulon
2. Hari/Tanggal : Selasa, 28 April 2026
3. Pukul : 13.00 – Selesai
4. Tempat : Ruang Rapat Kecamatan Sanankulon Kab. Blitar
5. Pakaian : Baju Yang Berlaku Hari Itu

Acara dimulai dengan Pembukaan oleh Bapak Camat Sanankulon dan dilanjutkan dengan Ibu Ketua DWP Kecamatan Sanankulon untuk memberikan arahan.

MATERI I

"PERWOSI SMASH TOURNEY 2026"

Ibu Ketua DWP menyampaiakn Juknis terkait lomba tersebut kepadfa seluruh jajaran pemain dan seluruh panitia:

Ibu camat menjelaskan bahwa dalam Lomba Volly ini kita harus mengikuti dan memeperhatikan juknis secara betul dan benar agar nantinya kitab isa meraih kejuaraan.

Pembentukan TIM bola Volly:

lomba ini diadakan khusu untukl Wanita diatas umur 35 Tahun yang terdiri dario pemain yaitu Jumlah pemain • Setiap tim terdiri dari 6 pemain inti • Bisa ditambah pemain cadangan::

di dalam pertandingan volley ini mengejarkan kita tentangkekompakan , kesabaran dan keseriusan dalam mengahadapi lawan:

Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Sanankulon

3609-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar mengadakan kegiatan Pertemuan Rutin yang berlokasi di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Srengat

Kegiatan : Rapat rutin dan Sosialisasi dampak dari Bullying terhadap Kesehatan Mental Anak

Hari/Tanggal : Jumat, 09 April 2026

Pukul : 08.00 - selesai

Tempat : Ruang Rapat Kecamatan Srengat

Pakaian : Batik DWP

Dengan Susunan acara :

- MC : Ibu Ulfiana Sandra Y

- Sambutan : Ibu Ketua Suhariyati Marhaendra Pudji

- Pembaca Doa : Ibu Wiwik Tabah Soniawan

- Dirigen : Ibu Rina Rahayu Hanung Indra

- Dengan Narasumber Umi Lestari Dari Balai PLKB Srengat

Acara kali ini selain pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat juga sekaligus halal bihalal sesama anggota Dharma Wanita.

Dimana Makna Halal bi halal adalah tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Meski menggunakan istilah yang terdengar seperti bahasa Arab, tradisi ini merupakan produk budaya asli Nusantara yang tidak ditemukan di negara Muslim lainnya.

1. Sejarah dan Asal-Usul

Pencetus Utama: Istilah ini dicetuskan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948.
" Latar Belakang Politik: Pasca kemerdekaan, situasi politik Indonesia tidak stabil karena perselisihan antar elit politik. Presiden Soekarno kemudian meminta saran kepada KH Wahab Hasbullah untuk menyatukan mereka. .
" Solusi Silaturahmi: KH Wahab menyarankan pertemuan silaturahmi di hari Lebaran. Karena istilah "silaturahmi" dirasa sudah biasa, ia mengusulkan nama "Halalbihalal" yang bermakna saling "menghalalkan" atau memaafkan kesalahan satu sama lain agar "benang kusut" hubungan antarmanusia terurai kembali. .
" Versi Lain: Ada pula catatan sejarah yang menyebut tradisi serupa sudah ada sejak masa Mangkunegara I (abad ke-18) dalam bentuk tradisi pisowanan. .

2. Makna dan Tujuan
" Rekonsiliasi Sosial: Menjadi simbol pembersihan diri dari kesalahan sosial dan menjernihkan hubungan yang sempat keruh. .
" Mempererat Silaturahmi: Wadah berkumpulnya keluarga, rekan kerja, dan komunitas untuk memperkuat ikatan persaudaraan. .
" Toleransi: Mencerminkan nilai harmoni dan hidup rukun di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. .

Momentum Halal Bi Halal ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Setelah kita menjalani ibadah di bulan suci Ramadan, kita dilatih untuk menahan diri, membersihkan hati, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Halal Bi Halal menjadi sarana untuk menyempurnakan ibadah kita, yaitu dengan saling memaafkan. Karena sesungguhnya, dosa kepada Allah bisa diampuni dengan taubat, tetapi dosa kepada sesama manusia harus diselesaikan dengan saling memaafkan. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga hubungan sesama manusia (hablum minannas). Dalam sebuah hadits, beliau menyampaikan bahwa orang yang kuat bukanlah yang menang dalam pertarungan, tetapi yang mampu menahan amarahnya.

Oleh karena itu, di momen yang penuh berkah ini, mari kita buka hati kita, kita hilangkan rasa dendam, iri, dan prasangka buruk. Kita gantikan dengan sikap saling menghargai, saling menghormati, dan saling mendoakan. (, Sebagai umat Islam, kita juga diingatkan untuk menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah insaniyah. Dengan persatuan dan kebersamaan, insyaAllah kita akan menjadi umat yang kuat dan dirahmati Allah SWT.

Mari kita jadikan semangat Ramadan yang telah kita jalani sebagai bekal untuk kehidupan sehari-hari. Jangan sampai setelah Ramadan, semangat ibadah kita justru menurun. Justru seharusnya kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih jujur, dan lebih peduli terhadap sesama. (Di kesempatan ini, saya juga mengajak kita semua untuk terus meningkatkan amal ibadah, memperbanyak sedekah, menjaga lisan, serta mempererat tali silaturahmi.

Beliau juga menyampaiakan tentang siksa kubur (Siksa kubur dalam Islam adalah azab atau hukuman yang dialami manusia di alam barzakh (alam kubur) setelah wafat hingga hari kebangkitan. Ini merupakan bagian dari perkara gaib yang wajib diimani, sebagai bentuk balasan atas dosa-dosa selama hidup di dunia. Siksaan ini meliputi himpitan bumi, panasnya api, dan siksa malaikat. (siksa kubur menurut Islam :

Definisi: Penampakan dan pelaksanaan siksaan yang menyerupai siksaan neraka bagi orang-orang yang layak menerimanya (kafir, munafik, dan pelaku maksiat).(" Waktu Terjadinya: Dimulai setelah seseorang dimakamkan dan dis tanya oleh malaikat Munkar dan Nakir (fitnah kubur).(" Sasaran: Siksa kubur umumnya menimpa ruh, namun dalam beberapa pandangan juga melibatkan jasad.(" Penyebab Utama: Sering kali disebabkan oleh kurang bersih dalam bersuci (istibra') setelah buang air kecil, perilaku adu domba (namimah), serta perbuatan dosa lainnya.(" Jenis: Ada dua macam, yaitu siksa yang terus-menerus (biasanya untuk orang kafir) dan siksa yang terputus (untuk pelaku maksiat yang berdosa).(" Hikmah: Mendorong umat Islam untuk meningkatkan keimanan, berbuat baik, dan takut melakukan kemaksiatan.

Ada 7 perkara yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur: ,br>

1. Ikhlas beribabah syarat diterimanya amal. Tanpa keikhlasan, amalan sebesar apa pun (termasuk birrul walidain) tidak akan bernilai di sisi Allah dan tidak bisa menjadi penyelamat dari siksa kubur.

2. Birul Walidain (berbakti pada orang tua) merupakan salah satu amalan paling agung yang tidak hanya memberikan keberkahan di dunia, tetapi juga menjadi perisai kuat dari siksa kubur.

3. Menjaga kebersihan dari najis alah satu penyebab utama siksa kubur adalah tidak bersuci dengan benar setelah buang air kecil. Menjaga kebersihan diri dan menyempurnakan wudhu secara istiqamah dapat menyelamatkan seseorang dari azab tersebut.

4. Sholat Lima Waktu Salat bukan hanya kewajiban, tapi juga akan hadir sebagai cahaya dan pembela di alam barzakh bagi mereka yang mengerjakannya dengan benar.

5. Bersedekah Sedekah dapat memadamkan kemarahan Allah dan menjadi naungan serta pendingin bagi pelakunya di dalam kubur yang gelap dan sempit.

6. Menjaga Lisan Mengadu domba (namimah) dan membicarakan keburukan orang lain (ghibah) adalah penyebab umum siksa kubur, sehingga menahan lisan darinya merupakan bentuk penyelamatan diri.

7. Berdzikir Memperbanyak zikir, terutama kalimat La ilaha illallah, diyakini dapat memberikan ketenangan dan perlindungan saat menghadapi fitnah kubur.
(

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi tentang dampak bullying terhadap Kesehatan mental anak. Fenomena bullying saat ini menjadi isu yang semakin umum dan memerlukan perhatian serius, terutama dalam sektor pendidikan, di mana sekolah sering kali menjadi lokasi terjadinya perilaku ini. Ketika membahas kekerasan di lingkungan sekolah, kita cenderung fokus pada tawuran antar pelajar atau pemukulan antara guru dan siswa. Namun, ada bentuk kekerasan lain yang sering kali lebih berbahaya, yaitu bullying, yang berdampak serius pada kesehatan mental siswa. Bullying dapat menimbulkan perasaan tidak aman, depresi, dan isolasi, bahkan memicu stres yang berat. Ini merupakan masalah psikososial yang melibatkan penghinaan dan penurunan martabat secara berulang, di mana pelaku memiliki kekuatan lebih dibandingkan korban. Dengan perkembangan teknologi, bullying kini tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga di media sosial.

Beberapa praktisi pendidikan dapat membantu mengurangi dampak bullying dan menurunkan angka kejadian ini melalui program intervensi yang melibatkan orang tua, teman sebaya, pendidik, konselor sekolah, administrator, dan seluruh anggota komunitas sekolah. Bullying telah menjadi fenomena yang umum di kalangan remaja di Indonesia, sering kali dianggap remeh dan dihubungkan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh orang dewasa. Sejak kecil, generasi muda sudah diajarkan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka, sehingga saat mencapai usia remaja, mereka telah memiliki banyak pengalaman.

Dalam kasus kekerasan, ada 2 (dua) pihak yang perlu diperhatikan : pihak yang menjadi korban dan pihak yang melakukan penyerangan. Pelaku kekerasan tidak memilih, bisa berupa perempuan atau laki-laki, muda atau tua. Di sisi lain, mereka yang menjadi korban sering kali kurang memiliki kekuatan dan merasa tidak mampu membela diri. Bullying sering kali dipicu oleh faktor internal, yang berasal dari dalam diri individu, seperti jenis kelamin, kepribadian, sikap apatis, dan perilaku mengganggu. Perilaku ini biasanya muncul dalam lingkungan yang kurang mendukung. Sekolah berfungsi sebagai tempat bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan intelektual, psikomotorik, serta aspek perilaku dan emosional. Di sekolah, anak-anak juga berinteraksi dengan lingkungan dan teman sebaya mereka. Setiap individu memiliki tipe kepribadian yang berbeda, dan orang dengan kepribadian yang menarik diri cenderung lebih rentan menjadi korban bullying dibandingkan dengan mereka yang memiliki kepribadian yang lebih spiritual. Faktor eksternal merujuk pada aspek-aspek yang berasal dari luar individu, seperti lingkungan sekolah dan masyarakat. Lingkungan sosial yang negatif, seperti kemiskinan atau status sosial ekonomi yang rendah, dapat memicu perilaku kekerasan. Kondisi lingkungan semacam ini dapat memengaruhi tindakan manusia. Selain lingkungan, ada faktor lain yang menyebabkan perundungan, yaitu media. Dengan kemajuan teknologi, akses informasi menjadi semakin mudah dan cepat. Di media sosial, banyak konten yang tidak sesuai dengan perkembangan anak, yang bisa membuat seseorang terjerumus ke dalam perilaku agresif. Media sosial juga mempermudah individu untuk terlibat dalam tindakan intimidasi, seperti rasa malu atau rendah diri. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak mereka.

Dampak Perilaku Bullying Terhadap Kesehatan Mental
1. Dampak bullying terhadap kesehatan mental adalah masalah serius yang dapat memengaruhi korban di berbagai aspek kehidupan. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sebagai korban bullying dapat memiliki konsekuensi negatif yang signifikan, terutama bagi anak-anak dan remaja. Salah satu dampak utama dari bullying adalah munculnya gangguan psikologis, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan tidur.
2. Depresi sering dialami oleh korban bullying, yang mungkin merasa sedih, kehilangan minat pada aktivitas yang mereka sukai, dan merasa putus asa. Ini dapat memengaruhi kualitas hidup mereka secara keseluruhan dan berpotensi memicu pikiran atau perilaku merugikan diri sendiri.
3. Dapat disimpulkan bahwa gangguan kesehatan mental dan kecemasan adalah dampak umum dari bullying. Korban sering merasa cemas, takut, dan waspada dalam berbagai situasi, terutama di sekolah. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi mereka dalam belajar dan berinteraksi dengan orang lain, serta meningkatkan risiko masalah kecemasan yang lebih serius di masa depan.
4. Gangguan tidur juga merupakan dampak lain yang sering dialami oleh korban bullying. Mereka mungkin kesulitan tidur, terbangun secara teratur di malam hari, atau mengalami mimpi buruk berulang. Gangguan tidur ini dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental secara keseluruhan.

Akhirnya, serangkaian acarapun selesai, mari kita tutup dengan saling memaafkan. Saya pribadi juga memohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kesalahan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang bertakwa.

Pentup oleh pembawa acara dengan bacaan  Hamdallah  (Foto Bersama

Pelapor :

Ibu Gandes Intans.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Kecamatan Srengat

3728-04-2026

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Melaksanakan Kegiatan Pertemuan Rutin Kedua Tahun 2026 sekaligus Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 sebagai wujud pembinaan anggota dan pelestarian semangat emansipasi wanita R.A. Kartini.

Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi/Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/Konsolidasi

I. DASAR KEGIATAN
Kegiatan Pertemuan Rutin Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :
1. Pasal 22 AD/ART Dharma Wanita Persatuan Hasil Munas V Tahun 2024. Rapat anggota/kegiatan organisasi dilaksanakan secara berkala minimal 1x dalam 1 bulan di tingkat unit, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat dengan tujuan konsolidasi, koordinasi program, peningkatan kapasitas anggota. Serta Pasal 6 "Meningkatkan kualitas SDM anggota untuk mendukung pembangunan nasional".
2. Program Kerja DWP Unit Dinas PUPR Tahun 2026.
3. Keppres No. 108 Tahun 1964 tentang Penetapan R.A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Hari Kartini dipakai sebagai momentum menguatkan peran perempuan & semangat emansipasi.

II. WAKTU DAN TEMPAT
1. Hari/Tanggal : Selasa/ 28 April 2026
2. Pukul : 08.00 WIB s.d. 12.00 WIB
3. Tempat : Aula Theodolit Kantor Dinas PUPR Kabupaten Blitar
4. Acara : Pertamuan Rutin Kedua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR Kabupaten Blitar

III. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN.
Tujuan secara umum kegiatan Pertemuan Rutin Kedua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR Kabupaten Blitar serta dalam rangka peringatan Hari Kartini adalah Meningkatkan kualitas, wawasan, dan peran serta anggota DWP sebagai istri ASN dalam mendukung tugas suami, membina keluarga, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP, meningkatkan wawasan dan keterampilan, serta menumbuhkan semangat Kartini agar perempuan DWP semakin berdaya, mandiri, dan berperan aktif dalam mendukung Pembangunan.

Tujuan lainnya adalah untuk mengenang dan meneladani semangat juang R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan. Meningkatkan kesadaran anggota akan pentingnya peran perempuan dalam keluarga, organisasi, dan pembangunan. Memotivasi anggota Dharma Wanita Persatuan untuk terus belajar, berkarya, dan berdaya sesuai semangat Kartini. Melestarikan budaya bangsa lewat lomba kebaya, fashion show, dan lain lain sebagai identitas perempuan Indonesia. Memberi ruang ekspresi dan apresiasi bagi kreativitas anggota Dharma Wanita Persatuan.

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan Pertemuan Rutin Kedua pada hari Selasa, 28 April 2026, bertempat di Aula Theodolit Kantor Dinas PUPR Kabupaten Blitar. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB.

IV. PESERTA YANG HADIR
Kegiatan diikuti oleh 45 orang peserta, terdiri dari:
1. Bapak Kepala Dinas PUPR selaku Pembina Dharma Wanita Persatuan
2. Ibu Ketua beserta Pengurus Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PUPR
3. Tim Narasumber dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar
4. Seluruh anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas PUPR

V. RANGKAIAN KEGIATAN
Kegiatan dilaksanakan dengan susunan acara sebagai berikut:

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat oleh seluruh peserta sebagai wujud nasionalisme. Dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan untuk menumbuhkan semangat berorganisasi. Sebagai penghormatan kepada pahlawan emansipasi wanita, seluruh peserta menyanyikan lagu nasional Ibu Kita Kartini.

Pembawa acara membuka kegiatan secara resmi dan memandu jalannya acara.

Laporan Pengurus Dharma Wanita Persatuan, Sekretaris, bendahara dan bidang - bidang Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PUPR diantaranya bidang Pendidikan, bidang ekonomi dan bidang sosial budaya menyampaikan laporan mengenai dasar, maksud, tujuan, dan gambaran umum pelaksanaan kegiatan.

Sambutan oleh Bapak Kepala Dinas PUPR Bapak Kepala Dinas selaku Pembina Dharma Wanita Persatuan Unit memberikan sambutan sekaligus arahan dan motivasi kepada seluruh anggota. Atas nama pribadi dan selaku Pembina DWP Unit Dinas PUPR, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ibu Ketua dan seluruh pengurus yang telah menginisiasi kegiatan hari ini. Pertemuan rutin seperti ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi menjadi bukti bahwa DWP Unit kita hidup, guyub, dan terus bergerak maju.Tanggal 21 April kita peringati sebagai Hari Kartini. Kartini bukan hanya soal kebaya dan sanggul. Kartini adalah tentang keberanian bermimpi, tentang pentingnya pendidikan, dan tentang peran perempuan sebagai tiang negara. Semangat itulah yang harus terus kita rawat di dalam keluarga dan organisasi. Saya melihat tiga peran penting ibu-ibu sekalian: Pertama, sebagai istri ASN. Dukungan ibu-ibu di rumah sangat menentukan semangat kerja kami di kantor. Kalau rumah tangga harmonis, pelayanan kami ke masyarakat juga pasti maksimal. Kedua, sebagai ibu dan pendidik pertama bagi anak-anak. Dari tangan ibu-ibu lahir generasi Blitar yang cerdas dan berakhlak. Ketiga, sebagai anggota organisasi. DWP adalah wadah ibu-ibu untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi sosial. Maka saya harap pertemuan rutin ini dimanfaatkan untuk menambah ilmu, termasuk materi penanganan kebakaran dari Damkar hari ini. Ilmu itu bisa menyelamatkan keluarga kita.

Sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PUPR Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan menyampaikan sambutan berisi apresiasi, evaluasi program, dan ajakan untuk terus aktif dalam organisasi. Karena Kartini mengajarkan kita bahwa perempuan harus berani bermimpi, harus sekolah, harus punya keterampilan, dan harus bermanfaat. Dulu Kartini berjuang lewat surat. Hari ini kita berjuang lewat karya nyata: mendidik anak, mengelola rumah tangga, mendukung suami, dan aktif di organisasi.Karena itu, pertemuan rutin kita isi dengan kegiatan yang menambah ilmu. Hari ini kita kedatangan tamu istimewa dari Damkar. Ilmu penanganan kebakaran ini kelihatannya sepele, tapi bisa menyelamatkan nyawa keluarga kita. Tolong disimak baik-baik ya, Bu.Dan tentu yang ditunggu-tunggu: Parade Fashion Show Kartini. Bukan mau pamer baju ya, Bu. Ini cara kita bilang ke dunia: “Kami bangga jadi perempuan Indonesia. Kami cinta kebaya. Kami percaya diri.” Jadi nanti jalannya yang tegak, senyumnya yang lebar, tepuk tangannya yang meriah untuk semua.

Pengisi Acara: Sosialisasi Penanganan Bencana KebakaranTim dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar memberikan materi dan simulasi singkat tentang langkah-langkah pencegahan dan penanganan kebakaran di lingkungan rumah tangga. Penyebab Kebakaran di Rumah Tangga : Korsleting Listrik kabel menumpuk, colokan T tidak standar. Kompor dan tabung gas: selang bocor, lupa mematikan kompor Lilin dan obat nyamuk bakar ditinggal tidur. Membakar sampah dekat rumah. Pencegahan – Prinsip “Jangan Sampai Ada Api” Cek Listrik : Cabut colokan jika tidak dipakai, jangan menumpuk di 1 stop kontak. Cek Gas : Rutin cek selang & regulator, pasang detektor gas jika ada. Sedia APAR : Alat Pemadam Api Ringan minimal 1 di dapur. Harga ±200rb tapi bisa selamatkan rumah. Jalur Evakuasi : Pastikan kunci pintu mudah dibuka, jangan halangi akses. Jika Terjadi Kebakaran – Prinsip “Selamatkan Nyawa Dulu” Jangan Panik. Teriak “Kebakaran!” untuk minta tolong Api Kecil : Padamkan dengan APAR atau karung basah. Jangan siram minyak panas dengan air. Api Membesar : Tinggalkan ruangan, merangkak rendah hindari asap, tutup pintu saat keluar Hubungi 113: Nomor Darurat Damkar Kabupaten Blitar. Sampaikan alamat jelas. Jangan Kembali ambil barang. Nyawa lebih penting. Demo Singkat : Cara pakai APAR : Tarik pin, Arahkan nozzle, Tekan tuas, Sapu dari bawah api. Cara padamkan tabung gas terbakar : tutup dengan karung basah dari samping. Ibu-ibu, ingat: 3 menit pertama adalah waktu emas. Kalau kita tahu caranya, musibah bisa dicegah.

Tingginya laporan evakuasi hewan tidak lepas dari kondisi lingkungan Kabupaten Blitar yang masih didominasi area persawahan, kebun, dan permukiman yang berdekatan dengan habitat alami hewan. Faktor cuaca dan perubahan musim juga turut memengaruhi meningkatnya kemunculan hewan ke area permukiman warga. Sebagian besar kejadian sebenarnya dipicu oleh kelalaian atau kurangnya kewaspadaan, sehingga beliau selalu mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.Meskipun jumlah kasus kebakaran jauh lebih sedikit,namun setiap kejadian kebakaran tetap di tangani dengan prioritas utama keselamatan jiwa dan harta benda warga.

Jadi peran DAMKAR saat ini sangat luas,tidak hanya hadir saat terjadi kebakaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelayanan penyelamatan masyarakat sehari-hari. Beliau berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan dan kewaspadaan dalam beraktivitas. “Kami siap membantu kapan pun dibutuhkan, namun kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci utama untuk menekan angka kejadian.

Parade Fashion Show Kartini Ibu-Ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Anggota Dharma Wanita Persatuan menampilkan Parade Fashion Show dengan mengenakan kebaya nasional. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri dan melestarikan budaya bangsa.

VI. PENUTUP
Kegiatan ditutup dengan acara ramah tamah. Sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan, para pegawai dan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan berbincang santai, berbagi tawa, dan mempererat akrab. Di meja makan inilah, obrolan-obrolan ringan memperkuat tali persaudaraan, menutup rangkaian acara dengan rasa syukur dan kenyang akan kebahagiaan.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan semakin memajukan organisasi Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas PUPR. Atas perhatian dan dukungan semua pihak, kami ucapkan terima kasih.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

3824-04-2026

PERTEMUAN RUTIN DAN OLAHRAGA BERSAMA PENGURUS DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Berdasarkan Undangan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar tanggal 22 April 2026 Nomor surat : B.27/DWP.Kab/IV/2026 Perihal : Undangan.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menghadiri Kegiatan Olahraga Bersama dan dilanjutkan Pertemua Rutin dengan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten pada :

Hari / Tanggal : Jumat / 24 April 2026
Tempat : Sekretariat DWP Kabupaten Blitar
Acara : Olah raga bersama dan dilanjutkan Pertemuan Rutin Pengurus DWP Kabupaten Blitar
Peserta kegiatan : Seluruh Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Susunan Kegiatan
Kegiatan ini diawali dengan Senam bersama yang bertempat di Depan Pendopo Ronggo Hadi Negoro Blitar.dan setelah senam selesai kegiatan dilanjutkan dengan Pertemua Pengurus Dharma Wanita Persatuan dengan susunan kegiatan yaitu pembukaan, Mars DWP, Doa dan Sambutan oleh Ketua DWP Kabupaten Blitar. setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian rencana kegiatan yang disampaikan oleh Wakil Swkretaris dan juga laporan laporan dari masing - masing Bidang. serta kegiatan ini di tutup dengan Doa.

Tujuan dari kegiatan ini adalah Tujuan utama olahraga bersama pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan rohani, mempererat tali silaturahmi, serta membangun kekompakan antaranggota.DWP di Kabupaten Blitar . tujuan lainya antara lain Menjaga kebugaran jasmani, kesehatan jantung, serta mengurangi stres di tengah rutinitas pekerjaan sehari-hari, Menjadi sarana interaksi untuk memperkokoh rasa persatuan, kesatuan, dan kebersamaan antar pengurus dan anggota. Mengkampanyekan gaya hidup sehat dan aktif di lingkungan keluarga maupun organisasi.. Menjadi kegiatan jeda yang menyenangkan di sela-sela kesibukan organisasi.. Sebagai bentuk pembinaan mental dan kepedulian sosial, serta memperkuat sinergi antara istri pegawai/pejabat.

Setelah kegiatan olahraga bersama lalu dilanjutkan dengan pertemuan rutin oleh Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar. tujuan kegiatan ini adalah menyatukan visi misi kegiatan yang telah direncanakan agar bisa berjalan dan terlaksana seperti program di awal tahun. serta evaluasi kegiatan yang telah terlaksana sampai bulan ini. kegiatan pertemuan Rutin ini juga untuk untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kekompakan, serta membina hubungan kebersamaan antaranggota.. . Selain itu, forum ini berfungsi untuk mensosialisasikan program kerja, melakukan pembinaan mental/spiritual, serta meningkatkan kualitas SDM anggota untuk mendukung kinerja suami sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Meningkatkan wawasan, potensi, dan peran serta istri ASN dalam kehidupan sosial maupun ekonomi keluarga. pada kesempatan ini juga Melakukan pembinaan mental dan spiritual agar anggota menjadi pribadi yang bertakwa, beretika, dan berkepribadian baik. Pertemuan rutin ini berperan penting sebagai ajang edukasi dan kolaborasi untuk mewujudkan peran serta aktif perempuan dalam keluarga maupun masyarakat. dalam pertemuan Dharma Wanita juga diharapkan semua saling menjadi sarana untuk saling menyapa, mendoakan, dan memperkuat ikatan persaudaraan antaranggota serta Menciptakan suasana keakraban yang solid, sehingga pengurus dan anggota dapat saling mendukung. pertemuan rutin DWP penting karena menjaga konsistensi organisasi dalam mendukung kesejahteraan keluarga ASN dan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya anggotanya. demikian Laporan Kegiatan Dharma Wanita ini kami buat , atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih. dilaporkan Oleh Ririn Fitriana (Petugas E Reporting DP3APPKB Kabupaten Blitar)
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

3927-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS SOSIAL KABUPATEN BLITAR Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Kabupaten Blitar mengikuti serangkaian kegiatan silaturahmi dan halal bihalal kepada para Ulama dan Umaro (pemimpin) yang di selenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar. Adapun Ulama dan Umaro yang dikunjungi adalah - kediaman bapak Beky Herdihansah - kediaman ibu Rini Syarifah - kediaman bapak Herry Nugroho - kediaman bapak Palal Ali Santoso - kediaman ibu totok Subiandono - kediaman bapak Izul marom Tujuan utama silaturahmi dan halal bihalal kepada para ulama (pemuka agama) dan umaro (pemerintah/pemimpin) adalah untuk memperkuat sinergi antara dua pilar masyarakat, yakni agama dan pemerintahan, demi menciptakan kemaslahatan umat, kedamaian, dan keutuhan bangsa, khususnya untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Blitar.
Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: Dinas Sosial
4026-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS SOSIAL KABUPATEN BLITAR Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan bersama anggota mengikuti acara Halal Bihalal di Dinas Sosial Kabupaten Blitar pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2026 Pada acara tersebut di hadiri oleh pilar-pilar sosial yaitu dari PKH, TKSK, Tagana dan PSM Acara Halal Bihalal juga diisi tausiyah yang di sampaikan oleh Bapak Kyai Jaiz Inti dari acara tersebut menyambung silaturahmi, membersihkan hati dari rasa iri dan dengki, bersianergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Blitar.
Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: Dinas Sosial
4126-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ibu ketua Dharma Wanita kabupaten Blitar dan Pengurus telah melaksankan Senam bersama dan Pertemuan rutin pengurus pada bulan April 2026 bertempat di kantor sekretariat Dharma Wanita Persatuan diiblitar

Keterangan Program :
1. Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari / Tanggal : Jumat / 24 April 2026
3. Waktu : Pukul 7.30 sampai selesai
4. Tempat : Kantor Sekretariat DWP Kabupaten Blitar
5. Acara : Senam bersama dan pertemuan Rutin DWP Kab. Blitar
I

bu Ketua Dharma Wanita Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto bersama seluruh pengurus DWP Kab. Blitar telah melaksanakan senam bersama yang bertempat di halaman pendopo Ronggo Hadi Negoro , Senam ini di ikuti pengurus DWP Kab Blitar , DWP Satpol PP dan Bapedalitbang

Adapun manfaat dari senam bersama pagi ini adalah :

1. Meningkatkan kesehatan jasmani
Senam membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan daya tahan, serta mencegah berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas.
2. Menjaga kesehatan mental
Aktivitas fisik dapat mengurangi stres, meningkatkan mood, dan membuat pikiran lebih rileks serta positif. 3. Mempererat kebersamaan dan kekompakan
Senam bersama menjadi sarana untuk memperkuat tali silaturahmi antar anggota, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan solidaritas.
4. Menumbuhkan pola hidup sehat
Melalui kegiatan rutin, anggota terdorong untuk membiasakan hidup aktif dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Tubuh yang sehat akan mendukung semangat dalam menjalankan peran sebagai anggota Dharma Wanita maupun dalam keluarga.
6. Sarana rekreasi dan penyegaran
Kegiatan ini juga menjadi hiburan yang menyenangkan di tengah rutinitas, sehingga anggota merasa lebih segar dan berenergi.

Sambutan selanjutnya Ibu Wakil Ketua Ibu Leliana Puguh , Beliau juga memastikan kesiapan untuk kegiatan Rapat anggota dan mengecek kesiapan petugas
1. MC : Dewi Agus Zaenal
2. Dirigent : Ibu Eva Eko
3. Doa : Ibu Anik Hendry Bagus
4. Peragaan Seragam DWP
1. Bu Nanang : Memakai Batik DWP terbaru Bawahan Celana 3. Bu Eva Eko : Memakai seragam PDH
4. Bu Prasetyo : Memakai Batik DWP
5. Bu Asyik : Memakai seragam Olahraga
6. Bu Omar : Memakai batik Bebas
1. Sie Acara Bidang Pendidikan
2. Sie Konsumsi Bidang ekonomi
3. Doorprize Bidang SosbusProgram kerja DWP Kab Blitar
1. Mei minggu ke 3 tgl 19 Mei 2026 Program kerja bidang Pendidikan Pendidikan
2. Juli program kerja bidang Sosbud
3. Oktober program kerja bidang Ekonomi
Demikian acara rapat pengurus DWP Kab. Blitar

DWP KAB BLITAR
Program: Rapat

4226-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ibu Ketua dharma Wanita Kabupaten Blitar beserta pengurus mengikuti Halal Bihalal Dharma Wanita Pusat secara daring melalui Zoom Meeting

Keterangan Program :
1. Unit pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari / Tanggal : Rabu , 15 April 2026
3. Waktu : Pukul 09.00 - selesai
4. Tempat : Ruang transit lantai 1 kantor Bupati Blitar di Kanigoro
5. Acara : Zoom Meeting Halal Bihala dan peringatan hari Kartini

Deskripsi kegiatan :

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Mengikuti kegiatan Halal Bihalal dan peringatan hari Kartini secara daring melalui Zoom Meeting dengan mengusung tema " Mempererat Silaturahmi , meneladani Semangat Kartini Untuk Perempuan Berdaya dan Berakhlak Mulia "

Acara di mulai dengan tampilan Hadrah , Pembacaan ayat suci Al quran dan dilanjutkan dengan sambutan ketua Panitia , Selanjutnya Sambutan Ketua Umum Dharma Wanita Pusat Ny. Ida Budi Gunadi Sadikin Dalam Sambutanya Beliau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul fitri , Mohon maaf lahir batin , halal bihalal ini bertujuan memperkuat silaturahmi dan untuk meneladani / mengenang RA Kartini melalui Buku Habis Gelap terbitlah Terang , Pentingnya pendidikan dan peran wanita dalam kemajuan bangsa sesuai tagline DWP Sehat Berdaya

Program Program DWP Pusat Tahun 2025 banyak program secara mandiri melalui DWP mengajar marilah kita melaksanakan program yang signifikan perubahan untuk masyarakat di manapun berada Bulan Agustus ada Charity Garansale untuk perbaikan sekolah
Tahun 2025 ada program DWP Peduli untuk kita sumbangkan ke Sumatra dan Aceh dan terkumpul 1.378.374.257
Yang penyaluran nya di bagi 3 tahap
1. Tanggap darurat
2. Pemulihan Bencana ( Supply kasur dan Kompor )
3. Pasca Bencana ( Buka Puasa dan alat ibadah untuk 2000 orang )
Untuk Program 2026
1. DWP SEHAT
1. Pemeriksaan Payudara Gratis ( bekerja sama dg RS SILOOM )
2. Fasilitas vaksin HPP bekerja sama dengan GEOFARMA lounching bulan September 2026
2. DWP CERDAS
1. Membuat buku tentang makanan bergizi , Ibu ibu DWP bisa menyumbangkan resep yang bertujuan meningkatkan ketrampilan menulis dan literasi , lounching bulan Desember 2026
3. DWP MENGAJAR
Karena tahun 2025 masih 8% yang menyelenggarakan DWP mengajar untuk memberikan konstribusi mewujudkan Indonesia Emas
4. DWP PEDULI
Membangun sekolah sekolah rusak Dalam ceramahnya Ustad Maulana menjelaskan bahwa Wanita berada di 4 Posisi
1. Anak ( Menjadi anak yang taat dan berguna
Untuk menjadi anak yang Sholih / Sholikah ada 7 Ilmu
1. Ilmu Nabi Adam ( Ilmu Nenek )
2. Ilmu Nabi Nuh ( Ilmu Ketrampilan )
3. Ilmu Nabi Yusuf ( Ilmu Ekonomi , Keuangan )
4. Ilmu Nabi Isa ( Ilmu kesehatan )
5. Ilmu Nabi Sulaiman ( Ilmu bahasa )
6. Ilmu Nabi Musa ( Ilmu Kepemimpinan )
7. Ilmu Nabi Ibrahim ( Ilmu Agama ) 1. Sapa ( jawab salam )
2. Mendoakan orang bersin 4. Membesuk orang sakit
5. Melayat
3. Istri ( Patner )
4. Ibu ( penyayang )
Ibu harus ada dalam 5 waktu
1. Saat anak sakit
2. Saat anak sedih
3. Saat anak berprestasi
4. Saat anak liburan
5. Saat moment spesial ( kejadian seumur hidup sekali ) khitan , menikah , wisuda

Acara dilanjutkan dengan tampilan video video kegiatan DWP dan hiburan

Demikian rangkaian acara halal bihalal dan peringatan Hari kartini melalui zoom meeting

Penulis : H_M

DWP KAB BLITAR
Program: Penyampaian Informasi

4326-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan unit pelaksana Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar telah mengadakan kegiatan acara pertemuan rutin secara Indoor yang bertempat di ruang rapat Candi Simping Kantor Bupati Blitar Kanigoro

Keterangan Program :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari / Tanggal : 14 April 2026
3. Pukul : 08.00 sampai selesai
4. Tempat : Ruang Rapat Candi Simping
5. Peserta : 33 Orang
6. Acara : Pertemuan Rutin DWP dan Pelatihan membuat bag charm dari kain Perca
Deskripsi Kegiatan :

Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar telah melaksanakan pertemuan rutin yang di pimpin oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan UP Selkretariat Daerah Kabupaten Blitar Ibu Unun Badrodin Acara dimulai dengan Pembukaan oleh Ibu Lia selaku MC , dilanjutkan dengan menyanyikan mars Dharma Wanita yang di pimpin oleh Ibu Ninik selaku Dirigent , Dilanjutkan dengan Doa yang di pandu oleh Ibu Andry Selanjutnya sambutan dari Ibu Ketua DWP UP Sekretariat Daerah , dalam sambutan nya Beliau menyampaikan terima kasih kepada Ibu Ibu anggota DWP SETDA yang telah berkenan menghadiri undangan dan ucapan terima kasih kepada Bagian Perekonomian yang telah bertugas sehingga acara bisa terlaksana dengan baik.

Pada kesempatan ini karena masih masuk bulan syawal Ibu ketua juga mengucapkan Selamat Hari raya , Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja Ibu ketua juga menyampaikan kalau beberapa bulan terakhir banyak mutasi baik masuk atau keluar di lingkup Sekretariat Daerah maka dari itu kita perlu update jumlah anggota DWP yang aktif maupun pasif . dan beliau menghimbau agar semua anggota berperan aktif dalam kegiatan Dharma Wanita Beliau menjelaskan bahwa pada pertemuan ini diadakan pelatihan pembuatan bag charm dari kain perca , Ibu ketua berharap dengan pelatihan ini Ibu Ibu bisa menambah ketrampilan nya .

Ibu wakil ketua Ibu Yanis Haris menambahkan untuk DWP aktif istri P3K sebisa mungkin di ikutkan dala, kegiatan Dharma Wanita Persatuan , dalam pertemuan ini kita juga membahas besaran iuran untuk P3Kdan untuk menyamakan golongan dengan ASN kita menunggu Surat Edaran Resmi dari DWP kabupaten Blitar. Ibu wakil ketua juga berharap Dharma Wanita Persatuan UP Sekretariat Daerah memiliki account Instagram , dan beliau menunjuk DWP Prokopim untuk menjadi admin nya

Dalam pertemuan kali ini kita juga membahas rencana Baksos dalam rangka memperingati hari Kartini , rencana Baksos ke panti Asuhan anak penyandang disabilitas di kecamatan Gandusari yang kiranya akan d laksanakan pada tanggal 23 April 2026

Adapun bahan yang di gunakan:
1.Kain perca (bebas motif/warna)
2. Dakron / kapas isi (opsional)
3. Jarum & benang / lem kain
4. Gunting
5. Ring gantungan kunci
6, Tali / pita / rantai kecil
Cara membuat :
1. Jahit bagian tepi
2. Tempelkan kedua kain (bagian bagus saling berhadapan)
3. Jahit keliling, sisakan sedikit lubang
4. Pasang gantungan
5. Jahit pita/tali di bagian atas
6. Sambungkan ke ring gantungan kunci
Pita (bow)
1. Lipat kain seperti pita kado
2. Ikat bagian tengah
Tujuan Umum

Meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota Dharma Wanita dalam memanfaatkan kain perca menjadi produk kerajinan bernilai guna dan ekonomi.

Adapun Tujuan Khusus dari pelatihan ini untuk anggota Dharma Wanita Persatuan adalah :
1. Memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan limbah kain perca menjadi produk kreatif.
2. Melatih keterampilan anggota dalam membuat bag charm dengan teknik sederhana.
3. Menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan desain kerajinan tangan.
4. Meningkatkan kemandirian dan potensi usaha kecil berbasis kerajinan.
5. Mendorong sikap produktif serta pemanfaatan waktu luang secara positif.
6. Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui prinsip daur ulang

Manfaat Pelatihan:
1. Anggota memiliki keterampilan baru yang aplikatif
2. Dapat dijadikan peluang usaha atau tambahan penghasilan
3. Meningkatkan rasa kebersamaan dan kekompakan antar anggota
4. Mengurangi limbah kain (ramah lingkungan
Demikian rangkain kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan UP sekretariat Daerah Kab. Blitar

Penulis : H_M
DWP SETDA
Program: Rapat
Pelaksana: Sekretariat Daerah

4406-04-2026

harma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Kegiatan Halal Bihalal Tahun 2026
Pada hari Senin, tanggal 6 April 2026, Dharma Wanita Persatuan DWP DINDAMADE (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Blitar telah melaksanakan kegiatan Halal Bihalal bersama karyawan dan karyawati DINDAMADE. Kegiatan ini diselenggarakan di kediaman Kepala Dinas PMD, Bapak Tantowi Jauhari, S.P., yang berlokasi di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan Halal Bihalal ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP serta seluruh pegawai DINDAMADE.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan keharmonisan dalam lingkungan kerja.
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ny. Nurul Tantowi selaku Ketua DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan dan solidaritas antar anggota, serta peran aktif DWP dalam mendukung program kerja dinas.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas PMD, Bapak Tantowi Jauhari, S.P., yang mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap agar momentum Halal Bihalal dapat mempererat hubungan kekeluargaan serta meningkatkan semangat kerja seluruh pegawai.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang berisi pesan-pesan moral dan keagamaan, khususnya mengenai makna Idulfitri sebagai ajang untuk kembali kepada kesucian diri, memperbaiki hubungan antar sesama, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa selama penyampaian tausiyah tersebut.
Memasuki acara inti, seluruh peserta saling bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, mencerminkan semangat persaudaraan yang erat di lingkungan DINDAMADE.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama yang telah disiapkan oleh tuan rumah. Hidangan yang disajikan menambah keakraban suasana dan menjadi sarana interaksi santai antar peserta.
Kegiatan Halal Bihalal ini berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang cukup tinggi serta partisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara. Diharapkan melalui kegiatan ini, hubungan kekeluargaan dan kerja sama antar anggota DWP serta pegawai DINDAMADE semakin solid dan harmonis.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu peserta, dengan harapan agar kebersamaan yang telah terjalin dapat terus terjaga serta membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar DINDAMADE Kabupaten Blitar.
Demikian laporan e-reporting kegiatan Halal Bihalal ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi kegiatan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Penulis : Ny. LULUK STIANI

Program: Perayaan
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
4515-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan Ekonomi dan melaksanakaan giat bupati ASN Belanja Kepasar. Ibu Endang Hapsari Ketua DWP Kecamatan Panggungrejo melaksanakan kegiatan ASN Belanja di pasar Tradisional Sutojayan.

Bidang : Sekretariat Program Kerja Informasi Humas : Pakaian Dinas Hitam Putih

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Panggungrejo
2. Hari/Tanggal : Rabu, 15 April 2026
3. Pukul : 08.30 – Selesai
4. Tempat : Pasar Tradisional Sutojayan.
5. Pakaian : Pakaian Dinas Hitam Putih

Di tengah gempuran modernisasi ritel dan dominasi platform belanja daring (e-commerce), pasar tradisional sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, pasar rakyat adalah jantung ekonomi lokal sekaligus ruang sosial yang menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah. Menyadari peran krusial ini, berbagai pemerintah daerah di Indonesia mulai menginisiasi gerakan "ASN Belanja ke Pasar Tradisional". Kebijakan ini bukan sekadar imbauan seremonial, melainkan sebuah strategi ekonomi kerakyatan yang menempatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai agen perubahan dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Filosofi ASN sebagai Penggerak Ekonomi

ASN memiliki posisi strategis dalam struktur masyarakat. Selain sebagai pelayan publik, mereka adalah kelompok masyarakat dengan penghasilan tetap yang memiliki daya beli stabil. Ketika ribuan ASN di suatu kabupaten atau kota mengalihkan sebagian pengeluaran rumah tangganya dari supermarket besar ke pasar tradisional, terjadi redistribusi kekayaan yang signifikan dari korporasi besar kembali ke rakyat kecil.

Filosofi di balik gerakan ini adalah "Bela Beli Produk Lokal". Dengan berbelanja di pasar, ASN secara langsung mendukung kelangsungan hidup pedagang kecil, petani, peternak, dan pengrajin lokal yang memasok barang ke pasar tersebut. Ini adalah bentuk nyata dari pengamalan ekonomi Pancasila, di mana kemakmuran harus dirasakan secara merata melalui interaksi ekonomi yang humanis dan langsung.

Dampak Ekonomi: Multiplier Effect yang Nyata

Secara makro, gerakan ASN belanja ke pasar menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang luar biasa. Mari kita bedah alurnya. Seorang ASN membeli sayuran dari pedagang di Pasar Lodoyo, misalnya. Uang yang diterima pedagang tersebut kemudian digunakan untuk membayar petani lokal di desa sekitar Sutojayan. Petani tersebut menggunakan uangnya untuk membeli pupuk di toko pertanian setempat atau menyekolahkan anaknya. Dengan demikian, perputaran uang tetap berada di dalam lingkup daerah tersebut, mencegah terjadinya kebocoran ekonomi ke luar wilayah. Lebih jauh lagi, peningkatan permintaan di pasar tradisional mendorong para pedagang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas stok mereka. Hal ini merangsang produktivitas sektor hulu (pertanian dan peternakan). Jika pasar ramai dikunjungi oleh kelompok masyarakat dengan daya beli menengah ke atas seperti ASN, maka pedagang juga akan terdorong untuk memperbaiki standar kebersihan dan layanan mereka agar tetap kompetitif.

Membangun Kedekatan Sosial dan Memahami Realitas Pasar

Pasar tradisional bukan hanya tempat pertukaran barang, tetapi juga ruang komunikasi sosial. Bagi seorang ASN, terjun langsung ke pasar adalah cara terbaik untuk melakukan survei lapangan secara informal. Di pasar, mereka bisa mendengar langsung keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga bahan pokok, ketersediaan stok barang, hingga kondisi infrastruktur fasilitas publik. Interaksi antara ASN dan pedagang menghapus sekat birokrasi yang sering kali kaku. Ketika seorang pejabat atau staf instansi menawar harga cabai atau berbincang dengan penjual tahu lontong, tercipta hubungan emosional yang baik. ASN menjadi lebih peka terhadap realitas ekonomi rakyat yang mereka layani. Hal ini sangat penting dalam proses pengambilan kebijakan ke depan agar lebih tepat sasaran dan berbasis data lapangan yang aktual.

Tantangan dan Transformasi Pasar Tradisional

Tentu saja, mengajak ASN untuk rutin belanja ke pasar tidaklah mudah tanpa adanya tantangan. Persepsi pasar yang becek, panas, dan tidak beraturan sering menjadi penghalang. Oleh karena itu, gerakan "ASN Belanja" harus dibarengi dengan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan revitalisasi pasar.

Revitalisasi bukan sekadar membangun gedung baru yang megah, tetapi memperbaiki tata kelola. Pasar harus dibuat bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik, ketersediaan air bersih, dan fasilitas pendukung seperti area parkir yang memadai serta toilet yang higienis. Selain itu, digitalisasi pasar juga mulai diperkenalkan. Penggunaan pembayaran non-tunai (QRIS) di pasar tradisional memudahkan ASN yang sudah terbiasa dengan gaya hidup digital, sekaligus membantu pedagang masuk ke dalam ekosistem keuangan formal.

Strategi Keberlanjutan Gerakan

Agar gerakan ini tidak hanya menjadi tren sesaat atau formalitas saat ada kunjungan pimpinan, diperlukan langkah-langkah strategis:

Penetapan Hari Khusus:

Banyak daerah menetapkan satu hari dalam sepekan (misalnya "Jumat Berkah") di mana ASN diwajibkan atau sangat dianjurkan mengenakan pakaian santai/olahraga dan berbelanja ke pasar sebelum atau sesudah jam kantor.

Sistem Pelaporan dan Apresiasi

Menggunakan teknologi informasi, ASN dapat mengunggah bukti belanja atau foto aktivitas di pasar sebagai bentuk laporan partisipasi. Pemerintah daerah bisa memberikan apresiasi bagi instansi yang paling aktif mendukung gerakan ini.

Kolaborasi dengan OPD

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Perdagangan dan Koperasi, harus memastikan bahwa komoditas yang dijual di pasar memang berasal dari UMKM lokal, sehingga tujuan pemberdayaan ekonomi lokal benar-benar tercapai.

Promosi Kuliner Pasar

Pasar tradisional sering kali memiliki "harta karun" berupa kuliner khas yang

tidak ditemukan di mal. Mempromosikan kuliner ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi ASN untuk datang.

Penutup: Dari Pasar untuk Indonesia yang Mandiri

Gerakan ASN belanja ke pasar tradisional adalah langkah kecil yang berdampak besar jika dilakukan secara konsisten dan masif. Ini adalah bentuk solidaritas sosial dan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil. Dengan berbelanja di pasar, ASN tidak hanya memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga sedang "menanam saham" untuk kemandirian ekonomi daerahnya.

Pasar tradisional adalah benteng terakhir ekonomi kerakyatan. Jika ASN sebagai tulang punggung pemerintahan turut menjaga benteng ini, maka stabilitas ekonomi daerah akan lebih tangguh menghadapi guncangan global. Mari jadikan pasar tradisional sebagai pilihan utama, karena di setiap transaksi yang kita lakukan, ada harapan dan senyum para pedagang kecil yang terus berjuang demi keluarga dan kemajuan bangsa.
________________________________________

Kehadiran ASN di pasar tradisional bukan sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap perekonomian rakyat. Dengan berbelanja di pasar tradisional, ASN ikut membantu menjaga perputaran ekonomi lokal, memperkuat usaha kecil, serta mendorong keberlangsungan para pelaku UMKM.

Lebih dari itu, langkah sederhana ini mencerminkan kepedulian dan keteladanan. ASN hadir tidak hanya sebagai pelayan masyarakat di kantor, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menggerakkan roda ekonomi daerah.

Melalui kebiasaan berbelanja di pasar tradisional, diharapkan semangat cinta produk lokal semakin tumbuh, serta kesejahteraan pedagang kecil dapat terus meningkat. Pasar tradisional pun tetap hidup, menjadi pusat interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan..

Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: Kecamatan Penggungrejo

4611-04-2026

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar

Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar Ibu Nurul Warih Yuli Astutik turut hadir pada kegiatan Festival Ketupat Bersama Pak Nurhadi.
Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Perayaan
1. Hari/Tanggal : Sabtu, 11 April 2026
2. Pukul : 19.00 – selesai
3. Tempat : Bok Besi Desa Karanggondang
4. Acara : Festival Ketupat Bersama Pak Nurhadi

Suasana kebersamaan dan semangat masyarakat tampak begitu terasa dalam gelaran Festival Ketupat yang diselenggarakan di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam, 11 April 2026 ini menjadi salah satu agenda yang dinanti-nanti oleh warga, tidak hanya dari wilayah setempat, tetapi juga dari berbagai daerah di sekitar Blitar. Festival ini digelar di kawasan BOK Besi Karanggondang dengan menghadirkan beragam hiburan, lomba, serta sajian kuliner khas yang menjadi daya tarik utama. Festival Ketupat tersebut terselenggara atas inisiasi dan dukungan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat serta unsur pemerintah. Salah satu tokoh yang turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah Bapak Nurhadi, yang dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kehadirannya sekaligus memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut, terutama dalam mempererat hubungan antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula Ibu Nurul Riyadi selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Udanawu bersama Bapak Endro Riyadi yang menjabat sebagai Camat Udanawu. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata dari unsur pemerintahan kecamatan terhadap kegiatan masyarakat, khususnya dalam pelestarian budaya dan penguatan nilai kebersamaan di tengah warga. Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan ke lokasi acara. Mereka tampak antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Lapangan tempat berlangsungnya acara dipenuhi oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Suasana semakin semarak dengan dekorasi khas bernuansa Islami dan tradisional yang menghiasi area kegiatan, menciptakan nuansa hangat dan penuh kebersamaan.

Acara resmi dimulai pada pukul 19.00 WIB. Pembukaan diawali dengan sambutan dari panitia penyelenggara yang menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, panitia juga menekankan bahwa Festival Ketupat bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Salah satu daya tarik utama dalam festival ini adalah pembagian sekitar 2.000 ketupat gratis kepada masyarakat. Ketupat yang menjadi simbol kebersamaan dan kesucian ini dibagikan secara merata kepada para pengunjung yang hadir. Warga tampak antusias menikmati hidangan tersebut bersama keluarga dan kerabat. Momen makan bersama ini menjadi simbol kuat dari nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat.

Selain pembagian ketupat, panitia juga menyelenggarakan berbagai lomba menarik yang diikuti oleh peserta dari berbagai usia. Di antaranya adalah lomba membuat ketupat tercepat, lomba makan ketupat unik, serta joget asik yang menghibur. Lomba membuat ketupat tercepat menjadi salah satu yang paling diminati, karena menguji keterampilan peserta dalam menganyam janur menjadi bentuk ketupat dengan waktu yang singkat. Sorak sorai penonton semakin menambah semarak suasana saat para peserta berlomba menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Tidak kalah menarik, lomba makan ketupat unik juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Dalam lomba ini, peserta ditantang untuk menghabiskan ketupat dengan cara-cara yang tidak biasa, sehingga menimbulkan gelak tawa dari para penonton. Sementara itu, joget asik menjadi penutup rangkaian lomba dengan menghadirkan suasana penuh kegembiraan, di mana peserta bebas mengekspresikan diri mengikuti irama musik yang dimainkan.

Festival ini juga dimeriahkan oleh hiburan musik elektone yang menampilkan berbagai lagu populer dan religi. Penampilan musik ini berhasil menghibur masyarakat yang hadir dan membuat suasana semakin hidup. Banyak warga yang turut bernyanyi dan berjoget bersama, menciptakan kebersamaan yang hangat tanpa sekat. Hiburan ini menjadi salah satu bagian penting dalam acara, karena mampu menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan.

Selain hiburan dan lomba, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang. Salah satu hadiah utama yang paling dinanti adalah dua ekor kambing yang diberikan kepada pemenang lomba tertentu. Selain itu, terdapat pula doorprize dan hadiah lainnya yang menambah semangat peserta dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Pembagian hadiah dilakukan secara meriah dan disambut dengan antusias oleh para pemenang maupun penonton.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hiburan semata, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Festival Ketupat menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengingat pentingnya kebersamaan, gotong royong, serta menjaga tradisi lokal. Ketupat sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam dalam budaya masyarakat, terutama dalam tradisi Lebaran, sebagai simbol kesucian, permohonan maaf, dan kebersamaan.

Dalam konteks sosial, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarwarga. Masyarakat yang sebelumnya jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, dapat berkumpul dan berinteraksi dalam suasana yang santai dan penuh keakraban. Hal ini menjadi penting dalam menjaga keharmonisan dan kekompakan di lingkungan masyarakat.

Dari sisi ekonomi, Festival Ketupat juga memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Banyak pedagang kecil yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan makanan, minuman, serta berbagai produk lainnya. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi para pelaku usaha lokal. Dengan demikian, kegiatan ini turut berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Peran panitia dalam menyukseskan acara ini patut diapresiasi. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Mulai dari pengaturan lokasi, penyediaan konsumsi, hingga pelaksanaan lomba dan hiburan, semuanya tertata dengan baik. Hal ini menunjukkan komitmen panitia dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Selain itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, pemerintah, serta sponsor, juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan acara ini. Sinergi antara berbagai elemen ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti Festival Ketupat dapat menjadi contoh nyata kolaborasi yang baik dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, acara semakin mencapai puncaknya. Antusiasme masyarakat tidak surut meskipun malam semakin larut. Banyak warga yang tetap bertahan hingga akhir acara untuk menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa Festival Ketupat benar-benar menjadi hiburan yang dinikmati oleh masyarakat.

Menjelang penutupan, panitia kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Mereka berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan lebih meriah. Harapan tersebut disambut baik oleh masyarakat yang menginginkan agar tradisi seperti ini tetap dilestarikan.

Secara keseluruhan, Festival Ketupat di Desa Karanggondang ini menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis budaya dan kebersamaan masih sangat relevan di tengah kehidupan modern. Dengan menggabungkan unsur tradisi, hiburan, dan kebersamaan, acara ini mampu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya acara, masyarakat pun pulang dengan membawa kesan yang mendalam. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menjadi kenangan yang berharga. Festival Ketupat bukan hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat Desa Karanggondang dan sekitarnya.

Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Erni Rahayu selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

Program: Perayaan
Pelaksana: Kecamatan Udanawu

4713-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Syawal 1447 H Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi dan Pamong Praja Kabupaten Blitar mengadakan acara pertemuan Rutin dan Halal Bihalal

Bidang : Sekretariat

Program : Hubungan hubungan keluar, rapat

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Senin, 13 April 2026
3. Pukul : 08.00  Selesai
4. Tempat : Warung Semprul, Jatinom Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Seragam DWP
6. Petugas yang menghadiri :
- Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Sri Wulandari Cholik
- Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Yulia Repelita
- dan 20 anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar

Deskripsi Kegiatan

Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar yang diselenggarakan di bulan April ini terasa berbeda. Bukan hanya karena pertemuan rutin yang biasanya digelar di ruang rapat Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, kali ini diselwnggarakan dengan suasana semi formal di Warung Semprul yang terletak di daerah Jatinom Kabupaten Blitar.

Tempat ini dipilih selain agar pertemuan rutin yang biasanya terkesan formal agar lebih santai dan lebih akrab. Karena selain menyelenggarakan rapat rutin, kali ini juga mengandung agenda halal bihalal. Sehingga suasana lebih akrab dan kekeluargaan akan lebih terasa.

Pada pertemuan rutin kali ini, yang bertanggungjawab keseluruhan adalah bidang ekonomi yang diketuai oleh Ibu Andrean Didik. Sehingga para petugas yang memimpin acara juga dari anggota bidang ekonomi. Hal ini dilakukan bergantian tiap bidang agar setiap anggota juga ikut merasakan dan berkewajiban serta terlibat langsung menjadi bagian dari acara Dharma Wanita. Kali ini anggota yang bertugas dari bidang ekonomi yaitu Ibu Pralinda Signori sebagau pembawa acara, Ibu Ayu sebagai dirigen, dan Ibu Bambang sebagai pembaca doa.

Berikut susunan acara pada pertemuan kali ini:
1. Pembukaan oleh pembawa acara Ibu Pralinda Signori
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP yang dipimpin oleh Ibu Ayu Slamet.
3. Pembacaan doa oleh Ibu Bambang.
4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Sri Wulandari Cholik.
Pada kesempatan kali ini Ibu Wulan mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran para anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar yang sudah menyempatkan hadir disela kesibukan masing-masing. Pertemuan kali ini yang diselenggarakan setelah hari raya Idul Fitri yang masih dalam suasana lebaran, beliau secara pribadi menyampaikan permohonan maaf jika selama ini sudah melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Beliau juga meminta doa Al fatihah untuk anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar yang sudah meninggal yaitu almarhumah Ibu Pristantin Endro yang sudah meninggal beberapa waktu yang lalu.
5. Acara dilanjutkan dengan prosesi halal bihalal yang dilakukan oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar yang hadir yang dipimpin oleh Ibu Ketua DWP Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar Ibu Sri Wulandari Cholik saling bersalaman satu dengan yang lain. Hal ini dilakukan selain melaksanakan tradisi halal bihalal setelah hari raya Idul Fitri juga untuk melebukan segala kesalahan dan merupaka kesempatan untuk saling memaafkan satu dengan yang lain karena dengan seringnya kita berinteraksi di dalam organisasi Dharma Wanita tidak mungkin jika kita luput dari kesalahan baik yang kita sadari maupun yang tidak disengaja.
Kata "halal bihalal" sendiri berasal dari bahasa Arab, yang berarti "menghalalkan yang haram" atau "meminta maaf atas kesalahan". Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk implementasi dari ajaran Islam yang mengajarkan umatnya untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Halal bihalal sebenarnya hanyalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim, terutama di Indonesia, untuk mempererat tali silaturahmi dan memaafkan kesalahan satu sama lain setelah hari raya Idul Fitri. Halal bihalal biasanya dilakukan dengan cara saling mengunjungi, bersalaman, dan meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan.
Halal bihalal biasanya dilakukan pada hari-hari setelah Idul Fitri, yaitu pada tanggal 1-7 Syawal. Pada kesempatan ini, umat Muslim saling mengunjungi keluarga, teman, dan tetangga untuk meminta maaf dan memaafkan kesalahan yang telah dilakukan.
Halal bihalal memiliki beberapa tujuan, antara lain:
- Mempererat tali silaturahmi dan hubungan dengan sesama manusia
- Memaafkan kesalahan dan memperbaiki hubungan yang rusak
- Meningkatkan kesadaran dan keimanan
- Menghapuskan dosa dan kesalahan
Dalam pelaksanaannya, halal bihalal dapat dilakukan dengan cara:
- Saling mengunjungi dan bersalaman
- Meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan
- Memaafkan kesalahan orang lain
- Berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT
Dengan demikian, halal bihalal dapat menjadi momen yang sangat berharga bagi umat Muslim terutama bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia dan meningkatkan kesadaran spiritual.
6. Ramah tamah
Setelah melakukan halal bihalal, para anggota Dharma Wanita Persatuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar saling bercengkrama sembai menyantap hidangan yang sudah dihidangkan.

Penyusun Laporan:

Ny. Refia Yanindra (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar)
Program: Rapat
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

4813-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka Persiapan Memperingati Hari Kartini tahun 2026 Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Ibu Susi Agus Santosa Mengadakan Rapat pengurus dengan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar

Bidang : Sekertariat
Program : Rapat

Keterangan Program

1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jum’at, 10 April 2026
3. Pukul : 13.00 – Selesai
4. Tempat : Ruang Dewan Pendidikan Dinas Pendidkan Kab.Blitar
5. Pakaian : Batik DWP


Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam mempererat kebersamaan serta meningkatkan peran aktif seluruh anggota melalui pelaksanaan rapat rutin yang diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 10 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Dewan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, dimulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Sejak awal kegiatan, suasana rapat sudah terasa tertib, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan. Para peserta hadir dengan penuh semangat, mencerminkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti jalannya kegiatan serta keseriusan dalam mendukung program organisasi.


Rapat rutin ini dihadiri oleh seluruh anggota pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan organisasi serta menjalankan program kerja yang telah disusun. Selain sebagai forum koordinasi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi yang efektif. Melalui pertemuan ini, para anggota dapat saling berinteraksi, berbagi pengalaman, serta mempererat hubungan emosional yang menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang solid dan harmonis.


Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ibu Susi Agus Santosa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota serta partisipasi aktif yang selama ini telah ditunjukkan. Beliau menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam menjalankan setiap program kerja organisasi, serta pentingnya menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan. Menurut beliau, Dharma Wanita Persatuan memiliki peran yang tidak hanya sebatas sebagai organisasi pendamping, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung berbagai program, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan pemberdayaan perempuan.


Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Hal ini dinilai penting agar setiap anggota mampu berkontribusi secara maksimal dalam organisasi. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan suatu organisasi sangat bergantung pada kerja sama yang baik, komunikasi yang efektif, serta komitmen bersama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


Pada kesempatan tersebut, Ibu Susi Agus Santosa juga memaparkan berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan April 2026. Salah satu agenda utama yang menjadi fokus pembahasan adalah peringatan Hari Kartini. Momentum ini dinilai sangat penting karena memiliki nilai historis dan menjadi simbol perjuangan perempuan dalam meraih kesetaraan dan kemajuan. Oleh karena itu, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna.


Dalam rangka memperingati Hari Kartini, direncanakan beberapa kegiatan menarik dan kreatif, seperti lomba Fashion Show dan lomba Make Up tanpa menggunakan kaca. Kedua lomba ini dipilih karena dinilai mampu menggali potensi, kreativitas, serta meningkatkan rasa percaya diri para anggota. Lomba Fashion Show diharapkan menjadi ajang untuk menampilkan keindahan busana, khususnya yang mengangkat unsur budaya lokal maupun nasional. Sementara itu, lomba Make Up tanpa kaca menjadi tantangan unik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih ketelitian, keterampilan, serta kepercayaan diri peserta.


Kegiatan lomba ini tidak semata-mata bertujuan untuk hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan inspiratif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota dapat saling mendukung, menghargai, serta mempererat rasa kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri, keberanian tampil di depan umum, serta mengembangkan potensi diri yang dimiliki oleh masing-masing anggota.


Peserta kegiatan nantinya berasal dari anggota DWP aktif yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Blitar. Mereka terdiri dari perwakilan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan di 22 kecamatan serta perwakilan dari 49 SMP Negeri. Dengan cakupan peserta yang luas ini, kegiatan diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan anggota dari berbagai latar belakang dan wilayah. Hal ini tentunya akan memperkaya pengalaman serta memperluas jaringan komunikasi antar anggota.


Selain pemaparan rencana kegiatan, rapat juga diisi dengan pembagian tugas kepada seluruh pengurus yang hadir. Pembagian tugas dilakukan secara terstruktur, rinci, dan mempertimbangkan kemampuan masing-masing anggota. Tugas-tugas yang dibagikan meliputi berbagai aspek penting dalam pelaksanaan kegiatan, seperti petugas absensi, penerima tamu, pembawa acara (MC), pembaca doa, dokumentasi, konsumsi, hingga tim perlengkapan dan dekorasi.


Dengan adanya pembagian tugas yang jelas, setiap anggota diharapkan dapat memahami tanggung jawabnya masing-masing. Hal ini penting untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan rencana. Selain itu, pembagian tugas juga bertujuan untuk melatih rasa tanggung jawab, meningkatkan kerja sama tim, serta membangun rasa memiliki terhadap organisasi.


Tidak hanya itu, rapat juga membahas secara detail mengenai rundown atau susunan acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 April 2026. Setiap tahapan kegiatan dibahas secara menyeluruh, mulai dari persiapan awal, pelaksanaan inti, hingga penutupan acara. Para anggota terlihat aktif memberikan masukan, saran, serta ide-ide kreatif yang dapat mendukung kelancaran kegiatan.


Diskusi berlangsung secara dinamis dan interaktif, mencerminkan adanya komunikasi yang baik antar anggota. Setiap pendapat dihargai dan dipertimbangkan, sehingga keputusan yang diambil merupakan hasil musyawarah bersama. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi berjalan secara demokratis dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.


Selama berlangsungnya rapat, para anggota menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berperan aktif dalam diskusi. Banyak anggota yang mencatat poin-poin penting, mengajukan pertanyaan, serta memberikan saran yang konstruktif. Keaktifan ini mencerminkan komitmen dan kepedulian terhadap keberhasilan organisasi.


Kegiatan rapat rutin ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kelancaran program kerja Dharma Wanita Persatuan. Selain sebagai sarana koordinasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, meningkatkan sinergi, serta membangun kebersamaan antar anggota. Dengan komunikasi yang baik, setiap kendala yang mungkin muncul dapat diantisipasi dan diselesaikan dengan cepat.


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi informasi, menyampaikan evaluasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan optimal dan memberikan manfaat yang nyata.


Menjelang akhir kegiatan, rapat ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu anggota. Doa ini menjadi bentuk harapan dan permohonan agar seluruh rencana kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Suasana haru dan khidmat terasa saat seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa.


Dalam penutupannya, Ketua DWP kembali mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan, meningkatkan kepedulian, serta terus berkontribusi aktif dalam setiap kegiatan organisasi. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menghidupkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari.


Semangat Kartini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan keteguhan yang diwariskan oleh R.A. Kartini diharapkan dapat terus hidup dan menjadi motivasi dalam menjalankan peran sebagai perempuan yang aktif dan berdaya.


Melalui kegiatan rapat rutin ini, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi yang solid, aktif, dan memiliki kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Dengan kebersamaan, kerja sama, serta semangat yang terus terjaga, organisasi ini diharapkan mampu terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.


Ke depan, Dharma Wanita Persatuan diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi organisasi yang mampu memberikan dampak positif yang lebih luas, baik bagi anggotanya maupun masyarakat. Dengan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program kerja, organisasi ini dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Blitar.


Dengan demikian, pelaksanaan rapat rutin ini tidak hanya menjadi agenda formal semata, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat fondasi organisasi, meningkatkan kualitas kinerja, serta membangun semangat kebersamaan yang menjadi kunci utama keberhasilan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.


Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Ibu Novita Danang selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Pendidikan

4901-04-2026

HALAL BIHALAL DAN PEMBERIAN TALI ASIH KEPADA PEGAWAI DINAS P3APPKB SERTA ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN YANG AKAN PURNA TUGAS

KETERANGAN PROGRAM

1. Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blitar
2. Hari, Tanggal : Rabu , 01 April 2026
3. Pukul : 08.00 s/d Selesai
4. Peserta : Peserta dari Karyawan Karyawati Dinas P3APPKB , Penyuluh Keluarga Berencana, Tenaga Keamanan dan Kebersihan Balai Penyuluh Keluarga Berencana serta Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas P3APPKB
5. Lokasi : bertempat di Dinas P3APPKB Kabupaten blitar
6. Acara : Halal Bihalal dan Pemberian Tali Asih Anggota Dharma Wanita Persatuan yang akan memasuki Purna Tugas.

SUSUNAN KEGIATAN
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Mars KB dan Mars DWP
3. Sambutan Oleh Kepala Dinas P3APPKB Kabupaten Blitar
4. Mauidhoh hasanah oleh Bapak KH. Imam Suri dari Selopuro
5. Pemberian Tali Asih kepada Penyuluh KB dan Anggota DWP Dinas KB yang akan memasuki Purna Tugas

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk Bersama sama berkumpul untuk saling maaf memaafkan di hari yang Fitri ini antar semua karyawan Dinas P3APPKB, Penyuluh KB serta Tim dari Balai KB juga anggota DWP Dinas P3APPKB sehingga tercipta suasana saling mendukung satu sama lain dan lebih kompak dalam menjalankan Program KB, Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Blitar.

Halal bihalal penting bagi kami Dinas P3APPK dan merupakan tradisi khas Indonesia untuk mempererat silaturahmi, menyucikan hati melalui saling memaafkan setelah Idul Fitri, serta memperkuat solidaritas sosial. Selain itu, momen ini menjadi sarana perbaikan hubungan, bagi kami keluarga besar DINAS P3APPKB dan untuk meningkatkan nilai spiritual, dan memperkokoh persaudaraan diantara kami keluarga besarnya.

Pemberian tali asih bagi karyawan/ karyawati yang memasuki masa pensiun (purna tugas) sangat penting menurut kami karena memiliki makna simbolis dan praktis yang mendalam bagi karyawan/karyawati yang akan pensiun. Tali asih merupakan wujud penghargaan resmi atas jasa, dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan karyawan selama bertahun-tahun. Pemberian ini berfungsi sebagai jembatan untuk menjaga hubungan baik (silaturahmi) antara organisasi dan purna tugas, memastikan komunikasi tetap terjalin meskipun sudah tidak aktif bekerja. Pensiun seringkali diikuti dengan menurunnya pendapatan. Tali asih memberikan dukungan dana tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan di masa transisi tersebut. Sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi anggota yang telah menyelesaikan tugasnya (purna tugas).

Isi Tausiyah dari Bapak KH. Imam Suri salah satunya yaitu mendefinisikan Ketupat , ketupat (kupat) adalah simbol filosofis "Ngaku Lepat" (mengakui kesalahan) yang merepresentasikan permohonan maaf, penyucian diri, serta kebersamaan saat Lebaran. Anyaman janur melambangkan kerumitan kesalahan manusia, sedangkan beras putih di dalamnya mencerminkan hati yang suci kembali. Ketupat melambangkan kesadaran manusia untuk mengakui kesalahan, terutama setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Beras sebagai isi ketupat melambangkan kemakmuran dan rasa syukur kepada Allah SWT atas keberhasilan puasa, diwujudkan dengan berbagi kepada sesama. Janur berasal dari kata Jatining Nur (nur sejati), yang berarti hati nurani yang suci. . Secara ringkas, ketupat adalah budaya Islam Indonesia yang memadukan ajaran saling memaafkan dengan simbol kemakmuran.

Beliau juga menitipkan pesan tentang Bersalaman langsung saat meminta maaf memiliki peranan penting baik dari sisi sosial, psikologis, maupun spiritual (khususnya dalam ajaran Islam). Tindakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol ketulusan. Berjabat tangan menunjukkan bahwa permintaan maaf dilakukan dengan sungguh-sungguh, tatap muka, dan tidak sekadar lewat kata-kata. Dalam perspektif Islam, bersalaman (musafahah) saat bertemu adalah anjuran Nabi Muhammad SAW yang diyakini dapat menggugurkan dosa-dosa kedua belah pihak sebelum mereka berpisah.Bersalaman secara fisik membantu meredakan ketegangan, menghapus rasa benci, dan meluluhkan hati yang keras akibat konflik.Kontak fisik langsung saat bersalaman mempererat hubungan antarmanusia dan memperkuat ukhuwah (persaudaraan). Bersalaman menjadi penanda konkret bahwa permintaan maaf telah diterima, yang menciptakan kepastian psikologis bagi kedua belah pihak. Meskipun bersalaman sangat dianjurkan, yang terpenting dalam meminta maaf adalah keikhlasan hati.

beliau juga berpesan dalam Islam, bersalaman antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram umumnya dianggap tidak diperbolehkan (haram) oleh mayoritas ulama (Maliki, Syafi'i, Hambali). Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh tangan wanita yang bukan mahram saat membaiat. Bersentuhan langsung dikhawatirkan menjadi perantara fitnah atau zina. Mayoritas ulama mengharamkan berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram, baik muda maupun tua, karena berpotensi menimbulkan syahwat.Sebagian pandangan menyebutkan kebolehan jika aman dari syahwat atau untuk keperluan darurat, namun menghindari adalah sikap yang lebih utama (ikhtiyat).Terdapat studi yang membahas kebolehan bersalaman dengan guru lawan jenis didasari atas ihtiram (penghormatan).

demikian Laporan Kegiatan dari Dinas P3APPKB Kabupaten Blitar , semoga dapat bermanfaat. terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf jika ada kekurangan nya. . dilaporkan oleh petugas E Reporting Dinas P3APPKB .Ririn Fitriana


Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
5008-04-2026

Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar

Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan UP BPBD Kab. Blitar mengikuti kegiatan Halal Bihalal dan Pertemuan rutin
Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Perayaan
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Rabu, 08 April 2026
3. Pukul : 08.00 Selesai
4. Tempat : Rumah Ibu Kalaksa BPBD Kab. Blitar Jl. Mastrip 95 Wlingi
5. Pakaian : Muslim rapi
6. Dihadiri oleh :
* Ketua dan anggota DWP UP BPBD Kab. Blitar
Susunan Acara:
1. acara di awali dengan ramah ramah
Kegiatan halal bihalal dan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar berlangsung dengan penuh kehangatan. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar anggota. Setelah menjalani bulan suci Ramadan, seluruh anggota berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan. Senyum dan sapa hangat menyambut setiap kehadiran. Suasana kekeluargaan begitu terasa sejak awal acara dimulai. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang khidmat. Seluruh anggota mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias. Halal bihalal menjadi inti dari kegiatan ini. Saling bersalaman dan bermaaf-maafan dilakukan dengan tulus. Momen ini menjadi sarana untuk membersihkan hati dan mempererat hubungan. Pertemuan rutin yang dikemas dengan nuansa santai menambah kenyamanan acara. Para anggota duduk bersama dalam suasana akrab. Canda dan tawa mulai terdengar di sela-sela kegiatan. Hal ini menunjukkan eratnya kebersamaan yang telah terjalin.
2. makan bersama
di sela ramah tamah penuh dengan kehangatan sembari para anggota menikmati hidangan yang telah di siapkan oleh ibu Kalaksa BPBD Kab. Blitar. Masih momentum bulan syawal hidangannya pun ada opor ayam sayur minuman makanan ringan tampak penuh dalam satu meja besar. Anak – anak juga tampak akrab ikut bermain bersama hingga larut semuanya dalam suasana bahagia penuh tawa.
3. memasuki acara inti di buka oleh ibu Ketua DWP ibu Pramesthi Wahyudi
Dalam sambutan yang disampaikan, Ketua Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah di sempatkan oleh para anggota yang berkenan hadir pada kesempatan pagi hari ini tak lupa beliau mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan. Beliau menekankan pentingnya kebersamaan dalam organisasi. Dukungan terhadap peran suami sebagai abdi negara juga menjadi hal yang disampaikan. Semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh.
4. Tukar Kado
Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tukar kado. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan. Dengan budget sederhana sebesar 20 ribu rupiah, setiap anggota membawa kado terbaiknya. Kado-kado tersebut dikemas dengan kreatif dan menarik. Hal ini menambah keseruan dalam kegiatan.
Setiap anggota tampak antusias mengikuti proses tukar kado. Ada yang penuh rasa penasaran. Ada yang tertawa saat membuka hadiah. Ada pula yang saling bercanda mengenai isi kado. Suasana menjadi semakin meriah.
Kegiatan tukar kado ini bukan sekadar berbagi barang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan. Nilai kebahagiaan tidak diukur dari harga kado. Kebahagiaan hadir dari momen kebersamaan yang tercipta. di prosesi acara akhir tukar kado ibu ketua mengadakan kuis menarik dengan 3 hadiah doorprize siapa yang benar menebak isi kado beserta merk dan warna berhak mendapatkan hadiah dari beliau. Pada kesempatan ini ada 3 ibu ibu yang beruntung ada bu wagimin, bu yulis dan bu yani, beliau bertiga membawa pulang 3 doorprize menarik dari ibu ketua DWP. Tak lupa ketika ada kegiatan para ibu ibu juga pasti akan sibuk satu sama lain membuat konten bersama.
Halal bihalal dan pertemuan rutin ini menjadi agenda yang sangat dinantikan. Kegiatan ini mampu mempererat hubungan antar anggota. Rasa kekeluargaan semakin kuat.
Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar terus berkomitmen menjaga kebersamaan. Setiap kegiatan diharapkan memberikan manfaat. Kebersamaan yang terjalin menjadi kekuatan organisasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota semakin solid. Kekompakan menjadi kunci keberhasilan. Setiap anggota memiliki peran penting.Kegiatan tukar kado dengan budget sederhana membuktikan bahwa kebahagiaan tidak harus mahal. Kebersamaan adalah hal yang paling berharga.Akhirnya, kegiatan ini menjadi momen yang penuh kesan. Tawa, kebahagiaan, dan kehangatan menyatu dalam satu acara. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan. Semoga kebersamaan ini selalu terjaga. Semoga silaturahmi semakin erat. Semoga Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar semakin maju dan solid.

Penulis: Ibu Devi Lya selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar.


Program: Perayaan
Pelaksana: BPBD
5107-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonodadi

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonodadi telah mengikuti kegiatan Halal bi Halal
Bidang : Sekretariat ,
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Kegiatan Perayaan .

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonodadi
2. Hari/Tanggal : Selasa/ 7 April 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Peserta : Koorwil Pendidikan beserta staf, Guru TK,PAUD,SD se Kecamatan Wonodadi , Kepala Puskesmas , Camat Sarimbit, Kepala Dinas Pendidikan Kab.Blitar
5. Tempat : Di SD Negeri 01 Wonodadi
6. Acara : Halal bi Halal .

Halal bi halal adalah tradisi khas masyarakat Indonesia yang dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Meski menggunakan istilah yang terdengar seperti bahasa Arab, tradisi ini merupakan produk budaya asli Nusantara yang tidak ditemukan di negara Muslim lainnya.
1. Sejarah dan Asal-Usul
Pencetus Utama: Istilah ini dicetuskan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948.
• Latar Belakang Politik: Pasca kemerdekaan, situasi politik Indonesia tidak stabil karena perselisihan antar elit politik. Presiden Soekarno kemudian meminta saran kepada KH Wahab Hasbullah untuk menyatukan mereka.
• Solusi Silaturahmi: KH Wahab menyarankan pertemuan silaturahmi di hari Lebaran. Karena istilah "silaturahmi" dirasa sudah biasa, ia mengusulkan nama "Halalbihalal" yang bermakna saling "menghalalkan" atau memaafkan kesalahan satu sama lain agar "benang kusut" hubungan antarmanusia terurai kembali.
• Versi Lain: Ada pula catatan sejarah yang menyebut tradisi serupa sudah ada sejak masa Mangkunegara I (abad ke-18) dalam bentuk tradisi pisowanan.

Makna dan Tujuan
• Rekonsiliasi Sosial: Menjadi simbol pembersihan diri dari kesalahan sosial dan menjernihkan hubungan yang sempat keruh.
• Mempererat Silaturahmi: Wadah berkumpulnya keluarga, rekan kerja, dan komunitas untuk memperkuat ikatan persaudaraan.
• Toleransi: Mencerminkan nilai harmoni dan hidup rukun di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Sebelum acara di mulai para tamu undangan di ajak bersholawat bersama dengan Group sholawat “ Zahrotul Muhibbin “ dari IGTKI Kecamatan Wonodadi .
1. Acara di mulai dengan pembukaan oleh pembawa acara yaitu Ibu Rahma Wati Dari Guru TK Al Hidayah Darussalam Wnodadi dengan bacaan umul kibab bersama - sama
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an .
3. Untuk acara berikutnya yaitu sambutan

a. Sambutan dari Bapak Dinas Pendidikan yaitu Bapak Agus Santosa S.Sos,MSi beliau menyampaikan bahwa :
Momentum Halal Bi Halal ini merupakan tradisi yang sangat baik, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana untuk saling memaafkan, mempererat kebersamaan, dan memperkuat sinergi di antara kita semua, khususnya di lingkungan pendidikan.
Setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan, mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas diri, baik sebagai pribadi maupun sebagai pendidik. Kita memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.
Saya mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta semangat pelayanan dalam menjalankan tugas. Tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kerja sama, inovasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua
Melalui Halal Bi Halal ini, saya juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, apabila dalam menjalankan tugas terdapat kekhilafan dan kekurangan.

b. Sambutan dari ketua panitia halal bi halal
Ucapan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian. Tujuan utama acara kita hari ini tidak lain adalah untuk menyambung kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang dan saling memaafkan setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa.
Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan semua pihak yang telah memberikan bantuan materi maupun tenaga sehingga acara ini dapat terlaksana.
Tak ada gading yang tak retak. Kami sadar bahwa dalam penyelenggaraan acara ini masih banyak kekurangan, baik dari segi tempat, jamuan, maupun pelayanan yang kurang berkenan di hati hadirin. Oleh karena itu, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.

c. Sambutan dari koril pendidikan
Idul Fitri dan halalbihalal ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk sejenak melepaskan atribut jabatan dan sekat-sekat birokrasi guna saling membuka hati. Selaku Koordinator Pendidikan, saya menyadari bahwa dalam interaksi kedinasan kita selama setahun terakhir, mungkin ada instruksi yang kurang berkenan, komunikasi yang tersumbat, atau kebijakan yang belum memuaskan semua pihak. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya memohon maaf lahir dan batin.
Pendidikan adalah kerja kolaborasi. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Mari kita jadikan semangat fitrah ini untuk memperkuat sinergi antar-satuan pendidikan di wilayah kita. Dengan hati yang bersih, saya yakin semangat kita dalam mendidik dan melayani siswa akan semakin meningkat.
Terima kasih kepada seluruh jajaran panitia dan sekolah yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Semoga pengabdian kita di dunia pendidikan dicatat sebagai amal jariah oleh Allah SWT. Selamat ber-halalbihalal, selamat melanjutkan perjuangan mencerdaskan anak bangsa.

d. Sanbutan dari camat wonodadi
Mewakili Pemerintah Kecamatan [Nama Kecamatan], pertama-tama saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Minal Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan, baik dalam tutur kata maupun tindakan kami selama melayani Bapak dan Ibu sekalian.

Momentum Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan jembatan untuk mempererat kembali tali persaudaraan di antara kita. Sebagai pelayan masyarakat, kami menyadari bahwa dalam setahun terakhir mungkin ada pelayanan kami yang kurang cepat, kebijakan yang kurang berkenan, atau komunikasi yang belum maksimal. Hari ini, mari kita bersihkan hati dan saling memaafkan agar langkah kita ke depan menjadi lebih ringan.

Saya juga ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama masa mudik dan perayaan Lebaran kemarin. Kondusivitas wilayah kita adalah modal utama dalam menjalankan roda pembangunan.

Mari kita jadikan semangat Idul Fitri ini sebagai energi baru untuk kembali bekerja sama, bahu-membahu membangun Kecamatan [Nama Kecamatan] agar menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita semua

e. Sambutan Ketua PGRI yaitu Bapak Sunarto
Atas nama pengurus PGRI, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang fitri ini kita kembali menjadi pribadi yang bersih, penuh keikhlasan, serta semakin mempererat tali persaudaraan di antara kita.

Halal Bi Halal ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan sarana untuk memperkuat silaturahmi dan soliditas organisasi. PGRI sebagai wadah perjuangan guru memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalisme, kesejahteraan, serta perlindungan bagi para pendidik.

Oleh karena itu, saya mengajak seluruh anggota PGRI untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan dedikasi, serta berperan aktif dalam memajukan dunia pendidikan. Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kerja sama, inovasi, dan semangat kebersamaan yang kuat. Mari kita jadikan semangat Ramadan sebagai landasan dalam bekerja dan mengabdi, dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

Acara dilanjutkan mauidhoh Hasanah oleh bapak Kyai Khoirul Yasa’ dari Desa Selokajang Kecamatan Srengat.
Momentum Halal Bi Halal ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Setelah kita menjalani ibadah di bulan suci Ramadan, kita dilatih untuk menahan diri, membersihkan hati, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Halal Bi Halal menjadi sarana untuk menyempurnakan ibadah kita, yaitu dengan saling memaafkan. Karena sesungguhnya, dosa kepada Allah bisa diampuni dengan taubat, tetapi dosa kepada sesama manusia harus diselesaikan dengan saling memaafkan. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga hubungan sesama manusia (hablum minannas). Dalam sebuah hadits, beliau menyampaikan bahwa orang yang kuat bukanlah yang menang dalam pertarungan, tetapi yang mampu menahan amarahnya.

Oleh karena itu, di momen yang penuh berkah ini, mari kita buka hati kita, kita hilangkan rasa dendam, iri, dan prasangka buruk. Kita gantikan dengan sikap saling menghargai, saling menghormati, dan saling mendoakan.
, Sebagai umat Islam, kita juga diingatkan untuk menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah insaniyah. Dengan persatuan dan kebersamaan, insyaAllah kita akan menjadi umat yang kuat dan dirahmati Allah SWT.

Mari kita jadikan semangat Ramadan yang telah kita jalani sebagai bekal untuk kehidupan sehari-hari. Jangan sampai setelah Ramadan, semangat ibadah kita justru menurun. Justru seharusnya kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih jujur, dan lebih peduli terhadap sesama.
Di kesempatan ini, saya juga mengajak kita semua untuk terus meningkatkan amal ibadah, memperbanyak sedekah, menjaga lisan, serta mempererat tali silaturahmi. Akhirnya, mari kita tutup dengan saling memaafkan. Saya pribadi juga memohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kesalahan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang bertakwa.
Beliau juga menyampaiakan tentang siksa kubur
Siksa kubur dalam Islam adalah azab atau hukuman yang dialami manusia di alam barzakh (alam kubur) setelah wafat hingga hari kebangkitan. Ini merupakan bagian dari perkara gaib yang wajib diimani, sebagai bentuk balasan atas dosa-dosa selama hidup di dunia. Siksaan ini meliputi himpitan bumi, panasnya api, dan siksa malaikat.
siksa kubur menurut Islam:
• Definisi: Penampakan dan pelaksanaan siksaan yang menyerupai siksaan neraka bagi orang-orang yang layak menerimanya (kafir, munafik, dan pelaku maksiat).
• Waktu Terjadinya: Dimulai setelah seseorang dimakamkan dan dis tanya oleh malaikat Munkar dan Nakir (fitnah kubur).
• Sasaran: Siksa kubur umumnya menimpa ruh, namun dalam beberapa pandangan juga melibatkan jasad.
• Penyebab Utama: Sering kali disebabkan oleh kurang bersih dalam bersuci (istibra') setelah buang air kecil, perilaku adu domba (namimah), serta perbuatan dosa lainnya.
• Jenis: Ada dua macam, yaitu siksa yang terus-menerus (biasanya untuk orang kafir) dan siksa yang terputus (untuk pelaku maksiat yang berdosa).
• Hikmah: Mendorong umat Islam untuk meningkatkan keimanan, berbuat baik, dan takut melakukan kemaksiatan.

Ada 7 perkara yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur
1. Ikhlas beribabah syarat diterimanya amal. Tanpa keikhlasan, amalan sebesar apa pun (termasuk birrul walidain) tidak akan bernilai di sisi Allah dan tidak bisa menjadi penyelamat dari siksa kubur.
2. Birul Walidain (berbakti pada orang tua) merupakan salah satu amalan paling agung yang tidak hanya memberikan keberkahan di dunia, tetapi juga menjadi perisai kuat dari siksa kubur.
3. Menjaga kebersihan dari najis alah satu penyebab utama siksa kubur adalah tidak bersuci dengan benar setelah buang air kecil. Menjaga kebersihan diri dan menyempurnakan wudhu secara istiqamah dapat menyelamatkan seseorang dari azab tersebut.
4. Sholat Lima Waktu Salat bukan hanya kewajiban, tapi juga akan hadir sebagai cahaya dan pembela di alam barzakh bagi mereka yang mengerjakannya dengan benar.
5. Bersedekah Sedekah dapat memadamkan kemarahan Allah dan menjadi naungan serta pendingin bagi pelakunya di dalam kubur yang gelap dan sempit.
6. Menjaga Lisan Mengadu domba (namimah) dan membicarakan keburukan orang lain (ghibah) adalah penyebab umum siksa kubur, sehingga menahan lisan darinya merupakan bentuk penyelamatan diri.
7. Berdzikir Memperbanyak zikir, terutama kalimat La ilaha illallah, diyakini dapat memberikan ketenangan dan perlindungan saat menghadapi fitnah kubur.
Doa di pandu oleh Kyai Yasa’
Pentup oleh pembawa acara dengan bacaan “ Hamdallah “
Foto bersama

Penulis : Binti Srihariyani

Program: Perayaan
Pelaksana: Kecamatan Wonodadi

5202-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN KABUPATEN BLITAR


Halal bi Halal Keluarga besar dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dan Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar "Tabur Maaf, Tunai Keberkahan, Pererat Silaturahmi untuk Meningkatkan Sinergi Kerja"


Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar, Ibu Margareth Nanang Adi dan Ketua DWP Dinas PUPR Ibu Dewi Agus Zaenal mengadakan kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M yang digelar pada hari Kamis, 2 April 2026 di Aula Theodolit Dinas PUPR Kabupaten Blitar


Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Perayaan


Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 2 April 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Aula Theodolit Dinas PUPR Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Busana Muslim warna putih


Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam rangka merayakan Idul Fitri 1447 H/2026 M pada hari Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan di Aula Theodolit Dinas PUPR Kabupaten Blitar, mulai pukul 08.00 hingga selesai.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Disperkimtan Kabupaten Blitar, Bapak Nanang Adi, yang hadir bersama Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar, Ibu Margareth Nanang Adi, Kepala Dinas PUPR, Bapak Agus Zaenal beserta ibu Ketua DWP Dinas PUPR, Ibu Dewi Zaenal. Kehadiran beliau memberikan nuansa kekeluargaan yang kental dalam acara tersebut. Ibu Margareth Nanang Adi juga tampak aktif menyambut para tamu dan berinteraksi hangat dengan seluruh peserta yang hadir.


Peserta kegiatan ini berasal dari gabungan keluarga besar Dinas PUPR dan seluruh keluarga besar Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar, yang meliputi PNS, P3K, P3K Paruh Waktu dan ibu-ibu anggota DWP. Kehadiran seluruh unsur ini mencerminkan solidaritas dan sinergi yang kuat dalam dunia pemerintahan Kabupaten Blitar.


Rangkaian acara diisi dengan kegiatan ramah tamah, saling bersalaman, serta menikmati hidangan yang telah disediakan. Suasana penuh keakraban terlihat dari interaksi yang hangat antar peserta, yang saling berbagi cerita dan pengalaman. Momen Halal Bihalal ini dimanfaatkan sebagai ajang saling memaafkan, mempererat hubungan kerja, serta manfaat bagi anggota DWP yaitu penguatan Solidaritas dan Kekeluargaan. Sebagai organisasi istri Aparatur Sipil Negara, Dharma Wanita Persatuan memiliki struktur yang besar. Halal bihalal menjadi momentum untuk mencairkan sekat birokrasi. Mempererat hubungan antar anggota dari berbagai jenjang tanpa rasa kaku, sehingga tercipta rasa persaudaraan yang tulus. Mengenal lebih dekat sesama anggota yang mungkin jarang bertemu karena kesibukan di unit kerja yang berbeda.


Acara ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkokoh persatuan dan kolaborasi antara Dinas PUPR dan Dinas Perkimtan makin solid, mengingat kedua dinas ini adalah pilar utama dalam pembangunan infrastruktur dan pemukiman di Bumi Penataran.


Pada acara inti, suasana menjadi khidmat saat Kyai Sulton dari Sanan Kulon menyampaikan siraman rohani. Tema yang di usung "Tabur Maaf, Tuai Keberkahan, Pererat Silaturahmi untuk Meningkatkan Sinergi Kerja", beliau menyampaikan dengan gaya yang menyejukkan betapa pentingnya menjaga hubungan baik antara sesama manusia.


Kyai Sulton berpesan bahwa dengan berani menabur maaf, kita sebenarnya sedang menanam benih keberkahan dalam hidup. Dalam dunia kerja, silaturahmi yang kuat adalah kunci efektivitas, ketika hati sedang selaras, maka koordinasi kerja akan mengalir tanpa hambatan. Tauziah ini ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pekerjaan di Dinas PUPR maupun Dinas Perkimtan demi kemajuan Kabupaten Blitar.


Rangkaian acara selanjutnya adalah saling bersalaman antara seluruh pegawai dan anggota DWP. Tangan saling berjabat, kepala saling menunduk tulus mohon maaf satu sama lain. Suasana haru dan bahagia tampak jelas di wajah para hadirin. Momen kebersamaan ini diabadikan dalam sesi foto bersama, merekam potret kompaknya keluarga besar PUPR dan Perkimtan yang siap melangkah bersama pasca lebaran.


Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Ibu Enik Yuyus selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.



Program: Perayaan
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
5302-04-2026

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Melaksanakan Kegiatan Halal bi Halal Idul Fitri Tahun 2026.

Bidang : Sekretariat
Program : Pembinaan Hubungan Keluar
Kegiatan : Perayaan

I. DASAR KEGIATAN
Kegiatan Halal bi Halal yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR dan Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar dalam rangka Silaturahmi Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026.

II. WAKTU DAN TEMPAT
1. Hari/Tanggal : Kamis/ 2 April 2026
2. Pukul : 08.00 WIB s.d. 12.00 WIB
3. Tempat : Aula Theodolit Kantor Dinas PUPR Kabupaten Blitar
4. Acara : Halal bi Halal dan Silaturahmi Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026

III. TUJUAN KEGIATAN.
Halal bihalal dan silaturahmi merupakan tradisi yang sangat melekat dalam budaya Indonesia, khususnya bagi organisasi seperti Dharma Wanita Persatuan. Selain sebagai ajang perayaan Idul Fitri, kegiatan ini memiliki dimensi manfaat yang luas, baik secara personal, sosial, maupun organisasi. Beberapa manfaat utama halal bihalal dan silaturahmi bagi anggota Dharma Wanita yaitu Penguatan Solidaritas dan Kekeluargaan. Sebagai organisasi istri Aparatur Sipil Negara, Dharma Wanita Persatuan memiliki struktur yang besar. Halal bihalal menjadi momentum untuk mencairkan sekat birokrasi. Mempererat hubungan antar anggota dari berbagai jenjang jabatan tanpa rasa kaku, sehingga tercipta rasa persaudaraan yang tulus. Mengenal lebih dekat sesama anggota yang mungkin jarang bertemu karena kesibukan di unit kerja yang berbeda.

Kesalahpahaman atau gesekan kecil dalam berorganisasi adalah hal yang wajar. Silaturahmi Idul Fitri berfungsi sebagai media rekonsiliasi saling memaafkan secara langsung dapat menghapus rasa tidak enak atau konflik yang mungkin terjadi selama menjalankan program kerja setahun terakhir. Bertemu dalam suasana yang santai dan penuh kegembiraan dapat mengurangi stres dan memberikan energi positif bagi para anggota.

Suasana halal bihalal yang informal seringkali menjadi wadah komunikasi yang efektif untuk pertukaran ide anggota dapat berdiskusi ringan mengenai program kerja atau kegiatan sosial dengan cara yang lebih kreatif dan terbuka. Hubungan personal yang baik akan mempermudah koordinasi formal di masa mendatang karena sudah ada rasa saling percaya.

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan Halal bi Halal dan Silaturahmi bersama Dinas Perkimtan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada hari Kamis, 2 April 2026, bertempat di Aula Theodolit Kantor Dinas PUPR Kabupaten Blitar. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB.

IV. PESERTA YANG HADIR
Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar bersama semua staf. Dihadiri pula oleh Ibu Ketua Dharma Wanita persatuan Unsur Pelaksana Dinas PUPR dan Dinas Perkimtan beserta beberapa anggota istri ASN struktural.

V. RANGKAIAN KEGIATAN
Gema takbir masih terasa di hati, membawa kita pada hari yang fitri. Bertempat di aula pertemuan, suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Keluarga Besar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Blitar. Acara ini dihadiri oleh seluruh pegawai beserta Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari kedua instansi, yang hadir dengan senyum merekah, menyatukan semangat pengabdian dalam bingkai persaudaraan.

Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Kepala Dinas. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum krusial untuk melebur segala khilaf. Beliau berharap agar sinergi antara Dinas PUPR dan Dinas Perkimtan semakin solid, mengingat kedua dinas ini adalah pilar utama dalam pembangunan infrastruktur dan pemukiman di Bumi Penataran. "Mari kita jadikan hati yang bersih sebagai bahan bakar untuk bekerja lebih profesional dan penuh integritas," ujar beliau.

Memasuki acara inti, suasana menjadi lebih khidmat saat Kyai Shulton menyampaikan siraman rohani. Mengangkat tema "Tabur Maaf, Tuai Keberkahan, Pererat Silaturahmi untuk Meningkatkan Sinergi Kerja", beliau memaparkan dengan gaya yang menyejukkan betapa pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama manusia (Hablum Minannas).

Kyai Shulton berpesan bahwa dengan berani menabur maaf, kita sebenarnya sedang menanam benih keberkahan dalam hidup. Dalam dunia kerja, silaturahmi yang kuat adalah kunci efektivitas; ketika hati sudah selaras, maka koordinasi kerja akan mengalir tanpa hambatan. Tausiyah ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Blitar.

Setelah kalbu disegarkan dengan nasihat agama, seluruh pegawai dan anggota DWP berdiri beriringan untuk sesi salam-salaman. Tangan saling berjabat, kepala saling menunduk tulus memohon maaf satu sama lain. Suasana haru sekaligus bahagia tampak jelas di wajah para hadirin. Momen kebersamaan ini kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama, merekam potret kompaknya keluarga besar PUPR dan Perkimtan yang siap melangkah bersama pasca-Lebaran.

VI. PENUTUP
Kegiatan ditutup dengan acara ramah tamah. Sambil menikmati hidangan khas lebaran yang telah disiapkan, para pegawai dan ibu-ibu DWP berbincang santai, berbagi tawa, dan mempererat akrab. Di meja makan inilah, obrolan-obrolan ringan memperkuat tali persaudaraan, menutup rangkaian acara dengan rasa syukur dan kenyang akan kebahagiaan.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi pelaksanaan kegiatan Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.

Program: Perayaan
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

5401-04-2026LAPORAN KEGIATAN HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BLITAR Kegiatan Halal Bihalal dalam rangka Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M Keluarga Besar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dilaksanakan pada hari Rabu, 1 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Acara ini berlangsung secara sederhana di halaman samping kantor Dinas Peternakan dan Perikanan yang beralamat di Jl. Cikroaminoto No. 22, Kepanjen Kidul, Kota Blitar, dengan konsep lesehan, namun tetap menghadirkan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan kekeluargaan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan Dinas Peternakan dan Perikanan serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar. Jumlah peserta yang hadir tercatat sebanyak 149 orang, yang mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir dengan penuh antusias. Kehadiran anggota DWP tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga memberikan dukungan nyata dalam terselenggaranya kegiatan ini, baik dalam hal persiapan, koordinasi, maupun partisipasi aktif selama acara berlangsung, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Adapun maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan Halal Bihalal ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antarpegawai dan keluarga besar dinas, menumbuhkan semangat kebersamaan dan kekompakan dalam bekerja, serta menjadi momentum untuk saling memaafkan setelah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan keharmonisan dalam lingkungan kerja. Acara diawali dengan tahlil bersama sebagai bentuk doa untuk almarhum Bapak Gatot Suyono, salah satu staf Inseminasi Buatan dan Inkubator, yang telah meninggal dunia pada pagi hari yang sama. Semoga almarhum diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima amal ibadahnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Tahlil dipimpin oleh Bapak Taufan selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap. Selanjutnya, acara dipandu oleh Bapak Fariz dan Ibu Desy sebagai pembawa acara. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang menambah kekhidmatan suasana. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Bapak Heri Widyatmoko, S.Pt., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal meskipun dilaksanakan secara sederhana, mengingat kondisi saat ini yang menuntut efisiensi dan penghematan. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta, yang jumlahnya mencapai hampir 80% dari keseluruhan pegawai, mengingat sebagian lainnya masih memiliki tugas yang tidak dapat ditinggalkan. Selain itu, beliau mengucapkan Selamat Idul Fitri serta memohon maaf lahir dan batin, dengan harapan bahwa momentum ini tidak hanya sebatas saling bersalaman dan mengucapkan maaf, tetapi benar-benar dilakukan dengan tulus dari hati, sehingga dapat menjadi awal baru dalam meningkatkan kerja sama, kekompakan, dan kinerja ke depan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia, termasuk peran aktif anggota DWP, yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Dodi. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan beberapa kebiasaan baik yang seharusnya dimiliki oleh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, antara lain: kepedulian terhadap sesama, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, dengan syarat telah menunaikan kewajiban seperti zakat, melunasi hutang yang jatuh tempo, serta mencukupi kebutuhan keluarga; kemampuan menahan amarah; serta keikhlasan dalam memaafkan tanpa menyimpan dendam. Beliau juga menegaskan bahwa ketiga hal tersebut tidak akan dapat dijalankan dengan baik apabila seseorang belum mampu berdamai dengan Tuhannya. Selain itu, disampaikan pula makna silaturahmi yang sejati, yaitu bukan sekadar berjabat tangan, melainkan benar-benar berasal dari hati yang tulus. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa doa yang mudah diijabah antara lain doa orang yang terzalimi serta doa kebaikan yang dipanjatkan untuk orang lain tanpa sepengetahuan yang didoakan. Tausiyah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz. Untuk menambah suasana kebersamaan, acara dilanjutkan dengan sesi kuis yang bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi tausiyah yang telah disampaikan. Sebanyak enam peserta berhasil menjawab pertanyaan dengan baik dan mendapatkan hadiah hiburan. Selain itu, Kepala Dinas juga memberikan kuis tambahan yang menarik, dan enam peserta lainnya, yang sebagian besar merupakan anggota Dharma Wanita, turut mendapatkan hadiah hiburan. Acara kemudian ditutup dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan antar peserta, dilanjutkan dengan makan bersama secara sederhana yang semakin mempererat suasana kebersamaan. Adapun harapan dari terselenggaranya kegiatan ini adalah agar semangat silaturahmi, kebersamaan, dan saling memaafkan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Selain itu, diharapkan seluruh keluarga besar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, termasuk Dharma Wanita Persatuan, dapat semakin kompak, harmonis, serta terus bersinergi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab ke depan. Dibuat oleh Yustin/ diupload oleh Desi
Program: Perayaan
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
5512-03-2026

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Menghadiri Kegiatan Siraman Rohani di Bulan Ramadhan Tahun 2026.

Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Ceramah

I. DASAR KEGIATAN
Kegiatan Siraman Rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan Tahun 2026.

II. WAKTU DAN TEMPAT
1. Hari/Tanggal : Kamis/ 12 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 WIB s.d. 11.00 WIB
3. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kecamatan Kanigoro
4. Acara : Kegiatan Siraman Rohani di Bulan Ramadhan Tahun 2026

III. TUJUAN KEGIATAN.
1. Menjalin dan mempererat silaturahim antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.
2. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.
3. Menumbuhkan semangat ukhuwah islamiyah serta kepedulian sosial.

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan Siraman Rohani pada hari Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di Pendopo Sasana Adhi Praja, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kanigoro, Blitar. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB.

IV. PESERTA YANG HADIR
Acara tersebut dihadiri oleh Bapak H.Alwi Maulana selaku plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar mewakili Bapak Bupati Kabupaten Blitar, Ibu Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar, Ibu Komisioner Baznaz Kabupaten Blitar, serta ibu-ibu anggota organisasi wanita lainnya yang ada di Kabupaten Blitar.

Perwakilan dari Unsur Pelaksana DWP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar berjumlah 10 orang, yaitu:
1. Ny. Gunadi
2. Ny. Moh. Edy Purnomo RH
3. Ny. Moh. Irfan Fauzi
4. Ny. Aris Wahyu Tristanto
5. Ny. Ferry Nurjayanto
6. Ny. Pambudi Nugroho
7. Dian Oktira Tirtarani
8. Aulia Ulul Azmi
9. Fitria Rahayu Utami
10. Citra Oktavdin Aulia

V. RANGKAIAN KEGIATAN
1. Pembukaan dengan iringan Sholawat Nabi oleh Tim Hadroh RSUD Srengat “Sifa’ul Qolbi”.
2. Sambutan-sambutan.
3. Mauidhoh Hasanah oleh Bu Nyai Hj. Muchtatimah Yasin Yusuf yang merupakan ketua PC Muslimat NU Kab Blitar.

ISI TAUSIAH :

Mensyukuri nikmat Allah SWT dimulai dari hati, yaitu dengan menyadari, meyakini, dan mengakui sepenuhnya,bahwa segala nikmat,baik kecil maupun besar,berasal semata-mata dari Allah SWT.

Segala nikmat Allah SWT wajib disyukuri, mulai dari yang terbesar seperti iman, Islam, dan kesehatan, hingga nikmat kecil seperti napas, waktu luang, dan makanan. Syukur dilakukan dengan hati (mengakui dari Allah SWT), lisan (ucapan Alhamdulillah), dan perbuatan (meningkatkan ibadah, berbagi sedekah, serta menggunakan nikmat untuk ketaatan).

Berikut rincian nikmat yang patut disyukuri:
•Nikmat Utama: Iman dan Islam, yang memberi arah dan tujuan hidup.
•Nikmat Tubuh: Kesehatan, panca indera, dan kekuatan untuk beraktivitas.
•Nikmat Waktu: Waktu luang dan umur panjang untuk beribadah.
•Nikmat Rezeki: Harta, pekerjaan, pangan, dan tempat tinggal.
•Nikmat Sosial: Keluarga, teman, dan lingkungan yang mendukung.
•Nikmat Hidayah & Ampunan: Kesempatan untuk bertaubat dan bimbingan-Nya.

Kalau kita sebagi istri & Ibu
Apa yang harus kita syukuri ???
Menjadi seorang istri dan ibu adalah sebuah amanah mulia dan nikmat yang luar biasa, yang tidak hanya memberikan kebahagiaan emosional tetapi juga bernilai ibadah. Peran ini menuntut keikhlasan, dedikasi, dan usaha terbaik untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Berikut adalah beberapa nikmat dan peran penting sebagai istri dan seorang ibu :
•Pahala yang Melimpah dan Pintu Surga: Setiap aktivitas mengurus rumah, melayani suami, dan mendidik anak-anak jika diniatkan karena Allah, bernilai ibadah. Istri yang taat, menjaga salat lima waktu, berpuasa Ramadan, dan menjaga kehormatan diri serta harta suaminya, dijanjikan surga.
•Kehormatan dan Kebanggaan: Menjadi istri dan ibu adalah kehormatan bagi seorang wanita, di mana perannya dihormati dalam masyarakat.
•Peran Utama dalam Mendidik Anak: Ibu adalah madrasah (sekolah) pertama dan sumber kasih sayang utama bagi anak-anak, membimbing mereka dari bayi hingga dewasa dengan nilai-nilai moral dan etika.
•Menciptakan Suasana Rumah yang Hangat: Istri dan ibu adalah kunci kebahagiaan keluarga, yang mampu mengubah rumah menjadi tempat yang nyaman dan penuh kedamaian.
•Pendukung Utama Suami: Istri berperan penting dalam mendukung kesuksesan suami dan menjaga keharmonisan rumah tangga.
•Kesempatan untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik: Peran ini menuntut untuk terus belajar dan bertumbuh, baik dalam ilmu pengasuhan (parenting) maupun dalam mengelola diri.

Dan bagaimana Tips Menikmati Peran sebagai istri sekaligus Ibu :
•Ikhlas dan Bersyukur: Menjalani setiap peran dengan ikhlas dan selalu bersyukur akan mendatangkan keberkahan.
•Kerja Sama dengan Suami: Membangun kerja sama yang baik dengan suami dalam mengurus rumah dan mendidik anak.
•Menjaga Kesehatan Mental: Tetap menjaga kewarasan dan kebahagiaan diri sendiri agar dapat mengurus keluarga dengan optimal.
•Fleksibel dan Sederhana: Tidak menuntut kesempurnaan pada diri sendiri dan lebih santai dalam menjalankan peran.

Menjadi istri dan ibu adalah perjalanan panjang yang patut disyukuri, di mana setiap lelah yang dirasakan akan terbayar dengan kebahagiaan dan pahala yang tak terhingga.

Bagaimana cara mensyukurinya,yaitu dengan :
•Mengucapkan Alhamdulillah dalam segala keadaan.
•Menggunakan nikmat untuk ketaatan dan tidak memakainya untuk maksiat.
•Berbagi kepada sesama melalui sedekah.
•Sabar saat menghadapi ujian.

Berbicara tentang sedekah,kita sebagi umat muslim hendaknya kita bersedekah.Sedekah dalam Islam adalah amalan kebaikan yang luas, tidak terbatas pada uang saja, dan bertujuan menebar manfaat. Macam-macam sedekah meliputi sedekah materi (uang, makanan, barang), non-materi (senyum, ilmu, doa), serta sedekah jariyah (wakaf, ilmu bermanfaat) yang pahalanya terus mengalir.

Berikut adalah macam-macam sedekah yang bisa diamalkan :
•Sedekah Harta/Materi: Pemberian berupa uang tunai, makanan, pakaian, atau barang layak pakai kepada yang membutuhkan, seperti fakir miskin atau anak yatim.
•Sedekah Jariyah (Wakaf): Sedekah yang pahalanya terus mengalir meski pemberinya sudah meninggal, contohnya wakaf tanah, membangun masjid, sekolah, atau sumur.
•Sedekah Ilmu: Mengajarkan ilmu pengetahuan, Al-Quran, atau keahlian yang bermanfaat bagi orang lain.
•Sedekah Non-Materi (Amalan Fisik/Sikap) yaitu :
-Senyuman: Berwajah manis dan memberikan senyuman tulus kepada sesama.
-Perkataan Baik: Mengucapkan kata-kata yang baik, zikir (tasbih, tahlil, tahmid), atau mendamaikan orang yang berselisih.
-Tenaga: Membantu pekerjaan orang lain, menyingkirkan duri di jalan, atau menjenguk orang sakit.
-Doa: Mendoakan kebaikan untuk orang lain tanpa sepengetahuan mereka.
•Nafkah Keluarga: Memberikan nafkah kepada istri dan anak dengan niat mencari ridha Allah.
•Sedekah Sembunyi-sembunyi : Memberikan bantuan secara diam-diam untuk menghindari riya.

Sedekah bisa dilakukan kapan saja, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, dan sangat dianjurkan untuk mendahulukan keluarga dekat, tetangga, serta orang miskin.
Selain bersedekah,kita umat muslim juga diwajibkan untuk berbuat baik terhadap sesama,sebagai makhluk sosial.

Sayyidina Ali pernah mengatakan ketika orang tidak punya 3 kebaikan ini, maka orang itu tidak punya kebaikan sama sekali. 3 kebaikan tersebut adalah :
1. Sunatullah (Sunnatulloh)
Sahabat bertanya kepada Sayyidina Ali : " Apakah yang dimaksud sunatullah wahai Ali? "
Sayyidina Ali menjawab : "Sunatullah yang dimaksud adalah Allah selalu menyimpan rahasia/ dosa hamba-Nya "
Seandainya Allah langsung menyiksa manusia berdosa di dunia, maka manusia di dunia akan habis karena begitu banyaknya dosa kita sebagai manusia di dunia ini. Beruntunglah Allah tidak langsung menyiksa kita di dunia saat itu juga.karena Allah SWT selalu menunggu hamba-Nya untuk bertaubat sebelum ajal menjemputnya. Begitu besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Diriwayatkan Nabi Ibrahim Saw pernah berpesan kepada malaikat pencabut nyawa yaitu malaikat izroil; " Wahai izroil kalau umurku tinggal sedikit, beritahulah dulu kepadaku jarak beberapa bulan atau beberapa tahun sebelumnya.
Izroil menjawab: "baiklah wahai Ibrahim"

Lalu suatu ketika malaikat izroil datang kepada nabi Ibrahim untuk mencabut nyawanya. Lalu Nabi Ibrahim bertanya kepada malaikat izroil: "wahai izroil bukankah aku sudah berpesan untuk memberitahuku jauh-jauh hari sebelumnya?"

Allah memerintahkan ketika malaikat izroil datang kepada manusia maka itu adalah waktu manusia tersebut diambil nyawanya. Oleh sebab itu, sebagai manusia kita harus terus melakukan kebaikan karena kita tidak tahu kapankah ajal kita tiba. Dan juga bukankah Allah menutupi aib-aib kita, maka janganlah kita membuka rahasia/aib orang lain kepada sesama. Intinya Ketetapan, aturan, atau hukum Allah SWT yang berlaku mutlak di alam semesta (hukum alam/hukum kausalitas) dan hukum syariat yang tidak berubah.
Contoh: Matahari terbit dari timur, api membakar, hukum sebab-akibat (siapa menanam, ia memanen), dan kewajiban beribadah kepada Allah.

2. Sunnatulloh Rosul adalah Segala bentuk perkataan, perbuatan, ketetapan (taqrir), dan sifat Nabi Muhammad SAW yang menjadi teladan (uswah) bagi umat Islam.
Contoh: Tata cara shalat, puasa, akhlak mulia Nabi, dan ajaran Islam lainnya yang dicontohkan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Sahabat bertanya: "Apa yang dilakukan rosulullah wahai Sayyidina Ali? "
Sayyidina Ali menjawab: "Rosulullah selalu berkeliling memperhatikan umatnya tanpa pilih-pilih".
Sehingga kita sebagai umatnya harus mencontoh Rosulullah. Apabila kita diamanahi sebuah jabatan maupun tanggung jawab kita harus peduli kepada anggota kita. Jikalaupun kita tidak diberikan jabatan, kita harus tetap peduli & membantu kepada sesama manusia. Seperti contoh kita peduli kepada anak yatim.

Yatim piatu adalah sebutan bagi anak yang telah kehilangan kedua orang tuanya (ayah dan ibu) karena meninggal dunia. Dalam konteks sosial dan agama, istilah ini berbeda dengan yatim (ayah meninggal) atau piatu (ibu meninggal), merujuk pada anak yang membutuhkan perhatian, perlindungan, dan kasih sayang khusus karena telah kehilangan pelindung utamanya.
Perbedaan Dasar dan Definisi :

•Yatim: Anak yang kehilangan ayah sebelum baligh.
•Piatu: Anak yang kehilangan ibu sebelum baligh.
•Yatim Piatu: Anak yang kehilangan ayah dan ibunya sekaligus sebelum baligh.

Bagaimana dengan batasan nya :
Umumnya status ini disematkan pada anak yang belum mencapai usia dewasa atau baligh.
Kebutuhan: Yatim piatu seringkali membutuhkan dukungan emosional dan materiil yang lebih besar, dan seringkali diasuh di panti asuhan.
Penting untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan dukungan kepada anak yatim piatu untuk memastikan mereka memiliki masa depan yang jauh lebih baik.

3. Sunnatullo Aulia adalah Jalan, metode, atau amalan yang diajarkan dan diamalkan oleh para kekasih Allah (Aulia/Waliyullah/Ulama yang rabbani) untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah, yang bersumber dari pemahaman mendalam atas Sunnah Rasul.
Contoh: Wirid, shalawat khusus (seperti Shalawat Adhimiyah atau Basyairul Khairat), zikir, metode penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), dan adab-adab Sufistik yang diajarkan para wali. (Waliyulah) Bersabar atas sesuatu yang menyakiti kita
Apabila kita mendapat musibah / ujian jangan sedih, bersabarlah ada Allah SWT. Kita hidup di dunia ini pasti ada kalanya mendapat kesedihan. Adakalanya juga mendapat kebahagiaan. Kita berusaha menjalani dengan sabar & ikhlas atas segala perjalanan hidup.

Kesimpulannya
Ketiganya adalah satu kesatuan: manusia hidup berdasarkan hukum Allah (Sunnatullah), meneladani Nabi Muhammad (Sunnah Rasul), dan mengikuti metode perbaikan jiwa para Kekasih Allah (Sunnah Aulia).

Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar setiap bulan Ramadhan dalam rangka menjalin silaturahim dan mempererat ukhuwah islamiyah di jajaran seluruh organisasi wanita yang ada di Kabupaten Blitar. Terdapat 29 perwakilan dari masing-masing organisasi wanita yang diharapkan dapat memeriahkan kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur dan komitmen dalam menyambut bulan suci Ramadhan setiap tahunnya.

Acara yg diselenggarakan oleh GOW hari ini dihadiri 1.148 orang,ini dibuka dengan iringan Sholawat Nabi yg diiringi oleh Tim Hadroh Dari "Al Qusaimiyah IGTKI Kec Ponggok Kab Blitar yang dibawah pimpinan Dr Suharmadi Mpd selaku korwil pendidikan kec. Ponggok".
• Dengan pembawa acara : ibu Tyas Alwi Maulana.
• Dirigen oleh : Ibu Yuni Suswanti.

Pada kesempatan ini diagendakan beberapa acara diantaranya :
- Pembacaan ayat suci Al Quran oleh : Ustd. Lailatul Mubarokah LC
- Santunan anak yatim sebanyak 53 anak Dr putra putri kita yg membutuhkan.
- Pembagian Door prize oleh Ibu Royana selaku perwakilan panitia.
- Bazar Ramadhan yg mewadahi UMKM dilingkungan organisasi wanita.
- Mauidoh Hasanah oleh Bu Nyai Hj. Muchtatimah Yasin Yusuf yang merupakan ketua PC Muslimat NU Kab.Blitar.
- dengan tema "Mensyukuri nikmat Allah SWT"
- Point yg disampaikan : Bagaimana kita bisa mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan sebagai Muslimah,Nikmat sebagai Istri, nikmat sebagai ibu dan sebagai bagian dari masyarakat sosial,sehingga dapat menjadikan moment Ramadhan pada setiap tahunnya,untuk bisa memperbaiki diri & mendekatkan diri kepada Allah SWT.

JAWABAN DARI PERTANYAAN 1
"kapankah batas awal dan akhir pemberian zakat?"
Jawab: pembayaran zakat dapat dilakukan ketika jaraknya sudah ada 1 tahun. Dan pembayaran zakat dibayarkan 2,5 %.
wajib dibayarkan segera setelah harta mencapai nisab (batas minimum) dan haul (dimiliki selama satu tahun Hijriah). Tidak ada batas akhir namun, menunda pembayaran setelah haul hukumnya berdosa. Pembayaran diperbolehkan kapan saja.

JAWABAN DARI PERTANYAAN 2
"jika ingin mengeluarkan zakat penghasilan (zakat mal), apabila diberikan kepada teman satu kantor yang merupakan pegawai honorer / GTT (Guru Tidak Tetap) apakah boleh?"
jawab: Penerima zakat mal salah satunya adalah orang fakir yang penghasilannya tidak cukup untuk kebutuhan hidup sehari hari. Apabila pegawai honorer,GTT ( guru tidak tetap) yang gajinya masih jauh dari cukup maka boleh diberikan kepada yang bersangkutan.

JAWABAN DARI PERTANYAAN 3
"Bagaimana cara kita mencegah diri sendiri agar terhindar dari perbuatan menceritakan rahasia/aib orang lain?"
Jawab: Mencegah diri dari menceritakan rahasia atau aib orang lain (ghibah) memerlukan disiplin diri, kesadaran spiritual, dan pengelolaan emosi yang kuat. Aib yang dibuka akan berakibat pada terbukanya aib diri sendiri oleh Allah, baik di dunia maupun akhirat.
kita harus berusaha memposisikan diri sebagai orang tersebut. Bagaimana jika orang lain menceritakan aib / rahasia kita kepada orang lain, pasti kita tidak nyaman. Sehingga jika kita tidak mau aib kita dibuka oleh Allah, maka janganlah kita membuka aib orang lain kepada sesama.

Kegiatan Siraman Rohani ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi kegiatan.

VI. PENUTUP
Kegiatan Siraman Rohani ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Blitar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat serta diharapkan dapat meningkatkan keimanan, kebersamaan, dan solidaritas antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi pelaksanaan kegiatan Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.

Daftar Nama Penerima Doorprice pada Hari Kamis 12 Maret 2026 :
Yang di bacakan oleh ibu Royana
•Eni Kusmiyati (kel.Sukorejo)
•Ibu Mujani (PKK ngadri)
•Ibu adang (PGRI Wlingi)
•Dita Bambang (Sutojayan)
•Eis (PAC Wlingi)
•Vina (Dukcapil)
•Arsa (IBI Nglegok)
•Dewi (Budpar)
•Siti Mai (Koramil Srengat)
•Isma (PKK Talun)
•Musringaten
•Fauni (PKK Nglegok)
•Prihatin
•Alpi (Fatayat)
•Fera (TK Alhidayah)
•Slamet (Riferi)
•Rahayu (RSUD Wlingi)

Program: Ceramah
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

5605-03-2026

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Menghadiri Kegiatan Siraman Rohani di Bulan Ramadhan Tahun 2026.

Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Ceramah

I. DASAR KEGIATAN
Kegiatan Siraman Rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan Tahun 2026.

II. WAKTU DAN TEMPAT
1. Hari/Tanggal : Kamis/ 5 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 WIB s.d. 11.00 WIB
3. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kecamatan Kanigoro
4. Acara : Kegiatan Siraman Rohani di Bulan Ramadhan Tahun 2026

III. TUJUAN DAN MANFAAT KEGIATAN.
Tujuan dan manfaat siraman rohani untuk Dharma Wanita Persatuan antara lain :
1. Menjalin dan mempererat silaturahim antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.
2. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.
3. Menumbuhkan semangat ukhuwah islamiyah serta kepedulian sosial.
4. Meningkatkan spiritualitas dan keimanan.
5. Mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.
6. Meningkatkan kesadaran dan ketenangan jiwa.
7. Membantu mengatasi masalah kehidupan sehari-hari.
8. Meningkatkan hubungan dengan diri sendiri dan orang lain.

Manfaat lainnya adalah:
1. Meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.
2. Membantu mencapai keseimbangan hidup yang lebih baik.
3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai spiritual.

Dharma Wanita Persatuan sering mengadakan siraman rohani untuk meningkatkan kualitas spiritual dan keimanan anggotanya, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai keluarga dan masyarakat.

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan Siraman Rohani pada hari Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di Pendopo Sasana Adi Praja, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kanigoro, Blitar. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB.

IV. PESERTA YANG HADIR
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I mewakili Bapak Bupati Kabupaten Blitar, Ibu Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar, Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ibu Ketua Persit Candra Kirana Kabupaten Blitar, Ibu Ketua Perwosi Kabupaten Blitar, serta ibu-ibu anggota organisasi wanita lainnya yang ada di Kabupaten Blitar.

Perwakilan dari Unsur Pelaksana DWP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar berjumlah 10 orang, yaitu:
1. Ny. Agus Zaenal Arifin
2. Ny. Aris Dwi Noertjahjo
3. Ny. Hamdan Zulfikri Kurniawan
4. Ny. Nanang Dwi Jatmiko
5. Ny. Ferry Nurjayanto
6. Ny. Bagus Setiawan
7. Ny. Pambudi Nugroho
8. Budi Hariati
9. Aprilia Rachma Andriyani
10. Titis Anggi Saputri

V. RANGKAIAN KEGIATAN
1. Pembukaan dengan iringan Sholawat Nabi oleh Tim Hadroh RSUD Srengat “Sifa’ul Qolbi”.
2. Sambutan-sambutan.
3. Mauidhoh Hasanah oleh Drs. KH. Agus Muadzin, M.Pd.I beliau pengasuh Pondok Pesantren Nurussalam yang berlokasi di Lodoyo, Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Mubaligh yg menyampaikan Mauidoh Hasanah :
Drs. KH. Agus Muadzin, M.Pd.I beliau pengasuh Pondok Pesantren Nurussalam yang berlokasi di Lodoyo, Sutojayan, Kabupaten Blitar.
Dengan Tema :
"Fase Awal Dari Rangkaian Perjalanan Kehidupan Manusia Menurut Ajaran Islam"

Ada 3 Fase awal dari rangkaian perjalanan kehidupan manusia menurut ajaran islam.yang dimulai dari kehidupan ruh tanpa jasad, masa kandungan, hingga kehidupan nyata di dunia sebagai tempat beramal sebelum menuju akhirat. Dengan rincian sebagai berikut :

1. Alam Arwah (Alam Ruh)
Tahap awal di mana ruh manusia diciptakan dan berada di hadapan Allah SWT sebelum memiliki jasad. Di alam ini, setiap manusia telah mengakui Allah SWT sebagai Tuhan.

Pada tahap ini, ruh telah bersaksi mengakui Allah sebagai Tuhan yang berhak disembah. Ini merupakan fase pertama dari rangkaian perjalanan manusia yaitu : roh, rahim, dunia, barzakh, hingga akhirat.

Beberapa poin penting mengenai alam roh menurut Islam:
1. Tempat Perjanjian Awal Di alam ini, Allah mengambil kesaksian dari setiap jiwa (perjanjian tauhid) bahwa Dia adalah Tuhan, agar manusia lahir dengan fitrah beriman.
2. Hakikat Ruh
3. Ruh adalah makhluk ciptaan Allah, bukan bagian dari Zat Allah, yang bersifat imateriil, lembut, dan menjadi sumber kehidupan jasad.
4. Kehidupan dengan istilah gaulnya "Life Before Zero"
5. Kehidupan di alam ini terjadi jauh sebelum manusia dilahirkan ke dunia, di mana ruh ada tanpa raga/jasad.
6. Urusan Allah Pengetahuan tentang hakikat ruh sangat terbatas karena termasuk dalam urusan Allah, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Isra ayat 85.
Intinya Alam roh merupakan fase penting yang menegaskan bahwasanya manusia memiliki sisi spiritual yang berasal dari Allah sebelum menjalani kehidupan fisik di dunia.

2. Alam Rahim (alam arkham)
Tahap kedua di mana ruh ditiupkan ke dalam jasad di dalam kandungan ibu selama kurang lebih sembilan bulan. Ini adalah masa pembentukan diri menjadi manusia. Alam Arkham ada 4 yang sudah di atur : Rejeki, Ajal, Amal, Bejo dan Cilakane.
Dan dalam Islam, manusia digambarkan sebagai makhluk mulia dengan potensi takwa, namun memiliki sifat dasar lemah, zalim, bodoh, serta cenderung mencintai harta dan keluh kesah yang tertera dalam surat An-Nisa ayat 28,surat Al-Ahzab ayat 72, dan aurat Al-Adiyat ayat 8. Manusia memiliki nafs (nafsu) dan fitrah kebaikan, menjadikannya dinamis antara potensi taat seperti malaikat atau ingkar seperti iblis.

Berikut adalah rincian sifat manusia menurut Islam :
1. Sifat Dasar (Negatif/Kelemahan) dalam Al-Qur'an :
a. Lemah: Manusia diciptakan dalam keadaan lemah (Surat An-Nisa ayat 28)
b. Zalim dan Bodoh: Manusia sering bertindak zalim terhadap diri sendiri dan bodoh (QS. Al-Ahzab: 72).
c. Keluh Kesah dan Kikir: Manusia cenderung berkeluh kesah saat ditimpa kesusahan dan kikir saat mendapat kebaikan sesuai dalam surat Al-Ma'arij ayat 19-21.
d. Tergesa-gesa: Manusia memiliki sifat tergesa-gesa yang tertera di alqur'an surat Al-Isra ayat 11.
e. Melampaui Batas Cenderung sombong saat merasa diri cukup surat Al-Alaq ayat 6-7.
2. Potensi Mulia (Sifat Terpuji/Fitrah Meliputi :
a. Fitrah Kebaikan: Manusia lahir dengan potensi untuk taat kepada Allah.
b. Akal dan Hati: Potensi untuk memahami kebenaran dan merasakan iman.
c. Khalifah: Manusia diberi amanah sebagai pemimpin/pengelola Bumi.
3. Perilaku Manusia yang Sering Terjadi (Fenomena) :
a. Lalai : Sering terlena oleh kehidupan dunia dan bermegah-megahan ada di surat At-Takaatsur: ayat 1.
b. Kurang Bersyukur: Sering tidak mensyukuri nikmat.padahal rejeki itu sudah diatur & tidak akan tertukar.
c. Kurang berilmu/paham : Tidak mensyukuri nikmat.
Islam memberikan jalan keluar untuk mengatasi sifat buruk tersebut dengan shalat istiqamah, zakat/infaq, sabar, dan berbaik sangka (husnudzon) agar mencapai kesucian jiwa.

Rumusan agar Manusia itu Bisa Mempunyai umur panjang :
1. Punya Motto Hidup "Yang penting sehat,Sepuh Gasek Sehat Tanpa Obat"
2. Menjaga Silaturahmi dengan saudara & teman
3. ziaroh,mengunjungi teman / saudara yg jauh
4. Reuni : Yang perlu diperhatikan dalam Reuni :
a. Harus Datang
b. Pakailah pakain yang sederhana (tidak berlebihan)
c. Untuk yang ber ketempatan, Harus menyediakan Makanan
d. Tidak perlu membanggakan keluarga & anak yg sukses (agar tidak menimbulkan kesenjangan)
e. Wajib Menawarkan ke keluarga yang kurang mampu, apabila punya sesuatu yang lebih.
f. Apabila tidak di sapa,Harus menyapa duluan (Ngalah).
Karena orang yang tidak peduli dengan orang yang kekurangan termasuk dalam Orang yang tidak sempurna Iman nya. Disinilah letak kepedulian terhadap sesama.

Dan jangan lupa sebelum umur panjang harus apa dulu ??? harus sehat dulu. Resep Hidup sehat Menurut islam :
1. Minum air putih.
2. Minum Kopi pait untuk menguatkan jantung & otak.
3. Dilarang tidur sesudah subuh.
4. Jangan gampang sakit hati.

Selain kunci hidup sehat & Umur panjang. kita juga punya kewajiban.kewajiban sebagai muslim adalah menjalankan shalat. Shalat merupakan salah satu dari lima rukun Islam (pilar dasar agama) dan rukun yang kedua setelah syahadat, yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Shalat terdiri dari 13 rukun (perbuatan/perkataan) yang harus dipenuhi agar shalat sah, termasuk niat, berdiri, takbiratul ihram, Al-Fatihah, ruku, sujud, dan tasyahud akhir.

Berikut adalah 13 rukun shalat yang umum (madzhab Syafi'i) yang wajib dilakukan dan tidak bisa diganti dengan sujud sahwi jika ditinggalkan :
1. Niat (di dalam hati).
2. Berdiri bagi yang mampu.
3. Takbiratul Ihram (mengucap "Allahu Akbar").
4. Membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat.
5. Rukuk dengan tuma'ninah (tenang sejenak).
6. I'tidal (bangun dari rukuk) dengan tuma'ninah.
7. Sujud dua kali dengan tuma'ninah.
8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah.
9. Duduk tasyahud akhir.
10. Membaca bacaan tasyahud akhir.
11. Membaca shalawat Nabi pada tasyahud akhir.
12. Salam pertama.
13. Tertib (berurutan).
Jika salah satu rukun ini ditinggalkan dengan sengaja, shalat menjadi tidak sah.
Dan ingat,,,Sebelum kita Sholat ada yg lebih penting yaitu seruan suara Adzan.
Ingat adzan ingat 4D : Diam, Dengar, Di jawab, Doa.

Setelah kita sudah menjalankan kewajiban kita sebagai umat islam yaitu sholat.kita hendaklah memasrahkan nya kepada Allah SWT.dengan sikap berserah / pasrah akan Takdir yang sudah di gariskan oleh Nya. Takdir yang digantungkan, atau dikenal sebagai Takdir Muallaq, adalah ketetapan Allah SWT yang erat kaitannya dengan ikhtiar (usaha), doa, dan tindakan manusia. Takdir ini tidak mutlak, artinya dapat diubah atau berubah berdasarkan usaha yang dilakukan manusia, seperti kesehatan, kecerdasan, atau kesuksesan, sesuai dengan firman-Nya dalam surah Ar-Ra'd ayat 11.

Poin Penting Takdir Muallaq :
1. Arti : Secara bahasa, muallaq berarti sesuatu yang digantungkan.
2. Karakteristi k: Dapat berubah melalui usaha sungguh-sungguh, doa, dan perilaku manusia.
3. Contoh : Seseorang yang giat belajar menjadi pandai (dari bodoh ke pintar), orang yang rajin bekerja menjadi berkecukupan (dari miskin ke kaya), serta upaya menjaga kesehatan.
4. Perbedaan : Berbeda dengan takdir mubram (ketetapan mutlak seperti kematian dan jenis kelamin yang tidak bisa diubah).
5. Manusia diwajibkan untuk berusaha dan berdoa, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada ketetapan Allah.

3. Alam Dunia : Tahap ketiga, dimulai dari kelahiran hingga kematian. Di alam ini, manusia hidup secara nyata, menjalani ujian, dan bercocok tanam amal kebaikan yang akan dipanen di alam aklrat. Alam dunia dalam pandangan Islam adalah tempat persinggahan sementara, ujian, dan ladang untuk menanam amal shaleh guna bekal akhirat. Dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana ibadah di mana manusia bertindak sebagai khalifah untuk mengelola alam dengan penuh tanggung jawab. Alam ini diciptakan Allah dengan terukur, bukan sia-sia, dan tunduk pada hukum Allah.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai alam dunia menurut Islam :
1. Tempat Ujian dan Persinggahan: Dunia bersifat sementara dan merupakan tempat manusia diuji dengan berbagai situasi untuk melihat siapa yang terbaik amalnya. Rasulullah SAW menggambarkan kehidupan di dunia seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon.
2. Ladang Amal (Mazra'atul Akhirah): Segala perbuatan di dunia akan dimintai pertanggungjawaban dan menjadi penentu nasib di akhirat.
3. Peran Khalifah: Manusia diciptakan sebagai pemimpin dan pengelola di muka bumi untuk memakmurkan alam dengan berpedoman pada aturan Allah.
4. Alam yang Terukur dan Teratur: Allah menciptakan langit dan bumi dengan ukuran yang presisi (kadar) dan tidak sia-sia, mencakup alam syahadah (yang terlihat) dan alam ghaib.
5. Bukan Tempat Utama: Meskipun dunia penting untuk kehidupan, fokus utama umat Islam adalah mempersiapkan diri untuk kehidupan abadi di akhirat.
6. Sebagai salah satu tahapan dari lima alam dalam kehidupan manusia (ruh, rahim, dunia, barzakh, akhirat), dunia adalah tempat berlakunya hukum sebab-akibat (amal dan balasan).
7. Pertanyaan nya, Kenapa Bayi lahir langsung nangis ??? Karena bayi yang lahir sudah menghadapi ribuan Ujian.

Ujian Hidup itu meliputi apa saja :
1. Ujian Rumah Tangga
2. Ujian Harta,namun apabika kita meluangkan waktu untu ibadah pasti Rejeki akan mengalir.
3. Ujian dengan Anak
4. Ujian dengan tetangga.

4. Alam Barzakh (atau alam kubur) adalah dinding pembatas atau alam perantara antara kehidupan dunia dan akhirat. Ini adalah tempat persinggahan sementara ruh manusia setelah meninggal dunia hingga hari kebangkitan (kiamat). Di alam ini, manusia menerima balasan awal berupa nikmat atau siksa kubur berdasarkan amal perbuatannya.

Poin-Poin Penting Mengenai Alam Barzakh :
1. Pengertian : Secara bahasa, barzakh berarti sekat, dinding, atau pemisah. Ini adalah fase kehidupan setelah kematian.
2. Fungsi : Sebagai tempat menunggu/transisi ruh manusia sampai datangnya hari kiamat.
3. Peristiwa : Di alam barzakh, ruh akan disambut oleh Malaikat Munkar dan Nakir untuk ditanya mengenai Tuhannya, agamanya, dan Nabinya.
4. Kondisi : Merupakan "miniatur" akhirat. Orang beriman akan mendapatkan nikmat dan dilapangkan kuburnya, sementara orang kafir/bermaksiat akan menerima siksaan.
5. Cakupan : Tidak terbatas pada jasad yang dikubur, tetapi mencakup seluruh ruh orang yang meninggal, terlepas dari bagaimana jasadnya diperlakukan.
6. Alam Barzakh sering juga disebut sebagai kiamat sughra (kiamat kecil).

Dengan demikan kita sebagai manusia harus tau kunci agar kita bisa meninggal Husnul Khotimah :
1. Dzikir
2. Istighfar
3. Menjawab adzan
4. Nurut sama Orang tua & Mertua.

5. Alam akhirat merupakan alam keabadian yang akan datang setelah alam dunia dan barzakh berakhir. Ini adalah tempat balasan sejati atas seluruh perbuatan manusia selama hidup di dunia, yang diwujudkan dalam kenikmatan surga atau siksa neraka. Akhirat adalah fase akhir perjalanan manusia yang bersifat kekal, gaib, dan tidak lagi terikat waktu.

Berikut adalah karakteristik utama alam akhirat :
1. Alam yang Kekal: Berbeda dengan dunia yang fana, akhirat adalah kehidupan abadi (darul qarar).
2. Tempat Pembalasan (Jaza): Segala amal baik dan buruk manusia akan dibalas dengan adil di sini.
3. Penyatuan Ruh dan Jasad: Manusia dibangkitkan kembali dengan jasad dan ruh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
4. Tahapan Setelah Dunia: Merupakan tahap terakhir dari rangkaian kehidupan (Rahim, Dunia, Barzakh, Akhirat).
5. Gaib: Keberadaannya diyakini melalui dalil Naqli (Al-Quran dan Hadis) sebagai salah satu prinsip utama keimanan.
Di akhirat, manusia akan melalui tahapan seperti Yaumul Ba'ats (kebangkitan), Mahsyar (perkumpulan), dan Hisab (perhitungan).

Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar setiap bulan Ramadhan dalam rangka menjalin silaturahim dan mempererat ukhuwah islamiyah di jajaran seluruh organisasi wanita yang ada di Kabupaten Blitar. Terdapat 29 perwakilan dari masing-masing organisasi wanita yang diharapkan dapat memeriahkan kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur dan komitmen dalam menyambut bulan suci Ramadhan setiap tahunnya.

Acara yang dihadiri hampir seribu peserta ini dibuka dengan iringan sholawat Nabi yang dibawakan oleh Tim Hadroh RSUD Srengat “Sifa’ul Qolbi”. Pada kesempatan tersebut diagendakan beberapa rangkaian kegiatan, antara lain:
1. Santunan anak yatim sebanyak 20 anak dari putra-putri yang membutuhkan.
2. Pembagian door prize.
3. Bazar Ramadhan yang mewadahi UMKM di lingkungan organisasi wanita.
4. Sesi tanya jawab oleh 3 penanya

PERTANYAAN 1
1. Kenapa kalo sholat kok sering mbliyat mbliyut ustad ???
Jawab:
"Mbliyut-mbliyut" atau pikiran melayang/tidak fokus saat shalat adalah hal yang umum terjadi, namun ada beberapa faktor penyebabnya, baik dari sisi spiritual maupun fisik.
Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
1. Gangguan Setan (Khinzab): Rasulullah SAW menyebutkan adanya setan bernama Khinzab yang khusus bertugas menggoda orang yang shalat agar tidak khusyuk dan lupa jumlah rakaat atau bacaan.
2. Pikiran yang Terlalu Banyak (Overthinking): Terlalu sibuk memikirkan urusan duniawi, hutang, pekerjaan, atau masalah sebelum shalat membuat pikiran sulit "dijinakkan" saat shalat dimulai.
3. Terburu-buru: Tidak tenang sebelum shalat (misal: langsung shalat setelah berlari atau terburu-buru) membuat pikiran masih terbawa aktivitas sebelumnya.
4. Kurang Memahami Bacaan: Tidak merenungi atau memahami makna bacaan shalat membuat pikiran mudah melayang ke mana-mana.
5. Faktor Fisik (Kliyengan/Pusing): Sensasi melayang atau pusing saat shalat, terutama saat sujud atau berdiri, bisa disebabkan oleh hipotensi ortostatik (darah rendah), dehidrasi, atau tegang otot leher.

Tips Agar Shalat Lebih Khusyuk:
1. Makanlah dengan Makanan yang Halal
2. Jangan pernah tinggalkan Sholat berjama'ah.di sholat berjamaah itu sendiri ada nilai yang terkandung.apabila kita menjalankan sholat berjamaah kita dapat Nilai "A". kalo kita sholat tidak berjamaah Nilainya " B".lain lagi kalo kita sholat Berjamaah tapi di rumah Nilai nya "C", dan apabila kita sholat sendiri mendapatkan Nilai " C".Monggo milih seng pundi Panjenengan ??? Pora yo panggah milih seng Nilai "A".karena kalo kita sholat berjamaah di Masjid,pikiran² yang membuat hati tidak tenang,tidak fokus akan hilang.

PERTANYAAN 2
3. Bagaimana Cara mengelola hati kita terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan ustad ??? Jawab:
Yaitu dengan Cara meyakini takdir.
Meyakini takdir (iman kepada Qada dan Qadar) adalah keyakinan sepenuh hati bahwa segala kejadian di alam semesta, baik maupun buruk, telah ditetapkan, ditulis, dan dikehendaki oleh Allah SWT sejak zaman azali. Ini mencakup 4 tingkatan: Ilmu Allah, Pencatatan, Kehendak, dan Penciptaan.

PERTANYAAN 3
4. Kenapa Semakin kesini semakin ga ngerti.
Kenapa semakin kesini semakin gak ngerti" adalah ungkapan perasaan bingung, lelah, atau kewalahan dalam menghadapi kehidupan, terutama seiring bertambahnya usia atau kedewasaan. Ini adalah refleksi bahwa realitas seringkali tidak sesuai dengan ekspektasi atau apa yang dipelajari sebelumnya.justru ini dikarenakan selalu ingin menambah ilmu.ini adalah hal yang wajar,karena usia tengah baya sering muncul keraguan akan pencapaian hidup,karier & tujuan hidup sehingga merasa hilang arah.ini juga dipicu dengan perubahan cepat dunia digital sehingga generasi lama merasa tertinggal / ga nyambung.

Kegiatan Siraman Rohani ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi kegiatan.

VI. PENUTUP
Kegiatan Siraman Rohani ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Blitar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat serta diharapkan dapat meningkatkan keimanan, kebersamaan, dan solidaritas antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi pelaksanaan kegiatan Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan doorprise oleh : Ibu Royana
Dan yang memperoleh doorprise Hari ini tanggal 05 Maret 2026 adalah :
•B Sringatun
•B Fatin (PGRI garum)
•B Binti Khoirul (PKK Garum)
•B Windari (Inspektorat)
•B Suci (Seketariat DPRD)
•B Evillia (DWP PUPR)
•B Kallin (Dinas Pendidikan Blitar)
•B Tukiran (Ranting Garum)
•B Indri (Perwosi)
•B Sri Dyah Ekowati (UPT SD Garum)
•B Marina (DWP PPKAD)
•B Sumilah (Tlogo)
•B Irzhani (Panggungrejo)
•B Balqis (SMP 2 Talun)
•B Endang Nuraini
•B Iman (Bapenda)
•B Rifa Setyo
•B Alfiana (Korwil Bakung)
•B Intan (SMP 2 Talun)

Program: Ceramah
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

5721-03-2026DWP BPKAD Kabupaten Blitar Menghadiri acara "Open House" Bupati dan Wakil Bupati di Pendopo Ronggo Hadi Negoro pada 1 Syawal 1447 H Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPKAD Kabupaten Blitar merupakan organisasi yang senantiasa berperan aktif dalam mendukung kegiatan pemerintahan, sosial, dan kemasyarakatan. Keikutsertaan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mempererat hubungan kelembagaan. Dalam suasana bulan suci dan momen Hari Raya, Pemerintah Kabupaten Blitar menyelenggarakan kegiatan Open House yang dirangkai dengan halal bihalal sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat kebersamaan antara pimpinan daerah, perangkat daerah, dan masyarakat. DASAR KEGIATAN 1. Undangan dari Pemerintah Kabupaten Blitar 2. Program kerja DWP BPKAD Kabupaten Blitar Tahun 2026,Pembinaan Hubungan Keluar, yaitu perayaan hari raya Idul Fitri 1447 H 3. Upaya meningkatkan silaturahmi dan sinergi antar perangkat daerah Maksud DWP BPKAD menghadiri acara : Menghadiri kegiatan Open House dan halal bihalal sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kegiatan Pemerintah Kabupaten Blitar. Tujuan ; a. Mempererat silaturahmi antara DWP BPKAD dengan pimpinan daerah b. Menjalin komunikasi yang harmonis antar perangkat daerah c. Meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan d. Saling memaafkan dalam suasana Idul Fitri melalui kegiatan halal bihalal e. Memperkuat sinergi dan koordinasi antar instansi WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2026 Waktu : 19.00 WIB - selesai Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro Kabupaten Blitar PESERTA KEGIATAN Kegiatan ini dihadiri oleh: Ketua DWP BPKAD Kabupaten Blitar, Ibu Indri Kurdiyanto Pengurus DWP BPKAD Kabupaten Blitar, Ibu Yesi , ibu marina, Ibu Disti, Ibu Tanti Anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar, sebanyak 15 orang anggota pasif dan aktif jumlah peserta yang hadir adalah sebanyak 22 orang anggota DWP AKtif dan pasif ditambah keluarga (anak) total 40 orang . Busana yang dikenakan dalam kegiatan ini adalah busana muslim sesuai dengan ketentuan panitia, sehingga menciptakan suasana yang rapi, sopan, dan religius. SUSUNAN KEGIATAN Adapun rangkaian kegiatan Open House dan halal bihalal meliputi: 1. Halal bihalal dan salam-salaman dengan Bupati dan Wakil Bupati, Ibu Sekretaris Daerah kabupaten Blitar secara langsung, dilanjut poto bersama 2. Ramah tamah/ Makan bersama 3. Penutup URAIAN KEGIATAN Kegiatan Open House Bupati dan Wakil Bupati Blitar dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 19.00 WIB bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro Kabupaten Blitar. Acara berlangsung dengan tertib, lancar, serta penuh suasana kehangatan dan kekeluargaan. Rombongan DWP BPKAD Kabupaten Blitar hadir dengan mengenakan busana muslim sesuai ketentuan yang telah ditetapkan berkumpul dulu di depan Musola Ar rahman yang berada di lingkungan pendopo. Kehadiran rombongan disambut dengan baik oleh panitia dan langsung bersalaman . Kegiatan diawali dengan penyambutan tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan halal bihalal. Dalam momen ini, seluruh peserta, termasuk anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar, berkesempatan untuk bersalam-salaman secara langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Blitar sebagai bentuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan nilai kebersamaan serta kekeluargaan yang kuat antar seluruh undangan yang hadir. Momen halal bihalal ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperkuat hubungan emosional serta komunikasi yang baik antar perangkat daerah. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi dengan interaksi santai antar peserta. Pada kesempatan tersebut, para anggota DWP saling berbincang dan mempererat hubungan dengan berbagai pihak. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama yang semakin menambah suasana kebersamaan dan keakraban antar peserta. Hidangan yang disajikan berupa soto dan bakso dinikmati bersama dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi serta kenang-kenangan atas keikutsertaan dalam kegiatan tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. HASIL KEGIATAN Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain: a. Terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antara DWP BPKAD Kabupaten Blitar dengan pimpinan daerah b. Meningkatnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar perangkat daerah c. Terwujudnya suasana saling memaafkan dalam momen halal bihalal d. Meningkatnya komunikasi dan sinergi antar instansi e. Terciptanya hubungan yang harmonis dalam lingkungan pemerintahan Demikian laporan kegiatan kehadiran DWP BPKAD Kabupaten Blitar dalam kegiatan Open House dan halal bihalal Bupati dan Wakil Bupati Blitar ini yang selalu dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi kegiatan. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan guna mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat sinergi antar seluruh elemen pemerintahan. penulis : Ibu Yesi
Program: Perayaan
Pelaksana: BPKAD
5810-03-2026LAPORAN KEGIATAN KEHADIRAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) BPKAD KABUPATEN BLITAR DALAM KEGIATAN MALAM TASYAKURAN SEMA’AN AL-QUR’AN Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPKAD Kabupaten Blitar merupakan organisasi yang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan, serta sebagai wadah dalam mempererat silaturahmi antar anggota. Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, DWP BPKAD Kabupaten Blitar turut menghadiri kegiatan Malam Tasyakuran Sema’an Al-Qur’an. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an. Partisipasi DWP dalam kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat serta memperkuat hubungan harmonis antar lembaga dan komunitas. DASAR KEGIATAN Program kerja DWP BPKAD Kabupaten Blitar bidang sosial dan keagamaan Tahun 2026 Komitmen organisasi dalam meningkatkan nilai keimanan dan ketakwaan anggota Upaya mempererat silaturahmi antar anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar dan masyarakat/Instansi. Maksud : Menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan sebagai bentuk dukungan serta mempererat hubungan silaturahmi. Tujuan DWP BPKAD Kabupaten Blitar mengikuti acara ini adalah : a. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT b Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup c. Mempererat hubungan silaturahmi antar anggota dan masyarakat d. Menambah wawasan dan pemahaman keagamaan e. Meningkatkan kebersamaan dalam kegiatan religius f. Mendukung terselenggaranya kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Hari/Tanggal : 10 maret 2026 Waktu : 16.00 - 20.00 WIB Tempat : Pendopo Ronggo Hadinegoro Kegiatan ini dihadiri oleh: Pengurus DWP BPKAD Kabupaten Blitar, Ibu Tanti Mahardini Anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar, Ibu Yesi Meida Jumlah peserta yang hadir sebanyak lebih dari 100 orang terdiri dari perwakilan masing masing OPD dan dari perkumpulan wartawan se Blitar raya. SUSUNAN ACARA Rangkaian kegiatan Malam Tasyakuran Sema’an Al-Qur’an adalah sebagai berikut: 1. Pembukaan, oleh Bupati Blitar 2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an (Sema’an) oleh para hafidz/hafidzah 3. Sambutan dari panitia/penyelenggara, OPD Didkominfotiksan dan Kesra 4. Tausiyah/ceramah agama, Bapak Hj. Romadhon 5. Doa bersama 6. buka bersama 7. sholat magrib bersama dilanjut sholat tarawih 8. penutup URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan Malam Tasyakuran Sema’an Al-Qur’an berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan lancar. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para hafidz dan hafidzah yang dilakukan secara bergantian (sema’an), sehingga menciptakan suasana religius yang mendalam. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan dan perhatian. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an memberikan ketenangan serta menambah kekuatan spiritual bagi seluruh yang hadir. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh penceramah. Dalam tausiyah tersebut disampaikan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan yang disampaikan memberikan motivasi kepada peserta untuk lebih mendekatkandiri kepada Allah SWT. Dan juga dalam bulan Ramadhan diharapkan untuk meningkatkan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, karena semua amal baik yang dikerjakan di bulan suci ramadhan akan di lipatgandakan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan serta memohon keberkahan, kesehatan, dan keselamatan bagi seluruh peserta. Dilanjut dengan buka bersama yaitu berupa tumpeng tumpeng ukuran sedang sebanyak 15 buah di persilahkan untuk dinikmati bersama. selanjutnya cara sholat berjamaah di musola pedopo yaitu musola Arrahman, diteruskan sholat tarawih bersama. Kehadiran DWP BPKAD Kabupaten Blitar dalam kegiatan ini menunjukkan partisipasi aktif dalam mendukung kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat dan instansi lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh hikmah. HASIL DAN MANFAAT KEGIATAN Hasil dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain: a. Meningkatnya keimanan dan ketakwaan anggota kepada Allah SWT b. Bertambahnya pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan c. Terjalinnya silaturahmi yang lebih erat dengan masyarakat dan berbagai pihak d. Terciptanya suasana kebersamaan dan kekeluargaan e. Meningkatnya motivasi untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari Demikian laporan kegiatan kehadiran DWP BPKAD Kabupaten Blitar dalam Malam Tasyakuran Sema’an Al-Qur’an ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi kegiatan. Dan juga sangat bermanfaat bagi anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Untuk selanjutnya kegiatan ini diikuti secara bergiliran bagi anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar lainnya. Diharapkan keikutsertaan dalam kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan guna memperkuat nilai keimanan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kebersamaan antar anggota. penulis : Ibu Yesi
Program: Perayaan
Pelaksana: BPKAD
5905-03-2026

LAPORAN KEGIATAN E-REPORTING
SIRAMAN ROHANI

 

Bidang : Sekretariat
Program Kerja : Penataan Organisasi / Manajemen
Hari : Kamis
Tanggal : 5 Maret 2026
Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja
Penceramah : Drs. KH. Agus Muazin, M.P

Peserta : Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar

 

URAIAN KEGIATAN

Telah dilaksanakan kegiatan Siraman Rohani pada hari Kamis, tanggal 5 Maret 2026, bertempat di Pendopo Sasana Adhi Praja, yang berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi para peserta.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan dari Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang menyampaikan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pemerintah. Dalam sambutannya juga disampaikan agenda pelaksanaan bazar UMKM pada tanggal 10 sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat. Selain itu, disampaikan pula ajakan untuk menggelorakan program ASRI yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat.

Memasuki acara inti, kegiatan diisi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Drs. KH. Agus Muazin, M.P yang memberikan nasihat dan motivasi spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna sehingga mudah dipahami oleh peserta.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial antar peserta.

Dalam tausiyahnya, penceramah menyampaikan beberapa hal penting sebagai pedoman hidup, antara lain:

  1. Tidak ada rezeki yang tertukar
    Setiap manusia telah memiliki ketentuan rezeki masing-masing dari Allah SWT.
  2. Jangan menyepelekan kebaikan sekecil apapun
    Setiap amal baik memiliki nilai di sisi Allah SWT dan membawa keberkahan.
  3. Bekal manusia sejak lahir
    Manusia dibekali dengan ilmu, sehingga penting bagi orang tua untuk mencetak anak menjadi pribadi yang berilmu dan berakhlak baik.
  4. Tahapan kehidupan manusia
    Kehidupan manusia melalui fase alam arwah, alam rahim (arham), dan alam dunia. Tradisi seperti telonan dan pitonan menjadi bentuk rasa syukur dan berbagi kepada sesama.
  5. Ujian dalam kehidupan
    Setiap manusia akan diuji melalui:
    • Rumah tangga
    • Harta
    • Anak
    • Lingkungan/tetangga
  6. Amalan dalam menghadapi ujian
    Ujian dapat dihadapi dengan meningkatkan ibadah seperti shalat, puasa, dan sedekah.

 

PENEKANAN SIRAMAN ROHANI

Adapun penekanan dalam siraman rohani adalah sebagai berikut:

  1. Menghadapi ujian hidup dengan sabar dan ikhlas
    Setiap orang memiliki ujian masing-masing, termasuk perempuan. Dalam mendidik anak, tidak perlu mengharapkan balas jasa, namun fokus pada kebaikan dan pendidikan yang tulus.
  2. Pentingnya keharmonisan keluarga
    Diperlukan komunikasi, koordinasi, dan evaluasi dalam keluarga agar tercipta hubungan yang harmonis.
  3. Manajemen waktu dan ibadah
    Meluangkan waktu untuk ibadah serta menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat.
  4. Keutamaan memperbanyak ibadah
    Dengan memperbanyak ibadah, hati menjadi tenang dan rezeki mengalir dengan penuh keberkahan.

 

HASIL DAN DAMPAK KEGIATAN

  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta
  • Menumbuhkan kesadaran untuk selalu berbuat kebaikan
  • Memperkuat pemahaman dalam menghadapi ujian kehidupan
  • Mendorong peningkatan kualitas ibadah sehari-hari

MAKNA DAN REFLEKSI

Kegiatan Siraman Rohani ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi para peserta, khususnya dalam memahami hakikat kehidupan yang penuh dengan ujian. Setiap individu memiliki ujian masing-masing yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan.

Refleksi yang dapat diambil adalah pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui peningkatan ibadah seperti shalat, puasa, dan sedekah sebagai bekal dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Selain itu, penting untuk menjaga niat dalam berbuat baik tanpa mengharapkan balasan.

Dalam kehidupan berkeluarga, komunikasi, koordinasi, dan evaluasi menjadi kunci dalam menciptakan keharmonisan. Kesehatan fisik juga perlu dijaga sebagai penunjang aktivitas dan ibadah.

Kegiatan ini juga menanamkan pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan penguatan spiritual agar kehidupan dijalani dengan penuh syukur, sabar, dan ikhlas.

 

Laporan  ini disusun oleh Ny. Yogha Bogi selaku operator e-reporting UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar


Program: Ceramah
Pelaksana: Dinas Perhubungan
6012-03-2026

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN SIRAMAN ROHANI BERSAMA GOW KABUPATEN BLITAR

 

Bidang : Sekretariat

Program Kerja : Penataan Organisasi / Manajemen

Hari : Kamis

Tanggal : 12 Maret 2026

Waktu : 08.00 WIB s.d selesai

Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja

Peserta : Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar

Penceramah : Ny. Hj. Muhtahtimah Yasin Yusuf (Ketua PC Muslimat NU Kab.Blitar)

Anggota yang Hadir :

  1. Ny. Leli Puguh Imam S
  2. Ny. Ira Anjar Tri Julianto
  3. Ny. Joko Susanto
  4. Ny. Mayke Dian
  5. Ny. Hadi Sunyoto

 

URAIAN KEGIATAN

Telah dilaksanakan kegiatan Siraman Rohani 1447 H/2026 M yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar dengan baik, lancar, dan penuh keberkahan. Kegiatan ini menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta mempererat kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim.

Acara ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, serta meningkatkan kualitas ibadah terutama di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama agar acara berjalan lancar dan penuh keberkahan. Acara inti berupa siraman rohani yang disampaikan oleh Ny. Hj. Muhtahtimah Yasin Yusuf (Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Blitar).

Selain siraman rohani, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dari GOW Kabupaten Blitar.

 

ISI CERAMAH

Dalam tausiyahnya, Ny. Hj. Muhtahtimah Yasin Yusuf menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

  1. Mensyukuri nikmat Allah SWT dengan menjalankan kewajiban sebagai insan
    Beliau menekankan bahwa setiap manusia telah diberikan berbagai nikmat oleh Allah SWT, baik berupa kesehatan, keluarga, rezeki, maupun kesempatan hidup hingga saat ini. Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan dan pelaksanaan kewajiban sebagai hamba Allah.
    Menjalankan ibadah wajib seperti shalat, puasa, zakat, serta menjauhi larangan-Nya merupakan bentuk nyata dari rasa syukur tersebut. Orang yang senantiasa bersyukur akan diberikan ketenangan hati, keberkahan dalam hidup, serta tambahan nikmat dari Allah SWT.
  2. Pentingnya peran perempuan, khususnya seorang ibu dalam keluarga
    Beliau juga menyoroti betapa pentingnya peran perempuan dalam kehidupan keluarga. Seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya, yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian generasi penerus.
    Perempuan diharapkan mampu menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, serta perilaku sehari-hari. Selain itu, seorang ibu juga berperan dalam menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan bernilai religius. Dengan peran yang baik dari seorang ibu, diharapkan akan lahir generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.
  3. Keutamaan ibadah di bulan Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari
    Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya melalui peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah.
    Ibadah seperti puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdzikir hendaknya dilakukan dengan penuh keikhlasan. Nilai-nilai yang diperoleh selama bulan Ramadhan, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial, diharapkan tidak hanya berhenti setelah Ramadhan berakhir, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, beliau juga menyampaikan tiga kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali, sebagai teladan bagi umat Islam:

  1. Kematian sebagai peringatan untuk senantiasa menjaga amal shalih
    Kematian merupakan hal yang pasti dialami oleh setiap manusia dan menjadi pengingat agar manusia senantiasa memperbaiki diri. Dengan mengingat kematian, seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan berusaha memperbanyak amal kebaikan.
    Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga aib diri sendiri serta tidak membuka keburukan orang lain, sebagaimana Allah SWT senantiasa menutup aib hamba-Nya. Sikap ini mencerminkan akhlak yang mulia dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Kepedulian Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya
    Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai dan memikirkan umatnya, bahkan hingga menjelang akhir hayat beliau. Hal ini menjadi teladan bahwa sebagai umat Islam, kita harus memiliki kepedulian terhadap sesama.
    Beliau juga berwasiat agar umatnya selalu mengutamakan ibadah kepada Allah SWT meskipun disibukkan dengan urusan dunia. Selain itu, kepedulian terhadap anak yatim juga menjadi hal yang sangat dianjurkan, karena menyantuni mereka merupakan salah satu bentuk amal yang sangat mulia.
  3. Kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan
    Setiap manusia tidak akan lepas dari ujian dan cobaan dalam hidup. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya bersabar dalam menghadapi segala bentuk kesulitan.
    Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tetap berikhtiar dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT. Orang yang sabar akan mendapatkan ganjaran yang besar serta derajat yang tinggi di sisi Allah. Dengan kesabaran, seseorang akan mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang, kuat, dan penuh harapan.

 

HASIL DAN DAMPAK KEGIATAN

- Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT

- Menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari

- Memperkuat peran perempuan dalam keluarga

- Meningkatkan kepedulian sosial melalui santunan anak yatim

 

MAKNA DAN REFLEKSI

Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa kehidupan harus dijalani dengan rasa syukur, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Peran perempuan sebagai pilar keluarga menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang berakhlak dan beriman.

 

PENUTUP

Kegiatan Siraman Rohani 1447 H/2026  masehi berjalan dengan lancar, khidmat, dan penuh keberkahan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat serta dapat meningkatkan kualitas keimanan dan kepedulian sosial seluruh peserta.

 

Laporan ini disusun oleh Ny. Salamah Yogha Bogi selaku operator e-reporting UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar


Program: Ceramah
Pelaksana: Dinas Perhubungan
6106-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar unit Bappedalitbang

Dharma Wanita Persatuan Bappedalitabang telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jumat, 06 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 – Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua Dharma Wanita Bappedalitbang dan Anggota Dharma Wanita Bappedalitbang Kab. Blitar
5. Tempat : Ruang Pola Bappedalitbang Kab. Blitar
6. Acara : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Bappedalitbang Kabupaten Blitar.

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. Menyanyikan Mars Dharma Wanita
4. Sambutan oleh Ibu Yanti Bayu
5. Laporan – Laporan oleh perwakilan Bidang
6. Penyampaian materi
7. Doa
8. Ramah Tamah dan sesi foto bersama

Tujuan pertemuan kali ini selain mempererat silaturahmi antar anggota juga bertujuan untuk merencanaan agenda kegiatan untuk Dharma Wanita Bappedalitbang. Melaporkan perkembangan antar Bidang dan mengevaluasi kegiatan yang sudah dan akan berlangsung. Serta pemberian materi tentang menjaga kesehatan saat berpuasa.

Dalam sambutan Ibu Yanti Bayu berterima kasih untuk kedatangan para Ibu – Ibu Dharma Wanita Bappedalitbang. Kemudian Ibu Yanti Bayu memberikan petunjuk program -program yang akan dilaksanakan oleh anggota Dharma Wanita Bappedalitbang. Nantinya kegiatan yang akan dilaksanakan akan melibatkan seluruh anggota Dharma Wanita Bappedalitbang. Berikutnya adalah laporan kegiatan antar Bidang yang diwakilkan kepada Ibu Arum Taufik serta Ibu Siska Hengki.

