KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN BERTAKWA KEPADA ALLAH
NABI TIDAK PERNAH BOSAN BERISTIGHFAR
MENCINTAI DAN MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI
Assalamu 'alaikum
warahma tullaahi wabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita sekalian.
Yth Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Pusat;
Yth Pengurus Dharma Wanita Persatuan Instansi Pemerintah Pusat;
Yth Pengurus Dharma Wanita Persatuan Provinsi;
Yth. Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten dan Kota.
Hadirin sekalian
yang berbahagia,
Marilah kita bersama-sama memanjatkan pujl dan syukur ke hadirat Allah SWT,
karena pada hari ini, kita dapat mengikuti Musyawarah Nasional Dharma Wanita
Persatuan yang ke -2 sekaligus memperingati HUT ke-10 Dharma Wanita Persatuan.
Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk menyampaikan ucapan selamat
bermusyawarah dan selamat berulang tahun kepada semua peserta. Marilah kita
sama-sama bermohon ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa, semoga selama mengikuti
musyawarah nasional ini, seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan lahir
dan batin. Dengan demikian akan dapat mengikutl seluruh rangkaian acara yang
telah diagendakan dengan sebaik-baiknya.
Musyawarah Nasional merupakan acara yang penting bagi setiap organisasi. Dalam kegiatan ini akan dibahas secara aktif masalah-masalah internal dan eksternal organisasi. Saya menghimbau seluruh peserta dapat membahas dan mendiskusikan masalah-masalah itu dalam suasana penuh persaudaraan dan keakraban. Pergunakanlah pikiran yang jernih, arif dan bijaksana, yang diliputi oleh rasa kesabaran dan kebesaran jiwa. Mudah-mudahan, semua masalah akan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
Hadirin yang berbahagia, Dharma Wanita Persatuan adalah sebagai wadah berhimpun istri pegawai negeri sipil, pejabat pemerintah di pusat dan daerah, serta istri para anggota dan pimpinan lembaga-lembaga negara. Meskipun demikian, organisasi ini bersifat mandlri, netral, dan independen. Mandiri, berarti organisasi ini tidak terkait secara langsung dengan jabatan suami, baik secara struktural, fungsional, maupun finansial. Netral, dalam arti, organisasi bersifat non-politik. Sedangkan independen, berarti organisasi ini tidak mempunyai keterkaitan organisatoris dengan organisasi apapun juga, baik organisasi politik, maupun organisasi kemasyarakatan.
Penegasan independensi Dharma Wanita Persatuan ini sangatlah penting, sejarah dengan perubahan-perubahan besar yang telah terjadi dalam masyarakat masih ada anggapan sebagian anggota masyarakat yang melihat organisasi ini bagian dari organisasi politik, sebagaimana yang pernah terjadi di masa yang lalu kemandirian organisasl Dharma Wanita Persatuan dapat terlihat melalui visi dan misinya. Organisasi ini bertekad untuk menjadi organisasi istri pegawai negerl sipil yang kukuh, bersatu dan mandiri, yang bertugas untuk menyejahterakan seluruh anggotanya
Melalui bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Visi dan misi ini sangatlah baik, karena itu sangat diharapkan agar Dharma Wanita Persatuan mampu meningkatkan kualitas dan peran anggotanya, sehingga bermanfaat, bukan saja bagi anggotanya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat.
Hadirin yang berbahagia, pergerakan kaum wanita Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia pada umumnya. Sangatlah besar potensi kaum perempuan dalam mengisi pembangunan bangsa ini. Kaum perempuan perlu memberdayakan dirinya sendiri dan bersama-sama dengan pemerintah dan lembaga non pemerintah lainnya berinvestasi membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini disebabkan oleh posisi perempuan yang sangat mulia dan terhormat, dalam menjawab kebutuhan bangsa, yaitu mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang. Tidak bisa dipungkiri, bahwa secara kodrati kaum perempuan mempunyai tanggung jawab. Mengandung anak dan secara intuisi bertanggung jawab untuk memelihara dan mengantar generasi baru tersebut ke masa depan yang lebih baik. Namun demikian, perempuan dan laki-laki tidak hanya memiliki perbedaan yang mendasar, tetapi juga memiliki beberapa persamaan. Untuk itu keduanya mutlak menjalankan tugas dalam kehidupan keluarga dan masyarakat secara bersama-sama dan terpadu dalam menciptakan manusia yang berkualitas.
Perempuan Indonesia, yang merupakan bagiaan terbesar dari penduduk Indonesia, juga dituntut untuk dapat meningkatkan kapasitas mereka sebagai warga negara, agar mampu menyelesaikan seluruh masalah baik masalah keluarga maupun masalah bangsa. Perempuan adalah sebagai penerus nilai dan norma-norma dalam keluarga dan kelompok strategis dalam masyarakat yang diharapkan mampu berperan sebagai pembawa perubahan atau pelaku pembaharuan (agent of change).
