KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN BERTAKWA KEPADA ALLAH
NABI TIDAK PERNAH BOSAN BERISTIGHFAR
MENCINTAI DAN MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Selamat siang, salam sejahtera bagi kita semua
Yang saya hormati
Ibu Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Pusat (Ibu Prof. Nila Moeloek)
Yang saya hormati Ibu-Ibu Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB)
selaku Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan
Yth Ibu Diah Anggraeni (Sekretaris Jenderal Depdagri)
Yang terhormat Pengurus Dharma Wanita Persatuan Pusat
Yang terhormat Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi
Yang terhormat Pengurus Dharma Wanita Persatuan Provinsi dari seluruh Indonesia
Dan Hadirin yang berbahagia
Alhamdulillah, mari kita senantiasa bersyukur ke Hadirat Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala nikmat dan karunia Nya, sehingga kita semua pada hari ini dapat berkumpul dalam rangka memperingati HUT Dharma Wanita Persatuan yang ke 10 sekaligus dimulainya Musyawarah Nasional (Munas) II Dharma Wanita Persatuan.
Dalam kesempatan
pertama ini, kami menyampaikan ucapan Selamat Hari Ulang Tahun yang ke 10 kepada
Dharma Wanita Persatuan, mudah2an diusianya yang menginjak remaja ini, Dharma
Wanita Persatuan senantiasa bisa terus berkiprah, dengan terus menggali dan
meningkatkan potensi serta kreatifitas yang dimiliki anggotanya, sesuai dengan
tema HUT DWP ke 10 kali ini yaitu “Melalui HUT ke 10 Kita Tingkatkan Potensi
dan Kreatifitas Anggota Dharma Wanita Persatuan.”
Ibu2 Dharma Wanita yang saya cintai,
Sedikitnya ada 3 makna penting setiap kali kita memperingati Hari Ulang tahun
/ Hari Kelahiran, seperti saat ini kita sedang memperingati Hari Ulang Tahun
Dharma Wanita Persatuan yang ke 10.
Pertama: berkait dengan momentum untuk merenungkan atau merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah panjang yang telah dilalui. ini berkait dengan cita2 awal yang mendorong lahirnya Dharma Wanita Persatuan yang merupakan reformasi dari Dharma Wanita. Sebuah cita-cita untuk mandiri dengan semangat kesediaan diri untuk memberikan lebih dari kewajibannya dan menerima kurang dari hak-haknya, disertai dengan keyakinan bahwa pemberian lebih dan penerimaan kurang tersebut dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan yang insyaAllah pada saatnya akan diperoleh kemanfaatan lebih.
Kedua: bersamaan dengan upaya reflektif tersebut, kita perlu merenungkan tentang peran kekinian (introspeksi) terhadap perjalanan yang selama ini telah dilalui. Kita semua berharap dan berkeinginan agar kemuliaan kesejarahan dapat memberikan makna pada masa kini, ikut menyelesaikan persoalan kekinian sesuai dengan kuadrat kewanitaan dan keibuan kita semua.
Nilai kesejarahan
dan kemampuan kita untuk menjawab persoalan kekinian, haruslah kita gunakan
untuk mempersiapkan masa depan Dharma Wanita Persatuan dan bangsa kita. Itulah
makna yang ketiga dari peringatan Dharma Wanita Persatuan ini yaitu kemampuan
mengantisipasi dan mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dan persoalan
ke depan, sebagai upaya untuk menatap masa depan yang lebih baik atau antisipatif,
sehingga sebuah cita cita luhur saat digagasnya nilai nilai yang kini dijadikan
tonggak peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan, bisa terus dijaga. Intinya kita
memang harus selalu bisa memberikan makna dalam setiap kali memperingati sebuah
tonggak peristiwa, sebagaimana halnya saat ini memperingati HUT Dharma Wanita
Persatuan, sebuah organisasi Wanita yang senantiasa berjuang untuk meningkatkan
kualitas sumber daya dan kesejahteraan anggotanya serta
memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.
Hadirin yang saya
hormati,
Dharma Wanita Persatuan merupakan wadah berhimpunnya isteri para Pegawai Negeri
Sipil, sehingga anggota Dharma Wanita Persatuan dituntut harus cepat tanggap
dengan peran ganda yaitu sebagai isteri dan sebagai Ibu yang mendidik putera
puterinya dalam keluarga. Sebagai istri PNS tentunya kita mempunyai kewajiban
untuk turut mewujudkan masyarakat adil dan makmur secara merata serta berkeseimbangan
antara material dan spiritual. Sehingga para anggota Dharma Wanita Persatuan
harus mau dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki dalam menghadapi
tuntutan dan tantangan di era reformasi maupun dalam menghadapi kehidupan di
era globalisasi abad 21.