Acara selanjutanya adalah penyampaian materi oleh Ibu Ketua tentang menjaga Kesehatan disaat melaksanakan puasa. Menjaga kesehatan saat bulan puasa sangat penting agar anggota Dharma Wanita tetap bisa menjalankan aktivitas organisasi dan rumah tangga dengan bugar. Berikut tips menjaga Kesehatan saat berpuasa :` 1. Pola Makan Saat Sahur (Kunci Energi) •Pilih Karbohidrat Kompleks: Nasi merah, gandum, atau umbi-umbian yang melepas energi secara perlahan agar kenyang lebih lama. •Protein Berkualitas: Telur, tempe, tahu, atau ikan untuk menjaga massa otot dan daya tahan tubuh. •Serat Tinggi: Sayuran dan buah-buahan wajib ada untuk mencegah sembelit selama puasa. 2. Strategi Berbuka yang Bijak •Awali dengan yang Manis Alami: Kurma atau air kelapa lebih baik daripada es campur dengan sirup berlebih (untuk menghindari lonjakan gula darah drastis). •Bertahap: Berikan jeda antara takjil dan makan berat (misalnya setelah salat Maghrib) agar lambung tidak kaget. •Batasi Gorengan: Lemak jenuh berlebih bisa membuat tubuh cepat lemas dan mengantuk saat tarawih. 3. Manajemen Cairan (Rumus 2-4-2) •2 Gelas saat berbuka. •4 Gelas di malam hari (antara setelah Maghrib hingga sebelum tidur). •2 Gelas saat sahur. 4. Aktivitas Fisik & Istirahat •Tetap Bergerak: Olahraga ringan seperti jalan santai bisa dilakukan 30 menit sebelum berbuka. •Tidur Berkualitas: Usahakan tidur lebih awal karena harus bangun untuk sahur. Tidur siang singkat (15-30 menit) sangat membantu menjaga konsentrasi.

Dengan menjalankan tips tersebut diharapkan puasa kita selama satu bulan bisa berjalan dengan baik dan Kesehatan kita semua akan terjaga.

Melalui pertemuan rutin ini harapannya bisa mempererat silaturahmi antar anggota. Materi yang diberikan pun bisa bermanfaat untuk Ibu-ibu Dharma Wanita Bappedalitbang.

Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Siska Comalla selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BAPPEDA LITBANG

6226-03-2026SILATURAHMI DAN HALAL BIHALAL Pada hari Kamis, 26 Maret 2026 Ketua Dharma Wanita Dinas Pemberdayaan Perempuan , Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal kepada Ibu -Ibu senior di wilayah Blitar. Tujuan utama silaturahmi dan halal bihalal adalah menyambung kembali tali persaudaraan yang renggang, saling memaafkan atas kesalahan (halal bihalal), mempererat hubungan sosial, serta membersihkan hati. Saling Memaafkan dan Membersihkan Hati: Menjadi momen penting untuk melepaskan dendam, prasangka, dan memperbaiki hubungan yang retak akibat kesalahpahaman. Mempererat Persaudaraan dan Persatuan: Memperkuat tali silaturahmi antaranggota keluarga, komunitas, maupun rekan kerja, sehingga tercipta suasana harmonis dan guyub. Bagian dari Ibadah: Islam mengajarkan bahwa menyambung silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Membangun Kembali Kolaborasi: Di lingkungan kerja, ini membantu mencairkan suasana dan meningkatkan kekompakan tim. Halal bihalal bukan sekadar adat, melainkan perpaduan nilai agama, budaya, dan kebangsaan Indonesia untuk menciptakan keharmonisan. mengapa silarahmi sangat dianjurkan Silaturahmi sangat penting karena berfungsi mempererat persaudaraan, memperpanjang umur, dan melapangkan rezeki. Dalam Islam, ini adalah amalan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa, dan meningkatkan keharmonisan sosial. Silaturahmi juga menciptakan ketenangan hidup dan menghapus rasa kebencian antar sesama. Menjaga silaturahmi adalah perintah Allah, sedangkan memutusnya dapat menghalangi seseorang masuk surga. Rasulullah SAW bersabda bahwa silaturahmi adalah cara untuk mendapatkan umur panjang dan rezeki yang melimpah. Pertemuan yang didasari kasih sayang dapat membersihkan hati dan menghapus dosa-dosa kecil , Mengurangi konflik, memperbaiki hubungan yang renggang, dan menciptakan rasa empati . Di era modern, silaturahmi bisa dijaga dengan memanfaatkan teknologi untuk menyapa, meski tetap dianjurkan bertemu langsung untuk merajut kasih sayang yang lebih dalam. Kegiatan ini memperkuat ikatan persaudaraan, menciptakan kerukunan, serta menghapus kesalahpahaman. nteraksi sosial yang positif melalui silaturahmi dapat memberikan ketenangan batin, kebahagiaan, dan mengurangi beban stres.. Silaturahmi dianggap ibadah yang dicintai Allah, sehingga menjadi sarana mendekatkan diri pada rahmat-Nya dan meniti jalan ke surga. Silaturahmi dapat dilakukan dengan sederhana, seperti berkunjung, berkomunikasi, saling membantu, dan memaafkan satu sama lain. Islam melarang keras memutus tali persaudaraan. Memutus silaturahmi dapat menghalangi seseorang dari rahmat Allah dan ancaman tidak masuk surga. halal bihalal itu sangat penting karena Halal bihalal penting bagi masyarakat Indonesia karena merupakan tradisi unik pasca-Ramadan untuk memperkuat silaturahmi, bermaaf-maafan secara langsung, dan merawat keharmonisan sosial. Tradisi ini menjembatani persatuan, mencairkan konflik, dan melestarikan budaya lokal (inkulturasi Islam-Nusantara) yang memadukan ajaran agama dengan kearifan lokal.Idulfitri adalah waktu suci, namun dosa sosial hanya bisa dihapus dengan bermaafan langsung. Halal bihalal memfasilitasi rekonsiliasi, membersihkan hati dari dendam, dan menyambung kembali hubungan yang renggang. Kegiatan ini melintasi batas keluarga, tetangga, hingga tempat kerja, menciptakan kebersamaan yang harmonis di tengah keberagaman Indonesia.Meskipun berakar dari nilai Islam, halal bihalal adalah tradisi khas Nusantara yang dipopulerkan untuk mempererat persaudaraan, menjadikannya bagian integral dari identitas budaya Indonesia, bukan sekadar ritual formal.Tradisi ini mengajarkan empati, toleransi, dan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan menerima permohonan maaf, yang krusial untuk keharmonisan masyarakat.. Halal bihalal menjadi sarana untuk menghapus dosa antarmanusia (hablum minannas) dengan memaafkan kesalahan secara lapang dada.Momen ini mempertemukan kembali keluarga, teman, dan tetangga, memperkuat tali persaudaraan yang mungkin sempat merenggang.Tradisi ini meningkatkan kerukunan dan persatuan di masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan perdamaian.. Setelah sebulan berpuasa, halal bihalal menjadi ajang untuk berbagi kebahagiaan dan menutup Ramadhan dengan hati yang bersih. Silaturahmi dan halal bihalal kepada pada senior ini sangat di sarankan karena Silaturahmi kepada para senior sangat penting karena menjembatani pengalaman masa lalu dengan kebutuhan masa kini, serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai baik.Senior memiliki pengalaman hidup dan organisasi yang lebih panjang, sehingga silaturahmi menjadi kesempatan untuk mendapatkan bimbingan, berbagi keluh kesah, serta bertukar ide.Berkunjung ke senior adalah bentuk penghormatan atas dedikasi, perjuangan, dan pengabdian yang telah mereka berikan dalam organisasi atau komunitas.Silaturahmi merupakan "energi" yang menghubungkan semangat antara generasi senior dan muda, serta menjaga nilai-nilai loyalitas dan keteguhan ideologi.Kegiatan ini mempererat tali persaudaraan dan keakraban, terutama saat momen seperti Lebaran atau pertemuan alumni. Dalam Islam, silaturahmi dipercaya dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. unjungan kepada senior yang sudah purna tugas (pensiun) membantu mempererat hubungan emosional dan menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Dengan bersilaturahmi, kita tidak hanya menjalin hubungan sosial, tetapi juga memastikan ilmu dan semangat dari generasi sebelumnya tetap hidup. demikian Laporan ini kami buat semoga membawa manfaat . terima kasih (By Ririn Fitriana)
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
6310-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Kabupaten Blitar Ibu Ketua DWP Dinas Sosial beserta anggota mengikuti siraman rohani asn dan berbagi takjil Laporan kegiatan Rangkaian Kegiatan Bulan Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pemkab Blitar di Pendopo Sasana Adhi Praja Kantor Bupati Blitar Kanigoro Selasa , 10Maret 2026 Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Kab. Blitar dan sekitarnya * Acara dihadiri oleh Bapak Bupati Blitar, OPD di lingkungan Pemkab Blitar, Organisasi/ Kelembagaan : PKK, DWP dan Perwosi, PGRI dan Yayasannya * Rangkaian acara pada tanggal 10 Maret 2026 antara lain 1. Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim Piatu yang diselenggarakan oleh KORPRI Kabupaten Blitar 2. Berbagi takjil bagi masyarakat dan pengguna jalan di sekitar jalan raya Kantor Bupati Blitar 3. Berbuka Puasa Bersama seluruh ASN di lingkungan Pemkab Blitar 4. Sholat Magrib dan Sholat Tarawih berjamaah 5. Penutup Rangkuman rangkaian Kegiatan 1. Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat khususnya bagi para ASN di lingkungan Pemkab Blitar, diselenggarakan Kegiatan berbagi takjil khususnya bagi para pengguna jalan raya di depan kantor Bupati Blitar serta masyarakat sekitarnya kurang lebih sebanyak 7.000 an kantong takjil yang berasal dari sumbangan para ASN di lingkungan Pemkab Blitar termasuk dari PGRI, DWP, PKK dan PERWOSI Kabupaten Blitar 2. UP DWP Dinas Sosial Kabupaten Blitar yang merupakan bagian dari DWP Kabupaten Blitar turut berpartisipasi dan menghadiri rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Blitar dimana hadir mendampingi Kepala DINAS SOSIAL KABUPATEN BLITAR 3. Kegiatan berbagi takjil yang diselenggarakan oleh Pemkab Blitar adalah sebuah acara yang bertujuan untuk memberikan kebahagiaan dan keberkahan kepada masyarakat, terutama para pengguna jalan raya yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah untuk berbuka puasa. Acara ini diadakan di depan kantor Bupati Blitar, yang merupakan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Pada acara ini, Pemkab Blitar membagikan takjil berupa makanan dan minuman yang dapat membantu masyarakat untuk berbuka puasa. Kegiatan berbagi takjil ini juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berbagi dan peduli kepada sesama, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan, serta dapat meningkatkan rasa syukur dan keimanan kepada Allah SWT. Selain itu, acara ini juga dapat meningkatkan citra positif Pemkab Blitar sebagai pemerintah yang peduli dan berempati kepada masyarakat, serta dapat meningkatkan hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat. Dalam acara ini, masyarakat dapat menikmati takjil yang lezat dan bergizi, serta dapat berinteraksi dengan pejabat Pemkab Blitar dan masyarakat lainnya. 4. Tujuan kegiatan berbagi takjil yang diselenggarakan oleh Pemkab Blitar adalah: - Meningkatkan kesadaran berbagi: Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berbagi dan peduli kepada sesama, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah. - Membantu masyarakat yang membutuhkan: Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah untuk berbuka puasa. - Meningkatkan kebahagiaan dan keberkahan: Untuk memberikan kebahagiaan dan keberkahan kepada masyarakat, terutama para pengguna jalan raya yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah untuk berbuka puasa. - Meningkatkan citra positif Pemkab Blitar: Untuk meningkatkan citra positif Pemkab Blitar sebagai pemerintah yang peduli dan berempati kepada masyarakat. - Meningkatkan hubungan pemerintah dan masyarakat: Untuk meningkatkan hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial. 5. Kegiatan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama Bupati Blitar dan para undangan yang diselenggarakan di gazebo sayap kanan dan sayap kiri lapangan aloon aloon Pemkab Blitar 6. Kegiatan ditutup dengan sholat Magrib berjamaah dilanjutkan sholat tarawih bersama Bupati Blitar dan seluruh para undangan
Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: Dinas Sosial
6412-03-2026Malam Tasyakuran Sema’an Al - Qur’an sekaligus Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H / 2026 M Pada hari Kamis tanggal 12 Maret 2026 Ketua Dharma wanita Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana Kabupaten Blitar menghadiri kegiatan Malam Tasyakuran Sema’an Al - Qur’an sekaligus Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H / 2026 M yang bertempat di Pendopo Ronggo Hadinegoro Blitar pada Pukul 15.30 - Selesai. kegiatan ini dihadiri Bapak Bupati dan Wakil Bupati , Ibu Sekretaris Daerah, TP PKK, Perwosi, Asisten, Staf ahli, Kepala Bagian., Kepala Dinas , Direktur RSUD, Kepala KUA, Ketua MUI, Ketua Baznas, dan Ketua DWP beserta anggota. dengan Rundown acara yang dimulai dari Registrasi Peserta , Khataman Al Qur'an, Pembukaan, Laporan Kabag Kesra, Penyerahan Cinderamata, Sambutan Bupati Bllitar, Tausiyah, Persiapan Berbuka Puasa, Sholat Magrip Berjamaah, dan Sholat Isya’ dan Sholat Taraweh Berjama’ah. Peringatan Nuzulul Qur’an adalah perayaan atau peringatan turunnya wahyu Al-Qur'an pertama kali oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, yang terjadi di Gua Hira pada tanggal 17 Ramadan. Ini merupakan momen refleksi, syiar Islam, dan pengingat untuk meningkatkan kecintaan serta mengamalkan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.Peringatan ini diadakan untuk mempererat hubungan umat dengan Al-Qur'an, meningkatkan bacaan dan pemahaman (tadabbur), serta memperkuat nilai-nilai spiritual.Peringatan Nuzulul Qur’an penting dilakukan sebagai momentum refleksi untuk mengenang turunnya wahyu pertama, meningkatkan kecintaan, serta memperkuat interaksi umat dengan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Peristiwa yang diperingati setiap 17 Ramadan ini bertujuan mendorong peningkatan literasi (membaca dan memahami) serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketaqwaan.. Menjadi momen untuk mengenang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, serta beratnya perjuangan dakwah Islam.Mendorong umat Islam untuk tidak sekadar membaca, tetapi juga mendalami, mempelajari, dan memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an.Menjadi momen meningkatkan ibadah, tadarus, dan kajian tafsir, terutama di bulan Ramadan. Mengingatkan kembali bahwa Al-Qur’an adalah pedoman utama untuk membedakan yang benar dan salah, serta penuntun kehidupan.. Sebagai salah satu sarana syiar dan meningkatkan kesadaran akan kesucian Al-Qur’an.Dengan memperingati Nuzulul Qur’an, umat Islam diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan perubahan perilaku menuju pribadi yang lebih baik. Sema’an Al-Qur’an sangat penting karena merupakan tradisi mulia untuk menyimak dan mendengarkan ayat suci, yang mendatangkan rahmat Allah SWT, memperkuat hafalan (hifdzil Qur'an), serta menjaga kemurnian bacaan. Aktivitas ini juga menjadi sarana dakwah, menjalin silaturahmi, menciptakan ketenangan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah. Mendengarkan bacaan Al-Qur'an dengan khusyuk mendatangkan rahmat Allah sebagaimana perintah dalam Al-Qur'an. Bagi para huffadz (penghafal), sema'an berfungsi sebagai quality control untuk mengecek kebenaran hafalan dan melancarkannya.. Sema'an mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur'an, meningkatkan pemahaman agama, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.. Tradisi ini dipercaya membawa keberkahan, kedamaian, dan ketentraman bagi lingkungan sekitar. Demikian laporan kami, semoga membawa manfaat (By Ririn Fitriana)
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
6512-03-2026SIRAMAN ROHANI DI BULAN SUCI RAMADAN 12 MARET 2026 Pada hari ini Kamis, 12 Maret 2026 Ketua Dharma Wanita beserta Anggota Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani yang di selenggarakan di Pendopo SAP Kanigoro. sambutan dari perwakilan Bapak Bupati menyampaikan bahwa Tahun ini 1 Syawal bertepatan dengan hari Raya Nyepi sehingga kita semua harus bertolerasi dan untuk penetapan 1 Syawal menunggu sidang Isbat dilaksanakan. dan dalam menghadapi lebaran kali ini kita semua diharapkan jangan terburu buru dan berbelanja sesuai dengan kebutuhan keuangan kita, pada intinya jangan gupuh menyambut hari raya . Berbelanja sesuai kebutuhan saat Lebaran sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan, menghindari perilaku boros (mubazir), serta menjaga stabilitas harga dan pasokan barang di pasaran. Menjelang Lebaran, sering kali timbul dorongan untuk membeli barang secara berlebihan (panic buying) karena tekanan sosial atau keinginan semata. Belanja sesuai kebutuhan membantu memastikan pengeluaran tidak membengkak Gaya hidup konsumtif yang tinggi saat Lebaran memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. Dengan belanja rasional, kita membantu mengendalikan permintaan agar harga tetap stabil dan ketersediaan barang di pasaran tetap aman. Berbelanja bijak memungkinkan kita untuk lebih fokus pada esensi Lebaran, seperti kebersamaan dan kesucian diri, daripada sekadar mengejar tren baju baru atau gaya hidup mewah. Kebutuhan Lebaran meliputi banyak hal, mulai dari zakat, mudik, hingga hampers. Memilah antara kebutuhan dan keinginan membantu memastikan hal-hal penting terpenuhi tanpa mengabaikan pos keuangan lainnya. Dengan berbelanja secara bijak dan rasional, Ramadan dan Lebaran dapat disambut dengan lebih nyaman, tenang, dan penuh keberkahan. dalam kesempatan ini tausyiah disampaikan oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Blitar, kita senua harus mensyukuri nikmat misalnya dengan cara solat 5 waktu yang utuh. dan dalam bulan Ramadhan ini peran ibu sangat penting , keikhlasan seorang ibu akan membawa kita menjadi istri yang sholehah. nabi Muhammad selalu memperhatikan Umatnya bahkan ketika beliau mau Wafat beliau masih memikirkan umatnya. Nabi berpesan untuk menjaga sholat . dan kita harus peduli pada sesama dengan cara seperti santunan anak yatim. Batasan anak yatim itu jika Perempuan sampai Haid, dan jika laki laki sampai mimpi basah. dan pesan belaiu bahwa di dunia ini kita tidak boleh sombong karena di dunia ini hanya sementara artinya Pernyataan bahwa kita tidak boleh sombong karena dunia ini hanya sementara adalah prinsip hidup yang fundamental, didasarkan pada kesadaran akan kefanaan manusia dan hakikat harta/jabatan yang hanyalah titipan. Sifat sombong (takabur) meremehkan orang lain dan merasa lebih hebat, padahal semua kelebihan hanyalah titipan Allah SWT. dan harus peduli dengan sesama karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan, memiliki rasa empati, serta untuk menciptakan kehidupan yang aman, rukun, dan damai. Kepedulian sosial, atau altruisme, memperkuat ikatan persaudaraan, meringankan beban orang lain, meningkatkan rasa syukur, dan mendatangkan balasan kebaikan dari Tuhan. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri; semua orang saling bergantung untuk memenuhi kebutuhan.. Kepedulian membantu sesama yang sedang kesulitan, yang pada gilirannya dapat meringankan beban hidup mereka. Sikap peduli meminimalisir konflik dan menciptakan lingkungan yang aman serta harmonis.. Sesuai dengan sila ke-2 Pancasila (kemanusiaan yang adil dan beradab), peduli menumbuhkan rasa empati dan menghormati martabat orang lain. Membantu orang lain dapat meningkatkan rasa bahagia, mengurangi stres, serta menjadi ajang untuk lebih bersyukur. Dalam pandangan agama, membantu orang yang kesusahan akan dibalas dengan kemudahan oleh Tuhan, baik di dunia maupun akhirat. Kita semua harus mensyukuri nikmat karena itu adalah perintah Allah yang mendatangkan tambahan nikmat. . Bersyukur juga bentuk pengakuan bahwa segalanya adalah titipan, sehingga mencegah sifat sombong dan membawa keberkahan hidup. Bersyukur membuat hati lebih lapang, bahagia, dan terhindar dari penyakit hati seperti iri dan dengki . Syukur adalah wujud ketaatan dan pengakuan bahwa segala kenikmatan, baik kesehatan, waktu, maupun harta, semata-mata berasal dari Allah. Dengan bersyukur, kita menyadari bahwa yang dimiliki hanyalah titipan, sehingga melatih kerendahan hati . Bersyukur membantu menjaga pola pikir positif, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Rasa syukur dapat diwujudkan melalui hati (merenungkan kebaikan), lisan (mengucapkan alhamdulillah), dan perbuatan (meningkatkan ibadah dan berbagi). Demikian Laporan kami , semoga bermanfaat. ( Ririn Fitriana)
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
6610-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Pelaksana : Dharma Wanita Kabupaten Blitar
Hari / Tanggal : Selasa / 09 Maret 2026
Pukul : 13.00 - Selesai
Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro
Acara : Musrenbang RKPD Kabupaten Blitar Tahun 2027

Ibu Ketua Dharma Wanita Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto telah menghadiri undangan Musrenbang RKPD Kabupaten Blitar tahun 2027

Pemerintah kabupaten Blitar melalui Bappeda litbang mengelar acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang ) Kabupaten Blitar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ) tahun 2027 yang di gelar di pendopo Ronggo Hadi Negoro

Acara di hadiri oleh Bupati Blitar Drs, H Rijanto MM , Sekda Kabupaten Blitar , Forkompimda , Wakil Ketua Dewan , Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur , Staf Ahli beserta jajaran , assosiasi serta Direktur Badan Usaha

Musrenbang Ini menjadi forum strategis untuk menyepakati arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah dengan mengusung tema " Akselerasi Peningkatan Daya Saing Pertanian Yang Berorientasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif , DidukungKualitas Sumber Daya Manusia Infrastruktur Berkelanjutan dan Pelayanan Dasar Berkualitas "

Sejumlah prioritas pembangunan akan di dorong , diantara nya percepatan penurunan kemiskinan , peningkatan akses pendidikan dan kesehatan , penguatan sektor pertanian dan komoditas unggulan daerah , percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan , serta peningkatan tata kelola pemerintahan dan pendapatan asli daerah

Penulis : H-M

(Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar )
Program: Penyampaian Informasi

6710-03-2026SIRAMAN ROHANI KORPRI " MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN ASN UNTUK KESEIMBANGAN KARIER , KELUARGA DAN IBADAH" Pada hari ini Selasa, 10 Maret 2026 Ketua Dharma Wanita Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blitar menghadiri kegiatan Sirman Rohani bertempat di Pendopo SAP Kanigoro Pembicara Bapak Prof Dr Kyai Agus Zaenul Fikri MPD Rektor UIN Tulungagung dengan tema MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN ASN UNTUK KESEIMBANGAN KARIER , KELUARGA DAN IBADAH. Membangun Harmoni Kehidupan ASN untuk Keseimbangan Karier, Keluarga, dan Ibadah" artinya adalah sebuah upaya sadar dan terencana oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menciptakan keselarasan, ketenangan, dan keseimbangan antara tiga pilar utama kehidupan: tuntutan pekerjaan (karier), tanggung jawab rumah tangga (keluarga), dan ketaatan kepada Tuhan (ibadah). Harmoni Kehidupan (Work-Life Balance): Bukan berarti membagi waktu 33% untuk setiap bagian, melainkan menciptakan situasi di mana ASN bisa bekerja dengan tenang (produktif), mencintai keluarga (tenang), dan beribadah dengan khusyuk (spiritual) tanpa ada salah satu yang dikorbankan secara ekstrem. Keseimbangan Karier: Melaksanakan fungsi ASN sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan, dan perekat bangsa secara profesional dan berintegritas. Keseimbangan Keluarga: Menjaga kehangatan, kasih sayang, dan memberikan waktu berkualitas bagi keluarga, yang pada akhirnya menunjang produktivitas kerja. Keseimbangan Ibadah: Menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah, sehingga tugas negara dilaksanakan dengan tanggung jawab moral tinggi.Tujuan utamanya adalah menciptakan ASN yang tangguh, bahagia, tidak stres, produktif, serta mampu memberikan pelayanan prima karena memiliki mental dan kehidupan sosial yang stabil.Membangun harmoni kehidupan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyeimbangkan karier, keluarga, dan ibadah sangatlah penting karena menciptakan work-life balance yang sehat, yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan mental individu. Harmonisasi ini merupakan bagian integral dari core values ASN "BerAKHLAK", yang menuntut ASN untuk peduli dan menghargai lingkungan sekitar. Ketika ASN memiliki kehidupan pribadi yang seimbang, mereka cenderung lebih fokus, tidak mudah stres, dan lebih produktif dalam bekerja. ASN yang bahagia dan tenang di rumah akan lebih prima dalam memberikan layanan yang berkualitas dan inklusif kepada masyarakat. Hubungan keluarga yang positif menciptakan lingkungan aman, meningkatkan kebahagiaan, dan mendukung kesehatan mental ASN.Mengatur waktu yang baik antara pekerjaan dan rumah membantu mengatasi persoalan rumah tangga dengan lebih bijak, sehingga terhindar dari konflik yang bisa merusak kinerjaMengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pekerjaan membuat ASN bekerja dengan etos kerja tinggi, jujur, dan berintegritas, Menyeimbangkan ibadah dengan tanggung jawab duniawi mencegah ASN dari tindakan menyimpang (seperti korupsi) karena adanya rasa tanggung jawab kepada Tuhan, Lingkungan kerja yang harmonis dan seimbang meminimalisir potensi konflik dan perselisihan, baik internal maupun eksternal. ASN yang seimbang adalah aset yang mendukung tercapainya birokrasi profesional, adaptif, dan berintegritas. Dengan demikian, harmoni antara karier, keluarga, dan ibadah bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi ASN untuk bekerja, mengabdi, dan hidup bahagia. Membangun harmoni kehidupan ASN untuk keseimbangan karier, keluarga, dan ibadah harus berjalan seimbang karena akan menciptakan lingkungan kerja yang produktif, meningkatkan kesehatan mental dan fisik, serta memastikan pelayanan publik tetap maksimal tanpa mengabaikan kehidupan pribadi dan spiritual. Riset menunjukkan bahwa ASN yang memiliki keseimbangan hidup lebih baik cenderung lebih fokus, kreatif, dan produktif di tempat kerja. Sebaliknya, ketidakseimbangan (terlalu memprioritaskan karier) dapat menyebabkan burnout, stres kronis, dan penurunan kinerja.Keharmonisan keluarga adalah kunci utama yang menunjang produktivitas dan kualitas pelayanan publik. Keluarga yang mendukung memberikan energi positif untuk bekerja dengan lebih baik, Keseimbangan membantu mengurangi stres, menjaga kesehatan tubuh, dan mencegah kelelahan fisik maupun mental. Sebagai individu yang religius, ASN perlu menyeimbangkan komitmen profesional dengan waktu beribadah untuk ketenangan hati dan integritas diri.Keseimbangan (atau work-life balance) membuat ASN lebih bahagia, meningkatkan loyalitas, dan mengurangi risiko stres kronis yang dapat mempengaruhi performa organisasi. Ringkasnya, keharmonisan antara karier, keluarga, dan ibadah menghasilkan ASN yang "Bekerja, Mengabdi, dan Bahagia"..cara yang dapat dilakukan berdasarkan prinsip manajemen waktu dan etika kerja: Alokasikan blok waktu khusus untuk pekerjaan fokus, rapat, dan istirahat. Hindari prokrastinasi agar pekerjaan tidak menumpuk dan merembet ke waktu keluarga atau ibadah. Menjaga kedisiplinan kerja menciptakan budaya positif, yang memungkinkan pelayanan prima berjalan tanpa mengorbankan kehidupan pribadi. Jadwalkan waktu khusus untuk keluarga, misalnya di akhir pekan, dan komitmen untuk tidak diganggu oleh urusan kantor. Bangun komunikasi terbuka dengan pasangan dan anak mengenai tuntutan pekerjaan agar tercipta saling pengertian. Jangan ragu untuk mengambil cuti jika diperlukan untuk penyegaran atau keperluan mendesak keluarga. Jadikan setiap tetesan keringat dan lelah dalam bekerja sebagai bentuk ibadah dengan meniatkannya karena Allah SWT. Jadikan waktu ibadah (misalnya shalat tepat waktu) sebagai jangkar waktu. Hentikan pekerjaan sejenak untuk ibadah, yang juga berfungsi sebagai jeda istirahat produktif. Integritas ASN dalam bekerja mencerminkan nilai-nilai religius yang dianut, sehingga kinerja tinggi tidak mengabaikan kewajiban spiritual. Saling menghargai, menolong sesama rekan kerja, dan menciptakan lingkungan kondusif.. Saling menghargai, menolong sesama rekan kerja, dan menciptakan lingkungan kondusif. Dengan manajemen waktu yang bijak dan prioritas yang jelas, ASN dapat tetap berprestasi (karier), harmonis di rumah (keluarga), dan tenang dalam beribadah. Demikian laporan dari Kami, semoga bermanfaat (Oleh Ririn Fitriana)
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
6806-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Kabupaten Blitar Laporan kegiatan KEGIATAN GERAKAN BELANJA KE PASAR TRADISIONAL Diikuti oleh UP DWP DINAS SOSIAL KABUPATEN BLITAR dan beberapa OPD lainnya diantaranya DInas Kesehatan, DInas Kominfotiksan, Dinas Koperasi , Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Kecamatan Garum Jumat, 6 Maret 2026 Jam 08.00 Lokasi Pasar Garum Kabupaten Blitar Ringkasan Kegiatan : Rangkaian aktivitas kegiatan yang dilakukan - Menemui Kepala Pasar untuk koordinasi terkait dengan kedatangan rombongan ibu ibu dwp yang akan berbelanja sekaligus meminta stampel administrasi aktivitas di pasar - Dokumentasi awal, aktivitas belanja dan akhir belanja - Membagi ibu ibu menyebar ke berbagai blok pasar untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan bertujuan tidak menggerombol di satu titik - Berbelanja sesuai dengan kebutuhan - Menyapa dan berdialog dengan beberapa pedagang pasar - Merekap nota belanja para anggota untuk melihat perputaran uang yang masuk di Pasar Garum dan menyerahkan ke OPD terkait - Selesai - Tujuan kegiatan Gerakan belanja pasar di pasar tradisional - Gerakan belanja di pasar tradisional yang diikuti oleh anggota Dharma Wanita adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, dalam mendukung perekonomian lokal dan meningkatkan kualitas hidup keluarga. Tujuan Gerakan Belanja di Pasar Tradisional: 1. Mendukung Perekonomian Lokal: Gerakan belanja di pasar tradisional bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk-produk lokal, sehingga dapat meningkatkan pendapatan pedagang dan masyarakat sekitar. 2. Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga: Dengan membeli produk-produk lokal, ibu-ibu rumah tangga dapat memperoleh bahan makanan yang segar dan berkualitas, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga. 3. Menghemat Biaya: Belanja di pasar tradisional dapat menghemat biaya karena harga produk-produk lokal lebih murah dibandingkan dengan harga di supermarket. 4. Meningkatkan Interaksi Sosial: Gerakan belanja di pasar tradisional juga bertujuan untuk meningkatkan interaksi sosial antara ibu-ibu rumah tangga dan pedagang, sehingga dapat memperkuat hubungan sosial dan komunitas. Pelaksanaan Belanja ibu ibu melaksanakan kegiatan berbelanja sesuai dengan kebutuhan rumah tangganya diantaranya 1. Sayur segar : bayam , labu Siam, sayuran hijau, wortel, mentimun, dan lainnya 2. Protein : telur, tempe, tahu dan daging ayam 3. Bumbu dapur : garam, gula, terasi, bawang merah bawang putih , bawang Bombay, cabe rawit, cabe merah, cabe keriting , empon empon, bumbu kering lainnya 4. kebutuhan pokok lain : minyak, kecap, kacang tanah, beras, terigu, kacang hijau 5. buah buahan : buah naga, pisang, jambu biji, blewah 6. Bahan kering : kerupuk, beberapa kue kering, bawang goreng 7. Ikan hias Manfaat bagi Anggota Dharma Wanita: 1. Meningkatkan Keterampilan: Anggota Dharma Wanita dapat meningkatkan keterampilan dalam berorganisasi, berkomunikasi, dan mempromosikan produk-produk lokal kepada masyarakat lainnya di sekitarnya agar berbelanja di pasar tradisional 2. Meningkatkan Jaringan: Anggota Dharma Wanita dapat meningkatkan jaringan dengan pedagang, masyarakat, dan organisasi lainnya. 3. Meningkatkan Kepedulian: Anggota Dharma Wanita dapat meningkatkan kepedulian terhadap perekonomian lokal dan kualitas hidup keluarga. Dengan demikian, gerakan belanja di pasar tradisional yang diikuti oleh anggota Dharma Wanita dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung perekonomian lokal dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: Dinas Sosial
6905-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR Dharma Wanita persatuan Dinas Sosial Kabupaten Blitar. Laporan kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar Kamis,5 Maret 2026 Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Kab. Blitar * Acara dihadiri oleh Ketua Panitia, Ibu Hj Ninik Rijanto, Bapak Bupati Blitar yg diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Ketua Baznas Kabupaten Blitar, seluruh pengurus GOW dan anggota GOW Kabupaten Blitar, UMKM Binaan GOW Kabupaten Blitar * Tausiah disampaikan oleh Kyai Hj. Drs. Agus Muadin •Hiburan/Sholawat oleh Grup sholawat Sonata tawangrejo * Acara Inti : 1. Pembukaan :       - santunan anak yatim piatu       - menyanyikan lagu Indonesia Raya       - Pembukaan dengan bacaan Ummul Quran     - Pembacaan Ayat Suci Al-quran oleh Ustadzah Ulayah Kumilaila     - Sambutan Bupati Blitar (yang diwakili oleh Plt. Asisten pemerintahan dan kesra Wiji Asrori, S.Pd., M.Pd Menyampaikan beberapa informasi kepada tamu undangan : * Pasar Murah tanggal 10 maret 2026 08.00-selesai bertempat di lapangan Kankab Blitar, dilanjut Sore hari pembagian takjil dari Korpri Dinas Pendidikan Dan kebudayaan Kabupaten Blitar bertempat di depan Kankab Blitar. * Program Prabowo menggelorakan ASRI Aman Sehat Resik Indah setiap Hari Jumat agar tecipta lingkungan yang asri. kembalikan kesadaran untuk cinta kebersihan di lingkungan sekitar setiap Hari Selasa dan Jumat menggelorakan program ASRI. 2. Acara Inti     - Penyampaian Tausiah oleh Kyai Hj. Drs. Agus Muadin. Tema : Ringkasan Materi : * Sebelum terlahir ke dunia kita semua sudah melalui beberapa fase kehidupan antaranya : Fase kehidupan di alam arwah. Sebelum kita terlahir ke dunia masih berbentuk roh roh diletakkan di Alam arwah kemudian di tanya oleh Allah "Alastu birobbikum?" Apakah kmu yakin klo Aku ini Tuhanmu? Jikalau roh yang iman tersebut menjawab "Qolu Bala" Iya/Betul wahai Tuhanku. Seketika roh itu langsung di tiupkan ke Alam Arham ( Rahim ) * Alam arham setelah 120 hari lamanya. Di alam arham ini kita semua sudah dicatatkan 3 takdirnya yaitu rejeki,amal,umur. Makanya kita harus yakin tidak ada rezeki yang tertukar semuanya sudah tertakar. Rata rata usia hidup manusia diberikan Allah kurang lebih hanya 60-70 tahun saja. sahabat nabi bertanya "Jilakau ada umat Nabi yang usianya lebih dari 70 tahun?" nabi menjawab "hanya sedikit sekali umat Ku yang sampai usia lebih dari 70 tahun" semoga yang di beri usia lebih dari 70 tahun di berikan rahmat oleh Allah SWT. * Ada beberapa rumusan yang bisa memperpanjang umur yaitu awet sehat, sepuh gaseh, sehat tanpa obat. * Jikalau ada seserorang yang ingun dipanjang umurnya di lebarkan rejekinya maka sering seringlah bersilaturahmi. * Etika bersilaturahmi :1. jikalau ada undnagan reuni diusahakan datang. 2 berpakaian yang sederhana agar tidak menumbulkan iri atau minder antara keliarga yang kaya dengan keluarga yang miskin. 3 jikalau yang ketempatan menjadi tuan rumah adalah orang yang kaya/mampu janganlah terlalu menghidangkan hidangan yang terlampau mewah yang sederhana agar keluarga selanjutnya yang mendapatkan giliran tidak merasa minder atau memaksakan diluar mekemampuan mereka. 4 jangan pamer tentang harta, kekayaan,jabatan, anak sukses. Jika tidak disapa atau disambut hangat oleh keluarga maupun teman kita tidak boleh membalasnya seperti itu juga, kita harus tetap menyapa duluan menyambut duluan walaupun tidak dihargai. * Alam dunia. Ketika di alam dunia manusia akan di uji dengan beberapa ribuan ujian diantara: * Di uji dengan keluarganya contohnya istrinya sabar suaminya kasar, istrinya tega an dengan suami, suaminya yang justru sabar, menantu di benci mertua, anak dibenci orang tuanya. Kita sebagai orang tua dan mertua hendaknya kita selalu sayang kepada anak dan menantu tidak boleh membeda bedakan karena jika kita tua nanti kebanyakan justru anak yang kita benci menantu yang kita benci justru itu yang tulus merawat kita kelak dari pada anak yang kita sayang yang kita puji puji semasa kita masih sehat dulu. Begitupun dengan suami/istri kita hendaknya saling menyanyangi mencintai karena ketika kita tua kelak yang menemani kita nanti adalah suami/istri kita bukan saudara bukan juga anak karena mereka akan memiliki tanggungjawab dan kehidupan sendiri seteah mereka menikah dan berkeluarga. Maka dari itu upayakan untuk mandiri, awet sehat, sepuh gaseh, sehat tanpa obat agar tidak merepotkan siapa siapa. * Diuji dengan harta * Diuji dengan tetangganya terangga julid * Diuji dengan anak yang durhaka tidak mengerti dengan kondisi kedua orang tuanya 3. Penutup * Pembacaan doa * Pembagian door prize kepada peserta yang beruntung
Program: HUMAS
Pelaksana: Dinas Sosial
7005-03-2026SIRAMAN ROHANI DAN SANTUNAN ANAK YATIM DI BULAN RAMADHAN 1447 H / 2026 M Pada hari ini Kamis, 05 Marer 2026 Dharma Wanita Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga berencana kabupatean Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang bertempat di Pendopo SAP Kanigoro dengan pembicara Bapak Drs. Agus Muadhim pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan. Siraman rohani di bulan Ramadhan bertujuan untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan umat Islam, sekaligus mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menjalankan ibadah puasa. tujuan utama dari kegiatan siraman rohani/tausiyah selama bulan Ramadhan: Meningkatkan Kualitas Ibadah: Memberikan panduan dan wawasan agama agar ibadah, baik puasa maupun ibadah sunnah lainnya, dilaksanakan sesuai tuntunan dan mencapai kualitas yang lebih baik. Pembinaan Mental dan Spiritual: Menjadi ajang refleksi, introspeksi diri, dan pembinaan mental spiritual untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Penyucian Hati: Mempersiapkan hati yang bersih dalam menyambut dan mengisi bulan suci, agar lebih fokus dalam beribadah dan menjauhi maksiat. Peningkatan Ilmu Agama: Menambah wawasan keislaman mengenai keutamaan Ramadhan, hukum-hukum puasa, dan amalan-amalan yang dianjurkan.. Mempererat Silaturahmi: Menjadi sarana untuk memperkuat hubungan persaudaraan (ukhuwah) di antara sesama umat Muslim, terutama di lingkungan kantor atau masyarakat. . Dengan adanya siraman rohani, diharapkan puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menjadi ajang pembelajaran (tarbiyah) untuk mencapai derajat takwa. Harapannya, nilai-nilai religius dapat senantiasa hidup dan menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.. Selama Ramadan, umat Muslim bertujuan untuk tumbuh secara spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah dan orang-orang yang mereka cintai . Mereka melakukan ini dengan menahan diri dari makan dan kesenangan lainnya seperti merokok, minum, dan hubungan seksual antara matahari terbit dan matahari terbenam setiap hari.Ramadan adalah momen untuk menata ulang iman dan membersihkan diri dari dosa. Santunan anak yatim adalah sedekah mulia dalam Islam untuk membantu kebutuhan hidup (pangan, sandang, pendidikan) anak yang ditinggal ayahnya sebelum baligh. Amalan ini menjanjikan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga, pahala besar, dan menghapus kesulitan hidup.Keutamaan nya yaitu Dekat dengan Rasulullah SAW: Orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan Nabi Muhammad SAW di surga. Menghilangkan Kesusahan: Membantu anak yatim akan menghilangkan kesusahan di dunia dan akhirat. Penghalang Neraka: Sedekah kepada anak yatim, sekecil apa pun, dapat menjadi pelindung dari siksa neraka. Momen Spesial: Santunan sangat dianjurkan, khususnya pada bulan Muharram dan Ramadhan. Anak yatim yang berhak menerima adalah mereka yang fakir atau miskin. Anak yatim yang sudah kaya seharusnya bersedekah, bukan menerima. Usia santunan umumnya diberikan hingga anak tersebut baligh atau mencapai tingkat pendidikan SMA. Menyantuni anak yatim tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam membantu mereka. Setiap Ramadan, siraman rohani dan santunan anak yatim menjadi dua agenda utama yang "baik" dan identik karena keduanya merupakan kombinasi sempurna antara penyucian jiwa (spiritual) dan kepedulian sosial (sosial). Ramadan adalah waktu di mana pahala dilipatgandakan, sehingga amalan ini menjadi sangat istimewa. Pembinaan Mental dan Spiritual: Siraman rohani atau ceramah (kultum) Ramadhan memberikan asupan rohani, pengingat akan keutamaan bulan suci, serta memotivasi diri untuk meningkatkan ketaqwaan. Latihan Menahan Nafsu: Selain lapar dan haus, puasa mengajarkan menahan diri dari perilaku negatif (bergosip, berbohong, marah). Siraman rohani membantu meneguhkan disiplin diri tersebut. Mendekatkan Diri pada Allah: Ceramah Ramadhan sering membahas tentang makna puasa, Al-Qur'an, dan malam Lailatul Qadar, yang membantu umat fokus pada tujuan utama Ramadhan: meningkatkan ketaqwaan. Islam sangat memuliakan anak yatim, terutama saat momen berbagi di bulan yang penuh berkah. Pahala Setara Berjihad/Dekat dengan Nabi: Menyantuni anak yatim memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan beliau di surga. Menghapus Dosa & Menolak Bala: Sedekah kepada anak yatim diyakini dapat menutup 70 pintu kejahatan, membersihkan harta, dan menjauhkan dari musibah. Wujud Empati dan Kasih Sayang: Ramadan mengajarkan rasa lapar agar timbul empati kepada kaum dhuafa. Santunan anak yatim adalah perwujudan nyata dari solidaritas sosial dan kasih sayang, terutama di momen bahagia berbuka puasa. Perpaduan keduanya menciptakan Ramadan yang bermakna. Siraman rohani menenangkan batin (hablun minallah), sementara santunan anak yatim merajut persaudaraan (hablun minannas). Keduanya menyempurnakan ibadah puasa, menjadikan diri lebih baik secara individu sekaligus lebih peka secara sosial. Ramadan menjadi periode ketika pahala dilipatgandakan. Setiap amal kebaikan mendapatkan balasan yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Karena itu, sedekah yang dilakukan pada bulan ini memiliki keutamaan yang sangat tinggi. Salah satu keutamaan utama sedekah di bulan Ramadan adalah ganjaran yang berlipat.Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Keutamaan ini menjadi alasan kuat bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal kebaikan Ramadhan. Demikian Laporan iini kami sampaikan atas perhatiannya disampaikan terima kasih dan semoga bermanfaat (By Ririn Fitriana)
Program: HUMAS
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
7112-02-2026

Dharmawanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Disperindag Kab. Blitar. Telah mengadakan pertemuan rutin dua bulan sekali

1.

Dharmawanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Rabu / 12 Februari 2026
3. Pukul : 11.00-13.00
4. Peserta : 25 Orang (Operator e reporting dari UP DWP di Kab. Blitar
5. Acara : Bimbingan dan nasehat dari kepala dinas dan ibu ketua Ny Dwi Retnanik Darmadi.

Susunan Acara
1. Pembukaan oleh MC Ny Novi Nuraliza
2. Sambutan
3. Do’a
4. Sambutan oleh ibu ketua Dharmawanita.

Tujuan dari kegiatan Ini sebagai sarana untuk memberikan sosialisasi kegiatan dan pemahaman bagi anggota DWP DISPERINDAG Kabupaten Blitar untuk menyampaikan kewajiban istri ASN untuk aktif di dharmawanita dan juga informasi tentang pelaporan kegiatan secara cepat dan tepat serta mampu meningkatkan kinerja laporan. Selain itu sebagai kita di era globalisasi yang semula dari system manual ke system IT. Dengan harapan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar lebih baik dan berkembang. Disamping itu juga diharapkan peserta kegiatan ini dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini kita lakukan sebagai bentuk komitmen kepada organisasi sebagai implementasi dari salah satu poin dalam rencana strategis Dharma Wanita Persatuan.

Dalam sambutannya Ibu Hartatik menyatakan :

Dalam era digital yang terus berkembang pesat ini, teknologi informasi menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Pemanfaatan teknologi informasi, khususnya dalam hal pelaporan, menjadi sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja organisasi. Oleh karena itu, pelatihan e-reporting ini merupakan langkah yang sangat tepat dan strategis untuk memperkuat kemampuan kita dalam mengelola informasi dan data secara lebih baik dan terintegrasi.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis bagi para operator e reporting DWP dalam mengoperasikan sistem e-reporting. Dengan demikian, diharapkan para operator dapat mengelola pelaporan kegiatan dengan lebih cepat, akurat, dan transparan. Selain itu, melalui pelatihan ini, kita juga berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan akuntabilitas DWP kepada seluruh anggotanya.

Selanjutnya,

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan acara ini. Terima kasih kepada seluruh anggota yang menyempatkan dan meluangkan waktu untuk bisa hadir dalam kegiatan ruti, dan berharap setiap undangan di hadiri selluruh anggota DWP.

Akhir kata, saya berharap pertemuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua dan membawa DWP Disperindag Kab Blitar menjadi organisasi yang lebih modern, profesional, dan berkinerja tinggi. Pada akhirnya e reporting Kabupaten Blitar bisa berjaya di tingkat Provinsi. Marilah Ibu2, kita bersama-sama berkomitmen untuk terus belajar dan berinovasi demi kemajuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.

Penulis : Nana Qomariana (Dinas Perindustian Dan Perdagangan)
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Perindustrian Dan Perdagangan
7224-02-2026

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Menghadiri Kegiatan Rapat Kerja Persiapan Rangkaian Acara Menyambut Bulan Ramadhan Tahun 2026.

Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/ Konsolidasi

I. DASAR KEGIATAN
Surat Undangan dari Ibu Ketua Unsur Pelaksana DWP Dinas PUPR Kabupaten Blitar untuk Kegiatan Rapat Kerja Persiapan Rangkaian Acara Menyambut Bulan Ramadhan Tahun 2026.

II. WAKTU DAN TEMPAT
1. Hari/Tanggal : Selasa/ 24 Februari 2026
2. Pukul : 10.00 WIB s.d. 12.00 WIB
3. Tempat : Ruang Rapat Lt. II Kantor Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Jl. S. Supriyadi No. 86 Blitar
4. Acara : Rapat Kerja Persiapan Rangkaian Acara Menyambut Bulan Ramadhan Tahun 2026

III. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Mempersiapkan rangkaian kegiatan menyambut Bulan Ramadhan Tahun 2026.
2. Menyusun kepanitiaan dan pembagian tugas.
3. Meningkatkan koordinasi dan kekompakan antar anggota DWP.
4. Menyukseskan seluruh agenda kegiatan Ramadhan secara tertib dan lancar.

IV. PESERTA YANG HADIR
Acara tersebut dihadiri oleh Ibu Ketua Unsur Pelaksana DWP Dinas PUPR Kabupaten Blitar beserta ibu – ibu pengurus sejumlah 20 orang dari semua bidang.

V. RANGKAIAN KEGIATAN
1. Pembukaan dan penyampaian materi Rapat oleh ibu Ketua Unsur Pelaksana DWP Dinas PUPR Kabupaten Blitar
2. Masukan dan saran dari semua anggota Unsur Pelaksana DWP Dinas PUPR Kabupaten Blitar.
3. Pembacaan Kesimpulan hasil rapat kerja oleh ibu Ketua Unsur Pelaksana DWP Dinas PUPR Kabupaten Blitar

VI. HASIL RAPAT
Adapun hasil Rapat Kerja Persiapan Rangkaian Acara Menyambut Bulan Ramadhan Tahun 2026 sebagai berikut:
1. Menetapkan rangkaian kegiatan Ramadhan, antara lain:
o Kegiatan Siraman Rohani
o Santunan anak yatim
o Pembagian takjil / bakti sosial
o Bazar Ramadhan (apabila ada)
o Kegiatan internal DWP lainnya
2. Membentuk susunan kepanitiaan kegiatan Ramadhan Tahun 2026.
3. Menentukan jadwal pelaksanaan masing-masing kegiatan.
4. Menyepakati sumber pendanaan kegiatan.
5. Membagi tugas dan tanggung jawab kepada masing-masing anggota.

VII. PENUTUP
Rapat Kerja Persiapan Rangkaian Acara Menyambut Bulan Ramadhan Tahun 2026 berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Diharapkan seluruh anggota dapat melaksanakan tugas yang telah disepakati demi terselenggaranya kegiatan Ramadhan yang sukses dan bermanfaat.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

7326-02-2026

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Menghadiri Kegiatan Siraman Rohani di Bulan Ramadhan Tahun 2026.

Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Ceramah

I. DASAR KEGIATAN
Kegiatan Siraman Rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan Tahun 2026.

II. WAKTU DAN TEMPAT
1. Hari/Tanggal : Kamis/ 26 Februari 2026
2. Pukul : 08.00 WIB s.d. 11.00 WIB
3. Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kecamatan Kanigoro
4. Acara : Kegiatan Siraman Rohani di Bulan Ramadhan Tahun 2026

III. TUJUAN KEGIATAN.
1. Menjalin dan mempererat silaturahim antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.
2. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.
3. Menumbuhkan semangat ukhuwah islamiyah serta kepedulian sosial.

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan Siraman Rohani pada hari Kamis, 26 Februari 2026, bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Jl. Kusuma Bangsa No. 60 Kanigoro, Blitar. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB.

IV. PESERTA YANG HADIR
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I mewakili Bapak Bupati Kabupaten Blitar, Ibu Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar, Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ibu Ketua Persit Candra Kirana Kabupaten Blitar, Ibu Ketua Perwosi Kabupaten Blitar, serta ibu-ibu anggota organisasi wanita lainnya yang ada di Kabupaten Blitar.

Perwakilan dari Unsur Pelaksana DWP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar berjumlah 10 orang, yaitu:
1. Ibu Ketua Ny. Ratna Dewi Agus Zaenal A.
2. Ny. Aris Dwi N.
3. Ny. Dwi Wahyu
4. Ny. Tekad Sariadi
5. Ny. Beny
6. Ny. Ridwan
7. Ny. Agung
8. Astrini DS.
9. Erna S.
10. Citra Oktaviani

V. RANGKAIAN KEGIATAN
1. Pembukaan dengan iringan Sholawat Nabi oleh Tim Hadroh RSUD Srengat “Sifa’ul Qolbi”.
2. Sambutan-sambutan.
3. Mauidhoh Hasanah oleh Kyai Mukorobin dari Kecamatan Kanigoro dengan tema “Suka Cita Menyambut Ramadhan”.

Mauidoh hasanah disampaikan oleh Kyai Mukorobin dari Kecamatan Kanigoro dengan tema “Suka Cita Menyambut Ramadhan”. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bagaimana kita sebagai Muslimah, sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagai bagian dari masyarakat sosial dapat menjadikan momentum Ramadhan setiap tahunnya sebagai sarana untuk memperbaiki diri serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar setiap bulan Ramadhan dalam rangka menjalin silaturahim dan mempererat ukhuwah islamiyah di jajaran seluruh organisasi wanita yang ada di Kabupaten Blitar. Terdapat 29 perwakilan dari masing-masing organisasi wanita yang diharapkan dapat memeriahkan kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur dan komitmen dalam menyambut bulan suci Ramadhan setiap tahunnya.

Acara yang dihadiri hampir seribu peserta ini dibuka dengan iringan sholawat Nabi yang dibawakan oleh Tim Hadroh RSUD Srengat “Sifa’ul Qolbi”. Pada kesempatan tersebut diagendakan beberapa rangkaian kegiatan, antara lain:
1. Santunan anak yatim sebanyak 20 anak dari putra-putri yang membutuhkan.
2. Pembagian door prize.
3. Bazar Ramadhan yang mewadahi UMKM di lingkungan organisasi wanita.
4. Sesi tanya jawab oleh tiga penanya dengan pertanyaan mengenai:
- Keutamaan puasa Ramadhan bagi kesehatan.
- Hukum zakat fitrah yang digunakan untuk MBG.
- Doa untuk mertua agar terjalin hubungan yang baik dengan menantu.

JAWABAN DARI PERTANYAAN 1
Puasa Ramadhan memiliki banyak keutamaan bagi kesehatan, di antaranya:
1. Detoksifikasi Tubuh: Puasa membantu tubuh membersihkan diri dari racun dan zat-zat berbahaya.
2. Meningkatkan Sistem Imun: Puasa dapat meningkatkan sistem imun tubuh dengan meningkatkan produksi sel-sel imun.
3. Mengurangi Risiko Penyakit: Puasa dapat mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
4. Meningkatkan Kesehatan Jantung: Puasa dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung.
5. Membantu Menurunkan Berat Badan: Puasa dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan kalori.
6. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan: Puasa dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dengan memberikan istirahat pada sistem pencernaan.
7. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Puasa dapat mengurangi stres dan kecemasan dengan meningkatkan produksi hormon serotonin.
8. Meningkatkan Kualitas Tidur: Puasa dapat meningkatkan kualitas tidur dengan mengatur pola tidur yang lebih sehat.
Namun, perlu diingat bahwa puasa harus dilakukan dengan sehat dan tidak berlebihan, serta memperhatikan asupan nutrisi yang cukup saat berbuka dan sahur.

JAWABAN DARI PERTANYAAN 2
Hukum zakat fitrah adalah sebagai berikut:
1. Wajib: Zakat fitrah adalah wajib bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan untuk membayarnya.
2. Batas Waktu: Zakat fitrah harus dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri, yaitu pada bulan Ramadhan.
3. Jumlah: Jumlah zakat fitrah adalah 1 sha' (sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter) dari bahan makanan pokok, seperti beras, gandum, atau kurma.
4. Penerima: Zakat fitrah diberikan kepada fakir miskin, orang-orang yang membutuhkan, dan golongan-golongan yang berhak menerima zakat.
5. Niat: Niat membayar zakat fitrah harus dilakukan dengan ikhlas dan hanya untuk Allah SWT.
6. Pembayaran: Zakat fitrah dapat dibayarkan secara langsung kepada penerima atau melalui lembaga zakat yang resmi.

JAWABAN DARI PERTANYAAN 3
Berikut adalah doa untuk mertua agar terjalin hubungan yang baik dengan menantu:
"Ya Allah, saya berdoa kepada-Mu agar Engkau memberikan keberkahan dan kasih sayang kepada mertua saya. Saya mohon agar hubungan saya dengan mertua saya menjadi baik dan harmonis, seperti hubungan antara orang tua dan anak. Berikanlah mereka kebijaksanaan dan kesabaran dalam menghadapi saya, dan berikanlah saya juga kebijaksanaan dan kesabaran dalam menghadapi mereka. Jadikanlah kami semua sebagai keluarga yang saling mencintai dan menghormati, dan semoga kami semua dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Amin."
Doa ini dapat dibaca secara pribadi atau bersama-sama dengan mertua, dan dapat diiringi dengan doa-doa lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.

Kegiatan Siraman Rohani ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi kegiatan.

VI. PENUTUP
Kegiatan Siraman Rohani ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Blitar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat serta diharapkan dapat meningkatkan keimanan, kebersamaan, dan solidaritas antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi pelaksanaan kegiatan Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.

Program: Ceramah
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

7428-02-2026

Kegiatan siraman rohani yang dilaksanakan di Pendopo Sasana Adhi Pradana merupakan salah satu agenda rutin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar sebagai bentuk pembinaan mental dan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota organisasi wanita. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan maupun dalam rangka memperingati hari-hari besar keagamaan, sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta integritas moral aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam diri setiap ASN. Sebagai unsur utama dalam penyelenggaraan pemerintahan, ASN dituntut untuk memiliki kompetensi, profesionalisme, serta integritas yang tinggi. Namun demikian, kemampuan teknis dan profesional saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan pembinaan mental dan spiritual yang baik. Pembinaan spiritual diharapkan mampu membentuk karakter ASN yang berakhlak mulia, jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran tinggi akan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kegiatan siraman rohani ini dilaksanakan di lingkungan pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Blitar yang berlokasi di wilayah Kanigoro sebagai ibu kota Kabupaten Blitar. Pemilihan lokasi di pendopo Sasana Adhi Pradana memiliki makna tersendiri, karena pendopo tersebut merupakan pusat kegiatan resmi pemerintahan daerah yang sering digunakan untuk kegiatan pembinaan, koordinasi, serta kegiatan yang bersifat seremonial maupun pembinaan kepegawaian. Dengan dilaksanakannya kegiatan siraman rohani di tempat tersebut, diharapkan dapat memberikan suasana yang khidmat, tertib, serta memberikan nilai simbolis bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan.

Peserta kegiatan siraman rohani terdiri dari berbagai unsur, antara lain ASN dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, pegawai non-ASN, serta anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang merupakan organisasi yang menghimpun berbagai organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Kehadiran ASN dan anggota organisasi wanita dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas spiritual serta memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelaksanaan kegiatan biasanya dimulai pada pagi hari dengan suasana yang tertib dan penuh kekhusyukan. Para peserta hadir dengan tertib dan menempati tempat yang telah disediakan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk pengagungan terhadap firman Tuhan Yang Maha Esa serta sebagai pembuka yang membawa suasana religius. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an diharapkan mampu memberikan ketenangan batin serta membuka hati para peserta untuk menerima pesan-pesan spiritual yang akan disampaikan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Blitar. Dalam sambutan tersebut biasanya disampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan spiritual. ASN diingatkan bahwa tugas sebagai aparatur negara merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, serta dedikasi yang tinggi. ASN juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat, baik dalam sikap, perilaku, maupun dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Acara inti dari kegiatan ini adalah penyampaian siraman rohani atau tausiyah yang disampaikan oleh penceramah yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan. Dalam tausiyah tersebut, disampaikan berbagai materi yang berkaitan dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan, pentingnya kejujuran dalam bekerja, tanggung jawab moral sebagai aparatur pemerintah, serta pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Penceramah juga menyampaikan pentingnya menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah, sehingga setiap tugas yang dilaksanakan tidak hanya bernilai administratif, tetapi juga bernilai spiritual.

Selain itu, disampaikan pula pesan tentang pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama pegawai, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Lingkungan kerja yang harmonis akan memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya pembinaan spiritual secara rutin, diharapkan ASN mampu mengendalikan diri, menjaga etika, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.

Kegiatan siraman rohani juga menjadi sarana refleksi diri bagi ASN untuk mengevaluasi diri, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah. Melalui kegiatan ini, ASN diharapkan mampu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kesadaran spiritual yang kuat akan membantu ASN dalam menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan dalam pekerjaan, serta membantu dalam mengambil keputusan yang bijaksana dan sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika.

Selain memberikan manfaat spiritual, kegiatan ini juga memberikan manfaat sosial yang sangat penting. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar ASN, pegawai, serta anggota organisasi wanita. Interaksi yang terjadi dalam kegiatan ini mampu memperkuat hubungan kerja, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan kondusif. Kebersamaan yang terjalin dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan.

Dalam beberapa kesempatan, kegiatan siraman rohani juga diisi dengan kegiatan sosial, seperti pemberian santunan kepada anak yatim atau masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Pemerintah Kabupaten Blitar terhadap masyarakat serta sebagai wujud implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan tersebut, ASN diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial terhadap sesama.

Pelaksanaan kegiatan siraman rohani ini secara umum berjalan dengan lancar, tertib, dan khidmat. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Materi yang disampaikan oleh penceramah dapat diterima dengan baik oleh peserta dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran spiritual. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh ASN serta peserta lainnya.

Kegiatan ini juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar. ASN yang memiliki mental dan spiritual yang kuat akan mampu bekerja dengan lebih baik, lebih jujur, serta lebih bertanggung jawab. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berintegritas.

Pembinaan mental dan spiritual merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Pemerintah Kabupaten Blitar menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas ASN tidak hanya dari aspek kompetensi teknis, tetapi juga dari aspek mental dan spiritual. Melalui kegiatan siraman rohani yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan ASN mampu menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, serta memiliki akhlak yang baik.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai religius dapat tertanam dalam diri setiap ASN dan menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan siraman rohani ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, sehingga mampu menciptakan aparatur pemerintah yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kualitas moral dan spiritual yang baik.
Program: Ceramah
Pelaksana: Kecamatan Selorejo

7528-02-2026

/Kegiatan siraman rohani yang dilaksanakan di Pendopo Sasana Adhi Pradana merupakan salah satu agenda rutin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar sebagai bentuk pembinaan mental dan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota organisasi wanita. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan maupun dalam rangka memperingati hari-hari besar keagamaan, sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta integritas moral aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat./

/Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam diri setiap ASN. Sebagai unsur utama dalam penyelenggaraan pemerintahan, ASN dituntut untuk memiliki kompetensi, profesionalisme, serta integritas yang tinggi. Namun demikian, kemampuan teknis dan profesional saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan pembinaan mental dan spiritual yang baik. Pembinaan spiritual diharapkan mampu membentuk karakter ASN yang berakhlak mulia, jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran tinggi akan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. /

/Kegiatan siraman rohani ini dilaksanakan di lingkungan pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Blitar yang berlokasi di wilayah Kanigoro sebagai ibu kota Kabupaten Blitar. Pemilihan lokasi di pendopo Sasana Adhi Pradana memiliki makna tersendiri, karena pendopo tersebut merupakan pusat kegiatan resmi pemerintahan daerah yang sering digunakan untuk kegiatan pembinaan, koordinasi, serta kegiatan yang bersifat seremonial maupun pembinaan kepegawaian. Dengan dilaksanakannya kegiatan siraman rohani di tempat tersebut, diharapkan dapat memberikan suasana yang khidmat, tertib, serta memberikan nilai simbolis bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan./

/Peserta kegiatan siraman rohani terdiri dari berbagai unsur, antara lain ASN dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, pegawai non-ASN, serta anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang merupakan organisasi yang menghimpun berbagai organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Kehadiran ASN dan anggota organisasi wanita dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas spiritual serta memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat./

/Pelaksanaan kegiatan biasanya dimulai pada pagi hari dengan suasana yang tertib dan penuh kekhusyukan. Para peserta hadir dengan tertib dan menempati tempat yang telah disediakan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk pengagungan terhadap firman Tuhan Yang Maha Esa serta sebagai pembuka yang membawa suasana religius. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an diharapkan mampu memberikan ketenangan batin serta membuka hati para peserta untuk menerima pesan-pesan spiritual yang akan disampaikan./

/Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Blitar. Dalam sambutan tersebut biasanya disampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan spiritual. ASN diingatkan bahwa tugas sebagai aparatur negara merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, serta dedikasi yang tinggi. ASN juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat, baik dalam sikap, perilaku, maupun dalam pelaksanaan tugas sehari-hari./

/Acara inti dari kegiatan ini adalah penyampaian siraman rohani atau tausiyah yang disampaikan oleh penceramah yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan. Dalam tausiyah tersebut, disampaikan berbagai materi yang berkaitan dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan, pentingnya kejujuran dalam bekerja, tanggung jawab moral sebagai aparatur pemerintah, serta pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Penceramah juga menyampaikan pentingnya menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah, sehingga setiap tugas yang dilaksanakan tidak hanya bernilai administratif, tetapi juga bernilai spiritual. /

/Selain itu, disampaikan pula pesan tentang pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama pegawai, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Lingkungan kerja yang harmonis akan memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya pembinaan spiritual secara rutin, diharapkan ASN mampu mengendalikan diri, menjaga etika, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil. /

/Kegiatan siraman rohani juga menjadi sarana refleksi diri bagi ASN untuk mengevaluasi diri, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah. Melalui kegiatan ini, ASN diharapkan mampu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kesadaran spiritual yang kuat akan membantu ASN dalam menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan dalam pekerjaan, serta membantu dalam mengambil keputusan yang bijaksana dan sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika. /

/Selain memberikan manfaat spiritual, kegiatan ini juga memberikan manfaat sosial yang sangat penting. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar ASN, pegawai, serta anggota organisasi wanita. Interaksi yang terjadi dalam kegiatan ini mampu memperkuat hubungan kerja, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan kondusif. Kebersamaan yang terjalin dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan. /

/Dalam beberapa kesempatan, kegiatan siraman rohani juga diisi dengan kegiatan sosial, seperti pemberian santunan kepada anak yatim atau masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Pemerintah Kabupaten Blitar terhadap masyarakat serta sebagai wujud implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan tersebut, ASN diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial terhadap sesama./

/Pelaksanaan kegiatan siraman rohani ini secara umum berjalan dengan lancar, tertib, dan khidmat. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Materi yang disampaikan oleh penceramah dapat diterima dengan baik oleh peserta dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran spiritual. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh ASN serta peserta lainnya./

/Kegiatan ini juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar. ASN yang memiliki mental dan spiritual yang kuat akan mampu bekerja dengan lebih baik, lebih jujur, serta lebih bertanggung jawab. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berintegritas./

/Pembinaan mental dan spiritual merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Pemerintah Kabupaten Blitar menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas ASN tidak hanya dari aspek kompetensi teknis, tetapi juga dari aspek mental dan spiritual. Melalui kegiatan siraman rohani yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan ASN mampu menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, serta memiliki akhlak yang baik./

/Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai religius dapat tertanam dalam diri setiap ASN dan menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan siraman rohani ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, sehingga mampu menciptakan aparatur pemerintah yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kualitas moral dan spiritual yang baik./
Program: Ceramah
Pelaksana: Kecamatan Selorejo

7626-02-2026

LAPORAN KEGIATAN

Bidang : Kerohanian

Program Kerja : Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim

Tema : Menyambut Ramadhan dengan Syukur dan Kepedulian

Hari : Kamis

Tanggal : 26 Februari 2026

Waktu : 08.00 WIB s.d selesai

Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Pemerintah Kabupaten Blitar

Anggota yang Hadir :

  • Leliana Puguh I S
  • Fibe Widhianto Kurniawan
  • Shunie Yudi Prasongko
  • Rurin Faizin Ghofur
  • Anif Effendi Chandra
  • Bintoro
  • Heri Purwanto

Telah dilaksanakan kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dapat terselenggara dengan baik, lancar, dan penuh keberkahan. Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat bermakna dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan penuh rasa syukur, kebahagiaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Acara ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar unsur pimpinan dan organisasi wanita di Kabupaten Blitar, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada anak-anak yatim melalui kegiatan santunan yang diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Blitar.

Dihadiri oleh

  • Kabag Kesra
  • Ibu Ninik Rijanto
  • Ibu Arina Beky
  • Ketua PC NU Kabupaten Blitar
  • GOW Kabupaten Blitar
  • Ibu Ketua Persit Candra Kirana 511

Uraian Kegiatan

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama agar acara berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi seluruh yang hadir. Acara inti berupa siraman rohani yang disampaikan oleh KH. Muqorrobin selaku Ketua PC NU Kabupaten Blitar.

Selain siraman rohani, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Blitar sebagai bentuk kepedulian sosial dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Acara semakin semarak dengan penampilan Grup Sholawat RSUD Srengat 'Syifaul Qolbi' yang menghadirkan lantunan sholawat penuh kekhusyukan dan menambah suasana religius.

Isi Ceramah

Dalam tausiyahnya, KH. Muqqorobin menyampaikan bahwa datangnya bulan suci Ramadhan hendaknya disambut dengan penuh rasa gembira dan syukur. Rasa gembira dalam menyambut Ramadhan bukan sekadar ekspresi lahiriah, melainkan wujud keimanan karena masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu kembali dengan bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Tidak semua orang diberikan umur panjang untuk sampai pada Ramadhan berikutnya, sehingga pertemuan ini patut disyukuri dengan hati yang bahagia dan niat yang tulus untuk memperbaiki diri.

Beliau menegaskan bahwa kegembiraan menyambut Ramadhan harus diwujudkan dalam persiapan yang sungguh-sungguh, baik secara lahir maupun batin. Membersihkan hati dari iri, dengki, dan prasangka buruk menjadi langkah awal agar ibadah yang dilakukan selama Ramadhan dapat lebih khusyuk dan bermakna.

Selain itu, Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT. Peningkatan kualitas ibadah tidak hanya diukur dari kuantitasnya, tetapi juga dari kesungguhan hati, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjalankannya. Ibadah wajib seperti puasa, shalat lima waktu, dan zakat harus semakin ditingkatkan kedisiplinannya. Ibadah sunnah seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan dzikir juga perlu diperbanyak sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT. Dengan demikian, Ramadhan menjadi sarana pembinaan spiritual yang mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih dekat kepada Allah.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan pentingnya bertambah kecerdasan dalam urusan sosial selama bulan Ramadhan. Ramadhan tidak hanya mengajarkan hubungan vertikal kepada Allah (hablum minallah), tetapi juga memperkuat hubungan horizontal kepada sesama manusia (hablum minannas). Puasa melatih kita merasakan lapar dan dahaga sebagaimana yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang kurang mampu, sehingga menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.

Bentuk nyata dari kecerdasan sosial tersebut adalah memperbanyak amal saleh dan berbagi terhadap sesama. Santunan kepada anak yatim, bersedekah, membantu tetangga yang membutuhkan, serta menjaga silaturahmi merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Ramadhan. Dengan berbagi, tidak hanya penerima yang merasakan kebahagiaan, tetapi pemberi juga mendapatkan ketenangan hati dan pahala yang berlipat ganda.

Di samping itu, beliau mengingatkan agar kita pandai menjaga nikmat Allah SWT dengan senantiasa bersyukur. Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Nikmat kesehatan, keluarga, rezeki, dan kesempatan beribadah harus dijaga dengan cara digunakan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Orang yang bersyukur akan selalu merasa cukup, hatinya tenang, serta dijanjikan tambahan nikmat oleh Allah SWT.

Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Dengan menyambut Ramadhan penuh kegembiraan, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga nikmat Allah dengan rasa syukur, diharapkan setiap individu mampu meraih derajat takwa dan menjadi insan yang lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Hasil dan Dampak Kegiatan

  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
  • Menumbuhkan rasa syukur dan kebahagiaan atas nikmat umur dan kesempatan beribadah.
  • Mempererat silaturahmi antar unsur organisasi dan masyarakat.
  • Menumbuhkan kepedulian sosial melalui santunan anak yatim.

Makna dan Refleksi

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah momentum perbaikan diri secara menyeluruh, baik secara spiritual maupun sosial. Kebahagiaan dalam menyambut Ramadhan harus diwujudkan dalam amal nyata, bukan sekadar ucapan.

Melalui siraman rohani dan santunan anak yatim, tercermin keseimbangan antara hubungan kepada Allah SWT dan hubungan kepada sesama manusia. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan pribadi yang lebih bersyukur, peduli, serta menjadikan Ramadhan sebagai sarana peningkatan kualitas diri dan kebersamaan.

Penutup

Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim berjalan dengan lancar, khidmat, dan penuh keberkahan. Semoga nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna.

Laporan ini disusun oleh :

Ny. Salamah Yogha Bogi selaku operator e-reporting UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

 


Program: Ceramah
Pelaksana: Dinas Perhubungan
7726-02-2026Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Nglegok Ketua UP DWP dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Nglegok mengikuti kegiatan Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bidang : Bidang Sosial Budaya: Ketahanan Keluarga Keterangan Program : Iman dan Taqwa Keterangan Program: - Hari /Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026 - Jam : 08.00 - selesai WIB - Tempat : Pendopo SAP Kanigoro - Acara : Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) - Peserta : Ketua dan 6 Anggota DWP BPBD Kab. Blitar Susunan acara pada pagi hari ini: - Hiburan tim Hadrah Sifaul qalbi dari RSUD Srengat - Pembukaan oleh MC - Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya - Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Ibu Karima Najati - Sambutan dari Ibu Ninik Rijanto Ibu Bupati Blitar - Sambutan dari Bapak Bupati Blitar yang di wakili oleh Bapak Alti Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesrab - Pembacaan Penerima Hadiah Doorprize - Tauziah dari KH. Mukhorobin selaku Ketua PC NU - Doa Penutup - Penyerahan hadiah doorprize Ketua dan anggota UP Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan oleh KH. Mukhorobin, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri. Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah luar biasa yang tidak semua orang berkesempatan menjalaninya. Dalam sambutannya, Ibu Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial. Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tak lupa ibu juga menyampaikan agar kegiatan ini di tutup dengan Doa. Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mukhorobin menjadi inti dari kegiatan tersebut. Dengan gaya penyampaian yang lugas, hangat, dan penuh hikmah, beliau mengajak seluruh hadirin untuk benar-benar memahami makna syukur dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Beliau menyampaikan bahwa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bersyukur karena masih diberi umur panjang untuk bertemu Ramadhan harus dibuktikan dengan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki akhlak. KH. Mukhorobin menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan ruhani yang melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama. Saat seseorang menahan lapar dan dahaga, ia belajar merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang beruntung. Dari situlah tumbuh kepedulian sosial yang menjadi salah satu esensi utama Ramadhan. Oleh sebab itu, beliau mengajak seluruh anggota organisasi wanita untuk tidak hanya fokus pada ibadah individual, tetapi juga memperkuat aksi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitas. Salat yang khusyuk, tilawah Al-Qur’an yang rutin, sedekah yang tulus, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat merupakan bentuk implementasi rasa syukur. Ramadhan hendaknya menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Jika setelah Ramadhan seseorang tidak mengalami peningkatan kualitas diri, maka perlu dilakukan introspeksi mendalam. KH. Mukhorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa Salah satu manfaat puasa yang sering dibahas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.Kehadiran UP DWP Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar dalam kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai organisasi wanita lainnya. Interaksi yang terjalin selama acara mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat jaringan sosial dan membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan maupun aksi sosial. Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bersyukur. Dalam sesi akhir tauziah pagi ini beliau menyampaikan Ramadhan adalah anugerah yang tak ternilai. Kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat ini merupakan nikmat yang patut disyukuri dengan sepenuh hati. Dengan bimbingan tausiyah dari KH. Mukhorobin, diharapkan seluruh anggota semakin memahami bahwa syukur sejati adalah perubahan menuju kebaikan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik awal transformasi diri, memperkuat iman, memperluas kepedulian, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Selanjutnya di tutup dengan doa. Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan, Ibu Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar turut memeriahkan stand UMKM yang berada di Pendopo SAP. Kegiatan bazar yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku UMKM tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM telah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan. Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Kehadiran Ibu Ketua bersama anggota UP DWP Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar menambah semarak suasana bazar, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah di daerah. Penulis: Sartika Anggraeni
Program: Ceramah
Pelaksana: Kecamatan Nglegok
7826-02-2026* DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Kabupaten Blitar Ibu Ketua Dharma Wanita beserta anggota menghadiri Siraman Rohani di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro dalam rangka Bulan Suci Ramadhan. Acara dihadiri oleh Ketua Panitia, Ibu Hj Ninik Rijanto, ketua Perwosi Arina Beky Herdiansyah, Bapak Bupati Blitar yg diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Ketua PCNU Kab. Blitar, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Baznas Kabupaten Blitar, seluruh pengurus GOW dan anggota GOW Kabupaten Blitar, UMKM Binaan GOW Kabupaten Blitar * Siraman rohani disampaikan oleh Bpk K.H Mukhorobbin, Ketua PCNU Kabupaten Blitar * 08.00 - 09.00 : Hiburan/Sholawat oleh tim Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat * Acara Inti : 1. Pembukaan :       - 09.00 santunan anak yatim piatu       - 09.10 menyanyikan lagu Indonesia Raya       - 09.14 Pembukaan dengan bacaan Ummul Quran     - 09.15 Pembacaan Ayat Suci Al-quran     - 09.20 Sambutan ketua Panitia, Hj. Ninik Rijanto     - 09.30 Sambutan Bupati Blitar (yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Bpk. Alwi Maulana    - 09.40 : Sholawat oleh Grup Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat    - 09.50 : pembacaan pemenang door prize 2. Mauidzotul Khasanah     - 09.52 Penyampaian Materi Siraman Rohani oleh KH. Mukhorobbin Tema : Suka Cita Menyambut Ramadhan Ringkasan Materi : * Kita yang masih ditakdirkan bertemu Ramadhan harus bersuka cita, bersyukur, dan berbahagia menyambut bulan Ramadhan.  "orang yg dengan suka cita menyambut Bulan Ramadhan maka orang tersebut diharamkan tersentuh api neraka". * Di Bulan Ramadhan Allah bermurah hati menebarkan rahmat. Sebagai bentuk rasa syukur harus memaksimalkan ibadah, termasuk tarawih, meskipun dengan kondisi fisik yang terbatas. * Selama bulan Ramadhan jangan melewatkan 3 kesempatan : 1) bertambah kecerdasan emosional dengan meningkatkan ibadah. Tidak hanya sholat, puasa, atau mengaji. Bersikap positif terhadap sesama manusia juga ibadah, termasuk komunikasi yang baik dengan anggota keluarga (anak-istri) juga termasuk ibadah dengan pahala yang besar dan mendapat ridho dari Allah 2) bertambah kecerdasan dalam urusan sosial. Jangan gampang meremehkan ibadah orang lain. Apapun bentuk ibadah orang lain harus saling menghargai. 3)  Selalu terus bersyukur. Allah SWT tidak akan mengubah nikmat yang diberikan kepada makhluknya selama kita mensyukuri nikmat yang diberikan. Contohnya : sebagai mertua harus memberikan kemudahan kepada menantu untuk berbakti dan beribadah sebagai salah satu cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah 3. Penutup     - 10.46 Pembacaan doa     - 10.48 Tanya Jawab        1. Ibu Hindun : apa saja keutamaan dan manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan secara fisik dan secara mental? Jawab : Rasulullah bersabda "Suumu tasikhu" yang artinya berpuasalah, niscaya kamu akan merasa sehat. Di masa Nabi Adam puasa di tengah bulan setiap bulan sebagai pengganti skincare/detoksifikasi        2. Ibu Wiwik Sriwidayati : doa apa untuk menghadapi mertua yang sulit dan menghadapi anak yang kaku? Jawab : setelah sholat shubuh Al fatihah 41x, dengan tujuan taqorruban illallah. tawasulnya Rasulullah, Syech Abdul Qodir Jaelani        3. Binti Junaidah : pro dan kontra zakat fitrah yang ditujukan untuk mendukung MBG? Jawab : zakat lebih baik disampaikan lewat Amil Zakat karena saat ini sudah lebih sulit untuk menentukan kategori falir dan miskin. Disampaikan utk MBG tidak dibenarkan. Penerima harus masuk 8 asnaf.     - 11.00 Pembagian door prize kepada peserta yang beruntung
Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: Dinas Sosial
7919-02-2026LAPORAN DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, STATISTIK DAN PERSANDIAN KABUPATEN BLITAR Dharma Wanita Perstuan Unit Pelaksana Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persanndian Kabupaten Blitar telah mengadakan pertemuan rutin bulan Februari 2026. Keterangan Program: 1. Unit Pelaksana: Dinas Komunikas, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Bidang Sekretariat 2. Hari/Tanggal : Kamis, 19 Februari 2026 3. Pukul : 08.00 WIB - selesai 4. Tempat : Ruang Command Center Diskominfotiksan Kabupaten Blitar Jl. Sudanco Supriadi No. 17 5. Acara : - Pertemuan Rutin UP DWP Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Bulan Februari 2026 - Penyusunan Kepengurusan serta Program Kegiatan Tahun 2026 - Sharing Masalah Kulit dari Narasumber Griya Ayu Esthetic Center 6. Peserta : 15 Orang anggota Unit Pelaksana Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar yang hadir. 7. Dihadiri Oleh : - Ketua Dharma Wanita Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Ny. Evi Agung Wicaksono - Wakil Ketua Dharma Wanita Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Ny. Novita Asyik Fauzi - 12 Anggota Dharma Wanita Dinas Komuniksi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar. Adapun Susunan Acara sebagai berikut: 1. Pembukaan oleh MC Ny.Novita Asyik Fauzi 2. Do'a oleh Ny. Nunik Anas Faishol 3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP 4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Ny. Evi Agung Wicaksono Dalam rangka menjamin keberlangsungan organisasi dan kelancaran pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan, diperlukan pembentukan kepengurusan yang baru. Pembentukan kepengurusan bertujuan untuk menyusun struktur organisasi yang jelas, efektif dan sesuai dengan ketentuan organisasi guna mendukung pelaksanaan kegiatan DWP secara terarah dan berkelanjutan. TUJUAN KEGIATAN 1. Membentuk kepengurusan Dhrama Wanita Persatuan yang sah dan tertib administrasi 2. Memetapakan struktur organisasi dan pembagian tugas pengurus 3. Meningkatkan koordinasi dan sinergi antaranggota dalam pelaksanaan program kerja PELAKSANA KEGIATAN Kegitan pembentukan pengurus Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan melalu musyawarah anggota. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pembahasan dan penetapan strutur kepengurusan yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta bidang-bidang sesuai ketentuan organisasi. Seeluruh proses berjalan dengan lancar, tertib dan berdasarkan kesepakatan bersama. HASIL KEGIATAN Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar dan Program Kerja Periode Tahun 2026 SUSUNAN PENGURUS Ketua : Ny. Evi Agung Wicaksono Wakil Ketua : Ny. Novita Asyik Fauzi Sekreatris : Ny. Kiking Harianto Bendahara : Ny. Nunik Ans Faishol Bidang Pendidikan: 1. Ny. Sri Catur Hari Nugroho 2. Ny. Tutik Irianto Adji 3. Ny. Ahmad Bud 4. Ny. Rachma Muchlis Cipta Bidang Ekonomi: 1. Ny. Rita Agustinus 2. Ny. Aris Syamsudin 3. Ny. Indri Didik Wibawanto 4. Ny. Ihwanul Muarifin 5. Ny. Dimas Bidang Sosial Budaya: 1. Ny. Edoh Setiawan 2. Ny. Arinka Ichwanul Hakim 3. Ny. Imelda Narendra Hadi 4. Ny. Ginanjar 5. Ny. Wiwid Nur Rofik Pelaporan Keuangan Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar oleh Bendahara Ny. Nunik Anas Faishol menyampaikan laporan keuangan , yang meliputi penerimaan dan pengeluaran dana selama periode Triwulan IV Tahun 2025. Laporan ini disusun sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar, serta sebagai bahan evaluasi bersama dalam pelaksanaan kegiatan organisasi. Penyampaian Materi Sharing Masalah Kulit dari Nara Sumber Griya Ayu Aesthetic Center Ny. Evi Agung Wicaksono. Mengapa Perawatan kulit itu penting? - Kulit adalah pelindung utama tubuh dari polusi dan sinar matahari - Seiring bertambahnya usia produksi kolagen menurun - Perubahan hormo (menopause) memengaruhi kondisi kulit - Faktor Lingkungan dan stres juga berperan Masalah Kulit Wajah yang sering dialami pada usia 25 tahun keatas: 1. Penuan Dini / Aging Merupakan proses alami yang disertai penurunan fisik, psikologis maupun sosial yang berinterkasi satu sama lain Faktor Penyebab Aging: - Radikal bebas karena sinar matahari dan polusi - kebiasaan merokok - Minuman beralkohol - Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula - kurang minum air mineral - kurang berolahraga - Begadang - Stress Solusi yang bisa mencegah Aging: A. Botox Merupakan protein yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum. Dalam dunia Medis dan kecantikan, botox digunakan untuk melemahkan atau melumpuhkan sementara otot dengan cara menghambat sinyal saraf otot. Fungsi Botox antara lain: - Mengurangi kerutan Dahi - Menghilangkan garis seyum - Mengurangi garis diantara alis B. Threadlift Dalam dunia kecantikan sering disebut dengan (tanam benang) merupakan treatment dimana dokter memasukkan benang medis yang dapat diserap oleh tubuh ke lapisan kulit menggunakan jarum atau kanula. Benang ini kemudian ditarik untuk memberikan efek lifting instan dan merangsang produksi kolagen. Manfaat Threadlift sebagai berikut: - Mengencangkan kulit tanpa operasi - Minim sayatan dan bekas luka - Waktu pemulihan relatif cepat - Hasil terlihat langsung dan membaik dalam 1-3 bulan karena stimulasi kolagen. C. Skinbooster Dalam dunika kecantikan adalah prosedur perawatan kulit dengan cara menyuntikkan asam hialuronat (hyaluronic acid) ke dalam lapisan kulit biasanya dermis untuk meningkatkan hidrasi, elastisitas, dan kualitas kulit secara keseluruhan. Fungsi Skinbooster sebagai berikut: - Melembabkan kulit secara intens - Membuat kulit kenyal dan glowing - Mengurangi garis halus - Membuat Kulit tampak lebih sehat dan segar. 2. Flek/Melasma Merupakan bercak yang berwarna kecoklatan atau kehitaman pada kulit wajah atau daerah lain pada tubuh karena meningkatnya produksi melanin terutama setelah terpapar oleh sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV) Solusi untuk mecegah Melasma/Flek sebagai berikut: A. Memakai Sunscreen B. Laser Melasma C. Skinbooster Dalam materi Sharing masalah kulit tersebut sangat membantu dan menambah pengetahuan perawatan kulit bagi anggota DWP Diskominfotiksan untuk lebih merawat diri sejak dini, mendapat dukungan emosional, bertukar pengalaman dan solusi, mendapat rekomendasi dokter kecantikan dan klinik terpercaya. Dengan terbentuknya kepengurusan Dharma Wanita Persatuan, diharapkan pelaksanaan kegiatan organisasi berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan memberikan kontribusi positif bagi anggota serta mendukung program instansi secara berkelanjutan.Selain itu, melalui pelaksanaan program kerja tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan Dinas Komuniksi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar berkomitmen untuk meningkatkan kualitas anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya serta mendukung program pemerintah dan instansi secara berkelanjutan. Laporan disusun oleh Ny. Novita Asyik Fauzi selaku operator e-reporting Unit Pelaksana Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar.
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Kominfo Statistik dan Persandian
8023-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonodadi

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonodadi telah Menghadiri Pelaksanaan kegiatan Musrenbang Kecamatan.
Bidang : Sekretariat ,
Program Pembinaan Hubungan Keluar , Kegiatan : Rapat .

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonodadi
2. Hari/Tanggal : Senin / 23 Februari 2026
3. Pukul : 13.00 WIB sampai selesai
4. Peserta : Kades , Sekretaris Desa, Ketua BPD Ketua TP PKK Desa , Bidan Desa se kecamatan Wonodadi, PPKB, PPL, Pendamping Desa, Muspika, Ketua DWP Kec.Wonodadi , DPRD Dapil 3 ,PKH, Forkom , Perwakilan Disabilitas
5. Tempat : Pendopo Kecamatan Wonodadi
6. Acara : Pelaksanaan kegiatan Musrenbang Kecamatan .
Laporan Kegiatan

Acara dibuka oleh Ibu Rike dari Bappeda Kabupaten Blitar, yang mana Ibu Rike merangkap sebagi moderator dalam kegiatan musrenbang ini n. Ibu Rike menyampaiakan Musyawarah perencanaan pembangunan merupakan ruang bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk berdiskusi dalam rangka menyusun rencana pembangunan.

Musyawarah dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkatan desa/ kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Nasional. Setiap tahap menjadi bagian penting untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak.Penjaringan Usulan tahun 2027 ada 2.014 usulan dari desa/ kelurahan se Kecamatan Wonodadi yang penanggung jawabnya atau pengampu tardiri dari Dinas PUPR, DKPP, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas perhubungan.

Penyampaian paparan dari Camat Wonodadi yang mana beliau menyampaiakn ada 2 prioritas kegiatan yang disepakati yang mana pada prioritas 1 berupa bimtek untuk 11 desa . Pada Prioritas 2 dari desa salam ditujukan ke pariwisata dan budaya yang mana ditujukan oleh pegiat wisata Dari Desa Kebonagungn di tujukan e dnas oerasi dan dinsos untuk karang taruna , dari Desa Jaten kepada Disnakan untuk para pembudidaya ikan. Ada 6 usulan yang ditujukan ke dishub (untuk 5 titik PJU 500m dan 1 untuk pemeliharaan ).

Ada konfirmasi/ tanggapan dari OPD terkait usulan yang diajukan seperti target yang beubah atau informasi yang kurang jelas Dari Dinkes pengusul desa wonodadi terkai 75 0rang untuk 11 desa telah disepakati. Dinas Soosial untuk Desa kebonagung kegiatan karang taruna mohon dilengkapi dengan SK karang Taruna dan segera dikrim. Dinas perikan juga memberika tanggapan bahwa untuk bimtek perikanan diharapkan parapembudibaya ikan dengan kapasitas 20 orang atau bisa disesuaikan lagi maksimal 30 orang..segeramengirimkan surat jika perubahan. Dari Dinas perhubunganusulan telah diterima dan disepakati.

Tanggapan dari DPRD Dapil 3 semua usulan telah disepakati dan didukung sepenuhnya oleh dinas pengampu dan diakomodir. Pramusrenbang jga telah terlaksana dengan hasil yang dipaparkan pada hari ini. Tanggapan dari camat wonodadi melaksanakan kegiatan yang mengikuti aturan dari bappeda khususnya dari segi anggaran.Ada 57 usulan yang dientri di Aplikasi SIPD termasuk pena intan.

Penulis : Binti Srihariyani

Program: Rapat
Pelaksana: Kecamatan Wonodadi

8123-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Bidang ; sekretariat
Program kerja : informasi & humas
Kegiatan : penyampaian informasi
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar menghadiri upacara TMMD di Desa Krisik Gandusari Pada
1. Hari /tanggal : selasa, 10 pebruari 2026
2. Tempat : Desa Krisik, kec Gandusari, Kab Blitar
3. Acara : Upacara pembukaan TMMD
4. Peserta : OPD,TNI, Ormas, pelajar
5.Irup : Bupati Blitar, Bpk Drs H. Riyanto M.m
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab Blitar Ibu Ita Eko Susanto telah mengikuti upacara pembukaan TMMD di Desa Krisik kec Gandusari pada hari selasa, tanggal 10 pebruari 2026 ,
Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Blitar Bpk Drs H Rijanto Mm,
Tujuan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) adalah untuk:
1.Membantu percepatan pembangunan di daerah Terutama di wilayah pedesaan, terpencil, dan tertinggal melalui pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, rumah layak huni, dan fasilitas umum. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
2.Melalui pembangunan infrastruktur serta kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, wawasan kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.
3.Mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat TMMD menjadi sarana memperkuat hubungan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat dalam semangat gotong royong.
4.Menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air Melalui kegiatan pembinaan teritorial dan sosial kemasyarakatan.
5.Mendukung program pemerintah daerah TMMD membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan demi pemerataan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program ini dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) diundang dalam upacara TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) umumnya memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:
1.Mendukung program pemerintah dan TNI Sebagai organisasi istri ASN, DWP turut memberikan dukungan moral dan partisipasi aktif dalam program pembangunan desa yang digagas TNI bersama pemerintah daerah.
2.Mempererat sinergi dan kemitraan Kehadiran DWP menjadi bentuk sinergitas antara organisasi perempuan, pemerintah daerah, dan TNI dalam membangun masyarakat.
3.Meningkatkan semangat gotong royong TMMD menekankan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
DWP hadir untuk menunjukkan dukungan terhadap nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
4.Memberikan motivasi kepada masyarakat Kehadiran DWP diharapkan memberi semangat kepada warga desa agar aktif mendukung pembangunan yang sedang dilaksanakan.
5.Sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan desa DWP dapat berperan melalui kegiatan pendukung seperti bakti sosial, penyuluhan, atau kegiatan pemberdayaan perempuan di lokasi TMMD.
Penulis : Nurul Tantowi

Program: Penyampaian Informasi
8213-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINDAMADE KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sekretariat
Program : pembinaan hubungan keluar, Rapat
Keterangan program
1. Hari : Jum'at
2. Tanggal : 13 Februari 2026
3. Acara : Pertemuan rutin DWP DINDAMADE KABUPATEN BLITAR
4. Peserta : 16 orang
Pada hari Jum'at 13 Februari 2026, Ny. Nurul Tantowi selaku Ketua (DWP) DINDAMADE Kabupaten Blitar mengadakan pertemuan rutin bulanan bersama dengan anggota DWP DINDAMADE Kab.Blitar
Acara penting ini berlangsung khidmad dan penuh kekeluargaan di Aula Dinas PMD Kabupaten Blitar di Jl Nias No 2 Kota Blitar
Pertemuan ini dihadiri oleh 16 orang anggota DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar.
Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) DiINDAMADE dilaksanakan pada hari Jum'at, 13 Februari 2026. kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antaranggota serta menyampaikan informasi dan laporan organisasi.
Acara pertemuan rutin diawali dengan pembukaan pleh MC, Ny Fanisya. dalam pembukaannya, Mc menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh anggota untuk mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan khidmat. suasana pertemuan berlangsung hangat dan kondusif sejak awal acara.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan. seluruh anggota berdiri dan menyanyikan mars dengan penuh semangat sebagai bentuk rasa bangga, loyalitas, dan komitmen terhadap organisasiDharma Wanita Persatuan. kegiatan ini menjadi penguat rasa persatuan dan kebersamaan di antara seluruh anggota.
Rangkaian acara berikutnya adalah doa, yang dipanjatkan untuk memohon kelancaran kegiatan serta keberkahan bagi seluruh anggota.
Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan bendahara yang disampaikan oleh Ny. Dani. dalam laporanny, bendahara menyampikan kondisi keuangan organisasi secara transparan dan akuntabel. disampaikan bahwa saldo kas DWP DINDAMADE per Februari sebesar Rp. 1.737.500. Laporan ini diterima dengan baik oleh seluruh peserta sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan organisasi
Acara selanjutnya yakni smabutan Ibu ketua. dalam sambutannya, Ibu Ny. Nurul Tantowi selaku ketua Dharma Wanita Persatuan beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh ibi-ibu yang telah hadirpada pertemuan hari ini
beliau menyampiakan beberapa informasi penting, yaitu : 1. DWP PPPK paruh waktu memiliki kedudukan yang sama dengan DWP luar biasa.
2. DWP luar biasa adalah kategori keanggotaan dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang diberikan kepada perempuan yang bukan istri ASN aktif, tetapi memiliki hubungan atau keterkaitan dengan instansi. biasanya yang termasuk DWP Luar biasa adalah : karyawan karyawati non-ASN di lingkungan instansi pegawai PPPK (termasuk PPPK paruh waktu) unsur perempuan lain yang ditetapkan sesuai ketentuan organisasi
dalam konteks yang ibu sampaikan sebelumnya : DWP luar biasa mencakup mbak-mbak karyawati dan PPPk Paruh waktu, serta untuk kategori ini tidak diperbolehkan adanya pungutan biaya sesuai arahan ketua. sehubungan dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran, kegiatan Dharma Wanita persatuan dilakukan dengan mandiri. 3. DWP PPPK oaruh waktu tidak diperbolehkan adanya pungutan biaya
penegasan ini disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan administrasi maupun keanggotaan. 4. penjelasan pakaian seragam DWP di lingkungan Dharma Wanita Persatuan : 1. seragam resmi (PDH) PDH ( pakaian Dinas Harian) digunakan pada pertemuan resmi organisasi, kegiatan formal, acara kediaman. biasanya dielngkapi dengan lencana/pin DWP, name tag sepatu berwarna hitam dan tertutup rapi.
2. seragam Batik DWP digunakan pada kegiatan pertemuan rutin bulanan. kegiatan internal organisasi, acara semi formal 3. seragam olahraga digunakan untuk senam bersama. jalan sehat, atau kegiatan kebugaran. biasanya berupa : kaos olahraga DWP, celana training sepatu olahrag
kegiatan dilanjutkan dengan pembagia doorprize kepada anggota yang hadir. pembagian doorprize berlangsung meriah dan penuh antusias. para anggota mengikuti sesi ini dengan semangat dan susasan kekeluargaan yang hangat. kegiatan ini bertujuan untuk menambah kebersamaan serta memberikan apresiasi kepada ibu-ibu yang telah berpartisipasi dalam pertemuan rutin.
Acara inti pada pertemuan kali ini adalah penyampaian materi sekaligus praktik pembuatan pembuatan salad buah creamy yang disampaikan oleh Ny. Aryo.
dalam kegiatan tersebut, beliau menjelaskan bahan bahan yang digunakan, langkah langkah pembuatan, serta tips agar salad buah memiliki rasa yang segar, creamy dan tahan lama. para anggota mengikuti praktik dengan antusias dan aktif bertanya selama sesi berlangsung.
kegiatan ini diharapkan dapat menambah ketrampilan anggota dalam bidang kuliner serta menjadi inspirasi usaha rumahan yang bermanfaat bagi keluarga.
acara ditutup dengan makan bersama
Penulis : Ny. Luluk Stiani Didik

Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
8318-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Keterangan Program:
1.Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2.Hari/Tanggal : Selasa, 18 Februari 2026
3.Pukul : 13.00 WIB - selesai
4.Tempat : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar
5.Bidang : Sekretariat
6.Program : Informasi dan Humas / Penyampaian Informasi

Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar, Ny. Lina Tunggul Adi Wibowo, Wakil Ketua, Ny. Eko Sumardiyanto dan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menghadiri kegiatan Pisah Sambut pejabat baru pada Dinas Dukcapil Kab. Blitar. Terdapat 2 ASN yang terpilih untuk mengemban amanah baru yaitu Bpk. Adi Sulaksono, S.STP yang pindah tugas sebagai Kepala Bidang ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Blitar dan Bpk. Bintang Agung Silvano, S.T., M.M. yang menjabat sebagai Lurah Jegu Kec. Sutojayan. Kegiatan diikuti oleh seluruh pegawai Dinas Dukcapil Kab. Blitar dan anggota Dharma Wanita Persatuan yang seluruhnya berjumlah 90 orang.

Acara dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Februari 2026 dengan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Dukcapil Kab. Blitar. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara khidmat, kemudian dilanjutkan dengan do’a. Pejabat lama juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dengan didampingi oleh istri tercinta. Selanjutnya sambutan oleh Kepala Dinas Dukcapil Kab. Blitar. Pada sambutannya beliau mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban semoga banyak hal-hal baru yang dapat dipelajari sehingga dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman dalam berorganisasi. Tak lupa juga disampaikan ucapan terima kasih atas dedikasinya selama ini di Dinas Dukcapil Kab. Blitar sekaligus permohonan maaf apabila dalam berinteraksi terdapat ketidaksengajaan kesalahan dalam bertutur kata atau sikap. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah.

Tujuan utama mutasi pegawai adalah untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan kinerja organisasi, dan pengembangan karier pegawai melalui penyegaran suasana kerja. Mutasi dilakukan untuk menghindari kejenuhan, pemerataan SDM, penempatan posisi yang sesuai keahlian (right man on the right place), serta mengisi kekosongan jabatan. Berikut adalah rincian tujuan mutasi pegawai yang lebih mendalam:
1.Penyegaran dan Motivasi: Menghindari rutinitas membosankan yang dapat menurunkan semangat kerja.
2.Pengembangan SDM: Memberikan pengalaman kerja di bidang baru, menambah wawasan, dan meningkatkan keterampilan (multitalenta).
3.Penyesuaian Kebutuhan Organisasi: Menempatkan pegawai sesuai dengan keahliannya (kompetensi) untuk mencapai tujuan perusahaan/instansi.
4.Pemerataan Pegawai: Mengatasi kelebihan atau kekurangan pegawai di unit kerja tertentu.
5.Tindakan Preventif: Mengamankan pegawai dari konflik kerja atau mengurangi kejenuhan yang berpotensi menurunkan kinerja.
6.Alasan Personal/Keluarga: Mengakomodasi kebutuhan pegawai seperti mengikuti pasangan, sakit, atau mendekati tempat tinggal (khusus PNS/karyawan tertentu). 

Pada kesempatan tersebut diagendakan pula perpisahan dengan 2 anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar, yaitu Ny. Adi Sulaksono dan Ny. Bintang. Meskipun dengan berat hati melepas 2 anggota tersebut namun tugas tetap harus dijalankan dengan sebaik-baiknya yaitu mendampingi dan mensupport suami dimanapun ditempatkan. Terima kasih atas kebersamaannya, sampai jumpa dilain kesempatan dan selamat mendampingi suami di tempat yang baru.

Penulis : Admin E-reporting

Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

8422-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT PELAKSANA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Sekretariat Daerah Blitar Ibu Unun Badrodin telah menghadiri undangan Promosi Layanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Blitar Keterangan Program :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari / Tanggal : Jumat - Sabtu , 13-14 Februari 2026
3. Pukul : 19.00 - Selesai
4. Tempat : Kusuma AgroWisata Resort & Convention Hotel , Kota Batu Malang

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blitar, Wakil Bupati Blitar, Kepala OPD se-Kabupaten Blitar, Camat se-Kabupaten Blitar, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ketua Perwosi Kabupaten Blitar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, serta Ketua UP DWP Badan, Dinas, dan Kecamatan se-Kabupaten Blitar. Kegiatan pada hari pertama dimulai pukul 19.00 WIB.

Adapun tujuan Kegiatan untuk mengenalkan serta memperkuat pemanfaatan layanan unggulan RSUD di Kabupaten Blitar, sekaligus mempererat sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta sosialisasi Germas

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama. Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Direktur RSUD Srengat, Wakil Bupati Blitar, dan ditutup dengan sambutan sekaligus arahan dari Bupati Blitar. Dalam sambutannya, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, MMRS, menyampaikan bahwa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memiliki berbagai program unggulan yang berfokus pada inovasi layanan spesialis, kenyamanan pasien, serta peningkatan layanan kegawatdaruratan.

Program unggulan tersebut antara lain :
1. Manja Ceria sebagai inovasi perawatan anak yang ramah dan menyenangkan
2. Ramayana sebagai layanan rawat inap nyaman bagi anak.
3. Blitar Serasi sebagai inovasi penanganan stroke melalui pendekatan farmakologi, self-healing oleh keluarga, dan relaksasi.
4. Serta Wlingi Emergency Medical Service (WINGS) sebagai layanan gawat darurat 24 jam.

RSUD Wlingi juga menyediakan layanan antar obat gratis bagi pasien, Poliklinik Eksekutif, layanan hemodialisa dan endoskopi, skrining deteksi dini pada bayi, pendaftaran online, serta layanan administrasi terintegrasi berupa perubahan KK dan akta kelahiran langsung saat ibu melahirkan. RSUD Wlingi juga tengah mengembangkan layanan Cath Lab dan kemoterapi untuk melengkapi layanan medis.

Acara di lanjutkan dengan sambutan Direktur RSUD Srengat, dr. Tri Wahyuning Rahmawati, MMRS, memaparkan bahwa RSUD Srengat berkomitmen menghadirkan pelayanan prima berbasis teknologi digital serta kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Eco Hospital.
1. Layanan IGD 24 jam dengan fasilitas PONEK
2. Inovasi RS Digital untuk mempermudah akses informasi dan pendaftaran
3. Serta layanan gizi masyarakat “Laa Kok Gitu Mas” yang menjangkau langsung masyarakat.
4. RSUD Srengat juga memiliki pelayanan spesialis lengkap, layanan penunjang medis 24 jam
5. Serta berbagai program sosial seperti RSSR Peduli, khitan massal, senam lansia dan pemeriksaan gratis, serta pelayanan pemulasaraan jenazah modern.

Seluruh layanan tersebut dilaksanakan dengan orientasi pada peningkatan kualitas dan kepercayaan masyarakat.

Wakil Bupati Blitar Bapak H. Beky Herdihansah dalam sambutan nya Beliau menegaskan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat. Beliau menginstruksikan kepada seluruh camat dan Dinas Kesehatan agar rujukan dari puskesmas di Kabupaten Blitar diarahkan ke RSUD milik pemerintah daerah. Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan, serta mendorong kedua RSUD di Kabupaten Blitar untuk terus mengoptimalkan dan mengembangkan layanan unggulannya agar semakin maju dan membanggakan daerah.

Sambutan sekaligus arahan disampaikan oleh Bupati Blitar Bapak Drs. H. Rijanto, M.M. Beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada RSUD Wlingi dan RSUD Srengat yang telah menjadi kebanggaan Kabupaten Blitar. Bupati menekankan agar berbagai capaian yang telah ada dapat dipertahankan dan mutu layanan kesehatan terus ditingkatkan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia terkait Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dari hulu, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta gerakan kerja bakti secara rutin.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar menetapkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat (Germas) Kebersihan Lingkungan dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat, yang diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh OPD. Bupati mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya-upaya kesehatan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Blitar yang sehat, berdaya, dan berjaya. Setelah sambutan Bupati, kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Pada hari Sabtu pagi, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, meliputi senam Tai Chi dan senam aerobik, serta penguatan komitmen dan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Penulis : H_M
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Sekretariat Daerah

8522-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Kabupaten Blitar telah mengadakan Pertemuan Rutin bulan Februari 2026 di kantor Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Keterangan Program :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari / Tanggal : Kamis / 5 Februari 2026
3. Pukul : 10.00 - Selesai
4. Tempat : Kantor Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
5. Acara : Pertemuan Rutin

Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar bulan Februari dilaksanakan di kantor Sekretariat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar ini yang bertugas dari Bidang Pendidikan kegiatan dibuka oleh Pembawa acara Ibu Tyas Alwi , dilanjutkan menyanyian Mars Dharma Wanita dengan Dirigent Ibu Yanti Prasetyo , agar acara berjalan lancar di lanjutkan dengan doa yang di pimpin oleh Ibu Anik Hendri Bagus

Acara dimulai dengan Sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yang di wakili oleh Ibu Wakil Ketua Ibu Leliana Puguh Beliau menyampaikan bahwa hari ini telah mengundang BKPSDM terkait iuran Dharma Wanita Persatuan yang harus di perbaharui karena anggota DWP bertambah ASN , PPPK , dan Paruh Waktu

Info dari BKPSD untuk paruh waktu tidak di tarik iuran karena gaji tidak sama tiap OPD atau PPPK paruh waktu bisa di samakan dengan DWP Pasif

Untuk iuran tiap UP DWP 50 persen di setor ke DWP Kab. Blitar 50 % untuk kegiatan masing masing UP DWP

Acara selanjutnya membahas rencana Rapat Anggota yang akan di laksanakan pada bulan Februari adapun perencanaannya sebagai berikut :
Hari / Tanggal : - ( menunggu info )
Tempat : Ruang Rapat Candi Penataran
Pukul : 08.00 - Selesai
Jumlah Undangan : 150 0rang
Tema : Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya
Narasumber : Dr. Fatimah dari RSUD NGUDI WALUYO WLINGI
Petugas Mc : Ibu Dewi Agus
Dirigent : Ibu Eva Eko Sumardianto
Doa : Ibu Anik Hendri Bagus
Sie Acara : Bidang Pendidikan
Konsumsi & Absensi : Bidang Ekonomi
Doorprize : Bidang Sosbud
Penerima Tamu : Ibu Ketua Bidang
Operator : Dinas BUDPAR

Selanjutnya sambutan dari Bendahara Ibu Arum Suhendro mrnyampaikan bahwa Dana hibah untuk Dharma Wanita Kab. Blitar di gunakan untuk :
1. Rapat Pengurus 11 X
2. Rapat Anggota 3 X
3. HUT
4. Perjalanan Dinas ke DWP Provinsi Jatim

Acara di lanjutkan dengan laporan masing masing Bidang selanjutnya sesi foto dan pengambilan video ucapan Ramadhan

Demikian rangkaian acara Pertemuan Rutin Dharma Wanita Kabupaten Blitar

Penulis : H_M

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
Program: Rapat

8622-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto telah menghadiri undangan Promosi Layanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Blitar

Keterangan Program :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari / Tanggal : Jumat - Sabtu , 13-14 Februari 2026
3. Pukul : 19.00 - Selesai
4. Tempat : Kusuma AgroWisata Resort & Convention Hotel , Kota Batu Malang

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blitar, Wakil Bupati Blitar, Kepala OPD se-Kabupaten Blitar, Camat se-Kabupaten Blitar, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ketua Perwosi Kabupaten Blitar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, serta Ketua UP DWP Badan, Dinas, dan Kecamatan se-Kabupaten Blitar. Kegiatan pada hari pertama dimulai pukul 19.00 WIB.

Adapun tujuan Kegiatan untuk mengenalkan serta memperkuat pemanfaatan layanan unggulan RSUD di Kabupaten Blitar, sekaligus mempererat sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta sosialisasi Germas

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama. Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Direktur RSUD Srengat, Wakil Bupati Blitar, dan ditutup dengan sambutan sekaligus arahan dari Bupati Blitar. Dalam sambutannya, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, MMRS, menyampaikan bahwa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memiliki berbagai program unggulan yang berfokus pada inovasi layanan spesialis, kenyamanan pasien, serta peningkatan layanan kegawatdaruratan.

Program unggulan tersebut antara lain :
1. Manja Ceria sebagai inovasi perawatan anak yang ramah dan menyenangkan
2. Ramayana sebagai layanan rawat inap nyaman bagi anak.
3. Blitar Serasi sebagai inovasi penanganan stroke melalui pendekatan farmakologi, self-healing oleh keluarga, dan relaksasi.
4. Serta Wlingi Emergency Medical Service (WINGS) sebagai layanan gawat darurat 24 jam.

RSUD Wlingi juga menyediakan layanan antar obat gratis bagi pasien, Poliklinik Eksekutif, layanan hemodialisa dan endoskopi, skrining deteksi dini pada bayi, pendaftaran online, serta layanan administrasi terintegrasi berupa perubahan KK dan akta kelahiran langsung saat ibu melahirkan. RSUD Wlingi juga tengah mengembangkan layanan Cath Lab dan kemoterapi untuk melengkapi layanan medis.

Acara di lanjutkan dengan sambutan Direktur RSUD Srengat, dr. Tri Wahyuning Rahmawati, MMRS, memaparkan bahwa RSUD Srengat berkomitmen menghadirkan pelayanan prima berbasis teknologi digital serta kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Eco Hospital.

Program unggulan RSUD Srengat meliputi :
1. Layanan IGD 24 jam dengan fasilitas PONEK
2. Inovasi RS Digital untuk mempermudah akses informasi dan pendaftaran
3. Serta layanan gizi masyarakat “Laa Kok Gitu Mas” yang menjangkau langsung masyarakat.
4. RSUD Srengat juga memiliki pelayanan spesialis lengkap, layanan penunjang medis 24 jam
5. Serta berbagai program sosial seperti RSSR Peduli, khitan massal, senam lansia dan pemeriksaan gratis, serta pelayanan pemulasaraan jenazah modern.
Seluruh layanan tersebut dilaksanakan dengan orientasi pada peningkatan kualitas dan kepercayaan masyarakat.

Wakil Bupati Blitar Bapak H. Beky Herdihansah dalam sambutan nya Beliau menegaskan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat. Beliau menginstruksikan kepada seluruh camat dan Dinas Kesehatan agar rujukan dari puskesmas di Kabupaten Blitar diarahkan ke RSUD milik pemerintah daerah. Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan, serta mendorong kedua RSUD di Kabupaten Blitar untuk terus mengoptimalkan dan mengembangkan layanan unggulannya agar semakin maju dan membanggakan daerah.

Sambutan sekaligus arahan disampaikan oleh Bupati Blitar Bapak Drs. H. Rijanto, M.M. Beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada RSUD Wlingi dan RSUD Srengat yang telah menjadi kebanggaan Kabupaten Blitar. Bupati menekankan agar berbagai capaian yang telah ada dapat dipertahankan dan mutu layanan kesehatan terus ditingkatkan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia terkait Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dari hulu, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta gerakan kerja bakti secara rutin.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar menetapkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat (Germas) Kebersihan Lingkungan dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat, yang diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh OPD. Bupati mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya-upaya kesehatan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Blitar yang sehat, berdaya, dan berjaya.

Setelah sambutan Bupati, kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Pada hari Sabtu pagi, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, meliputi senam Tai Chi dan senam aerobik, serta penguatan komitmen dan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Penulis : H_M

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
Program: Penyampaian Informasi

8713-02-2026

LAPORAN KEGIATAN PROMOSI LAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BLITAR


Ketua UP DWP Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar, Ibu Margareth Nanang Adi, menghadiri undangan kegiatan Promosi Layanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Blitar yang dilaksanakan pada :
1. Hari : Jumat–Sabtu, 13–14 Februari 2026
2. Tempat : Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel, Kota Batu, Malang.
3. Jam : 18.30 sampai dengan selesai


Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan serta memperkuat pemanfaatan layanan unggulan RSUD di Kabupaten Blitar, sekaligus mempererat sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta sosialisasi Germas.


Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blitar, Wakil Bupati Blitar, Kepala OPD se-Kabupaten Blitar, Camat se-Kabupaten Blitar, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ketua Perwosi Kabupaten Blitar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, serta Ketua UP DWP Badan, Dinas, dan Kecamatan se-Kabupaten Blitar. Kegiatan pada hari pertama dimulai tepat pukul 18.30 WIB.


Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama. Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Direktur RSUD Srengat, Wakil Bupati Blitar, dan ditutup dengan sambutan sekaligus arahan dari Bupati Blitar. Dalam sambutannya, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, MMRS, menyampaikan bahwa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memiliki berbagai program unggulan yang berfokus pada inovasi layanan spesialis, kenyamanan pasien, serta peningkatan layanan kegawatdaruratan.


Program unggulan tersebut antara lain :
1. Manja Ceria sebagai inovasi perawatan anak yang ramah dan menyenangkan
2. Ramayana sebagai layanan rawat inap nyaman bagi anak.
3. Blitar Serasi sebagai inovasi penanganan stroke melalui pendekatan farmakologi, self-healing oleh keluarga, dan relaksasi.
4. Serta Wlingi Emergency Medical Service (WINGS) sebagai layanan gawat darurat 24 jam.


Selain itu, RSUD Wlingi juga menyediakan layanan antar obat gratis bagi pasien tertentu, Poliklinik Eksekutif, layanan hemodialisa dan endoskopi, skrining deteksi dini pada bayi, pendaftaran online, serta layanan administrasi terintegrasi berupa perubahan KK dan akta kelahiran langsung saat ibu melahirkan.


Ke depan, RSUD Wlingi juga tengah mengembangkan layanan Cath Lab dan kemoterapi untuk melengkapi layanan medis.


Selanjutnya, Direktur RSUD Srengat, dr. Tri Wahyuning Rahmawati, MMRS, memaparkan bahwa RSUD Srengat berkomitmen menghadirkan pelayanan prima berbasis teknologi digital serta kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Eco Hospital.


Program unggulan RSUD Srengat meliputi :
1. Layanan IGD 24 jam dengan fasilitas PONEK
2. Inovasi RS Digital untuk mempermudah akses informasi dan pendaftaran
3. Serta layanan gizi masyarakat “Laa Kok Gitu Mas” yang menjangkau langsung masyarakat.
4. RSUD Srengat juga memiliki pelayanan spesialis lengkap, layanan penunjang medis 24 jam
5. Serta berbagai program sosial seperti RSSR Peduli, khitan massal, senam lansia dan pemeriksaan gratis, serta pelayanan pemulasaraan jenazah modern.


Seluruh layanan tersebut dilaksanakan dengan orientasi pada peningkatan kualitas dan kepercayaan masyarakat.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blitar Bapak H. Beky Herdihansah menegaskan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat. Beliau menginstruksikan kepada seluruh camat dan Dinas Kesehatan agar rujukan dari puskesmas di Kabupaten Blitar diarahkan ke RSUD milik pemerintah daerah. Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan, serta mendorong kedua RSUD di Kabupaten Blitar untuk terus mengoptimalkan dan mengembangkan layanan unggulannya agar semakin maju dan membanggakan daerah.


Sambutan sekaligus arahan disampaikan oleh Bupati Blitar Bapak Drs. H. Rijanto, M.M. Beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada RSUD Wlingi dan RSUD Srengat yang telah menjadi kebanggaan Kabupaten Blitar. Bupati menekankan agar berbagai capaian yang telah ada dapat dipertahankan dan mutu layanan kesehatan terus ditingkatkan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia terkait Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dari hulu, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta gerakan kerja bakti secara rutin.


Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar menetapkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat (Germas) Kebersihan Lingkungan dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat, yang diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh OPD. Bupati mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya-upaya kesehatan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Blitar yang sehat, berdaya, dan berjaya.


Setelah sambutan Bupati, kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.


Pada hari Sabtu pagi, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, meliputi senam Tai Chi dan senam aerobik, serta penguatan komitmen dan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).


Demikian laporan kegiatan Promosi Pelayanan Kesehatan pada Rumah Sakit Daerah Kabupaten Blitar. Diharapkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, informasi dan hasil promosi layanan kesehatan dapat ditindaklanjuti dengan menyampaikan serta meneruskan kepada seluruh anggota UP DWP Disnakkan, sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.


Laporan disusun dan disunting oleh Ny. Enik Yuyus selaku operator e-reporting Unit Pelaksana DWP Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar



Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
8802-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar unit Bappedalitbang

Dharma Wanita Persatuan Bappedalitabang telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Senin, 02 Februari 2026
3. Pukul : 11.30 – Selesai
4. Peserta : Ibu Ketua Dharma Wanita Bappedalitbang dan Anggota Dharma Wanita Bappedalitbang Kab. Blitar
5. Tempat : Ruang Pola Bappedalitbang Kab. Blitar
6. Acara : Pisah sambut Ibu Ketua Bappedalitbang Kabupaten Blitar dan re organisasi Dharma Wanita Bappedalitbang Kabupaten Blitar.

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. Menyanyikan Mars Dharma Wanita
4. Sambutan oleh Ibu Ery Anang
5. Penandatangan Serah Terima Jabatan
6. Pemberian cinderamata
7. Doa
8. Ramah Tamah dan sesi foto bersama

Pisah sambut kali ini diadakan untuk memberikan penghargaan bagi Ibu Ery Anang yang selama ini menjadi Ketua Dharma Wanita di lingkup Bappedalitabang Kabupaten Blitar . Beliau yang selama ini telah banyak berkontribusi dalam segala kegiatan di Dharma Wanita Bappedalitbang maupun Dharma Wanita di Kabupaten Blitar. Kegiatan kali ini juga dihadiri oleh Ibu – ibu Anggota Dharma Wanita Bappedalitbang.

Acara kali ini juga bertujuan untuk re organisasi Dharma Wanita Bappedalitbang dikarenakan Ibu Ery Anang juga berpindah tugas sesuai dengan perpindahan Bapak Anang Cristiana, SS, ME, MIDS menjadi Kepala Bagian Perekonomian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar.

Dalam sambutan Ibu Ery Anang, beliau sangat berterima kasih atas kerjasama yang dilakukan Ibu-Ibu Dharma Wanita Bappedalitbang dengan sangat baik dan sangat kompak. Beliau juga memberikan sedikit wejangan untuk Ibu-Ibu Dharma Wanita agar selalu mendampingi suami dimanapun nanti akan bertugas. Beliau kemudian menyerahkan berkas-berkas yang akan diserah terimakan kepada Ibu Ketua Bappedalitbang yang baru. Beliau juga memohon maaf apabila ada kesalahan yang dibuat baik disengaja ataupun tidak. Semoga silaturahmi kita akan selalu terjaga.

Acara selanjutnya adalah penetapan Ibu Ketua Dharma Wanita Bappedalitbang Kabupaten Blitar yang baru yaitu Ibu Yanti Bayu dan semua susunan anggota yang sudah ditetapkan.

Kemudian acara dilanjutkan pemberian cinderamata untuk Ibu Ery Anang sebagai tanda terima kasih Ibu-Ibu Dharma Wanita Bappedalitbang Kabupaten Blitar.

Melalui acara Pisah Sambut ini harapannya Dharma Wanita Bappedalitbang Kabupaten Blitar lebih baik lagi kedepannya dan berkontribusi lebih baik banyak lagi untuk kemajuan Dharma Wanita Kabupaten Blitar. Dengan perpisahan ini semoga menjadikan silaturahmi tetap terjaga. Harapannya untuk Ibu Ketua Dharma Wanita Bappedalitbang yang mengantikan dapat membawa Dharma Wanita Bappedalitbang lebih semangat lagi dan lebih banyak kegiatan yang dilakukan serta lebih kompak lagi.

Terima kasih atas bimbingannya Ibu Ery Anang selaku Ketua Dharma Wanita Bappedalitbang selama mendampingi Bapak ditempat yang baru.

Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Siska Comalla selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BAPPEDA LITBANG

8902-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar unit Bappedalitbang

Dharma Wanita Persatuan Bappedalitabang telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sekretariat
Program : Informasi dan Humas

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Senin, 02 Februari 2026
3. Pukul : 08.30  Selesai
4. Peserta : Ibu Kepala Bappedalitbang, Ibu Sekretaris Bappedalitbang, Bapak Kepala Bagian Perekonomian, Ibu Irban Khusus Inspektorat, Karyawan Karyawati Bappedalitabang dan Anggota Dharma Wanita Bappedalitbang Kab. Blitar
5. Tempat : Ruang Pola Bappedalitbang Kab. Blitar
6. Acara : Pisah Sambut Ibu Sekretaris Bappedalitbang, Bapak Kepala Bagian Perekonomian, Ibu Irban Khusus Inspektorat dan Bapak Kepala Bidang Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappedalitbang Kabupaten Blitar.

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. Sambutan oleh Ibu Sisilia Dyah Kristiani, S.Sos, MM
4. Sambutan oleh Bapak Anang Cristiana, SS, ME, MIDS
5. Sambutan oleh Ibu Elin Rohmaningsih, ST, MT
6. Sambutan oelh Ibu Ulfatul Umami, SST, MT
7. Penandatangan Serah Terima Jabatan
8. Pemberian cinderamata
9. Doa
10. Ramah Tamah dan sesi foto bersama

Dalam rangka pisah sambut kali ini diadakan untuk memberikan penghargaan bagi karyawan yang promosi dengan jabatan yang baru dan berdinas ditempat yang baru maupun yang promosi di Bappedalitabang. Kegiatan kali ini juga dihadiri oleh Ibu  ibu Anggota Dharma Wanita Bappedalitbang.

Berikut beberapa tujuan utamanya: 1. Perkenalan Ibu Sekretaris yang baru yaitu Ibu Ulfatul Umami, SST, MT
2. Perpisahan Bapak Bapak Anang Cristiana, SS, ME, MIDS beserta Ibu Ery Anang yang bertugas ditempat baru menjadi Kepala Bagian Perekonomian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar.
3. Perpisahan Ibu Elin Rohmaningsih, ST, MT yang bertugas di tempat baru menjadi Irban Khusus pada Inspektorat Kabupaten Blitar.
4. Perkenalan Bapak Fia Laksono, S,Sos, MAP sebagai Kepala Bidang Prasarana Wilayah dan Ekonomi di Bappedalitbang Kabipaten Blitar.
5. Memberi penghargaan
6. Meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan
7. Memberi semangat dan motivasi untuk masa depan
8. Momen perpisahan yang berkesan

Sambutan pertama disampaikan oleh Ibu Sisilia Dyah Kristiani, S.Sos, MM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa hal yang sangat penting. Beliau mengucapkan selamat atas promosi jabatan oleh Ibu Ulfatul Umami, SST, MT selaku Ibu Sekretaris Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Bapak Anang Cristiana, SS, ME, MIDS dan Ibu Elin Rohmaningsih, ST, MT ke Dinas yang baru serta Bapak Fia Laksono, S, Sos, MAP yang promosi menjadi Kepala Bidang Prasarana Wilayah dan Ekonomi di Bappedalitbang Kabupaten Blitar. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bapak Bapak Anang Cristiana, SS, ME, MIDS dan Ibu Elin Rohmaningsih, ST, MT selama ini di Bappedalitbang membawa perubahan yang lebih baik lagi. Beliau berharap meskipun sudah berbeda tempat bekerja semoga selalu bisa saling bekerjasama dalam bidang pekerjaan, serta membawa hal-hal baik di Bappedalitbang ketempat yang baru.

Sambutan kedua oleh Ibu Ulfatul Umami, SST, MT selaku Ibu Sekretaris Bappedalitbang Kabupaten Blitar yang baru. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih untuk sambutannya dan berharap agar bisa bekerjasama dengan seluruh karyawan karyawati dalam membangun Bappedalitbang untuk lebih baik lagi.

Sambutan ketiga oleh Bapak Bapak Anang Cristiana, SS, ME, MIDS dan Ibu Elin Rohmaningsih, ST, MT menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh karyawan karyawati. Beliau juga berharap bisa bekerjasama bersama Bappedalitbang karena akan terus berkaitan dalam bidang pekerjaan kedepannya. Adapun Ibu Ketua DWP Bappedalitbang yang lama juga mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf kepada Ibu- Ibu Anggota DWP Bappedalitbang

Untuk sambutan keempat disampaikan perwakilan Kepala Bidang Bappedalitbang. Beliau menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf serta kesan dan pesan kepada Bapak Anang Cristiana, SS, ME, MIDS dan Ibu Elin Rohmaningsih, ST, MT

Dilanjutkan pemberian cinderamata untuk Bapak Bapak Anang Cristiana, SS, ME, MIDS beserta Ibu Ery Anang selaku Ketua Dharma Wanita Bappedalitbang dan Ibu Elin Rohmaningsih, ST, MT

Melalui acara Pisah Sambut ini harapannya kinerja Bappedalitbang Kabupaten Blitar lebih baik lagi kedepannya dan berkontribusi lebih baik lagi untuk kemajuan Kabupaten Blitar. Dengan perpisahan ini semoga menjadikan silaturahmi tetap terjaga, koordinasi pekerjaan antara Dinas semakin cepat dan tepat. Harapannya untuk Ibu Dharma Wanita Bappedalitbang yang mengantikan dan membawa Dharma Wanita Bappedalitbang lebih semangat lagi dan lebih banyak kegiatan yang dilakukan.

Terima kasih atas dedikasi dan semangatnya Bapak Bapak Anang Cristiana, SS, ME, MIDS beserta Ibu Ery Anang selaku Ketua Dharma Wanita Bappedalitbang dan Ibu Elin Rohmaningsih, ST, MT.

Selamat datang kepada Sekretaris Bappedalitbang Kabupaten Blitar yaitu Ibu Ulfatul Umami, SST, MT dan Kepala Bidang Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bapak Fia Laksono, S, Sos, MAP

Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Siska Comalla selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang.

Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: BAPPEDA LITBANG

9012-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan Sosialisasi dalam rangka meningkatkan pelayanan informasi rawan bencana Kabupaten Blitar

Keterangan Program :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar Bidang Sekretariat
2. Hari/Tanggal : 12 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 - Selesai
4. Tempat : Balai Desa Slorok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar
5. Acara :
Sosialisasi dengan tema “Peran DWP dalam mewujudkan keluarga Tangguh Bencana di Kecamatan Garum Kabupaten Blitar Tahun 2026”
6. Peserta:
- Ketua dan anggota DWP BPBD Kabupaten Blitar
- Ketua PKK Kecamatan Garum
- 27 Perwakilan PKK Desa dan Kelurahan Kecamatan Garum
- 16 Perwakilan organisasi keagamaan Kecamatan Garum
7. Dihadiri oleh:
- Ketua Dharma Wanita Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar Ibu Pramesthi Wahyudi
- Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar Ibu Siti Arfitah Agus Zubaidi
- 3 Anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar

Deskripsi Kegiatan:
Dalam rangka meningkatkan pelayanan informasi rawan bencana Kabupaten Blitar, diperlukan peran aktif seluruh elemen, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan keluarga. Oleh karena itu, dilaksanakan kegiatan sosialisasi dengan tema “Peran DWP dalam Mewujudkan Keluarga Tangguh Bencana di Kecamatan Garum Kabupaten Blitar Tahun 2026”.

Adapun susunan acara adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC
2. Doa
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Tangguh
4. Laporan Panitia oleh Bapak Sabar Ariadi, S.E., M.M selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Blitar.
5. Sambutan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar oleh Bapak Wahyudi, S.T., M.M.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar menyampaikan bahwa Kabupaten Blitar merupakan wilayah yang memiliki potensi berbagai ancaman bencana, seperti angin kencang, banjir, tanah longsor, gempa bumi, maupun kebakaran permukiman. Wilayah Kecamatan Garum merupakan daerah rawan bencana gunung api dan cuaca ekstrem. Kondisi ini menuntut kita semua untuk tidak hanya responsif saat terjadi bencana, tetapi juga proaktif dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan. Dalam konteks inilah, keluarga menjadi garda terdepan. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku sadar bencana. Dan di sinilah peran DWP menjadi sangat penting. Edukasi sederhana seperti mengenali risiko di lingkungan sekitar, menyiapkan tas siaga bencana, memahami jalur evakuasi, hingga melatih anak-anak untuk tidak panik saat terjadi bencana, merupakan langkah nyata menuju keluarga tangguh bencana.

Kegiatan selanjutnya pengambilan foto bersama dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Narasumber dipandu oleh moderator Bapak Sabar Ariadi, S.E., M.M. dan operator Bapak Widya Ardhi W., S.T.

6. Pemaparan Materi oleh Narasumber Sekretaris TP PKK Kabupaten Blitar “Peran TP PKK dan DWP dalam Penanggulangan Bencana”
TP PKK dan DWP sebagai Penggerak Masyarakat dapat mensosialisasikan melalui Gerakan GAGAH BENCANA (Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana) meliputi (1) Mitigasi (Prabencana): memahami potensi bencana di lingkungan sekitar (banjir, gempa, kebakaran lahan/rumah), (2) Edukasi (Saat bencana): Praktik teknik penyelamatan diri yang aman, terutama saat terjadi gempa bumi atau kebakaran, dan (3) Penanganan Darurat (Pasca Bencana): memberikan pendampingan awal untuk mengurangi trauma bagi anak-anak dan sesama kaum perempuan.

7. Pemaparan Materi oleh Narasumber BPBD Bapak Yulis Bigandata, S.Pd., M.MB “Peran Perempuan dalam Penanggulangan Bencana
Narasumber menyampaikan bahwa faktor penyebab Perempuan dan Anak-anak menjadi korban bencana antara lain: (1) Adanya konstruksi nilai budaya di mana perempuan fokus pada urusan domestik sehingga jarang bisa keluar rumah untuk mengikuti pelatihan tentang kebencanaan dan upaya – upaya penyelamatan diri dari bencana, (2) Pengetahuan yang terbatas soal teknik penyelamatan diri membawa konsekuensi perempuan lebih rentan menjadi korban, (3) memudarnya pengetahuan lokal dalam masyarakat tentang pengenalan gejala awal bencana alam, (4) Edukasi penanganan saat terjadi bencana kurang di berikan kepada anak-anak, (5) sedini mungkin memperkenalkan pada anak berbagai peristiwa bencana misalnya melalui lagu, cerita dan simulasi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menghadapi bencana antara lain: (1) Mengetahui ancaman bencana yang dapat terjadi, (2) Mengetahui cara melindungi diri jika terjadi bencana, (3) Mengenali bagian dari dalam rumah yang dapat dijadikan sebagai perlindungan, (4) Menghindari bagian di dalam rumah yang berisiko membahayakan, (5) Mengetahui jalur evakuasi yang telah disepakati, (6) Mengetahui titik kumpul di luar rumah yang telah Disepakati, (7) Menyiapkan perlengkapan standar keadaan darurat bencana untuk keluarga, (8) Mencatat nomor telepon setiap anggota keluarga, (9) Mencatat nomor-nomor penting untuk keadaan darurat bencana, (10) Mempraktikkan rencana kesiapsiagaan keluarga, (11) Memperbaiki kekurangan yang terjadi saat praktik, (12) Menyesuaikan kembali sesuai kondisi yang terkini (ancaman bencana, perubahan anggota keluarga)

Setelah pemaparan materi oleh Narasumber selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Quiz interaktif kepada seluruh peserta sosialisasi. Quiz ini bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan, sekaligus meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif anggota DWP BPBD Kabupaten Blitar. Peserta yang dapat menjawab dengan benar diberikan apresiasi berupa doorprize sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas partisipasi aktif. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, penuh semangat, dan komunikatif. Melalui sesi quiz ini, diharapkan peserta semakin memahami pentingnya membangun keluarga tangguh bencana serta mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan DWP di wilayah masing-masing.

8. Acara ditutup oleh MC
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup oleh MC pada pukul 11.30 WIB. Acara secara resmi ditutup oleh MC setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BPBD
9112-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Ibu Susi Agus Santosa beserta pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten menikuti kegiatan Family Gathering Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar


Bidang : Sekertariat
Program : Family Gathering
Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Minggu, 8 Februari 2026
3. Pukul : 06.00 – Selesai
4. Tempat : Joglo Pantai Widodaren
5. Pakaian : Atasan Kotak-kotak bawahan blue jeans


Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dalam rangka mengikuti family gathering Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Mengusung tema “Indahnya Kebersamaan dalam Mengukir Kenangan,” kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota dan seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Acara dilaksanakan di Joglo Kawasan Wisata Pantai Widodaren, Tulungagung, yang menawarkan suasana alam pantai yang indah dan menyejukkan.


Rombongan berangkat dari kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tepat pukul 07.00 WIB menggunakan bus. Sejak pagi hari, peserta telah berkumpul dengan penuh antusias. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan, tetapi juga oleh MKKS SMP Negeri, K3S SD Negeri, IGTK, K3TK, para penilik, serta karyawan dan karyawati Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Kebersamaan lintas unsur ini semakin memperkuat makna kegiatan sebagai ajang mempererat hubungan kekeluargaan di luar rutinitas pekerjaan.


Setibanya di lokasi, peserta disambut suasana pantai yang asri dengan semilir angin laut yang menyegarkan. Acara dimulai dengan pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh khidmat. Dalam sambutan yang disampaikan, ditekankan pentingnya menjaga kebersamaan, kekompakan, serta sinergi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Blitar. Tema yang diusung benar-benar menjadi semangat utama dalam pelaksanaan kegiatan hari itu.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan sambung lirik. Suasana berubah menjadi semakin meriah ketika para peserta dengan antusias mengikuti jalannya permainan. Tawa dan tepuk tangan terdengar silih berganti saat peserta berusaha melanjutkan potongan lagu yang diberikan. Permainan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat keakraban dan menciptakan suasana yang cair serta penuh keceriaan.


Rangkaian acara berikutnya adalah momen perpisahan Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Bapak Suwito beserta istri. Dalam suasana haru dan penuh penghormatan, disampaikan apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi beliau selama menjalankan tugas. Ucapan terima kasih serta doa terbaik mengiringi langkah beliau dalam memasuki masa purna tugas. Momen perpisahan juga diberikan kepada Bapak Rusdi yang turut menyampaikan kesan dan pesan. Suasana penuh kekeluargaan terasa begitu kental, mencerminkan hubungan kerja yang telah terjalin dengan baik selama ini.


Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. Para peserta menikmati hidangan yang telah disediakan sambil bercengkerama dan berfoto bersama dengan latar belakang pantai yang indah. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi dan menjalin keakraban yang lebih dalam antaranggota. Kebersamaan yang terjalin menciptakan kenangan manis yang akan selalu diingat.


Kegiatan family gathering ini berakhir pada pukul 16.30 WIB. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, rombongan bersiap untuk kembali ke Blitar. Perjalanan pulang berlangsung lancar, dan pada pukul 20.00 WIB seluruh peserta tiba kembali di Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dengan selamat.


Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna. Tema “Indahnya Kebersamaan dalam Mengukir Kenangan” benar-benar terwujud dalam setiap rangkaian acara. Melalui kegiatan ini, terjalin hubungan yang semakin erat antaranggota, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Blitar.



Program: Perayaan
Pelaksana: Dinas Pendidikan
9206-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan Pertemuan Rutin DWP BPBD bulan Februari 2026

Keterangan Progam :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar Bidang Sekretariat
2. Hari/Tanggal : 6 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 - Selesai
4. Tempat : Ruang Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar Jl. Bromo No. 03 Babadan Wlingi Blitar
5. Acara :
- Pertemuan Rutin bulan Februari 2026
- Perkenalan Anggota Baru Ibu Yunita Sari Himawan Prabowo
- Pisah Kenang Ibu Nira Windu Susilo
- Sosialisasi damkar dan kebencanaan
6. Dihadiri oleh:
- Ketua Dharma Wanita Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar Ibu Pramesthi Wahyudi
- Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar Ibu Siti Arfitah Agus Zubaidi
- 18 Anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar

Deskripsi Kegiatan:
Pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar bulan Februari 2026 ini yang bertugas adalah Bidang Sosial Budaya yang diketuai oleh Ibu Ika Sabar Ariadi. Selain mengadakan pertemuan rutin DWP juga mengadakan Sosialisasi damkar dan kebencanaan.

Adapun susunan acara adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC Ibu Devi Lya
2. Doa oleh Ibu Siti Nur M. Anwar
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars DWP
4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar oleh Ibu Pramesthi Wahyudi.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar yang telah berkenan meluangkan waktu untuk hadir. Ibu Pramesthi Wahyudi juga mengingatkan kembali terkait pelaporan e-reporting Dharma Wanita Persatuan BPBD. Pelaporan e-Reporting Dharma Wanita Persatuan BPBD merupakan kewajiban yang harus kita laksanakan bersama sebagai bentuk tertib administrasi dan akuntabilitas organisasi. Untuk itu, kami mengharapkan seluruh pengurus dan anggota dapat mengisi dan menyampaikan e-Reporting secara tepat waktu dan sesuai ketentuan.

Setelah itu Beliau mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar kepada Ibu Yunita Sari Himawan Prabowo setelah suami Beliau Bapak Himawan Prabowo menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar. Sehingga Ibu Yunita Sari secara otomatis menjadi Ketua Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar menggantikan Ibu Nira Windu Susilo yang berpindah tugas menjadi Ketua PKK Kecamatan Wates Kabupaten Blitar.

5. Sambutan perkenalan anggota baru Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar oleh Ibu Yunita Sari Himawan Prabowo
Ibu Yunita Sari Himawan Prabowo menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung tugas kedinasan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, Beliau berharap dapat belajar, beradaptasi, dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh DWP BPBD Kabupaten Blitar.

6. Sambutan perpisahan dari Ibu Nira Windu Susilo yang berpindah tugas seiring dengan suami beliau Bapak Windu Susilo menjabat sebagai Camat Wates.
Beliau mengucapkan terimakasih atas bimbingan, kerjasama, perhatian, dan rasa persaudaraan yang telah Beliau terima selama bergabung di Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar. Beliau berharap tali silaturahmi tetap terjalin meskipun Beliau sudah berpindah tugas.

7. Penyerahan tali asih dan pengambilan foto bersama
Penyerahan tali asih sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan keluarga besar Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar. Setelah penyerahan tali asih, dilanjutkan dengan pengambilan foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan atas kebersamaan pada hari ini.

8. Pelaporan Keuangan Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar oleh Bendahara Ibu Laksmita Wisnu G. A
Ibu Laksmita Wisnu G. A menyampaikan laporan keuangan, yang meliputi penerimaan dan pengeluaran dana selama periode Triwulan IV Tahun 2025. Laporan ini disusun sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar, serta sebagai bahan evaluasi bersama dalam pelaksanaan kegiatan organisasi

9. Penyampaian Materi Sosialiasasi Damkar dan Kebencanaan
Sosialisasi Damkar dan Kebencanaan dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya kebakaran. Dalam kegiatan ini, Pengurus dan Anggota DWP Badan Penanggulangan Bencana Daerah diberikan pemahaman mengenai penyebab kebocoran tabung gas, tanda-tanda kebocoran, serta langkah-langkah penanganan awal yang aman dan tepat. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi langsung, antara lain cara mendeteksi kebocoran gas, tindakan pertama yang harus dilakukan saat terjadi kebocoran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta langkah evakuasi untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan.

10. Acara ditutup oleh MC
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup oleh MC pada pukul 11.30 WIB. Acara secara resmi ditutup oleh MC setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: BPBD
9305-02-2026UNDANGAN KAMIS , 05 FEBRUARI 2026 Berdasarkan Undangan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, Ketua Dharma Wanita Dinas P3APPKB Kabupaten menghadiri undangan pada hari Kamis, 05 Februari 2026 Pukul : 10.00 WIB dan bertempat di Sekretariat DWP Kabupaten Blitar dengan agenda Pertemuan Rutin Pengurus DWP Kabupaten Blitar. Tujuan pertemuan rutin DWP (Dharma Wanita Persatuan) adalah mempererat silaturahmi, meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarga PNS, serta mendukung program kerja organisasi dan kinerja suami melalui pembinaan kualitas SDM, diskusi program, dan kegiatan sosial/pendidikan yang relevan. Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk saling berbagi informasi, ilmu, dan memperkuat kebersamaan serta kekeluargaan Tujuan Utama : * Mempererat Silaturahmi: Menjadi ajang kebersamaan, kekompakan, dan keakraban antar anggota DWP. * Meningkatkan Kesejahteraan: Mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarga melalui peningkatan kualitas sumber daya (SDM). * Mendukung Kinerja Suami: Meningkatkan kapasitas diri sebagai pendamping suami (PNS/TNI/Polri) agar suami merasa nyaman dan kariernya lebih baik. Peran Anggota : * Keaktifan: Diharapkan partisipasi aktif semua anggota (istri PNS murni) agar tujuan organisasi tercapai. * Cerminan: Menjadi cerminan keluarga ASN dengan menjaga etika, penampilan, tutur kata, dan sikap sehari-hari. Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) perlu dilakukan secara konsisten karena memiliki peran strategis, baik bagi anggotanya, suami (ASN), maupun organisasi. Berikut adalah alasan-alasan utamanya: : * Wadah Silaturahmi dan Solidaritas: Pertemuan rutin merupakan sarana efektif untuk memupuk rasa kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, dan memperkuat solidaritas antaranggota. * Peningkatan Kualitas Diri (Edukasi): Pertemuan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif seperti seminar, workshop (misal: public speaking), atau pelatihan keterampilan yang bertujuan menambah wawasan dan meningkatkan kualitas diri anggota. * Mendukung Kinerja Suami (ASN): DWP berperan penting dalam memberikan dukungan moral dan mental bagi para suami yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berdampak langsung pada keberhasilan kinerja suami dalam mengabdi kepada negara. * Pembinaan Mental dan Spiritual: Pertemuan sering kali dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan atau pengajian, yang membantu membina mental dan spiritual anggota agar berkepribadian baik dan berbudi pekerti luhur. * Koordinasi Program Kerja: Pertemuan rutin menjadi momen penting untuk membahas, merencanakan, dan mengevaluasi program kerja organisasi agar berjalan sesuai tujuan. * Pemberdayaan Perempuan: DWP bertujuan meningkatkan peran perempuan sebagai istri anggota ASN agar mampu menjadi agen perubahan, tangguh, dan berwibawa di lingkungan sosial. * Kegiatan Sosial: Pertemuan juga digunakan sebagai wadah untuk merencanakan aksi sosial, seperti bakti sosial, donor darah, atau bantuan sembako kepada masyarakat. Secara keseluruhan, pertemuan rutin DWP bukan sekadar agenda bulanan, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas diri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Persiapan menjelang bulan suci Ramadhan bagi Dharma Wanita Persatuan (DWP) mencakup persiapan mental, fisik, spiritual, serta program kerja sosial untuk menyambut bulan penuh berkah dan mempersiapkan anggota DWP agar siap lahir batin menyambut Ramadhan, sekaligus memaksimalkan peran sosial DWP di masyarakat.. kegiatan ini dilanjutkan Foto bersama persiapan pembuatan Vidio Ucapan Selamat menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Romadhon. Demikian Laporan Kegiatan kami, semoga membawa manfaat. Terima kasih (By Ririn Fitriana)
Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
9430-01-2026Senam Bio Energy Medical Chi Kung bersama Bapak Bupati Blitar. Berdasarkan Undangan dari Sekretariat Daerah kabupaten Blitar Tanggal 26 Januari 2026 Nomor Surat: B/426.04.03.01.02/513/409.54.3/2026 Perihal : Undangan . Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blitar menghadiri kegiatan Senam Senam Bio Energy Medical Chi Kung bersama Bapak Bupati Blitar. Kegiatan ini di hadiri Oleh : 1. Semua Kepala OPD mengikut sertakan stafnya 2. Organisasi mengikut sertakan 5 orang anggota Kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung bersama Bapak Bupati Blitar adalh kegiatan positif yang Tujuan senam bersama adalah untuk meningkatkan kesehatan fisik (kebugaran, daya tahan, kelenturan) dan mental (mengurangi stres), mempererat kebersamaan, solidaritas, serta kekompakan di antara peserta (karyawan Pemerintah Kabupaten Blitar), serta membangun kebiasaan hidup sehat dan produktivitas. Kegiatan ini juga bisa menjadi ajang sosialisasi dan memperkuat identitas kelompok atau kebangsaan Manfaat Kesehatan Fisik • Meningkatkan Kebugaran: Gerakan aerobik memperkuat jantung dan paru-paru, meningkatkan sirkulasi oksigen ke otak, dan membakar lemak. • Meningkatkan Stamina & Energi: Tubuh menjadi lebih bugar dan tidak mudah lelah. • Meningkatkan Fleksibilitas & Keseimbangan: Melatih koordinasi dan kelenturan otot dan tulang. • Meningkatkan Daya Tahan Tubuh: Memperkuat sistem imun agar tidak mudah sakit Manfaat Sosial & Mental • Mempererat Kebersamaan: Membangun rasa solidaritas, gotong royong, dan kekompakan antar individu. • Mengurangi Stres: Aktivitas fisik melepaskan endorfin yang memperbaiki suasana hati. • Meningkatkan Produktivitas: Badan yang sehat dan pikiran yang segar mendukung kinerja kerja yang lebih baik. • Membangun Kebiasaan Positif: Mendorong disiplin dan gaya hidup aktif, terutama bagi yang kurang aktif. • Memperkuat Identitas: Dalam konteks, bisa membangun identitas kebangsaan atau kelompok. Tujuan Praktis • Wadah Sosialisasi: Bertemu dan berinteraksi dengan rekan kerja, dan teman, . • Ajang Rekreasi: Menyegarkan pikiran setelah rutinitas padat. Demikian Laporan ini kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terima kasih (By Ririn Fitriana)
Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
9508-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonodadi telah mengikuti kegiatan Bimtek SDM Pariwisata bertema Managemen Wisata Desa
Bidang : Sekretariat,
Program : Pembinaan Hubungan Keluar, Kegiatan : Perayaan.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis/ 08 Januari 2026
3. Pukul : 19.00 WIB sampai selesai
4. Peserta : semua peaku UMKN dan masyarakat Desa Piktan dan sekitarnya
5. Tempat : Lapangan Desa Pikatan Kecamatan Wonodadi
6. Acara : HUT Desa Pikatan ke 909 .
Laporan Kegiatan

Desa Pikatan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wonodadi yang di prakakarsai oleh Kepala Desa Pikatan yaitu Bapak Heriyanto memilki luas wilayah 5,97 Km2 memilik 4 lingkungan/ dusun 7 RW dan 26 RT dengan jumlah penduduk 6.021 jiwa dengan rincian penduduk aki sejumlah 3.032 dan perempuan 2.989 jiwa.Jarak DEsa ikatan ke kantor kecamatan sangat dekat bisa ditempuh hanya dengan 1 Km dan jika ke Kantor Kabupaten berjarak cukup jauh kurang lebih 26 Km.

Desa Pikatan memiliki sejarah yang kaya, dibuktikan dengan adanya Prasasti Pandelegan I dari tahun 1117 Masehi. Perayaan HUT desa bertujuan untuk melestarikan budaya dan memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.
Sejarah Desa Pikatan

Sejarah Desa Pikatan berkaitan erat dengan Kerajaan Panjalu/Kediri. Keberadaan desa ini dibuktikan dengan Prasasti Padelegan yang dianugerahkan oleh Raja Sri Bameswara kepada penduduk desa pada tanggal 11 Januari 1117 Masehi. Pemberian prasasti ini merupakan bentuk apresiasi raja terhadap kesetiaan dan patriotisme tinggi penduduk Desa Pikatan. Mereka dikenal sebagai pasukan khusus atau pasukan elit pemanah berkuda yang menjadi benteng terkuat serta pelindung raja.

Nama "Pikatan" sendiri juga diambil dari kebiasaan masyarakat setempat dalam berburu burung, yang dalam bahasa Jawa disebut mikat manuk. Selain itu, nama ini juga dikaitkan dengan nama leluhur mereka, Rakai Pikatan, raja keenam Kerajaan Mataram Kuno dari Wangsa Sanjaya.

Tujuan diadakan kegiatan ini adalah Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Pikatan, sebagaimana perayaan HUT beberapa tujuan utama:
• Mengenang dan menghargai sejarah serta jasa para leluhur atau tokoh pendiri desa.
• Memperkuat rasa persatuan dan kesatuan serta kebersamaan di antara warga masyarakat.
• Melestarikan budaya lokal dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di desa.
• Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan dan kemajuan desa di masa depan.
• Menjadi pengingat akan pentingnya peran desa dalam pembangunan bangsa secara lebih luas.

Pada HUT Desa Pikatan ke 909 ini melaksanaka beberapa kegiatan yang diikuti warga Desa Pikatan dengan rangkaian sebagai berikut:
1. Pisowanan leluhur adalah tradisi budaya Jawa yang berarti "pertemuan besar dengan leluhur" atau "menghadap leluhur," di mana pemimpin dan masyarakat melakukan ritual untuk menghormati, mengenang, dan memohon petunjuk dari para pendahulu mereka, seringkali dikaitkan dengan acara besar seperti hari jadi kabupaten atau kegiatan adat untuk mempererat hubungan spiritual antara pemimpin, rakyat, dan sejarah leluhur.
Makna dan Tujuan:
• Penghormatan: Bentuk penghormatan tertinggi kepada para tokoh dan pendiri daerah.
• Refleksi Sejarah: Merefresh perjuangan dan semangat para leluhur untuk menginspirasi generasi sekarang.
• Mempererat Persatuan: Memperkuat ikatan antara pemimpin (Kepala Desa ) dan rakyat, menunjukkan kebersamaan.
• Kegiatan Adat: Meliputi ritual, arak-arakan, dan pementasan seni tradisional seperti Reog Kendang yang dilanjutkan dengan nyekar ke makam leuhur kerajaan yang di pandu oleh Kaur Kesra Bapak Ikhwanudin.
Pisowanan Leluhur 8 Januari 2026 yang dilaksanakan pada pagi yang diikuti oleh semua perangkat desa, BPD,beberpa tokoh masyarakat, tokoh agama.
2. Bazar UMKM yang dilaksanakan 2 hari yang bertempat di Lapangan Desa Piktan dengan penggandenh pelaku UMKM dan masyarakat yang di hadiri oleh Bapak Camat beserta Ibu dalam acara pembukaan Bazar tesebut. Acara yang tidak kalh penting pada pembukaan bazar UMKM di Desa Pikatan yakni ceremonial pelantikan RT/RW terplih yang disampaiakn oleh Sekretaris Desa Pikatan yaitu Bapak Fuad Fauzi Wahyudiani.
3. Parade seni merupakan acara pertunjukan yang menampilkan berbagai kreativitas seni seperti musik, tari, teater, dan pembacaan puisi,. Acara ini seringkali menggabungkan penampilan panggung dengan bazar dan dapat mengundang bintang tamu untuk menambah kemeriahan.
Tujuan Pentas Seni
• Pengembangan Bakat: Menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan dan mengembangkan bakat seni mereka.
• Melatih Keberanian: Meningkatkan mental dan kemampuan tampil di depan publik.
• Hiburan: Menjadi sarana hiburan bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
• Apresiasi Seni: Meningkatkan apresiasi terhadap seni dan budaya, serta memperkuat rasa cinta tanah air.
Pentas seni 10 Januari 2026 yang diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan formal dan non formal yang ada di Desa Pikatan. Pentas seni yang di tampilkan antara lain Seni tari, seni drama.
4. Parade sholawat 9 Januari 2026 yang diikuti oleh lembaga pendidikan formal dan non formal.
5. Kirab budaya
arak-arakan atau pawai meriah yang menampilkan kekayaan seni, tradisi, dan adat istiadat suatu daerah atau bangsa, sering diadakan untuk memperingati hari besar, hari jadi, atau upacara adat, menampilkan beragam kostum adat, tarian, kesenian, dan simbol-simbol budaya dari berbagai kelompok dalam barisan yang teratur di rute yang ditentukan. Tujuannya untuk melestarikan budaya, mempererat persatuan, dan membangun kebanggaan nasional/daerah. Irab budaya di laksanakan pada hari minggu tanggal 11 Januari 2026 yang di ikuti oleh seluruh perangkat Desa BPD Tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan lembaga pendidikan baik formal maupun non formal yang ada di Desa Pikatan.

Penulis : Binti Srihariyani

Program: Perayaan
Pelaksana: Kecamatan Wonodadi

9622-01-2026Laporan Kegiatan "Purnatugas DWP BPKAD Kabupaten Blitar" Dalam rangka memberikan penghormatan dan apresiasi atas pengabdian anggota yang telah memasuki masa purna tugas, Dharma Wanita Persatuan BPKAD Kabupaten Blitar menyelenggaran kegiata purnatugas bagi Ibu Srini (anggota pasif DWP BPKAD Kabupaten Blitar). Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan selama bekerja di BPKAD Kabupaten Blitar. Dasar kegiatan : program Kerja DWP BPKAD Kabupaten Blitar pada Bidang Sekretariat, Pembinaan Hubngan Keluar. Tujuan dan Manfaat Kegiatan : 1. Memberikan penghargaan kepada Ibu Srini yang memasuki masa purna tugas 2. Memberikan tali silaturahmi antar anggota DWP 3. Menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan Waktu dan tempat : tanggal 22 Januari 2026 Tempat : Ruang Perdana Kabupaten Blitar Waktu : 15.00 WIB - Selesai Peserta : seluruh anggota DWP BPKAD aktif maupun pasik sebanyak 24 orang uraian kegiatan: Kegiatan purnatugas dilaksanakan secara sederhana namun penuh kehanggatan. Pembukaan oleh Ibu Ketua DWP BPKAD Kabupaten Blitar Ibu ndri Kurdiyanto, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pengabdian Ibu Srini selama menjadi bagian dari keluarga besar BpKAD Kabupaten Blitar. Acara berikutnya adalah sepatah kata dua patah dari Ibu Srini. Ibu Srini menceritakan sedikit perjalanan kerja selama di BPKAD Kabupaten Blitar yang penuh suka dan duka. Selanjutnya dilakukan pemberian cinderamata dan foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan, dilanjutkan doa bersama dan ramah tamah. Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan haru. Kegiatan purnatugas berjalan dengan lancar dan khidmat. Diharapkan talisilaturahmi tetap terjalin meskipun telah memasuki masa purna tugas, serta menjadikenang-kenangan yang baik bagi seluruh anggota DWP. Demikian laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawabanpelaksanaan kegiatan. Penulis : Ibu Yesi (admin e-reporting)
Program: Perayaan
Pelaksana: BPKAD
9707-01-2026LAPORAN KEGIATAN DWP BPKAD KABUPATEN BLITAR "Berkreasi dengan Kawat Bulu" Pada tanggal 7 Januari 2026, Bidang Sekretariat DWP BPKAD Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan pelatihan membuat bros dan gantungan kunci dari bahan kawat bulu. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Sekretariat DWP Satpol PP Kabupaten Blitar jl. Semeru no 40 Kota Blitar yang merupakan komplek Pendopo Kabupaten Blitar. Peserta pelatihan sebanyak 25 orang, yang merupakan ibu-ibu anggota aktif DWP Satpol PP. Narasumber atau yang memberi pelatihan adalah Ibu Ketua DWP BPKAD Kabupaten Blitar yaitu Ibu Indri Kurdiyanto. Kegiatan ini dilaksanakan dallam rangka meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan peserta pelatihan yaitu anggota DWP Satpol PP. dan juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anggota/peserta pelatihan dlam bidang kerajinan tangan yang bernilai estetika sekaligus berpotensi menjdi peluang usaha kreatif. Tujuan : 1.meningkatkan kreativitas anggota/peserta 2.memberikan keterampilan kerajinan tangan 3.menumbuhkan jiwawirausaha 4. mempererat kebersamaan antar anggota Kegiatan pelatihan dumulai pukul 8.00 WIB, dibuka oleh Ibu Ketua DWP Satpol PP dengan sebelumnya menyanyikan lagu Indonesia raya dan Mars Dhrama Wanita. Dalam Sambutannya disampaikan pentingnya mengembangkan ketrampilan bagi anggota untuk pemberdayaan perempuan dalam mengisi waktu luang. Pelatihan dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan bros dan gantungan kunci yang di pandu oleh Ibu Indri Kurdiyanto dari DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Perlu diketahui bahwa Ibu Indri Kurdiyanto ini adalah narasumber pelatihan ketrampilan tangan yang sudah dikenal dikalangan ibu-ibu Dharma Wanita di Blitar. Karya-karyanya antar lain merajut, manik-manik gelang dan hiasan HP, membatik, membuat bros dari suspeso dll. Peserta diberkan bimbingan mulai dari pengenalan bahan yaitu bahan utama adalah kawat bulu, lem, manik manik, dan gantungan kunci. Peralatna yang dibutuhkan adalah gunting dan korek api. Para peserta mengikuti arahan satu persatu merrangkai kawat bulu menjadi hiasan bunga kecil dan diberi gantungan kunci. Juga di bentuk beberapa model sederhana seperti bentuk hati dan daun, kemudian di tempel kancing untuk sebagai bros yang cantik. cara membuatnya sangat mudah, kawat bulu di lipat di dbentuk sesuka kita mengikuti model yang kita inginkan. Peserta sangat antusias, dan semua membawa pulang masing-masing satu bros dan gantungan kunci hasil karya sendiri. Sebenarnya banyak sekali model yang dapat dikembangkan dalam bekreasi dengan kawat bulu tersebut. Dan hiasan kawat bulu ini memang saat ini sedang viral banyak diminati masyarakat. Dan apabila ditekuni hal ini bisa untuk dijual yang tentunya dapat menabah penghasilan. Kegiatan pelatihan ini har ini berjalan dengan lancar, dan memberikan manfaat positf bagi peserta/anggota DWP Satpol PP kab Blitar. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian anggota. Bagi DWP BPKAD bisa memberikan ilmu yang berguna sangatlah menyenangkan dan membanggakan. Kedepan tidak hanya ibu Ketua DWP BPKAD saja yang akan menjadi narasumber, tetapi juga diikuti oleh -ibu-ibu lainnya. Demikian laporan kegiatan ini dibuat semoga bermanfaat bagi kita semua. penulis : Ibu Yesi
Program: Pelatihan
Pelaksana: BPKAD
9815-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINDAMDE KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sekretariat
Program : pembinaan hubungan keluar, Rapat
Keterangan program
1.Hari : Kamis
2.Tanggal : 15 Januari 2026
3.Acara : Pertemuan Rutin DWP DINDAMADE Kab Blitar
4.Peserta : 18 orang
Pada hari Kamis 15 Januari 2026, Ny. Nurul Tantow Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) DINDAMADE Kabupaten Blitar mengadakan pertemuan rutin bulanan bersama dengan anggota DWP DINDAMADE Kab Blitar.
Acara penting ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan di aula DINAS PMD Kabupaten Blitar, di Jl Nias No 2 Kota Blitar.
Pertemuan ini dihadiri oleh 18 orang anggota DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar,.
Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) DINDAMADE Kabupaten Blitar merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala sebagai sarana silaturahmi, koordinasi, serta peningkatan peran dan kontribusi anggota dalam mendukung program kerja organisasi dan instansi. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua, pengurus, serta anggota DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.
Acara pertemuan rutin diawali dengan pembukaan oleh MC, Ibu Irma. Dalam pembukaannya, MC menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir serta mengajak seluruh anggota untuk mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan khidmat. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan kondusif sejak awal acara.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan. Seluruh anggota berdiri dan menyanyikan mars dengan penuh semangat sebagai bentuk rasa bangga, loyalitas, dan komitmen terhadap organisasi Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan ini menjadi penguat rasa persatuan dan kebersamaan di antara seluruh anggota.
Rangkaian acara berikutnya adalah doa, yang dipanjatkan untuk memohon kelancaran kegiatan serta keberkahan bagi seluruh anggota DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar. Doa juga ditujukan agar setiap program dan kegiatan yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi anggota maupun masyarakat luas.
Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan bendahara yang disampaikan oleh Ny. Dani. Dalam laporannya, bendahara menyampaikan kondisi keuangan organisasi secara transparan dan akuntabel. Disampaikan bahwa saldo kas DWP DINDAMADE per Januari sebesar Rp 2.191.400. Laporan ini diterima dengan baik oleh seluruh peserta sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan organisasi.
Acara selanjutnya yakni sambutan Ibu Ketua. Dalam sambutannya, Ibu Ny. Nurul Tantowi selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi perhatian bersama seluruh anggota DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar. Beliau menyampaikan bahwa pada tahun ini, sehubungan dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran, kegiatan Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan secara mandiri. Oleh karena itu, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pertemuan rutin, konsumsi atau makanan dan minuman (mamin) diambilkan dari kas DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar, dengan tetap mengedepankan prinsip kebersamaan dan tanggung jawab bersama.
Selanjutnya, Ibu Ketua menyampaikan agenda pembentukan struktur kepengurusan DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar sebagai langkah awal penguatan organisasi. Adapun susunan pengurus yang telah dibentuk adalah sebagai berikut: Penasehat: Tantowi Jauhari, SP Ketua: Ny. Nurul Khasanah Tantowi Jauhari Wakil Ketua: Ny. Nadeak Sekretaris: Ny. Ismi dan Ny. Luluk Stiani Didik Bendahara: Ny. Dewi Sutanto Dani dan Ny. Puji Feri Selain itu, juga dibentuk kepengurusan bidang-bidang sebagai pelaksana program kerja, yaitu: 1. Bidang Pendidikan yang diampu oleh Ny. Nyoman, Ny. Retno Aryo, Ny. Arisak, Ny. Widodo, dan Ny. Komaar. 2. Bidang Sosial yang terdiri dari ketua Ny. Taslimah Hariyanto, anggotaNy. Tyas, Ny. Riski, Ny. Abas, Ny. Wildan, dan Ny. Tomi. 3. Bidang Ekonomi dengan Ketua Ny. Risson Risson, serta anggota Ny. Adi, Ny. Sulis, Ny. Lita, Ny. Fitri, dan Ny. Adi. Ibu Ketua menegaskan bahwa masing-masing bidang diketuai oleh DWP aktif, sehingga diharapkan setiap program kerja dapat berjalan optimal, terkoordinasi dengan baik, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan lingkungan sekitar. Sambutan ditutup dengan harapan agar seluruh pengurus dan anggota dapat bekerja sama, menjaga kekompakan, serta berperan aktif dalam setiap kegiatan Dharma Wanita Persatuan DINDAMADE Kabupaten Blitar.
Selain hal-hal tersebut, dalam sambutannya Ibu Ny. Nurul Tantowi juga menyampaikan beberapa informasi dan ketentuan penting terkait tata tertib serta penampilan anggota Dharma Wanita Persatuan. Beliau menyampaikan bahwa pengadaan seragam batik DWP terbaru dianjurkan dengan sistem menabung, mengingat proses pemesanan (pre-order) yang relatif lama serta harga yang cukup mahal. Bagi anggota yang belum memiliki seragam batik DWP terbaru, dianjurkan untuk terlebih dahulu membeli batik DWP model terbaru yang tersedia. Sementara itu, pada saat pertemuan rutin, anggota diperkenankan menggunakan batik bebas yang sopan hingga seragam resmi dapat dimiliki seluruh anggota..
Lebih lanjut, beliau menyampaikan peraturan terkini terkait pemakaian batik dan PDH DWP, yaitu setiap anggota wajib mengenakan atribut organisasi berupa lencana atau pin DWP serta papan nama sebagai identitas resmi. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa disiplin, kerapian, serta kebanggaan sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan.
Terkait atribut dan penampilan, Ibu Ketua juga menegaskan bahwa anggota DWP tidak diperkenankan mengenakan perhiasan berlebihan. Perhiasan yang diperbolehkan hanya cincin nikah, sedangkan untuk kelengkapan lainnya seperti sepatu dan tas diwajibkan berwarna hitam dengan model sederhana. Ketentuan ini bertujuan menjaga keseragaman, kesederhanaan, dan citra organisasi yang rapi serta profesional.
Setelah penyampaian sambutan dan arahan dari Ketua DWP Kabupaten Blitar, acara dilanjutkan dengan perkenalan anggota Dharma Wanita Persatuan yang baru. Kegiatan ini menjadi sarana untuk saling mengenal dan mempererat tali silaturahmi antaranggota, sehingga tercipta suasana kekeluargaan dan kebersamaan dalam organisasi. Acara selanjutnya diisi dengan kegiatan praktik pembuatan gelatin ayam yang dipandu oleh Ny. Dani. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta keterampilan anggota Dharma Wanita Persatuan, khususnya dalam pemanfaatan bahan pangan sederhana yang bernilai gizi dan ekonomis. Dalam praktik tersebut, Ny. Dani menjelaskan bahan-bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, serta manfaat gelatin ayam bagi kesehatan dan peluang pengembangannya sebagai produk olahan rumah tangga. Para anggota DWP DINDAMADE Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan praktik dengan penuh antusias. Peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan gelatin ayam, mulai dari persiapan bahan hingga tahapan akhir. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan sesi tanya jawab serta diskusi ringan seputar cara pengolahan, penyimpanan, dan kemungkinan pemanfaatan gelatin ayam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan praktik ini memberikan nilai tambah bagi pertemuan rutin, karena selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan juga diisi dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan aplikatif. Diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di rumah serta menjadi inspirasi bagi anggota untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian ekonomi keluarga.
Penulis : Luluk Stiani

Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
9928-01-2026DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS SOSIAL KABUPATEN BLITAR Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Kabupaten Blitar di laksanakan pada : Hari & Tanggal : Rabu, 28 Januari 2026 Tempat : Aula Pertemuan Cakrapalah Dinas Sosial Kabupaten Blitar Jam : 09.00 WIB sampai selesai Pertemuan di pimpin oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial (Ny. Hankam) Kegiatan dalam pertemuan tersebut adalah : 1. Harapan ke depannya untuk anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial lebih aktif lagi 2. Surat undangan untuk dispensasi bagi Ibu Dharma Wanita Persatuan yang merupakan ASN di OPD lain 3. Keaktifan dan dukungan dari seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial 4. Pertemuan Rutin dilaksanakan 2 (dua) bulan sekali pada minggu ke 2 (dua) 5. Kepanitiaan dalam setiap pertemuan giliran dari masing-masing bidang 6. Penertiban administrasi 7. Kegiatan pertemuan rutin pada hari ini juga diisi dengan pelatihan pembuatan hantaran untuk lamaran ataupun pernikanan 8. Aanggota Dharma Wanita Persatuan di harapkan juga aktif ikut dalam kegiatan yang dilaksanakan di OPD 9. Untuk kegiatan belanja ASN di pasar tradisional anggota Dharma Wanita juga mengikuti jadwal di OPD
Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Sosial
10027-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar telah mengadakan kegiatan acara Pertemuan Rutin DWP bulan Januari 2026 di Excelent Creative Space Sanankulon Kabupaten Blitar

Keterangan Program :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuaan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : 14 Januari 2026
3. Pukul : 08.00-selesai
4. Tempat : Excelent Creative Space Sanankulon Kabupaten Blitar
5. Acara :
- Pertemuan Rutin bulan Januari 2026
- Perkenalan Anggota Baru Ibu Hangga , Ibu Asyik , Ibu Dewi Agus , Ibu Hendri Bagus
- Outbond
6. Peserta : Seluruh Pengurus DWP Kab Blitar

Deskripsi Kegiatan

Pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar di laksanakan outdoor pada bulan Januari 2026 ini yang bertugas adalah Bidang Sekretariat, Selain mengadakan pertemuan rutin juga di adakan Outbond.

