KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN BERTAKWA KEPADA ALLAH
NABI TIDAK PERNAH BOSAN BERISTIGHFAR
MENCINTAI DAN MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI
Yang terhormat,
Saudara Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan (DWP);
Dewan Penasihat dan Penasihat DWP Instansi Pemerintah Pusat (IPP);
Para Pengurus dan Anggota DWP IPP;
Utusan DWP Provinsi dan Kabupaten/Kota;
Para undangan dan hadirin yang berbahagia;
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtera untuk kita semua.
Mengawali acara ini, marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi kita nikmat dan kesehatan sehingga kita semua dapat hadir pada acara: Musyawarah Nasional II Dharma Wanita Persatuan Tahun 2009. Pada kesempatan yang baik dan berbahagia ini, saya akan menyampaikan beberapa hal dengan harapan semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kepada seluruh peserta Munas.
Saudara-saudara sekalian,
Dalam tema Munas ini disebutkan tentang "Peran Dharma Wanita Persatuan
dalam Meningkatkan Kualitas Anggota sehingga dapat Mendukung Pelaksanaan Tugas
Suami.” Tema tersebut sangat tepat dalam menghadapi tantangan, perkembangan
dan isu-isu yang berkembang saat ini, khususnya menyangkut pelaksanaan tugas
pemerintahan. Sejak awal reformasi tahun 1998 telah ada isu negatif terhadap
keberadaan Dharma Wanita Persatuan. Beberapa kalangan berpendapat bahwa Dharma
Wanita Persatuan sebaiknya dihapus, ditiadakan dan dibubarkan karena dianggap
tidak bermanfaat dan mengganggu kemandirian institusi pemerintah serta juga
menjadi salah satu penyebab lemahnya pengabdian pegawai negeri dalam pelayanan
kepada masyarakat.
Selain itu, kegiatan-kegiatan Dharma Wanita dipandang terlalu memberatkan para ibu-ibu rumah tangga karena selain sudah dibebani dengan tugas-tugas kedinasannya di kantor pemerintah, juga ada kewajiban yang secara mutlak untuk mendidik dan memberikan perhatian kepada anak-anaknya.
Sebetulnya, tantangan ini sudah terjawab dalam visi dan misi yang sudah
digariskan dalam organisasi. Kemandirian organisasi Dharma Wanita terlihat dalam
visi organisasi yaitu "bertekad untuk menjadi organisasi istri Pegawai
Negeri Sipil yang kukuh, bersatu, dan mandiri", dan misinya adalah untuk
menyejahterakan selurh anggota melalui bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial
budaya. Saya yakin bahwa visi dan misi organisasi Dharma Wanita sudah sangat
baik dan tentunya dapat menjawab tantangan kedepan. Tinggal kita perlu mempertajam
bagaimana meningkatkan kualitas organisasi sebagaimana tercantum dalam tema
munas ini. Selain itu para pengurus dan anggota juga harus tanggap dan meningkatkan
pengetahuan dalam menghadapi situasi yang berkembang.
Hadirin yang berbahagia,
Dalam era reformasi, tuntutan masyarakat terhadap birokrasi sudah semakin kritis.
Masyarakat mengharapkan peran apatarut negara dalam memegang kendali proses
berlangsungnya tata pemerintahan yang baik atau good governance. Berhasilnya
penyelenggaraan negara sangat tergantung pada sikap mental, tekad, semangat
dan ketaatan serta disiplin para penyelenggara negara. Aparatur negara di pusat
dan daerah sebagai unsur utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,
dituntut harus berperan dalam mewujudkan Clean Government dan Good Governance.
Selain itu, paradigma lama yang mengedepankan “wewenang” sudah menjadi
masa lalu. Paradigma Aparatur Negara yang sekarang berorientasi pada kerangka
good governance, yaitu bagaimana mengedepankan “peran dan berbagi peran”
dengan masyarakat dan dunia usaha dalam peningkatan kualitas pelayanan publik
yang prima sebagai muara good governance.
Selanjutnya perlu juga ibu-ibu ketahui bahwa dalam rangka reformasi birokrasi telah dilakukan upaya pembangunan aparatur negara dalam berbagai bidang. Langkah yang pertama dilakukan adalah bagaimana menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat kepada pemerintah (trust building). Langkah ini telah dilakukan dengan melakukan pembenahan di bidang pelayanan publik di pusat maupun daerah. Dalam waktu yang bersamaan telah dilakukan upaya pencegahan pemberantasan korupsi dengan pola mengembangkan konsep wilayah bebas korupsi (island of integrity) dan penerapan kontrak kinerja aparatur, serta peningkatan disiplin pegawai. Langkah berikutnya adalah pembenahan sistem manajemen pemerintah melalui aspek penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, SDM aparatur, pengawasan dan peningkatan pelayanan publik.
