• Berandawarta
  • Berita Anggota
  • Agenda kerja
  • Artikel
  • Peta Lokasi Kantor Pusat

Ranah pencarian...

Info Utama

  • Visi Misi
  • Susunan Organisasi
  • Unsur Pelaksana Pusat
  • Unsur Pelaksana Propinsi
  • Kontak
  • Gedung Pertemuan

    • Informasi Gedung
    • Jadwal Pemakaian
  • Cybermarketing

    • Toko DWP
    • Handycraft Center

Seputar Kita

MAKNA IDUL FITRI

KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN BERTAKWA KEPADA ALLAH

NABI TIDAK PERNAH BOSAN BERISTIGHFAR

MENCINTAI DAN MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI

ZAKAT FITRAH PEMBERSIH JIWA

Dongeng Anak

KISAH HANG TUAH

KEJUJURAN SEORANG SAUDAGAR PERMATA

MENAHAN LAPAR SEMALAM KARENA MENGHORMATI TAMU

Folder Arsip Kerja

Kumpulan pidato Ketua Umum

Form Pelaksanaan Program Kerja Tingkat Pusat (Download format Excell)

Form Pelaksanaan Program Kerja Tingkat Provinsi (Download format Excell)

MENAHAN LAPAR SEMALAM KARENA MENGHORMATI TAMU


Seorang telah datang menemui Rasulullah S.A.W dan telah menceritakan kepada baginda tentang kelaparan yang dialami olehnya. Kebetulan pada ketika itu baginda tidak mempunyai suatu apa makanan pun pada diri baginda maupun di rumahnya sendiri untuk diberikan kepada orang itu. Baginda kemudian bertanya kepada para sahabat, "Adakah sesiapa di antara kamu yang sanggup melayani orang ini sebagai tetamunya pada malam ini bagi pihak aku ?" Seorang dari kaum Ansar telah menyahut, "Wahai Rasulullah S.A.W, saya sanggiup melakukan seperti kehendak tuan itu."

Orang Ansar itu pun telah membawa orang tadi ke rumahnya dan menerangkan pula kepada isterinya seraya berkata, "Lihatlah bahwa orang ini ialah tetamu Rasulullah S.A.W. Kita mesti melayaninya dengan sebaik-baik layanan mengikut segala kesanggupan yang ada pada diri kita dan semasa melakukan demikian janganlah kita tinggalkan sesuatu makanan pun yang ada di rumah kita." Lalu isterinya menjawab, "Demi Allah! Sebenarnya daku tidak ada menyimpan sebarang makanan pun, yang ada cuma sedikit, itu hanya mencukupi untuk makanan anak-anak kita di rumah ini ?"

Orang Ansar itu pun berkata, "Kalau begitu engkau tidurkanlah mereka dahulu (anak-anaknya) tanpa memberi makanan kepada mereka. Apabila saya duduk berbual-bual dengan tetamu ini di samping jamuan makan yang sedikit ini, dan apabila kami mulai makan engkau padamlah lampu itu, sambil berpura-pura hendak membetulkannya kembali supaya tetamu itu tidakk akan ketahui bahwa saya tidak makan bersama-samanya." Rancangan itu telah berjalan dengan lancarnya dan seluruh keluarga tersebut termasuk kanak-kanak itu sendiri terpaksa menahan lapar semata-mata untuk membolehkan tetamu itu makan sehingga berasa kenyang. Berikutan dengan peristiwa itu, Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud, "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan."

dwpp/09/alkisah.ateonsoft.com

^ Tampak Atas
©2005-2007 Dharma Wanita Persatuan | Peta Situs | Kredit