Dengan pembawa acara Ibu Margareth Nanang Adi, Ibu Mariana Heny Mulyadi sebagai Dirigent dan Ibu Nurul Tantowi bertugas membaca Doa

Kegiatan dimulai dengan sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto , Dalam sambutannya Beliau menyampaikan adanya penambahan anggota baru di dalam kepengurusan Dharma Wanita Kabupaten Blitar dan diharapkan kita semua bisa bekerja sama dalam menjalankan tugas tugas sebagai penurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Masa Bakti 2025 - 2030

Selanjutnya sambutan Ibu Wakil Ketua DWP Kabupaten Blitar Ibu Leliana Puguh. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan tentang rencana kegiatan tahun 2026 untuk masing masing bidang , dengan hasil sebagai berikut
1. 11 X Rapat Pengurus
2. 2 X Rapat anggota ( Pleno )
3. 3 X Kegiatan Bidang
4. HUT Dharma Wanita
5. Tanggal 2 Februari 2026 Pertemuan Rutin Pengurus
6. Tanggal 4 Februari 2026 Rapat Anggota (Materi Mental Health ) tempat di Ruamg Candi Penataran
7. Bulan April Bidang Pendidikan ( Materi Pembuatan Bunga dari Kawat bulu )
8. Bulan Juni Bidang Ekonomi ( Materi Pembuatan Founding dari Kaos )
9. Bulan Oktober Bidang Sosbud ( Sosialisasi Kesehatan Kulit )
10. Bulan Desember HUT

Ibu Wakil ketua juga menyampaikan bahwa surat pengesahan untuk ketua DWP Kabupaten Blitar dan susunan pengurus DWP Kab. Blitar telah di sah kan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Provinsi Jawa Timur selanjutnya Surat keputusan dan susunan pengurus dibacakan oleh Ibu Nurul Tantowi

Acara di lanjutkan dengan games ringan dari team Andreas Excelent Creative Space, Andreas selaku pemilik Excelent Creative Space memimpin jalan nya games , dan berharap dengan games ini lebih mengenal 1 sama lain , lebih kompak dalam bekerja sama dalam team
Setelah Outbond para Ibu Ibu Pengurus Dharma Wanita Kabupaten Blitar diajak keliling di area Excelent Creative Space disana menyediakan berbagai macam kebutuhan rumah tangga mulai dari piring , sendok , gelas , toples , tumbler dan berbagai macam souvernir yang estetik .

Penulis : H_M
Dharma Wanita Kabupaten Blitar
Program: Rapat

10127-01-2026Kegiatan koordinasi lintas sektor antara Ibu Camat Selorejo, Ibu Sekretaris Camat (Sekcam) Selorejo, dan Ibu Danramil Selorejo dengan Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Selorejo merupakan kegiatan tersendiri yang berbeda dengan kegiatan koordinasi sebelumnya di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi kepemimpinan perempuan lintas instansi di tingkat kecamatan guna mendukung pelaksanaan program kerja Kecamatan Selorejo Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Camat Selorejo selaku pimpinan wilayah kecamatan, Ibu Sekcam Selorejo, Ibu Danramil Selorejo, Ketua DWP Kecamatan Selorejo, serta seluruh anggota Ibu-Ibu DWP Kecamatan Selorejo, dan difokuskan pada penguatan peran DWP sebagai mitra strategis kecamatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dan arahan dari Ibu Camat Selorejo yang menekankan bahwa koordinasi ini merupakan forum strategis di tingkat kecamatan untuk menyamakan persepsi dan langkah antara unsur pimpinan kecamatan dan DWP. Dalam arahannya, Ibu Camat menyampaikan pentingnya peran DWP dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat, khususnya dalam pembinaan keluarga, kegiatan sosial kemasyarakatan, peningkatan kesehatan keluarga, serta penguatan peran perempuan di lingkungan Kecamatan Selorejo. Ibu Camat juga menyampaikan arah kebijakan dan prioritas program kecamatan agar dapat dijadikan acuan dalam perencanaan kegiatan DWP.

Selanjutnya, Ibu Sekretaris Camat Selorejo menyampaikan materi terkait tata kelola kegiatan organisasi dan pentingnya tertib administrasi dalam setiap pelaksanaan kegiatan DWP Kecamatan Selorejo. Ibu Sekcam menekankan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan perlu direncanakan dengan baik, dilaksanakan sesuai ketentuan, serta dilaporkan secara sistematis melalui mekanisme pelaporan dan e-reporting kecamatan. Selain itu, disampaikan pula pentingnya dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari akuntabilitas dan bahan evaluasi kinerja.

Pada kesempatan berikutnya, Ibu Danramil Selorejo menyampaikan dukungan terhadap kegiatan DWP Kecamatan Selorejo sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan keharmonisan sosial di wilayah kecamatan. Ibu Danramil menekankan bahwa sinergi antara unsur kecamatan, TNI, dan organisasi perempuan sangat penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan untuk berkoordinasi dan bersinergi dalam kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan peran keluarga dan perempuan.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang membahas rencana kegiatan DWP Kecamatan Selorejo, pola koordinasi lintas sektor, serta dukungan yang dapat diberikan oleh pihak kecamatan dan Danramil terhadap pelaksanaan kegiatan DWP. Diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif yang bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan program DWP agar selaras dengan kebijakan dan program kecamatan.

Secara keseluruhan, kegiatan koordinasi lintas sektor ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan serta menghasilkan komitmen bersama antara Ibu Camat, Ibu Sekcam, Ibu Danramil, dan Ibu-Ibu DWP Kecamatan Selorejo untuk meningkatkan sinergi dan kerja sama. Kegiatan ini merupakan kegiatan tersendiri di tingkat kecamatan dan disusun sebagai laporan e-reporting Kecamatan Selorejo serta dokumentasi resmi pelaksanaan koordinasi lintas sektor Tahun 2026. Penulis : Nindya Tanchanella


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Kecamatan Selorejo
10227-01-2026Kegiatan koordinasi antara Kepala Desa dengan Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Januari 2026, pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB, bertempat di Balai Desa, sebagai bagian dari agenda awal Tahun 2026 dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan, meningkatkan kualitas perencanaan kegiatan, serta mendukung kelancaran pelaksanaan program Pemerintah Desa. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan dan dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, perangkat desa terkait, Ketua DWP, serta seluruh anggota Ibu-Ibu DWP. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi momentum awal untuk menyamakan persepsi, menyusun langkah bersama, serta memperkuat koordinasi lintas unsur dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan arahan dari Kepala Desa yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan peran aktif Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan selama ini. Dalam arahannya, Kepala Desa menekankan bahwa DWP merupakan mitra strategis Pemerintah Desa yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan, khususnya pada bidang sosial kemasyarakatan, kesehatan keluarga, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kepala Desa juga menyampaikan gambaran umum arah kebijakan dan prioritas program Pemerintah Desa Tahun 2026, sehingga diharapkan seluruh kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh DWP dapat selaras, terintegrasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Selanjutnya, Ketua Dharma Wanita Persatuan menyampaikan paparan secara rinci mengenai rencana kerja dan program kegiatan DWP yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2026 dan periode selanjutnya. Rencana kegiatan tersebut meliputi keterlibatan aktif dalam kegiatan posyandu dan pemantauan kesehatan ibu dan anak, dukungan terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan dan bakti sosial, serta rencana pemberdayaan ibu-ibu melalui kegiatan pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas keluarga, dan penguatan peran perempuan dalam lingkungan masyarakat. Ketua DWP juga menyampaikan kesiapan dan komitmen seluruh anggota DWP untuk berpartisipasi aktif, menjalin kerja sama yang baik dengan Pemerintah Desa, serta melaksanakan setiap kegiatan secara tertib dan bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara aktif, terbuka, dan konstruktif antara Pemerintah Desa dan Ibu-Ibu DWP. Dalam sesi diskusi ini dibahas berbagai hal penting, antara lain mekanisme koordinasi rutin antara Pemerintah Desa dan DWP, pembagian peran dan tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan, dukungan sarana dan prasarana yang diperlukan, serta pentingnya pencatatan dan dokumentasi kegiatan sebagai bahan evaluasi dan pelaporan melalui sistem e-reporting. Diskusi juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dan berkelanjutan agar setiap kegiatan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama.

Secara keseluruhan, kegiatan koordinasi berlangsung dengan tertib, lancar, dan partisipatif serta menghasilkan kesepakatan dan rencana tindak lanjut yang jelas dan terarah. Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi antara Pemerintah Desa dan Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan dapat semakin solid, peran serta DWP dapat semakin optimal, serta pelaksanaan program desa dapat berjalan lebih efektif dan berkesinambungan. Laporan kegiatan ini disusun sebagai bahan e-reporting dan dokumentasi resmi pelaksanaan kegiatan Pemerintah Desa serta sebagai dasar evaluasi dan perencanaan kegiatan selanjutnya. Penulis : Nindya Tanchanella


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Kecamatan Selorejo
10324-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Sekretariat Kabupaten Blitar telah mengadakan kegiatan acara Pertemuan Rutin DWP bulan Januari 2026 di Kawasan Wisata Kali Kebo Seen Gandusari

Keterangan Program :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuaan UP Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : 23Januari 2026
3. Pukul : 08.00-selesai
4. Tempat : Wisata Kali kebo Desa Semen Kecamatan Gandusari Kab. Blitar
5. Acara :
- Pertemuan Rutin bulan Januari 2026
- Perkenalan Anggota Baru Ibu Yanis Haris , Ibu Arisanti Bambang , Ibu Eri Anang
- Outbond
6. Jumlah anggota yang hadir : 32 Orang

Deskripsi Kegiatan

Pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar di laksanakan outdoor pada bulan Januari 2026 ini yang bertugas adalah Bagian Perencanaan Keuangan dan Bagian Tata Pemerintahan, Selain mengadakan pertemuan rutin juga di adakan Outbond.

Dengan pembawa acara Ibu Yessi dan Ibu Mariana bertugas membaca Doa Kegiatan dimulai dengan pembacaan Notulen oleh Ibu Sekretaris dilanjutkan dengan laporan masing masing bidang , mulai dari Bendahara , Sosial Budaya , Doorprize , arisan dan Tabungan.
Selanjutnya sambutan Ibu Ketua DWP UP Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar Ibu Unun Badrodin, Dalam sambutannya Beliau menyampaikan Terima Kasih kepda Bagian Perencanaan Keuangan dan Bagian Tata Pemerintahan yang telah mempersiapkan semua untuk kelancaran acara Pertemuan Rutin Beliau berharap melalui kegiatan ini bisa lebih mengenal 1 sama lain , lebih kompak dan maju melesat

Ibu Ketua juga mengucapkan selamat bergabung kepada Ibu Yanis Haris dan Ibu Eri Anang di Dharma Wanita Kabupaten Blitar dan selamat kepada Bapak Haris yang telah dilantik sebagai assisten Umun Setda dan Bapak Anang sebagai Kapala Bagian Perekonomian Setda Kab Blitar

Ibu Unun Badrodin juga menyampaikan bila pertemuan rutin selanjutnya di laksanakan pada Bulan April di karenakan ada Puasa dan hari raya , untuk kegiatan di laksanakan Indoor yang akan ada tambahan pelatihan untuk mrnambah wawasan anggota Dharma Wanita Persatuan khususnya di lingkup Sekretariat Daerah Acara di lanjutkan dengan perkenalan dari Ibu Yanis Haris , Ibu Arisanti Bambang dan Ibu Eri Anang.
Sebelum di mulai outbond di laksanakan pembentukan pengurus DWP Setda dan Susunan nya sebagai berikut
Ketua : Ibu Unun Badrodin
Wakil : Ibu Yanis Haris
Sekretaris : Ibu Heny Mulyadi
Bidang Pendidikan : Ibu Arisanti Bambang
Bidang Ekonomi : Ibu Lilis Adi Andaka
Bidang Sosbud : Ibu Agus Susanti Toha
Tabungan : Ibu Diah Basuki
Arisan : Ibu Rara Omar
Dana Sosial : Ibu Ana Wahyudiono
Doorprize : Ibu Yanti Prasetya

Acara dilanjutkan dengan Ootbond yang di pandu oleh Team Outbond Bapak Suwarno, Ada beberapa permainan yang di laksanakan untuk menambah kekompakan antar anggota

Adapun manfaat Outbond bagi anggota Dharma Wanita Persatuan adalah
1. Mempererat Silaturahmi antar anggota 3. Melatih Komunikasi yang efektif
4. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan percaya diri
5. Saran refresing dan menghilangkan penat
6. Menanamkan nilai displin
7. meningkatkan semangat berorganisasi

Penulis : H_M
Sekretariat Daerah Kab.Blitar
Program: Rapat
Pelaksana: Sekretariat Daerah

10415-01-2026Senam Bio Energy Medical Chi kung Ketua Dharma Wanita Dinas P3APPKB menghadiri Undangan dari Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar perihal kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi kung,yang diselenggarakan pada Hari KAMIS , 15 Januari 2025 bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro jam 05.30 s/d Selesai..Kegiatan ini adalah dalam rangka Senam Bio Energy Medical Chi kung bersama Bapak Bupati Blitar Chi Kung (Qigong) adalah bagian dari budaya Tiongkok kuno yang fokus pada pengelolaan energi vital (Chi) dalam tubuh. "Bio Energy Medical Chi Kung" adalah adaptasi yang menggabungkan prinsip-prinsip medis modern dengan Chi Kung, bertujuan membangkitkan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri (autotherapy). Senam Bio Energy Medical Chi Kung adalah olahraga gerak lambat dan olah napas yang menggabungkan teori medis untuk mengaktifkan energi tubuh (chi) guna penyembuhan diri (autotherapy) fisik dan psikis, melancarkan peredaran darah, meningkatkan imun, serta menjaga keseimbangan energi, yang kini digalakkan oleh Pemkab Blitar untuk ASN sebagai bagian dari pola hidup sehat. Apa itu Bio Energy Medical Chi Kung? Sebuah metode senam yang menggabungkan olah napas dan olah gerak lambat. Dirancang berdasarkan teori medis untuk membangkitkan kemampuan tubuh menyembuhkan diri sendiri (autotherapy). Manfaat Utama : 1. Melancarkan peredaran darah. 2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas). 3. Menjaga keseimbangan energi tubuh. 4. Membantu memperbaiki fungsi organ. 5. Meningkatkan kebugaran jasmani dan ketenangan mental. Karakteristik Gerakan : Gerakannya sederhana, lembut, dan tidak membebani. Banyak melibatkan gerakan ringan seperti berdiri jinjit dan fokus pada pusat energi di antara pusar dan anus (Ling Tien Kung). Secara keseluruhan, ini adalah bentuk senam holistik yang aman dan mudah diikuti untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh dengan memanfaatkan energi alamiah tubuh. Tujuan nya : Melancarkan peredaran darah, meningkatkan imunitas, menjaga keseimbangan energi, dan membantu memperbaiki fungsi organ melalui gerakan lembut dan pengaturan napas. Pemerintah Kabupaten Blitar menggalakkan senam ini untuk ASN sebagai bagian dari program kesehatan, mendorong budaya hidup sehat dan meningkatkan produktivitas kerja Diharapkan menjadi pola hidup sehat berkelanjutan, karena ringan, aman, dan mudah diikuti berbagai usia. Ini adalah latihan fisik yang fokus pada pernapasan dan gerakan lembut untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan menyeluruh dengan memanfaatkan energi vital tubuh. Senam Bio Energy Medical Chi Kung dianjurkan untuk siapa saja yang ingin meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh karena gerakannya yang ringan, mudah diikuti lintas usia (termasuk lansia), dan fokus pada penyelarasan energi tubuh, pernapasan, serta pikiran untuk penyembuhan mandiri (autotherapy), melancarkan peredaran darah, meningkatkan imun, dan menjaga keseimbangan energi untuk produktivitas dan kualitas hidup lebih baik. manfaat Fisik: Melancarkan peredaran darah, meningkatkan imun tubuh, memperkuat otot, memperbaiki fungsi organ, dan meningkatkan daya tahan tubuh. manfaat secara Mental: Menjaga keseimbangan energi, menenangkan pikiran, meningkatkan fokus, dan mengembalikan semangat. Kapan digunakan: Setiap hari (rutin): Untuk menjaga kebugaran dan kesehatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Pagi hari: Memulai hari dengan energi baru dan meningkatkan vitalitas, seperti yang dilakukan Bupati Blitar bersama ASN. Saat merasa kurang bugar/stres: Membantu melepaskan ketegangan, meningkatkan fokus, dan mengembalikan semangat. Untuk pemulihan: Membantu tubuh mengobati diri sendiri (autoterapi) dan memperbaiki ketidakseimbangan tubuh yang mendasari penyakit, seperti terlihat pada lansia yang pulih dari masalah berjalan..demikian Laporan dari Kami semoga membawa manfaat (By Ririn Fitriana)
Program: Dokumentasi & Publikasi
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
10509-01-2026

KEGIATAN PEMBENTUKAN PENGURUSAN UP DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN KABUPATEN BLITAR


Nama Kegiatan : Pertemuan Rutin Dharmawanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertahanan Kabupaten Blitar
1. Hari : Jumat
2. Tanggal : 9 Januari 2026
3. Pukul : 08.00 – 11.00 WIB
4. Tempat : Ruang Rapat Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar


Acara : Pertemuan Rutin UP DWP Disperkimtan Kabupaten Blitar dan Penyusunan Kepengurusan serta Program Kegiatan Tahun 2026


Peserta : 14 Orang anggota Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Blitar.


Dalam rangka menjamin keberlangsungan organisasi dan kelancaran pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan, diperlukan pembentukan kepengurusan yang baru. Pembentukan pengurusan ini bertujuan untuk menyusun struktur organisasi yang jelas, efektif, dan sesuai dengan ketentuan organisasi guna mendukung pelaksanaan kegiatan DWP secara terarah dan berkelanjutan.


TUJUAN KEGIATAN

Membentuk kepengurusan Dharma Wanita Persatuan yang sah dan tertib administrasi. Menetapkan struktur organisasi dan pembagian tugas pengurus. Meningkatkan koordinasi dan sinergi antaranggota dalam pelaksanaan program kerja


PELAKSANAAN KEGIATAN


Kegiatan pembentukan pengurusan Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan melalui musyawarah anggota. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pembahasan dan penetapan struktur kepengurusan yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta bidang-bidang sesuai ketentuan organisasi. Seluruh proses berjalan dengan lancar, tertib, dan berdasarkan kesepakatan bersama.


HASIL KEGIATAN

Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman , dan Pertanahan Kabupaten Blitar dan Program Kerja Periode tahun 2026


SUSUNAN PENGURUS
Ketua : Ny. Margareth Anthonius Nanang Adi
Wakil Ketua : Ny. Yuli Edi
Sekretaris : Ny. Enik Yuyus
Bendahara : Ny. Titik Nurhidayat

Bidang Pendidikan :
1. Ny. Gunadi
2. Ny. Agus
3. Ny. Danang

Bidang Ekonomi :
1. Ny. Rudi
2. Ny. Iin Masyafii
3. Ny. Nanang Elia
4. Ny. Kasno

Bidang Sosial Budaya :
1. Ny. Palupi Nurhidayat
2. Ny. Rudik
3. Ny. Wildan

KEGIATAN PERTEMUAN RUTIN


Jumlah pertemuan selama tahun 2026 sebanyak 6 (enam) kali, dengan pembagian sebagai berikut:
Pertemuan I : Rapat umum dan koordinasi program kerja
Pertemuan II (Pebruari – Maret) : Bidang Ekonomi
Pertemuan III (April–Mei) : Bidang Sosial Budaya
Pertemuan IV (Juni–Juli) : Bidang Pendidikan
Pertemuan V (Agustus - September) Sekretariat
Pertemuan VI (Oktober - Nopember) Bidang Sosial Budaya

PELAKSANAAN PROGRAM KERJA


A. Bidang Ekonomi (Februari – Maret) Pembagian tabungan sembako, sebelum masuk bulan Ramadhan yang mana kegiatan ini sudah berlangsung setiap tahun menjelang Ramadhan ada kegiatan pembagian sembako untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan yang kedua adalah belanja bersama ke pasar tradisional di wilayah Sutojayan. Program ini bertujuan untuk mengangkat perekonomian masyarakat di daerah pedesaan dengan menggalakkan belanja ke pasar tradisional.


B. Bidang Sosial Budaya (April–Mei) Bulan April adalah bulan peringatan hari Kartini, mengingatkan pada emansipasi wanita. Pada bulan ini akan diadakan lomba memasak dan plating, senam bersama.


C. Bidang Pendidikan (Juni–Juli) Sosialisasi deteksi penyakit jantung. Sosialisasi e reporting ke ibu-ibu anggota DWP Disperkimtan.


D. Sekretariat (Agustus-September) Lomba memperingati Hari Kemerdekaan RI. Lomba gabungan dengan karyawan karyawati Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar.


E. Bidang Sosial Budaya (Oktober - Nopember) Berkunjung ke panti memberikan bantuan.


VIII. PENUTUP

Dengan terbentuknya kepengurusan Dharma Wanita Persatuan, diharapkan pelaksanaan kegiatan organisasi dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan memberikan kontribusi positif bagi anggota serta mendukung program instansi secara berkelanjutan. Selain itu, melalui pelaksanaan program kerja tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertahanan Kabupaten Blitar berkomitmen untuk meningkatkan kualitas anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya serta mendukung program pemerintah dan instansi secara berkelanjutan.


Laporan disusun oleh Ny. Enik Yuyus selaku operator e-reporting Unit Pelaksana DWP Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar



Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
10614-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

 

Keterangan Program:
1.Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2.Hari/Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
3.Pukul : 09.00 - selesai
4.Tempat : Ruang Rapat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar
5.Bidang : Sekretariat
6.Program : Pembinaan Hubungan Keluar – Rapat
 

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar mengadakan pertemuan yang bertempat di Ruang Rapat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar pada hari Rabu, 14 Januari 2026. Pertemuan digelar dalam rangka acara silaturahmi dan pembentukan pengurus baru. Dalam rangka menjamin keberlangsungan organisasi dan kelancaran pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan, diperlukan pembentukan kepengurusan yang baru. Pembentukan pengurusan ini bertujuan untuk menyusun struktur organisasi yang jelas, efektif, dan sesuai dengan ketentuan organisasi guna mendukung pelaksanaan kegiatan DWP secara terarah dan berkelanjutan. Acara dipimpin oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar dan dihadiri oleh 12 anggota.

Tujuan Kegiatan
1.Membentuk kepengurusan Dharma Wanita Persatuan yang sah dan tertib administrasi.
2.Menetapkan struktur organisasi dan pembagian tugas pengurus.
3.Meningkatkan koordinasi dan sinergi antar anggota dalam pelaksanaan program kerja
4.Memperkuat peran perempuan dalam mendukung kinerja suami sebagai ASN
5.Meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui berbagai program kerja organisasi.

Kegiatan pembentukan pengurusan Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan melalui musyawarah anggota. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pembahasan dan penetapan struktur kepengurusan yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta bidang-bidang sesuai ketentuan organisasi. Seluruh proses berjalan dengan lancar, tertib dan berdasarkan kesepakatan bersama.

Pembentukan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki manfaat strategis, baik bagi anggota, keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), instansi pemerintah, maupun masyarakat luas. DWP berfungsi sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) istri ASN guna mencapai kesejahteraan nasional. 
Berikut adalah manfaat pembentukan pengurus DWP:
1. Peningkatan Kualitas Anggota dan Pemberdayaan Perempuan 
2. Penguatan Ketahanan Keluarga ASN
3. Dukungan Terhadap Kinerja ASN dan Instansi
4. Peningkatan Kepedulian Sosial
5. Wadah Persatuan dan Kekeluargaan

Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar dan Program Kerja Periode tahun 2026. Susunan pengurus sebagai berikut :
a.Ketua : Ny. Lina Tunggul Adi Wibowo
b.Wakil Ketua : Ny. Eko Sumardiyanto
c.Sekretaris I : Bu Agung Budiono
d.Sekretaris II : Ida Rosita
e.Bendahara I : Bu Khrisna Yogiswara
f.Bendahara II : Ami Fitriani
g.Bidang Pendidikan :
1.Bu Anam
2.Bu Agung Budiono
3.Bu Bintang
4.Bu Riyanto
h.Bidang Ekonomi :
1.Bu Susilo
2.Bu Adi
3.Bu Sugeng
4.Bu Wawan
5.Bu Junio
i.Bidang Sosial Budaya :
1.Bu Imam
2.Bu Edo
3.Bu Wisnu
4.Bu Feri
5.Bu Henri

Dengan terbentuknya kepengurusan Dharma Wanita Persatuan, diharapkan pelaksanaan kegiatan organisasi dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan memberikan kontribusi positif bagi anggota serta mendukung program instansi secara berkelanjutan.

Penulis : Bu Agung Budiono dan Ida Rosita

Program: Rapat
Pelaksana: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

10713-01-2026

KEGIATAN SERAH TERIMA JABATAN (SERTIJAB) PEJABAT KECAMATAN KESAMBEN DAN KEPALA UPT PUSKESMAS KECAMATAN KESAMBEN


Bidang: Sekretariat


Program Kerja: Penataan Organisasi dan Manajemen


Kegiatan: Sosialisasi/Konsolidasi Organisasi (Serah Terima Jabatan)


Keterangan Program:


1. UP Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar


2. Hari/Tanggal : Selasa, 13 Januari 2026


3. Pukul : 08.00 WIB – selesai


4. Tempat : Aula Kantor Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar


5. Acara : Serah Terima Jabatan Sekretaris Kecamatan Kesamben dan Kasi Trantib, dilanjutkan Serah Terima Jabatan Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Kesamben pada pukul 13.00 WIB


Ketua UP Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kesamben, Ny. Tuty Yuliana Amir Bharata, menghadiri kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Sekretaris Kecamatan Kesamben dan Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) yang diselenggarakan pada hari Selasa, 13 Januari 2026 di Aula Kantor Kecamatan Kesamben.


Kegiatan ini merupakan bagian dari penataan organisasi dan konsolidasi pemerintahan guna memastikan kesinambungan roda administrasi, kelancaran koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kualitas layanan publik kepada masyarakat Kecamatan Kesamben secara tertib, profesional, dan akuntabel.


Pada pukul 13.00 WIB, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Serah Terima Jabatan Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Kesamben sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatkan efektivitas manajemen layanan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan dan unit pelayanan kesehatan.


Hadir dalam kegiatan ini antara lain:


1. Seluruh Perangkat Kecamatan Kesamben


2. Danramil 0808/14 Kesamben


3. Kapolsek Kesamben beserta Ibu


4. Babinsa dan Bhabinkamtibmas


5. Seluruh Kepala Desa beserta Ketua TP PKK se-Kecamatan Kesamben


6. Perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat


7. Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Kesamben


8. Ketua GOW Kecamatan Kesamben


9. Perwakilan RS Wafa Husada Kesamben


10. Perwakilan Aisyiyah Kesamben


11. Perwakilan Muslimat Kesamben


12. Perwakilan tokoh pemuda Kecamatan Kesamben


Tujuan Kegiatan:


1. Melaksanakan proses pisah kenal antara pejabat lama dengan pejabat baru secara resmi dan tertib administrasi.


2. Menjaga kesinambungan tugas pemerintahan serta mendukung kelancaran layanan publik di Kecamatan Kesamben.


3. Memperkuat koordinasi lintas sektor antara perangkat kecamatan, unsur TNI/Polri, pemerintah desa, organisasi perempuan, serta tokoh masyarakat.


4. Meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan melalui penguatan kepemimpinan di UPT Puskesmas Kecamatan Kesamben.


Pelaksanaan Kegiatan:


Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan doa bersama. Selanjutnya dilaksanakan prosesi Sertijab Sekretaris Kecamatan Kesamben dan Kasi Trantib. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh suasana kebersamaan sebagai wujud dukungan terhadap transisi kepemimpinan yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.


Pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan Sertijab Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Kesamben. Rangkaian ini menjadi momentum penting untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, responsif, serta sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.


Hasil dan Dampak Kegiatan:


1. Sertijab pejabat kecamatan dan Kepala UPT Puskesmas terlaksana dengan lancar, tertib, dan akuntabel.


2. Terbangunnya komunikasi dan sinergi yang lebih kuat antar unsur pemerintahan, desa, organisasi perempuan, dan tokoh masyarakat.


3. Terjaganya kesinambungan roda pemerintahan dan layanan publik, khususnya bidang ketenteraman, ketertiban, serta layanan kesehatan masyarakat.


4. Meningkatkan semangat kolaborasi dalam mendukung program-program Kecamatan Kesamben dan pelayanan prima bagi masyarakat.


Penutup:


Dengan terlaksananya kegiatan Serah Terima Jabatan ini, diharapkan pejabat baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program kerja, serta meningkatkan kinerja pelayanan publik dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. UP Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kesamben berkomitmen mendukung terciptanya pemerintahan yang harmonis, solid, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


Laporan ini disusun oleh:
Operator DWP UP Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar



Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Kecamatan Kesamben
10808-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas PUPR Kabupaten Blitar

Agenda Menghadiri Kegiatan Pertemuan Rutin Tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.

Bidang : Sekretariat
Program : Penataan Organisasi / Manajemen
Kegiatan : Sosialisasi/Konsolidasi

Keterangan Program :
1. Hari/Tanggal : Kamis/ 8 Januari 2026
2. Pukul : 08.30 – selesai
3. Tempat : Aula Dinas PUPR Kabupaten Blitar
4. Acara : Pertemuan Rutin Tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar

Hari ini, anggota Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar berkumpul dalam pertemuan rutin perdana di tahun 2026. Acara ini dihadiri oleh Ibu Ketua Unsur Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Ibu Ratna Dewi Agus Zaenal Arifin, Ibu - ibu Istri Kepala Bidang, dan anggota Dharma Wanita Persatuan lainnya. Hadir 11 orang dari Sekretariat, 6 orang dari Bidang Sumber Daya Air, 7 orang dari Bidang Bina Marga, 8 orang dari Bidang Cipta Karya dan 8 orang dari Bidang Tata Ruang.

Acara dimulai dengan pembukaan, diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh salah satu anggota Dharma Wanita Persatuan ibu Titis dari Sekretariat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.

Ibu Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar memberikan sambutan hangat kepada seluruh anggota yang hadir. Beliau berharap pertemuan ini dapat meningkatkan kekompakan dan kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan.

Setelah itu, Ibu Bendahara memberikan laporan keuangan Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar. Laporan ini diterima dengan baik oleh seluruh anggota.

Acara dilanjutkan dengan foto bersama seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar. Kemudian, acara ramah tamah dan rujakan diadakan untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakan antar anggota.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk kegiatan Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar di tahun 2026.

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

10913-01-2026

KEGIATAN PEMBENTUKAN PENGURUSAN UP DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BLITAR

 

Nama Kegiatan : Pertemuan Rutin Dharmawanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perhubungan Kabupaten Blita

Pukul : 09.00 – 12.00 WIB

Lokasi : Ruang Rapat Lantai 1 Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

Acara : Pertemuan Rutin UP DWP Dishub Kabupaten Blitar dan Penyusunan Kepengurusan serta Program Kegiatan Tahun 2026

Peserta : 19 Orang anggota  Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar.

 

Dalam rangka menjamin keberlangsungan organisasi dan kelancaran pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan, diperlukan pembentukan kepengurusan yang baru. Pembentukan pengurusan ini bertujuan untuk menyusun struktur organisasi yang jelas, efektif, dan sesuai dengan ketentuan organisasi guna mendukung pelaksanaan kegiatan DWP secara terarah dan berkelanjutan.

TUJUAN KEGIATAN

  1. Membentuk kepengurusan Dharma Wanita Persatuan yang sah dan tertib administrasi.
  2. Menetapkan struktur organisasi dan pembagian tugas pengurus.
  3. Meningkatkan koordinasi dan sinergi antaranggota dalam pelaksanaan program kerja

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan pembentukan pengurusan Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan melalui musyawarah anggota. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pembahasan dan penetapan struktur kepengurusan yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta bidang-bidang sesuai ketentuan organisasi. Seluruh proses berjalan dengan lancar, tertib, dan berdasarkan kesepakatan bersama.

HASIL KEGIATAN

Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar dan Program Kerja Periode tahun 2026

SUSUNAN PENGURUS

Ketua : Ny. Leliana Novianita

Wakil Ketua : Ny. Fibe Mike Widhianto

Sekretaris :

Ny. Nur Salamah

Ny. Widya Kurniasari

Bendahara : Ny. Indah Nurmawanti

Bidang Pendidikan :

1. Ny. Titik Basoli Andri
2. Ny. Firdaus
3. Ny. Sukmahanani Yulius
4. Ny. Anifatul Azizah Efendi Candra Wijaya

5. Ny. Wiwit Noviant0

6. Ny. Yudi Prasongko


Bidang Ekonomi :
 

1. Ny. Agysanti Katerina Adikasari Heri Purwanto
2. Ny. Rurin Asrofi Faizin Ghofur
3. Ny. Mu'minin Nanang Nuryanto
4. Ny. Titin Suryani Ary Himawan

5. Ny. Affan Ardiansyah

 

Bidang Sosial Budaya :

1. Ny. Ira Yuli Krisnani Anjar Eko Juli Atmanto
2. Ny. Wisnu Mukti
3. Ny. Atik Wahyuningsih Sigit Widodo
4. Ny. Duchana Mayke Dian Setiawan

5. Ny. Ghulam Habibi

6. Ny. Hadi Sunyoto

 

KEGIATAN PERTEMUAN RUTIN

Jumlah pertemuan selama tahun 2026 sebanyak 4 (empat) kali, dengan pembagian sebagai berikut:

Pertemuan I : Rapat umum dan koordinasi program kerja

Pertemuan II (April–Juni) : Bidang Pendidikan

Pertemuan III (Juli–September) : Bidang Ekonomi

Pertemuan IV (Oktober–Desember) : Bidang Sosial Budaya

 

PELAKSANAAN PROGRAM KERJA

A. Bidang Pendidikan (April–Juni)

  1. Sosialisasi deteksi dini kanker pada wanita sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan anggota.
  2. Partisipasi kegiatan Hari Perhubungan Nasional berupa lomba bapak-bapak merias ibu-ibu sebagai sarana edukasi dan kebersamaan keluarga.

B. Bidang Ekonomi (Juli–September)

  1. Pelaksanaan DWP Market Online sebagai upaya peningkatan kemandirian ekonomi anggota.
  2. Kegiatan bazar DWP dalam rangka Hari Perhubungan Nasional di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar.

C. Bidang Sosial Budaya (Oktober–Desember)

  1. Senam sehat dan tadabur alam di wilayah Kabupaten Blitar.
  2. Ceramah atau pengajian pada bulan Ramadhan.
  3. Sedekah sosial pada setiap pertemuan rutin.
  4. Bakti sosial ke panti jompo.
  5. Kegiatan Hari Perhubungan Nasional berupa bakti sosial, donor darah, dan penghijauan

VIII. PENUTUP

Dengan terbentuknya kepengurusan Dharma Wanita Persatuan, diharapkan pelaksanaan kegiatan organisasi dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan memberikan kontribusi positif bagi anggota serta mendukung program instansi secara berkelanjutan. Selain itu, melalui pelaksanaan program kerja tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar berkomitmen untuk meningkatkan kualitas anggota dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya serta mendukung program pemerintah dan instansi secara berkelanjutan.

 

Laporan disusun oleh Ny. Nur Salamah selaku operator e-reporting Unit Pelaksana Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

 


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Perhubungan
11009-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar telah melaksanakan kegiatan,

Bidang : Sekretariat

Program : Penataan organisasi “Pertemuan Rutin Dharmawanita Persatuan Unit Pelaksana DPMPTSP Kabupaten Blitar


A. Keterangan Program : Pertemuan Rutin Dharmawanita Persatuan Unit Pelaksana DPMPTSP Kabupaten Blitar

1. Nama Kegiatan : Pertemuan Rutin Dharmawanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar

2. Hari / Tanggal : Jum’at , 9 Januari 2026

3. Pukul : 09.00 – 12.00 WIB

4. Lokasi : Mushola “Al Aqso “ Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar

Jl Veteran no 10 Blitar

5. Acara : Pertemuan rutin bulan Januari 2026

Jum’at, 9 Januari 2026 Dharmawanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar mengadakan pertemuan rutin pertama di tahun 2026 yaitu di bulan Januari.Acara pertemuan ini diadakan setelah seluruh anggota DWP UP mengikuti pengajian Isra Mi’raj bersama seluruh karyawan DPMPTSP Kabupaten Blitar.

Dalam pertemuan ini dijalankan secara santai, acara ramah tamah serta penyusunan rencana kegiatan DWP UP DPMPTSP Kabupaten Blitar selama tahun 2026. Pertemuan dibuka oleh Ibu Mida Bayu Aji selaku Ketua DWP UP DPMPTSP Kabupaten Blitar. Pertemuan rutin ini direncanakan ada kegiatan setiap bulan,yaitu pertemuan rutin, pengajian, senam dan kegiatan di beberapa bidang sesuai dengan program kerja yang ada pada organisasi Dharmawanita Kabupaten Blitar. Harapan dari setiap pertemuan rutin ini bisa memberikan manfaat , nilai tambah ilmu dan keterampilan bagi seluruh anggota

Selanjutnya Ibu Wening Rendra selaku wakil ketua DWP UP DPMPTSP Kabupaten Blitar mengingatkan kembali susuana ke anggotaan DWP UP DPMPTSP Kabupaten Blitar serta tugas tugas per bidang sesuai ketentuan organisasi Dharmawanita Kabupaten Blitar


B. Pengertian Dharmawanita

Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN)/PNS, serta istri pejabat negara dan pensiunan PNS/ASN wanita di Indonesia, bertujuan meningkatkan kualitas SDM keluarga ASN, kesejahteraan, dan berperan mendukung pembangunan nasional melalui kegiatan pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Organisasi ini independen, demokratis, dan tidak terikat partai politik, dengan kegiatan yang berkembang dari keterampilan rumah tangga menjadi peningkatan kapasitas profesional dan spiritual.

C. Tujuan Utama

Meningkatkan kualitas: Membina anggota dan keluarga ASN untuk mencapai kesejahteraan nasional.

Memperkuat persatuan: Memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di antara anggota.

Kemitraan strategis: Menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional.

D. Anggota

- Istri ASN/PNS, PPPK.

- Istri pejabat negara di bidang pemerintahan.

- Istri pensiunan PNS/ASN dan janda PNS/ASN wanita.

- Istri pegawai BUMN/BUMD, kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, perangkat pemerintah desa, serta istri TNI dan Polri.

E. Kegiatan

- Pendidikan: Pelatihan, seminar, parenting, dan beasiswa.

- Ekonomi: Pelatihan keterampilan dan dukungan UMKM.

- Sosial Budaya: Kegiatan sosial, amal, dan pengembangan keagamaan/spiritual.

F .Sejarah Singkat

Awalnya

bernama Dharma Wanita, didirikan 5 Agustus 1974 untuk istri seluruh Pegawai Republik Indonesia (PNS, TNI, Polri, BUMN).

Berubah nama

menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 7 Desember 1999, menjadi wadah khusus istri PNS/ASN.

G. Struktur Organisasi dan Susunan Pengurus Dharmawanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar

Pembina : Kepala DPMPTSP Kabupaten Blitar Bpk Bayu Aji Mariska , SE, M.M

Ketua : Ny. Midawati Bayu Aji Mariska

Wakil Ketua: Ny. Mening Rendra Dwi Santoso

Sekertaris : Ny Dwi Yuhana Hindra Suwarno, Ny. Beti Cholidin Amin

Bendahara : Ny. Anik Josep Andri Sukma , Ny Wahyu Setyaningrum


BIDANG EKONOMI

Ketua : Ny Ilma Fahmi Firdaus

Anggota :

Ny Della Bara Naufal

Ny. Emilia Rahmawati

Ny Meiga Sari Puspa

Ny Luluk Azizah

Ny. Hesti Anwar


BIDANG PENDIDIKAN

Ketua : Ny. Mina Didik Suhartanto

Anggota :

Ny. Almira Ferry Fawzie

Ny. Ambarwati Nunuk W

Ny. Sumadyo Yulianti

Ny. Selvia Jaka Anugerah Utama

Sdr. Yuni Endah Puji Lestari

Sdr. Arista Putri


BIDANG SOSIAL BUDAYA

Ketua : Ny. Defi Ivan Nur Sudrajat Saputra

Anggota

Ny.Dhea Sileng F

Ny. Dewi Virgiaswari Putri

Ny Dewi Robiatul

Ny. Tutik Purhadi

Ny. Arimbi Adi Putri


Setiap bidang akan disusun sebanyak empat kegiatan untuk mengisi kegiatan DWP UP DPMPTSP selama tahun 2026. Kegiatan per bidang ini akan dioptimalkan dengan pemberdayaan poyensi anggota .


H. Gambaran Rencana Kegiatan per Bulan Tahun 2026

Januari : pertemuan rutin awal tahun dan penyusunan rencana kegiatan selama satu tahun.

Februari : bidang sosial budaya , belanja DWP UP DPMPTSP

Maret : bakti sosial ke panti asuhan pada bulan Ramadhan

April : DWP Belanja ke pasar tradisional

Mei : Senam bersama

Juni : Bidang pendidikan make up class

Juli : Pengajian

Agustus : Lomba agustus,

September : kunjungan ke museum penataran

Oktober : pelatihan Henna

November : Praktek Rebanding dan Repacking Product

Desember : praktek pembuatan tahu genjrot ceria dan praktek pembuatan tumpeng rujak buah


PENUTUP

Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar diawal tahun ini berjalan dengan lancar dan tertib .Semoga kegiatan ini bisa tetap menyambung silahturahmi dan kebersamaan .

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja.

Disusun oleh:

Ny. Beti Cholidin Amin

Operator e-Reporting

UP DWP Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Penanaman Modal dan PTSP
11109-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar telah melaksanakan kegiatan,

Bidang : Sekretariat

Program : Informasi dan Humas “Pengajian Karyawan dan Angota DWP UP dalam rangka memperingati Isra Mi’raj


Keterangan Program : Pengajian Karyawan dan DWP UP DPMPTSP Kabupaten Blitar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj

1. Nama Kegiatan :Pengajian Karyawan dan Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj

2. Hari / Tanggal : Jum’at , 9 Januari 2026

3. Pukul : 07.00 – 09.00 WIB

4. Lokasi : Mushola “Al Aqso “ Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar

Jl Veteran no 10 Blitar

5. Acara : Pengajian dalam rangka memperingati Isra Mi’raj


Jum’at , 9 Januari 2026 bertempat di Mushola “Al Aqso “ Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar, Jl Veteran no 10 Blitar diadakan Pengajian bersama. Pengajian ini dalam rangka memperingati yang diikuti oleh seluruh karyawan dan Dharmawanita Persatuan Unit Kerja DPMPTSP Kabupaten Blitar. Pengajian ini dimulai pukul 07.00, dibuka oleh bapak Bayu Aji M, SE,MM selaku Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Blitar.


Pengajian inidisampaikan oleh KH. Ahmad Sulthon,

Isra Mi’raj adalah peristiwa mukjizat Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, terbagi menjadi dua bagian: Isra (perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerusalem) dan Mi'raj (perjalanan naik dari Masjidil Aqsa menuju langit ke tujuh (Sidratul Muntaha), di mana beliau menerima perintah salat lima waktu. Peristiwa ini terjadi pada periode akhir kenabian di Mekah, sekitar tahun 620-621 M, sebagai penguat iman Nabi saat menghadapi kesedihan dan cobaan.

Makna dan Hikmah

Penguatan Iman: Menguatkan keyakinan Nabi dan umat Islam akan kebesaran Allah SWT.

Perintah Salat: Menerima langsung perintah salat lima waktu dari Allah, menjadi tiang agama.

Pelajaran Moral: Menunjukkan keutamaan keadilan, amanah, dan peringatan bagi pengkhianat.

Persaudaraan: Pertemuan dengan para nabi lain di setiap langit menunjukkan kesatuan ajaran Allah.

Simbol: Isra (horizontal) simbol hubungan antarmanusia, Mi'raj (vertikal) simbol hubungan dengan Allah.

Detail Perjalanan

Isra: Perjalanan malam dari Mekah ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa).

Mi'raj: Kenaikan dari Masjidil Aqsa melalui tujuh lapisan langit, bertemu nabi-nabi seperti Adam, Yusuf, Musa, dan Ibrahim, hingga ke Sidratul Muntaha.

Diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah.

Pada tahun 2026, jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.


Ada beberapa pendapat ulama tentang waktu kapan itu Isa Mi’raj yaitu tanggal 17 Ramadhan, 27 Rabiual awal , 27 Rabiul Ahkir, dan 27 Rajab . Sebagian besar Penduduk Indonesia mengambil pendanpat peringatan Isra Mi’raj pada tanggal 27 Rajab.

Diahkir dan awal tahun ini Kh . Ahmad Sulton menghimbau untuk semua hadirin untuk kompak selalu (Jangan pernah menyalahkan orang lain dan tidak merasa paling benar). Manusia adalah umat Allah SWT yang telah diberi empat hidayah, yaitu :

1. Insting : berupa pancaindra , contoh lain Bayi ketika lahir menangis.

2. Akal

3. Agama : Islam , manusia diberi pilihan antara fujur atau takwa

4. Hidup

Kunci menjalani hidup adalah Ibadah karena sesungguhnya manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah


Orang yang tidak baik Akhlaknya akan mengalami 4 hal, yaitu:

1. Sholatnya atau Ibadahnya tidak akan khusuk.

2. Doa tidak terkabul

3. Rejeki

4. Tak dilihat oleh malaikat


Tujuh golongan yang cepat masuk neraka, yaitu:

1. Pemimpin yang Dzalim

Mereka adalah pemimpin yang tidak amanah di saat memegang jabatan. Jabatan yang dimiliki digunakan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya bukan untuk kepentingan umat.

Padahal, dalam pandangan Islam, jabatan merupakan sebuah amanah yang besar. Pertanggungjawabannya bukan hanya kepada manusia melainkan juga kepada Allah SWT. Itulah mengapa para sahabat enggan untuk memegang jabatan sebagai pemimpin untuk menggantikan posisi Rasulullah SAW.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa jenazah Rasulullah baru dimakamkan tiga hari setelah beliau wafat. Ini disebabkan para sahabat menunggu siapa pemimpin sesudah Rasulullah.

2. Pengusaha yang Khianat

Segala bentuk usaha yang dilakukan bertentangan dengan apa yang sudah ditentukan dalam Islam. Usahanya menggunakan cara-cara tidak terpuji seperti menipu. Kalau ia seorang pedagang buah, di atas keranjang buah selalu ditempatkan buah-buah yang masih baru dan segar tetapi di bagian bawah, buahnya dalam keadaan jelek bahkan ada yang busuk.

Islam pun melarang setiap pedagang untuk mengurangi timbangan karena dengan berbuat itu akan merugikan konsumen. Kegiatan menimbun barang juga merupakan perbuatan yang ditentang dalam ajaran Islam. Alasannya, kegiatan itu biasanya digunakan untuk meresahkan masyarakat aibat mahalnya harga barang. Tindakan itu merugikan masyarakat.

3. Penguasa Kecil yang Mempunyai Kesombongan Besar

Terkadang kita jumpai di masyarakat bahwa pemimpin-pemimpin daerah justru ingin diperlakukan dengan istimewa bahkan terkadang melebihi pemimpin yang memiliki kekuasaan yang lebih besar. Mereka sombong dengan jabatan yang dikuasai. Padahal yang berhak sombong tidak lain adalah Allah SWT.

4. Fanatisme Golongan

Mereka memiliki rasa fanatisme yang berlebihan terhadap sebuah kelompok atau golongan. Apa pun akan mereka lakukan asalkan demi golongannya. Mereka berjuang bukan untuk mencari ridha Allah SWT melainkan untuk kepentingan golongan. Ketika umat Islam dizalimi mereka tidak beraksi tapi kalau kelompok mereka diganggu dan dianiaya mereka berjuang habis-habisan untuk membela kelompoknya.

5. Orang Awam karena Kebodohannya

Mereka hanya ikut-ikutan dengan sekolompok orang yang mereka anggap benar. Akibatnya, mereka tidak mengerti apa yang mereka lakukan. Di dalam Alquran, Allah SWT menjelaskan, akan meninggikan derajat orang yang berilmu. Karena itu, mencari ilmu dalam Islam juga merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.

6. Ulama yang Mempunyai Hati Dengki

Ulama menurut arti bahasa adalah orang yang berilmu. Setiap ilmu yang dimiliki harus digunakan untuk kepentingan umat, bukan untuk kepentingan individu ataupun kelompok.

7. Orang yang berzina


PENUTUP

Pengajian Karyawan dan Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj berjalan dengan lancar dan tertib .Semoga kegiatan ini bisa tetap menyambung silahturahmi dan kebersamaan serta mampu meningkatkan Iman dan Taqwa semua yang hadir .

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja.

Disusun oleh:

Ny. Beti Cholidin Amin

Operator e-Reporting

UP DWP Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar


Program: Penyampaian Informasi
Pelaksana: Dinas Penanaman Modal dan PTSP
11209-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar

Pelaksanaan Kegiatan Periode Bulan Januari Tahun 2026

Nama Kegiatan : Pertemuan Rutin
Tanggal & Waktu : Jum’at, 09 Januari 2026
Tempat Pelaksanaan : Ruang Data Kantor Kecamatan Srengat
Bidang Kegiatan : Sekretariat

Jumlah Peserta Yang Mengikuti Kegiatan Sebanyak 18 Orang dari 24 Anggota Yang Terdiri Dari Anggota Up Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Srengat Kab. Blitar

A. Latar Belakang

Rapat rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) biasanya dilakukan untuk membahas program kerja, kegiatan sosial, dan pengembangan anggota. DWP sendiri merupakan organisasi perempuan yang terdiri dari istri pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia. Rapat rutin ini bisa mencakup berbagai hal, mulai dari pembinaan anggota, pemberdayaan wanita, hingga mendukung program-program pemerintah.

B. Tujuan Kegiatan
1. Meningkatkan Silaturahmi dan Kekompakan Anggota
• Mewujudkan kebersamaan dan rasa kekeluargaan antaranggota DWP.
• Menumbuhkan semangat gotong royong dan saling mendukung.
2. Mengevaluasi dan Merencanakan Kegiatan Organisasi
• Meninjau kegiatan yang telah dilaksanakan.
• Menyusun rencana kegiatan mendatang yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat.
3. Mendorong Pemberdayaan Perempuan
• Melalui pelatihan keterampilan, seminar, atau kegiatan edukatif yang mendukung peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
4. Meningkatkan Peran Serta dalam Pembangunan
• Mendukung program pemerintah melalui kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya yang sesuai dengan visi DWP.
5. Penguatan Organisasi dan Administrasi
• Menyelaraskan tugas masing-masing bidang/seksi dalam menjalankan program kerja.
• Menjaga transparansi dalam pengelolaan keuangan dan laporan kegiatan.
6. Memberikan Wadah Aspirasi
• Memberi ruang bagi anggota untuk menyampaikan ide, usulan, atau permasalahan yang dihadapi.

C. Susunan Kegiatan
|08.15 – 08.25| Registrasi Peserta & Pembukaan
|08.25 – 08.30| Sambutan Ketua UP DWP Kecamatan Srengat
|08.30 – 09.30| Sambutan Wakil Ketua Dan Pengarahan
|09.30 – 10.00|Penjelasan tentang Sragam batik DWP Terbaru |10.00 – 10.15| Penutupan

D. Pelaksanaan Kegiatan

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC Nn. Gandes Intan Sintiana, dilanjutkan dengan doa. Selanjutnya seluruh peserta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk rasa nasionalisme dan semangat kebersamaan dalam organisasi.

Ketua Up Dharma Wanita Menyampaikan Dalam Sambutannya Untuk Selalu Bersyukur Kepada Seluruh Peserta Bahwa Kita Sebagai Istri Pegawai Negeri Bisa Diberikan Kesempatan Untuk Hadir Bersama.
Pertemuan Yang Diadakan Setiap Tiga Bulan Sekali Menjadi Penting Untuk Menjaga Hubungan Antar Anggota Dharma Wanita Sehingga Pertemuan Setiap Tiga Bulan Dianggap Lebih Praktis Dibandingkan Setiap Bulan, Mengingat Kesibukan Masing-Masing. Diharapkan Dengan Adanya Pertemuan Ini, Semua Orang Dapat Meluangkan Waktu Untuk Hadir Dan Saling Berbagi Cerita, Sehingga Tidak Ada Lagi Yang Merasa Terasing Atau Tidak Tahu Tentang Keadaan Satu Sama Lain, dan di awal Tahun Baru 2026 ini penting bagi seluruh anggota untuk terus menjaga dan mempererat silaturahmi serta meningkatkan kekompakan Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Srengat agar tetap soliddan mampu berperan aktif dalam mendukung tugas suami serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan Berlangsung Dengan Meriah Dan Berjalan Sesuai Dengan Waktunya. Setelah Acara Sambutan Selesai Langsung Dilanjutkan Dengan sambutan dari Wakil Ketua UP Dharma Wanita beliau menyampaikan dan menjelaskan tentang topoksi masing masing bidang.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan diisi oleh Bidang Ekonomi dengan narasumber Ny. Indri Kurdi dan Ny. Siti dengan melaksanaan kegiatan membuat keterampilan berupa pembuatan prakarya atau kerajinan tangan. Adapun kerajinan yang dibuat adalah Bros dan gantungan kunci dengan memanfaatkan bahan kawat bulu, lem tembak, dan gunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan anggota DWP.

Setelah acara pembuatan kerajinan tangan dilanjut acara pisah sambut anggota dharma Wanita kecamatan srengat dari Ny. Crishtina Andreas Didik kepada Ny. Citra Ekha Sakti.
E. Penjelasan Tugas Tiap Bidang
I. SEKRETARIAT
1. Mengelola Administrasi Organisasi
• Menyusun surat-menyurat resmi (undangan, laporan, notulen, dll).
• Menyimpan dan mengarsipkan dokumen penting organisasi (notulen rapat, keputusan, laporan kegiatan, dll).
• Membuat dan mengelola daftar hadir anggota dan pengurus.
2. Membuat Notulen Rapat
• Mencatat hasil rapat rutin dan insidental.
• Mendistribusikan hasil rapat kepada pengurus terkait.
• Menyusun rekap hasil rapat sebagai dokumentasi organisasi.
3. Menyusun Laporan Kegiatan
• Membuat laporan kegiatan bulanan, triwulanan, atau tahunan.
• Menyusun laporan untuk disampaikan kepada pengurus pusat atau instansi terkait jika diperlukan.
4. Menjadwalkan dan Mengkoordinasikan Kegiatan
• Membantu Ketua dalam menyusun jadwal kegiatan DWP.
• Mengatur dan memastikan kesiapan administrasi setiap kegiatan.
5. Menjadi Penghubung Antarbidang dan Pihak Eksternal
• Menjalin komunikasi antarbidang dalam organisasi.
• Menyampaikan informasi dari instansi atau DWP pusat kepada anggota.
6. Mengelola Data Anggota
• Memperbarui data anggota secara berkala.
• Menyusun database keanggotaan secara rapi dan sistematis.
II. BIDANG PENDIDIKAN
1. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Anggota
• Menyelenggarakan pelatihan, kursus, atau seminar yang bersifat edukatif, seperti:
o Keterampilan rumah tangga
o Pendidikan anak
o Parenting
o Bahasa
o Teknologi informasi dasar
• Mengadakan kegiatan literasi seperti bedah buku, pelatihan menulis, dll.
2. Mendukung Pendidikan Formal dan Nonformal
• Memberikan bantuan beasiswa bagi anak anggota atau masyarakat kurang mampu.
• Mendukung keberlangsungan pendidikan PAUD/TK binaan DWP.
• Mengadakan kegiatan belajar bersama, bimbingan belajar, atau program motivasi belajar untuk anak-anak anggota.
3. Meningkatkan Kesadaran Akan Pentingnya Pendidikan
• Mengadakan penyuluhan atau sosialisasi pentingnya pendidikan bagi keluarga dan masyarakat.
• Mendorong partisipasi perempuan dalam pendidikan dan pengembangan diri.
4. Bekerja Sama dengan Instansi Pendidikan
• Menjalin kerja sama dengan dinas pendidikan, sekolah, lembaga kursus, dan narasumber profesional untuk kegiatan edukatif.
• Mengadakan kunjungan edukatif ke institusi pendidikan atau pelatihan.
5. Mendukung Program Pemerintah di Bidang Pendidikan
• Berpartisipasi dalam program nasional seperti Gerakan Literasi Nasional, Hari Anak Nasional, atau Hari Pendidikan Nasional.
6. Menyusun dan Melaporkan Program Kerja
• Merancang program kerja bidang pendidikan secara berkala.
• Membuat laporan kegiatan dan evaluasi program untuk disampaikan ke Ketua DWP.
III. BIDANG EKONOMI
1. Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Anggota
• Mengembangkan kegiatan yang dapat menambah penghasilan anggota, seperti:
o Pelatihan kewirausahaan
o Produksi dan pemasaran produk UMKM
o Kegiatan koperasi atau usaha bersama
2. Mengelola Usaha Produktif Dharma Wanita
• Menjalankan unit usaha yang dimiliki DWP, seperti:
o Koperasi DWP
o Kios atau kantin DWP
o Produk unggulan (kerajinan, makanan, fashion, dll)
• Menjaga kualitas, pemasaran, dan keberlanjutan usaha tersebut.
3. Mengadakan Pelatihan Keterampilan Ekonomi
• Menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan anggota di bidang:
o Kewirausahaan (entrepreneurship)
o Manajemen keuangan rumah tangga
o Produksi kerajinan atau makanan khas
o Digital marketing dan pemanfaatan media sosial untuk usaha
4. Membantu Promosi Produk Anggota
• Mengikuti atau mengadakan bazar, pameran, dan pasar murah.
• Mempromosikan produk UMKM anggota melalui media sosial atau katalog produk DWP.
5. Membangun Kemitraan
• Menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, BUMN, perbankan, atau swasta untuk akses pelatihan, permodalan, dan pemasaran.
6. Menyusun Program Kerja dan Laporan Kegiatan
• Menyusun rencana kerja bidang ekonomi setiap periode.
• Membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan hasil usaha.
IV. BIDANG SOSIAL BUDAYA
1. Melaksanakan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan
• Menyelenggarakan kegiatan sosial seperti:
o Kunjungan ke panti asuhan, panti jompo, atau rumah sakit.
o Pemberian bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu atau terkena musibah.
o Kegiatan donor darah, santunan bencana alam, dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
2. Mendorong Kepedulian Sosial Anggota
• Membangun rasa empati dan solidaritas antaranggota melalui kegiatan bersama.
• Menjadi motor penggerak kegiatan amal dan penggalangan dana untuk kegiatan sosial.
3. Melestarikan dan Mengembangkan Budaya Nasional
• Menyelenggarakan kegiatan budaya seperti:
o Lomba memasak makanan tradisional
o Lomba busana daerah atau seni tari
o Peringatan hari besar nasional atau keagamaan dengan nuansa budaya
• Mengadakan pelatihan seni dan budaya bagi anggota (membatik, tari, kerajinan, dll).
4. Meningkatkan Partisipasi dalam Kegiatan Kebudayaan
• Mengikutsertakan anggota dalam lomba atau festival budaya di tingkat daerah maupun nasional.
• Berkolaborasi dengan dinas kebudayaan, sekolah, atau komunitas seni.
5. Mengadakan Penyuluhan dan Edukasi Sosial
• Menyelenggarakan penyuluhan tentang isu sosial (seperti kesehatan keluarga, stunting, lingkungan, dll).
• Mendukung kegiatan kampanye sosial yang positif, seperti gerakan hidup bersih dan sehat.
6. Menyusun Program Kerja dan Laporan Kegiatan
• Menyusun rencana kegiatan sosial budaya secara berkala.
• Menyampaikan laporan kegiatan kepada Ketua DWP sesuai periode.
F. Hasil
1. Evaluasi kegiatan bulan sebelumnya telah dilaksanakan dengan baik, namun terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal koordinasi antarbidang.
2. Rencana kegiatan bulan berjalan disepakati meliputi:
• Kegiatan sosial.
• Pelatihan keterampilan untuk anggota
3. Bidang Pendidikan akan menyusun program pelatihan lanjutan untuk mendukung pengembangan kapasitas anggota, terutama dalam bidang parenting dan literasi digital.
4. Bidang Ekonomi akan mulai mendata dan mempromosikan produk-produk anggota melalui media sosial DWP
5. Bidang Sosial Budaya akan melaksanakan kegiatan pelestarian budaya daerah di lingkungan UP Dharma Wanita Persatuan
6. Sekretariat diminta untuk menyiapkan laporan kegiatan bulan lalu dan memastikan kelengkapan administrasi untuk kegiatan berikutnya.
7. Terkait Sragam batik DWP terbaru menunggu info dari Kabupaten

Semua anggota diimbau untuk lebih aktif dalam setiap kegiatan dan menjaga kekompakan antaranggota demi kelancaran program kerja organisasi.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan pembagian doorprize kepada para peserta, yang menambah suasana kebersamaan dan keakraban selama kegiatan berlangsung. Kegiatan pertemuan Unit Pelaksana DWP Kecamatan Srengat ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan.

Disusun Oleh:
Gandes Intan Sintiana

Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Kecamatan Srengat

11308-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan tasyakuran PPPK dan pisah sambut pegawai BPBD
Bidang : Sekretariat
Program Kegiatan: Penataan Organisasi / Manajemen - Ceramah

Keterangan program
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal: Kamis, 08 Januari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s/d selesai
4. Peserta :
- Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar
- Sekretaris BPBD Kabupaten Blitar
- Kepala Bidang BPBD Kabupaten Blitar
- Pejabat struktural dan fungsional BPBD Kabupaten Blitar
- PPPK BPBD Kabupaten Blitar
- Seluruh staf dan pegawai BPBD Kabupaten Blitar
- Undangan K.H Ahmad Sulthon
- Ketua dan Pengurus DWP BPBD Kabupaten Blitar
- Seluruh Anggota DWP BPBD Kabupaten Blitar
5. Tempat : Aula BPBD Kabupaten Blitar
6. Acara : Tasyakuran PPPK dan pisah sambut pegawai BPBD Kabuapten Blitar

Susunan Acara
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP
3. Pembacaan Doa
4. Sambutan Kepala BPBD Kabupaten Blitar
5. Sambutan pejabat lama
6. Sambutan pejabat baru
7. Penyerahan cinderamata
8. Tasyakuran dan ramah tamah
9. Penutup

Maksud dan Tujuan kegiatan ini adalah sebagai wujud rasa syukur serta sarana mempererat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan BPBD Kabupaten Blitar. Mensyukuri pengangkatan PPPK BPBD Kabupaten Blitar, memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya, menyambut pejabat baru agar dapat segera beradaptasi dan bersinergi dalam pelaksanaan tugas, dan meningkatkan soliditas dan semangat kerja pegawai.

Dalam rangka ungkapan rasa syukur atas pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada pejabat lama dan penyambutan pejabat baru di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, telah dilaksanakan kegiatan Tasyakuran PPPK dan Pisah Sambut. Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian selama bertugas, Kepala Pelaksana beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar memberikan cinderamata kepada pejabat lama yaitu Bapak Windu Susilo, S.E., M.M. dan Ibu Eny Puspitarini, S.E., M.M. Penyerahan cinderamata ini merupakan ungkapan terima kasih atas kontribusi, kerja sama, dan pengabdian yang telah diberikan dalam mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi penanggulangan bencana di Kabupaten Blitar.

Dalam rangkaian acara Tasyakuran PPPK dan pisah sambut pegawai BPBD Kabuapten Blitar, Ketua Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar Ibu Pramesthi Wahyudi menyampaikan arahan sekaligus membentuk struktur organisasi Dharma Wanita Persatuan BPBD yang baru sebagai upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian doorprize kepada anggota Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar sebagai bentuk apresiasi dan untuk menambah semangat serta kebersamaan seluruh peserta.

Selain pembagian doorprize, acara juga diisi dengan tausiyah K.H Ahmad Sulthon. Dalam tausiyahnya, menyampaikan bahwa bersyukur merupakan kunci ketenangan hidup dan pembuka datangnya nikmat Allah SWT. Syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan alhamdulillah, tetapi juga melalui sikap menerima ketentuan Allah, menjalankan amanah dengan ikhlas, serta memanfaatkan nikmat yang diberikan untuk hal-hal yang bermanfaat.

K.H Ahmad Sulthon menegaskan bahwa manusia memiliki berbagai sifat dasar yang apabila tidak dikendalikan dapat menjauhkan diri dari rasa syukur. Oleh karena itu, terdapat tujuh sifat manusia yang harus dihindari, yaitu: 1) Lupa Bersyukur: Sering melupakan nikmat yang telah diterima akan membuat hati sempit dan mudah mengeluh. Orang yang bersyukur akan senantiasa merasa cukup dan tenang. 2) Sombong: Kesombongan muncul ketika seseorang merasa paling mampu, paling berjasa, dan paling benar. Sifat ini dapat menghapus pahala dan merusak hubungan dengan sesama. 3) Mengeluh Berlebihan: Mengeluh tanpa kesabaran menunjukkan kurangnya rasa syukur. Setiap ujian merupakan sarana untuk meningkatkan keimanan dan kedewasaan diri. 4) Iri dan Dengki: Iri terhadap keberhasilan orang lain dapat menimbulkan kebencian dan perpecahan. Islam mengajarkan untuk saling mendoakan dan mengambil pelajaran dari kesuksesan orang lain. 5) Tamak dan Cinta Dunia Berlebihan: Kecintaan berlebihan terhadap harta dan jabatan dapat melalaikan manusia dari kewajiban kepada Allah SWT. Segala yang dimiliki hanyalah titipan semata. 6) Mudah Terpancing Emosi: Tidak mampu mengendalikan emosi dapat menimbulkan penyesalan dan konflik. Kesabaran merupakan akhlak mulia yang harus senantiasa dijaga. 7) Mengabaikan Amanah: Amanah adalah tanggung jawab yang harus dijaga dengan penuh keikhlasan.

Kegiatan Tasyakuran PPPK dan Pisah Sambut BPBD Kabupaten Blitar telah terlaksana dengan lancar, tertib, dan penuh keakraban. Kegiatan ini menjadi sarana ungkapan rasa syukur atas pengangkatan PPPK sekaligus bentuk penghormatan dan apresiasi kepada pejabat lama serta penyambutan pejabat baru di lingkungan BPBD Kabupaten Blitar. Melalui kegiatan ini, terjalin silaturahmi yang semakin erat, meningkatnya rasa kebersamaan, serta tumbuhnya semangat dan motivasi kerja seluruh pegawai. Diharapkan momentum ini dapat memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja serta pelayanan penanggulangan bencana di Kabupaten Blitar.

Program: Ceramah
Pelaksana: BPBD

11408-01-2026

RAPAT KOORDINASI RENCANA KEGIATAN DWP DISPUSIP TAHUN 2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN BLITAR


Hari/Tanggal : Kamis, 8 Januari 2026

Waktu : Pukul 10.00 WIB – selesai

Tempat : Ruang Rapat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar

Peserta : Anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar


Bidang : Sekretariat
Program Kerja Kegiatan : Penataan Organisasi/Manajemen

I. Pendahuluan

Rapat Koordinasi Rencana Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar Tahun 2026 dilaksanakan sebagai forum resmi untuk membahas, merumuskan, dan menyepakati rencana program kegiatan yang akan dilaksanakan selama tahun 2026. Rapat ini bertujuan untuk mewujudkan program kerja yang terarah, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan anggota.


II. Dasar Pelaksanaan
1. Program kerja Dharma Wanita Persatuan
2. Hasil evaluasi kegiatan tahun sebelumnya
3. Kebutuhan peningkatan peran serta anggota Dharma Wanita


III. Jalannya Musyawarah

Kegiatan rapat Koordinasi dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh suasana kebersamaan.

Rapat diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian tujuan musyawarah serta evaluasi singkat kegiatan tahun sebelumnya. Selanjutnya, peserta menyampaikan usulan rencana kegiatan tahun 2026 yang dibahas bersama untuk mencapai mufakat.


IV. Hasil Musyawarah
Hasil rapat koordinasi rencana kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar Tahun 2026 sebagai berikut:


A. Bidang Pendidikan
1. Kegiatan peningkatan literasi keluarga
2. Pelatihan keterampilan pendukung pendidikan anak
3. Kunjungan edukatif ke perpustakaan atau lembaga pendidikan


B. Bidang Sosial dan Budaya
1. Kegiatan bakti sosial
2. Peringatan hari besar nasional dan keagamaan
3. Kegiatan penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat


C. Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan
1. Pelatihan kewirausahaan dan ekonomi kreatif
2. Peningkatan keterampilan pengelolaan keuangan keluarga
3. Kegiatan pendukung kesejahteraan anggota


V. Rincian Rencana Kegiatan Tahun 2026
1. Kegiatan Rutin
o Pertemuan rutin anggota Dharma Wanita
o Pengelolaan administrasi dan pelaporan kegiatan
2. Kegiatan Unggulan
o Program literasi keluarga berbasis perpustakaan
o Pelatihan keterampilan dan kewirausahaan
3. Kegiatan Sosial
o Bakti sosial dan kegiatan kepedulian masyarakat
o Partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan


VI. Penutup
Dengan tersusunnya rencana kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar Tahun 2026, diharapkan seluruh program dapat dilaksanakan dengan baik, berkesinambungan, dan memberikan manfaat bagi anggota serta masyarakat. Hasil rapat ini menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan selama tahun 2026.


Laporan ini dibuat oleh Trianawati selaku operator eReporting Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar


Program: Sosialisasi/Konsolidasi
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
11507-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan acara Pertemuan Rutin DWP bulan Januari 2026

Keterangan Progam :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar Bidang Sekretariat
2. Hari/Tanggal : 7 Januari 2026
3. Pukul : 08.00-selesai
4. Tempat : Ruang Rapat Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar jl. Semeru no. 40 Blitar
5. Acara :
- Pertemuan Rutin bulan Januari 2026
- Perkenalan Anggota Baru Ibu Kristina Didik Andreas
- Pisah Kenang Ibu Puspa Edy Wiyono
6. Dihadiri oleh:
- Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ny. Wulandari Ahmad Cholik
- Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persaruan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Yulia Repelitha Nugroho
- 18 Ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Peaja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar

Deskripsi Kegiatan:

Pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar bulan Januari 2026 ini yang bertugas adalah Bidang Sosial Budaya yang diketuai oleh Ibu Nanik Hangga Puja Kesuma. Selain mengadakan pertemuan rutin, Beliau juga mengadakan Pelatihan Pembuatan Bros dari Kawat Bulu.

Adapun susunan acara adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC Ibu Argo
2. Doa oleh Ibu Susi Dwi Prasetyo
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Didik Bintara
4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Wulandari Achmad Cholik.
Beliau menyampaikan terimakasih atas semua undangan yang hadir.
Beliau juga mengulas keputusan yang lalu bahwa untuk dana kunjungan sosial seperti anggota yang sakit, melahirkan ataupun kematian tidak diambilkan dari kas DWP tetapi dari sumbangan sukarela anggota sehingga pada pertemuan kali ini akan diadakan pengumpulan dana untuk mengantisipasi hal tersebut di atas.
Setelah itu Beliau mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar kepada Ibu Kristina Didik Andreas setelah suami Beliau Bapak Didik Andreas menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Gakumda Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar. Sehingga Ibu Kristina secara otomatis menjadi Ketua Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar menggantikan Ibu Yulia Repelitha Nugroho yang telah menjadi Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Prja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.
Selanjutnya Beliau mengucapkan trimakasih kepada Ibu Puspa Edy Wiyono yang telah purna tugas sebagai Ketua Bidang Pendidikan di Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar dikarenakan Bapak Edy Wiyono telah memasuki masa pensiun. Beliau berharap Ibu Edy Wiyono sekeluarga bisa menikmati masa pensiun dengan tenang bahagia dan selalu sehat.
5. Sambutan perkenalan anggota baru Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Kristina Didik Andreas
Beliau memperkenalkan nama serta alamat Beliau dan tak lupa mempersilahkan untuk mampir ke rumah beliau jika lewat.
6. Sambutan perpisahan dari Ibu Puspa Edy Wiyono yang sudah purna tugas seiring dengan suami beliau Bapak Edy Wiyono memasuki masa pensiun.
Beliau mengucapkan terimakasih atas bimbingan, kerjasama, perhatian, dan rasa persaudaraan yang telah Beliau terima selama bergabung di Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar. Beliau berharap tali silaturahmi tetap terjalin meskipun Beliau sudah purna tugas. 7. Penyerahan tali asih dan pengambilan foto bersama 8. Pelaporan Keuangan Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar oleh Bendahara Ibu Mei Tedi Prasojo 9. Penyampaian Materi Pelatihan Pembuatan Bros dan gantungan kunci dipimpin oleh Ibu Indri Kurdi dan Ibu Bambang.
10. Acara ditutup oleh MC

ditulis dan diedit oleh Ny. Refia Yanindra selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadan Kebakaran Kabupaten Blitar.
Program: Rapat
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

BIDANG : PENDIDIKAN
11630-04-2026

LAPORAN KEGIATAN BIDANG PENDIDIKAN

 

Bidang :  Pendidikan

Program Kerja : Pendidikan Non Formal

Kegiatan : Ceramah Seminar

Judul Kegiatan : Sosialisasi Program ke-Taspenan Bagi ASN

Tema : Wujudkan layanan terbaik melalui TASPEN yang unggul, terpercaya dan berkelanjutan

Hari : Senin

Tanggal : 20 April 2026

Waktu : 10.00 WIB s.d selesai

Tempat : Ruang Rapat Lantai 2 Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

Jumlah Peserta : 40 orang terdiri dari  Dharma Wanita dan Karyawan Karyawati Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

Pemateri :

Sandy Pramudita selaku Manager Layanan dan Kepesertaan PT. Taspen Kantor Cabang Kediri

Hafi Ramadhan selaku Staf Layanan dan Kepesertaan PT. Taspen Kediri

Deny selaku Staf Layanan dan Kepesertaan PT. Taspen Kediri

 

ANGGOTA UP DWP DISHUB YANG HADIR

  • Fibe Widhianto Kurniawan
  • Rurin Faizin Ghofur
  • Titik Basoli Andri
  • Atik Wahyuningsih Sigit Widodo
  • Anif Effendi Chandra
  • Salamah Yogha Bogi
  • Yulius Sukma

 

URAIAN KEGIATAN

Pada hari Senin, 20 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi PT. TASPEN Kantor Cabang Kediri yang bertempat di lingkungan Dinas Perhubungan. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Perhubungan yang menyampaikan pentingnya pemahaman bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait jaminan sosial dan perencanaan masa depan, khususnya dalam menghadapi masa purna tugas.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan PT. TASPEN Kantor Cabang Kediri yang memberikan gambaran umum mengenai peran dan fungsi PT. Taspen Kantor Cabang Kediri sebagai penyelenggara program jaminan sosial bagi ASN, serta pentingnya optimalisasi kepesertaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pegawai.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai program jaminan sosial yang dikelola oleh PT. TASPEN Kantor Cabang Kediri. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada ASN terkait pentingnya perlindungan sosial dan perencanaan keuangan, khususnya dalam menghadapi masa pensiun.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta dalam memanfaatkan layanan digital yang disediakan oleh PT. TASPEN Kantor Cabang Kediri guna mempermudah akses layanan secara cepat, tepat, dan transparan.

 

ISI MATERI

Materi Sosialisasi Program Taspen disampaikan oleh Bapak Hafi Ramadhan selaku Staf Layanan dan Kepesertaan PT. Taspen Kediri. Dalam paparannya beliau menyampaikan tentang manfaat program TASPEN sebagai berikut

 

  1. Manfaat Program Asuransi Dwiguna melalui Tabungan Hari Tua (THT) dan Asuransi Kematian bagi ASN

Program asuransi dwiguna melalui Tabungan Hari Tua (THT) dan asuransi kematian bagi ASN memberikan perlindungan finansial yang bersifat ganda, yaitu sebagai tabungan yang dapat dicairkan saat masa pensiun sekaligus sebagai jaminan risiko meninggal dunia. THT berfungsi sebagai akumulasi iuran yang dibayarkan selama masa kerja sehingga dapat menjadi bekal ekonomi di hari tua, sedangkan asuransi kematian memberikan santunan kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia, sehingga membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga yang ditinggalkan.

 

  1. Manfaat Program Pensiun sebagai Jaminan Hari Tua untuk Pegawai Negeri yang Telah Mengabdi pada Negara

Program pensiun merupakan bentuk penghargaan dan jaminan sosial bagi pegawai negeri yang telah mengabdikan diri kepada negara selama masa aktif kerjanya. Melalui program ini, pegawai tetap memperoleh penghasilan secara berkala setelah memasuki masa pensiun, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan layak tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak lain. Program pensiun juga memberikan rasa aman dan kepastian finansial di masa tua, sekaligus menjadi motivasi bagi ASN untuk bekerja dengan loyalitas dan dedikasi tinggi selama masa pengabdiannya.

 

  1. Pentingnya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebagai Perlindungan atas Risiko Kecelakaan Kerja

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memiliki peran penting sebagai bentuk perlindungan bagi pegawai terhadap risiko kecelakaan yang dapat terjadi selama menjalankan tugas kedinasan. Program ini memberikan manfaat berupa biaya perawatan medis, santunan, hingga kompensasi apabila terjadi cacat atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Dengan adanya JKK, pegawai dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus karena memiliki jaminan perlindungan atas risiko yang mungkin terjadi dalam lingkungan kerja.

 

  1. Manfaat Jaminan Kematian bagi Pegawai Negeri

Jaminan Kematian bagi pegawai negeri memberikan manfaat berupa santunan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak seperti biaya pemakaman dan keberlangsungan hidup sehari-hari. Dengan adanya jaminan ini, keluarga pegawai tetap mendapatkan dukungan finansial sebagai bentuk perlindungan sosial dari negara.

 

  1. Inovasi Taspen mulai 2003 hingga adanya ANDAL by TASPEN

Sejak tahun 2003, PT TASPEN (Persero) terus melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada peserta, mulai dari digitalisasi layanan, penyederhanaan proses klaim, hingga pengembangan sistem berbasis teknologi. Salah satu inovasi terbaru adalah ANDAL by TASPEN, sebuah platform layanan digital yang memudahkan peserta dalam mengakses informasi, melakukan klaim, serta mendapatkan layanan secara cepat, transparan, dan efisien. Inovasi ini menunjukkan komitmen TASPEN dalam memberikan pelayanan yang modern dan responsif terhadap kebutuhan ASN di era digital.

 

Selain itu, TASPEN meluncurkan program peningkatan tabungan hari tua melalui  TASPEN Smart Save DENGAN yang disampaikan oleh Deny selaku Staf Layanan dan Kepesertaan PT. Taspen Kediri. Dalam sosialisasinya beliau menyampaikan program TASPEN SMART SAVE antara lain :

  1. TABUNGAN HARI TUA, Memberikan manfaat tambahan Tabungan Hari Tua pada saat mencapai batas usia pension
  2. PENSIUN, Memberikan manfaat tambahan sebagai program Pensiun bulanan bagi PPPK & PNS atau dapat diambil secara sekaligus
  3. PROTEKSI, Memberikan manfaat tambahan untuk Jaminan Keatian bagi yang meninggal dunia karena mengalai sakit dan kecelakaan
  4. KEUNTUNGAN INVESTASI, Semakin besar iuran maka semakin besar pengembangan dana yang diperoleh dengan minimal rata-rata bunga Bank Deposito Himbara.

 

HASIL DAN DAMPAK KEGIATAN

  • Meningkatkan pemahaman ASN tentang program TASPEN.
  • Memberikan kejelasan hak, kewajiban, dan manfaat ASN.
  • Meningkatkan kesadaran perencanaan keuangan sejak dini.
  • Mendorong optimalisasi program TASPEN.
  • Mendorong pemanfaatan layanan digital TOOS.
  • Meningkatkan kesiapan akses layanan secara mandiri.
  • Mendukung peningkatan kesejahteraan ASN.
  • Memperkuat pemahaman sistem jaminan sosial

MAKNA DAN REFLEKSI KEGIATAN

Kegiatan sosialisasi ini memiliki makna penting sebagai upaya meningkatkan pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap program jaminan sosial yang dikelola oleh PT. TASPEN, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan sosial dan perencanaan keuangan sejak dini, khususnya dalam menghadapi masa pensiun. Melalui pemaparan mengenai manfaat Tabungan Hari Tua (THT), program pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM), peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai hak serta jaminan yang akan diterima di masa mendatang.

 

Dari kegiatan ini juga dapat direfleksikan bahwa pemahaman ASN terhadap program jaminan sosial masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, ASN diharapkan lebih proaktif dalam mencari informasi, memahami hak dan kewajiban, serta memanfaatkan program yang tersedia secara optimal. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kesiapan menghadapi masa purna tugas tidak hanya bergantung pada penghasilan saat ini, tetapi juga pada perencanaan yang matang dan pemanfaatan jaminan sosial secara tepat.

 

PENUTUP

Kegiatan Sosialisasi PT. TASPEN Kantor Cabang Kediri yang telah dilaksanakan ini berjalan dengan baik, tertib, dan lancar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan antusias oleh peserta, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik.

Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan dan pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait program jaminan sosial semakin meningkat, serta dapat diimplementasikan dalam mendukung perencanaan kesejahteraan di masa mendatang. Selain itu, diharapkan pula peserta dapat memanfaatkan layanan yang disediakan oleh PT. TASPEN Kantor Cabang Kediri secara optimal.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh ASN.

 

Laporan Ini Disusun Oleh Ny. Salamah Yogha Bogi selaku operator e-reporting UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

 


Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: Dinas Perhubungan
11730-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar
Bidang : Bidang Pendidikan
Program Kerja : Sekolah yang Dikelola/Dibina
Kegiatan : PAUD

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani yang pada hari ini diwakili oleh anggotanya Ny. Agustin Widyarini Maulana mengikuti Pertemuan Rutin Paguyuban TK Dharma Wanita Kecamatan Gandusari yang dilaksanakan pada :
1. Hari/Tanggal : Kamis / 30 April 2026
2. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
3. Lokasi : TK Dharma Wanita Butun 02
4. Acara : Pertemuan Rutin Paguyuban TK Dharma Wanita 5. Peserta : DWP Kec. Gandusari, Ketua Paguyuban, Korwil Gandusari, Pengawas TK, Kepala Desa Butun dan Ketua TP PKK Desa Butun

Adapun susunan acara pada kegiatan hari ini yaitu :
1. Pembukaan oleh Pembawa Acara yang dibawakan oleh Ny. Ika Yuliati.
2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ny. Binti.
3. Sambutan Sambutan.
4. Diskusi.
5. Penutup.
6. Ramah Tamah.

Pada hari ini Kamis 30 April 2026 bertempat di TK Dharma Wanita Butun 02 yang diikuti oleh DWP Kec. Gandusari, Ketua Paguyuban, Korwil Gandusari, Pengawas TK, Kepala Desa Butun dan Ketua TP PKK Desa Butun.

Untuk mengawali kegiatan Pertemuan Rutin Paguyuban TK Dharma Wanita Kecamatan Gandusari di buka oleh pembawa acara Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan, Diskusi Penutup dan yang terakhir Ramah Tamah. Tujuan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, dan membangun semangat kekeluargaan di antar anggota.

Pada kegiatan ini sambutan yang pertama oleh Kepala Korwil Pendidikan Kecamatan menyampaikan bahwa Harus menjadi guru profesional, harus proaktif dengan Desa untuk menarik simpati masyarakat dan suksesnya pembelajaran. Setiap Guru punya Komitmen terhadap Organisasi terkait sikap, penampilan dan juga perilaku. Di undangan tercantum Roundown agar undangan bisa terbaca dan disiplin terhadap waktu.

Sambutan Kedua oleh Kepala Desa Butun Bapak Imam Darmawan
a. Apresiasi terhadap kerja Guru adalah Berat terutama hal pendisiplinan.
b. Agar simpatik masyarakat di dapat maka perlu menunjukkan hasil dari belajar anak-anak.

Sambutan Ketiga oleh DWP Kecamatan Gandusari, di wakili oleh Ibu Agustin Widyarini Maulana.
a. Penyampaian materi Fondasi Anak dan perlunya Motorik bagi pola pembelajaran anak Paud/TK.
b. Di TK /paud Guru membangun ,rasa aman,rasa ingin tahu dan kesiapan belajar.
c. Pentingnya pengelolaan sosial emosi dengan Tuntas Motorik karena motorik tidak remeh.

Sambutan Keempat oleh Pengawas TK Ibu Yeni Purwanti
a. Apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan.
b. Selalu bahagia dalam kondisi apapun sehingga menghasilkan student well being.

Pada Kegiatan Pertemuan Rutin Paguyuban TK Dharma Wanita Kecamatan Gandusari tidak lupa di akhir kegiatan memberikan Arahan dan Diskusi oleh Ketua Paguyuban Ibu Yuli :
a. Laporan bahwa ada 20 TK Dharma Wanita dan 71 Guru.
b. anjangsana kurang 3 TK.
c. Laporan Kegiatan Pra siaga di Vialor, klarifikasi dari ketua bahwa pihak korwil dan pengawas tidak diundang karena yg ketempatan adalah Korwil Wlingi, maka undangan bergantung dari pihak pengundang.
d. Manasik Haji akan di laksanakan di 30 Mei 2026 di Olak Alen Selorejo.
e. Tentang Restrukturisasi perlu fasilitasi dari pihak yayasan DWP Kecamatan.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: PAUD
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
11811-04-2026Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Nglegok di ikuti Bu Camat Agus Muntalip Setiawan , Bidang : Pendidikan Program : Sekolah yang dikelola/ dibina Keterangan Program : 1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Nglegok 2. Hari/Tanggal : Sabtu, 11 April 2026 3. Pukul : 07.00 – selesai 4. Peserta : 250 orang (terdiri dari peserta lomba mewarnai mamaia TK Dharmawanita se Kecamatan Nglegok beserta pendidik) 5. Tempat : Halaman Masjid TK Dharmawanita Dayu 01 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar 6. Acara : Lomba Mewarnai Mamamia Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini TK Dharmawanita se Kecamatan Nglegok Susunan acara dalam kegiatan tersebut yaitu: 1. Pembukaan 2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini 3. Laporan Ketua Panitia 6. Sambutan Bapak Camat Nglegok 7. Sambutan Korwil Pendidikan Nglegok dan dilanjutkan dengan pembukaan lomba mewarnai mamamia 8. Doa 9. Penutup Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, acara ini dibuka dengan bacaan basmalah semoga acara yang berjalan pada hari itu dapat berjalan dengan lancar. Didalam acara ini diikuti oleh TK Dharmawanita se Kecamatan Nglegok yang dibagi dengan sua kategori yaitu kelas TK A dan TK B. Untuk TK A diikuti oleh siswa siswi yang berumur 5-6 tahun, dan untuk TK B diikuti oleh siswa siswi yang berumur 6-7 tahun. Dalam lomba ini diambil Juara 1, Juara 2, Juara 3, Juara Harapan 1, Juara Harapan 2, dan Juara Harapan 3 dalam setiap kategori. Dalam penilaian lomba ini dilakukan oleh dua orang juri yaitu Bapak Joko Suseno dan Bapak Setiyono Bayu. Setelah Pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ibu Kita Kartini yang diikuti oleh seluruh tamu undangan dan peserta lomba mamamia yaitu anak dan mama/ orang tua dan dipandu lengsung oleh ibu Mutmainah. Laporan panitia dibacakan langsung oleh Sdri. Ibu Binti Khoirul Nikmah, kegiatan ini bertujuan untuk Tujuan memperingati Hari Kartini 21 April itu bukan cuma seremonial pakai kebaya doang. Intinya buat nerusin semangat perjuangan R.A. Kartini. Kalau dirinci, ini 5 tujuan utamanya: - Mengenang & meneladani perjuangan Kartini Kartini berjuang lewat tulisan & pemikiran biar perempuan bisa sekolah dan punya hak yang sama di zaman kolonial. Peringatannya jadi pengingat kalau hak yang kita nikmati sekarang itu hasil diperjuangkan. - Mendorong emansipasi & kesetaraan gender Ngasih kesadaran bahwa perempuan punya hak yang sama di pendidikan, karier, politik, dan ruang publik. Bukan berarti harus jadi sama persis kayak laki-laki, tapi punya kesempatan yang adil. - Meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan Memotivasi perempuan buat terus berkarya, berpendidikan tinggi, dan ikut aktif membangun keluarga, masyarakat, sampai negara. Sesuai cita-cita Kartini: "Habis Gelap Terbitlah Terang". - Menumbuhkan semangat belajar & literasi Dulu Kartini ngebuka sekolah buat perempuan. Sekarang peringatannya dipakai buat dorong anak-anak perempuan agar semangat sekolah, melek literasi, dan berani punya mimpi besar. - Melestarikan budaya & jati diri bangsa Pakai kebaya, sanggul, lomba masak, dll itu simbol. Tujuannya nunjukin bahwa jadi perempuan modern nggak harus ninggalin budaya. Justru budaya jadi identitas kekuatan. Singkatnya: Hari Kartini = refleksi + motivasi. Refleksi udah sejauh mana perjuangan kesetaraan berjalan, dan motivasi buat lanjutin di era sekarang. Sambutan Bapak Camat Nglegok, oleh Bapak Agus Muntalip Setiawan, SS. Didalam sambutan beliau menyampaikan bahwa perlunya memperingati hari kartini karena perjuangannya masih relevan banget sampai sekarang, ini alasannya: - Biar nggak lupa sejarah Dulu perempuan dilarang sekolah tinggi, dinikahkan muda, dan ruang geraknya dibatesin. Berkat Kartini yang berani nulis & melawan lewat pemikiran, perempuan Indonesia sekarang bisa jadi dokter, menteri, CEO. Kalau nggak diperingati, generasi baru bisa nggak ngeh hak ini dulunya nggak gratis. - PR kesetaraan belum kelar Emansipasi udah maju, tapi praktiknya masih ada: upah nggak setara, stigma "kodrat perempuan di dapur", kekerasan rumah tangga, sampai akses pendidikan di daerah 3T yang masih timpang. Hari Kartini jadi alarm tahunan buat ngecek: udah sejauh mana kita? - Ngasih role model buat anak muda Kartini bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari tulisan, ide, dan keberanian, bukan harus nunggu jadi pejabat dulu. Anak-anak perempuan butuh tokoh lokal yang deket, bukan cuma tokoh luar negeri. - Mendorong perempuan terus berkembang Semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang" itu pengingat: pendidikan adalah jalan keluar dari gelapnya kebodohan & kemiskinan. Peringatan ini jadi momen buat dorong perempuan berani sekolah tinggi, berkarier, dan ambil peran publik. - Menjaga jati diri di tengah modernisasi Pakai kebaya & lomba-lomba tradisional pas 21 April itu bukan sekadar kostum. Itu cara bilang: jadi perempuan maju nggak harus kebarat-baratan. Kita bisa modern tapi tetap berakar budaya. Intinya, Hari Kartini diperingati bukan buat nostalgia, tapi buat nyambung estafet. Apa yang Kartini mulai tahun 1900-an, kita yang nerusin versi 2026 dengan tantangan yang beda: kesetaraan digital, kepemimpinan perempuan, sampai lawan kekerasan online. Kalau berhenti diperingati, semangatnya bisa pelan-pelan hilang. Padahal "terang" yang dicita-citakan Kartini itu proses, bukan garis finish. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Koordinator Wilayah Pendidikan Nglegok. Dalam sambutannya disampaikan Dalam pelaksanaan perlombaan mewarnai mamamia ini berjalan lancar dan sangat meriah. Perlombaan dimulai pukul 09.30 dan berakhir pukul 11.30 WIB. Setelah semua peserta mengumpulkan hasil mewarnai mamamia ini, kemudian juri segera menilai hasil perlombaan tersebut. Untuk kategori TK A yang berusia 5-6 tahun: 1. Juara 1: ATHA dari TK Dharmawanita Bangsri dengan jumlah sekor 255 2. Juara 2: KINANTY NUR FG dari TK Dharmawanita Kedawung 02 dengan jumlah sekor 243 3. Juara 3: GIBRAN KENZE dari TK Dharmawanita Dayu 01 dengan jumlah sekor 229 4. Juara Harapan 1: VAREL dari TK Dharmawanita Sumberasri 03 dengan jumlah sekor 215 5. Juara Harapan 2: NABILA dari TK Dharmawanita Dayu 01 dengan jumlah sekor 203 6. Juara Harapan 3: KAMALUDIN dari TK Dharmawanita Dayu 01 dengan jumlah sekor 192 Untuk katerogi TK B yang berusia 6-7 tahun: 1. Juara 1: SYAYIDAN dari TK Dharmawanita Dayu 01 dengan jumlah sekor 270 2. Juara 2: KEANU dari TK Dharmawanita Dayu 01 dengan jumlah sekor 257 3. Juara 3: CECILIA dari TK Dharmawanita Dayu 01 dengan jumlah sekor 237 4. Juara Harapan 1: OBBY dari TK Dharmawanita Dayu 01 dengan jumlah sekor 219 5. Juara Harapan 2: ANANDA R dari TK Dharmawanita Dayu 01 dengan jumlah sekor 210 6. Juara Harapan 3: NASILIA dari TK Dharmawanita Sumberasri 01 dengan jumlah sekor 201 Pengumuman pemenang lomba mamamia ini diumumkan secara langsung dan hadiah diberikan kepada para pemenang dengan dititipkan oleh guru pendidik sekolah masing-masing karena peserta sudah meninggalkan tempat lomba. Hadiah yang diberikan berupa sebuah tropy. Anak-anak beserta orang tua yang mengikuti kegiatan tersebut sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Penulis : Sartika Anggraeni
Program: PAUD
Pelaksana: Kecamatan Nglegok
11910-04-2026LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) BPKAD KABUPATEN BLITAR PELATIHAN MEMBUAT TAPLAK MEJA DARI BENANG WOL/SIET (Bidang Pendidikan Non Formal) Latar belakang kegiatan Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), diperlukan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam pengembangan keterampilan dan kreativitas. Seiring dengan perkembangan zaman, anggota DWP dituntut untuk lebih produktif, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Salah satu bentuk pengembangan tersebut adalah melalui pelatihan keterampilan kerajinan tangan, seperti pembuatan taplak meja dari benang. Kegiatan ini dipilih karena relatif mudah dipelajari, memiliki nilai estetika, serta berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, kerajinan berbahan benang juga sedang diminati karena memiliki keunikan dan nilai seni yang tinggi. Pelatihan ini juga menjadi sarana untuk mengisi waktu luang anggota dengan kegiatan yang positif dan produktif, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian. Di sisi lain, kegiatan ini turut mempererat hubungan silaturahmi antar anggota DWP lintas perangkat daerah, dalam hal ini antara DWP BPKAD Kabupaten Blitar dan DWP Satpol PP Kabupaten Blitar. Kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan taplak meja dari benang bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP). Kegitatan pelatihan ni di laksanakan oleh DWP BPKAD Kabupaten Blitar Ibu Indri kudiyanto selaku narasumber (pemberi pelatihan). Narasumber: Ibu Indri Kurdiyanto (Ketua DWP BPKAD Kabupaten Blitar) Peserta: 25 orang anggota DWP Satpol PP Kabupaten Blitar Tempat : Kafe Semprul, Jatinom Diaksanakan pada Jumat, 10 April 2026 Pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB Tujuan kegiatan : Meningkatkan keterampilan anggota DWP dalam bidang kerajinan tangan Menumbuhkan kreativitas dan inovasi anggota Memberikan alternatif kegiatan produktif yang bermanfaat Mendorong pemanfaatan hasil kerajinan sebagai peluang usaha Manfaat : Anggota memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru Meningkatkan kepercayaan diri anggota dalam berkarya Mempererat kebersamaan dan kekompakan antar anggota DWP Memberikan nilai tambah ekonomi melalui produk kerajinan Pelaksanaan kegatan : Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan dari Ketua DWP Satpol PP Kabupaten Blitar, dilanjut pemberian materi dari Ibu Indri Kurdiyanto Ketua DWP BPKAD Kabupaten Blitar selaku narasumber. Selanjutnya, narasumber menyampaikan materi terkait pembuatan taplak meja dari benang, meliputi pengenalan bahan, teknik dasar, serta tahapan pembuatan. semua peserta mengikuti dengn antusias, dan masing-masing membawa hasil karya taplak meja. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Acara ditutup dengan evaluasi singkat, dan foto bersama dengan memegang hasil karya. Penutup Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan keterampilan anggota secara berkelanjutan Diharapkan melalui kegiatan ini, anggota DWP dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai kegiatan produktif maupun peluang usaha. Selain itu, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan inovasi yang lebih beragam guna meningkatkan kualitas sumber daya anggota DWP. Penulis : Ibu Yesi DWP BPKAD Kabupaten Blitar
Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: BPKAD
12018-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan acara Pertemuan Rutin Guru TK Dharma Wanita Se-Kecamatan Srengat dan Musyawarah Outing Class.

1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Bidang Pendidikan
2. Hari/Tanggal : Sabtu, 18 April 2026
3. Pukul : 10.00-selesai
4. Tempat : TK Dharma Wanita Kelurahan Dandong
5. Acara : Pertemuan Rutin Guru TK Dharma Wanita Se-Kecamatan Srengat dan Musyawarah Outing Class

Dengan Susunan Acara :

MC Aina Lailatul Fitriyah

Sambutan :
1. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Ibu Suhariyati Marhaendra Pudji Rahardja
2. Ibu Pengawas TK Kecamatan Srengat Ibu Munawaroh
3. Dengan Narasumber Bapak Budi dari Mulia Edutaiment

Latar Belakang Kegiatan (What) Pertemuan dilaksanakan sebagai bentuk tanggungjawab kewilayahan khususnya terkait penyelengaraan pendidikan usia dini. Istri Camat sebagai ketua UP DWP Kecamatan Srengat dan Bunda PAUD Kecamatan mempunyai posisi yang strategis untuk memahami permasalahan yang dihadapi pendidikan usia dini diwilayahnya khususnya yang diselenggarakan oleh TK Dharma Wanita di wilayah Srengat.

Dari pertemuan tersebut selain silaturahmi permasalahan yang dihadapi TK Dharma Wanita di Wilayah Kecamatan Srengat dapat diinventarisir dengan ruang lingkup meliputi : pengelolaan sekolah, sarana prasarana, sumberdaya manusia dan permasalahan anak didik.

Selanjutnya dari inventarisasi dan identifikasi tersebut akan melakukan koordinasi lintas sektor kewilayahan khususnya dengan OPD Kecamatan Srengat untuk merusmuskan strategi dan rencana penyelesaian permasalahannya.

Peserta Kegiatan

Koordinasi dipimpin langsung ketua UP DWP Kecamatan Srengat/Bunda PAUD Kecamatan (Ibu Suhariyati Marhaendra Pudji Rahardja) dengan peserta kegiatan sebanyak : 7 (tujuh) lembaga TK Dharma Wanita se Kecamatan Srengatyang terdiri dari unsur : Kepala Sekolah dan Tenaga Pendidik.

Dari Paguyuban TK Dharma Wanita se Kecamatan Srengat dihadiri Ketua Paguyuban (Ibu Andahyani), dari unsur Pemerintah daerah dihadiri Pengawas TK Kecamatan Srengat atau secara kelembagaan dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar (Ibu Munawaroh). Sedangkan dari unsur kewilayahan dihadiri oleh Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Srengat (Agus Suprayitno, S.Sos). Jumlah keseluruhan yang hadir sebanyak 30 (tiga puluh) orang.

Waktu Pelaksanaan

Kegiatan dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 18 April 2026 dengan susunan acara :
• Pembukaan dan Doa
• Sambutan Penjelasan ketua UP DWP Kecamatan Srengat/ Bunda PAUD Kecamatan
• Pemaparan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggraan PAUD oleh Pengawas TK Kecamatan Srengat
• Laporan permasalahan yang dihadapi TK Dharma Wanita Se Kecamatan Srengat oleh Ketua Paguyuban TK Dharma Wanita
• Diskusi dan tanya jawab
• Kesimpulan dan Penutup

Tempat Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan di TK Dharma Wanita Kelurahan Dandong

Deskripsi Kegiatan

Ibu Suhariyati selaku ketua UP DWP Kecamatan Srengat sekaligus BUNDA PAUD Kecamatan Srengat pada acara tersebut menjelaskan pentingnya terus menjaga forum seperti ini agar tetap dilaksanakan. Hal tersebut untuk menciptakan iklim komunikasi antar stakerholdres pendidikan usia dini sehingga apabila ada permasalahan bisa dipecahkan bersama.
Oleh sebab itu, dengan kesempatan bisa hadir di Pertemuan Rutin Guru TK Dharma Wanita SeKecamatan Srengat dan Musyawarah Outing Class, beliau sangat senang karena lebih bisa mengenal guru guru TK Dharma Wanita di kecamatan Srengat sekaligus mengetahui permasalahan yang diadapi. Setelah sambutan dari ibu Suhariyati, dilanjut paparan dari bapak Budi daria Mulia Edutaiment terkait outing class. Outing Class adalah kegiatan belajar di luar kelas yang dilakukan oleh siswa bersama guru untuk mendapatkan pengalaman langsung, biasanya dikemas secara santai tapi tetap edukatif.
a. Pengertian
Outing class menggabungkan belajar + rekreasi, sehingga siswa tidak hanya menerima teori di kelas, tapi juga melihat dan merasakan langsung di lapangan.
b. Tujuan
• Menambah wawasan dan pengalaman nyata
• Mengurangi kejenuhan belajar di kelas
• Meningkatkan kebersamaan dan kerja sama
• Melatih kemandirian dan tanggung jawab
c. Contoh Tempat Outing Class
• Tempat wisata edukasi (kebun binatang, museum)
• Alam (pantai, pegunungan)
• Industri (pabrik, UMKM)
• Sejarah (candi, situs budaya)
d. Contoh Kegiatan Outing Class antara lain
• Observasi dan mencatat hasil kunjungan
• Games edukatif
• Diskusi kelompok
• Dokumentasi (foto/video)
• Outbond
e. Manfaat dari Outing class

yaitu membuat pembelajaran lebih menarik, mudah dipahami, dan berkesan karena siswa belajar langsung dari pengalaman.

Adapun Outing Class akan dilaksanakan pertengahan bulan Mei sesuai hasil dari musyawarah karena pada bulan mei merupakan Waktu husus yang tidak mengganggu kegiatan belajar utama.

Akhirnya, serangkaian acara musyawarah outing classpun selesai. Semoga segala keputusan yang telah disepakati dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua.
• Penutup

Secara keseluruhan dari hasil kegitana tersebut daat disimpulkan :
1. Permasalahan sumberdaya manusia merupakan permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar TK Dharma Wanita se Kecamatan Srengat. Sehingga perlu pembinaan profesi dari Pemerintah Daerah.
2. Keterbatasan anggaran dan insntif guru yang sangat minim
3. Ketersediaan sarana prasarana cukup baik tapi tetap harus ditingkatkan
4. Jumlah anak didik semakin tahun semakin merosot sebagai akibat banyak sekolah PAUD diwilayah srenta
5. Outing class dapat dilakukan dengan batasan-batasan kewmampuan sekolah. Manfaat outing class akan membantu pembentukan karakter anak karena ada ruang saling berinteraksi.
Acarapun ditutup oleh pembawa acara dan diakhiri dengan foto Bersama.

Penulis

Gandes Intan Sintiana

Program: PAUD
Pelaksana: Kecamatan Srengat

12119-04-2026

UNSUR PELAKSANA DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN BLITAR


LAPORAN MENGHADIRI ACARA SUARA SASTRA : BERSUA UNTUK BERSUARA DENGAN TEMA "MERAYAKAN APRIL"


Keterangan Program :
1. Bidang : Pendidikan, Kegiatan : Perpustakaan
2. Hari/tanggal : Minggu, 19 April 2026
3. Tempat : Perpustakaan Kedai Ilmu Harmoni, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok
4. Acara : Suara Sastra (Bersua untuk Bersuara) dengan Tema : Merayakan April
5. Peserta : Pegiat Literasi, guru, seniman, perwakilan DWP Dispusip

Pada hari Minggu, 19 April 2026 DWP Dispusip yang diwakili oleh ibu Lilik Sugiarti menghadiri undangan acara Suara Sastra bertema Merayakan April yang diselenggarakan oleh komunitas Suara Sastra.

LAPORAN KEGIATAN


A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bulan April merupakan bulan yang sarat makna, khususnya dalam konteks literasi, perjuangan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai peringatan penting yang jatuh pada bulan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca, menulis, serta menumbuhkan semangat berkarya.
Kegiatan Suara Sastra : Bersua untuk Bersuara hadir sebagai ruang ekspresi dan apresiasi bagi masyarakat, khususnya pegiat literasi, untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.

2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyelenggaraan acara ini adalah sebagai berikut :
- meningkatkan minat baca masyarakat
- memberikan ruang ekspresi bagi pegiat seni dan literasi
- memperingati hari-hari besar di bulan April dengan pendekatan kreatif
- menumbuhkan semangat berkarya dan berpikir kritis melalui sastra

B. RANGKAIAN KEGIATAN
Kegiatan ini dikemas secara interaktif dan inspiratif, dengan rangkaian acara sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Pembacaan Puisi
3. Musikalisasi Puisi
4. Stand Up Comedy bertema literasi
5. Sesi berbagi pengalaman (sharing session) dari peserta

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang hadir

C. PERAYAAN HARI-HARI BESAR DALAM KEGIATAN
Kegiatan ini secara khusus mengangkat tema "Merayakan April" dengan mengintegrasikan nilai-nilai dari beberapa peringatan penting, antara lain :
1. Hari Kartini (21 April)
Hari Kartini memperingati perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan di Indonesia.
Dalam kegiatan ini, nilai Kartini diwujudkan melalui :
- kesempatan yang setara bagi perempuan untuk tampil dan berekspresi
- penguatan peran perempuan dalam dunia literasi
- semangat keberanian dalam menyampaikan gagasan
Makna : Kartini mengajarkan bahwa literasi adalah kunci kemerdekaan berpikir dan kemajuan perempuan

2. Hari Bumi (22 April )
Hari Bumi merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Implementasi dalam kegiatan :
- tema puisi yang mengangkat isu lingkungan
- ajakan menjaga alam melalui karya sastra
- kesadaran bahwa literasi juga bisa menjadi media kampanye lingkungan
Makna : Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang kepedulian terhadap keberlangsungan bumi

3. Hari BUku dan Hak Cipta Sedunia (23 April )
Tanggal 23 April diperingati untuk mendorong budaya membaca, penerbitan, dan perlindungan hak cipta karya
Hal ini dipertegas dengan cara :
- mendorong peserta untuk menciptakan karya orisinal
- menghargai karya sastra sebagai hasil intelektual
- menumbuhkan minat membaca sebagai kebutuhan
Makna : buku adalah jendela dunia, dan hak cipta adalah bentuk penghargaan terhadap kreativitas

4. Hari Puisi Nasional (28 April)
Diperingati bertepatan dengan wafatnya Chairil Anwar, tokoh penting dalam sastra Indonesia
Untuk menghormati karya Chairil Anwar, dalam kegiatan ini dilaksanakan :
- pembacaan puisi sebagai kegiatan utama, salah satunya dengan membacakan karya puisi Chairil Anwar
- apresiasi terhadap karya sastra Indonesia
- menghidupkan kembali semangat berkarya ala Chairil Anwar
Makna : Puisi adalah media ekspresi jiwa dan refleksi kehidupan yang mendalam

C. HASIL KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan Suara Sastra : Bersua untuk Bersuara spesial Merayakan April memberikan sejumlah dampak positif yang dapat diuraikan sebagai berikut :
Pertama, kegiatan ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang hadir dan dan terlibat aktif dalam setiap rangkaian acara, baik sebagai penampil maupun sebagai audiens. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa minat terhadap kegiatan literasi cukup tinggi, terutama ketika dikemas secara menarik dan interaktif.
Kedua, kegiatan ini mampu menciptakan ruang interaksi antar pegiat sastra. Melalui sesi pembacaan puisi, musikalisasi, hingga diskusi santai, para peserta memiliki kesempatan untuk saling bertukar ide, pengalaman, dan inspirasi. Interaksi ini tidak hanya mempererat hubungan antarindividu, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di masa mendatang dalam pengembangan kegiatan literasi.
Ketiga, kegiatan ini turut menumbuhkan semangat berkarya dan berekspresi di kalangan peserta. Berbagai penampilan yang ditampilkan menjadi bukti bahwa kegiatan ini mampu menjadi wadah bagi peserta untuk menyalurkan kreativitas mereka. Selain itu, suasana yang suportif dan apresiatif mendorong peserta untuk lebih percaya diri dalam menampilkan karya dan gagasannya.
Keempat, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi serta kepedulian terhadap isu sosial. Tema Merayakan April yang mengangkat berbagai peringatan penting, seperti Hari Kartini, Hari Bumi, Hari Buku Sedunia, dan Hari Puisi Nasional, memberikan pemahaman bahwa literasi tidak terlepas dari kehidupan sosial dan lingkungan. Melalui karya sastra yang disampaikan, peserta diajak untuk lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.

D. PENUTUP
Demikian laporan kegiatan ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung penguatan budaya literasi di masyarakat.

Laporan ini dibuat/ disunting oleh Triana selaku operator ereporting Unsur Pelaksana Dharma Wanita Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar
Program: Perpustakaan
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
12220-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN KABUPATEN BLITAR


Dharma Wanita Persatuan Disperkimtan Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan :
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Non Formal / Pelatihan


Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Disperkimtan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Senin, 20 April 2026
3. Pukul : 09.00 – Selesai
4. Peserta : 8 Anggota DWP Disperkimtan Kab. Blitar
5. Tempat : Aula Theodolit PUPR Kabupaten Blitar
6. Acara : Peringatan Hari Kartini Tahun 2026.


Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Menyanyikan Mars Dharma Wanita
4. Menyanyikan Lagu Ibu Kita Kartini
5. Sambutan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Disperkimtan
7. Laporan Keuangan dan Laporan Kegiatan
8. Doa
9. Pelatihan line dance oleh Ibu Lilin
10. Ramah Tamah


Dharma Wanita Disperkimtan Kabupaten Blitar menyelenggarakan perayaan Hari Kartini pada tanggal 21 April. Kegiatan ini berlangsung di Aula Theodolit PUPR Kabupaten Blitar.


Tujuan kegiatan ini adalah memperingati Hari Kartini sebagai momentum perjuangan perempuan Indonesia dan Meningkatkan peran aktif anggota DWP dalam kegiatan sosial dan budaya, serta mempererat silaturahmi antar anggota DWP.


Kegiatan ini diikutin oleh Ibu – Ibu Dharma Wanita Disperkimtan. Acara dibuka oleh Ibu Margareth Nanang Adi selaku Ibu Ketua DWP Disperkimtan. Kemudian dilanjutkan dengan pelaporan kegiatan dan keuangan yang di laporkan oleh ketua masing-masing bidang DWP Disperkimtan.


Dalam Sambutan Ibu Margareth Nanang Adi untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan. Berkat Raden Ayu Kartini kita selaku Wanita bisa merasakan kesetaraan gender.R.A Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara dan dikenal karena pemikirannya yang maju tentang pendidikan dan kesetaraan hak bagi perempuan, terutama pada masa ketika perempuan masih sangat dibatasi aksesnya. Gagasan-gagasannya banyak tertuang dalam kumpulan surat yang kemudian dibukukan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Emansipasi wanita adalah konsep tentang upaya memperoleh kesetaraan hak, kesempatan, dan perlakuan antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan, hukum, dan sosial. Kita sebagai Wanita bisa mengenyam Pendidikan yang tinggi, bebas berpendapat, dan tidak dibatasi pada peran yang domestik.


Ibu Margareth Nanang Adi juga menegaskan meski kita sudah merasakan manfaat emansipasi Wanita kita juga tidak boleh lupa kepada kodrat sebagai Wanita, kita tetap saling menghormati dan selalu mendukung pasangan kita. Mendampingin suami dalam setiap kegiatan di perkerjaan ataupun di luar pekerjaan. Emansipasi bukan berarti “melawan laki-laki”, tapi lebih ke menciptakan keseimbangan dan keadilan agar semua orang punya peluang yang sama. Mari kita menjadi Wanita yang berdaya dan Berjaya.


Setelah sambutan dari ketua DWP Disperkimtan Ibu Margareth Nanang Adi, kegiatan selanjutnya adalah pelatihan LINE DANCE, pemateri Ibu Lilin. line dance adalah jenis olah raga dansa yang memadukan koreografi tari berulang-ulang dengan irama musik tertentu, dilakukan oleh sekelompok orang berbaris menghadap arah yang sama tanpa pasangan. Gerakan dasarnya mengadaptasi berbagai jenis dansa seperti cha-cha, salsa, rumba, dan waltz, serta sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung, kebugaran, dan melatih daya ingat.


Tema lagu disesuaikan dengan acara hari ini, yaitu memperingati hari Kartini, gerakan yang pelan dan tertata tanpa menyulitkan peserta, sangat serasi dengan busana ibu-ibu anggota DWP Disperkimtan yang pada hari ini mengenakan busana kebaya. Lantunan lagu Ibu Kita Kartini mengiringi gerakan line dance dengan manis, terlihat anggun dengan balutan kebaya meskipun dengan warna yang tidak senada, menggambarkan keberagaman, bahwa serasi tidak harus sama warna, Bhineka Tunggal Ika berbeda tetapi tetap satu juga. Tampilan ibu-ibu terlihat kompak, serasi, indah dipandang.


DWP Disperkimtan memilih pelatihan Line dance untuk ibu-ibu karena ada beberapa poin penting dari line dance yang tidak akan menyulitkan bagi ibu-ibu untuk mengikuti gerakannya tetapi akan tetap indah hasilnya.


Poin-poin penting mengenai Line Dance adalah:
1. Karakter tarian : penari membentuk barisan dan melakukan gerakan yang sama secara serempak dan berulang.
2. Tanpa pasangan : meskipun dilakukan dalam kelompok, line dance tidak memerlukan kontak fisik atau pasangan, menjadikannya sarana sosial yang mudah diikuti oleh siapa saja.
3. Manfaat kesehatan : aktifitas ini tergolong olahraga intensitas rendah hingga sedang, efektif membakar kalori, serta menjaga kebugaran, terutama bagi lanjut usia.
4. Variasi musik dan gerakan : menggunakan berbagai genre lagu (country, pop, hingga lagu daerah), sehingga tingkat kesulitan bertahap dari pemula hingga mahir.
5. Asal-usul : berasal dari Amerika pada tahun 1800-an dan berkembang menjadi olah raga rekreasi yang populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia


Kegiatan Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 Dharma Wanita Persatuan Disperkimtan berjalan dengan lancar dan tertib. Anggota DWP Disperkimtan menunjukkan partisipasi aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kebersamaan, memperkuat peran perempuan, serta menumbuhkan semangat dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan Kartini.


Selama pelaksanaan kegiatan tidak terdapat hambatan yang berarti. Seluruh rangkaian acara dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Demikian laporan pelaksanaan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban serta bahan evaluasi untuk kegiatan Dharma Wanita Persatuan Disperkimtan Kabupaten Blitar selanjutnya.


Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Enik Yuyus selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.



Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
12305-03-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas Inspektorat Kabupaten Blitar telah melakukan kegiatan, Bidang : Pendidikan Program : Pendidikan non formal Keterangan program : 1. Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal: 26 Februari, 5 dan 12 Maret 2026 3. Waktu: 08.00 WIB s/d selesai 4. Lokasi: Pendopo Sasana Adi Praja, Jl. Kusuma Bangsa No.60 Kanigoro 5. Acara : Pengajian rutin dan santunan anak yatim di pendopo Kabupaten Blitar. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Blitar bersama Organisasi Wanita Kabupaten Blitar menyelenggarakan Kegiatan Pengajian dan santunan anak yatim. Partisipasi ini merupakan bentuk komitmen Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Kabupaten Blitar dalam mendukung agenda pembinaan mental dan spiritual di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan rangkaian ceramah agama dan santunan anak yatim. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana interaksi positif antar pengurus DWP lintas sektor dan kecamatan se-Kabupaten Blitar guna mempererat tali persaudaraan. Setelah rangkaian acara selesai, DWP inspektorat melakukan kunjungan ke bazar UMKM setempat, guna mendukung UMKM Kabupaten Blitar.
Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: Inspektorat
12409-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan acara menerima kunjungan outing class dari TK Dawuhan

Bidang : Pendidikan

Keterangan Progam :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Senin, 9 Maret 2026
3. Pukul : 08.00-selesai
4. Tempat : Pendopo Ronggohadinegoro Jl. Semeru 40 Blitar
5. Acara :
- Penerimaan kegiatan outing class dari TK Dawuhan
6. Dihadiri oleh:
- Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar sekaligus Ketua Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Bilat Ibu Wulandari Cholik
- Pembina Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ninik Riyanto
- Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko
- Wakil ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Lely Puguh

- Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Nurul Tantowi
- Bendahara Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Arum Hendro
- Anggota bidang pendidikan Ibu Tyas Alwi, Ibu Pras
- Perwakilan dari Dinas Periwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blitar sekaligus sebagai guide acara yaitu Ibu Nita dan Pak Eko Budi

Deskripsi Kegiatan:

Rombongan anak-anak dari TK Dawuhan datang ke Pendopo sekitar jam 08.00 WIB disambut oleh segenap petugas yang hadir. Secara singkat Ibu Pembina memberikan sambutan selamat datang kepada para peserta rombongan dan berharap ilmu yang di dapatkan akan bermanfaat terutama bagi anak-anak untuk membangun wawasan dan ideologi di masa depan.
Setelah itu guide acara yaitu Ibu Nita dan Pak Eko menjelaskan tentang sejarah dari pendopo Ronggo Hadi Negoro.

Pembangunan pendopo ini bersamaan dengan pembangunan alun-alun yakni kurun waktu 1875, yang saat itu Bupati Blitar dijabat oleh KPH.Warsoekoesomo.
Bangunan dari pendopo tersebut diantaranya terdiri dari bangunan utama yang saat ini berfungsi sebagai rumah dinas Bupati Blitar. Ruang utama disebut juga dengan pringgitan njero. Di pilar pringgitan ini terdapat prasasti prestasi yang pernah diukir oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Disebelah timur ruang kerja Bupati dan sebelah barat tempat penyimpanan pusaka. Di ruang pusaka inilah tersimpan pusaka tetungguling kadipaten yang disebut dengan Cemethi Samandiman. Selain itu ada bangunnan unit dua di halaman beranda belakang menghadap selatan. Pada masa lalu digunakan sebagai tempat abdi dalem dan para tamu Bupati.

Sedangkan pada bangunan ketiga, berada disamping timur dan kanan sebagai tempat para ajudan, dahulu sebagai tempat pengawal pribadi keluarga Bupati.

Didepan bangunan utama ada 4 area dwarapala (2 berwujud sywa dan 2 berwujud singa) dan 1 prasasti Balitar I yang berisikan tentang titah Prabu Jayanegara menganugerahkan Blitar sebagai tanah perdikan.

Sedangkan di halaman depan ada patung Sudanco Supriyadi sang pahlawan PETA.

Bangunan keempat yakni gedungbunder. Ini sebagai tempat pengungsian bupati dan keluarganya ketika ada lahar Gunung Kelud.

Selain itu guide juga memberikan wawasan dengan menyebutkan nama-nama bupati pertama sampai sekarang, yaitu:
* R.M. Arjo Ronggo Hadinegoro (18311866)
* K.P.H. Warsokoesoemo (18661896)
* K.P.H. Sosrohadinegoro (18961917)
* K.P.H. Warsohadiningrat (19181942)
* R.M. Harsojo (1942)
* R.M.T. Prijambodo (19421943)
* Santoso Harsono (1943)
* Pejabat Sementara R. Samadikoen (19431945)
* R. Darmadi (19451947)
* R. Soenarjo (19471950)
* R. Darmadi (19501956)
* Kyai Moh. Slamet Poespodiwirjo (19561957)
* R. Ismaoen Danoe Soesastro (1957)
* M. Adiman (19571960)
* R. Soemarsono (19601965)
* Sanoesi Prawirodihardjo (19651974)
* R. Oetomo (19741975)
* Eddy Slamet (19751980)
* Sarjono (19801985)
* Drs. H. Siswanto Adi (19861996)
* H. Bambang Sukotjo, S.H. M.M (19962001)
* Drs. H. Imam Muhadi, M.B.A. M.M (20012004)
* H. Herry Noegroho, S.E. M.H (20052016)
* Drs. H. Rijanto, M.M. (20162021)
* Hj. Rini Syarifah (20212025)
* Drs. H. Rijanto, M.M. (20252030)

Setelah itu acara di akhiri dengan tampilan anak-anak, ada yang menyanyi dan sholawatan.

Penyusun Laporan:

Ny. Refia Yanindra

(Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satpol PP & Damkar Kabupaten Blitar
Program: PAUD
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

12509-02-2026

KEGIATAN KUNJUNGAN DAN PEMBINAAN TK DHARMA WANITA KESAMBEN 01


Unsur Pelaksana : UP DWP Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar


Bidang : Pendidikan


Program Kerja : Sekolah yang Dikelola/Dibina (PAUD)


Kegiatan : Kunjungan, Pembinaan dan Dukungan Motivasi kepada Peserta Didik


Hari/Tanggal : Senin, 9 Februari 2026


Waktu : 08.30 WIB – selesai


Tempat : TK Dharma Wanita Kesamben 01, Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar


DATA LEMBAGA (DATA PUBLIK):

Nama Lembaga : TK Dharma Wanita Kesamben 01

Kepala Sekolah : Anna Yuni Wulandari, S.Pd.AUD

Jumlah Tenaga Pendidik : 4 orang

Jumlah Siswa Laki-laki : 26 anak

Jumlah Siswa Perempuan : 28 anak

Total Peserta Didik (Publik Sasaran) : 54 anak


Pelaksana (WHO):

1. Ny. Tuty Yuliana Amir Bharata (Ketua UP DWP Kecamatan Kesamben)

2. Ibu Sigit

3. Ibu Trisna


Latar Belakang:

Dalam rangka mendukung program kerja Bidang Pendidikan serta memastikan sekolah binaan berjalan optimal, UP DWP Kecamatan Kesamben melaksanakan kegiatan kunjungan dan pembinaan langsung kepada publik sasaran yaitu peserta didik TK Dharma Wanita Kesamben 01. Kegiatan ini menjadi bagian dari tanggung jawab organisasi dalam mendukung pendidikan anak usia dini di wilayah Kecamatan Kesamben.


Tujuan Kegiatan:

1. Memperkuat pembinaan sekolah yang dikelola/dibina oleh DWP.

2. Memberikan dukungan moral dan motivasi kepada 54 peserta didik sebagai publik penerima manfaat.

3. Mempererat koordinasi antara UP DWP Kecamatan Kesamben dengan pihak sekolah serta tenaga pendidik.


Pelaksanaan Kegiatan (What–When–Where–Who–Publik):

Pada hari Senin, 9 Februari 2026, bertempat di TK Dharma Wanita Kesamben 01 Desa Kesamben, Ketua UP DWP Kecamatan Kesamben Ny. Tuty Yuliana Amir Bharata bersama dua anggota melaksanakan kunjungan pembinaan kepada publik sasaran yaitu 54 peserta didik dan 4 tenaga pendidik.


Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Kepala Sekolah terkait kondisi sekolah, jumlah siswa, serta kebutuhan pembinaan. Selanjutnya Ketua UP DWP Kecamatan Kesamben berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan bermain edukatif, menyapa siswa di kelas, serta memberikan motivasi belajar agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang percaya diri dan berkarakter.


Sebagai bentuk kepedulian kepada publik anak usia dini, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian snack/jajanan kepada seluruh siswa. Anak-anak terlihat antusias, ceria, dan merasa diperhatikan. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana positif yang mendukung perkembangan sosial dan emosional peserta didik.


Hasil dan Dampak Kegiatan:

1. Terjalinnya komunikasi yang harmonis antara UP DWP Kecamatan Kesamben dan sekolah binaan.

2. Meningkatnya motivasi dan keceriaan belajar bagi 54 peserta didik sebagai publik sasaran.

3. Terbangunnya kepedulian organisasi terhadap pendidikan anak usia dini di Kecamatan Kesamben.

4. Memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Kesamben, khususnya dalam mendukung pendidikan generasi penerus sejak usia dini.


Makna dan Refleksi:

Kegiatan ini menegaskan bahwa peran UP DWP Kecamatan Kesamben tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga hadir langsung di tengah publik untuk memberikan perhatian, pembinaan, dan dukungan nyata bagi pendidikan anak-anak. Pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.


Tindak Lanjut dan Evaluasi:

Sebagai bentuk evaluasi kegiatan, UP DWP Kecamatan Kesamben berkomitmen untuk melaksanakan kunjungan pembinaan secara berkelanjutan serta melakukan monitoring perkembangan sekolah binaan. Kegiatan ini menjadi kontribusi nyata organisasi dalam mendukung pelayanan publik di bidang pendidikan anak usia dini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas Kecamatan Kesamben.


Penutup:

Kegiatan kunjungan dan pembinaan TK Dharma Wanita Kesamben 01 berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi publik sasaran. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen UP DWP Kecamatan Kesamben dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan publik di wilayah Kecamatan Kesamben.


Laporan ini disusun oleh:
Operator UP DWP Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar



Program: PAUD
Pelaksana: Kecamatan Kesamben
12620-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar unit Bappedalitbang

Dharma Wanita Persatuan Bappedalitabang telah mengikuti kegiatan
Bidang : Pendidikan
Program : Seminar

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Selasa, 20 Januari 2026
3. Pukul : 09.00  Selesai
4. Peserta : Anggota DWP Bappedalitbang Kab. Blitar
5. Tempat : Ruang Pola Bappedalitbang Kab. Blitar
6. Acara : Seminar Bijak Bermedia Sosial

Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. Menyanyikan Mars Dharmawanita
4. Sambutan oleh perwakilan Ibu Dharmawanita Bappedalitbang
5. Sambutan oleh Narasumber yaitu Ibu Yusti
7. Doa

Diawal tahun 2026 tepatnya di bulan Januari Dharmawanita Bappedalitbang mengadakan kegiatan rutin yang setiap bulannya dilaksanakan. Dalam pertemuan kali ini selain melaporkan kegiatan yang sudah berlangsung sebelumnya, mengevaluasi program Dharmawanita di tahun 2025 serta pelaporan keuangan Dharmawanita Bappedalitbang. Pertemuan kali ini juga diadakan seminar tentang Bijak Bermedia Sosial.

Seminar kali ini sangat bermanfaat untuk Ibu-ibu DWP Bappedalitbang. Karena di era digitalisasi yang perkembangannya sangat pesat sekali, terkadang kita kesulitan untuk mengejar perkembangannya. Dalam bermedia social kita juga punya hal-hal yang harus kita lakukan.

Ada beberapa prinsip yang bisa kita lakukan agar kita tidak sembrono dalam bermedia. Berikut prinsip-prinsip yang bisa kita lakukan agar kita bisa menjadi bijak dalam bermedia social : 1.Saring Sebelum Sharing

Pastikan sebelum menyebarkan informasi sebaiknya kita harus mengecek kebenarannya.
2.Gunakan Bahasa yang Santun

Hindari kata kasar, ejekan, atau sarkasme yang berlebihan. Karena bisa meyebabkan kesalahpahaman yang tidak aka nada habisnya.
3. Hargai Perbedaan Pendapat

Kita harus tau bahwa media social itu adalah tempat orang bebas berpendapat maka dari itu kita harus menghargai segala pendapat yang kadang berbeda dengan pendapat kita.
4. Batasi Waktu Online

Hindari doomscrolling terus menerus menggeser layer sampai lupa waktu yang bisa menyebabkan kecemasan yang berlebihan, kelelahan mental dan membuat kita tidak produktif.
5. Pikirkan Dampaknya

tanyakan pada diri kita sendiri seandainya kita menulis ini apakah akan ada yang tersinggung, atau dapat berdampak kepada orang lain.
6. Jaga Privasi

Dalam bermedia social kita juga harus membatasi segala informasi pribadi milik kita mulai dari nama lengkap, Alamat, nomor handphone bahkan Lokasi realtime kita. Karena sangat berbahaya sekali apabila kita menyebarkan data pribadi bisa disalahgunakan orang lain untuk melakukana Tindakan criminal misalnya.
7. Bangun Citra Positive

Sebisa mungkin kita membagikan konten yang bisa mengedukasi orang banyak, bermanfaat, memberikan karya terbaik, yang bisa menginspirasi banyak orang.
8. Gunakan untuk Belajar Berkarya

Seminar kali ini sangat bermanfaat sekali untuk Ibu-Ibu Dharmawanita Bappedalitbang, kita belajar banyak hal tentang bagaimana agar kita bijak dalam bermedia social. Lebih berhati-hati lagi karena tugas kita mendampingi Suami sebagai Abdi Negara yang kadang banyak disorot kinerjanya oleh media. Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati memilah dan memilih mana yang akan kita upload dimedia social kita karena dampak baik atau buruk bukan hanya kita yang akan mendapatkannya.

Semoga bertemuan kali ini berdampak baik untuk Ibu-Ibu Dharmawanita Bappedalitang dan semoga dipertemuan berikutnya kita bisa belajar lebih banyak lagi dengan materi yang berbeda dan bermanfaat.

Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Siska Comalla selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang.

Program: Ceramah/Seminar
Pelaksana: BAPPEDA LITBANG

12725-01-2026

KEGIATAN SUARA SASTRA EDISI 68


Bidang : Pendidikan
Kegiatan : Perpustakaan


Keterangan :
1. Hari/Tanggal : Minggu, 25 Januari 2026
3. Pukul : 10.00 – selesai
4. Tempat : Taman Baca Sumberjo, Desa Sumberjo Kecamatan Sanankulon
5. Acara : Pertemuan Suara Sastra dengan Tema “Seberapa Dekat Kita dengan Puisi”


Pada hari Minggu, 25 Januari 2026 Ibu Septiyawati dan Ibu Trianawati ditugaskan oleh Ibu Ketua DWP Dispusip untuk menghadiri undangan dari Komunitas Suara Sastra, kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar dengan Komunitas Suara Sastra yang dilaksanakan rutin setiap 2 minggu sekali. Acara ini merupakan sebuah forum komuniti sastra yang membincangkan tentang hubungan pribadi dengan puisi dilanjutkan dengan sesi pembacaan karya sastra dari masing-masing peserta yang hadir.


Berikut adalah rangkuman hasil kegiatan suara sastra :


1. Hubungan Peribadi dengan Puisi

Beberapa peserta menyampaikan pengalaman unik mereka tentang seberapa dekat mereka dengan dunia puisi :
• Perniagaan Puisi: Ibu Celvia menceritakan kisah lucu semasa zaman sekolah di mana dia menjual puisi kepada rekan-rekan yang mempunyai kekasih untuk menyatakan diri
• Puisi sebagai Jati Diri: Ibu Lusi semasa muda merasa puisi membantunya menemukan jati diri dan karakter setelah mencoba mengirimkan karya puisinya dan berhasil dalam kurasi dan mendapatkan peringkat nasional
• Ekspresi Kebebasan: Pedro seorang pelajar SMP Kelas 2 menyampaikan bahwa puisi adalah ruang untuk merdeka dalam menyampaikan isi hati tanpa terikat dengan keindahan bahasa semata-mata
• Puisi sebagai Terapi: Cerita Kak Jon yang juga merupakan ketua suara sastra tak kalah menyentuh hati ketika menceritakan tentang bagaimana menulis puisi (tiga kali sehari seperti obat) membantunya melalui proses "move on" dan mengikhlaskan kehilangan


2. Isu Teknologi dan Kreativiti (AI)

Acara kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi mengenai kesan Kecerdasan Buatan (AI) terhadap penulisan sastra. Walaupun AI mampu menghasilkan bahasa yang sempurna, mereka berpendapat bahwa kreatifitas manusia tidak boleh digantikan kerana AI tidak mempunyai "rasa" atau jiwa yang lahir daripada pengalaman hidup manusia


3. Pengumuman Kelas Puisi "Suara Sastra"

Acara ini juga mengumumkan penutupan pendaftaran untuk kelas penulisan puisi :
• Format : Kelas akan dijalankan dengan konsep pertemuan melalui Google Meet setiap Sabtu malam
• Waktu : Proses pembelajaran akan berlangsung selama 4 hingga 5 bulan
• Kolaborasi: Hasil karya peserta kelas akan divisualkan dalam bentuk lukisan oleh teman dan diterbitkan dalam sebuah buku kolaborasi


4. Sesi Pembacaan Puisi dan Cerpen

Tampilan Peserta :
• Puisi: Pembacaan karya-karya ikonik seperti "Diponegoro" dan "Rumahku" oleh Chairil Anwar, serta karya-karya asli peserta yang bertemakan kerinduan, kegelisahan sosial, dan cinta kepada ibu
• Cerpen (Fiksi Mini): Pembacaan cerpen "Babi" karya Putu Wijaya yang penuh simbolik dan sebuah fiksi mini bertajuk "Kematian di Kedai Es Krim"


Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama untuk mendokumentasikan kegiatan.


Laporan ini dibuat/disunting oleh Trianawati selaku operator eReporting Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar.


Program: Taman Bacaan Masyarakat
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
BIDANG : EKONOMI
12830-04-2026Kegiatan belanja di pasar tradisional dilaksanakan pada tanggal 24 April 2026 di Pasar Sutojayan Dilaksanakan belanja di pasar bersama ibu-ibu DWP Bakesbangpol Kab. Blitar, kegiatan rutin setiap bulan. Setelah kegiatan belanja diadakan acara ramah tamah di kantor Bakesbangpol Kabupaten Blitar
Program: Toko
Pelaksana: Bakesbangpol
12929-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar telah
melaksanakan kegiatan sosaialisasi membuat minuman herbal TAPACHE.


Bidang : Ekonomi
Program : Ekonomi Produktif & Pelatihan Kursus
Bidang : Sosial Budaya, Iman dan Takwa
Keterangan Program :
1. Hari/Tanggal : Jumat, 24 April 2026
2. Pukul : 09.00 – selesai
3. Tempat : Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar
4. Acara : Sosialisasi Pembuatan Minuman Herbal TAPACHE

Tapache adalah minuman fermentasi tradisional dari Amerika Tengah dan Selatan, khususnya Meksiko, yang terbuat dari jagung. Proses fermentasinya menghasilkan minuman yang sedikit beralkohol dan memiliki rasa asam manis yang khas.


Jadi, jika Anda mencari “minuman herbal tapache”, kemungkinan besar yang Anda maksud adalah Tapache, yang meskipun terbuat dari jagung (sumber karbohidrat), proses fermentasinya bisa dikategorikan sebagai cara “herbal” dalam arti tradisional untuk menghasilkan minuman.


Beberapa poin penting mengenai Tapache:


• Bahan Utama: Jagung adalah bahan utamanya, namun ada variasi yang mungkin menggunakan buah-buahan lain atau campuran.
• Proses: Jagung difermentasi dalam air, seringkali dengan tambahan gula, rempah-rempah, atau buah-buahan untuk memberikan rasa. Ragi alami yang ada pada jagung atau ditambahkan akan mengubah gula menjadi alkohol dan asam laktat.
• Rasa: Rasanya unik, biasanya asam, sedikit manis, dan terkadang bersoda. Ini bisa mirip dengan minuman fermentasi lain seperti kombucha atau kefir, tetapi dengan profil rasa yang berbeda karena jagung.
• Manfaat: Secara tradisional, minuman fermentasi seperti tapache dipercaya memiliki manfaat probiotik karena kandungan bakteri baiknya.

Apakah ada variasi Tapache yang ditambahkan dengan “herbal” secara spesifik?


Bisa saja. Pembuat tapache rumahan atau komersial mungkin menambahkan rempah-rempah atau herbal seperti:
• Kayu manis (canela): Memberikan aroma dan rasa hangat yang manis.
• Cengkeh: Menambah kompleksitas rasa dan aroma.
• Daun pandan: Memberikan aroma segar dan khas.
• Jahe: Memberikan sedikit rasa pedas dan menghangatkan.

Jika Anda melihat istilah “minuman herbal tapache” di suatu tempat, kemungkinan itu merujuk pada tapache yang dibuat dengan penambahan herbal-herbal tersebut untuk meningkatkan rasa dan aroma.


Bagaimana cara mendapatkan atau membuat Tapache?


• Mencari di toko spesialis: Di daerah dengan komunitas Amerika Latin yang kuat, Anda mungkin bisa menemukannya di toko bahan makanan Latin.
• Membuat sendiri: Banyak resep tapache tersedia online jika Anda tertarik untuk membuatnya di rumah. Ini biasanya melibatkan proses fermentasi selama beberapa hari.
Penulis : Louise Dispora
Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Pemuda dan Olah Raga
13024-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar mengadakan kegiatan Pertemuan Rutin yang berlokasi di RTH (Ruang Terbuka Hijau) Kanigoro Jl. Kusuma Bangsa, Jajar, Kanigoro, Kec. Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dengan mengusung tema mengenang perjuangan Raden Adjeng Kartini dengan memberikan pelatihan membuat kreativitas galon yang biasa dia nggap limbah di sulap mejadi pot tanaman yang cantik dan berguna

Bidang : Bidang Ekonomi
Program Kerja : Ekonomi Produktif
Kegiatan : Pelatihan/Kursus

Hari/Tanggal : Jumat , 24 April 2026
Pukul : 08.00 - selesai
Tempat : RTH Kanigoro Jl. Kusuma Bangsa, Kec. Kanigoro
Pakaian : Baju Olahraga Bebas (Jilbab warna Orange DWP / warna yang mirip)

Dengan Susunan acara :
- MC : Ibu Cantika Hendry Pradana
- Sambutan : Ibu Retno Iwan Dwi Winarto
- Pembaca Doa : Ibu Dianan Ainu Rofiq
- Dirigen : Ibu Nikmatul Hakim Catur Yulianto
- Dengan Narasumber Mardian Ningsih dari Asosiasi Bang Sampah Kabupaten Blitar

Acara kali ini selain pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup juga sekaligus untuk mengenang perjuangan Raden Adjeng Kartini.

Dimana Raden Ajeng Kartini, kemudian dikenal sebagai Raden Ayu Kartini, ia merupakan tokoh perempuan asal Jawa dan pahlawan nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai sosok pejuang yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dan kedudukan kaumnya (Kaum Para Wanita), pada saat itu terutama wanita Jawa.

Pelatihan hari ini adalah sebagai salah satu bukti bahwa kreativitas bisa dimulai dari hal sederhana. Galon bekas yang sering dianggap limbah, kini bisa disulap menjadi pot tanaman yang cantik dan bermanfaat.

Selain mengurangi sampah plastik, kegiatan ini juga membuka wawasan bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan bernilai ekonomi. Dari tangan-tangan kreatif, lahirlah harapan untuk bumi yang lebih hijau

Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini adalah kelanjutan dari perjuangan panjang seorang perempuan hebat yang pernah bermimpi besar untuk masa depan kaumnya. Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal sebagai Raden Ayu Kartini mengajarkan kita bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari keberanian untuk melampaui batas.

Pelatihan “sulap galon menjadi pot bunga” biasanya masuk dalam kegiatan daur ulang kreatif (upcycling) yang mengajarkan cara memanfaatkan galon bekas air mineral jadi pot tanaman yang estetik dan fungsional.

Dengan Persiapan :
- Jenis galon yang bisa digunakan (galon plastik bekas)
- Cutter / gunting
- Cat akrilik atau pilox
- Kuas
- Spidol untuk pola
- Tali / kawat (jika ingin digantung)

Dengan teknik membentuk:
- Memotong galon jadi bentuk pot (horizontal atau vertikal)
- Membuat desain unik (misalnya bentuk hewan, karakter lucu, atau minimalis)
- Membuat lubang drainase agar air tidak menggenang

Finishing & Dekorasi :
- Menghaluskan bagian tajam
- Mewarnai dan menghias pot
- Menambahkan ornamen (mata, telinga, motif, dll.)

Penanaman:
- Memilih media tanam (tanah + kompos)
- Jenis tanaman yang cocok:
- Tanaman hias kecil
- Tanaman gantung
- Sayuran seperti cabai atau daun bawang

Kegiatan ini diharapkan memiliki nilai tambah tentang pemahaman tentang edukasi ramah lingkungan (mengurangi sampah plastik) dan berpotensi usaha (jualan pot unik handmade)

Pelapor : Ibu Yuni Selaku Operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas LIngkungan Hidup

13110-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan telah mengikuti Kegiatan Belanja Bazar Ramadhan tahun 2026 Kabupaten Blitar
Bidang : Ekonomi
Program : Kegiatan Usaha
Kegiatan : Bazaar


Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/ Tanggal : Selasa/ 10 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Peserta : Perwakilan Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan
5. Lokasi : Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro Kabupaten Blitar
6. Acara : Bazar Ramadhan

Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah berpartisipasi dalam Bazar Ramadhan 2026. Bazar Ramadhan ini diselenggarakan oleh GOW dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan serta sebagai salah satu bentuk mendukung UMKM yang ada di Kabupaten Blitar. Bazar ini berlangsung bersamaan dengan acara Siraman Rohani KORPRI yang diselenggarakan di Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar.



Bazar Ramadhan ini diikuti oleh UMKM dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Blitar dengan berbagai produk andalannya, antara lain sembako, kue lebaran, produk olahan makanan dan minuman, karya buatan tangan serta produk UMKM lainnya. Acara ini diselenggarakan sebagai sarana promosi dan pemasaran langsung untuk meningkatkan penjualan serta memperluas jaringan pasar produk lokal. Selain untuk mendongkrak tingkat pendapatan UMKM, bazar ini juga diharapkan agar bisa memperkuat branding, membangun relasi bisnis, dan meningkatkan daya saing UMKM.



Promosi dan penjualan langsung dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan produk secara langsung ke konsumen sehingga konsumen benar-benar tahu apa yang dijual secara riil sehingga secara kualitas dan kuantitas bisa dicek secara langsung, berbeda jika pembelian secara online. Bazar juga bisa menjadi tempat mendapatkan umpan balik (feedback) secara langsung dari pemveli untuk perbaikan dan inovasi produk ke depannya. UMKM juga dapat membangun kemitraan dengan sesama pelaku usaha, distributor, dan juga memungkinkan investor untuk berkolaborasi di masa depan, sehingga UMKM akan berkembang lebih maju pesat. Jika hal ini terjadi maka diharapkan akan terjadi pertumbuhan ekonomi lokal untuk bertumbuh secara nasional bahkan mungkin secara internasional.



Kegiatan Bazar UMKM diharapkan memberikan manfaat juga bagi masyarakat sekitar dengan mempermudah akses pertemuan antara penjual dan pembeli, pengetahuan tentang produk lokal di sekitar kita, mempererat silaturahmi dan menjadi sarana hiburan serta edukas ikewirausahaan bagi pengunjung.


Program: Bazaar
Pelaksana: Dinas Kesehatan
13210-03-2026

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN BAZAR PADA SIRAMAN ROHANI KORPRI DI BULAN SUCI RAMADHAN 1447 HIJRIYAH

Bidang : Bidang Ekonomi
Program Kerja : Kegiatan Usaha
Kegiatan : Bazaar Ramadhan

Hari : Selasa
Tanggal : 10 Maret 2026
Waktu : 08.00 WIB s.d selesai
Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja

Acara : Siraman Rohani KORPRI di Bulan Suci Ramadhan Tahun 1447 Hijriyah dan Kegiatan Bazar Ramadhan

Peserta : Anggota KORPRI se-Kabupaten Blitar

Penceramah :
Prof. Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd
(Pimpinan di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)

Petugas :
Petugas Bazar UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

  1. Ny. Sigit Widodo
  2. Ny. Hadi Sunyoto

 

URAIAN KEGIATAN

Pada hari Selasa, 10 Maret 2026 telah dilaksanakan kegiatan Bazar Ramadhan Tahun 2026 yang diselenggarakan dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan KORPRI yaitu Siraman Rohani dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah.

Kegiatan bazar ini merupakan salah satu bentuk upaya pemberdayaan IKM/UMKM Kabupaten Blitar dengan menghadirkan ratusan pelaku usaha sebagai penyedia dalam kegiatan ini. Para pelaku usaha tersebut terdiri dari berbagai sektor, di antaranya IKM olahan makanan dan minuman, kerajinan, serta berbagai produk lainnya yang turut meramaikan kegiatan bazar.

Selain kegiatan bazar Ramadhan, dalam rangka mendukung stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, juga dilaksanakan kegiatan operasi pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pelayanan dari perangkat daerah, di antaranya pelayanan E-KTP, pelayanan kesehatan, pelayanan Nomor Induk Berusaha (NIB), pelayanan dan konsultasi pajak daerah, pelayanan tera dan tera ulang, pelayanan perbankan, serta perpustakaan keliling. Kehadiran berbagai layanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan publik secara langsung di lokasi kegiatan.

Kegiatan bazar ini mendapatkan antusias yang cukup besar, baik dari Anggota KORPRI se-Kabupaten Blitar maupun masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi pengunjung yang memadati lokasi kegiatan serta minat terhadap produk-produk yang ditawarkan.

Dalam pelaksanaannya, Petugas Bazar UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar yaitu Ny. Sigit Widodo dan Ny. Hadi Sunyoto telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab, mulai dari persiapan, penataan produk, hingga pelayanan kepada pengunjung.

Kegiatan ini juga mendapatkan monitoring langsung dari Ketua UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, yaitu Ny. Leli Puguh Imam Susanto. Dalam kesempatan tersebut, beliau melakukan peninjauan langsung terhadap jalannya kegiatan bazar serta memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.

Beliau juga menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi anggota serta mendukung pertumbuhan UMKM di Kabupaten Blitar.

 

BARANG YANG DIJUAL

Dalam kegiatan bazar Ramadhan ini, petugas menyediakan berbagai jenis produk yang menarik dan diminati oleh pengunjung. Produk yang dijual terdiri dari makanan ringan serta aksesoris dengan harga yang terjangkau, sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan. Adapun rincian produk yang dijual adalah sebagai berikut:

  1. Coklat
    Produk coklat yang dijual merupakan olahan coklat yang dibentuk menjadi berbagai variasi bentuk yang menarik dan unik. Coklat ini tidak hanya memiliki cita rasa yang manis, tetapi juga memiliki nilai estetika sehingga cocok dijadikan sebagai camilan maupun buah tangan. Produk tersedia dalam beberapa varian harga, yaitu Rp 20.000, Rp 30.000, dan Rp 40.000, yang disesuaikan dengan ukuran dan bentuk olahan coklat tersebut.
  2. Bros
    Bros yang dijual merupakan aksesoris hasil kerajinan tangan yang dibuat dari manik-manik yang disusun menggunakan tali dengan rapi dan menarik. Produk ini memiliki berbagai bentuk dan warna yang variatif sehingga dapat digunakan sebagai pelengkap penampilan, baik dalam kegiatan formal maupun sehari-hari. Bros dijual dengan harga Rp 5.000, Rp 15.000, dan Rp 20.000 sesuai dengan ukuran dan tingkat kerumitan desainnya.
  3. Donat
    Donat yang dijual merupakan donat berbahan dasar kentang yang memiliki tekstur lebih lembut dan rasa yang lebih gurih dibandingkan donat pada umumnya. Produk ini dijual dengan harga Rp 10.000 per kemasan yang berisi 3 buah donat. Donat ini menjadi salah satu pilihan favorit pengunjung karena rasanya yang lezat, teksturnya yang empuk, serta cocok dinikmati sebagai camilan selama kegiatan berlangsung.
  4. Tahu Walik
  5. Tahu walik yang dijual merupakan makanan siap saji yang langsung dapat dikonsumsi oleh pengunjung. Produk ini memiliki cita rasa gurih dengan tekstur renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Tahu walik dijual dengan harga Rp 10.000 per porsi dan menjadi salah satu menu yang diminati karena praktis serta cocok dinikmati dalam suasana kegiatan bazar

 

HASIL DAN DAMPAK KEGIATAN

  • Meningkatkan pemberdayaan IKM/UMKM di Kabupaten Blitar
  • Meningkatkan partisipasi Anggota KORPRI dalam kegiatan ekonomi
  • Membantu stabilisasi harga kebutuhan pokok melalui operasi pasar
  • Memberikan kemudahan akses pelayanan publik kepada masyarakat
  • Mempererat kebersamaan dan sinergi antar instansi 

MAkNA DAN REFLEKSI

Kegiatan bazar ini memberikan dampak yang sangat positif, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pelayanan publik. Selain menjadi sarana transaksi ekonomi, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, organisasi, serta pelaku usaha dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

 

PENUTUP

Kegiatan Pelaksanaan Bazar pada Siraman Rohani KORPRI di Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas bagi Anggota KORPRI maupun masyarakat Kabupaten Blitar, serta menjadikan Kabupaten Blitar semakin berjaya dan berdaya.

 

Laporan ini disusun oleh Ny. Yogha Bogi selaku operator e-reporting UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

 

 


Program: Bazaar
Pelaksana: Dinas Perhubungan
13306-03-2026LAPORAN DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, STATISTIK DAN PERSANDIAN KABUPATEN BLITAR Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksanan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar melakukan kegiatan Belanja Ke Pasar Tradisinal yakni Pasa Garum Kabupaten Blitar dan Acara Bakti Sosial di wilayah Kecamatan Garum. Keterangan Program: 1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar 2. Bidang : Ekonomi 3. Hari/Tanggal : Jum'at, 06 Maret 2026 4. Pukul : 08.00 wib - selesai 5. Tempat : Pasar Garum 6. Acara : Belanja ke pasar Tradisional dan Bakti Sosial di wilayah Kecamatan Garum 7. Petugas : - Ibu Ketua Dharma Wanita Diskominfotiksan Kabupaten Blitar Ny. Evi Agung Wicaksono - Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Diskominfotiksan Kabupaten Blitar Ny. Novita Asyik Fauzi - Ibu Sekretaris Dharma Wanita Diskominfotiksan Kabupaten Blitar Ny. Kiking Harianto - Ibu Bendahara Dharma Wanita Diskominfotiksan Kabupaten Blitar Ny. Nunik Anas Faishol Deskripsi kegiatan: Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar melakukan kegiatan belanja di Pasar Tradisional yang terletak di Kecamatan Garum dan Bakti Sosial. Kegiatan belanja di pasar tradisional ini juga diikuti oleh anggota Dharma Wanita UP Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar. Gerakan Belanja di Pasar Tradisional adalah salah satu inisiatif yang sering digaungkan oleh berbagai organisasi, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP), untuk mendukung perekonomian lokal dan memberdayakan pedagang kecil. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar sejak tahun 2025 telah mempunyai program rutin yaitu gerakan belanja ke pasar tradisional yang akan dilaksakan setiap bulan. Setiap bulannya sudah ada jadwal OPD mana yang diwajibkan untuk kegiatan tersebut dan di pasar tradisional mana dengan tujuan agar semua pasar tradisional yang ada di Kabupaten Blitar semua bisa terjangkau oleh program ini. Diharapkan pasar tradisional di Kabupaten Blitar bisa merasakan manfaat akan adanya Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Blitar. Pada bulan Maret 2026 ini Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar mendapat tugas untuk melaksanakan program Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yaitu belanja ke pasar tradisional yang berada di kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, beserta beberapa OPD lain yaitu: 1. Dinas Sosial Kabupaten Blitar 2. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar 3. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar 4. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Blitar 5. Kecamatan Garum Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pentingnya mendukung produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 wib dengan titik kumpul Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar. Gerakan belanja ke pasar tradisional yang sedang gencar digerakkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar ini dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung perekonomian lokal dan melestarikan budaya tradisional. Gerakan belanja dipasar tradisional ini di inisiasi oleh Dinas perindustrian dan perdagangan Kab. Blitar untuk membantu menggerakkan UMKM di kabupaten blitar khususnya di pasar tradisional. Mengingat belakangan ini semakin marak aksi belanja online di online shop dan aplikasi digital. Para pedagang di pasar tradisional kebanyakan adalah generasi tua yang belum melek digital sehingga perlu dibantu upaya untuk mempertahankan eksistensi nya di pasar tradisional. Ada banyak manfaat dalam gerakan belanja ke Pasar Tradisional ini, selain untuk mendukung perekonomian lokal dan mambantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil, gerakan ini juga melestarikan budaya tradisional yaitu melakukan transaksi langsung dengan pedagang dan penjual sehingga tetap membina empati dan rasa kemanusian di tengah gempuran pasar digital. Kelebihan Belanja di pasar tradisional dibanding dengan belanja di pasar modern dan pasar digital antara lain: 1. Bisa bertemu lansung dengan penjual dan pembeli sehingga kita dapat memilih produk yang lebih segar dan berkualitas 2. Tidak adanya biaya pengiriman sehinggan kita dapay menghemat biaya 3. Kita dapat melakukan tawar menawar harga sehingga kita bisa memperoleh produk berkualitas dengan harga murah 4. Kita dapat merasakan atmosfer pasar yang unik dan berbeda dibanding dengan belanja di pasar modern dan pasar digital. Keuntungan belanja di pasar tradisional antara lain: 1. Harga lebih murah: Harga produk di pasar tradisional biasanya lebih murah dibandingkan dengan di supermarket atau toko online. 2. Produk segar: Produk di pasar tradisional biasanya lebih segar karena langsung dari petani atau produsen. 3. Dukung ekonomi lokal: Dengan belanja di pasar tradisional, Anda dapat mendukung ekonomi lokal dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. 4. Interaksi langsung: Anda dapat berinteraksi langsung dengan pedagang dan petani, sehingga dapat memperoleh informasi tentang produk dan cara mengolahnya. 5. Produk unik: Pasar tradisional sering kali memiliki produk unik dan khas yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. 6. Suasana yang ramah: Pasar tradisional biasanya memiliki suasana yang ramah dan hangat, sehingga Anda dapat menikmati pengalaman belanja yang lebih menyenangkan. 7. Tidak ada pajak: Belanja di pasar tradisional biasanya tidak dikenakan pajak, sehingga Anda dapat menghemat uang. 8. Dukung pelaga lingkungan: Dengan membeli produk lokal, Anda dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh transportasi produk dari tempat lain. Tujuan dan Manfaat: - Meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendukung produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar - Meningkatkan hubungan yang lebih erat antara DWP dan masyarakat sekitar - Memberikan kesempatan kepada pedagang-pedagang lokal untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan usaha mereka Hasil: Kegiatan belanja ke pasar tradisional ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat luas terutama para penjual di pasar tradisional tetapi juga bermanfaat bagi anggota Dharma Wanita antara lain: - Meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendukung produk lokal: Anggota DWP dapat memahami betapa pentingnya mendukung produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. - Meningkatkan hubungan yang lebih erat dengan masyarakat: Kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan yang lebih erat antara DWP dan masyarakat sekitar, terutama dengan pedagang-pedagang lokal. - Meningkatkan keterampilan berinteraksi: Anggota DWP dapat meningkatkan keterampilan berinteraksi dengan masyarakat dan pedagang-pedagang lokal. - Meningkatkan rasa kebersamaan: Kegiatan ini dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota DWP. - Meningkatkan pengetahuan tentang produk lokal: Anggota DWP dapat meningkatkan pengetahuan tentang produk lokal dan manfaatnya bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat sekitar. Dalam rangka menyambut Idul Fitri, Dharma Wanita Persatuan Diskominfotiksan Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian parsel sembako Lebaran. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat tali silaturahmi antara pengurus, anggota, dan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi, meningkatkan rasa kebersamaan, serta memberikan kebahagiaan bagi penerima parsel sembako menjelang Hari Raya. Tujuan kegiatan ini: 1. Menjalin dan mempererat silaturahmi antar anggota Dharma Wanita 2. Menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama. 3. Berbagi kebahagiaan dengan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Peserta kegiatan: 1. Ketua Dharma Wanita Diskominfotiksan Kabupaten Blitar 2. Pengurus Dharma Wanita Diskominfotiksan Kabupaten Blitar 3. Anggota Dharma Wanita Diskominfotiksan Kabupaten Blitar Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. Ketua Dharma Wanita bersama anggota secara simbolis menyerahkan parsel Lebaran kepada penerima yang telah ditentukan. 2. Selanjutnya dilakukan pembagian parsel kepada penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian sosial dari Dharma Wanita Diskominfotiksan. Hasil dari kegiatan ini: Kegiatan berbagi parsel Lebaran berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Para penerima parsel menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Kegiatan ini juga mempererat hubungan silaturahmi antara anggota Dharma Wanita dan masyarakat. Demikian laporan kegiatan berbagi parsel Lebaran Dharma Wanita Diskominfotiksan Kabupaten Blitar ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta mempererat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Laporan ini ditulis oleh Ny. Novita Asyik Fauzi Selaku operator e reporting UP DWP DISKOMINFOTIKSAN Kabupaten Blitar.
Program: Toko
Pelaksana: Dinas Kominfo Statistik dan Persandian
13406-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan telah mengikuti Kegiatan Belanja Pasar di Pasar Garum Kecamatan Garum Kabupaten Blitar
Bidang : Ekonomi
Program : Kegiatan Usaha

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/ Tanggal : Jumat/ 6 Maret 2026
3. Pukul : 07.30 – selesai
4. Peserta : Perwakilan Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan
5. Lokasi : Pasar Garum
6. Acara : Kegiatan Belanja Pasar Desa

Dalam rangka mendukung ekonomi pedagang kecil, Pemerintah Kabupaten Blitar mengadakan Kegiatan Belanja Pasar Desa yang dilakukan satu bulan sekali oleh pegawai Aparatur Sipil Negara- nya. Belanja di Pasar Desa diharapkan juga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, menciptakan peluang kerja, dan memperkuat BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Belanja di pasar desa menawarkan produk yang lebih segar langsung dari petani dengan harga lebih terjangkau, serta memungkinkan tawar-menawar. Selain ekonomis, aktivitas ini mendukung perekonomian lokal, melestarikan budaya, mengurangi jejak karbon, dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

Berikut ini adalah beberapa alasan lain keuantungan berbelanja di Pasar Desa :
• Harga Lebih Murah & Bisa Ditawar: Pasar desa sering kali menawarkan harga yang lebih terjangkau dibanding ritel modern, ditambah kesempatan untuk melakukan tawar-menawar langsung dengan pedagang.
• Produk Segar dari Petani Lokal: Barang yang dijual, seperti sayur, buah, dan hasil bumi lainnya, umumnya didapat langsung dari petani atau peternak sekitar, sehingga lebih segar.
• Keunikan Jajanan Tradisional: Pasar desa menjadi tempat terbaik menemukan aneka jajanan pasar, kuliner khas daerah, dan produk tradisional yang mulai langka.
• Interaksi Sosial dan Budaya: Pasar desa bukan sekadar tempat jual beli, melainkan ruang interaksi sosial yang mempererat tali persaudaraan antarwarga dan melestarikan budaya lokal.
• Mengurangi Jejak Karbon: Membeli produk lokal mengurangi kebutuhan transportasi jarak jauh, sehingga lebih ramah lingkungan.

Ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Kesehatan, Ny. Amrik Muhdianto dan Ibu Wakil Ketua Ny. Sintaningrum Anggit dalam hal ini turut mendukung kegiatan Belanja Pasar ini dengan ikut melaksanakan belanja pasar di Pasar Garum dengan beberapa perwakilan anggota. Ke depannya, Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan menyatakan akan tetap konsisten dalam mendukung perekonomian masyarakat dengan sentuhan sosial yang terintegrasi dalam program-programnya. Diharapkan akan lebih banyak lagi anggota Dharma Wanita Persatuan yang bisa mengikuti kegiatan ini agar lebih memperkuat perekonomian usaha Pasar Desa di kabupaten Blitar.


Program: Bazaar
Pelaksana: Dinas Kesehatan
13512-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.


Bidang : Ekonomi
Program : Kegiatan Usaha
Kegiatan : bazar


Keterangan Program :
1. Hari/tanggal : Kamis,12 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 WIB - selesai
3. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja, Kanigoro
4. Acara : Bazar Ramadhan


Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan selalu ambil bagian dalam memeriahkan bazar Ramadhan yang dilaksanakan di Pendopo Kanigoro setiap tahunnya yang diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Blitar. Untuk bulan Ramadhan tahun 2026 ini, bazar Ramadhan berlangsung setiap hari Kamis, yaitu tanggal 26 Februari 2026, 5 Maret dan 12 Maret 2026.


Anggota Dharma Wanita Disperkimtan banyak yang memiliki kemampuan lebih di bidang memasak dan membuat kue kering, jadi kesempatan mengikuti bazar Ramadhan ini dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Pada bazar Ramadhan tahun ini menghadirkan olahan unggulan dari anggota Dharma Wanita Disperkimtan, yaitu Ny. Titik Dayat yang sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam membuat empek-empek Palembang, tahu bakso, tape ketan. Disamping Ny. Titik Dayat, ada Ny. Ratna Rudi menyediakan buah-buahan segar. Anggota Dharma Wanita Disperkimtan inilah yang selalu tampil dan unjuk bagian dalam memeriahkan bazar Ramadhan Kabupaten Blitar.


Bazar Ramadhan Dharma Wanita memiliki manfaat untuk pemberdayaan UMKM, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, dan meningkatkan kepedulian sosial, serta tujuan mengikuti bazar adalah untuk mendukung UMKM, mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, dan memperluas persatuan.


Manfaat Bazar Ramadhan Dharma Wanita meliputi :
1. Pemberdayaan UMKM. Bazar ini sebagai wadah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usahanya.
2. Ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bazar Ramadhan Dharma Wanita bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, seperti sembako dan kebutuhan lainnya, dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang bulan Ramadhan.
3. Peningkatan Kepedulian Sosial. Bazar ini juga merupakan bentuk kepedulian sosial dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu mereka mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
4. Meningkatkan Roda Ekonomi Daerah. Bazar ini juga menjadi salah satu bentuk untuk meningkatkan roda ekonomi daarah melalui peran masyarakat, terutama ibu-ibu yang ramai mendatangi bazar Ramadhan.


