• Berandawarta
  • Berita Anggota
  • Agenda kerja
  • Artikel
  • Peta Lokasi Kantor Pusat

Ranah pencarian...

Info Utama

  • Visi Misi
  • Susunan Organisasi
  • Unsur Pelaksana Pusat
  • Unsur Pelaksana Propinsi
  • Kontak
  • Gedung Pertemuan

    • Informasi Gedung
    • Jadwal Pemakaian
  • Cybermarketing

    • Toko DWP
    • Handycraft Center

Seputar Kita

MAKNA IDUL FITRI

KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN BERTAKWA KEPADA ALLAH

NABI TIDAK PERNAH BOSAN BERISTIGHFAR

MENCINTAI DAN MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI

ZAKAT FITRAH PEMBERSIH JIWA

Dongeng Anak

KISAH HANG TUAH

KEJUJURAN SEORANG SAUDAGAR PERMATA

MENAHAN LAPAR SEMALAM KARENA MENGHORMATI TAMU

Folder Arsip Kerja

Kumpulan pidato Ketua Umum

Form Pelaksanaan Program Kerja Tingkat Pusat (Download format Excell)

Form Pelaksanaan Program Kerja Tingkat Provinsi (Download format Excell)

KEJUJURAN SEORANG SAUDAGAR PERMATA


Pada suatu hari, seorang saudagar perhiasan di zaman Tabiin bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya menjaga kedainya karena ia akan keluar solat. Ketika itu datanglah seorang badui yang hendak membeli perhiasan di kedai itu. Maka terjadilah jual beli di antara badwi itu dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya tadi. Satu barang perhiasan permata yang hendak dibeli harganya empat ratus dirham.

Saudara kepada Yunus menunjukkan suatu barang yang sebetulnya harga dua ratus dirham. Barang tersebut dibeli oleh badwi tadi tanpa diminta mengurangkan harganya tadi. Ditengah jalan, dia terserempak dengan Yunus bin Ubaid. Yunus bin Ubaid lalu bertanya kepada si badwi yang membawa barang perhiasan yang dibeli dari kedainya tadi. Sememangnya dia mengenali barang tersebut adalah dari kedainya. Saudagar Yunus bertanya kepada badwi itu, "Berapakah harga barang ini kamu beli?"
Badwi itu menjawab, "Empat ratus dirham."

"Tetapi harga sebenarnya cuma dua ratus dirham saja. Mari ke kedai saya supaya saya dapat kembalikan wang selebihnya kepada saudara." Kata saudagar Yunus lagi.
"Biarlah, ia tidak perlu. Aku telah merasa senang dan beruntung dengan harga yang empat ratus dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah lima ratus dirham."

Tetapi saudagar Yunus itu tidak mahu melepaskan badwi itu pergi. Didesaknya juga agar badwi tersebut balik ke kedainya dan bila tiba dikembalikan wang baki kepada badwi itu. Setelah badwi itu beredar, berkatalah saudagar Yunus kepada saudaranya, "Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan dua kali ganda?" Marah saudagar Yunus lagi.

"Tetapi dia sendiri yang mahu membelinya dengan harga empat ratus dirham." Saudaranya coba mempertahankan bahwa dia dipihak yang benar. Kata saudagar Yunus lagi, "Ya, tetapi di atas belakang kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan terhadap diri kita sendiri." Jika kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi peniaga-peniaga kita yang beriman, amatlah tepat. Karena ini menunjukkan peribadi seorang peniaga yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yang halal. Jika semuanya berjalan dengan aman dan tenteram karena tidak ada penipuan dalam perniagaan.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas dan memberi rezeki dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah di dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntut aku lantaran menzalimi di jiwa atau diharga."

 


dwpp/09/alkisah.ateonsoft.com

^ Tampak Atas
©2005-2007 Dharma Wanita Persatuan | Peta Situs | Kredit