Sebagai bangsa yang besar, yang terus berpacu dengan perkembangan jaman, maka wanita senantiasa dituntut untuk ikut berperan aktif dalam semua sisi kegiatan pembangunan bangsa, dan ini sangat sesuai dengan Visi dan Misi dari Dharma Wanita Persatuan yang selalu berupaya untuk menyejahterakan anggotanya, melalui bidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya. Tetapi karena organisasi ini juga merupakan organisasi wanita yang besar dan wadah berhimpunnya isteri para PNS maka sesuai dengan namanya Dharma yang berarti suatu dedikasi, kerja yang tidak mengharapkan imbalan, maka Dharma Wanita Persatuan harus benar2 tulus dan ikhlas mendarmabaktikan kepada Nusa dan Bangsa melalui kegiatan organisasi dengan tidak melihat kepentingan apapun dalam mewujudkan cita2 organisasi sehingga manfaat organisasi ini tidak hanya dirasakan oleh anggotanya saja tetapi juga bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Alhamdulillah, selama 10 tahun terakhir, Dharma Wanita Persatuan sudah sangat banyak ikut berperan serta membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera sesuai dengan cita2 seluruh bangsa Indonesia, dengan ikut mengambil bagian dalam bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya. Seperti ikut menyukseskan program Wajib Belajar 9 tahun, berperan serta menyukseskan Pemilu dengan program sosialisasi pelaksanaan Pemilu, ikut membantu korban bencana alam, dan bersama2 dengan 6 organisasi wanita yang lain ikut berperan aktif melakukan penghijauan untuk mengatasi global warming, ketahanan pangan keluarga dan yang terakhir kita lakukan tgl1 Desember yang lalu untuk konservasi air. Semoga semua yang sudah kita lakukan ini bias dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan generasi masa mendatang.
Ibu2 Dharma Wanita Persatuan yang saya cintai,
InsyaAllah hari ini sampai lusa yaitu tanggal 7 sd 9 Desember 2009, Ibu2 akan mengikuti Munas Dharma Wanita Persatuan yang ke 2, dan tema Munas kali ini adalah Melalui MUNAS II Dharma Wanita Persatuan, Kita Tingkatkan Kemandirian dan Kualitas Sumber Daya Anggota.
Kalau pada 10 tahun pertama kemarin, merupakan tahap membangun pondasi Dharma Wanita Persatuan, untuk meletakkan dasar, memperkokoh organisasi, dan untuk mengembalikan citra positif di masyarakat sesuai dengan statusnya sebagai organisasi yang independen, sehingga kita harapkan dengan organisasi yang kokoh ini, Dharma Wanita Persatuan senantiasa bisa terus meningkatkan kemandirian dan kualitas sumber daya anggotanya untuk ikut mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera.
Dalam kesempatan
yang baik ini, kami menyampaikan salam dari Ibu2 mantan Dewan Penasehat, dan
teriring ucapan terima kasih dari kami, Ibu2 Dewan Penasehat juga mantan Dewan
Penasehat, kepada:
Ibu Prof. Nila Moeloek, beserta seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan yang
telah mencurahkan pikiran, waktu, tenaga, untuk mengokohkan dasar, menumbuhkan
pilar organisasi Dharma Wanita Persatuan dan menjalin ikatan kebersamaan dengan
organisasi yang lain, baik organisasi wanita maupun organisasi sosial kemasyarakatan
lain yang mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang
adil, makmur dan sejahtera, dengan program programnya yang saat ini sudah bisa
dirasakan manfaatnya oleh anggotanya dan masyarakat.
Dan Alhamdulillah, upaya dan kerja keras beliau2 tersebut, berhasil mengharumkan kembali nama Dharma Wanita Persatuan.
Harapan kami, semua program positif yang sudah dimulai dan dijalankan oleh pengurus yang sekarang, bisa dilanjutkan oleh pengurus yang baru.
Akhirnya, sekali lagi kami ucapkan Selamat HUT Dharma Wanita Persatuan yang ke 10 dan Selamat melaksanakan MUNAS Dharma Wanita Persatuan yang ke II, semoga segala ikhtiar yang sedang kita lakukan ini senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT, dan yang sudah kita lakukan bisa dicatat sebagai amal kebajikan, Allamumma Amiin.
Demikian yang bisa
saya sampaikan, mohon dimaafkan bila ada yang khilaf
Billahittaufiq Wal hidayah, Wass. Wr .Wb