Tujuan mengikuti Bazar Ramadhan Dharma Wanita adalah :
1. Mendukung UMKM. Peserta bazar dapat turut mendukung UMKM lokal dengan membeli produk-produk yang ditawarkan.
2. Mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bazar ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama selama bulan Ramadhan ini
3. Memperkuat persatuan. Bazar Ramadhan Dharma Wanita juga menjadi ajang untuk memperkuat persatuan dan silaturahmi antar anggota DWP dan masyarakat
4. Berpartisipasi dalam Kegiatan Sosial. Dengan mengikuti bazar. Masyarakat juga turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan.
5. Meningkatkan pendapatan. Dengan menjual produk olahan unggulan DWP Disperkimtan, akan meningkatkan pendapatan dan kas DWP.


Tujuan khusus dari mengikuti acara tahuan "Bazar Ramadhan" bagi DWP Disperkimtan adalah mendukung pertumbuhan perekonomian keluarga besar DWP Disperkimtan. Beragam produk seperti kripik pisang, kripik ketela, talas hasil produksi Ny. Rudik salah satu anggota DWP Disperkimtan juga turut tampil bersamaan dengan makanan hasil olahan Ny. Titik Dayat dan Ny. Ratna Rudi menjual buah-buahan segar seperti anggur, jeruk, kelengkeng. Dari hasil penjulan di bazar, kas DWP bertambah, pendapatan per anggota yang mengikuti bazar juga meningkat. Yang tidak kalah penting adalah, dari penjualan bazar, ada sebagian rezeki yang disumbangkan untuk kegiatan sosial. Diharapkan segala rezeki yang diperoleh dapat dikelola dengan baik untuk kebaikan sesama yang membutuhkan.


Ibu Ketua Dharma Wanita Disperkimtan, Ny. Margareth Nanang Adi menyatakan kebanggaannya terhadap konsistensi DWP dalam mendukung perekonomian masyarakat dengan sentuhan sosial yang terintegrasi dalam program-programnya. Diharapkan akan lebih banyak lagi anggota DWP yang akan mengikutsertakan hasil masakan, kue, atau kerajinan yang bisa ditampilkan lagi untuk memeriahkan acara Bazar Ramadhan di tahun berikutnya. Agar lebih beragam dan pemerataan pendapatan perekonomian keluarga besar DWP Disperkimtan Kabupaten Blitar.


Laporan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Enik Yuyus selaku operator e reporting Dharma Wanita Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.



Program: Bazaar
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
13611-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi dan Pamong Praja Kabupaten Blitar telah berpartisipasi dalam bazar Ramadhan 2026

Bidang : Ekonomi

Program : Kegiatan Usaha, Bazaar

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Rabu, 11 Maret 2026
3. Pukul : 08.00  Selesai
4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Seragam DWP
6. Petugas yang menghadiri : Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Wulandari Cholik

Deskripsi Kegiatan

Bazar ramadhan yang diselenggarakan oleh GOW dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan dan mendukung UMKM di Kabupaten Blitar. Bazar ini berlangsung bersamaan dengan acara Siraman Rohani KORPRI yang diselenggarakan di Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar.

Bazar ini diikuti UMKM dari berbagai elemen masyarakat dengan menjual berbagai produk antara lain sembako, kue lebaran, produk olahan makanan dan minuman serta produk UMKM lainnya.

Acara ini dilakukan dengan tujuan membantu UMKM sebagai wadah promosi dan pemasaran langsung untuk meningkatkan penjualan serta memperluas jangkauan pasar produk lokal. Selain meningkatkan pendapatan, bazar ini juga berfungsi memperkenalkan produk, memperkuat branding, membangun relasi bisnis, dan meningkatkan daya saing UMKM.

Promosi dan penjualan langsung dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan produk secara langsung ke konsumen sehingga konsumen benar-benar tahu apa yang dijual secara riil sehingga secara kualitas dan kuantitas bisa di cek secara langsung, berbeda jika pembelian secara online.

Bazar juga bisa menjadi tempat mendapatkan umpan balik (feedback) secara langsung dari pemveli untuk perbaikan dan inovasi produk ke depannya. UMKM juga dapat membangun kemitraan dengan sesama pelaku usaha, distributor, atau mungkin juga menemukan investor untuk kolaborasi di masa depan, sehingga UMKM akan berkembang lebih maju pesat. Jika hal ini terjadi maka diharapkan akan terjadi pertumbuhan ekonomi lokal untuk bertumbuh secara nasional bahkan mungkin secara internasional.

Kegiatan Bazar UMKM diharapkan memberikan manfaat juga bagi masyarakat sekitar dengan mempermudah akses pertemuan antara penjual dan pembeli, pengetahuan tentang produk lokal di sekitar kita, mempererat silaturahmi dan menjadi sarana hiburan serta edukas ikewirausahaan bagi pengunjung.

Penyusun Laporan:

Ny. Refia Yanindra (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar)
Program: Bazaar
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

13706-03-2026Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Koperasi UKM Kabupaten Blitar pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2026 melaksanakan kegiatan Belanja Ke Pasar Tradisional yaitu di Pasar Garum, Kegiatan ini bertujuan untuk meramaikan pasar tradisional serta mendukung ekonomi kerakyatan dan UMKM
Program: Bazaar
Pelaksana: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
13824-02-2026

Bidang : Kewirausahaan

Program kerja : Bidang Ekonomi

Tema : “Belajar Berwirausaha: Sinergi ASN dan UMKM”

Pukul : 07.00 WIB - selesai

Tempat : Ruang Rapat lt 1 Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

Jumlah Peserta : 15 Peserta

Kegiatan “Belajar Berwirausaha: Sinergi ASN dan UMKM” ini menjadi momentum penting bagi Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Dinas Perhubungan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun kemandirian ekonomi tanpa mengesampingkan profesionalisme dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami peluang dan batasan ASN dalam berwirausaha, memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha, serta membangun sinergi yang kuat dengan pelaku UMKM. Dengan demikian, ASN tidak hanya berperan dalam pelayanan publik di bidang perhubungan, tetapi juga turut berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Uraian kegiatan :

Pada hari Selasa, 24 Februari 2026 telah dilaksanakan kegiatan Belajar Berwirausaha: Sinergi ASN dan UMKM. Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia, kemudian pembukaan oleh ketua Dharma Wanita Persatuan diikuti dengan pembacaan doa untuk memohon keberkahan agar acara berjalan lancar.

Selanjutnya, peserta menerima rangkaian arahan mengenai Kebolehan dan Batasan ASN untuk berwirausaha. ASN diperbolehkan untuk berwirausaha dengan memperhatikan beberapa hal yaitu : Tidak mengganggu kinerja sebagai ASN, Tidak merangkap jabatan manajerial serta Tetap menjunjung etika dan disiplin kerja.

Dalam menjalankan usaha, strategi pemasaran menjadi faktor penting. Konsep yang digunakan adalah bauran pemasaran (4P)

  1. Product (Produk) Kualitas, desain, branding, dan fitur unik yang ditawarkan.
  2. Price (Harga) Strategi penentuan harga, diskon, serta nilai yang dibayarkan konsumen.
  3. Place (Tempat) Saluran distribusi dan lokasi agar produk mudah dijangkau konsumen.
  4. Promotion (Promosi) Komunikasi pemasaran melalui iklan, media sosial, public relation, dan promosi dari mulut ke mulut.

Hasil dan dampak kegiatan :

Tujuan utama dari berwirausaha adalah meningkatkan kesejahteraan, membangun ketahanan ekonomi, serta mempersiapkan kemandirian finansial pasca pensiun.

  • Menambah penghasilan dan kesejahteraan keluarga
  • Mempersiapkan masa pensiun
  • Memperluas jaringan relasi
  • Mengisi waktu luang secara produktif

 

Makna dan refleksi :

Kegiatan “Belajar Berwirausaha: Sinergi ASN dan UMKM” di Dinas Perhubungan memiliki makna penting sebagai bentuk penguatan kapasitas ASN dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Berwirausaha bukan hanya dipandang sebagai upaya menambah penghasilan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan manajerial yang pada akhirnya turut menunjang profesionalisme dalam bekerja.

Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan mengajak untuk memahami bahwa sinergi dengan UMKM dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung. ASN tetap menjalankan tugas dan fungsi utamanya secara optimal, sekaligus membuka peluang usaha yang dijalankan secara tertib, disiplin, dan sesuai regulasi. Hal ini menjadi refleksi bahwa keseimbangan antara pengabdian kepada negara dan pengembangan diri secara ekonomi dapat berjalan beriringan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan pengelolaan usaha menjadi pembelajaran penting agar ASN mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan semangat kolaborasi dan integritas, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir mandiri, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sehingga ASN dapat berkontribusi tidak hanya dalam pelayanan publik, tetapi juga dalam penguatan ekonomi masyarakat.

Penutup 

Kegiatan Belajar Berwirausaha: Sinergi ASN dan UMKM dengan Dharma Wanita Persatuan berjalan lancar dan penuh kehangatan. Diharapkan kegiatan ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi antar anggota sekaligus memperkuat peran DWP dalam membangun generasi emas 2045.

Laporan ini disusun oleh :

Ny. Yogha Bogi selaku operator e-reporting UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Perhubungan
13909-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan acara Belanja di Pasar Tradisional bulan Februari 2026

Keterangan Progam :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar
2. Bidang : Ekonomi
3. Hari/Tanggal : 9 Februari 2026
4. Pukul : 08.00-selesai
5. Tempat : pasar Sutojayan
6. Acara :
- Belanja ke Pasar Tradisional di Kecamatan Sutojayan 7. Petugas:
- Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ny. Wulandari Ahmad Cholik
- Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Yulia Repelitha Nugroho
- Ibu Bendahara Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Mei Tedi
- Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Refia Yanindra

Deskripsi Kegiatan:

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar sejak tahun 2025 telah mempunyai program rutin yaitu gerakan belanja ke pasar tradisional yang diadakan setiap bulan. Setiap bulannya sudah ada jadwal OPD mana yang diwajibkan untuk kegiatan tersebut dan di pasar tradisional mana dengan tujuan agar semua pasar tradisional yang ada di Kabupaten Blitar semua bisa terjangkau oleh program ini. Diharapkan pasar tradisional di Kabupaten Blitar bisa merasakan manfaat akan adanya Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Blitar.

Pada bulan Februari 2026 ini Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar mendapat tugas untuk melaksanakan program Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar yaitu belanja ke pasar tradisional yang berada di kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, beserta beberapa OPD lain yaitu:
1. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Blitar
2. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar
3. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Blitar
4. Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar
5. Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendukung produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Kantor Satpol PP & Damkar Kabupaten Blitar. Kami kemudian berangkat ke Pasar Tradisional Sutojayan dengan menggunakan kendaraan yang telah disediakan. Sesampainya di pasar, kami disambut oleh pedagang-pedagang lokal yang menyambut kami dengan hangat.

Kami kemudian memulai belanja dengan membeli berbagai produk lokal seperti sayuran, buah-buahan, dan produk olahan makanan. Kami juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berinteraksi dengan pedagang-pedagang lokal dan mendengarkan cerita mereka tentang tantangan dan peluang dalam menjalankan usaha di pasar tradisional.

Keuntungan belanja di pasar tradisional antara lain:

1. Harga lebih murah: Harga produk di pasar tradisional biasanya lebih murah dibandingkan dengan di supermarket atau toko online.
2. Produk segar: Produk di pasar tradisional biasanya lebih segar karena langsung dari petani atau produsen.
3. Dukung ekonomi lokal: Dengan belanja di pasar tradisional, Anda dapat mendukung ekonomi lokal dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
4. Interaksi langsung: Anda dapat berinteraksi langsung dengan pedagang dan petani, sehingga dapat memperoleh informasi tentang produk dan cara mengolahnya.
5. Produk unik: Pasar tradisional sering kali memiliki produk unik dan khas yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.
6. Suasana yang ramah: Pasar tradisional biasanya memiliki suasana yang ramah dan hangat, sehingga Anda dapat menikmati pengalaman belanja yang lebih menyenangkan.
7. Tidak ada pajak: Belanja di pasar tradisional biasanya tidak dikenakan pajak, sehingga Anda dapat menghemat uang.
8. Dukung pelaga lingkungan: Dengan membeli produk lokal, Anda dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh transportasi produk dari tempat lain.

Tujuan dan Manfaat:

- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendukung produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar
- Meningkatkan hubungan yang lebih erat antara DWP dan masyarakat sekitar
- Memberikan kesempatan kepada pedagang-pedagang lokal untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan usaha mereka

Hasil:

Kegiatan belanja ke pasar tradisional ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat luas terutama para penjual di pasar tradisional tetapi juga bermanfaat bagi anggota Dharma Wanita antara lain:
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendukung produk lokal: Anggota DWP dapat memahami betapa pentingnya mendukung produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
- Meningkatkan hubungan yang lebih erat dengan masyarakat: Kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan yang lebih erat antara DWP dan masyarakat sekitar, terutama dengan pedagang-pedagang lokal.
- Meningkatkan keterampilan berinteraksi: Anggota DWP dapat meningkatkan keterampilan berinteraksi dengan masyarakat dan pedagang-pedagang lokal.
- Meningkatkan rasa kebersamaan: Kegiatan ini dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota DWP.
- Meningkatkan pengetahuan tentang produk lokal: Anggota DWP dapat meningkatkan pengetahuan tentang produk lokal dan manfaatnya bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat sekitar.

Penyusun Laporan: Ny. Refia Yanindra (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satpol PP & Damkar Kabupaten Blitar)
Program: Toko
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

14002-02-2026Ibu Ketua Dharma Wanita Kecamatan Garum Kabupaten Blitar beserta anggota, mengunjungi kegiatan Bazar UMKM di desa Slorok pada hari Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh warga sekitar juga para UMKM se Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Bidang : Bidang Sosial Budaya Program Kerja : Ketahanan Keluarga Keterangan Program : 1. Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Garum 2. Hari / tanggal : Jumat, 30 Januari 2026 3. Pukul : 08.00 WIB s.d selesai 4. Peserta : 61 peserta 5. Lokasi : Lapangan Desa Slorok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar 6. Acara : Bazar UMKM dan lomba2 Kegiatan di awali dengan sambutan singkat dari Bapak Camat Garum Frazao Castelo SE, menyampaikan apresiasi atas antusiasme pegawai dan anggota DWP dalam mengikuti kegiatan ini. Semua pegawai dan anggota DWP bisa berkumpul bersama di lapangan dengan suasana bahagia untuk melakukan Bazar UMKM bersama agar kegiatan ini bisa mendongkrak Ekonomi di Kecamatan Garum Kususnya Ceramah singkat disampaikan oleh Bapak Nurhidayat, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran, semangat pelayanan, dan akhlak yang mulia dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. "Jabatan hanyalah titipan, dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Jadikan tugas sebagai ladang ibadah, bukan sekedar rutinitas," tutur Bapak Nurhidayat dengan penuh semangat di depan rekan-rekan kerja Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar. Selanjutnya beliau memimpin doa, dipanjatkan untuk keselamatan pribadi, keluarga, kelancaran tugas kedinasan, serta keberkahan bagi seluruh pegawai di lingkungan Dinas Perkimtan, keberkahan bagi semua anggota DWP Disperkimtan yang selalu menjadi support terdepan bagi para suami. Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembinaan keluarga ASN, dengan fokus pada penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan, serta pembentukan karakter anak. DWP aktif memberikan edukasi, memupuk keharmonisan keluarga, mendukung karier suami, serta memperdayakan anggota melalui kegiatan ekonomi kreatif, sosial, dan kesehatan. Berikut adalah bentuk-bentuk peran aktif anggota DWP : 1. Pilar ketahanan keluarga : DWP menjadi penopang utama ketahanan keluarga ASN yang harmonis, berdaya, dan berakhlak. 2. Pembinaan Pendidikan dan Karakter Anak : aktif dalam mendidik anak, memastikan tumbuh kembang yang sehat (asah, asih, asuh) guna menciptakan generasi berkarakter. 3. Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial : mengadakan program nyata seperti pemberdayaan ekonomi kreatif, kegiatan sosial, dan kesehatan bagi anggota. 4. Mendukung Kinerja Suami (ASN) : memberikan dukungan moral dan menciptakan suasana rumah tangga yang kondusif agar suami dapat fokus pada pelayanan publik dan tugas profesionalnya. 5. Sinergi dan Solidaritas : menjadi wadah silaturahmi untuk mempererat kebersamaan dan netralitas anggota DWP. 6. Penggerak Program Nasional : terlibat langsung dalam program-program pemerintah, seperti "DWP mengajar" dan kegiatan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui peran aktif ini, DWP tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga motor penggerak pembangunan manusia yang dimulai dari lingkup keluarga ASN. Kegiatan ditutup dengan Lomba Laporan disusun oleh . Siti Sundari selaku operator e-reporting Kecamatan Garum Kabupaten Blitar
Program: Bazaar
Pelaksana: Kecamatan Garum
14114-01-2026

KEHADIRAN KETUA DHARMA WANITA DINAS TENAGA KERJA DALAM PERTEMUAN RUTIN PENGURUS DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ibu Ketua UP Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan Pertemuan Rutin Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar

Bidang : Ekonomi

Keterangan :

1. Hari/Tanggal : Rabu, 14 Januari 2025
2. Pukul : 08.00 – selesai
3. Tempat : Excellent Creative, Jl. Brawijaya, Genengan, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar
4. Acara : Pertemuan Rutin Perdana Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar Tahun 2026
Dalam rangka mendukung pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia anggota, Ketua Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan Pertemuan Rutin Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai sarana silaturahmi, koordinasi, evaluasi, dan pengembangan kapasitas anggota Dharma Wanita Persatuan.
Keikutsertaan Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Tenaga Kerja dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarorganisasi Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Dasar Kegiatan ini adalah :

1. Program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
2. Undangan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
3. Komitmen Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan anggota.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar.
2. Menjalin koordinasi dan memperkuat sinergi antara Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja dengan DWP Kabupaten Blitar.
3. Melakukan evaluasi program kerja Dharma Wanita yang telah dilaksanakan.
4. Meningkatkan wawasan dan kapasitas anggota Dharma Wanita, khususnya dalam bidang kewirausahaan.
5. Mendorong kemandirian ekonomi keluarga ASN melalui pengembangan jiwa wirausaha.
Pertemuan Rutin Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar ini merupakan pertemuan rutin pertama pada tahun 2026. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar turut hadir sebagai bentuk dukungan dan partisipasi aktif dalam kegiatan organisasi Dharma Wanita. Acara diisi dengan penyampaian materi kewirausahaan oleh narasumber yaitu pemilik Excellent Creative, Andreas yang menyampaikan materi mengenai kewirausahaan dan pengembangan usaha mandiri. Beliau menekankan pentingnya pembelajaran kewirausahaan dalam mempersiapkan individu menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Materi yang disampaikan antara lain mengenai manfaat kewirausahaan dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi angka pengangguran, serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan masyarakat. Kewirausahaan juga dinilai mampu menumbuhkan pribadi yang produktif, inovatif, beretika, dan bertanggung jawab.

Selain itu, disampaikan pula tahapan dalam memulai usaha sendiri, yaitu:

1. Menentukan ide usaha berdasarkan passion, hobi, atau permasalahan di lingkungan sekitar.
2. Melakukan riset pasar untuk mengetahui kebutuhan konsumen, pesaing, dan tren usaha.
3. Menyusun rencana bisnis secara tertulis yang mencakup visi, misi, strategi, dan perencanaan keuangan.
4. Menghitung kebutuhan modal dan mengelola anggaran dengan efektif.
5. Menentukan keunikan produk atau jasa sebagai nilai tambah dalam persaingan usaha.
6. Memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.
7. Fokus dan konsisten dalam menjalankan satu usaha hingga berkembang dan stabil.
Narasumber juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, membangun jejaring, pengelolaan keuangan yang tertib, serta menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental dalam menjalankan usaha.
Demikian laporan kegiatan kehadiran Ketua Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar dalam Pertemuan Rutin Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan peran Dharma Wanita dalam mendukung pembangunan daerah.

Program: Seminar/Ceramah
Pelaksana: Dinas Tenaga Kerja
14202-01-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BLITAR

UP DWP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan belanja di Pasar Tradisional bersama Ibu-Ibu dari UP DWP Dinas PUPR, Dinas Peternakan dan Perikanan, Kecamatan Nglegok dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabuaten Blitar

Hari/Tanggal : Jumat, 2 Januari 2026
Tempat : Pasar Desa Penataran Kecamatan Nglegok
Waktu : pukul 08.00 - 09.00 wib
Program : bidang ekonomi
Kegiatan : belanja di Pasar/toko

Kegiatan yang diikutileh 9 (sembilan ) orang anggota DWP Dinas Kebudaaan dan Pariwisata ini merupakan kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar. Pelaksanaannya setiap minggu Pertama di Hari Jumat. Jadi inii merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan. tujuannya untuk menambah penghasiilan para pedagang sekaligus meramaikan pasar tradisional yang sekarang sudah mulai ditinggalkan para pengunjungnya. Akibat perubahan zaman, sekarang bbanyak toko online dan toko modern, bahkan sampai ke pelosok Desa. Selain dari Dharma Wanita Persatuan, kegiatan ini juga melibatkan organisassi lan yaitu PERWOSI, PKK dan GOW

Belanja di Pasar Tradisional memilikimbanyak manfaat, baikmbagi konsumen, pedagang maupun perekonomian daerah. Pasar tradisionalbukan sekedar tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang sosial yang mencerminkan kehidupan masyarakat dan budaya lokal. Salah satu manfaat utama berbellanja di pasar tradissional adalah harga yang relatif lebih terjangkau. Barang-barang kebutuhan pokok seperti sayur, buah, ikan, daging dan bumbu dapur umumnya dijual dengan harga lebih murh karena rantai distribusinya lebih pendek. Pembeli juga memiliki kesempatan untuk menawar harga, sehingga tercipta transaksi yang saling menguntungkan antar antara penjual dan pembeli.. Selain itu, kualitas dan kesegaran produk di pasar tradisional biasanya lebih terjamin. Banyak pedagang menjual hasil panen atau tangkapan yang masih segar karena langsung diperoleh dari petani,peternak atau nelayan setempat. Hal ini dapat membuat konsumen dapat memilih bahan makanan yang lebih sehat dan sesuai kebutuhan. Manfaat lainnya adalag terjalinnyainteraksi sosial yang hangat. Berbelanja di Pasara Tradisional memungkinkan terjadinya komunikasi langsung antara penjual dan pembeli. Interaksi ini tidak hanya membangun keakraban, tetapi jugamenumbuhkan rasa saling percaya dan solidaritas antar warga. Nilai-nilai kebersamaan ini menjadi ciri khas yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.

Dari sisi ekonomi, pasar tradisional berperan penting dalam mendukung usaha kecil dan menengah (UMKM). Dengan berbelanja di pasar tradisional, masyarakat turut membantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil serta menggerakkan roda perekonomian lokal. Perputaran uang di daerah menjadi lebih sehat dan merata. Selain itu, pasar tradisional juga berfunfsi sebagai sarana pelestarian budaya lokal. Beragam makanan khas, jajanan tradisionall, serta kearifan lokall masih dapat ditemukan di pasar tradisional.keberdaan pasar ini membantu menjaga identitas budaya agar tetap hidup di tengah arus medernisasi. Dengan berbagai manfaat tersebut, belanja di Pasar Tradisional patut terus didorong dan dilestarikan sebagai bagian penting dari kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat

Setelah belanja di Pasar, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan rutin di Kantor Dinad Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar di Jalan Raya Penataran no 11 Desa Penataran Kecamatan Nglegok. Dalam sambutannya Ibu Ketua menyampaikan Pertemuan rutin ini bukan sekedar untuk bersilaturahmi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat komitmen dan kebersamaan kita dalam menjalankan program-program organisasi. DWP adalah wadah yang memberikan ruang bagi kita untuk belajar, berkembang serta berkontribusi bagi lingkungan dan keluarga,\. Beliau mengajak semua anggota untuk terus menjaga kkekompakan dan semangat kebersamaan. Kegiatn yang sudah berjalan baik dari bidang pendidikan, sosial maupun peningkatan kapasitas perempuan hanya akan berhasil jika kita berpartisipasi dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Setiap langkah kecil yang kita lakukan akan memberi dampak besar ketika dilakukan bersama-sama. Kedepan masih bnayak agenda yang telah direncanakan. Untuk itu diharapkan Ibu-Ibu dapat berperan aktif, hadir dan ikut serta dengan hati yang gembira. Mari kita jadikan setiap kegiatan sebagai ruang untuk menambah wawasan, mempeererat hubungan dan memberikan manfaat bagi didi sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Semangat kita adalah kekuatan. Mari kita ters saling menguatkan dan mendukung. Saya percaya dengan kebersamaan yang solid, DWP DISBUDPAR dapat menjadi organisasi yang lebih hidup, aktif dan memberi banyak inspirasi.

Selanjutnya acra diisi kegiatan dengan pelatihan membuat kue lumpur oleh Ibu Ita Eko Susanto. Adapun resepnya adalag sebagai berikut ;:
LUMPUR JADOEL ANTI GAGAL
Bahan :
- Terigu protein rendah 500 gram
- Margarin cair 250 gram
- Kentang rebus haluskan 500 gram
- gula pasir 400 gram
- vanili, garam - Santan matang hangat 5 gelas
Cara Membuat :,
Telur dan gula dimexer hingga tercampur, masukkan terigu, kentang dan bahan lainnya, aduk hinggar rata. Terakhir masukkan mentega cair, saring agar tidak bergerindil dan panggang dengan cetakan. Sajikan

Laoran ini ditulis oleh Ny Titin Sugeng selaku operator e reporting UP DWP Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Blitar
Program: Toko
Pelaksana: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

14314-01-2026"Pertemuan Rutin Pengurus DWP Kabupaten Blitar" Ketua Dharma Wanita Dinas P3APPKB menghadiri Undangan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar pada hari Rabu, 14 Januari 2025 yang bertempat di Andreas Exellent dengan alamat J!. Brawijaya, Genengan Kecamatan Sanankulon dalam agenda Pertemuan Rutin Pengurus DWP Kabupaten Blitar. dalam kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus Dharma Wanita Kabupaten Blitar dengan Narasumber oleh Andreas Exellent. kegiatan pertemuan rutin dharma wanita ini pertemuan Pertama pada tahun 2026. Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah agenda reguler untuk mempererat silaturahmi, membahas program kerja. serta meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan kewirausahaan (kerajinan, memasak), pembinaan (kesehatan, keagamaan, anti-narkoba), dan kegiatan sosial untuk mendukung tugas suami ASN dan kesejahteraan keluarga.Tujuannya adalah pemberdayaan anggota dan keluarga PNS demi pencapaian tujuan organisasi. tujuan lainnya Evaluasi program yang sudah berjalan dan perencanaan kegiatan mendatang (pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga).Pertemuan rutin ini menjadi wadah penting bagi DWP untuk terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya dan lingkungan sekitar. pada pertemuan kali ini di sebagai Narasumber adalah pemilik dari Andreas Exellent. pentinya kita mengikuti kegiatan belajar bewirausaha mempersiapkan individu menghadapi masa depan yang tidak pasti, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian dan masyarakat secara luas melalui inovasi dan tanggung jawab sosial. Mendorong untuk menciptakan peluang sendiri daripada bergantung pada pekerjaan formal, serta menumbuhkan pribadi yang produktif dan inovatif.Mengasah kemampuan menemukan ide baru, solusi unik, dan cara-cara baru dalam berbisnis.Membangun mental yang kuat, keberanian mengambil risiko, dan keyakinan diri yang tinggi.Melatih kemampuan mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang efektif dalam berbagai situasi.Mengembangkan kemampuan memimpin tim, menginspirasi orang lain, dan mengelola visi bisnis.Belajar mengelola waktu secara efektif dan mengelola sumber daya finansial dengan baik. Manfaat bagi masyarakat dan Ekonomi Mengurangi angka pengangguran dengan membuka usaha dan merekrut orang lain.Memberikan kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan nilai dan inovasi.Mendorong bisnis yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, seperti produk ramah lingkungan. Membentuk individu yang beretika, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif, bukan hanya berfokus pada keuntungan finansial. Belajar usaha sendiri dimulai dengan menemukan ide sesuai passion, melakukan riset pasar, membuat rencana bisnis (business plan), menyiapkan modal dan anggaran, lalu fokus pada satu ide awal. Kunci sukses lainnya adalah menentukan keunikan produk/jasa, membuat strategi promosi yang efektif (terutama lewat media sosial), terus belajar dari orang lain, dan mengelola keuangan dengan cermat, sambil menjaga kesehatan fisik dan mental. Tahapan memulai Usaha Sendiri 1. Pilih usaha berdasarkan passion, hobi, atau solusi dari masalah di lingkungan sekitar. Jangan terlalu banyak ide di awal, pilih satu fokus utama. 2. Pelajari target konsumen, pesaing, dan tren industri. Pahami kebutuhan dan kebiasaan calon pelanggan Anda. 3. Susun secara tertulis, mulai dari visi, misi, strategi, hingga perkiraan keuangan. 4. Hitung kebutuhan modal, buat anggaran, dan optimalkan penggunaannya. Pertimbangkan skema modal kecil seperti dropshipping atau jasa jika modal terbatas. 5. Temukan apa yang membuat produk/jasa Anda berbeda dari yang lain untuk memenangkan persaingan. 6. Manfaatkan media sosial dan buat strategi pemasaran yang tepat sasaran. Google Search sangat membantu dalam riset, begitu juga platform lain. 7. angan mudah terdistraksi dengan ide lain. Fokus pada satu bisnis dulu hingga stabil. Hal Hal lainnya yang harus di perhatikan : 1. Jangan malu bertanya dan belajar dari pengusaha sukses atau mentor. 2. Pisahkan keuangan pribadi dan bisnis, serta catat pemasukan dan pengeluaran dengan baik. 3. Asah kemampuan komunikasi, membangun relasi, dan terus belajar dari kesalahan. 4. Gunakan platform online untuk pemasaran, penjualan, atau bahkan modal (crowdfunding). Dengan perencanaan matang dan eksekusi yang baik, usaha sendiri bisa menjadi jalan menuju kesuksesan finansial dan kepuasan pribadi. Demikian Laporan kami, semoga bermanfat (By Ririn Fitriana)
Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
14413-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup mengadakan pertemuan rutin dengan kegiatan,

Bidang : Bidang Ekonomi
Program Kerja : Ekonomi Produktif
Kegiatan : Pelatihan/Kursus Pembuatan Makanan Olahan / Frozen Food

Hari/Tanggal : Selasa , 12 Januari 2026
Tema : “Ibu-Ibu Juga Bisa Berkarya”
Pukul : 08.30 WIB – Selesai
Tempat : Ruang Terbuka Hijau Kanigoro jl kusuma bangsa Kec Kanigoro
Acara : Pertemuan Rutin Dharma Wanita Dinas Lingkungan Hidup Dan Selamatan Tahun Baru
Jumlah Undangan : Kurang Lebih 20 Orang

Dengan susunan acara sebagai berikut :
08.30 - 09.00 Registrasi peserta
09.00 - 09.10 Pembukaan
09.10 - 09.15 Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
09.15 - 09.20 Menyanyikan lagu mars Dharma wanita
09.20 - 09.30 Sambutan Ketua Dharma Wanita Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Blitar
09.30 - 09.40 Pembacaan Doa
09.40 - 10.00 Pembagian Doorprize
10.00 - 11.30 pelatihan Olahan Frozen Food 11.30 - 11.40 Dokumentasi
11.40 Penutupan

Susunan petugas dalam acara pertemuan rutin tanggal 13 januari 2026 sebagai berikut :
- MC : Ibu Cantika Hendry Pradana
- Pembacaan Sambutan : Ibu Retno Iwan Dwi Winarto
- Pembaca Doa : Ibu Dianan Ainu Rofiq
- Dirigen : Ibu Nikmatul Hakim Catur Yulianto

- Dengan Narasumber Ibu Dayat (Dharma Wanita Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman)

Pelatihan makanan olahan / frozen food ini ditujukan untuk pemula usaha kuliner, atau siapa saja yang ingin memproduksi makanan tahan simpan dengan kualitas baik dan aman.
Dengan tujuan
1 Memahami teknik pengolahan dan pembekuan yang benar
2 Meningkatkan daya simpan tanpa menurunkan kualitas rasa & tekstur
3 Siap produksi untuk dijual (skala rumahan/UMKM)
4 Memahami standar kebersihan & keamanan pangan

Materi yang Umum Diajarkan
Pengenalan Frozen Food
1. Jenis makanan olahan & frozen food
2. Peluang usaha & tren pasar
Teknik Pengolahan
1. Pemilihan bahan baku
2. Teknik memasak sebelum dibekukan (pre-cooking)
3. Penggunaan bumbu & pengawet alami
Teknik Pembekuan
1. Metode freezing yang tepat
2. Suhu ideal penyimpanan
3. Mencegah freezer burn
Pengemasan (Packaging)
1. Vacuum vs non-vacuum
2. Label produk (nama, komposisi, expired)
3. Desain kemasan sederhana untuk jualan
Keamanan Pangan
1. Higienitas & sanitasi
2. Dasar-dasar CPPB-IRT / PIRT
3. Manajemen expired date
Perhitungan Biaya & Harga Jual
1. HPP (Harga Pokok Produksi)
2. Penentuan harga jual
3. Simulasi keuntungan


Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Dinas LIngkungan Hidup
14513-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar telah
melakukan kegiatan belanja di Pasar Tradisional Penataran yang terletak di Kecamatan Nglegok.


Bidang : Ekonomi
Program : Kegiatan Usaha, Kegiatan Toko
Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jumat, 02 Januari 2026
3. Pukul : 07.00 – selesai
4. Peserta : DWP UP Disbudpar, Dispora, Disnakkan, PUPR, Kec. Nglegok
5. Tempat : Pasar Penataran, Kec. Nglegok
6. Acara : Belanja di Pasar Tradisional


Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar melakukan kegiatan belanja di Pasar Tradisional yang terletak di Kecamatan Nglegok. Kegiatan belanja di pasar tradisional ini juga diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar.


Gerakan Belanja di Pasar Tradisional adalah salah satu inisiatif yang sering digaungkan oleh berbagai organisasi, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP), untuk mendukung perekonomian lokal dan memberdayakan pedagang kecil.


Gerakan belanja ke pasar tradisional yang sedang gencar digerakkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar ini dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung perekonomian lokal dan melestarikan budaya tradisional.
Gerakan belanja dipasar tradisional ini di inisiasi oleh Dinas perindustrian dan perdagangan Kab. Blitar untuk membantu menggerakkan UMKM di kabupaten blitar khususnya di pasar tradisional.
Mengingat belakangan ini semakin marak aksi belanja online di online shop dan aplikasi digital. Para pedagang di pasar tradisional kebanyakan adalah generasi tua yang belum melek digital sehingga perlu dibantu upaya untuk mempertahankan eksistensi nya di pasar tradisional.
Ada banyak manfaat dalam gerakan belanja ke Pasar Tradisional ini, selain untuk mendukung perekonomian lokal dan mambantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil, gerakan ini juga melestarikan budaya tradisional yaitu melakukan transaksi langsung dengan pedagang dan penjual sehingga tetap membina empati dan rasa kemanusian di tengah gempuran pasar digital.


Kelebihan belanja di pasar tradisional di banding dengan belanja di pasar modern dan pasar digital antara lain yaitu:


1. Bisa bertemu langsung penjual dan pembeli sehingga kita dapat memilih produk yang lebih segar dan berkualitas,
2. Tidak adanya biaya pengiriman sehingga kita dapat menghemat biaya
3. Kita dapat melakukan tawar menawar harga sehingga kita bisa memperoleh produk berkualitas dengan harga murah
4. Kita dapat merasakan atmosfer pasar yang unik dan berbeda dengan belanja di pasar modern maupun pasar digital.

Hasil dari kegiatan ini adalah : Gerakan belanja di pasar tradisional ini diharapkan tetap dapat menjadi budaya dan kebiasaan kita terutama ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar sehingga diharapkan gerakan ini dapat membantu masyarakat terutama pedagang pasar tradisional agar tetap bisa bertahan di tengan gempuran sistem pasar digital sekarang ini.


Dengan Kegiatan ini diharapkan peran Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar akan sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar terutama pedagang kecil yang ada di Kabupaten Blitar. Semoga dengan kegiatan belanja di pasar tradisional ini dapat membantu para pedagang kecil yang berada di pasar tradisional untuk bertahan dan berkembang di tengah gempuran belanja online.


Penulis : Louise Dispora
Program: Toko
Pelaksana: Dinas Pemuda dan Olah Raga
14602-01-2026

LAPORAN E-REPORTING

KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KABUPATEN BLITAR

A. Pendahuluan

Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun budaya. Keberadaan DWP tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai motor penggerak partisipasi perempuan dalam pembangunan, khususnya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan perekonomian masyarakat.

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah daerah serta menumbuhkan kepedulian terhadap perekonomian rakyat, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan sosial ekonomi yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah partisipasi dalam gerakan belanja di pasar tradisional yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi sangat relevan di tengah pesatnya perkembangan pasar modern yang secara tidak langsung memberikan tantangan tersendiri bagi keberlangsungan pasar tradisional. Oleh karena itu, DWP mengambil peran untuk turut menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat di berbagai lapisan dengan cara menggalakkan kembali aktivitas ekonomi di pasar tradisional sebagai pusat perputaran ekonomi rakyat.

B. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Dharma Wanita Persatuan ini dilaksanakan pada:
• Hari/Tanggal : Jumat, 2 Januari 2026
• Tempat : Pasar Tradisional Desa Penataran
• Kecamatan : Nglegok
• Kabupaten : Blitar

Pemilihan lokasi Pasar Tradisional Desa Penataran didasarkan pada pertimbangan strategis, mengingat pasar tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa dan sekitarnya yang masih sangat bergantung pada transaksi jual beli secara langsung antara pedagang dan pembeli.

C. Peserta dan Unsur yang Terlibat

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Istri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR Kabupaten Blitar. Selain itu, kegiatan ini diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan dari Dinas PUPR Kabupaten Blitar dan dilaksanakan bersama dengan 5 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Kehadiran lintas OPD dalam kegiatan ini mencerminkan sinergi dan kebersamaan antarorganisasi Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program pemerintah daerah, sekaligus menunjukkan kekompakan dan kepedulian para istri ASN terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

D. Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan

Pasar tradisional memiliki peran yang sangat penting dalam menopang perekonomian masyarakat, khususnya bagi pedagang kecil, petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro. Namun demikian, seiring dengan maraknya pembangunan pasar modern dan pusat perbelanjaan, keberadaan pasar tradisional menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari menurunnya jumlah pembeli hingga berkurangnya daya saing.

Berdasarkan kondisi tersebut, Dharma Wanita Persatuan secara rutin menginisiasi dan mengikuti kegiatan belanja di pasar tradisional sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian rakyat. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain:
1. Menggalakkan kembali budaya berbelanja di pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat.
2. Meningkatkan daya beli masyarakat serta membantu pedagang kecil dalam mempertahankan usahanya.
3. Menumbuhkan kepedulian dan empati sosial anggota DWP terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
4. Mendukung program pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi antara pasar modern dan pasar tradisional.
5. Menguatkan peran perempuan, khususnya ibu-ibu anggota DWP, sebagai agen perubahan dalam pembangunan sosial ekonomi.

E. Rangkaian Kegiatan

Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR Kabupaten Blitar di Pasar Tradisional Desa Penataran diawali dengan kehadiran seluruh peserta pada pagi hari. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DWP Dinas PUPR Kabupaten Blitar dan disambut oleh para pedagang pasar dengan penuh antusias.

Para anggota DWP secara langsung berinteraksi dengan para pedagang, membeli berbagai kebutuhan pokok sehari-hari seperti sayur-mayur, buah-buahan, bahan pangan, serta produk olahan lokal. Interaksi yang terjalin berlangsung secara hangat dan penuh keakraban, mencerminkan kedekatan emosional antara pembeli dan pedagang yang menjadi ciri khas pasar tradisional.

Selain melakukan aktivitas belanja, para anggota DWP juga memberikan motivasi dan semangat kepada para pedagang agar tetap optimis dan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta kebersihan lingkungan pasar. Kehadiran para ibu anggota DWP di tengah aktivitas pasar memberikan dampak positif secara psikologis bagi para pedagang, karena mereka merasa diperhatikan dan didukung oleh pemerintah daerah melalui organisasi Dharma Wanita Persatuan.

Peran Serta Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan

Peran ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan, khususnya DWP Dinas PUPR Kabupaten Blitar, sangatlah signifikan dalam kegiatan ini. Sebagai pengelola rumah tangga, para ibu memiliki peran penting dalam menentukan pola konsumsi keluarga. Dengan memilih berbelanja di pasar tradisional, para anggota DWP secara langsung memberikan contoh nyata kepada masyarakat mengenai pentingnya mendukung produk lokal dan usaha kecil.

Selain itu, keterlibatan aktif para ibu DWP menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam pembangunan ekonomi, tidak hanya di lingkup keluarga tetapi juga di tingkat masyarakat. Melalui kegiatan ini, para ibu DWP menjadi agen edukasi yang mengajak masyarakat untuk kembali mencintai pasar tradisional sebagai warisan budaya dan pusat interaksi sosial.

Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan juga berperan sebagai penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Melalui dialog dan interaksi langsung dengan pedagang, berbagai masukan dan keluhan dapat dihimpun sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada pasar tradisional.

G. Dampak dan Manfaat Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata, baik secara ekonomi maupun sosial. Dari sisi ekonomi, meningkatnya aktivitas belanja di pasar tradisional turut membantu meningkatkan pendapatan pedagang dan mempercepat perputaran uang di tingkat lokal. Dari sisi sosial, kegiatan ini mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.

Kegiatan ini juga memberikan manfaat edukatif bagi anggota DWP sendiri, yaitu meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan melibatkan diri secara langsung, para anggota DWP semakin memahami kondisi riil masyarakat dan dapat berkontribusi secara lebih optimal.

H. Penutup

Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Januari 2026 di Pasar Tradisional Desa Penataran Kecamatan Nglegok merupakan wujud nyata dukungan terhadap penguatan ekonomi rakyat dan pelestarian pasar tradisional. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan peran strategis perempuan, khususnya ibu-ibu anggota DWP, dalam mendukung program pemerintah daerah.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, diharapkan pasar tradisional tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah pesatnya pertumbuhan pasar modern. Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan sosial ekonomi masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan yang merata dan berkeadilan.

Program: Toko
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

14702-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Bidang : Ekonomi
Program Kerja : Ekonomi dan usaha
Kegiatan : Belanja di pasar tradisional
Keterangan Program:
- Hari /Tanggal : Jumat, 02 Januari 2026
- Jam : 07.00 WIB- selesai
- Tempat : Pasar Penataran
- Peserta : 5 Unsur Pelaksanan DWP (Disbudpar, Dispor, DISNAKKAN, Dinas PUPR, Kec NGLEGOK
- Acara : Belanja di pasar tradisional
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto bersama jajaran pengurus melakukan kegiatan belanja di Pasar Tradisional yang terletak di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Kegiatan belanja di pasar tradisional ini juga diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Kantor Kecamatan Srengat.
Gerakan Belanja di Pasar Tradisional adalah salah satu inisiatif yang sering digaungkan oleh berbagai organisasi, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP), untuk mendukung perekonomian lokal dan memberdayakan pedagang kecil.
Gerakan belanja ke pasar tradisional yang sedang gencar digerakkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar ini dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung perekonomian lokal dan melestarikan budaya tradisional. Gerakan belanja dipasar tradisional ini di inisiasi oleh Dinas perindustrian dan perdagangan Kab. Blitar untuk membantu menggerakkan UMKM di kabupaten blitar khususnya di pasar tradisional. Mengingat belakangan ini semakin marak aksi belanja online di online shop dan aplikasi digital. Para pedagang di pasar tradisional kebanyakan adalah generasi tua yang belum melek digital sehingga perlu dibantu upaya untuk mempertahankan eksistensi nya di pasar tradisional.
Ada banyak manfaat dalam gerakan belanja ke Pasar Tradisional ini, selain untuk mendukung perekonomian lokal dan mambantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil, gerakan ini juga melestarikan budaya tradisional yaitu melakukan transaksi langsung dengan pedagang dan penjual sehingga tetap membina empati dan rasa kemanusian di tengah gempuran pasar digital.
Kelebihan belanja di pasar tradisional di banding dengan belanja di pasar modern dan pasar digital antara lain yaitu:
1. Bisa bertemu langsung penjual dan pembeli sehingga kita dapat memilih produk yang lebih segar dan berkualitas,
2. Tidak adanya biaya pengiriman sehingga kita dapat menghemat biaya
3. Kita dapat melakukan tawar menawar harga sehingga kita bisa memperoleh produk berkualitas dengan harga murah
4. Kita dapat merasakan atmosfer pasar yang unik dan berbeda dengan belanja di pasar modern maupun pasar digital.
Hasil dari kegiatan ini adalah : Gerakan belanja di pasar tradisional ini diharapkan tetap dapat menjadi budaya dan kebiasaan kita terutama ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar sehingga diharapkan gerakan ini dapat membantu masyarakat terutama pedagang pasar tradisional agar tetap bisa bertahan di tengan gempuran sistem pasar digital sekarang ini.
Berikut jadwal belanja di pasar trasional pada bulan Januari 2026 :
- DISBUDPAR
- DISPORA
- DISNAKKAN
- DINAS PUPR
- KECAMATAN NGLEGOK
Tujuan DWP Belanja ke Pasar Tradisional
1.Mendukung dan memberdayakan pedagang kecil serta pelaku UMKM lokal agar tetap berkembang.
2.Meningkatkan kecintaan dan kepedulian anggota DWP terhadap keberadaan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat.
3.Mengajak masyarakat untuk lebih memilih produk lokal yang segar, sehat, dan terjangkau.
4.Membantu menjaga keberlangsungan pasar tradisional agar mampu bersaing dengan pasar modern.
5.Mempererat kebersamaan dan kekompakan anggota Dharma Wanita Persatuan melalui kegiatan sosial dan ekonomi produktif.
6.Menumbuhkan semangat belanja bijak dan berbasis kearifan lokal.
7.Mendukung program pemerintah daerah dalam penguatan ekonomi kerakyatan
Dengan Kegiatan ini diharapkan peran Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar akan sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar terutama pedagang kecil yang ada di Kabupaten Blitar.
Semoga dengan kegiatan belanja di pasar tradisional ini dapat membantu para pedagang kecil yang berada di pasar tradisional untuk bertahan dan berkembang di tengah gempuran belanja online.
Penulis : Ny Nurul Tantowi

Program: Usaha online, fisik atau lainnya
14809-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan acara Pelatihan Pembuatan Bros dari kawat bulu

Keterangan Progam :

1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Bidang Ekonomi

2. Hari/Tanggal : Jumat, 09 Januari 2026

3. Pukul : 09.00-selesai

4. Tempat : Ruang Rapat Kecamatan Srengat

5. Acara : Pelatihan pembuatan bros dari kawat bulu

6. Dihadiri oleh:

- Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Ibu Suhariyati Marhaendra Pudji Rahardja

- Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Ibu Dyan Rikian Nasrulloh

- Narasumber Ibu Indri Kurdi dan Ibu Siti

- 18 Ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar

Deskripsi Kegiatan:

Pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar bulan Januari 2026 ini yang bertugas adalah Bidang Ekonomi yang diketuai oleh Ibu Retno Widayanti Agus Susilo. Beliau mengambil program kerja Ketahanan Keluarga dengan mengadakan Pelatihan Pembuatan Bros dari Kawat Bulu. Dengan pelatihan ini diharapkan Ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar bisa memperoleh ketrampilan dengan aneka kreasi dari kawat bulu dan ketrampilan ini nantinya diharapkan bisa membantu perekonomian keluarga sehingga program ketahanan keluarga bisa tercapai.

Adapun susunan acara adalah sebagai berikut:

1. Pembukaan oleh MC Ibu Gandes Intan S

2. Doa oleh Ibu Anis Anggraini Yohannes S

3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Azhar Zahira Raka Afsa

4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan SrengatmKabupaten Blitar Ibu Suhariyati Marhaendra Pudji R. Beliau menyampaikan terimakasih atas semua undangan yang hadir.

Sambutan perkenalan anggota baru Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Ibu Citra Ekha Sakti

6. Sambutan perpisahan dari Ibu Crishtina Andreas Didik yang sudah mengikuti suami ditempat yang baru

7. Penyerahan tali asih dan pengambilan foto bersama

Penyampaian Materi Pelatihan dipimpin oleh Ibu Indri Kurdi dan Ibu Siti.

Berikut alat dan bahan yang harus dipersiapkan:

- kawat bulu dengan berbagai warna

- Gunting

- lem tembak

- peniti bros

- Kawat gantungan kunci

- Mutiara

Para peserta pelatihan mengikuti arahan dari narasumber dengan antusias dan beliau membimbing langkah demi langkah sehingga para anggota pelatihan berhasil membuat bros berbentuk bunga matahari dan gantungan kunci berbentuk mawar yang cantik.

Setelah sesi pelatihan berhasil para anggota pelatihan berfoto bersama dengan memamerkan hasil karya masing-masing.

10. Acara ditutup oleh MC

Penulis : Gandes Intan S

Program: Pelatihan/Kursus
Pelaksana: Kecamatan Srengat

14902-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR

Bidang : Ekonomi
Program Kerja : Ekonomi dan usaha
Kegiatan : Belanja di pasar tradisional

Keterangan Program:
- Hari /Tanggal : Jumat, 02 Januari 2026
- Jam : 07.00 WIB- selesai
- Tempat : Pasar Srengat
- Peserta : 20 Anggota DWP UP Kecamatan Srengat
- Acara : Belanja di pasar tradisional

Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Ny. Suhariyati Marhaendra Pudji R melakukan kegiatan belanja di Pasar Tradisional yang terletak di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Kegiatan belanja di pasar tradisional ini juga diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Kantor Kecamatan Srengat.

Gerakan Belanja di Pasar Tradisional adalah salah satu inisiatif yang sering digaungkan oleh berbagai organisasi, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP), untuk mendukung perekonomian lokal dan memberdayakan pedagang kecil.

Gerakan belanja ke pasar tradisional yang sedang gencar digerakkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar ini dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung perekonomian lokal dan melestarikan budaya tradisional. Gerakan belanja dipasar tradisional ini di inisiasi oleh Dinas perindustrian dan perdagangan Kab. Blitar untuk membantu menggerakkan UMKM di kabupaten blitar khususnya di pasar tradisional.
Mengingat belakangan ini semakin marak aksi belanja online di online shop dan aplikasi digital. Para pedagang di pasar tradisional kebanyakan adalah generasi tua yang belum melek digital sehingga perlu dibantu upaya untuk mempertahankan eksistensi nya di pasar tradisional.
Ada banyak manfaat dalam gerakan belanja ke Pasar Tradisional ini, selain untuk mendukung perekonomian lokal dan mambantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil, gerakan ini juga melestarikan budaya tradisional yaitu melakukan transaksi langsung dengan pedagang dan penjual sehingga tetap membina empati dan rasa kemanusian di tengah gempuran pasar digital.

Kelebihan belanja di pasar tradisional di banding dengan belanja di pasar modern dan pasar digital antara lain yaitu:
1. Bisa bertemu langsung penjual dan pembeli sehingga kita dapat memilih produk yang lebih segar dan berkualitas,
2. Tidak adanya biaya pengiriman sehingga kita dapat menghemat biaya
3. Kita dapat melakukan tawar menawar harga sehingga kita bisa memperoleh produk berkualitas dengan harga murah
4. Kita dapat merasakan atmosfer pasar yang unik dan berbeda dengan belanja di pasar modern maupun pasar digital.

Hasil dari kegiatan ini adalah : Gerakan belanja di pasar tradisional ini diharapkan tetap dapat menjadi budaya dan kebiasaan kita terutama ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar sehingga diharapkan gerakan ini dapat membantu masyarakat terutama pedagang pasar tradisional agar tetap bisa bertahan di tengan gempuran sistem pasar digital sekarang ini.

Berikut jadwal belanja di pasar trasional pada bulan Januari 2026 :
- DISBUDPAR
- DISPORA
- DISNAKKAN
- DINAS PUPR
- KECAMATAN NGLEGOK

Dengan Kegiatan ini diharapkan peran Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar akan sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar terutama pedagang kecil yang ada di Kabupaten Blitar. Semoga dengan kegiatan belanja di pasar tradisional ini dapat membantu para pedagang kecil yang berada di pasar tradisional untuk bertahan dan berkembang di tengah gempuran belanja online.

Program: Toko
Pelaksana: Kecamatan Srengat

15002-01-2026UNIT PERSATUAN DHARMAWANITA KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR Belanja Dharma Wanita persatuan Kabupaten Blitar bersama dengan Belanja PKK di Pasar Penataran Kecamatan Nglegok Bidang : Ekonomi Program : Ekonomi Produktif, Demo Keterangan Program 1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal : Jumat, 2 Januari 2026 3. Pukul : 07.30 WIB – selesai 4. Tempat : Pasar Penatarn Kecamatan Nglegok 5. Pakaian : Seragam Batik Bebas Rapi Dalam acara ini diikuti oleh seluruh Dharmawanita Persatuan Kecamatan Nglegok bersama dengan Anggota PKK Desa/ Kelurahan. Didalam acara ini pula diikuti oleh ibu Dharmawanita dari berbagai intansi sesuai jadwal yang terlah dijadwalkan. Pada jumat, 2 Januari 2026 terdapat UP Dharmawanita dari Intansi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kepemudaan dan Olah Raga, Dinas Perternakan dan Perikanan, Dinas PUPR Kabupaten Blitar. Dalam kegiatan ini pula diikuti bersama oleh Anggota PKK di Kecamatan Nglegok, dimana dari setiap desa mengirimkan 2 orang anggota yang akan mengikuti kegiatan pkk belanja yang biasanya dilaksanakan pada jumat minggu pertama dalam setiap bulannya. Dalam kegiatan ini diawali dengan berkumpul bersama di lokasi Pasar Penataran dan dilanjutkan dengan berangkat bersama bejalan menuju dalam pasar lokasi tempatnya penjual. asar desa adalah tempat yang asaa. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai produk lokal yang segar dan lezat, seperti sayuran, buah, daging, dan hasil kerajinan tangan. Suasana pasar desa juga sangat ramah dan santai, kamu bisa berinteraksi dengan warga desa dan merasakan kehidupan sehari-hari mereka. Belanja di pasar desa adalah cara yang bagus untuk mendukung ekonomi lokal dan mendapatkan bahan makanan segar. Kamu bisa menemukan berbagai produk lokal seperti sayuran, buah, daging, dan kerajinan tangan. Selain itu, kamu juga bisa berinteraksi dengan warga desa dan merasakan suasana yang lebih santai. Tujuan dari belanja di pasar desa adalah untuk: Meningkatkan ekonomi lokal dengan mendukung pedagang dan UMKM desa Meningkatkan akses masyarakat desa terhadap bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau Meningkatkan interaksi sosial dan kebersamaan antar warga desa Meningkatkan pendapatan desa melalui retribusi pasar Meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dengan menyediakan fasilitas pasar yang lebih baik Kegiatan di pasar desa bisa sangat beragam, seperti: Belanja bahan makanan segar Membeli kerajinan tangan lokal Makan makanan khas desa Berinteraksi dengan warga desa Menikmati suasana alam Membeli produk UMKM local Di pasar desa, kamu bisa menemukan berbagai produk lokal yang dijual, seperti: Sayuran dan buah segar Daging dan ikan segar Hasil kerajinan tangan (anyaman, kayu, dll) Makanan khas desa (kue, gorengan, dll) Produk UMKM lokal (makanan, minuman, dll) Tanaman dan bibit Hewan ternak (ayam, kambing, dll) Manfaat belanja di pasar desa: Mendukung ekonomi lokal dan UMKM Mendapatkan produk segar dan berkualitas Harga lebih terjangkau Berinteraksi dengan warga desa Menjaga tradisi dan budaya lokal Mengurangi jejak karbon (transportasi lebih pendek) Makanan lebih sehat dan alami Dalam kegiatan ini pula antusias dari ibu-ibu Dharmawanita sangatlah tinggi karena bisa dilihat dari besarnya jumlah pembilan yang dilakukan oleh ibu-ibu dharmawanita. Pembelian dalam setiap ibu Dharmawanita minimal sejumlah Rp. 100.000,00 yang dapat dibelanjakan berbagai macam kebutuhan pokok dan kebutuhan rumah tangga. Banyak ibu-ibu yang berbelanja seperti kebutuhan pokok dimana yang setiap hari dibutuhkan didalam rumah tangga. Penulis: Sartika Anggraeni
Program: Demo
Pelaksana: Kecamatan Nglegok
BIDANG : SOSIAL BUDAYA
15109-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah melaksanakan Acara Halal Bihalal Tahun 1447 Hijriah
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga (Iman dan Takwa)


Keterangan Program :
1. Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar 2. Hari/ Tanggal : Kamis/ 9 April 2026
3. Pukul : 09.00 – selesai
4. Lokasi : Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar
5. Acara : Halal Bihalal Seluruh Keluarga Besar Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar beserta seluruh anggota mengikuti Acara Halal Bihalal yang diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pada hari Kamis tanggal 9 April 2026


Acara Halal Bihalal yang diikuti seluruh anggota karyawan karyawati Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar ini dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambung silaturahmi serta mempererat hubungan kekelurgaan antar karyawan karyawati serta keluarga masing - masing.
Susunan Acara
1. Pembukaan oleh MC (Ifan Pratama)
2. Sambutan Kepala Dinas (Ibu Christine Indrawati)
3. Sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita (Ny.Amrik Muhdianto)
4. Tausiah dan Doa bersama (Bapak Ustad Muhdianto)
5. Lomba Fashion Show
6. Ramah tamah
7. Penutupan

Acara Halal Bihalal dibuka oleh Bapak Ifan Pratama selaku MC dengan bacaan Basmallah, dilanjutkan dengan sambutan Ibu Kepala Dinas Kesehatan, Ibu Christine Indrawati. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih kepada undangan karena telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara ini, Beliau berharap semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat yang baik dan mempererat tali silaturahmi sehingga bisa menunjang lancarnya kegiatan dan pekerjaan di Dinas. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Ketua Dharma Wanita, Ibu Amrik Muhdianto. Beliau juga berterima kasih kepada para anggota Dharma Wanita yang bisa meluangkan hadir. Diharapkan ke depannya dapat mempererat hubungan antara para anggota, apalagi dengan adanya beberapa anggota yang baru bergabung


Acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Bapak Muhdianto. Beliau menyampaikan hakikat dan makna Halal Bihalal bagi kehidupan umat beragama. Makna Halal bihalal berdasarkan KBBI ( Kamus besar Bahasa Indonesia) artinya hal maaf memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, yang biasanya dilakukan di suatu tempat. Makna Halal bihalal sangat lekat dengan kegiatan silaturahmi, maaf memaafkan dan reuni setelah lebaran. Acara ini merupakan tradisi khas Indonesia setelah Ramadhan untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi dan mencairkan hubungan yang renggang yang mencakup aspek sosial (merelokasi kesalahan masa lalu) dan juga aspek spiritual (menghapus dosa antar sesama serta memperkuat antar persaudaraan). Sebagai suatu tradisi Indonesia yang masih berjalan baik sampai saat ini, kegiatan Halal bihalal memiliki banyak manfaat, diantarnya :
1. Mendapatkan Ridho Allah SWT
Dimoment halal bihalal kita semua dapat bertemu dengan saudara, teman, keluarga untuk menjaklin silaturahmi, yang membuat hubungan sesama terjalin dengan baik dimana hal ini diajarkan dalam agama manapun, sehingga akan mendapat Ridho dari Alloh SWT
2.Mempererat Persaudaraan
Perselisihan kerap terjadi dalam hubungan antar manusia dalam lingkungan masyarakat, Adanya kegiatan halal bihalal bisa menjadi solusi untuk menghilangkan perselisihan ini, karena kegiatan halal bihalal ini merupakan momen dimana kita saling memaafkan dan mendoakan
3. Meningkatkan Rasa Syukur
Halal bihalal diadakan setelah kita berhasil melaksanakan puasa Ramadhan selama 1 bulan lamanya. Dengan diadakan kegiatan ini bisa meningkatkan rasa syukur bahwa kita diberi kesehatan serta mampu melewati bulan Ramadhan
Di sesi terakir ceramah ini, bapak Muhdi memanjatkan doa untuk kesehatan kita semua agar tali silaturahmi tetap terjaga.


Untuk semakin memeriahkan acara, diadakan lomba fasjion show berpasangan antar karyawan/i dengan istri/suami masing – masing. Diiringi musik yang ceria, para peserta berjalan beriringan dengan tema tertentu, di antaranya tema padang pasir, tema pasangan syar’I dan tema milenial. Juri yang ditunjuk untuk menilai adalah Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita, Ibu Sintaningrum dan Ibu Sekretaris Dinas Kesehatan, Ibu Esy Lastini. Lomba dimenangkan oleh pasangan. Sedangkan juara kedua diraih oleh Ibu Ninik dan suami. Setelah lomba fashion show selesai, dilanjutkan ke acara ramah tamah dan berfoto Bersama yang diatur oleh MC. Acara ditutup dengan bacaan doa bersama dan bacaan hamdalah. Diharapkan ke depannya, Dharma Wanita agar bisa untuk mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas.



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Kesehatan
15202-04-2026

Dharma Wanita Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah melaksanakan kegiatan,
Bidang : Sosial budaya
Program : Iman dan Takwa
Kegiatan : Gerakan Halal bi Halal peningkatan silaturahmi dan kesejahteraan sosial anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian/p>

Rincian acara :
1. Hari/Tanggal : Kamis, 02 April 2026
2. Pukul : 07.30-Selesai
3. Peserta : Anggota DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Blitar
4. Tempat : Halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertania Kabupaten Blitar
5. Acara : Kegiatan Halal Bi Halal dilaksanakan sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan DKPP Kabupaten Blitar setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan, kekeluargaan, serta meningkatkan sinergi dalam mendukung program kerja organisasi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertania Kabupaten Blitar pada hari Kamis, 02 April 2026 yang diikuti oleh Kepala Dinas dan Ketua Dharma Wanita DKPP dan seluruh anggota DWP DKPP Kab Blitar

Susunan acara pada kegiatan Halal bi halal ini adalah :
a. Pembukaan
b. Pembacaan doa
c. Sambutan Ketua DWP DKPP Kabupaten Blitar
d. Tausiyah/Hikmah Halal Bi Halal
e. Saling bersalam-salaman
f. Ramah tamah
g. Penutup

Kegiatan Halal Bi Halal diisi dengan penyampaian tausiyah yang mengangkat tema “Mempererat Silaturahmi dan Meningkatkan Kebersamaan Pasca Idul Fitri”. memiliki beberapa manfaat, antara lain :
1. Makna Halal Bi Halal
Halal Bi Halal merupakan tradisi yang memiliki makna penting sebagai sarana saling memaafkan antar sesama setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Momentum ini menjadi ajang untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan sosial.
2. Pentingnya Silaturahmi
Silaturahmi memiliki banyak manfaat, antara lain memperpanjang umur, melapangkan rezeki, serta mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan antar anggota organisasi.
3. Menumbuhkan Kebersamaan dalam Organisasi
Dalam lingkungan Dharma Wanita Persatuan, kebersamaan menjadi kunci dalam mendukung kelancaran program kerja. Dengan hubungan yang harmonis, komunikasi dan koordinasi akan berjalan lebih efektif.
4. Saling Memaafkan dan Introspeksi Diri
Setiap individu diajak untuk saling memaafkan dengan tulus serta melakukan introspeksi diri guna menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam berorganisasi.
5. Peningkatan Peran Anggota DWP
6. Melalui kegiatan ini, anggota diharapkan semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam setiap kegiatan organisasi serta mendukung tugas dan fungsi DKPP Kabupaten Blitar.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh keakraban. Seluruh peserta dapat saling bersilaturahmi dan mempererat hubungan kekeluargaan. Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan kekompakan anggota semakin meningkat.

Laporan ini ditulis dan di edit oleh Ny. Ria Wahyu Agustina selaku operator e-reporting Dharma Wanita Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
15322-04-2026

KEGIATAN HALAL BI HALAL DAN PERINGATAN HARI KARTINI TAHUN 2026


Unsur Pelaksana : UP Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar


Bidang : Wawasan Keanekaragaman Budaya


Program Kerja : Kegiatan Hari Besar Nasional


Kegiatan : Menghadiri Halal Bi Halal dan Peringatan Hari Kartini


Hari/Tanggal : Selasa, 22 April 2026


Waktu : 09.00 WIB – selesai


Tempat : Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar


Pelaksana (WHO):

Ketua UP DWP Kecamatan Kesamben Ny. Tuty Yuliana Amir Bharata.


Peserta (DATA PUBLIK):

Kegiatan diikuti oleh perwakilan organisasi wanita dan instansi se-Kecamatan Kesamben, antara lain:

1. Ketua Persit Kesamben

2. Ketua Bhayangkari Kesamben

3. Ketua GOW Kecamatan Kesamben

4. Ketua Fatayat NU Kecamatan Kesamben

5. Ketua Muslimat NU Kecamatan Kesamben

6. Ketua Himpaudi Kesamben

7. Ketua IGTKI Kesamben

8. Ketua DWP SMPN 1 Kesamben

9. Ketua KOPWAN Kesamben

10. Ketua Wanita Hindu Kesamben

11. Ketua Perip Kesamben

12. Ketua GPDI Kesamben

13. Ketua Aisyiyah Kecamatan Kesamben

14. Ketua Kerta Kecamatan Kesamben

15. Kepala Puskesmas Kesamben


Latar Belakang:

Peringatan Hari Kartini merupakan momentum nasional untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak dan peran perempuan. Kegiatan ini dikombinasikan dengan Halal Bi Halal sebagai tradisi budaya masyarakat Indonesia dalam mempererat silaturahmi setelah Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan, persatuan, serta peran perempuan dalam kehidupan sosial dan keluarga.


Pelaksanaan Kegiatan (Data + What–When–Where–Who–Publik):

Pada hari Rabu, 23 April 2026 bertempat di Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, Ketua UP DWP Kecamatan Kesamben menghadiri kegiatan Halal Bi Halal dan Peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kecamatan Kesamben.

Acara dipandu oleh pembawa acara yaitu Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Kesamben Ibu Chotibatul Fitriah Alma’dhuroh. Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ibu Umi Syadiyah dari Aisyiyah Kesamben yang menyampaikan pentingnya saling memaafkan dalam momentum Halal Bi Halal serta peran seorang ibu dalam membentuk karakter anak yang sholih dan berakhlak baik.

Pembacaan doa dipimpin oleh Ketua PAC Muslimat NU Kesamben Ibu Hj. Endang Nurlaili yang memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh peserta.

Dalam kegiatan ini juga disediakan layanan pengecekan kesehatan gratis bagi seluruh peserta oleh RS Wava Husada Kesamben sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dan perhatian terhadap kesehatan perempuan.


Tujuan Kegiatan:

1. Memperingati Hari Kartini sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia.

2. Mempererat silaturahmi melalui kegiatan Halal Bi Halal.

3. Meningkatkan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

4. Memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat.


Hasil dan Dampak Kegiatan:

1. Terjalinnya kebersamaan dan solidaritas antar organisasi wanita.

2. Meningkatnya kesadaran akan peran perempuan dalam kehidupan sosial.

3. Peserta memperoleh manfaat layanan kesehatan gratis.

4. Terbangunnya semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Kartini sebagai nilai budaya nasional.


Makna dan Refleksi:

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai budaya, kebersamaan, dan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat Kartini diharapkan terus hidup dalam setiap perempuan untuk berkontribusi dalam keluarga, organisasi, dan masyarakat.


Tindak Lanjut dan Evaluasi:

UP DWP Kecamatan Kesamben akan terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan peringatan hari besar nasional serta mendukung program pemberdayaan perempuan dan pelayanan masyarakat.


Penutup:

Kegiatan Halal Bi Halal dan Peringatan Hari Kartini berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian nilai budaya serta penguatan peran perempuan dalam kehidupan masyarakat.


Laporan ini disusun oleh:
Operator UP DWP Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar



Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: Kecamatan Kesamben
15417-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

UP Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kecamatan Binangun menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Kartini ke-147 dengan tema “Dengan Semangat Kartini, Wujudkan Keluarga Bahagia dan Sejahtera.”
Bidang: Sosial Budaya
Program: Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa.< /p>

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : JUmat, 17 April 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s/d 12.00 WIB
4. : Tempat : Aula Kantor Kecamatan Binangun
3. Peserta : 70 Orang

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Kecamatan Binangun menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat emansipasi, mempererat kebersamaan, serta melestarikan budaya bangsa.

Tema peringatan Hari Kartini tahun ini menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan yang tidak hanya terbatas pada lingkup keluarga, tetapi juga mencakup peran aktif di tengah masyarakat hingga kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan bangsa. Perempuan sebagai pilar utama dalam keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi yang berkualitas, menanamkan nilai-nilai moral, serta menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera. Di sisi lain, perempuan juga diharapkan mampu berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, menjadi agen perubahan, serta turut andil dalam berbagai bidang pembangunan sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Dalam konteks yang lebih luas, peran perempuan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi keluarga, serta keterlibatan aktif dalam berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi hal yang sangat penting agar perempuan dapat berkembang secara optimal, mandiri, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan kodrat dan nilai-nilai budaya yang melekat sebagai jati diri perempuan Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari JUmat 17 April 2026, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Binangun , dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua UP Dharma Wanita Persatuan Kecmatan Binangun Kabupaten Blitar, yang dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar. Beliau menekankan pentingnya menjadikan momentum peringatan Hari Kartini sebagai sarana untuk memperkuat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Selain itu, beliau juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga kekompakan, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kehadiran beliau tidak hanya menambah semangat para peserta, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berkontribusi dan mengembangkan potensi diri sejalan dengan semangat perjuangan R.A. Kartini.

Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi pencegahan kanker rahim melalui pemeriksaan iva yang disampaikan oleh Petugas dari Puskesmas Binangun. Deteksi dini kanker serviks lewat pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dianggap dapat menyelamatkan banyak wanita karena relatif mudah dilakukan dan hasilnya cepat.. IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah metode skrining atau deteksi dini kanker serviks (leher rahim) yang sederhana, murah, dan cepat. Pemeriksaan dilakukan dengan mengoleskan larutan asam cuka (asam asetat 3-5%) ke permukaan serviks untuk melihat adanya sel pra-kanker yang berubah warna menjadi putih. Hasilnya diketahui dalam 2-15 menit.

selanjutnya kegiatan diisi dengan acara hiburan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP Kecamatan Binangun . Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung mampu menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan, sehingga semakin memperkuat rasa kebersamaan serta solidaritas di antara para anggota. Peringatan Hari Kartini ini juga menjadi momentum refleksi bagi perempuan masa kini dalam mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan tema , perempuan diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, serta kemandirian ekonomi. Selain itu, perempuan juga dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, berperan aktif dalam lingkungan sosial, serta mampu menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya dan jati diri sebagai perempuan Indonesia.

Adapun rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Kartini ini diisi dengan berbagai aktivitas yang menarik dan sarat kebersamaan, di antaranya lomba memasukan sedotan dalam botol, lomba memasukan paku dalam botol, serta penampilan busana kebaya Kartini. Suasana semakin hidup dengan semangat kebersamaan yang tercipta, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota. Selain itu, penampilan busana kebaya Kartini menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan ini. Para peserta tampil anggun, rapi, dan percaya diri mengenakan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia. Penampilan tersebut tidak hanya menonjolkan keindahan busana tradisional, tetapi juga mencerminkan rasa bangga terhadap budaya bangsa. Lebih dari itu, penggunaan kebaya Kartini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak, martabat, dan peran perempuan, sekaligus mengingatkan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai peran strategis perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan diharapkan mampu menjadi ibu yang tangguh, bijaksana, serta berperan aktif dalam membentuk karakter dan masa depan keluarga. Di samping itu, perempuan juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar. Dalam dunia kerja, perempuan dituntut untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi secara profesional sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing-masing. Tidak kalah penting, perempuan juga memiliki peran dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya bangsa, menumbuhkan rasa empati sosial, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin dinamis. Seluruh peran tersebut diharapkan dapat dijalankan secara seimbang tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai luhur sebagai perempuan Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan R.A. Kartini dapat terus menginspirasi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan, khususnya dalam meningkatkan peran dan kontribusi perempuan di berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan kerja. Nilai-nilai perjuangan Kartini diharapkan tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perempuan dapat menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, serta berdaya dalam menghadapi tantangan zaman.

Secara keseluruhan, kegiatan peringatan Hari Kartini ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir. Partisipasi aktif dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama kegiatan menjadi cerminan kuatnya solidaritas antar anggota, sekaligus menunjukkan keberhasilan kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas peran perempuan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan.

Laporan ini ditulis oleh Sekretaris UP DWP Kantor Kecamatan Binangun , Ny. Dyah saraswati.


Program: Kesetaraan dan Keadilan Gender
Pelaksana: Kecamatan Binangun
15522-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka Pelaksanaan Kegiatan HUT Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan memperingati Hari Kartini. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sanankulon, Iby Fanny Gugup Putrawaluya menghadiri kegiatan dimaksud yang diselenggaran oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar di Ruang Rapat Candi Penataran.

Bidang : Sosial Budaya : Wawasan Keaneragaman Budaya

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sanankulon
2. Hari/Tanggal : Rabu, 22 April 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Ruang Rapat Candi Penataran Kab. Blitar
5. Pakaian : Kebaya

Acara dimulai dengan Pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan doa dan dilanjutkan sambutan kemudian game Bersama.

MATERI I

"Hari Kartini"

Makna dari Hari Kartini (diperingati setiap 21 April) berkaitan erat dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia:

Secara umum, maknanya meliputi:.

Emansipasi perempuan.

SECARA UMUM, MAKNANYA MELIPUT:
1. Emansipasi perempuan.
2. Hari Kartini melambangkan perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki, terutama dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial. .
4. Kartini percaya bahwa perempuan harus berpendidikan agar bisa berpikir maju dan berperan dalam membangun Masyarakat Kesetaraan gender.
5. Peringatan ini mengingatkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. .
6. 7. Inspirasi bagi perempuan Indonesia.
8. Semangat Kartini menjadi motivasi bagi perempuan untuk terus berkarya, mandiri, dan berani menyuarakan pendapat.
9. Akses ke Sumber Daya
10. Kepercayaan Pelanggan
11. Keunggulan Kompetitif

Cara menghargai Hari Kartini tidak harus selalu besar atau seremonial—yang penting bermakna dan sesuai dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan::
1. Menghargai peran perempuan di sekitar kita
2. Mulai dari hal sederhana seperti menghormati ibu, guru, teman, atau rekan kerja perempuan atas kontribusinya.
3. Mendukung pendidikan perempuan
4. Ikut membantu atau mendorong perempuan untuk terus belajar dan berkembang, karena pendidikan adalah inti perjuangan Kartini.
5. Menjunjung kesetaraan cbedakan laki-laki dan perempuan, baik di rumah, sekolah, maupun tempat kerja
6. Mengenang dan mempelajari perjuangan Kartini
7. Membaca kisah hidup atau pemikirannya agar kita memahami nilai perjuangannya, bukan hanya sekadar memperingati
8. Berkarya dan berprestasi
9. Mengisi Hari Kartini dengan kegiatan positif seperti lomba, karya seni, atau aktivitas yang menunjukkan potensi diri.
10. Melestarikan budaya Indonesia
11. Misalnya memakai kebaya atau batik sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya yang juga diperjuangkan di masa Kartini
12. Berani menyuarakan hal yang benar
13. Mencontoh Kartini yang berani menyampaikan pemikiran demi perubahan yang lebih baik
. 14. Intinya, menghargai Hari Kartini adalah dengan melanjutkan semangatnya: belajar, berkarya, dan memperjuangkan kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah Raden Ajeng Kartini

Kisah Raden Ajeng Kartini di masa lalu adalah cerita perjuangan seorang perempuan yang ingin membawa perubahan di tengah keterbatasan zaman.

Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, dari keluarga bangsawan Jawa. Karena berasal dari keluarga priyayi, ia sempat merasakan pendidikan di sekolah Belanda. Di sana, Kartini belajar membaca, menulis, dan mengenal pemikiran modern.

Namun, ketika usianya menginjak remaja, ia harus menjalani tradisi pingitan, yaitu tidak boleh keluar rumah sampai menikah. Dari sinilah Kartini mulai merasakan ketidakadilan, terutama terhadap perempuan yang tidak diberi kebebasan untuk belajar dan menentukan hidupnya.

Meski terkurung, Kartini tidak berhenti belajar. Ia banyak membaca buku dan menjalin korespondensi (surat-menyurat) dengan teman-temannya di Eropa. Dalam surat-surat itu, Kartini mengungkapkan pemikirannya tentang:

pentingnya pendidikan bagi perempuan

kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan

keinginan memajukan masyarakat Indonesia

Setelah menikah dengan Bupati Rembang, Kartini mendapat dukungan untuk mewujudkan cita-citanya. Ia mendirikan sekolah bagi perempuan agar mereka bisa mendapatkan pendidikan.

Sayangnya, Kartini wafat pada usia muda, yaitu 25 tahun, tidak lama setelah melahirkan anak pertamanya. Meskipun hidupnya singkat, pemikirannya tetap hidup. Kumpulan suratnya kemudian dibukukan dalam karya terkenal berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Dari kisahnya, kita bisa melihat bahwa perjuangan tidak selalu harus dengan kekuatan fisik, tetapi bisa melalui pikiran, tulisan, dan keberanian untuk bermimpi tentang masa depan yang lebih baik.

mari kita bersama terus berjuang untuk melanjtkan perjuangan Raden Ajeng Kartini di masa kini.

Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: Kecamatan Sanankulon

15629-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka Pelaksanaan Kegiatan HUT Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan memperingati Hari Kartini. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sanankulon, Iby Fanny Gugup Putrawaluya menghadiri kegiatan dimaksud yang diselenggaran oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar di Ruang Rapat Candi Penataran.

Bidang : Sosial Budaya : Wawasan Keaneragaman Budaya

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Sanankulon
2. Hari/Tanggal : Rabu, 22 April 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Ruang Rapat Candi Penataran Kab. Blitar
5. Pakaian : Kebaya

Acara dimulai dengan Pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan doa dan dilanjutkan sambutan kemudian game Bersama.

MATERI I

"Hari Kartini"

Makna dari Hari Kartini (diperingati setiap 21 April) berkaitan erat dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia:

Secara umum, maknanya meliputi:.

Emansipasi perempuan.

SECARA UMUM, MAKNANYA MELIPUT:
1. Emansipasi perempuan.
2. Hari Kartini melambangkan perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki, terutama dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial. .
4. Kartini percaya bahwa perempuan harus berpendidikan agar bisa berpikir maju dan berperan dalam membangun Masyarakat Kesetaraan gender.
5. Peringatan ini mengingatkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. .
6. 7. Inspirasi bagi perempuan Indonesia.
8. Semangat Kartini menjadi motivasi bagi perempuan untuk terus berkarya, mandiri, dan berani menyuarakan pendapat.
9. Akses ke Sumber Daya
10. Kepercayaan Pelanggan
11. Keunggulan Kompetitif

Cara menghargai Hari Kartini tidak harus selalu besar atau seremonial—yang penting bermakna dan sesuai dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan::
1. Menghargai peran perempuan di sekitar kita
2. Mulai dari hal sederhana seperti menghormati ibu, guru, teman, atau rekan kerja perempuan atas kontribusinya.
3. Mendukung pendidikan perempuan
4. Ikut membantu atau mendorong perempuan untuk terus belajar dan berkembang, karena pendidikan adalah inti perjuangan Kartini.
5. Menjunjung kesetaraan cbedakan laki-laki dan perempuan, baik di rumah, sekolah, maupun tempat kerja
6. Mengenang dan mempelajari perjuangan Kartini
7. Membaca kisah hidup atau pemikirannya agar kita memahami nilai perjuangannya, bukan hanya sekadar memperingati
8. Berkarya dan berprestasi
9. Mengisi Hari Kartini dengan kegiatan positif seperti lomba, karya seni, atau aktivitas yang menunjukkan potensi diri.
10. Melestarikan budaya Indonesia
11. Misalnya memakai kebaya atau batik sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya yang juga diperjuangkan di masa Kartini
12. Berani menyuarakan hal yang benar
13. Mencontoh Kartini yang berani menyampaikan pemikiran demi perubahan yang lebih baik
. 14. Intinya, menghargai Hari Kartini adalah dengan melanjutkan semangatnya: belajar, berkarya, dan memperjuangkan kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah Raden Ajeng Kartini

Kisah Raden Ajeng Kartini di masa lalu adalah cerita perjuangan seorang perempuan yang ingin membawa perubahan di tengah keterbatasan zaman.

Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, dari keluarga bangsawan Jawa. Karena berasal dari keluarga priyayi, ia sempat merasakan pendidikan di sekolah Belanda. Di sana, Kartini belajar membaca, menulis, dan mengenal pemikiran modern.

Namun, ketika usianya menginjak remaja, ia harus menjalani tradisi pingitan, yaitu tidak boleh keluar rumah sampai menikah. Dari sinilah Kartini mulai merasakan ketidakadilan, terutama terhadap perempuan yang tidak diberi kebebasan untuk belajar dan menentukan hidupnya.

Meski terkurung, Kartini tidak berhenti belajar. Ia banyak membaca buku dan menjalin korespondensi (surat-menyurat) dengan teman-temannya di Eropa. Dalam surat-surat itu, Kartini mengungkapkan pemikirannya tentang:

pentingnya pendidikan bagi perempuan

kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan

keinginan memajukan masyarakat Indonesia

Setelah menikah dengan Bupati Rembang, Kartini mendapat dukungan untuk mewujudkan cita-citanya. Ia mendirikan sekolah bagi perempuan agar mereka bisa mendapatkan pendidikan.

Sayangnya, Kartini wafat pada usia muda, yaitu 25 tahun, tidak lama setelah melahirkan anak pertamanya. Meskipun hidupnya singkat, pemikirannya tetap hidup. Kumpulan suratnya kemudian dibukukan dalam karya terkenal berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Dari kisahnya, kita bisa melihat bahwa perjuangan tidak selalu harus dengan kekuatan fisik, tetapi bisa melalui pikiran, tulisan, dan keberanian untuk bermimpi tentang masa depan yang lebih baik.

Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: Kecamatan Sanankulon

15722-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

UP Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kecamatan Wates menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Kartini ke-147 dengan tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas generasi, dan Perempuan Berdaya.”
Bidang: Sosial Budaya
Program: Wawasan Keanekaragaman Budaya, Kegiatan Hari Besar Nasional.< /p>

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Rabu, 22 April 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s/d 12.00 WIB
4. : Tempat : Pendopo Kantor Kecamatan Wates
3. Peserta : 50 Orang

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Kecamatan Wates menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat emansipasi, mempererat kebersamaan, serta melestarikan budaya bangsa.

Tema peringatan Hari Kartini tahun ini menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan yang tidak hanya terbatas pada lingkup keluarga, tetapi juga mencakup peran aktif di tengah masyarakat hingga kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan bangsa. Perempuan sebagai pilar utama dalam keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi yang berkualitas, menanamkan nilai-nilai moral, serta menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera. Di sisi lain, perempuan juga diharapkan mampu berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, menjadi agen perubahan, serta turut andil dalam berbagai bidang pembangunan sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Dalam konteks yang lebih luas, peran perempuan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi keluarga, serta keterlibatan aktif dalam berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi hal yang sangat penting agar perempuan dapat berkembang secara optimal, mandiri, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan kodrat dan nilai-nilai budaya yang melekat sebagai jati diri perempuan Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 22 April 2026, bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Wates, dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, Ibu Leliana Puguh, yang dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar. Beliau menekankan pentingnya menjadikan momentum peringatan Hari Kartini sebagai sarana untuk memperkuat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Selain itu, beliau juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga kekompakan, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kehadiran beliau tidak hanya menambah semangat para peserta, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berkontribusi dan mengembangkan potensi diri sejalan dengan semangat perjuangan R.A. Kartini.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP Kecamatan Wates. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung mampu menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan, sehingga semakin memperkuat rasa kebersamaan serta solidaritas di antara para anggota. Peringatan Hari Kartini ini juga menjadi momentum refleksi bagi perempuan masa kini dalam mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi, dan Perempuan Berdaya”, perempuan diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, serta kemandirian ekonomi. Selain itu, perempuan juga dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, berperan aktif dalam lingkungan sosial, serta mampu menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya dan jati diri sebagai perempuan Indonesia.

Adapun rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Kartini ini diisi dengan berbagai aktivitas yang menarik dan sarat kebersamaan, di antaranya lomba sambung lagu serta penampilan busana kebaya Kartini. Lomba sambung lagu berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme, di mana para peserta menunjukkan kekompakan, kreativitas, serta keceriaan dalam mengikuti setiap sesi. Suasana semakin hidup dengan semangat kebersamaan yang tercipta, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota. Selain itu, penampilan busana kebaya Kartini menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan ini. Para peserta tampil anggun, rapi, dan percaya diri mengenakan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia. Penampilan tersebut tidak hanya menonjolkan keindahan busana tradisional, tetapi juga mencerminkan rasa bangga terhadap budaya bangsa. Lebih dari itu, penggunaan kebaya Kartini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak, martabat, dan peran perempuan, sekaligus mengingatkan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai peran strategis perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan diharapkan mampu menjadi ibu yang tangguh, bijaksana, serta berperan aktif dalam membentuk karakter dan masa depan keluarga. Di samping itu, perempuan juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar. Dalam dunia kerja, perempuan dituntut untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi secara profesional sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing-masing. Tidak kalah penting, perempuan juga memiliki peran dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya bangsa, menumbuhkan rasa empati sosial, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin dinamis. Seluruh peran tersebut diharapkan dapat dijalankan secara seimbang tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai luhur sebagai perempuan Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan R.A. Kartini dapat terus menginspirasi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan, khususnya dalam meningkatkan peran dan kontribusi perempuan di berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan kerja. Nilai-nilai perjuangan Kartini diharapkan tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perempuan dapat menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, serta berdaya dalam menghadapi tantangan zaman.

Secara keseluruhan, kegiatan peringatan Hari Kartini ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir. Partisipasi aktif dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama kegiatan menjadi cerminan kuatnya solidaritas antar anggota, sekaligus menunjukkan keberhasilan kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas peran perempuan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan.

Laporan ini ditulis oleh Sekretaris UP DWP Kantor Kecamatan Wates, Ny. Yusti Hammam Rizqi.

DHARMA WANITA PERSATUAN

KELUARGA BESAR KECAMATAN WATES

Dalam rangka meningkatkan iman dan takwa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Wates, Ibu Ade Nira Windu Susilo, menghadiri kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 di Pendopo Ronggo Hadi Negoro.

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : Iman dan Takwa

Keterangan Program
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wates
Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2026
Waktu : 08.00 WIB – selesai
Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro
Pakaian : Busana Muslim

Ketua DWP Kecamatan Wates, Ibu Ade Nira Windu Susilo, mendampingi Camat Wates, Bapak Windu Susilo, dalam menghadiri kegiatan Halal Bihalal tersebut. Acara berlangsung di Pendopo Ronggo Hadi Negoro yang berlokasi di Jalan Semeru, Kota Blitar, serta dihadiri oleh Bupati Blitar, Bapak Rijanto beserta istri, dan Bapak Beky beserta istri.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan organisasi saling bersilaturahmi, berjabat tangan, serta saling memaafkan. Momentum ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan kerja dan meningkatkan sinergi antar lembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Kehadiran Ibu Ade Nira Windu Susilo menunjukkan komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kegiatan kedinasan, khususnya dalam mempererat hubungan sosial dan kebersamaan. Beliau mendampingi Camat Wates dengan penuh keakraban, mencerminkan keharmonisan antara DWP dan jajaran pemerintahan Kecamatan Wates.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DWP Kecamatan Wates yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka semakin menambah semarak acara serta memperkuat rasa kebersamaan antar anggota. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana yang hangat dan akrab.

Halal bihalal sebagai tradisi khas Indonesia memiliki tujuan untuk mempererat tali silaturahmi, menyambung hubungan yang sempat terputus, serta saling memaafkan setelah bulan Ramadan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membersihkan hati, meningkatkan kualitas spiritual, serta memperkuat persatuan dan toleransi.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Bapak Rijanto, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, meningkatkan integritas, serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai awal dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan ramah tamah. Momen ini memberikan kesempatan bagi para undangan untuk saling berbincang dan mempererat hubungan secara personal. Kebersamaan yang terjalin menjadi cerminan pentingnya komunikasi yang baik dalam mendukung kinerja pemerintahan yang efektif.

Dengan kehadiran Ketua DWP beserta jajaran, kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol sinergi antara organisasi wanita dan instansi pemerintah. Diharapkan, semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi kemajuan pembangunan di wilayah Kecamatan Wates.

Laporan ini ditulis oleh Sekretaris UP DWP Kantor Kecamatan Wates, Ny. Yusti Hammam Rizqi.

________________________________________
Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: Kecamatan Wates
15812-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar telah
mengikuti undangan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW).


Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga & Iman dan Taqwa
Bidang : Sosial Budaya, Iman dan Takwa
Keterangan Program :
1. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 – selesai
3. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja, Kantor Bupati Blitar, Jl. Kusuma Bangsa No 60 Kabupaten Blitar
4. Acara : Siraman Rohani Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M
Kegiatan dihadiri oleh:
- Ketua Panitia Ibu Ninik Rijanto
- Ketua Perwosi Ibu Arina Becky
- Ketua Persit Kab Blitar
- Kepala Baznas Kab Blitar yang diwakili pengurus
- Ketua PCNU Kab Blitar
- Organisasi Wanita seluruh Kabupaten Blitar

Dalam kegiatan ini, Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam rangka memperkuat nilai-nilai spiritual, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Kabupaten Blitar secara rutin menyelenggarakan kegiatan Siraman Rohani setiap hari Kamis selama bulan Ramadan.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi wanita di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP). Melalui kegiatan ini diharapkan para anggota dapat memperoleh pencerahan rohani, memperdalam pemahaman keagamaan, serta memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Pada hari Kamis, 12 Maret 2026, anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar turut hadir dan mengikuti kegiatan Siraman Rohani yang diselenggarakan di Pendopo Sasana Adhi Praja (SAP) Kanigoro Kabupaten Blitar.
Rangkaian kegiatan Siraman Rohani diawali dengan lantunan sholawat dari Grup Sholawat Al Husainiyah dari IG TKI Kecamatan Ponggok yang merupakan binaan Bapak Suharmadi, M.Pd selaku pimpinan Korwil Kecamatan Ponggok. Lantunan sholawat tersebut menambah suasana religius serta menumbuhkan rasa kebersamaan di antara para peserta.
Adapun susunan acara dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
4. Sambutan dari perwakilan Bupati Blitar
5. Tausiyah / Siraman Rohani
6. Doa penutup

Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim serta pembagian doorprize kepada para peserta yang beruntung. Dalam sambutannya, perwakilan Bupati Blitar menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Blitar tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan beberapa pesan penting kepada seluruh peserta yang hadir.
Salah satu hal yang disampaikan adalah mengenai peringatan Hari Raya Idul Fitri tahun ini yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga sikap toleransi antarumat beragama. Penetapan tanggal 1 Syawal juga tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan dilaksanakan oleh pemerintah.
Selain itu, beliau juga mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap terburu-buru dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, khususnya dalam hal berbelanja kebutuhan Lebaran. Masyarakat diimbau untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan masing-masing, sehingga tidak terjadi perilaku konsumtif atau panic buying.
Berbelanja secara bijak dan rasional sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga serta membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasaran. Dengan berbelanja sesuai kebutuhan, masyarakat dapat menghindari perilaku mubazir serta lebih fokus pada makna dan esensi Lebaran, yaitu mempererat kebersamaan, meningkatkan ibadah, dan memperbaiki diri.
Tausiyah dalam kegiatan Siraman Rohani ini disampaikan oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Blitar yakni Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya mensyukuri setiap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Salah satu bentuk rasa syukur yang paling utama adalah dengan melaksanakan kewajiban ibadah, terutama menjaga salat lima waktu dengan baik dan penuh kesungguhan. Dalam bulan suci Ramadan, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak amal kebaikan.
Beliau juga menekankan bahwa peran seorang ibu dalam keluarga sangatlah penting. Keikhlasan seorang ibu dalam menjalankan perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga akan membawa keberkahan dalam kehidupan keluarga serta dapat menjadi teladan bagi anak-anak. Dalam tausiyah tersebut juga disampaikan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang selalu memperhatikan umatnya. Bahkan menjelang wafatnya, Rasulullah SAW masih memikirkan keadaan umatnya dan berpesan agar umat Islam senantiasa menjaga salat.


Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak yatim. Dalam Islam, anak yatim adalah anak yang ditinggal meninggal oleh ayahnya sebelum mencapai usia baligh. Batasan baligh bagi perempuan adalah ketika telah mengalami haid, sedangkan bagi laki-laki ketika telah mengalami mimpi basah.
Melalui kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan dalam kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial kepada sesama yang membutuhkan. Beliau juga mengingatkan bahwa manusia tidak boleh bersikap sombong karena kehidupan di dunia hanyalah sementara. Segala sesuatu yang dimiliki manusia, baik harta, jabatan, maupun kedudukan, hanyalah titipan dari Allah SWT.


Oleh karena itu, manusia harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Rasa syukur dapat diwujudkan melalui hati, lisan, maupun perbuatan. Bersyukur melalui hati berarti menyadari bahwa segala nikmat berasal dari Allah. Bersyukur melalui lisan dapat dilakukan dengan mengucapkan Alhamdulillah, sedangkan bersyukur melalui perbuatan dapat diwujudkan dengan meningkatkan ibadah serta berbagi kepada sesama. Sikap syukur juga dapat memberikan ketenangan batin, meningkatkan rasa bahagia, serta menjauhkan manusia dari sifat iri dan dengki.


Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, para anggota dapat terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, serta mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.


Penulis : Louise Dispora
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pemuda dan Olah Raga
15926-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar telah
mengikuti undangan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW).


Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga & Iman dan Taqwa


Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis/26 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Peserta : 6 orang
5. Tempat : Pendopo SAP Kanigoro
6. Acara : Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
7. Peserta : Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar 8. Susunan acara pada pagi hari ini: - Hiburan tim Hadrah Sifaul qalbi dari RSUD Srengat - Pembukaan oleh MC - Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya - Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Ibu Karima Najati - Sambutan dari Ibu Ninik Rijanto Ibu Bupati Blitar - Sambutan dari Bapak Bupati Blitar yang di wakili oleh Bapak Alti Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra - Pembacaan Penerima Hadiah Doorprize - Tauziah dari KH. Mukhorobin selaku Ketua PC NU - Doa Penutup - Penyerahan hadiah doorprize

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab Blitar Ibu Ita Eko Susanto dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut
berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan oleh KH. Mukhorobin, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri.
Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan.


Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah luar biasa yang tidak semua orang berkesempatan menjalaninya. Dalam sambutannya, Ibu Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif
dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial.
Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tak lupa ibu juga menyampaikan agar kegiatan ini di tutup dengan Doa.


Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mukhorobin menjadi inti dari kegiatan tersebut. Dengan gaya penyampaian yang lugas, hangat, dan penuh hikmah, beliau mengajak seluruh hadirin untuk benar-benar memahami makna syukur dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Beliau menyampaikan bahwa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Bersyukur karena masih diberi umur panjang untuk bertemu Ramadhan harus dibuktikan dengan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki akhlak. KH. Mukhorobin menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan ruhani yang melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu.
Puasa mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama. Saat seseorang menahan lapar dan dahaga, ia belajar merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang beruntung. Dari situlah tumbuh kepedulian sosial yang menjadi salah satu esensi utama Ramadhan. Oleh sebab itu, beliau mengajak seluruh anggota organisasi wanita untuk tidak hanya fokus pada ibadah individual, tetapi juga memperkuat aksi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitas. Salat yang khusyuk, tilawah Al-Qur’an yang rutin, sedekah yang tulus, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat merupakan bentuk implementasi rasa syukur.


Ramadhan hendaknya menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Jika setelah Ramadhan seseorang tidak mengalami peningkatan kualitas diri, maka perlu dilakukan introspeksi mendalam. Pesan tersebut sangat relevan bagi anggota DWP Kabupaten Blitar. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai ibu dan anggota masyarakat. Tanggung jawab tersebut memerlukan kesabaran dan kebijaksanaan. Melalui siraman rohani ini, para anggota diingatkan bahwa ketenangan rumah tangga dan keharmonisan keluarga berawal dari kekuatan spiritual seorang perempuan. Ketika seorang ibu memiliki hati yang tenang dan penuh syukur, suasana rumah pun akan terasa damai dan penuh keberkahan.


KH. Mukhorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga.
Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa Salah satu manfaat puasa yang sering dibahas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin, Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.


Kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai organisasi wanita lainnya. Interaksi yang terjalin selama acara mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat jaringan sosial dan membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan maupun aksi sosial. Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bersyukur.


Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas antaranggota.

Melalui keikutsertaan dalam siraman rohani ini, Ketua dan anggota DWP Kabupaten Blitar berharap nilai-nilai yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat mensyukuri momentum menjalankan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah, penguatan peran dalam keluarga, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam sesi akhir tauziah pagi ini beliau menyampaikan Ramadhan adalah anugerah yang tak ternilai. Kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat ini merupakan nikmat yang patut disyukuri dengan sepenuh hati. Dengan bimbingan tausiyah dari KH. Mukhorobin, diharapkan seluruh anggota semakin memahami bahwa syukur sejati adalah perubahan menuju kebaikan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik awal transformasi diri, memperkuat iman, memperluas kepedulian, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Selanjutnya di tutup dengan doa.
Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan, Ibu Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Daerah Kabupaten Blitar turut memeriahkan stand UMKM yang berada di Pendopo SAP. Kegiatan bazar yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku UMKM tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM telah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan.
Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Kehadiran Ibu Ketua bersama pengurus DWP Kabupaten Blitar menambah semarak suasana bazar, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah di daerah. Dengan penuh keceriaan, para ibu-ibu tampak berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan semangat serta apresiasi atas kreativitas dan kerja keras yang telah dilakukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah yang sumringah, canda tawa yang mengiringi setiap kunjungan, serta semangat untuk ikut serta memajukan produk lokal.


Penulis : Louise Dispora
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pemuda dan Olah Raga
16015-04-2026

Ibu Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar menghadiri agenda kegiatan halal bihalal bersama Dharma Wanita Persatuan yang dilaksanakan secara zoom di Kantor Bupati Kabupaten Blitar

Bidang: Sosial Budaya, Iman dan Takwa

Keterangan :

1. Hari/Tanggal : Rabu 15 April 2026
2. Pukul : 09.00 – selesai
3. Tempat : Ruang Transit - Kantor Bupati Blitar, Jl. Kusuma Bangsa No 60 Kabupaten Blitar
4. Acara : Halal Bihalal

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idulfitri 1447 H serta sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antar anggota, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan teknologi serta untuk menjangkau partisipasi yang lebih luas.

Halal Bihalal merupakan tradisi yang memiliki makna penting dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia, khususnya dalam lingkungan organisasi. Momentum ini dimanfaatkan untuk saling memaafkan, memperkuat hubungan kekeluargaan, serta meningkatkan kebersamaan antar anggota Dharma Wanita Persatuan.
Dasar Kegiatan agenda Halal Bihalal ini adalah adanya Program kerja Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Tahun 2026 , Hasil rapat pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, dan Arahan dan kebijakan organisasi Dharma Wanita Persatuan
Maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah sebagai wadah silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan secara daring. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk Mempererat tali silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan, Meningkatkan rasa kebersamaan dan kekompakan dalam organisasi, Menumbuhkan nilai-nilai saling memaafkan dan kebersamaan pasca Idulfitri, Meningkatkan motivasi serta semangat kebersamaan dalam menjalankan peran organisasi.

Peserta kegiatan Halal Bihalal ini terdiri dari:

1. Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Ketua Unsur Pelaksana (UP) Dharma Wanita Persatuan dari berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Tenaga Kerja
3. Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
4. Peserta Dharma Wanita Persatuan dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan secara daring
Kegiatan Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dengan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan secara terpusat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota dengan penuh antusias meskipun dilaksanakan secara daring.
Acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Selanjutnya disampaikan sambutan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan serta pihak terkait yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat peran organisasi dalam mendukung kegiatan pembangunan.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang memberikan pesan-pesan moral dan spiritual, khususnya tentang pentingnya saling memaafkan, menjaga hubungan baik antar sesama, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan setelah bulan Ramadan. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh perhatian.
Di akhir acara, dilaksanakan doa bersama sebagai penutup serta harapan agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan senantiasa diberikan kesehatan, kebersamaan, dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun kehidupan sehari-hari.

Dari kegiatan ini diperoleh

• Terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antar anggota Dharma Wanita Persatuan
• Meningkatnya rasa kebersamaan dan kekompakan dalam organisasi
• Terciptanya suasana kekeluargaan meskipun kegiatan dilaksanakan secara daring
• Peserta memperoleh siraman rohani yang bermanfaat sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari
• Meningkatnya semangat anggota dalam berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi

Ke depannya diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, baik secara daring maupun luring, dengan partisipasi yang lebih luas dan pelaksanaan yang semakin baik.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Tenaga Kerja
16126-04-2026

Dharma wanita persatuan unit kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar telah melaksanakan Halal Bihalal th 1447 H

Bidang : Sosial Budaya

Program : Ketahanan Keluarga , Kegiatan Iman dan Taqwa

Keterangan Program :

1 DWP UP DPMPTSP Kabupaten Blitar

2. Hari, Tanggal : Minggu, 26 April 2026

3. Pukul : 13.00 – 15.00 WIB

4. Peserta : Seluruh Karyawan/ karyawati DPMPTSP Kabupaten Blitar beserta kelurga (Anggota DWP UP DPMPTSP )

5. Tempat : Rumah Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Blitar ( Bapak Bayu Aji Mariska, SE. MM)

Laporan Kegiatan

Halal Bihalal seluruh anggota besar karyawan karyawati Dinas Penanaman Modal dan Satu Pintu Kabupaten Blitar dilaksanakan rutin setiap tahunnya .Tahun ini dilaksanakan di kediaman Bapak Bayu Aji Mariska, SE, MM selaku kepala Dinas pada hari minggu, 26 April jam 13.00 WIB – 15.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambung silaturahmi serta mempererat hubungan kekelurgaan antar karyawan karyawati serta kelurga masing – masing sehingga bisa menunjang lancarnya kegiatan pekerjaan di Dinas.

Susunan Acara

1. Pembukaan oleh MC ( Bapak Rendra Dwi Santoso , SE,MM)

2. Sambutan Kepala Dinas ( Bapak Bayu Aji Mariska, SE, MM.)

3. Tausiah dan Doa bersama (Bapak Harun Al Rosyid SH)

4. Ramah tamah

Acara halalbihalal dibuka oleh Bapak Rendra Dwi Santoso, SE,MM selaku MC dengan bacaan basmallah, selajutnya sambutan oleh Bapak Bayu Aji Mariska, SE,MM selaku Kepala Dinas . Dalam sambutannya beliau menyampaikan terimakasih kepada hadirin karena telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara ini, selanjutnya beliau berharap semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat yang baik dan mempererat tali silaturahmi sehingga bisa menunjang lancarnya kegiatan dan pekerjaan di Dinas.

Acara berikutnya yaitu tausiah yang disampaikan oleh Bapak Harun Ar Rosyid , SH. Beliau menyampaikan manfaat Halal Bihalal bagi kehidupan umat manusia

Makna Halalbihalal

Halalbihalal berdasarkan KBBI ( Kamus besar Bahasa Indonesia) artinya hal maaf memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan , yang biasanya dilakukan disuatu tempat.

Makna Halalbihalal sangat lekat dengan kegiatan silaturahmi, maaf memaafkan dan reuni setelah lebaran. Acara ini merupakan tradisi khas Indonesia setelah Ramadhan untuk saling memaafkan , mempererat tali silaturahmi, dan mencairkan hubungan yang renggang yang mencakup aspek sosial ( merelokasi kesalahan masa lalu) dan juga aspek spiritual ( menghapus dosa antar sesama serta memperkuat antar persaudaraan )

Sebagai suatu tradisi Indonesia yang masih berjalan baik sampai saat ini, kegiatan Halalbihalal memiliki banyak manfaat, diantarnya :

1. Mendapatkan Ridho Allah SWT

Dimoment halalbihala kita semua dapat bertemu dengan saudara, teman , keluarga untuk menjaklin silaturahmi, yang membuat hubungan sesame terjalin dengan baik dimana hal ini diajarkan dalam agama manapun , sehingga akan mendapat Ridho dari AllahSWT

2.Mempererat Persaudaraan

Perselisihan kerap terjadi dalam hubungan antar manusia dalam lingkungan masyarakat, Adanya kegiatan halalbihalal bisa menjadi solusi untuk menghilangkan perselisihan ini , karena kegiatan halalbihalal ini merupakan moment dimana kita saling memaafkan dan mendoakan

3. Meningkatkan Rasa Syukur

Halalbihalal diadakan setelah kita berhasil melaksanakan puasa Ramadhan selama 1 bulan lamanya.Dengan diadakan kegiatan ini bisa meningkatkan rasa syukur bahwa kita diberi kesehatan serta mampu melewati bulan Ramadhan

Di sesi terahkir ceramah ini, bapak Harun memanjatkan doa untuk kesehatan kita semua agar tali silaturahmi tetap terjaga.

Acara berikutnya yaitu ramah tamah, saling maaf memaafkan , makan bersama dan bersuafoto bersama . Acara ini diharapkan makin mempererat tali silaturahmi seluruh keluarga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Penanaman Modal dan PTSP
16226-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Pada hari Minggu, 26 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Sabilu Taubah Fun Run yang berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme dari masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 6.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas olahraga, instansi pemerintah, hingga masyarakat umum.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar, Ny. Lina Tunggul Adi Wibowo, beserta anggota. Kehadiran beliau bersama rombongan menunjukkan dukungan aktif terhadap kegiatan yang mengedepankan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarinstansi dan masyarakat.

Sejak pagi hari, para peserta telah memadati lokasi kegiatan dengan semangat tinggi. Proses registrasi dan persiapan berjalan dengan tertib berkat koordinasi panitia yang baik, sehingga kegiatan dapat dimulai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Cuaca pada hari pelaksanaan terpantau cerah berawan dengan suhu yang relatif sejuk. Cuaca yang bersahabat ini sangat mendukung kelancaran kegiatan, sehingga para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman tanpa kendala berarti.

Rute lari yang telah disiapkan oleh panitia dapat dilalui dengan baik oleh seluruh peserta. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas juga berjalan lancar dengan dukungan dari pihak terkait, sehingga kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Selain sebagai kegiatan olahraga, Sabilu Taubah Fun Run juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar peserta. Interaksi yang terjalin selama kegiatan mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat yang ditunjukkan sepanjang kegiatan, mulai dari garis start hingga mencapai garis finish. Banyak peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk menikmati suasana kebersamaan.

Manfaat olahraga lari antara lain sebagai berikut :
1. Menjaga kesehatan jantung
Lari termasuk latihan kardio yang efektif meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat otot jantung. Risiko penyakit seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi bisa menurun jika dilakukan rutin.
2. Membantu mengontrol berat badan
Saat berlari, tubuh membakar kalori cukup besar. Ini membantu menurunkan atau menjaga berat badan tetap ideal jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang.
3. Meningkatkan daya tahan tubuh
Lari secara rutin dapat meningkatkan sistem imun, sehingga tubuh lebih tahan terhadap penyakit seperti flu atau infeksi ringan.
4. Menjaga kesehatan mental
Lari merangsang pelepasan hormon endorfin yang membuat perasaan lebih rileks dan bahagia. Aktivitas ini juga membantu mengurangi stres, kecemasan, bahkan gejala depresi ringan.
5. Menguatkan otot dan tulang
Gerakan berlari melibatkan banyak otot—terutama kaki dan core—serta membantu menjaga kepadatan tulang sehingga menurunkan risiko osteoporosis.
6. Meningkatkan kualitas tidur
Orang yang rutin berolahraga seperti lari cenderung memiliki tidur yang lebih nyenyak dan teratur.
7. Meningkatkan stamina dan energy
Meskipun terasa melelahkan di awal, lari secara rutin justru membuat tubuh lebih bertenaga dalam aktivitas sehari-hari.
8. Melatih disiplin dan konsistensi
Menjadikan lari sebagai rutinitas bisa membantu membentuk kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan kedisiplinan.

Partisipasi Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk mendukung kegiatan yang berdampak positif bagi kesehatan dan kebersamaan masyarakat. Hal ini juga menjadi contoh bagi organisasi lain untuk turut aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Secara keseluruhan, kegiatan Sabilu Taubah Fun Run berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses. Tidak terdapat kendala yang berarti selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga secara rutin. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial antar masyarakat dan instansi terkait.

Penulis : Admin E-reporting

Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

16310-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT PELAKSANA RSUD "NGUDI WALUYO" WLINGI

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana RSUD "Ngudi Waluyo" Wlingi melaksanakan kegiatan Donor Darah di UPDRS RSNW, Kabupaten Blitar

Keterangan Pelaksanaan kegiatan donor darah pengurus, dan anggota Dharma Wanita Persatauan RSNW kabupaten Blitar
1. DWP RSNW kabupaten Blitar
2. Hari/tanggal ; Jumat, 10 April 2026
3. Waktu : 08.00 WIB - selesai
4. Peserta ; Pengurus dan anggota DWP RSNW kabupaten Blitar
5. Tempat : UPDRS RSNW gedung pandawa Lt 1, jln dr Sucipto No 5 Wlingi-Blitar, 66184
6. Acara : Donor Darah DWP RSNW Kabupaten Blitar

Susunan Acara
1. pengisian lembar persetujuan / inform concent pelaksanaan donor darah pada calon pendonor yang akan melaksanakan kegiatan donor darah
2. pengecekan nilai HB
3. pengecekkan TTV calon pendonor
4. penimbangan berat badan calon pendonor
5. jika hasil pengecekan sesuai standart maka langkah selanjutnya adalah pengambilan darah / kegiatan donor darah bisa dilakukan
6. setiap pendonor dilakukan pengambilan darah sebanyak 1 pcs / kantong darah
7. Hasil dari kegiatan donor darah yang dilakukan pada tanggal 10 april 2026 diperoleh darah sebanyak 21 kantong darah

Serba serbi donor darah, prosedur, persyaratan, dan hal-hal yang harus diperhatikan

banyak orang yang sudah mencoba untuk donor darah sekali, kemudian jadi ketagihan dan akhirnya menjadikan hal ini sebagai kegiatan rutin. jika ingin mencobanya pastikan tubuh anda dalam kondisi prima dan telah memenuhi syarat donor darah. simak serba serbi tentang donor darah dibawah ini

apa itu donor darah?

donor darah adalah prosedur sukarela yang dapat membantu menyyelamatkan nyawa orang lain. darah dari setiap pendonor akan dikumpulkan lewat jarum steril sekali pakai, kemudian ditampung dalam kantong darah steril

american assosiation of blood bnks menyebutkan bahwa umumnya sekali mendonor, darah anda akan diammbil sebanyak sekitar500ml. ini kurang lebih 8% dari total keseluruhan darah anda. prosedur ini bisa jadi dilakukan dengan menyumbangkan darah utuh atau komponen darah tertent, ini akan bergantung pada tiggi badan, berat badan, dan julah trombosit anda

donor darah di indonesia diatur oleh peraturan pemerintah no.2/2011tentanf pelayanan donor darah yang diatur oleh palang merah indonesia (PMI) sebagai tujuan sosial dan kemanusiaan

prosedur ini dibawah pengawasan PMI juga dijamin UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, bahwa pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan donor darah yang aman, mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat

siapa saja yang bisa donor darah

tidak semua orangdiperbolehkan elakukan prosedur ini. syarat-syarat yang perlu dipenuhi jika ingin mmendonorkan darah, diantaranya adalah
berusia 17-65 tahun
lolos pemeriksaan kesehatan sebelum mendonorkan darah
memiliki berat badan tidak kurang dari 45 kg dan sehat, baik jasmani maupun rohani
tekanan darah harus berada pada angka 100-170 (sistolik) dan 70-100 (diastolik)
kadar hemoglobin darah saat pemeriksaan harus berkisar antara 12,5g&-1,7g%

semoga kegiatan bhakti sosial ini bisa membantu orang lain. setetes darah anda akan menyelamatkan nyyawa seseorang.
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

16424-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonotirto

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Ibu Ketua Dharma Wanita Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar beserta anggota melakukan Kegiatan Sepeda Sehat.

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Olahraga
Keterangan Program :
1. Kegiatan: Sepeda Sehat
2. Hari/Tanggal : Jumat, 24 April 2026
3. Pukul : 07.30 WIB s.d Selesai
4. Pakaian : Olahraga
Sepeda pertama kali berkembang pada awal abad ke-19, dimulai dari penemuan seperti Draisine oleh Karl Drais. Saat itu, sepeda digunakan sebagai alat transportasi sederhana, bukan untuk olahraga atau kesehatan. Pada akhir abad ke-19, sepeda mulai populer di Eropa dan Amerika. Muncul berbagai kompetisi dan organisasi seperti Union Cycliste Internationale yang mengatur olahraga balap sepeda. Dari sini, bersepeda mulai dikenal sebagai aktivitas fisik yang bermanfaat bagi tubuh. Memasuki abad ke-20, terutama setelah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kebugaran, bersepeda tidak hanya dilakukan sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga sebagai aktivitas rekreasi dan kesehatan. Istilah “sepeda sehat” mulai digunakan untuk menggambarkan kegiatan bersepeda santai yang bertujuan menjaga kebugaran. Pada akhir abad ke-20 hingga sekarang, sepeda sehat berkembang menjadi kegiatan komunitas dan event massal. Di banyak negara, termasuk Indonesia:
1. Muncul acara “fun bike” atau sepeda santai
2. Dihubungkan dengan program seperti hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day)
3. Didukung kampanye hidup sehat dan ramah lingkungan
Latar belakang kegiatan “sepeda sehat” muncul dari kombinasi kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan gaya hidup, dan kepedulian terhadap lingkungan:
1. Seiring meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti Penyakit jantung, Diabetes, dan Obesitas, masyarakat mulai mencari aktivitas fisik yang ringan namun efektif. Bersepeda menjadi pilihan karena mudah dilakukan oleh berbagai usia dan tingkat kebugaran. Selanjutnya
2. Perkembangan teknologi membuat banyak orang lebih sering duduk (sedentary lifestyle), baik karena pekerjaan maupun hiburan digital. Sepeda sehat hadir sebagai solusi untuk mengimbangi kurangnya aktivitas fisik tersebut.
3. Bersepeda tidak menghasilkan polusi udara, sehingga dianggap sebagai alternatif transportasi yang ramah lingkungan dibanding kendaraan bermotor. Ini sejalan dengan upaya mengurangi emisi karbon di perkotaan.
4. Kegiatan sepeda sehat sering dikemas dalam bentuk komunitas atau acara massal (misalnya saat car free day). Ini membantu mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan di masyarakat.
5. Banyak pemerintah daerah mulai menyediakan jalur sepeda dan mengadakan event olahraga untuk mendorong masyarakat hidup sehat. Komunitas sepeda juga berkembang pesat dan ikut mempopulerkan budaya bersepeda.
Manfaat sepeda sehat: .
1. Meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru .
2. Melatih otot kaki dan daya tahan tubuh .
3. Mengurangi stres dan memperbaiki mood .
4. Ramah lingkungan.
Tujuan utama sepeda sehat
1. Meningkatkan kesehatan tubuh
Membantu menjaga kebugaran jasmani serta menurunkan risiko penyakit seperti Penyakit jantung, Diabetes, dan Obesitas.
2. Mendorong gaya hidup aktif
Mengajak masyarakat untuk lebih banyak bergerak dan mengurangi kebiasaan kurang aktivitas (sedentary).
3. Menjaga kesehatan mental
Bersepeda santai dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.
4. Mempererat hubungan sosial
Kegiatan ini sering dilakukan bersama komunitas, teman, atau keluarga sehingga memperkuat kebersamaan.
5. Meningkatkan kepedulian lingkungan
Mengedukasi masyarakat untuk menggunakan transportasi ramah lingkungan dan mengurangi polusi udara.
Sarana rekreasi yang positif. Menjadi alternatif hiburan yang sehat, murah, dan menyenangkan.. Contoh tempat yang cocok sepeda sehat. Kalau di kota-kota Indonesia, biasanya dilakukan di:
1. Alun-alun kota
2. Taman kota
3. Jalur car free day (CFD)
Tips biar maksimal
1. Gunakan helm dan perlengkapan keselamatan
2. Pilih sepeda yang nyaman
3. Bawa air minum
4. Jangan lupa pemanasan sebelum mulai
Kegunaan kegiatan sepeda sehat
1. Menjaga kebugaran tubuh
Membantu meningkatkan stamina, kekuatan otot, dan kesehatan jantung, serta mengurangi risiko penyakit seperti Penyakit jantung, Diabetes, dan Obesitas.
2. Sebagai sarana olahraga ringan
Cocok untuk semua usia karena intensitasnya bisa disesuaikan.
3. Mengurangi stres dan penat
Bersepeda di udara terbuka membantu menyegarkan pikiran dan memperbaiki suasana hati.
4. Media rekreasi
Bisa menjadi kegiatan santai bersama teman atau keluarga.
5. Mempererat hubungan sosial
Kegiatan ini sering dilakukan secara berkelompok atau komunitas sehingga meningkatkan kebersamaan.
6. Transportasi alternatif
Dapat digunakan sebagai alat transportasi yang hemat biaya dan ramah lingkungan.
7. Mendukung lingkungan bersih
Mengurangi polusi udara karena tidak menggunakan bahan bakar.
Pesan Kegiatan Sepeda Sehat:
Pesan yang dapat diambil dari kegiatan sepeda sehat adalah pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Bersepeda tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga membantu mengurangi polusi udara. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan, disiplin, dan kepedulian sosial antar peserta.
Kesan Kegiatan Sepeda Sehat:
Kesan terhadap kegiatan sepeda sehat ini sangat positif. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, tetapi juga memberikan kesempatan untuk bersosialisasi dan mempererat hubungan dengan peserta lain. Suasana yang nyaman dan tertib membuat kegiatan ini semakin menyenangkan untuk diikuti.
Laporan ini dibuat/ disunting oleh
Mediana Aliyatul

Program: Olah Raga
Pelaksana: Kecamatan Wonotirto
16509-04-2026

UNSUR PELAKSANA DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN BLITAR


LAPORAN PELAKSANAAN GERAKAN ASRI DALAM RANGKA MENYAMBUT HARI KARTINI


Bidang Sosial Budaya, Kegiatan Budaya Cinta Lingkungan

Keterangan Kegiatan :
- Nama Kegiatan : Gerakan ASRI dalam rangka Menyambut Hari Kartini
- Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan Dispusip
- Tanggal Pelaksanaan : 9 April 2026
- Waktu : 07.30 WIB - selesai
- Tempat : Area Ruang Literasi, Ruang Baca, Depor Arsip, dan Mushola Dispusip
- Peserta : Plt. Sekretaris dan anggota DWP Dispusip


A. Latar Belakang

Dalam rangka menyambut peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, anggota Dharma Wanita Persatuan Dispusip melaksanakan kegiatan Gerakan ASRI sebagai bentuk implementasi nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini.
Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan yang tidak hanya memperjuangkan hak pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, kepedulian sosial, dan peran aktif perempuan dalam pembangunan lingkungan.

Gerakan ASRI yang berfokus pada kebersihan dan keindahan lingkungan kerja ini menjadi simbol konkret semangat Kartini masa kini, dimana perempuan berperan aktif menciptakan ruang yang sehat, produktif, dan berbudaya Kegiatan ini juga selaras dengan semangat Kartini dalam membangun peradaban melalui hal-hal sederhana namun berdampak luas.


B. Maksud dan Tujuan

Gerakan ASRI adalah suatu gerakan bersama yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, rapi dan indah melalui kegiatan nyata seperti kerja bakti, penataan ruang, serta pengelolaan kebersihan secara berkelanjutan. Kegiatan ini didasarkan pada Surat Edaran Bupati Blitar Nomor : B/660/88/409.19.5/2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri Kabupaten Blitar

Menindaklanjuti hal tersebut, pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan turut melaksanakan Gerakan ASRI di lingkungan kantor Dispusip sebagain dari upaya membangun budaya hidup bersih, meningkatkan kenyamanan tempat kerja, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan

Gerakan ASRI ini dilaksanakan meliputi pembersihan ruang literasi, ruang baca, mushola, dan depot arsip, kemudian dilanjutkan dengan pengelolaan sampah yang terklasifikasi.


C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Pelaksana Kegiatan : anggota DWP Dispusip dengan arahan dan pendampingan langsung dari Plt. Sekretaris Dinas.
2. Waktu dan Tempat : dimulai pukul 07.30 WIB dengan lokasi kegiatan meliputi : area ruang literasi, ruang baca, depot arsip dan mushola.
3 Tahapan Pelaksanaan : Acara diawali dengan sambutan arahan Plt. Sekretaris Ibu Kristining Suswanti. Beliau mengucapkan terimakasih atas partisipasi aktif anggota DWP Dispusip yang berinisiatif untuk turut melaksanakan kegiatan ASRI di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Selanjutnya, seluruh anggota melaksanakan kerja bakti dengan menggunakan peralatan kebersihan yang sebelumnya telah dibawa dari rumah.Proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyapu, merapikan hingga menata kembali ruang agar lebih nyaman dan representatif.

Dalam pelaksanaannya, diterapkan pula prinsip pembuangan sampah yang bertanggung jawab dengan menglasifikasikan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik (daun dan rumput) dan anorganik (plastik dan kertas). Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang sejalan dengan semangat Kartini dalam membangun masyarakat yang beradab dan berwawasan ke depan


D. Gerakan ASRI yang sejalan dengan NIlai-Nilai Kartini

- Peran aktif perempuan : Keterlibatan perempuan menunjukkan peras strategis dalam menjaga lingkungan dan mendukung terciptanya budaya kerja yang positif. Perempuan bukan hanya ikut berperan, namun menjadi penjaga nilai, penggerak perubahan, dan penyeimbang, baik dalam menjaga bumi maupun menciptakan lingkungan yang sehat.

- Pendidikan dan Keteladanan : Lingkungan perpustakaan yang bersih dan nyaman menjadi sarana edukas yang mendukung peningkatan minat baca, sejalan dengan cita-cita Kartini dalam memajukan pendidikan

- Kepedulian sosial dan llingkungan : Kegiatan ini mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai ini selaras degan semangat perjuangan Kartini yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun masyarakat yang beradab, peduli dan berkemajuan

- Kemandirian dan tanggung jawab : Setiap anggota melaksanakan tugasnya secara mandiri dan penuh tanggung jawab, mencerminkan semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini


E. Penutup

Kegiatan Gerakan ASRI dalam rangka menyambut Hari Kartini telah terlaksana dengan baik dan lancar. Kegiatan ini tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan nyaman, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam pembangunan serta menanamkan nilai-nilai luhur perjuangan Kartini.
Diharapkan kegitan ini dapat terus dilaksankan secara berkelanjutan sebagai bagiian dari budaya kerja yang berorientasi pada kebersihan, kebersamaan, dan kemajuan.


Laporan ini dibua/disunting oleh Trianawati selaku operator eReporting DWP Dispusip
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
16605-04-2026LAPORAN LAPORAN KEGIATAN BIDANG SOSIAL BUDAYA UP DWP DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, STATISTIK DAN PERSANDIAN KABUPATEN BLITAR Bidang : Sosial Budaya Program Kerja : Iman dan Takwa Kegiatan : Halal Bi Halal Judul Kegiatan : Halal Bi Halal Keluarga Besar Dinas Komunikasi, Informatika, Ststistik dan Persandian Kabupaten Blitar Hari : Minggu, 05 April 2026 Waktu : 09.00 Wib - selesai Tempat : Di Kediaman Bapak Kepala Diskominfotiksan, Perum Tirto Madu, Jalan Madura, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Jumlah Peserta : 60 orang terdiri dari Dharma Wanita Persatuan dan Karyawan Karyawati Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Telah dilaksanakan kegiatan Halal bi Halal dengan Pembawa Acara Ibu Dyah Retna dari Diskominfotiksan Kab.Blitar dan electone sebagai pengisi pada giat hari ini. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk ajang silaturahmi antar anggota karyawan karyawati dan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan di Lingkup Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami arti penting kebersamaan dan empati, saling maaf memafkan atas semua kesalahan yang telah dilakukan pada setahun yang lalu. Kembali ke fitri/kesucian lahir dan batin. Aggota UP DWP Diskominfotiksan Yang Hadir : 1. Ny. Evi Agung Wicaksono 2. Ny. Novita Asyik Fauzi 3. Ny. Nunik Anas Faishol 4. Ny. Mulik Edoh Setiyawan 5. Ny. Indri Didik Wibawanto 6. Ny. Rita Agustinus Kurniawan 7. Ny. Wiwid Nur Rofik 8. Ny. Kingkin Harianto 9. Ny. Aris Syamsudin 10. Ny. Sri Catur Hari URAIAN KEGIATAN Pada Hari Minggu, 05 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Halal di Halal keluarga besar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar yang bertempat di Kediaman Bapak Kepala Diskominfotiksan, Perum Tirto Madu, Jalan Madura, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Kegiatan ini diawali dengan sambutan Bapak Sekretaris Dinas Komuniaksi, Inforamtika, Ststistik dan Persandian Kabupaten Blitar Bapak Asyik Fauzi yang menyampaikan pentingnya silaturahmi / saling memafkan bagi kita karena manusia tidak luput dari kesalahan. Selanjutnya Materi Ceramah dan Do'a oleh Bapak Anas Faishol Momentum Halal bi Halal ini bukan hanya tradisi tetapi memiliki makna mendalam: membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan antar sesama. Halal bi Halal, anjangsana tradisi Nusantara. Momen memperbarui diri. Tertib waktu di bulan Ramadhan kita teruskan di 11 bulan berikutnya. Kebaikan di bulan Ramadhan kita pertahankan. Nilai pendidikan keteraturan waktu. Bersyukur. Ciri orang beriman, berpindah dari kebaikan yang satu kepada kebaikan lainnya. ISI MATERI 1. MAKNA HALAL BI HALAL Halal bi Halal mengajarkan kita untuk: - Saling Memafkan yang tulus - Menghilangkan Prasangka dan konflik - Membuka lembaran baru dalam kebersamaan Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman tentang pentingnya memafkan dan berbuat baik. ini menjadi dasar kuat bagi kita untuk menjaga harmoni di dilingkungan kerja. 2. Silaturahmi sebagai kunci Kinerja yang lebih baik Lingkungan Kerja yang harmonis akan: - Meningkatkan kerja sesama tim - Mempermudah komunikasi - Menciptakan suasana kerja yang nyaman dan produktif Halal bi Halal ini menjadi momentum untuk: - Memperbaiki hubungan yang sempat renggang - Menguatkan solidaritas - Menyatukan visi dalam melayani masyarakat 3. Refleksi Pasca Ramadhan Ramadhan telah melatih kita: - Kejujuran - Kesabaran - Disiplin - Kepedulian Sosial Nilai - nilai ini jangan berhenti setelah Ramadhan, tetapi harus kita implementasikan dalam tugas sehari - hari sebagai pelayan publik. Halal bi halal dan anjangsana merupakan tradisi indah Nusantara yang sarat makna kebersamaan dan saling memaafkan. Dalam suasana lebaran yang penuh kehangatan, kita tidak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga merasakan makna leburan—meleburkan kesalahan dan ego—serta menikmati liburan sebagai waktu berkumpul bersama keluarga. Momen ini sejatinya menjadi kesempatan untuk memperbarui diri, memperbaiki sikap, dan memperkuat hubungan dengan sesama. Sebagai warga Indonesia, sudah sepantasnya kita bersyukur atas kekayaan tradisi yang mengajarkan nilai luhur tersebut. Disiplin waktu yang telah kita latih selama bulan Ramadhan hendaknya tidak berhenti begitu saja, melainkan diteruskan dalam sebelas bulan berikutnya. Begitu pula dengan berbagai kebaikan yang telah kita lakukan, seperti berbagi, menahan diri, dan memperbanyak ibadah, perlu kita jaga agar tetap menjadi bagian dari keseharian. Nilai pendidikan tentang keteraturan waktu dan konsistensi dalam berbuat baik adalah bekal penting dalam kehidupan. Bersyukur menjadi kunci utama dalam menjaga hati tetap lapang dan penuh keikhlasan. Ciri orang beriman adalah mampu berpindah dari satu kebaikan ke kebaikan lainnya, tanpa henti, tanpa lelah, hingga kebaikan itu menjadi karakter yang melekat dalam diri. PENUTUP Akhirnya, mari kita jadikan halal bihalal ini sebagai awal baru untuk: - Bekerja dengan Hati - Melayani dengan Integritas - Menjaga Persatuan dan kebersamaan. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Laporan ini disusun sebagi bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan sosial budaya. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memberi manfaat yang lebih luas bagi keluarga Diskominfotiksan Kabupaten Blitar. LAPORAN INI DISUSUN OLEH Ny. Novita Asyik Fauzi selaku operator e-reporting UP DWP Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Kominfo Statistik dan Persandian
16723-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerja : Kepedulian dan Kesetiakawanan, Bhakti Sosial

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani mendampingi UP DWP Sekretariat daerah Kabupaten Blitar dalam kegiatan Kunjungan dan Bhakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Kartini ke lembaga Kesejahteraan Sosial Muji Utomo.

Keterangan :
1. Hari/Tanggal : Kamis, 23 April 2026.
2. Pukul : 09.00 WIB - Selesai.
3. Lokasi : Panti Asuhan Disabilitas Muji Utomo Desa Gandusari Kec. Gandusari.
4. Acara : Kunjungan dan Bhakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Pelaksanaan Kegiatan.
Dengan mengusung semangat Hari Kartini, kehadiran Dharma Wanita Persatuan bukan sekadar untuk berbagi bantuan, namun juga untuk belajar tentang arti syukur, memahami ketabahan yang tumbuh dari keterbatasan, serta menyadari bahwa kekuatan sejati lahir dari hati yang saling menguatkan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Panti Asuhan Disabilitas MUJI UTOMO ini menampung anak-anak berkebutuhan khusus serta yatim piatu. Saat ini terdapat 19 anak disabilitas dan yatim piatu yang tinggal di panti, dengan didampingi oleh 9 orang guru pendamping. Dalam kegiatan tersebut, DWP Setda Kabupaten Blitar memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai sebagai wujud kepedulian sosial.
Panti asuhan ini masih menempati rumah sewa milik warga di Desa Gandusari Kecamatan Gandusari. Ke depannya, pihak pengelola berencana untuk membangun gedung panti asuhan sendiri yang berlokasi di depan rumah yang saat ini disewa, sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan fasilitas bagi anak-anak.

Tujuan Bhakti Sosial Yaitu :
1. Menumbuhkan rasa syukur : Mengajak anggota untuk lebih bersyukur dan peduli melalui pengalaman langsung di lapangan.
2. Meningkatkan kepedulian sosial : Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak berkebutuhan khusus dan yatim piatu.
3. Memperkuat nilai kemanusiaan : Mengamalkan nilai kasih sayang, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Memberikan dukungan moral dan motivasi : Memberikan semangat, kebahagiaan, serta rasa diperhatikan dan dihargai kepada anak-anak di panti asuhan.
5. Menjalin silaturahmi dan hubungan sosial : Membangun hubungan yang baik antara Dharma Wanita Persatuan dengan masyarakat serta lembaga sosial.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
16826-04-2026Pada Minggu sore, 26 April 2026, suasana senja di Pantai Jolosutro menghadirkan pemandangan yang begitu syahdu. Debur ombak yang tenang berpadu dengan cahaya jingga matahari yang mulai turun ke peraduannya menjadi latar yang sempurna untuk sebuah kegiatan penuh makna: pelepasan tukik oleh Komunitas Jolosutro Lestari. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, dan menjadi momen kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, serta generasi muda dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya penyu sebagai satwa yang dilindungi. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Sekretaris Kecamatan Wates, Kepala Kepolisian Sektor Wates, Komandan Rayon Militer Wates, Sekretaris Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar, serta Ketua DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Ibu Yustin, yang secara khusus menghadiri undangan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan. Turut hadir pula kelompok pelestari lingkungan serta siswa-siswi TK Dharma Wanita Ringinrejo Wates yang datang dengan penuh antusias bersama para orang tua pendamping. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung upaya pelestarian alam. Maksud dan tujuan dari kegiatan pelepasan tukik ini tidak hanya sebatas seremoni, tetapi menjadi bagian dari upaya nyata konservasi penyu yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Komunitas Jolosutro Lestari berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan hidup penyu dengan cara menetaskan telur-telur penyu yang rentan terhadap ancaman alam maupun manusia, kemudian melepas tukik ke habitat aslinya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Rangkaian acara dimulai dengan sambutan pembuka dari Ibu Wiji selaku Ketua Komunitas Jolosutro Lestari. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan dukungan yang telah diberikan. Ia juga menegaskan pentingnya konservasi yang berkelanjutan serta mengajak semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kelestarian penyu agar tetap dapat hidup dan berkembang di habitatnya. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Bapak Heri Widyatmoko. Dalam pidatonya, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya konservasi yang dilakukan oleh Komunitas Jolosutro Lestari. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah nyata yang patut diacungi jempol dalam menjaga kelestarian satwa laut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk unsur Forkopimcam Wates, kelompok pelestari lingkungan, Dharma Wanita Persatuan, serta anak-anak TK yang turut hadir sebagai bentuk edukasi sejak dini. Beliau menegaskan bahwa pelepasan tukik ini menjadi awal kehidupan baru bagi mereka di laut lepas, dengan harapan kelak dapat tumbuh, berkembang, dan kembali bertelur di pantai yang sama. Puncak acara ditandai dengan pelepasan tukik secara bersama-sama oleh seluruh pihak yang hadir. Sebanyak 154 ekor tukik dilepas menuju laut, berlari kecil mengikuti naluri alaminya menuju ombak yang menyambut. Momen ini menjadi simbol harapan akan keberlangsungan kehidupan penyu di masa depan. Komunitas juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan setiap kali terdapat penetasan telur penyu berikutnya. Dari sisi Dharma Wanita Persatuan, keterlibatan Ketua DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Ibu Yustin, dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan nyata terhadap program pelestarian lingkungan. Peran DWP tidak hanya sebagai pendamping organisasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam. Kehadiran beliau sekaligus menjadi representasi peran perempuan dalam pelestarian lingkungan, baik melalui edukasi, partisipasi aktif, maupun penanaman nilai-nilai kepedulian terhadap alam dalam keluarga. Kegiatan pelepasan tukik di senja hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah refleksi bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, diharapkan upaya konservasi penyu di Pantai Jolosutro dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta generasi mendatang. laporan: Yustin upload: Desi
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
16926-03-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas Inspektorat Kabupaten Blitar telah melakukan kegiatan, Bidang : Sosial Budaya Program : Iman dan Takwa Keterangan program : 1. Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal: Kamis, 26 Maret 2026 3. Waktu: 07.00 WIB s/d selesai 4. Lokasi: Inspektorat Kabupaten Blitar 5. Acara : Halal bi Halal idul fitri 1447 H, Silaturahmi ke Kediaman Bapak wakil bupati blitar, dan Silaturahmi ke kediaman Ibu Edi. Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan solidaritas antar instansi, telah dilaksanakan kegiatan pertemuan rutin dan Halal Bihalal gabungan DWP Inspektorat Kabupaten Blitar bersama DWP BPKAD dan DWP Kominfo. Kegiatan diawali dengan apel bersama, kemudian berjabat tangan dan dilanjut dengan ramah tamah. Kemudian DWP inspektorat melakukan silaturahmi ke kediaman wakil Bupati Blitar. Kunjungan ini merupakan wujud penghormatan serta upaya untuk mempererat hubungan antara pengurus DWP dengan pimpinan daerah. Selanjutnya DWP inspektorat melanjutkan kegiatan silaturahmi ke kediaman anggota DWP, ibu Edi. Kegiatan pertemuan rutin dan Halal Bihalal gabungan ini berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan ikatan silaturahmi antar anggota DWP Inspektorat, BPKAD, dan Kominfo semakin solid. Selain itu, kunjungan silaturahmi ke kediaman Bapak Wakil Bupati Blitar semakin menguatkan sinergi antara organisasi DWP dengan jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Blitar. Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Kuntum D selaku operator e-Reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Inspektorat Kabupaten Blitar.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Inspektorat
17026-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR

Keterangan Program :
Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan UP Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar
Hari / Tanggal : Kamis 23 April 2026
Waktu : Pukul 09.00 - selesai
Tempat : Panti Asuhan Disabilitas MUJI UTOMO Kecamatan Gandusari
Deskripsi kegiatan :

Dharma Wanita Persatuan UP Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar telah melakukan kunjungan dan bhakti sosial dalam rangka memperingati Hari Kartini ke Lembaga kesejahteraan sosial MUJI UTOMO kecamatan Gandusari sebagainwujud solidaritas sosial

Dengan semangat Hari Kartini UP Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah kabupaten Blitar hadir bukan sekedar berbagi namun belajar tentang arti syukur , tentang ketabahan yang tumbuh dari keterbatasan dan kekuatan sejati lahir dari hati yang saling menguatkan

Panti asuhan Disabilitas MUJI UTOMO ini menampung anak anak berkebutuhan khusus dan yatim piatu , ada 19 anak disabilitas dan Yatim Piatu yang tinggal di Panti Asuhan ini ,dan 9 orang guru pendamping . DWP Setda memberikan sedikit bantuan berupa sembako dan uang tunai sebagai wujud kepedulian sosial . Panti asuhan ini berlokasi di kecamatan Gandusari dan masih menyewa di rumah warga , kedepan nya Panti Asuhan MUJI Utomo berencana membangun Panti Asuhan sendiri bertempat di depan rumah yang di sewa selama ini

Adapun Tujuan dari Bhakti sosial ini adalah :
1. Meningkatkan kepedulian sosial
Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian anggota terhadap sesama, khususnya anak-anak dengan disabilitas yang membutuhkan perhatian dan dukungan. 2. Memperkuat nilai kemanusiaan
Mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang, solidaritas, dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Memberikan dukungan moral dan motivasi
Kehadiran anggota Dharma Wanita dapat memberikan semangat, kebahagiaan, serta rasa dihargai bagi anak-anak di panti.
4. Menjalin silaturahmi dan hubungan sosial
Membangun hubungan yang baik antara organisasi Dharma Wanita dengan masyarakat, khususnya lembaga sosial seperti panti asuhan.
5. Meningkatkan citra positif organisasi Kegiatan sosial menunjukkan bahwa Dharma Wanita aktif berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan. 6. Menumbuhkan rasa syukur
Melalui interaksi langsung, anggota dapat lebih bersyukur atas kondisi yang dimiliki dan lebih peduli untuk berbagi.
7. Melatih kepekaan dan keterlibatan anggota
Memberikan pengalaman langsung kepada anggota untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.
Demikian kegiatan Bakti sosial DWP SETDA semoga bermanfaat

Penulis ; H_M
DWP SETDA
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Sekretariat Daerah

17124-04-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Satuan Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar bersama Grub Senam Tera Indonesia Kecamatan Selopuro dan Lansia Kecamatan Selopuro melaksanakan kegiatan Senam Lansia dan pelaksanaan peringatan Hari Kartini di halaman Kantor Kecamatan Selopuro 1. Hari/Tanggal : Jum’at, 24 April 2026
2. Pukul : 07.00 s/d Selesai
3. Tempat : halaman Kantor Kecamatan Selopuro
4. Dihadiri oleh :
* Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Kecamatan Selopuro
* Ketua Senam Tera Indonesia Kecamatan Selopuro
* Ketua Lansia Kecamatan Selopuro

Acara:

Senam Lansia dilaksanakan setiap hari Jum’at di halaman Kantor Kecamatan Selopuro, namun pada saat ini senam lansia bertemakan hari kartini dikarenakan kita memperingati Hari Kartinidan juga sebagai simbol emansipasi dan semangat perempuan Indonesia. Semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang" tidak mengenal usia. Justru di masa senja, semangat itu bisa terus menyala melalui kegiatan positif seperti senam lansia. Menggabungkan peringatan Hari Kartini dengan senam lansia bukan hanya meriah, tapi juga bermakna. .

Senam Lansia Penting, Terutama di Momen Hari Kartini ? karena RA Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk maju, sehat, dan berdaya. Bagi para ibu dan nenek kita saat ini, "berdaya" berarti mampu mandiri, aktif, dan tetap sehat di usia lanjut. Senam lansia menjadi wujud nyata semangat Kartini masa kini. .

Berikut 5 manfaat utama senam lansia:
1. Menjaga Kesehatan Fisik, Wujud Merdeka dari Penyakit
Senam rutin membantu melancarkan peredaran darah, menguatkan tulang, dan menjaga kelenturan sendi. Ini penting untuk mencegah osteoporosis, hipertensi, dan diabetes. Sesuai semangat Kartini, perempuan harus merdeka, termasuk merdeka dari penyakit yang membatasi aktivitas.
2. Meningkatkan Kesehatan Mental & Lawan Kesepian
Gerakan senam melepaskan hormon endorfin yang membuat hati senang dan mengurangi stres. Senam bersama juga jadi ajang kumpul, ngobrol, dan tertawa. Ini mengusir rasa sepi dan menjaga lansia tetap bahagia. Kartini dulu berjuang lewat surat, kini para lansia bisa saling menguatkan lewat kebersamaan.
3. Melatih Keseimbangan & Mencegah Risiko Jatuh
Salah satu masalah utama lansia adalah mudah jatuh. Gerakan senam melatih otot kaki, koordinasi, dan keseimbangan tubuh. Dengan tubuh yang kuat, para ibu lansia bisa tetap mandiri tanpa selalu bergantung pada orang lain. Itulah kemerdekaan sejati.
4. Menjaga Fungsi Otak Tetap Tajam
Gerakan senam yang berirama dan perlu mengingat urutan langkah membantu menstimulasi otak. Ini bisa memperlambat kepikunan dan menjaga daya ingat. Semangat belajar Kartini tetap relevan: belajar bisa lewat gerakan.
5. Mempererat Silaturahmi & Solidaritas Perempuan
Mengadakan senam lansia saat Hari Kartini bisa dikemas dengan tema khusus. Misalnya, peserta memakai kebaya sambil senam. Ini menumbuhkan rasa bangga sebagai perempuan Indonesia, mempererat persaudaraan, dan saling menyemangati. Dari sini lahir Kartini-Kartini tangguh di usia senja.

-yd-


Program: Olah Raga
Pelaksana: Kecamatan Selopuro
17221-04-2026Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 Kabupaten Blitar Pada hari Selasa, 21 April 2026, bertempat di Ruang Candi Penataran Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Jl. Kusuma Bangsa, Kanigoro, telah dilaksanakan kegiatan Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 yang dirangkai secara bersamaan dengan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 serta Halal Bihalal. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan dihadiri oleh Bupati Blitar, Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Blitar, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar beserta para Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua GOW, seluruh Ketua Organisasi Wanita se-Kabupaten Blitar, serta para mantan Ketua TP PKK Kabupaten Blitar (para senior). Dari DWP Dinas Peternakan dan Perikanan, hadir Ibu Yustin Widyatmoko. Seluruh undangan perempuan mengenakan kebaya, sedangkan undangan laki-laki mengenakan pakaian tradisional, sehingga menambah suasana khidmat dan kental dengan nuansa budaya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud memperingati perjuangan R.A. Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan, dengan tema “Perempuan Berdaya, Berkarya, dan Berdampak Nyata”. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 dengan tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, serta sebagai momentum Halal Bihalal untuk mempererat tali silaturahmi. Secara umum, tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan, meningkatkan sinergi gerakan PKK, serta menjadi wadah berbagi pengetahuan dan penguatan kapasitas perempuan di tengah tantangan zaman. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Yuhana, dilanjutkan dengan Mars PKK dan lagu Ibu Kita Kartini, serta doa yang dipimpin oleh Ibu Siti Robikah. Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Ibu Arina Andriani Beky Herdihansyah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan, mengucapkan selamat Hari Kartini, serta menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin dalam suasana Halal Bihalal. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir, panitia yang telah bekerja keras, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materiil, sekaligus memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ibu Hj. Ninik Rijanto, yang menyampaikan puji syukur dan terima kasih atas terselenggaranya acara. Beliau menegaskan bahwa perempuan yang hadir merupakan Kartini masa kini yang berdaya dan mampu memberikan dampak nyata. Selain itu, beliau berharap peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK dapat semakin memperkuat peran PKK dalam mendukung pembangunan. Dalam suasana Halal Bihalal, beliau juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Sambutan Bupati Blitar, Drs. Rijanto, menyampaikan ucapan selamat Hari Kartini serta apresiasi kepada seluruh undangan, termasuk para bapak yang turut mengenakan busana tradisional. Beliau mengajak seluruh perempuan untuk terus berkarya di bidang masing-masing. Terkait Hari Kesatuan Gerak PKK, beliau mengingatkan bahwa PKK Kabupaten Blitar pernah berjaya dan disegani di tingkat provinsi maupun nasional berkat kerja keras para senior. Oleh karena itu, beliau berharap seluruh jajaran PKK, mulai dari kabupaten hingga dasa wisma, dapat terus bergerak aktif dan bersinergi dalam mendukung program pemerintah. Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Sebagai bentuk simbolis, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati Blitar yang didampingi Ketua TP PKK dan Ketua Panitia. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan materi edukatif mengenai phone snubbing yang disampaikan oleh dr. Fatimah, Sp.KJ. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa phone snubbing adalah perilaku mengabaikan lawan bicara karena lebih fokus pada gawai atau telepon seluler. Fenomena ini semakin marak di era digital dan seringkali terjadi tanpa disadari. Dampak dari phone snubbing cukup signifikan dalam hubungan interpersonal, antara lain menurunnya kualitas interaksi, munculnya perasaan tidak dihargai, hingga berkurangnya kedekatan emosional. Bahkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental. Oleh karena itu, disampaikan beberapa strategi untuk mengurangi phone snubbing, di antaranya membangun kesadaran dalam penggunaan gawai, menetapkan waktu bebas ponsel saat berinteraksi, serta membiasakan komunikasi yang lebih hadir secara utuh guna menciptakan interaksi yang lebih sehat secara mental. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan tari dari Selaksa Bhayangkara Kabupaten Blitar dengan judul “Mubeng Blitar”, serta penampilan angklung oleh PWRI Kecamatan Kademangan yang membawakan lagu Caping Gunung, Rek Ayo Rek, dan Blitar. Selain itu, dilaksanakan pula pemilihan peserta dengan busana terbaik. Dari seluruh peserta, dipilih 10 orang terbaik yang tampil memukau dengan balutan busana tradisional. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Yustin Widyatmoko dari DWP Dinas Peternakan dan Perikanan berhasil meraih Juara Harapan 2 dan berhak mendapatkan hadiah yang disediakan oleh Selaksebaya Kabupaten Blitar. Bagi DWP Dinas Peternakan dan Perikanan, kegiatan ini memberikan kesan yang mendalam. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar dan refleksi diri sebagai perempuan di era modern. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang semakin relevan, sehingga mampu memperkuat peran perempuan tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam masyarakat dan pembangunan daerah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat Kartini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi terus hidup dalam setiap langkah perempuan untuk berdaya, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. Penulis: Yustin Widyatmoko /diupload oleh Desi
Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
17317-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar unit Bappedalitbang

Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang telah mengikuti kegiatan
Bidang: Sosial dan Budaya
Program: Seminar

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jumat, 17 April 2026
3. Pukul : 08.30 – Selesai
4. Peserta : 10 Anggota DWP Bappedalitbang Kab. Blitar
5. Tempat : Ruang Pola Bappedalitbang Kab. Blitar
6. Acara : Peringatan Hari Kartini Tahun 2026.

Susunan Acara:
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Menyanyikan Mars Dharma Wanita
4. Menyanyikan Lagu Ibu Kita Kartini
5. Sambutan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Bappedalitbang
7. Laporan Keuangan dan Laporan Kegiatan
8. Doa
9. Ramah Tamah

Dharma Wanita Bappedalitbang Kab. Blitar menyelenggarakan perayaan Hari Kartini pada tanggal 21 April. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bappedalitbang Kabupaten Blitar.

Tujuan kegiatan ini adalah memperingati Hari Kartini sebagai momentum perjuangan perempuan Indonesia dan Meningkatkan peran aktif anggota DWP dalam kegiatan sosial dan budaya, serta Mempererat silaturahmi antar anggota DWP.

Kegiatan ini diikutin oleh Ibu – Ibu Dharma Wanita Bappedalitbang. Acara dibuka oleh Ibu Yanti Bayu selaku Ibu Ketua DWP Bappedalitang. Kemudian dilanjutkan dengan pelaporan kegiatan dan keuangan yang di laporkan oleh ibu Siska Hengki dan Ibu Arum Taufik selaku sekretaris dan bendahara DWP Bappedalitbang.

Dalam Sambutan Ibu Yanti Bayu untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan. Berkat Raden Ayu Kartini kita selaku Wanita bisa merasakan kesetaraan gender.R.A Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara dan dikenal karena pemikirannya yang maju tentang pendidikan dan kesetaraan hak bagi perempuan, terutama pada masa ketika perempuan masih sangat dibatasi aksesnya. Gagasan-gagasannya banyak tertuang dalam kumpulan surat yang kemudian dibukukan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Emansipasi wanita adalah konsep tentang upaya memperoleh kesetaraan hak, kesempatan, dan perlakuan antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan, hukum, dan sosial. Kita sebagai Wanita bisa mengenyam Pendidikan yang tinggi, bebas berpendapat, dan tidak dibatasi pada peran yang domestik.

Ibu Yanti Bayu juga menegaskan meski kita sudah merasakan manfaat emansipasi Wanita kita juga tidak boleh lupa kepada kodrat sebagai Wanita, kita tetap saling menghormati dan selalu mendukung pasangan kita. Mendampingin suami dalam setiap kegiatan di perkerjaan ataupun di luar pekerjaan. Emansipasi bukan berarti “melawan laki-laki”, tapi lebih ke menciptakan keseimbangan dan keadilan agar semua orang punya peluang yang sama. Mari kita menjadi Wanita yang berdaya dan Berjaya.

Kegiatan Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang berjalan dengan lancar dan tertib. Anggota DWP Bappedalitbang menunjukkan partisipasi aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kebersamaan, memperkuat peran perempuan, serta menumbuhkan semangat dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan Kartini.

Selama pelaksanaan kegiatan tidak terdapat hambatan yang berarti. Seluruh rangkaian acara dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Demikian laporan pelaksanaan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban serta bahan evaluasi untuk kegiatan Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang Kabupaten Blitar selanjutnya.

Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Siska Hengki selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang.

Program: Kegiatan Hari Besar Nasional
Pelaksana: BAPPEDA LITBANG

17402-04-2026

LAPORAN KEGIATAN BIDANG SOSIAL BUDAYA UP DWP DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BLITAR

 

Bidang : Bidang Sosial Budaya

Program Kerja : Iman dan Takwa

Kegiatan : Halal bi halal

Judul Kegiatan : Halal bi halal Keluarga Besar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Blitar

Hari : Senin

Tanggal : 2 April 2026

Waktu : 09.00 WIB s.d selesai

Tempat : Pendopo Museum Penataran Kabupaten Blitar

Jumlah Peserta : 50 orang terdiri dari  Dharma Wanita Persatuan dan Karyawan Karyawati Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar

Penceramah :

  • Ustadz Fuad Ainul Zakin Lc Dosen Pengajar Universitas Al Muslihun Kab Blitar
  •  

    Telah dilaksanakan kegiatan  Halal bi Halal dengan Pembawa acara Ibu Naning dari Disbudpar,dan electone sebagai pengisi acara pada giat kali ini. Sebagai vokalis andalan Ibu Mega membawakan lagu-lagu pop dan rohani. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk ajang silaturahmi antar anggota Karyawan karyawati dan Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan di lingkup Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami arti penting kebersamaan dan empati, saling maaf memaafkan atas semua kesalahan yang telah dilakukan pada setahun yang lalu. Kembali pada Fitri/ kesucian lahir dan batin.

     

    ANGGOTA UP DWP DISBUDPAR YANG HADIR

    1. Ny Ita Eko Susanto
    2. Ny  Ika Yusri
    3. Ny Eko
    4. Ny Gilang
    5. Ny Titin Sugeng
    6. Ny Rahma
    7. Ny Titik
    8. Ny Markus

     

    URAIAN KEGIATAN

    Pada hari Kamis, 2 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Halal bi Halal Keluarga Besar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar yang bertempat di Museum Penataran Nglegok Blitar. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Bapak Sekretaris  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bapak Indriawan yang menyampaikan pentingnya silaturahmi / saling memaafkan bagi kita karena manusia tidak luput dari kesalahan.

    Selanjutnya, materi ceramah disampaikan oleh Ustadz Fuad.

    Halal bi halal, anjangsana tradisi Nusantara. Bersyukur menjadi warga Indonesia. lebaran, leburan, liburan. Momen memperbarui diri. Tertib waktu di bulan Ramadhan kita teruskan di 11 bulan berikutnya. Kebaikan di bulan Ramadhan kita pertahankan. Nilai pendidikan keteraturan waktu. Bersyukur. Ciri orang beriman, berpindah dari kebaikan yg satu kpd kebaikan lainnya. 

    ISI MATERI

    Halal bi halal dan anjangsana merupakan tradisi indah Nusantara yang sarat makna kebersamaan dan saling memaafkan. Dalam suasana lebaran yang penuh kehangatan, kita tidak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga merasakan makna leburan—meleburkan kesalahan dan ego—serta menikmati liburan sebagai waktu berkumpul bersama keluarga. Momen ini sejatinya menjadi kesempatan untuk memperbarui diri, memperbaiki sikap, dan memperkuat hubungan dengan sesama. Sebagai warga Indonesia, sudah sepantasnya kita bersyukur atas kekayaan tradisi yang mengajarkan nilai luhur tersebut. Disiplin waktu yang telah kita latih selama bulan Ramadhan hendaknya tidak berhenti begitu saja, melainkan diteruskan dalam sebelas bulan berikutnya. Begitu pula dengan berbagai kebaikan yang telah kita lakukan, seperti berbagi, menahan diri, dan memperbanyak ibadah, perlu kita jaga agar tetap menjadi bagian dari keseharian.

    Nilai pendidikan tentang keteraturan waktu dan konsistensi dalam berbuat baik adalah bekal penting dalam kehidupan. Bersyukur menjadi kunci utama dalam menjaga hati tetap lapang dan penuh keikhlasan. Ciri orang beriman adalah mampu berpindah dari satu kebaikan ke kebaikan lainnya, tanpa henti, tanpa lelah, hingga kebaikan itu menjadi karakter yang melekat dalam diri.

    laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan sosial budaya. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga Disbudpar.

    LAPORAN INI DISUSUN OLEH

    Ny. Titik selaku operator e-reporting UP DWP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar

     


    Program: Iman dan Takwa
    Pelaksana: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
17512-04-2026

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar

Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar Ibu Nurul Warih Yuli Astutik turut hadir pada kegiatan Senam Tera Indonesia.
Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Olahraga
1. Hari/Tanggal : Minggu, 12 April 2026
2. Pukul : 06.00 – selesai
3. Tempat : Halaman Kantor Desa Besuki
4. Acara : Senam Tera Indonesia

Suasana pagi yang cerah dan sejuk menyelimuti Halaman Balai Desa Besuki, Kecamatan Udanawu, pada Minggu, 12 April 2026. Sejak pukul 06.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan Senam Tera Indonesia yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani warga. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan unsur pemerintahan di wilayah Kecamatan Udanawu.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Dari berbagai penjuru desa, warga berbondong-bondong datang dengan mengenakan pakaian olahraga yang nyaman dan penuh warna. Kehadiran mereka menciptakan suasana yang hidup dan penuh semangat. Mulai dari kalangan anak muda, ibu-ibu, hingga para lansia tampak siap mengikuti gerakan senam dengan penuh energi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Pelaksanaan Senam Tera Indonesia ini dipandu oleh instruktur profesional yang dengan penuh semangat memimpin jalannya senam. Musik yang energik mengiringi setiap gerakan, menciptakan suasana yang menyenangkan dan membangkitkan semangat peserta. Gerakan senam yang terstruktur dan mudah diikuti membuat seluruh peserta dapat berpartisipasi dengan baik, meskipun berasal dari latar belakang usia yang berbeda.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ibu Nurul Riyadi selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Udanawu bersama Bapak Endro Riyadi yang menjabat sebagai Camat Udanawu. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan masyarakat yang berorientasi pada kesehatan dan kebersamaan. Selain itu, para kepala desa se-Kecamatan Udanawu juga turut hadir dalam kegiatan ini, menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan kecamatan dalam mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Mereka tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi juga turut berbaur dan mengikuti senam bersama warga. Hal ini mencerminkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat, serta komitmen bersama dalam membangun kehidupan yang lebih sehat dan harmonis.

Kegiatan diawali dengan sambutan singkat dari panitia penyelenggara yang menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh pihak. Dalam sambutannya, panitia menekankan bahwa Senam Tera Indonesia merupakan salah satu bentuk olahraga yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan dan kekompakan. Senam ini dirancang untuk melatih pernapasan, kelenturan tubuh, serta keseimbangan, sehingga sangat baik untuk semua kalangan usia. Selanjutnya, Camat Udanawu, Bapak Endro Riyadi, dalam kesempatan tersebut juga memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, olahraga bersama seperti ini memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Ibu Nurul Riyadi sebagai Ketua DWP Kecamatan Udanawu juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia mengajak seluruh ibu-ibu dan masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga perlu dijaga dengan baik melalui pola hidup sehat, salah satunya dengan rutin berolahraga.

Setelah sambutan, kegiatan inti pun dimulai. Para peserta dengan penuh semangat mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh instruktur. Gerakan demi gerakan dilakukan secara serempak, menciptakan pemandangan yang indah dan harmonis. Tawa dan keceriaan peserta semakin menambah suasana menjadi lebih hidup. Tidak jarang terlihat peserta yang saling menyemangati satu sama lain, menciptakan kebersamaan yang hangat. Senam Tera Indonesia sendiri dikenal sebagai jenis senam yang menggabungkan unsur olahraga dengan teknik pernapasan yang baik. Gerakan yang dilakukan secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, memperlancar peredaran darah, serta menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat relevan untuk diterapkan di tengah masyarakat sebagai bagian dari pola hidup sehat. Selain memberikan manfaat kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ajang interaksi sosial yang positif. Warga yang sebelumnya jarang bertemu dapat saling bertegur sapa dan menjalin komunikasi. Hal ini menjadi penting dalam membangun hubungan yang harmonis di lingkungan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di antara warga.

Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. Dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga organisasi masyarakat seperti DWP, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Sinergi seperti ini diharapkan dapat terus terjaga dan ditingkatkan di masa mendatang. Seiring berjalannya waktu, semangat peserta tidak surut. Meskipun senam berlangsung cukup lama, para peserta tetap mengikuti setiap gerakan dengan penuh antusias. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Banyak peserta yang mengaku merasa lebih segar dan bersemangat setelah mengikuti senam. Di sela-sela kegiatan, panitia juga menyediakan air minum dan konsumsi ringan bagi para peserta. Hal ini menjadi bentuk perhatian panitia terhadap kenyamanan peserta. Selain itu, fasilitas yang memadai juga turut mendukung kelancaran kegiatan, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.

Menjelang akhir kegiatan, dilakukan sesi pendinginan yang dipandu oleh instruktur. Gerakan ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah melakukan aktivitas fisik. Para peserta mengikuti sesi ini dengan santai, namun tetap penuh perhatian. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran acara. Panitia kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, termasuk Ibu Nurul Riyadi, Bapak Endro Riyadi, serta para kepala desa se-Kecamatan Udanawu yang telah hadir dan memberikan dukungan. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan menjadi inspirasi untuk terus menjaga kesehatan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Senam Tera Indonesia di Halaman Balai Desa Besuki ini berjalan dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dari segi kesehatan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dan diminati. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan demikian, kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dapat terus meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan di tengah masyarakat. Dengan berakhirnya kegiatan, para peserta pun kembali ke rumah masing-masing dengan membawa semangat baru. Keceriaan dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menjadi kenangan yang berharga. Senam Tera Indonesia bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kesehatan, dan keharmonisan masyarakat di Kecamatan Udanawu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan aktif. Dengan tubuh yang sehat, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik dan produktif. Pada akhirnya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Erni Rahayu selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

Program: Olah Raga
Pelaksana: Kecamatan Udanawu

17610-04-2026

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar

Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar Ibu Nurul Warih Yuli Astutik turut hadir pada kegiatan Haul Akbar Abah Khozin Abdullah ke-9 .
Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Takwa
1. Hari/Tanggal : Jumat, 10 April 2026
2. Pukul : 19.00 – selesai
3. Tempat : Pondok Pesantren Jam’iyatul Qurro’ wal Huffadz
4. Acara : Haul Akbar Abah Khozin Abdullah ke-9

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan menghadiri kegiatan Wisuda Tahfidzul Qur’an yang dirangkaikan dengan peringatan Haul ke-9 almarhum Kiai Khozin Abdullah di Pondok Pesantren Jam’iyatul Qurro’ wal Huffadz, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, pada Jumat (10/4/2026) malam.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Darut Tauhid tersebut akan dimulai pukul 19.00 WIB dan diperkirakan dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai daerah. Acara ini menggabungkan dua agenda besar, yakni prosesi wisuda bagi para santri penghafal Al-Qur’an serta haul sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk mengenang jasa pendiri pesantren.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa tiga tokoh nasional yang dijadwalkan hadir dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. KH Said Aqiel Sirodj, Menteri Perindustrian RI Faishol Reza, serta Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini. Kehadiran para tokoh ini diharapkan tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memperkuat perhatian terhadap pengembangan pendidikan berbasis keagamaan.

Selain tokoh nasional, Bupati Blitar Rijanto juga direncanakan turut hadir dan memberikan sambutan kepada para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Kehadiran unsur pemerintah daerah ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir pula Ibu Nurul Riyadi selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Udanawu bersama Bapak Endro Riyadi yang menjabat sebagai Camat Udanawu. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan dari unsur pemerintahan kecamatan terhadap kegiatan keagamaan dan pendidikan di wilayahnya.

Ketua Yayasan Darut Tauhid, Gus Aslihul Ahliya Layali, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting, baik dari sisi pendidikan maupun spiritual. Ia berharap kehadiran para tokoh nasional dapat memberikan motivasi, inspirasi, serta arahan bagi para santri agar terus semangat dalam menuntut ilmu dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Insyaallah, beliau-beliau akan hadir memberikan pencerahan, arahan, serta motivasi bagi umat, khususnya bagi generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.

Prosesi wisuda tahfidz menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam acara ini, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dengan penuh kesungguhan. Para wisudawan diharapkan tidak hanya menjadi penghafal, tetapi juga mampu mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Sementara itu, peringatan haul ke-9 Kiai Khozin Abdullah menjadi momentum refleksi untuk mengenang dedikasi, perjuangan, serta kontribusi almarhum dalam membangun dan mengembangkan pendidikan keagamaan di lingkungan pesantren. Doa bersama yang dipanjatkan diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh jamaah yang hadir.

Yayasan Darut Tauhid sebagai penyelenggara menaungi Pondok Pesantren Jam’iyatul Qurro’ wal Huffadz yang dikenal fokus dalam pendidikan Al-Qur’an. Selain itu, yayasan ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi Jam’iyah Thariqah Sathoriyah serta merupakan bagian dari Jatman NU Blitar Raya, sehingga memiliki peran strategis dalam pembinaan umat.

Panitia menilai bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan keagamaan.

Acara ini terbuka untuk masyarakat umum dan diharapkan menjadi ajang silaturahmi yang hangat, sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan sosial. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi semua pihak yang terlibat.

Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Erni Rahayu selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Udanawu

17710-04-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonodadi telah mengikuti kegiatan Kunjungan ke TK dan pemberian PMT untuk anak TK Dharma Wanita dan PAUD.
Bidang : Sosial Budaya,
Program Ketahanan Keluarga , Kegiatan : Gerakan Sehat .

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jum’at / 10 April 2026
3. Pukul : 08.00 WIB sampai selesai
4. Peserta : Pengurus Dharma Wanta Persatuan dan TP PKK Kecamatan Wonodadi dan PKH
5. Tempat : TK Dharma Wanta Desa Jaten
6. Acara : Kunjungan ke TK .
Laporan Kegiatan

Taman Kanak – Kanak atau yang lebih dikenal dengan TK adalah jenjang pendidikan dasar pada anak – anak setelah orang tua hal ini yang dimaksud adalah ibu. Tujuan dari TK ini adalah membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, keteramilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak, pertumbuhan derta perkembangan selanjutnya.