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pada kesempatan yang baik ini, saya mengharapkan kepada seluruh peserta musyawarah nasional ini, agar dapat memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Keberadaan organisasi
Dharma Wanita Persatuan bukan hanya sekedar organisas wanita yang menopang keberhasilan
tugas suami, tapi juga harus dapat menjadi motor penggerak bagi organisasi-organisasi
wanita lainnya. Lebih dari pada itu agar dapat berperan dalam membangun demokrasi
yang kini sedang tumbuh dan berkembang di tanah air.
Membangun demokrasi bukanlah sekedar ucapan, melainkan harus dilaksanakan dalam
tindakan nyata. Oleh karena itu dalam memilih susunan pengurus nanti, hendaknya
dapat dilaksanakan secara demokratis, tanpa ada tekanan dari siapapun juga.
Setiap anggota tentu memiliki hak yang sama untuk duduk dalam kepengurusan organisasi.
Pilihlah calon-calon yang benar-benar mampu dalam mengemban tugas dan tanggung
jawabnya. Karena itu kepengurusan Dharma Wanita Persatuan, di semua tingkatan
organisasi tidak perlu dukaitkan dengan jabatan yang melekat pada suaminya.
Dengan kepemimpinan yang memiliki integritas yang tinggi Dharma Wanita Persatuan
akan mampu maksimal dalam mencapai tujuannya.
2. Saya juga mengharapkan ibu-ibu sekalian, dapat memahami dan mengerti betul-betul konteks kehidupan berbangsa dan bernegara kita pada saat ini. Dulu sebelum reformasl kehidupan politik di negeri kita itu boleh dikatakan lebih sentralistik, sifat paternalistik dan tingkat kedewasaan politik masyarakat waktu itu menghendaki apa yang dilakukan oleh organisasi lebih banyak bersifat top down. Namun saat ini kehidupan demokrasi mulai mengarah kepada tingkat kemapanan tertentu dan civil society sudah bangkit. Saatnya kini dalam era reformasi ini ada satu keperluan besar dan sebuah keniscayaan, bahwa tidak semua urusan di negara ini harus dilakukan oleh negara dan pemerintah. Sebagian itu dapat dan bisa dilakukan oleh masyarakat itu sendiri dengan sistem dan mekanisme yang lebih partisipatif dan bersifat bottom up.
3. Dalam menjalankan tugasnya, Dharma Wanita Persatuan, diharapkan tidak hanya terbatas pada pembinaan kepada anggotanya saja, akan tetapi harus bisa membuat terobosan-terobosan baru dalam bentuk kegiatan nyata, yang bisa berdampak langsung atau tidak langsung bagi kemajuan peranan wanita dalam masyarakat. Membangun kemitraan dan kerjasama dengan organisasi-organisasi.
Lain dalam masyarakat
luas adalah salah satu contoh kegiatan yang dapat dilakukan. Kerjasama produktif
yang dijalin dengan lembaga social kemasyarakatan lainnya, baik dari dalam maupun
luar negeri akan memberikan warna baru dalam peningkatan kualitas dan efektifitas
kinerja organisasi.
Meskipun Dharma Wanita Persatuan, adalah organisasi yang independen, mandiri
dan netral, tetapi sedikit-banyak tentu memiliki hubungan kerja dan kaitan tertentu
dengan pemerintah. Kalau pemerintah saja bisa membangun kemitraan dan kerjasama
dengan organisasi-organisasi lain, maka tentunya, Dharma Wanita Persatuan harus
lebih pro aktif lagi dalam membangun kemitraan sepertl itu sehingga, Dharma
Wanita akan menjadi salah satu dari organisasi yang berkembang sekarang dan
kedepan nanti. Dharma Wanita tentu tidak akan dilihat sebagai suatu organisasi
yang exlusif. Sehingga, akan lebih mudah berkomunikasi dan tentunya akan dipandang
sebagai sesuatu yang setara, tetapi memiliki peran yang penting.
4. Dharma Wanita Persatuan perlu juga bekerja keras untuk mewujudkan sikap dan perilaku sehari-hari sebagai suatu sikap yang membudaya. Nilai-nilai kehidupan yang luhur, seperti: kesetiakawanan sosial, kewajaran, serta keterbukaan dan partisipasi sosial yang berwawasan kebangsaan, yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan, adalah beberapa sikap dan tindakan yang harus senantiasa dikembangkan ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat
5. Terakhir, tentunya sebagai kaum wanita dan khususnya sebagai anggota Dharma Wanita, yang mempunyai peran ganda, baik sebagai seorang isteri pendamping suami maupun ibu dari anak-anaknya apalagi sebagai seorang isteri pegawai negeri sipil diharapkan kaum wanita menjadl pendamping yang baik bagi suaminya serta harus dapat memberikan dorongan semangat dan dukungan moril kepada sang suami untuk dapat melaksanakan tugas yang telah dipercayakan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.
Hadirin yang berbahagia, demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Semoga dapat memberikan arah dan manfaat bagi seluruh peserta, baik dalam mengikuti munas ini, maupun sebagai bekal dalam bertugas di daerah masing-masing.
Sekian dan terimakasih,
Billahi taufiq wal hidayah,
Assalammu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
a.n. Menteri Dalam
Negeri
Sekretaris Jenderal,
Diah Anggraeni