Langkah reformasi ini tidak dapat dilakukan dalam sekejap secara instan tetapi melalui langkah secara sistemik dan bertahap, serta memakan waktu yang cukup lama. Pelaksanaan Reformasi Birokrasi harus benar memiliki ukuran dan target kinerja yang jelas dan akuntabel tidak hanya sekedar tataran konsepsi dan pencitraan semata-mata, namun harus terimplementasi secara substantif dan komprehensif. Untuk itu, dalam pelaksanaan program kerja setiap instansi pemerintah harus didasarkan pada indikator kinerja (output dan outcome) yang jelas dan terukur serta dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai istri dari aparatur tentunya ibu-ibu juga harus memahami dan peka terhadap perubahan paradigma yang sedang berlangsung. Para aparatur (suami) dalam menerapkan langkah reformasi birokrasi tersebut tentunya harus didukung secara internal oleh keluarga yang harmonis agar dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya. Terkait hal ini peranan para istri sebagai pendamping suami untuk menciptakan keluarga yang harmonis yang mendukung keberhasilan suami adalah sangat diperlukan. Senantiasalah menjaga keharmonisan dalam keluarga, yaitu dengan terus menjaga keseimbangan antara “aktivitas” dalam pekerjaan dan organisasi dengan peran sebagai “ibu rumah tangga” yang juga sangat penting. peliharalah komunikasi yang baik dalam keluarga serta berikan dukungan dan motivasi terhadap pelaksanaan tugas suami, sehingga segalanya akan berjalan seirama, lancar, dan tanpa ada yang dikesampingkan
Hadirin peserta Munas yang berbahagia,
Satu hal lagi yang penting diketahui adalah peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang telah berkembang begitu pesat dan pemafaatannya telah memasuki ke segala aspek kehidupan kita. Pada konteks pelaksanaan tugas aparatur negara, penggunaannya telah dikembangkan dalam berbagai pelaksanaan tugas yang dikenal dengan nama e-office dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan.
Pada sisi lain, kita menjumpai, anak-anak kita telah lebih maju dalam menggunakan perangkat teknologi ini baik dalam menunjang sisi pendidikan, pengetahuan, hiburan, maupun berkomunikasi melalui jejaring sosial. Tentunya ibu-ibu juga jangan kalah atau ketinggalan dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak kita terhadap TIK ini. Saya yakin bahwa sebagian ibu-ibu anggota khususnya yang tinggal di kota-kota besar sudah familiar dengan penggunaan internet, dan yang berkembang saat ini adalah pengguna facebook yang semakin luas penggunaanya. Tentunya manfaat ini tidak hanya digunakan untuk keperluan “curhat” dan “chatting” saja, tetapi lebih dari itu untuk mengembangkan misi dan fungsi eksternal organisasi sebagaimana tercantum dalam misi organisasi Dharma Wanita yaitu pengembangan bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Oleh karena itu para anggota, perlu memahami dan mengetahui tentang pemanfaatan TIK ini, setidak-tidaknya pengetahuan dalam hal mengetahui tentang sisi positif dan negatif dari TIK tersebut. Pengetahuan ini juga sangat bermanfaat agar kita dapat mengimbangi perkembangan anak-anak kita yang pada umumnya lebih mahir dalam penggunaan TIK.
Hadirin yang berbahagia,
Akhirnya, pada kesempatan ini saya ingin pula mengingatkan bahwa sebagai Anggota Dharma Wanita, Saudara-saudara mempunyai peran yang strategis dalam keluarga dan masyarakat, serta dihadapkan kepada tanggungjawab baik sebagai pribadi maupun sebagai pendamping suami dalam bertugas guna mewujudkan clean government dan good governance. Selanjutnya, melalui kesempatan Munas ini kiranya dapat dirumuskan kembali tentang peranan Dharma Wanita sebagai organisasi yang mandiri sehingga pandangan yang negatif dari masyarakat mulai dapat dikurangi, dan kita harus membuktikan kepada masyarakat bahwa keberadaan organisasi Dharma Wanita adalah penting dan bermanfaat bagi masyarakat. Demikian, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan rakhmat, bimbingan dan perlindungan serta kemudahan dalam pelaksanaan tugas pengabdian kita kepada bangsa dan Negara. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.
Sekian dan Terima Kasih,
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,
E.E. Mangindaan