Sesuai dengan salah satu program Dharma Wanita adalah Dharma Wanita mengajar adalah program sukarela dari anggita Dharma Wanta Persatuan untuk turun langsung mendidik anak – anak khususnya tingat PAUD/TK .Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan literasi dan nlai moral sejak dini serta memperkuat peran perempuan dalam pendidikan generasi muda.

Program "Dharma Wanita Mengajar" (DWP Mengajar) adalah inisiatif sosial Dharma Wanita Persatuan untuk mendukung pendidikan anak, khususnya anak usia dini dan wilayah kurang mampu. Program ini berfokus pada pengajaran interaktif, pemberian buku bacaan, serta pendampingan edukatif untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkuat peran ibu dalam pendidikan. • Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Kegiatan difokuskan pada pengajaran di TPA (Tempat Penitipan Anak) atau PAUD untuk memastikan anak-anak mendapatkan ruang belajar yang aman dan layak.
• Literasi dan Kreativitas: Mengajar melalui dongeng, aktivitas permainan edukatif, dan pelatihan kreativitas (seperti menempel gambar atau puzzle).
• Tema Pendidikan dan Karakter: Mengusung tema-tema seperti "Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri" serta edukasi anti-perundungan untuk membangun karakter anak yang cerdas dan berakhlak.
• Pemerataan Pendidikan: Sering menyasar daerah terpencil atau kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti Sikola Bajalan.
• Pemberdayaan Wanita: Selaras dengan tugas Dharma Wanita dalam mendidik anak dan memberikan dampak sosial positif.

Poin penting dari "Dharma Wanita Mengajar":.
Tujuan Utama: Menanamkan nilai karakter, kerukunan, dan literasi sejak dini untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Aktivitas: Mengajar dengan hati, sesi mendongeng (storytelling), simulasi cuci tangan, pengelolaan sampah, hingga percobaan sains sederhana yang menarik. Dampak: Memperkuat peran perempuan sebagai pendidik di luar keluarga dan membangun hubungan positif dengan satuan pendidikan. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian DWP terhadap pendidikan usia dini, yang sering kali dilakukan di TK di bawah binaan DWP.

Hari ini Jum’at tanggal 10 April 2026 ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan dan PKK beserta PKH melaksanakan kunjungan ke TK Daharma Wanita Desa Rejosari yang mana kunjungan ini bertujuan untuk melihat kondisi gedung dan anak – anak didik dari TK Dharma Wanita Rejosari dan memberikan bantuan PMT kepada anak didik dan lelaksanakan program dari Dharma Wanita yaitu Dharma Wanita Mengajar.

TK Dharma Wanita Rejosari memiliki gedung sendiri dan sudah terakreditasi ‘B” pada tahun 2024 yang berada satu lokasi dengan SD Negeri Rejosari dan memiliki anak didik sejumlah Kelas A 11 anak kelas B 8 anak. Dari 19 Sswa ini ada 4 guru pengajar. TK Dharma Wanita Rejosari yang di pralarsai oleh Ibu Dini selaku Kepala Sekolah dan dukungan dari Pemerintah Desa Rejosari mampu bersaing dengan TK yang lain. Pemberian PMT bagi anak TK ini sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting.

Ibu Ketua Dharma Wanta Persatuan Kecamatan Wonodadi masuk ke kelas A dan Kelas B memberikan langsung PMT kepada anak didik dari TK Dharma Wanita Rejosari. Di dalam kelas beliau juga berpesan kepada anak – anak bahwa makan yang mengandung gizi yang cukup supaya tidak mudah sakit, gosok gigi sebelum tidur supaya gigi tidak gamapang rusak, setelah melakukan apa saja di anjurka untuk cuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan.

Ketua DWP Kecamatan Wonodadi juga meminta informasi terkait TK Dharma Wanita yang mana untuk APE walaupun belum lengkap tapi sudah cukup untuk kegiatn pembelajaran. Ada 1 siswa yang berkebutuhan khusus yang setiap sekolah didampingi oleh orang tuanya dikarenakan jika tanpa pendamping dari orang tua ibu pendidik tidak mampu untuk mengendalikan siswa tersebut. Untuk kegiatan gemar menabung sudah bisa berjalan walaupun belum masih tahap disekolah belum ke gemar menabung yang ada di bank Jatim Namun tidak menjadi suatu permasalah dalam kegiatan belajar mengajar. .

TK Dharma Wanita Rejosari tidak hanya pembelajaran secara umum serti membaca, menilis menggunting juga ada pembelajaran segi agama misalnya ada praktek manasik haji anak, sholat, belajar baca surat surat pendek derta menhafal do’a sehari – hari seperti masuk/keluar kamar mandi, mau makan dan setelah makan, belajat menghormati orang yang lebih tuan dan masih banyak yang lainnya.
Karena gedung sekalah yang tidak terllalu besar maka untuk PAUD tidak ada., namun untuk pemberian vitamin A dan Imunisasi jika diperlukan masih berjalan dengan lancar Kegiatan dalam kunjungan ini adalah memberikan PMT untuk anaka didik TK supaya ada tambahan gizi dan bisa menurunkan angka sunting. Di harapkan anak anak yanga ada di wilayah wonodadi semua sehat, cerdas dan bersemangat.

Selain pemberian PMT atau tambahan gizi Ibu Ketua DWP Kecaatan Wonodadi juga melakukan dialog dengan guru terkait perkembangan TK Dhrma Wanita Rejosari dan kendala yang ada atau kendala yang belum terdapt jalan keluarnya. Anak didik yang ada di TK Rejosari ini seperti anak – anak pada umumnya , dalam kegiatan belajar ada yang suka main sendiri ada yang focus memperhatikan pelajarannya ada yang Cuma bengong aja tetapi dengan sabar sang pendidik meberikan pengertian semangat dan motivasi kepada anak didiknya. Dampak dan Manfaat dari kunjungan ke TK di wilyah Kecamatan Wonodadi ini adalah
• Meningkatkan Kualitas Sekolah: Dengan adanya pembinaan dan bantuan, diharapkan TK binaan DWP dapat berkembang lebih baik, memiliki data pertumbuhan anak yang rapi, dan fasilitas yang memadai.
• Motivasi Guru dan Siswa: Kehadiran pengurus DWP memberikan semangat kepada tenaga pendidik untuk lebih ikhlas mengabdi dan motivasi kepada anak didik.
• Koneksi DWP dan Masyarakat: Mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kepedulian sosial antara pengurus Dharma Wanita dengan lingkungan pendidikan di daerah tersebut.

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melakukan kunjungan ke Taman Kanak-Kanak (TK) atau satuan pendidikan anak usia dini lainnya sebagai bagian dari verifikasi komitmen pendidikan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berikut adalah poin-poin penting terkait kunjungan tersebut: Verifikasi Komitmen Pendidikan: Pendamping PKH mendatangi sekolah untuk memastikan anak-anak dari keluarga penerima bantuan benar-benar terdaftar dan aktif mengikuti proses belajar. Pengecekan Kehadiran: Kunjungan bertujuan memverifikasi kehadiran anak KPM di sekolah, di mana komitmen kehadiran minimal adalah 85% untuk mendapatkan bantuan sosial. Pemantauan Monitoring: Selain verifikasi, kunjungan juga dilakukan untuk memonitoring kegiatan belajar mengajar (APE) di lembaga PAUD/TK. Koordinasi dengan Sekolah: Pendamping PKH berkoordinasi dengan pihak sekolah/guru untuk mencocokkan data kehadiran dan status pendidikan anak. Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2): Kunjungan ini sering kali berbarengan dengan upaya edukasi pengasuhan dan pendidikan anak kepada orang tua. Kunjungan ini untuk memastikan bantuan sosial yang diterima digunakan sesuai peruntukannya, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak usia dini Masalah di TK umumnya mencakup perkembangan anak (tantrum, sulit fokus, kurang mandiri, susah makan, manja), serta masalah operasional sekolah (kurang fasilitas, guru kurang berkualitas, beban administrasi, dan kurangnya animo orang tua). Permasalahan ini seringkali berakar dari penyesuaian emosi, sosial, dan sarana prasarana. masalah yang ada di TK: 1. Masalah Perkembangan dan Perilaku Anak (Siswa)
• Sosial-Emosional: Tantrum, pemalu, sulit beradaptasi dengan teman sebaya, suka mengganggu teman (bullying), kurang percaya diri, dan manja.
• Kognitif dan Fokus: Kurang konsentrasi saat belajar, lambat memahami instruksi, dan sulit fokus.
• Kemandirian: Masih sulit melepaskan diri dari orang tua, belum bisa makan sendiri, atau belum bisa toilet training.
• Fisik: Masalah kesehatan seperti obesitas atau kurang gizi, gangguan panca indera, hiperaktif, dan kidal yang belum terarahkan. 2. Masalah Operasional dan Tenaga Pendidik
• Kualitas Guru: Kurangnya tenaga pendidik yang berkualitas (kurang kreatif/monoton), guru sering menggunakan metode klasik yang pasif.
• Fasilitas Kurang: Terbatasnya alat permainan edukatif (APE), sarana prasarana yang kurang menunjang.
• Administrasi & Kurikulum: Beban administratif guru yang berat, kurikulum sering berubah, dan fokus yang terlalu berat pada Calistung (baca, tulis, hitung) daripada bermain.
3. Masalah Eksternal (Orang Tua & Lingkungan)
• Kurangnya Dukungan Orang Tua: Kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak masih kurang.
• Komunikasi Sekolah-Rumah: Kurangnya sinergi antara aturan di sekolah dan kebiasaan anak di rumah.

Suatu permasalahan pasti ada jalan keluarnya meskipun agak terlambat akan tetapi setidaknya apa yang menjadi permasalahan yang ada pada masing – masing TK dapat disampaikan kepada ketua yayasan TK yakni Ibu Siti Alfiah. Lewat beliau masalah yang ada bisa tersampaikan kepada kepala atau ketua IGTKI dan Korwil Pendidikan bahkan samapai ke Kepala Dinas Pendidikan.

Harapan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Woonodadi) dalam melakukan kunjungan ke Taman Kanak-kanak (TK) umumnya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, dukungan sosial, dan penguatan peran DWP sebagai mitra pendidikan. Berdasarkan berbagai kunjungan yang dilakukan, berikut adalah harapan utama DWP:
• Peningkatan Kualitas dan Fasilitas Pendidikan: DWP berharap kunjungan ini dapat meninjau langsung dan memberikan masukan berharga untuk memajukan lembaga pendidikan usia dini, khususnya TK binaan DWP.,Br> • Pemberdayaan dan Pembinaan: Kunjungan bertujuan melakukan pembinaan, baik kepada pengelola maupun guru, untuk mendukung terwujudnya pendidikan desa atau lembaga yang berkualitas.
• Pendidikan Karakter Sejak Dini: DWP berharap dapat menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, lingkungan, dan kepribadian yang baik pada anak didik sejak dini.
• Interaksi Edukatif dan Motivasi: Memberikan semangat baru kepada pendidik dan anak-anak melalui interaksi langsung, edukasi (seperti cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sampah), dan kegiatan yang menyenangkan.
• Perhatian Sosial dan Kepedulian: Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, DWP sering memberikan bantuan sosial, santunan, atau alat penunjang pendidikan untuk anak-anak.

Penulis : Binti Srihariyani

Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Kecamatan Wonodadi

17809-04-2026Hari Rabu 01-04-2026 Ketua Dharma Wanita dan anggota Dharma Wanita Se Wilayah Kecamatan Bakung Menghadiri Undangan Acara Halal Bihalal di Balai Desa Bakung,Acara tersebut di Hadiri Bapak Camat bakung,Kapolsek Danramil Bakung.Kepala KUA.Kepala Puskesmas serta Kepala Sekolah,TK,SD,SMP SMK Bakung acara Tersebut dihadiri kurang lebih 50 undangan,,Sambutan Bapak Camat Bakung menyampaikan Halal bihalal adalah tradisi khas Indonesia setelah Idulfitri, di mana orang-orang: Saling bermaafan Mempererat silaturahmi Berkumpul bersama keluarga, teman, atau rekan kerja Tradisi ini sangat identik dengan budaya di Indonesia dan tidak umum ditemukan di negara lain. Makna Halal Bihalal Membersihkan hubungan antar sesama manusia Melengkapi ibadah Ramadan Membangun kebersamaan dan persatuan Membersihkan hati setelah Ramadan Menjaga hubungan sosial tetap harmonis Menghilangkan rasa dendam atau kesalahpahaman Singkatnya, maaf memaafkan adalah proses saling mengikhlaskan kesalahan agar hubungan menjadi lebih baik dan hati menjadi lebih tenang. Maaf memaafkan bukan sekadar kata-kata tapi: Keikhlasan dari hati Kerendahan diri untuk mengakui salah Kesediaan untuk tidak menyimpan dendam Tujuan dari acara halal bihalal ini Membersihkan hati Mempererat hubungan Menciptakan kedamaian dalam keluarga pertemanan, dan pekerjaan itu sambutan dari Bapak Camat Bakung acara tersebut selsai jam 12.30 WIB.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Bakung
17907-04-2026

LAPORAN KEGIATAN DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi di bulan Yang Fitri, ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ibu Susi Agus Santosa turut serta dalam kegiatan anjangsana dan halal bihalal dinas Pendidikan Kabupaten Blitar

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : iman dan taqwa

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : jum’at, 3 April 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar (titik kumpul)
5. Pakaian : Busana Muslim

Kegiatan anjangsana dan silaturahmi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar pada hari Jum’at, 3 April 2026, berlangsung dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan nuansa kekeluargaan yang kental. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya mempererat tali silaturahmi antara jajaran pimpinan, pegawai, serta para tokoh yang telah berjasa dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Blitar.


Kegiatan ini diikuti oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Bapak Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, serta para Kepala Seksi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan kekompakan dan komitmen bersama dalam menjaga hubungan baik, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dengan para purna tugas yang telah memberikan kontribusi besar. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ibu Susi, bersama beberapa pengurus DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar yang turut berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini.


Rombongan memulai kegiatan dengan berkumpul di halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar sejak pagi hari. Dengan penuh semangat dan antusiasme, seluruh peserta bersiap untuk melaksanakan rangkaian kunjungan ke beberapa tokoh penting. Kegiatan anjangsana ini tidak hanya bertujuan untuk bersilaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan, apresiasi, serta ungkapan terima kasih kepada para senior yang telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dan pemerintahan.


Tujuan pertama yang dikunjungi adalah kediaman Bapak Budi Kusumarjoko, yang merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dan saat ini telah memasuki masa purna tugas. Kedatangan rombongan disambut dengan penuh kehangatan dan rasa haru. Dalam suasana yang akrab, para peserta berbincang santai, bertukar cerita, serta mendengarkan berbagai pengalaman dan nasihat dari beliau. Momen ini menjadi sangat berharga karena memberikan inspirasi dan motivasi bagi para pegawai yang masih aktif bertugas.


Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke rumah Bapak Luhur Sejati, yang juga merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Kunjungan ini menjadi wujud penghargaan atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam memajukan dunia pendidikan di daerah. Suasana kekeluargaan kembali terasa, di mana seluruh peserta dapat berinteraksi secara langsung dan mempererat hubungan emosional yang telah terjalin sejak lama.


Tidak hanya mengunjungi mantan pejabat di lingkungan pendidikan, rombongan juga bersilaturahmi ke kediaman Bapak Heri Nugroho, mantan Bupati Blitar. Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam membangun dan menjaga hubungan baik antara Dinas Pendidikan dengan tokoh pemerintahan yang pernah berperan dalam pembangunan daerah. Sambutan hangat yang diberikan menunjukkan adanya hubungan yang harmonis dan saling menghargai.


Selain beberapa lokasi tersebut, rombongan juga mengunjungi beberapa tokoh lainnya yang telah purna tugas dan memiliki peran penting dalam perjalanan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Setiap kunjungan diisi dengan suasana penuh keakraban, canda tawa, serta diskusi ringan yang sarat makna.


Kehadiran Ibu Ketua DWP, Ibu Susi, bersama para pengurus DWP turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Partisipasi mereka tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menunjukkan peran aktif Dharma Wanita dalam mendukung kegiatan sosial dan kekeluargaan di lingkungan Dinas Pendidikan.


Setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai dilaksanakan, rombongan kembali ke halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Kegiatan anjangsana dan silaturahmi ini pun ditutup dengan penuh rasa syukur. Diharapkan melalui kegiatan ini, hubungan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, serta menjadi inspirasi untuk terus menjaga kebersamaan, solidaritas, dan semangat pengabdian di masa yang akan datang.


Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Ibu Novita Danang selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pendidikan

18010-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah mengikuti Kegiatan Siraman Rohani KORPRI dengan Tema Membangun Harmoni Kehidupan ASN untuk Keseimbangan Karir, Keluarga dan Ibadah
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga (Iman dan Takwa)


Keterangan Program :
1. Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar 2. Hari/ Tanggal : Selasa/ 10 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Lokasi : Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro Kabupaten Blitar
5. Acara : Kegiatan Siraman Rohani dan Santuna Anak Yatim

Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar beserta perwakilan pada hari ini Selasa tanggal 10 Maret 2026 menngikuti kegiatan Sirman Rohani yang bertempat di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro Kanigoro dengan Pembicara Bapak Prof Dr Kyai Agus Zaenul Fikri MPD, Rektor UIN Tulungagung dengan tema Membangun Harmoni Kehidupan ASN untuk Keseimbangan Karir, Keluarga Dan Ibadah.


Membangun Harmoni Kehidupan ASN untuk Keseimbangan Karier, Keluarga, dan Ibadah adalah sebuah upaya sadar dan terencana yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menciptakan keselarasan, ketenangan dan keseimbangan antara tiga pilar utama kehidupan, yaitu tuntutan pekerjaan (karier), tanggung jawab rumah tangga (keluarga), dan ketaatan kepada Tuhan (ibadah). Harmoni Kehidupan (Work-Life Balance), bukan berarti membagi waktu 33% untuk setiap bagian, melainkan menciptakan situasi di mana ASN bisa bekerja dengan tenang (produktif), mencintai keluarga (tenang), dan beribadah dengan khusyuk (spiritual) tanpa ada salah satu yang dikorbankan secara ekstrem.


Keseimbangan Karier bisa dijelaskan dengan melaksanakan fungsi ASN sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan dan perekat bangsa secara profesional dan berintegritas. Keseimbangan Keluarga bisa dilakukan dengan menjaga kehangatan, kasih sayang, dan memberikan waktu berkualitas bagi keluarga, yang pada akhirnya menunjang produktivitas kerja. Sedangkan Keseimbangan Ibadah dengan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah, sehingga tugas negara dilaksanakan dengan tanggung jawab moral tinggi. Tujuan utamanya adalah menciptakan ASN yang tangguh, bahagia, tidak stres, produktif, serta mampu memberikan pelayanan prima karena memiliki mental dan kehidupan sosial yang stabil.


Membangun harmoni kehidupan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyeimbangkan karier, keluarga, dan ibadah sangatlah penting karena menciptakan keseimbangan antara kehidupan dan kerja yang sehat, akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan mental individu. Harmonisasi ini merupakan bagian integral dari core values ASN "BerAKHLAK", yang menuntut ASN untuk peduli dan menghargai lingkungan sekitar. Ketika ASN memiliki kehidupan pribadi yang seimbang, mereka cenderung lebih fokus, tidak mudah stres, dan lebih produktif dalam bekerja. ASN yang bahagia dan tenang di rumah akan lebih prima dalam memberikan layanan yang berkualitas dan inklusif kepada masyarakat. Hubungan keluarga yang positif menciptakan lingkungan aman, meningkatkan kebahagiaan, dan mendukung kesehatan mental ASN.Mengatur waktu yang baik antara pekerjaan dan rumah membantu mengatasi persoalan rumah tangga dengan lebih bijak, sehingga terhindar dari konflik yang bisa merusak kinerjaMengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pekerjaan membuat ASN bekerja dengan etos kerja tinggi, jujur, dan berintegritas, Menyeimbangkan ibadah dengan tanggung jawab duniawi mencegah ASN dari tindakan menyimpang (seperti korupsi) karena adanya rasa tanggung jawab kepada Tuhan, Lingkungan kerja yang harmonis dan seimbang meminimalisir potensi konflik dan perselisihan, baik internal maupun eksternal. ASN yang seimbang adalah aset yang mendukung tercapainya birokrasi profesional, adaptif, dan berintegritas. Dengan demikian, harmoni antara karier, keluarga, dan ibadah bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi ASN untuk bekerja, mengabdi, dan hidup bahagia. Membangun harmoni kehidupan ASN untuk keseimbangan karier, keluarga, dan ibadah harus berjalan seimbang karena akan menciptakan lingkungan kerja yang produktif, meningkatkan kesehatan mental dan fisik, serta memastikan pelayanan publik tetap maksimal tanpa mengabaikan kehidupan pribadi dan spiritual. Riset menunjukkan bahwa ASN yang memiliki keseimbangan hidup lebih baik cenderung lebih fokus, kreatif, dan produktif di tempat kerja. Sebaliknya, ketidakseimbangan (terlalu memprioritaskan karier) dapat menyebabkan burnout, stres kronis, dan penurunan kinerja.Keharmonisan keluarga adalah kunci utama yang menunjang produktivitas dan kualitas pelayanan publik. Keluarga yang mendukung memberikan energi positif untuk bekerja dengan lebih baik, Keseimbangan membantu mengurangi stres, menjaga kesehatan tubuh, dan mencegah kelelahan fisik maupun mental. Sebagai individu yang religius, ASN perlu menyeimbangkan komitmen profesional dengan waktu beribadah untuk ketenangan hati dan integritas diri.Keseimbangan (atau work-life balance) membuat ASN lebih bahagia, meningkatkan loyalitas, dan mengurangi risiko stres kronis yang dapat mempengaruhi performa organisasi. Ringkasnya, keharmonisan antara karier, keluarga, dan ibadah menghasilkan ASN yang "Bekerja, Mengabdi, dan Bahagia"..cara yang dapat dilakukan berdasarkan prinsip manajemen waktu dan etika kerja: Alokasikan blok waktu khusus untuk pekerjaan fokus, rapat, dan istirahat.


Hindari prokrastinasi agar pekerjaan tidak menumpuk dan merembet ke waktu keluarga atau ibadah. Menjaga kedisiplinan kerja menciptakan budaya positif, yang memungkinkan pelayanan prima berjalan tanpa mengorbankan kehidupan pribadi. Jadwalkan waktu khusus untuk keluarga, misalnya di akhir pekan, dan komitmen untuk tidak diganggu oleh urusan kantor. Bangun komunikasi terbuka dengan pasangan dan anak mengenai tuntutan pekerjaan agar tercipta saling pengertian. Jangan ragu untuk mengambil cuti jika diperlukan untuk penyegaran atau keperluan mendesak keluarga. Jadikan setiap tetesan keringat dan lelah dalam bekerja sebagai bentuk ibadah dengan meniatkannya karena Allah SWT. Jadikan waktu ibadah (misalnya shalat tepat waktu) sebagai jangkar waktu. Hentikan pekerjaan sejenak untuk ibadah, yang juga berfungsi sebagai jeda istirahat produktif. Integritas ASN dalam bekerja mencerminkan nilai-nilai religius yang dianut, sehingga kinerja tinggi tidak mengabaikan kewajiban spiritual. Saling menghargai, menolong sesama rekan kerja, dan menciptakan lingkungan kondusif.. Saling menghargai, menolong sesama rekan kerja, dan menciptakan lingkungan kondusif. Dengan manajemen waktu yang bijak dan prioritas yang jelas, ASN dapat tetap berprestasi (karier), harmonis di rumah (keluarga), dan tenang dalam beribadah.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Kesehatan
18125-03-2026

DHARMA WANITA UP KECAMATAN KANIGORO KABUPATEN BLITAR

SILATURAHMI DAN HALAL BIHALAL

Dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi, dan meningkatkan iman dan taqwa Ibu Ketua Dharma Wanita UP Kecamatan Kanigoro Nyonya Rias Ernawan mengikuti kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal di kantor kecamatan dank e rumah anggota DWP UP Kecamatan Kanigoro.

Bidang : Sosial Budaya

Program : Iman dan Taqwa

Keterangan Program :

1. Dharma Wanita Persatuan UP Kecamatan Kanigoro

2. Hari/tanggal : Rabu, 25 Maret 2026

3. Pukul : 08.00 - selesai

4. Pakaian : busana muslim

Tujuan utama silaturahmi dan halal bihalal adalah :

1. Menyambung kembali tali persaudaraan yang renggang, saling memaafkan atas kesalahan (halal bihalal), mempererat hubungan sosial, serta membersihkan hati.

2. Saling Memaafkan dan Membersihkan Hati: Menjadi momen penting untuk melepaskan dendam, prasangka, dan memperbaiki hubungan yang retak akibat kesalahpahaman.

3. Mempererat Persaudaraan dan Persatuan: Memperkuat tali silaturahmi antaranggota keluarga, komunitas, maupun rekan kerja, sehingga tercipta suasana harmonis dan guyub.

4. Bagian dari Ibadah: Islam mengajarkan bahwa menyambung silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

5. Membangun Kembali Kolaborasi: Di lingkungan kerja, ini membantu mencairkan suasana dan meningkatkan kekompakan tim.

Halal bihalal bukan sekadar adat, melainkan perpaduan nilai agama, budaya, dan kebangsaan Indonesia untuk menciptakan keharmonisan. Mengapa silarahmi sangat dianjurkan Silaturahmi sangat penting karena berfungsi mempererat persaudaraan, memperpanjang umur, dan melapangkan rezeki. Dalam Islam, ini adalah amalan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa, dan meningkatkan keharmonisan sosial. Silaturahmi juga menciptakan ketenangan hidup dan menghapus rasa kebencian antar sesama. Menjaga silaturahmi adalah perintah Allah, sedangkan memutusnya dapat menghalangi seseorang masuk surga. Rasulullah SAW bersabda bahwa silaturahmi adalah cara untuk mendapatkan umur panjang dan rezeki yang melimpah. Pertemuan yang didasari kasih sayang dapat membersihkan hati dan menghapus dosa-dosa kecil , mengurangi konflik, memperbaiki hubungan yang renggang, dan menciptakan rasa empati . Di era modern, silaturahmi bisa dijaga dengan memanfaatkan teknologi untuk menyapa, meski tetap dianjurkan bertemu langsung untuk merajut kasih sayang yang lebih dalam.

Kegiatan ini memperkuat ikatan persaudaraan, menciptakan kerukunan, serta menghapus kesalahpahaman. Interaksi sosial yang positif melalui silaturahmi dapat memberikan ketenangan batin, kebahagiaan, dan mengurangi beban stres.. Silaturahmi dianggap ibadah yang dicintai Allah, sehingga menjadi sarana mendekatkan diri pada rahmat-Nya dan meniti jalan ke surga.

Silaturahmi dapat dilakukan dengan sederhana, seperti berkunjung, berkomunikasi, saling membantu, dan memaafkan satu sama lain. Islam melarang keras memutus tali persaudaraan. Memutus silaturahmi dapat menghalangi seseorang dari rahmat Allah dan ancaman tidak masuk surga. halal bihalal itu sangat penting.

Halal bihalal penting bagi masyarakat Indonesia karena merupakan tradisi unik pasca-Ramadan untuk memperkuat silaturahmi, bermaaf-maafan secara langsung, dan merawat keharmonisan sosial. Tradisi ini menjembatani persatuan, mencairkan konflik, dan melestarikan budaya lokal (inkulturasi Islam-Nusantara) yang memadukan ajaran agama dengan kearifan lokal. Idulfitri adalah waktu suci, namun dosa sosial hanya bisa dihapus dengan bermaafan langsung.

Halal bihalal memfasilitasi rekonsiliasi, membersihkan hati dari dendam, dan menyambung kembali hubungan yang renggang. Kegiatan ini melintasi batas keluarga, tetangga, hingga tempat kerja, menciptakan kebersamaan yang harmonis di tengah keberagaman Indonesia.Meskipun berakar dari nilai Islam, halal bihalal adalah tradisi khas Nusantara yang dipopulerkan untuk mempererat persaudaraan, menjadikannya bagian integral dari identitas budaya Indonesia, bukan sekadar ritual formal.Tradisi ini mengajarkan empati, toleransi, dan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan menerima permohonan maaf, yang krusial untuk keharmonisan masyarakat.

Halal bihalal menjadi sarana untuk menghapus dosa antarmanusia (hablum minannas) dengan memaafkan kesalahan secara lapang dada. Momen ini mempertemukan kembali keluarga, teman, dan tetangga, memperkuat tali persaudaraan yang mungkin sempat merenggang.Tradisi ini meningkatkan kerukunan dan persatuan di masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan perdamaian. Setelah sebulan berpuasa, halal bihalal menjadi ajang untuk berbagi kebahagiaan dan menutup Ramadhan dengan hati yang bersih.

Silaturahmi dan halal bihalal kepada pada senior ini sangat di sarankan karena silaturahmi kepada para senior sangat penting karena menjembatani pengalaman masa lalu dengan kebutuhan masa kini, serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai baik. Senior memiliki pengalaman hidup dan organisasi yang lebih panjang, sehingga silaturahmi menjadi kesempatan untuk mendapatkan bimbingan, berbagi keluh kesah, serta bertukar ide. Berkunjung ke senior adalah bentuk penghormatan atas dedikasi, perjuangan, dan pengabdian yang telah mereka berikan dalam organisasi atau komunitas. Silaturahmi merupakan "energi" yang menghubungkan semangat antara generasi senior dan muda, serta menjaga nilai-nilai loyalitas dan keteguhan ideologi.

Kegiatan ini mempererat tali persaudaraan dan keakraban, terutama saat momen seperti Lebaran atau pertemuan alumni. Dalam Islam, silaturahmi dipercaya dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. unjungan kepada senior yang sudah purna tugas (pensiun) membantu mempererat hubungan emosional dan menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Dengan bersilaturahmi, kita tidak hanya menjalin hubungan sosial, tetapi juga memastikan ilmu dan semangat dari generasi sebelumnya tetap hidup

Tim ereporting kec kanigoro
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Kanigoro

18212-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ketua UP Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kecamatan Binangun Ny. Lulun Liani Edy Setiono, bersama anggota yaitu Ny. Andywino turut menghadiri kegiatan Siraman Rohani dan santunan Anak yatim dalam Rangka Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
Bidang: Sosial Budaya
Program: Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa.< /p>

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
3. Pukul : 07.30 WIB s/d 11.00 WIB
4. : Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro Kabupaten Blitar
3. Peserta : 250 Orang

Kegiatan siraman rohani merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Kamis selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Pada tanggal 12 Maret 2026, kegiatan siraman rohani dilaksanakan di Pendopo Sasana Adhi Praja, Kanigoro, Blitar. Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), pengurus PKK tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kabupaten Blitar, serta tamu undangan lainnya. Turut hadir di antaranya Ketua Panitia Ibu Ninik Riyanto, Ketua Perwosi Ibu Arina Beki, Ketua PC Muhammadiyah, penceramah Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf, Ketua Persit 511 Blitar, dan pengurus Baznas Kabupaten Blitar.

Adapun susunan acara kegiatan sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC (Ibu Khoirul Kiptiyah)
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Ibu Nur Jami’ah
4. Sambutan
5. Tausiyah oleh Bapak Drs. KH. Agus Mu’adzin
6. Penutup/doa

Ketua DWP Unit Pelaksana Kecamatan Binangun , Ny. Lulun Liani , bersama anggota yaitu Ny. Andywino turut menghadiri kegiatan ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan dan motivasi spiritual kepada para peserta, khususnya dalam meningkatkan keimanan, mengembangkan potensi diri, serta mempererat silaturahmi antaranggota.

Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup Al Husainiyah binaan Korwil Kecamatan Ponggok. Nama Al Husainiyah memiliki makna sebagai wadah berkumpulnya kebaikan. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar yang diwakili oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bapak Alwi Maulana, menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir. Beliau mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan, berhati-hati dalam berkendara menjelang Hari Raya, serta tidak melakukan panic buying. Beliau juga berharap kegiatan ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat, khususnya bagi para ibu sebagai pilar keluarga, agar mampu membangun keluarga yang sehat secara fisik maupun mental. Selain itu, beliau juga memohon doa dan dukungan agar pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan baik.

Acara inti diisi dengan tausiyah oleh Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf. Dalam ceramahnya disampaikan bahwa nikmat terbesar adalah kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Peran seorang ibu dalam keluarga sangat penting, terutama dalam menjaga keharmonisan dan keberkahan rumah tangga, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Beliau juga menyampaikan tiga nilai utama yang perlu diteladani dalam kehidupan, yaitu:
1. Sunnatullah: Allah senantiasa menutupi aib hamba-Nya dan memberikan kesempatan untuk bertaubat. Oleh karena itu, manusia dianjurkan untuk tidak membuka aib orang lain.
2. Sunnatur Rasul: Meneladani kepedulian Rasulullah terhadap umat, sehingga sebagai manusia hendaknya memiliki empati, khususnya kepada anak yatim dan sesama yang membutuhkan.
3. Sunnatul Auliya: Sikap sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian hidup, baik berupa kesulitan maupun kelapangan, serta senantiasa memperbanyak istighfar.

Dalam sesi tanya jawab, dibahas beberapa hal, antara lain tentang waktu pembayaran zakat, golongan yang berhak menerima zakat, serta cara menjaga diri agar tidak membicarakan aib orang lain.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Selain itu, terdapat pembagian doorprize dan bazar UMKM yang menyediakan berbagai produk seperti makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga yang menarik minat para peserta.

Partisipasi dalam kegiatan ini memberikan berbagai manfaat bagi anggota DWP, antara lain: 1. Penguatan spiritual dan mental, melalui peningkatan pemahaman agama dan ketenangan batin.
2. Peningkatan kepedulian sosial, melalui kegiatan santunan dan penyaluran zakat/infaq.
3. Penguatan jejaring organisasi, melalui silaturahmi dan kerja sama antarorganisasi wanita.
4. Dukungan terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan peduli sosial.

Secara keseluruhan, kegiatan siraman rohani ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta. Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadhan, serta didukung dengan adanya bazar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau.

Laporan ini ditulis oleh Sekretaris UP DWP Kantor Kecamatan Binangun , Ny. Dyah Saraswati.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Binangun
18312-03-2026

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Melaksanakan Kegiatan Bakti Sosial di Bulan Ramadhan Tahun 2026.

Bidang : Sosial Budaya
Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan
Kegiatan : Bhakti Sosial

I. DASAR KEGIATAN
Kegiatan Bhakti Sosial yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas PUPR Kabupaten Blitar dalam rangka sedekah di Bulan Suci Ramadhan Tahun 2026.

II. WAKTU DAN TEMPAT
1. Hari/Tanggal : Kamis/ 12 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 WIB s.d. 14.00 WIB
3. Tempat : PP Al Khusyu dan SLB Santa Theresia di Kecamatan Wates
4. Acara : Bhakti Sosial di Bulan Ramadhan Tahun 2026

III. TUJUAN KEGIATAN.
Tujuan dan manfaat bakti sosial bagi Dharma Wanita antara lain:
- Meningkatkan kesadaran sosial dan kepedulian terhadap masyarakat
- Membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu
- Meningkatkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama
- Membantu meningkatkan citra Dharma Wanita sebagai organisasi sosial yang peduli
- Meningkatkan keterampilan dan pengalaman anggota Dharma Wanita dalam bidang sosial

Manfaat lainnya adalah:
- Meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas antar anggota
- Membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran wanita dalam masyarakat
- Membuka peluang untuk berkolaborasi dengan organisasi lain dalam kegiatan sosial

Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan Bhakti Sosial pada hari Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di PP Al Khusyu dan SLB Santa Theresia Kecamatan Wates. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB.

IV. PESERTA YANG HADIR
Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Bapak Camat Wates, Bapak Kades Mojorejo dan Tugurejo, Ibu Ketua Dharma Wanita persatuan Unsur Pelaksana Dinas PUPR beserta anggota, dan juga bapak ibu karyawan dari Dinas PUPR Kabupaten Blitar.

V. RANGKAIAN KEGIATAN
1. Bakti Sosial berupa sembako kepada SLB Santa Theresia Desa Mojorejo Kecamatan Wates.
2. Bakti Sosial berupa sembako kepada PP Al Khusyu Desa Tugurejo Kecamatan Wates

Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar pada Kamis, 12 Maret 2026 berlangsung dengan penuh kepedulian dan kebersamaan. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Pondok Pesantren Al Khusyu di Desa Tugurejo dan SLB Santa Theresia di Desa Mojorejo, Kecamatan Wates. Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan berupa paket sembako yang terdiri dari beras 20 kg, gula 5 kg, mie instan 10 dus, telur ayam 5 kg dan minyak goreng 20 liter.

Kehadiran rombongan disambut dengan hangat oleh Kepala Pondok Pesantren Al Khusyu dan Kepala SLB Santa Theresia, serta turut dihadiri oleh Camat Wates, Kepala Desa Mojorejo dan Tugurejo, beserta staf di wilayah setempat. Suasana penuh keakraban dan rasa syukur terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi.

Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima bantuan sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara instansi pemerintah dan masyarakat. Kegiatan bakti sosial ini juga menjadi wujud nyata komitmen dalam mendukung kesejahteraan sosial serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas di tengah masyarakat.

VI. PENUTUP
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh ustaz di Pondok Pesantren Al Khusyu dan suster kepala di SLB Santa Theresia, sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran acara. Selanjutnya, seluruh peserta kegiatan melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial tersebut.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi pelaksanaan kegiatan Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.

Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

18430-03-2026

LAPORAN KEGIATAN HALAL BIHALAL DAN BAKTI SOSIAL DWP DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BLITAR

 

Bidang : Bidang Sosial Budaya

Program Kerja : Kepedulian dan Kesetiakawanan

Kegiatan : Bantuan Sosial

Hari : Senin

Tanggal : 30 Maret 2026

Waktu : 10.00 WIB s.d selesai

Tempat : Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

Peserta : Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

 

URAIAN KEGIATAN

Telah dilaksanakan kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar dengan baik, lancar, dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota serta meningkatkan rasa kekeluargaan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Acara diawali dengan halal bihalal antar anggota DWP yang diisi dengan ceramah mengenai pentingnya saling memaafkan serta amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Syawal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan saling bermaaf-maafan dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Selanjutnya, kegiatan dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata pengamalan nilai-nilai kebersamaan.

 

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan halal bihalal yang diisi dengan ceramah tentang pentingnya saling memaafkan serta amalan di bulan Syawal, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah antar anggota sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dari perolehan dana santunan yang terkumpul, distribusi bantuan diwujudkan dalam bentuk pemberian sembako dan uang tunai kepada penerima manfaat. Bantuan sembako diberikan sebanyak 4 paket dengan nilai masing-masing Rp 250.000,- sehingga total sebesar Rp 1.000.000,-, dengan realisasi belanja sebesar Rp 997.900,- (nota terlampir). Selain itu, diberikan pula bantuan uang tunai kepada 4 orang penerima masing-masing sebesar Rp 300.000,- dengan total Rp 1.200.000,-. Dengan demikian, total penerimaan dana sebesar Rp 2.213.000,- dan total pengeluaran sebesar Rp 2.197.900,-, sehingga terdapat sisa dana sebesar Rp 15.100,-.

Adapun bantuan sosial tersebut disalurkan kepada 4 orang penerima yang telah melalui proses seleksi dan dinilai layak menerima bantuan, yaitu Bu Min (Sanankulon), Bu Karti (Wates), Pak Gatut (Magersari), dan Bu Mus (sekitar Pasar Garum). Penyaluran santunan dilakukan dengan perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan secara langsung mengunjungi lokasi masing-masing penerima. Alhamdulillah, seluruh amanah telah tersampaikan dengan baik kepada para penerima santunan.

 

HASIL DAN DAMPAK KEGIATAN

  • Terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antar anggota DWP
  • Meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan
  • Menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan
  • Memberikan manfaat langsung kepada penerima bantuan

 

MAKNA DAN REFLEKSI

Kegiatan ini memberikan makna penting bahwa kebersamaan, saling memaafkan, dan kepedulian sosial merupakan nilai yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Melalui kegiatan halal bihalal dan bakti sosial ini, diharapkan anggota DWP semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

 

PENUTUP

Kegiatan Halal Bihalal dan Bakti Sosial Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas.

 

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan dan keberkahan. Kami juga mohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan. Semoga ke depan dapat terlaksana lebih baik lagi.

 

Laporan ini disusun oleh :

Ny. Salamah Yogha Bogi selaku operator e-Reporting UP DWP Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar

 


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Perhubungan
18512-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT PELAKSANA RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Dharma Wanita Persatuan unit pelakana RSUD Ngudi Waluyo Wlingi telah mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim bersama GOW dan DWP kabupaten Blitar dengan Tema " Nikmatnya Bersyukur"

Keterangan pelaksanaan kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim bersama GOW dan DWP kabupaten Blitar
1. Dharma Wanita Persatuan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
2. hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
3. Waktu ; 08.00 WIB - selesai
4. Peserta : Seluruh ibu ketua unsur pelaksana DWP badan/dinas/bagian/kantor/dinas vertikal, kabupaten Blitar beserta minimal 5 orang anggota semua organisasi wanita di kab. Blitar, unsur penggerak PKK
5. Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro kantor bupati blitar, Jln. Kusuma Bangsa No. 60 Kanigoro-Blitar
6. Acara : acara siraman rohani dan santunan anak yyatim bersama GOW dan DWP tema " Nikmatnya Bersyukur"

Susunan Acara
1. Registrasi
2. Pembukaan
3. Lantunan lagu lagu sholawat
4. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
5. Pembacaan ayat suci Al quran oleh Ustadzah Lailatul Elsi 7. Penyampaian Materi Oleh Nyai Hj. Mohtatimah ( PJ Muslimat Kab. Blitar ))
8. Tanya Jawab
9. Doa

<,b> MATERIKEGIATAN SIRAMAN ROHANI BERSAMA GOW DAN DWP KAB. BLITAR

1. Judul ; Nikmatnyya Bersyukur
2. Tauziah oleh : nyai, hajjah Mohtatimmah
3. Pelaksanaan : 22 Maret 2026

Ringkasan materi tauziah sebagai berikut
Bersyukur adalah kunci kebahagiaan sejati dan tanda keimanan, sesuai QS. Ibrahim: 7, yang menjanjikan tambahan nikmat bagi yang bersyukur dan azab pedih bagi yang ingkar. Nikmat wajib disyukuri melalui hati (meyakini dari Allah), lisan (mengucap alhamdulillah), dan perbuatan (menggunakan nikmat untuk kebaikan).
Berikut adalah materi tausiah singkat mengenai "Nikmatnya Bersyukur": 1. Hakikat Syukur
Syukur Hati: Mengakui dengan tulus bahwa segala nikmat, baik besar maupun kecil, semata-mata berasal dari Allah SWT. Syukur Lisan: Membasahi lidah dengan ucapan Alhamdulillah serta memuji Allah atas kesehatan, iman, dan rezeki. Syukur Perbuatan: Menggunakan seluruh anggota tubuh dan harta untuk ketaatan, membantu sesama, dan hal-hal yang diridhai-Nya. 2. Mengapa Harus Bersyukur?
Janji Tambahan Nikmat: Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu..." (QS. Ibrahim: 7). Jaminan Ketenangan Hati: Bersyukur membuat hati merasa cukup (qana'ah), sehingga hidup lebih tenang dan bahagia, terhindar dari sifat serakah.
Terhindar dari Azab: Mengingkari nikmat adalah tanda kufur yang mendatangkan azab, sementara syukur menjadi perisai dari azab tersebut.
3. Cara Membiasakan Bersyukur
Melihat ke Bawah: Rasulullah SAW mengajarkan, "Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu..." (HR. Bukhari dan Muslim). Syukur dalam Ujian: Bersyukur bukan hanya saat senang, tapi juga saat sulit. Ujian adalah bentuk kasih sayang Allah untuk menaikkan derajat dan sarana penyucian diri. Syukur atas Nikmat Sederhana: Tidak meremehkan hal kecil, seperti bernapas lega, mata yang bisa melihat, dan waktu luang.
Kesimpulan:
Nikmat yang disyukuri akan membawa keberkahan, sedangkan yang dikufuri akan membawa kesempitan. Mari kita jadikan bersyukur sebagai napas kehidupan sehari-hari agar hidup lebih bermakna dan dicintai Allah SWT.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

18613-03-2026Kunjungan Penuh Kasih: Wujud Kepedulian DWP BPKAD Kabupaten Blitar atas Kelahiran Putri Ibu Sintia anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar Program kerja bidang sosial budaya BPKAD Kabupaten Tanggal Pelaksanaan : 13 Maret 2026 Tempat : Ibu Sintia anggota pasif BPKAD Kabupaten Blitar Acara : Silaturahmi atas kelahiran putri pertamanya Laporan : Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPKAD Kabupaten Blitar merupakan organisasi yang berperan dalam mendukung peran perempuan, khususnya istri ASN, dalam mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat rasa kebersamaan antar anggota. Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian tersebut, DWP BPKAD Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan kunjungan kepada salah satu anggota yang sedang berbahagia atas kelahiran putra/putrinya. Kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian dan dukungan moral dari keluarga besar DWP kepada anggotanya. Maksud dari kegiatan ini adalah untuk menjalin dan mempererat hubungan silaturahmi antar anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Adapun tujuan kegiatan ini adalah: Memberikan ucapan selamat dan dukungan moral kepada anggota yang melahirkan Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial antar anggota Mempererat rasa kekeluargaan dan kebersamaan Memberikan perhatian melalui pemberian tali asih Meningkatkan kekompakan dan solidaritas organisasi Peserta kegiatan adalah : 1. Ibu Ketua DWP BPKAD Kabupaten Blitar yaitu Ibu Indri Kurdiyanto 2. Pengurus DWP BPKAD Kabupaten Blitar : Ibu Yesi Ibu Tanti, dan Ibu Marina 3. Anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar : Ibu Ida, Ibu Shuni, Ibu Dewi Adapun susunan susunan acaranya adalah sebagai berikut : 1. Pembukaan 2. Sambutan dari perwakilan DWP BPKAD Kabupaten Blitar 3. Penyampaian ucapan selamat kepada anggota yang melahirkan 4. Penyerahan tali asih 5. Doa bersama untuk kesehatan ibu dan bayi 6. Ramah tamah 7. Penutup Kegiatan kunjungan dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Maret 2026 dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan. Rombongan DWP BPKAD Kabupaten Blitar tiba di kediaman Ibu Sintia dan disambut dengan baik oleh keluarga. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan DWP yang menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kelahiran putri dari Ibu Sintia. Dalam sambutannya, disampaikan pula doa dan harapan agar bayi perempuan yang dilahirkan tumbuh sehat, menjadi anak yang sholehah, berbakti kepada orang tua, serta menjadi kebanggaan keluarga. Selanjutnya dilakukan penyerahan tali asih sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari seluruh anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar dan berfoto bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan Ibu Sintia serta bayinya. Setelah rangkaian acara inti selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Para anggota saling berbincang, berbagi kebahagiaan, dan mempererat hubungan kekeluargaan. Suasana berlangsung akrab, hangat, dan penuh kebersamaan. Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna, serta memberikan kesan positif bagi seluruh peserta yang hadir. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain: Terjalinnya hubungan silaturahmi yang lebih erat antar anggota Meningkatnya rasa kepedulian dan solidaritas Memberikan dukungan moral kepada Ibu Sintia Terciptanya suasana kekeluargaan yang harmonis dalam organisasi Demikian laporan kegiatan kunjungan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan Dharma Wanita Persatuan BPKAD Kabupaten Blitar. Kegiatan ini sudah menjadi program dari DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mempererat kebersamaan dan meningkatkan rasa kepedulian antar anggota. penulis laporan : Ibu Yesi
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BPKAD
18702-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT PELAKSANA RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana RSUD "Ngudi Waluyo" Wlingi telah mengikuti kegiatan Siramman Rohani dan Isro Miraj bersama Takmir asjid Baitus Syifa RSUD Ngudi waluyo Wlingi Tema "Perempuan dalam Islam"

Keterangan Pelaksanaan Kegiatan Siraman Rohani dan Isro Miraj bersama RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dan DWP RSUD Ngudi Waluyo
1. Dharma Wanita Persatuan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
2. Hari/Tanggal : Senin, 2 Maret 2026
3. Waktu : 12.00 WIB- Selesai
4. Peserta : seluruh karyawan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
5. Tempat : Aula Gatotkaca Lantai 4 Selatan RSUD Ngudi Waluyyo
6. Acara : Siraman Rohani dan Isro Miraj

Susunan Acara
1. Pembukaan oleh MC
2. Pembacaan ayat suci al quran oleh : sdr. Fanani
3. Laporan Panitia
4. Sambutan Ibu Direktur atau yang mewakili 6. Doa Bersama
7. Penyampaian materi bersama Drs. KH. Muadzin, M.Pd

MATERI KEGIATAN SIRAMAN ROHANI DAN ISRO MIRAJ RSUD NGUDI WALUYYO WLINGI DAN DWP
1. Judul : perempuan dala islam
2. Pemateri : Drs. KH. Muadzin M.Pd
3. Pelaksanaan : 02 Maret 2026

Ringkasan materi sebagai berikut :

Dalam risalah pertama kami ini akan dijelaskan bagaimanakah perlakuan pada wanita di masa jahiliyah dibandingkan di masa Islam ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus.

Pertama: Bayi wanita dimuliakan dalam Islam, sebelum Islam dikubur hidup-hidup

Lihat saja pada masa sebelum Islam ketika ada anak wanita yang lahir, maka orang Arab dahulu merasa tidak suka. Coba lihat bentuk ketidaksukaan mereka sebagaimana disebut dalam ayat berikut ini.

“Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl: 57-59)

Orang musyrik menyatakan bahwa para malaikat yang benar-benar terus beribadah pada Allah sebagai anak perempuan Allah. Sedangkan untuk mereka orang musyrik ditetapkan apa yang mereka sukai yaitu anak laki-laki. Orang musyrik benar-benar sangat tidak suka dengan lahirnya anak perempuan. Makanya ketika anak perempuan itu lahir wajah mereka menghitam sebagai tanda bahwa telah mendapatkan musibah. Mereka sangat sedih kala itu. Mereka malu dan menyembunyikan diri dari orang banyak. Ada dua hal yang terjadi pada mereka:
1. Menanggung malu
2. Menguburkan anak perempuan dalam tanah hidup-hidup.

Alangkah buruknya apa yang orang musyrik lakukan. Mereka tidak suka pada anak perempuan dan menetapkan apa yang tidak mereka sukai pada Allah Ta’ala. Demikian keterangan dari Syaikh As-Sa’di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hlm. 443. Kata Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (4: 687) orang musyrik menjadikan malaikat sebagai perempuan dan menjadikannya sebagai anak perempuan Allah, lantas mereka menyembah malaikat tadi bersama Allah (berbuat syirik). Ada tiga kekeliruan dari perbuatan orang musyrik tersebut:
1. Menyatakan Allah memiliki anak, padahal Allah tidak memiliki anak.
2. Orang musyrik menyandarkan anak perempuan pada Allah padahal perempuan itu lemah dibanding laki-laki.
3. Anak perempuan sendiri tidaklah mereka sukai pada diri mereka.

Demikian nukilan dari Ibnu Katsir.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

18827-03-2026UP DWP KECAMATAN NGLEGOK Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar menghadiri kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M yang digelar pada hari Jumat, 27 Maret 2026 di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Nglegok. Bidang : Sosial dan Budaya Program : iman dan taqwa Keterangan Program 1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Nglegok Lama Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal : Jumat, 27 Maret 2026 3. Pukul : 07.00 – Selesai 4. Tempat : Gedung Serbaguna Kecamatan Nglegok Lama 5. Pakaian : Busana Muslim Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Nglegok Kabupaten menghadiri kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M yang digelar pada hari Jumat, 27 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Nglegok lama. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Ketua UP DWP Kecamatan Nglegok, Kepala Desa se Kecamatan Nglegok, Ketua TP PKK se Kecamatan Nglegok, Seluruh Perangkat Desa se Kecamatan Nglegok, Forkopimcam Kecamatan Nglegok, dan seluruh tamu undangan dari berbagi lintas sector yang berada di Kecamatan Nglegok. Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, para tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan organisasi berkumpul untuk saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat hubungan kerja yang harmonis serta meningkatkan sinergi antar lembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.Ibu Agus Muntalip Setiawan menunjukkan komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung berbagai kegiatan , khususnya dalam mempererat hubungan sosial dan kebersamaan. Tujuan utama halal bihalal adalah mempererat tali silaturahmi, menyambung hubungan yang terputus, dan saling memaafkan kesalahan antar sesama setelah Ramadan. Tradisi khas Indonesia ini bertujuan membersihkan hati dari dendam, meningkatkan kualitas spiritual, serta menciptakan harmoni, persatuan, dan toleransi dalam masyarakat. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti oleh seluruh tamu undangan yang hadir dan dilanjutkan dengan halal bihalal dan rapat koordinasi bersama dengan seluruh lintas sector yang hadir diakhiri dengan ramah tamah yang memberikan kesempatan kepada para undangan untuk saling berbincang dan mempererat hubungan personal. Momen ini menjadi refleksi penting bahwa kebersamaan dan komunikasi yang baik merupakan kunci dalam mendukung kinerja pemerintahan yang efektif. Penulis: Sartika Anggraeni
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Nglegok
18912-03-2026Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana BAPENDA Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anaka yatim piatu di Bulan Ramadhan 1446 H bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) Kabupaten Blitar Tahun 2025 Bidang : Sosial Budaya, Program : Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa. Keterangan Program : 1. Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal : Kamis / 12 Maret 2026 3. Pukul : 08.00 – selesai 4. Peserta : Ketua DWP beserta Anggota DWP se kabupaten Blitar, Pengurus GOW beserta anggota , Ketua dan pengurus PKK Kabupaten , Kecamatan dan Desa se Kabupaten Blitar. 5. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro 6. Acara : Siraman Rohani . Laporan Kegiatan : Siraman rohani merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari kamis pada bulan ramadhan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) dan Pemerintah Kabupaten Blitar. Dihadiri oleh seluruh pengurus DWP, seluruh pengurus PKK kecamatan , Desa dan Kelurahan se Kabupaten Blitar Ketua panitia Ninik Riyanto,Ketua perwosi bu Arina Beki,Ketua PC Muhamadiyah ,Penceramah Ibu Nyai Mutahima Yasin Yusuf, Ketua Persit 511 Blitar dan Pengurus Baznas Kabupaten Blitar dengan Susunan acara 1. pembukaan oleh Mc yaitu Ibu Khoirul Kiptiyah 2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila 3. Menyanyikan Lagu Indionesia raya dengan dipimpin oleh ibu Nur Jami’ah 4. Sambutan 5. Tausiyah oleh Bapak Drs.KH. Agus Mu”adzin 6. Penutup / doa Ketua Dharmawanita Unit Pelaksana BAPENDA beserta anggota menghadiri kegiatan siraman rohani. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pencerahan kepada para anggota, khususnya dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat iman, serta mempererat silaturahmi antara anggota. Berikut uraian acara Siraman rohani di Pendopo Sasana Adhi Praja Blitar sebagai berikut: Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat AL Husainiyah dari IG TKI Kec. Ponggok yang merupakan binaan dari Bapak Suharmadi, M.Pd selaku pimpinan Korwil Kec. Ponggok. Dinamakan Al Husainiyah karena memiliki arti berkumpulnya semua hal kebaikan termasuk kita semua yang berkumpul disini dalam hal kebaikan. Santunan anak yatim diwakili oleh anak yatim dari beberapa wilayah di Kab. Blitar. 1.Pembukaan oleh MC Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta terima kasih yang tak terhingga kepada ibu yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara siraman rohani serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, para panitia, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga segala upaya kita mendapatkan pahala dari Allah SWT 2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ulayya Kumillaili Pembacaan pemenang undian doorprice untuk 20 orang yang diacak berdasarkan nomer kehadiran pada daftar hadir. 3. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Alwi Maulana Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau berpesan agar berhati-hati karena mendekati lebaran, berhati-hati dalam berkendara, dan jangan panic buying. Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik. Beliau menyampaikan bahwa Siraman rohani merupakan momentum yang sangat baik bagi kita . 4. Acara inti yaitu Tauziah dari Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf (Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Blitar Nikmat yang besar adalah nikmat sehat, sehat jasmani maupun sehat rohani. Berfungsinya semua panca indra yang ada di tubuh kita adalah nikmat yang luar biasa. Sebagai seorang ibu mempunyai peran yang luar biasa terutama dalam keluarga. Jika ibu lalai maka keluarga akan ikut lalai. Peran Ibu dalam keluarga selama Ramdhan harus kita laksanakan dengan Ihklas. Memperbanyak rasa Syukur terutama di Bulan Ramadhan ini. Setiap manusia harus punya 3 kebaikan yang harus diteladani, yaitu: 1. Sunnatullah Allah selalu menyimpan rahasia (aib) manusia(hambaNya). Jika aib kita terlihat maka kita tidak akan bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan ditampakkan pada hari akhir. Allah menunggu tobat manusia sebelum akhir usia manusia, karena yang tidak pernah merasa berdosa hanyalah setan. Ciri-ciri akhir manusia diantaranya rambut hitam jadi putih, gigi yang mulai tanggal ,fungsi badan mulai menurun, dll. Karena Alloh selalu menutupi aib kita maka sebaiknya sebisanya kita berusaha menutupi aib sesama manusia. Pada masa Nabi Musa terjadi paceklik, Nabi Musa mengajak kaumnya sholat isti'qo. Tetapi setelah sekian waktu tidak juga turun hujan, hal ini dikarenakan ada salah satu kaumnya ada yang bermaksiat. Setelah bertobat langsung datang hujan. 2. Sunnatul Rosul Nabi selalu memperhatikan umat. Pada saat Nabi Muhammad sakit sebelum meninggal Nabi masih memikirkan umatnya. Pada saat didatangi Malaikat Izroil akan mencabut nyawa, Nabi Muhammad bertanya bagaimana dengan umatnya seusai kematiannya. Malaikat menjawab semua umat manusia diharamkan masuk surga sebelum semua umat Nabi Muhammad masuk surga semuanya. Setelah mendengar itu Nabi Muhammad tersenyum dan bersedia dicabut nyawanya. Maka sebagai pemimpin kita seharusnya memperhatikan bawahan, sebagai orang yang mampu seharusnya memperhatikan orang yang kekurangan terutama anak yatim dan fatim yang ada di sekitarnya. Sebagai manusia kita tidak boleh bersifat sombong harus membagi kepedulian dan perhatian melalui kegiatan santunan yatim piatu. Anak yatim adalah anak yang belum balik , yang ditinggal meninggal bapaknya yang harus hidup mandiri. Anak yang masih kecil yang ditinggal meninggal ibunya (tersapih secara paksa ) disebut fatim (piatu). 3. Sunatul Auliya Yang dimaksud yaitu menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam hidup kita sering sakiti baik fisik maupun batin. Jika diberi ujian sakit wajib mensyukuri nikmat sakit dengan ikhlas. Memperbanyak istighfar setiap hari memohon ampundari segala dosa. Kaya dan miskin adalah sama sama ujian , semuanya adalah ujian titipan Allah maka menjadi mausia tidak boleh sombong.Allah Maha berkehendak maka kita harus berhati- hati. Sesi tanya jawab: 1. Tanya: awal dan batas akhir dalam memberukan zakat Jawab: zakat terutama zakat maal dihitung dalam setahun 2. Tanya:Ada golongan yang berhak menerima, Jawab: yang berhak menerima adalah orang fakir termasuk GTT boleh jika gajinya tidak cukup 3. Tanya: Bagaimana cara mencegah menceritakan aib orang lain Jawab: sebisa mungkin tidak menceritakan (ngempet) dengan berharap Alloh selalu menutupu aib kita. Sebelum penutup acara hari ini di akhiri dengan doa yang di pimpin oleh kyai dan ibu ibu penerima doorprize diharapkn langsung maju kedepan untuk pengambilan hadiah. Sebelum pulang ibu ibu tak lupa melarisi UMKM yang turut meramaikan dalam kegiatan pagi hari ini, berbagai produk UMKM amkanan basah snack kuker dan olahan frozen serta minuman kekinian memiliki daya tarik tersendiri bagi ibu-ibu yang mau membeli Berikut adalah manfaat utama dari partisipasi dalam kegiatan tersebut: 1. Penguatan Spiritual dan Mental Penyegaran Rohani: Kegiatan ini berfungsi sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan menata harmoni antara karier, keluarga, dan ibadah. Peningkatan Iman: Memberikan asupan spiritual yang membantu anggota dalam menjaga ketenangan batin dan motivasi dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai pendamping aparatur sipil negara. 2. Peningkatan Kepedulian dan Empati Sosial Wujud Kepedulian Nyata: Melalui santunan anak yatim, anggota dapat mempraktikkan langsung nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Penyaluran Zakat/Infaq: Menjadi sarana yang terorganisir bagi anggota untuk berbagi rezeki dan memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Blitar. 3. Penguatan Jejaring dan Sinergi Organisasi Silaturahmi Antar-Organisasi: Mempererat hubungan dan tali persaudaraan dengan organisasi wanita lainnya yang tergabung dalam GOW, seperti PKK, Bhayangkari, dan Muslimat. 4. Dukungan Terhadap Program Pemerintah Daerah Sinergi Visi Kabupaten: Partisipasi ini menunjukkan dukungan DWP UP BAPENDA terhadap visi Bupati Blitar dalam mewujudkan masyarakat yang lebih religius dan peduli sesama. Petugas E- reporting Dian Anita
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Badan Pendapatan Daerah
19021-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerja : Iman dan Taqwa

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani berserta Camat Gandusari dan Seluruh Staff Kecamatan Gandusari menghadiri kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Ronggo Hadi Negoro yang berlokasi di Jl. Semeru Kota Blitar.

Keterangan :
1. Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2026.
2. Pukul : 09.00 WIB - Selesai.
3. Lokasi : Pendopo Ronggo Hadi Negoro .
4. Acara : Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M bersama Bupati dan Wakil Bupati Blitar.

Pelaksanaan Kegiatan.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, para tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan organisasi berkumpul untuk saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat hubungan kerja yang harmonis serta meningkatkan sinergi antar lembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Tujuan utama halal bihalal adalah mempererat tali silaturahmi, menyambung hubungan yang terputus, dan saling memaafkan kesalahan antar sesama setelah Ramadan. Tradisi khas Indonesia ini bertujuan membersihkan hati dari dendam, meningkatkan kualitas spiritual, serta menciptakan harmoni, persatuan, dan toleransi dalam masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Bapak Rijanto, menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan, meningkatkan integritas, serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. Beliau mengajak seluruh jajaran yang hadir untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik awal dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, diakhiri dengan ramah tamah yang memberikan kesempatan kepada para undangan untuk saling berbincang dan mempererat hubungan personal. Momen ini menjadi refleksi penting bahwa kebersamaan dan komunikasi yang baik merupakan kunci dalam mendukung kinerja pemerintahan yang efektif.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
19106-03-2026FORMAT LAPORAN E REPORTING

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan gerakan sehat (Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar) ibu Ketua Dharma Wanita Dinas ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Blitar ibu Yulis Chongkriati Setiyana beserta seluruh anggota DWP DKPP Kab Blitar melaksanakan kegiatan ketahanan keluarga, gerakan sehat (Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar) dilaksanakan belanja di pasar Garum kabupaten Blitar pada Jum’at, 06 Maret 2026
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : gerakan sehat (Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar).

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar UP DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
2. Hari/Tanggal : Jum'at, 6 Maret 2026
3. Pukul : 07.30-09.00
4. Peserta : Anggota DWP Dinas ketahanan pangan dan Pertanian Kab. Blitar
5. Tempat : Pasar Garum
6. Acara : Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar Dalam rangka mendukung gerakan belanja ke pasar rakyat dan pasar desa berdasarkan surat edaran bupati Blitar tentang gerakan serentak Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja ke pasar rakyat dan pasar desa di wilayah kabupaten Blitar, maka Dharmawanita selaku organisasi ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut

Kegiatan ini dilaksanakan di pasar Garum pada hari Jum’at, 6 Maret 2026 yang diikuti oleh Ketua Dharma Wanita DKPP Ny. Yulis setiyana dan seluruh anggota DWP DKPP Kab Blitar.

Gerakan belanja ke pasar tradisional di Kabupaten Blitar adalah upaya untuk mendorong perekonomian lokal, meramaikan pasar rakyat, menghidupkan kembali budaya belanja tradisional, menghidupkan kembali khususnya para pedagang pasar tradisional, yang terdampak pandemi COVID-19. Gerakan belanja ke pasar tradisional ini melibatkan GOW (Gerakan Organisasi Wanita), Dharma Wanita Persatuan, TP PKK Kabupaten Blitar dan Perwosi.

Tujuan gerakan ini adalah :
1. Meramaikan pasar rakyat, yakni meramaikan kunjungan pembeli dan menciptakan suasana pasar yang lebih ramai.
2. Mendukung ekonomi pedagang lokal, yaitu membantu meningkatkan omset penjualan pedagang pasar tradisional.
3. Menghidupkan kembali budaya belanja tradisional, yaitu mengembalikan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.

Gerakan belanja ke pasar memiliki beberapa manfaat, antara lain :
1. Harga lebih murah : Umumnya, harga barang di pasar tradisional lebih terjangkau dibandingkan dengan pusat perbelanjaan modern karena biaya operasional yang lebih rendah dan pedagang yang lebih fleksibel dalam menetapkan harga.
2. Produk lebih segar : Produk-produk seperti sayuran, buah-buahan, dan ikan seringkali lebih segar karena langsung dari petani atau nelayan lokal, serta tidak melalui rantai distribusi yang panjang.
3. Mendukung ekonomi lokal : Belanja di pasar tradisional berarti mendukung perekonomian lokal dengan membantu pedagang kecil, petani, dan pengrajin lokal.
4. Pengalaman budaya : Pasar tradisional adalah tempat yang kaya akan budaya, menawarkan berbagai produk tradisional, makanan khas, dan suasana yang unik.
5. Pilihan lebih beragam : Pasar tradisional seringkali menawarkan berbagai macam produk, termasuk produk lokal yang mungkin sulit ditemukan di tempat lain.
6. Interaksi sosial : Belanja di pasar tradisional memungkinkan interaksi langsung dengan pedagang dan pembeli lainnya, menciptakan suasana yang lebih akrab dan bersahabat.
7. Ramah lingkungan : Pasar tradisional cenderung lebih ramah lingkungan karena seringkali menggunakan kemasan yang lebih sedikit dan produk lokal yang memiliki jejak karbon lebih rendah.
8. Bisa menawar harga : Di pasar tradisional, Anda memiliki kesempatan untuk menawar harga, yang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menguntungkan.
9. Membantu menjaga kelestarian budaya: Dengan membeli produk lokal di pasar tradisional, Anda turut serta dalam melestarikan budaya dan warisan lokal.

Namun demikian ada beberapa kekurangan belanja di pasar tradisional antara lain :
1. Waktu yang dibutuhkan untuk berbelanja
2. Keterbatasan pilihan produk
3. Kualitas produk yang tidak selalu konsisten
4. Kerumunan dan antrian

Untuk mengatasi kekurangan tersebut diatas ada beberapa tips yang bisa dilakukan ketika belanja di pasar tradisional yaitu :
1. Tentukan daftar belanja sebelum pergi
2. Pilih waktu yang tepat untuk menghindari kerumunan
3. Berinteraksi dengan penjual untuk mendapatkan harga terbaik
4. Periksa kualitas produk sebelum membeli

Laporan di edit dan disunting oleh Ny. Ria Wahyu Agustina selaku operator e-reporting DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar



Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
19206-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan gerakan sehat (Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar) ibu Ketua Dharma Wanita Dinas ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Blitar ibu Yulis Chongkriati Setiyana beserta seluruh anggota DWP DKPP Kab Blitar melaksanakan kegiatan ketahanan keluarga, gerakan sehat (Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar) dilaksanakan belanja di pasar Garum kabupaten Blitar pada Jum’at, 06 Maret 2026
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : gerakan sehat (Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar).

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar UP DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
2. Hari/Tanggal : Jum'at, 6 Maret 2026
3. Pukul : 07.30-09.00
4. Peserta : Anggota DWP Dinas ketahanan pangan dan Pertanian Kab. Blitar
5. Tempat : Pasar Garum
6. Acara : Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar Dalam rangka mendukung gerakan belanja ke pasar rakyat dan pasar desa berdasarkan surat edaran bupati Blitar tentang gerakan serentak Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja ke pasar rakyat dan pasar desa di wilayah kabupaten Blitar, maka Dharmawanita selaku organisasi ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut

Kegiatan ini dilaksanakan di pasar Garum pada hari Jum’at, 6 Maret 2026 yang diikuti oleh Ketua Dharma Wanita DKPP Ny. Yulis setiyana dan seluruh anggota DWP DKPP Kab Blitar.

Gerakan belanja ke pasar tradisional di Kabupaten Blitar adalah upaya untuk mendorong perekonomian lokal, meramaikan pasar rakyat, menghidupkan kembali budaya belanja tradisional, menghidupkan kembali khususnya para pedagang pasar tradisional, yang terdampak pandemi COVID-19. Gerakan belanja ke pasar tradisional ini melibatkan GOW (Gerakan Organisasi Wanita), Dharma Wanita Persatuan, TP PKK Kabupaten Blitar dan Perwosi.

Tujuan gerakan ini adalah : 1. Meramaikan pasar rakyat, yakni meramaikan kunjungan pembeli dan menciptakan suasana pasar yang lebih ramai.
2. Mendukung ekonomi pedagang lokal, yaitu membantu meningkatkan omset penjualan pedagang pasar tradisional.
3. Menghidupkan kembali budaya belanja tradisional, yaitu mengembalikan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.

Gerakan belanja ke pasar memiliki beberapa manfaat, antara lain : 1. Harga lebih murah : Umumnya, harga barang di pasar tradisional lebih terjangkau dibandingkan dengan pusat perbelanjaan modern karena biaya operasional yang lebih rendah dan pedagang yang lebih fleksibel dalam menetapkan harga.
2. Produk lebih segar : Produk-produk seperti sayuran, buah-buahan, dan ikan seringkali lebih segar karena langsung dari petani atau nelayan lokal, serta tidak melalui rantai distribusi yang panjang.
3. Mendukung ekonomi lokal : Belanja di pasar tradisional berarti mendukung perekonomian lokal dengan membantu pedagang kecil, petani, dan pengrajin lokal.
4. Pengalaman budaya : Pasar tradisional adalah tempat yang kaya akan budaya, menawarkan berbagai produk tradisional, makanan khas, dan suasana yang unik.
5. Pilihan lebih beragam : Pasar tradisional seringkali menawarkan berbagai macam produk, termasuk produk lokal yang mungkin sulit ditemukan di tempat lain.
6. Interaksi sosial : Belanja di pasar tradisional memungkinkan interaksi langsung dengan pedagang dan pembeli lainnya, menciptakan suasana yang lebih akrab dan bersahabat.
7. Ramah lingkungan : Pasar tradisional cenderung lebih ramah lingkungan karena seringkali menggunakan kemasan yang lebih sedikit dan produk lokal yang memiliki jejak karbon lebih rendah.
8. Bisa menawar harga : Di pasar tradisional, Anda memiliki kesempatan untuk menawar harga, yang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menguntungkan.
9. Membantu menjaga kelestarian budaya: Dengan membeli produk lokal di pasar tradisional, Anda turut serta dalam melestarikan budaya dan warisan lokal.

Namun demikian ada beberapa kekurangan belanja di pasar tradisional antara lain : 1. Waktu yang dibutuhkan untuk berbelanja
2. Keterbatasan pilihan produk
3. Kualitas produk yang tidak selalu konsisten
4. Kerumunan dan antrian

Untuk mengatasi kekurangan tersebut diatas ada beberapa tips yang bisa dilakukan ketika belanja di pasar tradisional yaitu 1. Tentukan daftar belanja sebelum pergi
2. Pilih waktu yang tepat untuk menghindari kerumunan
3. Berinteraksi dengan penjual untuk mendapatkan harga terbaik
4. Periksa kualitas produk sebelum membeli

Laporan di edit dan disunting oleh Ny. Ria Wahyu Agustina selaku operator e-reporting DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar



Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
19305-03-2026Laporan :
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar
Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja : Kepedulian dan Kesetiakawanan Sosial
Kegiatan : Bhakti Sosial berupa Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim
Hari/Tanggal : Kamis, 5 Maret 2026
Waktu : 08.00 WIB – selesai
Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja (SAP) Kanigoro Kabupaten Blitar
Ketua UP DWP Kecamatan Wlingi Ny. Nestriana Besta beserta anggota UP DWP Kecamatan Wlingi mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim.
Publik Penerima Manfaat:
Anak yatim serta masyarakat yang hadir dalam kegiatan siraman rohani Ramadhan.
Data anak yatim dari Kecamatan Wlingi yang menerima santunan salah satunya adalah Azkia Ureehsya Kelas 3 SD, Kel. Tangkil.
Latar Belakang:
Bulan suci Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama. Oleh karena itu, kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim menjadi salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi wanita di Kabupaten Blitar untuk menumbuhkan nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat.
Pada hari Kamis, 5 Maret 2026 bertempat di Pendopo Sasana Adi Praja (SAP) Kanigoro Kabupaten Blitar telah dilaksanakan kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi wanita di Kabupaten Blitar, termasuk UP DWP Kecamatan Wlingi.
Siraman rohani disampaikan oleh Bapak Drs. Agus Muadhim selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan yang memberikan tausiyah mengenai pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadhan, memperbanyak ibadah, serta menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Selain kegiatan siraman rohani, acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Santunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang menerima bantuan.
Tujuan Kegiatan:
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota Dharma Wanita Persatuan terutama DWP Kec. Wlingi.
2. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
3. Mempererat silaturahmi antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.
4. Mengisi kegiatan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat secara spiritual dan sosial.
Hasil dan Dampak Kegiatan:
1. Meningkatnya pemahaman anggota mengenai nilai spiritual dan makna ibadah di bulan Ramadhan.
2. Terbangunnya kepedulian sosial kepada anak yatim sebagai bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian.
3. Terjalinnya hubungan yang harmonis antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.
4. Memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui kegiatan santunan anak yatim.
Makna dan Refleksi:
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama manusia. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan semakin aktif dalam kegiatan sosial dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Tindak Lanjut:
UP DWP Kecamatan Wlingi berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Penutup:
Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat nilai spiritual dan sosial di lingkungan Kabupaten Blitar.

Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Kecamatan Wlingi
19421-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar unit Bappedalitbang

Dharma Wanita Persatuan Bappedalitabang telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial dan Budaya
Program : Iman dan Taqwa

Keterangan Program

1. Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2026 3. Pukul : 08.00 – Selesai 4. Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro 5. Pakaian : Busana Muslim

Ketua Dharma Wanita Persatuan Bappedalitbang Kabupaten Blitar dengan beberapa anggota menghadiri kegiatan halal bihalal yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupten Blitar yang berlangsung di Pendopo Ronggo Hadi Negoro pada Hari Raya pertama.

Halal Bihalal ini juga dihadiri oleh Bapak Bupati yaitu Bapak Drs. H. Rijanto., MM dengan Ibu Ninik Rijanto bersama Wakil Bupati Bapak Beky Herdihansyah dengan Ibu Ariana Beky. Kegiatan open house ini juga dibuka untuk umum sehingga Masyarakat bisa berinteraksi lebih dekat dengan pemimpin daerah Kabupaten Blitar. Kegiatan ini juga menghadirkan puluhan tenant makanan tradisional khas Blitar serta ada fasilitas photobooth dan video kamera 360.

Halal bihalal adalah tradisi khas masyarakat Muslim Indonesia yang dilakukan setelah perayaan Idulfitri. Secara esensi, kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

Acara berlangsung sangat lancar, diakhii dengan ramah Tamah dan sesi foto serta makan bersama engan hidangan yang sudah disediakan. Bapak Bupati juga berpesan agar kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga sebagai refleksi untuk melayani Masyarakat lebih baik lagi.

Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Ny. Siska Comalla selaku operator e-reporting

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAPPEDA LITBANG

19526-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN KABUPATEN BLITAR


SILATURAHMI DAN HALAL BIHALAL


Dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi, dan meningkatkan iman dan taqwa Ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar, Ny. Margareth Nanang Adi mengikuti kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal kepada ibu-ibu senior di wilayah Blitar.


Bidang : Sosial Budaya
Program : Iman dan Taqwa

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar
2. Hari/tanggal : Kamis, 26 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 - selesai
4. Pakaian : busana muslim


Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar, Ny. Margareth Nanang Adi mengikuti kegiatan silaturahmi dan Halal Bihalal ke kediaman para senior Kabupaten Blitar yang masih bertugas maupun yang sudah purna. Berkunjung ke rumah dinas Ibu Riyanto, mak Rini, Bapak Heri Nugroho, Ibu Palal, Ibu Totok dan Ibu Beki


Tujuan utama silaturahmi dan halal bihalal adalah :
1. Menyambung kembali tali persaudaraan yang renggang, saling memaafkan atas kesalahan (halal bihalal), mempererat hubungan sosial, serta membersihkan hati.
2. Saling Memaafkan dan Membersihkan Hati: Menjadi momen penting untuk melepaskan dendam, prasangka, dan memperbaiki hubungan yang retak akibat kesalahpahaman.
3. Mempererat Persaudaraan dan Persatuan: Memperkuat tali silaturahmi antaranggota keluarga, komunitas, maupun rekan kerja, sehingga tercipta suasana harmonis dan guyub.
4. Bagian dari Ibadah: Islam mengajarkan bahwa menyambung silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
5. Membangun Kembali Kolaborasi: Di lingkungan kerja, ini membantu mencairkan suasana dan meningkatkan kekompakan tim.


Halal bihalal bukan sekadar adat, melainkan perpaduan nilai agama, budaya, dan kebangsaan Indonesia untuk menciptakan keharmonisan. Mengapa silarahmi sangat dianjurkan Silaturahmi sangat penting karena berfungsi mempererat persaudaraan, memperpanjang umur, dan melapangkan rezeki. Dalam Islam, ini adalah amalan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa, dan meningkatkan keharmonisan sosial. Silaturahmi juga menciptakan ketenangan hidup dan menghapus rasa kebencian antar sesama. Menjaga silaturahmi adalah perintah Allah, sedangkan memutusnya dapat menghalangi seseorang masuk surga. Rasulullah SAW bersabda bahwa silaturahmi adalah cara untuk mendapatkan umur panjang dan rezeki yang melimpah. Pertemuan yang didasari kasih sayang dapat membersihkan hati dan menghapus dosa-dosa kecil , mengurangi konflik, memperbaiki hubungan yang renggang, dan menciptakan rasa empati . Di era modern, silaturahmi bisa dijaga dengan memanfaatkan teknologi untuk menyapa, meski tetap dianjurkan bertemu langsung untuk merajut kasih sayang yang lebih dalam.


Kegiatan ini memperkuat ikatan persaudaraan, menciptakan kerukunan, serta menghapus kesalahpahaman. Interaksi sosial yang positif melalui silaturahmi dapat memberikan ketenangan batin, kebahagiaan, dan mengurangi beban stres.. Silaturahmi dianggap ibadah yang dicintai Allah, sehingga menjadi sarana mendekatkan diri pada rahmat-Nya dan meniti jalan ke surga.


Silaturahmi dapat dilakukan dengan sederhana, seperti berkunjung, berkomunikasi, saling membantu, dan memaafkan satu sama lain. Islam melarang keras memutus tali persaudaraan. Memutus silaturahmi dapat menghalangi seseorang dari rahmat Allah dan ancaman tidak masuk surga. halal bihalal itu sangat penting.


Halal bihalal penting bagi masyarakat Indonesia karena merupakan tradisi unik pasca-Ramadan untuk memperkuat silaturahmi, bermaaf-maafan secara langsung, dan merawat keharmonisan sosial. Tradisi ini menjembatani persatuan, mencairkan konflik, dan melestarikan budaya lokal (inkulturasi Islam-Nusantara) yang memadukan ajaran agama dengan kearifan lokal. Idulfitri adalah waktu suci, namun dosa sosial hanya bisa dihapus dengan bermaafan langsung.


Halal bihalal memfasilitasi rekonsiliasi, membersihkan hati dari dendam, dan menyambung kembali hubungan yang renggang. Kegiatan ini melintasi batas keluarga, tetangga, hingga tempat kerja, menciptakan kebersamaan yang harmonis di tengah keberagaman Indonesia.Meskipun berakar dari nilai Islam, halal bihalal adalah tradisi khas Nusantara yang dipopulerkan untuk mempererat persaudaraan, menjadikannya bagian integral dari identitas budaya Indonesia, bukan sekadar ritual formal.Tradisi ini mengajarkan empati, toleransi, dan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan menerima permohonan maaf, yang krusial untuk keharmonisan masyarakat.


Halal bihalal menjadi sarana untuk menghapus dosa antarmanusia (hablum minannas) dengan memaafkan kesalahan secara lapang dada. Momen ini mempertemukan kembali keluarga, teman, dan tetangga, memperkuat tali persaudaraan yang mungkin sempat merenggang.Tradisi ini meningkatkan kerukunan dan persatuan di masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan perdamaian. Setelah sebulan berpuasa, halal bihalal menjadi ajang untuk berbagi kebahagiaan dan menutup Ramadhan dengan hati yang bersih.


Silaturahmi dan halal bihalal kepada pada senior ini sangat di sarankan karena silaturahmi kepada para senior sangat penting karena menjembatani pengalaman masa lalu dengan kebutuhan masa kini, serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai baik. Senior memiliki pengalaman hidup dan organisasi yang lebih panjang, sehingga silaturahmi menjadi kesempatan untuk mendapatkan bimbingan, berbagi keluh kesah, serta bertukar ide. Berkunjung ke senior adalah bentuk penghormatan atas dedikasi, perjuangan, dan pengabdian yang telah mereka berikan dalam organisasi atau komunitas. Silaturahmi merupakan "energi" yang menghubungkan semangat antara generasi senior dan muda, serta menjaga nilai-nilai loyalitas dan keteguhan ideologi.


Kegiatan ini mempererat tali persaudaraan dan keakraban, terutama saat momen seperti Lebaran atau pertemuan alumni. Dalam Islam, silaturahmi dipercaya dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. unjungan kepada senior yang sudah purna tugas (pensiun) membantu mempererat hubungan emosional dan menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Dengan bersilaturahmi, kita tidak hanya menjalin hubungan sosial, tetapi juga memastikan ilmu dan semangat dari generasi sebelumnya tetap hidup.


Laporan ini di buat dan di sunting oleh Ny. Enik Yuyus semoga membawa manfaat . Terima kasih



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
19612-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ketua UP DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar Ibu Suharti Jumali beserta anggota mengikuti Acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar

Bidang : Sosial Budaya, Kegiatan Iman dan Taqwa


I. Waktu dan Tempat

Kegiatan Siraman Rohani dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar dilaksanakan pada :
• Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
• Tempat : Pendopo Ronggo Hadinegoro
• Waktu : Pukul 08.00 WIB – selesai


II. Bentuk Kegiatan

Kegiatan Siraman Rohani ini dilaksanakan dalam bentuk pengajian yang diikuti oleh anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar, yang meliputi PKK, Muslimat, Dharma Wanita, PERWOSI, serta organisasi wanita lainnya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dan kebersamaan antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.


III. Hasil Kegiatan:
a. Susunan Acara

Adapun rangkaian acara dalam kegiatan siraman rohani adalah sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Santunan anak yatim
3. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
4. Pembacaan tartil Al-Qur’an
5. Sambutan Bupati Blitar yang diwakili oleh Kepala Baian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah
6. Penyampaian ceramah oleh Bu Nyai Hj. Muthmainah Yasin Yusuf
7. Sesi tanya jawab
8. Penutup dan doa


b. Materi Ceramah
Adapun materi ceramah yang disampaikan adalah sebagai berikut :
- Pengertian Anak Yatim

Anak yatim adalah anak yang ditinggal wafat oleh ayahnya ketika masih kecil, meskipun masih memiliki ibu, kakek, atau nenek. Sedangkan anak yang ditinggal wafat oleh ibunya disebut munqathi’. Batas seseorang disebut sebagai anak yatim adalah hingga ia mencapai usia baligh. Setelah mencapai usia baligh, maka tidak lagi disebut sebagai anak yatim dan tidak berlaku lagi ketentuan-ketentuan khusus sebagaimana yang berlaku bagi anak yatim.

- Keutamaan Membahagiakan Anak Yatim

Membahagiakan dan memuliakan anak yatim memiliki banyak keutamaan, antara lain:
• Mendapatkan kedudukan dekat dengan Rasulullah di surga seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.
• Dijanjikan pahala besar dan kemuliaan di sisi Allah SWT.
• Terhindar dari siksa pada hari kiamat.
• Menjadi amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir.

- Amalan yang perlu diteladani dari Rasulullah SAW selama Bulan Ramadhan Narasumber juga menyampaikan beberapa amalan yang dianjurkan untuk diteladani oleh umat Islam selama bulan Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, antara lain:
• Memperbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dan anak yatim.
• Memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an karena bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an.
• Melaksanakan shalat malam seperti tarawih dan qiyamul lail untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
• Memperbanyak doa dan dzikir, khususnya pada waktu-waktu yang mustajab seperti saat berbuka puasa dan pada sepertiga malam terakhir.
• Menjaga lisan dan perilaku dengan menghindari perkataan yang tidak baik serta menjaga sikap sabar selama menjalankan ibadah puasa.
• Mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
- Tips dan trik menjalankan puasa yang membawa berkah

Dalam ceramah tersebut juga disampaikan beberapa tips agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan baik dan membawa keberkahan, antara lain:
• Meluruskan niat dalam berpuasa semata-mata karena Allah SWT sehingga setiap aktivitas selama Ramadhan bernilai ibadah.
• Tidak meninggalkan sahur, karena sahur merupakan sunnah yang mengandung keberkahan serta membantu menjaga kekuatan tubuh selama berpuasa.
• Menyegerakan berbuka puasa ketika waktu berbuka telah tiba serta diawali dengan doa dan makanan sederhana.
• Mengatur waktu dengan baik sehingga ibadah, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan seimbang.
• Memperbanyak amal kebaikan seperti bersedekah, membantu sesama, dan memperbanyak ibadah sunnah.
• Menjaga kesehatan dan pola makan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi agar tubuh tetap kuat menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan.


Melalui pemahaman dan pengamalan hal-hal tersebut diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk, penuh keikhlasan, serta memperoleh keberkahan di bulan suci Ramadhan.


c. Sesi Tanya Jawab

Pada sesi tanya jawab terdapat tiga orang peserta yang mengajukan pertanyaan terkait materi ceramah yang telah disampaikan. Seluruh pertanyaan tersebut dijawab secara langsung oleh narasumber dengan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami oleh para peserta. Kegiatan kemudian diakhiri dengan doa bersama.


d. Dokumentasi Kegiatan

Sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan Siraman Rohani Bulan Ramadhan 1447 H, dilaksanakan sesi foto bersama pada akhir acara. Foto bersama tersebut diikuti oleh para peserta kegiatan, khususnya Ibu Ketua PERWOSI Kabupaten Blitar, serta ibu-ibu dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar beserta seluruh anggota yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan foto bersama ini bertujuan untuk mengabadikan momen kebersamaan sekaligus sebagai dokumentasi kegiatan organisasi dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar anggota organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Dokumentasi tersebut juga menjadi bukti pelaksanaan kegiatan Siraman Rohani yang telah berjalan dengan baik, tertib, dan penuh kebersamaan di bulan suci Ramadhan.


IV. Penutup

Kegiatan Siraman Rohani ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya dalam memperhatikan dan membahagiakan anak yatim. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar anggota organisasi wanita di Kabupaten Blitar serta menjadi momentum untuk meningkatkan semangat berbagi dan beribadah selama bulan suci Ramadhan.


Laporan ini dibuat/ disunting oleh Trianawati selaku operator eReporting UP DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
19729-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ibu Susi Agus Santosa mengadakan kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M yang digelar pada hari Minggu, 22 Maret 2026 di Aula Garuda Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : iman dan taqwa

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Minggu,22 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Aula Garuda Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Busana Muslim

Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar menggelar kegiatan Open House sekaligus Halal Bihalal dalam rangka merayakan Idul Fitri 1447 H/2026 M pada hari Minggu, 22 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan di Aula Garuda Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Bapak Agus Santosa, yang hadir bersama Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Ibu Susi Agus Santosa. Kehadiran beliau berdua memberikan nuansa kekeluargaan yang kental dalam acara tersebut. Ibu Susi Agus Santosa juga tampak aktif menyambut para tamu dan berinteraksi hangat dengan seluruh peserta yang hadir.


Selain itu, turut hadir pula para pengurus DWP lainnya yang ikut memeriahkan dan menyukseskan acara, di antaranya Ibu Ranty Rahardian, Ibu Filian Deni, serta ibu-ibu pengurus lainnya yang tidak kalah berperan dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Kehadiran para pengurus DWP semakin menambah semarak suasana serta memperkuat kebersamaan antar anggota.


Peserta kegiatan ini berasal dari seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, yang meliputi para pengawas sekolah, pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Kelompok Kerja Taman Kanak-kanak (KKTK), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Kehadiran seluruh unsur ini mencerminkan soliditas dan sinergi yang kuat dalam dunia pendidikan di Kabupaten Blitar.


Rangkaian acara diisi dengan kegiatan ramah tamah, saling bersalaman, serta menikmati hidangan yang telah disediakan. Suasana penuh keakraban terlihat dari interaksi yang hangat antar peserta, yang saling berbagi cerita dan pengalaman. Momen Halal Bihalal ini dimanfaatkan sebagai ajang saling memaafkan, mempererat hubungan kerja, serta memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Blitar.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan dapat terus terjaga dan menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di bidang pendidikan. Acara ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkokoh persatuan dan kolaborasi demi kemajuan pendidikan yang lebih baik di masa yang akan datang.


Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Ibu Novita Danang selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pendidikan

19821-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN

KELUARGA BESAR KECAMATAN WATES

Dalam rangka meningkatkan iman dan takwa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Wates, Ibu Ade Nira Windu Susilo, menghadiri kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 di Pendopo Ronggo Hadi Negoro.

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : Iman dan Takwa

Keterangan Program
Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wates
Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2026
Waktu : 08.00 WIB – selesai
Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro
Pakaian : Busana Muslim

Ketua DWP Kecamatan Wates, Ibu Ade Nira Windu Susilo, mendampingi Camat Wates, Bapak Windu Susilo, dalam menghadiri kegiatan Halal Bihalal tersebut. Acara berlangsung di Pendopo Ronggo Hadi Negoro yang berlokasi di Jalan Semeru, Kota Blitar, serta dihadiri oleh Bupati Blitar, Bapak Rijanto beserta istri, dan Bapak Beky beserta istri.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan organisasi saling bersilaturahmi, berjabat tangan, serta saling memaafkan. Momentum ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan kerja dan meningkatkan sinergi antar lembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Kehadiran Ibu Ade Nira Windu Susilo menunjukkan komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung kegiatan kedinasan, khususnya dalam mempererat hubungan sosial dan kebersamaan. Beliau mendampingi Camat Wates dengan penuh keakraban, mencerminkan keharmonisan antara DWP dan jajaran pemerintahan Kecamatan Wates.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DWP Kecamatan Wates yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka semakin menambah semarak acara serta memperkuat rasa kebersamaan antar anggota. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana yang hangat dan akrab.

Halal bihalal sebagai tradisi khas Indonesia memiliki tujuan untuk mempererat tali silaturahmi, menyambung hubungan yang sempat terputus, serta saling memaafkan setelah bulan Ramadan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membersihkan hati, meningkatkan kualitas spiritual, serta memperkuat persatuan dan toleransi.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Bapak Rijanto, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, meningkatkan integritas, serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai awal dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan ramah tamah. Momen ini memberikan kesempatan bagi para undangan untuk saling berbincang dan mempererat hubungan secara personal. Kebersamaan yang terjalin menjadi cerminan pentingnya komunikasi yang baik dalam mendukung kinerja pemerintahan yang efektif.

Dengan kehadiran Ketua DWP beserta jajaran, kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol sinergi antara organisasi wanita dan instansi pemerintah. Diharapkan, semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi kemajuan pembangunan di wilayah Kecamatan Wates.

Laporan ini ditulis oleh Sekretaris UP DWP Kantor Kecamatan Wates, Ny. Yusti Hammam Rizqi.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Wates
19912-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ketua UP Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kecamatan Wates Ny. Ade Nira Windu Susilo, bersama anggota yaitu Ny. Kiromah Sugeng, Ny. Ririn Angga, dan Ny. Puji Khoiron turut menghadiri kegiatan Siraman Rohani dan santunan Anak yatim dalam Rangka Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
Bidang: Sosial Budaya
Program: Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa.< /p>

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
3. Pukul : 07.30 WIB s/d 11.00 WIB
4. : Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro Kabupaten Blitar
3. Peserta : 250 Orang

Kegiatan siraman rohani merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Kamis selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Pada tanggal 12 Maret 2026, kegiatan siraman rohani dilaksanakan di Pendopo Sasana Adhi Praja, Kanigoro, Blitar. Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), pengurus PKK tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kabupaten Blitar, serta tamu undangan lainnya. Turut hadir di antaranya Ketua Panitia Ibu Ninik Riyanto, Ketua Perwosi Ibu Arina Beki, Ketua PC Muhammadiyah, penceramah Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf, Ketua Persit 511 Blitar, dan pengurus Baznas Kabupaten Blitar.

Adapun susunan acara kegiatan sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC (Ibu Khoirul Kiptiyah)
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Ibu Nur Jami’ah
4. Sambutan
5. Tausiyah oleh Bapak Drs. KH. Agus Mu’adzin
6. Penutup/doa

Ketua DWP Unit Pelaksana Kecamatan Wates, Ny. Ade Nira Windu Susilo, bersama anggota yaitu Ny. Kiromah Sugeng, Ny. Ririn Angga, dan Ny. Puji Khoiron turut menghadiri kegiatan ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan dan motivasi spiritual kepada para peserta, khususnya dalam meningkatkan keimanan, mengembangkan potensi diri, serta mempererat silaturahmi antaranggota.

Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup Al Husainiyah binaan Korwil Kecamatan Ponggok. Nama Al Husainiyah memiliki makna sebagai wadah berkumpulnya kebaikan. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar yang diwakili oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bapak Alwi Maulana, menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir. Beliau mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan, berhati-hati dalam berkendara menjelang Hari Raya, serta tidak melakukan panic buying. Beliau juga berharap kegiatan ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat, khususnya bagi para ibu sebagai pilar keluarga, agar mampu membangun keluarga yang sehat secara fisik maupun mental. Selain itu, beliau juga memohon doa dan dukungan agar pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan baik.

Acara inti diisi dengan tausiyah oleh Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf. Dalam ceramahnya disampaikan bahwa nikmat terbesar adalah kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Peran seorang ibu dalam keluarga sangat penting, terutama dalam menjaga keharmonisan dan keberkahan rumah tangga, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Beliau juga menyampaikan tiga nilai utama yang perlu diteladani dalam kehidupan, yaitu:
1. Sunnatullah: Allah senantiasa menutupi aib hamba-Nya dan memberikan kesempatan untuk bertaubat. Oleh karena itu, manusia dianjurkan untuk tidak membuka aib orang lain.
2. Sunnatur Rasul: Meneladani kepedulian Rasulullah terhadap umat, sehingga sebagai manusia hendaknya memiliki empati, khususnya kepada anak yatim dan sesama yang membutuhkan.
3. Sunnatul Auliya: Sikap sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian hidup, baik berupa kesulitan maupun kelapangan, serta senantiasa memperbanyak istighfar.

Dalam sesi tanya jawab, dibahas beberapa hal, antara lain tentang waktu pembayaran zakat, golongan yang berhak menerima zakat, serta cara menjaga diri agar tidak membicarakan aib orang lain.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Selain itu, terdapat pembagian doorprize dan bazar UMKM yang menyediakan berbagai produk seperti makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga yang menarik minat para peserta.

Partisipasi dalam kegiatan ini memberikan berbagai manfaat bagi anggota DWP, antara lain: 1. Penguatan spiritual dan mental, melalui peningkatan pemahaman agama dan ketenangan batin.
2. Peningkatan kepedulian sosial, melalui kegiatan santunan dan penyaluran zakat/infaq.
3. Penguatan jejaring organisasi, melalui silaturahmi dan kerja sama antarorganisasi wanita.
4. Dukungan terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan peduli sosial.

Secara keseluruhan, kegiatan siraman rohani ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta. Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadhan, serta didukung dengan adanya bazar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau.

Laporan ini ditulis oleh Sekretaris UP DWP Kantor Kecamatan Wates, Ny. Yusti Hammam Rizqi.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Wates
20011-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

“Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar”
Bidang : Sosial dan Budaya

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani mengikuti Kegiatan Penutupan TMMD ke-127 pada :
1. Hari/Tanggal : Rabu / 11 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
3. Lokasi : Desa Krisik Kec. Gandusari
4. Acara : Penutupan Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026.

5. Peserta : Bupati Blitar, Danlanud Abd. Rachman Saleh beserta Rombongan, Ketua PKK Kab. Blitar, Ketua UP DWP Badan,Dinas, Kantor, Bagian dan Kecamatan serta Instansi vertikal se Kabupaten Blitar

Adapun susunan acara pada kegiatan hari ini yaitu :
1. Danlanud Abdulrachman Saleh beserta Rombongan menuju ke Pendopo SAP Kab. Blitar.
2. Danlanud Abdulrachman Saleh beserta Rombongan tiba di Pendopo SAP.
3. Danlanud Abdulrachman Saleh beserta Rombongan dari Pendopo SAP menuju transit KDKMP Desa Krisik disambut acara pengalungan bunga/batik cakrapala dan tarian dari sanggar seni SDN 04 Krisik.
4. Danlanud Abdulrachman Saleh beserta Rombongan menuju lokasi Penutupan TMMD ke-127 TA. 2026 di Lapangan Desa Krisik.
5. Pelaksanaan Upacara Penutupan TMMD
6. Danlanud Abdulrachman Saleh beserta Rombongan dan Bupati Blitar memberikan pemberian santunan anak yatim dan bantuan sembako.
7. Danlanud Abdulrachman Saleh melaksanakan penandatanganan dan peresmian prasasti rabat jalan dan meninjau pelayanan kesehatan.
8. Danlanud Abdulrachman Saleh beserta Rombongan menuju lokasi Sasaran Fisik TMMD ke-127 TA. 2026 Kodim 0808.

9. Kegiatan tentative.

Pada hari ini Rabu tanggal 11 Maret 2026 bertempat di Lapangan Desa Krisik yang diikuti oleh Bupati Blitar, Danlanud Abd. Rachman Saleh beserta Rombongan, Ketua PKK Kab. Blitar, Ketua UP DWP Badan,Dinas, Kantor, Bagian dan Kecamatan serta Instansi vertikal se Kabupaten Blitar.

Untuk mengawali kegiatan Danlanud Abdulrachman Saleh beserta Rombongan menuju ke Pendopo SAP Kab. Blitar kemudian menuju transit KDKMP Di Desa Krisik disambut dengan acara pengalungan bunga/batik cakrapala dan disambut dengan tarian dari SDN 04 Krisik. Pelaksanaan upacara penutupan TMMD ke-127 di pimpin oleh Danlanud Abdulrachman Saleh Malang. Danlanud dan Bupati Blitar memberikan pemberian santunan anak yatim dan bantuan sembako. Dan dilanjutkan penandatangan dan peresmian prasasti Rabat jalan

Pada kegiatan Penutupan TMMD ke-127 Di desa Krisik ini berkolaborasi dengan Pemkab, Kodim 0808 Blitar dan Masyarakat gotong royong menuntaskan program mulai Perabatan jalan, membenahi 15 Rumah, Membangun jembatan, Sumur selain itu juga ada Program Non Fisik yaitu seperti penyuluhan-penyuluhan untuk bekal warga sekitar.

Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan, diharapkan seluruh anggota semakin menumbuhkan rasa empati, gotong royong serta keberkahan bagi semua yang terlibat..

pada kesempatan ini juga diadakan bazar, dimana dengan adanya kegiatan bazar ini dapat memberikan keuntungan dan manfaat bagi Ibu-Ibu, adapun tujuan tersebut adalah :
• Membangun Kebersamaan dan Kekeluargaan.
• Meningkatkan rasa setia kawan dan tanggung jawab bersama.
• Menciptakan Suasana Ramai dan Menarik Bazar.
• Memperbaiki Komunikasi dan Kolaborasi.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
20112-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

“Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar”
Bidang : Sosial dan Budaya

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani mengikuti Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang dilaksanakan pada :
1. Hari/Tanggal : Kamis / 12 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
3. Lokasi : Pendopo SAP Kanigoro
4. Acara : Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)

5. Peserta : Ketua PKK Kab. Blitar, Ketua UP DWP Badan, Ketua Perwosi Kab. Blitar, Dinas, Kantor, Bagian dan Kecamatan serta Instansi vertikal se Kabupaten Blitar

Adapun susunan acara pada kegiatan hari ini yaitu :
1. Pembukaan oleh MC yaitu Ibu Tyas Tiara.
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an.
3. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia.
4. Sambutan - Sambutan.
5. Tauziah dari Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf (Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Blitar).
6. Penutup dan Doa.
7. Pembacaan Penerimaan Hadiah Doorprize.
8. Penyerahan Hadiah Doorprize.

Pada hari ini Kamis tanggal 12 Maret 2026 bertempat di Pendopo SAP Kanigoro yang diikuti oleh Ketua PKK Kab. Blitar, Ketua UP DWP Badan, Ketua Perwosi Kab. Blitar, Pengurus GOW, Dinas, Kantor, Bagian dan Kecamatan serta Instansi vertikal se Kabupaten. Kegiatan Siraman Rohani yang diselenggaran oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

Untuk mengawali kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Ramadhan di buka oleh pembawa acara Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dilanjutkan dengan Sambutan oleh Bapak Bupati yang diwakili oleh Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Alwi Maulana Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau berpesan agar berhati-hati karena mendekati lebaran, berhati-hati dalam berkendara, dan jangan panic buying. Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik. Tujuan Siraman Rohani untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, dan membangun semangat kekeluargaan di antar anggota.

Pada kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M mengundang Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf (Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Blitar) untuk memberikan Tauziah / menyampaikan informasi kepada para undangan yang hadir. Di Pembukaan ini beliau menyampaikan ke semua jamaah bahwa Nikmat yang besar adalah nikmat sehat, sehat jasmani maupun sehat rohani. Berfungsinya semua panca indra yang ada di tubuh kita adalah nikmat yang luar biasa. Memperbanyak rasa syukur di Bulan Suci Ramadhan ini. Setiap manusia harus punya 3 kebaikan yang harus diteladani, yaitu:

1. Sunnatullah : Allah selalu menyimpan rahasia (aib) manusia (hambaNya). Jika aib kita terlihat maka kita tidak akan bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan ditampakkan pada hari akhir. Allah menunggu tobat manusia sebelum akhir usia manusia, karena yang tidak pernah merasa berdosa hanyalah setan. Ciri-ciri akhir manusia diantaranya rambut hitam jadi putih, gigi yang mulai tanggal ,fungsi badan mulai menurun, dll. Karena Alloh selalu menutupi aib kita maka sebaiknya sebisanya kita berusaha menutupi aib sesama manusia.
2. Sunnatul Rosul : Nabi selalu memperhatikan umat. Pada saat Nabi Muhammad sakit sebelum meninggal Nabi masih memikirkan umatnya. Pada saat didatangi Malaikat Izroil akan mencabut nyawa, Nabi Muhammad bertanya bagaimana dengan umatnya seusai kematiannya. Malaikat menjawab semua umat manusia diharamkan masuk surga sebelum semua umat Nabi Muhammad masuk surga semuanya. Setelah mendengar itu Nabi Muhammad tersenyum dan bersedia dicabut nyawanya. Maka sebagai pemimpin kita seharusnya memperhatikan bawahan, sebagai orang yang mampu seharusnya memperhatikan orang yang kekurangan terutama anak yatim dan fatim yang ada di sekitarnya. Sebagai manusia kita tidak boleh bersifat sombong harus membagi kepedulian dan perhatian melalui kegiatan santunan yatim piatu. Anak yatim adalah anak yang belum balik , yang ditinggal meninggal bapaknya yang harus hidup mandiri. Anak yang masih kecil yang ditinggal meninggal ibunya (tersapih secara paksa ) disebut fatim (piatu).
3. Sunatul Auliya : yaitu menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam hidup kita sering sakiti baik fisik maupun batin. Jika diberi ujian sakit wajib mensyukuri nikmat sakit dengan ikhlas. Memperbanyak istighfar setiap hari memohon ampundari segala dosa. Kaya dan miskin adalah sama sama ujian , semuanya adalah ujian titipan Allah maka menjadi mausia tidak boleh sombong.Allah Maha berkehendak maka kita harus berhati- hati.

Pada Kesempatan acara ini dilakukan dengan sesi tanya jawab yaitu :
• Tanya: Bagaimana cara mencegah menceritakan aib orang lain?.
Jawab: Sebisa mungkin tidak menceritakan (ngempet) dengan berharap Alloh selalu menutupu aib kita.
• Tanya: Apa saja golongan yang berhak menerima zakat?
Jawab: Yang berhak menerima adalah orang fakir termasuk GTT boleh jika gajinya tidak cukup.

Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan. Dengan bimbingan tausiyah dari Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf, diharapkan seluruh anggota semakin Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur, empati, serta keberkahan bagi semua yang terlibat. Dilanjutkan dengan doa penutup dan pembagian doorprize untuk pemenang.

pada kesempatan ini juga diadakan bazar UMKM, dimana dengan adanya kegiatan bazar ini dapat memberikan keuntungan dan manfaat bagi Ibu-Ibu, adapun tujuan tersebut adalah :
• Membangun Kebersamaan dan Kekeluargaan.
• Meningkatkan Penjualan Bazar memberi kesempatan pelaku usaha menjual produk ke lebih banyak orang dalam waktu singkat. Cocok untuk UMKM yang ingin memperluas pasar.
• Meningkatkan rasa setia kawan dan tanggung jawab bersama.
• Meningkatkan Kinerja dan Motivasi.
• Menciptakan Suasana Ramai dan Menarik Bazar.
• Memperbaiki Komunikasi dan Kolaborasi.
• Mendorong komunikasi yang lebih terbuka dan informal, serta membantu anggota saling mengenal lebih dalam.
• Menggerakkan Ekonomi Lokal UMKM dan masyarakat sekitar ikut mendapat manfaat dari transaksi yang terjadi.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
20212-03-2026Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Kecamatan Nglegok Dharma Wanita Persatuan Unit Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anaka yatim piatu di Bulan Ramadhan 1446 H bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) Kabupaten Blitar Tahun 2025 Bidang : Sosial Budaya, Program : Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa. Keterangan Program : 1. UP DWP Kecamatan Nglegok 2. Hari/Tanggal : Kamis / 12 Maret 2026 3. Pukul : 08.00 – selesai 4. Peserta : Ketua DWP beserta Anggota DWP se kabupaten Blitar, Pengurus GOW beserta anggota , Ketua dan pengurus PKK Kabupaten , Kecamatan dan Desa se Kabupaten Blitar. 5. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro 6. Acara : Siraman Rohani . Laporan Kegiatan :Siraman rohani merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari kamis pada bulan ramadhan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) dan Pemerintah Kabupaten Blitar.Seperti halnya siraman yang di laksanakan pada tangal 12 Maret 2026 bertempat di Sasana Adhi Praja Kanigoro blitar yang di hadiri oleh seluruh pengurus DWP, seluruh pengurus PKK kecamatan , Desa dan Kelurahan se Kabupaten Blitar Ketua panitia Ninik Riyanto,Ketua perwosi bu Arina Beki,Ketua PC Muhamadiyah ,Penceramah Ibu Nyai Mutahima Yasin Yusuf, Ketua Persit 511 Blitar dan Pengurus Baznas Kabupaten Blitar dengan Susunan acara 1. pembukaan oleh Mc yaitu Ibu Khoirul Kiptiyah 2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila 3. Menyanyikan Lagu Indionesia raya dengan dipimpin oleh ibu Nur Jami’ah 4. Sambutan 5. Tausiyah oleh Bapak Drs.KH. Agus Mu”adzin 6. Penutup / doa Ketua Dharmawanita Unit Pelaksana DPMPTSP Kabupaten Blitar Ibu Mida Bayu beserta anggota Ibu Mening Rendra menghadiri kegiatan siraman rohani. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pencerahan kepada para anggota, khususnya dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat iman, serta mempererat silaturahmi antara anggota. Berikut uraian acara Siraman rohani di Pendopo Sasana Adhi Praja Blitar sebagai berikut: Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat AL Husainiyah dari IG TKI Kec. Ponggok yang merupakan binaan dari Bapak Suharmadi, M.Pd selaku pimpinan Korwil Kec. Ponggok. Dinamakan Al Husainiyah karena memiliki arti berkumpulnya semua hal kebaikan termasuk kita semua yang berkumpul disini dalam hal kebaikan. Santunan anak yatim diwakili oleh anak yatim dari beberapa wilayah di Kab. Blitar. 1.Pembukaan oleh MC Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta terima kasih yang tak terhingga kepada ibu yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara siraman rohani serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, para panitia, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga segala upaya kita mendapatkan pahala dari Allah SWT 2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ulayya Kumillaili Pembacaan pemenang undian doorprice untuk 20 orang yang diacak berdasarkan nomer kehadiran pada daftar hadir. 3. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Alwi Maulana Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau berpesan agar berhati-hati karena mendekati lebaran, berhati-hati dalam berkendara, dan jangan panic buying. Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik. Beliau menyampaikan bahwa Siraman rohani merupakan momentum yang sangat baik bagi kita . 4. Acara inti yaitu Tauziah dari Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf (Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Blitar Nikmat yang besar adalah nikmat sehat, sehat jasmani maupun sehat rohani. Berfungsinya semua panca indra yang ada di tubuh kita adalah nikmat yang luar biasa. Sebagai seorang ibu mempunyai peran yang luar biasa terutama dalam keluarga. Jika ibu lalai maka keluarga akan ikut lalai. Peran Ibu dalam keluarga selama Ramdhan harus kita laksanakan dengan Ihklas. Memperbanyak rasa Syukur terutama di Bulan Ramadhan ini. Setiap manusia harus punya 3 kebaikan yang harus diteladani, yaitu: 1. Sunnatullah Allah selalu menyimpan rahasia (aib) manusia(hambaNya). Jika aib kita terlihat maka kita tidak akan bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan ditampakkan pada hari akhir. Allah menunggu tobat manusia sebelum akhir usia manusia, karena yang tidak pernah merasa berdosa hanyalah setan. Ciri-ciri akhir manusia diantaranya rambut hitam jadi putih, gigi yang mulai tanggal ,fungsi badan mulai menurun, dll. Karena Alloh selalu menutupi aib kita maka sebaiknya sebisanya kita berusaha menutupi aib sesama manusia. Pada masa Nabi Musa terjadi paceklik, Nabi Musa mengajak kaumnya sholat isti'qo. Tetapi setelah sekian waktu tidak juga turun hujan, hal ini dikarenakan ada salah satu kaumnya ada yang bermaksiat. Setelah bertobat langsung datang hujan. 2. Sunnatul Rosul Nabi selalu memperhatikan umat. Pada saat Nabi Muhammad sakit sebelum meninggal Nabi masih memikirkan umatnya. Pada saat didatangi Malaikat Izroil akan mencabut nyawa, Nabi Muhammad bertanya bagaimana dengan umatnya seusai kematiannya. Malaikat menjawab semua umat manusia diharamkan masuk surga sebelum semua umat Nabi Muhammad masuk surga semuanya. Setelah mendengar itu Nabi Muhammad tersenyum dan bersedia dicabut nyawanya. Maka sebagai pemimpin kita seharusnya memperhatikan bawahan, sebagai orang yang mampu seharusnya memperhatikan orang yang kekurangan terutama anak yatim dan fatim yang ada di sekitarnya. Sebagai manusia kita tidak boleh bersifat sombong harus membagi kepedulian dan perhatian melalui kegiatan santunan yatim piatu. Anak yatim adalah anak yang belum balik , yang ditinggal meninggal bapaknya yang harus hidup mandiri. Anak yang masih kecil yang ditinggal meninggal ibunya (tersapih secara paksa ) disebut fatim (piatu). 3. Sunatul Auliya Yang dimaksud yaitu menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam hidup kita sering sakiti baik fisik maupun batin. Jika diberi ujian sakit wajib mensyukuri nikmat sakit dengan ikhlas. Memperbanyak istighfar setiap hari memohon ampundari segala dosa. Kaya dan miskin adalah sama sama ujian , semuanya adalah ujian titipan Allah maka menjadi mausia tidak boleh sombong.Allah Maha berkehendak maka kita harus berhati- hati. Sesi tanya jawab: 1. Tanya: awal dan batas akhir dalam memberukan zakat Jawab: zakat terutama zakat maal dihitung dalam setahun 2. Tanya:Ada golongan yang berhak menerima, Jawab: yang berhak menerima adalah orang fakir termasuk GTT boleh jika gajinya tidak cukup 3. Tanya: Bagaimana cara mencegah menceritakan aib orang lain Jawab: sebisa mungkin tidak menceritakan (ngempet) dengan berharap Alloh selalu menutupu aib kita. Sebelum penutup acara hari ini di akhiri dengan doa yang di pimpin oleh kyai dan ibu ibu penerima doorprize diharapkn langsung maju kedepan untuk pengambilan hadiah. Sebelum pulang ibu ibu tak lupa melarisi UMKM yang turut meramaikan dalam kegiatan pagi hari ini, berbagai produk UMKM amkanan basah snack kuker dan olahan frozen serta minuman kekinian memiliki daya tarik tersendiri bagi ibu-ibu yang mau membeli Mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar memberikan berbagai manfaat strategis dan spiritual bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP DPMPTSP Kabupaten Blitar. Berikut adalah manfaat utama dari partisipasi dalam kegiatan tersebut: 1. Penguatan Spiritual dan Mental Penyegaran Rohani: Kegiatan ini berfungsi sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan menata harmoni antara karier, keluarga, dan ibadah. Peningkatan Iman: Memberikan asupan spiritual yang membantu anggota dalam menjaga ketenangan batin dan motivasi dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai pendamping aparatur sipil negara. 2. Peningkatan Kepedulian dan Empati Sosial Wujud Kepedulian Nyata: Melalui santunan anak yatim, anggota dapat mempraktikkan langsung nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Penyaluran Zakat/Infaq: Menjadi sarana yang terorganisir bagi anggota untuk berbagi rezeki dan memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Blitar. 3. Penguatan Jejaring dan Sinergi Organisasi Silaturahmi Antar-Organisasi: Mempererat hubungan dan tali persaudaraan dengan organisasi wanita lainnya yang tergabung dalam GOW, seperti PKK, Bhayangkari, dan Muslimat. Koordinasi Strategis: Membuka peluang kolaborasi antar-instansi (sepertiD PMPTSP dengan organisasi wanita lainnya) dalam program-program kemasyarakatan di masa depan. 4. Dukungan Terhadap Program Pemerintah Daerah Sinergi Visi Kabupaten: Partisipasi ini menunjukkan dukungan DWP UP DPMPTSP terhadap visi Bupati Blitar dalam mewujudkan masyarakat yang lebih religius dan peduli sesama. Peningkatan Citra Instansi: Kehadiran anggota DWP dalam kegiatan positif ini membangun citra Kabupaten Blitar sebagai instansi yang tidak hanya fokus pada penanggulangan bencana, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan. Peserta kegiatan siraman rohani mengikuti kegiatan dengan antusias dan tertib. Kegiatan serupa akan selalu diadakan selama bulan suci ramadhan. Tidak lupa pula selalu ada bazar murah yang menemani. Di bazar murah ini menyediakan kebutuhan rumah tangga dengan harga yang bersaing. Penulis: Sartika Anggraeni
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Nglegok
20305-03-2026SIRAMAN ROHANI DAN SANTUNAN ANAK YATIM DI BULAN RAMADHAN 1447 H / 2026 M Pada hari ini Kamis, 05 Marer 2026 Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Nglegok Kabupatean Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang bertempat di Pendopo SAP Kanigoro dengan pembicara Bapak Drs. Agus Muadhim pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan. Siraman rohani di bulan Ramadhan bertujuan untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan umat Islam, sekaligus mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menjalankan ibadah puasa. tujuan utama dari kegiatan siraman rohani/tausiyah selama bulan Ramadhan: 1. Meningkatkan Kualitas Ibadah : Memberikan panduan dan wawasan agama agar ibadah, baik puasa maupun ibadah sunnah lainnya, dilaksanakan sesuai tuntunan dan mencapai kualitas yang lebih baik. 2. Pembinaan Mental dan Spiritual: Menjadi ajang refleksi, introspeksi diri, dan pembinaan mental spiritual untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. 3. Penyucian Hati: Mempersiapkan hati yang bersih dalam menyambut dan mengisi bulan suci, agar lebih fokus dalam beribadah dan menjauhi maksiat. 4. Peningkatan Ilmu Agama: Menambah wawasan keislaman mengenai keutamaan Ramadhan, hukum-hukum puasa, dan amalan-amalan yang dianjurkan. 5. Mempererat Silaturahmi: Menjadi sarana untuk memperkuat hubungan persaudaraan (ukhuwah) di antara sesama umat Muslim, terutama di lingkungan kantor atau masyarakat. Dengan adanya siraman rohani, diharapkan puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menjadi ajang pembelajaran (tarbiyah) untuk mencapai derajat takwa. Harapannya, nilai-nilai religius dapat senantiasa hidup dan menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. Selama Ramadan, umat Muslim bertujuan untuk tumbuh secara spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah dan orang-orang yang mereka cintai . Mereka melakukan ini dengan menahan diri dari makan dan kesenangan lainnya seperti merokok, minum, dan hubungan seksual antara matahari terbit dan matahari terbenam setiap hari. Ramadan adalah momen untuk menata ulang iman dan membersihkan diri dari dosa. Santunan anak yatim adalah sedekah mulia dalam Islam untuk membantu kebutuhan hidup (pangan, sandang, pendidikan) anak yang ditinggal ayahnya sebelum baligh. Amalan ini menjanjikan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga, pahala besar, dan menghapus kesulitan hidup. Keutamaan nya yaitu Dekat dengan Rasulullah SAW: Orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan Nabi Muhammad SAW di surga. Menghilangkan Kesusahan: Membantu anak yatim akan menghilangkan kesusahan di dunia dan akhirat. Penghalang Neraka: Sedekah kepada anak yatim, sekecil apa pun, dapat menjadi pelindung dari siksa neraka. Momen Spesial: Santunan sangat dianjurkan, khususnya pada bulan Muharram dan Ramadhan. Anak yatim yang berhak menerima adalah mereka yang fakir atau miskin. Anak yatim yang sudah kaya seharusnya bersedekah, bukan menerima. Usia santunan umumnya diberikan hingga anak tersebut baligh atau mencapai tingkat pendidikan SMA. Menyantuni anak yatim tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam membantu mereka. Setiap Ramadan, siraman rohani dan santunan anak yatim menjadi dua agenda utama yang "baik" dan identik karena keduanya merupakan kombinasi sempurna antara penyucian jiwa (spiritual) dan kepedulian sosial (sosial). Ramadan adalah waktu di mana pahala dilipatgandakan, sehingga amalan ini menjadi sangat istimewa. Pembinaan Mental dan Spiritual: Siraman rohani atau ceramah (kultum) Ramadhan memberikan asupan rohani, pengingat akan keutamaan bulan suci, serta memotivasi diri untuk meningkatkan ketaqwaan. Latihan Menahan Nafsu: Selain lapar dan haus, puasa mengajarkan menahan diri dari perilaku negatif (bergosip, berbohong, marah). Siraman rohani membantu meneguhkan disiplin diri tersebut. Mendekatkan Diri pada Allah: Ceramah Ramadhan sering membahas tentang makna puasa, Al-Qur'an, dan malam Lailatul Qadar, yang membantu umat fokus pada tujuan utama Ramadhan: meningkatkan ketaqwaan. Islam sangat memuliakan anak yatim, terutama saat momen berbagi di bulan yang penuh berkah. Pahala Setara Berjihad/Dekat dengan Nabi: Menyantuni anak yatim memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan beliau di surga. Menghapus Dosa & Menolak Bala: Sedekah kepada anak yatim diyakini dapat menutup 70 pintu kejahatan, membersihkan harta, dan menjauhkan dari musibah. Wujud Empati dan Kasih Sayang: Ramadan mengajarkan rasa lapar agar timbul empati kepada kaum dhuafa. Santunan anak yatim adalah perwujudan nyata dari solidaritas sosial dan kasih sayang, terutama di momen bahagia berbuka puasa. Perpaduan keduanya menciptakan Ramadan yang bermakna. Siraman rohani menenangkan batin (hablun minallah), sementara santunan anak yatim merajut persaudaraan (hablun minannas). Keduanya menyempurnakan ibadah puasa, menjadikan diri lebih baik secara individu sekaligus lebih peka secara sosial. Ramadan menjadi periode ketika pahala dilipatgandakan. Setiap amal kebaikan mendapatkan balasan yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Karena itu, sedekah yang dilakukan pada bulan ini memiliki keutamaan yang sangat tinggi. Salah satu keutamaan utama sedekah di bulan Ramadan adalah ganjaran yang berlipat.Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Keutamaan ini menjadi alasan kuat bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal kebaikan Ramadhan. Demikian Laporan iini kami sampaikan atas perhatiannya disampaikan terima kasih dan semoga bermanfaat. Penulis: Sartika Anggraeni
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Nglegok
20405-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT PELAKSANA RSUD “NGUDI WALUYO” WLINGI

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi telah mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bersama GOW dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dengan Tema “ Garis hidup seseorang sudah ditakdirkan oleh Alloh SWT“

Keterangan Pelaksanaan Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bersama GOW DWP Kab. Blitar :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari / Tanggal : Kamis, 05 Maret 2026
3. Waktu : 08.00 WIB – selesai
4. Peserta : Seluruh Ibu Ketua Unsur Pelaksana DWP Badan/Dinas/bagian/Kantor/ Dinas Vertikal Kabupaten Blitar beserta minimal 5 (lima) orang anggota, semua organisasi wanita di kab.blitar, unsur penggerak PKK
5. Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro Kantor Bupati Blitar Jln. Kusuma Bangsa No. 60, Kanigoro – Blitar
6. Acara : Acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bersama GOW dan Dharma Wanita Persatuan tema “ Garis hidup seseorang sudah ditakdirkan oleh Alloh SWT

Susunan Acara :
1. Registrasi
2. Pembukaan oleh MC
3. Lantunan lagu-lagu islami bersama sholawat dari pondok Tawangrejo Wonodadi
4. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
5. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Ui Chaila
6. Santunan anak Yatim oleh Bupati dan perwakilan Baznas Kab.Blitar
7. Sambutan plt. Asisten Ahli Kesra Kab. Blitar
8. Penyampaian Materi, oleh Kyai. Drs. Agus Muadzin”
9. Pembagian doorprice dari GOW 10. Tanya Jawab
11. Doa

MATERI KEGIATAN SIRAMAN ROHANI BERSAMA GOW DAN DWP KAB. BLITAR

1. Judul : Garis hidup seseorang sudah ditakdirkan oleh Alloh SWT
2. Pemateri : Kyai. Drs. Agus Muadzin
3. Pelaksanaan : 05 Maret 2026

Ringkasan Materi
Hadirin jamaah sekalian yang dimuliakan Allah SWT, Pernahkah kita sejenak merenung, siapakah kita ini sebenarnya? Dari mana kita berasal sebelum dilahirkan di dunia, dan ke mana tujuan akhir kita? Islam, sebagai agama yang sempurna, memberikan jawaban yang tegas dan jelas melalui Al-Qur'an dan Sunnah mengenai asal mula kehidupan seseorang. 1. Asal Usul Fisik: Diciptakan dari Tanah
Dalam QS. Al-Mu'minun ayat 12, Allah SWT berfirman:
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah." Ini adalah jawaban mendasar. Manusia pertama, Nabi Adam 'alaihis salam, diciptakan langsung oleh Allah dari tanah. Sedangkan keturunannya (kita semua) diciptakan melalui proses biologis, namun bahan dasarnya tetap kembali pada saripati tanah yang dimakan oleh orang tua kita. Ini menandakan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk bumi, yang seharusnya memiliki sifat rendah hati, tidak sombong, layaknya tanah yang diinjak namun memberi kehidupan. 2. Asal Usul Ruhani: Tiupan Ruh dari Allah
Fisik manusia tidak akan hidup tanpa adanya ruh. Setelah fisik (janin) disempurnakan, Allah meniupkan ruh ke dalamnya.
"...kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)-Nya..." (QS. As-Sajdah: 9). Ini menunjukkan bahwa manusia adalah perpaduan antara materi (fisik/tanah) dan immateri (ruh/jiwa). Ruh inilah yang membuat kita memiliki kesadaran, potensi berpikir, dan keinginan untuk menyembah Allah. 3. Fase Penciptaan di dalam Rahim
Islam menjelaskan secara rinci fase penciptaan manusia sebelum lahir, yang dikenal dengan tahapan Nuthfah (air mani), 'Alaqah (segumpal darah), Mudghah (segumpal daging), hingga terbentuknya tulang dan daging. Ini adalah bukti kebesaran Allah (QS. Al-Mu'minun: 13-14) yang menunjukkan bahwa hidup ini bukanlah kebetulan. 4. Tujuan Asal Mula: Mengingat Hakikat
Mengapa kita perlu tahu asal mula diri? Agar Tahu Diri (Rendah Hati): Kita berasal dari tanah, yang berbau, lalu dibentuk menjadi rupa yang indah. Tidak ada alasan untuk angkuh. Agar Tahu Tujuan (Ibadah): Hidup bukan hanya untuk makan dan tidur. Asal mula yang dari Allah bertujuan untuk beribadah kepada-Nya (QS. Az-Zariyat: 56). Agar Tahu Tujuan Akhir (Kematian): Kita berasal dari tanah, hidup di atas tanah, dan akan kembali ke dalam tanah. Kesimpulan
Mengenal asal usul diri adalah langkah pertama mengenal Pencipta. Kita berasal dari tanah, ditiupkan ruh, dan diproses dengan penuh kasih sayang oleh Allah. Oleh karena itu, marilah kita jadikan sisa umur kita untuk mengabdi kepada-Nya, agar saat kembali ke tanah nanti, kita kembali dalam keadaan Husnul Khatimah.
Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Materi ini dirangkum dari prinsip-prinsip penciptaan manusia dalam Al-Qur'an (QS. Al-Mu'minun, QS. As-Sajdah) dan kajian tafsir ilmu penciptaan manusia.

Demikian isi tauziah yang disampaikan oleh kyai Drs. Agus Muadzin , semoga bermanfaat bagi kita semmua, aamiin ya rabbal alamiin.

Selanjutnya acara ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Kyai drs. Agus Muadzin.

Wasalamualaikum wr.wb.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
20512-03-2026

SIRAMAN ROHANI DAN SANTUNAN ANAK YATIM DI BULAN RAMADHAN 1447 H / 2026 M


Unsur Pelaksana : UP Dharma Wanita Persatuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar


Bidang : Sosial Budaya


Program Kerja : Kepedulian dan Kesetiakawanan Sosial


Kegiatan : Bhakti Sosial berupa Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim


Hari/Tanggal : Kamis, 5 Maret dan 12 Maret 2026


Waktu : 08.00 WIB – selesai


Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja (SAP) Kanigoro Kabupaten Blitar


Pelaksana (WHO):

Ketua UP DWP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata beserta anggota UP DWP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.


Publik Penerima Manfaat:

Anak yatim serta masyarakat yang hadir dalam kegiatan siraman rohani Ramadhan.

Data anak yatim yang menerima santunan salah satunya adalah Samsul Arifin usia 10 tahun.


Latar Belakang:

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama. Oleh karena itu, kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim menjadi salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi wanita di Kabupaten Blitar untuk menumbuhkan nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat.


Pelaksanaan Kegiatan (Data + What – When – Where – Who – Publik):

Pada hari Kamis, 5 Maret 2026 bertempat di Pendopo Sasana Adi Praja (SAP) Kanigoro Kabupaten Blitar telah dilaksanakan kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi wanita di Kabupaten Blitar, termasuk UP DWP Kecamatan Kesamben.

Siraman rohani disampaikan oleh Bapak Drs. Agus Muadhim selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan pada tanggal 5 Maret 2026 yang memberikan tausiyah mengenai pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadhan, memperbanyak ibadah, serta menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT. Sedangkan di tanggal 12 Maret oleh Ibu Nyai Yasin Mutmainah Ketua Muslimat Kabupaten Blitar

Selain kegiatan siraman rohani, acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Santunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang menerima bantuan.


Tujuan Kegiatan:

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota Dharma Wanita Persatuan.

2. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

3. Mempererat silaturahmi antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.

4. Mengisi kegiatan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat secara spiritual dan sosial.


Hasil dan Dampak Kegiatan:

1. Meningkatnya pemahaman anggota mengenai nilai spiritual dan makna ibadah di bulan Ramadhan.

2. Terbangunnya kepedulian sosial kepada anak yatim sebagai bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian.

3. Terjalinnya hubungan yang harmonis antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.

4. Memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui kegiatan santunan anak yatim.


Makna dan Refleksi:

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama manusia. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan semakin aktif dalam kegiatan sosial dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.


Tindak Lanjut:

UP DWP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.


Penutup:

Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat nilai spiritual dan sosial di lingkungan Kabupaten Blitar.


Laporan ini disusun oleh:
Operator e-reporting UP DWP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
20622-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : Jum’at Berkah

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jum’at, 13 Maret 2026
3. Pukul : 08.00– Selesai
4. Tempat : UPT SMPN 1 Talun
5. Pakaian : PDH DWP (peach)

Kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar yang dilaksanakan oleh UPT SMP Negeri 1 Talun Kabupaten Blitar merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 H. Pada hari Jumat, tanggal 13 Maret 2026, tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan bertajuk “Jumat Berkah” ini diselenggarakan dengan penuh semangat kebersamaan, keikhlasan, dan rasa syukur.


Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar sekolah dengan masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, empati, dan gotong royong. Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, anggota Dharma Wanita Persatuan bersama pihak sekolah memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan, sehingga keberadaan institusi pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat kepedulian sosial.


Persiapan kegiatan dilakukan beberapa hari sebelumnya dengan melibatkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan serta dukungan dari pihak sekolah. Berbagai paket bantuan disiapkan, seperti makanan siap saji, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya. Seluruh proses persiapan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kekompakan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinggi dari seluruh pihak yang terlibat. Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas.


Kehadiran Dharma Wanita Persatuan di tengah masyarakat tidak hanya membawa bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan rasa diperhatikan, yang menjadi nilai penting dalam membangun hubungan sosial yang kuat.


Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif bagi lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sosial serta rasa empati, baik bagi siswa maupun seluruh warga sekolah, untuk senantiasa peduli terhadap sesama. Nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian yang ditanamkan melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan “Jumat Berkah” ini juga menjadi bagian dari upaya Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dalam mendukung program sosial kemasyarakatan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat berbagi dapat terus terjaga dan menjadi budaya yang melekat, khususnya di lingkungan pendidikan.


Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan berbagi “Jumat Berkah” di UPT SMP Negeri 1 Talun Kabupaten Blitar berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan keikhlasan yang ditunjukkan oleh seluruh pihak yang terlibat menjadi cerminan nilai-nilai luhur yang patut dipertahankan. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dan mampu menginspirasi berbagai pihak untuk terus menebar kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.


Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Ibu Novita Danang selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Pendidikan

20722-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ibu Susi Agus Santosa menghadiri kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M yang digelar pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 di Pendopo Ronggo Hadi Negoro

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : iman dan taqwa

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro
5. Pakaian : Busana Muslim

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Susi Agus Santosa, mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dalam menghadiri kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M yang digelar pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Ronggo Hadi Negoro yang berlokasi di Jalan Semeru, Kota Blitar, dan dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Blitar, bapak Rijanto beserta istri dan bapak Beky beserta istri.


Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, para tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan organisasi berkumpul untuk saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat hubungan kerja yang harmonis serta meningkatkan sinergi antar lembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.


Ibu Susi Agus Santosa menunjukkan komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung berbagai kegiatan kedinasan, khususnya dalam mempererat hubungan sosial dan kebersamaan. Beliau dengan penuh keakraban mendampingi Kepala Dinas Pendidikan, mencerminkan kekompakan antara organisasi DWP dengan jajaran struktural di Dinas Pendidikan.


Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota Dharma Wanita Persatuan lainnya, di antaranya Ibu Ranty Rahardian selaku istri Sekretaris Dinas Pendidikan, serta Ibu Filia Deni selaku istri Kepala Bidang SD. Kehadiran mereka turut menambah semarak suasana serta memperkuat rasa kebersamaan di antara anggota DWP. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.


Tujuan utama halal bihalal adalah mempererat tali silaturahmi, menyambung hubungan yang terputus, dan saling memaafkan kesalahan antar sesama setelah Ramadan. Tradisi khas Indonesia ini bertujuan membersihkan hati dari dendam, meningkatkan kualitas spiritual, serta menciptakan harmoni, persatuan, dan toleransi dalam masyarakat.


Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Bapak Rijanto, menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan, meningkatkan integritas, serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. Beliau mengajak seluruh jajaran yang hadir untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik awal dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, diakhiri dengan ramah tamah yang memberikan kesempatan kepada para undangan untuk saling berbincang dan mempererat hubungan personal. Momen ini menjadi refleksi penting bahwa kebersamaan dan komunikasi yang baik merupakan kunci dalam mendukung kinerja pemerintahan yang efektif.


Dengan kehadiran Ketua DWP beserta jajaran, kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol sinergi yang kuat antara organisasi wanita dan instansi pemerintah. Diharapkan, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan di Kabupaten Blitar.


Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Ibu Novita Danang selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pendidikan

20809-03-2026

KEGIATAN BHAKTI SOSIAL SANTUNAN DAN BERBELANJA BAJU LEBARAN BAGI ANAK YATIM DI KECAMATAN KESAMBEN KABUPATEN BLITAR


Unsur Pelaksana : UP Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar


Bidang : Sosial Budaya


Program Kerja : Kepedulian dan Kesetiakawanan Sosial


Kegiatan : Bhakti Sosial Santunan dan Belanja Baju Lebaran Anak Yatim


Hari/Tanggal : Senin, 9 Maret 2026


Waktu : 09.00 WIB – selesai


Tempat : Aula Kantor Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar dan Toko Trend


Pelaksana (WHO):

Ketua UP DWP Kecamatan Kesamben Ny. Tuty Yuliana Amir Bharata beserta anggota UP DWP Kecamatan Kesamben.


Publik Penerima Manfaat (DATA PUBLIK):

Sebanyak 16 anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Ilmi Desa Siraman Kecamatan Kesamben serta anak yatim dari Kecamatan Selorejo.


Latar Belakang:

Kegiatan bhakti sosial ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial Dharma Wanita Persatuan terhadap anak yatim, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan serta membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yatim dalam merayakan hari kemenangan.


Pelaksanaan Kegiatan (Data + What–When–Where–Who–Publik):

Pada hari Senin, 9 Maret 2026 bertempat di Aula Kantor Kecamatan Kesamben, telah dilaksanakan kegiatan Bhakti Sosial berupa santunan dan belanja baju lebaran bagi 16 anak yatim. Kegiatan ini merupakan hasil pentasyarufan dana dari Kecamatan Kesamben dan Desa Siraman serta dukungan dari DWP Kabupaten Blitar.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Dharma Wanita Persatuan, serta pembacaan doa. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Camat Kesamben Bapak Amir Bharata selaku penasehat UP DWP Kecamatan Kesamben yang menyampaikan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim sebagai amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DWP Kabupaten Blitar Ny. Ita Eko Susanto yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan kebersamaan dalam berbagi kebahagiaan kepada anak yatim, khususnya dalam menyambut Idul Fitri.


Setelah rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan anak-anak yatim untuk berbelanja kebutuhan baju lebaran di Toko Trend. Setiap anak mendapatkan voucher belanja sebesar Rp200.000,- serta uang saku sebesar Rp50.000,-.

Suasana penuh kebahagiaan terlihat dari wajah anak-anak yatim yang dengan antusias memilih pakaian, sepatu, dan kebutuhan lainnya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.


Tujuan Kegiatan:

1. Menyalurkan bantuan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

2. Memberikan kebahagiaan dan semangat kepada anak yatim dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

3. Mempererat silaturahmi antar anggota DWP dan masyarakat.

4. Mengimplementasikan nilai-nilai sosial dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.


Hasil dan Dampak Kegiatan:

1. Terpenuhinya kebutuhan baju lebaran bagi anak yatim sebagai publik penerima manfaat.

2. Meningkatnya kepedulian sosial anggota DWP terhadap masyarakat yang membutuhkan.

3. Terwujudnya kebahagiaan dan rasa syukur bagi anak-anak yatim menjelang Hari Raya Idul Fitri.

4. Terjalinnya hubungan yang harmonis antara DWP dan masyarakat Kecamatan Kesamben.


Makna dan Refleksi:

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Kebahagiaan yang dirasakan anak-anak yatim menjadi pengingat bahwa sekecil apapun kebaikan akan memberikan dampak besar bagi masyarakat.


Tindak Lanjut dan Evaluasi:

UP DWP Kecamatan Kesamben berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pelayanan publik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan.


Penutup:

Kegiatan Bhakti Sosial Santunan dan Belanja Baju Lebaran bagi anak yatim berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan masyarakat Kecamatan Kesamben.


Laporan ini disusun oleh:
Operator UP DWP Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar



Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Kecamatan Kesamben
20905-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR


Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar menghadiri kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim Piatu yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M.


Bidang : Sosial Budaya, Kegiatan Iman dan Taqwa


Keterangan :
1. Hari/Tanggal : Kamis, 5 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 – selesai
3. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja, Kantor Kabupaten Blitar Kanigoro
4. Acara : Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim


Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur organisasi wanita dan tamu undangan, antara lain:
• Pengurus dan anggota GOW Kabupaten Blitar
• Perwakilan Pemerintah Kabupaten Blitar
• Perwakilan PCNU Kabupaten Blitar
• Perwakilan Baznas Kabupaten Blitar
• Organisasi wanita se-Kabupaten Blitar
• Pelaku UMKM binaan GOW
Dari UP DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dihadiri oleh :
1. Ibu Suharti Liani (Ketua DWP Dispusip)
2. Ibu Verne (Sekretaris DWP Dispusip)
3. Ibu Nazil
4. Ibu Yeyet
5. Ibu Celvia
6. Ibu Lilik


Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan di Bulan Suci Ramadhan.
2. Bentuk kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak yatim piatu.
3. Momentum mempererat silaturahmi dan sinergi antarorganisasi wanita.
4. Wujud dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi melalui partisipasi dalam bazar UMKM binaan GOW.


Acara diawali dengan lantunan sholawat oleh Tim Sholawat yang menciptakan suasana religius dan penuh ketenangan. Selanjutnya dilaksanakan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan menjelang Ramadhan.


Selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan Ketua Panitia dan perwakilan Bupati Blitar.


Pada sesi inti, K.H. Agus Muadzin memberikan tauzian dengan inti pembahasan sebagai berikut :

1. PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI ANAK
Dalam pandangan Islam, hal utama yang harus diajarkan kepada anak adalah ilmu, karena dengan ilmu seorang anak dapat mengenal Allah, memahami agama, dan menjalani hidup dengan benar. Pendidikan dalam Islam tidak hanya berarti sekolah, tetapi proses menanamkan pengetahuan, iman, dan akhlak sejak dini. Tanpa ilmu, seseorang tidak akan tahu mana yang benar dan mana yang salah, sehingga ilmu menjadi dasar bagi semua kebaikan.
Ilmu akan menjadi bekal hidup yang sangat penting karena harta tanpa ilmu akan habis, sedangkan ilmu akan membimbing seseorang dalam menjalani kehidupan dengan benar.

2. BENTUK-BENTUK COBAAN DALAM KEHIDUPAN
Dalam kehidupan, manusia akan diuji dengan berbagai cobaan, di antaranya:
1. Cobaan rumah tangga, yaitu ujian yang datang dari pasangan hidup.
Dalam kehidupan rumah tangga, tidak semua perjalanan berjalan tenang dan sesuai harapan. cobaan dalam rumah tangga adalah sesuatu yang wajar, karena pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang ujian kesabaran, keikhlasan, dan kedewasaan. Salah satu ujian yang paling sering terjadi adalah ujian yang datang dari pasangan hidup sendiri. Hal ini bukan berarti pernikahan itu salah, tetapi justru menjadi bagian dari cara Allah mendidik hamba-Nya agar menjadi lebih kuat dan lebih dekat kepada-Nya.
2. Cobaan ekonomi, baik dalam bentuk kesulitan ekonomi maupun kelimpahan rezeki yang dapat membuat seseorang terlena.
• Ketika berada dalam kesempitan, seseorang diuji apakah ia tetap sabar, tetap berusaha dengan cara yang halal, dan tidak putus asa dari rahmat Allah. Tidak sedikit rumah tangga goyah karena masalah ekonomi, namun bagi orang yang beriman, keadaan sulit justru menjadi kesempatan untuk belajar tawakal dan saling menguatkan.
• Sebaliknya, ketika rezeki datang dengan mudah dan melimpah, itu pun merupakan ujian yang tidak kalah berat. Kelimpahan harta bisa membuat seseorang terlena, lupa bersyukur, lalai dalam ibadah, bahkan merasa tidak lagi membutuhkan pertolongan Allah. Dalam kondisi lapang, seseorang diuji apakah ia tetap rendah hati, tetap ingat kepada Allah, dan tetap menggunakan hartanya di jalan yang baik.

3. Cobaan melalui anak, baik anak kandung maupun menantu.
Ujian melalui anak bisa bermacam-macam, seperti sikap anak yang tidak sesuai harapan, perbedaan pendapat, masalah akhlak, hingga persoalan rumah tangga anak yang ikut dirasakan oleh orang tua. Bahkan setelah anak dewasa dan berkeluarga, ujian bisa datang melalui menantu, karena adanya perbedaan latar belakang, kebiasaan, dan cara pandang yang kadang menimbulkan kesalahpahaman. Dalam keadaan seperti ini, orang tua diuji untuk tetap bersikap adil, menahan emosi, dan menjaga hubungan keluarga agar tidak rusak.

4. Cobaan ketaatan, yaitu ujian dalam menjaga ketaatan kepada Allah.
Ketaatan bukan perkara ringan. Ada kalanya iman naik dan turun, semangat beribadah melemah, atau muncul rasa malas dan lalai. Di saat seperti itulah seseorang sedang diuji, apakah ia tetap berusaha mendekat kepada Allah atau justru mengikuti hawa nafsu. Cobaan ketaatan juga bisa datang ketika seseorang sudah berada di jalan yang baik, lalu diuji dengan godaan, pujian, atau keadaan yang membuatnya lengah. Dengan kesabaran, doa, dan terus berusaha memperbaiki diri, cobaan dalam ketaatan justru menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah.


Semua cobaan tersebut dapat dihadapi apabila seseorang menguatkan ibadah kepada Allah, di antaranya dengan:
* Menjaga silaturahmi
* Memperbanyak sedekah


3. PERMASALAHAN REMAJA SAAT INI
Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada remaja saat ini adalah kebiasaan tidur terlalu larut karena bermain handphone. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Kurang tidur membuat tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan semangat belajar maupun beribadah. Selain itu, penggunaan handphone pada malam hari juga membuat pikiran terus aktif sehingga tubuh sulit beristirahat dengan baik.


4. KUNCI HIDUP YANG BAIK
Beberapa kunci untuk menjalani kehidupan dengan baik, yaitu:
1. Tidak sering begadang, agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.
2. Selalu berusaha hidup dengan bahagia dan bersyukur.


5. CARA AGAR SHOLAT BISA KHUSYUK
Agar sholat dapat dilakukan dengan khusyuk, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Menjaga makanan dan penghasilan agar halal, serta menjauhi perbuatan zina.
2. Memahami bacaan sholat (tarjim atau terjemahannya) sehingga lebih menghayati makna doa dan bacaan.
3. Tidak meninggalkan sholat berjamaah, karena sholat berjamaah dapat memperkuat keimanan dan kekhusyukan.


6. DOA UNTUK ANAK YANG SULIT DIINGATKAN
Doa yang dapat dipanjatkan ketika memiliki anak yang sulit diingatkan:
"Ya Allah, kami sering lupa dan banyak dosa. Ya Allah, ampunilah kami atas kelalaian dan dosa-dosa kami."

Selain itu juga dianjurkan membaca:
* Doa taubat Nabi Adam
* Doa taubat Nabi Yunus
* Membaca “Allahumma ajirni minan naar” sebanyak 3 kali setelah sholat Maghrib dan Subuh
* Membaca Surah Al-Fatihah 40 kali setelah sholat Maghrib


7. MENGELOLA HATI KETIKA HARAPAN TIDAK TERWUJUD
Ketika apa yang diharapkan tidak terjadi, seseorang perlu belajar mengelola hati dengan kesabaran dan keikhlasan. Semua yang terjadi merupakan bagian dari ujian kehidupan yang harus dijalani dengan memperkuat iman dan tawakal kepada Allah.


PENUTUP

>

Keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar dalam kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim Piatu ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung kegiatan sosial-keagamaan, mempererat sinergi antarorganisasi wanita, serta meningkatkan nilai kepedulian dan kebersamaan menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat syukur, solidaritas, dan pengabdian kepada masyarakat semakin tumbuh dan menjadi bagian dari budaya organisasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Blitar yang religius dan berdaya.


Laporan ini dibuat/disunting oleh Triana selaku operator eReporting Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
21012-03-2026

Ibu-Ibu Anggota Unsur Pelaksana Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar serta beberapa Karyawati Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar menghadiri Kegiatan Siraman Rohani yang diadakan oleh Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Blitar

Bidang : Sosial Budaya, Iman dan Takwa

Keterangan :

1. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 – selesai
3. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja, Kantor Bupati Blitar, Jl. Kusuma Bangsa No 60 Kabupaten Blitar
4. Acara : Siraman Rohani Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M

Kegiatan dihadiri oleh:

- Ketua Panitia Ibu Ninik Rijanto
- Ketua Perwosi Ibu Arina Becky
- Ketua Persit Kab Blitar
- Kepala Baznas KAb Blitar yang diwakili pengurus
- Ketua PCNU Kab Blitar
- Organisasi Wanita seluruh Kabupaten Blitar
Dalam kegiatan ini, Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam rangka memperkuat nilai-nilai spiritual, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Kabupaten Blitar secara rutin menyelenggarakan kegiatan Siraman Rohani setiap hari Kamis selama bulan Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi wanita di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP). Melalui kegiatan ini diharapkan para anggota dapat memperoleh pencerahan rohani, memperdalam pemahaman keagamaan, serta memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Pada hari Kamis, 12 Maret 2026, anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar turut hadir dan mengikuti kegiatan Siraman Rohani yang diselenggarakan di Pendopo Sasana Adhi Praja (SAP) Kanigoro Kabupaten Blitar.
Rangkaian kegiatan Siraman Rohani diawali dengan lantunan sholawat dari Grup Sholawat Al Husainiyah dari IG TKI Kecamatan Ponggok yang merupakan binaan Bapak Suharmadi, M.Pd selaku pimpinan Korwil Kecamatan Ponggok. Lantunan sholawat tersebut menambah suasana religius serta menumbuhkan rasa kebersamaan di antara para peserta.
Adapun susunan acara dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
4. Sambutan dari perwakilan Bupati Blitar
5. Tausiyah / Siraman Rohani
6. Doa penutup
Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim serta pembagian doorprize kepada para peserta yang beruntung.
Dalam sambutannya, perwakilan Bupati Blitar menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Blitar tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan beberapa pesan penting kepada seluruh peserta yang hadir.
Salah satu hal yang disampaikan adalah mengenai peringatan Hari Raya Idul Fitri tahun ini yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga sikap toleransi antarumat beragama. Penetapan tanggal 1 Syawal juga tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan dilaksanakan oleh pemerintah.
Selain itu, beliau juga mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap terburu-buru dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, khususnya dalam hal berbelanja kebutuhan Lebaran. Masyarakat diimbau untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan masing-masing, sehingga tidak terjadi perilaku konsumtif atau panic buying.
Berbelanja secara bijak dan rasional sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga serta membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasaran. Dengan berbelanja sesuai kebutuhan, masyarakat dapat menghindari perilaku mubazir serta lebih fokus pada makna dan esensi Lebaran, yaitu mempererat kebersamaan, meningkatkan ibadah, dan memperbaiki diri.
Tausiyah dalam kegiatan Siraman Rohani ini disampaikan oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Blitar yakni Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya mensyukuri setiap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Salah satu bentuk rasa syukur yang paling utama adalah dengan melaksanakan kewajiban ibadah, terutama menjaga salat lima waktu dengan baik dan penuh kesungguhan. Dalam bulan suci Ramadan, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak amal kebaikan.
Beliau juga menekankan bahwa peran seorang ibu dalam keluarga sangatlah penting. Keikhlasan seorang ibu dalam menjalankan perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga akan membawa keberkahan dalam kehidupan keluarga serta dapat menjadi teladan bagi anak-anak.
Dalam tausiyah tersebut juga disampaikan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang selalu memperhatikan umatnya. Bahkan menjelang wafatnya, Rasulullah SAW masih memikirkan keadaan umatnya dan berpesan agar umat Islam senantiasa menjaga salat.
Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak yatim. Dalam Islam, anak yatim adalah anak yang ditinggal meninggal oleh ayahnya sebelum mencapai usia baligh. Batasan baligh bagi perempuan adalah ketika telah mengalami haid, sedangkan bagi laki-laki ketika telah mengalami mimpi basah.
Melalui kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan dalam kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial kepada sesama yang membutuhkan.
Beliau juga mengingatkan bahwa manusia tidak boleh bersikap sombong karena kehidupan di dunia hanyalah sementara. Segala sesuatu yang dimiliki manusia, baik harta, jabatan, maupun kedudukan, hanyalah titipan dari Allah SWT.
Oleh karena itu, manusia harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Rasa syukur dapat diwujudkan melalui hati, lisan, maupun perbuatan. Bersyukur melalui hati berarti menyadari bahwa segala nikmat berasal dari Allah. Bersyukur melalui lisan dapat dilakukan dengan mengucapkan Alhamdulillah, sedangkan bersyukur melalui perbuatan dapat diwujudkan dengan meningkatkan ibadah serta berbagi kepada sesama.
Sikap syukur juga dapat memberikan ketenangan batin, meningkatkan rasa bahagia, serta menjauhkan manusia dari sifat iri dan dengki.
Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, para anggota dapat terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, serta mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Tenaga Kerja
21112-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H Dharma Wanita Persatuan Satuan Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar mengikuti Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bulan Maret 2026

1. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 s/d Selesai
3. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kab. Blitar 4. Dihadiri oleh :
* Bupati diwakili Asisten Pemerintahan Bapak Wiji
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Ketua perwosi bu Arina Beki
* Ketua PC Muhamadiyah * Penceramah Ibu Nyai M. Yasin Yusuf
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW
* Ketua Persit 511 Blitar
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar

Acara: 1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat AL Husainiyah dari IG TKI Kec. Ponggok
2. Santunan anak yatim
3. Menyanyikan lagu Indonesia raya
4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah
5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadzah Lailatul Mubarokah, L.C
6. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Wiji Maulana

Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau berpesan agar berhati-hati karena mendekati lebaran, berhati-hati dalam berkendara, dan jangan panic buying.

Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.

7. Tauziah dari Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf

Setiap manusia harus punya 3 kebaikan: - Sunnatullah
Yang dimaksud adalah Alloh menyimpan rahasia (aib) manusia. Jika aib kita terlihat maka kita tidak akan bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan ditampakkan pada hari akhir.
- Sunnatul Rosul
Sebagai pemimpin kita seharusnya memperhatikan bawahan, sebagai orang yang mampu seharusnya memperhatikan orang yang kekurangan terutama anak yatim dan fatim yang ada di sekitarnya.
- Sunatul Aulia
Yaitu menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam hidup kita sering sakiti baik fisik maupun batin. Jika diberi ujian sakit wajib mensyukuri nikmat sakit dengan ikhlas.

-yudo-


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Selopuro
21213-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar mengikuti Siraman Rohani dan Santunan anak Yatim Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H bulan Februari 2026
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan keluarga, Iman dan Takwa
Keterangan Program:
1. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar beserta Pengurus
2. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 - Selesai
4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar
5. Dihadiri oleh :
* Bupati diwakili Asisten Pemerintahan Bapak Wiji
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Ketua perwosi bu Arina Beki
* Ketua PC Muhamadiyah Selaku Penceramah Ibu Nyai M. Yasin Yusuf
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW
* Ketua Persit 511 Blitar
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar

Susunan Acara:
1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat AL Husainiyah dari IG TKI Kec. Ponggok
2. Santunan anak yatim
3. Menyanyikan lagu Indonesia raya dengan Dirigent Ibu Yuni Suswanti
4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah
5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadzah Lailatul Mubarokah, L.C
6. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Wiji Maulana
7. Acara Inti / Tausizah
8. Doa Penutup

Dalam sambutan nya Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau berpesan agar berhati-hati karena mendekati lebaran, berhati-hati dalam berkendara, dan jangan panic buying.

Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.

Tauziah dari Ibu Nyai Muntamimah Yasin Yusuf

Ibu Nyai Muntamimah Ysin Yusuf menyampaikan bahwa nikmat yang besar adalah nikmat sehat, sehat jasmani maupun sehat rohani. Berfungsinya semua panca indra yang ada di tubuh kita adalah nikmat yang luar biasa.

Sebagai seorang ibu mempunyai peran yang luar biasa terutama dalam keluarga. Jika ibu lalai maka keluarga akan ikut lalai.

Setiap manusia harus punya 3 kebaikan:

1. Sunnatullah

Yang dimaksud adalah Alloh menyimpan rahasia (aib) manusia. Jika aib kita terlihat maka kita tidak akan bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan ditampakkan pada hari akhir. Alloh menunggu tobat manusia sebelum akhir usia manusia. Ciri-ciri akhir manusia diantaranya rambut hitam jadi putih, fungsi badan mulai menurun.

Karena Alloh selalu menutupi aib kita maka sebaiknya sebisanya kita berusaha menutupi aib sesama manusia. Pada masa Nabi Musa terjadi paceklik, Nabi Musa mengajak kaumnya sholat isti'qo. Tetapi setelah sekian waktu tidak juga turun hujan, hal ini dikarenakan ada salah satu kaumnya ada yang bermaksiat. Setelah bertobat langsung datang hujan.

2. Sunnatul Rosul

Nabi selalu memperhatikan umat. Pada saat Nabi Muhammad sakit sebelum meninggal Nabi masih memikirkan umatnya. Pada saat didatangi Malaikat Izroil akan mencabut nyawa, Nabi Muhammad bertanya bagaimana dengan umatnya seusai kematiannya. Malaikat menjawab semua umat manusia diharamkan masuk surga sebelum semua umat Nabi Muhammad masuk surga semuanya. Setelah mendengar itu Nabi Muhammad tersenyum dan bersedia dicabut nyawanya.

Maka sebagai pemimpin kita seharusnya memperhatikan bawahan, sebagai orang yang mampu seharusnya memperhatikan orang yang kekurangan terutama anak yatim dan fatim yang ada di sekitarnya.

3. Sunatul Aulia

Yang dimaksud yaitu menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam hidup kita sering sakiti baik fisik maupun batin. Jika diberi ujian sakit wajib mensyukuri nikmat sakit dengan ikhlas.
1. Tanya: awal dan batas akhir dalam memberukan zakat
Jawab: zakat terutama zakat maal dihitung dalam setahun
2. Tanya:Ada golongan yang berhak menerima,
Jawab: yang berhak menerima adalah orang fakir termasuk GTT boleh jika gajinya tidak cukup
3. Tanya: Bagaimana cara mencegah menceritakan aib orang lain
Jawab: sebisa mungkin tidak menceritakan (ngempet) dengan berharap Alloh selalu menutupu aib kita.

Acara di lanjutkan dengan Doa yang di pimpin oleh Ibu Nyai Yasin Yusuf , dilanjutakan dengan pemberian doorprize kepada yang menerima diharapkan langsung maju kedepanuntuk pengambilan hadiah.

Penulis : H_M

Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar
Program: Iman dan Takwa

21310-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonotirto

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Ibu Ketua Dharma Wanita Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar beserta anggota dan juga perwakilan anggota TP PKK Kecamatan mengikuti Kegiatan Siraman Rohani Korpri.

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa
Keterangan Program :
1. Kegiatan: Siraman Rohani Korpri
2. Hari/Tanggal : Selasa, 10 Maret 2026
3. Pukul : 07.30 WIB s.d Selesai
4. Tempat: Pendopo Sasana Adhi Praja
5. Pakaian : Korpri
6. Peserta: + 10.000 Orang
7. Tema : Membangun Harmoni Kehidupan ASN Seimbang antara Karir, Keluarga dan Ibadah
Secara harfiah, siraman rohani berasal dari kata "siraman" (mengguyur/mendinginkan) dan "rohani" (jiwa/spiritual). Secara istilah, ini adalah kegiatan pembinaan mental dan spiritual yang bertujuan untuk memberikan nasihat, pencerahan, serta penguatan batin kepada seseorang atau kelompok. Acara Siraman Rohani KORPRI merupakan agenda penting untuk menyegarkan kembali semangat pengabdian para ASN (Aparatur Sipil Negara) agar tidak hanya terjebak dalam rutinitas birokrasi, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat.
1. Fungsi Utama
• Penyegaran Mental (Refreshing): Di tengah penatnya rutinitas kerja dan target karier, siraman rohani berfungsi sebagai "istirahat sejenak" untuk menenangkan pikiran.
• Kompas Etika: Mengingatkan kembali tentang nilai-nilai moral dan kejujuran agar tidak terjerumus dalam penyimpangan (seperti korupsi atau penyalahgunaan wewenang).
• Keseimbangan (Work-Life Balance): Membantu individu melihat bahwa hidup bukan hanya soal materi atau jabatan, tapi juga tentang ketenangan keluarga dan pengabdian kepada Tuhan.
2. Makna Pengabdian sebagai Ibadah. Bekerja sebagai ASN bukan sekadar menjalankan tugas administratif atau mengejar pangkat. Dalam perspektif spiritual, setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat adalah bentuk ibadah sosial.
• Melayani dengan Ikhlas: Ketika niatnya adalah ibadah, maka rasa lelah akan berubah menjadi lillah (karena Allah).
• Profesionalisme: Menjalankan tugas dengan kompeten adalah bentuk amanah yang akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.
3. Integritas: Menjaga Hati di Tengah Sistem
Godaan dalam dunia kerja seringkali muncul dalam bentuk gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, atau sekadar kemalasan.
• Kejujuran: Kejujuran adalah mahkota seorang abdi negara. Uang yang dibawa pulang ke rumah haruslah harta yang bersih agar membawa keberkahan bagi keluarga.
• Disiplin Waktu: Menghargai jam kerja adalah bentuk ketaatan pada kontrak kerja dan sumpah jabatan.
4. Menjadi Teladan (Role Model)
Anggota KORPRI adalah wajah dari pemerintah. Di lingkungan masyarakat, ASN sering dijadikan rujukan sikap dan perilaku.
• Etika berkomunikasi: Selalu menjaga tutur kata, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
• Gotong Royong: Memperkuat soliditas antar rekan kerja tanpa memandang suku, agama, atau golongan demi persatuan bangsa.
Bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), siraman rohani sangat krusial karena:
• Memperkuat Integritas: ASN yang memiliki "rohani yang sehat" cenderung lebih sulit tergoda gratifikasi.
• Meningkatkan Empati: Membantu ASN melayani masyarakat dengan hati dan kesabaran, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
• Ketahanan Keluarga: Sesuai tema Anda, siraman rohani sering memberikan tips praktis menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah kesibukan dinas.
Tujuan dari penyelenggaraan Siraman Rohani KORPRI :
Sebenarnya adalah untuk melakukan "recharge" atau pengisian ulang energi spiritual dan mental para aparatur negara.
1. Sinkronisasi Niat (Purification of Motive)
Tujuan utama adalah menyelaraskan niat bekerja. ASN sering kali terjebak dalam rutinitas administratif yang kering. Siraman rohani bertujuan agar ASN kembali meniatkan kerja sebagai:
• Ladang Ibadah: Mengubah orientasi dari sekadar mencari gaji menjadi mencari berkah. • Pengabdian Tulus: Menghilangkan sifat pamrih dalam melayani masyarakat.
2. Peningkatan Kecerdasan Spiritual (SQ)
Jika diklat teknis meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ) dan pelatihan kepemimpinan mengasah kecerdasan emosional (EQ), maka siraman rohani bertujuan mengasah Kecerdasan Spiritual (SQ).
• Agar ASN memiliki ketahanan mental saat menghadapi tekanan kerja.
• Agar ASN memiliki nilai etika (kompas moral) yang tidak mudah goyah oleh suap atau tekanan kepentingan.
3. Peneguhan Komitmen Panca Prasetya KORPRI
Tujuannya adalah menginternalisasi butir-butir Panca Prasetya KORPRI ke dalam sanubari, bukan sekadar dihafal saat upacara.
• Kesetiaan: Setia kepada negara dan pemerintah melalui jalur agama/moral.
• Keadilan: Menjamin bahwa pelayanan diberikan secara adil tanpa memihak.
4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Harmonis
Kegiatan ini bertujuan membangun suasana kerja yang sejuk (kondusif).
• Meredam Konflik: Mengingatkan pentingnya silaturahmi dan membuang penyakit hati seperti iri, dengki, atau sombong antar rekan sejawat.
• Komunikasi Efektif: Membangun budaya tegur sapa yang santun berdasarkan nilai-nilai agama.
5. Menjaga Marwah Institusi
Tujuan jangka panjangnya adalah menjaga citra pemerintah di mata publik.
• ASN yang religius dan berintegritas akan menjauhkan institusi dari skandal atau perilaku yang merusak kepercayaan masyarakat (public trust).
Manfaat utamanya:
1. Penguatan Integritas dan Moral
Di tengah godaan gratifikasi atau korupsi, siraman rohani berfungsi sebagai rem spiritual. Ini mengingatkan ASN bahwa ada pengawasan yang lebih tinggi daripada sekadar atasan atau inspektorat, yaitu pengawasan Tuhan.
• Kejujuran: Mendorong perilaku kerja yang bersih dan transparan.
• Tanggung Jawab: Menyadari bahwa setiap tanda tangan dan kebijakan memiliki konsekuensi dunia-akhirat.
2. Manajemen Stres dan Kesehatan Mental
Beban kerja birokrasi yang tinggi dan target yang ketat sering kali memicu kejenuhan atau stres.
• Ketenangan Batin: Konten yang menyejukkan membantu ASN meraih inner peace, sehingga bisa berpikir lebih jernih.
• Keseimbangan: Membantu menyeimbangkan kehidupan kerja (work-life balance) dengan kehidupan spiritual.
3. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik
ASN yang memiliki kecerdasan spiritual cenderung lebih empati.
• Pelayanan dengan Hati: ASN tidak lagi melihat masyarakat sebagai beban, melainkan sebagai sesama yang perlu dibantu.
• Kesabaran: Meningkatkan kesabaran dalam menghadapi komplain atau dinamika di lapangan.
4. Mempererat Solidaritas (Jiwa Korsa)
Pertemuan dalam forum religi mempertemukan berbagai unit kerja dalam suasana yang lebih santai dan kekeluargaan.
• Harmonisasi: Menghilangkan sekat-sekat ego sektoral antar instansi.
• Persatuan: Menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di tengah keberagaman anggota KORPRI.
Kesan (Apa yang Dirasakan)
• Penyegaran Spiritual: "Kegiatan ini terasa seperti oase di tengah padatnya rutinitas birokrasi. Kami merasa diingatkan kembali bahwa di balik tumpukan berkas dan aplikasi, ada tanggung jawab besar kepada Tuhan dan masyarakat."
• Momen Refleksi: "Materi yang disampaikan sangat relevan dengan dinamika kerja kami. Kami tersadar bahwa terkadang kami terlalu sibuk mengejar target administratif hingga lupa menjaga keikhlasan hati dalam melayani."
• Kehangatan Kebersamaan: "Melihat rekan-rekan dari berbagai unit duduk bersama dalam suasana yang tenang menciptakan rasa kekeluargaan yang lebih kuat daripada sekadar pertemuan formal di meja rapat."
Pesan (Apa yang Diharapkan)
• Implementasi Nyata: "Semoga apa yang kita dengar hari ini tidak hanya menjadi catatan di buku, tetapi menjadi perubahan sikap saat kita kembali ke meja kerja besok pagi. Mari kita transformasi nilai spiritual menjadi kualitas pelayanan."
• Konsistensi Program: "Kami berharap kegiatan siraman rohani ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, karena iman dan semangat kerja perlu 'di-charge' secara berkala agar tidak meredup."
• Menjaga Integritas: "Pesan untuk kita semua: Mari jaga marwah KORPRI dengan bekerja bersih. Ingatlah bahwa gaji yang barokah akan membawa ketenangan bagi keluarga kita di rumah."
Laporan ini dibuat/ disunting oleh
Mediana Aliyatul

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Wonotirto
21412-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar


Anggota Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kab. Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kab. Blitar


Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga, Iman dan Takwa
Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2025
3. Pukul : 08.00 Selesai
4. Tempat : Pendopo SAP Kanigoro- Blitar
5. Pakaian : Muslim
6. Dihadiri oleh :
* Bupati diwakili Plt. Asisten Pemerintahan Bapak Alwi Maulana, S.Pd,M.Pd
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Ketua perwosi bu Arina Beki
* Ketua PC Muhamadiyah * Penceramah Ibu Nyai Mutahima Yasin Yusuf
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW
* Ketua Persit 511 Blitar
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar
7. Petugas yang hadir:
- Ibu Margareth Nanang Adi
- Ibu Yuli Edi
- Ibu Enik Yuyus
- Ibu Palupi Nurhidayat
- Ibu Ratna Rudi
- Ibu Titik Dayat


Susunan Acara:
1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat AL Husainiyah dari IG TKI Kec. Ponggok yang merupakan binaan dari Bapak Suharmadi, M.Pd selaku pimpinan Korwil Kec. Ponggok. Dinamakan Al Husainiyah karena memiliki arti berkumpulnya semua hal kebaikan termasuk kita semua yang berkumpul disini dalam hal kebaikan.
2. Santunan anak yatim diwakili oleh anak yatim dari beberapa wilayah di Kab. Blitar
3. Menyanyikan lagu Indonesia raya di pandu oleh Ibu Yuni Suswanti
4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah yang di pandu oleh MC Ibu Alwi Maulana
5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadzah Lailatul Mubarokah, L.C beiau merupakan putri berprestasi di Kabupaten Blitar. Beliau merupakan juara 1 MTQ pertama di tahun 2010 tingkat Nasional dengan tafsir bahasa Inggris. Tahun 2015 juara 1 MTQ antar Mahasiswa di Asia Mesir, 2016 MTQ Nasional harapan 2 di NTB
6. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Alwi Maulana Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau berpesan agar berhati-hati karena mendekati lebaran, berhati-hati dalam berkendara, dan jangan panic buying. Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.
7. Acara inti yaitu Tauziah dari Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf


Nikmat yang besar adalah nikmat sehat, sehat jasmani maupun sehat rohani. Berfungsinya semua panca indra yang ada di tubuh kita adalah nikmat yang luar biasa. Sebagai seorang ibu mempunyai peran yang luar biasa terutama dalam keluarga. Jika ibu lalai maka keluarga akan ikut lalai. Setiap manusia harus punya 3 kebaikan:
- Sunnatullah Yang dimaksud adalah Alloh menyimpan rahasia (aib) manusia. Jika aib kita terlihat maka kita tidak akan bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan ditampakkan pada hari akhir. Alloh menunggu tobat manusia sebelum akhir usia manusia. Ciri-ciri akhir manusia diantaranya rambut hitam jadi putih, fungsi badan mulai menurun. Karena Alloh selalu menutupi aib kita maka sebaiknya sebisanya kita berusaha menutupi aib sesama manusia. Pada masa Nabi Musa terjadi paceklik, Nabi Musa mengajak kaumnya sholat isti'qo. Tetapi setelah sekian waktu tidak juga turun hujan, hal ini dikarenakan ada salah satu kaumnya ada yang bermaksiat. Setelah bertobat langsung datang hujan.
- Sunnatul Rosul Nabi selalu memperhatikan umat. Pada saat Nabi Muhammad sakit sebelum meninggal Nabi masih memikirkan umatnya. Pada saat didatangi Malaikat Izroil akan mencabut nyawa, Nabi Muhammad bertanya bagaimana dengan umatnya seusai kematiannya. Malaikat menjawab semua umat manusia diharamkan masuk surga sebelum semua umat Nabi Muhammad masuk surga semuanya. Setelah mendengar itu Nabi Muhammad tersenyum dan bersedia dicabut nyawanya. Maka sebagai pemimpin kita seharusnya memperhatikan bawahan, sebagai orang yang mampu seharusnya memperhatikan orang yang kekurangan terutama anak yatim dan fatim yang ada di sekitarnya.
- Sunatul Aulia Yang dimaksud yaitu menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam hidup kita sering sakiti baik fisik maupun batin. Jika diberi ujian sakit wajib mensyukuri nikmat sakit dengan ikhlas.


Sesi tanya jawab:
1. Tanya: awal dan batas akhir dalam memberikan zakat Jawab: zakat terutama zakat maal dihitung dalam setahun
2. Tanya:Ada golongan yang berhak menerima, Jawab: yang berhak menerima adalah orang fakir termasuk GTT boleh jika gajinya tidak cukup
3. Tanya: Bagaimana cara mencegah menceritakan aib orang lain Jawab: sebisa mungkin tidak menceritakan (ngempet) dengan berharap Alloh selalu menutupi aib kita.


Sebelum penutup acara hari ini di akhiri dengan doa yang di pimpin oleh ustadzah Yasin dan ibu ibu penerima door prize diharapkan langsung maju kedepan untuk pengambilan hadiah. Sebelum pulang ibu ibu tak lupa berbelanja UMKM yang turut meramaikan dalam kegiatan pagi hari ini, berbagai produk UMKM makanan basah snack kue kering dan olahan frozen serta minuman kekinian memiliki daya tarik tersendiri bagi ibu-ibu yang mau membeli Mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar memberikan berbagai manfaat strategis dan spiritual bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP Disperkimtan Kabupaten Blitar.


Berikut adalah manfaat utama dari partisipasi dalam kegiatan tersebut:
1. Penguatan Spiritual dan Mental Penyegaran Rohani: Kegiatan ini berfungsi sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan menata harmoni antara karier, keluarga, dan ibadah. Peningkatan Iman: Memberikan asupan spiritual yang membantu anggota dalam menjaga ketenangan batin dan motivasi dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai pendamping aparatur sipil negara.
2. Peningkatan Kepedulian dan Empati Sosial Wujud Kepedulian Nyata: Melalui santunan anak yatim, anggota dapat mempraktikkan langsung nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Penyaluran Zakat/Infaq: Menjadi sarana yang terorganisir bagi anggota untuk berbagi rezeki dan memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Blitar.
3. Penguatan Jejaring dan Sinergi Organisasi Silaturahmi Antar-Organisasi: Mempererat hubungan dan tali persaudaraan dengan organisasi wanita lainnya yang tergabung dalam GOW, seperti PKK, Bhayangkari, dan Muslimat. Koordinasi Strategis: Membuka peluang kolaborasi antar-instansi (seperti Disperkimtan dengan organisasi wanita lainnya) dalam program-program kemasyarakatan di masa depan.
4. Dukungan Terhadap Program Pemerintah Daerah


Sinergi Visi Kabupaten: Partisipasi ini menunjukkan dukungan DWP UP Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan terhadap visi Bupati Blitar dalam mewujudkan masyarakat yang lebih religius dan peduli sesama. Peningkatan Citra Instansi: Kehadiran anggota DWP dalam kegiatan positif ini membangun citra Disperkimtan Kabupaten Blitar sebagai instansi yang tidak hanya fokus pada penanganan pertanahan, rumah layak huni, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan.


Penulis: Ibu Enik Yuyus selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar.



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
21512-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit DPMPTSP Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan buka puasa bersama di Bulan Ramadhan 1446 H

Bidang : Sosial Budaya,

Program : Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa.

Keterangan Program :

1. Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

2. Hari/Tanggal : Kamis / 12 Maret 2026

3. Pukul : 16.00 – selesai

4. Peserta : Seluruh karyawan karyawati DPMPTSP serta seluruh angota Dharmawanita Persatuan Unit Kerja DPMPTSP Kabupaten Blitar

5. Tempat : Kantor DPMPTSP Kabupaten Blitar

6. Acara : Buka Bersama

Laporan Kegiatan :Buka puasa bersama seluruh karyawan karyawati dan anggota dharmawanita UP DPMPTSP Kabupaten Blitar merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun sekali pada bulan ramadhan yang diselenggarakan DPMPTSP Kabupaten Blitar. Buka puasa bersama adalah kegiatan makan atau minum untuk membatalkan puasa yang dilakukan umat Muslim tepat saat azan Magrib (matahari terbenam) di bulan Ramadan. Buka puasa bertujuan untuk mengembalikan energi tubuh setelah seharian berpuasa.

Susunan acara:

1. Pembukaan oleh Mc yaitu Sultan Muhammad Fikri, S.Tr.I.P

2. Sambutan oleh kepala DPMPTSP : Bayu Aji Mariska, SE.MM

3. Tausiyah oleh Bapak Harun Ar Rasyid, S.H MH

4. Penutup / doa

5. Buka bersama

6. Sholat magrib

7. Ramah Tamah

Ketua Dharmawanita Unit Pelaksana DPMPTSP Kabupaten Blitar Ibu Mida Bayu beserta anggota menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang diadakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat iman, serta mempererat silaturahmi antara anggota.

Berikut uraian acara “Buka Puasa Bersama” DPMPTSP Kabupaten Blitar sebagai berikut:

1.Pembukaan oleh MC

Pembukaan oleh Pembawa acara dimulai dengan mengucapkan basmallah bersama sama dilanjutkan dengan pembacaan susunan acara

2. Sambutan oleh kepala DPMPTSP : Bayu Aji Mariska, SE.MM , dalam sambutannya beliau mengucapkan banyak terimakasih karena telah menyempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini disela sela kesibukan yang ada. Selanjutnya beliau berharap semoga kegiatan buka puasa bersama ini bisa meningkatkan rasa kebersamaan serta iman dan mendapat pahala yang berlipat bila diniatkan ibadah di bulan suci Ramadhan ini

3. Tausiyah oleh Bapak Harun Ar Rasyid, S.H MH

Beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadhan ini adalah bulan yang harus kita syukuri kedatangannya karena kita masih diberi kesempatan bertemu bulan ini sehingga bisa beribadah untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Bulan Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah, rahmat, dan ampunan, di mana pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan keutamaan bulan Ramadhan”. Adapun keutamaannya adalah sebagai berikut: Keutamaan utamanya meliputi turunnya Al-Qur'an, adanya malam Lailatul Qadar, pelipatan ganda pahala, serta pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa dengan iman dan ikhlas. ”

1. Bulan diturunkannya AL-Qur’an: Ramadhan adalah bulan istimewa tempat wahyu pertama Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk manusia

2. Malam Lailatul Qodar: Terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang umum terjadi di 10 malam terakhir.

3. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, Allah memudahkan hamba-Nya berbuat kebaikan dan membatasi ruang maksiat.

4. Pengampunan Dosa: Puasa Ramadhan menghapus dosa-dosa masa lalu jika dijalankan dengan ikhlas dan tulus.

5. Pahala dilipat gandakan: Setiap kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan ganjaran yang jauh lebih besar dibandingkan bulan lainnya.

6.Waktu Mustajab Berdoa: Doa orang yang berpuasa, terutama saat berbuka, sangat didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.

7.Membentuk karakter sabar: Puasa melatih pengendalian diri, kesabaran, dan ketaqwaan.

8.Pembalasan Surga: Orang yang berpuasa dan beribadah di dalamnya dijanjikan surga

Dalam tausiahnya ini beliau berharap kita semua bisa memanfaatkan dan mendapatkan keutamaan keutamaan bulan Ramadhan sehingga iman dan taqwa kita meningkat dan bisa mendapatkan surgaNya. Tak lupa diahkir tausiahnya, beliau tutup dengan doa bersama dilanjutkan dengan doa berbuka puasa . Acara selanjutnya yaitu berbuka puasa ( membatalkan puasa) dilanjut sholat magrib berjamaah dan dilanjutkan buka puasa serta ramah tamah dan foto bersama.

Kegiatan “Buka puasa bersama ini berjalan dengan antusias dan tertib. Kegiatan serupa akan selalu diadakan setiap bulan suci ramadhan. Diharapkan kegiatan ini bisa mempererat tali silaturahmi antar anggota.

Petugas E- reporting Beti Cholidin


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Penanaman Modal dan PTSP
21612-03-2026Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar Hari ini Kamis Tanggal 12 Maret 2026 Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar memeriahkan Siraman Rohani dan santunan anak yatim terakhir di bulan Ramadhan. Program kerja sebagai berikut : Bidang : Sosial Budaya Program : ketahanan keluarga Keterangan program : 1. Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD kabupaten Blitar 2. Hari/tanggal : Kamis, 12 Maret 2026 3. Pukul : 08.00 - selesai 4. Tempat : Pendopo SAP jl. kusuma bangsa no. 80 Kanigoro Blitar 5. Pakaian : Busana muslim Acara di hadiri oleh plt. Asisten Pemerintahan dan kesra Bapak Alwi Maulana , Ibu ketua panitia Ibu Ninik Rijanto, Ketua PERWOSI Ibu Ariana Beki, Ketua PC Muhammadiyah Ibu Nyai Mutmainah Yasin Yusuf, perwakilan seluruh anggota OPD dan Organisasi GOW, Ketua Persit kartika chandra 511, serta pengurus baznas kabupaten blitar. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari grup sholawat Al- Husainiyah dr IGTKI kecamatan Ponggok. Santunan anak yatim, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca Al- fatihah, pembacaan ayat suci Al-quran oleh Ustadzah Lailatul Mubarokah, L.C dan terakhir sambutan Bupati Blitar yang diwakili oleh Plt.Asisten Pemerintahan dan kesra Bapak Alwi Maulana. Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, yang tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan santunan anak yatim. Beliau berpesan agar lebih berhati hati mendekati lebaran, berhati hati dalam berkendara serta jangan panic buying. Beliau berharap kita dapat tambahan ilmu yang bisa diterapkan dalam keluarga, karena sebagai ibu merupakan tiang keluarga, yang dapat menjadikan keluarga sehat kuat mental lahir batin. Selanjutnya acara inti yaitu tausiyah dari Ibu Nyai Mutmainah Yasin Yusuf. Nikmat yang besar adalah nikmat yang sehat, jasmani maupun rohani. Sebagai ibu mempunyai peran yang luar biasa dalam keluarga. Setiap manusia harus punya 3 kebaikan yaitu : 1. SUNNATULLAH yang dimaksud adalah Allah menyimpan rahasia (AIB) manusia. Jiak aib manusia terlihat maka kita tidak bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan tampak di akhir hari kehidupan manusia. 2. SUNNATUL ROSUL, Nabi selalu mamperhatikan umatnya. 3. SUNNATUL Aulia, yang dimaksud adalah menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam artian hidup kita sering di sakiti baik fisik maupun batin. penulis : Bu B_Y_H
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Sekretariat DPRD
21712-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit DPMPTSP Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anaka yatim piatu di Bulan Ramadhan 1446 H bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) Kabupaten Blitar Tahun 2025

Bidang : Sosial Budaya,

Program : Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa.

Keterangan Program :

1. Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

2. Hari/Tanggal : Kamis / 12 Maret 2026

3. Pukul : 08.00 – selesai

4. Peserta : Ketua DWP beserta Anggota DWP se kabupaten Blitar, Pengurus GOW beserta anggota , Ketua dan pengurus PKK Kabupaten , Kecamatan dan Desa se Kabupaten Blitar.

5. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro

6. Acara : Siraman Rohani .

Laporan Kegiatan :Siraman rohani merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari kamis pada bulan ramadhan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) dan Pemerintah Kabupaten Blitar.Seperti halnya siraman yang di laksanakan pada tangal 12 Maret 2026 bertempat di Sasana Adhi Praja Kanigoro blitar yang di hadiri oleh seluruh pengurus DWP, seluruh pengurus PKK kecamatan , Desa dan Kelurahan se Kabupaten Blitar Ketua panitia Ninik Riyanto,Ketua perwosi bu Arina Beki,Ketua PC Muhamadiyah ,Penceramah Ibu Nyai Mutahima Yasin Yusuf, Ketua Persit 511 Blitar dan Pengurus Baznas Kabupaten Blitar dengan Susunan acara

1. pembukaan oleh Mc yaitu Ibu Khoirul Kiptiyah

2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila

3. Menyanyikan Lagu Indionesia raya dengan dipimpin oleh ibu Nur Jami’ah

4. Sambutan

5. Tausiyah oleh Bapak Drs.KH. Agus Mu”adzin

6. Penutup / doa

Ketua Dharmawanita Unit Pelaksana DPMPTSP Kabupaten Blitar Ibu Mida Bayu beserta anggota Ibu Mening Rendra menghadiri kegiatan siraman rohani. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pencerahan kepada para anggota, khususnya dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat iman, serta mempererat silaturahmi antara anggota.

Berikut uraian acara Siraman rohani di Pendopo Sasana Adhi Praja Blitar sebagai berikut:

Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat AL Husainiyah dari IG TKI Kec. Ponggok yang merupakan binaan dari Bapak Suharmadi, M.Pd selaku pimpinan Korwil Kec. Ponggok. Dinamakan Al Husainiyah karena memiliki arti berkumpulnya semua hal kebaikan termasuk kita semua yang berkumpul disini dalam hal kebaikan. Santunan anak yatim diwakili oleh anak yatim dari beberapa wilayah di Kab. Blitar.

1.Pembukaan oleh MC

Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta terima kasih yang tak terhingga kepada ibu yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara siraman rohani serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, para panitia, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga segala upaya kita mendapatkan pahala dari Allah SWT

2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ulayya Kumillaili

Pembacaan pemenang undian doorprice untuk 20 orang yang diacak berdasarkan nomer kehadiran pada daftar hadir.

3. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Alwi Maulana Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau berpesan agar berhati-hati karena mendekati lebaran, berhati-hati dalam berkendara, dan jangan panic buying. Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.

Beliau menyampaikan bahwa Siraman rohani merupakan momentum yang sangat baik bagi kita .

4. Acara inti yaitu Tauziah dari Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf (Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Blitar

Nikmat yang besar adalah nikmat sehat, sehat jasmani maupun sehat rohani. Berfungsinya semua panca indra yang ada di tubuh kita adalah nikmat yang luar biasa. Sebagai seorang ibu mempunyai peran yang luar biasa terutama dalam keluarga. Jika ibu lalai maka keluarga akan ikut lalai.

Peran Ibu dalam keluarga selama Ramdhan harus kita laksanakan dengan Ihklas.

Memperbanyak rasa Syukur terutama di Bulan Ramadhan ini.

Setiap manusia harus punya 3 kebaikan yang harus diteladani, yaitu:

1. Sunnatullah

Allah selalu menyimpan rahasia (aib) manusia(hambaNya). Jika aib kita terlihat maka kita tidak akan bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan ditampakkan pada hari akhir. Allah menunggu tobat manusia sebelum akhir usia manusia, karena yang tidak pernah merasa berdosa hanyalah setan. Ciri-ciri akhir manusia diantaranya rambut hitam jadi putih, gigi yang mulai tanggal ,fungsi badan mulai menurun, dll. Karena Alloh selalu menutupi aib kita maka sebaiknya sebisanya kita berusaha menutupi aib sesama manusia. Pada masa Nabi Musa terjadi paceklik, Nabi Musa mengajak kaumnya sholat isti'qo. Tetapi setelah sekian waktu tidak juga turun hujan, hal ini dikarenakan ada salah satu kaumnya ada yang bermaksiat. Setelah bertobat langsung datang hujan.

2. Sunnatul Rosul

Nabi selalu memperhatikan umat. Pada saat Nabi Muhammad sakit sebelum meninggal Nabi masih memikirkan umatnya. Pada saat didatangi Malaikat Izroil akan mencabut nyawa, Nabi Muhammad bertanya bagaimana dengan umatnya seusai kematiannya. Malaikat menjawab semua umat manusia diharamkan masuk surga sebelum semua umat Nabi Muhammad masuk surga semuanya. Setelah mendengar itu Nabi Muhammad tersenyum dan bersedia dicabut nyawanya. Maka sebagai pemimpin kita seharusnya memperhatikan bawahan, sebagai orang yang mampu seharusnya memperhatikan orang yang kekurangan terutama anak yatim dan fatim yang ada di sekitarnya. Sebagai manusia kita tidak boleh bersifat sombong harus membagi kepedulian dan perhatian melalui kegiatan santunan yatim piatu. Anak yatim adalah anak yang belum balik , yang ditinggal meninggal bapaknya yang harus hidup mandiri. Anak yang masih kecil yang ditinggal meninggal ibunya (tersapih secara paksa ) disebut fatim (piatu).

3. Sunatul Auliya

Yang dimaksud yaitu menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam hidup kita sering sakiti baik fisik maupun batin. Jika diberi ujian sakit wajib mensyukuri nikmat sakit dengan ikhlas. Memperbanyak istighfar setiap hari memohon ampundari segala dosa. Kaya dan miskin adalah sama sama ujian , semuanya adalah ujian titipan Allah maka menjadi mausia tidak boleh sombong.Allah Maha berkehendak maka kita harus berhati- hati.

Sesi tanya jawab:

1. Tanya: awal dan batas akhir dalam memberukan zakat

Jawab: zakat terutama zakat maal dihitung dalam setahun

2. Tanya:Ada golongan yang berhak menerima,

Jawab: yang berhak menerima adalah orang fakir termasuk GTT boleh jika gajinya tidak cukup

3. Tanya: Bagaimana cara mencegah menceritakan aib orang lain

Jawab: sebisa mungkin tidak menceritakan (ngempet) dengan berharap Alloh selalu menutupu aib kita.

Sebelum penutup acara hari ini di akhiri dengan doa yang di pimpin oleh kyai dan ibu ibu penerima doorprize diharapkn langsung maju kedepan untuk pengambilan hadiah. Sebelum pulang ibu ibu tak lupa melarisi UMKM yang turut meramaikan dalam kegiatan pagi hari ini, berbagai produk UMKM amkanan basah snack kuker dan olahan frozen serta minuman kekinian memiliki daya tarik tersendiri bagi ibu-ibu yang mau membeli

Mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar memberikan berbagai manfaat strategis dan spiritual bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP DPMPTSP Kabupaten Blitar.

Berikut adalah manfaat utama dari partisipasi dalam kegiatan tersebut:

1. Penguatan Spiritual dan Mental

Penyegaran Rohani: Kegiatan ini berfungsi sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan menata harmoni antara karier, keluarga, dan ibadah.

Peningkatan Iman: Memberikan asupan spiritual yang membantu anggota dalam menjaga ketenangan batin dan motivasi dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai pendamping aparatur sipil negara.

2. Peningkatan Kepedulian dan Empati Sosial

Wujud Kepedulian Nyata: Melalui santunan anak yatim, anggota dapat mempraktikkan langsung nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.

Penyaluran Zakat/Infaq: Menjadi sarana yang terorganisir bagi anggota untuk berbagi rezeki dan memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Blitar.

3. Penguatan Jejaring dan Sinergi Organisasi

Silaturahmi Antar-Organisasi: Mempererat hubungan dan tali persaudaraan dengan organisasi wanita lainnya yang tergabung dalam GOW, seperti PKK, Bhayangkari, dan Muslimat.

Koordinasi Strategis: Membuka peluang kolaborasi antar-instansi (sepertiD PMPTSP dengan organisasi wanita lainnya) dalam program-program kemasyarakatan di masa depan.

4. Dukungan Terhadap Program Pemerintah Daerah

Sinergi Visi Kabupaten: Partisipasi ini menunjukkan dukungan DWP UP DPMPTSP terhadap visi Bupati Blitar dalam mewujudkan masyarakat yang lebih religius dan peduli sesama. Peningkatan Citra Instansi: Kehadiran anggota DWP dalam kegiatan positif ini membangun citra Kabupaten Blitar sebagai instansi yang tidak hanya fokus pada penanggulangan bencana, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan.

Peserta kegiatan siraman rohani mengikuti kegiatan dengan antusias dan tertib. Kegiatan serupa akan selalu diadakan selama bulan suci ramadhan. Tidak lupa pula selalu ada bazar murah yang menemani. Di bazar murah ini menyediakan kebutuhan rumah tangga dengan harga yang bersaing.

Petugas E- reporting Beti Cholidin


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Penanaman Modal dan PTSP
21810-03-2026Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar, pada hari Senin, tanggal 10 Maret 2026 mengikuti kegiatan Siraman Rohani Korpri dengan tema " MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN ASN UNTUK KESEIMBANGAN KARIER, KELUARGA DAN IBADAH ". Keterangan program : 1. Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar 2. Hari/tanggal : Selasa, 10 maret 2026 3. Tempat : Pendopo Ageng Sasana Adhi Praja Kanigoro 4. Waktu : 08.00 - selesai Ibu Ketua Dharma Wanita Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar Ibu Haris Susianto beserta anggota dan perwakilan ASN Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar menghadiri kegiatan siraman rohani di Pendapa Ageng Sasanq Adhi Praja Kanigoro dengan pembicara Bapak Prof Dr. Kyai Agus Zaenul Fikri MPD sekaligus Rektor UIN Tulungagung dengan tema " MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN ASN UNTUK KESEIMBANGAN KARIER, KELUARGA DAN IBADAH ". Membangun harmoni kehidupan ASN dalam artian bahwa upaya sadar dan terencana untuk menciptakan keselarasan, ketenangan, dan keseimbangan, dengan tiga pilar utama kehidupan yaitu : 1. Tuntutan pekerjaan ( karier ) 2. Tanggung jawab rumah tangga ( keluarga ) 3. Ketaatan kepada Tuhan ( Ibadah ) Membangun harmoni kehidupan ASN sangatlah penting, menyeimbangkan karier, keluarga, dan ibadah karena menciptakan work-life balance yang sehat, yang berdampak langsung pada peningkatan produktifitas, kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan mental. Tujuan keharmonisan utamanya yaitu menciptakan ASN yang tangguh , bahagia, tidak stres, produktif serta mampu memberikan pelayanan ekstra guna kehidupan sosial yang stabil. Hubungan keluarga yang harmonis menciptakan lingkungan yang aman, tingkat bahagia yang tinggi serta mendukung kesehatan mental ASN. Mengatur waktu yang baik antara pekerjaan dan rumah , membantu mengatasi persoalan rumah tangga dengan bijak, sehingga minim konflik yang dapat merusak kinerja ASN. Mengutamakan nilai nilai spiritual dengan etos kerja yang tinggi, jujur dan berintegritas, menyeimbangkan ibadah dan tanggung jawab duniawi serta mencegah ASN dari tindakan menyimpang seperti korupsi. Integritas ASN dalam bekerja mencerminkan nilai nilai religius, saling menghargai, menolong sesama rekan kerja dan menciptakan lingkungan kondusif. Dengan memanajemen waktu yang baik dan bijak, ASN dapat tetap berprestasi dalam karier nya, harmonis dalam berumahtangga serta tenang dalam menjalankan ibadahnya. Penulis : Bu B_Y_H
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Sekretariat DPRD
21912-03-2026 SIRAMAN ROHANI DI BULAN SUCI RAMADAN 12 MARET 2026 Pada hari ini Kamis, 12 Maret 2026 Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar beserta Anggota mengikuti kegiatan Siraman Rohani yang di selenggarakan di Pendopo SAP Kanigoro. sambutan dari perwakilan Bapak Bupati menyampaikan bahwa Tahun ini 1 Syawal bertepatan dengan hari Raya Nyepi sehingga kita semua harus bertolerasi dan untuk penetapan 1 Syawal menunggu sidang Isbat dilaksanakan. dan dalam menghadapi lebaran kali ini kita semua diharapkan jangan terburu buru dan berbelanja sesuai dengan kebutuhan keuangan kita, pada intinya jangan gupuh menyambut hari raya . Berbelanja sesuai kebutuhan saat Lebaran sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan, menghindari perilaku boros (mubazir), serta menjaga stabilitas harga dan pasokan barang di pasaran. Menjelang Lebaran, sering kali timbul dorongan untuk membeli barang secara berlebihan (panic buying) karena tekanan sosial atau keinginan semata. Belanja sesuai kebutuhan membantu memastikan pengeluaran tidak membengkak Gaya hidup konsumtif yang tinggi saat Lebaran memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. Dengan belanja rasional, kita membantu mengendalikan permintaan agar harga tetap stabil dan ketersediaan barang di pasaran tetap aman. Berbelanja bijak memungkinkan kita untuk lebih fokus pada esensi Lebaran, seperti kebersamaan dan kesucian diri, daripada sekadar mengejar tren baju baru atau gaya hidup mewah. Kebutuhan Lebaran meliputi banyak hal, mulai dari zakat, mudik, hingga hampers. Memilah antara kebutuhan dan keinginan membantu memastikan hal-hal penting terpenuhi tanpa mengabaikan pos keuangan lainnya. Dengan berbelanja secara bijak dan rasional, Ramadan dan Lebaran dapat disambut dengan lebih nyaman, tenang, dan penuh keberkahan. dalam kesempatan ini tausyiah disampaikan oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Blitar, kita senua harus mensyukuri nikmat misalnya dengan cara solat 5 waktu yang utuh. dan dalam bulan Ramadhan ini peran ibu sangat penting , keikhlasan seorang ibu akan membawa kita menjadi istri yang sholehah. nabi Muhammad selalu memperhatikan Umatnya bahkan ketika beliau mau Wafat beliau masih memikirkan umatnya. Nabi berpesan untuk menjaga sholat . dan kita harus peduli pada sesama dengan cara seperti santunan anak yatim. Batasan anak yatim itu jika Perempuan sampai Haid, dan jika laki laki sampai mimpi basah. dan pesan belaiu bahwa di dunia ini kita tidak boleh sombong karena di dunia ini hanya sementara artinya Pernyataan bahwa kita tidak boleh sombong karena dunia ini hanya sementara adalah prinsip hidup yang fundamental, didasarkan pada kesadaran akan kefanaan manusia dan hakikat harta/jabatan yang hanyalah titipan. Sifat sombong (takabur) meremehkan orang lain dan merasa lebih hebat, padahal semua kelebihan hanyalah titipan Allah SWT. dan harus peduli dengan sesama karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan, memiliki rasa empati, serta untuk menciptakan kehidupan yang aman, rukun, dan damai. Kepedulian sosial, atau altruisme, memperkuat ikatan persaudaraan, meringankan beban orang lain, meningkatkan rasa syukur, dan mendatangkan balasan kebaikan dari Tuhan. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri; semua orang saling bergantung untuk memenuhi kebutuhan.. Kepedulian membantu sesama yang sedang kesulitan, yang pada gilirannya dapat meringankan beban hidup mereka. Sikap peduli meminimalisir konflik dan menciptakan lingkungan yang aman serta harmonis.. Sesuai dengan sila ke-2 Pancasila (kemanusiaan yang adil dan beradab), peduli menumbuhkan rasa empati dan menghormati martabat orang lain. Membantu orang lain dapat meningkatkan rasa bahagia, mengurangi stres, serta menjadi ajang untuk lebih bersyukur. Dalam pandangan agama, membantu orang yang kesusahan akan dibalas dengan kemudahan oleh Tuhan, baik di dunia maupun akhirat. Kita semua harus mensyukuri nikmat karena itu adalah perintah Allah yang mendatangkan tambahan nikmat. . Bersyukur juga bentuk pengakuan bahwa segalanya adalah titipan, sehingga mencegah sifat sombong dan membawa keberkahan hidup. Bersyukur membuat hati lebih lapang, bahagia, dan terhindar dari penyakit hati seperti iri dan dengki . Syukur adalah wujud ketaatan dan pengakuan bahwa segala kenikmatan, baik kesehatan, waktu, maupun harta, semata-mata berasal dari Allah. Dengan bersyukur, kita menyadari bahwa yang dimiliki hanyalah titipan, sehingga melatih kerendahan hati . Bersyukur membantu menjaga pola pikir positif, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Rasa syukur dapat diwujudkan melalui hati (merenungkan kebaikan), lisan (mengucapkan alhamdulillah), dan perbuatan (meningkatkan ibadah dan berbagi).
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Srengat
22012-03-2026

Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar

Anggota Dharma Wanita Persatuan UP BPBD Kab. Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kab. Blitar

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga, Iman dan Takwa
Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2025
3. Pukul : 08.00 Selesai
4. Tempat : Pendopo SAP Kanigoro- Blitar
5. Pakaian : Muslim
6. Dihadiri oleh :
* Bupati diwakili Plt. Asisten Pemerintahan Bapak Alwi Maulana, S.Pd,M.Pd
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Ketua perwosi bu Arina Beki
* Ketua PC Muhamadiyah * Penceramah Ibu Nyai Mutahima Yasin Yusuf
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW
* Ketua Persit 511 Blitar
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar
7. Petugas yang hadir:
- Ibu Siti Arifah Agus Zubaedi
- Ibu Siti Nur Rohmah Anwar
- Ibu Aulia Donny
Susunan Acara:
1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat AL Husainiyah dari IG TKI Kec. Ponggok yang merupakan binaan dari Bapak Suharmadi, M.Pd selaku pimpinan Korwil Kec. Ponggok. Dinamakan Al Husainiyah karena memiliki arti berkumpulnya semua hal kebaikan termasuk kita semua yang berkumpul disini dalam hal kebaikan.
2. Santunan anak yatim diwakili oleh anak yatim dari beberapa wilayah di Kab. Blitar
3. Menyanyikan lagu Indonesia raya di pandu oleh Ibu Yuni Suswanti
4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah yang di pandu oleh MC Ibu Alwi Maulana
5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadzah Lailatul Mubarokah, L.C beiau merupakan putri berprestasi di Kabupaten Blitar. Beliau merupakan juara 1 MTQ pertama di tahun 2010 tingkat Nasional dengan tafsir bahasa Inggris. Tahun 2015 juara 1 MTQ antar Mahasiswa di Asia Mesir, 2016 MTQ Nasional harapan 2 di NTB
6. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Alwi Maulana
Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau berpesan agar berhati-hati karena mendekati lebaran, berhati-hati dalam berkendara, dan jangan panic buying.
Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.
7. Acara inti yaitu Tauziah dari Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf
Nikmat yang besar adalah nikmat sehat, sehat jasmani maupun sehat rohani. Berfungsinya semua panca indra yang ada di tubuh kita adalah nikmat yang luar biasa.
Sebagai seorang ibu mempunyai peran yang luar biasa terutama dalam keluarga. Jika ibu lalai maka keluarga akan ikut lalai.
Setiap manusia harus punya 3 kebaikan:
- Sunnatullah
Yang dimaksud adalah Alloh menyimpan rahasia (aib) manusia. Jika aib kita terlihat maka kita tidak akan bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan ditampakkan pada hari akhir.
Alloh menunggu tobat manusia sebelum akhir usia manusia. Ciri-ciri akhir manusia diantaranya rambut hitam jadi putih, fungsi badan mulai menurun.
Karena Alloh selalu menutupi aib kita maka sebaiknya sebisanya kita berusaha menutupi aib sesama manusia. Pada masa Nabi Musa terjadi paceklik, Nabi Musa mengajak kaumnya sholat isti'qo. Tetapi setelah sekian waktu tidak juga turun hujan, hal ini dikarenakan ada salah satu kaumnya ada yang bermaksiat. Setelah bertobat langsung datang hujan.
- Sunnatul Rosul
Nabi selalu memperhatikan umat. Pada saat Nabi Muhammad sakit sebelum meninggal Nabi masih memikirkan umatnya. Pada saat didatangi Malaikat Izroil akan mencabut nyawa, Nabi Muhammad bertanya bagaimana dengan umatnya seusai kematiannya. Malaikat menjawab semua umat manusia diharamkan masuk surga sebelum semua umat Nabi Muhammad masuk surga semuanya. Setelah mendengar itu Nabi Muhammad tersenyum dan bersedia dicabut nyawanya.
Maka sebagai pemimpin kita seharusnya memperhatikan bawahan, sebagai orang yang mampu seharusnya memperhatikan orang yang kekurangan terutama anak yatim dan fatim yang ada di sekitarnya.
- Sunatul Aulia
Yang dimaksud yaitu menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam hidup kita sering sakiti baik fisik maupun batin. Jika diberi ujian sakit wajib mensyukuri nikmat sakit dengan ikhlas.
Sesi tanya jawab:
1. Tanya: awal dan batas akhir dalam memberukan zakat
Jawab: zakat terutama zakat maal dihitung dalam setahun
2. Tanya:Ada golongan yang berhak menerima,
Jawab: yang berhak menerima adalah orang fakir termasuk GTT boleh jika gajinya tidak cukup
3. Tanya: Bagaimana cara mencegah menceritakan aib orang lain
Jawab: sebisa mungkin tidak menceritakan (ngempet) dengan berharap Alloh selalu menutupu aib kita..
Sebelum penutup acara hari ini di akhiri dengan doa yang di pimpin oleh kyai dan ibu ibu penerima doorprize diharapkn langsung maju kedepan untuk pengambilan hadiah. Sebelum pulang ibu ibu tak lupa melarisi UMKM yang turut meramaikan dalam kegiatan pagi hari ini, berbagai produk UMKM amkanan basah snack kuker dan olahan frozen serta minuman kekinian memiliki daya tarik tersendiri bagi ibu-ibu yang mau membeli
Mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar memberikan berbagai manfaat strategis dan spiritual bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP BPBD Kabupaten Blitar.
Berikut adalah manfaat utama dari partisipasi dalam kegiatan tersebut:
1. Penguatan Spiritual dan Mental
Penyegaran Rohani: Kegiatan ini berfungsi sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan menata harmoni antara karier, keluarga, dan ibadah.
Peningkatan Iman: Memberikan asupan spiritual yang membantu anggota dalam menjaga ketenangan batin dan motivasi dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai pendamping aparatur sipil negara.
2. Peningkatan Kepedulian dan Empati Sosial
Wujud Kepedulian Nyata: Melalui santunan anak yatim, anggota dapat mempraktikkan langsung nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
Penyaluran Zakat/Infaq: Menjadi sarana yang terorganisir bagi anggota untuk berbagi rezeki dan memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Blitar.
3. Penguatan Jejaring dan Sinergi Organisasi
Silaturahmi Antar-Organisasi: Mempererat hubungan dan tali persaudaraan dengan organisasi wanita lainnya yang tergabung dalam GOW, seperti PKK, Bhayangkari, dan Muslimat.
Koordinasi Strategis: Membuka peluang kolaborasi antar-instansi (seperti BPBD dengan organisasi wanita lainnya) dalam program-program kemasyarakatan di masa depan.
4. Dukungan Terhadap Program Pemerintah Daerah
Sinergi Visi Kabupaten: Partisipasi ini menunjukkan dukungan DWP UP BPBD terhadap visi Bupati Blitar dalam mewujudkan masyarakat yang lebih religius dan peduli sesama.
Peningkatan Citra Instansi: Kehadiran anggota DWP dalam kegiatan positif ini membangun citra BPBD Kabupaten Blitar sebagai instansi yang tidak hanya fokus pada penanggulangan bencana, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan.

Penulis: Ibu Devi Lya selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BPBD
22112-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi dan Pamong Praja Kabupaten Blitar telah mengikuti Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bulan Februari 2026

Bidang : Sosial Budaya

Program : Ketahanan keluarga, Iman dan Takwa

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
3. Pukul : 08.00  Selesai
4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Muslim
6. Dihadiri oleh :
* Bupati diwakili Asisten Pemerintahan Bapak Wiji
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Ketua perwosi bu Arina Beki
* Ketua PC Muhamadiyah * Penceramah Ibu Nyai M. Yasin Yusuf
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW
* Ketua Persit 511 Blitar
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar
7. Petugas yang hadir:
- Ibu Nanik Hangga
- Ibu Deki Tasijik
- Ibu Refia Yanindra
- Ibu Susi Dwi

Susunan Acara:

1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat AL Husainiyah dari IG TKI Kec. Ponggok

2. Santunan anak yatim

3. Menyanyikan lagu Indonesia raya

4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah

5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadzah Lailatul Mubarokah, L.C

6. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Wiji Maulana

Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau berpesan agar berhati-hati karena mendekati lebaran, berhati-hati dalam berkendara, dan jangan panic buying.

Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.

7. Acara inti yaitu Tauziah dari Ibu Nyai Mukhtatimah Yasin Yusuf

Nikmat yang besar adalah nikmat sehat, sehat jasmani maupun sehat rohani. Berfungsinya semua panca indra yang ada di tubuh kita adalah nikmat yang luar biasa.
Sebagai seorang ibu mempunyai peran yang luar biasa terutama dalam keluarga. Jika ibu lalai maka keluarga akan ikut lalai.
Setiap manusia harus punya 3 kebaikan:
- Sunnatullah
Yang dimaksud adalah Alloh menyimpan rahasia (aib) manusia. Jika aib kita terlihat maka kita tidak akan bisa menanggungnya. Semua dosa akan ditangguhkan yang akan ditampakkan pada hari akhir.
Alloh menunggu tobat manusia sebelum akhir usia manusia. Ciri-ciri akhir manusia diantaranya rambut hitam jadi putih, fungsi badan mulai menurun.
Karena Alloh selalu menutupi aib kita maka sebaiknya sebisanya kita berusaha menutupi aib sesama manusia. Pada masa Nabi Musa terjadi paceklik, Nabi Musa mengajak kaumnya sholat isti'qo. Tetapi setelah sekian waktu tidak juga turun hujan, hal ini dikarenakan ada salah satu kaumnya ada yang bermaksiat. Setelah bertobat langsung datang hujan.

- Sunnatul Rosul
Nabi selalu memperhatikan umat. Pada saat Nabi Muhammad sakit sebelum meninggal Nabi masih memikirkan umatnya. Pada saat didatangi Malaikat Izroil akan mencabut nyawa, Nabi Muhammad bertanya bagaimana dengan umatnya seusai kematiannya. Malaikat menjawab semua umat manusia diharamkan masuk surga sebelum semua umat Nabi Muhammad masuk surga semuanya. Setelah mendengar itu Nabi Muhammad tersenyum dan bersedia dicabut nyawanya.

Maka sebagai pemimpin kita seharusnya memperhatikan bawahan, sebagai orang yang mampu seharusnya memperhatikan orang yang kekurangan terutama anak yatim dan fatim yang ada di sekitarnya.

- Sunatul Aulia
Yang dimaksud yaitu menanggung sesuatu yang menyakiti mereka. Dalam hidup kita sering sakiti baik fisik maupun batin. Jika diberi ujian sakit wajib mensyukuri nikmat sakit dengan ikhlas.

Sesi tanya jawab:

1. Tanya: awal dan batas akhir dalam memberukan zakat
Jawab: zakat terutama zakat maal dihitung dalam setahun

2. Tanya:Ada golongan yang berhak menerima,
Jawab: yang berhak menerima adalah orang fakir termasuk GTT boleh jika gajinya tidak cukup

3. Tanya: Bagaimana cara mencegah menceritakan aib orang lain
Jawab: sebisa mungkin tidak menceritakan (ngempet) dengan berharap Alloh selalu menutupu aib kita.

Penyusun Laporan:

Ny. Refia Yanindra (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

22205-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN KABUPATEN BLITAR


Ibu ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar Ibu Margareth Nanang Adi beserta 6 anggota DWP Disperkimtan yaitu Ibu Yuli Edi, Ibu Palupi Nurhidayat, Ibu Titik Dayat, Ibu Enik Yuyus, Ibu Rudik, Ibu Ratna Ridi telah mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anaka yatim piatu di Bulan Ramadhan 1446 H bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) Kabupaten Blitar Tahun 2026


Bidang : Sosial Budaya

Keterangan Program :
1. Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Unit pelaksana Disperkimtan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis / 5 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Peserta : Ketua DWP beserta Anggota DWP se kabupaten Blitar, Pengurus GOW beserta anggota , Ketua dan pengurus PKK Kabupaten , Kecamatan dan Desa se Kabupaten Blitar.
5. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro
6. Acara : Siraman Rohani.


Laporan Kegiatan :

Siraman rohani merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari kamis pada bulan ramadhan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) dan Pemerintah Kabupaten Blitar.Seperti halnya siraman yang di laksanakan pada tangal 05 Maret 2026 bertempat di Sasana dhi Praja Kanigoro blitar yang di hadiri oleh seluruh pengurus DWP, seluruh pengurus PKK kecamatan , Desa dan Kelurahan se Kabupaten Bliatar dengan Susunan acara
1. pembukaan oleh Mc yaitu Ibu Khoirul Kiptiyah
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila
3. Menyanyikan Lagu Indionesia raya dengan dipimpin oleh ibu Nur Jami’ah
4. Sambutan
5. Tausiyah oleh Bapak Drs.KH. Agus Mu”adzin
6. Penutup / doa


Ketua Dharma Wanita Disperkimtan Kabupaten Blitar Ibu Margareth Nanang Adi menghadiri kegiatan siraman rohani. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pencerahan kepada para anggota, khususnya dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat iman, serta mempererat silaturahmi antara anggota


Acara dimulai ada pemberian atau santunan anak yatim kurang lebih ada 22 anak dari masing kecamatan yang ada di kabupaten Blitar yang diiringi oleh hadroh Shonata dari Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi di pimpin oleh Ibu Sumini yang sekaligus sebagai Ibu Ketua TP PKK ( Ibu Kades) desaTawangrejo sekaligus sholawat bersama


1. Pembukaan oleh MC

Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta terima kasih yang tak terhingga kepada ibu yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara siraman rohani serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, para panitia, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga segala upaya kita mendapatkan pahala dari Allah SWT
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ulayya Kumillaili

Di lanjutkan Sholawat bersama shonata dari Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi sebelum mengikuti tausiah bersama nara sumber. Pembacaan pemenang undian doorprice untuk 20 orang yang diacak berdasarkan nomer kehadiran pada daftar hadir.
3. Sambutan oleh Bapak Wiji Asrori (PLT Asisten Kesra mewakili Bpk Bupati ) Beliau menyampaikan bahwa Siraman rohani merupakan momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk menikatkan Iman dan Taqwa serta rasa peduli di Bulan Ramadhan. Hari kamis, 10 Maret pemerintah Kabupaten Blitar mengadakan bazar ramadhan yang diikuti oleh pelaku UMKM dan siraman rohani bagi anggota KOPRI . Sore hari di tanggal yang sama juga menyelenggarakan bagi bagi takjil untuk 5000 porsi .Beliau juga menyampaikan tentang SE Bupati terkait kebersihan yaitu ASRI ( Aman, Sehat , Resik dan Indah ) agar dilaksanakan setiap hari selasa dan hari jum’at untuk kegiatan jum’at bersih sesuai arahan presiden Indonesia Bapak Prabowo Subiyanto.

Gerakan ASRI ini bukanlah slogan semata. ASRI adalah komitmen bersama. 2. Sehat: Bersihnya lingkungan adalah fondasi kesehatan masyarakat.
3. Resik (Bersih): Saya minta seluruh OPD, instansi, hingga tingkat dusun untuk konsisten melakukan "kurve" atau kerja bakti. Tidak ada lagi tumpukan sampah yang dibiarkan.
4. Indah: Kita tata lingkungan kita agar rapi dan nyaman.

Pesan dari Bupati Blitar kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah memimpin langsung stafnya, berbaur dengan masyarakat. Lingkungan yang asri akan menunjang sektor pariwisata dan kualitas hidup warga Blitar. Bersih atau tidaknya suatu rumah, yang paling berperan adalah anggota keluarga itu sendiri maka Ibu sebagai pilar keluarga bisa memberi contoh dan semangat untuk anggota keluarga yang lain. Dalam kegiatan ini juga bisa sebagai tempat mendapatkan ilmu (Takabul Ilmu). Tak lupa beliau juga mengucapkan banyak terimakasih untuk kehadiran para peserta semoga kegiatan ini bernilai ibadah.
4. Siraman Rohani oleh KH. Agus Mu,adzin.S.pd


Dalam pembukaan tausiahnya KH. Agus Muadzin. S.Pd mengajak hadirin Siraman Rohani untuk mendoakan anak anak yatim yang disantuni menjadi anak yang sholeh dan sholehah serta tak lupa mengajk hadirin untuk mendoakan Bupati Rijanto agar sehat dan bisa membawa rakyatnya dalam kemakmuran. Dalam Tausiah nya Beliau menyampaikan asal usul manusia menurut Islam berpusat pada penciptaan Nabi Adam a.s. oleh Allah SWT dari tanah (tanah liat, lumpur hitam, debu), yang kemudian ditiupkan ruh. Hawa diciptakan sebagai pendamping, dan keturunannya berkembang secara biologis melalui fase nutfah (mani), 'alaqah (segumpal darah), mudghah (segumpal daging), tulang, hingga ditiupkan ruh. Berikut adalah rincian asal usul manusia dalam pandangan Islam Manusia tercipta di dunia ini mengalamai beberapa fase kehidupan, sebagai berikut :
1. Fase Alam Arwah (dalam rupa Roh). Fase alam arwah adalah tahap awal keberadaan ruh sebelum ditiupkan ke dalam jasad di rahim. Ini adalah fase pra-kehidupan di mana ruh diciptakan dan bersaksi atas keesaan Allah.
2. Fase Alam Rahim Pada fase ini dicatat empat macam hal yaitu:
1) ditiupkan rohnya,
(2) dicatat rejekinya, maka yakinlah setiap manusia diciptakan satu paket dengan rejekinya asalkan kita berusaha serta tawakal hanya padaNya. Jika seseorang menginginkan rejeki maka dia harus dekat dengan Allah tidak sebaliknya, namun yang umum terjadi manusia bersibuk sibuk mencari rejeki hingga lupa beribadah padaNya. Allah adalah maha pemberi rejeki (Al-Razzak), maha kaya (Al-Ghani)
(3) Umur , Manusia diciptakan sepaket dengan ketentuan sampai berapa umurnya, dimana meninggal dan karena apa meninggalnya. Nabi Muhammad bersabda bahwa rata rata umur manusia adaklah 60 – 70 tahun , kalau ada umatnya yang umur lebih dari 70 than, Nabi berkata “ semoga yang berumur 70 tahun mendapat RahmatNya”. Walaupun umur sudah ditentukan oleh Allah SWT manusia harus tetap berusaha sehat agar panjang umur. Ada ungkapan dimasyarakat “ Awet Enom, Sepuh Gaseh, sehat tanpa obat”


Ada sebuah hadist tentang hadis tentang menyambung silaturahmi yang membawa berkah berupa dipanjangkannya umur dan diluaskannya rezeki. "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari no. 5986 dan Muslim no. 2557).


Beberapa adab yang harus diperhatikan saat silaturahmi:
(1) Bila ada undangan datang
(2). Baju yang dipakai biasa saja,
(3)Yang menjadi tuan rumah reuni menjamu dengan sederhana,
(4) Tidak memamerkan pencapaian pada kerabat. Maka diharapkan dengan menjaga adab ini keakraban bisa utuh terjalin sehingga silaturahmi ini kelas akan bisa menggiring bersama sama ke Surga. Silaturahmi pada saat hari raya merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman – teman yang mungkin tidak sempat bertemu sehari – hari. Keutamaan dari silaturahmi adalah • Mendatangkan Ridha Allahtertuang pada HR Tirmidzi dan Abu Dawud
• Mempererat persaudaraan
• Membuat kerabat yang dikunjungi bahagia
• Amalan masuk surga tertuang pada HR Bukhari
• Memberikan keberkahan umur
• Rezeki meningkat dan berkah seperti yang tertuang pada HR Bukhari
• Menambah kewibawaan bagi orang yang menjawab silaturahmi


Sebagai umat manusia selain bersilaturahmi juga harus bisa menjaga rahasia . Menjaga rahasia dalam Islam adalah bentuk amanah (kepercayaan) yang wajib dilaksanakan dan merupakan akhlak mulia, di mana membocorkannya termasuk pengkhianatan dosa besar. Rahasia, termasuk aib orang lain, masalah rumah tangga, maupun amanah informasi, harus disembunyikan. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang berbicara denganmu lalu ia menoleh (seakan meminta agar tidak disebarkan), maka pembicaraan itu adalah amanah” (HR. Tirmidzi). Poin Penting Menjaga Rahasia dalam Islam: • Rahasia adalah Amanah: Menjaga rahasia yang dipercayakan orang lain adalah kewajiban agama.Membocorkannya dikategorikan sebagai perilaku tidak jujur atau pengkhianatan terhadap amanah.
• Menutupi Aib Sesama Muslim: Islam sangat menekankan perlindungan kehormatan orang lain dengan cara menutup aib atau cacat orang lain. Seseorang yang menjaga rahasia saudaranya di dunia, akan ditutupi aibnya oleh Allah di akhirat.
• Rahasia Rumah Tangga: Pasangan suami istri wajib menjaga kerahasiaan rumah tangga mereka. Menceritakan aib pasangan kepada orang lain dianggap sebagai salah satu keburukan terburuk di akhirat. • Konteks Amanah Informasi: Di era digital, menyebarkan foto, pesan pribadi, atau data tanpa izin adalah pelanggaran amanah informasi.
• Strategi dan Pekerjaan: Dalam konteks pekerjaan atau strategi (seperti contoh Rasulullah dalam perang), merahasiakan informasi penting merupakan strategi, bahkan faktor kemenangan.
• Konsekuensi: Membocorkan rahasia atau aib orang lain adalah perbuatan tercela yang tidak hanya merusak hubungan sosial tetapi juga mendatangkan kemurkaan Allah.


Manusia harus telaten, jangan menyepelekan perkara bagus walaupun cuma sedikit Berikut adalah amalan amalan sederhana yang pahalanya besar :
(1). Mendengarkan bacaan Al-Quran Mendengarkan Al-Qur'an adalah amalan mulia yang mendatangkan rahmat, ketenangan jiwa, dan tambahan keimanan
(2)Mendengarkan Adzan Hukum mendengarkan dan menjawab adzan adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), bukan sebuah kewajiban yang berdosa jika ditinggalkan, menurut mayoritas ulama. Namun, mendengarkan adzan adalah bentuk adab yang mulia untuk menghormati panggilan Allah dan bersiap menunaikan salat. Hukum mendengarkan adzan:
• Menjawab dengan Lisan: Saat mendengar adzan, disunnahkan meniru ucapan muadzin kalimat demi kalimat.
• Pengecualian: Ketika muadzin mengumandangkan Hayya 'alash shalaah (mari salat) dan Hayya 'alal falaah (mari menuju kemenangan), disunnahkan menjawab dengan Laa haula walaa quwwata illa billaah. Aktivitas saat Adzan: Dianjurkan berhenti sejenak dari aktivitas (termasuk berbicara atau mengaji) untuk mendengarkan dan menjawab adzan.
• Adzan Rekaman: Menden gar adzan dari kaset atau rekaman tidak disunnahkan untuk dijawab, namun jika dari aplikasi smartphone yang menirukan lafal zikir, maka disunnahkan menjawabnya.
• Keutamaan: Mendengarkan dan menjawab adzan dapat mendatangkan syafaat, diampuni dosa-dosanya, dan salah satu jalan menuju surga
3. . Fase Alam Dunia Dunia adalah tempatnya ujian bagi umat manusia. Ketika pertamakali bayi lahir kedunia ditandai dengan tangisan, ini menggambarkan memang dunia adalah tempatnya ujian bagi manusia.


Ada beberapa ujian hidup, diantaranya adalah :
(1) Ujian hidup lewat rumah tangga Contoh dari ujian hidup lewat rumah tangga ini diantaranya adalah menantu yang tidak disukai mertuanya, ujian seorang anak yang sedang merawat orangtua . Seorang istri yang diuji suami tidak baik dan dia tetap sabar dan bertaqwa pada Allah akan diganjar seperti ganjaran Siti Aisyah ( Istri Firaun) sedangkan seorang suami yang diuji dengan istri yang tidak baik dan dia tetap bersabar dan beriman pada Allah maka dia akan diganjar seperi ganjaran Nabi Ayub.
(2). Ujian hidup lewat Harta, Manusia bisa dicoba dengan kekurangan harta maupun kelebihan harta . Manusia dalam keadaan kekurangan atau kelebihan harta pun harus tetap mengutamakan ibadah karena manusia diciptakan Allah untuk beribadah. Ada sebuah hadits tentang meluangkan waktu untuk ibadah menegaskan bahwa Allah SWT berjanji mencukupkan rezeki dan ketenangan hati bagi mereka yang beribadah, serta mengancam dengan kesibukan duniawi dan kefakiran bagi yang melalaikannya. "Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku akan tutupi kefakiranmu. Jika engkau tidak lakukan yang sedemikian, niscaya Aku akan penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutupi kefakiranmu." (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan disahihkan al-Albani).
(3) Ujian hidup lewat anak
(4)Cobaan hidup lewat tetangga


Keempat cobaan hidup diatas akan terasa ringan bila manusia menjaga sholatnya. Apabila ada seorang perempuan atau istri yang menjaga sholat puasa , Allah mempersilahkannya masuk kesurga dari pintu manasaja. Allah SWT bersabda “ Jika seorang wanita menunaikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan padanya “ masuklah kedalam surga dari pintu manasaja yang kau mau” (HR Ahmad dinyatakan Hasan oleh Syaikh Al- Albani). Beliau juga menyampaikan 4 hal baik yang dilakukan oleh seorang istri yaitu : Tertib Sholat , Sholat 5 waktu adalah ibadah paling mendasar dan tiang agama Islam yang wajib ditegakkan, berfungsi sebagai pembeda antara muslim dan kafir. Ia penting karena merupakan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah, mencegah perbuatan keji/mungkar, diampuni dosanya, serta menjadi amalan pertama yang dihisab di akhirat.


Poin-poin penting mengenai sholat :
• Tiang Agama & Kewajiban Utama: Sholat adalah rukun Islam kedua yang tidak boleh ditinggalkan dan menjadi tolok ukur amal lainnya.
• Sarana Komunikasi & Dekat dengan Allah: Saat sujud, seorang hamba berada pada jarak terdekat dengan Allah, menjadikannya waktu terbaik untuk berdoa.
• Pencegah Perbuatan Keji dan Mungkar: Sholat yang khusyuk mendidik jiwa untuk menghindari maksiat dan perilaku buruk.
• Pembersih Dosa & Sumber Ketenangan: Sholat lima waktu menggugurkan dosa-dosa kecil di antara waktu sholat dan memberikan ketenangan batin.
• Manfaat Kesehatan: Gerakan sholat yang teratur membantu melenturkan otot, sendi, dan melatih keseimbangan tubuh.
• Balasan Surga & Kemuliaan: Allah menjanjikan surga, penjagaan malaikat, dan keberkahan bagi orang yang menegakkan sholat.Meninggalkan sholat dianggap meruntuhkan sendi agama dan menunjukkan sifat munafik. Puasa Ramadhan : Puasa melatih kita untuk menahan diri, baik dalam menghadapi lapar dan dahaga, maupun dalam menghadapi berbagai godaan dan ujian hidup. Di bulan Ramadhan, kita belajar untuk menangguhkan kepentingan pribadi dan memusatkan perhatian pada tujuan yang lebih mulia, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.
• Jalan Menuju Surga: Istri yang taat, menjaga shalat, puasa, dan menjaga kehormatannya dijamin masuk surga dari pintu mana saja.
• Bentuk Ibadah kepada Allah: Ketaatan kepada suami adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
• Keharmonisan Rumah Tangga: Kepatuhan istri menciptakan rumah tangga yang harmonis, tenang, dan damai.
• Penghormatan terhadap Pemimpin: Suami adalah pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya.
• Kewajiban Utama: Setelah menikah, ketaatan istri berpindah dari orang tua kepada suami. Batasan Ketaatan:
• Ketaatan hanya berlaku dalam perkara kebaikan dan bukan maksiat.
• Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah. Bentuk Ketaatan yang Umum:
• Menjaga diri dan harta suami saat suami tidak di rumah.
• Melayani suami dengan ikhlas dan menyenangkan hatinya.
• Meminta izin suami saat ingin keluar rumah atau melakukan aktivitas tertentu.
• Meningkatkan Integritas dan Moral: Menghindari penyebaran hoaks, memupuk kejujuran, dan beretika dalam berkomunikasi.
• Mengelola Emosi dan Pikiran: Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, tarik napas dalam, dan tetap berpikir rasional dalam menghadapi berbagai situasi.
• Penerapan Perilaku Sosial yang Baik: Menghormati sesama makhluk, tidak sombong, dan memberikan contoh nyata daripada sekadar nasihat.
• Membangun Kebiasaan Sehat: Mengatur diri (self-regulation), konsisten berolahraga, menjaga pola makan, dan memilih lingkungan sosial yang positif.
• Pengaturan Diri (Self-Regulation): Memantau perilaku secara rutin, menetapkan tujuan yang realistis, dan beradaptasi terhadap perubahan.Menjaga perilaku tidak hanya membantu dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup diri sendiri secara keseluruhan.


Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kemudian ditutup dengan Doa


Penulis : Enik Yuyus
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
22310-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup mengikuti kegiatan berbagi takjil yang di selenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana kabupaten Blitar,

Bidang : Sosial Budaya
Program Kerja : Ketahanan Keluarga Iman dan Tkwa
Kegiatan : Berbagi taljil bersama seluruh ketua UP DWP OPD Kabupaten Blitar

Hari/Tanggal : Selasa , 10 Maret 2026
Pukul 15.00 WIB – Selesai
Tempat : Depan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar Jl. Kusuma Bangsa No. 60, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kode Pos 66171
Pakaian : Baju Batik Dharma Wanita Persatuan

Acara berbagi takjil adalah kegiatan sosial yang biasanya dilakukan selama bulan Ramadan, di mana orang atau komunitas membagikan makanan ringan dan minuman untuk berbuka puasa kepada masyarakat secara gratis.

Tujuan acara berbagi takjil
1. Mempererat tali silaturahm
Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara seluruh Anggota UP DWP OPD Kabupaten Blitar
2. Menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan
Melalui kegiatan bersama diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan, solidaritas, serta kekompakan sehingga dapat meningkatkan semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
3.Membantu orang yang sedang berpuasa
Terutama mereka yang masih di perjalanan atau belum sempat menyiapkan makanan untuk berbuka.
4. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial
Mengajarkan berbagi dan mempererat hubungan antar masyarakat.
5. Mendapatkan pahala
Dalam ajaran Islam, memberi makan orang yang berpuasa memiliki pahala yang besar

Dengan Susunan Acara :

1. Persiapan takjil
2. Berkumpul dan briefing panitia
3. Pembagian takjil kepada masyarakat
4. Buka puasa bersama
5. Penutup dan doa

Pelapor : Ibu Yuni Selaku Operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas LIngkungan Hidup

22405-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

“Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar”
Bidang : Sosial dan Budaya

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani mengikuti Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang dilaksanakan pada :
1. Hari/Tanggal : Kamis / 05 Maret 2026
2. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
3. Lokasi : Pendopo SAP Kanigoro
4. Acara : Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)

5. Peserta : Ketua PKK Kab. Blitar, Ketua UP DWP Badan, Ketua Perwosi Kab. Blitar, Dinas, Kantor, Bagian dan Kecamatan serta Instansi vertikal se Kabupaten Blitar

Adapun susunan acara pada kegiatan hari ini yaitu :
1. Pembukaan oleh MC yaitu Ibu Khirul Kiptiyah.
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila.
3. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia.
4. Sambutan - Sambutan.
5. Tauziah dari Ketua Drs.KH. Agus Mu’adzin.
6. Penutup dan Doa.
7. Pembacaan Penerimaan Hadiah Doorprize.
8. Penyerahan Hadiah Doorprize.

Pada hari ini Kamis tanggal 05 Maret 2026 bertempat di Pendopo SAP Kanigoro yang diikuti oleh Ketua PKK Kab. Blitar, Ketua UP DWP Badan, Ketua Perwosi Kab. Blitar, Pengurus GOW, Dinas, Kantor, Bagian dan Kecamatan serta Instansi vertikal se Kabupaten. Kegiatan Siraman Rohani yang diselenggaran oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

Untuk mengawali kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Ramadhan di buka oleh pembawa acara Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dilanjutkan dengan Sambutan oleh Bapak Bupati yang diwakili Bapak Wiji Asrori oleh (PLT Asisten Kesra mewakili Bpk Bupati ). Beliau menyampaikan bahwa Siraman rohani merupakan momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk menikatkan Iman dan Taqwa serta rasa peduli di Bulan Ramadhan. Hari kamis, 10 Maret pemerintah Kabupaten Blitar mengadakan bazar ramadhan yang diikuti oleh pelaku UMKM dan siraman rohani bagi anggota KOPRI . Dilanjutkan Sore hari di tanggal yang sama juga menyelenggarakan bagi bagi takjil untuk 5000 porsi .Beliau juga menyampaikan tentang SE Bupati terkait kebersihan yaitu ASRI ( Aman, Sehat , Resik dan Indah ) agar dilaksanakan setiap hari selasa dan hari jum’at untuk kegiatan jum’at bersih sesuai arahan presiden Indonesia Bapak Prabowo Subiyanto. Kebersamaan antar organisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tujuan Siraman Rohani untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, dan membangun semangat kekeluargaan di antar anggota.

Pada kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M mengundang KH. Agus Mu’adzin untuk memberikan Tauziah / menyampaikan informasi kepada para undangan yang hadir. Di Pembukaan ini beliau mengajak semua jamaah siraman rohani ini untuk mendoakan anak – anak yatim/piatu yang disantuni agar menjadi anak yang sholeh solehah serta tak lupa mendokan semua agar senantiasa diberikan nikmat sehat. Dalam Tausiah nya Beliau menyampaikan asal usul manusia menurut Islam berpusat pada penciptaan Nabi Adam a.s. oleh Allah SWT dari tanah (tanah liat, lumpur hitam, debu), yang kemudian ditiupkan ruh. Hawa diciptakan sebagai pendamping, dan keturunannya berkembang secara biologis melalui fase nutfah (mani), 'alaqah (segumpal darah), mudghah (segumpal daging), tulang, hingga ditiupkan ruh. Berikut adalah rincian asal usul manusia dalam pandangan Islam. Fase Alam Arwah (dalam rupa Roh) Fase alam arwah adalah tahap awal keberadaan ruh sebelum ditiupkan ke dalam jasad di rahim. Ini adalah fase pra-kehidupan di mana ruh diciptakan dan bersaksi atas keesaan Allah, Fase Alam Rahim (ditiupkan Rohnya, dicatat rezekinya dan jodohnya), dan Fase Alam Dunia. Kelahiran dan kematian setiap manusia yang hidup di dunia ini telah ditetapkan takdirnya oleh Allah SWT, termasuk kelahiran dan kematian. Tidak ada seorang pun yang bisa memilih kapan ia dilahirkan dan kapan ia akan kembali kepada Allah. Semua telah tertulis dalam ketetapan-Nya sejak sebelum manusia diciptakan. Oleh karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, hendaknya kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Perbanyak amal kebaikan, jaga hubungan dengan sesama, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Karena pada akhirnya, setiap manusia akan kembali kepada-Nya dan mempertanggung jawabkan segala yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Rezeki merupakan salah satu takdir yang telah diatur oleh Allah SWT bagi setiap manusia. Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, namun manusia tetap diwajibkan untuk berusaha, bekerja, dan berdoa agar rezeki tersebut dapat diperoleh dengan cara yang baik dan halal. Setiap orang memiliki jalan rezeki yang berbeda-beda. Ada yang dilapangkan, ada pula yang diuji dengan keterbatasan. Dari sinilah kita belajar untuk tidak iri kepada orang lain, tetapi lebih banyak bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah. Oleh karena itu, kita diajarkan untuk bersabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, dan selalu berserah diri kepada Allah. Dengan begitu, hati kita akan lebih tenang karena percaya bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini sudah berada dalam ketetapan dan kasih sayang-Nya. Sebagai umat manusia selain bersilaturahmi juga harus bisa menjaga rahasia. Menjaga rahasia dalam Islam adalah bentuk amanah (kepercayaan) yang wajib dilaksanakan dan merupakan akhlak mulia, di mana membocorkannya termasuk pengkhianatan dosa besar. Rahasia, termasuk aib orang lain, masalah rumah tangga, maupun amanah informasi, harus disembunyikan. Rahasia adalah Amanah: Menjaga rahasia yang dipercayakan orang lain adalah kewajiban agama. Membocorkannya dikategorikan sebagai perilaku tidak jujur atau pengkhianatan terhadap amanah.

Pada Kesempatan acara ini dilakukan dengan sesi tanya jawab yaitu :
• Tanya: Kenapa waktu sholat selalu pikiran kemana-mana tidak bisa kusyu pikiran selalu kemana-mana dan teringat pas pada waktu sholat?.
Jawab: jangan sampai kita berani makan minum yang tidak halalan toyiban, sebelum sholat penting kita mengucap bismillah dengan mantap, ketiga jangan meninggalkan sholat berjamaah.
• Tanya: Bagaimana doa untuk anak yang sulit di atur?
Jawab: Doa wajib kita akhir sholat “Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa”. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.dan doa taubat doa Nabi Yunus Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.
• Tanya: Bagaimana cara menyikapi apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan?.
Jawab: Salah satu hal yang sulit dalam perintah Allah yaitu mengimani takdir Allah oleh karen itu sangat penting untuk tetap berkhusnudzon kepada Allah apapun tetap di selipkan kalimat syukur Alhamdulillah.

Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan. Dengan bimbingan tausiyah dari KH. Agus Mu’adzin, diharapkan seluruh anggota semakin Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur, empati, serta keberkahan bagi semua yang terlibat.

pada kesempatan ini juga diadakan bazar UMKM, dimana dengan adanya kegiatan bazar ini dapat memberikan keuntungan dan manfaat bagi Ibu-Ibu, adapun tujuan tersebut adalah :
• Membangun Kebersamaan dan Kekeluargaan.
• Meningkatkan Penjualan Bazar memberi kesempatan pelaku usaha menjual produk ke lebih banyak orang dalam waktu singkat. Cocok untuk UMKM yang ingin memperluas pasar.
• Meningkatkan rasa setia kawan dan tanggung jawab bersama.
• Meningkatkan Kinerja dan Motivasi.
• Menciptakan Suasana Ramai dan Menarik Bazar.
• Memperbaiki Komunikasi dan Kolaborasi.
• Mendorong komunikasi yang lebih terbuka dan informal, serta membantu anggota saling mengenal lebih dalam.
• Menggerakkan Ekonomi Lokal UMKM dan masyarakat sekitar ikut mendapat manfaat dari transaksi yang terjadi.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
22511-03-2026

Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar

Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan UP BPBD Kab. Blitar mengikuti kegiatan Menghadiri undangan kegiatan Harlah dan Buka Bersama BPBD Kab. Blitar

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga, Iman dan Takwa
Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Rabu, 11 Maret 2025
3. Pukul : 14.00 Selesai
4. Tempat : BPBD Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Muslim hitam jilbab biru muda
6. Dihadiri oleh :
* Ketua DWP UP BPBD Kab. Blitar
* Keluarga besar BPBD Kab. Blitar
* penceramah Bapak Kyai Lukman
Susunan Acara:
1. acara di awali dengan persiapan pembungkusan takjil sejumlah 200 pcs yang berisikan kue dan es lumut
2. persiapan pembagian takjil di depan kantor BPBD Kab. Blitar
3. memasuki acara ini di buka oleh MC ibu Devi Lya
4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah
5. Sambutan dari Kepala Pelaksana BPBD Kab Blitar
6. Tauziah sekaligus di tutup dengan doa oleh Kyai Lukman dari Selopuro
7. Membatalkan Puasa dilanjutkan sholat maghrib berjamaah
8. ramah tamah buka puasa bersama
Beliau menyampaikan Momentum Harlah ini bukan sekadar peringatan bertambahnya usia sebuah lembaga, tetapi juga menjadi waktu yang tepat bagi kita semua untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di bidang penanggulangan bencana.
Sebagaimana kita ketahui bersama, tugas BPBD tidaklah ringan. Kita dituntut untuk selalu siaga, cepat, tanggap, dan penuh dedikasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Oleh karena itu, kebersamaan, kekompakan, serta sinergi seluruh unsur di lingkungan BPBD menjadi kunci penting dalam menjalankan amanah tersebut.
Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar yang selama ini turut memberikan dukungan moral maupun sosial kepada keluarga besar BPBD. Kehadiran dan peran ibu-ibu sekalian tentu menjadi bagian penting dalam menjaga semangat serta keharmonisan keluarga besar BPBD.
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, saya berharap dapat semakin mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta memperkuat solidaritas di antara kita semua. Semoga di usia BPBD Kabupaten Blitar yang terus bertambah ini, kita semua semakin solid, profesional, dan amanah dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
6. Acara inti yaitu Ceramah dari Kyai Lukman dari Selopuro .
Beliau menyampaikan:
* Peringatan hari lahir atau Harlah ini sejatinya bukan hanya sekadar memperingati bertambahnya usia sebuah lembaga. Namun lebih dari itu, Harlah adalah momentum untuk muhasabah, untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, sekaligus memperkuat niat dalam mengabdi kepada masyarakat.
Tugas yang diemban oleh BPBD adalah tugas yang sangat mulia. Ketika terjadi bencana, ketika masyarakat sedang mengalami kesulitan, maka para petugas BPBD hadir di garis depan untuk membantu, menolong, dan memberikan harapan kepada masyarakat. Dalam Islam, menolong sesama adalah amal yang sangat besar nilainya di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Maka pekerjaan yang dilakukan oleh bapak ibu sekalian insyaAllah termasuk bagian dari ibadah, selama dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, bulan yang mengajarkan kita tentang kesabaran, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui kegiatan buka puasa bersama seperti ini, kita tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan rasa persaudaraan di antara kita.
Saya juga mengapresiasi peran Dharma Wanita Persatuan BPBD yang senantiasa mendampingi dan memberikan dukungan kepada para suami dalam menjalankan tugasnya. Dukungan keluarga adalah kekuatan besar bagi seseorang dalam menjalankan amanah pekerjaan.
Semoga dengan bertambahnya usia BPBD Kabupaten Blitar, lembaga ini semakin kuat, semakin solid, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan.
Mari kita jadikan momentum Ramadhan ini untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, serta memperbanyak amal kebaikan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua, memberikan keselamatan dalam menjalankan tugas, serta melimpahkan keberkahan bagi keluarga besar BPBD Kabupaten Blitar. Sebelum mengakhiri tauziah beliau memimpin doa agar BPBD tetap tagguh solid dan dapat di berikan kelancaran dalam mengemban amanah
Dari serangkaian acara di atas di tutup dengan membatalkan puasa dengan minum dan kurma selanjutnya seluruhnya mengambil wudhu dan sholat maghrib berjamaah.
Setelah sholat berjamaah semua di perkenankan untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan oleh panitia.
7. Manfaat kegiatan Harlah dan Buka Bersama BPBD Kabupaten Blitar bersama Dharma Wanita Persatuan BPBD
1. **Mempererat tali silaturahmi**
Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara seluruh pegawai BPBD Kabupaten Blitar dengan Dharma Wanita Persatuan BPBD sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis.
2. **Menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan**
Melalui kegiatan bersama di luar rutinitas pekerjaan, diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan, solidaritas, serta kekompakan dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana.
3. **Sebagai momentum refleksi dan evaluasi**
Peringatan Harlah menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan BPBD Kabupaten Blitar, mengevaluasi kinerja, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
4. **Meningkatkan nilai spiritual dan keimanan**
Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan siraman rohani dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta menumbuhkan semangat pengabdian yang dilandasi nilai-nilai keikhlasan.
5. **Memperkuat dukungan keluarga terhadap tugas ASN BPBD**
Kehadiran Dharma Wanita Persatuan BPBD memberikan dukungan moral kepada para pegawai sehingga dapat meningkatkan semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
6. **Membangun semangat pengabdian kepada masyarakat**
Dengan kebersamaan yang terjalin, diharapkan seluruh keluarga besar BPBD Kabupaten Blitar semakin solid, profesional, dan siap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam penanggulangan bencana.

Penulis: Ibu Devi Lya selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BPBD
22611-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi dan Pamong Praja Kabupaten Blitar telah mengikuti Siraman Rohani KORPRI 2026

Bidang : Sosial Budaya

Program : Ketahanan keluarga, Iman dan Takwa

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Rabu, 11 Maret 2026
3. Pukul : 08.00  Selesai
4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Seragam DWP
6. Petugas yang menghadiri : Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Wulandari Cholik

Susunan Acara:

1. Acara diawali dengan lantunan sholawat

2. Santunan anak yatim

3. Menyanyikan lagu Indonesia raya

4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah

5. Pembacaan ayat suci Al Quran

6. Sambutan Panitia

7. Acara inti tauziah dari Rektor UIN Tulungagung Bapak Prof. Dr. Kyai Agus Zaenul Fikri, M.Pd

Siraman rohani hari ini berfokus pada seluruh anggota KORPRI yang ada di Kabupaten Blitar yang mengusung tema "MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN ASN UNTUK KESEIMBANGAN KARIER, KELUARGA DAN IBADAH."

Tema ini diambil dengan tujuan agar para ASN dengan sadar dan terencana berupaya menciprakan keselarasan, ketenangan, dan keseimbangan antara tiga pilar utama kehidupan, yaitu antara tuntutan pekerjaan (karier), tanggungjawab rumah tangga (keluarga), dan ketaatan kepada Tuhan (ibadah).

Yang artinya para ASN diharapkan mampu menjalankan semua peran sehingga para ASN bisa bekerja dengan tenang dan produktif dengan melaksanakan fungsi ASN sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan secara prifesional dan berintegritas.

ASN juga dihatapkan menjaga keseimbangan keluarga dengan mencintai, membina keluarga dengan baik, dan memberikan waktu yang berkualitas untuk keluarga yang bisa menjadi suport mental yang menunjang produktivitas kerja ASN.

Selain itu juga menjaga keseimbangan ibadah salah satunya menjadikan pekerjaan sebagai bagian ibadah sehingga para ASN dapat melaksanakan tugas negara dengan tanggungjawab moral yang tinggi.

Jika keseimbangan ini dilakukan maka tujuan utama untuk menciptakan ASN yang tangguh, bahagia, tidak stress, produktif, serta memberika pelayanan dengan prima akan tercapai.

Harmonisasi ini merupakan bagian integral dari inti nilai dari ASN "BerAKHLAK". Ketika ASN memiliki kehidupan yang seimbang, akan fokus, tidak mudah stres, dan lebih produktif dalam pekerjaan. Contohnya ASN yang bahagia dan tenang di rumah akan lebih prima dalam melakukan pekerjaannya melayani masyarakat. Karena hubungan yang positif dalam keluarga akan menciptakan lingkungan aman, meningkatkan kebahagiaan, dan mendukung kesehatan mental ASN.

Keseimbangan ibadah dengan tanggungjawab duniawi akan mencegah ASN dari tindakan menyimpang seperti korupsi karena adanya tanggungjawab moral kepada Tuhan.

Selain itu hindari prokrastinasi agar pekerjaan tidak menumpuk dan menyita ke waktu keluarga atau ibadah dengan cara menjadwalkan waktu untuk kantor, keluarga dan ibadah secara sistematis dan kontinyu. Bangun komunikasi terbuka dengan pasangan dan anak mengenai pekerjaan sehingga tercipta saling pengertian dan niatkan bekerja untuk ibadah.

Penyusun Laporan:

Ny. Refia Yanindra (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar)
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

22706-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN KABUPATEN BLITAR


Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kesejahteraan anggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan dengan tema “Pembagian Tabungan Sembako dan Uang Tunai Dharma Wanita Persatuan Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026 bertempat di Aula Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar dan dipimpin langsung oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh 14 anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan.


Bidang : Sosial dan Budaya
Program : Ketahanan Keluarga


Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar
2. Tema : Pembagian Tabungan Sembako dan Uang Tunai DWP Disperkimtan Kabupaten Blitar
3. Hari/Tanggal : Jumat, 6 Maret 2026
4. Pukul : 09.00 WIB – Selesai
5. Tempat : Aula Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar
6. Peserta : 14 Anggota Dharma Wanita Persatuan
7. Pakaian : Seragam batik Dharma Wanita Persatuan


Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan serta kesejahteraan anggota. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah program tabungan sembako, yang merupakan bentuk kegiatan gotong royong antar anggota dalam menabung secara berkala yang nantinya dibagikan kembali dalam bentuk sembako maupun uang tunai kepada seluruh anggota.


Kegiatan pembagian tabungan sembako dan uang tunai ini dilaksanakan di Aula Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Sejak pagi hari para anggota Dharma Wanita Persatuan telah hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pertemuan ini tidak hanya menjadi momen pembagian tabungan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para anggota untuk berkumpul, bersilaturahmi, serta mempererat hubungan antar anggota organisasi.


Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar, Ny. Margareth Nanang Adi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah berpartisipasi aktif dalam program tabungan sembako.


Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan para anggota. Selain memberikan manfaat secara ekonomi, program tabungan sembako juga memiliki nilai kebersamaan yang tinggi karena dilaksanakan melalui partisipasi dan kerja sama seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan.


Lebih lanjut beliau berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.


Memasuki acara inti, dilakukan pembagian tabungan sembako dan uang tunai kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan yang hadir. Pembagian dilakukan secara tertib dan bergantian sehingga seluruh anggota dapat menerima hak tabungannya sesuai dengan jumlah yang telah disetorkan selama periode program berlangsung.


Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Para anggota terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Selain menerima hasil tabungan yang telah dikumpulkan bersama, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk saling bertukar informasi serta mempererat tali silaturahmi antar anggota.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar. Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan semakin menambah keakraban di antara para anggota yang hadir.


Melalui kegiatan ini diharapkan Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar dapat terus berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan anggota serta memperkuat solidaritas dan kebersamaan dalam organisasi. Program tabungan sembako ini juga diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai salah satu bentuk kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi para anggota.


Laporan ini dibuat oleh Ny. Enik Yuyus selaku operator e-reporting DWP Disperkimtan Kabupaten Blitar



Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
22810-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT PELAKSANA SEKRETARIAT DAERAH

Dharma wanita Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan SIRAMAN ROHANI KORPRI dengan Tema MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN ASN UNTUK KESEIMBANGAN KARIER , KELUARGA DAN IBADAH

Keterangan Program :
1. Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan UP Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari / Tanggal : Selasa / 10 Maret 2026
3. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro
4. Waktu : 08.00 - Selesai

Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Up Sekretariat daerah Kabupaten Blitar Ibu Yanis Haris beserta ketua UP DWP Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Blitarpada hari ini Selasa, 10 Maret 2026 menngikuti kegiatan Sirman Rohani bertempat di Pendopo SAP Kanigoro Pembicara Bapak Prof Dr Kyai Agus Zaenul Fikri MPD Rektor UIN Tulungagung dengan tema MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN ASN UNTUK KESEIMBANGAN KARIER , KELUARGA DAN IBADAH.

Membangun Harmoni Kehidupan ASN untuk Keseimbangan Karier, Keluarga, dan Ibadah" artinya adalah sebuah upaya sadar dan terencana oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menciptakan keselarasan, ketenangan, dan keseimbangan antara tiga pilar utama kehidupan: tuntutan pekerjaan (karier), tanggung jawab rumah tangga (keluarga), dan ketaatan kepada Tuhan (ibadah). Harmoni Kehidupan (Work-Life Balance): Bukan berarti membagi waktu 33% untuk setiap bagian, melainkan menciptakan situasi di mana ASN bisa bekerja dengan tenang (produktif), mencintai keluarga (tenang), dan beribadah dengan khusyuk (spiritual) tanpa ada salah satu yang dikorbankan secara ekstrem.

Keseimbangan Karier: Melaksanakan fungsi ASN sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan, dan perekat bangsa secara profesional dan berintegritas. Keseimbangan Keluarga: Menjaga kehangatan, kasih sayang, dan memberikan waktu berkualitas bagi keluarga, yang pada akhirnya menunjang produktivitas kerja. Keseimbangan Ibadah: Menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah, sehingga tugas negara dilaksanakan dengan tanggung jawab moral tinggi.Tujuan utamanya adalah menciptakan ASN yang tangguh, bahagia, tidak stres, produktif, serta mampu memberikan pelayanan prima karena memiliki mental dan kehidupan sosial yang stabil.

Membangun harmoni kehidupan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyeimbangkan karier, keluarga, dan ibadah sangatlah penting karena menciptakan work-life balance yang sehat, yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan mental individu. Harmonisasi ini merupakan bagian integral dari core values ASN "BerAKHLAK", yang menuntut ASN untuk peduli dan menghargai lingkungan sekitar. Ketika ASN memiliki kehidupan pribadi yang seimbang, mereka cenderung lebih fokus, tidak mudah stres, dan lebih produktif dalam bekerja. ASN yang bahagia dan tenang di rumah akan lebih prima dalam memberikan layanan yang berkualitas dan inklusif kepada masyarakat. Hubungan keluarga yang positif menciptakan lingkungan aman, meningkatkan kebahagiaan, dan mendukung kesehatan mental ASN.Mengatur waktu yang baik antara pekerjaan dan rumah membantu mengatasi persoalan rumah tangga dengan lebih bijak, sehingga terhindar dari konflik yang bisa merusak kinerjaMengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pekerjaan membuat ASN bekerja dengan etos kerja tinggi, jujur, dan berintegritas, Menyeimbangkan ibadah dengan tanggung jawab duniawi mencegah ASN dari tindakan menyimpang (seperti korupsi) karena adanya rasa tanggung jawab kepada Tuhan, Lingkungan kerja yang harmonis dan seimbang meminimalisir potensi konflik dan perselisihan, baik internal maupun eksternal. ASN yang seimbang adalah aset yang mendukung tercapainya birokrasi profesional, adaptif, dan berintegritas. Dengan demikian, harmoni antara karier, keluarga, dan ibadah bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi ASN untuk bekerja, mengabdi, dan hidup bahagia. Membangun harmoni kehidupan ASN untuk keseimbangan karier, keluarga, dan ibadah harus berjalan seimbang karena akan menciptakan lingkungan kerja yang produktif, meningkatkan kesehatan mental dan fisik, serta memastikan pelayanan publik tetap maksimal tanpa mengabaikan kehidupan pribadi dan spiritual. Riset menunjukkan bahwa ASN yang memiliki keseimbangan hidup lebih baik cenderung lebih fokus, kreatif, dan produktif di tempat kerja. Sebaliknya, ketidakseimbangan (terlalu memprioritaskan karier) dapat menyebabkan burnout, stres kronis, dan penurunan kinerja.Keharmonisan keluarga adalah kunci utama yang menunjang produktivitas dan kualitas pelayanan publik. Keluarga yang mendukung memberikan energi positif untuk bekerja dengan lebih baik, Keseimbangan membantu mengurangi stres, menjaga kesehatan tubuh, dan mencegah kelelahan fisik maupun mental. Sebagai individu yang religius, ASN perlu menyeimbangkan komitmen profesional dengan waktu beribadah untuk ketenangan hati dan integritas diri.Keseimbangan (atau work-life balance) membuat ASN lebih bahagia, meningkatkan loyalitas, dan mengurangi risiko stres kronis yang dapat mempengaruhi performa organisasi. Ringkasnya, keharmonisan antara karier, keluarga, dan ibadah menghasilkan ASN yang "Bekerja, Mengabdi, dan Bahagia"..cara yang dapat dilakukan berdasarkan prinsip manajemen waktu dan etika kerja: Alokasikan blok waktu khusus untuk pekerjaan fokus, rapat, dan istirahat.

Hindari prokrastinasi agar pekerjaan tidak menumpuk dan merembet ke waktu keluarga atau ibadah. Menjaga kedisiplinan kerja menciptakan budaya positif, yang memungkinkan pelayanan prima berjalan tanpa mengorbankan kehidupan pribadi. Jadwalkan waktu khusus untuk keluarga, misalnya di akhir pekan, dan komitmen untuk tidak diganggu oleh urusan kantor. Bangun komunikasi terbuka dengan pasangan dan anak mengenai tuntutan pekerjaan agar tercipta saling pengertian. Jangan ragu untuk mengambil cuti jika diperlukan untuk penyegaran atau keperluan mendesak keluarga. Jadikan setiap tetesan keringat dan lelah dalam bekerja sebagai bentuk ibadah dengan meniatkannya karena Allah SWT. Jadikan waktu ibadah (misalnya shalat tepat waktu) sebagai jangkar waktu. Hentikan pekerjaan sejenak untuk ibadah, yang juga berfungsi sebagai jeda istirahat produktif. Integritas ASN dalam bekerja mencerminkan nilai-nilai religius yang dianut, sehingga kinerja tinggi tidak mengabaikan kewajiban spiritual. Saling menghargai, menolong sesama rekan kerja, dan menciptakan lingkungan kondusif.. Saling menghargai, menolong sesama rekan kerja, dan menciptakan lingkungan kondusif. Dengan manajemen waktu yang bijak dan prioritas yang jelas, ASN dapat tetap berprestasi (karier), harmonis di rumah (keluarga), dan tenang dalam beribadah.

Penulis : H_M
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Sekretariat Daerah

22910-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UNIT PELAKSANA SEKRETARIAT DAERAH

Ibu ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar Ibu Unun Badrodin telah mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anaka yatim piatu di Bulan Ramadhan 1446 H bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) Kabupaten Blitar Tahun 2026

Bidang : Sosial Budaya

Keterangan Program :
1. Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Unit pelaksana Sekretariat Daerah
2. Hari/Tanggal : Kamis / 5 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Peserta : Ketua DWP beserta Anggota DWP se kabupaten Blitar, Pengurus GOW beserta anggota , Ketua dan pengurus PKK Kabupaten , Kecamatan dan Desa se Kabupaten Blitar.
5. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro
6. Acara : Siraman Rohani.Laporan Kegiatan :

Siraman rohani merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari kamis pada bulan ramadhan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) dan Pemerintah Kabupaten Blitar.Seperti halnya siraman yang di laksanakan pada tangal 05 Maret 2026 bertempat di Sasana dhi Praja Kanigoro blitar yang di hadiri oleh seluruh pengurus DWP, seluruh pengurus PKK kecamatan , Desa dan Kelurahan se Kabupaten Bliatar dengan Susunan acara
1. pembukaan oleh Mc yaitu Ibu Khoirul Kiptiyah
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila
3. Menyanyikan Lagu Indionesia raya dengan dipimpin oleh ibu Nur Jami’ah
4. Sambutan
5. Tausiyah oleh Bapak Drs.KH. Agus Mu”adzin
6. Penutup / doa

Ketua Dharma wanita Kabupaten Blitar Ibu Unun Badrodin beserta ketua UP DWP Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar menghadiri kegiatan siraman rohani. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pencerahan kepada para anggota, khususnya dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat iman, serta mempererat silaturahmi antara anggota

Acara dimulai ada pemberian atau santunan anak yatim kurang lebih ada 22 anak dari masing kecamatan yang ada di kabupaten Blitar.yang diiringi oleh hadroh shonata dari Desa Tawangrejjo Kecamatan Wonodadi di pimpin oleh Ibu Sumini yang sekaligus sebagai Ibu Ketua TP PKK Desa ) Ibu Kades ) Tawangrejo sekaligus sholawat bersama.
1. pembukaan oleh MC

Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta terima kasih yang tak terhingga kepada ibu yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara siraman rohani serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, para panitia, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga segala upaya kita mendapatkan pahala dari Allah SWT
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ulayya Kumillaili

Di lanjutkan Sholawat bersama shonata dari Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi sebelum mengikuri tausiah bersama nara sumber. Pembacaan pemenang undian doorprice untuk 20 orang yang diacak berdasarkan nomer kehadiran pada daftar hadir.
3. Sambutan oleh Bapak Wiji Asrori (PLT Asisten Kesra mewakili Bpk Bupati )
Beliau menyampaikan bahwa Siraman rohani merupakan momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk menikatkan Iman dan Taqwa serta rasa peduli di Bulan Ramadhan. Hari kamis, 10 Maret pemerintah Kabupaten Blitar mengadakan bazar ramadhan yang diikuti oleh pelaku UMKM dan siraman rohani bagi anggota KOPRI . Sore hari di tanggal yang sama juga menyelenggarakan bagi bagi takjil untuk 5000 porsi .Beliau juga menyampaikan tentang SE Bupati terkait kebersihan yaitu ASRI ( Aman, Sehat , Resik dan Indah ) agar dilaksanakan setiap hari selasa dan hari jum’at untuk kegiatan jum’at bersih sesuai arahan presiden Indonesia Bapak Prabowo Subiyanto.

Gerakan ASRI ini bukanlah slogan semata. ASRI adalah komitmen bersama. 2. Sehat: Bersihnya lingkungan adalah fondasi kesehatan masyarakat.
3. Resik (Bersih): Saya minta seluruh OPD, instansi, hingga tingkat dusun untuk konsisten melakukan "kurve" atau kerja bakti. Tidak ada lagi tumpukan sampah yang dibiarkan.
4. Indah: Kita tata lingkungan kita agar rapi dan nyaman.

Pesan dari Bupati Blitar kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah memimpin langsung stafnya, berbaur dengan masyarakat. Lingkungan yang asri akan menunjang sektor pariwisata dan kualitas hidup warga Blitar. Bersih atau tidaknya suatu rumah, yang paling berperan adalah anggota keluarga itu sendiri maka Ibu sebagai pilar keluarga bisa memberi contoh dan semangat untuk anggota keluarga yang lain. Dalam kegiatan ini juga bisa sebagai tempat mendapatkan ilmu (Takabul Ilmu). Tak lupa beliau juga mengucapkan banyak terimakasih untuk kehadiran para peserta semoga kegiatan ini bernilai ibadah.
4. Siraman Rohani oleh KH. Agus Mu,adzin.S.pd

Dalam pembukaan tausiahnya KH. Agus Muadzin. S.Pd mengajak hadirin Siraman Rohani untuk mendoakan anak anak yatim yang disantuni menjadi anak yang sholeh dan sholehah serta tak lupa mengajk hadirin untuk mendoakan Bupati Rijanto agar sehat dan bisa membawa rakyatnya dalam kemakmuran. Dalam Tausiah nya Beliau menyampaikan asal usul manusia menurut Islam berpusat pada penciptaan Nabi Adam a.s. oleh Allah SWT dari tanah (tanah liat, lumpur hitam, debu), yang kemudian ditiupkan ruh. Hawa diciptakan sebagai pendamping, dan keturunannya berkembang secara biologis melalui fase nutfah (mani), 'alaqah (segumpal darah), mudghah (segumpal daging), tulang, hingga ditiupkan ruh. Berikut adalah rincian asal usul manusia dalam pandangan Islam

Manusia tercipta di dunia ini mengalamai beberapa fase kehidupan, sebagai berikut :
1. Fase Alam Arwah (dalam rupa Roh).
Fase alam arwah adalah tahap awal keberadaan ruh sebelum ditiupkan ke dalam jasad di rahim. Ini adalah fase pra-kehidupan di mana ruh diciptakan dan bersaksi atas keesaan Allah.
2. Fase Alam Rahim
Pada fase ini dicatat empat macam hal yaitu:
1) ditiupkan rohnya,
(2) dicatat rejekinya, maka yakinlah setiap manusia diciptakan satu paket dengan rejekinya asalkan kita berusaha serta tawakal hanya padaNya. Jika seseorang menginginkan rejeki maka dia harus dekat dengan Allah tidak sebaliknya, namun yang umum terjadi manusia bersibuk sibuk mencari rejeki hingga lupa beribadah padaNya. Allah adalah maha pemberi rejeki (Al-Razzak), maha kaya (Al-Ghani)
(3) Umur , Manusia diciptakan sepaket dengan ketentuan sampai berapa umurnya, dimana meninggal dan karena apa meninggalnya. Nabi Muhammad bersabda bahwa rata rata umur manusia adaklah 60 – 70 tahun , kalau ada umatnya yang umur lebih dari 70 than, Nabi berkata “ semoga yang berumur 70 tahun mendapat RahmatNya”. Walaupun umur sudah ditentukan oleh Allah SWT manusia harus tetap berusaha sehat agar panjang umur. Ada ungkapan dimasyarakat “ Awet Enom, Sepuh Gaseh, sehat tanpa obat”

Ada sebuah hadist tentang hadis tentang menyambung silaturahmi yang membawa berkah berupa dipanjangkannya umur dan diluaskannya rezeki.
"Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari no. 5986 dan Muslim no. 2557)
Beberapa adab yang harus diperhatikan saat silaturahmi:
(1) Bila ada undangan datang
(2). Baju yang dipakai biasa saja,
(3)Yang menjadi tuan rumah reuni menjamu dengan sederhana,
(4) Tidak memamerkan pencapaian pada kerabat. Maka diharapkan dengan menjaga adab ini keakraban bisa utuh terjalin sehingga silaturahmi ini kelas akan bisa menggiring bersama sama ke Surga. Silaturahmi pada saat hari raya merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman – teman yang mungkin tidak sempat bertemu sehari – hari. Keutamaan dari silaturahmi adalah • Mendatangkan Ridha Allahtertuang pada HR Tirmidzi dan Abu Dawud
• Mempererat persaudaraan
• Membuat kerabat yang dikunjungi bahagia
• Amalan masuk surga tertuang pada HR Bukhari
• Memberikan keberkahan umur
• Rezeki meningkat dan berkah seperti yang tertuang pada HR Bukhari
• Menambah kewibawaan bagi orang yang menjawab silaturahmi

Sebagai umat manusia selain bersilaturahmi juga harus bisa menjaga rahasia . Menjaga rahasia dalam Islam adalah bentuk amanah (kepercayaan) yang wajib dilaksanakan dan merupakan akhlak mulia, di mana membocorkannya termasuk pengkhianatan dosa besar.
Rahasia, termasuk aib orang lain, masalah rumah tangga, maupun amanah informasi, harus disembunyikan. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang berbicara denganmu lalu ia menoleh (seakan meminta agar tidak disebarkan), maka pembicaraan itu adalah amanah” (HR. Tirmidzi). Poin Penting Menjaga Rahasia dalam Islam: • Rahasia adalah Amanah: Menjaga rahasia yang dipercayakan orang lain adalah kewajiban agama.Membocorkannya dikategorikan sebagai perilaku tidak jujur atau pengkhianatan terhadap amanah.
• Menutupi Aib Sesama Muslim: Islam sangat menekankan perlindungan kehormatan orang lain dengan cara menutup aib atau cacat orang lain. Seseorang yang menjaga rahasia saudaranya di dunia, akan ditutupi aibnya oleh Allah di akhirat.
• Rahasia Rumah Tangga: Pasangan suami istri wajib menjaga kerahasiaan rumah tangga mereka. Menceritakan aib pasangan kepada orang lain dianggap sebagai salah satu keburukan terburuk di akhirat. • Konteks Amanah Informasi: Di era digital, menyebarkan foto, pesan pribadi, atau data tanpa izin adalah pelanggaran amanah informasi.
• Strategi dan Pekerjaan: Dalam konteks pekerjaan atau strategi (seperti contoh Rasulullah dalam perang), merahasiakan informasi penting merupakan strategi, bahkan faktor kemenangan.
• Konsekuensi: Membocorkan rahasia atau aib orang lain adalah perbuatan tercela yang tidak hanya merusak hubungan sosial tetapi juga mendatangkan kemurkaan Allah.

Manusia harus telaten, jangan menyepelekan perkara bagus walaupun cuma sedikit Berikut adalah amalan amalan sederhana yang pahalanya besar,:
(1). Mendengarkan bacaan Al-Quran
Mendengarkan Al-Qur'an adalah amalan mulia yang mendatangkan rahmat, ketenangan jiwa, dan tambahan keimanan
(2)Mendengarkan Adzan
Hukum mendengarkan dan menjawab adzan adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), bukan sebuah kewajiban yang berdosa jika ditinggalkan, menurut mayoritas ulama. Namun, mendengarkan adzan adalah bentuk adab yang mulia untuk menghormati panggilan Allah dan bersiap menunaikan salat. Hukum mendengarkan adzan:
• Menjawab dengan Lisan: Saat mendengar adzan, disunnahkan meniru ucapan muadzin kalimat demi kalimat.
• Pengecualian: Ketika muadzin mengumandangkan Hayya 'alash shalaah (mari salat) dan Hayya 'alal falaah (mari menuju kemenangan), disunnahkan menjawab dengan Laa haula walaa quwwata illa billaah.
Aktivitas saat Adzan:
Dianjurkan berhenti sejenak dari aktivitas (termasuk berbicara atau mengaji) untuk mendengarkan dan menjawab adzan.
• Adzan Rekaman: Menden
gar adzan dari kaset atau rekaman tidak disunnahkan untuk dijawab, namun jika dari aplikasi smartphone yang menirukan lafal zikir, maka disunnahkan menjawabnya.
• Keutamaan: Mendengarkan dan menjawab adzan dapat mendatangkan syafaat, diampuni dosa-dosanya, dan salah satu jalan menuju surga.
3. Fase Alam Dunia
Dunia adalah tempatnya ujian bagi umat manusia. Ketika pertamakali bayi lahir kedunia ditandai dengan tangisan, ini menggambarkan memang dunia adalah tempatnya ujian bagi manusia.Ada beberapa ujian hidup, diantaranya adalah :
(1) Ujian hidup lewat rumah tangga

Contoh dari ujian hidup lewat rumah tangga ini diantaranya adalah menantu yang tidak disukai mertuanya, ujian seorang anak yang sedang merawat orangtua . Seorang istri yang diuji suami tidak baik dan dia tetap sabar dan bertaqwa pada Allah akan diganjar seperti ganjaran Siti Aisyah ( Istri Firaun) sedangkan seorang suami yang diuji dengan istri yang tidak baik dan dia tetap bersabar dan beriman pada Allah maka dia akan diganjar seperi ganjaran Nabi Ayub.
(2). Ujian hidup lewat Harta,

Manusia bisa dicoba dengan kekurangan harta maupun kelebihan harta . Manusia dalam keadaan kekurangan atau kelebihan harta pun harus tetap mengutamakan ibadah karena manusia diciptakan Allah untuk beribadah. Ada sebuah hadits tentang meluangkan waktu untuk ibadah menegaskan bahwa Allah SWT berjanji mencukupkan rezeki dan ketenangan hati bagi mereka yang beribadah, serta mengancam dengan kesibukan duniawi dan kefakiran bagi yang melalaikannya. "Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku akan tutupi kefakiranmu. Jika engkau tidak lakukan yang sedemikian, niscaya Aku akan penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutupi kefakiranmu." (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan disahihkan al-Albani).
(3) Ujian hidup lewat anak
(4)Cobaan hidup leawat tetangga

Keempat cobaan hidup diatas akan terasa ringan bila manusia menjaga sholatnya. Apabila ada seorang perempuan atau istri yang menjaga sholat puasa , Allah mempersilahkannya masuk kesurga dari pintu manasaja. Allah SWT bersabda “ Jika seorang wanita menunaikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan padanya “ masuklah kedalam surga dari pintu manasaja yang kau mau” (HR Ahmad dinyatakan Hasan oleh Syaikh Al- Albani). Beliau juga menyampaikan 4 hal baik yang dilakukan oleh seorang istri yaitu : Tertib Sholat , Sholat 5 waktu adalah ibadah paling mendasar dan tiang agama Islam yang wajib ditegakkan, berfungsi sebagai pembeda antara muslim dan kafir. Ia penting karena merupakan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah, mencegah perbuatan keji/mungkar, diampuni dosanya, serta menjadi amalan pertama yang dihisab di akhirat. Poin-poin penting mengenai sholat
• Tiang Agama & Kewajiban Utama: Sholat adalah rukun Islam kedua yang tidak boleh ditinggalkan dan menjadi tolok ukur amal lainnya.
• Sarana Komunikasi & Dekat dengan Allah: Saat sujud, seorang hamba berada pada jarak terdekat dengan Allah, menjadikannya waktu terbaik untuk berdoa.
• Pencegah Perbuatan Keji dan Mungkar: Sholat yang khusyuk mendidik jiwa untuk menghindari maksiat dan perilaku buruk.
• Pembersih Dosa & Sumber Ketenangan: Sholat lima waktu menggugurkan dosa-dosa kecil di antara waktu sholat dan memberikan ketenangan batin.
• Manfaat Kesehatan: Gerakan sholat yang teratur membantu melenturkan otot, sendi, dan melatih keseimbangan tubuh.
• Balasan Surga & Kemuliaan: Allah menjanjikan surga, penjagaan malaikat, dan keberkahan bagi orang yang menegakkan sholat.Meninggalkan sholat dianggap meruntuhkan sendi agama dan menunjukkan sifat munafik. Puasa Ramadhan : Puasa melatih kita untuk menahan diri, baik dalam menghadapi lapar dan dahaga, maupun dalam menghadapi berbagai godaan dan ujian hidup. Di bulan Ramadhan, kita belajar untuk menangguhkan kepentingan pribadi dan memusatkan perhatian pada tujuan yang lebih mulia, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.
• Jalan Menuju Surga: Istri yang taat, menjaga shalat, puasa, dan menjaga kehormatannya dijamin masuk surga dari pintu mana saja.
• Bentuk Ibadah kepada Allah: Ketaatan kepada suami adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
• Keharmonisan Rumah Tangga: Kepatuhan istri menciptakan rumah tangga yang harmonis, tenang, dan damai.
• Penghormatan terhadap Pemimpin: Suami adalah pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya.
• Kewajiban Utama: Setelah menikah, ketaatan istri berpindah dari orang tua kepada suami. Batasan Ketaatan:
• Ketaatan hanya berlaku dalam perkara kebaikan dan bukan maksiat.
• Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.
Bentuk Ketaatan yang Umum:
• Menjaga diri dan harta suami saat suami tidak di rumah.
• Melayani suami dengan ikhlas dan menyenangkan hatinya.
• Meminta izin suami saat ingin keluar rumah atau melakukan aktivitas tertentu.
• Meningkatkan Integritas dan Moral: Menghindari penyebaran hoaks, memupuk kejujuran, dan beretika dalam berkomunikasi.
• Mengelola Emosi dan Pikiran: Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, tarik napas dalam, dan tetap berpikir rasional dalam menghadapi berbagai situasi.
• Penerapan Perilaku Sosial yang Baik: Menghormati sesama makhluk, tidak sombong, dan memberikan contoh nyata daripada sekadar nasihat.
• Membangun Kebiasaan Sehat: Mengatur diri (self-regulation), konsisten berolahraga, menjaga pola makan, dan memilih lingkungan sosial yang positif.
• Pengaturan Diri (Self-Regulation): Memantau perilaku secara rutin, menetapkan tujuan yang realistis, dan beradaptasi terhadap perubahan.Menjaga perilaku tidak hanya membantu dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup diri sendiri secara keseluruhan.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kemudian ditutup dengan Doa

Penulis : H_M
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Sekretariat Daerah

23010-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dharma wanita Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan SIRAMAN ROHANI KORPRI dengan Tema MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN ASN UNTUK KESEIMBANGAN KARIER , KELUARGA DAN IBADAH

Keterangan Program :
1. Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari / Tanggal : Selasa / 10 Maret 2026
3. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro
4. Waktu : 08.00 - Selesai

Ibu Ketua Dharma Waniat Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto beserta Pengurus pada hari ini Selasa, 10 Maret 2026 menngikuti kegiatan Sirman Rohani bertempat di Pendopo SAP Kanigoro Pembicara Bapak Prof Dr Kyai Agus Zaenul Fikri MPD Rektor UIN Tulungagung dengan tema MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN ASN UNTUK KESEIMBANGAN KARIER , KELUARGA DAN IBADAH.

Membangun Harmoni Kehidupan ASN untuk Keseimbangan Karier, Keluarga, dan Ibadah" artinya adalah sebuah upaya sadar dan terencana oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menciptakan keselarasan, ketenangan, dan keseimbangan antara tiga pilar utama kehidupan: tuntutan pekerjaan (karier), tanggung jawab rumah tangga (keluarga), dan ketaatan kepada Tuhan (ibadah). Harmoni Kehidupan (Work-Life Balance): Bukan berarti membagi waktu 33% untuk setiap bagian, melainkan menciptakan situasi di mana ASN bisa bekerja dengan tenang (produktif), mencintai keluarga (tenang), dan beribadah dengan khusyuk (spiritual) tanpa ada salah satu yang dikorbankan secara ekstrem.

Keseimbangan Karier: Melaksanakan fungsi ASN sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan, dan perekat bangsa secara profesional dan berintegritas. Keseimbangan Keluarga: Menjaga kehangatan, kasih sayang, dan memberikan waktu berkualitas bagi keluarga, yang pada akhirnya menunjang produktivitas kerja.
Keseimbangan Ibadah: Menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah, sehingga tugas negara dilaksanakan dengan tanggung jawab moral tinggi.Tujuan utamanya adalah menciptakan ASN yang tangguh, bahagia, tidak stres, produktif, serta mampu memberikan pelayanan prima karena memiliki mental dan kehidupan sosial yang stabil.

Membangun harmoni kehidupan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyeimbangkan karier, keluarga, dan ibadah sangatlah penting karena menciptakan work-life balance yang sehat, yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan mental individu. Harmonisasi ini merupakan bagian integral dari core values ASN "BerAKHLAK", yang menuntut ASN untuk peduli dan menghargai lingkungan sekitar. Ketika ASN memiliki kehidupan pribadi yang seimbang, mereka cenderung lebih fokus, tidak mudah stres, dan lebih produktif dalam bekerja. ASN yang bahagia dan tenang di rumah akan lebih prima dalam memberikan layanan yang berkualitas dan inklusif kepada masyarakat. Hubungan keluarga yang positif menciptakan lingkungan aman, meningkatkan kebahagiaan, dan mendukung kesehatan mental ASN.Mengatur waktu yang baik antara pekerjaan dan rumah membantu mengatasi persoalan rumah tangga dengan lebih bijak, sehingga terhindar dari konflik yang bisa merusak kinerjaMengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pekerjaan membuat ASN bekerja dengan etos kerja tinggi, jujur, dan berintegritas,

Menyeimbangkan ibadah dengan tanggung jawab duniawi mencegah ASN dari tindakan menyimpang (seperti korupsi) karena adanya rasa tanggung jawab kepada Tuhan, Lingkungan kerja yang harmonis dan seimbang meminimalisir potensi konflik dan perselisihan, baik internal maupun eksternal. ASN yang seimbang adalah aset yang mendukung tercapainya birokrasi profesional, adaptif, dan berintegritas. Dengan demikian, harmoni antara karier, keluarga, dan ibadah bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi ASN untuk bekerja, mengabdi, dan hidup bahagia. Membangun harmoni kehidupan ASN untuk keseimbangan karier, keluarga, dan ibadah harus berjalan seimbang karena akan menciptakan lingkungan kerja yang produktif, meningkatkan kesehatan mental dan fisik, serta memastikan pelayanan publik tetap maksimal tanpa mengabaikan kehidupan pribadi dan spiritual. Riset menunjukkan bahwa ASN yang memiliki keseimbangan hidup lebih baik cenderung lebih fokus, kreatif, dan produktif di tempat kerja. Sebaliknya, ketidakseimbangan (terlalu memprioritaskan karier) dapat menyebabkan burnout, stres kronis, dan penurunan kinerja.Keharmonisan keluarga adalah kunci utama yang menunjang produktivitas dan kualitas pelayanan publik. Keluarga yang mendukung memberikan energi positif untuk bekerja dengan lebih baik, Keseimbangan membantu mengurangi stres, menjaga kesehatan tubuh, dan mencegah kelelahan fisik maupun mental. Sebagai individu yang religius, ASN perlu menyeimbangkan komitmen profesional dengan waktu beribadah untuk ketenangan hati dan integritas diri.Keseimbangan (atau work-life balance) membuat ASN lebih bahagia, meningkatkan loyalitas, dan mengurangi risiko stres kronis yang dapat mempengaruhi performa organisasi. Ringkasnya, keharmonisan antara karier, keluarga, dan ibadah menghasilkan ASN yang "Bekerja, Mengabdi, dan Bahagia"..cara yang dapat dilakukan berdasarkan prinsip manajemen waktu dan etika kerja: Alokasikan blok waktu khusus untuk pekerjaan fokus, rapat, dan istirahat.

Hindari prokrastinasi agar pekerjaan tidak menumpuk dan merembet ke waktu keluarga atau ibadah. Menjaga kedisiplinan kerja menciptakan budaya positif, yang memungkinkan pelayanan prima berjalan tanpa mengorbankan kehidupan pribadi. Jadwalkan waktu khusus untuk keluarga, misalnya di akhir pekan, dan komitmen untuk tidak diganggu oleh urusan kantor. Bangun komunikasi terbuka dengan pasangan dan anak mengenai tuntutan pekerjaan agar tercipta saling pengertian. Jangan ragu untuk mengambil cuti jika diperlukan untuk penyegaran atau keperluan mendesak keluarga. Jadikan setiap tetesan keringat dan lelah dalam bekerja sebagai bentuk ibadah dengan meniatkannya karena Allah SWT. Jadikan waktu ibadah (misalnya shalat tepat waktu) sebagai jangkar waktu. Hentikan pekerjaan sejenak untuk ibadah, yang juga berfungsi sebagai jeda istirahat produktif. Integritas ASN dalam bekerja mencerminkan nilai-nilai religius yang dianut, sehingga kinerja tinggi tidak mengabaikan kewajiban spiritual. Saling menghargai, menolong sesama rekan kerja, dan menciptakan lingkungan kondusif.. Saling menghargai, menolong sesama rekan kerja, dan menciptakan lingkungan kondusif. Dengan manajemen waktu yang bijak dan prioritas yang jelas, ASN dapat tetap berprestasi (karier), harmonis di rumah (keluarga), dan tenang dalam beribadah.
Penulis : H_M ( Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar )
Program: Iman dan Takwa

23110-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar telah melaksanakan KEGIATAN BHAKTI SOSIAL SANTUNAN ANAK YATIM DI KECAMATAN KESAMBEN DAN SELOREJO KABUPATEN BLITAR Keterangan Program
1. Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari / tanggal : 09 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 - Selesai
4. Tempat : Kantor kecamatan Kesamben
5. Acara : Bhakti Sosial Santunan Anak Yatim dari Kecamatan Kesamben dan Kecamatan Selorejo

Pada hari ini Senin 09 Maret 2026 Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar beserta pengurus telah melaksanakan kegiatan Pertemua Rutin di lanjutkan dengan kegiatan Bhakti Sosial Santunan Anak Yatim dari Kecamatan Kesamben dan Selorejo yang bertempat di aula kantor Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar.

Adapun penerima manfaat terdiri dari 36 nak yatim dari kecamatan Kesamben dan kecamatan Selorejo Acara di mulai dengan pembukaan oleh Mc Ibu Dewi Agus Zaenal di lanjutkan dengan mars Dharma Wanita dengan dirigent oleh Ibu Erma Salam dan di teruskan dengan doa yang di pandu oleh Ibu Darmadi Acara Dilanjutkan dengan Sambutan Bapak Camat Kesamben Bapak Amir Bharata , Beliau menyampaikan Terima Kasih atas kepedulian Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar kepada anak - anak yatim di Kecamatan Kesamben dan Selorejo
Mereka di beri waktu kurang lebih 1 jam untuk berbelanja , setelah mereka memilih barang yang mereka inginkan , anak anak antri di kasir dengan menyerahkan voucher belanja mereka.
Kegiatan ini merupakan ibadah sosial untuk meringankan beban, memberikan kebahagiaan, serta membersihkan harta dan jiwa. Berikut alasan mengapa santunan anak yatim sangat dianjurkan menurut Islam , Kedekatan dengan Rasulullah SAW di Surga
Rasulullah SAW bersabda bahwa pengasuh atau penyantun anak yatim akan bersama beliau di surga seperti jari telunjuk dan jari tengah. Termasuk Golongan Orang Beriman: Menyayangi dan menyantuni anak yatim adalah akhlak mulia yang mencerminkan keimanan serta merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.Amal Jariyah dan Penghapus Dosa: Sedekah kepada anak yatim dapat melembutkan hati, menghapus dosa, dan menjadi investasi amal yang pahalanya terus mengalir. Penolak Bala dan Musibah: Santunan yatim diyakini dapat menolak musibah dan mendatangkan keberkahan rezeki.Perlindungan Sosial: Islam memerintahkan kepedulian terhadap anak yatim (anak yang ditinggal ayah sebelum baligh) untuk memastikan kebutuhan makanan, pakaian, dan pendidikan mereka terpenuhi.Mencegah Sikap Tercela: Islam melarang keras menghardik anak yatim, dan menyantuni mereka adalah bentuk perlawanan terhadap perilaku tersebut. Memberikan santunan kepada anak yatim di bulan Ramadan mendatangkan pahala berlipat ganda, menjamin kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga (seperti jari telunjuk dan tengah), serta membuka pintu keberkahan dan kemudahan urusan. Selain itu, santunan ini melelembutkan hati, menyucikan harta, dan memberikan kebahagiaan bagi anak yatim.Menyantuni anak yatim, terutama di bulan penuh berkah, adalah jalan pintas menuju surga dan dijamin akan berdekatan dengan Nabi Muhammad SAW.Setiap kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan, termasuk bersedekah kepada anak yatim, menjadikannya kesempatan emas. Setiap kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan, termasuk bersedekah kepada anak yatim, menjadikannya kesempatan emas. Ramadan sering disebut sebagai bulan yang tepat untuk lebih memperhatikan anak yatim karena pahala yang tak ternilai dan keutamaan istimewa bagi yang membahagiakan mereka. Kedudukan anak yatim dalam Islam begitu mulia. Melaksanakan santunan anak yatim dengan penuh keikhlasan akan mendatangkan manfaat. Santunan anak yatim adalah salah satu bentuk sedekah yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini karena anak yatim termasuk salah satu golongan yang berhak mendapatkan santunan. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memperhatikan dan membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya.

Bagi anak yatim, santunan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara bagi orang yang melakukannya, santunan anak yatim dapat menjadi ladang pahala yang besar. Memberikan perhatian dan kebahagiaan kepada anak yatim dapat membantu mereka memperbaiki kehidupan mereka. Dengan memberikan bantuan dalam bentuk apapun, kita dapat membantu anak yatim untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan bahagia. anji Allah bagi yang menyantuni anak yatim sangat istimewa, meliputi jaminan surga, kedekatan dengan Rasulullah SAW (seperti jari telunjuk dan tengah), terhindar dari siksa kiamat, serta keberkahan rezeki. Menyantuni anak yatim adalah amal saleh yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, memberikan mereka kasih sayang dan pemenuhan kebutuhan hidup.
Atas nama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar menyampaikan Terima kasih yang sebesar besar nya kepada semua donatur sehingga kegiatan Santunan Anak yatim ini dapat terlaksana

Penulis : H_M

( Dharma Wanita persatuan Kabupaten Blitar )
Program: Bhakti Sosial

23210-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Ibu ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto telah mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anaka yatim piatu di Bulan Ramadhan 1446 H bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) Kabupaten Blitar Tahun 2026

Bidang : Sosial Budaya

Program : Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis / 5 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Peserta : Ketua DWP beserta Anggota DWP se kabupaten Blitar, Pengurus GOW beserta anggota , Ketua dan pengurus PKK Kabupaten , Kecamatan dan Desa se Kabupaten Blitar.
5. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro
6. Acara : Siraman Rohani.

Laporan Kegiatan :

Siraman rohani merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari kamis pada bulan ramadhan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) dan Pemerintah Kabupaten Blitar.Seperti halnya siraman yang di laksanakan pada tangal 05 Maret 2026 bertempat di Sasana dhi Praja Kanigoro blitar yang di hadiri oleh seluruh pengurus DWP, seluruh pengurus PKK kecamatan , Desa dan Kelurahan se Kabupaten Bliatar dengan Susunan acara
1. pembukaan oleh Mc yaitu Ibu Khoirul Kiptiyah
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila
3. Menyanyikan Lagu Indionesia raya dengan dipimpin oleh ibu Nur Jami’ah
4. Sambutan
5. Tausiyah oleh Bapak Drs.KH. Agus Mu”adzin
6. Penutup / doa

Ketua Dharma wanita Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto beserta jajaran pengurus menghadiri kegiatan siraman rohani. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pencerahan kepada para anggota, khususnya dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat iman, serta mempererat silaturahmi antara anggota

Acara dimulai ada pemberian atau santunan anak yatim kurang lebih ada 22 anak dari masing kecamatan yang ada di kabupaten Blitar.yang diiringi oleh hadroh shonata dari Desa Tawangrejjo Kecamatan Wonodadi di pimpin oleh Ibu Sumini yang sekaligus sebagai Ibu Ketua TP PKK Desa ) Ibu Kades ) Tawangrejo sekaligus sholawat bersama.
1. pembukaan oleh MC

Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta terima kasih yang tak terhingga kepada ibu yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara siraman rohani serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, para panitia, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga segala upaya kita mendapatkan pahala dari Allah SWT

2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ulayya Kumillaili
Di lanjutkan Sholawat bersama shonata dari Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi sebelum mengikuri tausiah bersama nara sumber.
Pembacaan pemenang undian doorprice untuk 20 orang yang diacak berdasarkan nomer kehadiran pada daftar hadir.
3. Sambutan oleh Bapak Wiji Asrori (PLT Asisten Kesra mewakili Bpk Bupati )

Beliau menyampaikan bahwa Siraman rohani merupakan momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk menikatkan Iman dan Taqwa serta rasa peduli di Bulan Ramadhan. Hari kamis, 10 Maret pemerintah Kabupaten Blitar mengadakan bazar ramadhan yang diikuti oleh pelaku UMKM dan siraman rohani bagi anggota KOPRI . Sore hari di tanggal yang sama juga menyelenggarakan bagi bagi takjil untuk 5000 porsi .Beliau juga menyampaikan tentang SE Bupati terkait kebersihan yaitu ASRI ( Aman, Sehat , Resik dan Indah ) agar dilaksanakan setiap hari selasa dan hari jum’at untuk kegiatan jum’at bersih sesuai arahan presiden Indonesia Bapak Prabowo Subiyanto.
Gerakan ASRI ini bukanlah slogan semata. ASRI adalah komitmen bersama.
1. Aman: Lingkungan kita harus bebas dari potensi bahaya, termasuk sampah yang menumpuk.
2. Sehat: Bersihnya lingkungan adalah fondasi kesehatan masyarakat.
3. Resik (Bersih): Saya minta seluruh OPD, instansi, hingga tingkat dusun untuk konsisten melakukan "kurve" atau kerja bakti. Tidak ada lagi tumpukan sampah yang dibiarkan.
4. Indah: Kita tata lingkungan kita agar rapi dan nyaman.

Pesan dari Bupati Blitar kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah memimpin langsung stafnya, berbaur dengan masyarakat. Lingkungan yang asri akan menunjang sektor pariwisata dan kualitas hidup warga Blitar. Bersih atau tidaknya suatu rumah, yang paling berperan adalah anggota keluarga itu sendiri maka Ibu sebagai pilar keluarga bisa memberi contoh dan semangat untuk anggota keluarga yang lain. Dalam kegiatan ini juga bisa sebagai tempat mendapatkan ilmu (Takabul Ilmu). Tak lupa beliau juga mengucapkan banyak terimakasih untuk kehadiran para peserta semoga kegiatan ini bernilai ibadah.

4. Siraman Rohani oleh KH. Agus Mu,adzin.S.pd

Dalam pembukaan tausiahnya KH. Agus Muadzin. S.Pd mengajak hadirin Siraman Rohani untuk mendoakan anak anak yatim yang disantuni menjadi anak yang sholeh dan sholehah serta tak lupa mengajk hadirin untuk mendoakan Bupati Rijanto agar sehat dan bisa membawa rakyatnya dalam kemakmuran. Dalam Tausiah nya Beliau menyampaikan asal usul manusia menurut Islam berpusat pada penciptaan Nabi Adam a.s. oleh Allah SWT dari tanah (tanah liat, lumpur hitam, debu), yang kemudian ditiupkan ruh. Hawa diciptakan sebagai pendamping, dan keturunannya berkembang secara biologis melalui fase nutfah (mani), 'alaqah (segumpal darah), mudghah (segumpal daging), tulang, hingga ditiupkan ruh. Berikut adalah rincian asal usul manusia dalam pandangan Islam

Manusia tercipta di dunia ini mengalamai beberapa fase kehidupan, sebagai berikut :
1. Fase Alam Arwah (dalam rupa Roh).
Fase alam arwah adalah tahap awal keberadaan ruh sebelum ditiupkan ke dalam jasad di rahim. Ini adalah fase pra-kehidupan di mana ruh diciptakan dan bersaksi atas keesaan Allah.
2. Fase Alam Rahim
Pada fase ini dicatat empat macam hal yaitu:
1) ditiupkan rohnya,
(2) dicatat rejekinya, maka yakinlah setiap manusia diciptakan satu paket dengan rejekinya asalkan kita berusaha serta tawakal hanya padaNya. Jika seseorang menginginkan rejeki maka dia harus dekat dengan Allah tidak sebaliknya, namun yang umum terjadi manusia bersibuk sibuk mencari rejeki hingga lupa beribadah padaNya. Allah adalah maha pemberi rejeki (Al-Razzak), maha kaya (Al-Ghani)
(3) Umur , Manusia diciptakan sepaket dengan ketentuan sampai berapa umurnya, dimana meninggal dan karena apa meninggalnya. Nabi Muhammad bersabda bahwa rata rata umur manusia adaklah 60 – 70 tahun , kalau ada umatnya yang umur lebih dari 70 than, Nabi berkata “ semoga yang berumur 70 tahun mendapat RahmatNya”. Walaupun umur sudah ditentukan oleh Allah SWT manusia harus tetap berusaha sehat agar panjang umur. Ada ungkapan dimasyarakat “ Awet Enom, Sepuh Gaseh, sehat tanpa obat”

Ada sebuah hadist tentang hadis tentang menyambung silaturahmi yang membawa berkah berupa dipanjangkannya umur dan diluaskannya rezeki.
"Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari no. 5986 dan Muslim no. 2557)

Beberapa adab yang harus diperhatikan saat silaturahmi:
(1) Bila ada undangan datang
(2). Baju yang dipakai biasa saja,
(3)Yang menjadi tuan rumah reuni menjamu dengan sederhana,
(4) Tidak memamerkan pencapaian pada kerabat. Maka diharapkan dengan menjaga adab ini keakraban bisa utuh terjalin sehingga silaturahmi ini kelas akan bisa menggiring bersama sama ke Surga.

Silaturahmi pada saat hari raya merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman – teman yang mungkin tidak sempat bertemu sehari – hari. Keutamaan dari silaturahmi adalah • Mendatangkan Ridha Allahtertuang pada HR Tirmidzi dan Abu Dawud
• Mempererat persaudaraan
• Membuat kerabat yang dikunjungi bahagia
• Amalan masuk surga tertuang pada HR Bukhari
• Memberikan keberkahan umur
• Rezeki meningkat dan berkah seperti yang tertuang pada HR Bukhari
• Menambah kewibawaan bagi orang yang menjawab silaturahmi

Sebagai umat manusia selain bersilaturahmi juga harus bisa menjaga rahasia . Menjaga rahasia dalam Islam adalah bentuk amanah (kepercayaan) yang wajib dilaksanakan dan merupakan akhlak mulia, di mana membocorkannya termasuk pengkhianatan dosa besar.

Rahasia, termasuk aib orang lain, masalah rumah tangga, maupun amanah informasi, harus disembunyikan. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang berbicara denganmu lalu ia menoleh (seakan meminta agar tidak disebarkan), maka pembicaraan itu adalah amanah” (HR. Tirmidzi). Poin Penting Menjaga Rahasia dalam Islam:
• Rahasia adalah Amanah: Menjaga rahasia yang dipercayakan orang lain adalah kewajiban agama.Membocorkannya dikategorikan sebagai perilaku tidak jujur atau pengkhianatan terhadap amanah.
• Menutupi Aib Sesama Muslim: Islam sangat menekankan perlindungan kehormatan orang lain dengan cara menutup aib atau cacat orang lain. Seseorang yang menjaga rahasia saudaranya di dunia, akan ditutupi aibnya oleh Allah di akhirat.
• Rahasia Rumah Tangga: Pasangan suami istri wajib menjaga kerahasiaan rumah tangga mereka. Menceritakan aib pasangan kepada orang lain dianggap sebagai salah satu keburukan terburuk di akhirat.
• Konteks Amanah Informasi: Di era digital, menyebarkan foto, pesan pribadi, atau data tanpa izin adalah pelanggaran amanah informasi.
• Strategi dan Pekerjaan: Dalam konteks pekerjaan atau strategi (seperti contoh Rasulullah dalam perang), merahasiakan informasi penting merupakan strategi, bahkan faktor kemenangan.
• Konsekuensi: Membocorkan rahasia atau aib orang lain adalah perbuatan tercela yang tidak hanya merusak hubungan sosial tetapi juga mendatangkan kemurkaan Allah.

Manusia harus telaten, jangan menyepelekan perkara bagus walaupun cuma sedikit
Berikut adalah amalan amalan sederhana yang pahalanya besar,:
(1). Mendengarkan bacaan Al-Quran
Mendengarkan Al-Qur'an adalah amalan mulia yang mendatangkan rahmat, ketenangan jiwa, dan tambahan keimanan
(2)Mendengarkan Adzan
Hukum mendengarkan dan menjawab adzan adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), bukan sebuah kewajiban yang berdosa jika ditinggalkan, menurut mayoritas ulama. Namun, mendengarkan adzan adalah bentuk adab yang mulia untuk menghormati panggilan Allah dan bersiap menunaikan salat. Hukum mendengarkan adzan:
• Menjawab dengan Lisan: Saat mendengar adzan, disunnahkan meniru ucapan muadzin kalimat demi kalimat.
• Pengecualian: Ketika muadzin mengumandangkan Hayya 'alash shalaah (mari salat) dan Hayya 'alal falaah (mari menuju kemenangan), disunnahkan menjawab dengan Laa haula walaa quwwata illa billaah.
Aktivitas saat Adzan:
Dianjurkan berhenti sejenak dari aktivitas (termasuk berbicara atau mengaji) untuk mendengarkan dan menjawab adzan.
• Adzan Rekaman: Mendengar adzan dari kaset atau rekaman tidak disunnahkan untuk dijawab, namun jika dari aplikasi smartphone yang menirukan lafal zikir, maka disunnahkan menjawabnya.
• Keutamaan: Mendengarkan dan menjawab adzan dapat mendatangkan syafaat, diampuni dosa-dosanya, dan salah satu jalan menuju surga.

3. Fase Alam Dunia

Dunia adalah tempatnya ujian bagi umat manusia. Ketika pertamakali bayi lahir kedunia ditandai dengan tangisan, ini menggambarkan memang dunia adalah tempatnya ujian bagi manusia.Ada beberapa ujian hidup, diantaranya adalah :
(1) Ujian hidup lewat rumah tangga

Contoh dari ujian hidup lewat rumah tangga ini diantaranya adalah menantu yang tidak disukai mertuanya, ujian seorang anak yang sedang merawat orangtua . Seorang istri yang diuji suami tidak baik dan dia tetap sabar dan bertaqwa pada Allah akan diganjar seperti ganjaran Siti Aisyah ( Istri Firaun) sedangkan seorang suami yang diuji dengan istri yang tidak baik dan dia tetap bersabar dan beriman pada Allah maka dia akan diganjar seperi ganjaran Nabi Ayub.

(2). Ujian hidup lewat Harta, manusia bisa dicoba dengan kekurangan harta maupun kelebihan harta . Manusia dalam keadaan kekurangan atau kelebihan harta pun harus tetap mengutamakan ibadah karena manusia diciptakan Allah untuk beribadah. Ada sebuah hadits tentang meluangkan waktu untuk ibadah menegaskan bahwa Allah SWT berjanji mencukupkan rezeki dan ketenangan hati bagi mereka yang beribadah, serta mengancam dengan kesibukan duniawi dan kefakiran bagi yang melalaikannya. "Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku akan tutupi kefakiranmu. Jika engkau tidak lakukan yang sedemikian, niscaya Aku akan penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutupi kefakiranmu." (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan disahihkan al-Albani).

(3) Ujian hidup lewat anak

(4)Cobaan hidup leawat tetangga

Keempat cobaan hidup diatas akan terasa ringan bila manusia menjaga sholatnya. Apabila ada seorang perempuan atau istri yang menjaga sholat puasa , Allah mempersilahkannya masuk kesurga dari pintu manasaja. Allah SWT bersabda “ Jika seorang wanita menunaikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan padanya “ masuklah kedalam surga dari pintu manasaja yang kau mau” (HR Ahmad dinyatakan Hasan oleh Syaikh Al- Albani).

Beliau juga menyampaikan 4 hal baik yang dilakukan oleh seorang istri yaitu : Tertib Sholat , Sholat 5 waktu adalah ibadah paling mendasar dan tiang agama Islam yang wajib ditegakkan, berfungsi sebagai pembeda antara muslim dan kafir. Ia penting karena merupakan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah, mencegah perbuatan keji/mungkar, diampuni dosanya, serta menjadi amalan pertama yang dihisab di akhirat. Poin-poin penting mengenai sholat
• Tiang Agama & Kewajiban Utama: Sholat adalah rukun Islam kedua yang tidak boleh ditinggalkan dan menjadi tolok ukur amal lainnya.
• Sarana Komunikasi & Dekat dengan Allah: Saat sujud, seorang hamba berada pada jarak terdekat dengan Allah, menjadikannya waktu terbaik untuk berdoa.
• Pencegah Perbuatan Keji dan Mungkar: Sholat yang khusyuk mendidik jiwa untuk menghindari maksiat dan perilaku buruk.
• Pembersih Dosa & Sumber Ketenangan: Sholat lima waktu menggugurkan dosa-dosa kecil di antara waktu sholat dan memberikan ketenangan batin.
• Manfaat Kesehatan: Gerakan sholat yang teratur membantu melenturkan otot, sendi, dan melatih keseimbangan tubuh.
• Balasan Surga & Kemuliaan: Allah menjanjikan surga, penjagaan malaikat, dan keberkahan bagi orang yang menegakkan sholat.Meninggalkan sholat dianggap meruntuhkan sendi agama dan menunjukkan sifat munafik.

Puasa Ramadhan : Puasa melatih kita untuk menahan diri, baik dalam menghadapi lapar dan dahaga, maupun dalam menghadapi berbagai godaan dan ujian hidup. Di bulan Ramadhan, kita belajar untuk menangguhkan kepentingan pribadi dan memusatkan perhatian pada tujuan yang lebih mulia, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.

Taat kepada suami dalam Islam adalah bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, bertujuan menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Ini merupakan kewajiban istri selama perintah suami tidak bermaksiat, serta menjadi jalan utama mendapatkan ridha Allah dan surga. Ketaatan ini mendatangkan berkah, menjaga keharmonisan, dan menunjukkan penghormatan. Pentingnya Taat pada Suami dalam Islam:
• Jalan Menuju Surga: Istri yang taat, menjaga shalat, puasa, dan menjaga kehormatannya dijamin masuk surga dari pintu mana saja.
• Bentuk Ibadah kepada Allah: Ketaatan kepada suami adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
• Keharmonisan Rumah Tangga: Kepatuhan istri menciptakan rumah tangga yang harmonis, tenang, dan damai.
• Penghormatan terhadap Pemimpin: Suami adalah pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya.
• Kewajiban Utama: Setelah menikah, ketaatan istri berpindah dari orang tua kepada suami. Batasan Ketaatan:
• Ketaatan hanya berlaku dalam perkara kebaikan dan bukan maksiat.
• Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.
Bentuk Ketaatan yang Umum:
• Menjaga diri dan harta suami saat suami tidak di rumah.
• Melayani suami dengan ikhlas dan menyenangkan hatinya.
• Meminta izin suami saat ingin keluar rumah atau melakukan aktivitas tertentu.
• Meningkatkan Integritas dan Moral: Menghindari penyebaran hoaks, memupuk kejujuran, dan beretika dalam berkomunikasi.
• Mengelola Emosi dan Pikiran: Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, tarik napas dalam, dan tetap berpikir rasional dalam menghadapi berbagai situasi.
• Penerapan Perilaku Sosial yang Baik: Menghormati sesama makhluk, tidak sombong, dan memberikan contoh nyata daripada sekadar nasihat.
• Membangun Kebiasaan Sehat: Mengatur diri (self-regulation), konsisten berolahraga, menjaga pola makan, dan memilih lingkungan sosial yang positif.
• Pengaturan Diri (Self-Regulation): Memantau perilaku secara rutin, menetapkan tujuan yang realistis, dan beradaptasi terhadap perubahan.Menjaga perilaku tidak hanya membantu dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup diri sendiri secara keseluruhan.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kemudian ditutup dengan Doa

Penulis : H_M

( Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar )
Program: Iman dan Takwa

23310-03-2026 Kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) Pada hari Selasa, 10 Maret 2026 pukul 08.00 WIB sampai selesai, bertempat di Alun-alun Kanigoro, Jl. Kusuma Bangsa Kanigoro Blitar, telah dilaksanakan kegiatan Kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar bersama FORIKAN (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional) Kabupaten Blitar. Dalam kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar turut berpartisipasi dan diwakili oleh Ibu Yustin Widyatmoko selaku Ketua, bersama Ibu Andy, Ibu Slamet, dan Ibu Siswanto. Kegiatan ini dihadiri secara khusus oleh Ibu Hj. Ninik Rijanto selaku Ketua Forikan Kabupaten Blitar serta Bapak Heri Widyatmoko selaku Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar. Peserta yang mengikuti kegiatan ini antara lain siswa-siswi Taman Seminari Maria Fatima Garum Blitar, para ASN se-Kabupaten Blitar, anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Perikanan, serta pengurus PKK Kabupaten Blitar. Kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat guna menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Melalui program ini masyarakat, khususnya anak-anak, diajak untuk menjadikan ikan sebagai menu utama yang bergizi, terjangkau, dan lezat. Selain itu, kampanye ini juga menjadi salah satu upaya dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi yang cukup, terutama protein dan kandungan omega-3 yang tinggi pada ikan. Ikan diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena kaya akan protein, asam lemak omega-3 (DHA dan EPA), vitamin D, serta berbagai mineral penting. Konsumsi ikan secara rutin dapat membantu meningkatkan fungsi otak, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, menurunkan risiko stroke, mendukung pertumbuhan anak sehingga dapat mencegah stunting, meningkatkan kesehatan mata, serta membantu menjaga berat badan yang ideal. Selain itu, kandungan nutrisi dalam ikan juga berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh serta mendukung kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Acara yang berlangsung di depan stand bazar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Anak-anak dengan penuh semangat mendengarkan pesan yang disampaikan oleh Ketua Forikan Kabupaten Blitar, Ibu Hj. Ninik Rijanto. Mereka juga aktif menjawab pertanyaan yang diberikan, sehingga suasana menjadi semakin hidup dan menyenangkan. Sebagai bentuk apresiasi, anak-anak yang berpartisipasi mendapatkan bingkisan berupa produk olahan ikan. Selain kegiatan edukasi, masyarakat yang hadir juga dapat mengunjungi stand bazar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar. Pada stand tersebut tersedia berbagai produk pangan bergizi, seperti ikan segar, aneka produk olahan ikan, telur, susu, serta berbagai produk olahan daging sapi dan ayam. Para peserta dan pengunjung tampak antusias berbelanja produk-produk tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap konsumsi pangan bergizi sekaligus untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai penutup rangkaian acara. Dharma Wanita Persatuan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Kampanye Gemar Makan Ikan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya mengonsumsi ikan untuk kesehatan dan pertumbuhan. DWP berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya menjadikan ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Laporan dibuat oleh Yustin Widyatmoko
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
23405-03-2026DHARMA WANITA PERSATUAN BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BLITAR Dalam rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar mengikutsertakan 5 anggotanya untuk hadir di Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bulan Maret 2026. Bidang : Sosial Budaya Program : Ketahanan keluarga, Iman dan Takwa Keterangan Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar 1. Hari/Tanggal : Kamis, 5 Maret 2026 2. Pukul : 08.00 Selesai 3. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar 4. Pakaian : Muslim 5. Dihadiri oleh : * Bupati diwakili Asisten Pemerintahan Bapak Wiji * Ketua panitia Ninik Riyanto * Ketua perwosi bu Arina Beki * Penceramah Bapak drs. Agus Mua'adhim * Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW * Ketua Persit 511 Blitar * Pengurus Baznas Kabupaten Blitar Susunan Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat Sonata ( Sholawat Nabi Tawangrejo) 2. Santunan anak yatim 3. Menyanyikan lagu Indonesia raya 4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah 5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadzah Ulaiya Umi Laila 6. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Wiji, Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain yaitu pengecekan harga pasar agar tetap stabil. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat. Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik. 7. Acara inti yaitu Tauziah dari drs. Agus Mua'adhim dari dari Ponpes Nurul Iman Pada tauziah beliau menerangkan bahwasannya setiap manusia akan melalui 4 fase: * Alam arwah Pada alam arwah manusia ditanya dan membuat perjanjian dengan Alloh. * Alam arham/rahim Disebut alam arham/rahim karena pada fase ini ruh manusia ditiupkan kedalam rahim ibunya dan ditulis takdirnya. Biasanya terjadi pada kehamilan 3 bulan. Karena takdir manusia sudah tertulis, maka seseorang diharapkan jangan pernah berputus asa pada takdir baik rejekinya, amal dan matinya karena sudah ditentukan sebelumnya. Silaturahmi adalah salah satu cara untuk memperpanjang rejeki dan umurnya. Orang yg ditakdirkan syurga akan dimudahkan melakukan amal baik, sedangkan yg sudah ditakdirkan jelek maka dimudahkan melakukan amal jelek. * alam dunia Setiap manusia di dunia tidak akan terlepas dari masalah, dan Alloh sudah berjanji bahwasannya tidak ada manusia yang diberi ujian diluar batas kemampuannya. Ada 4 macam ujian manusia di dunia: 1. Ujian rumah tangga 2. Ujian harta 3. Ujian anak 4. Ujian tetangga Untuk melewati ujian dunia kita harus memperbanyak ibadah terutama sholat. * alam akhirat Sesi tanya jawab: 1. Farida wonodadi Tanya: bagaimana sholat bisa khusuk Jawab: Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, antara lain: - tidak makan minum yang tidak halal - tidak meninggalkan rukun sholat - kalo bisa sholat berjamaah 2. Atim kecamatan panggungreji Tanya: ijazah doa untuk anak Jawab: baca doa di ayat akhir surat Al Baqarah, doa tobat nabi Adam, doa tobat nabi Yunus, sayidul istiqfar, surat Ibrahin 41, dan Al Fatihah Penyusun Laporan: Ny. Dian Anita (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar)
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Badan Pendapatan Daerah
23505-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 5 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 WIB - selesai
4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja - Kanigoro
5. Bidang : Sosial Budaya
6. Program : Ketahanan Keluarga/Iman dan Takwa

Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar, Ny. Lina Tunggul Adi Wibowo, Wakil Ketua, Ny. Eko Sumardiyanto dan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menghadiri Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan 1447H/2026M di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro pada hari Kamis, 5 Maret 2026. Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang diikuti oleh lebih dari 1.000 anggota GOW..

Acara dihadiri oleh Ketua Panitia, Ibu Hj Ninik Rijanto, Bupati Blitar yang diwakili oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bpk. Wiji Asrori, Ketua Baznas Kabupaten Blitar, seluruh pengurus GOW dan anggota GOW Kabupaten Blitar
Susunan Acara:
1. Sholawat dari Grup Sholawat Sonata dari Tawangrejo Wonodadi
2. Santunan anak yatim
3. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah
5. Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ibu Ulaya Umi Laila
6. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bpk. Wiji Asrori
7. Acara inti

Dalam sambutan Bupati Blitar yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bpk. Wiji Asrori, beliau menyampaikan pentingnya nikmat sehat sehingga kita semua dapat berkumpul dan mengikuti kegiatan siraman rohani ini. Dan tak lupa mengingatkan bahwasanya pada tanggal 10 Maret 2026 nanti akan di adakan kegiatan siraman Rohani oleh Korpri dan belanja pada Bazar Ramadhan.

Pada kesempatan ini juga disampaikan pula tausiyah oleh Drs Agus Muadzin M.Pd pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan. Beliau menyampaikan bahwa manusia terbuat dari tanah Allah sebelum menjadi manusia Allah telah menetapkan 4 perkara bagi manusia yaitu Kelahiran dan kematian, Rezeki, Jodoh, Peristiwa yang terjadi dalam hidup manusia.

Setiap manusia yang hidup di dunia ini telah ditetapkan takdirnya oleh Allah SWT, termasuk kelahiran dan kematian. Tidak ada seorang pun yang bisa memilih kapan ia dilahirkan dan kapan ia akan kembali kepada Allah. Semua telah tertulis dalam ketetapan-Nya sejak sebelum manusia diciptakan. Kelahiran adalah tanda kasih sayang Allah yang memberi kesempatan kepada manusia untuk hidup, beribadah, dan berbuat kebaikan di dunia. Sedangkan kematian adalah kepastian yang pasti akan datang kepada setiap makhluk yang bernyawa. Oleh karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, hendaknya kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Perbanyak amal kebaikan, jaga hubungan dengan sesama, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Karena pada akhirnya, setiap manusia akan kembali kepada-Nya dan mempertanggungjawabkan segala yang telah dilakukan selama hidup di dunia.

Rezeki merupakan salah satu takdir yang telah diatur oleh Allah SWT bagi setiap manusia. Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, namun manusia tetap diwajibkan untuk berusaha, bekerja, dan berdoa agar rezeki tersebut dapat diperoleh dengan cara yang baik dan halal. Setiap orang memiliki jalan rezeki yang berbeda-beda. Ada yang dilapangkan, ada pula yang diuji dengan keterbatasan. Dari sinilah kita belajar untuk tidak iri kepada orang lain, tetapi lebih banyak bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah. Dengan keyakinan bahwa rezeki telah diatur oleh Allah, hati kita akan menjadi lebih tenang. Kita akan terus berikhtiar dengan sungguh-sungguh, bersabar dalam prosesnya, dan selalu percaya bahwa Allah memberikan rezeki yang terbaik pada waktu yang tepat. Semoga kita semua diberi rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat.

Dalam kehidupan manusia, ada beberapa hal yang telah menjadi bagian dari takdir Allah SWT, di antaranya jodoh dan berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Jodoh adalah rahasia Allah yang telah ditentukan sejak lama, namun manusia tetap diperintahkan untuk berikhtiar, berdoa, dan memperbaiki diri agar dipertemukan dengan pasangan yang baik. Begitu juga dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan, baik kebahagiaan maupun ujian. Semua itu terjadi atas izin Allah dan memiliki hikmah di baliknya. Terkadang kita tidak memahami mengapa sesuatu terjadi, tetapi dengan iman kita yakin bahwa setiap peristiwa adalah bagian dari rencana terbaik Allah. Oleh karena itu, kita diajarkan untuk bersabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, dan selalu berserah diri kepada Allah. Dengan begitu, hati kita akan lebih tenang karena percaya bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini sudah berada dalam ketetapan dan kasih sayang-Nya.

Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Drs Agus Muadzin M.Pd. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Secara khusus, doa juga ditujukan bagi para undangan yang hadir agar senantiasa diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Dalam kondisi darurat bencana, mereka sering kali harus bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan di tengah situasi yang penuh risiko. Dukungan doa dari keluarga dan organisasi menjadi kekuatan batin yang sangat berarti.

Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli dan lebih bersyukur. Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal tetapi juga memperkuat solidaritas antar anggota.

Selain santunan anak yatim dan siraman rohani, dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan bazar UMKM yang diikuti oleh anggota GOW Kabupaten Blitar sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan usaha mikro di Kabupaten Blitar. Lebih dari 10 stand UMKM yang memajang produk unggulannya. Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM tersebut sudah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan. Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Dengan penuh keceriaan, para ibu-ibu tampak berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan semangat serta apresiasi atas kreativitas dan kerja keras yang telah dilakukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah yang sumringah, canda tawa yang mengiringi setiap kunjungan, serta semangat untuk ikut serta memajukan produk lokal.

Penulis : Admin E-reporting

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

23605-03-2026Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar Kamis, 05 Maret 2026 Dharma Wanita Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim bertempat di Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro. Pembicara Bapak Drs.Agus Muadhim pengasuh pondok pesantren Nurus Salam Sutojayan. Siraman Rohani ini bertujuan mempertebal keimanan dan ketaqwaan, serta mempererat tali persaudaraan, mempesiapkan diri secara lahir dan batin dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan. Adapun beberapa rangkaian keterangan program yaitu Bidang : soaial dan budaya Program : iman dan taqwa Keterangan Program : 1. Dharma Wnita Persatuan DPRD Kabupaten Blitar 2. Hari/tanggal : Kamis, 5 Maret 2026 3. Pukul ; 08.00 - Selesai 4. Tempat : Pendopo Ageng Sasana Adhi Praja Susunan acara sebagai berikut ; 1. Diawali dengan lantunan sholawat dari grup sholawat SONATA Tawangrejo 2.Santunan anak yatim 3.Menyanyikan lagu Indonesia Raya 4.Pembaccan ayat suci Alquran 5.Sambutan bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra 6.Acara inti yaitu Tausiyah dari Drs.AGUS MU'ADHIM dari Ponpes NURUL IMAN Dalam tausiahnya beliau menerangkan bahwasanya setiap manusia akan mangalmi 4 fase, yaitu : ~ Alam Arwah , manusia ditanya serta membuat perjanjian dangan Tuhan ~ Alam rahim, pada fase ini ruh manusia dituipkan dalam rahim ibu dan dituliskan takdirnya, biasanya terjadi dinkehamilan 3 bulan. ~ Alam Dunia, setiap manusia dindunia tidak akan pernah lepas dari masalah. Allah tidak akn menguji umatnya diluar batas kemampuan. ada 4 macam ujian manusia yaitu. ujian rumah tangga , ujian anak, ujian harta, ujian bertetangga. Selain itu Beliau juga berpesan untuk manusia sedekahkan sedikit harta guna untuk manyantuni fakir miskin dan anak yatim. dalam moment spesial santunan anak yatim dianjurkan di bulan muharram dan ramadhan, anak yatim yang berhak menerima serta fakir miskin. Bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat tinggi, salah satunya keutyaituamaan sedekah di bulan yang penuh rahmat serta barokah yaiyu dilipatgandakan pahalanya. Rssulullah SAW menjelaskan bahwa pada bulan penuh ampunan ini pintu surga di buka lebar bagi umat muslim keutamaan ini mendadikan alasan terkuat bagisetiap umat muslim untuk memperbanyak alam kebaikan di bulan ramadhan. Demikian laporan kami sampaikan semoga bermanfaat dan kaminucapkan terima kasih. ( Bu Bayu Yudho Hernowo)
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Sekretariat DPRD
23709-03-2026KEGIATAN BHAKTI SOSIAL SANTUNAN ANAK YATIM DI KECAMATAN KESAMBEN DAN SELOREJO KABUPATEN BLITAR Pada hari ini Senin .09 Maret 2026 Ketua Dharma Wanita Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Pertemua Rutin DWP Kabupaten dan mengikuti kegiatan Bhakti Sosial Santunan Anak Yatim yang bertepat di Kecamatan Kesamben dan Selorejo Kabupaten Blitar. sebelum melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial semua anggota DWP berkumpul di Sekretariat DWP Kabupaten Blitar untuk melaksanakan kegiatan pertemua Rutin dan juga membahas bagaimana kegiatan Bhakti Sosial nanti akan kita laksanakan. dan sebelum ke tempat sasaran terlebih dahulu berkumpul di Kantor Kecamatan Kesamben untuk menerima pengarahan dari Pihak Kecamatan Kesamben. Bakti sosial santunan anak yatim dalam Islam adalah amalan mulia yang dianjurkan untuk memuliakan, membantu, dan menyayangi mereka, serta meneladani Rasulullah SAW yang menjamin kedekatan di surga. Ini merupakan ibadah sosial untuk meringankan beban, memberikan kebahagiaan, serta membersihkan harta dan jiwa. Berikut alasan mengapa santunan anak yatim sangat dianjurkan menurut Islam , Kedekatan dengan Rasulullah SAW di Surga: Rasulullah SAW bersabda bahwa pengasuh atau penyantun anak yatim akan bersama beliau di surga seperti jari telunjuk dan jari tengah. Termasuk Golongan Orang Beriman: Menyayangi dan menyantuni anak yatim adalah akhlak mulia yang mencerminkan keimanan serta merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.Amal Jariyah dan Penghapus Dosa: Sedekah kepada anak yatim dapat melembutkan hati, menghapus dosa, dan menjadi investasi amal yang pahalanya terus mengalir. Penolak Bala dan Musibah: Santunan yatim diyakini dapat menolak musibah dan mendatangkan keberkahan rezeki.Perlindungan Sosial: Islam memerintahkan kepedulian terhadap anak yatim (anak yang ditinggal ayah sebelum baligh) untuk memastikan kebutuhan makanan, pakaian, dan pendidikan mereka terpenuhi.Mencegah Sikap Tercela: Islam melarang keras menghardik anak yatim, dan menyantuni mereka adalah bentuk perlawanan terhadap perilaku tersebut. Memberikan santunan kepada anak yatim di bulan Ramadan mendatangkan pahala berlipat ganda, menjamin kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga (seperti jari telunjuk dan tengah), serta membuka pintu keberkahan dan kemudahan urusan. Selain itu, santunan ini melelembutkan hati, menyucikan harta, dan memberikan kebahagiaan bagi anak yatim.Menyantuni anak yatim, terutama di bulan penuh berkah, adalah jalan pintas menuju surga dan dijamin akan berdekatan dengan Nabi Muhammad SAW.Setiap kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan, termasuk bersedekah kepada anak yatim, menjadikannya kesempatan emas. Setiap kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan, termasuk bersedekah kepada anak yatim, menjadikannya kesempatan emas. Ramadan sering disebut sebagai bulan yang tepat untuk lebih memperhatikan anak yatim karena pahala yang tak ternilai dan keutamaan istimewa bagi yang membahagiakan mereka. Kedudukan anak yatim dalam Islam begitu mulia. Melaksanakan santunan anak yatim dengan penuh keikhlasan akan mendatangkan manfaat. Santunan anak yatim adalah salah satu bentuk sedekah yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini karena anak yatim termasuk salah satu golongan yang berhak mendapatkan santunan. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memperhatikan dan membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya. Bagi anak yatim, santunan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara bagi orang yang melakukannya, santunan anak yatim dapat menjadi ladang pahala yang besar. Memberikan perhatian dan kebahagiaan kepada anak yatim dapat membantu mereka memperbaiki kehidupan mereka. Dengan memberikan bantuan dalam bentuk apapun, kita dapat membantu anak yatim untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan bahagia. anji Allah bagi yang menyantuni anak yatim sangat istimewa, meliputi jaminan surga, kedekatan dengan Rasulullah SAW (seperti jari telunjuk dan tengah), terhindar dari siksa kiamat, serta keberkahan rezeki. Menyantuni anak yatim adalah amal saleh yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, memberikan mereka kasih sayang dan pemenuhan kebutuhan hidup. Demikian Laporan kami sampaikan, semoga membawa manfaat bagi yang membaca, Terima Kasih. (Operator E Reporting DP3APPKB Ririn Fitriana)
Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
23809-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi dan Pamong Praja Kabupaten Blitar telah mengikuti Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bulan Februari 2026

Bidang : Sosial Budaya

Program : Ketahanan keluarga, Iman dan Takwa

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Senin, 9 Maret 2026
3. Pukul : 08.00  Selesai
4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Muslim
6. Dihadiri oleh :
* Bupati diwakili Asisten Pemerintahan Bapak Wiji
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Ketua perwosi bu Arina Beki
* Penceramah Bapak
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW
* Ketua Persit 511 Blitar
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar

Susunan Acara:

1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat Sonata ( Sholawat Nabi Tawangrejo)

2. Santunan anak yatim

3. Menyanyikan lagu Indonesia raya

4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah

5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadzah Ulaiya Umi Laila

6. Sambutan Bupati Blitar diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Wiji

Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain yaitu pengecekan harga pasar agar tetap stabil. Beliau berharap semoga semua diberi nikmat sehat.

Beliau juga berharap kita dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.

7. Acara inti yaitu Tauziah dari drs. Agus Mua'adhim dari dari Ponpes Nurul Iman

Pada tauziah beliau menerangkan bahwasannya setiap manusia akan melalui 4 fase:

* Alam arwah
Pada alam arwah manusia ditanya dan membuat perjanjian dengan Alloh.
* Alam arham/rahim
Disebut alam arham/rahim karena pada fase ini ruh manusia ditiupkan kedalam rahim ibunya dan ditulis takdirnya. Biasanya terjadi pada kehamilan 3 bulan. Karena takdir manusia sudah tertulis, maka seseorang diharapkan jangan pernah berputus asa pada takdir baik rejekinya, amal dan matinya karena sudah ditentukan sebelumnya. Silaturahmi adalah salah satu cara untuk memperpanjang rejeki dan umurnya.
Orang yg ditakdirkan syurga akan dimudahkan melakukan amal baik, sedangkan yg sudah ditakdirkan jelek maka dimudahkan melakukan amal jelek.
* alam dunia
Setiap manusia di dunia tidak akan terlepas dari masalah, dan Alloh sudah berjanji bahwasannya tidak ada manusia yang diberi ujian diluar batas kemampuannya.
Ada 4 macam ujian manusia di dunia:
1. Ujian rumah tangga
2. Ujian harta
3. Ujian anak
4. Ujian tetangga
Untuk melewati ujian dunia kita harus memperbanyak ibadah terutama sholat.
* alam akhirat

Sesi tanya jawab:

1. Farida wonodadi
Tanya: bagaimana sholat bisa khusuk
Jawab:
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, antara lain: - tidak makan minum yang tidak halal
- tidak meninggalkan rukun sholat
- kalo bisa sholat berjamaah

2. Atim kecamatan panggungreji
Tanya: ijazah doa untuk anak
Jawab: baca doa di ayat akhir surat Al Baqarah, doa tobat nabi Adam, doa tobat nabi Yunus, sayidul istiqfar, surat Ibrahin 41, dan Al Fatihah

3.
Tanya:terkait dengan harapan, bagaimana mengelola hati jika yang terjadi tidak sesuai harapan
Jawab: menurut Imam Syafi'i, semakin tmbah ilmu seseorang maka semakin banyak yang tidak dimengerti. Sehingga kita diharapkan terus belajar. Selain itu, supaya tidak kecewa maka kita harus mengimani takdir

Penyusun Laporan:

Ny. Refia Yanindra (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar)
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

23905-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengikuti Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar di Pendopo SAP Kantor Bupati Blitar.
Bidang Sosial Budaya
Program Ketahanan Keluarga (Iman dan Takwa)

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/ Tanggal : Kamis/ 5 Maret 2026
3. Pukul : 09.00 – 11.00 WIB
4. Lokasi : Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro
5. Acara : Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim

Susunan Acara :
1. Pra acara : Solawat Soneta
2. Penyampaian Santunan
3. Pembukaan
4. Menyanyikan LG Kebangsaan Indonesia Raya
5. Pembacaan Ayat Suci Al Quran
6. Sambutan PLT Kabag Kesra Kab Blitar
7. Siraman Rokhani dg pembicara BPK. Agus Muadzin
8. Tanya Jawab
9. Pembagian Door Price
10. Penutup.

Kegiatan diawali dengan pra acara Sholawat, dilanjutkan dengan penyampaian santunan kepada anak yatim. Selanjutnya acara resmi dibuka, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari Plt. Kabag Kesra Kabupaten Blitar.

Acara inti berupa siraman rohani disampaikan oleh Bapak KH. Agus Muadzin. Dalam tausiyahnya disampaikan beberapa pesan utama, antara lain bahwa rezeki setiap manusia tidak akan tertukar, serta pentingnya menjaga silaturahmi sebagai salah satu amalan yang dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

Dalam tausiyahnya beliau jg menuturkan bahwa Manusia melewati 4 fase kehidupan menurut konsep spiritual dan agama, yaitu:
1. Alam Arwah (Dunia Pra-Kehidupan): Fase di mana ruh manusia diciptakan dan berada di hadapan Allah sebelum lahir ke dunia.
2. Alam Rahim (Dunia Kandungan): Fase di mana janin berkembang di dalam rahim ibu.
3. Alam Dunia (Dunia Kehidupan): Fase di mana manusia hidup di dunia dan menjalani kehidupan.
4. Alam Akhirat (Dunia Setelah Kematian): Fase akhir di mana manusia akan dihisab dan menuju ke tempat akhir, baik surga atau neraka.

Selain itu, disampaikan pula beberapa hal yang dapat membantu meningkatkan kekhusyukan dalam sholat, yaitu:
• Menghindari makan dan minum dari yang tidak halal.
• Menjaga lisan dan hati.
• Tidak meninggalkan sholat berjamaah.

Pemateri juga menyampaikan beberapa amalan doa yang dapat dipanjatkan untuk anak-anak, antara lain membaca doa dari akhir Surat Al-Baqarah, doa taubat Nabi Adam, doa Nabi Yunus, memperbanyak istighfar, serta menghadiahkan bacaan Al-Fatihah.

Dalam tausiyah juga disampaikan adab ketika mendengar adzan dengan menerapkan prinsip 4D, yaitu Diam, Dengarkan, Dijawab, dan Doa.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, kemudian pembagian doorprize, dan diakhiri dengan penutup.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Kesehatan
24005-03-2026

harma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Bidang : Bidang Sosial
Budaya: Ketahanan Keluarga
Keterangan Program : Iman dan Taqwa
Keterangan Program: - Hari /Tanggal : Kamis, 05 Maret 2026
- Jam : 08.00 - selesai WIB
- Tempat : Pendopo SAP Kanigoro
- Acara : Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
SIRAMAN ROHANI DAN SANTUNAN ANAK YATIM DI BULAN RAMADHAN 1447 H / 2026 M
Pada hari ini Kamis, 05 Maret 2026 Dharma Wanita Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga berencana kabupatean Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang bertempat di Pendopo SAP Kanigoro dengan pembicara Bapak Drs. Agus Muadhim pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan. Siraman rohani di bulan Ramadhan bertujuan untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan umat Islam, sekaligus mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menjalankan ibadah puasa.
Tujuan utama dari kegiatan siraman rohani/tausiyah selama bulan Ramadhan antara lain : 1. Meningkatkan Kualitas Ibadah : Memberikan panduan dan wawasan agama agar ibadah, baik puasa maupun ibadah sunnah lainnya dilaksanakan sesuai tuntunan dan mencapai kualitas yang lebih baik
2. Pembinaan Mental dan Spiritual :Menjadi ajang refleksi, introspeksi diri, dan pembinaan mental spiritual untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
3. Penyucian Hati: Mempersiapkan hati yang bersih dalam menyambut dan mengisi bulan suci, agar lebih fokus dalam beribadah dan menjauhi maksiat.
4. Peningkatan Ilmu Agama: Menambah wawasan keislaman mengenai keutamaan Ramadhan, hukum-hukum puasa, dan amalan-amalan yang dianjurkan.
5. Mempererat Silaturahmi: Menjadi sarana untuk memperkuat hubungan persaudaraan (ukhuwah) di antara sesama umat Muslim, terutama di lingkungan kantor atau masyarakat
6. Dengan adanya siraman rohani, diharapkan puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menjadi ajang pembelajaran (tarbiyah) untuk mencapai derajat takwa. Harapannya, nilai-nilai religius dapat senantiasa hidup dan menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Selama Ramadan, umat Muslim bertujuan untuk tumbuh secara spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah dan orang-orang yang mereka cintai . Mereka melakukan ini dengan menahan diri dari makan dan kesenangan lainnya seperti merokok, minum, dan hubungan seksual antara matahari terbit dan matahari terbenam setiap hari.Ramadan adalah momen untuk menata ulang iman dan membersihkan diri dari dosa. Santunan anak yatim adalah sedekah mulia dalam Islam untuk membantu kebutuhan hidup (pangan, sandang, pendidikan) anak yang ditinggal ayahnya sebelum baligh. Amalan ini menjanjikan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga, pahala besar, dan menghapus kesulitan hidup.
Keutamaan nya yaitu Dekat dengan Rasulullah SAW: 1. Orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan Nabi Muhammad SAW di surga.
2. Menghilangkan Kesusahan: Membantu anak yatim akan menghilangkan kesusahan di dunia dan akhirat.
3. Penghalang Neraka: Sedekah kepada anak yatim, sekecil apa pun, dapat menjadi pelindung dari siksa neraka.
4. Momen Spesial: Santunan sangat dianjurkan, khususnya pada bulan Muharram dan Ramadhan.
Anak yatim yang berhak menerima adalah mereka yang fakir atau miskin. Anak yatim yang sudah kaya seharusnya bersedekah, bukan menerima. Usia santunan umumnya diberikan hingga anak tersebut baligh atau mencapai tingkat pendidikan SMA. Menyantuni anak yatim tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam membantu mereka.
Setiap Ramadan, siraman rohani dan santunan anak yatim menjadi dua agenda utama yang "baik" dan identik karena keduanya merupakan kombinasi sempurna antara penyucian jiwa (spiritual) dan kepedulian sosial (sosial).
Ramadan adalah waktu di mana pahala dilipatgandakan, sehingga amalan ini menjadi sangat istimewa. Pembinaan Mental dan Spiritual: Siraman rohani atau ceramah (kultum) Ramadhan memberikan asupan rohani, pengingat akan keutamaan bulan suci, serta memotivasi diri untuk meningkatkan ketaqwaan. Latihan Menahan Nafsu: Selain lapar dan haus, puasa mengajarkan menahan diri dari perilaku negatif (bergosip, berbohong, marah). Siraman rohani membantu meneguhkan disiplin diri tersebut. Mendekatkan Diri pada Allah: Ceramah Ramadhan sering membahas tentang makna puasa, Al-Qur'an, dan malam Lailatul Qadar, yang membantu umat fokus pada tujuan utama Ramadhan: meningkatkan ketaqwaan.
Islam sangat memuliakan anak yatim, terutama saat momen berbagi di bulan yang penuh berkah. Pahala Setara Berjihad/Dekat dengan Nabi: Menyantuni anak yatim memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan beliau di surga. Menghapus Dosa & Menolak Bala: Sedekah kepada anak yatim diyakini dapat menutup 70 pintu kejahatan, membersihkan harta, dan menjauhkan dari musibah, Wujud Empati dan Kasih Sayang
Ramadan mengajarkan rasa lapar agar timbul empati kepada kaum dhuafa. Santunan anak yatim adalah perwujudan nyata dari solidaritas sosial dan kasih sayang, terutama di momen bahagia berbuka puasa. Perpaduan keduanya menciptakan Ramadan yang bermakna. Siraman rohani menenangkan batin (hablun minallah), sementara santunan anak yatim merajut persaudaraan (hablun minannas). Keduanya menyempurnakan ibadah puasa, menjadikan diri lebih baik secara individu sekaligus lebih peka secara sosial.
Ramadan menjadi periode ketika pahala dilipatgandakan. Setiap amal kebaikan mendapatkan balasan yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Karena itu, sedekah yang dilakukan pada bulan ini memiliki keutamaan yang sangat tinggi. Salah satu keutamaan utama sedekah di bulan Ramadan adalah ganjaran yang berlipat.Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Keutamaan ini menjadi alasan kuat bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal kebaikan Ramadhan.
Demikian Laporan iini kami sampaikan atas perhatiannya disampaikan terima kasih dan semoga bermanfaat
Penulis : Luluk Stiani

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
24107-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : Berbagi Takjil

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Selasa, 3 Maret 2026
3. Pukul : 16.30 – Selesai
4. Tempat : Korwil Pendidikan Kecamatan Garum
5. Pakaian : Busana Muslim

Kegiatan berbagi takjil dengan tema “Takjil Cinta Ramadhan” yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Korwil Pendidikan Kecamatan Garum menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di Aula Korwil Pendidikan Kecamatan Garum dan dilanjutkan dengan pembagian takjil di depan kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Garum.


Acara ini diikuti oleh para anggota Dharma Wanita Persatuan Korwil Pendidikan Kecamatan Garum yang dengan penuh semangat dan kebersamaan mempersiapkan berbagai jenis takjil untuk dibagikan kepada masyarakat. Sejak siang hari, para anggota telah berkumpul di aula untuk melakukan persiapan, mulai dari menata paket takjil hingga memastikan jumlahnya cukup untuk dibagikan kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar.


Tema “Takjil Cinta Ramadhan” dipilih sebagai simbol kepedulian, kasih sayang, serta semangat berbagi kepada sesama di bulan yang penuh berkah. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan berharap dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.


Menjelang waktu berbuka puasa, para anggota Dharma Wanita Persatuan kemudian bergerak menuju depan kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Garum untuk membagikan paket takjil kepada masyarakat yang melintas. Pembagian takjil ini disambut dengan antusias oleh para pengguna jalan, baik pengendara motor, pengemudi kendaraan, maupun masyarakat sekitar yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.


Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Senyum ramah dari para anggota Dharma Wanita Persatuan serta ucapan terima kasih dari masyarakat yang menerima takjil menambah semangat dan kebahagiaan tersendiri bagi semua yang terlibat. Momen sederhana ini menjadi bukti bahwa berbagi tidak harus dengan sesuatu yang besar, namun dengan niat tulus dapat memberikan kebahagiaan bagi banyak orang.


Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan Korwil Pendidikan Kecamatan Garum. Kebersamaan dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan ini memperkuat rasa kekeluargaan serta semangat gotong royong yang selama ini menjadi nilai penting dalam organisasi.


Melalui kegiatan “Takjil Cinta Ramadhan” ini, Dharma Wanita Persatuan Korwil Pendidikan Kecamatan Garum berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menebarkan kebaikan, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkahan.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar dan penuh kebersamaan, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus terjaga, serta semakin mempererat hubungan antara lingkungan pendidikan dengan masyarakat sekitar. Ramadhan pun menjadi momentum yang indah untuk memperkuat nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kasih sayang melalui tindakan nyata yang sederhana namun penuh makna.



Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Pendidikan
24205-03-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ibu Susi Agus Santosa Ibu Suntik Purnawati Cahyo, Ibu Supiati Handayani Wibowo, Ibu Endah Agus Sugiharto, ibu Yuni Purwandari, Ibu Suprapti menghadiri siraman rohani dan santunan anak yatim di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M yang diadakan oleh GOW (Gabungan organisasi wanita) diadakan di pendopo kabupaten blitar di Kanigoro pada Kamis, 5 Maret 2026.

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : iman dan taqwa

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 5 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Pendopo Kantor Bupati Kanigoro
5. Pakaian : Busana Muslim

Kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar pada Kamis, 5 Maret 2026 berlangsung dengan khidmat di Pendopo Kabupaten Blitar mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Dalam kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar turut hadir dan berpartisipasi sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan yang mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita di Kabupaten Blitar. .


Rombongan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dipimpin oleh Ibu Suntik Purnawati Cahyo, Ibu Supiati Handayani Wibowo, Ibu Endah Agus Sugiharto, Ibu Yuni Purwandari, dan Ibu Suprapti. Kehadiran mereka menjadi wujud partisipasi aktif dalam kegiatan pembinaan mental spiritual sekaligus kepedulian sosial kepada anak-anak yatim. .


Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh qoriah Umi Laila, sehingga menambah suasana religius dan khidmat. Selanjutnya, sambutan Bupati Blitar yang diwakili oleh Bapak Wiji Ansori menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya peran organisasi wanita dalam membangun kepedulian sosial serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. .


Acara inti diisi dengan pengajian oleh Ustadz Agus Mu’adin dari Lodoyo dengan tema “Asal Usul Manusia”. Dalam ceramahnya disampaikan bahwa menurut ajaran Islam, asal-usul manusia diciptakan dari tanah, seperti turap, tin, dan shal-shal, kemudian Allah SWT meniupkan ruh ke dalamnya sehingga manusia menjadi makhluk yang hidup. .


Ustadz Agus Mu’adin juga menjelaskan tentang fase-fase kehidupan manusia, yaitu: 1. Alam arwah, yaitu saat ruh ditiupkan ke dalam kandungan. 2. Alam rahim atau kandungan, yaitu proses pembentukan jasad selama kurang lebih 120 hari. Pada masa ini telah ditentukan rezeki, umur, amal, dan takdir seseorang. 3. Alam dunia, yaitu fase kehidupan yang menjadi tempat ujian bagi manusia untuk menentukan amal salehnya. 4. Alam barzah, yaitu alam pembatas antara kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam pengajiannya juga disampaikan beberapa cara agar manusia dapat menghadapi ujian kehidupan dengan baik, antara lain dengan menjaga sholat lima waktu, menjalankan ibadah puasa, menghadiri pengajian, bersedekah, memperbanyak dzikir, sholawat, dan istighfar, serta selalu bersikap baik kepada sesama. .


Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, sebagai wujud kepedulian dan rasa empati kepada mereka yang membutuhkan. Suasana penuh kebersamaan dan kehangatan terasa selama kegiatan berlangsung. .


Melalui kegiatan ini diharapkan para anggota organisasi wanita, khususnya Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, dapat semakin meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. .



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pendidikan
24306-03-2026

DWP Kabupaten Blitar > Dinas Penanaman Modal dan PTSP

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa di bulan Ramadhan, Dharma Wanita Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan Berbagi Takjil dipondok Pesantren Afdhoulul Muttaqien pada hari Jum’at, 7 maret 2026.

Bidang : Sosial dan Budaya

Keterangan Program

1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar

2. Hari/Tanggal : Jum’at , 6 Maret 2026

3. Pukul : 15.00 – Selesai

4. Tempat : Pondok Pesantren Afdholul Muttaqien , Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar

5. Pakaian : Busana Muslim

Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar Ibu Mida Bayu beserta anggota melaksanankan kegiatan pembagian takjil dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dharmawanita Persatuan UP Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar dan bertempat di Pondok pesantren Afdholul Muttaqien , Desa Bangsri Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar pada Jum’at , 6 Maret 2026. Acara dimulai tepat pukul 15.00 WIB dengan suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Penyerahan takjil kepada para santri Pondok Pesantren dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan . Perwakilan anggota DWP UP DPMPTSP Kabupaten Blitar secara simbolis menyerahkan paket takjil kepada pengasuh pondok pesantren, yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian kepada seluruh santri.

Pembagian Takjil adalah sebuah tradisi pembagian makanan ringan untuk berbuka puasa. Makanan ini bisa berupaa kurma, makanan ringan buah serta minuman.

Tujuan utama pembagian takjil yaitu untuk meraih keberkahan dan pahala berlipat di bulan Ramadhan serta meringankan beban seama yang sedang berpuasa sehingga bisa berbuka berpuasa tepat waktu. . Tradisi ini menumbuhkan rasa kepedulian sosial, mempererat tali silaturahmi (ukhuwah Islamiyah), serta melatih diri menjadi pribadi yang dermawan.

Secara rinci, tujuan pembagian takjil meliputi:

1.Meraih Pahala Sedekah: Memberi makan orang berpuasa mendatangkan pahala setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Kepedulian Sosial & Kemanusiaan: Membantu pengguna jalan, pekerja, atau masyarakat yang membutuhkan agar bisa berbuka puasa dengan layak.

Mempererat Silaturahmi: Menjadi sarana untuk memupuk persaudaraan antarwarga, komunitas, dan meningkatkan toleransi beragama.

Pendidikan Karakter: Mengajarkan rasa empati dan kebiasaan berbagi sejak dini kepada generasi muda .

Dalam kegiatan ini diharapkan anggota Dharmawanita Persatuan Unit Kerja DPMPTSP Kabupaten Blitar bisa lebih memaknai bulan Ramadhan ini dan mempererat tali persaudaraan antar anggota.

Laporan di edit dan disunting oleh Ny. Beti Cholid selaku operator e-reporting DWP Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Penanaman Modal dan PTSP
24405-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit DPMPTSP Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anaka yatim piatu di Bulan Ramadhan 1446 H bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) Kabupaten Blitar Tahun 2025

Bidang : Sosial Budaya,

Program : Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa.

Keterangan Program :

1. Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

2. Hari/Tanggal : Kamis / 5 Maret 2026

3. Pukul : 08.00 – selesai

4. Peserta : Ketua DWP beserta Anggota DWP se kabupaten Blitar, Pengurus GOW beserta anggota , Ketua dan pengurus PKK Kabupaten , Kecamatan dan Desa se Kabupaten Blitar.

5. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro

6. Acara : Siraman Rohani .

Laporan Kegiatan :Siraman rohani merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari kamis pada bulan ramadhan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) dan Pemerintah Kabupaten Blitar.Seperti halnya siraman yang di laksanakan pada tangal 05 Maret 2026 bertempat di Sasana dhi Praja Kanigoro blitar yang di hadiri oleh seluruh pengurus DWP, seluruh pengurus PKK kecamatan , Desa dan Kelurahan se Kabupaten Bliatar dengan Susunan acara

1. pembukaan oleh Mc yaitu Ibu Khoirul Kiptiyah

2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila

3. Menyanyikan Lagu Indionesia raya dengan dipimpin oleh ibu Nur Jami’ah

4. Sambutan

5. Tausiyah oleh Bapak Drs.KH. Agus Mu”adzin

6. Penutup / doa

Ketua Dharmawanita Unit Pelaksana DPMPTSP Kabupaten Blitar Ibu Mida Bayu beserta anggota Ibu Anik Andri dan Ibu Beti Cholidin menghadiri kegiatan siraman rohani. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pencerahan kepada para anggota, khususnya dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat iman, serta mempererat silaturahmi antara anggota.

Berikut uraian acara Siraman rohani di Pendopo Sasana Adhi Praja Blitar sebagai berikut:

Sebelum acara dimulai ada pemberian atau santunan anak yatim kurang lebih ada 22 anak dari masing kecamatan yang ada di kabupaten Blitar.yang diiringi oleh hadroh shonata dari Desa Tawangrejjo Kecamatan Wonodadi di pimpin oleh Ibu Sumini yang sekaligus sebagai Ibu Ketua TP PKK Desa ) Ibu Kades ) Tawangrejo sekaligus sholawat bersama.

a. pembukaan oleh MC

Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta terima kasih yang tak terhingga kepada ibu yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara siraman rohani serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, para panitia, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga segala upaya kita mendapatkan pahala dari Allah SWT

2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ulayya Kumillaili

Di lanjutkan Sholawat bersama shonata dari Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi sebelum mengikuri tausiah bersama nara sumber .

Pembacaan pemenang undian doorprice untuk 20 orang yang diacak berdasarkan nomer kehadiran pada daftar hadir.

3. Sambutan oleh Bapak Wiji Asrori (PLT Asisten Kesra mewakili Bpk Bupati )

Beliau menyampaikan bahwa Siraman rohani merupakan momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk menikatkan Iman dan Taqwa serta rasa peduli di Bulan Ramadhan. Hari kamis, 12 Maret pemerintah Kabupaten Blitar mengadakan bazar ramadhan yang diikuti oleh pelaku UMKM dan siraman rohani bagi anggota KOPRI . Sore hari di tanggal yang sama juga menyelenggarakan bagi bagi takjil untuk 5000 porsi .Beliau juga menyampaikan tentang SE Bupati terkait kebersihan yaitu ASRI ( Aman, Sehat , Resik dan Indah ) agar dilaksanakan setiap hari selasa dan hari jum’at untuk kegiatan jum’at bersih sesuai arahan presiden Indonesia Bapak Prabowo Subiyanto.

Gerakan ASRI ini bukanlah slogan semata. ASRI adalah komitmen bersama.

1. Aman: Lingkungan kita harus bebas dari potensi bahaya, termasuk sampah yang menumpuk.

2. Sehat: Bersihnya lingkungan adalah fondasi kesehatan masyarakat.

3. Resik (Bersih): Saya minta seluruh OPD, instansi, hingga tingkat dusun untuk konsisten melakukan "kurve" atau kerja bakti. Tidak ada lagi tumpukan sampah yang dibiarkan.

4. Indah: Kita tata lingkungan kita agar rapi dan nyaman.

Pesan dari Bupati Blitar kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah memimpin langsung stafnya, berbaur dengan masyarakat. Lingkungan yang asri akan menunjang sektor pariwisata dan kualitas hidup warga Blitar.

Bersih atau tidaknya suatu rumah, yang paling berperan adalah anggota keluarga itu sendiri maka Ibu sebagai pilar keluarga bisa memberi contoh dan semangat untuk anggota keluarga yang lain. Dalam kegiatan ini juga bisa sebagai tempat mendapatkan ilmu (Takabul Ilmu). Tak lupa beliau juga mengucapkan banyak terimakasih untuk kehadiran para peserta semoga kegiatan ini bernilai ibadah.

4. Siraman Rohani oleh KH. Agus Mu,adzin ( Tausiah di tanggal 15 Ramadhan )

Dalam pembukaan tausiahnya KH. Agus Muadzin. S.Pd mengajak hadirin Siraman Rohani untuk mendoakan anak anak yatim yang disantuni menjadi anak yang sholeh dan sholehah serta tak lupa mengajk hadirin untuk mendoakan Bupati Rijanto agar sehat dan bisa membawa rakyatnya dalam kemakmuran.

Setiap orang percaya bahwa manusia terbuat dari tanah dan akan kembali ke tanah.

Asal usul manusia menurut Islam berpusat pada penciptaan Nabi Adam a.s. oleh Allah SWT dari tanah (tanah liat, lumpur hitam, debu), yang kemudian ditiupkan ruh. Hawa diciptakan sebagai pendamping, dan keturunannya berkembang secara biologis melalui fase nutfah (mani), 'alaqah (segumpal darah), mudghah (segumpal daging), tulang, hingga ditiupkan ruh. Berikut adalah rincian asal usul manusia dalam pandangan Islam

Manusia tercipta di dunia ini mengalamai beberapa fase kehidupan, sebagai berikut :

1. Fase Alam Arwah (dalam rupa Roh).

Fase alam arwah adalah tahap awal keberadaan ruh sebelum ditiupkan ke dalam jasad di rahim. Ini adalah fase pra-kehidupan di mana ruh diciptakan dan bersaksi atas keesaan Allah.

2. Fase Alam Rahim

Pada fase ini dicatat empat macam hal yaitu:

(1) ditiupkan rohnya,

(2) dicatat rejekinya, maka yakinlah setiap manusia diciptakan satu paket dengan rejekinya asalkan kita berusaha serta tawakal hanya padaNya. Jika seseorang menginginkan rejeki maka dia harus dekat dengan Allah tidak sebaliknya, namun yang umum terjadi manusia bersibuk sibuk mencari rejeki hingga lupa beribadah padaNya. Allah adalah maha pemberi rejeki (Al-Razzak), maha kaya (Al-Ghani)

(3) Umur , Manusia diciptakan sepaket dengan ketentuan sampai berapa umurnya, dimana meninggal dan karena apa meninggalnya. Nabi Muhammad bersabda bahwa rata rata umur manusia adaklah 60 – 70 tahun , kalau ada umatnya yang umur lebih dari 70 than, Nabi berkata “ semoga yang berumur 70 tahun mendapat RahmatNya”. Walaupun umur sudah ditentukan oleh Allah SWT manusia harus tetap berusaha sehat agar panjang umur. Ada ungkapan dimasyarakat “ Awet Enom, Sepuh Gaseh, sehat tanpa obat”

Ada sebuah hadist tentang hadis tentang menyambung silaturahmi yang membawa berkah berupa dipanjangkannya umur dan diluaskannya rezeki.

"Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari no. 5986 dan Muslim no. 2557)

Beberapa adab yang harus diperhatikan saat silaturahmi:(1) Bila ada undangan datang (2). Baju yang dipakai biasa saja, (3)Yang menjadi tuan rumah reuni menjamu dengan sederhana, (4) Tidak memamerkan pencapaian pada kerabat. Maka diharapkan dengan menjaga adab ini keakraban bisa utuh terjalin sehingga silaturahmi ini kelas akan bisa menggiring bersama sama ke Surga.

Silaturahmi pada saat hari raya merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman – teman yang mungkin tidak sempat bertemu sehari – hari. Keutamaan dari silaturahmi adalah

• Mendatangkan Ridha Allahtertuang pada HR Tirmidzi dan Abu Dawud

• Mempererat persaudaraan

• Membuat kerabat yang dikunjungi bahagia

• Amalan masuk surga tertuang pada HR Bukhari

• Memberikan keberkahan umur

• Rezeki meningkat dan berkah seperti yang tertuang pada HR Bukhari

• Menambah kewibawaan bagi orang yang menjawab silaturahmi

Sebagai umat manusia selain bersilaturahmi juga harus bisa menjaga rahasia . Menjaga rahasia dalam Islam adalah bentuk amanah (kepercayaan) yang wajib dilaksanakan dan merupakan akhlak mulia, di mana membocorkannya termasuk pengkhianatan dosa besar.

Rahasia, termasuk aib orang lain, masalah rumah tangga, maupun amanah informasi, harus disembunyikan. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang berbicara denganmu lalu ia menoleh (seakan meminta agar tidak disebarkan), maka pembicaraan itu adalah amanah” (HR. Tirmidzi). Poin Penting Menjaga Rahasia dalam Islam:

• Rahasia adalah Amanah: Menjaga rahasia yang dipercayakan orang lain adalah kewajiban agama. Membocorkannya dikategorikan sebagai perilaku tidak jujur atau pengkhianatan terhadap amanah.

• Menutupi Aib Sesama Muslim: Islam sangat menekankan perlindungan kehormatan orang lain dengan cara menutup aib atau cacat orang lain. Seseorang yang menjaga rahasia saudaranya di dunia, akan ditutupi aibnya oleh Allah di akhirat.

• Rahasia Rumah Tangga: Pasangan suami istri wajib menjaga kerahasiaan rumah tangga mereka. Menceritakan aib pasangan kepada orang lain dianggap sebagai salah satu keburukan terburuk di akhirat.

• Konteks Amanah Informasi: Di era digital, menyebarkan foto, pesan pribadi, atau data tanpa izin adalah pelanggaran amanah informasi.

• Strategi dan Pekerjaan: Dalam konteks pekerjaan atau strategi (seperti contoh Rasulullah dalam perang), merahasiakan informasi penting merupakan strategi, bahkan faktor kemenangan.

• Konsekuensi: Membocorkan rahasia atau aib orang lain adalah perbuatan tercela yang tidak hanya merusak hubungan sosial tetapi juga mendatangkan kemurkaan Allah.

Manusia harus telaten, jangan menyepelekan perkara bagus walaupun cuma sedikit

Berikut adalah amalan amalan sederhana yang pahalanya besar,:

(1). Mendengarkan bacaan Al-Quran

Mendengarkan Al-Qur'an adalah amalan mulia yang mendatangkan rahmat, ketenangan jiwa, dan tambahan keimanan

(2)Mendengarkan Adzan

Hukum mendengarkan dan menjawab adzan adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), bukan sebuah kewajiban yang berdosa jika ditinggalkan, menurut mayoritas ulama. Namun, mendengarkan adzan adalah bentuk adab yang mulia untuk menghormati panggilan Allah dan bersiap menunaikan salat. Hukum mendengarkan adzan:

• Menjawab dengan Lisan: Saat mendengar adzan, disunnahkan meniru ucapan muadzin kalimat demi kalimat.

• Pengecualian: Ketika muadzin mengumandangkan Hayya 'alash shalaah (mari salat) dan Hayya 'alal falaah (mari menuju kemenangan), disunnahkan menjawab dengan Laa haula walaa quwwata illa billaah.

Aktivitas saat Adzan:

Dianjurkan berhenti sejenak dari aktivitas (termasuk berbicara atau mengaji) untuk mendengarkan dan menjawab adzan.

• Adzan Rekaman: Mendengar adzan dari kaset atau rekaman tidak disunnahkan untuk dijawab, namun jika dari aplikasi smartphone yang menirukan lafal zikir, maka disunnahkan menjawabnya.

• Keutamaan: Mendengarkan dan menjawab adzan dapat mendatangkan syafaat, diampuni dosa-dosanya, dan salah satu jalan menuju surga.

3. Fase Alam Dunia

Dunia adalah tempatnya ujian bagi umat manusia. Ketika pertamakali bayi lahir kedunia ditandai dengan tangisan, ini menggambarkan memang dunia adalah tempatnya ujian bagi manusia.Ada beberapa ujian hidup, diantaranya adalah :

(1) Ujian hidup lewat rumah tangga

Contoh dari ujian hidup lewat rumah tangga ini diantaranya adalah menantu yang tidak disukai mertuanya, ujian seorang anak yang sedang merawat orangtua . Seorang istri yang diuji suami tidak baik dan dia tetap sabar dan bertaqwa pada Allah akan diganjar seperti ganjaran Siti Aisyah ( Istri Firaun) sedangkan seorang suami yang diuji dengan istri yang tidak baik dan dia tetap bersabar dan beriman pada Allah maka dia akan diganjar seperi ganjaran Nabi Ayub.

(2). Ujian hidup lewat Harta, manusia bisa dicoba dengan kekurangan harta maupun kelebihan harta . Manusia dalam keadaan kekurangan atau kelebihan harta pun harus tetap mengutamakan ibadah karena manusia diciptakan Allah untuk beribadah. Ada sebuah hadits tentang meluangkan waktu untuk ibadah menegaskan bahwa Allah SWT berjanji mencukupkan rezeki dan ketenangan hati bagi mereka yang beribadah, serta mengancam dengan kesibukan duniawi dan kefakiran bagi yang melalaikannya. "Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku akan tutupi kefakiranmu. Jika engkau tidak lakukan yang sedemikian, niscaya Aku akan penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutupi kefakiranmu." (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan disahihkan al-Albani).

(3) Ujian hidup lewat anak

(4)Cobaan hidup leawat tetangga

Keempat cobaan hidup diatas akan terasa ringan bila manusia menjaga sholatnya. Apabila ada seorang perempuan atau istri yang menjaga sholat puasa , Allah mempersilahkannya masuk kesurga dari pintu manasaja. Allah SWT bersabda “ Jika seorang wanita menunaikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan padanya “ masuklah kedalam surga dari pintu manasaja yang kau mau” (HR Ahmad dinyatakan Hasan oleh Syaikh Al- Albani).

Beliau juga menyampaikan 4 hal baik yang dilakukan oleh seorang istri yaitu : Tertib Sholat , Sholat 5 waktu adalah ibadah paling mendasar dan tiang agama Islam yang wajib ditegakkan, berfungsi sebagai pembeda antara muslim dan kafir. Ia penting karena merupakan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah, mencegah perbuatan keji/mungkar, diampuni dosanya, serta menjadi amalan pertama yang dihisab di akhirat. Poin-poin penting mengenai sholat

• Tiang Agama & Kewajiban Utama: Sholat adalah rukun Islam kedua yang tidak boleh ditinggalkan dan menjadi tolok ukur amal lainnya.

• Sarana Komunikasi & Dekat dengan Allah: Saat sujud, seorang hamba berada pada jarak terdekat dengan Allah, menjadikannya waktu terbaik untuk berdoa.

• Pencegah Perbuatan Keji dan Mungkar: Sholat yang khusyuk mendidik jiwa untuk menghindari maksiat dan perilaku buruk.

• Pembersih Dosa & Sumber Ketenangan: Sholat lima waktu menggugurkan dosa-dosa kecil di antara waktu sholat dan memberikan ketenangan batin.

• Manfaat Kesehatan: Gerakan sholat yang teratur membantu melenturkan otot, sendi, dan melatih keseimbangan tubuh.

• Balasan Surga & Kemuliaan: Allah menjanjikan surga, penjagaan malaikat, dan keberkahan bagi orang yang menegakkan sholat.Meninggalkan sholat dianggap meruntuhkan sendi agama dan menunjukkan sifat munafik.

Puasa Ramadhan : Puasa melatih kita untuk menahan diri, baik dalam menghadapi lapar dan dahaga, maupun dalam menghadapi berbagai godaan dan ujian hidup. Di bulan Ramadhan, kita belajar untuk menangguhkan kepentingan pribadi dan memusatkan perhatian pada tujuan yang lebih mulia, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.

Taat kepada suami dalam Islam adalah bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, bertujuan menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Ini merupakan kewajiban istri selama perintah suami tidak bermaksiat, serta menjadi jalan utama mendapatkan ridha Allah dan surga. Ketaatan ini mendatangkan berkah, menjaga keharmonisan, dan menunjukkan penghormatan. Pentingnya Taat pada Suami dalam Islam:

• Jalan Menuju Surga: Istri yang taat, menjaga shalat, puasa, dan menjaga kehormatannya dijamin masuk surga dari pintu mana saja.

• Bentuk Ibadah kepada Allah: Ketaatan kepada suami adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.

• Keharmonisan Rumah Tangga: Kepatuhan istri menciptakan rumah tangga yang harmonis, tenang, dan damai.

• Penghormatan terhadap Pemimpin: Suami adalah pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya.

• Kewajiban Utama: Setelah menikah, ketaatan istri berpindah dari orang tua kepada suami. Batasan Ketaatan:

• Ketaatan hanya berlaku dalam perkara kebaikan dan bukan maksiat.

• Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.

Bentuk Ketaatan yang Umum:

• Menjaga diri dan harta suami saat suami tidak di rumah.

• Melayani suami dengan ikhlas dan menyenangkan hatinya.

• Meminta izin suami saat ingin keluar rumah atau melakukan aktivitas tertentu.

Menjaga perilaku adalah upaya sadar untuk mengelola sikap dan tindakan agar sesuai dengan norma, nilai, dan etika, baik dalam kehidupan sosial maupun kesehatan. Hal ini melibatkan pengembangan integritas, empati, kontrol diri, dan penerapan kebiasaan positif seperti bersikap jujur, menghormati sesama, serta menjaga kesehatan mental dan fisik. Berikut adalah beberapa cara efektif dalam menjaga perilaku :

• Meningkatkan Integritas dan Moral: Menghindari penyebaran hoaks, memupuk kejujuran, dan beretika dalam berkomunikasi.

• Mengelola Emosi dan Pikiran: Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, tarik napas dalam, dan tetap berpikir rasional dalam menghadapi berbagai situasi.

• Penerapan Perilaku Sosial yang Baik: Menghormati sesama makhluk, tidak sombong, dan memberikan contoh nyata daripada sekadar nasihat.

• Membangun Kebiasaan Sehat: Mengatur diri (self-regulation), konsisten berolahraga, menjaga pola makan, dan memilih lingkungan sosial yang positif.

• Pengaturan Diri (Self-Regulation): Memantau perilaku secara rutin, menetapkan tujuan yang realistis, dan beradaptasi terhadap perubahan.Menjaga perilaku tidak hanya membantu dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup diri sendiri secara keseluruhan.

Setelah ceramah, beliau membuka tanya jawab kepada hadirin .

Sesi Tanya jawab

Pertanyaan pertama dari Ibu Umi farida dari PAC Wonodadi , Kenapa saat sholat pikirannya tidak bisa fokus dan bagaimana cara agar sholat bisa khusyu ?

Ustad menjawab, berkata bahwa “ Andaikata Imam Abu Bakar ditimbang denga amalan yang dilakukan oleh seluruh manusia di bumi ini maka niscaya pahala Abu Bakar akan lebih berat, namun demikian beliau pun masih belum khusyuk dalam sholat. Adapun cara untuk sholat lebih khusuk yaitu, (1) Memastikan apa yang kita makan ini halal, (2) Memudahkan Tarjim sholat dengan bismillah (3) Sholat berjamaah.

Pertanyaan kedua dari Ibu Quratin dari Margomulyo, bertanya doa apa yang baik untuk anak kita yang masih susah diingatkan, dan jawabannya adalah doa wajib kita akhir sholat „“Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.dan doa taubat doa Nabi Yunus Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin. Ditambahkan bacaan ayat terakhir surat Al – Baqarah

Pertanyaan yang ketiga, kenapa saat kita mendengarkan tausiah/kajian semakin tidak mengerti ? Jawab : semakin kita tidak tau akan materi yang disampaikan saat tausiah artinya semakin bagus untuk menambah pengetahuan dalam agama, karena tidak ada kata terlambat jika kita ingin mengikuti pengajian Tanya: bagaimana cara menyikapi apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan? Jawab: salah satu hal yang sulit dalam perintah Allah yaitu mengimani takdir Allah oleh karen itu sangat penting untuk tetap berkhusnudzon kepada Allah apapun tetap di selipkan kalimat syukur alhamdulillah

Sesi terahkir adalah doa bersama , Ustad mengingatkan hadirin untuk selalu berdzikir dan berdoa padaNya . Berdoa untuk kesehatan dan keselamatan bersama, dan berharap kita semua mendapat hikmah serta ridho dariNya, serta bisa meraih Lailatul Qodar.

Peserta kegiatan siraman rohani mengikuti kegiatan dengan antusias dan tertib. Kegiatan serupa akan selalu diadakan selama bulan suci ramadhan. Tidak lupa pula selalu ada bazar murah yang menemani. Di bazar murah ini menyediakan kebutuhan rumah tangga dengan harga yang bersaing.

Petugas E- reporting Beti Cholidin


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Penanaman Modal dan PTSP
24505-03-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonodadi

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonodadi telah mengikuti kegiatan siraman rohani dan santunan anaka yatim piatu di Bulan Ramadhan 1446 H bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) Kabupaten Blitar Tahun 2025
Bidang : Sosial Budaya,
Program : Ketahanan Keluarga, Kegiatan Iman dan Taqwa.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonodadi
2. Hari/Tanggal : Kamis / 5 Maret 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Peserta : Ketua DWP beserta Anggota DWP se kabupaten Blitar, Pengurus GOW beserta anggota , Ketua dan pengurus PKK Kabupaten , Kecamatan dan Desa se Kabupaten Blitar.
5. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro
6. Acara : Siraman Rohani .
Laporan Kegiatan : Siraman rohani merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari kamis pada bulan ramadhan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) dan Pemerintah Kabupaten Blitar.Seperti halnya siraman yang di laksanakan pada tangal 05 Maret 2026 bertempat di Sasana dhi Praja Kanigoro blitar yang di hadiri oleh seluruh pengurus DWP, seluruh pengurus PKK kecamatan , Desa dan Kelurahan se Kabupaten Bliatar dengan Susunan acara
1. pembukaan oleh Mc yaitu Ibu Khoirul Kiptiyah
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ibu Ilayya Kumillaila
3. Menyanyikan Lagu Indionesia raya dengan dipimpin oleh ibu Nur Jami’ah 4. Sambutan
5. Tausiyah oleh Bapak Drs.KH. Agus Mu”adzin
6. Penutup / do a

Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Ibu Imam Safii mengikutsertakan dari TP PKK Desa se Kecamatan Wonodadi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pencerahan kepada para anggota, khususnya dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat iman, serta mempererat silaturahmi antara anggota.
Berikut uraian acara Siraman rohani di Pendopo Sasana Adhi Praja Blitar sebagai berikut:

Sebelum acara dimulai ada pemberian atau santunan anak yatim kurang lebih ada 22 anak dari masing kecamatan yang ada di kabupaten Blitar.yang diiringi oleh hadroh shonata dari Desa Tawangrejjo Kecamatan Wonodadi di pimpin oleh Ibu Sumini yang sekaligus sebahgai Ibu Ketua TP PKK Desa ) Ibu Kades ) Tawangrejo sekaligus sholawat bersama.
a. pembukaan oleh MC
Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta terima kasih yang tak terhingga kepada ibu yabg telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara siraman rohani serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, para panitia, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga segala upaya kita mendapatkan pahala dari Allah SWT
2. Pembacaan ayat suci Al Qur’anoLeh Ibu Ulayya Kumillaili
Di lanjutkan Sholawat bersama shonata dari Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi sebelum mengikuri tausiah bersama nara sumber .
Pembacaan pemenang undian doorprice untuk 20 orang .
3. Sambutan oleh Bapak Wiji Asrori
Beliau menyampaikan bahwa Siraman rohani merupakan momentum yang sangat baik bagi kita semua pada tanggal 10 Maret pemerintah kabupaten blitar mengadakan bazar ramadhan yang diikuti oleh pelaku umkm dan siraman rohani bagi anggota korpi. Sore hari di tanggal yang sama juga menyelenggarakan bagi bagi takjl untuk 5000 pcs. SElain itu beliau juga menyampaikan tentang SE Bupati terkait kebersihan yaitu ASRI ( Aman, Sehat , Resik dan Indah ) agar dilaksanakan setiap hari selasa dan hari jum’at untuk kegiatan jum’at bersih.
Gerakan ASRI ini bukanlah slogan semata. ASRI adalah komitmen bersama.
1. Aman: Lingkungan kita harus bebas dari potensi bahaya, termasuk sampah yang menumpuk.
2. Sehat: Bersihnya lingkungan adalah fondasi kesehatan masyarakat.
3. Resik (Bersih): Saya minta seluruh OPD, instansi, hingga tingkat dusun untuk konsisten melakukan "kurve" atau kerja bakti. Tidak ada lagi tumpukan sampah yang dibiarkan.
4. Indah: Kita tata lingkungan kita agar rapi dan nyaman.
Pesan dari Bupati Nlitar kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah memimpin langsung stafnya, berbaur dengan masyarakat. Lingkungan yang asri akan menunjang sektor pariwisata dan kualitas hidup warga Blitar. .

4. Siraman Rohani oleh KH. Agus Mu,adzin
1, Asal usul manusia menurut Islam berpusat pada penciptaan Nabi Adam a.s. oleh Allah SWT dari tanah (tanah liat, lumpur hitam, debu), yang kemudian ditiupkan ruh. Hawa diciptakan sebagai pendamping, dan keturunannya berkembang secara biologis melalui fase nutfah (mani), 'alaqah (segumpal darah), mudghah (segumpal daging), tulang, hingga ditiupkan ruh. Berikut adalah rincian asal usul manusia dalam pandangan Islam:.
• Penciptaan Manusia Pertama (Adam a.s.): Adam diciptakan secara langsung oleh Allah SWT dari tanah dalam berbagai tahap (tanah liat kering/ shal , tanah liat hitam/ min hamain masnun , dan debu/ alturob ). Setelah bentuknya sempurna, Allah meniupkan roh ke dalamnya.
• Proses Biologis Manusia (Keturunan Adam):
Al-Qur'an (seperti dalam QS. Al-Mu'minun: 12-14) menjelaskan perkembangan janin dalam rahim:
1. Nutfah: Air mani/sari pati tanah.
2. 'Alaqah: Segumpal darah/sesuatu yang menggantung.
3. Mudghah: Segumpal daging.
4. 'Izham: Pembentukan tulang belulang.
5. Lahm: Tulang dibungkus daging.
6. Peniupan Ruh: Menjadi makhluk hidup yang sempurna.
Tujuan Penciptaan: Manusia diciptakan sebagai makhluk paling sempurna untuk beribadah dan menjadi khalifah (pemimpin/pengelola) di muka bumi. Manusia berasal dari tanah kembali ke tanah. .

2. silaturahmi pada saat hari raya merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman – teman yang mungkin tidak sempat bertemu sehari – hari. Keutamaan dari silaturahmi adalah
• Mendatangkan Ridha Allahtertuang pada HR Tirmidzi dan Abu Dawud
• Mempererat persaudaraan
• Membuat kerabat yang dikunjungi bahagia
• Amalan masuk surga tertuang pada HR Bukhari
• Memberikan keberkahan umur
• Rezeki meningkat dan berkah seperti yang tertuang pada HR Bukhari
• Menambah kewibawaan bagi orang yang menjawab silaturahmi

3. Sebagai umat manusia selain bersilaturahmi juga harus bisa menjaga rahasia . Menjaga rahasia dalam Islam adalah bentuk amanah (kepercayaan) yang wajib dilaksanakan dan merupakan akhlak mulia, di mana membocorkannya termasuk pengkhianatan dosa besar. Rahasia, termasuk aib orang lain, masalah rumah tangga, maupun amanah informasi, harus disembunyikan. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang berbicara denganmu lalu ia menoleh (seakan meminta agar tidak disebarkan), maka pembicaraan itu adalah amanah” (HR. Tirmidzi). Poin Penting Menjaga Rahasia dalam Islam:
• Rahasia adalah Amanah: Menjaga rahasia yang dipercayakan orang lain adalah kewajiban agama. Membocorkannya dikategorikan sebagai perilaku tidak jujur atau pengkhianatan terhadap amanah.
• Menutupi Aib Sesama Muslim: Islam sangat menekankan perlindungan kehormatan orang lain dengan cara menutup aib atau cacat orang lain. Seseorang yang menjaga rahasia saudaranya di dunia, akan ditutupi aibnya oleh Allah di akhirat.
• Rahasia Rumah Tangga: Pasangan suami istri wajib menjaga kerahasiaan rumah tangga mereka. Menceritakan aib pasangan kepada orang lain dianggap sebagai salah satu keburukan terburuk di akhirat.
• Konteks Amanah Informasi: Di era digital, menyebarkan foto, pesan pribadi, atau data tanpa izin adalah pelanggaran amanah informasi.
• Strategi dan Pekerjaan: Dalam konteks pekerjaan atau strategi (seperti contoh Rasulullah dalam perang), merahasiakan informasi penting merupakan strategi, bahkan faktor kemenangan.
• Konsekuensi: Membocorkan rahasia atau aib orang lain adalah perbuatan tercela yang tidak hanya merusak hubungan sosial tetapi juga mendatangkan kemurkaan Allah.

4. Hukum mendengarkan dan menjawab adzan adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), bukan sebuah kewajiban yang berdosa jika ditinggalkan, menurut mayoritas ulama. Namun, mendengarkan adzan adalah bentuk adab yang mulia untuk menghormati panggilan Allah dan bersiap menunaikan salat. Hukum mendengarkan adzan:
• Menjawab dengan Lisan: Saat mendengar adzan, disunnahkan meniru ucapan muadzin kalimat demi kalimat.
• Pengecualian: Ketika muadzin mengumandangkan Hayya 'alash shalaah (mari salat) dan Hayya 'alal falaah (mari menuju kemenangan), disunnahkan menjawab dengan Laa haula walaa quwwata illa billaah.
Aktivitas saat Adzan:
Dianjurkan berhenti sejenak dari aktivitas (termasuk berbicara atau mengaji) untuk mendengarkan dan menjawab adzan.
• Adzan Rekaman: Mendengar adzan dari kaset atau rekaman tidak disunnahkan untuk dijawab, namun jika dari aplikasi smartphone yang menirukan lafal zikir, maka disunnahkan menjawabnya.
• Keutamaan: Mendengarkan dan menjawab adzan dapat mendatangkan syafaat, diampuni dosa-dosanya, dan salah satu jalan menuju surga.

Beliau juga menyampaikan 4 hal baik yang dilakukan oleh seorang istri yaitu : Tertib Sholat , Sholat 5 waktu adalah ibadah paling mendasar dan tiang agama Islam yang wajib ditegakkan, berfungsi sebagai pembeda antara muslim dan kafir. Ia penting karena merupakan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah, mencegah perbuatan keji/mungkar, diampuni dosanya, serta menjadi amalan pertama yang dihisab di akhirat. Poin-poin penting mengenai sholat
• Tiang Agama & Kewajiban Utama: Sholat adalah rukun Islam kedua yang tidak boleh ditinggalkan dan menjadi tolok ukur amal lainnya.
• Sarana Komunikasi & Dekat dengan Allah: Saat sujud, seorang hamba berada pada jarak terdekat dengan Allah, menjadikannya waktu terbaik untuk berdoa.
• Pencegah Perbuatan Keji dan Mungkar: Sholat yang khusyuk mendidik jiwa untuk menghindari maksiat dan perilaku buruk.
• Pembersih Dosa & Sumber Ketenangan: Sholat lima waktu menggugurkan dosa-dosa kecil di antara waktu sholat dan memberikan ketenangan batin.
• Manfaat Kesehatan: Gerakan sholat yang teratur membantu melenturkan otot, sendi, dan melatih keseimbangan tubuh.
• Balasan Surga & Kemuliaan: Allah menjanjikan surga, penjagaan malaikat, dan keberkahan bagi orang yang menegakkan sholat.
Meninggalkan sholat dianggap meruntuhkan sendi agama dan menunjukkan sifat munafik.

Puasa Ramadhan : Puasa melatih kita untuk menahan diri, baik dalam menghadapi lapar dan dahaga, maupun dalam menghadapi berbagai godaan dan ujian hidup. Di bulan Ramadhan, kita belajar untuk menangguhkan kepentingan pribadi dan memusatkan perhatian pada tujuan yang lebih mulia, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.

Taat kepada suami dalam Islam adalah bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, bertujuan menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Ini merupakan kewajiban istri selama perintah suami tidak bermaksiat, serta menjadi jalan utama mendapatkan ridha Allah dan surga. Ketaatan ini mendatangkan berkah, menjaga keharmonisan, dan menunjukkan penghormatan. Pentingnya Taat pada Suami dalam Islam:
• Jalan Menuju Surga: Istri yang taat, menjaga shalat, puasa, dan menjaga kehormatannya dijamin masuk surga dari pintu mana saja.
• Bentuk Ibadah kepada Allah: Ketaatan kepada suami adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
• Keharmonisan Rumah Tangga: Kepatuhan istri menciptakan rumah tangga yang harmonis, tenang, dan damai.
• Penghormatan terhadap Pemimpin: Suami adalah pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya.
• Kewajiban Utama: Setelah menikah, ketaatan istri berpindah dari orang tua kepada suami.
Batasan Ketaatan:
• Ketaatan hanya berlaku dalam perkara kebaikan dan bukan maksiat.
• Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.
Bentuk Ketaatan yang Umum:
• Menjaga diri dan harta suami saat suami tidak di rumah.
• Melayani suami dengan ikhlas dan menyenangkan hatinya.
• Meminta izin suami saat ingin keluar rumah atau melakukan aktivitas tertentu.

Menjaga perilaku adalah upaya sadar untuk mengelola sikap dan tindakan agar sesuai dengan norma, nilai, dan etika, baik dalam kehidupan sosial maupun kesehatan. Hal ini melibatkan pengembangan integritas, empati, kontrol diri, dan penerapan kebiasaan positif seperti bersikap jujur, menghormati sesama, serta menjaga kesehatan mental dan fisik. Berikut adalah beberapa cara efektif dalam menjaga perilaku :
• Meningkatkan Integritas dan Moral: Menghindari penyebaran hoaks, memupuk kejujuran, dan beretika dalam berkomunikasi.
• Mengelola Emosi dan Pikiran: Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, tarik napas dalam, dan tetap berpikir rasional dalam menghadapi berbagai situasi.
• Penerapan Perilaku Sosial yang Baik: Menghormati sesama makhluk, tidak sombong, dan memberikan contoh nyata daripada sekadar nasihat.
• Membangun Kebiasaan Sehat: Mengatur diri (self-regulation), konsisten berolahraga, menjaga pola makan, dan memilih lingkungan sosial yang positif.
• Pengaturan Diri (Self-Regulation): Memantau perilaku secara rutin, menetapkan tujuan yang realistis, dan beradaptasi terhadap perubahan.
Menjaga perilaku tidak hanya membantu dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup diri sendiri secara keseluruhan.
Sesi Tanya jawab
1. Ibu Umi farida Wonodadi Tanya: Kenapa saat sholat pikirannya tidak bisa fokus dan cara agar sholat bisa kyusu bagaimana ? Jawab: semua orang memang sulit untuk sholat secara fokus, akan tetapi sholat bisa kyusuk dengan cara membaca bacaan sholat dan hati menerjemahkan, bisa juga dengan cara berjamaah di masjid. Dan yang kedua untuk sholat yang belum bisa kyusuk setelah selesai sholat istigfar dan mengucapkan permohonan maaf karena sholat belum bisa sempurna
2. Tanya: Doa apa yang baik untuk anak kita yang bandel ? Jawab: doa wajib kita akhir sholat „“Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.dan doa taubat doa Nabi Yunus Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin. Ditambahkan bacaan ayat terakhir surat Al - Baqarah
3. Tanya : Kenapa saat kita mendengarkan tausiah/kajian semakin tidak mengerti ? Jawab : semakin kita tidak tau akan materi yang disampaikan saat tausiah artinya semakin bagus untuk menambah pengetahuan dalam agama, karena tidak ada kata terlambat jika kita ingin mengikuti pengajian Tanya: bagaimana cara menyikapi apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan? Jawab: salah satu hal yang sulit dalam perintah Allah yaitu mengimani takdir Allah oleh karen itu sangat penting untuk tetap berkhusnudzon kepada Allah apapun tetap di selipkan kalimat syukur alhamdulillah
5..Penutup / do a

Peserta kegiatan siraman rohani mengikuti kegiatan dengan antusias dan tertib. Kegiatan serupa akan selalu diadakan selama bulan suci ramadhan. Tidak lupa pula selalu ada bazar murah yang menemani. Di bazar murah ini menyediakan kebutuhan rumah tangga dengan harga yang bersaing.

Penulis : Binti Srihariyani

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Wonodadi

24605-03-2026

SIRAMAN ROHANI DAN SANTUNAN ANAK YATIM DI BULAN RAMADHAN 1447 H / 2026 M


Unsur Pelaksana : UP Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar


Bidang : Sosial Budaya


Program Kerja : Kepedulian dan Kesetiakawanan Sosial


Kegiatan : Bhakti Sosial berupa Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim


Hari/Tanggal : Kamis, 5 Maret 2026


Waktu : 08.00 WIB – selesai


Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja (SAP) Kanigoro Kabupaten Blitar


Pelaksana (WHO):

Ketua UP DWP Kecamatan Kesamben Ny. Tuty Yuliana Amir Bharata beserta anggota UP DWP Kecamatan Kesamben.


Publik Penerima Manfaat:

Anak yatim serta masyarakat yang hadir dalam kegiatan siraman rohani Ramadhan.

Data anak yatim yang menerima santunan salah satunya adalah Samsul Arifin usia 10 tahun.


Latar Belakang:

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama. Oleh karena itu, kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim menjadi salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi wanita di Kabupaten Blitar untuk menumbuhkan nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat.


Pelaksanaan Kegiatan (Data + What – When – Where – Who – Publik):

Pada hari Kamis, 5 Maret 2026 bertempat di Pendopo Sasana Adi Praja (SAP) Kanigoro Kabupaten Blitar telah dilaksanakan kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi wanita di Kabupaten Blitar, termasuk UP DWP Kecamatan Kesamben.

Siraman rohani disampaikan oleh Bapak Drs. Agus Muadhim selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan yang memberikan tausiyah mengenai pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadhan, memperbanyak ibadah, serta menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Selain kegiatan siraman rohani, acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Santunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang menerima bantuan.


Tujuan Kegiatan:

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota Dharma Wanita Persatuan.

2. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

3. Mempererat silaturahmi antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.

4. Mengisi kegiatan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat secara spiritual dan sosial.


Hasil dan Dampak Kegiatan:

1. Meningkatnya pemahaman anggota mengenai nilai spiritual dan makna ibadah di bulan Ramadhan.

2. Terbangunnya kepedulian sosial kepada anak yatim sebagai bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian.

3. Terjalinnya hubungan yang harmonis antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.

4. Memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui kegiatan santunan anak yatim.


Makna dan Refleksi:

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama manusia. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan semakin aktif dalam kegiatan sosial dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.


Tindak Lanjut:

UP DWP Kecamatan Kesamben berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.


Penutup:

Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat nilai spiritual dan sosial di lingkungan Kabupaten Blitar.


Laporan ini disusun oleh:
Operator e-reporting UP DWP Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar



Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Kecamatan Kesamben
24705-03-2026

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro Blitar
Bidang : Sosial Budaya
Program kerja : Ketahanan Keluarga Kegiatan : Iman dan Takwa
1.Hari/Tanggal : Kamis, 05 Maret 2026
2.Pukul : 08.00 – selesai
3.Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro Blitar
4. Pakaian : Busana Muslim
5. Dihadiri oleh :
Bupati diwakili ketua kesra Bapak Alwi
* Bupati Blitar yang di wakili oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Wiji Asrori
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar Ibu Quronatun nafiah
* penceramah Bapak Kyai Agus Muadzin
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW

Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro Blitar dilaksankan dengan susunan acara sebagai berikut :
1. Santunan Anak Yatim
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Pembukaan
4. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ibu Ulaya Umi Laila
5. Sambutan bupati Blitar diwakili Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Wiji Asrori
6. Kajian / Tausiah
7. Pengumuman Doorprise
8. Doa
9. Penutup

Anggota Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Ibu Yekti Utami mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim, Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilangsukan selama bulan Ramadan. Tujuan diadakannya kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dalam rangka Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Blitar sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus mempererat silaturahmi antarorganisasi perempuan di Kabupaten Blitar.

Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00 WIB, acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta tanah air. Selanjutnya dilakukan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana acara.

Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Wiji Asrori. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan untuk minggu depan ada acara Siraman Ronahi pada tanggal 10 MAret 2026, dihadiri oleh anggota KORPI sekaligus pada saat keiatan tersebut ada giat tambahan yaitu Pasar Ramadhan /Berkah Ramadhan.

Acara inti yaitu Ceramah dari Bapak Kyai Drs Agus Muazim, M.Pd

Beliau menyampaikan beberapa topik pembahasan sebagai berikut : 1. Asal Mula Manusia dari Tanah dan Kembali Menjadi Tanah Dalam ajaran agama, manusia diyakini berasal dari tanah. Manusia diciptakan oleh Tuhan dari unsur tanah dan diberi kehidupan. Setelah menjalani kehidupan di dunia, manusia akan kembali kepada Tuhan dan jasadnya kembali menjadi tanah. Hal ini mengingatkan manusia agar selalu rendah hati, bersyukur, serta menjalani hidup dengan berbuat kebaikan.
2. Silaturahmi Saat Hari Raya Hari raya menjadi momen penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan melalui silaturahmi. Pada saat ini, orang saling berkunjung, bermaaf-maafan, dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Silaturahmi juga memperkuat rasa kebersamaan, kasih sayang, dan persatuan dalam masyarakat.
3. Menjaga Rahasia Menjaga rahasia merupakan sikap yang mencerminkan kepercayaan dan tanggung jawab. Ketika seseorang dipercayai untuk menyimpan suatu rahasia, ia harus menjaga amanah tersebut agar tidak disebarkan kepada orang lain tanpa izin. Sikap ini penting untuk menjaga hubungan baik, kepercayaan, serta menghormati privasi orang lain.
4. Mendengarkan Adzan Adzan adalah panggilan untuk melaksanakan salat bagi umat Islam. Ketika mendengar adzan, umat dianjurkan untuk menghentikan aktivitas sejenak, mendengarkan dengan khusyuk, dan menjawab lafaz adzan. Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap panggilan ibadah serta mengingatkan manusia untuk segera melaksanakan kewajibannya kepada Tuhan.

Dan beliau menyampaikan tentang 4 hal baik yang dilakukan oleh seorang istri 4 yaitu sebagai berikut :
1. Sholat Tertib Pada bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat dengan tertib dan tepat waktu, baik sholat wajib maupun sholat sunnah seperti tarawih. Dengan menjaga sholat, seseorang dapat meningkatkan kedekatan kepada Allah dan memperkuat keimanan.
2. Puasa Ramadhan Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Islam yang dilaksanakan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa juga melatih kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.
3. Taat kepada Suami Bagi seorang istri, menaati suami dalam hal yang baik merupakan salah satu bentuk ibadah. Pada bulan Ramadhan, sikap saling menghormati dan bekerja sama dalam keluarga sangat penting agar suasana rumah tangga menjadi harmonis dan penuh berkah
. 4. Menjaga Perilaku Selama bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk menjaga perilaku, seperti berkata baik, menghindari perbuatan buruk, serta memperbanyak amal kebaikan. Dengan menjaga sikap dan perbuatan, ibadah puasa menjadi lebih sempurna dan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sesi tanya jawab:
1. Ibu Umi farida Wonodadi Tanya: Kenapa saat sholat pikirannya tidak bisa fokus dan cara agar sholat bisa kyusu bagaimana ? Jawab: semua orang memang sulit untuk sholat secara fokus, akan tetapi sholat bisa kyusuk dengan cara membaca bacaan sholat dan hati menerjemahkan, bisa juga dengan cara berjamaah di masjid. Dan yang kedua untuk sholat yang belum bisa kyusuk setelah selesai sholat istigfar dan mengucapkan permohonan maaf karena sholat belum bisa sempurna
2. Tanya: Doa apa yang baik untuk anak kita yang bandel ? Jawab: doa wajib kita akhir sholat „“Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.dan doa taubat doa Nabi Yunus Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin. Ditambahkan bacaan ayat terakhir surat Al - Baqarah
3. Tanya : Kenapa saat kita mendengarkan tausiah/kajian semakin tidak mengerti ? Jawab : semakin kita tidak tau akan materi yang disampaikan saat tausiah artinya semakin bagus untuk menambah pengetahuan dalam agama, karena tidak ada kata terlambat jika kita ingin mengikuti pengajian Tanya: bagaimana cara menyikapi apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan? Jawab: salah satu hal yang sulit dalam perintah Allah yaitu mengimani takdir Allah oleh karen itu sangat penting untuk tetap berkhusnudzon kepada Allah apapun tetap di selipkan kalimat syukur alhamdulillah
Asyhadu alla ilaha illallah, astaghfirullah, as aluka ridlaka wal jannata wa a'udzu bika min sakhothika wan nar. Dibaca 3x (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampunan Allah. Tuhanku, aku memohon rida dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu)

Setelah itu, sering ditambahkan doa:
Allahumma innaka 'afuwwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia, Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah kami). Doa ini diamalkan sebagai dzikir sore menjelang maghrib untuk memaksimalkan ibadah saat waktu mustajab.

Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Andista Pangestika selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Ponggok

24805-03-2026

SIRAMAN ROHANI DAN SANTUNAN ANAK YATIM DI BULAN RAMADHAN 1447 H / 2026 M

Pada hari ini Kamis, 05 Marer 2026 Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupatean Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang bertempat di Pendopo SAP Kanigoro dengan pembicara Bapak Drs. Agus Muadhim pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan.

Siraman rohani di bulan Ramadhan bertujuan untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan umat Islam, sekaligus mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menjalankan ibadah puasa. tujuan utama dari kegiatan siraman rohani/tausiyah selama bulan Ramadhan:
1. Meningkatkan Kualitas Ibadah : Memberikan panduan dan wawasan agama agar ibadah, baik puasa maupun ibadah sunnah lainnya, dilaksanakan sesuai tuntunan dan mencapai kualitas yang lebih baik.
2. Pembinaan Mental dan Spiritual: Menjadi ajang refleksi, introspeksi diri, dan pembinaan mental spiritual untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
3. Penyucian Hati: Mempersiapkan hati yang bersih dalam menyambut dan mengisi bulan suci, agar lebih fokus dalam beribadah dan menjauhi maksiat.
4. Peningkatan Ilmu Agama: Menambah wawasan keislaman mengenai keutamaan Ramadhan, hukum-hukum puasa, dan amalan-amalan yang dianjurkan.
5. Mempererat Silaturahmi: Menjadi sarana untuk memperkuat hubungan persaudaraan (ukhuwah) di antara sesama umat Muslim, terutama di lingkungan kantor atau masyarakat.

Dengan adanya siraman rohani, diharapkan puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menjadi ajang pembelajaran (tarbiyah) untuk mencapai derajat takwa. Harapannya, nilai-nilai religius dapat senantiasa hidup dan menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama Ramadan, umat Muslim bertujuan untuk tumbuh secara spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah dan orang-orang yang mereka cintai . Mereka melakukan ini dengan menahan diri dari makan dan kesenangan lainnya seperti merokok, minum, dan hubungan seksual antara matahari terbit dan matahari terbenam setiap hari.

Ramadan adalah momen untuk menata ulang iman dan membersihkan diri dari dosa. Santunan anak yatim adalah sedekah mulia dalam Islam untuk membantu kebutuhan hidup (pangan, sandang, pendidikan) anak yang ditinggal ayahnya sebelum baligh. Amalan ini menjanjikan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga, pahala besar, dan menghapus kesulitan hidup.

Keutamaan nya yaitu Dekat dengan Rasulullah SAW: Orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan Nabi Muhammad SAW di surga. Menghilangkan Kesusahan: Membantu anak yatim akan menghilangkan kesusahan di dunia dan akhirat. Penghalang Neraka: Sedekah kepada anak yatim, sekecil apa pun, dapat menjadi pelindung dari siksa neraka.

Momen Spesial: Santunan sangat dianjurkan, khususnya pada bulan Muharram dan Ramadhan. Anak yatim yang berhak menerima adalah mereka yang fakir atau miskin. Anak yatim yang sudah kaya seharusnya bersedekah, bukan menerima. Usia santunan umumnya diberikan hingga anak tersebut baligh atau mencapai tingkat pendidikan SMA. Menyantuni anak yatim tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam membantu mereka. Setiap Ramadan, siraman rohani dan santunan anak yatim menjadi dua agenda utama yang "baik" dan identik karena keduanya merupakan kombinasi sempurna antara penyucian jiwa (spiritual) dan kepedulian sosial (sosial). Ramadan adalah waktu di mana pahala dilipatgandakan, sehingga amalan ini menjadi sangat istimewa.

Pembinaan Mental dan Spiritual: Siraman rohani atau ceramah (kultum) Ramadhan memberikan asupan rohani, pengingat akan keutamaan bulan suci, serta memotivasi diri untuk meningkatkan ketaqwaan.

Latihan Menahan Nafsu: Selain lapar dan haus, puasa mengajarkan menahan diri dari perilaku negatif (bergosip, berbohong, marah). Siraman rohani membantu meneguhkan disiplin diri tersebut. Mendekatkan Diri pada Allah: Ceramah Ramadhan sering membahas tentang makna puasa, Al-Qur'an, dan malam Lailatul Qadar, yang membantu umat fokus pada tujuan utama Ramadhan: meningkatkan ketaqwaan.

Islam sangat memuliakan anak yatim, terutama saat momen berbagi di bulan yang penuh berkah. Pahala Setara Berjihad/Dekat dengan Nabi: Menyantuni anak yatim memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan beliau di surga.

Menghapus Dosa & Menolak Bala: Sedekah kepada anak yatim diyakini dapat menutup 70 pintu kejahatan, membersihkan harta, dan menjauhkan dari musibah.

Wujud Empati dan Kasih Sayang: Ramadan mengajarkan rasa lapar agar timbul empati kepada kaum dhuafa. Santunan anak yatim adalah perwujudan nyata dari solidaritas sosial dan kasih sayang, terutama di momen bahagia berbuka puasa. Perpaduan keduanya menciptakan Ramadan yang bermakna.

Siraman rohani menenangkan batin (hablun minallah), sementara santunan anak yatim merajut persaudaraan (hablun minannas). Keduanya menyempurnakan ibadah puasa, menjadikan diri lebih baik secara individu sekaligus lebih peka secara sosial. Ramadan menjadi periode ketika pahala dilipatgandakan. Setiap amal kebaikan mendapatkan balasan yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Karena itu, sedekah yang dilakukan pada bulan ini memiliki keutamaan yang sangat tinggi.

Salah satu keutamaan utama sedekah di bulan Ramadan adalah ganjaran yang berlipat.Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Keutamaan ini menjadi alasan kuat bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal kebaikan Ramadhan. Demikian Laporan iini kami sampaikan atas perhatiannya disampaikan terima kasih dan semoga bermanfaat.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Srengat

24905-03-2026SIRAMAN ROHANI DAN SANTUNAN ANAK YATIM DALAM RANGKA RAMADHAN 1447 H / 2026 M Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar yang diwakili langsung oleh Ibu Yustin Widyatmoko selaku ketua, bersama lima orang anggota yaitu Ibu Ali Fauri, Ibu Widodo, Ibu Ali Setiawan, Ibu Nofik, dan Ibu Nanang, pada hari Kamis, 5 Maret 2026 mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dalam rangka Ramadhan 1447 H / 2026 M. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar dan bertempat di Pendopo Sasana Adi Praja, Jl. Kusuma Bangsa No. 80 Kanigoro. Acara menghadirkan penceramah Bapak Drs. Agus Muadhim, selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan. Kegiatan siraman rohani pada bulan Ramadhan ini bertujuan untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan umat Islam serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menjalankan ibadah puasa. Siraman rohani atau tausiyah selama bulan Ramadhan memiliki beberapa tujuan utama, antara lain meningkatkan kualitas ibadah, memberikan panduan dan wawasan keagamaan agar ibadah puasa maupun ibadah sunnah lainnya dapat dilaksanakan sesuai tuntunan, serta menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual. Kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi dan introspeksi diri guna meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, siraman rohani diharapkan dapat membantu menyucikan hati dalam menyambut bulan suci Ramadhan sehingga umat Muslim dapat lebih fokus dalam beribadah dan menjauhi perbuatan maksiat. Melalui kegiatan ini pula, peserta dapat menambah wawasan keislaman mengenai keutamaan Ramadhan, hukum-hukum puasa, serta berbagai amalan yang dianjurkan. Di samping itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara sesama umat Muslim, khususnya di lingkungan organisasi wanita dan masyarakat Kabupaten Blitar. Selain siraman rohani, kegiatan ini juga dirangkai dengan santunan kepada anak yatim. Santunan anak yatim merupakan salah satu bentuk sedekah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, sebagai wujud kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup anak-anak yang telah ditinggal ayahnya sebelum baligh, baik dalam hal pangan, sandang, maupun pendidikan. Amalan menyantuni anak yatim memiliki keutamaan yang besar, di antaranya mendekatkan seseorang dengan Rasulullah SAW di surga, menghapus kesulitan hidup, serta menjadi salah satu amalan yang dapat melindungi dari siksa neraka. Santunan ini juga menjadi momentum yang sangat dianjurkan terutama pada bulan-bulan istimewa seperti Muharram dan Ramadhan, dengan sasaran anak yatim yang termasuk dalam golongan fakir dan miskin. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 11.00 WIB ini dihadiri oleh lebih dari 1.100 peserta dari berbagai organisasi wanita yang ada di Kabupaten Blitar. Acara diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim yang disampaikan oleh Ketua Panitia Ibu Hj. Ninik Rijanto, didampingi oleh para kyai, asisten, serta Ketua GOW Kabupaten Blitar. Selanjutnya seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan wujud cinta tanah air. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Ulaya Umi Laila, yang merupakan juara dalam Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Jawa Timur. Setelah itu disampaikan sambutan Bupati Blitar yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bapak Wiji Asrori. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran para peserta yang berjumlah lebih dari 1.100 orang. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Blitar, Bapak Drs. Rijanto, tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dalam rangka pemantauan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pentingnya mensyukuri nikmat kesehatan sehingga seluruh peserta dapat hadir dan mengikuti kegiatan siraman rohani dengan baik. Beliau juga menginformasikan bahwa pada tanggal 10 Maret 2026 akan dilaksanakan kegiatan siraman rohani oleh KORPRI yang dirangkaikan dengan kegiatan Bazar UMKM. Memasuki acara inti, yaitu ceramah agama yang disampaikan oleh Drs. Agus Muadhim, M.Pd, Pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan. Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan bahwa manusia berasal dari tanah dan pada akhirnya akan kembali menjadi tanah. Sebelum manusia dilahirkan ke dunia, Allah SWT telah menetapkan beberapa perkara dalam kehidupannya, antara lain kelahiran dan kematian, rezeki, serta jodoh. Beliau menjelaskan bahwa kelahiran dan kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dipilih oleh manusia. Kelahiran merupakan tanda kasih sayang Allah yang memberikan kesempatan kepada manusia untuk hidup, beribadah, dan berbuat kebaikan di dunia. Sementara kematian adalah kepastian yang akan datang kepada setiap makhluk yang bernyawa. Oleh karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, manusia hendaknya memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal kebaikan, menjaga hubungan dengan sesama, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selanjutnya beliau juga menyampaikan mengenai rezeki, yang merupakan salah satu takdir yang telah diatur oleh Allah SWT bagi setiap manusia. Meskipun Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, manusia tetap diwajibkan untuk berusaha, bekerja, dan berdoa agar memperoleh rezeki dengan cara yang baik dan halal. Setiap orang memiliki jalan rezeki yang berbeda-beda, sehingga manusia diajarkan untuk tidak iri kepada orang lain, melainkan lebih banyak bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT. Dengan keyakinan tersebut, manusia akan menjalani kehidupan dengan lebih tenang karena percaya bahwa Allah memberikan rezeki terbaik pada waktu yang tepat. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa jodoh dan berbagai peristiwa dalam kehidupan merupakan bagian dari takdir Allah SWT yang mengandung hikmah. Oleh karena itu, manusia diajarkan untuk bersabar ketika diuji, bersyukur ketika mendapatkan nikmat, serta senantiasa berserah diri kepada Allah SWT. Dalam kesempatan tersebut beliau juga mengingatkan bahwa menjelang Hari Raya Idul Fitri, sebagai orang tua hendaknya mampu menjaga keharmonisan dalam keluarga. Jangan sampai anak yang berada jauh lebih diagungkan sementara anak yang dekat dianggap biasa saja, padahal seringkali anak yang dekatlah yang lebih tulus mendampingi orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dengan cara saling menyapa, saling menghargai, serta memanfaatkan momentum pertemuan keluarga atau reuni sebagai sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan tanpa membahas hal-hal yang dapat menyinggung perasaan anggota keluarga lainnya. Setelah penyampaian tausiyah, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan disampaikan oleh peserta, di antaranya dari Ibu Hindun dari Muslimat Sanankulon yang menanyakan tentang keutamaan puasa. Dalam jawabannya, beliau menyampaikan bahwa puasa memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah bagi kesehatan tubuh karena dapat membantu proses detoksifikasi. Pertanyaan kedua disampaikan oleh Ibu Lilik dari PKK Kecamatan Talun mengenai doa untuk menghadapi hubungan dengan mertua dan anak. Beliau menjawab bahwa salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah membaca Surah Al-Fatihah sebanyak 41 kali setelah shalat Subuh dengan tawasul kepada Nabi Muhammad SAW, Syekh Abdul Qodir Jaelani, dan Mbah Kyai Abdul Karim Marzuki, kemudian air yang telah disiapkan dapat diminum bersama oleh seluruh anggota keluarga. Pertanyaan ketiga disampaikan oleh Ibu Julaikah dari Kecamatan Kademangan mengenai wacana penggunaan zakat untuk program MBG. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bahwa secara fikih Islam hal tersebut tidak dibenarkan apabila zakat digunakan untuk kepentingan program tersebut. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada para penanya, serta membagikan doorprize kepada 20 peserta yang beruntung. Penutup Melalui kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antar organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Semoga kegiatan yang penuh makna ini dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Laporan dibuat oleh Yustin & Desi
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
25005-03-2026

Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar

Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan UP BPBD Kab. Blitar mengikuti kegiatan Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatimdi bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga, Iman dan Takwa
Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 05 Maret 2025
3. Pukul : 08.00 Selesai
4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Muslim
6. Dihadiri oleh :
* Bupati Blitar yang di wakili oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Wiji Asrori
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar Ibu Quronatun nafiah
* penceramah Bapak Kyai Agus Muadzin
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW
Susunan Acara:
1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat Sonata dari Tawangrejo Wonodadi yang merupakan binaan dari ibu Hj. Sumini selaku ibu Kepala Desa Tawagrejo mengsung tema habsi dan temporer dalam setiap irama musik yang dilantunkan
2. Santunan anak yatim
3. Menyanyikan lagu Indonesia raya yang di pandu oleh ibu Jamiasrini
4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah
5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ibu Ulaya Umi Laila
6. Sambutan bupati Blitar diwakili Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Bapak Wiji Asrori
Beliau menyampaikan pentingnya nikmat sehat sehingga kita semua dapat berkumpul dan mengikuti kegiatan siraman rohani ini. Dan tak lupa mengingatkan bahwasanya pada tanggal 10 Maret nanti akan di adakan kegiatan siraman Rohani oleh Korpri dan belaja Bazar UMKM.
7. Acara inti yaitu Ceramah dari Drs agus muadzin M.Pd pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan.
Beliau menyampaikan:
* Manuasia terbuat dari tanah Allah sebelum menjadi manusia Allah telah menetapkan 4 perkara bagi manusia yaitu Kelahiran dan kematian, Rezeki, Jodoh,Peristiwa yang terjadi dalam hidup manusia. Kelahiran dan kematian setiap manusia yang hidup di dunia ini telah ditetapkan takdirnya oleh Allah SWT, termasuk kelahiran dan kematian. Tidak ada seorang pun yang bisa memilih kapan ia dilahirkan dan kapan ia akan kembali kepada Allah. Semua telah tertulis dalam ketetapan-Nya sejak sebelum manusia diciptakan.
Kelahiran adalah tanda kasih sayang Allah yang memberi kesempatan kepada manusia untuk hidup, beribadah, dan berbuat kebaikan di dunia. Sedangkan kematian adalah kepastian yang pasti akan datang kepada setiap makhluk yang bernyawa.
Oleh karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, hendaknya kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Perbanyak amal kebaikan, jaga hubungan dengan sesama, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Karena pada akhirnya, setiap manusia akan kembali kepada-Nya dan mempertanggungjawabkan segala yang telah dilakukan selama hidup di dunia.
Rezeki merupakan salah satu takdir yang telah diatur oleh Allah SWT bagi setiap manusia. Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, namun manusia tetap diwajibkan untuk berusaha, bekerja, dan berdoa agar rezeki tersebut dapat diperoleh dengan cara yang baik dan halal.
Setiap orang memiliki jalan rezeki yang berbeda-beda. Ada yang dilapangkan, ada pula yang diuji dengan keterbatasan. Dari sinilah kita belajar untuk tidak iri kepada orang lain, tetapi lebih banyak bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah.
Dengan keyakinan bahwa rezeki telah diatur oleh Allah, hati kita akan menjadi lebih tenang. Kita akan terus berikhtiar dengan sungguh-sungguh, bersabar dalam prosesnya, dan selalu percaya bahwa Allah memberikan rezeki yang terbaik pada waktu yang tepat. Semoga kita semua diberi rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat.
Dalam kehidupan manusia, ada beberapa hal yang telah menjadi bagian dari takdir Allah SWT, di antaranya jodoh dan berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Jodoh adalah rahasia Allah yang telah ditentukan sejak lama, namun manusia tetap diperintahkan untuk berikhtiar, berdoa, dan memperbaiki diri agar dipertemukan dengan pasangan yang baik.
Begitu juga dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan, baik kebahagiaan maupun ujian. Semua itu terjadi atas izin Allah dan memiliki hikmah di baliknya. Terkadang kita tidak memahami mengapa sesuatu terjadi, tetapi dengan iman kita yakin bahwa setiap peristiwa adalah bagian dari rencana terbaik Allah.
Oleh karena itu, kita diajarkan untuk bersabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, dan selalu berserah diri kepada Allah. Dengan begitu, hati kita akan lebih tenang karena percaya bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini sudah berada dalam ketetapan dan kasih sayang-Nya.
Selanjutnya beliau menyampaikan pula sebantar lagi hari raya idul fitri untuk itu kita sebagai orang tua perlu untuk menjaga jangan sampai anak yang jauh di agung-agungkan sedangkan anak yang dekat di anggap biasa saja . padahal yang lebih dekat itu yang lebih tulus setiap hari kepada kita.
Pentingnya menjaga silahturahmi dengan menyapa terlebih dahulu meskipun kita tidak di anggap, mengadakan reuni keluarga tanpa membahas bahasan yang dapat menyinggung anggota keluarga lain, intinya reuni dimanfaatkan sebagai momentum mendekat kan diri kepada keluarga.
Kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim memiliki banyak manfaat, di antaranya menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui tausiyah atau nasihat keagamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial, mempererat tali silaturahmi, serta mengajarkan kita untuk berbagi dan membantu sesama, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur, empati, serta keberkahan bagi semua yang terlibat.
Sesi tanya jawab:
1. Ibu Umi farida Wonodadi
Tanya: Knpa watu sholat selalu pikiran kemana-mana tidak bisa kusyu pikiran selalu kemana-mana dan teringat pas pada waktu sholat?
Jawab: jangan sampai kita berani makan minum yang tidak halalan toyiban, sebelum sholat penting kita mengucap bismillah dengan mantap, ketiga jgn meninggalkan sholat berjamaah.
2. Tanya: doa untuk anak yang sulit di atur?
Jawab: doa wajib kita akhir sholat „“Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa.
Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.dan doa taubat doa Nabi Yunus Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.
3. Tanya: bagaimana cara menyikapi apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan?
Jawab: salah satu hal yang sulit dalam perintah Allah yaitu mengimani takdir Allah oleh karen itu sangat penting untuk tetap berkhusnudzon kepada Allah apapun tetap di selipkan kalimat syukur alhamdulillah
Sebelum penutup acara hari ini di akhiri dengan doa yang di pimpin oleh kyai dan ibu ibu penerima doorprize diharapkn langsung maju kedepan untuk pengambilan hadiah. Sebelum pulang ibu ibu tak lupa melarisi UMKM yang turut meramaikan dalam kegiatan pagi hari ini, berbagai produk UMKM amkanan basah snack kuker dan olahan frozen serta minuman kekinian memiliki daya tarik tersendiri bagi ibu-ibu yang mau membeli

Penulis: Ibu Devi Lya selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BPBD
25105-03-2026DWP Kabupaten Blitar > Kecamatan Garum • Oleh: Sekretariat • 05-03-2026 DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Garum Kabupaten Blitar telah mengikuti Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bulan Maret 2026 Bidang : Sosial Budaya Program : Ketahanan Keluarga, Iman dan Takwa Keterangan Program: 1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Garum Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal : Kamis,5 Maret 2026 3. Pukul : 08.00 Selesai 4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar 5. Pakaian : Muslim 6. Dihadiri oleh : * Ketua panitia Ninik Riyanto * Kh Agus Muadzin * Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW * Pengurus Baznas Kabupaten Blitar Susunan Acara: 1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat Soneta dari Desa Tawangrejo 2. Santunan anak yatim 3. Menyanyikan lagu Indonesia raya 4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah 5. Pembacaan Ayat Suci AL-Quran SIRAMAN ROHANI DAN SANTUNAN ANAK YATIM DI BULAN RAMADHAN 1447 H / 2026 M Pada hari ini Kamis, 05 Marer 2026 Dharma Wanita Kecamatan Garum kabupatean Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang bertempat di Pendopo SAP Kanigoro dengan pembicara Bapak Drs. Agus Muadhim pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Sutojayan. Siraman rohani di bulan Ramadhan bertujuan untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan umat Islam, sekaligus mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menjalankan ibadah puasa. tujuan utama dari kegiatan siraman rohani/tausiyah selama bulan Ramadhan: Meningkatkan Kualitas Ibadah: Memberikan panduan dan wawasan agama agar ibadah, baik puasa maupun ibadah sunnah lainnya, dilaksanakan sesuai tuntunan dan mencapai kualitas yang lebih baik. Pembinaan Mental dan Spiritual: Menjadi ajang refleksi, introspeksi diri, dan pembinaan mental spiritual untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Penyucian Hati: Mempersiapkan hati yang bersih dalam menyambut dan mengisi bulan suci, agar lebih fokus dalam beribadah dan menjauhi maksiat. Peningkatan Ilmu Agama: Menambah wawasan keislaman mengenai keutamaan Ramadhan, hukum-hukum puasa, dan amalan-amalan yang dianjurkan.. Mempererat Silaturahmi: Menjadi sarana untuk memperkuat hubungan persaudaraan (ukhuwah) di antara sesama umat Muslim, terutama di lingkungan kantor atau masyarakat. . Dengan adanya siraman rohani, diharapkan puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menjadi ajang pembelajaran (tarbiyah) untuk mencapai derajat takwa. Harapannya, nilai-nilai religius dapat senantiasa hidup dan menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.. Selama Ramadan, umat Muslim bertujuan untuk tumbuh secara spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah dan orang-orang yang mereka cintai . Mereka melakukan ini dengan menahan diri dari makan dan kesenangan lainnya seperti merokok, minum, dan hubungan seksual antara matahari terbit dan matahari terbenam setiap hari.Ramadan adalah momen untuk menata ulang iman dan membersihkan diri dari dosa. Santunan anak yatim adalah sedekah mulia dalam Islam untuk membantu kebutuhan hidup (pangan, sandang, pendidikan) anak yang ditinggal ayahnya sebelum baligh. Amalan ini menjanjikan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga, pahala besar, dan menghapus kesulitan hidup.Keutamaan nya yaitu Dekat dengan Rasulullah SAW: Orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan Nabi Muhammad SAW di surga. Menghilangkan Kesusahan: Membantu anak yatim akan menghilangkan kesusahan di dunia dan akhirat. Penghalang Neraka: Sedekah kepada anak yatim, sekecil apa pun, dapat menjadi pelindung dari siksa neraka. Momen Spesial: Santunan sangat dianjurkan, khususnya pada bulan Muharram dan Ramadhan. Anak yatim yang berhak menerima adalah mereka yang fakir atau miskin. Anak yatim yang sudah kaya seharusnya bersedekah, bukan menerima. Usia santunan umumnya diberikan hingga anak tersebut baligh atau mencapai tingkat pendidikan SMA. Menyantuni anak yatim tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam membantu mereka. Setiap Ramadan, siraman rohani dan santunan anak yatim menjadi dua agenda utama yang "baik" dan identik karena keduanya merupakan kombinasi sempurna antara penyucian jiwa (spiritual) dan kepedulian sosial (sosial). Ramadan adalah waktu di mana pahala dilipatgandakan, sehingga amalan ini menjadi sangat istimewa. Pembinaan Mental dan Spiritual: Siraman rohani atau ceramah (kultum) Ramadhan memberikan asupan rohani, pengingat akan keutamaan bulan suci, serta memotivasi diri untuk meningkatkan ketaqwaan. Latihan Menahan Nafsu: Selain lapar dan haus, puasa mengajarkan menahan diri dari perilaku negatif (bergosip, berbohong, marah). Siraman rohani membantu meneguhkan disiplin diri tersebut. Mendekatkan Diri pada Allah: Ceramah Ramadhan sering membahas tentang makna puasa, Al-Qur'an, dan malam Lailatul Qadar, yang membantu umat fokus pada tujuan utama Ramadhan: meningkatkan ketaqwaan. Islam sangat memuliakan anak yatim, terutama saat momen berbagi di bulan yang penuh berkah. Pahala Setara Berjihad/Dekat dengan Nabi: Menyantuni anak yatim memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan sedekat jari telunjuk dan jari tengah dengan beliau di surga. Menghapus Dosa & Menolak Bala: Sedekah kepada anak yatim diyakini dapat menutup 70 pintu kejahatan, membersihkan harta, dan menjauhkan dari musibah. Wujud Empati dan Kasih Sayang: Ramadan mengajarkan rasa lapar agar timbul empati kepada kaum dhuafa. Santunan anak yatim adalah perwujudan nyata dari solidaritas sosial dan kasih sayang, terutama di momen bahagia berbuka puasa. Perpaduan keduanya menciptakan Ramadan yang bermakna. Siraman rohani menenangkan batin (hablun minallah), sementara santunan anak yatim merajut persaudaraan (hablun minannas). Keduanya menyempurnakan ibadah puasa, menjadikan diri lebih baik secara individu sekaligus lebih peka secara sosial. Ramadan menjadi periode ketika pahala dilipatgandakan. Setiap amal kebaikan mendapatkan balasan yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Karena itu, sedekah yang dilakukan pada bulan ini memiliki keutamaan yang sangat tinggi. Salah satu keutamaan utama sedekah di bulan Ramadan adalah ganjaran yang berlipat.Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Keutamaan ini menjadi alasan kuat bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal kebaikan Ramadhan. Demikian Laporan iini kami sampaikan atas perhatiannya disampaikan terima kasih dan semoga bermanfaat (Oleh Siti Sundari)
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Garum
25226-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

UP Dharma Wanita Persatuan Kantor Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan :

Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H UP Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar telah mengikuti Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bulan Februari 2026

Bidang : Sosial Budaya

Program : Ketahanan Keluarga, Iman dan Takwa

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar

2. Hari/Tanggal : Kamis,26 Februari 2026

3. Pukul : 08.00 Selesai

4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar

5. Pakaian : busana Muslim

6. Dihadiri oleh :

* Bupati diwakili ketua kesra Bapak Alwi

* Ketua panitia Ninik Riyanto

* Ketua perwosi bu Arina Beki

* Ketua PC NU sekaligus penceramah Bapak Kyai Muqorobin

* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW

* Ketua Persit 511 Blitar

* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar

Susunan Acara:

1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat Syifaul Qolbi Syar'i RSUD Srengat

2. Santunan anak yatim

3. Menyanyikan lagu Indonesia raya

4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah

5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ibu Karima Najati

6. Sambutan ketua panitia Ibu Ninik Rijanto

Dalam sambutannya beliau mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan santunan, Beliau berdoa semoga menjadi amal terbaik di bulan Ramadhan dan semoga anak-anak yatim bisa menjadi anak sholeh sholihah.

Beliau juga berharap semoga acara ini dapat meningkatkan kepedulian sosial dan Semoga Kabupaten Blitar selalu berada di lindungan Alloh sehingga Kabupaten Blitar bisa Berjaya dan Berdaya.

7. Sambutan bupati Blitar diwakili Kaur Kesra Bapak Alwi Maulana

Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain yang lebih mendesak. Beliau berharap semoga dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.

8. Acara inti yaitu Ceramah dari Bapak Kyai Muqorobbin – dengan tema tetap menjadi manusia yg sehat dan waras

Beliau menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga bulan Ramadhan ini kita semua menyambut dg bahagia dan meraih ridho Allah dengan cara yg kita bisa.

* Seperti sebagai ibu menyiapkan makanan dan minuman sahur dan buka untuk keluarga. Jika hal ini dilakukan dengan hati ikhlas dan gembira maka akan memperoleh pahala yang besar.

* Contoh lain, jika ada disekitar kita yang mencari nafkah dengan berjualan maka sebisa mungkin untuk membeli walaupun dengan jumlah sedikit dengan diniatkan sedekah di bulan ramadhan.

* Sebisa mungkin jangan tinggalkan ibadah sholat tarawih walaupun hanya sebetar lalu duduk jika sudah tidak mampu, esensinya tetap menghadiri.

* Ibadah yg paling mudah dan besar pahalanya bahkan lebih besar dari sholat di Masjid Nabawi yaitu berkumpul dan bercanda dengan keluarga. Kegiatan ini mudah tetapi sangat jarang dilakukan di keluarga. Maka di bulan Ramadhan ini kita usahakan untuk membersamai keluarga baik secara kualitas juga secara kuantitas.

* Mencari nafkah untuk keluarga juga mempunyai pahala yang besar. Adakalanya kita karena bekerja tidak bisa melaksanakan ibadah berjamaah di masjid itu tidak apa-apa karena jika tujuan bekerja adalah untuk nafkah keluarga maka itu sama dengan pahala jihad.

Sesi tanya jawab:

1. Ibu Hindun dari Muslimat Sanankulon Tanya: Apa saja keutamaan puasa Jawab: salah satunya yaitu puasa akan menjadikan kita sehat. Ketika adam turun ke bumi kulit gosong. Untuk mengembalikan dan menjadikan kulit cerah kembali beliau menggunakan cara dengan puasa ayamul bidh. Puasa bisa sebagai detox tubuh.

2. Ibu Lilik dari Pkk Kecamatan Talun Tanya: doa utk menghadapi mertua dan anak Jawab: bacakan Al Fatihah setelah subuh 41x dengan tawasul kepada Nabi Muhammad, Syeh Abdul Qodir Jaelani, Mbah Kyai Abdul Karim Marzuki. Setelah itu air yang sudah didiakan tersebut dimasukkan sumber air minum agar bisa diminum seluruh keluarga

3. Ibu Julaikah dari kademangan Tanya: tentang wacana zakat yg digunakan MBG J: Secara fikih Islam hal itu tidak dibenarkan jika zakat diambil untuk program MBG.

Penyusun Laporan:

Ny. Dyah Andriani (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar)

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Binangun

25326-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita Dinas ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Blitar ibu Yulis Chongkriati Setiyana beserta Ny. Asih Nanda, Ny. Reni Indrawati, Ny Maris, Ny. Juli Sri Sukowati, Ny. Surya Handy Pratiwi dan Nn. Ria Wahyu Agustina menghadiri siraman rohani dan santunan anak yatim di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M yang diadakan oleh GOW (Gabungan organisasi wanita) diadakan di pendopo kabupaten blitar di Kanigoro pada Kamis, 26 Februari 2026
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar UP DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB – Selesai
4. Peserta : Anggota GOW Kabupaten Blitar
5. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Kanigoro Blitar
6. Acara : Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim
7. Pakaian : Busana Muslim.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Blitar, Ny. Yulis Chongkriati Setiyana bersama Ny. Asih Nanda, Ny. Reni Indrawati, Ny Maris, Ny. Juli Sri Sukowati, Ny. Surya Handy Pratiwi dan Nn. Ria Wahyu Agustina menghadiri Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan bertempat di Pendopo Kabupaten Blitar pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan.

Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita sekaligus meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah. Sejak pagi, para tamu undangan yang terdiri dari berbagai unsur organisasi wanita di Kabupaten Blitar telah memadati pendopo dengan mengenakan busana muslim yang anggun dan serasi.

Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita sekaligus meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah. Sejak pagi, para tamu undangan yang terdiri dari berbagai unsur organisasi wanita di Kabupaten Blitar telah memadati pendopo dengan mengenakan busana muslim yang anggun dan serasi.

Siraman rohani disampaikan oleh Bpk K.H Mukhorobbin, Ketua PCNU Kabupaten Blitar * 08.00 - 09.00 : Hiburan/Sholawat oleh tim Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat
* Acara Inti :
1. 09.00 WIB : Santunan anak yatim piatu
2. 09.10 WIB : Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. 09.14 WIB : Pembukaan dengan bacaan Ummul Quran
4. 09.15 WIB : Pembacaan Ayat Suci Al-quran
5. 09.20 WIB : Sambutan ketua Panitia, Hj. Ninik Rijanto
6. 09.30 WIB : Sambutan Bupati Blitar (yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Bapak. Alwi
7. 09.40 WIB : Sholawat oleh Grup Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat
8. 09.50 WIB : Pembacaan pemenang door prize
9. 09.52 WIB : Penyampaian Materi Siraman Rohani oleh KH. Mukhorobbin
10. 10.46 WIB : Penutup
11. 10.48 WIB : Pembacaan doa
12. 10.50 WIB : Tanya Jawab
13. 11.00 WIB : Pembagian door prize kepada peserta yang beruntung.

Rangkaian acara diawali dengan hiburan religi dari Tim Hadrah Sifaul Qalbi RSUD Srengat yang membawakan lantunan shalawat dengan penuh semangat, menghadirkan nuansa religius yang menyejukkan hati.
Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan rasa cinta tanah air.

Suasana semakin khidmat saat pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Ibu Karima Najati menggema di seluruh ruangan, mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna Ramadhan sebagai bulan penuh ampunan dan rahmat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ibu Ninik Rijanto selaku Ibu Bupati Blitar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana memperkuat peran perempuan dalam membangun karakter keluarga yang religius dan berakhlak mulia.

Memasuki sesi berikutnya, panitia membacakan nama-nama penerima hadiah doorprize yang disambut antusias oleh para peserta. Acara inti berupa tausiah disampaikan oleh KH. Mukhorobin selaku Ketua PCNU Kabupaten Blitar. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperbanyak amal kebaikan, termasuk menyantuni anak yatim.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan penuh khusyuk, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan hadiah door prize yang menambah keceriaan suasana.

Melalui kegiatan ini, Ibu Yulis chongkriati setiyana beserta jajaran Dharma Wanita Dinas ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Blitar berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh, menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Blitar.

Laporan di edit dan disunting oleh Ria Wahyu Agustina selaku operator e-reporting DWP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
25426-02-2026

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro Blitar
Bidang : Sosial Budaya
Program kerja : Ketahanan Keluarga Kegiatan : Iman dan Takwa
1.Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
2.Pukul : 08.00 – selesai
3.Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro Blitar
4. Pakaian : Busana Muslim
5. Dihadiri oleh :
Bupati diwakili ketua kesra Bapak Alwi
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Ketua perwosi bu Arina Beki
* Ketua PC NU sekaligus penceramah Bapak Kyai Muqorobin
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW
* Ketua Persit 511 Blitar
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar

Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro Blitar dilaksankan dengan susunan acara sebagai berikut :
1. Santunan Anak Yatim
2. Pembukaan
3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
4. Pembukaan
5. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran
6. Sambutan
7. Penampilan Hadroh
8. Pengumuman Doorprise
9. Kajian / Tausiah
10. Penutup

Ketua Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Ibu Ibu Hermin Indrianingsih mengikuti kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim, Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilangsukan selama bulan Ramadan. Tujuan diadakannya kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dalam rangka Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M diselenggarakan oleh GOW Kabupaten Blitar sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus mempererat silaturahmi antarorganisasi perempuan di Kabupaten Blitar.

Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00 WIB, acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta tanah air. Selanjutnya dilakukan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana acara.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, Ibu Ninik Rijanto selaku Ketua TP PKK Kabupaten Blitar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kebersamaan, kepedulian sosial, serta peran perempuan dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dan ucapatan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan santunan, Beliau berdoa semoga menjadi amal terbaik di bulan Ramadhan dan semoga anak-anak yatim bisa menjadi anak sholeh sholihah. Beliau juga berharap semoga acara ini dapat meningkatkan kepedulian sosial dan Semoga Kabupaten Blitar selalu berada di lindungan Alloh sehingga Kabupaten Blitar bisa Berjaya dan Berdaya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Bupati Blitar yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain yang lebih mendesak, Beliau berharap semoga dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.

Acara dilanjutkan dengan penampilan sholawat/hadroh oleh tim RSUD Srengat dengan membawakan lagu As Syifa, yang semakin menyemarakkan suasana religius dan menambah semangat para peserta. Setelah itu Panitia mengumumkan 20 pemenang doorprise. Hadiah diberikan setelah seluruh rangkaian acara siraman rohani selesai sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang hadir.

Acara inti yaitu Ceramah dari Bapak Kyai Muqorobbin

Beliau menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga bulan Ramadhan ini kita semua menyambut dg bahagia dan meraih ridho Allah dengan cara yg kita bisa. * Seperti sebagai ibu menyiapkan makanan dan minuman sahur dan buka untuk keluarga. Jika hal ini dilakukan dengan hati ikhlas dan gembira maka akan memperoleh pahala yang besar. * Contoh lain, jika ada disekitar kita yang mencari nafkah dengan berjualan maka sebisa mungkin untuk membeli walaupun dengan jumlah sedikit dengan diniatkan sedekah di bulan ramadhan. * Sebisa mungkin jangan tinggalkan ibadah sholat tarawih walaupun hanya sebetar lalu duduk jika sudah tidak mampu, esensinya tetap menghadiri. * Ibadah yg paling mudah dan besar pahalanya bahkan lebih besar dari sholat di Masjid Nabawi yaitu berkumpul dan bercanda dengan keluarga. Kegiatan ini mudah tetapi sangat jarang dilakukan di keluarga. Maka di bulan Ramadhan ini kita usahakan untuk membersamai keluarga baik secara kualitas juga secara kuantitas. * Mencari nafkah untuk keluarga juga mempunyai pahala yang besar. Adakalanya kita karena bekerja tidak bisa melaksanakan ibadah berjamaah di masjid itu tidak apa-apa karena jika tujuan bekerja adalah untuk nafkah keluarga maka itu sama dengan pahala jihad. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan beberapa pokok materi, antara lain:
• Makna dan keutamaan puasa di bulan Ramadhan.
• Pentingnya membangun kehangatan dan keharmonisan dalam rumah tangga.
• Menumbuhkan sikap pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.
Kajian berlangsung dengan penuh perhatian dan antusias dari para peserta.

Sesi tanya jawab:
1. Ibu Hindun dari Muslimat Sanankulon
Tanya: Apa saja keutamaan puasa Jawab: salah satunya yaitu puasa akan menjadikan kita sehat. Ketika adam turun ke bumi kulit gosong. Untuk mengembalikan dan menjadikan kulit cerah kembali beliau menggunakan cara dengan puasa ayamul bidh. Puasa bisa sebagai detox tubuh. 2. Ibu Lilik dari Pkk Kecamatan Talun
Tanya: doa utk menghadapi mertua dan anak Jawab: bacakan Al Fatihah setelah subuh 41x dengan tawasul kepada Nabi Muhammad, Syeh Abdul Qodir Jaelani, Mbah Kyai Abdul Karim Marzuki. Setelah itu air yang sudah didiakan tersebut dimasukkan sumber air minum agar bisa diminum seluruh keluarga 3. Ibu Julaikah dari kademangan
Tanya: tentang wacana zakat yg digunakan MBG J: Secara fikih Islam hal itu tidak dibenarkan jika zakat diambil untuk program MBG.

Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Andista Pangestika selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Ponggok

25505-02-2026

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar

Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Rutinan Kamis Pon Muslimat NU Kecamatan Ponggok
Bidang : Sosial Budaya
Program kerja : Ketahanan Keluarga Kegiatan : Iman dan Takwa
1. Hari/Tanggal : Kamis, 05 Februari 2026
2. Pukul : 08.00 – selesai
3. Tempat : Dusun Jagoan Desa Ponggok
4. Pakaian : Busana Muslim
5. Tema : Merawat Tradisi, Mengubah Pendirian dan Meneduhkan Pikiran
6. Pemateri/Tamu : Ibu Ariana Beky
7. Peserta : Jamaah Pengajian Rutinan Kamis Pon

kegiatan Rutinan Kamis Pon Muslimat NU Kecamatan Ponggok di Dusun Jagoan Desa Ponggok dilaksankan dengan susunan acara sebagai berikut :
1.Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al- Quran
3. Sambutan Camat Ponggok
4. Mauidhoh hasanah
5. Doa
6. Penutup

Anggota Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Ibu Ibu Yekti Utami Agus mengikuti kegiatan Rutinan Kamis Pon Muslimat NU, Kegiatan ini merupakan kegiatan bulanan yang dilaksanakan sebulan sekali di tiap Desa diwilayah Kecamatan Ponggok. Tujuan diadakannya kegiatan ini tidak lain untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan, Memperdalam Pemahaman Agama serta mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim. Adapun kegiatan ini diikuti oleh anggota Forkopimcam Ponggok, Kepala KUA Ponggok, Kepala UPT Puskesmas, Koordinator Kantor Pengawas dan Penilik Ponggok, Kepala Desa se-Kecamatan Ponggok dan Ketua TP PKK Desa, dan Para Anggota Muslimat NU se Kecamatan Ponggok. Perwakilan panitia menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh jamaah serta Ibu Ariana Beky yang berkenan hadir dalam kegiatan tersebut. Disampaikan pula harapan agar pengajian ini dapat mempererat silaturahmi dan menambah wawasan keagamaan

Kegiatan berlangsung pada pukul 09.30 WIB diawali dengan pembukaan oleh MC kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu Bapak Yudho Ismaryanto, S.STP, MM selaku Camat Ponggok menyampaikan sambutan, pada kesempatan tersebut beliau menghimbau kepada tamu undangan yang masih berantusias untuk datang saat pengajian rutinan ini. Tak hanya itu, beliau juga berpesan agar Bapak / Ibu hadirin selalu mengingatkan kepada anak-anaknya untuk tidak bermain petasan, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Harapan beliau di kegiatan ini semoga semua peserta pengajian rutinan Kamis Pon selalu mendapat berkah yang berlimpah, diberikan kesehatan dan umur Panjang sehingga mampu bertemu lagi pada pertemuan bulan depannya.

Dalam tema “Merawat Tradisi, Mengubah Pendirian dan Meneduhkan Pikiran”, disampaikan beberapa poin penting:
• Pentingnya menjaga dan merawat tradisi keagamaan sebagai warisan yang mengandung nilai-nilai kebaikan.
• Perlunya keterbukaan dalam mengubah pendirian apabila ditemukan pemahaman yang lebih baik dan sesuai dengan ajaran agama.
• Upaya meneduhkan pikiran melalui dzikir, doa, serta memperbanyak introspeksi diri.
• Mengedepankan sikap bijak, sabar, dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Beberapa jamaah menyampaikan pertanyaan seputar cara menjaga tradisi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman serta bagaimana mengelola perbedaan pendapat di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Acara berakhir dengan ramah tamah antar jamaah.

Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Andista Pangestika selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Ponggok

25606-02-2026

Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan Jum’at Sehat dengan melakukan senam pagi anggota DWP DKPP bersama seluruh karyawan karyawati Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar di halaman kantor DKPP
Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga .

Kegiatan : Olahraga.

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jum’at/06 Februari 2026
3. Pukul : 07.00 – Selesai WIB
4. Tempat : Halaman Kantor DKPP Kabupaten Blitar
5. Acara : Jum’at Sehat – Senam Pagi.

Tujuan Senam pagi :

Senam pagi memiliki berbagai tujuan yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Berikut beberapa di antaranya: :
1. Meningkatkan Kekuatan Otot dan Tulang: Gerakan senam membantu melatih dan memperkuat otot serta tulang, menjaga postur tubuh, dan mencegah cedera. :
2. Meningkatkan Fungsi Jantung: Aktivitas senam yang dilakukan secara kontinu dapat meningkatkan kinerja jantung dan sirkulasi darah, sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. :
3. Meningkatkan Energi dan Konsentrasi: Melakukan senam pagi dapat meningkatkan energi untuk menjalani aktivitas sepanjang hari dan membantu meningkatkan konsentrasi serta fokus dalam pekerjaan atau belajar. :
4. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Mood: Aktivitas fisik pagi dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan mood secara keseluruhan. :
5. Meningkatkan Sirkulasi Darah: Gerakan senam membantu melancarkan peredaran darah, memastikan tubuh mendapatkan asupan oksigen yang cukup, dan membuat tubuh terasa lebih segar. :
6. Meningkatkan Kebugaran Fisik: Senam pagi dapat memelihara kebugaran fisik, membuat tubuh lebih energik, dan siap menjalani rutinitas harian. :
7. Meningkatkan Kualitas Tidur: Olahraga teratur, termasuk senam pagi, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, membuat Anda tidur lebih nyenyak dan bangun dengan perasaan lebih segar. :

Dengan rutin melakukan senam pagi, Anda dapat mencapai berbagai tujuan di atas, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Senam pagi memiliki banyak manfaat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik dari segi kesehatan fisik maupun produktivitas kerja. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Meningkatkan Kesehatan dan Kebugaran
Membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga ASN tidak mudah sakit. Meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke otak, yang dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi. Mengurangi risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. 2. Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja
Membantu mengurangi rasa lelah dan kantuk di tempat kerja. Memicu pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan mood dan motivasi. Meningkatkan energi untuk bekerja lebih efisien sepanjang hari. 3. Membangun Kebersamaan dan Kekompakan
Meningkatkan kerja sama dan komunikasi antarpegawai. Membangun semangat tim yang lebih baik, terutama dalam lingkungan kerja yang kolaboratif. 4. Mengurangi Stres dan Tekanan Kerja
Senam pagi membantu meredakan ketegangan dan stres akibat beban kerja. Membantu ASN lebih rileks dan berpikir jernih dalam menghadapi tantangan pekerjaan. 5. Meningkatkan Disiplin dan Kebiasaan Hidup Sehat
Menanamkan kebiasaan untuk hidup sehat dan aktif. Meningkatkan kedisiplinan dalam menjaga pola hidup yang seimbang.

Senam pagi yang dilakukan secara rutin dapat menjadi investasi bagi kesehatan dan kinerja ASN dalam jangka panjang.

Penulis : Ria Wahyu Agustina


Program: Olah Raga
Pelaksana: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
25728-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1447 H Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi dan Pamong Praja Kabupaten Blitar telah mengikuti Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim bulan Februari 2026

Bidang : Sosial Budaya

Program : Ketahanan Keluarga, Iman dan Takwa

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Sabtu,28 Februari 2026
3. Pukul : 08.00  Selesai
4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Jl. Kusuma Bangsa nomor 80 Kanigoro Kabupaten Blitar
5. Pakaian : Muslim
6. Dihadiri oleh :
* Bupati diwakili ketua kesra Bapak Alwi
* Ketua panitia Ninik Riyanto
* Ketua perwosi bu Arina Beki
* Ketua PC NU sekaligus penceramah Bapak Kyai Muqorobin
* Perwakilan seluruh OPD dan organisasi GOW
* Ketua Persit 511 Blitar
* Pengurus Baznas Kabupaten Blitar

Susunan Acara:

1. Acara diawali dengan lantunan sholawat dari Grup sholawat Syifaul Qolbi Syar'i RSUD Srengat

2. Santunan anak yatim

3. Menyanyikan lagu Indonesia raya

4. Pembukaan dengan membaca Al Fatihah

5. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ibu Karima Najati

6. Sambutan ketua panitia Ibu Ninik Rijanto

Dalam sambutannya beliau mengucapkan terimakasih kepada swmua pihak yang telah memberikan dukungan dan santunan, Beliau berdoa semoga menjadi amal terbaik di bulan Ramadhan dan semoga anak-anak yatim bisa menjadi anak sholeh sholihah.

Beliau juga berharap semoga acara ini dapat meningkatkan kepedulian sosial dan Semoga Kabupaten Blitar selalu berada di lindungan Alloh sehingga Kabupaten Blitar bisa Berjaya dan Berdaya.

7. Sambutan bupati Blitar diwakili Kaur Kesra Bapak Alwi Maulana

Beliau menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Bupati, beliau tidak bisa hadir pada acara Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dikarenakan ada agenda lain yang lebih mendesak. Beliau berharap semoga dapat tambahan ilmu yg bisa diterapkan dalam keluarga karena Ibu sebagai tiang keluarga sehingga diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadikan keluarga sehat dan kuat baik fisik maupun mental. Beliau juga meminta doa dan dukungan agar Bupati dan Wakil Bupati bisa menjalankan kewajibannya dan memimpin blitar dengan baik.

8. Acara inti yaitu Ceramah dari Bapak Kyai Muqorobbin

Beliau menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga bulan Ramadhan ini kita semua menyambut dg bahagia dan meraih ridho Allah dengan cara yg kita bisa.

* Seperti sebagai ibu menyiapkan makanan dan minuman sahur dan buka untuk keluarga. Jika hal ini dilakukan dengan hati ikhlas dan gembira maka akan memperoleh pahala yang besar.
* Contoh lain, jika ada disekitar kita yang mencari nafkah dengan berjualan maka sebisa mungkin untuk membeli walaupun dengan jumlah sedikit dengan diniatkan sedekah di bulan ramadhan.
* Sebisa mungkin jangan tinggalkan ibadah sholat tarawih walaupun hanya sebetar lalu duduk jika sudah tidak mampu, esensinya tetap menghadiri.
* Ibadah yg paling mudah dan besar pahalanya bahkan lebih besar dari sholat di Masjid Nabawi yaitu berkumpul dan bercanda dengan keluarga. Kegiatan ini mudah tetapi sangat jarang dilakukan di keluarga. Maka di bulan Ramadhan ini kita usahakan untuk membersamai keluarga baik secara kualitas juga secara kuantitas.
* Mencari nafkah untuk keluarga juga mempunyai pahala yang besar. Adakalanya kita karena bekerja tidak bisa melaksanakan ibadah berjamaah di masjid itu tidak apa-apa karena jika tujuan bekerja adalah untuk nafkah keluarga maka itu sama dengan pahala jihad.

Sesi tanya jawab:

1. Ibu Hindun dari Muslimat Sanankulon
Tanya: Apa saja keutamaan puasa
Jawab: salah satunya yaitu puasa akan menjadikan kita sehat. Ketika adam turun ke bumi kulit gosong. Untuk mengembalikan dan menjadikan kulit cerah kembali beliau menggunakan cara dengan puasa ayamul bidh. Puasa bisa sebagai detox tubuh.

2. Ibu Lilik dari Pkk Kecamatan Talun
Tanya: doa utk menghadapi mertua dan anak
Jawab: bacakan Al Fatihah setelah subuh 41x dengan tawasul kepada Nabi Muhammad, Syeh Abdul Qodir Jaelani, Mbah Kyai Abdul Karim Marzuki. Setelah itu air yang sudah didiakan tersebut dimasukkan sumber air minum agar bisa diminum seluruh keluarga

3. Ibu Julaikah dari kademangan
Tanya: tentang wacana zakat yg digunakan MBG
J: Secara fikih Islam hal itu tidak dibenarkan jika zakat diambil untuk program MBG.

Penyusun Laporan:

Ny. Refia Yanindra (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar)
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

25828-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Satuan Poliai Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar telah melaksanakan kegiatan kunjungan anggota yang melahirkan dan takziah

Bidang : Sosial Budaya

Program : Kepedulian dan Kesetiakawanan

Keterangan Program:

1. Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Sabtu,28 Februari 2026
3. Pukul : 10.00  Selesai
4. Tempat : kumpul di kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar di jalan Semeru nomor 40 Blitar
5. Petugas :
* Ibu Yulia Repelitha
* Ibu Nur Nursetyo
* Ibu Nanik Hangga
* Ibu Mei Tedi
* Ibu Refia Yanindra

Deskripsi Program:

Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar melakukan beberapa kegiatan kunjungan.

Yang pertama berkunjung ke rumah Bapak Agung anggota Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar yang telah dikaruniai seorang putri ke dua. Dalam kunjungan ini kami sebagai perwakilan Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar ikut serta dalam kebahagiaan tersebut sehingga fungsi tujuan dan kehadiran Organisasi Dharma Wanita Persatuan akan dirasakan oleh setiap anggota Dharma Wanita Persatuan.

Setelah itu kami melanjutkan kegiatan dengan takziah ke rumah almarhum Bapak Gatot anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang telah meninggal dikarenakan sakit.

Dalam takziah ini kami selaku perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar berkunjung dalam rangka memberikan support baik moral maupun material bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menambah dan mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar. Sehingga tujuan dan manfaat organisasi ini dapat dirasakan keberadaannya oleh setiap anggota Dharma Wanita.

Penyusun Laporan:

Ny. Refia Yanindra (Operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar)
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

25928-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : Berbagi Ta’jil

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jum’at, 27 Februari 2026
3. Pukul : 16.30 – Selesai
4. Tempat : UPT SMPN 1 Wonotirto
5. Pakaian : Busana Muslim

Pada hari Jum’at, 27 Februari 2026, suasana sore di lingkungan UPT SMPN 1 Wonotirto, Kabupaten Blitar, tampak penuh semangat dan kebersamaan. Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan 1447 H, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan UPT SMPN 1 Wonotirto Kabupaten Blitar, Ibu Hariyono, bersama para anggota Dharma Wanita dan anak-anak OSIS melaksanakan kegiatan berbagi ta’jil kepada masyarakat sekitar. Kegiatan ini dimulai pukul 16.30 WIB hingga selesai, dengan tujuan menebar kebaikan dan mempererat silaturahmi dengan warga.


Sejak pukul 15.30 WIB, para anggota Dharma Wanita Persatuan sudah berkumpul di sekolah untuk melakukan persiapan. Dengan penuh kekompakan, mereka menata dan mengemas berbagai jenis makanan serta minuman berbuka puasa ke dalam paket-paket yang telah disiapkan. Anak-anak OSIS pun turut membantu dengan penuh antusias, mulai dari menyusun paket, menyiapkan tempat pembagian, hingga mengatur teknis pelaksanaan agar kegiatan berjalan tertib dan lancar. Kehadiran Ibu Hariyono yang senantiasa mendampingi memberikan motivasi dan semangat tersendiri bagi seluruh peserta.


Tepat pukul 16.30 WIB, seluruh peserta bergerak menuju lokasi pembagian di sekitar lingkungan sekolah dan jalan yang ramai dilalui masyarakat. Dengan mengenakan atribut yang rapi dan sopan, anggota Dharma Wanita dan siswa OSIS membagikan paket ta’jil kepada para pengguna jalan, pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, serta warga yang melintas. Senyum ramah dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi pemandangan yang mengharukan dan menambah semangat bagi para peserta kegiatan.


Anak-anak OSIS terlihat sangat antusias dalam menjalankan tugasnya. Mereka belajar untuk bekerja sama, bertanggung jawab, serta menjaga ketertiban selama proses pembagian berlangsung. Kegiatan ini bukan hanya tentang membagikan makanan berbuka, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.


Masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan tersebut. Banyak warga yang merasa terbantu, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran rombongan dari UPT SMPN 1 Wonotirto Kabupaten Blitar di tengah-tengah masyarakat mencerminkan kepedulian dan kedekatan sekolah dengan lingkungan sekitar.


Kegiatan berbagi ta’jil ini berlangsung hingga seluruh paket yang disiapkan habis terbagi. Setelah selesai, seluruh peserta kembali ke sekolah dengan perasaan bahagia dan penuh rasa syukur. Ibu Hariyono menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota Dharma Wanita dan anak-anak OSIS atas kerja sama dan dedikasi yang telah ditunjukkan. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan Ramadhan sebagai bentuk komitmen dalam menebar manfaat dan kebaikan.


Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai keagamaan semakin tumbuh di lingkungan UPT SMPN 1 Wonotirto Kabupaten Blitar. Semoga keberkahan Ramadhan 1447 H senantiasa menyertai setiap langkah dan amal kebaikan yang telah dilakukan bersama.



Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Pendidikan
26027-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerja : Jumat Bersih

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani mengikuti kegiatan penanaman vegetasi sebagai penanda batas Blumbang Gede. Acara ini juga di hadiri oleh Bupati Blitar, Sekretaris Daerah, OPD terkait dan Forkopimcam Gandusari. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Blumbang Gede yang berada di Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 orang.

Keterangan :
1. Hari/Tanggal : Jumat, 27 Februari 2026.
2. Pukul : 07.00 WIB - Selesai.
3. Lokasi : Waduk Blumbang Gede Desa Soso .
4. Acara : Penanaman Vegetasi sebagai Penanda Batas Blumbang Gede.

Apa saja sih manfaat dan tujuan Penanaman Vegetasi sebagai Penanda Batas? Yaitu :
1. Menjaga Kelestarian Lingkungan Waduk : Penanaman vegetasi menjadi bagian dari upaya konservasi untuk melindungi kawasan sekitar waduk dari kerusakan.
2. Mencegah Alih Fungsi Lahan : Dengan adanya batas yang jelas, masyarakat tidak sembarangan menggunakan atau menggarap lahan di area sempadan waduk.
3. Menentukan Batas Kawasan Waduk : Vegetasi berfungsi sebagai penanda alami yang jelas untuk membedakan area waduk dengan lahan milik masyarakat atau area pertanian di sekitarnya.

Pelaksanaan Kegiatan Penanaman Vegetasi Sebagai Penanda Batas di Blumbang Gede.
Penanaman Vegetasi yang dipimpin oleh Bupati Blitar ini dilakukan sebagai upaya pelestarian lingkungan sekaligus penegasan batas kawasan Blumbang Gede agar tetap terjaga dan tertata dengan baik. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Blitar menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat identitas dan batas wilayah secara alami dan berkelanjutan.memberikan dampak nyata bagi lingkungan, pengambilan dokumentasi (foto atau video) mungkin dilakukan. Setelah kegiatan selesai pengambilan foto bersama.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
26126-02-2026

DWP Kabupaten Blitar > Dinas Penanaman Modal dan PTSP

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Blitar ibu Mida Bayu beserta ibu Dwi Yuhana , Mina Didik menghadiri siraman rohani dan santunan anak yatim di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M yang diadakan oleh GOW (Gabungan organisasi wanita) diadakan di pendopo kabupaten blitar di Kanigoro pada Kamis, 26 Februari 2026.

Bidang : Sosial dan Budaya

Keterangan Program

1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar

2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026

3. Pukul : 08.00 – Selesai

4. Tempat : Pendopo Kantor Bupati Kanigoro

5. Pakaian : Busana Muslim

Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar Ibu Mida Bayu beserta Ibu Dwi Yuhana dan Ibu Mina Didik , menghadiri kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan bertempat di Pendopo Kabupaten Blitar pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan.

Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita sekaligus meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah. Sejak pagi, para tamu undangan yang terdiri dari berbagai unsur organisasi wanita di Kabupaten Blitar telah memadati pendopo dengan mengenakan busana muslim yang anggun dan serasi.

Siraman rohani disampaikan oleh Bpk K.H Mukhorobbin, Ketua PCNU Kabupaten Blitar

08.00 - 09.00 :Hiburan/Sholawat oleh tim Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat

Acara Inti :

1. 09.00 WIB : Santunan anak yatim piatu.

2. 09.10 WIB : Menyanyikan lagu Indonesia Raya

3. 09.14 WIB : Pembukaan dengan bacaan Ummul Quran

4. 09.15 WIB : Pembacaan Ayat Suci Al-quran

5. 09.20 WIB : Sambutan ketua Panitia, Hj. Ninik Rijanto

6. 09.30 WIB : Sambutan Bupati Blitar (yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Bapak. Alwi

7. 09.40 WIB : Sholawat oleh Grup Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat

8. 09.50 WIB : Pembacaan pemenang door prize

9. 09.52 WIB : Penyampaian Materi Siraman Rohani oleh KH. Mukhorobbin

10. 10.46 WIB : Penutup

11. 10.48 WIB : Pembacaan doa

12. 10.50 WIB : Tanya Jawab

13. 11.00 WIB : Pembagian door prize kepada peserta yang beruntung

Rangkaian acara diawali dengan hiburan religi dari Tim Hadrah Sifaul Qalbi RSUD Srengat yang membawakan lantunan shalawat dengan penuh semangat, menghadirkan nuansa religius yang menyejukkan hati. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan rasa cinta tanah air.

Suasana semakin khidmat saat pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Ibu Karima Najati menggema di seluruh ruangan, mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna Ramadhan sebagai bulan penuh ampunan dan rahmat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ibu Ninik Rijanto selaku Ibu Bupati Blitar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana memperkuat peran perempuan dalam membangun karakter keluarga yang religius dan berakhlak mulia.Memasuki sesi berikutnya, panitia membacakan nama-nama penerima hadiah doorprize yang disambut antusias oleh para peserta.

Acara inti berupa tausiah disampaikan oleh KH. Mukhorobin selaku Ketua PCNU Kabupaten Blitar.Dalam pembukaan ceramah ini beliau mengajak memanjatkan rasa syukur karena sudah diberi kesehatan serta kesempatan berkumpul dalam tausiah ini. Ketika umat muslim masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan, hal itu merupakan nikmat yang luar biasa karena masih diberi kesempatn memanen pahala yang insyaAllah akan dijauhkan dari siksa api neraka. Menikmati semua proses ibadah di bulan ini mulai dari tarawih, tadarus, pengajian dengan rasa senang dan ihklas akan mendapat pahala berlipat ganda dibanding dengan bulan lainya.Saling menghargai dengan sesama melaksanakan ibadah dengan baik . Perilaku dalam rumahtangga adalah cerminan kita berperilaku di lingkungan. Selalu berbakti kepada orangtua dan memuliakannya. Selanjutnya diadakan sesi tanya jawab dengan hadirin . Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperbanyak amal kebaikan, termasuk menyantuni anak yatim.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan penuh khusyuk, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan hadiah door prize yang menambah keceriaan suasana.

Melalui kegiatan ini, Ibu Mida Bayu beserta jajaran Dharma Wanita Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh, menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Blitar.

Laporan di edit dan disunting oleh Ny. Beti Cholid selaku operator e-reporting DWP Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blitar


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Penanaman Modal dan PTSP
26226-02-2026

UNSUR PELAKSANA DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN BLITAR


Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar menghadiri kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim Piatu yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M.


Bidang : Sosial Budaya, Kegiatan Iman dan Taqwa


Keterangan :
1. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 – selesai
4. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja, Kantor Kabupaten Blitar Kanigoro
5. Acara : Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim dengan tema : “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan.”


Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur organisasi wanita dan tamu undangan, antara lain:
• Pengurus dan anggota GOW Kabupaten Blitar
• Perwakilan Pemerintah Kabupaten Blitar
• Ketua PCNU Kabupaten Blitar
• Ketua Baznas Kabupaten Blitar
• Organisasi wanita se-Kabupaten Blitar
• Pelaku UMKM binaan GOW
Dari UP DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dihadiri oleh :
1. Ibu Suharti Jumali (Ketua DWP Dispusip)
2. Ibu Verne Arman Setyawan (Sekretaris DWP Dispusip)
3. Ibu Dian Arie Candra (Anggota)
4. Ibu Rita Septian Yogha (Anggota)


Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan menjelang Bulan Suci Ramadhan.
2. Bentuk kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak yatim piatu.
3. Momentum mempererat silaturahmi dan sinergi antarorganisasi wanita.
4. Wujud dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi melalui partisipasi dalam bazar UMKM binaan GOW.


Ramadhan bukan hanya momentum ibadah individual, tetapi juga penguatan solidaritas sosial dan pengabdian kepada masyarakat.


Rangkaian Acara Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim :


Acara diawali dengan lantunan sholawat oleh Tim Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat yang menciptakan suasana religius dan penuh ketenangan. Selanjutnya dilaksanakan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan menjelang Ramadhan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan Ketua Panitia dan perwakilan Bupati Blitar.

Pada sesi inti, Siraman rohani disampaikan oleh KH. Mukhorobbin yang memberikan tausiyah penuh makna tentang makna syukur, kebahagiaan menyambut Ramadhan, serta pentingnya memperkuat kualitas ibadah dan hubungan sosial.

KH. Mukhorobbin menyampaikan tausiyah dengan tema “Suka Cita Menyambut Ramadhan.” Dalam ceramahnya disampaikan beberapa poin penting, antara lain:
• Bersyukur karena masih diberikan kesempatan bertemu Ramadhan.
• Memaksimalkan ibadah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.
• Meningkatkan kecerdasan emosional dan sosial selama Ramadhan.
• Menjaga komunikasi dan keharmonisan keluarga sebagai bagian dari ibadah.
• Memperbanyak istighfar serta mempererat silaturahmi.

Beliau juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah momentum perbaikan diri, baik secara spiritual maupun sosial. Puasa tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas keimanan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental apabila dijalankan dengan niat dan kesadaran penuh.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap materi yang disampaikan. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, serta keberkahan seluruh keluarga besar organisasi wanita Kabupaten Blitar.

Setelah kegiatan utama, Ketua dan anggota DWP UP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar turut mengunjungi bazar UMKM yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku usaha lokal. Berbagai produk makanan tradisional, jajanan kekinian, minuman, dan kerajinan tangan dipamerkan dengan tampilan menarik. Kehadiran DWP menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi lokal serta pemberdayaan perempuan melalui sektor UMKM.

Interaksi yang terjalin antara anggota DWP dengan pelaku UMKM mencerminkan semangat kolaborasi dan solidaritas. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga memperkuat jaringan sosial dan ekonomi antaranggota organisasi wanita di Kabupaten Blitar.


PENUTUP

>

Keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar dalam kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim Piatu ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung kegiatan sosial-keagamaan, mempererat sinergi antarorganisasi wanita, serta meningkatkan nilai kepedulian dan kebersamaan menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat syukur, solidaritas, dan pengabdian kepada masyarakat semakin tumbuh dan menjadi bagian dari budaya organisasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Blitar yang religius dan berdaya.


Laporan ini dibuat/disunting oleh Triana selaku operator eReporting Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
26326-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar

Ibu Ketua Dharma Wanita beserta anggota menghadiri Siraman Rohani di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro dalam rangka Bulan Suci Ramadhan.

Acara dihadiri oleh Ketua Panitia, Ibu Hj Ninik Rijanto, ketua Perwosi Arina Beky Herdiansyah, Bapak Bupati Blitar yg diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Ketua PCNU Kab. Blitar, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Baznas Kabupaten Blitar, seluruh pengurus GOW dan anggota GOW Kabupaten Blitar, UMKM Binaan GOW Kabupaten Blitar
* Siraman rohani disampaikan oleh Bpk K.H Mukhorobbin, Ketua PCNU Kabupaten Blitar
* 08.00 - 09.00 : Hiburan/Sholawat oleh tim Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat
* Acara Inti :
1. 09.00 WIB : Santunan anak yatim piatu.
2. 09.10 WIB : Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. 09.14 WIB : Pembukaan dengan bacaan Ummul Quran
4. 09.15 WIB : Pembacaan Ayat Suci Al-quran
5. 09.20 WIB : Sambutan ketua Panitia, Hj. Ninik Rijanto
6. 09.30 WIB : Sambutan Bupati Blitar (yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Bapak. Alwi
7. 09.40 WIB : Sholawat oleh Grup Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat
8. 09.50 WIB : Pembacaan pemenang door prize
9. 09.52 WIB : Penyampaian Materi Siraman Rohani oleh KH. Mukhorobbin
10. 10.46 WIB : Penutup
11. 10.48 WIB : Pembacaan doa
12. 10.50 WIB : Tanya Jawab
13. 11.00 WIB : Pembagian door prize kepada peserta yang beruntung

Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP) Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan oleh KH. Mukhorobin, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri.

Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah luar biasa yang tidak semua orang berkesempatan menjalaninya.

Dalam sambutannya, Ibu Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial. Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tak lupa ibu juga menyampaikan agar kegiatan ini di tutup dengan Doa.

Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mukhorobin dengan “Tema : Suka Cita Menyambut Ramadhan Ringkasan Materi : * Kita yang masih ditakdirkan bertemu Ramadhan harus bersuka cita, bersyukur, dan berbahagia menyambut bulan Ramadhan. "orang yg dengan suka cita menyambut Bulan Ramadhan maka orang tersebut diharamkan tersentuh api neraka".
* Di Bulan Ramadhan Allah bermurah hati menebarkan rahmat. Sebagai bentuk rasa syukur harus memaksimalkan ibadah, termasuk tarawih, meskipun dengan kondisi fisik yang terbatas.
* Selama bulan Ramadhan jangan melewatkan 3 kesempatan :
1) bertambah kecerdasan emosional dengan meningkatkan ibadah. Tidak hanya sholat, puasa, atau mengaji. Bersikap positif terhadap sesama manusia juga ibadah, termasuk komunikasi yang baik dengan anggota keluarga (anak-istri) juga termasuk ibadah dengan pahala yang besar dan mendapat ridho dari Allah
2) bertambah kecerdasan dalam urusan sosial. Jangan gampang meremehkan ibadah orang lain. Apapun bentuk ibadah orang lain harus saling menghargai.
3) Selalu terus bersyukur. Allah SWT tidak akan mengubah nikmat yang diberikan kepada makhluknya selama kita mensyukuri nikmat yang diberikan. Contohnya : sebagai mertua harus memberikan kemudahan kepada menantu untuk berbakti dan beribadah sebagai salah satu cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT

KH. Mukhorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa Salah satu manfaat puasa yang sering dibahas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam.

Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Secara khusus, doa juga ditujukan bagi para undangan yang hadir agar senantiasa diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Dalam kondisi darurat bencana, mereka sering kali harus bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan di tengah situasi yang penuh risiko. Dukungan doa dari keluarga dan organisasi menjadi kekuatan batin yang sangat berarti.

Kehadiran DWP UP Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar dalam kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai organisasi wanita lainnya. Interaksi yang terjalin selama acara mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat jaringan sosial dan membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan maupun aksi sosial.

Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bersyukur.

Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas antaranggota. Ada beberapa pertanyaan dalam sesi ramah tamah hari ini
1. Ibu Hindun : apa saja keutamaan dan manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan secara fisik dan secara mental? Jawab : Rasulullah bersabda "Suumu tasikhu" yang artinya berpuasalah, niscaya kamu akan merasa sehat. Di masa Nabi Adam puasa di tengah bulan setiap bulan sebagai pengganti skincare/detoksifikasi.
2. Ibu Wiwik Sriwidayati : doa apa untuk menghadapi mertua yang sulit dan menghadapi anak yang kaku? Jawab : setelah sholat shubuh Al fatihah 41x, dengan tujuan taqorruban illallah. tawasulnya Rasulullah, Syech Abdul Qodir Jaelani.
3. Binti Junaidah : pro dan kontra zakat fitrah yang ditujukan untuk mendukung MBG? Jawab : zakat lebih baik disampaikan lewat Amil Zakat karena saat ini sudah lebih sulit untuk menentukan kategori falir dan miskin. Disampaikan utk MBG tidak dibenarkan. Penerima harus masuk 8 asnaf.

Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan, Ibu Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar turut memeriahkan stand UMKM yang berada di Pendopo SAP. Kegiatan bazar yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku UMKM tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM telah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan. Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Kehadiran Ibu Ketua bersama anggota DWP UP Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar menambah semarak suasana bazar, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah di daerah.

Dengan penuh keceriaan, para ibu-ibu tampak berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan semangat serta apresiasi atas kreativitas dan kerja keras yang telah dilakukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah yang sumringah, canda tawa yang mengiringi setiap kunjungan, serta semangat untuk ikut serta memajukan produk lokal.

Penulis : Gandes Intan S

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Srengat

26426-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Kesehatan menghadiri serta mengikuti Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar
Bidang Sosial Budaya
Program Ketahanan Keluarga (Iman dan Takwa)

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/ Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026 (8 Ramadhan 1447 H)
3. Pukul : 09.00 – 11.00 WIB
4. Lokasi : Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro
5. Acara : Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim

* Acara dihadiri oleh Ketua Panitia, Ibu Hj Ninik Rijanto, ketua Perwosi Arina Beky Herdiansyah, Bapak Bupati Blitar yg diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Ketua PCNU Kab. Blitar, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Baznas Kabupaten Blitar, seluruh pengurus GOW dan anggota GOW Kabupaten Blitar, UMKM Binaan GOW Kabupaten Blitar

* Siraman rohani disampaikan oleh Bpk K.H Mukhorobbin, Ketua PCNU Kabupaten Blitar
* 08.00 - 09.00 : Hiburan/Sholawat oleh tim Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat

* Acara Inti :
1. Pembukaan :
- 09.00 santunan anak yatim piatu
- 09.10 menyanyikan lagu Indonesia Raya
- 09.14 Pembukaan dengan bacaan Ummul Quran
- 09.15 Pembacaan Ayat Suci Al-quran
- 09.20 Sambutan ketua Panitia, Hj. Ninik Rijanto
- 09.30 Sambutan Bupati Blitar (yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Bpk. Alwi Maulana
- 09.40 : Sholawat oleh Grup Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat
- 09.50 : pembacaan pemenang door prize

2. Mauidzotul Khasanah
- 09.52 Penyampaian Materi Siraman Rohani oleh KH. Mukhorobbin
Tema : Suka Cita Menyambut Ramadhan
Ringkasan Materi :
* Kita yang masih ditakdirkan bertemu Ramadhan harus bersuka cita, bersyukur, dan berbahagia menyambut bulan Ramadhan. "orang yg dengan suka cita menyambut Bulan Ramadhan maka orang tersebut diharamkan tersentuh api neraka".
* Di Bulan Ramadhan Allah bermurah hati menebarkan rahmat. Sebagai bentuk rasa syukur harus memaksimalkan ibadah, termasuk tarawih, meskipun dengan kondisi fisik yang terbatas.
* Selama bulan Ramadhan jangan melewatkan 3 kesempatan : 1) bertambah kecerdasan emosional dengan meningkatkan ibadah. Tidak hanya sholat, puasa, atau mengaji. Bersikap positif terhadap sesama manusia juga ibadah, termasuk komunikasi yang baik dengan anggota keluarga (anak-istri) juga termasuk ibadah dengan pahala yang besar dan mendapat ridho dari Allah 2) bertambah kecerdasan dalam urusan sosial. Jangan gampang meremehkan ibadah orang lain. Apapun bentuk ibadah orang lain harus saling menghargai. 3) Selalu terus bersyukur. Allah SWT tidak akan mengubah nikmat yang diberikan kepada makhluknya selama kita mensyukuri nikmat yang diberikan. Contohnya : sebagai mertua harus memberikan kemudahan kepada menantu untuk berbakti dan beribadah sebagai salah satu cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah

3. Penutup
- 10.46 Pembacaan doa
- 10.48 Tanya Jawab
1. Ibu Hindun : apa saja keutamaan dan manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan secara fisik dan secara mental?
Jawab : Rasulullah bersabda "Suumu tasikhu" yang artinya berpuasalah, niscaya kamu akan merasa sehat. Di masa Nabi Adam puasa di tengah bulan setiap bulan sebagai pengganti skincare/detoksifikasi

2. Ibu Wiwik Sriwidayati : doa apa untuk menghadapi mertua yang sulit dan menghadapi anak yang kaku?
Jawab : setelah sholat shubuh Al fatihah 41x, dengan tujuan taqorruban illallah. tawasulnya Rasulullah, Syech Abdul Qodir Jaelani

3. Binti Junaidah : pro dan kontra zakat fitrah yang ditujukan untuk mendukung MBG?
Jawab : zakat lebih baik disampaikan lewat Amil Zakat karena saat ini sudah lebih sulit untuk menentukan kategori falir dan miskin. Disampaikan utk MBG tidak dibenarkan. Penerima harus masuk 8 asnaf.

- 11.00 Pembagian door prize kepada peserta yang beruntung


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Kesehatan
26526-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar unit Bappedalitbang

Dharma Wanita Persatuan Bappedalitabang telah mengikuti kegiatan
Bidang : Sosial dan Budaya
Program : Ketahanan Keluarga

Keterangan Program
1. Iman dan Takwa
2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai WIB
4. Tempat : Pendopo SAP Kanigoro
5. Acara : Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
6. Peserta : Ketua dan Anggota DWP Bappedalitbang Kabupaten Blitar
7. Susunan acara pada pagi hari ini: - Hiburan tim Hadrah Sifaul qalbi dari RSUD Srengat - Pembukaan oleh MC
- Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya
- Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Ibu Karima Najati
- Sambutan dari Ibu Hj. Ninik Rijanto Ibu Ketua GOW
- Sambutan dari Bapak Bupati Blitar yang di wakili oleh Bapak Alwi Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra
- Pembacaan Penerima Hadiah Doorprize
- Tauziah dari KH. Mukhorobin selaku Ketua PC NU
- Doa Penutup
- Penyerahan hadiah doorprize

Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappedalitbang Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan oleh KH. Mukhorobin, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri.

Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah luar biasa yang tidak semua orang berkesempatan menjalaninya.

Dalam sambutannya, Ibu Hj. Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial. Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tak lupa ibu juga menyampaikan agar kegiatan ini di tutup dengan Doa.

Acara dilanjutkan dengan tausyiah dari Bapak KH. Mukhorobin menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan rohani yang melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama. Saat seseorang menahan lapar dan dahaga, ia belajar merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang beruntung. Dari situlah tumbuh kepedulian sosial yang menjadi salah satu esensi utama Ramadhan. Oleh sebab itu, beliau mengajak seluruh anggota organisasi wanita untuk tidak hanya fokus pada ibadah individual, tetapi juga memperkuat aksi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Bapak KH. Mukhorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa Salah satu manfaat puasa yang sering dibahas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam.

Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Secara khusus, doa juga ditujukan bagi para petugas BPBD Kabupaten Blitar agar senantiasa diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Dalam kondisi darurat bencana, mereka sering kali harus bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan di tengah situasi yang penuh risiko. Dukungan doa dari keluarga dan organisasi menjadi kekuatan batin yang sangat berarti.

Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas antaranggota.

Melalui keikutsertaan dalam siraman rohani ini, Ketua dan anggota DWP Bappedalitbang Kabupaten Blitar berharap nilai-nilai yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat mensyukuri momentum menjalankan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah, penguatan peran dalam keluarga, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam sesi akhir tauziah pagi ini beliau menyampaikan Ramadhan adalah anugerah yang tak ternilai. Kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat ini merupakan nikmat yang patut disyukuri dengan sepenuh hati. Dengan bimbingan tausiyah dari KH. Mukhorobin, diharapkan seluruh anggota semakin memahami bahwa syukur sejati adalah perubahan menuju kebaikan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik awal transformasi diri, memperkuat iman, memperluas kepedulian, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Selanjutnya di tutup dengan doa.

Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan, Ibu Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappedalitbang Kabupaten Blitar turut memeriahkan stand UMKM yang berada di Pendopo SAP. Kegiatan bazar yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku UMKM tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BAPPEDA LITBANG

26619-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN BPKAD KABUPATEN BLITAR Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat kebersamaan antar anggota dharma Wanita Persatuan BPKAD Kabupaten Blitar yang dipimpin oleh Ibu Indri Kurdiyanto sebagai ketua, melaksanakan kegiatan Berbagi di Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan ini merupakan wujud syukur sekaligus bentuk kepedulian kepada sesama di bulan suci Ramadhan. Bidang : Sosial dan Budaya Program : kepedulian dan kesetiakawanan Keterangan Program 1. Dharma Wanita Persatuan BPKD Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal : Selasa, 19 Februari 2026 3. Pukul : 08.00 – Selesai 4. Tempat : Ruang Rapat BPKAD Kab Blitar 5. Pakaian : Busana Batik DWP Ketua DWP BPKAD Kabupaten Bltar Ibu Indri Kurdiyanto beserta 20 anggota melaksanakan kegiatan berbagi sembako di Bulan Ramadhan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan suci Ramadhan dengan tujuan : 1. meningkatkan kepedulian sosial anggota 2. mempererat tali silaturahmi antar anggota dharma wanita persatuan BPKAD Kabupaten Blitar 3. menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadhan. Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita, dan dilanjut sambutan oleh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan BPKAD Kabupaten Blitar Ibu Indri Kurdiyanto. DalamsambutannyaIbu Indri Kudiyanto menyampaikan agar selalu menjaga kesucian bualnRamdhandengan selalau banyak berdoa, bersedekah dan bersabar. Setelah laporan masing masing bidang, dilanjut dengan acara inti yaitu bagibagi sembako bagi anggota Dharma Wanita BPKAD Kabupaten Blitar. Sembagi yang dibagikan adalah berupa Beras, minyak, gula dan makan ringan. Jad setiap bulan anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar menyisihkan gajisuaminnya untuk ditabung bersama, kemudian di bulan Ramadhan dibelikan sembako dan di bagi bersama. Hal ini dengan maksud untuk meringankan beban menjelang hari raya idul fitri yang biasanya harga harga melambung tinggi. Ibu bu merasa senang karena menambah kebutuhan dapur selama bulan Ramadhan. Selain sembako juga dirupakan uang.Biasanya yangdibagikan adalah uang baru, tapi mengingat tahun ini kesulitan untuk mendapatkan uang baru, maka dibagi uang seperti biasa. Acara dilanjut dengan membuat vidio ucapan hari raya idul fitri 1447 H. Kegiatan berbagi dibulan Ramadhan berjalan tertib dan lancar. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semuaserta meningkatkan kepedulian sosial anggota DWP BPKAD Kabupaten Bliar. Selamat menjalankanIbadah puasa di BulanSuci Ramadhan.
Program: Dana Sosial
Pelaksana: BPKAD
26723-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN BPKAD KABUPATEN BLITAR Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita BPKAD Kabupaten Bl ibu Indri Kurdianto beserta ibu Andi, Ibu Yohan Ibu Dedi, Ibu Agas dan Ibu Shunie menghadiri siraman rohani dan santunan anak yatim di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M yang diadakan oleh GOW (Gabungan organisasi wanita) diadakan di pendopo kabupaten blitar di Kanigoro pada Kamis, 26 Februari 2026. Bidang : Sosial dan Budaya Program : iman dan taqwa Keterangan Program 1. Dharma Wanita Persatuan BPKD Kabupaten Blitar 2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026 3. Pukul : 08.00 – Selesai 4. Tempat : Pendopo Kantor Bupati Kanigoro 5. Pakaian : Busana Muslim Ketua Dharma Wanita BPKAD Kabupaten Blitar IbuIndri Kurdiyanto dan Ibu Andi ,Ibu Shunie, Ibu Ags , Ibu Dedi menghadiri kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan bertempat di Pendopo Kabupaten Blitar pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita sekaligus meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah. Sejak pagi, para tamu undangan yang terdiri dari berbagai unsur organisasi wanita di Kabupaten Blitar telah memadati pendopo dengan mengenakan busana muslim yang anggun dan serasi. Rangkaian acara diawali dengan hiburan religi dari Tim Hadrah Sifaul Qalbi RSUD Srengat yang membawakan lantunan shalawat dengan penuh semangat, menghadirkan nuansa religius yang menyejukkan hati. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan rasa cinta tanah air. Suasana semakin khidmat saat pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Ibu Karima Najati menggema di seluruh ruangan, mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna Ramadhan sebagai bulan penuh ampunan dan rahmat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ibu Ninik Rijanto selaku Ibu Bupati Blitar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana memperkuat peran perempuan dalam membangun karakter keluarga yang religius dan berakhlak mulia. Memasuki sesi berikutnya, panitia membacakan nama-nama penerima hadiah doorprize yang disambut antusias oleh para peserta. Acara inti berupa tausiah disampaikan oleh KH. Mukhorobin selaku Ketua PCNU Kabupaten Blitar. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperbanyak amal kebaikan, termasuk menyantuni anak yatim. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan penuh khusyuk, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan hadiah doorprize yang menambah keceriaan suasana. Selanjutnya kegiatan ini akandiikuti anggota DWP BPKAD lainnya secara bergiliran selama bulan Ramadhan. Kegiatan Siraman Rohani akan dilaksanakan setiap minggu satu kali, dengan tema yang berbeda. Melalui kegiatan ini, Ibu Indri Kurdiyanto beserta jajaran Dharma BPKAD Kabupaten Blitar berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh, menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Blitar.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BPKAD
26826-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN KABUPATEN BLITAR


Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar ibu Margareth Nanang Adi beserta ibu Enik Yuyus, ibu Palupi Nurhidayat, ibu Titik Dayat, dan Ibu Ratna Rudi menghadiri siraman rohani dan santunan anak yatim di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M yang diadakan oleh GOW (Gabungan organisasi wanita) diadakan di pendopo kabupaten blitar di Kanigoro pada Kamis, 26 Februari 2026.


Bidang : Sosial dan Budaya

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Pendopo Kantor Bupati Kanigoro
5. Pakaian : Busana Muslim


Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat , Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar, Ibu Margareth Nanang Adi, bersama Ibu Enik Yuyus, Ibu Palupi Nurhidayat, Ibu Titik Dayat, dan Ibu Ratna Rudi, menghadiri kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan bertempat di Pendopo Kabupaten Blitar pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan.


Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita sekaligus meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah. Sejak pagi, para tamu undangan yang terdiri dari berbagai unsur organisasi wanita di Kabupaten Blitar telah memadati pendopo dengan mengenakan busana muslim yang anggun dan serasi.


Siraman rohani disampaikan oleh Bpk K.H Mukhorobbin, Ketua PCNU Kabupaten Blitar
* 08.00 - 09.00 :
Hiburan/Sholawat oleh tim Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat
* Acara Inti :
1. 09.00 WIB : Santunan anak yatim piatu.
2. 09.10 WIB : Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. 09.14 WIB : Pembukaan dengan bacaan Ummul Quran
4. 09.15 WIB : Pembacaan Ayat Suci Al-quran
5. 09.20 WIB : Sambutan ketua Panitia, Hj. Ninik Rijanto
6. 09.30 WIB : Sambutan Bupati Blitar (yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Bapak. Alwi
7. 09.40 WIB : Sholawat oleh Grup Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat
8. 09.50 WIB : Pembacaan pemenang door prize
9. 09.52 WIB : Penyampaian Materi Siraman Rohani oleh KH. Mukhorobbin
10. 10.46 WIB : Penutup
11. 10.48 WIB : Pembacaan doa
12. 10.50 WIB : Tanya Jawab
13. 11.00 WIB : Pembagian door prize kepada peserta yang beruntung


Rangkaian acara diawali dengan hiburan religi dari Tim Hadrah Sifaul Qalbi RSUD Srengat yang membawakan lantunan shalawat dengan penuh semangat, menghadirkan nuansa religius yang menyejukkan hati. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan rasa cinta tanah air.


Suasana semakin khidmat saat pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Ibu Karima Najati menggema di seluruh ruangan, mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna Ramadhan sebagai bulan penuh ampunan dan rahmat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ibu Ninik Rijanto selaku Ibu Bupati Blitar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana memperkuat peran perempuan dalam membangun karakter keluarga yang religius dan berakhlak mulia.


Memasuki sesi berikutnya, panitia membacakan nama-nama penerima hadiah doorprize yang disambut antusias oleh para peserta. Acara inti berupa tausiah disampaikan oleh KH. Mukhorobin selaku Ketua PCNU Kabupaten Blitar. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperbanyak amal kebaikan, termasuk menyantuni anak yatim.


Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan penuh khusyuk, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan hadiah door prize yang menambah keceriaan suasana.


Melalui kegiatan ini, Ibu Margareth Nanang Adi beserta jajaran Dharma Wanita Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh, menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Blitar.


Laporan di edit dan disunting oleh Ny. Enik Yuyus selaku operator e-reporting DWP Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
26913-02-2026Gerakan "ASRI" DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Program Kerja Sosial Budaya Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor termasuk kebersihan lingkungan. Menurut Presiden, Indonesia harus berani melakukan perbaikan mulai dari tingkat desa hingga ibu kota. Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesa, Bupati Blitar juga sangat menghimbau untuk melaksanakan kegiatan peningkatan kebersihan di lingkungan kerja dan masyarakat. Pada hari Jumat tanggal 13 Pebruari 2026, Anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar turut serta mensukseskan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) di lingkungan Kantor Sekretariat Kanigoro Kabupaten Blitar. Kegiatan ini sesuai dengan Program Kerja DWP BPKAD Kabupaten Blitar yaitu Program Kerja Bidang Sosial Budaya Ketahanan Keluarga Gerakan Sehat. Peserta giat Gerakan ASRI adalah 15 orang anggota aktif DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Hadir Ibu sekretaris BPKD Kabupaten Blitar , Ibu Tanti Mahardini. Tempat kegiatan giat Gerakan ASRI di Lingkungan Kantor Sekretariat Kabupaten Blitar JL Kusuma Bangsa No 60 Kanigoro. Waktu Pelaksanaan dimulai pukul 7.30 sampai dengan 9.00 WIB. Perlu diketahui Gerakan ASRI adalah : ASRI (Aman , Sehat, Resik dan Indah ) adalah inisiatif nasional yangdi gagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan bersih, asri dan tertata. Gerakan ini fokus pada penanganan sampah secara sistematis, kerjabakti rutin di tingkat pusat / daerah, dan penataan ruang publikuntuk meningkatkan budaya peduli lingkungan. Tujuan dilaksanakannya Gerakan ASRI adalah : menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat dan sehat dan membebaskan dari sampah. Pelaksanaan : dilakukan melalui aksi (korve) rutin, penghijauan dan penertipban reklame yang mengganggu keindahan kota. Keterlibatan : melibatkan seluruh instansipemerintah, sekolah, dan masyarakat. Demikianlah demi mendukung gerakan tersebut DWP BPKAD juga melaksanakan kegiatan Gerakan ASRI tersebut sesuai arahan presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo. Mencabut ruput liar,menyapu, mebersihkan ranting pohon disepanjang jalan depan kantor Pemkab Blitaradalah yang di kerjakan anggota DWP BPKAD dalam gerakan ASRI pada hari ini. Tentu saja hall ini sangat positif dilakukan, selain menciptakan l ingkungan yang bersih dan sehat, juga mempererat kebersamaan antar anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Kegiatan berlangsung dengan tertib danpenuh semangat kebersmaan. seluruh anggota yang hadir berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan keindahan lingkungan. semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini lingkungan menjadi lebh bersih rapi, dan nyaman. selain itu kegiatan ini juga termasuk meningkatkan kesadaran anggota akan pentingnya menjaga lingkungan kerja yang sehat. Tidak hanya berhenti disini juga di rumah dan lingkungan masyrakat sekitar rumah harus diperhatikan dan saling menjaga kebersihan. Demikian laporan kegiatan GErakan ASRI (Aman , Sehat, Resik Indah) Dharma Wanita Persatuan BPKAD Kabupaten Blitar ini dibuat sebagai bentuk dokumentsi kegiatan dan bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya. diharapkankegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Bersih itu Indah Bersih Itu Sehat. penulis : Ibu Yesi
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: BPKAD
27026-02-2026DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KAB BLITAR

Ibu Ketua UP DWP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Blitar Ny Ita Eko Susanto beserta anggota Ny Ika Yusri dan Ny Titin Sugeng menghadiri siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) pada :.

Hari/Tanggal : Kamis, tanggal : Kamis 26 Pebruari 2026
Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja Kantor Bupati Kanigoro Jl Kusuma Bangsa 60.
Pukul : 08.00 sampai 11.00 wib
Program : Sosial budaya
Kegiatan : Iman dan takwa berupa Siraman rohani

Kegiatan ini diikuti oleh 29 organisasi wanita se kabupaten Blitar dan PKK dari 22 Kecamatan se Kabupaten Blitar. juga perwakilan karyawati pada OPD di Kabupaten Blitar. Masing-masing OPD dan organisasi wanita mengirimkan sedikitnya 5 orang dengan total peserta siraman rohanimencapai sekitar 1000 orang.

Susunan acara pada hari ini adalah sebagai berikut :
Pra Acara (Tim Hadroh) : membawakan lagu -lagu rohani, yaitu tim sholawat dari RSUD Srengat
1. Santunan anak yatim oleh Baznas sebanyak 22 anak yatim dari 22 Kecamatan
2. Menyanyikan lagu Indonesia raya. Yang bertugas Ibu Yuhana dari PKK
3. Pembukaan oleh MC Ibu A'yunin
4. Pembacaan ayat suci Al-Quran olehKarima Najati
5. Sambutan Ibu Hj. Ninik Riyanto selaku ketua panitia siraman rohani
6. Sajian lagu dari Tim Hadroh
7. Siraman rohani (kyai Muqorrobin)
8. Penutup Doa
9. Tim Hadroh mengiri hadirin pulang (2 lagu).

Materi siraman rohani mengambil tema Menjadi Wanita Sholehah dan menjaga kewarasan dalam rumah tangga.
1. Pandai bersyukur, mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangannya dengan cara menjaga lisan ketika berbicara dengan anggota keluarga terutama orang tua.
2. Menjaga keharmonisan antar keluarga contoh bercengkerama dengan anak-anak di waktu luang. Menyiapkan makanan buat keluarga.
3. Menjadi Ibu yang bijaksana karena apa yang kita lakukan akan ditiru anggota keluarga terutama anak-anak.

Kita yang masih ditakdirkan bertemu Ramadhan harus bersuka cita, bersyukur, dan berbahagia menyambut bulan Ramadhan. "orang yg dengan suka cita menyambut Bulan Ramadhan maka orang tersebut diharamkan tersentuh api neraka". * Di Bulan Ramadhan Allah bermurah hati menebarkan rahmat. Sebagai bentuk rasa syukur harus memaksimalkan ibadah, termasuk tarawih, meskipun dengan kondisi fisik yang terbatas. * Selama bulan Ramadhan jangan melewatkan 3 kesempatan : 1) bertambah kecerdasan emosional dengan meningkatkan ibadah. Tidak hanya sholat, puasa, atau mengaji. Bersikap positif terhadap sesama manusia juga ibadah, termasuk komunikasi yang baik dengan anggota keluarga (anak-istri) juga termasuk ibadah dengan pahala yang besar dan mendapat ridho dari Allah 2) bertambah kecerdasan dalam urusan sosial. Jangan gampang meremehkan ibadah orang lain. Apapun bentuk ibadah orang lain harus saling menghargai. 3) Selalu terus bersyukur. Allah SWT tidak akan mengubah nikmat yang diberikan kepada makhluknya selama kita mensyukuri nikmat yang diberikan. Contohnya : sebagai mertua harus memberikan kemudahan kepada menantu untuk berbakti dan beribadah sebagai salah satu cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah 3. Penutup - 10.46 Pembacaan doa - 10.48 Tanya Jawab 1. Ibu Hindun : apa saja keutamaan dan manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan secara fisik dan secara mental? Jawab : Rasulullah bersabda "Suumu tasikhu" yang artinya berpuasalah, niscaya kamu akan merasa sehat. Di masa Nabi Adam puasa di tengah bulan setiap bulan sebagai pengganti skincare/detoksifikasi 2. Ibu Wiwik Sriwidayati : doa apa untuk menghadapi mertua yang sulit dan menghadapi anak yang kaku? Jawab : setelah sholat shubuh Al fatihah 41x, dengan tujuan taqorruban illallah. tawasulnya Rasulullah, Syech Abdul Qodir Jaelani 3. Binti Junaidah : pro dan kontra zakat fitrah yang ditujukan untuk mendukung MBG? Jawab : zakat lebih baik disampaikan lewat Amil Zakat karena saat ini sudah lebih sulit untuk menentukan kategori falir dan miskin. Disampaikan utk MBG tidak dibenarkan. Penerima harus masuk 8 asnaf.<\p>

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan penuh khusyuk, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan hadiah doorprize yang menambah keceriaan suasana.

Laporan ini ditulis oleh operator e reporting UP DWP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
27127-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : Jum’at Berkah

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jum’at, 27 Februari 2026
3. Pukul : 07.30 – Selesai
4. Tempat : UPT SMPN 1 Doko
5. Pakaian : Busana Muslim

Ketua Dharma Wanita Persatuan UPT SMPN 1 Doko Kabupaten Blitar, Sri Yuana Pratiwi, pada hari ini, Jumat, 27 Februari 2026, bersama para ibu anggota Dharma Wanita serta siswa-siswi UPT SMPN 1 Doko melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Jumat Berkah”. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk pembagian sayuran kepada masyarakat sekitar sekolah sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di hari yang penuh keberkahan.


Sejak pagi hari, suasana di lingkungan UPT SMPN 1 Doko tampak berbeda dari biasanya. Para ibu Dharma Wanita hadir dengan penuh semangat, membawa berbagai jenis sayuran segar seperti bayam, kangkung, sawi, wortel, dan cabai yang telah dikemas rapi dalam kantong ramah lingkungan. Sementara itu, para siswa-siswi dengan antusias membantu proses penataan dan persiapan pembagian, menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi nilai utama kegiatan ini.


Dalam sambutannya, Ibu Sri Yuana Pratiwi menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi rezeki, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi sayuran, anak-anak diajak untuk belajar tentang kepedulian sosial, empati, dan pentingnya berbagi kepada sesama. Ia berharap kegiatan ini dapat menanamkan nilai keikhlasan dan rasa syukur sejak dini kepada para siswa.


Kegiatan pembagian sayuran dilakukan secara tertib di halaman sekolah dan sebagian dibagikan langsung kepada warga sekitar yang membutuhkan. Para siswa dengan sopan menyerahkan paket sayuran kepada masyarakat sambil mengucapkan salam dan doa. Senyum bahagia tampak menghiasi wajah para penerima manfaat, yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini, terlebih di tengah kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat.


Para ibu anggota Dharma Wanita juga turut berinteraksi langsung dengan warga, menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak hanya sekadar membagikan sayuran, mereka juga menyampaikan pesan agar masyarakat senantiasa menjaga kesehatan dan mempererat tali silaturahmi. Kebersamaan antara pihak sekolah dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang membawa manfaat nyata.


Kegiatan Jumat Berkah ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus berlanjut. Selain memberikan manfaat langsung berupa bahan pangan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan harmonis antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Semangat kolaborasi antara Dharma Wanita dan siswa-siswi menjadi contoh nyata bahwa kebaikan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.


Di akhir kegiatan, Ibu Sri Yuana Pratiwi mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara hari ini. Beliau berharap apa yang dibagikan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak, baik yang memberi maupun yang menerima. Semoga semangat Jumat Berkah ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi untuk senantiasa menebar kebaikan, memperkuat rasa persaudaraan, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.



Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Pendidikan
27206-02-2026Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Nglegok Ketua dan Anggota UP DWP Kecamatan Nglegok mengikuti kegiatan Perwosi Senam Fit, Fun and Healthy 2026 yang diadakan oleh Perwosi Kabupaten Blitar. Bidang: Sosial Budaya, Ketahanan Ketua, Keterangan Program: Olah Raga - Hari : Jumat - Tanggal : 06 Februari 2026 - Pukul : 06.00 - selesai - Tempat : Citywalk Candi Penataran - Acara : Belanja Bersama dan Senam Fit, Fun and Healthy 2026 - Peserta : Persowi Kabupaten Blitar, dharmawanita kecamatan nglegok, anggota pkk kecamatan nglegok, dan kelompok senam beseta warga masyarakat - Susunan Acara : 1. Belanja bersama Ketua Perwosi Kabupaten BlitaR DI Pasar Kliwon Penataran )pasar Rakyat) 2. Jalan bersama menuju citywalk candi penataran 3. Senam bersama seluruh anggota masyarakat dan tamu undangan 4. Sambutan Ketua Perwosi 5. Pembagian Dorprise 6. Menari bersama di Halaman candi penataran beserta pengambilan video Ketua dan anggota DWP Kecamatan Nglegok mengikuti kegiatan yang diadakan oleh perwosi kabupaten blitar yaituy senam fit, fun and healthy 2026 dengan didahului belanja bersama di pasar kliwon penataran. Acara dimulai pukul 06.30 ketua Perwosi kabupaten blitar sampai di pasar kliwon desa penataran bersama rombongan, dari dharmawanita , pkk dan anggota masyarakat menyambut bersama di pasar dan kemudian dilanjutkan masuk pasar bersama-sama. Didalam pasar rakyat ini ketua perwosi berbelanja berbagai macam sayuran yang di perjual belikan di pasar. Selain membeli sayuran kami juga membeli jajan pasar yang dijual disana. Belanja di pasar desa adalah cara yang bagus untuk mendukung ekonomi lokal dan mendapatkan bahan makanan segar. Kamu bisa menemukan berbagai produk lokal seperti sayuran, buah, daging, dan kerajinan tangan. Selain itu, kamu juga bisa berinteraksi dengan warga desa dan merasakan suasana yang lebih santai Tujuan dari belanja di pasar desa adalah untuk: Meningkatkan ekonomi lokal dengan mendukung pedagang dan UMKM desa Meningkatkan akses masyarakat desa terhadap bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau Meningkatkan interaksi sosial dan kebersamaan antar warga desa Meningkatkan pendapatan desa melalui retribusi pasar Meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dengan menyediakan fasilitas pasar yang lebih baik Kegiatan di pasar desa bisa sangat beragam, seperti: Belanja bahan makanan segar Membeli kerajinan tangan lokal Makan makanan khas desa Berinteraksi dengan warga desa Menikmati suasana alam Membeli produk UMKM local Setelah berbelanja bersama dipasar penataran kemudian dilanjutkan berjalan bersama menuju citywalk candi penataran untuk dulanjutkan kegiatan senam bersama dengan seluruh masyarakat yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Setelah senam bersama juga terdapat pembagian dorprise oleh anggota persowi kabupaten blitar. Acara ini juga didukung oleh kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh RSUD Wlingi. Kegiatan donor darah ini juga dapat menarik simpati warga untuk mengikuti kegiatan tersebut. Acara sangat menarik dan antusias warga juga sangat bagus. Setelah mengikuti kegiatan senam bersama dilanjutkan degan berbelanja di UMKM desa yang membuka stand di area depan wisata candi penataran. Di stand UMKM ini tersedia berbagai macam jualan seperti nasi pecel daun jati, manakan dan jajanan beserta manik-manik yang diproduksi sendiri oleh warga sekitar wisata candi penataran. Setelah berbelanja di UMKM tersebut selanjutnya rombongan dari perwosi kabupaten blitar menuju ke area wisata candi penataran. Disana semua rombongan juga ikut menari emprak bersama 50 siswa SMKN Nglegok. Penulis: Sartika Anggraeni
Program: Olah Raga
Pelaksana: Kecamatan Nglegok
27327-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa ibu Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ibu Susi Agus Santosa beserta ibu Ranti Rahardian, ibu Siti Harjito, ibu Iva dan ibu Novita menghadiri siraman rohani dan santunan anak yatim di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M yang diadakan oleh GOW (Gabungan organisasi wanita) diadakan di pendopo kabupaten blitar di Kanigoro pada Kamis, 26 Februari 2026.

Bidang : Sosial dan Budaya

Program : iman dan taqwa

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 – Selesai
4. Tempat : Pendopo Kantor Bupati Kanigoro
5. Pakaian : Busana Muslim

Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Susi Agus Santosa, bersama Ibu Ranti Rahardian, Ibu Siti Harjito, Ibu Iva, dan Ibu Novita, menghadiri kegiatan siraman rohani dan santunan anak yatim dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan bertempat di Pendopo Kabupaten Blitar pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan.


Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita sekaligus meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah. Sejak pagi, para tamu undangan yang terdiri dari berbagai unsur organisasi wanita di Kabupaten Blitar telah memadati pendopo dengan mengenakan busana muslim yang anggun dan serasi.


Rangkaian acara diawali dengan hiburan religi dari Tim Hadrah Sifaul Qalbi RSUD Srengat yang membawakan lantunan shalawat dengan penuh semangat, menghadirkan nuansa religius yang menyejukkan hati. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan rasa cinta tanah air.


Suasana semakin khidmat saat pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Ibu Karima Najati menggema di seluruh ruangan, mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna Ramadhan sebagai bulan penuh ampunan dan rahmat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ibu Ninik Rijanto selaku Ibu Bupati Blitar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana memperkuat peran perempuan dalam membangun karakter keluarga yang religius dan berakhlak mulia.


Memasuki sesi berikutnya, panitia membacakan nama-nama penerima hadiah doorprize yang disambut antusias oleh para peserta. Acara inti berupa tausiah disampaikan oleh KH. Mukhorobin selaku Ketua PCNU Kabupaten Blitar. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperbanyak amal kebaikan, termasuk menyantuni anak yatim.


Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan penuh khusyuk, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan hadiah doorprize yang menambah keceriaan suasana.


Melalui kegiatan ini, Ibu Susi Agus Santosa beserta jajaran Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh, menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Blitar.



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pendidikan
27426-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Keterangan Program:
1.Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2.Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
3.Pukul : 13.00 WIB - selesai
4.Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja - Kanigoro
5.Bidang : Sosial Budaya
6.Program : Ketahanan Keluarga/Iman dan Takwa

Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar, Ny. Lina Tunggul Adi Wibowo, Wakil Ketua, Ny. Eko Sumardiyanto dan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menghadiri Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan 1447H/2026M di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar.

Acara dihadiri oleh Ketua Panitia, Ibu Hj Ninik Rijanto, Ketua Perwosi Arina Beky Herdihansah, Bapak Bupati Blitar yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Ketua PCNU Kab. Blitar, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Baznas Kabupaten Blitar, seluruh pengurus GOW dan anggota GOW Kabupaten Blitar, UMKM Binaan GOW Kabupaten Blitar.

Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan.

Dalam sambutannya, Ibu Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial. Kebersamaan antar organisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Pada kesempatan ini juga disampaikan pula tausiyah dengan “Tema : Suka Cita Menyambut Ramadhan” oleh H. Muqorobin yang merupakan Ketua PCNU Kabupaten Blitar, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri.

Kita yang masih ditakdirkan bertemu Ramadhan harus bersuka cita, bersyukur, dan berbahagia menyambut bulan Ramadhan. Di Bulan Ramadhan Allah SWT bermurah hati menebarkan rahmat. Sebagai bentuk rasa syukur harus memaksimalkan ibadah, termasuk tarawih, meskipun dengan kondisi fisik yang terbatas. Selama bulan Ramadhan jangan melewatkan 3 kesempatan :
1.Bertambah kecerdasan emosional dengan meningkatkan ibadah. Tidak hanya sholat, puasa atau mengaji, bersikap positif terhadap sesama manusia juga ibadah. Komunikasi yang baik dengan anggota keluarga (anak-istri) juga termasuk ibadah dengan pahala yang besar dan mendapat ridho dari Allah.
2.Bertambah kecerdasan dalam urusan sosial. Jangan gampang meremehkan ibadah orang lain. Apapun bentuk ibadah orang lain harus saling menghargai.
3.Selalu terus bersyukur. Allah SWT tidak akan mengubah nikmat yang diberikan kepada makhluknya selama kita mensyukuri nikmat yang diberikan.

Dalam kesempatan tersebut H. Muqorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan. Untuk ibu-ibu semangat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa, salah satu manfaat puasa yang sering dibahas baik dari sisi spiritual maupun kesehatan adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam.

Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Secara khusus, doa juga ditujukan bagi para undangan yang hadir agar senantiasa diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Dalam kondisi darurat bencana, mereka sering kali harus bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan di tengah situasi yang penuh risiko. Dukungan doa dari keluarga dan organisasi menjadi kekuatan batin yang sangat berarti.

Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli dan lebih bersyukur. Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal tetapi juga memperkuat solidaritas antar anggota.

Selain santunan anak yatim dan siraman rohani, dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan bazar UMKM yang diikuti oleh anggota GOW Kabupaten Blitar sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan usaha mikro di Kabupaten Blitar. Lebih dari 10 stand UMKM yang memajang produk unggulannya. Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM tersebut sudah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan. Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Dengan penuh keceriaan, para ibu-ibu tampak berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan semangat serta apresiasi atas kreativitas dan kerja keras yang telah dilakukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah yang sumringah, canda tawa yang mengiringi setiap kunjungan, serta semangat untuk ikut serta memajukan produk lokal.

Penulis : Admin E-reporting

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

27526-02-2026DWP UP Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Ibu Ketua Dharma Wanita beserta anggota menghadiri Siraman Rohani di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro dalam rangka Bulan Suci Ramadhan. Acara dihadiri oleh Ketua Panitia, Ibu Hj Ninik Rijanto, ketua Perwosi Arina Beky Herdiansyah, Bapak Bupati Blitar yg diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Ketua PCNU Kab. Blitar, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Baznas Kabupaten Blitar, seluruh pengurus GOW dan anggota GOW Kabupaten Blitar, UMKM Binaan GOW Kabupaten Blitar * Siraman rohani disampaikan oleh Bpk K.H Mukhorobbin, Ketua PCNU Kabupaten Blitar Acara diawali dengan Hiburan/Sholawat oleh tim Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat * Acara Inti : 1. Santunan anak yatim piatu. 2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3. Pembukaan dengan bacaan Ummul Quran 4. Pembacaan Ayat Suci Al-quran 5. Sambutan ketua Panitia, Hj. Ninik Rijanto 6. Sambutan Bupati Blitar (yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Bapak. Alwi 7. Sholawat oleh Grup Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat 8. Pembacaan pemenang door prize 9. Penyampaian Materi Siraman Rohani oleh KH. Mukhorobbin 10Penutup 11Pembacaan doa 12. Tanya Jawab 13. Pembagian door prize kepada peserta yang beruntung Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP) Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan oleh KH. Mukhorobin, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri. Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah luar biasa yang tidak semua orang berkesempatan menjalaninya. Dalam sambutannya, Ibu Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial. Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tak lupa ibu juga menyampaikan agar kegiatan ini di tutup dengan Doa. Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mukhorobin dengan “Tema : Suka Cita Menyambut Ramadhan Ringkasan Materi : * Kita yang masih ditakdirkan bertemu Ramadhan harus bersuka cita, bersyukur, dan berbahagia menyambut bulan Ramadhan. "orang yg dengan suka cita menyambut Bulan Ramadhan maka orang tersebut diharamkan tersentuh api neraka". * Di Bulan Ramadhan Allah bermurah hati menebarkan rahmat. Sebagai bentuk rasa syukur harus memaksimalkan ibadah, termasuk tarawih, meskipun dengan kondisi fisik yang terbatas. * Selama bulan Ramadhan jangan melewatkan 3 kesempatan : 1) bertambah kecerdasan emosional dengan meningkatkan ibadah. Tidak hanya sholat, puasa, atau mengaji. Bersikap positif terhadap sesama manusia juga ibadah, termasuk komunikasi yang baik dengan anggota keluarga (anak-istri) juga termasuk ibadah dengan pahala yang besar dan mendapat ridho dari Allah 2) bertambah kecerdasan dalam urusan sosial. Jangan gampang meremehkan ibadah orang lain. Apapun bentuk ibadah orang lain harus saling menghargai. 3) Selalu terus bersyukur. Allah SWT tidak akan mengubah nikmat yang diberikan kepada makhluknya selama kita mensyukuri nikmat yang diberikan. Contohnya : sebagai mertua harus memberikan kemudahan kepada menantu untuk berbakti dan beribadah sebagai salah satu cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT KH. Mukhorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa Salah satu manfaat puasa yang sering dibahas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Secara khusus, doa juga ditujukan bagi para undangan yang hadir agar senantiasa diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Dalam kondisi darurat bencana, mereka sering kali harus bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan di tengah situasi yang penuh risiko. Dukungan doa dari keluarga dan organisasi menjadi kekuatan batin yang sangat berarti. Kehadiran DWP UP Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar dalam kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai organisasi wanita lainnya. Interaksi yang terjalin selama acara mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat jaringan sosial dan membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan maupun aksi sosial. Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bersyukur. Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas antaranggota. Ada beberapa pertanyaan dalam sesi ramah tamah hari ini 1. Ibu Hindun : apa saja keutamaan dan manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan secara fisik dan secara mental? Jawab : Rasulullah bersabda "Suumu tasikhu" yang artinya berpuasalah, niscaya kamu akan merasa sehat. Di masa Nabi Adam puasa di tengah bulan setiap bulan sebagai pengganti skincare/detoksifikasi. 2. Ibu Wiwik Sriwidayati : doa apa untuk menghadapi mertua yang sulit dan menghadapi anak yang kaku? Jawab : setelah sholat shubuh Al fatihah 41x, dengan tujuan taqorruban illallah. tawasulnya Rasulullah, Syech Abdul Qodir Jaelani. 3. Binti Junaidah : pro dan kontra zakat fitrah yang ditujukan untuk mendukung MBG? Jawab : zakat lebih baik disampaikan lewat Amil Zakat karena saat ini sudah lebih sulit untuk menentukan kategori falir dan miskin. Disampaikan utk MBG tidak dibenarkan. Penerima harus masuk 8 asnaf. Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan, Ibu Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar turut memeriahkan stand UMKM yang berada di Pendopo SAP. Kegiatan bazar yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku UMKM tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM telah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan. Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Kehadiran Ibu Ketua bersama anggota DWP UP Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar menambah semarak suasana bazar, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah di daerah. Dengan penuh keceriaan, para ibu-ibu tampak berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan semangat serta apresiasi atas kreativitas dan kerja keras yang telah dilakukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah yang sumringah, canda tawa yang mengiringi setiap kunjungan, serta semangat untuk ikut serta memajukan produk lokal.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Kanigoro
27626-02-2026

Anggota Unsur Pelaksana Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar serta beberapa Karyawati Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar menghadiri Kegiatan Siraman Rohani yang diadakan oleh Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Blitar

Bidang : Sosial Budaya, Iman dan Takwa

Keterangan :

1. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
2. Pukul : 08.00 - selesaibr> 3. Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja, Kantor Bupati Blitar, Jl. Kusuma Bangsa No 60 Kabupaten Blitar
4. Acara : Siraman Rohani Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M

Kegiatan dihadiri oleh: - Ketua Panitia Ibu Ninik Rijanto - Ketua Perwosi Ibu Arina Becky - Ketua Persit Kab Blitar - Kepala Baznas KAb Blitar yang diwakili pengurus - Ketua PCNU Kab Blitar - Organisasi Wanita seluruh Kabupaten Blitar

Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Blitar (GOW) Kabupaten Blitar berlangsung pada hari Kamis, 26 Februari 2026, dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Acara ini dihadiri oleh perwakilan UP DWP Dinas Tenaga Kerja serta para karyawati.

Susunan acara :
1. Santunan anak yatim piatu.
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. Pembukaan dengan bacaan Ummul Quran
4. Pembacaan Ayat Suci Al-quran
5. Sambutan ketua Panitia, Hj. Ninik Rijanto
6. Sambutan Bupati Blitar (yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Bapak. Alwi
7. Sholawat oleh Grup Sholawat Syifaul Qolby RSUD Srengat
8. Pembacaan pemenang door prize
9. Penyampaian Materi Siraman Rohani oleh KH. Mukhorobbin
10 Penutup
11. Pembacaan doa
12. Tanya Jawab
13. Pembagian door prize kepada peserta yang beruntung

Siraman rohani disampaikan oleh KH. Mukhorobbin dengan tema “Suka Cita Menyambut Ramadhan.” Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan bahwa orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan penuh suka cita akan diharamkan dari sentuhan api neraka.Beliau juga mengingatkan agar selama bulan Ramadhan tidak melewatkan tiga kesempatan penting, yaitu:
2. Meningkatkan kecerdasan emosional dengan memperbanyak ibadah, bersikap positif kepada sesama, serta menjaga komunikasi yang baik dalam keluarga.
3. Meningkatkan kecerdasan sosial dengan tidak meremehkan ibadah orang lain.
4. Senantiasa bersyukur, karena Allah SWT tidak akan mengubah nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya selama kita tetap mensyukurinya.
Selain itu, disampaikan pula bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar serta memperbaiki hubungan kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia.
Setelah rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, para undangan mengunjungi kegiatan bazar UMKM yang berlangsung meriah.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Tenaga Kerja

27726-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

“Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar”
Bidang : Sosial dan Budaya

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani mengikuti Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang dilaksanakan pada :
1. Hari/Tanggal : Kamis / 26 Februari 2026
2. Pukul : 08.00 WIB - Selesai
3. Lokasi : Pendopo SAP Kanigoro
4. Acara : Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)

5. Peserta : Ketua PKK Kab. Blitar, Ketua UP DWP Badan, Ketua Perwosi Kab. Blitar, Ketua Persit 0808 Blitar, Dinas, Kantor, Bagian dan Kecamatan serta Instansi vertikal se Kabupaten Blitar

Adapun susunan acara pada kegiatan hari ini yaitu :
1. Pembukaan oleh Pembawa Acara.
2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia.
3. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Ibu Karima Najati.
4. Laporan Kegiatan oleh Ny. Lelyana Puguh.
5. Sambutan dari Ibu Bupati Blitar (Ibu Ninik Rijanto) . Dalam sambutannya Beliau menyampaikan terimakasih kepada semua undangan yang telah hadir. Beliau juga berpesan bahwa anak yatim/piatu sudah tidak memiliki Ayah/Ibu tetepi mereka masih memiliki Allah SWT yang masih menyayangi dan melindungi mereka.
6. Sambutan Bapak Bupati Blitar yang diwakili oleh Bp. Alwi, beliau menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Bupati Blitar yang tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut dikarekan ada acara di Surabaya.
7. Pembacaan Penerimaan Hadiah Doorprize.
8. Tauziah dari Ketua PC NU Kab. Blitar yaitu KH. Mukhorobin.
9. Doa Penutup.
10. Penyerahan Hadiah Doorprize.

Pada hari ini Kamis tanggal 26 Februari 2026 bertempat di Pendopo SAP Kanigoro yang diikuti oleh Ketua PKK Kab. Blitar, Ketua UP DWP Badan, Ketua Perwosi Kab. Blitar, Ketua Persit 0808 Blitar, pengurus GOW, Dinas, Kantor, Bagian dan Kecamatan serta Instansi vertikal se Kabupaten. Kegiatan Siraman Rohani yang diselenggaran oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dengan mengusung Tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjaankan Bulan Suci Ramadhan”

Untuk mengawali kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Ramadhan di buka oleh pembawa acara Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dilanjutkan dengan Sambutan Ibu Bupati Blitar menyampaikan menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. dan Bapak Bupati Blitar yang diwakili oleh Bp. Alwi menyampaikan permohonan maaf Bapak Bupati Blitar tidak Bisa Hadir dalam acara ini. Tujuan dari Siraman Rohani ini untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, dan membangun semangat kekeluargaan di antar anggota.

Pada kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu di Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M mengundang KH. Mukhorobin dari Ketua PC NU Kab. Blitar untuk memberikan Tauziah / menyampaikan informasi kepada para undangan yang hadir mengenai hakikat syukur dan keutamaan ramadhan sebagai bulan pembinaan diri. Beliau menyampaikan bahwa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bersyukur karena masih diberi umur panjang untuk bertemu Ramadhan harus dibuktikan dengan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki akhlak. Puasa mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama. Saat seseorang menahan lapar dan dahaga, ia belajar merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang beruntung. Oleh sebab itu, beliau mengajak seluruh anggota organisasi wanita untuk tidak hanya fokus pada ibadah individual, tetapi juga memperkuat aksi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitas. Salat yang khusyuk, tilawah Al-Qur’an yang rutin, sedekah yang tulus, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat merupakan bentuk implementasi rasa syukur. Melalui siraman rohani ini, para anggota diingatkan bahwa ketenangan rumah tangga dan keharmonisan keluarga berawal dari kekuatan spiritual seorang perempuan. Ketika seorang ibu memiliki hati yang tenang dan penuh syukur, suasana rumah pun akan terasa damai dan penuh keberkahan. Pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Di akhir acara yang sangat hikmat dan penuh kekeluargaan ini ada beberapa pertanyaan dalam sesi ramah tamah yang dilakukan oleh peserta 1. Pertama dari Ibu PKK Kec. Talun : Bagaimana Cara Mengatasi Mertua yang cerewet dan memiliki anak yang keras kepala ? Jawab : setelah sholat subuh dengan membaca Al-Fatihah sebanyak 41 kali 2. Kedua dari Ibu PKK Kademangan : Bagaimana cara menanggapi pro dan kontra zakat fitrah untuk MBG? Jawab : Zakat adalah ibadah khusus yang aturannya jelas Mengalihkannya ke program negara yang bersifat umum bisa dianggap keluar dari ketentuan syariat jika tidak memenuhi syarat distribusi. 3. Ketiga dari Ibu Hindun : apa saja keutamaan dan manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan secara fisik dan secara mental? Jawab : Rasulullah bersabda "Suumu tasikhu" yang artinya berpuasalah, niscaya kamu akan merasa sehat. Di masa Nabi Adam puasa di tengah bulan setiap bulan sebagai pengganti skincare/detoksifikasi.

Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan. Dengan bimbingan tausiyah dari KH. Mukhorobin, diharapkan seluruh anggota semakin memahami bahwa syukur sejati adalah perubahan menuju kebaikan.

pada kesempatan ini juga diadakan bazar UMKM, dimana dengan adanya kegiatan bazar ini dapat memberikan keuntungan dan manfaat bagi Ibu-Ibu, adapun tujuan tersebut adalah :
• Membangun Kebersamaan dan Kekeluargaan.
• Meningkatkan Penjualan Bazar memberi kesempatan pelaku usaha menjual produk ke lebih banyak orang dalam waktu singkat. Cocok untuk UMKM yang ingin memperluas pasar.
• Meningkatkan rasa setia kawan dan tanggung jawab bersama.
• Meningkatkan Kinerja dan Motivasi.
• Menciptakan Suasana Ramai dan Menarik Bazar.
• Memperbaiki Komunikasi dan Kolaborasi.
• Mendorong komunikasi yang lebih terbuka dan informal, serta membantu anggota saling mengenal lebih dalam.
• Menggerakkan Ekonomi Lokal UMKM dan masyarakat sekitar ikut mendapat manfaat dari transaksi yang terjadi.
• Meningkatkan Brand Awarenes banyaknya pengunjung membuat produk atau brand lebih dikenal.
• Peluang Networking pelaku usaha bisa bertemu supplier, pelanggan baru.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
27826-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonotirto

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Ibu Ketua Dharma Wanita Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar beserta anggota dan juga perwakilan anggota TP PKK Desa mengikuti Kegiatan Safari Ramadhan.

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa
Keterangan Program :
1. Kegiatan: Safari Ramadhan
2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
3. Pukul : 19.00 WIB s.d Selesai
4. Tempat: Desa Ngeni
5. Pakaian : Muslim
6. Peserta: Masyarakat Desa Ngeni
Safari Ramadan adalah kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga keagamaan ke berbagai masjid atau wilayah tertentu selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini biasanya diisi dengan rangkaian acara seperti buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, pemberian santunan, penyerahan bantuan sosial, serta penyampaian sambutan dan tausiyah keagamaan.
Secara umum, Safari Ramadan bertujuan untuk:
• Mempererat silaturahmi antara pemerintah/organisasi dengan masyarakat.
• Meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui kegiatan ibadah bersama.
• Menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
• Menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi dan santunan.
Dengan demikian, Safari Ramadan bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi menjadi sarana membangun kedekatan emosional, spiritual, dan sosial antara pemimpin dan masyarakat dalam suasana penuh keberkahan bulan Ramadan.
Keterlibatan Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan Safari Ramadan memiliki hubungan yang sangat erat dengan fungsi dan perannya sebagai organisasi istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan.
Adapun korelasinya dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Sebagai Mitra Pemerintah Daerah
Dharma Wanita berperan mendukung program pemerintah, termasuk kegiatan Safari Ramadan yang biasanya melibatkan unsur pemerintah daerah. Kehadirannya memperkuat sinergi antara organisasi perempuan dan kebijakan sosial keagamaan pemerintah.
2. Penguatan Nilai Keagamaan
Safari Ramadan merupakan momentum peningkatan spiritualitas. Dharma Wanita, yang memiliki program pembinaan mental dan rohani, turut berkontribusi dalam kegiatan seperti pengajian, santunan anak yatim, dan bakti sosial.
3. Peran Sosial dan Kepedulian Masyarakat
Salah satu fokus Dharma Wanita adalah kegiatan sosial. Dalam Safari Ramadan, peran ini diwujudkan melalui pemberian bantuan, santunan, serta dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
4. Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga
Safari Ramadan juga menjadi wadah pembinaan keluarga sakinah. Dharma Wanita memiliki misi memperkuat peran perempuan dalam keluarga sebagai pendidik pertama dan utama, sehingga kegiatan ini selaras dengan tujuan organisasi.
5. Mempererat Silaturahmi
Melalui partisipasi dalam Safari Ramadan, Dharma Wanita dapat memperluas jaringan silaturahmi dengan masyarakat, organisasi wanita lainnya, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dengan demikian, keterlibatan Dharma Wanita dalam Safari Ramadan bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai penggerak kegiatan sosial keagamaan yang sejalan dengan visi organisasi dalam membangun keluarga, masyarakat, dan spiritualitas yang lebih baik.
Manfaat keterlibatan Dharma Wanita dalam kegiatan Safari Ramadan adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan
Anggota Dharma Wanita memperoleh penguatan spiritual melalui kegiatan ibadah bersama, tausiyah, dan kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan.
2. Mempererat Silaturahmi
Terjalin hubungan yang lebih harmonis antara anggota Dharma Wanita, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
3. Menguatkan Peran Sosial Organisasi
Partisipasi dalam kegiatan santunan dan bakti sosial meningkatkan kepedulian sosial serta mempertegas peran Dharma Wanita sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
4. Mendukung Program Pemerintah
Keterlibatan ini menunjukkan sinergi dan dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam bidang keagamaan dan kesejahteraan sosial.
5. Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga
Melalui pembinaan rohani dan kegiatan sosial, anggota Dharma Wanita semakin termotivasi untuk memperkuat peran sebagai istri, ibu, dan pendidik dalam keluarga.
6. Meningkatkan Citra dan Eksistensi Organisasi
Kehadiran aktif dalam Safari Ramadan memperkuat eksistensi Dharma Wanita sebagai organisasi perempuan yang responsif, religius, dan peduli terhadap masyarakat.
Tujuan keterlibatan Dharma Wanita dalam kegiatan Safari Ramadan adalah sebagai berikut:
1. Mendukung Program Pemerintah Daerah
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan mental spiritual dan kesejahteraan masyarakat.
2. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan Anggota
Menjadikan Safari Ramadan sebagai sarana pembinaan rohani guna memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan pribadi dan keluarga.
3. Mempererat Silaturahmi dan Sinergi
Membangun hubungan yang harmonis antara anggota Dharma Wanita, pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat luas.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Menggerakkan semangat berbagi, empati, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam momentum bulan Ramadan.
5. Memperkuat Peran Perempuan dalam Keluarga dan Masyarakat
Mendorong anggota untuk menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, berakhlak, dan berkontribusi positif di lingkungan sosial.
Capaian dari keterlibatan Dharma Wanita dalam kegiatan Safari Ramadan antara lain sebagai berikut:
1. Terlaksananya Kegiatan Keagamaan dengan Baik
Kegiatan Safari Ramadan berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat dengan partisipasi aktif anggota Dharma Wanita.
2. Meningkatnya Partisipasi dan Kekompakan Anggota
Anggota Dharma Wanita menunjukkan antusiasme dan solidaritas yang tinggi dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.
3. Terjalinnya Sinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat
Terbangun kerja sama yang harmonis antara Dharma Wanita, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
4. Tersalurkannya Bantuan dan Santunan
Bantuan sosial dan santunan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.
5. Penguatan Nilai Spiritual dan Sosial
Anggota memperoleh pembinaan rohani yang berdampak pada peningkatan kesadaran beribadah, kepedulian sosial, serta penguatan peran dalam keluarga.
6. Meningkatnya Citra Positif Organisasi
Dharma Wanita semakin dikenal sebagai organisasi perempuan yang aktif, peduli, dan berkontribusi nyata dalam kegiatan sosial keagamaan.
Laporan ini dibuat/ disunting oleh
Mediana Aliyatul

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Wonotirto
27926-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Selopuro beserta anggota menghadiri Siraman Rohani di Pendopo Sasana Adi Praja Kanigoro dalam rangka Bulan Suci Ramadhan. Acara dihadiri oleh Ketua Panitia, Ibu Hj Ninik Rijanto, ketua Perwosi Arina Beky Herdiansyah, Bapak Bupati Blitar yg diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Ketua PCNU Kab. Blitar, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Baznas Kabupaten Blitar, seluruh pengurus GOW dan anggota GOW Kabupaten Blitar, UMKM Binaan GOW Kabupaten Blitar

Siraman rohani disampaikan oleh Bpk K.H Mukhorobbin, Ketua PCNU Kabupaten Blitar dengan Tema : Suka Cita Menyambut Ramadhan :

Kita yang masih ditakdirkan bertemu Ramadhan harus bersuka cita, bersyukur, dan berbahagia menyambut bulan Ramadhan. "orang yg dengan suka cita menyambut Bulan Ramadhan maka orang tersebut diharamkan tersentuh api neraka". Di Bulan Ramadhan Allah bermurah hati menebarkan rahmat. Sebagai bentuk rasa syukur harus memaksimalkan ibadah, termasuk tarawih, meskipun dengan kondisi fisik yang terbatas.

Selama bulan Ramadhan jangan melewatkan 3 kesempatan :
1) bertambah kecerdasan emosional dengan meningkatkan ibadah. Tidak hanya sholat, puasa, atau mengaji. Bersikap positif terhadap sesama manusia juga ibadah, termasuk komunikasi yang baik dengan anggota keluarga (anak-istri) juga termasuk ibadah dengan pahala yang besar dan mendapat ridho dari Allah
2) bertambah kecerdasan dalam urusan sosial. Jangan gampang meremehkan ibadah orang lain. Apapun bentuk ibadah orang lain harus saling menghargai.
3) Selalu terus bersyukur. Allah SWT tidak akan mengubah nikmat yang diberikan kepada makhluknya selama kita mensyukuri nikmat yang diberikan. Contohnya : sebagai mertua harus memberikan kemudahan kepada menantu untuk berbakti dan beribadah sebagai salah satu cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah

-yudo-


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Selopuro
28026-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonotirto

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Ibu Ketua Dharma Wanita Unit Pelaksana Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar beserta anggota dan juga perwakilan anggota TP PKK Desa mengikuti Kegiatan Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu.

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Iman dan Taqwa
Keterangan Program :
1. Kegiatan: Siraman Rohani dan Santunan Anak Yatim/Piatu
2. Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s.d Selesai
4. Tempat: Pendopo SAP Kanigoro
5. Pakaian : Muslim
6. Peserta: + 1000 peserta
Kegiatan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar berlangsung dengan khidmat dan lancar, serta dihadiri kurang lebih 1.000 peserta dari berbagai unsur organisasi dan masyarakat Kabupaten Blitar diantaranya Ketua Panitia GOW Kabupaten Blitar, Ibu Hj Ninik Rijanto, ketua Perwosi Arina Beky Herdiansyah, Bapak Bupati Blitar yg diwakili oleh Plt. Kabag Kesra Kabupaten Blitar, Ketua PCNU Kab. Blitar, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Baznas Kabupaten Blitar, seluruh pengurus GOW dan anggota GOW Kabupaten Blitar, UMKM Binaan GOW Kabupaten Blitar
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Sambutan-sambutan:
Selanjutnya sambutan oleh Ibu Hj Ninik Rijanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, GOW merupakan wadah untuk menyiram jiwa dalam rangka mempertebal ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Anak yatim disebut sebagai permata yang harus dijaga dan diperhatikan. Momentum Ramadan ini diharapkan dapat menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebaikan serta membentuk generasi yang saleh dan salehah.
Beliau juga mengajak seluruh peserta menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, memperluas kesejahteraan sosial, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dilanjutkan dengan sambutan Plt. Kabag Kesra yang mewakili Bupati Blitar, beliau menyampaikan bahwa Bupati Blitar mendukung penuh agenda ini. Disebutkan bahwa terdapat empat rangkaian kegiatan dalam momentum Ramadan yakni pada tanggal 26 Februari, 5 Maret, dan 12 Maret dengan tambahan satu hari pada tanggal 10 Maret yang diharapkan memberikan ilmu bermanfaat, membentuk keluarga yang kuat, serta menumbuhkan kebiasaan bersedekah dalam kehidupan sehari-hari.
Tausiyah:
Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan Tausiyah oleh Kyai Mukarobin. Dalam tausiyahnya, Kyai Mukarobin mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadan. Beliau mengingatkan bahwa Ramadan adalah momentum pengampunan dan dijauhkan dari api neraka, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Beberapa poin utama tausiyah yang disampaikan antara lain:
1. Meningkatkan kecerdasan emosional di bulan puasa
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran dan sikap positif kepada sesama, dimulai dari keluarga. Beliau menekankan pentingnya membangun keharmonisan rumah tangga. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” (HR. Tirmidzi)
Membangun kebahagiaan dan kehangatan dalam keluarga merupakan bagian dari ibadah yang bernilai pahala besar.
2. Meningkatkan kecerdasan sosial
Setiap aktivitas yang diniatkan karena Allah SWT bernilai ibadah, termasuk bekerja untuk menafkahi keluarga. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya engkau tidak menafkahkan suatu nafkah dengan mengharap ridha Allah, melainkan engkau akan diberi pahala karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Membantu sesama dan bersedekah juga memiliki keutamaan besar, sebagaimana firman Allah SWT:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261)
3. Menjaga nikmat Allah dengan bersyukur
Ramadan menjadi kesempatan untuk menjaga hubungan baik dalam keluarga, termasuk dengan mertua dan menantu, serta menjaga lisan. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Dengan menjaga sikap dan lisan, serta mempererat silaturahmi, diharapkan keberkahan dan kelancaran rezeki akan menyertai kehidupan keluarga.
Beliau juga menjelaskan bahwa bagi lansia yang melaksanakan salat tarawih dengan duduk diperbolehkan, karena salat sunah dapat dilakukan sesuai kemampuan, sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Salatlah kamu berdiri, jika tidak mampu maka duduklah, dan jika tidak mampu maka berbaringlah.” (HR. Bukhari)
Tausiyah diakhiri dengan harapan agar ilmu yang disampaikan pada pagi hari tersebut membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta.
Tujuan kegiatan Santunan Anak Yatim adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT
Menjadikan momentum bulan Ramadan sebagai sarana mempertebal keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta meningkatkan kualitas ibadah.
2. Menumbuhkan kepedulian sosial terhadap anak yatim
Memberikan santunan sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial terhadap anak yatim sebagai generasi penerus bangsa.
3. Mempererat silaturahmi antarorganisasi dan masyarakat
Menguatkan sinergi antara organisasi wanita, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun kebersamaan serta solidaritas sosial.
4. Menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga
Mendorong pembentukan keluarga yang harmonis, kuat, serta memiliki kecerdasan emosional dan sosial sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
5. Mendorong semangat berbagi dan bersedekah
Mengajak masyarakat untuk membiasakan diri bersedekah serta menjadikan berbagi sebagai bagian dari budaya sosial yang berkelanjutan.
6. Membentuk generasi yang saleh dan salehah
Menjadikan kegiatan ini sebagai langkah pembinaan moral dan spiritual bagi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Manfaat dari kegiatan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Spiritual
- Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
- Menumbuhkan rasa syukur karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadan.
- Menambah semangat dalam menjalankan ibadah serta memperbaiki kualitas diri.
2. Manfaat Sosial
- Meningkatkan kepedulian dan empati terhadap anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.
- Mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
- Memperkuat solidaritas serta kebersamaan dalam membangun kesejahteraan sosial.
3. Manfaat Pendidikan dan Moral
- Memberikan pembinaan rohani melalui tausiyah yang bermanfaat.
- Menanamkan nilai-nilai kebaikan, akhlak mulia, dan semangat berbagi kepada generasi muda.
- Mendorong terbentuknya keluarga yang harmonis dan berakhlak.
4. Manfaat Organisasi dan Kelembagaan
- Memperkuat peran GOW sebagai wadah koordinasi dan penggerak kegiatan sosial keagamaan.
- Meningkatkan sinergi antara organisasi wanita dan pemerintah daerah dalam program kesejahteraan masyarakat.
Penutup
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Mukarobin. Secara keseluruhan, acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan, serta diharapkan menjadi sarana memperkuat keimanan, kepedulian sosial, dan persatuan di Kabupaten Blitar.
Laporan ini dibuat/ disunting oleh
Mediana Aliyatul

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Wonotirto
28126-02-2026Dharma Wanita Persatuan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan UP Badan Pendapatan Daerah Kab. Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bidang : Bidang Sosial Budaya: Ketahanan Keluarga Keterangan Program : Iman dan Taqwa Keterangan Program: - Hari /Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026 - Jam : 08.00 - selesai WIB - Tempat : Pendopo SAP Kanigoro - Acara : Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) - Peserta : Ketua dan 5 Anggota DWP BAPENDA Kab. Blitar Susunan acara pada pagi hari ini: - Hiburan tim Hadrah Sifaul qalbi dari RSUD - Pembukaan oleh MC - Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya - Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Ibu Karima Najati - Sambutan dari Ibu Ninik Rijanto Ibu Bupati Blitar - Sambutan dari Bapak Bupati Blitar yang di wakili oleh Bapak Alti Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesrab - Pembacaan Penerima Hadiah Doorprize - Tauziah dari KH. Mukhorobin selaku Ketua PC NU - Doa Penutup - Penyerahan hadiah doorprize Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP) Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan oleh KH. Mukhorobin, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri. Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah luar biasa yang tidak semua orang berkesempatan menjalaninya. Dalam sambutannya, Ibu Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial. Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tak lupa ibu juga menyampaikan agar kegiatan ini di tutup dengan Doa. Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mukhorobin menjadi inti dari kegiatan tersebut. Dengan gaya penyampaian yang lugas, hangat, dan penuh hikmah, beliau mengajak seluruh hadirin untuk benar-benar memahami makna syukur dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Beliau menyampaikan bahwa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bersyukur karena masih diberi umur panjang untuk bertemu Ramadhan harus dibuktikan dengan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki akhlak. KH. Mukhorobin menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan ruhani yang melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama. Saat seseorang menahan lapar dan dahaga, ia belajar merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang beruntung. Dari situlah tumbuh kepedulian sosial yang menjadi salah satu esensi utama Ramadhan. Oleh sebab itu, beliau mengajak seluruh anggota organisasi wanita untuk tidak hanya fokus pada ibadah individual, tetapi juga memperkuat aksi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitas. Salat yang khusyuk, tilawah Al-Qur’an yang rutin, sedekah yang tulus, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat merupakan bentuk implementasi rasa syukur. Ramadhan hendaknya menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Jika setelah Ramadhan seseorang tidak mengalami peningkatan kualitas diri, maka perlu dilakukan introspeksi mendalam. Pesan tersebut sangat relevan bagi anggota DWP UP BAPENDA Kabupaten Blitar. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai ibu dan anggota masyarakat. Tanggung jawab tersebut memerlukan kesabaran dan kebijaksanaan. Melalui siraman rohani ini, para anggota diingatkan bahwa ketenangan rumah tangga dan keharmonisan keluarga berawal dari kekuatan spiritual seorang perempuan. Ketika seorang ibu memiliki hati yang tenang dan penuh syukur, suasana rumah pun akan terasa damai dan penuh keberkahan. KH. Mukhorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa Salah satu manfaat puasa yang sering dibahas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Kehadiran DWP UP BAPENDA Kabupaten Blitar dalam kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai organisasi wanita lainnya. Interaksi yang terjalin selama acara mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat jaringan sosial dan membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan maupun aksi sosial. Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bersyukur. Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas antaranggota. Ada beberapa pertanyaan dalam sesi ramah tamah hari ini 1. Pertanyaan dari ( Pkk dr kec. Talun lilik sri widayati) ” Doa apa untuk menghadapi mertua crewet dan anak yang memiliki sifat kaku? jawab: membaca alfatihah sehabis subuh 41 kali dan di tutup dengan doa Memohon Kesabaran dan Ketenangan Hati dan Agar Dilembutkan Hati 2. Pertanyaan dari (Bini junaedah pkk kec kademangan) ” pro dan kontra zakat fitrah untuk membantu MBG?” jawab: Zakat adalah ibadah mahdhah (ibadah khusus) yang aturannya jelas. Mengalihkannya ke program negara yang bersifat umum bisa dianggap keluar dari ketentuan syariat jika tidak memenuhi syarat distribusi. Dalam sesi akhir tauziah pagi ini beliau menyampaikan Ramadhan adalah anugerah yang tak ternilai. Kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat ini merupakan nikmat yang patut disyukuri dengan sepenuh hati. Dengan bimbingan tausiyah dari KH. Mukhorobin, diharapkan seluruh anggota semakin memahami bahwa syukur sejati adalah perubahan menuju kebaikan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik awal transformasi diri, memperkuat iman, memperluas kepedulian, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Selanjutnya di tutup dengan doa. Selain kegiatan siraman rohani ada pula bazar yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku UMKM tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM telah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan. Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Dengan penuh keceriaan, para ibu-ibu DWP yang hadir tampak berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan semangat serta apresiasi atas kreativitas dan kerja keras yang telah dilakukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah yang sumringah, canda tawa yang mengiringi setiap kunjungan, serta semangat untuk ikut serta memajukan produk lokal. Penulis : Dian Anita A.P
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Badan Pendapatan Daerah
28226-02-2026

harma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Ketua beserta pengurus Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar mengikuti kegiatan Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
Bidang : Bidang Sosial
Budaya: Ketahanan Keluarga
Keterangan Program : Iman dan Taqwa
Keterangan Program: - Hari /Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
- Jam : 08.00 - selesai WIB
- Tempat : Pendopo SAP Kanigoro
- Acara : Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
- Peserta : Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar
Susunan acara pada pagi hari ini: - Hiburan tim Hadrah Sifaul qalbi dari RSUD Srengat - Pembukaan oleh MC
- Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya
- Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Ibu Karima Najati
- Sambutan dari Ibu Ninik Rijanto Ibu Bupati Blitar
- Sambutan dari Bapak Bupati Blitar yang di wakili oleh Bapak Alwi Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra
- Pembacaan Penerima Hadiah Doorprize
- Tauziah dari KH. Mukhorobin selaku Ketua PC NU
- Doa Penutup
- Penyerahan hadiah doorprize
Ketua Dharma Wanita Persatuan UP DINDAMADE Kab Blitar Ny. NURUL TANTOWI dan anggota Dharma Wanita Persatuan DINDAMADE Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan oleh KH. Mukhorobin, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri.
Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah luar biasa yang tidak semua orang berkesempatan menjalaninya.
Dalam sambutannya, Ibu Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial.
Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tak lupa ibu juga menyampaikan agar kegiatan ini di tutup dengan Doa.
Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mukhorobin menjadi inti dari kegiatan tersebut. Dengan gaya penyampaian yang lugas, hangat, dan penuh hikmah, beliau mengajak seluruh hadirin untuk benar-benar memahami makna syukur dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Beliau menyampaikan bahwa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Bersyukur karena masih diberi umur panjang untuk bertemu Ramadhan harus dibuktikan dengan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki akhlak. KH. Mukhorobin menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan ruhani yang melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama. Saat seseorang menahan lapar dan dahaga, ia belajar merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang beruntung. Dari situlah tumbuh kepedulian sosial yang menjadi salah satu esensi utama Ramadhan. Oleh sebab itu, beliau mengajak seluruh anggota organisasi wanita untuk tidak hanya fokus pada ibadah individual, tetapi juga memperkuat aksi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitas. Salat yang khusyuk, tilawah Al-Qur’an yang rutin, sedekah yang tulus, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat merupakan bentuk implementasi rasa syukur.
Ramadhan hendaknya menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Jika setelah Ramadhan seseorang tidak mengalami peningkatan kualitas diri, maka perlu dilakukan introspeksi mendalam.
Pesan tersebut sangat relevan bagi anggota DWP Kabupaten Blitar. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai ibu dan anggota masyarakat. Tanggung jawab tersebut memerlukan kesabaran dan kebijaksanaan. Melalui siraman rohani ini, para anggota diingatkan bahwa ketenangan rumah tangga dan keharmonisan keluarga berawal dari kekuatan spiritual seorang perempuan. Ketika seorang ibu memiliki hati yang tenang dan penuh syukur, suasana rumah pun akan terasa damai dan penuh keberkahan.
KH. Mukhorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa Salah satu manfaat puasa yang sering dibahas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin.
Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.
kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai organisasi wanita lainnya. Interaksi yang terjalin selama acara mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat jaringan sosial dan membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan maupun aksi sosial.
Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bersyukur.
Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas antaranggota.
Ada beberapa pertanyaan dalam sesi ramah tamah hari ini
1. Pertanyaan dari ( Pkk dr kec. Talun lilik sri widayati) ” Doa apa untuk menghadapi mertua crewet dan anak yang memiliki sifat kaku?
jawab: membaca alfatihah sehabis subuh 41 kali dan di tutup dengan doa Memohon Kesabaran dan Ketenangan Hati dan Agar Dilembutkan Hati
2. Pertanyaan dari (Bu junaedah pkk kec kademangan) ” pro dan kontra zakat fitrah untuk membantu MBG?”
jawab: Zakat adalah ibadah mahdhah (ibadah khusus) yang aturannya jelas. Mengalihkannya ke program negara yang bersifat umum bisa dianggap keluar dari ketentuan syariat jika tidak memenuhi syarat distribusi.
Melalui keikutsertaan dalam siraman rohani ini, Ketua dan anggota DWP Kabupaten Blitar berharap nilai-nilai yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat mensyukuri momentum menjalankan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah, penguatan peran dalam keluarga, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam sesi akhir tauziah pagi ini beliau menyampaikan Ramadhan adalah anugerah yang tak ternilai. Kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat ini merupakan nikmat yang patut disyukuri dengan sepenuh hati. Dengan bimbingan tausiyah dari KH. Mukhorobin, diharapkan seluruh anggota semakin memahami bahwa syukur sejati adalah perubahan menuju kebaikan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik awal transformasi diri, memperkuat iman, memperluas kepedulian, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Selanjutnya di tutup dengan doa.
Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan, Ibu Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Daerah Kabupaten Blitar turut memeriahkan stand UMKM yang berada di Pendopo SAP. Kegiatan bazar yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku UMKM tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM telah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan. Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Kehadiran Ibu Ketua bersama pengurus DWP Kabupaten Blitar menambah semarak suasana bazar, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah di daerah.
Dengan penuh keceriaan, para ibu-ibu tampak berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan semangat serta apresiasi atas kreativitas dan kerja keras yang telah dilakukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah yang sumringah, canda tawa yang mengiringi setiap kunjungan, serta semangat untuk ikut serta memajukan produk lokal.

Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
28326-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Ketua beserta pengurus Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar mengikuti kegiatan Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
Bidang : Bidang Sosial
Budaya: Ketahanan Keluarga
Keterangan Program : Iman dan Taqwa
Keterangan Program: - Hari /Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
- Jam : 08.00 - selesai WIB
- Tempat : Pendopo SAP Kanigoro
- Acara : Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
- Peserta : Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kab. Blitar
Susunan acara pada pagi hari ini: - Hiburan tim Hadrah Sifaul qalbi dari RSUD Srengat - Pembukaan oleh MC
- Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya
- Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Ibu Karima Najati
- Sambutan dari Ibu Ninik Rijanto Ibu Bupati Blitar
- Sambutan dari Bapak Bupati Blitar yang di wakili oleh Bapak Alti Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra
- Pembacaan Penerima Hadiah Doorprize
- Tauziah dari KH. Mukhorobin selaku Ketua PC NU
- Doa Penutup
- Penyerahan hadiah doorprize
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab Blitar Ibu Ita Eko Susanto dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan oleh KH. Mukhorobin, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri.
Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah luar biasa yang tidak semua orang berkesempatan menjalaninya.
Dalam sambutannya, Ibu Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial.
Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tak lupa ibu juga menyampaikan agar kegiatan ini di tutup dengan Doa.
Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mukhorobin menjadi inti dari kegiatan tersebut. Dengan gaya penyampaian yang lugas, hangat, dan penuh hikmah, beliau mengajak seluruh hadirin untuk benar-benar memahami makna syukur dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Beliau menyampaikan bahwa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Bersyukur karena masih diberi umur panjang untuk bertemu Ramadhan harus dibuktikan dengan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki akhlak. KH. Mukhorobin menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan ruhani yang melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama. Saat seseorang menahan lapar dan dahaga, ia belajar merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang beruntung. Dari situlah tumbuh kepedulian sosial yang menjadi salah satu esensi utama Ramadhan. Oleh sebab itu, beliau mengajak seluruh anggota organisasi wanita untuk tidak hanya fokus pada ibadah individual, tetapi juga memperkuat aksi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitas. Salat yang khusyuk, tilawah Al-Qur’an yang rutin, sedekah yang tulus, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat merupakan bentuk implementasi rasa syukur.
Ramadhan hendaknya menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Jika setelah Ramadhan seseorang tidak mengalami peningkatan kualitas diri, maka perlu dilakukan introspeksi mendalam.
Pesan tersebut sangat relevan bagi anggota DWP Kabupaten Blitar. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai ibu dan anggota masyarakat. Tanggung jawab tersebut memerlukan kesabaran dan kebijaksanaan. Melalui siraman rohani ini, para anggota diingatkan bahwa ketenangan rumah tangga dan keharmonisan keluarga berawal dari kekuatan spiritual seorang perempuan. Ketika seorang ibu memiliki hati yang tenang dan penuh syukur, suasana rumah pun akan terasa damai dan penuh keberkahan.
KH. Mukhorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa Salah satu manfaat puasa yang sering dibahas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin.
Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar.
kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai organisasi wanita lainnya. Interaksi yang terjalin selama acara mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat jaringan sosial dan membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan maupun aksi sosial.
Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bersyukur.
Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas antaranggota.
Ada beberapa pertanyaan dalam sesi ramah tamah hari ini
1. Pertanyaan dari ( Pkk dr kec. Talun lilik sri widayati) ” Doa apa untuk menghadapi mertua crewet dan anak yang memiliki sifat kaku?
jawab: membaca alfatihah sehabis subuh 41 kali dan di tutup dengan doa Memohon Kesabaran dan Ketenangan Hati dan Agar Dilembutkan Hati
2. Pertanyaan dari (Bu junaedah pkk kec kademangan) ” pro dan kontra zakat fitrah untuk membantu MBG?”
jawab: Zakat adalah ibadah mahdhah (ibadah khusus) yang aturannya jelas. Mengalihkannya ke program negara yang bersifat umum bisa dianggap keluar dari ketentuan syariat jika tidak memenuhi syarat distribusi.
Melalui keikutsertaan dalam siraman rohani ini, Ketua dan anggota DWP Kabupaten Blitar berharap nilai-nilai yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat mensyukuri momentum menjalankan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah, penguatan peran dalam keluarga, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam sesi akhir tauziah pagi ini beliau menyampaikan Ramadhan adalah anugerah yang tak ternilai. Kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat ini merupakan nikmat yang patut disyukuri dengan sepenuh hati. Dengan bimbingan tausiyah dari KH. Mukhorobin, diharapkan seluruh anggota semakin memahami bahwa syukur sejati adalah perubahan menuju kebaikan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik awal transformasi diri, memperkuat iman, memperluas kepedulian, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Selanjutnya di tutup dengan doa.
Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan, Ibu Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Daerah Kabupaten Blitar turut memeriahkan stand UMKM yang berada di Pendopo SAP. Kegiatan bazar yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku UMKM tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM telah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan. Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Kehadiran Ibu Ketua bersama pengurus DWP Kabupaten Blitar menambah semarak suasana bazar, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah di daerah.
Dengan penuh keceriaan, para ibu-ibu tampak berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan semangat serta apresiasi atas kreativitas dan kerja keras yang telah dilakukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah yang sumringah, canda tawa yang mengiringi setiap kunjungan, serta semangat untuk ikut serta memajukan produk lokal.

Program: Iman dan Takwa
28413-02-2026Dharma Wanita Persatuan Dinas Inspektorat Kabupaten Blitar Dharma Wanita Persatuan Dinas Inspektorat Kabupaten Blitar telah melaksanakan kegiatan, Bidang : Sosial Program : Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Keterangan Program : 1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Inspektorat Kabupaten Blitar 2. Hari / Tanggal : Jumat, 13 Februari 2026 3. Pukul : 08.00 - Selesai 4. Lokasi : Ruang Integritas Inspektorat Kabupaten Blitar 5. Acara : Pertemuan rutin DWP, kegiatan belanja ke pasar rakyat dan kegiatan anjangsana Silaturahmi ke anggota DWP inspektorat. Dalam pertemuan rutin tersebut, ketua DWP ibu Lilik Rully membahas rencana kegiatan bidang pendidikan, ekonomi dan sosial selain itu kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Selanjutnya DWP Inspektorat belanja ke pasar rakyat dalam rangka mendukung UMKM Kabupaten Blitar, pada kesempatan ini DWP belanja ke pasar Srengat Kabupaten Blitar. Selanjutnya DWP inspektorat melakukan anjangsana silaturahmi ke kediaman anggota DWP inspektorat, ibu Laila Imam As'ari kemudian dilanjutkan silaturahmi ke kediaman ibu Ledyana Fahri. Laporan kegiatan ini ditulis dan diedit oleh Kuntum D selaku operator e-Reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Inspektorat Kabupaten Blitar.
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Inspektorat
28526-02-2026

Dharma Wanita Persatuan BPBD Kabupaten Blitar

Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan UP BPBD Kab. Blitar mengikuti kegiatan Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)

Bidang : Bidang Sosial Budaya: Ketahanan Keluarga

Keterangan Program : Iman dan Taqwa
Keterangan Program: - Hari /Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
- Jam : 08.00 - selesai WIB
- Tempat : Pendopo SAP Kanigoro
- Acara : Menghadiri undangan kegiatan siraman rohani di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
- Peserta : Ketua dan 6 Anggota DWP BPBD Kab. Blitar
Susunan acara pada pagi hari ini: - Hiburan tim Hadrah Sifaul qalbi dari RSUD Srengat - Pembukaan oleh MC
- Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya
- Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Ibu Karima Najati
- Sambutan dari Ibu Ninik Rijanto Ibu Bupati Blitar
- Sambutan dari Bapak Bupati Blitar yang di wakili oleh Bapak Alti Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesrab
- Pembacaan Penerima Hadiah Doorprize
- Tauziah dari KH. Mukhorobin selaku Ketua PC NU
- Doa Penutup
- Penyerahan hadiah doorprize
Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar menghadiri undangan kegiatan siraman rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Mari Mensyukuri Momentum Menjalankan Bulan Suci Ramadhan” tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna spiritual. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan oleh KH. Mukhorobin, yang memberikan pencerahan mendalam mengenai hakikat syukur dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri.
Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa. Para anggota organisasi wanita yang hadir memenuhi ruangan dengan balutan busana muslimah yang anggun dan sederhana, mencerminkan semangat kesucian dan ketenangan Ramadhan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ibu Karima Najati sebagai pembuka acara mengantarkan seluruh hadirin pada suasana khusyuk dan penuh perenungan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah luar biasa yang tidak semua orang berkesempatan menjalaninya.
Dalam sambutannya, Ibu Ninik Rijanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh jamaah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan lintas organisasi. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial. Kebersamaan antarorganisasi wanita menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun karakter perempuan yang tangguh, religius, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Tak lupa ibu juga menyampaikan agar kegiatan ini di tutup dengan Doa.
Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mukhorobin menjadi inti dari kegiatan tersebut. Dengan gaya penyampaian yang lugas, hangat, dan penuh hikmah, beliau mengajak seluruh hadirin untuk benar-benar memahami makna syukur dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Beliau menyampaikan bahwa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bersyukur karena masih diberi umur panjang untuk bertemu Ramadhan harus dibuktikan dengan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki akhlak.
KH. Mukhorobin menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan ruhani yang melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama. Saat seseorang menahan lapar dan dahaga, ia belajar merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang beruntung. Dari situlah tumbuh kepedulian sosial yang menjadi salah satu esensi utama Ramadhan. Oleh sebab itu, beliau mengajak seluruh anggota organisasi wanita untuk tidak hanya fokus pada ibadah individual, tetapi juga memperkuat aksi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitas. Salat yang khusyuk, tilawah Al-Qur’an yang rutin, sedekah yang tulus, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat merupakan bentuk implementasi rasa syukur. Ramadhan hendaknya menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Jika setelah Ramadhan seseorang tidak mengalami peningkatan kualitas diri, maka perlu dilakukan introspeksi mendalam.
Pesan tersebut sangat relevan bagi anggota DWP UP BPBD Kabupaten Blitar. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai ibu dan anggota masyarakat. Tanggung jawab tersebut memerlukan kesabaran dan kebijaksanaan. Melalui siraman rohani ini, para anggota diingatkan bahwa ketenangan rumah tangga dan keharmonisan keluarga berawal dari kekuatan spiritual seorang perempuan. Ketika seorang ibu memiliki hati yang tenang dan penuh syukur, suasana rumah pun akan terasa damai dan penuh keberkahan.
KH. Mukhorobin juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, momentum Ramadhan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, karena ukhuwah yang kuat akan membawa keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan melalui hal sedehana dalam momen bulan suci Ramadhan utuk ibu-ibu semagat dalam menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk keluarga. Beliau juga menuturkan banyak sekali manfaat dalam puasa Salah satu manfaat puasa yang sering dibahas, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan, adalah kemampuannya membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Puasa bukan hanya ibadah yang bernilai pahala, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan “pembersihan” dari dalam.
Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukhorobin. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Secara khusus, doa juga ditujukan bagi para petugas BPBD Kabupaten Blitar agar senantiasa diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Dalam kondisi darurat bencana, mereka sering kali harus bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan di tengah situasi yang penuh risiko. Dukungan doa dari keluarga dan organisasi menjadi kekuatan batin yang sangat berarti.
Kehadiran DWP UP BPBD Kabupaten Blitar dalam kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai organisasi wanita lainnya. Interaksi yang terjalin selama acara mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat jaringan sosial dan membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan maupun aksi sosial.
Selain memperoleh pencerahan spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bersama. Para anggota menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bersyukur.
Di akhir acara, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, mencerminkan rasa syukur dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas antaranggota. Ada beberapa pertanyaan dalam sesi ramah tamah hari ini
1. Pertanyaan dari ( Pkk dr kec. Talun lilik sri widayati) ” Doa apa untuk menghadapi mertua crewet dan anak yang memiliki sifat kaku?
jawab: membaca alfatihah sehabis subuh 41 kali dan di tutup dengan doa Memohon Kesabaran dan Ketenangan Hati dan Agar Dilembutkan Hati
2. Pertanyaan dari (Bini junaedah pkk kec kademangan) ” pro dan kontra zakat fitrah untuk membantu MBG?”
jawab: Zakat adalah ibadah mahdhah (ibadah khusus) yang aturannya jelas. Mengalihkannya ke program negara yang bersifat umum bisa dianggap keluar dari ketentuan syariat jika tidak memenuhi syarat distribusi.
Melalui keikutsertaan dalam siraman rohani ini, Ketua dan anggota DWP UP BPBD Kabupaten Blitar berharap nilai-nilai yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat mensyukuri momentum menjalankan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah, penguatan peran dalam keluarga, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam sesi akhir tauziah pagi ini beliau menyampaikan Ramadhan adalah anugerah yang tak ternilai. Kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat ini merupakan nikmat yang patut disyukuri dengan sepenuh hati. Dengan bimbingan tausiyah dari KH. Mukhorobin, diharapkan seluruh anggota semakin memahami bahwa syukur sejati adalah perubahan menuju kebaikan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik awal transformasi diri, memperkuat iman, memperluas kepedulian, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Selanjutnya di tutup dengan doa.
Setelah serangkaian kegiatan dilalui dengan penuh semangat dan kebersamaan, Ibu Ketua beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar turut memeriahkan stand UMKM yang berada di Pendopo SAP. Kegiatan bazar yang menghadirkan lebih dari 10 pelaku UMKM tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Sejak awal dibuka, stand-stand UMKM telah dipadati pengunjung yang ingin melihat dan membeli berbagai produk unggulan. Aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal tersaji dengan tampilan menarik dan menggugah selera. Kehadiran Ibu Ketua bersama anggota DWP UP BPBD Kabupaten Blitar menambah semarak suasana bazar, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah di daerah.
Dengan penuh keceriaan, para ibu-ibu tampak berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan semangat serta apresiasi atas kreativitas dan kerja keras yang telah dilakukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah yang sumringah, canda tawa yang mengiringi setiap kunjungan, serta semangat untuk ikut serta memajukan produk lokal.

Penulis: Ibu Devi Lya selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar.


Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: BPBD
28620-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerja : Jumat Bersih

Dalam rangka Jumat Bersih Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani mengikuti Kerja Bakti Pembersihan Waduk Blumbang Gede dalam rangka Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bersama Bupati Blitar, Kepala Instansi Se-Kec. Gandusari, Perwakilan Seluruh Perangkat Desa Se-Kec. Gandusari dan seluruh anggota DWP Se Kecamatan Gandusari. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 orang.

Keterangan :
1. Hari/Tanggal : Jumat, 20 Februari 2026.
2. Pukul : 07.00 WIB - Selesai.
3. Lokasi : Waduk Blumbang Gede Desa Soso .
4. Acara : Kerja Bakti Pembersihan Waduk Blumbang Gede dalam rangka Indonesia ASRI.

Apa saja sih manfaat dan tujuan Pembersihan Waduk? Yaitu :
1. Menjaga Kualitas Air : Pembersihan waduk dari sampah dan lumpur dapat meningkatkan kualitas air sehingga lebih layak digunakan untuk irigasi, perikanan, bahkan air baku kebutuhan rumah tangga.
2. Mencegah Pendangkalan : Pengangkatan sedimentasi (lumpur) membantu menjaga kedalaman waduk sehingga daya tampung air tetap optimal dan tidak cepat dangkal.
3. Mengurangi Resiko Banjir : Waduk yang bersih memiliki kapasitas tampung air yang lebih baik, sehingga dapat menahan debit air saat musim hujan dan mengurangi potensi banjir.
4. Menjaga Ekosistem : Pembersihan sampah dan gulma air membantu menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga ikan dan makhluk hidup lainnya dapat berkembang dengan baik.
5. Meningkatkan Nilai Estetika : Waduk yang bersih terlihat lebih indah dan nyaman, bahkan bisa dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi atau wisata.
6. Mendukung Sektor Ekonomi : Waduk yang terawat dapat mendukung sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
7. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan : Kegiatan pembersihan waduk yang melibatkan masyarakat dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Pelaksanaan Kegiatan Pembersihan Waduk.
Kerja Bakti yang dipimpin oleh Bupati Blitar yang senantiasa mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Semua anggota Dharma Wanita bekerja sama dengan Perangkat Desa, Masyarakat Sekitar dan Instansi lainnya untuk membersihkan tumbuhan lumut, menyapu daun-daun kering, serta memilah sampah organik dan anorganik. Semangat gotong royong sangat terasa dalam kegiatan ini, mencerminkan kekompakan dan rasa tanggung jawab bersama Selama kegiatan berlangsung. Partisipasi aktif dalam Gerakan ASRI juga menjadi teladan bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya gerakan ASRI ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kebersihan lingkungan, pengambilan dokumentasi (foto atau video) mungkin dilakukan. Setelah kegiatan selesai pengambilan foto bersama.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
28726-02-2026Kegiatan Santunan Anak Yatim dan Siraman Rohani dalam Bulan Ramadhan 1447 H diadakan oleh Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Blitar. Dalam rangka meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar turut berpartisipasi dalam kegiatan Santunan Anak Yatim dan Siraman Rohani yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Desember 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Sasana Adi Praja, Jalan Kusuma Bangsa, Kanigoro, Blitar. Pada kegiatan tersebut, DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar diwakili langsung oleh Ketua UP DWP, Ibu Yustin Widyatmoko, didampingi lima anggota, yaitu Ibu Andy Mulya, Ibu Slamet, Ibu Ryan, Ibu Triyanto, dan Ibu Siswanto. Kehadiran rombongan ini merupakan bentuk dukungan aktif terhadap kegiatan GOW sekaligus wujud kepedulian sosial kepada anak-anak yatim serta upaya memperkuat nilai-nilai spiritual di bulan Ramadhan. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta, yang berasal dari berbagai organisasi wanita di Kabupaten Blitar, antara lain perwakilan dari PKK, Dharma Wanita, Perwosi, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, IGTKI, Himpaudi, Selaksebaya, KKI, serta organisasi wanita lainnya. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang terjalin di antara organisasi wanita di Kabupaten Blitar. Rangkaian acara diawali dengan penampilan sholawat dari RSUD Srengat, yang menciptakan suasana khidmat dan penuh ketenangan. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang semakin menguatkan nuansa religius kegiatan tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan kasih sayang kepada sesama. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ibu Hj. Ninik Rijanto. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta yang jumlahnya melebihi 1.000 orang, yang menunjukkan kuatnya kebersamaan antarorganisasi wanita. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin GOW yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan santunan. Secara khusus, beliau juga memberikan pesan penuh makna kepada anak-anak yatim agar tidak merasa khawatir meskipun tidak memiliki ayah atau ibu, karena Allah SWT senantiasa hadir dengan kasih sayang-Nya yang tidak pernah putus. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Bapak Alwi, yang mewakili Bupati Blitar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas partisipasi seluruh organisasi wanita yang hadir. Pemerintah Kabupaten Blitar memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan siraman rohani GOW yang dilaksanakan secara rutin sebanyak tiga kali selama bulan Ramadhan. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat serta mendukung terwujudnya kehidupan keluarga yang harmonis, karena negara yang kuat berawal dari keluarga yang kuat. Selain itu, beliau juga mengapresiasi para pelaku UMKM yang turut berpartisipasi dan mengajak seluruh peserta untuk berbelanja sebagai bentuk sedekah. Acara kemudian dilanjutkan dengan alunan zikir dan pujian dari Grup Sholawat Silfaul Qolbi RSUD Srengat, yang semakin menambah kekhusyukan suasana. Puncak acara diisi dengan tausiah oleh KH. Muqorrobin, yang diawali dengan sapaan hangat kepada seluruh peserta. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan bahwa kehadiran para ibu dalam kegiatan ini tentu dilandasi niat yang baik. Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat, di mana Allah SWT dengan kemurahan-Nya melimpahkan banyak keberkahan kepada umat-Nya. KH. Muqorrobin mengingatkan agar seluruh peserta senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah dimiliki dan tidak menyia-nyiakan tiga kesempatan penting, yaitu: Kecerdasan personal dan spiritual, bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada sholat dan puasa, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sedekah dan sikap positif kepada sesama, terutama kepada keluarga. Bahkan, sedekah memiliki nilai keutamaan yang sangat besar. Kecerdasan sosial, di mana perilaku dalam rumah tangga merupakan cerminan perilaku di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, keharmonisan hendaknya dimulai dari rumah. Kecerdasan dalam bersyukur, karena Allah SWT tidak akan mengubah nikmat yang telah diberikan, namun manusia sering kali lalai dalam mensyukurinya. Setelah tausiah, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Muqorrobin. Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, yang dimanfaatkan dengan baik oleh beberapa peserta untuk memperdalam pemahaman keagamaan. Sebagai penutup, acara dimeriahkan dengan pembagian doorprize kepada 20 peserta terpilih, yang menambah suasana keakraban dan kegembiraan. Kesan dan Harapan Kegiatan Santunan Anak Yatim dan Siraman Rohani ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Kesan yang dirasakan oleh peserta, khususnya perwakilan DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, adalah terjalinnya kebersamaan yang kuat antarorganisasi wanita serta meningkatnya semangat untuk berbagi dan memperbaiki kualitas spiritual diri dan keluarga. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga dan masyarakat yang beriman, harmonis, dan berdaya. laporan oleh: Yustin
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
28823-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka rangka Jumat Bersih menjadi wujud nyata dukungan terhadap Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Blitar DWP UPT SMPN 1 Wlingi mengajadak Jum’at Bersih

Bidang : Sosial Budaya

Program : Jum’at Bersih

Keterangan Program
1. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jum’at,20 Februari 2026
3. Pukul : 07.00 – Selesai
4. Tempat : UPT SMPN 1 Wlingi
5. Pakaian : Kaos Olahraga

Kegiatan Dharmawanita Persatuan UPT SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar dalam rangka Jumat Bersih menjadi wujud nyata dukungan terhadap Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Blitar. Pada Jumat, 20 Februari 2026, seluruh anggota Dharmawanita Persatuan bersama keluarga besar UPT SMP Negeri 1 Wlingi turut ambil bagian dalam aksi bersih lingkungan yang dilaksanakan secara serentak dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan perhatian dari Bapak Bupati Blitar, Rijanto, yang senantiasa mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.


Sejak pagi hari, para anggota Dharmawanita telah berkumpul di lingkungan sekolah dengan mengenakan seragam olahraga yang rapi dan kompak. Mereka membawa berbagai perlengkapan kebersihan seperti sapu, pengki, alat pemotong rumput, dan kantong sampah. Dengan penuh semangat, kegiatan diawali dengan apel singkat yang berisi arahan mengenai pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup sehat. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Gerakan ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan yang harus menjadi kebiasaan bersama.


Anggota Dharmawanita bekerja sama dengan guru dan tenaga kependidikan untuk membersihkan rumput liar, menyapu daun-daun kering, serta memilah sampah organik dan anorganik. Selain itu, dilakukan pula penataan ulang taman sekolah agar terlihat lebih rapi dan indah. Semangat gotong royong sangat terasa dalam kegiatan ini, mencerminkan kekompakan dan rasa tanggung jawab bersama.


Melalui kegiatan ini, Dharmawanita Persatuan UPT SMP Negeri 1 Wlingi menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, resik, dan indah. Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru, tetapi juga berdampak positif terhadap proses pembelajaran. Suasana sekolah yang asri diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar serta menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik.


Partisipasi aktif Dharmawanita dalam Gerakan ASRI juga menjadi teladan bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya sinergi antara pihak sekolah, Dharmawanita, dan Pemerintah Kabupaten Blitar, diharapkan gerakan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kebersihan lingkungan. Kegiatan Jumat Bersih pada 20 Februari 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Blitar yang semakin maju, sehat, dan berdaya saing melalui budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.


Laporan kegiatan ini ditulis atau disunting oleh Ibu Novita Danang selaku operator e reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Program: Bhakti Sosial
Pelaksana: Dinas Pendidikan

28913-02-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wonodadi telah mengikuti kegiatan Kunjungan ke TK dan pemberian PMT untuk anak TK Dharma Wanita dan PAUD.
Bidang : Sosial Budaya,
Program Ketahanan Keluarga , Kegiatan : Gerakan Sehat .

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jum’at / 13 Februari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB sampai selesai
4. Peserta : Pengurus Dharma Wanta Persatuan dan TP PKK Kecamatan Wonodadi dan PKH
5. Tempat : TK Dharma Wanta Desa Jaten
6. Acara : Kunjungan ke TK .
Laporan Kegiatan

Taman Kanak – Kanak atau yang lebih dikenal dengan TK adalah jenjang pendidikan dasar pada anak – anak setelah orang tua hal ini yang dimaksud adalah ibu. Tujuan dari TK ini adalah membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, keteramilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak, pertumbuhan derta perkembangan selanjutnya.

Sesuai dengan salah satu program Dharma Wanita adalah Dharma Wanita mengajar adalah program sukarela dari anggita Dharma Wanta Persatuan untuk turun langsung mendidik anak – anak khususnya tingat PAUD/TK .Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan literasi dan nlai moral sejak dini serta memperkuat peran perempuan dalam pendidikan generasi muda.

Poin penting dari "Dharma Wanita Mengajar":.
Tujuan Utama: Menanamkan nilai karakter, kerukunan, dan literasi sejak dini untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. .
Aktivitas: Mengajar dengan hati, sesi mendongeng (storytelling), simulasi cuci tangan, pengelolaan sampah, hingga percobaan sains sederhana yang menarik. .
Dampak: Memperkuat peran perempuan sebagai pendidik di luar keluarga dan membangun hubungan positif dengan satuan pendidikan. .
Program ini merupakan wujud nyata kepedulian DWP terhadap pendidikan usia dini, yang sering kali dilakukan di TK di bawah binaan DWP.

Hari ini kamis tanggal 13 Februari 2026 ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan dan PKK beserta PKH melaksanakan kunjungan ke TK Daharma Wanita Desa Jaten yang mana kunjungan ini bertujuan untuk melihat kondisi gedung dan anak – anak didik dari TK Dharma Wanita Jaten dan memberikan bantuan PMT kepada anak didik dan lelaksanakan program dari Dharma Wanita yaitu Dharma Wanita Mengajar.

TK Dharma Wanita Jaten memiliki gedung sendiri dari tanah desa dan memiliki anak didik sejumlah Kelas A 21 anak kelas B 18 anak dan PAUD 11 anak. Dari 50 Sswa ini ada 4 guru pengajar. Pemberian PMT bagi anak TK ini sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting.

Ibu Ketua Dharma Wanta Persatuan Kecamatan Wonodadi masuk ke kelas A dan Kelas B memberikan langsung PMT kepada anak didik dari TK Dharma Wanita Jaten. Di dalam kelas beliau juga berpesan kepada anak – anak bahwa makan yang mengandung gizi yang cukup supaya tidak mudah sakit, gosok gigi sebelum tidur supaya gigi tidak gamapang rusak, setelah melakukan apa saja di anjurka untuk cuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan.

Ketua DWP Kecamatan Wonodadi juga meminta informasi terkait TK Dharma Wanita yang mana sebelum memiliki gedung sendiri juga masih nebeng di kantor desa di rumah warga yang ukurannya luas. Untuk murid dari TK Dharma Wanita Jaten ini berasal dari sebagian dari desa Salam dan desa jaten. Untuk desa jaten yang pinggir bersekolah di daerah kabupaten tulungagung. Untuk saran dan prasana yang diperlukan berasal dari sumbangan wali murid dan sebagian dari Kantor Desa. Ketua IGTKI Kecamatan Wonodadi juga menginformasikan bahwa ada beberapa TK membentuk Taman Posyandu yang man taman posyandu ini merupakan pengembangan dari posyandu konvensional yang diintegrasikan dengan PAUD dan BKB ( Bina Keluarga Balita ) untuk optimalisasi tumbuh kembang anak usia 0 – 5 tahun secara holistic.

Taman posyandu jga merupakan langkah strategis untuk memperkuat fungsi posyandu, tidak perlu membentuk organisasi baru melainkan memperluas fungsi yang sudagh ada. Taman posyandu ini memiliki manfaat dan tujuan diantaranya :
Optimalisasi tumbuh kembang
Deteksi dini stunting dan perkembangan anak secara komperhensif
Integrasi Layanan
Ibu yang mendapatkan pelayanan kesehatan an PAUD untuk balitanya secara bersamaan
Pemberdayaan Masyarakat
Dikelola oleh kader terutama kader PKK, posyandu dan BKB yang dilatih untuk menciptakan pola asuh yang baik.
Komponen utaman dalam taman posyandu adalah :
Posyandu pemantauan kesehatan, deteksi dini tumbuh kembang anaka dan imunisasi PAUD merupakan rangsangan pendidikan an stimulasi kognitif, motoric serta social – emosional
BKB merupaka edukasi pengasuhan/ perenting kepada orang tua mengenai gizi dan perilaku hidup bersih

Penulis : Binti Srihariyani

Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Kecamatan Wonodadi

29013-02-2026

KEGIATAN KEGIATAN PROMOSI LAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BLITAR

Ibu Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar mendampingi Bapak Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar turut menghadiri Undangan Promosi Layanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Blitar

Keterangan :

1. Hari/Tanggal : Jumat-Sabtu, 13-14 Februari 2026
2. Pukul : 18.30 – selesai
3. Tempat : Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel, Kota Batu
4. Acara : Promosi Layanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Blitar

Pada hari Jumat–Sabtu, tanggal 13–14 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Promosi Layanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Blitar yang bertempat di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel, Kota Batu, Malang. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengenalkan serta memperkuat pemanfaatan layanan unggulan RSUD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, sekaligus meningkatkan sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut :
• Mempromosikan layanan unggulan RSUD Kabupaten Blitar
• Memperkuat pemanfaatan layanan RSUD oleh masyarakat
• Meningkatkan sinergi lintas sektor
• Mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat
• Sosialisasi dan penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pemangku kebijakan di Kabupaten Blitar yang menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan layanan kesehatan daerah. Undangan yang menghadiri diantaranya adalah :
• Bupati dan Wakil Bupati Blitar
• Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Blitar
• Ketua TP PKK, Perwosi, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
• Ketua UP DWP Badan, Dinas, dan Kecamatan se-Kabupaten Blitar
Acara pada hari pertama dimulai pukul 18.30 WIB dengan rangkaian pembukaan berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, MMRS. Dalam paparannya, beliau menyampaikan berbagai program unggulan rumah sakit yang berfokus pada inovasi layanan spesialis, peningkatan kenyamanan pasien, serta optimalisasi layanan kegawatdaruratan. Beberapa program unggulan tersebut antara lain :
• Inovasi layanan anak (Manja Ceria dan Ramayana)
• Program penanganan stroke (Blitar Serasi)
• Layanan gawat darurat 24 jam (WINGS)
• Layanan tambahan: antar obat gratis, poliklinik eksekutif, hemodialisa, endoskopi, skrining bayi, pendaftaran online, administrasi terintegrasi (KK & akta lahir)
• Cath Lab dan kemoterapi yang sedang dalam pengembangan
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur RSUD Srengat, dr. Tri Wahyuning Rahmawati, MMRS. Disampaikan bahwa RSUD Srengat berkomitmen menghadirkan pelayanan prima berbasis teknologi digital dengan konsep Eco Hospital yang peduli lingkungan. Program unggulan meliputi :
• IGD 24 jam dengan fasilitas PONEK
• Inovasi RS Digital
• Program gizi masyarakat “Laa Kok Gitu Mas”
• Konsep Eco Hospital
• Pelayanan spesialis lengkap dan penunjang medis 24 jam
• Program sosial (RSSR Peduli, khitan massal, senam lansia, dll.)
Wakil Bupati Blitar, Bapak Beky Herdihansah, juga menyampaikan sambutan yang mana beliau menegaskan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Beliau menginstruksikan agar rujukan dari puskesmas di wilayah Kabupaten Blitar dapat diarahkan ke RSUD milik pemerintah daerah sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan daerah. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi dan pengabdiannya.
Selanjutnya disampaikan oleh Bupati Blitar, Rijanto. Beliau menyampaikan penghargaan atas capaian dan inovasi yang telah dilakukan kedua RSUD serta menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan arahan Presiden Republik Indonesia mengenai Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menitikberatkan pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dari hulu, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta budaya kerja bakti.
Kegiatan hari Jumat, 13 Februari 2026 ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Pada hari Sabtu pagi 14 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama (Tai Chi dan aerobik) serta penguatan komitmen pelaksanaan Germas di masing-masing perangkat daerah.

Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Tenaga Kerja

29106-02-2026Laporan :
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerja : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Olahraga
Ketua UP DWP Kecamatan Wlngi Kabupaten Blitar Ny. Nestriana Besta Melaksanakan kegiatan Senam Bersama yang dilaksanakan pada :
1. Hari Tanggal : Jum’at, 06 Februari 2026
2. Pukul : 07.00 s/d selesai
3. Lokasi : Halaman Kantor Kecmatan Wlingi
Dalam kegiatan tersebut yang hadir diantaranya terdiri dari Pengurus DWP se Kecamatan Wlingi, Ibu Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan beserta anggota, Ibu Ketua Persit Wlingi beserta anggota, dan Ibu Ketua Bhayangkari Wlingi beserta anggota dan anggota lainnya.
Dalam kegiatan senam ini Ny. Bestriana Besta menyampaikan senam bersama adalah kegiatan positif yang menggabungkan kesehatan fisik dengan kebersamaan sosial. Kegiatan ini akan diusahakan rutin satu bulan sekali.
Kegiatan senam bersama merupakan agenda olahraga rutin yang efektif meningkatkan kebugaran jasmani, kesehatan jantung, serta mempererat tali silaturahmi. Dengan instruktur profesional, musik enerjik, dan gerakan yang disesuaikan, kegiatan ini menciptakan suasana ceria, mengurangi stres, dan memupuk kekompakan.
Senam bersama meningkatkan kebugaran, memperkuat tulang, menormalkan aliran darah, dan melatih otot. Gerakan yang terstruktur dari pemanasan hingga pendinginan mengurangi cedera dan menyegarkan tubuh.
Tujuan diadakan olahraga/senam rutin bersama adalah:
1.Menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh.
Membantu menjaga kebugaran jasmani, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas.
2.Meningkatkan kebugaran fisik.
Melatih kekuatan otot, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh.
3.Menjaga berat badan ideal.
Membakar kalori dan membantu mengontrol berat badan agar tetap proporsional.
4.Meningkatkan kesehatan mental.
Mengurangi stres, kecemasan, serta meningkatkan suasana hati karena tubuh memproduksi hormon endorfin.
5.Meningkatkan kualitas tidur.
Olahraga teratur membantu tidur lebih nyenyak dan berkualitas.
6.Meningkatkan produktivitas dan konsentrasi.
Tubuh yang bugar membuat aktivitas sehari-hari lebih semangat dan fokus.
Kegiatan ini selesai jam 08.30 wib diakhiri dengan foto bersama.

Program: Olah Raga
Pelaksana: Kecamatan Wlingi
29213-02-2026LAPORAN KEGIATAN PROMOSI LAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BLITAR Ketua UP DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kab..Blitar, Ibu Yustin Widyatmoko, menghadiri undangan kegiatan Promosi Layanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Blitar yang dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 13–14 Februari 2026, bertempat di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel, Kota Batu, Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan serta memperkuat pemanfaatan layanan unggulan RSUD di Kabupaten Blitar, sekaligus mempererat sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta sosialisasi Germas. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blitar, Wakil Bupati Blitar, Kepala OPD se-Kabupaten Blitar, Camat se-Kabupaten Blitar, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ketua Perwosi Kabupaten Blitar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar, serta Ketua UP DWP Badan, Dinas, dan Kecamatan se-Kabupaten Blitar. Kegiatan pada hari pertama dimulai tepat pukul 18.30 WIB. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama. Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Direktur RSUD Srengat, Wakil Bupati Blitar, dan ditutup dengan sambutan sekaligus arahan dari Bupati Blitar. Dalam sambutannya, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, MMRS, menyampaikan bahwa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memiliki berbagai program unggulan yang berfokus pada inovasi layanan spesialis, kenyamanan pasien, serta peningkatan layanan kegawatdaruratan. Program unggulan tersebut antara lain Manja Ceria sebagai inovasi perawatan anak yang ramah dan menyenangkan, Ramayana sebagai layanan rawat inap nyaman bagi anak, Blitar Serasi sebagai inovasi penanganan stroke melalui pendekatan farmakologi, self-healing oleh keluarga, dan relaksasi, serta Wlingi Emergency Medical Service (WINGS) sebagai layanan gawat darurat 24 jam. Selain itu, RSUD Wlingi juga menyediakan layanan antar obat gratis bagi pasien tertentu, Poliklinik Eksekutif, layanan hemodialisa dan endoskopi, skrining deteksi dini pada bayi, pendaftaran online, serta layanan administrasi terintegrasi berupa perubahan KK dan akta kelahiran langsung saat ibu melahirkan. Ke depan, RSUD Wlingi juga tengah mengembangkan layanan Cath Lab dan kemoterapi untuk melengkapi layanan medis. Selanjutnya, Direktur RSUD Srengat, dr. Tri Wahyuning Rahmawati, MMRS, memaparkan bahwa RSUD Srengat berkomitmen menghadirkan pelayanan prima berbasis teknologi digital serta kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Eco Hospital. Program unggulan RSUD Srengat meliputi layanan IGD 24 jam dengan fasilitas PONEK, inovasi RS Digital untuk mempermudah akses informasi dan pendaftaran, serta layanan gizi masyarakat “Laa Kok Gitu Mas” yang menjangkau langsung masyarakat. RSUD Srengat juga memiliki pelayanan spesialis lengkap, layanan penunjang medis 24 jam, serta berbagai program sosial seperti RSSR Peduli, khitan massal, senam lansia dan pemeriksaan gratis, serta pelayanan pemulasaraan jenazah modern. Seluruh layanan tersebut dilaksanakan dengan orientasi pada peningkatan kualitas dan kepercayaan masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blitar Bapak H. Beky Herdihansah menegaskan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat. Beliau menginstruksikan kepada seluruh camat dan Dinas Kesehatan agar rujukan dari puskesmas di Kabupaten Blitar diarahkan ke RSUD milik pemerintah daerah. Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan, serta mendorong kedua RSUD di Kabupaten Blitar untuk terus mengoptimalkan dan mengembangkan layanan unggulannya agar semakin maju dan membanggakan daerah. Sambutan sekaligus arahan disampaikan oleh Bupati Blitar Bapak Drs. H. Rijanto, M.M. Beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada RSUD Wlingi dan RSUD Srengat yang telah menjadi kebanggaan Kabupaten Blitar. Bupati menekankan agar berbagai capaian yang telah ada dapat dipertahankan dan mutu layanan kesehatan terus ditingkatkan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia terkait Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dari hulu, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta gerakan kerja bakti secara rutin. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar menetapkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat (Germas) Kebersihan Lingkungan dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat, yang diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh OPD. Bupati mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya-upaya kesehatan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Blitar yang sehat, berdaya, dan berjaya. Setelah sambutan Bupati, kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Pada hari Sabtu pagi, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, meliputi senam Tai Chi dan senam aerobik, serta penguatan komitmen dan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Demikian laporan kegiatan Promosi Pelayanan Kesehatan pada Rumah Sakit Daerah Kabupaten Blitar. Diharapkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, informasi dan hasil promosi layanan kesehatan dapat ditindaklanjuti dengan menyampaikan serta meneruskan kepada seluruh anggota UP DWP Disnakkan, sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas. Dilaporkan oleh: Yustin Widyatmoko
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
29313-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN UP DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup menghadiri undangan dengan kegiatan,

Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerja : Kepedulian & Kesetiakawanan
Kegiatan : Budaya Cinta Lingkungan

Hari/Tanggal : Jumat, 13 Februari 2026
Pukul :
1. 06.00 WIB – 07.00 WIB Apel Dipimpin Bpk. Bupati di Alun-alun Kanigoro
2. 07.00 WIB – 07.15 WIB Menuju Sasaran (Terlampir)
3. 07.15 WIB – Selesai
Tempat : Ruang Terbuka Hijau Kanigoro jl kusuma bangsa Kec Kanigoro
Acara : Kerja Bakti
Dengan Catatan :
1. Membawa alat kebersihan yang dibutuhkan (sapu, sabit, cang- kul, cikrak, dll.)
2. Kegiatan diunggah ke media sosial masing-masing instansi
3. Mengikutsertakan seluruh staf

Dengan daftar undangan :
1. Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab.Blitar;
2. Inspektur Kab. Blitar;
3. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kab. Blitar;
4. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Blitar;
5. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kab. Blitar;
6. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kab. Blitar;
7. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kab. Blitar;
8. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Blitar;
9. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Blitar;
10.Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kab. Blitar;
11.Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Blitar;
12.Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blitar;
13.Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Blitar;
14.Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kab. Blitar;
15.Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kab. Blitar;
16.Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Blitar;
17.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Blitar;
18.Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Blitar;
19.Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kab. Blitar;
20.Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Blitar;
21.Kepala Dinas Pendidikan Kab. Blitar;
22.Kepala Dinas Perhubungan Kab. Blitar;
23.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Blitar;
24.Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab. Blitar;
25.Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kab. Blitar;
26.Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Blitar;
27.Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. Blitar;
28.Kepala Dinas Sosial Kab. Blitar;
29.Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kab. Blitar;
30.Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi;
31.Direktur RSUD Srengat;
32.Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
33.Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
34.Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
35.Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
36.Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
37.Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
38.Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
39.Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
40.Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
41.Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kab. Blitar;
42.Camat Kanigoro.

Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia terkait Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan kerja bakti di kawasan Eks Kanigoro, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Blitar, Rijanto, serta diikuti oleh jajaran perangkat daerah di Kabupaten Blitar.

Kerja bakti ini difokuskan pada pembersihan sampah, penataan lingkungan, pemangkasan tanaman liar, serta upaya menciptakan kawasan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah sebagaimana semangat Gerakan ASRI.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Melalui sinergi dan gotong royong, kita wujudkan Kabupaten Blitar yang bersih, sehat, dan semakin nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Blitar, sehingga budaya peduli lingkungan semakin tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: Dinas LIngkungan Hidup

29413-02-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ketua UP Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kecamatan Wates yang diwakili oleh Anggota yaitu Ny. Rini Purwanti memenuhi undangan dari Camat Wates dalam kegiatan Donor Darah Si Dokarmas bersama RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Bidang: Sosial Budaya
Program: Ketahanan Keluarga, Gerakan Sehat

Keterangan Program:
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jumat, 13 Februari 2026
3. Pukul : 07.30 WIB s/d 11.00 WIB
4. : Tempat : Pendopo Kantor Kecamatan Wates Kabupaten Blitar
3. Peserta : 25 Orang

SUSUNAN ACARA
1. Registrasi Peserta
2. Cek kesehatan (tensi, dan HB)
3. Pengambilan Darah
4. Pemberian Vitamin dan Hampers
5. Sesi Dokumentasi
6. Penutup

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Dharma Wanita Persatuan dapat berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi layanan kesehatan bertajuk SiDokarMas (Sistem Donor Karyawan dan Masyarakat), yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan stok darah melalui keterlibatan aktif karyawan serta masyarakat luas.

Partisipasi Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program kemanusiaan yang digagas oleh rumah sakit daerah tersebut. Inovasi SiDokarMas dirancang sebagai sistem donor darah terjadwal dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan darah di rumah sakit dapat terpenuhi secara lebih terstruktur dan responsif terhadap kondisi darurat.

Kegiatan donor darah dilaksanakan di Pendopo Kantor Kecamatan Wates dengan menghadirkan tim medis profesional yang melakukan tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum proses donor. Setiap peserta menjalani skrining berupa pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta wawancara singkat terkait riwayat kesehatan guna memastikan keamanan dan kelayakan donor.

Anggota Dharma Wanita Persatuan yang hadir menunjukkan antusiasme dan kepedulian sosial yang tinggi. Dengan penuh kesadaran, para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara tertib dan disiplin. Kehadiran Dharma Wanita Persatuan tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung gerakan kemanusiaan dan penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Donor darah memiliki banyak manfaat, baik bagi penerima maupun pendonor. Bagi pasien, darah yang didonorkan sangat berarti untuk membantu proses operasi, penanganan kecelakaan, persalinan dengan risiko tinggi, hingga pengobatan penyakit tertentu. Sementara bagi pendonor, kegiatan ini memberikan manfaat kesehatan seperti membantu menjaga kesehatan jantung, merangsang pembentukan sel darah merah baru, serta menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan melalui pemeriksaan sebelum donor. Selain itu, donor darah juga memberikan manfaat psikologis berupa rasa bahagia dan kepuasan batin karena dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

Peran DWP juga terlihat dalam membangun kesadaran kolektif bahwa donor darah merupakan bagian dari gaya hidup sehat. Dengan memberikan contoh langsung melalui keikutsertaan anggota dalam kegiatan donor, DWP menjadi teladan dalam mengampanyekan pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, serta kepedulian terhadap kebutuhan medis masyarakat. Keteladanan ini secara tidak langsung memperluas dampak program gerakan sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat..

Selain itu, DWP turut berkontribusi dalam menciptakan suasana yang kondusif dan penuh semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan donor darah. Dukungan moral, kehadiran aktif, serta semangat solidaritas yang ditunjukkan anggota mampu meningkatkan motivasi peserta lain untuk berpartisipasi. Hal ini membuktikan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga pada dukungan organisasi dan komunitas.

Melalui partisipasi dalam inovasi SiDokarMas ini, diharapkan terbangun budaya donor darah rutin di kalangan karyawan instansi maupun masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan empati, semangat berbagi, serta kesadaran bahwa setetes darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan nyawa sesama.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas partisipasi Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang luas dan menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi dalam aksi kemanusiaan.

Laporan ini ditulis oleh Sekretaris UP DWP Kantor Kecamatan Wates, Ny. Yusti Hammam Rizqi.


Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Kecamatan Wates
29506-02-2026

Dharma Wanita Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan telah melaksanakan kegiatan, Bidang : Sosial budaya Program : ketahanan keluarga, gerakan sehat (Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :


Rincian acara :
1. Hari/Tanggal : Jum'at, 6 Februari 2026
2. Pukul : 07.30-09.00
3. Peserta : Anggota DWP Disperkimtan Kab. Blitar
4. Tempat : Pasar Sutojayan
5. Acara : Gerakan Belanja Ke Pasar Rakyat dan Pasar Desa di kabupaten Blitar Dalam rangka mendukung gerakan belanja ke pasar rakyat dan pasar desa berdasarkan surat edaran bupati Blitar tentang gerakan serentak Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja ke pasar rakyat dan pasar desa di wilayah kabupaten Blitar, maka Dharmawanita selaku organisasi ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


Kegiatan ini dilaksanakan di pasar Sutojayan pada hari Jum’at, 6 Februari 2026 yang diikuti oleh Ketua Dharma Wanita Disperkimtan Ny. Margareth Samantha dan seluruh anggota DWP Disperkimtan Kab Blitar


Gerakan belanja ke pasar tradisional di Kabupaten Blitar adalah upaya untuk mendorong perekonomian lokal, meramaikan pasar rakyat, menghidupkan kembali budaya belanja tradisional, menghidupkan kembali khususnya para pedagang pasar tradisional, yang terdampak pandemi COVID-19. Gerakan belanja ke pasar tradisional ini melibatkan GOW (Gerakan Organisasi Wanita), Dharma Wanita Persatuan, TP PKK Kabupaten Blitar dan Perwosi.


Tujuan gerakan ini adalah :
1. Meramaikan pasar rakyat, yakni meramaikan kunjungan pembeli dan menciptakan suasana pasar yang lebih ramai.
2. Mendukung ekonomi pedagang lokal, yaitu membantu meningkatkan omset penjualan pedagang pasar tradisional.
3. Menghidupkan kembali budaya belanja tradisional, yaitu mengembalikan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.


Gerakan belanja ke pasar memiliki beberapa manfaat, antara lain :
1. Harga lebih murah : Umumnya, harga barang di pasar tradisional lebih terjangkau dibandingkan dengan pusat perbelanjaan modern karena biaya operasional yang lebih rendah dan pedagang yang lebih fleksibel dalam menetapkan harga.
2. Produk lebih segar : Produk-produk seperti sayuran, buah-buahan, dan ikan seringkali lebih segar karena langsung dari petani atau nelayan lokal, serta tidak melalui rantai distribusi yang panjang.
3. Mendukung ekonomi lokal : Belanja di pasar tradisional berarti mendukung perekonomian lokal dengan membantu pedagang kecil, petani, dan pengrajin lokal.
4. Pengalaman budaya : Pasar tradisional adalah tempat yang kaya akan budaya, menawarkan berbagai produk tradisional, makanan khas, dan suasana yang unik.
5. Pilihan lebih beragam : Pasar tradisional seringkali menawarkan berbagai macam produk, termasuk produk lokal yang mungkin sulit ditemukan di tempat lain.
6. Interaksi sosial : Belanja di pasar tradisional memungkinkan interaksi langsung dengan pedagang dan pembeli lainnya, menciptakan suasana yang lebih akrab dan bersahabat.
7. Ramah lingkungan : Pasar tradisional cenderung lebih ramah lingkungan karena seringkali menggunakan kemasan yang lebih sedikit dan produk lokal yang memiliki jejak karbon lebih rendah.
8. Bisa menawar harga : Di pasar tradisional, Anda memiliki kesempatan untuk menawar harga, yang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menguntungkan.
9. Membantu menjaga kelestarian budaya: Dengan membeli produk lokal di pasar tradisional, Anda turut serta dalam melestarikan budaya dan warisan lokal.


Namun demikian ada beberapa kekurangan belanja di pasar tradisional antara lain :
1. Waktu yang dibutuhkan untuk berbelanja
2. Keterbatasan pilihan produk
3. Kualitas produk yang tidak selalu konsisten
4. Kerumunan dan antrian


Untuk mengatasi kekurangan tersebut diatas ada beberapa tips yang bisa dilakukan ketika belanja di pasar tradisional yaitu :
1. Tentukan daftar belanja sebelum pergi
2. Pilih waktu yang tepat untuk menghindari kerumunan
3. Berinteraksi dengan penjual untuk mendapatkan harga terbaik
4. Periksa kualitas produk sebelum membeli


Laporan ini ditulis dan di edit oleh Ny. Enik Yuyus selaku operator e-reporting Dharma Wanita Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.



Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
29630-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN


Dharma Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan syukuran dan doa bersama pada hari Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai beserta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar.


Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerja : Ketahanan Keluarga

Keterangan Program :
1. Penyelenggara : Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar
2. Hari / tanggal : Jumat, 30 Januari 2026
3. Pukul : 08.00 WIB s.d selesai
4. Peserta : 61 peserta
5. Lokasi : Ruang Rapat Disperkimtan Kabupaten Blitar
6. Acara : doa bersama dan pisah sambut ASN Disperkimtan.


Kegiatan di awali dengan sambutan singkat dari Bapak Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar Bp. Anthonius Nanang Adi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme pegawai dan anggota DWP dalam mengikuti kegiatan ini. Semua pegawai dan anggota DWP bisa berkumpul bersama di ruang Rapat dengan suasana bahagia untuk melakukan doa bersama agar kegiatan setahun ke depan bisa berjalan dengan lancar, menyambut pegawai baru, dan melepas beberapa pegawai yang pindah tugas di instansi lain.


Setelah sambutan dari Bapak Kepala Dinas Perkimtan, acara selanjutnya yaitu memberikan tempat dan waktu untuk beberapa pegawai Dinas Perkimtan yang harus meninggalkan dinas tercinta ini karena ditugaskan di instansi lain. Diantaranya Bapak Iwan Dwi Winarno, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perkimtan sekarang pindah tugas ke Dinas Lingkungan Hidup, selanjutnya Bapak Arif Djaelani yang pindah tugas ke Dinas Koperasi dan Bapak Afip pindah tugas Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar.


Ceramah singkat disampaikan oleh Bapak Nurhidayat, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran, semangat pelayanan, dan akhlak yang mulia dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. "Jabatan hanyalah titipan, dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Jadikan tugas sebagai ladang ibadah, bukan sekedar rutinitas," tutur Bapak Nurhidayat dengan penuh semangat di depan rekan-rekan kerja Dinas Perkimtan Kabupaten Blitar. Selanjutnya beliau memimpin doa, dipanjatkan untuk keselamatan pribadi, keluarga, kelancaran tugas kedinasan, serta keberkahan bagi seluruh pegawai di lingkungan Dinas Perkimtan, keberkahan bagi semua anggota DWP Disperkimtan yang selalu menjadi support terdepan bagi para suami.


Suasana khidmat berlanjut ke sesi berikutnya, yaitu Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Disperkimtan Kabupaten Blitar yang berlangsung penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa agenda organisasi, program kerja ke depan, serta peran aktif anggota DWP dalam mendukung kegiatan pembinaan keluarga ASN.


Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembinaan keluarga ASN, dengan fokus pada penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan, serta pembentukan karakter anak. DWP aktif memberikan edukasi, memupuk keharmonisan keluarga, mendukung karier suami, serta memperdayakan anggota melalui kegiatan ekonomi kreatif, sosial, dan kesehatan.


Berikut adalah bentuk-bentuk peran aktif anggota DWP :
1. Pilar ketahanan keluarga : DWP menjadi penopang utama ketahanan keluarga ASN yang harmonis, berdaya, dan berakhlak.
2. Pembinaan Pendidikan dan Karakter Anak : aktif dalam mendidik anak, memastikan tumbuh kembang yang sehat (asah, asih, asuh) guna menciptakan generasi berkarakter.
3. Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial : mengadakan program nyata seperti pemberdayaan ekonomi kreatif, kegiatan sosial, dan kesehatan bagi anggota.
4. Mendukung Kinerja Suami (ASN) : memberikan dukungan moral dan menciptakan suasana rumah tangga yang kondusif agar suami dapat fokus pada pelayanan publik dan tugas profesionalnya.
5. Sinergi dan Solidaritas : menjadi wadah silaturahmi untuk mempererat kebersamaan dan netralitas anggota DWP.
6. Penggerak Program Nasional : terlibat langsung dalam program-program pemerintah, seperti "DWP mengajar" dan kegiatan peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Melalui peran aktif ini, DWP tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga motor penggerak pembangunan manusia yang dimulai dari lingkup keluarga ASN.


Kegiatan ditutup dengan ramah tamah sederhana, menjadi penanda semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, berlandaskan nilai-nilai spiritual dan kekeluargaan. Kegiatan seperti ini bukan hanya memperkuat aspek spiritual, tapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antar pegawai dan keluarga besar ASN di lingkungan Dinas Perkimtan.


Laporan disusun oleh Ny. Enik Yuyus selaku operator e-reporting Unit Pelaksana DWP Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
29731-01-2026DWP Kabupaten Blitar > Dinas Kesehatan DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR UP Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung Bidang : Sosial budaya Program : Olah raga Keterangan : Hari / Tanggal : Jumat / 30 Januari 2026 Pukul : 05.30 WIB – Selesai Tempat : Pendopo Sasana Adhi Praja Jl. Kusuma Bangsa No.60 Kec. Kanigoro Kab. Blitar Acara : Senam Bio Energy Medical Chi Kung Berdasarkan Undangan dari Sekretariat Daerah kabupaten Blitar Tanggal 26 Januari 2026 Nomor Surat: B/426.04.03.01.02/513/409.54.3/2026. Perihal Undangan Ketua Dharma Wanita Ibu Dyah Amriksami Muhdianto beserta pengurus mengikuti kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung bersama bapak Bupati Blitar merupakan kegiatan yang positif. Kegiatan ini di ikuti seluruh Kepala OPD di Kabupaten Blitar beserta stafnya serta organisasi dengan mengikutkan sertakan 5 anggotanya. Tujuan senam bersama adalah untuk meningkatkan kesehatan fisik (kebugaran, daya tahan, kelenturan) dan mental (mengurangi stres), mempererat kebersamaan, solidaritas, serta kekompakan di antara peserta (karyawan Pemerintah Kabupaten Blitar), serta membangun kebiasaan hidup sehat dan produktivitas. Kegiatan ini juga bisa menjadi ajang sosialisasi dan memperkuat identitas kelompok atau kebangsaan Senam Bio Energy Medical Chi Kung adalah bentuk latihan kesehatan yang menggabungkan gerakan lembut, pernapasan, dan meditasi untuk membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh. Manfaat dari Senam Bio Energy Medical Chi Kung adalah : 1. Manfaat Fisik > Melancarkan peredaran darah & oksigen > Meningkatkan daya tahan tubuh > Mengurangi nyeri & kekakuan otot/sendi > Membantu fungsi organ tubuh 2. Manfaat Energi & Pernapasan > Melancarkan energi vital (chi) > Melatih pernapasan dalam & teratur 3. Manfaat Mental & Emosional > Mengurangi stres, cemas, dan tegang > Meningkatkan konsentrasi & kualitas tidur > Meningkatkan rasa nyaman pada tubuh sendiri Laporan ini ditulis oleh tim Operator e-Reporting UP DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar
Program: Olah Raga
Pelaksana: Dinas Kesehatan
29809-01-2026

harma Wanita Persatuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Olah Raga
Keterangan Program :
1. Kegiatan: Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi Kung
2. Hari/Tanggal : Jumat, 9 Januari 2026
3. Pukul : 05.30 WIB s.d Selesai
4. Tempat: Pendopo Ronggo Hadi Negoro
5. Pakaian : Pakaian Olahraga Warna Putih
6. Ketua UP DWP DPMD Kabupaten Blitar Ny Nurul Tantowi mengikuti Senam Bio Energy Medical Chi Kung adalah bentuk qigong modern yang dipraktikkan sebagai latihan kesehatan menggabungkan gerakan fisik lembut, pernapasan teratur, dan meditasi ringan untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan ketenangan pikiran. Bio Energy Medical Chi Kung berasal dari sistem latihan kesehatan tradisional Cina (Qigong), yang kemudian populer juga di Taiwan dan diperkenalkan di berbagai wilayah di Indonesia. Kata Chi Kung (juga sering ditulis Qigong atau Chi Gong) berarti latihan untuk mengolah chi energi vital dalam tubuh melalui gong (latihan).
Bio Energy Medical menunjukkan fokus kuat pada energi biologis tubuh dan manfaat kesehatan secara menyeluruh.
Senam ini telah digelar dalam berbagai kegiatan komunitas dan program hidup sehat di Blitar dan Surabaya, termasuk latihan rutin komunitas Duta Bio Energy Medical Chi Kung.
Senam Bio Energy Medical Chi Kung sebaiknya dilakukan:
Frekuensi Ideal
1. 2–3 kali per minggu : untuk menjaga kebugaran
2. Setiap hari : hasil lebih optimal (terutama untuk relaksasi & keseimbangan energi)
Durasi
1. 20 sampai 30 menit per sesi (cukup untuk pemula)
2. Bisa ditingkatkan hingga 45 sampai 60 menit jika sudah terbiasa
3. Lebih baik rutin sebentar daripada lama tapi jarang
4. Lakukan dengan gerakan santai, napas teratur, dan pikiran tenang
Unsur Utama Latihan
1. Gerakan Fisik Lembut
Gerakan perlahan dan harmonis yang membantu melenturkan otot, sendi, serta memperlancar aliran energi di tubuh.
2. Pernapasan Teratur Pernapasan dalam dan terkontrol untuk membantu suplai oksigen serta menenangkan sistem saraf.
3. Meditasi Ringan Fokus pikiran dan rileksasi membantu meredakan stres serta memperkuat keseimbangan batin tubuh dan jiwa.
Manfaat Senam Bio Energy Medical Chi Kung:
Manfaat Fisik
1. Meningkatkan kelenturan tubuh (sendi & otot lebih ringan)
2. Melancarkan pernapasan dan suplai oksigen
3. Membantu peredaran darah
4. Mengurangi pegal & nyeri ringan
5. Menjaga kebugaran, cocok untuk segala usia (termasuk lansia)
6. Meningkatkan kebugaran fisik dan fleksibilitas tubuh.
7. Membantu kesehatan organ pencernaan, seperti organ perut.
8. Menimbulkan ketenangan pikiran lewat meditasi dan napas.
9. Dilaporkan oleh beberapa peserta dapat memberi rasa sehat lebih optimal saat dilakukan secara rutin.
Manfaat Mental & Emosional
1. Mengurangi stres & kecemasan
2. Menenangkan pikiran
3. Meningkatkan fokus dan kesadaran diri
4. Membantu kualitas tidur lebih baik
Manfaat Energi & Keseimbangan Tubuh
1. Mengoptimalkan aliran energi (chi) dalam tubuh
2. Meningkatkan vitalitas & rasa segar
3. Membantu keseimbangan tubuh–pikiran
Manfaat Gaya Hidup
1. Gerakannya lembut & aman
2. Bisa dilakukan tanpa alat
3. Cocok sebagai pendamping pengobatan medis (bukan pengganti)
Tujuan Senam Bio Energy Medical Chi Kung:
Tujuan Utama
1. Menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh secara alami
2. Menyeimbangkan energi (chi), fisik, dan pikiran
3. Membantu tubuh tetap bugar tanpa gerakan berat
Tujuan Kesehatan
1. Melancarkan aliran energi dan peredaran darah
2. Membantu fungsi organ tubuh bekerja lebih optimal
3. Mengurangi ketegangan otot dan kelelahan
4. Mendukung proses pemulihan tubuh secara alami
Tujuan Mental & Emosional
1. Menenangkan pikiran
2. Mengurangi stres dan emosi negatif
3. Meningkatkan konsentrasi dan kesadaran diri
Tujuan Sosial & Gaya Hidup
1. Mendorong pola hidup sehat dan aktif
2. Mudah dilakukan bersama (komunitas)
3. Cocok untuk semua usia
Capaian Senam Bio Energy Medical Chi Kung
Capaian yang Diharapkan
1. Tubuh lebih bugar dan lentur
2. Pernapasan lebih teratur dan dalam
3. Pikiran lebih tenang dan rileks
4. Energi tubuh terasa lebih seimbang
5. Stres dan ketegangan berkurang
Capaian Kesehatan
1. Meningkatnya daya tahan tubuh
2. Peredaran darah lebih lancar
3. Berkurangnya keluhan pegal dan lelah
4. Kualitas tidur menjadi lebih baik
Capaian Jangka Panjang
1. Terbentuknya pola hidup sehat
2. Tubuh dan pikiran lebih harmonis
3. Meningkatnya kualitas hidup

Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
29909-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Olah Raga
Keterangan Program :
1. Kegiatan: Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi Kung
2. Hari/Tanggal : Jumat, 9 Januari 2026
3. Pukul : 05.30 WIB s.d Selesai
4. Tempat: Pendopo Ronggo Hadi Negoro
5. Pakaian : Pakaian Olahraga Warna Putih
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Ita Eko Susanto bersama jajaran pengurus mengikuti senam Bio Energy Medical Chi Kung adalah bentuk qigong modern yang dipraktikkan sebagai latihan kesehatan menggabungkan gerakan fisik lembut, pernapasan teratur, dan meditasi ringan untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan ketenangan pikiran. Bio Energy Medical Chi Kung berasal dari sistem latihan kesehatan tradisional Cina (Qigong), yang kemudian populer juga di Taiwan dan diperkenalkan di berbagai wilayah di Indonesia. Kata Chi Kung (juga sering ditulis Qigong atau Chi Gong) berarti latihan untuk mengolah chi energi vital dalam tubuh melalui gong (latihan).
Bio Energy Medical menunjukkan fokus kuat pada energi biologis tubuh dan manfaat kesehatan secara menyeluruh.
Senam ini telah digelar dalam berbagai kegiatan komunitas dan program hidup sehat di Blitar dan Surabaya, termasuk latihan rutin komunitas Duta Bio Energy Medical Chi Kung.
Senam Bio Energy Medical Chi Kung sebaiknya dilakukan:
Frekuensi Ideal
1. 2–3 kali per minggu : untuk menjaga kebugaran
2. Setiap hari : hasil lebih optimal (terutama untuk relaksasi & keseimbangan energi)
Durasi
1. 20 sampai 30 menit per sesi (cukup untuk pemula)
2. Bisa ditingkatkan hingga 45 sampai 60 menit jika sudah terbiasa
3. Lebih baik rutin sebentar daripada lama tapi jarang
4. Lakukan dengan gerakan santai, napas teratur, dan pikiran tenang
Unsur Utama Latihan
1. Gerakan Fisik Lembut
Gerakan perlahan dan harmonis yang membantu melenturkan otot, sendi, serta memperlancar aliran energi di tubuh.
2. Pernapasan Teratur Pernapasan dalam dan terkontrol untuk membantu suplai oksigen serta menenangkan sistem saraf.
3. Meditasi Ringan Fokus pikiran dan rileksasi membantu meredakan stres serta memperkuat keseimbangan batin tubuh dan jiwa.
Manfaat Senam Bio Energy Medical Chi Kung:
Manfaat Fisik
1. Meningkatkan kelenturan tubuh (sendi & otot lebih ringan)
2. Melancarkan pernapasan dan suplai oksigen
3. Membantu peredaran darah
4. Mengurangi pegal & nyeri ringan
5. Menjaga kebugaran, cocok untuk segala usia (termasuk lansia)
6. Meningkatkan kebugaran fisik dan fleksibilitas tubuh.
7. Membantu kesehatan organ pencernaan, seperti organ perut.
8. Menimbulkan ketenangan pikiran lewat meditasi dan napas.
9. Dilaporkan oleh beberapa peserta dapat memberi rasa sehat lebih optimal saat dilakukan secara rutin.
Manfaat Mental & Emosional
1. Mengurangi stres & kecemasan
2. Menenangkan pikiran
3. Meningkatkan fokus dan kesadaran diri
4. Membantu kualitas tidur lebih baik
Manfaat Energi & Keseimbangan Tubuh
1. Mengoptimalkan aliran energi (chi) dalam tubuh
2. Meningkatkan vitalitas & rasa segar
3. Membantu keseimbangan tubuh–pikiran
Manfaat Gaya Hidup
1. Gerakannya lembut & aman
2. Bisa dilakukan tanpa alat
3. Cocok sebagai pendamping pengobatan medis (bukan pengganti)
Tujuan Senam Bio Energy Medical Chi Kung:
Tujuan Utama
1. Menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh secara alami
2. Menyeimbangkan energi (chi), fisik, dan pikiran
3. Membantu tubuh tetap bugar tanpa gerakan berat
Tujuan Kesehatan
1. Melancarkan aliran energi dan peredaran darah
2. Membantu fungsi organ tubuh bekerja lebih optimal
3. Mengurangi ketegangan otot dan kelelahan
4. Mendukung proses pemulihan tubuh secara alami
Tujuan Mental & Emosional
1. Menenangkan pikiran
2. Mengurangi stres dan emosi negatif
3. Meningkatkan konsentrasi dan kesadaran diri
Tujuan Sosial & Gaya Hidup
1. Mendorong pola hidup sehat dan aktif
2. Mudah dilakukan bersama (komunitas)
3. Cocok untuk semua usia
Capaian Senam Bio Energy Medical Chi Kung
Capaian yang Diharapkan
1. Tubuh lebih bugar dan lentur
2. Pernapasan lebih teratur dan dalam
3. Pikiran lebih tenang dan rileks
4. Energi tubuh terasa lebih seimbang
5. Stres dan ketegangan berkurang
Capaian Kesehatan
1. Meningkatnya daya tahan tubuh
2. Peredaran darah lebih lancar
3. Berkurangnya keluhan pegal dan lelah
4. Kualitas tidur menjadi lebih baik
Capaian Jangka Panjang
1. Terbentuknya pola hidup sehat
2. Tubuh dan pikiran lebih harmonis
3. Meningkatnya kualitas hidup

Program: Olah Raga
30030-01-2026Hari minggu tanggal 11 Januari 2026 Ketua Dharma wanita Kecamatan Bakung beserta staf mengikuti acara Muslimat di Desa Sumberdadi acara tersebut juga di hadiri Bapak Camat Bakung,Muspika dan Seluruh Anggota Muslita,Fatayat Se Kecamatan bakung dan pengajian ini di hadiri oleh Kh Ahmad Mudlofi atau biasa dpanggil Gus dlofi di pengajiann Muslimat ini Beliau menyampaikan . Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia, penjelasan singkat nya Didirikan pada tanggal 31 Januari 1926, pendiri Utama KH Hasym Asy'ari dan ciri khas NU ini adalah Islam moderat, tradisional, dan menghargai budaya lokal NU aktif dibanyak bidang seperti Keagamaan,pendidikan sosial dan kemanusiaan Slogan yang sering dikaitkan NU adalah "Menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik". Tujuan Utama dari NU adalah: 1. Menegakkan dan mengamalkan ajaran islam Ahlussunnah wal jama'ah demi terwujudnya kemaslahatan umat, keadlan dan kesejahteraan masyarakat 2. Memelihara dan mengembangkan ajaran Islam Aswaja 3. Mengembangkan pendidikan dan dakwah Islam 4. Meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi umat Berikut keistimewaan Nahdlatul Ulama (NU) yang paling sering disebut dan membedakannya dari organisasi lain yaitu: 1. Berpegang pada Ahlussunnah wal jama'ah (Aswaja) 2. Menghargai tradisi dan budaya lokal 3. Islam moderat dan toleran tidak ekstrem kiri atau kanan menjaga kerukunan antar umat beragama menolak kekerasan atas nama agama 4. Basis pesantren yang kuat Ribuan pesantren di seluruh Indonesia peran besar dan santri dalam pendidikan dan dakwah 5. Nasonalisme dan cnta tanah air Hubbul Wathan minal Iman Nu berperan penting dalam sejarah kemerdekaan indonesia tegas menjaga NKRI, pancasila dan Bhineka Tunggal Ika 6. Fleksibel dalam hukum Keistimewaan Nu terletak pada ajaran Aswaja sikap moderat penghargaan terhadap budaya lokal kekuatan pesantren dan komitmen pada persatuan bangsa.
Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Kecamatan Bakung
30120-01-2026Laporan Kegiatan "takjiah" DWP BPKAD Kabupaten Blitar Sebagai wujud kepedulian dan rasa empati antar anggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPKAD Kabupaten Blitar melaksanakan takziah atas wafatnya ayahanda dari Ibu Shyntia, salah satu anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kebersamaan keluarga besar DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Dasar kegiatan : Program kerja Dharma Wanita Persatuan BPKAD kabupaten Blitar pada Bidang Sosial Budaya, Kepedulian kesetiawakwanan. Tujuan kegiatan : 1. Menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum 2. memberikan dukungan moril kepada ibu Shyntia dan keluarga 3. mempererat rasa kebersamaan dan kepedulian atar anggota DWP Pelaksanaan: Tanggal 20 Januari 2026 Waktu : 09.00 WIB - selesa Tempat : Kec. Doko peserta kegiatan : 3 orang pengurus dan 4 orang anggota DWP BPKAD Kabupaten Blitar Kegaitan takjiah di laksankan dengan mengunjungi rumah duka ayahanda tercinta Ibu Shyntia di Kec Doko. Rombongan DWP BPKAD Kabupaten Blitar menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan, memberikan santunan, disertai doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keihklasan. Kegiatan takjiah ini berangsung dengan tertibdan khidmat. diharapkan kegitan ini dapat mempererat rasa kekeluargaan serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan DWP BPKAD Kabupaten Blitar. Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiaatan DWP BPKAD Kabupaten Blitar. penulis : Ibu Yesi (operator e-reporting)
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: BPKAD
30209-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka meningkatkan kesehatan jasmani, keseimbangan energi tubuh, serta mendukung upaya pembinaan kebugaran masyarakat,, Ibu Endang Hapsari menghadiri Undangan Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi kung.

Bidang : Sosial Budaya Ketahanan Keluarga : Olahraga

Keterangan Program :
1. Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Panggungrejo
2. Hari/Tanggal : Jumat 9 Januari 2026
3. Pukul : 05.30 – Selesai
4. Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro) I. Semeru No. 20, Kepanjenkidul - Kota Blitar.
5. Pakaian : Olahraga

1. Pengertian

Senam Bio Energy Medical Chi Kung adalah bentuk latihan kesehatan yang menggabungkan gerakan lembut, pernapasan teratur, dan konsentrasi pikiran untuk mengoptimalkan aliran energi vital (chi) di dalam tubuh. Senam ini berfokus pada pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan, dan pemulihan kondisi tubuh secara alami.

2. Asal dan Konsep Dasar

Chi Kung berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok yang telah dipraktikkan ribuan tahun. Konsep dasarnya adalah:

a. Chi (Energi kehidupan): energi vital yang mengalir di seluruh tubuh

b. Kung (Latihan/olah): proses melatih dan mengelola energi tersebut Bio Energy Medical Chi Kung mengadaptasi konsep ini secara modern dan medis agar mudah dipraktikkan oleh semua kalangan.

3. Tujuan Senam Bio Energy Medical Chi Kung
• Meningkatkan kesehatan fisik dan mental
• Melancarkan peredaran energi dan darah
• Menjaga keseimbangan tubuh (fisik, emosi, dan pikiran)
• Membantu pemulihan dan pencegahan berbagai keluhan kesehatan
• Meningkatkan daya tahan dan kualitas hidup

4. Manfaat Senam

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan secara rutin:
• Mengurangi stres dan ketegangan
• Meningkatkan kualitas pernapasan
• Membantu mengontrol tekanan darah
• Meningkatkan kelenturan dan keseimbangan tubuh
• Membantu memperbaiki fungsi organ tubuh
• Membuat tubuh lebih segar dan bugar

5. Prinsip Dasar Latihan

Latihan Bio Energy Medical Chi Kung berpegang pada prinsip:
1. Relaksasi – tubuh dan pikiran rileks
2. Pernapasan alami – napas lembut, dalam, dan teratur
3. Gerakan pelan dan sadar – tidak dipaksakan
4. Konsentrasi – fokus pada gerakan dan aliran energi
5. Keteraturan – dilakukan secara rutin

6. Karakteristik Gerakan
• Gerakan sederhana dan mudah diikuti
• Tidak membutuhkan alat khusus
• Aman untuk semua usia (anak-anak hingga lansia)
• Bisa dilakukan di dalam maupun luar ruangan

7. Siapa yang Bisa Mengikuti

Senam ini dapat diikuti oleh:
• Masyarakat umum
• Lansia
• Pekerja kantoran
• Pelajar
• Ibu rumah tangga
• Penderita keluhan kesehatan ringan hingga sedang (dengan penyesuaian)

8. Waktu dan Frekuensi Latihan
• Durasi: ±20–40 menit per sesi
• Frekuensi: 2–3 kali seminggu atau setiap hari untuk hasil optimal

9. Penutup

Senam Bio Energy Medical Chi Kung merupakan pilihan olahraga kesehatan yang aman, sederhana, dan bermanfaat jangka panjang. Dengan latihan yang rutin dan benar, tubuh menjadi lebih sehat, pikiran lebih tenang, dan kualitas hidup meningkat
.
Program: Olah Raga
Pelaksana: Kecamatan Penggungrejo

30309-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kerja : Ketahanan Keluarga, Olah Raga

Ketua UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Ny. Lina Handayani mengikuti Olahraga Rutin Hari Jumat bersama seluruh anggota DWP Se Kecamatan Gandusari. Kegiatan ini diikuti sekitar 25 orang. Peserta olahraga terdiri dari anggota DWP Kecamatan, Puskesmas, dan Instansi terkait lainnya.

Keterangan :
1. Hari/Tanggal : Jumat, 09 Januari 2026.
2. Pukul : 07.00 WIB - Selesai.
3. Lokasi : Lapangan Kecamatan Gandusari, Jl. Raya Kawi No 57, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
4. Acara : Olahraga Rutin Hari Jumat.

Apa saja sih manfaat dan tujuan senam? Yaitu :
1. Meningkatkan Kesehatan : Senam membantu meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki sirkulasi darah, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
2. Meningkatkan Kebugaran Fisik : Senam berfokus pada penguatan otot, fleksibilitas, dan daya tahan fisik sehingga tubuh menjadi lebih bugar dan sehat.
3. Meningkatkan Koordinasi dan Keseimbangan : Banyak gerakan dalam senam membutuhkan koordinasi dan keseimbangan, sehingga latihan rutin dapat meningkatkan kemampuan ini.
4. Membentuk Postur Tubuh yang Baik : Senam dapat membantu memperbaiki postur tubuh dan menghindari masalah kesehatan seperti skoliosis atau postur bungkuk.
5. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kesejahteraan Mental : Aktivitas fisik seperti senam dapat membantu melepaskan endorfin, hormon yang bisa memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres.
6. Meningkatkan Keterampilan Motorik dan Ketangkasan : Senam melatih kelincahan, ketepatan, dan respons motorik, yang penting untuk keterampilan fisik lainnya.
7. Mencegah Cedera : Dengan meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot, senam membantu mencegah cedera dalam aktivitas sehari-hari atau olahraga lainnya.
8. Meningkatkan Disiplin dan Konsistensi : Senam, terutama yang dipraktikkan secara kompetitif, mengajarkan disiplin, konsentrasi, dan dedikasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Pelaksanaan Kegiatan Senam.
Sesi Pemanasan : Instruktur senam memulai sesi dengan pemanasan untuk mempersiapkan tubuh peserta. Sesi Inti : Kegiatan senam utama dilakukan sesuai dengan jenis senam yang dijadwalkan (misalnya senam aerobik, senam lantai, senam kebugaran jasmani). Sesi Pendinginan: Setelah sesi utama, dilakukan pendinginan untuk menstabilkan kembali tubuh dan mengurangi risiko cedera. Selama kegiatan berlangsung, pengambilan dokumentasi (foto atau video) mungkin dilakukan. Setelah kegiatan selesai pengambilan foto bersama.

Penulis : Ibu Putri Argita (Admin E-Reporting sekaligus anggota pasif UP DWP Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar).


Program: Olah Raga
Pelaksana: Kecamatan Gandusari
30409-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wonotirto

Bidang : Sosial Budaya
Program : Ketahanan Keluarga
Kegiatan : Olah Raga
Keterangan Program :
1. Kegiatan: Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi Kung
2. Hari/Tanggal : Jumat, 9 Januari 2026
3. Pukul : 05.30 WIB s.d Selesai
4. Tempat: Pendopo Ronggo Hadi Negoro
5. Pakaian : Pakaian Olahraga Warna Putih
Senam Bio Energy Medical Chi Kung adalah bentuk qigong modern yang dipraktikkan sebagai latihan kesehatan menggabungkan gerakan fisik lembut, pernapasan teratur, dan meditasi ringan untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan ketenangan pikiran. Bio Energy Medical Chi Kung berasal dari sistem latihan kesehatan tradisional Cina (Qigong), yang kemudian populer juga di Taiwan dan diperkenalkan di berbagai wilayah di Indonesia. Kata Chi Kung (juga sering ditulis Qigong atau Chi Gong) berarti latihan untuk mengolah chi energi vital dalam tubuh melalui gong (latihan). Bio Energy Medical menunjukkan fokus kuat pada energi biologis tubuh dan manfaat kesehatan secara menyeluruh. Senam ini telah digelar dalam berbagai kegiatan komunitas dan program hidup sehat di Blitar dan Surabaya, termasuk latihan rutin komunitas Duta Bio Energy Medical Chi Kung.
Senam Bio Energy Medical Chi Kung sebaiknya dilakukan:
Frekuensi Ideal
1. 2–3 kali per minggu : untuk menjaga kebugaran
2. Setiap hari : hasil lebih optimal (terutama untuk relaksasi & keseimbangan energi)
Durasi
1. 20 sampai 30 menit per sesi (cukup untuk pemula)
2. Bisa ditingkatkan hingga 45 sampai 60 menit jika sudah terbiasa
3. Lebih baik rutin sebentar daripada lama tapi jarang
4. Lakukan dengan gerakan santai, napas teratur, dan pikiran tenang
Unsur Utama Latihan
1. Gerakan Fisik Lembut
Gerakan perlahan dan harmonis yang membantu melenturkan otot, sendi, serta memperlancar aliran energi di tubuh.
2. Pernapasan Teratur
Pernapasan dalam dan terkontrol untuk membantu suplai oksigen serta menenangkan sistem saraf.
3. Meditasi Ringan
Fokus pikiran dan rileksasi membantu meredakan stres serta memperkuat keseimbangan batin tubuh dan jiwa.
Manfaat Senam Bio Energy Medical Chi Kung:
Manfaat Fisik
1. Meningkatkan kelenturan tubuh (sendi & otot lebih ringan)
2. Melancarkan pernapasan dan suplai oksigen
3. Membantu peredaran darah
4. Mengurangi pegal & nyeri ringan
5. Menjaga kebugaran, cocok untuk segala usia (termasuk lansia)
6. Meningkatkan kebugaran fisik dan fleksibilitas tubuh.
7. Membantu kesehatan organ pencernaan, seperti organ perut.
8. Menimbulkan ketenangan pikiran lewat meditasi dan napas.
9. Dilaporkan oleh beberapa peserta dapat memberi rasa sehat lebih optimal saat dilakukan secara rutin.
Manfaat Mental & Emosional
1. Mengurangi stres & kecemasan
2. Menenangkan pikiran
3. Meningkatkan fokus dan kesadaran diri
4. Membantu kualitas tidur lebih baik
Manfaat Energi & Keseimbangan Tubuh
1. Mengoptimalkan aliran energi (chi) dalam tubuh
2. Meningkatkan vitalitas & rasa segar
3. Membantu keseimbangan tubuh–pikiran
Manfaat Gaya Hidup
1. Gerakannya lembut & aman
2. Bisa dilakukan tanpa alat
3. Cocok sebagai pendamping pengobatan medis (bukan pengganti)
Tujuan Senam Bio Energy Medical Chi Kung:
Tujuan Utama
1. Menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh secara alami
2. Menyeimbangkan energi (chi), fisik, dan pikiran
3. Membantu tubuh tetap bugar tanpa gerakan berat
Tujuan Kesehatan
1. Melancarkan aliran energi dan peredaran darah
2. Membantu fungsi organ tubuh bekerja lebih optimal
3. Mengurangi ketegangan otot dan kelelahan
4. Mendukung proses pemulihan tubuh secara alami
Tujuan Mental & Emosional
1. Menenangkan pikiran
2. Mengurangi stres dan emosi negatif
3. Meningkatkan konsentrasi dan kesadaran diri
Tujuan Sosial & Gaya Hidup
1. Mendorong pola hidup sehat dan aktif
2. Mudah dilakukan bersama (komunitas)
3. Cocok untuk semua usia
Capaian Senam Bio Energy Medical Chi Kung
Capaian yang Diharapkan
1. Tubuh lebih bugar dan lentur
2. Pernapasan lebih teratur dan dalam
3. Pikiran lebih tenang dan rileks
4. Energi tubuh terasa lebih seimbang
5. Stres dan ketegangan berkurang
Capaian Kesehatan
1. Meningkatnya daya tahan tubuh
2. Peredaran darah lebih lancar
3. Berkurangnya keluhan pegal dan lelah
4. Kualitas tidur menjadi lebih baik
Capaian Jangka Panjang
1. Terbentuknya pola hidup sehat
2. Tubuh dan pikiran lebih harmonis
3. Meningkatnya kualitas hidup

Program: Olah Raga
Pelaksana: Kecamatan Wonotirto
30523-01-2026Laporan Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Ibu Ketua UP Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar Ibu Evi Agung Wicaksono mengikuti kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi kung. Bidang : Bidang Sosial Budaya Program Kegiatan : Ketahanan Keluarga - Olah Raga Keterangan program: Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar 1. Hari/Tanggal : Jumat, 23 Januari 2026 2. Pukul : 05.30 WIB s/d selesai 3. Peserta : • Ibu Ketua PKK Kabupaten Blitar Ibu Ninik Riyanto beserta pengurus PKK Kabupaten Blitar • Ibu Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Ibu Khusna Lindarti • Penasihat DWP Kabupaten Blitar diwakili oleh Bp. Adi Andaka • Ibu Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ny. Ita Eko Susanto • Ketua dan Pengurus GOW • Ketua dan Pengurus Perwosi Kabupaten Blitar • Seluruh Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Badan, Dinas, Bagian, beserta 5 orang anggota 4. Tempat : Pendopo Sasana Adi Praja. JI. Kusuma Bangsa No.60 Kec.Kanigoro Kabupaten Blitar 5. Acara : Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi kung. Susunan Acara 1. Pembukaan kegiatan. 2. Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi Kung. 3. Praktik gerakan dasar dan teknik pernapasan. 4. Pendinginan dan evaluasi singkat. 5. Penutup. Maksud dan Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada anggota DWP Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar untuk mengenal dan mempraktikkan Senam Bio Energy Medical Chi Kung. Tujuan kegiatan ini: 1) Meningkatkan kesehatan dan kebugaran anggota DWP Diskominfotiksan Kabupaten Blitar 2) Menambah wawasan tentang olahraga kesehatan alternatif 3) Mempererat kebersamaan antar anggota. Dalam rangka mendukung peningkatan kesehatan dan kebugaran anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar, diperlukan kegiatan positif yang mendorong pola hidup sehat. Salah satu kegiatan yang bermanfaat adalah Senam Bio Energy Medical Chi Kung, yaitu olahraga yang memadukan gerakan tubuh, pernapasan, dan pengaturan energi untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Oleh karena itu, DWP Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi Kung. Senam Bio Energy Medical Chi Kung berakar dari ilmu Chi Kung (Qigong) yang berasal dari Tiongkok kuno dan telah dipraktikkan selama ribuan tahun sebagai metode menjaga kesehatan, meningkatkan vitalitas, serta menyeimbangkan energi tubuh. Chi Kung secara tradisional digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk membantu proses penyembuhan dan pencegahan penyakit melalui pengaturan pernapasan, gerakan tubuh, dan konsentrasi pikiran. Seiring perkembangan zaman, Chi Kung kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan pendekatan medis dan kesehatan modern. Dari sinilah lahir konsep Bio Energy Medical Chi Kung, yang menggabungkan prinsip-prinsip dasar Chi Kung dengan pemahaman bioenergi dan ilmu kesehatan, sehingga gerakan-gerakannya lebih sistematis, aman, dan mudah dipraktikkan oleh masyarakat umum. Senam Bio Energy Medical Chi Kung dirancang sebagai olahraga kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, dengan fokus pada peningkatan kebugaran, keseimbangan fisik dan mental, serta pengelolaan energi tubuh secara alami. Saat ini, senam ini telah diperkenalkan dan dipraktikkan di berbagai komunitas, instansi, dan kelompok masyarakat sebagai salah satu alternatif olahraga ringan untuk mendukung gaya hidup sehat. Senam Bio Energy Medical Chi Kung merupakan senam kesehatan yang bertujuan mengaktifkan dan menyeimbangkan energi tubuh melalui gerakan sederhana, pernapasan teratur, serta konsentrasi pikiran. Manfaat Senam Bio Energy Medical Chi Kung: 1) Meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh. 2) Melancarkan peredaran energi dan aliran darah. 3) Membantu mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan pikiran. 4) Menjaga keseimbangan fisik dan mental. 5) Mendukung pencegahan gangguan kesehatan. Karakteristik Gerakan Senam Bio Energy Medical Chi Kung antara lain: 1) Gerakan lembut dan terkontrol. 2) Dapat diikuti oleh semua usia. 3) Tidak membutuhkan alat khusus. 4) Fokus pada keselarasan gerak, napas, dan konsentrasi. Tujuan Pelaksanaan Senam Bio Energy Medical yaitu: 1) Mendorong penerapan pola hidup sehat, 2) Memberikan alternatif olahraga ringan yang berkelanjutan dan Meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Diskominfotiksan Kabupaten Blitar mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung. Selain itu, Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Diskominfotiksan Kabupaten Blitar mendorong partisipasi aktif anggota dengan mengikuti dan mempraktikkan Senam Bio Energy Medical Chi Kung sebagai bagian dari kegiatan pembinaan fisik dan mental. Melalui kegiatan ini, Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Diskominfotiksan Kabupaten Blitar turut berkontribusi dalam menciptakan anggota yang sehat, bugar, dan seimbang secara jasmani maupun rohani. Unit Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Diskominfotiksan Kabupaten Blitar juga berperan sebagai wadah kebersamaan dan silaturahmi, di mana kegiatan senam menjadi sarana mempererat kekompakan dan solidaritas antar anggota. Dengan demikian, Senam Bio Energy Medical Chi Kung tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung program organisasi secara keseluruhan. Kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung memberikan manfaat positif bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan kebugaran jasmani, ketenangan pikiran, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Melalui gerakan yang lembut, teknik pernapasan, dan pengelolaan energi, peserta memperoleh pengalaman olahraga yang mudah diikuti dan bermanfaat bagi keseimbangan fisik dan mental. Kegiatan ini berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat respons yang baik dari peserta. Diharapkan Senam Bio Energy Medical Chi Kung dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan olahraga rutin guna mendukung penerapan pola hidup sehat dan meningkatkan kualitas kesehatan peserta. Penulis : Ny.Novita Asyik Fauzi
Program: Olah Raga
Pelaksana: Dinas Kominfo Statistik dan Persandian
30603-01-2026 GERAKAN BELANJA KE PASAR TRADISIONAL Dalam rangka mendukung penguatan ekonomi masyarakat lokal serta meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan pasar tradisional, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan Gerakan Belanja ke Pasar Tradisional. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata partisipasi DWP dalam menggerakkan perekonomian rakyat sekaligus mengedukasi anggota agar lebih mencintai produk lokal. Kegiatan Gerakan Belanja ke Pasar Tradisional dilaksanakan pada hari Jumat, 2 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pasar Kliwon, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dan diikuti oleh beberapa unit pelaksana DWP dari berbagai perangkat daerah. Adapun peserta kegiatan berasal dari: UP DWP Dinas Pariwisata dan Kebudayaan UP DWP Dinas Pemuda dan Olahraga UP DWP Dinas Pekerjaan Umum UP DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Khusus dari UP DWP Dinas Peternakan dan Perikanan, kegiatan ini diikuti oleh: Bu Yustin Widyatmoko selaku Ketua UP DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Bu Siswanto Bu Widodo Bu Ryan Bu Ali Fauri Kegiatan diawali dengan kehadiran seluruh peserta di lokasi menjelang pukul 08.00 WIB. Para anggota DWP kemudian melakukan kegiatan belanja bersama dengan menyusuri area pasar tradisional dan membeli berbagai kebutuhan pokok masyarakat, seperti sayur-mayur, bahan pangan segar, serta hasil perikanan. Suasana pasar yang ramai dan penuh aktivitas menjadi sarana interaksi langsung antara anggota DWP dengan para pedagang, sehingga tercipta komunikasi yang hangat dan akrab. UP DWP Dinas Peternakan dan Perikanan turut berperan aktif dalam kegiatan ini melalui pelaksanaan kampanye Gemar Makan Ikan. Kampanye tersebut diwujudkan dengan pembelian berbagai jenis ikan segar di pasar serta ajakan langsung kepada anggota DWP lainnya untuk membiasakan konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang sehat, bergizi, dan terjangkau bagi keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya konsumsi ikan dapat semakin meningkat dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan belanja, momen ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota DWP lintas unit pelaksana. Suasana yang santai, penuh keakraban, serta semangat kebersamaan menjadikan kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Dari pelaksanaan kegiatan ini, diperoleh beberapa hasil positif, antara lain: Terlaksananya kegiatan Gerakan Belanja ke Pasar Tradisional dengan baik dan lancar. Meningkatnya kepedulian anggota DWP terhadap keberadaan pasar tradisional serta pentingnya mendukung produk lokal. Tersampaikannya kampanye Gemar Makan Ikan sebagai upaya mendorong pola konsumsi keluarga yang sehat dan bergizi. Terjalinnya kebersamaan, kekompakan, dan sinergi antaranggota DWP lintas unit pelaksana. Sebagai penutup, kegiatan Gerakan Belanja ke Pasar Tradisional ini menjadi salah satu wujud nyata peran Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar dalam mendukung perekonomian lokal, meningkatkan kesadaran gizi keluarga, serta mempererat kebersamaan antaranggota. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Laporan oleh: Yustin Widyatmoko
Program: Budaya Cinta Lingkungan
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
30723-01-2026Senam Bio Energy Medical Chi Kung Bersama Bupati Blitar Pada hari Jumat, 23 Januari 2026 Ketua UP DWP Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Ny. Yustin Widyatmoko, menghadiri undangan dari Sekretariat Kabupaten Blitar perihal Senam Bio Energy Medical Chi Kung bersama Bupati Blitar. Kegiatan diselenggarakan di Pendopo Sasana Adi Praja, Jl. Kusuma Bangsa Kanigoro, dimulai pada pukul 05.30 WIB sampai dengan selesai diikuti oleh Bupati, seluruh ketua OPD, ASN Kabupaten Blitar, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar beserta pengurus, Ketua DWP Kabupaten Blitar beserta seluruh ketua UP DWP se Kabupaten Blitar. Sebelum dimulai disampaikan oleh Bp. Mulyono selaku instruktur senam bahwa Senam Bio Tehnology Medical Chi Kung adalah salah satu bentuk olahraga kesehatan yang memadukan gerakan tubuh lembut, teknik pernapasan, dan konsentrasi pikiran untuk meningkatkan kesehatan fisik maupun mental. Senam ini berakar dari ilmu Chi Kung (Qigong) yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kemudian dikembangkan dengan pendekatan medis modern sehingga aman dan bermanfaat untuk semua usia. Gerakan dalam Senam Bio Medical Chi Kung dilakukan secara perlahan, teratur, dan berkesinambungan. Setiap gerakan dirancang untuk melancarkan aliran energi (chi) di dalam tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan fungsi organ, serta membantu proses penyembuhan alami tubuh. Selain itu, teknik pernapasan yang digunakan membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan menenangkan sistem saraf. Manfaat utama Senam Bio Medical Chi Kung antara lain: Meningkatkan daya tahan tubuh dan kebugaran Membantu mengurangi stres, cemas, dan kelelahan Melancarkan peredaran darah Membantu menjaga keseimbangan tekanan darah Meningkatkan kualitas tidur Menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot Senam ini sangat cocok diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari lansia, ibu rumah tangga, hingga masyarakat umum, karena gerakannya ringan, tidak membutuhkan alat khusus, serta dapat dilakukan di dalam maupun luar ruangan. Selain manfaat fisik, Senam Bio Medical Chi Kung juga memberikan efek positif secara mental dan emosional, karena melatih fokus, ketenangan, serta kesadaran diri, sehingga membantu menciptakan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung ini dilaksanakan untuk yang ketiga kalinya di Pemda Kabupaten Blitar. Dan disampaikan oleh Bupati Blitar Bp. Drs. Rijanto, bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar menggalakkan senam ini untuk ASN sebagai bagian dari program kesehatan, mendorong budaya hidup sehat dan meningkatkan produktivitas kerja. Diharapkan menjadi pola hidup sehat berkelanjutan, karena ringan, aman, dan mudah diikuti berbagai usia. Ini adalah latihan fisik yang fokus pada pernapasan dan gerakan lembut untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan menyeluruh dengan memanfaatkan energi vital tubuh. Senam Bio Energy Medical Chi Kung dianjurkan untuk siapa saja yang ingin meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh karena gerakannya yang ringan, mudah diikuti lintas usia (termasuk lansia), dan fokus pada penyelarasan energi tubuh, pernapasan, serta pikiran untuk penyembuhan mandiri (autotherapy), melancarkan peredaran darah, meningkatkan imun, dan menjaga keseimbangan energi untuk produktivitas dan kualitas hidup lebih baik. Manfaat Fisik: melancarkan peredaran darah, meningkatkan imun tubuh, memperkuat otot, memperbaiki fungsi organ, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Manfaat secara mental: menjaga keseimbangan energi, menenangkan pikiran, meningkatkan fokus, dan mengembalikan semangat. Kapan digunakan: Setiap hari (rutin): Untuk menjaga kebugaran dan kesehatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Pagi hari: Memulai hari dengan energi baru dan meningkatkan vitalitas, seperti yang dilakukan Bupati Blitar bersama ASN. Saat merasa kurang bugar/stres: Membantu melepaskan ketegangan, meningkatkan fokus, dan mengembalikan semangat. Untuk pemulihan: Membantu tubuh mengobati diri sendiri (autoterapi) dan memperbaiki ketidakseimbangan tubuh yang mendasari penyakit, seperti terlihat pada lansia yang pulih dari masalah berjalan Seluruh peserta senam yang memenuhi pendopo Sasana Adi Praja sampai ke halaman, tampak semangat mengikuti senam tersebut. Mengikuti arahan instruktur dan menikmati gerakan senam yang dilakukan dengan sepenuh hati. UP DWP Dinas Peternakan dan Perikanan mendukung program senam Bio Energy Medical Chi Kung ini dilaksanakan secara rutin bersama-sama, dengan harapan melalui kegiatan ini, para peserta dapat menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta membangun semangat hidup sehat secara berkelanjutan. Semoga kegiatan ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat positif bagi seluruh ASN dan semua anggota Dharma Wanita Persatuan. laporan dibuat: Yustin Widyatmoko
Program: Olah Raga
Pelaksana: Dinas Peternakan dan Perikanan
30813-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINDAMDE KABUPATEN BLITAR

Bidang : Sosial Budaya
Program : kepedulian dana kesetiakawanan
Keterangan program
1.Hari : Selasa
2.Tanggal : 13 Januari 2026
3.Acara : Menjenguk Ny Harianto
LAPORAN KEGIATAN e-REPORTING BIDANG SOSIAL DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) DINDAMADE Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar Dinas DINDAMADE, Ny Nurul Tantowi selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) DINDAMADE melaksanakan kegiatan kunjungan sosial menjenguk anggota keluarga yang sedang sakit.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di kediaman Ny. Harianto yang beralamat di rumah beliau.Kegiatan kunjungan sosial ini dipimpin langsung oleh Ibu Ketua DWP DINDAMADE, didampingi oleh pengurus serta diikuti oleh karyawan dan karyawati DINDAMADE. Kehadiran rombongan merupakan wujud kepedulian, empati, serta dukungan moril kepada Ny. Harianto yang baru saja mengalami sakit, sekaligus sebagai bentuk implementasi program kerja DWP DINDAMADE di bidang sosial.
Rombongan DWP DINDAMADE tiba di kediaman Ny. Harianto pada waktu yang telah disepakati dan disambut dengan penuh kehangatan oleh keluarga. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Ketua DWP DINDAMADE menyampaikan rasa prihatin sekaligus doa agar Ny. Harianto segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan. Beliau juga menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kebersamaan dan solidaritas keluarga besar DINDAMADE dalam suka maupun duka. Selain memberikan dukungan moril, rombongan DWP DINDAMADE juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk perhatian dan kepedulian. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban serta menjadi penyemangat bagi Ny. Harianto dalam menjalani masa pemulihan. Penyerahan tali asih dilakukan secara langsung oleh Ibu Ketua DWP DINDAMADE dan diterima dengan penuh rasa syukur oleh keluarga.
Selama kunjungan berlangsung, suasana tampak penuh keakraban dan kekeluargaan. Karyawan dan karyawati DINDAMADE turut menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi kesembuhan Ny. Harianto. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antar anggota DWP dan keluarga besar DINDAMADE, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan saling peduli.
Kegiatan kunjungan sosial ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan rasa empati dapat terus ditumbuhkan di lingkungan DINDAMADE. DWP DINDAMADE berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial serupa sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun solidaritas dan kekeluargaan..
Harapannya, kegiatan menjenguk anggota DWP yang sedang sakit bisa membawa banyak dampak baik, khususnya bagi anggota yang lain, antara lain:
1.Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian antaranggota, sehingga terjalin kebersamaan dan kekeluargaan yang semakin kuat.
2.Menjadi pengingat nilai solidaritas, bahwa DWP hadir bukan hanya dalam kegiatan formal, tetapi juga dalam suka dan duka.
3.Memberikan motivasi dan keteladanan bagi anggota lain untuk saling memperhatikan dan peduli satu sama lain.
4.Mempererat silaturahmi dan kekompakan organisasi, sehingga tercipta suasana DWP yang hangat, harmonis, dan saling mendukung.
5.Membangun budaya saling mendoakan dan menguatkan, yang berdampak positif pada semangat kebersamaan seluruh anggota.
Demikian laporan kegiatan e-reporting ini disusun sebagai dokumentasi dan pertanggungjawaban kegiatan bidang sosial Dharma Wanita Persatuan DINDAMADE. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi ladang kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat. Penulis : Ny Luluk Stiani.

Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
30915-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BLITAR

Dalam rangka pelaksanaan program kerja bidang Sosial Budaya, Ibu-Ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Disbudpar berkunjung di kediaman Ibu Wawan dalam rangka takziah atas meninggalnya Ayah dari Bapak Wawan, staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar.
Hari / Tanggal : Kamis / 15 Januari 2026
Tempat : Desa Gedog Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar
Pukul : 09.00 sampai selesai
Program : bidang sosial budaya
Kegiatan : takziah / bantuan sosial

Ibu Ketua DWP DISBUDPAR bersama anggota yaitu Ibu Hariyanto, Ibu Dewi dan Ibu Makrus mengucapkan belasungkawa secara langsung kepada Ibu Wawan yang sedang berduka karena meninggalnya Bapak mertua. Dalam ajaran Islam, takziah merupakan salah satu amalan mulia yang dilakukan ketika ada seseorang meninggal dunia. Takziah bukan sekedar hadir di rumah duka atau mengucapkan belasungkawa, tetapi merupakan bentuk kepedulian, empati dan ukhuwah antar sesama muslim. Dibalik amaln takziah, terdapat banyak hikmah dan pelajaran berharga, baik keluarga yang ditinggalkan maupun bagi orang yang bertakziah.

Hikmh pertama dari takziah adalah sebagai bentuk penguatan hati bagi keluarga yang berduka. Kehilangan orang tercinta merupakan ujian berat yang mengguncang perasaan. Kehadiran saudara, tetangga dan sahabat memberikan dukungan moral yang sangat berarti. Ucapan doa dan kata-kata yang menenangkan dapat membantu keluarga yang ditinggalkan untuk bersabar dan menerima ketetapan Allah dengan lapang dada. Dalam suasana duka, takziah menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan tersebut

Hikmah kedua, takziah menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Islam mengajarkan umatnya untuk saling merasakan penderitaan satu sama lain. Dengan bertakziah, seseorang belajar merasakan kesedihan orang lain, menahan diri dari ucapan yang menyakitkan, serta menunjukkan kasih sayang dan perhatian. Sikap empati ini memperkuat ikatan persaudaraan dan menumbuhkan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu takziah juga menjadi sarana mengingat kematian bagi orang yang masih hidup. Kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapapun. Ketika menghadiri takziah, melihat jenazah dan menyaksikan suasana duka, hati menjadi tersentuh dan tersadar bahwa kehidupan dunia adalah sementara. Hikmah ini mendorong seseoranguntuk memperbaiki diri, meningkatkan amal shaleh, serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan akherat

Hikmah berikutnya adalah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal. Dengan bertakziah, mendoakan dan ikut mengiringi pemakaman, seorang muslim menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada sesama. Doa-doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi cahaya dan penolong bagi almarhum atau almarhumah dia alam kubur. Ini merupakan wujud nyata dari persaudaraan seiman yang tidak terputus meskipun dipisahkan oleh kematian.

Takziah juga mengajarkan nilai kesabaran dan keikhlasan. Bagi keluarga yang ditinggalkan, takziah menjadi momentum untuk menguatkan iman dan menyerahkan segala ketetapan kepada Allah SWT. Sedangkan bagi yang bertakziah, ini menjadi pelajaran untk berkata dan bersikap dengan penuh hikmah, tidak berlebihan dalam kesedihan serta menjauhi kegiatan yang dilarang oleh syariat. Dengan demikian takziah menjadi sarana pendidikanakhlak bagi seluruh pihak.

Pada akhirnya takziah bukan hanya tradisi, tetapi ibadah yang sarat makna. Di dalamnyaterkandung nilai keimanan, kemanusiaan dan kebersamaan. Melelui takziah, manusia diingatkan akan hakekat hidup, pentingnya saling menguatkan, serta kewajiban untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga dengan memahami hikmah takziah, kita dapat menjadikannya sebagai amalan yang lkhlas dan penuh manfaat, baik bagi yang meninggal maupun bagi yang masih menjalani kehidupan di dunia.

Laporan ini ditulis oleh Ny Titin Sugeng Selaku operator e reporting UP DWP DISBUDPAR


Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
31001-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN, DAN PERTANAHAN KABUPATEN BLITAR


Perayaan Natal dan Tahun Baru di kediaman Ibu Ketua DWP Disperkimtan Kabupaten Blitar.


Keterangan Progam :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Disperkimtan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : 1 Januari 2026
3. Pukul : 08.00-selesai
4. Tempat : Kediaman Ny. Margareth Anthonius Nanang Adi
5. Acara : Perayaan Natal dan Tahun Baru
6. Dihadiri oleh : seluruh ASN dan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.


Deskripsi Kegiatan:

Dalam rangka memperingati Perayaan Natal, ibu Ketua DWP Disperkimtan mengundang seluruh ASN dan anggota DWP Disperkimtan untuk hadir ke kediaman beliau di Jl. Kamlimanhan.


Toleransi beragama dalam peringatan Natal di lingkungan DWP diwujudkan melalui semangat kebersamaan, persatuan, dan kerukunan dengan tetap menjaga syariat islam bagi umat muslim.


Karena acara Natal di kediaman Ny. Margareth Anthonius Nanang Adi di kemas santai agar lebih akrab antara anggota DWP dan ASN. Jadi tidak ada susunan acara secara formal.


Acara di hadiri oleh ibu-ibu anggota DWP, ASN, P3K dan pekerja paruh waktu di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar. Semua langsung dipersilahkan untuk menikmati hidangan ketika baru datang di kediaman beliau dilanjutkan dengan sambutan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Disperkimtan, Ny. Margareth.


Ny. Margareth selaku Ibu Ketua Dharma Wanita Disperkimtan menggelar Perayaan Natal dan tahun baru di kediaman beliau, dengan tujuan agar lebih akrab dan mengenal keluarga besar Disperkimtan karena Ny. Margareth baru sebulan menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Disperkimtan Kabupaten Blitar. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang membawa semarak dalam perayaan natal dan tahun baru 2026 ini. Ia menyebut kebersamaan ini menjadi kekuatan besar bagi DWP Disperkimtan dalam menjalankan berbagai programnya.


Beliau juga mengucapkan selamat merayakan Natal kepada seluruh anggota yang merayakan, kebetulan ada beberapa anggota yang beragama nasrani. Beliau menegaskan bahwa natal selalu menjadi momen istimewa untuk memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan keberagaman yang menjadi ciri khas masyarakat kita. Semangat toleransi merupakan fondasi penting dalam memperkuat keharmonisan antar komunitas. "Natal menjadi momentum memperkuat persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman yang kita miliki," ujar beliau.


Tujuan toleransi merayakan Natal adalah untuk memperkuat kerukunan, persaudaraan, dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman, dengan menunjukkan semangat kasih, kedamaian, dan saling menghormati antar umat beragama, serta membangun masyarakat yang lebih baik tanpa memandang keyakinan. Ini mencakup melibatkan umat agama lain dalam kegiatan sosial, tidak berlebihan dalam perayaan, dan memperkuat nilai-nilai universal seperti kasih sayang dan kepedulian.


Tujuan utama toleransi dalam perayaan natal :
1. Mempererat persaudaraan : menjadikan perayaan natal sebagai momen untuk membangun kebersamaan dan solidaritas sosial antar-warga.
2. Menciptakan harmoni : menjaga kedamaian dan menciptakan suasana kehidupan beragam yang nyaman dan kondusif di masyarakat yang beragam.
3. Meneladani kasih dan damai : mengamalkan nilai-nilai kasih, harapan, dan kepedulian yang diajarkan dalam Natal, serta mempraktikkan moderasi beragama.
4. Menghormati perbedaan : mengakui dan menghargai keberagaman keyakinan sebagai kekayaan bangsa, bukan penghalang.
5. Mencegah konflik : dengan sikap saling menghargai, toleransi membantu mencegah perpecahan dan konflik yang timbul dari perbedaan.


Ditulis dan diedit oleh Ny. Enik Yuyus selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Blitar.



Program: Iman dan Takwa
Pelaksana: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
31109-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN BLITAR

Ketua UP DWP Kecamatan Wates mengikuti kegiatan Senam Sehat bersama masyarakat Desa Tugurejo dilanjutkan dengan kunjungan ke produk UMKM unggulan Desa “Dapur Bu Uut”.

Bidang: Sosial Budaya

Program: Ketahanan Keluarga

Keterangan Program: Olah Raga
1. Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal : Jumat, 9 Januari 2026
3. Pukul: 07.00 s/d Selesai
4. Tempat : Pendopo Kantor Desa Tugurejo Kecamatan Wates
5. Acara : Senam sehat bersama masyarakat Desa Tugurejo dilanjutkan dengan kunjungan ke UMKM Unggulan Desa Tugurejo yaitu “Dapur Bu Uut”.
6. Undangan : Ketua UP Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Wates, Ibu Kepala Desa, Perangkat desa, lansia, dan kader lansia.
7. Jumlah Undangan : 30 orang

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Wates secara konsisten melaksanakan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup anggota serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah pelaksanaan senam sehat bersama yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat pagi. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kekompakan antaranggota DWP.

Selain fokus pada kesehatan, DWP Kecamatan Wates juga memiliki komitmen untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan kunjungan ke pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan yang ada di wilayah Kecamatan Wates, sebagai upaya mengenal potensi lokal sekaligus memberikan dukungan moral dan promosi terhadap produk-produk unggulan desa.

Kegiatan diawali pada Jumat pagi dengan pelaksanaan senam sehat bersama yang diikuti oleh seluruh anggota DWP Kecamatan Wates. Senam dilaksanakan dengan dipandu oleh instruktur dan berlangsung dengan penuh semangat. Gerakan senam yang dilakukan secara teratur bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, serta menjaga stamina anggota agar tetap sehat dan bugar dalam mendukung aktivitas sehari-hari, baik dalam keluarga maupun organisasi.

Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan seluruh anggota yang mengikuti senam hingga selesai. Selain manfaat kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun keakraban, komunikasi, dan kekompakan antaranggota DWP. Suasana senam berlangsung ceria dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat positif dan solidaritas dalam lingkungan DWP Kecamatan Wates.

Setelah kegiatan senam sehat selesai, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke produk UMKM unggulan Desa Tugurejo. Rombongan DWP disambut oleh para pelaku UMKM yang dengan ramah memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil olahan lokal. Dalam kunjungan ini, anggota DWP mendapatkan penjelasan mengenai proses produksi, bahan baku yang digunakan, hingga strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh para pelaku usaha.

Kegiatan kunjungan ini memberikan wawasan baru bagi anggota DWP mengenai potensi ekonomi desa serta tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. DWP Kecamatan Wates memberikan apresiasi atas kreativitas dan ketekunan para pelaku UMKM Desa Tugurejo, serta mendorong agar produk-produk lokal tersebut terus dikembangkan dan dipromosikan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sebagai bentuk dukungan nyata, anggota DWP juga berpartisipasi dalam mempromosikan produk UMKM dengan membeli dan merekomendasikan produk unggulan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan pelaku UMKM serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di tingkat desa.

Kegiatan senam sehat bersama yang dilanjutkan dengan kunjungan ke UMKM unggulan Desa Tugurejo berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, DWP Kecamatan Wates tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan dan kebugaran anggota, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud peran aktif DWP dalam pembangunan sosial dan ekonomi di wilayah Kecamatan Wates.

Demikian laporan kegiatan UP DWP Kecamatan Wates ini, laporan ini ditulis oleh Operator e-Reporting UP DWP Kantor Kecamatan Wates: Ny. Yustika Hammam R.


Program: Olah Raga
Pelaksana: Kecamatan Wates
31208-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar

Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Ibu Dewi Agus, Ibu Suhendro, Ibu Mulyadi, Ibu Asik, mengikuti kegiatan pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi kung
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kegiatan: Ketahanan Keluarga - Olah Raga
Keterangan program
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal: Jumat, 09 Januari 2026
3. Pukul : 05.30 WIB s/d selesai
4. Peserta : - Ibu Ketua PKK Kabupaten Blitar Ibu Ninik Riyanto beserta pengurus PKK Kabupaten Blitar
- Penasihat DWP Kabupaten Blitar diwakili oleh Bp. Adi Andaka
- Ibu Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ny. Ita Eko Susanto
- Ibu-ibu senior mantan Ketua DWP Kabupaten Blitar
- Ketua dan Pengurus GOW
- Ketua dan Pengurus Perwosi Kabupaten Blitar
- Seluruh Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Badan, Dinas, Bagian, beserta 5 orang anggota
5. Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro. JI. Semeru No. 20, Kepanjenkidul - Kota Blitar
6. Acara : Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi kung
Susunan Acara
1. Pembukaan kegiatan.
2. Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi Kung.
3. Praktik gerakan dasar dan teknik pernapasan.
4. Pendinginan dan evaluasi singkat.
5. Penutup.
Maksud dan Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada anggota DWP BPBD Kabupaten Blitar untuk mengenal dan mempraktikkan Senam Bio Energy Medical Chi Kung. Tujuan kegiatan ini: 1) Meningkatkan kesehatan dan kebugaran anggota DWP BPBD
2) Menambah wawasan tentang olahraga kesehatan alternatif
4) Mempererat kebersamaan antaranggota.
Dalam rangka mendukung peningkatan kesehatan dan kebugaran anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kabupaten Blitar, diperlukan kegiatan positif yang mendorong pola hidup sehat. Salah satu kegiatan yang bermanfaat adalah Senam Bio Energy Medical Chi Kung, yaitu olahraga yang memadukan gerakan tubuh, pernapasan, dan pengaturan energi untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Oleh karena itu, DWP Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi Kung.
Senam Bio Energy Medical Chi Kung berakar dari ilmu Chi Kung (Qigong) yang berasal dari Tiongkok kuno dan telah dipraktikkan selama ribuan tahun sebagai metode menjaga kesehatan, meningkatkan vitalitas, serta menyeimbangkan energi tubuh. Chi Kung secara tradisional digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk membantu proses penyembuhan dan pencegahan penyakit melalui pengaturan pernapasan, gerakan tubuh, dan konsentrasi pikiran.
Seiring perkembangan zaman, Chi Kung kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan pendekatan medis dan kesehatan modern. Dari sinilah lahir konsep Bio Energy Medical Chi Kung, yang menggabungkan prinsip-prinsip dasar Chi Kung dengan pemahaman bioenergi dan ilmu kesehatan, sehingga gerakan-gerakannya lebih sistematis, aman, dan mudah dipraktikkan oleh masyarakat umum.
Senam Bio Energy Medical Chi Kung dirancang sebagai olahraga kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, dengan fokus pada peningkatan kebugaran, keseimbangan fisik dan mental, serta pengelolaan energi tubuh secara alami. Saat ini, senam ini telah diperkenalkan dan dipraktikkan di berbagai komunitas, instansi, dan kelompok masyarakat sebagai salah satu alternatif olahraga ringan untuk mendukung gaya hidup sehat.
Senam Bio Energy Medical Chi Kung merupakan senam kesehatan yang bertujuan mengaktifkan dan menyeimbangkan energi tubuh melalui gerakan sederhana, pernapasan teratur, serta konsentrasi pikiran. Manfaat Senam Bio Energy Medical Chi Kung:
1.Meningkatkan kebugaran dan daya
tahan tubuh. 2) Melancarkan peredaran energi dan aliran darah. 3) Membantu mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan pikiran.
4) Menjaga keseimbangan fisik dan mental.
5) Mendukung pencegahan gangguan kesehatan.
Karakteristik Gerakan Senam Bio Energy Medical Chi Kung antara lain:
1) Gerakan lembut dan terkontrol.
2) Dapat diikuti oleh semua usia.
3) Tidak membutuhkan alat khusus.
4) Fokus pada keselarasan gerak, napas, dan konsentrasi.
Tujuan Pelaksanaan Senam Bio Energy Medical yaitu:
1) Mendorong penerapan pola hidup sehat,
2) Memberikan alternatif olahraga ringan yang berkelanjutan dan Meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan pikiran
Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung. DWP Kabupaten Blitar berperan sebagai penggerak dan motivator bagi anggota untuk menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga yang teratur dan berkelanjutan.
Selain itu, DWP Kabupaten Blitar berperan dalam mendorong partisipasi aktif anggota dengan mengikuti dan mempraktikkan Senam Bio Energy Medical Chi Kung sebagai bagian dari kegiatan pembinaan fisik dan mental. Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Blitar turut berkontribusi dalam menciptakan anggota yang sehat, bugar, dan seimbang secara jasmani maupun rohani.
DWP Kabupaten Blitar juga berperan sebagai wadah kebersamaan dan silaturahmi, di mana kegiatan senam menjadi sarana mempererat kekompakan dan solidaritas antaranggota. Dengan demikian, Senam Bio Energy Medical Chi Kung tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung program organisasi secara keseluruhan.
Kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung memberikan manfaat positif bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan kebugaran jasmani, ketenangan pikiran, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Melalui gerakan yang lembut, teknik pernapasan, dan pengelolaan energi, peserta memperoleh pengalaman olahraga yang mudah diikuti dan bermanfaat bagi keseimbangan fisik dan mental. Kegiatan ini berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat respons yang baik dari peserta. Diharapkan Senam Bio Energy Medical Chi Kung dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan olahraga rutin guna mendukung penerapan pola hidup sehat dan meningkatkan kualitas kesehatan peserta
Penulis : Ny Nurul Tantowi8

Program: Olah Raga
31309-01-2026

Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi kung
Bidang : Bidang Sosial Budaya
Program Kegiatan: Ketahanan Keluarga - Olah Raga

Keterangan program
1. Dharma Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar
2. Hari/Tanggal: Jumat, 09 Januari 2026
3. Pukul : 05.30 WIB s/d selesai
4. Peserta :
- Ibu Ketua PKK Kabupaten Blitar Ibu Ninik Riyanto beserta pengurus PKK Kabupaten Blitar
- Penasihat DWP Kabupaten Blitar diwakili oleh Bp. Adi Andaka
- Ibu Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ny. Ita Eko Susanto
- Ibu-ibu senior mantan Ketua DWP Kabupaten Blitar
- Ketua dan Pengurus GOW
- Ketua dan Pengurus Perwosi Kabupaten Blitar
- Seluruh Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Badan, Dinas, Bagian, beserta 5 orang anggota
5. Tempat : Pendopo Ronggo Hadi Negoro. JI. Semeru No. 20, Kepanjenkidul - Kota Blitar
6. Acara : Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi kung

Susunan Acara
1. Pembukaan kegiatan.
2. Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi Kung.
3. Praktik gerakan dasar dan teknik pernapasan.
4. Pendinginan dan evaluasi singkat.
5. Penutup.

Maksud dan Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada anggota DWP BPBD Kabupaten Blitar untuk mengenal dan mempraktikkan Senam Bio Energy Medical Chi Kung. Tujuan kegiatan ini: 1) Meningkatkan kesehatan dan kebugaran anggota DWP BPBD. 2) Menambah wawasan tentang olahraga kesehatan alternatif. 3) Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. 4) Mempererat kebersamaan antaranggota.

Dalam rangka mendukung peningkatan kesehatan dan kebugaran anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kabupaten Blitar, diperlukan kegiatan positif yang mendorong pola hidup sehat. Salah satu kegiatan yang bermanfaat adalah Senam Bio Energy Medical Chi Kung, yaitu olahraga yang memadukan gerakan tubuh, pernapasan, dan pengaturan energi untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Oleh karena itu, DWP BPBD Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Pengenalan Senam Bio Energy Medical Chi Kung yang dihadiri oleh Ketua UP DWP BPBD Kabupaten Blitar Ibu Pramesthi Wahyudi sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran anggota.

Senam Bio Energy Medical Chi Kung berakar dari ilmu Chi Kung (Qigong) yang berasal dari Tiongkok kuno dan telah dipraktikkan selama ribuan tahun sebagai metode menjaga kesehatan, meningkatkan vitalitas, serta menyeimbangkan energi tubuh. Chi Kung secara tradisional digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk membantu proses penyembuhan dan pencegahan penyakit melalui pengaturan pernapasan, gerakan tubuh, dan konsentrasi pikiran.

Seiring perkembangan zaman, Chi Kung kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan pendekatan medis dan kesehatan modern. Dari sinilah lahir konsep Bio Energy Medical Chi Kung, yang menggabungkan prinsip-prinsip dasar Chi Kung dengan pemahaman bioenergi dan ilmu kesehatan, sehingga gerakan-gerakannya lebih sistematis, aman, dan mudah dipraktikkan oleh masyarakat umum.

Senam Bio Energy Medical Chi Kung dirancang sebagai olahraga kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, dengan fokus pada peningkatan kebugaran, keseimbangan fisik dan mental, serta pengelolaan energi tubuh secara alami. Saat ini, senam ini telah diperkenalkan dan dipraktikkan di berbagai komunitas, instansi, dan kelompok masyarakat sebagai salah satu alternatif olahraga ringan untuk mendukung gaya hidup sehat.

Senam Bio Energy Medical Chi Kung merupakan senam kesehatan yang bertujuan mengaktifkan dan menyeimbangkan energi tubuh melalui gerakan sederhana, pernapasan teratur, serta konsentrasi pikiran. Manfaat Senam Bio Energy Medical Chi Kung: 1) Meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh. 2) Melancarkan peredaran energi dan aliran darah. 3) Membantu mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan pikiran. 4) Menjaga keseimbangan fisik dan mental. 5) Mendukung pencegahan gangguan kesehatan.

Karakteristik Gerakan Senam Bio Energy Medical Chi Kung antara lain: 1) Gerakan lembut dan terkontrol. 2) Dapat diikuti oleh semua usia. 3) Tidak membutuhkan alat khusus. 4) Fokus pada keselarasan gerak, napas, dan konsentrasi. Tujuan Pelaksanaan Senam Bio Energy Medical yaitu: 1) Mendorong penerapan pola hidup sehat, 2) Memberikan alternatif olahraga ringan yang berkelanjutan dan Meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan pikiran

Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung. DWP BPBD Kabupaten Blitar berperan sebagai penggerak dan motivator bagi anggota untuk menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga yang teratur dan berkelanjutan.

Selain itu, DWP BPBD Kabupaten Blitar berperan dalam mendorong partisipasi aktif anggota dengan mengikuti dan mempraktikkan Senam Bio Energy Medical Chi Kung sebagai bagian dari kegiatan pembinaan fisik dan mental. Melalui kegiatan ini, DWP BPBD Kabupaten Blitar turut berkontribusi dalam menciptakan anggota yang sehat, bugar, dan seimbang secara jasmani maupun rohani.

DWP BPBD Kabupaten Blitar juga berperan sebagai wadah kebersamaan dan silaturahmi, di mana kegiatan senam menjadi sarana mempererat kekompakan dan solidaritas antaranggota. Dengan demikian, Senam Bio Energy Medical Chi Kung tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung program organisasi secara keseluruhan.

Kegiatan Senam Bio Energy Medical Chi Kung memberikan manfaat positif bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan kebugaran jasmani, ketenangan pikiran, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Melalui gerakan yang lembut, teknik pernapasan, dan pengelolaan energi, peserta memperoleh pengalaman olahraga yang mudah diikuti dan bermanfaat bagi keseimbangan fisik dan mental. Kegiatan ini berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat respons yang baik dari peserta. Diharapkan Senam Bio Energy Medical Chi Kung dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan olahraga rutin guna mendukung penerapan pola hidup sehat dan meningkatkan kualitas kesehatan peserta.

Program: Olah Raga
Pelaksana: BPBD

31407-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan acara Pelatihan Pembuatan Bros dari kawat bulu

Keterangan Progam :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar Bidang Sosial dan Budaya
2. Hari/Tanggal : 7 Januari 2026
3. Pukul : 08.00-selesai
4. Tempat : Ruang Rapat Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar jl. Semeru no. 40 Blitar
5. Acara : Pelatihan pembuatan bros dari kawat bulu
6. Dihadiri oleh:
- Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ny. Wulandari Ahmad Cholik
- Ibu Wakil Ketua Dharma Wanita Persaruan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Yulia Repelitha Nugroho
- Narasumber Ibu Indri Kurdi dan Ibu Bambang
- 18 Ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Peaja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar

Deskripsi Kegiatan:

Pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar bulan Januari 2026 ini yang bertugas adalah Bidang Sosial Budaya yang diketuai oleh Ibu Nanik Hangga Puja Kesuma. Beliau mengambil dengan mengambil program kerja Ketahanan Keluarga dengan mengadakan Pelatihan Pembuatan Bros dari Kawat Bulu. Dengan pelatihan ini diharapkan Ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar bisa memperoleh ketrampilan dengan aneka kreasi dari kawat bulu dan ketrampilan ini nantinya diharapkan bisa membantu perekonomian keluarga sehingga program ketahanan keluarga bisa tercapai.

Adapun susunan acara adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC Ibu Argo
2. Doa oleh Ibu Susi Dwi Prasetyo
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hymne dan mars DWP dipimpin oleh Ibu Didik Bintara
4. Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar Wulandari Achmad Cholik.
Beliau menyampaikan terimakasih atas semua undangan yang hadir.
Pada kesempatan ini Beliau mengusulkan untuk diadakannya tabungan lebaran yaitu dikumpulkannya dana tiap bulan dengan jumlah tertentu yang telah disepakati dan dapat diambil pada saat menjelang lebaran baik berupa sembako ataupun sejumlah uang sesuai tabungan yang telah dikumpulkan.
5. Sambutan perkenalan anggota baru Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Ibu Kristina Didik Andreas
6. Sambutan perpisahan dari Ibu Puspa Edy Wiyono yang sudah purna tugas seiring dengan suami beliau Bapak Edy Wiyono memasuki masa pensiun. 7. Penyerahan tali asih dan pengambilan foto bersama 8. Pelaporan Keuangan Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar oleh Bendahara Ibu Mei Tedi Prasojo 9. Penyampaian Materi Pelatihan dipimpin oleh Ibu Indri Kurdi dan Ibu Bambang.

Berikut alat dan bahan yang harus dipersiapkan:

- kawat bulu dengan berbagai warna
- Gunting
- lem tembak
- peniti bros
- Kawat gantungan kunci

Para peserta pelatihan mengikuti arahan dari narasumber dengan antusias dan beliau membimbing langkah demi langkah sehingga para anggota pelatihan berhasil membuat bros berbentuk bunga matahari dan gantungan kunci berbentuk mawar yang cantik.

Setelah sesi pelatihan berhasil para anggota pelatihan berfoto bersama dengan memamerkan hasil karya masing-masing.

10. Acara ditutup oleh MC

ditulis dan diedit oleh Ny. Refia Yanindra selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadan Kebakaran Kabupaten Blitar.
Program: Gerakan Sehat
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran

31507-01-2026

DHARMA WANITA PERSATUAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BLITAR

Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar telah mengikuti kegiatan acara Kunjungan ke anggota yang sedang sakit dan melahirkan

Keterangan Progam :
1. Unit Pelaksana : Dharma Wanita Persatuan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar Bidang Sosial dan Budaya
2. Hari/Tanggal : 7 Januari 2026
3. Pukul : 15.00-selesai
4. Tempat Kumpul: Ruang Rapat Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar jl Semeru no. 40 Blitar
5. Acara : Kunjungan anggota
6. Petugas:
- Ibu Yulia Repelitha Nugroho
- Ibu Nanik Hangga
- Ibu Mei Tedi Prasojo
- Ibu Refia Yanindra

Deskripsi Kegiatan: Agenda pada hari ini adalah kunjungan ke anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar sebagai berikut:
1. Ke Rumah Sakit Aminah menjenguk anak dari bapak Adi yang sedang dirawat karena sedang sakit radang paru-paru
2. Ke rumah Ibu Kariono yang sedang menderita sakit stroke
3. Ke rumah Bapak Bambang yang sedang sakit karena mengalami kecelakaan lalu lintas
4. Ke rumah Ibu Nur yang baru saja melahirkan bayi seorang putri cantik.

Kunjungan ini dilakukan dengan tujuan agar sesama anggota terutama anggota Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar dapat lebih erat dalam menjalin tali persaudaraan dan silaturahmi antar anggotanya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memupuk rasa empati sesama anggota sehingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama manusia. Sehingga peran serta dan tujuan Dharma Wanita Persatuan akan tercapai.

ditulis dan diedit oleh Ny. Refia Yanindra selaku operator e-reporting Dharma Wanita Persatuan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadan Kebakaran Kabupaten Blitar.
Program: Bantuan Sosial
Pelaksana: Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran